Issuu on Google+

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 195 tahun III Kamis, 29 Oktober 2009 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Hilangkan Hambatan Ekonomi

25 Emiten Ditargetkan IPO

Mulai Berubah

MENKO Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa national summit berbeda dengan infrastruktur summit yang telah di selenggarakan dua kali. “Ini (national summit) berbeda dengan dua kali...hal. 1

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pada 2010 jumlah emiten saham baru (initial public offering/IPO) sebanyak 25 emiten, pencatatan saham tambahan (right issue dan saham bonus) 35 emiten...hal. 2

DIVERSIFIKASI pasar yang dilakukan selama krisis keuangan global terbukti mengubah komposisi pasar ekspor Indonesia dari negara tradisional ke negaranegara non tradisional...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Megawati Instruksikan

F-PDIP Dukung Angket

Suluh Indonesia/ade

DIPERIKSA KPK - Miranda Goeltom diperiksa KPK terkait dugaan suap saat dirinya terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Miranda diperiksa masih sebagai saksi atas beberapa tersangka.

Gaji DPR Naik JAKARTA - Pejabat negara baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif dapat dipastikan akan mendapatkan kenaikan gaji pada 2010 mendatang. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, gaji pejabat negara belum mengalami kenaikan selama 8 tahun terakhir, selain itu rata-rata penghasilan pejabat negara tergolong relatif masih rendah. ‘’Gambaran umum bila diperhitungkan dalam bentuk tunai dan bila fasilitas yang diperoleh juga diperhitungkan, maka secara rata-rata penghasilan pejabat

negara relatif masih rendah,” katanya di gedung Depkeu di Jakarta, kemarin. Besaran pejabat negara antara lain presiden Rp 67,3 juta, Ketua KPK Rp 70,3 juta, menteri Rp 19,5 juta, Kapolri Rp 19,5 juta. Menkeu juga menambahkan, selama ini pihaknya sudah memfokuskan pada kesejahteraan PNS, TNI/Polri, Pensiunan, dan Veteran. Golongan IA tahun 2004 sebesar Rp 674.000 dan di 2010 menurut UU APBN mendapatkan Rp 1,892 juta. TNI Tamtama Bintara pada 2004 menca-

pai Rp 1,27 juta menjadi Rp 2,505 juta, besaran itu belum termasuk uang lauk pauk. Sedangkan tunjangan Veteran dari Rp 526.000 akan menjadi Rp 1,260 juta pada 2010 mendatang. ‘’Dalam 5 tahun terakhir kenaikan mereka sudah cukup signifikan,” imbuhnya. Dia mengakui, para pemimpin lembaga negara sangat mendukung keputusan pemerintah tersebut. Hal ini terlihat dari hasil kunjungan Tim Evaluasi Remunerasi Pejabat Negara pada lembaga-lembaga negara tersebut. (fel)

Rekayasa Kasus Bibit-Chandra

SBY Harus Turun Tangan JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan terkait beredarnya transkrip rekaman yang diduga bukti rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK. Pasalnya, nama SBY ikut disebut-sebut dalam rekaman itu bersama beberapa nama pejabat tinggi Kejaksaan Agung dan Mabes Polri. Menurut Mahfud di gedung MK Jakarta, kemarin, peranan presiden dalam hal ini bukan dimaksudkan untuk melakukan

Miranda Diperiksa JAKARTA - Miranda S. Goeltom diperiksa terkait dugaan suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004. Setelah menjalani pemeriksaan lebih dari tujuh jam, Miranda mengakuditanya apakah pernah memberikan sesuatu saat pemilihan pejabat bank sentral itu. ‘’Saya ditanya pernah memberikan apa-apa, saya jawab tidak,” kata Miranda. Miranda mengaku menjawab lima pertanyaan terkait dengan visi dan misinya. ‘’Saya berikan copy visi misi waktu pemilihan itu,” kata Miranda. Miranda membantah mengenal Agus Condro, mantan anggota F-PDIP DPR yang membongkar aliran cek usai pemilihan tersebut. Sementara itu, Agus Condro mengaku beberapa kali bertemu Miranda. (nas)

intervensi, namun untuk menjernihkan proses hukumnya. Langkah ini harus dilakukan sekarang, karena bisa untuk menjaga citranya di awal periode jabatan keduanya ini. Namun, imbau Mahfud, Presiden SBY jangan sampai terlalu jauh masuk ke dalam proses hukum. Biarkan saja mengalir ke pengadilan. Tetapi hal-hal yang janggal itu harus diselesaikan dengan campur tangannya, bukan oleh masing-masing institusi tersebut. ‘’Kalau antarinstitusi bisa sal-

ing cakar-cakaran,” ujarnya. Mahfud menjelaskan, permasalahan itu tidak bisa diserahkan semuanya kepada pihak Kejakgung, karena ada oknum pejabatnya yang terlibat dalam rekaman itu. Jika hal ini diserahkan kalangan internal lembaga itu untuk menyelesaikannya, hasilnya sudah bisa ditebak yakni memuaskan dan mereka akan tetap melindungi korpsnya tersebut. ‘’Jadi harus diserahkan kepada instansi lain yang punya kapasitas untuk masalah itu,’’ imbuhnya. (har)

JAKARTA - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan agar kader partai yang berada di DPR segera menggunakan hak angket untuk mengetahui duduk persoalan sebenarnya dari aliran dana bailout sebesar Rp 6,7 triliun ke Bank Century. ‘’Instruksi tersebut disampaikan ketua umum pada rapat pimpinan hari ini dan menjadi keputusan partai,” kata Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di kantor DPPP Jakarta, kemarin. Di luar DPR, kata Pramono, PDIP juga akan segera membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk mencari tahu duduk persoalan sebenarnya kasus Bank Century agar diketahui secara transparan oleh masyarakat. Ia mengatakan, pengguliran hak angket ini, karena ada sesuatu yang harus ditanyakan kepada pemerintah, yakni aliran dana bailout yang nilainya sangat besar itu. ‘’Besarnya dana talangan ini yang menjadi perhatian kita,’’ katanya. Dikatakan Pramono, PDIP secara sungguh-sungguh akan menggulirkan hak angket ini di DPR agar persoalannya menjadi transparan dan diketahui masyarakat. Penggunaan

hak angket ini, kata dia, tidak bisa hanya dilakukan oleh fraksi PDI Perjuangan sendiri. Wakil Ketua DPR ini berharap, fraksi-fraksi lain di DPR diharapkan juga akan mendukung hak angket yang akan digunakan F-PDIP. ‘’Anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan akan melobi anggota dari fraksi lainnya untuk menggulirkan hak angket ini,” kata Pramono. Selain akan menggunakan hak angket, kata dia, PDI Perjuangan juga akan segera membentuk tim pencari fakta (TPF) di internal partai untuk mencari tahu duduk persoalan aliran dana di Bank Century yang sebenarnya. Menurut dia, TPF yang dibentuk akan menggunakan referensi data yang ada yakni dari laporan sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memberikan catatan terjadi indikasi tindak pidana pada aliran dana ke Bank Century. Meskipun laporan sementara hasil audit BPK belum dipublikasi, kata dia, tapi karena aliran dana dari pemerintah ke sangat besar, maka TPF akan bekerja secara paralel menggunakan data BPK sebagai data penguat. ‘’Persoalan Century proses politiknya harus terus berjalan,” katanya. (nas)


K ta

Suluh Indonesia, Kamis 29 Oktober 2009

2

MA Tolak

PK Tiga Koruptor

Suluh Indonesia/ant

DITAHAN - Washington Mampei Parulian Mantan Direktur Umum PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dikawal petugas saat akan memasuki mobil tahanan di gedung KPK, Jakarta, kemarin. Washington diduga telah menerima uang sekitar 3,5 milliar rupiah dari para pimpinan proyek pembangunan jaringan distribusi gas yang memiliki alokasi anggaran sekitar 136 milyar rupiah.

Bekasi Ekspres Tabrak Angkot JAKARTA - Kereta Api Bekasi Ekspres jurusan Jakarta-Bekasi menabrak angkutan kota (angkot) di Pisangan Baru, Jatinegara, Rabu pagi, sekitar pukul 8:30 WIB. “Kereta menabrak angkot Mikrolet 02 yang berisi tiga orang di Pisangan Baru,” kata Kepala Humas PT Kereta Api Daops I Jakarta, Sugeng Priyono, kemarin. Menurut Sugeng, ketiga penumpang angkot bernomor polisi B2924PT tersebut mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Akibat kecelakaan ini, lanjut Sugeng, perjalanan kereta api ke arah hulu terganggu. Untuk sementara aktivitas kereta api hanya menggunakan jalur tunggal. Rencananya Kereta Api Bekasi Ekspres 318 yang menabrak angkot akan ditarik ke Stasiun Manggarai, agar jalur dapat segera kembali digunakan, ujar dia. Sementara itu, hingga pukul

10:00 WIB telah terjadi penumpukan penumpang di Stasiun Bekasi akibat seluruh Kereta Rangkaian Listrik (KRL) Bekasi-Jakarta tertunda. Berhasil Dievakuasi Seorang supir Mikrolet 02 jurusan Kampung Melayu Pulogadung, Albuntari( 44) yang ditabrak oleh KRL Ekspress di perlintasan KA Pisangan Baru, Jakarta Timur, Rabu pagi, berhasil dievakuasi setelah sempat terjepit selama satu jam. Selain pengemudi, terdapat pula dua orang penumpang yang juga terluka dan telah dibawa ke RS Persahabatan, yaitu Qomariyah (40) dan Asih Sulastri (21). Peristiwa nahas tersebut terjadi karena pengemudi mikrolet menerobos palang saat KRL mau melintas. (ant)

Suluh Indonesia/ade

Gubernur Optimis 5,5 Persen JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo optimis pertumbuhan ekonomi DKI tahun 2009 bisa mencapai target yang ditetapkan sebesar 5,5 persen. “Sampai akhir semester I 2009, pertumbuhan ekonomi telah mencapai 5,12 persen sehingga kita optimis target pertumbuhan ekonomi tahun 2009 sebesar 5,5 persen dapat tercapai,” kata Fauzi dalam rapat paripurna Penyerahan Raperda APBD 2010 di gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin. Pertumbuhan positif itu juga didukung oleh angka inflasi yang diperkirakan hanya berkisar 5,5 persen atau dibawah target yang ditetapkan 6,5 persen. “Rendahnya angka inflasi tersebut disebabkan oleh terjadinya deflasi pada bulan Januari sampai dengan April 2009 akibat adanya

kebijakan penurunan harga BBM pada Bulan Desember 2008. Pendapatan daerah juga diperkirakan akan memenuhi target sebesar Rp19,37 triliun dimana hingga akhir triwulan III telah terealisasikan sebesar Rp12,88 triliun atau 66,53 persen, “Sehingga kami yakin pada akhir tahun 2009 target Pendapatan Daerah tersebut akan dapat dicapai,” kata Fauzi. Secara rinci, Gubernur memaparkan realisasi pendapatan daerah tersebut dalam sambutannya yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2009 direncanakan sebesar Rp10,36 triliun. Sampai akhir Triwulan III,

Gubernur DKI Fauzi Bowo

PAD tersebut telah terealisasi sebesar Rp7,33 triliun atau 70,75 persen yang berasal dari realisasi Pajak Daerah Rp6,15 triliun atau 71,42 persen dari target Rp8,461 triliun. Retribusi Daerah Rp317,46 miliar atau 82,53 persen dari tar-

JAKARTA - Lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang tenaga kerja Indonesia, Migrant Care, menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin. Para pengunjuk rasa tersebut menumpahkan rasa kekesalannya karena kasus kematian seorang TKI, Munti bin Hani, yang terjadi di Selangor, Malaysia.Mereka mempertanyakan mengapa kasus kematian TKI akibat penganiayaan di Malaysia seakan-akan tidak pernah berakhir. LSM Migrant Care juga meminta pemerintah Indonesia dapat segera menunjukkan sikapnya dengan tegas dalam menghadapi kasus kematian Munti. Seperti biasa, para pendemo membawa sejumlah spanduk yang intinya menuntut pihak Malaysia segera

memberikan keadilan bagi para TKI yang kerap menjadi korban. Selain itu, aktivis Migrant Care juga sempat melempari pagar kedubes dengan tomat. Terdapat pula aksi teatrikal yang memperagakan para TKI yang sedang dianiaya oleh majikannya. Sementara itu, terdapat pula aksi ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) di depan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Mereka antara lain menyuarakan kesiapan dari para buruh untuk menjadi oposisi terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang berpotensi merugikan kaum tenaga kerja. Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja Malaysia S Subramaniam menegaskan bahwa majikan Munti binti Bani akan menerima hukuman berdasarkan undang-undang atas perbuatannya menyiksa hingga

korban meninggal dunia. Menteri Subramaniam di Kuala Lumpur, Selasa (27/10), menegaskan, tidak ada kompromi bagi majikan yang melakukan perbuatan tak berperikemanusiaan terhadap pembantunya. Ia mengaku kesal dengan kejadian ini dan menjamin adanya tindakan hukum kepada siapapun yang melakukan hal seperti itu. Peristiwa ini tidak seharusnya terjadi dan Pemerintah Malaysia memandang serius kekejaman terhadap pembantu ini. Menaker Malaysia mengatakan ini setelah mendengar bahwa pembantu asal Indonesia itu akhirnya meninggal dunia, Senin (26/10) pukul 10:10 waktu setempat setelah enam hari dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah, Klang, Selangor, akibat disiksa kedua majikan warga Malaysia etnis India bernama Vanitha dan Murugan. (ant)

Busway Dijadikan Transportasi Utama 2010 PENGOPERASIAN busway Transjakarta koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan X (Cililitan-Tanjung Priok) menjadi program prioritas transportasi di APBD 2010. “Tahun depan akan kami jalankan busway koridor IX dan X. Tapi sebelum dijalankan, sarana dan prasarana yang rusak akan diperbaiki terlebih dahulu,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo seusai rapat paripurna Penyerahan Raperda APBD 2010 di gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin. Dalam APBD, dialokasikan dana sebesar Rp365,34 miliar untuk pengoperasian busway koridor IX dan X yakni untuk pengadaan

bus, pelebaran dan perbaikan jalan dan pembebasan tanah. Meskipun belum memastikan waktu yang tepat bagi pengoperasian itu, Gubernur memastikan pihaknya tidak akan lagi menunda-nunda pengoperasian kedua koridor yang jalur dan haltenya telah selesai dibangun sejak 2008 itu. “Yang pasti secepatnya setelah pengadaan bus,” katanya. Selain melakukan perbaikan jalur dan halte yang telah

jelis hakim. Sedangkan terpidana Billy Sundoro, permohonan PK ditangani majelsi hakim yang diketuai Timur P Manurung. Untuk terpidana mendiang terpidana Noor Adenan Razak diperksa majesli hakim yang diketuai Mansyur Kartayasa. Terpidana Bulyan Royan yang merupakan mantan anggota Komisi V DPR itu, dinyatakan terbukti menerima suap hingga Rp 2 miliar terkait proyek pengadaan kapal patrol cepat Dephub. Bulyan harus mengembalikan 80.000 dolar AS, karena terpidana baru mengembalikan Rp 1,42 miliar yang sudah dikembalikan sekaligus disita KPK. Sedangkan terpidana Billy Sundoro yang merupakan Presdir PT. First Media Tbk itu tetap dinyatakan bersalah, karena terbukti menyuap anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Iqbal sebesar Rp 500 juta. Upaya penyuapan itu dilakukannya untuk kepentingan perusahaannya atas kasus laporan dugaan praktik monopoli usaha yang saat itu tengah ditangani KPPU. Sementara untuk terpidana mendiang Noor Adenan Razak, dinyatakan terbukti menerima suap dari pejabat Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bepaten) sebesar Rp 2 miliar. Ia telah terbukti bersalah dalam pengadaan tanah Bapeten. (nas)

Pertumbuhan Ekonomi Penuhi Target

Migrant Care Lempari Kedubes Malaysia

DEMO MALAYSIA - Seorang pengunjuk rasa dari Migrant Care melakukan aksi teatrikal di depan Kedubes Malaysia, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan tiga terpidana kasus korupsi. PK tersebut diajukan terpidana Bulyan Royan, Billy Sundoro dan mendiang Noor Adenan Razak. Putusan PK tersebut sama dengan putusan pengadilan sebelumnya yakni seperti yang ditetapkan Pengadilan Tipikor. Dengan adanya putusan PK ini, berarti terpidana Bulyan Royan tetap dihukum enam tahun penjara serta harus membayar denda Rp 350 juta subsider enam bulan kurungan. Sedangkan terpidana Billy Sundoro tetap harus menjalani hukuman tiga tahun penjara serta membayar denda Rp 200 juta subside tiga bulan kurungan. Sementara terpidana mendiang Noor Adenan Razah tetap dihukum penjara tiga tahun dan membayar denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kuungan. Demikian dikatakan Karo Hukum dan Humas MA Nurhadi kepada wartawan di gedung MA, Jakarta, Rabu (28/10) kemarin. Putusan PK tersebut, jelas dia, masingmasing dikeluarkan majelis hakim berbeda. Untuk terpidana Bulyan Royan ditangani Imam Harjadi selaku ketua ma-

mulai rusak, Pemprov juga akan mengamankan jalur tersebut dari kendaraan lain. “Kita ingin memberi pelayanan yang baik pada masyarakat dengan mengurangi jalur busway diintervensi kendaraan lain,” ujar Fauzi. Program prioritas pada APBD 2010 mengalokasikan anggaran Rp1,96 triliun untuk pembangunan perhubungan dan transportasi. Selain busway, pembangunan moda transportasi masal lainnya, Mass Rapid Transit (MRT) juga diberikan alokasi dana besar yakni Rp176 miliar karena megaproyek itu akan mulai melaku-

Busway

kan pembebasan tanah dan persiapan konstruksi fisik. Gubernur menyebut anggaran itu ditujukan untuk pembebasan tanah koridor MRT, penyempur-

naan geometrik dan simpang pada jalan arteri sekunder dan kolektor primer kawasan penunjang MRT, dan konsultansi manajemen MRT. (her/ant)

get Rp384,64 miliar, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Rp157,17 miliar atau 87,31 persen dari target Rp180,00 miliar dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp716,94 miliar atau 60,60 persen dari target Rp1,18 triliun. Untuk Dana Perimbangan, dari rencana sebesar Rp9,00 triliun, telah terealisasi sebesar Rp5,52 triliun atau 61,33 persen. Realisasi tersebut berasal dari Bagi Hasil Pajak sebesar Rp.5,49 triliun atau 61,13 Persen dari target Rp.8,98 triliun dan Bagi Hasil Bukan Pajak sebesar Rp.29,55 miliar atau 98,53 Persen dari target Rp.30 miliar.

Sementara itu untuk belanja daerah, hingga triwulan ketiga 2009 baru dapat terealisasi sebesar Rp10,55 triliun atau hanya 44,7 persen dari rencana belanja Rp23,59 triliun. Namun Gubernur tetap optimis belanja daerah akan tetap optimal karena penyerapan besarbesaran biasanya terjadi di triwulan keempat atau terakhir tahun anggaran. Untuk tahun 2010, Pemprov DKI menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari 2009 demi mengantisipasi terjadinya dampak krisis ekonomi global. “Karena ekonomi dunia maupun nasional baru mengalami proses recovery, maka pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2010 diperkirakan mencapai 4,25 5,25 persen, atau dengan titik tengah 4,75 persen. (ant)

Yohanes Divonis Empat Tahun JAKARTA - Mantan Direktur PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD), Yohanes Woworuntu, divonis empat tahun penjara terkait kasus dugaan korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Depkum HAM. Hal tersebut merupakan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu dalam pembacaan putusan dengan terdakwa Yohanes Woworuntu. “Menjatuhkan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp200 juta/subsider empat bulan penjara,” kata pimpinan majelis hakim, Ida Bagus DY. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dengan lima tahun penjara dan denda Rp500 juta/subsider lima bulan kurungan. Dalam putusan tersebut, majelis hakim memutuskan Yohanes Woworuntu harus membayar uang pengganti Rp3,5 miliar dan apabila tidak bisa dibayar maka harus menjalani penjara selama satu tahun. Majelis hakim menyatakan terdakwa sudah memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 yang dirubah menjadi Pasal 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. “Karena itu, pembelaan yang diajukan pembela dan terdakwa harus dikesampingkan,” katanya. Seusai persidangan, Yohanes Woworuntu, menyatakan dirinya akan mengaju-

Yohanes Woworuntu

kan banding atas putusan tersebut. “Saya akan mengajukan banding, karena saya tidak bersalah,” katanya. Sebelumnya, JPU menyatakan kasus tersebut bermula pada Januari 2000 saat Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU), Romli Atmasasmita, hendak membuat sisminbakum untuk pembuatan badan usaha oleh notaris melalui jaringan online. Dirjen AHU saat itu, bertemu dengan Yohanes Woworuntu selaku Direktur PT SRD dengan memperkenalkan Jhon Saroja yang memiliki kemampuan untuk membuat program tersebut. Pada 1 September 2000, terdakwa Yohanes Woworuntu menandatangani surat turut mengelola Sisminbakum dengan Koperasi Pengayoman Depkumham. Dalam perjanjian itu, 90 persen keuntungan dari sisminbakum tersebut diberikan kepada PT SRD dan 10 persen kepada koperasi Depkum HAM. (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Kamis 29 Oktober 2009

3

Harta Boediono Naik Rp 2 M

Suluh Indonesia/sep

TOLAK NAMRU - Sejumlah aktivis dan masyarakat yang mengatasnamakan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jabodetabek melakukan aksi unjuk rasa didepan pintu gerbang Gedung DPR/MPR Jakarta, kemarin. Mereka meminta pemerintah SBY-Budiono menghentikan segala bentuk kerjsama penelitan dengan Amerika Serikat dalam hal ini dengan Namru 2.

Ketua DPR

pai waktu yang ditentukan kemudian,” kata Ribka di Gedung MPR/DPR, Jakarta , kemarin. Pembatalan ini, dinilai Ribka sebagai sikap arogansi Marzuki Alie karena pembatalan dilakukan sepihak, apalagi tidak melibatkan pimpinan dewan lainnya. “Intervensi itu arogan sekali. Kenapa mesti Ketua DPR ikut campur,” sesalnya. Alasan ketidaksiapan Menkes menghadiri juga dinilai janggal. Karena dalam surat yang dikirimkan Departemen Kesehatan, ketidakhadiran Menkes disebabkan adanya rapat internal guna membahas program 100 hari kerja. “Kenyataannya, hari ini Menkes malah mengunjungi pameran rumah sakit swasta. Ini kan pelecehan terhadap Komisi IX,” imbuh dia. Ribka menilai, Marzuki Alie

terlalu paranoid menanggapi isu kontroversial seputar Menkes baru. Padahal, Komisi IX memiliki hak konstitusional mengundang Menkes untuk menghadiri raker. “Kelihatannya Pak Marzuki perlu menjalani psikotes, karena sedikit-sedikit paranoid terhadap sesuatu,” ujarnya. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengakui pemanggilan Menkes oleh Komisi IX DPR dibatalkan atas permintaan Ketua DPR karena harus menunggu rapat Badan Musyawarah (Bamus). “Bamus yang akan memutuskan komisi-komisi di DPR akan memanggil siapa, menteri, kepala, atau siapa saja. Bamus baru akan mengadakan rapat besok (hari ini-red),” katanya. Namun, aturan semacam itu sudah lama ada dan bukan baru sekarang saja diterapkan. Priyo

Kisruh DPT Pilpres

Harus Serius Mendata Pemilih JAKARTA - Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang mengatakan harus ada yang bertanggung jawab terhadap masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) agar tidak terulang lagi permasalahan DPT pada pemilihan selanjutnya. “Yang paling bertanggung jawab atas DPT adalah KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan sumber datanyalah yang menjadi persoalan,” katanya pada diskusi publik bertema “Membenahi Daftar Pemilih Untuk Menjamin Hak Konstitusional Warga Negara: Suatu Pendekatan Hukum dan Operasional” di Jakarta, kemarin. Menurut Sebastian, untuk pemilihan selanjutnya data DPT tidak hanya dari pemerintah saja agar tidak terjadi kesalahan lagi. Ia juga mengatakan, dalam pemilihan selanjut-

nya hendaknya menggunakan data yang sudah ada, Badan Pusat Statistik (BPS), dan data dari pemerintah. “Tapi tidak seperti yang kemarin lagi. Penganggarannya pun diberikan pada KPU, jadi nanti mengeluhnya ke KPU,” jelasnya. Di lain pihak, Ketua Komite Pemilihan Indonesia (TEPI), Jeri Sumampow mengatakan kesalahan DPT bukanlah merupakan kesalahan KPU melainkan pemerintah. “Tanggung jawab masalah data pemilih berdasarkan Undang-Undang ada pada pemerintah bukan KPU. Tapi KPU melakukan kesalahan dengan tidak menjalankan mekanisme dengan baik,” jelasnya. Jeri mengatakan, pemerintah tidak serius melakukan pendataan, karena jika pemerintah serius KPU tidak perlu melakukan pendataan kembali.

Solusinya, lanjutnya, ada dua yaitu perlu adanya perubahan regulasi atau meminta pemerintah serius melakukan pendataan. Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC) Arif Nur Alam merekomendasikan pada penyelenggara pemilu yaitu KPU untuk memperkuat perencanaan kebutuhan dan anggaran (RKA) logistik pemilu sehingga tidak terjadi pemborosan. “Dari hasil kajian pada pemilu 2009 perencanaan anggaran terlihat tidak berdasarkan kebutuhan pengadaan barang dan jasa sebenarnya,” katanya. Misalnya, KPU menganggarkan Rp1,5 triliun untuk pengadaan surat suara pada pemilu legislatif karena awalnya KPU mengasumsikan menggunakan kerta suara berpengaman. (ant)

Wapres Boediono

Berarti ada kenaikan sekitar Rp 2 miliar dari kekayaan Boediono ketimbang 2008 lalu, yang memiliki harta Rp 18,6 miliar. Ini berasal dari kenaikan tabungan, surat berharga dan NJOP barang tak bergerak. Dalam kesempatan itu, Johan Budi meninformasikan hingga sekarang ini, belum ada dari para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II yang

memenuhi kewajiban untuk melaporkan harta kekayaannya. Padahal, mereka sudah dilantik Presiden SBY sudah seminggu lalu. “Menteri baru belum ada yang melapor kekayaannya ke KPK,” ungkapnya. Laporan harta kekayaan para menteri adalah kewajiban sebagai pejabat negara. Hal ini untuk mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Para pejabat wajib melaporkan kekayaan mereka dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK. “Penyelenggara negara diwajibkan melapor sebelum dan sesudah menjabat atau berhenti dari tugasnya selambat-lambatnya 30 hari. Ini sesuai aturan dalam pasal 68 UU Nomor 12/2003 tentang Pemilu, UU Nomor 30/ 2002 tentang KPK serta SK KPK Nomor 07/KPK/02/2005 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan LHKPN,” tutur Johan. (nas)

Wakil Jaksa Agung Minta Polisi

Batalkan Raker Menkes JAKARTA - Rapat kerja (raker) Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih batal setelah Ketua DPR Marzuki Alie mendadak membatalkan agenda tersebut. Menurut Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning, pembatalan raker karena diminta langsung oleh Ketua DPR melalui Sekretariat Komisi. Padahal, sebelumnya agenda raker sudah mendapat persetujuan Wakil Ketua DPR Marwoto Mitrohardjono. Sikap Marzuki Alie itu dinilai telah melangkahi kewenangan Komisi IX. Selin itu, hak dan kewenangan Komisi IX dalam melaksanakan fungsi pengawasan juga dianggap telah dibatasi. “Selasa (27/10) malam, Ketua DPR melarang Sekretariat Komisi memanggil Menkes sam-

JAKARTA - Wapres Boediono sudah menyerahkan laporan daftar harta kekayaannya kepada KPK. Untuk jumlahnya, masih dalam proses verifikasi. Artinya, nilai kekayaan mantan Gubernur BI tersebut belum bisa ditentukan angkanya secara rinci. Demikian kata Karo Humas KPK Johan Budi SP di Jakarta, kemarin. Johan mnjelaskan, laporan itu kini sudah ada di tangan KPK. Meski begitu, KPK belum bisa menginformasikan kepada publik jumlah harta mantan Menko Perekonomian tersebut. “Berapa total kekayaannya? Belum bisa kami informasikan, karena kami harus memverifikasinya terlebih dahulu,” tandasnya. Sebelumnya, ketika Boediono resmi ditetapkan sebagai pasangan SBY dalam Pilpres pada Mei 2009 lalu, KPK yang memverifikasi harta kekayaan Boediono, menyebutkan harta yang dimilikinya itu Rp 20,06 miliar.

juga membantah bahwa pembatalan ini wujud dari DPR yang tunduk pada pemerintah. Pada prinsipnya, lanjut Priyo, pimpinan DPR mempersilakan Komisi memanggil siapapun jika memang dirasa diperlukan. “Hanya saja harus lewat mekanisme yang benar.” Ketua DPR Marzuki Alie menjelaskan pembatalan raker antara Komisi IX dengan Menkes disebabkan mekanisme yang belum benar. Pemanggilan seorang menteri ke DPR harus melewati sistem yang jelas dan tidak boleh asal panggil. Apalagi jika tujuannya hanya untuk memojokkan menteri. “Tujuan pemanggilan menteri harus jelas dulu.” (har)

Pimpinan KPK Jangan Dizalimi JAKARTA - Wakil Jaksa Agung (Waja), Abdul Hakim Ritonga, meminta dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, jangan dizalimi dan jangan digantung-gantung statusnya. “Kalau tidak terbukti, jangan dizalimi dan jangan digantunggantung terus. Harus besar hati (Mabes Polri) kalau tidak mampu (pembuktian penetapan pimpinan KPK sebagai tersangka), jangan dipaksakan,” katanya, di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, dua pimpinan KPK, Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri terkait penyalahgunaan wewenang dan pemerasan terhadap

Direktur PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjoyo. Ia menyatakan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji, yang hadir dalam ekspos atau gelar perkara dengan Kejagung menyangkut dua pimpinan KPK tersebut. “Isinya adalah soal pemerasan dan penyalahgunaan wewenang,” katanya. Di bagian lain, ia juga menyesalkan adanya transkrip rekaman rekayasa penetapan tersangka pimpinan KPK hingga mengalihkan persoalan pokoknya. “Kenapa pokok persoalan perkara dialihkan kepada pokok persoalan lain. Mari kita cari unsur-unsurnya bukan melebar,” katanya. Transkrip itu juga menye-

butkan oknum jaksa yang terlibat dalam rekayasa penetapan tersangka dua pimpinan KPK tersebut. Dikatakannya, dalam penyidikan itu unsur perkaranya yang harus dikejar. “Jangan dicari lain, dikejar lain, konsentrasi pada pembuktian,” katanya. Dia mengatakan perbuatan yang dilakukan adalah pemerasan dan penyalahgunaan wewenang, maka jangan beralih pada lingkup lainnya. Ia juga menyatakan dia tidak akan mengajukan delik pengaduan terkait namanya disinggungsinggung dalam transkrip tersebut meski perbuatan seperti itu bisa diancam Pasal 310 dan 311 KUHP. “Saya masih “biaso-biaso saja”,” katanya sembari mengutip perkataan yang sering dipakai ulama kenamaan. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Kamis 29 Oktober 2009

4

K ilas Simposium Internasional Perkayuan MASYARAKAT Peneliti Kayu Indonesia (MAPEKI) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menggagas kegiatan berupa simposium internasional perkayuan yang diselenggarakan di Kota Bogor, 2-3 November mendatang. Unit Penelitian dan Pengembangan (Research and Development Unit) untuk Biomaterials LIPI, Khoirul Himmi Setiawan mengatakan, kegiatan tersebut digagas sebagai upaya LIPI dan Depdiknas untuk meningkatkan kualitas dan intensitas riset di bidang perkayuan guna menunjang pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Kegiatan tersebut bertajuk “The 1st International Symposium of Indonesian Wood Research Society” yang akan diselenggarakan di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar). Menurut Khoirul, kegiatan tersebut akan dihadiri oleh para guru besar dan peneliti dari berbagai penjuru dunia serta para pakar di bidang perkayuan dari seluruh Indonesia. (ant)

PO Semeru Diadukan ke Kantor Disnaker BOGOR – Gara-gara memberhentikan secara sepihak (PHK) terhadap pegawainya, kemarin perusahaan otobus (PO) Pariwisata Semeru dilaporkan dua mantan pegawainya ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakersostrans), Kota Bogor. Dua mantan karyawan PO Semeru yang selama ini mengaku bekerja sebagai sopir bus itu masing-masing bernama, Nandang Irawan alias Dawel (39) warga Cilodong, Depok dan Dadang Rampe (35) warga Sukabumi. Untuk itu keduanya dengan didampingi kuasa hukum Tb. Memed Adiwinata, kemarin secara resmi melaporkan kasus PHK sepihak yang menimpanya ke kantor Dinasnakertrans, Kota Bogor, di Jalan Raya Merdeka, Kota Bogor. Usai menerima laporan resmi dari kedua korban bersama kuasa hukumnya, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industri dan Pengawasan, Disnakertrans Kota Bogor, Samson Purba menjelaskan, perlakuan perusahaan bersangkutan adalah perbuatan melawan hukum yakni Undang Undang No. 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan. “Kita akan kaji dulu laporan ini, tapi kalau laporan yang kami terima ini benar, jelas perusahaan bersangkutan telah melanggar UU Ketenagakerjaan, dan soal itu nanti di meja pengadilan. Akan tetepi kami disini punya kewajiban untuk membantu mencarikan solusi jalan tengah bagi kedua belah pihak,” tegasnya. Sementara itu hingga berita ini dilaporkan, pihak perusahaan yakni PO Semeru yang merupakan perusahaan angkutan umum di bawah PT Helma Prima Lestari (HPL) belum meberikan penjelasan terkait maslah ini. Menurut beberapa staf di perusahaan jasa angkutan wisata itu, saat ini bos mereka kebetulan lagi keluar kota. (bas)

Dua Tersangka Korupsi Dana Depdiknas Masuk Penjara CIKARANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjebloskan dua orang tersangka kasus korupsi bantuan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bekasi, Selasa malam. Para tersangka perkara korupsi dana block grant Depdiknas yang disalurkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) International Islamic School di kawasan Hyundai, masing-masing bernama Rahmi Qadri sebagai mantan Kepala Sekolah, bersama mantan bendahara Albar. “Mereka menjabat pada periode 2006-2008. Mereka masih diduga bersalah telah menggelapkan uang Rp 150 juta dari total dana bantuan pemerintah pusat Rp 750 juta untuk keperluan pribadi,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cikarang, Helena Octavianne. Menurut dia, dana bantuan tersebut diperuntukkan bagi meningkatan mutu sekolah yang disalurkan secara bertahap, yakni pada periode 2006 sebesar Rp 300 juta, periode 2007 sebesar Rp 300 juta, dan periode 2007 sisanya Rp 150 juta. Perkara korupsi tersebut, kata dia, dibongkar sejak pertengahan bulan Desember 2008. “Kami menemukan penyalahgunaan anggara, khususnya dana yang dibelanjakan tidak sesuai dengan yang disepakati. Misalnya, pembelian alat infocus, laptop untuk perangkat belajar siswa, pengadaan alat laboratorium asing, serta buku pelajaran bahasa asing,” katanya. Setelah pihaknya melakukan penelusuran kasus, buku-buku yang dibeli bukan buku berbahasa asing, namun buku berbahasa Indonesia. Sementara, laptop dibeli dengan harga yang relatif lebih murah dan tak bermerk. “Untuk sementara mereka masih berstatus sebagai tersangka yang menggunakan anggaran. Mereka kami ditahan di LP Bulak Kapal, Bekasi, selama 20 hari,” katanya. Pihaknya kini masih menunggu pembelaan dari para tersangka dalam sidang yang akan digelar dalam waktu dekat di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi. (ant)

Suluh Indonesia/bas

UNJUK RASA- Puluhan Pemuda dari LSM No TC saat melakukan demo di depan kantor DPRD Kota Bogor, mendesak wakil rakyat mengesahkan Raperda KTR secepatnya kemarin.

Pengangkatan Dirut PDAM

Pemuda Bogor

Dipertanyakan

Desak DPRD Sahkan Raperda KTR

CIKARANG - Sejumlah organisasi kepemudaan di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mempertanyakan pengangkatan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat yang diduga melanggar ketentuan hukum. Ketua Barisan Beringin Merah Kota Bekasi, Heri Setiawan, kemarin mengatakan, pemilihan Direktur PDAM Bekasi yang berlangsung pada Selasa kemarin di Hotel Horizon Kota Bekasi, diikuti oleh 27 calon dari kalangan internal perusahaan dan umum. “Dalam kegiatan tersebut, panitia menyatakan untuk posisi Direktur Utama terpilih Wahyu Prihantono, sementara Darius Doloksaribu terpilih sebagai Direktur Pengembangan Usaha PDAM Bekasi. Kedua kandidat yang lolos seleksi berasal dari unsur politisi,” katanya. Namun Heri menganggap

proses pengangkatan dua orang kandidat tersebut tidak memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 2 tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM. “Dalam Pasal 6 peraturan tersebut dituliskan bahwa pengangkatan direksi dari kalangan eksternal wajib memiliki pengalaman di bidang pengelolaan air minum minimal 15 tahun. Sedangkan mereka tidak memiliki pengalaman tersebut,” katanya. Wahyu Prihantono merupakan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang telah menjabat selama dua periode. Sedangkan Darius Doloksaribu, merupakan mantan calon anggota legislatif (Caleg) tingkat Provinsi Jabar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Keduanya tidak

memiliki sertifikasi pengelolaan air yang dapat menunjang kualitas kerja yang profesional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan tersebut,” ujarnya. Heri juga mempersoalkan waktu penyelenggaraan seleksi yang terkesan terburu-buru. “Proses pengumuman hanya berselang kurang dari satu bulan melalui salah satu media nasional dan langsung dilanjutkan dengan seleksi yang diselenggarakan di lantai delapan Hotel Horizon Kota Bekasi,” katanya. Secara terpisah, Humas PDAM Bekasi, Komarudin mengaku pihaknya tidak dilibatkan dalam proses seleksi Dirut PDAM Bekasi. “Saya merasa aneh, kenapa bagian Humas yang merupakan ujung tombak perusahaan di masyarakat tidak diikutsertakan, padahal ini merupakan perusahaan milik masyarakat,” ujarnya. (ant)

Peringati Sumpah Pemuda

Polantas Kenakan Pakaian Adat DEPOK - Ada yang berbeda dari penampilan puluhan anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) di Samsat Depok dan Samsat Cinere kemarin. Memperingati hari Sumpah Pemuda ke-81, puluhan petugas Samsat Depok dan Samsat Cinere mengenakan pakaian adat, mulai dari Sunda, Betawi, Jawa sampai Batak. Terkesima dengan seragam mereka sehingga seorang wajib pajak (WP) mengira petugas pelayanan formulir sebagai anggota dewan.. “Bapak perwakilan dewan ya,” tanya Hendri, warga Cinere saat memasukkan kertas di kotak saran yang tersedia di loket depan. Mendengar pernyataan tersebut, Aiptu Fikri tersenyum dan segera menyanggah pertanyaan tersebut. “Saya petugas Samsat, Pak. Hari ini petugas memang berpakaian seperti ini untuk memper-

ingati Hari Sumpah Pemuda,” sanggahnya. Sebanyak 16 petugas di Kantor Samsat Cinere terlihat berbeda dengan biasanya. Sehari-hari mereka yang biasa mengenakan seragam polisi, kemarin mengenakan baju kebaya dan jas lengkap dengan senjata tradisional dari daerah masing-masing. “Ini merupakan penghargaan untuk para pejuang. Kalau tak ada mereka tak mungkin kita ada, kan ?” kata Paur STNK Cinere Iptu Endang Setyowati, kemarin. Pemandangan serupa juga terlihat di Samsat Depok. Sebanyak 30 petugas juga mengenakan pakaian adat. Kasubsi Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Depok, AKP Baktiar Alfonso menyatakan rutin setahun sekali anggotanya berpakaian adat untuk memperingati Hari Soempah Pemoeda. (rin)

Saksi Minta Dokter yang Merawat Prita Dihukum TANGERANG - Tim dokter dan perawat rumah sakit Omni International, Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, yang merawat Prita Mulyasari harus dijerat dengan hukuman. “Bila dokter dan perawat RS Omni menolak memberikan rekam medis kepada Prita usai dirawat, maka dokter dan perawat harus dihukum,” ujar saksi sidang Prita dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo di Tangerang, kemarin. Menurut Sudaryatmo, dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dijelaskan konsumen dalam hal ini pasien wajib mendapatkan rekam medis ketika konsumen meminta hasil rekam medis tersebut. Tim dokter yang merawat ibu dua anak itu harus memberikan rekam medis kepada Prita, dan jika Prita tak diperbolehkan mengambil rekam medis tersebut hak seorang konsumen jelas dilanggar. “Konsumen berhak atas haknya, keinginan Prita keluar dengan meminta rekam medis merupakan sesuatu yang legal,” ungkap Sudaryatmo. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riyadi mengatakan, dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 269/Menkes/Per-111/2008, Bab V pasal 12 dijelaskan bahwa, pasien hanya mendapatkan resume rekam medis, bukan rekam medis. “Jadi hanya resume rekam medis yang diberikan kepada pasien, sementara rekam medis menjadi hak dari penyedia jasa pelayanan kesehatan (RS Omni),” ujar Riyadi. Kata Riyadi, yang berhak memiliki rekam medis pasien adalah RS Omni sesuai dengan Permenkes, tidak harus pasien. Penolakan RS Omni untuk menyerahkan rekam medis kepada Prita berdasarkan Permenkes tersebut. “Kepemilikan dan pemanfaatan rekam medis itu tidak boleh disebarluaskan hanya pihak dari rumah sakit yang punya hak,” kata Riyadi. Prita Mulyasari dimejahijaukan karena melakukan pencemaran nama baik RS Omni International melalui surat elektronik yang disebarkan kepada sejumlah rekannya. (ant)

Suluh Indonesia/rin

PAKAIAN ADAT - Petugas Samsat Cinere mengenakan pakaian adat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-81, kemarin.

BOGOR - Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2009, kemarin puluhan pemuda dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) No TC (No Tobacco Community) melakukan aksi unjuk rasa, di depan Gedung DPRD Kota Bogor. Dalam aksinya para pemuda itu intinya mendesak para wakil rakyat di DPRD Bogor untuk segera mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang saat ini masih dalam pembahasan dewan. Dalam aksinya, para pemuda itu selain membawa berbagai poster dan spanduk bertuliskan bahaya merokok bagi kesehatan, mereka juga melakukan aksi tutup hidung dengan mengunakan masker berwarna putih dan hijau, sebagai simbul dukungan pada Pemerintah Kota Bogor yang akan menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) di kotanya. “Kami datang ke sini untuk mendesak wakil rakyat agar meraka segera mengesahkan Raperda KTR menjadi Perada di Kota Bogor,” tegas Kordinator Aksi, Firmansyah. Kota Bogor merupakan salah satu daerah yang sangat konsen dengan penanggulangan dampak tembakau secara regu-

latif. Namun regulasi yang mengatur mengenai KTR yang saat ini diatur dalam Perda No 8 tahun 2006 tentang Ketertiban Umum, dimana diantara mengatur KTR kenyataanya masih mengecewakan. “Kami berharap Raperda KTR yang kini sudah masuk dalam program legislasi dewan ini segera dapat disyahkan menjadi Perda yang definitif,” harapnya. Setelah puas berorasi, akhirnya 20 perwakilan pemuda dari LSM No TC itu diterima Ketua Pansus DPRD Kota Bogor, Slamet Wijaya, bersama sejumlah anggota dewan lainnya. “Insa Allah, Raperda KTR ini dalam waktu dekat akan segara ditetapkan menjadi Perda di Kota Bogor. Namun karena masih ada beberapa hal yang masih sekiranya perlu dikaji, maka saya berharap semua pihak mau bersabar,” jelasnya. Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Triwanda Elan, dalam keterangan persnya juga meminta dukungan dari semua pihak untuk ikut berpartisipasi aktif dalam upaya membantu mensukseskan program pemerintah daerah mewujudkan tekat bersama menjadikan Kota Bogor Sehat 2010. (bas)

PAC Demokrat Depok

Bentuk Forsila DEPOK - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Depok akan ditinjau kinerjanya oleh Forum Silaturahmi Demokrat (Forsila) Kota Depok. Pasalnya, selama masa kampanye anggota dewan terpilih saat ini banyak melontarkan janji-janji kepada masyarakat Depok. “Jangan sampai masyarakat kecewa dengan janji-janji yang diucapkan namun tak terbukti,” kata Ketua Forum Silaturahmi Demokrat Kota Depok, Hariyanto kepada wartawan, kemarin. Mencegah penyelewengan janji tersebut, pihaknya menyediakan wadah bagi warga Depok untuk menyampaikan aspirasi warga. Dari wadah ini diharap dapat dijadikan masukan kepada para anggota dewan, khususnya dari Partai Demokrat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Dalam wadah yang baru terbentuk satu bulan lalu diharap menjadi penyeimbang terhadap sistem kerja anggota DPRD dari PD. Anggota Forsila sendiri terdiri atas anggota PAC-PAC Demokrat Kota Depok. “Kita ingin memastikan bahwa aspirasi masyarakat dapat dipenuhi oleh para anggota dewan terpilih,” ujar ketua PAC Cimanggis Demokrat ini. Sekretaris Forum Silaturahmi Demokrat Kota Depok, Budi Marsono akan menekankan sorotan pada kinerja pemerintah yang dinilai lamban. Pasalnya, permasalahan selama ini belum juga terselesaikan dengan baik seperti halnya pemberian kursus kepada warga Depok.. “Mereka hanya diberikan kursus gratis tanpa diberikan tempat untuk bekerja,” ujarnya mengkritisi. (rin)

25 Rumah Rusak Terkena Hujan Angin SEBANYAK 25 rumah di Kecamatan Sawangan terkena angin puting beliung Selasa sore. Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan 13 rumah di Kelurahan Cinangka dan 12 rumah di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan rusak. Bahkan satu rumah milik Salim (63), warga Rt 002 Rw 008, Kelurahan Cinangka mengalami rusak parah. Rumahnya sudah tak lagi beratap akibat terpaan angin. Selain itu, rumahnya tertimpa pohon rambutan setinggi 10 meter. Salim berada di dalam rumah saat hujan deras. Saat atap rumahnya mulai berterbangan, Salim langsung mengamankan diri keluar rumah. “Saya takut tertimpa rumah jadi saya berlari keluar rumah. Saya numpang ke rumah

tetangga,” cerita Salim, kemarin. Pria paruh baya ini bercerita, rumahnya rusak tertimpa pohon dan terendam air terkena hujan. Dia belum mengetahui kerugian yang diderita. “Di rumah ada peralatan elek-

tronik. Televisi, kulkas dan radio terkena air dan sekarang nggak bisa nyala lagi,” ucapnya. Salim mengetahui rumahnya terkena angin puting beliung dari seorang tetangganya. Salim pun langsung kembali ke rumahnya setelah hujan mereda. Salim bergegas membereskan rumahnya dan menyelamatkan barangbarang yang masih tersisa. “Kalau pakaian masih bisa diambil. Sekarang televisi dan kulkasnya lagi mau diservis,” ucapnya. Satu rumah lainnya di Keluruahan Bojong Sari juga men-

galami kerusakan hujan angin yang turun hingga berjam-jam kemarin. Rumah tersebut mengalami kerusakan di bagian dapur. Demikian dikatakan Camat Sawangan, Usman Haliyana dihubungi melalui telepon genggamnya. “Hanya satu rumah warga yang rusak akibat hujan deras Selasa sore kemarin. Itu pun hanya di bagian dapur saja,” katanya. Mengenai puluhan rumah yang rusak di dua kecamatan berbeda, Usman mengaku tidak menerima laporan tersebut. Dia

memastikan kalaupun ada rumah yang rusak dirinya menerima laporan dengan segera. “Saya tidak tahu mengenai kerusakan yang terjadi di Kecamatan Cinangka dan Kedaung,” tandasnya. Selain merusakkan rumah warga, hujan disertai angin kemarin juga mengakibatkan satu hewan ternak milik warga tewas terkena petir. “Kerbau saya mati kena petir saat hujan kemarin,” ucap Fatimah. Ibu dua anak ini bersyukur rumahnya tidak mengalami kerusakan seperti rumahrumah lainnya. (rin)


pini

Suluh Indonesia, Kamis 29 Oktober 2009

F OKUS Perkuat Kepedulian terhadap Rakyat ANYAK analisis yang muncul ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama pasangannya, Boediono, memenangkan pemilihan presiden beberapa waktu lalu. Satu di antaranya adalah adanya keyakinan bahwa SBY akan menggunakan periode kedua pemerintahannya sebagai ajang untuk menabung. Artinya, dia menabung untuk kepentingan yang lebih besar pada 2014 untuk kepentingan partainya (Demokrat) serta menabung keberhasilan selama lima tahun ke depan untuk dapat dicatat dengan tinta emas dalam sejarah pembangunan bangsa Indonesia. Sangat masuk akal. Manakala kemudian SBY bersama Boediono terpilih dan kemudian merancang, memilih serta mengumumkan para pembantunya dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, analisis pun banyak bermunculan. SBY yang pada awalnya diperkirakan akan banyak memunculkan kalangan profesional untuk dapat dicatat dalam tinta emas, toh tidak mampu menahan desakan koalisi politiknya untuk dapat jatah dalam kabinet. Akhirnya, jadilah kabinet yang dianggap terlalu akomodatif terhadap kepentingan balas jasa para peserta koalisi di parlemen. Walau begitu, di tengah beberapa kritik serta pendapat yang bernada miring, SBY-Boediono dengan lantang mengatakan bahwa penyelesaian hal itu tidak dalam lapangan polemik, namun dalam lapangan kerja nyata yang akan ditunjukkan oleh para menterinya. Setidaknya dalam 100 hari pertama, para menteri diharapkan menunjukkan kinerja baik sehingga mampu meredam kritik dan mampu menunjukkan kepada semua orang bahwa SBY tidak salah pilih. Atau pula, kinerja baik itu diharapkan mampu mematahkan stigma bahwa para politisi pun bisa bekerja dengan hasil bagus. Selain itu, menurut teori sebuah pemerintah yang kuat, berkinerja bagus dan punya dukungan mayoritas di parleman diharapkan memuluskan segala rencana lima tahun ke depan SBY-Boediono. Sejauh ini, di parlemen yang menyatakan diri sebagai mitra kritis bukan oposisi adalah PDIP, Hanura serta Gerindra. Sisanya masuk ke dalam kubu pro-pemerintah. Ini artinya, kalau merujuk kepada teori, maka tentu sangat ideal. Namun belakangan, beberapa pengamat juga justru mengkhawatirkan pemerintah yang terlalu kuat sehingga memunculkan semacam gabungan kekuatan yang akan selalu bersikap defensif terhadap kebijakankebijakan pemerintah yang dinilai tidak populis. Kalau dilakukan voting, tentu akan kalah parpol yang ‘’berseberangan’’ dengan pemerintah. Munculnya kekhawatiran itu sangat wajar mengingat PDI-P, Hanura dan Gerindra sangatlah abu-abu. Dalam konteks politik praktis, sikap ini sah-sah saja. Namun dalam konteks check and balances sesuai dengan fungsi legislatif, ini menyedihkan. Bagaimana jadinya nanti? Tentu ini akan berpulag kepada komitmen SBY-Boediono sendiri. Apakah akan tetap pada jalur sebelumnya yakni ingin mengantar Indonesia ke arah yang lebih baik atau hanya akan terperangkap dalam kepentingan politik sesaat. Ini juga akan sangat bergantung kepada partai politik koalisi, apakah mereka akan mengkhianati aspirasi yang diamanatkan konstituen mereka atau tidak. Atau, ini juga akan sangat bergantung pada parpol mitra kritis dalam memposisikan diri mereka sebagai kontrol terhadap kebijakan pemerintah. Bagaimana kalau kemudian hal itu tak terjadi? Tentu, aksi-aksi ekstraparlementer akan banyak bermunculan. ‘’DPR Jalanan’’ akan banyak bermunculan. Mereka akan terus menggugat serta menggantikan fungsi lembaga legislatif yang dinilai tidak lagi pro-rakyat. Selain itu, jangan lupa peran media pun sangat penting. Media diharapkan mampu bersikap sangat kritis tanpa kehilangan kesantunan yang terbingkai dalam kode etik jurnalistik. Rakyat dalam konteks ini tentu sangat mengharapkan agar semua komponen bangsa bersatu, bersungguh-sungguh untuk membawa negeri ini keluar dari kesulitaan. ***

B

S URAT ANDA Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/ SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Antisipasi Dampak Musim Hujan MUSIM hujan yang mulai datang makin mencemaskan warga Jakarta. Hujan pasti akan membawa problem yang terus saja terjadi dari tahun ke tahun. Banjir sudah bisa diprediksi bakal terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Terutama untuk daerah-daerah yang rawan banjir. Untuk itu, warga Jakarta memohon kesiapan dari pemerintah provinsi untuk mengantisipasinya dengan berbagai langkah. Apakah itu pembersiahan drainase, pengerukan kali-kali, penyelesaian BKT yang diharapkan banyak bisa mengatasi banjir di Jakarta dan sekitarnya. Dan tak lupa antisipasi penanganan terhadap korban. Kemacetan pasti tak terhindarkan ketika musim banjir tiba. Mohon juga disipakan aparat yang cukup untuk mengatur lalulintas. Terkadang, kemacetan juga diper-

parah oleh sikap pengendara sendiri yang tak disiplin. Saling serobot justru membuat keadaan makin semrawut dan sulit lagi di atasi. Yang tak kalah pentingnya adalah memantau secara ketat pohonpohon di Jakarta yang setiap musim hujan selalu saja ada yang tumbang. Mungkin sejak sekarang sudah bisa dilakuakn pemantauan dan pemeliharaan untuk mengawasi betul pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Kerugian akibat pohon tumbang tidak sedikit. Selain ancaman terhadap pengguna jalan juga bisa membuat kemcetan makin menjadi-jadi. Dan ini sudah terbukti terjadi di beberapa tempat. Kesiapan evakuasinya juga perlu disiapkan secara dini. Frans William Bunga Rampai, Jaktim

S UARA ANDA KOLOM ini khusus untuk pembaca yang ingin menyampaikan, kritik, saran dan komentar singkat mengenai berbagai persoalan pada para pejabat Pemerintahan, mulai dari Lurah, Camat hingga Presiden. Kirim pesan singkat Anda secara padat dan jelas, tanpa menyinggung perasaan orang lain. Setiap pesan akan diedit. Cara pengiriman SMS dengan format: BJ <spasi> pesan, lalu kirim ke 3499. (biaya Rp2000/SMS). Contoh : BJ Jakarta harus cari gubernur yang mampu menanggulangi banjir.

Bang D

el

Gaji anggota DPR dipastikan ikut naik

Lempar batu sembunyi tangan...

5

‘Bargaining Position’ SBY-Boediono BARGAINING POSITION Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyusun kabinet masa bakti 2009-2014 melambung tinggi, dan belum ada satu pun kekuatan politik yang dapat memengaruhinya. Parpol-parpol hanya bisa pasrah dan berharap kemurahan hati Presiden Yudhoyono agar mau mengakomodasi kepentingan mereka di pemerintahan. Begitu berperannya SBY dalam menentukan para menteri untuk menduduki job-job tertentu di Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II) dengan cepat bisa kita lihat bahwa pemerintah tidak hanya sebagai instrumen kunci dari politik. Melainkan pemerintah juga mencari dan berusaha menyeimbangkan keadaan politik yang saat ini sedang mengalami pasang-surut. Keseimbangan yang nantinya bisa mewakili suatu hubungan khusus antara moralitas dan efisiensi. Dengan harapan moralitas itu dapat diimplementasikan dalam norma-norma keabsahan, potensialitas atau keadilan. Jika dianalisis lebih lanjut SBY saat ini sedang mengeluarkan dua kelompok keputusan. Pertama, sekumpulan keputusan stratifikasi. Dengan keputusan ini pemerintah melakukan usaha terus-menerus untuk menciptakan kondisi mobilitas sosial yang lebih besar, dalam jejang yang masih berlaku. Kedua, sekelompok keputusan ideologis, yakni pemerintah berusaha menghasilkan kewenangan yang jauh lebih besar, ketimbang harus memuaskan kebutuhan mobilisasi. Dengan adanya pembagian ini, pemerintah kemudian memegang posisi strategis dan bertindak secara kritis terhadap suatu sistem, maka kegagalan pemerintah juga kegagalan semua sistem. Jika hubungan keduanya ini benar, pemerintah bisa gagal jika keputusan untuk mengambil stratifikasi tidak cukup untuk mempertahankan loyalitas publik terhadap razim, atau segala kewenangan mereka sudah tidak lagi diterima. Pengalaman selama ini telah menunjukkan adanya sikap ambiguitas parpol dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Beberapa parpol terbukti cenderung memilih bersikap aman dan mengejar popularitas saat pemerintah dihujani kecaman atas kebijakan yang tidak populis. Dengan berbagai dalih mereka mencari pembenaran atas sikap yang mendua. Fenomena yang seperti itu adalah pelajaran berharga bagi SBY dan menteri-menteri dalam kabinetnya untuk menjalankan segala kebijakannya lima tahun ke depan.

Oleh : Muh. Muhlisin*

Pengaruh Kebijakan SBY dan Boediono yang saat ini berada dalam posisi powerful, bebas memilih dan menentukan siapa yang berhak menduduki jobjob yang ada dalam KIB II. Dengan kewenangannya, SBY telah memilih dan menyeleksi para menteri tersebut, karena pemerintah adalah unit keanggotaan yang bertanggung jawab untuk memelihara, menjaga dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Namun, para menteri yang telah terpilih harus menekankan bahwa syarat struktural dan strukturnya akan membawa kita pada pengaruh kebijakan serta akibat-aki-

batnya. Artinya dengan adanya struktur yang pasti, bisa mengaitkan keberlangsungan pemerintah pada efisiensi, yaitu kemampuan untuk mewujudkan nilai-nilai instrumental dan segala kebijakan mengarah pada mekanisme penanganan masalah-masalah sistem. Pengalaman pada masa pemerintahan SBY dan Jusuf Kalla bisa menjadi rujukan bahwa tidak semua orang yang dipilih itu berkinerja baik di bidang tugasnya. Beberapa di antaranya bahkan performanya mengecewakan. Kenyataan ini bila kita analogikan seperti produksi dan konsumsi, maka dari itu dalam memilih menteri-menteri bisa dipel-

ajari dengan mengambil sampel dan mempertanyakan kriteria dari masing-masing calon menteri. Hal ini karena sudah menjadi hukum alam, seorang menteri tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual yang tinggi di bidangnya. Dia juga harus memiliki keberpihakan pada rakyat dan mampu menjalin komunikasi politik yang baik dengan semua lapisan masyarakat. Mengandalkan kemampuan yang elitis semata justru menjadi bumerang bagi kinerja para menteri. Komunikasi Politik Sistem politik yang berlaku saat ini menuntut pada setiap menteri agar bisa menjaga hubungan baik dengan para wakil rakyat di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Kekuasaan legislasi, penganggaran dan pengawasan yang dimiliki Dewan mewajibkan adanya komunikasi politik secara intens dengan wakil-wakil rakyat di Senayan. Meskipun koalisi parpol basis pendukung SBY-Boediono menguasai mayoritas suara di DPR, tidak bisa menjadi jaminan bahwa tugas-tugas seorang menteri selamanya tidak akan menemui masalah. Cepat atau lambat resistensi itu akan muncul, karena mereka akan menghadapi sebuah benturan yang dilematis antara membela kepentingan rakyat atau penguasa. Di saat-saat seperti inilah loyalitas para menteri kepada bangsa dan negara akan diuji. Sebagai akibat dari tarik-menarik antara wakil rakyat di DPR dan para menteri, mereka akan terjebak dalam konflik yang mungkin begitu pelik. Suatu respons khas ialah tumbuhnya korupsi saat berlangsung tawar-menawar antara kedua kelompok tersebut. Respons kedua adalah terjadi perubahanperubahan periodik dalam organisasi pemerintah yang diawali dengan berbagai konflik antarkeduannya. Dari sini kita tidak boleh mengabaikan sisi yang negatif. Karena, praktik politik yang terjadi di Indonesia selama ini sering kali digantikan dengan kekejaman dan kecerobohan orang-orang yang sedang memegang kekuasaan. Adagium tidak ada lawan dan kawan yang abadi, cepat atau lambat menjadi kenyataan. *Penulis, peneliti Center for Religion and Cultur Studies (CRCS) Yogyakarta

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

DEBAT P EMBACA

Sumpah Pemuda untuk Kemandirian Bangsa SUMPAH Pemuda yang digaungkan para pemuda Indonesia pada tahun 1928 silam, menjadi tonggak penting bagi terwujudnya kemerdekaan Negara Republik Indonesia tercinta. Lewat tangan anak-anak muda negeri — Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Soematra, Pemoeda Betawi, dan sebagainya — menjadi spirit besar yang berkobar-kobar dan bergema bagi segenap komponen bangsa Indonesia untuk meneruskan perjuangan para seniornya dalam melawan kolonialis Belanda dan sekaligus memerdekakan tanah air tercinta. Saat proklamasi kemerdekaan RI didengungkan oleh duo proklamator besar, Bung Karno dan Bung Hatta, mereka adalah para pemuda yang gigih dan cerdas hingga mengantarakan mereka menjadi dwitunggal, Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.

Lewat dukungan para pemuda pula, konsep pembangunan negara, baik pembangunan mental maupun pembangunan fisik, dapat terwujud dengan baik dan lancar. Melalui pergerakan pemuda Indonesia yang diwujudkan dalam Kongres Pemoeda Indonesia, arah dan konsep perjuangan kemerdekaan RI ditentukan dan diwujudkan. Belajar dari sejarah Pemuda Indonesia, tentu banyak hal berharga dan amat sangat bermanfaat yang dapat kita petik, khususnya bagi para pemudapemudi Indonesia di masa kini. Perjuangan mereka, ketahanan mereka, kegigihan mereka, konsistensi mereka, integritas mereka, komitmen mereka, konsep mereka, telah betul-betul kita rasakan dampak positifnya bagi kelangsungan kemerdekaan dalam pembangunan mental dan fisik. Bung Karno pernah menggu-

lirkan gagasan besarnya bagi negeri tercinta ini. Yaitu konsep BERDIKARI — berdiri di kaki sendiri. Kosa kata ini menunjukkan kalimat sinonim dengan makna tingginya nasionalisme, “tidak bergantung kepada asing”. Artinya, sejak dulu pemimpin kita telah mendengungkan pentingnya kemadirian bangsa. Sayang, kata ini menjadi kata yang masih disimpan rapat di musium. Padahal, kemandirian bangsa adalah faktor penting bagi kemajuan negeri ini. Letupan paramuda yang meneriakkan sederet kalimat Soempah Pemoeda, “Berbangsa Satu, Bertanah Air Satu, dst ....... dimaksudkan untuk menyatukan segenap komponen bangsa untuk tidak menjadi budak asing, meminta-minta tolong kepada negara lain dengan menanggalkan harkat dan martabat. Kemandirian bangsa adalah kemerdekaan dari ketergantun-

gan ekonomi, kemerdekaan berkedaulatan negara, dan kemerdekaan dalam mengelola sumber-sumber kekayaan alam, mineral dan sumber daya manusia unggulan yang mandiri. Tidak menjadi sumber objek dan sapi perahan bagi kepentingan bangsa asing, yang berujung pada pemiskinan bangsa secara permanen. Perubahan dari ketergantungan menjadi kemandirian, tentu, terpulang dari tangan dan peran para Pemuda Indonesia sendiri. Kemerdekaan negeri 46 tahun silam, adalah buah perjuangan heroik para pemuda. Tumbangnya rezim otoriter pada tahun 1998, dan bergeraknya sel-sel reformasi, dimotori oleh para pemuda dengan sokongan para senior. Di tangan pemudalah, nasib bangsa ke depan ditentukan. Gatot Harinowo Bintaro, Jakarta Selatan

Suluh Indonesia menerima tulisan Anda untuk dimuat di rubrik Debat Pembaca di halaman ini. Panjang tulisan maksimal 4.000 karakter. Tulisan akan diedit. Sertai dengan foto terbaru anda. Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 29 Oktober 2009

Persijap Tundukkan Bontang FC 1-0 JEPARA - Tuan rumah Persijap kembali memetik angka penuh setelah menang atas tamunya, Bontang FC, 1-0 langsung pada lanjutan Liga Super di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, kemarin. Pertandingan antara kedua tim yang disaksikan sekitar 3.000 penonton tersebut berlangsung dalam tempo yang cepat dan kedua tim saling melancarkan serangan ke daerah pertahanan lawan. Pada babak ini, pemain kedua tim beberapa kali melakukan kesalahan terutama dalam umpan-umpan bola yang tidak tepat sehingga dengan mudah direbut pemain lawan. Tuan rumah pada awal babak pertama lebih banyak melakukan serangan ke daerah pertahanan lawan dan mereka

mampu menciptakan peluang untuk mencetak gol, sebaliknya Bontang FC juga bermain terbuka tetapi serangannya sering kandas di pemain belakang tuan rumah. Penyerang Persijap, Pablo Francis, beberapa kali mendapat peluang tetapi sundulan kepala dan tendangannya melenceng dari gawang Bontang FC yang dijaga Ade Mochtar, padahal pemain asal Argentina ini tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan pemain tuan rumah akhirnya membuahkan hasil melalui gol penalti yang dicetak Evaldo Silva menit ke-29. Gol tersebut terjadi setelah Noorhadi dijatuhkan di daerah terlarang oleh Sardianata. Tendangan Evaldo yang

keras dan tinggi itu gagal diantisipasi kiper Bontang FC sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk tuan rumah. Tertinggal satu gol tersebut menjadikan permainan Bontang FC semakin hidup dan terus menekan pertahanan lawan supaya bisa menyamakan kedudukan. Tercatat dua peluang yang diciptakan Arifki dari sisi kanan pertahanan Persijap mampu diselamatkan pemain belakang tuan rumah. Kemudian sundulan kepala Aldo Bareto membentur mistar gawang Persijap yang dijaga Danang Wihatmoko, dan menjelang babak pertama berakhir tendangan Arifki berhasil dihalau Evaldo Silva yang ada di bawah mistar gawang karena kipernya sudah salah posisi. Sampai babak pertama ber-

akhir kedudukan tetap 1-0 untuk keunggulan Tuan rumah Persijap. Pada babak kedua, kedua tim mengubah pola permainan dengan terus menekan pertahanan lawannya tetapi serangan yang dibangun tidak membuahkan hasil meskipun mereka memiliki peluang untuk mencetak gol. Tendangan pemain Bontang FC, Fadhil Sausu menyusur di atas tanah tetapi bisa diselamatkan kiper Persijap, Danang Wihatmoko, kemudian tendangan Satria Feri juga terlalu tinggi, demikian juga tendangan Aldo Bareto. Menjelang pertandingan berakhir, pemain Bontang FC, Aldo Bareto berhasil menciptakan gol ke gawang Persijap setelah terjadi kemelut di depang gawang tuan rumah. Bola men-

tal mistar gawang langsung disambut oleh Bareto dan masuk ke gawang Persijap. Tetapi, gol itu dianulir wasit Yandri yang memimpin pertandingan ini karena terjadi pelanggaran sebelum gol tersebut. Pemain-pemain Bontang melancarkan protes tetapi tidak berhasil. Setelah pertandingan usai, pelatih Bontang FC Fachri Husaini mendatangi wasit untuk menanyakan gol yang dianulir dengan sikap emosi tetapi akhirnya dilerai oleh ofisial Bontang dan petugas keamanan. Sampai pertandingan usai kedudukan 1-0 untuk Persijap Jepara. Wasit Yandri yang memimpin pertandingan itu mengeluarkan kartu kuning untuk Ferly La’ala dan M. Bachtiar (Persijap). (ant)

Kejuaraan Dunia

Voli Pantai Putri Siap Tampil JAKARTA - Pelatih tim nasional bola voli pantai putri Agus Salim mengatakan, anak asuhnya siap tampil di kejuaraan dunia di Thailand pada 3-10 November mendatang. “Bertanding di tingkat Asia sudah dilakukan saat tampil di seri Asia di Riau, Agustus lalu. Meski belum meraih juara, tim nasional putri mampu mengalahkan tim kuat ASEAN dari Thailand. Hal itu yang memberikan angin segar menuju SEA Games XXV Laos,” kata Agus Salim di Jakarta, kemarin. Melalui persiapan matang, katanya, diharapkan tim putri mampu memperbaiki prestasi yang dimiliki saat bertanding di Thailand. Wakil Indonesia tersebut dipastikan akan mendapatkan lawan tangguh dari China, Korsel, Jepang, Brasil dan tuan rumah Thailand. Peta kekuatan bola voli pantai internasional saat ini dikuasai oleh China dan Korsel, selain dari Brasil. Sedang untuk ASEAN kini mulai dikuasai oleh Thailand setelah negara itu rajin mengirim para atletnya ke event internasional. Disinggung mengenai target menuju SEA Games 2009 di Laos, setelah atletnya tampil di kejuaraan dunia, Agus Salim mengatakan bahwa ia berharap tim asuhannya mengalami kemajuan. (ant)

Solo Open

Petenis Unggulan Melaju SOLO - Para petenis unggulan melaju di pertandingan babak pertama kejuaran tenis nasional “Sportama Tenis Solo Open Seri V” di Solo, kemarin. Pada pertandingan yang digelar di Lapan g a n Te n i s M a n a h a n i t u , C h r i s t o p e r Rungkat, Sunu Wahyu Trijati, Nesa Arta, Elbert Sie, dan Aditya Hari Sasongko, sukses mengalahkan lawan-lawan mereka. Petenis Jawa Tengah Sunu Wahyu Trijati yang menjadi unggulan kedua, mengalahkan petenis sesaama Jateng Irfan Dwi Nurfianto dengan skor 6-1, 6-1. Petenis DKI Jakarta Nesa Arta yang menjadi unggulan ketiga mengalahkan petenis Jawa Tengah Bangun Hartato dengan skor 6-4, 7-6 (2). Sementara itu petenis berperingkat lima nasional yang menjadi unggulan keempat Elbert Sie mengalahkan petenis Jateng Wisnu Adi Nugroho dengan skor 6-3, 6-3. Petenis unggulan kelima dari Daerah Istimewa Yogyakarta Aditya Hari Sasongko, mengalahkan petenis “wild card” Reza Amrullah, dengan skor 6-0, 4-6, 6-2. Pada kesempatan lain, petenis unggulan

pertama yang berperingkat satu nasional Christoper Rungkat mengalahkan lawannya yang berperingkat 40 nasional, Johanes Indra, dengan skor 6-1, 6-2. Dalam pertandingan tersebut, Christoper tampak tidak banyak menemui kesulitan. “Saya berusaha tampil maksimal dalam pertandingan tersebut meskipun lawan saya bukan merupakan unggulan,” kata Christoper yang sebelumnya menjuarai Sportama Open tiga kali berturut-turut. Ajang turnamen ini, bagi dia, menjadi pematangan persiapan dirinya dalam menghadapi SEA Games 2009 di Laos. “Seperti halnya saya, petenis-petenis unggulan putra yang masuk dalam Pelatnas SEA Games memang diarahkan untuk mengikuti turnamen ini,” kata petenis yang pernah menjuarai ganda putra di kelas junior pada turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2008 bersama Henri Kontinen asal Finlandia. Selain mempertandingkan nomor putra, “Sportama Tenis Solo Open Seri V” juga mempertandingkan nomor tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri. (ant)

Jumlah Kasus Pertandingan Liga Super Menurun JAKARTA - Setelah bergulir selama dua pekan, kualitas dan kuantitas kasus-kasus dalam pertandingan kompetisi sepak bola Liga Super Indonesia 2009/2010 jauh lebih sedikit dibandingkan dengan musim kompetisi tahun sebelumnya. “Sampai sekarang belum ada kasus yang berat dan menonjol,” ujar CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono, kemarin. Djoko mengatakan bahwa pihaknya menyambut gembira indikasi kemajuan ini karena selama 16 hari kompetisi bergulir sejak 11 Oktober lalu kompetisi bisa berjalan tertib meski tak 100 persen sempurna. “Bahkan keluhan atau protes terhadap kepemimpinan wasit sejauh ini juga belum ada yang begitu krusial. Meski ada sedikit protes dari klub, kami langsung menindaklanjuti. Awal kompetisi musim ini tak seburuk tahun lalu,” ujarnya. Dibanding dengan musim kompetisi tahun lalu, pada awal Liga Super Indonesia 2008/2009 ketika itu tiga pemain yakni Ernest Jeremiah, Alberto dan Isnan Ali langsung terlibat kasus serius sehingga mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Djoko mengakui jika klubklub kontestan Liga Super Indonesia pada saat ini sudah bisa bersikap lebih dewasa dibanding sebelumnya. Hal itu didukung dengan upaya-upaya PT Liga Indonesia yang terus mensosialisasikan regulasi disamping PSSI juga terus menggiatkan pembenahan atau penyegaran terhadap aparat pertandingan seperti wasit dan asisten wasit. Meski tak bermasalah dengan pertandingan dan kinerja namun di sisi lain Djoko mengungkapkan pihaknya telah menyurati empat kontestan Liga Super Indonesia 2009/2010 untuk tidak menggunakan stadion home base mereka sebagai tempat berlatih. “Kami telah menyurati empat klub yakni Persela Lamongan, Arema Malang, Persiwa Wamena dan PSM Makassar agar tidak menggunakan stadion mereka sebagai tempat latihan. Hal itu untuk menjaga stan-

Djoko Driyono

dar kondisi lapangan agar tetap layak sebagai tempat pertand-

ingan Liga Super,” ujarnya. (ant)

Sunu Wahyu Trijati

6

Christoper Rungkat


lahraga MU Lolos ke Perempatfinal BARNSLEY - Manchester United (MU) lolos ke babak perempatfinal Piala Liga Inggris dengan mengalahkan Barnsley 2-0, kemarin. Sayangnya kemenangan United ini dinodai oleh pengrusakan yang dilakukan oleh suporternya sehingga Setan Merah terancam menjadi target investigasi dari Asosiasi Sepakbola Inggris (FA). Gol dari Danny Welbeck dan Michael Owen meloloskan United ke putaran kelima kendati direpotkan oleh pertahanan yang solid dari tim besutan pelatih Mark Robins. Namun perayaan kemenangan United diliputi oleh laporan bahwa beberapa dari 5.000 suporter mereka merusak serta merampas uang dari laci kios makanan cepat saji di tribun bagian utara Stadion Oakwell sehingga memaksa karyawan melarikan diri dalam ketakutan. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan setidaknya menangkap delapan suporter United. Pihak Barnsley juga memastikan akan melakukan investigasi terkait insiden tersebut dan akan mengumpulkan laporan resmi pada ofisial FA. Insiden tak kalah memalukan terjadi di lapangan ketika bek veteran Gary Neville dikeluarkan pada menit ke-63 karena melakukan tekel berbahaya terhadap pemain Barnsley, Adam Hammill. Neville terancam dihukum tiga pertandingan akibat ulahnya ini. Terlepas dari insiden itu, pelatih United, Sir Alex Ferguson setidaknya puas dengan performa Owen. Bomber veteran Inggris ini telah menyumbangkan tiga gol sejak diboyong pada awal musim. Fergie pun menghadapi dilema antara menurunkannya atau mencadangkannya saat menjamu Blackburn Rovers di Old Trafford Sabtu nanti. “Saya melihat pengusiran itu dan Gary memang melakukan tekel serta mengenai pemain bersangkutan. Tidak terlalu tinggi, hanya sedikit di atas engkel, namun situasi kali ini wasit mungkin benar,” urai Fergie. “Gol Michael fantastis, ia memiliki kaki yang begitu cepat, itu penyelesaikan yang mengagumkan, gol yang hebat,” puji arsitek asal Skotlandia ini. “Barnsley bekerja sangat keras. Mereka memiliki satu atau dua peluang setelah kami berkurang menjadi sepuluh orang. Tetapi secara keseluruhan saya rasa kami layak memenangkan pertandingan dan saya gembira dengan respons dari pemain,” tegas Fergie. Owen berharap performanya ini akan membuat pelatih Inggris, Fabio Capello terkesan dan memanggilnya untuk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Owen merasa penampilannya kali ini sama baiknya seperti ketika melawan Bolton di Liga Utama Inggris. “Di pertandingan ini saya bermain cukup di atas rata-rata dan mencetak satu gol. Saya mungkin mendapatkan 7 (nilai) dari 10. Saya rasa saya layak mendapatkan 5 di pertandingan ini dan 7 atau 8 dari duel dengan Bolton,” jelas Owen. “Inggris bukanlah sesuatu yang saya pikirkan di lapangan, saya hanya tampil disana dan mencoba membantu pemain lain. Terserah apa yang dipikirkan manajer Inggris,” sambung mantan bintang Newcastle United ini. Di lain pihak, Robins mengatakan ada dua perbedaan mendasar diantara kedua tim. “Perbedaannya adalah penyelesaian dan keyakinan diri. Mereka memilikinya dan kami tidak. Saya rasa kami menunjukkan rasa hormat terlalu tinggi pada mereka, namun mereka tetaplah tim yang siapapun mereka turunkan selalu memiliki kualitas,” tandas Robins. (adn/afp)

Suluh Indonesia, Kamis 29 Oktober 2009

7

Real Kalah Memalukan MADRID - Real Madrid mengalami kekalahan memalukan 0-4 melawan tim divisi tiga Alcorcon pada kompetisi Piala Raja Spanyol, Selasa waktu setempat, Alcorcon adalah tim yang keuangannya lebih kecil 400 kali lipat dibanding klub raksasa La Liga itu. Real kehilangan dua pemain kunci yang amat mahal, Cristiano Ronaldo dan Kaka, serta beberapa pemain handal lainnya, tetapi klub lawan mereka itu hanya memiliki dana tahunan sebesar 1,1 juta euro (1,6 juta dolar AS) sedangkan Real menghabiskan dana tahunan

sebesar 420 juta euro. Ini merupakan kekalahan ketiga dalam liga bagi tim asuhan Manuel Pellegrini sehingga tekanan berlanjut pada pelatih asal Chile itu. Sebelumnya setelah Sabtu lalu Real bermain imbang 0-0 di Sporting Gijon dan Minggu lalu kalah 2-3 atas AC Milan pada laga Liga Champions, di kandang. “Ini memalukan, saya tidak ada kata-kata untuk menjelaskannya,” kata Pellegrini dalam temu pers setelah usai pertandingan 32 besar itu. Merasa tertekan akan masa depannya, pelatih itu melanjut-

kan, “Saya tidak pernah berpikir tentang apa yang tidak saya pikirkan dan saya tidak mau memikirkannya, tentang masalah mundur.” Alcorcon yang bermain apik, yang bermain dalam liga tim yunior Real, Castilla, mencetak gol dengan cara mudah pada laga 32 besar itu, memaksa Jerzy Dudek untuk melakukan penyelamatan hebat ketika mereka melakukan beberapa gebrakan membahayakan. Mantan pemain yunior Real, Borja Gomez, memberi kejutan ketika membuat Alcorcon memimpin pada menit ke-16,

ketika ia memotong lawannya dari arah kanan dan menembak tepat ke arah pojok kiri gawang. Pemain bertahan Spanyol, Alvaro Arbeloa, secara tidak sengaja memasukkan bola ke dalam gawangnya sendiri enam menit kemudian, sebelum Fernando Bejar menembus lagi bagian kiri pertahanan Dudek. Gomez membuat angka menjadi tiga lima menit menjelang turun minum, dengan menerima umpan langsung dari Diego Cascon dari arah kanan, kemudian Borja memanfaatkan bola liar untuk membuat angka keempat pada menit ke-52.

Pellegrini menggantikan Raul dengan Ruud van Nistelrooy ketika pertandingan tersisa 20 menit lagi namun Real tetap tidak berhasil menyentuh gawang lawan mereka. Penjaga gawang Alcorcon, Juanma, menampar bola kiriman pemain Belanda empat menit menjelang pertandingan usai, tetapi Real tidak sanggup mencetak angka sebelum pertandingan kedua mereka di Bernabeu. Direktur Umum Real, Valdano meminta maaf kepada pendukung Real mengenai penampilan itu. (ant)

Suluh Indonesia/ap

Piala Jerman

TERJATUH - Pemain Real Madrid, Rafael Van der Vaart, terjatuh, saat timnya menghadapi Alcorcon di Stadion Santo Domingo stadium, Alcarcon, Spanyol, kemarin.

Stuttgart Tersingkir BERLIN - Posisi pelatih VfB Stuttgart, Markus Babbel makin terancam setelah klub Bundesliga itu menelan kekalahan mengejutkan di putaran ketiga Piala Jerman, kemarin. Stuttgart takluk 0-1 dari klub Divisi II Greuther Furth. Terhitung baru pekan lalu Babbel mendapat dukungan dari pimpinan Stuttgart, namun setelah skuadnya kini menelan lima kekalahan beruntun dan berada satu peringkat di atas zona degradasi di liga, posisi Babbel makin berbahaya. “Kami ingin menang disini dan lolos ke babak selanjutnya, yang tidak berhasil kami capai dan situasinya tidak mudah saat ini,” ujar direktur olahraga Stuttgart, Horst Heldt ketika ditanya mengenai posisi Babbel. Babel sendiri menghadapi situasi ini dengan realistis. “Saya tak tahu posisi saya sekarang,” jelas Babbel. Stuttgart tertinggal dari gol Bernd Nehrig di menit ke-32 yang meneruskan umpan akurat Leonhard Haas Ein. Tembakan bintang 23 tahun ini membuat kiper Jens Lehmann tak memiliki kesempatan untuk melakukan penyelamatan. Sadar akan posisinya dipertaruhkan, Babbel memasukkan play-maker Rusia, Aleksander Hleb pada menit ke-59, tetapi mantan bintang Barcelona ini malah membuat dirinya diganjar kartu kuning di menit ke-70. Begitu pertandingan mendekati akhir, striker Rumania, Ciprian Marica dan pemain pengganti berusia 20 tahun, Julian Schieber sama-sama hampir mencetak gol, namun tak satu pun yang mampu menghindarkan Stuttgart tersingkir dari Piala Jerman. Sebaliknya Fuerther melaju ke babak perempatfinal. Berbeda dengan Stuttgart, Cologne justru tidak memiliki masalah menyingkirkan Eintracht Trier dengan kemenangan 3-0. (adn/afp)

WTA Championships Doha

Serena Raih Kemenangan Pertama DOHA - Serena Williams tetap di jalurnya untuk mengakhiri tahun ini sebagai petenis nomor satu ketika ia mengalahkan petenis Rusia Svetlana Kuznetsova 7-6 7-5 pada hari pertama WTA Championships di Doha, Qatar, Selasa waktu setempat. Sementara kakak Serena, Venus, mengalami kekalahan

MU Vs Barnsley Rusuh

Polisi Tangkap Delapan Orang LONDON - Polisi kemarin menangkap delapan orang ketika terjadi kerusuhan pada pertandingan Piala Liga Inggris antara Manchester United dan Barnsley, kata juru bicara polisi. Ketika terjadi kerusuhan itu, sekelompok pendukung Manchester United menyerbu ke dalam kios makanan di dekat Stadion Oakwell kemudian mengambil berbagai makanan dan barang di tempat itu, kata juru bicara polisi di Yorkshire Selatan. “Polisi menangkap tiga orang yang merusak kios makanan itu,” kata polisi. Rekaman di televisi juga menunjukkan dua pendukung menerobos ke dalam lapangan pertandingan. Pada insiden lain setelah pertandingan, dua orang ditahan karena melompat ke jalur kereta api mencoba menghentikan perjalanan kereta api Barnsley-Sheffield, kata polisi. Kota Barnsley terletak di daerah utara Kota Sheffield. “Total delapan orang ditahan polisi, empat orang pendukung tim tamu dan empat orang pendukung tim tuan rumah,” katanya. (ant)

Serena Williams

mengejutkan. Petenis peringkat dua dunia Serena, menghasilkan 11 “ace” di Khalifa Stadium untuk mengungguli juara Prancis Terbuka itu . Ia selanjutnya akan melawan Venus dalam pertandingan kedua, yang jika meraih kemenangan hampir dipastikan akan membuat kakaknya tersisih. Venus sebelumnya kalah 6-3 6-7 2-6 dari Elena Dementieva, petenis Rusia ketiga yang berkompetisi dalam turnamen tutup tahun itu. Pada pertandingan pembuka Grup Putih, mantan peringkat satu dunia Jankovic kalah 2-6 3-6 dari petenis debutan dalam turnamen tersebut Victoria Azarenka dari Belarus. Sebelas kali juara grand slam Serena, yang berusaha mengakhiri tahun di posisi teratas peringkat WTA untuk pertamakalinya sejak 2002, jauh dari penampilan terbaiknya saat melawan Kuznetsova. Karena pertandingan dimulai sekitar pukul 10 malam waktu setempat, hanya segelintir penonton yang tersisa di Lapangan Utama yang berkapasitas 7.000 tempat duduk dan atmosfir yang buruk itu tampak berpengaruh pada kedua pemain

karena pukulan mereka sering menyangkut net dalam kelembaban tinggi. Kuznetsova tampak tenang untuk memenangi set pertama ketika ia bangkit dari ketinggalan 1-3 pada “tiebreak” untuk memimpin 6-4 tetapi satu pukulan “winner” dari Williams dan satu “ace” membantu petenis Amerika itu keluar dari bahaya dan ia memenangi dua poin berikutnya untuk memimpin. “Pada saat itu saya kira saya merusak diri sendiri karena saya gagal melakukan pukulan mudah untuk memimpin 4-1 pada ‘tiebreak’,” kata Williams, yang membutuhkan perawatan pergelakangan kakinya pada set kedua, kepada wartawan. Memberi hadiah Peringkat tiga dunia Kuznetsova, yang belum pernah berhasil melewati babak roundrobin dalam empat penampilannya di Championships, menghadiahi Serena satu “break” saat kedudukan 5-5 pada set kedua yang ketat dengan “double-fault”, yang secara efektif menyudahi nasibnya. Kedua Williams bersaudara seharusnya merayakan kemenangan tetapi Venus, juara bertahan, dikalahkan oleh Dementieva yang mengakhiri pe-

nantian lima tahun untuk meraih kemenangan ketiganya sepanjang karir melawan petenis Amerika itu dalam 12 pertemuan. Venus duakali mematahkan servis pada set kedua, setelah melaju pada set pertama, dan ia melakukan servis untuk menyudahi pertandingan pada kedudukan 6-5 namun dipatahkan balik oleh Dementieva melalui pukulan “backhand”. Kesalahan ganda yang dilakukan Venus memberi Dementieva kemenangan pada “tiebreak” set kedua dan petenis Rusia, yang tampil untuk kesembilan kalinya pada Championships dalam 10 tahun itu, terus melaju. “Terakhri kali saya mengalahkan dia sudah lama sekali. Setelah pertandingan terakhir yang kami mainkan di Stanford, saya merasa sedih,” kata Dementieva kepada wartawan. “Saya sungguh menanti untuk melawan Venus sekali lagi,” tambahnya. Venus, yang tampak bermasalah dengan tingginya kelembaban pada set ketiga, mengatakan ia membiarkan lawannya lepas dari kesulitan. “Saya punya banyak kesempatan untuk bahkan lebih jauh memimpin,” kata tujuh kali juara grand

slam itu, “Tetapi saya tidak menempatkan bola di lapangan. Itu tidak membantu.” Ketika pertandingan kedua pada hari itu memikat penonton, pertandingan pertama tidak menyerupai pertandingan. Jankovic, salah satu dari tiga pemain yang pernah berada di puncak peringkat tahun ini tetapi petenis terakhir dari delapan pemain yang lolos ke Doha, tampak sengsara ketika ia melakukan 33 kesalahan. “Pada dasarnya saya memberi dia segalanya,” kata petenis berusia 24 tahun itu kepada wartawan, “Saya mengalahkan diri sendiri. Itu sungguh sayang sekali... Permainan saya sepenuhnya padam. Saya menjadi bayang-bayang diri sendiri.” Anggota golongan yang berkuasa di Qatar keluarga AlThani menonton dari Royal Box ketika petenis berusia 20 tahun Azarenka melaju untuk memimpin 6-2 3-1 sebelum Jankovic sempat sejenak tampil cemerlang. Akan tetapi persaingan tidak berlanjut, saat Azarenka diuntungkan oleh pukulan Jankovic yang semakin sulit dikendalikan, setelah menyelesaikan game melalui lima “deuce”, ia melakukan servis meraih kemenangan. (ant)

Dementieva Kalahkan Venus DOHA - Elena Dementieva tampil mengejutkan di pertandingan pertama turnamen WTA Championship, kemarin. Petenis Rusia ini mengalahkan juara bertahan Venus Williams 6-3, 6-7 (6/8), 6-2. Venus memimpin 6-3, 3-1 sebelum Dementieva bangkit untuk mencatatkan kemenangan ketiganya dari 12 pertemuan dan yang pertama sejak 2004 atas petenis AS itu. Dementieva mengejutkan Venus kendati juara Grand Slam tujuh kali itu sudah nyaris merampungkan set kedua karena unggul 6-5. Petenis 28 tahun ini menyamakan kedudukan

setelah Venus melakukan double-fault pada set point keempat di tie break, sebelum memimpin 4-0 di set ketiga. Ia memastikan kemenangan dengan pukulan backhand setelah berada di lapangan dalam kondisi lembab itu selama 2 jam 41 menit. “Sudah lama sejak saya mengalahkannya, jadi saya benar-benar gembira. Saya hanya berjuang memperebutkan setiap poin. Ini sangat emosional,” terang Dementieva. Kemenangan mengejutkan Dementieva ini makin menambah panasnya pertemuan Venus dengan Serena Williams

pada laga kedua nanti. Venus dituntut harus menang untuk bisa bertahan di turnamen yang diikuti delapan petenis putri dengan hadiah total 4,55 juta dolar AS ini. “Saya memiliki banyak kesempatan untuk unggul telak, tetapi tidak cukup mampu mengejar bola di lapangan,” ujar Venus yang enggan menyalahkan kondisi panas sebagai penyebab kekalahannya. “Saya gadis Florida. Saya juga kepanasan disana.” Di pertandingan Grup Marun lainnya, Serena mengalahkan Svetlana Kuznetsova 7-6 (8/6), 7-5.

Jelena Jankovic juga menelan kekalahan pada pertandingan pertamanya. Mantan petenis nomor satu dunia asal Serbia ini menyerah 2-6, 3-6 di tangan unggulan keenam asal Belarusia, Victoria Azarenka yang menjalani debutnya di turnamen ini. Azarenka kalah tiga kali dari empat pertemuannya dengan Jankovic, namun kali ini ia mengendalikan pertandingan dan memaksa lawannya itu melakukan 33 kelasahan senderi. “Saya memberikan dia segalanya. Saya mengalahkan diri saya sendiri. Saya hanya bayangan diri saya sendiri,” un-

gkap Jankovic yang 2008 lalu menjadi semifinalis di turnamen ini. Azarenka tertawa menanggapi komentar lawannya itu. “Saya bangga ia memberikan pertandingan ini pada saya dan bahwa ia tidak sedang mood. Saya tampil cukup bagus. Saya senang dengan cara saya memulai,” papar Azarenka. Di turnamen ini, delapan petenis terbaik dunia dibagi menjadi dua grup yang masing-masing terdiri delapan kontestan. Dua petenis teratas akan lolos ke semifinal dengan total hadiah 1,5 juta dolar AS menanti pemenang. (adn/afp)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Kamis 29 Oktober 2009

8

70 Persen Guru di Lebak Tak Layak Mengajar LEBAK - Sekitar 70 persen dari 4.000 lebih guru di Kabupaten Lebak, Banten, dinyatakan tidak layak mengajar dan pemerintah daerah perlu menyelenggarakan uji kompetensi bagi tenaga pendidik. “Saya prediksikan tenaga guru yang layak mengajar hanya 30 persen,” kata Kepala Bidang Pendidikan SMA/SMK/SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Asep Komar di Rangkasbitung, kemarin. Asep mengatakan, tingginya guru yang tidak layak mengajar disebabkan rekrutmen tenaga pengajar bukan lulusan sarjana kependidikan juga tidak sesuai dengan bidang studi mata pelajaran. Sebagian besar pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) dari guru bantu (GB) bahkan saat ini masih banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang keahlian seperti guru agama mengajar bidang studi matematika. Selain itu, banyak juga guru yang sudah lama mengajar namun mereka tidak diasah kembali ilmu pedagogik (pendidik-red). Oleh karena itu, pihaknya berjanji tahun 2010 nanti akan lebih banyak guru mendapatkan pelatihan dan workshop kependidikan pada bidang studi tertentu. Sepanjang tahun 2009 ini, kata dia, pelatihan guru tingkat SMP/SMA/SMK relatif kecil. Kepala SMK Manglipi, Wawan mengemukakan bahwa guru di sekolahnya sangan jaang mengikuti pelatihan atau workshop. Dalam setahun hanya satu guru yang mendapat pelatihan kependidikan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten. “Saya berharap ke depan perlu ditingkatkan pelatihan guru, terutama guru bidang studi eksakta,” katanya. (ant)

Penyelundupan Imigran Digagalkan SURABAYA - Aparat gabungan dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur dan Mabes Polri telah menggagalkan rencana penyelundupan 92 imigran gelap asal Afganistan dan Iran ke Australia. “Polisi membongkar kasus people smuggling (penjualan orang) itu saat mereka melintas di Jalan Raya Surabaya-Gresik, Manyar,” kata Kepala Satuan (Kasat) Pidana Umum (Pidum) Polda Jatim AKBP Anom Wibowo di Surabaya, kemarin. Dalam kasus itu, polisi mengamankan tiga orang tersangka penyelundup yakni Set, Ans, dan Roh. Polisi juga mengamankan tiga imigran gelap asal Iran yakni Mohammad Younoes, Mohammad Reza bin Ishaq Ali, dan Ishaq bin Khoda Nazaq. “Para tersangka bersama imigran itu langsung dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, apalagi AFP (Australian Federal Police) memberikan atensi khusus dengan personel AFP datang ke Mapolda Jatim,” katanya. Operasi itu merupakan tindak lanjut dari hasil pengintaian tim Satgassus People Smugling Mabes Polri yang mendapat informasi bahwa di sebuah rumah di kawasan Puncak, Bogor, akan diberangkatkan dua bus imigran

gelap asal Iran dan Afghanistan dengan tujuan Australia. “Pada Sabtu (24/10) malam, rombongan itu berangkat dari Puncak ke arah Surabaya. Rencananya, rombongan akan berangkat ke Australia dengan menggunakan perahu nelayan dari wilayah pesisir Bangkalan,” katanya. Dua bus yang dipakai untuk mengangkut para imigran gelap adalah bus bernopol AA-1710-AA dan AA-1356CA. Rombongan dipandu sebuah mobil yang dikemudikan para tersangka. Aparat gabungan akhirnya menghentikan mereka di Jl Raya Manyar pada Senin (26/ 10) dinihari, namun saat rombongan dihentikan ada satu bus berisi imigran yang melarikan diri, sehingga polisi mengejar dan dapat dihentikan di kawasan Bungah. “Dalam kasus itu, pihak yang diamankan polisi adalah aktor penyelundup para imigran gelap itu, sebab ada unsur pidana yang mereka lakukan,” katanya. Ia mengatakan keempat tersangka itu dianggap ikut memfasilitasi terjadinya penyelundupan imigran gelap, apalagi mereka juga terbukti memungut biaya kepada imigran itu untuk menyusupkan ke Australia. (ant)

Kearifan Rakyat Jaga Demokrasi SERANG - Wakil Presiden Boediono merasa bersyukur bangsa Indonesia telah memiliki demokrasi, namun tetap utuh dan tanpa mengalami gesekan berarti karena adanya kearifan rakyat. “Beruntung bangsa Indonesia telah menemukan kearifan yakni kearifan rakyat sehingga kita tempuh demokrasi dengan mantap dan tak terjadi gesekan berarti,” kata Wapres Boediono pada peringatan Sumpah Pemuda ke81 yang dipusatkan di di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, kemarin. Wapres Boediono mengemukakan keutuhan negara NKRI sangat penting karena banyak bangsa lain terpecahpecah. Menurut Wapres, hal itu terjadi karena adanya dasar-dasar keindonesiaan yang telah ditetapkan para pelopor kebangsaan. Lebih lanjut Boediono menjelaskan dasar-dasar keindonesiaan merupakan hasil perjalanan yang panjang dan bahkan lebih panjang dari Sumpah Pemuda. “Nama Indonesia mulai gagah diakui. Nama Indonesia penting karena itu dianggap memiliki kesamaan dan kesetaraan semua wilayah,” kata Wapres. Nama Indonesia, tambah Boediono , telah menghilangkan sekat-sekat yang dibuat oleh penjajah. Nama Indonesia tambah Wapres membuat politik pecah- belah yang dikembangkan kolonial Belanda bisa dipatahkan. “Bahasa Indonesia yang digunakan secara aktif di se-

luruh wilayah serta kesadaran Bhinneka Tunggal Ika, kesadaran hormati perbedaan dengan tetap tidak tinggalkan kekhasan pribadi kita serta semangat toleransi itulah yang membuat Indonesia tetap berlangsung,” kata Wapres yang berpidato dengan teks tersebut. Dalam kesempatan itu, Wapres juga menegaskan Indonesia awal abad 20 dan Indonesia sekarang merupakan Indonesia yang sama namun berbeda. “Indonesia sekarang tetap perjuangkan kemerdekaan, merdeka dari kekuasaan asing, merdeka dari ketergantungan asing dan merdeka dari belenggu kemiskinan,” kata Wapres. (ant)

Suluh Indonesia/ant

PEMUSNAHAN ANJING - Seorang petugas dari Dinas Peternakan dan Kelautan Kota Denpasar menembak anjing dengan sumpit saat pemusnahan binatang penyeber rabies itu, kemarin. Lebih dari 26 ribu anjing telah berhasil dimusnahkan di seluruh Bali sejak akhir Agustus lalu.

Dua Pimpinan Ponpes Ditahan SUKABUMI - Kejaksaan Negeri Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, menahan dua pimpinan Pondok Pesantren (ponpes) AlIntizdom di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, terkait dengan kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Salafaiyah. “Dua pimpinan ponpes tersebut adalah menantu dan mertua, berinsial MA dan AI,” kata Kepala Kejari Cibadak, Hisyam Taufiq, kemarin. Sebelum dilakukan penahanan, kedua tersangka sempat diperiksa oleh tim penyidik Pi-

dana Khusus (Pidsus) Kejari Cibadak selama kurang lebih tiga jam di ruang Pidsus. Pada saat pemeriksaan, kedua tersangka menyatakan tidak pernah menyelewengkan dan BOS tersebut. Namun, setelah pihak kejaksaan menunjukkan bukti-bukti dugaan penyelewengan dana BOS tersebut, akhirnya tersangka mengaku bahwa dalam pengajuan permohonan bantuan ada kesalahan administrasi. Hisyam Taufiq mengatakan penahanan terhadap dua tersangka dilakukan karena kedua-

Direktur Keuangan PT KA Diperiksa BANDUNG - Direktur Keuangan PT Kereta Api berinisial AK, harus menjawab 70 pertanyaan dari Satuan Tindak Pidana Korupsi (Sattipikor) Polda Jawa Barat (Jabar) terkait dengan dugaan korupsi dana Rp 100 miliar. “Sebanyak 70 pertanyaan tersebut masih terkait dengan proses investasi antara PT KA dan PT Optima Kharya Capital Management (OKCM),” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad didampingi Kasattipikor AKBP Sony Sanjaya di Bandung, kemarin. Menurut dia, Rabu merupakan hari pertama AK menjalani pemeriksaan sebagai tersangka setelah sebelumnya tidak hadir karena ada masalah dengan kesehatanya. Selain itu, menurut Dade, pemeriksaan terhadap tersangka merupakan lanjutan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi PT KA tentang investasi dana PT KA Rp 100 milliar ke PT OKCM. “Materi pemeriksaan masih seputar proses dan mekanisme investasi tersebut. Seperti saat rapat, memutuskan investasi serta jenis investasi yang dituju, termasuk soal dananya,” katanya. AK datang ke Ruang Sattipikor Polda Jabar, Jalan Sukarno Hatta, Kota Ban-

dung, Jabar sekitar pukul 10.00 WIB ditemani beberapa kuasa hukumnya. Hingga pukul 17.00 WIB tersangka masih menjalani pemeriksaan. Kasus dugaan korupsi ini berawal dari kerja sama investasi antara PT KA dengan PT OKCM pada 2008. Sesuai perjanjian, PT KA akan mendapat bunga keuntungan 11 persen per bulan dari total modal yang diinvestasikan, artinya PT OKCM akan menyetorkan dana segar sekitar Rp 1,1 miliar ke rekening PT KA. Selama beberapa bulan, PT OKCM menepati janji dengan menyetor dana ke rekening PT KA. Namun, per Agustus 2008, tidak ada lagi dana yang masuk dari PT OKCM ke PT KA. Sesuai perjanjian kontrak awal, modal pokok sebesar Rp 100 miliar tersebut mestinya masuk kembali ke PT KA pada Desember 2008. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan ke mana larinya modal pokok tersebut. Terkait dengan masalah ini, Polda Jabar sudah memeriksa 20 saksi dari PT KA dan PT OKCM. Materi pemeriksaan masih seputar asal aliran dana Rp100 miliar dan administrasi pencairannya, alasan pemilihan PT OKCM sebagai tempat investasi, proses aliran dana dari PT KA ke PT OKCM dan sebaliknya, serta pengelolaan dana tersebut. (ant)

Suluh Indonesia/ant

PENYERGAPAN - Sejumlah pasukan Raider 700 melakukan latihan (simulasi) penyergapan terhadap teroris di Markas Rarider 700 Kodam VII/Wirabuana Makassar, kemarin.

nya telah bekerja sama merugikan negara hingga Rp 148,58 juta dengan cara menyelewengkan dana BOS. “Untuk sementara, tersangka dititipkan di rumah tahanan kelas II Lapas Nyomplong Sukabumi,” kata Hisyam kepada Antara. Ia mengungkapkan modus yang dilakukan tersangka untuk membobol keuangan negara adalah dengan cara menggelembungkan jumlah siswa untuk permohonan dana BOS tersebut. Jumlah siswa yang berlajar di lembaga milik tersangka tersebut sebenarnya

tidak sebanyak yang diajukan untuk mendapatkan dana BOS. “Dari jumlah siswa yang diajukan untuk mendapatkan bantuan ternyata hampir 90 persen lebih tidak belajar di ponpes yang dipimpin tersangka,” katanya. Hisyam menambahkan perbuatan tersangka ini telah dilakukan selama 2007-2009. Pada 2007 tersangka mengajukan bantuan untuk 27 orang, pada 2008 tersangka mengajukan kembali bantuan untuk 186 orang dan 2009 tersangka kembali memohon bantuan BOS untuk 207 o-

rang. “Nama-namanya hampir seluruhnya fiktif,” tambahnya. Kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 2,3 dan 9 undangundang tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman sampai 20 tahun penjara. Sementara itu, kuasa hukum kedua tersangka Antik Siti Muryati menuturkan, kedua kliennya tidak bersalah dalam kasus itu, karena keduanya memenuhi petunjuk dan teknis permohonan. “Apa yang diajukan tersangka tidak fiktif, kami akan buktikan di pengadilan,” katanya. (ant)

Tak Lulus CPNS

Pegawai Kecamatan Ubud Ngamuk GIANYAR - Seorang pegawai kecamatan Ubud, Nyoman Gingsir (49) asal Banjar Tegal Beringin, Desa Mas, Ubud, Rabu (28/10) kemarin mengamuk. Kaca jendela dan sebuah televisi yang ada dikantor kecamatan Ubud menjadi korban amukannya. Kemarahan ini dilatarbelakangi oleh pengumunan kelulusan pegawai honor daerah Gianyar menjadi PNS tahun 2009. Dalam pengumuman tersebut, namanya tidak tercantum alias tidak lolos tes PNS. Berdasarkan keterangan yang dihimpun Suluh Indonesia, kemarin, peristiwa itu bermula saat Nyoman Gingsir yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai

kebersihan di kantor Kecamatan Ubud melihat papan pengumuman yang ada di kantornya sekitar pukul 09.00 WITA. Dalam pengumuman kelulusan CPNS yang diumumkan oleh BKD Gianyar, sejak tanggal 26 oktober 2009, dengan keputusan nomor 800/2932/ BKD, perihal penetapan tenaga honor yang sudah diangkat menjadi calon PNS, Gingsir yang sudah sembilan tahun bekerja di kecamatan Ubud tidak menemukan namanya. Hanya dua orang pegawai yang kini bekerja di kantor itu yang lolos. Melihat namanya tak ada dalam daftar pengumuman, Gingsir menanyakan hal itu kepada atasanya Camat Ubud, Kadek

Alit Wirawan. Setelah mendengar jawaban atasanya, emosi dari pegawai kecamatan ini tak terkontrol hingga akhirnya mengamuk. Pegawai yang ada di kecamatan dibuat kalang kabut. Seorang satpam Bank BPD yang ada depan kantor sempat mengamankan Gingsir yang dengan mata kalap sempat merebut senjata tajam milik satpam. Namun hal itu berhasil dihalau. Petugas Polsek Ubud yang mendapatkan laporan, kemudian melakukan pengamanan. Setelah diamankan petugas, Gingsir mulai tenang. Atas peristiwa itu, Camat Ubud Kadek Alit Wirawan mengaku akan menelusuri kasus tersebut. (kmb)


Edisi 29 Oktober 2009 | Suluh Indonesia