Skip to main content

Edisi Sabtu 4 Mei 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SABTU, 4 MEI 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

12 HALAMAN NOMOR 49 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

BNPB Temukan Dana Gempa Salah Sasaran Mataram (Suara NTB) Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun mengecek langsung perkembangan penanganan dampak gempa di NTB. Ditemukan ratusan miliar rupiah, dana bantuan salah sasaran akibat kurang valid data penerima. Upaya perbaikan data sedang dilakukan, sehingga akan jadi dasar pengajuan kekurangan. Penjelasan soal kekeliruan penyaluran anggaran itu didengar langsung Ketua Harian Inspektorat Utama BNPB Tetty Saragih saat rapat dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Korem 162/WB, Koordinator Aplikator dan Fasilitator, Jumat (3/5). ‘’Dari dana yang ada, memang ada beberapa, sampai ratusan miliar rupiah yang salah sasaran,’’ ujar Tetty usai rapat. Jumlah itu sesuai dengan

temuan auditor BPKP yang diterimanya langsung kemarin. Salah satu temuan yang cukup banyak di Kota Mataram, mencapai puluhan miliar rupiah, belum termasuk daerah terdampak lebih parah, seperti Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pihaknya sedang menghimpun jumlah keseluruhan. Dipastikannya, kesalahan itu terjadi akibat keliru input data korban.

BPBD Tanggapi Positif Soal KPK Awasi Dana Gempa Mataram (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB menanggapi positif terkait rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun mengawasi dana gempa. Langkah itu dianggap semakin jadi jaminan transaparansi dan tersalurkannya dana bencana ke korban gempa sesuai aturan. ‘’Saya pikir bagus sekali, ini namanya intermediate correctif action. Sehingga diharapkan di akhir kegiatan kita ini, clean and clear,’’ jawab Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT, Jumat (3/5). Tanggapan itu terkait rencana KPK menurunkan tim ke NTB untuk mencermati penyaluran dana gempa yang sudah mencapai Rp5,1 triliun. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan ingin dana bencana tidak dibancak untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu, sehingga bantuan benar- benar sampai ke tangan penerima. Menurut Mohammad Rum, jika akhirnya KPK turun mengawasi, akan melengkapi instrumen lain dalam proses asistensi penyaluran dana gempa. Bersambung ke hal 11

Ia mencontohkan, korban gempa yang harusnya menerima dana Rp15 juta untuk rusak ringan, justru menerima transfer Rp25 juta yang seharusnya untuk korban rumah rusak sedang. Kesalahan sama terjadi pada rumah rusak berat menerima Rp50 juta, tertukar dengan yang rusak sedang dan ringan. ‘’Kan masing-masing kriteria rumah rusak ringan, sedang, berat ini kan beda-beda anggarannya,’’ kata Tetty. Dana transfer bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) itu sudah terlanjur masuk ke rekening masyarakat yang tidak sesuai kriteria kerusakan rumah. Kesalahan lain, ada anggaran ganda untuk satu korban. Dicontohkan, seharusnya korban hanya menerima bantuan dengan kriteria yang sudah ditentukan, tapi mendapat dua kali lipat anggaran akibat kesalahan

input. ‘’Jadi ini double SK namanya,’’ katanya. Laporan yang langsung diterimanya dari Kota Mataram. Ada ratusan miliar rupiah yang ditarik kembali dari penerima yang salah input. Dana itu kemudian disiasati dengan menyalurkan ke penerima yang kekurangan. Ia melihat, ada masalah pada data yang tidak valid. Sehingga berdampak pada distribusi anggaran kepada penerima bantuan. Kesalahan ini sedang dilakukan validasi ulang, by name by address. Sehingga penerima menjadi tepat sasaran. Namun dampak dari koreksi ini, dipastikan ada temuan masyarakat yang rumahnya rusak berat, namun menerima dana untuk rusak ringan. Nah, kekurangan itu, kata dia, akan diusulkan kembali ke Kementerian Keuangan. Bersambung ke hal 11

Konstruksi September

(Suara NTB/ars)

RAPAT EVALUASI - Ketua Harian Inspektorat Utama BNPB Tetty Saragih (tengah) saat hadir dalam rapat evaluasi penanganan gempa Lombok - Sumbawa. Laporan diterimanya, ratusan miliar dana salah sasaran akibat keliru input.

Imam Salat Tarawih di IC

Pemprov Sirkuit MotoGP Mandalika Datangkan Ditargetkan Rampung Tiga Imam Besar Kurang Setahun dari Timteng Mataram (Suara NTB) Pembangunan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika akan segera dilakukan. Rencananya, konstruksi pembangunan sirkuit akan mulai dilakukan September mendatang. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika dapat rampung kurang dari setahun. ‘’Kemarin dirapat internal, pembangunan konstruksi sirkuit tidak sampai satu tahun. Karena hanya membangun konstruksi jalannya. Kalau tribun dan lain sebagainya, itu knock down,’’ kata Komisaris ITDC, Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ig_itdc)

MASTER PLAN - MASTER PLAN - Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) kembali merilis master plan sirkuit MotoGP. Kali ini, lewat akun Instagram itdc_id, menjelaskan spesifikasi sirkuit jalanan lengkap dengan panjang lebar, kapasitas paddock area, hingga fasilitas hospitality suites yang berkapasitas 7.700 penonton. Manajemen juga kembali memastikan, sirkuit akan dioperasikan 2021 mendatang.

Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB kembali mendatangkan tiga imam besar dari Timur Tengah (Timteng) untuk menjadi imam salat tarawih di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC). Masing-masing akan menjadi imam salat tarawih selama 10 malam di Masjid Hubbul Wathan IC. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Drs. H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si mengatakan, kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan tahun ini menjadi istimewa dibandingkan tahun sebelumnya. Selain mendatangkan tiga imam besar, juga akan dilaksanakan Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) yang diikuti 500-600 peserta dari seluruh Indonesia. ‘’Imam besar ada tiga. Dari Maroko, Mesir dan Yordania. Akan menjadi imam salat tarawih mulai dari malam pertama sampai malam 30, masing-masing 10 malam,’’ kata Faozal dikonfirmasi di Mataram, Jumat (3/5). Untuk malam 1 - 10 Ramadhan, imam salat tarawih adalah Syeikh Hisham Elherraz dari Maroko. Malam 11-20 Ramadhan, Syeikh Abdulrahman Mahmoud Faris Khalaf dari Yordania. Kemudian malam 21-30 Ramadhan adalah Syeikh Mahmud Abdul Basith dari Mesir. Bersambung ke hal 11

TO K O H Korupsi Jadi Atensi KAPOLDA NTB Brigjen Pol Nana Sudjana menyatakan, atensinya terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain sejumlah atensi utama lainnya seperti pengamanan Pemilu 2019, rehabiltasi pascabencana gempa, pemberantasan narkoba, kelompok radikal, dan konflik sosial. Pataka Polda NTB berkibar dalam genggaman jenderal bintang satu ini dalam upacara serah terima jabatan Jumat (3/5). Lulusan Akpol 1988 ini menerima estafet kepemimpinan Polda NTB dari Irjen Pol Achmat Juri. Nana menjelaskan sejumlah tantangan keamanan NTB. Bersambung ke hal 11

KO M E N TTAA R

Nana Sudjana (Suara NTB/why)

Kapasitas Balai Sosial Terbatas PEMPROV NTB melalui Dinas Sosial (Disos) akan melakukan perbaikan balai sosial yang ada di daerah ini. Sehingga balai sosial menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat lanjut usia (lansia) maupun anak-anak telantar yang ditampung di panti sosial milik Pemda. Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH mengatakan, beberapa balai sosial milik Pemprov yang ada di NTB akan diperbaiki gedungnya. Setelah gedung diperbaiki, akan dilanjutkan dengan perbaikan halaman dan lainnya. Sehingga penghuni balai sosial betah dan nyaman. Bersambung H. Ahsanul Khalik ke hal 11 (Suara NTB/dok)

(Suara NTB/her)

JALAN RUSAK - Akses jalan di Dusun Lendangre-Long-Longan Kecamatan Sekotong Lombok Barat yang longsor sebulan lalu belum diperbaiki oleh pemerintah daerah. Warga mendesak agar pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak ini, karena membahayakan pengguna jalan. Berita selengkapnya di halaman 5.

Kurang Diapresiasi Pemerintah

Pelatih - Atlet NTB Juara Nasional dan Dunia Mengadu ke Gubernur Mataram (Suara NTB) Dua orang pelatih dan tiga orang atlet berprestasi yang sudah mengharumkan nama NTB di kancah nasional dan dunia mengadu ke Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc. Para pelatih dan atlet berprestasi tersebut merasa belum diapresiasi oleh pemerintah. Pelatih Pencak Silat NTB, Dedy S Darere mengatakan, sesuai UU No. 3 Tahun 2005 dan Perda No. 3 Tahun 2017, ada pasal yang membahas tentang apresiasi kepada atlet berprestasi. ‘’Kami di sini belum merasa mendapatkan apresiasi,’’ ungkap Dedy di hadapan gubernur pada acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika, Ju-

mat (3/5). Dedy berharap kepada gubernur, wakil gubernur dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar mereka mendapatkan apa yang menjadi hak para atlet dan pelatih berprestasi, yang sudah mengharumkan nama NTB. Pasalnya, apresiasi kepada pelatih dan atlet berprestasi telah diatur dalam UU dan Perda. Dedy lantas mengenalkan satu persatu atlet dan pelatih yang telah berhasil mengharumkan nama NTB di kancah nasional, Asia Tenggara bahkan dunia. Seperti atlet boxer asal Lombok Tengah, Munakip, yang merupakan peraih medali emas PON 2016. Kemudian Iswandi, peraih medali emas PON 2012

dan 2016 dari Sumbawa Barat. Ia merupakan atlet lari nomor 100 meter. Selanjutnya, Risa peraih medali emas PON 2012 boxer, 2014 juara dunia Muai Thai di Thailand. Selain itu ada pelatih BMX, Junaidi yang telah menghasilkan atlet berprestasi atas nama Bagus Saputra peraih medali emas Sea Games 2017 di Malaysia. Dan peraih medali perak Asian Games 2018. ‘’Saya sendiri pelatih pencak silat,’’ ujarnya. Dedy menambahkan, di satu sisi mereka bangga dengan beberapa atlet dan pelatih NTB yang sudah mendapatkan penghargaan atau apresiasi dari pemerintah menjadi PNS. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/nas)

MENGADU - Para pelatih dan atlet yang pernah mengharumkan nama NTB di kancah nasional dan dunia mengadu ke Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah. Bahwa mereka belum mendapatkan perhatian atau apresiasi atas prestasi yang mereka torehkan bagi NTB dan Indonesia.


SUARA MATARAM

SUARA NTB Sabtu, 4 Mei 2019

Halaman 2

Jaga Kondusivitas Saat Ramadhan BEBERAPA hari lagi, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa. Aktivitas selama Ramadhan diharapkan berjalan lancar. Pemerintah harus menjamin keamanan dan ketertiban. Untuk menjamin keamanan disampaikan Lurah Kekalik, H. Fathurrahman dikonfirmasi, Jumat (3/5) telah dikoordinasikan dengan bhabinkamtibmas dan babinsa untuk memetakan daerah yang rawan terutama di kos - kosan. Titik rawan akan dipantau secara khusus demi meminimalisir hal - hal negatif. “Saya sudah koordinasi(Suara NTB/dok) kan dengan Babinsa dan H. Fathurrahman Bhabinkantibmas,” kata Faturahman. Pekan kemarin, pihaknya menertibkan kos - kosan di Lingkungan Kekalik Gerisak dan Telong Emas. Penertiban ini berdasarkan laporan diterima dari masyarakat setempat. Indikasinya penghuni kos diduga melakukan perbuatan asusila. Hasilnya ditemukan pasangan bukan muhrim berduaan dalam kamar. Fatur menambahkan, kelemahan dalam pengawasan penghuni pondokan karena tak memiliki induk semang. Sebagian memiliki induk semang tapi bukan dari warga setempat. Pengawasannya cukup lemah sehingga tak menutup kemungkinan perbuatan asusila terjadi. “Induk semangnya tinggal di sana. Kalau mereka pulang ndak ada pengawasan,” tandasnya. Mantan Lurah Jempong ini menambahkan, selama pelaksanaan ibadah shalat terawih maupun puasa diharapkan masyarakat membantu menjaga kondusivitas. Kepala lingkungan diminta mengimbau ke warganya agar tidak membunyikan petasan saat masyarakat melaksanakan shalat terawih. Termasuk pemilik warung makan supaya tak berjualan pada pagi hari. Kerawanan aksi pencurian kendaraan bermotor sambungnya juga harus diantisipasi. Masyarakat diimbau menggunakan kunci ganda. “Masyarakat kita imbau mentaati aturan dikeluarkan oleh Pemkot Mataram,” demikian Fatur. (cem)

(Suara NTBV/cem)

AKAN DITERTIBKAN – Pengendara melintas di depan deretan warung makan di Dasan Tapen yang kerap buka secara demonstratif saat bulan puasa Ramadhan. Aktivitas ini segera akan ditertibkan Pol PP Kota Mataram.

Sepanjang Ramadhan

Warung Makan di Mataram Boleh Buka

Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram memberikan kelonggaran ke pemilik warung dan rumah makan saat bulan puasa Ramadhan. Pemilik warung boleh berjualan di siang hari, tetapi dilarang melayani di tempat. Satpol PP akan menertibkan jika ditemukan pelanggaran. Kasat Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati mengatakan, selama ini warung di Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaya menjadi masalah. Pedagang nekat berjualan meski telah diperingati berulangkali. Mereka beralasan faktor ekonomi sehingga terpaksa melayani pembeli. “Hari ini, saya akan kumpulkan preman di sana,” kata Bayu dikonfirmasi, Jumat (3/5). Walikota sambung Bayu, akan melihat tempat berjualan

Rekomendasi Pansus WAKIL Ketua Pansus Koperasi DPRD Kota Mataram, Herman, AMd., juga angkat bicara terkait kekecewaan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Mataram, Yance Hendra Dirra terhadap penghapusan dua substansi pokok Perda tersebut, yakni pengelolaan 10 persen barang dan jasa dikerjakan oleh koperasi serta pembentukan BLUD dana bergulir. ‘’Pada dasarnya kami sangat mendukung maksud dan hajat serta spirit dari pendirian BLUD dana bergulir yang diinisiasi dalam pasal tersebut,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, kemarin. Namun, lanjut Herman, Pansus melihat bahwa tanpa pendirian BLUD pun akses koperasi dan UMKM untuk mndapatkan bantuan dana bergulir dari pemerintah pusat dalam hal ini LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) kementerian Koperasi dan UKM bisa didapat. Asalkan syarat dan ketentuannya bisa dipenuhi oleh koperasi dan pelaku UMKM. Spirit Dewan dalam memberdayakan koperasi, kata politisi Gerindra ini, adalah bagaimana koperasi harus betul-betul berdaya dan mandiri. Pemberdayaan koperasi tidak selamanya berbicara bantuan modal. Melainkan bagaimana koperasi diberikan pembinaan dalam hal penguatan lembaga dan SDM yang nantinya koperasi akan kuat dan mandiri. ‘’Pada pasal pemberian akses kepada koperasi sebesar 10 persen dalam pengelolaan barang dan jasa di lingkup pemerintah daerah, kami pada dasarnya sangat sepakat dengan hal tersebut. Namun frase 10 persen kami hilangkan. Karena kami ingin koperasi bersaing secara sehat. Spirit dalam pasal tersebut secara umum tetap ada,’’ terang anggota komisi II DPRD Kota Mataram ini. Sehingga, dua substansi pokok yakni pengelolaan 10 persen barang dan jasa dikerjakan oleh koperasi serta pembentukan BLUD dana bergulir, cukup diatur dalam Perwal (Peraturan Walikota). ‘’Itu adalah satu rekomendasi pansus. Bahwa penjabaran dari pasal tersebut diatur dalam Perwal,’’ ucapnya. Herman menegaskan, dalam pasal yang berkaitan dengan dua substansi pokok yakni pengelolaan 10 persen barang dan jasa dikerjakan oleh koperasi serta pembentukan BLUD dana bergulir tersebut, secara umum telah diamanahkan untuk pemberdayaan dan pemberian ruang kepada koperasi. (fit) Herman (Suara NTB/fit)

Bayu Pancapati

”

para pedagang maupun pengusaha. Berdasarkan rekomendasi aparat penegak Perda inilah nanti apakah layak diberikan berjualan atau tidak. Pelarangan berjualan menurutnya, tidak bisa dipukul rata. Kota Mataram sebagai daerah kunjungan wisata dan terdiri dari berbagai agama tidak bisa mem-

Kota Mataram sebagai daerah kunjungan wisata dan terdiri dari berbagai agama, tidak bisa memberlakukan hal sama. Jangan sampai wisatawan datang ke Mataram tidak bisa makan

Proses Akreditasi PAUD Masuk Tahap Pelatihan Asesor Mataram (Suara NTB) Pada tahun 2019 ini NTB mendapatkan kuota akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) sebanyak 1.000 lembaga. Dan pada bulan ini memasuki tahap pelatihan asesor. Ketua Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan PNF Provinsi NTB, Tri Harianta, S.Pd., dihubungi Jumat (3/5) mengatakan, terkait pelaksanaan akreditasi PAUD dan PNF akan memasukkan pelatihan asesor pada 10 Mei mendatang. “Insya Allah tanggal 10 Mei kita akan adakan pelatihan asesor,” ujarnya. Tri menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya mendapatkan kuota 1.000 lembaga PAUD dan PNF yang akan diakreditasi. Jumlah ini menurutnya masih sulit untuk mengurangi lembaga yang belum diakreditasi. Karena umur akreditasi setiap lembaga yaitu selama lima tahun, bagi sekolah yang umur akreditasi sudah empat tahun akan mengajukan akreditasi lagi. “Itu belum cukup, kita dapat kuota 1.000 lembaga, semua akreditasi umur lima tahun, kalau sudah empat tahun ajukan lagi. Kami targetkan bisa menyelesaikan 1.000 sekolah, nantinya kalau ada kuota provinsi lain yang tidak terpenuhi (tidak selesai), kami bisa ambil kuota tambahan itu,” katanya. Sebanyak 78 persen atau 4.726 lembaga

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) dari total 6.026 lembaga PAUD dan PNF di NTB belum diproses akreditasi. Baru sebanyak 1.300 atau 22 persen PAUD dan PNF di NTB yang sudah diproses akreditasi. Ia merincikan, berdasarkan data tahun lalu itu, lembaga PAUD di NTB sebanyak 5.014 lembaga. Lembaga PAUD yang sudah diproses akreditasi sebanyak 1.146 lembaga dan lembaga yang belum diproses akreditasi sebanyak 3.848 lembaga. Sementara itu untuk PNF, ada sebanyak 1.012 lembaga PNF di NTB, dengan rincian sebanyak 154 lembaga sudah diproses akreditasi, sedangkan 858 lembaga belum diproses akreditasi. Tujuan dari kerja BAN PAUD dan PNF yaitu untuk melihat fakta lembaga, kemudian hasil akrediatasi itu direkomendasikan ke daerah. Tri berharap agar pemerintah daerah mendorong lembaga yang belum diproses akreditasi untuk mengajukan diri diakreditasi. “Yang belum akreditasi didorong untuk mengajukan, kalau ada kekurangan, kami bisa menyampaikan kekurangan itu. Kami akan segera menghadap ke pemerintah daerah kabupaten kota se-NTB, supaya diberikan prioritas dana dan dukungan untuk akreditasi ini, mau tidak mau kita minta Pemda mendukung,” jelas Tri. (ron)

DP3A Beri Bantuan Peralatan ke Warga Lingkungan Bangsal

(Suara NTB/cem)

BANTUAN - Kepala DP3A Kota Mataram Hj. Dewi Mardiana Ariany berfoto bersama dengan para istri nelayan di Lingkungan Bangsal, Kelurahan Tanjung Karang usai menyerahkan bantuan secara simbolis, Jumat (3/5).

Mataram (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram memberikan bantuan peralatan ke para istri nelayan di Lingkungan Bangsal, Kelurahan Tanjung Karang. Penguatan dan ketahanan ekonomi keluarga diperlukan untuk menghindari persoalan dalam rumah tangga. Selain memberikan bantuan peralatan, DP3A juga melatih para istri nelayan membuat kue. ”Tadi diajarkan cara buat kue lumpur, kue lapis dan lain - lain,” kata Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany ditemui Jumat (3/5). Dewi menjelaskan, pelatihan sekaligus pemberian bantuan peralatan tujuannya menghasilkan perempuan tangguh di keluarga. Perempuan (ibu) ad-

berlakukan hal sama. “Jangan sampai wisatawan datang ke Mataram tidak bisa makan,” ujarnya. Pemkot Mataram memberikan alternatif atau solusi ke pengusaha maupun pedagang. Kelonggarannya dengan memberikan mereka beraktivitas tapi dengan sistem makanan dibungkus dan dibawa pulang. Serta tidak berjualan secara demonstratif. “Kalau melanggar barang mereka akan kita angkut,” tegasnya. Solusi diberikan pemerintah berdasarkan rapat dengan sejumlah pengusaha di Cakranegara. Para pengusaha

alah guru utama dan pertama dalam keluarga. Pemerintah menginginkan perempuan- perempuan tetap eksis dan memiliki pendapatan sendiri. Dewi melihat istri nelayan di Bangsal mengandalkan hasil laut yang diolah menjadi abon. Saat gelombang pasang hasil tangkapan kecil, otomatis tidak ada penghasilan lain diperoleh untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. “Kita berikan peralatan supaya ada alternatif usaha yang mereka lakukan saat gelombang pasang,” terangnya. Disampaikan Dewi, ibu rumah tangga memiliki ketahanan secara ekonomi otomatis dapat membiaya pendidikan anaknya serta memperkuat pondasi perekonomian keluarga mereka. Kasus perceraian selama ini, salah satunya dipicu oleh

faktor ekonomi. “Banyak yang cekcok (ribut) gara - gara masalah ekonomi. Ujungnya bercerai,” ucapnya. Terlepas dari hal itu, Dewi mengingatkan, masyarakat tidak menjual bantuan yang diberikan. Pihaknya akan turun memantau sekaligus mengevaluasi perkembangan usaha mereka. Jaminah, warga Lingkungan Bangsal bersyukur mendapatkan bantuan peralatan dari pemerintah. Peralatan itu digunakan untuk membuat kue dan dijual saat bulan Ramadhan. Hasilnya digunakan untuk biaya sekolah serta membantu perekonomian keluarga. “Iya, senang kita kalau ada seperti ini. Bila perlu setiap tahun kita dapat bantuan,” katanya sambil tersenyum. (cem/*)

beralasan sebut Bayu, harus memikirkan biaya operasional untuk membayar gaji dan tunjangan hari raya karyawan. Sumbernya adalah dari aktivitas usaha tersebut. Ditambahkan Bayu, tak hanya warung dan rumah makan. Tempat - tempat khusus seperti di mall, kafe dan sejenisnya juga diberlakukan hal sama. Catatannya dengan tak secara demonstratif menunjukkan aktivitas mereka, sehingga mengundang reaksi organisasi kemasyaratan untuk melakukan sweeping. Bayu menambahkan, camat dan lurah diharapkan turut mengawasi aktivitas pedagang saat Ramadhan. Sehingga, tidak menimbulkan gejolak yang berpotensi mengganggu ibadah puasa masyarakat. (cem)

Walikota Tak Ingin Ada Kebocoran PAD Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh tak menginginkan ada kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) baik itu berasal dari pajak maupun retribusi daerah. “Jangan ada kebocoran sumber pendapatan daerah,” kata Walikota mengingatkan, Jumat (3/5). Selama ini, retribusi pasar dan parkir menjadi masalah. Pengelolaan PAD harus benar - benar fokus. Data potensi retribusi dan pajak harus diidentifikasi oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Bagaimana seminimal mungkin menekan indikasi kebocoran. “Ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Pansus,” terangnya. Ditambahkan Walikota, pengelolaan PAD akan ada pengawasan secara langsung oleh aparat penegak hukum. Dia menceritakan penandatanganan kerjasama antara kepala daerah se - NTB dengan Kantor Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional dan Bank NTB Syariah sebagai bentuk komitmen penyerapan pendapatan daerah. Pemantauan ini melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kemarin saya sudah menandatangani MoU dengan

Badan Pertanahan dan Bank NTB Syariah. Ini juga disaksikan langsung oleh pimpinan KPK,” bebernya. Penyerapan pendapatan daerah harus dioptimalisasi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Pimpinan OPD terkait harus bekerja keras dan memaksimalkan sumber pendapatan tersebut. Jangan lagi ada potensi yang tak tergarap maksimal maupun ditemukan kebocoran. Sekretaris Komisi II yang juga Ketua Pansus LKPJ H. M. Noer Ibrahim menyampaikan, bencana gempa bumi 2018 lalu banyak komponen pendapatan daerah terutama dari sektor pajak tak terserap maksimal. Hendaknya ini perlu mendapatkan perhatian khusus oleh Pemkot Mataram. Pola mesti dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi penyerapan sumber sumber pendapatan dari pajak maupun retribusi. “Bencana gempa bumi lalu menyebabkan pendapatan berpengaruh,” kata Noer. Politisi Partai Golkar ini mengharapkan, dengan kondisi perekonomian stabil diharapkan sumber pendapatan digarap maksimal sehingga tak ada lagi kebocoran baik dari sektor pajak maupun retribusi. (cem)

(Suara NTB/cem)

PARKIR - Juru parkir di salah satu toko pakaian di Jalan Panca Usaha, Kelurahan Cilinaya mengatur kendaraan, Jumat (3/5) sore. Potensi retribusi dan pajak daerah dari sektor parkir dan pasar perlu dimaksimalkan. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh tak ingin ada kebocoran PAD.


SUARA NTB

Sabtu, 4 Mei 2019

Halaman 3

DPRD Tetapkan Catatan Strategis terhadap LKPJ Walikota Mataram Akhir Tahun Anggaran 2018 Mataram (Suara NTB) – Genap sebulan ’’membedah’’ LKPJ Walikota Mataram akhir tahun anggaran 2018, Jumat (3/5) DPRD menetapkan keputusan tentang catatan-catatan strategis terhadap LKPJ Walikota Mataram akhir tahun anggaran 2018. Penetapan keputusan ini dirangkaikan dengan penyampaian hasil kerja Pansus LKPJ dalam rapat paripurna di DPRD Jumat kemarin. Rapat paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., didampingi Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH. Dari eksekutif, hadir langsung Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Laporan hasil kerja Pansus dibacakan langsung oleh Ketua Pansus LKPJ Walikota Mataram, Drs. HM. Noer Ibrahim. Pansus memberikan 15 poin catatan strategis berupa rekomendasi untuk penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rekomendasi tersebut adalah : 1. Agar melakukan upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui penguatan kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi potensi dan sumber-sumber PAD secara rasional dan akurat sesuai dengan kondisi riil Kota Mataram sehingga penerimaan PAD dapat ditingkatkan. 2. Agar segera menetapkan bentuk pengelolaan Pasar Tradisional secara tepat dan melakukan revitalisasi sistem manajemen pengelolaan parkir berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Mataram, sehingga penerimaan daerah yang bersumber dari Retribusi Pelayanan Pasar dan Retribusi Parkir dapat meningkat secara signifikan. 3. Agar melakukan penguatan basis-basis perdagangan, menciptakan wirausaha baru dan melaksanakan gerakan perubahan prilaku masyarakat melalui kebijakan “pemanfaatan produk lokal”, serta memanfaatkan kemajuan IT untuk pemasaran produk lokal dan melanjutkan Moratorium Perizinan Pasar Modern, dikarenakan keberadaan Pasar Modern tidak linier dengan pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Mataram.

4. Agar melakukan penataan kembali terhadap pendangkalan saluran drainase yang disebabkan sumbatan sampah, sehingga genangan air hujan diperumahan warga sebagai dampak peninggian jalan lingkungan dapat teratasi. 5. Panitia Khusus mengapresiasi Pemerintah Kota Mataram di dalam penyelenggaraan Pendidikan. Ke depan, perlu dilakukan peningkatan dan penyebaran kualitas pengajaran (kualitas guru, sarana prasarana dan fasilitas pendukung, lingkungan fisik dan lingkungan sosial sekolah), sehingga akan terwujud pemerataan kualitas pendidikan di semua jenjang pendidikan. Selain itu, perlunya mengevaluasi dan menemukan solusi untuk mewujudkan pelaksanaan PPDB secara efektif dan transparan, sehingga masyarakat Kota Mataram dapat diterima untuk bersekolah di semua jenjang satuan Pendidikan yang ada di Kota Mataram, serta ke depan harus dirancang program “Pendidikan Dasar Terpadu/Satu Atap” yaitu dari SD sampai SMP, sehingga masyarakat Kota Mataram tidak kesulitan untuk bersekolah/melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. 6. Agar Pemerintah Kota Mataram mengoptimalkan program gerakan “Memasyarakatkan Kesehatan dan Menyehatkan Masyarakat” serta peningkatan pelayanan, pengawasan dan memberikan dukungan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat termasuk penanganan kasus Demam Berdarah (DB) yang selalu menjadi keluhan warga masyarakat sampai saat ini. 7. Agar dilakukan orientasi pengembangan program ketenagakerjaan dengan memfokuskan pada upaya penyediaan kesempatan kerja dan peluang berusaha diberbagai bidang dengan tetap menekankan pola ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Selain itu, agar Pemerintah Kota Mataram dapat merealisasikan lapangan kerja yang efektif melalui kemudahan dan dukungan terhadap peluang investasi disektor bisnis yang strategis, termasuk kebijakan pengembangan keterampilan berwirausaha bagi masyarakat terutama

lulusan pendidikan menengah umum/ khusus dan agama yang tidak melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. 8. Diperlukan akselerasi program Dinas Pemuda dan Olahraga dengan memanfaatkan program dari pemerintah pusat (program kemasyarakatan) yang bersentuhan langsung dengan kegiatan kepemudaan dan pembinaan atlet berprestasi. Selain itu, mendorong Pemerintah Kota Mataram untuk melahirkan regulasi dibidang kepemudaan dalam rangka untuk meningkatkan peran serta pemuda menuju “Kota Layak Pemuda”, serta Kota Mataram sebagai “Sport City”, sehingga perlunya penambahan sarana dan prasarana olahraga di semua kawasan/ ruang publik. 9. Mendorong Pemerintah Kota Mataram untuk lebih mewujudkan pemerintahan yang lebih bersinergi dan inovatif dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, mengedepankan koordinasi, sehingga pelaksanaan program tidak tumpang tindih dimasing-masing Perangkat Daerah. 10. Agar Pemerintah Daerah melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kesejahteraan ASN, mengadakan sistem informasi yang efisien dan efektif, serta meningkatkan penggunaan teknologi informasi untuk mempercepat dan mempermudah pemberian layanan publik. 11. Agar segera merealisasikan pengembangan destinasi wisata bersekala nasional dan internasional melalui penguatan identitas budaya lokal dan peningkatan sarana prasarana melalui pola pembiayaan yang kolaboratif antar para pelaku industri wisata, termasuk pemangku kepentingan lainnya, seperti sport tourism dan lain-lain. 12. Perlunya upaya yang lebih kreatif dan inovatif di dalam melakukan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan menciptakan Mataram sebagai kota IBADAH (Indah, Bersih, Agamis, Damai, Aman dan Harmonis), sehingga tidak hanya mengandalkan pola kumpul, angkut, buang yang bermuara pada TPS. 13. Agar lebih fokus untuk menangani masalah kemacetan dan meminimalisir pelanggaran lalu lintas dengan memak-

Pertamina Siapkan Tambahan Elpiji 3 Kg Lebih dari 100 Ribu Tabung

(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) PT. Pertamina (Persero) telah menyiapkan pemenuhan kebutuhan bahan bakar elpiji bagi masyarakat. Menghadapi kebutuhan elpiji 3 Kg saat

puasa hingga lebaran, lebih dari 10 ribu tabung elpiji subsidi telah disiapkan. Stok elpiji, kata Aria Aditya, Sales Executive LPG IX NTB dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama puasa hingga Idul Fitri. Kebutuhan per hari oleh Pertamina dihitung pada kisaran 92.000 tabung. Secara konsumsi, sebetulnya masih sama saja dengan konsumsi harian, bahkan sebelum puasa. Karena itu, Pertamina sangat mempersiapkannya. Kendatipun terjadi kelebihan konsumsi elpiji 3 Kg ini, lanjut Aria, telah disiapkan cadangan 100 ribuan tabung. “Pertamina sudah menyiapkan alokasi sekitar 4-6 persen selama Bulan Ramadhan sampai Idul Fitri,” jelas Aria. Jika dihitung-hitung, konsumsi harian sebesar 92.000 tabung perhari, maka sebulan konsumsi elpiji, khususnya di Pulau Lombok mencapai 2,76 juta tabung. Sehingga tambahan sebesar 4-6 persen untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan totalnya mencapai 100an ribu tabung. Sementara ketersediaan saat ini lebih dari cukup. Ketahanan stok di depot elpiji di Sekotong, Lombok Barat cukup untuk kebutuhan selama sepekan. “Untuk Pulau Sumbawa, masih menunggu HET (Harga Eceran Tertinggi) yang direkomendasikan oleh pemerintah daerah,” jelas Aria. Untuk elpiji non subsidi, Aria menambahkan, Pertamina menyediakan seberapapun yang dibutuhkan masyarakat. Permintaan untuk elpiji subsidi tahun ini trennya turun. Salah satunya karena pengaruh berkurangnya wisatawan dan pemulihan hotel restoran dan tempat wisata di NTB akibat gempa agustus 2018 lalu. (bul)

Aria Aditya

FKSM akan Gelar Pasar Murah Saat Puasa Mataram (Suara NTB) Seluruh distributor yang tergabung dalam Forum Komunikasi Sales dan Marketing (FKSM) Provinsi NTB akan menggelar pasar murah swadaya. Rencananya pada pertengahan bulan ini, untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Sebelum puasa ini, FKSM juga telah melakukan penetrasi pasar dengan menggelar pasar murah di Lapangan Karang Pule, Mataram pada Senin awal pekan ini. Anggota FKSM juga melakukannya secara swadaya. “Hasilnya, animo masyarakat ternyata cukup tinggi,” kata Dewan Penasihat FKSM Provinsi NTB, Johni Joe di Mataram, Jumat (3/5) kemarin. Dalam tiga jam, transaksi diestimasi di atas Rp100 juta dari 44 distributor yang terlibat. Melihat tingginya animo ini, FKSM tetap akan melanjutkan kegiatan serupa. Ren-

cananya dua kali selama puasa ini, yang khusus dilakukan secara swadaya. Selain yang utama, kegiatan pasar murah akan dilakukan rutin saat puasa. Para distributor dilibatkan oleh pemerintah untuk menjual kebutuhan pokok dengan harga distributor. Itupun, anggota FKSM juga terlibat di dalamnya. Untuk memenuhi kebutuhan saat ramahdan, menurut Johni Joe, supplier telah menyediakan stok berlipat-lipat dari biasanya. Permintaan tinggi ini, biasanya beririsan dengan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Saat peak seasion, seluruh supplier menyediakan stok dalam jumlah besar. Apalagi momen puasa adalah momentum yang cukup bagus, seluruh kebutuhan. Apalagi sembako permintaannya berlipat dari keadaan normal. Meski dengan permintaan ke-

butuhan yang tinggi, lanjut Johni, tidak serta merta perusahaan menaikkan harga. Kecuali di awal tahun, Januari dan Febuari, ada kemungkinan. Selebihnya, di bulan-bulan lain harga kembali normal. “Soal harga, mungkin karena psikologis pasar. Dari pabrikan tidak menaikkan. Termasuk puasa yang sebentar lagi,” jelas Johni. Jika terjadi kenaikan harga kebutuhan saat puasa, besar kemungkinannya terjadi di mata rantai setelah supplier. Intervensi tetap tak bisa dilakukan, murni mekanisme pasar. Kendati begitu, supplier hanya mengimbau, harga penjualannya jangan menjauh dari HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan oleh supplier. HET dari supplier pun, masih lebih rendah dari HET yang ditetapkan pemerintah. (bul)

(Suara NTB)

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., didampingi Wakil Ketua, H. Muhtar, SH., menyerahkan catatan strategis terhadap LKPJ Walikota Mataram akhir tahun anggaran 2018 kepada Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh.

(Suara NTB)

Sekretaris DPRD Kota Mataram, Lalu Aria BS, SH., membacakan konsep keputusan DPRD Kota Mataram

Wakil Ketua, H. Muhtar, SH., memimpin rapat paripurna penyampaian laporan hasil kerja pansus dan penetapan keputusan DPRD tentang catatan strategis terhadap LKPJ Walikota Mataram akhir tahun anggaran 2018.

simalkan penggunaan IT Lalu Lintas yang ditempatkan di setiap kawasan padat dan rawan pelanggaran lalu lintas. 14. Agar segera menyelesaikan persoalan LP2B pengganti sebagai konsekuensi dari pembangunan PLTGU Lombok Peaker berdasarkan hasil kesepakatan antara Pemerintah Kota Mataram dengan PT. PLN (Persero) UIP Nusra. 15. Agar Pemerintah Kota Mataram mengoptimalkan penertiban dan penegakan Peraturan Daerah serta menindaklanjuti peraturan pelaksanaan Perda untuk segera dibuatkan petunjuk teknisnya berupa Peraturan Walikota. Selain itu, perlunya peningkatan kual-

itas dan kuantitas koordinasi Pemerintah Kota Mataram dengan pihak Kepolisian dan pihak terkait lainnya serta peningkatan peran lembaga Adat, tokoh Agama dan tokoh masyarakat di dalam menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat. ’’Hasil pembahasan Pansus LKPJ yang membentuk komponen keputusan DPRD atas LKPJ Walikota Mataram Tahun Anggaran 2018 akan kami perhatikan sungguh-sungguh sebagai rekomendasi untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah ke depannya. Berbagai catatan yang bersifat strategis akan kami pedomani dalam melaksanakan tugas sebagai Kepala Daerah,’’ kata Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dalam pidatonya. (fit/*)

(Suara NTB)

Pemprov NTB Optimis Target Investasi Rp16 Triliun Tercapai Mataram (Suara NTB) NTB tetap meyakini dapat mencapai target Rp16 triliun investasi tahun 2019 ini. Meski telah terjadi gempa di semester II tahun 2018 lalu. Keyakinan ini kuat bagi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M.Si. Sementara ini terdapat beberapa investor yang masih wait and see merealisasikan investasinya. Diantaranya karena faktor politik (Pilpres dan Pileg) yang belum final pemenangnya. Selain itu, investor masih melihat pemulihan pascagempa Lombok. “Dan itu wajar-wajar saja,” kata Gita di ruang kerjanya, Jumat (3/5) kemarin. Tahun 2018 lalu, NTB ditargetkan menjaring investasi Rp14 triliun. Realisasinya melampaui target, yakni Rp15 triliun. Melihat historisnya, capaian investasi tahun ini juga sangat optimis dapat tercapai. Investasi yang paling diharapkan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Man-

dalika yang terus dibangun. Sejalan dengan rencana pembanguan sirkuit MotoGP. Lintasan balap MotoGP sedang persiapan teknis untuk pelaksanaan proyeknya. Sirkuit MotoGP ini, kata Gita menjadi magnet bagi investor untuk berlomba-lomba masuk dan berinvestasi di NTB. “Di rapat-rapat calon investor, sudah banyak yang akan action,” jelasnya. Sebagai catatan, untuk triwulan I tahun 2018 ini, total nilai investasi yang telah masuk ke NTB mencapai Rp532,2 miliar Pedanaman Modal Asing (PMA) dan Rp406,9 miliar Pedanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Investasinya di sektor pariwisata dan pertambangan.

Untuk meningkatkan minat investasi pemodal di NTB, kata kepala dinas, penting bagi semua menjaga kondusivitas investasi. Media juga memiliki peran penting untuk meningkatkan kepercayaan investor mengucurkan modalnya di NTB. Melalui pemberitaan-pemberitaan yang positif akan membuat investor lebih berfikir positif. Sikap kepala daerah, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah juga sangat jelas terhadap investor. Pembangunan daerah ini ke arah industrialisasi. Program pemerintah daerah ini tentunya menjadi hal yang sangat menarik bagi investor. Selain itu, optimis-

me investasi ini didukung juga masuknya penerbangan langsung Air Asia ke berbagai tujuan dari dan ke NTB. Baik rute domestik, maupun internasional. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, akan jemput bola bagi investor melaluui kegiatan road show dan temu bisnis. Bagi negara-negara yang sangat sensitif terhadap gempa. Misalnya di Eropa, Gita mengatakan, tujuan promosinya di balik ke negaranegara yang tidak asing dengan gempa. Misalnya Jepang jadi tujuan promosi investasi. “Negara-negara Eropa biasanya tingkat kekhawatirannya tinggi. Tapai kalau Jepang, yang sudah terbiasa dengan gempa, mereka ndak masalah. Bahkan mereka sudah tahu teknologinya untuk infrastruktur. Kita ngarah ke negara-negara kebal ini,” demikian Gita. (bul)

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Diberi Izin Sejak 2004 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 tivitas investasi yang telah di- tersebut untuk diwujudkan. Mataram (Suara NTB) ngan, banyak diantaranya 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 “Kami juga sudah berkoor- perusahaan tak beroperasi. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Dinas Penanaman Mod- lakukan. Hingga saat ini, tidak 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 al dan Pelayanan Terpadu jelas investasi apa yang akan dinasi dengan seluruh pihak- Tidak memiliki kantor, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Satu Pintu (DPM-PTSP) diwujudkan. Juga tak jelas pihak terkait. Kita koordinasi- tidak memiliki lahan in123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 kan dengan yang berwenang,” vestasi. Tidak juga memilmencatat, salah satu inves- berapa rencana investasinya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Padahal, dari perusahaan ujarnya. Selain itu, selama tri- iki sekretariat/kantor yang tor asal Singapura paling 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 menjadi pertanyaan. yang akan berinvestasi ini te- wulan I 2019 ini, tim dari Di- jelas. Dari 57 perusahaan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Sebab, izin investasi diaju- lah melakukan koordinasi nas Penanaman Modal dan yang dikunjungi, 4 perusa123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 kan sejak tahun 2004 lalu dengan pemerintah daerah Pelayanan Terpadu Satu Pin- haan diantaranya mewu123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 tempatnya berinvestasi. Mis- tu telah melakukan kunjun- judkan investasinya. Diandan terus diperpanjang. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Sampai saat ini, rencana alnya Kota Mataram, terma- gan lapangan ke sejumlah ca- taranya, dari Jepang, dari 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 investasinya hingga belum suk Lombok Tengah. Informa- lon investor dan investor. Ada Korea, Bulgaria. “Ada yang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 nampak wujudnya. Keseri- si yang diterima, perusahaan 57 perusahaan yang disam- tidak ditemukan jejaknya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 usannya berinvestasipun asal Singapura ini akan ber- bangi. Tim diturunItu langkah-langkah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 kan untuk memasbelum dapat disimpulkan. investasi di berbagai sektor. yang kita ambil untuk 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 “Katanya mau bangun der- tikan aktivitas inMeski telah belasan tahun memastikan rencana 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 ada di NTB. Investor dimak- maga. Mau bangun rumah sak- vestor. investasi di NTB 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Dari kunjunsud, kata Kepala Dinas it. Dan beberapa rencana inberjalan dengan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Penanaman Modal dan Pe- vestasi. Tapi sampai sekarang gan tersebut. baik,” demiki123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 layanan Terpadu Satu tidak ada aktivitas investasin- Didapati fakan Gita. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 t a f a k t a ya. Lahan di mana dia akan berPintu(DPM-PTSP) Provinsi (bul) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 NTB. Drs. H. L. Gita Ariadi, investasi, kita juga tidak tahu,” lapa123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 M. Si, mulai aktif mengaju- demikian Gita di ruang kerjan123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 kan izin investasinya di ya, Jumat (3/5) kemarin. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Mengingat ia adalah BKPM RI sejak 2004 lalu. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Setiap masa berlaku izin investor luar negeri, izin123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 selesai, izin tersebut disip- izinnya diterbitkan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 langsung oleh BKPM RI. lin diperpanjang. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Sejak tahun 2004 lalu, in- Sehingga cukup dilematis 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 vestor telah membuka kan- bagi DPM-PTSP mengam123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 tor di NTB, saat ini berkan- bil kebijakan untuk mendisi123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 tor di Sekitar Penghulu plinkan rencana investasinya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Agung Mataram. Aktivitas Kendati begitu, kepala dinas 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 perusahaan juga terlihat sep- mengatakan, tetap akan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 erti biasa. layaknya ada ak- “mengejar” rencana investor L. Gita Ariadi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345

Pemprov NTB Pertanyakan Keseriusan Investor Asal Singapura

(Suara NTB/bul)


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Sabtu, 4 Mei 2019

Warga Terima Jadup SEBANYAK 168.084 jiwa atau 43.438 Kepala Keluarga (KK) warga Lombok Timur (Lotim) yang menjadi korban gempa sejak guncangan pertama 29 Juli 2018 lalu dicatat akan menerima jaminan hidup (jadup) yang sudah dijanjikan pemerintah. Pemberian jadup untuk warga Lotim ini masuk tahap kedua dan rencana akan segera dicairkan. Kepala Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Lotim, H. Marwan, Jumat (3/5), menjelaskan korban gempa di Lotim yang menerima jadup ini telah tiga kali diusulkan pemer(Suara NTB/rus) intah daerah. Tahap pertama H. Marwan diusulkan sebanyak 32.468 jiwa atau 9.515 KK, tahap kedua ada penambahan sebanyak 72.172 jiwa atau sebanyak 18.143 jiwa dan usulan tambahan terakhir sebanyak 63.426 jiwa atau 15.880 KK. Warga penerima jadup, terangnya tidak saja yang rumahnya mengalami rusak berat. Tapi termasuk juga yang mengalami rusak ringan dan rusak sedang. ‘’Semua diberikan sama nilainya masing-masing Rp 10 ribu per hari,’’ terangnya. Data yang diusulkan itu sudah dilakukan verifikasi dengan memastikan alamatnya benar sesuai nama. Nama-nama tersebut siap diusulkan langsung ke pusat melalui rekomendasi bupati. Pola pendistribusian jadup ini langsung via rekening. Jumlah nominalnya Rp600 ribu per jiwa. Jumlah ini berkurang dari janji awal pemerintah akan memberikan selama tiga bulan pascagempa. Namun dalam perjalanannya berubah menjadi dua bulan saja. Jadi tidak jadi mendapatkan Rp 900 ribu per jiwa. Meski terjadi pengurangan, sambungnya namun terjadi penambahan jumlah penerima. Di mana tidak saja yang rusak berat yang akan menerima, melainkan turut yang rusak ringan kebagian. Pengurangan jumlah yang akan diterima warga ini sudah menjadi ketentuan pusat yang diberlakukan di seluruh wialyah yang terkena dampak gempa. Gempa susulan pada 17 Maret 2019 juga siap akan diusulkan untuk menerima jadup. Disebut ada ribuan juga warga Lotim yang rumahnya rusak dan juga membutuhkan bantuan. (rus)

Langgar SE, Sanksi Menanti Pengelola Hiburan

Giri Menang (Suara NTB) Pemda Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pengaturan waktu operasional hiburan malam, spa, diskotik dan karaoke, biliar dan live music. Mengacu SE nomor 450/286/Dispar/2019 waktu operasional dibatasi mulai pukul 21.00-24.00 malam. Sejak 3 hari lalu, SE ini sudah dikirimkan Dinas terkait ke seluruh pengusaha di Lobar. Bagi pihak pengelola yang tak patuh terhadap SE ini, sanksi menanti. Kepala Dispar Lobar Ispan Junaidi, mengaku, setiap tahun mengeluarkan SE pada saat bulan puasa. Hal ini dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan agar tercipta situasi masyarakat yang kondusif. Terutama menghormati dan toleransi terhadap warga Muslim agar bisa khusyuk dalam melaksanakan ibadah puasa. Dalam SE itu terdapat beberapa butir yang diatur, antara lain larangan memproduk-

si, memperdagangkan, menyimpan dan menggunakan atau membunyikan petasan baik mercon, kembang api, maupun sejenisnya dalam berbagai bentuk dan ukuran. “Ada juga pengaturan jam operasional kegiatan hiburan (live music),”tegasnya, Jumat (3/5). Mengacu SE tersebut jam operasional dibatasi, seperti spa mulai jam 21.00-23.00 Wita, karaoke mulai pukul 22.0024.00 Wita, diskotik mulai jam

22.00-24.00, biliar mulai jam 22.00-24.00 dan live music mulai jam 22.00-24.00 Wita. Dalam SE itu, pemda menekankan kepada semua hiburan tutup dua hari pada awal Ramadhan dan dua hari sebelum Idul Fitri. Selain hiburan malam, SE itu juga mengatur terkait operasional restoran dan rumah makan selama puasa. Selain jam operasional, semua hiburan juga diminta memperhatikan batas am-

Dishub Lotim Serahkan Pengelolaan Parkir RSUD Selong

Jalan Raya Terancam Abrasi

(Suara NTB/ari)

PINGGIR JALAN - Lokasi galian C di Dusun Luk Desa Samik Bangkol Kecamatan Kayangan yang dekat pinggir jalan. Aktivitas galian ini dikhawatirkan menyebabkan jalan bisa ambruk atau erosi.

bang kebisingan sesuai dengan ini tak mempengaruhi tingkat keputusan Menteri Lingkun- kunjungan wisatawan sebab gan Hidup nomor 48 tahun wisatawan asing pun tahu keti1996 tentang baku tingkat ke- ka bulan Rabisingan. Ispan mengatakan m a d h a n seluruh industri dan usaha m e r e k a yang bergerak di bidang pari- h a r u s wisata harus menaati SE ini, bertolsebab SE ini harus dihormati eransi. sebagai bentuk saling meng- (her) hargai dan menghormati serta toleransi bagi umat Islam yang melaksanakan puasa. Untuk kegiatan pariwisata di bulan ramadhan ini, Ispan mengaku tidak ada. Pihaknya hanya mem-back up kegiatan Pesona Ramadhan provinsi. Namun demikian, ia meyakini Ispan Junaidi bulan puasa (Suara NTB/dok)

Galian C Tak Berizin Tanjung (Suara NTB) Warga Dusun Luk, kembali diresahkan oleh galian C di perkampungan setempat. Selain lokasi di Luk Barat yang mengancam lingkungan, lokasi tambang di Kampung Klongkong yang berlokasi tidak jauh dari Galian C Dusun Luk Barat, ikut dikhawatirkan warga. Pasalnya, penggalian lahan hanya menyisakan jarak antara 3-4 meter dari bibir jalan. Pemuda pengelola lingkungan Dusun Luk Barat, Hasupan, Jumat (3/4) mengakui, warga diresahkan oleh jarak penggalian yang mengancam bibir jalan raya. Mereka khawatir, bibir jalan raya amblas jika suatu saat diterjang hujan lebat. “Jarak penggalian dari jalan raya sangat dekat sekali, mungkin menyisakan sekitar 4 meter,” kata Hasupan. Dikuatkan Kadus Luk Barat, Isa Suroso, pihaknya sama sekali tidak tahu menahu aktivitas di eks tempat pembuangan sampah tersebut. Ia hanya mengetahui, pemilik lahan di lokasi galian adalah milik warga bernama Amaq Mirak. Luas areal tersebut sekitar 2 hektar. “Informasi yang kami peroleh, penambangnya sama dengan yang di lokasi Luk Barat. Soal izin kami tidak tahu, karena Mentabeq Walar (izin) saja tidak,” keluhnya. Pantauan koran ini, di lokasi tersebut sudah diterjunkan satu alat berat. Kejadian itu berlangsung beberapa bulan lalu. Setiap hari, sejumlah dan truk lalu lalang keluar masuk lokasi tambang seolah tanpa henti. “Setahu kami, lokasi Beldur hanya di Komik Meang dan Luk. Tapi lokasi di Maq Mirak ini tidak punya izin,” ujar Kepala Desa Samik Bangkol Jamaludin, S.Sos., pada Suara NTB. Selama proses izin Galian C, Jamaludin mengklaim hanya mengeluarkan rekomendasi (tepatnya surat keterangan lokasi) kepada pemilik. Pertimbangan desa memberikan rekomendasi sesuai aturan yang ada, yakni hanya menandatangani surat keterangan. “Betul dikhawatirkan warga. Apalagi saat survei ke lapangan, kebanyakan provinsi melibatkan kabupaten dan kecamatan. Kami di desa tidak pernah dilibatkan,” cetusnya. Dikonfirmasi perihal ancaman sejumlah warga untuk menutup paksa lokasi tambang, Jamaludin mengaku tidak berani menghentikan aktivitas dimaksud. Baginya, ranah pengawasan dan penindakan menjadi kewenangan provinsi dan aparat penegak hukum. “Kalau saya tidak berani menyetop, kami hanya bisa bersurat ke provinsi agar ada tindakan. Tapi kami belum tahu persis kapan akan bersurat,” katanya. Terpisah, Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan pada Dinas LH PKP KLU, Sony Sonjaya, S.Hut., mengakui sudah melaporkan ke provinsi terkait Galian C di tiga lokasi di Dusun Luk, Kokok Memang dan Klongkong. Pihaknya berharap, Pemprov NTB segera mengambil tindakan tegas sebagaimana galian tersebut sudah diatensi oleh warga setempat. “Saya juga sudah lapor ke pimpinan, tapi karena ranah kewenangan galian C dari izin sampai pengawasan ada di provinsi, maka kami tidak bisa menindak. Kami berharap warga bersurat secara resmi, tembuskan ke kami, sehingga kami bisa mengawal persoalan ini,” kata Sony. (ari)

Halaman 4

(Suara NTB/yon)

PARKIR - Lahan parkir di RSUD R. Soedjono Selong yang pengelolaannya ditangani langsung RSUD Selong.

Selong (Suara NTB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyerahkan pengelolaan parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Soedjono Selong dikelola sendiri oleh pihak rumah sakit. Peralihan pengelolaan parkir di rumah sakit pelat merah ini mulai tahun 2019 ini pasca gempa beberapa waktu lalu. “Untuk parkir RSUD Selong saat ini memang tidak lagi ditangani oleh Dinas Perhubungan. Melainkan dikelola langsung oleh RSUD Selong melalui BLUD-nya,”terang Sekretaris Dishub Lotim, Ir. Sahri, Jumat (3/5). Diambilalihnya pengelolaan parkir di RSUD Selong, kata Sahri, bukan berarti Dishub tidak maksimal di dalam melakukan pengelolaan untuk mencapai target yang sudah ditentukan. Melainkan, lebih kepada efisiensi serta menjawab permintaan dari pihak manajemen rumah sakit untuk mengelola lahan parkirnya sendiri melalui BLUD. Atas dasar itu, permohonan dikabulkan oleh pemerintah daerah beberapa waktu lalu saat dilakukan pertemuan bersama Bapen-

da dan instansi terkait lainnya. “Tak apa-apa diambil alih. Ini kan lebih kepada bagaimana mengelola lahan parkir agar lebih baik dan target PAD dari retribusi parkir dapat tercapai bahkan terlampaui,” jelasnya. Terlebih lahan parkir di RSUD R. Soedjono Selong sangat potensial. Namun selama ini, penarikan tarif parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Soedjono Selong dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, tarif parkir yang seharusnya Rp1.000, malah ditarik Rp2.000 untuk kendaraan roda dua, begitupan rodak empat dari seharusnya Rp2.000 ditarik Rp4.000. Hal ini menjadi dasar Dishub Lotim beberapa waktu lalu menuding jika pihak ketiga selaku pengelolaan parkir yang membandel. Dalam Perda Nomor 11 Tahun 2010 tentang penarikan retribusi parkir, yakni untuk tarif parkir di RSUD Selong sebesar Rp1.000 untuk roda dua dan Rp2.000 untuk roda empat. Sementara penarikan tarif parkir di luar dari aturan yang dilakukan oleh pihak ketiga. Sehingga pihak ketiga dinilai tidak patuh dan taat pada aturan yang sudah ditetapkan alias membandel. (yon)

Bupati Kantongi Tiga Nama Hasil Pembangunan Kantor Camat Lenek Dianggarkan Pansel Setiap OPD Selong (Suara NTB) Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy,.MM sudah mengantongi tiga nama hasil panitia seleksi (pansel) dan assessment yang dilakukan beberapa waktu lalu. Dari 53 pejabat yang mengikuti lelang jabatan untuk 10 jabatan tinggi pratama, mengerucut tiga nama pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. “Saat ini sudah terdapat nama-nama pejabat yang menduduki ranking satu, dua, dan tiga baik dari pansel dan assessment. Nama-nama ini keluar dari 53 pejabat yang mengikuti lelang jabatan itu,”

terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, H. Muhammad Hairi, SIP., MSi., Jumat (3/5). Untuk itu, dalam penentuan pejabat yang menduduki OPD tertentu menggunakan hak prerogatif pejabat pembina kepegawaian dalam hal ini bupati. Dari 53 peserta itu diklasifikasikan masuk tiga besar yang dinilai dari makalah, persentasi, wawancara dan assessment berupa lisan dan psikologi. “Pelaksanaan sudah selesai. Sehingga sekarang kita serahkan tiga nama ke bupati setiap OPD untuk diputuskan siapa yang dikehendaki oleh

bupati. Kita yakin pelaksanaan tidak cacat dan lain sebagainya,” terangnya. Hairi menyebutkan, 10 posisi setingkat eselon II yang dilelang di antaranya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), dan Dinas Pertanian (Distan). Selanjutnya, Dinas Kesehatan (Dikes), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Kominfo dan Persandian (Diskominfosan), serta Sekretaris DPRD Lotim. (yon)

16 ASN Mantan Napi Terima SK Pemberhentian Selong (Suara NTB) Sebanyak 16 Aparatur Sipil Negara (ASN) mantan koruptor di Lombok Timur (Lotim), Jumat (3/5) menerima SK pemberhentian sebagai pegawai di lingkungan Setdakab Lotim. Pemberhentian 16 ASN ini mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dalam hal ini bupati. “Semuanya 16 orang itu sudah menerima SK pemberhentiannya. Tidak ada lagi yang berstatus ASN, apalagi menduduki jabatan. SK permberhentiannya per tanggal 29 April 2019,”terang Kepala Badan Pegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, H. Muhammad Hairi, SIP, MSi. Pemberhentian ini, diyakini tidak berpengaruh terhadap

(Suara NTB/yon)

Muhammad Hairi sejumlah program yang sedang berjalan saat ini. Pasalnya, sejak awal jabatan yang diemban oleh ke 16 ASN yang juga mantan pejabat sudah dicabut atau

berstatus staf biasa. Dikatakan Muhammad Hairi, sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menindaklanjuti SKB tiga menteri itu yakni Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), dan Kepala BKN. Namun untuk di Kabupaten Lotim memastikan saat ini tidak ada ASN mantan koruptor yang memiliki jabatan strategis yang dilantik beberapa waktu lalu. Untuk di Kabupaten Lotim, jumlah pejabat mantan koruptor sebelumnya sebanyak 22 orang, namun 1 orang pindah ke Kabupaten Lombok Barat (Lobar), 1 orang pindah ke Lombok Tengah (Loteng) dan 4 orang dalam proses pensiun, sehingga tersisa sebanyak 16 orang di Lotim. (yon)

Rp2,3 Miliar

Selong (Suara NTB) Wilayah administratif Kecamatan Lenek terbentuk secara definitif sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 2017 tentang pembentukan Kecamatan Lenek. Kecamatan yang diresmikan pada 11 April 2018 ini kini siap akan dibangunkan gedung perkantoran setelah setahun lamanya menyewa rumah penduduk sebagai pusat pelayanan. Gedung kantor camat rencana akan dibangun lantai dua dengan alokasi anggaran Rp 2,3 miliar di jalur jalan negara Mataram-Labuhan Lombok. “Beberapa waktu lau kita sudah ekspose rencana pembangunan fisik kantor,” terang Camat Lenek, H. M. Supriyadi kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (3/5). Diakuinya, setelah diresmikan masih banyak fasilitas perkantoran layanan pemerintah yang perlu segera dibangun di wilayah Kecamatan Lenek. Rencana pembagunan fisik kantor sebutnya akan mulai sekitar pertengahan Juni mendatang. Di mana awal Ramadhan ini sudah bisa di ditender. Nilai keseluruhan untuk tahap pertama dinilai masih belum bisa menuntaskan rencana pembangunan keseluruhan gedung perkantoran, sehingga diperlukan tambahan dana sekitar Rp500 juta. Adapun lokasi pembangunan kantor Camat sebutnya berdampingan dengan Unit Pelayanan Pertanian (UPP) Kecamatan Aikmel yang berlokasi di Lenek. Disebut sudah ada lahan milik pemerintah yang siap digunakan. Awalnya, lokasi pem-

bangunan menggunakan salah satu tanah pecatu di jalan lintas Korleko-Sordang Lenek. Namun karena harus ada proses hibah, sehingga diubah lokasinya dan dipilih yang letaknya strategis langsung di lintas jalan nasional. Karenanya pada awal pemerintahannya ini coba difokuskan untuk menuntaskan pembangunan fasilitas penunjang. Selain gedung kantor camat, harapannya bisa menyusul kantor-kantor pemerintahan yang lain, seperti kantor polisi, kantor Komandan Rayon Militer, Kantor Urusan Agama (KUA) dan seluruh Unit Pelayanan Teknis Dinas lingkup Pemkab Lotim. Lenek sambungnya merupakan kecamatanpemekaran dari Kecamatan Aikmel. Satu-satunya dari tiga usulan pemekaran kecamatan yang lolos verifikasi dan disetujui oleh pemerintah pusat ini mekar karena melihat jumlah penduduk dan luas wilayah Lenek. Kecamatan Lenek ada 10 desa, yakni Lenek, Lenek Daya, Lenek Lauq, Pesiraman, Lenek Kalibambang, Lenek Rambanbiak, Lenek Duren, Lenek Baru, Sukarema, dan Kalijaga Baru. Jumlah penduduk Lenek terakhir dicatat sebanyak 39.580 jiwa. Potensi kecamatan antara lain wisata budaya. Lenek diketahui memiliki banyak sanggar seni dan budaya. Potensi lain ada wisata alam Loanggali juga paling dekat dengan ibu kota. Wisata Loang Gali ini siap akan coba ditata menjadi salah satu destinasi wisata andalan bagi Kecamatan Lenek. (rus)

PKS Diprediksi Kuasai DPRD Lotim Selong (Suara NTB) Hasil pemilihan calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu diketahui belum final diplenokan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun beredar sejumlah prediksi menyebutkan sejumlah nama akan menduduki kursi wakil rakyat Lotim. Adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diprediksi akan menduduki kursi pimpinan tertinggi DPRD Lotim. Data yang beredar menyebut-

kan PKS mampu menempatkan wakilnya dari lima daerah pemilihan (dapil). Perolehan suara PKS melampaui suara partai lain, seperti Golkar bahkan Gerindra. PKS kabarnya meraih suara 69.931 suara yang merupakan akumulasi dari Dapil 1 hingga 5. Peraih suara terbanyak kedua adalah partai Golkar dengan perolehan suara dari keseluruhan dapil mencapai 66.904 suara. Berikut Partai Gerindra memperoleh 66.001 suara. Ketua PKS Lotim, Murnan

yang dikonfirmasi mengakui kemungkinan partainya bisa menjadi unsur pimpinan di DPRD Lotim. Akan tetapi ia tidak berani memastikan sebelum ada keputusan final dari KPU. Termasuk mengenai partai mana yang nantinya akan menduduki ketua di DPRD Lotim. Murnan mengaku dari penghitungan partainya, perolehan sementara DPRD Lotim tertinggi adalah PKS, lalu Gerindra dan ketiga Golkar. “Ini data sifatnya sementara dari rekap DA1 Ke-

camatan,” ujarnya, Jumat (3/5). Ketua DPD II Partai Golkar, H. Daeng Paelori yang dikonfirmasi terpisah mengaku data masih belum final. Perolehan suara Golkar untuk sementara ini diklaim di beberapa dapil juga menunjukkan angka yang cukup tinggi. Data di Dapil V, disampaikan Daeng memperlihatkan suara Golkar tertinggi dengan perolehan 16.448 suara. Sedangkan PKS 15.803, PAN 14.875 dan PDIP 13.988 suara. Data di Dapil II, Golkar meraih sebanyak

11.269 suara, Dapil 1 sebanyak 12.614. Keseluruhan data masih sedang dalam proses rekap dan KPU juga diketahui belum ketok palu memfinalkan hasil pleno. Sementara itu, perolehan masing-masing partai selain PKS, Golkar dan Gerindra, partai lainya juga bisa mengisi semua dapil. PAN, PPP, dan Demokrat. Lainnya, Partai Nasdem diprediksi hanya empat kursi, Hanura tiga kursi, PKB empat kursi, PKPI dan Berkarya masing-masing satu kursi. (rus)

(Suara NTB/rus)

CAMAT-Camat Lenek menunjukkan H. M. Supriyadi desain gambar kantor camat Lenek dua lantai yang rencana akan menelan dana Rp 2,3 miliar.


SUARA NTB Sabtu, 4 Mei 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Kena Imbas Pilpres Golkar Belum Bersikap PARTAI Golkar sampai saat ini belum menentukan sikap terkait gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Tengah (Loteng) tahun 2020 mendatang, apakah akan mengusung kader sendiri atau malah mendukung kader partai lain. Partai Golkar masih akan menunggu hasil pemilu, baru akan menentukan sikap. Demikian ditegaskan Ketua DPD I Partai Golkar NTB, H.M. Suhaili FT. S.H., kepada wartawan di kawasan The Mandalika Kuta, Jumat (3/5). (Suara NTB/dok) Suhaili mengatakan, H. M. Suhaili FT perkembangan politik daerah usai pemilu serentak tahun ini akan sangat menentukan sikap Partai Golkar, baik itu terkait calon kepala daerah yang akan diusung, apakah kader di internal Partai Golkar ataukah di luar kader partai. Termasuk soal partai politik (parpol) mana saja yang akan menjadi mitra koalisi untuk bisa mengusung pasangan calon kepala daerah nantinya. “Kita lihat situasi dan kondisi sajalah,” tandas Bupati Lombok Tengah (Loteng) ini. Yang penting baginya, masyarakat di daerah ini masih mempercayakan kader-kader Partai Golkar untuk berkhidmat, menjadi kepala daerah. Soal siapa yang akan diusung, itu persoalan nanti. Sejumlah kader Partai Golkar memang disebut-sebut siap bertarung di Pilkada Loteng tahun 2020 mendatang. Satu nama yang mencuat yakni Ketua DPRD Loteng saat ini, H. Achmad Puaddi FT. S.E., yang pada pemilu tahun 2019 ini juga maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD Provinsi NTB. (kir)

Suara Partai Golkar di NTB Turun Praya (Suara NTB) Perolehan suara Partai Golkar secara umum di Pemilu legislatif di NTB tahun ini diakui sedikit mengalami penurunan. Selain karena ada fenomena penyebaran suara yang merata di sejumlah partai politik juga karena dampak pemilihan presiden (pilpres). Hal itu diakui Ketua DPD I Partai Golkar NTB, H.M. Suhaili FT.S.H., saat dikonfirmasi wartawan di kawasan The Mandalika, Jumat (3/5). “Pilpres sedikit tidak juga berpengaruh terhadap perolehan suara Partai Golkar di NTB secara umum,” akunya. Misalnya di DPRD provinsi, Partai Golkar masih berpeluang mempertahakan kursi pimpinan. Di mana di semua daerah pemilihan (dapil) di NTB, seluruh caleg-caleg Partai Golkar

bisa lolos. Bahkan dengan perolehan suara yang cukup tinggi. Begitu pula di beberapa kabupaten/kota di NTB, Partai Golkar juga berpeluang menggenggam kursi pimpinan DPRD setempat. “Kalau dari sisi perolehan suara, kita akui ada penurunan dari pemilu sebelumnya. Namun dari sisi

target perolehan kursi, optimis bisa dicapai,” tandasnya. Disinggung apakah akan ada sanksi bagi Ketua DPD di kabupaten/kota yang tidak bisa memenuhi target, Suhaili menegaskan pihakya belum berpikir ke arah itu. Menurutnya, semua pengurus partai mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota,

(Suara NTB/kir)

PENERBANGAN - Kondisi penerbangan di LIA. Mulai tahun ini, PT. AP I berencana untuk menambah kapasitas daya tampung termina LIA hingga 7 juta orang per tahun dari 4 juta per tahun sekarang ini.

Kapasitas Terminal LIA Ditingkatkan hingga 7 Juta Orang Praya (Suara NTB) PT. Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Lombok International Airport (LIA) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pengguna jasa transportasi udara. Salah satu upaya yang dilakukan saat ini ialah dengan mengupayakan peningkatan daya tampung terminal dengan memperluas terminal LIA. “Saat ini daya tampung terminal LIA baru sekitar 4 juta penumpang per tahun. Ke depan, kita upayakan bisa ditingkatkan menjadi 7 juta per tahun,” sebut Direktur Perhubungan Internasional dan Pengembangan Usaha PT. AP I. Capt. Sarjono Djonny Tjitro Kusuma, Kamis (2/5). Ia menjelaskan, rencana peningkatan daya tampung terminal LIA itu sendiri sudah masuk

dalam roadmap pengembangan PT. AP I LIA. Itu dilakukan untuk mendukung perkembangan pariwisata Lombok ke depan yang diprediksikan bakal berkembang pesat. Terlebih dengan penunjukan Lombok sebagai tuan rumah penyelenggaraan MotoGP tahun 2021, itu menunjukkan kalau prospek perkembangan pariwisata Lombok sangat cerah, sehingga perlu ditunjang dengan penyiapan infrastruktur pendukung yang memadai. Salah satunya infrastruktur transportasi udara. “Dengan meningkatnya angka kunjungan wisatan di daerah, daya tampung terminal bandara juga harus ikut menyesuaikan. Dan, langkah itu sudah dimulai. Dengan adanya rencana perluasan terminal LIA mulai tahun ini,” ujarnya. Selain itu, lanjut Sarjono, PT.

AP I saat ini juga terus menjalani komunikasi dengan sejumlah mitra strategis una mendukung upaya pengembangan kawasan bandara selain terminal. Mengingat, lahan bandara yang belum dimanfaatkan masih cukup luas, yakni hingga 168 hektar. “Kita punya lahan masih cukup luas. Itulah yang saat ini juga tengah kita tawarkan ke investor untuk bisa dikembangkan. Apakah itu untuk hotel ataupun pusat hiburan. Tentunya, dengan hitung-hitungan bisnis yang tepat,” imbuhnya. Dengan berkembangnya kawasan bandara, hal itu tentunya bisa memacu pertumbuhan ekonomi dan bisa mendorong mobilitas masyarakat. Yang pada akhirnya bisa mendongkrat jumlah penumpang pesawat di LIA. (kir)

Gerindra Berpeluang Duduki Ketua DPRD Lobar

Sembilan Caleg dari Lobar Berpeluang Lolos ke Udayana Giri Menang (Suara NTB) – Sembilan calon anggota legislatif (caleg) DPRD NTB asal Lombok Barat (Lobar) berpeluang lolos ke DPRD NTB di Jalan Udayana Mataram dari 12 kursi yang ada. Hal ini menyusul perolehan suara mereka sangat tinggi. Bahkan berdasarkan hasil tabulasi data sementara, perolehan suara caleg asal Lobar memperoleh tertinggi. Masing-masing caleg Gerindra Nauvar F Farinduan, Caleg Golkar L. Ahmad Ismail, TGH. Satriawan dari PKS, Caleg PPP M. Ruslan, Hasbullah Muis dari PAN, Multazam dari Nasdem, H. M. Jamhur dari PKB,TGH. Mahalli Fikri dari Demokrat dan Umar Said dari Golkar. Jika melihat hasil tabulasan data perolehan kursi pileg DPRD NTB dan bakal calon DPRD terpilih dapil II Lobar-KLU, suara terbanyak diperoleh Gerindra 73 ribu lebih, disusul Golkar 67 ribu lebih, PKS sebanyak 43 ribu lebih,PPP 42 ribu lebih, PDIP 40 ribu lebih, PAN 38 ribu lebih, Nasdem 34 ribu lebih, PKB 33 ribu lebih,Demokrat 30 ribu lebih,PBB 22 ribu lebih. Dua partai berpeluang meloloskan 2 caleg, antara lain Gerindra dan Golkar. Dari 9 caleg dari Lobar yang berpeluang lolos ke tingkat provinsi, tiga diantaranya tercatat menjadi anggota DPRD Lobar di antaranya, Multazam yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Lobar dari Partai Nasdem. Multazam sementara ini memperoleh suara 34.798, selanjutnya ada H. M. Jamhur dari PKB dengan perolehan suara sementara 33.207 dan anggota yang ketiga yaitu M. Ruslan, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Lobar dengan prolehan suara sementara 42.614. Sedangkan satu anggota DPRD Lobar yang diperkirakan tidak akan lolos, yaitu Idris Satriawan dari Partai Hanura. Caleg PKB, H Jamhur mengatakan bahwa dari data sementara memang benar saat ini posisi perangkingan perolehan suaranya dirinya berada pada urutan ke 7 atau 8 dengan perolehan suara sementara sekitar 32.207. Tetapi ini, tambahnya, masih data sementara, karena saat ini proses pleno belum selesai. Sementara itu dari Partai Nasdem, Multazam mengklaim suaranya paling tinggi di internal partai Nasdem dengan prolehan suara 34.792. Perolehan suara Multazam mengalahkan caleg DPRD provinsi petahana H. Lalu Herwanto. Multazam juga mengalahkan suara H Suharto dan TGH. Hasanain Juaini. Multazam menjabarkan untuk data sementara dari yang sudah dihimpun, perolehan suaranya paling tinggi di antara tiga caleg yang memiliki nama besar di Nasdem. Dari data akumulasi semua suara di internal partai, jika digabung suara dirinya dengan suara partai berjumlah sekitar 34 ribuan lebih, dengan jumlah suara coblos nama sekitar 11 ribuan lebih. Menanggapi hal ini, Komisioner KPU Lobar Riadi mengatakan bahwa data tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena data yang beredar data yang bersifat klaim sepihak. Data yang beredar tidakbisa dipertanggungjawabkan karena masih pleno. Pihaknya mengimbau kepada para caleg untuk tidak percaya sepenuhnya kepada data- data yang beredar. Selama belum ada pleno dari KPU, maka belum bisa dipastikan berapa jumlah suara yang diperoleh dan siapa yang mendapatkan kursi. (her)

sudah ditangan. “Dari hasil rekapitulasi C1 di teman-teman pengurus, kita sudah aman dengan perolehan 10 kursi,” sebutnya. Begitu pula halnya di beberapa daerah di NTB, Partai Golkar juga unggul dalam hal perolehan kursi DPRD setempat. Namun demikian, pihaknya memilih untuk tetap sabar menunggu hasil rekapitulasi suara manual dari KPU, baru bisa terlihat berapa perolehan suara dan kursi Partai Golkar di NTB. “Prosesnya kan masih rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Jadi kita tunggu saja hasilnya,” tegas Misbach. (kir)

Tiga Mantan Petugas KPPS di Golong Terjangkit DBD

Rusak, Ruas Jalan Lendangre-Long-Longan Giri Menang (Suara NTB) – Warga mendesak agar pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat (Lobar) segera memperbaiki ruas jalan Lendangre-Long-Longan Desa Sekotong Tengah yang rusak akibat longsor. Ruas jalan ini sangat vital bagi warga yang bermukim di atas bukit, pasalnya jalan ini dilalui oleh warga dua desa, yakni Desa Sekotong Tengah dan Kedaro. Kondisi kerusakan jalan semakin parah menyusul hujan yang melanda beberapa waktu lalu. Akibat sebagian besar badan jalan terkena longsor, mengganggu warga yang beraktivitas baik ekonomi, ke sekolah dan pelayanan kesehatan. Bahkan di akses jalan banyak menelan menelan jiwa akibat mengalami kecelakaan. Sekretaris Desa Sekotong Tengah M. Rasid yang dikonfirmasi mengatakan, pihak desa sudah melaporkan jalan longsor ini ke dinas terkait. OPD dalam hal ini Dinas PUPR pun ketika itu langsung merespon dengan turun ke lokasi melakukan pengecekan. Hanya saja sampai saat ini, setelah tim turun ke lokasi belum ada tindak lanjut perbaikan. Karena itulah, kata dia, desa bersama kadus kembali melayangkan surat permohonan perbaikan jalan ini langsung ke bupati tembusan kepada kepala BPBD, Dinas PUPR. “Surat permohonan ini untuk disampaikan langsung kepada Bapak Bupati Lobar,tembusan kepada Kepala BPBD Lobar dan Dinas PUPR Lobar. Semoga segera ada tanggapan,sebab ruas jalan yang rusak akibat longsor tersebut sangat mendesak untuk diperbaiki, jangan sampai menimbulkan banyak jatuhnya korban,” harapnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/5). Kepala Desa Sekotong Tengah, L Sarappudin mengatakan akses jalan penghubung antar dusun di Lendang Re mnenuju Dusun Long-Longan telah kondisinya rusak akibat longsor. Akses jalan ini, memiliki panjang 2 kilometer lebih, namun kondisinya parah persis di tebing Dusun Lendang Re. Akibat dilanda hujan, jalan ini longsor tahun lalu. Diperparah lagi awal tahun ini intensitas hujan tinggi, dipicu kondisi tanah yang labil mengakibatkan longsor semakin melebar hingga badan jalan nyaris putus. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas PUPR Lobar, I Made Arthadana mengatakan, pihaknya sedang berusaha mengkoordinasikan sumber pembiayaann dengan BPBD. “Kita tengah berusaha koordinasikan sumber anggaranya ini,” jelas Made. Persoalan jalan ini pun masuk dalam agenda pembahasan rapat forum lalu lintas angkutan jalan (FLLAJ) Kabupaten Lobar. Kepala Bidang Bina Marga pada dinas PUPR Lobar, Hambali mengatakan, adanya pengaduan berulang terkait kerusakan jalan di ruas Lendang Re – Long-Longan, Kecamatan Sekotong yang telah cukup membahayakan. Pihaknya telah melakukan survei bersama tim Bina Marga. (her)

kecamatan hingga desa sudah berupaya maksimal. Jadi tidak ada yang harus diberikan sanksi, kecuali jika memang ada pelanggaran yang dilakukan pengurus partai, tentu ada saksinya. Dan, dalam pemberian sanksi ada aturan dan mekanismenya. “Ada aturan partai soal sanksi,” ujar mantan Ketua DPRD NTB ini. Sebelumnya, Ketua Harian DPD I Partai Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi, mengatakan untuk DPRD Provinsi, Partai Golkar optimis bisa mengamankan paling tidak 10 kursi dengan perolehan kursi tersebut, satu kursi pimpinan DPRD NTB

(Suara NTB/dok)

Hj. Nurhidayah Giri Menang (Suara NTB) – Lima partai politik (parpol) berpeluang berebut kursi pimpinan DPRD Lombok Barat (Lobar). Lima partai ini antara lain Gerindra, PKS, Golkar, PPP dan Berkarya. Kelima parpol ini berpeluang menduduki kursi pimpinan menyusul perolehan kursi di semua dapil (5 dapil) terisi. Dari lima parpol ini, Caleg Gerindra memiliki peluang besar bisa menduduki kursi Ketua DPRD, karena di samping perolehan kursi di semua dapil terisi, parpol besutan Prabowo Subianto ini juga mendapatkan suara tertinggi. Caleg Partai Gerindra, Hj. Nurhidayah mengaku optimis kursi DPRD Lobar bisa dipegang Partai Gerindra, alasannya karena semua kursi di DPRD Lobar terisi, bahkan di dua Dapil yaitu Dapil 2 Sekotong-Lembar dan Dapil III Gunungsari-Batu Layar partai Gerindra berpeluang bisa mendapatkan dua kursi. ‘’ Insya Allah Gerindra, Ketua DPRD Lobar,’’ kata Hj Nurhidayah yang juga Sekerataris DPC Partai Gerindra Lobar. Selain Gerindra, partai pendatang baru di pemilu 2019 seperti Berkarya juga cukup mengejutkan berpeluang memperoleh lima kursi. Sehingga partai besutan Tommy Soehartao ini bisabisa menduduki kursi DPRD Lombok Barat. Bahkan partai baru ini mendepak sejumlah partai lama. Posisi ini mengulang sejarah Partai Nasdem di Lobar yang pada pemilu 2014 lalu sebagai partai baru langsung mendapat-

kan posisi pimpinan DPRD Lobar. Hasil sementara perhitungan internal partai Berkarya, seperti disampaikan Ketua DPW Partai Berkarya H. Lalu Darmawan, jika di Lobar, Partai Berkarya bakal mendapatkan lima kursi. Artinya semua dapil di Lobar,Partai Berkarya mendapatkan kursi. Beberapa nama caleg Berkarya yang diperkenalkan lolos yaitu di Dapil satu Gerung-Kuripan Lalu Zulfikar Ali. Dapil dua Sekotong-Lembar ada. H Suherman. Sedangkan untuk Dapil Gunungsari-Batu Layar Deni Asmawi, untuk Dapil Empat Narmada-Batulayar diraih oleh H Marlan dan di Dapil Lima ada nama Tantowi Ansori yang mendapatkan kursi DPRD Lobar. Soal kepastian mendapatkan kursi pimpinan, Ketua DPD Partai Berkarya Lobar Agus Kamarwa secara teknis menjelaskan, saat ini perangkingan suara partai di Lobar, urutan pertama diraih partai Gerindra, posisi kedua PKS, ketiga Partai Golkar, ke empat partai PPP dan kelima partai Berkarya.” Untuk sementara partai. Berkarya ada di urutan lima perolehan suara partai,” klaimnya. Karena di kursi pimpinan DPRD Lobar hanya empat kursi, maka Berkarya masih bersaing dengan PPP. Untuk sementara itu perbedaan suara antara partai PPP dan Berkarya sekitar 2 ribuan suara.” Mudahan ada perubahan komposisi pengisian kursi di DPRD Lobar,” harapnya. Sementara Sekretaris DPW Partai Nasdem Multazam mengakui perolehan suara Partai Nasdem di Lobar turun dari tahun 2014 lalu, dimana pada tahun 2014 mendapatkan lima kursi, tahun ini baru dua kursi yang sudah pasti, di Dapil III dan Dapil IV, sedangkan di dapil lima masih diperjuangkan.” Hanya dua kursi yang sudah pasti, satu kursi sedang diperjuangkan,” ujarnya. Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD II Partai Golkar Adi Subardi mengatakan, dari hasil pengumpulan data yang sudah diterima semua tim, kursi pimpinan DPRD Lobar masih dipegang oleh Partai Golkar, dan partai Golkar akan kembali menjadi partai pemenang pileg di Lobar.’’ Kursi Ketua DPRD Lobar masih dipegang Golkar, kami optimis karena semua kursi terisi di semua dapil,’’ katanya. Ia menjelaskan, dari hasil pemilihan yang sudah berlangsung, kursi DPRD Lobar di semua dapil dipastikan bisa terisi. Bahkan di salah satu dapil yaitu Dapil 5 Kediri-Labuapi Golkar bisa mendapatkan dua kursi. (her)

Giri Menang (Suara NTB) – Tiga mantan petugas KPPS Desa Golong Kecamatan Narmada terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi ketiga petugas KPPS ini pun saat ini berangsur pulih, setelah ditangani intensif di Rumah Sakit Awet Muda Narmada. Kepala Desa Golong, H. M. Zainuddin mengatakan, ada tiga warganya di Dusun Peninjauan terjangkit DBD. “Tiga KK terjangkit DBD atas nama Ketut Alsa, Nengah Santika dan Ketut Parna. Mereka ini anggota KPPS,” jelasnya, Jumat (3/5). Merespon adanya warganya yang terjangkit DBD, pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Dikes melalui UPT Puskesmas Sedau. Pihak Dikes pun langsung menindaklanjuti dengan melakukan deteksi jentik nyamuk di wilayah setempat. Pihak Dikes pun mengadakan fogging di daerah itu. Fogging,diadakan Kamis kemarin, di mana Dikes menurunkan 4 personel. Sebelum melakukan fogging pihaknya menggelar sosialisasi dengan mengundang para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan perempuan untuk ikut berparti-

sipasi melakukan pencegahan melalui kegiatan PSN. “Kami melakukan gotong-royong 3M plus (menguras, menutup dan mengubur) semua jentik nyamuk yang ada,” jelas dia. Tak sampai di situ, pihaknya bersama warga menggelar bersih-bersih di setiap rumah. Pihaknya melibatkan segenap masyarakat dan sekolah di desa setempat. “Kita juga koordinasi dengan kecamatan,” jelas dia. Menurut dia, kasus DBD ini tumben ditemukan di wilayahnya. Sebab selama ini belum pernah ditemukan DBD di daerahnya. Penyebab DBD ini, adanya jentik nyamuk akibat lingkungan kurang bersih. Kepala UPT Puskesmas Sedau Junaidi membenarkan ketiga warga Desa Golong terkena DBD. Ketiga warga ini pun telah mendapatkan penanganan pertama di puskesmas, namun karena Puskesmas Sedau bukan puskesmas perawatan, sehingga dirujuk pasien tersebut ke Rumah Sakit Awet Muda. “Ketiganya menjalani opname di Rumah Sakit Awet Muda,” jelas dia. Kondisi saat ini ketiga pasien sudah pulih dan dibolehkan pulang ke rumah masing-masing. (her)

(Suara NTB/ist)

FOGGING - Kegiatan fogging di Desa Golong Kecamatan Narmada untuk mengurangi penyebaran penyakit DBD.

PPS dan PPK Diduga Bermain

Warga Mengadu ke Bawaslu Loteng Praya (Suara NTB) Puluhan warga asal Kecamatan Pujut, Jumat (3/5), mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Tengah (Loteng). Mereka mengadukan dugaan kecurangan dalam proses rekapitulasi perolehan suara yang melibatkan Petugas Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pujut. Warga pun meminta proses rekapitulasi suara di Kecamatan Pujut ditunda untuk sementara waktu sampai dugaan kecurangan dituntaskan. Salah seorang perwakilan warga, Muhamad Najib, mengungkapkan dugaan permainan terendus saat dilakukan rekapitulasi suara untuk Desa Sengkol untuk perolehan suara calon anggota DPRD kabupaten dari Partai Golkar, Kamis (2/5). Di mana perolehan suara partai dan caleg ternyata berbeda dengan data yang dipegang oleh saksi Partai Golkar. Tidak hanya itu, ada suara beberapa caleg yang hilang. Anehnya, ada caleg yang perolehan suara justru bertambah. Contoh di TPS 14 Desa Sengkol, caleg Partai Golkar nomor urut 3 sesuai data yang pegang oleh saksi sebanyak 15 suara. Namun saat dilakukan rekapitulasi di PPK, suaranya tinggal 5. Anehnya, perolehan suara caleg nomor 9 justru bertambah 10 suara. Hal yang sama juga terjadi di TPS 20 desa yang sama. Di sana suara partai dan seluruh caleg termasuk 35 suara yang diperoleh caleg nomor 3, hilang. Namun justru suara caleg nomor 9 yang bertambah banyak. Ter-

hadap persoalan tersebut, saksi partai sempat melayangkan protes dan meminta PPK menghitung ulang dengan cara membuka C1 plano. Akan tetapi protes tersebut tidak diindahkan. PPK tetap saja ngotot untuk melanjutkan proses rekapitulasi. Anehnya lagi, Panwasca juga tidak berani menegur PPK. Justru Panwascam yang seolah-olah diatur oleh PPS dan PPK. Padahal dalam ini Panwascam punya kewenangan untuk mengkoreksi jika ada ditemukan indikasi penyimpangan. Menyikapi persoalan tersebut, Bawaslu Loteng kemudian merekomendasikan kepada KPU Loteng supaya mempertimbangkan dan memutuskan agar pleno rekapitulasi suara pada PPK kecamatan Pujut bagi desa yang belum selesai rekapitulasi suaranya untuk dipindahkan ke KPU Loteng dengan melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian. “Berdasar laporan dan pengaduan yang diterima dari saksi Partai Golkar serta kekhawatirkan soal keamanan, maka Bawaslu Loteng merekomendasikan agar proses rekapitulasi suara untuk PPK Pujut dipindahkan ke tempat KPU Loteng,” tegas Ketua Bawaslu Loteng Abdul Hanan, S.H., dalam rekomendasinya. Usai dari kantor Bawaslu Loteng, warga kemudian bergerak ke kantor KPU Loteng untuk memastikan bahwa surat rekomendasi Bawaslu Loteng dikirim dan diterima oleh KPU Loteng. “Kita akan terus kawal persoalan ini,” tegasnya. (kir)

(Suara NTB/kir)

MENGADU - Warga mengadu dugaan kecurangan penghitungan suara yang terjadi ke Bawaslu Loteng, Jumat (3/5).


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Sabtu, 4 Mei 2019

Parlementaria

Halaman 6

Kerjasama Sekretariat DPRD Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Penjelasan Komisi Dewan Terhadap Raperda Inisiatif 2019 (1) Sumbawa Besar (Suara NTB) Rapat Paripurna DPRD Sumbawa dengan agenda penjelasan Komisi Komisi terhadap Raperda inisatif tahun 2019, telah digelar Kamis lalu. Terdapat delapan Raperda inisiatif DPRD Sumbawa yang dibahas tahun ini. Komisi I DPRD Sumbawa, melalui juru bicaranya, Adizul Syahabuddin, menyampaikan dua Raperda inisiatif. Yakni, Raperda tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Raperda tentang pembinaan dan pengawasan penyelengaraan pemerintahan desa. Berdasarkan UU No. 6 tahun 2014 tentang desa, LKD merupakan wadah partisipasi masyarakat desa sebagai mitra pemerintah desa. Wadah yang dibentuk oleh masyarakat yang dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Memiliki aturan dan hukum yang mengarah kepada fungsi dan sifat dari lembaga dengan prinsip-prinsip kesukarelaan, kemandirian dan keragaman. LKD merupakan mitra pemerintah desa dalam menjalan roda pemerintahan desa dari segala unsur yang dibutuhkan dan diperuntukan untuk masyarakat desa. Landasan sosiologis dari

Raperda ini, pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Kemudian pembangunan desa meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Pembangunan desa mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan guna mewujudkan perdamaian dan keadilan sosial. Ruang lingkup materi muatan Raperda, adalah berisi ketentuan umum, materi yang akan diatur, ketentuan peralihan, dan ketentuan penutup. Materi pembentukan LKD, antara lain menyangkut pembentukan dan penetapan LKD, tugas dan fungsi LKD serta jenis LKD. Adapun jenis LKDyang diatur dalam Raperda ini meliputi RT, RW, PKK, Karang Taruna, Posyandu, dan LembagaPemberdayaan Masyarakat (LPM). Dalam Raperda tersebut juga diatur mengenai hubungan kerja LKD, pem-

KPU KSB : Partisipasi Tertinggi Sepanjang Sejarah Pemilu di KSB Taliwang (Suara NTB) KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meyakini angka partisipasi masyarakat di Pemilu 2019 ini tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan Pemilu di KSB. Mengacu data rekapitulasi akhir KPU KSB terhadap angka partisipasi masyarakat klaim KPU setempat itu tidak berlebihan. Sebab persentasenya mencapai 86,16 persen. “Untuk setiap tingkatan pemilihan, baik itu Pilpres, (Suara NTB/bug) DPD maupun pemilihan legDenny Saputra islatif mulai pusat sampai kabupaten sangat tinggi dan kita rata-ratakan di angka 86 persen lebih,” kata Ketua KPU KSB, Denny Saputra, S.Pd. Diakui Denny, pemicu tingginya partisipasi masyarakat memilih di Pemilu kali ini karena dilaksanakan serentak dengan pemilihan presiden. Masyarakat memiliki motivasi sesuai harapan mereka masing-masing untuk memenangkan calon yang diunggulkan baik di Pilpres maupun Pileg pada tiap tingkatan. “Itu yang memicu masyarakat berbondong-bondong ke TPS. Karena sekali datang ke TPS langsung pilih Caleg dan presiden. Tidak seperti Pemilu periode-periode sebelumnya,” timpalnya. Namun tingginya angka partisipasi tersebut, belum efektif tersalurnya suara pemilih. Untuk Pilpres dan Pileg tingkat kabupaten, berdasarkan data rekapitulasi KPU KSB jumlah suara tidak sah tidak terlalu signifikan. Namun berbeda dengan pemilihan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPR RI dan DPRD Provinsi jumlah suara tidak sah cukup tinggi. Pada pemilihan DPD angka suara tidak sah sebanyak 19.842, untuk DPR RI 15.649 dan pemilihan DPRD Provinsi sebanyak 10.132 suara tidak sah. Menurut Denny belum setaranya angka partisipasi angka pemilih dengan suara sah pada pemilihan anggota DPD, DPR RI dan DPRD Provinsi disebabkan karena masyarakat kurang mengetahui informasi setiap figur calon yang alan dipilih. Hal ini membuat pemilih cenderung kemudian mengabaikan untuk menyalurkan hak suaranya dan hanya fokus pada Pilpres dan Pileg tingkat kabupaten. “Suara tidak sah untuk DPD, DPR RI dan DPRD provonsi itu banyak yang bukan karena rusak suaranya. Tapi banyak yang memang tidak dicoblos sehingga dinyatakan tidak sah. Nah kondisi ini menunjukkan karena memang masyarakat bingung siapa yang mau mereka pilih,” urai Denny seraya memprediksi tidak adanya gambaran calon yang akan dipilih masyarakat itu karena kurangnya sosialisasi para calon sendiri. “Kami kira kurang sosialisasi penyebabnya. Makanya masyarakat tidak terlalu peduli apalagi jarak mereka dengan yang akan dipilih kan juga jauh. Makanya harapan kami ke depan para calon juga getol menyosialisasikan diri sebelum pemilihan dengan turun langsung ke masyarakat,” sambungnya. Pada bagian lain, Denny menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan elemen yang ada di daerah. Karena sejak awal tahapan Pemilu sampai penetapan hasil rekapitulasi perhitungan tingkat kabupaten berjalan lancar. “Kepada pemerintah daerah, aparat kepolisian dan TNI, termasuk parpol dan Caleg selaku peserta Pemu, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya karena sudah mengawal Pemilu ini berjalan aman dan damai,” sebutnya. Terakhir ia menyampaikan, masih ada tahapan akhir yang akan dilaksanakan pihaknya untuk Pemilu tingkat kabupaten. Yakni penetapan partai dan caleg peraih kursi DPRD KSB. Untuk agenda itu KPU KSB tengah menyiapkan dan akan djlaksanakan dalam waktu dekat. “Besar harapan kami juga di tahap akhir untuk pemilihan angota DPRD KSB ini berjalan lancar,” tukasnya. (bug/*)

(Sumber : KPU KSB)

Tabel Rekapitulasi Angka Partisipasi Pemilih Pemilu 2019

binaan dan pengawasan serta ketentuan lainnya. Berikitutnya, Ranperda tentang pembinaan dan pengawasan penyelengaraan pemerintahan desa. UU Desa, telah membawa perubahan relasi antara desa dengan tingkat pemerintahan diatasnya, khususnya dengan Pemerintah Kabupaten. Perubahan ini perlu dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan agar semangat UU desa ini bisa terimplementasikan dengan baik, termasuk di dalam pembinaan dan pengawasan. UU desa juga telah mencantumkan klausul tentang peran dan tugas pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam melakukan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa. Ruang lingkup materi peraturan dearah, Pembinaan dan pengawasan terhadap produk hukum desa yang mengatur pemerintahan desa;Pembinaan dalam rangka penetapan pembiayaan alokasi dana perimbangan untuk desa; Pembinaan peningkatan kapasitas desa (pendidikan dan pelatihan bagi pemerintah desa, perangkat desa, badan permusyawaratan

desa, lembaga kemasyarakatan dan lembaga adat); Pembinaan manajemen pemerintahan desa; Pembinaan upaya percepatan pembangunan desa; Inventarisasi kewenangan daerah/pemerintahan daerah yang dilaksanakan oleh desa; Pembinaan terhadap penataan wilayah desa; Pembinaan dan pengawasan penetapan pengaturan bum desa dan lembaga kerja sama antar desa; Pengawasan oleh badan permusyawaratan desa; Pengawasan oleh masyarakat; Monitoring dan evaluasi; Pengawasan dan pelaporan; Penghargaan; Sanksi administratif; dan Pembiayaan. Komisi II DPRD Sumbawa, melalui juru bicaranya, M. Yasin Musamma S.AP, juga menyampaikan penjelasan dua Raperda inisiatif, yakni Raperda perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan Raperda tentang perlindungan listrik. Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu lumbung pangan nasional dengan luas lahan pertanian 564.969 Ha dengan luas lahan sawah seluas 61.346 Ha dan luas lahan bukan sawah 503.623 Ha. Seiring dengan pertambahan jum-

lah penduduk, maka desa/ perkampungan meluas sampai kelahan sawah. Berkaitan dengan hal tersebut, Negara telah memikirkan upaya perlindungan melalui UU No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Selanjutnya terbit PP Nomor 1 tahun 2009 tentang penetapan dan alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga menerbitkan Perda No. 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Sehingga Pemkab memiliki kewajiban untuk merinci dan mengatur Perlindungan Lahan Pertanian Pangan berkelanjutan dalam wilayah Kabupaten Sumbawa. H Perda ini dihajatkan untuk menjadi legitimasi bagi aturan yang terkait dengan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Selain itu, juga diharapkan sebagai pedoman bagi penyusunan usulan penetapan kawasan, lahan, dan cadangan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Rencana Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dilakukan terhadap: a) Kawasan Pertanian

Pangan Berkelanjutan; b) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; dan c) Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan masing masing dilakukan terhadap kawasan pertanian Lahan basah dan kawasan pertanian Lahan kering. Selanjutnya dijelaskan, Rancangan Perda Tentang Perlindungan Jaringan Listrik. Dalam penyelenggaraan dan penyediaan listrik oleh badan usaha milik negara maupun badan usaha swasta terkadang menimbulkan masalah. Tterutama menyangkut jaringan listrik yang berasal dari sumber listrik yang lebih besar menujuh konsumen. Masalah ini dapat menimbulkan bahaya bagi keselamatan masyarakat banyak. Oleh karena itu perlu dilakukan pecegahan melalui proteksi atau perlindungan terhadap jaringan listrik sehingga aliran listrik yang mengalir melalui jaringan listrik menujuh konsumen tidak menimbulkan bahaya. Bahaya bukan hanya dialami oleh manusia, akan tetapi juga berdampak pada pemukiman. Untuk lebih meningkatkan perlindungan terhadap jaringan listrik, Pemerintah Daerah serta perusahaan listrik (baik

badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah) dan masyarakat harus berperan aktif dalam memberi perlindungan terhadap jaringan listrik. Perda ini mengatur kewenangan Pemerintah Daerah dalam pemberian perlindungan terhadap jaringan listrik melalui kerjasama dengan Pemerintah Provinsi maupun dengan badan usaha. Selain itu pentingnya alat pengaman pada jaringan listrik yang memberi proteksi atau perlindungan terhadap jaringan listrik yang mengalir listrik kepada masyarakat. Penetapan alat pengaman terhadap jaringan listik menjadi kewajiban badan usaha untuk memasang, mengontrol serta mengkroscek efektivitas alat pengaman tersebut. Agar Peraturan Daerah ini dapat berjalan dengan baik, sangat penting adanya peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan, melindungi serta memberi masukan terkait efektifitas perlindungan jaringan listrik yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Akibat pelaporan masyarakat tentu pemerintah melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian terhadap kienerja badan usaha di bidang tenaga listrik. (arn/*)

Interupsi hingga Blokade Jalan Warnai Rekapitulasi KPU Dompu Dompu (Suara NTB) Rekapitulasi perolehan suara hasil Pilpres dan Pileg di tingkat KPU Dompu diwarnai aksi interupsi dari para saksi. Aksi ini berlanjut di luar ruangan. Massa pendukung calon anggota DPRD Kabupaten yang merasa dirugikan melakukan aksi blokade jalan di Ranggo Kecamatan Pajo dan simpang Kandai Dua Dompu. Ilham Yahyu, S.Pd ketua Partai Berkarya Dompu sejak hari pertama rekapitulasi, Kamis (2/ 5) hingga hari kedua, Jumat (3/5) terus melakukan interupsi terkait DPK atau pemilih yang menggunakan hak pilih menggunakan KTP elektronik yang dinilai cukup besar dan dicurigai bermasalah. Bahkan penggunaan DPK di Kelurahan Kandai Dua hingga 566 orang atau 40 – 52 orang per TPS. “Begitu juga dengan di Riwo. Pemilih dalam DPK sama dengan jumlah yang tidak hadir dalam DPT. Ini seolah diatur dan patut dicurigai. Apalagi peti ini menginap di kelurahan Kandai Dua sampai 2 malam,” kata Abdul Hafid, saksi dari PAN, Jumat (3/5). Suherman alias Romo yang mendapat kesempatan bicara di rapat pleno rekapitulasi KPU Dompu, Jumat kemarin juga meminta konsistensi KPU Dompu terhadap kesepakatan di tingkat PPK Kecamatan. Karena di PPK Kecamatan Woja, ada kesepakatan dan diamini komisioner KPU Dompu bahwa TPS 8 Kelurahan Montabaru akan dibuka saat rekapitulasi di tingkat Kabupaten. Karena ada dugaan di TPS terse-

but bermasalah. Massa pendukung Hanafi, caleg dari Partai Gerindra dapil Dompu 2 Kecamatan Woja terlihat konsentrasi di jalan depan kantor KPU Dompu. Mereka menuntut agar TPS 8 ini dibuka dan dihitung kembali surat suaranya karena diduga ada masalah yang membuat perolehan suara Syafruddin, STP lebih banyak. Apalagi selisih peroleh Hanafi dan Syafruddin hanya lima suara dengan keunggulan Syafruddin. Ketua KPU Dompu, Drs. Arifuddin yang memimpin pleno rekapitulasi tetap melanjutkan proses rekapitulasi. Karena keberatan agar TPS 8 Kelurahan Montabaru dibuka tersebut disampaikan setelah pleno rekapitulasi tingkat Kecamatan Woja selesai dilakukan. Selain itu, saksi dari Partai Gerindra, Jamaluddin, tempat Hanafi bernaung tidak keberatan atas hasil rekapitulasi di Kecamatan Woja. Kekecewaan massa pendukung Hanafi ini berlanjut dengan melakukan aksi blokade jalan di persimpangan Kandai Dua. Aksi massa ini

(Suara NTB/ula)

TEGANG - Proses pleno rekapitulasi perolehan suara Pilpres dan Pileg 2019 di KPU Dompu, Jumat (3/5) yang diwarnai ketegangan antarsaksi. tidak berlangsung lama, karena dibuka sendiri oleh massa bersama aparat keamanan. Pada hari pertama rekapitulasi tingkat KPU Dompu, massa pendukung M Zaharuddin, S.Sos, Caleg dari Partai Golkar dapil Dompu 1 meliputi Kecamatan Dompu, Pajo dan Huu. Massa merasa kecewa karena tuntutannya soal dugaan penggeseran perolehan suara caleg tertentu di internal partai dan hilangnya perolehan suara M. Zaharuddin. Namun kasus ini sudah dilaporkan ke Bawaslu Dompu dan sedang diproses Bawaslu. Kendati melakukan interupsi dan keberatan, para saksi rata –

rata tidak keberatan atas hasil perolehan masing – masing partai yang dibacakan oleh masing – masing PPK Kecamatan. Pada hari pertama, rekapitulasi dilakukan untuk Kecamatan Dompu, Pajo, dan Huu (dapil Dompu 1), Pekat dan Kempo (dapil Dompu 4). Hari kedua dilakukan untuk PPK kecamatan Woja (dapil Dompu 2), PPK Kecmatan Kilo dan Manggelewa (dapil Dompu 3). Tidak ada penggeseran perolehan suara, baik untuk Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Dompu. Untuk DPRD Kabupaten Dompu, Partai Nasdem masih mendominasi dengan akumulasi suara 19.568, diiku-

ti PPP dengan 14.990 suara, PartaiGerindra14.887suara,danPKB 11.972 suara. Kendati meraih suara terbanyak kedua, PPP hanya bisa mengirimkan 3 orang wakilnya dari 4 dapil yang ada yaitu dapilDompu1,Dompu2,danDompu 4. Sementara Partai Nasdem, Partai Gerindra, dan PKB bakal mengirimkan 4 orang wakilnya. Untuk kursi DPRD lainnya bakal diisi oleh Partai Golkar, dan Demokrat yang memperoleh masing – masing 3 kursi bersama PPP. Yang bakal meraih 2 kursi yaitu PKS, PBB, dan Hanura, serta yang bakal meraih 1 kursi yaitu PAN, PDIP dan Partai Berkarya. (ula)

Santunan Penyelenggara Meninggal ASN Mantan Napi Koruptor Resmi Diberhentikan Sedang Diproses Sumbawa Besar (Suara NTB) Panjangnya rangkaian Pemilu tahun 2019 ini cukup menguras tenaga dan energi. Selain banyak penyelenggara yang sakit juga ada beberapa yang sudah meninggal dunia. Terkait santunan pahlawan demokrasi ini, KPU NTB menegaskan saat ini sedang diproses. “Santunan sedang diproses di KPU RI. Karena sudah ada persetujuan dari Kemenkeu tentang santunan bagi yang meninggal, sakit dan yang kecelakaan,” kata Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, kepada wartawan di Sumbawa, Jumat (3/5). Menurutnya, nominal santunan yang akan diberikan sudah ditentukan. Nantinya besaran santunan tergantung kategorinya. Hal inilah yang akan dilakukan penilaian. “Nominalnya sudah ada. Meninggal pagu maksimal Rp36 juta. Ada yang dibawah itu juga tergantung kategorinya,” terangnya. Mengenai santunan, pihaknya belum mengetahui kapan diberikan. Namun, sudah ada kepastian dari pemerintah pusat. Suhardi mengakui, dalam proses rekapitulasi terdapat banyak dinamika terjadi. Pihaknya pun tidak mempersoalkan adanya koreksi dari Bawaslu dan saksi. Karena pada prinsipnya penyelenggara Pemilu ingin menghadirkan bahwa suara yang dipilih rakyat, itulah yang akan ditetapkan menjadi yang terpilih nantinya. “Jadi kita menghindari dan tidak menginginkan adanya ma-

(Suara NTB/ind)

Suhardi Soud nipulasi, ada kecurangan. Itu harus diclearkan, clear dan clean di tingkat kecamatan. Sehingga di level Kabupaten, Provinsi dan RI itu akan lebih mudah. Penekanan saya silahkan saksi, bawaslu sama KPU memastikan bahwa suara yang layak itulah adalah suara rakyat. Apa yang dipilih rakyat di TPS itu yang dihitung dengan baik,” terangnya. Dari rekapitulasi yang dilakukan, baru satu kabupaten yang selesai di tingkat kabupaten yakni KSB. Kemungkinan yang paling cepat menyusul adalah Kabupaten Sumbawa. Sedangkan yang belum melakukan rekapitulasi adalah Lombok Tengah dan Lombok Utara. Karena mereka kemungkinan menunggu selesai lebih dari setengah rekapitulasi di kecamatan. Kemudian Kota Mataram juga belum selesai. Selain itu Lombok Tengah juga belum selesai karena ada beberapa kecamatan yang jumlah TPSnya diatas 300.

Meskipun demikian, pihaknya sudah mendorong agar mereka bisa melakukan rekapitulasi di kabupaten sambil menyelesaikan proses rekapitulasi di kecamatan. Seperti halnya Kabupaten Sumbawa yang sebelumnya juga melakukan hal tersebut. Hal ini untuk memastikan supaya tahapan ini tidah boleh terhenti. “Tapi secara umum rekapitulasi di level kabupaten ini berjalan relative baik. Perdebatanperdebatannya juga terukur, seperti soal data pemilih, penulisan data, kemudian soal penempatan pengguna surat suara, kemudian jumlah surat suara. Ini terbantu karena di kecamatan itu sudah detail. Jadi kami berterima kasih kepada rekan PPK, saksi dan pengawas yang sudah melakukan fungsinya di kecamatan itu dengan baik,” tambahnya. Rekap kabupaten, katanya, paling lambat tanggal 8 Mei mendatang. Sedangkan rekapitulasi tingkat provinsi direncanakan mulai dilakukan pada tanggal 9 hingga 12 April mendatang. Dilihat dari proses yang ada, tidak sampai adanya yang berpotensi molor. Karena rekapitulasi tingkat kabupaten bisa dilakukan sambil menyelesaikan rekapitulasi tingkat kecamatan. Hanya saja pihaknya memprediksi daerah yang yang akan paling lama menyelesaikan rekapitulasi adalah Lombok Tengah dan Mataram. Sebab sejauh ini Mataram baru menyelesaikan satu kecamatan. Sedangkan untuk di Lombok Tengah, cukup dinamis. (ind/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa resmi memberhentikan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) mantan napi koruptor. Pemberhentian ini mulai dilakukan pada akhir April 2019 lalu. “Berdasarkan surat dari Menpan bahwa tanggal 30 April batas terakhir untuk kita keluarkan SK. Maka Bupati sudah mengeluarkan SK Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap mereka per tanggal 26 April,” kata Kepala BKPP Kabupaten Sumbawa, Syahruddin, S.H kepada wartawan, Jumat (3/5). Menurutnya, dengan adanya PTDH, ASN tersebut diberhentikan secara total dari tugasnya. Mereka hanya akan dibayarkan sisa gaji selama tiga bulan. Sesuai dengan kesepakatan dari seluruh BKD di Provinsi NTB. Meskipun demikian, mereka tidak akan mendapatkan hak pensiunnya. “Kesepakatan semua BKD seProvinsi NTB bahwa mereka akan kita bayar sisa gajinya. Mereka kan diberhentikan sementara pada Januari. Berarti mereka akan dibayarkan sisa gajinya selama tiga bulan. Tetapi mereka tidak ada lagi hak pensiun,” terangnya. Pihaknya juga berharap kepada semua ASN yang ada agar tetap berhati-hati dan melaksanakan tugas sesuai aturan perundangundangan yang berlaku. Supaya nantinya tidak terjerat dengan masalah hukum. Karena aturannya, permasalahan korupsi tetap diberhentikan meskipun vonisnya hanya satu hari. Baik dalam undang-undang nomor 5 tahun 2014 maupunundang-undangNomor11

(Suara NTB/ind)

Syahruddin tahun 2017 tentang manajemen Pegawai Negeri Sipil. 13 ASN KSB Di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Surat Keputusan Bersama (SKB) Menpan RB, Mendagri dan Kepala BKN terkait pemecatan terhadap ASN mantan terpidana korupsi juga sudah dijalankan. Sebanyak 13 ASN di lingkup Pemda KSB pun terkena imbas dari kebijakan dalam rangka menciptakan pemerintahan bersih tersebut. Kepastian pemecatan terhadap 13 ASN tersebut disampaikan Kabag Humas Protokol KSB, Abdul Muis, Jumat (3/5). Ia menyatakan, SK Pemberhentian terhadap para ASN yang terkena keputusan bersama 3 menteri itu telah ditetapkan oleh bupati. “Sudah (ditandatangani) ya oleh beliau (bupati) karena kan memang dikasih waktu sampai akhir April,” sebutnya. (ind/bug)


Jendela Sastra

SUARA NTB Sabtu, 4 Mei 2019

Halaman 7

CERPEN

Pasangan Bahagia Bayu Pratama

Saya mengerti, kalau khayalan sebagus apapun, seringkali tidak kesampaian kalau saya yang mengkhayalkannya. Saya rasa hal ini sudah terjadi sejak saya masih kecil, apa pun yang saya inginkan, tidak pernah kesampaian. DARI pemahaman saya soal hidup saya ini, akhir-akhir ini keadaan jiwa saya jadi sentimentil. Saya jadi lebih gampang sedih. Saya menduga itu karena saya terlalu banyak menonton opera sabun dan terlalu banyak membaca buku puisi. Setidaknya dua hal itu yang membuat saya terus berkhayal sedari tadi: siapa tahu gerimis di luar akan menyeberangkan seorang gadis, gadis yang sedang ingin menangis, dan saya boleh jadi pahlawan yang akan menghiburnya. Saya tidak bisa berhenti berkhayal tentang hal ini. Andaikata khayalan semacam itu bertahan lama di kepala saya, saya rasa saya akan cukup nekat untuk membenturkan kepala saya ke tembok sampai berdarah-darah. Atau mungkin melompat dari lantai tiga gedung ini rasarasanya saya akan berani – toh yang mana saja akan sama sakitnya saya kira. Yang jelas, tidak akan lebih sakit dari pada tahu khayalan semacam ini toh tidak akan kesampaian juga dalam hidup saya. Tapi tentu saja saya tidak membenturkan kepala saya ke tembok atau melompat dari lantai tiga. Yang saya lakukan pada akhirnya hanyalah menempelkan kening ke kaca jendela, menonton hujan di luar dengan rasa nelangsa yang entah datang dari mana. Kaca jendela berembun setiap saya menghela napas. Ketika ada keinginan untuk pulang ketimbang nelangsa tidak jelas, saya sempatkan untuk membersihkan jendela yang berembun karena napas saya. Saat membersihkan embun inilah saya melihat gadis itu. Gadis yang diseberangkan gerimis. Atau, lebih tepatnya gadis itu sendiri yang menyeberang dari gedung depan yang jaraknya kirakira dua puluh meter dari gedung yang ada di sebelah gedung ini. Tapi gadis itu tidak menangis. Dia lari terburu-buru sambil menutupi kepalanya dengan tas jinjing berwarna biru muda yang berukuran terlalu kecil. Saya sempat bertanya-tanya, untuk apa dia melakukan tindakan sia-sia semacam itu? Tangan saya sibuk menghapus embun sementara pandangan saya terpaku memperhatikannya. Dia sibuk mengelap bahunya. Padahal toh dari jauh saja saya bisa melihat semua pakaiannya lumayan basah. Sekali dia mengibas rambutnya karena menghalanginya mengelap bahunya. Apa gadis itu jodoh saya? Saya bertanya dan berpikir begitulah biasanya cerita dalam opera sabun. Seharusnya itu yang terjadi. Seharusnya ada orang menulis puisi soal itu. Tapi segera saya memutuskan untuk melupakan apa-apa yang saya pikirkan tentang gadis itu, toh tidak akan menjadi kenyataan juga. Koridor sudah kosong. Pukul tiga belas. Saya menunggu beberapa saat sampai gerimis sudah agak hilang. Mungkin di suatu tempat sedang ada pelangi

(Pixabay)

sekarang. Saya menuruni tangga menuju parkiran sambil membayangkan pelangi. Sampainya di asrama, saya merasa malas mengerjakan apaapa. Saya menduga kemalasan ini karena bau pengap yang langsung menusuk hidung saya ketika membuka pintu kamar tadi. Kamar begini terlalu sempit buat meniup nyawa. Lebih sempit lagi karena bau pengap cucian berumur tiga minggu mirip setan bertempik yang membuat udara bertuba. Satu-satunya yang saya rasa pantas untuk dilakukan adalah menyalakan televisi dan menonton opera sabun. Tapi karena tidak kuat dengan bau kamar saya sendiri, maka saya putuskan untuk keluar mencari udara segar. Siapa tahu di jalan saya bisa bertemu seseorang, pikir saya. Jalanan sepi. Harusnya saya tahu kalau keinginan saya tidak akan kesampaian. Saya berjalan sendiri sepanjang jalan. Beberapa kali sisa-sisa air hujan yang tertinggal di pohon jatuh menimpa muka saya, tapi entah kenapa saya merasa malas menyekanya. Sambil memikirkan rasa malas saya itu, saya menimbang-nimbang ke mana bisa pergi. Saya kira saya bisa pergi ke perpustakaan. Mengenai kena-

pa saya ingin ke perpustakaan, saya juga tidak tahu. Hanya saja tempat itu yang pertama kali muncul dalam benak saya. Setidaknya di sana banyak buku-buku yang bisa saya baca. Saya mengira perpustakaan sudah tutup, tapi seharusnya saya tahu perkiraan saya akan meleset. Ternyata perpustakaan masih buka. Atau lebih tepatnya, semua pintunya terbuka. Walaupun tidak melihat tanda-tanda kehidupan, saya masuk dan berjalan-jalan. Kalau semua tempat yang saya datangi sepi seperti ini, saya menduga saya akan bosan. Tapi saya tahu, saya tidak akan bosan. Jadi saya tidak terlalu takut menduga-duga hal semacam itu. Ruang baca untuk buku-buku yang saya senangi ada di bagian belakang gedung. Saya pernah menulis di kertas saran supaya ruangan itu dipindah kedepan karena letaknya di belakang terlalu jauh. Saya menulis saran itu sekitar setahun yang lalu. Tentu saja, sampai sekarang ruangan itu masih di tempat yang sama. Di bagian belakang gedung saya melihat seorang gadis. Saya tidak ambil pusing tentang siapa gadis ini, kecuali soal baju dan tas yang dibawanya persis seperti gadis yang

menyeberang gedung tadi. Gadis yang sama kah? Pikir saya. Tapi bajunya tidak basah, karena itu saya agak sangsi. Atau mungkin dia sudah pulang mengganti baju? Gadis ini berjongkok di depan penitipan barang. Soal apakah dia mencari sesuatu atau kehilangan sesuatu atau hanya iseng, tidak menjadi pikiran saya. Saya langsung berjalan pergi menuju ruang baca, melewatinya tanpa menegurnya. Sempat saya melihat sekilas wajahnya. Ternyata dia lumayan cantik juga. Tidak ada orang di dalam ruang baca. Tapi saya tidak menjadikannya pikiran karena toh saya sudah membatalkan harapan bertemu seseorang. Harapan itu sudah hilang sejak melihat jalanan sepi. Di dalam ruang baca saya menghabiskan waktu dengan membaca sepintas hampir semua buku sastra, khususnya puisi. Akhirnya saya sampai pada kesimpulan, bahwa semua penyair itu hidupnya tidak lebih bahagia dari hidup saya. Tapi saya tahu, pendapat semacam itu tidak jelas juga benar-tidaknya. Saat saya tersadar dari pikiran saya yang sibuk sendiri, jam di dinding menunjuk pukul delapan belas kurang tiga puluh menit. Saat saya

keluar dari ruang baca, gadis itu sudah tidak ada di luar. Di luar lampu jalan baru saja dinyalakan, saya berjalan pulang. Di langit bulan sedang sabit. Tapi sepanjang jalan entah kenapa saya membayangkan purnama. Sesampainya di asrama, saya kembali merasa malas mengerjakan apa-apa: tepat ketika membuka pintu saya diserang oleh bau busuk itu lagi. Dengan hanya bergerak masuk satu langkah, saya kemudian memutuskan berdiri sambil mengibas-ngibaskan tangan saya. Badan saya condong ke belakang sampai saya hampir jatuh. Dalam keadaan begitu, tiba-tiba saya membayangkan seorang penyair sentimentil yang tidak boleh disebut namanya, dalam sebuah acara di tempat lain membaca puisi tentang seorang ibu hamil yang muntah karena mencium bau selokan. Seekor tikus mati. Saya menduga karena bau kamar saya. Bangkainya tergeletak tepat di depan kaki saya. Karena tidak kuat dengan bau kamar saya sendiri, maka saya putuskan untuk pergi ke taman. Saya tahu di sana banyak udara yang lebih segar dan, siapa tahu, di sana saya juga bisa bertemu beberapa orang. Saya menutup

pintu kamar dengan agak membantingnya, tepat setelah saya menendang bangkai tikus itu. Saya terkadang heran, kenapa saya tidak pernah jera untuk mengira-ngira sesuatu. Taman sepi. Saya melihat jam tangan, pukul sembilan belas kurang tiga puluh menit. Apa semua orang sudah pulang? Saya merasa sentimentil. Tapi setidaknya udaranya tidak jauh berbeda dari perkiraan saya. Karena tidak punya tujuan yang jelas, saya hanya berjalan mengitari taman. Melewati jembatan, bulan sabit memantul di air kolam. Entah kenapa perasaan sentimentil saya semakin kuat. Ingin rasanya saya tiba-tiba punya sayap dan bisa terbang. Tapi saya tahu, keinginan semacam itu tidak akan pernah benar-benar bisa jadi kenyataan. Sambil terus berjalan, tidak terasa saya sampai di bangku tengah taman. Di sebelah utara, tidak jauh dari bangku ada instalasi cermin berbentuk abstrak berukuran besar yang bisa mengubah-ubah bentuk bayangan. Saya berdiri menghadap instalasi itu dan melihat diri saya dalam bentuk yang kelewat besar dan kelewat kecil berdiri berdampingan. Saya bertanya, yang mana bayangan saya? Waktu sibuk melihat bayangan saya itulah saya juga melihat bayangan lain. Bayangan itu terus mendekati bayangan saya dan bentuknya seperti seseorang sedang memeluk seseorang. Saya menoleh, dan benar ada orang sedang berpelukan. Pasangan itu tidak mengambil pikiran saya dan saya menduga mereka juga tidak terlalu memikirkan keberadaan saya. Sepintas saya melihat tas jinjing yang dibawa oleh si gadis, berwarna biru dan ukurannya terlalu kecil. Gadis yang tadi pagi kah? Saya bertanya. Tapi dia tidak cantik, apalagi memakai baju yang basah. Itu membuat saya sangsi tentang pendapat saya sendiri. Mereka kemudian berciuman, sangat mesra, sampai-sampai saya mengira yang pria akan tersedot ke dalam bibir si gadis dan sebaliknya. Setelah berciuman mesra itu, mereka berdua berjalan ke arah selatan sambil bercanda-canda. Saya kembali memperhatikan cermin, ada bayangan saya dan bayangan pasangan itu yang semakin tidak jelas bentuknya karena mereka berjalan menjauh sampai sempurna hilang. Pasangan yang bahagia. Udara dingin membuat saya bersedekap. Tiba-tiba saya berkhayal tentang sesuatu. Tapi saya tahu, saya tidak boleh lama-lama berkhayal tentang hal semacam itu.*** Bayu Pratama lahir di Aiq Dewa, Lombok Timur, 2 Mei 1994. Buku cerpennya berjudul Benjor, Opera Sabun, dan Cerita-cerita (Akarpohon, 2017).

123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 Romzul Falah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 Burung Camar dan Seiris Senja Di Taman Seruling Dari Alamat Rahasia Mengunjungi Petuah Pasar 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 tiba-tiba jejak kakimu diguyuri gerimis setengah hujan engkau memainkan seruling di antara kesibukanku menikmati pagi di pasar tempat ibu bercerita 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 ditumbuhi bunga dan semak-semak menyusun cahaya dan memasak munajat sendiri bersama matahari dan orang-orang yang serupa; 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 lalu camar datang dengan cahaya setengah redup dengan jari menunggangi lagu ke lagu menghabiskan satu hari berulang-ulang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 dibawanya irisan senja dari celah kepergianmu sampai tiba bibirmu berhenti mengecup seruling itu dengan keikhlasan sebagai harapan panjang 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 aku lihat senja itu meronta pada kepakan terakhir aku sangat hafal kata-kata sebelum beranjak dari duduk semula aku temukan semerbak tanah yang ditanami 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 dari punggung camar yang abu-abu “kita akan sama-sama bermain sembunyi-sembunyian biji-biji usia melalui puluhan bunyi kaki 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 berjatuhan kelopak bunga yang tak sempurna berteriak hingga satu nama kita sebutkan,� katamu. digerakkan seiring keremangan yang perlahan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 menumbuhi tanah tanda engkau pernah singgah di sini pudar seperti menyatakan keabsahan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 dan engkau meninggalkan seruling yang dileburi liur 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 tentu semakin lama bunga dan semak-semak itu menemukan kesah yang ditahan beriring dan bekas lipstikmu seperti biasa, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 rimbun di antara wajah dan suara-suaramu wejangan di tepian suara pengendara waktu meski kali ini tidak dengan alamat yang bertulis, nama jalan, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 yang semula berlarian tanpa retakan serta petuah ibu setiap menuju pulang dan kampung tempat pulang seorang pejalan kaki dari tanah jauh 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 selain senja yang tinggal seiris saja di atas pepohonan _selain alamat rahasia. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 ada bunyi begitu keras dari dada ini Sumenep, 2019 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 Sumenep, 2019 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 Sumenep, 2019 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 Belajar Bunyi-Bunyi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 jika suatu pagi engkau mendengar suara pintu, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 jendela, lantai, dan suara-suara lain dari dalam rumah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 itu aku yang sedang belajar menciptakan bunyi sendiri 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 di antara bunyi-bunyi yang tidak aku senangi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 engkau tidak akan percaya bahwa bunyi-bunyi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 yang aku cipta mempunyai nama dan usia berbeda 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 seperti Yurina, bunyi pintu seusia bunga gereja 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 Lulu, bunyi Jendela, dan Fysa bunyi lantai 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 bunyi seusia Nabi dan seusia aku yang menuju tua 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 Jika suatu pagi engkau berkenan mampir, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 mampirlah sekadar mendengarkan bunyi bertalu-talu 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 akan aku ciptakan engkau bunyi bernama Nostalgia. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 Romzul Falah bergiat di Pabengkon Sastra 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 Sumenep, 22 Januari 2019 Batuputih dan UKM Sanggar Cemara. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234

PUISI


POLHUKAM

SUARA NTB Sabtu, 4 Mei 2019

Biaya Kampanye Caleg DPRD Provinsi Capai Rp1 Miliar

Kasus PKH Montong Gading

Jaksa Belum Tetapkan Tersangka

Mataram (Suara NTB) Meski negara telah berusaha memperkecil biaya politik yang dikeluarkan oleh peserta pemilu dengan menanggung biaya kampanye mereka, namun hal itu belum efektif. Nyatanya masih banyak peserta pemilu yang mengeluarkan biaya kampanye cukup besar pada Pemilu 2019 ini.

(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Indikasi penyimpangan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur tahun 20172018 terus didalami. Meski besaran pungli sudah diketahui, tetapi jaksa belum menetapkan tersangka. Kasi Pidsus Kejari Lombok Timur Wasita Triantara menyebutkan saksi-saksi yang diklarifikasi sebelumnya di tahap penyelidikan Wasita Triantara bakal diperiksa lagi. Termasuk mantan Koordinator Kabupaten, terlapor kasus tersebut. “Masih pemeriksaan saksi di tahap penyidikan,” ujarnya dikonfirmasi kemarin. Selanjutnya jaksa juga akan memeriksa ahli sehubungan unsur pidana dugaan pemotongan dana PKH tersebut. Total uang yang dikumpulkan terlapor mencapai lebih dari Rp100 juta. “Nanti saja kalau sudah ada tersangka, orangnya sudah ditahan saya jelaskan,” tandasnya. Dana bantuan yang menjadi hak masyarakat di Desa Montong Gading diduga tidak disalurkan. Bantuan untuk sembilan kelompok penerima juga diduga disunat sepanjang empat tahap penyaluran. Dana PKH digelontorkan masing-masing per tahapan kepada keluarga penerima manfaat (KPM), yakni Rp 500 ribu sampai tahap tiga, kemudian tahap ke-empat Rp390 ribu. Duit dari APBN itu dikirim ke masing-masing rekening bank KPM. KPM PKH didominasi masyarakat punya latar pendidikan rendah. Tata cara penarikan uang melalui ATM, agen mitra bank, atau teller bank dipandu pendamping PKH setempat. Kasus penyimpangan dana PKH Montong Gading ini ditelisik Kejari Lotim sejak 2018 lalu. Masyarakat melaporkan indikasi pemotongan dana PKH. Koordinator PKH Kabupaten Kasus itu ditangani atas dugaan penyelewengan dana keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahap IV tahun 2017 dan tahap I, II, dan III tahun 2018 di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur. Program serupa bantuan langsung tunai (BLT) itu diduga dipotong dengan variasi antara Rp15 ribu sampai Rp100 ribu per-KPM. Total dana yang disunat diduga mencapai Rp162 juta. Pemotongan dilakukan dengan dalih administrasi yang dijadikan tabungan KPM. KPM sudah diminta menandatangani surat penerimaan dana namun tidak kunjung cair. Sebelumnya, masyarakat melaporkan dugaan penyelewengan dana keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahap IV tahun 2017. Jaksa menemukan indikasi serupa pada pencairan tahap I, II, dan III tahun 2018 di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur. (why)

(Suara NTB/ist)

DITANGKAP - Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTB menggiring tersangka HLM usai ditangkap dari rumanya di kawasan Jakarta, Jumat (3/5). Tersangka HLM diduga terlibat dalam perdagangan warga NTB ke Suriah.

TPPO Jaringan Pengirim Warga NTB ke Suriah Ditangkap Mataram (Suara NTB) – Pengungkapan perdagangan orang warga NTB ke Suriah terus berkembang. Kali ini, tersangka HLM ditangkap di Jakarta Jumat (3/5) kemarin. HLM melengkapi pengungkapan tiga kasus TPPO yang kini sedang disidik Polda NTB. Kasubdit IV Remaja Anak Wanita Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati mengonfirmasi penangkapan tersangka HLM tersebut. “Perannya menerima dari perekrut kemudian menampung korban,” ujarnya. Tersangka HLM menerima korban dari NTB sesuai dengan yang dikirim perekrut, “HLM menampung di Jakarta dan mengirim korban ke daerah lain sebelum ke luar negeri,” ungkapnya. Dia menyebutkan, Polda NTB saat ini tengah mengusut tiga kasus TPPO dengan tujuan Suriah. Selain HLM, Polda NTB sudah menangkap dua tersangka, yakni AS dan EV pada kasus terpisah. “Pada intinya kami komit menegakkan hukum TPPO sampai ke jaringan-jaringannya,” tegas Pujawati. AS (48) dan EV (42). Dua wanita ini bersekongkol memberangkatkan korbannya SH alias IJ warga Batumekar, Lombok Barat ke Damaskus, Suriah tahun 2015. Korban sempat bekerja selama tiga tahun sebelum akhirnya kabur pada tahun 2017. Modusnya, korban dijanjikan bekerja di Abu Dhabi tetapi ternyata Suriah dengan iming-iming gaji tinggi. Tersangka perekrut mendapat fee Rp3 juta dari setiap orang yang berhasil direkrutnya. Dalam kasus ini penyidik merumuskan adanya dugaan pelanggaran Pasal 10 dan atau Pasal 11 Jo Pasal 4 Undangundang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (why)

Halaman 8

Untuk ukuran caleg tingkat provinsi, rata-rata mereka mengeluarkan cost politik sampai Rp1 miliar. Beberapa caleg petahana DPRD Provinsi NTB yang ditemui Suara NTB mengaku pengeluaran biaya kampanye mereka sampai Rp1 miliar, bahkan lebih. Umar Said, caleg petahana dari Partai Golkar yang maju di dapil II (Lobar-KLU) ini me-

ngaku biaya politik yang dia keluarkan untuk dapat terpilih kembali tidak kurang dari Rp1 miliar. “Ya sekitar Rp1 miliar habis kemarin itu,” katanya di ruang kerjanya di Komisi I. Menurutnya, dengan situasi politik saat ini, mustahil bagi dirinya dan mungkin bagi caleg yang lain tidak mengeluarkan biaya politik yang besar, meski negara melalui KPU

telah membantu memberikan pembiayaan kampanye lewat pembuatan alat peraga kampanye kepada peserta pemilu. “Situasi politik sudah berubah. Saya saja jauh hari sebelum pemilu, dalam satu tahun itu habiskan seratusan juta untuk membiayai kegiatan masyarakat di dapil saya. Apalagi sudah masuk Pemilu akan lebih besar lagi yang akan

kita keluarkan,” tuturnya. Ditempat terpisah, caleg petahana Partai Demokrat dari dapil VI (Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima) Hj. Misfalah juga mengaku biaya politik yang dia keluarkan selama masa kampanye Pemilu 2019 ini mencapai Rp1 miliar lebih. “Saya pribadi tidak sampai mungkin Rp1 miliar, mendekatilah. Tapi kalau dihitung dengan sumbangan yang dikeluarkan oleh keluarga yang juga ikut bergerak, mungkin bisa sampai Rp1 miliar, bahkan lebih,” katanya.

Meski telah mengeluarkan biaya kampanye sangat besar, dia belum berhasil mempertahankan kursi miliknya. Perolehan suara yang ia dapatkan belum bisa mengamankan kursi. Besarnya biaya politik yang dia keluarkan belum menjadi jaminan untuk bisa terpilih. Caleg petahana PKS, H. Usmar Iwan Surambian juga mengaku telah mengeluarkan biaya politik kurang dari Rp1 miliar. Namun demikian, dia belum beruntung untuk terpilih. Ia mengaku tidak kecewa lantaran hal itu sudah menjadi realitas politik. (ndi)

Muzihir Pertimbangkan Maju di Pilkada Mataram

(Suara NTB/ndi)

SERAHKAN LPPDK - Parpol saat menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Pemilu 2019. Diketahui ada tiga calon anggota DPD tidak menyampaikan laporan.

Tiga Calon Anggota DPD Tak Sampaikan Laporan Dana Kampanye Mataram (Suara NTB) Batas akhir penyampaian laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) peserta Pemilu di NTB telah berakhir, Kamis (2/5) kemarin. Diketahui tidak semua peserta pemilu telah menyampaikan laporan sampai batas waktu yang ditentukan. Pantauan Suara NTB, ada tiga calon anggota DPD RI yang tidak menyampaikan laporan dana kampanye mereka sampai batas waktu penyerahan ditutup. Komisioner KPU Provinsi NTB, Agus Hilman membenarkan, bahwa tiga orang calon anggota DPD tak

menyampaikan LPPDK. “Ya sampai terakhir kemarin ada tiga calon DPD yang belum,” katanya. Namun demikian, Agus enggan membeberkan nama calon anggota DPD yang tidak menyampaikan laporan dana kampanyenya itu. Alasannya karena masih dalam proses rekap. “Nanti kita sampaikan, masih direkap dulu,” katanya. Namun dari informasi yang diserap. Kemungkinan besar calon anggota DPD yang tidak menyampaikan LPPDK itu merupakan calon yang diprediksi kalah. Sehingga menurut mereka tidak perlu

lagi melaporkannya. Diketahui bahwa sanksi bagi peserta pemilu yang tidak menyampaikan LPPDK, mereka akan mendapatkan sanksi kemungkinan akan dicoret kepesertaan sebagai peserta pemilu. Namun bagi calon yang kalah hal itu sudah dianggap tidak penting. Sementara itu, untuk partai politik sebagai besar relatif sudah menyampaikan. Akan tetapi untuk besaran laporan dana kampanye yang mereka sampaikan akan dilakukan Audit Kepatuhan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). (ndi)

Tuding Penyelenggara Curang, KPU Minta Caleg Tunjukkan Bukti di Pleno Mataram (Suara NTB) Proses rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 masih berlangsung di tingkat kabupaten/kota. Meskipun rekapitulasi belum selesai, sejumlah caleg telah dapat mengetahui dirinya kalah dan menang dari hasil rekapitulasi internalnya berdasarkan data hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan. Sejumlah caleg yang diprediksi gagal mendapatkan kursi karena perolehan suaranya kalah dari caleg lainnya. Kemudian banyak melayangkan laporan ke Bawaslu terkait dengan dugaan kecurangan. Hal tersebut dinilai merupakan efek dari kekecewaan atas kekalahannya. Komisioner KPU Provinsi NTB divisi teknis, Zuriaty kepada Suara NTB, Jumat (3/5) kemarin menanggapi tingginya laporan celeg atas dugaan kecurangan yang dilakukan oleh jajaran penyelenggara Pemilu di tingkat kecamatan itu men-

gatakan bahwa semua pihak sah-sah saja menuding KPU melakukan kecurangan. Namun demikian hal itu harus dibuktikan lewat mekanisme. Sehingga tidak hanya sekedar menjadi isu belaka. “Kalau ada kecurangan kan sudah ada mekanismenya. Kalau mereka menemukan kecurangan ya harus ditunjukkan buktinya. Tapi ini buktinya mana, itu harus bisa ditunjukkan, jangan hanya katanya-katanya. Itukan ada mekanismenya penyelesaiannya,” tegas Zuriaty. Ia mengaku heran dengan pernyataan sejumlah caleg yang menuding KPU melakukan kecurangan pengelembungan suara. Menurutnya hal itu sangat mustahil bisa dilakukan oleh penyelenggara Pemilu. Mengingat hasil perolehan suara di masing-masing tingkat, juga dipegang oleh masingmasing saksi peserta pemilu, juga termasuk Pengawas.

“Sesungguhnya semua saksi dan pengawas pegang C1, ketika ada perbedaan data, kan bisa dilihat sampai C1 Plano. Kalau belum ketemu maka dilakukan perhitungan ulang. Karena semua permasalahan itu harus diselesaikan di kecamatan, sehingga di beberapa kecamatan sampai hitung ulang,” jelasnya. Saat ini sedang proses rekapitulasi di KPU kabupaten/ kota. Dimana semua saksi peserta Pemilu dan dari pengawas ikut hadir. Jika memang ada dugaan kecurangan maka, lewat para saksi mereka menyampaikan keberatan, namun tentu dengan menunjukkan bukti-bukti. “Sehingga kalau ada perbedaan data, bisa diadu dalam proses pleno ini, apakah perdebdaan data itu berasal dari Bawaslu atau saksi bisa dilihat, karena itulah pleno ini dilakukan terbuka,” pungkasnya. (ndi)

Mataram (Suara NTB) Setelah berhasil mengantongi perolehan suara tertinggi dari dapil I Kota Mataram, Caleg petahana PPP, H. Muzihir yang dipastikan akan kembali duduk di kursi wakil rakyat DPRD Provinsi NTB periode berikutnya. Namanya mulai digadang-gadang untuk tampil di Pilkada Kota Mataram yang akan digelar serentak dengan kabupaten/kota lainnya tahun depan. Muzihir yang dikonfirmasi terkait hal itu, tak menampik jika namanya telah digadanggadang untuk tampil di Pilkada Kota Mataram 2020. Usai mendapatkan gambaran perolehan suara sementara Pileg 2019 ini, dirinya mengaku banyak menerima dorongan dari pendukungnya dan berbagai kalangan masyarakat kota untuk tampil maju bertarung menjadi orang nomor satu di ibukota Provinsi NTB ini. “Aspirasi dan dorongan itu ada, mungkin karena melihat perolehan suara kita yang cukup tinggi, para pendukung banyak yang mengatakan hal itu (maju Pilkada Mataram), ya kita hargai itu sebagai semangat mereka,” katanya kepada Suara NTB belum lama ini. Namun demikian, meskipun dirinya mendapatkan banyak dorongan dari berbagai kalangan, akan tetapi ia tak begitu saja mengamininya. Banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk mengambil keputusan. Salah satu yang menjadi pertimbangannya saat ini adalah soal syarat mundur sebagai anggota dewan jika maju sebagai calon kepala daerah. “Nah aturan ini yang membuat kita masih mikir-mikir, kalau saya maju 2020, terus kemudian harus mundur dari anggota dewan, kan kita belum satu tahun jadi anggota, berat sekali rasanya,” ujar Muzihir.

Ia sendiri mengaku tidak setuju dengan aturan tersebut, karena itu ia berinisiatif untuk mendorong agar undang-undang tentang pilkada tersebut, khususnya terkait keharusan mundur bagi anggota dewan agar ditinjau ulang. Ia menilai aturan tersebut sangat tidak adil, jika dibandingkan dengan calon kepala daerah yang kembali maju. “Kita dengan kepala daerah itu sama-sama jabatan politik, kecuali ASN, TNI/Polri wajar harus mundur. Seperti saya sekarang, kita belum duduk satu tahun harus mendur lagi kan berat. Makanya saya harus suarakan ini, agar pusat merubah aturan itu,” serunya. Jika menilik ke belakang, setelah melihat hasil Pileg 2014 lalu, sejumlah angota dewan peraih suara tertinggi di dapil masing-masing, banyak yang berhasil terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah pada Pilkada serentak 2015. Beberapa anggota dewan yang berhasil terpilih yakni, H. Husni Djibril, peraih suara tertinggi Pileg 2014 di dapil V (SumbawaKSB) berhasil sebagai Bupati Kabupaten Sumbawa. Kemudain Lalu Fathul Bahri, yang berhasil mengumpulkan suara terbesar kedua di Lombok Tengah saat Pileg 2014, kemudian dipinang sebagai calon wakil bupati dan berhasil terpilih. Pada saat yang bersamaan, wakil bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Sarifuddin juga berasal dari anggota DPRD NTB. Fenomena pilkada 2015 lalu itu tidak tertutup kemungkinan bisa diulang dan diikuti oleh para angota dewan terpilih 2019 ini. Mengingat rentang jarak antara pileg 2019 dan pilkada 2020 tidak jauh, maka suasana dukungan Pileg 2019 yang masih hangat bisa dipanaskan oleh para anggota dewan terpilih sebagai modal dukungan. (ndi)

(Suara NTB/ndi)

SALAM KOMANDO - H. Muzihir melakukan salam komando dengan MNS. Kasdiono di sela-sela rapat di DPRD NTB. Keduanya digadang-gadang sebagai kandidat yang akan bertarung di Pilkada Kota Mataram 2020.


Sabtu, 4 Mei 2019

SUARA NTB

DIJUAL

Halaman 9

HILANG

RUPA-RUPA

HLG STNK R2 YAMAHA DR.4923 AR NOKA/NOSIN : MH34ST1074K397464/4ST737395 AN.SOLIHIN S.IP HLG D’SKTR RUMAH

URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910 Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/ 081907815697

Dijual Cepat Rumah Type 40, LT 1,69 Are. Lokasi Strategis Jl. RM Panji Anom Graha Garden Estate C1 (Belakang SMA 4 Mataram), Harga 600 jt (nego). Hubungi : 081907113033

DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

RUPA-RUPA

q

PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999-085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb-150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Sabtu, 4 Mei 2019

RUKO - VILA - KOST

500.000

Halaman 10


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 4 Mei 2019

Halaman 11

Atlet Dompu Mengaku Lima Hilangkan Stigma Panti Sosial sebagai Bulan Belum Terima Uang Saku Tempat Buangan

Mataram (Suara NTB) Atlet asal Dompu yang mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Mayung NTB 2019 mempertanyakan pencairan uang saku. Mereka mengaku sudah lima bulan belum terima uang saku. “Sudah lima bulan kami (atlet Dompu) belum terima uang saku. Kami tidak tahu kapan uang saku kami dicairkan KONI Dompu,’’ ucap salah seorang atlet Dompu, Murdani kepada Suara NTB, diselasela menjalani latihan di GOR 17 Desember Turide Mataram, Jumat (3/5). Murdani yang saat itu didampingi rekan-rekannya sesama atlet Dompu mengatakan bahwa hanya atlet Dompu yang belum terima uang saku. Sementara atlet dari kabupa-

ten/kota lainnya sudah terima. Belum tahu apa alasan KONI Dompu belum mencairkan uang saku atletnya, pasalnya Murdani dan kawankawan belum mempertanyakan langsung ke KONI Dompu terkait lambatnya pencairan uang saku atlet. ‘’Kami belum tahu alasan KONI Dompu belum mencairkan uang saku. Kami malu mau tanya uang saku kami,’’ terangnya. Dijelaskannya, uang saku yang dipertanyakan Murdani dan kawan-kawan adalah uang saku yang diberikan oleh KONI Dompu sebesar Rp1, 5 juta setiap bulannya. Pemberian uang saku untuk atlet Pelatda Mayung itu merupakan dana sharing yang disepakati oleh KONI kabupaten/kota lewat rapat anggota tahunan (RAT) KONI

NTB awal tahun 2019. Dimana masing-masing KONI kabupaten/kota sebelumnya menyepakati akan mencairkan dana Rp1,5 juta untuk masingmasing atlet yang masuk Pelatda Mayung 2019. Ketua KONI Dompu, Putra Taufan yang dikonfirmasi via ponselnya mengatakan bahwa untuk pencairan uang saku atlet belum bisa dipastikan kapan. Namun demikian pihak KONI Dompu sudah mengusulkan pencairan uang saku atlet lewat APBD Dompu tahun 2019. Dan dipastikan cair Rp10 juta. ‘’Kalau dari KONI lagi diusahain di APBD. Suratnya terlambat. Untuk KONI kabupatenkan hanya tambahan saja. Tanggung jawab sepenuhnya KONI NTB,’’ jelasnya. (fan)

NTB Sisakan Atlet di Nomor Relay Mataram (Suara NTB) – Lomba lari ekstrem Tambora Challenge sudah dimulai 14 Mei lalu. Hingga, Jumat (3/5) kemarin pelari NTB sudah tujuh orang yang gagal melampaui finis. Sementara, dua atlet lainnya masih tersisa dan didapatkan akan capai finis. Informasi yang diterima Suara NTB bahwa dari sembilan atlet NTB yang turun di event tersebut hanya dua atlet yang tersisa adalah Yan Bahtiar dan Yadi. Dua atlet ini turun di nomor relay (estafet pasangan-red). Yan Bahtiar yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya mengatakan bahwa tim NTB yang diperkuat sembilan atlet tinggal menyisakan dua atlet. “Tinggal saya aja yang masih tersisa, saat ini saya sudah sampai di Dompu. Ka-

lau tidak ada halangan kemungkinan jam 12 malam ini saya bisa sampai finis,” ucap Yan Bahtiar yang saat itu mengaku sedang berlari menuju finis di Doroncanga Dompu. Untuk diketahui Yah Bahtiar yang merupakan atlet triathlon NTB turun di nomor relay. Di nomor relay itu dia berpasangan dengan Yadi yang lebih awal sampai finis di Sumbawa. Sementara Yan Bahtiar adalah pelari kedua yang saat ini tengah berlari menuju finis. Yan Bahtiar memastikan dirinya akan sampai finis lebih cepat dari waktu yang ditentukan oleh panitia. Sebagaimana diketahui bahwa untuk nomor relay cat off time-nya 68 jam, sementara cat off time untuk nomor perorangan 64 jam. Setiap 40 Kilometer masing-

BNPB Temukan Dana Gempa Salah Sasaran Dari Hal. 1 ‘’Ini yang kita bersihkan dulu, siapa sebenarnya yang berhak. Kalau ada yang kekurangan, ini yang kita usulkan lagi,’’ ujarnya. Kepala Pelaksana BPBD NTB Ir. H. Mohammad Rum menimpali, ada belasan ribu jumlah kesalahan input data yang berdampak kelirunya distribusi anggaran ke korban peneirma dana stimulan. ‘’Kesalahan input ini bisa jadi karena buru-buru, tim tidak kompeten. Jadi jumlahnya ada belasan ribu. Tapi sekarang sudah mendekati menjadi nol,’’ kata Rum. Targetnya, perbaikan data lewat proses validasi ulang akan tuntas tanggal 15 Mei mendatang. Ia sudah menginstruksikan ke BPBD kabupaten dan kota daerah terdampak untuk membereskan ini. ‘’Berapa riil yang dibutuhkan sebenarnya, itu pun harus by name by address, agar tidak ada data yang tidak valid,’’ ujarnya. Terkait kekurangan anggaran setelah validasi, sedang dilakukan penghitungan dengan cermat agar tidak lagi ter-

jadi kesalahan penyaluran anggaran. Dengan dasar data itu, akan ditemukan masyarakat yang masih ditemukan selisih kekurangan anggaran untuk ditambahkan pada pengajuan berikutnya. Rum tidak bisa memastikan berapa jumlah permintaan tambahan kepada BNPB yang akan diajukan ke Kemenkeu. Ia memuji yang dilakukan tim di Kota Mataram. Kelebihan anggaran yang diterima, langsung digunakan menutupi kekurangan penerimaan untuk korban. Rum berjanji akan secepatnya membereskan dengan validasi data yang akurat, sehingga tidak ada lagi temuan. Langkah berikutnya adalah mengusulkan anggaran untuk menambal kekurangan yang belum diterima korban. Soal berapa usulan, sedang dirumuskannya. ‘’Nanti berapa total kekurangan diterima masyarakat, kita cek yang di saldo yang masih mengendap, itu kita pakai tutupi. Nah, kekurangannya kita usulkan lagi,’’ pungkasnya. (ars)

BPBD Tanggapi Positif Soal KPK Awasi Dana Gempa Dari Hal. 1 Karena saat ini, asistensi sedang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Bahkan Inspektorat Provinsi NTB dan kabupaten/ kota turut aktif melakukan pengawasan langsung. ‘’Sangat bagus kalau pemeriksaan di proses awal pelaksanaan ini. Daripada sudah selesai, susah juga kita koreksinya,’’ kata Rum. Dengan melibatkan tiga auditor, ia yakin perangkat pengawas sudah menjadi jaminan tidak ada masalah secara hukum. Dengan turunnya KPK, harapan dia, menjadi pelengkap pengawasan tersebut dan tidak menemukan ada indikasi masalah mengarah ke pidana. Karena bagaimana pun juga, meski dalam situasi penanganan bencana, tertib administrasi tetap dilakukan. ‘’Saya pikir ndak lah (Pidana), saya kira KPK punya jiwa kemanusiaan, kita sudah bekerja baik, tidak ada mensreanya lah,’’ kata Rum. Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan sebelumnya mengaku banyak menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan dana bantuan bencana. Terkait laporan itu, KPK sudah menerjunkan tim Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas) ke NTB. Basaria mengatakan, KPK menerima banyak laporan masyarakat soal penggunaan dana bantuan bencana. Salah satunya bantuan stimulan untuk korban gem-

pa NTB. Soal dana bantuan bencana gempa di NTB sudah ada yang ditangani Kejaksaan, yakni kasus pemotongan dana bantuan rehabilitasi masjid. Ditambahkan, korupsi dana bantuan bencana tersebut tindak pidana yang dapat dituntut hukuman mati. Selain tindak pidana korupsi yang dilakukan berulangulang dan kasus yang terkait dengan keadaan negara dalam kondisi darurat. Basaria mengatakan, KPK memberikan atensi terhadap penggunaan dana bantuan bencana ke daerahdaerah terdampak seperti NTB. Sehingga, Tim Dumas KPK sudah mulai turun melakukan pendalaman informasi masyarakat. ‘’Tapi mudah-mudahan harapan kita, itu tidak harus ditangani oleh KPK. Cukup ditangani oleh penegak hukum setempat,’’ harapnya. Diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mentransfer dana bantuan untuk korban gempa NTB sebesar Rp5,1 triliun. Dari dana sebesar itu, baru Rp2,9 triliun yang sudah ditransfer ke rekening Pokmas. Artinya, dana sebesar Rp2,9 triliun sudah digunakan masyarakat untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang rusak berat, ringan dan sedang. Sementara, dana bantuan gempa sebesar Rp2 triliun masih berada di rekening masyarakat alias masih nganggur, belum digunakan. (ars)

masing pelari melakukan check poin. Ada tujuh tempat untuk check poin pelari, itu artinya masing-masing pelari bisa isterahat minum dan makan setiap 40 Kilometer yang dilewati. Selain itu panitia juga menyiapkan Weather station atau tempat minum atlet di tiap 20 Km. Di tempat terpisah Kadispora NTB, Hj. Husnanidyati Nurdin yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya membenarkan bahwa beberapa pelari asal NTB banyak yang tak mampu meneruskan perjalanan. Informasi yang diterimanya sedikitnya ada tiga atlet yang tak mampu sampai finis, Kamis (2/5) malam lalu. Lanjutnya, Gubernur NTB menyiapkan bonus uang pembinaan sebesar Rp15 juta bagi atlet perorangan NTB yang capai finis di peringkat pertama, sementara juara satu untuk nomor relay akan mendapat bonus Rp10 juta. (fan)

Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB terus berupaya mengayomi, melindungi, dan memberikan perhatian kepada seluruh warga NTB, tidak terkecuali masyarakat lanjut usia. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc didampingi istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Sekda dan Kepala OPD menggelar acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika, Jumat (3/5). Pada kesempatan tersebut, Gubernur menceritakan kisah inspiratif dari Jepang tentang upaya seorang anak menjadikan orang tuanya yang lanjut usia agar tetap bahagia di usia tua. Keberadaan panti sosial yang selama ini distigmakan menjadi tempat “buangan” harus dihilangkan. Panti sosial yang ada di NTB harus menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat lanjut usia. Gubernur menceritakan sebuah kisah yang sangat inspiratif di Jepang. Ia menceritakan satu tradisi di Jepang, di mana ketika orang tua sudah renta maka anak-anaknya akan menggendong orang tuanya ke hutan untuk ditinggalkan. Entah, orang tuanya nanti hilang atau dimakan binatang buas. Karena di Jepang, mereka menganggap orang yang sudah tua akan merepotkan. Seorang anak muda melakukan hal tersebut. Dia mulai menggendong ibunya ke hutan. Ketika dalam perjalanan, sang Ibu terus sibuk memotong dahan. Dan setelah sampai di hutan, anaknya bertanya. Kenapa sang Ibu terus memotong dahan. Kemudian sang Ibu menjawab bahwa ia sengaja memotong dahan dahan itu agar ketika anaknya pulang dari hutan biar

(Suara NTB/humasntb)

JUMPA BANG ZUL-UMMU ROHMI - Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama istri Hj.Niken Saptarini Widyawati pada acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di BSLU Mandalika, Jumat (3/5). tidak akan tersesat dan menemukan jalan pulang. Mendengar jawaban sang Ibu, akhirnya anak itu menangis dan membawa ibunya kembali pulang ke rumah. Gubernur mengatakan hikmah dalam kisah ini, khususnya di zaman sekarang adalah banyak orang yang tidak ingin meninggalkan orang tuanya sendiri di rumah atau tidak ingin menaruh orang tuanya di panti sosial. Namun orang tuanya ditinggalkan selama 24 jam di rumah. Dan ditinggal merenung sendirian di rumah. Gubernur mengatakan orang tua tidak ingin hidup di rumah yang mewah dan tidak punya teman untuk bersenda gurau. Sehingga ke depan, orang tua perlu berinteraksi dan bersenda gurau dengan orang tua lainnya di dalam panti sosial. Menaruh orang tua di dalam

Pemprov Datangkan Tiga Imam Besar dari Timteng Dari Hal. 1 Faozal menambahkan, untuk kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan 1440 H akan dimulai pada H+5. Ia mengatakan,

hal yang membedakan Pesona Khazanah Ramadhan tahun ini adanya kegiatan PTQ yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia. ‘’Kira-kira ada 500-600 peserta,’’ sebutnya.

Ditanya kesiapan IC yang akan menjadi lokasi kegiatan, Faozal memastikan masih dapat digunakan.Meskipunadakerusakan akibat gempa pada tahun lalu, dinilai tak akan mengganggu. (nas)

Kapasitas Balai Sosial Terbatas Dari Hal. 1 ‘’Kita berharap, untuk mencapai ke arah itu, ada hal-hal yang menjadi perhatian kita di bidang anggaran. Karena bagaimanapun, Pemprov bukan hanya memperhatikan ini. Tetapi karena sudah menjadi kebijakan Pak Gubernur, maka tahun-tahun berikutnya secara bertahap tentu kita akan anggarkan di semua balai sosial yang ada,’’ kata Khalik di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika, Jumat (3/5). Ditanya apakah masih ada balai sosial yang distigmakan oleh masyarakat menjadi tempat buangan? Khalik mengatakan hal seperti itu sudah tidak ada lagi. Bahkan ada beberapa orang yang cukup mampu. Ketika sedang kerja, menitipkan orang tuanya yang sudah lansia di BSLU Mandalika. ‘’Pagi

sampai siang dia titip orang tuanya di sini. Kemudian setelah pulang kantor, orang tuanya dijemput,’’ ujarnya. Ia menyebutkan, jumlah lansia telantar yang berada di BLSU Mandalika sebanyak 35 orang yang benar-benar sudah tak punya keluarga. Sedangkan anak telantar di NTB mencapai 16.000 orang. Tetapi Khalik mengatakan, sebenarnya mereka bukan telantar. Tetapi mereka berada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang ada di kabupaten/kota. ‘’Mereka adalah anak-anak tidak mampu yang kemudian diasuh oleh LKSA. Dan ada juga yang diasuh di Balai Sosial kita. Baik yang ada di Monjok dan Selat,’’ ujarnya. Sedangkan orang tua jompo atau lansia yang berada di BSLU Mandalika sebanyak

85 orang. Kemudian di BSLU Meciangi Bima sebanyak 80 orang. Khalik mengatakan memang masih banyak lansia yang antre masuk ke BSLU. Ia menyebut kapasitas BSLU sebanyak 100 orang lansia. Namun akibat keterbatasan anggaran maka yang ditangani sekitar 80 orang. ‘’Dan ada space kita kosongkan karena setiap tahun itu masih kita menemukan lansia telantar di jalanan. Penuh atau tidak penuh balai, dia harus masuk,’’ katanya. Khalik menambahkan keberadaan balai sosial lansia dan anak telantar di kabupaten/kota sangat penting. Saat ini baru Pemprov yang memilki balai sosial. Bupati/walikota didorong membangun balai sosial untuk menampung anak dan lansia telantar. (nas)

panti sosial, kata Gubernur, bukan berarti seorang anak tak peduli terhadap orang tuanya. Namun karena ini adalah cara terbaik agar orang tuanya bahagia di masa tuanya. “Agar orang tuanya punya teman bersenda gurau, agar punya kesempatan bernostalgia, sambil menceritakan memori masa lalu, tertawa terbahakbahak,” kata Gubernur. Menurut Gubernur, panti sosial adalah tempat dan kebutuhan untuk orang tua. Oleh karena itu, Pemprov NTB bersama seluruh jajaran ingin mengubah pola dan cara berpikir masyarakat. Bahwa panti sosial bukan distigmakan sebagai tempat buangan. Untuk itu, kata Dr. Zul, panti sosial-panti sosial yang ada di NTB harus didesain menjadi tempat yang nyaman bagi para orang tua lanjut usia. “Kita harus mengubah pola pikir masyarakat tentang panti. Ini memang sangat sulit, namun kita akan mendesain panti ini dan ini adalah ekspresi kecintaan anak-anak pada or-

ang tuanya,” kata Dr. Zul. Gubernur mengatakan di masa sekarang, banyak orang yang sudah pensiun, namun fisiknya masih kuat dan jiwanya masih muda. Muda bukan pada fisik, muda bukan pada usia biologis. Namun muda ada pada jiwa dan semangat. Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa LKKS merupakan lembaga koordinasi yang menjadi wadah bagi organisasi masyarakat yang berupaya membantu pemecahan masalah kesejahteraan sosial di NTB. Acara ini dibuat untuk menggugah. Masyarakat yang harus dibantu, dirasakan masalahnya. “Dan kita sama-sama bantu untuk menunjukkan kepedulian sosial kita. Insya Allah kita semua pasti akan menjadi tua, dan kita yang masih muda, saatnya memberikan kepedulian kita,” kata Niken. (nas)

Korupsi Jadi Atensi Dari Hal. 1 Salah satunya tindak pidana korupsi yang digawangi Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB. “Kita pun akan memaksimalkan dalam upaya untuk memberantas. Ini ada hak masyarakat jangan sampai terpotong untuk kepentingan kelompok dan pribadi,’’ jelasnya. Polda NTB saat ini menangani tiga kasus korupsi di tahap penyidikan antara lain proyek pembangunan Dermaga Gili Air, Pemenang, Lombok Utara tahun 2017, pengadaan alat kesenian marching band Dikbud Provinsi NTB tahun 2017, dan gratifikasi fasilitas Rutan Polda NTB tahun 2018. Sementara yang masih di tahap penyelidikan diantaranya pengelolaan dana Porprov NTB tahun 2018, pengadaan buku madrasah Kanwil Kemenag NTB tahun

2018, pengelolaan dana BOS SLB Kota Bima tahun 2018. Atensi lainnya, Nana menyebut NTB masih punya kerawanan konflik sosial di sejumlah daerah. Menurutnya, konflik selalu punya jalan keluar untuk diselesaikan. “Jangan sampai ada konflik sosial berkelanjutan. Selama masih ada solusi harus diakhiri,” tandasnya. Termasuk dalam hal penanggulangan kelompok radikal cenderung pada aksi terorisme. Saat ini seluruh jajaran Polda sedang fokus pada pengamanan Pemilu 2019 yang memasuki tahap rekapitulasi suara. Dia menegaskan, konflik juga rentan terjadi pada hasil Pilpres dan Pileg. ‘’Kita pengamanan di KPUD Kabupaten/Kota, penghitungan suara di PPK sudah selesai. Dalam hal ini Polri maksimal untuk mengamankan dari gangguan-gangguan,’’ tandasnya. (why)

Sirkuit MotoGP Mandalika Ditargetkan Rampung Kurang Setahun Dari Hal. 1 Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi disela-sela acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika, Jumat (3/5). Artinya, Sirkuit Mandalika sudah rampung sebelum 2020 berakhir. Saat ini, ITDC sedang menyusun perencanaan pembangunan sirkuit tersebut. Termasuk proses lelang dan lainnya. Setelah Bulan Puasa, lokasi pembangunan sirkuit akan dipagari. ‘’September, pembangunan fisik, konstruksi dimulai,’’ terangnya. Setahun sebelum penyelenggaraan MotoGP 2021, pihak penyelenggara dalam hal ini Dorna akan melakukan evaluasi sambil menyusun jadwal pelaksanaan MotoGP di Mandalika. Apakah penyelenggaraan MotoGP akan diselenggarakan awal tahun, pertengahan tahun atau akhir tahun 2021. Gita menjelaskan, sekarang ITDC sedang menyelesaikan persoalan lahan enclave di

KEK Mandalika. Dalam tahap negosiasi yang dilakukan ITDC dengan warga, sudah banyak yang menemukan titik akhir atau kesepakatan. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB ini mengatakan, penyelesaian lahan enclave di KEK Mandalika merupakan suatu keniscayaan sebelum dilakukan pembangunan fisik sirkuit. Bahkan, kata Gita, Pemprov NTB telah membentuk tim khusus untuk mendukung percepatan pembangunan dan keberadaan sirkuit MotoGP tersebut. Di mana, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB terlibat di dalam tim tersebut. Pemprov NTB, Pemda Lombok Tengah dan ITDC bersama-sama mengawal percepatan pembangunan sirkuit Mandalika. Gita mengungkapkan pelaksanaan event MotoGP di Mandalika bukan hanya menyibukkan Lombok Tengah. Tetapi kegiatan tersebut juga akan berimbas ke kabupaten/ kota lainnya di Pulau Lombok

dan Sumbawa. Di mana, para pengunjung akan membutuhkan hotel yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat. Selain itu, para penonton MotoGP juga akan berkunjung ke destinasi-destinasi wisata yang ada di NTB. ‘’Intinya ini kesempatan emas. Kita semua mulai membidik dengan cermat peluang-peluang yang bisa kita manfaatkan,’’katanya. ITDC telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 miliar, untuk membiayai pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika. Anggaran tersebut nantinya akan disalurkan secara bertahap sesuai dengan tahapan pembangunan sirkuit. Direktur Operasi dan Kontruksi ITDC, I Gusti Ngurah Wirawan anggaran tersebut bersumber dari dana pinjaman ITDC dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Yang memang diperuntukan membiayai pembangunan infrastruktur dasar kawasan Mandalika. ITDC total mengajukan

pinjaman sekitar Rp3,6 triliun dari AIIB. Untuk membiayai pembangunan seluruh fasilitas pendukung kawasan. Termasuk sirkuit MotoGP tersebut. Karena memang sirkuit MotoGP yang dibangun itu nantinya mengusung konsep balapan jalan raya. Jadi jalur balapan tersebut bisa dua fungsi. Saat tidak ada event balapan, sirkuit akan dibuka dan jalur balapan bisa diakses oleh masyarakat. Tapi kalau sedang ada event balapan, jalur akan ditutup selama event berlangsung. Dalam proses pembangunan sirkuit MotoGP tersebut, untuk lintasan balasan ITDC akan membangun sampai lapisan atas saja. Sedangkan untuk lapisan akhir lintasan, itu akan menjadi tanggung jawab pihak Vinci. Karena untuk lapisan atas khusus untuk lintasan balapan, jenis aspal yang digunakan berbeda. Untuk proses pembangunan sirkuit sendiri saat ini tengah dalam proses penyelesaian akhir desain sirkuit. Bersamaan dengan itu, pihak ITDC

juga tengah mengupayakan pembebasan lahan yang akan terkena pembangunan sirkuit MotoGP. Untuk pembebasan lahan sejuah ini masih berjalan. Dari 5 hektar lahan yang harus dibebaskan, sudah sekitar 40 are yang proses pembayaran. Sisanya masih proses negosiasi harga lahan. Untuk harga lahan sesuai hasil appraisal itu antara Rp 70 sampai 80 juta per are. Harga tersebut sudah di atas rata-rata harga pasaran. Jadi pemilik lahan tidak bakalan rugi. Sehingga pihaknyaberharap pengertian masyarakat pemilik lahan, bahwa harga lahan sudah dipatok dan tidak bisa lebih dari hasil penilaian appraisal. Sembari menunggu proses pembebasan lahan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mulai melakukan pemagaran untuk jalur sirkuit. Jadi semua tahapan persiapan dilakukan hampir bersamaan. Dengan harapan, begitu memasuki bulan September mendatang semua persiapan sudah tuntas. (nas)

Pelatih - Atlet NTB Juara Nasional dan Dunia Mengadu ke Gubernur Dari Hal. 1 Hal ini, menurut Dedy akan menjadi motivasi bagi anakanak NTB. ‘’Bagaimana melalui jalur olahraga, mereka terangkat status sosialnya dengan diangkat menjadi PNS atau diberi penghargaan lainnya. Kami ingin bagaimana kami ini bisa juga diberikan penghargaan sesuai bunyi UU dan

Perda. Sehingga akan menjadi semangat dan motivasi bagi adik-adik kami di bawah. Bahwa melalui olahraga, mereka terangkat status sosialnya,’’ ujar Dedy. Ia mengatakan, pernah ditawari pindah menjadi pelatih maupun atlet daerah lain dengan nilai tawaran jauh lebih tinggi dari yang diberikan di NTB. Namun, kata Dedy, mereka tidak mau. Apa yang

telah dilakukan para pelatih dan atlet yang telah mengharumkan nama NTB ini diharapkan ada perhatian dari gubernur, Wagub maupun Kepala Dispora. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menanggapi, masalah perhatian kepada atlet dan pelatih berprestasi ini harus dibahas secara khusus dan komprehensif. Ia meminta

Kepala Dispora membuat acara secara khusus dengan komunitas olahraga yang ada di NTB. Supaya Pemprov mengetahui apa yang menjadi uneguneg para pelatih dan atlet berprestasi yang ada di NTB. ‘’Khusus masalah apresiasi, para atlet dan pelatih tak boleh kita lupakan,’’ kata gubernur. Mengenai pengangkatan

atlet berprestasi menjadi PNS, Gubernur mengatakan kalau dulu memang langsung bisa diangkat. Tetapi sekarang ada kuota dan proses seleksi yang dilakukan. ‘’Mudah-mudahan nanti dicari celahnya. Supaya apa yang diinginkan oleh atlet dan pelatih dapat diakomodir sesuai harapan. Sehingga punya semangat berprestasi kembali,’’ ujar gubernur. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 4 Mei 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Satgas Pangan Diminta Intens Awasi Pasokan Bapok ke KSB Taliwang (Suara NTB) Kepala UPTD Pasar Dinas Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Muhammad Ali, S.Ap, meminta agar Satgas Pangan intens turun mengawasi harga Bahan Pokok (Bapok) di sejumlah pasar yang ada di wilayah setempat. Hal tersebut dilakukan karena ada indikasi penyetokan Bapok menunggu waktu ketika harga naik. Masalah ini banyak ditemukan di pasar khusus untuk komoditas bawang merah dan ayam potong. “Memang indikasi penyetokan Bapok sudah kita ketahui sejak lama khusus untuk komoditas bawang merah dan ayam. Bahkan waktu pengirimannya juga kita ketahui untuk distok terlebih dahulu sebelum masuk ke pasar. Di pasar juga tidak semuanya dikeluarkan melainkan menunggu waktu harganya mahal. Makanya kita minta ke Satgas pangan untuk bisa mengawasi hal ini,” ungkapnya kepada Suara NTB, Jumat (3/5). Dia mengatakan, satgas pangan harus bisa bekerja maksimal untuk menekan terjadinya penyetokan Bapok ini. Tapi praktiknya hingga saat ini masih nihil, hanya Polisi saja yang intens meminta harga terkini di pasar. Sementara lead-

ing sector lain, baik itu Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) dan Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM (Diskoperindag) harus juga intens turun lapangan. Bahkan bila perlu melakukan Sidak di sejumlah pasar, sehingga halhal yang tidak diinginkan bisa semakin ditekan. Meskipun saat ini harga untuk dua komoditas tersebut masih aman, tetapi tidak ada salahnya untuk bisa diintervensi lebih awal. Karena bukan saat ini masalahnya melinkan beberapa hari kedapan atau jelang hari-hari besar sehingga masyarakatlah yang dirugikan. “Butuh kerja bersama untuk menekan terjadinya

Siswi MA Darul Hikmah Darek Lulus SNMPTN Praya (Suara NTB) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah diumumkan pada tanggal 23 Maret 2019 lalu. Berdasarkan pengumuman itu, kabar menggembirakan datang dari keluarga besar Madrasah Aliyah (MA) Darul Hikmah, Desa Darek, Lombok Tengah. Betapa tidak, lima orang siswi MA Darul Hikmah dinyatakan lulus SNMPTN. Jalur penerimaan SNMPTN merupakan jalur prestasi tanpa tes. Otomatis kelima siswi itu dinyatakan lulus sebagai mahasiswi Unram. Tentu setelah sebelumnya dilakukan verifikasi faktual oleh pihak Unram. “Alhamdulillah MA Darul Hikmah berhasil meluluskan lima siswinya ke perguruan tinggi Unram,” terang Wakasek Bidang Kesiswaan MA darul Hikmah, Lukmanul Hakim, SE. Jumlah tersebut kata Lukman, diprediksi akan terus mengalami peningkatan. Apalagi seiring dengan masih banyaknya jalur penerimaan mahasiswa baru ke berbagai perguruan tinggi. Unram misalnya kata Lukman, hingga kini masih menyisakan dua jalur penerimaan yakni SBMPTN dan tes mandiri. Siswa-siswi MA Darul Hikmah yang ikut dalam seleksi tersebut diharapkan bisa lulus mengikuti jejak teman-temannya. Lebih jauh dikatakan Lukman, bahwa jumlah siswa lulusan Darul Hikmah juga tersebar di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Malang. Hal demikian membuktikan bahwasanya alumni Darul Hikmah bisa bersaing dengan sekolah dan madrasah lainnya. “Alhamdulillah hasil seleksi SNMPTN tahun ini sangat menggembirakan bagi kami keluarga besar yayasan darul hikmah,” ujarnya menambahkan. Kepada siswa siswi yang lulus SNMPTN, pihaknya berharap agar mereka nantinya dapat menjaga nama baik madrasah dimanapun mereka melanjutkan kuliah. (dys)

kenaikan harga di sejumlah pasar. Apalagi saat ini sudah ada indikasi penyetokan bahan pokok sehingga harus ada upaya khusus,” sebutnya. Menanggapi masalah tersebut, Satgas Pangan Polres Sumbawa Barat, langsung turun untuk melakukan pengecekan lapangan. Hal itu juga dilakukan sekaligus memberikan himbauan agar para penjual tidak mempermainkan harga terutama jelang bulan Ramadhan. Jika masih ditemukan penimbunan Bapok, maka sanksi sanksi tegasnya sudah diatur dalam UU. “Memang kalau kenaikan harga sudah terjadi sejak beberapa hari yang lalu, tetapi masih di angka wajar. Kami baru akan mengambil tindakan yang tegas

ketika harganya sangat tinggi dan ada indikasi penimbunan,” tegas Kapolres KSB melalui Kasat Reskrim AKP Muhaemin, SH.,SIK. Dikatakannya, dalam penanganan masalah permainan harga di pasar, pihaknya juga akan tetap intens turun ke sejumlah pasar. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan Bapok di Pasaran serta menekan terjadinya upaya penimbunan barang. Ketika hal itu ditemukan maka pihaknya akan langsung memberikan sanksi tegas dan tetap akan di proses. Hanya saja untuk sementara ini, pihaknya akan lebih mengedepankan upaya sosialisasi kepada para penjual untuk tidak menaikkan harga di angka yang tidak wajar. “Kita tetap akan intens memantau harga di sejumlah pasar untuk menekan terjadinya penimbunan barang. Kami juga meminta agar pedagang tidak menaikkan harga secara sepihak, jika kita temukan maka sanksinya sudah sangat jelas,” tegasnya. (ils)

(Suara NTB/ist)

PANTAU HARGA - Kasat Reskrim Polres KSB, AKP Muhaemin saat melakukan pemantauan harga di pasar Tanah Mirah, kecamatan Taliwang.

Kemenag Dompu Berharap Puasa Seleksi Calon Anggota Paskibraka Dimulai Ramadhan Tanpa Gangguan Dompu (Suara NTB) Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dompu, Drs. H. Syamsul Ilyas memiliki harapan besar agar pelaksanaan ibadah puasa tahun ini berjalan aman dan nyaman, tanpa gangguan sedikitpun. Apakah di siang hari lebih-lebih malam saat warga khusuk beribadah dan istirahat. Harapan itu diakuinya tak mungkin bisa diwujudkan tanpa peran serta semua pihak, terutama Aparat Penegak Hukum (APH) selaku pengaman, pengayom dan pelindung masyarakat. Karenanya, APH diminta segera mengeluarkan himbauan untuk meminimalisir setiap gangguan. Seperti biasa, menurut Syamsul Ilyas, gangguan yang kerap ditemukan saat ibadah puasa tiap tahun yakni suara petasan di jam-jam ibadah serta beroperasi tempat hiburan malam. “Penertiban itu kan domain pihak keamanan (polisi), kita hanya meminta untuk segera dikeluarkannya himbauan,” ungkap dia menjawab Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (3/5). Pengamanan ibadah puasa di 2018 kemarin diakuinya sudah berjalan sesuai harapan.

Ditandai dengan minim terdengarnya suara petasan. Tetapi, sebagai langkah antisipasi perlu dari awal dikeluarkannya himbauan. Bila perlu langsung menertibkan kegiatan yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga seperti pusat hiburan malam yang beroperasi. Selain menekankan keamanan pada APH, lanjut Syamsul Ilyas, Kemenag pun akan terlibat aktif membantu upaya preventif di lapangan. Melalui program Safari Ramadhan ke setiap tempat ibadah dan pondok pesantren di wilayah kota. “Tahun sebelumnya kita prioritaskan untuk Safari Ramadhan ke daerah pelosok, tapi sekarang akan fokus di sekitar kota,” ujarnya. Tak kalah penting harapan itu dikhususkan pihaknya untuk umat agama lain. Agar betulbetul menghormati dan menghargai puasa Ramadhan. Sehingga terjalin keharmonisan dalam kehidupan beragama di wilayah ini. “Hormatilan umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” pungkasnya. (jun)

Seluruh Kabupaten di NTB akan Miliki Sekolah Inklusi Mataram (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB mendukung pendidikan penyandang disabilitas. Dukungan itu dibuktikan dengan cara menyediakan satu sekolah inklusi pada jenjang SMA dan SMK di setiap kabupaten/kota. Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji mengatakan, untuk mendukung pendidikan penyandang disabilitas, maka pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di setiap kabupaten/kota sudah tersedia sekolah inklusi. “Satu SMA dan SMK,” katanya. Sebelumnya, kata Suruji, sekolah inklusi kebanyakan hanya ada di Kota Mataram, sekarang diadakan di setiap kabupaten/kota di NTB. “Kita akan menyediakan sekolah inklusi di setiap kabupaten/kota. Biasanya hanya banyak di Kota Mataram,” katanya. Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan KhususPendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Dinas Dikbud NTB, H. Saiful Islam, M. Pd., menjelaskan, pihaknyaakanmembanguntigaunit SLB baru di Sakra, Kabupaten Lombok Timur, di Selebung Mantang, Kabupaten Lombok Tengah, dan Lopok, Kabupaten Sumbawa. “Kami sudah cek lokasi, sangat tepat di sana, apalagi di Selebung ini, anak-anak di bagian Aik Bukak, kebanyakan sekolah di Praya, bagi yang mampu sekolahkan anaknya di sana, bagi yang tidak mampu tidak sekolah, maka kita bangunakan di sana melalui

APBD,” ujar Saiful. Pihaknya menargetkan dimulainya pembangunan tiga SLB baru ini pada bulan awal tahun 2019. Ditargetkan akan selesai dalam empat bulan. Saiful berharap tiga SLB baru ini bisa langsung menerima siswa baru di tahun ajaran 2019/2020. “Mudahan bisa terima di tahun ajaran baru ini, mungkin numpang dulu karena baru menerima siswa kelas 1,” katanya. Saiful menekankan, dengan adanya tiga SLB baru nanti, NTB masih tetap kekurangan SLB. Ia menyebutkan di daerah Pringgabaya sampai dengan Sembalun, Lombok Timur masih belum

ada SLB. Di Sekotong juga belum ada SLB, termasuk di Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Di NTB sendiri jumlah SLB negeri dan swasta sebanyak 44 SLB. Dengan rincian 28 SLB swasta dan 16 SLB negeri. “Kita butuh tambahan SLB lagi, mudahan tahun depan ada lagi anggaran untuk pembangunan SLB baru,” harap Saiful. Dengan adanya tiga SLB baru, tantangan berikutnya yaitu mengenai sumberdaya manusia yang akan mengajar. Seperti diketahui, NTB juga masih kekurangan guru SLB. “Punya tiga sekolah baru negeri, kekurangan guru akan bertambah,” kata Saiful. (ron)

Mataram (Suara NTB) Dispora Provinsi NTB mulai melakukan seleksi calon anggota pasukan pengibaran bendera pusaka (paskibraka) tingkat provinsi dan nasional tahun 2019. Kegiatan seleksi dimulai tanggal 3-5 Mei 2019. Puluhan pelajar perwakilan seluruh kabupaten dan kota ambil bagian dalam seleksi ini. Di antaranya ialah perwakilan paskibrakan Kota Bima dan Kabupaten Bima. Ditemui Suara NTB di Mataram, Pembina Paskibraka Bima, Wendi Maenormansyah, menegaskan optimisme pihaknya mampu menjadi wakil NTB ke tingkat nasional. Dia tak ingin bernasib sama seperti tahun lalu, di mana wakil NTB ke tingkat nasional hanya dari Kabupaten Lombok Timur. Dikatakan para siswa yang dibawa merupakan hasil seleksi tingkat sekolah di masingmasing kabupaten dan kota. Selanjutnya dilakukan seleksi lanjutan tingkat kabupaten dan kota. Mereka inilah perwakilan kabupaten dan kota yang akan bersaing di tingkat provinsi. “Hasil seleksi di sekolah sekolah itu, mereka dikumpulkan untuk di seleksi kembali,” ungkapnya. Adapun siswa yang dibawa-

nya berasal dari Kota Bima sebanyak lima orang. Dengan jumlah tiga putra dan dua putri. Mereka berasal dari SMAN 1 Kota Bima 1 putra, SMAN 2 Kota Bima tiga orang dua putri dan satu putra dan seorang dari MAN 2 Kota Bima. Sedang peserta dari Kabupaten Bima sebanyak dua orang putra dan satu putri SMAN 1 Bolo seorang orang putra, MAN 2 Sape satu orang putra, dan MAN 1 Bima satu orang putri. Sebelumnya berbagai kriteria seleksi dilakukan mulai dari tes parade, hasil tes parade ini dilakukan untuk melihat postur tubuh dan kemampuan baris berbaris peserta. Peserta yang dinyatakan lulus tes fisik, kembali melanjutkan seleksi tes tulis, dan terakhir tes wawancara. Selain itu dia juga mengatakan, seleksi yang dilakukan cukup ketat,untuk mendapatkam calon anggota paskibraka yang terbaik. Calon yang terpilih nantinya, merupakan generasi.muda terbaik. Pihaknya berharap ada utusan Bima dan Kota Bima yang terpilih menjadi anggota paskibraka tingkat nasional seperti tahuntahun sebelumnya. “Harapannya bisa lolos ke tingkat nasional mewakili NTB,” ujarnya. (dys)

(Suara NTB/dys)

CALON PASKIBRAKA – Pembina dan calon anggota Paskibraka di sela-sela seleksi calon anggota Paskibraka untuk tingkat provinsi dan nasional.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 4 Mei 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu