HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SABTU, 1 DESEMBER 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
12 HALAMAN NOMOR 222 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Kantor KPH Diserang Pelaku ’’Illegal Logging’’ Mataram (Suara NTB) Upaya pemberantasan illegal logging di NTB menemui tantangan yang besar. Terduga pelaku pembalakan liar semakin beringas. Bahkan mereka menggerakkan massa untuk menyerang petugas pengamanan hutan (Pamhut) di Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Timur Resort Sambelia hingga beberapa kali. ‘’Penyerangan Kantor KPH karena ada yang ditangkap. Pos di Sambelia yang diserang itu,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom,
B.Sc.F, M. Si dikonfirmasi Suara NTB usai acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di Halaman Bumi Gora Kantor Gubernur, Jumat (30/11) . Bukan hanya di Pulau Lom-
bok, para terduga pelaku illegal logging dan perambah hutan juga melakukan hal serupa di Pulau Sumbawa, tepatnya di Bima dan Dompu. Namun massa tak menyerang Kantor KPH,
melainkan memblokir jalan untuk memprotes penangkapan warga yang diduga melakukan pembalakan liar. Madani menjelaskan, Satgas Pemberantasan Illegal Logging yang terdiri dari Polisi Kehutanan, TNI dan Polri terus menggencarkan operasi di Lombok dan Sumbawa. Apalagi pascabencana gempa, banyak masyarakat yang menggergah kayu hutan untuk
membangun rumah kayu. Ia memastikan, upaya pemberantasan illegal logging tak kalah galaknya seperti masa Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Patroli dilakukan siang dan malam. Namun akibat keterbatasan Pamhut, sehingga ada saja yang lolos. ‘’Cuma sekarang musim hujan, mereka ndak bisa ngangkut kayu. Bersambung ke hal 11
Waspadai Potensi Longsor Susulan di Jalur Sembalun
TO K O H
(Suara NTB/BPBD Lotim)
DIBERSIHKAN - Material longsor berupa bebatuan yang menutupi jalan, mulai dibersihkan di sepanjang jalan utama di Desa Sembalun Bumbung, Jumat kemarin.
Pembelaan Terbuka Lebar GUBERNUR NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menyatakan, pembelaan terhadap salah seorang TKI asal Lombok Tengah (Loteng) yang terancam hukuman pancung masih terbuka lebar. Saat ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah menunjuk pengacara mendampingi Zainul Wathoni (31) di Malaysia. ‘’Memang sudah ada pendampingan. Komunikasi saya waktu itu langsung dengan Kementerian Luar Negeri. Bersambung ke hal 11
KO M E N TTAA R
H.Zulkieflimansyah (Suara NTB/nas)
Klarifikasi Kepala Kemenag KASUS pengadaan buku madrasah tahun 2018 berproses di tahap penyelidikan. Setelah meminta keterangan Kasi Pendidikan Madrasah pada masing-masing 10 Kemenang Kabupaten/Kota, selanjutnya giliran akan diklarifikasi Kepala Kemenag Kabupaten/Kota. Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Syamsudin Baharudin mengatakan, rangkaian klarifikasi masih banyak diperlukan. Termasuk pimpinan Kemenag di tiap Kabupaten/Kota soal wewenang. ‘’Semua pihak pasti akan kita mintai keterangan. Ini masih panjang ini rangkaiannya,’’ katanya kemarin. Bersambung ke hal 11 Syamsudin Baharudin (Suara NTB/dok)
Selong (Suara NTB) Masyarakat yang akan melintas di wilayah Kecamatan Sembalun, Lombok Timur (Lotim) maupun sebaliknya diimbau tetap mewaspadai longsor susulan. Pasalnya, pascalongsor, Kamis (29/11) lalu hingga kemarin, potensi bencana serupa berpeluang terjadi mengingat hujan terus mengguyur wilayah kaki Gunung Rinjani ini. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Lalu Rusnan, Jumat (30/11), hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir ini tidak hanya berpotensi terjadinya banjir bandang. Namun bencana tanah longsor merupakan hal yang harus diwaspadai terutama di wilayah yang dikelilingi perbukitan seperti di Kecamatan Sembalun. ‘’Ada kemungkinan longsor susulan terjadi karena di Sembalun sudah mulai hujan. Di sana merupakan daerah perbukitan,’’ katanya. Akibat tanah longsor, sempat dilakukan pengalihan arus lalu lintas hingga Jumat siang kemarin. Masyarakat diarahkan menggunakan jalur Suela-Sambelia karena material longsoran berupa bebatuan berukuran besar menimbun badan jalan utama tepatnya di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun. Lamanya proses evakuasi terhadap bebatuan karena alat berat yang diturunkan belum berani difungsikan lantaran hujan deras disertai longsoran masih terjadi. Bersambung ke hal 11
Tak Penuhi Syarat, Ketua PHRI NTB Dicopot Mataram (Suara NTB) Kepengurusan DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB di bawah kepemimpinan H. L. Abdul Hadi Faishal dinyatakan demisioner oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PHRI. Hadi Faishal tak menjabat lagi sebagai Ketua PHRI NTB karena dinyatakan sudah tak memenuhi syarat sesuai AD/ART. Selanjutnya DPP PHRI menunjuk carateker Ketua PHRI NTB yang juga Korwil PHRI Bali, NTB dan NTT, Tjok Oka Artha Ardhana. Hadi Faishal tak lagi menjabat Ketua PHRI NTB karena sudah tak mengelola hotel maupun restoran. Ketua Dewan Pertimbangan DPD PHRI NTB, I Gusti Lanang Patra saat memberikan keterangan pers di Mataram, Jumat (30/11) siang menjelaskan awal mula ditunjuknya carateker Ketua PHRI NTB. Semula, berawal dari pengaduan beberapa anggota PHRI NTB. Itu berawal dari dijualnya D’Praya Hotel. Di mana, L. Abdul Hadi Faishal selaku pemegang mandat D’Praya Hotel dalam keterwakilan anggotanya PHRI NTB. Dalam Musda beberapa tahun lalu, L Abdul Hadi Faishal terpilih menjadi Ketua PHRI NTB. ‘’Syarat menjadi Ketua PHRI salah satunya pemilik usaha hotel/restoran atau orang yang diberikan mandat atau pemilik usaha. Sehingga Pak Hadi sebagai pemegang mandat Hotel
D’Praya, Musda dua tahun lalu,’’ katanya. Seiring perjalanan waktu, Hotel D’Praya dijual atau berpindah tangan. Sekarang hotel tersebut sudah berubah nama. Sehingga mandat yang dipegang L. Abdul Hadi Faishal dengan sendirinya gugur. Selaku perpanjangan tangan DPP PHRI Pusat. Lanang mengaku sudah berusaha melakukan konfirmasi kepada L. Abdul Hadi Faishal. Apakah benar hotel dimana L. Abdul Hadi mendapat mandat sebagai anggota PHRI telah dijual. Namun, kata Lanang, yang bersangkutan sulit dihubungi. ‘’Dan melalui teman-teman beliau. Setelah itu tak ada respons. Dengan inisiatif sendiri dan teman-teman, kita mendatangi hotel bersangkutan. Setelah ketemu manajemen hotel, General Managernya, Mulyadi. Beliau memberikan penjelasan tentang status hotel. Ternyata sudah dijual,’’ terangnya. Pihaknya juga menanyakan posisi L. Abdul Hadi Faishal. Apakah masih ada keterkaitan dengan hotel tersebut. Mereka memberikan penjelasan, bahwa L. Abdul Hadi Faishal tak dikenal manajemen yang baru. ‘’Dasar itulah kami bersurat ke DPP PHRI. Selang satu minggu, DPP memberikan jawaban tentang surat yang dilayangkan. Bersambung ke hal 11
SK DPP - Ketua Dewan Pertimbangan DPD PHRI NTB, I Gusti Lanang Patra saat menunjukkan SK DPP PHRI mengenai kepengurusan PHRI NTB di bawah kepemimpinan L. Abdul Hadi Faishal yang sudah demisioner.
Pelaku Ekonomi di Bandara Keluhkan Menurunnya Omzet SERANGKAIAN gempa yang melanda NTB beberapa waktu lalu, masih menyisakan dampak ekonomis yang cukup dirasakan oleh warga NTB. Hal ini dipicu belum pulihnya angka kunjungan wisatawan ke NTB. Akibatnya, mereka yang menggantungkan hidup dari sektor transportasi, pariwisata dan perdagangan menjadi kelompok masyarakat yang paling terpukul oleh kondisi pascagempa. Bandar Udara Internasional Lombok misalnya. Di sini, ada ratusan warga NTB yang menggantungkan mata pencahariannya dari tinggi rendahnya hilir mudik pengguna moda transportasi di bandara. Lalu Setiawan (32) adalah salah seorang di antara warga yang masih merasakan dahsyatnya guncangan ekonomi pascagempa ini. Bersambung ke hal 11
(Suara NTB/aan)
LENGANG - Suasana lengang di LIA, Jumat (30/11) kemarin. Gempa yang melanda NTB beberapa waktu lalu, masih menyisakan dampak ekonomi yang cukup dirasakan oleh warga NTB. Hal ini dipicu belum pulihnya angka kunjungan wisatawan ke NTB.
(Suara NTB/nas)
1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Lombok akibat adanya Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Pascagempa yang meng- pengurangan frekuensi pener1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 guncang NTB beberapa bu- bangan beberapa maskapai ke 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 lan lalu, harga tiket pesa- Lombok, seperti Lion Air dan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 wat ke Lombok melam- Garuda Indonesia. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Akibat bencana gempa bung tinggi. Kondisi ini di1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 akui berpengaruh terhadap beberapa bulan lalu, Garu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 minat wisatawan berkun- da Indonesia mengurangi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 frekuensi penerbangan dari jung ke Lombok. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 empat kali sehari menjadi Kepala Dinas Pariwisata 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 (Dispar) NTB, H. L. Moh. dua kali. Kondisi ini terja1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Faozal, S. Sos, M. Si menjelas- di sekitar sebulan. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 kan, tingginya harga tiket ke Bersambung ke hal 11 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012
Harga Tiket Mahal
Wisatawan Pertimbangkan Berkunjung ke Lombok
Fokus Perbaikan Infrastruktur SETELAH penjelasan alokasi anggaran diterima kelurahan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sejumlah kelurahan mulai mengambil ancang ancang membuat perencanaan. Tak terkecuali Kelurahan Mayura yang akan fokus perbaikan infrastruktur lingkungan. Dana kelurahan yang dikelola Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar. Pendistribusian anggaran dilihat dari jumlah penduduk, luas wilayah dan inovasi serta I Made Suartha prestasi kelurahan. Ditemui Kamis (29/11), (Suara NTB/cem) Lurah Mayura, I Made Suartha memiliki persepsi bahwa dana kelurahan adalah uang pemerintah. Dia tak akan merasa memiliki. Persepsi seperti itu menghindari indikasi penyalahgunaan anggaran. “Kalau saya ndak mau bingung. Ini kan uang rakyat. Jadi kita pakai untuk kebutuhan masyarakat,” katanya. Suartha mulai sekarang memikirkan penggunaan dana tersebut untuk perbaikan infrastruktur lingkungan. Di antaranya, perlu dibangunnya gang - gang, perbaikan drainase dan penataan kebersihan. Menurut dia, perbaikan drainase sangat penting meskipun wilayahnya tak langganan banjir. Demikian pula pengelolaan kebersihan. Walaupun ada operator sampah tapi belum maksimal menangani secara keseluruhan. “Operator hanya satu. Ndak bisa menjangkau semua rumah. Produksi sampah rumah tangga banyak,” kata dia. Suartha menyampaikan, penataan infrastruktur tak bisa mengandalkan dana kelurahan. Anggaran diperoleh Rp150 juta pertahun. Ini hanya untuk kegiatan rutin saja. Seperti membayar gaji pegawai tidak tetap, pembelian ATK, rapat dan lain sebagainya. Diakui, penataan lingkungan diintervensi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Akan tetapi, tak secara keseluruhan usulan masyarakat terealisasi. Oleh karena itu, adanya dana kelurahan tersebut membuka bagi kelurahan secara mandiri mengatur anggaran guna kepentingan masyarakat. “Kami menunggu juklak - juknis penggunaan anggaran,” demikian ujarnya. (cem)
SUARA MATARAM
Halaman 2
Mental ASN Kota Mataram Perlu Diperbaiki
Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menilai mental dan kinerja aparatur sipil negara (ASN) Kota Mataram perlu diperbaiki. Di saat ribuan warga ingin menjadi ASN, tetapi ASN yang ada malah menunjukkan kinerja yang tidak memuaskan. Walikota mengkritik pegawai negeri sipil yang malas bekerja. “Betapa banyaknya orang mau jadi ASN. Yang sudah jadi ASN ternyata malas dan duduk santai saja di kantor,” kritik Walikota, Jumat (30/11). Walikota menggambarkan antusiasme masyarakat yang ingin jadi ASN. Pelamar CPNS di Kota Mataram 7 ribu lebih. Yang lulus administrasi 6.777 dan ikut seleksi kompetensi bidang 6.494 orang. Disesalkan, justru yang jadi ASN maupun pejabat malah bermalas - malasan. Dalam konteks peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW demikian kata Walikota, ASN bagaimana mengamalkan ajaran agama dan memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. “ASN Kota Mataram harus menggambarkan rasa bersyukur. Banyak yang berikhtiar
jadi ASN. Begitu jadi ASN, malah tidak bersyukur,” katanya mengingatkan. Mental ini menurut Walikota, harus diperbaiki. Artinya, menjadi ASN dan pejabat harus menunjukkan kinerja. Oleh karena itu, Pemkot Mataram tetap meminta ASN meningkatkan kedisiplinan. Selain itu, pegawai ini harus bekerja sesuai tugas dan fungsi masing - masing. “Dengan itulah kita memposisikan mereka,” ucapnya. Apakah pegawai malas bekerja imbas dari pola kerja yang tidak merata? Ahyar enggan mengomentari. “Nanti lagi kita jawab. Jangan yang berat - berat dulu,” ucapnya. Perayaan maulid yang digelar di Taman Udayana Kelurahan Karang Baru sekaligus meresmikan mushala Nurul Wathan. Mushala tersebut merupakan hibah dari satu perusahaan. (cem)
(Suara NTB/cem)
PERESMIAN - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menandatangani prasasti peresmian mushala Nurul Wathan di Taman Udayana Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Jumat (30/11). (Suara NTB/cem)
SUARA NTB Sabtu, 1 Desember 2018
KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, S.Pt., mengaku prihatin dengan buruknya kualitas air sungai di Kota Mataram. Padahal, masih ada sebagian warga yang memanfaatkan air sungai untuk mencuci. Dia pun menyarankan supaya Pemkot Mataram melalui BLH (Badan Lingkungan Hidup) mengeluarkan imbauan bagi warga supaya tidak memanfaatkan air sungai untuk aktivitas keseharian. Tidak hanya sungai, I Gede Wiska Wiska menduga, sumursumur di Kota Mataram juga mengalami nasib serupa. Kondisi ini, menurut dia, tidak semata-mata karena aktivitas warga Mataram yang masih membuang sampah ke sungai. Tapi juga sebagai dampak karena Mataram berada di daerah hilir. ‘’Memang sekarang pencegahannya bagaimana agar masyarakat terkena dampaknya,’’ demikian Wiska. Sedangkan untuk mencegah meluasnya pencemaran sungai, Wiska yakin BLH lebih paham mengenai hal itu. Apalagi pencemaran sungai ini tidak melulu akibat sampah yang dibuang ke sungai tapi juga karena masyarakat yang tinggal di sempadan sungai menjadikan sungai sebagai septictank. Di mana pipa-pipa pembuangan dari limbah MCK (mandi, cuci, kakus) langsung diarahkan ke sungai. Fenomena ini memperparah pencemaran sungai di Mataram. Wacana membangun septictank komunal bagi warga yang tinggal di sempadan sungai, belum banyak terealisasi. ‘’Baru di Bertais. Banyak yang studi banding ke sana,’’ akunya. Namun, Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menekankan ke depan Pemkot Mataram memang harus tegas dalam pemberlakuan septictank komunal bagi warga yang tinggal di sempadan sungai. Yang terpenting sekarang bagaimana Pemerintah mengatasi pencemaran yang bersumber dari sampah. ‘’Dan pencemaran ini sudah merembet sampai ke sumur-sumur warga. Dampaknya ini dari rembesan air sungai lalu masuk ke sumur,’’ keluhnya. Oleh karena itu, Wiska mendesak BLH mempercepat mengeluarkan imbauan agar warga tidak lagi menggunakan air sumur apalagi air sungai. ‘’Jangan sampai ini menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari,’’ katanya. Namun demikian, Pemkot Mataram diharapkan menyiapkan solusi ketika mengeluarkan imbauan itu. Misalnya warga difasilitasi MCK umum supaya tidak mandi sungai. Wiska melihat, penanganan pencemaran sungai ini harus dilakukan dari hulu ke hilir. ‘’Ini memang tidak bisa hanya ditangani oleh satu pemerintahan saja. Harus ada kerjasama dengan pemerintahan yang lain,’’ pungkasnya. (fit)
MELONJAK - Pedagang daging di Pasar Sindu, Kota Mataram, duduk menunggu calon pembeli. Harga daging sapi saat perayaan maulid dan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru melonjak drastis. Harga per kilogram daging sapi antara Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu.
Pemkot Siapkan Rp50 Miliar untuk Pembebasan Lahan Mataram (Suara NTB) Dari alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Mataram Rp1,4 triliun, sekitar Rp50 miliar dihabiskan untuk pembebasan lahan. Demikian Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram Drs. H.M.Syakirin Hukmi, Jumat (30/11). Dalam APBD 2019, kata Syakirin, ada beberapa titik pembebasan lahan di Kota Mataram. Di antaranya, pembangunan Kantor Walikota Mataram di Jalan Lingkar Selatan atau tepatnya Kelurahan Jempong Baru, pembebasan lahan di Gontoran, terusan jalan Muhammadiyah. Pembebasan lahan sudah jadi program prioritas dari Pemkot Mataram. Syakirin menegaskan, tidak ada program organisasi perangkat daerah (OPD) yang terganggu. Hanya memang kata dia, tahun 2019 ada pemangkasan untuk perjalanan dinas. “Ndak ada program dinas yang terganggu dari itu (anggaran pembebasan lahan),” dalihnya. Semua program telah direncanakan di masing-masing OPD.
H.M. Syakirin Hukmi
Promosi Pariwisata di Mataram Minim Mataram (Suara NTB) Promosi pariwisata Kota Mataram sangat minim. Badan Promosi Pariwisata tak berfungsi optimal mempromosikan destinasi wisata di ibukota provinsi tersebut. Dalihnya tak ada anggaran dikelola. Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram (BP2KM), Lalu Arjuna, tak menampik bahwa lembaganya tak mengelola anggaran. Apakah sifatnya dana hibah, bansos atau stimulan. Konon, anggaran BP2KM ada di Dinas Pariwisata. “BP2KM tidak memegang dana,” ucapnya. Karena tak memiliki anggaran kata dia, BP2KM
(Suara NTB/dok)
(Suara NTB/dok)
Atasi Pencemaran Sungai
Syakirin Hukmi berharap seluruh lahan yang telah masuk dalam perencanaan untuk dibebaskan akan tuntas tahun 2019. “Mudah - mudahan tahun ini (2019, red) sudah habis,” ucapnya. Ditanya mengenai pembebasan lahan empat hektar untuk pembangunan Kantor Walikota, Syakirin tak menjelaskan secara detail. Secara umum memang lahan empat hektar tersebut diperuntukkan pembangunan kantor. (cem)
wasan dana tersebut agar menghindari penyalahgunaan kata dia, Pemkot Mataram akan melibatkan APH. “Insya Allah, kita akan ada MoU dengan pihak APH. Apakah itu Polres Mataram atau Kejari Mataram,” ucapnya. Inspektorat juga sebelumnya telah mengingatkan camat dan lurah agar tak melakukan penyimpangan dapam pengelolaan dana kelurahan. Dalam praktiknya kasus ditemukan oleh Auditor Pengawas Internal Pemerintah mengendus motif kepala desa menyalahgunaan dana tersebut. Dalam pengelolaan dana kelurahan Inspektorat akan turun mengawasi. Bahkan, akan dibentuk tim untuk mengawasi. Satu tim nantinya akan menangani beberapa kelurahan. Tim ini akan intens turun ke kelurahan. (cem)
(Suara NTB/cem)
(Suara NTB/dok)
H. Ahyar Abduh
Pengelolaan dana kelurahan kata Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dikonfirmasi Jumat (30/11), menunggu petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat. ‘’Anggarannya memang sudah masuk,’’ katanya, namun masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pengalokasiannya. Pendistribusian dana tak merata. Bisa saja kata Walikota, anggaran diterima variatif. “Nanti kita akan ikuti standarnya,” kata Walikota. Ahyar menambahkan, pemanfaatan anggaran tersebut apa saja harus mengacu ke juklak - juknis dan juga prosedurnya. Tentu pengamanan pemanfaatan dana itu butuh pembekalan - pembekalan berupa pendampingan teknis kepada aparat kelurahan. Juga penga-
kata Arjuna, diusulkan ke Dispar. Ini dilakukan karena tak mengelola anggaran secara mandiri. Terkait kunjungan wisatawan tak diketahui berapa target di 2018 serta jumlah wisatawan. Arjuna berdalih data kunjungan wisatawan dipegang oleh Dispar. Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Mataram, Drs. H. Lalu Abdul Hamid mengatakan, belum tahu mengenai anggaran BP2KM. BP2KM tetap dilibatkan promosi bersama pelaku pariwisata. Walaupun tidak mengelola anggaran. “Ya, mudah - mudahan nanti Pak Kadis yang menganggarkan,” ucapnya. (cem)
SEPI PENGUNJUNG - Minimnya promosi terhadap destinasi wisata di Kota Mataram menyebabkan objek wisata di sana sepi pengunjung. Warga Kelurahan Mayura meluangkan waktu memancing di kolam Taman Wisata Pura Mayura, Kamis (29/11).
Pengawasan Pengelolaan Dana Kelurahan Libatkan APH Mataram (Suara NTB) Tak ingin lurah menjadi pesakitan atau terjerumus persoalan hokum, Pemkot Mataram mengambil inisiatif melibatkan aparat penegak hukum (APH), baik Kejaksaan maupun Kepolisian untuk mengawasi penggunaan dana kelurahan. Dan tersebut akan mulai diberikan pada tahun anggaran 2019 mendatang. Direncanakan, dana kelurahan yang diterima oleh Pemkot Mataram tahun 2019 mendatang sekitar Rp18 miliar lebih. Satu kelurahan mendapatkan alokasi anggaran berbeda, dilihat dari luas wilayah, jumlah penduduk, prestasi dan inovasi kelurahan. Akan tetapi, kisaran dana kelurahan akan didistribusikan antara Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar.
tak pernah berkegiatan. Pihaknya hanya sifatnya membantu Dispar jika ada agenda seperti Festival Mentaram. “Bantunya bukan duit. Kita bantu tenaga dan pikiran,” sebutnya. Arjuna mengaku, promosi pariwisata masih minim dilakukan oleh BP2KM. Dia hanya nebeng ketika Dispar menggelar promosi destinasi wisata Kota Mataram. Kolaborasi promosi dengan Dispar belum dievaluasi. Apakah berimbas pada peningkatan kunjungan wisatawan atau tidak Lalu bagaimana BP2KM berprogram? Jika ada kegiatan demikian
SUARA NTB
Sabtu, 1 Desember 2018
Halaman 3
Wagub Resmikan Toko Tani Center
Ikhtiar Melindungi Petani dan Konsumen Mataram (Suara NTB) Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meresmikan Toko Tani Indonesia Center (TTIC). Salah satu terobosan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB dalam rangka mendukung ketersediaan pasokan pangan dan menjaga stabilitas harga pangan. TTIC ini diresmikan, bersamaan dengan pemberian bantuan bibit kepada masyarakat secara cumacuma untuk memanfaatkan pekarangannya dengan menanam berbagai jenis tanaman buah kebutuhan dapur dan apotek hidup. TTIC ini berbentuk toko yang menjadi induk TTI yang jumlahnya 49 berada di 10 kabupaten/kota di NTB. TTIC menyediakan seluruh kebutuhan pangan masyarakat dengan harga penjualan, relatif lebih rendah 10 persen dibandingkan harga pasar pada umumnya. Mengapa lebih rendah? Seluruh barangnya dipasok langsung oleh kelompok-kelompok tani mitra dan binaan. Untuk barang-barang pabrikan, semisal minyak goreng, tepung terigu dan lainnya, TTIC bermitra dengan distributor langsung. Sehingga harga penjualannya adalah harga distributor. Selain itu, TTIC juga menyediakan telur yang dikerjasamakan dengan peternak. Karena demikian strategisnya keberadaan TTIC ini untuk memutus mata rantai penjualan dan menjaga stabilitas harga, TTIC di jalan Puring No 16.B Mataram (belakang kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB) ini sangat diharapkan oleh Wagub agar dikelola serius. Serta didukung oleh OPD dan stakeholders terkait. “Saya bersykur bisa buka pusat toko tani Indonesia ini. Permasalahan petani bukan hanya produksi, tapi juga distribusi. Ini salah satu ikhtiar kita untuk memperlancar distribusi, dan memperpendek mata rantai pasar,” ujarnya.
TTIC menyediakan produkproduk pangan berkualitas. Harapan Wagub, ikhtiar dengan TTIC dapat memberikan imbas positif bagi para petani. Karena harga layak langsung mereka dapatkan tanpa melalui tengkulak. Wagub juga menyinggung soal percontohan pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan Kawasan Pangan Rumah Lestari (KRPL) oleh kelompok-kelompok masyarakat. Harapannya, KRPL yang dibuat oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi tidak sebatas pecontohan. Tetapi betul-betul seluruh rumah tangga di NTB, bisa mengaplikasikannya. “Ini menjadi gerakan untuk dicontoh oleh tetangga-tetangga, dan masif ke depan untuk pemenuhan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi,” demikian Rohmi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani menyebut, TTIC yang diresmikan sebetulnya telah memiliki embrio, yakni TTI yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Sebelum diresmikan, TTIC pada dasarnya telah dioperasikan. “Saya balik, saya lihat apakah jalan dulu, baru diresmikan. Tidak diresmikan dulu, baru jalan. Dan sudah jalan sejak beberapa lama. Kebutuhan-kebutuhan yang disediakan selalu ludes. Karena itu ditetapkan untuk diresmikan,” terangnya. Keberadaan TTIC harapan yang sama, kepala dinas juga menginginkan masyarakat lebih familiar. Sebagai tempat penyediaan kebutuhan pangan yang berkualitas, dan harga lebih rendah dibanding pasaran. Kemudian terkait KRPL percontohan yang dibuat, kepala dinas mengatakan gerakan memanfaatkan pekarangan digalakkan dengan membagikan 5.000 bibit sayur dan buah. Saat ini, baru 20 persen lahan pekarangan di NTB yang dimanfaatkan untuk penyediaan pasokan pangan. “Sisanya pekarangan kebanyakan telantar. Dengan pembagian bibit, diharapkan masyarakat ada gaung untuk memanfaatkan pekarangan sebagai dapur hidup,” demikian Hj. Budi. (bul/*)
Galeri peresmian TTIC dan peninjauan pemanfaatan pekarangan percontohan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Ir. Hj. Budi Septiani beserta stakeholders.
Kolaborasi Bersama Hokben
Garuda Indonesia Hadirkan ”New Inflight Menu” Jakarta (Suara NTB) – Maskapai nasional Garuda Indonesia dan restoran kuliner bergaya jepang HokBen mengumumkan kolaborasi penyediaan “New Inflight Menu” pada sejumlah layanan penerbangan rute domestik Garuda Indonesia yang akan mulai tersedia pada periode penerbangan 5 Desember 2018 hingga 30 Januari 2019. Kolaborasi penyediaan “New Inflight Menu” tersebut ditandai dengan press conference dan penyajian menu pada sejumlah pengunjung di restoran HokBen cabang Pondok Indah Mall 1, Kamis (29/11),yang turut dihadiri oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, Direktur Human Capital Heri Akhyar, Direktur Layanan Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe, Direktur Utama Hokben Paulus Arifin, Direktur Pengembangan Bisnis HokBen Martin Wardjojo dan Marketing Communications Group Head HokBen Francisca Lucky. Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan, “Kolaborasi Garuda Indonesia dan HokBen dalam menghadirkan “New Inflight Menu” ini merupakan komitmen berkelanjutan maskapai dalam menghadirkan “New Inflight Experience” kepada pengguna jasa yang sekaligus memberikan nilai tambah tersendiri kepada pengguna jasa ketika menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia. “Adapun pada tahap awal ini, Garuda Indonesia dan HokBen menyepakati komitmen penyediaan new inflight menu yang akan mencapai lebih dari 29 ribu meals yang dilayani untuk di 11 rute penerbangan setiap hari Rabu dan Sabtu”, papar Ari Ari menambahkan, “Hadirnya varian new inflight menu di pesawat tersebut juga merupakan bagian dari komitmen maskapai dalam menyelaraskan customer voice yang menginginkan ragam menu yang berbeda di penerbangan Garuda Indonesia. Perubahan ini juga bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk menarik pasar millennial dan berusaha untuk lebih dekat dengan kebutuhan mereka”. “Dipilihnya HokBen sebagai partner pertama penyediaan “new inflight menu” tersebut juga tidak terlepas dari kualitas dan
varian menu yang dimiliki HokBen, dimana HokBen merupakan salah satu menu favorit masyarakat Indonesia dan juga konsumen Garuda Indonesia. Kami optimistis hadirnya menu HokBen pada layanan penerbangan kami akan memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna jasa dalam menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia.” Jelas Ari Hadirnya varian “new inflight menu” HokBen di layanan penerbangan Garuda Indonesia telah melalui serangkaian proses dalam penyajian menu baru tersebut di pesa-
wat khususnya pada aspek standarisasi kualitas makanan, mekanisme pengiriman dan distribusi makanan, safety & security serta aspek-aspek penunjang lainnya. Lebih lanjut, Direktur Pengembangan Bisnis HokBen Martin Wardjojo mengungkapkan, “ HokBen memiliki Visi ‘Bring Goodness to Nourish People Life through Creating and Providing Integrity Food’ , kerjasama ini adalah Sebuah kebanggaan bagi kami, dimana HokBen bisa berkolaborasi dengan maskapai nasional Garuda Indone-
sia. Khusus untuk kolaborasi ini, kami memberikan menu favorit HokBen yakni Egg Chicken Roll, Beef Teriyaki, dan Chicken Steak lengkap dengan pudding sebagai dessertnya. Sudah pasti ketiganya dilengkapi dengan acar dan mayonnaise khas HokBen yang menjadi signature HokBen. Kami juga menyediakan mainan (kids toys) dalam setiap child meal-nya” “Semoga kolaborasi ini, bisa memuaskan harapan semua dari penumpang Garuda Indonesia, dan juga customer HokBen khususnya. New ex-
perience, same great taste,” tutup Martin Wardjojo. Kolaborasi penyediaan “New Inflight Menu” Garuda Indonesia dan HokBen dapat dinikmati pada sejumlah layanan penerbangan domestic khusus untuk rute keberangkatan Cengkareng tujuan Aceh, Batam, Padang, Banjarmasin, Pontianak, Denpasar, Balikpapan, Medan, Makassar, Manado dan Lombok. Adapun serving hour menu baru tersebut akan dihadirkan pada penerbangan dengan jam keberangkatan antara pukul 11.00 – 13.00 waktu setempat. (*)
(Suara NTB/ist)
New Inflight Menu Garuda Indonesia, kolaborasi dengan rsetoran bergaya Jelang Hokben. Menu ini akan mulai tersedia pada periode penerbangan 5 Desember 2018 hingga 30 Januari 2019
SUARA NTB Sabtu, 1 Desember 2018
Tertibkan APK Caleg BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Utara (KLU) tampaknya dibuat repot dengan Alat Peraga Kampanye (APK) para caleg yang melanggar aturan. Bawaslu pun melakukan koordinasi dengan Satpol PP Lombok Utara untuk menertibkan APK tersebut setelah sebelumnya, Bawaslu menyurati parpol asal caleg, namun tidak mendapat respon. Ketua Bawaslu KLU, Adi Purmanto, SE., kepada wartawan Jumat (30/11) mengungkapkan, penertiban APK yang melanggar ketentuan cukup banyak terpasang. Mulai dari APK dipasang di pohon/kayu, tiang listrik dan sebagainya. Umumnya yang memasang APK tersebut adalah caleg yang pemilihan legislatifnya di level DPRD Provinsi dan DPR RI. “Hari ini kami koordinasikan sama Pol PP. Awalnya kami sudah sampaikan rekomendasi kepada sahabat-sahabat di tingkat parpol di kabupaten untuk melakukan penertiban sendiri-sendiri dalam waktu 1 x 24 jam,” ujar Adi. Namun setelah diberikan surat rekomendasi penertiban oleh Bawaslu, sambungnya, pengurus parpol tidak bergeming. APK yang ada hubungannya dengan caleg dari partainya, tetap tidak diturunkan. Maka tegas dia, sesuai dengan aturan Bawaslu berkoordinasi dengan instansi teknis di kabupaten yang bertugas menindak APK. Bawaslu berharap, penertiban APK dijadwalkan dengan menyasar seluruh wilayah dari Kecamatan Pemenang hingga Bayan. Sebab pelanggaran pemasangan APK tidak hanya berada di wilayah perkotaan saja tetapi juga di wilayah pedalaman. “Insya Allah hari Senin depan sudah bisa kita lakukan (penertiban), karena hari ini kita menghadap ke Pol PP untuk koordinasikan kapan beliau (Kasat Pol PP) bisa turun bersama Bawaslu,” ujarnya. Adi Purmanto menyambung, Bawaslu telah mengidentifikasi lebih dari 500 APK caleg yang melanggar ketentuan pemasangan. Rata-rata APK tersebut berbentuk poster, stiker. “Mereka ini seharusnya menggunakan spanduk sebenarnya, tetapi mereka tidak menggunakan itu. Dan mereka juga memasang di tempat yang memang tidak diperbolehkan,” ujarnya. Tidak hanya APK, Bawaslu juga intens mengawasi setiap pertemuan yang melibatkan caleg. Pihaknya khawatir, caleg baik incumbent maupun caleg baru melakukan kampanye tanpa mengantongi izin dari Polres. Sesuai aturan, sebut Adi, setiap caleg yang akan kampanye di manapun, harus memiliki izin dari kepolisian. Kepolisian pun dalam memberikan izin terlebih dahulu berkoordinasi dengan Bawaslu sehubungan dengan pengawasan saat kampanye. “Di setiap pertemuan apapun, saya minta kawankawan di kecamatan dan desa memantau. Minimal hadir dan dengarkan. Kalau memang tidak punya izin, cegah dan bubarkan,” Adi Purmanto tandasnya. (ari) (Suara NTB/ari)
Akhirnya, Kades Ombe Baru Dilantik Giri Menang (Suara NTB) H. Mazni Hamid akhirnya dilantik menjadi Kepala Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri mengantikan posisi H. Prasino Ilman. Pelantikan kakak mantan Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar) H. Umar Said ini menindaklanjuti amar putusan MA, pasca bersangkutan menang sengketa di tingkat MA. H. Mazni dilantik Sekda Lobar H. Moh. Taufiq di Pendopo Wakil Bupati Lobar, Jumat (30/11) pagi. Hadir pula Asisten I Setda Lobar, inspektur, Kepala Dinas PMD dan jajaran terkait lainnya. Usai pengambilan sumpah, Sekda Lobar menyampaikan beberapa pesan kepada kades yang dilantik bahwa dengan dilantiknya H. Mazni sebagai kades diharapkan agar kades baru melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai kades. Sebab tantangan ke depan cukup kompleks, sehingga harus kompak dan bersatu dalam melaksanakan pembangunan mulai dari kades hingga pemda. “Sebab tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa kekompakan,” ujarnya. Sekda juga berpesan agar Kades Ombe baru berhati-hati mengelola ADD dan DD. Dengan jumlah yang terus meningkat, cukup rawan terjadi persoalan. Jangan sampai kata sekda, dana besar tersebut dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak benar. Pihaknya tak inginkan di Desa Ombe termasuk di semua desa ada permasalahan pemanfaatan dana desa. Sementara itu kades Ombe baru, H Mazni Hamid mengatakan pihaknya akan melanjutkan program yang dinilai bagus dan meningkatkan jika ada yang belum sempurna. Mengingat kondisi pascagempa sengketa ada kerenggangan antara warga, ia pun akan melakukan silaturahmi kepada semua tokoh baik tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di desa. (her)
12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Praya (Suara NTB) 12345678901234567890123456789012 Pemkab Lombok Tengah (Loteng) berencana kembali akan 12345678901234567890123456789012 menggelar mutasi pejabat akhir bulan Desember 2018 men12345678901234567890123456789012 datang atau paling lambat awal bulan Januari 2019. Fokus 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pelaksanaan mutasi pada pengisian jabatan-jabatan eselon 12345678901234567890123456789012 III ke bawah yang saat ini masih banyak yang lowong. Adapun 12345678901234567890123456789012 untuk jabatan eselon II kemungkinan tidak akan ada mutasi. 12345678901234567890123456789012 “Kalau pun ada pejabat eselon II yang dimutasi, itu 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 mungkin sifatnya hanya pergeseran saja,” ungkap Sek12345678901234567890123456789012 da Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos. M.Si., ketika dikonfir12345678901234567890123456789012 masi wartawan, di kantornya, Jumat (30/11). 12345678901234567890123456789012 Dalam bulan ini Pemkab Loteng sudah mengelar mu12345678901234567890123456789012 tasi pejabat. Tapi itu masih terbatas hanya di beberapa 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 jabatan saja. Untuk mengisi jabatan eselon II yang lowong 12345678901234567890123456789012 dan beberapa jabatan eselon III. Namun untuk mutasi yang 12345678901234567890123456789012 akan datang, ada kemungkinan jumlah pejabat yang dimu12345678901234567890123456789012 tasi jauh lebih banyak. 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 Pasalnya, banyak pejabat khususnya pejabat eselon III 12345678901234567890123456789012 yang akan memasuki masa pensiun pada akhir tahun ini, 12345678901234567890123456789012 sehingga harus segera diantisipasi dengan pengisian oleh 12345678901234567890123456789012 pejabat yang baru. Harapannya tentu dengan pengisian ja12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 batan menjelang pelaksanaan anggaran yang baru tersebut, 12345678901234567890123456789012 program di semua OPD yang ada bisa berjalan maksimal. 12345678901234567890123456789012 “Soal jumlah pejabat yang akan dimutasi cukup 12345678901234567890123456789012 banyak. Karena memang banyak jabatan yang harus 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 diisi karena lowong,” terangnya. 12345678901234567890123456789012 Terkait rencana tersebut, Badan Pertimbangan Ja12345678901234567890123456789012 batan dan Kepangkatan (Baperjakat) Loteng juga akan 12345678901234567890123456789012 segera bertemu membahas komposisi pejabat yang akan 12345678901234567890123456789012 dimutasi, sehingga pada pertengahan Bulan Desember 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 konsep pejabat yang akan dimutasi sudah ada kejela12345678901234567890123456789012 san. Termasuk untuk pejabat eselon II. Tidak menutup 12345678901234567890123456789012 kemungkinan akan ada pergeseran antara pejabat es12345678901234567890123456789012 elon II-nya, karena saat ini semua jabatan eselon II sudah 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 terisi, sehingga tidak ada yang harus diisi melalui me12345678901234567890123456789012 kanisme seleksi. “Kalau sekedar pergeseran tidak perlu 12345678901234567890123456789012 ada seleksi-seleksi segala. Kalau pengisian dengan pe12345678901234567890123456789012 jabat yang baru, baru harus melalui proses seleksi oleh 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012 pansel,” tegas mantan Kepala Dinas Pendapatan Daer12345678901234567890123456789012 ah (Dispenda) Loteng ini. (kir) 12345678901234567890123456789012 12345678901234567890123456789012
Mutasi Pejabat Loteng Direncanakan Awal Tahun Depan
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
BPBD Klaim Tidak Ada Lagi Warga Tinggal di Tenda Selong (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim) yang menjadi korban gempa sudah tidak ada lagi yang tinggal di bawah-bawah tenda. Semua sudah menempati hunian sementara (huntara), baik atas swadaya sendiri, maupun yang disiapkan oleh para relawan lainnya. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Lotim, Lalu Rusnan Suara NTB, Jumat (30/11). Diakuinya, sekarang ini sedang dibangun hunian tetap (huntap). Aplikator-aplikator sebagai pelaksana teknis dalam proses pembuatan rumah ini sudah ditunjuk dan diminta segera merampungkan pembangunan huntap. Sesuai target yang disepakati bersama, akhir Maret 2019 mendatang semua hunt-
ap harus sudah terbangun. Untuk percepatannya, sudah ada permintaan tambahan aplikator di semua jenis rumah yang akan dibangunkan. Diakui Rusnan, masih cukup banyak warga yang belum dibangunkan. Diperlukan kesabaran sampai semua proses untuk memulai kegiatan pembangunan dirampungkan oleh pihak aplikator bersama dengan tim teknis lainnya dalam upaya percepatan pembangunan.
Pada bagian lain, ujarnya, BPBD sudah bersurat ke semua kecamatan dan pemerintah desa agar masyarakat tetap siaga dari musim hujan, terutama potensi banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Masyarakat yang tinggal di rawan bencana berupa longsor dan banjir bandang agar berhati-hati, terlebih nantinya ketika intensitas hujan tinggi dan berlangsung berjam-jam. Untuk saat ini wilayah yang
rawan longsor dipetakan Kecamatan Sembalun, karena dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan. Terlebih kondisi struktur tanahnya labil pascadiguncang gempa bumi beberapa bulan lalu. Menurutnya, bencana tidak bisa diprediksi datangnya. Pengalaman pada banjir bandang tahun 2017 lalu yang menerjang wilayah selatan, yakni Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru. Wilayah ini pada dasarnya merupakan zona rawan krisis air, termasuk permintaan suplai air bersih yang paling banyak saat kemarau. Namun, saat musim hujan terjadi banjir bandang dan merusak rumah warga. (rus/yon)
(Suara NTB/yon)
Lalu Rusnan
Bupati Akui Kesulitan Lahan Bangun Huntara
(Suara NTB/ari)
WISATAWAN - Aktivitas masyarakat dan wisatawan di Gili Trawangan yang mulai ramai dikunjungi wisatawan. Pemda KLU berencana menjadikan tiga Gili sebagai satu kecamatan untuk memudahkan pelayanan pada masyarakat dan wisatawan.
Masyarakat Dukung Tiga Gili Jadi Kecamatan Tanjung (Suara NTB) Wacana 3 Gili (Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan) menjadi kecamatan tersendiri, mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Menurut warga, dengan berdirinya kecamatan di 3 Gili akan mendekatkan pelayanan dan keamanan di kawasan objek wisata destinasi masyarakat dunia tersebut. Tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Gili Indah, H. M. Taufik, kepada wartawan, Jumat (30/11), mengharapkan Desa Gili Indah, kecamatan Pemenang dimekarkan menjadi kecamatan tersendiri. Keberadaan tiga pulau yang menyedot lebih dari 1 juta kunjungan wisatawan setiap tahunnya itu, masih membutuhkan perhatian pemerintah lebih optimal. Dengan berdirinya kecamatan di 3 Gili, maka dampak multiplier effect dari pelayanan secara otomatis akan mengikuti. Di Kecamatan Gili nantinya akan ada Polsek, Koramil TNI, hingga pemakaran di tingkat desa dan dusun. Selama dua periode menjabat sebagai Kades Gili Indah, Taufik menyadari betul betapa pelayanan administrasi masih terkendaa oleh jarak pelayanan dari 3 pulau ke daratan (Kecamatan Pemenang). Menurut dia, massifnya perkembangan di Desa Gili Indah memungkinkan bagi masing-masing pula untuk dimekarkan. Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, memungkinkan dimekarkan menjadi desa terpisa dari desa induk –
Desa Gili Indah. Sedangkan di tiap pulau itu pula, dusun-dusun dapat dimekarkan. “Gili Trawangan saja bisa dimekarkan menjadi 3 dusun, misalnya Trawangan Utara,Trawangan Tengah dan Trawangan Selatan. Begitu juga di Gili Air. Jika memang ada kekhususan yang diberikan tiap pulau bisa dimekarkan menjadi masing-masing desa, sehingga pelayanan menjadi semakin dekat,” paparnya. Terpisah, Camat Pemenang, H. Faisol, S.STP., MM., mengakui sangat mendukung wacana yang digaungkan oleh Pemkab Lombok Utara. Selaku perpanjangan tangan Pemkab di Kecamatan Pemenang, ia menyadari betul bahwa pelayanan administrasi pemerintahan dan pembinaan di 3 gili perlu ditingkatkan. “Betul kata Pak Bupati, dengan adanya kecamatan tersendiri, pemerintah bisa lebih dekat ke masyarakat. Penataan dan pembinaan di gili lebih optimal lagi,” ujarnya. Faisol mengaku, pengalaman dalam melayani administrasi pemerintahan di Pemenang sudah berjalan maksimal. Hanya saja, untuk menjangkau 3 Gili dari daratan Pemenang membutuhkan dana dan sumber daya. Selain itu, jarak jangkauan dengan menggunakan transportasi laut juga mempengaruhi kecepatan dan otimalisasi pelayanan dan pembinaan. “Secara PAD, dengan adan-
ya kecamatan 3 Gili maka lebih berpeluang PAD bertambah. Alasannya karena pihak kecamatan dan desa, kepolisian dan Koramil juga bisa langsung memantau dari dekat. Kewenangan khusus untuk peningkatan PAD, penataan dan pengelolaan, langsung bisa diterapkan oleh pemerintah setempat,” tandasnya. Sebelumnya, Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., mengakui sudah menggulirkan wacana pemekaran Kecamatan Pemenang. Pemda Lombok Utara bahkan sudah melakukan konsultasi dan permohonan rekomendasi ke Kementerian Dalam Negeri. Tujuan pemekaran tidak lain untuk mendekatkan pelayanan, memberi keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat. “Kalau sekarang terkendala jarak sehingga pamantauan tidak penuh. Beda kalau di masing-masing. Jadi saya coba gulirkan dan diskusikan dengan teman-teman, saya minta Kabag Pemerintahan dan Asisten I itu untuk konsultasi ke Jakarta,” ujar Najmul. Najmul menguatkan, pihaknya perlu membentuk Pemerintahan Kecamatan dengan harapan diikuti oleh instansi vertikal seperti TNI, Polri. “Dan saya membayangkan di sana ada Camat, ada Polsek, Danramil. Maka akan sangat terasa bahwa daerah tersebut ada pemerintahnya. Sehingga lebih bisa kita buat rapi dan lain sebagainya. (ari)
Tempat Kumuh Disulap Jadi Objek Wisata Selong (Suara NTB) Pantai Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji dulu dikenal kumuh. Tumpukan sampah kiriman yang hanyut bersama air sungai tampak beserakan. Meski masih ada yang terlihat, namun kawasan ini kini mulai terlihat lebih baik, karena sudah disulap menjadi objek wisata menarik. Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Muhammad Juhad kepada Suara NTB, menjelaskan, ada anggaran Rp 750 juta yang digunakan untuk menyulap kawasan tersebut menjadi lebih menarik untuk dikunjungi para wisatawan. Dana Rp750 juta itu awalnya akan digunakan untuk menata kawasan wisata Lemor. Akan tetapi karena sudah tidak lagi menjadi wewenang Dinas Pariwisata, maka dialihkan pemanfaatannya untuk menata kawasan Pantai Suryawangi. Pantai Suryawangi disebut Muhammad Juhad juga memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan. Di mana, ombak besar di pantai ini kerap dijadikan lokasi berselancar para wisatawan. Hanya saja kedatangannya pada musim-musim tertentu. Dibutuhkan polesan tambahan, sehingga kawasan ini menjadi lebih menarik dan makin banyak dikunjungi para wisatawan. “Ombak di Pantai
(Suara NTB/rus)
TAK KUMUH - Kawasan Pantai Suryawangi yang terlihat tak lagi kumuh dan kini menjadi objek wisata menarik untuk dikunjungi. Suryawangi ini bersusun-susun dan saat diminati para pecinta surfing,” urai Juhad. Untuk saat ini, kawasan Pantai Suryawangi juga banyak dikunjungi wisatawan domestik. Apalagi setiap akhir pekan. Sabtu dan Minggu pagi. Kawasan pantai Suryawangi dan Labuhan Haji ini disesaki pengunjung. Sekadar menikmati momen terbitnya sang surya di ufuk timur, banyak wisatawan yang datang bersama dengan keluarga tercinta. Wisata Labuhan Haji dan Suryawangi diketahui menjadi salah satu alternatif bagi warga Lotim yang ingin meng-
habiskan penat di akhir pekan. Polesan yang dilakukan ini harapannya tidak sekadar dapat mempercantik kawasan. Namun bisa mengundang para investor untuk datang menanamkan investasi di wilayah Labuhan Haji dan Sekitarnya. Di atas kawasan yang ditata saat ini ke depan akan dihadirkan wisata kuliner. “Memang kita harapkan tidak jadi sekadar tempat nongkrong di berugak-berugak yang sudah kita bangun, namun juga bisa menikmati kuliner yang nanti akan coba kita hadirkan di sini,” terang Juhad menambahkan. (rus)
Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengakui pihaknya terkendala lahan untuk lokasi pembangunan hunian sementara (huntara). Padahal saat ini ratusan unit bantuan huntara dari para donatur masih mengantre dan belum terbangun. Hal ini yang menyebabkan Pemda tidak menganggarkan pembangunan huntara di APBD 2019. “Bantuan huntara kita masih banyak, dan banyak kita dapat. Ada dua ratusan ini masih mengantre, masih kita belum dapat tanah,” ujarnya, Jumat (30/11). Selain itu, ujarnya, pemda tidak menganggarkan pembangunan huntara di APBD 2019, sebab sudah banyak huntara yang terbangun, bahkan dari sekian banyak korban gempa tinggal sebagian kecil yang belum dibangunkan huntara. Kebutuhan huntara ini pun dipenuhi pelan-pelan oleh Pemda melalui berbagai bantuan dari donatur dan relawan. Ditanya terkait banyaknya huntara yang tidak penuhi standar, Fauzan justru mengklaim hampir semuanya sudah memenuhi standar. Hanya saja, kurangnya koordinasi antara
donatur dengan pemkab membuat huntara yang dibangun terkadang tidak seperti harapan warga.”Misalnya ada dari salah satu donatur, sebenarnya bisa lebih dari itu bangunannya,” kata bupati. Terkait dengan pembangunan bantuan hunian tetap (huntap), Fauzan mengatakan pihaknya terus mempercepatnya. Bahkan pembuatan panel Rumah Instan Sehat Sederhana (Risha) akan cepat bertambah. Dengan datangnya aplikator pembuatan panel Risha pekan depan ke Lobar, ia yakin pembangunan huntap korban gempa akan lebih cepat lagi. Lahan aplikator yang akan masuk nantinya direncanakan ditempatkan di kawasan LCC Narmada. Fauzan pun sudah membicarakan hal itu kepada pihak pengelola.”Saya bantu ikut komunikasi dengan LCC untuk dipinjam tempat pembuatan panel. Kita lagi komunikasikan supaya bisa,” ujarnya. Menurut bupati, aplikator itu membawa alat cetak panel sebanyak 15, sehingga jika sehari dapat mencetak tiga kali bisa memproduksi sekitar 45 panel. “Mudah-mudahan tanggal 4 Desember sudah datang,” pungkasnya. (her)
(Suara NTB/her)
TANDATANGANI - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama Wakil Ketua DPRD Lobar menandatangani berita acara MoU APBD 2018, Jumat (30/11).
Bupati Klaim Anggaran Diarahkan untuk Penanganan Bencana Giri Menang (Suara NTB) APBD Lombok Barat (Lobar) tahun 2019 telah disahkan oleh legislatif dan eksekutif, Jumat (30/11). Dalam persetujuan penetapan perda tentang APBD Lobar tahun anggaran 2019, total pendapatan daerah mencapai Rp1.964.649.895.314, terdapat peningkatan Rp2 miliar lebih dibanding APBD 2018 yang mencapai Rp 1,7 triliun lebih. APBD tahun ini diklaim oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid lebih banyak diarahkan untuk penanganan dampak bencana gempa yang terjadi beberapa bulan lalu. Mengacu pada persetujuan penetapan perda tentang APBD, jumlah pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp 1.964.649.895.314. Pendapatan daerah ini terdiri dari PAD direncanakan sebesar Rp 279 miliar lebih, dana perimbangan direncanakan Rp 1,3 triliun lebih, lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan Rp 355,9 miliar lebih. Jumlah belanja secara keseluruhan direncanakan tahun 2019 sebesar Rp1.910.134.937.814. Terdiri dari belanja tidak langsung pada APBD direncanakan Rp 956,5 miliar lebih, sedangkan belanja langsung atau belanja publik Rp 953,5 miliar lebih. Sedangkan untuk pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp1.300.000.000. Pengeluaran pembiayaan Rp55.814.937.500. Mengacu pada pendapatan dan pengeluaran daerah tersebut terdapat surplus mencapai Rp 54.514.957.500 yang digunakan untuk menutup de-
fisit anggaran, sehingga APBD 2019 pun berimbang. Dalam kesempatan itu Juru Bicara Gabungan Fraksi DPRD Lobar Munawir Haris menyampaikan beberapa masukan kepada eksekutif dalam hal APBD tahun 2019. Pihak dewan meminta agar OPD menindaklanjuti apa yang menjadi kesepakatan bersama antara eksekutif dan legislatif dalam rapat pembahasan gabungan komisi maupun rapat komisi. Pemda diminta jangan melakukan perubahan-perubahan di luar kesepakatan yang disepakati, sehingga apa yang terjadi pada tahun 2018 tidak terulang lagi. “Mohon kepada Pemda apabila ada tambahan anggaran dari pusat baik dana DAU, DAK maupun hibah yang masuk setelah pengesahan raperda tentang APBD agar pengalokasiannya melalui perbup bukan mengubah perda yang sudah ada,”kata politisi PAN ini. Selain itu Dewan meminta agar APBD yang sudah dievakuasi oleh Pemprov NTB disosialisasikan kepada masyarakat. Sementara itu Bupati, H Fauzan Khalid menyatakan, APBD tahun 2019 diarahkan untuk pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak langsung ke masyarakat seperti puskesdes dan pustu serta pasar. Bagaimana dengan penanganan korban gempa, menurutnya anggaran lebih banyak untuk mendukung penanganan bencana. Ditanya secara spesifik apa bentuk penanganannya, bupati menjelaskan, penanganan untuk kepentingan dasar korban gempa. (her)
SUARA NTB
Sabtu, 1 Desember 2018
NTB Belajar Penataan UMKM untuk Industri Pariwisata di Solo Surakarta (Suara NTB) Kota Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang hampir tidak pernah tidur. Keberadaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), membuat denyut nadi perekonomian Solo tak pernah putus sampai larut malam. Kota dengan luas 44 km persegi ini, hanya memiliki penduduk 570 ribu jiwa. Namun pada siang hari penduduk Solo bisa meledak menjadi 2 juta orang. Tingginya aktivitas orang di kota ini, tentu juga berdampak pada tingginya tingkat transaksi. Tak heran kemudian jika Solo memiliki APBD pada 2018 mencapai Rp1,7 triliun. “Jadi kami bagaimana mengemas mengembangkan UMKM ini, untuk membuat kota ini hidup dan tak pernah tidur,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kota Solo, M. Said Romadlon saat menerima kunjungan Pres Trip Jurnalis Parlemen, bersama Biro Humas Pemprov dan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB H.MNS Kasdiono di Balai Kota Surakarta, Rabu (28/11) lalu. Pemerintah Kota Surakarta sejak era pemerintahan Joko Widodo (Presiden saat ini) berupaya terus meningkatkan kualitas UMKM. Sebab, peran UMKM sangat berpengaruh dalam mendukung industri pariwisata. Perizinan dan penempatan berjualan mereka pada lokasi yang sesuai dengan regulasi terus dilakukan di berbagai titik di Kota Solo saat ini. “Dengan semboyan ‘Surik’ yakni, serius dalam pengabdian dan ikhlas, maka upaya yang kami lakukan adalah melakukan pembinaan. Untuk saat ini total binaan kami mencapai 350 UMKM,” ujar M Said Romadlon. Selain pembinaan dari sisi produksi, pihaknya juga melakukan pendampingan dari sisi pemasaran. Terkait hal itu, pihaknya bekerja sama dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM). “Kami bekerja sama dengan PLUT UMKM yang berperan menunjang peningkatan UMKM, salah satunya dari sisi jaringan pemasaran produk,” kata Said Di sisi lain, pihaknya juga memberikan pendampingan dari sisi fasilitas pembiayaan. Ia mengatakan melalui program dari Kementerian Koperasi dan UMKM yaitu “Startup Capital”, ada sebanyak tujuh pelaku UMKM mendapatkan bantuan permodalan langsung masing-masing di kisaran Rp13-17 juta/UMKM. “Tujuan dari pemberian modal ini untuk digunakan membeli alat produksi maupun keperluan usaha lainnya. Dengan bantuan ini diharapkan pelaku usaha mampu meningkatkan produksi lebih banyak lagi,” ungkapnya. Said mengakui mengenai jumlah penerima bantuan permodalan ini ada keterbatasan dari pemerintah pusat mengingat ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. “Salah satunya adalah harus ada komitmen dari pelaku usaha untuk sanggup melakukan produksi secara berkesinambungan,” ucapnya. Pihaknya berharap dengan dilakukannya berbagai upaya tersebut jumlah pelaku UMKM di Kota Solo kembali meningkat. Berdasarkan catatan Dinas Koperasi dan UMKM Pemkot Surakarta jumlah UMKM di Kota Solo pada tahun 2016 mencapai sekitar 2.900 UMKM. “Selanjutnya di tahun 2017 mengalami kenaikan jumlah menjadi sekitar 3.000 UMKM. Diharapkan tahun ini kembali meningkat seiring dengan berbagai upaya yang kami lakukan,” jelas Said. Terkait akses perbankan pada UMKM. Said menambahkan, pihaknya telah menjalin kerjasama agar dua bank daerah. Yakni, Bank Solo dan Bank Jateng, dapat memberikan bantuan permodalan pada para UMKM dengan syarat-syarat yang mudah, serta bunga kredit yang rendah. “Alhamdulillah, sampai saat ini, program permodalan pada UMKM ini berjalan. Kenapa UMKM di Solo mudah diberi bantuan jika mereka mengajukan pinjaman, karena kami yang memberikan garansi pada perbankan selama ini,” tandasnya. “Yang pasti, jika pemerintah fokus melindungi dan membantu UMKM, yakin saja ekonomi daerah akan maju. Di Solo adalah buktinya, sejak Pak Jokowi merintis dan melakukan terobosan UMKM saat menjabat sebagai walikota Solo dan kini berlanjut oleh walikota saat ini, pengangguran dan kemiskinan mengalami penurunan signifikan,” pungkasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V, Kasdiono, mencatat bahwa di NTB, UMKM harus diarusutamakan dalam pengembangan industri pariwisata. “Selama ini kita abaikan peran UMKM kita, perlu memberdayakannya, sehingga pariwisata itu benar-benar bisa mengurangi kemiskinan,” katanya. (ndi/*)
(Suara NTB/ndi)
Wakil Ketua Komisi V, DPRD NTB, MNS. Kasdiono, didampingi Humas Pemprov NTB serta sejumlah jurnalis, saat berkunjung ke Solo.
Halaman 5
Penanganan Lamban, Kerusakan Jalan dan Jembatan di Talonang Kritis Taliwang (Suara NTB) Pasca diterjang longsor beberapa hari yang lalu, akses menuju Desa Talonang dan desa lainnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih tetap lumpuh. Bahkan, jembatan penghubung saat ini kondisinya semakin kritis, dimana lebar jembatan yang putus sudah mencapai angka 8 meter dari posisi awal hanya 2 sampai 3 meter saja. Kepala Pelaksana BPBD melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlogs), Hendra Adiwinata S. Pd, kepada Suara NTB, Jumat (30/11) mengatakan, untuk saat ini kondisi jembatan dan beberapa ruas jalan sudah semakin kritis karena belum ada penanganan yang maksimal di lokasi tersebut. BPBD juga belum bisa menangani kondisi tersebut hal itu terjadi karena anggaran yang terbatas. Bahkan pihaknya sudah meminta dana agar bisa ditangani dengan cepat, tapi dari TAPD anggaran di kas sudah habis dan sudah ada peruntukan untuk yang lain. Sehingga penanganan sementara seperti pemasangan bronjong untuk menahan air
gunung belum dilakukan juga. Meskipun status jalan tersebut milik provinsi, tetapi masyarakat yang ada di Talonang merupakan warga KSB sehingga butuh juga perhatian daerah. “Kita sudah minta anggaran ke TAPD untuk bisa dibangun bronjong di lokasi tersebut. Tapi TAPD sudah tidak ada anggaran makanya kita biarkan begitu saja,” ungkapnya. Dikatakannya, selain jembatan, kondisi jalan di 10 titik juga terancam amblas. Karena bukan hanya longsoran gunung saja yang jatuh ke jalan, jalan yang ada saat ini juga terancam jatuh ke jurang (amblas). Apalagi saat ini pembersihan dan penanganan juga di-
(Suara NTB/ist)
PUTUS - Kondisi jembatan yang putus di Talonang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Setelah longsor beberapa hari yang lalu, hingga kini akses menuju Desa Talonang dan desa lainnya di KSB masih lumpuh. anggap belum bisa maksimal. Karena sarana yang digunakan hanya dua unit ekskavator berukuran kecil dengan pekerjaan bisa mencapai angka 10 kilometer. Bahkan untuk saat ini masih ada dua jembatan lagi yang dikhawatirkan akan putus jika tidak segera ditan-
gani. Karena kondisi saat ini, setengah bahu jalan tersebut sudah mulai amblas dengan panjang sekitar 8 meter. Untuk itu, pihak terkait sangat berharap supaya Pemkab dan Provinsi bekerja secara bersama untuk menangani masalah ini. Karena jika terus dibiarkan
berlarut, kerusakannya juga akan semakin parah. Apalagi saat ini hujan terus mengguyur hingga beberapa bulan kedepan. “Kondisi saat ini sudah semakin parah, makanya kita minta harus ada penanganan yang cepat dan supaya tidak semakin parah nanti,” tandasnya. (ils)
UKM Media Unram Rekrut Anggota Lewat Latihan Jurnalistik Dasar (Suara NTB/ron)
SAMBUTAN - Wakil Ketua II STAHN Gde Pudja, Ida Ayu Nyoman Widia Laksmi, SE.,MM., saat memberikan sambutan di Workshop Pengembangan Information Technology (IT) dengan tema menuju pelayanan berbasis Teknologi Informasi. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Lombok Astori, Mataram Jumat (30/11) sampai dengan Sabtu (1/12).
STAHN Gde Pudja Mataram
Gelar ’’Workshop’’ Pengembangan IT Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram menggelar Workshop Pengembangan Information Technology (IT) dengan tema menuju pelayanan berbasis Teknologi Informasi. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Lombok Astoria Mataram, Jumat (30/11) sampai dengan Sabtu (1/12). Ketua Panitia yang juga Wakil Ketua I STAHN Gde Pudja Mataram, Dewi Rahayu Aryaningsih, S.Ag., M.Ag., dalam laporannya mengatakan, tema yang diusung dalam workshop ini yaitu menuju pelayanan berbasis teknologi informasi, “Seperti kita ketahui bersama, kita dihadapkan pada revolusi informasi 4.0, semua berbasis IT. Begitu juga dengan perguruan tinggi, pegawai, dan mahasiswa tidak terlepas dari IT,” katanya. Selain itu, terkait proses perubahan bentuk STAHN Gde Pudja menjadi Institut juga tidak terlepas dari penggunaan
teknologi informasi. Sistem pendidikan nantinya harus menggunakan teknologi informasi. Oleh karena itu narasumber yang dihadirkan berkompeten terkait teknologi informasi, antara lain I Gede Pasek Suta Wijaya, ST., MT., D.Eng., yang membawakan materi Implementasi Paperless dalam layanan kampus. Selain itu, Dr. Eng, I Gede Putu Wirarama Wedashwara Wirawan, ST., MT., dengan materi big data untuk pengelolaan lembaga pendidikan dan teknologi multimedia pendukung pengelolaan pendidikan. Juga I Wayan Agus Arimbawa, ST., M.Eng., dengan materi kerangka implementasi industri 4.0 dalam pengembangan teknologi. Dewi mengatakan, peserta yang dilibatkan 100 orang dengan 10 panitia, peserta merupakan dosen, pegawai, dan perwakilan mahasiswa S1 dan S2 STAHN Gde Pudja. Wakil Ketua II STAHN Gde Pudja, Ida Ayu Nyoman Widia Laksmi, SE.,MM., mewakili Ketua STAHN Gde Pudja, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat penting bagi STAHN Gde Pudja. “Kegiatan ini memang penting bagi kita semua. Ini juga tidak terlepas dari teknologi yang semakin canggih, baik di dunia kerja mapun lainnya,” katanya. Informasi dalam workshop ini sangat penting, ia berharap STAHN Gde Pudja bisa menerapkan sistem online. Sebagai dosen, menurut Ida Ayu Nyoman Widia Laksmi, kerap kali diberikan tugas selain mengajar. Dengan sistem teknologi informasi bisa memudahkan memberikan kuliah jarak jauh bagi mahasiswa. “Salah satu solusi bagi kita agar pelayanan mahasiswa dengan baik. Melalui workshop ini mudahan diberikan informasi untuk memudahkan pelayanan,” harapnya. Narasumber pertama dari Workshop ini, I Gede Pasek Suta Wijaya, ST., MT., D.Eng., dari Universitas Mataram (Unram) menyampaikan materi berjudul Paper Less University Menuju Smart Campus. Ia menjelaskan, definisi smart campus yaitu perguruan tinggi yang mengelola segala sumberdaya secara efektif dan efisien dalam melaksanakan Tri Dharma berbasis TIK, sehingga dapat meningkatkan “kualitas” pendidikan, penelitian, dan pengabdian bagi civitasnya. Ia juga menyampaikan tentang cara mewujudkan smart campus melalui penerapan paper less atau penggunaan teknologi informasi untuk mengurangi penggunaan kertas. (ron/*)
Mataram (Suara NTB) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Media Universitas Mataram (Unram) melaksanakan perekrutan anggota baru melalui Latihan Jurnalistik Tingkat Dasar (LJTD) ke-XXVI tahun 2018. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula PKM Unram, sejak Jumat (30/11) sampai dengan Minggu (2/11), dengan mengusung tema membentuk karakter kritis mahasiswa melalui pers sebagai refleksi masa depan bangsa. Ketua Panitia LJTD keXXVI, Muhammad Wahyudi Firmansyah dalam laporannya mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 18 orang berasal dari lintas Fakultas di Unram. LJTD sendiri merupakan ajang penerimaan anggota baru UKM Media Unram. UKM Media Unram merupakan unit kegiatan mahasiswa di Unram yang bergerak di bidang jurnalistik. Wahyudi menjelaskan, tujuan dari LJTD untuk memperkenalkan kegiatan jurnalistik. Juga membangun sikap kritis mahasiswa di tengah arus informasi yang begitu pesatnya. “Kami mau membangun sikap kritis dari anggota Media agar bisa memilah mana informasi yang kredibel,” katanya. Peserta LJTD akan diberikan pemahaman mengenai wawasan pers yang berkaitan dengan sejarah pers, kode etik, fungsi pers, dan pengetahuan umum tentang pers. Peserta juga diberikan perencanaan liputan, teknik peliputan berita, dan menulis berita. Termasuk pemahaman tentang penulisan lepas dan desain grafis. Peserta juga akan
(Suara NTB/ron)
FOTO BERSAMA - Wakil Rektor III Unram, Muhammad Natsir bersama pengurus UKM Media Unram dan peserta LJTD ke-XXVI berfoto bersama saat pembukaan LJTD ke-XXVI, pada Jumat (30/11). langsung mempraktikkan pengetahuan yang didapat dengan cara melakukan proses liputan secara langsung. Pemimpin Umum UKM Media, Meza Royadi dalam sambutannya mengatakan, UKM Media sebagai laboratorium ilmu pengetahuan dan penelitian. “Kita semua akan menjadi sebagai creative minority, yang mengubah UKM media ini menjadi UKM yang berjaya,” katanya. Meza juga menyampaikan, anggota UKM Media hadir bersama-sama untuk memajukan institusi Unram dengan cara mengupas isu atau informasi yang ada di kampus maupun di luar kampus. Ia berharap, dari LJTD ini bisa membentuk karakter mahasiswa menjadi karakter aktif yang ikut berperan memajukan organisasi dan Unram. Wakil Rektor III Unram, Dr. Muhammad Natsir, SH., M.
Hum., dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan LJTD yang dilaksanakan UKM Media Unram. Ia mengatakan, menjadi jurnalis tidaklah mudah. “Jadi wartawan harus cerdas, membaca, melihat, mendengar, dan merasakan,” katanya. Menjadi jurnalis, kata Natsir, juga perlu memahami peradaban. Jurnalis harus memahami mana yang baik dan benar. “Serta bisa memilah mana informasi yang baik dan buruk,” katanya. Pembina UKM Media yang juga dosen Prodi Ilmu Komunikasi Unram, Muhlis, mengatakan, menjadi anggota UKM Media harus mempersiapkan diri sebelum menulis. Seorang jurnalis tidak boleh melakukan kesalahan dalam penulisan. “Jurnalis tidak boleh cacat sedikit pun. Semoga bisa menghasilkan jurnalis andal yang mencerahkan Republik ini,” ujarnya. (ron)
Program Air Bersih dan Sanitasi Dinas PRKP Sumbawa
Bak Penampung Rampung, IPAL Komunal di Penyaring Terus Digenjot SumbawaBesar(SuaraNTB)Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara terus berproses. Khusus untuk pembuatan bak penampungnya telah selesai. Begitu pula pemasangan pipa induk juga hampir rampung. Tinggal menyisakan sejumlah item pekerjaan yang terus digenjot agar bisa tuntas Desember ini. Ketua Kelompok Swadaya Masyaakat (KSM) Penyaring, Zuhriadi Tabri, menjelaskan, pemasangan pipa 4 inch menuju bak kontrol masih dalam tahapan pengerjaan. Termasuk pipa 3 inch untuk sambungan rumah. Begitu pula pembuatan talang air bagi rumah-rumah yang masih menggunakan air di luar rumah. Talud dan pagar keliling bak penampung juga dalam proses pengerjaan. Namun, masih ada sejumlah item yang belum sama sekali dikerjakan. Diantaranya, pekerjaan naungan, taman dan prasasti. Secara keseluruhan proses pengerjaan telah mencapai 80-an persen. Pihaknya optimis, dalam 20 hari kedepan, proyek IPAL dimaksud dapat selesei 100 persen. “Kita yakin, dalam 20 hari ke depan, IPAL ini selesai,” tukas Zuhriadi. Kondisi di lapangan, diakui Zuhri ada beberapa kendala yang mesti dihadapi. Seperti medan yang berbatu. Sehingga agak kesulitan dalam melakukan penggalian tanah. Belum lagi sekarang musim ppenghujan turut memperlambat pengerjaan. Tetapi pihaknya tetap akan berupaya menggerakkan sumber daya yang ada, agar proyek ini dapat tuntas secepatnya. Kabid Air Bersih dan Sanitasi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Hardianto Sumbawa, (Suara NTB/arn)
Hardianto S.T juga mengkaui pada sejumlah lokasi IPAL sedikit mengalami keterlambatan. Namun secara umum menunjukkan progres yang positif. Tinggal pengerjaan finishing seperti pagar, baruga hingga taman. Dengan sisa waktu tersedia tahun ini, pihaknya optimis bisa rampung seluruhnya. “Kita berikan target waktu, paling lambat 25 Desember pengerjaan sudah harus 100 persen,” tukasnya. Diketahui, program sanitasi yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Sumbawa pada tahun ini tersebar di 40 lokasi, yang menyasar hampir semua kecamatan. Berupa pembangunan dan penambahan IPAL komunal. Kegiatan pemberdayaan yang direncanakan dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat. (arn/*)
(Suara NTB/arn)
GALI TANAH – Pekerja tengah melakukan penggalian tanah sebelum melakukan pemasangan pipa di IPAL Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa.
SUARA NTB Sabtu, 1 Desember 2018
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Kerugian Negara Kasus Patedong Menunggu Perhitungan BPKP Sumbawa Besar (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP terkait kasus dugaan penyimpangan talud pengaman pantai Dusun Patedong Desa Sebotok. Setelah sebelumnya tim jaksa bersama BPKP turun ke lokasi proyek setempat beberapa waktu lalu. Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD, SH, yang dikonfirmasi mengakui sudah turun lokasi bersama tim pekan lalu. Tim terdiri dari BPKP dua orang, penyidik kejaksaan tiga orang dan dan tim
ahli dari Universitas Samawa dua orang. Turun lokasi tersebut guna perhitungan kerugian negara dalam proyek pengaman pantai Patedong. Di lokasi, tim BPKP juga melakukan klarifikasi ter-
hadap Kades Sebotok dan Kadus Patedong. Hanya saja hasil perhitungan belum bisa disampaikan, karena masih menunggu dari pihak BPKP. “Benar kita sudah turun ke lokasi bersama tim. Masalah hasil
(perhitungan kerugian negara) saya no comment. Karena belum ada hasilnya dari BPKP. Kita masih tunggu hasilnya. Mudahmudahan secepatnya,” ujarnya, Jumat (30/11). Menurutnya, sejauh ini belum ada informasi dari pihak BPKP. Jika nantinya hasil perhitungan sudah ada, pihaknya akan melakukan ekspus di internal kejaksaan untuk penanganan selanjutnya. Mengenai penetapan tersang-
ka, pihaknya belum bisa menyampaikan. “Yang paling penting sebenarnya menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP. Setelah adanya hasil perhitungan kita akan ekspose dulu,” jelasnya. Seperti diberitakan, proyek pembangunan talud pengaman pantai Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo diduga terjadi penyimpangan. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 186 juta tersebut diang-
garkan melalui APBD tahun 2017. Pengerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi, karena batu yang digunakan diduga tidak menggunakan batu kali tetapi batu karang. sejauh ini jaksa sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait. Penanganan kasus saat ini masih dalam tahap penyidikan. (ind) Anak Agung Raka PD
Dompu Kekurangan 233 Guru PNS Dompu (Suara NTB) – Kepala UPT Dikmen Dikbud PK-PLK Kabupaten Dompu, Ahmad Taufik, S. Pd., mengungkapkan, tahun 2018 ini kebutuhan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk satuan pendidikan tingkat SMA/SMK dan SLB sebanyak 530 guru. Itu berdasarkan rasio jumlah siswa dan jam mengajar sesuai kurikulum yang diterapkan sekolah. Tetapi faktanya, guru yang ada saat ini baru 344 orang, sehingga terjadi kekurangan 233 orang tenaga pendidik PNS. Meski diakui kurang, namun di satu sisi, ada guru beberapa mata pelajaran yang justru ketika diratakan ke tiap sekolah melebihi kebutuhan, seperti misalnya guru Ekonomi Akutansi lebih 11 orang, Mulok 3 orang, Sejarah Nasional dan Umum 6 orang, Biologi 8 orang, Kimia 7 orang, Bahasa Jerman 2 orang dan Bahasa Arab 1 orang. “Kita kelebihan itu 37 guru, seperti guru Ekonomi, Biologi dan Kimia. Artinya apa? Kalaupun diratakan semua pelosok itu kita bagi guru-guru ini pasti dia lebih,” ungkapnya kepada Suara NTB di ruang kerjanya. Kekurangan guru PNS sebanyak 233 orang tersebut selain karena kebutuhan juga faktor mendasarnya yakni adanya perubahan struktur kurikulum yang diterapkan sekolah. Di struktur kurikulum K13 misalnya, untuk satu guru Bahasa Inggris hanya mendapat porsi mengajar 2 jam, tetapi ketika berubah ke struktur KTSP jam mengajarnya bertambah menjadi 4 jam. “Jadi ketika dulu kita butuh 100 orang sekarang hanya butuh 50 orang, perubahan struktur kurikulum inilah yang menyebabkan adanya kekurangan dan kelibah guru,” jelasnya. Meski kekurangan guru PNS itu cukup banyak sebagai akibat perumbahan struktur kurikulum serta banyaknya guru-guru yang pensiun beberapa tahun terakhir, Ahmad Taufik mengaku dilematis melihat hasil tes seleksi CPNS yang dilakukan baru-baru ini, yang mana banyak calon tenaga pendidik yang sebetulnya sangat diharapkan justru tidak memenuhi komptensi, ditandai dengan ketidak lulusan mereka mencapai target passing grade. “Ketika banyak guru yang dibawa passing grade berarti kompetensinya kurang, tapi disisi lain kita butuh banyak guru makanya baguslah ada jalan tengah yang diambil pemerintah berupa perangkingan, sehingga kebutuhan guru kita bisa terpenuhi nantinya,” pungkas dia. (jun)
Pembangunan Puskesmas Woha dan Parado Bermasalah, TP4D Panggil PPK Bima (Suara NTB) – Dua dari delapan proyek pembangunan Puskesmas di Kabupaten Bima menjadi temuan Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima beberapa waktu lalu. Dua puskesmas yang menjadi temuan tersebut yakni Woha dan Parado. Di proyek Puskesmas Woha, ditemukan bangunan balok yang miring. Sementara di Parado, atap gedung (Suara NTB/Dok) mengalami kerusakan Ihkwanul Fiaturahman karena runtuh seketika. Membahas persoalan tersebut, TP4D Kejari Bima, M. Ihkwanul Fiaturahman, SH mengaku pihaknya telah memanggil sejumlah unsur terkait. Antara lain pelaksana proyek, konsultan, pengawas hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum lama ini. “Kita sudah meminta penjelasan khusus persoalan ini. Agar nantinya tidak berpontensi menimbulkan permasalahan hukum,” katanya kepada Suara NTB. Menurut dia, saat pertemuan tersebut pihaknya juga meminta pelaksana proyek untuk mengubah, membongkar serta memperbaiki material fisik yang berpotensi tidak sesuai atau melanggar ketentuan kontrak kerja. “Kami meminta PPK juga agar tegas dalam hal ini. Meminta agar pengerjaan sesuai aturan yang ditetapkan dalam kontrak,” katanya. Khusus atap gedung Puskesmas Parado yang runtuh ia mengakui hal ini hanya miskomunikasi antara tim teknis dengan tukang pelaksana proyek. Karena baru tiga hari atap dilakukan pengecoran tukang langsung membongkar. “Seharusnya, waktu yang dibutuhkan untuk membongkar minimal diatas tujuh hari atau maksimal 14 hari. Ini yang disampaikan tim teknis ke kami kemarin dan hal ini akan diganti karena masih ada waktu pelaksanaan,” katanya. Ihkwanul menegaskan secara teknis, PPK merupakan pihak yang menjamin pelaksanaan proyek mencapai target dan kualitasnya. Sementara TP4D hanya melakukan pengawalan secara hukum, dengan prinsip memberikan bantuan hukum. “Kalau ada permasalahan teknis yang berpotensi menimbulkan masalah hukum. PPK bisa berkoordinasi dengan kami untuk mengkaji bersama agar ditemukan solusi,” katanya. Akan tetapi lain cerita apabila setelah masa kontrak kerja selesai. Kemudian ada persoalan hukum atau ada indikasi penyimpangan dalam proyek tersebut. Hal itu tentu akan dilakukan proses hukum. Kendati demikian sebelum selesai kontrak kerja, pihaknya telah mengusulkan akan kepada seluruh pihak terkait. Seperti PPK, Inspektorat untuk mengecek fisik proyek sebelum serah terima. “Sampai saat ini sesuai dengan laporan rata-rata sudah sekitar diatas 70 80 persen. Tapi untuk memastikannya kita akan cek lapangan dalam waktu dekat,” pungkasnya. (uki)
(Suara NTB/arn)
CINDERAMATA - Sekda Sumbawa, H. Rasyidi bertukar cinderamata dengan Kementerian ESDM pada sosialisasi capaian pengelolaan sektor ESDM, Jumat (30/11).
Produksi Listrik Dua Pulau Timpang
Sejumlah Desa di Sumbawa Belum Terlayani PLN Sumbawa Besar (Suara NTB) Sejumlah desa di Sumbawa belum dialiri listrik PLN. Antara lain Desa Tangkan Pulit, Desa Tepal, Desa Baodesa dan Desa Baturotok kecamatan Batu lante. Desa yang sudah diproyeksikan untuk dijangkau layanan PLN adalah desa Punik-Batudulang, Desa Kuang Amo Sempe, dan Desa Kuang Jeringo-Lenangguar, Desa Mungkin dan Kecamatan Orong Telu. “Berdasarkan statistik PLN tahun 2016, produksi listrik area Sumbawa sebesar 237.701 Mwh. Sektor Bima
263.260 Mwh. Sementara sektor Lombok sebesar 1.296.326 Mwh. Data ini menunjukkan betapa timpangnya produksi listrik 2 Pulau. Area Sumbawa dan Bima digabungkan masih belum mencapai setengahnya produksi sektor Lombok. Artinya, agar Sumbawa maju, setidaknya produksi listriknya harusnya sama dengan produksi Lombok. Demikian pula, PLTS Labangka yang sudah dibangun tahun 2012 masih belum direvitalisasi,” ungkap Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi, pada sosialisasi capaian pengelolaan
sektor ESDM, Jumat (30/11). Kegiatan ini dihadiri Sekjen Dewan Energi Nasional Kementrian ESDM, jajaran Dewan Energi Nasional, Pimpinan OPD terkait, Pengusaha SPBU dan lainnya. Dilanjutkan Sekda, sampai Oktober 2018, rasio elektrifikasi PLN di Sumbawa sebesar 97,72%, sedangkan rasio elektrifikasi Sumbawa sebesar 100,91%. Pada sektor ESDM, IUP per Juni 2018, IUP batuan 34 IUP dengan luas 174,80 Ha. IUP logam 6 IUP dengan luas 40.314,5 Ha. Pemerintah Kabupaten sudah tidak memi-
liki kewenangan, namun memiliki wilayah dan masyarakat, dan isu besar dalam sektor ESDM adalah isu pemberdayaan masyarakat, lingkungan, ketenagakerjaan dan bagi hasil daerah, yang diharapkan dapat diformulasikan dengan baik dan masuk dalam rencana besar pemerintah dalam sektor ESDM. Sementara itu, Sekjen Dewan Energi Nasional Kementerian ESDM RI Saleh Abdul Rahman, menyampaikan energi memiliki peran yang strategis dalam pembangunan nasional berkelanjutan.
Kementerian ESDM sebagai instansi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan energi telah melakukan programprogram KESDM. Tujuan digelarnya sosialisasi dalam rangka menyampaikan program strategis dan capaian sektor ESDM dan berkomunikasi kepada Pemerintah Daerah, masyarakat, stakeholder terkait, akademisi, sebagai upaya untuk mengupdate perkembangan di sektor energi, dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat akan pemenuhan kebutuhan energi secara nasional. (arn)
PDAM KSB Kesulitan Mobilisasi Distan Beri Penjelasan Soal Pengganti Benih Jagung Material ke IPA Banjar Taliwang (Suara NTB) Dampak penutupan akses jalan menuju fasilitas Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Banjar oleh pemilik lahan mulai dirasakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pihak PDAM setempat mengaku mulai kesulitan memobilisasi material pemurni air menuju lokasi. “Satu minggu ini petugas kami harus bekerja ekstra membawa material obat (bahan pemurni air) untuk bisa sampai ke lokasi IPA Banjar ini,” cetus Direktur PDAM KSB, Bambang, ST kepada Suara NTB, Jumat (30/11). Ia mengaku, untuk membawa bahan menuju lokasi IPA pihaknya tetap melewati jalan semula. Hanya saja jika sebelumnya bisa diakses menggunakan kendaraan sampai ke lokasi IPA, kini petugas PDAM harus memikul material karena pemilik lahan hanya mengizinkan dengan berjalan kaki. “Jadi seperti itu kondisinya, kita tetap diberi jalan tapi tidak bisa bawa kendaraan masuk,” timpalnya. Kondisi itu, kata Bambang sangat memberatkan petugas di lapangan. Material pemurni air yang harus didrop ke lokasi IPA Banjar jumlahnya sangat banyak. Sementara untuk menempuh akses jalan yang diblokir pemilik lahan jaraknya cukup jauh sekitar 200 meter. “Posisi jalannya juga menanjak. Jadi petugas kami tidak bisa banyak membawa bahan sekali jalan. Padahal bahan yang kita
(Suara NTB/bug)
Bambang bawa dalam sekali droping bisa mencapai ratusan kilo beratnya,” bebernya. Ia kembali menyatakan, Pemda KSB harus segera mengambil langkah agar persoalan akses jalan menuju IPA Banjar itu dapat selesai. Pasalnya memasuki musim penghujan ini, intensitas untuk membawa bahan pemurni air menuju lokasi akan semakin intens. “Kalau musim penghujan seperti ini, treatmen pemurnian harus intens kita lakukan bahkan bisa setiap hari karena kualitas air di instalasi IPA menurun drastis karena hujan,” urainya. Menurut Bambang, pihaknya sebenarnya telah menjalin komunikasi dengan pemilik lahan agar dapat diberikan akses jalan seperti sedia kala. Dan sang pemilik menyatakan siap melepaskan lahannya tersebut untuk dibeli pemerintah.
“Yang punya lahan mau melepas. Makanya akan kami sampaikan harapan pemilik lahan itu ke pemerintah agar bisa dilakukan pembebasan lahan karena kami tidak punya kewenangan di situ,” paparnya seraya menambahkan pihaknya telah menyampaikan keinginan tersebut ke pemerintah. “Kami sudah sampaikan ke bagian pemerintahan. Dan harapan kami bisa ada solusi sementara waktu karena kami tahu proses pembebasan lahannya memerlukan waktu. Tapi minimal kami bisa pakai kendaraan lagi untuk sampai ke lokasi IPA Banjar ini,” sambung Bambang. Selanjutnya, ia menyebutkan, mengambil alih lahan warga yang selama ini menjadi akses menuju IPA Banjar itu adalah satu-satunya solusi terbaik. Sebab untuk mencari alternatif jalan lain di lahan milik pemerintah sekitar lokasi IPA sangat tidak memungkinkan. Kontur lahan yang terjal dan dipenuhi material batu tidak memungkinkan membangun akses jalan baru lagi. “Itu saja satusatunya, lahan warga itu dibeli pemerintah untuk kemudian kita jadikan jalan permanen menuju IPA,” imbuh mantan kepala Perusda KSB ini. IPA Banjar yang terletak di desa Banjar, kecamatan Taliwang ini menjadi salah satu sumber suplai air PDAM KSB yang cukup vital. Pasalnya instalasi IPA ini melayani suplai air bersih bagi sebagian pelanggan dalam kota Taliwang dan kecamatan Jereweh. (bug)
Sumbawa Besar (Suara NTB) Bantuan benih jagung di Kabupaten Sumbawa mendapat sorotan, terutama terhadap kejelasan mengenai pengganti bantuan benih bagi masyarakat. Mengingat hingga kini, pengganti bibit tersebut belum juga terealisasi. Keluhan mengenai belum terealisasinya pengganti benih jagung tersebut datang dari puluhan kelompok tani di empat kelurahan di Kecamatan Sumbawa yang tergabung dalam Forum Kerukunan Kelompok Tani Kecamatan Sumbawa (FKKTKS). Mereka menuntut agar bantuan benih tersebut segera direalisasikan kepada masing-masing kelompok tani. Mengingat musim tanam tinggal menghitung hari. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Tarunawan, menyampaikan, semua kelompok tani yang disebutkan dalam pemberitaan sesungguhnya sudah mendapat bantuan benih jagung varietas Bima. Namun mereka menolaknya melalui surat penolakan. Sehingga bantuan benih tersebut dialihkan ke kelompok lain. Beberapa hari lalu, Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Sumbawa bersama beberapa pengurus kelompok tani tersebut untuk mencari solusi dan dapat dibantu mendapatkan benih pengganti dengan varietas Bisi. “Kami jelaskan bahwa kemampuan pemerintah terbatas, sehingga tidak mungkin dapat memenuhi semua keinginan petani untuk mendapatkan benih varietas Bisi atau Pionir,” terangnya.
Dipaparkannya, perlu diketahui bahwa bantuan benih jagung kepada petani harus berdasarkan komposisi 35 : 65. Dimana 35 persen bantuan benih jagung adalah varietas hybrida umum 2 ( Bisi, Pionir, dan lainlain). Sedangkan 65 persen adalah varietas hybrida umum 3 ( Bima, advanta, Nasa dan lainlain). “Dan perlu juga diketahui bahwa pengadaan benih bantuan dilakukan di Dinas Pertanian Provinsi dan Kementerian Pertanian di Jakarta, tidak di Dinas Pertanian Sumbawa.,” jelas Tarunawan. Terhadap usulan untuk mendapatkan benih pengganti tersebut pihaknya telah menyampaikannya ke Kementerian pertanian. Namun dikatakannya, tidak ada jaminan untuk dipenuhi. Jadi pihaknya menegaskan tidak ada Pemberian Harapan Palsu (PHP). “Syukur Alhamdulillah, meskipun sulit dan butuh perjuangan berat harus bolak balik Jakarta untuk meyakinkan Direktur Sarealea Kementan, bahwa usulan kami itu valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Usulan tersebut diterima dan Insya Allah minggu depan bantuan benih jagung akan dikirim,” tandasnya. Pihaknya berharap kelompok tani bersabar, karena bantuan menyangkut dana dalam jumlah besar. Sehingga butuh proses dan tingkat kehati-jatian yang tinggi. Pihaknya juga berharap dengan penjelasan yang disampaikan dapat memperjelas dan menyudahi polemic tentang bantuan benih jagung ke masyarakat. (ind)
Jendela Sastra Edisi Khusus Karya Sastrawan NTB
SUARA NTB Sabtu, 1 Desember 2018
Halaman 7
CERPEN
Organisme Super Maywin Dwi-Asmara
“Para peneliti menyebut mereka sebagai organisme super karena satu individu memiliki peran yang signifikan untuk membentuk koloni besar dan kemudian berkembang menjadi satu organisme tunggal. Di dalam gurun Arizona yang kering terdapat beberapa jenis semut yang termasuk dalam organisme super ini…” SUARA musik berdebum. Sekelompok semut berkeliaran di permukaan gurun yang panas dan berbatu, mereka memiliki kaki yang sangat panjang untuk ukuran semut. “Mereka bergerak cepat mengangkut makanan yang tersedia sebelum siapapun menyadarinya. Di dalam sarang mereka; sebuah desa bawah tanah dengan lebih dari 3.000 pekerja, dan di jantung desa itu; beristirahatlah sang ratu.” Kamera mendekat kepada sang ratu, ia diam saja atau bergerak sangat lamban dibandingkan dengan pergerakan cepat semut pekerja di sekitarnya. Hanya antenanya yang bergerak agak cepat entah mencari apa. Semut-semut lain menggerayangi tubuh ratu. Kamera mendekat ke kepala ratu yang lebih besar dari semut lainnya. “Semua pekerja harus menyerah untuk tidak memiliki ambisi keratu-ratuan dan menyerahkan semua urusan reproduksi kepada ratu, risikonya mereka harus menahan gairah reproduksi individual yang mereka miliki agar koloni mereka tetap dalam keseimbangan. Sayangnya tidak semua pekerja menuruti perintah.” Lenin bergidik mendengar penjelasan narator itu sambil melihat seekor semut betina yang sudah siap bertelur, namun oleh banyak semut pekerja lainnya sang betina ditekan dan ditarik pada tiap kakinya. Kata narator, itu adalah bentuk hukuman bagi siapa saja yang membangkang. Itu terasa menyakitkan walaupun sang narator terdengar berusaha meyakinkan penonton bahwa semutsemut itu tidak menyakiti si semut yang ingin bertelur tersebut. Tetap saja Lenin merasa tidak nyaman. Gelisah karena melihat semut-semut itu, ia tak nyaman dengan pikirannya sendiri, menurutnya semut itu harus memberontak melawan hukuman yang diberikan karena itu tidak adil. Semut betina itu mungkin sekadar ingin menikmati kehidupannya sebagai seekor semut. Pikiran tentang perlawanan itu membuatnya terkejut. Video dokumenter terus berputar membicarakan berbagai macam semut dengan kelebihan mereka. Tapi kini Lenin sudah tak lagi memperhatikan layar bersuara itu, ia kini menatap penuh amarah pintu kamar mandi dekat tempat tidurnya lalu bangkit dari tempat duduk dan berjalan tegap penuh keyakinan sambil menggenggam sebatang besi. Sebelumnya Lenin hanya ingin mencari jalan keluar yang bisa melepaskannya dari belitan perasaan risau, ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu yang muncul dari mimpinya beberapa malam yang lalu. Ia bermimpi melihat sebatang pohon yang sangat tinggi, buahnya menjuntai begitu menggairahkan dengan warna coklat kemerahan pada ujung-ujungnya. Di dalam mimpi ia berusaha berpikir pohon apakah kiranya ini? Ia berusaha mengenali pohon itu tapi tak berhasil sebab tak mampu melihat daun atau bagian lain selain buah
(TS Lan)
yang begitu ranum. Ia berusaha mengenali dari keluarga apa pohon itu berasal, disentuhnya kulit pohon itu dan merasakan gurat-guratnya; ia hanya merasakan permukaan yang lembab dan dingin bagaikan tubuh seekor reptil. Satu-satunya yang bisa dilihatnya dengan jelas dan membangkitkan gairahnya adalah buah-buah ranum yang menjuntai tepat di atas kepalanya. Semakin ia menatap buah itu semakin terasa kenikmatan yang akan ia dapat saat mengulum dan menikmati buah itu dalam mulutnya, mengaktifkan enzim membasahi rongga mulutnya, menggerakkan rahang dan lidahnya melumat seluruh bagian buah. Terdorong oleh fantasi kenikmatan yang tak dapat lagi dibendungnya, Lenin mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, menyentuh buah yang terasa begitu lembut namun dingin dan lembab, menariknya sekuat tenaga hingga terlepas dari tangkai yang
mengikatnya -begitu kuat, pikir Lenin- godaan yang telah terserap dalam dirinya memaksanya berjuang untuk menarik buah itu sekuat yang ia bisa. Sebuah hentakan di ujung lain terasa melepaskan buah yang ada dalam cengkraman Lenin. Akibat gaya tarik yang sama-sama kuat antara pohon dan dirinya, Lenin terjungkal dan terjatuh di atas daun-daun kering dengan buah ranum di tangannya. Lenin begitu gembira sehingga tanpa bangkit dari tempatnya jatuh langsung saja didekatkannya buah itu ke mulutnya. Saat bibirnya menyentuh permukaan buah ia merasakan sesuatu seperti sisik yang lembab. Tiba-tiba buah itu memanjang hingga pangkal pahanya. Buah itu berubah berat dan mulai menggeliat, buah yang tadi begitu ranum dan menggoda berubah menjadi sekor ular berwana biru gelap berusaha mendekatkan moncongnya ke wajah Lenin. Ia
terlonjak bangun dari tidurnya. Apa yang baru saja terjadi padanya membuat ia takjub dan ketakjuban itu bertambah tajam saat ia melihat ular dari mimpinya ikut terbangun, menggeliat tanpa menyadari bahwa satu episode awal kemunculannya telah tertinggal di dimensi lain dalam tidur Lenin. Ia segera berlari ke kamar mandi, ular biru itu mengikutinya. Di bawah cahaya lampu terang di atas keramik yang membentuk pola kotak-kotak tiga dimensi di dalam kamar mandi, Lenin melihat betapa cantik ular yang bangun dari mimpinya ini. Lenin mengelak dan berhasil melarikan diri dari sergapan si ular. Ia keluar dari kamar mandi dan memutuskan untuk tidak membuka pintu atau mematikan lampu kamar mandi sampai ia mampu memahami kejadian itu. Waktu bergerak dan perasaannya setiap saat gusar jika tak mendengar tanda-tanda adanya kehidu-
pan dalam kamar mandinya. Narator dalam video dokumenter itu terus mengoceh tentang bagaimana satu koloni semut dapat memiliki lebih dari seekor ratu. Mereka biasanya harus bertanding untuk menentukan siapa yang paling layak memimpin koloni. Layar televisi di belakang punggungku memancarkan cahaya biru kemerahan dipantulkan oleh kaca jendela luas yang berada di depanku. Tak dapat kudengar dengan jelas nama koloni semut yang sedang disebutsebut itu. Meski suara si narator begitu teratur dan ia tahu kapan saatnya memberi tekanan pada kata-kata yang diucapkannya; hal yang membuatku tak perlu memalingkan wajah dari layar komputer untuk mengerti apa yang sedang terjadi pada semut-semut yang sedang dijelaskannya. Lenin berdiri tegap menghadap pintu kamar mandinya. Kilatan mata ular yang muncul dari dalam
mimpinya itu kembali membayang. Ia bukan penderita ophidiophobia. Dengan piyama yang terikat longgar di pinggangnya dan sebatang besi yang bisa ia gunakan untuk menarik arang dari tungku penghangat ia memberanikan diri menekan knop pintu yang terasa dingin di antara jari dan telapak tangannya. “Koloni semut ini tidaklah besar seperti koloni semut-semut yang lain. Hanya ada 6 hingga 7 ekor semut dalam satu koloni. Walaupun jumlah koloni mereka sangat kecil, namun mereka sangat tangguh, tubuh mereka dilengkapi dengan persenjataan yang canggih, rahang yang kuat untuk memotong mangsa dan mengangkatnya bermil-mil. Hanya ada satu hingga dua jantan dalam kelompok semut peluru ini.” Tak tahu lagi apa yang harus kulakukan dengan Lenin yang kini menghadapi ketakutan di depan pintu kamar mandinya, kualihkan perhatian pada semut hitam besar yang sedang berburu serangga seorang diri. Gerakannya begitu tepat dan efisien. Warna-warna berganti hijau, merah, coklat. Musik berburu terdengar jelas, antena semut hitam itu tegak berdiri, suara narator tak terdengar lagi. Bantal empuk menekan kepala dan belakang leherku. Mataku terasa berat, gelap. Suara musik tak lagi terdengar. Aku membuka mata dan menemukan diriku tertidur di dalam bak mandi putih – sepertinya aku telah tertidur ketika menanti hasil perburuan semut tadi – dalam sebuah ruangan yang dipenuhi dekorasi; motif kotak-kotak simetris. Bentuk-bentuk persegi ini membuatku merasa terjebak dalam lukisan bergaya kubisme. Di salah satu dinding kamar mandi ada cermin yang juga berbentuk persegi. Mungkin wajahku juga akan terlihat kotak-kota jika aku melihat ke dalam cermin itu. Aku berusaha bangkit, tapi terasa sangat sulit untuk keluar dari bak mandi putih ini. Kujulurkan leherku terlebih dahulu, kemudian menarik semua bobot tubuh setelah menyentuh lantai – aku tak mengerti mengapa harus kulakukan semua gerakan melelahkan ini – rasanya hanya itu yang dapat kulakukan. Aku berdiri tegak, dengan mantap menatap cermin itu. Sekonyongkonyong suara dentuman keras mengagetkanku. Seorang laki-laki mendobrak masuk ke dalam kamar mandi. Pakaian tidurnya terikat longgar di pinggang. Sebelah tangannya mencengkeram batang besi panjang. Aku melihat ia menatapku. Aku tak bergerak.*** Maywin Dwi-Asmara, lahir di Mataram, 3 Mei 1992. Cerpenis dan peneliti. Tahun 2014 mendapat research fellow dari satu Universitas di Bologna, Italia. Pada Oktober 2016 diundang Dewan Kesenian Jakarta sebagai pemateri dalam Dua Forum Teater Riset.
PUISI Ilda Karwayu
Berkabung
Kertas Foto
Sembilan Musim
Di Bitera
barisan dedupa renta di lini malim bersiap pergi berkabung
pemantik api tertinggal di bandar udara sepert air mata, ia tetap menyimpan cerita perjalanan. yang melahirkan potret tanpa kertas foto
bak tupai terjebak di hutan macadamia. dilahapnya tandatanda kuasa
/1/ kali pertama menatap perempuan berkulit tan mandi bunga. kelopak mawar selebar hati ayam sibuk berbagi aroma di sana-sini
senja memeluk angin dingin mengulum mendung sedari siang. berharap hujan ‘kan memeluk tanah sisa siksa
kertas foto. lama tak kujumpa kau di saku celana dulu ayahku sibuk berbagi cerita kepada tetangga bila lihat wajahku di balik rapi namamu
itu hanya sembilan musim
Doa Tengah Malam
pemantik api masih tinggal di bandar udara ayahku telah tergantung di udara
sebab usia harus terus menahan usus nafasnya nahas ia menginjak serpihan sisa kuasa
kelopakkelopak bunga seruni menangkap doa tengah malam milik siapa, mereka tak tahu
2018
2018
2018
1
dekade berlalu
/2/ kali pertama menyapa hujan dengan air mata toko di seberang jalan menjanjikan pelangi dalam sekotak krayon duabelas warna 2018
2018
Ilda Karwayu, tinggal di Mataram. Mengajar Bahasa Inggris dan BIPA di Mataram Lingua Franca Institute (MaLFI). Buku puisinya berjudul Eulogi (PBP, 2018).
Sabtu, 1 Desember 2018
SUARA NTB
Halaman 8
Sabtu, 1 Desember 2018
SUARA NTB Ummat Perluas Jangkauan ke Thailand hingga Polandia
Halaman 9
Mataram (Suara NTB) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menjalin kerja sama dengan Thailand dalam bidang pengembangan pendidikan. Ummat menandatangani
Arsyad A. Gani (Suara NTB/ars)
Memorandum of Understanding (MoU) untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Thailand pada Mei 2019 mendatang. Selain itu bersama Gubernur NTB, Ummat juga menjajaki kerjasama ke Polandia. Rektor Ummat, Drs. H. Arsyad A. Gani, M.Pd ditemui Rabu (28/11) menyebut, rencana mahasiswa KKN di Thailand selama empat bulan. Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Ummat, Dr. Lukman, M.Pd diberangkatkan untuk menandatangani MoU. “Kita akan kirim mahasiswa untuk KKN di Thailand selama empat bulan. Mereka di samping KKN sekaligus magang. Ini sedang kita rintis. Kepala KUI yang berangkat ke Thailand bulan Desember untuk menandatangani MoU-nya, kalau jadi mahasiswa dikirim bulan Mei atau Juni tahun 2019,” jelas Arsyad A. Gani. Dengan kerja sama itu, Arsyad A. Gani merasa penting agar mahasiswa memiliki pengalaman Internasional.
Sebab pengalaman nasional sebelumnya, Ummat juga mengirim mahasiswa untuk KKN di Purwakarta. “Tidak bisa lagi kita bermain di area kita sendiri. Kalau KKN Nasional kita sudah kirim kemarin ada di Purwakarta, akhirnya digagas KKNMU serentak SeIndonesia dari semua perguruan tinggi Muhammadiyah,” kata Arsyad. “Kita bangun supaya mahasiswa itu punya wawasan Internasional paling tidak
wawasan ASEAN. Terkait dengan itulah kita bisa memperkenalkan dunia Internasional tentang keberadaan perguruan tinggi khususnya Muhammadiyah Mataram ini di kawasan ASEAN,” ucapnya. Ummat juga diajak Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah untuk menjajaki kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Polandia. Program ini dalam rangka pengiriman beasiswa mahasiswa, dosen, baik S1 S2 maupun S3.
“Ini langkah paling cerdas bagi kami di perguruan tinggi, tentu kita tidak berharap dengan Polandia saja tapi yakin Gubernur memiliki jaringan beberapa negara baik Eropa, Amerika, Australia maupun di Asia,” ujar Arsyad. Selanjutnya, Universitas Muhammadiyah Mataram akan memperkuat sumber daya manusia untuk bersaing
agar bisa masuk ke negaranegara. Terutama bahasa karena dinilai kempuan bahasa asing masih kurang, “Kita rata-rata lemah di Bahasa Inggris, inilah kita perkuat mahasiswa. Mulai tahun akademik 2019, Ummat seluruh Prodi minimal 6 SKS bahasa Inggrisnya dan begitu juga Bahasa Arab,” jelasnya. (ars/*)
RUPA-RUPA
SALON
DIJUAL TANAH LOK.KR PULE SEKARBELA MTR LT.335M2 HUB:087755533273
RAA MUSLIMAH.Salon Spa Muslimah hadir lg di Mtrm, kami cab. Baru dr Youfo Mtrm Jl.Panjitilar.Memberikan Pelayanan terbaik u/ wanita muslimah d Lombok.Terdiri dr Ptong Rmbut,Creambth,Facial,Massage,Spa, dll. Nyaman &aman terjaga, jl.Gili Asahan, perum Griya Udayana N0.3. Hub: 087765893848
HILANG HLG STNK R2 HONDA DR. 4340 BU NOKA/NOSIN : MHIJF5127BK003995/ JF51E1999585 AN. MABRUR HLG D’SKTR JL.I GST JELANTIK GOSA. HLG STNK R2 HONDA VARIO DR 2391 HH NOKA/NOSIN : MHIJF711BK138124/JF71F11377432 AN YUNITAFIANI,SH HLG DSKTR JL.KAKAK TUA MONJOK BARU. HLG STNK R4 MERK JAZZ EA 114 AN NOKA/NOSIN : MHRGD37206J602038/ LI5A23003174 AN. A.RAHMAN E HLG D’SKTR BANDARA. HLG STNK R2 HONDA DR 2768 CK NOKA/NOSIN : MHIJFM215K962283/ JFM2E-199280 AN.DARAIN HLG D’SKTR PASAR ACC AMPENAN
q
HLG BPKB R3 DR 3143 BX KAISAR TRISEDA NOKA/NOSIN : MGDT1MKTGJ030549/ 1 6 2 M J G 1 0 8 6 9 4 4 AN.KHAIRUNNISYAH HLG DIDAERAH BIMA
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA URUS LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PPN, PASPORT, SIUP,NPWPHUB.082146461910 MEMBANTU LAPORAN PAJAK SPT TAHUNAN, PKP, NPWP, SIUP, PASPORT HUB. 081338344155 Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/ 50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. LesehanTamanBangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL (TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC, DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
Toyota Lombok,dptkn program khusus bln Ramadhan:Dis pulhan jt,Dp Ringan, Grts Kaca film,Grts js service smpai 4th/50rb km,Ayo buruan, info&pmesanan hub segera Hery Toyota,081907921999085238359008,beli Toyota ingat hery,Melayani dgn pasti DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
TYGIA SALON.Treatment Galvanic Spa (setrika wajah): Mengencangkan Kulit, Mengurangi Kriput, flek, Komedo, Mencrhkan Kulit, Mengangkat Klopak Mata, Mulai 100Rb150Rb, Menerima Treatment ke Rmh Anda Min.2org, Jl.Lalu Mesir, Gg.Sowela No.1 Abian Tubuh, WA:081339123452
RUPA-RUPA
SALON
AGATAR PIZZA, Kami dr Agatar Pizza mengeluarkan Produk pizza yg berkualitas dunia dengan harga yg terjangkau dan kami membuka dan melayani Pemesanan Pizza Via Delivery,Lokasi :Kekeri,Kec.Gunung Sari.WA:081338661783/TLP :087765900233
DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISAMENJAHITAKANDIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRALSUDIRMAN,BTNKOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain SongketdanmenerimaJahitBusana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), I Nengah Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Sabtu, 1 Desember 2018
Halaman 10
RUKO - VILA - KOST
500.000
Rp. 995 Jt
RAGAM
SUARA NTB Sabtu, 1 Desember 2018
Dua Warga Malaysia Dideportasi
MUI NTB Imbau Warga Tidak Ikuti Reuni 212 di Jakarta Mataram (Suara NTB) Ketua Majelis Ulama Indnesia (MUI) NTB, Prof. Syaiful Muslim menghimbau warga NTB tidak mengikuti reuni 212 di Jakarta. Dia mengajak warga untuk lebih memperbanyak melakukan kegiatan doa dan zikir bersama demi keselamatan bangsa dan negara di masjid-masjid yang ada di NTB. Hal ini disampaikan Ketua MUI NTB, Prof Syaiful Muslim dalam rilisnya yang diterima Suara NTB, Jumat (30/11). Syaeful Muslim menilai reuni 212 di Jakarta itu cenderung (Suara NTB/ist) politis karena sudah tidak ada Syaiful Muslim esensi agamanya. “Lebih baik masyarakat melakukan kegiatan positif seperti mengadakan kegiatan doa bersama, zikir akbar dan tausiah dengan mengusung tema-tema persatuan dalam rangka menjaga keselamatan dan keberlangsungan bangsa dan negara,” ajaknya. Dia menerangkan, tahun ini adalah tahun politik, di mana persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap terjaga meskipun berbeda pilihan politik. “’’Reuni 212 dalam pandangan kami sudah tidak ada esensi agamanya dan cenderung mengarah kepada kegiatan politik,’’ katanya. Dilihat dari pengalaman dan sejarah gerakan 212, awalnya gerakan tersebut ditujukan untuk menyikapi penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama. Saat itu MUI juga sudah bersikap dan Basuki Tjahaja Purnama juga sudah mendapatkan hukuman. Artinya kasus penistaan agama oleh Ahok sudah selesai sehingga tidak relevan lagi mengadakan kegiatan 212. “Maka dari itu, warga NTB dihimbau untuk tidak berangkat ke Jakarta. ‘’Perbanyak saja ibadah, berdoa dan berzikir bersama di masjid-masijd yang ada di NTB,’’ ungkapnya. Prof Syaiful meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan politik yang dibungkus dengan kegiatan keagamaan. ‘’Warga tidak dilarang untuk melakukan kegiatan politik namun jangan sampai kegiatan politik tersebut menggunakan simbol-simbol agama,’’ terangnya. Himbauan tersebut juga disampaikan dalam rangka menyikapi eskalasi persaingan politik pada Pemilu 2019 mendatang. Dikhawatirkan persaingan politik dapat menimbulkan kegaduhan dan memicu terjadinya problematika baru yang dapat merugikan masyarakat secara umum. (rus/*)
Mataram (Suara NTB) Dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia dipulangkan kembali ke negaranya. Mereka, MA bin MY dan A bin A melanggar aturan keimigrasian. Mereka disanksi administratif berupa deportasi dan dimasukkan ke dalam daftar cekal. Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Imigrasi, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Yusriansyah Fazrin, MA datang ke Lombok dengan menggunakan bebas visa kunjungan (BVK) pada 6 Juli 2018. Sama halnya dengan A bin A pada 3 Agustus 2018. “Mereka datang dengan tujuan bisnis. Jual beli Tokek,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/11). MA mukim di Pringgabaya, Lombok Timur, sementara A bin A di Bayan, Lombok Utara. MA dibantu warga lokal
Mataram (Suara NTB) Transaksi pasar lelang komoditas agro yang ketiga kalinya difasilitasi oleh Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan Provinsi NTB tahun 2018 ini mencapai Rp1 miliaran. Pasar lelang kali ini mulai bergairah pascagempa. Pasar lelang dilaksanakan Kamis (29/11) kemarin. Sebanyak 80 pengusaha komoditas agro ikut serta. Mereka datang dari dalam dan luar daerah. Transaksi dengan angka pasti senilai Rp1,125 miliar ini monoton hanya satu komodit a s ,
Wisatawan Pertimbangkan Berkunjung ke Lombok Dari Hal. 1 Penerbangan Garuda Indonesia akan kembali normal per 1 Desember 2018. ‘’Ada pengurangan flight dari Garuda, dampak awal gempa dulu. Garuda mengurangi dua slot. Tapi per 1 Desember akan kembali normal. Karena pesawat itu mereka ground untuk maintenance. Lusa, itu sudah mulai normal. Setelah itu normal kembali, Lion Air juga normal kembali,’’ kata Faozal dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat (30/11) siang. Ketika penerbangan domestik mulai normal, maka harga tiket akan kembali seperti semula. Naiknya harga tiket pesawat Lombok - Jakarta, kata Faozal, karena berlaku hukum pasar supply and demand. ‘’Kalau demand stabil, maka harga tiket akan stabil,’’ jelasnya. Ia mengatakan untuk maskapai Lion Air sekarang sudah mulai normal. Faozal tak memungkiri kenaikan harga tiket tersebut membuat wisatawan berpikir datang ke
NTB. ‘’Pasti ada pengaruhnya. Bagi wisatawan karena tiket mahal orang jadi mikir. Kenapa harus ke Lombok. Itulah yang harus kita bicara ke airline,’’ katanya. Namun Faozal menegaskan bahwa mulai 1 Desember, penerbangan domestik ke Lombok sudah mulai normal. Dengan normalnya penerbangan ke Lombok maka harga tiket pesawat akan kembali seperti biasa. Terkait dengan recovery sektor pariwisata pascabencana gempa, Faozal mengatakan untuk wisatawan yang berkunjung dari Bali ke tiga gili menggunakan kapal cepat sudah berangsur-angsur normal. Dalam kondisi normal, sebanyak 24 fastboat melayani turis dari Bali ke tiga gili. Sekarang, katanya, jumlah fastboat yang melayani wisatawan sebanyak 14 buah. ‘’Walaupun belum normal sekali. Karena low season sekarang,’’ tandasnya. (nas)
(Suara NTB/bul)
Pria asal Lombok Tengah ini, sehari-hari berprofesi sebagai penyedia jasa transportasi bandara bagi para pelancong yang datang ke NTB. Menurutnya, sebelum gempa, ia bisa mengantongi pendapatan yang sangat besar. Dulu, setiap harinya, Lalu Setiawan bisa mendapatkan tiga kali pesanan mengantar penumpang dengan ongkos normal, antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu dari bandara ke kawasan Senggigi. “Kadang sampai (Pelabuhan) Bangsal, bisa sampai Rp500 ribu. Belum dihitung kalau dapat tips dari boat, dapat Rp300 ribu sampai Rp400 ribu tipsnya,” sebutnya saat diwawancarai Suara NTB, Jumat (30/11). Dengan kondisi yang demikian, praktis dulunya ia bisa mengantongi pemasukan di kisaran Rp1 juta setiap hari. ‘’Sebulan kita bisa nabung bersih itu, Rp8 juta sampai Rp9 juta. Itu bersih, setelah dipotong cicilan mobil, dipotong kebutuhan rumah tangga,’’ ujarnya. Pendapatan Lalu Setiawan bisa semakin besar jika ia bisa mendapatkan pesanan untuk mengantarkan paket tur untuk grup pelancong. “Kalau tur, itu satu grup, paling sedikit itu Rp3jutaan kita dapat,” ujarnya. Namun, bagi Lalu Setiawan, gempa ternyata memang bukan hanya menimbulkan guncangan pada tanah dan bangunan. Guncangan ekonomi pascagempa masih ia rasakan hingga kini. Saat Suara NTB menemuinya, ia bersama sejumlah rekannya tengah memasang wajah penuh harapan menunggu penumpang yang ingin diantarkan dari bandara. Lalu Setiawan menyebutkan, selain dirinya, ada ratusan lainnya yang juga merasakan imbas dari menurunnya
angka kunjungan wisata NTB ini. ‘’Kalau ditotal, semua termasuk taksi biru, dan lain-lain, ada sekitar 250an unit,’’ sebutnya. Saat ini, Lalu Setiawan mengakui bahwa penghasilannya anjlok drastis. Ia mengaku, saat ini, dalam tiga hari ia belum tentu bisa mendapatkan satu pelanggan pun. Padahal, ada begitu banyak kewajiban keuangan yang harus ia bayarkan. Mulai setoran koperasi yang mencapai Rp30 ribu, membayar toll gate yang bisa mencapai Rp12 ribu per hari, hingga cicilan mobil dan kebutuhan lainnya. Karena itulah, ia sangat berharap pemerintah daerah bisa segera memulihkan angka kunjungan wisata ke daerah ini. ‘’Kita sangat ingin bandara ini ramai lagi seperti dulu sebelum gempa,’’ ujar Lalu Setiawan. Tidak hanya penyedia jasa transportasi yang mengeluhkan kondisi ini. Inaq Rahayu (40), warga Ketare, Lombok Tengah, yang berjualan makanan di sudut barat bandara juga merasakan gejala serupa. Bersama rekan-rekannya, pagi itu Inaq Rahayu tampak hanya termenung menunggu pembeli yang sepi. ‘’Ini memang lagi sepi, pengunjung ndak ada. Ada pengunjung, tapi ndak belanja. Ada yang belanja, tapi sedikit,’’ keluhnya. Ia mengakui, kondisi ini memang terjadi sejak gempa beberapa waktu lalu. ‘’Ini sudah tiga bulan kayak begini,’’ ujarnya. Ia menyebutkan, dulunya ia bisa mengantongi keuntungan harian hingga Rp100 ribu. Kini, angka itu menyusut hingga hanya sekitar Rp50 ribu saja. (*)
berinisial S, sedangkan A bin A diberi tempat tinggal warga berinisial MS. Dua warga lokal dimaksud pemilik Tokek. “Selama mereka di Lombok, mereka dibantu warga lokal yang menyediakan tempat tinggal,” ucap Yusriansyah. Dia menjelaskan, keduanya melanggar pasal 78 ayat 3 yakni yang intinya berbunyi Orang asing pemegang izin tinggal yang telah habis masa berlakunya lebih dari 60 hari dari batas waktu izin tinggal yang diberikan. “Karena diketahui dua WNA tersebut menggunakan jenis visa untuk berwisata tapi diketahui melakukan kegiatan bisnis,” terangnya. Yusriansyah mengatakan, kedua WNA Malaysia itu diamankan petugas intelijen dan penindakan keimigrasian Kantor Imigrasi kelas I Mataram. Dibantu Polres Lombok
Timur di Dusun Sanggar Sukun, Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, dan MS, selalu pemilik binatang Tokek pada Rabu (28/11). Dua WNA pelanggar keimigrasian telah masuk ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I Mataram kepada dua WNA tersebut sejak Rabu (28/11) hingga saat ini. Keduanya dikenakan tindakan administratif keimigrasian yaitu deportasi dan namanya dimasukkan dalam daftar penangkalan karena melanggar pasal 78 ayat 3 yaitu melebihi izin tinggal lebih dari 60 hari. “Pelaksanaan pendeportasian akan dilakukan Jumat (30/11) melalui Bandara Internasional Lombok-Kuala Lumpur dengan Air Asia pada pukul 20.30 WITA,” tutup Yus. (why)
Transaksi Pasar Lelang Rp1,1 Miliar
Pelaku Ekonomi di Bandara Keluhkan Menurunnya Omzet Dari Hal. 1
Halaman 11
L. Suparno
yaitu jagung. Meski banyak komoditi-komoditi lain yang saling ditawarkan. Nampaknya persoalan harga yang belum menemukan kecocokan. Jagung pipilan kering 250 ton ini dijual seharga Rp4.500/Kg oleh pengepul di Kabupaten Lombok Utara. Di beli oleh pengusaha dalam daerah dari Lombok Timur dan Lombok Tengah. “Ini menandakan situasi sudah mulai berangsur-angsur normal kalau melihat jumlah peserta yang hadir,” kata Lalu Suparno, S.Sos, MH., Plt. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri. Nilai transaksi ini menjadi angka baik, setelah bila melihat transaksi pasar lelang yang dilaksanakan 8 November lalu. Nilai transaksinya sangat minim. Hanya Rp420 juta. Itupun, hanya satu jenis komoditas, jagung pipilan. Kegiatan pasar lelang di NTB untuk tahun 2018 ini akan dilaksanakan empat kali. Tiga kalinya telah dilaksanakan. Tinggal satu kali pelaksanaan, pada 13 Desember mendatang. Harapannya, pasar lelang terakhir akan lebih besar nilai transaksinya. Agar ekonomi daerah lebih menggeliat kembali. Pasar lelang adalah wahana bertemunya penjual (petani) dengan pembeli yang dikelola secara tertib dan teratur, dapat memperpendek mata rantai perdagangan, mampu menyajikan komoditas produk agro yang bermutu dan harga yang terbentuk secara transparan serta diharapkan dapat menguntungkan semua pihak. Sejauh ini kegiatan pasar lelang dianggap cukup efektif memutus mata rantai perdagangan. Kesepakatan transaksi juga demikian. (bul)
2,6 Ton Terasi Mengandung Bahan Berbahaya Diamankan Mataram (Suara NTB) Aparat penegak hukum mengamankan 2,6 ton terasi diduga kuat mengandung bahan pewarna berbahaya di gudang salah satu produsen terasi di Dusun Jor, Jerowaru, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Tindakan ini diambil setelah dilakukan uji di tempat dan dinyatakan mengandung rhodamin. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si Jumat (30/11) kemarin mengajak tim Satgas Pangan melakukan Sidak ke sentra produksi terasi di Kabupaten Lombok Timur. Ikut serta tim Kepala BPPOM NTB, Dra. Ni Nengah Suarningsih, Apt. MH, Ir. Haryono Kabid SPK Dinas Perdagangan NTB, Panit I Subdit II Direktorat Intelkam Polda NTB, AKP Heru Windiarto SH. Panit I Subdit I Dit Reskrimsus Polda NTB Aipda Hermanto, dari Dinas Perindustrian, dibantu Dinas Perindag kabupaten setempat, serta Babinsa Desa Jerowaru. Sidak dilakukan untuk mengantisipasi, serta meminimalisir penggunaan bahanbahan campuran berbahaya pada pangan. Sidak dilakukan ke beberapa produsen. Salah satunya, milik Pmo ditemukan penggunaan Rhodamin B. Dalam keterangannya, bahan baku pembuatan terasi didapat dari suplier asal Dasan Lekong Kecamatan Masbagik. Perkilo terasi dengan kandungan Rhodamin B dibeli dengan harga Rp12.000 dengan kemasan 100 Kg. Modus penjualan terasi dilakukan dengan cara mengoplos bahan baku udang/terasi murni dengan terasi yang mengandung Rhodamin B dengan nilai jual 5 Pcs seharga Rp10.000. Diketahui pangsa pasar konsumen yang disasar diantaranya, Pasar Keruak
Kabupaten Lombok Timur dan sekitarnya. Barang bukti 23 karung (1 karung 100 Kg=1 kuintal) selanjutnya didata untuk kemudian diamankan Tim Gakkum Reskrimsus Polda NTB, dan dilarang beredar di pasaran. Rencananya, barang bukti ini siap dipasarkan. Hj. Selly dalam keterangannya mengatakan, tindakan seperti ini sangat berisiko kepada konsumen. Dapat menyebabkan kanker dan gangguan kesehatan lainnya. Apalagi pernah dilakukan penelitian oleh Alm. Dr. Soewignyo, hasilnya menjelaskan NTB banyak terjangkit hepatitis. Sebab itulah, NTB menyediakan Laboratorim Hepatika. “Nah salah satunya ada di terasi. Makanya kita juga lakukan pembinaan langsung agar tidak menggunakan pewarna pakaian. Dan sudah banyak yang mengerti, dan menggunakan pewarna pangan,” jelas kepala dinas. Penggunaan campuran berbahaya ini, lanjut Hj. Selly, oleh produsennya, karena dilihat dari nilai beli yang lebih rendah. Karena itu, ia juga mengimbau Dinas Perindag Kabupaten Lombok Timur agar sesering mungkin memantau kegiatan masyarakat di home industri. Dalam Sidak ini, dijumpai juga penggunaan peralatan produksi yang belum standar. Pengeringan juga dilakukan di udara bebas, dengan bantuan terik matahari. Sangat berisiko terkontaminasi. Seharusnya, kata Hj. Selly menggunakan mesin oven. Demikian juga dengan gudang tempat penyimpanan bahan baku yang dianggap tak layak. “Oke, kami minta dibuatkan proposal yang akan diteruskan ke Dinas Perindustrian. Agar mereka lebih terstandar,” demikian Hj. Selly. (bul)
Pembelaan Terbuka Lebar Dari Hal. 1 Dan mereka sudah didampingi,’’ kata gubernur dikonfirmasi usai acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di Kantor Gubernur, Jumat (30/11). Dijelaskan, proses hukum yang dijalani Zainul Wathoni masih dalam tahap awal. Artinya, prosesnya masih sangat panjang. ‘’Masih ada kesempatan kita melakukan pembelaan,’’ ujarnya. Apalagi, kata Dr. Zul, Direktur Perlindungan TKI Kemenlu merupakan orang NTB yakni L. M. Iqbal. Ia mengaku terus intensif berkomunikasi terkait dengan nasib TKI yang bermasalah dengan hukum di Malaysia ini.
‘’Potensi untuk kita melakukan pembelaan masih cukup besar, masih panjang. Kita sudah menunjuk pengacaranya,’’ tandas gubernur. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor, Malaysia bergerak cepat mendampingi Zainul Wathoni (31), TKI asal Loteng yang terancam hukuman gantung. Langkah advokasi itu sebagai upaya meringankan hukuman Zainul agar selamat dari pidana mati. Zainul Watoni adalah warga Aik Bukak, Dusun Langalawe, Kecamatan Batukliang, Loteng. Dia dituntut hukuman mati karena diduga membunuh Rizal Muhamad pada 4 November 2018 lalu. Terdapat beberapa luka tusukan di tubuh kor-
ban sehingga membuat korban meregang nyawa. Polisi kemudian menangkap pelaku dan kekasihnya. Mereka diduga terlibat pembunuhan tersebut. Atas perbuatannya, Zainul Watoni dijerat pasal 302 KUHP Malaysia dengan ancaman hukuman gantung. Dalam proses pendampingan hukum Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur sudah menunjuk Kantor Pengacara Gooi & Azzura. Ancaman hukuman gantung itu diketahuinya belum final, karena proses hukum masih panjang. Sebab masih pada tingkatan pengadilan tingkat pertama atau Mahkamah Magistrat. (nas)
Waspadai Potensi Longsor Susulan di Jalur Sembalun Dari Hal. 1 ‘’Memang longsoran merupakan dampak gempa yang terjadi beberapa bulan yang lalu membuat tanah menjadi labil. Sehingga ketika terkena hujan. Otomatis terbawa arus dan menyebabkan longsor,’’ katanya. Air Terjun Segenter Longsor Selain di lotim, bencana longsor juga terjadi di sekitar kawasan Air Terjun Segenter di Desa Pakuan Kecamatan Nar-
mada Lombok Barat longsor Rabu (14/11) dinihari lalu. Sejumlah fasilitas umum tertimbun. Air terjun Segenter masuk kawasan Geosite Geopark di kawasan Tanaman Hutan Rakyat (Tahura) Nuraksa. Selama puluhan tahun menjadi objek wisata yang difavoritkan masyarakat, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun tak terduga, tebing di sekitar air terjun longsor dan menimpa sejumlah bangunan yang masih tergolong baru. Diantaranya, dua unit beru-
gak, empat unit toilet, dua ruang ganti, dua bangku dan satu meja serta pengaman tangga. Menurut Kepala Balai Tahura Nuraksa Syamsiah Samad, S.Hut.,M.Si, longsor diduga dipicu gempa yang terus menerus terjadi beberapa waktu lalu. ‘’Sehingga batu atau singkapan batu di sekitar air terjun terlepas dan ditambah dengan hujan yang sangat deras dan terus menerus,” kata Syamsiah kepada Suara NTB, Jumat (30/11) kemarin. (yon/ars)
Kantor KPH Diserang Pelaku ’’Illegal Logging’’ Dari Hal. 1 Pada musim kemarau dia tinggi frekuensinya. Kalau sekarang sudah berkurang,’’ katanya. Salah seorang Pamhut Resort Sambelia KPH Rinjani Timur, L. Supriadi mengatakan banyak persoalan yang dihadapi petugas di lapangan dalam menjaga hutan. Pada
musim kemarau, kawasan hutan di Sambelia sangat rawan kebakaran. Biasanya kebakaran hutan terjadi pada malam hari. Dengan keterbatasan alat yang dimiliki, petugas tetap berusaha memadamkan api. Supaya api tak menjalar ke kawasan hutan lainnya. Mengenai penyerangan Kan-
tor KPH Rinjani Timur Resort Sambelia, Supriadi mengatakan beberapa kali massa melakukan penyerangan. Penyerangan pertama tanggal 28 September. Akibat penyerangan tersebut, beberapa fasilitas kantor rusak. ‘’Kemarin juga tanggal 22 November juga terjadi. Kami juga diserang oleh massa,’’ katanya. (nas)
Klarifikasi Kepala Kemenag Dari Hal. 1 Awal pekan ini 10 Kabid Penmad pada Kemenag Kabupaten/Kota di NTB sudah memberikan keterangan kepada penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB. Penyidik menggali proses pengadaan sampai penggunaan anggaran. Sebab pembelian buku menggunakan dana BOS masing-masing madrasah. Polda NTB menyelidiki pengadaan buku madrasah setelah dugaan maldministrasi
ditelisik Ombudsman RI Perwakilan NTB. Dugaan penyimpangan pengadaan buku untuk 2.256 madrasah se-NTB menyeruak berkat investigasi Ombudsman RI NTB yang diekspose Oktober lalu. Ribuan madrasah tersebut total menggelontorkan anggaran sampai sekitar Rp200 miliar. Dana dipakai untuk membeli buku umum K-13. Buku dibeli dari rekanan berinisial PT AK, yang notabene bukan distributor atau penerbit buku.
Ombudsman menduga, perbuatan maladministrasi terindikasi dari proses pengadaan yang diarahkan kepada hanya satu rekanan yang berkantor di Lombok Timur itu. Ada pula indikasi pemaksaaan yang menurut Ombudsman tampak dari persyaratan pencairan dana BOS tahap kedua tahun 2018. Yakni menyerahkan laporan penggunaan dana BOS tahap pertama dengan menyertakan kuitansi pembelian buku dari rekanan tersebut. (why)
(Suara NTB/bul)
TUNJUKKAN - Hj.Selly menunjukkan hasil uji langsung dan terdapat di antaranya terasi yang dengan menggunakan campuran rhodamin.
Tak Penuhi Syarat, Ketua PHRI NTB Dicopot Dari Hal. 1 Dengan mengacu AD/ART, Ketua PHRI tak memenuhi syarat lagi sebagai anggota. Sehingga kita diminta, Pak Hadi menghadap ke Jakarta,’’ jelasnya. Kepengurusan DPD PHRI NTB di bawah kepemimpinan Abdul Hadi Faishal demisoner per 27 November 2018. Karena tak lagi pemegang mandat, tidak sebagai anggota PHRI. ‘’Yang jelas kami memberikan penegasan bahwa ketua (PHRI) sekarang demisoner. Karena tak dapat dipenuhinya satu syarat mutlak,’’ tegasnya. Dihubungi terpisah, Ketua DPD PHRI NTB demisioner, H. Abdul Hadi Faishal mengatakan keputusan DPP menunjuk carateker Ketua PHRI NTB sudah benar. Karena dalam AD/ART, dirinya sudah tak mengelola hotel lagi. ‘’Maka otomatis dan saya sudah bertemu dengan Ketua DPP. Sebagaimana dulu Pak Lanang juga ada carateker, bukan Pak Lanang dipecat. Tapi ada Musda baru yang akan memilih ketua. Langkah DPP sudah benar,’’ katanya, Jumat (30/11) sore. Hadi mengatakan telah
menyerahkan persoalan ini ke DPP. Nantinya, DPP PHRI yang menunjuk carateker. ‘’Roda organisasi diambilalih carateker. Jadi ndak ada yang salah, benar semua. Memang itulah mekanisme organisasi,’’ ujarnya. Apakah dengan tidak lagi menjabat Ketua PHRI NTB, akan berpengaruh terhadap posisinya sebagai anggota Badan Promosi Pariwisata NTB? Apakah anggota BPPD akan dikocok ulang? Hadi mengatakan anggota BPPD NTB urusannya dengan SK Gubernur. ‘’Kalau dalam pribadi saya, ndak ada yang perlu diperdebatkan. Itu kita serahkan,’’ katanya. Hadi menceritakan ketika PHRI NTB yang dijabat Lanang Patra, dulu DPP PHRI juga menunjuk carateker. Meskipun tak lagi menjabat Ketua PHRI NTB waktu itu, kata Hadi, Lanang Patra tetap menjadi anggota BPPD NTB. ‘’Pak Lanang sampai akhir masa jabatan di BPPD. Itu SK Gubernur, yang melekat nama. Jadi kami tak bisa mengusulkan Pak Lanang (diganti). Tapi kalau ada menarik nanti, kita serahkan ke Pak Gubernur. Kita ikuti aturan saja,’’ pungkasnya. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Sabtu, 1 Desember 2018
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Golden Palace Hotel Lombok
Menjadi Pilihan Para Artis Ibukota Mataram (Suara NTB)Memiliki kamar yang bersih dan nyaman serta fasilitas terlengkap menjadikan Golden Palace Hotel Lombok sebagai hotel pilihan bagi para artis ibukota saat berkunjung ke pulau Lombok. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kedatangan para artis ibukota ke Golden Palace Hotel Lombok mulai dari penyanyi hingga pemain sinetron seperti Band Geisha, Band Jikustik, Cita Citata, Iis Dahlia, Anang Hermansyah, Ashanti, Aurel, Dirly, Caca Federika, Nugie, Anjasmara, Nadine Candrawinata, Tukul Arwana hingga Putri Indonesia. Bahkan pascagempa yang melanda pulau Lom-
(Suara NTB/ist)
ARTIS IBUKOTA – Deretan artis ibukota yang berkunjung dan menginap di Golden Palace Hotel Lombok.
bok sejak bulan Juli 2018, artis Ibukota seperti Syahr-
ul Gunawan dan artis Talent Hub tetap datang
dan menginap di Golden Palace Hotel Lombok. Para artis terkesan sekaligus takjub akan bangunan hotel yang sangat kuat dan kokoh sehingga mereka merasa aman dan nyaman selama menginap di hotel berbintang empat yang telah tersertifikasi ini pascagempa yang melanda. Tidak hanya menjadi pilhan bagi para artis ibukota, Golden Palace Hotel Lombok juga terkenal men-
jadi rumah kedua bagi para pejabat negara. “Satu yang pasti adalah kami selaku manajemen Golden Palace Hotel Lombok sangat bangga karena hotel kami selalu menjadi pilihan para artis ibukota hingga para pejabat Negara. Ini juga menjadi salah satu bukti akan baiknya kemampuan pelayanan serta fasilitas yang kami berikan selama mereka tinggal dan menginap di sini,” tutur Ernanda Agung D. selaku General Manager. “Pelayanan yang sangat ramah, fasilitas terlengkap, serta kenikmatan hidangan merupakan daya tarik tersendiri bagi para tamu yang akan dan telah menginap di hotel yang terkenal dengan keamanan dan kenyamanannya ini,” lanjutnya. Hotel yang terletak di tengah kota Mataram dengan bangunan full AC dimulai dari Lobby tersebut, saat ini terkenal dan selalu menjadi tujuan semua pejabat penting di Indonesia saat sedang berkunjung ke pulau Lombok yang ingin beristirahat sembari menikmati makanan khas Lombok. Golden Palace Hotel Lombok memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti Skylounge Lt.11 dan Roof Top Garden Lt. 12 dengan pemandangan Kota Mataram serta Pantai, Pegunungan hingga Sunset yang sangat indah di sore hari juga memiliki areal parkir cukup luas. Selain itu hotel yang terkenal dengan keamanannya ini juga memiliki standar operasional prosedur (SOP) tanggap bencana dan rescue team yang siap siaga setiap saat jika terjadi bencana serta telah mendapatkan surat rekomendasi dan label hijau dari PUPR NTB yang menyatakan bangunan hotel AMAN. Untuk Reservasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Golden Palace Hotel Lombok di 0370 - 6170000 (hunting), atau datang langsung ke Jl. Sriwijaya No. 38 Mataram dan dapat pula mengunjungi website di www.goldenpalacelombok.com. (r)