Skip to main content

Edisi Senin 2 Desember 2019 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 2 DESEMBER 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 220 TAHUN KE 15 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Bertambah, Formasi CPNS Pemprov NTB Tak Ada Pelamar Mataram (Suara NTB) Formasi CPNS Pemprov NTB yang tak ada pelamar bertambah, dari 29 formasi menjadi 33 formasi. Dari 414 formasi yang dibuka Pemprov dalam seleksi CPNS 2019, sebanyak 381 formasi yang ada pelamarnya dengan jumlah 8.541 orang. ‘’Setelah kami cek lagi dan direfresh sistemnya. Jadi formasi jabatan yang tidak ada pelamar total 33,’’ kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Yus Harudian Putra, S. STP di Mataram, Sabtu (30/11).

Ia menyebutkan, 33 formasi yang tidak ada pelamarnya terdiri dari 29 formasi umum dan 4 formasi khusus. Antara lain guru nautika kapal penangkap ikan di SMKN 1 Lopok dan SMKN 1 Plampang. Kemudian guru prakarya

dan kewirausahaan di SMKN 1 Monta, SMAN 1 Labangka, SMAN 1 Lape, SMAN 1 Moyo Utara, SMKN 1 Lenangguar dan SMKN 1 Plampang. Selain itu juga formasi guru SLB juga banyak yang lowong. Seperti guru SLBN 1 Ma-

taram, SLBN 2 Lombok Barat, SLBN 1 Sumbawa Besar, dan SLBN 2 Lombok Timur. Sebanyak 19 formasi dokter spesialis tidak ada pelamar. Antara lain formasi dokter spesialis anak RSJ Mutiara Sukma dan RSMA, dokter spesialis anestesi RS Mata NTB, dokter spesialis bedah RSMA, dokter spesialis bedah syaraf RSMA. Kemudian, dokter spesialis jantung RSMA, dokter spesialis kandungan RSMA, dokter spesialis kulit dan kelamin

RSMA, dokter spesialis mata RS Mata NTB, dokter spesialis paru RSMA, dokter spesialis patologi anatomi RSMA, dokter spesialis penakit dalam RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis radiologi RSMA, dokter spesialis rehabilitasi medik RSJ Mutiara Sukma. Selain itu, dokter spesialis syaraf RSJ Mutiara Sukma dan RSMA, dokter spesialis THT RSMA dan dokter spesialis urologi RSMA. Bersambung ke hal 11

GEMILANG TANPA BATAS - Gladi bersih untuk pertunjukan pada pembukaan Pameran Gemilang Nuansa Tanpa Batas bersama Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, dan sejumlah Kepala OPD yang tergabung dalam Grup Srikandi NTB Gemilang di Gedung Garuda, Kantor Kementerian Perindustrian RI, di Jakarta (1/12). Dijadwalkan, pembukaan Pameran Gemilang Nuansa Tanpa Batas, Senin (2/12) hari ini.

Jaksa Agung Resmi Bubarkan TP4D

Mataram (Suara NTB) Pembubaran Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan TP4P (Pusat) tidak sekedar wacana. Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin resmi membubarkan tim tersebut dalam rapat kerja Sabtu (30/11) lalu. Dalam rapat terbatas tersebut, Jaksa Agung menyebut TP4 bukan jadi bagian dari kewenangan Kejaksaan dalam pendampingan pelaksanaan proyek pemerintah. Justeru tim bentukan Jaksa Agung HM Prasetyo sebelumnya ini terindikasi disalahgunakan. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/Diskominfotik)

Kawasan Bekas Perambahan Hutan Tambora ’’Disulap’’ Jadi Agrowisata Mataram (Suara NTB) Berbagai cara ditempuh Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tambora untuk memberantas illegal logging dan perambahan hutan kawasan Tambora. Selain cara represif, saat ini sedang dikembangkan pendekatan persuasif melalui agrowisata. Kawasan ini sudah berkembang dan kini jadi sumber ekonomi baru masyarakat sekitarnya. Lokasi itu di kawasan yang disebut Oi Kampasi, Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu. Kawasan ini sebelumnya jadi sasaran perambahan hutan untuk penanaman jagung. Kawasan hutan lindung dan sudah ditetapkan sebagai blok pemanfaatan wilayah tertentu KPH Tambora. ‘’Lokasi yang kami sasar sekarang adalah lokasi yang memang sudah kosong karena ditanami jagung. Dan kami tidak memfasilitasi areal per-

TO K O H Jadi Perhatian Pusat

(Suara NTB/bay)

H. Moeldoko

PENGEMBANGAN industrialisasi di NTB mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Khususnya untuk pengembangan bibit jagung di Sumbawa dan bibit bawang putih di Sembalun. Dengan begitu, swasembada benih diharapkan dapat terwujud, tidak hanya di NTB namun juga untuk kebutuhan nasional. Kepala Staf Kepresidenan RI, Jendral TNI (Purn) DR. H. Moeldoko, menerangkan bahwa perhatian pemerintah memang ditunjukkan ke beberapa daerah yang disebut masuk ke dalam zona bibit nasional. ‘’Sudah kita sampaikan kepada menteri saya ingatkan kembali supaya Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/ist_kph tambora)

AGROWISATA - Kawasan Agrowisata Oi Kampasi yang dikembangkan Balai KPH Tambora bersama Poktan dan Pokdarwis. ambahan baru. Kami akan tekan untuk pembukaan lahan baru,’’ kata Kepala Balai KPH Tambora, Burhan, SH kepada Suara NTB Minggu (1/12). Di kawasan itu kini dikembangkan agrowisata dengan

tiga konsep, pemandian di Oi Kampasi, kawasan wisata buah buahan dan tumpang sari. Tiga konsep itu sejalan dengan proses reboisasi kawasan hutan yang sudah rusak. Bersambung ke hal 11

Maju Pilkada, Pejabat Pemprov Harus Mundur Paling Lambat 16 Juni 2020 Mataram (Suara NTB) Sejumlah pejabat Pemprov NTB akan ikut bertarung dalam Pilkada 2020. Hal tersebut sesuai UU No.10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Sesuai jadwal Pilkada 2020, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 16 Tahun 2019, PNS yang maju dalam Pilkada harus mengundurkan diri paling lambat 16 Juni 2020. ‘’PNS yang ikut Pilkada harus mundur sampai tanggal 16 Juni 2020,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si dikonfirmasi Minggu (1/12) siang. Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov NTB akan maju dalam Pilkada 2020 mendatang. Seperti Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos,

MH yang akan ikut bertarung di Pemilihan Walikota/Wakil Walikota Mataram. Kemudian, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si yang juga akan ikut bertarung di Pilkada Kota Mataram. Selain itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) NTB, Drs. H.L. Saswadi, MM dan Staf Ahli Gubernur, Drs. H. L. Syafii, MM dan Kepala Dinas Perhubungan NTB, Drs. H. L. Bayu Windia, M. Si yang akan ikut bertarung dalam Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng). Sebanyak tujuh kabupaten/ kota akan menggelar Pilkada serentak di NTB tahun 2020. Antara lain, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima. Bersambung ke hal 11

Aspirasi Baiq Nurhasanah

KO M E N TTAA R

Lima Unit Sepeda Motor untuk Kader Posyandu

PEMERINTAH Pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk mendukung program kartu prakerja. Pemprov NTB mengharapkan para lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi yang berpotensi menjadi pengangguran baru dapat terakomodir mendapatkan kartu prakerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. M.Agus Patria, SH, MH mengatakan, Pemprov masih menunggu petunjuk pelaksanaan program kartu prakerja tersebut. Meskipun pusat sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 triliun, namun Agus mengaku belum ada informasi jatah atau kuota masing-masing Pemda. ‘’Sepertinya seperti itu (lulusan terbaru diakomodir). Bersambung M.Agus Patria ke hal 11 (Suara NTB/dok)

(Suara NTB/rus)

Program Kartu Prakerja

Baiq Nurhasanah

KADER Posyandu merupakan garda terdepan dalam upaya mengatasi sejumlah masalah di tengahtengah masyarakat desa. Keberadaan kader ini sangat penting. Tidak saja dalam bidang kesehatan, namun juga turut membantu mendampingi dan memberikan solusi atas beragam persoalan masyarakat. Berdasar dari pemikiran itulah, anggota DPRD Lombok Timur (Lotim), Baiq Nurhasanah memberikan sepeda motor kepada sejumlah kader Posyandu. Tidak tanggungtanggung sebanyak politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memberikan 5 unit sepeda motor merek Honda Scoopy warna merah dari dana aspirasinya.

Lima unit sepeda motor ini diserahkan Baiq Nurhasanah dan diterima langsung oleh kader-kader Posyandu di lima kekadusan yang ada di Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga. Masing-masing yang diberikan merupakan kader Posyandu di kekadusan Gelumpang, Lauq Kul Kul, Timba Ekek, dan Gubuk Puntik. Pemberian sepeda motor ini diharapkan bisa memudahkan kinerja para kader untuk membantu masyarakat. Baiq Nurhasanah menuturkan dirinya dulu juga seorang kader Posyandu. Puluhan tahun lamanya menjadi kader Posyandu dan sudah merasakan banyak pengalaman selama menjadi kader. Banyaknya warga yang didampingi menuntut kader untuk bisa gerak cepat dan tepat. ‘’Dulunya kita pakai ojek ke sana kemari,’’ tuturnya. Bersambung ke hal 11

(Suara NTB/rus)

SERAHKAN - Anggota DPRD Lotim Baiq Nurhasanah menyerahkan sepeda motor kepada para kader Posyandu di Desa Suralaga, Jumat lalu.


SUARA NTB Senin, 2 Desember 2019

SUARA MATARAM

Halaman 2

Tingkatkan Kedisiplinan Pegawai KECAMATAN Mataram mencoba untuk meningkatkan kedisiplinan pegawainya. Tingkat kedisiplinan pegawai di kecamatan akan mempengaruhi kinerja pemerintahan di kecamatan. “Memang tingkat kedisiplinan ini menjadi beban kita. Makanya kita berharap sekali sistem finger print ini sebagai absensi itu, sebisa mungkin harus dikaitkan dengan sistem reward dan punishment (hukuman),” kata Camat Mataram, Zarkasy kepada Suara NTB, Sabtu (30/11). Kalau pun sudah dilakukan kata Zarkasy, sistem finger frint ini harus berjalan secara maksimal. Dengan begitu tingkat kedisiplinan pegawai bisa ditingkatkan. Karena, selama ini pihak kecamatan sangat sukar melakukan pengawasan kepada sejumlah pegawai kecamatan. “Terutama dalam melakukan pengawasan langsung,” ujarnya. Lanjut Zarkasy, pihak kecamatan Mataram sudah memantau, ada beberapa pegawai kecamatan yang dinilai masih kurang disiplin. Hal ini bisa mempengaruhi kinerja kecamatan. “Kalau dikatakan nakal mungkin tidak, akan tetapi tingkat disiplin mereka yang kurang,” jelasnya. Untuk menindak pegawai yang kurang disiplin ini diharapkan ada sebuah sistem atau kebijakan kepala daerah yang dapat mengikatnya. Bilamana sudah diberikan kebijakan kepada masalah kedisiplinan ini, harus pula dikaitkan sistem reward dan punishment tadi. “Misalnya dia tidak masuk, apa kira-kira hukumannya. Reward dan dan punishment ini harus benar-benar ditegakkan, tidak bisa sebatas diskursus. Seharusnya yang rajin diberikan reward dan yang malas diberikan punishment,” imbuhnya. Zarkasy pun berharap, ada sebuh sistem yang mengikat pegawai, sehingga mereka tidak bekerja sesuai keinginannya. Untuk itu, bagaimana tingkat kedisplinan ini harus bisa diupayakan. “Kalau pun menggunakan sistem finger print (absen sidik jari, red) ini, pengawasannya juga harus diperketat. Karena kinerja pegawai akan berpengaruh kepada kinerja kecamatan kan,” tutupnya. (viq)

Zarkasy (Suara NTB/viq)

(Suara NTB/viq)

MELIMPAH - Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah di pinggir ruas jalan dekat Polda NTB, Minggu (1/12). Produksi sampah penduduk kota selalu melimpah, bahkan tidak tertampung oleh kontainer yang disiapkan pemkot di TPS. Akibatnya TPS liar terus bertambah di setiap sudut kota.

TPS Liar di Mataram Terus Bertambah

Mataram (Suara NTB) Tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar di Mataram terus bertambah. Keadaan itu membuat wajah kota Mataram kumuh. Untuk itu, Pemerintah Kota Mataram akan menertibkan TPS-TPS liar di Mataram. Dengan kekuatan 312 petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram dan 45 pengawas yang tersebar di 6 kecamatan Mataram, Pemkot tengah berupaya menertibkan TPS-TPS liar itu. “Kurang lebih 500 orang pekerja kebersihan DLH akan dioptimalkan. Yang selalu menjadi kendala adalah masih banyaknya TPS liar,” kata Asisten II Setda Kota Mataram sekaligus Plt Kepala DLH kota Mataram, H. Mahmuddin Tura, Sabtu (30/11). Selama ini ujar Mahmuddin, Pemkot Mataram sudah

melakukan penyisiran di semua wilayah kota Mataram. Pemkot Mataram pun masih menemukan banyaknya TPS liar yang kerap dijadikan tempat membuang sampah. Ada pun untuk menertibkan TPS liar ini jelas Mahmuddin, DLH kota Mataram telah berupaya menambah peralatan seperti dump truck, Mobil Pres sampah (convector). Penambahan mobil ini jelas Mahmuddin akan diproyeksikan juga untuk mengoptimalkan masalah kebersihan di Mataram. “Pengadaan mobil penyapu jalan itu dipending dulu. Karena harga

yang terlalu mahal sekitar Rp3,8 miliar,” imbuhnya. Dikatakan Mahmuddin, selama ini percepatan masalah penanggulangan sampah di Mataram masih stagnan. Untuk melakukan percepatan penanganan, ia pun mengajak anggotan dewan dengan dana Pokir (pokok pikiran) untuk pengadaan roda tiga di masing-masing lingkungan. “Kita akan ajak dewan juga untuk beli roda tiga. Karena masih kurang di masing-masing lingkungan,” jelasnya. Dari 37 total kendaraan truk sampah DLH kata Mahmuddin, yang aktif 32 unit.

(Suara NTB/ist)

sampah itu harus disepakati juga. Konsepnya tidak ada sampah siang hari. “Buanglah sampah pada tempatnya. Kemudian juga jangan lagi buang sampah ke sungai,” pintanya. Dari anggaran pembatalan kantor walikota Mataram Rp60 miliar tersebut, DLH kota Mataram mendapat kecipratan bantuan anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Nanti ujar Mahmuddin, anggaran Rp3,5 miliar tersebut akan digunakan untuk pengoptimalan masalah sampah di Mataram. Baik pembelian Sarpras dan penambahan jumlah armada kebersihan untuk menanggulangi marakanya TPS liar di Mataram. “Yang jelas nanti TPS liar ini akan ditertibkan,” tutupnya. (viq)

Target Retribusi Parkir Naik Drastis

Sosialisasi Bahaya BABS ANGGOTA DPRD Kota Mataram dari daerah pemilihan Sekarbela, Diella Angela Dwi Handayani, SH., mengaku prihatin dengan masih tingginya kasus BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di lingkup Kecamatan Sekarbela. Padahal menurut dia, BABS ini merupakan kebiasaan buruk. BABS juga akan menimbulkan dampak buruk. ‘’Tidak hanya mencemari air, juga menyebabkan penyakit serta kekurangan gizi,’’ terangnya kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Politisi Gerindra ini melihat, pemicu masih tingginya kasus BABS di Sekarbela karena faktor kebiasaan masyarakat. Dia menyayangkan bahwa kesadaran masyarakat atas prilaku BABS yang dapat menyebabkan dampak buruk untuk mereka sendiri, nyatanya masih rendah. Faktor lain, sambung Diella bisa juga karena masyarakat tidak memiliki jamban di rumah masing-masing. Untuk itu, dia berharap pemerintah memperhatikan persoalan ini. Misalnya dengan melakukan pendataan terhadap lingkungan dengan angka BABS terbanyak. Lingkungan yang paling banyak angka BABS-nya harus menjadi perhatian serius pemerintah. ‘’Saya berharapnya, pemerintah juga memperhatikan isu ini. Mungkin bisa dengan memberikan fasilitas jamban/wc umum untuk beberapa lingkungan yang masih tinggi angka BABSnya,’’ saran Diella. Sejalan dengan pemberian fasilitas jamban keluarga ataupun WC umum, Dinas Kesehatan juga diminta melakukan sosialisasi kepada msyarakat. ‘’Sosialisasi apa saja dampak yang dapat terjadi apabila kebiasaan tersebut tidak dihentikan,’’ ujarnya. Sejauh ini, aku anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, ia belum pernah mendengar ataupun melihat OPD terkait melakukan sosialisasi terkait bahanya BABS itu. Oleh karena itu, ini juga menjadi salah satu PR (Pekerjaan Rumah, red) Dikes Kota Mataram untuk bagaimana mengedukasi masyarakat untuk meninggalkan perilaku BABS. Diella mengaku cukup kaget dengan tingginya angka BABS di Sekarbela. Pasalnya, saat reses belum lama ini, tidak ada masyarakat yang mengangkat persoalan BABS ini. Sehingga, pokir belum ada yang diarahkan untuk mengatasi persoalan BABS ini. ‘’Pokir saya arahkan untuk program lebih ke layanan publik dan peningkatan ekonomi masyarakat. Karena kemarin hasil dari reses saya, banyak yang meminta untuk peningkatan ekonomi dan kepentingan umum. Seperti penerangan jalan yang masih kurang, taman baca anak dan program yang dapat meningkatkan perekonomian mereka,’’ beber Diella. Namun demikian, ia berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dengan camat. Pada bagian lain, anggota Dewan termuda ini berharap lurah-lurah di Kecamatan Sekarbela memperhatikan isu BABS ini dengan turun ke lingkungan-lingkungan yang angka BABSnya masih tinggi. Kalau memungkinkan, demikian Diella, dana kelurahan juga bisa diarahkan untuk membangun jamban/wc umum jika memang faktor jamban/wc setiap rumah belum trpenuhi. ‘’Tetapi jika bukan fasilitas tersebut yang menjadi faktor, diharapkan kepada lurah untuk berkoordinasi dengan camat dan Dikes guna melakukan sosialisasi terhadap masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat,’’ p u n g k a s Diella. (fit) Diella Angela Dwi Handayani

Untuk mobil Amrol sendiri sebanyak 19 unit dan satu unitnya rusak berat. “Jumlah kendaraan sampah ini totalnya 50 unit yang beroperasi. Tapi ada penambahan 3 unit untuk mobil sedot tinja,” imbuh Mahmuddin. “Dengan penambahan ini, jelas akan ada peningkatan penanggulangan sampah dan TPS liar. Karena sampai saat ini banyak dari TPS liar daripada dari TPS legal. Dari TPS legal ini, semuanya belum optimal menjadikan bak sampah. Dari itu nanti dengan adanya penambahan Sarpras ini akan dioptimalkan,” jelasnya. Dari jadwal pembuangan sampah yang disepakati kata Mahmuddin, kerap masyarakat tidak mematuhinya. Artinya, jadwal pembuangan

(Suara NTB/fan)

SAMBUTAN - Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Taekwondo Indonesia (TI), Letjen TNI (purn) M.Thamrin Marzuki memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pengprov TI NTB periode 2019-2023 di Gelanggang Pemuda Mataram, Sabtu (30/11) lalu.

(Suara NTB/fan)

JANJI PENGURUS - Ketua Umum Pengprov TI NTB, Lalu Wirahman (satu dari kiri) bersama jajaran pengurus TI NTB mengucapkan janji pengurus dalam acara pelantikan Pengprov TI NTB di Gelanggang Pemuda Mataram, Sabtu (30/11).

Pengprov TI NTB Resmi Dilantik Mataram (Suara NTB) Setelah empat bulan dipilih secara aklamasi lewat Musyawarah Provinsi (Musprov) di Mataram, 27 Juli lalu, jajaran Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) NTB masa bhakti 2019-2023 akhirnya resmi dilantik. Pelantikan secara resmi oleh Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) TI, Letjen TNI (purn) M.Thamrin Marzuki di Gelanggang Pemuda Mataram, Sabtu (30/11) lalu. Pelantikan pengurus TI NTB tahun ini dinilai lebih spesial. Pasalnya selain dihadiri Ketum PB TI, di acara pengukuhan pengurus juga dihadiri anggota DPR RI Dapil NTB II, H. M. Syafrudin, ST. Kehadiran Syafrudin dalam palantikan kepengurusan TI NTB diundang khusus oleh Ketua PBTI. Sebagai perwakilan masyarakat NTB di DPR RI Pusat, Syafrudin diharapkan dapat ikut memberikan sumbangsih dalam kemajuan pembinaan olahraga taekwondo di NTB. “Saya sengaja mengajak pak Syafrudin (Anggota DPR RI-red) agar nanti bisa ikut mendukung pembinaan olahraga taekwondo di NTB,” ucap M.Thamrin Marzuki dalam sambutannya. Hadir pada pelantikan itu Wakil Ketua KONI NTB, M. Nur Haedin mewakili ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto, Kabid Keolahragaan Dispora NTB, Anang Zulkarnain mewakili Kadispora NTB dan

sejumlah perwakilan ketua cabor. Thamrin mengatakan pembinaan olahraga harus dilaksanakan secara berjenjang dan berkesinambungan. Oleh karena itu lewat kepengurusan yang baru, TI NTB diharapkan dapat melaksanakan program pembinaan secara berkesinambungan sehingga prestasi atlet NTB kedepan dapat terus ditingkatkan ke level yang lebih tinggi lagi. “Kalau ingin prestasi atlet lebih baik lagi, yang dilakukan adalah melakukan pembinaan atlet secara berjenjang, yakni usia dini, kadet, junior dan senior,” jelasnya. Terkait dengan adanya pelatnas junior, mulai tahun 2020, Thamrin meminta semua pengurus TI di sebanyak 34 provinsi di Indonesia untuk mulai mempersiapkan atlet-atlet muda berprestasi. Khususnya NTB yang punya beberapa atlet remaja juara nasional diharapkan dapat mempersiapkan atlet mudanya lebih baik lagi, sehingga pada PON dan SEA Games akan ada keterwakilan atlet taekwondo NTB mewakili tim Indonesia di SEA 2021 hingga tahun berikutnya. Diakuinya, pada SEA Games di Filipina tahun 2019 tidak ada keterwakilan atlet taekwondo NTB mewakiliIndonesia.Demikianjuga di PON 2020 tidak ada atlet taekwondo NTB yang lolos PON dari 16 provinsi yang lolos. “Saya ber-

harap ada keterwakilan atlet NTB di PON dan SEA Games mendatang,” ujar Thamrin. Ketua Umum Pengprov TI NTB, Lalu Wirahman menanggapi dengan penuh gembira atas harapan PB TI untuk kemajuan prestasi atlet NTB. Wirahman mengatakan pihaknya akan berupaya maksimal melaksanakan pembinaan atlet muda yang berjenjang, dan melahirkan atlet-atlet berprestasi nasional. Menurut Wirahman, upaya TI NTB melahirkan atlet-atlet nasional sudah mulai terlihat. Hal itu dapat dilihat dari hasil prestasi atlet muda NTB di beberapa event nasional hingga internasional. Dimisalkannya atlet NTB Rizka Salsa Pertiwi berhasil menjuarai event internasional di Thailand tahun 2019, Devina Yusviantara meraih medali emas di Seleknas atlet taekwondo tahun 2019. “Insya Allah kedepannya atlet-atlet NTB akan dapat mewakili tim Taekwondo Indonesia di level internasional,” ucapnya. Adapun gambaran kepengurusan TI NTB periode 2019-2023 yakni posisi Ketua Umum dijabat oleh Lalu Wirahman, Ketua Harian, Lalu Dedy Rahman, Sekum, Erwin Syam, Bendahara, Baiq Susanti Ika Dewi. Selain itu ada juga puluhan nama-nama pengurus yang membidangi lima bidang dan 10 komisi. Sehingga total pengurus TI NTB 2019-2023 kurang lebih 30 orang. (fan/*)

Mataram (Suara NTB) Target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir di tahun 2020 mencapai Rp25 miliar. Sebelumnya pemkot hanya memperoleh Rp5 miliar. Kenaikan secara drastis retribusi parkir tersebut akan diiringi dengan pola penarikan retribusi yang berubah. Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs. M. Saleh dikonfirmasi pekan kemarin membenarkan adanya peningkatan drastis dari target retribusi parkir yang diminta oleh legislatif yang awalnya Rp5 miliar menjadi Rp25 miliar. Target ini dinilai berat, tetapi harus dilakukan karena telah menjadi kesepakatan. “Tidak ada yang ringan, tapi harus dilakukan,” katanya. Realisasi dari retribusi parkir yang masuk ke kas daerah dari tahun ke tahun tidak pernah mencapai target. Untuk meningkatkan capaian tersebut, Dishub akan mengubah pola. Dua pola yang bakal diterapkan adalah dengan menggunakan sistem elektronik dan non elektronik. Sistem non elektronik ini menggunakan karcis berbayar. Karcis ini dijadikan dokumen berharga bagi juru parkir. Artinya, jukir harus meminta karcis dari pelanggan yang telah dibeli dari gerai atau tempat – tempat yang telah ditunjuk. “Jadi awalnya jukir yang berikan karcis. Sekarang kita ubah pelanggan yang berikan karcis ke jukir,” terangnya. Dengan pola lama saja jukir tak memberikan karcis ke pelanggan. Apalagi dengan sistem baru ini dipastikan akan menimbulkan penolakan dari pengatur kendaraan tersebut. Namun demikian tegas Saleh, kebijakan itu akan dikawal melalui pengawasan. Jukir tidak lagi bersentuhan atau menerima

uang dari masyarakat. Uang dari hasil pembelian karcis langsung masuk ke kas daerah. Setelah dipotong baru kemudian diserahkan ke jukir dengan perhitungan 70 persen bagi jukir dan 30 persen masuk ke kas daerah. Saleh mengatakan, secara bertahap parkir akan ditata sehingga memberikan kontribusi besar ke kas daerah. Potensi kebocoran akan diminimalisir dengan rutin menggelar razia jukir ilegal. Dikatakan Saleh, pihaknya akan melakukan pendataan kepada sejumlah jukir liar di Mataram. “Ini ada indikasi banyak Jukir yang tidak nyetor ke Pemerintah kota Mataram,” katanya. Dishub pada hari ini, Senin (2/12) akan mencoba menyisir semua lokasi Jukir liar. “Kita akan sasar yang tidak nyetor. Dari laporan sementara di Pasar Kebon Roek terdapat 40an Jukir liar sedang dalam proses pemeriksaan. Karena ada indikasi tidak pernah nyetor retribusi parkir,” tambahnya. Menurutnya, dari 60 orang Jukir di Pasar Kebon Roek, hanya satu Jukir yang resmi. “Ini sedang diklarifikasi dan dikroscek keberadaannya. Jika ditemukan, kita akan kasi sanksi. Nanti kan ada ketentuan-ketentuan mengenai sanksi dan sebagainya. Ada pidana dan denda,” jelasnya. Pada data Dishub Kota Mataram, jumlah Jukir resmi berjumlah 2.283 orang.Jukir resmi ini tersebar di 763 titik. “Itu tinggal dikali tiga. Karena Perda-nya satu lokasi harus dikerjakan 3 Jukir,” jelasnya. Di samping itu, Dishub kota Mataram juga akan mencoba memberikan penyadaran kepada mereka. “Bahwa mereka bekerja di bawah kendali Pemkot Mataram. Tugas kita adalah bagaimana mengembalikan kesadaran mereka dengan cara menyasar dan menertibkan semuanya,” tutupnya. (cem/viq)

(Suara NTB/viq)

JURU PARKIR - Seorang jukir di salah satu pertokoan di Mataram sedang duduk mengawasi kendaraan yang diparkir, Minggu (1/12). Pemkot tengah menertibkan jukir liar, mengingat target retribusi parkir tidak tercapai. Target tak tercapai diduga karena banyaknya jukir liar.


SUARA NTB Senin, 2 Desember 2019

Halaman 3

(Antara/Humas Kemenparekraf)

Menparekraf tinjau pengembangan Destinasi Super Prioritas Mandalika dan Labuan Bajo.

Jakarta, 29/11 (ANTARA) Menparekraf Wishnutama Kusubandio dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo meninjau pengembangan destinasi super prioritas yaitu Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kepala Baparekraf) Wishnutama Kusubandio dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf)/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Waka Baparekraf) Angela Tanoesoedibjo melakukan kunjungan kerja ke dua destinasi super prioritas itu pada 27-29 November 2019. Kunjungan tersebut untuk memastikan kesiapan pengembangan yang sedang difokuskan pemerintah untuk memperluas dampak ekonomi pariwisata. Saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Rabu (27/11), Wishnutama melihat langsung perkembangan pembangunan KEK Pariwisata, infrastruktur pendukung, dan street circuit di Mandalika yang akan dipersiapkan sebagai lokasi MotoGP pada 2021. “MotoGp tentunya akan jadi salah satu event internasional terbaik yang pernah ada. Untuk itu, masyarakat sekitar juga harus bisa merasakan dampak dari event tersebut,” ujarnya. Selain itu, ia juga berharap kawasan Mandalika bukan hanya sekadar menjadi destinasi wisata baru, tapi akan menjadi ruang ekosistem untuk tumbuh, hidup, dan berkembangnya industri kreatif. “Bagi kami, Mandalika akan membawa dampak terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif, dan yang paling utama adalah membawa manfaat nyata untuk kesejahteraan masyarakat setempat,” ujarnya. Setelah dari Mandalika, Menparekraf beserta rombongan bertolak ke Labuan Bajo, juga untuk melihat pengembangan infrastruktur dan menggali potensi-potensi serta pemanfaatan Sumber Daya Manusia lokal, agar masing-masing tempat mempunyai keunikan dan diferensiasi tersendiri. “Ini sejalan dengan tren pariwisata masa depan, yakni ecotourism yang kian diminati wisatawan, ‘from quantity tourism to quality tourism’. Bagaimana soal infrastruktur, sampah, air, ‘carrying capacity’ dan pemanfaatan SDM lokal, harus menjadi perhatian serius,” katanya. Menparekraf Wishnutama juga sempat menjajal trekking ke Pulau Padar, melihat satwa komodo (Varanus komodoensis) di habitatnya yaitu Pulau Rinca dan Pulau Komodo. “Komodo itu memang jadi daya tarik kuat bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk datang. Namun kita harus mengemas dan mengatur arus wisatawan yang datang agar ekosistem Komodo tetap terjaga,” katanya. Ia juga ingin suatu saat nanti para pengrajin dan penjual suvenir dapat dilatih untuk membuat diversifikasi produk-produk kerajinan agar lebih unik, variatif, dan diminati wisatawan. “Kami berharap masyarakat setempat terlibat dan menerima dampak positif dari pembangunan, sehingga perekonomian masyarakat akan semakin membaik karena pariwisata dan industri kreatifnya,” ujarnya.

Jakarta, 30/11 (ANTARA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR meluncurkan Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana (Sirumba) untuk pemetaan rumah masyarakat terdampak bencana alam di Indonesia. “Kita memasuki era kompetisi. Dalam era kompetisi yang sangat terbuka ini, bukan proteksi yang dikedepankan, tapi kompetensi khususnya di bidang konstruksi. Untuk memenangkan kompetisi global, kita harus lebih cepat, lebih murah dan lebih baik,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu. Menteri Basuki mengatakan revolusi industri 4.0 ditandai dengan perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik, tidak terkecuali juga memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Sirumba merupakan Salah satu inovasi teknologi yang dibuat Kementerian PUPR Satker Kebencanaan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan. Kepala Program rehabilitasi dan Rekonstruksi Hunian di Sulawesi Dedi Permadi mengatakan bahwa Sirumba adalah sebuah sistim aplikasi berbasis geospasial yang dibangun untuk mendata rumah-rumah masyarakat terdampak bencana. “Melalui aplikasi tersebut data rumah masyarakat terdampak bencana tidak hanya dikumpulkan secara spasial tapi juga disajikan secara spasial,” katanya. Pendataan pasca bencana alam yang dilakukan di Palu merupakan pilot project untuk Sirumba yang dibangun oleh Penyediaan Perumahan kementerian PUPR. “Sistem yang kami buat dapat digunakan oleh siapapun dan dapat mengolah berbagai data mulai dari fase mitigasi bencana hingga fase pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Dedi. Diharapkan dengan adanya Sirumba, maka prosedur pendataan bencana yang berlaku saat ini dapat lebih disempurnakan sehingga proses penanggulangan bencana dapat berlangsung dengan lebih efisien. Rencananya sistem ini akan dikembangkan lebih luas lagi untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana di Indonesia.

(ANTARA/HO-Kementerian PUPR)

Aplikasi Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana (Sirumba) yang diluncurkan Kementerian PUPR. Dokumentasi Kementerian PUPR.

Jakarta, 28/11 (ANTARA) Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah program pemerintah untuk memperkuat perekonomian bangsa, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur. “Pembangunan infrastruktur akan diteruskan dengan menyambungkan jalan-jalan tol di kawasan pertanian, industri, wisata, sentra nelayan, petani,” kata Presiden dalam sambutannya saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019 di Hotel Rafless, Jakarta pada Kamis. Menurut Presiden, hal selanjutnya yakni melakukan penyederhanaan regulasi dengan tujuan mencapai kecepatan bagi dunia usaha untuk menanamkan modal di Tanah Air. Selain itu penyederhanaan birokrasi juga menjadi salah satu upaya untuk mencapai kecepatan. “Agar terjadi kecepatan dalam mengambil keputusan

kalau ada perubahan dunia yang cepat. Tapi pelan-pelan dan tidak mengganggu ‘income’, gaji dari yang dipotong. tidak akan menurunkan pendapatan,” ujar Presiden. Kepala Negara juga berencana menggunakan sistem kecerdasan buatan untuk pengelolaan birokrasi sehingga lebih efisien dan cepat. Selain itu Presiden juga mendorong transformasi ekonomi untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan Indonesia, salah satunya dengan memperkuat pengembangan energi baru dan terbarukan untuk mengurangi impor minyak dan gas. Impor bahan baku juga mengganggu volatilitas rupiah, dan perlu dikelola lebih baik dengan menyediakan produk subtitusi barang impor, ujar Presiden. Presiden telah menghadiri pertemuan yang mengangkat tema “Sinergi, Transformasi, Inovasi, Menuju Indonesia Maju”.

Jakarta, 28/11 (ANTARA) Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan pihaknya sedang menyiapkan strategi khusus sebagai upaya perluasan pasar produk UKM sektor riil unggulan. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara Forum Koordinasi Peningkatan Peran KSP/KSPPS dalam Pembiayaan UMKM, di Jakarta, Kamis mengatakan perluasan pasar yang dimaksud terutama dikhususkan untuk produk unggulan berorientasi ekspor dan subsitusi impor. “Produk unggulan tersebut harus menggunakan bahan baku lokal seperti perikanan dan home decor. Contohnya perikanan budidaya dengan komoditas rumput laut, dihasilkan oleh pelaku usaha skala UKM namun memiliki nilai ekspor yang sangat tinggi,” kata Teten Masduki. Begitu juga halnya produk furnitur yang menggunakan bahan baku lokal dengan sentra produksi antara lain di Boyolali, Solo, dan Yogyakarta. “Produk UKM yang menggunakan bahan baku impor sulit untuk mampu bersaing,” tegasnya. Ia mengatakan produk UKM juga bisa masuk dalam global value chain melalui kemitraan antara usaha besar dengan UKM, salah satunya masuk melalui trading house. Untuk memperluas akses pasar dalam negeri Teten juga menyampaikan agar belanja pemerintah fokus

(ANTARA/Bayu Prasetyo)

Presiden Joko Widodo saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019 di Raffles Hotel, Jakarta pada Kamis (28/11/2019).

pada produk UKM. “Saya menyampaikan hal ini secara khusus pada rapat kabinet agar belanja pemerintah memprioritaskan produk UKM. Saya juga meminta kepada Kemenkeu agar pasar dalam negeri dilindungi dari produk impor terutama lewat e-commerce,” katanya. Ia mengungkapkan secara umum produk UKM tidak didesain untuk bersaing dengan produk usaha besar dan impor. Impor ritel lewat e-commerce semakin besar. Jika produk UKM tidak disiapkan dan ditingkatkan daya saingnya akan tergilas oleh impor. Teten mengatakan peningkatan daya saing dapat dicapai salah satunya melalui pembiayaan. Saat ini pelaku UKM perlu pembiayaan lebih masif. Ia mengharapkan kerja sama KSP/KSPPS menjadi mitra strategis untuk pembiayaan bagi pelaku UKM. KSP/KSPPS dan USP/USPPS Koperasi sampai dengan November 2019 terdapat 20.852 unit KSP/KSPPS atau 15,09 persen dan 51.081 Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi atau 38,98 persen dari jumlah koperasi nasional (138.140 unit), serta diantaranya 4.648 KSPPS/USPPS Koperasi. Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati dalam acara tersebut mengatakan pembiayaan UMi melalui KSP/ KSPPS bersinergi dengan PIP/BLU Kementerian Keuangan dan PT. BAV sebagai penyalur ultra mikro. Realisasi pembiayaan UMi sampai

(ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Ilustrasi - Tambang batu bara.

Jakarta, 28/11 (ANTARA) Pemerintah mengingatkan para investor sektor pertambangan untuk menaati hukum yang berlaku demi menjaga iklim investasi yang stabil. Berdasarkan data pada Sistem Administrasi Badan Usaha Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) per Oktober 2019 yang dihimpun Antara, Kamis, PT yang bergerak di bidang pertambangan berjumlah 86.693. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah meminta kementerian atau lembaga terkait untuk melakukan penyederhanaan birokrasi sebagai upaya mempermudah investasi dan mencapai target masuk 40 besar EoDB. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pertambangan masuk 10 besar sektor dengan realisasi investasi tertinggi pada kuartal II-2019, yaitu Rp15,1 triliun atau 7,5 persen dari realisasi investasi Indonesia. Selain itu, data BKPM terkait dengan Investasi penanaman modal asing (PMA) di Indonesia menunjukkan pada 2018 Investasi sektor pertambangan sebesar Rp42 triliun yang tersebar pada 606 proyek. Provinsi Kalimantan Timur menyumbang sebesar Rp8,218 triliun yang tersebar pada 275 proyek yang dapat dikatakan menyumbang hampir 20 persen dari total Investasi PMA di bidang pertambangan. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam sebuah seminar di Kaliman-

tan Timur, melalui informasi tertulis mengatakan pertambangan memiliki peran penting terhadap investasi di Indonesia. Oleh karena itu aturan-aturan yang memberikan jaminan keamanan kepada investor yang beritikad baik telah dan harus terus menjadi fokus pemerintah. Yasonna mengungkapkan pemerintah juga menyiapkan serangkaian program dalam memperkuat koordinasi di antara pemerintah pusat dan daerah, antarkementerian/ lembaga serta pihak berwenang lainnya. Koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat proses investasi dan para investor akan memperoleh pemahaman yang cukup mengenai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dia berharap dengan serangkaian program dalam memudahkan investasi dan memberikan pemahaman kepada para investor terkait perundangundangan yang berlaku, para investor yang menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia akan taat hukum. Namun, kata Yasonna, jika ada investor yang beritikad tidak baik, pemerintah akan memberikan perlawanan secara persisten sebagai deterrent factor. Persistensi Pemerintah Indonesia tersebut antara lain dapat dilihat dalam kasus gugatan arbitrase internasional dari Churchill Mining Plc dan Planet Mining Pty Ltd melawan Pemerintah Indonesia di International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID).

(Antara/Humas Kemenkop)

Menkop UMKM Teten siapkan strategi perluasan pasar UKM sektor riil unggulan. November 2019, 36 unit melalui KSP/USP dan KSPPS/USPPS Koperasi, di 10 Provinsi/DI dengan nilai Rp1,1 triliun dan disalurkan kepada 315.690 anggota. Sementara itu, realisasi pendayagunaan wakaf uang melalui KSPPS/USPPS Koperasi

sampai dengan November 2019 sebanyak 154 KSPPS/ USPPS Koperasi (sebagai nazhir wakaf) di 11 Provinsi/ DI dengan nilai penghimpunan Rp28,5 miliar.


SUARA NTB Senin, 2 Desember 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Guru dan Murid Mulai Tak Nyaman

Kondisi Kelas Sementara di SDN 4 Labuan Lombok Memprihatinkan Selama setahun terakhir ini, dampak gempa masih dirasakan oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Tak terkecuali di lingkungan pendidikan. Seperti di SDN 4 Labuan Lombok Kecamatan Pringgabaya, kondisi kelas sementara cukup memprihatinkan hingga membuat guru dan murid tak nyaman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). DITEMUI Suara NTB, Sabtu (30/11), Kepala SDN 4 Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya, Jannah, S.Pd, menyebutkan, jumlah ruang kelas belajar yang rusak sebanyak 7 lokal, 1 ruang guru dan 1 rumah dinas akibat gempa bumi tektonik yang terjadi pada tahun 2018 lalu. Sehingga dari pemerintah mendirikan kelas sementara dengan beratapkan asbes dan berdinding triplek. Hanya saja, kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, sehingga dibutuhkan perhatian pemerintah untuk para

murid dapat belajar lebih layak dan penidikan yang bagus. Dikatakannya, murid yang belajar di kelas sementara itu dari kelas 1 hingga kelas 5. Pihak sekolah terus berusaha memberikan pendidikan yang terbaik kepada murid dengan berbagai cara. Akan tetapi dengan kondisi bangunan sekolah yang cukup memprihatinkan membuat para murid tidak fokus untuk menerima materi pembelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Di SDN 4 Labuhan Lombok memiliki murid sekitar 280 or-

Rekrut Panwascam BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan menutup pendaftaran rekrutmen Pengawas Kecamatan (Panwascam) 3 Desember, esok. Sementara jumlah pelamar yang masuk sejak dibuka pendaftaran sejak tanggal 27 - 30 November lalu, tercatat sebanyak 27 orang. Ketua Bawaslu KLU, Adi Purmanto, SE., Minggu (1/12) mengungkapkan, sebaran pelamar Panwascam masih berada di 4 kecamatan. Antara lain, Pemenang 11 orang, Tanjung 6 orang, Gangga 3 orang, Kayangan (Suara NTB/dok) 7 orang dan Kecamatan Bayan Adi Purmanto masih belum ada pelamar. “Ada banyak yang datang mendaftar tapi karena ada ijazah yang belum dilegalisir dan kekurangan kelengkapan lainnya, sehingga oleh panitia diminta untuk melengkapi. Selain itu ada juga yang datang konsultasi berkaitan dengan syarat dan sebagainya,” ujar Adi. Alumni Fakultas Ekonomi Unram ini menyebut, periode pendaftaran Panwas akan berakhir Selasa (3/12) besok. Pihaknya optimis, kekosongan pelamar Kecamatan Bayan akan terisi dari wilayah setempat. Namun jika tidak tersedia, maka Panwas Bayan bisa pula diisi oleh pelamar kecamatan lain yang sudah mendaftar. Adi mengatakan, kebutuhan Panwascam sebanyak 15 orang atau 3 orang di masing-masing kecamatan. Mereka yang ditunjuk sebagai Panwascam, selanjutnya akan merekrut Panwas Desa. “Untuk wilayah Bayan, kami dapat info sudah ada beberapa calon yang mendaftar dari Bayan tapi karena ada yang kurang, sehingga diminta untuk dilengkapi,” imbuhnya. Untuk diketahui, dalam proses rekrutmen Panwascam, Bawaslu KLU mensyaratkan beberapa hal. Misanya, mengisi form daftar riwayat hidup yang sudah disediakan. Pada daftar ini, pelamar diminta mengisi pengalaman-pengalaman baik di pemilu, organisasi ataupun pengalaman di bidang lain (misalnya karya tulis). Di samping itu, pelamar diminta mengisi surat pernyataan yang menyatakan dengan sebenarnya posisi pelamar. Antara lain, mengundurkan diri dari organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum atau tidak apabila terpilih sebagai Panwascam, tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, atau tidak pernah menjadi anggota partai politik, telah mengundurkan diri dari anggota partai politik sedikitnya 5 (lima) tahun pada saat mendaftar. “Pelamar juga tidak pernah menjadi anggota tim kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah, dan dewan perwakilan rakyat daerah, serta pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, dan tidak pula menjadi anggota tim kampanye sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun,” paparnya. (ari)

Terduga Pelaku Pembakaran Mobil Kembali Ditangkap Selong (Suara NTB) Aparat Polres Lombok Timur (Lotim) kembali menangkap satu pelaku pembakaran mobil di wilayah Kecamatan Jerowaru beberapa waktu lalu, yakni Mur alias Amaq Erna (60) alamat Dusun Montong Kelelek Desa Pene, Kecamatan Jerowaru. Sebelumnya, petugas terlebih dahulu menangkap rekan pelaku, Rah alias Ranum (27) asal Dusun Trans Gubuk Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru. Dari pengakuan kedua pelaku, pembakaran mobil yang dilakukannya itu lantaran di bayar Rp5 juta. “Untuk aktor utamanya yang membayar para pelaku ini sedang dalam proses pengejaran. Tapi identitas pelaku sudah kita kantongi,” terang Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, SE,SIK, Minggu (1/12). Kedua pelaku ini, kata Yogi harus berhadapan dengan aparat penegak hukum, karena secara bersama-sama melakukan pembakaran mobil milik Muhammad Fauzi (45) asal Dusun Penendem Desa Senyiur Kecamatan Keruak. Di mana pembakaran ini terjadi karena pelaku yang menjadi aktor utama dalam kasus ini memiliki dendam pribadi terhadap korban. Pelaku pembakaran atau pengerusakan 1 unit kendaraan roda empat yang terjadi di Dusun Penendem, Desa Senyiur, Kecamatan Keruak ini terjadi pada 19 November 2019. Dalam menjalankan aksinya, pelaku yang berjumlah dua orang melakukan pembakaran terhadap 1 unit mobil Suzuki Carry milik korban yang terparkir di garasi rumah korban. Terduga pelaku mendatangi TKP menggunakan sepeda motor dan membawa 1 jeriken bensin berisi 10 liter yang kemudian dituangkan ke mobil korban yang selanjutnya dibakar. (yon)

(Suara NTB/ist)

DIAMANKAN - Terduga pelaku pembakaran mobil saat diamankan petugas. Sementara aktor utama dalam kasus ini masih dalam proses pengejaran.

ang. Sehingga banyaknya jumlah siswa ini membuat pihak sekolah harus menggabung ruang belajar dari seharusnya dipisah. Seperti kelas 1 yang berjumlah 50 orang dari seharus dua kelas digabung dalam 1 kelas dengan kondisi ruangan cukup sempit di kelas sementara tersebut. Langkah ini untuk mengakomodir agar peserta didik mendapat pembelajaran langsung dari para guru. “Ketidaknyamanan karena kondisi yang cukup panas. Belum nanti yang kita khawatirkan ketika datangnya musim

hujan,” ungkapnya. Jannah menambahkan jika kondisi ini sudah disampaikan ke pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim. Bahkan beberapa kali pihak dari Dikbud turun untuk melihat langsung fakta lapangan. Sehingga diharapkan sudah ada respons dari pemerintah sehingga dapat terealisasi bangunan RKB untuk ditempati. (yon) RUSAK - Beginilah kondisi kelas sementara di SDN 4 Labuan Lombok Kecamatan Pringgabaya. Kelas sementara ini dibangun setelah ruang kelas sebelumnya rusak total diguncang gempa tahun 2018 lalu.

(Suara NTB/yon)

Kejari Bidik Calon Tersangka Pembangunan Pasar Sambelia Selong (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) diam-diam mengusut kasus pembangunan pasar Sambelia Kecamatan Sambelia. Pengusutan kasus ini dikabarkan sudah cukup lama dan saat ini ini sudah dalam tahap penyelidikan umum. Bahkan sudah mengarah kepada penetapan calon tersangka. Informasi yang dihimpun Suara NTB, pembangunan pasar Sambelia yang terletak di pusat wilayah Kecamatan Sambelia ini dibangun pada tahun 2015 silam. Dalam pembangunannya disinyalir terdapat beberapa item bangunan yang tidak sesuai spesifikasi. Salah satunya pada bagian atap gerbang depan pasar. Pembangunan pasar ini pada saat itu dibangun oleh Dinas Perindag dan ESDM Lotim. Pantauan koran ini ke lokasi pasar, Sabtu (30/11), bagian gerbang pasar yang terbuat tiang besi berwarna abu coklat

cukup memperihatinkan. Termasuk dalam pembuatan bagian atap yang menggunakan spandek terkesan asal-asalan dan terbuka. Akibatnya para pedagang yang berada di lokasi tersebut kembali membuat lapak untuk menghindari diri dari hujan dan panas terik matahari. Terpisah, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lotim, Wasita Triantara, mengakui jika pihaknya membidik pembangunan pasar Sambelia tahun 2015. Pihaknya pun sudah melakukan pengumpulan data (pulda-

ta) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sejak beberapa bulan lalu. Pengusutan kasus ini, katanya, berdasarkan laporan masyarakat disertai adanya beberapa alat bukti yang cukup kuat hingga dilakukan penyelidikan. “Iya kita sudah lakukan Puldata dan Pulbaket serta melakukan penyelidikan. Posisi saat ini dalam penyidikan umum,”terangnya. Diakuinya, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait. Termasuk beberapa di antaranya, kuasa pengguna ang-

Pemangkasan Jabatan Tunggu Regulasi Lanjutan Selong (Suara NTB) Wacana pemangkasan struktur jabatan dengan menghilangkan eselon III dan IV di lingkup pemerintah, termasuk di daerah belum bisa diimplementasikan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Menindaklanjuti rencana besar ini, Pemkab Lotim menanti regulasi lanjutan baru kemudian siap diimplementasikan. Demikian disampaikan Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Mustafa saat ditemui beberapa waktu lalu. Diakuinya, sudah ada surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi beberapa waktu lalu. Itupun diperuntukkan bagi kementerian di tingkat pusat. Sedangkan aturan untuk ditingkat daerah be-

lum ada. Adapun surat edaran tidak cukup sebagai dasar untuk melakukan perombakan. Lotim sejauh ini hanya melakukan perombakan struktur jabatan di lingkup sekretariat daerah (setda). Di mana, hanya perombakan tersebut yang ada dasar hukumnya. Struktur organisasi baru di Setda Lotim ini akan berlaku tahun 2020 mendatang. Lebih jauh, Pemkab Lotim hanya bisa melakukan kebijakan pusat tersebut setelah mengantongi dasar hukum yang jelas. Menurutnya, aturan yang lama masih berlaku sampai saat ini. Di mana Lotim masih memberlakukan adanya struktur jabatan yang diisi oleh pejabat setingkat eselon III dan IV. Diketahui dalam surat edaran tersebut tertuang beberapa perubahan signifikan. Antara lain, pejabat struktural itu han-

ya ada kepala kantor. Tidak lagi ada sekretaris. Adanya adalah para pejabat fungsional. Ketua DPRD Lotim, Murnan saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, rencana perombakan struktur jabatan dengan menghilangkan eselon III dan IV ini dianggap sebagai signal awal saja. Terkait kebijakan pusat ini memang harus menanti dulu regulasi yang lebih pasti. “Tentu harus nunggu regulasinya, karena aturan main sekarang kan masih berlaku,” ungkapnya. Melihat kondisi beban kerja para pejabat di lingkup Pemkab Lotim dewasa ini, dikatakan bisa saja rencana perubahan struktur jabatan itu akan berdampak positif. Di mana, akan ada kepastian soal efektivitas kinerja. “Kita lihat aja seperti apa realisasi kebijakannya,” demikian.(rus)

Tiga Rumah Korban Puting Beliung Diperbaiki Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) bersama Kodim 1615/ Lotim melakukan perbaikan terhadap tiga rumah warga yang menjadi korban angin puting beliung yang terjadi, Jumat (29/11) sore lalu. Para korban diberikan bantuan sejumlah material bangunan serta dibantu perbaikan dan pembangunan kembali rumah mereka di Dusun Purwakaraya Transad Desa Padak Guar Kecamatan Sambelia. Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf. Agus Donny Pamungkas, mengungkapkan sejumlah personel sudah diterjunkan ke TKP untuk membantu dan mengevakuasi material bangunan rumah warga yang terbawa angin puting beliung tersebut. Ia meminta kepada personel agar segera tanggap menghadapi bencana puting beliung yang terjadi pada hari Jumat lalu. Dandim 1615/Lotim, yang diwakili oleh Danramil Sambelia Kapten Inf. Safi’i bersama-sama dengan Pemda Lotim yang diwakili oleh BPBD Lotim menyerahkan bantuan sekaligus terjun ke lokasi bencana. Penyerahan bantuan diawali dengan kegiatan karya bhakti gotong royong pembersihan puing puing rumah. Seperti yang dilaporkan Danramil, bencana angin puting beliung telah memporandakan tiga unit rumah warga di Desa Padak Guar. Pemilik rumah, I Made Partha, I Way-

(Suara NTB/yon)

PASAR - Inilah pasar induk Sambelia Kecamatan Sambelia yang dibangun tahun 2015. Pembangunan pasar ini dinilai ada kejanggalan dan dalam waktu dekat ditetapkan tersangka. garan (KPA) serta pejabat jika sudah keluar satu nama pembuat komitmen (PPK). sebagai calon tersangka. Akan Dalam proses penyidikan tetapi untuk penetapan terumum yang dilakukan saat sangkanya akan dibuka beini, Wasita mengungkapkan berapa hari ke depan. (yon)

Kades Terpilih Dilantik 2020 Tanjung (Suara NTB) Sebanyak 25 kepala desa (kades) terpilih pada pilkades serentak 21 November lalu sudah ditetapkan oleh BPD di masing-masing desa peserta pilkades. Adapun riak-riak yang terjadi di desa, seperti di Sigar Penjalin, tidak mempengaruhi jadwal pleno penetapan. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD), Drs. H. Kholidi Halil, MM., melalui Kepala Bidang PMD, Atmaja Himbara, SP., Minggu (1/12). Disebutkan, bahwa BPD 25 desa sudah menggelar rapat paripurna penetapan calon kades terpilih. Atmaja menyatakan, polemik dugaan politik uang yang menyeruak di Desa Sigar Penjalin tidak mempengaruhi pelaksanaan pilkades. Bahkan, BPD Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung pun sudah melakukan rapat penetapan calon terpilih. Pengaduan di Sigar Penjalin sebenarnya masih berada di ranah BPD, dan persoalan itu belum dilimpahkan ke kabupaten. Kendati demikian, hasil pengawasan kecamatan dan kabupaten memperlihatkan bahwa proses Pilkades Sigar Penjalin telah dilaksanakan sesuai regulasi dan tahapan. Sebaliknya, ketika terdapat pengaduan soal

money politik, maka persoalan tersebut menjadi ranah aparat kepolisian sebagaimana kasusnya masuk ranah pidana. Untuk diketahui, para kades terpilih yang sudah diparipurnakan dan siap dilantik sebagai berikut. Di Kecamatan Pemenang meliputi, Desa Malaka, H. Akmaludin Ikhwan, Desa Pemenang Timur, L. Muhamad Amir, Desa Pemenang Barat, Asmaat, dan Desa Gili Indah, Wardana. Di Kecamatan Tanjung, meliputi, Desa Tanjung : Budiawan, SH., Desa Jenggala : Fahrudin, Desa Sigar Penjalin : Zawil Fadli, dan Desa Tegal Maja : Boby Rahman. Di Kecamatan Gangga, meliputi Desa Gondang : Supriadi, Desa Rempek, Rudi Hartono, Desa Bentek : Warna Wijaya, dan Desa Genggelang, Almadudi (Dodi). Di Kecamatan Kayangan meliputi, Desa Salut Bahrudin, A.Ma, Desa Santong Zaeni Ansori, Desa Selengen Sudarto, Desa Sesait, Susianto, Desa Dangiang, H.Edi Prayitno, dan Desa Gumantar, Japarti Terakhir di Kecamatan Bayan meliputi, Desa Anyar, Ir. H. Rusni, Desa Bayan, Satradi, Desa Sukadana, Zulrahman, Desa Senaru,Raden Akria Buana, Desa Sambik Elen, M.Katur, Desa Mumbul Sari, Mujihadin, dan Desa Karang Bajo, Hamdi, S.Pd. (ari)

Mantan Pimpinan DPRD Kritik Hibah Lapangan Gangga

(Suara NTB/ist)

BERSIHKAN - Kalak BPBD Lotim, Purnama Hadi bersama jajaran Kodim 1615 Lotim melakukan pembersihan puing-puing bangunan rumah warga dan penyerahan bantuan material bangunan, Sabtu (30/11) lalu. an Rosana dan Mustafa. Di sela-sela menerima bantuan, para warga mengatakan bahwa tidak menyangka secepat ini tanggap darurat yang dilakukan oleh Pemda Lotim bersinergi dgn TNI AD yang ada di Lombok timur. Dandim mengatakan bahwa sesaat setelah adanya bencana, aparat teritorial utamanya Babinsa desa setempat dibantu Babinsa se-Koramil Sambelia melakukan pembenahan kerusakan sekaligus pendataan dampak bencana. Dandim juga berharap kepada seluruh masyarakat Lotim untuk senantiasa siaga dan waspada dalam menghadapi seluruh kemungkinan bencana yang diakibatkan perubahan musim yang tidak bisa diduga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan, mengungkapkan jika tim reaksi cepat (TRC) sudah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memantau langsung kondisi lapangan, termasuk mengecek segala kebutuhan dari para korban untuk dipenuhi. Seperti pembuatan posko atau tenda mengingat beberapa rumah warga rusak diterjang angin puting beliung. Selain itu, dari BPBD dipimpin langsung Kalak BPBD Lotim, Purnama Hadi, terjun ke TKP untuk membersihkan reruntuhan bangunan rumah warga yang rusah disertai penyerahan bantuan berupa asbes, semen dan kebutuhan lainnya. (yon)

Tanjung (Suara NTB) Kebijakan hibah atas aset lapangan Gangga di Desa Gondang tetap dilanjutkan, meski mendapat penolakan warga. Pemda dianggap tidak populis, karena tidak menghargai nilai historis masyarakat yang melekat di Lapangan tersebut. “Jadi memang solusinya itu, harusnya (lapangan) kembali ke masyarakat. Karena nilai historis itu mahal , tidak gampang,” ungkap mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djekat Demung, sekaligus tokoh masyarakat Kayangan. Djekat mengungkap fakta historis dari lapangan tersebut. Kata dia, benar bahwa lapangan Gondang adalah aset milik Pemda Lobar yang diserahkan ke KLU. Namun dalam pembuatan lapangan, ia mengingat betul bahwa termasuk warga Kecamatan Kayangan saat itu, ikut bergotong royong membangun lapangan. Djekat menyebut, pada tahun 1970-an wilayah Kayangan masih bergabung dengan Kecamatan Gangga. Pembuatan lapangan Gondang berproses dari era Camat Iskandar (almarhum), berlanjut ke H.

Arkam (almarhum). Di era Arkam, lapangan baru bisa diselesaikan 50 persen saja. Saat itu sumber daya pembuatan lapangan dengan gotong royong. “Dulu itu, orang tua dari Sesait sampai membawa koq (kerbau), sampai nginap di sana untuk gotong royong membajak dan meratakan. Jadi tidak bisa, misalnya ada orang (PNS) Gondang mengklaim itu lapangan milik dia. Dia tidak paham sejarah namanya,” kritik Djekat. Terpisah, Kepala BPKAD KLU, Sahabudin, S.Sos., kepada wartawan mengakui penolakan masyarakat tidak menghambat status hibah. Bahkan Lapangan Gondang saat ini sedang dalam proses pensertifikatan. Statusnya sebagai aset daerah juga dalam proses untuk dihapus. Sahabudin menyimpulkan, Pemda sudah menyerahkan hibah lahan tersebut kepada Korem 162 Wira Bhakti untuk membangun Makodim Lombok Utara. Ia berdalih, bahwa aset Lapangan Gondang adalah milik negara. Saat dibutuhkan oleh negara, maka muara pemanfaatannya adalah untuk kepentingan masyarakat. (ari)


SUARA NTB Senin, 2 Desember 2019

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Loteng Tembus 17.443 Pelamar

Di Lobar, 2.000 Pelamar Baru MS

Praya (Suara NTB) Jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) membeludak. Dari 479 formasi yang tersedia, total pelamar yang masuk menembus angka hingga 17.443 orang. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di NTB. “Kalau dari jumlah formasi CPNS yang tersedia, kita bukanlah yang paling banyak di NTB. Tapi kalau dari sisi jumlah pelamar CPNS, kita yang tertinggi,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H.M. Nazili, S.IP., kepada Suara NTB, Sabtu (30/11). Membeludaknya jumlah pelamar CPNS di Loteng, aku Nazili, bisa jadi dikarenakan beberapa faktor. Misalnya, soal formasi tenaga teknis Loteng cukup banyak, yakni ada 70 formasi dengan ruang lingkup latar pendidikan yang cukup luas. Berbeda dengan formasi untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, yang ruang lingkup latar pendidikannya terbatas. Di mana untuk satu formasi

tenaga teknis saja, pelamarnya bisa mencapai seratusan orang. “Yang mendongkrak jumlah pelamar CPNS di Loteng itu dari formasi tenaga teknis. Itu di satu formasi pelamarnya bisa mencapai seratusan orang. Sehingga tingkat persaingan untuk tenaga teknis jauh lebih ketat,” terangnya. Faktor yang lain, dari sisi persyaratan untuk melamar CPNS di Loteng jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan daerah lain. Salah satunya soal standar IPK (indeks prestasi kumulatif) yang ditetapkan, tidak ada batasan. Dengan kata lain, berapapun IPK calon pelamar yang penting sudah menyandang status sarjana, bukan jadi halangan untuk melamar sebagai CNPS di Loteng. “Kalau di daerah lain, ada

standar IPK-nya. Nah, kalau kita di Loteng tidak ada standar. Yang penting sarjana mau tinggi ataupun rendah IPKnya bukan jadi soal. Semua bisa daftar CPNS,” imbuhnya. Bukan tanpa alasan, Pemkab Loteng menerapkan kebijakan tersebut pada rekrutmen CPNS kali ini. Pemkab Loteng ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk bisa ikut seleksi CPNS, sehingga tidak ada pembatasan. Artinya, semua punya hak untuk ikut seleksi CPNS, baik tinggi ataupun rendah nilai IPK-nya. “Biarkan nanti pada proses seleksi akademik yang menentukan. Karena IPK tinggi bukan jaminan untuk bisa lulus dalam seleksi akademik

nantinya,” tandas Nazili. Disinggung tahapan seleksi CPNS saat ini, Nazili mengatakan, pihaknya masih melakukan verifikasi terhadap semua lamaran yang masuk. Pihaknya pun menargetkan paling tidak minggu ini verifikasi sudah tuntas, sehingga pada tanggal 16 Desember mendatang, hasil verifikasi berkas lamaran CPNS sudah bisa diumumkan sesuai jadwal yang ada. Di Lombok Barat (Lobar), hasil verifikasi sementara yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM Lobar terhadap berkas persyaratan administrasi pelamar CPNS, dari 4.261 orang pelamar sekitar 2/3-nya sudah berhasil diverifikasi. Dari 2/3 pelamar yang sudah diverifikasi, terdapat 2000 lebih pelamar dinyatakan lolos atau Memenuhi Syarat (MS) sedangkan ada 800 pelamar lebih dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).. Dari 800 lebih pelamar TMS ini, sebagian besar akibat akreditasi perguruan tinggi. Mere-

ka pun memiliki peluang lolos asalkan melakukan sanggahan dengan membawa bukti-bukti. “Hasil verifikasi sementara, 2.000-an orang pelamar MS dan 800-an TMS. Banyak pelamar yang TMS karena upload bukti akreditasi bukan saat kelulusan. Untuk yang seperti ini, ditunggu kedatangannya dengan membawa Izin Pendirian PT atau Izin Pendirian Program Studi saat masa sanggah,” jelas Kasubid Pengadaan Pegawai pada BKD dan PSDM Lobar, H. Rizky Bani Adam, Minggu (1/12). Dijelaskan, verifikasi persyaratan pelamar belum final, karena saat ini tengah proses verifikasi berkas persyaratan administrasi pelamar CPNS yang masuk. Verifikasi telah berlangsung selama beberapa hari terakhir, ditargetkan bisa selesai Minggu kemarin. Pihaknya pun melakukan lembur setiap hari untuk menuntaskan verifikasi tersebut. ”Kami masih lembur untuk verifika-

Pemda Dinilai Belum Maksimal Tangani Aset

Tuntaskan Kasus Korupsi SEJUMLAH kasus dugaan korupsi saat ini terus digeber proses penyelidikannya oleh jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng). Satu di antaranya, yakni kasus dugaan korupsi ADD Desa Sabe Kecamatan Janapria sudah akan ada penetapan tersangka. Sementara beberapa kasus lainya, seperti dugaan korupsi pengadaan fasilitas atlet Porprov tahun 2018 di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Loteng serta ADD Desa Ganti Praya Timur, saat ini masuk waiting list atau daftar tunggu. (Suara NTB/dok) “Prinsipnya mana Budi Santosa yang sudah lengkap alat buktinya itu yang kita tindaklanjuti,” tegas Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK. MH., kepada Suara NTB, Sabtu (30/11). Misalnya, untuk kasus dugaan koruspi ADD Desa Sabe, sudah bisa dikatakan lengkap. Di mana terakhir pihaknya sudah menerima hasil audit dari BPKP Perwakilan NTB dan ditemukan ada indikasi kerugian negara, sehingga untuk kasus dugaan korupsi ADD Desa Sabe sudah bisa dilakukan penetapan tersangka. Tapi kapan akan dilakukan penetapan tersangka, tergantung kesiapan dari penyidik. “Soal penetapan tersangka kasus dugaan korupsi ADD Desa Sabe tergantung penyidik, kapan akan dilakukan. Karena penyidik yang paling tahu persis kondisi kasusnya. Tapi kita upayakan secepatnya, paling tidak tahun ini,” terangnya. “Untuk kasus ADD Sabe, target kita tuntas tahun depan. Karena untuk tahun ini target penyelesaian kasus korupsi sudah terpenuhi. Artinya, dari sisi anggaran penanganan perkara korupsi sudah terpenuhi,” sebut Budi. Pasalnya, Polres Loteng per tahunnya hanya diberikan jatah alokasi penyelesaikan perkara kasus korupsi sebanyak dua kasus saja. Jadi berapa kasus korupsi yang ditargetkan tuntas per tahunnya, sesuai dengan alokasi anggaran yang ada, karena kinerja penanganan perkara korupsi itu berbasis anggaran. Disinggung kasus dugaan korupsi mana saja yang menjadi atensi untuk diselesaikan tahun depan, Budi mengatakan semua menjadi atensi. Tapi tentu berdasar alat bukti serta keterangan yang ada. (kir)

Demi Dam Mujur

Pemkab Loteng Siap Penuhi Tuntutan Masyarakat Praya (Suara NTB) Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menegaskan kesiapannya untuk memenuhi apa yang menjadi tuntutan dan aspirasi masyarakat yang terdampak pembangunan Dam Mujur. Khususnya masyarakat yang ada di Desa Lelong Praya Tengah. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, Amir Ali, kepada Suara NTB, Jumat (29/11). Diakuinya, pihaknya sudah bertemu dengan perwakilan masyarakat yang terkena dampak pembangunan Dam Mujur. Dalam pertemuan itu, ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat, terutama soal kepastiaan soal tempat relokasi serta harga pembebasan lahan. “Kita akan upayakan penuhi apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Tapi tentu sesuai kewenangan serta kemampuan yang ada,” sebutnya. Dikatakannya, pemerintah daerah saat ini tengah memikirkan cara untuk bisa mengakomodir apa yang menjadi keinginan masyarakat supaya tidak ada kesan kalau pemerintah daerah tidak mau mengakomodir keinginan ataupun aspirasi masyarakat. Karena pembangunan yang baik itu ialah pembangunan yang bisa mengakomodir aspirasi masyarakat. ‘’Jadi tidak ada masyarakat yang kemudian merasa dirugikan dari pembangunan tersebut. Semua harus bisa merasakan manfaat dari pembangunan itu sendiri. Prinsipnya kita upayakan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya meyakinkan. Soal anggaran pembangunan Dam Mujur, Ali mengatakan sampai saat ini belum ada. Itu sesuai hasil komunikasi dengan pihak BWS Nusa Tenggara (NT) I sebelumnya. Bahwa anggaran pembangunan Dam Mujur belum dianggarkan oleh pemerintah pusat. Bahkan pihaknya sempat menantang BWS NT I soal kapan mau mulai membangun Dam Mujur supaya pemerintah daerah bisa mempersiapkan diri. Tapi justru BWS NTB yang tidak berani menjawab. Dari situ terjawab kalau anggaran pembangunan Dam Mujur belum ada. Lagi pula, bagaimana mau ada anggaran, tahapan persiapan pembangunan Dam Mujur belum tuntas. Saat ini yang sudah selesai baru desain Dam Mujur saja. Kemudian untuk proses LARAP, baru sekitar 50 persen. Dikarenakan ada penolakan oleh masyarakat di Lelong saat akan dilakukan proses LARAP. Di mana tahap persiapan masih baru sekitar 50 persen tuntas. “Proses LARAP inilah yang harus diselesaikan dulu. Baru bisa berlanjut ke tahap berikutnya yakni penyusunan AMDAL (Analisis Masalah dan Dampak Lingkungan). Kalau AMDAL sudah selesai baru dilanjutkan dengan sertifikasi desain. Setelah sertifikasi desain barulah ke proses pembebasan lahan dimulai kemudian dilanjutkan ke tahap pembangunan,’’ tambahnya.(kir)

(Suara NTB/her)

VERIFIKASI - Tim BKD Lobar melakukan verifikasi persyaratan CPNS yang masuk di lingkup Pemkab Lobar. si, termasuk kemarin dan hari mentara pelamar yang MS dan ini (kemarin, red),”ujar dia. TMS berikut alasan kenapa Lebih lanjut jelas dia, sete- TMS. Kami akan umumkan lah tahap verifikasi barulah di- melalui website yang lebih celakukan supervisi, setelah itu pat diakses,” jelas dia. Sehari sebelum tanggal 15 Desember setelah pengumuman lanjut dibuat berita acara untuk ha- dia, barulah masuk masa sangsil verifikasi. Lalu tanggal 15 gah selama 3 hari mulai tangDesember diumumkan hasil gal 16 Desember hingga 18 verifikasi. “kita umumkan se- Desember. (kir/her)

(Suara NTB/her)

BANJIR - Air menggenangi jalur bypass bandara II di Desa Bajur dan Terong Tawah, Sabtu (30/ 11). Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu.

Jalur ’’Bypass’’ Bandara II Tersumbat Tumpukan Sampah Giri Menang (Suara NTB) – Jalur bypass Lombok International Lombok (LIA) II yang terletak di Desa Bajur dan Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi banjir saat hujan lebat melanda, Sabtu (30/11) akhir pekan. Genangan banjir diperparah buruknya sistem drainase di lokasi tersebut, ditambah lagi sampah yang menyumbat saluran, sehingga air mudah meluap ke akses jalan vital menuju bandara tersebut. Akibat genangan air ini, sempat mengganggu arus lalu lintas bahkan jalur bagian bawah persisnya di terowongan macet total akibat ketinggian air menghambat kendaraan lalu lalang. Informasi yang diperoleh koran ini, luapan air di akses jalan negara itu terjadi saat hujan lebat melanda sekitar pukul 14.00-15.00 wita. Air berasal dari saluran drainase jalan yang kurang bagus ditambah lagi tersumbat tumpu-

kan sampah. Titik terowongan yang berada di perbatasan Desa Bajur dengan Terong Tawah ini kerap kali tergenang ketika hujan, sehingga mengganggu arus lalu lintas khususnya jalur sepeda motor. Kondisi ini, menurut Adi – salah satu warga sangat mengganggu, apalagi ketika malam hari terowongan ini kadang gelap, sehingga pengendara tidak tahu ada genangan. “Ini berbahaya bagi pengunjung,”jelas dia. Kepala Desa Bajur Ahmad Husni mengatakan dari awal pembangunan akses jalan ia sudah mengingatkan agar saluran drainase ini tidak dibangun seperti itu. Bahkan ia sempat membuatkan gambar agar dipertimbangkan oleh rekanan. Sebab ia sudah berkoordinasi dengan pengamat pengairan tentang model drainase tersebut. namun apa yang diusulkannya tidak didengarkan. “Menurut pengamat air, pemekel pekaseh kalau saluran ini seperti

ini ketika hujan besar, maka air akan naik ke jalan dan sedimentasi akan tinggi. “Ternyata kan benar (banjir), sampai saat ini banjir terus,” tegas dia. Untuk menangani masalah banjir yang setiap saat terjadi ini, pihaknya segera menyampaikan hal ini ke Balai Jalan selaku pihak yang berwenang dalam hal penanganan jalan nasional. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bhabimkamtibmaspol untuk melakukan kegiatan gotong-royong. Sementara itu, Kabid Bina Marga, Hambali mengatakan masalah genangan air di underpass bypass LIA II adalah masalah lama kerap kali terjadi. Pihaknya pun akan mengkoordinasikan kembali dengan balai jalan untuk penanganannya. Menurutnya, penyebab air itu meluap ke jalan akibat talud yang kurang tinggi, semestinya kata dia talud drainase lebih ditinggikan lagi agar air tidak meluap ke jalan. (her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) dinilai belum maksimal dalam menangani masalah aset. Hal ini terbukti masih adanya persoalan aset yang belum tuntas ditangani secara baik oleh pemda. Karena itu ke depan masalah penanganan aset ini harus menjadi prioritas pemda dengan mencari pola dan konsep yang lebih progresif untuk pengelolaan dan penertiban aset daerah. Dalam penyampaian gabungan komisi pada pengesahan APBD 2020, juru bicara Gabungan Komisi DPRD Lobar Munawir Haris, mengatakan, ada beberapa catatan yang dari dewan kepada eksekutif. Salah satunya masalah aset. “Sampai saat ini pemda belum maksimal dalam menangani persoalan pengelolaan aset daerah. Ini terbukti masih adanya pengelolaan aset yang belum tuntas ditangani secara baik oleh pemda,” ujarnya. Karena itu, ke depan dengan menenkan kepada eksekutif agar menjadikan pengelolaan dan penataan serta penertiban aset harus menjadi prioritas pemda. Untuk menyelesaikan persoalan aset ini, dewan mendorong agar pemda segera mencari pola dan konsep dalam penertiban aset.

Saah satunya, dewan mendorong pementukan pansus pengelolaan dan penataan aset daerah. “Perlu membentuk pansus terhadap pengelolaan dan penataan aset daerah ini.”ujar dia. Sementara itu di bagian lain pemda bersama BPN menyerahkan sertifikat tanah kepada 1500 warga, penerbitan sertifikat ini melalui program PTSL dari BPN Lobar. Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menyerahkan langsung sertifikat tanah itu kepada warga dan menyampaikan rasa terima kasih atas kinerja BPN melalui program PTSL. Di tempat yang sama, Kepala BPN Lobar I Made Aria Sanjaya melaporkan jika tahun anggaran 2019 ini BPN Lobar sudah mencapai target mensertifikasi 20.000 bidang tanah. ”Target PTSL tahun anggaran 2019 adalah 20.000 bidang tanah yang dilaksanakan di 18 desa di tiga kecamatan dengan rincian 15 desa di Kecamatan Gunungsari, dua desa di Kecamatan Batulayar, dan satu desa di Kecamatan Gerung. Dan dari target tersebut telah diselesaikan dengan tuntas 20.000 sertifikat yang akan kita bagikan sekarang ini,” terang Made Arya. (her)

(Suara NTB/ist)

DIAMANKAN - Terduga pelaku curanmor DA yang diamankan Satreskrim Polres Lobar.

Polisi Lumpuhkan DPRD Temukan Kejanggalan Terduga Pelaku Curanmor Tata Kawasan Senggigi

Alokasi Anggaran

Giri Menang (Suara NTB) Pengalokasian anggaran untuk penataan kawasan wisata Senggigi diduga janggal. Pasalnya, peruntukan anggaran untuk penataan kawasan ini belum jelas, baik sasaran penggunaan dan konsepnya. Apakah kawasan yang ditata masuk aset pemerintah ataukah lahan kawasan milik perusahaan dan perorangan. Di samping itu, ditemukan banyak sekali item anggaran untuk biaya honor dan operasional tim OPD. Hasil penelusuran media ini terhadap data rancangan APBD 2020, ditemukan sedikitnya ada delapan alokasi anggaran penataan kawasan Senggigi. Yang nilainya paling besar, penataaan kawasan Pantai Kerandangan senilai Rp5,8 miliar lebih. Alokasi anggaran penataan makam Batulayar yang nilainya sangat besar mencapai Rp2,8 miliar lebih. Jumlah alokasi anggaran penataan makam ini sama persis dengan nilai penataan Pura Batu Bolong. Pada item alokasi anggaran penataan di tiga titik juga janggal, karena nilainya sama. Seperti penataan kawasan wisata sekitar Hotel Sheraton, penataan kawasan sekitar Hotel Pasific dan kawasan Pantai Duduk masing-masing senilai Rp 1,9 miliar. Di luar masing-masing mata anggaran proyek penataan ini, ada banyak item pengalokasian

anggaran untuk keperluan honor tim OPD, seperti pendukung PPK, tim teknis, sekretaris tim teknis, anggota tim teknis, tim pokja, PTP, panitia PHP, administasi hingga honor pengawas PjPBJ dan perencanaan proyek yang nilainya lumayan besar. Anggota DPRD Lobar Abu Bakar Abdullah, menyarankan Pemda Lobar harus hati-hati dalam membuat perencanaan pembangunan. “Bayangkan dalam satu kegiatan penataan kawasan Pantai Kerandangan saja menelan dana Rp5,8 hampir Rp 6 miliar. Di sana apa yang mau ditata, harus dikaji mandalam. Sebab jangan sampai karena ketidaksiapan perencanaan termasuk terkait masalah lahan yang akan ditata yang belum jelas, malah nanti jadi masalah,” kritik politisi PKS ini, Minggu (1/12). Kemudian pengalokasian anggaran Rp 2,8 miliar untuk penataan makam dan pure Batu Bolong yang jumlahnya sama. Ia mempertanyakan seperti apa konsep dan apa saja ditata serta dibangun di kawasan ini, sehingga menelan anggaran sebesar itu. Kalau sekedar menata wajah kawasan ini menurut dia, tidak sebesar itu anggaran yang harus dialokasikan. Termasuk penataan kawasan di sekitar hotel di Senggigi yang jumlahnya sama. Justru, kata dia, penataan kawasan wisata Tajung Bias

Senteluk khususnya untuk penyiapan akses jalan masuk belum masuk dalam rencana pembiayaan pinjaman tersebut. Padahal, manfaatnya i jauh lebih besar bagi daerah. “Jalan masuk ke kawasan ini justru tidak masuk anggaran,” kritiknya. Selain itu, kawasan kali Meninting juga tidak masuk dalam rencana penganggaran. Padahal sebelumnya sudah ada rencana pemerintah menata kawasan Meninting dengan membebaskan perkampungan di wilayah setempat. Ia lebih setuju agar dana pnjaman ini dialokasikan untuk pos-pos potensial yang real untuk mendongkrak pendapatan daerah Lobar. Seperti di Sekotong, kalau saja pemerintah serius menata kawasan ini justru lebih banyak memberikan pemasukan daerah. Di wilayah ini ada 23 gili, namun belum ada satupun yang menjadi pilot projet untuk ditata. Sementara itu Bupati Lobar H Fauzan Khalid memastikan untuk penataan Senggigi dialokasikan sebesar Rp 46 miliar pada APBD 2020 nanti. Anggaran Rp 46 miliar ini di luar lampu jalan dan penanganan sampah yang mencapai Rp 7 miliar. Dalam penataan kawasan ini, termasuk penanganan fasilitas publik, seperti toilet yang dikeluhkan di kawasan setempat. (her)

Giri Menang (Suara NTB) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Hasil pengungkapan kasus ini, tim Polres Lobar Tim Resmob Satuan Reskrim dipimpin oleh KBO Reskrim Ipda Irvan Surahman, S.TrK berhasil mengamankan dua pelaku sekitar pukul 17.00 wita, Sabtu (30/11). Masing-masing inisial DA asal Kota Mataram dan J asal Kediri Lobar. Dalam proses penangkapan yang dilakukan tim Satreskrim, salah seorang pelaku berupaya kabur, sehingga harus dilumpuhkan oleh anggota dengan menghadiahi timah panas pada bagian kaki pelaku. Kini kedua pelaku mendekam di tahanan Mapolres Lobar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan korban atas nama Hendrik Prayoga asal Kediri dengan nomor laporan polisi 68 / XI / 2019 / NTB/ Res. Lobar/ Sek. Kediri Tanggal 29 November 2019. Tempat kejadian perkara di pinggir jalan raya Dusun Bangkat dalam Desa Jagaraga tanggal 28 Oktober 2019 lalu. Pada saat sebelum kejadian, korban memarkir sepeda motor jenis Honda Beat Street warna Hitam DR 2932 MI miliknya di pinggir jalan sepulangnya dari rumah ibunya. Kemudian korban masuk ke dalam rumah-

nya. “Pada saat hendak keluar bersama istri dan anaknya tibatiba korban melihat motor yang diparkirnya tidak ada di tempat,” jelas Kapolres Lobar melalui KBO Reskrim Ipda Irvan Surahman S.TrK melalui siaran pers kepada media Sabtu (30/11) kemarin. Mengetahui motornya hilang, korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kediri untuk diproses hukum. Setelah menerima laporan tersebut, tim Opsnal Satreskrim pun bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dalam penyelidikan akhirnya berhasil menangkap pelaku J. Pelaku J pun mengaku mencuri sepeda motor bersama DA. Berbekal informasi yang dikorek dari J, sepeda motor tersebut dijual oleh seseorang inisial A. Penyidik pun berhasil melacak keberadaan A, namun oleh A sepeda motor tersebut ternyata sudah dijual kembali ke wilayah Pemenang KLU. Tim selanjutnya bergerak ke wilayah Jenggala, Pemenang dan berhasil mengamankan sepeda motor dari MZ. Namun saat hendak dibawa ke dalam mobil, pelaku berontak melawan petugas dan berusaha melarikan diri ke belakang rumahnya. Pelaku loncat dan berlari melewati jendela belakang rumah. Tim selanjutnya mengejar dan memberikan tembakan peringatan, namun pelaku terus berlari. Sampai akhirnya, tindakan menembak ke arah kaki jadi pilihan terakhir. (her)


SUARA NTB Senin, 2 Desember 2019

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

420 Warga Bima Digigit Anjing, 20 Positif Rabies

(Suara NTB/ist)

DIEVAKUASI - Jenazah warga Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, korban terseret ombak Pantai Tropi, saat dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas TNI, Polri dan Pol PP, Minggu (1/12).

Korban Terseret Ombak di Pantai Sekongkang Ditemukan Taliwang (Suara NTB) – AM alias Dadang (38) warga Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, yang sempat dinyatakan hilang setelah terbawa arus akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas dan BPBD berhasil menemukan jenazah korban di sebelah selatan pantai tropi dengan kondisi badan yang sudah membengkak. Kapolsek Sekongkang, IPDA Ardi Atmaja kepada Suara, Minggu (1/12) membenarkan adanya penemuan jenazah korban tepat di hari keenam pencarian. Korban ditemukan tim gabungan sekitar pukul 08.00 Wita. Saat ditemukan, bentuk tubuh korban masih lengkap, tidak ada yang hilang. Setelah ditemukan, aparat gabungan langsung menyerahkan jenazahnya ke keluarga. Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban karena masalah ini merupakan kecelakan murni. Apalagi korban sempat meminta izin ke istri dan keluarganya untuk mencari kerang di pantai tropi yang terkenal dengan ombaknya yang keras dan tinggi. “Kami juga langsung menyerahkan jenazah korban untuk dimakamkan,” ungkapnya. Dikatakannya, korban dilaporkan hilang di dekat tebing pantai Tropi sekitar pukul 15.00 Wita, Selasa (27/11) setelah terjatuh di hantam ombak saat hendak mencari kerang. Sebelum jatuh, korban bersama rekannya sedang mencari kerang di tebing pantai Tropi dengan posisi badan mereka membelakangi laut. Namun, tiba-tiba ombak besar datang dan langsung menghantam dari belakang. Namun nahas, ombak terlalu besar membuat korban terbawa arus dan akhirnya tenggelam. Korban sebelum hilang sempat meminta pertolongan kepada rekannya namun tidak dapat menolong korban karena ombak terlalu besar karena posisi korban sudah berada di tengah laut terseret ombak dan arus. Selanjutnya, teman korban berusaha mencari pertolongan ke warga yang ada di sekitar pantai tropi. (ils)

Genjot Pendapatan, Dishub Usulkan 32 Titik Lokasi Parkir Taliwang (Suara NTB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengaku tengah mengusulkan 32 titik lokasi parkir pinggir jalan untuk bisa ditetapkan guna menggenjot sektor pendapatan dari pajak dan retribusi parkir. Hal tersebut harus dilakukan karena ada indikasi kebocoran pendapatan dari sektor tersebut, belum lagi belum tercapainya target retribusi parkir juga menjadi salah satu alasan khusus penetapan titik parkir. Kepala UPTD Pengelolaan Parkir Dishub KSB, Sahabuddin kepada Suara NTB mengakui adanya indikasi kebocoran pendapatan dari sektor retribusi parkir. Hal tersebut terjadi lantaran beberapa titik parkir yang sangat potensial untuk ditarik tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah lantaran belum ditetapkan. Selain itu, keterlibatan dari pihak ketiga untuk melakukan pemungutan retribusi juga menjadi faktor yang berpengaruh. Untuk itu, dengan mengusulkan 32 titik parkir dimaksud, diharapkan bisa menjadi daya ungkit untuk meningkatkan sektor pendapatan asli daerah (PAD). Sebut saja di lokasi parkir pasar Tanah Mirah dan RSUD Asy Syifa Taliwang yang masih belum bisa dikelola secara maksimal lantaran dipihak ketigakan oleh Pemerintah. Padahal di dua lokasi tersebut sangat berpotensi untuk bisa meningkatkan target pendapatan dari retribusi parkir. Untuk itu pihaknya sangat berharap supaya urusan parkir ini bisa diserahkan sepenuhnya ke Dishub sesuai dengan Perbup yang berlaku. “Untuk 32 titik parkir sudah kita usulkan ke pemerintah dengan harapan bisa segera disetujui sehingga target kita bisa tercapai. Kami juga masih dilema untuk mengejar target retribusi parkir ini, karena tidak sepenuhnya bisa kami kelola,” ungkapnya. Dikatakannya, selama KSB terbentuk hingga saat ini, retribusi parkir belum mampu tercapai, bahkan hanya 5-10 persen saja yang bisa dihasilkan setiap tahunnya dari sejumlah lokasi yang ada. Bahkan untuk tahun 2019 retribusi parkir yang sudah terkumpul sampai dengan saat ini masih sangat minim bahkan belum setengahnya tercapai yakni Rp15 juta dari target 50 juta. Minimnya pendapatan dari sektor tersebut tentu tidak bisa dipaksakan karena akan sangat rawan terjadi penyimpangan nantinya sebut saja Pungli dan lainnya. Sehingga butuh penataan terhadap sarana tersebut terlebih dahulu baru kemudian bisa dilakukan penarikan retribusi termasuk juga penataan juru pungut. Bahkan untuk tahun 2019 dianggap sebagai ajang uji coba sekaligus pembenahan sektor penunjang retribusi. Baik itu dari segi petugasnya, maupun dari lokasi yang diperbolehkan untuk dilakukan penarikan retribusi parkirnya. “Memang untuk tahun 2019 merupakan tahun uji coba karena masih perlu dilakukan penataan. Tetapi dengan adanya usulan penetepatan titik tersebut, kami optimis di tahun 2020 target retribusi bisa tercapai,” tandasnya. (ils)

Bima (Suara NTB) – Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, mencatat jumlah warga di daerah setempat yang digigit anjing sepanjang tahun 2019 sebanyak 480 orang. “480 warga yang digigit anjing ini terhitung dari Bulan Januari hingga 30 Oktober 2019. Dan yang dinyatakan positif virus rabies ada 20 sampel,” kata Kabid P2PL Dikes Kabupaten Bima, Rifai S.Sos M.AP kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Menurutnya, dari 18 keca-

matan semua ada kasus gigitan anjing suspect rabies. Yang paling banyak di wilayah Kecamatan Sanggar sebanyak 108 orang. sementara yang paling sedikit ada di Kecamatan Belo. “Dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa (meninggal) sampai saat ini,” katanya. Mengapa warga Kecama-

tan Sanggar yang paling banyak digigit anjing ? Karena menurutnya, secara geografis Kecamatan Sanggar berada dekat dengan wilayah Kabupaten Dompu. Diakuinya saat ini Kabupaten Bima masih berstatus rabies Kejadian Luar Biasa (KLB). Indikator status KLB

kata dia, karena adanya virus rabies positif dari anjing yang menggigit manusia atau adanya kematian. “Indikator KLB ini karena ada 20 orang sampel yang dinyatakan positif rabies,” katanya. Selama ditetapkan KLB, lanjutnya, pihak Dikes bersama Dinas Peternakkan dan Keswan serta intansi lainnya, saling berkoordinasi dan bekerjasama untuk mengendalikan rabies. “Selain melakukan vaksinasi pada anjing dan menangani korban

yang digigit anjing. Kita juga lakukan sosialisasi bahaya rabies di tingkat Kecamatan,” katanya. Rifai kembali mengimbau, apabila ada warga yang digigit anjing, agar mencuci luka gigitannya dengan air mengalir dan sabun. Kemudian membawa ke Puskesmas atau tempat medis terdekat. “Ketika sampai di Puskesmas atau tempat medis, korban akan langsung diberi suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR),” pungkasnya. (uki)

Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Le Laperouse Kunjungi Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa diwakili Sekda Drs. H. Hasan Basri, M.M, menyambut kedatangan para tamu dari Kapal Pesiar Le Laperouse yang berkunjung ke Sumbawa, Sabtu (30/11), di Pelabuhan Badas Sumbawa Besar. Para wisman tersebut akan menikmati sejumlah obyek wisata dan kultur budaya Sumbawa. Seperti disampaikan Kepala Dinas Kominfotik Sumbawa, Rachman Ansori, Sekda didampingi Asisten Administrasi Umum Ir. H. Iskandar D, M.Ec.Dev mengalungkan selendang kepada salah satu tamu sebagai tanda ungkapan selamat datang di Kabupaten Sumbawa. Sekda pun menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para pegiat dan pelaku pariwisata di Kabupaten Sumbawa untuk selalu turut menghadirkan informasi yang menarik tentang Sumbawa. Sehingga para turis mancanegara selalu berkeinginan untuk datang ke Sumbawa. “Kami berkomitmen untuk

selalu berkolaborasi dengan para pegiat dan pelaku pariwisata baik yang ada di Sumbawa, NTB, maupun nasional,” terangnya, seraya terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas obyek wisata, atraksi budaya dan daya dukung lainnya. Asisten III yang juga Plt. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumbawa, H. Iskandar, menambahkan kedatangan Kapal Pesiar Le Laperouse telah dikonfirmasi oleh para pegiat pariwisata di Kabupaten Sumbawa yang tergabung dalam Sumbawa Tour beberapa waktu lalu. Diketahui, Le Laperouse adalah kapal pesiar berbendara Perancis, salah satu kapal Pesiar Ice Breaker milik perusahaan Ponant. Kunjungan La Perouse ke Sumbawa pada hari Sabtu, 30 November 2019 merupakan kunjungan kedua di tahun 2019, setelah kunjungan pertama pada bulan Januari 2019 lalu. Dalam kunjungan kedua, setelah yang pertama Januari

(Suara NTB/ist)

MENYAMBUT TAMU - Sekda Sumbawa, H. Hasan Basri, mengalungkan selendang dalam penyambutan tamu kapal pesiar yang mengunjungi Sumbawa, Sabtu (30/11). 2019 lalu, Le Laperouse membawa 170 penumpang termasuk Manajer dan Crew dari

berbagai negara. Sebagian besar dari Perancis. Di Sumbawa, para penumpang kapal La

Perouse melakukan perjalan Cultural Village Tour, dengan total durasi empat jam. (arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) Satuan Pol PP Sumbawa mengamankan puluhan dus dan ratusan botol minuman keras (miras) berbagai merek. Termasuk melakukan tes urine oleh BNN bagi pekerja dan pengunjung kafe. Dalam Operasi Gabungan (Opgab) Sabtu (30/ 11) malam, di tempat hiburan malam wilayah Kecamatan Buer dan Batu Guring Kecamatan Alas Barat. Opgab yang dipimpin langsung Kepala Sat Pol PP Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos, M.Si, tersebut dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) sekaligus mencegah penyakit masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Kali ini, giliran wilayah kecamatan Buer dan Alas Barat yang disasar. Petugas gabungan dibagi dalam dua tim. Tim I dipimpin Kasi Operasi dan Pengendalian, Muktawarman, S.Pt dan Tim II dipimpin oleh Kasi Penyidik Imron S.E. Khusus di Batu Guring Kecamatan Alas Barat, Tim Gabungan menyasar setidaknya enam kafe lokasi hiburan malam. Sementara di Kecama-

tan Buer, tim gabungan menyisir dua lokasi hiburan malam. Tim Gabungan berhasil mengamankan 94 Dus dan 118 botol Minuman Keras (Miras) berbagai merk. Sementara para pekerja dan pengunjung juga dilakukan tes urine oleh BNN dan pendataan identitas oleh Disdukcapil. Barang bukti hasil sitaan langsung diamankan di Kantor Sat Pol PP Sumbawa. Sementara untuk pekerja dan pemiliknya serta pengunjung yang tidak memiliki indentitas, langsung lakukan pembinaan di lokasi. Hal ini mengingat jarak dan rentang kendali lokasi dengan Kota Sumbawa. Operasi gabungan ini juga melibatkan Perwakilan TNI, Polri, BNN, Camat setempat dan unsur lainnya. Nantinya, Kasat Pol PP dan Camat akan melakukan pembinaan terhadap pemilik kafe sebagai tindak lanjut dari Opgab ini. “Hal ini penting dilakukan, untuk memberi pemahaman terhadap pemilik kafe terkait aturan maupun izin usaha serta dapat menjaga kondusivitas daerah,” pungkas Sahabuddin. (arn)

KPU KSB Resmi Luncurkan Opgab di Batu Guring, Pol PP Tahapan Pilkada Serentak 2020 Sita Ratusan Botol Miras Taliwang (Suara NTB) KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) secara resmi meluncurkan agenda tahapan Pilkada serentak tahun 2020. Bertempat di taman Tiangnam, Taliwang, Sabtu (30/11) lalu, kegiatan peluncuran Pilkada ke-4 KSB ini digelar penuh semarak. Kegiatan peluncuran tahapan Pilkada KSB kali ini benar-benar penuh keceriaan. Digelar sejak pukul 15.00 hingga sekitar pukul 22.00 Wita, KPU KSB mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat turut ambil bagian lewat event pawainya. Selain itu sepanjang acara juga diisi pertunjukan seni budaya dan pembagian hadiah bagi peserta pawai dan masyarakat yang hadir. Dalam acara peluncuran itu pun hadir Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST, Ketua DPRD KSB, Kaharudin Umar serta para komisioner KPU NTB dan KPU kabupaten/kota lainnya. Ketua KPU KSB, Denny Saputra, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan, agenda kegiatan hari ini menandai tahapan Pilkada KSB tahun 2020 resmi dimulai. “Kalau secara nasional, peluncurannya pada 23 September lalu. Menandai setahun tahapan Pilkada, karena pencoblosannya 23 September 2020 nanti,” katanya. Ia menyebutkan, momen peluncuran tahapan Pilkada serentak ini tidak saja dimaknai dalam bentuk suka cita. Tetapi ke depan, selama tahapan berlangsung semua stakeholder masyarakat dapat mengambil peran menyukseskan setiap tahapannya. “Kami harap di semua tahapan masyarakat aktif sampai pada puncaknya di hari pencoblosan 23 September 2020,” harapnya. Denny berkeyakinan, tingkat partisipasi masyarakat dalam agenda demokra-

(ist/Dok KPU KSB)

PELUNCURAN - Foto bersama Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin dengan para Komisioner KPU KSB dan KPU Provinsi NTB dan anggota Bawaslu KSB, di sela peluncuran tahapan Pilkada serentak tahun 2020 di taman Tiangnam,Taliwang, Sabtu (30/11). si saat ini sudah semakin baik. Terbukti pada Pemilu serentak 2019 lalu, agenda politik nasional itu khusus di KSB berjalan lancar, aman dan damai tanpa kendala. “Untuk itu saya atas nama KPU KSB menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak membantu terselenggaranya Pemilu serentak 2019. Semoga kesuksesan kita itu bisa kembali kita raih dan lebih baik lagi di Pilkada serentak nanti,” harapnya. Mewakili pemerintah daerah, Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST mengatakan, Pemda KSB siap mendukung penuh KPU dalam menyukseskan Pilkada nanti. “Tadi saya ditanya adinda Denny (Ketua KPU KSB). Pak Wabup kok hadir full tim. Iya saya sengaja ajak hampir semua Kadis sebagai bentuk dukungan pemerintah. Ada kepala Dukcapil, Kesbangnya dan lainnya saya ajak,” urainya. Bagi Wabup, pemerintah berkepentingan turut ambil bagian secara aktif dalam perhelatan Pilkada. Sebab Pilkada sebagai wadah konstitusional bagi masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara demokratis. “Makanya selain sumber daya, pemerintah juga mendukung Pilkada ini dengan anggaran yang cukup besar,” cetusnya.

Di sisi anggaran, Wabup menyentil, total anggaran yang digelontorkan Pemda KSB kali ini mencapai Rp 23,5 miliar. Menurutnya dana itu harus dipertanggungjawabkan pada akhirnya kepada masyarakat. “Harapan kami dengan daya dukung yang pemerintah berikan, kepala seluruh penyelenggara Pemilu benar-benar memaksimalkannya sehingga Pilkada kita berjalan profesional dan melahirkan pemimpin terbaik bagi KSB,” tegasnya seraya menyampaikan selamat kepada KPU KSB. Pada kesempatan ini KPU KSB turut memperkenalkan Maskot, Jingle, Tagline, Video serta Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat 2020. Untuk maskotnya, KPU KSB memilih jenis serangga lebah lengkap dengan pakaian khas KSB “Saputobo”. Adapun filosofi dari maskot tersebut agar KSB dapat bekerja layaknya lebah yang selalu bekerja keras, disiplin, penuh tanggungjawab serta menghasilkan sesuatu yang bermanfaat layaknya “madu”. Maskot ini oleh KPU KSB diberi nama si “MARAS”, di mana nama itu akronim dari kata “Mandiri, Akuntabel, Rasional, Aman dan Sukses”. (bug/*)

(Foto Kasat Pol PP)

BATU GURING - Suasana operasi gabungan yang digelar Satpol PP di wilayah Kafe Batu Guring, Kecamatan Alas Barat, Sumbawa, Sabtu (30/11).

Masuk Musim Hujan, Harga Cabai Turun Mahasiswa Laporkan Istri Walikota Bima ke Polisi Dompu (Suara NTB) – Memasuki musim hujan di akhir tahun ini, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Dompu mulai menurun. Seperti halnya cabai, dari kisaran Rp50Rp80 ribu/Kg kini paling tinggi dijual Rp30 ribu/Kg. Melimpahnya pasokan stok dari luar daerah serta kekhawatiran akan busuknya bahan pokok tersebut dianggap pemicu utama. Salah seorang pedagang di Pasar Induk, Nurjanah kepada Suara NTB, Minggu (1/ 12) menyampaikan, dari

sekian jenis bumbu dapur cabai termasuk yang mengalami penurunan harga cukup signifikan. Untuk cabai rawit dan kriting misalnya, saat ini hanya berani dijual Rp25 ribu/Kg. Sedangkan cabai kriting besar Rp30 ribu/Kg dari biasanya berkisar Rp50-Rp80 ribu/ Kg. “Cabai sekarang turun semua. Paling tinggi kita berani jualnya Rp30 ribu/ Kg,” ungkapnya. Menurunnya harga cabai akibat pasokan stok luar daerah melimpah diawal musim hujan ini, lanjut dia,

berbeda halnya dengan beberapa jenis kebutuhan pokok lain yang justru mengalami kenaikan. Seperti bawang merah, dari Rp15 ribu/Kg kini naik menjadi Rp25 ribu/Kg. Kemudian tomat Rp15 ribu/ Kg dari sebelumnya Rp5000/ Kg. Sementara bawang putih sejak awal tahun lalu tak mengalami perubahan sedikitpun, yakni tetap dengan harga Rp25 ribu/Kg. “Kalau yang lain kan naik turun tergantung musim panen dan cuaca, tetapi yang ini (bawang putih) tetap Rp25 ribu dari dulu,” jelasnya. (jun)

Kota Bima (Suara NTB) Mahasiswa yang tergabung dalam HMI MPO Cabang Bima melaporkan istri Walikota Bima, Hj. Elly Alwaini M. Lutfi di Mapolres Bima Kota atas dugaan penipuan terhadap konsumen, Kamis (28/11) sore. Hj. Elly yang merupakan pemilik sebuah perusahaan air minum dalam kemasan di Kota Bima. Air kemasan yang diproduksi, diiming-imingi berasal dari mata air pegunungan. Padahal berasal dari sumur bor. “Ibu Elly kami laporkan sebagai pemilik pabrik perusa-

haan air minum dalam kemasan atas dugaan penipuan terhadap konsumen,” Kata Wildan Ketua Umum, HMI MPO Cabang Bima. Menurutnya, air yang diproduksi diambil di daerah pegunungan. Namun setelah ditelusuri, diduga air diambil dari sumur bor yang berada di keluarahan Rabadompu Barat. Hal itu berdasarkan Surat Izin Pengambilan Air Tanah (SIPA). “Dalam kemasaan disebutkan dari mata air pegunungan. Padahal jelas-jelas dari sumur bor,” katanya.

Untuk itu, Wildan berharap laporan tersebut bisa ditindaklanjuti serius oleh pihak Kepolisian, karena ada unsur kesengajaan dan mengarah penipuan terhadap konsumen. “Kami harapkan laporan kami bisa diproses. Kami juga sudah menyerahkan sampel air kemasan yang diduga ada unsur penipuan itu,” harapnya. Sementara Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Bima Kora, Iptu Hasnun membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya laporan itu akan ditindaklanjuti sesuai

prosedur. “Memang ada laporannya. Selanjutnya akan diproses pada unit yang berwenang,” pungkasnya. Sementara, istri Walikota Bima, Hj. Elly Alwaini M. Lutfi mengaku tidak takut dengan laporan tersebut. Pasalnya perusahaan air minum kemasan yang dimilikinya mengantongi izin secara resmi. “Kita tunggu hasil laporannya. Yang jelas perusahaan saya resmi. Izin dan syaratnya lengkap,” tegasnya, akhir pekan kemarin. (uki)


SUARA NTB

Senin, 2 Desember 2019

Halaman 7

Kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB

Jambore Kader Posyandu, Bupati Beri Apresiasi Kinerja Kader Wujudkan Dompu Sehat Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin memberikan apresiasinya kepada kader Posyandu dan jajaran kesehatan di Kabupaten Dompu yang telah berupaya mewujudkan Kabupaten Dompu sehat. Revitalisasi Posyandu melalui Posyandu Keluarga yang diterapkan di Dompu berhasil menekan kasus stunting, penyakit berbasis lingkungan melalui program jimpitan sampah, dan upaya preventif penyakit lainnya. Hal itu disampaikan H. Bambang M. Yasin saat menutup kegiatan Jambore Kader Posyandu di area pelabuhan Nusantara Kilo usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang dirangkaikan dengan upacara hari ulang tahun Korpri dan hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Dompu, Sabtu (30/11). Kegiatan Jambore Kader Posyandu yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kese-

hatan Nasional (HKN) tingkat Kabupaten Dompu merupakan upaya menyamakan persepsi dan semangat membangun kesehatan. Terlebih kader Posyandu yang berhubungan langsung dengan masyarakat bersama petugas kesehatan di Puskesmas, memiliki peranan strategis dalam mewujudkan Dompu yang sehat. Posyandu kini menjadi garda terdepan mendeteksi penyakit masyarakat dan masalah – masalah sosial. Bila masalahnya ditangani, maka dapat mencegah membesarnya masalah dan ini bagian dari upaya preventif pencegahan yang efektif. Karenanya, peran dan fungsi Posyandu ini akan tetap menjadi perhatian pihaknya. Apalagi saat ini, dengan Posyandu keluarga dan program jimpitan sampah yang diprogramkan Dinas Kesehatan Dompu telah memberikan dampak luas bagi kemajuan masyarakat. “Semangat membangun masya-

rakat yang sehat ini harus terus dijaga untuk kemajuan Dompu,” kata H Bambang. Jambore kader Posyandu yang diikuti oleh kader – kader Posyandu se Kabupaten Dompu di lokasi rencana pembangunan pelabuhan Nusantara Desa Mbuju Kecamatan Kilo ini berlangsung pada Jumat dan Sabtu (29-30/11). Berbagai kegiatan dilakukan diantaranya lomba cerdas cermat, lomba penyuluhan kesehatan, dan lomba yel – yel. Yang juara pada lomba ini langsung dibagikan hadiahnya usai upacara HKN, tidak jauh dari arena kemah jambore kader Posyandu. Sementara pada upacara HKN ke 55, Bupati Dompu membacakan sambutan Mentri Kesehatan RI, Dr dr H Terawang Agus Putranto. Ia menyampaikan berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan diraih selama 5 tahun sebelumnya ditandai dengan pen-

(Suara NTB/Humas Pemda Dompu)

KADER POSYANDU - Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin pada acara penutupan Jambore Kader Posyandu di Mbuju Kilo usai upacara Hari Kesehatan Nasional ke-55, Sabtu (30/11). Bupati Dompu saat melayani para kader Posyandu yang ingin berswafoto (foto kanan). ingkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), salah satu aspeknya soal usia harapan hidup. Di dalamnya terkait menurunnya angka kematian ibu dan anak, menurunnya an-

gka stunting, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pencegahan penyakit menular. Tapi masalah stunting masih menjadi permasalahan serius di masyarakat ken-

dati sudah berhasil diturunkan hampir 10 persen selama 5 tahun sebelumnya. Generasi sehat yang unggul diharapkan dapat menjadi SDM unggul mengisi 100

tahun Indonesia Merdeka pada tahun 2045 akan datang bertepatan dengan bonus demografi untuk mengantarkan Indonesia, negara yang adil makmur dan sejahtera. (ula/*)

Putra NTB Hasilkan 12 Proyek Bisnis ”Startup” Mataram (Suara NTB) Acara Startup Weekend Lombok yang digelar dari 29-30 November sampai dengan 1 Desember 2019 menghasilkan 12 proyek bisnis startup. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan ekosistem digital di NTB. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat yang sedang menuju pasar ekonomi 4.0

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Para juara Startup Weekend Lombok foto bersama dengan Plt Kepala Diskominfotik NTB, I. Gde Putu Aryadi.

“Diharapkan akan banyak didukung baik dari dunia pendidikan dengan dibuatnya inkubator bisnis di kampuskampus. Serta bermunculannya co-working space sebagai tempat berkolaborasi, berhubungan para komunitas-komunitas startup di NTB,” kata Program Lead Startup Weekend Indonesia KitaPixel Lombok, Nurliya Ni’matul Rohmah kepada Suara NTB, Minggu (1/12). Disebutkan, jumlah peserta yang ikut Startup Weekend Lombok sebanyak 72 orang. Output dari peserta Startup Weekend Indonesia pertama di Lombok menghasilkan 12 Project Startup Business. Antara lain, CekKatarak.com,

Repro, Trifax, Dewi Excellent, Rasa Lombok, Inaq Sayur, Cari Tukang, Silamo, Lombok Stay, Otoman, No Trash dan Cure. Dari 12 proyek bisnis startup anak-anak NTB, dipilih tiga menjadi juara. Yakni, juara 1 startup Cari Tukang. Dengan founder Komang Kresna Wedana, Gusti Ngurah Mertayasa dan A. Rahman. Juara 2 adalah Cure, dengan founder Devin Brahmana Putra, Gabby Prisca Chikita dan Antik Tri Permana. Dan juara 3 adalah CekKatarak.com, dengan founder Azhar Rafiqn M. Husnul Wardi dan Hendra Aprian. Nurliya mengatakan kendala anak-anak NTB dalam pengembangan ekosistem star-

tup adalah belum adanya coworking space. Yakni tempat berkumpulnya komunitas-komunitas startup di NTB. “Jika ada tempat berkumpul, maka akan lebih gampang mereka berkumpul, saling berkolaborasi,” katanya. Program Lead Startup Weekend Indonesia Satu Tampa Manado, Maria Silangen mengatakan Lombok merupakan salah satu dari 11 daerah di Indonesia yang dipilih menjadi lokasi kegiatan ini. Di Indonesia Timur, Lombok menjadi lokasi selain Manado dan Bali. “Ternyata di Lombok sudah ada ekosistem startup. Tapi mungkin belum terbentuk dalam komunitas yang baik,” katanya. Ia mengatakan anak-anak

muda di Lombok sangat serius mengikuti kegiatan tersebut. Dibandingkan dengan pelaksanaan di kota-kota lainnya, masih ada yang bercanda dan ngalorngidul. Tetapi di Lombok, para peserta sangat serius. Mereka menyampaikan ide-ide untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi sebagian besar masyarakat di NTB. Maria mengatakan ada tiga komponen startup digital, yakni hustler, hipster dan hacker. Hustler adalah orang yang menangani bisnisnya ke marketing. Kemudian hacker adalah orang-orang ang berkecimpung di dunia IT seperti web developer dan programmer. “Untuk saat ini masih terpecah-pecah. Hacaker sendiri, hustler sendiri, hacker sendiri dan hipster sendiri. Jadi, dengan adanya event ini ekosistem itu terkumpul. Bisa ada kolaborasi yang terjadi antara tiga komponen ini,” katanya. (nas)

Gelar Wisuda, Universitas 45 Mataram Kian Jadi Pilihan Masyarakat Mataram (Suara NTB) Sebanyak 84 mahasiswa Universitas 45 Mataram mengikuti wisuda yang digelar di Mataram, Sabtu 30 November 2019. Para wisudawan dan wisudawati itu terdiri dari mahasiswa Ilmu Hukum 53 orang, Ilmu Pemerintahan sebanyak 1 orang, Ilmu Komunikasi 17 orang, Ilmu

Budidaya Perairan 9 orang, dan ilmu Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan sebanyak 4 orang. Rektor Universitas 45 Mataram, Dr. Evron Asrial dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada orang tua wisudawan atas kepercayaan telah memilih Universitas 45 Mataram sebagai tempat menimba ilmu.

“Selamat atas keberhasilan menempuh studi di Upatma. Kepada keluarga juga terimakasih atas kepercayaannya,” kata Evron. Lebih jauh dikatakan Evron bahwa wisuda merupakan momentum yang sangat sakral. Momen ini sebagai bentuk pembuktian untuk menunaikan janji pada kedua orang tua atas selesainya tu-

gas akademik. “Wisuda merupakan puncak ahir tugas akademik menjadi insan yang intelek,” sambungnya. Selain itu, wisuda ini merupakan buah akhir atas kerja keras para wisudawan. Diharapkan pasca wisuda agar alumni mampu menjaga karakter juang dan prinsip-prinsip yang telah diajarkan di kampus. “Prinsipnya ialah tetap belajar

sepanjang hayat, pendidikan sepanjang hayat, pendidikan untuk semua, pembelajaran saling asah asuh dan asih, Tutwuri Handayani,” pesannya. Atas kepercayaan masyarakat pada kampus ini, hampir semua alumni Upatma telah terserap ke banyak tempat kerja. Di samping itu banyak pula yang telah menduduki jabatan strategis di legislatif dan ek-

sekutif termasuk juga wirausaha. Ini semua tidak terlepas dari didikan selama mereka menimba ilmu di Upatma. “Keberhasilan yang Anda raih merupakan jerih payah perjuangan orang tua yang telah mengantarkan untuk meraih gelar sarjana,” ungkapnya. Pada kesempatan itu pula, pihak kampus juga memberi-

kan penghargaan kepada dua orang wisudawan Upatma yang telah mampu menerbitkan artikelnya di jurnal internasional. Penghargaan diberikan oleh Ketua Dewan Pengurus Yayasan Universitas 45 Mataram Brigjen (Purn) H. Abdul Kadir, disaksikan seluruh tamu undangan. (dys/*)

Rektor Universitas 45 Mataram, Dr. Evron Asrial menyampaikan sambutannya dalam wisuda yang digelar di Mataram, Sabtu 30 November 2019.

Salah seorang mahasiswi Universitas 45 Mataram, saat menjalani prosesi penyematan toga, sebagai salah satu tanda kelulusan.

Sebanyak 84 mahasiswa/mahasiswi Universitas 45 Mataram menjalani wisuda kali ini.

Ketua Dewan Pengurus Yayasan Universitas 45 Mataram Brigjen (Purn) H. Abdul Kadir memberikan penghargaan kepada dua mahasiswa terbaik dalam wisuda kali ini.

Pembacaan surat keputusan kelulusan para mahasiswa/mahasiswi Universitas 45 Mataram yang mengikuti wisuda.

Sejumlah tokoh dan sesepuh masyarakat NTB tampak di antara para tamu undangan wisuda Universitas 45 Mataram.


POLHUKAM

SUARA NTB Senin, 2 Desember 2019

Halaman 8

Siap Mundur dari ASN

Ahsanul Khalik Daftar Sekaligus di Empat Parpol

(Suara NTB/ndi)

DAFTAR DI PPP - Rebut dukungan partai tengah, Balon Wakil Walikota Mataram, H. Baehaqi mendaftar di PPP dan PAN.

Daftar di PAN dan PPP

Baehaqi Rebut Dukungan Partai Tengah Mataram (Suara NTB) Bakal calon wakil walikota Mataram, H. Baehaqi terus bergerak menghimpun dukungan partai politik untuk menjadi kendaraan politiknya maju di Pilwalkot Mataram 2020 mendatang. Baehaqi sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon di tiga partai politik yakni Partai Golkar dan pada Sabtu (30/11) lalu, Baehaqi juga mendaftar sekaligus di dua parpol tengah yakni PPP dan PAN. Baehaqi pada saat mendaftar di dua parpol tersebut, ia menegaskan bahwa dengan telah resminya ia menyerahkan formulir pendaftarannya, maka dia bersedia dan siap untuk mengikuti prosedur dan mekanisme di PPP dan PAN dalam menjaring kandidat bakal calon yang akan diusung dan didukung. “Dan tentu tujuan saya berharap dukungan dari PPP dan PAN,” katanya. Pada kesempatan itu, Baehaqi menegaskan bahwa sebagai bentuk kesiapannya, ia tidak saja fokus untuk menggalang dukungan dari partai politik. Namun politisi partai Golkar itu juga aktif menggalang dukungan dari masyarakat akar rumput. Ia terus bergerak ke bawah untuk mensosialisasikan dirinya dan juga menangkap harapan serta aspirasi masyarakat. “Kita sudah mulai turun, sudah beberapa bulan, kita bersilaturahmi, bertemu dengan masyarakat dari lingkungan ke lingkungan yang lain di Kota Mataram,” ujarnya. Dikatakan Baehaqi, dirinya selaku Wakil Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DPD I Partai Golkar NTB, pada saat turun juga cukup aktif menyasar kalangan kelompok milenial. Sebagai anak muda representasikan kelompok milineal, tentu Baehaqi melihat berbagai kelebihan dan keunggulan dimiliki para kelompok milenial tersebut. Dengan karya, dan berbagai inovasi dihasilkan. Jika dirinya ditakdirkan sebagai pemangku kebijakan di Kota Mataram yakni sebagai wakil walikota, tentu dirinya akan memberikan prioritas bagi aspirasi dan kepentingan kelompok milenial tersebut. “Kelompok milenial harus terus didukung dalam mengembangkan kreasi dan inovasinya,” ucap mantan ketua ikatan arsitek NTB tersebut. Dia juga menambahkan, dengan bekal ilmu dan pengalaman bekerja sebagai arsitek, tentu itu akan digunakan dan dimanfaatkan secara optimal untuk menata Kota Mataram secara lebih apik dan berkelanjutan. Dia mencontohkan, kepala daerah berlatar belakang arsitek seperti Ridwan Kamil sukses membangun dan menata daerah yang dipimpin seperti kota Bandung menjadi lebih apik. Kesuksesan itu membuat Ridwan Kamil terpilih memenangkan Pilkada Jawa Barat 2018 lalu. “Kota Mataram tentu harus kita tata dengan lebih apik, dan nyaman,” tandasnya. Dalam kesempatan itu. Baehaqi juga berikan apresiasi terhadap PAN dan PPP yang sudah memberikan kesempatan kepada pihaknya untuk mendaftar sebagai balon wakil walikota. Sementara itu, Ketua tim penjaringan DPD PAN kota Mataram, Lalu Suriadi mengatakan, Penjaringan balon kada di PAN sudah ditutup sabtu (30/11) lalu. Tercatat hingga penutupan ada lima kandidat resmi daftarkan diri. Masing-masing tiga kandidat mendaftar sebagai balon walikota yakni, Mohan Roliskana, Lalu Makmur Said, dan Ahsanul Khalik. Sedangkan, dua kandidat mendaftar sebagai balon wakil walikota yakni, Baehaqi dan Badruttaman Ahda. (ndi/*)

Mataram (Suara NTB) – Konstelasi politik di Kota Mataram dengan semakin dekatnya perhelatan Pilwakot 2020 semakin menghangat dengan manuver politik yang dimainkan sejumlah elit partai politik dan figur kandidat bakal calon yang akan tampil maju bertarung. Sabtu (30/11), Kalak BPBD Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, secara mengejutkan mendaftarkan diri langsung di empat partai politik sekaligus sebagai bakal calon Walikota Mataram. Empat parpol tempat Khalik mendaftar yakni Partai Golkar, PPP, PAN dan Nasdem. Ditegaskan Khalik, keputusannya untuk mendaftarkan diri sebagai kontestan Pilwakot Mataram tersebut, sudah dipertimbangkan dengan sangat matang dan penuh perhitungan politik. “Terkait dengan saya punya niat maju, tentu tidak asal maju, banyak pertimbangan sehingga saya memutuskan untuk mendaftar di empat partai ini,” ujarnya saat memberikan keterangan pers, usai mendaftar. Dituturkan Khalik, sebelum dia berkarir di lingkup Pemprov NTB, ia mengawali karir ASN-nya dari golongan paling bawah sampai eselon II di Kota Mataram. Ia selama lima tahun pernah menjabat camat Cakra, sampai jadi Kadis sosial. Berbekal pengalaman itu, ia kemudian mempelajari aktivitas pembangunan Mataram mulai sejak kepemimpinan Lalu Mudjitahid, saat masih jadi kota administratif sampai jadi kota madya dan pada kepemimpinan saat ini. Dimana dalam penilaiannya bahwa sudah cukup melenceng jauh dari tujuan awal Mataram berdiri sebagai kota madya. “Saya tahu persis apa yang menjadi mimpi para pemimpin terdahulu itu, yakni Mataram bersih, sehat, aman dan religius. Karena itu pembangunan dari tokoh-tokoh terdahulu itu harus berkelanjutan, kalau tidak maka masyarakat yang akan sengsara kalau pemimpin itu merubah total pembangunan,” katanya. Dikatakan Khalik, ia maju dengan penuh optimisme untuk bisa merebut kemenangan di Kota Mataram. Termasuk dalam hal merebut dukungan partai politik. Ia juga mengaku tidak gentar

Praya (Suara NTB) – Anggota DPR RI asal Fraksi Partai Gerindra dari Dapil NTB-II, Pulau Lombok, H. Bambang Kristiono (HBK) mulai memenuhi janji politiknya saat kampanye pemilu 2019 lalu. HBK membagikan sejumlah hand tracktor kepada kelompok petani yang ada di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah, Jumat, (29/11). Sebanyak 13 unit hand tracktor telah dibagikan kepada kelompok petani di Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Lombok

Penyidik Bidik Dua Tersangka Baru

(Suara NTB/why)

PERBAIKAN RUMAH - Salah satu anggota Pokmas Repok Jati Kuning Desa Sigerongan, Lingsar, Lombok Barat mengerjakan perbaikan rumahnya yang terdampak gempa M=7,0 Lombok tahun 2018 lalu. 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancamannya, penjara minimal tiga tahun, maksimal 15 tahun. Serta denda minimal Rp150 juta dan paling banyak Rp750 juta. Indrianto diduga memakai dana bantuan RTG sebesar Rp410 juta untuk keperluan sendiri. Dana itu merupakan anggaran tahap ketiga dana transfer pembangunan RTG. Dana itu seharusnya dipakai untuk 20 penerima bantuan rumah rusak sedang warga desa Sigerongan, Lingsar, Lombok Barat. Pokmas Repok Jati Kuning mendapat bantuan rumah untuk 70 KK. Total dana bantu-

berkompetisi meskipun lawan yang akan dihadapinya dianggap kuat, salah satunya seperti calon petahana. “Orang kuat banyak di kota ini, tapi kondisi hari ini Mataram butuh orang baru, dan siapapun jadi calon punya peluang yang sama untuk rebut Kota Mataram ini. Termasuk di Partai, Golkar sebagai sebuah partai terbuka dan punya pengalaman mengawal demokrasi. Saya yakin Golkar akan cari figur yang terbaik, begitu juga dengan partai lain, atas keyakinan itu saya daftar, dan daftar ini tidak gratisan. Kalaupun ada kader partai itu sendiri, kan kader itu juga bisa berhenti dan diberhentikan,” katanya penuh optimisme. Ditegaskan bahwa konstelasi politik di Kota Mataram soal tahapan pencalonan masih berlangsung dinamis. Komunikasi politik yang sudah terbangun antar parpol dan kandidat, menurutnya belum ada satupun yang sudah final, sehingga semua kemu-

ngkinan masih berpeluang terjadi. “Saya juga akan bangun komunikasi politik, dan kalau saya tidak serius saya tidak daftar,” tegasnya. Setelah melakukan pendaftaran tersebut, selanjutnya ia akan fokus untuk turun melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu dilakukan untuk melihat respon dan tanggapan masyarakat atas kehadiran. Lantas setelah itu ia akan melakukan survei untuk mengukur tingkat elektabilitasnya. Dari hasil survei itulah ia akan melihat peluangnya, dan akan menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusankeputusan politik berikutnya. “Sambil berjalan saya akan lihat tanggapan masyarakat atas kehadiran saya. Akan kita lakukan kajian dan pendalaman tentu ada tim saya di situ yang akan melakukan survei dan pendalaman. Dari survei itu kita akan lihat perkembangan keberterimaan masyarakat,” jelasnya. Begitu juga soal kandidat

pasangan calon wakilnya. Menurutnya ia sangat terbuka untuk berpasangan dengan siapapun. Namun yang pasti bahwa figur wakilnya itu juga harus memahami problem Mataram, dan paham dengan komunikasi politik. Ketika disinggung soal statusnya sebagai ASN. Khalik menjawab bahwa dirinya menyadari terikat dengan regulasi birokrasi. Dan ia pun menegaskan akan mematuhi aturan main tersebut. Ia siap mengundurkan diri jadi ASN. Bahkan terkait langkah politiknya itu, dirinya sudah meminta izin kepada Gubernur selaku atasan, dan gubernur memberikannya lampu hijau untuk maju. “Posisi saya sebagai birokrasi, tentu ada aturan main yang harus diikuti. Saya juga sudah komunikasi dengan Pak Gubernur, beliau mempersilahkan karena ada hak-hak politik. Secara formal nanti akan kita sampaikan, kan ini masih ada waktu sampai Juni pendaftarannya, dan saya akan mundur dari ASN pada saat itu,” pungkasnya. (ndi/*)

Penuhi Janji Kampanye, HBK Bagikan ’’Hand Tractor’’ ke Petani

Kasus Dana RTG Sigerongan Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram terus mengembangkan kasus dugaan korupsi dana bantuan Rumah Tahan Gempa (RTG) Pokmas Repok Jati Kuning, Desa Sigerongan, Lingsar, Lombok Barat. Kasus itu tidak berhenti hanya pada tersangka Bendahara Pokmas Jati Kuning Indrianto saja. Tetapi, ada tersangka lain yang diduga turut serta membantu Indrianto dalam korupsi Rp410 juta tersebut. Kasatreskim Polresta Mataram AKP Joko Tamtomo menjelaskan bahwa penyidik Unit Tipikor sudah memanggil belasan saksi untuk mendalami keterlibatan orang lain yang diduga korupsi bersama Indrianto. “Akan ada tambahan dua tersangka,” ujarnya dikonfirmasi akhir pekan lalu. Joko mengatakan pihak lain itu diduga mengetahui dan bahkan ikut serta bersama Indrianto menggasak dana bantuan perbaikan rumah terdampak gempa tahap ketiga tersebut. Penyidik masih mendalami apakah pihak lain itu juga ikut menikmati uang yang seharusnya diberikan kepada warga berhak menerimanya. “Pada intinya yang berperan serta bersama tersangka Indrianto. Perannya sudah kami gali. Nanti akan kita panggil dulu sebagai saksi. Sampai saat ini belum ada penetapan tersangka. Tetapi akan ada tambahan tersangka,” jelasnya. Dalam kasus itu, Polresta Mataram telah menetapkan satu tersangka, yakni Bendahara Pokmas Repok Jati Kuning, Indrianto. Tersangka dijerat dengan pasal 8 UU RI No20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/

(Suara NTB/ndi)

DAFTAR DI GOLKAR - Siap mundur dari ASN, Kalak BPBD Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik mendaftar di empat partai politik sebagai kandidat balon Walikota Mataram. Ia menyerahkan formulir pendaftaran di Partai Golkar didampingi oleh tim pemenangannya.

annya sebesar Rp1,75 miliar. Tahap pertama sudah disalurkan sebesar Rp500 juta untuk 20 penerima. Sebanyak 30 penerima bantuan mendapat transfer Rp750 juta pada pencairan tahap kedua. Untuk tahap ketiga, dana yang disalurkan hanya Rp90 juta. Sementara di dalam rekening Pokmas masih tersisa sebesar Rp500 juta. (why)

Timur dan Desa Aik Mual, Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Ini merupakan janji kampanye HBK yang direalisasikan saat maju menjadi calon DPR RI dulu. Penyerahan hand traktor di Lombok Timur, HBK didampingi anggota DPRD NTB, dari Fraksi Partai Gerindra, H. Machsun Ridwainy. Sedangkan saat menyerahkan bantuan di Lombok Tengah, HBK menyerahkan bantuan tersebut didampingi Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Usman Ahim dan Wakil Bupati Lombok Tengah yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. Dalam kesempatan itu, HBK menyerukan agar pihakpihak yang ikut membantu mendistribusikan bantuan tersebut tidak meminta imbalan apapun kepada kelompok-kelompok tani yang diberikan bantuan. Bantuan tersebut murni gratis untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya minta kepada saudara-saudara yang telah membantu saya dalam mendistibusikan bantuan-bantuan ini untuk tidak melakukan kutipan-kutipan ataupun meminta biaya-biaya tambahan dalam merealisasikan bantuan-bantuan ini,” tegas HBK. HBK kembali menegaskan bahwa ia menginginkan bantuan itu dibagikan secara cumacuma. “Kita jangan pernah menciderai perjuangan dan pengabdian kita kepada para petani di Pulau Lombok, dengan bebanbeban kutipan seperti itu. Kita harus ikhlas”, katanya. “Para kelompok tani yang kita bantu, jangan sekali-kali diberikan beban-beban tambahan. Kalau memang ada biaya-biaya lain seperti biaya untuk pergeseran barangbarang ini, silahkan itu dimintakan kepada saya dan jangan kepada kelompok tani yang ada,’’ sambungnya. HBK yang kini menjabat

Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Partai Gerindra, meminta para pimpinan Partai Gerindra maupun anggota Fraksi Partai Gerindra di NTB untuk menjadi panutan, contoh teladan bagi masyarakat dalam membangun transparansi dan keterbukaan. HBK yang sebelumnya disiapkan Partai Gerindra untuk menjadi pimpinan di Komisi IV DPR RI, yang bermitra dengan Kementerian Pertanian, namun kemudian bergeser ke Komisi I pada saat Prabowo ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Pertahanan RI, maka konfigurasi dan posisi kemudian berubah dari Komisi IV ke Komisi I DPR RI. Meskipun begitu, HBK tetap menunjukkan komitmen dan kecintaannya pada petani di Pulau Lombok. Setiap kesempatan mengunjungi Lombok, HBK akan selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan menyerap aspirasi para petani. “Insya Allah dalam setiap kesempa-

(Suara NTB/ist)

HAND TRACTOR - Anggota DPR RI asal fraksi Gerindra dari dapil NTB II (Pulau Lombok) H. Bambang Kristiono (HBK) membagikan hand traktor ke konstituennya. tan yang ada, saya akan selalu menyisihkan waktu saya untuk bertemu dan berinteraksi dengan para petani. Mere-

ka adalah konsituen-konsituen loyal yang telah mengantarkan saya ke gedung Parlemen di Senayan,’’ ungkapnya. (ndi/*)


Senin, 2 Desember 2019

SUARA NTB

Halaman 9

HILANG HLG STNK R4 SUZUKI KATANA DR. 1401 XB NOKA/ NOSIN : SJ410001733/ F10S1D10165 AN.KAMRAN HLG D’SKTR JL.TANJUNG KARANG KOTA MATARAM

RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP, NPWP HUB. 082146461910

DIJUAL TANAH DJL TANAH LS -/+ 18,75 ARE HARGA SELURUHNYA RP. 4,250M LOKASI JL. GAJAH MADA JEMPONG BARU MATARAM (SUDAH ADA PLANG) Hub HP. 081917996008 TANAH KEBUN LUAS 1850 M2 PINGGIR JL.AHMAD YANI - SELAGALAS HUB. 087840252288 DI JUAL TANAH DI KAWASAN DI ATAS HOTEL BUKIT SENGGIGI LUAS 25 ARE HUB.08123821617 TP

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/ PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE & MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677

RUPA-RUPA DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP

RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

q

ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl. Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696 AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233 DIJUAL RUMAH : DJL.RMH PERMATA KOTA,RUKO 2 LT JL.HASANUDDIN ,RUKO 3 LT JL.PEJANGGIK DAN TANAH TAMAN SEJAHTERA HUB. 081917462883 TP DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR L T . 3 3 5 M 2 HUB:087755533273 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999-085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007

RUPA-RUPA MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

SALON RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848 TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452

SALON DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121) SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 2 Desember 2019

Halaman 10

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB

Pemkot Mataram Wacanakan Bangun Pelabuhan Pariwisata di Mapak

Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram kembali mewacanakan untuk mengembangkan pelabuhan pariwisata di Pantai Mapak, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Pelabuhan ini dinilai sebagai alternatif mengurai penumpukan penumpang di Pelabuhan Lembar. Komunikasi kembali akan dibangun dengan Pemerintah Kabupaten Karangasem, Bali. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr.H.Effendi Eko Saswito di sela -sela menerima kunjungan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyampaikan, antara Pemkot Mataram dengan Pemkab Karangasem pernah menjalin komunikasi rencana pembangunan Pelabuhan Amed. Rencana ini telah ditindaklanjuti oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dengan Bupati Karangasem kala itu, I Wayan Gredeg bertemu dengan Deputi Sarana Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kedua wilayah ini memiliki kepentingan sama menjadikan Pelabuhan Amed sebagai penyeberangan alternatif untuk mengurai penumpukan penumpang di Pelabuhan Lembar. “ Antara Kota Mataram dan Karangasem sudah sejak dulu ada kerjasama. Termasuk mewujudkan Pelabuhan Amed ini,” kata Sekda, Selasa (26/11). Setelah pertemuan dengan Bappenas rencana itu tidak ada tindaklanjut dari pemerintah pusat. Kehadiran Bupati Karangasem akan ditindaklanjuti lagi untuk rencana pembangunan Pelabuhan Pariwisata di Mapak. Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menambahkan, wacana pembangunan pelabuhan yang sempat dipresentasikan bersama Walikota di Bappenas tujuannya mempercepat konektifitas antara Bali dan Lombok. Pelabuhan Amed - Mapak dikembangkan tujuannya memindahkan posisi pelabuhan

yang sebelumnya di Ampenan ke Mapak. Langkah ini diapresiasi dan menstimulus pengembangan maksimal di Karangasem. “ Karena di sana yang berkembang hanya kawasan Badung. Dishub Bali juga menyetujui,” tambahnya. Karena ini adalah investasi besar sambung Martawang, Pemkot Mataram dan Pemkab Karangasem tidak mungkin mengerjakan. Kebutuhan anggaran membangun pelabuhan diprediksi mencapai triliunan, sehingga hanya pemerintah pusat yang layak mengerjakan. Japan International Cooperation Agency (JICA) saat itu, siap memfasilitasi pembangunan pelabuhan.Konsep pelabuhan ini tidak sama seperti dengan Pelabuhan Lembar. “ Jadi konsepnya Amed - Ma-

pak pariwisata. Tidak seperti di Pelabunan Lembar,” jelasnya. Studi kelayakan pengembangan pelabuhan telah ada sejak lama. Bahkan lebih dulu rencana itu dengan pengembangan Ampenan Harbour. Hanya saja, rencana ini belum terealisasi saat itu, Pemerintah pusat juga mengembangkan pelabuhan di Gili Mas, Sekotong. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri rupanya tertarik dengan konsep pengembangan pelabuhan pariwisata yang digagas oleh Pemkot Mataram. Komunikasi yang telah terjalin sebelumnya akan dikomunikasikan kembali dengan Pemkot Mataram. Perencanaan serta dokumen apa yang dibutuhkan akan disiapkan untuk mendukung terciptanya pelabuhan pariwisata tersebut. (cem/*)

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 Kelompok Peternak dan Kelom- ini dinilai sangat penting. Artin- sama lain,”ucapnya. Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 Pengembangan teknologi Inovasi petani di Kota Ma- pok Pangan dan Hortikultura di ya, kelompok peternakan dan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 taram patut diapresiasi. Up- Kelurahan Dasan Cermen kelompok pangan dan hortikul- paling tidak mengurangi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 aya kerja keras ganjar den- mendapat penghargaan dari pe- tura sama – sama memiliki ke- pembiayaan antarkedua kel1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 gan penghargaan Abdi Bakti merintah pusat khususnya Ke- pentingan dan saling mengun- ompok. Antara satu sama 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 tungkan. Keuntungan dimaksud lain saling menutupi kebuTani Utama dari Kementeri- menterian Pertanian. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 Kerja keras petani maupun adalah dari produksi peternakan tuhan mereka. Muttawali an Pertanian. Prestasi ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 harus dijadikan modal agar peternak ini patut diapresiasi yakni kotoran menghasilkan pu- menambahkan, dengan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 petani di Mataram tetap dan diyakini memberikan sun- puk. Pupuk ini berguna untuk prestasi tersebut diharapkan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 berinovasi mengembangkan tikan semangat bagi kelompok menyuburkan tanaman. De- petani maupun peternak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 industri di bidang pertanian lainnya untuk mengembang- mikian pula produksi yang di- tidak berhenti disana saja. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 hasilkan kelompok pangan dan Perlu pengembangan tekkan inovasi serupa. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 dan peternakan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 “Kita menyangka kolaborasi hortikultura mampu menguran- nologi lainnya, sehingga menPenghargaan di bidang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 pertanian langsung terima teknologi melalui program SI gi pembiayaan dari kelompok datangkan penghargaan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 Kepala Dinas Pertanian, Ir. PINTAR oleh kelompok peterna- peternak. Artinya, sayuran yang lainnya. Paling penting ad1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 H. Muttawali, Jumat (29/11) kan Taker Dirik dan kelompok tidak laku dan sudah kondisi alah kebermanfaatan dari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 pangan hortikultura Sumber Re- tidak layak dikonsumsi bisa di- teknologi tersebut dapat pekan kemarin di Jakarta. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 Muttawali tidak men- jeki dapat penghargaan Abdi manfaatkan oleh peternak un- mempermudah serta men1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 tuk makanan ternaknya. “Ini gurangi pembiayaan petani yangka inovasi SI PINTAR Bakti Tani Utama,” bebernya. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 Perpaduan atau kolaborasi saling menguntungkan satu maupun peternak. (cem/*) yang dikembangkan oleh 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678

Raih Penghargaan

Petani Diharapkan Tetap Berinovasi

ASN Harus Berinovasi dan Pangkas Pelayanan Berbelit Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram menggelar apel peringatan HUT Korpri ke 48. Aparatur sipil negara diharapkan memaknai momentum ini untuk berinovasi serta memberikan pelayanan prima dengan memangkas pelayanan yang berbelit. Upacara yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Mataram,H.Mohan Roliskana pekan kemarin dihadiri Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito, Kepala BNN Kota Mataram Ivanto Aritonang, Ketua TP PKK Hj. Suryani Ahyar Abduh, Ketua GOW Hj. Kinnastri Roliskana, Ketua Dharma Wanita Persatuan Herlina Udayani Eko Saswito. Presiden RI Ir.H.Joko Widodo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Walikota Mataram mengajak seluruh anggota KORPRI untuk terus bergerak mencari inovasi, guna mengatasi pelayanan yang berbelit-belit dan ruwet, dengan mengandalkan kecepatan sebagai kunci reformasi birokrasi. Persaingan negara dengan pengusahaan teknologi sangat ketat. Dengan persaingan ini tidak boleh kaku. Persaingan ini harus dihadapi dengan cara baru, kecepatan serta inovasi. Kemajuan teknologi adalah instrumen yang tepat untuk mempercepat penyelesaian masalah pelayanan. Dengan menekankan smart shortcut sebagai solusi percepatan mengatasi masalah. Dengan harapan masyarakat bisa dilayani dengan lebih cepat, efisien dan bisa memberikan

dampak yang luas. “Inovasi yang monoton tidak usah dilanjutkan,” terangnya. Korpri lanjutnya, harus melakukan reformasi. Tidak boleh ada pola pikir lama. Birokrasi harus berubah dan cepat beradaptasi dengan perkembangan. Mohan mengajak kembali seluruh anggota KORPRI menyeimbangkan kemajuan teknologi yang berkembang pesat dengan menjadi garda terdepan dalam merajut persatuan, menjaga tali persaudaraan sebagai satu saudara se-bangsa dan se-tanah air. “Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar,” tandasnya. Selain itu, Korpri juga diminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Dengan banyaknya suku,agama dan ras harus mampu membangun persaudaran yang solid. (cem/*)


RAGAM

SUARA NTB Senin, 2 Desember 2019

STAHN Gde Pudja Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Mappedeceng, Sulsel Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat lintas nusantara di Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu (27/11) sampai dengan Minggu (1/12). Kegiatan itu diikuti oleh seluruh warga yang ada di Kecamatan Mappedeceng, baik dari unsur anak-anak, remaja, dan orang tua. Ketua tim pengabdian, Dr. Ni Made Arini, S.Ag., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada pembimas Provinsi Sulawesi Selatan, PHDI Provinsi Sulawesi Selatan, PHDI Kabupaten Luwu Utara, PHDI Kecamatan Mappedeceng, PHDI Desa Cendana Putih II-Kapidi, dan kepala Dusun Bali Sari. “Terima kasih karena telah berkenan menerima kami untuk melaksanakan pengabdian masyarakat,” ujarnya. Pengabdian masyarakat lintas nusantara itu dibuka oleh Ketua STAHN Gde Pudja Mataram yang diwakili oleh Ketua Jurusan Dharma Acarya, I Gusti Lanang Ngurah Weda.S.S., M.Pd. Pada kesempatan pengabdian itu, diserahkan juga bantuan kursi plastik sebanyak 33 unit. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diawali dengan persembahyangan bersama, kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan pada Kamis (28/11). Pada hari itu dilanjutkan dengan materi Dharma Wacana atau Dharma Tula yang disampaikan oleh Drs. Made Jana, M.Pd., dengan materi kepemangkuan atau dinamika pluralisme masyarakatHindudidaerahtransmigrasi.DanIGustiLanangNgurah Weda, S.S., M.Pd., dengan materi kepemimpinan. Pada hari itu juga disampaikanmateripsikologiperkembanganolehNiLuhDrajatiEkaningtyas, M.Psi., dengan judul materi pacaran sehat di era milenial. Pada hari Jumat (29/11) dilakukan kunjungan pesraman, beberapa orang menyampaikan materi antara lain Ni Putu Sasmika Dewi, S.S., M.Si, menyampaikan materi Alat Permainan Edukatif (APE), Ni Wayan Ria Lestari, M.Pd., menyampaikan tentang Origami, dan I Wayan Agus Gunada, S.Pd.H., M.Pd., menyampaikan tentang seni lukis, juga bersama tim pengabdian lainnya. Ada juga materi tentang penguatan pentingnya pendidikan agama Hindu. Materi lainnya berupa Yoga yang dibina oleh Ida Bagus Kade Yoga Pramana, M.Pd., dan tari oleh I Putu Ning Ariana. Pada Sabtu (30/11) dilaksanakan Kunjungan pesraman, saat itu dilakukan pembinaan oleh Dr. Ni Made Arini, S.Ag., M.Pd., dengan materi pengenalan upakara untuk anak-anak, dan Mila Adnya Dewi dengan materi lagu keagamaan, beserta tim pengabdian lainnya. Pada acara penutupan disampaikan juga Dharma Wacana/Dharma Tula, pemateri Agus Tirtayasa, S.Ag., dengan materi meningkatkan kerukunan umat beragama dalam menjaga keutuhan NKRI, dan I Made Ardika Yasa, M.Pd., dengan materi sradha dan bhakti. (ron/*)

(Suara NTB/ist)

PENGABDIAN - Tim pengabdian lintas nusantara STAHN Gde Pudja Mataram berfoto bersama saat melaksanakan kegiatan pengabdian di Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan itu dilaksanakan pada Rabu (27/11) sampai dengan Minggu (1/12).

Program Kartu Prakerja Dari Hal. 1 Kita lihat petunjuk pelaksanaannya. Tapi yang jelas bagaimana mengentaskan pengangguran, tujuannya sepertinya itu,’’ kata Agus ketika dikonfirmasi Suara NTB di Mataram pekan kemarin. Mengenai program prakerja ini, Agus mengatakan belum mengetahui bentuknya secara detail. Apakah apakah lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan akan dilatih untuk dapat menciptakan lapangan kerja. Atau menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri. Selama ini, kata Agus, ribuan orang diberikan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) setiap tahun. Namun tidak semua yang keluar dari pelatihan di BLK terserap di dunia kerja. Tetapi sebagian besar langsung dapat kerja. ‘’Pelatihan yang kita berikan mengarah ke kebutuhan pasar dan dunia kerja. Serta bisa membuka usaha sendiri. Misalnya bengkel, kuliner,’’ tandasnya. Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja di NTB pada Agustus 2019 sebanyak 2.471.550 orang, naik sekitar 234.170 orang dibanding Agustus 2018. Sejalan dengan kondisi tersebut, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat sebesar 2,74 persen poin. Dalam setahun terakhir, secara absolut pengangguran bertambah sekitar 1.260 orang, akan tetapi kenaikan pengangguran jauh lebih rendah diband-

ingkan dengan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja sehingga TPT turun sebesar 0,3 persen poin dari 3,72 persen (Agustus 2018) menjadi 3,42 persen pada Agustus 2019. Apabila dilihat menurut tingkat pendidikan, TPT tertinggi terdapat pada penduduk dengan pendidikan tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yaitu sebesar 9,63 persen. Pada Agustus 2019, penduduk yang bekerja sebanyak 2.387.040 orang, bertambah sekitar 232.920 orang atau sebesar 10,81 persen. Persentase penduduk yang bekerja pada kegiatan informal turun sebesar 0,77 persen poin di banding Agustus 2018. Selama setahun terakhir, 3 (tiga) lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah penduduk yang bekerja pada lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (3,62 persen poin), jasa pendidikan (2,01 persen poin), dan lapangan usaha konstruksi (1,61 persen poin). Pada Agustus 2019, terdapat 1.455.390 orang (60,97 persen) pekerja penuh atau penduduk yang bekerja dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu. Sedangkan jumlah pekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam per minggu) sebanyak 931.650 orang (39,03 persen) terdiri dari 338.100 orang setengah penganggur dan 593.550 orang pekerja paruh waktu. (nas)

Jaksa Agung Resmi Bubarkan TP4D Dari Hal. 1 Keputusan Jaksa Agung ST. Burhanuddin ini tidak diikuti dengan evaluasi atau mengganti TP4 dalam bentuk lain. Sebab setelah keputusan itu, Jaksa diminta kembali ke tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) seperti sebelumnya. Terkait keputusan pembubaran TP4P dan TP4D ini, juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH tak banyak memberikan penjelasan, karena berkaitan langsung dengan keputusan Jaksa Agung dan akan menjadi kebijakan tindak lanjut Kajati NTB. Ia hanya membenarkan, bahwa keputusan pembubaran itu disampaikan Jaksa Agung saat rapat kerja nasional di Jakarta. ‘’Itu (keputusan pembubaran TP4) sudah hasil Rakernas yang dilaksanakan sejak Sab-

tu kemarin,’’ jawabnya Minggu (1/12). Tindaklanjut dari pembubaran TP4P dan TP4D itu dipastikan ada petunjuk berupa surat dari Kejaksaan Agung. Isinya tentang dihapusnya TP4D dan hal hal terkait menyangkut kelangsungan peoyek proyek yang sudah didampingi. Sehingga ia tak bisa menjelaskan nasib sejumlah proyek bersumber dari anggaran pemerintah yang terlanjur didampangi, khususnya oleh TP4D Kejati NTB. ‘’Kalau masalah itu, apakah proyek-proyek yang sudah didampingi TP4D sebelumnya akan tetap didampingi sampai berakhir masa kontrak atau tidak, kami belum dapat petunjuk dari Kejaksaan Agung,’’ tutupnya. (ars)

Halaman 11

DPD Prajaniti Hindu NTB Gelar Simakrama dan Dialog Mataram (Suara NTB) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi NTB menggelar Simakrama dan Dialog dengan tema Politik, Pendidikan, dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Hindu NTB, di Gedung Rektorat Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram, Sabtu (30/11). Kegiatan itu dihadiri perwakilan berbagai organisasi masyarakat Hindu. Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi NTB, I Made Merta Arta, SH., MH., dalam sambutannya mengatakan, menyadari bahwa untuk keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia mutlak diperlukan kesadaran nasional dalam menegakkan dan melaksanakan kebenaran dan keadilan. Umat Hindu Indonesia, melalui ajaran catur guru bhakti meyakini dan menyadari sepenuhnya bahwa berbhakti dan mengabdi pada perjuangan bangsa indonesia adalah merupakan suatu kewajiban dalam upaya mencapai mokshartam jagadhitaya ca iti dharma. “Oleh karena itu dengan rasa sujud dan bhakti ke hadapan Hyang Widhi Wasa umat Hindu Indonesia berketetapan hati membentuk suatu wadah perjuangan dalam bentuk organisasi ke-

masyarakatan yang berlingkup nasional yang bernama Prajaniti Hindu Indonesia. Organisasi ini didayagunakan sebagai media peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan aktualisasi diri serta wadah pengembangan dharma bhakti umat Hindu kepada nusa dan bangsa demi suksesnya pembangunan nasional,” jelasnya. Prajaniti Hindu Indonesia mempunyai tujuan yaitu meningkatkan kualitas dan peran aktif umat Hindu dalam pembangunan nasional atau dharma agama dan dharma negara dan perjuangan Hindu global. Dengan visinya yaitu terwujudnya masyarakat Hindu Dharma Indonesia yang utuh, mandiri, maju, dan sejahtera lahir batin (moksartham jagadhitaya). I Made Merta Arta menegaskan, tugas pokok prajaniti dirumuskan dalam “tri bhakti”, yaitu bhakti warga, yaitu melakukan bhakti dalam bentuk gerakan dan pelayanan dalam membangun sumberdaya manusia hindu yang berkarakter, maju, mandiri, rukun, dan sejahtera. Kemudian, bhakti nagara, yaitu melakukan bhakti dalam bentuk gerakan dan pelayanan pada negara dengan membangun kesadaran dan peran aktif umat Hindu dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dan, bhakti persada, yaitu melakukan bhakti dalam bentuk gerakan dan pelayanan dalam karya-karya sosial, ekonomi, budaya, kemanusiaan, dan lingkungan. “Oleh karena itu DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi NTB berupaya mencari kesempatan yang tepat untuk melaksanakan kegiatan simakrama dan dialog yang melibatkan semua elemen masyarakat Hindu di NTB,” katanya. Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB, Drs I Gede Mandra, M.Si., dalam sambutanya menyampaikan, Prajaniti dalam memperjuangkan hak-hak umat Hindu tidak hanya sekadar di bidang politik, tapi juga pendidikan, ekonomi, dan agama. “Prajaniti bisa menyentuh hal-hal yang berkaitan dengan umat,” katanya. Ketua Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Prajaniti Indonesia, Drs. Suminto, MM., menyampaikan perlunya mempersiapkan masyarakat menghadapi revolusi industri 4.0. “Oleh karena umat Hindu sedikit, maka kita harus bergerak cepat, sedikit umat Hindu harus bergerak cepat memberikan nilai lebih. Prajaniti membu-

(Suara NTB/ron)

FOTO BERSAMA - Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi NTB, I Made Merta Arta, berfoto bersama dengan sejumlah tamu undangan pada pembukaan Simakrama dan Dialog dengan tema Politik, Pendidikan, dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Hindu NTB, di Gedung Rektorat Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram, Sabtu (30/11). tuhkan anak hebat, dan berani bertarung dalam politik. Bidang pendidikan juga bagian penting yang jadi perhatian bagi prajaniti,” katanya. Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Bidang Bimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, I Wayan Widra, S.Ag., M.Pd.H. Dalam sambutannya ia mengapresiasi DPD Prajaniti yang melaksanakan kegiatan simakrama dan dialog. Menurutnya kegiatan itu penting, apalagi pada 2020 nanti sejumlah daerah akan melaksanakan pemilihan kepala daerah. “Oleh karena itu-

lah ancang-ancang seperti ini sangat bermanfaat dan berguna bagi umat Hindu. Ini sungguh agar pemahaman dan pola pikir kita semakin tersentuh,” katanya. Pembicara pada dialog itu yaitu Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi NTB, I Made Merta Arta,SH.,MH.;KetuaSTAHNGde Pudja,Dr.INyomanWijana,S.Sos., M.Si., M.Pd.; dan Ketua Umum DPP Prajaniti Indonesia, KS Arsana. KS Arsana membawakan materi berjudul membumikan ajaran Weda dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan politik bagi warga Hindu. (ron/*)

HKTI NTB Wujudkan Swasembada Bibit Jagung Mataram (Suara NTB) Produksi benih jagung berkualitas disebut menjadi salah satu kunci industrialisasi di NTB. Banyakpihakyangmenaruhperhatian untuk itu, termasuk seperti yang ditunjukkan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dengan meluncurkan benih jagung hibrida produksi asli NTB. Ketua DPD HKTI NTB, H. Rumaksi, SJ. SH., menerangkan bahwa tujuan pengembangan benih hibrida yang dilakukan HKTI adalah untuk menjadikan NTB swasembada benih. Pengembangan dilakukan di lahan seluas 6 hektare milik HKTI yang berada di Kabupaten Sumbawa. “Kami coba tanam walaupun musim kemarau kemarin dengan jerih-payah, 6 hektare itu berhasil. Embrio bibit hibrida berhasil dikembangkan di Kabupaten Sumbawa,” ujar Rumaksi, Sabtu (30/11) saat menggelar peluncuran bibit yang diberi nama HKTI-1 di Mataram. Kualitas

bibit dapat memberikan hasil maksimal berkat beberapa teknologi yang digunakan dalam pengembangannya. Diterangkan Rumaksi yang juga Wakil Bupati Lombok Timur tersebut, pengembangan bibit jagung HKTI-1 dilakukan bersamasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Ke depan, bibit tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan di daerah, namun juga untuk pasokan bibit nasional. Dengan HKTI-1, Rumaksi menerangkan untuk penanaman lahan 1 hektare dapat dihasilkan hingga 9 ton jagung, di mana biasanya hanya mencapai 4-5 ton per hektare. Di NTB sendiri saat ini ada 250 hektare lahan jagung dan 120 hektare di antaranya berada di Pulau Sumbawa. Setiap hektare lahan jagung tersebut membutuhkan setidaknya 15 Kg benih, sehingga NTB saat ini masih kekurangan benih. Diterangkan Rumaksi, pihaknya

berusaha mengatasi masalah tersebut dengan meningkatkan produksi bibit jagung berkualitas langsung di NTB. “Kalau saja produksi jagung bisa dikembangkan terus, masyarakat tidak akan seperti kemarin (menderita kerugian karena bibit jagung palus, Red),” ujarnya. Selain peluncuran bibit HKTI-1 dalam kesempatan tersebut dilakukan juga penandatanganan perjanjian kerjasama antara HKTI NTB dengan PT. Shriram Seed Indonesia.Penandatanganantersebut disaksikanlangsungolehGubernur NTB dan Ketua Umum Dewan Pengurun Nasional (DPN) HKTI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc, menerangkan rasa bangganya terhadap apa yangtelahdiupayakanHKTINTB. Pasalnya, pengembangan bibit hibrida tersebut diakui sebagai pendorong untuk mewujudkan industrialisasi di NTB agar tidak sekadar menjadi wacana.

“Kita sudah menjadi saksi sejarah saat ini, bahwa bibit jagung yang (biasanya) kita datangkan dari luar daerah ternyata sudah bisa kita produksi di sini. Industriasilasi pertanian itu nyata dan itu menysyaratkan (pemanfaatan) teknologi,” ujar Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul tersebut. Menurutnya, kunci utama untuk mendukung pengembangan bibit jagung hibrida tersebut adalah pengembangan teknologi. Pemerintah akan coba memfasilitasi hal tersebut dengan mendorong penelitian di tingkat perguru-

an tinggi dan pemanfaatan STIP NTB. “Ini tidak bisa kita pakai ngomong saja. Harus dipelajari di kampus-kampus,” ujarnya. Dengan memproduksi bibit jagung sendiri, Dr. Zul berharap petani NTB dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan dukungan pengembangan permesinan, maka pemberian nilai tambah untuk hasil produksi akan dapat diwujudkan. “Ini semua bukan hal yang aneh atau baru, itu semua sudah ada mesinya. Kita minta di STIP untuk desain,” pungkasnya. (bay)

Bertambah, Formasi CPNS Pemprov NTB Tak Ada Pelamar Dari Hal. 1 Selain formasi dokter spesialis, ada juga formasi tenaga kesehatan yang masih tidak ada pelamar. Seperti formasi dokter gigi di RSMA dam psikolog klinis di RSMA, psikologi klinis RSMA dan dokter gigi RSMA. Hasil verifikasi faktual yang dilakukan Panitia Seleksi Daerah (Panselda), sebanyak 1.050 pelamar CPNS Pemprov NTB dinyatakan tak memenuhi syarat (TMS). Jumlah pelamar CPNS Pemprov NTB hingga penutupan pendaftaran, Kamis (28/11) pukul 00.00 Wita sebanyak 8.541 orang. Beberapa hal yang menyebabkan pelamar dinyatakan TMS. Antara lain, ada pelamar yang salah tujuan lamarannya. Mereka melamar di formasi CPNS provinsi, tetapi dalam surat lamarannya ke kabupaten. Kemudian ada juga pelamar

yang tidak lengkap dalam mengupload berkas-berkas persyaratan sesuai formasi jabatan yang dilamar. Seperti tidak meng-upload ijazah, padahal persyaratan lain sudah diupload semuanya. Selain itu, ada juga pelamar yang mendaftar untuk formasi tertentu tetapi kualifikasi pendidikannya tidak sesuai. Kepala BKD NTB, Drs.H.Fathurrahman,M.Si sebelumnya mengatakan, khusus untuk pelamar disabilitas sebanyak 33 orang, verifikasinya menunggu tim dokter untuk uji kedisabilitasnya. Jumlah pelamar CPNS di NTB sebanyak 85.338 orang. Jumlah pelamar meningkat dibandingkan 2018 lalu yang mencapai 61.195 orang. Ada tiga daerah dengan jumlah pelamar di atas 10.000 orang. Yakni, Lombok Tengah sebanyak 17.443 pelamar, Lombok Timur 12.771 pelamar dan Kabupaten Bima se-

banyak 10.225 pelamar. Sedangkan Pemprov NTB, kata Fathurrahman, jumlah pelamar sebanyak 8.541 orang. Kemudian Kota Mataram 4.814 pelamar, Lombok Barat 3.729 pelamar, Lombok Utara 6.110 pelamar, Sumbawa Barat 2.762 pelamar, Kabupaten Sumbawa 8.233 pelamar. Selanjutnya, Dompu 7.088 pelamar dan Kota Bima 3.622 pelamar. Dalam rekrutmen CPNS 2019, sebanyak 3.204 formasi yang dibuka lowongannya pada 11 Pemda di NTB. Dengan rincian, Pemprov NTB 414 formasi, Kota Mataram 275 formasi, Lombok Barat 205 formasi, Lombok Tengah 479 formasi, Lombok Timur 482 formasi. Kemudian, Lombok Utara 237 formasi, Sumbawa Barat 105 formasi, Sumbawa 342 formasi, Dompu 249 formasi, Bima 241 formasi dan Kota Bima 175 formasi. (nas)

Jadi Perhatian Pusat Dari Hal. 1 Sembalun itu menjadi atensi,’’ ujarnya) saat peluncuran bibit hibrida oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB, Sabtu (30/11) Moeldoko yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI tersebut menerangkan bahwa perhatian pemerintah terutama terkait pembelian benih yang sudah berhasil diproduksi. ‘’Jangan sampai petani sudah semangat, benihnya tidak dibeli. Ini nanti menjadi persoalan,” ujarnya. Hal tersebut ditegaskan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah terkait mengakomodir hasil produksi agar dapat terserap. Jika tidak, usaha pengembangan bibit yang dilakukan dikhawatirkan akan sia-sia dan tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Dicontohkan Moeldoko seperti pengembangan bibit jagung hybrid yang dilakukan di Sumbawa. Dengan pemanfaatan teknologi, bibit tersebut menjadi salah satu bibit unggul yang dihasilkan di NTB sendiri, di mana untuk sebaran 15 Kg benih pada lahan seluas 1 hektare, diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung hingga 9 ton. Hal tersebut perlu menjadi semangat di daerah mengingat NTB tidak memiliki beberapa masalah utama bidang pertanian yang disebut menghantui daerah lain. Diterangkan Moeldoko, setidaknya ada lima persoalan yang perlu menjadi atensi pemerintah. Persoalan tersebut antara lain kualitas tanah di sebagian wilayah Indonesia yang sudah rusak oleh pestisida dan lahan tanam yang semakin menyempit hingga 0,2 hektare di beberapa daerah. “Di NTB tidak begitu. Di sini tanah masih bagus dan masih

luas di mana-mana,” ujarnya. Pemanfaatan teknologi juga disebut perlu menjadi bagian dari rencana swasembada bibit tersebut. Pasalnya, jika hanya memanfaatkan metode tradisional menurut Moeldoko tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan. Selain itu, pemberian modal ke petani juga disebut menjadi bagian penting. Mengingat seluruh aktivitas pertanian tersebut pada akhirnya akan melibatkan dan untuk mensejaterakan petani sendiri. Kemudian ada juga masalah manajemen pertanian yang disebut masih minim dilakuan petani NTB. ‘’Petani kita tidak memiliki apresiasi dari tenaga yang dikerluarkan, hingga sulit menghitung hasil panen sendiri dan melakukan evaluasi,’’ ujar Moeldoko. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi atau membantu petani mengelola hasil produksi. (bay)

Lima Unit Sepeda Motor untuk Kader Posyandu Dari Hal. 1 Srikandi DPRD Lotim ini tampak tidak menginginkan lagi kader-kader di tengah konstituennya ini kesulitan dalam menjalankan tugasnya. ‘’Pemberian sepeda motor ini sesuai permintaan masyarakat juga,’’ imbuhnya. Para kader Posyandu Desa Suralaga ini disanjung Baiq Nurhasanah karena dianggap cukup cekatan dalam membantu masyarakat. Baiq Asil, salah satu kader penerima sepeda motor menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Baiq Nurhasanah. Mendapat bantuan sepeda motor dinilai merupakan pemberian yang sangat luar biasa dari anggota DPRD.

Perhatian Baiq Nurhasanah terdahap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai sangat besar. Di mana tidak kali ini saja aspirasi disalurkan untuk konstituen di Suralaga. Sebelumnya, sudah juga diberikan satu buah mobil Daihatsu Luxio. Mobil yang dihajatkan menjadi ambulans desa dan angkutan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Selama menjadi kader Posyandu, Baiq Nurhasanah dinilai juga sangat responsif terhadap segala persoalan di desa. Anggota DPRD Lotim dua periode itu pun menjadi kebanggaan warga Suralaga karena tetap berjuang untuk mensejahterakan masyarakat dan para konstituennya.

Setelah sebelumnya mobil, kini sepeda motor. Tidak ada alasan bagi kader untuk tidak memberikan pelayanan terbaik. Peranan kader di desa sebut Baiq Asil tak saja untuk Posyandu. Akan tetapi banyak kegiatan desa melibatkan para kader di dalamnya. ‘’Kader ini pekerjaannya tidak saja mendampingi kegiatan Posyandu, tapi juga melakukan pendampingan kegiatan sosial,’’ ujarnya. Semua kegiatan desa sambungnya, kader terpanggil. Hal ini karena para kader ini yang dianggap paling cepat bergerak. Aspirasi sepeda motor memastikan para kader akan semakin cepat lagi bergerak untuk membantu permudah beban masyarakat. (rus/*)

(Suara NTB/bay)

Ketua DPD HKTI NTB, H. Rumaksi seusai menandatangani perjanjian kerjasama dengan perwakilan PT. Shriram Seed Indonesia dengan didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc dan Ketua Umum DPN HKTI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Maju Pilkada, Pejabat Pemprov Harus Mundur Paling Lambat 16 Juni 2020 Dari Hal. 1 Diketahui, pada Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota 2015 dilaksanakan pada 9 Desember 2015. Sedangkan pelantikan tujuh kepala daerah/ wakil kepala daerah terpilih dilakukan pada Rabu, 17 Februari 2016. Adapun tujuh bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota yang dilantik pada wak-

tu itu adalah, pasangan Ahyar – Mohan di Kota Mataram, SuhailiPathul di Lombok Tengah dan Najmul-Syarif di Lombok Utara. Sementara untuk Kabupaten Sumbawa adalah Husni DjibrilMahmud Abdullah, MusyafirinFud Syaifuddin di KSB. Kemudian Kabupaten Bima dan Dompu masing-masing adalah pasangan Indah Dhamayanti Putri-Dahlan dan Bambang M.Yasin-Arifuddin. (nas)

Kawasan Bekas Perambahan Hutan Tambora ’’Disulap’’ Jadi Agrowisata Dari Hal. 1 Gerakan ini dilakukan kelompok Tani Oi Kampasi, juga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Oi Kampasi, di bawah binaan Balai KPH Tambora. Kolaborasi ini melibatkan BPDAS HL Dodokan Moyosari NTB, BPHP VII Denpasar dan Pemda Dompu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Kolam pemandian tersebut dibangun sebagai salah satu pengungkit dan daya tarik awal masyarakat berwisata ke Oi Kampasi, dengan memanfaatkan sumber mata air Oi Kampasi. Sementara bibit tanaman buah dibeli secara swadaya oleh masyarakat dengan cara mengumpulkan uang yang nilainya hampir Rp 100 juta, kemudian ditanam secara swadaya pula. Ada juga bantuan dari instansi pemerintah, setelah melihat aktivitas kelompok tani Oi Kampasi. Gerakan ini konsisten dilakukan Kelompok Tani Oi Kampasi serta Pokdarwis, digaungkan baik langsung ke masyarakat maupun melalui media sosial. Berbagai pihak pun memberikan dukungan, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten. “Alhamdulillah, beberapa mimpi kami mulai menunjukkan progres. Sebuah kolam pemandian yang disingkat Kopa sedang dalam proses pengerjaan. Sumber anggaran kolam pemandiannya dari BPHP VII Denpasar. Sedangkan buah yang ditanam setahun lalu masih bertahan dan menunjukkan perkembangan cukup menggembirakan. Bahkan beberapa anggota sudah mulai

merasakan hasil dari tanaman buah tersebut,’’ kata Burhan. Diinformasikannya, dari proses tumpangsari di kawasan hutan sudah membuahkan hasil. Muhtar adalah salah seorang warga setempat yang sudah menerima hasil, meraup untung Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per bulan dari tanaman pisang. Burhan berharap, ini menjadi kebaikan yang terus mendapat dukungan masyarakat. Ada dua manfaat sekaligus yang diperoleh, reboisasi dan sumber ekonomi masyarakat. ‘’Kami arahkan 5 tahun ke depan selain sebagai pusat buah dan wisata, juga menjadi basis industri kemiri. Setelah petani menanam kemiri 5 tahun yang akan datang, akan dibangun industri pengolahan kemiri,’’ jelasnya. Ditambahkan Burhan, kerja ini sudah diupayakan sejak setahun lalu, diawali dengan diskusi mencermati kesuksesan dan komitmen masyarakat di daerah lain dalam melestarikan hutan. Diawali dengan menawarkan kepada masyarakat pembangunan kehutanan berkelanjutan. Setelah disambut komitmen masyarakat, Manggelewa disulap sebagai kawasan agrowisata dan pusat buah Dompu. Mulailah dirancang sebuah gerakan perubahan dengan hastag #darikampasiuntukdompu yaitu sebuah gerakan untuk mengembangkan sebuah pusat wisata berbasis agro buah buahan. “Kami berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan dengan berbagi peran. Kami akan membangun sebuah kolam pemandian dan teman-teman kelompok tani mulai melakukan penanaman,” pungkasnya. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 2 Desember 2019

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

Hotel Lombok Astoria Siap Berikan Pelayanan Maksimal dengan Tim Kerja Terlatih Mataram (Suara NTB) Perkembangan industri perhotelan tidak terlepas dari fasilitas dan layanan yang ditawarkan dengan berbagai cara, baik dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Sinkronisasi antara promosi dalam bentuk paketpaket menarik yang ditawarkan dengan apa yang benar-benar dimiliki hotel menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi tim kerja front office yang menjadi ujung tombak pelayanan. Hal tersebut diterangkan Front Office Manager Hotel Lombok Astoria, Rahman Hidayat, Minggu (1/12). Sinkronisasi sendiri diakui menjadi hal yang sangat penting untuk mengakomodir kebutuhan seluruh pangsa pasar yang ada. “Tantangannya adalah bagaimana mengelola kebutuhan/keinginan dari tamu selama menginap. Jika kami tidak dapat mengelolanya dengan baik maka dampak besar yang akan ditimbulkan adalah adanya komplain dari tamu tersebut,” ujarnya. Untuk mengahadapi berbagai macam komplain dari pelanggan tersebut, kata Rahman, tim Front Office membutuhkan keahlian khusus. Oleh karena

itu, Hotel Lombok Astoria telah menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) terlatih untuk menjamin pelayanan tamu, khususnya oleh tim front office seperti recepsionist dan lain-lain. Selain sebagai Front Office Manager, Rahman juga mengemban tugas sebagai ketua Hotel Front Liner Association (HFLA), dan bersama HFLA pihaknya juga memiliki visi misi untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas SDM. Oleh karena itu, bersama HFLA, pihaknya kerap mengundang para manajer dari berbagai daerah contohnya dari Bali dan Jakarta untuk berbagi dalam bentuk pelatihan bagi tim kerja Hotel Lombok Astoria. “Biasanya kami minta mereka untuk berkunjung dua bulan sekali untuk sharing apa perkembangan yang perlu dihadapi hotel saat ini,” ujarnya. Khususnya dari segi hospitality dan kemampuan berbahasa. “Kita akan tingkatkan kemampuan

dan kualitas SDM kita dari segi pengetahuan, keahlian, dan kesiapan SDM tersebut. Tapi rata-rata kendalannya itu memang kesiapan SDM tersebut,” sambungnya. Rahman menerangkan tim kerja front office di Hotel Lombok Astoria saat ini telah dilatih untuk memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi komplain dari tamu. “Mereka bisa menganalisa dengan lebih tenang, dalam menghadapi hal itu. Dan bisa menemukan solusi dalam waktu yang cepat dan tepat,” pungkasnya. (bay)

Rahman Hidayat (Suara NTB/bay)

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Sanggar Lonto Engal Pentaskan ’’Lajendre’’ Mataram (Suara NTB) Sanggar Lonto Engal mementaskan pertunjukan seni tari, musik, teater, dan video visual yang bertajuk ‘’Lajendre’’. Pementasan itu digelar di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi NTB, Sabtu (30/11) malam. Kegiatan itu dibuka oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc. Art Director pementasan itu, Ardiansyah menyampaikan Lajendre adalah romansa Lalu Mangi dan Lala Ila yang diangkat dari cerita tutur masyarakat Sumbawa dan hingga kini terus dilestarikan ke anak cucucucunya. Lajendre adalah kisah tragis antara pemuda yang ketergantungan candu, dan kekasihnya Lala Ila yang cantik dan jelita harus dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan atas ketergantungannya itu. “Dengan intrik serta model cerita yang dikemas secara apik dan menarik, tak lupa nilai-nilai pragmatis seperti nilai pendidikan, keimanan, moral, dan etika, sosial dan budaya, kecerdasan logika. Pementasan ini juga kami mengampanyekan posted sosio, di mana kejadian di tengah masyarakat di sini diceritakan sehingga menjadi pelajaran bagi kami generasi

(Suara NTB/ron)

LAJENDRE - Salah satu adegan dalam pementasan bertajuk Lajendre oleh Sanggar Lonto Engal, di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi NTB, Sabtu (30/11) malam muda,” katanya. Ia juga menyampaikan harapan dari pementasan ini dalam melestarikan budaya tau dan tana Samawa. Ia juga berharap Pemerintah Sumbawa bisa mengkonsepkan cerita otentik Lajendre kemudian membukukannya sebagai aset. “Sehingga tidak terlepas dari adat istiadat tau dan tana Samawa,” katanya. Ketua Panitia Pelaksana, Supardi menyampaikan, persiapan pementasan ini memakan waktu selama satu bulan

sejak sebelum bulan Oktober. Melibatkan tidak kurang dari 30 aktris dan puluhan tim pendukung lainnya. “Tujuan pementasan init sebagai gebrakan Sanggar Lonto Engal dan membuktikan talenta yang luar biasa. Juga untuk melestarikan budaya. Kami ingin merangkul dan memperkenalkan Lonto Engal,’’ katanya. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., yang menyempatkan hadir di awal pementasan mengapre-

siasi pementasan oleh Sanggar Lonto Engal. Ia juga menekankan masyarakat tidak boleh luput dari seni, karena masyarakat akan lembut perasaannya melalui seni. “Ini bisa jadi pemicu gerakan awal agar teman-teman menciptakan karya hebat minimal untuk menghibur diri sendiri,” katanya. Pementasan berlangsung semarak dengan tari-tarian dan pementasan teater, yang didukung dengan video visual. (ron)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 2 Desember 2019 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu