Issuu on Google+

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 229 tahun III Kamis, 17 Desember 2009 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

BPK : LPS Keuangan Negara

Asing Mulai Gelisah

2010 Masih Ekspor Beras

BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merupakan salah satu keuangan negara karena telah diatur dalam Undang LPS nomor 24/2004. “Sesuai dengan...hal. 1

EKONOM Universitas Indonesia (UI) M Chatib Basri mengungkapkan bahwa investor asing mulai mempertanyakan keseriusan Indonesia menyelesaikan kasus Bank Century. “Sekarang...hal. 2

DEPARTEMEN Pertanian (Deptan) menyatakan optimistis pada 2010 Indonesia masih akan mampu melakukan ekspor beras terutama untuk beras khusus. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan)...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Kwalik Tewas

Suluh Indonesia/ant

OPM - Kadivhumas Polri Irjen Pol. Nanan Soekarna menunjukkan gambar panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM), Kelly Kwalik yang tewas ditembak anggota Densus 88 di Mabes Polri Jakarta, kemarin. Polri juga menangkap lima pengikutnya.

JAKARTA - Polri akan melakukan identifikasi secara ilmiah terhadap jenazah yang diduga kuat sebagai Kely Kwalik, pimpinan gerakan separatis yang tewas saat penangkapan di Mimika, Papua. ‘’Hari ini, Polri mengirimkan tim dokter kepolisian (Dokpol) untuk membuktikan secara ilmiah identitas jenazah itu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Jakarta, kemarin. Ia mengatakan, hasil tim Dokpol Polri sangat dibutuhkan agar tidak ada keraguan di kemudian hari soal identitas jenazah itu. ‘’Prosedur identifikasi jenazah itu ya sama dengan identifikasi jenasah lainnya,” ujar mantan Kapolda Sumut ini. Menurut Nanan, Polri akan membandingkan data primer dan data sekunder jenazah baik data-data semasa hidup maupun setelah meninggal dunia. Menyinggung tentang perlunya uji DNA terhadap jenazah itu, Nanan mengatakan, bahwa hal itu menjadi wewenang tim Dokpol. Ia mengakui, keterangan lima orang yang tertangkap bersama Kwalik menyebutkan bahwa jenazah itu sebagai Kwalik. Polri menembak kaki Kwalik saat akan ditangkap di Mile 26 area PT Freeport Indonesia, Mimika, Rabu sekitar pukul 03.00 WIB ketika sedang bersembunyi di salah satu rumah. (ant)

Kasus Bank Century

Ada Sembilan Pelanggaran JAKARTA - Anggota BPK Hasan Bisri menjelaskan, BPK menemukan setidaknya ada sembilan temuan pada audit investigasi terhadap Bank Century yang patut diduga sebagai pelanggaran. ‘’Dari sembilan temuan pelanggaran tersebut, BPK menyimpulkan BI tidak memberikan data-data dan informasi lengkap kepada Menkeu sebelum diputuskan sebagai bank gagal berdampak sistemik,” katanya di hadapan Panitia Angket Kasus Bank Century DPR di Gedung DPR/ MPR di Jakarta, kemarin. Ia menjelaskan, pelanggaran tersebut sudah terjadi sejak lama, yakni sejak menjelang proses penggabungan (merger) tiga bank menjadi Bank

Century pada 2001 hingga Bank Century dicabut dari status SSU (dalam pengawasan intensif BI) pada Agustus 2009. Menurut Bisri, menjelang proses penggabungan dari tiga bank (CIC, Piko dan Dampak) menjadi Bank Century, telah terjadi pelanggaran, yakni pada saat akuisisi oleh sebuah lembaga keuangan asing bernama Cingkara yang belum mendapat persetujuan dari BI. ‘’Namun Gubernur BI saat itu membantu memuluskan proses merger Bank Century,” katanya. Kemudian setelah dilakukan penggabungan, kata Bisri, pengawasan yang dilakukan BI lemah, karena membiarkan Bank Century melakukan rekayasa-rekayasa dokumentasi.

Temuan BPK yang lain, kata dia, patut diduga fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) yang diberikan Bank Indonesia kepada Bank Century melanggar aturan. ‘’Sebenarnya Bank Century tidak memenuhi syarat untuk menerima FPJP, tapi BI mengubah aturan FPJP dengan meringankan persyaratannya,” katanya. Ketua BPK Hadi Purnomo menegaskan, BPK tidak puas atas penjelasan BI soal Bank Century dan meminta BI bisa memberikan penjelasan yang jelas dan profesional. BPK diundang panitia angket untuk memberikan penjelasan guna pendalaman laporan audit investigasi BPK terhadap Bank Century. (har/son)

KPK Kantongi Penerima Dana JAKARTA - KPK telah mempersiapkan pertemuan dengan penegak hukum terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana talangan (bail out) Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Untuk memperlancar pemeriksaan, institusi pemberantasan korupsi tersebut telah membentuk sembilan subtim. ‘’Ada sembilan subtim yang menghandle masing-masing temuan,” ujar Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto di Gedung KPK, Jakarta, kemarin. Menurut Bibit, KPK telah mendapatkan beberapa data tambahan dari berbagai institusi. Terutama dari Pusat Pelaporan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK). Lembaga ini memperlihatkan secera jelas aliran dana dari pencairan bail out yang diterima Bank Century itu. Tetapi hal ini belum bisa disebutkan, karena masih bersifat rahasia dan sangat penting untuk strategi penyelidikan. ‘’Kami sudah ada masukan. Ada yang diperoleh dari BPK, PPATK dan BI. Untuk aliran dana, jelas itu harus kami rahasiakan. Tetapi penerimanya banyak perse-

orangan,” jelas purnawirawan Polri berbintang dua ini. Ditambahkannya dalam pertemuan dengan Kejaksan Agung, Mabes Polri, PPATK, BPK dan BI, pihaknya akan membahas pembagian tugas dengan para penegak hukum lain. Fokus yang ditangani KPK, sangat jelas yakni penyelenggara negara. ‘’Pertemuan utnuk pembagian tugas. Selain itu, ada tukar-menukar informasi yang dimiliki masing-masing lembaga. Untuk masalah korupsi, KPK yang menangani. Sedangkan masalah perbankan dan money laundring ditangani kejaksaan dan kepolisian,” tegas dia. Tunggakan Pajak

Pada bagian lain, Bibit juga mengungkapkan pihaknya masih mempelajari ada tidaknya tindak pidana korupsi dalam kasus dugaan tunggakan pajak tiga perusahaan tambang milik Grup Bakrie sebesar Rp 2,1 triliun. ‘’Itu akan kita lihat, apakah melanggar UU Perpajakan atau UU Korupsi,” katanya. (nas)

Wapres Minta Jaga Simbol Negara JAKARTA - Wapres Boediono menyatakan siap memberikan penjelasan seterang-terangnya mengenai kebijakan pemberian dana talangan Bank Century kepada Pansus Angket DPR-RI namun perlu terlebih dahulu pembicaraan soal teknis pelaksanaannya agar tidak mencederai simbol kenegaraan. ‘’Intinya, Wapres Boediono sejak awal menyatakan siap untuk memberikan penjelasan seterang-terangnya dan seluas-luasnya kepada Pansus Hak Angket,” kata jubir wapres Yopie Hidayat di Istana Wapres Jakarta, kemarin. Menurut Yopie, selama ini Wapres Boediono bersikap terbuka dan bersedia untuk memberikan keterangan. Menurut Yopie, hal ini merupakan proses politik yang wajar dan biasa saja, tetapi diingatkan agar menimbang pula tata krama kenegaraan.

‘’Bukan berarti beliau menghindar. Soal teknis saja, bagaimana kita lihat apakah tidak melanggar tata krama misalnya bagaimana soal teknis protokoler. Karena beliau sekarang adalah simbol negara sebagai wapres,” kata Yopie. Menurut Yopie, sebelum pelaksanaan apakah Boediono akan datang ke DPR atau sebaliknya maka perlu dilakukan pembicaraan teknis tentang tata caranya bagaimana. Yopie menjelaskan jika Wapres diundang ke sebuah perkawinan saja akan ada pertemuan koordinasi terlebih dahulu. Hal ini menyangkut teknis protokoler dan kenegaraan. ‘’Ada tata krama protokoler, politik, etika kenegaraan dan sebagainya yang harus dipertimbangkan. Yang penting ini jangan sampai mencederai simbol-simbol kenegaraan,” kata Yopie. (son)

TIDAK TERBIT Sehubungan dengan Tahun Baru Hijriyah (1 Muharram 1431 H) yang merupakan libur nasional, Suluh Indonesia/Bisnis Jakarta pada Jumat (18/12) tidak terbit. Suluh Indonesia/Bisnis Jakarta akan terbit seperti biasa mulai Senin (21/12). Untuk itu, kepada pembaca dan pemasang iklan mohon maklum adanya. Redaksi

2009, Tahun Pengungkapan Sisi Gelap Hukum JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh Mahfud MD mengatakan, 2009 merupakan tahun pengungkapan berbagai sisi gelap dalam penegakan hukum yang terjadi di Tanah Air. “Pada tahun 2009 ini banyak peristiwa yang mengungkapkan sisi gelap dunia hukum,” kata Mahfud ketika membuka acara seminar “Mengajarkan Hukum yang Berkeadilan” yang digelar Indonesia Legal Resources Center (ILRC) di Gedung MK di Jakarta, Rabu. Menurut dia, berbagai peris-

tiwa itu telah menunjukkan sebuah kesimpulan bahwa dunia hukum Indonesia sedang dalam keadaan amburadul. Dulu, lanjutnya, sebagian orang menganggap bahwa mafia peradilan hanya rumor, tetapi kini setiap anggota masyarakat bisa mengambil kesimpulannya sendiri dari ber-

bagai peristiwa buruk yang sempat mereka saksikan. Ia mencontohkan, peristiwa sidang MK pada 3 November yang memperdengarkan rekaman terkait rekayasa kasus Bibit-Chandra, merupakan bukti yang tak terelakkan lagi tentang cara mafia peradilan bekerja. ‘’Ketika rekaman itu diputar di MK pada 3 November 2009, maka tidak bisa dibantah bahwa kesimpulan yang terdapat di tengah masyarakat adalah mafia peradilan itu ada,” kata Mahfud. Hal itu juga menunjukkan bahwa pelaksanaan penegak

hukum yang dilakukan oleh aparat bisa tidak sejalan dengan pemenuhan rasa keadilan masyarakat. Sementara itu, Direktur Eksekutif ILRC Uli Parulian Sihombing mengatakan, Indonesia sebenarnya telah memiliki konsep keadilan sosial sebagaimana yang tercantum dalam sila kelima dari Pancasila. ‘’Kita sudah punya konsep keadilan sosial pada sila kelima Pancasila,” kata Uli yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Uli berpendapat, bahwa

penegakan keadilan di tengah masyarakat sangat terkait erat dengan pendidikan hukum yang diajarkan di Indonesia. Berbagai bentuk pendidikan hukum di Tanah Air, ujar dia, seharusnya memiliki kontribusi terhadap keadilan sosial. Mantan anggota DPR dari fraksi kebangkitan Bangsa ini mengemukakan, bila pendidikan hukum telah bisa sepenuhnya menunjukkan kontribusinya, maka optimistis bahwa proses penegakan hukum dan pencarian keadilan di berbagai lembaga peradilan di Indonesia akan menjadi bersih. (ant)


K ta

2

Suluh Indonesia, Kamis 17 November 2009

Pemprov DKI

Razia Petasan

Suluh Indonesia/ant

DALANG BOCAH - Wapres Boediono didampingi Menbudpar Jero Wacik menyalami sejumlah dalang cilik usai membuka festival dalang bocah tingkat nasional di Kantor wapres, Jakarta, kemarin. Festival tersebut selain untuk melestarikan dan menumbuh kembangkan rasa cinta terhadap wayang, juga untuk membangkitkan kembali apresiasi masyarakat.

Di Penjaringan

30 Bangunan Terbakar JAKARTA - Pemukiman padat penduduk di yang berada di kawasan Pergudangan Muara Karang, Blok B, RT 22/ 8, Penjaringan, Jakarta Utara, selasa terbakar. Api berkobar sekitar pukul 08.30 WIB, menghanguskan 45 gubuk yang dihuni 200 jiwa. Menurut ketua RT 22, Salwan (61), api berasal dari rumah H. Syaiful Bahar (53), yang dikontrak Guruh (42). ‘’Saat kejadian penghuni rumah sedang bekerja di pergudangan,” jelas Sawan. Bangunan yang berada di jalanan yang tak digunakan itu, tibatiba terbakar. Bangunan yang terbuat dari kayu ludes dilalap si jago merah. Pemilik rumah maupun pengontrak melihat kobaran api panik. Harta benda berupa televisi, kulkas dan sepeda motor berhasil diselamatkan. Begitu juga, dengan Pauzi

(28) pemilik warung kelontongan, yang melihat api berkobar, tak dapat menyelamatkan barang dagangannya. “Saya lihat api berputar-putar diatas atap rumah,” keluhnya. Muji ibu dua anak tersebut. Api pun dapat dipadamkan, setelah 15 unit mobil dinas kebakaran tiba di lokasi. Menurut Rujito, ketua regu pemadam kebakaran api berasal dari konseleting listrik. “Saat ini kerugian yang diakibatkan peristiwa tersebut sebesar Rp 100 juta,” terangnya. Sedangkan Barah dan pengontrak rumah saat ini dibawa ke Polsek Penjaringan, untuk dimintai keterangan. Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Iptu Samian saat dikonfirmasi, mengatakan dugaan sementara kebakaran berasal dari konseleting listrik. (ant)

PT Jamsostek Bekasi Serahkan Ambulance BEKASI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menerima 1 unit mobil ambulance yang dilengkapi dengan peralatan medis dari PT Jamsostek Cabang Bekasi, Rabu (16/12) di Gedung Patriot. Serah terima secara simbolis dilakukan oleh Kepala Cabang PT Jamsostek Bekasi, M Syafri dengan Walikota Bekasi, Mochtar Mohammad. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) IV PT Jamsostek, Suwardi Dulah dalam sambutannya mengatakan, penyerahan ambulance itu merupakan salah satu bentuk kepedulian PT Jamsostek terhadap peserta. Dengan diserahkannya ambulance itu, lanjut Suwardi Dulah, diharapkan jaminan kecelakaan dan kesehatan peserta Jamsostek lebih terlindungi. Sementara Walikota Bekasi, Mochtar Mohammad mengatakan, jaminan kecelakaan kerja yang diberikan PT Jamsostek terhadap tenaga kerja perlu didukung oleh

semua pihak khususnya Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi. Sebab, kata Mochtar, selain telah diatur oleh UU No 13/ 2003 tentang tenaga kerja, para pengusaha juga perlu mengetahui pentingnya kepesertaan Jamsostek untuk para tenaga kerjanya. “Para pekerja perlu mendapatkan jaminan kecelakaan saat bekerja. Pengusaha di Kota Bekasi wajib mendaftarkan perusahaan dan karyawannya menjadi peserta Jamsostek,” tegasnya. Terpisah, Kepala Cabang PT Jamsostek Cabang Bekasi, M Syafri mengatakan diserahkannya 1 unit mobil ambulance ke RSUD Kota Bekasi itu untuk menanggulangi kecelakaan kerja atau trauma center. “Sebagai salah satu provider PT Jamsostek, RSUD Kota Bekasi diharapkan mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada peserta Jamsostek saat terjadi kecelakaan kerja,” ujar M Syafri.

SMPN 28 Bekasi Adakan Pelatihan Mutu Guru BEKASI - Untuk meningkatkan profesionalitas guru sesuai mata pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik, SMPN 28 Bekasi, beberapa waktu lalu mengadakan pelatihan peningkatan mutu guru. Demikian dikatakan Kepala SMPN 28 Bekasi, Eduard Nurpatria Chrisna diruang kerjanya. Eduard mengatakan, pelatihan yang menggunakan dana dari Regional Education Development Improvement Program (Redip), guru diharapkan paham konsep penilaian berbasis kelas. Selain itu, kata Eduard, guru juga harus mampu mengindentifikasi bentuk dan jenis penilaian, mampu mengembangkan penilaian pembe lajaran dan meningkatkan etos kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“SMPN 28 mencoba mengimpl- ementasikan Permendiknas No 20/2007 tentang standar penilaian dengan mengadakan pelatihan ini,” ujarnya. Terpisah, Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Narlisman Nahar mengatakan, diera globalisasi, guru dituntut semakin sempurna dan profesional dalam memberikan pelajaran pada peserta didik. Menurut Narlisman, guru profesional wajib memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM), berkepribadian dan berjiwa sosial. “Tiga kriteria itu wajib dimiliki guru, selain keterampilan penguasaan ilmu komputer dalam proses belajar mengajar,” katanya. (aji) C.0033122-Adv

JAKARTA - Pemprov DKI akan melakukan razia petasan dan kembang api menjelang tahun baru 2010. Kepala Satpol PP DKI Harianto Badjoeri mengatakan, pihaknya akan merazia petasan dan kembang api mulai Hari Natal 25 Desember hingga tanggal 1 Januari, bekerjasama dengan Polres di lima wilayah. “Razia petasan dan kembang api tidak hanya dilakukan saat bulan puasa dan lebaran, melainkan juga pada Hari Natal dan Tahun Baru,” kata Badjoeri, di Jakarta, kemarin. Razia akan difokuskan pada pintu-pintu masuk wilayah DKI dan kawasan yang diduga sebagai pintu penyebaran petasan dan kembang api di seluruh wilayah DKI Jakarta, misalnya Stasiun Tanah Abang, Stasiun Jatinegara, Stasiun Senen dan Manggarai, Terminal Kampung Rambutan, dan Terminal Pulogadung. Badjoeri mengatakan, ada tren penurunan penyebaran petasan di Jakarta selama kurun 2007 hingga 2009 khusunya pada saat Lebaran 2009. “Sepertinya razia yang dilakukan telah memberikan fungsi positif yakni efek jera kepada pengedar dan penjual petasan,” katanya. Petasan dan kembang api yang terkena razia akan disita petugas Satpol PP untuk diserahkan ke Polres atau Polsek setempat untuk segera dimusnahkan, sementara untuk sanksi penjual dan pengedar petasan akan diberikan oleh pihak kepolisian dan kejaksaan. Kepala Seksi Penyidikan Satpol PP DKI Miyoto Sutrisno mengatakan, selama tiga tahun terakhir terjadi tren penurunan penyebaran petasan di lima wilayah kota Jakarta hingga 70 persen. “Penurunan besar ini terkait karena adanya langkah dari petugas baik Satpol PP dan polisi untuk melakukan penertiban tidak hanya pada pedagang dan pengedar petasan, melainkan pabrik petasan di Kampung Petasan, Tangerang, turut kita tertibkan,” kata Miyoto. Kategori petasan dan kembang api yang dirazia merupakan bahan yang mudah menyebabkan kebakaran. Sementara itu, operasi razia juga akan dilakukan di pasar sebagai tempat memperjualbelikan petasan dan kembang api, antara lain di Pasar Pagi, Pasar Kota, Pasar Tanah Abang dan Pasar Minggu. (ant)

Siswa Tewas Tawuran JAKARTA - Seorang siswa SMKN 1, Jalan Budi Utomo, Sawahbesar, Jakarta Pusat tewas terkena sabetan celurit saat tawuran dengan sekelompok siswa di Jalan Gunungsahari Raya, Kemayoran, kemarin pukul 09.30 wib. Ahmad Supratman (15), warga Jalan Angkasa Kecil 12, RT 1/2, Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurut teman Ahmad yang bernama Ami (15), sebelum tawuran, Ahmad bersama belasan siswa SMKN 1 lain berjalan ke Jalan Gunungsahari Raya. ‘’Rencananya akan ke ITC Cempakamas untuk acara musik Inbox. Sebelumnya Ahmad usai ujian perbaikan (her),” kata Ami. Saat berada di Jalan Gunungsahari Raya atau tepat di depan gedung SMP 93 melintas bus yang berpenumpang siswa yang tidak diketahui beradal dari sekolah mana. ‘’Lalu siswa yang di dalam bus dan teman-teman

Ahmad saling ejek. Tidak berapa lama, siswa di dalam bus turun dan terjadi tawuran,” ujar Ami. Ahmad yang awalnya tidak ikut tawuran melihat temannya dikeroyok mencoba membantu. Namun sayangnya Ahmad justru terkena sabetan celurit dari salah seorang siwa yang menjadi rival tawuran tadi. Ahmad kena sabetan di bagian punggung dan leher belakang. Kena sabetan itu membuat Ahmad terkapar. Melihat Ahmad terkapar bersimbah darah, siswa yang menjadi rival belasan SMKN 1 tadi pun kabur meninggalkan lokasi kejadian. Melihat hal itu, temanteman Ahmad pun langsung menyelamatkan Ahmad dengan membawanya ke RS Islam Cemapakputih dengan menggunakan taksi. Namun dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawa Ahmad tidak bisa ditolong. Ayah Ahmad, Kusnadi (60) menuturkan bahwa menurut

keterangan dari teman-teman Ahmad, sekelompok siswa yang menjadi rival tawuran siswa SMKN 1 itu adalah siswa SMKN 53, Sawahbesar, Jakarta Pusat. ‘’Dari informasi temantemannya diketahui bahwa anak saya diserang. Sebenarnya anak saya anak yang baik. Malahan saya sudah berpesan kepada anak saya agar tidak ikut tawuran,” kata Kusnadi. Ahmad adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Menurut Kusnadi, sebelum berangkat ke sekolah, Ahmad sempat mengajak kakak pertamanya untuk sarapan. Hal itu tidak pernah dilakukan oleh Ahmad. Mungkin itulah yang menjadi tanda-tanda terakhir dari Ahmad. Kanitreskrim Polsek Kemayoran, Aiptu Iswantoro membenarkan kejadian itu. ‘’Kami masih menyelidiki kasus itu. Kami sedang memintai keterangan saksi,’’ katanya. (ant)

Praperadilan SKPP Ditolak JAKARTA - Permohonan gugatan intervensi praperadilan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Pimpinan KPK, Chandra dan Bibit tidak dapat diterima oleh PN Jakarta Selatan, kemarin. Permohonan tersebut diajukan oleh LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) untuk menanggapi adanya gugatan praperadilan atas dikeluarkannya SKPP pimpinan KPK, Chandra dan Bibit oleh Kejari Jaksel. ‘’Menyatakan permohonan pemohon (MAKI) tidak dapat diterima,” kata Hakim Tunggal Perkara tersebut, Taksin. Sebelumnya, LSM Hajar Indonesia dan LSM Laskar Empati Pembela Bangsa (Lepas), dan Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), serta Komunitas Advokat dan Masyarakat,

mengajukan gugatan praperadilan atas dikeluarkannya SKPP tersebut. Dalam pertimbangannya, hakim berpendapat bahwa pemohon intervensi tersebut tidak dikenal dalam hukum acara pidana. Serta jika pemohon intervensi ikut dalam praperadilan tentunya akan memakan waktu lama, padahal sidang praperadilan hanya diberikan waktu tujuh hari. Sementara itu, Koordinator LSM MAKI, Boyamin Saiman, menyatakan, pihaknya akan mengajukan banding atas hakim tunggal tersebut yang menolak permohonan gugatan intervensi praperadilan tersebut. ‘’Saya akan mengajukan banding atas putusan sela itu,” katanya. Boyamin bersikukuh bahwa pemohon intervensi diatur dalam

Pasal 80 KUHAP dan yurispudensi keputusan Mahkamah Agung RI Nomor 4-PK/Pid/2000 tanggal 28 November 2001. ‘’Sebagai pihak ketiga yang berkepentingan, kami berhak dan wajib melakukan tindakan hukum permohonan praperadilan atas dihentikannya penyidikan secara tidak sah dan melawan hukum,” katanya. Ia menegaskan dikeluarkannya SKPP itu tidak jadi masalah jika alasan yuridisnya adalah bukan perbuatan pidana maka harus dinyatakan sah dan berlaku secara hukum, sedangkan alasan sosiologis dapat dikesampingkan. ‘’Bahwa alasan sosiologis suasana kebatinan masyarakat yang membuat perkara tidak layak ke pengadilan, mestinya dijadikan dasar deponering,’’ katanya. (nas)

KPK Intensifkan Kasus SKRT Dephut JAKARTA - Setelah sempat terbengkelai akibat kriminalisasi dua pimpinan KPK, kini institusipemberantasan korupsi itu kembali mengintensifkan penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) Dephut. Hal itu diperlihatkan dengan melakukan pemanggilan sekaligus pemeriksaan sejumlah saksi yang diduga terkait perkara tersebut. Satu di antara yang diperiksa tim penyidik adalah Sekjen Dephut Boen Mochtar Purnama. SeJohan lain itu, KPK juga memeriksa staf ahli Menhut Wandoyo Siswanto. Ada pula yang dimintai keterangan dari PT Masaro Radiocom. Mereka adalah Sigit dan Elvita yang merupakan staf perusahaan yang sahamnya sebagian besar dimiliki Anggoro Widjojo, kakak kandung Anggodo Widjojo. Mereka diperiksa sebagai saksi. Menurut Karo Humas KPK Johan Budi SP di gedung KPK Jakarta, kemarin, para saksi itu diminta keterangan untuk tersangka Putranefo A Prayugo Pemeriksaa ini juga untuk melengkapi berkas kasus tersebut, agar bisa dikembangkan lagi. ‘’Selain untuk melengkapi berka stersangka Putranefo,

pemeriksaan juga untuk kepentingan pengembangan kasus ini,” jelas dia. Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka yakni Anggoro Widjojo, Putronevo A Prayugo dan Wardoyo Siswanto. Mereka saat ini juga sudah dicegah bepergian ke luar negeri. KPK juga pernah menyita 20 ribu dolar AS (sekitar Rp 200 juta) dari Sekjen Dephut Boen Mochtar Purnama. Uang itu diduga berasal dari proyek SKRT tersebut. Budi Proyek SKRT ini sebelumnya telah dihentikan saat Menhut dijabat M Prakosa. Tetapi kembali dilanjutkan pada 2007 pada masa Menhut MS Ka’ban. Anggoro diduga telah mempengaruhi anggota Komisi IV DPR untuk melanjutkan proyek tersebut. Kemudian, Komisi IV yang dipimpin Yusuf Emir Faishal mengeluarkan surat rekomendasi pada 12 Februari 2007, agar Dephut meneruskan proyek SKRT. Disebutkan pula untuk pengadaan itu sebaiknya menggunakan alat yang disediakan PT Masaro Radiocom. Proyek senilai Rp 180 miliar ini, diduga telah merugikan negara Rp 13 miliar. (nas)

Jakarta Butuh Daerah Penyangga Atasi Banjir KETUA Wahana Lingkungan Hidup cabang DKI Jakarta Selamet Daroyani mengatakan, Jakarta memerlukan dukungan daerah-daerah penyangga untuk mengatasi banjir. Sayangnya sejauh ini peranan daerah-daerah penyangga ini kurang optimal padahal komitmen para pemimpin daerah telah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54/ 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. Upaya penanggulangan banjir yang selama ini dilakukan Pemerintah Provinsi DKI, mulai dari normalisasi sungai, pembuatan polder, perbaikan dan penambahan pompa hingga pembuatan proyek Kanal Banjir Timur (KBT), dinilai tidak akan banyak menyelesaikan masalah. “Ibuko-

ta Jakarta diprediksi tidak akan pernah mampu lepas dari masalah banjir selama daerahdaerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur, tidak ikut berperan dalam upaya menanggulangi banjir,” kata Selamet di Jakarta, Rabu (16/12). Setiap tahun, lanjut Selamet, volume curah hujan lebih dari dua miliar meter kubik. Sayangnya air hujan yang terserap tanah hanya 26 persen sedangkan selebihnya mengalir ke laut dan daerah pemukiman. “Apalagi memasuki musim

penghujan Desember hingga Februari nanti,” katanya. Kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat memiliki peran penting untuk meminimalisir dampak banjir di Jakarta. Kawasan itu sejatinya merupakan daerah konservasi resapan air. Demikian halnya dengan Depok dan Banten. Sayangnya saat ini sudah banyak bangunan villa di daerah itu sehingga memicu banjir. Selain diatur secara yuridis, penyatuan tata ruang Jabodetabekjur setidaknya juga harus mendapat pemahaman yang luas dari aparatur maupun masyarakat di daerah penyangga. Artinya, kata Selamet, jangan ada pemikiran negatif yang beranggapan bahwa penyatuan tata ruang itu hanya mengun-

tungkan DKI Jakarta semata. Sebab, di balik kerja sama ini memiliki nilai-nilai lebih yang bisa digali oleh daerah penyangga. Sejauh ini Pemprov DKI masih melakukan pendekatan agar kerja sama ini dapat terealisasi. “Masalah banjir di DKI Jakarta sebenarnya bisa diminimalisir dengan pembangunan waduk di daerah hulu, seperti Depok dan Bogor,” lanjutnya. Bahkan, kata dia, di kawasan itu sudah terdapat sekitar 226 situ atau danau, namun dari data yang diterima Walhi hanya 33 situ atau danau yang kondisinya masih baik. Padahal, jika berfungsi baik limpahan air hujan tidak seluruhnya terbuang ke aliran Kali Ciliwung maupun Kali Cisadane. Pemerintah daerah setempat,

kata dia, bisa mengoptimalisasi kawasan itu sebagai tempat rekreasi yang menarik dan bahkan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Selain juga bisa dimanfaatkan untuk irigasi pertanian. (ant) BERITA PANGGILAN Diberitahukan Dengan hormat kepada 1. Ibu Rita Verawati 2. Bpk.Hendry, keduanya alamat skrng tidak di ketahui, di harapkan datang atau menghubungi saya:KASNA alamat POLSEK MEDAN SATRIA BEKASI Tlp. 085288389829 guna menyelesaikan pengambilan BPKB mobil di ACC FINANCE Kelapa gading, mobil tsb adalah DAIHATSU TARUNA NO POL B 8530 AS No Ka MHKTGRVHDXK001693 No sln G001693 th1999 an Rita verawati warna Biru sìlver alamat ji. Gelong baru sel V no 14 Rt. 08/01 jakbar, Apabila dalam waktu 5 hari berturut turut tidak datang/konfirmasì, maka saya sebagai pemilik kendaraan terahir berhak mengambil BPKB di ACC FINANCE Klp.gading jkt. Atas kerjasamanya sy ucapkan terimakasih.

C.003116-Peng


Metr politan

Suluh Indonesia, Kamis 17 Desember 2009

3

Ical Didesak Nonaktif JAKARTA - Kader dan tokoh Partai Golkar yang tergabung dalam Kaukus Golkar Bersih menyarankan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) nonaktif dulu sampai kasusnya dengan Ditjen Pajak jernih, kata salah satu inisiator Kaukus Golkar Bersih Zainal Bintang. Hal itu disuarakan Zainal Bintang di Jakarta, kemarin berkaitan dengan munculnya dugaan kasus pajak yang dihadapi Aburizal Bakrie. “Citra

Golkar teranberbagai kacam terpuruk sus hukum,” oleh kasus keujarnya. tua umum ini,” Karena itu, katanya. menurut dia, Ia mengatapihaknya kan, tuntutan mendukung kaukus tidak ditekad Gerakan landasi dendam Indonesia pribadi kepada Bersih (GIB) Ical. “Kaukus yang telah diGolkar Bersih canangkan Aburizal Bakrie hanya fokus pada peringapeduli pada citra partai saja. Kami tan Hari Antikorupsi Sedunia 9 prihatin, karena banyak kader Desember 2009. terlibat dugaan korupsi dan Secara terpisah, tokoh Partai

Golkar Ferry Mursyidan Baldan yang juga inisiator berdirinya Kaukus Golkar Bersih mengatakan, dalam waktu singkat, pihaknya akan mendirikan organisasi ini di berbagai daerah. “Teman-teman daerah banyak sepaham dan mendukung. Mereka sudah menghubungi kami,” ujarnya. Terhadap hal ini, Zainal Bintang mengatakan, respons positif banyak kader di daerah menunjukkan suatu aksi spontanitas agar partai berlambang pohon beringin ini benar-benar bersih dari orang-orang kotor. (ant)

Mahfud : Suluh Indonesia/sep

KETERANGAN - Ketua Pansus Angket Bank Century Idrus Marham (kiri) berbicang dengan Ketua BPK Hadi Purnomo sebelum dimulainya rapat di Gedung DPR/MPR Jakarta, kemarin.

Wapres Minta

Budaya Lokal Masuk Kurikulum JAKARTA - Wapres Boediono meminta pemerintah daerah memasukan budaya lokal dalam kurikulum pendidikan dasar di daerahnya masingmasing untuk membangun karakter bangsa. ‘’Kita perlu yakinkan pemda-pemda untuk bisa masukkan budaya lokal dalam pendidikan ektrakurikuler untuk kenalkan budaya lokal sejak dini,” kata Wapres saat membuka Festival Dalang Bocah 2009 di Istana Wapres Jakarta, kemarin. Menurut Wapres, budaya lokal seperti wayang kulit menjadi sarana membangun karakter bangsa. Wapres menjelas-

kan, anak-anak Jawa, biasanya mencocokan dirinya dengan karakter tokoh-tokoh di pewayangan. Wapres menceritakan saat masih kecil dia suka menonton wayang. Wapres mengaku sampai saat ini masih sebagai penggemar wayang kulit. ‘’Jangan lupa budaya kita (wayang). Budaya adalah sisi lembut kita,” kata Wapres. Menurut Wapres, saat ini masyarakat dihadapkan pada kekerasan-kekerasan baik dalam politik, bisnis maupun kehidupan sosial lainnya. Karena itu Wapres mendukung penuh Festival Dalang Anak 2009. Wapres juga ber-

janji akan membantu dan memikirkan soal kesulitan pendanaan dalam pengembangan budaya lokal. Wapres memerintahkan Menbudpar Jero Wacik untuk memikirkan soal dana bagi pelestarian budaya lokal, khususnya budaya yang tidak terlalu komersial. Namun Wapres mengingatkan dana tersebut bisa dikelola dengan baik agar jangan malah dipakai bukan untuk tujuannya. ‘’Saya selalu katakan ke Menbudpar, jangan hanya pariwisatanya saja yang dikembangkan, tapi juga budayanya,” kata Wapres. (ant)

31 Gubernur Sepakat

Dukung Program Transmigrasi JAKARTA - Sebanyak 31 gubernur dan 41 bupati sepakat melaksanakan pembangunan transmigrasi di daerahnya masing-masing melalui mekanisme Kerjasama Antardaerah (KAD). Siaran pers Depnakertrans yang diterima di Jakarta, kemarin menyatakan, kesepakatan ditandai dengan penandatanganan 17 naskah kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi asal transmigran dan pemerintah provinsi daerah tujuan. Provinsi daerah asal transmigran adalah NTT, NTB, Bali. Jatim, DIY, Jateng, Jabar, Banten dan Lampung, sedangkan

daerah tujuan Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Babel, Sumsel, Riau, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulteng Gorontalo, Sulsel, Sultra, Sulbar, Maluku, dan Maluku utara. Sebanyak 62 naskah merupakan perpanjangan kerjasama dan sembilan naskah baru yang ditandatangani masingmasing Gubernur. Dengan ditandatangani 71 naskah KAD itu, maka hingga saat ini sudah 188 naskah KAD yang sudah disepakati. Sebagai bukti peran dunia usaha dalam pembangunan transmigrasi, dalam acara Temu Nasional Transmigrasi 2009

juga ditandatangani enam Pakta Integritas antara Investor dan Bupati. Total pakta integritas yang sudah ada sebanyak 29. Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan, Temu Nasional Transmigrasi merupakan media penting untuk menjalin komunikasi bagi seluruh stakeholder; akademisi, pebisnis, pemerintan, dan masyarakat sipil. Mereka, kalangan akademisi, pelaku usaha, pimpinan lembaga pemerintah pusat dan daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat saling menyampaikan informasi, agar terbangun komitmen bersama membangunan transmigrasi. (ant)

Hukum Hanya Soal Menang-kalah JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengatakan, sekarang banyak lulusan fakultas hukum yang jika telah menekuni dunia pengacara maka akan diajarkan bahwa suatu kasus hukum adalah soal menang atau kalah, bukan keadilan. ‘’Orang berperkara ke pengadilan sekarang hanyalah soal menang atau kalah, bukanlah mencari benar atau salah melalui keadilan,” kata Mahfud ketika membuka acara seminar Mengajarkan Hukum yang

Berkeadilan yang digelar Indonesia Legal Resources Center (ILRC) di Gedung MK di Jakarta, kemarin. Menurut Mahfud, gejala tidak sehat tersebut antara lain karena mahasiswa hukum umumnya menyematkan label pengacara top kepada mereka yang seringkali menang dalam setiap kasusnya. Padahal, lanjutnya, bisa saja pengacara itu kerap menang bukan karena keahlian mereka dalam berargumen atau penguasaan mereka yang mendalam akan aspek-aspek hu-

kum, tetapi karena sang pengacara top tersebut melakukan lobi yang kuat ke sejumlah lembaga penegak hukum. Karena itu, tidak mengherankan bila biro atau kantor hukum memiliki orang-orang yang bertugas melakukan lobi-lobi misalnya di dalam kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. ‘’Ini semuanya merupakan tanggung jawab dari dunia pendidikan hukum di Indonesia,” kata Mahfud. Ia mengatakan, pendidikan hukum di Indonesia masih tidak menempatkan nilai-nilai konsti-

tusi sebagai napas dari berbagai bidang hukum di Tanah Air. Terpisah-pisah Saat ini, katanya, di berbagai fakultas hukum, biasanya ilmu tentang konstitusi diajarkan secara terpisah dengan bagian bidang hukum lainnya seperti pidana, perdata, perpajakan, dan administrasi negara. Selain itu, lanjutnya, pengajaran tentang konstitusi biasanya hanya dilakukan dengan sudut pandang teoritis-historis dan kerap tidak terasa relevansinya. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Kamis 17 Desember 2009

4

K ilas Bogor Siaga Satu TARUNA Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memasukkan kawasan tersebut dalam status pengawasan siaga satu selama Desember 2009 hingga Januari 2010. Sekretaris TAGANA Kabupaten Bogor Suhandri mengatakan, penetapan status ini dimaksudkan untuk mengantisipasi bahaya banjir dan longsor yang sering terjadi selama musim hujan di wilayah tersebut. Penetapan status siaga satu akan dilakukan sepanjang bulan Desember 2009 hingga Januari 2010. Status siaga satu ini ditetapkan untuk 12 lokasi rawan bencana longsor dan banjir di kawasan Bogor. TAGANA menyiapkan sebanyak 80 personil dan menjadikan zona rawan bencana sebagai zona merah dengan meningkatkan pengawasan di kawasan tersebut. Saat ini pihak TAGANA juga sudah melakukan upaya antisipasi bencana longsor di Kecamatan Nanggung. Penduduk di kawasan tersebut telah kita evakuasi dari rumah-rumahnya untuk sementara waktu sampai kondisi aman. Dievakuasinya warga Nanggung ke lapangan dan rumahrumah warga yang dinilai aman dikarenakan di kawasan tersebut telah terjadi pergeseran tanah yang diakibatkan hujan yang terus menerus turun selama beberapa minggu sebelumnya. Akibatnya beberapa rumah warga retak, dan tanah di kawasan tersebut juga ikut bergeser. Suhandri menyebutkan 12 kawasan di Kabupaten Bogor termasuk rawan bencana yakni di Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi, Cigombong, Cijeruk, Caringin, Sukajaya, Nanggung, Babakanmandang, Citeureup, Gunungputri dan Cileungsi. (ant) Suluh Indonesia/ant

Perdamaian Prita dan Omni

PEMBONGKARAN VILLA - Sebuah alat berat menghancurkan sebuah bangunan villa di Kopo, Cisarua, Bogor, Jabar, Selasa kemarin. Dalam waktu tiga hari Pemkab Bogor menargetkan membongkar 94 bangunan villa liar di kawasan tersebut.

Masih Terbuka TANGERANG - Kuasa Hukum Prita Mulyasari mengatakan, proses damai dengan rumah sakit Omni International, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, belum menemui jalan buntu. “Prita masih membuka lebar jalan perdamaian dengan RS Omni,” jelas kuasa hukum Prita dari OC Kaligis and Asociated, Slamet Yuwono di Tangerang, kemarin. Slamet menyatakan, hasil mediasi Prita dan Omni yang difasilitasi Departemen Kesehatan (Depkes) memang tidak menemui kata sepakat, namun itu tidak menjadi alasan akhir dari perdamaian antara kedua belah pihak. Dalam mediasi itu syarat mutlak yang di inginkan Prita adalah pencabutan gugatan perdata dan pidana, namun hanya perkara perdata yang di sepakati RS Omni. Ia menjelaskan, bila hanya perkara perdata yang dicabut oleh RS Omni tanpa mencabut perkara pidana, artinya Prita tetap akan dikenai sanksi hukuman. “Tidak hanya perkara perdata. Tetapi Prita masih menunggu respon dari Omni untuk mencabut perkara pidana,” tandas Slamet. Dari keterangan para saksi ahli dalam persidangan sebelumnya, menurut Slamet, surat elektronik yang disebarkan Prita kepada sejumlah temannya, karena buruknya pelayanan RS Omni. “Artinya Prita tidak terbukti bersalah. Alangkah indahnya semua ini berakhir damai, bila proses persidangan tidak dilanjutkan dengan dicabutnya perkara pidana,” ujar Slamet. Ditanya mengenai penyerahan berkas pencabutan perkara perdata RS Omni kepada Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Slamet mengutarakan itu merupakan hak RS Omni. Hanya saja, pihak Prita mengharapkan RS Omni untuk kembali mempertimbangkan dengan melakukan pencabutan gugatan pidana terhadap ibu dua anak itu. (ant)

PAN Tak Khawatir

Munculnya Calon Indpenden DEPOK - Ketua Tim Pemenangan Pilkada PAN Kota Depok, Heru Suyanto mengatakan munculnya bakal calon wali kota dan wakil wali kota dalam Pilkada Depok dari unsur independen tidak perlu dikhawatirkan. “Tidak perlu khawatir, pencalonan seseorang menjadi wali kota dan wakil wali kota merupakan hak setiap individu,” kata Heru, di Depok, kemarin. KPU Kota Depok memprediksi ada tiga pasangan calon indpenden yang akan maju dalam Pilkada Kota Depok 2010 mendatang. Salah satunya adalah pasangan Gagah Sunu Sumantri dan Derry Drajat sebagai balon wali kota dan wakil wali kota. Seperti diketahui Derry juga pernah menjadi caleg dari DPP PAN untuk daerah pemilihan Jawa Barat 2, yang meliputi Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, namun gagal. “Derry itu bukan kader PAN jadi tidak perlu khawatir dengan kehadirannya sebagai calon wakil wali kota Depok,” tegasnya. Heru Suyanto, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PAN Kota Depok mengharapkan agar mesin politiknya dalam Pilkada Depok dapat berjalan optimal, sehingga bisa mendulang suara secara maksimal. “Kita ingin menang dalam Pilkada kali ini,” harapnya. Mengenai calon wali Kota yang diusung PAN Depok, Heru mengatakan dengan tegas bahwa kader terbaiknya yaitu Hasbullah Rahmat akan maju sebagai balon wali kota Depok. Hasbullah yang juga sebagai ketua DPD PAN Depok, kata Heru merupakan amanat Rakerda PAN tahun 2007. ‘’Munculnya Hasbullah sudah ditetapkan sebagai calon walikota dari PAN sejak Rakerda (Rapat kerja Daerah) di Sawangan tahun 2007 lalu. Jadi bukan baru menjelang pilkada,” ujar Heru. (ant)

Polsek Beji Lakukan

Pembenahan Internal DEPOK - Kapolsek Beji, AKP Sukardi mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pembenahan ke dalam, setelah terjadinya insiden salah tangkap terhadap penulis buku dari komunitas bambu, JJ Rizal. “Saya selalu mengingatkan kepada anak buah agar jangan kembali salah langkah dan tetap sesuai prosedur dalam menjalankan tugas,” kata Sukardi, di Depok, kemarin. Seperti diketahui anggota Polsek Beji Depok melakukan pemukulan terhadap Rizal sekitar pukul 23.35 WIB Sabtu (5/12), di pelataran Depok Town Square (Detos). Namun, setelah diperiksa maraton di Mapolsek Beji, dugaan polisi tersebut tidak terbukti. Ia menjelaskan pembenahan internal yang dilakukan berpedoman pada UU Kepolisian No 2 Tahun 2002 pasal 13 tentang tugas polisi yaitu sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Bahkan, kata Sukardi, kini pihaknya tengah mengurangi upaya paksa, tangkap dan sita terhadap sebuah kasus. ‘’Istilahnya dalam polisi, kita tengah merapatkan barisan, sedang meningkatkan motivasi anggota pasca kejadian JJ rizal, kita lagi cooling down, tapi juga jangan sampai kelamaan, jangan sampai terlarut, kasihan masyarakat harus kita lindungi,” ujarnya. Saat ini pihaknya akan memfokuskan kegiatan akhir tahun pada razia miras dan pengamanan gereja. “Kita ingin jalannya Natal dan pergantian tahun berjalan aman dan lancar, “ harapnya. Sedangkan mengenai anggotanya yang dimutasi, Sukardi mengatakan mereka tetap harus menjalankan hukuman sidang disiplin terlebih dahulu untuk selanjutnya dipindahkan pada pleton khusus Samapta Polres Depok. (ant)

Antisipasi Teroris

Bogor Gelar Operasi Sisir BOGOR - Guna mengantisipasi masuknya jaringan teroris dan bentuk kejahatan lain, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Jawa Barat, menggelar operasi sisir. Operasi ini antara lain untuk mendata identitas kependudukan bagi warga yang tinggal di Kota Bogor. “Pertengahan bulan ini kami akan lakukan operasi sisir di tiap-tiap kelurahan dan kecamatan,” ungkap Sekretaris Disdukcapil Kota Bogor Agung Prihanto, di ruang kerjanya kemarin. Agung menyebutkan, selain

untuk mengantisipasi jumlah pendatang yang masuk Bogor, operasi juga dilakukan untuk mendata jumlah warga yang tinggal di kota hujan itu. “Ini penting, mengingat Bogor cukup berpotensi untuk dijadikan tempat persembunyian bagi para teroris,” katanya. Bersamaan dengan itu, pihaknya juga ingin mengajak dan mensosialisasikan tentang pentingnya memiliki KTP bagi seorang warga. “Selama ini ada beberapa masyarakat kita yang masih berfikir keliru, yakni tidak butuh dengan identitas diri,” katanya.

Menurut Agung, KTP sangat penting selain sebagai data diri, juga memudahkan pemerintah dalam hal data kependudukan.”Jika ada warga miskin yang sakit, dengan adanya identitas diri tentu akan memudahkan dia mendapatkan jaminan kesehatan. Tapi sebaliknya jika tidak memiliki identitas diri, bagaimana bisa diurus,” ujanya. Bogor sebagai daerah penjanggah Jakarta dan kawasan yang penduduknya dinamis, menjadi daya tarik pendatang untuk tinggal di Bogor. Ditambahkan, lemahnya sistem administrasi pemerintahan Kota Bogor,

Nuruzzaman Terancam DPO BOGOR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor memberi waktu hingga Rabu malam kemarin kepada Nuruzzaman, mantan anggota DPRD Kota Bogor yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi APBD tahun 2002, untuk melapor atau menyerahkan diri. “Hari ini kita belum menetapkan status DPO (Daftar Pencarian Orang) kepada tersangka Nuruzzaman, masih ada waktu 24 jam, bila sampai malam belum ada laporan dan tak menyerahkan diri, besok statusnya sudah DPO,” ungkap Kepala Kejari Kota Bogor, Andi Muhammad Taufiq kemarin. Andi mengatakan kemarin

adalah batas izin dari surat keterangan sakit Nuruzzaman yang dilayangkan pihak keluarga lewat kuasa hukumnya Unggul Cahyaka pada Kamis (10/12). “Kita masih memberikan batas waktu sampai 24 jam habis, jika sampai malam hari belum melapor juga, besok foto-fotonya sudah langsung kita sebar dan tempelkan,” terang Andi. Selama ini pihak Kejari juga sudah melacak keberadaan politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, namun tetap tidak menemukan informasi. “Kita terus melakukan pelacakan, di rumahnya juga tidak ada,” katanya.

Hingga batas waktu yang ditentukan, baik pihak keluarga dan kuasa hukum Nuruzzaman tidak datang memberikan kejelasan. “Hingga siang hari ini kita belum mendapat kabarnya baik dari keluarga maupun kuasa hukumnya,” ucap Andi. Pada Rabu (9/12), 20 mantan anggota dewan Kota Bogor periode 1999-2004 ditahan atas dugaan korupsi APBD tahun 2002 senilai Rp 6,8 miliar. Nuruzzaman saat itu belum ditahan karena mengaku sakit, dan pada Kamis (10/12) kuasa hukumnya menyerahkan surat izin sakit. Surat izin itu berlaku dari tanggal 12 hingga 15 Desember. (ant)

25 PNS Depok

Terjaring Razia Disiplin DEPOK - Sebanyak 25 pegawai negeri sipil (PNS) Kota Depok, Jawa Barat, terjaring razia disiplin ketika sedang berada di pusat perbelanjaan saat jam kerja. “Kebanyakan dari mereka yang terjaring berasal Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Depok,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sariyo Sabani di Depok, kemarin. Razia disiplin tersebut dilakukan tim gabungan Satpol PP, Badan Kepegawaian, dan Inspektorat Wilayah (ITWIL) Kota Depok dan dilakukan di ITC Depok, Carrefour Express Dewi Sartika, Margo City, Depok Town Square (Detos), Mal Depok, Pasar Agung Depok

Timur, Mal Cimanggis, Ramayana Plaza, dan Depok Town Center (DTC) Sawangan. Sariyo mengatakan razia PNS tersebut merupakan yang kedua kalinya digelar, dan dimaksudkan agar para PNS Depok disiplin terhadap pekerjaan mereka, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 1980 tentang gerakan Disiplin Kepegawaian Nasional. Ia mengatakan PNS yang keluar pada jam efektif kerja (07.30 sampai 16.00 WIB) dapat menimbulkan opini yang tidak bagus di mata masyarakat. Bagi yang terjaring saat operasi disiplin ada beberapa sanksi yang akan dikenakan terhadap mereka

yaitu dari mulai sanksi moral hingga sanksi administrasi. Nantinya, nama-nama PNS hasil razia disiplin tersebut akan didata dan dilaporkan ke Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail. Sementara itu, Kasie Pengawas Pemerintah dan Pemasyarakatan Bidang Aparatur Wilayah IV, Mulyadi mengatakan ada dua tim gabungan dari Satpol PP, Badan Kepegawaian, dan ITWIL dalam razia disiplin PNS kali ini. Mulyadi menjelaskan pihaknya mendapati seorang guru PNS yang sedang berada di Pasar Agung Depok Timur. Mereka sedang makan ketika terjaring razia disiplin tersebut. (ant)

telah menyebabkan para pendatang leluasa untuk tinggal di daerah yang dikenal lebat dengan tanaman pohon kenarinya itu. “Keramahan warga yang terbuka dengan pendatang, menjadi kelemahan daerah kita, sampai akhirnya gembong teroris tinggal di sini sekian lama, kita baru tau,” kata Agung. Operasi sisir dilakukan pihak Disdukcapil dengan sistem jemput bola. “Petugas kami akan turun ke tingkat kelurahan dan kecamantan untuk meminta data jumlah warga, dan bagi yang tidak memiliki KTP agar diarahkan untuk segera

mengurusnya,” jelasnya. Dikatakan, hampir di setiap kelurahan di Kota Bogor masih lemah sistem administrasinya. Kawasan yang selama ini dijadikan tempat tinggal bagi para pendatang, sebagian besar adalah rumah-rumah kontrakan yang tersebar hampir di seluruh kelurahan ada. Bogor memiliki luas wilayah 800.000 Ha dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta orang, tersebar pada 68 kelurahan di enam kecamatan. Warga sebanyak itu terdiri atas penduduk asli dan para pendatang dari berbagai daerah. (ant)

Daniel Mengaku

Tak Bisa Menembak TANGERANG - Terdakwa Daniel Daen Sabon alias Daniel, yang diduga sebagai eksekutor Nasrudin Zulkarnaen, Dirut PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) mengaku tak bisa menembak apalagi senjata yang digunakan itu sudah rusak. “Bagaimana klien kami bisa menembak karena tidak pernah belajar, apalagi ada keterangan saksi bahwa senjata yang digunakan itu rusak,” kata kuasa hukum Daniel Daen Sabon, Hendrik Jehaman di Tangerang, kemarin. Jehaman mengatakan masalah tersebut dalam pledoi (pembelaan) atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Raharja Budi di PN Tangerang yang diketuai hakim HM. Asnun. Tak satupun saksi yang mengetahui Daniel yang menembak Nasrudin termasuk keterangan saksi mahkota yakni empat terdakwa lainnya. Menurut dia, senjata api yang merupakan barang bukti tak pernah disegel sehingga telah bertentangan dengan pasal 130 KUHAP. Terdakwa juga tak pernah melihat senjata api tersebut sebelumnya apalagi dapat menggunakannnya secara baik untuk menembak orang lain. Sedangkan Daniel hanya menerima pekerjaan dari terdakwa Hendrikus dengan alasan “tugas negara” hanya melakukan teror terhadap Nasruddin karena dianggap dapat mengacaukan keamanan negara. “Tidak ada niat bagi terdakwa untuk membunuh, namun hanya meneror dengan cara

membuntuti setiap kendaraan yang ditumpangi serta memantau di rumah dan tempat kerja Nasruddin,” katanya. Dalam dakwaan Jaksa disebutkan, Nasrudin ditembak Daniel usai bermain golf di Padang Golf Modernland Kota Tangerang ketika hendak pulang ke rumahnya di Perumahan Banjar Wijaya, Kecamatan Pinang. Korban terkena timah panas dalam kendaraan sedan warna silver nomor polisi B-191-E ketika berada di Jalan Hartono Raya, Perumahan Modernland Kota Tangerang, 14 Maret 2009 pukul 14:30 WIB, keesokan harinya meninggal di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Daniel dituduh melakukan pembunuhan berencana terhadap Nasruddin bersama empat terdakwa lainnya yakni Franciskus Tadon Keran alias Amsi, Heri Santosa alias Bagol, Hendrikus Kiawalen alias Hendrik, Eduardus Ndopo Mbete alias Edo. Mereka mempunyai tugas masing-masing seperti Edo sebagai pembujuk, Bagol sebagai pengendara sepeda motor membonceng Daniel, Amsi menghalangi laju kecepatan kendaraan yang ditumpangi korban. Sedangkan Hendrik berperan sebagai penghubung serta memantau rumah dan tempat kerja korban dengan Amsi mapupun Daniel. Kelima terdakwa itu dijerat dengan hukuman berlapis yakni pasal 340 juncto pasal 55 ayat I ke-1 atau ke-2 KUHP. (ant)

16 Perempuan Jadi Hope Ambassador WAHANA Visi Indonesia (WVI), sebuah lembaga kemanusiaan yang peduli terhadap anak, memilih 16 perempuan Indonesia sebagai Hope Ambassador yang akan memberi inspirasi bagi orang lain khususnya lingkungan terdekat untuk memiliki semangat peduli kepada sesama. “Masih banyak sosok perempuan Indonesia yang mau menyisihkan waktu, tenaga serta pikiran di tengah peran ganda sebagai seorang ibu, istri dan wanita karir untuk membantu menuntaskan kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia,”

kata General Manager Wahana Visi Indonesia, Emilia Katrina Sitompul kemarin. Ke-16 sosok perempuan inspiratif ini mempunyai mimpi dan tekad yang sama, agar semakin banyak anak-anak Indonesia memperoleh kesempatan menikmati pendidikan dan ke-

hidupan yang layak. Di samping itu mereka menjadi figur yang dihormati dan dapat mengisnpirasi orang lain di tengah kesibukannya berdasarkan profesi masing-masing. Mereka tetap memperlihatkan kepeduliannya melalui program penyantunan anak. “Melalui sosok ke-16 perempuan inspiratif ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak orang lagi agar tergerak menolong sesama yang membutuhkan,” harapnya. Salah satu figur yang terpilih

menjadi Hope Ambassador, Rebecca Tumewu atau akrab dipanggil Becky, menyatakan kebanggaannya bisa terpilih dan bergabung dalam program ini. Presenter yang merupakan ibu dari dua orang anak Tara Marie (7) dan Kayla Zefanya (4) ini juga merupakan pendiri sebuah sekolah komunikasi. “Saya merasa senang bisa terpilih. Sudah lama saya mempunyai keinginan untuk berkarya dan melakukan kegiatan kemanusiaan untuk membantu anak-anak Indone-

sia,” ungkap Becky. Para Hope Ambassador di masa datang akan bekerja bersama Wahana Visi Indonesia, mencari dan memberikan data calon penyantun anak agar semakin banyak anak dari keluarga yang kurang mampu memiliki akses terhadap pendidikan, kesehatan serta hak-hak dasar anak lainnya. Diharapkan melalui program ini pada tahun 2010, sebanyak 10.000 anak Indonesia dapat tersantuni oleh masyarakat Indonesia sendiri. (ant)


pini

Suluh Indonesia, Kamis 17 Desember 2009

F OKUS Kasus Century, Sebuah ‘Entry Point’ EBENARNYA banyak yang harus dikerjakan pemerimtah sekarang ini untuk kesejahteraan rakyatnya. Namun apa lacur, berbagai isu telah menyita perhatian serta tenaga sehingga energi itu seakan terbuang percuma. Kasus demi kasus bermunculan. Tumbuh satu, muncul satu lainnya. Pertanyaannya adalah, apakah kita tetap terpaku atas semua ini? Jawabannya tentu tidak. Namun, sekali lagi, sayangnya kelihatannya semua energi serta atensi tercurah pada kasus-kasus tersebut. Yang paling gres, tentu saja kasus Bank Century yang menyeret-nyeret nama Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Dalam tebitannya Rabu (16/12) kemarin Bali Post pada halaman pertama memuat berita tentang Ical (Aburizal Bakrie -Ketua Umum DPP Partai Golkar) menegur kadernya di DPR Bambang Soesatyo yang berpolemik dengan Menkeu Sri Mulyani soal kasus Bank Century. Bambang tak kalah gertak, ditegur begitu oleh bosnya Bambang malah menyatakan siap mundur dari parlemen kalau ditekan dan ditumpulkan nalar kritisnya. Apa yang bisa dipetik dari kondisi ini? Soal Century sudah banyak ditulis dan dianailis dari berbagai sudut pandang. Kini muncul persoalan baru yang sangat lazim mengemuka pada era Orde Baru lalu. Penekanan oleh induk partai kepada kadernya yang duduk di parlemen, memang bisa dipandang dari berbagai sisi. Dalam konteks yang lebih luas, tentu ini akan menjadi preseden buruk pada pengembangan sikap serta tanggung jawab kader partai selaku wakil dari konstituennya. Dia lebih banyak duduk di kursi empuk ini sebagai representasi dari partai politik ketimbang rakyat. Lebih menjadi preseden buruk juga bagi para ‘’vokalis’’ di DPR. Sikap kritis mereka ini bisa dipandang sebagai langkah kontraproduktif bagi partai mereka dalam konteks merebut-mempertahankan kekeuasaan. Meraka yang tidak sehaluan dengan partai mereka bisa dipaksa mundur atau di- recall. Ini tentu saja bisa menjadi momok bagi para anggota yang mbalelo dari kepentingan partai dan yang cenderung memihak rakyat. Sikap partai yang otoriter bisa dimaklumi manakala wakilnya itu memang terang-terangan melanggar hukum. Sebagai contoh, terlibat kriminal, korupsi, suap dan sebagainya. Dalam konteks kasus Bank Century ini, Bambang Soesatyo yang mengaku mempunyai rekaman dan trsnskrip rekaman antara Menkeu Sri Mulyani dengan yang diduga Robert Tantular, petinggi Bank Century, seharusnya dimotivasi untuk membuktikan ucapannya itu, bukan malah ditekan secara politis. Ini akan berakibat tidak baik dan menumpulkan daya nalar kritis anggota Dewan. Mereka cenderung akan lebih ‘’takut’’ karena bukan tidak mungkin keterangan mereka yang melawan arus akan menjadi bumerang pada dirinya sendiri. Kalau sudah begini, secara halus ini sudah merupakan pengebirian terhadap keberadaan parlemen. Kalau semua parpol mempunyai sikap seperti ini maka bisa dibayangkan bagaimana suasana demokrasi di parlemen kita. Mereka akan cenderung apatis dan tidak ada gairah dalam menyuarakan kepentingan rakyat. Demokrasi yang kita bangun bertahun-tahun akan mati di tengah jalan. Apa jadinya kemudian orang yang benar-benar mengetahui sesuatu hal kemudian bersikap masa bodoh seolah-olah tidak tahu dan tidak terjadi apa-apa? Betapa menyedihkan kondisi seperti ini. Tidak bisa dibayangkan kalau semua partai berlaku demikian. Kita akan mundur ribuan langkah. Kasus Century adalah sebuah entry point. Beberapa pengamat meyakini masih banyak kasus yang memerlukan perhatian serta tenaga ekstra. Keberadaan penegak hukum — Polisi-Kejaksaan serta KPK diharapkan menjalin sinergi kuat untuk memberantas korupsi di negeri ini. Di sisi lain, keberadaan lembaga legislatif, pers serta rakyat harus terus bergandengan tangan. Rantai kebersamaan ini jangan sampai putus. jangan putus oleh kepentingan jangka pendek parpol yang memang punya agenda-agenda khusus bagi kepentinagn politik praktisnya. ***

S

S URAT ANDA Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/ SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Rambu Lalin Perlu Diganti SAYA gembira, beberapa rambu lalulintas di sejumlah tempat sudah dapat diperbaiki. Terutama, lampu lalin yang sudah terang-benderang meski di siang hari karena diganti yang baru. Apalagi, ada yang sudah dilengkapi dengan tanda pengingat waktunya. Ini penting agar masingmasing pengendara bisa berhitung, dan tak main terabas ketika lampu sudah berganti. Angka pengingat menurut saya penting dipasang di semua lampu merah, karena tak sedikit pengendara yang nyelong meski lampu sudah merah, apalagi jika lampu masih bertanda kuning. Ini rawan kecelakaan, karena dari arah berlawanan pengendara lainnya juga sudah memacu kendaraan meski lampu belum berubah hijau.

Untuk itu akan lebih baik jika, lampu-lampu itu dilengkapi dengan angka pengingat. Selain itu, beberapa rambu lainnya juga harus diperjelas, agar tidak menjadi pembenaran bagi pengendara untuk melanggar lalulintas. Sebaliknya rambu yang buruk dikhawatirkan bisa digunakan oknum untuk mencaricari kesalahan pengendara. Hal-hal semacam ini sangat bisa dihindari jika saja memang ada tanda yang jelas. Termasuk tanda ke kiri boleh langsung, karena saat ini banyak sekali ketidakpahaman pengendara. Ketidakjelasan semacam ini bisa memicu ketegangan di tingkat lapangan. Wawan Hermawan Jatimulya, Bekasi

S UARA ANDA KOLOM ini khusus untuk pembaca yang ingin menyampaikan, kritik, saran dan komentar singkat mengenai berbagai persoalan pada para pejabat Pemerintahan, mulai dari Lurah, Camat hingga Presiden. Kirim pesan singkat Anda secara padat dan jelas, tanpa menyinggung perasaan orang lain. Setiap pesan akan diedit. Cara pengiriman SMS dengan format: BJ <spasi> pesan, lalu kirim ke 3499. (biaya Rp2000/SMS). Contoh : BJ Jakarta harus cari gubernur yang mampu menanggulangi banjir.

Bang D

el

Kasus Century ditemukan sembilan pelanggaran

5

‘Bailout’ Century, Apanya yang Ditakutkan? SOROTAN publik terhadap permasalahan Bank Century belum menemui kejenuhan. Sayang sorotan hanya pada permasalahan bagaimana penegak hukum menemukan bukti untuk bisa menjebloskan pelaku ke dalam penjara. Sesungguhnya ada hal yang lebih penting dari persoalan hukum Bank Century terlepas dari kasus dugaan korupsi yang dituduhkan kepada pejabat yang pernah terkait menangani kasus Bank Century. Permasalahan penting tersebut adalah jajaran direksi berkewajiban mengembalikan dana talangan tersebut dan pemerintah berhak menagih dana talangan tersebut. Perbankan merupakan usaha yang diatur dengan undang-undang. Maka segala hak dan kewajiban para bankir dilindungi undang-undang perbankan. Terlepas dari pro dan kontra masalah bailout Bank Century permasalahan subtansial adalah bagaimana jajaran direksi Bank Century bisa meyakinkan pihak pemerintah untuk segera menyerahkan aset yang bisa dipertanggungjawabkan di pasar bebas. Kalau jajaran direksi mampu meyakinkan pemerintah bahwa aset mereka tidak bermasalah dan bisa ditelusuri keberadaannya dengan jelas semestinya pihak Bank Indonesia selaku otoritas moneter tidak takut dengan permasalahan ini karena memang tugas Bank Indonesia yang harus menyelamatkan perbankan nasional. Kalau tidak Bank Indonesia terus siapa lagi? Desakan publik agar diarahkan pada penyelamatan aset yang dimiliki oleh Bank Century bukannya membesar-besarkan kasusnya ke permukaan seolah dana triliunan rupiah menguap begitu saja. Kalau pihak pemutus bailout tidak merasa bersalah dan yakin sudah memberikan dana talangan sesuai dengan undangundang, langkah selanjutnya yang perlu diperdengarkan ke publik adalah berapa besaran aset yang dimiliki oleh Bank Century? Hal ini perlu karena kompensasi aset adalah hak pemerintah yang akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ketakutan Masyarakat Apabila wewenang untuk menuntut hak pengembalian dana bailout ini menunjukkan hasil yang meyakinkan publik, niscaya persoalan besar yang menimpa bangsa ini tidak terjadi berlarut-larut. Sekarang ada beberapa hal yang ditakutkan masyarakat yang mengetahui permasalahan perbankan setelah keluarnya bailout

Oleh : I Putu Gede Diatmika, S.E., M.Si., Ak* ini. Pertama, makin tidak percayanya masyarakat pada perbankan, sehingga untuk mencapai terciptanya struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mendorong pembangunan ekonomi nasional secara berkesinambungan akan menemui banyak hambatan. Kedua, investor tidak akan percaya pada sektor moneter karena sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional terbukti tidak bisa diper-

donesia sebagai pemegang otoritas moneter berbuat cela. Kelima, impian untuk mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat hanya merupakan program khayalan dan tidak pernah dirasakan oleh masyarakat. Keenam, kasus ini membuat konsumen perbankan merasa tidak terlindungi akibat kurang bijaknya para pengambil keputusan di jajaran Gubernur Bank Indonesia beserta Departemen Keuangan dalam memutuskan pemberi-

Desakan publik agar diarahkan pada penyelamatan aset yang dimiliki oleh Bank Century bukannya membesar-besarkan kasusnya ke permukaan seolah dana triliunan rupiah menguap begitu saja. Kalau pihak pemutus bailout tidak merasa bersalah dan yakin sudah memberikan dana talangan sesuai dengan undangundang, langkah selanjutnya yang perlu diperdengarkan ke publik adalah berapa besaran aset yang dimiliki oleh Bank Century? Hal ini perlu karena kompensasi aset adalah hak pemerintah yang akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. tanggungjawabkan olen jajaran Gubernur Bank Indonesia. Ketiga, kekhawatiran masyarakat terhadap industri perbankan setelah kasus ini adalah perbankan di Indonesia makin lemah dan tidak mempunyai daya saing untuk menghadapi risiko moneter. Keempat, kebijakan good corporate governance tidak akan pernah mendapat tempat di hati masyarakat karena terbukti sektor moneter dalam hal ini Bank In-

an dana talangan ke pihak perbankan yang sakit. Permasalahan Bank Century benar-benar memukul para pelaku bisnis keuangan di Indonesia. Tanpa kasus Century pun sebenarnya industri perbankan mempunyai banyak tantangan ke depan. Fakta memberikan informasi awal bahwa tantangan tersebut sudah jelas di depan mata yang sangat dirasakan oleh masyarakat kebanyakan. Tantangan tersebut bisa kita

—Makin tidak percayanya masyarakat pada perbankan sehingga untuk mencapai terciptanya struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, dan mendorong pembangunan ekonomi nasional secara berkesinambungan akan menemui banyak hambatan.

—Investor tidak akan percaya pada sektor moneter karena sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional terbukti tidak bisa dipertanggungjawabkan olen jajaran Gubernur Bank Indonesia.

—Kekhawatiran masyarakat terhadap industri perbankan setelah kasus Century adalah perbankan di Indonesia makin lemah dan tidak mempunyai daya saing untuk menghadapi risiko moneter.

—Kebijakan good corporate governance tidak akan pernah mendapat tempat di hati masyarakat karena terbukti sektor moneter dalam hal ini Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas moneter berbuat cela.

—Impian untuk mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat hanya merupakan program khayalan dan tidak pernah dirasakan oleh masyarakat.

lihat. Pertama, kapasitas pertumbuhan kredit perbankan yang masih rendah. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan diperlukan kredit perbankan yang cukup besar. Bagaimana ini bisa terwujud kalau industri perbankan kita terus dibombardir persolan skandal antarpejabat pembuat kebijakan moneter. Kedua, struktur perbankan yang belum optimal. Belum optimalnya struktur perbankan di Indonesia ditandai oleh terkonsentrasinya struktur perbankan di kota-kota besar. Ketiga, pemenuhan pelayanan perbankan yang nyaman dan memberikan rasa puas terhadap nasabah belum dirasakan oleh kalangan masyarakat kebanyakan. Keempat, kasus Bank Century ini menandakan pengawasan perbankan oleh Bank Indonesia masih perlu ditingkatkan. *Penulis, dosen pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

DEBAT P EMBACA

Saatnya, Keadilan Rakyat Bicara RANAH hukum di bumi Indonesia saat ini menjadi sorotan tajam semua pihak. Wajah hukum kita sudah dibolak balik. Para pembesar atau temannya pembesar yang jelas-jelas melakukan tindak pidana seperti korupsi, bebas berkeliaran. Tapi, orang kecil seperti Mbah Minah dan Prita Mulyasari harus dibui gara-gara tidak memiliki kekuatan untuk memperoleh keadilan. Konsumsi keadilan yang hanya berpihak pada orang-orang tertentu saja itu, akhirnya membuat rakyat marah. Keadilan rakyat akhirnya bicara. Gerakan sosial secara besar-besaran dilakukan dilakukan dalam bentuk dukungan terhadap seorang yang dinilai telah dizolimi oleh lembaga pengadil dan aparat penegak hukum. Keanehan di bidang hukum dewasa ini kian lengkap tatkala sejumlah kasus yang sebetulnya tidak penting diperkarakan, justru diganjar hukuman berat, padahal perbuatan ‘melawan hukum’ yang dilakukan si pel-

aku tergolong sangat ringan. Sebaliknya, seseorang yang melakoni pelanggaran berat, bahkan terlibat korupsi dan menyalagunakan jabatan, malah diganjar hukuman ringan, bahkan tidak diperkarakan. Hukum kerap dianggap sebagai dewa penolong bagi mereka yang diuntungkan, dan hukum juga dianggap sebagai hantu bagi mereka yang dirugikan. Hukum yang seharusnya bersifat netral bagi setiap pencari keadilan, acapkali bersifat diskriminatif, memihak kepada yang kuat dan berkuasa. Inilah potret hukum di bumi pertiwi yang kita cinta ini. Inkonsistensi penegakan hukum kadang melibatkan masyarakat itu sendiri. Karena hubungan keluarga, atau terjadi karena hubungan pertemanan. Skalanya kecil, bisa juga besar. Peristiwa kecil bisa terjadi pada saat berkendaraan di jalan raya. Masyarakat dapat melihat bagaimana suatu peraturan lalu lintas (misalnya aturan three-inone di beberapa ruas jalan di

Jakarta) tidak berlaku bagi semua masyarakat. Contoh peristiwa klasik yang menjadi bacaan umum seharihari adalah koruptor kelas kakap dibebaskan dari dakwaan karena kurangnya bukti, sementara pencuri Mbah Minah (55 tahun) diganjar hukum penjara 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan tiga bulan, gara-gara dituduh mencuri tiga biji cokelat. Padahal, yang dilakukan Mbah Minah merupakan tradisi warga sekitar yaitu memungut sisa sisa hasil panen cokelat di perkebunan milik PT RSA. Mbah MInah dipaksa duduk di kursi pesakitan berhadapan dengan majelis hakim di persidangan. Bahkan seorang Prita Mulyasari juga bernasib sama. Untuk memperoleh keadilannya, Prita harus dibela orang beramai-ramai lantaran hanya mengirim email ke seorang temannya. Email itu berisi curahan hati Prita atas pelayanan RS yang dinilainya tidak professional yang sebenarnya adalah

wilayah privasi seseorang yang seharusnya dijamin hak asasinya oleh siapa pun. Padahal, para koruptor yang terbukti menjarah besar-besaran duit rakyat triliunan rupiah tidak tersentuh hukum. Ingat Anggodo Widjojo yang jelas-jelas disebut terlibat memberi suap, ternyata bebas berkeliaran. Keadilan rakyat akhirnya yang harus maju, ketika lembaga pengadil dan aparat penegak hukum sudah tidak bisa dipercaya lagi. Kasus pembelaan rakyat terhadap Wakil Ketua KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dan dukungan kepada Prita Mulyasari, merupakan bukti contoh lunturnya kepercayaan rakyat terhadap penegakan hukum di negeri ini. Jika kasus seperti ini terus dibiarkan, maka ke depan, sangat dimungkinkan pengadilan rakyat terhadap perkara hukum makin banyak kita temui. Ahmad Sobari Cilandak, Jakarta Selatan

Suluh Indonesia menerima tulisan Anda untuk dimuat di rubrik Debat Pembaca di halaman ini. Panjang tulisan maksimal 4.000 karakter. Tulisan akan diedit. Sertai dengan foto terbaru anda. Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com.

Cari-cari kesalahan ...

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 17 Desember 2009

6

Indonesia Kuasai Nomor 10.000m Putra VIENTIANE - Pelari Indonesia menguasai nomor lari 10.000 meter putra cabang atletik SEA Games 2009 Laos, ketika Agus Prayogo dan Jauhari Johan merebut medali emas dan perak di Stadion Utama Kompleks Olah Raga Nasional Vientiane, kemarin. Agus tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 29 menit 51,40 detik, disusul rekannya Jauhari (30:10,52) dan B. Srisung dari Thailand (30:25,75). Kemenangan Agus hanya terpaut sekitar satu jam setelah sprinter Suryo Agung Wibowo di nomor 200m putra dan Dedeh Erawati (100m gawang) putri juga mempersembahkan emas dan sekaligus mempertahankan gelar juara yang mereka raih dua tahun lalu di Nakhon Ratchasima. Meski tidak memecahkan rekor SEA Games milik pelari Filipina Eduardo Buenavista yang diciptakan di SEA Games 2003 Hanoi, Agus yang saat ini belajar di Sekolah Calon Perwira (Secapa) Bandung terlalu tangguh bagi lawan-lawannya. Bahkan pelari Filipina Julius Sermona yang tampil di urutan terakhir, masih berlari beberapa putaran di saat Agus dan Jauhari merayakan kesuksesan mereka. “Saya memang sudah mem-

persiapkan diri dengan sangat baik dan tidak terkejut dengan kemenangan ini,” kata Agus usai pertandingan. Namun Agus mengakui bahwa ia merasa sangat kecewa karena akibat kesalahan administrasi namanya tidak tercantum untuk tampil di nomor 5.000m yang sudah dipertandingkan sehari sebelumnya. “Saya rasanya mau menangis akibat kesalahan itu. Saya tidak tahu apa penyebabnya, tapi yang membuat saya sangat kecewa karena catatan waktu saya jauh lebih baik dibanding peraih medali emas di nomor 5000m itu,” kata Agus penuh penyesalan. Dengan medali emas yang diraih Agus, kontingen atletik berhasil meraih tiga medali emas, satu perak dan dua perunggu pada pertandingan atletik hari keempat tersebut. Sebelumnya sprinter Suryo Agung dan Dedeh Erawati kembali berjaya untuk mempertahankan medali emas nomor 200m putra dan 100m gawang putri. Suryo yang dua hari lalu tampil meyakinkan untuk memecahkan rekor SEA Games di nomor paling bergengsi 100m, kembali merebut medali emas

untuk nomor 200m meski tidak memecahkan rekor. Pelari asal Solo tersebut mencatat waktu 20,85 detik, unggul jauh atas dua saingannya asal Thailand, yaitu S. Suwonprateep (21,12) dan C. Chimdee (21,24). Fadlin, pelari Indonesia lainnya yang pada nomor 100m meraih perunggu, berada di peringkat kelima dengan catatan waktu 22,25 detik. Hanya berselang sekitar satu jam kemudian, Dedeh Erawati kembali membuat kontingen Indonesia bersuka cita ketika memenangi nomor 100m gawang dengan waktu 13,34 detik, mengalahkan pelari Thailand W. Pungsoongneun (13,84 detik). Kegembiraan tim atletik Indonesia semakin karena medali perunggu diraih oleh sprinter muda Agustina Bawele yang merebut perunggu dengan waktu 14,21 detik. Pada pertandingan hari keempat tersebut, atletik Indonesia secara keseluruhan menyumbang tiga emas, satu perak dan satu perunggu, sehingga secara keseluruhan sudah mengumpulkan enam medali emas, hanya memerlukan satu emas lagi untuk menyamai prestasi di SEA Games 2007 dengan tujuh emas. (ant)

Sukses Suryo Buah Dari Rasa Sakit Hati VIENTIANE - Tekad sprinter Suryo Agung Wibowo pantas ditiru oleh atlet lainnya karena ia berhasil mengubah energi negatif dari orang-orang yang meragukan kemampuannya, menjadi energi positif yang justru membuat semangatnya semakin terpacu. Semangat untuk meredam keraguan orang lain itulah yang membuat Suryo berhasil meraih emas kedua di nomor 200m SEA Games 2009, sekaligus mempertahankan prestasi seperti yang diraih dua tahun lalu di Nakhon Ratchasima. Suryo, pria asal Solo kelahiran 8 Oktober 1983 tersebut memang sempat “down” ketika ada beberapa orang yang menuduhnya mulai malas berlatih karena konsentrasinya mulai terpecah sebaga calon pegawai negeri sipil (CPNS). “Saya dianggap tidak akan

pernah lagi berprestasi dan bahkan dikatakan takut bersaing dengan atlet yang lebih junior,” kata Suryo yang mengaku sempat sakit hati dengan pernyataan tersebut. Tapi dia menolak untuk mengungkapkan siapa yang dimaksudkan. “Saya tidak usah sebutlah siapa orangnya,” katanya. Suryo secara terus terang mengakui bahwa ia sebenarnya tidak terlalu berharap untuk mengulangi sukses di nomor 200m karena ia lebih terfokus untuk mempertahankan gelar di nomor paling bergengsi 100m. “Saya hampir tidak pernah mengikuti pertandingan uji coba menjelang SEA Games 2009 ini. Paling saya hanya ikut Porda yang tentu levelnya sangat jauh karena ibarat jogging saja,” katanya. Sukses merebut dua medali

emas membuat Suryo dipastikan akan mengantongi bonus sebesar Rp 400 juta dari pemerintah, dan jumlah tersebut kemungkinan bisa bertambah jika PB PASI sebagai induk organisasi juga memberi bonus, serta bonus dari pemerintah daerah. “Saya ingin naik haji karena keinginan saya tahun lalu tidak terwujud,” kata Suryo yang saat ini berstatus sebagai CPNS di Kantor Negara Pemuda dan Olahraga. Keinginan Suryo untuk naik haji sebenarnya sudah ada sejak ia sukses merebut dua emas dua tahun lalu di SEA Games Nakhon Ratchasima, tapi gagal karena ia terlambat mendaftar. “Tahun depan saya berharap bisa naik haji bersama istri, orang tua dan saudara saya,” kata Suryo yang selanjutnya membidik Asian Games 2010 di Guangzhou. (ant)

Suryo Agung Wibowo

Disemangati Menegpora

Tim Panahan Sumbang Emas VIENTIANE - Menegpora, Andi Alfian Mallarangeng sengaja datang ke Komplek Olahraga Nasional, Vientiane, Laos untuk memberikan semangat kepada tim pemanah putra dan putri Indonesia sehingga berhasil menyumbang medali emas Sea Games Laos. Menagpora datang ke Komplek Olahraga Nasional Vientiane, Laos, kemarin untuk memberikan semangat kepada tim pemanah Indonesia. Andi datang ke Komplek Olahraga tersebut pada saat semi final di nomor recurve putri beregu dan nomor compound putra beregu yang akhirnya masuk final. Pada kesempatan itu Me-

negpora tampak gembira sekali, ketika tim pemanah putri dan tim pemanah putra Indonesia bisa masuk final di cabang olahraga tersebut. Menegpora ketika ke lokasi itu tampak bersemangat menyaksikan pertandingan olahraga tersebut dengan menggunakan teropong, bahkan ia rela turun dari panggung untuk melihat dari dekat. Setelah tim pemanah putra dan tim pemanah putri masuk final ia gembira sekali dan langsung menyalami para atlet panah Indonesia yang sedang berlaga di lokasi itu. Dukungan Menegpora kepada tim pemanah itu ternyata berbuah manis, karena tim pema-

nah putri pada nomor tersebut menyumbang satu medali emas setelah bersaing ketat dengan Singapura hasil skor 195-190. Tim pemanah putri yang berlaga tersebut terdiri atas Ika Yuliana Rochmawati, Novia Nuraini dan Rina Dewi Puspita Sari. Sementara medali perunggu di nomor itu diraih Myanmar. Sedangkan tim putra Indonesia meraih medali perak pada nomor compound putra beregu setelah bersaing ketat dengan atlet Vietnam yang berhak mengantongi medali emas. Posisi ketiga diraih pemanah Thailand dan berhak mengantongi medali perunggu pada pertandingan di SEA Games XXV, Laos tahun 2009 tersebut. (ant)

Suluh Indonesia/ant

PERAK - Petinju Indonesia, Indri mengarahkan pukulan ke petinju Philipina Albania Annie pada babak final kelas bulu 51 kg Sea Games XXV 2009 di komplek Sea Games Village, Vientiane, Laos, kemarin. Indri gagal mengalahkan lawannya dan hanya mendapatkan medali perak.

Persitara Tumbangkan Persisam 1-0 JAKARTA - Persitara Jakarta Utara menumbangkan tamunya Persisam Samarida 1-0 pada pertandIngan lanjutan Liga Super di Stadion Soemantri Bodjonegoro Jakarta, kemarin. Gol kemenangan Laskar Si Pitung itu diciptakan oleh striker asingnya Prince Kabir Bello pada menit ke-76. Tuan rumah Persitara pada babak pertama langsung berinisiatif menekan pertahanan Persisam yang dikawal oleh M. Robby. Beberapa peluang oleh stiker tuan rumah mengancam gawang tim tamu. Tim tamu Persisam juga berusaha memberikan perlawanan. Tembakan striker asing Pipat Tonkanya beberapa kali mengarah ke gawang Persitara yang

dikawal Wawan Darmawan. Pada menit ke-33 Hamka Hamzah sukses menjebol gawang Persitara. Namun demikian gol tersebut dianulir oleh wasit setelah sebelumnya mantan pemain Persik Kediri itu melakukan kesalahan dan selanjutnya mendapatkan kartu kuning. Memasuki babak kedua kedua tim menurunkan tempo pertandingan. Dengan demikian peluang bagi kedua tim untuk mencetak gol kecil. Kedua tim pada awal pertandingan juga melakukan pergantian pemain terutama di posisi pemain tengah. Dari pihak Persitara Jatmiko diganti dengan Dedy Mulyadi sedangkan dari Persisam Abdi Gusti digandi dengan Akbar Rasyid.

Pergantian pemain membuat ritme pertandingan meningkat. Dua kali pemain Persisam Pipat Tonkanya mengancam gawang Persitara namun masih membentur gawang. Begitu juga Laskar Si Pitung, tendangan stikernya asal Iran Afshin membentur gawang Persisam yang dikawal oleh Mukti Ali Raja. Akhirnya pada menit ke-76 gawang Persisam yang dikawal Mukti Ali Raja berhasil dijebol oleh striker Persitara Prince Kabir Bello. Dengan gol tersebut kedudukan menjadi 1-0 untuk Laskar Si Pitung. Hingga akhir pertandingan, kedudukan tidak berubah untuk kemenangan Persitara Jakarta Utara.

Persijap Persema 3-1 Pada pertandingan lain, tuan rumah Persijap berhasil memenuhi ambisinya meraih angka penuh setelah menundukkan tamunya Persema Malang, 3-1 (0-0) di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara. Tuan rumah menciptakan gol pertama melalui sundulan kepala Pablo Francis menit ke-59. Persijap menambah kemenangan menjadi 2-0 melalui gol yang dicetak oleh Johan Juansyah. Persema memperkecil kekalahan menjadi 2-1 melalui gol dilakukan pemain belakang Seme Pierre Patrick menit ke-74. Gol ketiga Persijap kembali diciptakan Pablo Francis pada menit ke-88. (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 17 Desember 2009

7

Estudiantes Lolos ke Final ABU DHABI - Klub Argentina, Estudiantes lolos ke babak final Piala Dunia Klub dengan mengalahkan Pohang Steelers 2-1, kemarin. Keberhasilan juara Amerika Selatan ini ditentukan oleh dua gol dari gelandang Leandro Benitez. Estudiantes juga diuntungkan oleh dikeluarkannya tiga pemain Steelers di babak kedua, termasuk kiper sekaligus kapten Shin Hwa-yong. Sementara satu-satunya gol klub Korea Selatan ini dicetak oleh Denilson. “Kami seharusnya dapat mencapai prestasi lebih di kompetisi ini, tetapi sepakbola kadang memberikan kami situasi yang sangat pahit dan hari ini itulah yang terjadi,” ungkap pelatih Pohang asal Brazil, Sergio Farias. “Hasilnya tidak mencerminkan apa yang kami lihat di lapangan dan makin bertambah buruk dengan kegagalan wasit. Saya tidak membicarakan mengenai konspirasi, tetapi kegagalan dari wasit,” tambahnya merujuk wasit Italia, Roberto Rosetti. Pelatih Estuadiantes, Alejandro Sabella berkata sebaliknya. “Mungkin Rosetti menguntungkan Estudiantes, namun secara umum, ia menjalankan aturan FIFA untuk mengeluarkan pemain dengan benar,” tukas Sabella. Estudiantes nyaris mencetak gol cepat di menit keenam ketika Shin gagal mengamankan tembakan jarak jauh Rodrigo Brana. Pada periode berikutnya tendangan salto Mauro Boselli dihalangi tiang gawang. Tembakan Benitez memanfaatkan bola rebound juga melambung. Benitez akhirnya membawa Estudiantes unggul di akhir babak pertama setelah ia lolos dari jebakan offside untuk menyambut umpan tendangan bebas dari rekannya. Ia menyundul bola dengan tepat di dekat tiang gawang Steelers. Ia meningkatkan keunggulan Estudiantes memasuki menit kedelapan babak kedua berawal dari bola lob Enzo Perez yang gagal dijangkau kiper Steelers. Benitez kemudian melepaskan tembakan dari sisi kiri yang juga tak mampu diblok Kim Jae-sung. Striker Brazil, Denilson yang mencetak kedua gol kemenangan 2-1 Steelers atas TP Mazembe di perempatfinal, membalas satu gol untuk timnya di menit ke-71. Ketika itu Steelers sudah berkurang menjadi sepuluh orang karena Hwang menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Maxi Nunez. Gelandang Kim Jae-sung dikeluarkan di menit ke-72 lantaran melanggar Juan Sebastian Veron. Berikutnya kiper Shin langsung diganjar kartu merah 12 menit menjelang pertandingan berakhir gara-gara melanggar Nunez di luar kotak penalti. Bek kanan Steelers, Choi Hyo-jin membuang peluang emas untuk mencetak gol penyeimbang. Sedangkan bek kanan Estudiantes, Clemente Rodriguez seharusnya dapat menyumbangkan gol ketiga bagi timnya di menit terakhir bila tembakannya tak membentur tiang. Pada final Sabtu nanti, Estudiantes akan bertemu dengan pemenang dari pasangan semifinal Barcelona dengan Atlante yang baru bertanding dini hari tadi. Barcelona difavoritkan lolos ke final. (adn/rtr)

Beckham Ingin Bertemu Setan Merah MILAN - Gelandang AC Milan, David Beckham ingin bertemu dengan mantan klubnya, Manchester United (MU) ketika undian babak 16 besar Liga Champions dilakukan besok. Beckham yang bergabung ke Milan dengan status pinjaman untuk kedua kalinya dari Los Angeles Galaxy Januari nanti, meninggalkan United 2003 silam setelah membantu klub itu juara Piala Eropa 1999. “Saya akan benar-benar menyukainya bila kami dipertemukan dengan klub lama saya. Sejak saya pergi pada 2003, saya tidak pernah kembali bermain di Old Trafford (sebagai pemain sebuah klub),” ungkapnya kepada koran Gazzetta dello Sport edisi, kemarin. “Tujuh tahun telah berlalu dan saya ingin itu terjadi. Saya melawan United, bukankah hebat? Itu akan sangat sulit, tetapi juga sangat menyenangkan,” lanjut bintang berusia 36 tahun ini. Beckham bergabung ke Milan untuk menjaga posisinya di timnas Inggris yang akan berlaga di final Piala Dunia Juli tahun depan. Andai benar-benar mencapai partai puncak, ia mengharapkan The Three Lions akan berjumpa dengan Italia. Saat ditanya apakah Inggris masuk dalam jajaran tim favorit di Afrika Selatan, Beckham tak menampiknya. “Ya, kita dapat mengatakan seperti itu, tak diragukan lagi. Inggris adalah tim yang sangat ambisius, namun mereka bukan satu-satunya,” tandasnya. (adn/rtr)

Suluh Indonesia/ap

BEREBUT BOLA - Pemain Manchester United, Dimitar Berbatov (kiri) berebut bola dengan pemain Wolverhampton Wanderers, Segundo Castillo, dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris, di Stadion Old Trafford, kemarin. MU menang telak 3-0.

MU Bayangi Chelsea LONDON - Manchester United (MU) terbukti terlalu kuat bagi Wolverhampton Wanderes pada pertandingan Liga Utama Inggris di Old Trafford, kemarin. Setan Merah menghajar tamunya itu dengan skor telak 3-0 untuk mengimbangi raihan poin pimpinan klasemen Chelsea. Kemenangan besar itu tak lepas dari keputusan pelatih Wolves, Mick McCarthy yang memilih mengistirahatkan 10 pemain bintangnya. Hanya kiper Marcus Hahnemann yang dipertahankan dari skuad yang mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 akhir pekan lalu. Praktis Wolves bermain dengan skuad lapis kedua di partai ini. Kelemahan tersebut berhasil dimanfaatkan oleh United. Penalti Wayne Rooney dan gol sundulan kepala Nemanja Vidic membuat The Red Devils memimpin 2-0 di akhir babak pertama. Antonio Valencia menambahkan gol ketiga di babak kedua. Dengan hasil ini, MU menempel Chelsea dengan samasama mengemas 37 poin di urutan kedua. Chelsea yang baru bertanding melawan Portsmouth dini hari tadi masih ber-

hak memimpin karena unggul selisih gol. Bila The Blues kalah atau imbang, United dapat naik ke puncak klasemen. Sebaliknya bila menang, United akan kembali tertinggal tiga poin. “Wolves menunjukkan penampilan yang bagus meskipun mereka nyaris menurunkan pemain lapis kedua. Itu tidak mengejutkan karena mereka harus menghadapi Burnley Minggu nanti, lagi pula mereka sudah sangat berhasil menyulit kami,” beber pelatih United, Sir Alex Ferguson. Namun kemenangan spesial yang diraih Ferguson pada partai ke-900 di liga bersama United ini dinodai oleh cedera betis yang menimpa Vidic. Bek Serbia ini terancam absen pada laga tandang ke Fulham Sabtu nanti. “Wes Brown cedera hamstring dan Vidic cedera betis, jadi ia mengkhawatirkan untuk Sabtu nanti. Namun kami tetap harus menghadapinya,” tegas Fergie yang total kehilangan delapan pemain di lini belakang. Di kubu Wolves, McCarthy berusaha mempertahankan keputusannya melakukan rotasi pemain walaupun mendapat

protes keras dari suporternya. Para penggemar The Wolves meneriakkan: “Sungguh membuang-buang uang, dimana tim utama kami?” dan “Menyebalkan melihat tim cadangan”. McCarthy memiliki alasan tersendiri atas keputusannya tersebut. “Saya memainkan tim terbaik malam ini, yang paling bugar dan terkuat yang dapat saya pilih serta yang tidak bermain Sabtu lalu,” jelasnya. Secara teknis, Wolves dapat diganjar hukuman oleh badan Liga Utama karena menurut peraturan yang ada, setip klub harus menurunkan tim terbaiknya di setiap laga. Meskipun hukuman itu sepertinya tidak akan dijatuhkan, Chelsea tidak diragukan lagi akan merasa dirugikan karena keputusan McCarthy membuat United mengemas jumlah poin sama. “Saya tidak terganggu dengan reaksi dari orang lain. Saya membuat keputusan yang saya rasa bagus untuk pemain saya dan untuk klub. Saya tahu pertanyaan seperti itu akan ditujukan pada keputusan saya, namun yang tidak saya alami malam ini adalah lebih banyak cedera,” tegas McCarthy. (adn/afp)

Villa ke Posisi Ketiga SUNDERLAND - Setelah mengalahkan Manchester United, Aston Villa melanjutkan penampilan impresif mereka dengan menundukkan Sunderland 2-0 di Liga Utama Inggris, kemarin. Kemenangan tersebut makin memuluskan langkah mereka untuk finis di posisi empat besar. The Villains menyodok ke posisi ketiga dengan unggul satu poin atas peringkat keempat Arsenal yang baru menghadapi Burnley dini hari tadi. Tottenham Hotspur yang akan bentrok dengan Manchester City membuntuti di posisi kelima dengan perbedaan empat poin dari The Gunners. The Villains membuka keunggulan di pertengahan babak pertama melalui striker Emile Heskey. Bomber veteran Inggris itu dengan percaya diri menaklukkan kiper Martin Fulop setelah menerima umpan dari James Milner di dalam kotak penalti. Sunderland seharusnya dapat menyamakan skor empat menit setelah babak kedua dimulai, ketika Darrent Bent meneruskan bola panjang dari Benni McCartney ke kaki Steven Reid. Sayang, sepakan

Reid masih melebar. Villa menggandakan kedudukan di menit keempat babak kedua. Tembakan Milner dari jarak sekitar 30 meter bersarang di pojok kanan gawang Sunderland. The Black Cats mengakhiri pertandingan dengan sepuluh orang lantaran Loric Cana menerima kartu kuning kedua di sisa waktu 13 menit. Di pertandingan lain, kesalahan dari kiper West Ham, Robert Green membantu Bolton Wanderes mencuri kemenangan 3-1 di Reebok Stadium. Tiga poin sekaligus melepaskan The Trotters dari jeratan degradasi. Bolton unggul lebih dulu dari gol Lee Chung-Yong di babak kedua. Alessandro Diamanti menyamakan skor untuk The Hammers beberapa menit kemudian. Momen penentuan di laga ini muncul di menit ke-77 ketika Green membuang bola hasil tembakan Gary Cahill dan Ivan Klasnic dengan mudah mencetak gol untuk mengubah kedudukan menjadi 2-1. Cahill sendiri menambahkan gol ketiga dengan sundulan kepala dua menit menjelang laga usai. (adn/afp)

Capello Wajibkan Owen Bermain Reguler

David Beckham

LONDON - Pelatih timnas Inggris, Fabio Capello menegaskan striker Manchester United, Michael Owen perlu tampil reguler untuk bisa mengamankan tempat di skuad Piala Dunia 2010. Wacana Owen bakal tampil di Piala Dunia mengemuka setelah ia mencetak hat-trick gol ke gawang Wolfsburg di Liga Champions. Namun ironinya, setelah laga itu, ia hanya bermain sebagai pengganti melawan Aston Villa dan Wolves. “Saya menyaksikan pertandingan terakhir yang ia mainkan di televisi dan ia mencetak tiga gol di Liga Champions, tetapi pada partai berikutnya ia tidak bermain,” ujar Capello, kemarin. “Untuk alasan ini, saya bertanya pada diri sendiri kenapa? Kenapa Wayne Rooney selalu bermain dan Owen tidak? Ia salah satu pemain penting Inggris.” Owen sepertinya baru akan dipanggil bila pemain lain cedera. Capello saat ini memiliki kandidat 30 pemain dari hanya 23 pemain yang akan diboyong ke putaran final Piala Dunia. “Pemain yang akan saya pilih harus bugar dan harus me-

mainkan banyak pertandingan. Dalam benak saya sekarang ada 30 pemain. Bila seseorang tidak bugar atau cedera, meski saya tidak mengharapkannya, saya harus memutuskan 23 pemain pada saat-saat terakhir,” terang Capello. Inggris sendiri memilih bermarkas di Rustenburg di Afrika Selatan nanti. Secara keseluruhan, tempat ini memiliki fasilitas yang memadai. Masalah lapangan yang awalnya menjadi kendala juga dipastik a n a k a n s i a p J u n i nanti. “Menurut kami Rustenburg adalah tempat terbaik untuk kami. Tempatnya tenang, bagus dari segi keamanan, dekat dengan stadion dimana kami memainkan laga pertama.

Semuanya oke,” tegas arsitek Italia ini. Sebelum itu, Capello berniat melakoni partai persahabatan dengan Mesir di Wembley pada 3 Maret dan laga persahabatan lainnya melawan Meksiko. Untuk duel dengan Mesir, jadwal pastinya belum ditentukan. Sementara untuk laga kontra Meksiko, masih dalam tahap pembicaraan. (adn/afp)

Michael Owen

Jens Lehmann

Lehmann Diskors Tiga Laga FRANKFURT - Kiper Stuttgart, Jens Lehmann dijatuhi skorsing tiga pertandingan oleh komisi disiplin Federasi Sepakbola Jerman atas kartu merah yang diterimanya pada partai Bundesliga akhir pekan lalu. Dengan adanya jeda musim dingin,itu berarti Lehmann tidak akan bermain sampai akhir Januari. Hal ini menjadi kerugian besar buat Stuttgart yang tengah bermasalah di Bundesliga dengan hanya menempati posisi ke-15 lewat 13 poin. Kiper 40 tahun itu diganjar kartu merah pada menit ke-87 laga kontra Mainz Minggu lalu akibat menginjak kaki dari striker tuan rumah, Aristide Bance Minggu lalu. Mainz menyamakan skor dari penalti yang dihasilkan oleh pelanggaran tersebut sehingga membuat Stuttgart berada di posisi keempat dari bawah, padahal mereka baru saja lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Usai laga, Lehmann tertangkap kamera televisi terlibat pertengkaran dengan seorang suporter Stuttgart di luar stadion. DFB menentukan tingkat beratnya hukuman berdasarkan fakta bahwa Lehmann melakukan pelanggaran dengan sengaja. Sebelum pertandingan Lehmann juga didenda 40.000 euro oleh klubnya sendiri gara-gara mengkritik keputusan memecat pelath Markus Babbel. (adn/afp)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Kamis 17 Desember 2009

8

Kota Kupang Terendam KUPANG - Hujan yang mengguyur Kota Kupang (Nusa Tenggara Timur) sejak Selasa (15/12) lalu hingga kemarin, menimbulkan banjir di hampir seluruh wilayah kota. Tinggi genangan air hampir di jalan raya bervariasi antara 2070 centimeter (cm) terutama di wilayah Kelurahan Oetete dan Kuanino yang membuat warga panik. Air yang tidak tertampung di saluran, meluap ke rumah penduduk di dua kelurahan tersebut. Warga di dua kelurahan itu menghalangi air masuk ke rumah dengan peralatan seadanya, seperti kayu dan tumpukan karung berisi pasir. Peralatan tersebut dibentangkan di depan rumah. Sementara itu, di jalan utama seperti WJ Lalamentik, Urip Sumoharjo, Ahmad Yani, Mohammad Hatta, Jenderal Sudirman, dan Soeharto tidak luput dari genangan air, mengakibatkan arus kendaraan terganggu. Banjir membawa sampah yang sebelumnya menumpuk di drainase, ke badan jalan sehingga menghambat laju kendaraan. “Banjir selalu melanda kota setiap musim hujan,

tetapi tidak diatasi pemerintah kota,” kata Adi, warga Kelurahan Oeba. Dia mengatakan, banjir terjadi akibat sistem drainase yang sangat buruk. Misalnya di Jalan WJ Lalamentik hingga Jalan Nangka, Kelurahan Oetete, tidak terlihat drainase padahal, wilayah itu biasanya tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 7080 cm. Dua ruas jalan itu mendapat kiriman air dari depan Gua Lourdes di ujung Jalan WJ Lalamentik yang drainasenya dibangun agak sempit. Banjir yang terjadi di Kupang merupakan banjir kiriman dari Kelurahan Oepura yang berada di ketinggian. Sistem drainase di Kelurahan Oepura tidak jauh berbeda kondisinya dengan di kelurahan lain. Air juga mengenangi ruas Jalan Cak Doko di Kelurahan Oetete dengan ketinggian sekitar 20 cm. Bahkan, gedung SMA Negeri I yang berada di Jalan Cak Doko, tidak luput dari ancaman banjir. Air mengalir hingga Kampus Universitas Widya Mandiri, SMA dan SMP Giovanni di Kelurahan Oeba. (ant)

Suluh Indonesia/ant

KRISIS LISTRIK - Seorang keluarga pasien menunggui seorang bayi yang baru lahir dengan menggunakan penerangan lilin di Rumah Sakit Umum Yulidin Away (RSUYA) Tapaktuan, kemarin. Gangguan suplai arus PLN selama sepekan terakhir mengakibatkan pelayanan medis terganggu.

Gubernur Jatim Dilaporkan ke Kejati SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo dan bos grup ‘Jawa Pos’, Dahlan Iskan, dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur atas dugaan penyalahgunaan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. “Kami melaporkan Soekarwo dan Dahlan Iskan atas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan sewa lahan yang merupakan aset Pemprov Jatim,” kata Hari Cipto Wiyono, pegiat antikorupsi, saat mendatangi kantor Kejati Jatim, di Jalan A. Yani, Surabaya, kemarin. Keduanya yang merupakan mantan direksi PT Panca Wira

Usaha (PWU) Jatim bersama mantan anggota direksi lainnya, Wisnu Wardhana, diduga telah menyelewengkan aset Pemprov Jatim yang dikelola Unit Persewaan PWU. Menurut dia, Unit Persewaan PWU itu dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dirut PT PWU Jatim Nomor 001/PWU/01/2000 tertanggal 6 Januari 2000. “Dugaan penyimpangan itu terjadi di dalam kontrak antara Unit Persewaan PT PWU dengan pihak ketiga,” kata Hari. Berdasarkan data pada 2007, jumlah kontrak yang telah dibuat oleh Unit Persewaan

PWU Jatim dengan pihak ketiga sebanyak 74 unit senilai Rp 2.707.803.750. Ia menganggap nilai itu sangat kecil, apalagi banyak lahan milik Pemprov Jatim yang dikontrakkan kepada pihak ketiga, namun tidak memberikan kontribusi sebagaimana kewajibannya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jatim itu. “Hal ini dikarenakan aset berupa lahan yang disewakan kepada pihak ketiga itu nilai jual objek pajaknya tidak sesuai dengan lokasi lahan itu berada,” katanya. Dia mengungkapkan, lahan tempat berdirinya pusat per-

belanjaan Carefour di kawasan Ngagel merupakan salah satu aset milik Pemprov Jatim. Namun harga sewanya di bawah nilai jual objek pajak. Hari mengatakan, seharusnya lahan itu dilepas dengan nilai jual objek pajak sebesar Rp 50 juta per tahun. “Tapi berdasarkan hasil temuan kami, nilainya tidak sebesar itu,” katanya. “Ini merupakan suatu pelanggaran. Masih banyak kasus-kasus lain yang melibatkan direksi PWU.” Dikatakan pula, bentuk pelanggaran lainnya adalah disewakannya lahan milik Pemprov Jatim itu dengan masa

sewa melebihi aturan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Kementerian Negara BUMN Nomor 450 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Aset BUMD dan BUMN. “Dalam kontraknya, Carrefour Ngagel itu menyewa lahan tersebut selama 30 tahun. Seharusnya tidak boleh karena dalam Kepmen BUMN sekali sewa maksimal 15 tahun,” katanya. Hari menambahkan, perusahaan ritel asal Prancis itu mengontrak lahan di Ngagel pada 2008. Lahan itu yang dulunya bekas pabrik es. “Masih ada 58 kontrak yang diduga terjadi penyimpangan,” katanya. (ant)

Ribuan Umat Hindu Padati Kintamani

Suluh Indonesia/kmb

PUNCAK KARYA DANU KERTIH – Ribuan umat Hindu kemarin memadati Pura Segara Danu Batur di Kintamani, Bali, untuk bersembahyang dalam prosesi langka, Puncak Karya Danu Kertih.

Kadishub Bangli Divonis Setahun BANGLI – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli Dewa Gede Rai kemarin dijatuhi vonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bangli. Rai dinyatakan terbukti melakukan korupsi yang merugikan Negara sebesar Rp 58 juta. Ketua Majelis Hakim Windarto, SH dalam amar putusannya menyatakan terdakwa telah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 juncto pasal 20 UU tahun 2001 ten-

tang perubahan undang-undang No31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Untuk itu, majelis menjatuhkan vonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta serta mengembalikan kerugian negara Rp 58 juta,” kata Windarto. Dasar pertimbangan majelis hakim ini dilandasi hal memberatkan dan meringankan. Untuk hal memberatkan, perbuatan terdakwa merupakan seorang PNS dan telah memberikan contoh tidak baik kepada masyarakat. Sementara hal meri-

ngankan, selama sidang terdakwa bersikap sopan dan kooperatif selama sidang, juga masih punya tanggungan. Di luar ruang sidang, ketika sejumlah wartawan menanyakan kenapa terpidana tidak langsung ditahan. Dikatakan Windarto, sejauh ini belum ada putusan tetap. Terdakwa melalui penasehat hukumnya Ngakan Kompiang Dirga, SH, menyatakan masih pikir-pikir atas putusan ini. Bisa saja mereka banding ke jalur hukum selanjutnya. (kmb)

BANGLI - Ribuan umat Hindu, kemarin memadati Pura Segara Danu Batur, Kintamani, Bali. Mereka bersembahyang dalam prosesi langka, puncak karya Danu Kertih yang bertujuan memohonkan agar Bali beserta penduduknya selamat dan terhindar dari fenomena alam. Saking langkanya prosesi upacara Danu Kertih, runtutan upacara dilakukan secara teliti. Melibatkan sekitar 11 orang sulinggih yang muput di tiga titik di Kintamani secara bersamaan. Meliputi Penataran Pura Jati, Puncak Gunung Batur dan Danau Batur Kintamani. Sebelum upacara tawur dilangsungkan sebagai runtutan awal prosesi Danu Kertih yang dipusatkan di Batur Kintamani ini dilakukan, upacara memohon keselamatan Bali di Pura Jati. Hal sama juga dilakukan secara bersamaan di Pura Pangubengan yang berada di Pura Besakih. Air suci yang diambil dari Pura Jati Danu Batur dan Pura Pangubengan kemudian disatukan dengan tirta suci di Pura Batu Klotok, Kabupaten Klungkung. Sementara dari prosesi Danu Kertih yang dipusatkan di Pura Segara Danu Batur, ditandai dengan hujan turun secara deras. Hingga prosesi dilakukan ke tengah Danau Batur, hujan tidak henti-hentinya membasahi bumi Kintamani. Namun, derasnya guyuran

hujan tenyata tidak menyurutkan ribuan umat Hindu yang sejak pagi hari memadati lokasi itu untuk bersembahyang. Sementara pada kesempatan prosesi pakelem di Danau Batur, Bupati Bangli I Nengah Arnawa yang didampingi Direktur Utama Kelompok Media Bali Post (KMB) ABG Santria Narada dan Dirut Utama Bank Sinar menebar ribuan benih ikan ke tengah Danau Batur. Linggih Dane Jero Gede Batur Alitan mengatakan, dengan telah dilangsungkannya prosesi Danu Kertih diharapkan semoga Bali terhindar dari ancaman bencana alam. Baginya, tujuan dan makna upacara Danu Kertih adalah untuk memohon kepada Ida Hyang Widi Wasa agar berbagai fenomena alam yang terus terjadi dapat diminimalkan sehingga Bali tetap ajeg. Runtutan upacara Danu Kertih menurut Jero Gede Batur Alitan, diawali dengan prosesi di Penataran Pura Jati, selanjutnya melaksanakan tawur di Pura Segara Danu Batur, mendak dan ngenteg linggih. Setelah prosesi muspa, Ida Batari Ulun Danu Batur tedun dari pegayungan dan munggah ke sanggar tawang. Dari sanggar tawang Ida Batari kembali tedun ngelintangin lantaran kebo dan titi tebu. Setelah masesapan Ida Batari kembali tedun dan mewali ke paselang. Umat Hindu kembali muspa. (kmb)

Empat Imigran Gelap Asal Srilanka Ditangkap CILEGON - Empat orang imigran gelap asal Srilanka ditangkap anggota kepolisian daerah (Polda) Banten karena keluar dari pelabuhan Indah Kiat dimana ratusan imigran gelap Srilanka masih bertahan di atas Kapal Motor (KM) Jaya Lestari 5. “Mereka ditangkap karena melanggar pasal 42 Undang Undang 9 Tahun 1992 tentang keimigrasian,” kata Kepala Divisi Imigrasi Kantor Departemen Hukum dan HAM Provinsi Banten, Harry Purwanto kepada wartawan di Cilegon, kemarin. Keempat imigran gelap yang ditangkap Selasa (15/12) malam lalu itu masing-masing bernama Tharshan (22), Prasana (23), Karunakaran (37) dan Bahirathan (24). Saat ini, keempat imigran gelap itu ditahan di rumah detensi imigrasi (Rudenim) Kantor imigrasi Cilegon, Banten. “Mereka ditangkap karena melanggar pasal 42 Undang Undang Nomor 9 Tahun 1992, tentang Keimigrasian,” kata Harry. Harry mengatakan, dalam pasal tersebut dijelaskan aparat imigrasi dapat melakukan tindakan terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia, yang melakukan kegiatan yang berbahaya atau patut diduga akan berbahaya bagi keamanan dan ketertiban umum, atau tidak menghormati atau menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. “Dalam menangani para imigran gelap asal Srilanka tersebut, kita sudah melakukannya sesuai dengan peraturan dan prosedur yang ada. Mereka kita tempatkan di areal pelabuhan Indah Kiat Merak di atas KM Jaya

Lestari 5 bersama imigran lainnya,” jelas dia. Namun upaya pemerintah melokalisir 247 orang warga Srilanka yang berniat mencari suaka ke Australia, tidak dihiraukan para imigran gelap, mereka sering ke luar areal pelabuhan secara sembunyi-sembunyi dari penjagaan petugas. Harry menegaskan, ke empat imigran gelap asal Srilanka tersebut jelas sudah melanggar keimigrasian, mereka berada di wilayah Indonesia tanpa memiliki izin. “Mereka bisa di usir atau dideportasi dari Indonesia,” kata dia. Sementara kepala imigrasi Cilegon Sumantri Sihite mengatakan, keempat imigran gelap iu ditangkap petugas ketika sedang berada di salah satu toko waralaba di Merak. Salah seorang imigran mengaku mereka keluar pelabuhan untuk mencari obat sebab tangannya luka. meski sudah di obati oleh petugas IOM (international Organization of Migration), luka mereka tidak juga kunjung sembuh. “Saya sedang mencari obat untuk luka saya, namun tiba tiba ditangkap polisi. Ini obat yang saya beli,” ujarnya sambil menunjukan obat berbentuk salep yang dibawanya. Ratusan imigran asal Srilanka sudah hampir tiga bulan bertahan di atas KM Jaya Lestari 5 setelah mereka ditangkap petugas gabungan awal bulan Oktober lalu. Mereka sebenarnya bertujuan untuk meminta suaka dengan alasan merasa terancam jika tetap bertahan akibat konflik antar etnis yang terus berkecamuk di negaranya. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda apakah permintaan suaka mereka diterima oleh Pemerintah Australia, sehingga mereka terpaksa terus bertahan di kapal itu. (ant)

Kota Cimahi Kekurangan 460 Kelas SD CIMAHI - Kota Cimahi, Jawa Barat, kekurangan 460 ruangan kelas untuk tingkat sekolah dasar (SD) karena keterbatasan lahan. “Untuk tingkat sekolah dasar, memang kota Cimahi masih kekurangan sekitar 460 ruang kelas lagi,” kata Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Yayat Supriyat, kemarin. Ia menjelaskan, akibat kekurangan ruang kelas tersebut proses pembelajar di beberapa sekolah dasar menerapkan sistem belajar dua kali waktu belajar, yakni pagi dan siang.

Menurutnya, dengan diterapkan belajar pagi dan sore tersebut pihaknya khawatir akan terjadi penurunan kualitas belajat mengajar di sekolah. “Kami juga khawatir, kualitas belajat mengajar akan menurun karena sistem belajar pagi dan siang ini,” ujarnya. Pihaknya menegaskan, kekurangan ruang kelas di kota Cimahi bukan karena terbatasnya anggaran namun karena ketersedian lahan di kota Cimahi yang minim. “Setiap tahun kami selalu menganggarakan

untuk proses pembangunan ruang kelas tapi keberadaan lahan menjadi kendala utama dalam proses pembangunan ruang kelas baru,” ujar Yayat. Oleh karena itu, mulai tahun 2010, sistem pembangunan ruang kelas baru akan menggunakan sistem vertikal atau ke atas. “Karena keterbatasan lahan tersebut, setiap pembangunan ruang kelas baru akan dibangun dengan sistem vertikal,” katanya. Dikatakannya, selama ini pihaknya telah mendapatkan la-

poran dari beberapa sekolah dasar yang menyatakan kekurangan ruang kelas dan terpaksa harus belajar di lorong sekolah karena kekurangan ruang kelas tersebut. Salah satu sekolah yang kekurangan ruang kelas ialah SDN Citeureup Mandiri-2 kota Cimahi. Akibat kekurangan ruang kelas sebanyak 130 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Citeureup Mandiri-2 kota Cimahi, Jawa Barat, terpaksa harus belajar di lorong sekolah.

Kepala Sekolah SD Negeri Citeureup Mandiri-2 kota Cimahi, Hani Rohaeni, kekurangan ruangan belajar itu disebabkan karena tingginya animo masyarakat setempat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut pada tahun ajaran 2009 sedangkan jumlah kelas yang tersedia terbatas. “Tahun ini kami terpaksa harus menerima siswa sebanyak 130 siswa dan dibagi empat kelas belajar. Akhirnya dengan siswa sebanyak itu kita harus bagi dua ,” kata Hani. (ant)

Suluh Indonesia/ant

DISPOSAL GRANAT - Dua orang anggota Brimob Polda DIY memperlihatkan puluhan barang bukti bahan-bahan peledak sesaat sebelum dilakukan disposal (peledakan) di Gunungkidul, Yogyakarta, kemarin.


Edisi 17 Desember 2009 | Suluh Indonesia