Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 11 tahun IV Senin, 18 Januari 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Negosiasi Ulang ACFTA

GWM Positif Bagi Industri

Peningkatan Kinerja BUMN

KEPALA Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan (Depkeu) Anggito Abimanyu mengatakan, negoisasi ulang perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) tergantung kepada Departemen...hal. 1

EKONOM Bank CIMB Niaga Winang Budoyo mengatakan rencana kebijakan Bank Indonesia (BI) melakukan perubahan peraturan giro wajib minimum (GWM) agar merangsang...hal. 2

KEMENTERIAN BUMN menyiapkan lima program meningkatkan kinerja perusahaan milik negara yaitu peningkatan dan optimalisasi investasi, efisiensi, pengurangan kerugian, optimalisasi...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Bambang Soesatyo

Segera Ditarik

Suluh Indonesia/ant

LINTAS AGAMA - Sejumlah rohaniawan dari tujuh agama mendoakan almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam acara Doa Bersama Lintas Agama Untuk Gus Dur di Istora Senayan Jakarta, kemarin.

JAKARTA - Anggota F-PG DPR Bambang Soesatyo membantah dirinya telah dicopot dari panitia angket Bank Century akibat pernyataannya beberapa waktu lalu bahwa Partai Golkar tidak pernah berkoalisi dengan Partai Demokrat (PD). ‘’Soal pencopotan adalah hak fraksi dan partai. Namun, sejauh yang saya tahu, saya masih anggota pansus dan tidak pernah dicopot oleh fraksi. Golkar belum mengganti seorangpun anggotanya di pansus, apalagi jika dikaitkan dengan pernyataan saya bahwa Golkar tidak berkoalisi dengan PD,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menegaskan, sampai saat ini belum ada rencana dari partainya untuk menarik Bambang Soesatyo dari keanggotaan panitia angket Bank Century DPR. Namun, kata Priyo, dirinya sudah berpesan pada Bambang agar pada titik-titik tertentu yang bersangkutan tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat diartikan berbeda oleh partner kerja Golkar. ‘’Saya telah meminta Bambang untuk mengeluarkan pernyataan yang terukur, utamanya adalah pada pernyataanyang bisa disalahpahami oleh mitra koalisi,’’ katanya. (har)

Pasar Politik

Jenuh Terhadap Megawati AMBON - Pakar politik Universitas Pattimura Tonny Pariela berpendapat, politisi PDIP Guruh Soekarnoputra mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum DPP PDIP periode 2010 - 2015 karena pasar politik telah jenuh terhadap Mega. ‘’Saya melihat ini bagian dari strategis keluarga Bung Karno karena mencermati pasar politik yang jenuh terhadap Mega,” katanya di Ambon, kemarin. Tonny mengatakan, strategi politik sedang diwacanakan untuk menjaga agar kekuasaan PDIP untuk saat ini jangan keluar dari keluarga Bung Karno. ‘’Jadi diukur derajat kejenuhan terhadap Megawati. Sebaliknya dengan strategi politik juga

digiring agar pasar politik bisa menerima Megawati,” ujarnya. Pertimbangannya, menurut Tonny, PDIP saat dipimpin Megawati ternyata mengalami kegagalan politik yang harus diperhitungkan secara matang. ‘’Tidak bisa dipungkiri dukungan PDIP bagi Megawati secara internal relatif masih kuat. Tapi, jangan tutup mata terhadap realitas politik di luar PDIP, makanya Guruh didorong keluarga Bung Karno sebagai bagian dari strategi agar kekuasaan itu masih dipegang mereka,” katanya. Terhadap penilaian Guruh belum sebanding dengan Mega untuk memimpin PDIP, Tonny menegaskan indikator apa yang dipakai. ‘’Mega dulu

juga tidak populer. Setelah menjadi Ketua Umum barulah populer, jadi sekiranya Guruh dipercayakan untuk formasi tersebut dipastikan juga berkapabilitas,” ujarnya. Tonny menambahkan, ganjalan bagi Guruh adanya selama ini belum menunjukkan kapasitas manajemennya di bidang politik secara baik. PDIP, kata dia, haruslah memiliki struktur partai yang mampu mengelola dan manerapkan manajemen partai secara profesional. ‘’Jangan berharap banyak sekiranya PDIP masih menerapkan manajemen konvensional karena dipastikan tidak bisa menjadi partai wong cilik dengan dukungan pemilih tradisional,” katanya. (ant)

Anggota Pansus Menyedihkan JAKARTA - Politisi Partai Golkar, Zainal Bintang menilai, kualitas sebagian anggota Panitia Angke kasus Bank Century DPR menyedihkan karena sering dihinggapi perasaaan rendah diri. ‘’Lihat saja dari siaran langsungnya. Mereka rata-rata kikuk menghadapi intelektual profesional sekelas Boediono (Wapres) dan Sri Mulyani (Menkeu),” katanya di Jakarta, kemarin. Akibat kekikukan itu pula, kata Zainal Bintang, pertanyaan sebagian anggota Panitia Angket terkesan asbun, gampang dipatahkan, lalu mereka memilih bersikap mengeluarkan nada keras serta main paksa untuk menutupi kekurangannya. ‘’Tingkah laku anggota Pansus itu kan terlihat di televisi, dan masyarakat bisa langsung menilainya. Pokoknya yang saya dapat selama ini, citra mereka memang sangat negatif, menurut pernilaian sebagaian besar publik yang berbicara dengan saya,” katanya. Namun begitu, Zainal Bintang masih ber-

harap Panitia Angket ini bisa memenuhi harapan masyarakat untuk membongkar kasus Bank Century. ‘’Tetapi, jika cara mereka masih seperti sekarang, Panitia Anget tidak bisa memenuhi harapan masyarakat. Makanya, keberadaan mereka dipertanyakan, karena ada yang kualitasnya rendah dan mental mereka rentan disuap. Apalagi yang niatnya jadi anggota DPR untuk tujuan perbaikan nasib alias tujuan pragmatis,” ujarnya. Ia lalu menganalogikan perilaku tersebut dengan sikap atau sosok yang bermental selebritis, diimplementasikan dengan gila atau hobi wawancara di koran maupun televisi. ‘’Padahal pernyataannya ngawur, plin-plan, lain pagi lain sore. Data yang mereka pakai pun sering tidak akurat, gambang di-counter (serang balik) lawan-lawannya. Pokoknya memalukan. Akibatnya, muncul banyak contoh kasus sikap tidak etis pernah disiarkan berbagai media,” ungkapnya. (ant)

Mafia Tak Lepas dari Kekuasaan JAKARTA - Pengamat Politik Bonny Hargens mengatakan ada dua macam praktik mafia yang berbahaya bagi kehidupan bangsa dan kelangsungan demokrasi. Keduanya adalah mafia hukum dan mafia politik yang telah merusak seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara karena melekat pada kekuasaan. ‘’Keduanya tidak bisa dipisahkan karena orang-orang yang terlibat saling kait mengkait. Mafia itu tidak akan bisa dilepaskan dari penguasa karena dalam sejarahnya tidak ada mafia yang tidak dilindungi oleh penguasa dan kekuasaan. Mereka bisa berkembang karena adanya pembiaran oleh

kekuasaan,” katanya di Jakarta, kemarin. Oleh karena itu, dia tidak yakin langkah memberangus mafia hukum melalui satuan tugas (satgas) mafia hukum bisa dicapai sesuai dengan keinginan rakyat. ‘’Logikannya apa yang menjadi target satgas dan adanya praktek kongkalikong antara pemerintah dan DPR merupakan masalah klasik. Sejak SBY berkuasa hal itu sudah ada dan tidak hilang,” kata Bonny. Bonny menilai ada dua kemungkinan mengapa upaya penegakan hukum masih berjalan ditempat. Pertama karena kurangnya kepekaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

sehingga kasus-kasus seperti penyalahgunaan wewenang, KKN dan pungli masih terus terjadi. Kemungkinan kedua adalah kurangnya Presiden menindaklanjuti atau tidak melakukan cross check terhadaap laporan yang masuk. Karena terjadi pembiaran mafia di negeri ini, maka dipastikan hampir tidak ada satupun lembaga pemerintah terbebas dari permasalahan klasik seperti KKN, pungli, penyalahgunaan wewenang lain-lainnya. ‘’Saya punya data bahwa birokrasi masih korup, pelayanan masyarakat masih koruptif, penyalahgunaan anggaran, kekuasaan dan wewenang masih terjadi,’’ katanya. (har)

Guruh Dicalonkan Mega Tak Goyah KUPANG - Pencalonan Guruh Soekarnoputra menjadi Ketua Umum DPP PDIP dalam Kongres PDIP di Bali pada April mendatang, tidak akan menggoyahkan posisi Megawati untuk terpilih kembali memimpin organisasi politik tersebut. ‘’Posisi Mega masih sangat kuat,” kata pengamat hukum Undana Nicolaus Pira Bunga di Kupang, kemarin. Dalam konteks demokrasi, kata Nicolaus, pencalonan diri Guruh itu adalah hal yang wajar-wajar saja, bukan menunjukkan adanya keretakan dalam tubuh keluarga besar Bung Karno. Nicolaus mengatakan, sekalipun ada keluarga Bung Karno ikut mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PDIP, posisi Megawati masih tetap kuat untuk terpilih kembali memimpin partai berlambang banteng gemuk bermulut putih dalam lingkaran itu. ‘’Posisi ketua umum dapat direbut oleh kader partai lain jika Megawati Soekarnoputri secara ikhlas tidak mau dicalonkan lagi dalam kon-

gres partai menjadi ketua umum,” katanya. Menurut Nicolaus, PDIP di bawah kepemimpinan putri Bung Karno itu terasa begitu tenang dan sejuk tanpa adanya gejolak yang mengarah pada perpecahan partai seperti pada masa lalu. ‘’Megawati telah membangun PDIP menjadi sebuah organisasi politik yang solid sehingga terus bertahan hingga saat ini. Kondisi inilah yang tampaknya membuat sebagian besar kader masih menginginkan Mega memimpin PDIP,” katanya. Ia menambahkan, keinginan Guruh Soekarnoputra mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PDIP tersebut juga punya niatan politik yang sama, yakni membawa PDIP ke arah yang lebih baik. Namun, ambisinya untuk menggeser posisi Megawati dari kursi ketua umum partai tampaknya belum kesampaian, karena figur Megawati sudah menjadi simbol partai yang tak mudah disingkirkan begitu saja dalam kongres partai. (ant)


K ta

Suluh Indonesia, Senin 18 Januari 2010

2

Antisipasi Banjir

Dinas PU Tambah Drainase

Suluh Indonesia/sep

TOLAK UJIAN NASIONAL - Sekitar seratus orang pelajar yang tergabung dalam Aliansi Pelajar dan Masyarakat Tolak Ujian Nasional mengelar aksi damai “Menolak UN” di Tugu Selamat Datang Bundaran HI, Jakarta, kemarin. Mereka menuntut kepada Pemerintah terkait, menolak Ujian Negara sebagai penentu kelulusan dan agar dihapuskan Ujian Negara.

JAKARTA - Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI akan menambah jumlah drainase di jalan untuk mencegah terjadinya genangan jika turun hujan deras. Kepala Dinas PU DKI Budi Widiantoro mengatakan, saat ini drainase dibangun setiap 6 meter dan pada tahun anggaran 2010 ini akan ditambah, dibangun setiap tiga meter. “Juga akan dilakukan perbaikan terhadap mulut air dan tali air. Mulut drainase juga akan diperbesar sehingga kapasitas air yang dialirkan lebih besar,” kata Budi di Jakarta, kemarin. Tali air yang menghubungkan saluran drainase dengan saluran kanal air juga akan dibenahi dan dibersihkan untuk menambah kapasitas aliran air. “Perbaikan ini agar air cepat surut di jalanan,” kata Budi. Perbaikan dan penambahan saluran drainase di jalan itu disebut Budi harus segera dilakukan mengingat usianya yang sudah tua, beberapa bahkan berumur lebih dari 40 tahun dan tidak pernah dilakukan perbaikan. Misalnya di sepanjang Jl

MH Thamrin dan Jl Jenderal Sudirman yang sejak dibangun pada tahun 1960 belum pernai dilakukan perbaikan. Tidak heran, setiap kali hujan deras melanda Jakarta, kedua jalan protokol itu tergenang karena drainase yang ada tidak mampu mengalurkan air dengan kapasitas tinggi. “Idealnya lebar jalan dan drainase berbanding lurus. Jika jalan telah dilebarkan maka jumlah drainase juga harus disesuaikan atau ditambah,” katanya. Sementara itu, khusus untuk Jl Sudirman dan Thamrin, Dinas PU juga melakukan penambahan pompa air agar genangan air yang timbul karena hujan dapat segera dialirkan. Traffic Manajemen Center (TMC) Kepolisian Daerah Metro Jaya mencatat sedikitnya terdapat 10 titik lokasi jalan yang kerap tergenang usai hujuan turun, antara lain di Jalan Arteri Pondok Indah dan Jalan Gandaria arah Kostrad. Air juga sering menggenang di Jalan Kemang Raya dekat Apartemen Mansion Kemang, Jakarta Selatan. Selain itu, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, dan Bundaran Senayan juga tergenang. (ant)

DKI Terapkan Tunjangan Kinerja

Penyakit Warisan Kedua Orang Tuanya

Dialokasikan Rp 3,5 T

Bocah AIDS Tinggal Tulang

Fauzi Bowo

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan dan meningkatkan kesejahteraan para pegawainya. Pada tahun 2010 ini, komitmen diwujudkan dalam bentuk pemberian uang tunjangan berbasis kinerja atau tunjangan kinerja daerah (TKD). Namun TKD hanya akan diberikan pada pegawai yang memiliki kinerja dan kedisiplinan tinggi setiap tanggal 20. Kebijakan ini sekaligus menghapus tiga jenis tunjangan yang diberikan pada tahun sebelumnya, yakni tunjangan perbaikan penghasilan (TPP), tunjangan kesejahteraan, (Kesra), dan tunjangan khusus. “Kita punya sistem remunerasi yang berbeda pada tahun 2010 ini. Dimana sistem remunerasi yang diterapkan lebih mengarah kepada sistem keadilan. Karena, besarnya uang tunjangan setiap PNS tidak akan sama. TKD ini akan diberikan setiap bulan tanggal 20,” kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, usai rapat pengarahan tentang pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010 dan penerapan penghitungan kinerja pegawai Pemprov DKI Jakarta di Balai Samudera, Kelapagading, Jakarta Utara, Sabtu (16/1). Demikian laporan media resmi Pemprov DKI. Pemberian TKD ini untuk memacu kinerja dan sekaligus

menjamin keadilan dalam pemberian tunjungan. Sebab, selain memperhatikan kedisiplinan melalui kehadiran/absensi, juga dilihat kinerjanya. “Jadi tunjangan yang diterima pegawai yang kinerjanya buruk berbeda dengan yang berprestasi,” jelas Fauzi. Dalam rapat tersebut, selain pembahasan anggaran, Fauzi juga akan melakukan evaluasi kinerja seluruh karyawan Pemprov DKI Jakarta selama 2009. Penerapan TKD ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 215 tahun 2009. Karenanya, peningkatan kesejahteraan karyawan ini hendaknya dibarengi dengan perbaikan kinerja karyawan yang jumlahnya mencapai 78.500 PNS/CPNS DKI. Sebab tujuan dari pemberian TKD ini salah satunya adalah untuk peningkatan kualitas layanan publik, tertib administrasi keuangan, serta memperkecil tindak penyelewengan anggaran. “TKD yang akan diberikan kepada pegawai berdasarkan peringkat jabatan (job class) pada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)/Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD). TKD merupakan penyederhanaan beberapa tunjangan yang ada, seperti TPP dan Kesra. Dengan berlakunya TKD, maka honorhonor yang ada selama ini tidak ada lagi,” paparnya. Besaran TKD yang diterima pegawai antara Rp 2,9 juta hingga Rp 50 juta. Namun uang tunjangan itu akan diberikan secara penuh jika kinerja dan absensi atau kehadirannya yang bersangkutan full seratus persen. Namun jika alpa akan dikenakan potongan sebesar 5 persen per sehari. “TKD itu diberikan berdasarkan perhitungan 70 persen kehadiran dan 30 persen kinerja,” ungkap Fauzi Bowo. (her)

JAKARTA - Sungguh tragis nasib Adam Malik Maulana (5). Akibat ulah ayahnya yang semasa hidupnya suka ‘jajan’ dan gonta-ganti pasangan, ia harus rela mengidap penyakit AIDS.

Kedua orangtuanya juga telah meninggal dunia dan diduga terserang penyakit AIDS. Bocah yatim piatu itu sehariharinya terbaring lemas di rumahnya di Jl Jalan Laksa 4 No 56

RT 001/02 Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Akibat penyakit ‘warisan’ kedua orangtuanya, tubuh korban hanya tinggal tulang yang dibalut kulit. Oleh kedua kakaknya, korban dilarikan ke RSUD Koja, Jakarta Utara, Sabtu (16/1) siang. Dengan bermodal SKTM (surat keterangan tidak mampu) dari kelurahan setempat, Anita Rosmayanti (13) dan Hendra Lesmana (20), kakak Adam Malik berharap, penyakit yang diderita adiknya dapat disembuhkan. Belakangan ini, kondisi fisik adik mereka kian kritis. Bibir dan lidahnya tampak kering dan pecah-pecah serta perutnya sering merasa sakit dan sesak napas. Anita Rosmayanti mengatakan, sudah sebulan ini Adam dinyatakan telah mengidap penyakit AIDS. Sebelumnya

374 Guru PTT Segera Diangkat JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan mengangkat guru yang masih berstatus PTT (pegawai tidak tetap) menjadi PNS (pegawai negeri sipil) secara bertahap. Pada tahun 2010, tercatat ada 374 guru yang berstatus PTT dan secara bertahap akan diangkat menjadi PNS DKI. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, rekapitulasi guru bantu PTT di Dinas Pendidikan DKI sebanyak 3.751 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 3.366 guru telah menjadi PNS. Kemudian sebanyak 11 guru PTT mengundurkan diri, meninggal dunia, dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sisanya, 374 guru PTT masih menunggu pengangkatan menjadi PNS. Ditargetkan pada tahun 2010 ini mereka dapat diangkat menjadi PNS DKI.

Data tersebut sekaligus membantah data Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang menyatakan bahwa di Indonesia masih ada sekitar 10.000 guru bantu hingga awal tahun ini belum diangkat menjadi PNS dan 6.800 guru bantu diantaranya berada di DKI Jakarta. Padahal dalam PP No 43 tahun 2007 tentang Guru Bantu sebagai pengganti PP No 48 No 2005 memang diamanatkan semua guru bantu harus diangkat. Dalam PP tersebut juga ada tenggat waktu pengangkatan para guru bantu yakni tahun 2009 lalu. Depdiknas menerangkan, pengangkatan guru bantu itu belum dilakukan karena kewenangan perubahan status itu ada pada pemerintah daerah. Pemprov DKI Jakarta beralasan belum adanya pengangkatan guru bantu itu karena tahun 2009 DKI Jakarta tidak

mendapat Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat. Terkait hal ini, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo membantah, permasalahan pengangkatan guru bantu tidak terjadi di Jakarta. Justru Pemprov DKI terus melakukan pengangkatan guru bantu secara bertahap agar bisa menjadi PNS. Sebab komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta tidak akan tercapai jika kesejahteraan guru, termasuk guru bantu tidak diperhatikan. “Yang jelas kesejahteraan guru tidak akan turun dari tahun sebelumnya. Begitu juga dengan guru bantu. Kita akan bertahap mengangkat mereka,” kata Fauzi Bowo, Sabtu (16/1), seperti ditulis media resmi Pemprov DKI. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta Pemprov DKI melindungi hak guru bantu yang cenderung terlupakan. (her)

Perlu Penjelasan Sesuai Konteks

Tentang Rebonding - Wanita Tukang Ojek Haram KEPUTUSAN untuk menyakini atau tidak putusan haram pelurusan rambut (rebonding), foto pranikah (prewedding), dan wanita menjadi tukang ojek oleh Forum Musyawarah Santri Putri se-Jawa Timur, dikembalikan kepada masyarakat, kata Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo Nabil Haroen, di Jakarta, kemarin. Disela-sela Silaturahmi Nasional Keluarga Besar Pondok Modern Gontor, ia mengatakan, keputusan forum untuk menyatakan pelurusan rambut, foto pranikah dan wanita menjadi tukang ojek, didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat. “Keputusan itu didasarkan pada kasus-kasus yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Karena itu, apakah hasil keputusan itu akan diikuti dan diyakini tiap-tiap orang dan masyarakat, itu dikembalikan kepada masyarakat lagi,” katanya, menambahkan. Seperti diketahui, Forum Musyawaroh Pondok Pesantren Putri se-Jawa Timur memutuskan foto pranikah dan rebonding haram. Selain itu, Fo-

rum juga melarang bagi wanita untuk berprofesi menjadi tukang ojek. Forum yang mengharamkan dan melarang beberapa hal itu dihadiri 258 peserta yang berasal dari 46 Pondok Pesantren besar di Jawa Timur. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan, hukum meluruskan rambut atau rebonding sangat terkait dengan konteksnya, namun hukum asalnya mubah dalam arti dibolehkan. “Jika tujuan dan dampaknya negatif maka hukumnya haram. Sebaliknya, jika tujuan dan dampaknya positif maka dibolehkan, bahkan dianjurkan,” kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr Asrorun Ni`am Sholeh.

Menurutnya, rebonding sebagai sebuah cara untuk berhias diri, hukum asalnya dibolehkan sepanjang tidak menyebabkan bahaya, baik secara fisik, psikis, maupun sosial. Dalam perspektif hukum Islam, menurut dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, menjaga kebersihan dan keindahan sangat dianjurkan. “Jika rebonding ditempatkan dalam konteks merawat tubuh dan menjaga keindahan, maka justru dianjurkan. Syarat lainnya, obat yang digunakan harus halal,” katanya. Lebih lanjut Ni’am menyatakan, kontroversi hukum haram rebonding yang dihasil-

kan Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri se-Jawa Timur di Lirboyo, Kediri, beberapa hari lalu harus dipahami lengkap dengan konteksnya agar tidak menyesatkan masyarakat. Menurutnya, penetapan haramnya rebonding bagi perempuan yang belum beristri dimungkinkan jika rebonding sebagai sarana terjadinya kemaksiatan. “Jika tujuannya baik, misalnya agar rambut mudah dirawat dan dibersihkan, atau lebih mudah dalam pemakaian jilbab, rebonding justru dianjurkan. Bahkan bisa jadi wajib,” kata direktur AlNahdlah Islamic Boarding School Depok itu. (ant)

Adam pernah dirawat di RS Harapan Kita selama tiga hari, namun dirujuk ke RS Tarakan dan dirawat selama satu minggu. Tak hanya itu, adiknya juga dirujuk kembali ke RS Cipto Mangunkusumo dan menjalani perawatan selama satu minggu, dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM). “Dan kini kembali dirujuk ke RSUD Koja,” ujarnya saat ditemui di RSUD Koja, Sabtu (16/1), seperti dilaporkan media resmi Pemprov DKI. Selanjutnya Anita membeberkan bahwa penyakit yang diderita adik bungsunya itu merupakan ‘warisan’ dari sang ayah Ahmad Rohibah yang telah meninggal tiga tahun lalu. Sedangkan ibunya, Maryamah juga baru meninggal sekitar tiga minggu lalu akibat terkena penyakit yang sama.

Anita menyebutkan, semasa hidupnya, sang ayah dikenal suka gonta-ganti pasangan dan selalu bersikap kasar kepada keluarga. “Dulu ayah suka marah-marah dan banyak punya istri simpanan. Akibat ulahnya, ibu juga meninggal dunia karena mengidap penyakit yang sama pada 21 Desember 2009 lalu,” kenangnya. Meski demikian, Anita menganggap segala peristiwa yang menimpa keluarganya adalah cobaan. Sebab, sejak kedua orangtuanya meninggal dunia, mereka hanya berjualan asongan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kadangkadang untuk makan seharihari diberikan tetangga atau saudara yang masih ingat kami. Sedangkan untuk berobat kami tak mempunyai uang,” ungkapnya sedih. (her)

KNPI Bergolak Lagi

22 DPD Desak KLB JAKARTA - Sejumlah 22 Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se-Indonesia merekomendasikan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) KNPI sebagai solusi dualisme kepemimpinan di DPP organisasi kepemudaan itu. Kepada pers di Jakarta, kemarin, Ketua DPD KNPI DKI Arif Rahman menjelaskan bahwa rekomendasi itu merupakan hasil kesepakatan silaturahmi nasional ketua-ketua DPD KNPI se-Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta pada SabtuMinggu (16/17 Januari 2010). Terkait dengan rekomendasi itu, ia menambahkan, juga dibentuk Tim 7 DPD KNPI yang akan bertugas menjembatani dua kubu DPP KNPI, yakni kubu Aziz Syamsuddin dan Doli Kurnia, agar KLB tersebut bisa diterima kedua pihak sebagai solusi konflik dualisme kepemimpinan KNPI.

Tim 7 tersebut terdiri dari DPD KNPI DKI, KNPI Aceh, KNPI Jambi, KNPI Kalbar, KNPI Jabar, KNPI Papua dan KNPI Gorontalo. “Kami akan berupaya melobi kedua kubu agar KLB KNPI itu bisa segera dilaksanakan,” ujar Arif. Selain melobi kedua pihak, Arif menambahkan, tim tersebut juga akan melakukan pendekatan-pendekatan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) yang menjadi anggota KNPI. Dikemukakannya pula bahwa mekanisme KLB itu merupakan pintu islah yang konstitusional menurut aturan main organisasi KNPI. Dalam silaturahmi nasional tersebut, ketua DPD KNPI se-Indonesia juga mengungkapkan bahwa adanya dualisme kepemimpinan di DPP KNPI telah berdampak besar kepada DPD-DPD KNPI di daerah. (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Senin 18 Januari 2010

3

Kemampuan Manajerial Guruh

Tak Sehebat Mega

Suluh Indonesia/ant

INFAQ - Mensos Salim Segaf Al Jufri berdialog dengan warga, usai menyerahkan bantuan kepada Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Jatim, saat berkunjung ke Rusunawa Wonorejo, Rungkut Surabaya, kemarin.

JAKARTA - Direktur Megawati Institute Arif Budimanta mengatakan kemampuan Guruh Soekarnoputra untuk memimpin PDIP belum sebanding Megawati Soekarnoputri. ‘’Untuk menjadi Ketua Umum PDIP bukan karena faktor usia tetapi kemampuan manajerial dan figur seseorang dalam memimpin,” katanya menanggapi pencalonan Guruh Soekarnoputri menjelang Kongres PDIP pada April 2010 di Jakarta, kemarin. Arif menyatakan hingga kini belum ada kandidat ketua umum PDI Perjuangan memiliki kemampuan seperti dimiliki Megawati Soekarnoputri. Kemampuan Guruh yang juga adik kandung Megawati, masih sangat jauh dan tidak sebanding dengan kakaknya. ‘’Guruh akan maju sebagai calon Ketua Umum PDIP sah-sah saja tetapi apakah dia memiliki kemampuan sebaik dan sehe-

bat Megawati,” katanya. Ia menegaskan kader PDI Perjuangan di hampir semua wilayah masih menginginkan Megawati tetap menjabat ketua umum partai. ‘’Dari hasil musyawarah wilayah, cabang dan anak cabang PDIP, mereka tetap menginginkan Megawati untuk memimpin PDIP lima tahun ke depan,” katanya. Di mata sebagian besar kader dan pendukung PDI Perjuangan, katanya, Megawati masih dianggap sebagai orang yang konsisten terhadap ideologi, dan memiliki karakter seorang figur. ‘’Megawati juga dianggap mampu mengantarkan PDIP untuk lima tahun ke depan dalam transformasi kaderisasi partai,” ungkapnya. Politisi PDI Perjuangan Guruh Soekarnoputra mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2010-2015. ‘’Saya

menyatakan siap dan bersedia menjadi ketua umum DPP PDIP karena merupakan panggilan jiwa dan tugas mulia dalam memimpin PDIP lima tahun mendatang guna mewujudkan cita-cita Proklamasi yang dicetuskan Presiden I RI Soekarno,” katanya. Menurut Guruh, kesiapannya untuk menggantikan Megawati karena didukung secara luas dari simpatisan dan kader PDIP di berbagai daerah. Ia mengatakan, kesediaanya maju juga didasari atas keprihatinan yang mendalam terhadap perolehan suara PDI Perjuangan yang terus merosot dari pemilu ke pemilu. PDIP pada Pemilu 1999 memperoleh 40 persen suara dan menjadi partai pemenang pemilu namun pada Pemilu 2004 hanya memperoleh sekitar 20 persen suara, dan pada Pemilu 2009 hanya memperoleh sekitar 14 persen suara. (ant)

PDIP Tak Terima

PKB Rangkul PKNU KEDIRI - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mendekati ulama pendiri Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Dalam kunjungannya di Jatim, Muhaimin dan pengurus teras PKB sowan ke salah satu pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al Falah, K.H. Nurul Huda Djazuli, di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, kemarin. Dari rumah Gus Da, panggilan akrab Kiai Huda, Muhaimian dan rombongan bertandang ke rumah pengasuh PP AL Falah lainnya, K.H. Zainuddin Djazuli (Gus Din). Gus Da dan Gus Din merupakan pendiri PKNU. Bahkan

di rumah Gus Da pula, rencana pendirian PKNU dirumuskan sebelum dideklarasikan di PP Langitan, Tuban, pada 21 November 2006 menyusul konflik yang terjadi di tubuh PKB. Kepada Muhaimin, Gus Da menyatakan, akan menggalang dukungan para kiai kultural untuk kembali membesarkan PKB. ‘’Saya juga akan menyampaikan kepada para kiai untuk bersama-sama membesarkan PKB,” kata kakak kandung Gus Miek, ulama kharismatis yang wafat pada 1992 itu. Gus Da menilai, PKB adalah satu-satunya partai politik beraliran “Ahlussunnah wal Jama’ah” yang lolos dalam “parliamentary threshold”

pada Pemilu 2009. ‘’PKB jadi harapan satu-satunya partai yang bisa memperjuangkan jemaah dan jam’iyah NU,” kata pendiri PP Al Falah Putri itu. Sementara itu, Gus Din meminta Muhaimin mendekati sejumlah ulama NU kultural lainnya, seperti K.H. Muchit Muzadi dan K.H. Musthofa Bisri yang turut mendeklarasikan PKB pada 1999. ‘’Kepada mereka berdua, kalian harus meminta petunjuk agar islah di tubuh PKB segera terwujud,” kata Gus Din kepada Muhaimin dan rombongan. Dari Ploso, Muhaimin dan rombongan melanjutkan safari politiknya ke PP Hidayatut Thullab di Desa Kamulan, Ke-

Parpol dan Akademisi

Bahas Persoalan Bangsa JAKARTA - Sejumlah fungsionaris partai politik menggelar pertemuan dengan kalangan akademisi dari beberapa universitas terkemuka di Indonesia guna mencari formula solusi persoalan bangsa saat ini. ‘’Beberapa elemen masyarakat memang mencoba mencari solusi permasalahan bangsa saat ini,” ujar Lily Wahid, fungsionaris PKB, seusai pertemuan yang berlangsung di salah satu hotel berbintang di Jakarta, kemarin. Menurut Lily, di awal masa pemerintahan Yudhoyono-Boediono saat ini ada sejumlah persoalan serius yang harus segera disikapi segenap elemen masyarakat Indonesia bersama-sama serta menemukan kembali jati diri bangsa yang telah hilang. ‘’Skandal Century merupakan salah satu persoalan bangsa saat ini dan itu harus dicarikan solusinya. Kita

ini bukanlah bangsa yang korup,” ujar adik Gus Dur itu. Selain persoalan Century yang menjadi topik hangat dalam beberapa waktu terakhir, menurut dia, sebenarnya masih ada persoalan lain yang mengganjal dan belum tuntas penyelesaiannya. Persoalan itu, menurut dia, adalah bagaimana eksistensi partai-partai politik yang ikut pemilu 2009 namun ternyata mereka tidak lolos parliamentary treshold (PT). “Persoalan ini juga dianggap masih mengganggu dan belum selesai,” ujarnya. Hal senada juga dikemukakan fungsionaris Pimpinan Kolektif Nasional Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Didik Supriyanto. Menurut dia, pertemuan itu diantaranya membicarakan tentang bagaimana penguatan demokrasi bangsa Indonesia dilaksanakan dengan sebaik-

baiknya. Pemerintahan, ujarnya, harus berjalan sesuai dengan rel yang telah digariskan para pendiri (founding fathers) negara ini. ‘’Karena dalam forum ini ada pula kalangan akademisi, maka disepakati untuk dilakukannya kajian-kajian akademis yang pada saatnya nanti hasilnya akan disampaikan secara luas kemasyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Bagus Satriyanto dari Iluni menegaskan bahwa pemerintahan saat ini harus terus berjalan dan tidak boleh tersandera oleh kasuskasus tertentu, seperti Century. Namun demikian, katanya, berbagai persoalan bangsa tetap harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya secara bersama-sama. ‘’Langkah-langkah akan segera disusun dalam waktu yang tidak terlalu lama,” katanya. (ant)

camatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Di pondok pesantren yang berada di pinggir jalur utama Tulungagung-Trenggalek itu, Muhaimin bertemu dengan K.H. Masruhin Mahmud. Pengasuh PP Kamulan yang akrab disapa Gus Ruhin itu juga mendorong Muhaimin untuk berdamai dengan kubu Yenni Wahid dan politikus PKNU. Muhaimin berterima kasih atas komitmen dan perhatian para kiai terhadap PKB. Menurut dia, konflik PKB, justru menguntungkan partai politik lain yang memiliki perbedaan visi dan ideologi dengan NU. (ant)

Kader Hanya Manfaatkan Partai TEMANGGUNG - Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyatakan tidak menerima kader yang hanya memanfaatkan PDIP untuk kepentingan pribadi. ‘’Jangan pernah memberikan PDI Perjuangan kepada orang-orang yang hanya menjadikan partai ini sebagai kuda tunggangan saja,” katanya pada Konfercab DPC PDIP di Temanggung, kemarin. Ia mengatakan, sebelum menjadi eksekutif maupun legislatif mereka menggunakan PDIP sebagai kendaraan politiknya, namun setelah terpilih malah tidak loyal. Mereka berdalih rakyat yang telah memilihnya. ‘’Memang benar rakyat yang memilih, namun sebagi-

an besar yang memilih itu adalah kader PDIP,” katanya. Ia mengatakan, mereka yang tidak loyal sebagai kutu loncat. PDIP di masa mendatang tidak akan menerima para kutu loncat. ‘’Para Kutu loncat yang masuk ke PDIP ujung-ujungnya hanya akan memperkeruh partai ini, maka perlu disemprot,” katanya. PDIP, katanya, tetap menjadi partai terbuka, menerima siapa pun yang ingin menjadi kader partai dengan catatan harus loyal, berkomitmen, dan berkontribusi pada partai. Ia meminta para kader PDIP tidak perlu khawatir, meskipun tanpa para kutu loncat regenerasi di tubuh PDIP sudah

berjalan. Puan mengingatkan para kepala daerah yang diusung PDIP agar loyal pada partai. ‘’Jika tidak loyal maka DPP tidak segan-segan akan memecat mereka,” katanya. Ia mengakui ada beberapa kader partai yang setelah berhasil menjadi kepala daerah melalui kendaraan PDIP tidak loyal, tidak punya komitmen, dan tidak berkontribusi pada PDIP, tetapi mereka masih menyatakan diri sebagai kader PDIP. ‘’DPP akan bersikap tegas, yakni memecat kader tidak loyal tersebut. Sekarang kami masih menyelidiki dan mempertimbangkan loyalitas para kepala daerah yang berasal dari PDIP,” katanya. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Senin 18 Januari 2010

4

K ilas Potensi Zakat KETUA umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Prof Dr. Didin Hafidhuddin, mengatakan potensi zakat di Indonesia cukup besar yakni mencapai Rp 80 triliun pertahunnya. Potensi zakat Indonesia cukup besar, sekitar Rp 80 triliun. Pada tahun 2009, zakat yang terkumpul sebesar Rp 19,3 triliun. Menurut dia, besarnya potensi ini bila pengelolaan zakat dilakukan secara amana dan tepat. Menurutnya peningkatan potensi ini dikarenakan kesadaran para muzaki (wajib zakat) dalam berzakat sudah mulai meningkat. Menurutnya, sejak 2006 hingga sekarang angka pengumpulan zakat cenderung naik walaupun masih di bawah potensi zakat nasional. Pada 2006 pengumpulan zakat secara nasional mencapai Rp 300 miliar, tahun 2007 meningkat mencapai Rp 700 miliar, pada 2008 naik menjadi 900 miliar dan tahun 2009 peningkatan cukup signifikan, yakni sebesar Rp 19,3 triliun. Pencapaian ini salah satunya selain karena kesadaran masyarakat, dan aktulisasi badan amil zakat dalam mengumpulkan zakat. Untuk mempertahankan hal tersebut, diperlukan sebuah hubungan yang baik antara badan amil zakat dengan muzakir. (ant)

PN Bekasi

Diadukan ke MA JAKARTA - PT Maruta Bumi Prima (MBP) sebagai pemenang tender yang berhak mengelola LPG Plan Tambun, Bekasi akan mengadukan Pengadilan Negeri (PN) Bekasi ke Mahkamah Agung (MA). Hal itu terkait sikap PN Bekasi yang sampai sekarang belum melakukan eksekusi terhadap pengelolaan LPG tersebut. “Kami akan mengadukan PN Bekasi ke MA karena tidak mematuhi putusan PK (peninjauan kembali) untuk segera melakukan eksekusi,” kata kuasa hukum PT MBP, Hotma Sitompul, di Jakarta, kemarin. Kasus tersebut berawal pada 20 Januari 2003, PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) mencari mitra untuk proyek pengelolaan LPG Plan. Setelah melalui tender, PT Elnusa Petro Teknik menjadi pemenang dan PT MBP pemenang kedua. Akhirnya PT Elnusa tak sanggup melaksanakan proyek tersebut hingga PT MBP berhak mengerjakannya. “Namun perjanjian itu dibatalkan sepihak oleh Bupati Bekasi saat itu, Saleh Manaf,” katanya. Selanjutnya, PT MBP mengajukan gugatan ke PTUN Bandung dan putusan sampai di tingkat Permohonan Kembali (PK), PT MBP dimenangkan. PT MBP juga mengajukan gugatan perdata ke PN Jakarta Pusat dengan putusan akhirnya PT MBP dimenangkan. “Pemda Bekasi menggugat PT MBP melalui PN Bekasi dan putusannya PT MBP dimenangkan,” katanya. Ia menambahkan PT MBP juga menyurati Menteri ESDM dan Dirjen MIgas bahwa proyek LPG Plan Tambun masih dalam sengketa. “Dirjen Migas menolak permohonan izin PT Odira Energy Persada, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, dan PT BBWM,” katanya. Namun Menteri ESDM mengeluarkan SK RI Nomor 1176K/10/MEM/2008 dengan putusan yang berbeda dengan dirjen migas tersebut. Kemudian, PT MBP mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta atas putusan Menteri ESDM tersebut, dan putusannya PT MBP dimenangkan kembali. “Berdasarkan putusan MA, yang berhak mengelola adalah PT MBP bekerjasama dengan PT BBWM, namun PT Odira pimpinan Farouk Rais menelikung hak pengelolaan itu. Akibatnya kini Farouk Rais ditetapkan sebagai tersangka,” katanya. (ant)

Disdik Kabupaten Bekasi

Dapat DAK Rp 53 M CIKARANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari Departemen Pendidikan senilai Rp 53 miliar pada 2010. Kepala Disdik Kabupaten Bekasi Rusdi mengatakan, total dana pendidikan itu pada tahun ini mengalami peningkatan dari 2009. “Jika dana DAK ditambah dengan alokasi dana pendidikan melalui APBD 2010 sebesar Rp 5,6 miliar maka jumlahnya mencapai Rp 58,6 miliar, naik dari tahun lalu,” katanya. Dikatakan Rusdi, dana DAK akan dialokasikan untuk pengadaan perpustakaan, mebeler, buku, pengadaan komputer bagi siswa sekolah dasar (SD), membangun ruang kelas baru, dan laboratorium untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP). “Sebenarnya, penentu kebijakan alokasi dana DAK adalah pusat, sehingga menu DAK setiap tahun berubah. Pada tahun ini, pusat memberikan bantuan DAK untuk perpustakaan dan rehab ruang kelas senilai Rp 93 miliar untuk skala nasional sesuai dengan keperluan daerah,” katanya. DAK dapat dialokasikan untuk tiga hal yakni peningkatan akses, peningkatan mutu dan tata kelola, serta pencitraan publik terhadap pendidikan. Rusdi mencontohkan, sekolah dengan predikat Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) harus memiliki kualitas lebih dari sekolah umum dalam hal tenaga pengajar, fasilitas pendidikan, dan lainnya, sehingga sampai pada pencitraan publik. “Pengawasan dan pelaksanaannya dilakukan secara langsung oleh aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang,” katanya. Kendati demikian, pihaknya tak bisa melakukan pengawasan secara maksimal, namun sebatas insidential akibat keterbatasan waktu dan tenaga pengawas. Pada tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tidak menngalokasikan bantuan dana bergulir (Roll Sharing) seperti pada 2009. “Pemprov hanya memberikan bantuan dana Rp14 miliar untuk pembangunan 30 ruang kelas baru, dan Rp 5 miliar untuk pengadaan alat laboratorium bagi siswa SD, SMP, SMA, dan SMK,” katanya. (ant)

Suluh Indonesia/ant

SAREN TAUN – Sejumlah pria menggotong padi saat upacara Saren Taun Guru Bumi di Pasir Eurih, Bogor, Jabar, kemarin. Upacara tersebut sebagai bentuk syukur atas panen selama setahun.

Curi Kabel Listrik

Tewas Tersetrum BOGOR - Kadria (33) warga Desa Telajung Udik, Kecamatan Citereup Kabupaten Bogor, tewas kesetrum saat hendak mencuri kabel listrik di PT Gokak Indonesia, tempat ia bekerja. Kadria bekerja sebagai petugas kemanan di pabrik benang di lokasi yang sama. Menurut informasi, mayat Kadria ditemukan tewas oleh rekan kerja yang satu profesi dengan dirinya yang sedang bertugas malam itu, yakni Dani M dan Ramdani. Kedua rekannya menemukan mayat Kadria tergeletak di sekitar pabrik, pada hari Minggu sekitar pukul 02.05 WIB, dengan kondisi tergeletak dengan sekujur tubuh hangus kare-

na tersengat aliran listrik. Temannya menduga sebelum tewas, Kadria berniat mencuri kabel listrik milik perusahaan. Karena pada saat ditemukan korban mengenakan penutup wajah ala ninja dengan menggunakan baju kaos. “Waktu ditemukan dia (Kadria-red) menutup mukanya seperti ninja dengan baju kaos miliknya,” ujar Dani kepada Antara saat ditemui di RS PMI Bogor. Pada malam kejadian korban juga sedang bertugas jaga malam. Sengatan listrik yang menewaskan Kadria, dikarenakan pada saat hendak memotong kabel menggunakan tang, namun ternyata alat pemotong tersebut tidak dilapisi alat pelindung, al-

Karyati (32) warga RT03 RW03, Kelurahan Ciketingudik, mengaku hanya memperoleh dana bantuan senilai Rp700 ribu yang diberikan oleh Ketua RT setempat pada pekan lalu. “Saya saksikan sendiri Walikota Bekasi ketika datang ke lokasi pada Rabu sore (6/1) lalu mengatakan pemilik rumah yang mengalami rusak parah mendapat bantuan Rp 2,5 Juta, kerusakan sedang Rp 1,5 Juta dan rusak ringan mendapat bantuan sebesar Rp 1 Juta,” katanya. Dikatakan Karyati, musibah angin puting beliung yang terja-

di pada Rabu pagi sekitar pukul 03:00 WIB menghancurkan hampir 50 persen rumahnya. “Atap rumah saya seluruhnya terbang, sampai-sampai beberapa puing penyangga di ruang tamu roboh. Sehingga saya terpaksa mengungsi ke rumah mertua selama sepekan,” katanya. Saat dilakukan pendataan oleh aparat kecamatan setempat, kategori kerusakan rumahnya termasuk berskala sedang dengan nominal dana bantuan sebesar Rp 1,5 Juta. “Kenapa saya hanya mendapat Rp 700 ribu, ke mana sisanya sebesar

hasil korban pun tersengat aliran listrik. Mengetahui hal tersebut, kedua rekan korban langsung menghubungi pihak berwajib. Mendapatkan laporan, petugas kepolisian Citereup langsung menuju lokasi dan melakukan proses identifikasi dan olah TKP. Selanjutnya korban dibawa ke RS PMI Bogor untuk proses otopsi. Sementara itu, Kapolsek Citereup, AKP Pahyuniati mengatakan, berdasarkan keterangan beberapa saksi di lokasi , korban tewas karena tersengat aliran listrik. “Hasil sementara dari informasi, kita menduga korban tewas tersengat listrik karena akan mencuri kabel listrik milik perusahaanya,” ujarnya (ant)

UI Kirim

13 Dosen FKM se-Indonesia ke Belanda DEPOK - Sebanyak 13 orang dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat (FKM) dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia dikirim ke Belanda guna mendapat pelatihan mengenai survey observasi. Hal itu dilakukan lantaran masih rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam hal pendataan kesehatan masyarakat. “Data yang diterima Departemen Kesehatan itu mayoritas tidak valid. Data yang dilaporkan hanya yang baik-baik saja, padahal kenyataan di lapangan berbanding terbalik dengan data yang diterima Depkes,” ujar Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Bambang

Wispriyono usai acara pelepasan 13 dosen yang akan berangkat ke Amsterdam, Belanda Gedung Rektorat UI, Depok. Bambang berharap usai mengikui pelatihan selama enam minggu di Belanda, tenaga pendidik tersebut dapat membuat dan memahami dalam melakukan pendataan yang baik. “Hal tersebut tentu berpengaruh pada perencanaan program yang dibuat oleh Depkes,” kata Bambang. Sebanyak 13 orang dosen dari tujuh perguruan tinggi dari seluruh Indonesia serta tiga orang staff dari Depkes dan Dinas Kesehatan dikirim ke Amsterdam, Belanda. Di sana, mereka dilatih cara pembuatan data yang valid

dan melihat secara langsung metode yang diajarkan. Tenaga pengajar yang dikirim, lanjutnya merupakan dosen yang berasal dari FKM terpilih yang ada di Indonesia. “Mereka diantaranya berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanudin, Universitas Udayana, Universitas Mataram, dan Universitas Cendrawasih,” jelasnya. Rektor UI Rusliwa Goemilar Somantri berharap, kerjasama semacam ini tidak hanya sekedar menjadi kerjasama sebatas dua negara saja. Melainkan, tercipta sebuah hubungan erat antara Indonesia dengan Belanda.(rin)

Suluh Indonesia/rin

KE BELANDA - Rombongan 13 dosen dan tiga orang staff Depkes dan Dinkes bersama Rektor UI, Dekan FKM UI dan Direktur Nuffic-Neso Indonesia sebelum berangkat ke Belanda.

Dana Bencana Diduga Diselewengkan RATUSAN warga Kelurahan Cikiwul dan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, mempertanyakan distribusi dana bantuan bagi korban angin puting beliung senilai Rp 400 juta dari pemerintah setempat yang diduga diselewengkan ketua RT.

Warga Kembali Digemparkan

Rp 800 ribu,” katanya. Hal senada juga diungkapkan oleh Suroto (33), warga RT03 RW02, Desa Ciketingudik yang mengaku dana bantuan yang diperolehnya dari Ketua RT setempat berkurang hingga Rp 1.900.000. “Dana yang diberikan pihak RT hanya Rp 600 ribu, padahal rumah saya lebih dari 80 persen mengalami rusak,” katanya. Sementara itu, beberapa korban di Desa Cikiwul menerima dana mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta langsung dari Walikota Bekasi Mochtar Mohammad. “Saat itu Wali Kota langsung memberi dana itu secara simbolis kepada korban saat datang melakukan peninjauan ke lokasi, sisanya baru beberapa hari kemudian,” katanya. Berdasarkan data dari kantor

Kecamatan Bantargebang, jumlah rumah yang rusak akibat puting beliung di kelurahan Ciketingudik sebanyak 305 rumah rusak parah dan ringan, sedang di kelurahan Cikiwul ada 98 rumah yang rusak. Total jumlah rumah yang rusak akibat bencana puting beliung ini berjumlah 403 rumah. “Bila masing-masing korban dipotong minimal Rp 200 ribu, berarti total dana yang hilang mencapai Rp 80 Juta lebih. Pihak RT beralasan potongan itu diperuntukan bagi dana administrasi,” kata Amat yang menduga dana tersebut diselewengkan. Sementara itu Ketua RT01 RW01, Kelurahan Ciketingudik, Awis, ketika dikonfirmasi tak berada di rumah. Begitu pula dengan Ketua RT03 RW02, Kelurahan Ciketingudik, Rosmita. (ant)

Penemuan Jasad Wanita DEPOK - Belum tuntas misteri pembunuhan Tina (31), ibu muda yang ditemukan tak bernyawa beberapa waktu lalu di Pancoranmas, kini warga Depok kembali dikejutkan dengan penemuan sesosok perempuan di Perumahan Sawangan Elok, Sawangan Depok. Hal tersebut membuat gempar warga di sekitar rumah korban yang dikenal bernama Ratminiwati (46). Jasad wanita lajang ini ditemukan tergeletak di ruang tamu rumahnya, Perumahan Sawangan Elok blok AU 4 no 6 rt 03 /07, Sawangan, Depok pagi kemarin. Ironisnya, jasad Ratniniwati sudah membusuk saat ditemukan Sudiyono, adik korban. Sudiyono memaparkan, dirinya sengaja berkunjung ke rumah kakaknya lantaran sudah kehilangan komunikasi selama satu bulan. Sudiyono pun terkejut saat mengetahui kakaknya sudah tak bernyawa di ruang tamu. Fakhrudin, Ketua RT 03 mengatakan, dirinyalah yang mengantar Sudiyono ke rumah Ratminiwati. Saat itu, pintu rumah korban terkunci sehingga keduanya berusaha mengintip dari jendela rumah korban. Saat itu, ungkap Fakhrudin, korban terlihat tidak bergerak dan dalam keadaan terlentang. Dari rumah kor-

ban pun tercium aroma tidak sedap. “Kami dan beberapa orang pun mendobrak pintu rumahnya. Begitu masuk, sebagian tubuh korban sudah hancur dan menebarkan bau busuk,” paparnya. Sebelumnya, korban sudah tak terlihat selama hampir dua bulan. Niat untuk mendobrak rumah korban pun sebenarnya hendak dilakukan, namun hal itu urung dilaksanakan lantaran malam sebelumnya staf RT setempat sudah berusaha memeriksa dan tidak ditemukan hal yang mencurigakan. “Tadi malam sudah ke sini. Pak Nuri humas RT, sempat mengucap salam, dan dari dalam ada yang menjawab, Wa’alaikum salam, suaranya suara korban. Karena sudah malam, kami batal mendobrak rumah korban,” kata Fakhrudin. Sementara itu, Kapolsek Sawangan, AKP Icang Suhendar hingga kini masih menyelidiki kasus ini, termasuk penyebab kematian Ratminiwati. Dari hasil olah TKP tak ditemukan tandatanda tindak kekerasan di tubuh korban. Jasad korban pun dibawa ke RSCM untuk diotopsi. “Untuk lebih memastikan (penyebab kematian) korban kami bawa ke RSCM untuk diotopsi,” pungkasnya. (rin)

Sel Tahanan Dilengkapi CCTV BOGOR – Untuk memantau kinerja para petugas dan para tersangka, di dalam sel tahanan Mapolresta Bogor, kemarin sebuah kamera pemantau (CCTV) dipasang di dalam sel tahanan Mapolresta Bogor, di Jalan Raya Kedunghalang, Kota Bogor. “Kamera CCTV ini sengaja dipasang untuk memudahkan petugas dalam mengawasi para tahanan di dalam sel,” kata Wakapolresta Bogor, Kompol. Arif Rachman. Dijelaskan Arif, kamera CCTV yang baru dipasang tersebut, berada diruang jaga petugas yang ternyata mampu menjangkau dan

merekam semua aktifitas di ruang tahanan. “Ada empat blok di sini yang saat ini diisi sekitar 12 tahan,” sebutnya. Arif berharap dengan adanya kamera CCTV itu, akan mampu menghindari beberapa hal negatif yang kemungkinan bias terjadi di ruang sel tahanan. “Ya itu, yang pasti kita harapkan dengan adanya alat ini diharapkan akan membantu petugas jaga dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan misalnya mencegah tahanan kabur, kerasan fisik maupun seks sual,narkoba dan lainnya sesame napi,” tegas Arif. (bas)


pini

Suluh Indonesia, Senin 18 Januari 2010

F OKUS Menjaga Citra Damai ONFLIK, pastilah ingin dihindari oleh setiap orang. Tetapi sungguh tidak mudah membangun atau menjaga situasi yang damai. Adakalanya konflik tak terhindarkan dengan berbagai latar belakang dan pemicunya, sehingga mengakibatkan terganggunya keselarasan hidup. Bahkan di satu daerah yang mendapat julukan daerah seni sekali pun, citra damai itu sangat sulit dijaga. terbukti selalu muncul konflik-konflik dengan beraneka ragam pemicunya. Dalam kondisi demikian konsep harmonisasi warisan leluhur yang telah diyakini dan dijalankan berabad-abad lamanya di Bali, menjadi tidak berjalan. Bahkan antar sesama warga Bali, antarkrama adat, bisa tercipta suasana yang tidak kondusif. Konsep Tri Hita Karana yang tertanam sejak lama di Bali, ditujukan untuk mewujudkan keseimbangan hidup dan menciptakan keselarasan hubungan kehidupan antara manusia, alam semesta ini dengan Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan penyangga alam ini. Adanya bumi ini sebagai tempat hidup manusia, manusia harus bersyukur sebagai keselarasan hidup dengan kesadarannya sebagai sumber keyakinan tertinggi dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Untuk mencapai kualitas kehidupan ini telah ada dalam ajaran Tri Kaya Parisudha yang mengajarkan untuk melakukan keselarasan antara pikiran ucapan dan tindakan. Konsep Tri Hita Karana yang mendasari kehidupan masyarakat Bali yaitu menjaga keseimbangan hidup antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, maupun manusia dengan alam. Hal ini telah dilakukan oleh para pendahulu orang Bali. Para pemilik kesucian batin mendirikan banyak pura di seluruh penjuru Bali dari wilayah terkecil hingga terluas. Tujuannya tak lain agar manusia Bali menyadari dirinya sebagai pribadi kosmos yang menjadi gudang kekuatan untuk peduli mengatur harmonisasi alam semesta ini, untuk kehidupan dirinya sendiri maupun bagi kehidupan orang lain. Tetapi adakalanya kemampuan itu tidak dijadikan dasar untuk diterapkan untuk melakukan pengabdian pada Bali ke depan. Maka mengedepanlah keakuan-keakuan dan ajaran hidup berdampingan secara harmonis, menyamabraya, salunglung sabayantaka terlupakan, yang semuanya terefleksi menjadi konflik dan sengketa. Kita prihatin jika ini terus berulang. Bisa dibayangkan,dan pengalamanpun sudah membuktikan, bahwa apa yang dicita-citakan agar Bali damai, sepertinya masih hanya di alam mimpi alias belum (sepenuhnya) terbukti. Karenanya, khususnya kepada umat Hindu yang menjadi tulang punggung desa adat dan pakraman di Bali, kita mengharapkan selalu pemikiran-pemikiran jernih, mencari pemecahan masalah dengan tetap mengedepankan metoda parasp paros sarpanaya, salunglung sabayantaka, saling membuka diri, saling mendekati dan senantiasa mengembangkan dharma wirasa antarumat/masyarakat, sehingga menemukan pemecahan terbaik untuk Bali ke depan. Untuk dapat menyelesaikan konflik dengan baik dan benar, diperlukan adanya beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti niat yang kuat dari pihak yang terlibat konflik untuk segera menyelesaikan konfliknya, taat memenuhi aturan yang disarankan dan segala pantangan yang diwajibkan. Jika pelaksanaan adat menjadi biang konflik, alangkah baiknya apabila dicari jalan yang tidak saling menyakiti sesama karma Bali. Misalnya saja, memeriksa kembali aturan-aturan adat yang dirasa mengekang masyarakat sudah sewajarnya diubah sehingga secara etika- moral menuju Bali yang mempunyai masa depan lebih baik. Semuanya harus dilandasi niat baik, kembali ke ajaran keselarasan penyamabrayan. Tidak ada yang tidak dapat dilesaikan jika dilandasi niat baik, untuk keharmonisan hidup maupun secara lebih luas untuk menjaga citra Bali yang damai. ***

K

Bang D

el

Pasar politik jenuh terhadap Megawati

Itu-itu lagi ...

5

Strategi Mengatasi Konflik KISRUH pelaba pura yang terjadi Desa Pakraman Keramas, Blahbatuh, Gianyar memperpanjang daftar konflik yang terjadi di ‘Kabupaten Seni’ ini. Kalau dipikir dalam-dalam, ternyata yang namanya konflik mirip dengan sakit. Ada yang dapat diatasi, ada yang sulit diatasi dan banyak pula yang tidak mungkin diatasi. Orang yang terlibat konflik, sebenarnya sedang sakit dan orang yang sedang sakit pada akhirnya juga akan bertemu konflik atau masalah. Konflik politik, konflik ekonomi dan konflik adat, sama saja. Baik dilihat dari gejalanya, terapinya maupun kemungkinan untuk penyelesaian atau penyembuhannya, sama saja. Oleh karena itu, patut diduga, strategi mencegah dan menyelesaikan konflik, mirip dengan strategi mencegah dan mengobati penyakit. Yang berbeda, kepercayaan yang diberikan kepada orang yang menanganinya. Orang yang diharapkan dapat menyembuhkan penyakit (dokter atau balian), relatif lebih dipercaya dan lebih ditaati nasihatnya, dibandingkan dengan orang atau lembaga yang diharapkan dapat menyelesaikan konflik. Gejala umum sakit pada manusia, bisanya dimulai dari perasaan tidak enak. Kemudian disusul dengan gejala-gejala aneh lainnya. Gejala munculnya konflik juga demikian. Dimulai dari perasaan tidak enak, disusul munculnya gejala-gejala aneh seperti perasaan tidak enak hati, perasaan malas bertemu, dan seterusnya. Proses terapinya juga mirip. Kalau tidak ingin menderita penyakit, perlu langkah pencegahan penyakit. Kalau telanjur sakit, langkah selanjutnya pengobatan. Setiap orang yang sakit menginginkan kesembuhan, sama halnya dengan orang yang sedang menghadapi konflik, pasti menginginkan masalahnya cepat terselesaikan. Mengobati penyakit diawali dengan diagnosis, dimaksudkan untuk memahami gejala penyakit, sebelum sampai pada kesimpulan sementara tentang jenis penyakit dan sebab musababnya. Sesudah itu dilanjutkan dengan menetapkan jenis obat yang tepat, aturan pemakaiannya dan biasanya juga disertai penegasan beberapa pantangan yang wajib dihindari. Kedisplinan minum sesuai aturan disertai ketaatan akan pantangan yang disarankan, lebih berpeluang mewujudkan cita-cita sembuh dari penyakit, kalau penyakit yang diderita memang masuk golongan jenis penyakit yang dapat disembuhkan. Untuk penyakit yang sulit disembuhkan, selain persyaratan di atas, masih perlu disertai syarat tambahan, adanya keinginan yang kuat bagi orang yang sakit untuk sembuh. Kalau orang yang sakit tidak ada keinginan kuat untuk sembuh, praktis yang bersangkutan akan ogah-ogahan minum obat dan cenderung tidak taat pada

Oleh : Wayan P. Windia

pantangan yang diwajibkan. Akibatnya mudah ditebak, sakitnya susah sembuh atau orang yang sakit akan mati. Tidak banyak yang tahu, kalau proses menyelesaikan konflik harus melewati jalan seperti menyembuhkan penyakit. Bahkan ada kesan menggampangkan masalah. Seolah-olah semua konflik dapat diselesaikan, asal ada kemauan. Orang yang terlibat konflik, sebenarnya juga sedang sakit dan orang yang sedang sakit pada akhirnya juga akan konflik atau menghadapi masalah. Konflik politik, sosial ekonomi atau konflik adat, sama saja. Seperti halnya penyakit yang tidak semuanya dapat disembuhkan, demikian pulalah halnya dengan konflik. Ada konflik yang dapat diselesaikan, ada konflik yang sulit diselesaikan dan banyak juga konflik yang tidak mungkin diselesaikan. Niat Kuat Untuk dapat menyelesaikan konflik dengan baik dan benar, diperlukan adanya beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, sep-

erti niat yang kuat dari pihak yang terlibat konflik untuk segera menyelesaikan konfliknya, taat memenuhi aturan yang disarankan dan segala pantangan yang diwajibkan. Konflik politik, sosial ekonomi atau konflik adat, sama saja. Sampai di sini tampak benar perbedaan kepercayaan yang diberikan kepada orang yang diharapkan dapat menyembuhkan penyakit (dokter atau balian) dibandingkan dengan orang atau lembaga yang diberi wewenang menyelesaikan konflik. Orang yang sedang sakit termasuk keluarganya, relatif lebih percaya kepada orang yang diharapkan atau diyakini dapat menyembuhkan penyakit. Karena percaya, maka aturan minum obat yang diberikan sesuai dosis yang tertuang dalam resep, akan ditaati sepenuh hati. Demikian pula halnya dengan pantangan yang harus dihindari, sedapat mungkin akan ditaati dengan sepenuh hati. Bahkan seluruh keluarga biasanya turut berpartisipasi ‘menjaga’ orang yang sakit agar senantiasa desiplin berobat dan tidak melanggar pantangannya.

Kenyataan ini berbeda jauh dengan keadaan para pihak yang sedang terlibat konflik. Mereka biasanya tidak sepenuhnya percaya kepada orang, ahli atau pihak berwenang yang diharapkan dapat menyelesaikan konflik. Ketidakpercayaan ini cenderung menyebabkan ketidaktaatan kepada aturan main yang harus ditaati, termasuk pantangan yang harus dihindari, selama dalam proses penyelesaian dan sesudah konflik berhasil diselesaikan. Yang lebih menyulitkan lagi, pengungkapan gejalanya sering kacau balau, karena tak jujur dan tulus. Artinya, dalam pertemuan pertama gejalanya ‘A’ dan ‘B’, kemudian menjadi ‘C’ dan ‘D’ dalam pertemuan kedua. Di lain kesempatan dapat saja menjadi ‘AC’ disertai penganiayaan dan perusakan rumah tinggal oleh kelompok massa tak dikenal. Keadaan inilah antara lain yang menyebabkan konflik yang sebenarnya dapat dilesaikan berubah menjadi sulit diselesaikan dan konflik yang sulit diselesaikan langsung ‘naik tingkat’ menjadi tidak mungkin disesaikan. Bagaimana menghadapi konflik yang sudah diusahakan dengan berbagai cara, tetapi tetap saja berakhir buntu, bahkan mengesankan tidak mungkin diselesaikan? Kalau yakin konflik tertentu tidak mungkin diselesaikan, sebaiknya mengikuti saran dokter ketika menghadapi jenis penyakit tertentu yang tidak mungkin disembuhkan. Caranya? Mohon kepada alam, agar berkenan membantu menyelesaikan konflik yang dimaksud. Sering kali alam tidak dapat diatur oleh keinginan manusia. Termasuk dalam hubungan dengan sakit dan konflik. Dalam banyak hal, alam mengatur dirinya sendiri dengan ‘awig-awig’ sendiri. Alam mau gempa, mau banjir atau gabungan keduanya menjadi tsunami, dilakukan sendiri tanpa pernah menghiraukan ‘dasar hukum’ atau minta persetujuan umat manusia. Terbukti ketika manusia yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu I dan II berkeinginan keras untuk menutup semburan lumpur Lapindo dengan rupa-rupa cara, alam (embang) tak peduli dan lumpur tetap menyembur. Alam sepertinya memiliki ‘awig-awig’ sendiri. Konflik dan sakit juga demikian. Tidak semuanya dapat diatasi sesuai program dan keinginan manusia. Ada yang dapat diatasi, ada yang sulit diatasi dan banyak pula yang tidak mungkin diatasi. Maka dari itu, strategi penyelesiannya antara lain, selesaikan dengan segera konflik yang dapat diatasi. Kalau sulit diatasi, usahakan penyelesaiannya dengan pelan-pelan dan kalau tidak mungkin diatasi, ada baiknya mohon kepada alam, agar berkenan membantu menyelesaikan atau mengatasi konflik yang dimaksud. ***

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Perilaku Pengendara Tak Disiplin PEMBERLAKUAN jalur kiri sepeda motor yang sudah efektif beberapa waktu lalu ternyata tidak begitu efektif. Di beberapa tempat, seperti di Suprapt o d a n A h m a d . Ya n i ( a r a h Senen), sepeda motor masih sering terlihat melaju di jalur cepat, terutama kalau sudah siang. Pertanyaannya, apakah peraturan tersebut diberlakukan kalau pagi dan sore saja. Larangan jalur cepat bagi motor ini sering juga dilakukan razia, namun kelihatannya memang karena pengendara yang bandel, mereka nekat lagi memasuki jalur cepat. Sebab, meski razia dilakukan, sebentar hilang, tapi kemudian penyakit ini muncul lagi. Rupanya memang kesadaran dari bikers belum ada. Kita mestinya saling bisa memahami bahwa betapa pentingnya aturan ditegakkan. Jangan sampai kecelakan yang tidak perlu itu terjadi. Yang sering memprihatin-

kan, kecelakaan selalu menyalahkan kendaraan yang lebih besar. Mobil dengan motor, orang cenderung mobil disalahkan. Motor dan sepeda, motor disalahkan dan seterusnya. Padahal tidak selamanya demikian. Kecelakaan banyak disebabkan oleh keteledoran kita sendiri. Saya juga melihat, pemindahan jalur yang tidak diimbangi dengan penertiban di sepanjang jalur lambat justru memindahkan kemacetan. Di beberapa titik seperti Pangkalan Asem (Suprapto) ojek-ojek yang mangkal seenaknya makin membuat jalur tambah macet. Begitu juga di Jalan Ahmad Yani yang akan berbelok ke Casablanca. Mikrolet dan metromini dengan seenaknya saja berhenti mencari penumpang. Kalau memang mau membaut Jakarta lancar jangan setengah-setengah menegakkan aturan. Kusnanto Rawasari, Jakarta

Galian di Vila Mutiara Cinere SEJAK tiga pekan lalu, PT Telkom mulai melakukan penggalian danpemasangan jaringan telepon di di Perumahan Vila Mutiara Cinere, yangterletak di Kelurahan Grogol, Limo-Depok. Awalnya kami menyambut gembira kegiatan itu, karena tak lama lagiperumahan kami akan memiliki jaringan telepon fixedline yang disediakanoleh BUMN bidang telekomunikasi itu. Namun kegembiraan kami itu ternyatahanya sesaat dan kemudian berganti dengan kedongkolan, setidaknya itu yangkami alami. Betapa tidak, galian yang mereka buat, ternyata tak segera ditimbun dandirapikan kembali setelah kabel-kabel telepon mereka pasang. Bahkan dibeberapa bagian, ada bekas galian yang tak diratakan kembali, hinggalokasi itu tergenang saat hujan tiba. Alhasil, jalanan di perumahan kami yang awalnya beraspal mulus, kiniberubah menjadi merah,

karena tertutup tanah bekas galian. Rumah berikuthalamannya pun menjadi kotor. Keadaan kian parah saat musim hujan seperti saat ini. Selain membuatkendaraan cepat kotor, kondisi itu juga membuat jalanan menjadi licin yangberarti meningkatkan resiko kecelakaan, apalagi jalanan di perumahan kamimerupakan salat satu akses menuju Jakarta dari arah Sawangan. Sebagian warga hanya bisa menggerutu melihat keadaan ini. Namun adasebagian warga yang saking jengkelnya sempat memasang tulisan berisi protes di atas tanah bekas galian. Namun langkah ini pun tampaknya takberhasil. Menurut informasi, PT Telkom memang bakal kembali merapikan jalanansetelah pekerjaan selesai. Namun bagi kami, waktunya terlalu lama. Mohon perhatian PT Telkom. Darmawan Vila Mutiara Cinere-Depok

Pengalaman Buruk di Jalan Tol SAYA punya pengalaman amat buruk saat berkendara di jalan tol Jagorawi. Minggu (10 Januari 2010) petang lalu saya dan seorang teman mengendarai mobil dari kawasan Bintang Mas, Kabupatren Bogor, menuju Jakarta, lewat jalan tol. Kami masuk dari gerbang tol Sentul. Apa yang terjadi ? Inilah yang saya sebut sebagai pengalaan amat buruk tadi. Begitu melewati gerbang tol, mobil yang kami tumpangi harus begerak amat lambat, ’merayap’, karena pengguna jalan tol memang padat. Kami menduga kepadatan terjadi karena ada ’arus balik’ dari kawasan Puncak, Jawa Barat. Maklum Minggu petang. Tak lama kemudian, mobil tak bisa lagi melaju, macet total, cukup lama. Setelah itu mobil merayap lagi, macet lagi, merayap lagi, macet lagi. Kami tak tahu apa yang terjadi. Teman saya panik karena ia punya urusan penting d Jakarta. Jika macet tak berkesudahan urusan bisa kacau. Teman saya lebih panik lagi setelah ia melongok ke arah depan dan sejauh jauh

mat memandang yang tampak hanya deretan mobil. Kami berkesimpulan pasti terjadi sesuatu yang menyebabkan macet. Dan, tenyata benar, infornasi dari Radio El Shinta menyebutkan, ada truk yang terbakar kilometer 11.Teman saya tambah panik lagi, sebab kami pasti akan tiba di Jakarta tak tepat waktu , molor dari waktu yang direncanakan. Akhirnya kami pasrah, menganggap apa yang kami alami sebagai musibah. Yang kami sayangan, mengapa tidak ada informasi dari pihak pengelola jalan tol. Jika terjadi sesutau, apa lagi yang menyebabkan kemacetan parah, semestinya diinformasian ke calon pengguna jalan tol di gerbang masuk tol. Syukur - syukur informasinya mendetail, misalnya, sampai ke penyebab terjadinya kemacetan. Dengan begitu pengguna jalan tol menjadi ’siap mental’ dan tidak ‘terkejut’ ketika tejebak dalam kemacetan yang menjengkelkan. Heriawan Pamulang

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 18 Januari 2010

6

Indomaret Rebut Posisi Ketiga BANYUWANGI - Tim putra Indomaret Sidoarjo bangkit dari ketertinggalan dan merebut posisi ketiga pada kompetisi Sampoerna Hijau Voli Livoli Divisi Utama 2009, setelah mengandaskan Bank Sumsel Bangka Belitung 3-2 (15-25, 20-25, 25-17, 25-23, 15-11) di GOR Tawang Alun Banyuwangi, kemarin. Khasoni Mufid dan kawankawan bermain kurang solid di dua set awal dan terus mendapat tekanan. Pertahanan yang keropos memudahkan pemain Bank Sumsel membombardir dengan smes-smes tajam. Perubahan formasi dan taktik dilakukan Indomaret di set ketiga dan membuahkan hasil. Setelah sukses memenangi set ketiga, permainan juara bertahan Livoli 2008 ini terus meningkat dan mampu menyamakan skor 2-2. “Terus terang, permainan kami di set pertama dan kedua tidak maksimal, sering membuat kesalahan sendiri sehingga terus tertekan,” kata kapten tim Indomaret, Khasoni Mufid usai pertandingan. Pemain timnas SEA Games 2009 Laos ini, menambahkan keberhasilan merebut posisi ketiga, sedikit mengobati kekecewaan timnya karena gagal mempertahankan gelar juara. “Sebagai juara bertahan, sudah pasti target kami mempertahankan gelar. Tentu kami kecewa tidak bisa memenuhi target itu, tapi hasil ini sudah cukup bagus buat kami,” tambah Khasoni.

Sementara itu, partai final perebutan juara pertama kelompok putra yang mempertemukan Samator Surabaya dengan Bantul Yuso Gunadarma, hingga berita ini diturunkan masih berlangsung. Setelah kelompok putra, akan dilanjutkan pertandingan final putri antara juara bertahan Surabaya Bank Jatim menghadapi Mabes TNI Jakarta. PLN Jakarta Di bagian putri, tim PLNB Jakarta merebut juara ketiga setelah susah payah mengalahkan Popsivo Polwan Jakarta dengan skor ketat 3-2 (31-29, 2515, 17-25, 24-26, 16-14). Popsivo yang tampil buruk di dua set awal, bangkit untuk membalikkan keadaan hingga menyamakan kedudukan 2-2 dan memaksa dimainkannya set kelima. Permainan di set penentuan ini berlangsung ketat dan Popsivo sempat tertinggal 2-5 sebelum akhirnya mengejar angka menjadi 9-9. Kedua tim saling bergantian meraih angka hingga terjadi “deuce”. Namun, pengalaman dan kesabaran pemain senior PLN yang lebih baik, membawa tim ini memenangi pertandingan atas Popsivo. “Materi kedua tim cukup seimbang, tapi kami lebih unggul sedikit dalam pengalaman tanding. Pemain kami berusaha main sabar untuk mengatur stamina dan strategi,” kata pelatih PLNB Jakarta, Edi Setiadi, setelah pertandingan usai.

Ia mengatakan hasil ini sudah sesuai target yang diharapkan, kendati manajemen perusahaan menginginkan bisa menembus final. “Target awal memang masuk empat besar dan setelah kami berhitung dengan kekuatan lawan, peluang menembus final memang sangat besar,” tambahnya. Pelatih Popsivo Polwan Jakarta Dwi Sari Iswaningsih mengaku tidak terlalu kecewa dengan kegagalan timnya merebut posisi ketiga, karena seluruh pemain sudah berjuang maksimal. “Saya justru kecewa dengan permainan adik-adik di set pertama dan kedua yang tidak jalan dan sering mati sendiri. Pemainpemain muda kami juga tidak sabar mengatur ritme permainan dan main pukul terus,” ujarnya. “Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan hasil di Livoli ini dan sudah sesuai target awal yakni lolos empat besar,” ujar mantan pemain nasional itu. Saat berita ini diturunkan, masih berlangsung pertandingan perebutan tempat ketiga di kelompok putra yang mempertemukan juara bertahan Indomaret Sidoarjo dengan Bank Sumsel Bangka Belitung. Indomaret gagal mempertahankan gelar setelah dilibas Samator Surabaya 0-3 di semifinal Sabtu lalu, sementara tim promosi Bank Sumsel ditaklukkan Bantul Yuso Gunadarma juga dengan skor 0-3. (ant)

Livoli Divisi Utama

Tim Mabes TNI Juara BANYUWANGI - Tim putri Mabes TNI Jakarta tampil sebagai juara kompetisi Sampoerna Hijau Voli Livoli Divisi Utama 2009, setelah membekuk juara bertahan Surabaya Bank Jatim dengan skor 3-0 (25-17, 25-21, 25-17) pada final di GOR Tawang Alun Banyuwangi, Jatim, kemarin Kemenangan ini mengulang sukses pertemuan sebelumnya di babak penyisihan grup, dimana Susanti Martalia dan kawankawan juga menang dengan skor telak 3-0 atas Bank Jatim. Bagi Bank Jatim, hasil ini melengkapi kegagalan Rianita Panirwan dan kawan-kawan yang kehilangan gelar juara Proliga, setelah dikalahkan Jakarta Elektrik PLN di partai final awal 2009 lalu. Kegembiraan Mabes TNI semakin lengkap dengan dino-

batkannya “quicker” Yokbeth Kapasiang sebagai pemain terbaik di ajang ini. Sementara pemain Samator Surabaya, Ayip Rizal meraih gelar sama di kelompok putra. “Saya sangat senang dan bangga bisa membawa Mabes TNI juara. Ada motivasi tersendiri saat membela kesatuan di kompetisi seperti ini,” kata Yokbeth usai pertandingan. Pemain asal Papua ini bermain sangat dominan di laga final dan menjadi lumbung pengumpul angka bagi timnya, bersama Susanti Martalia dan Devota Rahawarin. Pelatih Mabes TNI Joko Margo mengaku sudah mengetahui kekuatan Bank Jatim dari pertemuan sebelumnya, sehingga tidak terlalu kesulitan menerapkan strategi pada laga final. “Saya instruksikan anak-

anak untuk mewaspadai pergerakan Maya Kurnia dan Rianita dengan memberikan blokblok rapat. Saya juga melihat “receive” (pengembalian bola) lawan tidak bagus,” katanya. Sementara itu, pelatih Bank Jatim Mashudi mengakui permainan anak asuhnya jauh menurun dibanding laga sebelumnya dan kesulitan mengembangkan variasi serangan. “Pertahanan kami kurang solid dan mudah sekali ditembus, sementara kualitas pemain-pemain junior juga masih jauh dibawah seniornya. Saya akui Mabes TNI tampil luar biasa solid,” ujar Mashudi. Kapten tim Bank Jatim Rianita Panirwan menambahkan timnya sudah bermain sangat maksimal, tapi lawan tampil lebih baik. “Ini hasil terbaik yang bisa kami capai,” tambahnya. (ant)

Sriwijaya FC Harus Dievaluasi PALEMBANG - Sriwijaya Football Club (Sriwijaya FC) harus dievaluasi secara menyeluruh, dengan melibatkan berbagai unsur pendukung, supaya kesebelasan yang sudah punya nama dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatra Selatan (Sumsel) ini akan semakin disegani lawan. Pengurus Sriwijaya FC (SFC), Syamsuramel, di Palembang, kemarin mengatakan, evaluasi itu penting mengingat klub “Laskar Wong Kito” itu kini sering kalah terutama pada pertandingan tandang. Sehubungan itu perlu ada evaluasi dan pembenahan supaya ke depan nantinya kesebelasan yang telah punya nama itu semakin kuat, kata Ramel yang

juga mantan Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Pengprov PSSI) Sumsel itu. Namun, lanjut dia, evaluasi juga perlu melibatkan semua unsur yang terkait termasuk suporter setia SFC yang selama ini selalu menyemarakkan dan memberikan motivasi ketika kesebelasan itu bertanding. Menurut dia, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen SFC juga harus dilibatkan dalam evaluasi tersebut, agar pertandingan ke depan kesebelasan milik masyarakat Sumsel itu dapat tampil menjadi pemenang. Evaluasi itu, lanjut dia, untuk mengetahui kelemahan selama ini sehingga dapat dibena-

hi yang diharapkan kesebelasan tersebut bisa tampil menjadi juara. Sebelumnya pelatih SFC, Rahmad Darmawan mengatakan bahwa evaluasi tersebut merupakan itu hal yang cukup penting. Evaluasi perlu dan terus dilaksanakan supaya kesebelasan tersebut semakin disegani lawan, kata dia. Namun, menurut dia, selama ini umumnya kondisi pemain dalam latihan cukup bagus tetapi setelah berhadapan langsung saat bertanding belum begitu maksimal. “Ini kemungkinan ada faktor lain, sehingga perlu evaluasi dan dimotivasi lagi,” kata dia pula. (ant)

Chris John Berlatih di Australia SEMARANG - Juara dunia kelas bulu WBA, Chris John, merencanakan berlatih di Sasana Herry’s Gym di Perth, Australia, akhir Januari 2010, untuk persiapan menghadapi petinju Amerika Serikat di Bali, awal April mendatang. “Kalau tidak ada perubahan, akhir bulan ini saya berangkat ke Australia untuk berlatih dalam rangka mempersiapkan diri untuk pertarungan mendatang,” kata Chris John ketika dihubngi di Semarang, kemarin. Kemungkinan berlatih di Australia selama sebulan kemudian dilanjutkan latihan di Banyuwangi, Jatim, di Sasana Mirah Boxing Camp pimpinan Zaenal Thayeb yang juga promotor untuk pertarungan April 2010. Latihan terakhir petinju dengan julukan The Dragon di Australia saat persiapan menghadapi Rocky Juaerz di MGM Grand, Las Vegas, Nevada, Amerika

Chris John

Serikat, 19 September 2009. Selama berlatih di Herry’s Gym, Chris John ditangani pelatihnya Craig Christian yang juga manajernya. Biasanya untuk menghadapi suatu pertarungan, Chris John berlatih di sasana tersebut satu hingga dua bulan.

Kemudian meneruskan latihan di sekitar lokasi pertarungan untuk menyesesuaikan diri dengan kondisi cuaca di tempat pertarungannya sekitar satu hingga dua minggu. Ketika ditanya nama lawan yang akan dihadapi pada pertarungan awal April mendatang, suami mantan atlet wushu Jateng, Anna Maria Megawati tersebut, belum menyebutkan namanya. “Nanti pada saatnya akan saya beritahu soal namanya. Kalau tidak ada perubahan lawannya mendatang berasal dari Amerika Serikat,” katanya. Pertarungan melawan petinju Amerika Serikat ini merupakan yang ketiga kalinya bagi petinju yang mendapat gelar Super Champions dari WBA. Sebelumnya adalah saat melawan Derrick Gainer (di Indonesia) dan kedua Rocky Juarez (di Amerika). (ant)

Suluh Indonesia/ant

PERSIPURA MENANG - Pesepakbola Persipura Jayapura, Yustinus Pae (kiri) berebut bola dengan pesepakbola Persela Lamongan, Tomy Rifka (kanan) saat bertanding dalam lanjutan Liga Super di Stadion Mattoanging Makassar, kemarin. Persipura menang 2-0.

Persipura Tekuk Persela 2-0 MAKASSAR - Persipura Jayapura tekuk Persela Lamongan 2-0 pada pertandingan lanjutan kometisi Liga Super Indonesia putaran pertama di stadion Andi Mattalatta Makassar, kemarin Dua gol kemenangan Persipura diborong Alberto Gonsalves melalui titik penalti pada menit ke-69. Kemudian pemain asing Persipura itu kembali menggetarkan gawang Persela yang dijaga Fausal Mubaraq pada menit ke-85. Tim Mutiara Hitam, julukan Persipura yang sejak awal kompetisi musim ini memilih Makassar sebagai “home base”, terus menekan pertahanan Persela di babak pertama, namun tidak membuahkan gol. Hujan yang turun pada babak kedua mengakibatkan permainan kedua tim kurang bekemnbang. Umpan-umpan bola yang dilancarkan pemain selalu kandas di atas genangan air. Namun, pemain-pemain Persipura memanfaatkan kondisi tersebut dengan melakukan te-

kanan ke lini belakang Persela, sehingga membuahkan gol lewat titik finalti setelah salah seorang pemain belakang melakukan pelanggaran terhadap pemain Persipura. Gonsalves dengan jitu melakukan eksekusi pada menit 69, sehingga mengubah skor menjadi 1-0 untuk Persipura. Pelatih Persipura Jacksen F Tiago menyatakan puas atas hasil kemenangan yag diraih tim asuhannya. “Pemain tampil maksimal dan menjalankan instruksi sehingga membuahkan hasil merebut poin sempurna,” ujar Jacksen usai pertandingan. Sementara pelatih Persela Widodo C Putro mengatakan, pertadingan berlangsung imbang, namun “dewi fortuna” berada pada tim lawan, sehingga timnya gagal meraih poin. Persiba Unggul 1-0 Atas PSM Pada pertandingan lain, Persiba Balikpapan unggul 1- 0 atas PSM Makassar di stadion Persiba Balikpapan.

Gol kemenangan tim tuan rumah dicetak oleh Julio Lopez, pemain asing asal Cile pada menit ke-56 babak kedua, setelah mendapat umpan dari Ferry Ariawan. Pada babak pertama para pemain Persiba tidak mampu membobol gawang PSM yang dijaga ketat oleh kiper Samsidar. Demikian pula dengan pertahanan Persiba yang dijaga oleh I Made Wirawan, beberapa dicoba untuk dibobol oleh para pemain PSM namun gagal. Hingga babak pertama kedua tim tidak ada yang mampu membobol pertahanan lawan, hingga pertama berakhir 0-0. Saat babak kedua tim kembali melancarkan serangan ke masing-masing pertahanan lawan, namun tetap gagal. Pada pertandingan antara Persiba dan PSM yang dipimpin wasit Jimmy Napitupulu dari Medan, sempat mengeluarkan satu kartu kuning untuk Hendri Njobi dari PSM pada menit ke-89. Selanjutnya, ketika Persiba mampu meraih angka pada babak kedua, permainan PSM semakin keras untuk mencoba

meraih angka namun gagal dan score 1-0, atas keunggulan Persiba. Pelatih PSM, Hanafing mengatakan bahwa meskipun tim asuhannya kalah, namun permainan kedua tim cukup bagus, karena banyak didominasi pemain muda. “Hal tersebut terlihat dengan susahnya Persiba untuk membobol pertahanan PSM, karena Julio Lopez terus dikawal,” ujarnya. Namun, pertahanan PSM bobol ketika para pemain yang melakukan pertahanannya lengah, sehingga Julio Lopez mengambil kesempatan untuk membobol gawang PSM melalui tendangannya. Sementara itu, pelatih Persiba, Hariyadi merasa senang atas kemenangan tim Persiba yang diasuhnya, meskipun kewalahan menghadapi tim tamu. “Karena PSM menerapkan seragan balik dan kita mengalami kesulitan, namun lolosnya Julio Lopez dari penjagaan PSM, sehingga mampu mencetak angka kemenangan,” katanya. (ant)

Hendarji Ketua Umum PB.FORKI JAKARTA - Mayjen TNI Hendarji Soepandji terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Karate-do Indonesia (PB.FORKI) periode 2010-2015 dalam Munas FORKI ke-13 yang berakhir kemarin di Jakarta. Hendarji terpilih sebagai Ketua Umum PB.FORKI setelah mengantongi 59 suara pada putaran kedua. Ia mengungguli kandidat lainnya, Rachmat Gobel yang memperoleh 53 suara. Proses pemilihan terpaksa dilakukan dua putaran karena pada putaran pertama yang memilih tiga kandidat yakni Hendarji, Rachmat Gobel dan Osman Sapta Odang tidak ada pemenang mayoritas 50 perses plus 1. Pada putaran pertama, Hendarji unggul dengan mengantongi 45 suara kemudian diikuti Rachmat Gobel dengan 40 suara dan Osman Sapta Odang hanya mendapatkan 24 suara. Sebagai Ketua Umum PB.FORKI, Hendarji diberi tenggang waktu satu bulan

menyusun personel kepengurusan (Kabinet)-nya. Ia dibantu empat anggota formatur masing-masing dua dari unsur daerah dan perguruan. Dua unsur pengda yang menjadi tim formatur adalah Sumut dan Sulsel. Sementara dari unsur perguruan dipercayakan kepada Inkanas dan KKI. Namun dalam penunjukkan unsur perguruan ini sempat menimbulkan ketegangan karena Ketua Umum terpilih Hendarji menolak Lembaga Karatedo Indonesia (Lemkari). Tampaknya Hendarji masih tetap menganggap Lemkari sebagai ‘’musuh” yang harus disingkirkan. Karena perguruan yang dipimpin Anthon Lesiangi ini sudah lama berseberangan dengan PB.FORKI. Hendarji sendiri mengelak memberikan jawaban ketika ditanya apa alasannya menolak Lemkari masuk tim formatur. ”Saya tak bisa jelaskan di sini karena itu masalah internal,”kata mantan Komandan Pusat Polisi Militer (Dan

Hendarji Soepandji

Puspom)itu. Namun sikap Hendarji dinilai sebagian peserta Munas justru memelihara benih-benih perpecahan di tubuh FORKI. ‘’Semestinya beliau itu sebagai pucuk pimpinan FORKI yang baru merangkul dan memayungi semua perguruan. Apalagi salah satu kriteria men-

jadi Ketua Umum PB.FORKI adalah netral dan berdiri di atas semua perguruan,” kata seorang sesepuh karate yang namanya tak mau disebutkan itu. Sikap Hendarji yang sebelumnya menjabat Sekjen PB.Forki itu juga makin memperpanjang perseteruan antara FORKI dengan Lemkari khususnya Anthon Lesiangi. Hendarji yang menggantikan Ketua Umum PB.FORKI sebelumnya, Luhut Panjaitan itu mengatakan langkah pertama yang dilakukan di awal kepengurusannya nanti adalah mengunjungi semua pengda dan perguruan. Mengenai pembinaan ke depan, Asisten Pengamanan (Aspam) KASAD itu mengatakan akan fokus ke Asian Games XVI Nopember mendatang di Guangzhou, Cina dan SEA Games XXVI/2011 di Indonesia. Untuk menghadapi kedua even itu, FORKI akan menggelar kejurnas Piala KASAD pada Maret mendatang di Surabaya, Jatim. (oli)

Gurning Sambut Positif Andika PEKANBARU - Pelatih PSPS Pekanbaru, Abdurrahman Gurning menyambut baik kehadiran striker tim nasional U-23, Andika Yudistira Lubis yang memperkuat klub tersebut pada putaran kedua Liga Super Indonesia 2009/2010. “Kita beruntung bisa mendapatkan Andika,” kata Gurning di Pekanbaru, kemarin. Menurut dia, kemandulan lini depan yang dihadapi anak asuhnya dalam beberapa partai terakhir seperti ketika bertanding ke kandang Sriwijaya, Palembang dan Persib, Bandung yang keduanya berakhir dengan kekalahan tidak terlepas dari minimnya pilihan

pemain depan. Sedangkan tim lawan yang dihadapi telah mengerti akan kekuatan pasukan Askar Bertuah sehingga satu hingga dua pemain lawan selalu menempel pemain kunci PSPS yang haus gol Herman Dzumafo sepanjang pertandingan. Duet Dzumafo-Isnaini dinilai kurang bisa memaksimalkan peluang yang ada dan jika hanya mengandalkan suplay bola dari pemain asing asal Kamerun tersebut serta lini tengah PSPS sendiri. Andika sebelumnya sempat merumput bagi klub PSMS Medan dan selama ini menjalani pemusatan latihan persiapan yang diproyeksikan

untuk SEA Games XXV di Laos yang digelar medio Desember 2009. Bermodalkan pengalaman yang diperoleh pemain itu, maka Gurning berencana akan menjadikan Andika sebagai pemain inti dengan menggunakan formasi 4-3-3 dengan menurunkan tiga striker sekaligus. “Dengan hadirnya Dika, maka untuk partai kandang kita punya pilihan formasi menyerang dengan 4-3-3 dari formasi baku yang kita pakai selama ini baik di kandang atau pun tandang yakni 4-4-2,” jelasnya. Tambahan amunisi baru di tubuh tim Askar Bertuah yang mulai dimainkan pada putaran kedua Liga Super Indonesia

2009/2010 itu juga diharapkan bisa memaksimalkan peran PSPS di Copa Indonesia yang mulai digelar Maret 2010. Sebelumnya pihak manajemen PSPS Pekanbaru memastikan Andika bergabung setelah melakukan pembicaraan langsung mengenai kontrak dan berbagai hal terkait kepindahan mantan pemain PSMS Medan itu, namun manejemen tidak bersedia menyebutkan nilai kotrak pemain dalam separuh musim kompetisi itu. Andika sendiri menyatakan ingin mempersembahkan permainan terbaiknya dengan torehan gol demi gol bagi tim kesayangan warga Pekanbaru dan sekitarnya itu. (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 18 Januari 2010

7

Inter Ditahan Imbang Bari MILAN - Goran Pandev membantu Inter Milan untuk bangkit kembali dari kekalahan dua angka sampai akhirnya kedudukan menjadi 2-2 pada lanjutan pertandingan kompetisi Liga Italia melawan Bai, Sabtu waktu setempat. Tim asuhan Jose Mourinho itu, yang menang 4-3 melawan Siena minggu lalu, kelihatannya sudah nyaris kalah, setelah kecolongan dua angka penalti Paulo Barreto pada babak kedua, tetapi mereka bangkit kembali kendati kehilangan beberapa pemain kunci yang cedera. Mantan striker Lazio Pandev dengan jitu mencetak angka pertama Inter dan kemudian menambahnya setelah mendapat bola dari Diego Milito sehingga posisi semakin jauh dari AC Milan, terpaut sembilan poin. Tim urutan kedua Milan, yang masih memilik beda satu pertandingan, akan menjamu Siena pada pertandingan Minggu (1400 GMT). “Kami semua tahu ini merupakan pertandingan sulit. Kami melakukan semua kemampuan untuk mengatasinya. Kami tidak dapat menang, tetapi hasil imbang sudah bagus,” kata pemain dari Macedonia, Pandev, yang baru menandatangani kontrak awal bulan ini, dalam wawancara dengan telvisi Sky. Bari, urutan kesembilan dalam klasemen, melakukan permainan awal mengesankan dan memimpin setelah pemain bertahan Inter Walter Samuel menyentuh bola saat melakukan “sliding” untuk menghentikan laju umpan Riccardo Meggiorini, sehingga pemain dari Brazil Barreto mendapat peluang untuk melakukan tembakan lansung. Kemenangan menarik Barreto merayakan kemenangannya dengan memegang kaus temannya Andrea Ranocchia, yang dalam musim kompetisi ini banyak istirahat karena cedera, sehingga posisinya sempat terancam kendati akhirnya masuk terakhir pada tim Piala Dunia Italia. Ia kembali mencetak angka tiga menit kemudian dari titik yang sama, setelah Lucio bertindak kasar menjatuhkan Alessandro Parisi. Inter hanya memiliki beberapa kesempatan karena kuatnya barisan bertahan lawan, sampai akhirnya Pandev berhasil menguasai bola yang mental dari Mario Balotelli dan lahir gol pertama menit ke-68. Ia dijatuhkan pada menit ke-74 oleh Leonardo Bonucci, yang beruntung tidak mendapat kartu merah dan Milito melakukan penyelesaian akhir. Cagliari sebelumnya naik ke urutan keenam setelah menang meyakinkan 3-0 atas Livorno di Sardinia. Joaquin Larrivey melakukan tendangan bebas ketika pertandingan baru berlangsung tiga menit dan menyarangkan bola ke pojok gawang dari luar kotak penalti dan mengulangnya pada awal babak kedua sebelum gebrakan Jeda menutup kemenangan mereka. Cagliari, yang ketuanya Massimo Cellino disebut-sebut media akan ke klub liga utama Inggris West Ham United, tidak terkalahkan dalam empat pertandingan liga mereka. (ant)

Sainz Juara Reli Dakar BUENOS AIRES - Mantan dua kali juara dunia reli mobil Carlos Sainz dari Spanyol, untuk pertama kali tampil sebagai juara Reli Dakar setelah mendapat perlawanan sengit dan mengalahkan rekan setimnya yang memacu Volkswagen, Nasser al-Attiyah dari Qatar. Al-Attiyah pada tahap terakhir yang ke-14 tampil tercepat dan berada di urutan pertama sedangkan Sainz di urutan kedua dengan beda waktu 0:36 sedangkan pada klasemen keseluruhan jaraknya dengan Sainz terpaut 2:12. Pereli dari Qatar itu menang pada tahap terakhir sepanjang 206Km dari San Rafael ke Buenos Aires, tetapi tidak mampu mengatasi waktu juara dunia Sainz, yang menuduhnya Jumat bermain tidak jujur. Sainz, yang sudah memimpin sejak tahap kelima, menang dua menit 12 detik, sama dengan waktu sekitar 3,73Km dari reli sepanjang 4.806 itu. “Saya menang di Eropa, di Spanyol, dan hari ini di Dakar,” kata pereli Spanyol itu dalam laman resmi panitia (www.dakar.com), “Saya amat gembira dan puas.” “Ini reli yang keras dan saya berjuang untuk menang dalam lomba dari teman setim saya sendiri. Sebelumnya saya sudah membayangkan hal itu akan terjadi,” katanya. Al-Attiyah mengucapkan selamat pada teman setimnya. “Yang penting Volkswagen menang. Tahun depan saya yang menang.” Pereli dari Prancis Guerlain Chicherit juara ketiga di atas BMW Sedangkan pembalap NASCAR Robby Gordon dari Amerika Serikat di tempat kedelapan. Pereli dari Prancis Cyril Despres meraih gelar ketiganya di kategori sepeda motor setelah melaju di atas KTM. Reli Dakar diadakan dari Chile ke Argentina untuk tahun kedua setelah perlombaan di kawasan Afrika dibatalkan pada 2008 dengan alasan faktor keamanan. (ant)

Suluh Indonesia/ap

TERBANG - Pemain FC Barcelona, Zlatan Ibrahimovic (kiri) ‘terbang’ berupaya memasukan bola ke gawang Sevilla yang dikawal Andres Palop, dalam pertandingan lanjutan Liga Spanyol, Sabtu waktu setempat. Barca menang 4-0.

Barca Gebuk Sevilla MADRID - Barcelona mengalahkan Sevilla 4-0 setelah Lionel Messi menyumbang dua angka dan mereka meraih keuntungan lewat kekalahan Real Madrid atas Athletic Bilbao pada pertandingan kompetisi Liga Spanyol (La Liga), Sabtu waktu setempat. Barca, yang belum terkalahkan, kini mengukuhkan pimpin-

an klasemen dengan lima poin setelah Real kalah 0-1 pada pertandingan di San Mames, lewat gol tunggal yang diciptakan Fernando Llorente. Barcelona, yang disingkirkan dari kompetisi Piala Raja Spanyol oleh Sevilla minggu ini, mengantongi 46 poin dari 18 pertandingan sedangkan Real memiliki 41 poin dan Valencia,

yang akan menjadi tuan rumah atas saingannya Villarreal, Minggu, berada di urutan ketiga dengan simpanan 35 poin. Barca seperti biasa mendominasi permainan sejak awal pada laga diiringi hujan di Nou Camp dan Zlatan Ibrahimovic, Thierry Henry dan Messi beberapa kali mendekati gawang lawan, sebelum pemain bertahan

Sevilla Julien Escude melakukan kesalahan ketika memasukkan bola ke dalam gawangnya sendiri pada menit ke-49. Pedro dengan permainan akurat menambah angka Barca dengan mengelabui penjaga gawang Sevilla Anders Palop, sebelum Messi menambah angka akhir dari jarak dekat pada menit ke-85.

Serena Williams (kiri) dan Roger Federer (kanan).

Gempa Haiti

Bintang Tenis Kumpulkan Dana MELBOURNE - Para bintang tenis dunia kemarin mengumpulkan dana paling tidak 200.000 dolar Australia (185.000 dolar AS) untuk korban gempa Haiti dalam pertandingan ganda amal yang dipimpin Roger Federer dan Serena Williams. Federer menyelenggarakan event tersebut di Rod Laver Arena menjelang Australia Terbuka, setelah menyaksikan peristiwa tragis di negara Karibia itu di televisi. “Saya mengikutinya di televisi dan melihat kerusakan akibat gempa itu,” kata superstar Swiss tersebut. “Sabtu pagi, saya berfikir kita harus berbuat sesuatu, saya

hubungi Kepala Tenis Australia Craig Tiley dan mengatakan ‘apakah itu mungkin?’ “Ia mengatakan barangkali tidak. “Saya hubungi beberapa pemain untuk bicarakan hal ini dan mereka bersedia, ‘kita mesti segera lakukan.’ Dalam 24 jam kami mampu menyelesaikannya.” Federer bisa mengajak petenis putri nomor satu dunia Serena Williams, Rafael Nadal, Kim Clijsters, Novak Djokovic, Andy Roddick, dan favorit Australia Ll;eyton Hewitt dan Samantha Stosur. Meskpun pemberitahuannya terlambat, karcis dapat dijual kepada 15.000 penonton

yang memadati Rod Laver Arena dan masing-masing membayar 10 dolatr Australia (sembilan dolar AS), dengan pelaksanaannya dilakukan Partners in Health, suatu amal untuk membantu Haiti. “Tenis Australia melakukan pekerjaan yang mengagumkan dalam mempromosikan event tersebut dalam waktu yang demikian singkat,” tambah Federer. “Sangat mengagumkan melihatnya, saya merasa sangat senang event tersebut demikian berhasil.” Tiley mengatakan terlalu dini untuk menghitung uang yang sudah dikumpulkan, tetapi pa-

ling tidak berjumlah paling tidak 200.000 dolar (185.000 dolar AS). Para pemain dibagi menjadi dua tim, merah dan biru, warna bendera Haiti, dengan mantan juara Grand Slam Jim Courier menjadi wasit pertandingan. Clijsters, Djokovic, Nadal, dan Roddick berada di Tim Biru dan yang lainnya di tim Merah, dengan tim Federer memenangi pertandingan 7-6. Para pemain memakai mokrofone portabel untuk bisa bersendau gurau dengan para penonton. Roddick, yang dihakimi secara salah oleh penjaga garis, melakukan sendagurauan dengan mengancam Serena untuk menyuruhnya mencari retribu-

Seol Bergabung Kepohang SEOUL - Pemain Korea Selatan Seol Ki-hyeon bergabung dengan juara Asia Pohang dalam usaha memperbesar peluangnya untuk bergabung dengan tim Piala Dunia di Afrika Selatan, demikian dilaporkan media lokal, kemarin. Seol menandatangani kontrak satu tahun dengan klub Liga-K Steelers setelah meninggalkan klub liga utama Inggris Fulham minggu lalu. Carlos Sainz

Pemain depan Argentina itu, yang menciptakan hartik di kandang tim yang baru dipromosikan Tennefire minggu lalu, kemudian menyambut bola yang melayang dari Eric Abidal pada menit pertama perpanjangan waktu dan lahir golnya yang ke-14 musim ini, dua lebih banyak dari saingannya David Villa dari Valencia. (ant)

“Saya pulang kampung setelah 10 tahun. Saya akan membayar para pendukung saya selama ini, terlebih setelah mendapat pengetahuan tentang sepak bola di Eropa,” kata Seol seperti dilaporkan kantor berita Yonhap. Pemain tengah berusia 31 tahun itu merupakan salah satu pemain negara itu ketika berada di urutan keempat Piala Dunia 2002, ketika Korea Selatan bertindak selaku tuan rumah bersama dengan Jepang. (ant)

Seol Ki-hyeon

si bersama dengan penjaga garis yang ia semprot di AS Terbuka September lalu. Serena menanggapi gurauan itu dengan semangat yang baik, sambil tertawa. Gempa bumi berkekuatan 7,00 skala Richter mengguncang Haiti pekan lalu, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa dan penderitaan warga lainnya di negara miskin tersebut. Menurut Pemwerintah Haiti, korban terakhir yang tewas paling tidak 50.000 orang, dan 1,5 juta jiwa kehilangan rumah tinggal, tetapi kemungkinan korban lebih besar lagi. Perkiraan sebelumnya 100.000 orang tewas. (ant)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Senin 18 Januari 2010

Daerah Lumbung Beras Nasional

Harga Beras Naik Tajam CIANJUR - Harga beras di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang menjadi salah satu lumbung beras nasional terus melonjak. Pasalnya, persediaan beras di tingkat pedagang pada awal tahun ini mulai berkurang, menyusul terbatasnya stok beras ditingkat penggilingan, kata Timo pemilik toko beras di Jalan Penembong, Cianjur, Minggu. Meski demikian, para pedagang mengungkapkan stok yang ada saat ini masih mencukupi untuk melayani permintaan konsumen. “Saat ini stok di tingkat pedagang dan pengilingan padi mulai berkurang, sehingga harga beras terus melonjak setiap harinya,” katanya. Menurutnya, stok yang ada saat ini berkurang hampir setengah dari biasanya. Sebelumnya, ia menyiapkan stok

hingga 50 ton, namun saat ini paling banyak 25 ton. Saat ini, ungkapnya, pembelian beras disesuaikan dengan permintaan konsumen karena pihaknya tidak berani menyimpan stok beras dalam jumlah banyak. Selain faktor harga yang terus naik, ia harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli beras, ditambah pula harga beras yang saat ini tinggi, bisa tiba tiba turun drastis. “Hampir semua jenis beras harganya melonjak berkisar Rp 5.600-Rp 6.200 per kilogram,” tuturnya. Hal senda terucap pula dari Hendra (32) pemilik kios beras di Pasar Induk Cianjur. Kenaikan harga beras telah dirasakan pedagang menjelang pergantian tahun. Hingga saat ini, ungkapnya, kenaikannya rata-rata mencapai Rp 800 per kilogram untuk

setiap jenis beras. Meskipun harga terus melonjak naik, ungkap pedagang beras itu, persediaan beras dari penggilingan masih ada dan dinilai masih mencukupi. Namun penggilingan mengandalkan stok yang ada, dimana para pemilik pengilingan umumnya mengandalkan gabah dari petani, sedangkan saat ini para petani baru menanami lahannya. “Untuk stok kami rasa masih cukup, namun harga yang harus terus naik. Selain faktor belum masuknya musim panen, juga dipengaruhi harga pembelian yang ditentukan pemerintah,” tandasnya. Harapan para pedagang pihak terkiat di Pemkab Cianjur, segera melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras. (ant)

”Bocah Penuh Ulat” Dirawat Intensif SEORANG bocah penderita penyakit Aneh, Umi (12) menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Akibat penyakit aneh yang deritanya, Umi yang masih duduk dikelas VI SD, berasal dari Desa Tarinding Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa sekitar 100 kilometer dari Kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar, dirawat dalam kondisi lemas dan kritis di RSUD Mamuju, Minggu. Sumitro kakak kandungnya mengatakan, Umi yang menderita penyakit aneh tersebut sudah berlansung sejak dua tahun, sebelumnya Umi hanya menderita luka bisul biasa, namun tidak mendapat perawatan medis secara intensif. “Luka Umi tidak pernah diobati secara medis karena keluarga kami berasal dari keluarga tidak mampu, sehingga luka bisul yang dideritanya semakin parah, lalu kemudian luka bisulnya berulat,” katanya.

Ia mengatakan, dua tahun kemudian luka Umi bertambah parah, dan tidak mampu diobati, karena ulat yang ada pada lukanya kemudian masuk kedalam tubuhnya. “Tubuh Umi sekarang dipenuhi ulat, dari bagian badan hingga keleher, dikhawatirkan ulat yang ada ditubuh Umi sudah naik ke kepalanya,” ujarnya. Menurut dia, Umi dibawa kerumah sakit karena penyakit misterius yang dideritanya, semakin parah karena ulat di tubuh Umi terus tampak dengan jelas bergerak-gerak di dalam tubuhnya. “Kami khawatir sehingga dengan dibantu Kepala Desa Tarinding Umi dibawa kerumah sakit ini, karena Umi juga sudah dibawa kepuskesmas dan berobat ke dukun namun kondisinya justru memburuk,” katanya. Ia mengatakan, di RSUD

Mamuju Umi telah menjalani operasi ringan namun hanya sedikit ulat yang bisa dikeluarkan dari tubuhnya. Ia berharap ada dermawan dan pemerintah setempat yang bisa membantu beban Umi untuk memberikan keringanan pengobatan di RSUD Mamuju sekaligus untuk biaya hidupnya selama dirawat di RSUD Mamuju, karena Umi berasal dari keluarga yang tidak mampu. Sementara Maryam, salah seorang petugas medis di RSUD Mamuju mengatakan, Umi belum dapat ditangani secara optimal untuk mengeluarkan ulat dari tubuhnya karena tidak adanya tenaga medis untuk ahli bedah. “Seharusnya Umi dioperasi oleh tenaga medis ahli bedah untuk mengeluarkan ulat dalam tubuhnya yang begitu banyak tapi dirumah sakit ini belum ada ahli bedah yang mampu menangani penyakit aneh yang derita Umi,” katanya. (ant)

8

Dua Hari Diamuk Angin Topan

Ratusan Rumah Rusak Berat CILACAP - Bencana angin puting beliung kembali menerjang Desa Padangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu, sekitar pukul 16.00 WIB. Sehari sebelumnya, angin topan juga meluluhlantakkan rausan rumah di sejumah kecamatan di Cilacap. Kepala Desa Padangsari Mustangin mengatakan, angin puting beliung tersebut datang menyertai hujan deras yang turun sejak pukul 15.00 WIB. “Berdasarkan pendataan sementara, angin tersebut menyebabkan dua rumah rusak berat akibat tertimpa pohon dan lima rumah

rusak sedang,” katanya. Ia mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan di lapangan terhadap kemungkinan adanya rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin tersebut. Selain menerjang Desa Padangsari, angin puting beliung yang terjadi Minggu (17/1), sekitar pukul 16.00 WIB juga melanda Desa Kutasari, Kecamatan Cipari. Camat Cipari Warsono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung tersebut. “Berdasarkan pendataan sementara, hujan

deras yang disertai angin puting beliung tersebut menyebabkan tiga rumah mengalami kerusakan sedang akibat tertimpa pohon,” katanya. Sebelumnya, bencana yang disebabkan angin kencang tanpa disertai hujan melanda empat desa/kelurahan di Kabupaten Cilacap pada Sabtu (16/1), sekitar pukul 16.30 WIB, yakni Desa Ujungmanik dan Bringkeng, Kecamatan Kawunganten, serta Kelurahan Tritih Kulon dan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara. Bencana angin di Desa Ujungmanik mengakibatkan enam rumah roboh, satu dapur roboh, satu bangunan tempat

penyulingan minyak kayu putih roboh, 31 rumah rusak berat, dan 162 rumah rusak ringan serta seorang warga mengalami luka ringan akibat tertimpa atap rumahnya yang roboh. Desa Bringkeng terdapat satu rumah roboh, 27 rusak berat, dan 33 rusak ringan, Kelurahan Mertasinga terdapat enam rumah rusak ringan serta Kelurahan Tritih Kulon sebanyak empat rumah rusak ringan. “Angin kencang yang datang dari arah barat ini bergerak dari arah barat menuju timur dengan sangat cepat. Ini bukan angin puting beliung melainkan angin topan,” kata Kepala Desa Ujungmanik Supardan. (ant)

Setelah Rumahnya Dilempari Batu

Pimpinan Surga Aden Diusir CIREBON - Ratusan warga di kelurahan Argasunya kota Cirebon bersama sejumlah Ormas Islam dan ulama serta santri se-Kota Cirebon mendatangi kediaman Ahmad Tantowi, tersangka pimpinan aliran sesat “Surga Aden,” Minggu. Mereka meminta pemerintah dan kepolisian untuk membubarkan aliran tersebut serta menolak kedata-

ngan kembali pimpinan aliran tersebut. Berdasarkan pantauan, warga mendatangi rumah Ahmad Tantowi yang berada di kampung Surapanda, keluarahan Argasunya kecamatan Harjamukti kota Cirebon sekitar pukul 10.00 WIB sambil membawa poster yang bertuliskan hujatan kepada pimpinan aliran tersebut yang dianggap telah menodai agama Islam.

Selain berteriak menghujat dan mengusir Ahmad Tantowi berserta pengikutnya, sejumlah warga yang marah sempat melempari rumah tersebut dengan batu namun berhasil diredam oleh pimpinan aksi. “Kami tidak rela jika Ahmad Tantowi dan para pengikutnya menginjakkan kaki lagi di tanah Cirebon. Mereka telah menodai agama Islam dan menyesatkan,” kata Ustadz Ujang Zakaria

pemimpin aksi. Menurut Ujang dengan ditetapkannya Ahmad Tantowi sebagai tersangka oleh Polisi karena dianggap telah melakukan pencabulan dan penistaan agama menyebabkan warga Cirebon marah, bahkan dianggap telah mencoreng nama baik Cirebon sebagai kota wali. Setelah cukup berorasi, warga kemudian melakukan tahlil dan doa bersama. (ant)

Edisi 18 Januari 2010 | Suluh Indonesia  

Headline : Pasar Politik Jenuh Terhadap Megawati