Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 1 tahun IV Senin, 4 Januari 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

ACFTA Perlu Dikaji Ulang

Tuntaskan Tunggakan Pajak

Belanja Dapat Blackberry

PEMERINTAH sebaiknya mengkaji kembali kebijakan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Pasalnya, dengan kebijakan itu akan membunuh industri dalam negeri. “Mungkin FTA perlu dikaji...hal. 1

ANGGOTA Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana meminta pemerintah segera menyelesaikan dugaan tunggakan pajak tiga perusahaan tambang milik Grup Bakrie senilai Rp 2,1 triliun. “Kewajiban pajak mesti segera ditagih...hal. 2

INOVATIF dan kreatif dalam memberikan pelayanan terbaik menjadi salah satu upaya Giant di tengah persaingan ritel yang kompetitif. Untuk memenangkan persaingan, sejumlah perbedaan ditawarkan...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Wakil Ketua DPR

Meninggal Dunia

Suluh Indonesia/ant

BERDOA - Seorang jemaat Konghucu memanjatkan doa dengan kitab usai peribadatan doa untuk almarhum Gus Dur di Klenteng Boen Bio Surabaya, kemarin. Umat Konghucu se Jatim, melakukan doa bersama untuk almarhum Gus Dur.

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Marwoto Mitrohardjono meninggal di RS Metropolitan Medical Center (MMC) karena sakit. Mantan anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo mengatakan, Marwoto Mitrohardjono dirawat di RS MMC karena sudah lama menderita komplikasi diantaranya diabetes. ‘’Almarhum sudah lama mengidap penyakit diabetes,” katanya. Ia menduga Marwoto mengalami kelelahan karena pada masa reses di DPR, melakukan kunjungan ke daerah pemilihan (dapil) dirinya di Klaten, Jawa Tengah. ‘’Menjelang tahun baru, almarhum menggelar wayang kulit di daerah dapilnya. Kemungkinan kelelahan hingga masuk RS MMC,” katanya. Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di kawasan Gudang Peluru Blok C Nomor 108, Tebet, Jakarta Selatan. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut yang dilahirkan di Klaten, 23 Juni 1944 meninggalkan istri Nurul Leily Marwoto dan empat orang anak. Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua DPR, almarhum duduk di Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 2004-2009. (ant)

Pemerintah Ditengarai

Lemahkan Pansus Century JAKARTA - Anggota Pansus Hak Angket DPR tentang Kasus Bank Century, Bambang Soesatyo menilai pemerintah sedang berusaha mencari argumentasi tepat untuk meyakinkan pansus angket Century DPR bahwa pengucuran dana bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun sah dan tidak bermasalah. Indikasi dari strategi pemerintah itu dapat tercium dari upaya pemerintah melahirkan RUU tentang Pencabutan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) No 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK). ‘’Sepertinya pemerintah tidak mati akal dalam menghadapi Pansus Hak Angket DPR kasus Bank Century. Ada

gelagat, Menteri Keuangan Sri Mulyani mau memainkan kartu yang sudah mati melalui surat presiden minggu lalu kepada pimpinan DPR tentang RUU tentang Pencabutan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) No 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK),” kata Bambang di Jakarta, kemarin. Bambang menjelaskan, pemerintah belakangan mengambil langkah mengajukan RUU itu diajukan tanggal 11 Desember 2009. Pengajuan RUU disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani dan Menhukham Patrialis Akbar sebagai wakil pemerintah dalam pembahasan RUU tersebut di DPR kepada Ketua DPR Marzuki Alie de-

ngan nomor R-61/Pres/12/ 2009. Dengan pengajuan RUU itu, terkesan seolah-olah Perppu No 4 Tahun 2008 yang sudah ditolak dalam rapat paripurna DPR tanggal 18 Desember 2008 yang lalu masih berlaku karena belum dicabut. Selain itu, dikesankan pula bahwa perppu tersebut masih sah sebagai payung hukum bagi pencairan dana bailout Bank Century. ‘’Ingin dikesankan, pengucuran dana sebanyak Rp 6,7 trilyun itu tidak ada masalah sehingga ini bisa melemahkan Pansus Hak Angket Century. Padahal sejak Perppu tersebut ditolak rapat paripurna DPR tanggal 18 Desember 2008, maka tidak berlaku lagi,” kata Bambang. (har)

Golkar Akan Dibersihkan JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Ormas MKGR Zainal Bintang, menyatakan, salah satu organisasi pendiri Partai Golkar itu siap berada di barisan terdepan untuk membersihkan partai itu dari kader korup dan kutu loncat. ‘’Upaya pembersihan di tubuh Golkar itu sejalan dengan semangat Panca Moral Ormas MKGR untuk membentengi Pancasila, UUD 1945 dan NKRI serta Partai Golkar di tengah arus demoralisasi yang sedang menimpa bangsa ini,” tandasnya usai HUT ke-50 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Jakara, kemarin. Sesuai amanat RH Sugandhi (pendiri Ormas MKGR), demikian Zainal Bintang, bahwa organisasi itu harus menjadi yang terdepan melawan praktik kekuasaan sewenang-wenang. ‘’MKGR memang sejak awal punya salah satu jargon politik yakni melawan kesewenang-

wenangan penguasa yang ‘menghisap’ darah dan keringat rakyat kecil. Itu merupakan refleksi utama dari Panca Moral MKGR,” tegasnya. Karena itu, Zainal Bintang mengingatkan seluruh jajaran kader serta simpatisan Ormas MKGR di berbagai daerah, agar harus tetap jadi pelopor pemberantasan korupsi dan segala bentuk penyelewengan yang dilakukan para pengkhianat bangsa. ‘’Mari kita meneladani kiprah dan ajaran Pak Gandhi sebagai tokoh yang sederhana, merakyat, pejuang keadilan dan kebenaran, pluralis, humanis, anti diskriminasi dan pengayom minoritas yang dengan penuh dedikasi mengabdi ibu pertiwi,” ungkapnya. Selanjutnya, menurut dia, pihaknya akan terus berjuang mempertahankan Pancasila dan Panca Moral MKGR. ‘’Salah satu praktik konkretnya sekarang ialah membersihkan Golkar dari para penghisap darah dan keringat rakyat,’’ katanya. (ant)

Segera Tangkap Anggodo JAKARTA - Koalisi Cintai Indonesia Cintai KPK (Cicak) memberikan waktu dua pekan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan Anggodo Widjoyo menjadi tersangka dalam kasus rekaman rekayasa penetapan tersangka pimpinan KPK. ‘’Kami memberikan deadline kepada KPK dalam dua pekan untuk menetapkan Anggodo Widjoyo menjadi tersangka,” kata aktivis Cicak yang juga peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Diansyah, di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, Mabes Polri telah melakukan penyelidikan terhadap kasus rekaman rekayasa penetapan tersangka pimpinan KPK, Bibit S Rianto

dan Chandra M Hamzah, yang diperdengarkan dalam persidangan di MK. Dalam rekaman yang disadap KPK itu, sangat jelas Anggodo berperan dalam rekayasa tersebut, namun Mabes Polri menyerahkan kasus itu kepada KPK karena kesulitan untuk menemukan bukti-bukti kuat yang dapat menjerat adik buronan KPK terkait dugaan korupsi proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) Dephut dan PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjoyo. Febri menyatakan sebenarnya KPK tidak perlu raguragu lagi menetapkan Anggodo sebagai tersangka, karena sudah ada bukti awal rekayasa penetapan tersangka

pimpinan KPK tersebut. ‘’Yakni rekaman yang diperdengarkan di MK serta keterangan Ari Muladi, itu bisa menjadi dua alat bukti,” katanya. Terlebih lagi, kata dia, perilaku Anggodo itulah, membuat kondisi KPK sampai terpuruk. ‘’Jadi harus menunggu apa lagi dalam menetapkan Anggodo sebagai tersangka,” katanya. Selain itu, kata dia, rekomendasi Tim Delapan (tim investigasi penetapan tersangka dua pimpinan KPK), menyebutkan bahwa Anggodo adalah makelar kasus (markus). ‘’Adanya rekomendasi itu, tentunya KPK harus proaktif dalam menangani kasus Anggodo dibandingkan kepolisian dan Kejagung,” katanya. (nas)

Pejabat BI

Diperiksa Ulang JAKARTA - Anggota Panitia Angket Kasus Bank Century DPR Bambang Soesatyo mengatakan, Panitia Angket akan meminta keterangan pejabat dan mantan pejabat BI untuk mengklarifikasi keterangan dari mantan Gubernur BI yang telah dimintai keterangan sebelumnya. ‘’Pada pemeriksaan mantan Gubernur BI, baik Burhanuddin Abddullah maupun Boediono, beberapa kali mengatakan tidak ingat, tidak tahu, dan terkesan menyalahkan bawahan,” katanya di Jakarta, kemarin. Menurut Bambang, untuk mengklarifikasi keterangan dari mantan Gubernur BI maupun Deputi Gubernur BI yang telah memberikan keterangan sebelumnya, maka Panitia Angket akan meminta keterangan pejabat dan mantan pejabat BI pad level deputi gubernur dan direktur. Ia mengatakan, pemeriksaan saksi-saksi kasus Bank Century ibarat makan bubur dimulai dari pinggir dan setahap demi setahap akan masuk ke pokok persoalan. Menurut dia, saksi kunci seperti mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan

(KSSK) yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris KSSK Raden Pardede, dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan akan dimintai keterangan pada 10-15 Januari mendatang. Anggota Panitia Angket Kasus Bank Century DPR Maruarar Sirait mengatakan, Panitia Angket akan meminta keterangan dari tujuh orang pejabat dan mantan pejabat BI pada rapat Panitia Angket. ‘’Panitia Angket Kasus Bank Century perlu melakukan pendalaman kepada pejabat dan mantan pejabat BI untuk mengklarifikasi keterangan yang telah diberikan oleh mantan pejabat BI yang telah diperiksa sebelumnya,” kata Maruarar Sirait. Dikatakannya, ketujuh pejabat dan mantan pejabat BI yang akan dimintai keterangan adalah mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan dan mantan Direktur Pengawasan BI Sabar Anton Tarihoran. Kemudian diperiksa adalah mantan Deputi Gubernur BI Maman H Soemantri dan Maulana Ibrahim serta mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simanjuntak. (nas)


K ta

Suluh Indonesia, Senin 4 Januari 2010

2

Dua Taxi

Korban Tabrakan

Suluh Indonesia/ant

ARUS BALIK SENEN - Ratusan penumpang kereta Sawung Galih dari Kutoarjo tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, kemarin. Arus balik mencapai puncaknya pada hari Minggu (3/1) seiring usainya libur Natal & Tahun Baru.

Oli Tumpah, Motor Berjatuhan JAKARTA - Oli tumpah di Jl TB Simatupang tepatnya depan Trakindo arah Departemen Pertanian Pertanian Jakarta Selatan. Akibatnya jalan raya menjadi licin dan banyak pengendara motor berjatuhan terpeleset. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat melintas di jalana tersebut. Demikian dilaporkan petugas radio TMC Polda Metro Jaya Aiptu Tarwono kemarin.Kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa, akan tetapi bisa membahayakan pengguna jalan. Petugas Polantas yang ada dilokasi terdekat saat ini sudah berusaha menutup tumpahan oli dengan pasir atau lainya agar tidak ada korban lagi. Sementara itu, akibat sopir ugal-ugalan kendaraan bus Mayasari nyangkut di Badril Jembatan Semanggi. Demikian dikatakan Kompol Gunawan Wakasat Gatur, kemarin, dari

TMC Polda Metro Jaya. Gunawan menuturkan awal mula kejadian kendaraan bus Mayasari B. 7055 VB Jurusan Depok -Kalideres kebut-kebutan dengan Bus BiangLala B 7050 MS. Sesampainya di atas Jembatan Semanggi kedua bus saling berbenturan. Akibatnya bus Mayasari nyangkut di atas jembatan dan bus Bianglala kabur meninggalkanya. Dengan kesigapan petugas Bus Bianglala bisa ditangkap oleh petuga patroli Samapta dan diamankan di Lapangan Parkir Ditlantas Polda Metro Jaya. Petugas kemudian melakukan penderekan untuk mengangkat bus tersebut karena roda depan mayasari menganga ke bawah jembatan semanggi. Tidak ada korban jiwa namun arus lalin disekitar semanggi menuju Kuningan Padat. (her)

Pengendara Motor Terjun dari Flyover JAKARTA - Kecelakaan kembali terjadi. Kali ini kendaraan Sedan Escudo menabrak Honda Jazz dan dua pengendara sepeda motor di Jembatan layang Pesing dari arah Grogol menuju Cengkareng Jakarta Barat. Demikian informasi petugas TMC Polda Metro Jaya Aiptu Katna, kemarin. Penyebab kejadian, kendaraan Escodu Nopol. B.2401 ML berjalan dari arah Grogol menuju Cengkareng sesampainya di Jembatan Layang pesing tidak bisa mengendalikan setir akhirnya kendaraan pindah jalur dan menabrak sedan Honda Jazz B. 8706 WK dibelakangnya ada dua pengendara sepeda motor yaitu Supra X B. 6454 OB dan Shogun B.

6339 TCL juga tertabrak. Pengendara motor Supra X terpental dan jatuh ke bawah jembatan. Korban dilarikan ke RS terdekat dan arus lalin dari kedua penjuru dialihkan melalui jalur bawah. Sementara itu, kemarin, untuk kesekian kalinya kecelakaan antara Bus PPD dengan sepeda motor terjadi. Kali ini, kecelakaan terjadi di Pasar Jum’at tepatnya depan Selapa Polri Jakarta Selatan, kemarin. Informasi dari Aiptu Tarwono petugas TMC bus PPD menabrak sepeda motor sekitar pukul 08.30 WIB. Korban langsung tewas dan dibawa ke RS Bhayangkara Selapa Polri. (her)

JAKARTA - Kecelakaan lalu lintas kembali Terjadi. Suzuki Swift menabrak Taxi di tol Wiyotowiyono. Lokasinya tidak jauh dari insiden mobil BMW menabrak pembatas jalan, yang juga terjadi di tol ini, dini hari ini kemarin. Informasi yang berhasil dihimpun TMC, dua kendaraan yang terlibat kecelakaan diantaranya Suzuki Swift B.1106 KFG dan Taxi dengan nopol B.1301 TA. Beruntung dalam insiden ini tidak memakan korban jiwa hanya mengakibatkan kerugian materi saja. Saat ini kedua kendaraan sudah dipinggirkan ke bahu jalan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Sementara itu, kecelakaan lalu lintas juga terjadi di jalan Rasuna Said, tepatnya di depan Gedung Vestival arah Selatan Minggu pukul 09.00 Wib (03/10). Berdasarkan informasi yang diterima Aiptu Tarwono , Operator TMC, Dit Lantas Polda Metro Jaya, kecelakaan melibatkan kendaraan Sedan Mitsubishi bernopol D. 321 CP dengan kendaraan Taxi Blue Bird bernopol B 1516 OV. Tak ada korban jiwa dalam dua tabrakan itu. (her)

Kabar Gembira, Kurangi Polusi

DKI Buat Jalur Sepeda JAKARTA - Kebijakan Pemprov DKI Jakarta membuat jalur khusus sepeda dapat direalisasikan pada tahun 2010. Dari lima wilayah kota administrasi, Jakarta Selatan dianggap yang paling siap untuk penerapan jalur khusus sepeda tersebut. Nantinya, jalur sepeda tidak akan dicampur dengan jalur kendaraan biasa (reguler), tetapi menggunakan trotoar yang dilewati pejalan kaki. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Condro Kirono, mengatakan akan terus mendorong pembangunan jalur khusus sepeda yang digagas Gubernur DKI Jakarta tersebut. Sub Pendidikan dan Rekayasa (Dik-

yasa), serta pihak dan instansi terkait tengah melakukan survei lokasi yang akan dilalui kendaraan onthel tersebut. Karena jalur khusus sepeda akan menggunakan trotoar, maka pembenahan akan segera dilakukan, seperti memindahkan pot jalan, tiang listrik, serta pemolesan trotoar yang berlubang atau tidak rata. “Jalur sepeda tidak bisa menggunakan badan jalan, mengingat jalan terbatas dan sudah terlalu macet. Itu sebabnya satu-satunya cara yang memungkinkan agar jalur sepeda tetap terwujud dengan menggunakan fasilitas pejalan kaki,” ujar Condro Kirono, seperti

dikutip media Pemprov DKI dari TMC Polda Metro Jaya. Condro juga mengaku, saat ini tim sedang melakukan observasi studi kelayakan terhadap jalur khusus sepeda tersebut. Dirlantas Polda Metro Jaya siap memberikan saran taknis kepada Pemprov DKI Jakarta agar pembangunan jalur khusus sepada segera terwujud dan tidak menimbulkan tumpang tindih di jalan raya. UU No 22 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan bahwa pejalan kaki dan pengguna sepeda juga dilindungi hakhaknya di jalan raya. Oleh karena itu, pembangunan jalur

Akibat Derasnya Sungai Kalimalang

khusus sepeda merupakan kebutuhan untuk melindungi hak mereka, termasuk saat melintasi jalan atau dan lampu pengatur lalu lintas. Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi, yang terus mengkampanyekan hidup sehat dengan bersepeda tersebut berharap jalur khusus sepeda dapat terealisasi pada 2010 ini. Daerah perkantoran merupakan jalur yang akan dilewati, karena sasarannya adalah Bike to Work. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi kemacetan dan polusi udara di DKI Jakarta. Syahrul mengatakan daerah seperti Setiabudi, Landmark, Semanggi, Sudirman, Blok M,

Senopati, dan SCBD, merupakan jalur-jalur yang akan dilewati dan terhubung ke Fatmawati dan Lebakbulus. “Kita sedang lakukan uji coba setiap Selasa dan Jumat di jalur-jalur tersebut,” ungkap Syahrul Effendi beberapa waktu lalu. Untuk menyukseskan jalur sepeda tersebut, Syahrul akan menertibkan pedagang kaki lima yang banyak berdagang di sepanjang trotoar. Para biker nantinya akan berbagi jalan dengan pejalan kaki. “Pedagang kaki lima akan kita benahi agar baik pejalan kaki maupun biker dapat menggunakan trotoar dengan nyaman,” ungkapnya. (her)

Dibahas Pembentukan

Belasan Rumah Terancam Longsor Tim Pengawas Bangunan JAKARTA - Sebanyak 15 rumah warga di Jl Swadaya RT 08/01 dan RT 14/07, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, terancam longsor. Ancaman itu menyusul derasnya air tembusan sungai Kalimalang yang tidak mampu lagi dibendung. Sebelumnya, warga secara swadaya membendung air dengan memasang bambu, tetapi upaya itu sisa-sia dan telah mengakibatkan 4 rumah warga lain sempat rusak karena terkena derasnya air tersebut. “Masih ada sekitar 15 rumah lagi yang letaknya di bantaran saluran air tembusan Kalimalang ini yang terancam longsor. Karena aliran air yang datang terlalu deras. Terlebih, air muaranya akan masuk ke Kanal Banjir Timur (KBT). Untuk mengantisipasi longsor lagi, kami bersamasama membuat pondasi dengan bambu di sepanjang aliran air ini,” tukas Dwiyanto, salah seorang warga RT 08/01, Puloge-

bang, seperti dikutip media resmi Pemprov DKI kemarin. Menurutnya, besarnya debit air yang mengalir sejak empat hari berturut-turut dari wilayah Bekasi dan Kalimalang yang masuk ke saluran air di Jl Swadaya Pulogebang menuju KBT mengakibatkan tiga rumah warga RT 08/01 mengalami kerusakan. Rumahrumah itu merupakan milik Rayun, Rohimin, dan Supriyanto. Dari musibah itu, kerusakan terberat terlihat pada rumah milik Rohimin. Terlebih, rumah miliknya itu telah mengalami longsor selama tiga kali berturut-turut yaitu, pada 31 Desember 2009 lalu sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, pondasi pagarnya ambruk dihantam derasnya air. Kemudian pada 1 Januari 2010 sekitar pukul 17.00 WIB, dapurnya longsor hingga ke dalam saluran. Terakhir, pada 2 Januari 2010, longsor kembali terjadi pada bagian belakang rumahnya.

Akibat diterjang longsor, rumah penjual tahu dan tempe itu mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan, sampai hari ini dirinya tidak bisa kerja seperti biasanya karena harus memperbaiki kerusakan rumahnya, serta membangun pondasi di bibir saluran air itu dengan bambu bersama seluruh warga. Dwiyanto menambahkan, longsoran ini disebabkan karena tidak dibuatkannya kudakuda atau pondasi pada dasar aliran terusan Kalimalang sehingga mengakibatkan dasar airnya terus menerus terkikis oleh derasnya air. Padahal sejak Oktober 2009 lalu, warga telah dijanjikan akan dibuatkan pondasi dengan mengemaskan batu kali dengan keranjang kawat oleh pihak pelaksana proyek KBT. “Kami telah dijanjikan oleh pihak KBT sejak Oktober 2009 lalu. Katanya akan dibuatkan undakan dengan pondasi batu kali.” (her)

JAKARTA - Ambruknya bangunan tambahan pada Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA) Jakarta Pusat, yang mengakibatkan jatuhnya 4 korban tewas dan 14 luka-luka beberapa waktu lalu, menjadi pelajaran berharga bagi Pemprov DKI. Agar kasus serupa tidak terulang lagi, Pemprov DKI berencana membuat lembaga independen pengawas bangunan yang bertugas melakukan pengecekan terhadap kelaikan konstruksi bangunan. Lembaga baru itu, nantinya akan berkoordinasi dengan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) dan Dinas Tata Ruang dalam setiap pengambilan keputusan terkait kelaikan bangunan. Termasuk untuk mengecek adanya pelanggaran izin dalam pendirian bangunan tersebut. “Lembaga

independen ini diharapkan menjadi pengawas dalam pengurusan building inspector,” ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, akhir pekan kemarin seperti dikutip media resmi Pemprov DKI. Fauzi Bowo berharap, dengan keberadaan lembaga pengawas independen kejadian runtuhnya Metro Tanahabang tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Nantinya lembaga yang akan dibentuk, berisi dari kalangan ahli bangunan dari luar dan tidak akan melibatkan PNS dalam pekerjaannya tersebut. “Saya akan menarik pihak swasta untuk mengisi lembaga independen ini, agar tidak adanya campur tangan dari pihak dalam. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penanganan pengurusan pendirian bangunan,” tandasnya. (her)

Foke Sigap Bersihkan Sampah di Selokan TAMAN Impian Jaya Ancol (TIJA) dipenuhi sampah pascaperayaan malam Tahun Baru 2010. Betapa tidak, volume sampah di tempat rekreasi terkemuka di ibu kota itu mencapai 120 meter kubik. Kondisi ini mengundang perhatian serius Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Orang nomor satu di Jakarta itu terjun langsung membersihkan sampah di pantai Ancol, Sabtu (2/1). Bahkan mantan Sekretaris Daerah Provinsi DKI itu tidak sungkan masuk ke selokan mengangkat sampah menggunakan jaring. Aksi bersih-bersih di kawasan pantai Ancol ini juga diikuti ratusan orang pemerhati lingkungan. Mereka terdiri atas 20 orang dari Sekolah Rakyat Ancol, 20 orang dari Ancol Sayang Lingkungan

(ASL), dan 70 orang nelayan wisata yang telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta pada saat malam pergantian tahun ini. Mereka konsentrasi membersihkan sampah-sampah yang berada di sepanjang pantai Ancol. Bahkan, sebanyak 54 perahu nelayan juga dikerahkan untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di sepanjang pantai Ancol. Aksi bersih-bersih sampah ini dimulai dari lokasi pantai Timur “Beach Pool” hingga Pantai Festival. Fauzi Bowo beserta istrinya Sri Hartati serta ketiga anaknya, memungut sampah-sampah

yang banyak berserakan di kawasan pantai Ancol tersebut. “Ayo, semuanya harus ikut peduli, ambil sampah-sampah yang berserakan dan masukkan

pada tempatnya. Jangan buang sampah sembarangan, biasakan kita berperilaku ramah lingkungan,” ajak Fauzi Bowo kepada warga yang tengah berekreasi di

Ancol, Sabtu (2/1). Peningkatan volume sampah, dikatakan Fauzi Bowo, karena banyaknya pengunjung saat perayaan tahun baru. Fenomena ini terjadi hampir merata di setiap tempat-tempat rekreasi. Sebab, peningkatan jumlah pengunjung di tempattempat rekreasi berdampak pada peningkatan volume sampah. “Sejak kemarin, saya sudah ke Ragunan. Di sana saya juga melihat hal yang sama. Mereka memenuhi tempat-tempat rekreasi ini, tapi mereka lupa sehingga tetap membawa kebiasaan buruk, yakni membuang sampah sembarangan. Padahal, tempat-tempat sampah sudah disiapkan,” ujar Fauzi Bowo.

Momen pergantian tahun, ujar Fauzi Bowo, merupakan hal yang luar biasa setahun sekali. Tetapi, kata Fauzi Bowo, bukan alasan untuk tidak berperilaku ramah lingkungan. “Hari ini saya mengajak seluruh warga terutama anak-anak ini, jangan buang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempatnya. Karena ini tahun baru, kita harus mengubah perilaku yang buruk menjadi perilaku yang baik,” tegasnya kepada ratusan pengunjung Ancol. Secara umum, untuk mengatasi masalah sampah di Jakarta, ungkap Fauzi Bowo, Pemprov DKI telah mengolah sampah dengan cara menggalakkan program komposting di setiap RW. Di DKI saat ini tercatat ada

2.500 RW. Dari jumlah tersebut, 800 RW diantaranya sudah mempraktikkan secara rutin dan kontinyu 3R yakni Reduce, Reuse, dan Recycle. General Manager Corporate Plan TIJA, JSP Nugroho Da Gomez, mengatakan Ancol mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakrta, Fauzi Bowo, karena memiliki apresiasi yang tinggi terhadap masalah lingkungan, terutama masalah sampah. Dirinya berharap, para pengunjung Taman Impian Jaya Ancol dapat tergugah hatinya dan lebih termotivasi untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Saya berharap dengan kedatangan Gubernur DKI Jakarta dapat memotivasi para pengunjung untuk tidak buang sampah sembarangan,” ucapnya. (her)


Metr politan

Suluh Indonesia, Senin 4 Januari 2010

3

Terhadap Pemerintah

PAN Tetap Kritis

Suluh Indonesia/ant

ULANG TAHUN - Ketua Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Letjen (Purn) R.H. Soeyono bersama Ketua Dewan Pertimbangan Mien Sugandhi berfoto bersama usai menandatangani perangko perintatan 50 Tahun MKGR di Jakarta, kemarin

KPK Diminta Lebih Ekspansif JAKARTA - Sejumlah aktivis LSM Anti Korupsi menyerukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk lebih berani dan agresif membongkar berbagai kasus tindak pidana korupsi di daerah yang melibatkan para pejabat setempat. ‘’Para raja kecil di daerah, mulai dari bupati, wali kota hingga gubernur selama ini masih sangat jarang tersentuh aparat KPK, karena kasus-kasus Tipikor yang melibatkan mereka ‘hilang tertelan’ waktu setelah ditangani lembaga penegak hukum lainnya,” ungkap Fungsionaris Presidium Barisan Rakyat Anti Korupsi (BRAK) Jeffry Kawulur di Jakarta, kemarin. Pernyataan itu juga lahir se-

cara terpisah antara lain dari salah satu aktivis elemen Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Komite Pemilih Indonesia (Tepi), LSM Federasi Timur Raya (FTR), Patriot Nusantara (Patron), “Independent Control Empowerment Organization” (Inceor), dan “Sulut Corruption Watch” (SCW). Aktivis GIB, Edysatria T Girsang misalnya, dalam pernyataannya mengharapkan Tahun Baru 2010 menjadi momentum penting serta strategis bagi suatu perubahan signifikan di Indonesia hingga ke daerah-daerah, terutama membersihkan lebih dari 200 Pilkada dari permainan koruptor. ‘’Yah, semoga tahun ini semua semakin baik. Hidup baik, ke-

luarga-keluarga rakyat baik, lingkungan baik, dan semua itu harus dimulai dari pemimpin yang mengerti dan memahami kemauan rakyatnya, yakni pemimpin yang benar-benar bersih,” tegasnya. Karena itu, ia juga berharap, akan muncul semakin banyak pemimpin yang tidak hanya mengandalkan kemampuan dirinya dan mementingkan martabat serta kepentingan kelompoknya. ‘’Tetapi, pemimpin yang baik, yang mengandalkan kedaulatan rakyat dan tahu bahwa Tuhan berkuasa atas bangsa ini, agar negara dan rakyat bisa hidup lebih baik, tidak dicobai berbagai tantangan dan bencana silih berganti,” katanya lagi.

MKGR Bukan Kejar Kursi JAKARTA - Ketua Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Letjen TNI (Purn) Soeyono menegaskan, kader-kader pimpinan MKGR akan lebih berfokus pada misi karya nyata membantu rakyat dan bukan mengejar kursi politik. ‘’MKGR itu lahir untuk memberdayakan rakyat. Jadi salah kalau menilai MKGR sebagai batu loncatan mengejar jabatan sebagai anggota Dewan atau kursi jabatan lainnya,” katanya saat memberikan sambutan pada peringatan Ulang Tahun Emas MKGR di Jakarta, kemarin. Soeyono menjelaskan, sudah saatnya kader pemimpin membangun optimisme yang kolektif dalam membangun bangsa dan negaranya sehingga terwujud kehidupan rakyat yang lebih sejahtera yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia. ‘’Kita memilih untuk mengawal proses pembangunan ini secara nyata melalui kegiatan yang manfaatnya lebih bisa

dirasakan rakyat kecil secara langsung,” katanya. Organisasi yang didirikan oleh almarhum RH Sugandhi pada 3 Januari 1960 itu juga mendorong agar Indonesia memunculkan pemimpinpemimpin muda yang berwawasan kebangsaan yang kuat dan internasional guna menghadapi tuntutan zaman global. Pada tahun 2014, katanya, sudah saatnya Indonesia dipimpin oleh generasi yang lebih muda namun memahami betul keberagaman yang ada di dalamnya, karena hal itulah yang menjadi modal kekuatan dan kejayaan Indonesia. Sementara itu, Ketua Dewan pertimbangan MKGR, Mien Sugandhi mengatakan, MKGR tetap tidak akan menjadi organisasi politik melainkan sebagai organisasi kemasyarakatan yang membumi dalam menjalankan misinya. ‘’Kita perlu mengupayakan agar hasil-hasil dari kegiatan pembangunan betul-betul menciptakan efek

‘snowbowling’ yang bisa dirasakan rakyat secara langsung. Kita juga perlu mencegah pertentangan yang berasal dari kabar-kabar fitnah,” kata mantan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita tersebut. Ada satu hal istimewa pada peringatan HUT ke-50 MKGR kali ini, yaitu bergabungnya kembali Irsyad Sudiro, ke MKGR, walau sebelumnya sempat tidak sejalan dan keluar dari organisasi itu. Kenyataan tersebut dinilai istimewa oleh Mien Sugandhi sehingga mempersilakannya untuk duduk berdampingan dengan jajaran DPP MKGR. Dalam rangka menyambut ulang tahun emas, sejumlah kegiatan dilaksanakan mulai dari bhakti sosial, ziarah ke makam almarhum RH Sugandhi (pendiri MKGR), hingga penerbitan perangko peringatan “50 Tahun MKGR”. MKGR sebelumnya merupakan salah satu penopang utama kemunculan Golkar. (ant)

Sementara itu, Koordinator Nasional (Kornas) Tepi, Jeirry Sumampouw mengaku amat mendambakan suatu pembersihan total dari lingkup pelaksanaan Pilkada yang tahun ini secara serentak berlangsung di lebih 200 daerah. ‘’Kita berharap para kandidat yang muncul itu relatif telah bersih dari status dugaan kasus Tipikor, terutama para incumbent yang banyak pernah jadi terperiksa,” ungkapnya. Terhadap usulan itu, John Lengkey menambahkan, pihaknya punya data dan sekaligus telah melaporkan berbagai dugaan kasus Tipikor yang melibatkan para pejabat daerah. (ant)

KUPANG - Anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) DPP PAN Hatta Rajasa mengatakan, PAN tetap memberikan kritikan terhadap kebijakan pemerintahan, sekalipun merupakan salah satu partai koalisi pemerintahan SBY-Boediono saat ini. ‘’PAN akan memberikan kritikan yang sifatnya solutif terhadap setiap kebijakan yang dikeluarkan, yang sifatnya tidak memihak rakyat,” katanya usai menemui pimpinan DPW dan DPD PAN se-NTT di Kupang, kemarin. Hatta berada di Kupang bersama Sekjen PAN Zulkifli Hasan, anggota DPR RI Lorens B Dama dan jajaran DPP guna melakukan konsolidasi terakhir bersama DPW dan 21 DPD PAN di NTT sebelum pelaksanaan Kongres tanggal 7-9 Januari 2010 di Batam. Hatta yang juga Menko Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II

saat ini mengatakan, kritikankritikan yang selama ini dilakukan berbagai pihak terhadap kebijakan pemerintah belum sepenuhnya disertai dengan jalan keluar untuk perbaikan. Koreksi tersebut kata dia, cenderung destruktif dan bukan konstruktif untuk mensejahterakan masyarakat umum. Karena itu, katanya, jika dirinya terpilih dalam kongres ke-VIII itu, akan melakukan kritikan-kritikan yang sifatnya memebrikan jalan keluar sebagai salah satu upaya membangun bangsa dan masyarakat. ‘’PAN ini salah satu Partai pelopor lahirnya Reformasi dibawah kepemimpinan Ketua Mejelis Pertimbangan Pusat (MPP) PAN Amien Rais, sehingga akan tetap melanjutkan cita-cita dan perjuangan reformasi di berbagai bidang pembangunan terutama pemberantasan korupsi, penegakan hukum dan pengentasan

kemiskinan,” katanya. Mantan Menteri Perhubungan ini mengakui saat ini dukungan terhadap dirinya sudah cukup banyak, namun dirinya tetap meminta agar pada Kongres nanti tidak dilakukan secara aklamasi. ‘’Partai tetap mendorong kader lain seperti Drajad Wibowo untuk maju sehingga demokrasi tetap ada dan hidup, karena itu mekanisme aklamasi diharapkan tetap dihindari,” katanya. Secara terpisah Ketua DPW PAN NTT Eurico Guterres mengatakan, seluruh DPD PAN se-NTT telah menyatakan dukungan penuh kepada Hatta Rajasa untuk memimpin PAN lima tahun mendatang karena pengalaman yang dimiliki baik di DPP PAN maupun dalam pemerintahan selama ini. ‘’Hatta Rajasa diharapkan mengembalikan kejayaan PAN seperti ketika dipimpin Amien Rais sebelumnya,” katanya. (ant)

Yenny-Muhaimin Segera Islah SURABAYA - Keponakan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) merasa yakin Zannubah Arifah Chafsoh atau Yenny dan Muhaimin Iskandar akan secepatnya islah (rujuk) untuk menyelesaikan konflik internal Parai Kebangkitan Bangsa (PKB). ‘’Saya melihat benih-benih islah itu ada, tinggal menunggu waktu saja,” kata Wakil Gubernur Jatim itu di Surabaya, kemarin. Ia melihat keduanya sadar akan kebesaran partai politik yang didirikan Gus Dur pada 1999 itu. Muhaimin sebagai keponakan Gus Dur dan Yenny sebagai anak kandung Gus Dur, lanjut Gus Ipul, sama-sama memiliki semangat ingin membesarkan partai politik itu.

‘’Makanya, saya optimistis islah antara dua kubu berbeda di PKB itu akan terjadi,” kata mantan Sekretaris Jenderal DPP PKB di era kepemimpinan Gus Dur-Alwi Shihab itu. Saat diminta tanggapan, bagaimana jika dirinya diminta turut membantu proses islah, Gus Ipul menyatakan kesiapannya, kendati tak ingin terlibat secara langsung. ‘’Sebenarnya tidak perlu ada mediasi atau fasilitator, keduanya sudah berpikiran menuju ke sana (islah),” kata Ketua Umum GP Ansor yang sejak 1985 diasuh Gus Dur itu. Oleh sebab itu, dia menginginkan rekonsiliasi itu atas inisiatif kedua kubu tanpa harus melibatkan orang lain. Selama ini, Yenny bersikap

berseberangan dengan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, bahkan Yenny dan Ali Masykur Moesa berencana mendirikan PKB dengan embelembel nama “Gus Dur” di belakang nama partai itu. Hal itu mencuat setelah Gus Dur meninggal dunia di Jakarta pada 30 Desember 2009 dan jenazahnya dimakamkan di Jombang, Jawa Timur pada keesokan harinya. Muhaimin menyatakan, sebelum meninggal dunia, Gus Dur telah memberikan wasiat kepadanya untuk membesarkan PKB. Namun, hal itu dibantah oleh Yenny karena menjelang akhir hayat, Gus Dur tidak pernah membicarakan masalah dualisma partai. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Senin 4 Januari 2010

4

K ilas Pantai Tanjung Kait Padat TANGERANG - Pantai Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, dipadati pengunjung mengisi liburan akhir tahun untuk menikmati pemandangan sembari menyaksikan para nelayan pulang menangkap ikan dari perairan Laut Jawa. Pantauan Antara kemarin, kepadatan itu membuat pengunjung yang mendatangi pantai Tanjung Kait itu kesulitan untuk mendapatkan tempat parkir terutama bila menggunakan kendaraan pribadi. Demikian pula, pengguna sepeda motor terpaksa harus memarkir kendaraan di rumah penduduk sekitar yang sengaja menyediakan tempat karena areal parkir resmi sudah penuh. Para pengunjung berdesakan masuk ke lokasi obyek wisata itu, mulai dari pintu masuk hingga halaman depan klenteng yang letaknya bersebelahan dengan pantai. (ant)

Taman Safari

Dipadati Pengunjung BOGOR – Bertepatan dengan akhir libur panjang, kemarin Taman Safari Indonesia (TSI) yang terletak di kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dipadati ribuan pungunjung. Menurut Humas TSI, Yulius Ricardo, peningkatan jumlah pengunjung mencapai dua kali lipat dibandingkan hari libur sebelumnya. “Hari ini jumlah pengunjung lebih meningkat dari hari libur sebelumnya, kita memprediksikan jumlah pengunjung mencapai angka 20 ribu, dimana hari sebelumnya hanya 10 ribu pengunjung saja,” katanya kepada Antara di Bogor. Yulius menyebutkan hari ini termasuk puncak peningkatan jumlah pengunjung. Para pengunjung yang mendatangi TSI ini mayoritas berasal dari daerah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). “Pada umumnya pengujung dari kawasan Jabodetabek, itu kita perhatikan dari nomor polisi kendaraan yang parkir di TSI,” terangnya. Untuk mengisi waktu liburan pengunjung di TSI dan menarik minat para pengunjung, pihak pengelola TSI membuat berbagai acara guna menghimbur pada pengunjung yang datang sehingga mereka terhipnotis untuk kembali lagi ke TSI. “Kita membuat pertunjukan-pertujukan hiburan dan permainan-permainan yang dimainkan oleh para hewan, untuk menghibur pengunjung,” terang Yulius. Mengingat padatnya jumlah pengunjung, pihak TSI pun menaikkan harga tiket masuk yakni dari biasanya perorang Rp50 ribu, selama libur menjadi Rp65 ribu. “Hampir setiap weekend kita menaikkan sekitar 10 persen harga tiket masuk,” ucap Yulius dengan tujuan peningkatan layanan. Menurut salah seorang pengunjung kenaikan harga tiket masuk tempat wisata pada hari libur sudah dianggap lumrah, dan beberapa orang sudah menganggap biasa karena mereka memang membutuhkan hiburan. “Kenaikan tiket sudah biasa jika sudah musim liburan datang, namanya juga mencari hiburan jadi seberapapun harganya tetap kita berikan,” ucap salah satu pengunjung TSI, Nurhayati warga Jakarta, yang merasa terhibur datang ke TSI. (ant)

Dishub Pasang

‘Pedestrian Crossing’ BEKASI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi berencana memasang ‘pedestrian crossing’ atau lebih dikenal dengan lampu pengatur lalulintas sistem tombol di depan Samsat Kota Bekasi Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. “Dengan adanya peralatan tersebut penyeberang jalan bisa menentukan sendiri tombol lampu hijau untuk penyeberang jalan,” ujar Kepala Dishub Kota Bekasi Agus Dharma, di Bekasi, akhir pekan lalu. Nantinya pejalan kaki dari depan GOR Kota Bekasi dan pertokoan sepanjang sisi kanan dari depan kantor Pemkot bisa memanfaatkan tombol tersebut untuk menyebarang ke kantor Samsat dan perkantoran lain di depannya. Ia mengatakan, sistim tombol tersebut lebih memudahkan pejalan kaki mengatur sendiri kapan mau menyeberang dan lampu tersebut akan dipasang dalam waktu dekat. Pemilihan lokasi tersebut juga dimaksudkan memberikan kemudahan bagi wajib pajak kendaraan bermotor yang memarkirkan kendaraan di seberang jalan kantor Samsat yang memiliki ruang luas untuk parkir kendaraan. Adanya sistim tombol tersebut diharapkan mampu memotivasi pemilik kendaraan dari sisi kiri kantor Samsat untuk memarkirkan kendaraan di depan GOR yang berada di depan kantor tersebut sehingga mengurangi kemacetan. Selain itu, pihaknya juga akan memasang belasan kaca cembung untuk memudahkan pengendara melihat kendaraan lain dari arah berlawanan, untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalanan (ant)

Suluh Indonesia/ant

PEMAKAMAN FRANS SEDA - Putri mantan Menteri Keuangan era orde baru almarhum Frans Seda, Eri Seda, meletakkan nisan ke makam jenasah ayahnya di Pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Sabtu lalu.

Polisi Siap Amankan Pilkada Depok DEPOK – Jajaran Polres Depok memprioritaskan masalah pengamanan untuk pemilihan kepala dan wakil daerah (pilkada) Kota Depok, yang tahapan pertama nya akan digelar April mendatang. Fokus pengamanan ditujukan pada upaya untuk meminimalisir adanya aksi unjuk rasa massa yang kerap terjadi dalam pesta demokrasi. “Tahun ini kita memfokuskan

pada pengamanan pilkada Depok. Selain itu, kami juga tidak luput untuk melakukan pengamanan lainnya seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, penganiayaan berat, serta pencurian kendaraan bermotor,” kata Kapolres Depok AKBP Saidal Mursalin di depok, kemarin. Dia menghimbau kepada jajarannya agar tidak lengah di

Kawasan Puncak Macet BOGOR - Arus lalu lintas di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, kemarin mengalami kemacetan hingga sepanjang 10 kilometer (km). Kemacetan terutama terjadi di ruas jalan arah Puncak menuju Jakarta. Kemacetan panjang terlihat dari pos Riung Gunung, Cisarua sampai ruas tol Ciawi. Sistem ‘one way’ diberlakukan oleh petugas Lalu lintas (Lantas) Polres Bogor untuk mengurai kemacetan. Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Tomex Korniawan, menyebutkan sistem

one way mulai diberlakukan sekitar pukul 15.30 WIB untuk arah dari Jakarta menuju Puncak. “Untuk mengurai kemacetan dan mengurangi jumlah kendaraan yang akan masuk menuju Puncak, sehingga arus balik dari Puncak menuju Jakarta berkurang macetnya,” kata Tomex kepada Antara di Bogor. Tak hanya itu petugas lalu lintas juga menghentikan kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju Puncak dan mengalihkannya. “Kendaraan yang datang dari arah Jakarta menuju

Masalah sampah pun menarik perhatian Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Depok, Ronny Aidil yang menghimbau agar warga Depok memilah sampah organik dan non organik. “Langkah tersebut merupakan suatu upaya dari masyarakat dalam menyelamatkan lingkungan dari zat kimia. Saya berharap masyarakat Depok memiliki kesadaran soal pemilahan sampah organik dan non organik,” kata Ronny saat membuka Depok Go Green II di Setu Pengasinan, Sawangan, Depok, kemarin. Bahkan Ronny berharap, dengan partisipasi warga Depok dapat terlepas dari masalah sampah yang selama ini menjadi polemik tak berujung. Langkah lain, lanjutnya, dengan membangun kesadraan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di ruang terbuka

yang kemungkinan tidak terangkut oleh petugas kebersi-

Puncak kita kurangi hanya sampai di Simpang Gadog, dan di depan pintu tol Ciawi, kita mengurangi jumlah kendaraan yang masuk dari Jakarta menuju Puncak, sampai arus balik di Puncak dapat lancar,” jelasnya. Ditegaskan Tomex, pemberlakukan sistem ‘one way’ dari arah Jakarta menuju Puncak, dikarenakan volume kendaraan dari Puncak menuju Jakarta sangat padat. “Jadi, untuk mengurai kemacetan, kami memberlakukan sistem satu jalur atau buka tutup jalur,” jelasnya. (ant)

Warga Minta Saluran Air Diperbaiki BEKASI - Warga di Perumnas III, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, mendesak pemerintah daerah setempat untuk memperbaiki drainase guna mengantisipasi persoalan banjir. “Setiap hujan turun lebih dari tiga jam, perumahan kami pasti tergenang air setinggi betis orang dewasa,” kata Dimas Prayoga, warga jalan Bali RT 01/04 Perumnas III kepada ANTARA, di Bekasi, kemarin. Banjir yang melanda kawasan Perumnas III itu, terjadi di sepanjang Jalan Bali, dan Nusantara.

Di perumahan itu, terdapat sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK). “Penyebabnya, selain saluran air mampet akibat tertimbun longsoran tanah dan rusak, lebar saluran hanya sekitar 30 sentimeter dengan kedalaman 25 sentimeter, sehingga tidak mampu menampung air hujan,” katanya. Saluran air di Perumnas III banyak yang rusak dan tertimbun lonsoran tanah, sehingga arus air tidak lancar ketika hujan deras. Kerusakan drainase di perumahan tersebut, kata dia, sudah berlangsung selama empat tahun

UPS tak Mampu Atasi Sampah MASALAH sampah terus saja menjadi sorotan penting di Depok. Pasalnya, keberadaab unit pengolahan sampah (UPS) ternyata belum juga mengatasi sampah rumah tangga yang setiap harinya mencapai 3500 meter kubik. Untuk itu, diperlukan kesadaran masyarakat sendiri untuk iklut memillah sampah sehingga dapat diolah secara cepat di UPS.

empat titik pengamanan tersebut. Jangan sampai, ungkapnya, terlalu fokus untuk pilkada tetapi mengesampingkan pengamanan di sentra lain yang juga perlu diperhatikan. Untuk pengamanan pilkada sendiri, imbuh Saidal, pihaknya akan kembali mengaktifkan posko Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) untuk menampung kasus pidana Pilkada.

han. “ Masyarakat pun tidak akan membuang sampah sembarangan. Dengan begitu saya yakin Depok akan bebas sampah,” tandasnya. Lebih lanjut, Ronny memaparkan, pihaknya juga berupaya membangun kesadaran tersebut melalui acara ‘Depok

Go Green’ yang bertujuan mengajak masyarakat untuk cinta terhadap alam. “Bahkan kita menyerahkan dua buah gerobak kepada Pemkot Depok. Kami berharap gerobak ini dapat menstimulus masyarakat untuk peduli ,” harapnya. (rin)

terakhir, bahkan warga telah melayangkan surat ke pejabat instansi terkait untuk memperbaiki saluran air tersebut, tetapi belum mendapat tanggapan. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi Agus Syofyan mengatakan, perbaikan drainase di Kota Bekasi akan menjadi prioritas dari program Dinas Bina Marga pada 2010. “Termasuk yang ada di Perumnas III. Kami akan mencoba untuk memasukkannya dalam anggaran,” katanya. (ant)

“Paling tidalk usaha kita adalah meminimalisir adanya aksi unjuk rasa seperti pilkada 2005 lalu,” terangnya. Kapolres memaparkan, Polres Depok memiliki pengalaman dalam pelaksanaan pilkada lima tahun lalu saat Nurmahmudi Ismail. Jumlah personel yang akan diterjunkan dalam pengamanan akan disesuaikan dengan jumlah Tempat Pemu-

ngutan Suara (TPS) yang ada. Yang terpenting, ujar Kapolres mengingatkan, sebisa mungkin pihaknya melakukan langkah persuasif kepada warga agar menerima apapun hasil pemilihan. “Bagaimana kita memberikan pengertian untuk tidak memaksakan kehendak. Mari laksanakan demokrasi dengan lebih baik lagi,” ajaknya. (rin)

Mahasiswa Dukung Gus Dur Jadi Pahlawan BOGOR - Aktivis mahasiswa Kota Bogor, Jawa Barat, mendukung penuh ditetapkannya almarhum mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai pahlawan nasional. Sikap itu disampaikan aktivis mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Siti Frihatin. Dalam perbincangan dengan Antara di Bogor, kemarin, Frihatin mengatakan, penganugerahan pahlawan nasional bagi mendiang Presiden ke-4 RI yang menjabat pada era sulit saat transisi demokrasi tersebut merupakan sebuah keniscayaan. “Anugerah pahlawan nasional bagi Gus Dur sudah seharusnya dilakukan negara. Hal itu sebagai konsekwensi atas jasa yang telah diberikannya kepada bangsa ini,” kata mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB itu. Frihatin melanjutkan, pengakuan terhadap jasa besar Gus Dur bagi negara ini telah ditunjukkan oleh segenap elemen bangsa. Tingginya antusiasme masyarakat untuk melayat jenazah Gus Dur mulai RSCM, Ciganjur hingga ke tempat peristirahatan terakhir di Pesantren Tebuireng sebagai pertanda pen-

gakuan tulus masyarakat akan jasa besar Gus Dur. “Saya kira pengakuan tertinggi terhadap anugerah pahlawan seorang tokoh justru berasal dari masyarakat. Masyarakat sudah melakukannya untuk Gus Dur,” tegas dia. Dia melanjutkan, kalau negara tidak memberikan gelar pahlawan bagi Gus Dur, merupakan tindakan yang keterlaluan. “Gus Dur tidak membutuhkan pemberian anugerah pahlawan. Keluarganya pun saya yakin tidak akan menuntut pemberian gelar itu. Namun dalam konteks negara, yang bisa diberikan untuk menghargai jasa besarnya adalah hanya dengan anugerah pahlawan,” katanya. Hal senada juga diutarakan oleh Akhmad Khoirul Umam, mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor. “Jasa Gus Dur bagi bangsa ini, bahkan untuk dunia internasional, teramat besar. Sudah sewajarnya jika pemerintah menganugerahi Gus Dur dengan tanda jasa berupa status pahlawan nasional,” kata alumnus Pesantren Daarul Rahman Jakarta. (ant)


pini

Suluh Indonesia, Senin 4 Januari 2010

F OKUS Gus Dur Antara NU dan Indonesia ELIAU orang besar, dia memiliki jasa besar dalam demokrasi, keadilan, komitmen kepada orang kecil. Oleh karena itu, tidak hanya NU tapi juga bangsa Indonesia telah kehilangan tokoh besar, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Menyimak kiprah Gus Dur selama ini ibarat membaca Nahdlatul Ulama (NU) dan meneropong Indonesia. Hal itu karena Gus Dur tak dapat dilepaskan dari NU dan Indonesia, karena itu untuk mengetahui bagaimana NU dan Indonesia agaknya cukup bertanya kepada Gus Dur. Paling tidak, pidato cucu pendiri NU Hadratusyeikh KH Hasyim Asy’ari itu di sepanjang tahun 2009 bertemakan NU dan Indonesia. Intinya, Gus Dur menilai ulama NU melihat Indonesia sebagai bentuk negara yang final, sedangkan bangsa Indonesia melihat NU sebagai organisasi keagamaan yang toleran, menghargai kemanusiaan, dan cukup moderat. Di hadapan masyarakat kecil yang awam atau kalangan terpelajar serta tokoh agama lain, mantan Ketua Umum PBNU itu kerap mencontohkan kedekatan ulama NU dengan tokoh-tokoh nasionalis. Misalnya, Haji Oemar Sahid Tjokroaminoto dan dua sepupunya KH Hasyim Asy’ari dan KH A Wahab Chasbullah (dua tokoh NU) sering mendiskusikan hubungan antara agama dengan negara, bahkan Soekarno juga sering terlibat dalam diskusi para tokoh itu. Dalam Muktamar NU di Banjarmasin tahun 1935, NU berpandangan bahwa umat Islam tak berkewajiban mendirikan negara Islam. Sikap itu memperkuat perumusan Pancasila dan Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Nasionalisme adalah dasar pendirian bangsa Indonesia. Pemikiran semacam itu sudah lama dipidatokan Gus Dur, namun sepanjang tahun 2009 justru lebih sering dikampanyekan dalam berbagai kesempatan, apakah dalam komunitas internal NU, komunitas antaragama, atau dalam forum yang lebih luas. Misalnya, Gus Dur penah mengumumkan Tahun Baru China (Imlek) menjadi hari libur nasional dan mencabut larangan penggunaan huruf Tionghoa. Mozaik kehidupan mantan Ketua Umum PBNU itu juga terbaca dari usulan agar TAP MPRS Nomor XXIX/MPR/1966 yang melarang Marxisme-Leninisme dicabut, sehingga timbul kontroversi. Tidak hanya itu, Gus Dur juga berusaha membuka hubungan dengan Israel, bahkan dia juga sempat tercatat dalam Yayasan Shimon Peres. Barangkali, Gus Dur ingin mewariskan pendekatan pemikiran ala NU untuk melihat persoalan Indonesia yang cukup majemuk itu. Tanpa pemikiran yang moderat ala NU, konflik akan selaku berkembang di masyarakat yang majemuk seperti Indonesia. Hal itu juga diakui Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Umum bidang Perdagangan dan Distribusi, Benny Soetrisno.Kita telah kehilangan pemimpin umat yang moderat. Semasa kepemimpinannya, beliau pernah melawat ke tujuh belas negara dan beliau menyodorkan citra Indonesia yang demokratis dan pluralis. Agaknya, sepak terjang Gus Dur seperti itu membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjuluki mantan pendahulunya itu sebagai Bapak Pluralisme yang patut menjadi teladan bagi seluruh bangsa. Kita telah kehilangan putra terbaik bangsa, guru, bapak bangsa, dan negarawan yang terhormat. Seluruh rakyat Indonesia berkabung atas wafatnya K.H. Abdurrahman Wahid. Menurut Kepala Negara, sejarah bangsa ini tidak lepas dari peran serta Gus Dur. Presiden menilai pluralisme dan multikulturalisme yang diajarkan Gus Dur tidak hanya menjadi inspirasi elemen bangsa ini, tetapi juga bangsa-bangsa di dunia. Oleh sebab itu, Gus Dur merupakan Bapak Pluralisme yang telah memberikan inspirasi bagi kita semua. ***

B

S URAT ANDA Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/ SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Waspadai Terus DBD KASUS demam berdarah dengue (DBD) pada masa hujan seperti ini memang patut terus di waspadai oleh masyarakat. Apalagi data menyebutkan ada peningkatan kasus DBD. Yang sering dilupakan oleh masyarakat memasuki musim hujan maka DBD akan lenyap sendirinya. Pemikiran seperti ini jelas salah dan memang harus diluruskan Padahal, di masa seperti ini keganasan nyamuk pembawa virus makin tak bisa disepelekan. Kelengahan masyarakat inilah yang sering membuat kasus DBD meningkat begitu drastis. Kita sering mengabaikan moto pemberantasan nyamuk pembawa DBD, yakni mengubur, menutup dan memberihkan kolam atau wadah yang berpotensi menyadi sarang berkembangnya nyamuk. Di tengah biaya kesehatan yang mahal, sangat berisiko jika kita tak mengindahkan pentingnya kebersihan. Kita prihatin sebab, korban

DBD sering kali justru dari kalangan yang tak mampu dimana lingkungan rumahnya mungkin sangat kotor dan menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk secara subur. Tak jarang dari kita yang merasa ‘aman’ setelah melakukan pengasapan. Sesungguhnya pengasapan hanya bersifat temporer yakni hanya membunuh nyamuk yang dewasa. Sementara jentik atau bibit nyamuk tidak diberantas. Maka, cara paling efektif adalah dengan memutus rantai hidup nyamuk-nyamuk keji ini Hanya dengan begitu keluarga kita bisa diselamatkan. Persoalannya adalah hanya sebagian dari kita yang menyadari. Padahal, kecerobohan dan kemalasan beberapa orang saja bisa membawa petaka bagi yang lain. Maka, perlu tindakan tegas nampaknya bagi mereka yang melaaikan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Andrianai Septi Sumur Batu, Kemayoran

S UARA ANDA KOLOM ini khusus untuk pembaca yang ingin menyampaikan, kritik, saran dan komentar singkat mengenai berbagai persoalan pada para pejabat Pemerintahan, mulai dari Lurah, Camat hingga Presiden. Kirim pesan singkat Anda secara padat dan jelas, tanpa menyinggung perasaan orang lain. Setiap pesan akan diedit. Cara pengiriman SMS dengan format: BJ <spasi> pesan, lalu kirim ke 3499. (biaya Rp2000/SMS). Contoh : BJ Jakarta harus cari gubernur yang mampu menanggulangi banjir.

Bang D

el

Partai Golkar akan dibersihkan

5

Ada Apa Dengan Pancasila ? SETIAP bulan Oktober dan November kita selalu memperingati hari-hari bersejarah, dan hati kita bagaikan terbakar oleh api patriotisme manakala kita memaknainya dengan refleksi mendalam. Jiwa dan semangat pengabdian pada Ibu Pertiwi disegarkan kembali oleh kisah historis-herois-patriotis, sarat dengan nilai-nilai sejarah bangsa yang sepatutnya kita lestarikan. Tanggal 5 Oktober adalah hari lahirnya TNI yang berasal dari kelompok-kelompok perjuangan, dan dari semua suku di Nusantara yang terpanggil untuk mempertahankan kemerdekaan. Sedangkan 28 Oktober adalah hari Sumpah Pemuda yang merupakan “hari lahirnya Kebangsaan Indonesia”. Lalu tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan, yang awalnya ditandai perjuangan berdarah arekarek Soroboyo (Jawa Timur), kemudian diikuti pemuda pejuang di hampir semua daerah di Indonesia yang bangkit melawan penjajah kendati hanya bersenjatakan bambu runcing dan berbekal semangat “Merdeka atau Mati”. Sejarah panjang Keindonesiaan yang membuahkan kemerdekaan itu pada hakikatnya digelorakan oleh semangat perubahan/pembaruan yang disuburkan oleh mosaik nilai-nilai keadilan, kekeluargaan, gotong-royong, kebersamaan, toleransi, mufakat, persatuan, komitmen, keberanian, keuletan, sikap pantang menyerah dan yang terpenting adalah keteladanan. Para founding fathers/mothers telah membingkai nilai-nilai tersebut dalam pigura Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Weltanschauung) yang secara legal-formal ditetapkan bersamaan dengan diberlakukannya UUD 1945 pada 18 Agustus 1945. Berarti pula Pancasila telah disepakati dan resmi menjadi Jatidiri Bangsa Indonesia yang harus dibentuk lewat proses akbar “Character Building” yang tetap berkelanjutan (never ending process). Namun pertanyaan besar yang selalu menggelitik nurani kita adalah apakah nilai-nilai tersebut masih tetap hidup dalam sanubari anak-anak bangsa Indonesia? Berbagai fenomena memperlihatkan betapa nilai-nilai tersebut mengalami erosi dan degradasi. Padahal para founding fathers/ mothers secara sangat cerdas, arif dan visioner telah memformulasikan Pancasila sebagai buah perkawinan antara “lokalitas dan universalitas” yang sangat tepat dan relevan karena benar-benar berakar dan bersumber pada ranah Keindonesiaan yang ideal sekaligus realistis. Prof. Syafii Maarif mengapresiasinya sebagai ?masterpiece? (karya agung) anak bangsa dan Jacob Oetama menyebutnya sebagai hasil dari pemiki-

Oleh : Kiki Syahnakri* ran cerdas yang mendahului jamannya. Mengapa Pancasila? Pada saat proses perumusan tersebut, secara global telah berkembang paham individualisme-liberalisme serta kolektivisme sebagai acuan negara-negara baru dalam merumuskan platform kenegaraannya. Namun para bapak bangsa tidak mengadopsi kedua paham besar tersebut. Sistem liberal yang merupakan anak kandung individualisme justru ditentangnya karena dianggap menurunkan kapitalisme serta kolonialisme/imperialisme. Mereka juga menafikan kolektivisme ala Marxis-Leninis yang menurunkan diktatorisme/otoritarianisme. Founding fathers lebih memilih sistem “negara kekeluargaan” yang digali dari akar budaya bangsa sendiri. Oleh karena Pancasila digali oleh Bung Karno dan kawan-kawan dari akar budaya bangsa sendiri, maka Pancasila amat membumi sehingga apabila dikembangkan dan diimplementasikan akan menjadi “jatidiri bangsa” serta perekat yang ampuh, bagi kelanjutan eksistensi Indonesia. Ada sejumlah pertimbangan mengapa founding fathers memilih Pancasia sebagai pandangan hidup bangsa, yaitu, pertama, secara demografis bangsa kita memiliki pluriformitas yang sangat lebar dari berbagai aspek (multidimensi). Dengan jumlah penduduk yang sangat besar (keempat terbesar di dunia), terdapat kesenjangan multiaspek misalnya aspek pendidikan, ekonomi, sosial dan kultural. Kedua, secara kultural, dalam masyarakat Indonesia di seluruh Nusantara mendarah-daging nilainilai luhur seperti kekeluargaan, gotong-royong, toleransi, keramah-tamahan, budi pekerti dan sebagainya, meski menurut antropolog budaya terkemuka mendiang Prof. Dr. Koentjaraningrat, juga mengidap simptom penyakit sosial yang negatif, seperti berwatak “feodalistis”, “munafik”, “suka mencari kambing hitam” dan “malas” (pasif, rendah dalam inisiatif, kreasi dan inovasi). Untuk mempertahankan dan

mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa serta mengatasi penyakit budaya tersebut, satu-satunya jalan/cara terapi adalah pendidikan yang berkualitas, berorientasi pada pembangunan jatidiri bangsa Indonesia (nation and character building). Persoalannya, sistem pendidikan nasional saat ini justru bermasalah, karena lebih menekankan aspek “transfer of knowledge” daripada “transfer of values”. Ketiga, secara geografis, negara kita merupakan negara kepulauan (archipelagic country) dengan garis pantai yang amat panjang (nomor dua terpanjang di dunia), terletak pada posisi silang yang amat strategis serta amat kaya dengan Sumber Daya Alam. Kondisi ini melahirkan banyak keuntungan namun juga berpotensi kerawanan, termasuk masuknya kepentingan-kepentingan asing (regional dan global) dan sulitnya pengawasan wilayah. Keterpilihan atau Keterwakilan Namun dalam perjalanan sejarahnya ternyata Pancasila yang sejak awal diidealkan menjadi common platform bangsa-negara tidak pernah diimplementasikan dan dikembangkan secara konsisten. Pada era Bung Karno yang secara eksperimental menerapkan Demokrasi Terpimpin dan secara kontradiktif memaksakan Nasakomisasi yang justru bertentangan dengan Pancasila. Lalu pada era Orba (Pak Harto) terjadi banyak deviasi atau penyimpangan dalam implementasi Pancasila karena maraknya korupsi-kolusi-nepotisme (KKN) dan feodalisme Memasuki era Reformasi kesiapan melakukan perubahan ternyata hanya sekedar menumbangkan rezim lama yang otoriter dan menggelar demokratisasi (?liberal?) yang pada hakikatnya tidak pas dengan akar budaya bangsa. Derasnya arus Globalisasi justru membolehkan masuknya ragam ideologi yang bertentangan seperti liberalisme-kapitalisme, Wahabisme, American Evangelism yang agresif serta fundamentalisme lainnya bahkan Radikalisme yang kerap disertai terorisme. Memang diakui bahwa tidak sedikit kemajuan berbagai bidang

yang dibuka oleh keran demokrasi, seperti tumbuhnya check and balances dalam pemerintahan, partisipasi politik, kebebasan mengemukakan pendapat dan kebebasan pers (sayangnya malah kebablasan). Namun, di sisi lain harus pula kita sadari bahwa transisi demokrasi yang bersifat instan di Indonesia mengandung potensi konflik yang amat besar. Pada era reformasi Pancasila tidak hanya sekedar diselewengkan, tetapi malah dianggap kuno, lebih ekstrim lagi ada yang menganggapnya sudah merupakan fosil, sebagai “ideologi gagal” yang tabu untuk dibicarakan. Demokrasi Pancasila telah digantikan oleh demokrasi liberal dengan ciri pemilihan langsung one man-one vote, sistem perwakilan serta musyawarah-mufakat yang bercirikan respek terhadap kelompok minoritas telah digantikan sistem voting. Hal ini mengakibatkan aspek keterwakilan terutama dari aspek etnik menjadi lemah. Patut diingat kembali penegasan Bung Hatta bahwa prinsip demokrasi adalah ?keterwakilan? yang mengedepankan egalitarianisme. Sementara praktek demokrasi di Indonesia dewasa ini justru ?membunuh? prinsip egaliter dan keterwakilan itu. Sebagai bukti/ contoh empiris, seharusnya Suku Badui, Anak Dalam dan berbagai kelompok minoritas diwakili dengan cara ?ditunjuk?, bukan dipilih (karena tidak mungkin mereka terwakili dengan cara pemilihan free fight), agar kepentingan mereka dapat diperjuangkan di parlemen. Keterwakilan juga merupakan perekat bagi masyarakat yang serba majemuk seperti Indonesia. Sebagai perbandingan, Suku Mohawk di Kanada yang sudah sangat minim jumlahnya, mendapat wakil diparlemen dengan cara ditunjuk. Adalah fatal jika mengidentikkan demokrasi dengan voting karena hal itu hanyalah salah satu cara dalam berdemokrasi. Musyawarah mufakat dan penunjukan berdasarkan asas egalitarian pun merupakan cara berdemokrasi yang elegan, benar, etis, dan rasional, yang secara obyektif sangat tepat diterapkan dalam konteks Keindonesiaan. Kini pola individualisme serta liberalisme telah mewarnai demokrasi Indonesia sehingga memudarkan ciri Keindonesiaan dan menyuburkan Machiavelisme, politik uang, anarkisme bahkan konflik politik yang kerap meluas. *Kiki Syanakri adalah Ketua I Yayasan Jatidiri Bangsa; mantan Wakil Kepala Staf TNI AD; dan mantan Pangdam

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

DEBAT P EMBACA

Kemenangan Rakyat DI TENGAH hiruk pikuk politik dan kasus korupsi yang memanas, ada kabar menyejukkan. Prita Mulyasari akhirnya divonis bebas oleh PN Tangerang. Kemenangan Prita atas RS Omni Internasional menegaskan banyak hal. Perjuangan ibu dua anak ini sungguh bukan sebuah akhir, tapi awal atas perjuangan yang banyak dialami oleh sebagian besar masyarakat. Kasus Prita bukan lagi perseteruan antara orang ‘kecil’ melawan ‘raksasa’ tak terkalahkan. Prita jangan pula dianggap pesakitan yang bisa dipermainkan hukum. Mungkin ia dulu kecil, kini setelah jutaan orang mendukungnya, posisi pun menjadi seimbang. Lihatlah begitu ia diharuskan membayar denda Rp 204 juta karena kasus perdatanya, seluruh Indonesia mendukung dengan koin-sebagai representasi kaum lemah-hingga mencapai Rp 810 juta.

Dan, PN Tangerang telah melihat ini secara adil. Bahwa, memang tidak ada pelanggaran apapun yang dilakukan Prita terhadap keluhan-keluhan pelayanan dari RS internasional. Untuk itu, wajar jika Prita harus mendapatkan rehabilitasi namanya karena sempat tercemar. Yang lebih menyakitkan, terpenjara 21 hari dan jauh dari anakanak yang sangat butuh kasih sayang seorang ibu yang masih menyusui. Keadilan seperti inilah yang selalu dinanti rakyat. Meski disambut gembira, kita prihatin apakah untuk menghasilkan keputusan adil, perlu dukungan puluhan juta rakyat. Dan betapa terkurasnya energi kita jika untuk satu kasus hukum yang dirasa mengusik rasa keadilan, harus perlu mendapatkan perhatian media dan dukungan publik. Seharusnya, para penegak hukumlah yang sudah bisa menjalankan tugasnya lewat hati

nurani agar hukum tak memihak kecuali terhadap kebenaran. Supremasi hukum mestinya berjalan bukan oleh desakan apalagi sebuah people power karena itu sejatinya juga tidak sehat. Menandakan ada yang tak beres dalam sistem dan proses. Di satu sisi, fenomena dukungan terhadap Prita menunjukkan, gerakan rakyat tidak lagi bisa disepelekan. Kita tentu ingat bagaimana derasnya aliran dukungan terhadap pembebasan Bibit dan Chandra. Keduanya juga dinyatakan bebas karena juga dorongan masyarakat, melalui berabagai forum dan media, termasuk dunia maya. Rakyat kini sungguh sudah memiliki kekuatan yang sulit diduga. Perjuangan Prita tak berhenti di situ. Kini yang perlu dilihat, UU ITE yang selama ini menjadi momok orang untuk berpendapat nampaknya perlu ditinjau ulang. Prita merupakan

tumbal pertama atas UU ini. Bagaimanapun, kebebasan berpendapat adalah hak paling hakiki. Inilah ciri sebuah negara yang berdemokrasi. Tanpa itu, demokrasi hanya slogan tanpa isu. Perkasa tapi mandul. Kebebasan berpendapat yang dianggap kebablasan bisa dilawan lewat pendapat pula, dan tidak dengan memenjarakannya. Itu sama saja kita ditarik untuk kembali ke masa tiran dulu. Pertanyaan pokoknya adalah siapkah pemerintah untuk mendukung kebebebasan perpendapat dengan tidak saja sebatas pernyataan dan slogan, tapi diwujudkan dengan perubahan aturan-aturan yang dianggap mengekang. Lebih penting lagi, apakah aparat sudah mampu bertindk adil, dan mengedepankan hati nuraninya dalam menegakkan hukum. Damayanti Pondok Melati, Bekasi

Suluh Indonesia menerima tulisan Anda untuk dimuat di rubrik Debat Pembaca di halaman ini. Panjang tulisan maksimal 4.000 karakter. Tulisan akan diedit. Sertai dengan foto terbaru anda. Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com.

Kalau busuk dicuci aja ...

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 4 Januari 2010

6

Oman Abaikan Suporter JAKARTA - Pelatih tim Oman, Claude Le Roy mengatakan anak asuhnya tidak mengkhawatirkan sikap fanatik penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Tim Oman juga sudah siap tempur menghadapi tuan rumah dalam laga lanjutan Pra Piala Asia 2011 Grup B, 6 Januari mendatang. “Kami datang ke sini untuk menghadapi timnas sepakbola Anda dan bukan melawan penonton. Saya akui penonton di Senayan cukup agresif namun itu tak membuat kami harus takut,”kata Le Roy seusai memimpin latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, kemarin pagi. Timnas Oman tiba di Jakarta, Sabtu lalu, lebih cepat dari jadwal semula. Kedatangan tim Oman sebetulnya dijadwalkan pagi ini. Menurut Le Roy, kedatangan tim Oman lebih awal ke Jakarta selain mengenal lebih dini kondisi cuaca dan lapangan di Senayan juga membuktikan kesungguhan mereka menghadapi laga melawan tuan rumah. “Semula kami memang bertolak dari Singapura 4 Januari namun saya minta kedatangan di Jakarta dipercepat menjadi 2 Januari,”papar pelatih asal Prancis itu. Dalam sesi latihan ringan pagi kemarin, para pemain Oman terlihat enjoy. Mereka sangat percaya melakoni laga tandang ini. Kemenangan 4-1 atas tim Singapura Selection dalam laga ujicoba beberapa waktu lalu di Singapura diakui Le Roy makin

menambah kepercayaan diri para pemainnya. Claude Le Roy pun optimistis timnya bakal meraih kemenangan sekaligus melicinkan jalan ke putaran final Piala Asia 2011. Sukses memukul tim Singapura Selection meski hanya dalam laga uji coba itu, menurut Le Roy merupakan modal besar untuk menghadapi laga penting di Senayan. ‘’Sekali lagi tim Anda bakal didukung publik yang fanatik. Namun itu wajar dan kami sudah terbiasa bermain di bawah tekanan penonton,” tambahnya. Dukungan suporter seperti ditegaskan Le Roy akan membuat Indonesia tampil dengan motivasi tinggi. Le Roy dan pasukannya pun sudah menyiapkan langkah antisipasi. Walau diliputi kepercayaan diri yang tinggi, Le Roy tetap mengingatkan anak asuhnya untuk tidak memandang remeh kekuatan Indonesia. ‘’Saya kira laga ini bakal berlangsung ketat dan penuh emosi karena kedua tim sama-sama butuh kemenangan untuk tetap memelihara peluang ke putaran final. Dan yang lebih menarik lagi adalah Oman dan Indonesia sama-sama mengincar kemenangan,” tutur Le Roy yang pernah menjadi pelatih tim Kamerun dan Nigeria ini. Saat ini, Oman berada di urutan ketiga klasemen sementara Grup B dengan nilai empat, dibawah Australia dan Kuwait. Sedangkan Indoensia di

urutan buncit dengan nilai 3. Kerja Keras Sementara itu, pelatih timnas Indonesia Benny Dolo mengakui, kemenangan Oman 4-1 atas Singapura Selection meski hanya laga uji coba membuktikan Oman lebih kuat dari Kuwait. Kondisi ini, menurut Benny, menuntut semua anak asuhnya untuk bermain all out dan siap bekerja keras. “Meski di Oman kita bisa main imbang, kemenangan mereka atas Singapura Selection sungguh merupakan sinyal ancaman tersendiri,” kata Direktur Teknik Persija itu. Meski demikian, Bendol menegaskan nilai maksimal tetap harus bisa diperoleh dari Oman di laga nanti. Maklum hanya dengan kemenangan, peluang Indonesia ke putaran final masih tetap terbuka. Namun Benny mengalami kendala besar dalam persiapan timnas Indonesia dengan cedera tiga pemain yaitu Budi Sudarsono, M Ridwan dan Isnan Ali. Menurut dokter timnas Zaini Saragih, kondisi cedera Budi paling mengkhawatirkan dan butuh waktu penyembuhan sedikitnya lima hari. Hal yang sama bagi cedera yang dialami M Ridwan. “Untuk cedera Isnan memang paling ringan, hanya saja tidak bisa diabaikan. Sebab pinggangnya memar akibat benturan yang membuat ia tidak bisa bebas bergerak. Isnan juga mengeluh sakit kalau dipaksa bergerak,” kata Zaini. (oli)

Benny Dolo Belum Tentukan Komposisi Tim JAKARTA - Pelatih timnas sepak bola Benny Dolo mengaku saat ini belum menentukan komposisi pemain yang akan diturunkan pada pertandingan Pra Piala Asia 2011 melawan Oman di Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu mendatang. “Kami belum bisa menentukan komposisi pemain. Saat ini seluruh pemain masih dipantau perkembangannya,” katanya usai latihan di Gelora Bung Karno, kemarin. Menurut dia, penentuan komposisi pemain yang akan diturunkan pada pertandingan tersebut dilakukan maksimal pada H-1 sebelum pertandingan. Saat ini, kata dia, pihaknya

masih terus mencari komposisi yang pas salah satunya dengan memaksimalkan pemain yang ada. Jumlah pemain yang dipanggil sebanyak 23 pemain. “Secara teknik semuanya telah menguasai dan tinggal menentukan komposisinya,” katanya menambahkan. Selama ini komposisi pemain yang biasa digunakan timnas dalam menghadapi lawan-lawannya adalah 3-5-1, 4-4-2 maupun 3-4-3. Komposisi 3-43 pernah digunakan saat menjamu Kuwait beberapa waktu lalu. Saat melawan Kuwait, pelatih Benny Dolo menurunkan tiga striker sekaligus yaitu

Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono dan Boaz Salossa. Mereka didukung oleh lini kedua yaitu Ponaryo Astaman, Hariono dan Firman Utina. Peluang pelatih Benny Dolo untuk kembali menurunkan tiga striker saat menjamu Oman sedikit terganjal, karena salah satu strikernya yaitu Budi Sudarsono masih cidera. “Kondisi Budi masih tanda tanya, tapi untuk Boaz kondisinya cukup bagus,” katanya menegaskan. Sementara tim Oman sejak Sabtu lalu telah melakukan latihan ringan di lapangan PSSI yang berada di areal Gelora Bung Karno Jakarta. (ant)

Benny Dolo

Dua Pemain Timnas Cedera JAKARTA - Dua pemain timnas sepak bola Indonesia yang akan turun pada pertandingan Pra Piala Asia 2011 melawan Oman di Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu mendatang mengalami cedera yang serius. Kedua pemain yang mengalami cedera tersebut adalah Muhammad Ridwan (Pelita Jaya) dan Budi Sudarsono (Persib). Namun, timnas masih memiliki sejumlah palang pintu andal seperti Charis Yulianto, Nova Ariyanto, Djayusman Triasdi, Rachmat Latif, Isnan Ali dan Christian Warobai. “Kondisi Ridwan saat ini masih kurang prima, sedangkan Budi masih tanda tanya,”

kata pelatih timnas Benny Dolo usai latihan di Gelora Bung Karno, Minggu. Pada latihan kemarin dua pemain yang mengalami cedera tersebut hanya menjalani latihan ringan di pinggir lapangan. Mereka tidak bergabung dengan Ponaryo Astaman dan kawan-kawan. M. Ridwan yang merupakan pemain belakang tersebut mengalami cedera hamstring kaki kiri sedangkan Budi Sudarsono mengalami cedera engkel kaki kiri. Guna menutup dua pemain yang cedera pelatih Benny Dollo memanggil M. Robby (Persisam), Boaz Salossa (Persipura) dan pelapis kiper yaitu

Akmad Kurniawan. “Tiga pemain semuanya telah siap. Sebelum gabung dengan pemain yang lain mereka telah berlatih di masing-masing klub,” katanya menambahkan. Dengan bertambahnya tiga pemain tersebut jumlah pemain timnas yang mengikuti pemusatan latihan menjelang bertanding melawan Oman sebanyak 23 pemain. 23 pemain tersebut diantaranya adalah Markus Horison, Isnan Ali, Charis Yulianto, Nova Arianto, Cristian Warobay, Ponaryo Astaman, Samsul Chaerudin, Boaz Salossa, Firman Utina, Bambang Pamungkas dan TA Musafry. (ant)

Suluh Indonesia/ant

BUANG BOLA - Pemain Persebaya Surabaya, H.M Halil (kanan), berusaha membuang bola dari kejaran pemain Persela Lamongan, Zaenal Arifin (kiri) saat pertandingan Indonesia Super di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, kemarin malam. Pertandingan berakhir seri 0-0.

Bridge Berharap Masuk SEA Games JAKARTA - Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB.Gabsi) berharap cabang olahraga bridge dipertandingkan secara resmi di SEA Games XXVI/2010 yang berlangsung di Indonesia. PB.Gabsi, seperti dikatakan Wakil Sekjen, Bert Toar Polii, kemarin, sudah beberapa kali mengajukan surat resmi kepada KONI/KOI sehubungan dengan keinginan tersebut. “Kami sudah beberapa kali melayangkan surat ke KONI/KOI agar memasukkan bridge sebagai salah satu cabang olahraga yang dimainkan di SEA Games 2011 di mana Indonesia menjadi tuan

rumah,”kata Bert Toar. Ada sejumlah alasan yang dikemukakan Bert Toar kenapa bridge berkeinginan masuk SEA Games 2011. Pertama adalah, perkembangan bridge di kawasan Asean sudah hampir merata. Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Vietnam sudah sering ikut even internasional. Selain itu, lanjut dia, bridge akan dimainkan secara eksibisi pada Asian Games XVI, Nopember tahun ini di Guangzhou, Cina. Eksibisi di Guangzhou ini akan menjadi ujian apakah bridge layak dimainkan secara resmi pada Asian Games berikutnya (XVII) 2014 di Inheon, Korsel.

Bert Toar Polii mengatakan optimis bridge akan dimainkan secara resmi di Asian Games karena populasi cabang olahraga ini sudah mendunia setara sepakbola. Federasi Bridge Dunia, kini memiliki anggota 114 negara tersebar di seluruh benua. Bridge juga kini mempunyai kalender resmi berkelas dunia seperti kejuaraan dunia (Bormuda Bowl), Olimpiade dan Antar Master. Kembali pada keinginan masuk SEA Games 2011, PB.Gabsi seperti dikatakan Bert Toar Polii, akan melobi Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Vietnam. Dan persyaratan di-

terimanya satu cabang olahraga dimainkan di SEA Games adalah harus ada dukungan minimal dari empat negara. Jika bridge dimainkan di SEA Games 2011, Bert Toar Polii berani menjanjikan minimal 3 medali emas disumbangkan kepada kontingen Indonesia dari rencana 6 set medali emas yang diperebutkan. Sebagai tuan rumah SEA Games 2011, Indonesia memang punya hak memasukkan cabang olahraga andalannya (minimal 5 cabang). Dan sampai saat ini baru tiga cabang dinominasikan yakni kempo, panjat tebing dan olahraga ekstrim. (oli)


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 4 Januari 2010

7

Piala Hopman

Spanyol Taklukkan AS PERTH - Tommy Robredo menunjukkan bahwa ukuran tubuh bukan segalanya dalam olah raga tenis, setelah ia berhasil mengalahkan petenis jangkung John Isner dan memastikan kemenangan tim Spanyol atas AS pada turnamen Piala Hopman di Perth, kemarim.. Pada partai kedua tersebut, Robredo dari Spanyol menang 6-7, 6-3, 7-6 atas petenis AS yang bertinggi badan 2,06cm itu. Sebelumya pada partai pertama, tunggal putri Spanyol Maria Jose Martinez Sanchez mengalahkan Melanie Oudin 6-4, 6-4. Isner membuat 16 ace namun kemampuan Robredo dalam menguasai lapangan akhirnya menjadi penentu. Robredo mematahkan servis lawannya dua kali pada set kedua untuk dapat membalas kekalahannya di set pertama. Namun set ketiga berlangsung cukup alot hingga terjadi tie break yang dimenangi Robredo 7-5. “Agak mirip dengan judi, merah atau hitam,” kata Roberto ketika ditanya mengenai cara mengatasi servis Isner. “Jika merah itu adalah forehand, jika hitam itu backhand. Jadi, saya bangga bisa mengembalikan servisnya,” kata Robredo usai memenangi pertandingan tunggal putra itu. Sementara itu pengalaman dan variasi permainan menjadi kunci kemenangan Martinez Sanchez atas Oudin (18), perempat finalis AS Terbuka September lalu. Oudin seringkali membuat kesalahan pada pukulan forehand, yang dimanfaatkan oleh Mantinez Sanchez. Pada pertai ketiga yang sudah tidak menentukan lagi, Spanyol memperbesar kemenangan menjadi 3-0 setelah ganda campuran Martinez Sanchez/Tommy Robredo mengalahkan Melanie Oudin/John Isner 6-4, 7-5. (ant)

Suluh Indonesia/ap

BEREBUT BOLA - Pemain FC Barcelona, Pedro Rodriguez (kiri) Berebut bola dengan pemain Villareal, Bruno Soriano, dalam pertandingan lanjutan Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Sabtu waktu setempat.

Messi Libur

Barca Ditahan Imbang Villarreal MADRID - Barcelona tidak menambah poin mereka dalam pertandingan perdana musim ini di kandang di awal tahun 2010 saat mereka harus puas ditahan imbang 1-1 oleh Villarreal, Sabtu waktu setmpat, sehingga memberi peluang kepada Real Madrid untuk menduduki puncak klasemen sementara Liga Utama Spanyol. Klub juara musim lalu tersebut sudah mengantongi 40 poin dari 16 pertandingan tetapi tim tempat kedua, Real, bisa melampaui mereka dengan hanya selisih gol saja jika mereka menang melawan Osasuna, dini hari tadi. Pelatih Barca Pep Guardiola telah memberi Pemain Terbaik Dunia Lionel Messi beberapa hari tambahan untuk berlibur dan pemain depan

Argentina itu menonton dari kursi penonton saat pertandingan itu digelar di kandang Barca Nou Camp yang diguyur hujan lebat. Setelah memamerkan enam tropi mereka yang diperoleh tahun 2009 kepada para penggemar itu sebelum ‘kickoff’ pertandingan, Barcelona unggul terlebih dahulu di menit ketujuh dan tampaknya akan mencatat kemenangan kedelapan di kandangnya pada pertandingan utu. Thierry Henry melepaskan tembakan kencangnya untuk pertama kali namun mengenai mistar gawang dan Pedro berhasil mengontrol bola lambung itu dengan dadanya sebelum mengarahkan lewat tembakannya ke sudut gawang. Namun tim tamu juga ber-

main dengan baik untuk tidak memberi ruang kepada para pemain tengah Barca yang kreatif dan David Fuster memanfaatkan peluang untuk menyamakan kedudukan sesaat menjelang waktu turun tetapi tandukannya yang menghujam memantul hingga lewat di atas mistar gawang. Fuster membuat perubahan enam menit setelah babak kedua dimulai ketika ia berhasil menyambut umpan silang Cani dan menembak tendangan voli hingga melewati kiper Victor Valdes. Dengan dipersulit guyuran hujan lebat, kiper Villarreal Diego Lopez berhasil menangkis untuk menghalau tembakan melengkung dari pemain pengganti Andres Iniesta di menit ke-65 dan kapten Barca Carles

Puyol menyapu tembakan Giuseppe Rossi ke arah gawang di menit ke-87. Sementara di pertandingan lain hari Sabtu, pemain pengganti Nikola Zigic menyarangkan gol di menit ketiga pertambahan menit untuk memberi Valencia kemenangan 1-0 atas Espanyol dan mengangkat mereka ke posisi ketiga di atas Sevilla. Valencia memiliki 32 points, unggul dua poin dari klub Andalusia itu, Sevilla, yang menghilangkan sendiri keunggulan mereka dan kemasukan satu gol di menit keempat dari pertambahan 90 menit saat kalah 1-2 dari Atletico Madrid. Pemain tengah Sevilla, Aldo Duscher, juga dikeluarkan karena mendapat akumulasi kartu kungin di menit ke-73.

Renato membuat Sevilla unggul terlebih dahulu menjelang waktu turun minum ketika ia melepaskan tembakan lewat tandukannya melewati kiper Atletico keeper Sergio Asenjo dari sepak pojok Diego Perotti. Atletico lalu menyamakan kedudukan ketika satu upaya sapuan oleh kiper Sevilla Andres Palop pada tiga menit saat babak kedua baru dimulai, dilanjutkan bek Ivica Dragutinovic namun menghasilkan gol bunuh diri. Kemudian kapten Atletico Antonio Lopez menyerbu ke kotak penalti untuk menyambar bola lewat tandukannya kencangnya sehingga mencetak gol penentu kemenangan pertamanya di kandang sejak akhir November lalu. (ant)

John Isner

Reli Dakar

Penonton Tertabrak BUENOS AIRE - Seorang penonton tewas tertabrak saat menyaksikan etape pertama Reli Dakar yang bulan ini melintasi Argentina dan Chile. Petugas mengatakan, kemarin, Natalia Sonia Gallardo (28), tertabrak mobil DW yang dikemudikan pereli Jerman Mirco Schultis, yang kehilangan kendali saat menikung. Leonarod Botto, koordanitor keamanan reli, mengatakan bahwa Gallardo merupakan salah satu dari kelompok lima orang yang menyaksikan lomba di tempat yang sebenarnya dilarang, di rute Colon - Cordoba. Reli Dakar, yang semula sejak 31 tahun lalu memakai rute Paris ke ibu kota Senegal Dakar, tahun lalu untuk pertama kalinya berlangsung di Amerika Selatan. Reli tersebut dipindahkan dari biasanya di kawasan Afrika Barat karena adanya kekhawatiran ancama teroris di Mauritania. Reli ini telah menelan korban jiwa 50 orang, baik peserta maupun penonton, termasuk dua anak yang tertabrak pada 2006. (ant)

Piala FA

Mancini Awali Kemenangan Man City

Andy Murray

Murray Tetap Akan Absen di Piala Davis PERTH - Petenis nomor empat dunia dari Inggris Andy Murray yakin keputusannya untuk absen pada pertandingan Piala Davis melawan Lithuania Maret mendatang akan dapat membuka kesempatan berharga pada para pemain muda negaranya. Tahun lalu Inggris terdegradasi ke zona Eropa/Afrika grup dua, level ketiga Piala Davis dan Murray sempat mempertimbangkan untuk tampil di turnamen beregu putra dunia itu tahun 2010. Namun kepada pers saat tur-

namen Piala Hopman di Perth, Australia, kemarin, Murray mengatakan bahwa ia telah membuat keputusan tidak tampil di Piala Davis agar dapat konsentrasi di turnamen-turnamen besar tahun 2010 ini. “Kita harus melakukan hal yang benar untuk karir tenis kita. Masa-masa menjelang turnamen Indian Wells dan Miami sangat penting bagi saya. Saya perlu mempertahankan peringkat saya,” kata Murray. “Saya telah melakukannya dengan baik dalam beberapa

tahun terakhir di sana, jadi main di lapangan tanah liat jauh di Lithuania sebelumnya berangkat ke Kalifornia bukan persiapan yang baik. Menurut saya keputusan ini sudah benar,” katanya. “Target saya di tahun 2010 ini adalah tampil bagus di turnamen seri Masters, dan meningkatkan catatan prestasi di turnamen-turnamen grand slam. Saya selalu siap untuk negara saya, dan saya senang untuk membantu apa pun yang diperlukan,” tambahnya. (ant)

LONDON - Roberto Mancini, Raja Piala Italia, menjejakkan langkah pertamanya di Wembley ketika klub asuhannya, Manchester City, meraih kemenangan 1-0 pada pertandingan putaran ketiga Piala FA melawan klub divisi Championship, Middlesbrough, Sabtu waktu setempat. Mancini memiliki andil dalam kemenangan klubnya enam kali dalam Piala Italia saat masih menjadi pemain dan empat kali saat menjadi manajer serta, berperan dalam dua kemenangan liga setelah mengganti Mark Hughes di City, dengan terus memperhatikan kemajuan tim barunya yang melesakkan gol menjelang akhir babak pertama oleh striker Benjani Mwaruwari melawan tim tuan rumah dari klub divisi kedua yang tidak berdaya itu. Namun tidak ada yang benar-benar kecewa pada pertandingan Sabtu, walaupun Liverpool harus mengejar ketinggalan mereka atas satu gol untuk memastikan hasil imbang 1-1 melawan klub divisi dua Championship, Reading, dan Portsmouth, klub terbaswah di Liga Utama Inggris (Liga Prim-

Roberto Mancini

er), ditahan 1-1 di kandangnya oleh Coventry City. Klub runner-up musim lalu, Everton, mengalahkan Carlisle United 3-1 sementara Tottenham Hotspur menekuk Peterborough 4-0. Klub Championship (divisi

dua) Preston North End, yang memecat pelatihnya Alan Irvine pekan lalu, membantai Colchester United 7-0 lewat ‘hat-trick’ oleh Jon Parkin sementara Bolton Wanderers, yang juga tengah tidak memiliki pelatih setelah memecat Gary Megson,

mengalahkan Lincoln City 4-0. Dalam dua pertandingan antara klub-klub dari Liga Primer, Aston Villa mengalahkan Blackburn Rovers yang bermain dengan 10 orang, 3-1, dan Wigan Athletic mengalahkan Hull City 4-1. (ant)

Korut Juara Turnamen Empat Negara DOH - Korea Utara terus mematangkan persiapannya untuk putaran final Piala Dunia 2010 dengan memenangi turnamen empat negara di Qatar, meskipun kalah pada pertandingan terakhir 0-1 dari Iran. Hasil imbang antara tuan rumah dari Mali pada pertan-

dingan sebelumnya, Sabtu, membuat posisi Korut tetap teratas karena mereka telah menang dua kali pada dua laga pertama. Mehrzad Madanchi mencetak gol tunggal pada menit ke-42 untuk kemenangan Iran, yang Rabu mendatang akan melaku-

kan pertandingan kualifikasi Piala Asia melawan Singapura. Korut memimpin dengan nilai enam dari tiga kali pertandingan, unggul atas tuan rumah Qatar yang mengantongi nilai empat, disusul Mali (4) dan Iran (3). Korut selanjutnya akan ke

Sri Langka untuk turnamen AFC Challenge Cup, dimana pemenangnya akan lolos ke Piala Asia 2011. Pada putaran final Piala Dunia 2010 mendatang Korut akan satu grup dengan Brazil, Portugal dan Pantai Gading. (ant)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Senin 4 Januari 2010

8

Kecelakaan Lalu Lintas

Mantan Bupati Lampung Barat Tewas

Suluh Indonesia/ant

TABRAKAN BERUNTUN - Seorang polisi di antara 3 mobil tabrakan beruntun di ruas jalan poros Makassar-Maros, Sulsel, kemarin. Tabrakan beruntun tiga kendaraan roda empat dan dua sepeda motor terjadi di ruas jalan poros Makassar-Maros mengakibatkan empat orang luka parah dilarikan ke rumah sakit dan satu orang meninggal dunia di tempat.

Tawuran Tarkam Belasan Rumah Rusak CIREBON - Tawuran antara kampung (tarkam) Kesunean Utara dan Cangkol, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, dini hari kemarin, mengakibatkan belasan rumah warga rusak serta empat pemuda lukaluka dimana salah satunya terkena sabetan samurai. Informasi yang terkumul menyebutkan, keempat pemuda yang mengalami luka-luka adalah Sujoko (13), Karnando (20), Nung (21) dan Sulaeman (19), seluruhnya warga Kesunean Utara. Sujoko terluka terkena sabetan samurai, sedangkan temannya yang lain hanya mengalami luka ringan akibat lemparan batu pada bagian kepala. Joko menceritakan, dirinya menjadi sasaran penyerangan pemuda kampung Cangkol saat hendak pulang dari bermain “play station” (PS) sekitar

pukul 02.00 WIB berbarengan dengan kedatangan sekelompok pemuda Cangkol menyerang pemukiman warga. “Saya langsung lari ke rumah dan menggedor pintu, tapi karena keluarga saya sudah tidur mungkin teriakan saya tidak terdengar. Melihat sekelompok pemuda Cangkol semakin mendekat kemudian saya langsung lari lagi minta pertolongan teman-teman yang sedang begadang di tetangga yang sedang hajatan,” kata Joko di Ruang VIII kamar 5 RSUD Gunung Jati. Saat mencoba menyelamatkan diri tersebut, Joko kemudian dikejar sejumlah pemuda Cangkol, bahkan salah satunya berusaha menghentikan langkah Joko dengan menyabetkan samurai mengarah ke kepala Joko. Joko kemudian berusaha menangkis sehingga sabetan

samurai tersebut melukai pergelangan tangan kanan dan dadanya. “Saya berusaha menghindar dan saat ada salah satu pemuda yang menyabetkan samurai saya menangkisnya,” kata Joko. Sementara itu, Sukardi, salah seorang warga Kesunean Utara menduga tawuran yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB tersebut berawal dari saling ejek antarpemuda. Jembatan sungai sebagai batas kampung yang selama ini dikuasai pemuda Cangkol sebagai tempat nongkrong kerap menjadi permasalahan dan sumber percekcokan ketika para pemuda dua kampung tersebut saling bertemu. “Sebenarnya tawuran seperti ini sudah sering terjadi sejak puluhan tahun lalu, namun tidak sampai parah seperti sekarang. Biasanya perkelahian dipicu akibat saling ejek antarpe-

muda,” kata Sukardi yang atap rumahnya rusak karena lemparan batu dan sogokan bambu. Berdasarkan pantauan, hingga kemarin sore sejumlah warga tampak membenahi atap rumahnya yang bocor akibat lemparan batu. Sedikitnya tujuh rumah di Kampung Kesunean Utara mengalami rusak pada bagian atap dan kaca jendela pecah sedangkan di Kampung Cangkol sedikitnya lima rumah mengalami kerusakan serupa. Kapolresta Cirebon AKBP Ary Laksmana Widjaya menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut dan saat ini sudah memeriksa sejumlah warga yang diduga terlibat. “Kami akan menyelidiki kasus ini apalagi hingga mengakibatkan sejumlah warganya terluka serta rumah-rumah ikut dirusak,” kata Ary saat dikonfirmasi. (ant)

Lima Pendaki Tersesat di Gunung Ciremai KUNINGAN - Lima pendaki asal Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tersesat di gunung Ciremai. Mujuri salah seorang orang tua dari kelima pendaki tersesat yang sedang menunggu di Pos pendakian Linggarjati Kuningan kepada wartawan kemarin, mengatakan, anaknya berangkat pada hari Kamis akhir tahun lalu bersama empat temannya yang masih tetangganya, dari Rajagaluh. “Kelima pendaki yang tersesat itu Budiman (25), Muha (22), wahyu (17), Nila (18) dan Maskom (22). Mereka sangat minim pengalaman mendaki

gunung. Mereka hanya modal nekat tanpa memperhitungkan akibatnya,” katanya. Kabar terakhir melalui layanan pesan singkat (SMS) dari anaknya Budiman, mereka berada di puncak gunung sebelah utara diperkirakan di daerah Paniis, Mandirancan, tiga orang sakit, persediaan makanan sudah habis, tanpa membawa obat-obatan, juga perlengkapan pendakian seadanya, katanya. Sementara itu Sukardi seorang penjaga di Pos Pendakian Linggarjati mengaku, kelima orang itu mendaki tidak melalui pos resmi, sehingga pihak yang terkait mendapatkan ken-

dala baik dari identitas pendaki juga posisinya, karena jalur tersebut liar dan berbahaya. “Pengelola telah menyediakan tiga Pos Pendakian resmi, seperti pintu masuk utama Pos Pendakian Linggarjati, Palutungan dan Apuy Majalengka. Dari ketiga pos itu, Apuy yang sering ditutup karena kabutnya tebal sehingga berbahaya bagi penadki,” katanya. Cuaca saat ini sangat buruk di puncak gunung sering hujan deras serta kabut tebal berbahaya untuk pendaki yang tidak memiliki perlengkapan cukup, katanya. “Pendaki amatir, lokal sering masuk ke jalur tidak resmi itu sangat berba-

haya selain tidak diketahui identitasnya, waktu di atas puncak gunung keberadaan mereka tidak jelas,” katanya. Tim SAR diberangkatkan 19 orang, rombongan pertama naik Sabtu lalu pukul 16.00W IB berjumlah empat orang antara lain, Taupik, Udin, Iwan dan hari. Rombongan kedua berangkat pada hari yang sama pukul 24.00WIB, berjumlah empat orang yaitu, Andi, Roni, Sudiwan, Ade, sedangkan rombongan ketiga diberangkatkan kemarin pukul 10.00 WIB berjumlah 11 orang, sembilan orang dari Cirebon dan dua orang dari Pengelola Pendakian Gunung Ciremai. (ant)

Salah Satu Pendaki Sempat Menelepon Keluarga MUHAMAD Nur (23) salah seorang pendaki gunung Ciremai yang tersesat, Minggu (3/1) sekitar pukul 15.00 WIB sempat menghubungi orang tuanya, Bisri (51) melalui sambungan telepon seluler. “Hari ini saya tiga kali menerima telepon dari Muha (panggilan akrab Muhamad Nur, Red) dan terakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Namun hanya sebentar-sebentar saja kemudian terputus sama sekali,” kata Bisri di rumahnya. Bisri mengaku lega setelah mendapat telepon dari anaknya tersebut karena menanda-

kan anaknya masih hidup meski dalam pembicaraan yang singkat tersebut suara Muha terdengar lemah dan mengaku dalam kondisi sakit dan tersesat. “Saya mendengar suaranya sangat lemah. Muha menceritakan posisinya saat ini berada di dasar sebuah jurang dan seluruh perbekalan makanan

sudah habis. Karena tidak ada pasokan makanan, Muha mengaku kondisinya sudah lemah dan kehabisan tenaga sehingga sulit untuk melanjutkan perjalanan lagi,” kata Bisri. Dalam percakapan tersebut, lanjut Bisri, Muha memperkirakan letak jurang tempat bersama empat kawannya tersesat tersebut jaraknya sekitar 1 Kilometer dari puncak gunung Ciremai sebelah Utara. Bisri mengaku mendapat kabar tentang anaknya tersesat di Gunung Ciremai dari

teman sepermainan Muha di desanya yang bernama Udin. Menurut Bisri, Udin juga mendapat kabar tentang kejadian ini dari Muha sendiri melalui telepon seluler. Setelah mendapat informasi tersebut, Udin kemudian langsung memberitahukan ke keluarga masing-masing. Bisri mengaku “shock” saat mendengar berita tentang hilangnya anaknya tersebut saat mendaki Gunung Ciremai. Muha sempat pamit kepada ibunya namun tidak kepadanya. (ant)

BANDARLAMPUNG Mantan Bupati Lampung Barat, Erwin Nizar, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di jalan lintas Sumatra di wilayah Natar, Lampung Selatan, dini hari kemarin. Berdasarkan keterangan dari salah seorang keluarga korban, Erlansyah, korban tewas saat mobil minibus bernopol BE 9999 CT yang ditumpanginya menabrak sebuah bus tujuan Bengkulu di jalan lintas tersebut. Saat peristiwa naas itu terjadi, mobil yang ditumpangi Erwin disopiri oleh sepupunya, Yulizar. “Almarhum pulang dari sosialisasi pencalonannya sebagai Bupati Lampung Tengah di sekitar kabupaten tersebut, dan mengalami pendarahan di kepalanya, sementara kondisi mobil yang membawa korban rusak parah,” kata dia. Erwin Nizar, yang saat ini dicalonkan sebagai bakal calon Bupati Lampung Tengah oleh koalisi Gerindra-PKS, bersama Ahmad Mufti Salim,

hendak kembali ke Bandarlampung, setelah melakukan sosialisasi dengan masyarakat dan kader PKS di kabupaten tersebut. Erwin meninggal dalam usia 57 tahun dan meninggalkan seorang istri, Yurida (48), serta seorang putra, Aditya, yang saat ini masih menyelesaikan pendidikan tingginya di Bandung. Menurut Erlansyah, semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai pria yang tegas, bertanggung jawab, dan memiliki bakat kepemimpinan yang terlihat sejak masih menuntut ilmu di Oxford University, Inggris. Erwin adalah puta pertama dari tujuh bersaudara salah seorang tokoh Lampung, Tarmizi Sepulau Raya. “Dia memang sosok kakak sekaligus tulang punggung keluarga yang dapat diandalkan,” kata dia. Erlansyah mengaku keluarga tidak memiliki firasat apaapa terkait tragedi yang menimpa Erwin, hanya dia mengaku heran, tidak biasanya

almarhum memanggil seluruh adik-adiknya untuk berkumpul saat pergantian tahun 2010. “Biasanya kami berkumpul hanya saat Lebaran, entah kenapa dia menyuruh saya pulang untuk merayakan pergantian tahun, dan saya lakukan,” kata pria yang bekerja di Depdiknas pusat itu. Dia mengaku, tiga jam sebelum meninggal, dirinya sempat melakukan kontak telepon dengan almarhum, dan sempat berpesan kepadanya untuk berhati-hati dalam membawa kendaraan saat perjalanan pulang, karena banyak korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas. “Ternyata Allah berkehendak lain,” kata dia. Selain keluarga, rasa kehilangan akibat berpulangnya Erwin dirasakan oleh sejumlah tokoh yang pernah berinteraksi langsung dengannya. Sekretaris Komisi Pariwisata Lampung (KPL), Citra Persada, mengatakan Erwin adalah sosok yang sangat berjasa dalam mengangkat citra pariwisata di Lampung Barat. (ant)

Perampok Bersenjata Marak

Pedagang Emas Cemas KENDARI - Para pedagang emas bahkan pemilik kendaraan umum yang lalu lalang jalur Bombana-Konsel dan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) merasa resah menyusul maraknya aksi perampokan dengan menggunakan senjata api. Seorang pedagang emas, dari Kota Kendari yang biasanya membeli emas hasil dulangan warga di Kabupaten Bombana, Herman di Kendari, kemarin, mengatakan, kawanan rampok yang diduga jumlahnya beberapa orang itu menjalankan aksinya pada malam hari. “Pelaku, memasuki daerah sasaran yang memasuki lokasi penambangan dan bahkan di jalan antara perbatasan Kabupaten Bombana dan Konsel

dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat, bahkan memiliki alat komunikasi selain telepon genggam (hp) serta senjata tajam,” katanya. Kadang, pelaku tak segansegan akan menghabisi korbannya, jika korban tidak mau menunjukkan hasil dulangan emas maupun uang tunai yang dimiliki korban. Hal senada diungkapkan salah seorang supir angkutan penumpang pulang pergi (PP) Kota Kendari - Bombana, Jupri yang mengatakan, pihaknya juga pernah mengalami hal yang sama saat melewati kawasan perbatasan yang sepi dari kawasan perumahan. “Kejadian itu pernah aku alami saat melewati perbatasan Bombana dan Konsel di dae-

rah kawasan, tepatnya pada pertengahan kawasan Taman Nasional Rawa Aopa (TNRAW), tiba-tiba ada pengendara motor berempat menahan kendaraan saya dengan berpura-pura minta tolong,” katanya. “Kawanan yang diduga perampok itu memaksa untuk meminta uang dan menurunkan penumpang saya yang kebetulan hanya dua orang saja,” katanya. Syukurlah, kejadian itu tidak tidak menimbulkan kekerasan tetapi gelagat dan cara mereka bertanya sudah mencurigakan. Kapolres Bombana, AKBP Yan Sultra, sebelumnya mengatakan selama adanya aktivitas penambangan emas di wilayah itu, pencurian dan perampokan marak di daerah itu. (ant)

Edisi 04 Januari 2010 | Suluh Indonesia  

Headline : Pemerintah Ditengarai Lemahkan Pansus Century

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you