Issuu on Google+

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 52 tahun IV Kamis, 18 Maret 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Investasi Mulai Pulih

Pajak Tetap Diandalkan

Garuda Tetapkan Penjamin

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan bahwa selama kuartal I 2010, ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan sekitar 5,3-5,5 persen. “Kalau kita lihat dari Januari hingga...hal. 1

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa target penerimaan pajak berdasarkan APBNP 2010 sebesar Rp 50 triliun per bulan. “Target pajak selalu meningkat dan mendominasi...hal. 2

PT Garuda Indonesia menargetkan, penjamin pelaksana emisi (underwriter) bagi penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham BUMN penerbangan itu sudah ditetapkan akhir Maret...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Zuhri Dituntut

10 Tahun

Suluh Indonesia/ant

SPT PAJAK - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersiap memasukkan ke dalam drop box, Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi tahun 2009 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, kemarin.

Teroris Alihkan Sasaran JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan jika ada perubahan pada sasaransararan dan pola aksi terorisme di Indonesia. ‘’Dari hasil perkembangan juga apa yang saya sampaikan kemarin itu, bahwa memang seperti Dulmatin sudah memerintahkan kepada saksi yang kita tangkap hidup, bahwa memang ada perintah fa’i,” kata Kapolri usai menghadiri seminar internasional pertahanan bertema Indonesia Menuju 2025 di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Fa’i itu, kata Kapolri, adanya serangan dengan kekerasan kepada sasaran tertentu. ‘’Itu salah satu pola yang juga kita lihat dulu telah dilakukan tapi sekarang agak lebih fokus,” katanya. Saat ditanya apakah sasaran tersebut tidak lagi orang asing namun juga orang-orang yang dinilai berseberangan. ‘’Tidak, tapi yang dinilai oleh seolah-olah mereka itu kaya kita-kita ini, apakah Polri, TNI atau aparat pemerintah. Itu dianggap thagut. Itu sah kalau dijadikan sasaran

mereka,” katanya. Menurut Kapolri, informasi perubahan sasaran itu diperoleh dari para terduga teroris yang tertangkap. Mengenai kemungkinan Istana menjadi sasaran, Kapolri menolak dugaan itu. ‘’Tidak secara spesifik seperti itu. Tapi yang jelas bahwa mereka melakukan rangkaian kegiatan yang memang sudah dengan pola-pola di kembangkan yang berbeda dengan yang lalu. Dengan pelatihan militer, dengan persenjataan yang berbeda, tidak lagi dengan bom. Berartikan ada pola yang baru yang akan dikembangkan,” katanya. Kapolri menjelaskan bahwa guna mengatasi pergerakan para teroris di masyarakat Polri selain melakukan pengejaran terhadap para tersangka juga memberikan penjelasan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk turut serta melakukan pencegahan terhadap kemungkinan para anggota jaringan teroris melakukan tindakan kekerasan atau mensosialisasikan ajarannya. ‘’Terkait teroris di Aceh masih diburu,’’ katanya. (har)

JAKARTA - Terdakwa teroris, Saefudin Zuhri, dituntut sepuluh tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan menyembunyikan Noordin M Top. ‘’Terbukti memberikan bantuan dan kemudahan dengan menyembunyikan Noordin M Top,” kata JPU, Totok Bambang, dalam pembacaan tuntutan di PN Jakarta Selatan, kemarin. Terdakwa dikenai Pasal 13 huruf b Undang- Undang No. 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dalam dakwaan, terdakwa Saefuddin Zuhri merupakan tersangka kasus percobaan peledakan bom dan pembunuhan guru SMP Dago Simamora. Ia juga melakukan percobaan pengeboman Kafe Bedudal, Bukit Tinggi, Zuhri juga berperan menyembunyikan Noordin M Top. Seusai persidangan, Saefudin Zuhri menyatakan dirinya tidak tahu menahu dengan tuntutan itu. ‘’Saya tidak tahu,” katanya. Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Saefuddin Zuhri, Asludin H, menyatakan tuntutan dari JPU itu berlebihan karena kliennya hanya fasilitator saja. ‘’Jadi, tuntutannya sangat berlebihan,” katanya. Sidang akan dilanjutkan pada 24 Maret 2010 dengan agenda eksepsi. (nas)

Dua Perwira Tinggi Polri

Diduga Jadi Makelar Kasus JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan akan segera memanggil mantan Kabareskrim Komjen Polisi Susno Duadji, terkait dengan pernyataannya soal makelar kasus pajak yang melibatkan dua petinggi Polri. ‘’Tadi pagi saya perintahkan ke kadif propam, kadif binkum, kabareskrim untuk undang Pak Susno,” kata Kapolri seusai menghadiri seminar pertahanan bertema Indonesia Menuju 2025 di Istana Negara Jakarta, kemarin. Awal pekan ini, Susno Duadji mengungkapkan pemberantasan makelar kasus sudah dilakukannya ketika menjabat Kabareskrim, yakni kasus pajak yang diatur dan diduga

masuk ke beberapa petinggi Polri senilai Rp 25 miliar. ‘’Ada fakta-fakta apa yang dimiliki (Susno) selama (menjabat) kabareskrim dulu sehingga bisa memberikan penjelasan, lalu gelar perkara internal, ditemukan ada tidak penyimpangan dalam perkara itu yang sudah P21. Jika tidak ada ya kita lihat nanti, semua itu masalah internal polri,” ujarnya. Menurut Kapolri, kalau memang terbukti (pernyataan Susno) maka pasti akan diproses. Terkait dengan pernyataan Susno yang akan diterbitkan dalam bentuk buku, Kapolri mengatakan bahwa buku bukan termasuk bukti. ‘’Tapi, terkait peristiwa yang terjadi, apakah ada penggelapan, apakah

terjadi mafia di kasusnya sendiri, atau pasal yang diselewengkan atau perkara-perkara yang tersangkanya harus disidik tapi tidak. Nah itu semua harus ditemukan dulu,” katanya. Sebelumnya, dalam diskusi buku berjudul Bukan Testimoni Susno karya Izharry Agusjaya Moenzir, Susno Duadji menduga, makelar kasus masih bebas berkeliaran keluar masuk Mabes Polri tanpa ada tindakan nyata dari polisi. Ia juga mengatakan, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto tidak memiliki keberanian untuk mengungkap dan menangkap makelar kasus yang masih berkeliaran di Mabes Polri. (ant)

Tamu Negara Layak Dihormati JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Anas Urbaningrum menyatakan, setiap tamu negara layak dihormati termasuk Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, karena hal itu merupakan bagian dari kelaziman dalam hubungan antarbangsa yang beradab serta bermartabat. ‘’Prinsip politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif dan menjalin hubungan dengan negara mana pun, demi kepentingan nasional,” tegasnya di Jakarta, kemarin. Ia mengatakan itu, mengomentari maraknya aksi penolakan terhadap rencana kedatangan Barack Obama, yang dijadwalkan berkunjung ke Indonesia 23-25 Maret mendatang. ‘’Ingat, hubungan RI-AS dilakukan demi kepentingan nasional. Menolak kedatangan tamu negara adalah tindakan yang berlebihan,” ujarnya. Apalagi, lanjutnya, jika dikaitkan dengan rumor dan ketakutan atas pengalaman masa silam. ‘’Indonesia adalah negara berdaulat dan bermartabat. Karena itu, mari kita tunjukkan dengan menerima tamu negara dengan sikap percaya diri, sopan dan penuh martabat pula,” te-

gasnya. Menurut Anas Urbaningrum yang juga Ketua DPP Partai Demokrat bidang Politik, kalau pun tetap ada pihak menolak kedatangan Presiden Obama, maka hal itu tidak menjadi persoalan. ‘’Namanya juga demokrasi. Hanya saja patut disayangkan,” katanya lagi. Ia menilai, justru Indonesia sekarang berkesempatan mengambil manfaat dari kedatangan Obama, bagi kepentingan nasional di berbagai bidang termasuk mengambil peran penting untuk membangun relasi yang damai dan saling respek antara Islam dan Barat. ‘’Itu penting bagi perdamaian dunia,” tegas Anas. Sementara itu, Menko Polhukkam Djoko Suyanto mengatakan, pemerintah tidak khawatir rencana demonstrasi menjelang kehadiran Obama. ‘’It’s no big deal, sejauh dilakukan dengan aman, tertib, tidak mengganggu bagi mereka demo itu biasa,” katanya. Menurutnya, selama protes pro dan kontra ditunjukkan dalam suasana positif maka pemeritah tidak mempermasalahkannya. (har)

Kasus Century

Ikuti Proses Hukum JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan kelanjutan kasus Bank Century kepada proses hukum yang berlaku, terkait pernyataan KPK yang belum dapat meningkatkan status kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan. ‘’Kalau ada pandangan institusi atau instansi seperti KPK yang menyampaikan pandangan bahwa tidak cukup bukti untuk menindaklanjuti rekomendasi dari DPR, itu sepenuhnya diserahkan kepada KPK,” kata jubir presiden Julian A Pasha di Istana Negara Jakarta, kemarin. Sementara itu Menko Polhukam Djoko Suyanto mengaku belum diminta pendapatnya oleh pihak Sekretariat Negara yang tengah merumuskan jawaban Sidang Paripurna DPR tentang Panitia Angket Century. ‘’Saya belum diminta tentang itu, pasti sekarang di Setneg sedang dirumuskan tentang itu. Saya belum baca suratnya, sehingga saya belum bisa menjawab jawabannya seperti apa,” katanya. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Haryono Umar mengatakan, belum menemukan bukti kuat pada kasus Bank Century sehingga tidak dapat meningkatkan statusnya dari penyelidikan men-

jadi penyidikan. Dikatakannya, hasil Panitia Angket di DPR itu baru informasi dan hal itu tidak mudah menindaklanjutinya. Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto mengatakan, dalam memproses kasus dugaan korupsi KPK melakukannya secara teliti guna menemukan alat bukti yang kuat. ‘’KPK tidak mau gegabah meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan sebelum menemukan minimal dua alat bukti yang kuat,” katanya. Intervensi

Secara terpisah, Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismed Hasan Putro menyatakan, KPK tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun dalam menyelesaikan kasus Bank Century sesuai kesimpulan hak angket DPR yang diberikan ke komisi itu. ‘’Biarkan KPK bekerja, semua pihak harus bisa menahan diri untuk memberikan ruang dan waktu kepada KPK bekerja secara independen dan profesional,” kata Ismed. Menurut Ismed, untuk menjaga independensi dan kepercayaan publik pada KPK, komisi ini tidak boleh diintervensi oleh parlemen, tidak boleh takluk pada tekanan tertentu. (har)

Jakarta Masih Hadapi Persoalan Pemerintahan JAKARTA menyimpan banyak persoalan, tidak hanya penduduknya yang makin padat atau infrastruktur yang yang tidak memadai, tetapi kompleksitas masalah makin menjadi-jadi. Apa saja persoalan kota Jakarta ? KETUA Komisi II DPR RI Burhanuddin Napitupulu mengatakan Jakarta sebagai ibukota negara yang menjadi barometer daerah lain masih banyak menghadapi persoalan di bidang pemerintahan. ‘’Persoalan tersebut di antaranya masalah reformasi birokrasi, kependudukan, pertanahan,

dan temuan BPK terhadap dugaan kerugian negara,” katanya ketika berdialog dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Jakarta, kemarin. Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna menggali berbagai persoalan pemerintahan yang di-

hadapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rombongan Komisi II terdiri dari ketua komisi Burhanuddin Napitupulu sebagai pimpinan rombongan, didampingi wakil ketua komisi Ganjar Pranowo serta 22 anggota di antaranya Idrus Marham (FPG), Mahfud Siddiq (FPKS), Budiman Sujatmiko (FPDIP), Alexander Litaay (FPDIP), dan Mutokoweni (FPG). Dikatakan Burhanuddin persoalan pemerintahan yang dihadapi Pemerintah DKI Jakarta di antaranya masalah

kependudukan yakni data penduduk yang belum akurat sehingga terkait dengan persoalan lainnya daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilu. Persoalan lainnya yakni temuan BPK terhadap dugaan kerugian negara, persoalan tenaga honorer yang belum yang belum diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), serta persoalan pertanahan. ‘’Kami mendapat informasi pada tahun 2009 ada sekitar 15.000 persoalan pertanahan di Jakarta,” katanya. Dalam kesempatan tersebut,

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengakui, soal kependudukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan sistem pelayanan KTP berbasis teknologi dan telah menerapkan nomor induk kependudukan nasional. Menurut dia, perpanjangan KTP di kantor kelurahan maupun pelayanan secara mobile bisa selesai hanya dalam waktu lima menit. Penerapan ini kata dia, hendaknya dilanjutkan dengan sistem lainnya agar pendataan penduduk menjadi lebih akurat. (ant)


K ta

Suluh Indonesia, Kamis 18 Maret 2010

2

K ilas Perkara Ismeth Masuk Penuntutan JURU Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi mengatakan, perkara dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran yang melibatkan mantan Ketua Otorita Batam, Ismeth Abdullah segera masuk tahap penuntutan. “Perkara itu segera masuk pada tahap penuntutan,” kata Johan ketika ditanya wartawan di Jakarta, kemarin. Namun demikian, Johan tak mengatakan kapan pastinya kasus itu akan ditingkatkan ke tahap penuntutan. Johan hanya menjelaskan, tim penyidik KPK telah mengantongi bukti yang cukup untuk menindaklanjuti kasus itu. Untuk melengkapi berkas perkara, KPK memeriksa sejumlah ahli, antara lain dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Suatu perkara masuk ke tahap penuntutan jika telah dinyatakan lengkap. Di tahap penuntutan, para jaksa penuntut memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun berkas sebelum melimpahkannya ke pengadilan. (ant)

SP-3 Kasus KBRI Thailand JAKSA Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Marwan Effendy, mengaku telah memerintahkan kasus dugaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Thailand untuk dihentikan penyidikannya (SP3). “Sudah saya perintahkan Direktur Penyidikan pada Jampidsus untuk menghentikan penyidikan kasus KBRI Thailand. Saya setuju dihentikan penyidikannya, kalau tidak terbukti kenapa harus ragu-ragu,” katanya seusai acara Pembekalan Teknis Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) se-Indonesia, di Jakarta, Rabu. Sebelumnya, usulan penghentian penyidikan kasus tersebut sudah diajukan oleh penyidik kepada Jaksa Agung, Hendarman Supandji, karena penyidik tidak menemukan unsur dugaan tindak pidana korupsi di dalamnya. Sampai sekarang, Jaksa Agung belum menentukan sikap atas usulan SP3 tersebut. Dalam kasus itu, Kejagung sudah menetapkan tiga tersangka, yakni, M Hatta (Dubes RI untuk Thailand), Djumantoro Purbo (Wakil Dubes RI untuk Thailand), dan Suhaemi (Bendahara KBRI Thailand). (ant)

Usut SKPP Kasus Simon-Aman JAKSA Agung Hendarman Supandji didesak segera mengusut siapa otak pelaku penerbitan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) atas tersangka Simon dan Aman. Kedua orang tersebut merupakan adik Ayin yang terlibat dalam kasus pembobolan Bank Mandiri dan Bank Danamon senilai Rp45 miliar di Lampung “Jaksa Agung Hendarman Supandji harus segera mengusut soal SKPP Simon-Aman ini. Yang terbukti membekingi Simon dan Aman harus dimintakan pertanggungjawaban hukum,” kata Koordinator Tim Pembela Solidaritas Budhi Yuwono (TP-SBY), Agung Mattauch di Jakarta, Rabu. Kasus ini bermula dari laporan Budhi Yuwono tahun 2005 ke Polda Lampung yang menuduh Simon dan Aman terlibat dalam pemalsuan surat kuasa dimana dengan surat kuasa palsu tadi kedua tersangka berhasil membobol uang PT Bumirejo sebesar Rp 32 miliar di Bank Danamon dan US$1,4 ribu di Bank Mandiri (Total Rp 45 miliar). (ant)

Mantan Sekjen Kemlu

Suluh Indonesia/ant

TOLAK SISTEM KAPITALIS - Seorang pendemo yang tergabung dalam Gerakan Anti Kapitalis berunjuk rasa menolak pengaruh sistem pemerintahan kapitalisme dan neoliberalisme Amerika, di Bundaran HI, Jakarta, kemarin. Mereka menyerukan agar pemerintah Indonesia tidak terlena dengan kedatangan Presiden AS, Barack Obama yang merupakan simbol dari negara kapitalis.

ICW Minta Kepala

Inspektorat DKI Dinonaktifkan JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta agar Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Sukesti Martono dinonaktifkan sementara selama pemeriksaan kasus dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP). “Sukesti harus dinonaktifkan selama pemeriksaan karena menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan pada saat dugaan korupsi terjadi. Jika tidak maka akan muncul konflik kepentingan,” kata Peneliti Senior ICW Febri Hendri di Jakarta, Rabu. ICW bersama Forum Tempat Kegiatan Belajar Mandiri

Belum Jadi Tersangka JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Imran Cotan, sampai sekarang belum ditetapkan menjadi tersangka. Imran terlibat dalam kasus dugaan mark up biaya tiket pesawat diplomat yang diduga merugikan negara Rp6,05 miliar. “Sampai sekarang belum ditetapkan sebagai tersangka (mantan Sekjen Kemlu),” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Marwan Effendy, di Jakarta, Rabu. Sebelumnya, dalam testimoni tersangka Ade Sudirman (mantan Kasubbag Verifikasi Bagian Pelaksanaan Anggaran Biro Keuangan Kemlu) menyebutkan bahwa aliran dana biaya tiket itu mengalir ke Sekjen Kemlu sebesar Rp2,3 miliar. Serta Rp1 miliar mengalir ke salah satu mantan pejabat tinggi di Kemlu dengan inisial NHW. Jampidsus menjelaskan memang ada testimoni Ade Sudirman yang menjelaskan uang itu mengalir ke mantan pejabat Kemlu. “Tapi itu baru (testimoni) baru satu alat bukti saja, kita memegang prinsip satu

saksi bukan saksi,” katanya. Kejagung sudah menetapkan lima tersangka kasus itu, yakni, I Gusti Putu Adnyana dan Syarif Syam Arman, keduanya menjabat sebagai bendahara biaya perjalanan diplomat Kemlu. Ade Wismar Wijaya (mantan Kepala Biro Keuangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu)), Syarwani Soeni (Direktur Utama PT Indowanua Inti Sentosa/travel), dan Ade Sudirman (staf Biro Keuangan Kemlu). Sebelumnya, Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus, Arminsyah menyatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap 21 saksi yang dilakukan penyidik sampai 10 Maret 2010 didapatkan fakta hukum adanya catatan penggunaan atau pemanfaatan dana yang berasal dari tindakan mark up tiket tersebut. “Bahwa dalam pembayaran biaya perjalanan diplomat, kedua tersangka itu menerima surat penagihan dari travel, dimana dalam mengajukan penagihan atau invoice tersebut, pihak travel mengosongkan nilai tagihan dalam tanda terima,” katanya. (ant)

(TKBM) mengadukan lima sekolah yang membawahi tujuh TKBM yakni TKBM Himata dan Pusaka 45 yang menginduk pada SMP 84, TKBM Sekolah Rakyat dan Papanggo (SMP 95), dan TKBM Peduli Umat (SMP 190), TKBM Johar Baru dan Civitas (SMP 28), serta TKBM Himata (SMP 30). Menurut Febri, fokus pemeriksaan inspektorat Provinsi DKI seharusnya dilakukan untuk mengetahui apakah ada pelanggaran juknis dan juklak BOS dimana disebutkan bahwa pengelolaan dana BOS dan BOP seharusnya dilakukan bersama antara kepala sekolah induk

dengan kesepakatan pengelola TKBM. “Ternyata di lapangan, pengelola TKBM tidak tahu ada BOS dan BOP, jadi pengelolaan keduanya dilakukan secara sepihak. Harus dicari bukti apakan pengelola TKBM tidak tahu adanya BOS dan BOP bagi murid-muridnya,” katanya. Selain itu, inspektorat diminta untuk memeriksa aliran BOS dan BOP tahun 2007-2008 oleh sekolah induknya, karena dana tersebut tidak sampai ke TKBM yang berhak menerima. “Harus diperiksa, apakah digunakan untuk kepentingan sekolah atau kepentingan individu didalamnya,” kata Febri.

Yusril Ihza

Rp 1 Miliar untuk Ubah BAP

Menjadi Saksi Sidang Sisminbakum

JAKARTA - Sugeng Teguh Santoso, pengacara Ari Muladi yang menjadi saksi dalam kasus dugaan percobaan penyuapan kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuding pengusaha Anggodo Widjojo menawarkan Rp1 miliar untuk mengubah keterangan Ari Muladi dalam kasus itu. “Yang ditawarkan Rp1 miliar dengan rincian saya Rp500 juta dan ke Ari Rp500 juta. Imbalannya agar Ari Muladi kembali pada keterangan awal dan menyampaikan bahwa benar Pak Ari memberikan uang kepada pimpinan KPK,” kata Sugeng setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Rabu malam. Ari adalah saksi dalam kasus itu. Pada keterangan awal, Ari mengaku menerima uang hingga Rp5,1 miliar dari Anggodo dan meneruskannya kepada pimpinan KPK. Namun, pada akhirnya Ari membantah menyerahkan uang tersebut secara langsung kepada pimpinan KPK. Anggodo diduga mencoba menyuap pimpinan KPK untuk

Anggodo Widjojo

membebaskan kakaknya, Anggoro Widjojo, dari kasus korupsi yang sedang ditangani KPK. Sugeng menjelaskan, tawaran pemberian uang itu berawal dari telepon Anggodo kepada paman Ari Muladi, Harjono untuk bertemu di suatu tempat. “Pada pertemuan tersebut, Anggodo meminta bantuan Harjono agar Ari Muladi menerangkan kembali bahwa dia memberikan sejumlah uang ke pimpinan KPK,” kata Sugeng. Saat itu Harjono mengatakan, semuanya terserah pada Ari

Muladi. Pertemuan berlanjut pada September 2009. Saat itu, pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang menawarkan Rp1 miliar untuk Sugeng dan Ari. Menurut Sugeng, pada pertemuan itu ada seorang petugas polisi yang dia lupa namanya. “Saya berpikir dia (Bonaran) menyampaikan kepentingan kliennya,” kata Sugeng. Sugeng kemudian menyampaikan pesan itu kepada Ari Muladi. Namun keduanya memutuskan untuk menolak tawaran itu. (ant)

Dari keterangan para terdakwa dan saksi di persidangan, jelas dia, KPK harapkan muncul fakta baru yang selama ini belum terungkap di tingkat penyidikan. Dengan keterangan di persidangan itu, maka penyidik KPK mendapat alat bukti baru yang bisa menjerat tersangka lain. Johan menambahkan, Miranda Swaray Goeltom dan Nunun Nurbaeti dihadirkan

sebagai saksi untuk empat terdakwa yakni Dudhie Makmun Murod, Udju Djuhaeri, Endin AJ Soefihara dan Hamka Yamdhu. Keematnya diduga menerima suap berupa cek perjalanan, usai pemilihan petnggi BI pada 2004. “Sedangkan dia (Panda Nababan-red), hanya untuk perkara terdakwa Dudhie,” jelasnya. Johan menegaskan, KPK tidak hanya membidik orangorang PDIP dalam pengusutan kasus ini. Justru institberangkutan ya diduga melakukan tindak pidana korupsi. Pasalnya, perbuatan pidana merupakan tanggung jawab personal bukan lembaga atau partai. “Siapa pun yang

JAKARTA - Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yusril Ihza Mahendra, menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu. Pada sidang dengan terdakwa mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Depkumham, Zulkarnaen Yunus itu, Yusril menyatakan saat Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan sudah dinyatakan bahwa pungutan Sismimbakum, harus dimasukkan ke dalam Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Dan itu dinyatakan setelah saya tidak menjadi menteri lagi,” katanya. Seperti diketahui, dalam Sisminbakum itu, setiap notaris yang hendak mengurus pendirikan badan hukum dikenai biaya Rp1,350 juta . Dari dana tersebut, sebesar sepuluh per-

sen diberikan kepada koperasi pengayoman Depkumham dan 90 persen untuk PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD). Yusril menyatakan, PNBP baru dapat dilakukan kalau ada peraturan pemerintah (PP) yang ditandatangani Presiden. “Kalau tidak ada PP-nya, orang mau mungut PNBP itu dasarnya apa?,” katanya. Ia menyatakan selama tiga kali presiden berganti, tidak pernah pendapatan di Sisminbakum ini dinyatakan sebagai PNBP. “Bahkan pada masa Presiden SBY, dua kali diubah PP yang mengatur PNBP yang berlaku di Departemen Kehakiman dan HAM,” katanya. Ia menegaskan tidak pernah “access fee” sisminbakum itu dinyatakan sebagai PNBP. “Dan kalau misalnya ini jaksa selalu menanyakan kenapa ini tidak dimasukkan ke PNBP. Lah kalau presiden bilang ini bukan pnbp mau apa?,” katanya. (ant)

PENGUMUMAN LELANG

Panda Nababan Dihadirkan di Persidangan

Keterangan mereka di pengadilan sangat diperlukan untuk membongkar penyandang serta pemberi dana suap tersebut. “Benar, dia (Panda Nababan-red) akan dihadirkan di persidangan. Perdalaman untuk proses penyidikan. Ada beberapa pihak yg akan kami hadirkan, termasuk Nunun dan Miranda,” kata Karo HUmas KPK Johan Budi SP di gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/ 3) kemarin.

ini sudah jelas terang benderang subsidi BOP dan BOS ke SMP induk, tetap selama dua tahun tidak pernah diberitahukan kepada TKBM. Baru tahun 2009 TKBM dapat dana itu, artinya kemana dana BOP dan BOS sebelumnya,” katanya. Selain lambat, Ade meminta agar inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap mantan kepala sekolah yang memimpin sekolah induk pada saat terjadi dugaan korupsi. “Selama ini yang memberikan keterangan selalu kepala sekolah yang baru. Kami minta agar yang diperiksa kepala sekolah yang lama,” katanya. (ant)

Anggodo Tawarkan

KPK Pastikan SELAIN mantan Deputi Senior Gubernur BI Miranda Swaray Goeltom dan pengusaha Nunun Nurbaeti, KPK juga berencana menghadirkan mantan anggota Komisi IX DPR dari FPDIP Panda Nababan sebagai saksi dalam sidang terdakwa Dudhie Makmun Murod.

TKBM disebutnya tidak mengelola dana BOS dan BOP pada 2007-2008 namun sekolah induk yang bersangkutan mengaku telah menyampaikan dana tersebut, sehingga ICW dan Forum TKBM mencurigai adanya manipulasi laporan keuangan. Ketua Forum TKBM Ade Pujianti juga meminta agar inspektorat melakukan pemeriksaan kasus tersebut dengan lebih cepat karena pemeriksaan yang dilakukan selama ini dinilai kurang transparan dan terkesan ditutup-tutupi. “Saya merasa pemeriksaan ini terlalu lama, karena kasus korupsi sebenarnya tidak ‘ribet’ (rumit),

terlibat korupsi, pasti kami usut tanpa melihat kelompok, partai dan lainnya,” imbuhnya. Saat ini, lanjut Johan, KPK masih menunggu fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. Dengan kesaksian itu, diharapkan KPK mendapat buktibukti guna menjerat pihak lain yang terlibat kasus tersebut. “Nanti kami lihat perkembangannya. Itu kan baru pengakuan, sama sekali belum didukung barang bukti,” ujarnya. Johan belum bisa menjelaskan hubungan antara Miranda dan Nunun. Namun, sebagaimana diketahui, dalam dakwaan mantan anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 Dudhie Makmun Murod (FPDIP) dan ter-

dakwa Udju Djuhaeri (FTNI/ Polri), disebutkan sempat terjadi pertemuan fraksi keduanya dengan Miranda sebelum pemilihan pejabat DGS diadakan. Panda Nababan disebutkan dalam dakwaan Dudhie Makmun Murod. Ia dikatakan menerima jatah paling besar yakni Rp 1,45 miliar, usai pemilihan pejabat BI tersebut. Dalam kesaksian Sukardjo Hardjosoewirjo di sidang Dudhie juga diketahui Panda berperan membagikan cek tersebut. Sedangkan Nunun Nurbaeti disebut JPU sempat memerintahkan anak buahnya Ahmad Hakim Safari alias Arie Malangjudo untuk membagikan sejumlah cek perjalanan kepada kedua terdakwa itu. (nas)

Kementerian PPN/Bappenas melalui KPKNL Jakarta I akan mengadakan penjualan di muka umum, berupa : Kendaraan roda empat : - 5 unit T Kijang Mini Bus th 93 - 97 dalam kondisi Rusak Berat (harga limit : Rp. 3.709.800,- s/d 18.063.000,-). - 1 unit Micro Bus th 95 dalam kondisi Rusak Berat (harga limit : Rp. 18.900.000,-) dalam kondisi rusak berat. Kendaraan roda dua : - 6 unit Sepeda Motor th 93 - 97 dalam kondisi Rusak Berat (harga limit : Rp. 782.000,- s/d Rp. 962.500,-) serta 1 (satu) paket Peralatan dan Mesin dalam kondisi Rusak Berat (harga limit Rp. 7.969.000,-). Pelaksanaan lelang : Rabu, 17 Maret 2010, pukul 10.00 WIB s/d selesai di Kementerian PPN/Bappenas, jl. Taman Suropati No. 2, Jakarta. Perstyaratan lelang : 1. Peserta lelang wajib menyetorkan uang jaminan ke rekening KPKNL Jakarta pada PT. BNI cabang kramat Jakarta Pusat nomor Rekening 10541039 sudah efektif paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang. 2. Harga lelang belum termasuk bea lelang. 3. Pembayaran harga lelang berikut bea lelang paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang. 4. Semua Barang yang dijual dalam kondisi apa adanya dengan semua cacat dan kekurangannya. 5. Pengumuman selengkapnya dapat dilihat digedung Kementerian PPN/Bappenas jl. Taman Suropati No. 2, Jakarta. U.003287-Peng


Metr politan

Suluh Indonesia, Kamis 18 Maret 2010

3

UU Penodaan Agama

Sebaiknya Direvisi

Suluh Indonesia/sep

DIALOG - Mantan Ketua MPR dan Anggota Komisi I DPR RI Hidayat Nurwahid tampil sebagai pembicara dalam acara Dialog Kenegaraan dengan tema Aceh Ladang Baru Terorisme yang berlangsung di Gedung Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, kemarin.

Persoalan Panwas Segera Selesai akan ditindaklanjuti. ‘’Putusan MK itu kita hormati dan dijalankan,” ujarnya. Sementara itu, pengucapan putusan dari uji materi UU 22/ 2007 yang diajukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) direncanakan berlangsung pada Kamis (18/3). Bawaslu mengajukan uji materi atas pasal yang mengatur tentang pembentukan panwas dan komposisi dari Dewan Kehormatan (DK) yang diatur di pasal 113 ayat (3) dan 112 ayat (3). Bawaslu menilai pengaturan pembentukan panwas dalam UU 22/2007 telah melanggar asas lembaga pengawasan penyelenggaraan

pemilu yang mandiri, serta hak atas jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil sebagaimana dijamin dalam pasal 22E ayat (5) dan pasal 28D ayat (1) UUD 1945. Bawaslu menganggap fungsi dan tugas pokok pengawas beserta jajarannya tidak dapat dijalankan secara optimal karena tidak mandiri dan tidak sepenuhnya tetap. Tidak mandiri yang dimaksud karena proses perekrutan jajaran pengawas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota tidak dapat dijalankan sepenuhnya oleh Bawaslu karena proses perekrutan calon panwas tetap melibatkan KPU.

Di Lingkungan Guru

Tradisi Ilmiah Masih Rendah JAKARTA - Tradisi ilmiah di lingkungan guru dan dosen masih rendah yang dapat dilihat dari indikator hasil karya ilmiah guru. ‘’Padahal persyaratan untuk naik ke golongan IVB tidak hanya cukup dengan mengumpulkan angka kredit mengajar saja, tetapi salah satu komponennya menulis karya ilmiah,’’ kata Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pendidikan Nasional (Ka Biro PKLN Kemendiknas) Agus Sartono, di Jakarta, kemarin. Menurut Agus, sebanyak 2,6 juta guru di Indonesia untuk guru golongan IVB baru mampu menghasilkan 0,87 persen karya ilmiah, guru golongan IVC sebesar 0,07 persen, dan golongan IVD sebesar 0,02 persen. Jumlah publikasi ilmiah nasional dosen sebanyak enam persen, sedangkan publikasi ilmiah internasional dosen 0,2 persen. Direktorat Jen-

deral Pendidikan Tinggi, kata dia, terus mendorong para dosen untuk melakukan penelitian dengan berbagai program. ‘’Sekarang sedang dipikirkan oleh pemerintah untuk membuat dana abadi pendidikan. Salah satu komponennya adalah untuk riset,” ujarnya. Karena itu, ia mengharapkan para guru agar mengembangkan tradisi ilmiah melalui pengembangan budaya berpikir, membaca dan membiasakan menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan untuk kemudian mencontohkan kebiasaan tersebut kepada peserta didik. ‘’Tradisi ilmiah guru dikembangkan dengan membaca, berpikir, dan menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan. Kebiasaan membaca sejak dini dimulai dari keluarga untuk ditularkan kepada peserta didik,” katanya. Untuk meningkatkan tradisi ilmiah guru, kata Agus, peme-

rintah mulai dengan memberikan beasiswa peningkatan kualifikasi S1 dan D4. Selain itu, kata dia, dengan tunjangan serfitikasi diharapkan mendorong guru untuk lebih giat lagi menulis. ‘’Kalau dia (guru) giat menulis maka angka kreditnya akan semakin besar. Dia akan naik pangkat dan kualifikasinya akan semakin baik,” katanya. Ketua UNITWIN-UNESCO Johannes Gunawan menyampaikan, salah satu kondisi guru di Indonesia yang memerlukan pengembangan lebih lanjut adalah kemampuan guru pada umumnya yang belum terbiasa dengan tradisi ilmiah atau scientific tradition. Sebagian besar guru, kata dia, belum memiliki kompetensi dalam penulisan karya ilmiah. ‘’Hal ini terjadi di berbagai bidang baik tentang substansi keilmuan yang diembannya maupun tentang metode pembelajaran,” katanya. (son)

itu menyarankan agar UU Penodaan Agama direvisi atau ditinjau ulang agar bisa sesuai dengan konteks pada masa sekarang. Apalagi, ujar dia, UU Penodaan Agama merupakan produk hukum yang telah ada di Indonesia sejak 45 tahun yang lalu. ‘’Pro-kontra di masyarakat terkait dengan uji materi UU Penodaan Agama ini merupakan indikasi dari bangsa kita yang juga sedang mencari bentuk terbaik yang berhubungan dengan substansi UU tersebut,” kata Siti. Pro-kontra terkait UU ini menurut Siti membuktikan bahwa bangsa ini masih dalam proses. Ia mengusulkan agar revisi atau peninjauan ulang yang dilakukan seharusnya menciptakan suatu ketentuan berdasarkan konsep liveable communities, yaitu komunitas yang bisa didiami oleh setiap warga negara tanpa adanya

pembedaan yang diskriminatif berdasarkan ras, etnis, dan agama. Siti menegaskan, dalam konsep politik, sebuah negara demokrasi harus bisa menjamin dua hal, yaitu nilai-nilai HAM dan prinsip kewarganegaraan yang setara. Sementara ahli sosiologipolitik dan mantan Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri Sudarsono mengatakan, UU Penodaan Agama Nomor 1/PNPS/ 1965 bersifat antisipatif dan bisa diterapkan melampaui masa pembuatannya. ‘’UU ini bersifat antisipatif, futuristik, dan visioner,” katanya. Menurut dia, UU Penodaan Agama bersifat antisipatif karena pada kenyataannya masih bisa digunakan sebagai dasar bagi berbagai permasalahan yang terjadi pada masa reformasi seperti terkait dengan kasus penganut Ahmadiyah yang sempat diprotes. (nas)

RI-AS Harus Setara

Mendagri Harapkan JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengharapkan persoalan pembentukan sejumlah panitia pengawas (Panwas) di sejumlah daerah dapat segera terselesaikan dengan adanya putusan MK soal uji materi UU 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu. ‘’Mudahmudahan itu (persoalan pembentukan panwas) bisa selesai masalahnya. Apapun putusan MK akan ditaati,” katanya di Jakarta, kemarin. Menurut Mendagri, apapun putusan MK tentang uji materi pasal yang mengatur pembentukan panwas yakni 93, 94 ayat (1) dan (2), dan 95

JAKARTA - Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengemukakan, UU Penodaan Agama No 1/PNPS/1965 sebaiknya direvisi tetapi jangan dicabut karena dampaknya akan membahayakan Tanah Air. ‘’Kalau kita cabut UU Penodaan Agama, akan ada bandul jam yang dibiarkan bergerak ke kanan dan ke kiri secara ekstrim. Kita harus membayar mahal akan dampaknya bila dicabut,” katanya saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam sidang uji materi UU Penodaan Agama di Gedung MK di Jakarta, kemarin. Siti memaparkan, pihak yang menginginkan pencabutan UU Penodaan Agama seharusnya menyadari bahwa masyarakat Indonesia masih sensitif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan agama dan ideologi. Untuk itu, Doktor Ilmu Politik lulusan Universitas Perth

Uji materi UU 22/2007 ini diajukan Bawaslu menyusul permasalahan pembentukan panwas di sejumlah daerah yang tidak dapat diselesaikan antara KPU dan Bawaslu. Baik KPU dan Bawaslu, berharap putusan MK ini mampu menjawab persoalan tersebut. Sebelumnya, KPU dan Bawaslu berselisih tentang pembentukan sejumlah panwas di daerah dan Mendagri telah beberapa kali mengupayakan forum fasilitasi untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, namun tidak membuahkan hasil. (nas)

JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, hubungan militer antara RI dan Amerika Serikat (AS) telah berjalan baik, terutama pascapencabutan embargo militer pada November 2005. ‘’Kerja sama antara kedua negara memegang prinsip kerjasama bersifat kesetaraan dan keseimbangan tanpa ada persyaratan. Semua itu berlaku terhadap siapapun atau negara manapun, Kita negara berdaulat, punya wilayah, itu prinsip dasarnya,” katanya di Jakarta, kemarin. Ia menjelaskan, untuk mempererat hubungan militer, kedua negara telah memiliki berbagai forum seperti dialog keamanan RI-AS atau Indonesian-United State Security Di-

alogue (IUSSD) dan dialog pertahanan RI-AS atau US-Indonesian Bilateral Defence Dialogue (USIBDD), sebagai salah satu bentuk implementasi dari IUSSD seperti latihan bersama, pendidikan, operasi, logistik, dan sebagainya. Tak hanya itu, menurut Menhan, ada pula kerja sama militer antara TNI dan US Pacific Command (US PACOM) dalam payung USIBDD sejak 1997. Meski sempat dihentikan pada 2002 bersamaan dengan embargo yang diberlakukan AS terhadap Indonesia, kini kerja sama TNI dan US PACOM telah kembali berjalan normal. ‘’Jadi kita melihat di sini tidak ada masalah,” ungkap Purnomo. Sementara Ketua F-PDIP

DPR Tjahjo Kumolo yang juga anggota Komisi I (bidang pertahanan dan politik luar negeri) mengingatkan, RI jangan lagi terkesan di bawah bayang-bayang AS dan hubungan kedua negara harus setara di berbagai bidang. ‘’Indonesia dengan kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif harus bisa memainkan posisi tawarnya lebih tinggi, baik secara ekonomi, politik maupun budaya,” katanya. Tjahjo menyatakan, RI harus punya kedaulatan NKRI di bidang politik, kemandirian atau berdikari di bidang ekonomi dan kepribadian (berjatidiri) di bidang kebudayaan. ‘’Pemerintah harus tunjukkan bahwa Indonesia ini sebagai bangsa yang besar,’’ tegas Tjahjo. (son)


Megap litan

Suluh Indonesia, Kamis 18 Maret 2010

Pemkot Bogor

K ilas

Turunkan Tim Ahli

Bahan Bom Ikan Diamankan DIREKTORAT Polisi Perairan (Polair) Polda Banten mengamankan puluhan karung bahan peledak dan petasan yang diduga akan dirakit menjadi bom ikan dari wilayah perairan Panimbang, Pandeglang. Plt Kasubdit Binops Polair Polda Banten Kompol Norman Trisapto, mengatakan, puluhan karung itu berisi bahan peledak jenis belerang, potasium nitrat, potasium chlorat, bronze dan puluhan bal petasan. Barang-barang tersebut disita dari tiga tersangka yakni Suryadi (47), warga Citeureup, Panimbang, Pandeglang, Candra (33), warga Karang Tengah, Kabupaten Tangerang, dan Maimunah (45), warga Karang Tengah, Tangerang. Barang itu pertama kali ditemukan di rumah tersangka Suryadi di Panimbang Pandeglang pada Senin (15/3) berupa 6 kg belerang, 3 kg serbuk alumunium (Bronze) dan 15 kg potasium. Dari tersangka Suryadi, kemudian petugas melakukan pengembangan hingga diperoleh barang bukti lain milik Maimunah yang disimpan di wilayah Stasiun Parung Panjang Bogor. Para tersangka bisa dikenai pasal 1 Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan bahan peledak tanpa izin, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara selama-lamanya 20 tahun. (ant)

Yohanes Dikenakan Pasal Berlapis DEPOK - Yohanes (32) pelaku pelecehan seksual terhadap 12 bocah di bawah umur terancam hukuman badan minimal lima tahun penjara. Yohanes dikenakan pasal berlapis, yaitu pasal 292 KUHP tentang pelecehan sesama jenis, pasal 65 tentang perbuatan berkelanjutan junto Pasal 82. Aksei Yohanes ini sudah lama dilakukan di rumah kakak iparnya. Ironisnya, dari 12 orang korban Yohanes, dua diantaranya adalah keponakannya sendiri. Yohanes kini tengah menjalani tes kejiwaan untuk mengetahui apakah dirinya mengalami pedofilia atau tidak. Yohanes yang menumpang tinggal di rumah Syafri, kakak iparnya diduga telah melakukan perbuatan tidak senonoh kepada belasan bocah, yaitu OK, IP, BB, IN, JN, DM, JS, PN, AR, RZ, SR serta satu bocah perempuan AS. Kepada Yohanes sendiri kini mendekam di tahanan Polres Depok setelah

sebelumnya diamuk warga yang geram atas perbuatannya. Yohanes sendiri bekerja sebagai tukang parker di sebuah pusat perbelanjaan di Depok. Pria bertato ini baru empat bulan menumpang di rumah Syafri di Kampung Lio RT 03 RW 20, Pancoran Mas, Depok. Kepada petugas, Yohanes mengaku menjilati dan memegang kemaluan para bocah ingusan tersebut dengan modus bermain karambol. “Kalau korbannya kalah maka kemaluannya dipegang atau dijilati tersangka. Kalau korbannya menang, mereka diberi uang Rp 2.000,” kata Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Ade Rahmat kepada wartawan, kemarin. Dari hasil visum diketahui bahwa Yohanes tidak melakukan sodomi terhadap 12 anak tersebut. “Tidak terbukti adanya sodomi atau persetubuhan sesuai Pasal 81 KUHP,” katanya. (rin)

Kadis Satpol PP:

Kami Tak Bermaksud Menyakiti Siapapun DEPOK - Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Sariyo Sabani mengatakan, dalam menegakkan peraturan daerah (perda) pihaknya tidak pernah bermaksud dengan sengaja menyakiti ataupun menyengsarakan salah satu pihak. Pasalnya, selama ini dalam menegakkan perda Satpol PP distigmakan tidak bersahabat oleh para pedagang kali lima (PKL). “Satpol PP tidak ada maksud menyengsarakan ataupun menyakiti mereka (PKL,red). Kami hanya menegakkan perda untuk kepentingan masyarakat,” kata Sariyo saat acara HUT Satpol PP ke 60 di Balai kota Depok, kemarin. Sariyo mengingatkan, dalam penegakkan perda, pihaknya tidak akan tebang pilih. “Siapapun yang melanggar akan kami tertibkan,” tegasnya. Termasuk penertiban PKL ataupun bangunan liar serta bangunan yang tidak memiliki ijin. Saat disinggung mengenai penertiban PKL, Sariyo menjelaskan, pihaknya hanya

menegakkan perda yang ada. “Mengenai relokasi itu bukan kewenangan kami. Memang ada baiknya jika mereka direlokasi. Tetapi sekali lagi saya tegaskan bawha itu bukan wewenang kami. Satpol PP hanya menegakkan perda saja,” ujarnya. Sejumlah PKL yang ditertibkan Satpol PP, kata Sariyo dinilai menyalahi aturan dengan mengguanakan badan jalan untuk berjualan. Dikatakan Sariyo, ada baiknya mereka ditertibakn untuk kemudian dibina oleh pemerintah kota. Dia berharap adnya kemitraan antara pengusaha besar dengan pedagang kecil. Sayangnya, hingga saat ini hal tersebut belum juga terwujud. “Apakah para pengusaha mall-mall besar sudah menyiapkan lahan bagi para pedagang kecil?” tanyanya. Seharusnya, Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Depok menyediakan tempat bagi para PKL untuk berusaha. Para pedagang juga jangan dibebankan biaya retribusi tinggi. (rin)

Suluh Indonesia/ant

KORBAN LONGSOR - Sejumlah petugas dan warga menggotong jenazah korban longsor TPA Galuga, di Galuga, Bogor, Jabar, kemarin. Empat orang pemulung tewas tertimpa tebing TPA Galuga yang roboh saat melakukan aktivitas di sekitar lokasi kejadian.

Tabungan Batara Pos yang dikelola PT Pos Indonesia Cabang Kota Tangerang. “Jadi seluruh guru PAUD yang berhak menerima insentif ini diwajibkan membuka rekening di Tabungan Batara Pos. Selanjutnya, penyaluran (insentif) melalui rekening masing-masing guru,” ujarnya. Lebih lanjut Zaenuddin mengatakan, latar belakang pemberian insentif oleh Pemkot Tangerang ini sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya guru PAUD non formal yang selama ini tingkat kesejahteraannya sangat minim. Pasalnya, peserta didik di jalur pendidikan ini memang berasal dari masyarakat kelas bawah. “Bahkan banyak guru PAUD yang sebulan hanya digaji Rp 50 ribu. Gaji ini berasal dari orang tua murid yang dipungut secara sukarela, misalnya sebulan Rp 10 ribu per anak,” katanya. (ant)

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menurunkan tim ahli untuk mengidentifikasi penyebab ambruknya turap emplecement tempat truk parkir dan menurunkan muatan sampah. Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DKCTR) Hetnawati mengatakan, tim ahli ini terdiri dari kontraktor dan dari DKCTR. “Hari ini, tim ahli sudah diturunkan sebanyak tujuh orang untuk memastikan penyebab ambruknya turap ini. Tim akan mengkaji secara teknis dan mengevaluasinya,” katanya kemarin. Berbarengan dengan itu, perbaikan turap juga dilakukan, prosesnya akan memakan waktu tiga hingga empat hari. Tim ahli tersebut, akan turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan kajian penyebab ambruknya dinding turap emplecement TPA Galuga tersebut. Ia belum dapat memastikan apakah penyebab ambruknya turap beton itu karena buruknya konstruksi. “Oleh karena itu, tim ahli diturunkan untuk memastikan ini,” katanya. Ambruknya turap atau tebing penyanggah tumpukan sampah dan tempat truk parkir dan menurunkan muatan sampah yang baru datang terjadi Selasa (16/3) sekitar pukul 15:30 WIB. Longsor yang menyebabkan ambruknya turap sedalam enam meter menimpa belasan pemulung. Empat diantaranya meninggal dunia dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka. Cuaca pada saat ambruknya turap hujan lebat. Warga menduga turap ambruk karena longsor yang disebabkan oleh hujan. Peristiwa longsor di TPA Galuga sudah dua kali terjadi. Longsor pertama terjadi 20 Februari lalu. (ant)

Tim Temukan

Indikasi Kesalahan Konstruksi BOGOR - Salah satu anggota tim ahli yang diterjunkan Polres Bogor, Jawa Barat, ke lokasi longsor tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Galuga menemukan indikasi kesalahan konstruksi pada TPA tersebut. Ketua DPD Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Kabupaten Bogor Taswin Nasution yang terlibat dalam proses penyelidikan longsornya TPA tersebut mengatakan, ber-

dasarkan pengamatan secara kasat mata, ada indikasi kesalahan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi di TPA Galuga. “Pada turap tidak ada tiang penyangga dan tidak ada rongga air yang seharusnya dimiliki setiap tiang beton,” katanya. “Kami mengindikasikan demikian, tapi kami belum melihat gambar dari pihak UPT (unit pengelola teknis), namun secara kasat mata terlihat tidak ada tiang penyangga turap dan lubang air yang se-

harusnya ada di setiap beton, yang gunanya untuk stabilitas konstruksi,” tambahnya. Polres Bogor melibatkan sebuah tim ahli untuk membantu dalam proses investigasi kasus longsor sampah di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, yang terjadi pada Selasa (16/3), dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Kepala Polres Bogor AKBP Tomex Koerniawan mengatakan,

Badrul Kamal:

Pemilukada Satu Putaran Saja DEPOK - Satu per satu bakal calon (balon) walikota Depok periode 2011-2016 mulai bersuara. Salah satunya, Badrul Kamal atau yang lebih akrab disapa BK. Sebagai mantan walikota yang kini mencalonkan diri kembali, BK berharap pelaksanaan pemilihan umum kepala dan wakil daerah (pemilukada) di Depok berjalan sesuai harapannya hanya berlangsung satu putaran saja. Harapan itu disampaikan BK di hadapan massa pendukungnya. “Cukup satu putaran saja, tidak boleh dua,” kata Badrul dalam forum silaturahmi dengan jajaran pengurus partai Demokrat (PD) Kota Depok di Hotel Sawangan Golf, Depok, kemarin.

Menurut BK diperlukan kesiapan mental seluruh kader dan pendukung PD untuk menyusun strategi dan skenario pemenangan pilkada mendatang. Selain itu, diperlukan sistem jaringan yang kuat dalam mengantisipasi persaingan antarbakal calon. Saat ini, BK yakin kader PD militant akan hal tersebut. “Hal itu sudah terbukti pada pilpres yang hanya satu putaran,” katanya memuji. Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Depok Rintisyanto mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari DPP PD untuk mengumumkan siapa pasangan calon yang akan diusungnya. Seluruh nama yang mendaftar ke PD, katanya harus

legowo menerima hasil keputusan DPP PD nantinya. “DPP lah yang memiliki kewenangan dalam menentukan siapa balon yang akan terpilih untuk menjadi calon walikota Depok,” ujarnya. Dibeberkan Rintis yang juga Ketua DPRD Kota Depok, kunci menjebolkan sebuah nama sebagai calon walikota ataupun wakilnya adalah dengan memberikan dukungan nyata saat tim survey datang ke rumah warga satu per satu. Untuk itu, para balon dihimbau secara maksimal melakukan komunikasi dengan seluruh jajaran pengurus PD mulai tingkat DPC hingga ranting. “Hasil survei yang menentukan siapa balon yang akan terpilih menjadi calon walikota,” pungkasnya. (rin)

408 Guru PAUD Tangerang dapat Insentif TANGERANG - Sebanyak 408 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Tangerang, Banten, akan mendapatkan insentif dari Pemerintah Kota (Pemkot) setempat yang besarannya per orang Rp 150 ribu per bulan. Pemberian insentif yang dananya diambil dari APBD Tahun 2010 sebesar Rp 1 miliar itu akan diberikan kepada guru PAUD tiap triwulan, atau empat kali pencairan yang dilakukan selama satu tahun, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat Zaenuddin di Tangerang, kemarin. Guna mengeliminir terjadinya penyimpangan, seperti pungutan liar alias pungli, kata Zaenuddin, maka teknis penyaluran insentif dilakukan melalui rekening bank. Untuk triwulan pertama (Januari, Februari dan Maret) akan disalurkan pada awal April 2010. Untuk teknis penyaluran insentif tersebut pihaknya menggandeng

4

Suluh Indonesia/ant

LOMBA NGIBING - Sejumlah pria dan wanita manula keturunan etnis Tionghoa mengikuti lomba menari tradisional berpasangan, Ngibing, di Vihara Nimmala, Tangerang, Banten, Selasa kemarin.

pihaknya melibatkan tim ahli yang terdiri atas Ketua Forum Pemerhati Jasa Konstruksi (FPJK) Bogor Toriq Nasution dan Ketua DPD Gapeknas Kabupaten Bogor Taswin Nasution untuk menemukan ada tidaknya indikasi kesalahan antara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan tempat kedudukan turap (turap emplacement) di TPA Galuga. “Tim ahli dari FPJK dan Gapeknas kami tugaskan untuk membantu penyelidikan lebih lan-

jut terkait ambruknya tembok pada turap emplacement di TPA Galuga,” katanya. Sementara itu aktivitas di TPA Galuga masih tetap berjalan, di mana terlihat pemulung masih bekerja. Namun di pintu masuk II TPA Galuga yang terkena longsor tidak ada kegiatan pembuangan sampah karena diberi garis polisi. Kegiatan pembuangan dipindahkan ke pintu 1 yang berdekatan dengan longsor. (ant)

Manajemen Sampah Harus Diubah BOGOR - Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPLH-LPPM) IPB, Dr Kukuh Murtilaksono mengatakan, manajemen sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) harus diubah. Kukuh mengatakan di lokasi longsor TPA Galuga, Pemerintah hendaknya menerapkan sistem pemisahan sampah organik dari sampah anorganik dan kertas. “Sayangnya kita belum ada budaya memilah sampah seperti yang telah dilakukan di banyak negara lain,” katanya. Pemerintah, juga harus menyediakan dana yang memadai untuk pengelolaan sampah tersebut. Menurut Kukuh, tewasnya empat pemulung akibat longsor sampah di TPA Galuga pada Selasa (16/3) akibat dari kesalahan manajemen TPA. Untuk keselamatan, para pemulung seharusnya tidak diperbolehkan langsung mengambil sampah yang baru ditumpahkan dari truk pengangkut sampah. “Manajemen harus dibenahi. Pemulung jangan lagi begitu sampah datang langsung memungut tapi harus dikeruk dan didatarkan dulu dengan buldoser baru pemulung boleh mengambilnya,” ujarnya. Selain itu, jika sampah sudah dipilah-pilah, pemulung tidak harus bertumpu

pada satu titik saat melakukan aktivitasnya. Di samping masalah manajemen, juga terdapat kesalahan konstruksi di TPA Galuga. Ia melihat, ambruknya dinding turap emplecement terjadi karena tidak kuat menahan tekanan dari truk-truk yang datang membuang sampah setiap hari. Hal tersebut dikarenakan adanya kesalahan konstruksi, dimana seharusnya dinding turap memiliki lobang air. Disamping itu pondasi turap menggantung dan tidak sampai ke tanah. Seharusnya dinding turap atau tanah di bawah emplecement tersebut miring, tidak tegak vertikal seperti yang ada saat ini. “Ini sangat terjal, ditambah tidak adanya lobang air, berpengaruh terhadap ketahanan dinding turap yang menahan tekanan dari emplecement. Karena tidak ada rongga sebagai sirkulasi, membuat tanah di bawah emplecement mendesak keluar itu yang menyebabkan ambruknya tembok turap ini,” jelasnya. Kondisi konstruksi TPA Galuga yang demikian menurut Kukuh sangat mengkhawatirkan untuk diteruskan. “Jika ingin tetap dilanjutkan ubah konstruksinya, di bawah emplecement harus dibuat miring dan ada teras dengan pondasi pasir harus sampai ke bawah tanah tidak menggantung seperti yang terlihat saat ini,” katanya. (ant)

Korban Meninggal TPA Galuga Disantuni SEKRETARIS Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Bambang Gunawan mengatakan bantuan dan satunan kepada korban longsor di TPA Galuga telah disalurkan. Ia mengatakan untuk korban meninggal diberi santunan masing-masing sebesar Rp 5 juta. “Seluruh biaya ganti rugi dan pengobatan Pemerintah Kota yang menanggung, korban meninggal diberi santunan Rp 5 juta, sedangkan korban luka-luka biaya keseluruhan digratiskan,” ujarnya saat meninjau TPA Galuga, kemarin. Bantuan telah disalurkan hari ini, dan pihaknya berharap bantuan dapat bermanfaat bagi korban jiwa.

Terkait longsor yang terjadi ia belum dapat memastikan penyebabnya. “Kita belum bisa pastikan, ini sedang kita lakukan kajian dan peninjauan,” ucapnya. Sedangkan untuk penanganan, Bambang mengatakan bahwa pihak Kabupaten dan Kota Bogor saling berkoordinasi dan tidak ada tumpang tidah saling menyalahkan. “Pemkab dan Pemkot saling

berkoordinasi karena ini wilayah kita bersama, dan sejauh ini koordinasi yang kita lakukan sangat baik,” ucapnya. Tebing turap penahan emplecement (tempat truk membuang muatan) amruk Selasa (16/ 3) sekitar pukul 15:30 WIB, menimpa belasan pemulung, empat diantaranya meninggal dunia dan tujuh orang luka-luka. Korban jiwa telah dimakamkan di kediaman masing-masing, sedangkan korban luka enam orang telah dipulangkan ke rumah. Sementara itu, salah satu korban longsor Titin (45), warga RW07 warga Kampung

Cisasak, Desa Cijujung, Kecamatan Cibungbulang, yang sebelumnya dilaporkan meninggal dunia, ternyata masih dalam keadaan hidup. Lurah Galuga Endang Sudjana yang mengecek kondisi korban di RSUD Leuwiliang menyatakan, meski kondisi lukanya serius yakni mengalami robek di kepala dan kaki dijahit akibat tertimpa turap penyangga TPA Galuga, namun korban masih hidup. Bantuan berupa kebutuhan pokok juga telah disalurkan kepada para korban, sedangkan empat korban jiwa telah dimakamkan.

Dua korban yang dimakamkan di TPU Moyan adalah Wahyu (16), warga RT 08/ RW05 Kampung Lalamping, Desa Galuga dan Tirta (12), warga dari kampung yang sama. Mereka dimakamkan pada pukul 09.00 WIB. Sedangkan dua korban meninggal lainnya yakni Yanto (13), warga RT09/RW05 Kampung Sinarjaya, Desa Galuga dan Komarudin (14), warga RT02/ RW04 Kampung Cimangir, Desa Dukuh, Kecamatan Cibungbulang, dimakamkan pemakaman umum desa setempat pukul 07.00 WIB. (ant)


pini

Suluh Indonesia, Kamis 18 Maret 2010

F OKUS Pendidikan, Saatnya Bicara Kualitas UNGGUH pemandangan memilukan melihat sejumlah siswa di beberapa penjuru Tanah air berguling-guling di tanah, menangis histeris, berteriak-teriak tidak karuan dan segala ekspresi kekecewaan lain manakala tidak lulus ujian nasional (UN). Inilah pemandangan jamak yang kita bisa tonton di TV ketika pengumunan UN dilakukan. Sangat kontras. Ada yang meluapkan kegembiraan secara berlebihan sedangkan di sisi lain ada yang sedih, menangis dan seakan dunia akan kiamat. Tak pelak, sampai saat ini, sebelum akhirnya UN dinyatakan bukan lagi satu-satunya pengukur kelulusan sswa, UN telah menjadi polemik nasional. Dia diapndang sebagai sebuah perangkat yang terlalu merugikan siswa, tidak fair dan tidak jelas sasaran akhirnya. UN dipandang sebagai sebuah tolok ukur pendidikan nasional yang salah sasaran, yang justru tidak mendidik serta memantik kegelisahan, keresahan dan di satu sisi menyuburkan praktik kecurangan. Sudah menjadi rahasia umum, manakala UN tiba, masing-masing sekolah sudah menyusun taktik serta strategi. Mulai dari jangka pendek maupun jangka panjang. Mulai dari jalan lurus sampai ke jalan pintas. Aksi-aksi ini pun sudah menjadi barang kuno yang sejatinya sudah diketahui pemerintah tetapi toh pemerintah tetap jalan dengan program ini. Seperti biasa, menjelang UN setaip sekolah suda pasti menggenjot siswanya dengan berbagai mata pelajaran yang diujikan. Mulai dari latihan soal sampai pada cara-cara pemecahan praktis serta cepat. Ini bagus dan memang seharusnyalah begitu. Sekolah mesti memacu siswanya untuk berpikir cerdas. Secara bersamaan, pihak sekolah, dibantu komite dan bahkan Yayasan (kalau sekolah swsata) mulai merancang strategi. Bagaimana mendekati oknm-oknum yang biasa diajak bekerja sama. Kalaupun soal UN dijaga ketat dan kemungkinan bocornya sangat kecil, tentu itu bukan masalah. Strategi pengaturan duduk siswa pun dipakai. Siswa pintar diminta tidak pelit untuk memberikan jawaban benar kepada teman-temannya. Jangan salah, para pengawas UN pun dijamu istimewa. Kalaupun dibuat silang, maka bukan merupakan harga mati. Mereka pun ada semacam komitmen untuk saling bantu. Saling menolong atas dasar ‘mutu pendidikan’. Alhasil, semua yang diinginkan pun tercapat. Kalaupun ada yang tidak lolos, itu hanya sebagian kecil. Pada dasarnya, UN bagus sepanjang itu dijadikan semacam tolok ukur standar kualitas pendidikan nasional. Namun seandainya dia dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk kelulusan tentu ini keliru besar. Ada beberapa variabel yang bisa membuat seorang siswa jeblok pada UN. Kalau kemudian keputusan kelulusan diserahkan kepada masingmasing sekolah, tentu diperlukan kejujuran masing-masing pihak untuk melakukan evaluasi sehingga tahapan-tahan untuk mencapai standar kelulusan akan tercapai. Sekolah diharapkan tidak lagi bermainmain semata-mata untuk kepentingan diri sendiri. Ingat juga kepentingan nasional, bibit-bibit anak bangsa yang akan meneruskan pembangunan bangsa ini. Sekolah jangan terlalu memanipulasi angka anak didik semata-mata untuk menjaga prestise serta untuk tujuan-tujuan di luar pendidikan. Masalahnya sekarang ini adalah, banyak sekolah yang tidak murni berada di jalur pendidikan. Ada yang lebih banyak condong ke bisnis dengan memakai balutan pendidikan. Akibatnya, citra lembaga pendidikan yang benar-benar murni menjad tercoreng. Sudah saatnya kita berbicara kualitas pendidikan. Bukan lagi soal kuantitas dengan prestasi kelulusan 100 persen namun kemudian tidak berarti apa-apa. Terlalu naif rasanya kalau membandingkan kualitas pendidikan kita dengan negara-negara lainnya di kawasan Asean, seperti Singapura, Malaysia maupun Tahiland. Namun, sekali-seali membandingkan diri dengan negara yang jauh lebih baik itu perlu. Setidaknya untuk melecut diri, menimbulkan rasa jengah serta semangat belajar dan berkompetisi yang lebih giat. ***

S

Bang D

el

Perwira tinggi Polri diduga jadi makelar kasus

5

Ujian Nasional, Mencari Kualitas atau Kuantitas? TIDAK lama lagi, di dunia pendidikan akan menyelenggarakan ritual (karya agung) sebagai rutinitas tahunan yang harus dilaksanakan. Ritualitas yang dimaksud adalah Ujian Nasional (UN). Menurut Permendiknas Nomor 75 Tahun 2009 bahwa Ujian Nasional bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini artinya bahwa pelaksanaan UN dimaksudkan untuk mencari jati diri suatu bangsa, karena maju tidaknya suatu bangsa dapat terekam dari kualitas pendidikan. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan generasi muda berkualitas pula, demikian sebaliknya. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab XVI Pasal 57 sampai dengan Pasal 59 mengamanatkan bahwa pengendalian mutu pendidikan perlu dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Salah satunya dilakukan melalui evaluasi pendidikan yaitu UN sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada semua stakeholder. UU tersebut khususnya yang mengatur tentang evaluasi belajar siswa pasal 58 ayat (1) misalnya, berbunyi: evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Statemen yang ada pada ayat ini sering digunakan sebagai pijakan bagi pengamat pendidikan bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik harus dilakukan oleh pendidik (guru). Karena guru yang terlibat langsung di lapangan yang mengetahui, memantau proses dari awal sampai evaluasi pendidikan. Keberhasilan siswa saat ini sebagai hasil proses belajar selama hampir tiga tahun hanya tertampung sebagian dengan alasan siswa belajar untuk mata pelajaran tertentu yang di-UN-kan. Berarti yang dominan adalah kuantitas, bukan kualitas. Jika pengendalian mutu pendidikan yang direncanakan dan dilakukan secara baik dan berkesinambungan, akan mampu mendorong dan memacu kegiatan pendidikan masa depan yang lebih baik dan tidak akan timbul prokontra (kontroversi) terhadap pelaksanaan UN. Perencanaan mutu pendidikan yang baik, dan tetap mengacu pada undang-undang akan menyediakan informasi evaluatif yang komprehensif pada waktu yang tepat tentang kekuatan dan kelemahan, kelebihan dan kekurangan suatu kegiatan atau program pendidikan ke depan yang berkualitas. Pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas martabat bangsa. Oleh karena itu, setiap proses pendidikan akan berusaha mengembangkan seluas-luasnya potensi yang ada dalam masyarakat sebagai sebuah elemen

Oleh : IGN Mataram* penting mengembangkan transformasi pengetahuan, pemahaman, dan perilaku yang diberikan kepada anak didik. Berbicara masalah kualitas hendaknya diimbangi dengan penerapan pelaksanaan delapan standar sebagai basisnya pelaksanaan pendidikan tanpa ragu dan setengah hati. Meraba-raba Saat ini sistem pendidikan di Indonesia masih meraba-raba dan selalu bercermin (mencontoh) pada keberhasilan pendidikan negara lain yang kehidupan ekonominya maju. Jika hal tersebut diterapkan di Indonesia sebagai negara yang kemapanan ekonominya masih kurang, secara otomatis menggapai kualitas pendidikan bagaikan ‘’menangkap belut dalam lumpur’’ yang harus banyak strategi untuk menangkapnya, tidak diketahui di mana posisinya, strategi mana yang tepat dan sebagainya. Demikian halnya dengan pendidikan yang terus mengalami perubahan, belum diketahui persentase keberhasilan atau kekurangannya baik pada kurikulum, sistem ujian, materi ujian maupun standar ujian yang akan diberlakukan sudah ada pengganti yang dipandang lebih baik dari sebelumnya. Sangat tepat seperti yang sering diungkap bahwa ‘’ganti menteri, ganti kebijakan’’. Hal ini sesungguhnya merupakan potret pemegang kebijakan yang berkuasa pada periode tertentu sebagai identitas diri bahwa ide, inisiatif, dan rancangan ke depannya dianggap pas untuk ukuran yang berkuasa. Namun yang menjadi korban inkonsistensi sistem pendidikan itu adalah para pembelajar dari TK sampai sekolah menengah. Sedangkan yang dibingungkan adalah para orangtua dan guru yang menjadi pendidik langsung. Jika hanya mencari kuantitas, maka tepat sekali tidak perlu pelaksanaan UN. Mengapa melaksanakan UN, sementara yang menentukan hanya mata pelajaran tertentu dan hanya dalam waktu

lima hari? Jika pelaksanaan UN tetap dilaksanakan dan penentuan keberhasilan peserta didik dipulangkan pada sekolah masing-masing, maka akan menambah proses pendidikan yang lebih baik seperti kewibawaan guru, lembaga formal sekolah, disiplin pembelajar dan korelasi antar orangtua siswa akan tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan. Gejala inilah salah satu yang tercermin dari pelaksanaan UN yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir ini. Sebagaimana telah diketahui bersama, UN adalah upaya pemerintah menetapkan standardisasi kualitas pendidikan secara nasional, sehingga tidak terjadi ketimpangan kualitas satu sekolah dengan sekolah yang lain dan antara satu provinsi dengan provinsi yang lain. Upaya standardisasi yang dilakukan ini akan berjalan sesuai dengan fungsinya, bilamana di seluruh sekolah terdapat keseragaman sarana dan fasilitas pendidikan, terutama fasilitas belajarmengajar dan sumber daya guru yang memenuhi delapan standar pendidikan seperti tertuang dalam SNP pada PP 19/2005. Lima tahun silam, Menteri Pendidikan saat itu Bambang Sudibyo dengan tegas menyatakan bahwa UN tetap dilaksanakan karena evaluasi terhadap pendidikan tidak mungkin dilaksanakan tanpa ujian nasional. Tahun ini, juga terjadi silang pendapat dan belum ada persamaan persepsi terhadap UN. Di satu sisi untuk tetap dilaksanakan sebagai pertanda ciri suatu bangsa berkualitas yang dilihat dari hasil evaluasi terhadap pendidikan melalui ujian. Di sisi lain untuk ditiadakan (dibatalkan) dengan berbagai alasan kemanusiaan (hak asasi manusia). Kontroversi pelaksanaan UN muncul akibat ada tuntutan penghapusan UN oleh berbagai pihak (DPR, pakar pendidikan, dan sebagian besar masyarakat) di satu sisi, di sisi yang lain pemerintah bersikeras tetap memberlakukan UN sebagai standardisasi pendidikan nasional. Keistimewaan UN kali ini yaitu dengan adanya UN

susulan bagi siswa yang belum berhasil lulus ujian utama. Hal ini dimaksudkan untuk menyelamatkan kuantitas lulusan di tingkat SMA, bukan kualitas. Menghadapi pelaksanaan UN, proses pembelajaran di sekolah telah mengalami pergeseran yang cukup drastis. Artinya kesiapan akan penyampaian materi terbatas dengan majunya lagi sebulan pelaksanaan UN sehingga banyak siswa yang mengeluh bahwa materi belum dijelaskan. Menyikapi pelaksanaan UN, hampir semua sekolah berlomba-lomba membuat program kegiatan untuk sedapat mungkin peserta didiknya berhasil dalam UN. Tiada hari dan kesempatan tanpa memberikan drill-drill soal yang sering keluar dalam UN. Tidak jarang sekolah berkorelasi dengan sekolah lain dalam mencari model soal yang variatif dan inovatif, sehingga peserta didik menjadi makin terampil menyiasati berbagai variasi soal, tetapi tidak menguasai semua materi secara mendalam karena tujuannya hanya untuk lulus UN, mencari sekadar lulus UN (kuantitas) dan tidak memikirkan kualitas lulusan. Jika UN ditiadakan, sama halnya dengan memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih kebodohan. Kebodohan berpulang dari rendahnya pendidikan masyarakat. Masyarakat yang berpendidikan rendah akan selalu berpikiran negatif, menyalahkan orang lain yang belum tentu salah, akan mudah dihasut/dipropaganda dan akan mudah dimasuki halhal yang merugikan masyarakat sendiri. Inilah yang menjadi dokumen rahasia di dunia pendidikan khususnya di Indonesia. UN yang ditetapkan tanggal 22 s.d. 26 Maret 2010 akan menjadi sejarah awal atau mungkin terakhir karena dalam sistem pelulusannya ada ujian ulangan. Hal ini akan memberi peluang emas pada siswa yang tidak lulus menjadi lulus sehingga memperbesar persentase (kuantitas) kelulusan. Dengan ujian ulangan berarti sudah tidak memperhatikan kualitas karena yang diperhatikan jumlah lulusan. Orang awam jika mendengar kelulusan 100%, dianggap kualitas pendidikan sudah baik dan berhasil dalam pelaksanaan delapan standar pendidikan yang ditetapkan BSNP, namun realitanya masih jauh dari standar yang diharapkan. Sehingga perlu pembenahan di segala lini untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas pendidikan baik sekarang maupun di masa yang akan datang. *Penulis, guru SMA Negeri 1 Rendang

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

Cari ‘recehan’ ...

SURAT A NDA Kota Depok Kurang Hijau SEBAGAI warga Kota Depok sejak awal tahun 1990-an, saya merasa senang sekaligus prihatin dengan pesatnya perkembangan Kota Depok. Setidaknya dalam lima tahun terkahir. Banyak mal, kampus perguruan tinggi, infratstruktur bahkan apartemen baru yang dibangun, yang tentu saja membuat kota yang merupakan hinterland ibukota ini menjadi kian berkembang. Namun, perkembangan pesat itu ternyata membuat suhu dan kualitas udara Kota Depok terasa kian turun dari tahun ke tahun. Indikasinya, jika 10-15 tahun lalu, setiap bangun tidur saya masih bisa melihat kabut saat membuka jendela kamar, maka yang terjadi saat ini justru sebaliknya, saat kita membuka jendela, yang terhirup justru udara kotor yang membuat dada

terasa sesak. Keadaan kian parah saat kita berada di pusat Kota Depok, tepatnya di kawasan jalan Margonda Raya dan sekitarnya. Di sini, kualitas udara boleh dibilang cukup buruk, akibatnya padatnya arus kendaraan ditambah kurangnya pepohonan di sisi jalan, membuat jalan utama di Kota Depok itu terasa sangvat gersang dan panas, apalagi saat tengah hari. Agar kualitas udara tak memburuk, kami berharap agar pihak Pemkot Depok memperbanyak penyediaan hutan kota (tak hanya di Kampus Universitas Indonesia) dan melakukan penanaman pohon-pohon berukuran besar di sekitar jalan Margonda Raya. Terima kasih. Baehaqi Cibinong-Depok

Punya Kewenangan Memperbaiki, tapi Selalu Prihatin BANYAK peristiwa memprihatinkan di negeri ini. Tetapi dari banyak peristiwa itu, para pejabat kerap hanya mengeluh sambil menyatakan ”Saya prihatin.” Entah, apa maksudnya. Prihatin atau kecewa. Yang terpopuler adalah pernyataan Presiden SBY yang prihatin atas ulah demonstran yang membawa kerbau. SBY juga sering melontarkan kata-kata prihatin dalam menanggapi banyak kasus atau peristiwa di negeri ini. Prihatin memang berbeda dengan priatin (Jawa, red). Prihatin bisa berarti sikap tidak suka atau kecewa. Memprihatinkan bisa diartikan mengecewakan. Namun, sikap prihatin saja tidaklah cukup. Perlu ada niat, usaha, political will, gerakan untuk mengatasi peristiwa yang memprihatinkan. Beberapa hari lalu ada peristiwa memprihatinkan. Ribuan guru me-

malsukan tanda tangan pejabat hanya karena ingin naik pangkat. Guru sekarang sudah tidak miskin lagi. Terutama guru PNS. Pemerintah sudah mengguyur mereka dengan kenaikan gaji, tunjangan. Sayangnya, justru pengabdian guru itu dilakukan dengan melakukan pemalsuan tanda tangan dan bukan bekerja lebih baik lagi, memperbaiki kualitas diri dan seterusnya. Para pejabat legislatif mengaku prihatin atas peristiwa ini dan hanya berhenti sampai di sini. Tidak ada tindakan nyata bagaimana mengatasinya. Begitu juga dengan sikap Presiden yang mengaku prihatin atas berbagai hal tetapi tidak banyak melakukan usaha untuk mencegah, memperbaiki, mengatasinya. Saat anggota Pansus ribut dan saling memaki, Presiden juga mengaku prihatin. Seharusnya tidak perlu prihatin. Cukup datangi Pan-

sus dan memberi kesaksian di sana agar banyak informasi tersingkap atas skandal Century. Tentu bukan pejabat dan presiden saja yang sering mengaku prihatin. Banyak dari kita juga ikut-ikutan mengatakannya tanpa berbuat apa-apa. Kita, yang mampu, tak seharusnya prihatin melihat beragam kenaifan, amoralitas, kemiskinan, pemalsuan, dan seterusnya. Yang harus kita, yang mampu (finansial, pikiran, waktu, tenaga, dll), adalah mengatasinya, mengubahnya. Perkara usaha itu berhasil atau tidak berhasil bukan urusan kita. Untuk apa statemen “saya prihatin.” “Ini memprihatinkan. “ Bagi saya, itu tidak penting. Sekali lagi untuk apa statemen itu? Sederhananya, kalau ada duri di jalan, ambillah dan buanglah ke tempat sampah. Bukan teriak

“saya prihatin, masih ada orang buang duri di jalan.” Kalau ada rakyat mati kelaparan, bukan teriak “saya prihatin, kok ada rakyat mati kelaparan, tetapi segera mandikan dan kuburkan, bantu keluarganya dan cegah rakyat lainnya agar jangan sampai mati kelaparan.” Kalau ada guru memalsukan tanda tangan, segera diusut, diberi sanksi, diumumkan ke publik, dinasihati agar tak memalsu lagi, dan mencegah guru lainnya agar tidak melakukan perbuatan yang sama, menyarankan pemerintah membenahi sistem pengangkatan, dan seterusnya. Seberapa besar usaha kita itu tidak penting. Yang terpenting adalah seberapa cepat kita tergerak membantu dan menolongnya. Arifin Kebun Jeruk

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 18 Maret 2010

Persib Pesta Gol

Komdis Putuskan Persija Kalah 0-3 JAKARTA - Komisi Disiplin (komdis) PSSI memutuskan Persija Jakarta kalah 0-3 dari Persiwa Wamena setelah tidak menjalani pertandingan Liga Super 13 Maret lalu. Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan di Jakarta, kemarin, mengatakan keputusan itu merupakan hasil sidang ke 15 dan merupakan sidang diluar jadwal yang telah ditetapkan. “Sidang hari ini di luar kebiasaan yaitu hari Kamis karena hasil keputusan ini mempengaruhi pertandingan selanjutnya,” katanya usai sidang. Menurut dia, dengan keputusan ini maka kemenangan berhak diterima oleh Persiwa Wamena dengan skor 30 meski tidak melakukan pertandingan. Persija dalam kasus ini telah melanggar Manual Liga pasal 26 ayat 6 junto ayat 7 yaitu tentang mekanisme penyelenggaraan pertandingan. “Yang jelas panitia pelaksana (panpel) pertandingan tidak bisa menggelar jalannya pertandingan,” katanya. Ia mengatakan selain memutuskan Persija kalah 0-3, komdis juga memberi sanksi denda kepada panpel Persija sebesar Rp20 juta, sedang untuk ketua panpel mendapatkan teguran keras. Ditanya tidak ada pengurangan tiga poin bagi Persija sesuai dengan peraturan, Hinca mengaku mempertimbangkan kondisi yang terjadi di lapangan. “Semua tim dan perangkat pertandingan sudah di lapangan. Jadi itulah yang menjadi alasan tidak adanya pengurangan poin,” katanya. Terkait dengan tuntutan Persiwa Wamena yang satu diantaranya adalah kerugian materil selama berada di Jakarta, pihak Komdis PSSI menolak dengan tegas. “Persiwa dianggap sudah menang. Dengan demikian kerugian tidak ada lagi karena dianggap sebagai biaya operasional selama di Jakarta,” katanya. Sementara itu, asisten manajer Persiwa Agus Santoso mengaku puas dengan keputusan dengan hasil keputusan komdis PSSI. “Keputusan itu memang seharusnya. Yang jelas saya puas dengan hasil ini,” katanya saat dikonfirmasi. Terkait penolakan tuntutan yang diajukan pihak manajemen tidak mempermasalahkan. Hasil yang diterima saat ini sudah sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu menang dari Persija. (ant)

Candra Kembali Gelar Turnamen JAKARTA - Mantan pebulutangkis nasional Candra Wijaya kembali menggelar turnamen bulutangkis khusus ganda putra berhadiah Rp.250 juta, 22-25 April mendatang di GOR Asia Afrika Senayan Jakarta. Konsep untuk kembali menggelar kejuaraan khusus ganda putra ini menurut Candra Wijaya, tidak terlepas dari upaya mempertahankan dominasi prestasi Indonesia di nomor tersebut. Peraih medali emas ganda putra di Olimpiade Sydney 2000 bersama Toni Gunawan itu menilai dalam even beregu seperti Piala Thomas dan even-even besar lainnya, ganda putra selalu menjadi pahlawan kemenangan Indonesia. ‘’Kondisi ini juga yang membuat saya semakin tertantang dan bersemangat untuk tetap menggelar turnamen khusus ganda putra,”kata juara dunia 1997 bersama Sigit Budiarto itu di Jakarta, kemarin. Dibanding penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini akan mempertandingkan lima kategori, yaitu ganda remaja, taruna, dewasa, anak-anak dan master/veteran. Penambahan kategori itu lanjut Candra, dimaksudkan untuk menampung dan memenuhi keinginan dari banyak pihak. “Ini sebagai bentuk kaderisasi agar pembinaan tidak terputus. Anak-anak juga makin terpacu bermain bulu tangkis,’’ kata Candra. (oli)

BANDUNG - Persib Bandung melampiaskan dendam atas kekalahan dari Persema pada laga pertama Liga Super saat menjanu tim asal Malang itu di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, kemarin. Persib melibas tamunya 4 -0. Kemenangan telak itu sebagai jawaban atas kekalahan Persib pada pertandingan di kandang Persema, 0-3. Pada babak pertama, Persib mencetak dua gol dalam waktu empat menit, yaitu ketika Christian Gonzales memecah kebuntuan pada menit 25 dan disusul gol Hilton Moriera pada menit 29. Gol Christian Gonzales tercipta dari hasil umpan Satoshi yang meneruskan operan dari Hilton Moriera. Pada empat menit setelah gol itu, giliran Hilton Moriera mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Persema Malang. Dia menyambar bola dengan tendangan salto. Hilton ditarik keluar setelah terjegal oleh Jairon dan diganti Budi Sudarsono pada menit 37. Baru dua menit masuk lapangan, Budi langsung menciptakan peluang setelah meloloskan diri dari penjagaan bek Persema hingga ia dijatuhkan oleh kiper Persema I Komang Putra. Persema menciptakan peluang pada menit 44 melalui tendangan keras mantan pemain Persib Siswanto. Berkat kesigapan Markus, tendangan itu dapat teratasi. Guyuran hujan deras yang mengawali babak kedua tidak mengendurkan semangat Persib Bandung, mereka menambah keunggulan lewat umpan Eka Ramdhani yang diselesaikan dengan baik oleh Christian Gonzales lewat tendangan keras pada menit 53, kedudukan sementara 3-0 untuk Persib Bandung. Airlangga yang masuk menggantikan Gilang Angga pada menit dijegal di kotak penalti pada menit 70. Gonzales yang dipercaya menjadi algojo sukses menambah gol Persib. Persiba Ungguli Persebaya Pada pertandingan l;ain, tim tuan rumah Persiba Balikpapan unggul 2-0 atas Persebaya Surabaya. Gol pertama tim Persiba dicetak oleh Ferry Ariawan (31) pada menit ke-31 babak pertama telah mampu membobol gawang Persebaya yang dijaga kiper Endra Prasetya, setelah mendapat umpan bola dari Eddy Gunawan (16).

Gonzales Dekati Top Skor BANDUNG - Striker Persib asal Uruguay, Christian Gonzales kembali masuk ke zona persaingan pencetak gol terbanyak Liga Super 2009-2010 setelah kini mengoleksi 13 gol. Tiga gol “El Locco” ke gawang Persema Malang pada pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, kemarin, membuat peluangnya memuncaki pencetak gol tersubur makin dekat. Top skorer sementara saat ini masih di tangan striker Persipura, Alberto “Beto” Goncalves dengan 16 gol. Namun posisinya naik ke peringkat kedua dengan jumlah gol yang sama dikoleksi striker Persiba, Julio Lopes. Artinya, dalam sepuluh sisa

pertandingan babak kedua menjadi duel-duel yang menentukan untuk mengulang suksesnya musim lalu. “Saya selalu mencetak gol ke gawang Persema, hingga saat ini sudah 12 gol yang dicetak ke gawang Persema,” kata Gonzales. Ketika ditanya motivasinya untuk meraih top skorer musim ini, mantan striker Persik Kediri itu mengaku tidak terlalu menjadi kejarannya, yang jelas ia bisa fokus untuk pertandingan Persib. Terkait persaingannya dengan Alberto Goncalves dalam perebutan “sepatu emas” musim ini, ia mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya. Bahkan ia mengaku tak kenal dengan Goncalves.

“Saya hanya mencetak gol untuk Persib, bukan untuk saya sendiri,” kata Gonzales yang musim ini terlambat mencetak gol. Meski demikian, ia mengaku tetap fokus pada pertandingan dan siap bekerjasama dengan pemain lainnya untuk mendongkrak posisi Persib. “Dia bermain semakin enjoi, peluangnya untuk jadi topskorer terbuka, namun saya yakin ia bermain untuk Persib bukan untuk target pribadinya,” kata Pelatih Persib Jaya Hartono. Namun sukses Persib mengalahkan Persema dengan angka telak, 4-0 harus dibayar mahal setelah striker Hilton Moriera ditandu keluar lapangan menit ke-59 karena cedera lutut. (ant)

GITS 2010 Berlangsung 9 Seri JAKARTA - Garuda Indonesia Tenis Series (GITS) tahun ini go internasional. GITS 2010 yang dipromotori Sportama itu berlangsung 9 seri, 6 diantaranya skala internasional. Enam turnamen skala internasional itu, tiga merupakan kelas men’s future dan tiga untuk women’s circuit. Sementara tiga turnamen skala nasional adalah Semen Padang Open, Piala Gubernur DKI dan Garuda Master. Dirut Sportama, Glen Sugita dalam jumpa wartawan di Jakarta, kemarin mengatakan dengan hadirnya enam turnamen skala internasional ini diharapkan mampu menaikkan poin para petenis Indonesia sehingga memperoleh peringkat me-

madai baik di WTA maupun ITF. Sebagai perbandingan, peringkat tertinggi petenis putri Indonesia di WTA yakni 210 atas nama Ayu Fani Damayanti. Sedangkan di bagian putra yang tertinggi, 1056 atas nama Christopher Rungkat. ‘’Jadi kita ingin mendorong petenis kita untuk bisa mendapatkan poin banyak agar mereka punya peringkat memadai di WTA atau ITF. Karena jika peringkat rendah sulit ikut turnamen kelas WTA Tour atau Grand Slam,” kata Glen. Motivasi ini juga yang membuat PT Garuda Indonesia komitmen untuk tetap mendukung turnamen tenis sekaligus menghadirkan enam skala internasional.

6

Menurut Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, tenis Indonesia punya potensi besar bersaing di level dunia. Emirsyah kemudian menyebutkan bahwa dulu Indonesia pernah melahirkan petenis sekaliber Yustedjo Tarik, Tintus Arianto Wibowo, Hadiman (putra), Lita Sugiarto, Yayuk Basuki (putri). Sekjen PB.Pelti, Subronto Laras mengakui bahwa tidak adanya petenis Indonesia masuk peringkat 100-an karena poin mereka sangat rendah. ‘’Harapan saya dengan adanya enam turnamen skala internasional ini, peringkat petenis kita akan meningkat sehingga bisa masuk level WTA dan ITF,” katanya. (oli)

Unggul dengan angka 1-0 membuat para pemain Persiba, semakin meningkatkan pola permainannya menyerang pertahanan Persebaya. Kemudian pada menit ke-41 babak pertama, Persiba kembali menambah angka kemenangannya dengan mencetak gol dari tendangan striker asingnya asal Syria, M. Albicho (99), setelah mendapat bola umpan dari Julio Lopez (9). Hingga waktu babak pertama berakhir kedudukan tetap bertahan 2 - 0 atas Persiba. Memasuki babak kedua Persebaya yang ketinggalan dua angka tersebut, bermain keras untuk mengejar ketinggalan guna memperoleh angka. Berkali-kali para pemain tim Persebaya berusaha membobol pertahanan Persiba yang dijaga oleh kiper I Made Wirawan namun berkali-kali gagal. Sementara itu, wasit yang memimpin pertandingan antara Persiba dengan Persebaya adalah Oki Dwi Putra dari Bandung dan sempat mengeluarkan dua kartu kuning. Kedua kartu kuning yang dikeluarkan Oki seluruhnya diperuntukan oleh dua pemain Persebaya yakni kapten Persebaya John Tarkpor (7) pada menit ke-43 babak pertama dan HM Halil (2) pada menit ke-78 babak kedua. Hingga pertandingan usai Persebaya tidak mampu memperoleh dan kedudukan 2-0 atas keunggulan Persiba. Menanggapi kemenangan tim asuhannya pelatih Persiba Hariyadi mengatakan bahwa sebenarnya kondisi fisik pemain tim tuan rumah kelelahan. “Meskipun kondisi mengalami kelelahan, tapi para pemain kita tetap melakukan pola menekan kepada tim Persebaya,” ujar Hariyadi. Kemenangan 2-0 atas tim Persebaya merupakan modal selanjutnya untuk untuk mela-

Suluh Indonesia/ant

LEWATI LAWAN - Pemain Persib Bandung Hilton Moriera (10) berusaha melewati Pesepakbola Persema Malang Munhar (5) dalam pertandingan lanjutan Liga Super di Stadion Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, kemarin. Persib Bandung menang besar 4-0.

wan Persipura pada tanggal 20 Maret 2010 di stadion Persiba. Sementara itu, pelatih Persebaya, Rudi Keeltjes mengatakan bahwa kekalahan tim asuh-

annya karena tidak menguasai lapangan. “Yang mampu menguasai lapangan hanya Taufiq, namun bukan berarti lapangannya

jelek hanya saja pemain kami tidak terbiasa,” jelasnya. Rudi mengatakan bahwa Persiba lebih menguasai tiaptiap sudut lapangan. (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 18 Maret 2010

7

Spurs Kalahkan Heat MIAMI - Manu Ginobili mencetak 22 poin dan Tim Duncan menambahkan dengan 12 poin dan 11 rebound saat San Antonio Spurs menahan sepak terjang Miami Heat di menit akhir untuk mengalahkan Heat 88-76 pada pertandingan NBA Selasa waktu setempat bagi kemenangan kedelapan mereka dalam sembilan pertandingan. George Hill melesakkan 16 poin dan Richard Jefferson menambahkan 15 angka saat Spurs memperbaiki rekor menang-kalah mereka 40-25, ketujuh di Wilayah Barat, sementara Heat mencatat rekor menang-kalah 35-33, ketujuh di Wilayah Timur. Dwyane Wade mencetak angka tertinggi dalam pertandingan yakni 28 poin bagi Heat, yang mengakhiri enam kemenangan beruntunnya di kandang. Spurs memimpin 69-44 pada sisa waktu pertandingan 2:24 di kuarter ketiga namun Miami menutup periode itu dengan mengejar ketertinggalan mereka sehingga unggul 10-2, dengan Wade menyarangkan dua lemparan ‘layup’ dan satu tembakan tiga-angka. Heat membuka kuarter keempat dengan keunggulan 11-0, dan Undonis Haslem mencetak enam dari 12 poinnya di aksi penyerangan 90 detik saat Miami sempat unggul 71-65 pada sisa waktu pertandingan 8:23. Ginobili menyusul angka itu dengan melepaskan satu tembakan tiga-angka bagi San Antonio untuk menghentikan terjangan Heat itu dan ia menyusulnya dengan tembakan tiga-angka lain untuk membuat Heat menang dalam pertandingan Selasa tersebut. (ant)

Suluh Indonesia/ap

TUNJUK PENONTON - Pemain Inter Milan, Samuel Eto’o, menunjuk ke arah penonton seusai mencetak gol ke gawang Chelsea dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions Stadion Stamford Bridge, London, kemarin.

Suluh Indonesia/dok

Manu Ginobili

Tenis Indian Wells

Dementieva ke Delapan Besar INDIAN WELLS - Unggulan keempat dari Rusia Elena Dementieva melaju ke putaran perempat final turnamen tenis WTA Indian Well setelah menang 6-3 6-3 atas petenis Prancis Aravane Rezai, Selasa waktu setempat. Dementieva selanjutnya akan bertemu dengan unggulan kelima dari Polandia, Agnieszka Radwanska, yang mengalahkan unggulan ke-11 Marion Bartoli dari Prancis 6-3 6-2 pada pertandingan yang berlangsung di Indian Wells Tennis Garden. Pada pertandingan lainnya, unggulan kedua dari Denmark Caroline Wozniacki kecolongan pada set kedua ketika memenangi pertandingan atas petenis Rusia Nadia Petrova 6-3 3-6 6-0 sedangkan unggulan kedelapan dari Australia Samantha Stosur mengalahkan penyandang gelar Vera Zvonareva dari Rusia 6-2 7-5. “Hari ini amat mengesankan bagi saya karena ia bermain seperti yang saya harapkan,” kata Dementieva kepada wartawan setelah membukukan kemenangan atas Rezai pada laga yang berlangsung lebih dari satu jam. “Ia amat agresif, memukul bola datar dengan baik sekali dan ia gampang menemukan irama permainannya,” katanya. “Kami sudah pernah bertemu beberapa kali sebelum ini dan saya mengetahui apa yang harus dilakukan terhadapnya, jadi sebenarnya tidak terlalu bermasalah bagi saya,” katanya. Ketika ditanya bagaimana menghadapi Radwanska di perempat final, Dementieva mengatakan, “Saya merasa seperti permainan saya sendiri. Saya butuh membangun sesuatu yang baru. Saya maju untuk menang.” “Jadi tidak seperti saat saya sedang menuju lapangan dengan tenang. Ada sesuatu yang menunggu saya. Ia tidak akan membuat kesalahan. Ia bergerak cepat. Ia amat cerdik,” katanya. “Saya dapat mengatasi permainan, bila saya dapat maju ke depan dan mendapatkan keberuntungan. Saya harus menguasai bola dan agresif sepanjang pertandingan,” katanya. (ant)

Murray Tundukan Russel INDIAN WELLS - Unggulan keempat Andy Murray sedikit goyah di akhir pertandingan sebelum mengalahkan petenis Amerika Serikat Michael Russell 6-3 7-5 untuk mencapai perempatfinal turnamen ATP Indian Wells, kemarin. Murray, yang dikalahkan petenis Spanyol Rafael Nadal pada final tahun lalu, tampaknya akan melaju untuk meraih kemenangan ketika ia memimpin satu set dan 5-2 tetapi Russell bertahan untuk mengulur permainan petenis Skotlandia yang tidak dalam kondisi terbaiknya itu. Russell tampil mengesankan untuk mematahkan servis Murray dan menyamakan kedudukan 5-5 tetapi petenis Amerika berusia 31 tahun itu bimbang pada kedudukan 5-6 dan pukulan backhand-nya menyangkut net saat “matchpoint”. “Ia memukul dengan solid dari belakang lapangan dan tetap berada di dekat baseline,” kata petenis Inggris Murray di lapangan usai pertemuan pertamanya dengan Russell itu. “Ia sangat cepat, permainannya bagus dan menyulitkan saya. “Saya mengawali dengan baik dan memimpin pada set kedua tetapi ia mulai membuat saya bergeser padahal awalnya saya yang mendikte. Poin-poin didapat semakin lama dan lama.” Murray akan menghadapi salah satu di antara petenis Amerika James Blake atau Nicolas Almagro dari Spanyol untuk memperebutkan satu tempat di semifinal. Pada hari yang sama, petenis nomor satu dunia Roger Federer bertemu Marcos Baghdatis dari Siprus. (ant)

Eto’o Tuntaskan Dendam Mourinho LONDON - Misi balas dendam Jose Mourinho terhadap Chelsea akhirnya terbalaskan melalui penyerang Samuel Eto’o ketika Inter Milan mengalahkan tuan rumah Chelsea 1-0 untuk lolos ke perempat-final Liga Champions di Stamford Bridge, kemarin Mourinho sebelumnya adalah pelatih Chelsea dan untuk pertama kalinya kembali ke Stamford Bridge sejak dipecat oleh Roman Abramovich, pemilik Chelsa pada September 2007. Adalah Samuel Eto’o, penyerang Inter asal Kamerun yang menuntaskan dendam Mourinho pada mantan bosnya itu melalui gol yang tercipta pada menit ke-78 itu. Dalam pertandingan tersebut, Mourinho meminjam strategi klub Inggris lainnya Tottenham yang pernah dikecamnya, yaitu bermain dengan pertahanan ketat. Bahkan Mourinho pernah mengecam Tottenham dengan strategi tersebut yang disebutnya “strategi memarkirkan bus di depan gawang.”

Terbukti strategi tersebut berhasil karena Chelsea yang diasuh pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti, tidak mampu mendobrak pertahanan Inter yang dijaga oleh Lucio dan Walter Samuel. Bahkan Chelsea yang kehilangan Didier Drogba pada menit-menit terakhir karena mendapat kartu merah, kecolongan pada menit ke-78 melalui gol tunggal Eto’o. Mourinho yang langsung menghilang menuju kamar ganti usai pertandingan, tampak sangat menikmati keberadaannya kembali ke Stamford Bridge. Sebelum bertanding, ia sempat melayani para pendukung Chelsea yang meminta tanda tangannya, dan sempat berbincang dengan Ancelotti selama beberapa saat. Inter Milan datang ke Stamford Bridge hanya memerlukan hasil imbang untuk lolos ke babak perempat-final karena menang 2-1 pada pertemuan pertama. “Saya sangat gembira karena kami menang dan kami ada-

lah tim terbaik. Kadang dalam sepak bola Anda menang karena beruntung dan kadang menang karena tim terbaik sejak saat pertama sampai terakhir. Ini adalah kemenangan yang sempurna,” kata Mourinho usai pertandingan. “Saya kira kami unggul dalam segala hal. Chelsea tampak frustasi karena mereka mendapat tekanan berat. Tim kami mengawali pertandingan babak kedua dengan sangat baik,” katanya. “Kami sejauh ini adalah tim terbaik. Chelsea adalah tim terbaik, kami sadar akan hal itu dan kami juga tahu jika kami tidak bisa mengontrol pertandingan, kami tidak akan punya peluang,” kata Mourinho. “Setiap pemain menampilkan permainan terbaik mereka untuk meraih kemenangan disini. Ini adalah permainan yang hampir mencapai sempurna, kami pantas meraih kemenangan ini karena kami adalah tim terbaik,” katanya. Mourinho sebelumnya telah berjanji bahwa ia tidak akan merayakan kemenangan

dengan cara berlebihan jika Inter menang. Ia hanya bangkit dari tempat duduknya setelah Eto’o mencetak gol kemenangan dan kemudian bergegas menuju kamar ganti untuk menikmati sukses bersama para pemainnya di kamar ganti. “Saya merayakan kemenangan di kamar ganti setelah pertandingan usai. Ini adalah kemenangan besar bagi tim saya,” katanya. “Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya adalah seorang profesional, saya mencintai Chelsea, stadion ini dan saya juga mencinta para pendukung mereka. Tapi saya seorang profesional,” katanya. “Siapa tahu dimasa datang saya akan kembali melatih klub Inggris lainnya dan saya akan datang kesini sabagai lawan,” katanya menambahkan. Kekalahan Chelsea di hadapan pendukung mereka sendiri membuat Roman Abramovich, pengusaha asal Rusia, harus kembali mengubur impiannya untuk meraih gelar di kejuaraan penting.

Abramovich memboyong Ancelotti ke Stamford Bridge dengan harapan agar pelatih Italia tersebut bisa mengakhiri penantian panjang klub tersebut di kejuaraan tingkat Eropa. “Inter memang pantas memang. Mereka bermain sangat baik. Mereka terus menekan di lapangan tengah, membuat pemain kami bingung harus berbuat apa,” kata Ancelotti mengakui ketangguhan Inter. “Kami tidak pernah mengontrol pertandingan. Hanya ada beberapa saat kami bisa mendominasi dan saya kira kami bisa bermain dengan baik lagi,” katanya. “Kami merasa menyesal, tapi ini adalah kenyataan. Saya kecewa karena tersingkir di kompetisi penting ini. Saya mengucapkan selamat kepada Inter karena saya tidak punya masalah dengan klub itu atau Mourinho,” kata Ancelotti. “Saya kaget melihat strategi Mourinho. Satu hal yang membuat saya terkejut adalah kerja keras dua pemain sayap, yaitu Eto’o dan Pandev,” katanya menambahkan. (ant)

Liga Champions

CKSA Lolos ke Perempat-final SEVILLA - Kesalahan fatal kapten Sevilla, Andres Palop harus dibayar mahal ketika tim tamu CSKA Moskow akhirnya memenangi pertandingan dengan skor 2-1 pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions di Sevilla, kemarin. Dengan kemenangan tersebut, CSKA secara keseluruhan unggul 3-2 karena pada pertandingan sebelumnya bermain imbang 1-1 sehingga lolos untuk lolos ke perempat-final kompetisi paling bergengsi di Eropa itu. Malapetaka bagi Sevilla terjadi menit ke-55 ketika kesalahan oleh Palop membuat pemain tengah asal Jepang, Keisuke Honda berhasil mencetak gol melalui tendangan bebas untuk membawa keunggulan CSKA 2-1. Akibatnya, tuan rumah Sevilla setidaknya harus mencetak minimal dua gol untuk lolos ke perempat-final. Kegagalan tersebut membuat Sevilla menyusul klub asal Spanyol lainnya, yaitu Real Madrid yang sudah lebih dulu tersingkir dari persaingan. Thomas Necid membangkit-

kan harapan klub asal Rusia itu unggul lebih dulu 1-0 pada menit ke-39. Tapi keunggulan tersebut tidak bertahan lama ketika pemain asal Argentina Diego Perotti menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-41. Dalam posisi imbang 2-2 secara keseluruhan, Palop membuat kesalahan fatal karena menganggap enteng tendangan bebas Honda, pemain asal Jepang berusia 23 tahun. Tendangan bebas Honda harus dibayar mahal karena Sevilla yang tertinggal 1-2 harus mencetak minimal dua gol untuk lolos ke babak perempat-final Liga Champons. “Tentu saja ini memalukan karena kami sudah tersingkir, tapi kami harus segera bangkit,” kata Alvaro Negredo, penyerang Sevilla. “Gol tersebut telah merenggut kemenangan kami. Namun CSKA bertahan dengan baik dan mereka pantas memenangi pertandingan. Oleh karena itu, kami harus memberi selamat kepada mereka,” katanya menambahkan.

Kegagalan Sevilla akan menempatkan pelatih Manolo Jimenez ke dalam posisi yang semakin sulit dan mendapatkan tekanan dari para pendukung klub tersebut. Namun presiden klub Jose Maria del Nido masih memberi kepercayaan kepada Jimenez. “Kami menyadari bagaimana keinginan pada pendukung. Pasti selalu ada ketidak puasan dari mereka. Jimenez tetap akan bertugas sampai akhir musim kompetisi tahun ini sesuai kontrak dan kami masih mempercayai dia,” kata del Nido. Jimenez membuat susunan tim yang mengejutkan ketika menurunkan pemain asal Brazil Luis Fabiano sebagai penyerang tunggal yang didukung oleh tiga pemain sayap, yaitu Perotti, Diego Capel dan Jesus Navas. Sementara pemain berharga 15 juta ero, Negredo, justru duduk di bangku cadangan bersama Frederic Kanoute. Sama halnya dengan CKSA, klub asal Rusia tersebut juga menurunkan penyerang tunggal Necid, dibantu Honda dan Milos Krasic. (ant)

Suluh Indonesia/dok

Bosko Jankovic

Cedera Lutut

Bosko Jankovic Absen Dalam Piala Dunia BEOGRAD - Pemain tengah Serbia Bosko Jankovic akan absen dalam putaran final Piala Dunia setelah dia mengalami cedera lutut kaki kiri ketika pertandingan Liga Italia pekan lalu. Media setempat kemarin melaporkan bahwa Jankovic sedang menghadapi operasi lutut dan diperkirakan harus istirahat selama enam bulan. Pemain tengah menyerang yang pada September lalu juga sempat mengalami cedera ligament pada lutut yang sama, juga cedera otot ketika bermain untuk Genoa melawan Inter Milan. Dengan absennya Jankovic maka tinggal pemain CSKA Moscow Milos Krasic yang menjadi satu-satunya pemain saya murni yang ada dalam tim asuhan elatih Radomir Antic. Serbia dalam Piala Dunia berada di Grup D bersama Jerman, Ghana, dan Australia. (ant)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Kamis 18 Maret 2010

8

Bidan Dilaporkan Telah Menipu 30 Korban

Suluh Indonesia/ant

OMED-OMEDAN - Seorang gadis warga Banjaa Kaja, Desa Sesetan, Kota Denpasar, berteriak saat disiram air saat ritual adat “omed-omedan, di Denpasar, Rabu petang (17/3). “Omed-omedan” merupakan ritual tradisi khas muda-mudi yang hanya ada di Desa Sesetan dan dilaksanakan sehari setelah Hari Suci Penyepian.

Longsor di Lebak

Terjang Rumah dan Jembatan LEBAK - Longsoran tanah di Kabupaten Lebak, menerjang puluhan rumah dan gedung sekolah serta jembatan gantung putus karena hujan deras yang melanda wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir. Selain itu, juga dua warga tewas akibat tenggelam di sungai Cilaki. Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Pemkab Lebak, Ati Nurhayati, kemarin, mengatakan, bencana longsoran tanah terjadi di dua lokasi berbeda yakni Desa Cikiray, Kecamatan Muncang dan Desa Maraya, Kecamatan Sajira. Kejadian di Desa Cikiray, Kecamatan Muncang sebanyak satu rumah rusak berat dan delapan rumah lainya terancam longsor. Sedangkan Desa Maraya, Kecamatan Sajira sebanyak dua rumah dan satu sekolah dasar rusak berat serta jembatan gantung putus. Selain itu, juga dua warga tewas akibat tenggelam air sungai Cilaki. Peristiwa tersebut akibat hujan deras yang terjadi Selasa (16/3) sore yang mengakibatkan meluapnya sungai Cilaki hingga terjadi longsoran tanah. Menurut dia, warga korban longsoran tanah mereka kini sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, warga yang rumah-

nya rusak berat mereka terpaksa mengungsi ke rumah saudara yang selamat dari longsoran tanah. “Semua korban longsor berada di bantaran sungai Cilaki,” katanya. Dia juga mengatakan, hujan deras juga mengakibatkan dua warga Maraya, Kecamatan Sajira tewas setelah melintasi jembatan gantung terputus dan mereka jatuh ke sungai. Kemungkinan warga yang meninggal itu mereka tidak bisa berenang, karena tiga rekan lainnya dalam kondisi selamat. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau warga jika hujan deras sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dalam musibah ini, lanjut dia, Pemkab Lebak juga menyalurkan bantuan berupa sembako dan obat-obatan. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban ekonomi mereka,” katanya. Semenatara itu, pengamat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten, Tatang mengatakan, diprakirakan hujan deras di Kabupaten Lebak hingga Juni mendatang akibat peralihan musim hujan ke musim kemarau. (ant)

Suami Bupati Karanganyar

Diperiksa Selama Delapan Jam SEMARANG - Toni Haryono, suami Bupati Karanganyar Rina Iriani menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah selama delapan jam lebih. Pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA) di Dukuh Jeruk Sawit, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar tersebut berlangsung Rabu (17/3) pukul 09.30 WIB hingga 18.00 WIB di ruang aula Kejati. Usai pemeriksaan, salah seorang pengacara saksi, Suwiji, Rabu petang, mengatakan, kliennya menjawab sekitar 26 pertanyaan dari penyidik. .Kliennya berperan sebagai pengawas pelaksanaan program perumahan rakyat bersubsidi. Menurut rencana kliennya akan diperiksa kembali Rabu, pekan depan. Sementara itu, usai pemeriksaan Toni Haryono tidak bersedia memberikan keterangan kepada para wartawan dan langsung meninggalkan kantor Kejati Jateng dengan mengendarai mobil BMW merah maron dengan

nomor polisi G 8055 VK. Terkait kasus dugaan korupsi pembangunan perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA) di Dukuh Jeruk Sawit, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar pada tahun 2007-2008, pihak Kejati Jateng telah menetapkan Handoko Mulyono sebagai tersangka. Ketua KSU “Sejahtera” yang bertindak sebagai pengembang awal perumahan itu ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim penyidik kejati sejak Senin (15/2) pagi. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut diketahui adanya alat bukti yang cukup kuat telah terjadi tindak pidana korupsi terhadap dana yang diberikan Kantor Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk pembangunan dan pemugaran perumahan bersubsidi. Jumlah kerugian negara akibat tindakan tersangka sebesar Rp15 miliar dari nilai total bantuan sebesar Rp35 miliar yang diberikan pemerintah dengan rincian Rp12 miliar untuk KPR bersubsidi dan Rp23 miliar untuk subsidi Kemenpera. (ant)

TASIKMALAYA - Seorang oknum bidan warga kota Tasikmalaya yang dilaporkan telah melakukan aksi penipuan uang dan penggelapan mobil terhadap 30 orang korban. Advokat Ida Rosianti SH, sebagai perwakilan dari salah seorang korban aksi penipuan bidan, kepada wartawan, Rabu, mengatakan sudah 30 orang yang mengadu menjadi korban oknum bidan. Korban diantaranya telah dirugikan dengan perbuatan oknum bidan yang telah menggelapkan kendaraan mobil rental dengan cara digadaikan, selain itu penipuan uang investasi bisnis pengadaan alat kesehatan. “Disamping mobil, bidan ini juga telah meminjam uang sekitar Rp1 miliar lebih pada para korban,” katanya. Salah seorang korban, Dede Saeful Anwar, warga Cikunir, Tasikmalaya, merasa dikelabui oleh oknum bidan yang mengaku akan menginvestasikan uangnya untuk pengadaan alat-alat kesehatan. Menurut dia, sebelumnya tidak merasa curiga oknum bidan tersebut akan melakukan penipuan sehingga berani memberikan sejumlah uang dengan total yang telah diberikan sebesar Rp162.500.000, dengan keuntungan yang menjanjikan dari persentase pendapatan setiap bulan. “Ia berbicara cukup manis, katanya untuk membeli peralatan kesehatan, nantinya ada keuntungan persentase,” kata Dede.

Sedangkan korban penggelapan mobil, yang tidak menyebutkan identitasnya, mengatakan oknum bidan pernah meminjam mobil selama beberapa hari untuk keperluan keluarga. Namun pada kenyataannya pelaku tidak kunjung mengembalikan mobil tersebut, meski telah berselang beberapa pekan. Setelah ditelusuri, diketahui mobil sewaan beserta STNKnya digadaikan oleh pelaku yang berpofesi sebagai bidan. “Dia pinjam mobil kepada saya, tetapi nyatanya malah digadaikan. Untungnya mobil bisa kembali lagi ketangan saya tapi tetap proses hukum meski dikenakan pada dia agar jera,” tegasnya saat lapor di kantor Polresta Tasikamalaya, kemarin. Sementara itu Kasatreskrim AKP Harso Pudjo Hartono, kepada wartawan mengatakan pelaku inisial ES (38) seorang bidan di jalan Siliwangi, Kecamatan Tawang, kota Tasikmalaya dilaporkan telah banyak menipu korban dan penggelapan mobil. Pelaku kini terpaksa diamankan di markas Polres Tasikmalaya untuk melakukan pemeriksaan hukum lebih lanjut dan akan dikembangkan karena diduga masih banyak korban lain yang belum lapor. “Sejauh ini baru menerima beberapa laporan penggelapan mobil dan uang oleh pelaku untuk itu kepada para korbannya, jika memang merasa telah ditipu maka segera lapor,” katanya. (ant)

Dua Tabrakan, 15 Orang Tewas BATANG - Tabrakan di dua lokasi di jalur pantura Desa Penundan, Kecamatan Banyuputih dan Poncowati, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa malam mengakibatkan 15 korban tewas dan 31 korban luka. Kecelakaan pertama yang mengakibatkan 10 korban tewas itu, ketika bus Jaya dengan nomor polisi AE 7159 US yang dikemudikan Arifin sembiring (55), warga Karangmalang, Sragen, dari arah timur menabrak truk Siba H 1994 MS yang dikemudikan Suwanto (35) warga Sulang, Rembang di jalur pantura Penundan.

Kecelakaan satunya, yaitu ketika sebuah truk tronton bernomor B 9368 OH bermuatan gulungan pelat besi dan berpenumpang lima anak bergaya “punk” menghantam tebing, lalu terguling di jalur Poncowati, Alas Roban, Gringsing. Akibatnya, truk tronton yang dikemudikan Alexander Swabessy (46) warga Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, menewaskan lima korban akibat terjepit muatan pelat besi baja. Kelima korban yang semuanya anak “punk” tersebut, yaitu Itong (19), Lulu (17), Ucil (15), Angga (13), dan seorang anak laki-laki tak dikenal. Semua

korban, adalah warga Pekalongan, Jawa Tengah. Sementara, 10 korban tewas dari penumpang bus Jaya, yaitu Denda Atmawijaya (22) warga Sumber Dodol, Magetan, Jatim, Arifin Sembiring (55), Plumbungan Indah 28/8, Karang Malang Sragen, Sumarno (40) warga Kepotan Lampung, dan Slamet Setiawan (40) warga Jembatan Lima, Jakarta. Selain itu, satu laki-laki tak dikenal, dua wanita tak dikenal, Qoirin (25) warga Kalirejo, Bojonegoro, Jatim, Kasiran (60) warga Sukolilo, Madiun. Saat ini, para korban tewas berada di Rumah Sakit Umum

Pengemudi Sepeda Motor Tewas Tergilas Mobil CIAMIS - Seorang pengemudi sepeda motor tewas seketika setelah tergilas mobil dari arah berlawanan satu jalur di Jalan Jenderal Sudirman, di kawasan tertib lalu lintas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Hingga Rabu siang, jenazah pengemudi sepeda motor Yamaha Vega R Nopol Z 5920 NQ, Yanto (59) warga Dusun Pegelar, Desa Eureunpalay, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya itu masih terbujur kaku di Ruang Mayat RSUD Tasikmalaya. Korban tergilas oleh mobil Toyota Kijang warna Biru Nopol D 1514 HL yang dikemudikan Risman Yuhana (27) warga Dusun Cicadas, Kota Bandung yang melaju dari arah Bandung menuju Jawa Tengah tiba-tiba menabrak sepeda motor dari arah berlawanan. Jenazah korban yang mengalami luka mengenaskan di sekujur tubuhnya terutama di

bagian kepalanya hingga Rabu siang masih berada di Kamar Mayat RSUD Ciamis, menunggu dijemput pihak keluarganya. Sedangkan mobil dan sepeda motor korban terpaksa diamankan di Markas Polres Ciamis sebagai barang bukti, sementara pengemudi mobil Yuhana masih menjalani pemeriksaan petugas menunggu penyelesaian dari keluarga korban. Sementara itu, di lokasi kejadian saksi mata peristiwa tabrakan, Agus (35) tukang ojeg, Rabu siang menerangkan melihat langsung kejadian tersebut pada Selasa (16/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Kata dia, sebuah mobil Kijang melaju dari arah Tasikmalaya menuju Kota Banjar di jalur satu arah, sedangkan sepeda motor korban tiba-tiba menerobos jalan dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Sudirman. “Jalan itu adalah satu jalur, motor menerobos jalur satu arah, hingga

akhirnya terjadi tabrakan, dan mobil menggilas pengemudi motor,” katanya. Sementara itu, Risman mengatakan, mobil yang dikendarainya membawa enam saudaranya dari Bandung menuju Jawa Tengah untuk melayat saudaranya yang meninggal. Kata dia, di kawasan jalur lurus di Ciamis ada mobil sedan warna putih yang menyalipnya, kemudian dari depan ada sepeda motor melaju dengan cepat dan sempat tersenggol oleh mobil yang dikemudikannya. Risman yang merasa panik langsung menghindari tabrakan itu ke arah kiri badan jalan, namun naas pengemudi sepeda motor tersebut terjatuh dan tergilas hingga mobil yang ditumpanginya sempat terbalik sebanyak tiga kali. “Saat menghindar tiba-tiba mobil saya terbalik, beruntung semua saudara yang di dalam mobil tidak mengalami luka-luka,” katanya. (ant)

Suwondo, Kendal, Rumah Sakit Islam Rowosari, Weleri, dan Pusekesmas Rowosari. Salah satu penumpang selamat, Marsono (40) mengatakan, sopir bus sejak dari Solo sudah mengemudikan bus dengan kencang. Saat itu, dirinya sudah merasa takut sehingga para penumpang sempat memberitahukan pada pengemudi bus agar melajukan dengan kecepatan tidak terlalu cepat. “Sejak dari Solo, sopir mengemudikan busnya dengan kecepatan tinggi. Para penumpang sudah mengingatkan sopir namun tidak digubris dan dalam waktu singkat bus

menabrak truk,” katanya. Kapolres Batang AKBP Ahmad Luthfi mengatakan, kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan sepuluh orang tewas diduga karena sopir bus ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraannya. “Dari keterangan sejumlah saksi, penyebab lakalantas ini karena sopir bus, Arifin Sembiring melajukan busnya terlalu ‘ugalugalan’. Sejak dari arah timur, bus melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak terkontrol sehingga menabrak median jalan dan terguling setelah menabrak truk yang melaju dari arah barat,” katanya. (ant)

Pedagang Tahu Berformalin

Diancam Lima Tahun SERANG - Seorang pedagang tahu berformalin, Safari (40) warga Kampung Talaga RT 001 RW 004, Desa Karang Harja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, terancam hukuman maksimal lima tahun penjara. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu, yang dipimpin A Syamsi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wiyono menetapkan hukuman sebesar itu karena terdakwa melanggar Undang-undang RI Nomor nomor 7 tahun 1996 tentang pangan karena telah memproduksi tahu yang dicampuri formalin (bahan pengawet). Pada dakwaan yang dibacakan JPU, berdasarkan pemeriksaan hasil laboratorium Polri di Jakarta, tahu yang dijual itu mengandung kadar formalin yang bisa membahayakan konsumen.

Hal itu bermula saat aparat pada 18 Agustus 2009 lalu di Pasar Induk Rau (PIR) Serang menemukan 20 bak tahu milik terdakwa diduga mengandung formalin. Setelah tahu tersebut diamankan oleh pihak berwajib dan beberapa di antaranya dibawa ke Jakarta untuk diperiksa apakah mengandung bahan yang dilarang pemerintah atau tidak. Berdasarkan hasil uji laboratorium kepolisian d Jakarta ternyata mengandung bahan formalin dan polisi menggerebeg pabrik pembuatan tahu milik terdakwa, pada 29 September 2009 di Kampung Talaga tempat ia memproduksi tahu. “Dari penggerebegan tersebut di antaranya berhasil diamankan puluhan liter formalin yang siap dicampurkan ke tahu yang diproduksi,” kata Jaksa. Sementara menurut pengakuan terdakwa saat ditanya majelis hakim, mengatakan bahwa dirinya tidak merasa memakai formalin. (ant)

Anggota DPRD Dipaksa Berciuman Tradisi “Omed Omedan” KETUT Resmiyasa, ST, anggota DPRD Kota Denpasar, Bali, turut dipaksa melakukan adegan ciuman dengan istrinya di depan ribuan penonton dalam ritual tradisi “Omed Omedan” khas Banjar Kaja, Desa Adat Sesetan, Denpasar Selatan, Rabu petang. Wakil rakyat dari PNIM yang sejak tengah duduk di panggung kehormatan dalam kegiatan yang dikemas bertajuk “Banjar Kaja Heritage Festival” itu, oleh panitia, termasuk para pecalang atau petugas keamanan adat, segera dipanggul ke arena “Omed Omedan” di tengah Jalan Raya Sesetan. Demikian pula istrinya yang duduk di panggung kehormatan, juga dipanggul ramai-ramai dan dari arah berlawanan mereka dipertemukan. Adegan saling rangkul, peluk dan cium itu

pun disambut meriah ribuan penonton masyarakat sekitar bersama wisatawan asing maupun domestik. Setelah pasangan yang merupakan warga setempat itu saling peluk dan cium, juga disiram dan disemprot air hingga basah kuyup, seperti terunateruni peserta “Omed Omedan” yang berlangsung sehari setelah umat Hindu di Pulau Dewata melaksanakan “Catur Brata Penyepian”. Ritual tradisi turun-temurun tersebut kali ini diikuti masingmasing 50 wanita dan 50 pria

warga setempat, dan disaksikan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama istri Ny Selly serta para pejabat formal lainnya maupun pejabat adat. Menurut ketua panitia Putu Wiranata Jaya, ritual “Omed Omedan” yang berlangsung setiap tahun itu, dipesembahkan dalam rangka memperkaya khasanah budaya disamping untuk mendukung Denpasar sebagai kota kreatif yang berwawasan budaya. Ritual tradisi yang digelar pada hari “ngembak geni” atau saat umat Hindu bebas setelah 24 jam melaksanakan “Catur Brata Penyepian”, berasal dari kata “omet” yang artinya tarik. Sedangkan “omed-omedan” dalam bahasa daerah Bali artinya saling tarik, berebut. Namun pada “Omed Omedan”

yang telah menjadi nama salah satu ritual tradisi ini, yang terjadi setiap pasangan yang dipilih secara acak, kemudian saling berpelukan, berciuman. Warisan budaya leluhur itu, menurut “penglingsir” atau sesepuh Puri Oka I Gusti Oka Putra, ritual tersebut memiliki nilai sakral dan pelaksanaannya diawali kegiatan sembahyang bersama. Diceritakan, ketika “Omed Omedan” ditiadakan, di dusun setempat pernah terjadi peristiwa aneh, yakni muncul dua babi yang asal muasal maupun pemiliknya tidak diketahui. Kedua babi tersebut bertarung habis-habisan. Selain itu, warga setempat juga banyak yang menderita sakit dan tidak kunjung sembuh. Kemudian banyak warga yang “kerasukan” atau kesurupan dan sulit dilepaskan dari

kekuatan gaib. Berdasarkan kesepakatan warga, akhirnya peristiwa itu “diteropong” melalui “orang pintar”. Kemudian didapatkan jawaban bahwa “Omed Omedan” adalah kehendak dari “sesuhunan” yang “berstana” di Pura Banjar Kaja. “Karena itu ritual ini kemudian kami selenggarakan rutin setiap tahun,” ucap Gusti Oka. I Ketut Sutama, salah seorang pengunjung yang begitu antusias menyaksikan acara tersebut, menyatakan salut atas digelarnya acara yang merupakan warisan budaya leluhur yang patut dilestarikan. “Kegiatan itu cukup positifnya bagi teruna-teruni agar semakin kompak untuk bahu-membahu dalam melaksankan berbagai kegiatan,” ucapnya. (ant)


Edisi 18 Maret 2010 | Suluh Indonesia