Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No.137 tahun IV Selasa, 20 Juli 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Kurangi Utang Luar Negeri

KUKM Hadapi Tantangan Berat

Belum Berkembang

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan pengurangan pembiayaan baru dari luar negeri berbentuk utang, sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ...hal. 1

MENTERI Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menilai saat ini sektor koperasi dan UKM menghadapi berbagai masalah dan tantangan berat di antaranya krisis energi, krisis pangan, dan tantangan ...hal. 2

PRODUKTIVITAS UMKM per unit usaha dan pertenaga kerja selama 2002-2008 dinilai belum menunjukkan perkembangan yang berarti. “Dari sisi produktivitas, atas dasar harga konstan tahun 2000 ...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Luna Maya Jalani Wajib Lapor

Suluh Indonesia/ant

TDL - Dirut PLN Dahlan Iskan mengikuti pembahasan kenaikan tarif dasar lisrik (TDL) bersama Komisi VII DPR di Jakarta, kemarin. Dewan tetap mempertanyakan keputusan tak populer pemerintah tersebut.

TDL Tak Naik

Berdampak Buruk JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan keputusan pemerintah menaikan tarif dasar listrik (TDL) dengan mengurangi subsidi listrik merupakan pilihan sulit. “Sama halnya dengan pengurangan subsidi BBM di waktu yang lalu, apabila tidak diambil maka dampak buruknya lebih besar,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden Jakarta, kemarin. Sebenarnya, kata Presiden Yudhoyono, keputusan itu diambil untuk melindungi konsumen ekonomi lemah. Kenaikan TDL pun tidak terlalu tinggi, rata-rata 10 persen. Untuk itu, pemerintah akan melaku-

kan pengawasan sehingga kenaikannya tidak melebihi target. “Kita sudah hitung dampak kenaikan dan ongkos produksi, dari perusahaan kita. Akibat kenaikan itu mari kita kontrol, kita pastikan tidak ada penyimpangan,” ujarnya. Presiden mengatakan, telah memerintahkan Menko Perekonomian untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat dan efektif. Dengan demikian, apa yang dilakukan PLN, dunia usaha, dan industri juga tepat sasaran. ‘’Tidak kesana-kemari, dengan demikian tidak mengorbankan rakyat,” kata Presiden Yudhoyono. Presiden menegaskan terpenting adalah mengontrol

dan memastikan tidak ada penyimpangan-penyimpangan dan memanfaatkan kenaikan TDL ini. Secara moral, menurut Presiden Yudhoyono tidak bisa dibenarkanmanakala ada perusahaan yang melakukan aji mumpung memanfaat situasi ini untuk mengambil keuntungan secara sewenang-wenang. Karena itu, Kepala Negara berencana meninjau langsung perusahaan industri dengan para menteri terkait. ‘’Saya tidak akan segan-segan untuk memberikan peringatan kepada mereka yang sama sekali tidak punya hati dengan menaikkan ongkos produksi, baik barang dan jasa, dengan melebihi kepatutan,” tegasnya.(har)

Rekening Gendut Pati Polri

Satgas Siap Bertindak Tegas JAKARTA - Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum menunggu hasil telaahan pihak kepolisian atas sejumlah rekening perwira kepolisian yang dianggap tidak wajar untuk menyikapi kasus tersebut. ‘’Kita harus serius mencermati hasil kajian dari kepolisian dan Satgas dalam batas kewenangannya akan mempelajari dengan sangat hati-hati laporan ini. Kalau kemudian ada dugaan praktik mafia hukum, Satgas akan juga melakukan langkah-langkah yang tepat dalam batas kewenangan,’’ kata Sekretaris Satgas Mafia Hukum Denny Indrayana di Kantor Presiden Jakarta, kemarin. Menurut Denny, Satgas menghormati penyusunan laporan yang dilakukan pihak kepolisian. Denny menambahkan, Satgas serius dalam mencermati kajian kepolisian tersebut. Denny mengatakan, kalau laporan kepolisian sudah benar tentu Satgas akan support (dukung-red) tapi jika laporan kepolisian ini masih menyisakan persoalan-persoalan dan jika itu ter-

kait dengan praktik mafia hukum maka akan ada langkah-langkah yang harus dilakukan juga oleh Satgas sebagai unit kerja presiden untuk memberantas mafia hukum. Beberapa jenderal Polri telah diduga memiliki tabungan yang mencapai miliaran bahkan puluhan miliar rupiah yang diperkirakan diperoleh dari praktik-praktik yang melanggar hukum. Tabungan itu dicurigai karena tidak mungkin didapat dari gaji yang mereka peroleh setiap bulannya sebagai anggota Polri. Denny mengatakan, Satgas menghormati proses penyelidikan yang dilakukan polisi. Namun, Satgas juga mendengarkan masukan dari masyarakat, khususnya kalangan media dan lembaga swadaya masyarakat, yang cukup kritis atas kajian rekening gendut tersebut. Seperti diwartakan, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Edward Aritonang mengatakan, 17 dari 23 rekening polisi, yang sempat dideteksi dan dicurigai PPATK terbukti wajar. (har/son)

Aset Obligor BLBI Diduga Raib JAKARTA - Jaksa Agung, Hendarman Supandji memerintahkan penyelidikan dugaan penjualan aset milik obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia oleh oknum jaksa. ‘’Informasi itu, akan ditindaklanjuti apakah benar barang bukti itu (dari kasus BLBI) dijual,” katanya di Jakarta, kemarin. Seperti diketahui, namanama yang tersangkut kasus BLBI tersebut, antara lain, Samadikun Hartono pemilik Bank Modern dalam kasus korupsi Rp169 miliar, David Nusawijaya dari Bank Umum Servitia Rp1,2 triliun, Eko Edi Putranto dan Sherny Kojongean Komisaris dan Direksi Bank Harapan San-

tosa Rp1,9 triliun. Kemudian, Bambang Sutrisno dan Andrian Kiki Ariawan Bank Surya Rp2,9 triliun dan Eddy Tanzil yang membobol Bank Bapindo Rp1,3 triliun. Berdasarkan informasi, sejumlah aset dari buronan BLBI tersebut, sampai sekarang belum teradministrasi dengan baik, misalnya Eddy Tanzil memiliki tanah 30 ribu hektar di Bogor, Jawa Barat, dan Alm Hendra Rahardja memiliki tanah di kawasan Jalan Pakubuwono dan Permata Hijau yang saat ini berdiri sejumlah apartemen. Ia menambahkan yang diselidiki untuk kasus pidana

soal aset obligor BLBI itu, seperti bagaimana proses lelangnya apakah asetnya tidak laku atau harganya terlalu tinggi. Di bagian lain, ia menyebutkan alat bukti BLBI sendiri sudah diserahkan kepada Menteri Keuangan. ‘’Dari kebijakan pemerintah dalam rapat pleno 2008-2009, penanganan kasus BLBI itu, diserahkan kepada menkeu,” katanya. Sebelumnya, Tim Pemburu Koruptor mengaku saat ini masih mengevaluasi aset para koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia serta pengejaran terhadap buronan koruptor yang melarikan diri ke luar negeri. (nas)

JAKARTA - Artis Luna Maya melakukan wajib lapor di Mabes Polri, kemari sekitar pukul 10.45 WIB dengan didampingi Tim kuasa hukum, Aga Khan. Luna datang dengan mobil CRV warna coklat tua bernomor polisi B 8 UCI, menggunakan kerudung warna kuning dan celana jeans, kemudian masuk melalui pintu belakang ruang pemeriksaan Mabes Polri. Aga Khan mengatakan, kedatangan Luna untuk memenuhi wajib lapor dan tanda tangan. Namun usai wajib lapor, Luna Maya hanya bungkam. Aga Khan yang mendampingi Luna pun demikian tidak memberi komentar yang menanyakan seputar pelaksanaan wajib lapor kliennya. Secara terpisah, Kapenum Divisi Hubungan Masyarakat (Div Humas) Polri Kombes Pol Marwoto Soeto mengatakan, Luna melaksanakan wajib lapor pada Senin dan Kamis. Untuk diketahui, penetapan status tersangka untuk Luna dan Cut Tari yang mulai ditetapkan pada Kamis (8/7) dan hanya dikenakan wajib lapor tidak ditahan. Selanjutnya, para penyidik akan melakukan pemberkasan kepada tiga tersangka yakni Ariel, Luna dan Cut Tari secara terpisah untuk diajukan ke pihak penuntut. Kedua artis yang diduga terlibat dalam pembuatan video porno dengan artis Nazriel Irham alias Ariel dan diancam dengan pasal 282 KUHP tentang asusila. Polri sebelumnya sudah menetapkan tersangka Ariel dan telah menahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri sejak Selasa (22/6). Cut Tari dan Luna Maya bahkan telah menyampaikan permohonan maafnya kepada publik, namun hal tersebut tidak memperngaruhi penyidikan. Polri sebelumnya juga telah melakukan pemeriksaan identifikasi fisik untuk memastikan pemeran dalam video asusila tersebut. Identifikasi fisik dengan menggunakan anatomi forensik yang merupakan salah satu cara untuk mengungkap kasus melalui investigasi kejahatan secara ilmiah (scientific crime investigation). (nas)

Seorang Diduga Teroris

Ditangkap di Sragen SRAGEN - Seorang warga yang diduga teroris ditangkap polisi setelah menjalani Shalat Maghrib di Mushalla Al Huda, Kampung Ngledok, Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jateng pada Minggu (18/7). ‘’Orang tersebut bernama Mu`arifin (30), warga Banyuanyar, Kota Solo,” kata Kapolsek Sambirejo AKP Hariyanto di Sragen, kemarin. KHariyanto mengatakan, Mu‘arifin berada di desa tersebut karena mengantar istrinya, Naim Murniati (22), yang hamil tua ke rumah orang tua Naim di Sragen. ‘’Mu`arifin sudah berada di desa tersebut sejak Jumat (16/7),” katanya. Menurut dia, Arifin dan Naim sudah menikah sejak 2008. ‘’Naim sendiri tidak ikut ditangkap,” katanya seraya mengatakan, pihaknya saat ini belum mengetahui keterlibatan Mu‘arifin dalam tindakan terorisme. Sementara itu, sejumlah saksi mata penangkapan mengatakan Mu’arifin ditangkap oleh puluhan petugas kepolisian. ‘’Dalam penangkapan tersebut, ada puluhan petugas kepolisian yang mengendarai tiga sepeda motor secara berboncengan dan sekitar empat mobil jenis Toyota Avanza,” kata saksi mata Sutanto. Saat akan terjadi penangkapan tersebut, kata dia, para petugas kepolisian memarkirkan kendaraan mereka di sekitar halaman Mushola Al Huda tempat ditangkapnya Mu’arifin. ‘’Ketika kami tanya ada kepentingan apa petugas tersebut di kampung kami, mereka mengatakan hanya mengenai permasalahan jual beli tanah,” kata dia. Usai solat Maghrib, lanjut dia, petugas tersebut menangkap Arifin yang ketika itu tidak melakukan perlawanan dan membawa Mu’arifin tanpa diketahui tujuannya. Seorang saksi mata lainnya, Tri Harsono mengatakan, selain melakukan penangkapan terhadap Mu’arifin, petugas kepolisian yang mengenakan pakaian hitam-hitam dengan membawa senjata laras panjang tersebut mendatangi rumah mertua Mu’arifin yang berada tidak jauh dari Mushola. ‘’Saya tidak mengetahui apa yang mereka lakukan,’’ katanya. (ant)


K ta

Suluh Indonesia, Selasa 20 Juli 2010

K ilas

Hartono Bantah Rekayasa

Kompol Arafat Diancam Lima Tahun KOMPOL M Arafat Enannie, penyidik di Unit II Direktorat II Reserse Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri, diancam lima tahun penjara karena diduga menerima uang dari Gayus HP Tambunan. “Terdakwa diancam lima tahun penjara,” kata anggota Tim Jaksa Penuntut Umum, Yuni D, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Haswandi, JPU menyebutkan terdakwa melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri-sendiri, pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima sesuatu pemberian. Atau janji dari Gayus HP Tambunan, Haposan Hutagalung, Roberto Santonius, Andi Kosasih dan Alif Kuncoro. “Dengan maksud supaya pengawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya,” katanya. Perbuatan terdakwa diancam pidana Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi jo UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Terdakwa juga diancam Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi jo UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Dia menyebutkan terdakwa telah menerima pemberian sebuah motor besar tipe Ultra Classic warna hitam seharga Rp410 juta. (ant)

Mantan Mensos Diperiksa Lagi MANTAN Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung KPK, Jakarta, Senin, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan sapi impor dan mesin jahit oleh Departemen Sosial. “Diperiksa sebagai tersangka,” kata Bachtiar kepada wartawan ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin. Sebelumnya, mantan Mensos tersebut juga pernah diperiksa KPK pada 8 Juli sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sandang berupa kain sarung oleh Depsos. Dalam kasus pengadaan sarung tersebut, tersangkanya adalah Cecep Ruhyat yang menjabat sebagai Direktur PT Dinar Semesta yang merupakan perusahaan rekanan Depsos dalam pengadaan sarung. Sedangkan dalam kasus pengadaan mesin jahit dan sapi impor, KPK telah menetapkan Bachtiar sebagai tersangka sejak Februari 2010. Bachtiar diduga mengetahui proses pengadaan tersebut yang awalnya akan disalurkan kepada fakir miskin. KPK menganggap telah terjadi penunjukan rekanan secara langsung dan penggelembungan harga dalam proyek itu, sehingga mengakibatkan kerugian negara. Perhitungan awal menunjukkan kasus pengadaan mesin jahit pada 2004 senilai Rp51 miliar telah merugikan negara Rp24 miliar. Sedangkan proyek sapi senilai Rp19 miliar diduga merugikan negara Rp3,6 miliar. Tim penyidik KPK menjerat Bachtiar dengan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 dan atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP. (ant)

Bongkar Kasus Anggodo

KPK Dikecam Ary Muladi JAKARTA - Penetapan Ary Muladi menjadi tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan KPK, kembali dikecam penasihat hukumnya, Sugeng Teguh Santosa. Pasalnya, Ary banyak membantu KPK dalam membongkar kasus dugaan korupsi yang melibatkan Anggodo Widjojo. Hal itu disampaikan Sugeng di gedung KPK, Jakarta, kemarin. Menurut Sugeng, Ary sebelumnya sudah memberikan keterangan kepada KPK terkait dengan kasus tersebut. Namun, justru KPK malah menetapkannya sebagai tersangka. Padahal, kliennya ini merupakan orang yang memberikan informasi kepada penyidik KPK. Sikap Ary ini sesuai aturan yang ada dalam UU Nomor 30/2002 tentang KPK sebagai partisipasi masyarakat. “Sejak awal, kami membawa Ary ke KPK untuk menyerahkan bukti dan memberikan keterangan. Kemudian, Ary memberikan keterangan bagaimana dia membantu mengungkap bahwa aliran dana itu ada. Ini sebagai entry point kriminalisasi Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah,” jelas Sugeng. Sugeng juga menyatakan, KPK telah melakukan pelanggaran hukum karena kliennya adalah pihak pemberi informasi yang seharusnya dilindungi sesuai Pasal 41 UU Nomor 31/1999

jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi. Apalagi, Ary kemudian mencabut keterangan pada berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyatakan telah memberikan uang kepada sejumlah pimpinan KPK. Sebelumnya, KPK menetapkan status tersangka kepada Ary Muladi. Pengusaha sekaligus teman Anggodo Widjojo itu, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi upaya untuk merintangi penyidikan KPK dalam penanganan kasus korupsi proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) Dephut. Dalam kasus ini, Ary diduga menerima uang dari Anggodo Widjojo dalam rangka upaya menyuap pimpinan KPK, Bibit dan Chandra untuk menghentikan penyidikan kasus SKRT tersebut. Saat ini, Anggodo sedang menjalani persidangan. Ia juga didakwa melakukan percobaan penyuapan dan menghalangi penyidikan kasus tindak pidana korupsi di KPK. Anggodo didakwa melanggar UU Antikorupsi. JPU menyatakan direktur PT Sapta Wahana Mulia itu bermufakat dengan Ary Muladi untuk memberikan Rp 5,1 miliar sebagai tindak melanjutkan perkara terkait yang menyangkut Anggoro Widjojo. (nas)

Suluh Indonesia/ant

KAPAL MINYAK TERBAKAR - Sebuah kapal motor tanker (MT) Sandika terbakar di dekat dermaga KPLP, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, (19/7). Api diduga mulai berkobar sekitar pukul 15.00 dan untuk sementara, tidak ada korban jiwa dalam peritiwa tersebut.

Hendarman Dibelit Isu Suap JAKARTA - Jaksa Agung, Hendarman Supandji dibelit isu suap hingga milyaran. Karena gerah, dia pun mengancam akan menuntut orang yang memberikan pernyataan bahwa dirinya menerima uang sebesar tiga juta dollar AS dalam menangani kasus dugaan korupsi pada Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan HAM. “Kalau ada yang bisa mengatakan itu, tapi tidak bisa membuktikannya, saya akan tuntut dia,” katanya saat jumpa wartawan, di Jakarta, kemarin. Seperti diberitakan sejumlah media online, Jaksa Agung Hendarman Supandji telah menerima uang sebesar tiga juta dollar AS untuk tidak menetapkan Hartono Tanoesudibyo sebagai tersangka kasus Sisminbakum.

Kejagung sendiri telah menetapkan Hartono Tanoesudibyo, mantan Kuasa Pemegang Saham PT Sarana Rekatama Dinamika, dan Yusril Ihza Mahendra, mantan Menteri Hukum dan HAM, sebagai tersangka kasus Sisminbakum. Ia mengatakan bshes adik kandungnya, Bambang Tri, juga menanyakan kepada dirinya apakah dia menerima uang Sisminbakum itu. “Dia (Bambang Tri) menanyakan kepada saya, Mas terima uang yah? Gila, untuk kepentingan apa, keperluan apa, siapa yang menyerahkan,” katanya. Kemudian, Hendarman menanyakan kepada adiknya, darimana informasi itu. “Dia menjawab dengar-dengar saja. Saya tidak terima uang itu, kalau tahu itu, saya sudah kaya

raya,” katanya. Harus Ditahan Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mendesak Kejaksaan Agung melakukan penahanan terhadap Hartono Tanoesoedibjo yang menjadi tersangka kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Kejagung harus segera melakukan penahanan pada Hartono,” kata Bambang melalui pesan singkat (SMS) di Jakarta, Senin, terkait rencana pemeriksaan kedua Hartono pada Senin siang. Mengacu pada langkah Kejaksaan Agung yang melakukan penahanan terhadap para tersangka kasus Sistem Administrasi Badan Hukum sebelumnya, menurut Bambang, hal

Suluh Indonesia/ant

ANOMALI CUACA - Awan gelap menaungi ibukota, Jakarta, Senin (19/7). Kepala BMKG Sri Woro menyebutkan pergerakan El Nino dan angin musim barat dan timur mengakibatkan anomali cuaca yaitu terjadinya hujan di bulan Juli yang seharusnya telah masuk ke musim kemarau.

Menkumham Sidak Kantor Imigrasi, Calo Sepi Makanya mereka menggunakan biro jasa,” katanya. Politisi PAN itu mengemukakan, jangan mengurus paspor melalui jalur calo. Dia juga meminta kepada pihak Imigrasi melayani masyarakat dengan baik. “Bila terbukti aparat Imigrasi mempersulit masyarakat dalam pengurusan paspor maka saya akan tindak secara administrasi,” kata dia. Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Timur Nasrul Ngabdimasa mengatakan, kepengurusan paspor hanya membutuhkan waktu empat hari dengan biaya Rp 270 ribu. Menurut dia, dana itu untuk

serupa juga harus dilakukan terhadap Hartono. “Kejagung harus menerapkan hukum tanpa pandang bulu,” tandas anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI tersebut. Mengenai kemungkinan adanya pengaruh pihak lain yang menyebabkan Kejagung tidak melakukan penahanan terhadap Hartono usai pemeriksaan pertama pada 15 Juli lalu, Bambang menyatakan, institusi penegak hukum yang dipimpin Hendarman Supandji itu harus bisa menjaga independensinya. “Kejagung tidak perlu takut dengan Istana,” kata politisi yang dikenal vokal tersebut. Sebelumnya kolega Bambang dari Fraksi Hanura, Syarifuddin Sudding, juga menyatakan hal serupa. (her/ant)

JAKARTA - Hartono Tanoesudibyo, tersangka kasus dugaan korupsi pada Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan HAM, membantah adanya rekayasa dalam kepergian dirinya ke luar negeri satu hari menjelang penetapan tersangka dan pencekalan oleh Kejaksaan Agung. “Kami pastikan ini bukan rekayasa karena perjalanan Pak Hartono ke Singapura dan Australia, sudah dipersiapkan jauh-jauh hari,” katanya melalui Kuasa Hukumnya, Andi F Simangunsong, di Jakarta, kemarin. Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, M Amari, mengakui bahwa Chief Executive Officer Media Nusantara Citra, Hary Tanoesoedibjo, menemui dirinya pada Kamis (15/7) untuk meminta penjelasan tentang pembayaran ganti rugi dugaan korupsi pada Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan HAM. “Benar, Hary Tanoesudibyo menemui saya untuk meminta informasi apakah dimungkinkan kalau kerugian negara itu dibayar (kasus Sisminbakum),” katanya, di Jakarta, kemarin. Jampidsus menambahkan Hary Tanoe saat itu menyampaikan permintaan keringanan dalam pembayaran ganti rugi sebesar Rp378 miliar karena harus dipotong dengan pembayaran pajak. Terkait dengan permohonan Hary Tanoe tersebut, ia menjawab kerugian dari Sisminbakum sebesar Rp378 miliar itu sudah diputus oleh Mahkamah Agung yang menolak permohonan kasasi dari terdakwa Sisminbakum yang juga menjabat mantan Direktur PT SRD, Yohanes Woworuntu. Saat ditanya apakah kalau kerugian negara itu dibayar akan menghilangkan pidananya, ia menjawab pembayaran kerugian negara itu, tidak menghilangkan pidananya tapi bisa meringankan. (ant)

Hakim Tinggi Dituntut 12 Tahun

MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengadakan inspeksi mendadak di kantor Imigrasi Jakarta Timur, kemarin. “Saya mendapat laporan adanya pungutan liar dalam pengurusan paspor di kantor imigrasi,” kata Patrialis Akbar dalam sidak tersbut. Menurut Patrialis, dirinya ingin membuktikan laporan tersebut dengan wawancara langsung dengan masyarakat yang sedang mengurus paspor. “Saya tidak menemukan adanya pungli di Kantor Imigrasi ini,” ujarnya. Patrialis membenarkan adanya biro jasa dalam pengurusan paspor. “Kalian lihat saja tidak ada pejabat atau pengusaha yang datang ke sini.

2

Patrialis Akbar

membeli buku paspor Rp 200 ribu, photo Rp 55 ribu, dan uang sidik jari Rp 15 ribu. Sementara itu, saat kunjungan menteri,calo tampak sepi. Sebelumnya masyarakat men-

geluh karena masih banyak calo berkeliaran di Kantor Imigrasi, Jakarta Timur karena membuat pelayanan menjadi terganggu. “Saya sudah empat kali mengurus perpanjangan

paspor. Kalau berurusan dengan calo dikasih nomor urut kecil, tapi kalau prosesnya normal nomor urutnya besar,” kata seorang warga, Mirza Zamzami, di Kantor Imigrasi Jakarta Timur, Jl Bekasi Timur Raya, Cipinang, Jakarta, Senin. Kepada wartawan, Mirza mengatakan, ada calo yang menghampiri dirinya untuk mengurus paspor dengan jalur cepat. “Calo itu meminta biaya Rp600 ribu, akan tetapi saya tolak,” katanya. Hal senada juga dikemukakan masyarakat lainnya, Halimah yang mengaku sudah seminggu mengurus paspor. “Rencananya untuk umroh, tapi paspor sudah seminggu belum selesai,” katanya. (her/ant)

JAKARTA - Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Ibrahim dituntut hukuman penjara 12 tahun. Terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap Rp 300 juta. Tuntutan ini disampaikan JPU Agus Jaya Sitompul dalam persidangan perkara tersebut yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/ 7) kemarin. Tingginya tuntutan tersebut, menurut JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Djufriadi, selaku hakim yang harus menegakan keadilan, terdakwa Ibrahim malah menciderai profesi. Ia juga tak mendukung program negara dalam upaya pemberantasan tindak korupsi. Selain itu, JPU juga meminta agar majelis hakim mewajibkan hakim tinggi itu untuk membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. “Hukuman berat ini harus dijatuhkan kepada terdakwa, karena sebagai hakim sekaligus penegak keadilan, justru melakukan perbuatan yang tidak patut. Ini yang hal yang memberatkan hukuman bagi terdakwa,” imbuh penuntut umum.

Sedangkan pertimbangan yang meringankan, lanjut jaksa Agus Sitompul, terdakwa memiliki penyakit permanen berupa gagal ginjal, yang mengharuskannya untuk terus menjalani perawatan dan pengobatan cuci darah. Selain itu, belum pernah dihukum serta memiliki tanggungan keluarga. “Pertimbangan yang meringankan ini, kami minta juga menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis,” ujar dia. Usai mendengarkan tuntutan itu, terdakwa Ibrahim bersama tim penasihat hukumnya, berniat membacakan nota keberatan (pledoi). Selain dari dirinya, pledoi juga akan disampaikan dari tim pembelanya. Atas permintaan itu, hakim ketua Djufriadi menyetujuinya. Majelis pun menunda sidang untuk dilanjutkan Senin (27/7) pekan depan. (nas)

RALAT IKLAN

I k l a n P e n g u m u m a n Te n t a n g P e n g a m b i l a l i h a n S a h a m P T. BASMO INDO MANDIRI berkedudukan di Jakarta Selatan di Hr. Bisnis Jakarta terbit tgl. 16 Juli 2010, terdapat kesalahan ketik , yang benar adalah PT. BASMO INDO MANDIRI berkedudukan di Kalimantan Selatan. Demikian Ralat iklan diperbaharui semoga menjadi periksa Terima Kasih. U.003495-Peng


Metr politan

Suluh Indonesia, Selasa 20 Juli 2010

3

Jika PT 5 Persen

PKB Gabung PDIP

Suluh Indonesia/sep

PETISI 28 - Anggota DPR menerima sisir dan kaca dari koordinator Petisi 28 Harry Rusli Moti sebagai simbol sikap protes terhadap ketidak mampuan pemerintah mensejahterakan rakyat, menindak para pelanggar hukum tanpa pandang bulu di Gedung DPR Jakarta, kemarin.

Bahas Penanggulangan Pornografi melibatkan selebriti tanah air. Menurut dia, Presiden memberikan arahan agar MUI bersama segenap elemen masyarakat sampai tingkat keluarga memperhatikan upaya penanggulangan pornografi. Pada saat yang sama, kata Iwan, Kepala Negara meminta aparat penegak hukum menegakkan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Penegak hukum harus bersikap objektif dalam kasus-kasus asusila, termasuk kasus video asusila yang kini ramai dibicarakan. ‘’Inilah bagian dari usaha pembinaan bangsa,” katanya. Rencananya, MUI akan membahas hal tersebut dalam

forum Musyawarah Nasional yang akan diselenggarakan pada akhir Juli 2010. Rencana Musyawarah Nasional itu juga disampaikan oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia ketika menghadap Presiden Yudhoyono. Ketua MUI dan juga Ketua Panitia Pelaksana Munas MUI Ma’ruf Amin menjelaskan, Dewan Pimpinan MUI menghadap Presiden untuk meminta kesediaan Presiden Yudhoyono untuk membuka Munas yang akan diselenggarakan pada 25-28 Juli di Jakarta itu. ‘’Tema besar Munas kali ini adalah meningkatkan peran ulama dalam perbaikan akhlak

Sekitar Senayan

Lahan Harus Dimiliki Negara JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, kawasan sekitar Senayan harus dikembalikan sepenuhnya sesuai peruntukan dan harus tetap menjadi lahan milik negara. Demikian disampaikan Marzuki di Jakarta, kemarin. Marzuki mengemukakan, bersama pimpinan DPR lainnya dan pimpinan MPR serta pimpinan DPD RI akan berupaya maksimal agar lahan negara dikembalikan sesuai peruntukan. Langkah ini, menurut dia, menjadi penting karena selama ini pihak tertentu cenderung menggunakan lahan strategis itu untuk kepentingan bisnis semata. ‘’Ada rencana dari Pemda DKI yang selama ini menguasai tanah Taman Ria Senayan untuk menjadikan lahan itu menjadi mall atau town square. Kita tentu saja keberatan karena selain status tanah itu milik negara, kami

ingin agar kawasan senayan itu menjadi kawasan yang ramah lingkungan dan terhin-

Marzuki Alie

dar dari kamacetan,’’ ujarnya. Mantan Sekjen Partai Demokrat itu menjelaskan lingkungan Senayan sehariharinya saat ini sudah padat dan macet. Dia tidak bisa membayangkan jika rencana Pemda DKI terealisasi. ‘’Yang

namanya Gedung Parlemen itu tempatnya orang demo, apa jadinya jika kawasan yang sehari-hari sudah padat itu ditambah dengan aktivitas demo, masih disesakkan dengan mal atau pusat perbelanjaan. Dengan mengembalikan fungsi kawasan Senayan, maka jika ada demo bisa kita arahkan,” kata pria asli Palembang ini. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokart itu pun menyatakan, akibat perilaku aparat Pemda DKI menyebabkan presiden, keluarganya dan jajaran paspampres dan patwal menjadi korban cercaan masyarakat. Padahal, kalau mau ditelisik, maka kemacetan itu justru banyak diakibatkan dari pemberian berbagai izin pembangunan oleh DKI yang tidak mempertimbangkan lingkungan dan dampak dari pembangunan tersebut. (ant)

Anggota Komisi I DPR RI itu menambahkan, adanya rencana dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk menjadi motor konfederasi dengan mengajak berbagai partai kecil untuk bergabung dengan PKB, Lily Wahid, hal tersebut tidak masuk akal. Ia menyebutkan, sebagai partai Islam, masyarakat akan lebih memilih PKS sebagai wakil dari Islam. “Kalau PKB ingin menjadi wakil dari masyarakat Islam, kalah dengan PKS, dan itu fakta walaupun NU bagian dari umat Islam Indonesia,” kata Lily. Selain itu, ia menilai, wacana konfederasi, di mana PKB sebagai motor akan sulit diterima oleh partai lain. Pasalnya, Muhaimin sebagai Ketua Umum tidak memiliki basic atau dasar untuk mejadi pemimpin. ‘’Contohnya jelas, Muhaimin Iskandar tidak diterima, dia sendiri tidak lolos waktu caleg

didapilnya kalau tidak disumbang oleh suara yang lain seperti Iman Nachrowi dan Bukhoriyah dan itu fakta dan tidak bisa dibantah. Saya tidak terlalu yakin kalau dia diterima dalam konfederasi. Masyarakata PKB saja tidak bisa menerima dia, bagaimana orang luar lagi,” ujar Lily. Ditambahkannya, Muhaimin Iskandar yang tetap menginginkan Muktamar PKB 2013 tak lain ingin mengecilkan dan menghilangkan PKB dari dunia perpolitikan Indonesia. Ia juga menenggarai, PKB juga akan dijadikan badan otonom Partai Demokrat. ‘’MI ingin bergabung dengan PD, tidak tahulah. Bisa saja PKB jadi sayap PD dan MI sengaja memperlambat Muktamar karena ingin menjadikan PKB sebagai sayap PD atau bisa saja MI menjadikan PKB menjadi badan otonom PD dan posisi MI tetap aman,’’ katanya. (har)

Setgab Koalisi Harus

SBY Minta MUI JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Iwan Syam mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta MUI membahas penanggulangan pornografi sehingga tidak meresahkan masyarakat. ‘’Presiden minta masalah-masalah yang seperti ini tolong dibahas secara tuntas bagaimana penangananya dan tindak lanjutnya dalam Munas MUI nanti,” kata Iwan, setelah bertemu Presiden Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Jakarta, kemarin. Iwan menyatakan hal itu terkait dengan keprihatinan Presiden dan MUI mengenai kasus video asusila yang diduga

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Lili Chadidjah Wahid menilai, bila Muktamar PKB tetap dilaksanakan tahun 2013, PKB tidak akan lolos Parliementary Threshold (PT) dan lebih baik bergabung dengan PDIP. ‘’PKB akan lebih baik bergabung dengan PDIP, sebab yang partai agama sudah ada PKS. Apakah PKB bisa berada di dalam PKS ?. Dengan PAN, PKB tidak akan ketemu, apalagi di bawah tidak mau sama PAN,” katanya di Jakarta, kemarin. Adik kandung KH Abdurahman Wahid itu yakin kalau Muktamar PKB dilakukan tahun 2013, suara PKB akan hilang dan PKB akan ikut dengan partai lain atau ikut konfederasi. Ia mengatakan, bisa dipastikan kalau Muktamar digelar tahun 2013, PKB tidak akan mendapatkan suara sebesar 5 %, dan PKB lebih baik bergabung dengan nasionalis.

umat dan perbaikan ekonomi umat,” kata Ma’ruf. Munas MUI diadakan setiap lima tahun sekali. Munas itu sebagai forum evaluasi sejumlah program yang sudah dijalankan MUI. Selain itu, Munas juga akan membahas sejumlah program yang akan dijalankan di masa datang. Pada Munas 2010, MUI juga mengundang beberapa menteri untuk menyampaikan materi, antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dan Menteri Agama Suryadharma Ali. (ant)

Pikirkan Permasalahan Rakyat JAKARTA - Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan mengatakan, kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada paruh kedua pemerintahannya diharapkan lebih fokus pada agenda dan pencapaian kesejahteraan bangsa. Hal itu dikatakannya di Jakarta, kemarin. Menurut Syahganda, Presiden Yudhoyono harus memahami penderitaan rakyat secara penuh sekaligus melakukan langkah-langkah konkret dalam menyelamatkan martabat hidup bangsa, sehingga tidak membiarkan rakyatnya semakin miskin, kehilangan pekerjaan ataupun hidup tan-

pa pekerjaan layak. Bahkan, katanya, banyak di antara mereka yang terusmenerus berada dalam ancaman sebagai penganggur dengan ketiadaan masa depan. ‘’Dengan demikian, kepemimpinan SBY sekarang ini hingga 2014 harus diarahkan pada prioritas kesejahteraan rakyat, karena kondisi kehidupan rakyat banyak yang mengkhawatirkan secara ekonomi,” ujar Syahganda yang juga mantan Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (CIDES) itu. Ia menambahkan, pada umumnya rakyat juga tidak peduli lagi dengan politik pencitraan SBY yang dipandang

tidak paralel dengan perbaikan kesejahteraan bangsa tersebut. ‘’SBY tidak boleh lagi mengedepankan politik pencitraan semata-semata demi keuntungan politik pribadi atau kepentingan politik tertentu, melainkan harus mengubah total pendekatannya kepada politik kesejahteraan rakyat agar SBY tidak terasing dari situasi hidup maupun harapan rakyat,” ujarnya. Jika hal itu dilakukan, lanjut Syahganda, SBY dalam akhir pemerintahannya akan diingat oleh rakyat sebagai presiden yang membela kehidupan rakyat, bukan presiden yang mengutamakan pamor pribadi. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Selasa 20 Juli 2010

4

Sosok Yusuf Supriyadi

Bermodal Sapa dan Senyum SEBAGAI salah satu anggota tim marketing di CV Bintang Motor, Yusuf Supriyadi mengaku akan terus berupaya dalam meningkatkan target pejualan perusahaan. Salah satu cara yang dia lakukan, yakni dengan memberikan salam,senyum dan informasi yang jelas pada konsumen. “Sebagai marketing, saya akan selalu berusaha untuk memberikan pelayaan terbaik yang bisa kami berikan pada konsumen. Cara itu salah satunya yakni dengan memebrikan sapaan hangat,seyuman ramah dan memebrikan informasi yang jelas dari apa yang menjadi kebutuhan (keinginan) konsumen saya. Bagi kami konsumen itu adalah raja,” kata pria kelahiran Jakarta 22 Maret 1979 ini. Dengan modal kepercaayan dan kepuasan yang bisa dirasakan konsumen, maka dengan mudah Yusuf mampu mendapatkan pelanggan setiaanya. “Kalau itu sudah mampu kita berikan, maka dengan sendirinya yang namanya milik atau rezki akan datang kepada kita,” ungkapnya. (drb/bas)

Kasus Multimedia

Kejari Cikarang Periksa Puluhan Saksi CIKARANG - Kejaksaan Negeri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memeriksa 50 saksi terkait dugaan kasus korupsi pengadaan alat multimedia senilai Rp 3 miliar. “Sebelumnya kami telah memeriksa 30 saksi saat ini bertambah menjadi 50 saksi,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Agus Setiadi, di Cikarang, Senin. Saksi tersebut, kata dia, terdiri dari Kepala Sekolah SMP Kabupaten Bekasi, pemeriksa barang, penerima barang, dan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Menurutnya saksi tersebut dipanggil untuk menyerahkan barang bukti dugaan korupsi pengadaan alat multimedia di Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi senilai Rp3 miliar pada anggaran tahun 2008. “Barang bukti yang diminta berupa laptop, televisi, komputer, printer, alat scan, infocus, proyektor, stabilitzer, kamera digital, DVD

Player, dan paket VCD materi pelajaran,” katanya. Pihak Kejari Cikarang masih terus mengumpulkan saksi-saksi lainnya guna pengembangan kasus ini. Pelaksanaan proyek multimedia itu dinilai tidak sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) nomor 80 tahun 2003 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa. “Sebelumnya Kejari telah menetapkan satu orang tersangka. Yaitu EN, pegawai dinas pendidikan Kabupaten Bekasi terkait kasus itu. EN juga merupakan Ketua Panitia Anggaran Bidang Pendidikan Menengah Tinggi Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi,” ujarnya. Tersangka, kata dia, sudah dipanggil oleh Kejari Cikarang guna dimintai keterangan pada tanggal 14 Juli 2010, namun yang bersangkutan tidak datang. “Harusnya hari ini, Senin (19/7), tersangka datang tapi dia beralasan sakit,” ujar Agus. (ant)

Pemilukada Tangsel

Adik Hatta Radjasa Ambil Formulir TANGERANG - Iskandar, adik kandung Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, ikut mengambil formulir pencalonan dirinya Kepala Daerah (Pemilukada) Tangerang Selatan, Provinsi Banten. “Kedatangan saya merupakan bentuk keseriusan untuk ikut mencalonkan diri dalam Pemilukada di Tangerang Selatan dan menampik kabar bahwa saya mundur dari pencalonan ini,” kata Iskandar di Tangerang, Senin. Iskandar mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan beberapa partai besar seperti Hanura, Gerindra dan Demokrat. Tak hanya itu, warga Pondok Aren ini juga melakukan penjajakan dengan salah satu kandidat yang dilihatnya memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun pemerintahan di Kota

Tangerang Selatan. Namun, pria yang akrab di sapa Bang Is ini enggan menyebutkan identitasnya. Sebab, peta politik yang ada saat ini masih bisa berubah setiap saatnya. “Intinya, saya maju diusung oleh parpol tetapi sejumlah partai sudah kita lakukan koordinasi untuk mendukung termasuk salah satu calon yang sudah terlihat gambarnya di masyarakat luas,” ujarnya. Mengenai jabatannya sebagai Penjabat Walikota di Ogan Ilir, Palembang, diungkapnya saat ini sudah mendekati tahap akhir jabatan. Sehingga, dalam pertarungan di Pemilukada Tangsel, dirinya bisa lebih fokus dan mempersiapkan segalanya.“Keluarga sudah mendukung semua termasuk Pak Hatta,” pungkasnya. (ant)

Bisnis Jakarta/rin

DEMO KPU - Massa menggeruduk Kantor KPU Kota Depok di Jalan Kartini, Pancoranmas, Depok. Massa menuding Ketua KPU Muhammad Hasan dan dua anggotanya tidak netral karena dekat dengan salah satu calon peserta Pemilukada

Kantor KPU Depok Digeruduk Massa DEPOK - Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok digeruduk massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Untuk Pemilu Jujur (Gempur). Dalam aksi tersebut massa sempat melakukan pembakaran spanduk dan saling dorong dengan petugas kepolisian. Massa menuntut Ketua KPU dan dua orang anggotanya untuk mundur dari jabatannya lantaran diduga tidak memiliki netralitas. ”Kami meminta M Hasan dan dua anggotanya, Yoyo Efendi dan Udi bin Muslih dipecat sebagai anggo-

ta KPU,” kata Koordinator Gempur, Sunardy ditemui di sela-sela aksi di Kantor KPU Depok, Jalan Kartini, Depok, kemarin. Dikatakan Sunardy, Ketua KPU harus dipecat karena statusnya yang masih tersangka. Selain itu, kata Sunardy, Hasan juga dinilai tidak netral karena menjadi tim sukses Badrul Kamal pada pilkada 2005 lalu. Saat itu, Hasan menjabat sebagai ketua tim pencari fakta pasangan Badrul Kamal–KH Sihabuddin. ”Dan seperti diketahui, saat ini, Badrul Kamal kembali mencalonkan diri sebagai calon wali kota Depok. Sehingga dikha-

watikan dengan posisinya sebagai ketua KPU, keputusan KPU Depok akan menguntungkan Badrul Kamal. Selain itu, pada tahun 2005, Hasan juga sempat menjadi tersangka dengan tuduhan memberikan sumpah palsu mengenai hasil pemilu,” ujar Sunardy. Lebih lanjut dijelaskan Sunardy, dua anggota lainnya yaitu Yoyo Efendi dan Udi bin Muslih pada saat proses seleksi KPU tahun 2008 lalu tidak masuk dalam 10 besar bakal calon anggota KPU yang lolos. ”Anehnya, keduanya malah terpilih sebagai anggota KPU. Yoyo Efendi dan

Warga Diimbau Bangkitkan Koperasi DEPOK - Wali kota Depok Nurmahmudi Ismail mengatakan, Depok harus bangkit dalam kegiatan perkoperasian dan usaha kecil dan menengah (UKM). Hal tersebut dilakukan agar dunia koperasi dan UKM Depok dapat tumbuh dan berkembang lebih baik lagi. ”Kota Depok harus bangkit dan bertahan dalam kegiatan perkoperasian serta usaha kecil dan menengah (UKM) sehingga koperasi dan UKM dapat terus tumbuh dan berkembang dengan baik,” kata wali kota dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Koperasi ke-63 Tingkat Kota Depok, kemarin. Lebih lanjut dijelaskan wali kota, dengan kesadaran

masyarakat dalam pemahaman terhadap pentingnya kehadiran koperasi dan UKM diharap dapat memajukan dunia koperasi dan UKM Depok. Nur juga mengimbau agar masyarakat dapat aktif dalam pengembangan koperasi. “Dengan adanya Dinas Koperasi, UKM, dan Pasar semoga akan tercipta koperasi-koperasi yang kreatif, inovatif, dan berskala besar dengan daya saing yang tinggi,” tandas Nur. Pada peringatan kali ini yang mengangkat tema ’Koperasi Bangkit untuk Kesejahteraan Rakyat’ wali mengingatkan pula arti penting kehadiran koperasi di era globalisasi. Wali kota juga menghimbau kepada

seluruh pegawai Pemkot Depok untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat agar masyarakat merasa nyaman dan puas atas pelayanan yang diberikan. “Dengan mengembangkan koperasi dan UKM maka kesejahteraan dan perekonomian di Kota Depok dapat meningkat. Melalui koperasi dan UKM pula Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Depok dapat meningkat melalui sektor ekonominya,” ujar wali kota. ”Dengan adanya Dinas Koperasi, UKM, dan Pasar semoga akan tercipta koperasi-koperasi yang kreatif, inovatif, dan berskala besar dengan daya saing yang tinggi,” pungkas Nur. (rin)

Proyek Jalan Layang

Timbulkan kemacetan TANGERANG Keberadaan proyek jalan layang di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, menimbulkan kemacetan lalu lintas parah karena penguna roda empat dan sepeda motor harus memperlambat kecepatan kendaraan mereka. Pemantauan Antara, Senin, para sopir angkutan umum dari Cikupa, Kabupaten Tangerang menunju Terminal Pakupatan, Kota Serang atau sebaliknya mengeluh bila melintasi kawasan tersebut karena macet dan harus memperlambat kecepatan. Kemacetan bertambah parah akibat sopir bus besar antarkota antarprovinsi sengaja menaikkan dan menurunkan penumpang di bahu jalan. Bahkan keberadaan proyek jalan layang itu menyebabkan banyaknya lubang besar pada

beberapa bagian jalan yang hendak dilewati. Demikian pula, air dibiarkan mengalir begitu saja, sehingga kurang memperhatikan aspek keselamatan bagi penguna jalan. “Kalau sudah melintasi Balaraja menuju Serang, macet bukan kepalang, sulit untuk mendahului kendaraan lain,” kata Sudirjo (42) warga RT 02/09 Desa Telagasari, Kecamatan Cikupa. Ia mengatakan, dirinya harus berjuang keras melewati batu dan lubang berair mengunakan sepeda motor karena setiap hari harus melalui kawasan tersebut untuk bekerja di Kragilan, Serang. Dita menambahkan, keberadaan proyek itu juga menyebabkan beberapa pengendara sepeda motor terjatuh akibat menghindari batu dan terpelanting ke selokan. (ant)

Bisnis Jakarta/ant

SERTIJAB - Panglima Kostrad Letjen TNI Burhanuddin Amin (tengah) melakukan salam komando dengan Pejabat Baru Panglima Divisi I Kostrad Brigjen TNI Adi Mulyono (kiri) yang menggantikan Mayjen TNI Moeldoko (kanan) di Markas Divisi I Kostrad Cilodong, Depok, kemarin.

Udi bin Muslih ini namanya dipaksakan masuk sebagai anggota KPU Depok. Untuk itu, kita ingin pihak berwenang agar menggantinya,” tutur Sunardy. Ketua KPU kota Depok, M Hasan saat dikonfirmasi membantah bahwa dirinya sempat menjadi tim sukses badrul kamal pada pilkada sebelumnya. Menurut dia, saat itu dirinya hanya menjadi konsultan politik bagi pasangan tersebut. “Nggak ada, (saya menjadi tim sukses), saat itu saya hanya sebagai konsultan,” ujarnya berkelit. Dia juga membantah perihal sumpah palsu yang menurutnya

kasus tersebut telah usai. Hasan pun sudah menjalani proses pemeriksaan. “Itu isu lama yang terus diulang, dulu waktu saya mau jadi anggota KPU, isu itu yang diangkat, mau pemilu isu itu juga, sekarang diulang lagi. Saya malah curiga ada apa-apanya dibalik ini,” akunya. Sementara itu, anggota KPUD Depok, Udih bin Muslih menilai aksi tersebut merupakan bagian dari demokrasi. Ia menegaskan tidak akan terpengaruh dengan adanya aksi tersebut. ”Saya akan tetap fokus pada persiapan dan tahapan Pemilukada ini,” pungkas Udih. (rin)

Tawuran, Belasan Siswa Diamankan BOGOR - Sebanyak 17 siswa SMK yang terlibat aksi tawuran di Jalan Raya Jakarta Bogor tepatnya di depan Hotel Cibinong 2, Senin siang diamankan petugas Polres Bogor, Jawa Barat. Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Bogor, Ipda Edwin Riswandi menyebutkan, ke 17 siswa berasal dari dua sekolah berbeda yang terletak di kawasan Pomad Ciluwer, Kabupaten Bogor. “Mereka harus menjalani periksaan dan dipanggil orang tuanya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Edwin. Ia para siswa berasal dari SMK Bina Marga dan SMK Karya Nugraha. Aksi tawuran tersebut menyebabkan dua orang terluka dan dan merusak satu unit bus Miniarta jurusan Bogo - Kampung Rambutan yakni kaca depan dan lima kaca jendela pecah. Edy (32), kondektur bus Miniarta, mengatakan, peristiwa tawuran terjadi usai pulang sekolah sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu bus yang ditumpangi belasan siswa SMK tersebut melaju di jalan Raya Jakarta-Bogor dari arah Bogor menuju Kampung Rambutan. Di persimpangan Kandang Roda, ada lima siswa yang sudah menunggu di tepi jalan. “Mereka juga melempari

bus. Bus berhenti langsung siswa yang ada dalam bus berhamburan keluar dan saling serang,” katanya. Aksi tawuran meluas karena ada siswa lain dari luar bus ikut bergabung. Tawuran melebar hingga ke depan Hotel Cibinong bahkan para siswa saling serang dengan menggunakan batu. Seorang petugas patroli melintas dilokasi berupaya melerai sekelompok siswa tersebut namun justru jadi sasaran lemparan batu para siswa. Petugas Polres Bogor yang datang ke lokasi kejadian dapat melerai tawuran. Polisi dapat mengamankan 17 sedangkan puluhan lainnya kabur. Tawuran siswa tersebut melukai seorang penumpang bus di bagian pelipis sedangkan satu siswa terluka pada bagian kepala. Para siswa yang tertangkap digiring ke Mapolres Bogor. Sementara itu, Nurdin (38) supir bus Miniarta, meminta agar kerugiannya diganti Akibat aksi tawuran tersebut, Nurdin mengalami kerugian materi Rp1,1 juta ditambah uang setoran Rp300.000. “Saya minta tolong pak polisi, saya minta ganti rugi kepada orang tua siswa, karena juragan bus tidak mau tau kondisi bus awalnya saya bawa baik,” pinta Nurdin. (ant)

Sekolah Jual Buku, Orangtua Protes ORANGTUA Orang tua siswa SD Widya Duta di Bekasi Utara, Kota Bekasi, memprotes kebijakan sekolah yang mewajibkan anak mereka membeli buku paket seharga Rp300 ribu untuk tujuh mata pelajaran. Satu orang tua siswa yang datang bersama 40 orang tua siswa lain di sekolah tersebut, Mulyanto, Senin, meminta agar pihak sekolah tidak memaksakan penjualan buku karena menambah pengeluaran mereka. “Kalaupun buku teks diper-

lukan untuk proses belajar dan penyerapan materi ajar, kita bisa memfotokopi untuk menghemat biaya,” ujar Mulyanto yang diamini orang tua lain. Ia juga menyayangkan harga buku yang dijual tersebut lebih mahal dibanding buku se-

rupa di pasaran dengan selisih harga sampai Rp100 ribu. Adanya larangan pemerintah bahwa sekolah tidak boleh menjual buku juga dipertanyakan kepada pengelola sekolah. Aturan pemerintah menurut Mulyanto jelas-jelas sudah dilanggar. Di sisi lain pemerintah sudah melaksanakan program bantuan operasional sekolah mencakup buku teks pelajaran. Kalaupun sekarang semua murid diwajibkan membeli buku, ia mempertanyakan buku teks tersebut dikemanakan.

Orang tua siswa yang masuk ke ruang guru untuk mempertanyakan kebijakan penjualan buku meminta agar pihak sekolah mempertimbangkan permintaan mereka yang keberatan dengan kewajiban pembelian buku paket dimaksud. “Kalaupun harus beli buku, sekolah harus memberi kebebasan orang tua mencari sendiri buku teks. Bisa saja ada siswa yang bisa dapatkan buku sama dari kakak atau kerabatnya,” tegas Mulyanto. Pihak sekolah yang diwakili

kepalanya berkelit dalam menanggapi permintaan orang tua siswa. Menurut kepala sekolah, buku tersebut sangat diperlukan oleh siswa agar mereka bisa menyerap materi pelajaran dengan baik. “Agar kualitas siswa bisa meningkat dan materi pelajaran bisa dikuasai mereka harus punya buku teks. Kita tetap sarankan agar memberi buku dimaksud,” ujar Kepsek yang tidak mau menyebutkan namanya itu. (ant)


pini

Suluh Indonesia, Selasa 20 Juli 2010

F OKUS Tertib Administrasi Aset Daerah EGARA dikabarkan menyita aset dan duit Rp 1,2 triliun di tangan manajemen PT Timor Putra Nasional. Proses penyitaan yang dilaksanakan Kejaksaan Agung itu disebut-sebut merupakan langkah hukum negara untuk menyelamatkan hak milik rakyat yang dikuasai manajemen milik Tommy Suharto tersebut. Langkah hukum itu penting ditempuh Kejaksaan Agung. Tetapi, untuk mengurus proses pengalihan aset dan duit bernilai triliunan rupiah semacam itu dilukiskan kerap memerlukan biaya tinggi dan waktu lama. Padahal, upaya hukum tersebut belum tentu membuahkan hasil sesuai harapan. Selain ongkos yang keluar tidak murah, nilai nominalnya pun kerap tidak lagi sebesar kalkulasi semula akibat penyusutan nilai aset tadi. Hak rakyat yang selama ini dikelola negara bukan hanya berupa aset dan uang yang dikantongi PT Timor Putra Nasional. Aset rakyat tersebar di berbagai lokasi. Namun, peta lokasi, termasuk gambaran nyata status, kondisi, dan jumlah aset negara tersebut kerap tidak memenuhi syarat tertib administrasi. Akibatnya, terbuka kemungkinan aset negara disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Contoh, rumah dinas biasanya diperuntukkan kalangan pejabat aktif. Tetapi, praktiknya, ada rumah dinas yang tetap ditempati oknum pejabat yang telah pensiun. Bahkan ada pula pejabat negara aktif yang berupaya mengalihkan status rumah dinas menjadi hak milik perorangan. Ada trik yang dipakai untuk menyiasati alih hak kepemilikan tersebut. Status rumah dinas dibelokkan dari golongan II menjadi golongan III. Jika rumah dinas berstatus golongan III otomatis oknum pejabat ini boleh mengalihkannya menjadi hak milik pribadi. Praktik semacam ini disinyalir pernah berlangsung di Jakarta. Seorang oknum pejabat negara sempat berupaya keras mengubah status rumah jabatannya menjadi kediaman pribadi. Upaya penertiban administrasi dan pengelolaan aset negara bukan masalah sepele. Jika administrasi aset negara tertib otomatis nilainya dapat dikelola secara produktif menjadi sumber pendapatan negara bukan pajak. Ini diperoleh melalui hasil renegosiasi kerja sama pengelolaan aset negara dengan pihak lain. Negara berhasil memperoleh pendapatan minimal Rp 250 miliar awal tahun 2010 dari upaya penertiban administrasi pengelolaan asetnya. Proteksi hukum memang penting untuk melindungi tertib administrasi kepemilikan aset negara. Upaya kongkret sudah dilakukan pemerintah melalui Keppres Nomor 17 Tahun 2007. Keppres ini menjadi dasar lahirnya Tim Penertiban Barang Milik Negara. Tim yang dipimpin Menteri Keuangan ini beranggotakan tujuh pimpinan kementerian/lembaga yang bertugas melaksanakan upaya penertiban aset negara secara administratif, yuridis, maupun mengambil langkah hukum. Namun, keberadaan tim ini tampaknya belum terbukti dapat mewujudkan hasil memuaskan dalam upaya penertiban aset negara yang belum jelas juntrungannya. Kalangan DPR akhirnya mengembuskan perlunya proteksi hukum lebih tinggi dalam bentuk perundangan-undangan. Kabarnya RUU Pengelolaan Aset Negara akan segera diajukan untuk makin memperkuat Keppres Nomor 17 Tahun 2007. Urusan tertib administrasi aset rakyat yang seharusnya dikelola pemerintah daerah pun perlu memperoleh perhatian serius. Wujud aset tersebut bermacam-macam, bukan hanya berupa rumah dinas, gedung perkantoran pemerintah yang mangkrak, juga lahan tidur. Rumah dinas di sejumlah tempat di Kota Denpasar, misalnya, perlu dipertegas lokasi, status, kondisi, jumlahnya. Juga, gedung perkantoran maupun lahan lahan tidur milik pemerintah. Pemerintah Provinsi Bali belum lama ini sudah melakukan penertiban aset lahan miliknya yang selama ini terbengkalai. Ini terutama tampak di sejumlah titik di wilayah Kota Denpasar. Setelah aset ini ditertibkan dipasang papan bertuliskan ‘Hak Milik Pemprov. Bali’. Pemerintah jangan hanya berhenti di situ. Langkah itu seharusnya segera ditindaklanjuti program pemberdayaan lahan tidur tersebut menjadi aset produktif. Ini berguna untuk menambah pundi pendapatan daerah dari sektor bukan pajak. ***

N

Bang D

el

Sita Rp 1,2 Triliun, Aset atau Pendapatan Usang? KEJAKSAAN Agung diberitakan menyita aset serta uang PT Timor Putra Nasional senilai Rp 1,2 triliun. Masyarakat Jangan berbangga dulu dengan pemberitaan ini, sebab aset ini bagaikan manarik uang yang sudah jatuh ke lubang WC. Diambil baunya sangat menyengat dan kalau tidak diambil takut uang tersebut akan dicuci oleh segelintir elite, sehingga rekam jejak tindak korupsinya akan menghilang seiring dengan tiupan angin. Bagaimana kita bisa mengatakan itu aset karena dari awal pengakuannya sudah bermasalah. Dalam teori pengakuan pendapatan aset tersebut sudah tidak layak dipadankan dengan pendapatan. Yang namanya pendapatan bagi negara adalah besar kemungkinan aset tersebut bisa berubah wujud dari PT Timor Putra Nasional ke kas negara. Namun kenyataannya apa yang terjadi? Kita sudah lelah menunggu proses transformasi aset tersebut menjadi kas negara. Permasalahan aset Tommy Soeharto ini sudah tidak layak dipadankan dengan pendapatan negara karena memang tidak memenuhi kriteria sebagai pengakuan pendapatan. Kejaksaan mungkin akan mengalami kesulitan untuk menyita aset ini karena kalau kita berpikir tentang biaya manfaat mungkin biaya yang ditimbulkan untuk menagih aset ini lebih besar ketimbang uang yang akan masuk ke kas negara. Indikator yang bisa kita pakai apakah langkah kejaksaan ini mendapatkan respons sebagai perkembangan ekonomi di Indonesia? Apabila respons indikator makro dan mikro ekonomi berpihak pada penyitaan aset ini maka langkah kejaksaan untuk menyita aset Tommy ini mempunyai apresiasi positif bagi kalangan publik. Apabila tidak maka pemberitaan ini adalah pemanis dan upaya untuk mengangkat nama kejaksaan yang kian terpuruk di mata publik. Permasalahannya adalah, apabila kita tinjau ke belakang bukankah aset yang senilai Rp 1,2 triliun tersebut sudah usang atau sudah tidak lagi layak diakui sebagai aset? Inilah tugas berat Kejaksaan Agung untuk bisa membuktikan ke publik bahwa memang benar aset tersebut bisa diubah dari aset pribadi atau badan ke aset yang bisa disimpan dengan aman di kas negara untuk kepentingan masyarakat luas. Atau, mengurangi subsidi BBM yang konon katanya dinikmati oleh orang berpenghasilan menengah ke atas. Kedaluwarsa Langkah kejaksaan memang sudah tepat namun waktunya sangat kedaluwarsa mengingat persoalan transpormasi aset membutuhkan waktu tunggu yang sangat lama dan memberikan peluang korupsi yang mempunyai motif baru

TDL tak naik akan Berdampak buruk

5

Oleh : I Putu Gede Diatmika* Langkah kejaksaan memang sudah tepat namun waktunya sangat kedaluwarsa, mengingat persoalan transpormasi aset membutuhkan waktu tunggu yang sangat lama dan memberikan peluang korupsi yang mempunyai motif baru akan muncul. Pengamatan empiris atau secara kasat mata terhadap perkembangan korupsi di Indonesia, upaya-paya penanggulangannya belum menunjukkan prestasi.

akan muncul. Pengamatan empiris atau secara kasat mata terhadap perkembangan korupsi di Indonesia, upaya-paya penanggulangannya belum menunjukkan prestasi. Aset yang disita bukannya bisa berdampak positif bagi perkembangan perekonomian ke depan. Masalahnya aset itu mempunyai efek pada aset yang sudah tertatakelola dengan baik bagi kelangsungan perekonomian. Dalam arti kata aset tersebut sudah menjadi bagian untuk menciptakan kue perekonomian, bukan menciptakan kue baru. Contoh nyata deposito yang dibekukan di bank pemerintah sudah tentu bank tersebut masih mengedarkannya dalam bentuk kredit, hanya pemiliknya yang tidak bisa menarik deposito tersebut. Ini berarti uangnya masih ada di bank tersebut. Masalah baru di sini akan muncul apabila pemerintah berusaha mencairkan deposito

tersebut dengan tergesagesa dan yang namanya perbankan punya efek domino atau momok yang namanya rush. Aset yang disita sebagian merupakan tunggakan pajak yang penagihannya bertahun-tahun memakan biaya yang tidak relevan dengan nilai aset tersebut. Pemerintah telah menggaji para pegawai pajak dengan remunerasi total di mana gaji mereka menjadi sangat tinggi, sedangkan kinerja mereka belum tampak. Contoh nyata tunggakan pajak dari aset Tommy ini, jangan-jangan sudah diakui sebagai pendapatan negara dengan mencatat lawan transaksinya sebagai piutang pajak yang belum terealisasi. Kalau hal ini terjadi lengkaplah sudah penderitaan negara ini. Pemerintah akan meributkan pepesan kosong tidak mempunyai dampak positif bagi perekonomian ke depan. Harus diciptakan sistem khusus untuk menangani masalah ini dengan catatan sistem tersebut memenuhi kriteria sebagai sistem yang mampu mendorong praktik yang sehat. Kejujurannya dapat dipertanggungjawabkan dan menciptakan efisiensi sehingga daya saing bangsa ini bisa kita rasakan. Tata kelola aset yang bermasalah jangan sampai menciptakan masalah baru di negeri ini. Tengoklah ke belakang pada saat BPPN masih menangani aset bermasalah dari bank-bank yang dibekukan oleh pemerintah secara

sepihak, pejabatnya silih berganti. Hal ini menandakan ada gula di balik persoalan BPPN tersebut namun insentif yang diterima pemerintah tidak begitu bermanfaat. Contoh nyata banyak aset berharga yang lari menjadi pemilik yang dulunya milik pribumi menjadi milik bangsa lain. Kalau hal ini yang terjadi maka genaplah sudah pada saat akhir tahun buku deviden akan lari ke luar negeri. Bangsa lain di sini hanya menggali dan merusak lingkungan dan membawanya kabur ke luar negeri untuk membangun negerinya sendiri karena di sana lebih terdapat jaminan sosial dan hukum yang lebih baik. Para pejabat dan masyarakat sudah terhinggapi penyakit makelar di mana mereka tidak mau bersusah payah menikmati sesuatu dengan jalan berproduksi, melainkan mengambil langsung manfaat barang dan jasa langsung tanpa proses produksi. Proses produksi yang semestinya mempunyai dampak ikutan ke belakang maupun ke depan jadi ternikmati oleh bangsa lain. Kenyataan ini bisa terlihat dari sulitnya pemerintah mengedalikan kenaikan harga-harga di negeri ini. Semakin meningkatnya perbedaan pendapatan yang berdampak tidak baik bagi perekonomian, tidak baik bagi tindakan kejahatan, tidak baik bagi tatanan sosial kehidupan bermasyarakat, tidak baik bagi pembagunan fasilitas publik. Semua hal tersebut akan bisa berdampak dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Perbedaan pendapatan ini telah membuat masyarakat kelas atas menjadi kapitalis dengan ukuran kesuksesan materialistis. Masyarakat kelas menengah menjadi kasar mengartikan arti demokrasi. Masyarakat berpendapatan rendah menjadi brutal dalam menuntut hak-hak mereka. Semua dampak dari tata kelola aset yang tidak baik tersebut sebenarnya sudah tercermin di Indonesia. Sekarang ke mana masyarakat harus mengadu? Ke mana masyarakat harus berdiskusi mengenai keluhan mereka, sedangkan segelintir oknum menikmati hampir 46 persen kekayaan ini untuk kepentingan pribadi. Aset senilai Rp 1,2 triliun bukan nilai yang sedikit melainkan angka tersebut bisa menghidupi atau menyelamatkan generasi muda kalau diinvestasikan di bidang pendidikan, seni dan olahraga. Kalau sudah begini aset tinggallah aset sedangkan masyarakat tetap harus bergelut dengan urusan isi perut masing-masing dengan menikmati fasilitas publik yang tidak normatif. *Penulis, dosen Fakultas Ilmu Sosial Undiksha

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

Rakyat terima dampaknya ...

SURAT A NDA Jalan Sepanjang 1,5 Km Rusak Parah Proyek Jalan Layang Balaraja Bikin Macet WARGA Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan kerusakan jalan sepanjang 1,5 kilo meter di Dusun I dan III yang menjadi akses menuju Kecamatan Tambun dan Muara Angke, Jakarta. Jalan dengan lebar mencapai 4 meter itu sudah selama tiga tahun tidak memiliki lapisan aspal dan rawan terjadi kecelakaan. Kami telah mengajukan usulan perbaikan jalan kepada pemerintah setempat, namun belum mendapat tanggapan positif, mengingat jalan itu sangat penting guna memudahkan jalur transportasi bagi warga. Sekarang kondisinya memprihatinkan dan sudah banyak lubang besar. Bahkan sebagian besar badan jalan sudah tidak memiliki aspal. Pada

saat hujan, kerusakan jalan kerap mengakibatkan kecelakaan khususnya bagi pengendara roda dua. Di wilayah itu banyak aktivitas, mulai dari anak sekolah maupun pengendara jalan yang menggunakan sepeda motor dan ini cukup menyulitkan. Pemerintah pernah melakukan perawatan terhadap jalan dengan cara menaburi tanah dengan batu kapur, namun tidak bertahan lama, karena kekuatannya terkikis oleh air hujan. Kurang lebih 2.000 Kepala Keluarga (KK) yang berada di dua Dusun tersebut sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk segera memperbaiki kerusakan jalan. Sahril Kades Pahlawan Setia

KEBERADAAN proyek jalan layang di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, menimbulkan kemacetan lalu lintas parah karena penguna roda empat dan sepeda motor harus memperlambat kecepatan kendaraan mereka. Para sopir angkutan umum dari Cikupa, Kabupaten Tangerang menunju Terminal Pakupatan, Kota Serang atau sebaliknya mengeluh bila melintasi kawasan tersebut karena macet dan harus memperlambat kecepatan. Kemacetan bertambah parah akibat sopir bus besar antarkota antarprovinsi sengaja menaikkan dan menurunkan penumpang di bahu jalan. Bahkan keberadaan proyek jalan layang itu menyebabkan banyaknya lubang besar pada beberapa bagian jalan yang hendak dilewati. Demikian pula, air dibiarkan mengalir begitu saja, sehingga kurang mem-

perhatikan aspek keselamatan bagi penguna jalan. Kalau sudah melintasi Balaraja menuju Serang, macet bukan kepalang, sulit untuk mendahului kendaraan lain. Keberadaan proyek itu juga menyebabkan beberapa pengendara sepeda motor terjatuh akibat menghindari batu dan terpelanting ke selokan. Demikian pula, pengendara mobil jenis sedan terpaksa berhati-hati kalau melewati areal proyek itu, untuk menghindari batu dan lubang. Keberadaan proyek tersebut pernah disampaikan warga setempat kepada Bupati Tangerang H. Ismet Iskandar karena menimbulkan becek pada musim hujan dan debu beterbangan ketika kemarau. Sudirjo Desa Telagasari, Kecamatan Cikupa

Terasa Sunyi Setelah Piala Dunia DENGAN berakhirnya event akbar Paila Dunia di Afrika Selatan, kehidupan kita kembali normal. Tidak ada lagi teriakan histeris (para penonton TV ) di ujung malam atau bahkan di dini hari. Para suami kembali ke pelukan sang istri. Selama sebulan penuh banyak istri yang kurang mendapat perhatian karena sang suami kepencut, tergila-gila, pada pertandingan sepak bola. Semuanya kembali normal, seperti sedia kala. Tapi seperti ada yang hilang. Malam-malam tak ada lagi yang dinanti : keasyikan, ketegangan menonton 22 orang memainkan bola di tanah lapang. Rasanya kita perlu penyesuaian agar bisa merasa ‘nyaman’

tanpa kehadiran pertandingan sepak bola nan seru di layar kaca menjelang pergantian malam atau menjelang pagi. Apa boleh buat, kita harus kembali ke rutinitas kita yang barangkali terasa menjemukan. Putaran roda kehidupan tak boleh mandeg hanya karena pesta Piala Dunia sudah rampung. Empat tahun mendatang, kita akan kembali menemukan kegairahan dan semarak Piala Dunia yang digelar di Barzil. Empat tahun lagi, kita akan kembali gila –gilaan, ‘mabuk bola’ sepanjang malam, selama sebulan. Rudiana Pamulang, Tangerang Selatan

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Selasa 20 Juli 2010

6

Piala Indonesia

Persipura Tembus Semifinal JAKARTA - Kesebelasan Persipura menembus babak semifinal Piala Indonesia setelah menumbangkan Pelita Jaya Karawang 1-0 pada laga kedua putaran delapan besar di Stadion Mandala, Jayapura, kemarin. Dengan kemenangan ini, Persipura melangkah dari perempatfinal ini dengan agregat 7-1. Pada laga pertama, Persipura menghancurkan Pelita Jaya 6-1 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, pada 19 Juli lalu. Satu-satunya gol dalam

pertandingan ini diciptakan oleh Ian Kabes pada menit 22. Persipura tinggal menunggu lawan dari pemenang antara Sriwijaya FC dan Persebaya. Sriwijaya unggul 2-0 atas Persebaya pada laga pertama di Palembang. Persebaya masih mempunyai peluang karena laga kedua akan berlangsung di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, pada hari ini. Partai lainnya, akan bertemu Persik melawan Persija pada Rabu dan Persib menghadapi Arema Malang. (ant)

Ivan Kolev Akan ke Sriwijaya FC PALEMBANG - Sinyal mantan pelatih tim nasional Indonesia, Ivan Kolev, akan menukangi Sriwijaya Football Club musim depan, semakin jelas. Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin di Palembang, kemarin, mengatakan pelatih asal Bulgaria itu akan menyaksikan secara langsung pertandingan Sriwijaya FC melawan Persebaya pada leg kedua babak delapan besar Piala Indonesia, di Surabaya, hari ini. Menurut dia, Ivan akan mengamati skuad “Laskar Wong Kito” yang bertanding guna keperluan meracik skuad Sriwijaya Football Club (SFC) musim depan. “Memang benar besok (Selasa) Ivan akan menonton langsung pertandingan Sriwijaya FC lawan Persebaya. Dia akan duduk di tribun penonton, untuk mengamati pemain secara langsung, dalam menentukan pemain mana akan dipertahankan atau dibuang,” kata Hendri. Kendati telah menyatakan terang-terangan maksud dari kehadiran Ivan di laga itu, namun Hendri tetap berkilah ketika ditanya kepastian posisi pelatih SFC musim depan. “Bisa dilihat sendirilah sinyal yang kami berikan ke pub-

lik. Tapi, kami tetap berkomitmen dengan keputusan semula yakni mengumumkan secara resmi kursi pelatih setelah tugas di Piala Indonesia selesai,” ujar dia. Dia mengatakan, hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi tim tetap kondusif dan tidak terpengaruh oleh masalah psikologis mengingat manajemen klub mengusung target mempertahankan gelar Piala Indonesia musim lalu. “Seluruh bagian tim telah berkomitmen untuk menuntaskannya masalah rekrut merekrut pemain dan pelatih setelah Piala Indonesia,” ucap mantan manajer PS Banyuasin ini. Ivan adalah mantan pemain sepak bola Bulgaria dan kini masih berstatus pelatih tim nasional Bulgaria U-21 dan U-23. Pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957, pernah menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia periode 2002-2004. Dia menggantikan Peter Withe, pelatih asal Inggris karena dinilai cukup mengetahui karakter permainan sepak bola Indonesia. Selain itu, dia juga dikenal cukup fasih berbahasa Indonesia, sehingga memudahkan untuk berkomunikasi dengan timnya. (ant)

Suluh Indonesia/ant

PERSIPURA MENANG - Pesepakbola Persipura, Gerald Pangkaly berusaha dihalang-halangi oleh pemain Pelita Jaya Karawang, Jajang Mulyana dalam pertandingan Kompetisi Piala Indonesia Babak delapan Besar di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, kemarin. Persipura Jayapura mengalahkan Pelita Jaya Karawang dengan skor 1-0.

Soal Pemain Asing

PSSI Perlu Ambil Sikap SEMARANG - Sekretaris Umum Pengprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng, berpendapat, induk organisasi olahraga sepak bola di Tanah Air perlu mengambil sikap soal pemain asing untuk musim kompetisi mendatang. Johar Lin Eng di Semarang, kemarin, mengatakan, hal ini untuk memberi kesempatan kepada pemain lokal bersaing masuk tim nasional mengingat selama ini keberadaan pemain asing di klub-klub profesional memiliki posisi strategis seperti sebagai penyerang.

“Kalau memang tidak bisa sekaligus dihilangkan, ya secara bertahap dikurangi kuota pada masing-masing klub. Kalau sebelumnya setiap klub diizinkan memakai lima maka untuk musim mendatang maksimal tiga orang,” katanya menegaskan. Kemudian, kata dia, kalau pemain asing digunakan sebagai “magnet” untuk menarik penonton, lebih baik dibatasi khusus pemain asal Asia karena kualitas pemain Asia juga tidak kalah dengan pemain asing asal Afrika. Di samping itu, kata dia,

harga pemain asing asal Asia relatif lebih murah dibandingkan pemain asing asal Afrika, Eropa, atau Amerika. “Tapi jangan disamakan dengan Park Ji Sung (Korsel) yang telah bermain di MU,” katanya menegaskan. Menurut dia, secara kultur atau budaya, pemain asal Asia tidak jauh berbeda dengan pemain Indonesia sehingga mereka lebih cepat beradaptasi dengan pemain lokal dibandingkan dengan pemain asal Afrika, Eropa, atau Amerika. “Saya kira PSSI sudah saat-

Pelatnas Dapat Ujian Berat di “Indonesia Challenge”

Ivan Kolev

Indonesia Andalkan Angkat Besi JAKARTA - Indonesia akan mengandalkan cabang olahraga angkat besi dan bulu tangkis untuk meraih mendali pada Youth Olimpic Games (YOG) di Singapura, 14-26 Agustus 2010. Ketua Komisi Atlet Komisi Olimpiade Indonesia (KOI) Ade Lukman Djajadikusumah di Jakarta, kemarin, mengatakan untuk meraih medali memang sulit, tapi dua cabang olahraga itu cukup menjanjikan. “Kami memang tidak menargetkan medali, tapi kami ingin seluruh atlet yang diturunkan mampu memberikan yang terbaik meski calon lawan yang akan dihadapi cukup kuat,” katanya saat dikonfirmasi. Menurut dia, selain dua cabang olahraga itu Indonesia akan turun pada lima nomor lainnya, yaitu renang, panahan, bulu tangkis, taekwondo, tenis, dan balap sepeda. Dari tujuh cabang olahraga yang diikuti, kata dia, jumlah atlet usia 14-18 yang bakal diturunkan sebanyak 14 atlet. Atlet terbanyak turun pada balap sepeda, yaitu empat pembalap. “Nama-nama atlet yang akan turun sudah masuk, kec-

uali balap sepeda. Hingga saat ini kami masih menunggu laporan dari pengurus besar (PB),” katanya menambahkan. Ia mengatakan sesuai dengan jadwal seluruh atlet akan berkumpul di Jakarta pada tanggal 6 Agustus nanti. Selanjutnya, pada tanggal 12 berangkat ke Singapura hingga berakhirnya kompetisi atlet-atlet muda itu. Adapun nama-nama atlet yang akan memperkuat tim Merah Putih adalah Patricia Hapsari, Ratna Marita, Arnold Siahaan dari renang. Elina Safitri cabang panahan, Macho Sunan cabang taekwondo, Grace dari cabang tenis. Untuk angkat besi diperkuat dua atlet, yaitu Devi Safitri dan Zainuddin, sedangkan cabang bulu tangkis menurunkan Rena Suwarno dan Evert Sukamta. Untuk balap sepeda terdiri atas tiga pembalap putra dan satu putri. Youth Olimpic Games di Singapura yang merupakan ajang kompetisi atlet-atlet muda dari seluruh dunia akan diikuti sekitar 3.600 atlet. Mereka berasal dari 205 negara termasuk Indonesia. (ant)

SURABAYA - Para pebulu tangkis pemusatan latihan nasional akan mendapatkan ujian berat, pada keikutsertaannya di turnamen “Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010” di GOR Sudirman Surabaya, 27-31 Juli. Sekretaris Panitia Pelaksana “Indonesia Challenge”, Eddyanto Sabarudin, kepada wartawan di Surabaya, kemarin, memperkirakan para pemain pelatnas akan mendapat lawan berat sejak babak awal, karena tidak masuk dalam daftar unggulan utama. “Ini sudah risiko karena peringkat dunia mereka yang masih rendah, sehingga mereka harus berjuang keras sejak awal untuk menembus babak final. Undian pemain dijadwalkan Selasa, dini hari,” tuturnya. Data yang dirilis panitia, menyebutkan Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) menurunkan sekitar 40 pemain pratama di turnamen berhadiah to-

tal 15.000 dolar AS itu. Dari nama-nama yang didaftarkan, PBSI juga menyertakan satu pemain pelatnas utama, yakni Aprilia Yuswandari di tunggal putri dan selebihnya pemain pratama. Pasangan ganda campuran Ricky Widianto/Jenna Gozali yang pekan lalu menjuarai Sirkuit Nasional wilayah III di Tegal, Jawa Tengah, menjadi salah satu pemain pelatnas yang menempati unggulan. “Sedangkan di tunggal putra dan putri serta ganda putra dan putri, pemain pelatnas tidak masuk unggulan utama karena peringkat dunianya kalah,” ujar Eddyanto. Pada nomor tunggal putra, dua pebulu tangkis Djarum Kudus, Andre Kurniawan Tedjono dan Bandar Sigit Pamungkas, menempati unggulan pertama dan kedua. Sedangkan andalan tuan rumah Fauzi Adnan hanya diunggulkan di posisi keenam, dibawah Robin Bonanza (Si-

ngapura) dan Andreas Adityawarman. Di kelompok putri, juara bertahan Fransiska Ratnasari menjadi unggulan teratas, diikuti Tan Liane (Belgia), Lebouw Hanic (Prancis) dan Teratanacha (Thailand). Sementara semifinalis Indonesia Super Series 2010 Ana Rovita menempati unggulan ke-8. Ketua Pelaksana Indonesia Challenge Abdul Chodir menjelaskan turnamen tahunan ini diikuti sebanyak 322 pebulu tangkis dari 18 negara, termasuk tuan rumah Indonesia. “Total pebulu tangkis mancanegara yang berlaga sebanyak 106 orang, sisanya pemain-pemain lokal dan pelatnas,” ucapnya. Negara-negara yang mengirimkan atletnya, adalah Prancis, Spanyol, Jepang, Ceko, Mesir, Belgia, Kanada, Swiss, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Sri Lanka, Belanda, Singapura, Kroasia, Jerman, dan Italia. (ant)

Kejuaraan Renang Piala Menpora Seri 3

Jaka Utama Melejit JAKARTA - Perkumpulan (klub) renang Jaka Utama Lampung tampil mengejutkan pada hari pertama Kejuaraan Renang Real Good Kelompok Umur (KU) Piala Menpora Seri 3 yang dimulai kemarin di Kolam Renang Lumban Tirta Palembang, Sumsel. Jaka Utama yang diasuh mantan perenang nasional Mustamsikin itu melejit dengan merebut 8 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu. Melejitnya Jaka Utama ini cukup mengejutkan karena kejuaraan renang ini diikuti klub-klub renang elit asal Jakarta dan tuan rumah Palem-

bang. Posisi kedua ditempati AAS Muba dengan raihan 7 medali emas, 5 perak dan 4 perunggu kemudian diiukiti Bina Taruna Jakarta di posisi ketiga yang meraih 5 medali emas, 4 perak 3 perunggu. Millanium Jakarta berada di posisi keempat dengan merebut 4 medali emas,6 perak dan 3 perunggu sedangkan Pusri Palembang harus puas di posisi kelima dengan meraih 4 medali emas dan 1 perunggu. Dari delapan medali emas Jaka Utama Lampung ini enam diantaranya disumbangkan dua bintangnya yakni M. At-

trik Pratama dan Halimah Tussa’diah masing-masing meraih tiga emas. “Prestasi yang kami raih ini luar biasa. Kami pun tidak menyangka di hari pertama mampu meraih 8 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Apalagi, para perenang kami dikepung perenang-perenng tuan rumah dan terutama perenang dari Ibu kota,” ujar Kirsitem, manajer tim Jaka Utama Lampung. Kejuaraan Renang Real Good KU Piala Menpora Seri III yang dibuka secara resmi Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin ini berlangsung sampai Rabu besok. (oli)

nya untuk mengambil sikap soal pemain asing di klub-klub sepak bola Indonesia,” kata nya. Ia menambahkan, keberadaan pemain asing di Indonesia itu sebenarnya bisa dijadikan contoh bagi pemain lokal tetapi dalam kenyataannya justru tidak bisa. Kemudian, kata dia, saat ini pembiayaan klub sepak bola di Indonesia terutama yang mengandalkan dana dari APBD juga terbatas sehingga keberadaan pemain asing perlu dibatasi atau bahkan dihilangkan sama sekali.

“Tanpa pemain asing juga akan mendorong persaingan antarpemain lokal semakin ketat karena mereka akan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dengan harapan bisa memperkuat timnas di berbagai event sepak bola internasional,” katanya. Pada musim-musim kompetisi sebelumnya, untuk klub yang berlaga pada Liga Super dibatasi maksimal memakai lima pemain asing kemudian pada Kompetisi Divisi Utama hanya tiga pemain asing, demikian juga dengan Piala Indonesia. (ant)

Sriwijaya Yakin Redam Persebaya SURABAYA - Juara bertahan Sriwijaya FC merasa yakin mampu meredam ambisi tuan rumah Persebaya Surabaya pada pertandingan hari ini, untuk memastikan lolos ke semifinal Piala Indonesia. Ditemui wartawan usai memimpin sesi latihan anak asuhnya di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya, kemarin, pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengatakan timnya tetap akan tampil ngotot, kendati hanya membutuhkan hasil imbang. Pada pertemuan pertama babak delapan besar di Palembang, Jumat lalu, tuan rumah Sriwijaya FC sukses menjinakkan “Bajul Ijo” dengan skor 20 melalui gol Keith Kayamba dan Pavel Solomin. Dengan hasil tersebut, tim berjuluk “Laskar Wong Kito” itu tinggal membutuhkan hasil imbang atau kalah tidak lebih dari satu gol untuk memastikan tiket semifinal. “Kami tetap tidak boleh lengah, karena segala kemungkinan masih bisa terjadi. Kami yakin Persebaya akan bermain habis-habisan dan menyerang untuk mengejar defisit gol,” ujarnya.

Mantan pelatih Persipura Jayapura ini, menambahkan bermain di depan pendukungnya sendiri, membuat Persebaya memiliki motivasi lebih untuk meraih kemenangan. “Saya melihat permainan mereka (Persebaya) saat di Palembang cukup bagus dan solid. Saya yakin penampilan mereka akan berbeda ketika main di kandang sendiri,” ujar Rahmad menambahkan. Ia juga menilai organisasi permainan tim asuhan Rudy William Keeltjes itu cukup bagus dan beberapa pemainnya punya pergerakan membahayakan. “Semua pemain Persebaya patut diwaspadai dan tidak boleh dibiarkan bergerak bebas di jantung pertahanan,” ujarnya menegaskan. Pada sesi latihan di Stadion Tambaksari Surabaya, Rahmad Darmawan tidak terlalu memforsir tenaga anak asuhnya dan lebih memilih berlatih “game” ringan. Selain itu, Rahmad juga mengasah kemampuan eksekusi penalti beberapa pemainnya, untuk menghadapi kemungkinan terjadinya adu penalti di laga lawan Persebaya. (ant)

Rahmad Darmawan


lahraga

Suluh Indonesia, Selasa 20 Juli 2010

7

Monfils Mundur, Montanes Juara JERMAN - Petenis Spanyol peringkat 30 dunia Albert Montanes memenangi gelar ATP keduanya musim ini pada Minggu waktu setempat, ketika lawannya Gael Monfils asal Prancis tidak melanjutkan pertandingan pada final Stuttgart International. Montanes sedang memimpin 6-2, 1-2 ketika unggulan ketiga Monfils minta berhenti karena menderita cedera pergelangan kaki kanan. Itu adalah kemenangan kedua bagi Spanyol pada hari yang sama setelah Nicolas Almagro mengalahkan runner-up Prancis Terbuka Robin Soderling pada final Baastad di Swedia. “Saya bermain sangat baik. Pada set pertama saya bermain bagus dalam reli-reli dan per-

caya diri saya bagus,” kata Montanes, yang juga meraih trofi Estoril pada lapangan tanah liat Mei lalu. Monfils, yang akhir pekan lalu membantu Prancis menundukkan juara bertahan Piala Davis, Spanyol, pada perempat final, mengakui cedera tersebut membuatnya tidak mungkin melanjutkan pertandingan. “Untuk mencapai final lagi sudah cukup menggembirakan (pertandingan final terakhirnya terjadi di Paris pada November lalu ketika ia menjadi runner-up bagi Novak Djokovic). Saya mempunyai pengalaman buruk hari ini tetapi semoga ini akan segera membaik dan saya bisa kembali ke level terbaik saya dan berusaha mencapai final-final lainnya,” katanya. (ant)

Swedia Terbuka

Almagro Juara SWEDIA - Petenis Spanyol Nicolas Almagro lolos dari pertandingan tiga set yang sulit untuk mengalahkan unggulan teratas dan juara bertahan Robin Soderling pada final turnamen lapangan tanah liat ATP Swedia Terbuka, Minggu waktu setempat . Petenis berusia 24 tahun itu selamat meskipun kehilangan set kedua untuk menang 7-5, 3-6, 6-2 hanya dalam waktu kurang dari dua jam. Ini merupakan gelar ATP-nya yang keenam dan yang pertama pada 2010. “Hebat rasanya menang di sini,” kata Almagro. “Selalu luar biasa menang di final dan saya sangat gembira dengan (apa yang terjadi) pekan ini. Saya akan menikmati momen ini dan kemudian menyiapkan diri untuk pekan depan di Hamburg.” Set pertama berlangsung dengan mempertahankan servis masing-masing hingga kedudukan 5-5 ketika Soderling, favorit tuan rumah, berada di bawah tekanan pemain spesialis lapangan tanah liat itu. Petenis Swedia tersebut tiga kali selamat dari “break point” sebelum memberi Almagro keuntungan. Petenis Spanyol itu bertahan untuk unggul satu set.

Namun Soderling, meningkatkan permainannya pada set kedua untuk menyamakan kedudukan sebelum kembali memberi keuntungan pada set ketiga. Petenis Swedia tersebut sudah mengalahkan petenis Italia Andreas Seppi dan petenis Spanyol David Ferrer dalam tiga set untuk mencapai final tetapi kali ini terlalu jauh saat ia kehilangan servisnya duakali berturut-turut sehingga memberikan gelar juara kepada Almagro. “Saya tidak memainkan tenis terbaik saya,” kata petenis Swedia yang pada Mei lalu juga kalah di final Prancis Terbuka oleh Rafael Nadal. (ant)

Suluh Indonesia/ap

KEMBALIKAN BOLA - Petenis Spanyol, Albert Montanes, mengembalikan bola ke arah pemain Prancis, pada babak final Turnamen tenis ATP Mercedes-Cup, di Stuttgart, Jerman, kemarin.

Arsyad Ingin Tandingkan Chris John JAKARTA - Promotor asal Kalimantan Timur, Muhammad Arsyad, berkeinginan menggelar kembali pertarungan Chris John, juara dunia tinju kelas bulu World Boxing Association (WBA), di Indonesia. Keinginan promotor yang juga mantan petinju amatir nasional ini diungkapkan kemarin. “Saya berencana menggelar kembali pertarungan Chris John asalkan masalah di manajemennya sudah dapat diatasi atau diselesaikan dan Chris John sudah pulih dari cederanya,” kata Arsyad, yang pernah menjadi petinju terbaik Piala Presiden di Jakarta tahun 1990-an . Menurut Arsyad, saat ini pihaknya tidak ingin mencampuri urusan internal Manajemen Chris John. Apalagi masih ada persoalan hukum dengan

Szavay Juara di Praha PRAHA - Petenis Hungaria Agnes Szavay memenangi gelar kedua berturut-turut, Minggu waktu setempat, ketika ia mengalahkan Barbora Zahlavova Strycova dari Republik Ceko 6-2, 1-6, 6-2 pada final Praha Terbuka. Szavay, unggulan ketujuh, memenangi turnamen Budapest pekan lalu dan sekarang sudah mengumpulkan lima gelar dalam karirnya. Ia juga adalah petenis kedua tahun ini yang meraih gelar dalam dua pekan berturut-turut, setelah Venus Williams meraih juara di Dubai dan Acapulco pada musim semi lalu. “Saya sangat lelah, terutama pada set kedua tetapi juga pada set ketiga. Saya juga tegang,” kata Szavay. “Tetapi saya melawan diri saya sendiri dan memecahkannya. Menyenangkan bisa meraih gelar kedua secara berturut-turut,” katanya. (ant)

Agnes Szavay

Gagal di Piala Dunia

Kontrak Pelatih Aljazair Diperpanjang

Rabah Saadane

ALJAZAIr - Pelatih Aljazair Rabah Saadane diberi perpanjangan kontrak selama dua tahun meskipun kembali dari Piala Dunia di Afrika Selatan tanpa mencatat satu pun kemenangan. Pelatih berusia 64 tahun itu akan memimpin negara Afrika utara itu dalam upaya mereka meraih sukses pada kualifikasi untuk putaran final Piala Afrika 2012, kata Federasi Sepak Bola Aljazair dalam sebuah pernyataan, Senin. Saadane memimpin Aljazair ke putaran final Piala Dunia untuk pertamakali dalam 24 tahun dan mengantar tim ke semifinal Piala Afrika tahun ini. Aljazair menyelesaikan Piala Dunia dengan nilai satu dari tiga pertandingan, imbang dengan Inggris, dan kalah dari Slovenia dan Amerika Serikat. (ant)

Promotor Soeryo Goeritno terkait pengaduan dugaan penipuan dan penggelapan terhadap manajer sekaligus pelatih Chris John, Craig Christian. Persoalan hukum ini terjadi menyusul kegagalan pementasan Chris John melawan penantangnya asal Uganda, Jackson Asiku di Jakarta, 2008 lalu. “Yang jelas, saya berminat sekali menggelar pertarungan Chris John untuk ketiga kalinya. Tentang tempatnya, apakah di Tenggarong atau di Jakarta kita lihat saja nanti,” ungkap Arsyad. Arsyad telah dua kali menggelar pertarungan Chris John di Tenggarong dan Jakarta. Pada pergelaran di Tenggarong 2006, Chris John dipertemukan dengan Juan Manuel

Marquez, petinju Meksiko yang diyakini komunitas tinju dunia sebagai yang terbaik di kelas bulu waktu itu. Dalam pertarungan itu Chris John menang angka mutlak atas Marquez. Pergelaran kedua di Jakarta, masih di tahun 2006, Chris John dihadapkan dengan Renan Acosta dari Panama. Pertandingan ini pun dimenangkan dengan angka mutlak oleh Chris John. Dijelaskan lebih jauh oleh Arsyad bahwa pihaknya sudah mendiskusikan rencana itu dengan sejumlah kolega, termasuk sejumlah sponsor. Langkah ini ditempuh untuk menggalang dana sesuai dengan kebutuhan pergelaran mendatang. “Mereka sangat antusias dan menyambut keinginan

saya agar bisa menggelar pertarungan Chris John kembali,” tutur Arsyad. Tentang gagalnya pertarungan Chris John melawan penantang peringkat 15 dari Argentina, Fernando Saucedo, di Bali akhir Mei lalu dan di Jakarta, 26 Juli nanti, menurut Arsyad banyak masalah yang melingkupinya. Satu di antaranya, menurut dia, ketiadaan peluang untuk mempertandingkan Chris John pada pertarungan berikutnya (option) “Saya melihat karena tidak ada ikatan ‘option’ antara promotor dan petinju , mengakibatkan setiap pementasan pertarungan Chris John selalu menuai masalah,” kata Arsyad. Menurut dia, kalau ada option bagi promotor untuk me-

mentaskan pertarungan berikutnya, mungkin berbagai masalah yang mungkin muncul dapat dieliminasi. Ditanya tentang cedera retak tulang rusuk kanan yang dialami Chris John saat latih tanding, Arsyad menyatakan hal itu biasa dalam tinju. Dia tegaskan bahwa cedera bisa saja terjadi karena seorang petinju saat berlatih tanding tampil maksimal sebagaimana dalam pertandingan sesungguhnya, sehingga cedera dapat saja terjadi. “Saya pikir wajar saja kalau Chris John mengalami cedera, karena sepengetahuan saya saat menjelang tampil di Tenggarong dia memperlihatkan keseriusannya dalam berlatih tanding,” demikian Arsyad. (ant)

Kanepi Juara WTA Pertama dari Estonia ITALIA - Kaia Kanepi mengalahkan unggulan teratas asal Italia Flavia Pennetta 6-4, 6-3, Minggu waktu setempat, untuk memenangi turnamen lapangan tanah liat Palermo International dan menjadi petenis Estonia pertama yang memenangi gelar WTA. Kanepi, unggulan kelima, telah mengalahkan Pennetta dua kali tetapi tidak pernah di lapangan tanah liat dan setelah kalah pada dua game pertama pertandingan tersebut, tampaknya akan terjadi hal serupa. Namun Kanepi bangkit untuk memenangi set tersebut 64 dan terus melaju saat ia mengalahkan juara bertahan itu. “Saya sangat gembira memenangi gelar pertama dalam karir saya,” kata petenis berusia 25 tahun, Kanepi, yang mencapai perempat final Wimbledon bulan lalu setelah lolos dari babak kualifikasi. “Ini momen terbaik dalam karir saya. Setelah bermain baik di Wimbledon, sekarang saya tegaskan saya bermain sangat baik. Flavia bermain bagus tetapi hari ini saya lebih agresif pada momen-momen penting.”

Kaia Kanepi

Pada 2008, Kanepi menjadi petenis Estonia pertama yang mencapai perempat final turnamen besar ketika ia mencapai babak delapan besar Prancis

Terbuka. Namun ia turun dari 100 peringkat teratas tahun ini sebelum bangkit di Wimbledon. Ia kalah pada dua pertarun-

gan final sebelumnya, di Hasselt pada 2006 oleh Kim Clijsters dan di Tokyo pada 2008 oleh Caroline Wozniacki. (ant)

Tur Prancis

Riblon Tercepat Tahapan ke-14

Christophe Riblon

PRANCIS - Christophe Riblon dari Prancis dengan melancarkan taktik jitu, berhasil memimpin para pebalap favorit ketika memenangi tahapan ke14 Tur Prancis yang berlangsung Minggu waktu. Riblon, salah satu dari sembilan pebalap yang melejit di depan pebalap lain pada lintasan sepanjang 184,5 kilometer itu, menyentuh garis finish di kawasan Ax 3-Domaines. Pebalap dari Rusia Denis Menchov dan Samuel Sanchez dari Spanyol, sebagai atlet fa-

vorit di lintasan itu bersama pimpinan lomba Andy Schleck dan juara bertahan Alberto Contador, berada di uruatan kedua dan ketiga. Schleck mempertahankan pimpinannya 31 detik atas Contador pada klasemen umum setelah kedua saling kejar bergantian menjelang akhir lomba di tahapan itu. Pada klasemen keseuruhan (overall), Sanchez berada 2:31 di bawah pebalap Luxembourg Schleck dan Menchov terpaut 2:44. (ant)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Selasa 20 Juli 2010

8

KPK Tahan Dedy Suwardi

Suluh Indonesia/ant

SHABU MALAYSIA - Kapoltabes Pontianak, Kombes (Pol) Rachmat Mulyana (kanan), menunjukkan sejumlah barang bukti shabu-shabu dan alat pakai saat gelar perkara di Polsek Pontianak Barat, Kalbar, Senin (19/7). Jajaran Polsek Pontianak Barat berhasil mengamankan tiga paket besar shabu-shabu seberat 73 gram senilai ratusan juta rupiah asal Malaysia, dari dua tersangka yaitu Ng Djing Pong (43) dan Suham (26).

Pertamina Langgar Hak Konsumen SERANG - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Hudaya menilai PT Pertamina telah melanggar hak konsumen dengan tidak mencantumkan petunjuk penggunaan tabung elpiji 3 kilogram dalam produk yang didistribusikannya selama ini. “Selama ini setiap produk tabung gas tak disertai petunjuk. Padahal perlu itu diberi pedoman penggunaan yang sederhana dan efektif, agar menghindari kecelakaan. Dari sisi perlindungan konsumen, ini jelas melanggar,” kata Hudaya dalam rapat penanganan peredaran tabung gas elpiji 3 kilogram di Serang, Senin. Hadir dalam kesempatan itu,

Perwakilan Disperindag seProvinsi Banten, Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Banten, Polda Banten, dan para pengusaha komponen kompor gas se-Banten. Karena itu, ia menyarankan agar Pertamina segera membuat pedoman sederhana dan efektif yang disematkan dalam setiap tabung gas yang didistribusikan. Ia juga berharap baik Pertamina, maupun para agen elpiji bisa berkomitmen agar masyarakat tenang dalam menggunakan tabung gas elpiji. “Saat ini yang perlu dilakukan yaitu membuat masyarakat tenang dan nya-

man dalam menggunakan gas,” katanya. Sales Representatif Rayon I Gas Domestik PT Pertamina Aripin menyanggupi usulan pencantuman pedoman sederhana penggunaan tabung gas, dan pihaknya akan segera mencetak stiker petunjuk penggunaaan yang akan ditempel di setiap tabung gas produk Pertamina. “Kami sudah cetak 200 ribu stiker petunjuk pemakaian yang akan ditempelkan di setiap tabung gas. Sementara untuk SNI belum kami cetak,” kata Aripin. Aripin juga menyatakan Pertamina dan kepolisian telah bekerja sama untuk menanggulangi peredaran tabung gas

Arah Kiblat

Bisa Dicocokan Setiap Tahun REMBANG - Meluruskan arah kiblat agar persis ke arah Kakbah di Mekkah bisa dilakukan dua kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Mei dan Juli. Sekretaris Badan Hisab Rukyat (BHR) Kantor Agama Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ali Muhyidin di Rembang, Senin, mengatakan untuk tahun-tahun kabisat, arah kiblat bisa ditentukan pada setiap 27 Mei pukul 16.17.56 WIB dan 15 Juli pukul 16.26.43 WIB. Pada saat tersebut, kata menjelaskan, Matahari sedang berada tepat di atas Kakbah. Untuk tahun-tahun nonkabisat, katanya, Matahari akan berada tepat di atas Kabah

pada 28 Mei pukul 16.17.56 WIB dan 16 Juli pukul 16.26.43 WIB. Tahun kabisat adalah tahun yang angkanya akan habis dibagi empat dan jumlah harinya mencapai 366 hari. Tahun non-kabisat adalah kebalikannya. Jumlah hari dalam setahunnya untuk tahun nonkabisat adalah 365 hari. Mengenai kesesuaian kiblat masjid dan mushala di Rembang, Ali Muhyidin menjelaskan 2.955 masjid dan mushala sejak akhir 2009 sudah sepenuhnya memiliki arah kiblat yang benar. “Arah kiblat masjid atau mushala di Rembang adalah 24 derajat dari arah barat ke arah barat laut. Sebelum tahun 2009,

20 persen masjid atau mushala di kota ini masih melenceng arah kiblatnya rata-rata lima derajat.” ungkapnya. Disebutkan, dalam menentukan arah kiblat, umat Islam bisa menggunakan alat yang bernama “global positioning system” (GPS). “Bila menggunakan alat ini, keakuratannya relatif terjamin. Teknologinya menggunakan ilmu astronomi dan kondisi alam,” katanya. Menurut dia, bukan hanya kiblat masjid atau mushala yang harus dibenarkan. “Seharusnya tempat shalat di rumah, kantor, instansi, dan hotel justru diprioritaskan,” katanya. (ant)

Kejaksaan Periksa Dua

Tersangka Korupsi Dana Bencana MANADO - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan pemeriksaan terhadap dua orang kontraktor tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah bencana alam di Kabupaten Talaud tahun 2007-2008. Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Reinhard Tololiu SH, di Manado Senin, mengatakan kedua tersangka itu adalah Abson Maengga dan Fery Larinda. “Kedua kontraktor tersebut terkait sebagai pelaksanaan dana hibah bencana alam di Talaud,” kata Tololiu.

Reinhard Tololiu mengatakan sejumlah pertanyaan telah diajukan kepada kedua tersangka itu berkaitan dengan dana hibah bencana alam tersebut. Dalam pemeriksaan itu tersangka Fery Larinda diajukan sebanyak 28 pertanyaan, sedangkan Abson Maengga 20 pertanyaan. “Kejaksaan terus melakukan pendalaman dan pengembangan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi dana hibah bencana alam tahun 2006-2008 senilai Rp6,5 miliar itu,” katanya. Dalam penanganan kasus

ini, selain kedua tersangka itu, kejaksaan juga telah menetapkan sejumlah tersangka konraktor lainnya dan pejabat di Pemerintah Kabupaten Talaud. Tersangka itu dari kalangan kontraktor, antara lain Nimatullah Birahim, Oscar Lindo, Chandra Bayang, Muhammad Rusdi, Toni Asalui, Wenny Palit, Cory Tumimbang, Donald Palar dan Chandra Palar. Serta dua pejabat Husni Mandiri, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Talaud dan Wilson Tine Kepala Dinas Perhubungan Talaud. (ant)

Yogyakarta Potensi Besar

Peredaran Gelap Narkoba YOGYAKARTA - Kepala Kepolisian Kota Besar Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Atang Heradi menegaskan Kota Yogyakarta merupakan wilayah yang memiliki potensi cukup besar dalam peredaran gelap narkoba setelah Jakarta. “Yogyakarta merupakan daerah sasaran para pengedar narkoba, karena Yogyakarta memiliki banyak sekali perguruan tinggi dan banyak mahasiswa dari luar daerah yang datang. Mereka ini menjadi sasaran empuk para pengedar

narkoba karena minimnya pengawasan,” kata Atang Heradi,di Yogyakarta, Senin. Menurut dia, selain itu lemahnya pengawasan orang tua atau wali terhadap kegiatan anak-anak mereka yang sering salah dalam memilih teman. “Banyak orang tua yang tidak memperhatikan setiap perkembangan maupuan perubahan perilaku anaknya, sehingga bagi anak-anak yang salah dalam berteman akan mudah terjebak dalam penyalahgunaan narkoba,” katanya. Ia mengatakan, meskipun

Kota Yogyakarta memiliki potensi besar dalam peredaran gelap narkoba, namun tetap bisa dicegah dengan peran aktif seluruh pihak. “Peran aktif ini harus dimulai dari orang tua, lingkungan tempat tinggal serta lingkungan sekolah dan lingkungan pergaulan,” katanya. Kasat Reserse Narkoba Poltabes Yogyakarta Kompol Dedy Sumarsono mengatakan dalam sepekan berhasil menyita barang bukti berupa 1,7 kilogram ganja dan 190 butir ekstasi. (ant)

non-Pertamina yang kualitasnya rendah, dan berbahaya. “Selama ini ada 76 kecelakaan tabung gas yang terjadi di Indonesia. Dan setelah diteliti itu diakibatkan oleh beredarnya tabung gas yang kualitas bajanya rendah. Seharusnya baja tabung diproduksi oleh PT Krakatau Steel. Tapi yang itu bajanya buatan Surabaya. Dan polisi sudah menangkap pabrik tabung gas palsu tersebut di Tangerang,” ujarnya. Menurut Aripin, Pertamina saat ini belum bisa menuntaskan penarikan elpiji non-SNI, dan PT Pertamina baru akan menghilangkan tabung elpiji non-SNI dari peredaran pada 2012 mendatang. (ant)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan pemeriksa pajak Dedy Suwardi, setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pembayaran pajak Bank Jawa Barat pada tahun pajak periode 2001-2002. “Tersangka ditahan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut di rumah tahanan Polda Metro Jaya,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi, di Jakarta, Senin malam. Johan memaparkan, Dedy dijerat dengan Pasal 12 dan atau Pasal 5 ayat (2) dan atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana diubah UU 20/ 2001. Juru Bicara KPK juga menuturkan, Dedy diduga

menerima uang suap sebesar Rp 550 juta dari sebanyak Rp 2,55 miliar yang disalurkan Bank Jabar. Dedy tampak meninggalkan KPK pada sekitar pukul 20.00 WIB setelah diperiksa oleh penyidik KPK sejak sekitar pukul 10.00 WIB. Dedy tidak memberikan komentar apapun kepada para wartawan yang menghujaninya dengan sejumlah pertanyaan. Sebelumnya, KPK pada 28 Juni juga telah menetapkan sebanyak lima tersangka dalam kasus korupsi Bank Jawa Barat-Banten yang terdiri atas mantan pimpinan Divisi Akuntansi bank tersebut dan empat mantan pemeriksa pajak, termasuk Dedy Suwardi. Penetapan tersangka itu terkait dengan kasus yang men-

jerat mantan Direktur Utama Bank Jabar Umar Syarifuddin yang telah divonis tujuh tahun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Mantan pimpinan Divisi Akuntan Bank Jabar bersamasama dengan Umar diduga telah memberikan sejumlah uang sebagai imbalan kepada para pemeriksa pajak yang menjadi tersangka pada 2004 sebagai imbalan atas pengurangan jumlah pajak kurang bayar bank tersebut pada tahun pajak periode 2001-2002. PT Bank Jabar diduga melakukan penyetoran jumlah kekurangan pajak yang lebih rendah dari angka yang seharusnya. Diduga karena telah terjadi pemberian imbalan kepada sejumlah orang yang dipercaya melakukan pemeriksaan. (ant)

Mantan Wali Kota Semarang

Diperiksa Pertengahan Agustus SEMARANG - Mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip yang lengser secara resmi dari jabatannya pada Senin (19/7) akan diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah pada pertengahan Agustus 2010 karena diduga terlibat kasus korupsi. “Tapi sebelumnya saya akan memanggil tim penyidik yang dulu menangani kasus tersebut untuk meminta penjelasan mengenai sampai sejauh mana perkembangan penyidikan yang telah dilakukan pada saat itu,” kata Kepala Kejati Jateng, Salman Maryadi, di Semarang, Senin. Ia mengatakan, pemanggilan tim penyidik pada awal Agustus 2010 bertujuan un-

tuk mengetahui objek yang menjadi permasalahan dalam kasus tersebut. “Kami saat ini belum mengetahui apakah sudah dilakukan pemeriksaan terhadap semua saksi dan apakah sudah dilakukan tindakan hukum terhadap barang bukti berupa penyitaan atau belum,” ujarnya. Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan agar proses penyidikan yang akan dilakukan penyidik dalam kasus dugaan korupsi tersebut dapat fokus dan cepat dituntaskan agar diperoleh kepastian hukum. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengatakan akan segera memanggil Wali Kota Magelang Fahriyanto yang telah ditetapkan sebagai tersangka

oleh pihaknya pada Agustus 2008 dalam kasus dugaan korupsi senila Rp11 miliar pada pembangunan Stadion Madya di Sanden Magelang. “Hal tersebut akan kami lakukan setelah yang bersangkutan melakukan serah terima jabatan sebagai wali kota dalam waktu dekat,” kata Salman. Mantan Wali Kota Semarang periode 2005-2010, Sukawi Sutarip, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jateng dalam kasus dugaan korupsi penggunaan bantuan organisasi kemasyarakatan pada pos dana fasilitas APBD tahun 2004 senilai Rp2,8 miliar serta bantuan mobilitas DPRD Kota Semarang periode 1999-2004 sebesar Rp2,19 miliar. (ant)

Edisi 20 Juli 2010 | Suluh Indonesia  

Headline : TDL Tak Naik Berdampak Buruk