Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

RABU, 2 MEI 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

Ali BD di Mata Ulama & Sahabat

Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

CALON INDEPENDEN, NON PARTAI DAN NON BLOK Soal Pariwisata

TGH. Hudri Abdullah: Pemimpin Unik

Ali BD: Tidak Boleh Merusak Agama, Adat dan Tradisi

ROIS Syuriah NU Lombok Timur, TGH. Hudri Abdullah,MSi menyebut Ali BD, alias Amaq Asrul alias Papuk Abada ini sebagai sosok pemimpin yang unik. Keunikan Sang Pendobrak itu di mata Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) NU ini adalah pada adanya perpaduan antara kecerdasan, keberanian dan kekayaan. TGH Hudri mengatakan, berani tanpa cerdas itu tidak baik. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ist)

16 HALAMAN NOMOR 50 TAHUN KE 14

PARIWISATA memang menjadi sangat penting dalam memajukan perekonomian. Melalui pariwisata, bisa menggerakan banyak sektor ekonomi. Namun

harus diingat, kemajuan pariwisata tidak boleh sampai merusak agama, adat dan tradisi yang melekat pada jati diri bangsa. Pesan ini disampaikan

Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan pada acara penutupan Teaching English for Tourism Program di Desa Tetebatu, Bersambung ke hal 15

59.351 KK Miskin Belum Terima Rastra di Bima dan Dompu

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 59.351 Kepala Keluarga (KK) miskin atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belum mendapatkan bansos beras kesejahteraan (Rastra) di NTB. Puluhan ribu KK miskin yang belum mendapat rastra pada bulan April itu berada di Kabupaten Bima dan Dompu. Demikian disampaikan, Kasi Penanganan Fakir Miskin Daerah Pesisir Dinas Sosial NTB, Armansyah. Ia menyebutkan, hanya tujuh kabupaten/ kota yang mendapatkan Rastra pada April lalu dengan jumlah penerima 387.803 KPM. Yakni Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa dan Kota Bima. ‘’Dua kabupaten, yakni Bima dan Dompu belum menerima bansos Ras-

tra,” kata Armansyah ketika dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin (30/4). Ia merincikan, untuk Kabupaten Bima, masyarakat miskin yang belum menerima Rastra sebanyak 39.995 KPM dan Dompu 19.356 KPM. Sehingga, jumlah total masyarakat miskin yang belum mendapatkan Rastra di dua kabupaten tersebut sebanyak 59.351 KPM. Armansyah menjelaskan, masyarakat mendapatkan 10 Kg Rastra tiap bulan tanpa uang tebusan. Tahun sebel-

umnya, masyarakat miskin yang menerima Rastra ini 15 Kg per bulan dengan uang tebusan Rp 1.600 per Kg. Tahun 2017, jumlah penerima Ratsra di NTB sebanyak 447.369 KPM. Sedangkan pada 2018, terjadi penurunan sebanyak 215 KPM sehingga menjadi 447.154 KPM. Sedangkan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) khusus di Kota Mataram sebanyak 20.748 KPM. Ia menyebutkan, sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan terkait dengan dua kabupaten yang belum dilakukan pendistribusian Rastra pada bulan April. Antara lain, kendala geografis. Ada beberapa daerah yang jaraknya jauh, jangkauan sulit seperti seperti di daerah Langgudu Kabupaten Bima. Akibat kondisi geografis

tersebut memerlukan tambahan transportasi. Kemudian menyesuaikan juga dengan kondisi cuaca. ‘’Itu yang memang mempersulit meskipun jumlah penduduk, katakan seperti Lombok Timur relatif besar dibanding Bima dan Dompu. Tetapi topografi wilayahnya di Bima dan Dompu cukup sulit,” jelasnya. Kemudian tenaga yang dibayar oleh Bulog untuk melakukan pengemasan Rastra kurang. Saat ini, masyarakat yang dibayar untuk mengemas Rastra banyak yang bertani dan berladang. Namun, kata Armansyah, pemerintah tidak mau tahu. Karean Bulog sudah diberikan anggaran termasuk untuk operasional seperti itu. “Itu jadi kendala,” tandasnya. (nas)

TO K O H Persilakan Lapor ke KPK

(Suara NTB/ist)

PEMPROV NTB menanggapi santai pelaporan penjualan saham enam persen milik PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) yang dilakukan beberapa elemen masyarakat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaporan ke aparat penegak hukum dinilai bagus, agar persoalan penjualan saham ini menjadi terang benderang. “Bagi saya bagus supaya bisa membuat semuanya terang benderang. Ndak apa-apa, bagus dan sehat. Biar clear,” kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, H. Chairul Mahsul, SH, MM H. Chairul Mahsul Bersambung ke hal 15

NORMAL - Erupsi Gunung Agung, hingga Selasa (1/5) kemarin belum berdampak pada penerbangan dari dan ke LIA. Tampak para penumpang di ruang tunggu Bandara LIA, kemarin sore.

(Suara NTB/dok)

KO M E N TTAA R

Komitmen Gemilang

Konversi Elpiji di Sumbawa

‘’Selepas suami meninggal, saya terpaksa berjualan apa saja untuk menafkahi anak-anak.” “Ibu saya yang menjadi TKW di Malaysia sudah tidak ada kabar sejak enam bulan terakhir.” “Bencana banjir membuat semua yang kami punya hilang, harta, dokumen berharga, bahkan pakaian pun kami tak punya.” KATA-kata tersebut kerap muncul di pemberitaan media atas sejumlah persoalan yang dihadapi warga NTB. Menariknya, hampir semua warga sepakat, bahwa mereka bingung hendak mengadu ke mana. Ke depan warga NTB tidak perlu khawatir. Pasangan

ZULROHMI telah menyiapkan layanan NTB Care guna menjawab persoalan warganya. “Sekarang sudah zamannya teknologi, kita akan manfaatkan teknologi untuk kemudahan masyarakat,” kata Doktor Zul. Layanan NTB Care sangat mudah diakses. Bersambung ke hal 15

Muhammad Husni

(Suara NTB/ist)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memerintahkan Pertamina untuk melaksanakan konversi bahan bakar dari minyak tanah (mitan) ke elpiji 3 Kg tahun ini. Perintah itu sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 18 K/15/ MEM/2018 tentang Penugasan kepada PT. Pertamina (Persero) Dalam Penyediaan dan Pendistribusian Paket Perdana Elpiji Tabung 3 Kg Tahun Anggaran 2018. Bersambung ke hal 15

NTB Care Ala ZULROHMI

Hj.Sitti Rohmi Djalilah saat bersilaturahmi dengan pendukungnya beberapa waktu lalu.

Gunung Agung Erupsi Lagi

Aktivitas Penerbangan di LIA Normal Praya (Suara NTB) Gunung Agung di Bali kembali erupsi sejak Senin (30/4) lalu. Namun demikian, dampak erupsi Gunung Agung tidak mempengaruhi aktivitas penerbangan di Lombok International Airport (LIA). Hingga Selasa (1/5) kemarin, seluruh aktivitas penerbangan dari dan menuju

LIA, terpantau lancar. ‘’Kalau persoalan delay biasalah. Tapi kalau sampai ada yang tertunda ataupun batal karena erupsi Gunung Agung sejauh ini belum ada. Dan, mudahmudahan tidak sampai terganggu,’’ harap General Manager PT. Angkasa Pura (AP) I LIA, I Gusti Ngurah Ardhita, melalui Humas I Nyoman Siang, kepada Suara

Optimisme Mori Hanafi akan ”Kakeknya Kopi” Dompu (Suara NTB) Calon Wakil Gubernur NTB, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, meyakini bahwa produk kopi asal NTB, khususnya Kopi Tambora, bisa memiliki nama besar yang mendunia. Pandangan itu disampaikannya saat bertemu dengan beberapa kelompok pengusaha mandiri kopi, di Desa Tambora, Pekat, Dompu, Selasa (24/4) lalu. Para pengusaha tersebut, tergabung dalam Kelompok King Coffee. Kelompok usaha kopi yang sudah dimulai sejak tahun 2014 ini mengembangkan merk Ompu Coffee. Dalam Bahasa Indonesia, Ompu Coffe bisa diartikan sebagai “Kakeknya Kopi”. Kelompok usaha King Coffee ini mengolah, mengemas dan menjual jenis kopi asli Tambora seperti kopi Robusta dan Luwak. “Saya sangat mendukung dan berjanji untuk membantu pengembangan pemasaran kopi Tambora sehingga bisa dikembangkan dan terkenal hingga ke mancanegara,” ujar Mori Hanafi. Optimisme Mori Hanafi terhadap potensi Kopi Tambora, bukannya mengada-ada. Selain memiliki kekhasan, Bersambung ke hal 15

NTB, Selasa (1/5). Ia menjelaskan, aktivitas operasional bandara secara umum juga tetap berjalan normal. Dengan jumlah pergerakan pesawat lebih dari 80 pergerakan. Baik itu pesawat datang maupun pergi. Baik penerbangan internasional maupun domestik. Bersambung ke hal 15


SUARA NTB Rabu, 2 Mei 2018

SUARA MATARAM

Halaman 2

Penerimaan Peserta Didik Baru Optimis Target Pajak Tercapai PENERIMAAN pajak tahun 2017 silam yang melebihi target yang ditetapkan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, membuat kelurahan Gomong terpacu untuk berusaha agar penerimaan pajak tahun 2018 juga meningkat. “Di tahun 2017 kemarin, penerimaan pajak di sini mencapai 93% dari target yang ditetapkan. Makanya petugas kami mendapat reward dari BKD atas capaian itu,” terang Lurah Gomong, Lalu Husni Bardin kepada Suara NTB. Pihak kelurahan yang menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah telah berusaha dengan keras (Suara NTB/uul) mencapai target pencaLalu Husni Bardin paian tersebut. “Apalagi sejak adanya peraturan jika pengurusan dokumen dan berkas harus dilengkapi dengan bukti pembayaran pajak semakin memudahkan kinerja,” jelas Husni. Selain itu, kinerja juru pungut pajak di tiap lingkungan juga melaksanakan tugasnya dengan baik, terlihat dari tujuh lingkungan yang ada di Gomong hampir semuanya mencapai target. Di tahun 2018 ini, pihaknya optimis penerimaan pajak Gomong akan meningkat dari tahun sebelumnya. “Kami menargetkan, penerimaan pajak di tahun ini mencapai 95% dari tahun sebelumnya,” tuturnya. Meski persentasenya hanya naik sedikit, tetapi itu merupakan angka pasti yang coba untuk diraihnya di tahun ini. Mengingat banyak juga warga wajib di daerahnya yang nilai pajaknya menurun dibandingkan tahun sebelumnya akibat berbagai alasan. Husni memaparkan penerimaan pajak tertinggi di kelurahan Gomong diperoleh dari pajak ruko, toko serta keberadaan rumah dinas. Mengingat Gomong selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi perekonomian strategis di kota Mataram yang berada di dekat pusat pendidikan dan perkantoran. “Nilai yang kami terima dari pajak itu, juga termasuk dari adanya tunggakan pajak masyarakat. Warga biasanya yang punya nilai pajak rendah, kadang suka lupa bayarnya,” akunya. Keberadaan tempat kos-kosan yang banyak bertebaran di Gomong, imbuhnya, sebenarnya merupakan salah satu potensi penerimaan pajak. Tetapi karena pemilik kos-kosan yang sebagian besar merupakan penduduk di luar Mataram, menyulitkan petugas pajak dalam menarik pembayarannya. “Padahal nanti kita minta dihubungi oleh penghuni kosnya, tetapi tidak aktif atau penghuninya juga tidak punya nomornya. Seandainya kita punya nomornya pemilik kos ini, mudah jadinya,” kata Bardin. (uul)

Rusunawa Tak Cocok untuk Nelayan SEKRETARIS Komisi IV DPRD Kota Mataram, Fuad Sofian Bamasaq, S.H., angkat bicara terkait rencana Pemkot Mataram yang akan membangun perumahan nelayan di Kelurahan Bintaro, Ampenan. ‘’Kami juga tidak tahu kapan pemerintah akan membangun itu,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (30/4). Pasalnya sejauh ini Pemkot Mataram belum pernah melibatkan anggota Dewan membahas rencana pembangunan itu. Paling tidak anggota Dewan dari Dapil Ampenan. Padahal, Dewan berharap dilibatkan. ‘’Karena bagaimana pun kegiatan dari eksekutif, kami selaku controlling, budgeting, paling tidak dilibatkan. Dan kami Insya Allah siap dilibatkan,’’ ujarnya. Pada prinsipnya, lanjut Fuad, Dewan setuju dan sangat mendukung rencana pembangunan itu. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Pemkot Mataram. Seperti desain rumah nelayan. Idealnya rumah nelayan dibuat seperti rumah bantuan nelayan yang ada di Karang Panas. ‘’Tapi kabar yang kami dengar, itu akan dibangun bertingkat,’’ sesalnya. Namun demikian, pihaknya tidak bisa intervensi terlalu jauh terkait hal itu. Toh, pihaknya sudah memberikan masukan mengenai dampak pembangunan rumah nelayan dengan model rusunawa (rumah susun sederhana sewa) itu. Sehingga, kalau memang Pemkot Mataram sudah melakukan pembebasan lahan, anggota Dewan dari dapil Ampenan ini berharap rumah untuk nelayan itu segera dibangun. ‘’Supaya jangan nanti lahan itu disalahgunakan lagi oleh oknum tertentu,’’ katanya. Dikatakan Fuad, kalau Pemkot Mataram memaksakan membangun perumahan nelayan dengan pola rusunawa, akan membuat view pantai menjadi hilang. ‘’Keindahan pantai itu akan berkurang dengan adanya rusunawa,’’ cetusnya. Dan itu, sambung politisi PDI-P ini, akan berpotensi menjadi sumber kekumuhan. ‘’Karena nanti pasti akan banyak baju-baju, jemuran bergelantungan, jadi kesannya kumuh. Tidak dipungkiri bahwa SDM yang bakal menempati rusunawa itu dari kalangan yang tingkat pendidikannya pas pasan. Selain itu, di kawasan pesisir, masyarakatnya perlu diberikan pengertian. Fuad mewanti wanti bahwa pembangunan rusunawa itu harus mendengarkan aspirasi masyarakat terlebih dahulu. Jangan sampai pembangunan itu hanya keinginan Pemkot Mataram. Dia menyayangkan rusunawa itu disewakan kepada nelayan. ‘’Karena kita tah penghasilan nelayan ini berapa, kalau disuruh sewa ini bisa terjadi kecemburuan sosial,’’ katanya. Sebab, pada rumah bantuan nelayan sebelumnya, pemerintah memberikan cuma cuma rusunawa itu kepada nelayan dengan status pinjam pakai. (fit)

Fuad Sofian Bamasaq (Suara NTB/fit)

Pejabat Dikbud Berharap Tak Dipaksa Oknum Dewan

Mataram (Suara NTB) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi yang mulai diterapkan tahun ini oleh Pemkot Mataram, disinyalir akan diwarnai siswa titipan oknum pejabat dan anggota Dewan. Karenanya pejabat Dikbud berharap tidak dipaksa untuk melaksanakan tugas yang bukan tupoksi mereka. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram, H. Sudenom mengaku, praktik tersebut tidak bisa dihindari pada setiap penerimaan peserta didik baru. Padahal, pembatasan penerimaan siswa sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini semestinya dimaklumi oleh oknum pejabat maupun oknum anggota Dewan, agar tidak memaksa dinas dan mulai sekarang berpikir mengarahkan anaknya ke sekolah lainnya. “Kita jelaskan dari

sekarang supaya mereka tidak memaksa kita,” kata Sudenom dikonfirmasi, Senin (30/4). Sudenom tidak berani memprediksi apakah praktik ini akan sama terjadi di tahun sebelumnya. Menurut dia, ini akan jadi tugas berat. Sebab, di tahun sebelumnya tidak ada kata tidak bagi orang - orang itu. Dia mengaku terkadang kewalahan mengatasi itu. “Kalau anaknya langsung mungkin bisa dibantu. Kalau anak orang lain, anak tetangga, sahabat dan anak

konstituen. Silakan bantu kami mengarahkan orangtua mencari sekolah lain bisa cocok untuk anaknya,” pintanya. Penerapan sistem zonasi, Dikbud akan menggunakan sistem selatan - utara atau timur - barat. Untuk mengatur berdasarkan radius terlalu susah. Berbeda halnya dengan daerah lain. Pertimbangan itu melihat lokasi SMPN 1, 2 dan 15 sangat berdekatan. Sistem ini bisa membagi murid sehingga tidak menumpuk di satu tempat. “Selain dengan

sistem zonasi, juga dengan kita pakai jalur bina lingkungan,” timpalnya. Ketertarikan orangtua siswa menyekolahkan anaknya di tiga sekolah di Jalan Pejanggik tersebut disebabkan oleh terbangunnya persepsi bahwa itu merupakan sekolah favorit. Pihaknya tidak pernah mengatakan sekolah ini favorit. Tetapi masyarakat membangun image-nya sendiri. Oleh karenanya, diminta masyarakat tidak memilih sekolah agar terjadi pemerataan atau penyebaran siswa. (cem)

Kita jelaskan dari sekarang supaya mereka tidak memaksa kita

H. Sudenom (Suara NTB/cem)

(Suara NTB/cem)

KANGKUNG - Petani kangkung di Jempong Baru, Kota Mataram, memetik kangkung dan membawanya pulang, Selasa sore. Petani ini akan menjual kangkungnya ke pasar tradisional di Mataram atau Cakranegara pada Rabu pagi, masih dalam kondisi segar.

DP3A Lakukan Penguatan Forum Anak Kelurahan dan Kecamatan

ASN di Mataram Keluhkan Sulitnya Mutasi Jabatan

Mataram (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram melakukan penguatan terhadap forum anak tingkat kelurahan dan kecamatan. Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany menyampaikan, perkembangan global saat ini menuntut masyarakat dan negara untuk mampu bersaing dalam segala aspek kehidupan. Oleh karena itu, penguatan forum anak di kelurahan dan kecamatan perlu dilaksanakan. Dari partisipasi anak nantinya akan menjamin tumbuh dan kembang secara optimal. Baik dari segi fisik, mental maupun sosial serta memperoleh perlindungan, sehingga pada saatnya anak mampu menjawab tantangan zaman. “Semua forum anak masing masing kecamatan kita hadirkan. Ini juga mendukung KLA,” kata Dewi.Dijelaskan,forumanakmerupakan media atau wadah untuk memenuhi partisipasi anak yang ditegaskandalamPasal10Undang

Mataram (Suara NTB) Penempatan pejabat di lingkup Pemkot Mataram setidaknya perlu memperhatikan masa kerja pegawai. Pasalnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) di kota itu mengeluh sulitnya mutasi jabatan atau terlalu lama menempati satu posisi. Laporan ini kata Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia, terungkap pada pusat pengaduan pegawai yang disediakan oleh Pemkot Mataram. “ Ada yang merasa lama di satu tempat,” kata Evi. Laporan lainnya, pegawai mengeluhkan rekan kerjanya. Tidak saja internal pegawai Pemkot Mataram. Pusat layanan pengaduan juga menerima keluhan dari sejumlah masyarakat. Mereka melaporkan fasilitas publik rusak dan lainnya. Keluhan itu langsung ditindaklanjuti ke organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk segera dilakukan perbaikan. Pengaduan disampaikan pegawai maupun masyarakat terjadi pada kurun waktu

(Suara NTB/ist)

FORUM ANAK - Kepala DP3A Kota Mataram, Hj. Dewi Mardiana Ariany berpose bersama dengan forum anak kelurahan dan kecamatan. - Undang Nomor 35 Tahun 2014. Dewi mengutip isi pasal 10 Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2014 bahwa setiap anak berhak untuk menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima dan mencari serta memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai - nilai kesusilaan dan kepatutan. “Jadi tidak hanya or-

angtua. Anak juga perlu sekali sekali didengar,” tambahnya. Untuk memudahkan pemenuhan hak anak khususnya partisipasi anak, pemerintah perlu memfasilitasi pembentukan forum anak dan melakukan penguatan terhadap forum anak tersebut. Di satu sisi, anak - anak juga harus menjadi pelopor dan pelapor terhadap tindakan kekerasaan terhadap anak. (cem/*)

DP3A Gelar Pertemuan Forum Anak Kota Mataram Mataram (Suara NTB) Selain memperkuat Forum Anak Kelurahan dan Kecamatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar pertemuan Forum Anak Kota Mataram, Senin (30/4). Kegiatan ini dibuka Plt Walikota diwakili oleh Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang. Dalam sambutannya, Martawang menyampaikan, pengembangan Kota Layak Anak (KLA) menjadi wujud nyata dari upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak di era otonomi daerah. KLA menuntut adanya sistem pembangunan yang berbasis hak anak dan dilakukan pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha serta media yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam bentuk kebijakan program untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dia menyebutkan, 24 indikator sebagai pengukuran KLA mencerminkan pemenuhan hak dan perlindungan anak dari aspek kelembagaan dan lima kluster substansi Konvensi Hak Anak. “Salah satu kluster substansi yaitu tentang hak sipil dan kebebasan diukur dari tiga indikator,” kata Martawang. Di antaranya, presentase anak yang teregistrasi dan mendapatkan kutipan akta kelahiran,

tersedianya layanan informasi anak dan terlembaganya partisipasi anak. Indikator yang ketiga ini terbentuk dalam keberadaan forum anak yang aktif serta adanya forum anak kecamatan dan kelurahan. “Alhamdulillah, saat ini telah terbentuk forum anak di enam kecamatan dan 50 kelurahan,” sebutnya. Forum Anak dinilai penting sebagai pelopor bangsan dan agen perubahan di masa depan. Selain itu, anak juga berperan aktif untuk melapor bila mana tidak terwujudnya pemenuhan hak anak. Mantan Kepala Bappeda ini menambahkan, Forum Anak Kota Mataram bertujuan memfasilitasi agar pihak terkait bisa

bertemu, berdiskusi dan menyampaikan pandangannya tentang kebijakan yang berkaitan dengan anak, membahas masalah masalah anak di Kota Mataram. “Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan baik institusi formal, informal menyatukan persepsi dan komitmen kerja sama mewujudkan Mataram menjadi Kota Layak Anak,” demikian kata Martawang. Kepala DP3A, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany menyampaikan, Forum Anak ini nantinya akan dipilih satu untuk mewakili Kota Mataram ke tingkat provinsi. Selanjutnya, mereka berkompetisi untuk mewakili NTB ke tingkat nasional padapertemuanforumanaktingkat nasional di Surabaya. (cem/*)

(Suara NTB/cem)

PERTEMUAN - Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang (kiri) duduk bersama dengan Kepala DP3A, Hj. Dewi Mardiana Ariany (tengah) pada pembukaan Forum Anak Kota Mataram, Senin (30/4).

2017. Tahun ini, pusat pengaduan tersebut tak berfungsi secara maksimal. Evi berdalih pusat pengaduan ada di Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) masing - masing OPD. “PPID kan ada di masing - masing OPD,” jawabnya. Dia menjelaskan, dibukanya pusat pengaduan pegawai di 2016 lalu sebenarnya membuka ruang bagi ASN mau menyampaikan persoalan pekerjaan dan pimpinan mereka. Rupanya ruang ini tidak dimanfaatkan maksimal. Pihaknya telah mengirimkan surat edaran ke masing - masing OPD. Kemungkinan sebagian pegawai takut identitasnya diketahui. Walaupun tim menyembunyikan identitas pelapor. Terhadap tindaklanjut pegawai yang mengeluhkan lama menempati disatu posisi tertentu, istri Ketua DPRD Kota Mataram ini mengatakan, akan melihat dulu persoalannya. Terkadang pegawai itu dipertahankan oleh pimpinannya. Kalaupun tidak akan diambil alih oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk dilakukan penyegaran. (cem)

Pro - Kontra TKA

Disnaker Jamin Tak Mematikan Peluang Kerja Tenaga Lokal Mataram (Suara NTB) Pro - kontra terbitnya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 dinilai tak berpengaruh ke daerah. Di Mataram, hanya terdapat empat tenaga kerja (naker) asing. Meski keran naker asing dibuka, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pun menjamin tak mematikan peluang kerja tenaga lokal. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram, Drs. H.M. Saiful Mukmin ditemui, Senin (30/4) menyebutkan, pihaknya mencatat empat naker asing yang bekerja di perusahaan. Mereka diharuskan membayar pajak 100 dollar per bulan. Keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di perusahaan harus dilaporkan ke Disnakertrans. Ini sebagai bentuk pengawasan. “Rata rata mereka tenaga profesional,” kata Saiful. Dikatakan Saiful, perusahaan di Mataram berbeda dengan perusahaan daerah lainnya. Dimungkinkan perusahaan di

ibukota provinsi NTB menggunakan tenaga kerja lokal daripada TKA. Kalaupun ada mempekerjakan TKA dipastikan perusahaan yang secara finansial telah mapan. “Kita tetap mengacu regulasi itu tetapi disesuai akan dijadikan catatan. Kita tidak tinggal diam pekerja lokal juga harus direkrut,” tandasnya. Mempekerjakan TKA tidak semudah itu. Dokumen mereka akan diperiksa. Dari segi persyaratan sulit, karena harus ada jaminan dari perusahaan. Berbeda halnya dengan pelancong. Pekerja lokal sambung Syaiful, tidak kalah saing dengan TKA. Dari segi sikap, etika dan pengetahuan tenaga kerja lokal lebih mumpuni. TKA tidak boleh menduduki posisi strategis. Seperti posisi perekrutan sumber daya manusia. Kalaupun sebagai tenaga teknis minimal didampingi oleh asisten dari tenaga kerja lokal. Untuk pengawasan kewenangan Kantor Imigrasi. Di sana Disnaker masuk tim bersama petugas lainnya. (cem)


SUARA NTB Rabu, 2 Mei 2018

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

H. Hasmudin Kembali Pimpin Inkindo NTB Mataram (Suara NTB) Ir. H. Hasmudin akhirnya memimpin kembali Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Provinsi NTB. Ia diamanahkan kembali sebagai ketua untuk periode 2018-2022. Nama Ir. H. Hasmudin mendapat dukungan suara terbanyak dari anggota yang ditetapkan berhak memberikan suara. Ia unggul dari empat calon ketua lainnya. H. Hasmudin memperoleh 48 suara pada voting pemilihan ketua serangkaian Musyawarah Provinsi (Musprov) ke–IX di Hotel Golden Palace Mataram, 25 - 26 April 2018. Menyusul L. Sukarja W yang hanya mendapatkan 18 suara. Sementara tiga kandidat lainnya, L. Karman Lutfi, Lukmanul Hakim, dan Ardian-

syah menyatakan mengundurkan diri sebelum pelaksanaan voting. Pemilihan Ketua DPP Inkindo prosesnya berjalan hampir sehari semalam, sesuai jadwal yang telah disepakati. Musprov ke –IX Inkindo ini juga mendapatkan perhatian dari Dewan Pengurus Nasional (DPN) Inkindo dan DPP Inkindo dari berbagai provinsi di Indonesia. Hadir langsung jajaran struktural DPN Inkindo, Leo Hehanusa (Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi), Hengki Benu (Wakil Ketua Wilayah IV Indonesia) dan Gerard Maeloa (Wasekjen Wilayah IV). 10 Ketua DPP juga berkesempatan langsung hadir. H. Hasmudin dan gerbongnya langsung dikukuhkan kembali. Rangkaian Musprov ke–IX DPP

Inkindo NTB ini berakhir dengan ditetapkannya program kerja strategis sampai berakhirnya periode kepengurusan. Diantaranya, yang bersifat internal akan dilanjutkan penguatan kompetensi anggota, serta penguatan organisasi dengan dibentuknya koordinator Inkindo di masing-masing kabupaten/kota di NTB. Pelatihan-pelatihan, uji kompetensi, menambah assessor, seminar-seminar, serta menyiapkan lembaga sertifikasi. Sementara program strategis yang sifatnya eksternal, dilakukan peningkatan kerjasama dengan semua pihak terkait. Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan swasta. Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D mewakili Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul

Majdi yang hadir langsung mengikuti proses awal Musprov juga telah menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat keberadaan Inkindo. Baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran. Musprov IX Inkindo mengambil tema “Bersama Inkindo, Membangun NTB Berkualitas”. Kegiatan awal dilakukan dengan menggelar workshop membahas tentang konstruksi. Ahli gempa, Prof. Sarwidi dihadirkan. Bersama Nurcholis, arsitektur kenamaan yang membahas khusus mengenai konsep bangunan tahan gempa. Musprov ke–IX DPP Inkindo Provinsi NTB terbilang sukses. Bahkan serangkaian kegiatannya sekaligus menjadi rujukan bagi DPP Inkindo lainnya di Indonesia. (bul/*)

H. Hasmudin

Maksimum Kenaikan Harga Sembako Ditolerir 10 Persen

Mataram (Suara NTB) Pemerintah memberikan toleransi kepada pengusaha dengan memberikan batas maksimum menaikkan harga barang-barang kebutuhan pokok sampai 10 persen. Lebih dari itu, siap-siap berhadapan dengan Satgas Pangan. Toleransi kenaikan harga sembako paling tinggi 10 persen ini menjadi jaminan kepada masyarakat, bahwa hingga lebaranpun, harga kebutuhan tak naik signifikan. Karenanya, masyarakat tak perlu panik, kemudian berbalanja dalam jumlah banyak akibat kekhawatiran akan kenaikan harga kebutuhan saat permintaan tinggi (bulan puasa). Itulah yang memicu terjadinya spekulasi pedagang dengan menaikkan harga kebutuhan sebesar-besarnya. “Kalau kebutuhan utama misalnya daging beku, beras, gula pasir dan minyak goreng, sudah ada HET-nya (acuan harga tertinggi). Selain itu, cabe, bawang, biji-bijian, kita masih toleransi kenaikan harga boleh, tapi maksimal sampai 10 persen,” kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih. Senin (30/4) kemarin, ia didampingi Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, beserta tim Satgas Pangan. Termasuk di dalamnya hadir, Perum Bulog Divre NTB, perwakilan Bank Indonesia NTB, Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Provinsi NTB, unsur Polda NTB turun langsung memantau harga barang. Di Pasar Dasan Agung Mataram, Pasar Mandalika Sweta, lalu meninjau gudang penyimpanan beras milik Perum Bulog. Data harga dari para pedagang di pasaran menunjukkan, rata-rata harga sembako mengalami penurunan, atau dapat disimpulkan harga kebutuhan sangat stabil. Daging ayam yang sebelumnya harganya Rp 40.000/Kg turun menjadi Rp 30.000-35.000/Kg. demikian juga cabe rawit harganya yang dari Rp 100.000/Kg turun menjadi Rp 35.000/Kg. sementara daging masih diharga hingga Rp 120.000/Kg, rencananya pemerintah akan memperbanyak stok daging beku agar masyarakat memiliki banyak pilihan. Demikian juga dengan gula

pasir, harga masih menggunakan HET, bahkan ada di bawah harga acuan tertinggi pemerintah ini. Demikian juga untuk minyak goreng. Sementara beras, Bulog memiliki kesediaan sangat melimpah. Karena itulah, dipastikan hargaharga kebutuhan di NTB ini sangat stabil. Kerja-kerja pengawasan yang dilakukan oleh Satgas Pangan dinilai efektif. “Kalau terjadi kenaikan harga, yang wajar saja. Misalnya Rp 1.000 atau Rp 2.000, itu wajar. Tugas pemerintah menjaganya. Kalau pelaku usahanya berani main-main, tinggal lapor aparat. Tugas pemerintah menjaganya,” tegas Lasminingsih. Sudah tak lagi saatnya pengusaha mempermainkan harga. Apalagi pemerintah sudah memonitor seluruh ketersediaan barang. Karenanya, dia meminta agar pelaku usaha tidak menaikkan harga karena melihat situasi. Cara itu dianggap klasik dan tak boleh lagi diberlakukan. Dengan demikian, Lasminingsih meminta kepada masyarakat untuk beribadah (puasa) dengan tenang dan khusuk, tanpa memikirkan kenaikan harga kebutuhan. Pemerintah memberikan jaminannya. “Saya harap untuk puasa dan lebaran tahun ini, ibu-ibu tidak usaha gelisah,” demikian Lasminingsih. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, untuk memastikan stok dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok (bapok) di seluruh wilayah Indonesia, Kementerian Perdagangan turun langsung memantau kesiapan daerah menjelang Ramadhan dan Lebaran 2018. Lasminingsih sekaligus memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) “Stabilisasi Harga dan Stok/Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439 H” Empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional).

(Suara NTB/bul)

PANTAU HARGA - Tim terpadu melakukan pemantauan harga di pasar tradisional di Kota Mataram. Pertama, melalui Penguatan Penerbitan Permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok Permendag 20/2017, harga acuan Permendag 27/ 2017 dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Permendag 57/2017. Kedua, melalui penatalaksanaan, Kemendag melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha, fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha serta penugasan Bulog. ketiga, melakukan pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kementerian Perdagangan berkoordinasi dengan Dinas Provinsi dan

kabupaten/kota setempat serta Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga termasuk menjamin pendistribusian bahan pokok. Pemantauan ini dilakukan ke pasar rakyat, ritel modern, serta gudang Bulog divre setempat dan distributor. Dan keempat, melalui upaya khusus, yaitu penetrasi ke pasar rakyat dan ritel modern dengan mengawal kelancaran pasokan bapok ke pasar pantauan. Hadir dalam rakor ini, seluruh dinas teknis dari provinsi dan kabupaten/kota, stakeholders, termasuk didalamnya para distributor. (bul)

1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Edisi Terbatas 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 modifikator di Bali yang memiliki repMataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 utasi cukup ternama di nasional dan Setelah W 175 sukses menyedot per1234567890123456789012345678901212345678901 internasional. Dalam prosesnya, Duta hatian pasar otomotif sepeda motor, Ka1234567890123456789012345678901212345678901 Intika menjadi penyedia unit Kawasawasaki Duta Intika meluncurkan tiga 1234567890123456789012345678901212345678901 ki W 175 sekaligus quality control tertipe modifikasi motor bergendre retro. 1234567890123456789012345678901212345678901 hadap kualitas produski SG 175 denMeski pemesananpun terbatas. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 gan menjamin after sales motor terseKawasaki Duta Intika sebagai 1234567890123456789012345678901212345678901 but sesuai dengan standar Kawasaki. main dealer Kawasaki Bali Nusa Teng1234567890123456789012345678901212345678901 SG 175 series ini dapat dipesan di gara berkolaborasi dengan Smoked 1234567890123456789012345678901212345678901 seluruh cabang PT. Duta Intika (DenGarage yang merupakan salah satu 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 pasar, Gianyar, Singaraja dan Mataram) modifikator motor ternama di Bali, 1234567890123456789012345678901212345678901 tentu dengan system pre-order. Sebab dengan bangga mempersembahkan 1234567890123456789012345678901212345678901 unit ini diproduksi dalam jumlah yang kepada seluruh pecinta motor, teruta1234567890123456789012345678901212345678901 terbatas. Warna yang ditawarkan sesuai ma untuk motor-motor bergendre ret1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 dengan STNK sekaligus sebagai warna ro, yaitu SG 175 Series. 1234567890123456789012345678901212345678901 baru di line up motor Kawasaki. Kawasaki Duta Intika memperke1234567890123456789012345678901212345678901 SG 175 series ini diciptakan dennalkan SG 175 modifikasi dengan tiga 1234567890123456789012345678901212345678901 gan 3 model, yaitu model Brat Style tipe. Diantaranya, type Brat Style den1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 atau motor yang didesain untuk rider gan 3 pilihan warna, light blue, royal 1234567890123456789012345678901212345678901 dengan jiwa yang dinamis, simple dan green, dan crome. Lalu type Café Racer 1234567890123456789012345678901212345678901 lincah melibas jalan perkotaan, dendengan 1 warna, red wine. Dan type 1234567890123456789012345678901212345678901 gan banderol Rp 45.220.000 hingga Rp Scrambler dengan 1 warna, gun metal. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 45.990.000 (tergantung warna). Tiga type modifikasi SG 175 ini te1234567890123456789012345678901212345678901 Lalu model Café Racer yang di desain lah dilepas untuk dipasarkan di NTB. 1234567890123456789012345678901212345678901 untuk rider yang menyukai kecepatan Ratusan pasang mata rider menyaksi1234567890123456789012345678901212345678901 dan gaya hidup kaum urban. Di banderol kan ketika Kawasaki Duta Intika Ma1234567890123456789012345678901212345678901 Rp 50.110.000. Sementara model Scramtaram memperlihatkannya. Para pe1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 bler, modifikasi bagi para rider penyuka cinta motor retro menyambut suka cita. 1234567890123456789012345678901212345678901 petualangan, tantangan dan bergerak Dheka Utama, General Manager PT. 1234567890123456789012345678901212345678901 tanpa batas di banderol Rp 49.650.000. Duta Intika Bali Nusra, didampingi Nic1234567890123456789012345678901212345678901 “Produk bisa didapat sebulan ko Eigret dari Smoked Garage meminta 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 setelah pemesandibuka penutup ketiga type yang diperke1234567890123456789012345678901212345678901 an. Yang sudah nalkan perdana di Mataram 28 April 1234567890123456789012345678901212345678901 punya W 175, 2018. Motor ini diciptakan se1234567890123456789012345678901212345678901 kalau mau bagai salah satu ben1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 modifikasi tuk apresiasi 1234567890123456789012345678901212345678901 seperti ini, Duta Intika kepa1234567890123456789012345678901212345678901 bisa da penggemar 1234567890123456789012345678901212345678901 langsung motor retro dan 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 mengcustomer Kawasa1234567890123456789012345678901212345678901 hubungi ki pada umumnya, 1234567890123456789012345678901212345678901 Kawasaki yang menginginkan 1234567890123456789012345678901212345678901 Duta penampilan berbeda 1234567890123456789012345678901212345678901 Intika,” saat berkendara. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 SG 175 series bademiki1234567890123456789012345678901212345678901 sicnya adalah motor an 1234567890123456789012345678901212345678901 Kawasaki W 175 yang Dheka 1234567890123456789012345678901212345678901 saat ini merupakan piUtama. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 onir motor bergendre (bul/*) 1234567890123456789012345678901212345678901 modern retro dengan ka1234567890123456789012345678901212345678901 pasitas mesin 175 cc. An1234567890123456789012345678901212345678901 tusiasme yang begitu besar 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 terhadap motor Kawasaki 1234567890123456789012345678901212345678901 W 175 yang mendasari Duta 1234567890123456789012345678901212345678901 Intika untuk menjadikan SG 1234567890123456789012345678901212345678901 175 series sebagai pengem1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 bangan sekaligus warna baru 1234567890123456789012345678901212345678901 di segmen ini. SG 175 series 1234567890123456789012345678901212345678901 dianggap menjawab kebutuhan 1234567890123456789012345678901212345678901 penggila motor modern retro 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 yang menginginkan motor Ka1234567890123456789012345678901212345678901 wasaki W 175 menjadi bagian ga 1234567890123456789012345678901212345678901 tu dari ti dari gaya hidup. salah sa rkenalkan , 1234567890123456789012345678901212345678901 le ty S rait ipe SG 175 series ini di desain 1234567890123456789012345678901212345678901 SAKI - B telah d dan diproduksi oleh Smoked Ga- KAWA G 175 yang . 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 rage yang merupakan salah satu type S aki Duta Intika 1234567890123456789012345678901212345678901 Kawas 1234567890123456789012345678901212345678901

Kawasaki Duta Intika Luncurkan Motor Retro Modifikasi

NTB/ist) (Suara


SUARA NTB Rabu, 2 Mei 2018

SUARA PULAU LOMBOK

(Suara NTB/humasprotokolklu)

TERIMA - Bupati KLU H. Najmul Akhyar menerima penghargaan Pangripta Nasional terbaik kedua nasional dari Pemerintah Pusat di Jakarta, Senin (30/4).

KLU Raih Pangripta Nasional Terbaik Kedua Se-Indonesia Tanjung (Suara NTB) Kiprah Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam pembangunan daerah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Pada momen penghargaan Pembangunan Daerah bertajuk Anugerah Pangripta Nasional (APN) Senin (30/4), Kabupaten Lombok Utara (KLU) meraih predikat juara II dari 416 kabupaten se Indonesia. Dalam rilis yang disampaikan Humas Protokol Setda KLU, penghargaan ini tergolong istimewa mengingat usia KLU baru akan menginjak 10 tahun pada 21 Juli mendatang. Namun pada gelaran penganugerahan penghargaan terhadap daerah yang dinilai berhasil dari sisi pembangunan daerah di Grand Sahid Jaya Jakarta itu, KLU mengalahkan kabupaten lain yang berusia ratusan tahun. Pemberian Anugerah Pangripta Nasional itu diberikan langsung, Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, sebelum membuka Musrenbangnas tahun 2018. Selain Presiden, hadir pula Wakil Presiden RI, Drs. HM. Jusuf Kalla, Menteri PPN/Bappenas, Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, para Kepala Daerah (Gubernur/Bupati), para kepala Bappeda dan tamu undangan lainnya. Pemberian penghargaan diselingi dengan penayangan film dokumenter audiovisual kabupaten dan kepala daerah penerima penghargaan pembangunan daerah. Di mana penghargaan yang diterima didasarkan pada tiga indikator yaitu, perencanaan, pencapaian dan

inovasi yang dilakukan pemerintah daerah yang selaras dengan visi kepemimpinan. Penghargaan APN di level pemerintah provinsi, berturut-turut diraih oleh Pemprov Jawa Timur, Pemprov Sumatera Selatan, dan Pemprov Bali. Di tingkat kabupaten, juara I diraih Kabupaten Tegal, juara II diraih Kabupaten Lombok Utara, dan juara III Kabupaten Banyuwangi. Di level pemerintah kota, penghargaan juara I sampai III diraih masing-masing Kota Palu, Kota Palembang, dan Kota Surakarta. Selain penghargaan P2D, penghargaan khusus juga diberikan kepada Pemprov Jawa Barat terkait Pembangunan Bandar Udara. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro menekankan agar rencana kerja pemerintah diarahkan pada infrastruktur pemerataan pembangunan dan pertumbuhan antar wilayah. “Perencanaan nasional didahului dengan adanya rencana kerja pemerintah dengan implementasi Money Follow Program dengan upaya di segala aspek pada pengurangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan antarwilayah, peningkatan nilai tambah ekonomi dan lapangan kerja,” kata Bambang. Sementara Presiden Jokowi pada kesempatan itu mengamanatkan, agar komoditi pengembangan ekonomi ditopang oleh pesatnya kemajuan teknologi, sehingga potensi produktivitas bisa semakin tinggi. Presiden menjelaskan dalam perkembangan dunia yang begitu pesat, bukan yang besar mengalah-

kan yang kecil, tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat. “Gunakan public, private dan patnership dalam membangun Indonesia yang besar,” pesannya. Sementara, Bupati Lomtyabok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., usai menerima penghargaan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi pembangunan daerah di Lombok Utara. Mulai dari Wakil Bupati, anggota DPRD, pejabat dan staf OPD, elemen NGO, dan seluruh masyarakat Lombok Utara. “Penghargaan ini adalah karunia Allah. Tidak ada cara terbaik untuk mewujudkan rasa syukur kita kecuali dengan bekerja lebih baik lagi untuk kemaslahatan masyarakat Lombok Utara. Kita adalah pelayan dan harus terus bekerja untuk masyarakat,” pesannya. Pada kesempatan yang sangat singkat, Bupati KLU juga mendapat bisikan dari presiden agar . “Bekerja terus Pak Bupati’.” Kalimat dengan 4 kata itu menjadi motivasi tersendiri bagi bupati dalam mengajak pemangku amanah untuk bekerja dan bekerja. Untuk diketahui, penghargaan yang diberikan langsung Presiden Joko Widodo kepada Bupati Lombok Utara, terkait beberpa inovasi seperti gerakan Sapu Bersih Drop Out (Saber DO), Sapu Bersih Gizi Buruk (Saber Gebuk), pencapaian Akta Kelahiran Cepat, dan inovasi BUMDes Mart. Pencapaian penghargaan sebelumnya, diterima bupati, dalam hal kepemimpinan inspirasi daerah. (ari)

Halaman 4


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Rabu, 2 Mei 2018

Halaman 5

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Loteng dengan Harian Suara NTB

DPRD Loteng Sampaikan Rekomendasi Atas LKPJ Kepala Daerah Tahun 2017 Praya (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Senin (30/4), menggelar rapat paripurna istimewa dengan agenda utama penyerahan rekomendasi DPRD Loteng atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah tahun 2017. Rekomendasi ini diserahkan langsung Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi FT, dan diterima Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Loteng, L. Pathul Bahri, S.IP., di Ruang Rapat Utama DPRD Loteng. Rapat Paripurna DPRD Loteng ini sekaligus menandai berakhirnya masa sidang pertama DPRD Loteng dan dimulainya masa sidang kedua

DPRD Loteng tahun 2018. “Kita patut bersyukur, bahwa semua agenda yang telah direncanakan pada masa sidang pertama tahun ini bisa dituntaskan dengan baik. kendati masih banyak hal yang harus diperbaiki,”ujar Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi FT saat, membuka rapat paripurna istimewa. Pihaknya pun berharap, ke depan kinerja DPRD Loteng bisa terus meningkat, sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan daerah ini. Dan, itu tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi semua kalangan DPRD Loteng. Dalam penyampaian rekomendasi DPRD Loteng, Sekre-

taris DPRD Loteng, R Mulyatno Junaidi, mengatakan, banyak hal yang perlu terus ditingkatkan oleh Pemkab Loteng ke depan. Terutama dalam hal peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam hal ini, pemerintah daerah didorong untuk terus lebih maksimal berbuat. Pasalnya, potensi PAD Loteng sangat besar. Sementara realisasinya di lapangan masih belum sesuai harapan. Potensi-potensi pemasukan daerah harus lebih dioptimalkan pengelolaannya, sehingga bisa memberikan pemasukan yang sebesar-besarnya bagi daerah. Dalam hal ini Pemkab Loteng bisa lebih tegas kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada, agar

sungguh-sungguh dalam upaya memenuhi target PAD yang dibebankan. Supaya semua OPD bisa mencapai target PAD yang dibebankan kepadanya. “Banyak OPD yang telah mampu memenuhi target PAD-nya, bahkan sampai tiga kali lipat. Namun masih banyak juga OPD yang belum mampu memenuhi target PAD-nya. Inilah yang perlu untuk terus dipacu. Supaya bisa mengejar SKPD lainnya,” terang Mulyatno. Selain itu, terkait pengelolaan pasar, DPRD Loteng merekomendasikan agar dikembalikan lagi ke OPD dan tidak lagi dikelola oleh kecamatan. Hal itu untuk mengoptimalkan pengelolaan pasar

yang ada sekaligus bisa mendongkrak pemasukan dari sektor retribusi pasar. Kemudian soal pemenuhan jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di daerah ini, Pemkab Loteng diminta agar fokus pada tenaga teknis yang benar-benar dibutuhkan, seperti tenaga kesehatan serta pendidikan. Mengingat, jumlah PNS untuk tenaga kesehatan dan pendidikan masih minim. Bahkan, jumlah ini belum sebanding dengan kebutuhan yang ada. “Banyak hal yang harus diperbaiki. Dan, kami berharap rekomendasi-rekomendasi yang ada tersebut bisa dilaksanakan dengan sebaikbaiknya. Demi kebaikan bersama,” ujar mantan Staf Ahli Bupati Loteng ini. (kir/*)

(Suara NTB/kir)

RAPAT PARIPURNA - Rapat paripurna istimewa dengan agenda penyampaian rekomendasi DPRD Loteng atas LKPJ kepala daerah tahun 2017 yang digelar, Senin (30/4).

Maksimalkan Fungsi Pengawasan

Ratusan Anggota BPD dari 37 Desa di Lobar Dilantik Giri Menang (Suara NTB) Sebanyak 333 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 37 desa di Lombok Barat (Lobar) diambil sumpah dan dilantik di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Senin (30/4). Pengambilan sumpah ratusan anggota BPD ini dihadiri langsung Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar H. Lalu Saswadi disaksikan inspektur pada Inspektorat Lobar H.R. Agus Hidayat dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lobar L Edy Sadikin. Pelaksanaan pengambilan sumpah berjalan lancar dan khidmat, meski sempat diwarnai listrik padam. Dalam arahannya, Pjs Bupati Lobar H. Lalu Saswadi menyatakan tugas BPD identik dengan tugas legislator di DPRD. Karena lembaga ini memiliki kekuatan dalam menyepakati terbentuknya Peraturan Desa (Perdes) sebagai bakal pedoman dalam pelaksanaan pembangunan di desa. Karena itulah, peran BPD ini didorong untuk lebih meningkatkan pengawasan pelaksanaan Dana Desa (DD) di semua desa. BPD juga diharapkan tanggap membantu desa menyelesaikan kendala pencairan DD yang saat ini masih lamban di Lobar. “Selain tugas yang strategis, BPD juga memiliki kekuatan dalam mengambil aspirasi bagi warga desa. Hebatnya juga BPD melakukan penggalian informasi, aspirasi dan mengawasi proses pembangunan di desa,” ujarnya mengingatkan. Sesi pengambilan sumpah janji bagi anggota BPD tidak dilakukan secara menyeluruh bagi personelnya, melainkan diwakili masing-masing pengurus yang beragama Islam, Hindu dan Buddha. Ada lima anggota

(Suara NTB/her)

(Suara NTB/her)

H. M. Zainudin

H. Sarawan Sukadani

yang bersumpah mewakili BPD. Tiga orang mewakili agama Islam dan masing-masing satu orang dari Agama Hindu dan Buddha. Ketua Panitia Pelantikan BPD sekaligus Kepala Desa Saribaye Kecamatan Lingsar H. Sarawan Sukadani menyatakan jumlah anggota BPD yang dilantik (diambil sumpah) sebanyak 333 orang dari 37 desa yang ada di Lobar. BPD yang dilantik termasuk yang habis masa jabatan sesuai SK bervariasi waktunya, ada yang habis per tanggal 30 Maret. Terkait peran dan fungsi BPD agar memaksimalkan kerjasa-

ma BPD untuk percepatan pencairan DD menurutnya hal ini perlu diatur oleh regulasi. Sebab BPD dan kades tidak ada kewenangan di luar desanya. “Ini bagus, namun ini perlu regulasi sebab kewenangan desa dan BPD tidak bisa keluar dari desanya,” terangnya. Hal senada disampaikan panitia lainnya yang juga Kepala Desa Golong, H. M. Zainudin, jika pelantikan anggota BPD ini merupakan hasil koordinasi antara kades dengan BPD dan Pemda Lobar dalam hal ini Dinas PMD. “Alhamdulillah terlaksana dengan lancar, ini berkat dukungan semua pihak,

para kades dan BPD sendiri termasuk Pemda Lobar yang responsif,” ujarnya. Sementara itu Ketua Forum BPD Lobar Tajuddin S.pd menyatakan pelantikan ratusan BPD ini bagus. Hal ini berkat tanggapan dari Pemda dalam hal ini Dinas PMD dalam memfasilitasi pelantikan BPD. Ke depan BPD ini harus maksimal dalam hal pengawasan di desa masing-masing. “Kami mendorong BPD memaksimalkan peran BPD dalam melaksanakan tugas dan fungsi termasuk mengawal DD,” kata Tajuddin. Adapun desa yang dilantik BPDnya adalah, Desa Narmada ,Golong, Buwun Sejati, Gelangsar, Saribaye, Bug Bug, Gegelang, Giri Madie, Pakuan, Pusuk Lestari, Kediri Selatan, Lelede, Giri Tembesi, Ranjok, Labuan Tereng, Jeringgo, Gili Gede, Taman Ayu, Kuranji Dalang, Bagek Polak Barat, Bengkaung, Lembar, Lembar Selatan. Selain itu ada Desa Jembatan Kembar, Jembatan Gantung, Mareje, Sekotong Timur, Jendi Manik, Mekar Sari Gunungsari, Gontoran, Mekar Sari Narmada, Mesanggok, Bukit Tinggi, Mareje Timur, Kuripan Timur, Giri Sasak, Guntur Macan. (her/*)

(Suara NTB/her)

SUMPAH - Pengambilan sumpah anggota BPD oleh Pjs Bupati Lobar H. Lalu Saswadi disaksikan Inspektur R. Agus Hidayat dan Kepala Dinas PMD Lobar L. Edy Sadikin, Senin (30/4).

(Suara NTB/kir)

PENERTIBAN - Suasana penertiban bangunan liar di HPL 28 KEK Mandalika, Senin (30/4). Penertiban sempat diwarnai warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

Membandel, Bangunan Liar di Kawasan Mandalika Ditertibkan

Praya (Suara NTB) Sejumlah bangunan liar yang berdiri di atas lahan HPL 28 di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ditertibkan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan, Senin (30/4). Pasalnya, di atas lahan seluas 1,8 hektar segera akan dibangun hotel dan beberapa fasilitas pariwisata lainnya oleh investor asal Singapura. Penertiban itu sendiri merupakan yang kedua kalinya setelah pada pertenghan Bulan Maret yang lalu, ITDC menertibkan bangunan serta lahan yang diklaim L. Erwin Martakota tersebut. “Bulan lalu, bangunan yang ada di atas lahan ini sudah kita tertibkan. Tetapi warga kembali membangun di atas lahan ini. Sehingga kita tertibkan lagi,” tegas General Affair KEK Mandalika ITDC, I Gusti Lanang Bratasuda, kepada wartawan di kantornya. Ia menjelaskan, lahan tersebut sudah dikerjasamakan dengan investor asal Singapura. Investor ini akan membangun hotel dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Untuk itu, sebelum dibangun, lahannya harus ditertibkan dulu dari bangunan liar yang ada di dalamnya. Informasi yang diperoleh Suara NTB menyebutkan, penertiban dilakukan di bawah

pengawalan ketat ratusan personel kepolisian dibantu Satpol PP dan security KEK Mandalika. Apalagi di lapangan, beredar informasi kalau akan ada penghadangan oleh pihak warga yang mengklaim lahan. Penertiban dimulai sekitar 11.00 wita. Meski sempat ada penghadangan, sejumlah bangunan seperti warung serta berugak akhirnya berhasil dirobohkan petugas. Adanya klaim atas lahan tersebut, Bratasuta mempersilakan warga melakukan gugatan jika merasa punya alat bukti yang kuat atas kepemilikan lahan tersebut. Dan, pihaknya siapa akan menghormati apapun keputusan hukum nantinya. Dikatakannya, pihaknya ITDC dalam hal ini hanya sebagai penerima pelimpahan atas lahan KEK Mandalika. Termasuk lahan di HPL 28 dari pemerintah pusat. Saat pelimpahan, khusus untuk lahan HPL 28 sudah dinyatakan clear.

Artinya, lahan tersebut sudah tidak ada masalah. Di mana lahan tersebut sudah dijual oleh pihak ahli waris kepada LTDC pada tahun 1990an silam, selaku pengelola lahan sebelumnya. Dan, itu dibuktikan dengan adanya surat pengalihan aset dari pemilik lahan sebelumnya kepada LTDC diperkuat lagi dengan keluarnya HPL dari BPN. “Katanya warga punya alat bukti yang kuat atas lahan tersebut. Mari kita buktikan melalui proses hukum,” tantangnya. Kenapa tidak ITDC yang melayangkan gugatan? Bratasuta menjelaskan secara hukum, siapa yang mengklaim, maka itulah yang harus membuktikan dengan cara melayangkan gugatan. Sementara ITDC dalam hal ini posisinya bukan sebagai pengklaim, karena punya alat bukti serta dokumen pendukung, bahwa lahan tersebut sah dikelola oleh ITDC. (kir)

Tingkatkan Kinerja Wakil Rakyat

BK DPRD Lobar Optimalkan Tugas dan Fungsi Tegakkan Kode Etik Giri Menang (Suara NTB) Badan Kehormatan (BK) DPRD Lombok Barat (Lobar) berupaya mengoptimalkan tugas dan fungsinya dalam hal pengawasan untuk menegakkan kode etik. Pelan tapi pasti, alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap tersebut telah melakukan beberapa penanganan dan fasilitasi permasalahan anggota. Beberapa di antaranya telah berhasil diselesaikan. Salah satu persoalan yang tengah ditangani menyangkut permasalahan wakil ketua DPRD yang sudah dikonsultasikan ke pusat. Kepada wartawan, Senin (30/ 4) Ketua BK DPRD Lobar H. Ruslan menyatakan, sesuai tugas dan fungsinya BK melakukan pengawasan internal terhadap DPRD. Pengawasan ini untuk menegakkan kode etik guna meningkatkan kinerja DPRD. “Kami berupaya memaksimalkan tugas dan fungsi untuk mendorong peningkatan kinerja DPRD,” katanya. Ketua DPC PPP Lobar ini menegaskan dalam hal melaksanakan tugas dan fungsi tersebut BK sudah menerima sejumlah aduan terkait persoalan yang menimpa anggota DPRD. Sejauh

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

Ketua BK DPRD H. Ruslan

Wakil Ketua H. Jamhur

Anggota Suhaimi

Anggota Bakti Jaya

Anggota Suhaili

ini tiga aduan telah diterima BK, dua di antaranya sudah selesai ditindaklanjuti. Sedangkan satu aduan baru-baru ini diterima menyangkut laporan staf DPRD. Lebih jauh dikatakan politisi senior ini, beberapa persoalan yang diadukan menyangkut masalah pribadi. Selain itu pihaknya menfasilitasi penyelesaian persoalan kerugian negara yang masih ada di beberapa anggota DPRD. Baru-baru ini pihakn-

ya juga menerima aduan dari staf Sekretariat DPRD yang melapor salah seorang pimpinan DPRD. Dalam surat aduan tersebut, staf DPRD melaporkan oknum pimpinan dewan, karena merasa keberatan akibat dibentak dan dimarahi saat ada rapat bersama sekwan dan para Kabag. Atas dasar inilah para Kabag termasuk sekwan ikut menandatangani surat aduan ke BK tersebut. Hal yang dipermasalahkan

oknum pimpinan dewan menyangkut persoalan anggaran kunjungan kerja (kunker) beberapa waktu lalu. Lantaran terlambat diberikan anggaran kunkernya, menyebabkan oknum pimpinan ini memarahi staf Sekretariat DPRD. Menindaklanjutinya aduan ini, pihak BK sudah memanggil pelapor dan para pihak yang ikut menandatangani surat laporan. Pihaknya meminta klarifikasi lebih dulu ke para pihak

terkait sebelum memanggil pihak yang dilaporkan. “Kita juga akan panggil pihak yang diadukan,” tegasnya. Setelah memanggil para pihak terkait, barulah pihaknya melakukan konsultasi ke Jakarta untuk mengambil keputusan apakah aduan ini bisa memenuhi unsur untuk dilanjutkan atau tidak. Sehingga bisa dipastikan bentuk sanksi yang diberikan, apakah bentuknya sekedar teguran atau

sanksi lain. Saat ini hasil konsultasi masih dalam pengkajian. Ia menambahkan sebelumnya pihaknya telah menyelesaikan aduan dari warga yang melaporkan oknum dewan. Persoalan ini pun berhasil diselesaikan oleh pihak yang diadukan dengan yang mengadukan. Kedua belah pihak jelasnya diselesaikan secara damai. Dalam hal menyelesaikan masalah aduan

ini pihaknya berhati-hati, karena jangan sampai membuat anggota lain merasa tersinggung. “Kita tetap tindaklanjuti kalau ada aduan, tapi kami tetap berhati-hati,”tegasnya. Langkah penanganan yang dilakukan BK jelasnya cukup efektif untuk menekan pelanggaran yang dilakukan Dewan. Ia berharap agar BK tak dipandang sebelah mata sebab BK juga selaku alat kelengkapan DPRD yang memilki tugas dan fungsi yang jelas. Selain menangani aduan, BK juga telah melakukan fasilitasi penyelesaian tunggakan kerugian negara yang masih ada di beberapa dewan. Pihak BK sudah bersurat langsung ke masing-masing parpol untuk meminta anggotanya menyelesaikan tunggakan. “Hasilnya banyak anggota yang menyelesaikan, inilah peran kita juga,”ujar Ruslan. Ruslan menambahkan, kinerja BK lebih diarahkan untuk dapat meningkatkan kedispilanan anggota untuk menjaga marwah anggota DPRD sebagai wakil rakyat. Selain itu BK terus mendorong agar DPRD terus produktif. (her/*)


SUARA NTB Rabu, 2 Mei 2018

SUARA PULAU SUMBAWA

Bupati dan DPRD Sumbawa Minta Kasus Panah Dituntaskan Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc. meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden panah di beberapa tempat di kota Sumbawa Besar baru baru ini. Hal itu disampaikan Bupati ketika memimpin Rakor Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di ruang rapat Bupati, Senin (30/4). Bupati mengungkapkan, peristiwa panah tersebut mendapat perhatian begitu luas di tengah masyarakat. Bahkan sempat viral di beberapa media sosial. Karena itu, Bupati minta kepada aparat terkait agar dapat menelusuri dan menangani masalah ini secara serius, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Bupati minta kepada aparat penegak hukum agar mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang terlibat dalam masalah tersebut, tanpa pandang bulu. Bupati tidak ingin kondusifitas daerah terganggu oleh insiden atau ulah oknumoknum yang tidak bertanggung jawab. Terlebih lagi pada tahuntahun menghadapi Pilkada, Pileg, maupun Pilpres 2019. Bupati menyadari bahwa situasi politik dalam proses Pilkada maupun menjelang Pileg dan Pilpres 2019 bisa saja dimanfaatkan oleh oknum-

uknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuat situasi daerah menjadi tidak kondusif. Karenanya, ia minta kepada seluruh camat agar tetap berkoordinasi dengan Kapolsek, Danramil, dan Kepala Desa untuk mengantisipasi berbagai hal yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas, seperti munculnya aliran aliran radikal, dan sebagainya. Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Lalu Budi Suryata, SP mengatakan, ketika mendapat informasi insiden panah tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kapolres Sumbawa dan meminta untuk segera mengambil tindakan guna mengantisipasi terjadinya aksi berikutnya. Bahkan, pihaknya meminta agar memberikan tindakan tegas kepada pelaku insiden panah, sehingga kejadian yang meresahkan masyarakat tersebut tidak terulang kembali. Lalu Budi juga men-

yarankan kepada Bupati agar menginstruksikan kepada seluruh Camat dan Kepala Desa untuk mengaktifkan kembali fungsi Siskamling (Sistim Keamanan Lingkungan) di wilayah masing-masing. Sebelumnya, Kapolres Sumbawa diwakili Kabag Ops, Kompol Jamaluddin menjelaskan, sejak menerima laporan, pihak Polres langsung menyikapi insiden panah tersebut dan baru dapat mengungkap dua kasus dari beberapa kasus yang dilaporkan. Pihaknya tetap berkoordinasi dengan TNI maupun Pol PP untuk mengungkap dan menuntaskan insiden panah yang sempat meresahkan masyarakat. Kapolres minta kepada semua pihak untuk bekerjasama dengan jajaran kepolisian dalam mengungkap kasus yang terjadi. Sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Seperti diberitakan Suara NTB sebelumnya, sejauh ini polisi terus beergerak mengamankan sejumlah orang, baik pembuat panah, maupun terduga pelaku terkait kasus pemanah mesterisus di Sumbawa yang belakangan ini meresahkan warga. (arn)

Halaman 6

Kerjasama Bidang Pembinaan SD Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB

(Suara NTB/dok) (Suara NTB/dok)

DIDAMPINGI - Pembagian soal kepada UPT masing-masing didampingi pihak kepolisian.

FOTO BERSAMA - Foto bersama Kabid Pembinaan SD didampingi Kasi Kurikulum SD dan sejumlah tim pelaksana ujian usai pendistribusian soal ujian.

Soal Didistribusikan, 8.478 Siswa SD Ikuti USBN di Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak 8.478 siswa di 396 SD/MI di Kabupaten Sumbawa akan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Guna pelaksanaanya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat mendistribusikan soal pada Selasa (1/5) kemarin. Pendistribusiannya melalui UPT masing-masing didampingi oleh pihak kepolisian. Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Irine Silviani, S.P., MM, yang didampingi Kasi Kurikulum SD, Junaidi, S.Pd., M.Pd kepada Suara NTB mengakui sejauh ini pendistribusian soal tidak ada kendala.

Pihaknya sudah menyerahkan soal ke masing-masing KUPT didampingi pihak kepolisian. Soal ujian akan dititipkan di masing-masing polsek, dan khusus Kecamatan Sumbawa dititipkan di Polres. Nantinya soal akan diambil setelah pelaksanaan ujian dimulai. “Untuk pendistribusiannya sejauh ini tidak ada kendala. Kita harapkan kegiatan lancar sampai pelaksanaan ujian nanti,” ujarnya. Dijelaskannya, USBN SD dilaksanakan selama tiga hari dimulai tanggal 3 sampai 5 Mei mendatang. Dengan mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

(IPA). Kemudian juga disediakan waktu untuk ujian susulan yakni mulai tanggal 7,8 dan 9 Mei. Adapun jumlah peserta ujian tahun ini sebanyak 8.478 dan pelaksananya ada 396 SD/MI. Pihaknya sudah mengkomunikasikan dan berkoordinasi dengan UPT masing-masing tentang proses pelaksanaan ujian. Pihaknya juga sudah membagi juknis dari jauh-jauh hari untuk persiapan ujian. “Pelaksana sudah siap melaksanakan ujian. Jauh-jauh hari kami juga sudah mengkomunikasikan dan berkoordinasi dengan UPT masing-masing tentang persiapan dan proses pelaksanaan,” terangnya. Sebelum pendistribusian

soal, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada UPT untuk tetap melakukan komunikasi dan koordinasi ketika ada kendala nantinya. Baik ke tim pelaksana ujian yang ada di kecamatan ataupun kabupaten, supaya dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Pihaknya berharap ujian dapat berjalan dengan lancar dan sukses tanpa adanya kendala di lapangan. Selain itu, juga diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti proses ujian hingga hari akhir. “Kami berharap tidak ada kendala dan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Kami juga berharap pelaksanaan ujian tetap mengedepankan kejujuran dan prestasi,” pungkasnya. (ind/arn/*)

Kerjasama Dinas Pertenian Perkebunan dan Peternakan KSB dengan Harian Suara NTB

Daya Serap Pupuk Petani Tinggi, DPPP KSB akan Usulkan Tambahan Kuota (Suara NTB/ils)

RUSAK - Kondisi terkini pabrik pupuk organik di Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano yang rusak meski telah menelan anggaran besar.

Belum Ada Kejelasan, Pabrik Pupuk di Desa Poto Tano Rusak Berat Taliwang (Suara NTB) Keberadaan pabrik pupuk organik desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano hingga kini masih belum ada kejelasan. Pabrik yang pembangunannya menghabiskan dana APBN sekitar Rp1,3 miliar tersebut belum bisa digunakan sejak awal pembangunannya karena rusak. Pemerintah Kabupaten juga sempat menggelontorkan anggaran sekitar Rp1,1 miliar dari APBD tahun 2012, tetapi hasilnya masih nihil dan bangunannya juga tetap mangkrak. Pantauan Suara NTB menggambarkan, saat ini kondisi atap bangunan tersebut sudah mulai terlihat ambruk. Selain atap gedung, rumput liar juga terlihat tumbuh dengan subur di lokasi gedung tersebut. Hal ini mengindikasikan tidak adanya aktifitas pemeliharaan yang dilakukan di gedung miliaran rupiah tersebut. Akses menuju ke bangunan ini juga sangat sulit dan beberapa, ruas jalan yang terbangun juga sangat tidak layak. Bahkan informasinya di tahun ini (2018) gedung tersebut kembali akan mendapatkan kucuran anggaran dari APBN sekitar Rp650 juta dan APBD di tahun 2019 sekitar Rp500 juta. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan UMKM (Diskoperindag) Ir. Amin Sudiono MM, kepada Suara NTB belum lama ini, tidak menampik kondisi terkini dari bangunan gedung tersebut. Hanya saja sampai dengan saat ini pihaknya masih kesulitan untuk malakukan intervensi anggaran. Hal tersebut terjadi karena bangunan dan aset yang berada di gedung tersebut belum dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten. Meskipun ada informasi terkait rencana perbaikan alat di gedung tersebut, tetapi hingga kini masih belum ada kejelasan. Sehingga pihaknya mengindikasikan bangunan ini masih akan mangkrak hingga tahun 2019 mendatang. “Kita sudah dijanjikan di tahun 2019 gedung tersebut akan mendapatkan anggaran sekitar Rp650 juta tetapi hingga saat ini belum bisa finalkan,” ungkapnya. Dikatakannya, dengan anggaran yang dijanjikan tersebut (Rp650 juta) pihak terkait sangat berharap gedung ini bisa beroperasi. Karena hasil pertemuan terakhir, bahwa tidak hanya perbaikan terhadap gedung tersebut, melainkan pelatihan

terhadap pengelolaanya juga akan dilakukan. Sehingga ketika pabrik ini benar-benar beroperasi membawa manfaat bagi masyarakat setempat. Sementara untuk sarana penunjang lainnya berupa truk pengangkut bahan baku, pihak terkait juga akan mencoba mengusulkan di APBD tahun 2019. Hal ini dilakukan supaya pabrik ini benarbenar bisa beroperasi dengan baik dan lancar. Bahkan anggaran yang akan disiapkan nanti ditaksir sekitar Rp500 juta. “Hal yang paling utama adalah pabrik ini bisa beroperasi dulu dengan baik karena itu tanggung jawab dari Kementerian terkait. Jika sudah bisa beroperasi dengan baik baru kita akan maksimalkan lagi,” tukasnya. Ia menambahkan, dengan beroperasinya pabrik ini, maka

ketersediaan pupuk di KSB akan tercukupi dengan baik. Belum lagi ketersediaan pupuk organik dianggap masih langkah, sehingga masyarakat lebih memilih pupuk non organik. Jika pabrik ini bisa beroperasi dengan maksimal, mimpi besar daerah ini bisa menjadi lokasi produksi pupuk organik terbesar di NTB. Tetapi karena masih belum beroperasi secara maksimal, minimal bisa difungsikan lebih dulu itu jauh lebih baik daripada tetap mangkrak seperti sekarang ini. “Kita punya mimpi besar dengan Pabrik pupuk yang ada saat ini. Tetapi untuk sementara ini kita minta bisa jalan dulu itu lebih baik daripada menjadi bangunan mangkrak,” tandasnya. (ils)

Daya serap pupuk petani di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada tahun 2018 ini terhitung cukup tinggi. Buktinya, hingga akhir April 2018, pemakaian terhadap 3 dari 4 jenis pupuk subsidi oleh petani rata-rata di atas 35 persen. BERDASARKAN data Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP) KSB, persentase pemakian pupuk tertinggi di tingkat petani terjadi pada pupuk jenis ZA, yakni sebesar 64,17 persen atau 82,15 ton dari total kuota berdasarkan Rencana Detail Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 128,1 ton. Berikutnya pupuk jenis NPK pemakaiannya telah mencapai 42,57 persen atau 354 ton dari total kuota 830,82 ton dan ketiga pupuk jenis Urea sebesar 35,90 persen atau 1.845,25 ton dari total kuota RDKK 5.140,53 ton. Sementara paling sedikit serapannya pupuk jenis SP-36 sebanyak 14,22 persen atau 14,4 ton dari total alokasi 79,79 ton. Kabid Tanaman Pangan, DPPP KSB, Saiful Ulum mengatakan, tingginya serapan pupuk di tingkat petani itu dikarenakan luasan lahan tanam yang diusahakan pet-

ani mengalami peningkatan. Sejak musim tanam Oktober - Maret (Okmar) jumlah lahan untuk tanaman padi yang ditanami petani selalu melebihi target, termasuk juga pada musim tanam periode April - September (Asep) tahun 2018 ini. “Jadi di musim yang sama pada tahun lalu, jumlah lahan yang ditanami lebih banyak tahun ini,” jelasnya. Demikian pula dengan petani yang mengusahakan tanaman jagung. Dijelaskan, Saiful jumlahnya juga mengalami peningkatan ckup signifikan. Dalam dua tahun terakhir luasan lahan yang ditanami jagung oleh petani terus bertambah terutama di kecamatan Poto Tano dan Sekongkang. “Petani jagung kita ini juga butuh pupuk. Dan hal inilah yang kemudian turut mendorong meningkatnya daya serap pupuk kita di awal tahun ini,” sebutnya. Melihat tingginya daya

serap pupuk oleh petani itu, DPPP KSB pun berencana akan mengajukan kuota tambahan ke Kementerian Pertanian (Kementan). Dijelaskan Saiful, dari sisi RDKK setiap tahunnya kebutuhan pupuk petani KSB tidak pernah dapat terpenuhi berdasarkan kuota yang ditetapkan oleh pusat. Karena itu sejak tahun 2017 lalu, Pemda KSB di pertengahan tahun mulai mengusulkan kuota tambahan. “Alhamdulillah tahun lalu usulan tambahan kita diterima. Karena memang untuk semua jenis pupuk subsidi yang kita terima tidak ada yang sesuai dengan RDKK yang kita usulkan,” sebut Saiful. Adapun jumlah tambahan pupuk subsidi yang akan diusulkan oleh DPPP KSB, yakni sekitar 2.000 ton. Diungkapkan Saiful, pihaknya akan banyak meminta tambahan untuk jenis pupuk Urea dan NPK karena untuk dua jenis pupuk inilah yang paling banyak dibutuhkan oleh petani. “Mudahmudahan usulan kita ini diterima oleh pusat dan bisa segera didistribusikan,” harapnya. Selanjutnya ia menyampaikan, kebutuhan pupuk pet-

(Suara NTB/bug)

Saiful Ulum ani tidak saja tersedia dari program pupuk subsidi pemerintah pusat. Pemda KSB sendiri punya program berupa Bariri Pertanian di mana di dalam program tersebut, Pemda turut menyalurkan pupuk bantuan kepada petani. “Tapi program ini kan terbatas jumlah penerimanya. Makanya kita sangat berharap ke depan RDKK yang kita ajukan bisa disetujui besarannya oleh pusat,” pungkasnya. (bug/*)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Rabu, 2 Mei 2018

Halaman 7

Peladen Jarkomdat Kembali Aktif

Sekda Janjikan Lantik Mantan Pejabat Dukcapil Rabu

Dompu (Suara NTB) – Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Dompu menjanjikan akan melantik 5 orang mantan pejabat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) paling lambat, Rabu (2/5) pada jabatan setingkat. Janji pelantikan ini membuat Ditjen Kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) RI mengaktifkan peladen Jarkomdat atau peladen untuk pelayanan data kependudukan di Dinas Dukcapil Dompu. Hal itu diakui Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Dompu, Drs A Najib kepada Suara NTB di Dompu, Senin (30/4) kemarin. Dikatakannya, pada Senin pagi dirinya bersama kepala Dinas Dukcapil kembali menghadap Sekda Dompu, H Agus Bukhari, SH, M.Si yang kebetulah sedang membahas pemutusan peladen bersama pihak BKDPSD Kabupaten Dompu dan jajaran

Bagian Hukum Setda Dompu. Dari pertemuan itu, pihaknya langsung menghubungi Dirjen Kependudukan Kemdagri, karena sedang memimpin rapat sehingga tidak bisa berkomunikasi langsung. Tapi melalui nomor Dirjen, di-SMS untuk meminta agar peladen Jarkomdat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Dompu. “Kepada Dirjen, pak Sekda

Sejumlah Desa di Bima Belum Selesaikan APBDes Bima (Suara NTB) – Memasuki bulan ke lima pada tahun 2018 ini, ternyata masih ada desa di Kabupaten Bima yang belum menyelesaikan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin, M.M, mengakui dari 191 desa, (Suara NTB/uki) masih ada sejumlah desa Sirajuddin yang belum menyerahkan dokumen APBDes ke pihaknya. “Masih ada yang belum menyerahkan. Tapi jumlahnya saya tidak ingat,” katanya kepada Suara NTB, Selasa (1/5). Sirajuddin mengatakan, jika sejumlah desa belum menyelesaikan dan menyerahkan dokumen APBDes tersebut, dipastikan anggaran Dana Desa tidak akan dicairkan. Baik bersumber dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. “Resikonya tidak bisa dicairkan karena salahsatu syarat penyalurannya belum diselesaikan,” katanya. Apa kendalanya ? Sirajuddin mengaku tidak mengetahui secara secara detail penyebabnya. Sebab yang mengetahui dan memahami teknis persoalan itu adalah Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa setempat. “Kami di Dinas hanya menunggu laporannya saja,” katanya. Walaupun demikian pihaknya akan terus mendorong Pemerintah Desa tersebut agar segera menyelesaikan APBDes. Mengingat waktu pengerjaan anggaran sudah berjalan hampir setengah tahun. “Tetap kita dorong terus. Karena imbasnya akan merugikan masyarakat di desa setempat,” pungkasnya. (uki)

Hari Buruh

Tak Kerja, Anak dan Istri Tak Bisa Makan Kota Bima (Suara NTB) – Tanggal 1 Mei atau yang lebih dikenal May Day. Diperingati sebagai hari buruh Internasional. Di Indonesia sendiri Pemerintah sudah menetapkan hari tersebut sebagai hari libur nasional. Meski begitu, rupanya peringatan May Day tidak banyak diketahui, terutama para buruh kasar yang berada di Pelabuhan Bima. Momentum May Day dipilih untuk tetap bekerja, di tengah orang lain berlibur dan berkumpul bersama keluarga di rumah. Sekretaris Mandor Buruh Pelabuhan Bima, Sukardin mengaku dominan yang memperingati hari buruh adalah para aktivis dan mahasiswa. Sementara pihaknya hanya focus bekerja, sehingga tidak ada yang spesial dalam May Day. “Sama sekali tidak kami tahu kalau Selasa,(1/5) hari ini adalah hari libur para buruh. Bagi kami tiada hari tanpa bekerja dan itu yang terpenting. Karena tak kerja, anak dan istri kami tak bisa makan,” katanya kepada Suara NTB. Sukardin mengatakan peringatan May Day tersebut juga tidak akan mengubah arah kebijakan pemerintah terhadap nasib mereka. Karena kondisi tersebut masih tetap berlangsung dalam puluhan tahun terakhir ini. Ia menilai keberadaan buruh selama ini masih dikesampingkan atau dianaktirikan oleh Pemerintah. Karena yang lebih menonjol dalam prioritas pemerintah lebih peningkatan sektor Pertanian dan Pendidikan. “Percuma juga kami memperingati hari kebesaran yang katanya untuk buruh ini kalaupun tidak memberikan pengaruh terhadap nasib kami,” katanya. Sukardin menyebutkan keberadan buruh kasar di Pelabuhan Bima juga masih liar. Tercatat dari seribuan lebih jumlahnya yang ada hanya sebagian kecil yang mampu terorganisir dengan baik. “Di Pelabuhan Bima sudah ada organisasi buruh sebenarnya. Tapi belum mampu mengorganisir karena jumlahnya sudah terlalu banyak,” ujarnya. Menurut Sukardin, jumlah yang besar tersebut juga mempengaruhi pada penghasilan buruh setiap hari. Perharinya hanya bisa menutupi kebutuhan dalam sehari. Bahkan hasilnya tidak ada sama sekali. “Meskipun penghasilan tidak dibagi-bagi dan hanya untuk pribadi secara utuh. Namun hasilnya tetap dirasa tidak cukup, karena banyaknya jumlah buruh,” katanya. Oleh karena itu, pada momentum May Day, mewakili buruh di Pelabuhan Bima, Sukardin berharap nasib buruh tetap diperhatikan. Misalnya diberikan tunjangan seperti BPJS dan dana simpan pinjam. Walaupun tidak besar seperti seperti PNS. “Yang kami harapkan adalah tunjangan untuk hari tua,” harapnya. (uki)

(Suara NTB/Uki)

TAWARKAN JASA - Buruh di Pelabuhan Bima yang hendak menawarkan jasanya kepada pelanggan, Selasa (1/5).

janjikan akan melantik 5 orang pejabat itu paling lambat hari Rabu (2/5),” kata Drs. Abdul Najib. Kelima mantan pejabat di Dinas Dukcapil Kabupaten Dompu ini sudah ada SK pengangkatannya yaitu Afifuddin menjadi Kepala bidang di Dinas Kominfo, H Mahrif, S.Sos menjadi kepala bidang di Bakesbang Poldagri, dan Drs M Rafii menjadi kepala bidang

di Dinas Koperasi dan UKM. Dua orang pejabat pengawas (eselon IV) yaitu Patnawati menjadi Kepala Seksi dai Dinas Kominfo, dan Abdurrahman, S.Sos menjadi kasi pemerintahan di Camat Pajo. “Sudah ada SK-nya, tinggal SK pelantikan saja yang belum. Mereka juga sudah melapor diri di dinas tempat mereka akan bertugas, tapi kan belum berlaku sebelum ada proses pelantikan,” ungkapnya. Selain itu, Drs. A. Najib juga mengungkapkan, alasan kebutuhan dokumen kependudukan bagi lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan serta kepentingan pemilihan menjelang pemilihan Gubernur 2018 sangat diperhatikan Dirjen sehingga

peladennya diaktifkan. Kendati peladen Jarkomdat atau peladen untuk pelayanan data kependudukan diputus, Drs A Najib mengaku, pihaknya tetap membuka layanan registrasi. Data ini akan langsung terkoneksi dengan peladen Jarkomdat ketika peladen aktif. Hanya saja, pihaknya tidak bisa mencetak dan melakukan perubahan data kependudukan. “Selama ini kami tetap lakukan registrasi,” jelasnya. Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos yang dihubungi kembali terkait rencananya yang akan menghadap Ditjen Kependudukan di Kemendagri, Senin siang mengaku sedang berada di Jakarta bersam anggota Komisi 3 DPRD Dompu,

M Iksan, S.Sos serta Kabag Hukum dan Protokol Setwan, M Nukman, SH. “Kita sedang ada di Jakarta. Kita mau ke sana (Kemdagri). Kita belum ada janji, tapi langsung saja seruduk,” ungkap Yuliadin. Ia pun mengungkapkan, perlunya persamaan persepsi antara pemerintah daerah (Pemda) dengan Kemendagri terkait garis koordinasi Dinas Dukcapil. Hal ini diperlukan untuk menghindari terulangnya kasus serupa dimasa akan datang, terlebih kasus di Dompu merupakan kasus kedua (pemutusan peladen). “Karena yang berkepentingan tentang data kependudukan dan catatan sipil ini, bukan rakyat (yang paling butuh), tapi pemerintah. Itu poin

(Suara NTB/ula)

Yuliadin pentingnya. Karena tampa itu, pemerintah akan kehilangan arah dalam menata program pembangunan di seluruh bidang,” jelas Yuliadin. (ula)

SPDN PPI Soroadu Diduga Bermasalah Dompu (Suara NTB) – Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) Pangkalan Pedaratan Ikan (PPI) di Dusun Soroadu Desa Jambu diduga bermasalah. SPDN itu tak pernah berfungsi sejak dibangun tahun 2012 lalu. Kabarnya, kontraktor tiba-tiba minggat sebelum pengerjaan proyek di atas lahan seluas sekitar 1 Ha ini selesai. Diduga akibat sengketa lahan Hkm tempat pembangunan SPDN. Nelayan setempat, Muhtar Arahman kepada Suara NTB mengaku, tak mengetahui pasti penyebab tidak difungsikannya SPDN untuk nelayan PPI Soroadu ini. Ia hanya tahu SPDN tersebut dihajatkan untuk puluhan nelayan agar mudah memperoleh bahan bakar solar untuk keperluan melaut. Tetapi sayangnya, hingga saat ini nelayan belum memperoleh manfaatkan sedikit pun. Mereka masih harus membeli solar ke SPBU yang ada dipusat Kota Dompu bahkan ke wilayah Bima dan Sumbawa. “SPDN ini memang sangat kami butuhkan, tapi karena tidak berfungsi kita beli solarnya masih ke Bima, di pom Dompu kadang juga ke Sumbawa,” kata dia disela menyiapkan keperluan melautnya, Sabtu (28/4). Bangunan SPDN di atas lahan seluas sekitar 1 Ha itu kondisinya cukup memprihatinkan, tangki penampung solar dan area pengisian kini ditumbuhi semak belukar. Pun, platfon kantor untuk pengelola banyak yang rusak. SPDN ini bejarak sekitar 50 M dengan bibir pantai Velo Janga dan dikelilingi bangunan PPI yang juga kondisinya tak kalah memprihatinkan. Proyek SPDN itu, lanjut Muhtar Arahman merupakan kerjasama pemerintah daerah Kabupaten Dompu melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) setempat dengan salah satu koperasi di wilayah itu. Tanpa ada kejelasan bangunan SPDN tiba-tiba dibiarkan begitu saja. Warga lainnya, Dayat yang dikonfirmasi soal kejelasan bangunan tersebut juga mengaku tidak mengetahuinya secara rinci, termasuk tahun pembangunannya. Yang pasti proyek SPDN itu menurutnya bermasalah. Bahkan SPDN tersebut belum waktunya difungsikan karena pembangunannya saja belum dirampungkan. “Mana mau difungsikan orang pekerjaannya saja belum selesai, lihat saja tangkitangkinya mana pompa-pompanya nggak ada,” ujarnya. Beberapa alat seperti pompa yang dipasang juga tak lagi ada ditempat karena sudah pindah tangan ke pihak lain. Pun sebelum akhirnya bangunan SPDN ditinggal begitu saja salah seorang pekerja bangunan diwilayah itu mengeluh karena tidak dibayar gajinya oleh kontaraktor. “Pembangunannya itu pas kepala perikanan pak Syarif,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Dompu, Wahidin, M. Si., dikonfimasi Suara NTB di ruang kerjanya, Senin (30/ 4) kemarin mengakui adanya SPDN di Dusun Soroadu tersebut, hanya memang SPDN yang dibangun tahun 2012 itu tidak sempat dimanfaatkan karena banyaknya persoalan. Salah satunya, berkaitan dengan lahan tempat pembangunan SPDN yang diklaim salah seorang anggota LSM berada dalam kawasan Hkm. Dan itu dibuktikan dengan izin pengelolaan dari Kementerian Kehutanan, sehingga proyeknya langsung dihentikan. SPDN bantuan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) yang tindak diketahui nilai anggarannya itu dikelola pihaknya melalui Bidang Pesisir dan Tangkap yang saat itu kepala bidangnya dijabat Edi Susilo. “Masalah yang dihadapi itu setahunya saya kaitan dengan tanah lokasi tempat pembangunan, tanah itu kan diklaim oleh Faruk LSM katanya dia punya izin dari Kementerian Kehutanan, jadi masuk wilayah hutan kemasyarakatan, sehingga pada saat itu dihentikan kegiatannya,” jelas dia. Pembangunan SPDN tersebut bisa dilakukan sampai mendekati tahap penyelesaian karena awalnya sudah melalui kesepakatan dengan pihak pengelola Hkm. Akan tetapi, di tengah perjalanan justru muncul klaim sehingga proyeknya tak bisa dilanjutkan. Pembangunan SPDN PPI Soroadu diakui sangat dibutuhkan para nelayan, targetnya akan melayani ribua nelayan yang beroperasi disepanjang peairan Teluk Cempi. Namun karena persoalan itu pihaknya tak bisa berbuat banyak, dan rencananya dalam waktu pihaknya akan mengkoordinasikan persoalan ini dengan Dinas Kehutanan setempat. “Nanti akan kami tanyakan lagi, bisa ndak itu diselesaikan,” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/jun)

BERMASALAH – Bangunan SPDN PPI Soroadu diduga bermasalah kini dipenuhi semak belukar. Bangunan SPDN belum rampung dilakukan karena persoalan lahan Hkm tempat pembangunannya, Sabtu (28/4).


SUARA NTB Rabu, 2 Mei 2018

POLHUKAM

Halaman 8

Lombok Siap Gelar MNEK 2018 PPKNI Bina Perempuan Korban Narkoba Mataram (Suara NTB) Persaudaraan Perempuan Korban Napza Indonesia (PPKNI) Kota Mataram di bawah organisasi AKSI NTB sudah resmi berdiri. Perempuan korban narkoba kini punya wadah untuk bersama-sama pulih dari kecanduan. Mereka saling membantu dalam rehabilitasi narkoba serta peningkatan kapasitas dan kualitas diri. Fokal Point PPKNI wilayah Kota Mataram, Christin Eka Wedharinu menjelaskan, perempuan yang menjadi korban narkoba atau zat adiktif lainnya cenderung tertutup dan menutup diri. “Ini masih tersembunyi padahal perempuan punya risiko yang sama terhadap narkoba bahkan lebih berat,” ujarnya dalam sosialisasi PPKNI di Mataram, Senin (30/4). Turut hadir sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS NTB, dr Margaretha Chapes memberi materi bahaya narkoba dan HIV/AIDS. Secara umum, kata dia, perempuan yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba membutuhkan kawan untuk berbagi. Mereka harus dipisahkan dari lingkungan lamanya ke lingkungan baru. PPKNI itulah lingkungan baru mereka. “Bahkan mereka harus rela kehilangan kawan baiknya. Itu komitmen awal agar mereka keluar dari lingkungan yang sudah menjerumuskan mereka,” paparnya. Proses rehabilitasi mereka akan saling melengkapi. Sebab, perempuan korban narkoba tantangan hidupnya bertambah meski sudah pulih sekalipun. “Jadi kita di wadah PPKNI ini menyuarakan terpenuhinya akses mereka untuk kembali hidup normal. Kadang mereka ini distigmatisasi baik dalam hal layanan kesehatan, akses mendapatkan pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan,” ungkapnya. Sejauh ini, kata Christin, perempuan korban narkoba yang bergabung dalam PPKNI mencapai sekitar 20 orang. Mereka diberikan program rehabilitasi, peningkatan kapasitas dan kecakapan hidup, serta keterampilan. “Kawan kami yang bergabung rata-rata pecandu. Tapi mereka bisa pulih, bisa bangkit. Ada yang dulunya tuna susila, pecandu, sekarang sudah sehat. Bahkan kuliah ambil farmasi,” kata dia bersemangat. PPKNI juga mendampingi perempuan korban penyalahgunaan narkoba dalam bentuk bantuan hukum. (why)

(Suara NTB/why)

SOSIALISASI - Sekretaris KPA NTB Margaretha Chapes (paling kanan) dan Fokal Point PPKNI Kota Mataram, Christin Eka Wedhayanti, dalam sosialisasi di Mataram, Senin (30/4).

Mataram (Suara NTB) Rangkaian Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 akan mulai meramaikan NTB akhir pekan ini. Latihan bersama angkatan laut dari 36 negara ini persiapannya harus matang. Untuk memastikan itu, Danlantamal VII Kupang, Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang didampingi Danlanal Mataram, Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo berkeliling ke titik-titik pelaksanaan kegiatan, Senin (30/4). Salah satunya di Pelabuan Lembar, Lombok Barat, akan menjadi tempat upacara pembukaan. “Pengecekan ini untuk mengetahui kesiapan beberapa lokasi kegiatan utama penyelenggaraan,” kata dia. Pengecekan lainnya yakni pada kesiapan fasilitas mess Satgas MNEK, serta jalur protokol yang akan dilewati rombongan pejabat tinggi luar negeri. MNEK 2018 dipusatkan di Lombok, NTB dan Nusa Penida, Bali pada 4-9 Mei. MNEK merupakan kegiatan dwi tahunan latihan bersama angkatan laut berbagai negara. Sebanyak 37 negara akan mengikuti MNEK, dengan pengerahan 35 kapal perang TNI AL, kapal perang AL negara sahabat, 11 pesawat angkut

dan tempur, serta lebih kurang diikuti 5.500 prajurit. Beberapa diantaranya yakni Amerika Serikat, Kanada, Rusia, Jepang, Inggris, Tiongkok, Malaysia, Singapura, Filipina, Arab Saudi, Polandia, serta negara eropa dan asia lainnya. MNEK 2018 merepresentasikan persahabatan seluruh peserta untuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di laut. MNEK juga wujud peran diplomasi TNI AL di dunia internasional dalam membangunan angkatan laut kelas dunia. Rangkaian kegiatannya meliputi Enginering Civic Action Program (ENCAP) berupa pengerasan jalan di KLU, NTB serta bedah 41 ruah di Nusa Penida, Klungkung, Bali, monumen maritim di Lombok Barat dan Mataram. Latihan fase laut merupakan ‘sajian utama’, yakni parade formasi militer angkatan laut dengan kapal-kapal perangnya di Selat Lombok dan Laut Bali. Selanjutnya, Medical Civic

Hanura Kubu OSO Ancam Gugat DPRD NTB Mataram (Suara NTB) Pengurus DPD Hanura NTB kubu Oesman Sapta Odang (OSO), mendesak DPRD NTB untuk segera memproses Pergantian Antar Waktu (PAW) H. Syamsu Rijal, yang menggantikan H. Rumaksi, yang mengundurkan diri lantaran ikut dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur 2018. Syamsu Rijal yang sekaligus Ketua DPD Hanura NTB itu, merasa sudah tidak tahan dengan sikap DPRD NTB yang mendiamkan proses PAW tersebut. Padahal semua tahapan PAW telah selesai dilaksanakan, mulai dari pengusulan, pengajuan DPRD ke KPU hingga keputusan Mendagri yang final. “Kita sangat dirugikan dengan sikap pimpinan DPRD NTB yang tidak memproses usulan PAW kami. Padahal prosesnya sudah jalan, tapi kenapa tiba-tiba sekarang tidak ada kejelasan,” ujarnya. Rijal pun meminta unsur pimpinan dewan untuk segera memproses PAW tersebut. Bila tidak diproses, maka pihaknya dengan terpaksa akan melakukan upaya hukum dan pengerahan massa mendesak dewan untuk segera memproses PAW. Rijalpun meminta agar lem-

baga legislatif tersebut berpijak pada aturan. Baginya alasan adanya putusan sela dari PTUN yang membuat proses PAW terhenti. Menurutnya putusan sela tersebut tidak bisa menghentikan proses PAW. Ditempat terpisah, Sekretaris DPRD NTB Mahdi Muhammad menyampaikan pihaknya memangbelumbisameneruskanproses usulan PAW Fraksi Partai Hanura. Lantaran keluarnya putusan sela PTTUN Jakarta, terkait konflik dualisme kepengurusan di tubuh Partai Hanura saat ini. Ditegaskan Mahdi, pihaknya belum meneruskan usulan PAW tersebut ke Mendagri, sampai ada keputusan tetap dari pengadilan. Dijelaskan Mahdi, keputusan pihaknya belum meneruskan usulan PAW Syamsu Rijal tersebut ke Mendagri, murni karena alasan hukum semata, tanpa ada intervensi politik dari pihak lain atau kubu lain. Mahdi juga tidak mempersoalkan jika pihak Syamsu Rijal ingin menempuh proses hukum terhadap tertundanya proses PAW di DPRD NTB itu. “Silahkan saja digungat, karena kita hanya ikuti prosedur yang ada. Kalau kita tahu ada putusan sela ya kita tunggu, tidak mungkin dilanjutkan, karena nanti jangan sampai dewan disebut tidak paham aturan,” tegasnya. (ndi)

(Suara NTB/ist_Lanal Mataram)

PENJELASAN - Danlantamal VII Kupang, Kasirun Situmorang (kedua kiri) mendengarkan penjelasan dari jajarannya saat meninjau lokasi upacara pembukaan MNEK 2018 di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Action Program (MEDCAP) atau program pelayanan kesehatan masyarakat dan operasi minor di Pelabuhan Carik, Bayan, KLU dan Nusa Penida, Bali. Kemudian pameran maritim di kota Mataram, Fun Run, lomba memasak ayam taliwang, kirab kota, pelayaran kebangsaan di KRI Makassar590 yang diikuti 400 siswa

SMA di NTB, dan kemah pesisir pramuka NTB dengan pramuka Amerika Serikat. Ada juga penenggelaman prasasti maritim di kawasan laut Gili Trawangan. Prasasti itu serupa bangunan kerangka kapal yang digabungkan dengan transplantasi terumbu karang dan pelepasan tukik atau anak penyu.

Agenda latihan dibagi dua fase, yakni fase pelabuhan dengan rangkaian pelatihan Human Assistance/Disaster Relief (HADR) mengenai aksi kemanusiaan, pencari suaka, kejahatan transnasional terorganisasi, dan pembajakan bersenjata. Latihan fase laut meliputi operasi interdiksi maritim serta HADR yang dilakukan di laut. (why)

Kunjungi Markas Korem

Kapolda NTB Tekankan Sinergitas TNI – Polri Harga Mati Mataram (Suara NTB) Sebagai orang baru di wilayah NTB, Kaploda NTB Brigjen Pol. Drs. Achmat Juri menyambangi sejumlah instansi untuk memperkenalkan diri. Senin (30/4) jenderal bintang satu ini mengunjungi Markas Korem 162/WB. Dalam suasana akrab, Kapolda berbincang dengan Danrem 162/ WB Kolonel Farid Makruf, MA. Kedatangan Kapolda NTB ke Makorem 162/WB didampingi sejumlah pejabat utama Polda NTB, termasuk Kapolres Mataram, AKBP Muhammad, SIK. Kedatangan dalam rangka silaturrahmi sekaligus berkenalan dengan para pejabat di lingkungan Korem 162/ WB. “Terimakasih kepada Danrem dan seluruh keluarga besar Korem 162/WB beserta jajaran yang telah menyambut kedatangan kami dengan baik dan penuh keakraban,” ungkap Kapolda NTB mengawali perkenalannya. Dilanjutkannya, selaku pejabat Kapolda yang baru, ia mohon doa restu dalam menjalankan amanah di NTB. Sehingga dapat melaksanakan tugas dengan maksimal untuk membantu Pemerintah Daerah dan masyarakat NTB agar lebih maju lagi. Selain itu, Achmat Juri juga menegaskan tentang sinergitas TNI Polri di tingkat pusat hingga daerah. “Kita

(Suara NTB/penrem)

KUNJUNGAN - Suasana akrab saat kunjungan Kapolda NTB, Brigjen Pol. Achmat Juri disambut Danrem 162/WB Kolonel Inf. Farid Makruf bersama jajaran. ketahui bersama bahwa Panglima TNI dan Kapolri menegaskan bahwa sinergitas TNI/ Polri harga mati. Untuk itu, saya berharap kita dapat mengimplementasikannya di daerah NTB”, harapnya. Kapolda melanjutkan, “Jangan ada selisih faham yang tidak perlu, laksanakan koordinasi yang baik. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya kesalahpahaman di antara kita. Karena kita satu tujuan seperti amanat UUD 1945, untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan Kehidupan

Bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” imbuh Kapolda. Mengakhiri perkenalannya kapolda mengucapkan “Kita kerja bersama, sukses bersama dan bersama-sama sukses,” yang disambut tepuk tangan dan canda tawa seluruh yang hadir. Sementara Danrem 162/WB menyampaikan kesiapannya untuk bekerjasama mendukung tugas Polda NTB. “Kami bersama seluruh warga Korem dan jajaran siap bekerja sama membantu serta mendukung tugas Kapolda di Provinsi NTB,’’ kata Farid. (ars/*)

Rekanan Proyek Bronjong di KSB Divonis 2 Tahun 8 Bulan

(Suara NTB/why)

DISKUSI - Terdakwa korupsi proyek bronjong, Abdul Gafur berdiskusi dengan penasihat hukumnya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.

Mataram (Suara NTB) Perkara korupsi proyek bronjong kuburan Desa Mura, Brang Ene, Sumbawa Barat diputus hakim. Terdakwanya, Abdul Gafur dihukum penjara selama dua tahun delapan bulan atau 32 bulan. Rekanan pelaksana proyek itu terbukti korupsi Rp92,8 juta. Ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Anak Agung Ngurah Rajendra menjatuhkan vonis dalam persidangan, Senin (30/4). Hakim menilai terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan. Berdasarkan dakwaan pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/ 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain itu hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 50 juta. Ketentuannya, apabila tidak dibayarkan maka diganti pidana kurungan selama dua bulan. Jumlah kerugian negara juga harus dibayar terdakwa. Jika tidak, maka masa hukumannya akan bertambah enam bulan. Hal yang memberatkan terdakwa yang tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. “Terdakwa berbelitbelit di dalam persidangan,” kata hakim anggota, Fathurrauzi menambahkan. Dalam sidang sebelumnya, Gafur dituntut jaksa dengan hukuman penjara empat tahun, denda Rp 50 juta subsidair dua bulan, dan bayar uang pengganti kerugian negara. Masing-masing pihak, baik jaksa penuntut umum dan terdakwa yang diwakili penasihat hukumnya, Edy Susanto menyatakan pikir-pikir atas putusan itu. Mereka masih memiliki waktu selama tujuh hari untuk menerima putusan atau menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi. Gafur dihukum bersalah melakukan korupsi proyek bronjong kuburan Desa Mura, Brang Ene, Sumbawa Barat tahun 2016. Proyek yang dianggarkan melalui Dinas PU KSB itu tidak dikerjakan sama sekali oleh terdakwa selaku pemenang tender. Auditor menyatakan kerugian negara bersifat total loss senilai Rp 92,8 juta. Di dalam persidangan, hal yang memberatkan terdakwa menurut jaksa adalah terdakwa berbelitbelit. (why)


SUARA NTB Rabu, 2 Mei 2018

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Bahasa Asing Jadi Kendala Warga Sekitar Mandalika Praya (Suara NTB) Warga di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai khawatir tentang kemampuan mereka. Pasalnya tidak banyak dari mereka yang mahir berbahasa asing. Akhirnya mereka lebih memilih untuk bekerja di luar sektor pariwisata. Sebab merasa tidak memiliki kemampuan, terutama soal bahasa asing. “Saya setiap hari bekerja sebagai nelayan. Karena saya tidak bisa bekerja di bidang pariwisata. Mau jualan, tidak ada modal. Mau bekerja yang lain, tidak punya kemampuan.

Hanya menjaring ikan kemampuan saya,” kata Nurdinah, warga Kecamatan Pujut, di Mandalika, Selasa (1/5). Bukan hanya Nurdinah, banyak warga yang bernasib

sama pula dengan dirinya. Sebab Pemda kurang gencar melakukan pelatihan terhadap warga, terutama pelatihan berbahasa asing. Selama ini, Pemda memberikan pelati-

han terkait pelayanan. Padahal kendala bahasa menjadi hal yang utama bagi warga. “Kalau yang dilatih yang sudah pintar bahasa asing kan artinya mereka-mereka saja yang akan kerja di sana. Kalau tenaga kerja kurang, pasti akan datangkan dari luar. Sementara kami yang di sini tetap jadi nelayan. Anakanak kami juga tidak bisa sekolah tinggi,” sesalnya. Inaq Maesah juga mengelu-

hkan hal yang sama. Namun ia berharap anak-anaknya bisa bekerja di sektor pariwisata yang ada di Mandalika. Saat ini, dua orang anaknya menjadi tenaga kerja di Malaysia. Karena kurangnya kemampuan anaknya yang membuat kedua anaknya memilih untuk bekerja menjadi TKI. “Anak saya hanya tamatan SMP, tidak SMA karena tidak ada biaya. Sekarang dua anak saya jadi TKI di Malaysia,

Belum Ada Kejelasan Penentuan Ketua BPPD NTB Mataram (Suara NTB) Penentuan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB masih belum jelas. Pasalnya, tanggal 29 yang direncanakan sebagai waktu akhir penentuan ternyata batal dilaksanakan. Para penentu kebijakan beralasan bahwa hari itu merupakan Hari Minggu. Padahal itu merupakan hari yang mereka sepakati bersama pada pertemuan sebelumnya. “Sebenarnya kita mau melakukan pertemuan tanggal 29 April berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Tapi karena pada tanggal itu adalah Hari Minggu, jadi dibatalkan dan ditunda untuk sementara waktu,” kata salah satu tim penentu kebijakan BPPD NTB Lalu Abdul Hadi Faishal. Ia mengatakan bahwa penentuan ketua ini akan dilakukan secepatnya. Sebab para penentu kebijakan saat ini sudah merancang beberapa program promosi yang harus segera dilakukan. Sebab perseteruan ini membuat berbagai program batal diselenggarakan. “Kita sudah menyusun program untuk dilakukan dalam waktu dekat ini. Dengan demikian kita berharap akan ada penentuan akhir siapa yang menjadi pemimpin di BPPD NTB ini,” ujarnya. Tim penentu kebijakan lainnya, M. Nur Haedin sebelumnya mengatakan bahwa penentuan ketua BPPD ini sangat penting demi kelancaran berbagai program yang akan dilakukan. Sebab sudah banyak program promosi wisata yang sudah menunggu. Apalagi BPPD NTB juga menjadi induk dari berbagai asosiasi pariwisata yang ada di NTB saat ini. “BPPD NTB ini kan menjadi induk atau wadah berkumpulnya semua asosiasi. Jadi perlu untuk membuatnya menjadi jelas, sehingga program BPPD dan asosiasi juga bisa berjalan dengan baik,” ujarnya. Sebagai salah satu tim penentu kebijakan, ia berharap perseteruan ini segera berakhir. Sebab kedua pihak yang berseteru merupakan salah satu dari sembilan penentu kebijakan yang ditunjuk langsung oleh Gubernur NTB. Sehingga, sebaiknya kedua belah pihak segera mengambil keputusan dan menjalankan berbagai program yang sudah direncanakan sebelumnya. (lin)

satu di perkebunan, satu lagi di rumah tangga,” ujarnya. Beberapa kali warga di sekitar Mandalika menyampaikan keinginannya untuk belajar bahasa asing kepada kepala desa mereka. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari Pemda Lombok Tengah. “Paling tidak kan, kita bisa jualan dan mengerti kalau ada turis yang menawar. Nanti kalau kita ikut jualan, terus kita ndak ngerti mereka

ngomong apa kan repot,” kata Nurdinah. Keduanya berharap Pemda tidak hanya meresmikan berbagai hotel dan pembangunan lainnya di Mandalika. Namun juga mempersiapkan warga sekitar Mandalika agar siap menjadi tenaga kerja di sektor pariwisata unggulan ini. Keberadaan pariwisata sejatinya harus mensejahterakan warga di lingkar destinasi wisata itu. (lin)

Pelalah Cumi dan Es Pisang Ijo di Hotel Santika Mataram

(Suara NTB/ist)

TANJUNG BLOAM - Keindahan Pantai Tanjung Bloam yang ada di Kabupaten Lombok Timur.

Eksotisme Pantai Tanjung Bloam di Lombok Timur Selong (Suara NTB) Kabupaten Lombok Timur memiliki banyak destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi. Tidak saja Pantai Pink, ada pula Pantai Tanjung Bloam yang belakangan menyita perhatian wisatawan karena keindahannya. Pantai ini juga dekat dengan Pantai Kaliantan yang kerapkali dijadikan sebagai tempat untuk perayaan Bau Nyale di Lotim. Belakangan ini semakin banyak wisatawan yang datang ke destinasi wisata ini. Keindahan pemandangannya seakan menjadi magnet bagi wisatawan, terutama wisatawan lokal. Sebab masih belum banyak pelaku pariwisata yang membuat paket wisata ke pantai ini. Tanjung Bloam lebih dikenal sebagai wilayah konservasi penyu dengan habitatnya yang berada di sepanjang garis pantai. Selain itu, pantai ini juga memiliki keindahan alam yang eksotis dan dapat membuat wisatawan merasa betah berlama-lama. Begitu tiba di pantai ini, wisatawan akan disuguhkan

dengan hamparan pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih membiru. Panorama keindahan alam di tempat ini sesekali akan diselingi oleh hilir mudiknya para nelayan yang mencari ikan dengan perahu-perahu kecil mereka. Daya tarik pantai ini lebih menonjolkan panorama batuan cadas yang menakjubkan. Dua buah tebing batuan cadas yang mengapit Tanjung Bloam ini memang sangat eksotis, pada sisi kirinya akan terlihat sebuah tebing berbentuk setengah bulat dan di sisi kanannya wisatawan akan melihat sebuah tebing cadas tak beraturan yang menjorok ke pantainya. Warna batuan di tebing yang kuning keemasan dengan corak corak hitam tak beraturan. “Saya bersyukur karena berwisata sama anak-anak pencinta alam dan tidak menggunakan biro perjalanan wisata. Karena katanya pantai ini tidak terlalu dipromosikan oleh pelaku pariwisata. Yang datang wisatawan lokal saja,” kata wisatawan asal Makas-

sar, Nano Putra, Selasa (1/5). Pantai ini berada di wilayah Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Jika ditempuh dari Kota Mataram, akan menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan. Jika wisatawan sudah pernah ke Tanjung Ringgit, tidak akan terlalu susah menemukan spot yang menakjubkan ini. Sebelum sampai Tanjung Ringgit, berbelok ke arah kanan di sebuah jalanan kecil yang seukuran satu kendaraan roda empat itu. Setelah itu, 500 meter dari tikungan wisatawan akan menemukan sebuah pendopo mini yang menandakan bahwa wisatawan sudah sampai di wilayah tanjung Bloam. Ruas jalanan yang masih berupa jalanan tanah, berdebu dan juga berkelikil membuat pantai Tanjung Bloam ini seperti jauh dari jangkauan para wisatawan. “Harus banyak tanya kalau ada yang lewat. Karena letaknya tidak dekat dari pemukiman warga. Tapi setelah sampai, pemandangannya luar biasa membuat rasa lelah terbayar tuntas,” ujarnya. (lin)

Agrowisata Santong, Perpaduan Sektor Pertanian dan Pariwisata Mataram (Suara NTB) Kabupaten Lombok Utara semakin memaksimalkan potensi pariwisatanya. Tidak hanya pantai dan air terjun, desa wisata pun kini semakin menjamur. Salah satunya Desa Wisata Santong yang mengangkat tema tentang agrowisata. Perpaduan antara sektor pertanian dengan sektor pariwisata. Sebelumnya sudah ada pula Desa Wisata Kerujuk yang menjadi andalan Pemkab KLU. Namun kini sudah semakin banyak desa wisata yang dapat dikembangkan dan dipromosikan kepada wisatawan. Perpaduan antara sektor pertanian dan pariwisata ini dianggap sangat cocok untuk dikembangkan di Santong. “Mereka bisa memetik buah dan cengkeh bersama warga. Selain itu, ada beberapa aktivitas wisata lainnya yang dapat dilakukan di sana,” kata Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Bratayasa. Iamengatakanbahwainimerupakan hal yang sangat penting untuk masyarakat. Sebab pengembangan pariwisata berbasis warga ini dianggap dapat mendatangkan lebih banyak keuntungan bagi warga.Sehinggaperluterusdibenahi dan terus dipromosikan agar semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung. “Mereka bisa menikmati suasana dan keindahan alam di desa wisata ini. Jadi di KLU ini komplet, ada pantai, air terjun, trekking, wisata budaya, hingga desa wisata. Bisa pilih mau kunjungi yang mana saja atau bisa kunjungi semuanya,” ujarnya. Ia berharap para pelaku usaha pariwisata juga turut mempromosikan berbagai destinasi wisata baru yang ada di KLU. Sehingga semua potensi wisata yang ada dapat diketahui pula oleh wisatawan yang akan berkunjung ke KLU. Ia juga berharap warga di desa wisata semakin memaksimalkan pelayanannya. Sehingga wisatawan bisa merasa lebih betah saat berkunjung.

“Saat ini beberapa desa mulai digarap menjadi desa wisata. Ini memang inisiatif dari warga sendiri untuk menjadikan desanya sebagai desa wisata. Ini juga karena melihat potensi yang ada di desa mereka,” ujarnya. Ia mengajak wisatawan untuk tidak hanya berkunjung ke ka-

wasan gili. Sebab di KLU masih banyak destiansi wisata lain yang dapat dinikmati. Selain itu, ini juga dapat membantu warga untuk meningkatkan perekonomiannya. Sebab wisata yang berbasis warga akan lebih menguntungkan bagi masyarakat yang tinggal di lingkar destinasi wisata itu. (lin)

Mataram (Suara NTB) Setiap bulan, Hotel Santika Mataram menghadirkan menu-menu baru. Bulan ini hadir pelalah cumi dan es pisang ijo yang dapat dinikmati oleh tamu yang datang. Adapula minuman hangat dan dingin yang menggugah selera. Menu hidangan utama menampilkan olahan hasil laut yang berkualitas terbaik yakni cumi jenis so tong. Diolah dengan bumbu pelalah, perpaduan antara bumbu merah dan terasi serta perasan daun jeruk yang meresap ke dalam cumi. Dimasak dengan metode dipanggang hingga gurih. Dinikmati dengan nasi hangat serta tumisan kangkung yang merupakan khas Lombok. Ada pula tahu dan tempe disajikan menjadi peneman sajian ini. “Cuminya kita pakai Sorong karena ukurannya juga lebih besar. Kita buang dulu isinya, kemudian kita masak dengan bumbu yang sudah disiapkan,” kata Chef Yasa. Untuk hidangan penutup sajian es pisang ijo yang menggunakan pisang lokal berkualitas. Diolah dengan cara dikukus dan ditemani oleh kuah bubur sumsum. Kemudian disajikan

dengan potongan pisang yang telah diberi sirop sehingga menjadikan rasa sempurna. Ini bisa juga menjadi hidangan yang menarik pada saat berbuka puasa nantinya. Minuman hangat yang hadir di bulan ini, ada wedang secang yang diambil dari kayu secang. Direbus terlebih dahulu dengan tambahan cengkeh, jahe, sereh dan madu, khasiat minuman ini dapat bermanfaat untuk meredakan sakit maag karena kandungan alami dari kayu secang ini. “Ini disajikan hangat, bagus juga untuk kesehatan. Cocok juga untuk dijadikan sebagai minuman pada saat berbuka puasa,” ujarnya. Selain itu, ada pula Avocado sling yang merupakan minuman dingin yang terbuat dari bahan utama alpukat segar, selain itu kopi dan susu segar serta gula. Rasanya segar dan baik untuk kesehatan kulit. Sebab kandungan di dalam alpukat yang bagus untuk kesehatan kulit. “Ada tambahan susu dan bisa ditoping dengan alpukat juga. Ini sangat mudah untuk dibuat di rumah. Tapi rasanya sangat enak dan tentu saja menyehatkan,” kata Winda.(lin)

(Suara NTB/ist)

Pelalah Cumi di Hotel Santika Mataram.


PENDIDIKAN

SUARA NTB Rabu, 2 Mei 2018

Halaman 10

Majelis Pendidikan Aceh Pelajari Penerapan Pendidikan Karakter di Mataram (Suara NTB/ron)

WORKSHOP - Pemateri pada workshop penelitian yang dilaksanakan oleh STAHN Gde Pudja Mataram, di Hotel Santika, Senin (30/4) lalu.

STAHN Gde Pudja Mataram Gelar Workshop Penelitian Mataram (Suara NTB) Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram menggelar workshop penelitian bagi dosen di Hotel Santika, Senin (30/4) dan Selasa (1/5) kemarin. Workshop ini untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para dosen di STAHN Gde Pudja dalam bidang penelitian. Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos., M.Si., M.Pd., mengatakan, workshop itu diikuti seluruh dosen di STAHN Gde Pudja. Harapannya, workshop ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dosen berkaitan dengan bidang penelitian. “Dosen kita di bidang penelitian tidak hanya mengembangkan sains, tapi mengembangkan pendekatan religius. Metodologi tentang itu harus terus menerus di-upgrade. Karena kolaborasi, pendekatan rasionalitas dan religius itu cukup sulit,walaupun tidak berarti tidak mungkin dilakukan,” jelas Nyoman. Workshop penelitian itu juga untuk menghasilkan pedoman riset sebagai rujukan bagi dosen. Termasuk, menurut Nyoman, bagi dosen pemula untuk menghasilkan hasil kajian di bidang agama dan pengetahuan. Terutama yang berkaitan dengan budaya keagamaan, kerukunan, dengan kaitan dukungan agama dengan NKRI. “Harapan besarnya, kapasitas kemampuan dosen meningkat, dan hasil penelitian dosen juga kualitasnya meningkat. Tujuan utamanya untuk publikasi ilmiah, baik nasional dan internasional,” harap Nyoman. Ketua Panitia Workshop Penelitian itu, Dr. I Wayan Wirata, SE., M.Si., menambahkan, workshop diikuti 57 dosen STAHN Gde Pudja Mataram. Pihaknya berharap workshop ini mampu menyinergikan semua konsep dengan mengintegrasikan stigma pemikiran dengan kualitas usulan penelitian. Keterlibatan dosen diharapkan akan memberikan kontribusi positif untuk perkembangan intelektual akademis di bidang penelitian. Karena dosen wajib setiap semester dan setiap tahun menghasilkan kajian yang berorientasi pada pembelajaran yang kondusif. Artinya pembelajarn yang berorientasi pada hasil penelitian. “Kita melihat regulasi dari peraturan pemerintah kaitannya dengan pengemabangan dosen, dosen itu harus melakukan penelitian kajian-kajian yang berkaitan dengan kompetensi dan profesionalnya masing-masing. Dengan meghasilkan salah satu laporan penelitian, jurnal ilmiah, termasuk terlibat dalam kegiatan nasional dan internasional,” jelasnya. Di samping itu diharapkan akan berimplikasi posiitif terhadap perkembangan jurusan dan institusi. Menurut Wirata tidak hanya sebatas di STAHN Gde Pudja saja, tapi juga bagi perkembangan keilmuan secara nasional dan internasional. Ia menjelaskan, kegiatan pada workshop itu diawali dengan sosialisasi tentang strategi penyusunan proposal yang kompeten dan profesional. Selanjutnya berkaitan dengan sosialisasi strategi menghasilkan publikasi ilmiah. Juga membuat draft pedoman penelitian dosen STAHN Gde Pudja Mataram. “Itu goal-nya,” katanya. Pemateri pada workshop itu, yaitu Prof. Dr. Ir. Made Sudanta, M.S., dan Prof. Sudarma. Prof. Sudanta memaparkan mengenai bagaimana menghasilkan penelitian yang berkualitas dan pengaruhnya bagi perguruan tinggi. “Untuk meningkatkan potensi perguruan tinggi dan menopang daya saing bangsa,” ujarnya. Prof. Sudanta memaparkan tentang mengapa perlu dilakukan penelitian. Penelitian, ujarnya, untuk mendapatkan kekayaan intelektual, publikasi ilmiah di jurnal lokal, nasional dan internasional. Selain itu melalui penelitian akan menghasilkan prototype atau model atau teknologi tepat guna. Selain itu akan ada materi ajar atau buku ajar dan akan bekerja sama penelitian antarperguruan tinggi, lembaga lain, atau industri. “Juga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan iptek,” katanya. Ia juga memaparkan tentang bagaimana dan apa dampak dari penelitian berkualitas. Serta pentingnya penggunaan teknologi di dalam melakuan penelitian, juga dalam penelitian ilmiah. (ron/*)

Mataram (Suara NTB) Majelis Pendidikan Daerah Provinsi Nangro Aceh dan Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Aceh Besar tertarik mempelajari model penerapan pendidikan karakter berbagai sekolah di Kota Mataram. Ketertarikan itu diwujudkan dalam kunjungan kerja yang dilakukan ke Kantor Dewan Pendidikan Kota Mataram, Sabtu (30/4). Rombongan yang berjumlah lima orang itu disambut pengurus dan berdiskusi dengan beragam tema pendidikan masing-masing daerah hingga dua jam. Salah satu yang didiskusikan ialah terkait implementasi pendidikan karakter. “Kita berkunjung untuk mencari bentuk bentuk pendidikan karakter karena sduah ada Qo-

jawabnya dengan mudah dengan cara menggunakan pola analoginya yang tinggi. Sehingga dirinya sangat mengakui kehebatan siswanya tersebut. Dari itu, ujarnya, Farwan mulai memdidiknya dengan intensif melalui kegiatan eskul. Pembinaannya pun tidak siasia, sebab setiap kali ikut lomba olimpiade, ajang OSN dan

diskusi dan saling tukar informasi terkait pembinaan komite sekolah, termasuk juga penganggaran dari pemerintah. Untuk pembinaan komite sekolah, di Provinsi Aceh pihaknya telah membangun FKKS (Forum Komunikasi Komite Sekolah). FKKS dibentuk per kecamatan seluruh Aceh. “Tahun ini ada kegiatan pemilihan komite beprestasi sebagai bagian dari upaya pembinaan komite,” ungkap Mawardi. Kemampuan pihaknya

memberikan masukan pada dua produk Qonun, yaitu terkait dengan “full day school” dan Qonun tentang anti narkoba. Ketua Dewan Pendidikan Kota Mataram H. Adnan Muchsin, menyambut baik diskusi sharing pengetahuan dua Majelis Pendidikan. Pada kesempatan tersebut, dia juga menerangkan berbagai upaya mendukung penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik di Kota Mataram. Misalnya pemberian beasiswa bagi warga miskin berbprestasi melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Program ini dalam rangka mempersiapkan dan mengantisipasi kekurangan kebutuhan guru di Mataram. (dys)

MAN 1 Lotim Gelar Pelepasan Kelas XII dengan Pentas dan Kreasi Seni Mataram (Suara NTB) MAN 1 Lombok Timur (Lotim) menggelar acara pelepasan dan pagelaran seni kelas XII tahun ajaran 2017/ 2018, di halaman MAN 1 Lotim, Senin (30/4) lalu. Acara ini dihadiri berbagai unsur, seperti dari Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Pengawas lingkup Kemenag Lotim, dan para kepala madrasah di bawah KKM MAN 1 Lotim serta wali siswa kelas XII tahun pelajaran 2017/2018. Kegiatan itu berlangsung meriah mulai dari pra acara hingga akhir acara. Berbagai pertunjukan digelar, seperti musik band, Tari Saman, pidato tiga bahasa, paduan suara, marawis, dan teater. Selain itu, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pengumuman siswasiswi berprestasi baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Selain itu, terdapat pertunjukan dari ekskul ICT yang merangkai keran air otomatis dengan sistem sensor. Ini membuktikan madrasah hebat dan bermartabat. Kepala MAN 1 Lotim, M. Nurul Wathoni, M. Pd., men-

(Suara NTB/ist)

FOTO BERSAMA - Foto bersama Kepala MAN 1 Lotim, M. Nurul Wathoni, bersama siswa berprestasi saat pelepasan kelas XII di halaman MAN 1 Lotim, Senin (30/4). yampaikan ungkapan terima kasihnya kepada semua tamu undangan yang telah berkesempatan hadir pada acara pele-

pasan dan pagelaran seni kelas XII Tahun 2017/2018. Selain itu, beliau memberikan sanjungan kepada siswa angkatan ke-

27, karena banyak yang telah mengharumkan nama MAN 1 Lotim mulai dari kancah kabupaten hingga nasional.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap beberapa siswa yang telah menorehkan prestasi, ia memberikan hadiah berupa uang pembinaan dan piagam penghargaan. Pihaknya berharap bahwa prestasi yang telah diraih mampu dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi yakni di perguruan tinggi. “Ajang pelepasan tidak hanya sebatas acara namun sebagai ajang mengapresiasi siswa berprestasi. Atas dasar itulah pihak madrasah menggelontorkan berbagai hadiah,” ujarnya. Sementara itu, pihak Kanwil kemenag NTB, Drs. M. Amin, M.Pd., memberikan apresiasi kepada Kepala MAN 1 Lotim, atas prestasinya yang telah mampu memimpin MAN 1 Lotim menjadi madrasah yang berprestasi di bidang akademik dan non akademik. Selain itu, ia juga menyanjung teknik kepala MAN 1 Lotim dalam merangkul para alumni yang sudah keluar dari MAN 1 Lotim. Beliau berharap kepada semua siswa-siswi angkatan 2017/2018 untuk terus mengembangkan diri hingga ke perguruan tinggi jagan samapai ada yang putus hanya sebatas tingkat SMA. (r/ron/*)

BEM FKIP UNW Mataram Gelar Lomba Pidato dan ’’Teaching’’ Mataram (Suara NTB) – Badan Eksekutif Mahasiswa BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram menggelar lomba pidato tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab tingkat SMP/ MTs dan SMA/MA/SMK. BEM juga menggelar Lomba Teaching (mengajar) untuk

Siswa SMPN 2 Kuripan Juara Olimpiade Matematika Giri Menang (Suara NTB) Jajaran satuan pendidikan SMPN 2 Kuripan Lombok Barat (Lobar) patut berbangga. Siswanya atas nama Hamdani yang duduk di kelas IX meraih Juara 1 di ajang Olimpiade Matematika yang digelar Universitas Mataram (Unram) tingkat SMP seNTB belum lama ini. Kepala SMPN 2 Kuripan, Darsiah,S.Pd., menjelaskan, prestasi yang diraih siswanya merupakan hasil jerih payah dari semua elemen yang ada di sekolah yang dipimpinnya. Terlebih dalam hal tersebut guru dan pembinanya sangat aktif dan membimbing siswa yang bersangkutan. Selain itu juga, siswa tersebut diakui memiliki kemampuan mumpuni pada bidang Matematika. “Jerih payah kami ini terbayar dengan prestasi ini,” katanya Selaku pimpinan, Darsiah mengaku berbangga dengan hasil siswanya. Namun selain itu, pihaknya tetap tidak akan merasa puas dengan raihan tersebut. Sebaliknya, pihaknya akan terus menggenjot prestasi siswa akan lebih meningkat lagi. Sementara itu, pembina ekskul Olimpiade Matematika SMPN 2 Kuripan, Farwan mengakui kehebatan siswanya tersebut. Diakuinya sejak awal Hamdani masuk dan resmi menjadi siswa di sekolah itu, ia sudah menunjukkan kelebihannya dan kehebatannya pada ilmu matematika. Bagaimana tidak, kala itu saat masih kelas VII soal kelas IX yang cukup sulit mampu di-

nun Aceh Besar,” ujar Mawardi Hasan dari Majelis Pendidikan Daerah Provinsi Aceh. Diakui Mawardi, di Aceh baru-baru ini telah membentuk Qonun atau peraturan daerah tentang pendidikan karakter. Tidak salah jika Kota Mataram, NTB jadi salah satu tujuan kunjungan mengingat banyak informasi terkait implementasi pendidikan karakter di tempat ini. Selain bertukar pandangan tentang penerapan pendidikan karakter, rombongan juga ber-

dalam membentuk FKKS tidak terlepas dari dukungan besar pemerintah dari sisi penganggaran. Setiap tahun, pemerintah menganggarkan 1,5 miliar untuk Majelis pendidikan. Di samping itu menguatnya posisi Majelis Pendidikan di tengah pemerintah, juga membuat posisi tawar mereka cukup diperhatikan pemerintah. Sebagaimana diakui, Majelis pendidikan merupakan penasehat gubernur dalam artian mereka memberikan masukan terhadap kebijakan yang dibuat Gubernur. Selain itu, keterlibatan Majelis Pendidikan dalam hal menyusun Qonun. Majelis Pendidikan turut terlibat dalam

sejenisnya. Hamdani selalu meraih juara, baik di tingkat lokal maupun nasional. Baginya, siswa tersebut merupakan aset daerah di masa depan. ”Hasil Pra UN saja , nilai Hamdani sangat bagus. Meskipun gagal pada kejuaraan Muhammadiyah di Makassar bulan lalu, juara ini sebagai obat,” katanya.(her/*)

(Suara NTB/ist)

BERSAMA - Kepala SMPN 2 Kuripan saat bersama Kepala Dikbud Lobar M. Hendrayadi belum lama ini.

(Suara NTB/ist)

JUARA - Siswa-siswi SMP 2 Kuripan yang meraih juara I Olimpiade Matematika yang diadakan Unram.

mahasiswa keguruan se-Pulau Lombok. Kegiatan itu dilaksanakan Kamis, 26-27 April 2018 lalu dan diikuti 68 peserta untuk lomba pidato tiga bahasa. Kegiatan pembukaan lomba pidato tiga bahasa dan teaching dihadiri Wakil Rektor 1 UNW Mataram, Dr. H. Abdul Muhyi Abidin, MA., Dekan FKIP UNW Mataram, Lale Yaqutunnafis, S.Sos., M.M., Kepala BAAK, Zainul Fahmi, M.Pd., Wakil Dekan 3 FKIP UNW Mataram, Rabiyatul Adawiyah, M.Pd., pihak Kantor Bahasa NTB yang diwakili Kasman, M. Hum. Ketua Panitia Lomba, Zahiratul Fitriah, menjelaskan, kegiatan lomba ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan. Namun antusiasme siswa untuk mengikuti kegiatan sangat besar. “Hal ini bisa dilihat dari adanya pendaftar yang datang pada saat kegiatan lomba sudah selesai,” katanya. Sementara Wakil Dekan 3 FKIP UNW, Rabiyatul Adawiyah mengusulkan kegiatan yang sama akan menjadi agenda dan program tahunan kinerja BEM ke depannya. Rabiyatul menyampaikan tujuan lomba ini untuk membuktikan UNW lebih khusus FKIP UNW Mataram mampu bersaing dengan perguruan tinggi ternama lainnya. Menurut Rabiyatul, kegiatan itu juga sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, menggembleng dan melatih mahasiswa dengan kegiatan, yang siap dipakai di mana saja setelah keluar dari UNW. Juga sebagai wahana silaturahmi antara dosen dengan mahasiswa, mahasiswa dengan siswa, dan guru-guru di sekolah. “Ternyata mahasiswa-mahasiswa ini memiliki bakat dan potensi yang sangat besar sekali. Dapat menuangkan bakat minat yang terpendam bisa ditunjukkan melalui kegiatan ini,” kata Rabiyatul. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei ini. Lomba dibuka secara resmi Wakil Rektor 1 UNW Mataram, H. Abdul Muhyi Abidin. Pada kesempatan ini, mantan anggota DPD ini berpesan agar peserta mengikuti lomba secara sportif. Di tempat yang sama, Dekan FKIP UNW Mataram, Lale Yaqutunnafis, menegaskan, FKIP UNW Mataram tidak hanya fokus dalam pengajaran, namun banyak

melakukan pengabdian kepada masyarakat. Cara itu untuk mengembangkan kreativitas siswa salah satunya melalui lomba pidato tiga bahasa dan lomba teaching. Selain itu ia memberikan semangat kepada semua peserta untuk terus menggali ilmu pengetahuan hingga akhir hayat. Ia menambahkan agar peserta bisa kuasai dunia dengan ketiga bahasa tersebut yaitu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bahkan bahasabahasa lainnya. Sementara itu, tim dewan juri pada lomba pidato tiga bahasa berasal dari Dosen Prodi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Pengumuman pemenang lomba pidato tiga bahasa dilaksanakan 2 Mei 2018 bertepatan dengan hari pendidikan nasional di Lapangan UNW Mataram. Para juara lomba itu antara lain, Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia SMA, diraih Lalu Periawan dari MA AnNajah AlHalimy. Pada tingkat SMP juara 1 diraih Sulistia Arinda Lutfi dari Mts Al-Mahmud. Pada lomba Pidato Bahasa Inggris juara 1 Tingkat SMA diraih oleh M. Haeri Iqbal, dari MA DI Putra Nurul Hakim. Dan, Lomba pidato Bahasa Arab juara 1 tingkat SMA, diraih Lalu Muh. Abdul Hanan Bahri dari SMK Ulil Albab NW Gegek, sedangkan di tingkat SMP, diraih Noval Mubaroq dari SMP Islam Abu Abdillah. (ron/*)

(Suara NTB/ist)

HADIR - Para pejabat yang hadir saat Lomba Pidato Tiga Bahasa dan Teaching untuk mahasiswa Keguruan SePulau Lombok yang digelar BEM FKIP UNW Mataram belum lama ini.


Halaman 11

SUARA NTB Rabu, 2 Mei 2018

Nama Yuliana (17) kini telah mendunia setelah sukses mengukir prestasi di Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior di Thailand baru-baru ini. Dia tidak saja mendulang medali emas, namun dia juga berhasil meraih penghargaan sebagai pencak silat terbaik dunia. Lantas apakah kunci sukses atlet ini sehingga bisa berprestasi dunia?

MENJEMPUT YULIANA Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin (paling kiri) dan Sekum KONI Lobar, Baharuddin bersama pelatih silat NTB, Mardiansyah serta juara dunia silat, Yuliana yang baru mendarat di Bandara LIA Lombok Tengah, Loteng, Selasa (1/5).

Yuliana Dapat Sambutan Khusus Mataram (Suara NTB) Juara dunia pencak silat, Yuliana telah kembali ke Mataram, Selasa (1/5). Kepulangan atlet peraih medali emas di Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior di Thailand itu disambut bagai pahlawan oleh pihak Dispora NTB dan KONI Lombok Barat (Lobar). Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin bersama Sekum KONI Lombok Barat (Lobar), Baharuddin dan beberapa pihak dari perguruan olahraga silat di NTB menyambut secara khusus kepulangan Yuliana di Lombok Internasional Airport (LIA) siang hari kemarin. Pada kesempatan itu, Hj. Husnanidiaty Nurdin juga hadir memberikan kalungan bunga kepada juara dunia pencak silat junior itu. Husnanidiaty Nurdin yang biasa disapa Eni mengatakan bahwa pihak Dispora NTB mewakili pemerintah provinsi NTB akan selalu memperlakukan dengan baik atlet yang berprestasi. Apalagi Yuliana merupakan jua-

Disiplin Latihan, Kunci Sukses Yuliana Jadi Juara Dunia

ra dunia, dan tentu harus disambut bagai pahlawan. “Kita sangat menghargai atlet-atlet yang berprestasi. Apalagi atlet kami ini juara dunia. Dia adalah atlet binaan PPLP NTB yang sudah mampu menuju prestasi Dunia,” ucapnya. Dikatakan Eni, keberhasilan atlet asal Lobar itu juga akan diapresiasi oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Pasalnya, melalui Sekda NTB, H. Rosiady Sayuti, atlet juara dunia itu akan diundang untuk menghadiri Upacara Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei hari ini. Upacara akan dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur NTB,

dan Yuliana akan disambut oleh Nanti Sekda NTB. Dispora NTB benar-benar memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yuliana. Pasalnya Yuliana telah mencatatkan sejarah baru untuk prestasi olahraga NTB di level dunia. “Yuliana menjadi atlet PPLP yang pertama yang berprestasi di level dunia. Kami harap ini menjadi cambuk sekaligus penyemangat atlet -atlet lainnya agar bisa mengikuti jejak Yuliana,” jelasnya. Tidak sampai di situ, Yuliana juga akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas prestasi yang sudah di

umurnya di level nasional. Dalam hal ini pihak pemerintah akan memberikan penghargaan dalam bentuk beasiswa untuk Yuliana. “Saya dikabari atlet ini akan mendapatkan bonus berupa beasiswa dari pemerintah pusat. Kalau Yuliana bisa terus pertahanankan pretasinya, dia bisa gratis sekolah hingga ketingkat yang lebih tingg,” ujarnya. Di tempat yang sama, Sekum KONI Lobar, Baharuddin menembakkan bahwa KONI Lobar ikut mengapresiasi prestasi atlet silat asal Lobar itu. Dia berharap Yuliana dapat terus mempertahankan prestasi tersebut hingga di kejuaraan dunia senior. “Selamat buat Yuliana. Jangan pernah merasa cepat puas. Kami berharap Yuliana dapat terus mempertahankan prestasinya sampai ke level senior,” harapnya. (fan)

DIWAWANCARA Suara NTB saat tiba di Mataram, Selasa (1/5) kemarin Yuliana tampak masih terlihat bahagia. Senyum manis di pipinya semakin terlihat jelas ketika ditanya terkait hasil prestasi yang dicapainya di event dunia. “Yang pasti saya bangga dan senang sekali. Impian saya untuk mengibarkan bendera merah putih di kejuaraan dunia sudah tercapai. Saya berharap prestasi ini bisa berlanjut, karena cinta-cita saya ingin menjadi juara dunia di kelas senior,” ucapnya. Yuliana memang terlihat bahagia atas prestasi yang diraihnya. Pasalnya dengan prestasi yang diukirnya itu dia tidak saja dapat membahagiakan dirinya dan keluarganya, namun dia telah mampu mengangkat marwah bangsa Indonesia di kancah dunia. Sebab dengan prestasinya itu bendera Indonesia berkibar paling tinggi diantara negara-negara lainnya saat pengalungan medali. Lantas apa kunci sukses Yuliana sehingga bisa meraih medali emas di kejuaraan dunia? Yuliana mengatakan kunci sukses dirinya bisa menjadi juara dunia adalah dengan disiplin berlatih, tidak pernah patah semangat dan memiliki mimpi untuk menjadi juara dunia. “Cita-cita saya satu, Yani ingin mengibarkan bendera Indonesia di kejuaraan internasional. Caranya dengan disiplin berlatih, tidak pernah patah semangat dalam bertanding. Kalah menang tetap semangat,” jelasnya. Selain disiplin dalam latihan, Yuliana juga tidak lupa dengan duku-

gan pelatih, orang tua, keluarga dan teman-temannya. Diakuinya pertama kali dia ingin terjun di dunia olahraga pencak silat, dukungan pertama kali datang dari keluarnya. “Ibu saya mendukung saya untuk berlatih silat. Begitu juga keluarga saya sangat mendukung,” kenangnya. Yuliana mengaku pertama kali belajar silat, sejak masuk SMP 2 Kuripan Lobar tahun 2015. Dia memilih olahraga silat atas dorongan dari kerabtanya, Sahnun yang juga berprofesi sebagai Pelatih Silat Merpati Putih Lobar. Setelah beberapa bulan belajar pencak silat, atlet kelahiran 17 Juni 2001 ini sudah mulai dikutsertakan mengikuti pertandingan silat ditingkat kabupaten/kota oleh pelatihnya. Pertama kali dia prestasi di O2SN tingkat SMP NTB tahun 2015. Sukses di O 2 S N tahun 2015, Yuliana pun dipromosikan sebagai atlet PPLP NTB. Sejak dibina di PPLP NTB tahun 2015 prestasi Yuliana terus bersinar. Beberapa prestasi nasional berhasil diukirnya, dimulai dari Kejurnas IPSI di

Jakarta Tahun 2015 dia sukses meraih medali emas di kelas A putri. Kemudian medali emas di Popwil tahun 2016, medali emas Popnas 2017 dan medali emas di Kejuaraan Dunia Silat Junior di Thailand tahun 2018. Selama di PPLP NTB, Yuliana dilatih oleh Mardiansyah pelatih yang mendampinginya di kejuaraan dunia belum lama ini. Namun demikian mulai awal tahun 2018 Yuliana dilatih oleh Suherman, Salabi dan Mariati, alasannya pelatihnya, Mardiansyah sudah melatih atlet Pelatda Mayung 2018. Putri pasangan Sumaini-Sahdi (almarhum) yang bercinta ingin jadi perawat ini berharap kedepan dia bisa berprestasi di kejuaraan dunia senior seperti yang pernah diukir oleh pesilat senior NTB, Mariati di kejuaraan dunia tahun 2017. (fan)

(Suara NTB/fan)

(Suara NTB/fan)

Yuliana 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 Mataram (Suara NTB) 123456789012345678901234567890121234 Keberhasilan atlet motocross asal NTB, Nakami Vidi Maka123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 rim meraih juara di kejuaraan motocross internasional belum 123456789012345678901234567890121234 lama ini membuat pengurus IMIP NTB semakin optimis me123456789012345678901234567890121234 natap Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua tahun 2020. 123456789012345678901234567890121234 Atas keberhasilan atletnya, pengurus cabor bermotor siap me123456789012345678901234567890121234 masang target emas di multi event nasional itu. 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, M. Nur 123456789012345678901234567890121234 Haedin yang diwawancara Suara NTB belum lama ini menga123456789012345678901234567890121234 takan, cabor bermotor siap memasang target emas di PON 123456789012345678901234567890121234 XXI/2020. Target medali emas dari cabor bermotor sangat re123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 alistis setelah melihat prestasi yang ditunjukkan oleh atlet 123456789012345678901234567890121234 NTB di kejuaraan internasional belum lama ini. 123456789012345678901234567890121234 “Saya prediksi dengan kerja keras, disiplin dan skill yang 123456789012345678901234567890121234 mumpuni, kemudian support pemerintah yang kuat Nakami 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 memiliki kans menjadi juara di kelas 150 CC maupun di 123456789012345678901234567890121234 kelas 250 CC di usia 18-20 tahun ke depan,” ucapnya. 123456789012345678901234567890121234 Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Nakami meraih 123456789012345678901234567890121234 juara di kelas SE 85 CC pada FIM Asia Motocross Champion123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 ship di Malaysia, 25-28 April lalu. Hasil itu menunjukan Na123456789012345678901234567890121234 kami menjadi Crosser terbaik di Indonesia, sehingga IMI NTB 123456789012345678901234567890121234 pun optimis Nakami bisa menjadi juara di PON 2020. 123456789012345678901234567890121234 Menurut Haedin, pada pertandingan cabor bermotor di 123456789012345678901234567890121234 PON 2020 nantinya akan mempertandingkan kelas motocross, 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 meskipun sebelumnya tidak pernah dipertandingkan di PON 123456789012345678901234567890121234 sebelumnya. Namun hasil Mukernas KONI Pusat telah me123456789012345678901234567890121234 mastikan cabor bermotor akan dipertandingkan di PON/2020. 123456789012345678901234567890121234 Atlet NTB, Nakami sendiri akan dipersiapkan di dua kelas 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 bergengsi, yakni 150 dan 250 CC. Pihak IMI NTB optimis atlet 123456789012345678901234567890121234 unggulan Indonesia itu bisa mendulang medali emas NTB di PON 123456789012345678901234567890121234 2020. Untuk dapat meraih target medali emas di PON XXI/ 2020, 123456789012345678901234567890121234 IMI NTB berharap Nakami mendapat dukungan secara khusus 123456789012345678901234567890121234 123456789012345678901234567890121234 dari Pemerintah Pusat, Pemprov NTB dan KONI NTB. (fan) 123456789012345678901234567890121234

Bermotor Siap Pasang Target Emas di PON XXI/2020


SUARA NTB

Rabu, 2 Mei 2018

Halaman 12

Lobar Targetkan Turunkan Kemiskinan 0,5 Persen Giri Menang (Suara NTB) Pemkab Lombok Barat (Lobar) mencatat belasan ribu warganya hidup dalam kondisi sangat miskin. Kerak kemiskinan tersebut termasuk di dalamnya disabilitas, jompo, dan sejenisnya.Sementara pemda hanya memasang target penurunan kemiskinan 0,5 persen. Target penurunan kemiskinan pada RPJMD juga dipangkas, dari 14 persen menjadi 16 persen lebih. Kepala Bappeda Lobar, Dr. H Baehaqi mengatakan, penurunan target kemiskinan masih sebatas usulan ke DPRD. “Kita tidak mau muluk-muluk memasang target penurunan kemiskinan ini. Kita tawarkan bila hari sesuai dengan indikator yang ada di RPJMD 16,25 persen, akhirnya sekarang menjadi 15,73 persen,” jelas Baehaqi. Pemasangan target ini melihat kondisi kerak kemiskinan di Lobar mencapai 9-10

persen. Kerak kemiskinan ini titik paling sulit, sebab dalam kerak kemiskinan ini ada disabilitas, orang jompo. Mereka ini masuk desil 1 jika mengacu Pemutakhiran Berbasis Data Terpadu (PBDT). Mereka ini tergolong sangatsangat miskin. Jika berbicara jumlah persentase, jumlahnya mencapai 9-10 persen dari jumlah total penduduk miskin 113 ribu jiwa tersebut. “Artinya 9-10 persen dari 113 ribu warga miskin di Lobar ma-

suk kerak kemiskinan, jumlahnya sekitar belasan ribu jiwa,”jelasnya. Jika dihitung kerak kemiskinan 9-10 persen dari jumlah penduduk miskin mencapai 113 ribu di Lobar, jumlahnya mencapai 11 ribu lebih. Melihat tingginya kerak kemiskinan inilah, maka Pemda harus memasang target tidak terlalu tinggi untuk penurunan kemiskinan. Lebih jauh dikatakan, untuk penganggaran program kemiskinan tahun depan disepakati penurunan 1 persen dari

648 ribu penduduk artinya Pemda menurunkan warga miskin di Lobar dengan perencanaan dan politik anggaran tahun depan sebanyak 6.480 orang. Target ini dicapai untuk tahun anggaran 2018. Hasil capaian ini akan bisa dilihat tahun 2019. Kaitan dengan kemiskinan jelasnya ada 4 penanganan yakni pemberdayaan pendekatan wilayah itu menjadi kewenangan kabupaten. Kalau terkait KUR, BLT dan PKH itu kewenangan pemerintah pusat, termasuk Rastra. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar H. Sulhan Mukhlis mengkritisi rendahnya target penurunan angka kemiskinan dari eksekutif tahun 2018 hanya 0,5 persen. Sulhan membandingkan kon-

Sukseskan Pelaksanaan MNEK

Pelabuhan Lembar Ditutup Sementara Giri Menang (Suara NTB) Pelaksanaan event Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) tahun 2018 mulai dibuka hari Rabu (4/5) hingga (9/5) mendatang. Untuk menyukseskan pelaksanaan even itu, pelayanan penyeberangan di pelabuhan Lembar bakal ditutup sementara waktu mulai pikul 06.00 pagi -12.00 siang. Untuk mengantisipasi terjadi gangguan penyeberangan, pihak PT ASDP dan otoritas terkait telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat khususnya penumpang. Kapolres Lombok Barat,

AKBP Heri Wahyudi menyatakan, pihaknya juga akan melakukan sterilisasi kendaraan parkir di pinggir jalan dari pelabuhan lembar jalan Yos Sudarso (Lembar), jalan Ahmad Yani (Gerung), jalan Imam Bonjol (Gerung), dan jalan Gatot Subroto (Gerung). Pihaknya juga menghimbau terhadap pengguna angkutan barang dan penumpang agar tidak melakukan parkir sembarangan sehubungan banyak kendaraan tamu yang akan mengarah ke Lembar. Untuk tempat parkir pihaknya menyiapkan kantong parkir di Polres un-

tuk kendaraan bila tidak tertampung di pelabuhan. Sedangkan untuk langkah antisipasi kendaraan berat, pihaknya akan mengalihkan ke BIL II jalur lambat bila sosialisasi tidak efektif Humas ASDP, Denny N Putra menyatakan, guna mengantisipasi adanya gangguan akibat penutupan sementara tersebut, pihaknya bersama Balai pengelola transportasi darat (BPTD) sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pihak BPTD memiliki kewenangan atau otoritas terhadap penutupan dermaga. Selain itu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk dengan kepolisian dan kesehatan untuk mengantisipasi jika terjadi penumpukan dengan cara memaksimalkan kantong-kantong parkir yang ada, kemudian melakukan percepatan pemuatan baik sebelum maupun sesudah adanya penutupan pelabuhan. Sebelumnya dilakukan rapat persiapan Pelaksanaan MNEK di kantor bupati, hasil pertemuan tersebut tahapan persiapan pelaksanaan

MNEK sudah 90 Persen. Event ini sejatinya diadakan di Sekotong Lombok Barat dan Nusa Penida, Bali. (her)

HILANG HLG STNK R2 HONDA DR4609AU NOKA/NOSIN:MH1JB31175103073/ JB31F-1101947 AN. FITRIA HUKMI HLG DSKTR UDAYANA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR5720CT NOKA/NOSIN:MH1JM3110HK015688/ JM31E-1025483 AN. I KETUT SUDANA HLG DSKTR CAKRANEGARA HLG STNK R2 YAMAHA DR3142CL NOKA/NOSIN:MH32BU002FJ184503/2BU184516 AN. RENI ANGGRAENI HLG DSKTR ARYA BANJAR GETAS AMPENAN

RUPA-RUPA Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/ 081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

disi 2011-2012 dengan APBD yang hanya Rp1,2 triliun target penurunan angka kemiskinan di angka 2% tapi pada APBD 2018 ini dengan APBD mencapai Rp1,7 triliun lebih eksekutif hanya berani menargetkan penurunan sebesar 0,5% saja.”Kami tetap minta Pemda menaikkan target penurunan angka kemiskinan,”jelas Sulhan. Karenanya anggota DPRD ingin agar target penurunan angka kemiskinan minimal mencapai 1,2 %. (her)

RUPA-RUPA PT.KEUANGANMENGELUARKAN DANA CEPAT 1HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL(TRUC/TRONTON,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA OVER KREDIT/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387) DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126

LOWONGAN

SALON

Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus makeup & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,RembigaM t r , 0 8 7 8 5 5 3 1 1 441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

LOWONGAN WARUNG DAN KIOS “BERKAH” MEMBUTUHKAN RELAWAN YG IKHLAS MEMBANTU KAMI,TDK FULL TIME, BAGI YG RUMAHNYA JAUH DISIAPKAN TMPT TINGGAL,PARTISIPASI SERIUS,HUB:NENNI (085333423658)

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALAJENISMOBIL(TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISATAKEOVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURELOKASISTRATEGIS,3KAMARTIDUR,2KAMARMANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA590JT NEGODIKIT.JL.WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257.Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

 Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Rabu, 2 Mei 2018

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


SUARA NTB

Rabu, 2 Mei 2018

Halaman 14

Diplomat Sembilan Negara Kunjungi Destinasi Wisata dan UMKM Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa yang diwakili Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi bersama Pimpinan DPRD dan jajaran perangkat daerah telah menerima kedatangan 30 diplomat internasional dan regular dari sembilan negara, Minggu (29/4). Setelah welcome ceremony, rombongan diplomat pada Sesparlu Internasional ke-20 di Kabupaten Sumbawa yang dipimpin Kepala Pusdiklat Kementerian Luar Negeri ini, akan mengunjungi sejumlah destasi wisata dan UMKM di Sumbawa. Ucapan selamat datang dan terima kasih atas ditunjuknya Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi Kunjungan Sesparlu Internasional ke-20. Guna mengeksplor potensi wisata dan UMKM yang dimiliki daerah ini. ‘’Kami sangat berharap agar pengalaman yang diperoleh selama berada di Tana Samawa ini dapat menjadi bahan dalam mempromosikan daerah kami khususnya sektor pariwisata dan UMKM di luar negeri,’’kata Sekda membacakan sambutan tertulis Bupati Sumbawa. Sekda pun menjelaskan secara singkat potensi Kabupaten Sumbawa baik luas wilayah, karakter wilayah, kultur masyarakat Sumbawa serta potensi sektoralnya, khususnya pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat. Dengan memahami sektor pariwisata memiliki nilai strategis dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Hal ini tidak lepas dari dampak-dampak ikutan yang

ditimbulkan dari sektor ini. Daerahdaerah yang memiliki program pariwisata yang sudah mapan seperti di Pulau Bali dan Lombok, peluang-peluang usaha akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Pembangunan sektor pariwisata Sumbawa tidak terlepas dari rangkaian pembangunan daerah yang memiliki visi ‘’Terwujudnya masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan semangat gotong royong’’, di mana dalam salah satu misinya adalah ‘’memelihara dan mengembangkan potensi budaya dan kearifan lokal’’. ‘’Kami akan menyajikan dan akan memperlihatkan beberapa lokasi dan atraksi wisata serta kultur budaya masyarakat Sumbawa, termasuk juga produk-produk UMKM khas Sumbawa. Kami berharap semoga kunjungan ini menjadi berkah untuk kita semua bagi terciptanya peluang kerjasama yang saling menguntungkan dengan negara-negara para peserta Sesparlu Internasional di masa mendatang,’’ kata Sekda. Kepala Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI, Yayan G. H. Mulyana, memperkenalkan para diplomat internasional yang mengikuti program Sesparlu Internasional ke-20. Para diplomat internasional yang turut berkunjung ke Sumbawa antara lain Ms. Maria Del Carmen Bernal Ledesma dari Meksiko, Mr. Dubravko Zirovcic dari Kroasia, Mr. Daniel Heldon dari Australia, Ms. Yen Nguyen dari Viet Nam, Mr. Thatsaphone Noraseng dari Laos, Ms. Sandar Tin dari Myanmar, Mr. Francisco Dionisio Fernandes dari Timor Leste, Mr. Heng

Sophea dari Kamboja dan Mr. Choo Won Hoon dari Korea Selatan. ‘’Mengapa kami berkunjung ke Sumbawa? Seringkali ketika orang atau bangsa-bangsa membangun diplomasi selalu Jakarta-Canberra, Jakarta-Zagreb, Jakarta-Hanoi, Jakarta-Phom Phen. Kami ingin jauh melampuai antara Jakarta-Canberra, kami ingin menghubungkan Australia dengan Sumbawa, Kroasia dengan Sumbawa. Ini yang kami yakini sebagai paradigma diplomasi, sebagai bentuk diplomasi yang kami yakini dapat memperkuat diplomasi kapital-kapital,” ujar Yayan. Lebih lanjut dijelaskannya, Sumbawa merupakan titik ataupun geografis yang sangat penting baginya dan potensinya sangat padat sekali. Kehadiran sembilan negara akan menjadi pembawa berita baik dari Sumbawa. ‘’Dari beliau-beliau lah berita baik mengenai Sumbawa dapat tersiarkan dengan baik kenegaranya. Insya Allah Sumbawa akan dikenal di Kroasia, Eropa, Asia Timur, Pasifik bahkan akan semakin dikenal di Asia Tenggara. Kami menyampaikan terima kasih kepada bupati, wakil bupati yang sudah berkenan menerima kunjungan kami. Dengan program yang begitu bagus, bahkan pada sore hari ini dijadwalkan menonton pacuan kuda,’’ pungkas Kapusdiklat Kemlu. Pada acara tersebut, Sekda dan Kepala Pusdiklat Kemlu saling tukar cinderamata, sekaligus pengalungan pabasa kepada diplomat internasional yang diwakili oleh Ms. Maria Del Carmen Bernal Ledesma dari Meksiko. Sekaligus penyerahan Buku Pariwisa-

ta Sumbawa. Istana Dalam Loka dan Sameri Pada Senin (30/4), rombongan diplomat berkunjung ke Istana Tua Dalam Loka dan sentra tenun di Dusun Sameri, Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir. Para diplomat yang disambut Kepala Dinas Dikbud Sumbawa sempat berdialog mengenai kerukunan antarumat beragama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan akademisi di Istana Dalam Loka. Sebagai pembicara, Rektor Unsa, Prof. Syaifuddin Iskandar menjelaskan, Sumbawa memiliki penduduk multikultural dengan berbeda suku, agama, budaya dan adat. Karakter orang Sumbawa sangatlah terbuka dengan suku dan agama apapun. Asalkan mampu menghargai dan memberi maslahat bagi masyarakat Sumbawa. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumbawa, Umar Hasan, menyampaikan kehidupan beragama di Sumbawa damai berdampingan. Lebih-lebih Sumbawa adalah mayoritas Islam yang mengajarkan perdamaian. ‘’Kalau ada perbedaan yang terjadi diantara kami segera kami laksanakan rapat untuk memecahkan masalah,’’ sebut Umar. Sementara itu, Darianto Harsono, Deputi Direktur Direktorat Amerika II Kementrian Luar Negeri menyampaikan tujuan kunjungan diplomat ini ingin mengenal lebih jauh mengenai adat istiadat daerah Sumbawa, yang terkenal dengan kerukunan umat beragamanya. Dimana diketahui ada 19 etnis di sini dan kita tahu bahwa mereka bisa hidup berdampingan secara damai di Sumbawa dan dapat saling

bekerjasama satu sama lain. Inilah salah satu alasan mengapa kita ingin ke Sumbawa,’’katanya. Dengan pengetahuan dan wawasan yang diperoleh para diplomat di Sumbawa diharapkan menjadi bekal untuk diterapkan di negara asalnya. Karena di negara mereka kondisinya tidak jauh beda juga ada etnis dan agama. Para diplomat juga ingin melihat lokasi wisata dan aktivitas tradisional Sumbawa. Di mana setelah penyambutan, pihaknya diajak untuk melihat pacuan kuda di Kecamatan Moyo Hilir yang merupakan salah satu olahraga tradisional Sumbawa. Kemudian melihat nilai sejarah Istana Dalam Loka yang dipercaya mempunyai nilai historis luar biasa yang dibangun pada abad 18 dan mengetahui Kesultanan Sumbawa. Termasuk mengunjungi sentra UMKM tradisi tenun khas Sumbawa. Dari kunjungan ini, diharapkan adanya pemahaman mengenai Sumbawa yang sangat kondusif untuk pertumbuhan ekonomi dan investasi. Sedangkan di Sentra Tenun Dusun Sameri, Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, para peserta Sisparlu disambut meriah dengan atraksi budaya, salah satunya tarian. Di tempat kegiatan juga disediakan berbagai hasil kerajinan tenun dari masyarakat setempat dan hasil hutan bukan kayu seperti madu Sumbawa. Para diplomat pun sangat antusias membeli beberapa produk yang ada. Dalam kesempatan tersebut, para diplomat juga diperlihatkan proses pembuatan tenun seperti Kre Alang. Bahkan ada beberapa yang mencoba sensasi menenun. Camat Moyo Hilir, Amiruddin,

dalam penyambutannya memaparkan dalam pembuatan Kre Alang, Sapu’ dan songket masih dilakukan secara tradisional. Itupun tetap dipertahankan oleh perajin, karena ini merupakan salah satu peninggalan dari nenek moyang. Pihaknya berharap kepada diplomat dari sembilan negara dapat mempromosikan keberadaan sentra tenun ini di negaranya masing-masing. Diplomat Senior dari Australia (Director of Human Development), Mr. Daniel Heldon menyatakan, semua diplomat diakuinya baru pertama kali mengunjungi Sumbawa. Pihaknya salut dengan keramahtamahan masyarakat Sumbawa yang luar biasa. Hal ini membuat dirinya dan diplomat yang lain sangat kagum. ‘’Beberapa hari di Sumbawa, kami sudah mengunjungi Istana Dalam Loka, dan menyaksikan pacuan kuda. Kami juga melihat hasil kerajinan tenun. Dengan kekayaan budaya lokal, keramahtamahan penduduk dan keindahan alamnya. Kami yakin masa depan Sumbawa akan sangat cerah. Dan kami yakin, begitu kembali ke negara kami, kami bisa bisa menjadi duta besar bagi Sumbawa untuk mempromosikan daerah ini,’’ tandasnya. Sesuai agenda, rombongan diplomat ini juga akan mengunjungi beberapa lokasi wisata dan UMKM lainnya di Sumbawa. Seperti Pulau Moyo, Pulau Bungin, menyaksikan Saka Buffalo Race Series – 2, kampung parang Talwa dan lainnya. (arn/ind/*)

Sekda Sumbawa dan Perwakilan dari Kemenlu tukar menukar cinderamata.

Sekda Sumbawa foto bersama dengan para diplomat.

Dialog kerukunan bersama para diplomat di Istana Dalam Loka.

Foto bersama di depan Istana Dalam Loka .

Diplomat dari Meksiko saat mencoba proses pembuatan tenun .

Para diplomat saat membeli hasil tenun di Sameri

RADIO


SUARA NTB

Rabu, 2 Mei 2018

Hargailah Buruh SELASA (1/5) kemarin merupakan Hari Buruh Internasional. Buruh harus dihargai. Buruh juga memiliki hak yang sama dengan para pekerja lainnya. Demikian pandangan Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan. Bupati Lombok Timur (Lotim) yang sedang cuti kampanye menuju NTB satu ini meminta kepada seluruh masyarakat agar selalu menghargai para buruh di Indonesia. Menurutnya, peringatan (Suara NTB/dok) H. Moch Ali Bin Dachlan hari buruh itu bagus. Artinya para buruh berhak memiliki hak dan kewajiban yang sama. ‘’Oleh karenanya hargailah buruh di negeri kita Indonesia,’’ ungkap Ali Bin Dachlan saat hadiri acara di Desa Dasan Ketujur, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, kemarin Para buruh pesan Ali BD hendaknya bekerja dengan baik. Bukan kemudian memilih dengan cara berdemonstrasi. Masih banyak yang bisa dilakukan oleh para buruh ketimbang berdemonstrasi. Cara berdemonstrasi akan menyurutkan taraf perekonomian di masyarakat. Dia mencontohkan, jika para buruh tersebut memiliki keluarga dan memilih berdemonstrasi maka akan ada keluarga yang ditelantarkan. Alangkah baiknya, jika semua buruh di Indonesia lebih memikirkan hal yang positif. Amaq Asrul ini mengaku kerap merasa sedih pada era teknologi saat ini masih saja ada masyarakat yang memiliki pandangan yang buruk terhadap buruh. Buruh itu tegasnya adalah pekerja. Semua yang bekerja pun sebenarnya dinamakan buruh. Buruh itu harus dicintai. ‘’Jangan membedakan satu sama lain hanya persoalan strata pekerjaan saja,’’ urainya. Saat ini diketahui sedang terjadi gejolak soal tenaga kerja di tanah air. Harapannya bisa cepat berakhir. Harapannya, buruh akan selalu mendapatkan tempat yang pantas. (rus)

Persilakan Lapor ke KPK Dari Hal. 1 ketika dikonfirmais usai rapat paripurna di DPRD NTB, Senin (30/4). Menurutnya, tidak ada yang bisa melarang warga negara melaporkan hal tersbeut ke aparat penegak hukum, seperti KPK. Menurutnya, persetujuan penjualan saham DMB itu sudah melalui prosedur yang benar. Yakni persetujuan tiga pemegang saham, yakni Sumbawa Barat, Sumbawa dan Pemprov NTB. Bahkan, kata mantan Inspektur Inspektorat NTB ini, gubernur selaku pemegang saham mewakili Pemprov, terakhir menandatangani persetujuan penjualan saham tersebut. Chairul mengatakan, gubernur menginisiasi menggunakan Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk menagih uang sisa hasil penjualan saham atau dana penggantian investasi sebesar Rp 408 miliar lebih ke Multi Capital supaya persoalan ini menjadi clear. “JPN ini kan aparat hukum. Kan ndak ada keraguan bagi beliau,” katanya. Dalam proses penjualan saham ini, lanjut Chairul, jika Sumbawa dan Sumbawa Barat tidak setuju pada waktu itu, maka penjualan saham tak akan terjadi. Karena Pemprov hanya memegang saham sebesar 40 persen. Sementara Sumbawa dan Sumbawa Barat memegang saham 60 persen. dengan rincian, Sumbawa Barat 40 persen dan Sumbawa 20 persen. ‘’Bisa terjadi ndak penjualan. Cek juga dari kronologi. Beliau juga sudah bilang. Saya terakhir menandatangani persetujuan penjualan saham itu. (Soal pelaporan ke KPK) kita ndak bisa melarang orang melapor ke KPK,” ucapnya. Diketahui, dalam akusisi saham PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT), PT. DMB dan PT. Multi Capital membentuk perusahaan konsorsium yang dinamakan PT. Multi Daerah Bersaing (MDB). PT. MDB menyebut dana hasil penjualan saham enam persen tersebut sebagai penggantian investasi. Dari sisi bisnis, uang hasil penjualan

saham sebenarnya tidak ada. Karena PT. MDB yang membeli saham 24 persen di PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengalami kerugian. MDB membeli saham 24 persen dengan harga Rp 8,6 triliun. Kemudian saham 24 persen itu dijual dengan harga Rp 4,2 triliun. Artinya, MDB mengalami kerugian sekitar Rp 4,4 triliun. Mengenai uang sebesar Rp 469 miliar lebih yang diberikan MDB ke DMB disebut sebagai uang penggantian investasi. Dari Rp 469 miliar dana penggantian investasi yang akan diberikan MDB, baru ditransfer ke DMB sebesar Rp 61 miliar lebih. Sehingga masih ada sisa sekitar Rp 408 miliar yang yang belum ditransfer ke DMB. PT. Multi Capital beberapa kali berjnaji melunasi sisa dana sebesar Rp 408 miliar tersebut ke PT. DMB, namun terus molor hingga saat ini. Chairul mengatakan pada awal 2017, PT. Multi Capital berjanji akan melunasi kewajibannya pada Maret lalu, namun tak terealisasi. Kemudian dilakukan pertemuan antara Direktur Utama PT. Multi Capital di salah satu hotel di Mataram dengan tiga pemegang saham, yakni Gubernur NTB, Bupati Sumbawa Barat dan Bupati Sumbawa. Pada pertemuan tersebut, PT. Multicapital berjanji akan melunasi kewajibannya paling lambat 23 April 2018. Sampai dengan 23 april 2018, dana ratusna miliar tersbeut tak kunjung masuk rekening PT. DMB. Belakang, PT. Multi Capital meminta waktu hingga akhir April untuk melunasi kewajibannya. ‘’Sekarang molor lagi, sampai akhir April. Itulah pertimbangannya kenapa Pak Gubernur menginisiasi menggunakan JPN. Kalau kita sudah berkomitmen, tunaikan komitmen itu. Ndak perlu turun kejaksaan kalau (pembayaran) berjalan normal,” tandasnya. (nas)

Konversi Elpiji di Sumbawa Dari Hal. 1 “Kepastian konversi elpiji 3 Kg di Pulau Sumbawa, sudah ada SK Menteri ESDM. Itu dalam waktu dekat,’’ kata Kepala Dinas ESDM NTB, Ir. Muhammad Husni, M. Si ketika dikonfirmasi di Mataram, Senin (30/1). Husni mengatakan, kuota konversi elpiji untuk Pulau Sumbawa tak disebutkan secara rinci dalam SK Menteri ESDM tersebut. Namun secara keseluruhan disebutkan sebanyak 581.012 paket. Terdiri dari tabung elpiji, elpiji 3 Kg dan kompor gas beserta peralatannya. Sebanyak 581.012 paket elpiji itu akan diperuntukkan bagi enam provinsi. Yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bangka Belitung, NTB (Sumbawa) dan Sulawesi Tengah. Husni menjelaskan, Kementerian ESDM langsung menunjuk Pertamina melaksanakan konversi elpiji di enam provinsi tersebut. Sementara untuk kegiatan sosialisasinya dilakukan pihak ketiga, dengan melakukan lelang. “Ndak dirinci kuota per provinsi. Kuotanya bisa saja berubah. Karena persoalan data gampang sekali berubah. Sehingga utuh disebut dalam SK itu sebanyak 581 ribuan paket,” ucapnya. Konversi elpiji di Pulau

Sumbawa sudah lama ditunggu, sejak 2011. Konversi elpiji di NTB dimulai pada 2011 lalu, khusus untuk Pulau Lombok. Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sering tertunda, semula direncanakan pada 2017 lalu. Untuk membantu kelancaran konversi elpiji di Pulau Sumbawa, kata Husni, pihaknya hanya memfasilitasi saja. Belum lama ini, Ditjen Migas Kementerian ESDM telah meminta kontak person masing-masing kabupaten/kota yang ada di Pulau Sumbawa. Pihaknya sudah memberikan kontak person masing-masing Pemda tersebut. Jumlah masyarakat di Pulau Sumbawa yang akan menerima program konversi elpiji sebanyak 254.324 calon penerima. Terbagi dalam dua kelompok, yakni rumah tangga sebanyak 249.025 calon penerima dan usaha mikro 5.299 calon penerima. Rinciannya, Kabupaten Sumbawa sebanyak 4.667 metrik ton, Dompu, 2.492 metrik ton, Kabupaten Bima sebesar 4.941 metrik ton, Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 1.351 metrik ton dan Kota Bima sebanyak 1423 metrik ton. (nas)

Halaman 15

36 Titik Sumur Bor Dibangun, Dampak Kekeringan Menyusut Mataram (Suara NTB) Sedikitnya 36 titik sumur bor sudah dibangun di Pulau Lombok dan Sumbawa. Tahun ini, lima sumur bor dibangun lagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, diharapkan bisa berdampak mengurangi jumlah desa yang mengalami kekeringan . Catatan BPBD NTB, sumur bor itu dibangun sejak tahun 2015 lalu, bersumber dari APBN melalui Dana Siap Pakai (DSP) dan APBD NTB. “Rinciannya dari APBN 25 titik dan dari APBD 11 titik. Yang akan dibangun dari APBD tahun ini lima titik yang sudah tersedia anggaranya,” kata Kepala BPBD NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT melalui Kabid Kedaruratan BPBD NTB, Agung Pramuja kepada Suara NTB, Senin (30/4) lalu. Sementara sumur sumur bor yang sudah didirikan itu, akan dilakukan pengecekan lagi melibatkan BPBD Kabupaten dan Kota setempat, guna memastikan apakah diperlukan perbaikan atau perawatan sehingga bisa dioperasikan. ‘’Sementara ini sumur bor dipelihara oleh desa desa, jadi langsung dioperasikan oleh desa,’’ jelasnya. Dengan proyek sumur bor

yang sudah dibangun itu, sebagai solusi permanen bagi desa terdampak, sehingga kekeringan dialami warga semakin menyusut. Dari 381 desa yang terdata terdampak kekeringan tahun 2017 lalu, diharapkan paling tidak keberadaan sumur sumur minimal terjadi penyusutan dampak kekeringan 25 sampai 30 desa. “Sehingga semakin lama kita akan berusaha memangkas dampak kekeringan terhadap dengan pemenuhan kebutuhan air masyarakat,” terangnya. Pihaknya juga berharap instansi lain yang menurunkan proyek sama, bisa mengurangi dampak kekeringan, seperti proyek sumur bor dari Dinas Energy dan Sumber Daya Manusia (ESDM) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sementara desa desa yang sudah mendapat bantuan sumur bor sudah didorong dimaksimalkan penggunaannya oleh aparat desa setempat. Dengan kebijakan kepala desa, digelontorkan anggaran melalui Dana Desa (DD) untuk operasional dengan inisiatif melanjutkan perpipaan ke rumah rumah warga. Ia mencontohkan di Desa Pijot Kecamatan Keruak Lombok Timur, air dari sumur bor sam-

pai ke pinggir jalan berkat inisiatif dari desa. Demikian juga Desa Jantuk Kecamatan Masbagik. Hal sama dipantaunya di Woja Kabupaten Dompu dan Ranggo dan Madapangga Kabupaten Bima, sumur bor berfungsi dengan baik. Agung memberi pencerahan kepada masyarakat agar tidak panik lebih awal, karena kekeringan belum terlalu berdampak. “Saat ini memang terlalu dini untuk membicarakan kekeringan. Sebab ketersediaan air di masyarakat, baik di sumur sumur warga, di embung, bendungan dan irigasi masih tersedia. Cuma debitnya sedikit berkurang. Makanya, kami mengupayakan maksimalkan sumur bor dan kami belum bisa lepas dari distribusi air bersih,” jelasnya. Kekeringan tahun 2017 lalu, pihaknya mendistribusikan air bersih melalui anggaran DSP mencapai 35 juta liter air bersih atau 7000 tangki. Air sebanyak ini didistribusikan ke sembilan kabupaten dan kota se NTB. Sementara, BPBD NTB masih tetap memonitor perkembangan cuaca Hari Tanpa Hujan (HTH) yang informasinya diterbitkan setiap hari oleh BMKG. “Jadi kita pantau terus,

854 KK Masyarakat Terpencil di NTB Belum Diberdayakan Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 854 Kepala Keluarga (KK) atau ribuan jiwa masyarakat NTB masih tinggal di daerah terpencil, yang sulit dijangkau. Mereka tersebar di dua kabupaten, yakni Sumbawa dan Bima. Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penanganan atau pemberdayaan Komunitas Adat terpencil (KAT) di NTB akan tuntas pada 2019 mendatang. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial NTB, H. Amir, S. Pd, MM menjelaskan masih ada 854 KK masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau pada kedua kabupaten tersbeut. Ia menyebutkanpennagan KAT di NTB sejak 2003 – 2017 sebnayak 2.212 KK atau 8.213 jiwa. “Masih ada sisa sesuai dengan data terkahir. Masih ada 8 lokasi di Sumbawa dan

(Suara NTB/nas)

H. Amir 6 lokasi di Bima,” ujarnya ketika dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin (30/4) siang. Ia menjelaskan, tahun 2018, Kemensos memberikan bantuan pembangunan rumah layak huni kepada masyarakat di daerah terpencil pada empat lokasi. Satu lokasi di Kabupat-

en Bima, terletak di Dusun Tenggane Langgudu. Kemudian tiga lokasi KAT di Kabupaten Sumbawa, yakni di Desa Mata Dusun Panco, Dusun Teban Lemak dan Orong Telu. Jumlah KK dari empat lokasi KAT yang diberdayakan 2018 ini sebanyak 164 KK. “Sisa yang belum diberdayakan sampai 2017 sesungguhnya 1.018 KK, kemudian diberdayakan 164 KK. Masih ada sisa 854 KK. Kementerian Sosial telah berkomitmen akan menuntaskan sampai 2019 nanti seluruh lokasi KAT yang sudah masuk data base,” ucap Amir. Amir mengatakan tidak semua provinsi mendapatkan program pemberdayaan masyarakat yang tinggal di derah terpencil ini. dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 22 provinsi yang dapat program tersebut, salah satunya NTB. (nas)

NTB Care Ala ZULROHMI Dari Hal. 1 Masyarakat yang memiliki keluhan seputar dampak akibat bencana, TKI dan TKW, hingga meninggalnya kepala rumah tangga bisa langsung melaporkan ke NTB Care. Nantinya, petugas NTBCare yang tersebar di seluruh kabupaten/kota akan mendatangi warga untuk memberikan pendampingan atas permasalahan hidup yang dihadapi. ZULROHMI terinspirasi dari layanan transportasi //online// seperti Go-jek, Grabbike, dan Uber yang mampu memanjakan para pengguna. Terobosan seperti ini juga harus dilakukan dalam memberi kemudahan bagi masyarakat NTB. Sama seperti Go-jek, Grabbike, dan Uber yang mengantarkan para pengguna mencapai tujuan, NTBCare pun akan mengantarkan masyarakat

mendapatkan penanganan persoalan dengan segera. “Tak ada lagi cerita warga kita bingung hendak melapor ke mana. Kita dipilih rakyat itu untuk rakyat,” ujar doktor Zul. Gagasan NTB Care sendiri buah karya ciamik dari pasangan ZULROHMI. Pemikiran matang keduanya mampu mewujudkan berbagai program yang menarik, efektif, dan juga bermanfaat bagi warga NTB. Rohmi berharap NTB Care menjadi solusi yang tepat bagi permasalahan yang kerap dialami perempuan NTB. Perempuan NTB tidak perlu ragu mengadu. “Saya di sini untuk kalian, perempuan NTB,” ucap Rohmi. Bagi Rohmi, pemanfaatan teknologi menjadi hal yang wajib dilakukan guna mengetahui kondisi warganya, terutama perempuan. Selama ini,

banyak perempuan yang enggan mengadukan persoalannya dan memilih pasrah. Menurut Rohmi, perempuan jangan ragu mengadu. Rohmi tidak ingin jika kelak Allah izinkan terpilih, perempuan NTB menganggapnya sebagai sosok kepala daerah yang ‘jauh’ dari warganya. Rohmi ingin sekali menjadi teman, sahabat, dan keluarga sebagai sesama perempuan. Kehadiran NTB Care juga diyakini akan memutus lambannya proses pengaduan masyarakat. ZULROHMI dan Rohmi menggagas NTBCare sebagai sebuah badan yang di isi tim khusus untuk melayani pengaduan masyarakat. Penuh kekinian, masyarakat NTB bisa mengakses layanan NTB Care melalui sejumlah platform, mulai dari aplikasi NTB Care, whatsapp dan messenger. (*)

Optimisme Mori Hanafi akan ”Kakeknya Kopi” Dari Hal. 1 Kopi Tambora juga tentunya memiliki asosiasi dengan Gunung Tambora yang punya sisi historis yang legendaris. Tambora menjadi sebuah nama yang legendaris karena letusannya pada ratusan tahun lalu telah mengubah wajah dan sejarah dunia kita. Ari Priono, pemilik brand vanbredo Tambora Coffee Dompu seperti dilansir Suara NTB beberapa waktu lalu mengatakan, kopi Tambora rata – rata jenis robusta, tapi memiliki cita rasa yang khas dibandingkan kopi daerah lain. Bahkan, Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf saat menghadiri puncak Festival Pesona Tambora (FPT), 11 April 2017 lalu, mengaku cukup terkesan dengan kopi Tambora yang disuguhkan di acara itu. “Kepala Badan Ekonomi Kreatif bahkan beberapa kali mengungkapkan kopi Tambora yang nikmat dan itu bisa dikembangkan,” kata Ari Priono. Mori Hanafi menilai, Kopi Tambora merepresentasikan satu dari sekian banyak komoditas lokal yang sebenarnya memiliki potensi untuk dikemas sedemikian rupa, dan ditampilkan di pasar dunia. Untuk itulah, dalam berbagai kesempatan, Mori selalu menyuarakan dukungan terhadap aneka komoditas yang tumbuh dan dikembangbiakkan di NTB untuk mendapat-

kan nilai tambah. Strategi peningkatan nilai tambah ini sejatinya merupakan kelanjutan dari strategi yang menjadi kelanjutan dari proses peningkatan produksi komoditas yang dijalankan selama pemerintahan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Peningkatan produksi yang dilanjutkan dengan strategi peningkatan nilai tambah, bisa menjadikan NTB memiliki pusat-pusat ekonomi baru yang tidak lagi hanya menguntungkan segelintir elit. Dengan kata lain, model pertumbuhan ekonomi yang tercipta, tidak lagi hanya dinikmati oleh sebagian kecil elit di puncak piramida ekonomi NTB. Mori meyakini, upaya pemerintah ini, harus dipadukan dengan terbangunnya kesadaran masyarakat NTB sendiri untuk mencintai produk lokal. Melalui laman facebooknya beberapa waktu lalu, Mori menegaskan bahwa kampanye mencintai produk lokal sebenarnya sudah lama digalakkan oleh pemerintah pusat dan provinsi. Namun, kesadaran dari masyarakat sendirilah yang perlu ditingkatkan agar bisa membantu perputaran roda ekonomi di daerah. “Sepanjang yang saya pantau, perlu dilakukan promosi lebih lanjut baik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten sampai ke desa-desa mengenai perkembangan UMKM (Usaha Menengah, Kecil dan Mikro) dan daya saing produk lokal

yang dimiliki,” ujarnya. Di beberapa daerah yang telah ia lihat perkembangan produk lokalnya, Mori mengakui bahwa kualitas produk sebenarnya sudah sangat bagus. “Mulai dari cara produksinya, rasanya, kemasannya bahkan sampai pemasarannya. Namun, Kebijakan promosi ini masih kurang membumi di Nusa Tenggara Barat ini, sehingga banyak produk lokal yang masih minder untuk bersaing dengan produk luar,” ujarnya. Kondisi setali tiga uang ia rasakan dalam konteks pengembangan sentra UMKM yang ada. Sampai saat ini, Mori menilai masih banyak sentra UMKM yang belum diresmikan dan dibalut dengan kemasan sebagai salah satu tempat yang sangat baik untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Ia pun menyebutkan sejumlah contoh nyata. Misalnya, Sentra Tenun Desa Sade, Sentra Garam Desa Kedome, Sentra Gerabah di Banyumulek, Sentra Kopi di KLU, Sentra Pengolahan Susu Kuda di Sumbawa. Sentra-sentra itu, menurut Mori adalah beberapa tempat yang akan menjadi role model pasangan Ahyar-Mori dalam membangun sentra-sentra bisnis bagi UMKM nantinya. “Kita akan membuat masyarakat NTB lebih bangga terlebih dahulu menggunakan produk lokal dibandingkan produk luar,” ujarnya. (tim)

HTH tertinggi masih di angka 20 sampai 25 hari. Kekeringan

ini akan terasa menyusutnya air itu jika sudah kondisi 65 HTH. Di sini baru tejadi penyusutan air sumur masyarakat. Kita akan lihat hujan tapi tidak merata,” jelasnya. (ars)

(Suara NTB/ist_bpbd)

ATASI KEKERINGAN - Sumur bor yang dibangun BPBD NTB difungsikan warga di Woja Kabupaten Dompu untuk mengurangi dampak kekeringan.

Ali BD: Tidak Boleh Merusak Agama, Adat dan Tradisi Dari Hal. 1 Lombok Timur (Lotim), Senin (30/4). Bupati Lotim yang sedang cuti kampanye menuju NTB satu itu mengatakan, nilai-nilai kebudayaan termasuk bahasa harus dipertahankan. Utamanya nilai-nilai agama yang sudah melekat di daerah kita. Kata Ali Dachlan, agama tidak boleh luntur karena kontak dengan orang asing. Orang asing sendiri sebenarnya sudah sangat kagum dengan agama kita. Sebagai bangsa, kita tidak boleh kehilangan identitas karena hubungan antarbangsa asing tersebut. Negara-negara maju, seperti Jepang itu sangat mempertahankan nilai-nilai kebudayaannya. Wisatawan yang datang ke Jepang itu bertujuan untuk mengerti budaya Jepang. Lalu muncul saling pengertian mengenai budaya yang dimiliki Jepang. Begitupun yang seharusnya dilakukan di Indonesia. Tidak terkecuali yang masuk ke NTB. Wisatawan yang datang diminta tidak disuguhkan apa yang sudah biasa didengar di negara asalnya. Tapi suguhkan nilai-nilai kebudayaan kita yang kaya. ‘’Suguhkan musik-musik tradisional Sasak, jangan suguhkan musik barat, yang sudah bosan wisatawan mendengarnya,’’ ucapnya. Soal belajar bahasa asing, utamanya bahasa Inggris kata Ali Dachlan hanya sebatas alat komunikasi. Tidak kemudian bangga dengan bahasa Inggris. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati bangsanya. Ditutur-

kan, Presiden Soeharto saat ke luar negeri selalu menggunakan bahasa Indonesia. Belajar bahasa Inggris, lanjutnya memang perlu. Akan tetapi, belajar bahasa Inggris itu tidak merubah keperibadian bangsa. Beda kebudayaan kita dengan orang lain. “Kalau mengira bahasa Inggris itu bertujuan merubah budaya sendiri, maka itu salah besar,” ungkapnya. Bahasa adalah identitas suatu bangsa. Bahasa adalah, bukti utama keberadaan suatu bangsa. Bahasa Inggris bahasa orang Inggris. Karena banyak jajahan sehingga dipakai di seluruh dunia sehingga dijadikan bahasa internasional. Jadikanlah bahasa Inggris ini sebatas alat komunikasi dengan para wisatawan yang datang. Pariwisata ada hubungan dengan ekonomi. Wisatawan membawa uang. Warung dan hotel laku. Jika ada wisatawan datang hanya membawa uang pas-pasan, tidak kemudian dihina. Namun harus tetap dihargai. Kehadiran wisatawan harus dilayani dengan tulus dan jujur. Jangan menggunakan tipu daya untuk mendapatkan keuntungan sesaat. Dikatakan para wisatawan yang datang ini sudah mempelajari semua hal terkait daerah yang dikunjunginya. Seperti soal mahalnya biaya transportasi, harga makanan dan lainnya. ‘’Jangan berpikir cara negatif layani tamu. Turis sudah dapat informasi harga, kalau ditipu, catatannya buruk bagi wisatawan,’’ imbuh Ali Dachlan mengingatkan kembali. (rus)

TGH. Hudri Abdullah: Pemimpin Unik Dari Hal. 1 Kecerdasan tanpa didukung oleh materi kekayaan juga tidak cukup. Karena kecerdasan akan kehilangan idealismenya. Banyak orang yang cerdas kehilangan idealisme. Ia menjual kecerdasannya yang kemudian menggerus idealismenya terhadap keilmuannya. Pemimpin seperti Ali BD adalah sosok yang tepat apalagi bicara soal karakter. Bicara soal cita-cita kesejahteraan, Ali BD sudah sangat sejahtera. Bicara soal kekayaan, Ali BD merupakan sosok yang kaya. TGH Hudri mengaku, sudah sangat lama mengenal Amaq Asul. Bahkan sejak 20 tahun silam. Ia banyak belajar karakter kepemimpinan pada sosok Ali BD. Data dan fakta membuktikan, mengenai kriteria kepemimpinan yang dibutuhkan NTB ini ada pada diri Ali BD. Keberhasilan zakat di Lombok Timur lanjutnya tidak lepas dari kepemimpinan Ali BD. Bisa dibandingkan dengan kabupatren lain seperti Lombok Tengah dan

Lombok Barat yang diketahui sama-sama mengelola zakat. Bagaimana perbandingannya? Jelas memiliki perbedaan yang sangat jauh terkait dengan pengelolaan. Lotim sangat luar biasa. Saat terjadi peristiwa genting mengenai zakat, terjadi demo besar-besaran menolak Perda Zakat para alim ulama saat itu dikumpulkan. Usul TGH Hudri saat itu zakatnya jangan dipotong, tapi kesejahteraannya. Usulannya hanya perubahan nama. Akan tetapi jawaban Ali BD saat itu, ini adalah prinsip tuan guru. Jabatan saya taruhannya. TGH Hudri terkejut dan bangga Ali BD adalah sosok yang memiliki karakter dan prinsip yang kuat. Menjadi Gubernur NTB, Ali BD sangat layak. Dilihat dari sisi NU, Ali BD memiliki kemiripan dengan Gus Dur. Ia terkadang terlihat seperti akademisi, namun juga seorang ekonom, budayawan bahkan juga seorang filsuf. “Saya katakan, Ali BD adalah sosok yang cukup mumpuni untuk memimpin NTB,” ujarnya. (*)

Aktivitas Penerbangan di LIA Normal Dari Hal. 1 Diakuinya, memang sebelumnya Gunung Agung Bali sempat mengalami erupsi. Dengan ketinggian debu mencapai hingga 1.500 meter. Akan tetapi hal itu tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan. Baik itu yang menuju maupun dari LIA. “Arah abu vulkanik Gunung Agung mengarah ke barat daya. Sehingga jalur penerbangan ke LIA dinyatakan

clear,’’ jelasnya. Jadi semua penerbangan menuju LIA dinyatakan aman. Pun demikian, setiap perkembangan aktivitas Gunung Agung sendiri tetap dipantau. Untuk memastikan proses penerbangan. “Dengan posko pemantauan aktivitas Gunung Agung, kita terus berkoordinasi. Begitu pula dengan pihak Bandara International Ngurah Rai, Bali, komunikasi tetap berjalan,’’ pungkasnya. (kir)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Rabu, 2 Mei 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Garuda Indonesia dan BNI

Kembali Gelar ’’Online Travel Fair’’ Cengkareng (Suara NTB) Garuda Indonesia kembali menggelar Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) yang akan dilaksanakan dalam dua sesi yaitu tanggal 2 Mei yang ditujukan khusus untuk kartu kredit BNI Cobrand Garuda Indonesia dan tanggal 3-9 Mei untuk umum yang dapat diakses melalui digital channel Garuda Indonesia. Pada pelaksanaan GOTF kali ini, Garuda Indonesia bekerjasama dengan BNI se-

bagai bank partner. Melalui pelaksanaan GOTF 2018 ini, Garuda Indonesia dan BNI menawarkan berbagai tiket perjalanan baik domestik maupun internasional dengan harga yang menarik melalui microsite Garuda Indonesia Online Travel Fair : www.garudaIndonesia.com/gotf, atau website Garuda Indonesia : www.garudaIndonesia.com dan Mobile App Garuda Indonesia dengan menggunakan kode promo GOTF. Menteri Pariwisata RI, Ari-

ef Yahya pada press conference yang diselenggarakan pada Kamis (26/4) mengapresiasi pelaksanaan online travel fair ini mengingat program ini sejalan dengan program digital tourism Kementerian Pariwisata yg secara aktif mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia melalui channel-channel digital khususnya untuk membidik 9 pasar utama yaitu China, Eropa, Singapura, Australia, Malaysia, India, Jepang, Korea dan Timur Tengah.

“Kemajuan teknologi saat ini memberikan peluang dan tantangan bagi seluruh pelaku industri pariwisata untuk memberikan kemudahan dan kenyaman dalam bertransaksi bagi pengguna jasa terutama untuk transaksi digital dengan harga terbaik. Dengan dilaksanakannya GOTF ini tentunya akan sangat mendukung perkembangan pariwisata nasional mengingat GOTF ini dapat dengan mudah diakses oleh seluruh masyarakat, tidak hanya

wisatawan domestik namun juga wisatawan mancanegara,” tambah Arief Yahya. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury mengatakan bahwa Garuda Indonesia melalui berbagai programnya berupaya untuk senantiasa mendukung program pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata untuk mencapai target kunjungan 270 juta wisatawan domestik dan 17 juta wisatawan mancanegara untuk tahun 2018. “Transaksi online di industri penerbangan khususnya di Indonesia terus mengalami perkembangan sejak tahun 2013. Terbukti sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2016, transaksi GOTF terus mengalami peningkatan. Pada tahun ini GOTF dijajaki dalam dua phase. Pada phase I ini kami telah menyiapkan 5 destinasi unggulan yaitu Balikpapan, Denpasar, Labuan Bajo, Wangi-wangi dan Palembang,’’ kata Pahala. Pahala menambahkan bahwa untuk memudahkan wisatawan mancanegara untuk mengakses GOTF ini, website Garuda Indonesia selain mengunakan bahasa Indonesia dan Inggris, Garuda Indonesia juga menyediakan bahasa Jepang, Korea, Thailand, China, Canton dan Belanda. “Melalui GOTF 2017 lalu, Garuda Indonesia telah berhasil mendatangkan hampir 14 ribu wisatawan mancanegara ke seluruh destinasi di Indonesia – khususnya Jakarta dan Denpasar,” tutup Pahala. Direktur Bisnis Ritel BNI Tambok PS Simanjuntak menuturkan, bagi BNI, menjadi bagian dalam GOTF ini merupakan sebuah upaya untuk mempromosikan wisata travelling di Indonesia melalui sarana informasi digital, yaitu website Garuda. Hal ini sejalan dengan arah bisnis BNI sebagai Digital Financial Institution, di mana dari tahun ke tahun transaksi e-commerce BNI mengalami kenaikan dengan jumlah transaksi yang tidak sedikit, baik dari kartu kredit maupun kartu debit. Menyadari semakin pentingnya transaksi digital, baru-baru ini BNI meluncurkan aplikasi pembayaran BNI yap! berupa fitur transaksi pembayaran yang dapat dilakukan dengan cepat dan

(Suara NTB/ist)

Kiri ke kanan : Direktur Kargo & Niaga Internasional Garuda Indonesia, Sigit Muhartono, Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati, Direktur Utama Garuda Indonesia Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Direktur Bisnis Ritel BNI, Tambok PS Simanjuntak, Pemimpn Divisi Manajemen Produk Konsumer BNI, Corina L Karnalis pada saat press conference Garuda Online Travel Fair. mudah melalui smartphone dengan 3 sumber pendanaan yaitu Kartu Debit BNI, Kartu Kredit BNI, dan Unikqu. Dengan semangat Digital yang dapat memberikan berbagai keuntungan lebih banyak, lebih efisien, lebih mudah, dan dapat dijangkau seluruh nasabah BNI untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan promopromo tiket perjalanan Garuda Indonesia dengan penawaran menarik, baik nasabah BNI di Indonesia maupun di luar negeri. BNI akan memberikan berbagai benefit tambahan untuk nasabahnya di GOTF 2018 ini, Promo yang diberikan BNI berupa diskon hingga Rp 10 juta dan tambahan cashback Rp 5 Juta dengan menghighlight beberapa destinasi unggulan seperti Bali, Labuan Bajo, Raja Ampat, Singapura, Jepang dan London. Untuk keringanan pembayaran, BNI juga memberikan cicilan 0% tenor 3 dan 6 bulan minimal transaksi Rp1 juta dan tenor 12 bulan untuk minimal transaksi Rp5 juta, serta tambahan diskon lagi hingga 50% dengan BNI Rewards Point. Khusus untuk pengguna yap, bisa mendapatkan promo khusus berupa tambahan e voucher sebesar Rp500 ribu dengan minimal transaksi Rp5 Juta dan e voucher Rp300 ribu dengan minimal transaksi Rp3 Juta.

“Melalui promo secara Digital ini, kami berharap dapat memberikan keuntungan yang lebih luas menjangkau nasabah BNI dari Sabang sampai Merauke bahkan di luar negeri yang menginginkan tiket murah pulang ke Indonesia,” ungkap Tambok. “Agar masyarakat dapat menikmati promo GOTF secara maksimal, kami sarankan untuk segera melakukan pengajuan aplikasi Kartu Kredit Co Brand GARUDA – BNI. Itu dapat dilakukan secara online melalui eform di www.bni.co.id,” jelas Tambok. Pada pelaksanaan GOTF Phase I 2018 ini, Garuda Indonesia dan BNI menawarkan berbagai destinasi dengan harga terbaik untuk berlibur. Di samping itu, khusus untuk pengguna kartu kredit BNI akan mendapatkan tambahan diskon mulai dari Rp300.000 hingga Rp10.000.000. GOTF telah dilaksanakan sejak tahun 2016, dan pada pelaksanaan GOTF 2018 ini Garuda Indonesia juga kembali menggandeng beberapa mitra usaha lainnya seperti mitra usaha Hotel (Swiss-Belhotel International, Agoda, Parador Group Hotel, Shangri-La Hotel Singapore), mitra usaha Paket Perjalanan dari Garuda Indonesia Holiday dan KKDAY serta mitra usaha untuk perlengkapan liburan (e-Commerce: GarudaShop, Blibli.com; Lazada, Shopee, VIP Plaza, Zalora). (r)

Edisi 02 Mei 2018 | Suara NTB  

Headline : 59,351 KK Miskin Belum Terima Rastra di Bima dan Dompu

Edisi 02 Mei 2018 | Suara NTB  

Headline : 59,351 KK Miskin Belum Terima Rastra di Bima dan Dompu

Advertisement