Issuu on Google+

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No.141 tahun IV Senin, 26 Juli 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Inflasi Masih Aman

Bank Ancam Pengembang

APPBI Tolak Revisi

PEJABAT sementara Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan laju inflasi yang diperkirakan meningkat ke depan belum akan menekan BI untuk menaikkan suku bunga atau BI Rate. “Selama dia ...hal. 1

PERSATUAN Bank-Bank Nasional (Perbanas) mengancam tidak menyalurkan kredit kepada para pengembang jika implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No. 11/2010 tentang Penertiban dan ...hal. 2

JIKA Apindo telah menyatakan persetujuannya dengan revisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM yang mengatur tentang kenaikan TDL, tak demikian halnya dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Ariel Dijenguk

Orangtuanya

Suluh Indonesia/ant

SERIBU TANGAN - Sejumlah penari membawakan tari Seribu Tangan di Balai Kota Surabaya, kemarin. Tarian tersebut dipentaskan serangkaian penutupan Perhelatan Seni Festival Lintas Budaya (Cross Culture Festival) 2010.

JAKARTA - Artis Nazriel Ilham alias Ariel dijenguk kedua orangtuanya di Rutan Mabes Polri, kemarin. Kunjungan orang tua Ariel itu untuk pertama kalinya sejak artis ini ditahan, karena kasus video porno yang diduga melibatkannya. Orang tua Ariel datang menggunakan mobil Alpard putih dengan nomor polisi B 188 TY sekitar pukul 14.30 WIB. Saat memasuki pintu belakang kantor Bareskrim Mabes Polri, keduanya tidak mau berkomentar apa-apa, hanya melempar senyum. Penyidik Bareskrim Polri, sudah mengirim berkas perkara Ariel, sementara itu untuk artis yang juga menjadi tersangka dalam kasus tersebut yakni Cut Tari dan Luna Maya, segera menyusul dalam minggu ini. Luna, Cut Tari dan Ariel menjadi tersangka kasus video porno bersama sepuluh orang pengunggah dan penyebarnya. Para artis yang jadi tersangka itu dikenakan pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yaitu penyertaan dalam perbuatan pornografi dan pasal 282 KUHP tentang asusila. Polri sebelumnya menetapkan tersangka Ariel dan telah menahan vokalis itu di Rutan Mabes Polri sejak 22 Juni 2010 lalu. Polri sebelumnya juga telah melakukan pemeriksaan identifikasi fisik untuk memastikan pemeran dalam video asusila tersebut. Identifikasi fisik itu menggunakan anatomi forensik yang merupakan salah satu cara untuk mengungkap kasus melalui investigasi kejahatan secara ilmiah. (ant)

SBY Minta Ulama

Perbaiki Akhlak Bangsa JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para ulama bersama-sama berjuang untuk memperbaiki akhlak sebagian warga bangsa, sehingga Indonesia benar-benar menjadi negara yang maju dalam segala hal yang baik, termasuk moral. ‘’Sangat besar harapan saya kepada kaum ulama untuk benar-benar berdiri di depan untuk menyelamatkan akhlak, etika, budi pekerti, dan sopan santun di negara kita,” kata Presiden Yudhoyono saat membuka Munas VIII MUI dan peringatan Milad Ke-35 MUI di JCC Jakarta, kemarin. Kepala Negara menjelaskan, saat ini Indonesia masih mengalami permasalahan akhlak, kearifan, dan sopan santun. Salah satu contohnya, kata Presiden, adalah kasus video

porno yang meresahkan rakyat selama beberapa waktu terakhir. Presiden Yudhoyono menyebut kasus video porno itu adalah tragedi yang tidak perlu terulang lagi. ‘’Mari kita cegah supaya tidak terjadi tragedi yang memprihatinkan itu,” kata Presiden. Menurut Presiden, masalah akhlak dan moral seringkali dilupakan karena masyarakat lebih sibuk membahas berbagai hal yang terkait dengan permasalahan politik dan ekonomi negeri ini. Untuk itu, Presiden meminta semua pihak menghormati pranata hukum, sosial, dan norma yang berlaku di Indonesia. Khusus kepada para ulama, Kepala Negara meminta mereka menjadi contoh bagi seluruh umat.

Munas MUI, menurut Presiden, adalah momentum yang tepat untuk memperbaiki akhlak dan moral bangsa. Ulama harus semakin diberdayakan untuk menciptakan Indonesia yang maju dan religius. ‘’Semoga MUI dapat meningkatkan peran, terutama dalam membangun kehidupan yang teduh dan religius,” kata Presiden Yudhoyono. Pembahasan tentang kasus video porno itu sudah dilakukan sejak Dewan Pimpinan MUI menghadap Presiden Yudhoyono beberapa waktu lalu. Sekejn MUI Iwan Syam, mengatakan, Presiden meminta MUI membahas penanggulangan pornografi sehingga tidak meresahkan masyarakat. ‘’Inilah bagian dari usaha pembinaan bangsa,” katanya. (har)

Rakyat Tidak Boleh

Jadi Korban Program Konversi JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Bobby Adhityo Rizaldi menegaskan, tidak sepantasnya rakyat menderita akibat program konversi minyak tanah ke gas yang kurang direncanakan secara matang. ‘’Apalagi apabila nanti ditemukan hal ini disebabkan oleh tindakan oknumoknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan bisnis semata, ini sudah sangat kelewatan,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Bobby menggarisbawahi pentingnya penelusuran lanjutan yang lebih mendalam dan komprehensif melalui Panja DPR, mengingat ledakan-ledakan tabung gas ini telah menyebabkan korban jiwa, cacat, dan kerugian harta benda rakyat dalam kuantitas dan kualitas yang sangat mengkhawatirkan. ‘’Harus diambil tindakan efektif secepatnya untuk menghentikan musibah ledakan tabung gas ini. Juga harus diinvestigasi dalam Panja, masak produsen bilang selang air bisa jadi selang gas,” ujar Bobby. Anggota F-PG ini menegaskan, pemerintah lalai apabila meloloskan barang yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkannya sendiri. ‘’BSN dan LS Pro harus diperiksa, kalau perlu dipidanakan bila terbukti ada kriminal-

isasi dalam pemberian kriteria SNI,” tegasnya. Selain itu, rekomendasi untuk tabung 3 kg agar semuanya ditarik juga tidak benar. Kendati demikian, Panja DPR harus mengusut lebih jauh mengenai keamanan pemakaian tabung beserta aksesorisnya, sehingga bisa disimpulkan apakah proyek konversi ini efektif atau sebaliknya justru menimbulkan gejolak sosial di masyarakat. Ia mengungkapkan, Raker tentang Ledakan Tabung Gas antara Menko Kesra Agung Laksono dan Komisi VII DPR terungkap bahwa ledakan tabung gas yang makin sering terjadi bukan disebabkan oleh tabung gas. Menurut Menko Kesra yang juga Koordinator Tim Pengamanan Penggunaan LPG 3 kg, hasil investigasi menyebutkan bahwa berbagai peristiwa ledakan itu diakibatkan oleh kelalaian pemakaian dan penggunaan aksesori tabung gas yang ternyata tidak sesuai standar (SNI). Walaupun disinyalir terdapat tabung gas Non-SNI, namun menurut hasil penelitian Puslabfor Mabes Polri, penyebab utama yang menjadi pemicu ledakan tabung gas adalah selang penghubung tabung gas dengan kompor. (ant)

DAU Tak Digunakan JAKARTA - Menag Suryadharma Ali menjelaskan, Dana Abadi Umat (DAU) tidak pernah digunakan untuk membiayai para ulama pergi ke tanah suci, apa lagi wartawan dan anggota DPR. ‘’Sejak lima tahun silam DAU tak pernah digunakan atau dikeluarkan sepeser pun,’’ tegasnya di Jakarta, kemarin. Ia menjelaskan, DAU sudah dibekukan sejak Mei 2005 lalu sehingga tak benar kalau DAU telah dipergunakan untuk keperluan ibadah haji. ‘’Pemberitaan semacam itu sangat menyakitkan, karena Kementerian Agama dituduh menggunakan dana tersebut untuk aktivitas tak jelas. Tak sepeser pun DAU dipergunakan hingga saat ini,” tegas Suryadharma Ali. Menurut Suryadharma, seluruh dana optimalisasi haji untuk keperluan penyelenggaraan ibadah haji terlebih dahulu dibicarakan di DPR. ‘’Apa dan bagaimana peruntukannya dipaparkan di rapat kerja bersama anggota dewan. Tak ada macam-macam,” tegas Menag. Sebelumnya diberitakan, deposit masif yang dinamai DAU jumlahnya kini mencapai Rp 1,7 triliun. (ant)


K ta

2

Suluh Indonesia, Senin 26 Juli 2010

Elpiji Meledak

K ilas

10 Orang Terluka

Keppres KY Akan Digugat KEPUTUSAN presiden (keppres) tentang perpanjangan masa kerja Komisi Yudisial (KY) periode 2005-2010 bila diberlakukan maka berpotensi untuk digugat uji materi ke MA. Menurut peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Fajri, hal ini karena tidak ada satu pun pasal dalam UU KY yang menyatakan bahwa perpanjangan anggota KY bisa dilakukan dengan menggunakan keppres.Senada dengan Fajri, maka Koordinator LSM Indonesia Legal Roundtable (ILR) Asep Rahmat Fajar mengatakan, bisa saja berbagai pihak termasuk para hakim yang akan diperiksa KY setelah tanggal 2 Agustus 2010 mempertanyakan keabsahan anggota KY yang seharusnya telah berakhir masa jabatannya. Ini bahaya karena legalitas dan legitimasi anggota KY yang diperpanjang bisa digugat. Untuk itu, LSM tersebut menginginkan agar proses perpanjangan seharusnya dilakukan melalui revisi UU KY. (ant)

55 Konsultan HKI Dilantik MENKUMHAM Patrialis Akbar melantik sebanyak 55 konsultan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk membantu pengembangan sistem kekayaan intelektual di Indonesia. Pertambahan jumlah konsultan HKI diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Patrialis menyebutkan saat ini jumlah konsultan HKI mencapai 506 orang yang tersebar di seluruh tanah air. Menkumham menuturkan penambahan jumlah konsultan HKI juga akan tercipta persaingan yang kondusif antarkonsultan untuk memberikan jasa kepada masyarakat. Tentunya persaingan itu akan menuntut setiap konsultan untuk meningkatkan pengetahuannya. Selain itu, Patrialis berharap seluruh konsultan HKI memperbaiki pelayanan kepada masyarakat sebagai pengguna jasa konsultan kekayaan intelektual. Mantan anggota Komisi III DPR itu menegaskan konsultan HKI memiliki peran strategis untuk memajukan pelaksanaan sistem HKI. (ant)

Korban Tabrak Lari PENGENDARA motor Hardiyansyah Perdana (24), tewas saat kendaraannya bertabrakan dengan mobil Toyota Kijang, di Jalan Jampea, Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Menurut saksi mata Suhlan (54), motor yang dikendarai korban terserempet mobil. Motor Supra X itu dari arah Tanjung Priok menuju Cilincing. Dia menjelaskan mobil warna hitam melaju kencang, menyerempet korban yang melaju di sisi kiri jalan Jampea. Tragisnya, korban yang memakai helm kepalanya membentur pendestrian jalan, tepat di depan kantor Pertamina Gas Domestik Regional II. Korban pun sempat dibawa warga yang berada di lokasi kejadian ke rumah sakit. Namun nyawa pengendara motor B 4730 DE tersebut tidak tertolong. Menurut AKP Didiek Eko S Kanit Lalu Lintas Polres Jakarta Utara, pengendara motor adalah korban tabrak lari. Korban tewas ditempat, akibat diserempet mobil Kijang. (ant)

Suluh Indonesia/ant

KORBAN - Zaenudin (20), korban ledakan gas di Tanjung Duren, beristirahat menunggu gilirannya dioperasi di RS Sumber Waras, Jakbar, kemarin. Ledakan gas elpiji 3kg di Tanjung Duren itu mengakibatkan 10 orang warga menderita luka bakar hingga mencapai 40 persen.

JAKARTA - Sejumlah korban ledakan gas di sebuah rumah kontrakan Jalan Mandalika Utama RT 06/06 Tanjung Duren Selatan, Jakbar dirawat secara intensif di IGD RS Sumber Waras, Jakarta. Mereka yang masih dirawat yaitu Warsono (45), Dasori (41), Usman (37), Aang (40), Andi (24), Zainudin (20), Kasran (40), Teruni (35), Sawiyah (45), dan Eha. ‘’Korban masih dirawat di ruang IGD, belum bisa diwawancarai,”kata Diah, salah seorang suster. Ia mengungkapkan, korban masuk ke IGD pada pukul 04.00 WIB dan sampai berita ini diturunkan seluruh korban masih mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut. Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren Iptu Johari Bule, peristiwa ini terjadi di saat pedagang bubur ayam mempersiapkan dagangannya. Beberapa pedagang bubur mempersiapkan dagangan, salah seorang pedagang mengetahui dan mencium salah satu tabung gas bocor. (ant)

Di Tambora

200 Rumah Ludes Terbakar JAKARTA - Sekitar 200 rumah hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang melanda rumah penduduk di Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, kemarin sekitar pukul 02.50 WIB. Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat Endang Hairudin, mengatakan rumah yang terbakar terletak di Gang M RT 4 hingga RT 8/9 Kampung Janis, Peko-

jan, Jakarta Barat. Penyebab kebakaran hingga saat ini masih diselidiki, tapi kemungkinan sementara penyebabnya adalah korsleting listrik. Hingga saat ini juga belum ada laporan adanya korban jiwa. Menurut Hairudin, asal api diduga dari salah satu bangunan persis sebelah rumah Nurman (70). Namun, besarannya kebakaran tersebut menghanguskan 200 rumah warga.

‘’Api sudah berhasil dipadamkan. Beberapa mobil pemadam masih berada di lokasi karena saat ini lokasi kebakaran masih dalam proses pendinginan. Untuk menanggulangi kebakaran, pihak pemadam menurunkan 28 unit mobil yang berasal dari Jakbar, Jakpus, dan Jakarta Utara,” katanya. Menurut Nurman, salah satu warga RT 5 yang rumahnya terbakar, menyebutkan asal api dari bangunan di se-

belah rumahnya. ‘’Pintu rumah saya digedor-gedor warga. Saya kira orang mabuk, ternyata ada kebakaran di rumah sebelah,” kata Nurman. Saat dia menyadari ada kebakaran, api sudah membesar dan dengan cepat menjalar ke rumah-rumah disebelahnya. Nurman segera menjauh dari rumahnya tanpa sempat mengamankan barang-barang di rumahnya. Yang tersisa hanyalah pakaian yang dia kena-

kan dan beberapa gelas air mineral. Rumah Nurman dan rumahrumah disebelahnya hangus terbakar. Yang tersisa hanyalah sebagian rangka-rangka bangunan. Beberapa warga yang rumahnya terbakar hingga saat ini masih mencari barang-barang yang dapat diselamatkan. ‘’Untuk sementara warga mengungsi di Kelurahan. Sejauh ini bantuan sudah mulai mengalir,’’ ujarnya. (ant)

Istana Tegaskan

Di Jakarta Pusat

Penoyor Bukan Paspampres

Kasus HIV/AIDS Naik

JAKARTA - Jubir kepresidenan Julian A Pasha menegaskan, pelaku penoyoran terhadap seorang anak berinisial C pada peringatan Hari Anak di TMII bukan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). ‘’Setelah melalui investigasi, dipastikan bahwa pelakunya bukan anggota Paspampres,” katanya di Jakarta, kemarin. Julian mengatakan hal itu untuk mengklarifikasi pemberitaan tentang penoyoran yang diduga dilakukan seseorang terhadap C pada peringatan Hari Anak beberapa waktu lalu. Saat itu, Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak (PA), Seto Mulyadi mengaku mendapat kabar bahwa C mengaku ditoyor oleh orang yang diduga pengawal presiden setelah menyalami Presiden Yudhoyono. Menurut Julian, pihak Paspampres langsung melakukan pengusutan sesaat setelah hal itu menjadi bahan pemberitaan. Hasil investigasi, katanya, menyatakan tidak ada satupun anggota Paspampres yang melakukan penoyoran. Namun demikian, Julian belum bisa menjelaskan secara

rinci hasil investigasi Paspampres, termasuk identitas orang yang sebenarnya menoyor C. Julian menegaskan, Paspampres telah memiliki prosedur pengawasan internal yang ketat dan tertata rapi. Oleh karena itu, tidaklah sulit bagi korps tersebut untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh setiap anggotanya dalam setiap acara yang melibatkan mereka. Oleh karena itu, Julian berharap Seto Mulyadi meluruskan pernyataannya. Sebelumnya, Seto mengaku sudah dihubungi pihak Istana. ‘’Berkat respon media pak Julian Pasha telepon saya, minta klarifikasi, yang mana anaknya tadi kok saya tidak lihat,” kata Seto. Ia kemudian menyarankan Julian A Pasha untuk menghubungi korban. Psikolog Anak itu mengatakan bahwa ia menerima pengaduan dari seorang anak peserta operet peringatan Hari Anak yang berinisial C (9) tentang insiden itu. ‘’Ada seorang anak peserta operet, ditoyor setelah salaman dengan SBY,’’ katanya. (ant)

JAKARTA - Penderita penyakit hilang kekebalan tubuh, HIV-AIDS di Jakarta Pusat (Jakpus) meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Sesuai data yang tercatat di Kantor Komisi Penanggulangan Aids (KPA), 2009 silam angka kasus penderita HIV-AIDS hanya 145 kasus, sedangkan sampai akhir Juni 2010 angka penderita yang tercatat di 12 lokasi pemeriksaan, sudah mencapai 400 kasus lebih. Sekretaris KPA Jakpus, H Amiruddin Holik, saat rapat kordinasi (Rakor) penanggulangan HIV Aids di Kantor Walikota Jakpus, kemarin mengutarakan, angka kasus penderita tahun 2010 ini belum diverifikasi, kemungkinan jumlah bisa lebih dari 400 kasus. Kebanyakan penderita terinfeksi virus mematikan ini akibat pengguna narkoba suntik. Untuk mencegah jatuhnya korban, kata Amiruddin,

PENGUMUMAN TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM

Suluh Indonesia/ade

RUWATAN - Nelayan Teluk Jakarta melakukan Ruwatan dan Sedekah Laut Nasional bertajuk ‘Hentikan Reklamasi Pulihkan Hak Nelayan’ di Kampung Nelayan Marunda Kepu, Jakarta Utara, kemarin.

Ragunan Mini Hadir di Lapangan Banteng TAMAN Marga Satwa Ragunan Mini kini hadir di Lapangan Banteng pada pameran Flora dan Fauna 2010 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, guna menghibur para pengunjung dan mengenal aneka binatang lebih dekat. Nunung S, penjaga stand Ragunan Mini, di Jakarta, kemarin mengatakan, hadirnya Ragunan Mini di Lapangan Banteng sebagai salah satu wujud apresiasi Ragunan dalam memeriahkan pameran Flora dan Fauna 2010, guna menghibur para pengunjung dan mengenal aneka binatang lebih dekat. ‘’Pada pameran Flora dan Fauna 2010 ini, kami ingin mengajak para pengunjung agar lebih dekat dengan binatang satwa, dab juga menghibur pengunjung karena

event ini sangat pas, serta para pengunjung tidak perlu datang jauh-jauh dan bayar berkunjung ke Ragunan di Jakarta Selatan, karena disini masuknya gratis,” katanya. Ia menjelaskan, pada pameran ini Ragunan Mini menampilkan puluhan hewan yang terdiri dari tiga jenis, yaitu jenis aves, reptil, dan primata sebagai bentuk perwakilan dari Taman Marga Satwa Ragunan. ‘’Binatang-binatang ini memang hadir dari Ragunan di Jakarta Selatan sebagai bentuk

pihaknya bersama KPA Provinsi DKI Jakarta dalam waktu dekat ini akan melakukan Road Show (Kunjungan keliling) ke Kecamatan-Kecamatan guna memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang ancaman dan cara pencegahan terhadap penularan penyakit tersebut. Diharapkan dengan pengetahuan yang luas masyarakat akan mengerti cara menghindarinya. ‘’Sesuai survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, 55 % penderita terinfeksi akibat pengguna narkoba suntik, sisanya melalui hubungan seksual. Pencegahan terbaik adalah membentengi anak-anak dengan bekal pendidikan agama dan keimanan,’’ kata Amiruddin. Upaya yang dilakukan KPA, kata Amiruddin adalah memfasilitasi dan mengkoordinasikan langkah penanggulangan, utamanya pencegahan. Bagi masyarakat yang dicurigai terindikasi HIV-AIDS, akan diadakan pendampingan. (ant)

perwakilan saja,” katanya. Selain itu, sejumlah patung binatang seperti harimau, singa, macan, dan binatang lainnya, juga dipamerkan. Sebuah

layar lebar tentang sejumlah satwa di Taman Marga Satwa Ragunan juga bisa Anda saksikan. Sementara itu, jumlah pe-

ngunjung yang hadir di Ragunan Mini kini rata-rata mencapai kurang lebih 500 orang pada hari biasan dan di akhir pekan mencapai 1000 pengunjung. ‘’Alhamdulillah pengunjung sangat antusias dengan hadirnya Ragunan Mini di Lapangan Banteng, terbukti jumlah pengunjung mencapai 500 hingga 1000 orang perhari secara bergiliran masuknya,” imbuhnya. Ragunan Mini hadir hingga pameran Flora dan Fauna 2010 selesai, yaitu dari tanggal 2 Juli hingga 2 Agustus 2010 mendatang. Ari, warga Bekasi mengatakan hadirnya Ragunan Mini ini sangat berguna, karena para pengunjung bisa lebih dekat dengan berbagai binatang, dan tidak perlu ke Ragunan. (ant)

Guna memenuhi ketentuan Pasal 127 ayat (2) Jo Pasal 127 ayat (8) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dengan ini PT. SARIPAN PACIPIC INTERNATIONAL Berkedudukan di Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, mengumumkan bahwa Pemegang Saham PT. SARIPAN PACIPIC INTERNASIONAL bermaksud mengalihkan 55% (lima puluh lima persen) Saham dalam PT. SARIPAN PACIPIC INTERNASIONAL kepada PT. EQUATOR REALTINDO SARANA berkedudukan di Jakarta Selatan. Pihak-Pihak yang berkepentingan termasuk para Kreditor, selambat-lambatnya dalam jangka waktu 14 ( empat belas ) hari setelah pengumuman ini dapat mengajukan keberatan tertulis sehubungan dengan pengambilalihan Saham ini, disertai alasan dan bukti-bukti yang mendukung kepada kami dengan alamat :

U.p Direksi PT.SARIPAN PACIPIC INTERNASIONAL Jl.Pemajatan KM.1.750 RT.07 No.09 Kelurahan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan U.003501-Peng


Metr politan

Suluh Indonesia, Senin 26 Juli 2010

3

Otsus Papua-Aceh

Belum Optimal JAKARTA - DPR menilai pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua dan Nangroe Aceh Darussalam belum optimal sejak diberlakukannya otonomi khusus di kedua provinsi tersebut. ‘’“Beberapa bidang yang kami nilai implementasinya belum optimal yakni bidang hukum, keamanan, kesejahteraan, ekonomi, dan pertahanan,’’ kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR Jakarta, kemarin. Menurut Priyo, diberlakukannya undang-undang otonomi khusus Papua dan NAD semangatnya untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan, pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua dan NAD telah

dilaksanakan secara optimal meskipun tidak mudah mengimplementasikannya. ‘’Pemerintah terus melakukan pengawasan dan evaluasi. Di Kantor Menko Polhukam ada Desk Papua dan Desk NAD yang melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kedua daerah tersebut,” katanya. Menurut dia, pendekatan otonomi khusus di Provinsi Papua dan NAD semangatnya untuk percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semangat otonomi khusus ini, kata dia, juga memiliki perspektif pada penegakan hak asasi manusia (HAM) serta mengarah pada penguatan integrasi. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, pemerintah telah melaksanakan otonomi khusus secara optimal di Provinsi Papua dan Provinsi NAD sejak kedua diberlaku-

kannya otonomi khusus di kedua provinsi tersebut pada 2001 dan 2006. Gamawan mencontohkan, anggaran dari pemerintah pusat yang dialirkan ke Provinsi Papua yang berpenduduk sektar 2,5 juta jiwa, cukup besar, baik dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dana dekonsentrasi, dana otonomi khusus, dan beberapa alokasi dana lainnya. Mendagri Gamawan juga membandingkan anggaran yang dialirkan pemerintah pusat ke daerah lainnya yakni Sumatera Barat yang berpenduduk sekitar lima juta jiwa tapi tidak sebesar dana yang dialirkan ke Papua. ‘’Ini bukti kongkrit pemerintah pusat telah melaksanakan otonomi khusus di Papua dan NAD, meskipun pelaksanaannya tidak mudah,” katanya. (ant)

Suluh Indonesia/ant

MENSOS - Mensos Salim Segaf Al Jufri mengunjungi anak-anak jalanan di persimpangan TMII Jakarta, kemarin. Selain berdialog, Mensos juga bertemu dengan Sri Sariah, ibu dari Basir (11) yang meninggal dengan menggantung diri, untuk menyatakan keprihatinannya.

Dorong Fusi Partai Politik

HKTI Desak

Diterbitkannya UU Perlindungan Petani JAKARTA - Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) dibawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengeluarkan Undang-Undang Perlindungan Petani karena saat ini kehidupan petani kurang menguntungkan dibanding kelompok masyarakat lain. ‘’Populasi petani terhadap total populasi nasional adalah 45 persen tetapi porsi terhadap pendapatan nasional hanya sekitar 17 persen, hal ini menunjukkan ketimpangan dalam pembagian kue pembangunan nasional,” kata Ketua Harian HKTI Sutrisno Iwan-

tono di Jakarta, kemarin. Menurut Iwantono, dengan populasi yang besar dan tingkat pendapatan yang rendah itu maka sudah sewajarnya bila kaum tani mendapat perhatian khusus. Ia mengatakan, UUPerlindungan Petani yang berarti perlindungan terhadap rakyat kebanyakan dimaksudkan untuk memastikan agar petani dapat mengakses sumber daya produktif guna menggerakkan roda ekonomi rakyat yang pada akhirnya bermuara pada peningkatkan taraf hidup petani dan masyarakat secara keseluruhan.

Menurut Iwantono yang juga mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), substansi UU tersebut antara lain memberikan jaminan pada petani agar dapat melakukan kegiatan usaha tani secara layak dengan adanya kepastian mengenai tersedianya lahan pertanian. Selain itu UU itu juga menjamin ketersedian sarana produksi seperti pupuk, bibit, obat-obatan, peralatan pertanian dan pengolahan, dukungan keuangan, serta infrastruktur yang mendukung seperti jalan, irigasi, dan sumber energi. Ia mengatakan, kegiatan us-

Jadikan Zakat

Sebagai Gaya Hidup JAKARTA - Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Didin Hafidhuddin mengingatkan umat Islam di Indonesia untuk menjadikan zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS) sebagai gaya hidup. ‘’Karena zakat, infaq, shodaqoh ini bukan hanya untuk urusan dunia saja, melainkan juga akhirat. Untuk itu kami mengingatkan agar zakat ini menjadi gaya hidup,” katanya, ditengah-tengah acara Bulan Kampanye Zakat yang diselenggarakan Baznas di Bundaran HI Jakarta, kemarin. Dalam acara yang dihadiri ratusan orang yang terdiri atas pengurus Baznas, para pembayar zakat (muzakki) dan penerima zakat (mustahik), Didin menjelaskan untuk mendorong agar ZIS menjadi gaya hidup, maka Baznas telah berupaya menyediakan berbagai fasilitas

guna memudahkan pengumpulan ZIS dan penyalurannya. Selain itu beragam kegiatan kreatif Baznas digelar untuk lebih menyosialisasikan ZIS

Didin Hafidhuddin

ditengah masyarakat. Baznas menggelar sejumlah acara seperti jalan sehat, lomba mewarnai, dan pertunjukan musik oleh Kandank Jurank

Doank. ‘’Kita ingin menyosialisasikan zakat dengan berbagai macam metode dengan tidak mengurangi substansi. Lebih informal tetapi substansinya tercapai,” katanya. Dalam acara tersebut, Baznas mempertemukan muzakki dan muzahik yang berpartisipasi bersama dalam kegiatan dengan tujuan menyambung rasa untuk memperkuat persaudaraan. Melalui pertemuan ini, Didin mengharapkan dapat memperkuat keinginan masyarakat untuk berzakat. ‘’Kita mengingatkan bahwa zakat tidak selalu waktu Ramadhan. Zakat selain Ramadhan juga harus kita lakukan,” ujarnya. Baznas memulai kampanye zakat dengan menggelar jalan sehat yang diikuti ratusan peserta menyusuri jalan-jalan prodotokol Ibukota. (ant)

Partai Persatuan Pembangunan

aha tani tersebut juga harus dipastikan dapat memberikan pendapatan yang layak bagi petani, dengan demikian diperlukan jaminan pasar dan harga. ‘’Seringkali produksi melimpah tetapi tidak diikuti jaminan pasar dan pemasaran sehingga harga jatuh. Tentu kondisi demikian akan merugikan petani, yang akhirnya bersifat disinsentif bagi petani untuk berproduksi,” katanya. Disamping itu petani juga harus dilindungi oleh membanjirnya produk impor murah yang di negara asalnya memperoleh subsidi. (ant)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP PPP Chozin Chumaidi mengatakan sehubungan wacana penyederhanaan partai politik maka partainya lebih mendorong terjadinya fusi (penggabungan) parpol. ‘’Kita menghargai ide konfederasi tetapi kenapa tidak untuk fusi saja, kita mendukung fusi partai politik,” katanya di Gedung DPP PPP Jakarta, kemarin. Ia mengatakan ide konfederasi memang cukup menarik. Namun demikian konfederasi partai politik memiliki dua hambatan yaitu secara politis dan ideologis. ‘’Bagaimana konfederasi itu bisa menyatukan secara politis dan ideologis dari masing-masing partai politik. Ini sulit, dan ini menjadi hambatan, mengapa tidak ber-

gabung saja, fusi,” katanya. Ia menambahkan, sebagai hasil fusi partai-partai Islam, pihaknya menyerukan kembali untuk menjadikan partai berlambang Ka’bah tersebut sebagai rumah besar Islam. ‘’PPP merupakan fusi dari partai Islam, era reformasi memunculkan fragmentasi politik sehingga muncul berbagai partai politik Islam, kini saatnya kembali menjadikan PPP menjadi rumah politik Islam,’’ katanya. Ia menilai, penyederhanaan sistem kepartaian diperlukan untuk mengembangkan demokrasi yang lebih efektif. Menurut dia, bentuk sistem kepartaian yang multipartai ekstrem saat ini tidak mendukung sistem presidensial. ‘’Sehingga pemerintahan ber-

jalan tidak efektif,” katanya. Untuk itu, penyederhanaan partai politik sangat dibutuhkan. Ia menambahkan, meski pihaknya mendorong fusi partai politik, namun ide konfederasi juga akan dipertimbangkan. ‘’Terutama ya itu tadi untuk menyederhanakan partai politik,” katanya. Pengamat Politik Yudi Latief mengatakan, penyederhanaan partai politik melalui ‘Parliamentary Treshold’ dinilai kurang tepat karena menafikan suara partai kecil. Menurut dia, sebaiknya justru lebih meningkatkan ‘electoral threshold’ sehingga akan membatasi pendirian partai politik. ‘’Penyederhanaan parpol yang terpenting adalah di parlemen,’’ katanya. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Senin 26 Juli 2010

4

Demokrat

Sosok Erna Karim

Sisi Positif Mudik DI SAMPING untuk menjaga tali kekeluargaan dan melepas rindu kepada kampung halaman, kegiatan mudik yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri memiliki banyak sisi positif. Hal ini dikemukakan Ketua Program Sarjana Sosiologi FISIP UI, Dr Erna Karim, M.Si. ”Dilihat dari segi sosiologis, salah satu sisi positifnya adalah mudik menjadi momen baik bagi kaum urban untuk menunjukkan kepada kerabat di daerah asal mengenai keberhasilan mereka selama di perantauan,” ungkapnya pada satu kesempatan pekan kemarin. Mudik selanjutnya dinilainya akan menjadi proses remitansi atau mengalirnya dana serta sumber daya materi dan pemikiran dari kota ke desa. ”Proses ini juga membuka kesempatan bagi daerah mendapatkan pemasukan non PAD serta proses pencampuran budaya kota denga desa serta budaya tradisional dengan modern,” imbuhnya. Ia menilai pemaknaan desa dan tradisional indentik dengan nilai-nilai kearifan, sedangkan pemaknaan kota dan modern identik dengan nilai-nilai needs for achievement. Mudik, menurutnya juga bisa membentuk sosial capital, yakni modal sosial dalam membangun relasi antara masyarakat kota dan desa yang bersifat primordial, terutama mengenai masalah tenaga kerja dari desa yang dibutuhkan kota. (grd)

Bantah Dukung Hasnaeni TANGSEL - Tujuh Pimpinan Anak Cabang Partai Demokrat Tangerang Selatan, Provinsi Banten, membantah telah memberikan dukungan kepada pasangan Hasnaeni Muslim dengan Syaiful Jamil sebagai wali kota dan wakil wali kota setempat. “Partai Demokrat membantah telah memberikan dukungan kepada Hasnaeni. Pertemuan yang pernah ada, hanya silaturahim saja,’ kata Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Pondok Aren, Malanton S di Tangerang, kemarin. Hasnaeni dituding telah

menyalahgunakan tanda tangan daftar hadir dalam acara silaturahmi antara 7 PAC dengan Hasnaeni Muslim di Istana Nelayan, Kota Tangerang, beberapa waktu lalu untuk kepentingan politik dalam Pilkada. Pertemuan tersebut hanyalah sebatas silaturahmi bukan bentuk dukungan kepada Hasnaeni dan Syaiful Jamil. “Intinya tidak ada dukungan dari PAC kepada Hasnaeni. Pertemuan itu murni silaturahim aja,” tegasnya. Mengenai bukti dukungan tanda tangan tujuh ketua PAC beserta stempelnya yang kini

telah tersebar di masyarakat, Malanton menambahkan, bukti itu tidaklah menjadi dukungan melainkan hanyalah daftar hadir dalam pertemuan tersebut. “Itu hanya bukti daftar hadir. Bukan dukungan. Tapi saya juga heran kenapa tanda-tangan itu jadi bukti dukungan. Kami bertemu dengan Hasnaeni berbicara soal Pilkada Kota Tangsel. Lalu, kami berikan penjelasan dan menawarkan untuk mendaftar melalui penjaringan Partai Demokrat. Bukan mendukung,” ungkapnya. Hasnaeni mengaku kecewa atas sikap Partai Demokrat yang

tidak mengakui dukungan yang diberikan 7 PAC kepada dirinya. Bahkan, dirinya mau mendaftar dalam penjaringan Partai Demokrat Kota Tangsel karena telah mengantongi bukti dukungan berupa bubuhan tandatangan 7 PAC Partai Demokrat lengkap dengan stempel masingmasing PAC. “Saya kan tidak bodoh. Jelas tertulis dalam kertas itu pernyataan dukungan. Kenapa dinyatakan sebagai daftar hadir. Saya mendaftar di Partai Demokrat karena bukti dukungan itu,” ujar Hasnaeni. Meski begitu, Hasnaeni mengaku tetap akan mengikuti mekan-

isme penjaringan di Partai Demokrat. “Jelas saya kecewa. Tapi, kita lihat saja nanti. Karena, di kertas itu banyak sidik jari para ketua PAC. Jadi itu bukti otentik. Soal penjaringan. Tetap akan saya ikuti mekanisme,” kata perempuan berjilbab ini. Sementara itu, Hasnaeni telah menyimpan salinan kertas berupa tanda tangan 7 PAC beserta stempelnya sebagai bukti dukungan. Dalam salinan tersebut, 7 PAC bersedia memberikan dukungan kepada Hasnaeni dengan Syaiful Jamil sebagai kandidat Walikota dan Wakil Walikota. (ant)

Marissa Haque

Incar Wawali Tangsel TANGSEL - Artis Marissa Haque mencalonkan diri menjadi wakil wali kota dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Tangerang Selatan, Provinsi Banten, mendampingi Achmad Suwandhi yang maju sebagai wali kota. “Saya siap menjadi wakil wali kota mendampingi Bapak Suwandhi untuk maju dalam pilukada di Tangerang Selatan,” kata Marissa Haque di Tangerang, kemarin. Kesiapan dirinya mendampingi Achmad Suwandhi karena memiliki kesamaan visi dan misi serta komitmen kerja serta penggilan hati untuk melakukan perubahan dan memajukan masyarakat Tangerang Selatan. Apalagi, dirinya merupakan warga Tangerang Selatan yang sudah menetap selama 20 tahun di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren. Kemudian, ditambah dengan kepercayaan masyarakat kepadanya saat pemilihan gubernur tahun 2006. Tujuh puluh persen suara saat pemilihan gubernur berasal dari Tangerang Selatan. Keputusan mendampingi Suwandi, tak ada kaitan dengan balas dendam kekalahan dalam pilkada gubernur Banten saat berpasangan dengan Zulkiflimansyah, anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Tidak ada kaitannya dengan yang dulu (pilkada gubernur Banten pada 2006,” katanya. Selain itu, Marissa juga memiliki keinginan untuk menjadikan Tangerang Selatan sebagai basis pendidikan di Indonesia. Sejumlah pusat pendidikan internasional seperti German Cen-

ter, Sekolah Turki, Sekolah Jepang dan lainnya berada di wilayah hasil pemekaran Kabupaten Tangerang. “Dengan basic Pak Suwandhi sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten selama dua periode, menambah keyakinan untuk bisa membawa perubahan di Tangerang Selatan,” katanya. Sedangkan, Achmad Suwandhi menuturkan, alasan menggandeng Marissa Haque sebagai pendamping karena adanya jiwa semangat dan bersahaja dengan masyarakat dan aktif dalam berbagai kegiatan. Gagasan-gagasan ekonomi dari istri Ikang Fauzi tersebut dapat membantu perkembangan ekonomi kerakyatan di Tangerang Selatan yang merupakan basis industri dan jasa. “Di Tangerang Selatan masyarakat heterogen mulai, dari warga biasa hingga birokrat dan berpendidikan tinggi. Semoga, latar belakang kami berdua dapat menompang semua keinginan dari masyarakat luas,” katanya. Terkait dengan partai politik yang menjadi kendaraan pasangan Asmara (Achmad Suwandi-Marissa Haque), juru bicara Asmara, Usama Hisyam menuturkan, hingga saat ini terus melakukan lobi politik dan mendaftarkan Suwandi ke beberapa partai politik. “Kita sudah mendaftar ke Demokrat, PKS, PDIP dan Koalisi Tangsel Bersatu,” tuturnya yang menambahkan bahwa di Koalisi Tangsel Bersatu ada Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gerindra, Partai Hanura dan PKPI. (ant)

Suluh Indonesia/rin

PEMILUKADA – Tiga dari empat pasangan yakni, Gagah Sunu Sumantri-Derry Drajat, Nurmahmudi Ismail-Idris Abdul Shomad, dan Yuyun Wira Saputra (Yudistira) usai mendaftar di Kantor KPU Kota Depok bersama ratusan pendukungnya.

Empat Pasangan

Daftar ke KPU Depok DEPOK - Empat pasangan resmi mendaftarkan diri ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok. Keempat pasangan tersebut adalah Yuyun Wira SaputraPradi Supriatna (Yudistira), Gagah Sunu Sumantri-Derry Drajat, Badrul Kamal-Agus Supriayanto (BK-Pri) dan Nurmahmudi Ismail-Idris Abdul Shomad (Nur Berkhidmad). Mereka mendaftar di detik-detik terakhir pendaftaran Sabtu kemarin. Berdasarkan pantauan lapangan, pasangan pertama yang datang adalah Yuyun Wira Saputra-Pradi Supriatna. Dengan diiringi Marawis pasangan ini datang sekira pukul 10.00 WIB. Pasangan ini didukung 15 partai politik yang terdiri parpol non parlemen dan satu parpol parlemen, yaitu Gerindra. Ditemui usai mendaftar, Yuyun menilai sosok Pradi sebagai kaum muda yang memiliki jiwa kepemimpinan. “Kami tidak ada target berapa persen. Yang penting menang,” jawab Yuyun ketika ditanyakan tentang target. Tak lama pasangan Yudistira meninggalkan kantor KPU, terlihat pasangan Gagah

Sunu Sumantri-Derry Drajat datang pukul 11.30 WIB hanya dengan diiringi beberapa kendaraan bermotor. Tim sukses Gagah-Derry datang lebih dulu dengan mengenakan slayer warna orange dan membawa buah tangan berupa makanan dan parcel buah. Gagah-Derry diterima anggota KPU Kota Depok, Yoyok Effendi. Pasangan independen ini sebelumnya telah menyerahkan berkas dukungan sebanyak 52.108. Namun setelah diverifikasi hanya 41.907 saja yang sah. Gagah pun siap untuk melengkapi kekurangan tersebut. “Jumlah dukungan yang kurang akan kami lengkapi sebelum 5 Agustus. Selain itu, kekurangan lainnya adalah daftar susunan tim, legalisir ijazah, dana kampanye dan laporan kekayaan. Saya akan selesaikan semua sesuai jadwal,” janji Gagah. Pasangan ketiga yang mendatangi kantor KPU Depok adalah Badrul Kamal-Agus Supriyanto sekira pukul 22.03 WIB. BK-Pri diusung delapan parpol diantaranya Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDIP dan sejumlah parpol non parlemen. Sebagai mantan wali kota, Badrul Kamal (BK) tetap

optimis dapat memenangkan perhelatan ini. “Kami didukung 31 kursi parpol di DPRD dari 50 kursi. Dan saya yakin akan menang walaupun ada 8 atau 10 calon,” ucap BK lantang. Sementara itu, pasangan terakhir yang menutup pendaftaran adalah Nurmahmudi IsmailIdris Abdul Shomad (Nur Berkhidmad). Sebagai incumbent, Nurmahmudi berjanji akan mengelola Depok dengan lebih baik lagi. “Seperti kesehatan, pendidikan dan problematika lainnya,” ucap Nur dalam sambutannya saat deklarasi di DPD PKS, Jalan Beringin, Kecamatan Beji, Depok pada Sabtu (24/7) malam. Sementara itu, Ketua KPU Kota Depok, Muhammad Hassan menuturkan setiap pasangan yang sudah mendaftar masih harus menunggu proses perbaikan berkas. Dia menjelaskan, bagi Pegawai Negri Sipil (PNS) yang ikut mencalonkan diri wajib mengajukan cuti selama masa kampanye. “Pada masa kampanye mereka harus cuti. Jadwalnya akan disesuaikan nanti. Seperti Pak Yuyun yang kini menjabat sebagai wakil walikota bisa ajukan cuti sekitar bulan September,” pungkas Hassan. (rin)

Galian Pipa PDAM

Dikeluhkan Warga BOGOR - Warga di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, mengeluhkan pengerjaan galian pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan, Kota Bogor yang dikerjakan asalasalan. Akibatnya, selain merusak jalan, aktivitas warga juga terganggu. Tak hanya itu, pengerjaan pemborong yang asal-asalan itu juga mengakibatkan sambungan pipa PDAM di daerah tersebut boco dan mengakibatkan ribuan ton kubik air bersih dari PDAM terbuang di jalanan. “Galian pipa PDAM ini dilakukan untuk pemasangan jaringan bagi 200 pelanggan baru di wilayah ini. Tapi sayangnya pengerjaanya asal-asalan sehingga mengakibatkan jalan ini rusak dan berlubang akibat air yang membanjiri jalan,” sesal H. Benny A. Benyamin, salah seorang tokoh masyarakat Pamoyanan kemarin. Hal senada juga disampaikan Agus, salah satu tokoh pemuda setempat, dimana kata dia jalan beton di wilayah Pamoyanan itu baru saja selesai diperbaiki warga sebulan lalu dengan menggunakan dana bantuan block grand dari

Pemda Kota Bogor. “Jalan ini sebetulnya baru saja selesai diperbaiki warga dengan dana block grant, tapi akibat galian PDAM jadi rusak kembali,” sesalnya. Kerusakan yang terjadi di Jalan Raya Pamoyanan itu, lanjutnya diakibatkan oleh galian pipa pemasangan sambungan air minum bagi 200 pelanggan baru di wilayah Pamoyanan. “Kita sudah melaporkan ini ke pihak PDAM, bahwa ada sambungan baru dari pipa PDAM di tepi Jalan Raya Pamoyanan ini sudah dua minggu terakhir ini mengalami kebocoran, sehingga airnya terbuang dijalan. Sealin itu air bersih yang diterima warga di wilayah ini menjadi keruh dan kecil. Intinya kita minta agar pihak PDAM segera memperbaiki jalan dan menutup kebocoran tersebut,” desaknya. Humas PDAM Tirta Pakuan, Hendra, mengaku pihaknya segera menyampaikan keluhan itu kepada bagian Koperasi PDAM Tirta Pakuan yang memang bertugas untuk menangani persoalan tersebut. (bas)

Wayang Golek Masuk Sekolah BERBAGAI upaya terus dilakukan komunitas pewayangan di Bogor yang tergabung dalam Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Bogor untuk memperkenalkan wayang golek kapada generasi muda, khusunya pelajar di Bogor. Salah satunya dengan pementasan wayang golek di SMP Negeri 13 dan SMAN 1 Kota Bogor, pekan kemarin.

Suluh Indonesia/ant

SOSIALISASI PENGAMANAN GAS - Seorang ibu memotong selang tabung gas di dekat api yang masih menyala dengan menggunakan pisau saat sosialisasi penggunaan selang dan regulator yang direkomendasikan Pertamina di Bogor, Jabar.

Ketua Pepadi Kota Bogor, H. Syahlan Rasyidi, SE, MM menyatakan animo siswa dan siswi di sekolah tersebut sangat besar dan antusias saat para dalang menampilkan pagelaran singkat tersebut. “Seperti yang terjadi di SMP Negeri

13 kemarin, pertunjukan wayang yang saat itu dibawakan oleh Dalang H. Saim Sumitra dan Jajat Endang Saputra, ternyata disambut positif. Bahkan banyak dari mereka minta diajarkan cara memainkan dan membuat wayang golek,”

kata Shahlan, kemarin. Wakil Kepala SMP Negeri 13, Drs Yosep mengaku tak menyangka pertunjukan wayang golek di sekolahnya mendapat sambutan begitu luar biasanya dari anak muridnya. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak Pepadi yang telah memperkenalkan kembali budaya daerah berupa kesenian wayang golek kepada para siswa kami. Mudah-mudahan kesempatan seperti itu kedepan akan bisa kembali dilaksankan sehingga budaya wayang golek ini akan tetap lestari dan kembali berjaya di Bogor,” ujarnya. (bas)


pini

Suluh Indonesia, Senin 26 Juli 2010

F OKUS Petani Berhak Raih Untung ABAI, akhir-akhir ini menjadi pergunjingan. Ibu rumah tangga selalu mengeluhkan, karena harganya mahal. Walaupun bukan masuk dalam sembilan kebutuhan bahan pokok, tingginya harga cabai membuat pemerintah juga kelimpungan. Sebab, mahalnya harga cabai tidak bisa diatasi dengan operasi pasar. Sejumlah pengamat mengaitkan meningkatnya harga cabai dipengaruhi naiknya tarif dasar listrik (TDL). Alasannya, pengusaha harus meningkatkan keuntungan untuk membiayai naiknya biaya operasional akibat listrik. Demikian pula pedagang di pasar-pasar juga menaikkan harga untuk menutupi pengeluaran sehari-hari akibat naiknya harga kebutuhan pokok lainnya. Namun alasan itu terbantahkan, sebab yang mengalami peningkatan harga hanya cabai. Sementara beras, minyak goreng, harganya masih stabil. Kalau toh ada kaitan dengan TDL, maka harga yang paling cepat naik tentu beras. Sebab, kebutuhan beraslah yang paling pokok dan paling besar bagi masyarakat. Namun, ada pula pengamat yang mengaitkan kenaikan harga cabai karena pengaruh musim hujan. Dengan curah hujan yang tinggi, bunga cabai akan rontok atau cabai akan busuk sebelum berbuah karena kelebihan air. Namun apa pun alasannya, masyarakat kini merasa terbebani dengan naiknya harga tersebut. Lalu apa yang mesti dilakukan pemerintah untuk mengurangi beban tersebut? Adakah kenaikan harga itu dinikmati oleh petani kita? Tidakkah ini hanya permainan pedagang atau pengepul? Kalau kenaikan harga cabai itu dinikmati oleh petani, tentu tidak ada masalah. Artinya, berikan petani sekali-sekali menikmati harga yang bagus. Sebab, mereka selama ini menjadi ‘’korban’’. Contohnya, ketika harga beras naik yang diakibatkan oleh naiknya harga gabah, pemerintah langsung menggelar operasi pasar. Sasarannya agar harga beras turun. Namun ketika harga pupuk naik dan berbagai bahan pokok mengalami kenaikan, keluhan petani jarang mendapat perhatian. Walaupun pemerintah telah mematok harga eceran tertinggi (HET) pupuk dan menyebar pupuk bersubsidi, tetap saja petani merasa dianaktirikan dan jauh dari perhatian pemerintah. Padahal kalau kita cermati, penduduk Indonesia lebih banyak bekerja sebagai petani. Sebenarnya bukan kali ini saja harga cabai mengalami pelonjakan. Hampir dapat dipastikan setiap musim hujan atau cuaca buruk harganya selalu mengalami peningkatan. Hal ini tentu bukan hanya berlaku untuk cabai, juga komoditi lainnya seperti beras. Apalagi menjelang puasa, tentu harga komoditi lainnya segera mengikuti. Harga bawang merah, bawang putih, daging dan lainnya juga akan mengikuti. Distribusi barang yang tidak bagus akibat permainan spekulan juga menjadi masalah dalam perekonomian kita. Meski ada kebijakan, namun pengaruh dari kekuasaan mekanisme pasar tampak lebih besar. Meski bukan pasar bebas, namun pasar bisa mengubah harga dengan cepat tanpa ada sesuatu yang bisa diperbuat pemerintah. Demikian pula musim yang kurang bersahabat memang memberi andil besar akan hal ini. Dua hal ini mesti mendapat perhatian pemerintah. Perubahan musim, semestinya menjadi perhatian pemerintah. Hal ini dapat diketahui dari prakiraan yang disampaikan BMKG. Kalau prediksi musim bisa diupayakan secara akurat oleh pemerintah, tentu tidak sulit untuk menginstruksikan petani dalam mengubah pola tanam. Artinya, pola tanam petani harus disesuaikan dengan musim yang ada. Demikian pula pemerintah harus lebih memberi perhatian serius terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pertanian. Sehingga menjadi tugas pemerintah untuk melakukan antisipasi dan memberi pencerahan pada petani. Kegiatan penyuluhan lapangan tampaknya harus kembali dihidupkan. Demikian pula soal distribusi, semestinya menjadi perhatian. Barangkali di Jawa dan Bali hal itu tidak menjadi masalah. Namun di luar dua daerah itu seperti NTT, Papua dan sebagian daerah Indonesia bagian timur tentu distribusi menjadi hal yang pokok. Oleh karena transportasi akan sangat memengaruhi harga dan ketersediaan barang. ***

C

Bang D

el

Menag menegaskan, DAU tak pernah digunakan

Keburu habis ...

5

Tidak Hanya Teroris, Cabai pun Bikin Resah TIDAK saja kebrutalan ulah teroris yang mampu membuat bangsa kita resah, ternyata cabai pun bisa membuat sebagian masyarakat menjadi khawatir. Jika ulah teroris menyebar ancaman di tempat-tempat umum bisa diatasi pemerintah dengan mengingatkan masyarakatnya untuk lebih berhatihati dan waspada atau bahkan tidak mendatangi tempat-tempat rawan untuk sementara waktu, maka naiknya harga cabai yang juga bisa dikatakan brutal tidak mampu diatasi pemerintah hanya dengan menginstruksikan masyarakatnya untuk tidak mengonsumsi cabai untuk sementara waktu. Akhir-akhir ini pemberitaan media mulai diramaikan oleh keresahan masyarakat akibat melambungnya harga kebutuhan pokok, terutama bumbu-bumbuan di antaranya kelompok cabai-cabaian seperti cabai rawit dan cabai merah. Hal ini tentu mengingatkan kita pada beberapa periode lalu bagaimana gula, kemudian minyak goreng pernah menjadi headline pemberitaan akibat meroketnya harga komoditas bersangkutan. Apa yang terjadi sepertinya sangat jauh berlawanan dengan beberapa syair lagu, dongeng maupun pantun yang menggambarkan betapa suburnya tanah Indonesia. Ironis memang, tanah yang subur dan begitu luas ternyata tidak bisa menghasilkan cukup bumbubumbuan bagi masyarakatnya. Sebagian pihak menuduh iklim sebagai penyebab utama. Sebagian lagi menyatakan arus distribusi barang yang dipengaruhi oleh nakalnya pengepul sebagai penyebab utama. Namun apa pun itu, yang jelas masyarakat bawah cukup tertekan dengan kejadian ini. Sudah menjadi kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi makanan pedas. Jika saja lidah kita bisa disesuaikan dengan makanan yang tidak terlampau pedas, ketersediaan cabai mungkin bukan merupakan masalah besar. Jika saja kebutuhan cabai bisa dipenuhi dengan cabai botolan (hasil pengolahan) tentu cabai segar bukan masalah serius. Pada saat cabai mengalami overproduksi (persediaan melimpah), pihak industri mungkin bisa memanfaatkannya dengan melakukan pengolahan menjadi cabai botolan, sehingga pada saat persediaan menipis seperti sekarang ini, harga tidak terlampau jauh bergejolak. Pemerintah bukan tidak menyadari hal ini, tetapi kesadaran pemerintah tampaknya agak sedikit terlambat jika melihat fenomena yang terjadi. Pengaruh iklim yang mengalami pergeseran pada dasarnya sudah bisa diprediksi jauh hari sebelumnya, sehingga seharusnya pemerintah telah bisa menyiapkan langkahlangkah untuk menghadapinya. Apalagi jika melihat bahwa cabai merupakan kebutuhan semua kalangan, termasuk penduduk miskin. Jika yang naik harganya bukan cabai

Oleh : Gede Hendrayana M.Si.* (misalnya mobil, motor atau telepon genggam) mungkin bisa sedikit diabaikan karena masyarakat miskin tidak akan terlalu terpengaruh. Namun karena yang meningkat adalah harga cabai, maka besar kemungkinan akan makin meningkatkan beban si miskin. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan penghasilan yang pas-pasan tidak cukup untuk membeli beras, garam dan cabai. Tekanan Serius Tidak berbeda halnya dengan daerah lain di Indonesia, Provinsi Bali juga mengalami tekanan yang cukup serius akibat meningkatnya harga cabai. Seperti diketahui, hampir semua masakan Bali mengharuskan penggunaan cabai dalam jumlah yang relatif besar. Sangat tidak mungkin rasanya untuk menggunakan cabai botolan dalam mengaduk lawar, komoh ataupun masakan Bali lainnya. Hal ini juga tercermin dari data inflasi Kota Denpasar, yang menggambarkan betapa cabai memberi dampak serius pada pergerakan harga di bulan Juni. Seperti yang dirilis BPS, cabai rawit dan cabai merah merupakan penyumbang kedua dan ketiga terbesar setelah beras terhadap inflasi di bulan Juni 2010. Kedua komoditas ini memberi sumbangan sebesar 0,29 persen terhadap total inflasi yang mencapai 0,74 persen. Sehingga inflasi kumulatif (sampai dengan bulan Juni) mencapai 2,70 persen dan inflasi year-on-year mencapai 5,59 persen. Angka-angka tersebut bahkan lebih tinggi dari kondisi nasional. Hal ini baru terkait dengan harga cabai. Bagaimana dengan kebutuhan pokok lainnya? Pantauan beberapa pihak terkait menyatakan bahwa kebutuhan pokok lainnya juga sudah mulai bergerak naik secara drastis. Harga bawang merah, bawang putih, daging dan lainnya sudah menunjukkan peningkatan cukup berarti. Bahkan, komoditas terpenting yaitu beras justru sudah menjadi pemicu utama inflasi sejak bulan Mei. Padahal pada bulan tersebut panen raya masih terasa di sejumlah tempat. Lalu apa yang salah sebenarn-

ya? Mungkin musim yang kurang bersahabat memang memberi andil besar akan hal ini. Tetapi kita tentunya tidak bisa menyalahkan musim karena kita tidak akan pernah bisa mengatur musim, melainkan kita yang seharusnya menyesuaikan diri dengan musim. Jika prediksi musim bisa diupayakan secara akurat oleh pemerintah, tentu tidak sulit untuk menginstruksikan petani dalam mengubah pola tanam. Sebenarnya hujan yang lebat adalah sesuatu yang cukup baik bagi beberapa jenis tanaman seperti padi (terutama pada saat padi membutuhkan banyak air), sehingga jika penanamannya bisa diatur menyesuaikan musim, tidak akan terjadi puso, gagal panen dan lain sebagainya. Tekanan terhadap si miskin tampaknya akan bertambah mengingat bulan depan umat muslim menjalani bulan puasa yang biasanya akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Meski penduduk Bali sebagian besar bukan merupakan umat muslim, namun ketergantungan Bali akan pasokan hasil produksi dari luar Bali seperti Jawa Timur tentu akan memberi pengaruh langsung pada pergerakan harga di Bali. Pemerintah (terutama pemerintah pusat) selama ini terkesan hanya menjadi penonton dari apa yang terjadi. Distribusi barang yang tidak bagus akibat permainan spekulan seolah menjadi hal biasa dalam perekonomian kita. Meski ada kebijakan, namun pengaruh dari kekuasaan mekanisme pasar tampak lebih besar. Meski bukan pasar bebas, namun pasar bisa mengubah harga dengan cepat tanpa ada sesuatu yang bisa diperbuat pemerintah. Waspada Jika dikaitkan dengan prestasi penurunan kemiskinan yang telah dicapai pemerintah, tentu pemerintah harus kembali waspada mengingat tekanan harga yang terjadi kemungkinan akan kembali menjerumuskan sejumlah penduduk ke bawah garis kemiskinan. Apalagi data terakhir menunjukkan bahwa di Bali penduduk miskin yang

berkurang hanya di daerah perkotaan, sementara di daerah pedesaan terjadi hal sebaliknya. Mahalnya harga kebutuhan pokok, tidak serta-merta membawa kesejahteraan pada penghasil barang tersebut. Meningkatnya harga cabai maupun harga beras sangat jarang dinikmati sepenuhnya oleh petani. Harga beras yang tinggi, ternyata dibarengi oleh rendahnya harga beli gabah di tingkat petani (data bulan Juni menunjukkan hal tersebut). Sebagai penghasil gabah dan konsumen beras, tentu hal ini menjadi pukulan telak bagi petani. Begitu pula halnya dengan cabai. Meski harganya melambung, sebagian besar petani tidak akan merasakannya karena pada saat yang bersamaan petani tidak memiliki komoditas tersebut untuk dijual. Sehingga petani (sebagian besar mata pencarian penduduk pedesaan) kemungkinan besar akan makin terjerumus dan jumlah penduduk miskin akan makin bertambah di daerah pedesaan. Analisis ini didukung dengan angka NTP (nilai tukar petani) Bali pada bulan Juni yang menunjukkan penurunan. NTP yang menjadi salah satu indikator tingkat kesejahteraan petani menunjukkan bahwa pada bulan Juni terjadi penurunan indeks dibanding bulan sebelumnya. Bahkan untuk pertama kalinya NTP menurun di semua subsektor pertanian yaitu tanaman bahan makanan, peternakan, perikanan termasuk perkebunan dan hortikultura. Hal ini memperjelas betapa nasib petani justru makin sengsara di tengah meningkatnya harga jual produk pertanian seperti beras, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Untuk itu, yang tampaknya bisa dilakukan pemerintah adalah lebih memberi perhatian serius terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pertanian. Kita tentu memaklumi bahwa sebagian besar petani kita memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah. Sehingga mereka tidak akan bisa mengantisipasi hal-hal yang di luar pengetahuan mereka. Karena itu, menjadi tugas pemerintah untuk melakukan antisipasi dan memberi pencerahan pada petani. Kegiatan penyuluhan lapangan tampaknya harus kembali dihidupkan. Begitu pula dengan koperasi pertanian yang saat ini bisa dikatakan hampir hilang dari peredaran dan kalah jauh dengan koperasi/lembaga perkreditan yang belum tentu bisa membantu nasib petani dan buruh tani yang sebagian besar merupakan penduduk miskin di daerah pedesaan. *Penulis, Kasie Analisis Statistik Lintas Sektor BPS Provinsi Bali

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Layanan KRL Belum Maksimal SEBAGAI warga Kota Depok yang sehari-hari bekerja di sebuah bank BUMN di kawasan Jakarta Kota, moda transportasi kereta rel listrik (KRL) jurusan Depok/BogorJakarta Kota menjadi andalan kami untuk menuju ke tempat kerja. Jarak antara rumah saya dengan kantor yang mencapai sekitar 30 kilometer (km), dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam (jika menggunakan KRL ekspress bertarif Rp 9.000. Sementara jika jarak itu ditempuh dengan kendaraan pribadi, memerlukan waktu lebih dari 2,5 jam dan akan lebih lama lagi jika kita menggunakan angkutan umum. Namun, cepatnya waktu tempuh KRL itu, ternyata kerap tak terjadi. Ada saja kendala yang membuat KRL tiba tak tepat waktu, mulai dari sinyal rusak, gangguan listrik, kerusakan gardu, dan sebagainya. Pemisahan KRL Divisi Jabodetabek menjadi unit tersendiri dengan nama

PT Komuter Jabodetabek beberapa waktu lalu pun, menurut saya, tak membuat situasi itu membaik. Saya sendiri, sering menjadi korban dari situasi ini. Saya kerap terlambat tiba di kantor, hanya gara-gara kereta yang saya tumpangi bermasalah. Jika KRL Ekspress yang bertarif cukup mahal saja kerap bermasalah, dapat kita bayangkan apa yang terjadi dengan KRL yang bertarif lebih rendah seperti KRL AC-Ekonomi dan KRL Ekonomi. Mengapa permasalahan yang dialami oleh KRL itu tak kunjung diperbaiki, atau setidaknya frekwensi munculnya gangguan dapat dikurangi. Ingat, penumpang telah membayar cukup mahal (untuk KRL Ekspress) dan karenanya pantas mendapatkan pelayanan yang maksimal. Diah Grogol, Depok

Rambu Lalin Perlu Diganti SAYA gembira, beberapa rambu lalulintas di sejumlah tempat sudah dapat diperbaiki. Terutama, lampu lalin yang sudah terangbenderang meski di siang hari karena diganti yang baru. Apalagi, ada yang sudah dilengkapi dengan tanda pengingat waktunya. Ini penting agar masing-masing pengendara bisa berhitung, dan tak main terabas ketika lampu sudah berganti. Angka pengingat menurut saya penting dipasang di semua lampu merah, karena tak sedikit pengendara yang nyelong meski lampu sudah merah, apalagi jika lampu masih bertanda kuning. Ini rawan kecelakaan, karena dari arah berlawanan pengendara lainnya juga sudah memacu kendaraan meski lampu belum berubah hijau. Untuk itu akan lebih baik jika, lampu-lampu itu dilengkapi dengan angka pengingat. Selain itu,

beberapa rambu lainnya juga harus diperjelas, agar tidak menjadi pembenaran bagi pengendara untuk melanggar lalulintas. Sebaliknya rambu yang buruk dikhawatirkan bisa digunakan oknum untuk mencari-cari kesalahan pengendara. Sementara di jalur lain pengendara juga tidak sabar, dan ketika lampu berganti tak jarang terjadi kecelakaan. Dengan adanya angka pengitung ini, maka pengendara saling mengetahui dan bisa mengukur kecepatannya ketika berada di ujung dari sebuah lampu. Semoga saja ini bisa segera terwujud. Mungkin ini hanya sebagian dari cara agar Jakarta lebih tertib, tetapi semua berpulang ada kesadaran pengendara sendiri. Wawan Hermawan Jatimulya, Bekasi

Kendaraan Umum Masih Rawan TINGGINYA tingkat kesenjangan sosial dan tidak meratanya kesejahteraan menjadi pemicu tindak kriminalitas. kewaspadaan kita sebagai masyarakat harus tinggi. Masyarakat sangat menginginkan kehidupan yang adil dan beradab, maka seharusnya hal ini harus diperjuangkan para elit politik. Pembangunan mental yang berjiwa luhur adalah perjalanan panjang yang harus terwujud. kerawanan dalam menjalani hidup atau aktifitas sehari-hari di Jakarta sangan membuat kita resah dan limbung. Kejadian yang terjadi harus menjadi pelajaran berarti agar kita selalu mawas diri terutama di dalam angkutan umum. Hati-hati kalau menggunakan angkutan mikrolet. Modus kejahatan ini sebenarnya sudah lama tetapi ternyata masih saja dilakukan dan memakan korban. Pelaku umumnya lebih dari dua orang. Kejadian yang saya saksikan di mikrolet M37

jurusan Senen-Kelapa Gading. Orang pertama biasanya berpenampilan kumuh, bau minyak angin dan seperti orang penyakitan dan yang lainnya sedikit perlente. Keduanya duduk mepet korban. Orang pertama akan berusaha memuntahkan sesuatu dari mulutnya. Karena jijik si korban cenderung bergeser ke arah pelaku kedua yang memang sudah diberi jarak. Untuk memuluskan aksi orang pertama menjatuhkan obat agar bisa diambilkan oleh si korban. Dalam kesempatan itulah, dimana korban tidak waspada orang kedua beraksi. Saya sendiri baru menyadari kejadian itu ketika keduanya turun dalam jarak berbeda tetapi tidak berjauhan. Korban tersadar setelah mendapati tasnya sudah terbuka. Maka, berhati-hatilah menumpang angkutan umum. Yani Septiarini Cempaka Baru, Jakarta

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 26 Juli 2010

6

Persigawa Juara U-15 JAKARTA - Kesebelasan U-15 Persigawa Jakarta Timur tampil sebagai juara Turnamen Sepakbola usia dini Specs U-15 setelah menang 1-0 atas Benteng Muda Tangerang pada partai final di lapangan Bea Cukai Rawamangun Jakarta Timur, kemarin. Meskipun Persigawa memiliki banyak peluang, kedua kebelasan muda ini menyajikan permainan imbang hingga babak pertama berakhir. Pertahanan Benteng Muda terkoyak setelah kapten Persigawa Abdul Rahim mampu mencetak satu-satunya gol lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti pada menit 44. Ketua Umum Persigawa Jaktim Al Azri mengaku gembira anak asuhnya mampu merebut

gelar juara U-15 ini. “Ini keikutsertaan kami untuk ketigakalinya di turnamen Specs dan anakanak berhasil juara,” katanya. Sebelum ke final, kesebelasan Persigawa ini di semifinal menundukkan tim ASIOP 1-0 sedangkan Benteng Muda Tangerang mengalahkan tim Bogor Barat 3-1. Ketua Penyelenggara Turnamen Specs U-15, Lexius Malau, mengatakann turnamen ini diselenggarakan khusus untuk pemain usia muda se-Jabotabek. “Ada 16 tim yang tampil dalam turnamen yang diselenggarakan sejak 6 Juni hingga 24 Juli ini. Pertandingan sendiri dilaksanakan setiap akhir pekan, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar

mereka,” kata Malau yang juga pengurus Pengcab PSSI Bekasi ini. Sebagai juara, Persigawa berhak atas hadiah utama piala dan uang pembinaan sebesar Rp. 4 juta. Sementara Benteng Muda mendapat Rp. 3 juta. Pemain terbaik direbut Fadil Redian dari Benteng Muda dan pencetak gol terbanyak oleh Ilham dari Persigawa. Turnamen Specs ini telah berlangsung di Medan, Bandung, Surabaya dan Jakarta, serta akan berlanjut ke Makassar setelah Hari Raya Idul Fitri nanti. Tim Persigawa muda ini juga tampil di Turnamen “Liga Kompas Gramedia U14” yang berlangsung di di lapangan ASIOP sejak 18 Juli lalu. (oli)

Kejuaraan Dunia Pencak Silat

Bali Siap Jadi Tuan Rumah Suluh Indonesia/an

JATIM JUARA - Pemain SSB Benteng Muda Jawa Timur Riski P. (kanan) berebut bola dengan pemain SSB Uni Bandung 1-0 Arya Nugraha (kanan) saat pertandingan final Danone Nations Cup di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta Selatan kemarin. Dengan kemenangan 1-0 itu Benteng Muda Jawa Timur berhak mewakili Indonesia pada putaran final dunia Danone Cup di Afrika Selatan pada 29 September-3 Oktober mendatang.

Kewarganegaraan Pemain Harus Permanen JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Mallarangeng mengatakan kewarganegaraan bagi pemain sepak bola yang akan dinaturalisasi harus permanen karena Indonesia tidak mengenal dua kewarganegaraan. “Hanya pemain yang mau menjadi warga negara Indonesia saja yang akan dinaturaliasi. Yang jelas, ini adalah salah satu terobosan baru guna mendongkrak prestasi olah raga di Indonesia,” katanya saat dikonfirmasi terkait rencana naturalisasi pemain sepak bola

di Jakarta, kemarin. Menurut dia, untuk melakukan naturalisasi pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Hal tersebut dilakukan agar proses naturalisasi bagi pemain incaran bisa berjalan dengan lancar. Namun demikian, kata dia, proses naturalisasi yang dilakukan harus sesuai dengan peraturan yang telah ada. Untuk itu, hanya pemain yang betul-betul ingin menjadi warga negara Indonesia yang akan diproses. “Tidak ada istilah menjadi

warga negara Indonesia dalam hitungan tahun saja. Yang kami minta adalah pemain yang benar-benar menjadi warga negara Indonesia,” katanya. Ia menjelaskan pemain yang diharapkan bisa dinaturalisasi adalah warga negara asing yang memiliki hubungan darah dengan Indonesia dan saat ini berada di beberapa negara di dunia. Warga negara asing keturunan Indonesia banyak tersebar di negara-negara Eropa terutama Belanda. Selain itu banyak pula warga keturunan yang saat ini menetap di Australia

dan beberapa negara yang lain. Ia menjelaskan naturalisasi atlet atau pemain tidak hanya berlaku pada sepak bola saja. Namun berlaku seluruh cabang olah raga yang saat ini ada di Indonesia. “Kami meminta kepada pengurus besar (PB) cabang olah raga untuk mendata atlet-atlet kita yang saat ini berada di luar negeri termasuk warga keturunan. Yang jelas kami akan mendukung penuh terhadap pembinaan atlet-atlet yang berprestasi,” kata mantan juru bicara Presiden itu. (ant)

Rahmad Bungkam Soal Bursa Pelatih Persib PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya Football Club Rahmad Darmawan bungkam ketika ditanya kebenaran dirinya masuk dalam bursa pelatih Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib). Namun, ketika ditanya apakah sudah mendengar kabar itu, Rahmad di Palembang, kemarin, mengatakan, “Saya sudah dengar isu kepindahan saya ke Persib. Malah sejak sebulan lalu. Malah ada juga yang menyebutkan saya pindah ke Persela. Kita lihat saja nanti.” Bahkan, saat manajemen Sriwijaya Football Club (SFC) secara terang-terangan mendatangkan Ivan Kolev ke Palembang dan menyatakan tidak memperpanjang kontrak kerjanya lagi, Rahmad tidak mau sesumbar mengenai klub yang mendekatinya. “Saya memang tidak lagi bersama SFC musim depan. Artinya, saya harus cari klub lain, dan memang ada beberapa yang menghubungi, tapi tidak etis jika saya ungkapkan,” kata dia. Sebanyak tiga pelatih disebut-sebut masuk bursa untuk menangangi tim “Maung Bandung”—julukan Persib— pada musim kompetisi 2010-

2011. Ketiga pelatih itu, antara lain dua pelatih asing, Darko Janakovich asal Prancis dan Pelatih Arema Malang Robert Albert, serta Pelatih SFC Rahmad Darmawan. Rahmad Darmawan merupakan pelatih yang sempat digadang-gadangkan sejak musim kompetisi lalu. Namun, mantan Pelatih Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta (Persija) dan Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura (Persipura) itu masih memilih di Sriwijaya dengan iming-iming dikontrak dua musim sekaligus. Sementara Persib selama dua musim dilatih oleh Jaya Hartono yang akhirnya mundur di paruh putaran kedua. Beberapa sumber di SFC menyebutkan penyebab hengkangnya Rahmad salah satunya karena bujukan Persib. Hingga saat ini, masih terdapat pernyataan berbeda dari manajemen SFC dan Rahmad Darmawan. Rahmad menyatakan dia yang dipecat dan tidak pernah menyatakan mengundurkan diri, sementara manajemen SFC mengatakan Rahmad yang memilih hengkang. (ant)

PALEMBANG - Pelatih anyar Sriwijaya Football Club Ivan Kolev masih bungkam mengenai kerangka tim di musim depan tahun 20102011. Meskipun telah menyaksikan secara langsung pertandingan Sriwijaya Football Club (SFC) melawan Persebaya di babak delapan besar Piala Indonesia di Surabaya pada 21 Juli 2010, Ivan yang

dijumpai di Palembang, kemarin, tetap memilih bungkam. “Meskipun juga telah menyaksikan SFC latihan di Palembang, saya belum bisa mengumumkan sekarang, namun sudah mencatat beberapa nama pemain yang memperkuat tim saat ini,” kata dia. Pelatih asal Bulgaria ini, berjanji akan mengumumkan seusai kompetisi Piala Indo-

DENPASAR - Bali siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan dunia pencak silat, Desember mendatang, mengingat sarana dan prasarana pendukung untuk tempat pertarungan pesilat internasional cukup memadai. “Kami siap kalau ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan dunia pencak silat, dengan catatan dana jangan dibebankan kepada panitia lokal,” kata Sekretaris IPSI Bali, I Nyoman Yamadhiputra di Denpasar, kemarin. Kesanggupan menjadi tempat bertanding pesilat dunia di Bali, sehubungan kejuaraan dunia pencak silat yang semestinya digelar akhir Juli ini di Kaltim, ditunda hingga Desember 2010 dan direncanakan di Bali. Yamadhiputra membenarkan adanya pertimbangan pihak PB IPSI agar kejuaraan dunia pencak silat itu dilak-

sanakan di Bali, tetapi masih dalam pembahasan, namun jika Bali ditunjuk sebagai tempat penyelenggara siap, kata dia. PB IPSI memindahkan ajang kejuaraan dunia pencak silat yang ditunda hingga Desember mendatang itu tempat penyelenggaraannya juga akan dipindah ke Bali, adalah untuk memancing negara peserta agar mau menurunkan atletnya pada kejuaraan dunia. Bali menjadi tuan rumah siap, tetapi kalau ada embelembelnya seperti akomodasi maupun transportasi ditanggung panitia lokal, masih pikir-pikir mengingat kondisi ekonomi yang ada, kata Yamadhiputra yang juga Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Bali. Tempat penyelenggaraan ajang internasional itu sangat cocok di gedung Lila Buwana yang sangat strategis berada di tengah-tengah

kota Denpasar dan mudah dijangkau dari Sanur, Kuta maupun Nusa Dua tempat atlet menginap di Bali. “Kalau dana memungkinkan, di hotel bertaraf internasional yang ada di Pulau Dewata masih mampu untuk arena kejuaraan dunia pencak silat,” kata Yamadhiputra yang sanggup hanya sebagai tempat penyelenggara kejuaraan dunia pencak silat ini. Jika benar kejuaraan dunia pencak silat bisa di Bali, dapat diyakini atlet mancanegara akan ramai datang ke Pulau Dewata yang disertai sanak keluarganya, karena pesilat setelah bertanding bisa menikmati suasana wisata di Pulau Dewata. Disamping itu, atlet silat di Bali juga bisa menyaksikan pertarungan pesilat antarnegara tentu bisa mencuri teknik-teknik yang lebih bagus dimiliki pesilat yang mulai berkembang merata di dunia internasional. (ant)

Berkas Empat Pemain SFC Dilimpahkan ke Kejaksaan PALEMBANG - Berkas empat pemain Sriwijaya Football Club (SFC) yang terkait kasus pengeroyokan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Palembang. Dalam waktu dekat keempat pemain Sriwijaya Football Club (SFC) yakni Charis Yulianto, Isnan Ali, Ambrizal, dan Cristian Worabay akan disidangkan, kata Wakil Kepala Poltabes Palembang AKBP Drs Sabaruddin Ginting di Palembang, Sumatera Selatan, kemarin. “Berkas empat pemain SFC telah kami limpahkan ke Kejari pada Kamis pada 22 Juli lalu dan tinggal menunggu dis-

idangkan saja,” kata dia. Dia mengatakan, keempat pemain SFC itu dijerat Pasal 170 KUHP tetang pengeroyokan dan Pasal 351 (2) tentang penganiayaan berat. Terkait tidak dilakukannya penahanan kepada empat pemain SFC itu dan begitu pula yang dilakukan oleh Kejari Palembang, dia menjelaskan karena para tersangka ini mendapat jaminan dan permohonan. Selain itu, telah terjadi perdamaian dengan korban dan tak ada ketakutan para tersangka akan melarikan diri. “Keempat pemain SFC ini sangat kooperatif dan lagi pula

mereka masih memiliki tugas membela SFC dipertandingan Piala Indonesia. Hal ini yang menyebabkan penangguhan penahanan,” ujar dia. Namun, setelah tugas profesionalnya sebagai pesepak bola maka pelaksanaan persidangan akan segera dilakukan oleh Kejari. Keempat pemain SFC itu ditetapkan menjadi tersangka setelah melakukan pengeroyokan kepada anggota kelompok suporter yang berujung empat korban, pada 8 Mei 2010, seusai laga tim SFC melawan Persija Jakarta di Palembang. (ant)

Specs Siap Jadi Sponsor Apparel SEA Games 2011

Rahmad Darmawan

JAKARTA - Specs siap menjadi sponsor resmi apparel (pakaian, kostum seragam) kontingen Indonesia pada SEA Games XXVI/2011 mendatang di Indonesia. Keinginan untuk menjadi sponsor resmi itu seperti dikatakan Presiden Direktur PT Panatrade Caraka, Arif Prijadi Wirawan di Jakarta, Sabtu, lalu., dilandasi oleh komitmen untuk turut mensukseskan SEA Games 2011 yang berlangsung di dua kota, Palembang dan Jakarta. ‘’Bagi kami menjadi salah satu sponsor resmi SEA Games apalagi berlangsung di negeri sendiri merupakan kehormatan besar yang tak bisa dinilai dengan materi sekali-

pun,”kata Arif. Prinsipnya, lanjut dia, Specs siap jika memang pemerintah atau panpel SEA Games XXVI/2011 memberikan kesempatan untuk terlibat dalam upaya mensukseskan pesta olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara ini. Menurut Arif, produk Specs tidak kalah dengan apparel dari produk lain termasuk FBT dari Thailand yang selalu menjadi sponsor pendukung SEA Games dan bahkan Asian Games. Arif juga mengatakan bahwa Specs mengusung komitmen perusahaannya yang mempunyai moto “Buktikan Indonesiamu”. “Kami adalah produk lokal yang selalu ingin

mengusung brand daerah ke tingkat internasional,” lanjut Arif. Namun Arif mengaku bahwa pihaknya belum melakukan pembicaraan dengan KONI/ KOI yang berkompetensi dengan pelaksanaan SEA Games 2011 itu. Yang pasti Arif menjamin kualitas produk Specs tidak kalah dengan produk internasional. Menurutnya, perusahaannya telah mendatangkan bahan berkualitas tinggi sehingga tidak memalukan jika ditampilkan dalam even internasional. “Pokoknya tidak kalah dengan produk merk internasional seperti N atau A,” tutur Arif. (oli)

Ivan Kolev Belum Beberkan Kerangka Tim nesia 2010 dilakoni “Laskar Wong Kito”. “Saya belum bisa bicara mengenai siapa akan dipertahankan dan siapa yang dibuang. Termasuk beberapa nama pemain dari klub lain yang ingin diambil,” ujar mantan pelatih timnas Piala Tiger tahun 2003 ini. Meskipun Ivan tetap memilih bungkam, namun manajemen SFC telah menetapkan

pemain musim depan berjumlah 30 orang. Jumlah ini lebih banyak dari musim sebelumnya hanya 26 orang. “Kita agak sedikit lebih gemuk musim depan karena memberikan kuota untuk pemain lokal Sumsel sebanyak lima orang. Pada musim sebelumnya hanya dua orang,” kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin.

Menurut dia, kerangka tim SFC telah terbentuk garis besarnya, hanya saja belum bisa diekspos ke publik. “Hal ini telah menjadi komitmen kami dengan pemain bahwa akan diumumkan setelah Piala Indonesia. Langkah ini diambil dengan harapan agar pemain lebih konsentrasi dalam perebutan gelar Piala Indonesia,” ucap dia. (ant)

Ivan Kolev


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 26 Juli 2010

7

Suluh Indonesia/ap

TROPI - Pembalap Ferrari, Fernando Alonso (Spanyol) membopong tropi yang diterimanya setekah memenangi F1 GP Jerman, di Hockenheim, Jerman, kemarin.

Mano Menezes Jadi Pelatih Brasil SAO PAULO - Mano Menezes, seorang spesialis yang memimpin klub-klub besar mengatasi keterpurukannya, Sabtu waktu setempat menerima tawaran sebagai pelatih tim nasional Brasil. Pelatih berusia 48 tahun itu, yang kini melatih Corinthians, mengaskan bahwa ia menerima tawaran Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), yang hari Jumat ditolak Muricy Ramalho karena klubnya, Fluminense, menolak membebaskannya. “Demi seluruh Brasil, saya katakan bahwa saya secara resmi menerima undangan itu,” kata Menezes pada konferensi pers di klubnya. “Saya sangat bangga dan merasa senang,” ujarnya. “Kita harus mempunyai 30, 40, atau 50 persen profesional yang sangat baik di Brasil, jadi bila saya berda di urutan kedua di daftar itu, itu baik bagi saya.” Menezes menggantikan Dunga, yang mundur setelah Brasil secara mengejutkan kalah di perempatfinal Piala Dunia dari Belanda tiga pekan lalu. Kedua pelatih yang berasal dari bagian selatan Bra-

sil itu dianggap sebagai lebih bagian dari Eropa dari negara tersebut. Menezes, yang belum pernah bermain secara profesional, akan mempunyai tugas sangat besar, yakni berusaha membangun kembali tim nasional Brasil, yang kehilangan kepercayaan setelah tampil buruk di Afrika Selatan, dan meraih juara dunia keenam saat mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Menjadi juara Piala Dunia di tanah air mereka sendiri dipandang sebagai kewajiban oleh 190 juta jiwa penduduk Brasil. Dengan kegagalan Brasil menjadi juara di tanah air mereka pada tahun 1950 masih disebut sebagai hal yang biasa, tekanan terhadap Menezes dan timnya akan merupakan yang paling besar hingga kini. Ia juga akan mendapat tekanan untuk memulihkan gaya permainan yang lebih menarik. Banyak orang merasa bahwa gaya permainan yang menarik hilang di bawah kepemimpinan Dunga. Pertandingan persahabatan Salah satu masalah terbesarnya adalah Brasil akan se-

cara otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia sebagai tuan rumah dan akan kurang bersaing dalam pertandingan sepak bola, dengan Copa America hanya tinggal setahun lagi dan Piala Konfederasi 2013 untuk menguji coba tim tersebut. Kalau tidak, ia akan menjalani pertandingan-pertandingan persahabatan dalam jangka waktu yang lama, dimulai dengan pertandingan tandang melawan Amerika Serikat 10 Agustus. Menezes (48) menjadi terkenal di tahun 2005 ketika ia memimpin mantan juara Amerika Selatan, Gremio, naik dari divisi kedua. Dalam pertandingan menentukan yang luar biasa, empat pemain Gremio dikeluarkan dari lapangan pertandingan, berhasil menggagalkan tendangan penalti lawan, Nautico, dan kemuian mencetak satu gol untuk meraih kemenangan 1-0 dan meraih promosi. Dua tahun kemudian, ia membawa tim asuhannya ke final Piala Libertadores, yang sama tingkatannya dengan Liga Champions.

Ia kemudian bergabung dengan Corinthians, klub yang jauh lebih populer, dan membawa mereka keluar dari divisi kedua di tahun 2008. Sejak itu, tim asuhannya menjurai Copa Brsil dan memboyong pemain yang memperkuat Brasil untuk menjadi juara Piala Dunia, Ronaldo dan Roberto Carlos. Presiden CBF Ricardo Teixeira mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tim nasional Brasil akan kurang tergantung pada para pemain yang memperkuat klub asing, suatu strategi berisiko yang tidak berhasil ketika diuji coba selama ini. “Brasil, sebagai pelatih baru mengatakan kepada saya, akan diperkuat oleh para pemain signifikan yang bermain untuk klub-klub Brasil, Mano Menezes merupakan orang yang tepat untuk memimpin proses ini,” kata Teixeira. “Saya yakin ia akan melaksanakan tugas besar hingga 2014. Ia menunjukkan keberanian dan kebanggaan dalam mmanfaatkan kesempatan yang menjadi impian dunia setiap pelatih,” katanya. (ant)

Tenis Atlanta Terbuka

Roddick Tersisih ATLANTA - Mardy Fish menambah kemenangannya berurutan menjadi sembilan kali setelah mengalahkan unggulan utama Andy Roddick 7-6 6-3 Sabtu waktu setempat dan melaju ke final turnamen tenis Atlanta Terbuka. Fish akan bertemu dengan unggulan kedua John Isner di final setelah pemain jangkung Amerika itu mengalahkan petenis bukan unggulan dari Afrika Selatan Kevin Anderson 6-3 6-7 6-3. Unggulan keenam Fish tampil memprihatinkan, melakukan hanya 40 persen dari servis awal, tetapi dapat mengamankan tiga “break point” dan sekali mematikan servis Roddick. “Ini bukan sesuatu yang saya tuju, tetapi ketika saya mengalahkan (Roger) Federer di Indian Wells saya hanya dapat melakukan 35 persen,”

Fatih Terim sesuai dengan jadwal, kata dia, akan diajak untuk melihat secara langsung iklim sepak bola Indonesia. Salah satunya dengan menonton pertandingan babak semifinal hingga final Piala Indonesia 2010. “Sebetulnya akan kami ajak nonton pertandingan Piala Indonesia di Sidoarjo. Yang jelas kunjungan Fatim Terim ke Indonesia hanya sebatas kunjungan biasa dan belum mengarah hal-hal yang lain,” katanya menambahkan. Ia menjelaskan guna penjadwalan ulang kedatangan Fatim Terim, pihaknya terus berupaya melakukan komunikasi. Hanya saja pihak Kemenpora belum bisa memastikan waktu pastinya. Fatim Terim merupakan salah satu pelatih sepak bola kelas dunia yang diharapkan menjadi pelatih timnas Indonesia mendatang. Pelatih ini telah memiliki pengalaman yang cukup banyak, baik saat menangani timnas maupun klub-klub besar di Eropa.

Andy Roddick

“Saya mengawalinya dengan baik pada set ketiga, tetapi akhirnya saya tertekan dan tidak dapat memanfaatkan peluang saya,” diakui Anderson. “Saya membuatnya bekerja keras tetapi ia lebih beruntung dalam meraih angka demi angka, sedangkan saya tidak berhasil melakukannya,” kata Anderson. (ant)

Djokovic Mundur

Murray Unggulan Utama

Fatih Terim Gagal ke Indonesia JAKARTA - Mantan pelatih timnas Turki yang juga mantan pelatih klub AC Milan, Italia, Fatih Terim batal datang ke Indonesia untuk memenuhi undangan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng di Jakarta, Minggu mengatakan, sesuai dengan undangan, pelatih asal Turki itu akan tiba di Indonesia, hari ini. “Saya mendapatkan kabar bahwa karena suatu dan lain hal Fatim Terim tidak jadi datang. Sayang sekali. Namun, kami terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait guna mengusahakan kedatangannya,” katanya saat dikonfirmasi. Menurut dia, undangan terhadap Fatim Terim merupakan tidak lanjut dari hubungan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Turki dalam bidang olahraga sebagaimana yang telah dibicarakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

kata Fish. Isner mengatasi tujuh “break point” serta panasnya cuaca di tempat bertanding, ketika berhadapan dengan Anderson dan maju ke final untuk keempat kalinya tahun ini. “Kondisinya amat buruk,” kata Isner, “matahari seperti tidak ada dilindungi awan, langsung bersinar ke lapangan.” Isner memiliki peluang untuk mengakhiri pertandingan pada ser kedua, ketika ia menahan laju lawannya tetapi Anderson menekannya sampai terjadi “tiebreaker”. Kedua petenis kelihatan amat kelelahan pada set ketiga, sebelum melakukan kesalahan ganda dan Isner membuat “break point” untuk memimpin 5-3, yang dipertahankannya sampai memenangi pertandingan.

Andy Murray

LOS ANGELES - Petenis peringkat keempat dunia dari Inggris Andy Murray menjadi petenis unggulan di LA Terbu-

ka mulai minggu depan setelah peringkat kedua Novak Djokovic mundur. Petenis asal Serbia Djokovic mundur dari turnamen Tur ATP itu Jumat malam, dengan mengemukan alasan pribadi, kata penyelengara pertandingan. Petenis Ceko Radek Stepanek, juara 2007, juga menarik diri dari pertandiangan itu Jumat karena mengalami cedera kaki. “Amat mengecewakan kehilangan pemain seperti Novak dan Radek,” kata Direktur Pertandingn Bob Kramer dalam pernyataannya. “Kami ingin menyaksikan lagi permainan Novak di LA,

tetapi ia berhalangan. Untung Andy Murray, salah satu dari lima pemain top, masih dapat tampil dalam turnamen kami,” katanya. Murray, yang bermain dengan mendapatkan “wild card”, akan melakukan pertandingan pertama dalam event yang berlangsung di LA Tennis Center itu. Petenis Amerika yang terkenal dengan kekuatan servisnya, Sam Querrey, yang meraih gelar tahun lalu, merupakan petenis unggulan kedua bersama rekannya dari Siprus Marcos Baghdatis sebagai unggulan ketiga dan petenis dari Spanyol Feliciano Lopez unggulan keempat. (ant)

Guti Tinggalkan Real Madrid

Fatih Terim

Mantan pelatih klub AC Milan itu akan diploting menjadi pelatih timnas senior guna menjalani beberapa pertandingan internasional. Salah sa-

tunya pra-Piala Dunia 2014. Khusus untuk timnas U-23, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mempercayakan kepada Alfred Riedl. (ant)

MADRID - Pemain tengah Real Madrid Guti meninggalkan klub raksasa Spanyol itu setelah seperempat abad bergabung di klub tersebut dan kini melirik tawaran dari klub Turki Besiktas. Mantan pemain timnas Spanyol yang telah bergabung dengan Real Madrid sejak remaja pada 1985 dan membuat debutnya di tim utama satu dekade kemudian, telah membantu Real memenangi lima gelar liga domestik dan tiga gelar Liga Champion. “Saya pergi dalam arti bahwa keluarga Real Madrid mencintai saya dan itu yang sangat penting,” kata Guti. “Saya tertarik dengan tawaran Besiktas tapi saya belum

Guti

memutuskan, yang pasti dimana saja saya pergi saya akan memberikan yang terbaik,” katanya. Menurut laporan dari Spa-

nyol baru-baru ini, striker Real Raul juga akan meninggalkan Bernabeu dan akan mengumumkan keberangkatannya ke klub Bundesliga Schalke 04 pada Senin. Raul (33) membuat debutnya untuk Real di La Liga pada Oktober 1994 dalam usia 17 tahun dan telah ikut memenangi enam kali elar liga dan tiga kaligelar Liga Champion, dua kali menjadi top skorer di liga Spanyol. Pada Oktober tahun lalu, dua menyamai rekor pemain Jerman Gerd Mueller dengan 66 gol. Dia memegang rekor Spanyol sepanjang masa dengan 44 gol dalam 102 penampilannya di lapangan, memiliki satu gol lebih baik dari penerusnya David Villa. (ant)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Senin 26 Juli 2010

8

Di Banten

20 Balita Terjangkit HIV

Suluh Indonesia/ant

BUDAYA PRESEAN - Dua orang Pepadu (pemain presean) bertarung dalam permainan tradisional sasak Presean di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB, kemarin. Permainan presean adalah salah satu kebudayaan masyarakat Sasak di Lombok.

Tari Sakral Bali

Jangan Dipentaskan Sembarangan DENPASAR - Guru Besar Unud I Gde Parimartha mengingatkan, seniman Bali dan tokoh-tokoh masyarakat setempat untuk tidak mementaskan tari-tari sakral secara sembarangan untuk memenuhi keinginan pihak-pihak tertentu. ‘’Tari sakral hanya dipentaskan untuk melengkapi kegiatan ritual masyarakat desa adat setempat,” katanya di Denpasar, kemarin. Hal itu diungkapkan karena perang pandan, tradisi khas masyarakat Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem, Bali timur dipentaskan untuk memeriahkan salah satu kegiatan di Solo. Pementasan ritual perang pandan itu di luar wilayah desa adat Tenganan itu sebenarnya tidak perlu terjadi, jika masyarakat dan semua pihak

menjunjung dan menghormati nilai-nilai kesakralan dalam ritual Hindu di Bali. ‘’Bisa saja seniman mengambil inspirasi dari ‘Perang pandan’ untuk menciptakan tabuh dan tari guna dipentaskan dalam berbagai kepentingan,” ujarnya. Ia mengingatkan, kesakralan dari sebuah tari itu harus dipegang teguh oleh masyarakat pendukung, agar tetap kokoh, lestari dan unik, karena kesenian tradisi itu tidak ada di tempat lainnya. ‘’Ke depan masalah itu diharapkan tidak terulang lagi, karena masyarakat umum maupun wisatawan yang ingin menyaksikan ‘perang pandan’ bisa datang ke Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem,” ujarnya. Masyarakat Desa Adat

Tenganan Dauh Tukad, Kabupaten Karangasem kembali akan menggelar kegiatan tradisi “perang pandan” melibatkan puluhan orang dari dua kelompok yang saling berhadapan pada hari Jumat 30 Juli 2010. Perang pandan tersebut dalam rangkaian kegiatan ritual Ngusaba Desa di desa adat Tenganan Dauh Tukad, kata Parimartha, yang juga juga tokoh masyarakat Desa Tenganan itu. Tradisi perang pandan itu akan berlangsung mulai pukul 13.00 waktu setempat, sebelum kegiatan ritual Ngusaba Desa dimulai. Tradisi perang pandan itu digelar masyarakat setempat secara berkesinambungan setiap tahun, sebagai rangkaian kegiatan Ngusaba Desa yang di-

Takut Terjerat Kasus Hukum

Pejabat Pagaralam Mundur PAGARALAM - Puluhan Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan, Pemerintah Kota Pagaralam, Sumatera Selatan terpaksa meletakkan jabatan karena khawatir berhadapan dengan persoalan hukum saat menjalankan proyek. Kepala Dinas PU Kota Pagaralam Edy Thamrin didampingi Kabid Cipta Karya Haryadi, di Pagaralam, Minggu, mengatakan saat ini aparat penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Kepolisian Resort (Polres) setempat sedang gencar-gencarnya memeriksa semua proyek dinilai bermasah. Keadaan ini yang membuat semua Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK)

kurang nyaman, ketakutan mengelola proyek dan minta mengundurkan diri. ‘’Mereka semuanya sudah membuat surat pernyataan mengundurkan diri dan tidak sanggup melaksanakan tugas sebagai PPTK, karena ada anggapan jabatan tersebut sering menjadi korban saat ada proyek bermasalah,” kata dia. Ia mengatakan, ada sekitar puluhan proyek yang berada di setiap dinas, badan dan kantor termasuk berbagai satuan unit kerja (Satker) lainnya. ‘’Biasanya sesuatu yang melibatkan banyak orang termasuk pada proyek penunjukan langsung (PL) pasti bermasalah. Meskipun kekeliruan menjadi tang-

gungjawab pelaksana proyek, tapi PPTK pasti ikut terlibat karena berarti kurang pengawasan,” kata dia. Menurut dia, sudah banyak pejabat tersebut sekarang terpaksa berurusan dengan hukum akibat ulah pemborong atau pelaksana proyek yang nakal. ‘’Menyikapi hal ini, kita terpaksa merevisi surat keputusan (SK) dan harus mencari pengganti yang mengundurkan diri sebagai PPTK,” ungkap dia lagi. Wakil Wali Kota Pagaralam Ida Fitriati, mengatakan sebetulnya tidak mesti mengundurkan diri, namun sebagai koreksi perlu ditingkatkan pengawasan. (ant)

Suami TKW Cianjur

Dinilai Sangat Tidak Produktif CIANJUR - Suami tenaga kerja wanita di Cianjur, Jabar, dinilai tidak produktif selama istrinya bekerja sebagai buruh menghimpun devisa di negara orang. Bahkan tingginya angka TKW dari wilayah Cianjur, yang berangkat ke luar negeri, dengan niat meningkatkan taraf ekonomi keluarga, mempengaruhi keharmonisan rumah tangga pasangan suami istri buruh migran tersebut. ‘’Akibatnya, bukan saja terjadi kelambanan dalam penanganan kasus-kasus yang terjadi seputar TKW tersebut, namun juga gagal dalam pemberdayaan keluarganya,’’ kata Pekerja sosial dari International Labour Organization (ILO) Per-

satuan Bangsa-Bangsa (PBB) wilayah Cianjur, Asep Mirda Yusuf di Cianjur, kemarin. Yusuf menilai, pemerintah harus membuat formula pemberdayaan suami-suami yang ditinggal istrinya, bekerja sebagai buruh migran tersebut. Pasalnya, deteksi di lapangan menunjukkan mereka kebanyakan tidak berfikir produktif saat menerima kiriman uang dari istrinya. ‘’Para suami TKW ini kebanyakan tidak punya pekerjaan tetap. Sehingga saat menerima kiriman serta merta langsung digunakan untuk hal-hal konsumtif,” katanya. Sehingga dia menilai, harus ada semacam program atau arahan dari pemerintah, agar uang

yang diterima para suami itu, dipergunakan untuk meningkatkan taraf kehidupan keluarganya. ‘’Jumlah TKW asal Cianjur yang bekerja di luar negeri saat ini mencapai angka 30 ribu jiwa. Kalau dirata-rata setengahnya masih bersuami, berarti 15 ribu orang perlu diberdayakan,” terangnya. Jika paradigma berfikir dari para suami yang istrinya menjadi TKW ini tidak diubah maka akan berimplikasi terhadap keberlangsungan dari harmonisasi rumah tangganya. Sehingga tidak mengherankan setelah pemberangkatan pertama dipastikan akan berlanjut hingga ke dua bahkan untuk ketiga kalinya. (ant)

gelar munggu depan. Sedikitnya 15 pasang dari kedua kelompok saling berhadapan itu terdiri atas anakanak, pemuda dan orang tua. (ant)

SERANG - Program Officer Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten Arief Mulyawan mengungkapkan bahwa sebanyak 20 balita di Banten saat ini terinfeksi HIV. ‘’Mereka rata-rata berusia antara 0 bulan sampai dengan 4 tahun. Anak-anak penderita HIV itu mulai terdeteksi pada tahun 2007,” kata Arief di Serang, kemarin. Menurutnya, para balita terinfeksi HIV itu terdeteksi setelah orangtua mereka melakukan voluntary counsulting and testing (VCT) atau tes HIV yang dilakukan secara sukarela, di beberapa klinik penanggulangan HIV di berbagai kabupaten kota di Banten. ‘’Itu yang terdeteksi setelah orangtuanya melakukan pemeriksaan. Yang belum terdeteksi masih banyak. Tahun 2009 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Banten melakukan survei tentang penderita HIV, hasilnya muncul 9.000 jiwa yang terestimasi terkena HIV,”

kata Arief. Bulan ini, kata dia, data yang dimiliki KPA Banten mengungkapkan sebanyak 1.600 warga Banten terdeteksi positif HIV. ‘’Itu yang sudah terdeteksi. Kalau estimasinya 9.000, maka sekitar 8.000-an belum terdeteksi,” urainya. Anak-anak yang terjangkit HIV menurut Arief rata-rata tertular sejak lahir. Yakni karena ibu dan ayahnya terkena HIV. ‘’Penanggulangannya, mereka harus diberi obat antiretro verin (ARV) dan mengikuti VCT secara rutin,” ujar Arief. Selain itu, bayi yang terdeteksi HIV juga harus diberi pengganti air susu ibu karena ASI dari ibu yang terjangkit HIV juga bisa menularkan HIV terhadap bayi yang disusuinya. Arief mengurai tentang pola penanggulangan AIDS/HIV yang akan dibuat peraturan daerahnya oleh DPRD Banten. ‘’Dalam perda yang kini dibahas Badan Legislasi DPRD Banten, dicantumkan klausul dalam raperda bahwa kabupaten/kota se-

bagai implementator harus menyediakan pelayanan teknis, berupa pembukaan klinik, mitigasi, dan obat-obatan,” katanya. Sementara kewenangan provinsi pada penyediaan buffer stock obat ARV, metadon, pelayanan VCT, serta pengadaan layanan rumah sakit. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa mengaku prihatin dengan tingginya jumlah anak penderita HIV di Banten. Untuk itu ia mendukung agar segera dibentuk tim penanggulangan AIDS/HIV di Provinsi Banten dan setiap kabupaten/kota. ‘’Ini perlu penanggulangan khusus. Kami mendukung perda penanggulangan HIV itu untuk segera disahkan. P2TP2A juga akan melakukan koordinasi dan advokasi terkait hal ini,” ujarnya. Tak hanya advokasi, P2TP2A, kata Adde, kini melakukan advokasi terhadap anak korban kekerasan. (ant)


Edisi 26 Juli 2010 | Suluh Indonesia