Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771 www.suluhindonesia.com

Jumat, 28 Januari 2011

487 Dugaan Korupsi Anggaran

BI Cabut Izin Usaha Dua Bank

Festival Film Australia Dibuka

BADAN Pengawasan Pembangunan dan Keuangan (BPKP) menemukan 487 kasus dugaan tindak pidana korupsi keuangan negara/daerah senilai Rp 939,04 miliar dan 11,66 juta dolar AS sepanjang 2008 ...hal. 1

BANK Indonesia (BI) mencabut izin usaha dua bank perkreditan rakyat (BPR) di Garut Jawa Barat, yaitu PD BPR LPK Samarang dan PD BPR LPK Talegong sejak 24 Januari 2011. Kepala Eksekutif ...hal. 2

ARTIS dan produser Christine Hakim dan Duta Besar Australia Greg Moriarty menggelar Festival Film Kedutaan Besar Australia terbaru, “Australia on Screen 2011”, Jakarta. Dubes Moriarty menyatakan...hal. 6

Pengemban Pengamal Pancasila

No. 20 tahun V

Suluh Indonesia/ant

KACAMATA UNTUK RAKYAT - Seorang petugas optik (kiri) mecoba ketajaman mata seorang pelajar SD yang menjalani refraksi atau pemeriksaan ukuran mata saat program PMI Kacamata untuk Rakyat di SD Margahayu, Bekasi, Jabar, kemarin. Pemberian kacamata gratis bagi pelajar ini diharapkan para pelajar akan lebih berprestasi.

Partai Koalisi Gembosi

Upaya Bongkar Mafia Pajak JAKARTA - Tiga fraksi pendukung pemerintah yaitu Fraksi FPAN, Fraksi Partai Golkar dan FKB menyatakan secara resmi menolak usul penggunaan hak angket mafia pajak. Dengan penarikan itu, dipastikan upaya penyelidikan DPR terhadap mafia perpajakan akan kandas. Ketua F-PKB Marwan Jafar menegaskan, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh anggota FPKB yang telah menandatangani usulan pembentukan Pansus Hak Angket Mafia Pajak. ‘’Kita sudah menginstruksikan seluruh anggota F-PKB yang tanda tangan untuk menarik dukungan,” kata Marwan di Jakarta, kemarin. Alasan F-KB karena tidak ingin terjadi overlapping antara pansus angket dengan panja yang telah dibentuk oleh Komisi XI dan III. ‘’Biarkan panja

bekerja dulu agar tidak tumpang tindih. Jika masih ada anggota yang mendukung tentu ada punishment tersendiri,” ujarnya. Sedangkan Ketua F-PAN, Tjatur Sapto Edi beralasan penggunaan hak angket mafia pajak belum diperlukan karena panja pajak Komisi XI sudah berjalan dan panja pemberantasan mafia hukum dan pajak mulai bekerja awal Februari. Dengan demikian, F-PAN lebih memilih menggunakan panja dari pada angket, untuk penyelesaian kasus mafia pajak ini. Menurutnya, Panja bisa lebih tajam dalam membongkar kasus mafia pajak. Tapi, F-PAN tidak akan melarang anggotanya menandatangani usulan. Senada dengan sikap FPAN, Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto mengatakan Golkar menginginkan pen-

gungkapannya cukup dengan memaksimalkan fungsi pengawasan yang sudah dilakukan dewan. ‘’Saya kira kita maksimalkan yang sudah ada saja, dengan lewat pansus. Intinya kan untuk menyelamatkan keuangan negara dan mengatasi kejahatan di bidang perpajakan,” tegasnya Menurutnya, pembentukan pansus akan lebih efektif untuk mengungkap mafia pajak. Hingga kini, usulan penggunaan angket ini belum dibahas. ‘’Sehingga sampai saat ini, tidak ada keputusan F-Golkar mendukung angket mafia pajak ini,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Jafar Hafsah mengatakan inisiator Pansus Hak Angket Mafia Pajak dari fraksi Demokrat Sutjipto telah meminta maaf dan menarik dukungannya. (har)

Disparitas Gaji Ditata JAKARTA - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengusulkan penyusunan kembali standar gaji para pejabat publik di Indonesia. Pasalnya, sistem yang ada saat ini menyebabkan terjadinya disparitas atau perbedaan yang sangat timpang, antara para pejabat publik. ‘’Sistem saat ini sudah tidak pas jika dipertahankan, ketimpangan bukan hanya terjadi pada nominal gaji, tetapi juga terjadi pada kedudukan para pejabat publik. Gaji pejabat publik yang kedudukannya lebih tinggi seringkali malah lebih rendah dari pejabat yang berada dibawahnya. Ini tentunya harus diperbaiki,” kata Taufik di Jakarta, kemarin. Taufik mencontoh, gaji seorang direksi BUMN ada yang lebih tinggi dari gaji menteri BUMN sebagai atasannya. Padahal, penentuan besaran gaji harus disesuaikan dengan beban kerja dan tanggungjawabnya. Persoalan ini yang juga mungkin terjadi pada gaji presiden. ‘’Tidak pas tentunya jika gaji seorang Presiden berada dibawah seorang direksi BUMN atau Gubernur BI,” kata Taufik. Ia menegaskan, persoalan seperti ini sudah saatnya dibenahi dan diperbaiki. Sebab, menurutnya gaji, direksi BUMN yang lebih tinggi dari

menterinya saja sudah tidak benar, apalagi jika para direksi BUMN itu memiliki gaji lebih tinggi dari presiden. Oleh karena itu, menurutnya, ucapan Presiden Yudhoyono soal gajinya bisa dijadikan momentum tepat untuk menyesuaikan dan menata masalah penyusunan dan gaji pejabat negara tersebut. Selain itu, Taufik menjelaskan, ada kesalahan persepsi di mata publik bahwa tunjangan terkait dengan gaji. Padahal, menurutnya, keduanya berbeda. Tunjangan diberikan kepada seorang pejabat publik untuk melaksanakan kegiatannya sebagai seorang pejabat publik, sedangkan gaji adalah haknya karena telah bekerja. Senada dengan Taufik, pengamat politik Cecep Effendy mengakui saat ini seorang pejabat publik sektoral seperti Gubernur BI yang tanggungjawabnya hanya memimpin satu sektor moneter ternyata gajinya lebih tinggi dari seorang presiden yang memimpin negara dan menjadi peimpin semua sektor sekaligus. Pesoalan seperti ini diakuinya harus dibenahi dan diatur ulang. ‘’Memang betul bahwa struktur gaji para pejabat publik harus ditata ulang. jangan sampai gaji seorang presiden yang memimpin seluruh sektor justru lebih rendah,’’ katanya. (har)

Ayin Tak Layak

Bebas Bersyarat JAKARTA - Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia (TII) Todung Mulya Lubis mengatakan, Artalyta Suryani atau Ayin tidak layak dapat kebebasan bersyarat dari Kemenkum HAM. ‘’Tidak ada toleransi bagi koruptor, apakah itu bersifat remisi atau grasi, karena pemberian hukuman tidak akan ada artinya bagi koruptor,” kata Todung di sela-sela Deklarasi Gerakan Rakyat Anti Mafia Hukum (Geram Hukum) di TIM Jakarta, kemarin. Todung mengatakan, belum saatnya penyuap jaksa Urip Tri Gunawan yang menjalani 4,5 tahun penjara seperti putusan MA itu dibebaskan. Menurut dia, dalam perang melawan korupsi tidak boleh ada toleransi sedikit pun. Koruptor tidak boleh diberi perlakuan istimewa yang tidak akan menimbulkan efek jera selama menjalani masa tahanan. ‘’Dalam melawan korupsi kita punya zero tolerance. Tidak boleh ada toleransi sedikit pun dalam perang melawan korupsi,” tegasnya. Sementara Dirjen Lembaga Pemasyarakatan Untung Sugioyo telah menandatanggani surat keputusan pembebasan bersayat Ayin. ‘’SK-ya sudah ditanda tangganni, tinggal (pemberkasan) disananya (LP) saja,’’ katanya. Namun, Untung belum menentukan secara pasti kapan Ayin akan dibawa keluar LP Wanita Tanggerang, karena pembebasan itu membutuhkan beberapa prosedur. (son/oga)

Densus Lepas

Satu Terduga Teroris JAKARTA - Densus88 Antiteror melepas seorang yang ditangkap, semula diduga pelaku terorisme. ‘’Semula yang ditangkap adalah delapan orang, tetapi satu orang dilepas karena tidak cukup bukti,” kata Kabag Penum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, kemarin. Penangkapan para pelaku yang diduga teroris berawal dari ditangkapnya Roki Apres Giyanto alias Antok umur 28 tahun asal Klaten. Sementara itu tujuh orang lainnya masih berusia remaja ada yang lulusan SMP dan SMA. Ketujuh pelaku bernama Agung, Joko Lelono, Nugroho, Argo, Tri Budi, Sigit Purnomo dan Yudo Anggoro, mereka ditangkap pada beberapa tempat berbeda di Jawa Tengah. Namun Boy tidak menyebutkan nama orang yang dilepas, diantara delapan orang yang ditangkap tersebut. ‘’Saat ini, para pelaku yang diduga teroris sedang dalam perjalanan dari Jateng menuju ke Jakarta,” kata Boy. Antok ditangkap di Dukuh Tegal Baru RT 03, RW 07 Desa Waru, Kecamatan Baki wilayah Polres Sukoharjo. Antok adalah mantan kelompok Hisbah diduga salah satu otak dari teror di Sleman, Klaten, dan Sukoharjo. Mereka melakukan teror di beberapa tempat ibadah di Jateng yaitu di mesjid, gereja, dan Pos Polantas. (ant)


K ta

Suluh Indonesia, Jumat 28 Januari 2011

2

K ilas Adjie Terancam Dipenjara PERANCANG busana terkenal, Adjie Notonegoro terancam menjalani penahanan kembali di penjara karena pembawa acara, Dewi “Cinta” Agustina melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 100 juta. Pengacara Dewi Cinta, Gatot Muniarji di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin mengatakan, pihaknya masih melengkapi berkas agar segera dinyatakan lengkap (P-21) oleh kejaksaan. Gatot mengatakan, berkas perkara laporan kliennya terhadap Adjie masih berada di penyidik kepolisian karena dianggap belum lengkap. Dewi Cinta menuturkan dirinya meminjamkan uang sebesar Rp100 juta kepada Adjie untuk modal membuat seragam salah satu perusahaan maskapai penerbangan sekitar setahun lalu. Adji berjanji akan mengembalikan uang itu, namun hingga saat ini belum juga dilunasi. Sebelumnya Adji dipenjara empat bulan, karena terbukti melakukan penipuan dan penggelapan dana senilai Rp 860 juta. (kmb)

Jaksa Cirus Diperiksa Senin JAKSA peneliti terkait mafia pajak dan mafia hukum Gayus Halomoan Partahanan Tambunan, Cirus Sinaga, rencananya akan diperiksa oleh penyidik Bareskrim sebagai tersangka Senin. Direktur I Pidum, Brigjen. Pol. Agung Sabar Santoso di Jakarta, Cirus akan diperiksa terkait pembocoran rencana tuntutan terhadap kasus penggelapan, pencucian uang dan korupsi yang membelit Gayus, pada saat menjalani sidang di PN. Tangerang. Namun, ketika ditanya lebih lanjut apakah barang bukti rentut tersebut sudah ditemukan, Jenderal Bintang Satu tersebut enggan berkomentar. Sebelumnya, status tersangka yang disandang Cirus, diungkapkan Kapolri Jenderal ol. Timur Pradopo. Cirus sendiri pernah diperiksa oleh tim penyidik independen Mabes Polri, terkait keterlibatanya membocorkan rencana tuntutan perihal kasus yang membelit mantan pegawai Ditjen Pajak itu. (wnd)

Suluh Indonesia/ant

PELATIHAN POSYANDU - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih didampingi Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Taty Fauzibowo (kiri) menggendong seorang anak saat meninjau Posyandu pada peluncuran perdana Program Pelatihan Penyuluhan Kesehatan Kulit Bagi Kader Posyandu di Gedung Persit Kebayoran Lama, Jakarta, kemarin.

Fauzi Bowo Umbar Janji

KPK Segera Periksa Gayus KPK segera mengagendakan pemanggilan terhadap tersangka mafia pajak dan hukum, Gayus Tambunan. Hal tersebut disampaikan juru bicara KPK Johan Budi di Jakarta, kemarin. Johan mengatakan, sejauh ini progress tersebut telah dikordinasikan bersama Polri dan juga pihak pengadilan yang menaggani kasus Gayus. Selain itu, KPK juga telah mengirimkan surat dan berkordinasi dengan pihak kementrian keuangan (Dirjen Pajak) untuk meminta 151 data perusahaan yang disinyalir pajaknya ditanggani Gayus tambunan. Iamemperkirakan pekan depan data tersebut akan diberikan kepada KPK. Masalah pembagian tugas yang dilakukan KPK dengan kepolisian, Johan menjelaskan saat ini sudah ada tim gabungan yang menaggani kasus tersebut, dan KPK hanya tangani kasus tindak pidana korupsinya saja. (oga)

Geram Deklarasikan

Segera Atasi Banjir JAKARTA - Selain mengatasi kemacetan dan meningkatkan pelayanan transportasi umum di ibu kota, penanganan banjir tetap menjadi prioritas utama Pemprov DKI Jakarta. Untuk itu, perbaikan terhadap ratusan saluran air maupun normalisasi sejumlah kali terus dilakukan demi mengurangi banjir di Jakarta. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, saat berkantor di Kelurahan Jatinegarakaum,

Pulogadung, Jaktim, kemarin. Bang Fauzi, sapaan akrabnya berjanji menertibkan sejumlah saluran air yang tidak berfungsi secara optimal di Kelurahan Jatinegarakaum. Hal itu terungkap saat dirinya berdialog dengan warga setempat yang mengeluhkan setidaknya terdapat dua titik genangan air yang cukup parah, terutama usai diguyur hujan deras. Pada kesempatan itu, warga juga langsung menyampaikan aspirasinya kepada Fauzi Bowo,

agar di lingkungan mereka dibangun pos RW, pembuatan jembatan penyeberangan orang (JPO), penataan pedagang kaki lima (PKL) dan permasalahan lainnya. Mendengar langsung keinginan warganya itu, Fauzi pun berjanji segera merealisasikannya. Dua titik genangan itu terdapat di RT 09/02 serta di lingkungan RW 08. Ketinggian genangan bisa mencapai antara 30-100 sentimeter. Meski genangan yang terjadi cepat

Perang Lawan Mafia JAKARTA - Sejumlah tokoh hukum, politik, budayawan, akademisi, praktisi, pengamat, dan beberapa tokoh lainya yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Rakyat Anti Mafia Hukum (Geram). kemarin di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, mendeklarasikan sebuah gerakan perlawanan melawan mafia hukum. Dekarsai yang dilakukan oleh sejumlah tokoh tersebut, dimaksudkan untuk mendukung upaya para penegak hukum yang sedang menanganai perkara mafia hukum yang telah memporakpondakan penegakan hukum di Indonesia akhir-akhir ini. ‘’Kami yang bertanda tangan dibawah ini, warga negara Indonesia, perempuan dan lelaki dari berbagai latar profesi dan keyakinan politik, menegaskan ulang keyakinan ndan seruan kami untuk menegakan Indonesia yang tak menyerah kepada korupsi,” ujar Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar saat membacakan pernyataan sikap dari Geram. Dalam deklarasi yang dihadiri oleh beberapa tokoh seperti

Eep Saefullah Fatah ( Pengamat Poltik), Anis Baswedan (Akademisi), Taufik Basari (Pengacara), Todung Mulya Lubis (Pengacara), Wimar Witoelar, Ikrar Nusa Bakti (Peneliti LIPI), Teten Masduki (Sekjen Tranparancy International Indonesia/TII), Goenawan Mohammad, mencetuskan enam poin pernyataan sikap yang intinya menyataka dukungan kepada pra penegak hukum untuk tidak takut melawan paa mafia hukum yang telah merusak sitem tatanan hukum di Indonesia.” Hari ini kami mengulangi dukungan kepada setiap pihak, yang dalam posisinya masing, telah atau berjanji memberikan sumbangan kepada perang melawan korupsi, dengan mempertaruhkan diri, termasuk dan tak terkecuali kepada KPK, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, LPSK, PPATK dan Pengadilan Tipikor,” Imbuh Zainal. Dalam kesempatan itu, Anis Baswedan mengatakan bahwa terkait maraknya mafia hukum dan fenomena korupsi, hal itu terjadi karena adanya pembiaran. (wnd)

Cegah Penyakit Kulit

Suluh Indonesia/ant

PEJABAT - Mahasiswa memegang kotak sumbangan mengharap partisipasi pengguna kendaraan di Bunderan HI Jakarta, kemarin. Sumbangan dikumpulkan untuk pejabat negara yang gajinya belum naik.

sangat terbatas, parsial, dan kadang terkesan tersembunyi dan menutup diri. Ia berharap dengan buku ini public bisa mendaptkan gambaran lebih utuh, lengkap tentang kelenteng kuno di Indonesia. Penulis buku KelentengKelenteng Kuno di Indonesia, Asti Kleinsteuber mengatakan, bersama timnya Asti telah melakukan perjalanan ke seantero nusantara untuk mengeksplorasi termasuk mengabadikan kelenteng-kelenteng kuno di Indonesia. ‘’Ini begitu sulit dan banyak hal yang kami alami saat membuat buku ini, ternyata hanya den-

gan niat yang baik buku ini terselesaikan,” katanya. Ia menyisir pantai utara Sumatera menemukan banyak budaya Tionghoa yang tersebar di seantero Indonesia, sampai di Aceh, Bali hingga Papua. ‘’Sesudah perjalanan ini ternyata di Indonesia, tidak ada sesuatu yang murni, seluruhnya telah terjadi percampuran kebudayaan,” katanya seraya mengatakan Kelenteng di Bali begitu kental nuansa Bali. Sementara Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar Sapta Nirwandar, pihaknya mulai menggarap wisata sejarah dan ziarah kelenteng-kelenteng kuno di Indonesia. ‘’Keberadaan kelenteng-kelenteng kuno di Indonesia potensial menjadi obyek wisata sejarah dan ziarah bukan hanya bagi masyarakat di tanah air

JAKARTA - Kader Posyandu akan dilatih mengenali penyakit kulit dan pencegahannya agar dapat melakukan temuan dini bagi penyakit dermatitis yang merupakan penyakit ketiga terbanyak di masyarakat. ‘’Pelatihan ini relevan bagi kader Posyandu karena pengunjung Posyandu adalah para ibu sehingga dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilannya kepada para ibu. Selanjutnya ibu dapat berperan meningkatkan kesehatan kulit bagi dirinya dan keluarganya di rumah,’’ kata Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih saat peluncuran perdana program pelatihan penyuluhan kesehatan kulit bagi kader Posyandu di Posyandu RW 07, Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, kemarin. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2010 menunjukkan prevalensi nasional kasus dermatitis adalah 6,8 persen dan ada 14 provinsi yang memiliki prevalensi di

atas prevalensi nasional, termasuk DKI Jakarta. Atas dasar temuan Riskesdas itulah maka dinilai perlu dilakukan penanganan penyakit dermatitis oleh masyarakat, khususnya kader Posyandu. ‘’Walaupun tidak menyebabkan kematian, dermatitis merupakan salah satu penyakit kulit yang berpengaruh pada kualitas hidup, penampilan dan kenyamanan penderitanya,” ujar Menkes. Dermatitis terkait berbagai faktor dan penyebab seperti infeksi, konsumsi obat dan makanan, psikosomatis serta paparan pada bahan kimia. Pelatihan bagi kader Posyandu akan dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) yang akan dilaksanakan di berbagai daerah di 14 provinsi. Pelatihan kader Posyandu tersebut sesuai dengan salah satu misi Kementerian Kesehatan 2010-2014 yakni meningkatkan derajat kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat. (ant)

APBD DKI Dikaji

Upaya Merestorasi Budaya China Menurut Rachman, keberadaan Kelenteng merupakan upaya untuk merestorasi budaya China di Tanah Air. Rachman berharap, buku tersebut dapat menjadi sarana untuk memupuk rasa saling menghargai sesama suku bangsa di Indonesia termasuk dengan Tionghoa. ‘’Budaya leluhur yang dianut warga Tionghoa di Indonesia merupakan keunikan tersendiri. Budaya ini juga merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi keberagaman budaya nusantara,” paparnya. Ia tidak menyangkal selama ini informasi tentang kelenteng

‘’Biasanya genangan terjadi saat turun hujan. Airnya pun langsung kami pompa dan dialirkan ke Kali Cipinang atau Kali Sunter sehingga cepat surut. Namun, langkah ini tidak bisa dipertahankan terus menerus karena harus ada solusi jitu agar genagan itu tidak kembali muncul,” ungkapnya. Menanggapi keluhan itu, Fauzi Bowo langsung memerintahkan Sudin PU Tata Air Jaktim untuk segera menginventarisir. (kmb)

Kader Posyandu Dilatih

Buku Kelenteng Kelenteng Kuno di Indonesia KETUA Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Rachman Hakim mengatakan, keberadaan Kelenteng di Indonesia sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

surut, namun warga selalu saja direpotkan oleh genangan yang biasanya muncul saat hujan deras berlangsung. Lurah Jatinegarakaum, Thamrin Khalik, mengatakan, genangan yang terjadi di dua lokasi itu lebih disebabkan saluran air yang ada tidak dapat berfungsi secara optimal. Selain itu, lokasinya pun berada tepat di dataran rendah serta lokasi cekungan sehingga menyebabkan air akan mudah menggenanginya.

tetapi juga masyarakat di China,” kata Sapta. Sapta berpendapat, penerbitan buku tersebut merupakan upaya untuk transfer ilmu pengetahuan khususnya tentang budaya-budaya Tionghoa di Indonesia yang tercermin dari keberadaan kelenteng-kelenteng di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak. ‘’Penerbitan buku ini kami harapkan menjadi salah satu upaya untuk transfer knowledge sehingga masyarakat lebih mengenal kebudayaan Tionghoa di Indonesia melalui kelenteng-kelentengnya,” katanya. Pihaknya berharap masyarakat mulai tergerak untuk mengenal sejarah salah satu suku bangsa yakni Tionghoa sehingga wisata sejarah dan ziarah di kelenteng-kelenteng semakin diminati. (son)

Prioritas Perbaikan Sekolah JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta segera mengkaji seluruh program kerja Dinas Pendidikan DKI terutama rehabilitasi sekolah terkait ketersediaan anggaran dalam APBD DKI Jakarta 2011. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD DKI di Jakarta, kemarin mengatakan prioritas perlu dilakukan setelah DPRD DKI menolak sebagian besar dana rehabilitasi sekolah dari anggaran Dinas Pendidikan dalam APBD DKI 2011. ‘’Kita harus menyisir program Dinas Pendidikan mana yang bisa ditunda,” katanya. Padahal Dinas Pendidikan telah merencanakan rehabilitasi cukup banyak gedunggedung sekolah yang mendesak diperbaiki. ‘’Dari fakta

yang ada di lapangan kita memiliki beberapa sekolah yang perlu di rehabilitasi, baik berat, ringan maupun total,’’ ungkapnya. Mengenai tambahan anggaran untuk kegiatan sekolah untuk hal yang tidak penting senilai Rp 80 miliar dari usulan DPRD DKI, Prijanto mengatakan dana tersebut bisa ditunda meski telah masuk dalam APBD DKI 2011. Sebelumnya, Kepala Disdik DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengakui adanya anggaran rehabilitasi gedung sekolah dalam APBD 2011 yang tidak disetujui dewan. Disdik DKI sendiri sedang menghitung berapa total anggaran untuk perbaikan sekolah yang tidak disetujui Dewan. Taufik menjelaskan karena keterbatasan anggaran, Disdik hanya bisa menyelesaikan

rehabilitasi pada tiga dari 43 gedung sekolah, yaitu SDN Semper Timur 3/5, SDN Kedoya Utara9/10, SDN Cilandak 6/6/ 7. Total anggara Rp 305,25 miliar yaitu Rp114 miliar untuk perbaikan 22 SDN, Rp 174,25 miliar untuk perbaikan 20 SMPN, Rp 17 miliar untuk bangun gedung baru. (kmb)


Metr politan

Suluh Indonesia, Jumat 28 Januari 2011

Nasional Demokrat

Tak Akan Jadi Parpol JAKARTA - Sebagai organisasi masyarakat yang dibutuhkan untuk perubahan pemikiran Indonesia kedepan, Nasional Demokrat dipastikan tidak akan ikut serta sebagai salah satu parpol di 2014 nanti. Ditemuai saat Rapimnas I Nasional Demokrat, Sekjen Nasional Demokrat, Syamsul Mu’arif mengatakan, komit-

Aktor Politik JAKARTA – Kehidupan politik Indonesia didominasi oleh aktor tertentu. Hal tersebut terbukti dari hasil riset yang dilakukan lembaga politik charta politika Indonesia pada periode 2 Januari-20 Desember 2010 di enam surat kabar nasional. ‘’Politik kita didominasi oleh aktor tertentu”, kata Staff Khusus Kepresidenan Daniel Sparingga di selasela diskusi political review 2010 di Jakarta, kemarin. Temuan tersebut mengungkapkan, dari beberapa isu yang berkembang selama tahun lalu, hanya dtanggapi oleh beberapa aktor di partai besar. ‘’Tanggapan yang timbul hanya dari kalangan partai besar saja,” paparnya. Mereka yang mendominasi dianggap seronok dan gagal berpolitik di ruang publik. Tanggapan yang dikemukakan aktor-aktor tersebut, dirasa terlalu ofer tone dan over dramatik, sehingga merubah kebenaran manjadi kebetulan. ‘’Kebenaran yang ada berubah menjadi kebetulan,’’ ungkap Daniel seraya mengatakan, adanya media yang dikuasai oleh aktor politik tertentu. (oga)

men Nasional Demokrat (Nasdem) untuk tetap memperjuangkan perubahan Indonesia kearah yang lebih baik inilah, yang membuat pemikiran Nasdem untuk tidak mencalonkan diri sebagai salah satu parpol di 2014 nanti. ‘’Jika kita menjadi parpol, lalu siapa yang akan mempersatukan pemikiran ini semua, karena semuanya memilih

mendirikan partai politik di 2014 nanti. Maka itu Nasdem tetap berada bersama masyarakat untuk melakukan perubahan,” jelasnya. Sejak berdirinya, hingga saat ini Nasdem telah mendeklarasi dan membentuk pengurus di 33 provinsi, dan rencananya akan melaksanakan Rapimnas I, dan akan di akhiri dengan perayaan ulang tahun

pertama Nasdem pada tanggal 1 Februari di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Rencananya pada Rapimnas I Nasdem yang akan dihadiri sekitar 3000 peserta ini, akan melahirkan konsep Restorasi Indonesia yang akan dilauncing ke publik, dan menjadi rekomendasi Nasdem terhadap permasalahan bangsa yang sedang dihadapi. ‘’’Tan-

Berantas Mafia Hukum

Satgas Masih Dibutuhkan JAKARTA - Aktivis Koalisi Masyarakat, Taufik Basari, mengatakan, Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum masih dibutuhkan untuk memerangi mafia hukum. ‘’Kita ingin kejaksaan dan kepolisian bersih dari cakupan mafia hukum, namun penegakan hukum sulit terwujud oleh institusi yang tengah dibersihkan. Oleh karenanya, kita masih memerlukan Satgas,” kata Taufik di sela-sela Deklarasi Gerakan Rakyat Anti Mafia Hukum (Geram Hukum) di TIM Jakarta, kemarin.

Pengamat Hukum Administrasi Negara, Zainal Arifin Mochtar, mengatakan, Satgas memiliki kewenangan untuk melakukan koordinasi antara institusi hukum. ‘’Dari sudut tata negara tidak ada yang salah dalam pembentukan Satgas yang di bentuk oleh Presiden Yudhoyono. Satgas bukanlah lembaga negara, hanya bentuk koordinasi penegakan hukum,” katanya. Menurut dia, kewenangan Satgas untuk melakukan koordinasi dengan penegak hukum tidak mengambil dan mengang-

kangi institusi yang lain. ‘’Keberadaan Satgas mendorong terjadinya koordinasi yang selama ini minim dilakukan penegak hukum. Tak hanya Satgas yang terancam dikriminalisasikan, tetapi juga KPK dan PPATK saat bekerja dengan optimal,” paparnya. Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Setara Institute for Democracy and Peace, Hendardi mengatakan, parpol harus menyikapi eksistensi Satgas dengan jalan politik karena Satgas dan penguasa yang justru memulai politisasi. (ant)

tangan berbangsa dan bernegara ini harus kita hadapi dengan keringat dan tangan kita sendiri. Oleh karena itu, rangkaian kegiatan ini merupakan wujud konsolidasi dan pematangan arah gerak juang Nasional Demokrat,” ungkapnya.

Menurut Ketua Steering Committe sekaligus Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Nasdem, Ferry Mursyidan Baldan, Rapimnas I ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan kekuatan infrastruktur Nasdem yang sudah menjalar

3

dan mengakar di semua wilayah Indonesia. Selain itu Rapimnas juga membahas persoalan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi, Program Prioritas, serta Restorasi Indonesia yang akan menjadi platform perjuangan Nasdem ke depan. (pts)


Megap litan

Suluh Indonesia, Jumat 28 Januari 2011

4

L intas LPSE Disosialisasikan PEMERINTAH Kota Bogor mulai mensosilisasikan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) kepada para pengusaha dan pengurus asosiasi jasa konstruksi dan nonkonstruksi yang ada di kotanya. Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan pembicara Deputi II LKPP Himawan Adinegoro dengan materi Pembentukan LPSE dan ULP sesuai amanat Perpres Nomor 54 Tahun 2010. Asisten Tata Praja Sekretariat Daerah Kota Bogor, Ade Sarif Hidayat mengatakan, penyelenggaraan sosiaslisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi tentang LPSE di kalangan dunia usaha, sehingga akan tercipta kesamaan pemahaman untuk terlaksananya LPSE di Kota Bogor. LPSE sendiri telah berperan besar dalam meningkatkan efisiensi, kemandirian industri dalam negeri. Contohnya, di Jabar sendiri dengan program ini telah menghemat anggaran Rp 200 miliar. (bas)

Andre Tak Melanggar PANITIA Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangsel, Banten, menetapkan calon wakil wali kota, Andre Taulany tidak terbukti melakukan pelanggaran. Anggota Panwaslu Tangsel bidang Pengawasan dan Humas Robert Purba di Tangerang, kemarin mengatakan, berdasarkan hasil pleno dan konsultasi dengan Bawaslu, yang dilaporkan oleh pelapor ternyata tidak cukup bukti untuk menjatuhkan sanksi bagi Andre. Robet menjelaskan, barang bukti yang diajukan pelapor seperti foto dan rekaman VCD, tidak cukup kuat. Selain itu jangka waktu kejadian dengan laporan, lebih dari dua pekan maka Panwaslu menilai laporan itu sudah kedaluwarsa. Seperti diketahui, pada 11 Januari 2011, seorang warga bernama Puji Iman Jakarsih melaporkan Andre atas aktivitasnya di Pendapa Kabupaten Tangerang, 29 Desemner 2010. Pada acara itu Andre bertemu dengan Bupati Tangerang, Ismet Iskandar, dan sejumlah pejabat. (ant)

Suluh Indonesia/bas

PTERIGU - Sejumlah pekerja wanita mengusung tepung yang siap diolah menjadi kue di salah satu industri rumahan pembuatan kue, di Tangerang, Banten, kemarin. Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) memperkirakan pertumbuhan pasar tepung terigu hanya sekitar 5 - 6 persen karena harga bahan baku yang cenderung naik.

Pengutil Emas Ditangkap ONIH alias Oon (38), warga Desa Sukaluyu, Cianjur, Jabar digelandang ke Mapolsek Ciawi karena diduga melakukan aksi pengutilan (pencurian-red) di sebuah toko emas milik Heru (44), yang ada di Pasar Ciawi, Bogor. Dari informasi yang diperoleh, Onih dituduh telah mengutil sebuah kalung emas yang ada di toko milik Heru sekitar pukul 14.15 WIB. Perhiasan yang dikutil berupa kalung 107 gram. Atau senilai Rp 300 jutaan. Meski awalnya pelaku terus berkilah, akhirnya polisi berhasil menemukan barang bukti berupa kalung yang saat itu tersimpan di dalam dompet pelaku. Tersangka mengaku, terpaksa mencuri karena terlilit hutang. Sebab suaminya sudah setahun lebih menganggur. Kapolsek Ciawi, Kompol Karta Atmadja mengatakan, pelaku dalam melakukan modus pencuriannya dengan berpura-pura hendak membeli emas di toko tersebut. Namun, pada saat penjaga toko lengah, pelaku langsung memasukan emas ke dompet.(bas)

Tuntut Ganti Rugi

Kantor TPT Dirusak BOGOR – Ratusan warga dari dua desa, yakni Desa Ciherang Pondok dan Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kemarin mengamuk dengan cara membakar dan mengobrak abrik seisi kantor Tim Pembebasan Tanah (TPT), Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang ada di kantor Kecamatan Caringin, Bogor. Aksi amuk warga ini terjadi karena hingga saat ini janji Pemerintah Kab.Bogor memalui Tim Pembebasan Tanah untuk membayarkan ganti rugi atas tanah warga yang terkena proyek Jalan Tol Bocimi sepanjang 53,4 Km belum juga dibyarkan. ‘’Selama ini kami sudah terlalu sabar menunggu dan menunggu. Janji pemerintah yang katanya akan segera membayar ganti rugi atas tanah kami paling lambat enam bulan, ternyata ini sudah molor hampir dua tahun,” ungkap Yusuf (56), salah seorang warga. Dalam aksinya, warga dengan beramai-ramai mendatangi kantor Tim Pembebasan Tanah Tol Bocimi dengan menganda-

rai kendaraan bermotor dan beberapa mobil angkot. Setibanya di lokasi warga langsung melakukan aksi sweeping ke dalam kantor untuk mencari ketua dan para anggota tim lainnya. “Enak saja, rumah dan pekarangan kami telah lama meraka bongkar dan diratakan dengan tanah demi proyek ini. Pokoknya kami tidak mau tahu, meraka harus secapatnya melunasi semua pembayaan tanah kami. Paling lambat satu bulan ini,” tegas Mamad (31), warga lainnya. Keresahan warga ini semakin menjadi karena pihak TPT maupun Pemkab.Bogor seakan masih berusaha melempar tangungjawabnya. Buktinya, janji untuk segera melunasi pembayaran atas tanah warga korban proyek jalan tol Bocimi hingga kini masih molor terus. “Kalau dalam satu minggu ini tidak ada itikat baik untuk melunasi tangungjawabnya, kami sebagai warga telah sepakat akan membongkar paksa patok-patok yang ada di atas tanah kami,” ancaman meraka. (bas)

Wakil Ketua DPRD Kota Depok

Terancam Dipecat DEPOK - Ketua Badan Kehormatan DPRD Depok Agung Witjaksono mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan terhadap Wakil Ketua DPRD Prihandoko karena tidak melakukan koordinasi ketika mengirimkan surat kepada Gubernur Jabar terkait masalah pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Depok. ‘’Sanksinya ada tiga yaitu teguran lisan, tertulis atau diberhentikan,” kata Agung

di Depok, Jabar, kemarin. Pada saat pelantikan Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Shomad, Prihandako memimpin sidang paripurna istimewa tersebut. Pelantikan tersebut tidak dihadiri oleh sebagian besar anggota DPRD Depok. Untuk itu, kata Agung, akan melakukan rapat menentukan sanksi bagi Prihandoko, selain itu juga akan mendatangi Kementerian Dalam Negeri untuk menjelaskan masalah tersebut.

Menurut dia, sanksi yang akank diberikan kemungkinan tidak akan berupa sanksi lisan atau tertulis, karena tindakan yang dilakukan sudah fatal. Sementara pemberhentian kemungkinan akan mendapatkan perlawanan dari fraksi PKS. ‘’Kita akan ambil jalan tengah misalnya menurunkan jabatannya dari wakil DPRD menjadi anggota biasa. Ini sudah merupakan pukulan telak bagi PKS,” ujarnya.

KPU Tangsel Diminta Serius TANGERANG - Direktur Lembaga Kajian dan Survey Nusantara (Laksnu) Gugus Joko Waskito minta KPU lebih serius melaksanakan pemutakhiran data pemilih tetap (DPT) di Kota Tangsel, Banten, mendekati Pemungutan Suara Ulang. Gugus saat ditemui di Tangerang, kemarin mengatakan, sampai saat ini dirinya mengaku memang belum melihat secara langsung gerakan dari penyelenggaranya di tingkat bawah untuk melakukan pendataan penduduk

yang belum masuk DPT. ‘’Saya sendiri belum di data ulang. Tapi saya tak khawatir karena saya bagian dari pemilih saat tanggal 13 lalu. Yang saya khawatirkan, bagaimana warga yang belum terdata dan tidak terakomodir,” katanya. Apakah nama mereka tidak terakomodir meski ada pemutakhiran data. Ini harus diperhatikan KPU, dan KPU sendiri harus sesering mungkin melakukan sosialisasi menghindari rendahnya partisipasi pemilih dalam PSU nanti,’’ tambahnya.

Anggota KPU Kota Tangsel Agus Supadamo mengatakan, pihaknya hanya menjalakan apa yang menjadi ketentuan dan ketetapan dari tugas penyelenggara. Selama hak warga tidak diabaikan dan terus dilakukan upaya pendataan hal tersebut dianggapnya sudah memenuhi tugas selaku penyelenggara. ‘’Soal memilih adalah hak masyarakat, dan KPU karena tugas negara berkewajiban melayani dan memfasilitasi agar hak-hak warga itu dapat disalurkan,’’ katanya. (ant)

Bayi Hydrocephalus

Perlu Biaya Operasi DEPOK - Ahmad Fahri (5) bulan didiagnosa menderita kelainan di bagian kepala ditandai dengan membesarkan ukuran kepala di atas ukuran normal atau hydrocephalus. Benjolan di kepala belakang bayi malang itu mulai membesar sejak usia dua bulan. Sejak awal kelahiran, benjolan tersebut memang sudah ada. Namun kedua orang tua tidak mampu mengobati lantaran kendala biaya. Bayi malang tersebut kini hanya dirawat dengan sederhana oleh ibunya. Padahal, dokter menyarankan agar segera dioperasi sejak tiga bulan lalu. Biaya yang diperlukan untuk operasi pengeluaran cairan hingga tahap selanjutnya mencapai puluhan juta rupiah. Sementara itu, kedua orang tua Fahri berasal dari keluarga tidak mampu. Pernghasilan Imang, ayah Fahri sebagai petugas Unit Pengolahan Sampah (UPS) hanya Rp 700ribu/bulan. ‘’Sedangkan anak saya empat

orang. Nggak cukup untuk biaya operasi,” kata Imang. Dede (29), ibu Fahri menuturkan, dirinya sempat membawa Fahri ke puskesmas terdekat saat mengetahui ada benjolan di kepala anak keempatnya. Akibat keterbatasan perlatan, Fahri pun dirujuk ke Rumah RSUD Depok. ‘’Kemudian dirujuk lagi ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Dokter bilang harus dioperasi sejak awal, tapi saya nggak punya uang. Makanya saya hanya obati seadanya saja,” kata Dede ditemui di rumah ibunya, Jalan Lingkungan Cipayung RT 003/ RW028 Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Saat lahir, kata Dede, berat badan Fahri 2,7kg. Sedangkan sekarang mencapai 8,3 kg dengan berat kepala mencapai 3kg. Pembengkakan kepala baru terjadi saat anaknya menginjak usia dua bulan. Dede mengakui selama mengandung, dirinya tidak rutin memeriksa kandungan. (rin)

Suluh Indonesia/rin

GENDONG - Dede menggendong Ahmad Fahri yang menderita hydrocephalus sejak lahir. Kini Fahri hanya terbaring lemah menunggu uluran tangan donatur untuk menjalani operasi.

Menurut dia, tindakan yang diambil Prihandoko dengan menandatangani sendiri surat DPRD tersebut tanpa koordinasi dengan unsur pimpinan dewan merupakan tindakan yang melanggar kode etik. ‘’Seharusnya ada ‘kulo nuwun’ dulu untuk mengirimkan surat atas nama lembaga DPRD,” katanya. Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok tersebut, walaupun dalam rapat Ba-

mus tak menolak pelantikan pasangan Nur Mahmudi-Idris Abdul Shomad namun FPD tak hadir dalam pelantikan. Ia menilai surat yang dibuat Prihandoko yang tanpa berkonsultasi dan mekanisme rapat Bamus, sudah cacat administratif. Sehari sebelumnya, pelantikan Walikota dan wakil Walikota terpilih berjalan lancar meski ada beberapa anggota yang memboikot. (ant)

Pemkot Tangsel

Siapkan Tiga Skenario Penanganan Sampah TANGERANG - Penjabat Wali Kota Tangsel, Banten menyiapkan tiga skenario dalam penanganan masalah sampah. ‘’Sudah ada tiga skenario yang akan dijalankan untuk penanganan sampah dan diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini,” kata Penjabat Wali Kota Tangsel Hidayat Djohari usai melakukan rapat dengan SKPD di kantor wali kota Tangsel, kemarin. Dijelaskannya ketiga skenario tersebut yakni pengelolaan mulai dari asalnya yakni pasar tradisional, perumahan dan tempat pembuangan sementara (TPS). ‘’Mulai dari sampah-sampah di pasar itu harusnya sudah dikelola, baik penampungan, pengangkutan hingga ke pembuangan akhir,” katanya. Kemudian, skenario kedua adalah pengadaan lahan Tempat Pembuangan Sampah Akhir dan penambahan armada angkutan. ‘’Saat ini, proses TPA di Cipeucang sudah akan selesai. Sehingga menjadi solusi dalam penanganan sampah,” katanya. Skenario lainnya adalah soal pabrik pengolahan sampah. Dimana, tiap sampah yang akan masuk ke TPA akan bisa diurai dan tidak menebarkan bau ke sekelil-

ing area TPA. “Yang jelas soal sampah ini akan saya seriusi,” katanya. Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel, Nur Slamet mengungkapkan pihaknya belum bisa mengambil langkah konkret untuk menuntaskan masalah sampah tersebut. Pihaknya masih harus mengkaji bersama tim kebersihan di dinasnya untuk mengelola sampah-sampah itu. ‘’Tim sedang disiapkan. Tapi soal bagaimana rancangan strateginya belum bisa saya jawab. Saya masih baru dan akan konsultasikan dulu dengan kepala bagian kebersihan,? katanya. Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Muhammadyah Jakarta (UMJ) Ciputat, Tangerang Selatan Banten, Ade Yunus mengapresiasi keseriusan Penjabat Walikota Tangsel yang baru dalam menuntaskan masalah sampah. Namun, skenario yang didengungkan Hidayat Djohari jangan hanya sebagai teori di atas kertas namun tidak ada pelaksanaannya. ‘’Sudah sering kita dengar dari penjabat walikota yang lama soal penanganan sampah dengan programprogramnya,’’ katanya. (ant)

Mengintip Program Bayangan Koalisi EMPAT Fraksi ditambah satu unsur yang tidak setuju dengan pelantikan walikota dan wakil walikota baru bersepakat membentuk Koalisi Permanen. Apa tujuannya ? Koalisi permanen terdiri dari F-PD, F-PG, F-PDIP, F-GB serta dua orang unsur partai yakni PPP. Koalisi ini kemudian membuat program bayangan untuk mengimbangi program kerja walikota dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pendek Daerah (RPJMD). ‘’Kita akan membuat program-program

yang pro rakyat. Pembuatan program dilakukan untuk mengantisipasi jika program buatan pemerintah tidak berjalan atau kurang baik ditingkat pelaksanaan,” kata Ketua F-PDIPSiswanto di Depok, kemarin. Siswanto menuturkan, Koalisi Permanen memiliki semangat memperbaiki kinerja Pemkot Depok disegala aspek.

Baik itu aspek politik, hukum, ekonomi, dan sosial. Terutama terkait pelayanan terhadap masyarakat yang kurang maksimal. Koalisi ini juga akan mengevaluasi kinerja walikota. ‘’Kalau dalam ternyata kita temukan kegagalan dalam pelaksanaan program unggulan maka kita ganti,” tegasnya. Menurut dia, beberapa program kurang berjalan sesuai kesepakatan antara pihak Pemkot Depok dengan DPRD. Misalnya saja, program UPS. ‘’Kalau secara konsep program UPS sangat baik. Mesin UPS

dapat mencacah ribuan kubik sampah. Tapi kenyataanya mesin tidak sesuai dengan kenyataanya,” bebernya. Wakil Ketua II DPD Partai Golkar Kota Depok, Arja Junaidi menegaskan, pembuatan program kerakyatan oleh Koalisi Permanen menunjukan bahwa koalisi ini serius membela kepentingan warga. “Komitmen kita membuat Koalisi Permanen jangan lagi diragukan. Koalisi Permanen dibangun diatas kesamaan berpikir dan bertindak. Kita pun melakukan tanda tangan diatas

materai,” cetusnya. Ia mengakui secara konsep delapan program pemerintah sangat baik. Namun, pihaknya memiliki tugas memantau pelaksanaanya. ‘’Kita mengawasi apakah program tersebut langsung untuk masyarakat atau segelintir orang. Kalau program dilaksanakan untuk kepentingan segelintir orang maka akan kita tentang,” jelasnya. Ia meminta masyarakat melaporkan pada Koalisi Permanen jika menemukan penyimpangan program di lapangan. (rin)


pini

Suluh Indonesia, Jumat 28 Januari 2011

F OKUS Merangsang Kreatifitas Tumbuh Kembang Anak ATU faktor yang membuat negara itu maju, adalah buku. Masyarakat negara-negara Barat yang banyak melakukan kegiatan wisata ke Indonesia, memperlihatkan kualitas intelektual mereka dari apa yang mereka bawa. Baik sedang istirahat siang di cafe atau berjemur di pantai, mereka membaca buku. Dengan itulah mereka menambah wawasan dan menambah pengetahuan tentang apapun juga. Cara pandang terhadap dunia pun akan semakin luas. Max Weber menyebutkan bahwa indikasi dari kemajuan orang Barat terletak pada sikapnya yang rasional. Melalui pengetahuan sikap rasional itu akan lebih mampu dikembangkan, dan pengetahuan bisa didapatkan paling banyak pada buku-buku. Di Indonesia, persoalan sosial yang paling menghambat perkembangan intelektual masyarakat, terletak pada rendahnya percetakan buku, mahalnya harga buku dan persebaran buku yang minim di tingkat masyarakat. Konon judul buku yang berhasil diterbitkan di Indonesia masih puluhan, bahkan tidak sampai lima puluh jujul baru setiap tahun. Ini sangat kontras dengan negara berkembang seperti India yang mampu mencetak sampai ratusan judul setiap tahun. Satu buku yang berkualitas sekarang harganya puluhan ribu sampai ratusan ribu. Harga yang mahal inilah yang membuat sangat jarang buku dibeli oleh masyarakat pedesaan yang penghasilannya pas-pasan. Jangankan buku, langganan koran saja masyarakat pedesaan sangat jarang. Tidaklah mengherankan kalau segala informasi yang dijejali oleh televisi swasta, dengan mudah masuk ke benak pikiran mereka. Padahal kita tahu, informasi dari televisi harus banyak yang disaring. Perpustakaan keliling juga bukan merupakan pemandangan umum di Indonesia. Isu tentang kurangnya buku ini telah muncul sejak dekade tujuhpuluhan ketika Indonesia sedang sibuk-sibuknya mengkonsepsi tengan proyek pembangunan lima tahun (pelita). Apabila hingga sekarang pemenuhan soal buku ini masih juga belum tercapai, berarti ada persoalan persebaran intelektual pada masyarakat Indonesia. Dari situlah seharusnya kita memandang ribut-ribut soal persebaran buku-buku yang memuat tentang figur Susilo Bambang Yudoyono yang beredar luas di institusi pendidikan menengah di Tegal, Jawa Tengah. Kita terkejut, karena begitu keluar kontroversi seperti itu, langsung pikiran kita tertuju pada upaya-upaya politis untuk mendongkrak citra sang presiden. Tetapi kalau dilihat dari masa jabatannya yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjabat sebagai presiden tahun 2014, ada apa maksud dari pengedar buku-buku tersebut? Kecurigaan terhadap motif politik kembali muncul karena mungkin cara demikian dipakai oleh para pengikut SBY untuk tetap memelihara citra positifnya, sehingga citra itu akan bisa menyebar kepada pengikut atau trah keluarganya. Akan tetapi, di alam demokrasi seperti ini trik-trik politik memang bisa saja dilakukan demi mendapatkan keuntungan politis. Hemat kita, kalaupun buku-buku itu disebar oleh para politisi, pihak-pihak yang menghebohkan beredarnya buku tersebut haruslah bertindak lebih cepat lagi. Dari pada membikin koin bantuan untuk sumbangan peningkatan gaji SBY, lebih baik koin tersebut dikumpulkan dan dipakai untuk menandingi beredarnya buku-buku tentang SBY dengan buku-buku non politis. Buku yang mampu merangsang kreatifitas tumbuh kembang anak akan mampu menandingi beredarnya buku tersebut pada institisi sekolah menengah di kota Tegal, Jawa Tengah. Indonesia pasti mempunyai orang-orang idealis yang mampu menymbangkan jutaan atau bahkan milyaran duitnya untuk membantu meningkatkan kualitas pengetahuan masyarakat. Jadi, tandingii buku-buku yang bertujuan politik tersebut dengan buku-buku yang mendidik siswa kita. ****

S

Bang D

el

Disparitas gaji pejabat negara harus ditata ulang

Tadinya banyak yang protes ...

5

Mengurai Akar Kemiskinan dan Kejahatan SELAIN soal korupsi, sekarang ini negeri kita tengah menghadapi dua persoalan cukup besar juga yakni kemiskinan dan kejahatan. Potret kemiskinan yang terjadi, hampir setiap hari diekspos ke permukaan di media cetak dan elektronika. Kemiskinan, misalnya, membuat begitu banyak rakyat tak mampu lagi memenuhi kebutuhan primernya. Banyak rakyat yang sampai harus mengurangi jatah makan tiga kali sehari dan mengais nasi sisa. Kemiskinan yang makin akut dan berkepanjangan yang terjadi di negeri ini adalah penyebab naiknya tensi kejahatan (perampasan, perampokan, pembantaian, dan bahkan pembunuhan). Kemiskinan dan kejahatan merupakan dua hal yang saling berkorelasi. Hasil penelitian dari para psikolog dan sosiolog telah sering mengungkapkan bahwa orang yang mengalami kemiskinan amat rentan melakukan tindak kejahatan. Dalam kondisi miskin, orang akan mengalami pikiran kacau, menjadi amat emosional, mudah frustrasi, bahkan mudah bunuh diri. Dalam kondisi psikologi yang labil itu, orang juga cenderung menjadi berpikiran pendek dan gelap mata. Kondisi psikologis semacam itu dapat memotivasi orang melakukan kejahatan. Pada titik ini orang hanya mampu berpikir bagaimana dirinya dapat bertahan hidup, dan cenderung tak peduli dengan kehidupan orang lain. Apabila sudah jelas bahwa ada mata rantai yang erat dan korelatif antara kemiskinan dan kejahatan, seharusnya negara khususnya pemerintah ada upaya dan strategi proaktif, cepat, dan sistemik untuk menangani kemiskinan. Pembiaran kemiskinan, tentunya hanya akan memperparah kondisi anomali di negeri ini. Pasal 34 UUD 1945 sebenarnya sudah jelas mengatur tentang soal kemiskinan: ‘’Fakir miskin dan anak-anak telantar, dipelihara oleh negara.’’ Namun, sebagai catatan, dalam pasal ini, kata ‘’dipelihara’’ harusnya dipahami bukan sebagai ‘’pembiaran’’, tetapi ‘’ditanggung negara’’. Pasal ini tampaknya baru hanya jadi pasal dan belum terealisasikan. Dalam mengatasi kemiskinan, hal yang lebih substantif lagi adalah bagaimana mengikhtiarkan agar rakyat miskin dengan kemandiriannya ke depan mampu secara berkesinambungan mengatasi kemiskinannya sendiri. Namun ini bukan berarti negara membiarkan rakyat dalam penderitaannya dan mencari sendiri solusinya. Pemerintah tentu saja perlu menstimulasi agar rakyat menjadi berdaya untuk mengatasi kemiskinan yang dialami. Sehubungan dengan hal itu, sebenarnya diperlukan orientasi pembangunan yang berpihak pada rakyat, atau penciptaan program yang membuat rakyat menjadi ber-

Oleh : Putera Manuaba* Di negeri yang sesungguhnya punya kekayaan alam cukup melimpah ini, rakyat tak seharusnya mengalami kemiskinan. Namun, kemiskinan terjadi akibat pengelolaan yang tak pro-rakyat. Arah pembangunan yang cenderung kurang dapat menghargai potensi sendiri telah mematikan pundi-pundi harapan kekayaan yang seharusnya dapat dieksplorasi untuk menyejahterakan rakyat. daya untuk mengembangkan potensinya. Dalam realitas sosial di Indonesia, orientasi itu belum terjadi. Kecenderungan yang lebih tampak kuat adalah adanya orientasi pembangunan tak populis, yang tak menginspirasi rakyat untuk menjadi berdaya. Dikatakan demikian, karena orientasi pembangunan terlampau memanjakan kaum kapital, sementara rakyat dengan ekonomi kerakyatannya kurang terurus sehingga pengembangan ekonomi kerakyatan menemui jalan buntu. Sedemikian banyak produk lokal atau yang khas rakyat, yang sebenarnya bisa diorbitkan, kemudian menjadi keok begitu saja, karena pasti jadi kalah bersaing dengan ekonomi kapital. Contohnya, berbagai jenis makanan dan jajanan tradisional tenggelam oleh produk luar karena kekuatan kemasan dan promosi. Produk-produk tradisional acapkali makin tak dikenal oleh rakyatnya sendiri, meski sesungguhnya produk-produk itu amat disukai rakyat. Merupakan realitas juga bahwa anak-anak yang lebih terbiasakan dengan produk luar, sehingga membuat kurang mengenali produk bangsanya sendiri. Ubah ‘’Mindset’’ Di negeri yang sesungguhnya punya kekayaan alam cukup melimpah ini, rakyat tak seharusnya mengalami kemiskinan. Namun, kemiskinan terjadi akibat pengelolaan yang tak pro-rakyat. Arah pembangunan yang cenderung kurang dapat menghargai potensi

sendiri telah mematikan pundipundi harapan kekayaan yang seharusnya dapat dieksplorasi untuk menyejahterakan rakyat. Mindset produk luar lebih baik dari produk sendiri, yang sudah terpancang kuat, seharusnya kini dibalik. Bahkan, sejak dulu kita seharusnya punya mindset mau menghargai produk sendiri. Untuk mengubah mindset itu tentu tak mudah, namun bukan berarti tak bisa sama sekali. Soal mengubah mindset itu jelas menyangkut persoalan budaya. Kebanggaan dengan bangsa sendiri, kemudian bangga dengan produk sendiri, amat perlu ditanamkan kembali. Misalnya, apakah tak pernah terpikirkan lagi kini bahwa keniscayaan bangsa kita adalah sebagai masyarakat agraris? Lalu, mengapa misalnya sebagai negara agraris kita justru secara besar-besaran harus mengimpor beras dari Thailand? Mungkin tak hanya beras, juga gula, bawang merah, dan sebagainya yang seharusnya bisa dipenuhi sendiri. Mengapa kita meninggalkan keagrarisan kita begitu saja? Menuju kemajuan industri, bukanlah berarti meninggalkan bidang pertanian. Tetapi justru seharusnya perlu dioptimalkan dan industri dimanfaatkan untuk mempermudah produk pertanian. Cita-cita menjadi negara maju tanpa survive dalam pemenuhan kebutuhan primer, sebenarnya hanyalah sebuah mimpi. Apalagi jika kemandirian kita makin sirna dan budaya ketergantungan makin tinggi. Saat ini kita memang cenderung

lebih berstatus sebagai negara importir dan konsumtif. Belum ada tanda-tanda sebagai negara eksportir dan produsen. Mungkin negara-bangsa kita telah menjadi pengekspor, tetapi itu baru pengekspor kekayaan alam dan sama sekali belum pengekspor produk yang kita buat dari kekayaan alam. Eksploitasi atas kekayaan alam memang telah terjadi yang kemudian hasil produknya kita impor kembali dengan harga mahal. Kita mengakui bahwa kita sendiri memang belum mampu memanfaatkan kekayaan alam. Begitu juga halnya dengan kekayaan budaya. Negara-bangsa kita, dengan berbagai ragam etnis dan kekayaan budaya, memang menjadi incaran banyak orang asing dari berbagai negara asing. Berbagai kekayaan budaya dan data budaya banyak terjual ke tangan orang-orang asing. Kita mengetahui, bagaimana naskahnaskah kuno yang memiliki nilai budaya tinggi yang ada pada sumber-sumber budaya yang tersebar di seantero nusantara misalnya, telah banyak terjual kepada orangorang asing. Lalu, ironisnya, kita kemudian belajar tentang budaya bangsa kita sendiri dari orang-orang asing. Ahli sastra Jawa, sastra Jawa Kuno, dan sebagainya sekarang ini bukannya berasal dari orang Indonesia sendiri, tetapi misalnya banyak dari Belanda, Australia, dan Amerika. Lalu, kita belajar budaya kita sendiri dari orangorang asing di negara-negara itu. Ini amat ironis. Melihat realitas semacam itu di negeri ini, akar kemiskinan sesungguhnya terjadi bukan karena kita tak punya atau kurang kekayaan alam, tetapi karena kita tak mampu mengelola kekayaan alam dan budaya yang kita miliki sendiri. Titik lemahnya terutama adalah kita belum memiliki sumber daya manusia yang andal untuk mengelola sumber daya alam sendiri. Oleh karena itulah barangkali kini kita tetap masih berkutat pada kondisi kemiskinan, sehingga kejahatan sebagai akibat kemiskinan tak kunjung usai. Seharusnya dalam pengelolaan negara-bangsa kita punya strategi-strategi jitu yang mampu menggerakkan potensi kekayaan alam dan potensi sumber daya kerakyatan kita. *Penulis, peneliti kebudayaan pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Airlangga dan Staf Pengajar pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Surabaya

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Keluhkan Jalanan Rusak SEDIKITNYA tiga sampai empat nyawa melayang setiap harinya akibat kecelakaan lalu lintas di Jakarta. Itulah hasil survei yang didapat salah satu surat kabar nasional yang saya baca. Dari semua kecelakaan di jalan raya, 90 persen disebabkan faktor manusia, selebihnya karena kendaraan atau kondisi jalan. Sebuah keadaan yang memperihatinkan dari sebuah kota. Mengapa tidak ada penyelesaian yang tepat mengatasi kesemrawutan lalu lintas Jakarta?. Mungkin pemerintah sudah bekerja keras menyelesaikan persoalan ini, namun ada hal yang belum selesai dari penerapan sebah peraturan yang bijaksana. Masih banyak peraturan yang tak berjalan baik di lapangan. Saya merasa bahwa masyarakat Jakarta telah dinilai banyak melanggar peraturan na-

mun, hal ini tidak akan terjadi jika pemerintah memfasilitasi dengan baik peraturan yang akan ditegakkan. Hal ini sudah menjadi bahasan lama yang membosankan. Masing-masing pihak tidak ada yang mau disalahkan. Maka Jakarta memang harus jadi tanggung jawab bersama dengan perlindungan pemerintah. Sudah banyak korban dari jalan yang rusak akibat pembenahan yang tidak maksimal dari pihak yang berwenang menangani masalah ini. Banyak warga jakarta mengeluhkan kurangnya kepedulian pemerintah setempat menangani masalah jalan yang rusak. Banyak jalanan yang semula rusak dan becek karena hanya menggunakan peluran semen kini sebagiannya sudah ada yang diaspal. Nurkholis Sawah Besar, Jak-Pus

Kecewa Pada Tampilan Acara Televisi ADA Baberapa acara tv yang menyiarkan acara yang memberi wawasan yang edukatif tapi di kemas secara menarik dan itu pantas dijadikan tontonan keluarga. Dalam waktu yang sama televisi begitu sering menyiarkan sinetron yang disiarkan sejumlah stasiun tv dengan cerita yang sudah begitu membosankan. Tayangan sinetron di sebuah stasiun bahkan hampir memenuhi seluruh jam tayangnya dengan sinetron dan gosip. Tak ada nilai-nilai yang mengajarkan atau mengarahkan pada kebaikan. Semua membeberkan aib orang lain dan sinetron yang tayangkan pun sangat monoton cerita percintaan kaum Mahasiswa, pelajar atau ABG. Dengan balutan busana yang serba minim tayangan acara gosip atau sinetron tak layak disaksikan oleh siapapun. Pembawa ac-

ara gosip yang tentunya wanita sering kita jumpai hanya dengan kemben yang memperlihatkan belahan dada. Katanya Indonesia negara yang memiliki ummat islam terbesar di dunia tapi agak sulit kita jumpai di televisi wanitawanita memakia busana yang setidaknya wajar dan sopan tak seperti orang mau pergi mandi. Jadi publik berhak untuk mendapatkan tayangan yang berkualitas dan tidak membuatnya lebih bodoh. Beberapa sinetron yang ditayangkan saat ini juga sudah tidak masuk akal, karena sering mengarahkan pemirsa untuk diajak pada kebodohan berlogika. Lebih menjengkelkan lagi, sinetron diisi dengan sinetron kejar tayang dengan cerita tak habis-habis dan tak realistis. Budihani Damayanti Gambir, Jakarta

KRL Masih Rawan Lemparan Batu PENUMPANG kereta api yang memadati atap kereta api berangsur marak lagi. Memang frekuensinya tidak seperti dulu, tetapi satu-dua masih terlihat. Padahal sebelumnya, setelah beberapa kasus menimpa, akibat ulah mereka aksi berbahaya ini sebenarnya sempat hilang. Itu pun bukan karena kesadaran tetapi lebih karena tindakan represif dari aparat. Salah satunya disemprot dengan cat berwarna. Setelah berjalan beberapa lama, kembali aksi naik gerbong diulangi. Kelihatannya penumpang ini memang harus diberi tindakan represif yang lebih keras. Mungkin hal ini dinilai sangat kacau berhubung kedatangan kereta yang sering ngaret. Karena itu, saya berharap aparat bisa lebih aktif lagi dan mencari cara lebih profesional agar penumpang lebih diperhatikan. Kalau memang dengan ancaman

denda atau semprot cat tidak diindahkan lagi,barangkali mulai dipikirkan untuk memberikan semacam kejutan listrik beraliran rendah di sekitar tepi gerbong. Sehingga, ketika mereka akan coba menaikinya, sudah dihadang sengatan listrik. Tentu saja saya ingatkan bahwa listrik yang dialiri ke pinggiran atap gerbong itu untuk tegangan rendah saja sehingga sifatnya terapi kejut. Dengan ini diharapkan mereka mengurungkan niatnya naik ke atap gerbong. Sebenarnya semua ini karena masyarakat pengguna kereta sering terabaikan akibat kereta yang sering tak jelas jadwalnya dan sering telat. Dibeberapa kawasan penumpang KRL juga harus bersiaga dengan aksi lemparan batu dari para pelajar yang bertawuran. Firman Aditya Lenteng Agung

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Hardianto, Ade Irawan, Bogor : Aris Basuki, Depok : Rina Ratna, Kontributor Bekasi : Muhajir, Nendi Kurniawan, Safa Aris Muzakar, Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk, Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Jumat 28 Januari 2011

6

Semen Padang Bekuk

Persisam Samarinda PADANG - Kesebelasan tuan rumah PS Semen Padang (SP) mengalahkan tamunya Persisam Samarinda 3-1 (2-0) dalam lanjutan Kompetisi Liga Super Indonesia di Stadion H Agus Salim Padang, kemarin sore. Bertanding di depan sekitar 8.000 pendukung, permainan tuan rumah SP dapat diimbangi Persisam pada menit-menit awal babak pertama. Saktiawan Sinaga membuka kemenangan SP di menit ke 19 setelah membelokan bola tendangan Edward Wilson Junior. Keunggulan itu membuat pemain-pemain SP terus menekan Persisam, berkali-kali Edward, Saktiawan, Esteban Vizcara dan didukung pemain tengah, Yu Hyun Ko dan Vendry Mofu serta kapten tim Elli Aiboy terus menekan pertahanan tim tamu. Pada menit ke-44 SP kembali menciptakan gol yang berawal dari tendangan bebas kapten Elli Aiboy dari luar kotak penalti. Bola dikirim ke depan gawang namun mental dan berhasil direbut Esteban Vizcara. Skor berubah 2-0 untuk SP yang bertahan hingga pertandingan babak pertama berakhir. Pada babak kedua, Persisam mulai meningkatkan permainan

untuk mengejar ketertinggalan dari SP. Beberapa serangan dilakukan ke gawang lawan melalui penyerang Persisam, Julio Lopes, Pavel Solomin dan pemain tengah Choi Dong So. SP mencoba mengimbangi permainan Persisam melalui serangan-serangan balik yang cepat melalui suplai bola Elli Aiboy, Vendry Mofu dan Yu Hyun Ko. Melalui serangan balik yang cepat pada menit ke68, SP berhasil menambah keunggulan menjadi 3-0 lewat bidikan Edward Wilson Junior. Unggul 3-0 pemain SP mulai menurunkan tempo permainannya yang dapat dimanfaatkan Persisam untuk balik terus menyerang. Setelah berkali-kali melakukan serangan, pada menit ke-85, pemain Persisam berhasil memperkecil ketertinggalannya menjadi 3-1 melalui gol, Pavel Solorin. Gol tim tamu berawal umpan jauh pemain Persisam ke Pavel yang berada di luar kotak pinalti SP, meski dikawal Pavel berhasil mengiring bola ke dalam kotak pinalti dan melepaskan tendangan silang ke sudut dalam gawang SP. Kedudukan 3-1 untuk tuan rumah bertahan hingga wasit M.Umar meniup peluit bertanda pertandingan berakhir. (ant)

PSM

Didesak Ganti Nama MAKASSAR - Sejumlah pemilik klub sepak bola lokal di Makassar mendesak PSM Makassar mengganti nama, jika ingin tetap bermain dalam laga kandang pertama di Liga Premier Indonesia melawan Aceh United di Stadion Andi Mattalatta pada Minggu besok. Perwakilan 22 pemilik klub dan koordinator kelompok suporter saat menemui anggota DPRD Sulsel di Makassar, Kamis, mengatakan, mereka khawatir terjadi riak sosial jika pertandingan pada 30 Januari tersebut dipaksakan sebab baik pemilik klub maupun kelompok suporter sudah terpecah antara pendukung Liga Primer Indonesia (LPI) dan Liga Super Indonesia (LSI). “Kami desak PSM ganti nama, karena sudah begitu ketentuan dari PSSI. Kalau tidak, kami tidak bisa menjamin bisa menjaga kelompok suporter kami berbuat hal-hal yang tidak diinginkan saat berlangsungnya pertandingan itu,” kata pemilik klub Tanjung Bunga, Muhammad Arfan. Menurutnya, mereka juga

menuntut agar Ketua Umum PSM Makassar Ilham Arif Sirajuddin diperiksa terkait kewenangan memindahkan tim dari LSI ke LPI tanpa sepengetahuan para pemilik klub. Selama ini, para pemilik klub ambil bagian dalam setiap keputusan yang ditelurkan pengelola PSM Makassar. Arfan mengatakan, tindakan Ilham membawa PSM Makassar ke LPI merupakan tindakan keliru. Sebab hal tersebut sama saja mematikan karir para pesepak bola di Sulsel, mulai dari usia dini hingga pemain profesional. “Jangan kira efek dikeluarkannya PSM dari keanggotaan PSSI hanya berdampak ke klub itu saja. Dampaknya jauh lebih besar, hukuman PSSI itu juga sekaligus menutup peluang pesepakbola lain di daerah ini yang ingin menjadikan sepak bola sebagai pilihan hidup,” ujarnya. Juru bicara sekaligus penasehat hukum para pemilik klub, Syamsir Ali, menambahkan, Ilham dinilai tak konsisten dengan pernyataannya saat ingin mengalihkan kepengurusan PSM Makassar ke publik. (ant)

Suluh Indonesia/ant

KECOH - Pesepakbola PSPS Pekanbaru M. Isnaini (kiri) berusaha mengecoh kiper kesebelasan Persijap Jepara Danang saat laga Indonesia Super League di Stadion Sport Center Teluk Kuantan, Kuantan Singingi, Riau, Rabu kemarin.

Pemain Timnas Jalani Tes Medis JAKARTA - Seluruh pemain pelatnas Tim Pra-Olimpiade Indonesia sudah menjalani tes medis di Jakarta, Rabu malam kemarin, untuk menganalisis kadar darah dan sekaligus tes urine. Hasil analisa medical-check-up termasuk vo2max pemain baru akan diketahui Jumat (27/1) atau Sabtu (28/1), dan akan menjadi salah satu acuan pelatoh Timnas Alfred Riedl dalam fase pembentukan tim inti 18 pemain, dikutip dari situs resmi PSSI, kemarin. Proses pelatihan Tim PraOlimpiade Indonesia masih

terus berlangsung. Latihan tetap dilangsungkan dua kali, pagi hari mulai pukul 08.00 WIB dan sorenya mulai pukul 16.00 WIB, di lapangan latihan PSSI, Senayan, Jakarta. Indonesia dijadwalkan bertemu Turkmenistan pada 23 Februari di Gelora Jaka Baring, Palembang. Tim pelatih Alfred Riedl dengan asisten Wolfgang Pikal, Widodo Cahyono Putro dan Eddy Harto ini akan membentuk tim inti beranggotakan 18 pemain. “Untuk menghadapi Turkmenistan nanti kita hanya akan menetapkan sebanyak 18 pemain,” kata

Woldgang Pikal, asisten pelatih timnas U-21 Pra Olimpiade 2012. Hingga Kamis pagi pelatnas Tim Pra-Olimpiade Indonesia melibatkan 25 pemain. Pada Kamis sore direncanakan bergabung pemain muda asal Persigo Gorontalo, Bachrudin Nihe. Kedatangan Bachrudin sekaligus untuk menggantikan Syaiful Amar, yang dicoret usai latihan Rabu. “Syaiful Amar sebenarnya berbakat namun Alfred Riedl menilai dia masih perlu waktu untuk bisa bersaing masuk tim inti,” kata Wolfgang Pikal. (ant)

Jordy de Kat Gagal JAKARTA - Pelatih kepala timnas Pra Olimpiade Alfred Riedl mencoret pemain calon naturalisasi asal Belanda, Jordy de Kat dari timnas U-23 usia sesi latihan timnas di lapangan C Senayan, Jakarta, kemarin. Selama di Indonesia, Jordy de Kat pemain klub Top Oos asal Belanda ini, sudah mengikuti seleksi sejak 24 Januari lalu bersama pemain pelatnas Pra Olimpiade. ‘’Selama mengikuti seleksi ini, Jordy telah memberikan penampilan yang impresif dilapangan, khususnya dari sikap disiplin dan tingkah lakunya yang sangat baik, tapi itu belum cukup,” ucap Riedl.

Menurut Riedl, kualitas Jordy yang ditampilkan selama seleski belum maksimal dan masih bisa berkembang, karena usianya masih muda, dan diharapkan tahun depan dia bisa kembali lagi ke Indonesia untuk mencoba seleksi naturalisasi ini. ‘’Dia masih muda dan bisa berkembang usai kembali lagi ke Belanda, jadi tahun depan Jordy bisa mencoba kembali lagi ke Indonesia untuk melihat kualitasnya yang terpendam,” ujar pria asal Austria ini. Sebelumnya Riedl juga telah mencoret tiga pemain calon naturalisasi lainnya yaitu Vincent Partosoebroto dari SV Hoofddorf (Belanda), James

Zaidan dari New York Cosmos (Amerika Serikat), dan Andrea Bitar dari FC Cannes (Perancis). Mereka dicoret karena dianggap kualitas permainan mereka sejajar dengan pemain lokal yang telah ada. ‘’Jordy tidak lagi bersama kami, karena sejauh ini kemampuan dan kualitasnya masih sejajar dengan pemain lokal, jadi kami tidak ingin merekomendasikan pemain calon naturalisasi jika kemampuannya sejajar dengan pemain lokal. Tapi saya berharap dia akan membuktikan tahun depan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuannya untuk ikut kembali seleksi di timnas ini.” Jelasnya. (pts)

tiga nomor, yaitu kedua nomor lari itu ditambah 4X100 meter,” katanya. Menurut peraih dua medali emas SEA Games XXVI 2009 Laos tersebut, persiapan sudah dilakukan dari sekarang ini, bahkan dirinya sudah mengikuti pelatihan di Batujajar selama dua minggu. Pelatnas Program Indonesia Emas (Prima) menggelar pelatihan di Batujajar, Jabar. “Saya masuk angkatan kelima dan menjalani pelatihan di sana 5-19 Januari 2011,” katanya. Pada SEA Games 2009 Laos, pelari asal Solo tersebut berhasil menyumbangkan

dua medali emas untuk kontingen Indonesia, dari nomor lari 100 dan 200 meter. Bahkan pada nomor lari 100 meter berhasil memecahkan rekor nasional dan SEA Games atas nama Mardi Lestari juga dari Indonesia. Pada nomor ini, Suryo berhasil mencapai garis finis dengan catatan waktu 10,17 detik sedangkan rekor lama adalah 10,20 detik. Kemudian satu emas lagi didapat dari nomor lari 200 meter dengan catatan waktu 20,85 detik dengan mengalahkan dua pelari Thailand, S Suwonprateep dan S Chimdee (meraih perak dan perunggu).

Menyinggung soal perpindahannya dari Jateng ke DKI Jakarta, dia mengatakan bahwa dirinya menyerahkan kasus perpindahannya dari Jawa Tengah ke DKI Jakarta kepada Tim Arbitase KONI Pusat. “Saya serahkan semuanya kepada Tim Arbiates. Saya tinggal ikut saja, apakah membela Jateng atau DKI Jakarta,” kata Suryo Agung Wibowo. Menurut dia, sampai kini DKI Jakarta juga masih mengharapkan dirinya. “DKI Jakarta masih ‘nggondeli’ (menahan untuk tetap membela DKI) saya,” kata peraih dua medali emas SEA Games XXV/2009 Laos. (ant)

Persib Masih Ragu Loncat Ke LPI BANDUNG - Persib Bandung masih ragu untuk secepatnya menyeberang ke Liga Primer Indonesia (LPI), hingga Kamis manajemen tim “Maung Bandung” itu belum menyampaikan keputusannya tetap di LSI atau pindah ke LPI. “Manajemen akan membahasnya terlebih dahulu dengan kosorsium, termasuk juga dengan tokoh masyarakat Bandung dan Jawa Barat. Mudah-mudahan ada masukan untuk menetapkan pilihan,” kata Manajer Persib Bandung, H Umuh Muhtar. Pria yang juga Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat itu secara khusus menggelar jumpa pers terkait sikap Persib menyusul wacana pindah ke Liga Primer Indonesia. Namun ia menyebutkan baru akan melakukan pembicaraan dengan konsorsium pada Jumat (28/1). Menurut Umuh, pihaknya

tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena masih ada atasan dan pihak lain yang berkepentingan dengan kiprah Persib Bandung. Ia menyebutkan Persib bukan milik orang perorang namun milik warga Bandung dan umumnya masyarakat Jabar. Di lain pihak, ia sebagai orang nomor satu di manajemen Persib Bandung tidak akan berjalan sendirian memutuskan ke LPI tanpa ada persetujuan dan pertimbangan dari Konsorsium PT Persib Bandung Bermartabat. “Persib punya kultur tersendiri, segala keputusan harus dibicarakan dulu dengan konsorsium dan juga dikomunikasikan dengan tokoh masyarakat,” kata Umuh Muhtar. Ia menyebutkan, keputusan pindah ke LPI bukan hal yang mudah namun harus dipikirkan matang dan mendengarkan dari semua pihak. Karena kata dia

di tim Persib selain ada manajemen, konsorsium, pemain, official juga harus mempertimbangkan dampaknya kepada sponsor serta yang lainnya. Meski demikian, Umuh menyebutkan pihaknya akan memutuskan hal terbaik bagi tim Maung Bandung itu maupun pembinaan jangka panjang di tim Kota Kembang itu. Ia meminta agar publik bola Bandung bersabar terkait sikap Persib itu. Dan ia berjanji untuk memberikan keputusan yang pas dan terbaik bagi tim Juara Liga Dunhill I itu. Wacana Persib akan hengkang ke LPI mencuat setelah kekalahan tim Maung Bandung di kandang Persisam Samarinda dan ditahan imbang Arema Malang di Bandung. Kubu Maung Bandung dikecewakan wasit yang memimpin pertandingan, dan puncaknya memicu kerusuhan yang terjadi saat pertandingan Persib

melawan Arema di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (23/1). Meski wacana Persib hengkang ke LPI kian santer, namun justeru tim Persib bertolak menuju Wamena untuk mengawalu tour Papua melawan Persiwa, di ajang Liga Super Indonesia, Sabtu (29/1). Selain itu partai kedua melawan Persipura Jayapura (2/2). Tim Persib berangkat dari Bandung pukul 15.00 WIB menuju Jakarta dengan kekuatan 18 orang pemain. Striker Christian Gonzales yang masih menjalani hukuman tidak boleh turun pada dua pertandingan menyusul kartu merah saat dijamu Persisam juga ikut dalam tim. “Christian juga berangkat bersama tim, Persib banding agar kartu merahnya dicabut, namun belum ada kepastian. Ia tetap berangkat meski baru cabut gigi,” kata Pelatih Persib Daniel Rukito. (ant)

JAKARTA - Pelatnas tim Pra Olimpiade dengan sistem tertutup menimbulkan kecamatan pengurus Sriwijaya FC. Ini terjadi, karena klub menginginkan agar winger Oktavianus Maniani kembali. ‘’Saya tidak mengerti dengan keinginan pengurus Sriwijaya FC, maupun pelatinya Ivan Kolev yang bersikeras meminta Okto agar dikembalikan sementara,” ujarnya pelatih kepala timnas Pra Olimpiade Alfred Riedl usai memimpin latihan di Senayan Jakarta, kemarin. Sebelum dimulainya pelatnas ini, kata Riedl, telah ada kesepakan dari semua klub di Liga Super maupun di beberapa divisi pada 24 Oktober lalu untuk setuju menyerahkan pemain yang akan di panggil pelatnas Pra Olimpiade, dan tidak dikembalikan ke klub, hingga usai pertandingan Pra Olimpiade. ‘’Kami semuanya sudah ada kesepakatan dari pihak klub dan pihak PSSI untuk melakukan pelatnas Pra Olimpiade ini dengan sistem tertutup. Jadi kenapa saat ini Sriwijaya FC meminta Okto,” paparnya. Sebelumnya Riedl telah

memberikan izin khusus kepada Mega Kurnia dari klub Arema, dan Nasution Karubaba dari klub Perseman Manokwari untuk datang terlambat dalam pelatnas yang dimulai 24 Januari lalu untuk memperkuat klub masingmasing, dan diharuskan hadir pada 27 Januari. ‘’Mega Kurnia dan Nasution Karubaba telah meminta izin kepada saya 10 hari sebelumnya untuk datang terlambat, dan itu telah saya ijinkan, dan diharuskan datang hari ini (kemarin-red,” jelasnya. Riedl juga mengungkapkan, Sriwijaya FC seharusnya tidak boleh menekan atau mengancam Okto jika dia tidak bisa bergabung dalam klub selama pelatnas. Sikap ini merupakan tindakan yang jauh dari profesionalitas, dan sangat mengecewakan. ‘’Saya heran, kenapa Okto ditekan akan dipotong gajinya oleh klub Sriwijaya FC, jika dia tidak mau bergabung. Ini sangat mengecewakan. Dan saya tetap akan mempertahankan Okto dalam pelatnas ini,” tegasnya. (pts)

PICKUP POINT

Suryo Agung Bidik Dua Emas SEAG SEMARANG - Pelari jarak pendek Indonesia, Suryo Agung Wibowo, menargetkan meraih dua medali emas pada SEA Games XXVI di Sumatra Selatan dan DKI Jakarta, November 2011. “Saya ingin mengulang kembali sukses pada SEA Games di Indonesia mendatang. Siapa Mas’ yang tak ingin medali emas,” kata Suryo Agung ketika dihubungi dari Semarang, kemarin. Dua emas tersebut diharapkan dari nomor andalannya, yaitu lari 100 dan 200 meter. “Pada SEA Games mendatang saya turun pada

Sriwijaya Minta Okto

Alfred Riedl Menolak

Baca dan Dapatkan Harian Suluh Indonesia - Bisnis Jakarta Pada Lokasi Di Bawah Ini HOTEL TRANSJAKARTA -

Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor

1 2 3 4 5 6 7

: Kota – Blok M : Harmoni – Pulo Gadung : Kali Deres – Pasar Baru : Pulo Gadung – Dukuh Atas : Ancol – Kampung Melayu : Halimun – Ragunan : Kp. Melayu – Kp. Rambutan

SPBU SPBU PERTAMINA -

SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU

34.115.10, Arteri Panjang 34.132.09, Rawamangun 34.106.05, Let.Jend. Soeprapto 34.135.05, Kramat Jati 34.138.06, Kampung Rambutan 34.131.02, Matraman 34.111.03, KS. Tubun 34.129.02, Gatot Subroto 31.129.03, HR. Rasuna Said 34.125.07, Cilandak KKO 34.164.02, Margonda Raya, Depok

RESTORAN & CAFE -

Hertz Chiken, HR. Rasuna Said Bumbu Desa, Jl. Suryo, Senopati The Bondies, Jl. Ampera Raya D’Cost Seafood, Jl. Kemang Raya Black Canyon Coffee, Jl. Raya Cipete Dapur Sunda, Jl. Raya Cipete Dapur Sunda, Jl. Gatot Subroto Sari Ratu, Jl. Raya Barito Suryo Cafe & Steak, Jl. Warung Buncit Suryo Café & Steak, Pasar Raya Grande Gumati Café, Jl. Paledang Bogor De-leuid, Jl. Padjajaran Bogor Restoran Kawasan Puncak Bogor

-

Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel

Paninsula Ibis Santika Kartika Chandra Crown Century Park Sultan Mulia Le Meridien Sahid Grand Hyatt Millennium Arya Duta Nikko Saripan Pacifik Papaho Bogor

TRADE CENTER -

Blok M Plaza Mall Cilandak D’Best Fatmawati Depok Town Square Cilandak Town Square Plaza Setia Budi Bogor Trade Mall Pusat Grosir Bogor

OFFICE BUILDING -

BCA RMK, Jl. Raya Kedoya Plaza Sudirman, Jl. Jend. Sudirman FIF Finance, Jl. Raya Kedoya FIF Finance, Jl. Padjajaran Bogor Bank Mandiri, Jl. H. Juanda Bogor Bank BTN, Jl. Pengadilan Bogor Bank BTN, Jl. Bojong Gede Kantor Telkom, Jl. Padjajaran Bogor Kimia Farma, Jl. H. Juanda Bogor

TEMPAT UMUM HOTEL -

Hotel Ambara Hotel Grand Mahakam Hotel Batavia Hotel Manhattan

-

RS. Dharmais, Jakarta Stasiun Kereta Api Bogor Pertokoan Tas Tajur, Bogor Taman Matahari, Bogor Taman Safari, Bogor


lahraga

Suluh Indonesia, Jumat 28 Januari 2011

7

Clijsters Hadapi Li Na

Di Final Australia Terbuka

Suluh Indonesia/ap

CETAK GOL – Pesepakbola Birmingham City Lee Bowyer, (2 kanan) saat mencetak gol di leg kedua semi final Piala Liga saat timnya mengkandaskan West Ham United di stadion St Andrew’s, Birmingham, kemarin.

Gardner Antar Birmingham Ke Final Piala Liga BIRMINGHAM - Pemain Birmingham Craig Gardner mengantar timnya maju ke babak final Piala Liga melawan Arsenal saat golnya pada babak pertambahan waktu menyempurnakan kemenangan 3-1 atas West Ham dalam pertandingan pertemuan kedua babak semi final Rabu yang menjamin kemenangan agregat 4-3. Gardner, seorang penggemar Birmingham saat masih kanak-kanak, fan, melakukan perjuangan yang mengesankan dari tim asuhan Alex McLeish itu, yang sekarang bisa menantikan pertandingan

melawan tim Gunners di stadion Wembley pada 27 Februari mendatang dalam penampilan final pertama mereka di ajang Piala Liga selama 10 tahun terakhir ini. Saat Carlton Cole mencetak gol di tengah pertandingan babak pertama di St Andrew, West Ham sempat unggul 3-1 dalam gol agregat setelah menang 2-1 pada leg pertama di Upton Park. Pemilik-bersama West Ham David Sullivan dan David Gold, yang sebelumnya adalah pemilik Birmingham, kemungkinan sudah memimpikan berlaga di Wembley saat mereka menyak-

sikan laga kandang. Namun mantan pemain tengah West Ham Lee Bowyer menyamakan kedudukan bagi Birmingham - yang hanya memiliki tropi dari kompetisi tahun 1963 - sebelum tandukan Roger Johnson membuat pertandingan itu memasuki babak pertamahan waktu dan memberi peluang pada Gardner untuk menghabisi tim Hammers itu. McLeish melakukan awal yang jarang dilakukan dengan menurunkan bek tengah Martin Jiranek untuk menutupi absennya Scott Dann yang cedera, sementara West Ham juga bermain tanpa diperkuat oleh

dua penyerang handalnya Victor Obinna dan Frederic Piquionne yang tengah diskors. Absennya mereka itu semula tidak mempengaruhi irama permainan West Ham dan mereka hampir bisa mengatasi Birmingham dalam serangan balsan saat umpan cantik dari Mark Noble memberi peluang pada Zavon Hines untuk mencetak gol. Namun Ben Foster, yang aksi blunder-nya telah memberi Hammers gol kedua mereka di leg pertama, berada di posisi yang bagus untuk membloking tembakan dari suatu sudut yang lebar. (ant)

MELBOURNE - Petenis Belgia Kim Clijster melaju ke final turnamen Australia Terbuka setelah mengalahkan petenis nomor dua dunia asal Rusia Vera Zvonareva 6-3, 63 hanya dalam waktu satu jam 13 menit di Melbourne, kemarin. Di final, Sabtu, Clijster yang unggulan ketiga tersebut akan ditantang Li Na, petenis China unggulan sembilan yang membuat kejutan dengan menyingkirkan petenis nomor satu dunia Caroline Wozniacki asal Denmark. Bagi Clijster, penampilan di final Australia Terbuka adalah untuk kedua kalinya setelah pada 2004 ketika ia dihentikan rekan senegara Justine Henin. Clijster, juara bertahan AS Terbuka itu, mengakui bahwa ia telah memperlihatkan permainan terbaiknya saat mengalahkan Zvonareva, hanya berselang kurang dari 24 jam setelah rekannya Henin mengumumkan pengunduran diri akibat cedera siku.

Li Na, lawan Clijster di final, mencatat sejarah sebagai petenis China pertama yang berhasil menembus final di turnamen grand slam. Sementara bagi Zvonareva, kekalahan di semifinal tersebut semakin menambah frustasi karena selalu gagal di dua pertandingan final grand slam setelah sebelumnya juga ditaklukkan Clijster di AS Terbuka pada September 2010 lalu. “Vera adalah petenis tangguh dan saya sadar bahwa saya harus bekerja keras untuk menghadapinya,” kata Clijsters usai kemenangannya atas Zvonareva. “Saya sadar bahwa saya harus berada dalam penampilan terbaik bila dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya,” katanya. Bagi Clijsters, final Australia Terbuka adalah yang kedua setelah sempat mundur dari dunia tenis pada 2008 karena ingin berkonsentrasi mengurus keluarga. Autralia Terbuka merupakan turnamen yang banyak mem-

berikan kenangan bagi Clijsters karena mendapat banyak dukungan penonton Australia, terutama ketika ia sempat bertunangan dengan bintang tenis negara itu, Lleyton Hewitt. Ia bahkan sempat diberi julukan “Aussie Kim” oleh para penonton Australia. Setelah kembali mengayunkan raket pada 2009 usai melahirkan anaknya Jada Ellie Lynch setahun sebelumya, Clijster mengejutkan dunia karena langsung meraih gelar juara grand slam AS Terbuka dengan mengalahkan Wozniacki di final. Tapi tahun lalu, Clijsters untuk ketiga kalinya lolos ke final Australia Terbuka, namun dipecundangi dengan mudah 0-6, 1-6 oleh petenis Rusia Nadia Petrova. Zvonareva, petenis berusia 26 tahun, tampil mengesankan pada awal pertandingan ketika ia berhasil mematahkan servis Clijsters, tapi untuk selanjutkan ia gagal mempertahankan konsistensi. Sebaliknya, Clijster tampil nyaris sempurna dan jarang melakukan kesalahan. (ant)

Bayern Memulai Hidup Tanpa Van Bommel BERLIN - Penyandang juara Piala Jerman Bayern Munich maju ke semifinal Rabu (Kamis WIB) setelah membukukan kemenangan meyakinkan 4-0 atas tim divisi dua Alemannia Aachen, seolah tim raksasa Jerman itu memulai hidup baru tanpa Mark van Bommel. Setelah kapten Belanda itu mundur secara mengejutkan dan bergabung dengan AC Milan , pemain bertahan Jerman Philipp Lahm mengambil alih posisinya mengenakan ban kuning pada lengannya. Gol yang diciptakan Mario Gomez dan Thomas Mueller membuat Bayern berada di atas angin, sebelum pemain sayap Belanda Arjen Robben mencetak gol

keempat yang menghantarkan klub Munich itu ke putaran semifinal. Bayern yang jarang mendapat tekanan, membuat Gomez berpeluang membuka gol awal pada menit ke-26, merupakan golnya yang ke-24 dalam semua kompetisi untuk klub raksasa Jerman itu. Mueller menjalakan bola dua kali pada menit ke75 dan ke-80 sehingga menutup peluang Aachen dan Robben menambah angka timnya pada menit ke-88 ketika bangkit dari bangku cadangan seperempat jam sebelumnya. Setelah hampir separuh musim ini tidak tampil karena mengalami cedera kaki, Robben mencetak dua gol dalam dua pertandingan dan juga menciptakan gol ketika timnya menang 5-1 melawan Kaiserslautern

pada pertandingan kompetisi Jerman (Bundesliga). Sebelumnya, mantan striker Liverpool yang kini berada di Hoffenheim, Ryan Babel, harus melupakan debutnya ketika tim barunya itu kandas 0-1 di Piala Jerman melawan tim divisi dua Energie Cottbus. Hanya sehari setelah menandatangani kontrak dengan fee sebesar tujuh juta euro (9,5 juta dolar AS), Babel tampil memprihatinkan karena timnya ditembus pemain Cottbuss, Jiayi Shao asal China. Babel bermain penuh 90 menit tapi gagal mengganggu barisan bertahan Cottbus. Shao yang berusia 30 tahun, yang tampil di laga internasional sebanyak 47 kali bersama China menggetarkan jala gawang lawannya pada menit ke-84. (ant)

Taufik Maju ke Perempat Final Korea Terbuka SEOUL - Pebulu tangkis peringkat dua dunia Taufik Hidayat harus berjuang selama lebih dari satu jam untuk mengalahkan pemain Hong Kong Wong Wing Ki untuk mencapai perempat final Korea Terbuka Super Series Premier. Pada pertandingan putaran kedua di Seoul, Korea, Kamis, Taufik yang pekan lalu menjadi runner-up Malaysia Super Series bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Wong Wing Ki 19-21, 21-18, 21-17 dalam satu

jam lima menit. Juara Olimpiade Athena 2004 itu unggul 14-8 dan 16-13 pada game pertama namun terkejar dan kehilangan game pembuka itu 19-21. Sebaliknya pada game kedua ia tertinggal 6-10, namun akhirnya berhasil memenangi game tersebut dan memaksa lawannya untuk memainkan game penentuan. “Bolanya berat banget, nggak enak mainnya,” ujar Taufik usai pertandingan mengenai kekalahannya pada game pertama. Kemenangan tersebut mem-

perpanjang rekor pertemuan Taufik atas Wong menjadi 4-0. Pada babak delapan besar, unggulan kedua itu akan bertemu pemenang pertandingan antara unggulan keenam asal China Lin Dan dengan Mark Zwiebler dari Jerman yang digelar berikutnya. Sementara itu, ganda campuran Muhammad Rijal/Debby Susanto mengalami kekalahan kedua beruntun dari pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei. Setelah pekan lalu mereka kalah di Malaysia Super Series, kali ini Rijal/Debby hanya mampu ber-

tahan 27 menit sebelum menyerah dengan kekalahan 10-21, 621. “Hancur lebur! Mereka mempunyai pola permainan yang bangus banget,” kata Rijal memuji lawannya, unggulan kelima Zhang Nan/Zhao Yunlei. Pasangan Nova Widianto/ Vita Marissa juga tersisih dari turnamen berhadiah total 1,2 juta dolar AS tersebut setelah dikalahkan pasangan unggulan ketujuh asal Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen 17-21, 17-21. (ant)

Gol Bunuh Diri Bantu Liverpool LONDON - Gol bunuh diri babak kedua yang dilakukan John Pantsil menolong Liverpool yang grogi menang 1-0 atas Fulham di Anfield, kemarin. Ini merupakan kemenangan pertama ‘back-to-back” Liverpool sejak mengalahkan Bolton

dan Chelsea hampir tiga bulan lalu dan merupakan kemenangan pertama Kenny Dalglish di Anfield sejak ia menjabat pelatih Liverpool. Roy Hodgson meninggalkan Fulham untuk menangani Liverpool pada awal musim. Kemenangan Liverpool 3-0

di Wolves minggu lalu membuktikan bahwa ia dapat membawa tim yang sama dengan yang ditangani Hodgson ke jenjang yang diinginkan dan mereka sekarang berada di urutan ketujuh klasemen kompetisi liga. Mereka terbantu dengan

tamppilnya lagi kapten Steven Gerrard yang absen dalam tiga laga terakhir Liverpool, setelah dikeluarkan dari lapangan ketika melawan Manchester United saat mereka kalah dalam laga Piala FA di Old Trafford yang menandai kembalinya Dalglish. (ant)

Suluh Indonesia/ap

LEWATI DUA LAWAN - Guard Spurs Tony Parker (9) saat melewati dua lawannya guard Jazz Deron Williams (8) and forward Paul Millsap (24) untuk mencetak skor dalam kompetisi NBA di Salt Lake City, kemarin.

Rekor Spurs Kian Tajam SALT LAKE CITY - San Antonio Spurs terus menajamkan rekornya di musim ini. Kemenangan atas Utah Jazz, kemarin menjadi yang ke-10 dari 11 pertandingan terakhir mereka. Dalam laga yang dihelat Energy Solutions Arena, kandang Jazz, Spurs dominan sejak kuarter pertama di mana mereka menutup kuarter ini dengan keunggulan 29-25. Masuk di kuarter kedua Spurs tetap unggul dari tuan rumah dan mencetak 29

angka berbanding 24 milik jazz untuk mengakhiri paruh pertama laga dengan 58-49. Di kuarter ketiga Spurs makin menjauh dan di akhir kuarter ini Jazz tertinggal 67-86. Namun Jazz coba bangkit di kuarter ketiga dengan laju 17 angka berbanding empat milik Spurs di sembilan waktu menit tersisa untuk memangkas skor jadi 84-90. Namun ketangguhan Spurs tetap tak tertahankan hingga akhirnya pasukan Greg Popov-

ich itu menang 112-105. Rekor mereka musim ini pun jadi 39-7 dan hanya lima tim yang mampu melakukan lebih baik dari Spurs sepanjang sejarah franchise NBA, yang mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen Wilayah Barat. Tampil sebagai top performer adalah Manu Ginobili dengan 26 poin, enam rebound dan tujuh assist. Sementara di kubu Jazz ada Deron Williams dengan 39 poin, empat rebound dan sembilan assist. (ant)

Suluh Indonesia/ap

BANTU LIVERPOOL – Gol bunuh diri bek Fulham John Pantsil (kanan) membantu Liverpool meraih kemenangan pertama sejak mereka mengalahkan Bolton dan Chelsea tiga bulan lalu.


Nasi nal

Suluh Indonesia, Jumat 28 Januari 2011

8

Di Mimika

HIV/AIDS Capai 2.463 Kasus TIMIKA - Jumlah kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Mimika hingga 31 Desember 2010 lalu mencapai 2.463, terdiri atas 1.268 laki-laki dan 1.195 perempuan. Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Mimika, Erens Meokbun di Timika, kemarin mengatakan, selama tahun 2010 terjadi penambahan 407 kasus baru HIV dan AIDS di Mimika. Dari 407 kasus baru itu, katanya, sebanyak 290 kasus tanpa gejala HIV dan AIDS, sedangkan sisanya sebanyak 117 kasus dengan gejala HIV dan AIDS. ‘’Kasus HIV dan AIDS di Mimika ditemukan sejak

tahun 1996 dan penularannya meningkat dengan cepat terutama melalui media hubungan seks dengan kelompok berisiko,” jelas Erens. Ia mengatakan, pada data kasus tahun 2010 ditemukan penularan pada bayi yang baru berusia dua tahun. Bayi pengidap HIV tersebut, katanya, diduga kuat terinfeksi virus mematikan itu dari sang ibu melalui air susu ibu (ASI). Sesuai data KPA Mimika, kata Erens, jumlah kematian akibat HIV dan AIDS di Mimika selama 2010 sebanyak sembilan kasus, empat orang diantaranya laki-laki dan lima

orang perempuan. Ia mengatakan, temuan kasus baru terbanyak sepanjang 2010 yaitu pada lima suku migran dari luar Mimika, bukan pada dua suku asli yaitu suku Amungme dan Kamoro. Sehubungan dengan itu, katanya, Pemkab Mimika akan mendorong dilakukan pertemuan antara Bupati Mimika dengan para bupati kabupaten tetangga untuk mencari solusi guna membendung arus migrasi penduduk secara terus-menerus dari kabupaten tetangga ke Mimika. ‘’Kita berupaya menekan laju penyebaran kasus HIV/AIDS,’’ katanya. (ant)

Tabrakan di Cirebon Suluh Indonesia/ant

BANGKAI HELI - Sejumlah tim evakuasi gabungan tim Gabungan TNI, Polri, Lanal, Lanud dan SAR memeriksa helikopter jenis MD 500 D/ E PK-IWS yang jatuh diteluk Kendari, kemarin. Helkopter tersebut jatuh saat sedang dalam uji coba atau latihan pemantapan terbang rendah.

Keluarga Miskin di Tasikmalaya

Hanya Makan Singkong TASIKMALAYA - Keluarga miskin di Kampung Cigawir, Desa Citamba, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar terpaksa sehari-harinya makan singkong atau umbiumbian jika tidak mampu membeli beras. ‘’Kalau tidak bisa beli beras, kami terpaksa makan umbi-umbian termasuk singkong,” kata Didi (50) salah seorang waga miskin di Tasikmalaya, kemarin. Dididampingi istrinya, Ny Piah (41), Didi yang sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan setiap harinya berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, bahkan terkadang tidak mendapatkan uang saat pulang ke rumah. Didi yang dikarunia anak 14

orang itu, tiga diantaranya sudah meninggal dunia, dua orang pergi merantau dan sembilan orang tinggal bersama di rumah panggung dengan satu kamar tidur, ruang tamu dan dapur. ‘’Sebenarnya saya juga tidak tega memberi makan singkong atau ubi, tapi bagaimana lagi, saya tidak mampu membeli beras,” kata Didi lirih. Meskipun ada pembagian beras Raskin dari pemerintah yang dibeli harga murah, kata Didi, dengan batas pembelian 15 kg setiap bulan tidak cukup memenuhi kebutuhan makan sebulan bersama untuk istri dan sembilan anaknya. Dalam sebulan, Didi mengaku lebih banyak makan umbi-umbian daripada nasi,

karena uang hasil kerja serabutannya tidak cukup untuk membeli beras setiap hari dengan lauk pauknya. Bahkan ketika makan umbiumbian, keluarga tersebut melakukan pengaturan pembagian makanan dengan bagi rata untuk sembilan anak, istri termasuk Didi. ‘’Pendapatan suami saya tidak mencukupi membeli kebutuhan makan sehari-hari, terkadang tidak makan nasi, dan diganti dengan makan singkong atau ubi,” kata Piah, istri Didi yang sekarang sedang mengandung tiga bulan anaknya yang ke-15. Pasangan suami istri yang nikah pada usia muda ini sebenarnya sempat mengikuti program Keluarga Berencana

Jalan Pantai Kuta

Dijejali Sampah dan Pasir KUTA - Setelah ombak besar menerjang sejumlah pantai di wilayah selatan Pulau Dewata, kini giliran aneka sampah dan gundukan pasir yang muncul menggunung pascakejadian tersebut. Sampah yang berceceran setelah ditinggalkan genangan air laut yang sempat menerobos daratan itu, antara lain tampak di kawasan Pantai Sanur Denpasar, serta Kedonganan dan Kuta, Badung. Sementara gundukan pasir yang digiring ombak dari tengah laut menuju daratan, kini terlihat menyebar di sepanjang Pantai Kuta yang biasa dipadati wisatawan mancanegara. Khusus untuk sampah yang menggunung di daerah bibir berpasir putih itu, ternyata tidak hanya tumpukan plastik dan kotoran bekas rumah tangga, tetapi juga tidak sedikit potongan-potongan kayu, pecahan papan dan bambu. Menurut penduduk setempat, potongan kayu dan bambu itu sebagian diduga berasal dari patok-patok perahu yang dipasang nelayan di sejumlah pantai lain di Bali. Puluhan patok yang tercerabut amukan gelombang besar, kemudian diduga tergiring menepi ke daerah teluk, yakni sepanjang Pantai Kuta. Selain dari patok yang tercerabut, serpihan papan yang cukup banyak terdampar di pantai itu juga diduga berasal dari beberapa perahu atau rumah gubuk nelayan yang koyak setelah disapu ombak. Seiring dengan cukup banyaknya sampah, yang beberapa di antaranya juga disertai bangkai ikan dan sisa makanan, telah mengundang

kehadiran lalat dalam jumlah yang cukup banyak. Lalat nasi dan bahkan lalat hijau terlihat mewarnai kawasan pantai yang kesohor ke mancanegara itu. Hadirnya onggokan sampai yang “ditaburi” lalat, telah membuat sebagian turis mengurungkan niatnya untuk “ber-

canda” dengan ombak. Mereka tampaknya memilih tempat lain di luar Pantai Kuta. Menurut sejumlah nelayan, amuk gelombang yang muncul belakangan ini, sebetulnya belum sebesar yang sempat terjadi beberapa tahun silam. ‘’Kali ini tidak begitu dahsyat,’’ kata Mardi. (kmb)

(KB), namun tidak cocok karena terjadi pendarahan. ‘’Dulu sempat pasang alat kontrasepsi, tapi pendarahan terus, akhirnya dilepas,” kata Piah. (ant)

Sembilan Orang Tewas CIREBON - Sembilan orang tewas pada tabrakan antara minibus dan truk gandeng di ruas Jalan Tegal Gubuk, Desa Gintung Lor, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jabar, Kamis dini hari (27/1) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban tewas masing-masing bernama Sapuro (18), Komaryadi (25), Slamet (50), Wartim (45) Abdullah (30), Mansur (35) Maryono (30), Dul (17) dan Toni (19). Sementara empat korban lainnya meng-

alami luka serius yakni Hasan, Tahuli, Tolhah dan termasuk sopir elf sewaan, Ruslam. Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan tabrakan tersebut berawal saat sebuah mobil Elf yang membawa 13 penumpang asal Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal melintas di Jalan Tegal Gubuk Cirebon menuju Jakarta. Tiba-tiba ban mobil elf bagian kanan depan meletus dan sopir tampaknya tidak mampu

mengendalikan laju mobil dan membuat kendaaraan oleng dan keluar dari jalur dan melewati arah sebaliknya. Pada saat yang bersamaan dari arah sebaliknya sebuah mobil truk gandeng bernopol AG 8075 IA. Akibatnya, truk menghantam bagian kiri mobil elf tersebut. Menurut salah seorang penumpang selamat Tolhah (35), saat kejadian hampir seluruh penumpang tengah tertidur pulas. (ant)

Edisi 28 Januari 2011 | Suluh Indonesia  

Headline : Partai Koalisi Gembosi Upaya Bongkar Mafia Pajak