Skip to main content

Edisi Rabu 05 Desember 2018 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

RABU, 5 DESEMBER 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 225 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Nelayan KLU Keluhkan Rumpon Pengusaha Luar Tanjung (Suara NTB) Kelompok nelayan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), terutama di Kecamatan Bayan mengeluhkan turunnya hasil tangkapan. Ikan-ikan yang biasanya mereka dapatkan tak jauh dari pesisir sudah tak lagi menepi, setelah banyak rumpon dipasang oleh pemodal dari luar daerah. ‘’Setelah dipasang rumpon, tidak ada lagi ikan-ikan itu menepi. Biasanya kami nangkap ndak jauh dari sini,’’ ujar Sumadi, Ketua Kelompok Nelayan Arosta, Desa Anyar, Kecamatan Bayan. Ia bersama Sumat, Ketua Kelompok Nelayan Genem Gati, Desa Sukadana, dan beberapa nelayan lainnya sedang berkumpul membahas keberadaan rumpon itu. Untuk mendapatkan hasil tangkapan katanya, mereka harus mencuri-curi kesempatan memancing di seputar rumpon-rumpon itu. ‘’Tapi tak sampai seberapa kita dapat pancingan, rumponnya sudah menarik ikannya,’’ kata Sumadi. Keberadaan rumpon-rumpon milik pengusaha luar ini, dianggap sebagai ancaman bagi mata pencaharian nelayan. Karena itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan bersikap. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/bul)

PROTES - Nelayan di Kecamatan Bayan berkumpul membahas keberadaan rumpon milik pengusaha luar yang di tengarai sangat mempengaruhi hasil tangkapan mereka. Mereka protes agar rumpon-rumpon itu ditertibkan.

Realisasi Pembentukan Pokmas Tak Capai Target

Mataram (Suara NTB) Pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) penerima bantuan sebagai korban gempa masih lamban. Dari target 2.500 Pokmas terbentuk sampai akhir November 2018, memasuki Desember baru terbentuk 1.149 Pokmas. Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D usai rapat pimpinan (Rapim), 26 November lalu mengatakan bahwa pembentukan Pokmas akan dipercepat. Sampai akhir Novem-

ber, sebanyak 2.500 Pokmas ditargetkan dapat terbentuk. Namun, berdasarkan data Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi NTB, per 1 Desember 2018, Pokmas yang terbentuk

baru 1.149 Pokmas dengan jumlah 13.830 KK. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Tri Budiprayitno,SP, M. Si yang dikonfirmasi kemarin mengata-

Kemendag Dorong NTB Tak Lagi Ekspor Komoditas Bahan Mentah TO K O H Jangan hanya Andalkan Bantuan

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/rus)

WAKIL Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan warga agar tidak hanya mengandalkan bantuan. Bantuan dari pemerintah katanya hanya bersifat sementara. Setelah bantuan, harus tetap semangat mencari rezeki guna memperbaiki keadaan. Pesan ini disampaikan Wagub saat menghadiri acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Desa Madayin, Kecamatan sambelia, Lombok Timur (Lotim), Selasa (4/ 12) kemarin. Bersambung ke hal 15

Mataram (Suara NTB) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong NTB tak lagi mengekspor komoditas bahan mentah. Untuk memberikan nilai tambah, NTB didorong dapat mengekspor barang olahan atau barang jadi. ‘’Kalau bisa yang kita ekspor dari sini (NTB) jangan berbentuk primer. Kalau bisa yang sudah diolah,’’ kata Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag, Ari Satria dikonfirmasi Suara NTB usai menjadi pembicara produk halal di Mataram, Selasa (4/12) siang. Ari mengatakan, NTB terkenal menjadi lumbung pangan nasional. Produksi komoditas pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan cukup tinggi. Namun, selama ini yang diekspor ke luar negeri masih dalam bentuk barang mentah, seperti jagung. ‘’Makanya koordinasi dan kolaborasi lintas Kementerian dan sebagai-

nya yang membina produsen sangat penting. Supaya jangan mengirim bahan baku lagi,’’ katanya. Terkait dengan pemulihan ekspor NTB pascagempa, Ari mengatakan dari sisi permintaan (demand) tak ada pengurangan. Menurutnya, aspek produksi yang perlu segera dilakukan pemulihan agar pengusaha atau UMKM di daerah ini dapat berproduksi kembali. ‘’Dari sisi supply-nya yang harus diperbaiki lagi, infrastrukturnya dan sebagainya. Agar teman-teman eksportir di sini berusaha lagi seperti sediakala. Karena dari sisi demand tak terlalu banyak pengurangan,’’ katanya. Bersambung ke hal 15

Ari Satria

kan sebanyak 1.149 Pokmas yang terbentuk tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota terdampak gempa. Ia menyebutkan untuk Lombok Barat telah terbentuk 127 Pokmas dengan jumlah anggota 1.667 KK, Lombok Tengah 70 Pokmas dengan jumlah anggota 684 KK, Lombok Timur 214 Pokmas dengan

jumlah anggota 2.541 KK. Selanjutnya, Lombok Utara 330 Pokmas dengan jumlah anggota 4.087 KK, Kota Mataram 111 Pokmas dengan jumlah anggota 1.454 KK, Sumbawa 104 Pokmas dengan jumlah anggota 1.316 KK dan Sumbawa Barat 193 Pokmas dengan jumlah anggota 2.081 KK. Bersambung ke hal 15

Kejaksaan Terima Pengembalian Rp600 Juta dari Terpidana Korupsi Mataram (Suara NTB) Menjelang akhir tahun, Seksi Penuntutan Kejati NTB terus menerima setoran pengembalian kerugian negara dari terpidana korupsi. Uang tersebut dititipkan melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk selanjutnya disetor ke kas negara. Setoran dari terpidana Astari Tapun sebesar Rp 200 juta. Uang diantar tim kuasa hukum terpidana kepada JPU Budi Tridadi Wibawa, SH, Senin (3/12). Uang kemudian dihitung

dengan cermat, menghadirkan Bank NTB Syariah sebagai lembaga keuangan penyimpanan uang pengganti kerugian negara. Total kerugian negara yang sudah disetor terpidana Astari Tapun mencapai Rp 600 juta lebih. ‘’Masih tersisa sekitar Rp 150 juta lebih, dari total kerugian negara Rp 700 juta lebih yang dibebankan kepada Astari Tapun,’’ kata juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH, Selasa (4/12). Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/nas)

Salinan Putusan MA Diterima

Tim Pengacara Nuril Bahas PK Mataram (Suara NTB) Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya salinan putusan terdakwa kasus UU ITE Baiq Nuril Maknun (26) turun dari

Mahkamah Agung (MA), Selasa (4/12). Selanjutnya, tim pengacara Nuril membahas strategi Peninjauan Kembali (PK). Salinan putusan MA

(Suara NTB/ist)

SALINAN - Anggota tim PH Nuril, Yan Mangandar (kiri) saat serah terima salinan putusan MA dari juru sita PN Mataram.

dikirim melalui Pengadilan Negeri (PN) Mataram dan diteruskan tim juru sita. ‘’Tadi kami terima salinan putusannya sekitar jam 11.00 Wita, diantarkan oleh juru sita PN Mataram Abdul Wahab, SH,’’ kata anggota tim kuasa hukum Nuril, Yan Mangandar Putra, SH, Selasa kemarin. Belum banyak yang bisa dijelaskan Yan Mangandar terkait rencana PK, karena harus melalui pembahasan dari para ahli. Demikian juga dengan pola eksaminasi publik yang jadi pertimbangan pembelaan pada Nuril. Dua hari ke depan, bersama ahli akan dibahas rencana PK dimaksud. Yan Mangandar hanya menggambarkan, amar dan pertimbangan putusan MA akan dikaji secara detail untuk menilai letak kesalahan Hakim Agung dalam memutuskan perkara Nuril. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ars)

SERAHKAN - JPU saat menerima penyerahan uang pengganti kerugian negara dari tim kuasa hukum terdakwa Astari Tapun.


SUARA MATARAM

SUARA NTB Rabu, 5 Desember 2018

Pemkot Segera Terbitkan Izin Investasi yang Tertunda

Akomodir Kebutuhan Kelurahan

Mataram (Suara NTB) Investor di Kota Mataram dapat bernafas lega. Persetujuan substansi revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah mendapatkan persetujuan substansi dari kementerian. Izin sebelumnya tertunda bakal dikeluarkan.

MINIMNYA pengelolaan dana di kelurahan membuat eksekusi program terbatas. Kebutuhan masyarakat yang diusulkan dari musyawarah pembangunan bermitra masyarakat (MPBM) tak seluruhnya terakomodir. Wacana dana kelurahan di 2019 mendatang diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan kelurahan. Demikian disampaikan Lurah Satpa Marga, I Wayan Suarditha ditemui, Selasa (4/12). Dia menjelaskan, anggaran dikelola kelurahan sebenarnya (Suara NTB/cem) hanya terlihat besar saja. PadaI Wayan Suardhita hal ada pengalihan - pengalihan anggaran yang sebelumnya di OPD. Seperti gaji anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan gaji pekasih. Sementara, anggaran operasional kelurahan setiap tahunnya hanya Rp150 juta. Pun, anggaran itu terealisasi mencapai Rp1,2 miliar penambahan sedikit saja untuk penataan infrastruktur di kelurahan. “Sebenarnya cuma dialihkan saja sih. Kayak gaji Linmas dan Pekasih,” sebutnya. Secara variatif kelurahan mengelola anggaran berbeda. Indikatornya kata dia, telah ditentukan berdasarkan penjelasan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah. Suarditha menambahkan, tak jauh berbeda dengan kelurahan lainnya. Jika terealisasi dana kelurahan akan difokuskan untuk perbaikan saluran dan kebutuhan masyarakat lainnya. OPD teknis memang mengintervensi kebutuhan masyarakat. Seperti pemasangan penerangan jalan umum. Akan tetapi, pemeliharaanya tak memiliki anggaran. “Mau ganti balon saja susah,” cetusnya. Untuk perbaikan skala besar tambahnya, berdasarkan usulan dari MPBM. Dan, itu pun sifatnya menunggu tindaklanjut dari OPD. Seperti kasus normalisasi saluran yang jadi kewenangan Dinas PUPR. Sejak lama diminta menormalisasi tapi setahun kalau dilakukan di wilayahnya. “Anggaran normalisasi saluran kan ada di PU. Kalau pun ada kalau masuk sekali ke wilayahnya,” kritiknya. Oleh karena itu, dana kelurahan nantinya akan membantu minimal 60 - 70 persen kebutuhan kelurahan. Terkait penggunaannya belum ada petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis. Dia tetap mewanti - wanti agar tidak ada kekeliruan. (cem)

RENCANA Pemkot Mataram melakukan revitalisasi MCC (Mataram Craft Center) mendapat dukungan dari kalangan DPRD Kota Mataram. Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, I Wayan Wardana, SH., kepada Suara NTB di Mataram, kemarin mengatakan bahwa pada prinsipnya Dewan sangat setuju dengan rencana itu Namun Wardana menyayangkan minimnya anggaran yang disiapkan untuk itu. Padahal, lanjut dia, Dewan berharap renovasi MCC itu tidak terbatas pada halhal fisik semata. ‘’Kami justru berharap ada dimensi baru tentang MCC itu. Apa (Suara NTB/fit) itu? Bahwa selama ini MCC I Wayan Wardana itu hanya sebuah bangunan atau komplek bangunan yang isinya pedagang emas dan mutiara saja,’’ terang politisi PDI Perjuangan ini Untuk itu, ke depan Dewan berharap MCC adalah sebuah destinasi/ikon baru Kota Mataram yang dikemas secara profesional. Sehingga menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke sana. Misalnya, ketika tamu datang ada ritual penyambutan seperti tarian tradisional, pengalungan bunga. ‘’Dan tentunya wellcome drink,’’ cetusnya. Setelah itu, tamu diajak berkeliling, lalu disuguhi film animasi tentang proses pembuatan kerajinan emas dan mutiara. Setelah itu barulah tamu diarahkan untuk membeli oleholeh. Wardana meyakini konsep itu sangat menarik bagi wisatawan untuk berkunjung. ‘’Karena selain berbelanja oleholeh, tamu juga akan mendapat pengetahuan tentang proses terbentuknya sebuah perhiasan emas dan mutiara,’’ demikian anggota Dewan dari dapil Mataram – Sekarbela ini. MCC, lanjutnya, harus dikembalikan sesuai hajatan saat dibangun dulu. Jangan sampai ada kegiatan di luar penjualan hasil kerajinan emas dan mutiara di sana. ‘’Kalau masih ada yang lain, saya kira itu cerminan dari tidak terurusnya aset daerah,’’ ujarnya. Wardana melihat, sampai saat ini MCC masih dikelola secara konvensional tanpa ada sentuhan inovasi yang bisa memberikan nilai tambah. Karena seperti diketahui, sejak berdiri hingga sekarang, keberadaan MCC belum mampu menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah). Lokasi MCC yang strategis nyatanya tidak mampu membuat MCC menjadi sentra penjualan emas dan mutiara yang ramai dikunjungi wisatawan. ‘’Apa yang keliru dari MCC ini, yang keliru adalah cara pengelolaannya yang masih konvensional,’’ katanya. Wardana menambahkan, kalau mau bersaing harus ada nilai lebih dari produk lokal. (fit)

Cokorda Sudira Muliarsa

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa men-

gatakan, eksekusi terhadap pelaksanaan revisi Perda tinggal menunggu pengesahan. Pengusaha telah diminta menyelesaikan persyaratan lainnya untuk mendukung usaha mereka. “Tinggal tunggu ketok palu saja. Tapi saya sudah informasikan pengusaha untuk

Sejumlah Proyek PL Belum Rampung Mataram (Suara NTB) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram memiliki waktu hingga tanggal 15 Desember untuk menyelesaikan pekerjaan fisiknya. Hingga saat ini, ada sejumlah paket proyek penunjukan langsung (PL) yang belum rampung. Dikonfirmasi Selasa (4/12), Kepala Dinas PUPR, Ir. H. Mah-

muddin Tura mengakui hal tersebut. Catatannya, ada pekerjaan seperti drainase, talud dan saluran lain belum rampung. “Secara keseluruhan pekerjaan ini sedang berjalan,” kata Mahmuddin. Secara detail persentase pekerjaan fisik khusus PL belum disampaikan. Alasannya, sedang direkap dan evaluasi. Mahmuddin menegaskan, tak mau tahu dengan alasan

rekanan. Kekurangan volume harus digenjot dengan bekerja siang dan malam. Atau bahkan, menambah pekerja mereka. “Pokoknya kita ndak mau tahu. Sebelum tanggal 15 November semua pekerjaan harus selesai,” terangnya. Secara umum, pekerjaan PL di APBD murni hampir keseluruhan rampung. Akan tetapi, di APBDP total anggarannya Rp4

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Walikota Mataram, H. Mataram (Suara NTB) diserahkan ke pejabat pembi12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Badan Pertimbangan na kepegawaian. “Sudah kita Ahyar Abduh dikonfirmasi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Jabatan dan Kepangkatan serahkan ke Pak Wali,” ucapn- sebelumnya, belum mau ber12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 pikir untuk melakukan rota(Baperjakat) telah menyer- ya, Senin (3/12). 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 si maupun mutasi pejabat. ahkan hasil asesmen pimpSebelum seleksi terbuka, ter12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 inan organisasi perangkat lebih dahulu akan dilakukan Yang difokuskan saat ini, 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 daerah (OPD) ke pejabat pengisian jabatan melalui bagaimana program dan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 pembina kepegawaian pergeseran. Nantinya akan proses rehab dan rekonstruk12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 (PPK). Dua bulan berlalu, diketahui posisi mana saja si rumah masyarakat bisa 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 tak ada kabar pergeseran. yang bakal dipansel. Sekarang segera selesai. “Ini dulu yang 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Hasil asesmen mengendap ini kata Sekda, ia hanya kita urus. Kalu mutasi uru12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 di meja Walikota. menunggu kebijakan dari peja- san belakang,” cetusnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Sebagai bahan informaPelaksanaan asesmen bat pembina kepegawaian. Jika 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 tim pansel memiliki lima diminta melakukan pergeseran si, Inspektur Inspektorat Ir. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 item penilaian. Di antaran- segera dilaksanakan, karena H. Makbul Ma’shum akan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 ya, kompetensi, kemam- secara administrasi telah siap. memasuki purnatugas 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 puan mengelola orang lain, “Kalau kita siap kapan saja. pada akhir Desember men12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 eksekusi program dan re- Kalau diperintah sekarang, yah datang. Tiga rekannya yak12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 ni Kepala Dinas Komunikam jejak. Saat itu, secara kita laksanakan,” terangnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 bergiliran jabatan pimpinan Apakah tim pansel harus kasi dan Informatika, Drs. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 tinggi pratama menjalani menunggu jabatan Inspektur H. Lalu Junaidi, Asisten II 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 tes sampai larut malam. Inspektorat yang segera bera- Wartan dan Kepala Dinas 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Ketua Baperjakat Kota khir pada akhir Desember men- Tenaga Kerja, H.M. Syaiful 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Mataram, Ir. H. Effendi Eko datang? Sekda melempar se- Mukmin telah lebih dahu12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Saswito hanya mengulang mua kewenangan itu ke Waliko- lu pensiun. Tiga jabatan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 statemen sebelumnya. Bah- ta. Baperjakat sifatnya melak- lowong itu hingga kini 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 wa, evaluasi pejabat telah sanakan sesuai perintah. “Ter- masih dipimpin oleh pelak12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 sana tugas. (cem) selesai. Hasilnya pun sudah gantung Pak Wali,” dalihnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345

Hasil Asesmen Pejabat Mengendap

(Suara NTB/ist)

KAMPUNG KB - Kepala DPPKB Kota Mataram, Sutrisno memberikan pengarahan pada pertemuan kampung KB di Lingkungan Timrah, Selasa (4/12). cepat mengetahui permasalahan di akar rumput. “Kegiatan ini sekaligus pembinaan kepa-

sebelumnya tertunda bisa dievaluasi kembali. Yang paling penting menurutnya, investasi Rp7 triliun sebelumnya tertunda bisa dikejar kembali. Oleh karena itu, pelayanan perizinan dipercepat. “Makanya ini yang kita kejar lagi,” tandasnya. Terhadap pengurusan izin diperketat lagi, Cok menyampaikan bahwa sebenarnya sejak lama pengurusan izin telah diperketat. Artinya, mana - mana yang tidak diperbolehkan tidak bakal dikeluarkan izinnya. (cem)

DIKEBUT – Pekerja sedang mengebut pengerjaan pemasangan paving block di lapangan Taman Sangkareang, Selasa (4/12). Ini salah satu pekerjaan dengan sistem PL harus segera rampung sebelum tanggal 15 Desember pekan depan.

DPPKB Gelar Pertemuan Kader di Kampung KB Timrah Mataram (Suara NTB) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) tetap konsisten melakukan penguatan terhadap kampong KB. Penguatan dilakukan dengan menggelar pertemuan bersama para kader keluarga berencana. Acara digelar Selasa (4/12) di Lingkungan Timrah sekaligus sebagai bentuk pembinaan. Kepala DPPKB Kota Mataram, Drs. Sutrisno menjelaskan, setelah terbentuknya kampung KB diharapkan kader dapat berperan aktif melihat persoalan di lingkungan mereka. Terutama dalam persoalan yang berkaitan dengan delapan fungsi keluarga. DPPKB sebagai instansi teknis memberikan langkah langkah nyata sekaligus pandangan, supaya kader dengan

mengurus kelengkapan persyaratan lainnya,” kata dia ditemui Selasa (4/12). Secara eksplisit, Cok, sapaan akrab Kepala DPMPTSP ini, tak bisa menyimpulkan kawasan mana saja diperbolehkan atau tidak oleh peraturan baru tersebut. DPMPTSP tetap berpedoman pada RTRW baru. “Tidak boleh saya mengatakan ini boleh atau ini tidak boleh. Nanti kita sama sama buka petanya,” ujarnya. Paling tidak persetujuan subtansif yang diterima oleh Pemkot Mataram membuka keran investasi. Izin - izin yang

(Suara NTB/cem)

(Suara NTB/cem)

Belum Ada Sentuhan Inovasi

Halaman 2

da kader KB,” kata Sutrisno. Permasalahan digali khususnya di Lingkungan

Timrah nantinya, akan dituangkan dalam rumusan. Rumusan ini disampaikan ke

kelurahan untuk menjadi program. “Sehingga, program dituangkan dalam dengan cepat rasakan oleh masyarakat,” cetusnya. Perubahan dimaksud demikian kata Sutrisno, berkaitan dengan program pembangunan, peningkatan kesejahteraan maupun sumberdaya manusia di kampung KB. Pertemuan kampung KB di Lingkungan Timrah dihadiri oleh unsur kelurahan, kepala lingkungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader dan mitra DPPKB lainnya. Harapannya kata Sutrisno, kader dan masyarakat di Lingkungan Timrah paham bahwa kampung KB merupakan milik semua. Sehingga, pelaksanaan program searah dengan visi misi Kota Mataram. (cem/*)

miliar rata - rata baru sampai 80 persen. “Belum bisa berikan angka rill karena data dibuat di kantor,” cetusnya. Tak hanya pekerjaan PL. Pekerjaan sifatnya tender nilainya ratusan bahkan miliar rupiah juga belum rampung. Antara lain, proyek gerbang Lingkar Selatan nilainya. Dan, gedung Badan Keuangan Daerah (BKD). Proyek gedung Kantor BKD

dengan nilai kontrak Rp1,3 miliar lebih, sesuai jadwal pekerjaan fisik harus tuntas tanggal 30 November. Sementara, pengerjaan gerbang di Lingkar Selatan nilai pagunya Rp6 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Tunggal Ika Kon dengan nilai kontrak Rp5,9 miliar lebih. Rekanan hanya menyelesaikan bagian tiang. Konstruksi baja untuk gerbang belum terlihat. (cem)

Sistem Perangkingan

Pemkot Kecewa Tak Dapat SDM Berkualitas

Mataram (Suara NTB) SDM berkualitas. Artinya, Pemkot Mataram kecewa ter- pelamar yang ikut SKB hanya hadap sistem perangkingan yang faktor keberuntungan saja. diterapkan sebagai tindaklanjut Padahal di satu sisi, ada peldari Peraturan Menteri Penday- amar nilai passing grade-nya agunaan Aparatur Sipil Negara sangat tinggi. dan Reformasi Birokrasi. Dengan “Ada pelamar yang dapat sistem rangking dikhawatirkan nilai 334 tapi ndak bisa ikut memicu tak diperolehnya sum- SKB. Kalau begini sistemnya ber daya manusia (SDM) yang kita ndak bisa dapat SDM berkualitas. berkualitas,” sesalnya. Faktor Pada Selasa (4/12), Badan ini dikhawatirkan akan berimKepegawaian dan Pengem- bas terhadap kinerja nantinya. bangan Sumber Daya Manu- Tidak menutup kemungkinan sia (BPSDM) Kota Mataram, kata Nelly, pelamar yang telah telah mengumumkan peserta diangkat menjadi aparatur sipyang bakal mengikuti seleksi il negara dan ditempatkan juskompetensi bidang (SKB). Ha- tru tak memiliki semangat kersil perhitungan berdasarkan ja diharapkan oleh pimpinan. PermenPANRB Nomor 37 Pertimbangan itu nantinya Tahun 2018 dari 161 yang lu- bisa saja pejabat pembina lus passing grade hanya 146 kepegawaian setelah mengevorang yang ikut seleksi ko- aluasi kemudian memutasi mpetensi bidang. pegawai bersangkutan. “KaSementara, berdasarkan lau di sini kan kita yang menPermenPAN 61 Tahun 2018 gatur kemana penempatan untuk mengisi formasi lowong pegawai itu,” tandasnya. melalui sistem perangkinBerbeda halnya lanjut gan terdapat 471 orang. Nelly, dengan kement“Total yang ikut SKB 617 erian maupun lembaorang,” sebut Kepala ga negara lainnya. BKPSDM Kota MatPersoalan demikiaram, Baiq Nelly an, mau tidak mau Kusumawati ditemui, akan disampaikan Selasa (4/12). ke masyarakat. Nelly menyesalkan, Perubahan ini meprotes terhadap penerrupakan kewenanapan sistem pergan pemerintah angkingan tak pusat. “Yang diakomodir penting oleh pemerinm a s y tah pusat. Kearakat bijakan putahu kita sat berimsudah plikasi perjuaPemkot ngkan,” Mataram demikitak akan an kata mendapNelly. a t k a n (cem) Baiq Nelly Kusumawati (Suara NTB/cem)


SUARA NTB

Rabu, 5 Desember 2018

TIM Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB turun membersihkan puing-puing reruntuhan di lokasi bencana. Pembersihan diawali di Dusun Limbung Utara, Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Senin (3/12). Kegiatan pembersihan tersebut untuk memudahkan pembangunan ru-

mah tahan gempa di masa rehabilitasi dan rekonstruksi. “Hari ini kami lanjutkan lagi pembersihan di Dusun yang sama,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Agung Pramuja kepada Suara NTB, Selasa (4/12). Menurut rencana, kegiatan akan terus berlanjut di beberapa desa lainnya yang terdampak gempa. “Penyisiran akan

berlangsung selama sepekan kedepan,” sambung Agung. Pihaknya turun membantu masyarakat terdampak bencana itu, dengan mengerahkan sedikitnya 40 orang TRC. Rinciannya, 20 personel dari TRC BPBD NTB dan 20 orang dari TRC BPBD Lombok Barat. Selain tenaga, sejumlah peralatan digunakan termasuk kendaraan angkut dua unit truk.

Selama membantu warga terdampak, Agung mengaku mendapati masyarakat masih mengeluh soal kondisi pascagempa. Warga tidak produktif mencari nafkah, bahkan ada yang terlilit hutang. Prihatin dengan kondisi itu, timnya juga membawa “buah tangan” berupa Sembako kepada para korban. Ia melihat, masyarakat

Halaman 3

masih sangat membutuhkan stok makanan untuk kebutuhan sehari hari. Selain TRC Lombok Barat, Agung juga berkoordinasi dengan TRC daerah lainnya yang masuk wilayah terdampak gempa. Seperti TRC BPBD Lombok Utara, TRC BPBD Lombok Tengah, TRC BPBD Lombok Timur, Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat

(KSB). Baru ini, ia juga menerjunkan tim ke Sembalun Lombok Timur untuk menangani longsor yang menimbun permukaan jalan. Agung juga mendapat informasi longsor terjadi di Lambitu Kabupaten Bima. TRC BPBD Kabupaten Bima juga diterjunkan ke lokasi untuk penanganan awal. (ars/*)

Galeri foto longsor akibat banjir dan rumah rusak akibat gempa ditangani tim gabungan TRC BPBD


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Rabu, 5 Desember 2018

Halaman 4

Dokter Bedah Jadi Staf di BKDPSDM

KPH Rinjani Timur harus bekerja ekstra untuk menjaga kawasan hutan khususnya di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dari para pelaku pembalakan liar (illegal logging). Hal itu dikarenakan jumlah personel saat ini belum sebanding dengan luas kawasan hutan yang harus dijaga. Menurut Kepala KPH Rinjani Timur, Ir. L. Saladin Jufri, MSi, sekitar 40 persen kawasan hutan di Kabupaten Lotim rusak parah. Kondisi itu disebabkan terjadinya illegal logging atau pembalakan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Sementara dari hitun(Suara NTB/dok) gannya, personel yang L. Saladin Jufri mengawasi kawasan hutan saat ini perbandingannya satu personel mengawasi 600 lapangan sepak bola. Maka dari itu, sangat rawan terjadi illegal logging. “Kita memang terkendala petugas yang sangat minim. Satu petugas perbandingannya itu menjaga 600 lapangan sepak bola,” terangnya, Selasa, (4/12). Disebutkannya, illegal logging rawan terjadi di sejumlah kecamatan di Lotim, di antaranya, Kecamatan Sambelia, Suela, Pringgabaya, Sembalun, dan Jerowaru. Sementara kondisi hutan di Lotim saat ini yang masih utuh sekitar 60 persen dan akan terus diselamatkan semaksimal mungkin. Sementara 40 persennya sudah dirambah secara liar. Perambahan paling parah terjadi di Kecamatan Jerowaru, Sambelia dan Pringgabaya. Sedangkan untuk di wilayah Kecamatan Suela dan Sembalun masih tergolong aman, karena masih adanya kelompok HKM yang intens melakukan pengawasan selain berkoordinasi dengan aparat kepolisian, TNI, TNGR dan camat hingga ke tingkat dusun. Saladin mengaku, pelaku illegal logging kerap berasal dari masyarakat sekitar dan luar seperti dari kabupaten lain. Saladin mengaku sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Lotim untuk menyelamatkan hutan yang tersisa sekitar 60 persen itu. Dengan kondisi yang demikian, diharapkan adanya partisipasi masyarakat dengan kelompok-kelompok HKM untuk mengawasi kawasan hutan di Lotim yang cukup besar. Di mana kerusakan hutan yang terjadi memiliki dampak yang cukup besar baik kehidupan sekarang terlebih di masa yang akan datang. (yon)

Pemda KLU Berikan Klarifikasi

Tanjung (Suara NTB) Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD PSDM) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengklarifikasi keberadaan dokter spesialis bedah di instansi bersangkutan. Menurut BKD, keberadaan dokter spesialis bedah itu lebih disebabkan indisipliner pegawai bersangkutan seiring proses studi dokter spesialis tersebut dari beasiswa pusat. Kepada wartawan, Selasa (4/12), Kepala BKDPSDM KLU, Drs. H. M. Najib, M.Pd., mengakui pihaknya baru mendapat laporan tentang adanya ASN yang mengunggah “protes” di akun medsos Facebook. Adalah dokter Kurniawan Eko Wibowo, SpB., di mana yang bersangkutan mengakui dirinya dipindahtugaskan sebagai staf BKD PSDM. Kronologi sebenarnya dituturkan Najib, bahwasanya dr. Kurniawan, menjadi staf BKD sejak lembaga ini bernama Bagian Kepegawaian, Setda Lombok Utara tahun 2013. Bagian Kepegawaian saat itu belum menjadi badan seperti sekarang ini. Kurniawan ditempatkan sebagai staf BKD karena pada saat itu yang bersangkutan menjalani studi S2 di Universitas Udayana Bali dengan mengambil spesialisasi dokter bedah. Ia menerima beasiswa dari kementerian, sehingga bupati pada saat itu membebastugaskan Kurniawan dari

segala beban kerja kedinasan. Dalam perjalanannya, Kurniawan diketahui terlibat memberi pelayanan di RSUD KLU. Untuk tercatat memberi layanan di RSUD, yang bersangkutan diterima dengan status sebagai tenaga kontrak. Alasannya jelas bahwa yang bersangkutan tercatat sebagai staf BKD dan masih belum memiliki beban kerja. “Dengan Kabag TU RSUD, kami sudah diskusi mencari titik terang. Kami di BKD ‘kan menangani pegawai, setelah kami pelajari, ternyata dokter Kurniawan ini, dia dulunya mendapatkan tugas belajar dari bupati Lombok Utara tahun 2013,” kata Najib. Tugas belajar yang melekat pada Kurniawan sesuai dengan SK tugas belajar No. 29/9/ 164.A/2013, tentang pemberian izin untuk tugas belajar program pendidikan dokter spesialis di Universitas Udayana. Di SK tugas belajar yang dikeluarkan Bupati tahun

2013, sudah jelas disebutkan bahwa, selama pendidikan bersangkutan dibebaskan kewajibannya setiap hari sebagai PNS. Kedua, sambung Najib, selama pendidikan bersangkutan ditugaskan di Bagian Kepegawaian Daerah KLU. Apabila setelah selesai wajib tugas belajarnya, maka yang bersangkatan wajib melakukan hal-hal seperti yang di-SK-kan pak Bupati. Seperti melampirkan fotokopi ijazah sebagai bukti bahwa dia telah menyelesaikan tugas belajarnya. Kedua menunjukkan transkrip nilai akhir yang sudah dilegalisir, laporan tugas akhir tesis sebanyak 1 eksemplar. Berikutnya Kurniawan juga harus menunjukkan ringkasan tugas akhir sebanyak 15 lembar. “Apabila itu sudah diselesaikan, tinggal di BKD PSDM mengusulkan ke bupati bagaimana dan kemana dia harus ditugaskan. Setelah saya tanyakan ke Kasubid Diklat di Bagian Kepegawaian, ternyata yang ber-

(Suara NTB/ari)

M. Najib seolah memprotes kebijakan Pemda Lombok Utara dalam mengatur tenaga kesehatan. “Alhamdulillah dan terima kasih saya sebagai Dokter Spesialis Bedah telah ditempatkan di tempat yang baru yaitu di BKD-PSDM yang bukan keahlian dan tupoksi saya. Saya memohon maaf kepada masyarakat KLU, karena saya tidak bisa lagi melayani dan memberikan pelayanan kesehatan selaku dokter spesialis bedah satusatunya di KLU,” tulis Kurniawan Eko Wibowo dalam media sosialnya. (ari)

Jaksa Masih Teliti Berkas Kasus Pusuk Sembalun

Operasi Antik Gatarin 2018, Polisi Amankan 10 Orang Tanjung (Suara NTB) Polres Lombok Utara berhasil mengamankan 10 warga terduga pelaku narkoba selama gelaran operasi antik 2018. Ke sepuluh orang itu diamankan di 8 TKP, yang mana 2 orang di antaranya adalah perempuan. Dalam jumpa pers, Selasa (4/12), Kapolres Lombok Utara, AKBP Herman Suryono, SIK. M.Hum., Wakapolres, I Dewa Gede Sucipta, S.Pd., serta Kasat Narkoba, Iptu Remanto, Sah., beserta jajaran, mengungkap ke sepuluh pelaku terlibat narkoba. Mereka antara lain, EP alias Edo (27, Mataram), RSD alias Bokah (27, Lobar), TH alias Ton (25, KLU), Ram (31, KLU), AHM alias Mad (31, KLU), Mar alias Yum (43, Mataram). “Barang bukti yang berhasil kota sita antara lain, ganja seberat 315,57 gram, sabu seberat 3,88 gram, ineks 4 butir, uang tunai Rp 250 ribu dan sejumlah peralatan (yang digunakan pelaku untuk mengkonsumsi narkoba),” ungkap Herman. Dijelaskan dalam Operasi Antik Gatarin 2018, Polres Lotara menargetkan 2 pelaku sebagai target operasi. Dari lima orang, kedua TO berhasil ditangkap berikut 3 orang non TO. Dari 8 TKP pengungkapan kasus, 6 TKP di antaranya di 3 Gili dan 2 TKP lain di darat. “Ini adalah upaya bagaimana membuat Lombok Utara bebas dari narkoba. Kita gencar penangkapan pada para bandar dan pengedar karena target kita Lotara zero narkoba,” tegas Kapolres. Di antara pelaku pula, beberapa di antaranya merupakan pelaku residivis. Pernah mendekam dipidana karena narkoba, namun saat terbebas mereka mengulang lagi kejahatan yang sama. Modus yang digunakan pelaku, di samping menggunakan sendiri mereka juga mengedarkan narkoba. Para pelaku mengkonsumsi narkoba di Gili dengan cara menyewa kamar kos. “Kita di Polres langsung melakukan pendalaman, dari mana barang itu berasal, karena pasti ada bigbos yang terlibat. Tetapi pendalaman itu belum bisa diekspose,” jelasnya. Menurut Kapolres, dari keterangan yang dihimpun dari para pelaku kebanyakan mereka berstatus pengangguran. Ada juga yang berprofesi sebagai petugas jaga malam di salah satu penginapan di Gili. “Pasal yang kita kenakan kepada.pelaku yakni pasal 112, pasal 111 dan pasal 127. Ancamannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” imbuhnya. Herman menyebut, pengungkapan narkoba yang dilakukan selama ini selain upaya penegakan hukum, juga mencegah peredaran narkoba di tengah masyarakat. Oleh karenanya, Polres bekerjasama dengan stakeholder yang lain baik di Pemda maupun instansi teknis lain. Rencana ke depan Polres juga akan menempat personel tidak hanya di Pospol Gili Trawangan, tetapi juga Gili Meno dan Gili Air. Keterlibatan residivis sebagai pelaku narkoba seolah tidak berdampak terhadap efek jera. Menyikapi itu, Kapolres menyebut upaya hukum sudah dilakukan. Persoalan bahwa mantan pelaku masih mengulang perbuatan yang sama kembali kepada pelaku sendiri. “Apakah memang adiksi terhadap narkoba sehingga ini perlu kita dalami. Dalam penegakan hukum juga, residivis yang pernah menjalani hukuman peradilan juga akan kita lampirkan dalam berkas sebagai pertimbangan (hakim),” tandasnya. (ari)

sangkutan hanya melaporkan secara lisan telah menyelesaikan studi,” paparnya. Bukti otentik sudah menyelesaikan studi dokter Kurniawan belum diajukan oleh yang bersangkutan. Oleh karena itulah, BKD pada tanggal 27 November 2018 lalu bersurat kepada Kurniawan agar ia melengkapi semua kewajiban setelah menempuh studi. “Ditambah lagi bahwa dia harus menambahkan keterangan PNS dari Dinas Kesehatan Lombok Utara, karena dia dibiayai oleh Kementerian Kesehatan,” sebutnya. Najib menyimpulkan, dr. Kurniawan terlalu dini menyimpulkan keberadaannya sebagai staf BKD tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu. Sebab persoalan ini justru timbul, karena indisipliner yang bersangkutan dalam memenuhi kewajibannya sebagai staf. “Tugasnya di rumah sakit itu tidak ada kaitannya dengan PNS , karena PNSnya ada di BKD PSMD. Di rumah sakit dia hanya sebagai kontrak. Kami di BKD sudah menyurati karena kewajiban kami mengingatkan staf,” tandasnya. Sebelumnya beredar posting pemilik akun Kurniawan di FB. Di mana Kurniawan

(Suara NTB/rus)

RUMAH MANDIRI - Warga Desa Madayin yang menjadi korban gempa membangun rumah secara mandiri. Mereka capek menunggu bantuan pemerintah yang tidak kunjung cair.

Bantuan Belum Cair, Warga Berutang Bangun Rumah Selong (Suara NTB) Bantuan yang dijanjikan pemerintah tak kunjung cair. Sementara itu, warga mendesak untuk segera memiliki rumah permanen. Terlebih memasuki musim hujan. Kondisi ini memaksa warga untuk berutang membangun rumahnya secara mandiri. Attaillah, Warga Desa Medayin Kecamatan Sambelia kepada Suara NTB, Selasa (4/ 12)mengaku harus berutang Rp 8 juta di lembaga perbankan untuk memulai segera pembangunan rumahnya. Ukuran rumah dibangun 6 x 6 itu sudah mulai dibangun, karena mengejar musim hujan yang sudah mulai mengguyur Sambelia. Dikhawatirkan, tenda darurat yang ditempatinya sudah tak mampu lagi melindungi seluruh anggota keluarganya dari hujan. “Terpalnya kan sudah mulai bocor, jadi kita mau tidak mau harus segera bangun rumah. Daripada menunggu terus menerus,” ungkapnya. Hal senada dengan Yazid. Warga Medayin yang tidak jauh dari kantor Desa Medayin yang merupakan desa terparah kena dampak gempa ini menyebut sudah berutang Rp 25 juta di salah satu perbankan. Syukurnya, pihak perbankan masih mempercayainya mengajukan utang. Selain menggunakan dana bank, ia juga meminjam di

keluarganya. Diakumulasi, rumah yang sudah dibangun dan hampir rampung ini sudah menghabiskan dana Rp 55 juta. Prediksinya akan habis sekitar Rp 60 juta. Attaillah dan Yazid memilih membangun rumah konvensional. Disebut, memang ada petugas pengawas yang mengawasi proses pembangunan rumahnya. Harapannya, dana yang sudah dijanjikan oleh pemerintah itu segera cair dan dapat digunakan untuk mengganti utang-utangnya. Dituturkan warga Madayin ini, rumahnya tergolong rusak berat. Data sebagai warga penerima bantuan sudah masuk. Rekening pun sudah dibuatkan dan tinggal menunggu pencairan dari pemerintah. Harapannya segera dilakukan pencairan agar bisa mempercepat pembangunan. Camat Sambelia, Zaitul Akmal yang dikonfirmasi mengakui banyaknya warga yang memilih untuk membangun rumah secara mandiri. Keinginan warga itu katanya tidak bisa dihalangi. Alasannya karena menjelang musim hujan. Adanya bantuan dari pemerintah daerah Rp 1 juta per kepala keluarga, meski tidak besar dinilai cukup efektif membantu mengurangi beban keluarga korban gempa. Di mana di wilayah Kecamatan Sambelia ini, jumlah korban

gempa yang mengalami rusak berat saja mencapai 3.825 unit rumah. Belum lagi yang masuk rusak sedang dan ringan. Dari keseluruhan rumah korban gempa, baru 280 KK sudah ada kerjasama dengan aplikator yang akan segera dibangunkan rumahnya. Sebagian besar pilihan warga akan membangun rumah jenis Risha. Hanya saja lagi-lagi alasan keterbatasan jumlah aplikator membuat tidak bisa cepat proses pembuatan rumah. Jumlah rumah yang sudah terbangun di wilayah Kecamatan Sambelia, sepengetahuan camat ini hanya 4 unit. Masih banyak seklai rumah yang harus dibangun. Sementara targetnya sampai akhir Maret mendatang harus sudah tuntas. Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Lalu Rusnan menyebut sekarang ini sedang dalam proses pembangunan yang dikawal semua pihak terkait. Mengenai dana bantuan pemerintah juga terus dicairkan ke rekening kelompok masyarakat (pokmas). Jumlah dana yang sudah dicairkan Rp 302 miliar. Tahap pertama penyaluran bantuan Rp 50 juta untuk korban gempa yang rusak berat. Rp 25 juta untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rusak ringan ini menurut Kabid Kedaruratan ini tinggal sedikit saja. (rus)

Selong (Suara NTB) Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penataan kawasan Pusuk Sembalun Lombok Timur (Lotim) saat ini masih dilakukan penelitian oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim. Penelitian dilakukan pascamenerima berkas pelimpahan kedua setelah sebelumnya dikembalikan ke aparat kepolisian. “Pelimpahan perbaikan sudah kita terima. Berkasnya masih kita lakukan penelitian,” terang Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lotim, Wasita Triantara dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (4/12). Berkas tersebut berisi satu orang tersangka yang ditetapkan yakni kontraktor dalam proyek senilai Rp2 miliar itu yang bersumber dari dana tugas perbantuan (TP) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI tahun 2016. Apabila berkas kasus yang ditangani oleh Satreskrim Polres Lotim ini dinyatakan lengkap, maka selanjutnya akan dilimpahkan ke pengadilan untuk proses sidang penuntutan. Pengembalian berkas sebelumnya, dikarenakan adanya pemberkasan yang belum lengkap baik formil maupun materil, sehingga harus dilakukan perbaikan oleh pihak kepolisian. Dalam kasus yang bergulir sejak tahun 2016 ini, terdapat dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya kontraktor CV Perames Raya inisial SA serta mantan Kadispar Lotim waktu itu,

HAM. SA menjadi tersangka pertama dalam proyek senilai Rp 2 miliar tersebut. Akan tetapi, dari pemeriksaan Jaksa bahwa masih terdapat beberapa item yang harus dilengkapi oleh penyidik dari kepolisian. Sementara, untuk tersangka KPA maupun PPK, saat ini sudah dilakukan penyidikan lanjutan oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres Lotim. Pengembalian berkas dalam tahap P19 itu bertujuan untuk melengkapi berkas atau hasil penyelidikan supaya tidak kesulitan pada proses penuntutan (P21). Dari kerugian awal berdasarkan audit investigatif dari BPKP sebesar Rp300 juta. Namun setelah dilakukan PKN dari BPKP, kerugian negara sebesar Rp280 juta. Jumlahnya berkurang karena setelah ahli diturunkan, terdapat bagian yang diperhitungkan sudah sesuai dengan spesifikasi, sehingga dikurangi jumlah kerugian negara. Proyek penataan kawasan Pusuk Sembalun ini menelan anggaran keseluruhan sebesar Rp 2 miliar. Dari total anggaran itu, sebesar Rp1,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik dengan nama proyek penataan prasarana Pusuk Sembalun dengan melakukan pembangunan sejumlah fasilitas fisik ditiga titik, di antaranya pembuatan gapura di Sebau, penataan Pusuk Sembalun, serta pembuatan gerbang selamat datang di Sembalun Lawang. Akan tetapi dalam pengerjaannya dinilai mengalami kejanggalan, sehingga aparat kepolisian langsung turun untuk mengusut proyek tersebut. (yon)

(Suara NTB/dok)

Rawan Pembalakan Liar

Wasita Triantara

KPH Rinjani Timur Laporkan Kasus Perusakan Kantor

(Suara NTB/ari)

KETERANGAN PERS - Kapolres Lombok Utara Herman Suryono memberikan keterangan pers terkait penangkapan 10 terduga narkoba selama gelaran Operasi Antik, Selasa (4/12).

Selong (Suara NTB) Kasus penyerangan dan perusakan terhadap kantor KPH Rinjani Timur Resort Sambelia berbuntut panjang. Pasalnya, KPH Rinjani Timur membawa kasus tersebut ke ranah hukum dan sudah melaporkannya ke Polres Lombok Timur (Lotim). “Persoalan itu sudah kita serahkan ke aparat kepolisian Polres Lotim yang saat ini sudah ditindaklanjuti. Kita sudah membuat laporan ke kepolisian,” ujar Kepala KPH Rinjani Timur, Ir. L. Saladin Jufri, MSi, dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (4/12).

Diakuinya, penyerangan dan pengerusakan yang dilakukan oleh warga sekitar itu dikarenakan penangkapan yang dilakukan oleh petugas terhadap satu orang pelaku illegal logging beberapa bulan lalu yang kasusnya saat ini sudah masuk P21. Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat supaya tidak mudah terprovokasi terhadap isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di mana penangkapan terhadap pelaku illegal logging diisukan ditangkap di dalam rumahnya dan sepeda motornya dirusak. Padahal faktanya, pel-

aku illegal logging ditangkap di dalam kawasan hutan beserta kendarannya dan barang bukti berupa kayu. Sementara dari isu itu menyebabkan masyarakat berbondong-bondong menyerang dan melakukan perusakan terhadap kantor KPH Rinjani Timur Resort Sambelia. “Itu terjadi karena isu yang salah diterima oleh masyarakat. Kita sudah jelaskan dan saat ini masyarakat sudah faham,” jelasnya. Dalam insiden itu, sejumlah fasilitas di kantor KPH Rinjani Timur Resort Sambelia mengalami kerusakan yang cukup

parah, berupa kaca pecah, pintu jebol dan beberapa fasilitas lainnya rusak. Beruntung tidak ada petugas yang terluka meskipun pada waktu penyerangan siang hari itu terdapat empat petugas sedang piket di dalam kantor. Adapun luas kawasan hutan yang diawasi KPH Rinjani Timur Resort Sambelia seluas, 12.700 hektar. Saladin menegaskan, dampak gempa yang terjadi bukanlah alasan bagi masyarakat melakukan penebangan pohon secara semena-mena dan menjadikan tindakan mereka legal. Melainkan ada prosedur yang

harus dilalui ketika masyarakat membutuhkan kayu untuk bahan bangunan dan tidak menebang sendiri-sendiri dengan cara masuk ke kawasan hutan. Adanya pembalakan hutan secara liar ini, kata Saladin sangat berdampak buruk terhadap lingkungan ke depannya khususnya kawasan hutan. Apabila kawasan hutan rusak dan gundul, maka segala macam bencana berpotensi terjadi dan mengancam masyarakat terutama yang bermukim di kawasan hutan tersebut, baik itu berupa bencana banjir dan tanah longsor. (yon)


SUARA NTB Rabu, 5 Desember 2018

SUARA PULAU LOMBOK

BPK Turun Langsung Audit Dana Desa

Sisir hingga Pelosok DINAS Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapi) Lombok Tengah (Loteng) mencatat masih ada sekitar 66.526 wajib KTP di daerah ini yang belum melakukan perekaman KTP eletrronik hingga saat ini. Angka tersebut setara 8,84 persen dari total 752.886 wajib KTP di Loteng. Disdukcapil Loteng menargetkan sampai akhir ini, capaian perekaman KTP elektronik sudah mendekat angka 100 persen. “Yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik sekitar 91,16 persen. Sisanya ada 8,86 persen yang (Suara NTB/kir) belum. Kalau dari persenBaiq Anita Nindiana tasenya memang kecil. Tapi karena yang wajib KTP banyak, maka angka segitu berarti banyak pula,” ungkap Kepala Disdukcapil Loteng, Baiq Anita Nindiana, S.Sos., kepada Suara NTB, Senin (3/12). Untuk menuntaskan sisa perekaman KTP elektronik tersebut pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Misalnya, dengan menempatkan alat perekaman di masing-masing kecamatan. Selain itu, ada juga tim khusus yang ditugaskan untuk melakukan perekaman hingga ke pelosok desa. “Selain yang stand by di kecamatan ada juga tim khusus yang memang ditugaskan untuk menyisir hingga ke pelosok desa,” terangnya. Adanya pola jemput bola tersebut pihaknya berharap bisa menuntaskan sisa wajib KTP yang belum melakukan perekaman sesuai target hingga akhir tahun ini. Meskipun diakui hal itu juga bukan perkara mudah, karena kendala di lapangan juga banyak. Terutama soal kesadaran masyarakat untuk taat dokumen kependudukan yang masih rendah. Dalam arti, masyarakat baru mau membuat dokumen kependudukan kalau ada kebutuhan saja. Padahal dokumen kependudukan merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak bagi sebagai warga negara.(kir)

Hotel Montana Siap Bangun Tempat MICE Giri Menang (Suara NTB) Manajemen Hotel Montana Premier Senggigi Lombok Barat (Lobar) berencana membangun ball room kapasitas 1.000 orang untuk tempat menggelar Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE). Rencana pembangunan ball room ini untuk melengkapi kawasan wisata Senggigi yang kekurangan ruang untuk tempat MICE. Hal ini juga untuk menciptakan unique selling point bagi kawasan senggigi yang belum (Suara NTB/her) memiliki ciri khas sebagai Binang Odi Alam sebuah kawasan wisata. General Manager Montana Premier Senggigi Binang Odi Alam, mengaku, Senggigi harus memiliki unique selling point yang dijual, entah itu ada kawasan water sport dan MICE. Menurutnya, kebanyakan tamu mau menggelar meeting di kawasan wisata, apalagi peserta dari kota besar sudah jenuh dengan suasana kota. ‘’Mereka ingin setelah meeting bisa nikmati pemandangan pantai. Seharusnya, market ini perlu dikejar. Jangan sampai justru fokus mengejar market yang lain, sedangkan market yang menjadi sasaran kurang fokus dikejar,’’ ujarnya, Selasa (4/12). Ia menilai peminat Senggigi masih banyak, buktinya jika melihat okupansi tahun lalu saja sebanyak 70-80 persen bahkan hotel kewalahan menampung tamu. Hanya saja bagaimana menciptakan ciri khas Senggigi, salah satunya sebagai lokasi meeting atau MICE area. Jika senggigi diarahkan ke hiburan, tentu harus fokus ke arah itu. (her)

Demi Dam Mujur, Loteng Siap Berutang Praya (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sampai saat ini masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat maupun provinsi terkait rencana pembangunan Dam Mujur. Pemkab Loteng mengaku belum bisa melangkah jauh, kalau belum ada instruksi dari pemerintah pusat maupun provinsi soal kapan pembangunan Dam Mujur akan dilaksanakan. Demikian ditegaskan Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT., saat dikonfirmasi wartawan di Pendopo Bupati Loteng, Selasa (4/12). Pada prinsipnya, tegas Suhaili, Pemkab Loteng siap dan sangat serius untuk mendukung rencana pembangunan Dam Mujur. Semua cara pun akan dilakukan supaya Dam Mujur bisa terbangun. Bahkan meski harus berutang sekalipun, karena dampak positifnya sangat besar bagi masyarakat di daerah ini. Tapi tentu Pemkab Loteng tidak bisa melangkah atau mengambil keputusan soal pembangunan Dam Mujur, karena kewenangan untuk itu ada di tangan pemerintah pusat. “Sekarang hanya kita saja yang ngotot Dam Mujur harus dibangun, tapi belum ada kejelasan dari pemerintah pusat, kengototan Pemkab Loteng tentu tidak ada ada artinya,” ujarnya. Tetapi kalau pemerintah pusat sudah memutuskan Dam Mujur harus dibangun, kemudian Pemkab Loteng diminta menyiapkan dana sharing untuk pembebasan lahan misalnya, maka tidak ada alasan bagi Pemkab Loteng untuk menolak. Semua cara dan upaya akan dilakukan Pemkab Loteng untuk menyiapkan dana sharing pembangunan Dam Mujur, asalkan Dam Mujur bisa terbangun. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah provinsi juga bisa mendukung sama-sama menekan pemerintah pusat supaya pembangunan Dam Mujur segera dijadikan program pusat dan bisa direalisasikan. Karena kalau hanya Pemkab Loteng yang harus berjuang, tidak akan maksimal. (kir)

(Suara NTB/kir)

PLAKAT - Anggota VI BPK RI H. Harry Azhar Azis (kiri) menyerahkan plakat ke Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, usai memberikan pengarahan, Selasa (4/12).

Dapat Opini WTP Tujuh Kali

Loteng Diminta Lebih Fokus Atasi Kemiskinan

(Suara NTB/dok)

L. Edy Sadikin

Praya (Suara NTB) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mulai tahun ini akan turun langsung mengaudit pengunaan Dana Desa (DD) yang diperoleh dari pemerintah pusat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Namun kemungkinan tidak seluruh desa. Hanya beberapa desa saja sebagai sampel. Hal itu diungkapkan anggota VI BPK RI, Prof. H. Harry Azhar Azis, M.A.Ph.D., usai memberikan pengarahan kepada Bupati Loteng H. M. Suhaili FT bersama jajaran pejabat lingkup Pemkab Loteng, di Pendopo Bupati, Selasa (4/12). Diakuinya, untuk mengaudit seluruh desa BPK RI tentu tidak akan mampu. Mengingat, desa yang mesti diaudit cukup banyak, yakni mencapai 76 ribu diseluruh Indonesia. Bahkan untuk turun audit di seluruh desa di Loteng belum tentu BPK RI mampu, karena ketersediaan tenaga BPK RI masih sangat terbatas. Pihaknya berharap, dengan turunnya BPK melakukan audit langsung di desa, selain sebagai bagian dari evaluasi penggunaan dana desa sekaligus sebagai wadah pembinaan kepada desa tentang pola dan tata cara pengelolaan dana

desa yang baik. Bagi desa yang tidak kena sebagai sampel audit BPK RI, tetap akan diaudit oleh Inspektorat di daerah masing-masing. Dan, mungkin bisa saja desa-desa yang menjadi sampel audit BPK itu digilir setiap tahun, sehingga paling tidak dalam beberapa tahun sekali desa tersebut bisa diaudit langsung oleh BPK RI. Ke depan pihaknya berharap desa bisa lebih berhati-hati dan cermat mengelola dana desanya. Jangan sampai keliru apalagi menyimpang dari atuan yang ada, jika tidak mau berurusan dengan aparat penegak hukum. “Saat ini kita juga ada menangani audit beberapa desa yang tengah ditangani aparat penegak hukum,” pungkasnya. Pemerintah daerah dalam hal ini juga bisa lebih intens melakukan pengawasan dan pembinaan ke desa-desa. Karena ke depan pengelolaan dana desa oleh desa akan masuk menjadi bagian dari pemeriksaan keuangan kabupaten. Jadi kalau kemudian sampai ada dana desa yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh desa, itu bisa mempengaruhi pemberian opini oleh BPK terhadap pengelolaan APBD daerah tersebut. (kir)

Praya (Suara NTB) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memberikan apresiasi khusus bagi Pemkab Lombok Tengah (Loteng) yang dinilai sukses menerapkan sistem pengelolaan anggaran yang baik dan sesuai kaidah yang ada. Itu dibuktikan dengan raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak 7 kali. Namun demikian, masih banyak catatan yang meski harus diperbaiki di masa-masa yang akan datang. Demikian disampaikan anggota VI BPK RI, Prof. H. Harry Azhar Azis, M.A.Ph.D., saat memberikan pengarahan kepada Bupati Loteng dan jajarannya, di pendopo Bupati Loteng, Senin (4/12). Menurutnya, yang paling penting dari pengelolaan anggaran yang baik dan sesuai kaidah itu ialah bisa berdampak positif bagi peningkatan indikator kesejahteran di daerah ini. Meski pengelolaan APBD Loteng sudah bagus, namun belum cukup signifikan memberi dampak positif bagi peningkatan indikator kesejahteraan. Di mana dari empat indikator kesejahteraan yang ada, masih ada dua indikator lagi yang butuh penanganan lebih intens, yakni indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

serta indikator angka kemiskinan. “Dua indikator ini yang ke depan harus lebih fokus ditangani oleh Pemkab Loteng,” tegasnya. Saat ini IPM Loteng masih di bawah standar nasional, sebesar 64,36 poin. Walaupun ada kenaikan sejak tahun 2014 lalu. Namun tetap saja IPM Loteng masih di bawah nasional. Kemudian soal angka kemiskinan, persentasenya masih cukup besar 15,31 persen. Angka tersebut juga masih di atas rata-rata nasional. “Yang sudah bagus soal angka pengangguran sudah bisa ditekan hingga 2,9 persen dan ratio gini (ketimbangan pendapatan penduduk) sudah lebih baik dari angka nasional diangka 0,34 persen,” jelasnya. Pihaknya berharap dengan

besaran APBD mencapai Rp 2,2 triliun lebih, ditopang dengan pengelolaan APBD yang baik, angka kemiskinan bisa ditekan. Sehingga bisa mengejar rata-rata nasional atau bahkan lebih baik dari angka nasional. Caranya, program-program yang dilaksanakan dan dibiayai oleh APBD harus bisa menyentuh langsung pada akar persoalan kemiskinan yang ada. Di tempat yang sama, Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., mengaku pengentasan kemiskinan jadi fokus utama saat ini. Bagaimana angka kemiskinan bisa terus ditekan, melalui intervensi program daerah. “Apa yang menjadi saran BPK RI sangat berarti bagi kami. Dan, semaksimal mungkin akan kita terapkan,” pungkasnya. (kir)

Bahri Optimis Menangkan Pilkades di Desa Peresak Giri Menang (Suara NTB) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Peresak Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar) yang rencananya akan dilaksanakan 10 Desember akan diikuti 5 calon kepala desa (cakades). Masingmasing cakades berusaha meraih simpati masyarakat agar memilihnya saat pilkades. Seperti yang dilakukan calon nomor urut 2 Bahri, S.IP. Ditemui di kediamannya, Selasa (4/12), Bahri menyatakan kesiapannya dalam pilkades ini. “Insya Allah saya siap dan optimis masyarakat dapat memberikan suaranya untuk saya agar terciptanya desa peresak yang maju, religius, dan berbudaya,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Suara NTB. Maju sebagai kades, Bahri menegaskan, visi misi yang ia miliki tidak terlepas dari potensi yang dimiliki oleh Desa Peresak. Menurutnya, yang diunggulkan di Desa Peresak adalah sumber air. Untuk itu, dirinya akan memaksimalkan pertanian dan perikanan. Termasuk, mengusulkan Desa Peresak sebagai desa wisata. Selain itu, tambahnya, fokus lainnya adalah bidang

(Suara NTB/ist)

Bahri pendidikan, agama. Termasuk, program internet masuk ke sekolah-sekolah dan tentunya akan disaring situs-situs yang akan dibuka oleh anakanak. “Kami juga akan menggali dan mengembangkan bakat olahraga anak di mana yang saya tahu anak-anak tidak pernah muncul untuk tampil dalam perlombaan dalam bidang olahraga, karena kendala kita tidak punya lapangan, jadi nanti jika saya

terpilih akan membangun kerjasama dengan pemerintah melalui perwakilan masingmasing sekolah,” jelasnya Untuk masyarakat, Bahri memiliki prioritas utama di tahun pertama. Pertama, akan melaksanakan penataan batas wilayah dan penduduk, menginventarisasi semua potensi, infrastruktur yang ada, tempat-tempat ibadah, dan pelayanan masyarakat. Termasuk, pihaknya akan membuat profil dusun kemudian profil desa. “Jadi masyarakat tahu batas desa mereka, nantinya juga akan ada setiap tahun event olahraga, memaksimalkan UMKM di mana nanti akan kami siapkan tempat yang akan menampung semua hasil kerajian produksi warga setempat,” janjinya Bahri menaruh harapan besar kepada 4.742 masyarakat Desa Peresak yang berasal dari 6 dusun untuk memberikan kepercayaan kepadanya menjadi kepala desa periode 2018-2024. “Harapan saya masayarakat dapat memilih saya, kemudian baru saya bisa berbuat, dan semua program saya insyallah akan terealisasi selama periode jabatan saya jika saya terpilih nantinya,” harapnya. (r)

Pemda Lobar Siap Gelar Pilkades Serentak Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) siap menggelar pemilihan kepala desa (pilakdes) serentak yang direncanakan tanggal 10 Desember nanti. Pilkades serentak kali ini digelar di 77 desa dengan jumlah calon kepala desa (cakades) sebanyak 297 orang. Berbagai persiapan pun telah dilakukan Pemkab untuk mematangkan pelaksanaan Pilkades di 77 desa tersebut. Kepala

Halaman 5

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lobar L. Edy Sadikin, menjelaskan, jika pihaknya bersama panitia pilkades sudah melakukan rapat membahas persiapan finalisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan pemilihan nanti, mana saja yang masih kurang ditambah, sehingga pelaksanaan pilkades nantinya sesuai dengan aturan. Pihaknya menekankan kepada semua panitia agar mengutamakan netral dan melaksanakan aturan dalam pelaksanaan pilkades nantinya. Pihak dinas berharap agar pelaksanaan pilkades yang

menunggu hari bisa berjalan lancar dan tidak ada gejolak. Pihaknya mengatensi beberapa tahapan yang rawan terjadi gejolak, seperti pencoblosan dan penghitungan suara. Untuk mengantisipasi celahcelah terjadi gejolak, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan aparat, baik polisi dan TNI. “Termasuk TPS rawan juga sudah kami antispasi melalui koordinasi dengan aparat,”ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan antisipasi celah terjadinya sengketa atau gugatan dengan membentuk Tim Penyelesa-

ian Sengketa Pilkades Serentak. Tim ini akan bekerja melakukan penanganan sengketa, dengan memantau pemilihan tahap awal hingga akhir. Ia berharap dengan berbagai langkah persiapan yang sudah dilakukan pelaksanaan pilkades bisa berjalan lancar dan tanpa gejolak yang berarti. Pihaknya berharap agar semua pihak mengawal pelaksanaan Pilkades serentak ini dan tetap menjaga keamanan dan kondusivitas di daerah masingmasing. (her)

(Suara NTB/kir)

SERAHKAN -Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri menyerahkan sertifikat tanah kepada warga penerima program PTSL, Selasa (4/12).

BPN Praya Bagikan 2.750 Sertifikat Tanah Gratis Praya (Suara NTB) Sebanyak 2.006 sertifikat bidang tanah dibagikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Praya bagi pemilik tanah di Lombok Tengah (Loteng), Selasa (4/12). Sertifikat tanah tersebut merupakan bagian dari program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) dari pemerintah pusat. Sertifikat diserahkan langsung Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN NTB, Ir. Danu Ismadi bersama Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP. “Untuk NTB total ada 175 ribu sertifikat. Dan, Loteng total mendapat alokasi sebanyak 27.500 sertifikat. Di mana untuk saat ini yang dicetak sekitar 22 ribu sertifikat. Yang pembagiannya selanjutnya akan dilakukan oleh BPN Praya bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat,” ungkap Kepala Kanwil BPN NTB, Danu Ismadi, kepada wartawan. Pihaknya pun mengaku optimis target tersebut bisa tercapai. Mengingat, sisa target sertifikat yang sudah dicetak sudah hampir seluruhnya. “Kalau untuk Loteng seluruh target kemungkinan besar bisa diselesaikan sampai akhir tahun ini,” klaimnya. Ia pun menegaskan program PTSL merupakan program pusat yang dihajatkan untuk membantu masyarakat memenuhi syarat hukum kepemilikan tanah dan semuanya gratis. Tidak ada biaya yang dipungut dari masyarakat BPN. Terkait adanya warga yang mengeluarkan biaya Rp500 ribu, Danu Ismadi mengaku hal itu di luar kewenangan pihak

BPN, karena BPN tidak menanggung biaya administrasi maupun penyiapan patok batas lahan. Hanya biaya pengurusan sertifikat saja yang ditanggung. “Mungkin biaya itu berkaitan dengan operasional pengurusan administrasi dengan unsur pemerintah setempat. Kalau dari kami di BPN tidak ada biaya sepeser pun yang dipungut,” terangnya. Bahkan, masyarakat pemohon PTSL tidak dibolehkan memberikan imbalana kepada petugas BPN, karena untuk urusan di BPN semua sudah ditanggung oleh pemerintah. “Kalau memang ada petugas dari BPN yang ketahuan memungut atau menerima imbalan dari masyarakat, laporan kepada kami. Biar kami tindak,” tambah Kepala BPN Praya, L. Mandra P. Di tempat yang sama Wabup Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.Ip., menegaskan, dengan pemberian sertifikat tanah bisa menjadi bukti hukum kepemilikan tanah oleh masyarakat, sehingga di mata hukum masyarakat kini sudah sah sebagai pemilik tanah. “Sertifikat tersebut kita harapan bisa benar-benar bermanfaat ke depannya,” ujarnya. Loteng, lanjut mantan Wakil Ketua DPRD Loteng ini, awalnya hanya memperoleh jatah sekitar 24 ribu lebih sertifikat. Namun karena ada musibah gempa yang mengakibatkan program tersebut tidak bisa dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Loteng akhirnya mendapat tambahan alokasi, sehingga total jatah untuk Loteng menjadi sekitar 27 ribu. (kir)

Proyek Revitalisasi Senggigi Dilanjutkan 2019 Giri Menang (Suara NTB) Rencana revitalisasi kawasan Senggigi Kecamatan Batulayar kembali dicanangkan di tahun 2019 mendatang. Setelah sebelumnya rencana ini gagal terealisasi pada tahun 2018 lalu. Mengantisipasi proyek ini gagal lagi, semua OPD yang terlibat mematangkan persiapan rencana tersebut. Pihak OPD juga melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang juga memiliki kewenangan untuk penanganan di kawasan setempat. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar, I Made Arthadana, Selasa (4/12). Ia mengaku sudah ada perencanaan untuk revitalisasi kawasan Senggigi. Nantinya itu akan menjadi acuan beberapa dinas terkait yang berkaitan dengan revitalisasi. “Jadi nanti semua OPD dinas terkait yang berkaitan

dengan revitalisasi merencanakan programnya sesuai dengan perencanan yang dibuat dari PU, yang jadi acuannya. Jadinya tersentral di Senggigi,” ujarnya. Selain itu, Made mengatakan pihaknya juga bersinergi terhadap lembaga Balai Jalan maupun Balai Wilayah Sungai (BWS). Mengingat di kawasan Senggigi itu terdapat lintas kewenangan penanganan. Hal ini bertujuan, agar penataan Senggigi menjadi satu konsep.”Supaya tidak ada yang mempunyai konsep lain lagi, semua mengacu pada itu(konsep PU),” sambungnya. Ia menjelaskan kewenangan BWS untuk pengawasan kawasan banjir wilayah hulu dan saluran pembuangan. Hal itu juga hampir sama dengan balai jalan yang memiliki kewenangan sendiri, sehingga potensi bencana banjir di kawasan wisata Senggigi dapat diminimalisir terjadi. (her)


SUARA NTB Rabu, 5 Desember 2018

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Satgas Dalami Dugaan Pungli di Smanta

(Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Polres KSB masih mendalami kasus dugaan pungli pada pembuatan seragam di SMAN 1 Taliwang (Smanta). Belum lama ini, Satgas Saber menerima laporan pengaduan terkait kasus tersebut, dengan total pungutan untuk seragam mencapai Rp1.260.000 per siswa. Ketua Satgas Saber Pungli Polres KSB, Kompol Teuku Ardiansyah, kepada Suara NTB, Selasa (4/12) mengatakan, memang laporan pengaduan terkait pungutan itu sudah diterima dan masih didalami. Pihaknya juga dalam waktu dekat, akan segera meminta klarifikasi dari kepala sekolah terkait uang yang Teuku Ardiansyah

(Suara NTB/arn)

Ganti Rugi Lahan Perluasan Pasar Seketeng Ditaksir Ulang Sumbawa Besar (Suara NTB) Tim Appraisal (penilai publik independen) kini sedang mengkaji besaran ganti rugi lahan yang terkena dampak perluasan Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa. Terkait rencana revitalisasi total pasar dimaksud pada 2019 mendatang. Sebagaimana disampaikan Kabag Pertanahan Setda Sumbawa, Abdul Haris, penilaian ganti rugi lahan pasar Seketeng kembali dilakukan dengan KJPP (Tim Appraisal) yang berbeda. Setelah hasil penilaian Abdul Haris pertama lalu banyak mendapat penolakann dari pemilik tanah dan pemilik usaha di pasar tersebut. “Hasil penilaian sebelumnya, besaran ganti rugii dinilai rendah oleh pemilik usaha. Sehingga saat ini, dilakukan penilaian kembali dengan KJPP yang berbeda,” terangnya. Hasil penilaian ditargetkan keluar dalam tahun ini. Sehingga pembayaran ganti rugi dapat dilakukan selambatnya Februari 2019. Pemkab pun telah menganggarkan dalam APBD 2019, sebesar Rp5 Miliar untuk ganti rugi. Kalaupun nantinya, hasil penilaian appraisal besaran ganti rugi di atas pagu yang tersedia, Pemkab akan tetap menyelesaikan kewajiban pembayaran. Lalu bagaimana kalau seandainya, masih ada pemilik usaha yang tetap menolak besaran ganti rugi hasil penilaian appraisal? Menurut Haris, dari hasil komunikasi dengan Pengadilan Negeri Sumbawa, kalau masih ada penolakan, maka untuk pembayaran bisa dititipkan ke Pengadilan. Namun pihaknya tetap berharap kepada pemilik usaha, untuk lebih mengutamakan kepentingan umum yang lebih besar bagi pengembangan pasar untuk ekonomi masyarakat lebih baik. “Kita minta pemilik tanah dan usaha mendukung rencana ini. Agar revitaliasi pasar Seketeng yang sudah lama diinginkan ini bisa segera terwujud,”pintanya. Dari pendataan tercatat ada 34 bidang tanah. Yang dinilai appraisal saat ini, lahan, bangunan dan usaha di atasnya. Memang, sebagian besar lahan yang terkena dampak pengembangan asar Seketeng ini adalah tanah milik Pemkab. Namun, bangunan di atasnya juga mesti dinilai. Termasuk para pemilik usaha yang kehilangan usahanya. “Ada juga pemilik tanah pribadi, yang kemudian disewakan ke orang lain. Sehingga selain tanah, bangunan dan usaha di atasnya juga dinilai besaran ganti ruginya,”pungkas Haris. (arn)

(Suara NTB/bug)

KSB Ingin Uang Saham PTDMB Segera Ditransfer Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menaruh harapan besar kepada PT Daerah Maju Bersaing (DMB) agar segera mentransfer sisa hasil penjualan saham jatah KSB sebelum berakhir tahun 2018 ini. “Harapan kami sekarang yang itu. DMB segera mentransfer sisanya (hasil penjualan saham) ke kita karena ini sudah hampir tutup tahun,” cetus kepala Badan Nurdin Rakhman Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) KSB, Nurdin Rakhman, SE kepada Suara NTB, Selasa (4/12). Bukan tanpa alasan Pemda KSB meminta segera dana sisa penjualan saham PTDMB itu segera ditransfer ke daerah. Nurdin mengatakan, pembiayaan dana sisa hasil penjualan saham itu telah masuk dalam program belanja daerah melalui APBD Perubahan 2018. Dan program-program itu sekarang ini sedang berjalan dan memerlukan segera dana segar. “Itu alasan utama kita. Dan seiring mepetnya waktu sebelum akhir tahun dana itu semakin kita butuhkan segera,” tandasnya. Ia mengungkapkan, dari sekian item penerimaan yang hingga kini belum masuk ke kas daerah, dana sisa penjualan saham PTDMB itu yang paling besar. Sebagaimana diketahui, dari kepemilikan 40 persen saham PTDMB, Pemda KSB mendapat bagian hasil penjualan sekitar Rp143 miliar. Dan dana yang telah ditransfer PTDMB baru sebesar Rp90 miliar sekitar bulan Oktober lalu. “Mereka (DMB) masih kurang bayar Rp50 miliar. Dan bagi kita itu besar ya dibanding dengan item dana penerimaan lain yang belum masuk sampai sekarang,” beber Nurdin. Sebelumnya, PTDMB telah menjanjikan pada bulan Desember ini akan melunasi sisa hasil penjualan saham jatah Pemda KSB itu. Namun Nurdin berharap, agar PTDMB tidak mengulur-ulur waktunya hingga jelang akhir tahun. “Memang tutup bukunya sampai per 31 Desember. Tapi kan harus kita pastikan uangnya sudah masuk sebelum tanggal itu, supaya kita bisa segera lunasi pembayaran program yang ada,” ujarnya. Selain sisa hasil penjualan saham PTDMB, sejauh ini Pemda KSB masih menunggu transfer dana lainnya yang hingga kini belum masuk ke kas daerah. Nurdin menjelaskan, item-item itu di antaranya, dana insentif daerah (DID), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana bagi hasil pajak serta beberapa item penerimaan lainnya. “Semuanya tinggal tahap terakhir ya. Kalau Dana Desa (DD) tahap terakhir sudah kita terima bahkan sudah kita mulai distribusi ke desa,” paparnya. Sementara itu ditanya terkait serapan belanja, mantan Kabag Perekonomian Setda KSB ini menerangkan, per 1 Desember posisinya sudah mencapai 71 persen. Ia mengklaim dibanding tahun-tahun sebelumnya realisasi belanja tahun ini sangat bagus. Demikian pula dengan realisasi pendapatan. “Kalau tahun lalu, masuk Desember (realisasi) belanja kita baru 31 persen. Sekarang alhamdulillah di angka 71 persen. Dan juga antara belanja dan pendapat berimbang, di mana pendapatan kita posisinya hari ini sudah di 80 persen,” sebutnya seraya berharap untuk pendapatan tahun ini bisa semakin baik.(bug)

dipungut tersebut. Jika hasil klarifikasi nantinya ada kejanggalan, maka pihak terkait akan menaikan status kasusnya ke tahap penyedikan. Hanya saja untuk saat ini, pihaknya meminta agar pihak sekolah memberikan penjelasan serta dasar adanya pungutan. Ketika dalam waktu yang diberikan tidak kunjung memberi-

kan kejelasan, maka pihaknya baru akan mengambil langkah represif (penindakan). “Memang laporan terkait kasus tersebut sudah kami terima, tapi untuk sementara ini masih kita dalami. Supaya dalam penanganan nanti tidak ada yang merasa dirugikan,” sebutnya. Dikatakannya, sampai dengan saat ini satgas saber Pungli telah menerima puluhan aduan terkait praktek tersebut. Dimana dari banyaknya laporan masih didominasi dari sektor pendidikan dan pelayanan lainnya. Hal tersebut terjadi karena sektorsektor itu yang langsung ber-

kaitan dengan masyarakat banyak. Jika mengacu ke Permendikbub cukup banyak sekali celah masuknya satgas saber untuk menindak lanjutinya. Baik itu pungutan untuk pembelian seragam maupun adanya pungutan terkait hal lainnya. Hanya saja dari laporan yang sudah diterima tersebut, rata-rata baru pada tahap penyelidikan. “Hingga saat ini sudah ada puluhan laporan terkait praktek ini yang didominasi oleh sektor pendidikan dan pelayanan. Untuk itu, kita minta kepala sekolah agar berhatihati jika ingin melakukan pungutan dan tetap akan kita

pantau,” tandasnya. Ditemui secara terpisah, Kepala SMAN 1 Taliwang, Muhammad Nasir S.Pd.,M. Pd, mengatakan, jika mengacu kepada Permendikbud nomor 75 tahun 2016, maka pungutan yang dilakukan sudah mendapatkan persetujuan dari orang tua para siswa. Bahkan sebelum dana itu dipungut, pihak sekolah juga sudah bertemu dengan orang tua siswa dan tidak ada masalah jika harus dipungut. Jadi, pada dasarnya, sekolah tidak lagi melakukan pungli karena sudah ada kesepakatan. Hal tersebut juga sudah sesuai dengan edaran Kepala Dinas, bahwa

untuk masalah seragam akan diserahkan sepenuhnya ke orang tua. Bahkan, pihaknya juga tidak memaksa para siswa mendapatkan seragam ini, jika sudah memiliki seragam. “Kami tiga melakukan pungli, karena sudah ada kesepakatan antara sekolah yang dalam hal ini koperasi dengan para orang tua siswa. Bahkan orang tua juga tidak ada yang merasa keberatan jika pungutan terkait seragam dilakukan,” tukasnya. Bahkan, dalam waktu dekat, apa yang diminta oleh Tim Saber akan diberikan supaya pungutan untuk seragam bisa jelas. (ils)

APK - Penyerahan Alat Peraga Kampanye (APK) resmi oleh KPU KSB kepada peserta Pemilu 2019. Meski sudah tersedia, namun masih ada parpol dan calon anggota DPD RI yang belum mengambil APK yang menjadi hak mereka.

(Suara NTB/bug)

Masih Ada Parpol dan Calon DPD Belum Ambil APK Taliwang (Suara NTB) KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah menyerahkan alat peraga kampanye (APK) resmi bagi peserta Pemilu 2019 mendatang. Meski begitu masih ada Parpol dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang belum mengambil media bahan kampanyenya tersebut. Penyerahan APK bagi peserta Pemilu 2019 oleh KPU KSB dilaksanakan, Senin (3/12) lalu. Dalam acara penyerahan secara simbolis itu, dari 15 Parpol yang tercatat di KSB sebagai peserta Pemilu hanya 10 diantaranya yang hadir. Sedangkan untuk calon anggota DPD hanya 3 calon yang hadir untuk mengambil langsung APK-nya tersebut. “Iya sudah kemarin (Senin, red) kita

lakukan penyerahan. Tapi untuk Parpol dan DPD tidak semuanya hadir untuk mengambil APK-nya,” kata ketua KPU KSB, Fahroni, SH kepada Suara NTB, Selasa (4/12). Berdasarkan daftar KPU KSB, 5 Parpol yang belum melakukan pengambilan APK itu di antaranya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Perindo, Hanura dan Partai Berkarya. Menurut Fahroni, sebelumnya pihaknya telah mengundang seluruh pengurus Parpol termasuk LO (liaison officer) - penghubung masing-masing calon anggota DPD untuk hadir di hari penyerahan APK yang diselenggarakan pada hari Senin itu. Akan tetapi hingga acara ditutup, masih ada pengurus Parpol dan LO calon anggota

DPD yang tidak hadir. “Karena tidak hadir maka kami tidak bisa menyerahkannya. Dan untuk LO calon anggota DPD jujur saya sampaikan kami kesulitan berkoordinasi dengan mereka,” cetusnya. Ia menyayangkan ketidakhadiran, pengurus Parpol dan LO para calon anggota DPD itu. Sebab sebelumnya KPU KSB terus dipertanyakan terkait penerbitan APK itu yang dinilai terlambat. “Sekarang barangnya sudah ada. Tapi giliran mereka tidak datang mengambilnya,” sesal Roni sapaan akrabnya. Ada 2 bentuk APK yang diserahkan oleh KPU KSB kepada peserta Pemilu kali ini, yakni berbentuk baliho dan spanduk. Untuk Parpol dan Paslon Capres - Cawapres jumlah APK jenis

123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Taliwang (Suara NTB) Terkait penagihannya, Ins- pengembalian tepat waktu, 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Inspektorat Kabupaten pektorat sudah sering melay- maka sisa pengembalian 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Sumbawa Barat, mencatat angkan surat untuk bisa segera tunggakan mencapai angka 123456789012345678901234567890121234567890123456789 masih ada sekitar Rp230 mengembalikan dan itu. Jika Rp384 juta. Bahkan pi123456789012345678901234567890121234567890123456789 juta kerugian negara belum sampai telat dari tanggal 11 haknya menargetkan se123456789012345678901234567890121234567890123456789 dikembalikan oleh dua Desember mendatang, maka mua tunggakan untuk 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 SKPD. Terhadap SKPD untuk penagihan akan diserah- pengembalian bisa menca123456789012345678901234567890121234567890123456789 yang belum melakukan kan ke APH dan itu konsepnya pai angka 98 persen. Untuk 123456789012345678901234567890121234567890123456789 pengembalian, maka akan akan berbeda. Apalagi proses mencapai angka 100 pers123456789012345678901234567890121234567890123456789 diberikan waktu hingga 11 penagihan oleh APH hanya dua en, belum bisa dilakukan, 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Desember sudah tuntas. kali, jika selama dua kali di- karena masih ada saja 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Jika tidak dilakukan, maka panggil tidak juga melakukan SKPD yang nakal. Oleh 123456789012345678901234567890121234567890123456789 penagihannya akan diser- pengambalian maka di tahap karena itu, pihaknya mem123456789012345678901234567890121234567890123456789 ahkan ke APH (Kejaksaan) selanjutnya penanganannya inta supaya SKPD yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 masih memiliki tunggakan dan itu akan menjadi ka- juga akan berbeda. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 sus nantinya. “Kita masih berbaik hati bisa segera melakukan 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Inspektur Inspektorat dengan memberikan waktu pengembalian. Karena jika 123456789012345678901234567890121234567890123456789 KSB, Ir. H. Ady Mauluddin untuk bisa menyelesaikan tidak, maka akan mendap123456789012345678901234567890121234567890123456789 M. Si, kepada Suara NTB, kerugian negara di dua SKPD at catatan negatif dari 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Selasa (4/12) mengatakan, itu. Jika dalam waktu itu tidak BPKP saat diaudit di tahap 123456789012345678901234567890121234567890123456789 tunggakan yang belum juga dilakukan pengembalian, selanjutnya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 “Kita tetap akan mengudikembalikan merupakan maka kita akan serahkan ke 123456789012345678901234567890121234567890123456789 hasil audit tim BPKP di kejaksaan untuk bisa dilaku- payakan supaya pengem123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 balian kerugian negara bisa tahun 2017 lalu. Dua SKPD kan penagihan,” sebutnya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789 yang belum mengembalikan Disebutkannya, total tagi- diselesaikan oleh masing123456789012345678901234567890121234567890123456789 dana yakni Dinas Pendidikan han di Dinas Dikpora menca- masing SKPD. Tapi jika 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Pemuda Olahraga (Dikpora) pai angka Rp130 juta dan pa- dalam tenggat waktu yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789 123456789012345678901234567890121234567890123456789 serta tagihan pajak Desa jak Desa Dasan Anyar di di- kita berikan tidak ada pro123456789012345678901234567890121234567890123456789 Dasan Anyar pada Dinas nas PMD ditaksir mencapai gres, maka penagihannya 123456789012345678901234567890121234567890123456789 Pemberdayaan Masyarakat angka Rp100 juta. Jika dua akan dilakukan oleh APH,” 123456789012345678901234567890121234567890123456789 dan Desa (DPMD). SKPD ini menyelesaikan tegasnya. (ils) 123456789012345678901234567890121234567890123456789

Ratusan Juta Uang Negara di SKPD Belum Dikembalikan

BPBD Amati Potensi Banjir di Semongkat Sumbawa Besar (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, kini intens memantau titik pengamatan hujan di Semongkat Batulante Sumbawa. Untuk memantau pergerakan hujan di wilayah hulu (selatan) Sumbawa. Sebab kalau hujan lebat di wilayah hulu, maka berpotensi terjadinya banjir di kota Sumbawa. Seperti disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbawa, M. Nurhidayat S.T, Selasa (4/12) kemar-

in. Pengamatan ini dilakukan untuk memperkirakan potensi hujan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir. Meski intensitas hujan saat ini masih skala rendah hingga sedang. “Masih biasa (intensitas hujan), namun kita harus tetap siaga. Kami memantau ke wilayah selatan, teman teman yang lain juga menantau di wilayah barat Sumbawa,” jelasnya. Kepala BMKG Wilayah Sumbawa, Endriyono yang

dikonfirmasi, menyebutkan, saat ini di wilayah Sumbawa pada dasarian I Desember 2018, angin bertiup dari barat sampai dengan barat laut dengan kecepatan rata rata 10 knot dengan suhu 24-30 derajat celcius. Dengan kelembaban 70 sampai 90 persen. Intensitas hujan ringan sampai sedang. Diperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada akhir Januari hingga Awal Februari. “Tetapi tetap waspada potensi hujan lebat dan petir,”pungkasnya. (arn)

baliho yang diterimanya sebanyak 10 lembar dan jenis spanduk sebanyak 16 lembar. Sementara bagi calon anggota DPD hanya mendapatkan APK jenis spanduk sebanyak 10 lembar. Roni menyatakan, dengan telah diserahkannya APK resmi yang diterbitkan KPU itu. Maka pihaknya berharap, bagi seluruh peserta Pemilu 2019 segera memasangnya di tempattempat yang telah ditentukan. Selanjutnya APK lain yang sebelumnya telah ditempatkan agar dicabut jika tidak sesuai konten dan materi resmi yang telah disetujui bersama KPU. “Kami ingatkan jangan sembarang memasang. Harus dalam zona. Karena kalau pun resmi APK-nya tapi tidak dalam zona tetap akan ditertibkan,” tandasnya. (bug)

Pasar Koperasi di Alas Barat Segera Beroperasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Proyek pembangunan Pasar Koperasi di Kecamatan Alas Barat di Desa Mapin Kebak sudah dituntaskan. Pasar yang anggarannya bersumber dari dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Koperasi dan UKM RI tersebut, selesai dikerjakan sebelum masa kontrak berakhir. Rencananya, pasar dengan nilai sekitar Rp634 juta ini akan segera dioperasionalkan. Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Arif, M.Si mengakui sudah selesainya pembangunan pasar setempat. Pembangunan tersebut diselesaikan sebelum masa kontra berakhir. Saat ini pihaknya sudah turun melakukan pengecekan hasil pekerjaan di lapangan. “Kontraknya berakhir tanggal 6 Desember. Tetapi sudah selesai dikerjakan tanggal 1 kemarin. Makanya tim PPHP sudah berangkat ke lokasi. Alhamdulillah tidak terjadi kendala-kendala yang berarti. Semuanya bisa kita selesaikan dengan baik,” ujarnya, Selasa (4/12). Setelah selesainya pembangunan, pasar ini akan segera direncanakan pengoperasiannya. Baik menempatkan para penjual maupun pelaku usaha yang akan menempati fasilitas yang ada. Pihaknya juga akan membahas persiapan dengan pemerintah setempat. Karena pasar ini nantinya akan dikelola oleh koperasi, dalam hal ini KUD Mapin. Sedangkan untuk pendapatan sendiri, akan ada bagi hasil sesuai dengan pembicaraan dan ketentuan yang berlaku. Ada bagian untuk koperasi dan ada bagian yang akan disetorkan ke kas daerah.

“Nanti mengenai pedagang itu, oleh pihak koperasi setempat. Karena dialah pengelola. Nanti menuju ke arah operasionalnya tentu persiapan semuanya. Dokumennya, begitu juga dengan serah terimanya, dan perjanjian segala macam. Ini dalam rangka persiapan ke arah sana. Karena kita masih mengurus ini. Insya Allah ini hadiah ulang tahun Sumbawa, khususnya untuk masyarakat setempat. Jadi kami harap 22 Januari nanti, ini sudah bisa dipakai,” terangnya. Dijelaskannya, Pasar di Alas Barat dibangun dengan dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Koperasi dan UKM RI tahun 2018. Lokasinya di lahan pemerintah daerah di Desa Mapin Kebak dengan luas 1 hektar. Dikerjakan oleh CV. Bisma Agung Sumbawa dengan nilai kontrak Rp643.129.000. Pengerjaannya dimulai sejak 6 September lalu, dengan fasilitas 12 buah kios, satu buah los jualan, dua buah toilet dan landasan kontainer sampah. Dalam hal ini fasilitas yang ada dirasa cukup untuk sementara bagi aktivitas perdagangan di wilayah setempat. “Dengan jadinya pasar ini, patut kita syukuri. Yang sebelumnya Alas Barat belum memiliki pasar, sekarang mendapatkan pasar yang cukup representatif. Saya kira fasilitas ini cukup untuk sementara bagi aktivitas perdagangan pasar di sana,” pungkasnya. Pihaknya berharap nantinya obyek dan fasilitas pasar ini dapat dipelihara dengan baik. Supaya nilai manfaatnya bisa bertahan lama. Tentunya hal ini juga menjadi tanggung jawab masyarakat setempat serta pengelola. (ind)


SUARA PULAU SUMBAWA 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Halaman 7

SUARA NTB Rabu, 5 Desember 2018

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234 Kerjasama Dinas PMPD Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234

Aparat Desa Wajib Didaftarkan Kepesertaan BPJS Kesehatan 2016 lalu sudah diingatkan kepada perangkat Desa untuk dianggarkan biaya jaminan kesehatan dan didaftarkan ke BPJS Kesehatan. Namun masih ada beberapa Desa justru tidak mengikutsertaan aparaturnya. “Ini amanan undang – undang, peraturan pemerintah dan ditetapkan Perbupnya,” jelasnya. Alokasi anggaran untuk jaminan kesehatan, kata M. Ali, sebesar 5 persen dari gaji aparatur. Kewajiban ini ditanggung pemerintah melalui APBDes sebesar 3 persen dan 2 persen nya dibayarkan sendiri oleh aparatur Desa. “Kalau aparatnya terdaftar sebagap peserta BPJS kesehatan mandiri, itu bisa dialihkan. Atau kalau sudah purna tugas, langsung dialihkan jadi BPJS mandiri,” katanya. BPJS kesehatan untuk kepala Desa dan aparatur Desa ini pada pelayanan kelas 2. Tapi ketika sakit dan dirawat di kelas 1, biayanya akan dikonversi. Kekurangan biaya saja yang akan dibayarkan pasien. Sehingga tidak memberatkan untuk biaya pengobatannya karena di-

Pilkades Memanas, Masyarakat Jangan Terpancing Hoaks Bima (Suara NTB) – Konstalasi politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bima tahun 2018 kian memanas. Bahkan dari 53 Desa yang akan menyelenggarakan Pilkades terindikasi rawan konflik. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin, MM mengatakan, meski pelaksanana Pilkades akan dilaksanakan pada 11 Desember mendatang. Namun suasananya saat ini sudah kian memanas. “Jelang Pilkades serentak tensinya sudah mulai memanas,” katanya kepada Suara NTB, Selasa (4/12). Berdasarkan laporan yang diterima pada sejumlah Desa, ada simpatisan atau pendukung Calon Kepala Desa (Cakades) masing-masing yang diduga menyebarkan hoaks dan isu yang memecah belah. “Oleh karena itu kami meminta masyarakat agar tetap cerdas dalam menyikapi isu atua berita yang dapat memecah belah masyarakat,” katanya. Bahkan menurutnya dari 53 desa yang akan menggelar Pilkades berpotensi rawan konflik. Karena adanya persaingan yang tidak sehat. Hanya saja pihaknya terus melakukan pendekatan bersama aparat dan tokoh masyarakat dan tokoh agama. “Masyarakat kami ingatkan jangan sampai terbecah belah hanya karena perbedaan pilihan,” katanya. Tidak hanya itu, Sirajuddin juga meminta para Cakades turut menghimbau dan meminta para pendukung atau simpatisannya untuk tetap menahan diri. Mematuhi aturan dan tidak saling menyerang yang akan menganggu Kantibmas. “Kita berharap aturan yang disepakati dipatuhi dan diikuti bersama. Tetap mengedepankan fair play,” katanya.(uki)

Rehabilitasi Rumah Terdampak Gempa Terhambat Dana Taliwang (Suara NTB) Progres percepatan rehabilitasi rumah korban gempa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai melambat. Pemerintah setempat mengklaim hal ini dikarenakan keberadaan dana yang disediakan pemerintah pusat mulai habis, terutama bagi rumah kategori rusak berat. Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menyatakan, 50 persen dana tahap 2 bagi 346 rumah rusak berat yang diusulkan Pemda KSB tahap I hingga kini belum dicairkan. Sementara realisasi fisik pem(Suara NTB/bug) bangunannya di tingkat lapanH. W. Musyafirin gan rata-rata sudah di atas 50 persen. “Bahkan sudah ada rumah yang selesai 100 persen dan mulai ditempati warga,” katanya kepada wartawan, Selasa (4/12). Tingginya realisasi fisik dari anggaran yang sudah dicairkan bahkan ada yang telah ditempati warga itu, dikatakan bupati, selama ini Pemda KSB bekerjasama dengan sejumlah pihak. Terutama dengan pengusaha bahan bangunan sehingga pemenuhan material yang dibutuhkan untuk membangun kembali rumah warga berjalan cepat. “Nah posisinya sekarang ini kita berhutang kepada pengusaha bahan bangunan karena (dana) yang tahap duanya belum cair juga. Tapi untungnya sejak awal kita sudah ada komitmen dengan mereka,” timpalnya. Meski telah membangun komitmen dengan pengusaha bahan bangunan, Pemda KSB kemudian tidak bisa terus mempertahankan kondisi tersebut. Menurut bupati, solusi satusatunya dana 50 persen bagi rumah kategori rusak berat itu harus segera disalurkan oleh pemerintah pusat. “Pengusaha hari ini sudah mulai mengeluh karena kita belum membayar yang sudah dihutang. Dan kita juga tidak bisa terus menambah hutang untuk mempercepat penyelesaian rumah warga kan itu duitnya banyak sekali, puluhan miliar,” paparnya. Bupati berharap, pemerintah pusat dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerti kondisi di daerah saat ini. Harapannya agar 50 persen dana tahap 2 kategori rumah rusak berat usulan tahap I segera disalurkan. “Demikian juga yang usulan tahap II dan III agar segera dituntaskan juga karena masyarakat sudah mulai membangun,” klaimnya seraya menambahkan, jangan sampai semangat membangun masyarakat mulai menurun. “Sekarang ini kita bersama masyarakat masih semangatsemangatnya membangun. Jangan sampai karena dananya tidak kunjung cair kita kemudian kehilangan semangat sementara warga ingin cepat menempati rumah mereka lagi seperti sedia kala,” sambung orang nomor satu di KSB ini. Sementara itu, kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) KSB, Amar Nurmasnyah, MT menjelaskan, realisasi fisik pembangunan rumah kategori rusak berat usulan tahap I saat ini rata-rata sudah mencapai 80 persen. Bahkan rumah usulan tahap II dan III pun mulai melaksanakan pembangunan. “Nah yang 346 itu posisinya sudah ada yang ditempati. Tapi yang posisinya 80 persen pengerjaannya melambat karena dananya sudah tidak ada,” sebutnya. (bug)

(Suara NTB/ula)

SOSIALISASI - Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMPD Kabupaten Dompu, M. Ali, SE pada acara sosialisasi JKN KIS kepada aparat Desa se-Kabupaten Dompu di aula PKK, Selasa (4/12) kemarin (foto kiri). Para kepala Desa yang hadir dalam sosialisasi JKN KIS (foto kanan). tanggung BPJS Kesehatan. Namun M. Ali mengingatkan, ketika Desa sudah memprogramkan biaya jaminan kesehatan kepada aparaturnya dan tidak dilakukan pemotongan gaji, itu harus dipotong gajinya untuk BPJS Kesehatan. Begitu juga bila Desa sudah anggarkan dan hendak dirubah. “Itu haram hukumnya. Jika itu

(dialihkan), itu bisa jadi temuan pemeriksa. Karena ini (kesehatan), merupakan program wajib yang sudah diatur dalam undang – undang hingga Perbup-nya ada,” terangnya. Kepala BPJS Cabang Bima, Elly Widiani pada kesempatan yang sama mengungkapkan, Kepala Desa dan perangkatnya masuk dalam kategori pegawai

pemerintah non pegawai negeri. Peraturan Presiden No 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan mewajibkan semua pihak termasuk Kepala Desa dan aparaturnya didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan. “Bagi aparatur Desa yang sudah terdaftar dan mengalami tunggakan pembayaran, akan dilakukan pembekuan keang-

gotaan untuk sementara hingga dibayarkan tunggakan sebagai syarat pengaktifan kepesertaan,” kata Elly. Elly juga mengungkapkan, standar perhitungan iuran BPJS untuk perangkat Desa mengacu pada ketetapan upah minimun Kabupaten (UMK). Untuk 2019, Kabupaten Dompu mengajukan UMK sebesar

Rp.2,016 juta. Sehingga iuaran BPJS Kesehatan sebesar Rp.108 ribu per aparatur Desa. “Tapi kalau kepala Desa dengan jagi Rp.4 juta, maka dikalikan dengan 5 persen,” katanya. Tenaga Ahli Kabupaten untuk pendamping Desa di Kabupaten Dompu, Raudatul Rahmah pada kesempatan yang sama memastikan, pihaknya akan mendukung dan mengawal program jaminan kesehatan bagi perangkat Desa untuk dianggarkan di APBDes tahun 2019. “Kita pasti akan mendukung dan mengawal ini,” katanya. Ia juga mengingatkan kepada kepala Desa dalam penetapan APBDes tahun 2019. Mengingat tahun 2019 jadi tahun politik, Desa pun dituntut untuk lebih cepat mengesahkan APBDesnya. Sesuai jadwal, Desa harus sudah mengesahkan dokumen RKPDes pada 30 November dan penetapan APBDes paling telat 31 Desember. “Kalaupun telat, agar tidak lebih dari 15 Januari 2019, sehingga 16 Januari bisa langsung pencairan ADD untuk gaji,” katanya. (ula/*)

BPBD Sebut Banjir Tolokalo hanya Luapan Biasa Dompu (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu enggan menyebut banjir di Tolokalo, Senin (3/12) sore sebagai bencana alam. Mereka bersikukuh menganggapnya luapan air semata dengan alasan tidak menggenangi rumah warga dan infrastruktur jalan atau fasilitas umum lain. Argumentasi tersebut oleh sebagian orang, dinilai bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Pasalnya, jelas dalam video dokumentasi yang diunggah ke media sosial oleh korban terdampak menggambarkan bagaimana banjir itu menggenangi infrastruktur jalan dan halaman rumah warga hingga setinggi betis atau mata kaki orang dewasa. “Tidak ada bencana, karena bencana adalah kejadian luar biasa sementara tadi banjir biasa,” jawab Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Dompu, Mahfud, S.Sos, saat dikonfirmasi Suara NTB. Mahfud yang baru saja bertolak meninjau lokasi banjir itu pun membantah infrastruktur jalan dan rumah warga tergenang bencana alam ini. Ia bahkan secara tegas menyebutnya persoalan biasa saja karena tidak ada dampak kerusakan yang ditimbulkan. Kendati begitu, lanjut dia, pagi ini (kemarin) pihaknya akan kembali meninjau lokasi banjir untuk mengkoordinasikan langkah pencegahan. Salah satunya, dengan mengupayakan penggalian beberapa sungai yang tidak memiliki muara akibat dihadang lahan milik warga setempat. “Banjir biasa tidak ada kerusakan atau

dampak yang ditimbulkan. Sementara untuk mengalihkan air ini kita sedang berupaya. Besok pagi kita akan ke sana untuk melakukan survei kemana galian diarahkan, kesanggupan kades terkait pembebasan lahan dan sebagainya,” jelas dia. Sementara, salah seorang pengguna jalan, Sahbudin yang kebetulan baru saja kembali dari Desa Calabai saat dikonfirmasi Suara NTB terkait dampak bencana tersebut menegaskan, selain menggenangi jalan yang mengakibatkan dirinya tidak bisa melintas selama satu jam lebih, banjir tersebut juga masuk ke permukiman warga serta fasilitas umum lain seperti sekolah. Beberapa warga korban banjir juga sibuk menyelamatkan persediaan pupuk dan perkakas rumah tangga mereka dari bencana alam ini. “Banjirnya memang tidak terlalu besar seperti yang diberitakan kemarin-kemarin, tapi masuk juga ke rumah warga dan naik ke jalan, makanya saya telat sampai rumah karena ndak bisa lewat,” ungkapnya. Kalaupun dikatakan luapan biasa menurutnya BPBD terlalu menganggap remeh bencana ini, karena ketika sudah masuk ke pemukiman warga maka statusnya sudah berbebda dan banyak an-

(Suara NTB/jun)

BANJIR - Banjir menerjangTolokalo, Dompu yang disebut BPBD hanya luapan biasa. tempat, Ahmad yang berusaha dicaman yang dapat membahayakan hubungi via telefon dan pesan singkat masyarakat, seperti misalnya muncul untuk memastikan dampak bencana penyakit menular seperti DBD, Malaralam ini belum memberi jawaban apaia dan terhentinya aktivitas warga lanapa sampai saat ini. (jun) taran sibuk mengurus banjir. Warga se-

Anggaran Bencana Terkendala Validasi Taliwang (Suara NTB) BPBD Sumbawa Barat, mencatat dana untuk rekonstruksi rehabilitasi di tahap kedua, baru terserap bisa sekitar Rp34 miliar dari total anggaran Rp64 miliar. Masih molornya penyerapan anggaran ini terjadi karena masih ada perbedaan nama dan NIK para penerima bantuan stimulan rumah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD KSB, Ir. Lalu Muhammad Azhar, MM kepada Suara NTB, Selasa (4/12) tidak memungkiri masih lambannya penyerapan dana penanganan bencana ini. Hal itu terjadi karena masih ada saja nama dan NIK penduduk yang ditemukan ganda dan ada juga tidak diketahui penerimanya. Terkait masalah pendataan ini, Pemkab sudah meminta kepada Bank BRI agar bisa segera melakukan verifikasi data dan rekening para penerima. Bahkan Pemkab juga mendesak agar BRI bisa segera menyalurkan anggaran tersebut ke rekening penerima dan Pokmas dalam minggu ini juga. Jika molor dari waktu yang ditetapkan, dikhawatirkan pembangunan

rumah para korban gempa akan molor dan masyarakat juga semakin lama tinggal di pengungsian. “Kita sudah berikan waktu dalam minggu ini juga apa yang menjadi temuan dari BRI bisa segera diselesaikan. Sehingga penyaluran anggaran rekening korban dan Pokmas bisa dipercepat,” ujarnya. Dikatakannya, anggaran Rp34 miliar yang sudah ditransfer, dipakai untuk menyentuh sasaran rumah rusak berat 212 unit, rusak sedang 851 unit dan ringan 794. Sehingga total rumah yang sudah mulai ditangani mencapai angka 1.857 unit dari jumlah keselurahan mencapai angka 3.838 unit. Untuk itu, pihaknya sangat berharap supaya penyaluran dana ini bisa semakin dipercepat agar pelaksanaan pembangunan juga bisa segera dilakukan. Apalagi kondisi saat ini sudah masuk musim penghujan, sehingga penanganan rumah rusak ini juga harus bisa dipercepat. Sementara untuk penanganan rumah rusak di tahap pertama sudah mencapai angka 98 persen khusus untuk rusak berat. Sedangkan untuk ru-

sak sedang dan ringan, sampai dengan saat ini masih terhambat di Pokmas untuk tahapan pencairan anggarannya. “Jika semua dana ini sudah disalurkan ke rekening penerima dan Pokmas kita sangat yakin percepatan pembangunan akan segera terealisasi. Makanya kita minta agar BRI bisa menyelesaikan tugasnya dengan cepat,” imbuhnya. Ditambahkannya, penanganan rumah RB di tahap kedua ini mencapai 450, RS 1.318 dan RR 2.070 unit. Meskipun dana tahap rekonstruksi rehabilitasi di tahap kedua ini masih mengendap, tapi sudah ada pembangunan. Hanya saja pihaknya belum memastikan capaian pembangunannya apakah sudah 10 persen atau lebih. Dalam waktu dekat ini, pihaknya baru akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan lapangan. Hanya saja pihak terkait tetap mengingatkan ketika ada keinginan untuk membangun secara mandiri agar berkordinasi dengan Pokmas dan tim lainnya. Sehingga pola pembangunan yang akan dilakukan tidak akan sia-sia nantinya. (ils)

Retribusi Menara Telekomunikasi Belum Ditetapkan Dompu (Suara NTB) – Penarikan retribusi menara telekomunikasi di Dompu tahun 2018 ini belum bisa dilakukan. Hal itu menyusul masih adanya penolakan terkait besaran tarif yang dibebankan per tahun. Karenanya, untuk memastikan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut bisa digarap 2019 mendatang Kominfo sudah meminta dilakukan perbaikan kembali. Kadiskominfo Kabupaten Dompu, Ir. H. Fakhruddin kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Selasa (4/12) kemarin mengungkapkan, atas keberatan asosiasi menara telekomunikasi se Indonesia terkait besarnya nilai yang tertuang dalam perda nomor 11 tahun 2008 tentang retribusi menara BTS kemarin, oleh pemerintah

pusat sudah dilakukan revisi. Tetapi sayangnya, hanya daerah lain yang ditemukan turun nominal beban tahunannya. “Kalau untuk daerah lain seperti Mataram itu menurun dia nominalnya, tetapi kita malah semakin besar sehingga kita belum berani menetapkan retribusinya,” kata dia. Berdasarkan hasil penghitungan terbaru tarif yang dibebankan terhadap pengelola menara telekomunikasai ini sebesar Rp2,6 juta/ tahun, itu belum termasuk penghitungan nilai pengklasifian terhadap menara yang dibangun di wilayah kota dan desa sesuai indeksnya. Selain terkendala nominal tarif, Lanjut Fakhruddin, data menara di wilayah ini pun masih ditemukan perbedaan antara

Bappenda dan Kominfo, sehingga dipastikan objek pajak tersebut tidak akan menyumbang apa-apa untuk daerah tahun ini. “Kalau data dari OPD yang lama itu jumlah menaranya 101, tapi oleh Bappenda katanya ada yang dobel datanya makanya kita mau cek lapangan. Kalau dari Bappenda itu datanya 95 menara,” jelasnya. Dengan data 95 menara saja jika dibebankan tarif yang ditetapkan baru-baru ini dipastikan ada ratusan juta PAD yang bisa diperoleh daerah tiap tahunnya. Untuk itu, Fakhruddin mengharapkan segera dilakukan pertemuan untuk memperjelas berapa nominal yang dibebankan objek ini, sehingga awal 2019 mendatang sudah bisa dieksekusi. (jun)

Defisit Anggaran, RSUD Bima Tak Layani Pasien Miskin Kota Bima (Suara NTB) – kan hasil rekapan keuanPasien atau masyarakat gan akhir RSUD setempat, yang berobat menggunakan pihaknya mengeluarkan Surat Keterangan Tidak dana sebesar Rp1 miliar Mampu (SKTM) dipasti- khusus untuk melayani kan tidak akan diterima pasien kurang mampu sepatau dilayani oleh pihak anjang tahun 2018. “SepaRumah Sakit Umum Daer- njang 2018 kita habiskan ah (RSUD) Bima. Rp1 miliar khusus melayDirektur RSUD Bima, drg. ani pasien SKTM,” ujarnya. H. Ihsan. MPII mengaku keIhsan berharap kondisi bijakan tersebut diperkuat tersebut dapat dimaklumi dengan dikeluarkannya Su- secara bersama. Karena pirat Edaran (SE) mengenai im- haknya hanya ingin manabauan bagi pasien meng- jemen operasional RSUD gunakan SKTM yang ditan- tidak kolaps (memburuk). datangani olehnya. Jika kolaps kata dia, pel“Kebijakan ini terhitung ayanan justru akan amburmulai Senin 3 Desember 2018 adul dan dibawah standar. hingga dalam waktu yang “Mudah-mudahan pertidak ditentukan,” katanya ke- soalan ini ada jalan kelupada Suara arnya. Tapi NTB, Selaintinya imsa (4/11). bauan ini Ihsan akan dicamengaku but apabila Kami sempat alasan piada anggahaknya ran lagi,” mengusulkan mengeluarpungkasuntuk kan imbanya. (uki) uan tersepenambahan but karena tapi tidak s u d a h tidak lagi diakomodir memiliki anggaran operasional. Hanya saja, pihaknya menyarankan agar masyarakat mengikuti program BPJS. “Anggaran untuk SKTM kita defisit,” katanya. Dikauinya pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Bima melalui dana Alokasi Umum (DAU) telah mengganggarkan dana sebesar Rp400 juta untuk membiayai pasien SKTM. Namun tidak cukup. “Dana Rp400 juta ini sudah habis. Kami sempat mengusulkan untuk penambahan tapi tidak diakomodir,” katanya. Bahkan justru berdasarkan berdasarH. Ihsan

”

(Suara NTB/Uki)

Dompu (Suara NTB) Kepala Desa bersama perangkatnya diwajibkan untuk didaftarkan dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Kendati pada 2018 baru 36 Desa yang mendaftarkan aparatnya, namun pada 2019, sebanyak 72 Desa di Dompu wajib mendaftarkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Kepala Dinas PMPD Kabupaten Dompu, H. Supardi, S.Sos yang diwakili kepala bidang Pemerintahan Desa, M. Ali, SE pada acara sosialisasi JKN KIS Kepada aparat Desa se Kabupaten Dompu di gedung PKK, Selasa (4/12) kemarin mengungkapkan, pihaknya sengaja mengikutsertaan tenaga ahli Desa tingkat Kabupaten dalam kegiatan sosialisasi ini untuk memastikan dalam APBDes semua Desa terdapat alokasi anggaran jaminan kesehatan bagi aparaturnya. “Wajib bagi Desa untuk memasukan (anggaran) BPJS, supaya tidak ada alasan lagi tidak tahu (program BPJS Kesehatan sebagai program wajib),” kata M. Ali. Ia pun mengungkapkan, sejak


SUARA NTB Rabu, 5 Desember 2018

POLHUKAM

Halaman 8

Ombudsman Periksa Kepala Kanwil Kemenag NTB (Suara NTB/why)

SALAMAN - Terdakwa Astari Tapun (kanan) menyalami jaksa penuntut umum Marollah usai sidang tuntutan perkara korupsi pengadaan alat peraga 33 SD di KLU tahun 2014, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Selasa (4/12).

Dugaan Korupsi Alat Peraga 33 SD KLU

PPK Proyek Dituntut Penjara 18 Bulan Mataram (Suara NTB) Jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan satu tahun enam bulan atau setara 18 bulan kepada hakim terhadap terdakwa Astari Tapun. Hal itu disampaikan jaksa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Selasa (4/12), perkara korupsi pengadaan alat peraga pendidikan 33 SD di Kabupaten Lombok Utara tahun 2014. Terdakwa Astari Tapun, menurut jaksa penuntut umum Marollah, terbukti bersalah menurut dakwaan pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Oleh karenanya menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama satu tahun enam bulan,” kata Marollah di hadapan majelis hakim yang diketuai Suradi. Selanjutnya, jaksa penuntut umum juga menuntut agar terdakwa membayar denda sebesar Rp50 juta. Apabila tidak dibayarkan maka harus diganti dengan pidana kurungan tiga bulan. Sementara uang pengganti kerugian negara sebesar Rp600 juta –yang dibayarkan tersangka I Nengah Sadriati- dirampas untuk negara. Kemudian dikembalikan ke kas Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara. Tuntutan diajukan, kata Marollah, dengan mempertimbangkan hal yang memberatkan, seperti perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian keuangan negara Rp787,9 juta. Sementara hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp600 juta. Masing-masing dibayar dua kali, yakni Rp400 juta pada Juli lalu dan Rp200 juta pada Selasa (4/12) kemarin. Tuntutan jaksa tersebut dengan mempertimbangkan, bahwa terdakwa terbukti kongkalikong dengan rekanan pemenang tender PT Cahaya Nusa Tenggara, yang diwakili direktris Nurmiati. Terdakwa Tapun menyusun harga perkiraan sendiri berdasarkan rencana anggaran belanja (RAB) yang disodorkan Nurmiati. RAB berisi item pekerjaan pengadaan yang disusun perusahaan penyedia barang, PT Inti Citra Usaha yang dipimpin tersangka I Nengah Sadriati. “Terdakwa selaku PPK (pejabat pembuat komitmen) tanpa upaya untuk mempertimbangkan harga dalam RAB, langsung meyakini dan menggunakan RAB milik PT Citra Inti Usaha untuk menyusun HPS,” jelas Marollah. Rencana pemufakatan, sambung dia, juga tampak dari katalog barang yang diterima Nurmiati pada Juni 2014. Padahal lelang proyek baru tayang di LPSE KLU 23 Juli 2014. “Terdapat kejanggalan bagaimana saksi Nurmiati mendapatkan item pekerjaan sebelum lelangnya diumumkan,” ujarnya. Proyek kemudian terlaksana. Yang walaupun tidak langsung dibayarkan seluruhnya sebab proyek yang sedianya dibiayai APBD Provinsi NTB batal. Sementara proyek tidak dianggarkan di APBD Lombok Utara. PT Cahaya Nusa Tenggara mengerjakan proyek dengan kontrak Rp4,9 miliar. Sementara pengeluaran riil untuk pengadaan 33 paket alat peraga hanya Rp3,7 miliar. Akibatnya, kerugian negara yang timbul sebesar Rp787,9 juta. (why)

Fraksi PDI-P Tolak Raperda Kepemudaan Mataram (Suara NTB) Raperda kepemudaan, mendapat kritik dari Fraksi PDI-P. raperda itu dinilai bukan kewenangan provinsi. Sehingga raperda kepemudaan tersebut tidak relevan untuk diloloskan. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDI P, Ruslan Turmuzi. “Kita sebagai anggota dewan berhak mengusulkan Perda, tetapi tanpa melanggar kewenangan. Oleh karena itu, dari empat Raperda itu, Raperda Kepemudaan bukan menjadi kewenangan provinsi. Maka jadi pertanyaan saya, kenapa bisa diloloskan raperda kepemudaan itu. Saran saya jangan kita kejar tayang hanya membuat regulasi berdasarkan kuantitas, bukan kualitas,” katanya. Ketua Bapperda DPRD NTB, H. Makmun mengatakan, sebelum empat raperda tersebut ditetapkan sebagai prakarsa DPRD NTB, pihaknya telah memberikan penjelasan. Namun karena tidak ada tanggapan maka keempat Raperda tersebut pun diloloskan sebagai inisiatif DPRD NTB. “Saran bijak saya kepada fraksi PDIP, lebih baik memberikan tanggapan pada tanggapan fraksi yang akan disampaikan (di paripurna) besok ini, (hari ini),’’ demikian Makmun. Dikatakan Makmun, raperda kepemudaan tersebut dilatarbelakangi oleh wacana pemerintah Indonesia akan melahirkan generasi emas 2045, dimana saat itu Indonesia akan genap berusia satu abad sejak kemerdekaan. Menurut Makmun, munculnya ide, wacana dan gagasan Generasi Emas 2045, bukan tanpa sebab maupun alasan. Dikatakan Makmun, ada satu “harta karun” yang sejatinya bisa menjadi modal untuk kelangsungan bangsa dan negara ini kedepannya. “Harta karun” itu bernama bonus demografi. Dimana pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persennya dalam usia produktif (15-64 tahun). “Generasi Emas 2045 adalah visi mulia yang harus diemban oleh seluruh elemen masyarakat. Maka disinilah khususnya institusi pendidikan memegang peranan untuk menyiapkan masa transisi generasi muda di kemudian hari,” katanya. “Namun yang lebih penting adalah peran keluarga dalam menyiapkan generasi emas ini. Dengan berbasis keluarga, diharapkan muncul generasi masa depan Indonesia yang memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul. Pokok-pokok pikiran tersebutlah yang melatarbelakangi usulan ranperda tentang kepemudaan ini,” katanya. (ndi)

Mataram (Suara NTB) Ombudsman RI Perwakilan NTB dalam proses penyelesaian investigasi dugaan maladministrasi pengadaan buku madrasah Kemenag NTB tahun 2018. Asisten Ombudsman memeriksa Kepala Kanwil Kemenag NTB, H Nasrudin terkait pengadaan bersumber dari dana BOS madrasah tersebut. Pemeriksaan tersebut sebagai bagian Ombudsman mengklarifikasi temuan sebelumnya, yang dimulai sejak Juli lalu. Kemudian diekspose ke publik Oktober. “Kepala Kanwil (Kemenag) sudah kita periksa Jumat (pekan lalu),” ungkap Asisten Bidang Pelaporan Ombudsman RI Perwakilan NTB, Sahabudin Selasa (4/12). Ombudsman hendak mengklarifikasi sejumlah te-

muan di lapangan. Termasuk bukti-bukti dokumen yang sudah diperoleh. Dipadukan keterangan saksi pejabat Kemenang kabupaten/kota dan sejumlah kepala madrasah. “Pemeriksaan kepala ini untuk melengkapi keteranganketerangan sebelumnya. Dari temuan-temuan yang sudah kita dapat,” jelasnya. Pemeriksaan, sambung Sahab, untuk kelengkapan penyusunan Laporan Akhir Hasil

Pemeriksaan (LAHP) dugaan maladministrasi pengadaan buku umum madrasah lingkup Kemenag NTB tahun 2018. Pengadaan buku senilai total Rp200 miliar itu nantinya akan disampaikan dalam LAHP disertai rekomendasi ke Kemenag RI. Bukti-bukti lain juga terus dikumpulkan untuk melengkapi berkas LAHP. Ombudsman NTB mendapat tambahan bukti dugaan maladministrasi pengadaan

buku madrasah bersumber dari dana BOS tahun 2018. Mulai dari bukti transfer pembelian buku, sampai rekaman percakapan indikasi pemaksaan ke satu perusahaan tertentu. Investigasi Ombudsman menemukan dugaan penyalahgunaan prosedur dalam bentuk penunjukan satu perusahaan tertentu. Pengadaan buku ke 2.256 madrasah seNTB dengan total anggaran Rp200 miliar. Distribusi pembelian buku seperti buku umum K-13 diduga hanya dilakukan satu rekanan, yakni PT AK yang notabene bukan distributor atau penerbit. Ombudsman juga mene-

mukan indikasi paksaan kepada madrasah untuk membeli buku dari perusahaan tersebut. Bagi sekolah yang tidak berkenan maka pencairan dana BOS termin kedua akan dihambat. Pencairannya mensyaratkan adanya kuitansi pembelian dari rekanan yang ditunjuk itu. Kasus dugaan maladministrasi ini terungkap karena sejumlah madrasah mengeluh, baik yang swasta maupun negeri. Buku yang dibeli sebagian belum diperlukan. Contohnya buku K-13, karena sebagian juga madrasah pada zonasi tertentu masih ada yang menggunakan buku KTSP. (why)

Demokrat NTB Tetap Konsisten Kampanyekan Prabowo - Sandi

(Suara NTB/ndi)

APK - Anggota KPU NTB Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Yan Marli (Kanan) menyerahkan secara simbolis APK kepada salah satu perwakilan dari partai politik, Selasa (4/12).

KPU NTB Serahkan APK Mataram (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB, Selasa (4/ 12) kemarin telah menyerahkan dan membagikan Alat Peraga Kampanye (APK) yang difasilitasi kepada seluruh peserta Pemilu 2019 di tingkat provinsi. Pembagian dan penyerahan APK tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi penyerahan APK di kantor KPU NTB, yang dihadiri Bawaslu NTB dan peserta pemilu yakni perwakilan dari partai politik, tim kampanye presiden dan tim penghubung dari calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori yang dikonfirmasi menyampaikan, bahwa semua APK yang difasilitasi KPU bagi peserta Pemilu untuk tingkat Provinsi sudah rampung diselesaikan. Sehingga dapat serahkan kepada se-

mua peserta pemilu. “Untuk APK fasilitasi sudah rampung dan sudah saatnya diterima oleh para peserta Pemilu 2019,” kata Aksar. Ia pun menyeburkan rincian APK yang diserahkan dan dibagikan kepada seluruh peserta Pemilu, yakni masing masing tim kampanye capres dan cawapres diberi 15 APK/ baliho, partai politik 11 APK/ baliho dan DPD masing-masing memperoleh 5 APK/baliho. Ia berharap, dengan APK diserahkan dan dibagikan kepada seluruh peserta Pemilu tersebut bisa dimanfaatkan dan dipergunakan dengan sebaik - baiknya oleh peserta Pemilu sebagai alat kampanye kepada masyarakat. “Kita harapkan APK yang sudah diterima dari hasil fasilitasi ini dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Terkait pemasangan dan pemeliharaan APK itu sepenuhnya menjadi kewenangan dan tanggung jawab peserta Pemilu. Namun begitu, Ia mengingatkan peserta Pemilu agar pemasangan APK tersebut dilakukan sesuai lokasi sudah ditetapkan KPU. “Pemasangan APK harus dilakukan sesuai ketentuan, dipasang ditempat yang sudah ditentukan,” imbuhnya. Sementara itu, Anggota Bawaslu NTB, Suhardi yang dikonfirmasi setelah penyerahan APK tersebut, menegaskan Bawaslu akan tetap melakukan pengawasan terhadap pemasangan APK dilakukan peserta Pemilu. Ia memastikan Bawaslu akan melakukan tindakan tegas berupa penertiban dan pembersihan terhadap APK yang ditemukan terpasang tidak sesuai aturan dan ketentuan berlaku. (ndi)

Mataram (Suara NTB) Beberapa waktu lalu, DPP Partai Demokrat mengeluarkan pernyataan membebaskan semua kadernya (calegnya) untuk mengkampanyekan atau tidak mengkampanyekan pasangan Capres/Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) di Pilpres 2019 mendatang. Pernyataan tersebut dikeluarkan lantaran kekecewaan sejumlah petinggi partai bintang mercy tersebut kepada pasangan Prabowo-Sandi yang disebut-sebut beberapa kepentingan Demokrat tak diakomodir. Partai Demokrat kemudian hanya menegaskan kepada seluruh kadernya untuk fokus memenangkan pemilihan legislatif. Partai Demokrat sangat sadar, bahwa Pemilu 2019 dinilai sangat berat, karena untuk pertama kalinya pemilu legislatif dilaksanakan serentak dengan Pilpres. Sehingga jika Demokrat akan mengkampanyekan Pilpres juga, maka yang akan paling diuntungkan oleh “efek ekor jas” hanya partai tertentu saja. Karena itu Demokrat kemudian lebih fokus kampanye pileg. Namun demikian di NTB sendiri, Partai Demokrat tetap komitmen untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi di NTB. Demokrat NTB tetap konsisten berada dalam barisan koalisi pendukung Prabowo-Sandi. Hal itu ditegaskan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri yang dikonfirmasi di ruang kerjanya Senin lalu. Menurutnya kampanye pilpres oleh kader Demokrat tetap berjalan seperti

biasa, tanpa terpengaruh oleh dinamika politik yang tengah terjadi di pusat. Ia meyakini sikap DPP Partai Demokrat baru-baru ini hanyalah bagian dari dinamika politik semata. Namun soal komitmen mendukung Prabowo-Sandi tak bisa diragukan. Menurut Mahalli, Demokrat sebagai parpol yang pernah memenangi pilpres dua periode berturut-turut, sangat paham stratetgi politik. Lebih lanjut disampaikan Wakil Ketua DPRD NTB itu, saat ini, menjadi perhatian utama Demokrat dalam pesta demokrasi 2019 tersebut yakni tidak saja hanya fokus pada pemenangan. Tapi melainkan hal yang jauh lebih penting yang tengah menjadi ancaman demokrasi di Indonesia, yakni penyebaran hoax. Ia menyerukan kepada semua kader partai Demokrat untuk melawan hoax, karena bisa mengancam persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Demokrat adalah partai yang nasionalis relegius. Artinya partai yang beragama. Jadi siapapun yang beragama itu tidak akan pernah melakukan yang namanya hoax, mentoleransi hoax. Maka kader Demokrat tidak pantas jadi kader kalau suka sebarkan h o a x , ” pungkasnya. (ndi)

TGH. Mahalli Fikri (Suara NTB/dok)


Rabu, 5 Desember 2018

SUARA NTB

Halaman 9

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 (Suara NTB/ist) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Bupati Lombok Timur mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungannya ke wilayah terdampak gempa, melihat progres penanganan dampak gempa. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Bupati Sukiman terus menerus kan dengan kebijakan Pemerintah pu- Rp5 miliar. Disadari, untuk pelay- Rp 2,1 miliar, sementara geolistrik dan aya Pemerintah untuk menegakSelong (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Sejak dilantik pada 26 Sep- menekankan agar dampak gempa sat, sesuai Permendagri No. 38 Tahun anan kesehatan berkualitas, ke- pengeboran air tanah, serta optimal- kan syariat Islam secara bertahap 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 tember lalu, pasangan Bupati tersebut segera ditangani. Sehingga 2018 tentang tentang Pedoman Peny- beradaan sarana dan prasarana isasi mata air Tutuk dengan pemban- di Kabupaten Lombok Timur. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 gunan Tower air, jaringan pipa, dan ke- Arah pembangunan religi ini juga dan Wakil Bupati Lombok masyarakat terdampak tidak lagi be- usunan APBD Tahun 2019, Pemerintah yang baik mutlak dibutuhkan. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Masih untuk peningkatan kuali- lengkapannya sebesar Rp8 miliar. rada di pengungsian atau kembali ke mengedepankan pembangunan Sumber dapat dilihat dari kebijakan BuTimur H. M. Sukiman Azmy dan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Menjadi perhatian pula pen- pati yang mendesain agar di tiap H. Rumaksi Sj. segera member- rumah masing-masing, serta warga Daya Manusia (SDM) sebagai langkah tas SDM, pemerintah juga mendor123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 lakukan sejumlah kebijakan yang rumahnya mengalami kerusa- awal. Hal ini dapat dilihat di antaranya ong angka partisipasi usia sekolah ingkatan kualitas layanan kepada kecamatan terdapat satu masjid 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 demi mewujudkan masyarakat kan dapat segera dibangunkan hu- melalui kebijakan di bidang kesehatan dan mengurangi angka drop out den- masyarakat dengan pendekatan pel- yang dibina. Dimana ditekankan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Lombok Timur yang Adil, Se- nian sementara (Huntara). Pemerin- dengan menggratiskan biaya pelayan- gan memberikan bantuan biaya ayanan. Ini ditunjukkan dengan pel- agar masjid-masjid tersebut me123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 jahtera, dan Aman (ASA). Hal tah juga mengerahkan seluruh sum- an di semua fasilitas kesehatan milik Pendidikan Dasar dan Menengah ayanan administrasi kependudukan miliki imam dengan kemampuan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 pertama yang dilakukan adalah ber daya yang ada termasuk ASN un- pemerintah, bagi masyarakat tidak bagi anak yatim. Untuk keperluan yang sejak November sudah dapat di- hafalan Alquran 30 juz. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Tahun anggaran 2019 menpenanganan dampak bencana. tuk mempercepat penanggulangan mampu yang tidak tercover BPJS kese- ini dialokasikan sebesar Rp5 mil- layani di kecamatan. Demi peningka123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Baik gempa bumi yang menim- bencana ini melalui gotong royong in- hatan (melalui Kartu Indonesia Sehat). iar dan akan dialokasikan ber- tan kualitas layanan pula, Pemerin- jadi tahun penting bagi pemerin123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 pa sejumlah Kecamatan, mau- tensif, masing-masing selama satu pe- Kebijakan yang berlaku sejak Oktober kelanjutan selama tiga tahun bagi tah mengeluarkan imbauan kepada tahan Sukiman-Rumaksi. Hal ini 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 pun bencana banjir yang mener- kan di tiap kecamatan yang terdamp- tersebut dilanjutkan dengan menga- kurang lebih seribu orang anak ya- ASN di seluruh OPD yang ada di mengingat tahun 2019 menjadi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Lombok Timur untuk memanfaatkan tahun pertama pelaksanaan Angjang kawasan selatan awal 2018 ak secara luas. Selain itu, Pemerin- lokasikan anggaran pada APBD 2019 tim di Kabupaten Lombok Timur. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Tidak kalah penting dalam pem- waktu secara efektif dan efisien. Im- garan Pendapatan dan Belanja lalu. Kaitannya dengan bencana tah juga mengalokasikan dana ban- sebesar tak kurang dari Rp16 miliar 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 ini, Pemerintahan Sukiman-Ru- tuan bagi korban bencana gempa mas- pada komponen Bansos fungsi keseha- bangunan adalah penyediaan dan pen- bauan ini merupakan surat pertama Daerah yang secara utuh dilak123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 ingkatan infrastruktur jalan, air mi- yang ditandatangani Bupati Suki- sanakan sebagai amanah Bupati maksi melakukan percepatan ing-masing Rp1 juta/kk bagi korban tan (BPJS). 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Kaitannya dengan kesehatan ini num, dan irigasi untuk menunjang pen- man setelah dilantik. Dalam im- dan Wakil Bupati terpilih periode penanganan dampak gempa terdampak gempa juga bagi korban 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 bumi di Kabupaten Lombok banjir. Dana bantuan tunai tersebut pula, pada APBD 2019 juga dia- ingkatan perekonomian daerah. Fak- bauan ini tidak saja efektivitas dan 2018-2023 dan merupakan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 lokasikan Rp10 miliar untuk pe- tor-faktor yang akan mendorong kinerja yang menjadi tekanan, me- pengejawantahan Rencana PemTimur, Bupati dan Wakil Bupati mulai dicairkan pada 28 November. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Mengatasi dampak bencana dan nambahan sarana prasarana pengembangan kawasan dan menarik lainkan juga kualitas SDM melalui bangunan Jangka Menengah Lombok Timur menggelar rapat 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 koordinasi terpadu dihadiri se- menjaga kontinuitas anggaran, pada Puskesmas Keruak sebesar Rp10 investasi ini dialokasikan pengangga- penanaman dan penerapan nilai re- Daerah (RPJMD) Tahun 2018123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 mua unsur, seperti Komandan APBD 2019 yang telah disahkan miliar. Puskesmas Keruak diper- rannya dengan mekanisme tahun ja- ligius dalam pemerintahan. Tidak 2023. Tidak heran bila APBD 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 sektor 3 Kogasgabpad, Forko- pada 30 Nopember lalu, Pemerintah siapkan menjadi Rumah Sakit Tipe mak selama tiga tahun (2019-2021). saja mendongkrak kinerja, hal ini di- 2019 dinilai begitu penting, sebab 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 pimda, pimpinan DPRD Lotim, juga mengalokasikan rehab infras- C sebagai bagian dari upaya men- Upaya pemenuhan kebutuhan air ber- harapkan mempertebal rasa pengab- merupakan pondasi bagi RPJMD 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 pendamping BNPB, ketua PMI, truktur pascabencana dan pengeru- ingkatkan dan mendekatkan pelay- sih maupun air minum layak, di dian ASN dan praktis memberikan demi mewujudkan masyarakat 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 kepala OPD, Camat, Kades/Lu- kan sungai untuk antisipasi banjir di anan kesehatan. Hal yang sama wilayah Selatan meliputi Kecamatan dampak positif terhadap pelayanan Lombok Timur yang Adil, Se123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 juga dilakukan untuk Puskesmas Keruak dan sekitarnya, Kecamatan kepada masyarakat. jahtera, dan Aman sebagai visi rah, unsur TNI dan Polri serta Sambelia Rp6,5 miliar lebih. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Berbicara APBD 2019, menyelaras- Aikmel, dengan alokasi anggaran Jerowaru dan sekitarnya dialokasikan Relawan dan unsur lainnya. Hal ini juga sejalan dengan up- misi Pemerintah. (rus/*) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 (Suara NTB/ist) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Bupati Lombok Timur didampingi Wakil Bupati dan Sekda Lombok 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 (Suara NTB/ist) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menghadiri acara hari Timur melantik dan mengambil sumpah jabatan administrator lingkup (Suara NTB/ist) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Pemkab Lombok Timur. Ini bagian dari upaya percepatan pembanSekda Lombok Timur H. Rohman Farly menyerahkan bantuan tunai kesetiakawanan sosial nasional di Madayin Sambelia, Selasa kemarin. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Bupati di kesempatan itu memberikan hadiah kepada anak korban gempa. gunan di wilayah Lombok Timur. kepada warga Sembalun terdampak gempa Juli lalu. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 (Suara NTB/ist) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Wakil Bupati Lombok Timur membuka secara resmi Musda IV Forum (Suara NTB/ist) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lombok Timur. Membangun dari Bupati di lokasi pengungsian warga terdampak gempa. Bupati selalu (Suara NTB/ist) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi Sj., berdialog dengan sejumlah desa adalah salah satu program pemerintah baik pusat maupun menyerukan agar para pengungsi segera kembali ke rumah, semen123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 Kabupaten Lotim. warga terdampak gempa di Madayin tara pembangunan hunian sementara juga dipercepat. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123

Terobosan untuk Wujudkan Lombok Timur Adil, Sejahtera dan Aman


SUARA NTB Rabu, 5 Desember 2018

PENDIDIKAN

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Dirangkai Peringatan HAN 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 ing. Namun, ujarnya, terkadang anak, setelah melalui penyarinGiri Menang (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Dinas Pendidikan dan Kebu- orang tua sering melarang, misal- gan di tingkat kecamatan. Di ke12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 dayaan (Dikbud) Lombok Barat nya ketika anak mencoret tembok camatan dilakukan lomba gugus 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 (Lobar) menggelar Gebyar Pendid- padahal itu bentuk karakter dan dan Bunda Paud. Lalu puncakn12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 ikan Anak Usia Dini (PAUD) kreativitas anak tersebut. Karena ya dilaksanakan Gebyar PAUD. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Jumlah PAUD di Lobar, ujarndirangkai dengan peringatan Hari itulah Melalui gelaran lomba me12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Anak Nasional (HAN) tahun 2018 warnai selama Gebyar PAUD ya, sebanyak 467 PAUD yang 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 di Gedung Budaya Narmada, Se- anak usia dini bersama orang tua sudah memiliki Nomor Pokok 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 lasa (4/12). Gebyar PAUD yang di- diharapkan bisa membangun Sekolah Nasional (NPSN). PAUD 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 yang sudah memiliki NPSN dibanikuti ratusan anak dan orang tua kreativitas anak. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Program yang lebih menukik tu oleh Pemda dan pusat, sedangini mengambil tema “Membangun 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Generasi Berkarakter untuk untuk pembentukan karakter kan PAUD yang belum NPSN se12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Menuju Lombok Barat yang Leb- anak yang dilaksanakan Dikbud, batas dibantu oleh daerah sebab 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 ih Berprestasi”. Melalui Gebyar pihak dinas melakukan program tidak bisa dibantu oleh pusat. Ter12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 PAUD yang rutin diadakan terse- parenting. Artinya membangun kait kesejahteraan guru PAUD, pi12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 but, Dikbud ingin memperkuat karakter anak dengan sinergi ant- haknya terus memperjuangkan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 pendidikan karakter bagi anak ara guru dengan orang tua. Pihak untuk penghasilan para guru 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 orang tua ikut terlibat dalam PAUD. Pemda sendiri jelasnya usia dini di Lobar. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Kabid Pembinaan PAUD dan pendidikan karakter anak, tidak sudah memperhatikan para guru 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 PNF Dinas Dikbud Lobar Hj. Ros- hanya menjadi tanggung jawab dengan memberikan insentif. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 diana, mengatakan, Gebyar PAUD pendidik. Namun yang paling Khusus PAUD sejauh ini ada 300 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 menekankan pembentukan karak- utama, kata dia, pendidik di ke- orang, tahun depan diupayakan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 ter anak sebab anak lahir sesuai luarga kepada anak. Dalam geb- 500 guru diusulkan memperoleh 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 dengan kompetensi masing-mas- yar ini sendiri dilibatkan ratusan insentif. (her) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Pose bersama Kabid Pembinaan PAUD dengan para 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 peserta Gebyar PAUD. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Kabid Pembinaan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 PAUD pada Dinas 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Dikbud Lobar Hj. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Rohana memberikan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 sambutan. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567 Ratusan anak ikut Gebyar PAUD di Gedung Budaya Narmada. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567

Gebyar PAUD Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Lobar

Halaman 10

Daftar di PTN

Peserta Seleksi Harus Ikuti Tes Masuk

Mataram (Suara NTB) Ada yang berbeda dengan proses seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2019 nanti. Tahun depan, pendaftar harus mengikuti tes seleksi masuk PTN terlebih dahulu, baru kemudian mendaftar di universitas, dengan berbekal nilai yang telah diperolehnya. Wakil Rektor I Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Ir. H. Lalu Wiresapta Karyadi, MSi., menegaskan perbedaan model pelaksanaan tes masuk PTN telah ditetapkan Kemenristekdikti. Adapun kuota masing-masing PTN untuk penerimaan mahasiswa baru dari jalur SNMPTN adalah 20%, SBMPTN 40% dan mandiri maksimum 30%. “Untuk SNMPTN masih tetap berlaku tetapi porsinya lebih rendah Dari tahun lalu minimal 30 persen, Sekarang ini minimal 20 persen. SBMPTN dulu 30 persen Sekarang 40 persen. Sedang mandiri maksimal 30 persen. Kita Di Unram akan menggunakan kuota 2-5-3. 20 persen SNMPTN, 50 persen SBMPTN, dan 30 mandiri,” kata Karyadi menjelaskan, Selasa (4/12). Untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), pelaksanaannya akan berdasarkan ujian tulis berbasis komputer atau kriteria yang disepakati PTN. Ada sejumlah hal yang berbeda pada pelaksanaan SBMPTN tahun

2019, dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebelumnya, pendaftar bisa langsung memilih kampus dan program studinya saat mendaftar. Namun untuk tahun depan, peserta harus ikut tes terlebih dahulu, baru kemudian mendaftar ke universtas dan program studi, dengan berbekal nilai yang telah diperoleh. “Tes dulu, baru nilainya untuk mendaftar ke kampus dan memilih program studi. Jumlah Prodi yang boleh didaftar itu boleh dua PTN dan dua Prodi. Artinya bisa ambil satu Prodi di satu PTN atau satu PTN bisa ambil dua prodi,” paparnya. Karyadi juga mengungkapkan materi tes masuk PTN tahun 2019, peserta akan dihadapkan pada dua jenis tes, yaitu tes potensial skolastik (TPS) dan tes potensi akademik (TPA). TPS untuk mengukur kemampuan penalaran dan pemahaman umum, yang dianggap penting untuk keberhasilan pendidikan formal. Setiap peserta juga diberi kesempatan untuk dapat ikut tes maksimal dua kali. Bila tes pertama gagal

H. Lalu Wiresapta Karyadi atau hasilnya kurang maksimal, maka peserta dapat mengulang pada tes hari berikutnya. Selain itu yang berbeda ialah bahwa seleksi masuk PTN, tidak ada lagi istilah panitia pusat, sehingga Panitia Lokal (Panlok) pun tidak ada seperti sebelumnya. Melainkan yang mengelola penerimaan masuk PTN itu ialah Lembaga Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi (L2TMPT) yang berada langsung di bawah Kementerian Riset Dikti. “Bagaimana pun ini keputusan menteri. Sekarang tidak ada lagi Panitia Pusat SNMPTN, sehingga panlok juga tidak ada,” ungkapnya. (dys)

(Suara NTB/ist)

Lembaga Pendidikan di Lobar Dibantu Wujudkan Rasa Empati Lewat Berbagi Instalasi Pengolahan Air

BINGKISAN - Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti saat memberikan bingkisan saat bakti sosial kepada warga sekitar sekolah belum lama ini.

Giri Menang (Suara NTB) Lembaga pendidikan di Lombok Barat (Lobar), seperti pondok pesantren (ponpes) menjadi sasaran pemberian bantuan berupa instalasi pengolahan air siap minum (arsinum) dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ponpes Yusuf Abdussatar Kecamatan Kediri memperoleh bantuan arsinum tersebut. Bantuan yang langsung dilakukan pihak BPPT dan anggota DPR RI Dr. H. Kurtubi ini diterima oleh pihak pengelola ponpes sempat. Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Dr. Ir. Rudi Nugroho, menjelaskan, ponpes sebagai pusat aktivitas religi, sosial, dan ekonomi menjadi media pendidikan yang berakar pada masyarakat. Saat ini gerakan pesantren dalam mengapresiasi arus modernisasi perlu didukung penuh melalui sentuhan teknologi. Ponpes perlu meningkatkan

am peralatan di

K di tahun 2019 nuhi kebutuhan h dari memadai.

(Suara NTB/her)

SERAHKAN - Penyerahan bantuan Arsinum oleh pihak BPPT dan anggota DPR RI Kurtubi kepada pengelolaan Ponpes Yusuf Abdussatar Kediri, Selasa (4/12). kualitasnya melalui penguasaan dan dukungan teknologi. Arsinum merupakan hasil karya peneliti dan perekyasa BPPT yang sudah diterapkan di banyak tempat di Indonesia. Di Lombok, kata dia, sudah diterapkan di Kabupaten Lombok Utara

(KLU) untuk penyediaan air minum bagi korban gempa. Unit instalasi arsinum ini mampu memproduksi 5.000 liter per hari. Air ini siap dikonsumsi tanpa dimasak lebih dahulu. “Air minum ini telah memenuhi standar Permenkes,” imbuhnya. Sementara itu, anggota DPR RI Dr. H. Kurtubi mendukung dan memberikan apresiasi atas bantuan ini. “Ini merupakan bentuk upaya kami bersama pemerintah mengatasi kebutuhan air masyarakat termasuk dimanfaatkan ponpes,” jelasnya. (her)

Mataram (Suara NTB) – SMAN 8 Mataram melaksanakan bakti sosial kepada karyawan tidak tetap, warga kurang mampu dan lansia di lingkungan sekitar sekolah pada pekan lalu. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan rasa empati dan menjalin harmonisasi dengan warga sekitar sekolah. Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti, S.Pd., mengatakan, kegiatan bakti sosial itu dalam rangka hari guru. Bantuan berupa bingkisan diberikan kepada karyawaan tidak tetap yang ada di sekolah. juga kepada warga kurang mampu dan lansia di Dasan Cermen. “Untuk mewujudkan rasa empati dan menjalin harmonisasi dengan warga sekitar maupun pegawai

yang belum tetap. Artinya kami berikan bantuan secara eksternal dan internal,” katanya. Melalui kegiatan itu juga diharapkan dapat mewujudkan kompetensi guru dalam bidang sosial. Dengan begitu tidak hanya ke siswa harmonisasi itu tercipta, tetapi kepada orang tuanya dan lingkungan masyarakatnya. Selain itu, sekolah tetap mengembangkan keterampilan siswa. Sebagai upaya untuk meningkatkan dan mengasah keterampilan dan kemampuan siswa di berbagai bidang salah satunya olahraga, SMAN 8 Mataram menggiatkan ekstrakutikuler. SMAN 8 Mataram di tahun 2018 ini juga mengembangkan pembelajaran Bahasa Jepang. Ada mahasiswa

asal Jepang yang mengajar di SMAN 8 Mataram selama enam bulan. Ia menekankan, kerja sama itu untuk pengembangan pembelajaran Bahasa Jepang di SMAN 8 Mataram. Penguasaan bahasa asing, seperti Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya sangat penting saat ini. Terutama untuk menambah wawasan dan membuat siswa bisa berkomunikasi dengan pihak asing. Terlebih lagi jika para siswa melanjutkan ke perguruan tinggi luar negeri, penguasaan bahasa asing sejak SMA memudahkan mereka. Selain itu, dengan bahasa asing, siswa bisa belajar hal baik dari budaya asal bahasa asing itu, seperti etos kerja yang tinggi, dan hal lainnya. “Mereka bisa mengambil hal yang baik di luar negeri,” kata Suprapti. (ron)

Ulangan di Luar Kelas Bisa Pengaruhi Hasil Mataram (Suara NTB) – Adanya sekolah yang melaksanakan ulangan semester di luar kelas seperti di tenda dan teras sekolah dianggap akan mempengaruhi hasil ulangan semester. Pelaksanaan ulangan semester di SDN 30 Cakranegara misalnya, terpaksa dilaksanakan di luar kelas, karena rehabilitasi

bangunan sekolah masih belum selesai. Pemerintah daerah seharusnya lebih cepat tanggap terhadap perbaikan bangunan sekolah, agar pelayanan bagi murid bisa maksimal. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Kota Mataram, H. Adnan Muchsin, dihubungi Selasa (4/12). Ia menegaskan, kondisi murid yang melaksanakan ulangan semester di tenda bahkan di teras sekolah dengan cara duduk di lantai akan berpengaruh terhadap hasil ulangan para murid. “Jelas berpengaruh dibandingkan dengan para murid mengerjakan di kelas, kondisi di tenda sangat jauh berbeda. Tentu berpengaruh terhadap hasil ulangan anak-anak, terutama pada kenyamanan anak-anak,” katanya. Terlebih lagi kondisi murid yang harus mengerjakan soal ulangan semester sambil duduk di lantai. Ia menegaskan agar ke depan pemerintah harus memperhatikan agar ke depan tidak lagi anak-anak ujian di teras atau di tenda. “Itu kan tidak benar sampai duduk di lantai, harus bagaimana pemerintah itu ke depan tidak lagi ada sekolah ulangan di teras atau di tenda,” katanya. Adnan menekankan, pemerintah daerah harus segera merehabilitasi tempat-tempat yang terdampak gempa seperti sekolah. Jika masih mengerjakan soal ulangan semester di luar kelas akan berpengaruh terhadap hasil ujian semester. “Jadi tidak heran kalau ada penurunan nilai, tapi kita harapkan supaya tidak menurun hasilnya, kita

H. Adnan Muchsin harapkan supaya tetap hasilnya baik,” katanya. Salah satu sekolah di Kota Mataram yaitu SDN 30 Cakranegara terpaksa menyelenggarakan ulangan semester di tenda dan teras sekolah saat pelaksanaan ulangan semester yang dimulai Senin (3/12). SDN 30 Cakranegara mengalami kerusakan pasca dilanda gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya beberapa bulan lalu. Seperti berita sebelumya, Kepala SDN 30 Cakranegara, Yatmini, S.Pd., mengakui ruangan di SDN 30 Carkranegara yang terletak di Kelurahan Selagalas itu belum bisa digunakan. Ruangan dari kelas I sampai Kelas VI mengalami kerusakan, kerusakan itu menyasar struktur bangunan yang membuat rehabilitasinya membutuhkan waktu yang cukup lama. “Anak-anak semua belajar di luar. Kalau struktur bangunan rusak, kita khawatir kalau roboh, maka semua bangunan kena,” ujarnya. (ron)


SUARA NTB Rabu, 5 Desember 2018

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 11

UMKM Dipertemukan dengan Bank NTB Syariah Mataram (Suara NTB) Dinas Koperasi dan UMKM mempertemukan para pelaku UMKM dengan Bank NTB Syariah. Fasilitasi ini ditujukan untuk mengurai persoalan kebutuhan kredit/ modal bagi UMKM dalam mengembangkan usahanya. Puluhan UMKM yang diundang Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB melalui konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Selasa (4/12) kemarin berdiskusi dengan Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo. Pertemuan ini sekaligus menindaklanjuti permintaan pelaku UMKM kepada Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada kegiatan pekanan jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi. UMKM mengharapkan kemudahan pendanaan. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Drs. H. L. Saswadi, MM dalam kesempatan ini menegaskan, permintaan pelaku UMKM untuk mendapatkan modal tersedia di Bank NTB Syariah. Dengan pinjaman hingga Rp50 juta, tidak dibebankan agunan. keterbatasan modal menjadi salah satu kendala UMKM saat ini untuk berkembang. Dinas Koperasi dan UMKM memiliki kon-

sultan di PLUT, pendamping koperasi yang jumlahnya puluhan orang, termasuk tim pendamping KUR yang tugasnya memfasilitasi kemudahan mengakses modal di lembaga-lembaga keuangan. “Konsultan dan pendamping inilah yang terus melakukan pendampingan agar UMKM lebih mudah mendapatkan pinjaman dana. Perbankan kita dekatkan agar mereka tidak terjebak di rentenir,” kata L. Saswadi. Salah satu rencana ke depan untuk mengatasi persoalan modal UMKM ini, Dinas Koperasi dan UMKM akan bekerjasama memanfaatkan keberdaan BUMDes dengan menjadikannya koperasi. Atau mengawinkannya dengan memasukkan manajemen koperasi. “BUMDes ini sangat efektif menekan rentenir. Dia harus dikelola dengan baik. Karena koperasi yang mengelola dananya sendiri masih banyak yang bermasalah. Apalagi BUMDes yang mengelola dana pemerintah.

(Suara NTB/bul)

DIPERTEMUKAN - UMKM saat dipertemukan dengan pimpinan Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo (duduk sendiri) membahas soal kemudahan mendapat modal tanpa agunan yang disipkan bagi pelaku UMKM. Program Kemenkop agar BUMDes-BUMDes ini dikoperasikan,” jelas kepala dinas. Selanjutnya BUMDes inilah yang menjadi ujung tombak menekan pengaruh rentenir di lapisan bawah. Sementara itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah sebelumnya mengatakan bank yang dipimpinnya ini memiliki terobosan program penyediaan modal hingga Rp50 juta tanpa agunan. Kredit tanpa agunan ini harapannya akan mendukung potensi UMKM yang demikian besar dilihat di NTB. Untuk menjangkau para

UMKM ini, rencananya Bank NTB Syariah akan bekerjasama dengan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yang menaungi dan membina para pelaku usaha industri rumahan. Bank NTB sebelumnya dikenal sebagai bank yang kental memberikan layanan kepada ASN menurut Kukuh tidak bisa lagi polanya demikian. Kebijakannya, Bank NTB Syariah akan menjangkau lebih luas seluruh lapisan masyarakat. Terutama dunia usaha. “Dulunya Bank NTB ini adalah banknya pengusaha. Sekarang kita ajak pengusaha berbank NTB lagi,” imbuhnya. (bul)

(Suara NTB/bul)

MANGROVE - Ajakan penyelamatan lingkungan dan penanaman 3.000 pohon mangrove di Cendi Manik oleh GenBI, BI dan stakeholders. Berita selengkapnya di halaman 15.

Antisipasi Libur Natal dan Tahun Baru

Garuda Indonesia Group Siapkan 132 Ribu Kursi Tambahan Jakarta (Suara NTB) – Garuda Indonesia Group melalui layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink menyiapkan sedikitnya 132 ribu kursi tambahan (extra seat) untuk penerbangan domestik dan internasional sebagai

upaya mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode hari libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, mulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, kapa-

sitas tambahan tersebut terdiri dari 55 ribu kursi tambahan pada layanan penerbangan Garuda Indonesia dan 77 ribu kursi tambahan pada layanan penerbangan Citilink. Adapun frekuensi penambahan kapasitas layanan penerbangan tambahan tersebut terdiri dari 197 frekuensi penerbangan Garuda Indonesia dan 216 frekuensi penerbangan Citilink. Penambahan kursi Garuda Indonesia selama periode liburan akhir tahun ini mengalami peningkatan hampir 2 kali lipat dibandingkan kapasitas kursi tambahan Garuda Indonesia Group pada periode liburan Natal dan Tahun Baru tahun lalu. “Adapun kapasitas tambahan Garuda Indonesia sebagai mainbrand pada periode liburan akhir tahun ini mencapai hingga 49 ribu kursi tambahan yangterbagidalam170frekuensi penerbangan ekstra di sejumlah rute-rute penerbangan domestik dan internasional, serta lebih dari 6 ribuan kursi tambahan yang dilayani melalui 27 frekuensi penerbangan yang menggunakan “bigger aircraft” (pesawat berbadan lebar) di sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional”. “Tentunya kami terus memonitor perkembangan demand pasar pada periode peak season akhir tahun ini sekiranya diperlukan penyesuaian kapasitas layanan penerbangan lebih lanjut”, pungkas Ari. Ari mengatakan, “Penambahan kapasitas penerbangan Garuda Indonesia melalui penerbangan ekstra (extra flight) akan dilaksanakan pada rute-rute penerbangan domestik dan internasional dengan trafik penumpang tinggi, di antaranya Ambon – Langgur pp, Jakarta – Denpasar pp, Jakarta – Surabaya pp, Jakarta – Medan pp, Jakarta – Yogyakarta pp, Denpasar – Surabaya pp. Sementara itu, pengoperasian “bigger aircraft” akan di-

lakukan pada 6 sektor penerbangan Garuda Indonesia yang terdiri dari rute penerbangan Jakarta – Denpasar pp, Jakarta – Medan pp, Jakarta – Surabaya pp, hingga Jakarta – Tanjung Pandan pp hingga rute internasional Jakarta – Singapura pp”. Penggunaan bigger aircraft pada periode libur akhir tahun tersebut dilakukan melalui pengoperasian armada Boeing 777-300ER, Airbus A330-300 dan Airbus A330-200 yang akan menggantikan armada reguler B737-800 NG maupun armada regular lainnya di sejumlah sektor penerbangan. Ari menambahkan, “Sedangkan untuk Citilink pada tahun ini kami menyediakan sedikitnya 77 ribu kursi tambahan melalui penyediaan extra flight di 11 sektor penerbangan yang terdiri dari Rute Surabaya – Denpasar pp, Halim – Danau Toba pp, Halim – Malang pp, Halim – Semarang pp, Halim – Yogyakarta pp, Cengkareng – Malang pp, Cengkareng – Yogyakarta pp, Cengkareng – Semarang pp, Cengkareng – Solo pp, Cengkareng – Denpasar pp, Cengkareng – Kualanamu pp”. Sehubungan dengan periode musim libur hari raya Natal 2018 dan tahun baru 2019 tersebut, maka untuk kenyamanan dan keamanan para penumpang, Garuda Indonesia Group mengimbau penumpang untuk merencanakan perjalanan sedini mungkin. “Kami mengimbau kepada para penumpang Garuda Indonesia untuk menggunakan fasililitas “City Checkin” di kantor-kantor penjualan Garuda Indonesia atau fasilitas “Web Check-in”, guna menghindari antrean panjangdikontercheck-inbandara.Selain itu juga perlunya penumpang berangkat lebih awal guna menggindari kemactean di jalan dan keterlambatan tiba di bandara,” tutup Ari. Untuk informasi lebih lanjut, penumpang dapat menghubungi Call Center Garuda Indonesia 24 jam pada nomor 021-2351 9999, atau 0804 1 807 807, serta melalui halaman website : www.garuda-indonesia.com. Call center Citilink Indonesia 0804 1 080808, serta melalui halaman website : www.citilink.co.id. (*)


SUARA NTB

Rabu, 5 Desember 2018

Halaman 12

Taman Genang Genis akan Dijadikan Tempat Penjualan Produk Lokal Sumbawa Besar (Suara NTB) Taman Genang Genis yang berlokasi di Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwis rencananya akan dijadikan sebagai tempat penjualan produk lokal Sumbawa. Saat ini di lokasi taman setempat tengah dilakukan pembenahan. Camat Unter Iwis, Evi Supiati kepada wartawan, Selasa (4/12) mengakui pihaknya memiliki rencana besar kedepannya untuk menjadikan Taman Genang Ge-

nis sebagai tempat one stop shopping. Artinya semua produk yang ada di Kabupaten Sumbawa bisa didapatkan di Taman Genang Genis. “Bukan hanya produk-produk yang ada di Kecamatan Unter Iwes, tetapi semua produk yang ada di Sumbawa bisa didapatkan di situ,” ujarnya. Pihaknya juga berencana menjadikan Taman Genang Genis sebagai tempat semacam kafe. Namun konsepnya pendekatan keluarga,

tempat diskusi dan tempat bersantai yang berciri khas lokal Sumbawa. Artinya di taman setempat nantinya juga akan dijadwalkan atraksi budaya secara teratur. Selain itu pihaknya juga akan menggandeng beberapa pihak untuk disediakannya bentuk oleh-oleh yang lebih familiar. Seperti, kaos dan kerajinan khas Sumbawa. Termasuk tanaman-tanaman hias yang dikembangkan di beberapa tempat juga akan

Evi Supiati (Suara NTB/ind)

ditempatkan di taman setempat. “Jadi banyak nanti kegiatan yang sifatnya transaksi ekonomi kita adakan di Genang Genis. Konsep besarnya seperti itu,” terangnya. Sementara ini pihaknya tengah berupaya berkoordinasi dengan pemda agar pengelolaan Taman Genang Genis ini diserahkan kepada pihak kecamatan. Pihaknya juga sudah beberapa kali bertemu dengan para pedagang. Mereka pun sudah bersedia untuk membenahi taman, bahkan sudah ada beberapa hiasan di lapak yang ada. Dimana sekarang yang tersedia ada 15 lapak yang masing-masing sudah ada pemiliknya. Lapak yang ada tidak akan diganggu, hanya akan dibenahi saja. “Taman sedang mulai dibenahi oleh para pemilik lapak. Terus tim yang mensuport kami juga sudah mulai menjalankan proposal. Mencari

mitra sudah kita mulai. Sambil jalan lah sambil kita realisasikan,” pungkasnya. (ind)

HILANG HLG STNK R4 TOYOTA KF 40 DR 38 AK NOKA/NOSIN :MHF21K74000190111/5K9276757 AN.PEMERINTAH KOTA MADYA TINGKAT II MATARAM HLG D’SKTR JL.LANGKO AMPENAN. HLG STNK R2 HONDA DR 2651 AK NOKA/NOSIN : MHIKEVA132K056028/KEVAE-1056517 AN.PEMDA KOTA MATARAM HLG D’SKTR JL.LANGKO HLG STNK R2 HONDA DR 5106 HS NOKA/NOSIN MHIJFM216EK699706/JFM2E1681046 AN KASMIR HLG D’SKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 YAMAHA DR 5651 CD NOKA/NOSIN MH31KP00CDJ481260/1KP481343 AN I KETUT SUARTIKA HLG D’SKTR JL.TUAN GURU BANGKOL MENUJU JALAN BUNG KARNO PAGUTAN KOTA MATARAM HILANG STNK R2 HONDA DR 6759 CR NOKA/NOSIN : MHIJB117GK360537/ JBK1E-1352406 AN. NURMALA SARI HLG D’SKTR KOTA MATARAM

RUPA-RUPA

SALON

DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273

RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848

Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 q

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

RUPA-RUPA

SALON

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISAMENJAHITAKANDIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRALSUDIRMAN,BTNKOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Rabu, 5 Desember 2018

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


Rabu, 5 Desember 2018

SUARA NTB

Halaman 14


RAGAM

SUARA NTB Rabu, 5 Desember 2018

Disperindag Sesalkan Belum Tersedianya Pangkalan Elpiji Dompu (Suara NTB) Penyaluran bantuan Elpiji 3 Kg bersubsidi di Dompu tidak sepenuhnya berjalan lancar. Beragam persoalan muncul, mulai dari keluhan warga kurang mampu yang tidak kebagian sampai adanya dugaan penjualan barang bantuan tersebut. Namun, cukup mencolok saat ini ialah belum tersedianya agen atau pangkalan Elpiji itu. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Dompu, H. Iskandar kepada Suara NTB menyesalkan tidak disedikannya terlebih dahulu pangkalan Elpiji ini, padahal jauh-jauh hari Pertamina sebagai distributor sudah diingatkan oleh pihaknya bersama Bagian Ekonomi Setda Dompu. “Agen atau pangkalan Elpiji ini belum ada sampai sekarang, padahal sudah saya wanti-wati agar disosialisasikan masalah penggunaan barang dan keberadaan agennya,” kata dia di ruang kerjanya, Selasa (4/12). Dengan tidak disediakannya agen atau pangkalan Elpiji tersebut dipastikan penggunaan tabung akan terbatas pada gas bantuan yang diterima. Selepas itu, warga akan kembali menyerbu minyak tanah. Untuk itu, tegas Iskandar, Pertamina mesti segera mengupayakan keberadaan agen atau pangkalan Elpiji agar nantinya barang tersebut tidak dibiarkan menganggur begitu saja, apalagi sampai dijual dengan harga yang tidak seberapa. “Harus segera ada agen biar bantuan ini bisa terus dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya. Pun dalam penunjukan agen atau pangkalan Pertamina harus berkoordinasi dengan Disperindag selaku pihak yang berwenang mengeluarkan rekomendasi untuk memperoleh izin operasional. Dan dipastikan pihaknya, mereka yang akan mendapat rekomendasi ialah warga lokal dan bukan mantan pemegang izin minyak tanah. Sebab sebagian besar dari pemengang izin tersebut sudah diketahui banyak melakukan pelanggaran, salah satunya menjual mitan diatas harga eceran tertinggi. Selain faktor agen atau pangkalan mitan kerap ditemukan melanggar, juga dari segi persyaratannya jauh berbeda. “Jadi nggak bisa kalau menurut saya, tapi saya tidak tahu bagaimana aturan Pertamina. Syaratnya juga sudah beda, apakah itu tempatnya, sarana transportasi dan memiliki tenaga tehnisi,” tegasnya. Diakui, sejauh ini memang sudah ada satu agen yang diberikan rekomendasi untuk memperoleh izin operasional, tetapi masih banyak hal yang perlu dipersiapkan. Pun jumlah itu sangat tidak ideal untuk menjawab kebutuhan masyarakat penerima bantuan yang sangat banyak. “Pangkalan ada yang datang tapi belum kita berikan rekomendasi karena perlu pertimbangan terlebih dahulu,” pungkasnya. (jun)

Nelayan KLU Keluhkan Rumpon Pengusaha Luar Dari Hal. 1 Jika tidak, mereka mengancam akan melakukan penertiban sendiri. Atau, mereka diberi alternative agar pemerintah membantu membuat rumpon untuk dikelola oleh kelompokkelompok nelayan di sana. ‘’Pemerintah harus memperjelas. Ada atau tidak izin rumpon ini? Apakah dibenarkan? Yang menikmati hanya satau dua orang. Di sini kami banyak yang jadi korban,’’ protes Sumat Sedana diamini nelayan lainnya. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M. Si dihubungi terpisah mengatakan akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kelautan Perikanan di Kabupaten Lombok Utara. Sesuai ketentuan, rumpon-rumpon yang dipasang pada jarak

diatas 12 mil laut, izin-izinnya dipegang langsung oleh Kementerian KKP. ‘’Karena itu, kita akan cek koordinatnya. Dan sudah ada ndak izin-izinnya. Kita akan klarifikasi,’’ katanya. Sebagai respons langsung, pihaknya dalam waktu dekat ini akan memastikan keberadaan rumppn, sekaligus akan melakukan penertiban. Bilamana, rumpon-rumpon tersebut dipasang pada jarak yang tidak seharusnya. Pada jarak tertentu di perairan yang menjadi wilayah tangkap bagi nelayan di Kecamatan Bayan sejumlah rumpon terpasang. Menurut beberapa kelompok nelayan di Bayan, rumpon tesebut milik pengusaha perikanan dari Sulawesi. (bul)

Kemendag Dorong NTB Tak Lagi Ekspor Komoditas Bahan Mentah Dari Hal. 1 Ari mengibaratkan dalam perusahaan besar, Kemendag merupakan divisi pemasaran. Sedangkan divisi produksinya ada di Kemenperin, Kemenkop UMKM, Kementerian Pertanian dan seterusnya. Karena mereka inilah yang membimbing pengusaha dari sisi produksinya. ‘’Kalau dari sisi produksinya bisa pulih seperti sediakala. Kami Kemendag akan membantu dari sisi pemasarannya. Tapi sekarang produksinya dikembalikan dulu. Biar bisa seperti sediakala,’’ imbuhnya. Prediksi ekspor NTB akan pulih? Ari mengatakan, kemungkinan akan lebih lama. Karena Yogyakarta yang pernah diguncang gempa juga butuh waktu untuk pulih atau normal kembali. ‘’Mungkin bisa lebih cepat. Tapi tergantung juga bantuan ke sini juga cukup banyak. Agar infrastruktur cepat pulih,’’ tandasnya. Ekspor NTB pascabencana gempa masih belum pulih. Untuk menggairahkan kembali sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) pascagem-

pa, Pemprov NTB akan mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan produk lokal, yakni tenun. Rencananya, mulai Desember ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc akan mengeluarkan surat edaran mengenai kewajiban bagi ASN menggunakan tenun NTB setiap hari Selasa. Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si dikonfirmasi belum lama ini mengatakan untuk mendongkrak sektor ekonomi dari sisi ekspor, dalam waktu dekat masih belum bisa. Karena banyak UKM yang bergerak dalam ekspor terkena dampak gempa. Komoditas ekspor NTB lainnya seperti jagung, saat ini baru mulai ditanam di Pulau Sumbawa. Sehingga komoditas jagung masih belum bisa diekspor untuk saat ini. ‘’Ekspor kita memang masih minus. Karena tambang masih belum seperti sebelumnya,’’ katanya. (nas)

Tim Pengacara Nuril Bahas PK Dari Hal. 1 Sehingga ibu dua anak itu diganjar vonis enam bulan dan denda Rp 500 juta. ‘’Jadi putusan MA ini kita akan mempelajari pertimbangan-pertimbangan yang ada dalam putusan kasasi tersebut,’’ kata Yan. Tim pengacara Baiq Nuril penasaran dengan putusan hakim yang menganulir putusan PN Mataram. Diduga hakim MA itu salah menilai fakta. Disebutnya, alur mengajuan permohonan dan memori PK ke Ketua MA melalui Ketua Pengadilan Negeri (PN) Mataram akan diupay-

akan tiga pekan sejak salinan diterima. ‘’Jadi kemungkinan dalam dua atau tiga minggu ini kami harus sudah menuntaskan PK tersebut,’’ ujar Yan Mangandar. Ia bersama Tim Penasehat Hukum Baiq Nuril lainnya merencanakan Rabu (5/12) akan bertemu dengan ahli. ‘’ Kami berencana besok Rabu (hari ini), bertemu dengan ahli. Kami akan bertemu Dr. Haiyanul Haq, SH., LLM., Ph.D dari Fakultas Hukum. Beliau itu sudah menyempatkan waktunya untuk Nuril besok,’’ jelasnya. (ars)

Halaman 15

GenBI Selamatkan Pesisir Cendi Manik dengan Penanaman 3.000 Batang Mangrove Mungkin kita tidak pernah terpikir begitu pentingnya pesisir pantai. Padahal di lokasi inilah tempat flora dan fauna hidup dengan harmonis, dan dari sinilah ikan serta hasil laut lainnya yang benilai ekonomi tinggi dihasilkan. Bahkan pantai jadi potesi pariwisata, bila ia dikelola dan dipelihara dengan baik. SEBAGAI bentuk upaya konservasi lingkungan pesisir pantai bertajuk “Indonesia Bersih - Satu Mangrove Selamatkan Bumi Kita”, mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) NTB yang didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB melakukan aksi keren dalam menyelamatkan lingkungan pesisir pantai di Bagek Kembar, Desa Cendi Manik, Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Akhir pekan kemarin, puluhan anak-anak GenBi beser-

ta kelompok masyarakat pengelola ekowisata mangrove, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, menanam 3.000 pohon mangrove jenis rhizophora mucronata. Lokasi Dusun Bagek Kembar ini dipilih karena memiliki potensi menjadi destinasi wisata dan adanya aturan desa yang mengharuskan masyarakatnya menanam 100 mangrove jika mencabut

satu pohon mangrove. Sehingga ke depannya masyarakat di dusun tersebut diharapkan dapat merawat dengan baik pohon mangrove yang akan ditanam. Hadir dalam kegiatan itu, Achris Sarwani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, H. Willgo Zainar, Anggota Komisi XI DPR RI, Brahmantya Satyamurti Purwadi, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, dan Bupati Lombok Barat yang diwakili oleh Lalu Surapti, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat, serta Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi. Dalam sambutannya, Achris Sarwani menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Tanaman mangrove atau dikenal juga dengan tanaman bakau dapat berperan penting dalam menjaga garis pantai agar tetap stabil.

“Mengingat, kehadiran populasi pohon dan semak yang ada di hutan mangrove tersebut dapat melindungi tepian pantai dari terjangan ombak langsung yang dapat berpotensi menghantam dan merusak bibir pantai,’’ ungkap Achris Sarwani. “Kondisi hutan mangrove di Pulau Lombok saat ini sekitar 1,6 ribu Ha (49,7%) yang masih dalam kondisi baik. Sedangkan sisanya membutuhkan penanganan yang lebih intensif karena rusak. Kawasan yang akan ditanami mangrove kali ini merupakan Kawasan Ekositem Esensial (KEE) mangrove pertama di Provinsi NTB,’’ tambah Willgo Zainar. Aksi penananaman 3.000 pohon mangrove dipandu oleh Pokdarwis yang diikuti kurang lebih 200 peserta. Dilanjutkan dengan dengan peresmian Menara Pandang bantuan KKP. Brahmantya

Pemprov akan Kembali Hidupkan Biro Kerjasama Mataram (Suar NTB) Pemprov NTB akan menghidupkan kembali Biro Kerjasama yang sempat dihapus pada masa pemerintahan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) tahun 2017 lalu. Di masa pemerintahan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah,SE,M.Sc,BiroKerjasama akan kembali dibentuk. Kepala Biro Organisasi Setda NTB, H. Yusron Hadi, ST, MUM mengatakan Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai pembentukan Biro Kerjasama ditargetkan tuntas Desember ini. “Kita tahu urgensi Biro Kerjasama ini dihidupkan kembali,” jelas Yusron dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (4/12). Ia menjelaskan alasan Pemprov kembali membentuk Biro Kerjasama karena program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur

NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang berupaya mendorong keterlibatan semua pihak. Tidak saja pemerintah, swasta bahkan luar negeri dalam mendukung percepatan pembangunan atau program strategis gubernur. “Kita menyadari dalan rangka percepatan pembangunan itu tidak hanya kemampuan pemerintah sendiri. Perlu keterlibatan pihak luar. Hubungan kerjasama antara pemerintah dengan pemerintah. Pemerintah dalam daerah sendiri, regional bahkan luar negeri,” jelasnya. Alasan lainnya, atmosfer global yang mewajibkan Pemda menerima pihak lain turut serta berpartisipasi dalam pembangunan. Pemda tidak mungkin tutup mata. Sehinga kerjasama dengan daerah lain, provinsi bahkan luar negeri yang akan mem-

bangun kerjasama dengan NTB. “Untuk itu perlu Biro Kerjasama. Selama ini kerjasama ini di DPMPTSP. Fungsi-fungsi yang ada di DPMPTSP kita alihkan ke Biro Kerjasama,” katanya. Menurut Yusron, pembentukan Biro Kerjasama tak perlu melalui Perda, tapi cukup dengan Pergub. Karena birobiro yang ada berada di bawah perangkat daerah Setda NTB. “Setda NTB itu tipe A, maksimal ada 9 biro. Saat ini baru 8 Biro. Satu lagi bisa manfaatkan,” kata mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB ini. Selain itu, Biro OrganisasijugamenyiapkanPergubtentang pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Science Techno Industrial Park (STIP) Banyumulek Lombok Barat. UPT STIP Banyumulek direncanakan berada di bawah Dinas Perindustrian. (nas)

Sedang Disusun Pergub Tentang TGP2D Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc akan melakukan perombakan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TGP2D). Nantinya, anggota TGP2D bukan lagi pejabat ‘’buangan’’ tetapi akan diambil dari kalangan profesional. Kepala Biro Organisasi Setda NTB, H. Yusron Hadi, ST, MUM mengatakan saat ini sedang disusun Peraturan Gubernur (Pergub) tentang TGP2D. Dari hasil studi yang dilakukan di Jawa Barat dan DKI Jakarta mengenai kelembagaan TGP2D. ‘’Besar harapan Pak Gubernur agar keanggotaan TGP2D ini dari kalangan profesional. Baik dari kalangan pemerintahan maupun akademisi,” kata Yusron dikonfirmasi Suara NTB usai rapat koordinasi Biro Organisasi se - NTB di Mataram, Selasa (4/12). Keberadaan TGP2D kali ini, kata Yusron, bagaimana agar betul-betul membantu Gubernur mengawal proses pembangunan. Mulai dari perencanaan, pelak-

sanaan dan monitoring serta evaluasi (monev). Kemudian memastikan program-program strategis tepat sasaran, sesuai target dan lokasi juga menjadi pencermatan. ‘’Dalam ranah monitoring dan evaluasi, tim ini juga akan berperan,’’ jelasnya. Dengnan tugas dan fungsi yang semakin luas dibandingkan sebelumnya. Maka, kata Yusron, TGP2D harus didukung kelembagaan dan personal yang kompeten di bidangnya. ‘’Adapun keterlibatan dari OPD di struktur keskretariatan itu dimungkinkan ada staf pendamping dari masing-masing bidang. Staf pendamping ini akan diisi oleh ASN profesional yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya yang bisa membantu mensinergikan tugas TGP2D dengan OPD,’’ terangnya. Yusron menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menggodok Pergub tentang TGP2D ini. Ditargetkan bulan ini sudah selesai Pergubnya. Mengenai jumlah anggota TGP2D, Yusron mengatakan sekitar puluhan orang.

Nantinya, kata Yusron, TGP2D akan terdiri dari empat bidang. Dengan jumlah bidang sebanyak itu, maka anggota TGP2D diperkirakan sekitar 20 orang. Sesuai rancangan, TGP2D akan terdiri dari empat bidang. Pertama, bidang reformasi birokrasi. Mencakup kerja-kerja OPD yang berkaitan dengan reformasi birokrasi. Seperti masalah kepegawaian, korupsi, hukum. Kedua, bidang pengembangan SDM. Ada kesehatan, pendidikan. Ketiga, bidang pengembangan ekonomi. Keempat, bidang kolaborasi pemerintah. ‘’Karena dalam tugasnya, TGP2D akan bisa minta pendapat ahli dari berbagai bidang,’’ jelasnya. Dalam rancangan yang sedang digodok, TGP2D nantinya akan berada di bawah Biro AP, Biro Humas dan Protokol atau Bappeda NTB. Namun jika melihat performa lembaga ini, menurut Yusron lebih baik di bawah Bappeda. ‘’Meskipun berkantor di Gubernuran. Sekretaris Bappeda menjadi Kepala Sekretariat TGP2D,’’ tandasnya. (nas)

Satyamurti Purwadi menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan laut dan melarang pembuangan sampah plastik di laut. Melalui aksi penanaman mangrove dan bantuan menara pandang di pesisir pantai ini, diharapkan ke depannya dapat memberikan manfaat untuk menahan abrasi air laut, menyediakan laboratorium alam sebagai tempat penelitian, dan menjadikan daerah ini menjadi salah satu destinasi wisata mangrove unggulan. Sehingga ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. L. Hamdi menambahkan, penanaman 3.000 mangrove membangkitkan semangat bagi generasi baru dalam menjaga kelestarian sumberdaya alam dan mengembangkan ekowisata mangrove berbasis masyarakat. (bul)

Disiplin Harus Menjadi ’’Nafas’’ ASN Bima (Suara NTB) Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tetap mendahulukan kewajiban daripada menuntut haknya. Tetap mengutamakan peran bukan wewenang, serta terus melayani masyarakat, bukan meminta dilayani. Demikian disampaikan Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd saat memberikan pembinaan sebagai Upaya Tingkatkan Disiplin ASN yang (Suara NTB/Uki) Memiliki Etos Tinggi Dahlan M. Noer dan Profesional pada jajaran Dikbudpora, di Aula SMKN 3 Kota Bima, Selasa (4/12). Menurutnya, setiap instansi pemerintah perlu mengembangkan budaya kerja dilingkungannya masingmasing. Sebab perubahan pola pikir dan peningkatan budaya kerja pada dasarnya merupakan inti dari reformasi birokrasi. ‘’ASN sebagai aparatur pemerintah sudah seharusnya mempunyai tanggung jawab dan kedisiplinan yang tinggi dalam melaksanakan Tupoksi sesuai aturan yang berlaku,’’ katanya. Khusus di jajaran Dikbudpora dan dunia pendidikan, harus ada upaya yang terencana dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia berharap dari pembinaan dan peningkatan disiplin dapat dijadikan sebagai nafas bagi ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. ‘’Memang tidak mudah menghasilkan SDM. Karena persoalannya hingga saat ini SDM di Indonesia masih belum mencerminkan cita-cita pendidikan yang diharapkan,’’ katanya. Diakuinya kedisiplinan ASN merupakan kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan tugas yang dibebankan. Dengan ukuran-ukuran yang jelas sebagai parameter penilaian dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. ‘’Secara konsisten dalam hal ini diperlukan pengawasan yang tidak saja dari atasan langsung,” ujarnya. Baginya tersediannya SDM khusus di jajaran Dikbudpora dan dunia kependidikan merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam mempersiapkan tantangan global dan daya saing bangsa. ‘’Hasilnya juga akan menumbuhkan generasi yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu, sehat, dan berakhlak mulia baik dilihat dari aspek jasmani maupun rohani,’’ pungkasnya. (uki)

Kejaksaan Terima Pengembalian Rp600 Juta dari Terpidana Korupsi Dari Hal. 1 Uang yang diserahkan itu sifatnya titipan. Pihaknya hanya menerima dari terpidana, selanjutnya disetor ke kas negara. Atas penyerahan itu, artinya semakin bertambah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari

pengembalian kerugian negara. Ia juga mengapresiasi sikap kooperatif terpidana. Kendati demikian, pengembalian kerugian negara itu tidak berarti menghapus tindak pidana, melainkan hanya jadi pertimbangan hakim dalam putusan nanti. Dedi Irawan berharap,

sikap kooperatif yang sama ditunjukkan terpidana lain dalam kasus tindak pidana korupsi lainnya. Baik yang ditangani Kejati NTB maupun seluruh Kejari. Terdakawa Astari Tapun saat ini masih dalam proses menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Mataram ter-

daftar dalam nomor perkara 14/Pid.Sus-TPK/2018/PN Mtr. Terdakwa dijerat dalam kasus pengadaan alat peraga SD di Lombok Utara. Astari adalah PPK pengadaan alat peraga tersebut, dijerat dengan ancaman pidana dalam pasal 2 ayat (1), jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-

Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UndangUndang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (ars)

Realisasi Pembentukan Pokmas Tak Capai Target Dari Hal. 1 Ditambahkan, dari 1.149 Pokmas yang telah terbentuk, baru 880 Pokmas atau 10.568 KK yang telah di - SK- kan bupati/walikota. Kemudian baru 763 Pokmas atau 7.565 KK yang sudah ada rekeningnya. Sedangkan rekening Pokmas yang sudah terisi sebanyak 433 Pokmas atau 4.606 KK. Sebelumnya, Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc,

Ph.D mengatakan pascaditariknya personel TNI dari NTB, Pemprov kemudian membentuk Satgas Transisi Menuju Pemulihan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gempa NTB. Satgas yang dibentuk Pemprov tersebut dikomandoi oleh Sekda NTB. Sedangkan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertindak sebagai Penanggung Jawab. Sementara Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc

selaku pengarah. Satgas yang dibentuk Pemprov NTB tersebut akan di-back up oleh pasukan TNI yang masih berada di NTB. Pasukan TNI yang masih berada di NTB tersebut di bawah komandan Kol. Farid Makruf, MA. Sekda mengatakan, ditargetkan sebanyak 2.500 Pokmas harus terbentuk sampai akhir November. Pada waktu itu ia mengatakan akan mulai turun dari Sumbawa,

Sumbawa Barat dan kabupaten/kota terdampak di Pulau Lombok. Untuk mempercepat pembangunan Huntap, kata Sekda, Kementerian PUPR sudah memperbanyak alternatif jenis rumah tahan gempa yang dapat dibangun masyarakat. Rumah tahan gempa bukan saja Risha, tetapi juga Riko, Rika dan Risba. Bahkan, kata Sekda, ada delapan jenis atau model rumah

yang boleh dibangun masyarakat. ‘’Ada delapan jenis rumah yang lulus verifikasi Kementerian PUPR,’’ katanya. Dengan banyaknya pilihan jenis rumah yang dapat dibangun masyarakat, diharapkan pada Maret 2019 sebagian besar rumah korban gempa sudah terbangun. Ia belum dapat memastikan pada Maret 2019 seluruh rumah korban gempa sudah tuntas dibangun. (nas)

Jangan hanya Andalkan Bantuan Dari Hal. 1 Dikemukakan, apapun yang terjadi, masyarakat harus tetap tabah. Selalu bersyukur atas segala nikmat Allah. Diterangkan, kesetiakawanan sosial sama dengan gotong royong. Saling kangen antarsesama. Saling tolong menolong. Pascamusibah gempa bumi, terpenting harus tetap semangat. Semangat dalam mencari nafkah untuk keluarga. ‘’Tetap semangat dalam berjuang un-

tuk keluarga,’’ pesannya. Pascagempa, semangat harus terus dibangkitkan. Berjuang dan lepas dari kemiskinan. Tidak ada yang bisa menolong, kecuali diri sendiri. Bantuan dari orang lain termasuk pemerintah itu sifatnya hanya sementara. Warga NTB harus bisa cepat keluar dari masalah. Diyakinkan, terus bangkit dan semangat menjawab semua persoalan. Kepala Dinas Sosial NTB, H. Ahsanul Khalik menerangkan sengaja memilih Maday-

in, salah satu desa yang terparah kena gempa sebagai pusat acara HKSN. Madayin pun dijadikan kampung siaga bencana. Hal ini katanya sebagai upaya bangkit dari keterpurukan. Kebangkitan NTB dari rasa kebersamaan dan kesetiakawanan. NTB diyakini akan bangkit kembali. Sementara itu, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementrian Sosial (Kemensos) RI Andi Zainal Abidin Dulung mengatakan

NTB adalah salah satu daerah yang perlu perhatian. Ia meminta data yang lebih valid soal korban-korban gempa sebagai penerima bantuan sosial. Baik Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan lainnya yang disiapkan Kementerian Sosial. Upaya pemerintah daerah Lotim dan NTB diapresiasi dengan menjadikan kampungkampung siaga bencana. Bencana katanya, tidak bisa dihindari. Namun setidaknya bisa diantisipasi sejak dini dan

bisa dikurangi dampak risikonya. Bantuan-bantuan yang disalurkan dari Kemensos harapan besarnya bisa memperbaiki sistem perekonomian masyarakat. Seperti BPNT setiap bulannya Rp 110 ribu. Bisa digunakan untuk membeli beras dan atau telur. Bantuan-bantuan yang diberikan ini diharapkan bisa mempercepat penurunan angka kemiskinan dan masyarakat lebih cepat sejahtera. (rus)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Rabu, 5 Desember 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Pelari 2.000 Kilometer Tiba di Lombok 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345

TIBA DI MANDALIKA Hendra Wijaya dan rekanrekannya, pelari yang berlari sejauh lebih dari 2.000 kilometer, tiba di Kuta, Mandalika, Lombok, Selasa (4/12) dan dikalungi bunga sebagai tanda selamat datang.

dan Selawesi Tengah (Sulteng) yang baru saja terkena musibah gempa bumi. “Tujuan lari ini untuk membangun kembali semangat baik secara fisik maupun mental korban di Lombok maupun bencana di Palu,” ucapnya. Lari sejauh ribuan Kilometer memang bukan hal yang baru bagi pria asal Bogor Jawa Barat (Jabar) ini. Namun meski demikian lari yang dilakukan Hendra yang didampingi 17 rekannya sesama dari Bogor belum sesuai target. Pasanya Hendra memasang target bisa mencapai finish tanggal 1 Desember, namun hasilnya molor tiga hari. Diakuinya, banyaknya kendala dalam perjalanan membuat dirinya tak bisa sampai tepat waktu. Hal itu dikarenakan terkendala faktor cuaca dan akomodasi. “Kadang-kadang kita sudah siap. Tapi masih terken-

dala akomodasi dan hotel yang jauh dari lokasi start,” katanya. Dijelaskannya, lari sejauh ribuan kilometer itu merupakan inisiatif Hendra sendiri, karena memang lewat kegiatan lari itu Hendra ingin menggalang dana untuk korban gempa di Lombok dan gempa di Palu. Diakuinya, selama berhari-hari dalam perjalan Hendra telah menggalang banyak dana untuk didonasikan kepada korban gempa di Lombok dan Selawesi. “Sebelum memulai start saja kita sudah mendapatkan donasi dari pihak Bank dan pengusaha. Saya tidak tahu berapa dana yang sudah terkumpul karena sudah ada yang akomodir,” tuturnya, seraya menambahkan bahwa setelah tiba di Lombok, dirinya akan kembali melanjutkan lari sepanjang ribuan kilometer menuju Palu, Sulteng. (fan)

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Langkah-langkah Menumbuhkan Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Keberanian, Time Management, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Universitas Mataram (Unram), Cara Menghindari Penundaan, Get 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Raden Khaerul Peratama mener- Out On Your, confort Zone, Speak 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 bitkan buku motivasi berjudul to Change, Strategi Menjadikan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 “Start To Be Amazing You: Menja- Mahasiswa Berprestasi, dan The 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 di Mahasiswa di atas rata-rata”. Power Behind You. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Raden mengungkapkan cara Karya Raden berisikan strategi un123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 tuk menjadi mahasiswa berpresta- menjadi mahasiswa berprestasi. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 si. Raden menulisnya berdasarkan ‘’Prioritaskanlah Allah, maka Allah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 pengalaman pribadinya kuliah di akan memprioritaskanmu. Siapa 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 saja yang menjadikan Allah seUniversitas Mataram. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 “Dalam buku ini juga berbicara bagai keterpesonaannya maka Al123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 tentang time management dan moti- lah akan menjadikan ia mempeso123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 vasi kepada mereka yang aktif di or- na bagi semua mata,” pesan Raden 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 ganisasi tapi melupakan kuliahnya. saat diwawancarai di gedung Rek123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Nah, di dalam buku ini semuanya torat Unram beberapa waktu lalu. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Raden menghabiskan waktu ada,” ungkap mahasiswa yang se123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 lama dua tahun terakhir menjadi hampir setahun untuk menulis 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 buku tersebut. Raden berharap mahasiswa berprestasi di Unram. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Dalam bukunya, Raden menu- hadirnya buku tersebut bisa me123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 lis beberapa poin penting, di ant- nginspirasi mahasiswa lain agar 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 aranya Start To Be Amazing You semakin banyak mahasiswa ber123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 antara Write Down Your Dreams, prestasi yang lahir di Universitas 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Strategi Mewujudkan Mimpi, Mataram. (dys/*) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345

Kerjasama Universitas Mataram dengan Harian Suara NTB

Membanggakan, Mahasiswa Unram Terbitkan Buku Motivasi

Lama Tak Latihan

(Suara NTB/fan)

Mataram (Suara NTB) Pelari ultra trail, Hendra Wijaya, yang berlari dari Bogor, Jawa Barat dan finis di pantai Mandalika Kuta, Lombok Tengah (Loteng), Selasa (4/12), cukup menarik perhatian warga. Pantauan Suara NTB dilokasi, Hendra Wijaya finis di Pantai Mandalika Kuta Lombok Tengah (Loteng) sekitar pukul 04.10 Wita. Tiba di Mandalika, dia disambut meriah oleh Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin, Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto, pihak ITDC bersama komunitas Runjani dan Riot NTB. Hendra Wijaya kepada Suara NTB mengatakan, dia mengambil start dari Bogor tanggal 17 November dan tiba di Mandalika, Selasa (4/12) kemarin. Dia berlari sejauh 2.000 kilometer lebih itu untuk membangun kembali semangat, baik secara fisik dan mental masyarakat Lombok

Hari Budianto

Hari akan Berlaga di Porprov Mataram (Suara NTB) Setelah sempat absen di beberapa event nasional tahun lalu, Hari Budianto kembali mempersiapkan diri tampil di kejuaraan regional NTB. Petinju asal Kota Bima ini akan berlaga di pertandingan tinju kelas 60 Kilogram (Kg) putra di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB di Mataram, 9-17 Desember 2018. Hari Budianto yang ditemui Suara NTB di sela-sela menjalani latihan di GOR 17 Desember, Turide Mataram, Selasa (4/12) mengatakan persiapan untuk tampil di kelas 60 Kilogram (Kg) putra di Porprov NTB sudah dilakukan. Dan peraih medali emas di cabor tinju Porprov NTB 2014 ini akan kembali mewakili Kota Bima. “Saya sudah lama istirahat latihan, namun saya akan ikut pertandingan tinju di Porprov NTB 2018. Rencana akan main di kelas 60 Kg putra,” ucapnya. Menurut Hari, tampil di kelas 60 Kg putra tak akan banyak hambatan. Pasalnya NTB belum punya atlet nasional di nomor tersebut. Kondisi tersebut meyakinkan Hari bisa kembali menorehkan medali emas di Porprov NTB sebagaimana yang pernah dicetaknya di Porprov sebelumnya. Sebagaimana diketahui, Hari adalah petinju peraih medali emas di Porprov 2014. Meski sempat menjadi petinju terbaik daerah, namun ia sempat istirahat menjadi atlet setelah menikah dengan atlet silat NTB, Milasari setahun yang lalu. Setelah absen di beberapa kejurnas, kemampuan fisik dan teknik Hari tentu akan berkurang. Namun demikian Hari siap mengasah kembali kemampuan fisik dan teknik tinjunya guna bisa tampil maksimal di Porprov 2018. (fan)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 05 Desember 2018 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu