Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 202 tahun III Senin, 9 November 2009 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Investor Menunggu

Tumbuh Enam Persen

Fokus ke Agroindustri

BERBAGAI masalah di dalam negeri seperti gempa bumi, kasus bank Century maupun kasus ‘cicak vs buaya’ menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku asing untuk menempatkan dananya dipasar domestik yang...hal. 1

MENTERI Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Meneg PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida S Alisjahbana mengatakan pada 2011 pemerintah akan...hal. 2

PEMERINTAH akan memfokuskan pembangunan sektor pertanian kedepan pada pengembangan agroindustri pedesaan yang mampu memadukan subsistem hulu, usaha tani dan hilir...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Antasari Tidak Yakin

KPK Disuap JAKARTA - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar menyatakan sampai kini dirinya tidak yakin para pemimpin KPK menerima uang dari Anggoro Widjojo. Setelah memberikan keterangan kepada Tim Delapan di Gedung Wantimpres Jakarta, kemarin, Antasari menuturkan kronologis pertemuannya dengan Anggoro sampai akhirnya berkembang sangkaan penerimaan uang kepada Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Antasari menjelaskan, pada Oktober 2008 ketika masih menjabat Ketua KPK ia menerima informasi bahwa kasus dugaan korupsi PT Massaro sebagai rekanan Dephut tidak akan berlanjut di KPK karena sudah ada

dugaan suap kepada oknum pejabat di KPK. Karena dorongan rasa cinta terhadap KPK dan keinginan menjaga citra KPK, Antasari kemudian berangkat ke Singapura untuk menemui Anggoro yang menjabat Direktur Utama PT Massaro. Menurut Antasari, saat itu Anggoro belum berstatus tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sistem radio telekomunikasi terpadu di Dephut dan ia tidak mengetahui bahwa telah dikeluarkan surat pencegahan ke luar negeri untuk Anggodo. ‘’Anggoro bercerita di situ, bagaimana seolah-olah dia yakin sudah ada suap di KPK,” ujarnya. Keterangan Anggoro itu

belum dipercayai oleh Antasari karena masih merupakan keterangan satu orang yang belum dapat dikategorikan sebagai barang bukti. Menurut Antasari, saat itu Anggoro tidak memberikan bukti-bukti penyerahan uang kepada oknum pejabat KPK. ‘’Sampai hari ini pun, saya dari sejak pertama kali menerima laporan dari Anggoro, saya tidak yakin ada itu di KPK. Kalau baca rekaman dengan Anggoro, berkali-kali saya tidak ada keyakinan bahwa oknum itu menerima,” katanya. Bahkan, kata Antasari, Anggoro saat itu mengontak seseorang di Surabaya untuk mengkonfirmasi, karena dirinya masih tidak percaya. (nas/son)

Yulianto Tokoh Imajinatif JAKARTA - Ketua TPF Adnan Buyung Nasution mempertanyakan kelanjutan proses hukum Anggodo Widjojo yang tengah ditangani Polri saat ini. Anggodo yang diduga melakukan penyuapan atau melakukan upaya untuk menyuap, sangat jelas sekali terdengar dalam rekaman. Anehnya, polisi tidak memeriksanya. Justru malah memproses kasus yang dilaporkannya yakni pecemaran nama baik. Buyung menambahkan dari hasil pemeriksaan terhadap mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar semakin memperjelas pokok masalah dugaan tindak pidana terhadap Anggodo. ‘’Sudah makin mengerucut, mengerucut bisa dikatakan ada rekayasa atau tidak. Cukup kuat bukti untuk dilanjutkan ke proses perkara atau tidak,” jelas anggota Wantimpres ini. Namun, ketika didesak lebih mengarah kemana hasil sementara temuan TPF, Buyung masih mengelak menjawab secara tegas. Tetapi

diakuinya, penasihat hukum Anggodo Widjojo, Bonaran Situmeang pernah menawinya untuk bertemu dengan Anggoro Widjojo di China dengan pelayanan kelas satu. Tawaran itu diberikan satu bulan lalu, sebelum menguat kasus ini. Awalnya, Buyung mengaku, hendak berangkat memenuhi tawaran Bonaran Situmeang. Alasannya cukup ringkas, untuk keadilan karena Anggoro diceritakan sebagai pihak yang terzalimi dan terkesan sebagai warga Indonedia yang mengalami pemerasan dan nasibnya terkatung-katung di luar negeri. Tetapi semuanya ditolak, setelah mempelajari kembali perkaranya dan justru menantang Anggoro untuk pulang ke Indonesia, kalau memang merasa tidak bersalah. ‘’Tapi saya bilang aja, kenapa tidak berani pulang kalau tidak salah ? Kan tidak dilarang pulang ? Biar dia pertanggungjawabkan di muka hukum semuanya,” ujar pencara senior ini. (nas)

Hari Ini Disampaikan Kepada Presiden

TPF Berikan Rekomendasi JAKARTA - Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah atau disebut Tim Pencari Fakta (TPF), tengah mempertimbangkan untuk menyerahkan rekomendasi sementara kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Langkah ini diambil, setelah menyaksikan respons masyarakat yang sangat dinamis terhadap kasus itu. Menurut anggota TPF Todung Mulya Lubis di gedung Wantimpres, Jakarta, kemarin, pihaknya memandang persoalan ini perlu lebih cepat ditangani. Berdasarkan

Kapolri Dituntut Minta Maaf JAKARTA - Simpatisan dan sejumlah tokoh masyarakat yang mengagumi almarhum Nurcholish Madjid (Cak Nur), mendesak Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri untuk meminta maaf kepada bersangkutan dan keluarganya. Hal ini terseretnya nama almarhum dan anggota keluarganya dalam dugaan suap pimpinan nonaktif KPK. ‘’Ucapan itu tidak pantas disampaikan Kapolri. Kami pun mendesak Kapolri untuk meminta maaf, karena pihak keluarga Cak Nur yang sangat terpukul dengan pernyataan Kapolri. Penyataan itu seharusnya tidak sembarangan terucap, tanpa ada bukti yang kuat,” kata Dewan Ahli Nurcholish Madjid Society (NMS) Yudi Latief. (nas)

perkembangan yang ada, proses yang terjadi dimasyarakat makin gencar dan di berbagai kota sudah ada demonstrasi. ‘’Saya rasa publik juga ingin melihat penyelesaian cepat dari kasus ini. Kami takkan nunda terlalu lama untuk menyelesaikan kasus ini,” jelas dia. Diungkapkan Todung, dinamika yang ada di masyarakat berlangsung begitu cepat akibat tidak puas dengan penyelesaian kasus Bibit dan Chandra tersebut. Sikap masyarakat ini, tidak bisa diabaikan begitu saja. Untuk itu, tim sudah mempertimbangkan sejumlah rekomendasi sementara yang ingin

disampaikan kepada Presiden untuk mempercepat penanganan kasus Bibit dan Chandra. Disebutkannya, salah satu alternatif rekomendasi yang dipertimbangkan TPF adalah meminta Kejaksaan Agung (Kejakgung) mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), Surat Keputusan Penghentian Penyidikan (SKPP) atau justru agar perkara tersebut segera dilimpahkan ke pengadilan. ‘’Kami akan mengevaluasi itu dan kita akan melihat langkah apa yang sebaiknya dilakukan supaya kasus ini lebih cepat ditangani,’’ kata Todung. (nas)

Suluh Indonesia/ant

ANTI KORUPSI - Beberapa aktivis antikorupsi membawa poster berwajah pengusaha Anggodo yang menggunakan seragam Polri ketika menggelar aksi damai anti korupsi di Bunderan HI, Jakarta, kemarin.


K ta

Suluh Indonesia, Senin 9 November 2009

2

Demo Menentang Kebiadaban Israel

Suluh Indonesia/ant

SELAMATKAN AL-AQSA - Aksi kelompok Hizbut Tahrir Indonesia mengutuk serangan Israel di depan Kedutaan Besar Amerika, Jakarta, kemarin. Massa HTI mendesak umat Islam diseluruh penjuru dunia bersatu menyelamatkan Masjid Al-Aqsa dari serangan Israel.

Kasus KPK Rekayasa?

Anies Baswedan

JAKARTA - Setelah hampir sepekan meminta keterangan dari berbagai pihak, kerja tim delapan untuk membuktikan kenyataan hukum perkara Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto mendekati akhir. Salah satu anggota tim itu, Anies Baswedan, di gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Minggu menyatakan tim delapan sudah memiliki gambaran apakah perkara Chandra Hamzah dan Bibit merupakan rekayasa atau bukan. “Sudah mendekati final. Gambarannya sudah kelihatan,” katanya. Menurut Anies, petunjuk terjelas untuk gambaran tersebut terutama didapatkan tim delapan setelah menggelar perkara Chandra dan Bibit bersama dengan kepolisian dan kejaksaan pada Sabtu malam, 7 November 2009. Sesudah gelar perkara itu, tim delapan dalam jumpa pers menyatakan perkara hukum Chandra dan Bibit tidak memiliki bukti cukup, karena kepolisian lebih banyak menggunakan petunjuk setelah keterangan Ary Muladi, yang menyatakan aliran dana berhenti pada Yulianto. Anies mengatakan, pada Senin, 9 November 2009, tim delapan akan menggelar rapat internal untuk menyusun penilaian sementara kasus hukum Bibit dan

Chandra. Penilaian disertai rekomendasi itu akan segera disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar kepala negara dapat mengambil langkah strategis. Menurut Anies, rekomendasi tim delapan kepada Presiden Yudhoyono juga akan mencakup penilaian apakah perkara Chandra dan Bibit layak dilimpahkan ke pengadilan. Salah satu anggota tim delapan, yang juga staf khusus Presiden bidang Hukum, Denny Indrayana, menjadwalkan pertemuan tim delapan dengan Presiden. “Besok (hari ini, red), mudah-mudahan, laporan tim sudah selesai dan bisa segera dapat waktu untuk bertemu Presiden,” kata Anies. Ia menambahkan, tim delapan tetap akan memanggil beberapa pihak lagi, yang dianggap masih perlu didengar keterangannya. Namun, pemanggilan itu hanya untuk melengkapi rincian gambaran kesimpulan, yang telah diperoleh tim delapan. Sebelumnya, anggota lain tim delapan, Todung Mulya Lubis, mengatakan terdapat beberapa pilihan rekomendasi, yang akan diserahkan kepada Presiden agar polemik kasus hukum Chandra dan Bibit cepat selesai. Pilihan itu, menurut dia, adalah percepat pelimpahan berkas perkara ke pengadilan atau pengeluaran Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atau Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan (SKPP) atas perkara Chandra dan Bibit oleh Kejaksaan Agung. (nas/ant)

Satu Juta Facebooker Demo Dukung KPK JAKARTA - Para personil musik Slank masih tetap tinggi menggantungkan harapan serta kepercayaannya kepada KPK. Kriminalisasi terhadap sejumlah pimpinannya itu, takkan menyurutkan dukungan bagi institusi pemberantasan hukum yang sangat disegani tersebut. Penyataan ini disampaikan Bimbim, pentolan Slank dalam acara konser musik bertema “Indonesia Sehat Lawan Korupsi” yang digelar Cintai Indonesia Cintai KPK (Cicak) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, kemarin. Bahkan, grup musik itu menghadiahi keberanian KPK dengan

melantunkan lima lagu sekaligus untuk menghibur ribuan peserta aksi. “Kami tetap positif thinking aja. KPK tetap ada di dada dan hati kami. KPK bagi kami adalah satu harapan bagi bangsa. Slank siap ada di depan, di tengah dan di belakang KPK,” tegas Bimbim. Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat. Di antaranya adalah Effendy Ghazali, Eep Saefullah Fatah, Teten Masduki, Bambang Harrymurti, Budiarto Shambazy dan lainnya. Konser ini sendiri diramaikan puluhan artis Ibu Kota. Ribuan pengunjung yang datang itu adalah sebagian dari satu juta facebookers yang memberikan dukungan-

nya bagi Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Diungkapkan Bimbim, KPK itu bisa diibaratkan sebagai oasis di tengah gurun pasir. Jadi, bangsa Indonesia itu krisis kepercayaan terhadap dua lembaga penegak hukum yakni kepolisian dan kejaksaan dalam pemberantasan korupsi. Di tengah ketidakpercayaan itu, muncul KPK yang telah mewujudkan sedikit harapan rakyat dengan menyeret para koruptor tanpa pandang bulu ke penjara. “Oasis itu adalah KPK. Keberanian KPK itu, kami ceritakan dengan lagu-lagu kami,” ujarnya. Diungkapkan Bimbim, selaku seniman, dirinya harus bersuara.

melibatkan pihak pemerintah dan swasta. “Depkes akan mengusulkan Bapel. Tidak akan satu, mungkin PT Askes tetap dilibatkan, ada juga dari unsur pemerintah,” katanya. Sebelumnya Endang mengatakan program Jamkesmas akan dikelola dengan sistem asuransi kesehatan. Beberapa pakar, termasuk ahli kesehatan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Hasbullah Thabrani dan Guru Besar Kesehatan Komunitas Fakultas Kedokter-

bawa ke diskusi dunia maya dan ke KPK,” ujarnya dalam acara konser tersebut. Usman Yasin yakin kasus Bank Century patut diduga sebagai awal mula meruncingnya perseteruan antara KPK dan Polri. Raibnya dana Rp 6,7 triliun yang akan diu itulah yang memunculkan ketakutan para oknum yang telah mengkriminalisasikan KPK tersebut. Dukungan mengusut kasus Bank Century yang kini telah berubah nama menjadi Bank Mutiara harus diteruskan dengan memberikan dukungan melalui situs jejaring pertemanan yakni facebook. “Kita akan liat bagaiaman reaksi rakyat,” imbuhnya. (nas)

Buktikan Unsur Penyuapan

Suluh Indonesia/ant

DEMO - Ribuan facebookers turut dalam aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, kemarin. Facebookers menggelar aksi mendukung keadilan bagi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dalam kasus yang menjerat mereka.

Segera Beralih Menjadi Asuransi Kesehatan Usai membuka seminar tentang keselamatan pasien di Jakarta, Minggu, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan pihaknya sedang mempelajari peraturan perundangan yang terkait dengan penyelenggaraan jaminan kesehatan.“Kami melihat peraturan, kan sudah ada undangundang sistem jaminan sosial nasional,” kata Endang. Pemerintah, dia menjelaskan, juga akan membentuk badan pelaksana (Bapel) program jaminan kesehatan terlebih dulu. Badan tersebut akan

Jangan sampai menjadi pihak yang diam saja (silent majority). Ke depan, dirinya bersama Slank berencana membuat sebuah lagu lagi berkaitan dengan konflik Cicak versus Buaya ini. “Saya malah mau memelihara komodo buat melawan buaya. Cicak tidak level (pantas) buaya,” kata Bimbim tersenyum. Sementara pencentus ide satu juta facebooker unutk mendukung Bibit-Chandra, Usman Yasin menyatakan, ingin mengangkat skandal Bank Century yang hingga kini belum juga tuntas untuk diadvokasi dalam situs jaringan sosial facebook. “Kami akan menjadikan kasus Bank Century sebagai agenda utama yang kami

ICW Minta Kapolri

Sistem Jamkesmas PEMERINTAH masih melakukan persiapan untuk mengalihkan pengelolaan program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dari sistem pembayaran kembali (reimbursement) ke sistem asuransi kesehatan.

JAKARTA - Sejumlah ormas Islam, yang tergabung dalam Panitia Aksi Solidaritas Al Aqsa-Palestina, menggelar aksi menentang kezaliman Israel di Palestina, terutama terkait aksi penyerbuan polisi Israel ke Masjid Al-Aqsa. Ratusan massa ormas Islam, di antaranya dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), pada Minggu pagi sekitar pukul 07:00 WIB, telah mulai berdatangan ke Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Di antara para pengunjuk rasa nampak ibu-ibu yang membawa serta anak-anaknya. Para peserta yang berkumpul di seberang kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jl Medan Merdeka Selatan itu membawa serta spanduk dan bendera-bendera bertuliskan huruf Arab dan Indonesia yang berisi pernyataan menentang kezaliman Israel, termasuk protes terhadap dukungan AS kepada negara Yahudi itu. Sekitar pukul 08:15 WIB sambil menanti berkumpulnya seluruh peserta, yang ditargetkan mencapai ratusan orang itu, sejumlah orang mulai melakukan orasi. Kemudian mereka akan melakukan long march menuju gedung Kedutaan Besar AS di Jl Medan Merdeka Selatan dan menggelar aksi di sana hingga pukul 11:30 WIB. Sementara itu, di Jl Medan Merdeka Selatan yang berada tepat di depan Gedung Kedutaan Besar AS sekitar pukul 08:00 WIB telah ditutup untuk umum dan tampak sejumlah polisi berjaga-jaga di sekitar lokasi. Polisi juga telah memasang kawat berduri di sepanjang jalan depan Kantor Kedubes AS tersebut. Sedangkan di sisi jalan yang berada di seberang gedung Kedutaan Besar AS tetap terbuka. Bus Transjakarta koridor II Harmoni-Pulogadung juga masih tampak beroperasi. Pada 25 Oktober 2009 lalu, polisi Israel dan pemrotes Arab bentrok di Masjid Al Aqsha, sehingga memperburuk kondisi yang sudah bergolak di sekitar Kota Yerussalem, yang juga menjadi kota suci umat Islam, Kristen, dan Yahudi itu. Insiden itu dipicu oleh tindakan polisi Israel terhadap warga Palestina yang melakukan aksi unjuk rasa menentang kehadiran secara agresif sejumlah pemukim Israel di asea Haram al-Sharif, Masjid Al-Aqsa, Yerussalem. Pemerintah Indonesia telah mengutuk keras penyerbuan yang dilakukan polisi Israel ke kompleks tempat suci ketiga umat Islam itu yang mengakibatkan jatuhnya 33 korban luka-luka. (ant)

an UI Azrul Azwar menilai sistem itu lebih baik dibanding sistem yang sekarang dipakai. Namun, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang merintis pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin itu, tidak sependapat. Menurut dia, program tersebut lebih baik tetap dikelola oleh pemerintah dan tidak diserahkan kepada perusahaan asuransi kesehatan mengingat perusahaan semacam itu biasanya berorientasi keuntungan dan menerapkan pembatasan. Pemerintah mulai menjalankan program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin pada 2005. Ketika itu program tersebut bernama asuransi kesehatan masyarakat

miskin (Askeskin) dan penyelenggaraannya dilakukan bermitra dengan PT Asuransi Kesehatan (PT Askes). Program itu dilanjutkan hingga 2007 dengan sejumlah perbaikan dalam hal pendataan, distribusi kartu peserta dan masalah teknis lain. Jumlah pesertanya juga terus bertambah. Pada 2008, Siti Fadilah memutuskan mengubah model pengelolaan Askeskin dan mengganti nama program tersebut menjadi Jamkesmas. Perubahan model pengelolaan dilakukan karena model yang lama dinilai menghambat kelancaran pembayaran klaim pelayanan kesehatan di rumah sakit dan memicu penyimpangan penggunaan dana pelayanan.

Sejak saat itu, PT Askes yang sebelumnya menjadi pengelola seluruh program pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin hanya ditugasi mengurus kepesertaan Jamkesmas. Dana untuk membayar tagihan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin selanjutnya dikucurkan langsung dari kas negara ke rekening rumah sakit setelah pengelola rumah sakit mengajukan klaim pelayanan yang sudah diverifikasi. Namun pemerintah kemudian mengucurkan dana Jamkesmas ke rekening rumah sakit dan pengelola rumah sakit mempertanggungjawabkan penggunaannya berdasarkan tagihan biaya pelayanan kesehatan masyarakat miskin pada rumah sakit yang bersangkutan. (ant)

JAKARTA - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko mengatakan, Polri harus bisa menunjukkan bukti bahwa MS Kaban, yang diinisialkan sebagai MK, menerima dana suap Rp17,6 miliar dari Anggoro Widjojo terkait kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT). “Jangan sampai tuduhan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang dibeberkan saat ‘hearing’ dengan Komisi III DPR itu hanya berdasar pengakuan seseorang. Tunjukkan bukti itu misalnya, penjelasan dari PPATK atau bukti kuitansi,” kata Danang di Jakarta, kemarin. Terlepas adanya tudingan Kapolri tersebut, Danang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat kasus korupsi SKRT. “Ini tugas Plt KPK yang baru untuk mengusut itu, berkoordinasi dengan Polri dan PPATK,” tegasnya. Begitu pula Ketua BP Setara Institut Hendardi mengatakan, penyebutan inisial MK saat Rapat Komisi III DPR itu tidak bisa dijadikan alat untuk pengalihan isu dari kasus utama yaitu apakah ada rekayasa untuk mengkriminalisasikan KPK. “Saya kira tidak mudah untuk mengalihkan isu dengan memunculkan kasus suap kepada MS Kaban itu, karena rekaman yang menggambarkan rekayasa kasus Bibit-Chandra sudah begitu terbuka,” ujarnya. Sependapat dengan Danang, Hendardi meminta jika

memang ada tindak pidana yang dilakukan mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, maka hal itu jangan hanya sekadar melempar informasi yang mengambang. “Harus dibuktikan ke pengadilan, karena ini menyangkut nama baik seseorang. Bahkan, MS Kaban juga bisa menggugat balik dengan delik pencemaran nama baik, jika memang bukti-bukti yang disampaikan Kapolri sangat lemah,” katanya. Saat Rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (4/11) malam, Kapolri menjelaskan adanya kedekatan Chandra dengan MK, serta aliran dana sebesar Rp17 miliar dari Anggoro Widjojo ke MK. Membantah Sebelumnya, menanggapai tudingan tersebut, MS Kaban membantah dirinya menerima aliran dana dari Anggoro tersebut. Bahkan Kaban meminta agar polisi segera membeberkan bukti-bukti adanya aliran dana itu. “Saya minta Kapolri dibantu PPATK menelusuri aliran dana tersebut, masuk ke rekening siapa dan dari mana uang tersebut. Karena saya tidak menerima uang sebesar Rp17 miliar yang dituduhkan itu,” tegasnya. Kaban juga membantah mempunyai hubungan dekat dengan pimpinan KPK nonaktif Chandra M Hamzah. Demikian juga Chandra, melalui tim pengacaranya membantah pernyataan Kapolri tentang kedekatannya dengan MS Kaban, sekaligus membantah isu aliran uang suap dari Kaban ke Chandra. (her/ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Senin 9 November 2009

3

Senator Sesalkan Komisi III DPR

Suluh Indonesia/ant

TIM 8 PERIKSA ANTASARI - Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution (kanan) sesaat sebelum memimpin pemeriksaan lanjutan terhadap mantan Ketua KPK Antasari Azhar di Gedung Gedung Watimpres, Jakarta Pusat, kemarin. Tim 8 melakukan verifikasi lanjutkan terhadap Antasari terkait kasus dugaan kriminalisasi pejabat KPK dengan pokok pemeriksaan untuk mengetahui sosok pembisik di balik testimoni Antasari.

Pengiriman TKI ke Timteng Dihentikan JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) H Muhaimin Iskandar menyatakan telah menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Malaysia, Kuwait, dan Jeddah. “Kami sudah menghentikan pengiriman TKW ke Malaysia dan Kuwait, meski TKW yang ke Malaysia masih nekat berangkat tanpa jalur resmi, sedangkan penghentian ke Jeddah akan segera dilakukan,” katanya di Surabaya, Minggu. Didampingi Kepala Disnakertrans Jatim Gentur Sanjoyo dan Kepala BLK Jatim Gatot Gunarso, ia mengemukakan hal itu di sela-sela meninjau sejumlah bengkel dan perumahan di kompleks BLK Provinsi Jatim di Menanggal, Surabaya. “Penghentian itu dilakukan untuk menyempurnakan pola rekrutmen, prosedur pemberangkatan, hingga pola perlindungan di negara tujuan, termasuk perlunya latihan silat agar mereka bisa

Muhaimin Iskandar

melawan,” katanya, tersenyum. Menurut menteri yang juga Ketua Umum DPP PKB itu, TKW yang mandiri selama ini umumnya karena mereka bisa melawan. “Ada juga yang pintar silat, tapi mereka mampu melawan karena mereka tahu apa yang bisa dilakukan di sana bila mengalami sesuatu yang merugikan dirinya,” katanya. Keponakan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menilai penghentian pengiriman TKW ke tiga nega-

ra itu akan menjadi bahan evaluasi dalam program 100 hari Menakertrans. “Di dalam negeri juga akan kita benahi, terutama banyaknya TKW di bawah umur yang dikirim ke negara orang, sehingga mereka menjadi lemah dalam banyak hal,” katanya. Ia mengaku ada kepala desa (kades) yang merasa terpaksa memanipulasi usia TKW di bawah umur, karena mereka ingin mendapatkan pekerjaan setelah lama menganggur. “Karena itu, kami akan melibatkan polisi, camat, dan kepala desa untuk mencegah hal itu, agar tidak semakin banyak korban,” katanya. Selain itu, katanya, pihaknya akan melakukan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar dapat mengurangi jumlah pengangguran yang selalu terpengaruh untuk bekerja ke luar negeri. Evaluasi outsourcing Dalam kesempatan itu, Mu-

Dalam Pilkada

Harus Dibuka Calon Independen JAKARTA - Wakil Ketua Panitia Perancang Undang-Undang Dewan Perwakilan Daerah (PPUU-DPD) Parlindungan Purba berpendapat, pemilihan kepala daerah kembali melalui DPRD harus membuka peluang kemunculan calon independen. Kepada pers di Jakarta pada Minggu, Parlindungan mengungkapkan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD memunyai banyak keuntungan jika dibandingkan dengan pemilihan langsung. “Pemilihan kepala daerah melalui DPRD itu perlahan-lahan juga bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada partai,” katanya. Harus diakui bahwa sekarang, kepercayaan masyarakat pada partai politik menurun tajam, katanya. Oleh karenanya, menurut wakil

rakyat asal Sumatera Utara itu, citra partai harus dihidupkan lagi dengan memberikan kepercayaan kepada perwakilan partai di DPRD dalam memilih kepala daerah. “Harus difahami bahwa tidak mungkin hidup berdemokrasi tanpa ada partai politik. Itu faktanya,” katanya menuturkan. Parlindungan mengharapkan kalangan partai semakin profesional dengan kepercayaan itu. Keuntungan lain ialah pemilihan kepala daerah melalui DPRD itu akan berdampak pada penghematan biaya negara untuk menggelar hajat demokrasi di daerah. “Biaya kerawanan sosial-politik juga bisa ditekan jika dibandingkan dengan pemilihan langsung,” katanya. Parlindungan menggambar-

kan bahwa di sejumlah daerah, masyarakatnya menjadi terpecah dan suasana keamanan menjadi kurang baik pada pasca-pemilihan kepala daerah. Namun demikian, ia menambahkan, model pemilihan kepala daerah oleh DPRD itu harus pula membuka peluang bagi kemunculan calon independen. “Calon independen itu sebagai penyeimbang sekaligus kontrol atas calon diajukan partai politik,” katanya. Pada bagian lain, Parlindungan menyatakan DPD saat ini belum membicarakan secara khusus wacana pemilihan kepala daerah dikembalikan lagi ke DPRD. “Masalah itu belum dibicarakan di DPD. Tapi, itu termasuk yang prioritas akan dibicarakan PPUU-DPD,” demikian Parlindungan Purba. (ant)

haimin juga menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem “outsourcing” (tenaga kerja kontrak) yang banyak dipersoalkan para buruh. “Outsourcing itu kebijakan yang merugikan, karena itu kami akan minta asosiasi pengusaha (Apindo) dan para buruh untuk melakukan konsolidasi tentang sistem itu,” katanya. Tidak hanya itu, katanya, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap kontrak kerja dan pesangon dengan meminta kesepakatan kaum pengusaha dan kaum buruh. “Usulan dari kaum buruh dan para pengusaha serta kesepakatan di antara mereka akan dijadikan bahan untuk mengubah UU Ketenagakerjaan 13/2003,” katanya. (ant)

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr Muhammad Syibli Sahabuddin menilai DPD tak mau mengikuti langkah Komisi III DPR yang melakukan rapat kerja dengan Kapolri yang akhirnya malah menjadi bahan tertawaan rakyat. “DPD tak mau mencontoh apa yang telah dilakukan Komisi III DPR. Masyarakat tak puas dan malah menjadi bahan tertawaan,” katanya setelah menjadi penceramah dalam Silaturahmi dan Halalbihalal Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) di Aula Departemen Hukum dan HAM, kemarin. Hadir pula sejumlah anggota DPD lainnya, Muhammad Asri Anas, Iskandar Muda Baharudin Lopa dan Hj Mulyana Isyam. Sementara anggota DPR yang hadir, Hendra S Singkarru (F-PAN) dan Salim Mengga (F-PD). Sebagai DPD, kata Syibli yang juga berasal dari Sulawesi Barat,

pihaknya menyesalkan Komisi III DPR yang cenderung membela Kepolisian daripada bersikap netral. Karena itu, langkah Komisi III DPR berlawanan dengan suara rakyat di bawah. “Yang ada di kalangan bawah itu merasa kecewa, jadi kita menyesalkan Komisi III DPR. Ini bertentangan dengan suara di bawah,” tambahnya. Yang jelas, Syibli malah mempertanyakan jangan-jangan rencana rapat dengan Jaksa Agung nanti, Komisi III DPR juga akan bersikap yang sama. “Wah, jangan-jangan sikap ini akan dipertahankan lagi dalam raker dengan Jaksa Agung,” katanya. Menyinggung soal “tumpulnya” Komisi III DPR, dan kemungkinan banyaknya Komisi III DPR yang “dibidik” KPK, Sibli tak mau mengomentari terlalu jauh. “Wah, kalau yang itu saya tak tahu, no comment-lah,” ujarnya. Anggota Komite III DPD ini menangkap banyak keanehan

dalam rapat tersebut. Padahal, seharusnya Komisi III memberikan catatan kritis kepada Polri sebagai pengejewantahan dari fungsi pengawasan kepada pemerintah. “Ini kayak jadi dagelan saja. Rapat Komisi III dengan Polri menjadi bahan tertawaan rakyat,” katanya. Syibli meminta kasus KPK melawan Polri tidak dipolitisasi karena bisa berakibat fatal. Menurut dia, Komisi III DPR tidak boleh dalam posisi “mengintervensi” apalagi melindungi salah satu institusi. Di tempat yang sama, Wakil Ketua Kelompok DPD di MPR, Muhammad Asri Anas juga mengaku kecewa dengan sikap Komisi III DPR yang terburuburu memberikan kesan pembelaan kepada Polri. Pihaknya menilai rapat kerja tersebut menjadi forum pembelaan bagi Kapolri. Padahal, kata dia, kasus KPK melawan Polri masih menggelinding. “Saya kecewa dan menyayangkan rapat tersebut.” (ant)

DPD Terima Rekomendasi TPF JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akan mendukung apa pun rekomendasi tim pencari fakta kasus Bibit-Chandra (Tim 8) untuk dilaksanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Apa pun rekomendasi tim itu harus kita dukung. DPD juga mendukung transparansi kerja Tim 8,” kata Parlindungan Purba, anggota DPD asal Sumatera Utara, kepada pers di Jakarta pada Minggu. Bagaimana pun, kata Parlindungan, yang juga Wakil Ketua Panitia Perancang UndangUndang DPD, Tim 8 merupakan benteng terakhir masyarakat untuk menegakkan

keadilan di Indonesia. Oleh karenanya, dalam kurun waktu satu minggu tersisa untuk bekerja, tambahnya, tim pimpinan Adnan Buyung Nasution tersebut harus menghasilkan rekomendasi betul-betul bermutu dan memihak rasa keadilan masyarakat. “Tim 8 itu ‘back-up’-nya langsung Presiden SBY. Oleh karenanya, saat Ini merupakan momentum bagi SBY untuk membenahi penegakkan hukum di negeri ini,” katanya merujuk pada sebutan populer Presiden Yudhoyono. Desakan agar presiden bertindak tegas dalam mem-

benahi jajaran penegak hukum di bawahnya itu, menurut Parlindungan, disuarakan berbagai lapisan masyarakat di daerah. Akar masalah carut-marut penegakkan hukum, khususnya dalam sengketa Polri-Komisi Pemberantasan Korupsi, katanya, sebenarnya ada pada tingkat atas lembaga Polri dan kejaksaan. Oleh karenanya pula, menjadi wajar apabila banyak suara menghendaki Presiden Yudhoyono segera mengganti Kapolri dan Jaksa Agung dengan sosok anti-korupsi serta lebih bersih, katanya. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Senin 9 November 2009

14 Desa Terima Program Pembinaan IPB

K ilas

GUNA meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Kabupaten Bogor, Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali melakukan program pendampingan, sekaligus pengembangan kewirausaahan bagi ratusan petani di sekitar kampus. Program dengan sasaran petani di 14 desa di wilayah Kabupaten Bogor ini merupakan program lanjututan dari program Jum’at keliling (Jumling) yang telah dilaksanakan pihak IPB sejak 2008.

Suluh Indonesia/bas

DIALOG - Diani Budiarto saat berdialog bersama para jamaah Masjid Nurul Huda, kemarin.

Masjid Nurul Huda Diresmikan WARGA Kampung Rambay RT02/06, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor boleh berbangga diri. Pasalnya, masjid Nurul Huda yang selama ini telah mereka idam-idamkan saat ini benarbenar terwujud. Bahkan kemarin Walikota Bogor, Diani Budiarto, secara khusus datang meresmikan masjid tersebut, sekaligus melakukan salat Subuh berjamaah di masjid Nurul Huda. Masjid ini dibangun di atas lahan wakaf selauas 520 meter persegi, dengan luas bangunan 250 meter persegi. Pembangunan masjid ini menelan dana sekitar Rp 305 juta. Dana sebanyak itu bersumber dari dana block grant sebesar Rp 40 juta, bantuan Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 15 juta dan swadaya masyarakat, terang Ketua Panitia Pembangunan Masjid, R. Syaefudin Gojali. (bas)

Empat Sungai di Bekasi Tercemar BEKASI - Empat sungai yang melintasi wilayah Kota Bekasi terkena pencemaran akibat pembuangan limbah industri tanpa melalui pengolahan memadai, sampah serta kotoran manusia yang menggunakan sungai untuk keperluan MCK. Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dudy Setyabudhi, di Bekasi, kemarin mengatakan, ada 16 parameter yang diuji untuk mengetahui tingkat pencemaran di kali yang melintasi Kota Bekasi dan keempatnya memiliki beberapa unsur yang melebihi ambang batas diperkenankan. Keempat sungai itu adalah Kali Bekasi, Kali Rawa Tembaga, Kali Cakung dan Kali Bancong. Pencemaran di induk sungai juga berdampak pada anak sungai seperti Kali Baru dan Sasak Jarang. Parameter yang diuji di antaranya kadar total suspension solid (TSS), biology oxygen demand (BOD), dissolved oxygen (DO), COD, Oksigen, lemak, Hg dan Fe. Pemerintah Kota Bekasi masih menyelidiki sumber pencemaran dengan menelusuri dari hilir ke hulunya. “Tingkat pencemaran untuk masing-masing parameter bervariasi dan dari hasil uji laboratorium ternyata pencemaran air bisa membahayakan biota air,” ujarnya. Aparat BPLH Kota Bekasi telah memberikan peringatan keras kepada dua perusahaan yaitu PT B dan PT D yang beroperasi di Bekasi Utara akibat membuang limbah secara serampangan. Keduanya minta waktu untuk memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dimilikinya. Satu perusahaan hampir selesai perbaikan IPAL-nya, dan satu lagi baru akan selesai akhir Desember mendatang. Ia mengatakan, pihaknya akan menggunakan undangundang (UU) tentang lingkungan hidup yang baru disahkan sebagai pengganti UU Nomor 32 Tahun 2009, sehingga sanksi berat seperti penutupan operasi pabrik bisa dilakukan apabila mereka masih membandel. “Seharusnya dalam dokumen Amdal, limbah yang dibuang ke media lingkungan tidak boleh melebihi ambang batas. Kedua perusahaan itu IPAL-nya tidak berfungsi optimal, sehingga terjadi pencemaran di Kali Bekasi Utara,” katanya. Akibat membuang limbah sembarangan, air di kali menjadi berwarna kehitaman, dan menimbulkan bau tidak sedap. Dudy meminta pengusaha untuk memperhatikan limbah yang dibuang ke media lingkungan, dan memastikan tidak ada lagi kandungan bahan berbahaya. Selain imbauan kepada pihak perusahaan, masyarakat pengguna air kali untuk keperluan MCK serta yang berumah di dekat sungai agar tidak membuang sampah kedalam sungai yang ikut memperparah pencemaran serta menyebabkan penyakit kulit, gatal-gatal dan diare. (ant)

“Jadi program pendampingan ini dilakukan berdasarkan pemetaan dan identifikasi, sesuai program Jumling IPB selama ini,” kata Wakil Kepala Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB, Dr.Ir. Prastowo, dalam

acara penutupan Dies Natalis IPB Ke-46, di Kebun Percobaan Cikarawang, Kampus IPB Darmaga, Kab.Bogor, kemarin. Sesuai hasil Jumling tahun lalu, LPPM IPB telah melakukan pemetaan sekaligus identifikasi

negeri sipil (PNS) sebanyak 10 persen. “Artinya angka pengangguran dari politeknik itu relatif sama dari tahun 2004-2008 sebannyak 300 orang per tahunnya. Kami siap bersaing dalam dunia pendidikan Indonesia,” papar Johny.

terhadap kebutuhan masingmasing petani di 14 desa di sekitar kampus IPB. Untuk itu dari hasil pemetaan biofisik melalui Citra Land Satelite, dan pemetaan sosial ekonomi yang sedang berjalan, maka LPPM IPB akan menerapkan 19 program untuk mensejahterakan mereka. Program terebut, meliputi program Pengembangan Budidaya Tanaman Jambu, Pengembangan Lembangan Keungan Mikro, Klinik Tanaman, Peningkatan Pengelolaan jaringan Irigasi, Pengembangan Indus-

tri Rumah Tangga, Pengembangan Agrowisata, Pengembangan Budidaya Padi Sehat/Organik, Teknik dan Menejemen Pembuatan kompos, Pelatihan Pedagan Makanan Jajanan, Perbaikan Kualitas Kesehatan Lingkungan, Teknik dan Menejemen Pembuatan Biogas, Pengembangan Posdaya, Pengembangan Ternak Kambing, dan Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar. “Yang pasti dari 14 desa minimal harus mendapatkan dua program dari kami, dan itu

akan kita sesuaikan dengan kebutuhan tiap petani di desa bersangkautan,” tegasnya. Untuk mensukseskan program itu, Prastowo mengaku, LPPM akan dibantu tiap Fakultas di lingkungan IPB. Para Dekan akan diberi tanggungjawab sebagai pengarah, sementara LPPM sebagai koordinator. “Tim pelaksanannya akan dikerjakan oleh Departemen atau pusat yang mandat keilmuannya sesuai dengan program yang akan diterapkan di desa,” pungkasnya. (bas)

Bercanda, Polisi Tembak Temannya CIKARANG - Seorang warga Desa Karangsetia, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), tertembak peluru milik aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Cikarang Utara di bagian paha. Akibat peristiwa tersebut, korban yang bernama Obon bin Oboy terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Annisa, Cikarang. Sementara pelaku bernama Brigadir Polisi Satu (Briptu) Bambang, selaku anggota Satuan Intel Polsek Cikarang Utara, langsung terlibat pasal pidana. Fauzi (31) selaku saksi mata, kemarin menceritakan, korban

bersama pelaku yang memiliki hubungan pertemanan sedang asyik bercanda bersama sekumpulan pemuda lainnya di Warung Jamu Fajar, Kampung Pulo Pisang, Desa Karangsetia, sekitar pukul 17.00 WIB. “Di tengah perbincangan itu, Bambang secara tiba-tiba menerima telepon dari seseorang lalu diejek oleh teman-temannya,” ujar Fauzi, seorang pedagang kelontong di sekitar kawasan tersebut. Menurut Fauzi, Obon yang menyaksikan Bambang tengah mengangkat telepon, secara spontan melontarkan candaan dengan nada meledek. “Awas, nanti saya adukan ke istrimu,” ujar

Fauzi sambil menirukan omongan Oboy. Mendengar komentar rekannya tersebut, Bambang pun membalasnya dengan menakutnakuti Oboy menggunakan pistol yang tengah dibawanya. Dalam kejadian tersebut, pistol Bambang yang sudah dikeluarkan dari sarungnya meledak mengeluarkan satu butir peluru yang secara tidak sengaja menembus paha kanan Obon. “Mungkin dikiranya pistol itu tak ada pelurunya, saya baru sadar ketika melihat Oboy terjatuh dan pahanya berdarah,” kata Fauzi. Akibat peristiwa itu, warga yang berada di sekitar lokasi melarikan korban ke Rumah Sakit Annisa,

Cikarang untuk mengeluarkan proyektil peluru dari pahanya melalui operasi kecil di ruang IGD. Secara terpisah Kapolrestro Bekasi Kabupaten, Kombes Harry Wibowo menepis adanya hubungan pertemanan antara anggotanya dengan sejumlah pemuda yang saat itu tengah bercanda di lokasi kejadian. “Saat kejadian, korban bersama temannya sedang minum-minum di Warung Jamu Fajar. Omongan mereka sudah tidak terkontrol. Setiap ada perempuan yang lewat, mereka goda,” katanya. Sampai anggotanya yang kebetulan melintas menegur mereka untuk tidak menggoda perem-

puan tersebut, tapi malah tidak didengar. Dikatakan Herry, Bambang yang mengira pistolnya kosong berusaha mengeluarkan senjata api dari sarungnya setelah tindakan persuasifnya diacuhkan. Namun, ternyata pistol itu berisi peluru dan melukai paha kanan Obon. “Atas kejadian itu, Bambang sudah dimintai keterangan petugas Unit Keamanan Negara, Polrestro Bekasi Kabupaten karena dia sudah lalai,” katanya. Padahal, , sudah ada nota dinas yang melarang anggota ringan tangan mengeluarkan senjata, meskipun hanya untuk menakut-nakuti. Ada sanksi internal, dan sanksi pidana. (ant)

Polisi Amankan

Pelaku Tawuran

Suluh Indonesia/ant

BURSA KERJA - Menakertrans Muhaimin Iskandar (kedua kanan) didampingi Rektor IPB Herry Suhardiyanto (kanan) berbincang dengan salah satu peserta bursa kerja dan Expo di IICC Bogor, Jabar, Sabtu kemarin.

Jalan Tembus Tuntas Tahun Ini DEPOK - Pemerintah Kota Depok segera menyelesaikan pembangunan jalan tembus Dewi Sartika menuju Arif Rahman Hakim (ARH) pada akhir 2009. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat, penyelesaian jalan tembus akan segera dilaksanakan,” kata Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismasil, di Depok, kemarin. Pembangunan jalan tembus yang sudah 50 persen dikerjakan tersebut terpaksa dihentikan karena lahan sepanjang 500 meter masih harus menunggu izin dari PT Kereta Api, yang mempunyai lahan tersebut. Menurut dia, pihaknya telah

menanyakan langsung ke Dirjen Perkeretaapian, Departemen Perhubungan (Dephub) mengenai izin pemakaian lahan untuk jalan tembus tersebut. Nur mengatakan mereka akan mengirimkan surat ke Departemen Keuangan terlebih dahulu untuk mendapatkan izin hak guna pakai lahan tersebut. “Mudahmudahan tak lama lagi izin keluar sehingga pembangunan bisa dilanjutkan,” harapnya. Pembangunan jalan tembus tersebut untuk mengurangi beban volume kendaraan di terminal Margonda Kota Depok, dan kemacetan di sekitar termi-

Pendidikan Politeknik Jangan Dianaktirikan DEPOK - Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Johny Wahyuadi minta kepada pemerintah untuk tak memperlakukan politeknik sebagai anak tiri. Pasalnya, dalam berbagai acara baik formal maupun non formal, pendidikan politeknik jarang disebutkan dalam urutan ucapan sambutan. Padahal jalur pendidikan politeknik menyumbang tenaga kerja yang siap pakai. Demikian dikatakan Johny ditemui usai acara wisuda mahasiswa PNJ di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Sabtu kemarin. “Kami bukan penyumbang pengangguran setiap tahun. Tetapi mengapa seolah kami ini dianaktirikan,” ungkapnya kepada wartawan. Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan perhatian yang sama dengan pendidikan perguruan tinggi. Mahasiswa lulusan politeknik dibekali keahlian sehingga menjadi tenaga siap pakai. Dari 100 persen lulusan politehnik, sebanyak 70 persen diantaranya terserap di berbagai perusahaan dan instansi. Sedangkan yang membuka wirausaha sebanyak 10 persen. Ada pula lulusan yang menjadi pegawai

4

Anggaran sebesar Rp 500 juta per tahun yang diberikan pemerintah dinilai Johny masih kurang. Di lembaga pendidikan yang dipimpinnya, tidak ada istilah mahsiswa drop out dengan alasan materi. PNJ, papar Johny akan

membantu memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi. “Kami tidak ingin ada mahasiwa yang drop out karena terbentur masalah uang. Kalaupun ada yang drop out itu karena masalah disiplin,” tegas Johny. (rin)

nal tersebut. Jumlah kendaraan yang melewati ruas Jalan Raya Margonda yang mencapai 7.000 kendaraan per hari. Sedikitnya sebanyak 1.400 angkutan kota yang melintas dari arah barat Kota Depok menuju Jalan Raya Margonda. Jika satu Angkot saja berputar hingga lima kali, maka dipastikan volume angkot yang melintas sebanyak 7.000 unit. Untuk itu diharapkan dengan adanya jalan tembus, maka volumenya akan berkurang hingga 50 persen. “Jalan tembus tersebut khusus untuk angkot dan mobil barang,” katanya. (ant)

CIKARANG - Kepolisian Sektor (Polsek) Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mengamankan 13 pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang diduga terlibat tawuran. Kanit Patroli Polsek Cibitung, IPDA Suparjo mengatakan, belasan pelajar tersebut diamankan petugas sekitar pukul 15.00 WIB, saat tengah bergerombol di Kawasan Industri Gobel, Jalan Teuku Umar, Cibitung. “Saat itu petugas patroli kami melihat puluhan pelajar yang sedang bergerombol. Sebagian besar pelajar melarikan diri saat melihat petugas sambil membuang sejumlah senjata yang akan digunakan untuk tawuran. Sementara 13 orang diantaranya berhasil diamankan,” katanya. Dalam peristiwa tersebut, petugas mendapatkan sejumlah barang bukti yang diduga kuat akan digunakan sebagai alat membela diri saat terjadi tawuran. Upaya pembubaran pelajar tersebut juga dibantu Satuan Petugas Keamanan (Satpam) di wilayah setempat. “Kami mendapatkan barang bukti berupa tujuh buah gear motor yang diikat dibagian ujung sabuk yang sedianya digunakan untuk melukai korban saat terjadi tawuran,” ujarnya. Dikatakan Suparjo, pihaknya mengambil langkah persuasif terhadap belasan pela-

jar yang diamankan di Mapolsek Cibitung. “Upaya yang kami lakukan adalah memberikan arahan terhadap bahaya tawuran kepada pelajar, selanjutnya kami memanggil orang tuanya untuk mengisi keterangan, lalu mempersilakan mereka kembali pulang,” kata Suparjo. Suparjo menambahkan, pihaknya telah memetakan tiga lokasi di wilayah Cibitung yang rawan terhadap aksi tawuran antar pelajar. “Yakni, didepan Hotel Perdana, kawasan Ramayana, dan sekitar Asrama Brigif Cibitung,” katanya. Sementara itu, Yuki (16) pelajar SMK Tarumajaya, Karawang, mengaku tidak memiliki niat untuk tawuran. Ia bersama dua rekannya membawa senjata tersebut untuk melindungi diri dari ancaman musuh yang sewaktu-waktu dapat menyerangnya kapan saja. “Saya membawa senjata hanya untuk melindungi diri dari musuh. Saya tidak berniat tawuran,” katanya. Sementara itu, Sihabudin (16), mengaku terkejut dengan peristiwa penangkapan tersebut. “Saya sedang istirahat di warung. Saya ke Cibitung tujuannya untuk mencari kesempatan magang di perusahaan, tapi malah ditangkap polisi, padahal bawa senjata pun tidak,” ujar siswa SMK Nusantara, Cibitung itu. (ant)


pini

Suluh Indonesia, Senin 9 November 2009

F OKUS Kisruh KPK Vs Polri, Hambat Perekonomian I TENGAH hiruk-pikuk perseteruan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Polri dan Kejaksaan Agung, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar jumpa pers tentang rencana program kerja 100 hari. Di antara programnya itu adalah memberantas mafia hukum seperti yang pernah dijanjikan saat kampanye dulu. ‘’Perang saudara’’ antarsesama aparat penegak hukum seperti yang dipertontonkan ini hanya akan memberi napas para koruptor untuk bangkit dan menyusun kekuatan kembali. Apabila semua komponen aparat penegak hukum tidak kunjung bekerja sama dan bersatu padu memberantas korupsi, para koruptor bernapas lega. Para koruptor hanya takut apabila semua komponen bersatu padu memberantas korupsi. Pemberantasan korupsi masih jauh dari harapan masyarakat. Setelah terkuaknya rekaman di Mahkamah Konstitusi (MK), masyarakat semakin yakin praktik jual-beli perkara yang melibatkan oknum penegak hukum masih terjadi. Prestasi sebagai negara terkorup tak juga turun-turun. Yang turun malah prestasi olahraganya. Pejabat di Indonesia sepertinya sudah merasa lepas tanggung jawabnya ketika sudah menyatakan sikapnya bahwa korupsi harus diberantas lengkap dengan formulanya mulai A-Z. Usai bicara itu, hidupnya bergelimang kembali dengan harta hasil korupsi. Seringkali omongan dan perbuatan tidak sejalan. Demikian pula optimisme yang menyertai pemerintahan baru juga ikut terpengaruh secara negatif. Kepemimpinan dan tanggung jawab pihak yang terlibat diuji. Juga diuji kepemimpinan pemerintahan baru. Karena itulah, rakyat Indonesia ingin melihat SBY tak hanya retorika belaka dalam memberantas mafia hukum. Dalam memberantas korupsi yang diduga melibatkan oknum pejabat negara, SBY tidak perlu ragu dan menunggu proses hukumnya selesai. Siapa pun tahu, praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi. Tetapi perlu diingat, membiarkan korupsi berlarut-larut akan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa. Akan terjadi krisis kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya. Lebih tragis lagi, perekonomian akan terkoyak, daya saing rendah dan kemiskinan akan bertambah. Dalam keadaan genting seperti ini, sejak tahun 2001, MPR memberi dua ketetapan, Tap No. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa dan Tap No. VIII/MPR/2001 tentang Arah dan Rekomendasi Pemberantasan KKN. Tap No. VI/MPR/2001 mengatur pejabat publik yang terlibat kasus hukum, membuat kebijakan yang meresahkan atau mendapat sorotan publik, harus mau mengundurkan diri (dan dapat dimundurkan) tanpa harus dibuktikan lebih dulu di pengadilan. Tap MPR No. VIII/2001 menegaskan pejabat yang terlibat kasus hukum dapat dibebaskan dari jabatannya meski belum diputus pengadilan. Ini memang terkait fatsun politik dan etika kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan hanya formalitas kepastian hukum. Seperti yang pernah diungkapkan Ketua MK Mahfud MD, dengan Tap MPR ini, presiden dapat menindak pejabat yang ‘’menurut logika umum’’ sudah cacat dan korup tak perlu menunggu ‘’pengakuan’’ atau ‘’putusan pengadilan’’. Meski sudah ada oknum pejabat yang disebutsebut dalam rekaman di MK mundur, persoalannya tak cukup sampai di situ. Rakyat ingin melihat proses hukum selanjutnya terhadap oknum pejabat ini. Ini untuk memberikan efek jera bagi pejabat lainnya. Dengan demikian akan tercipta pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Korupsi di Indonesia bagai ketiak ular. Panjang berlanjut, tidak putus-putusnya. Maka diperlukan tindakan nyata yakni penggal itu ketiaknya. Bikin putus bukan dengan omongan dan retorika, tetapi dengan tindakan nyata di depan hukum. Selama ini, pemberantasan korupsi terlalu lemah sehingga merusak citra hukum dan rasa keadilan. Masyarakat sangat mengharapkan duet SBY-Boediono dapat menggencarkan pemberantasan korupsi, mulai dari tingkatan bawah sampai tingkatan atas. Masalahnya, hancurnya perekonomian Indonesia, meningkatnya jumlah pengangguran, sulitnya lapangan kerja, banyak disebabkan maraknya kasus korupsi. ***

D

S URAT ANDA Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/ SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Diperlukan Empati Pejabat RENCANA kenaikan gaji para pejabat kini menjadi isu hangat. Pro dan kontra terus bergulir di media. Bagi rakyat kebanyakan, rencana kenaikan itu tentu menyakitkan. Sebab, apa yang dibayangkan adalah beban hidup karena beberapa kebutuhan pokok naik, yang salah satunya disebabkan oleh kenaikan elpiji. Jadi, ini seperti pukulan telak dua kali buat rakyat. Belum lagi kekhawatiran soal harga BBM di tahun depan yang entah bagaimana perkembangannya karena harga minyak mentah dunia yang terus bergejolak. Kalau sampai keputusan pahit yang diambil, seperti kenaikan harga BMM rakyat lagi-lagi merasa tak mendapatkan perlakuan adil. Sementara, para pejabat itu boleh jadi baru saja menduduki posisi itu belum lama. Pertanyaan yang menggelitik, apa pantas ker-

ja belum terlihat hasilnya tapi gaji sudah dinaikkan. Sementara rakyat yang non-PNS apakah mereka mendapatkan penyesuaian pendapatan? Belum tentu karena kondisi perekonomian yang belum benar-benar pulih. Untuk itu, saya berharap agar rencana kenaikan itu kaji kembali, paling tidak sampai rakyat benarbenar diyakinkan bahwa para pejabat itu telah bekerja dengan benar. Jangan lagi dipakai asumsi gaji rendah memancing korupsi. Jabatan adalah amanah, maka ketika kita dipercayakan padanya harus dilaksanakan dengan ikhlas. Pamrih akan tugas bisa berujung kekecewaan dan memancing tindakan tak bermoral. Tentu bukan itu yang diharapkan, bukan? Wawan Suprayogi Jati Mulya, Bekasi

S UARA ANDA KOLOM ini khusus untuk pembaca yang ingin menyampaikan, kritik, saran dan komentar singkat mengenai berbagai persoalan pada para pejabat Pemerintahan, mulai dari Lurah, Camat hingga Presiden. Kirim pesan singkat Anda secara padat dan jelas, tanpa menyinggung perasaan orang lain. Setiap pesan akan diedit. Cara pengiriman SMS dengan format: BJ <spasi> pesan, lalu kirim ke 3499. (biaya Rp2000/SMS). Contoh : BJ Jakarta harus cari gubernur yang mampu menanggulangi banjir.

Bang D

el

Antasari tak yakin pimpinan KPK terima suap

Sudah terlambat bung ...

5

Tiga Pilar Pemberantasan Korupsi GELOMBANG dukungan terhadap dua pimpinan nonaktif KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah, terus mengalir. Yang menarik, alumnus Akpol pun turut memberikan dukungan serupa (Bali Post, 3 November 2009). Bahkan, dukungan juga datang dari dunia maya. Hal tersebut tampak dari terus melajunya dukungan para facebooker. Kini angkanya sudah melampaui satu juta facebookers yang menyatakan bahwa konflik KPK dan Polri sebenarnya merupakan sebuah upaya pemberantasan KPK. Hal tersebut sangat mungkin mengingat saking banyaknya koruptor di negeri ini. Apalagi terdapat indikasi bahwa kepolisian dan kejaksaan adalah lembaga terkorup di Indonesia. Bahkan boleh dibilang, negeri ini adalah negeri kaum tikus. Untuk itu, ke depan diperlukan langkah-langkah yang lebih strategis dan kongkret guna tidak terus terperosoknya bangsa ini ke jurang kehancuran, karena ulah para koruptor. Setidaknya, menggunakan tiga pilar yaitu memberlakukan kurikulum antikorupsi, pengadilan sosial dan optimalkan pemanfaatan teknologi informasi. Kurikulum Antikorupsi Kebijakan pemerintah untuk memerangi korupsi dengan memberlakukan kurikulum antikorupsi pada jenjang pendidikan dasar dan menengah harus segera diberlakukan. Kurikulum antikorupsi tersebut harus diintegrasikan pada mata pelajaran agama, PPKN dan bahasa Indonesia. Dengan mengimplementasikan kurikulum ini akan dapat membentuk generasi baru yang memiliki budaya antikorupsi, yang alergi terhadap berbagai bentuk perilaku menyimpang, yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Apalagi fenomena perilaku menyimpang tersebut boleh dibilang kini telah cukup membudaya. Entah siapa yang memulainya. Bahkan sejak otonomi daerah, korupsi pun turut diotonomikan. Kemudian merambat ke gedung legislatif daerah. Salah satunya, terjadinya korupsi kolektif yang dilakukan oleh oknum wakil rakyat, baik di pusat maupun di daerah. Namun muncul sebuah pertanyaan, efektifkah pemberantasan korupsi hanya dengan menerapkan kurikulum antikorupsi tersebut? Melihat begitu telah memtradisinya perilaku menyimpang tersebut, maka sangat pasti kurikulum antikorupsi hanyalah salah satu pilar di antara tiga pilar pemberantasan korupsi. Dua pilar lainnya yang harus dilakukan adalah pengadilan sosial

Oleh : Pudjo Sugito* dan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi. Pengadilan Sosial Kini pemberantasan korupsi tak cukup dilakukan hanya dengan pengadilan formal. Pasalnya, keputusan pengadilan sama sekali tidak memberikan efek jera pada para pelakunya. Indikasinya, tampak dari makin maraknya korupsi di daerah ini. Dari tahun ke tahun terus bermunculan koruptor debutan

tampil pada berbagai kegiatan publik di berbagai daerah, tentu dapat menjadi terapi alternatif dalam memberantas kejahatan korupsi. Bahkan sekaligus akan dapat mencegah kemungkinan bermunculannya koruptor-koruptor baru di daerah ini. Dukungan media massa sangat mutlak guna berhasilnya pelaksanaan pengadilan sosial ini. Caranya dengan terus menyoroti dan menampung semua suara publik dan terus

baru dan baru terdeteksi setelah sekian banyak uang rakyat diembat. Untuk itu diperlukan langkah alternatif dengan mengupayakan sebuah pengadilan sosial. Format sistem peradilan ini dapat dilakukan dengan mengadili dan menghukum para koruptor sebagaimana menghukum dan mencekal beberapa artis yang kerap tampil seronok dengan melarangnya tampil di berbagai daerah. Dengan melakukan pencekalan kepada para oknum elite pemerintah korup untuk

mengulasnya. Misalnya dengan terus menyediakan ruang pendapat publik yang dikirim via SMS/e-mail, yang mengadili sepak terjang perilaku koruptor di daerah ini. Dengan demikian, para koruptor akan terus dalam posisi pesakitan pada sebuah pengadilan sosial yang relatif murah tetapi ampuh. Sangat mungkin dengan cara ini para koruptor akan kehilangan muka dan dapat menjadi terapi cespleng, sekaligus dapat mereduksi kemungkinan munculnya koruptor pendatang baru. Kemudian, untuk menjadikan

vonis pengadilan sosial lebih efektif, maka semua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), akademisi dan tokoh-tokoh organisasi sosial lainnya harus berada pada garda paling depan dalam memelopori pelaksanaan pengadilan sosial ini. Dengan demikian, akan terdapat secercah harapan terbebasnya daerah ini dari kejahatan korupsi yang lebih parah. Optimalkan TI Pada sisi lain, perang melawan koruptor dapat dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI) modern. Pasalnya, implementasi teknologi informasi tersebut dalam tata kelola dan menejemen pemerintahan dapat menjadi satu-satunya alat transparansi yang cukup akuntabel. Sebagai langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan menyempurnakan sistem informasi dan tata kelola manajemen pemerintahan, baik di lingkungan eksekutif pemerintahan, di lembaga legislatif dan juga di lembaga-lembaga pemerintah daerah lainnya. Caranya, dengan menerapkan sistem informasi manajemen pemerintahan yang berbasis teknologi informasi modern, yang selama ini masih setengah-setengah. Dengan solusi ini maka semua aliran dana, utamanya uang rakyat akan mengalir secara transparan dan dapat terlihat oleh publik. Tentunya, aplikasi sistem dan tata kelola pemerintahan tersebut harus dilakukan secara on line. Maknanya, teknologi komputer yang selama ini hanya digunakan sebagai mesin ketik harus difungsikan lebih optimal menjadi perangkat kerja yang benar-benar dapat memudahkan pekerjaan daerah dan dapat mengintegrasikan semua kegiatan pemerintah daerah yang selama ini terkadang tumpang tindih tak karuan, yang berakibat pada pemborosan anggaran. Apalagi salah satu modus tindak pidana korupsi selama ini dipicu oleh terdapatnya sela-sela kelemahan sistem pemerintahan yang masih konvensional. Tentu dengan cara ini, kebocoran anggaran akan dapat dicegah. Selanjutnya, dana-dana APBD pun akan mengucur lebih cepat dan relatif utuh pada rakyat. Namun, semua itu sangat tergantung pada komitmen elite daerah dan dukungan luas dari masyarakat. *Penulis, alumnus Charles Sturt University, NSW, Australia

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

DEBAT P EMBACA

Jatuhnya Wibawa Hukum RAKYAT Indonesia disuguhi dagelan yang sungguh menggelikan dan mencengangkan. Sebuah rekaman berdurasi tak kurang 3,5 jam secara telanjang membeberkan bagaimana seseorang bisa mempengaruhi sebuah institusi penegakan hukum di Indonesia. Barangkali tak salah jika memang saat ini masyarakat Indonesia pada titik terendah dalam hal kepercayaan terhadap institusi Kejaksaan dan Kepolisian. Bisa saja apa yang diperdengarkan itu hanya sebuah fenomena kecil terhadap apa yang sering terjadi di lingkup penegakan hukum. Masyarakat selama ini mungkin sebatas mendugaduga atau merasakan tetapi tak berani mengungkapkan tentang kebobrokan dua institusi penegak hukum itu. Meski sesungguhnya ini bukan kali pertama. Sebelumnya kita juga telah diberikan fakta mengejutkan tentang terlibatnya seorang jaksa terhadap perkara korupsi besar. Yang membuat malu dan

wibawa hukum begitu jatuh karena para pejabat ada yang mudah disetir untuk melakukan sebuah kejahatan. Kita mungkin bisa menganggap “wajar” terhadap seseorang yang terjepit dan ingin bebas dari tuduhan melalui uangnya yang belimpah. Dalam kondisi panik seperti ini kekuatan uang menjadi panglima. Karena itulah, mereka dengan mudah mengatur skenario sesuai keinginan mereka agar tujuannya tercapai. Yang membuat kita semua gelisah mungkin bukan pada si penyogok, tetapi sikap mental pejabat itu yang mau-maunya diatur. Tentu saja semuanya bermura pada urusan uang. Dengan tawaran uang yang tak sedikit mata para pejabat itu menjadi silau. Kebenaran menjadi tertutup oleh gemerlap uang yang ditawarkan para penjaja kasus. Sungguh prihatin kita memiliki mental penegak hukum yang seperti ini. Rakyat bersyukur karena sikap tegas Mahkamah Konstitusi yang memutuskan untuk

memperdengarkan rekaman percakapan ini di depan publik. Ini sekaligus sebagai kontrol langsung masyarakat terhadap para penegak hukum. Rakyat seperti dibukakan mata, tentang apa yang sesungguhnya terjadi dan tak lagi menduga-duga, meski kita semua mengetahui proses hukum terhadap ketua KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah ini masih berlangsung. Barangkali yang kini benarbenar ditunggu adalah bagaimaan kelanjutakn setelah semua fakta ini diperdengarkan pada publik. Kita ingin mengetahui apa tindakan yang akan dilakukan terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam rekaman tersebut. Jangan sampai kasus ini dikantung lama dan akhirnya tertelan oleh isu lain dan kasus lain. Media harus terus berperan mendorong penyelesaian masalah ini. Apa yang terjadi ini tak lepas dari sebuah scenario besar melemahkan KPK. Rakyat terlanjur menggantungkan keper-

cayaan terhadap KPK, karena itu harus disokong penuh oleh masyarakat. Yang pula harus diwaspadai adalah pengalihan isu terhadap masalah ini. Jangan sampai masyarakat dan media terkecoh terhadap kasus-kasus lain. Dan hal ini seringkali terjadi. Elemen masyarakat harus menjaga stamina agar tetap fokus penuntasan kasus ini. Kita tentu tak ingin pula Kepolisian atau Kejaksaan hancur kredibilitasnya karena segelintir orang. Keberadaan keduanya sangat diperlukan dan mutlak keberadaannya. Rakyat tentu mencintai dua institusi penegak hukum itu, dan karenanya harus dilindungi dari tangan-tangan kotor pihak-pihak yang ingin merusaknya. Inilah saat yang tepat untuk mereformasi ulang dan membersihkan orang-orang yang dianggap telah mencemarkan dua lembaga penegak hukum yang kita cintai itu. M Supriadi Kemayoran, Jakarta Pusat

Suluh Indonesia menerima tulisan Anda untuk dimuat di rubrik Debat Pembaca di halaman ini. Panjang tulisan maksimal 4.000 karakter. Tulisan akan diedit. Sertai dengan foto terbaru anda. Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 9 November 2009

Persitara Keok di Kandang

Pertandingan DisiarkanTV

Persijap Jepara Rugi Rp1 Miliar SEMARANG - Persijap Jepara mengalami kerugian Rp1 miliar dari hasil penjualan tiket jika pertandingan di kandang sendiri pada Kompetisi Liga Super disiarkan secara langsung oleh televisi. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persijap Jepara, Sutedjo, kemarin, mengatakan, kerugian tersebut dengan asumsi bahwa setiap pertandingan di kandang sendiri mengalami kerugian materi Rp 200 juta. Ia mengatakan, dirinya sudah mengajukan keringanan kepada Badan Liga Indonesia (BLI) agar jatah siaran langsung saat main di kandang sendiri bisa dikurangi karena pemasukan dari hasil penjualan tiket ini merupakan “jiwa” atau “rohnya” Persijap. “Saya sudah bertemu BLI di Jakarta dan akhirnya kita mendapat kompensasi pengurangan satu pertandingan selama putaran pertama ini,” katanya menegaskan. Ia menyebutkan, selama putaran pertama ini timnya mendapat jatah siaran langsung enam kali dari sembilan kali pertandingan di kandang sendiri, akhirnya mendapat keringanan sekali saat menjamu Persik Kediri 2 Januari 1010. Kalau saat menjamu Arema Malang , 12 Desember 2009 dan menjamu Persebaya Surabaya, 30 Desember 2009, kata dia, memang tidak bisa karena dua pertandingan itu merupakan satu-satunya pertandingan yang ada pada hari itu. Tetapi, kata dia, Persijap Jepara mendapat kompensasi berupa pemasangan iklan dari BLI dan untuk sekali pertandingan timnya mendapat kompensasi Rp 100 juta dari BLI sehingga untuk dua pertandingan timnya mendapat Rp 200 juta. Ia mengatakan, saat pertandingan di kandang sendiri dan disiarkan secara langsung oleh televisi pendapatan tertinggi diraih saat timnya menjamu Persisam Samarinda, Minggu dua pekan lalu yang mencapai Rp 90 juta. Tingginya pendapatan tersebut dibandingkan pendapatan pada pertandingan sebelumnya, kata dia, bukan karena Persisam diperkuat pemain bintang tetapi penonton ingin menyaksikan pemain bintangnya, Phaytoon Tiabma yang baru dua kali membela Persijap. Ia menyebutkan, saat menjamu Bontang FC memang pemain asal Thailand ini diturunkan oleh pelatih Junaidi tetapi tidak penuh, dan baru saat menjamu Persisiam dimainkan penuh selama 2x45 menit. Di samping itu, kata dia, pertandingan yang disiarkan langsung itu juga mengurangi dukungan penonton. “Kita berharap dengan kehadiran penonton maka dukungan terhadap tim semakin besar terutama untuk meningkatkan mental bertanding pemain,” katanya. (ant)

JAKARTA - Bermain di kandang sendiri pada laga lanjutan Liga Super, di Stadion Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Persitara, kemarin, kurang beruntung. Persitara keok 1-2 atas Persema Malang Kekalahan ini juga semakin menenggelamkan posisi Persitara di dasar klasemen. Sebaliknya kemenangan ini semakin memperkokoh Persema di puncak klasemen. Dalam pertandingan yang disiarkan langsung Antv itu, pada 45 menit Persema tampil lebih rapi dan taktis dibanding tim tuan rumah. Serangan-serangan

Rita Subowo

Tiga medali emas Lainnya dihasilkand dari cabang pencak Silat, melalui Sodik di kelas D putra, Mulyono kelas F putra dan Anissa Pangestina kelas C putri. Pada AIG III ini, Cina tampil sebagai pengumpul medali terbanyak 48 emas 25 perak dan 19 perunggu. Posisi kedua tuan rumah Vietnam 42 emas 30 per-

yang dilakukan tim asuhan Subangkit ini juga lebih mengalir dan terskema dengan baik. Dan hanya dalam tempo delapan menit pertandingan berjalan Laskar Ken Arok sudah menghentakkan tuan rumah dengan gol yang dibuat legium asingnya Seme Pierre Patrick melalui sundulan. Sundulan Seme in tak diduga kiper Persitara, Wawan Dermawan dan hanya terperangah melihat si kulit bundar sudah merobek gawangnya. Kecolongan satu gol ini memaksa Persitara yang dalam dua pertandingan sebelumnya juga berakhir dengan kekalah-

an untuk bangkit menekan. Tim yang dimanejeri, Gendhar ini mulai berani melancarkan serangan. Serangan gencar mereka pun nyaris membuahkan hasil ketika pada menit ke-26 sundulan Prince Kabir Bello gagal dihalau kiper I Komang Putra. Untung bagi Persema, masih ada Zaenal Ichwan yang bisa menghalau bola sebelum melewati garis gawang. Dan hingga 45 menit pertama selesai, skor tetap 1-0 buat keunggulan Persema. Pada babak kedua, Persitara kembali dengan permainan menyerang apalagi mereka mema-

sukkan pemain Boy Jati Asmara. Namun kehadiran Boy belum begitu berpengaruh bagi tim. Gawang Persitara justru kembali jebol di menit 51 berkat kejelian Robby Gaspar membaca posisi kiper Persitara Wawan Dermawan. Lewat tendangan kaki kiri sepuluh meter dari luar kotak penalti, Gaspar memperbesar keunggulan Persema menjadi 2-0. Dalam posisi ketinggalan dua gol, Persitara tak punya pilihan lain dan tampil lebih agresif. Praktis mereka tinggal menyisakan tiga pemain di belakang. Persitara akhirnya mendapatkan gol hiburan di menit 70.

Akselerasi Prince Kabir Bello berhasil melewati Seme Pattrick dan kemudian mengecoh kiper Komang. Dan gol ini adalah gol pertama Persitara di kompetisi musim ini. Persema sebenarnya punya peluang untuk memperbesar keunggulan andai saja M. Kamri tidak terlalu egois memainkan bola di mulut gawang lawan yang sudah kosong. Namun Kamri malah memilih untuk menahan bola sebelum menendang yang menyebabkan Wawan akhirnya bisa menghalaunya. Kedudukan 2-1 untuk Persema ini bertahan hingga pertandingan usai. (oli)

Lavinia Tananta Juarai Kuching Open JAKARTA - Petenis putri Indonesia Lavinia Tananta (22) berhasil menjuarai Turnamen Tenis ITF Kuching Open setelah di final menundukkan rekannya Jessy Rompies 6-1, 7-5, kemarin. Lavinia yang dalam turnamen ini menempati unggulan pertama sempat mendapat perlawanan yang cukup menyulitkan dari Jessy yang menempati unggulan kedua pada turnamen berhadiah total 10.000 dolar AS itu. Seperti dikutip dari situs ITF, sebelumnya pada Sabtu lalu Lavinia yang berpasangan dengan Romana Tedjakusuma juga meraih gelar juara di ganda dengan menundukkan unggulan keempat Han Na Lae/ Kang (Korsel) 6-2, 7-5. Petenis kelahiran Semarang 3 November 1987 ini mulai bermain tenis sejak usia tujuh tahun. Lavinia yang di ITF menempati peringkat 388 dunia menjadikan kedua gelar tersebut sebagai kado teristimewa pada hari ulang tahunnya. Pada tahun ini Lavinia sudah mencatat kemenangan 28 kali dalam karirnya di tunggal, se-

Hasil AIG Lampaui Target JAKARTA - Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengatakan, hasil yang diperoleh Indonesia di Asian Indoor Games (AIG) III, di Hanoi, Vietnam yang berakhir Minggu (8/ 11) kemarin sungguh menggembirakan karena melampaui target. “Ini pencapapian yang sangat luar biasa karena di tengah-tengah keterbatasan dana ternyata kontingen kita mampu memperlihatkan hasil maksimal di AIG III,” kata Rita, kemarin. Rita kemudian mengajak semua komponen olahraga nasional mensyukuri hasil yang memuaskan di AIG III ini. Di pesta olahraga dalam ruangan antar bangsa se-Asia ini, Indonesia meraih 6 medali emas 3 perak dan 14 perunggu. “Pada AIG sebelumnya di Makao 2007 kita hanya meraih 2 medali emas dan 4 perunggu berada di posisi kelima belas . Kali ini dengan 6 emas 3 perak 14 perunggu berada di posisi kesembilan sungguh membanggakan,” ungkap Rita. Rita Subowo mengakui, keiktsertaan Indonesia pada AIG III, sejak awal terkendala keterbatasan dana. Bahkan ada sejumlah cabang seperti Vovinam, Fin Swimming hampir sepenuhnya dibiayai oleh masing-masing induk organiasi. Kendati tidak dibiayai penuh, kata Rita Subowo, mereka tetap tampil maksimal dan hasilnya pun patut dibanggakan. Kedepan, menurut dia, dengan adanya Sinergisitas KONI dan Pemerintah diharapkan prestasi Indonesia dapat lebih baik lagi. “Tahun depan ada Olimpiade Remaja,kemudian Asian Games XVI di Guangzhou, Cina.Untuk itu KONI akan lebih bersinergi tidak saja dengan pemerintah pusat juga dengan Stakeholder termasuk juga KONI Propinsi,” ujar Wakil Presiden OCA (Komite Olimpiade Asia) itu. Ke-enam medali emas Indonesia di AIG III tersebut masing– masing dari cabang Fin Swimming atas nama Margaretha Herawaty, Vovinam di nomor men single performance atas nama Putu Yudi Surya Pratama, womens double performance atas nama Ayu kadek Puspita Sari, Dwi Ayu Komang Ariani dan Ni Dyah Purnama Sari.

6

ak dan 22 perunggu kemudian diikuti Kazhakstan di posisi ketiga dengan 21 emas 16 perak dan 21 perunggu. Kontingen Indonesia dijadwalkan siang ini tiba kembali di tanah air dan akan disambut Ketua Sport Development Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Joko Pramono. (oli)

dangkan di ganda 29 kali. Namun dalam karirnya di level tour baru dua kali menjuarai turnamen internasional dan sekali di ganda. Prestasi puncak yang pernah diraih di kancah nasional adalah menjuarai Seri Master Garuda Indonesia Tennis Master pada Desember 2008 setelah di final menundukkan kompatriotnya Ayu Fani Damayanti. Selain menjadi anggota Timnas Fed Cup Indonesia, Lavinia pernah menjuarai turnamen dengan level 10.000 dolar AS di Manila Open Filipina 2008 dan Jakarta Open 2006. Dalam karir di ganda turnamen internasional ia pernah lima kali juara yakni di Tanjung Selor berhadiah total 25.000 dolar AS pada tahun 2009 saat berpasangan dengan Ayu Fani Damayanti. Di ajang hadiah total 10.000 dolar AS berpasangan dengan Jessy Rompies tampil juara di Manila Open pada 2008 dan tahun yang sama menjuarai Balikpapan Open berpasangan dengan Sandy Gumulya. Pada 2007 saat berpasangan dengan Vivien Silfany-Tony ia

Lavinia Tananta

menjuarai Tarakan Open 10.000 dolar AS. Sedangkan pada 2006 ia menjuarai turnamen kelas

yang sama Muzaffarnagar India saat berpasangan dengan Wei-Ping Lee asal China.

Selama karirnya sejak terjun di tenis pro Lavinia sudah mengantongi 28.902 dolar AS. (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 9 November 2009

7

Tennis Commonwealth Bank

Rezai Juara BALI - Petenis Prancis Aravane Rezai meraih gelar keduanya sepanjang karir setelah meraih kemenangan atas rekan senegaranya, Marion Bartoli, pada final Commonwealth Bank Tournament of Champions di Bali, kemarin. Di hadapan penonton, yang memadati Bali International Convention Center, Nusa Dua, itu, Aravane meraih kemenangan ketika lawannya, peringkat 12 dunia, Marion, tidak melanjutkan pertandingan akibat cedera otot paha kiri. Aravane melakukan “break” pada “game” ke-10 untuk menyamakan kedudukan menjadi 5-5 saat pukulan Marion menyangkut di net, setelah kehilangan servis pada “game” kelima, yang membuat Marion memimpin 3-2. Ia kemudian mempertahankan servisnya untuk memimpin 6-5 dan dua kesalahan Marion serta satu “winner”, yang dihasilkannya, membuat ia memimpin 40-15 saat Bartoli keluar lapangan sambil memegangi paha kirinya kemudian menangis di bangku pemain. Setelah dibebat paha kirinya, petenis peringkat 12 dunia itu melanjutkan pertandingan. Namun, ia melakukan kesalahan ganda pada servisnya, sehingga memberi kemenangan set pertama bagi Aravane 7-5 setelah bermain satu jam dua menit. Setelah itu, ia mendekati wasit dan menyalami lawannya. “Ini kejutan besar bagi saya. Saya sangat menyesal untuk dia, karena kelihatannya sangat sakit, tapi saya senang bisa menjadi juara,” kata Aravane sesudah pertandingan. “Saya gembira, karena gelar kedua saya adalah gelar masters,” tambah petenis itu, yang pernah bercita-cita menjadi ahli astrofisik itu. Aravane, yang menyuguhkan permainan dengan pukulan keras dan agresif, menyatakan kemenangan tersebut sangat berarti, karena selain akan meningkatkan peringkatnya, juga membuktikan bahwa permainannya semakin baik. Sementara itu, Marion mengatakan bahwa ia mulai merasa kakinya sakit pada pertengahan set pertama. “Saya mulai merasa sakit pada kaki saya dan saya kira mungkin itu tidak serius. Tapi, kemudian sakit sekali, terutama setiap saya mendorong atau membebani kaki saya. Itu semakin memburuk dan akhirnya saya tidak bisa melanjutkan pertandingan,” kata Marion. Ia mengatakan bahwa pertandingan tersebut adalah pertandingan bagus dan menyesal, karena harus berakhir seperti itu. Meski demikian, Marion mengatakan bahwa 2009 adalah tahun menggembirakan baginya, karena berhasil mencetak sejumlah prestasi, di antaranya meraih dua gelar di Stanford dan Monterrey, yang menjadi gelar keempat dan kelimanya sepanjang karir, menjadi runnerup di Brisbane dan mencapai perempatfinal Aravane Rezai Australia Terbuka. (ant)

Kejutan Besar Karir tenisnya terbilang masih baru dengan baru memenangi satu gelar WTA Tour, tetapi menjuarai turnamen “championships” yang baru pertamakali digelar adalah satu prestasi tersendiri bagi Aravane Rezai. Saat Commonwealth Bank Tournament of Champions mulai digulirkan, hampir dipastikan tidak ada yang memperkirakan petenis asal Prancis itu yang akan menjadi juara. Selain tampil bukan sebagai unggulan, banyak petenispetenis lain yang ambil bagian dalam turnamen berhadiah 600.000 dolar AS itu yang peringkatnya lebih tinggi dari dia. Namun, gadis kelahiran St Etienne, Prancis, 14 Maret 1987 itu tampil sangat meyakinkan sejak pertandingan pertamanya di Bali. Dengan penampilan pantang menyerah, ia bangkit dari ketertinggalan pada set pertama untuk mengalahkan unggulan keempat, peringkat 25 dunia, Sabine Lisicki, dari Jerman 1-6, 6-3, 6-4, kemudian meraih kemenangan atas Melinda Czink dari Hungaria 6-3, 7-5 pada babak “round robin” Grup D untuk menjadi petenis pertama yang lolos ke semifinal. Pada semifinal, Aravane yang tidak hanya didampingi oleh ayah dan ibunya di Bali tetapi juga oleh temannya yang juga seorang pelatih, mengalahkan petenis Spanyol Maria Jose Martinez Sanchez yang memenangi nomor ganda pada WTA Championships di Doha, dengan kemenangan dua set langsung 6-2, 6-3. Keberhasilan tersebut membawanya ke partai puncak bertemu rekan senegaranya Marion Bartoli yang menjadi unggulan pertama dalam turnamen tersebut, setelah peringkat 12 dunia itu mengalahkan petenis veteran Kimiko Date Krumm. Tidak ada yang mengira pula ia akan memenangi pertandingan dengan cara seperti itu. Bartoli yang mengalami cedera paha kiri saat Aravane memimpin 6-5 dan 40-15 memberinya kemenangan setelah dengan susah payah menyelesaikan pertandingan dengan servisnya yang menghasilkan “double fault”. Putri pasangan Arsalan Rezai dengan Nouchine itu mengaku sangat gembira bisa menjuarai turnamen Bali yang menjadi gelar keduanya sepanjang karir, setelah meraih gelar pertamanya di Strasbourg pada Juni lalu. “Saya ingin menang dengan cara lain, tetapi inilah tenis,” kata Aravane yang menyesalkan kejadian yang menimpa rekan senegaranya Marion. Namun itu tidak mengurangi kegembiraannya karena bagaimana pun kemenangan tersebut membuktikan bahwa permainan tenisnya telah meningkat dan di atas semuanya, peringkatnya akan naik ke 30 besar dunia. Peringkat tertinggi petenis yang mengawali karir profesionalnya pada 1 Januari 2005 itu adalah 36 dunia pada Agustus lalu. Nyaman Kehadiran kedua orangtuanya di Bali, juga seorang teman yang juga berprofesi sebagai pelatih diakui Aravane memberi kenyamanan baginya sehingga ia bisa lebih percaya diri. Ayahnya yang juga menjadi pelatihnya serta ibunya yang seorang fisioterapis memang kerap menyertai dia mengikuti tur yang berlangsung sepanjang tahun. Saat berlatih sekaligus menjajal lapangan di Bali International Convention Center sebelum turnamen, ayah-ibunya dengan setia mendampingi. Ayahnya membantu dia dalam bermain, sementara peran ibunya sangat penting saat ia melakukan peregangan usai pertandingan. “Keberadaan mereka di sekitar saya saat bertanding membuat nyaman dan percaya diri,” kata Aravane yang lancar berbahasa Inggris, Prancis dan Persia. (ant)

Suluh Indonesia/ap

PUKULAN - Petinju Inggris, David Haye (kanan) mendaratkan pukulan ke arah petinju Rusia, Nikolai Valuev, dalam pertarungan perebutan gelar juara dunia kelas berat versi WBA di Nuremberg, Jerman, kemarin. Haye tampil sebagai juara baru setelah dinyatakan menang angka.

Kelas Berat Versi WBA

Haye Juara Baru JERMAN - Petinju Inggris David Haye meraih gelar kelas berat dunia versi WBA melalui kemenangan angka atas pemegang gelar Nikolai Valuev dari Rusia, kemarin. Haye yang menjadi juara kelas berat pertama Inggris sejak Lennox Lewis mundur enam tahun lalu, dinyatakan menang dengan nilai 116-112 dari dua juri, dan juri ketiga memberi angka imbang 114-114 dalam pertarungan “David lawan Goliath” tersebut. “Ini artinya semuanya untuk saya, ketika saya masih kecil

saya telah ingin menjadi juara kelas berat dunia,” kata Haye. Haye yang sebelumnya sesumbar akan merobohan lawannya, mengakui Valuev terlalu tangguh untuk dipuluk KO. “Saya memukul kepalanya pada awal pertarungan tapi itu sesuatu yang paling keras yang pernah saya pukul, ini seperti memukul tembok...saya pikir tangan saya patah, saya membuatnya seperti seorang amatir, orang-orang meragukan ketrampilan saya...tapi saya buktikan saya menang,” kata Haye. Value yang merupakan pe-

tinju juara dunia tertinggi dan terberat sepanjang masa ini harus berjuang selama 12 ronde melawan petinju yang dikenal cepat Haye. Dengan kemenangannya ini Haye kini memiliki rekor 22 kali menang sekali kalah meskipun memiliki selisih kalah tinggi hampir satu kaki dari lawannya yang memiliki tinggi tujuh kaki (2,13 meter) namun dia memiliki kelebihan kecepatan bertarung dan pukulan yang akurat. “Saya tidak mampu bertarung baik pada ronde kedua dan ketiga dan saya tidak bisa

melancarkan pukulan tangan kanan saya dan justru saya bisa memukul deengan tangan kiri, saya harus memainkan kaki saya untuk bisa membantu pertarungan saya,” kata Haye. Petinju asal London berusia 29 tahun ini, bertarung bagus melalui kombinasi pukulan tangan kirinya pada awal-awal pertarungan dan justru petinju Rusia itu dengan tinggi badannya kesulitan bisa cepat menghajar lawannya. Value mengaku kecepatan lawannya cukup menyulitkannya untuk bisa melancarkan

pukulan dengan baik. “Kecepatan lawan menjadi masalah bagi saya, saya tidak bisa bertarung dengan baik dan perbedaan 40 kilogram lebih berat badan merupakan sesuatu yang mulai anda rasakan,” katanya. Petinju Rusia itu tetap ngotot bertarung meskipun dia tahu gelarnya bakal hilang. “Ini semua ditentukan oleh ronde terakhir, ini semua jelas pada ronde terakhir,” kata Value yang dengan kekalahannya ini rekornya merosot menjadi 50 kali menang dan dua kali kalah. (ant)

Barca Gasak Mallorca MADRID - Pedro mencetak dua gol dan Thierry Henry mencetak gol pertamanya musim ini untuk membawa pimpinan klasemen Barcelona menang 4-2 atas Mallorca di liga utama Spanyol pada Sabtu waktu setempat. Dengan hasil itu Barca tetap bertahan di puncak klasemen dengan keunggulan satu poin atas pesaing terdekat Real Madrid. Sedangkan posisi kedua Real menang 3-2 di Atletico Madrid, meskipun harus bermain dengan 10 pemain pada menit ke-66. Real menang melalui gol yang dicetak pemain asal Brasil Kaka dan Marcelo pada babak pertama dan Gonzalo Higu-

ain menambah gol ketida pada menit ke-64 sebelum Sergio Ramos terkena kartu merah karena menjatuhkan Sergio Aguero. Didukung para penonton, Diego Forlan mampu memperkecil ketertinggalan 11 menit menjelang bubaran pertandingan, dan tiga menit kemudian Aguero mencetak gol kedua bagi timnya. Sedangkan Barca kini memiliki 26 poin dari 10 pertandingan, Real kini memiliki 25 poin dan Sevilla di urutan ketiga klasemen dengan 19 poin. Sementara itu Atletico masih tetap beradad di zona degradasi dengan tujuh poin setelah hanya sempat memenangi satu pertandingan.

“Kami main bagus pada babak pertama dan mengendalikan permainan hingga Ramos diusir keluar lapangan,” kata pelatih Real Pellegrini. “Pada menit akhir cukup bahaya tapi kami menikmati pertarungan ini,” tambahnya. Sementara itu pelatih Barca Pep Guardiola mengatakan tidak memasang pemain sesuai dengan biasanya di Nou Camp setelah beruntun bermain seri melawan Osasuna dan Rubin Kazan, dimana dia tidak memasang pemain tengah asal Spanyol Xavi dan Andres Iniesta dan hanya berada di bangku cadangan bersama pemain depan asal Argentina Lionel Messi. (ant)

Tenis Valencia Open

Murray ke Final

Andy Murray

SPANYOL - Unggulan pertama Andy Murray akan menghadapi Mikhail Youzny dalam final, setelah di babak semifinal kemarin mengalahkan Fernando Verdasco 6-3, 2-6, 6-3. Petenis nomor empat dunia Murray memenangi set pertama namun kalah pada set kedua ketika Verdasco tampil penuh tenaga.

Petenis tersebut akhirnya memenangi set penentuan ketika Verdasco pukulan bolanya melebar. “Ini sangat sulit pada set pertama tapi saya mampu mempertahankan kekuatan permainan saya,” kata Murray. “Saya mulai merasa mantap setelah pertandingan melaju

dan bisa membaca gaya permainannya,” tambahnya. Dengan kemenangannya itu maka petenis berusia 22 tahun itu akan menghadapi petenis Rusia Youzny dalam final setelah ungggulan kedua Nikolay Davydenko dalam semifinal dikalahkan Youzny dengan 3-6, 6-4, 6-3. (ant)

Suluh Indonesia/ap

LAMBAIKAN TANGAN - Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, mengangkat tangan setelah menyentuh garis di urutan kedua pada lomba balap MotoGP seri terakhir di Valencia, Spanyol, kemarin. Pembalap tuan rumah, Pedrosa tampil sebagai juara dan urutan ketiga ditempati pembalap Yamaha lainnya, Jorge Lorenzo.


Nasi nal

Suluh Indonesia, Senin 9 November 2009

8

Amien Rais

Konflik KPK-Polri Tak Sehat KEDIRI - Mantan Ketua MPR RI Amien Rais mendesak agar Mahkamah Konstitusi (MK) segera menyelesaikan kasus yang melibatkan Polri dan KPK yang saat ini dinilainya sudah tidak sehat. “Sebagai lembaga formal, MK harus menyelesaikan proses hukum tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang nantinya dapat menimbulkan kerawanan,” katanya saat menghadiri acara tablig akbar memperingati satu abad Muhammadiyah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kemarin. Ia menilai, saat ini kasus yang melibatkan Polri dan KPK tersebut sudah tidak sehat. Bahkan, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mencium adanya pihak yang berusaha untuk menghentikan proses hukum dari kasus tersebut.

Ia mengatakan, bukan tidak mungkin jika MK tidak menengahi masalah itu, ke depan masalah itu akan bertambah parah, mengingat hingga kini belum ada second opinion dalam konflik tersebut. Dalam kasus tersebut, kata Amien yang juga penasehat PP Muhammdiyah, kedua lembaga yakni KPK dan Polri juga sudah saling tuding. Ia juga mengatakan, pembelaan terhadap KPK juga berlebihan, di mana lembaga tersebut seolah-olah menjadi lembaga paling berkuasa dan memerankan diri sebagai lembaga yang paling berkepentingan dengan hukum di Tanah Air. Hal yang sama juga terlihat dari Polri, katanya, dengan berbagai dugaan mafia kasus, sehingga membuat kepercayaan masyarakat

nyaris hilang. Menyinggung dalang dari kasus perseteruan antara Polri dan KPK tersebut, Amien tidak mau berbicara terlalu banyak. Namun, ia mensinyalir, terdapat beberapa kelompok yang ingin melihat Indonesia runtuh dari berbagai segi seperti ekonomi, politik maupun segi lainnya. “Ada dalang yang merupakan kekuatan siluman, yang tidak ingin Indonesia berbenah,” katanya menegaskan. Untuk itu, Amien Rais mendesak agar MK segera menuntaskan kasus tersebut, tanpa terpengaruh dengan berbagai pihak yang ingin mendapatkan keuntungan. Selain itu, ia juga mendesak kepada berbagai pihak untuk menahan diri, dan tidak saling mementingkan kepentingan kelompoknya sendiri-sendiri. (ant)

Puluhan Kepsek Mengaku Diperas Suluh Indonesia/ant

UJIAN CPNS - Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, kemarin. Sebanyak 783 peserta ujian dengan jenjang pendidikan diploma III dan sarjana S1 itu akan memperebutkan 20 formasi yang tersedia.

Ratusan Calhaj

Terlantar di Juanda SURABAYA - Sebanyak 444 calon haji (calhaj) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat terlantar di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, akibat keberangkatannya tertunda sehari lebih. “Rencananya, para calhaj NTT itu berangkat pada hari Sabtu (7/11) pukul 11.00 WIB, tetapi akhirnya menjadi Minggu (8/11) pukul 11.20 WIB,” kata Koordinator calhaj NTT, Idrus Alwi, di Surabaya, kemarin. Menurut dia, mereka sempat terlantar karena makan siang hanya diganti dengan roti dan minuman air mineral, namun akhirnya mereka diinapkan di Hotel Utami, Mess Lanudal,

dan JW Marriott guna menunggu keberangkatan. “Sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB, ratusan calhaj kami hanya diberi roti dan air mineral, kemudian kami sempat membeli makanan dari luar bandara, tapi ratusan makanan itu dilarang masuk ruang tunggu internasional di bandara,” katanya. Para calhaj NTT yang berada dalam kelompok terbang (kloter) 49 itu, katanya, akhirnya makan nasi saat berada di hotel pada pukul pukul 20.0021.00 WIB hari Sabtu. “Kami juga makan pagi di hotel, kemudian siap-siap berangkat ke

bandara pada Minggu pukul 05.00 WIB untuk proses keberangkatan pada pukul 11.20 WIB,” katanya. Secara terpisah, staf operasional maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines (SAA) Irfan menyatakan keterlambatan pemberangkatan sehari itu akibat adanya gangguan pada alat komunikasi pesawat. “Untuk memperbaiki, kami masih perlu mendatangkan ‘spare part’ dari Jeddah, sehingga terjadi keterlambatan, karena itu kami mohon maaf, tetapi hal itu juga untuk keselamatan para jamaah sendiri,” katanya. Ditanya langkah yang di-

tempuh SAA untuk melayani Calhaj NTT itu, ia mengatakan pihaknya sudah menyiapkan roti dan minuman selama di bandara serta makanan saat berada di hotel. “Jamaah makan malam dan pagi dilayani pengelola hotel yang ditempati,” katanya, didampingi anggota Humas PPIH Embarkasi Surabaya H Sugianto. Kloter 49 yang terbang bersama pesawat Saudi Arabia Airlines itu berjumlah 450 orang yang terdiri dari 444 calhaj, dua petugas medis, dua orang tim pendamping haji daerah (TPHD), dan dua pendamping kloter. (ant)

CIANJUR - Puluhan Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat penerima program melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) mengeluh atas kedatangan sejumlah orang yang mengaku sebagai wartawan dan terkadang mengaku dari LSM (lembaga swadaya masyarakat). Sejumlah Kepala SD di Cianjur kepada Antara, kemarin mengaku, kedatangan orangorang yang tidak jelas itu mengaku untuk melakukan monitoring, tapi di ujung pembicaraan selalu minta sejumlah uang. Kabupaten Cianjur pada tahun 2009 mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan sebesar Rp 68 miliar dari pemerintah pusat. Program tersebut diberikan untuk 369 Sekolah Dasar (SD) di Cianjur, untuk perbaikan ru-

angan kelas yang tersebar di 32 wilayah kecamatan. Namun kepala SD yang menerima bantuan DAK itu, mengaku, pihaknya sering didatangi sejumlah orang yang mengaku wartawan dan LSM dengan dalih melakukan monitoring. Kedatangan mereka bermaksud konfirmasi dalihnya, atau mempermasalahkan kualitas pembangunan ruangan kelas tidak sesuai bestek, ujungujungnya duit, kata KS SDN Cianti Kecamatan Leles. Hal senada diungkapkan Kepala SDN Cimahi Acep Apandi, setiap tahun, sekolahnya menjadi sasaran oknumoknum yang mengaku wartawan dan LSM itu. Modus yang dilakukan oknum itu, datang berombongan tiga sampai lima orang ke sekolahsekolah yang menerima DAK.

“Selama ini kami telah menerapkan bantuan sesuai dengan program yang telah ditentukan pemerintah pusat dan kabupaten, namun modus mereka kami melanggar ketentuan,” katanya. Sementara itu, Ketua PWI Cianjur, Budi Setia Kansil, mengungkapkan, sangat menyesalkan banyaknya oknum yang mengaku wartawan dan melakukan pemerasan ke sekolah-sekolah. Sehingga pihaknya menghimbau pada KS di Cianjur, untuk tidak melayani oknum wartawan yang semata-mata mencari uang dengan dalih apapun. “Kepala sekolah harus tahu jelas identitas wartawan yang datang dan minta surat tugasnya, dan jika indikasinya jelas pemerasan segara laporkan ke pihak berwajib,” imbaunya. (ant)

Pekerja Anak Capai 2,8 Juta CIMAHI - Jumlah pekerja anak di bawah umur di Indonesia, diperkirakan mencapai 2,8 juta anak yang bekerja pada perusahaan atau industri rumahan (home industry). “Berdasarkan data tahun 2006, jumlah pekerja anak di bawah umur di Indonesia mencapai 2,8 juta anak dan ada kemungkinan jumlah tersebut kian bertambah,” kata Kepala Sub Direktorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), Sumaryono, di Kota Cimahi, Jawa Barat, kemarin. Menyikapi masih banyaknya pekerja anak di bawah umur, kata Sumaryono, sebanyak 122 kabupaten atau kota

Bapak-Anak Tewas SEMARAPURA - Bapakanak, Made Oka Ariadi (53)-Luh Made Wulandari (11) asal Banjar Lekok, Sampalan Klod, Dawan, Klungkung tewas seketika setelah rumahnya tertabrak truk pengangkut pasir, kemarin. Sedangkan isteri/ibu korban, Ni Luh Ayu Suartini (42) berhasil selamat dari maut yang terjadi pukul 02.30 WITA itu. Informasi yang dihimpun Suluh Indonesia, insiden itu itu berawal saat truk pengangkut pasir bernomor polisi DK 9585 GJ yang dikemudikan Gusti Lanang Ketut Ardana, melaju dari arah utara. Saat bersamaan, sebuah truk DK 9429 A yang dikemudikan Radin melaju dari timur (berlawanan arah dengan truk DK 9585 GJ). Keduanya melaju dan menikung bersamaan. Saat menikung tersebut, truk DK 9585 GJ nyelonong lurus keselatan dan menabrak bagian body truk 9429 A hingga penyok lalu menabrak tembok rumah korban. Sebagian badan truk milik juga menabrak dan menghacurkan tembok rumah korban. Kedua korban tewas setelah tertimpa reruntuhan tembok rumah. (kmb)

di seluruh Indonesia telah membentuk komite aksi penghapusan pekerja anak/di bawah umur. Pembentukan komite itu, menurut Sumaryono, dilakukan untuk mengurangi jumlah pekerja anak, sehingga suatu saat tidak akan ada lagi pekerja di bawah umur di Indonesia. Dikatakannya, pembentukan komite berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 6 Tahun 2009, tentang Pedoman Pembentukan Komite Penghapusan Pekerja Anak. “Diharapkan, dengan adanya komite itu, bisa mengangkat anak bersangkutan untuk kembali ke sekolah dan tak lagi bekerja,” ujar Sumaryono. Sementara itu, jumlah peker-

ja anak di bawah umur yang ada di Kota Cimahi, Jawa Barat, diperkirakan mencapai 700 anak yang bekerja di perusahaan atau industri rumahan. “Jumlah pekerja anak yang ada di Kota Cimahi saat ini, diperkirakan hanya sekitar 1 persen dari total sekitar 70 ribu pekerja yang ada,” kata Kepala Bidang Pengawasan, Penempatan, Pelatihan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cimahi, Dadang Budi, yang didampingi Kepala Seksi Pengawasan Tenaga Kerja, Jamsostek, dan K3, Dewanty. Menyikapi masih tingginya angka pekerja anak dibawah umur di Kota Cimahi, kata De-

wanty, Pemerintah Kota (pemkot) Cimahi akan berupaya menghapus keberadaan pekerja anak di bawah umur dengan mengembalikannya ke bangku sekolah, dengan membentuk Komite Aksi Penghapusan Pekerja Anak Kota Cimahi. Surat tersebut ialah Surat Keputusan (SK) Wali Kota No. 560.05/Kep.319/Disdukpencapilsosnaker/2009 untuk menghapus keberadaan pekerja di bawah umur. Dikatakan Dewanty, persentase jumlah tenaga kerja anak di bawah umur di Kota Cimahi, jumlahnya masih relatif kecil, apalagi jika dibandingkan dengan persentase tenaga kerja anak di bawah umur secara nasional. (ant)

Suluh Indonesia/ant

PEMBEBASAN SANDERA - Sejumlah pasukan Raider Yonif 400/R Kodam IV/Diponegoro bersenjata lengkap menyergap teroris di komplek kantor DPRD Temanggung saat simulasi pembebasan sandera, kemarin.

Edisi 09 November 2009 | Suluh Indonesia  

Headline : Antasari Tidak Yakin KPK Disuap

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you