Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771 www.suluhindonesia.com

Kamis, 16 Desember 2010

OJK Sarat Isu Politik

KUR Hindarkan TKI dari Rentenir

Bisa Tekan Inflasi

PENGAMAT ekonomi, Agustinus Prasetyantoko, mengatakan, rencana pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan memegang fungsi pengaturan, pengawasan, pengenaan sanksi, dan pemberian ...hal. 1

PEMERINTAH menjamin program kredit usaha rakyat (KUR) mampu menghindarkan para tenaga kerja Indonesia (TKI) dari jeratan para rentenir. “KUR ini dapat menjadikan TKI lebih pasti, bunga ringan, dan bebas ...hal. 2

PENGAMAT ekonomi Danareksa Researh Institute, Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat, isolasi pembatasan konsumsi BBM bersubsidi hanya kepada kendaraan pribadi akan menekan laju inflasi. “Kalau bisa ...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

No. 235 tahun IV

Suluh Indonesia/ant

DUKUNG - Paguyuban Dukuh Bantul dengan memakai pakaian adat Jawa mengikuti upacara untuk peringati Maklumat 5 September 1945 di Pasar, Sewon, Bantul, Yogyakarta, kemarin.

Tim Investigasi

Hanya Cari Opini

Deponering Bichan

Tak Akan Berubah JAKARTA - Jaksa Agung Basrief Arief menegaskan tidak akan mengubah keputusan deponeering, terhadap kasus yang menyeret dua nama pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Meski, DPR akan menolak keputusan tersebut. ‘’Kalau dari sisi regulasi Undang-Undang, bahwa keputusan deponeering itu adalah diskresi dan kewenangan dari Jaksa Agung. hanya dalam pelaksaannya, kami memang meminta pendapat dari badan yang berhubungan (salah satunya adalah DPR-red),” katanya di Jakarta, kemarin. Dijelaskan, permintaan saran pendapat dulu diajukan telah diajukan secara formal oleh Plt Jaksa Agung kepada pimpinan DPR. Namun, hingga kini DPR belum memberikan sikap resmi, terkait dengan rencana deponeering yang akan dikeluarkan oleh Kejaksaan Agung. ‘’Secara formal kita ajukan ke pimpinan dewan, tentunya kita juga berharap agar mendapatkan jawaban yang formal juga. Setelah itu kita kaji dan baru kita tetapkan,” ujarnya. Ketika ditanya, apakah Kejaksaan Agung juga akan melakukan pemeriksaan terhadap para jaksa yang pernah menyidik kasus tersebut, Basrief hanya menyatakan pihaknya hanya akan fokus terhadap kasus hukumnya saja. (har)

10 Pengacara

Kawal Abu Tholut JAKARTA - Abu Tholut yang diduga pelaku aksi teror di Indonesia akan didampingi oleh sepuluh pengacara yang tergabung dalam Tim Pembela Abu Tholut. ‘’Tim Pembela Abu Tholut (TPAT) yang terdiri dari sepuluh orang siap membantu pendampingan hingga persidangan,” ketua TPAT Yuswakir di Jakarta, kemarin. TPAT sudah meminta ijin keluarganya dalam hal ini adalah adik Abu Tholut, Kusniati. Tapi harus meminta ijin juga dari Mabes Polri. ‘’Kita tim kuasa hukum maunya pada UndangUndang Teroris yakni 7x24 jam yang diduga terlibat harus didampingi untuk penyidikan,” kata Yuswakir. TPAT sudah datangi Mako Brimob, sesuai keinginan keluarga untuk melihat kondisi Abu Tholut, untuk melihat wujud fisik dan rohaninya apakah sehat. Tapi karena belum jadwalnya besuk maka tidak diperkenankan. Abu Tholut ditangkap di Desa Bae Pondok RT 4 RW 3 Kecamatan Bae, Kudus. ‘’Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan terkait kasus terorisme antara lain terlibat pelatihan militer di Aceh, perampokan Bank CIMB Niaga,” kata Karo Penmas Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana. (ant)

JAKARTA - Hakim Konstitusi Akil Mochtar mengatakan, laporan tim investigasi ke KPK hanya cari opini publik karena semua rekomendasi sudah ditindaklanjuti MK. ‘’Itu hanya cari-cari opini aja,” katanya menanggapi laporan Tim Investigasi Pimpinan Refly Harun ke KPK di Jakarta, kemarin. Menurut Akil, laporan yang diajukan Ketua MK Mahfud MD dan dirinya dengan Tim Investigasi sama, yaitu rekomedasi kasus JRS (Bupati Simalungun JR Saragih). ‘’Lalu apa yg kurang ?, semua hasil investigasi sudah diserahkan kepada KPK,” kata Akil. Ia mengungkapkan rekomendasi tim hal 13 menyatakan Kasus JRS angka 2 menyatakan tindak lanjut oleh Tim diusulkan agar MK melaporkan

hasil temuan Tim kepada lembaga penegak hukuk, yaitu KPK yg memiliki otoritas sesuai dengan delik jenis tindak pidana yg terjadi. Akil berharap semua pihak menghadapi kasus ini dengan gentleman. ‘’Kenapa kok sekarang kayaknya ketakutan sendiri, jujur aja kepada publik dan diri sendiri, semuanya akan kita lihat hasil ahir di KPK,” tegas Akil. Secara terpisah, tim pengacara Makhfud (mantan Panitera Pengganti MK), Andi M Asrun meminta Satgas Pemberantasan Mafia Hukum memantau dugaan mafia perkara di MK. ‘’Kami sangat berharap satgas memantau pemeriksaan perkara ini,” kata Andi . Untuk diketahui, Makhfud terjerat kasus hukum karena

diduga menerima suap dari calon Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud yang sedang berperkara di MK. Menurut Andi, memang belum bisa dipastikan adanya mafia. Oleh karena itu, Satgas harus memantau kasus itu dengan jeli. ‘’Saya kira masih harus diperiksa, karena itu saya setuju dengan ide majelis kehormatan hakim, jadi semua bisa diperiksa,” katanya. Andi mengatakan ada kejanggalan dalam kasus dugaan suap yang menjerat kliennya. Menurut dia, hasil pemeriksaan di MK menyebutkan bahwa perkenalan Makhfud dan Dirwan terjadi atas bantuan Neshyawati (anak Hakim Konstitusi Sanusi Arsyad) dan Zaimar (adik ipar Sanusi Arsyad). (ant)

Satgas Dituding Mengganggu JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menegaskan, Komisi III menjumpai adanya indikasi gangguan serius Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum (PMH) terhadap sejumlah institusi negara maupun pemerintah daerah. ‘’Komisi III DPR RI memergoki Satgas Pemberantas Mafia Hukum (PMH) ini tengah mengumpulkan muspida, bupati/walikota, polda dan kapolres saat kunjungan kerja di Kalimantan Selatan,” ujar Bambang Soesatyo di Jakarta, kemarin. Dijelaskannya bahwa pemanggilan penegak hukum dan muspida se-Kalsel itu berkedok acara seminar tentang pertambangan ilegal dan pembalakan liar. Atas temuan itu, ujar Bambang, Komisi III menilai adanya gangguan serius yang telah ditimbulkan Satgas PMH itu terhadap sejumlah institusi negara maupun pemerintah daerah. ‘’Satgas dinilai tidak fokus mengidentifikasi mafia atau calo hukum, melainkan lebih berupaya mencari-cari kesalahan, menakut-nakuti dan menggertak unit-unit kerja sejumlah institusi negara maupun pemda,” ujar Bambang.

Oleh karena itu, Komisi III DPR mendesak Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto untuk turun ke bawah, mendengar dan merekam langsung keluh kesah para pejabat di sejumlah daerah yang selama ini telah ‘digarap’ Satgas. Menurut Bambang, dari pengakuan beberapa pejabat di daerah, Komisi III sudah mendapatkan laporan mereka tentang tindakan tidak terpuji oknum Satgas PMH. ‘’Kalau Pak Kuntoro hanya mendengarkan laporan sepihak dari Satgas PMH tanpa melakukan pengecekan ke lapangan, Komisi III khawatir ulah tak terpuji oknum Satgas akan makin menjadi-jadi dan tak terkendali,” ujarnya. Ia mengatakan, beberapa media juga sudah memberitakan adanya dugaan penipuan dan pemerasan oleh oknum yang memakai identitas dan surat tugas investigator satgas PMH itu. Sejumlah kasus itu di antaranya kasus pemerasan terhadap beberapa instansi di Surabaya senilai Rp 8 miliar yang berhasil dibongkar Polrestabes Surabaya. Selain itu juga ada upaya pemerasan PTPN dan BPN Medan. (ant)

Taufiq Kiemas :

SBY-Sultan ‘Dikerjain’ Orang JAKARTA - Ketua MPR Taufiq Kiemas mengatakan, polemik soal RUUK DIY kemungkinan dimanfaatkan orang lain untuk seolah-olah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sri Sultan HB X saling berbenturan. ‘’Ini mungkin Presiden SBY dan Sultan HB X ‘dikerjain’ orang. Indikasi ke arah situ ada,” katanyadi Jakarta, kemarin. Taufiq menjelaskan, soal indikasi kemungkinan isu soal RUUK DIY ini dimainkan orang karena drafnya saja belum masuk namun sudah terjadi polemik. ‘’Dalam sepanjang sejarah baru kali ini, draf RUU-nya saja belum diserahkan ke DPR, orang sudah bertengkar,” kata Taufiq. Oleh karena itu Taufiq mendesak pemerintah segera memasukan draf RUUK DIY tersebut ke DPR. Selain itu, tambahnya, Mendagri Gamawan Fauzi berhenti berkomentar soal ini selama draf RUUK tersebut belum ditanda tangani presiden. ‘’Sementara Sultan HB X juga harus berjiwa besar. Sebagai Sultan dan gubernur DIY segera hentikan pengibaran bendera Kasultanan dan spanduk-spanduk,” kata Taufiq. Menurut Taufiq, polemik soal RUUK DIY sebenarnya tidak ada apa-apa. Semua itu tambahnya hanya sekedar wacana. Ia mengatakan, kedua tokoh nasional baik Presiden SBY dan Sri Sultan HB X merupakan tokoh-tokoh yang menghayati benar empat pilar berbangsa dan bernegara. Karena itu, Taufiq yakin tidak ada persoalan serius diantara keduanya. Ia juga membantah kekawatiran beberapa orang yang menilai polemik soal RUUK DIY ini mengarah pada ancaman perpecahan. ‘’Presiden SBY ini jagonya empat pilar begitu juga Sultan. Jadi keduanya sama-sama jago empat pilar,” kata Taufiq Kiemas seraya meminta semua pihak segera menghentikan polemik soal ini. Sementara itu, anggota MPR Lukman Edy berharap agar Taufiq Kiemas bersedia menjadi mediator pertemuan antara SBY dan Sultan untuk menyelesaikan kemelut keistimewaan Yogjakarta. Menurut dia, secara kelembagaan dan pribadi, Taufiq Kiemas dinilai sebagai figur yang sangat tepat dan representatif untuk menengahi kedua tokoh tersebut. Secara kelembagaan, posisi sebagai Ketua MPR masih terbilang substansial meskipun MPR bukan lagi lembaga tertinggi negara. ‘’Secara pribadi, Taufiq dianggap sebagai komunikator handal yang pandai mencairkan suasana, serta memiliki kedekatan personal dengan banyak tokoh,” katanya seraya mengatakan, polemik keistimewaan telah menyentuh hal yang paling sensitif dengan menyinggung keutuhan NKRI. (ant/har)

DKI Jakarta dan Permasalahannya KETUA Dewan Perwakilan Daerah RI Irman Gusman menilai, berbagai permasalahan di DKI Jakarta sebagai kawasan strategis nasional, belum dapat teratasi secara cepat dan hal itu telah berdampak pada pelaksanaan berbagai aktivitas kenegaraan. Kenapa ? Saat menjadi pembicara pada loka karya nasional Penyelesaian Permasalahan Ibu Kota Nagara DKI Jakarta, kemarin, Irman menegaskan bahwa permasalahan Jakarta

harus segera diselesaikan. Hal itu mengingat Jakarta merupakan daerah penting dan menjadi jantung dari aktivitas negara yang meliputi berbagai fungsi: fungsi pusat pemerin-

tahan, fungsi perdagangan dan bisnis, fungsi pemasaran daerah dan fungsi gerakan sosial kemasyarakatan serta pusat kegiatan politik. Ketua DPD RI menguraikan beberapa permasalahan Jakarta yang harus diselesaikan di antarnya banjir, kemacetan lalu lintas, polusi udara, pencemaran air, interusi air laut, persoalan sampah dan sebagainya. Polusi udara, misalnya, telah menempatkan Kota Jakarta termasuk kota terpolusi di du-

nia bersama-sama Calcuta, India, dan Linfen di China. Begitu pula mengenai kemacetan yang semakin parah. Penelitian yang pernah dilakukan Japan International Corporation Agency (JICA) dan The Institute for Transportaion and Development Policy (ITDP) menunjukkan bahwa jika tidak ada pembenahan sistem transportasi umum, maka lalu lintas Jakarta akan lumpuh pada tahun 2014. Perkiraan itu didasarkan

pada pertumbuhan kendaraan yang begitu tinggi namun tidak dibarengi dengan pertumbuhan panjang jalan. ‘’Mungkin ada yang kurang tepat dengan peraturan, strata regulasi, kebijakan atau pengendalian implementasinya,” katanya. Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan Jakarta, DPD RI mendorong penyelesaian pada empat aspek, yakni regulasi, kelembagaan, keuangan dan operasionalisasi kebijakan. (har)


K ta

Suluh Indonesia, Kamis 16 Desember 2010

2

K ilas Citra Pelayanan Prima kEJARI Jakarta Selatan mendapatkan penghargaan Citra Pelayanan Prima 2010 bersama Kejaksaan Negeri Balikpapan dan Kejaksaan Negeri Surabaya. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Babul Khoir Harahap di Jakarta, kemarin menyatakan penganugerahan penghargaan terhadap ketiga kejari itu, dilakukan oleh Wakil Presiden, Boediono. Kejari Balikpapan dan Kejari Jaksel menerima Piala Citra Pelayanan Prima, serta Kejari Surabaya menerima Piagam Madya Citra Pelayanan Prima. Ia menjelaskan penghargaan kepada ketiga kejari itu, didasarkan atas penilaian, yakni, percepatan pelayanan kepada masyarakat, percepatan penyelesaian penanganan perkara dan penerapan sistem teknologi informasi. Ia mengatakan penilaian unit pelayanan publik itu, dilaksanakan oleh tim dari Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta tim pendamping dari Kejaksaan Agung. Penilaian itu dilakukan oleh tim dari Kemen PAN. (ant)

Oknum TNI-AL Ditangkap POLRES Kepulauan Seribu, Jakut menangkap oknum anggota TNI AL beriniaial SU yang diduga terlibat kasus narkoba. Kasat Narkoba Polres Kepulauan Seribu, Kompol. Melly mengatakan, penangkapan tersangka terjadi di sebuah SPBU Jalan Raya Cilincing, Jakut. Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa lima bungkus plastik berisi narkotika jenis Amphetamin seberat 2,71 gram dan setengah butir ekstasi warna kuning. Kemudian petugas mengembangkan penyelidikan dengan menggeledah rumah tersangka di Jalan Raya Cilincing, Jakut. Saat penggeledahan itu, polisi menemukan timbangan elektronik merk CHQ Pocket Scale, tas kecil warna biru berisi dua buah sedotan plastik dan satu plastik warna putih berisi plastik klip, serta satu set alat hisap (Bong). Barang bukti lainnya uang tunai senilai Rp1.109.000 dan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), satu Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sepeda motor, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM) C, Kartu Tanda Anggota TNI AL, dua unit telepon selular, serta dompet kulit warna hitam. (ant)

Ari Muladi Menggugat ARI Muladi mengajukan gugatan pra peradilan ke PN Jakpus atas atas penetapan sebagai tersangka oleh KPK. Menurut kuasa hukum Ari Muladi, Sugeng Teguh Santoso di Jakarta, kemarin, KPK secara keliru dan gegabah telah menetapkan Ari Muladi sebagai tersangka dengan sangkaan yang tidak masuk akal. Menurut dia, KPK menetapkan Ari Muladi dengan sangkaan orang yang membantu Anggodo Widjojo melakukan perbuatan dengan sengaja mencegah, merintangi penyidikan dalam perkara korupsi adalah suatu kesalahan. Ini suatu kekeliruan hukum yang sangat nyata dilakukan KPK, pasalnya tidak ada tindak pidana korupsi yang dilakukan serta tidak terdapat alat bukti yang cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka. Ia juga menegaskan bahwa dasar hukum dugaan tindak pidana korupsi Pasal 21 UU No.31 tahun 1999 yang disangkakan KPK tidak terbukti di Pengadilan Tipikor. Sugeng juga menyatakan dalam perkara Ari Muladi ada unsur “nebis in idem. (ant)

Suluh Indonesia/ant

TUNTUTAN TANAH MERAH - Warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu dan Forum Warga Tanah Merah berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, kemarin. Mereka menuntut pengakuan status kependudukan dengan menerbitkan KTP/KK/Akte Kelahiran bagi warga Tanah Merah, Plumpang.

Warga Tanah Merah

Tuntut Status Kependudukan JAKARTA - Ratusan warga Tanah Merah, Plumpang, Jakut melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Balaikota dan DPRD DKI Jakarta, kemarin. Mereka menuntut diberikan status kependudukan sebagai warga Jakarta. Sebab, meski telah menetap di Provinsi DKI selama puluhan tahun, mereka mengaku belum memiliki dokumen kependudukan seperti seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran resmi dari Pem-

prov DKI. ‘’Tidak adanya KTP, KK serta akta kelahiran berdampak bagi kelangsungan hidup warga. Mereka sulit mendapatkan JPK Gakin serta SKTM. Begitu juga dengan sekolah. Anak-anak kami tidak bisa mendaftar karena tidak memiliki akta lahir,” kata M Huda, Koordinator Demo. Mnurut Huda, warga Tanah Merah merasa terisolir karena tidak bisa menikmati kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah. Upaya warga mengi-

rimkan surat aspirasi warga kepada presiden, Gubernur DKI Jakarta, DPRD DKI dan Walikota Jakarta Utara hingga kecamatan dan kelurahan belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Karena itu, dalam aksi unjuk rasa ini, Huda mendesak Pemprov DKI meresmikan RT dan RW di wilayah Tanah Merah. Serta mengeluarkan kebijakan terkait pengakuan status kependudukan mereka. Setelah melakukan orasi

Tidak Tambah Mal

Calon TKW Diciduk 12 orang wanita itu tercatat berusia di bawah umur, lalu polisi membawa seluruh calon tenaga kerja itu ke Polrestro Jakarta Selatan guna menjalani pemeriksaan. ‘’Rencananya, kita akan menyerahkan seluruh korban ke Dinas Sosial,” tutur Budi. Saat ini, polisi masih menyelidiki keberadaan PT WSD di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, guna menindaklanjuti kasus penampungan calon tenaga kerja tersebut, termasuk administrasi perusahaan. Para calon tenaga kerja itu mayoritas berasal dari Bogor, Sukabumi, Cianjur (Jawa Barat), Ponorogo dan Madiun (Jawa Timur) yang dijanjikan bekerja di luar negeri di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussallam. Penyidik masih mendalami untuk menetapkan tersangka dalam kasus itu terkait dugaan perdagangan manusia di bawah umur yang melanggar UndangUndang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia. (ant)

Suluh Indonesia/ant

TERORIS - Terdakwa teroris dari kelompok Pejaten, Abdul Haris saat menjalani sidang lanjutan di PN Jaksel, kemarin. Sidang beragendakan mendengarkan keterangan para saksi.

Jakarta Belum Jadi Identitas Budaya Betawi MANAJER Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Dr. Phil Lily Tjahjandari mengatakan DKI Jakarta hingga saat ini belum menjadi identitas bagi kebudayaan Betawi. Menurut Lily, banyak hotel yang belum mencerminkan adanya nuansa kebudayaan Betawi. Untuk itu ia mengharapkan nuansa budaya Betawi jangan hanya ditonjolkan ketika memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakata pada 22 Juni. Kebudayaan Betawi harus terus diperkenalkan dan disebarluaskan kepada para wisatawan sepanjang tahun. ‘’Kalau mereka melihat tentu-

nya akan timbul minat untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang budaya Betawi, sehingga bisa berkunjung ke lokasi tertentu,” katanya. Jakarta, kata dia, sebagai pintu gerbang para wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, tentunya akan mendapat informasi awal tentang kebudayaan Betawi, sehingga tertarik untuk melihat lebih jauh lagi kebudayaan Betawi terse-

‘’Kami akan menjembatani untuk menyelesaikan masalah ini. Kami akan memanggil instansi yang terkait, seperti Walikota Jakarta Utara untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. Jadi tunggu saja dengan sabar,” kata Lucky. Seperti diketahui, pemukiman liar Tanah Merah diperkirakan dihuni sekitar 7.400 KK. Warga menempati lahan seluas 83 hektar dari total 162 hektar lahan milik PT Pertamina. (kmb)

DPD Ingatkan Pemda DKI

Penampungan Digerebek JAKARTA - Anggota Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengamankan 12 orang calon tenaga kerja wanita (TKW) yang diduga tanpa izin (ilegal) di perusahaan penampungan, PT WSD di Jalan Pengadegan Barat, Pancoran. ‘’Petugas menduga para wanita itu menjadi calon korban perdagangan manusia,” kata Kepala Satreskrim Polrestro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Budi Irawan di Jakarta, kemarin. Budi mengatakan pengungkapan kasus penampungan calon TKW ilegal itu berawal saat polisi menerima laporan dari salah seorang calon tenaga kerja pada perusahaan itu, yakni NF, Sabtu (11/12). Kemudian anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pancoran yang menerima laporan itu menindaklanjuti pengaduan dari salah seorang calon TKW tersebut. Polisi menggerebek tempat penampungan calon TKW yang berlokasi di Jalan Pengadegan itu dan mengamankan 12 orang perempuan yang diduga terlantar. Budi menyebutkan lima dari

selama beberapa jam, pengunjuk rasa akhirnya diterima Komisi A DPRD DKI Jakarta. Mereka ditemui Sekretaris Komisi A, Lucky P Sastrawira. Lucky berjanji segera memanggil dan meminta penjelasan Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono terkait status warga Tanah Merah. Pihaknya akan menanyakan alasan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara belum melakukan pengesahan terhadap warga Tanah Merah.

but. ‘’Jangan sampai Jakarta hanya jadi tempat transit saja bagi para wisatawan, untuk melanjutkan perjalanan melihat kebudayaan di Bali, Jawa atau-

pun daerah lainnya,” ujarnya. Selain itu, Lily juga mengungkapkan sanggar-sanggar seni kebudayaan Betawi juga harus mampu membuat kreasi baru, agar mampu memikat para penonton untuk menyaksikan kebudayaan tersebut. ‘’Kalau pertunjukannya hanya monoton, tidak ada kreasi baru, masyarakat akan merasa bosan dan enggan menyaksikan,” jelasnya.

Jadi, kata dia, perlu adanya pencampuran antara kesenian tradisional dan modern maka diharapkan mampu memikat para wisatawan untuk melihat pertunjukan seni budaya tersebut. Ia mengatakan mitos-mitos yang selama ini melekat di masyarakat seharusnya juga bisa dikemas agar bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk menyaksikan. Ia mencontohkan adanya makam Mbah Priok yang perlu mendapat perhatian agar dapat dikemas dengan baik. ‘’Masyarakat tidak bisa lepas dari mitos-mitos yang berkembang di lingkungannya,” katanya. (ant)

JAKARTA - Wakil Ketua DPD Laode Ida mengingatkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar tidak lagi menambah pembangunan mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta dan pembangunan itu harus diarahkan ke daerah-daerah penyangga ibu kota saja. Saat berbicara dalam lokakarya nasional bertema “Penyelesaian Permasalahan Ibu Kota Negara RI” di Gedung DPD Jakarta, Rabu, Laode menjelaskan bahwa tawaran kebijakan solutif Jakarta sebagai daerah otonom itu dimaksudkan untuk menggeser pusat-pusat pertumbuhan baru di luar kota DKI. Namun, ia menambahkan, hal tersebut harus diiringi pula dengan kebijakan pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang memadai dan berkualitas. Dia mengatakan bahwa perlu pula dijalin kerja sama dengan daerah sekitar DKI untuk mengatasi kemacetan seperti pembangunan lokasi tempat parkir di perbatasan Jakarta, sehingga para “commuters” bisa beralih pada sarana tarsnportasi intra kota. ‘’Selain itu

perlu pula adanya perencanaan tata ruang bersama antara DKI dengan beberapa kabupaten/kota dari Propvinsi Jabar dan Banten, khususnya demi mengantisipasi persoalan banjir,” ujar Laode. Pada bagian lain, Laode mengusulkan sejumlah alternatif kebijakan untuk pusat pemerintahan nasional, di antaranya memindahkan seluruh pusat kegiatan pemerintahan nasional, baik eksekutif, yudikatif dan legislatif. Alternatif lainnya memindahkan sebagian pusat kegiatan pemerintahan nasional saja, yakni eksekutif dan legislatif saja. Solusi lainnya adalah memperkuat kewenangan pemerintah provinsi sehingga urusan untuk daerah kabupaten/kota tidak lagi terkonsentrasi di Jakarta. Ditempat yang sama, Menteri PU Djoko Kirmanto dalam makalahnya di antaranya menyebutkan bahwa dalam tiga dekade terakhir, kawasan Jabodetabek, khususnya Jakarta, telah mengalami degradasi kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh urbanisasi yang pesat. (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Kamis 16 Desember 2010

3

GPSP Tawarkan

Model Pemilu Campuran JAKARTA - Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP) menawarkan model sistem pemilu campuran (mixed member proportional/MMP) yang merupakan model campuran antara proporsional terbuka dan proporsional tertutup untuk dibahas dalam revisi UU tentang Pemilu. Saat beraudiensi dengan wakil ketua Baleg DPR di Gedung DPR Jakarta, kemarin, Ketua Bidang Politik GPSP Fernita Darwis menjelaskan, sistem pemilu sangat penting dibahas karena hal tersebut erat kaitannya dengan hasil pemilu yang diinginkan bangsa ini. Dikatakannya bahwa dalam sejarah pemilu Indonesia, se-

jak Pemilu 1955, Pemilu 19711997, Pemilu 1999, Pemilu 2004, dan 2009, sistem pemilu terus mengalami perubahan. Namun, semua sistem pemilu masih model proporsional dan belum pernah menerapkan distrik murni. ‘’Karenanya usulan sistem pemilu campuran atau Mixed Member Proportional (MMP) menarik untuk dibahas lebih lanjut,” ujar Fernita. Dalam model sistem pemilu yang ditawarkan GPSP itu, ada tiga model yang bisa diadopsi, yakni MMP model paralel yang dipakai di Rusia, Meksiko, dan Jepang serta MMP model proporsional yang berdasarkan personal dan lazim dipakai di Jerman, atau yang

mirip dengan model itu juga di Bolivia, Selandia Baru, dan Venezuela. Alternatif berikutnya adalah model kompensasi yang digunakan di Hongaria. Menurut Fernita, MMP model paralel adalah menjumlahkan perolehan kursi secara proporsional dan perolehan langsung di setiap distrik. “Katakan total kursi DPR 200 kursi, maka 100 dipilih secara proporsional dan 100 lagi dipilih lewat distrik. Kalau Partai A memperoleh 30 persen suara atau 30 kursi lewat proporsional dan 10 kursi lewat distrik, maka Partai A mendapat 40 kursi,” ujarnya. (ant)

Kekerasan Ancam Demokrasi JAKARTA - Ma’arif Institute dalam refleksi akhir tahun menyatakan kekhawatiran terhadap kekerasan berlatar belakang agama yang dapat mengancam demokrasi. Menurut Direktur Eksekutif Ma’arif institute, Fajar Riza Ul Haq di Jakarta, kemarin, mengutip data temuan Aliansi Kebangsaan untuk Kerukunan Beragama, kekerasan berlatar belakang agama pada 2010 meningkat dibandingkan 2009. Jawa Barat masih tercatat sebagai daerah yang memiliki catatan kekerasan berlatar belakang agama tertinggi.

Hingga September 2010, kekerasan berlatar belakang agama di Jawa Barata tercatat 117 kasus, lebih tinggi dibandingkan 2009 yang mencatat 114 kasus. Hal ini, menurut Ma’arif Institute, belum termasuk penutupan pantia asuhan milik Jama’ah Ahmadiyah di Kampung Cicariang, Tasikmalaya, Penyegelan HKBP di Sukabumi, HKBP Ciketing, dan pembakaran masjid Ahmadiyah di Ciampea, Bogor. ‘’Jika tidak ada ketegasan aparat negara, kepolisian dan langkah proaktif kelompok-kelompok sipil berbasis keagamaan

guna meredam kekerasan, maka masa depan demokrasi kita yang masih belia ini berada di bibir jurang ketidakpastian,” kata Fajar Riza Ul Haq. Untuk itu, pihaknya mengharapkan adanya ketegasan aparat dengan mengedepankan pendekatan hukum yang berlaku. ‘’Negara harus bisa mengelola perbedaan dan kemajemukan bangsa dengan mengedepankan keadilan dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya bangsa,” katanya. (ant)

Kontroversi Satgas Menguat JAKARTA - Ketua BP Setara Institute Hendardi menilai kecaman pedas sejumlah anggota DPR dari Komisi III terhadap Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum (PMH) yang mengumpulkan jajaran Muspida Kalsel kian menunjukkan kontroversi sepak terjang lembaga ad hoc bentukan presiden tersebut. Hal ini, ujar Hendardi di Jakarta, kemarin, dikarenakan sejak awal pembentukan Satgas PMH itu lebih ditujukan sebagai bumper politik presiden tanpa wewenang dan deskripsi tugas yang jelas. ‘’Karenanya sangat wajar jika orientasi ker-

janya menjadi ‘ngawur’ serta serabutan dan terkadang nyelonong ke daerah terlarang ‘pro yustisia’,” ujarnya. Terkadang pula, ia menambahkan, Satgas PMH itu dijadikan alat untuk menghantam lawan-lawan politik penguasa dan sekarang justru merambah dengan mengumpulkan muspida bak pimpinan daerah. Hendardi mengatakan, sangat kuat kesan bahwa satgas ini hanya mencari-cari proyek dan dapat dipastikan telah memboroskan uang rakyat yang tidak sebanding dengan pencapaian kinerjanya. “Maka pilihan membubarkan satgas

adalah keniscayaan karena ternyata hanya mengacaukan tatanan politik hukum kita,” ujarnya. Sebelumnya, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Hanura, Syarifuddin Sudding menegaskan bahwa apa yang selama ini dilakukan satgas justru telah merusak sistem dan tata hukum yang ada di negara ini. Bahkan, ia menambahkan, sinyalemen bahwa satgas telah berubah menjadi alat politik penguasa juga semakin nyata. Karenanya, menurut Sudding, pihaknya pasti akan mempertanyakan. (ant)

Suluh Indonesia/ant

KERJASAMA - Menteri Perhubungan Freddy Numberi bersama Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia, Anthony Albanese usai menandatangani MOU ITSAP (Indonesia transport Safety Assistance Package) di Jakarta, kemarin.

Revisi UU Parpol

‘Senjata Mematikan’ JAKARTA - Revisi UU No 2/2008 tentang partai politik dianggap sebagai senjata untuk membantai parpol-parpol kecil. Revisi yang memuat aturan semakin ketat untuk parpol ini dianggap jelas dibuat dengan niat yang tidak baik untuk membunuh partai kecil supaya tidak tumbuh. ‘’Ke depannya akan lebih mudah untuk partai besar agar memenangkan pemilu 2014,” kata Sekretaris Pelaksana Harian Pimpinan Kolektif Nasional Partai Demokrasi Pembaruan (PKN PDP) Didi Supriyanto di Jakarta, kemarin. Maka, revisi yang antara lain menerapkan aturan verifikasi kepengurusan partai yang wajib ada di semua provinsi dan sebagian besar

Kabupaten/kota ini, menurutnya, dibuat atas dalih demokrasi namun sebenarnya mematikan demokrasi. Sebab, kata dia, revisi ini hanya bertujuan untuk melanggengkan kekuasaan. Apalagi, kata dia, apabila parpol harus diverifikasi ulang maka revisi ini bertentangan dengan UU sebelumnya. Yakni di UU Pemilu yang menyatakan bahwa peserta pemilu 2009 bisa menjadi peserta pemilu berikutnya. Selain itu, melakukan verifikasi inipun dianggap Didi merupakan hal yang mubazir. ‘’Karena akan menghabiskan biaya yang sangat besar untuk partai dan pemerintah,” tegasnya. Apalagi, katanya, ditambah

dengan melihat UUD 1945 pasal 28, bahwa pendirian partai merupakan manifestasi dari kemerdekaan berserikat dan berkumpul. PDP, menurutnya, bersikap akan menolak dan melawan akan adanya aturan baru tersebut. “Aturan itu hanya perangkap yang menggunakan yang menggunakan alasan konstitusi,” katanya. Ia menekankan agar DPR tidak membuat syarat yang membatasi masyarakat dalam membuat partai. Apalagi hanya dengan tujuan untuk memonopoli suara. Pasalnya, dengan aturan seperti itu, partai-partai besar saja yang akan dipilih oleh masyarakat. “Pada akhirnya nanti, yang ikut pemilu hanya mereka yang membuat UU,” kata dia.

UN Jadi Syarat Masuk Universitas Negeri Siap-siap bagi siswa SMU dan sederajat. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menegaskan pada tahun ajaran 2011/2012 nilai Ujian Nasional (UN) digunakan untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas, Djoko Santoso, mengatakan kebijakan itu sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 66 Tahun 2010. Berdasarkan PP itu, kata Djoko, PTN mempunyai otonomi untuk merektrut mahasiswa baru, tetapi juga berkewajiban merekrut 60 persen mahasiswa baru melalui seleksi nasional. (kmb)

Jangan Lupakan

Konsep Dasar Negara Nusantara

Suluh Indonesia/ade

INVESTIGASI - Mantan tim investigasi dugaan suap di tubuh MK Refly Harun (kiri), Bambang Widjojanto (kanan), Adnan Buyung Nasution (tengah) mendatangi Gedung KPK Jakarta, kemarin.

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Paula Sinjal mengingatkan pemimpin dan seluruh elemen masyarakat agar jangan pernah melupakan konsep dasar negara Republik Indonesia sebagai “archipelagic state” atau negara kepulauan. ‘’Tegasnya, jangan ada konsep pembangunan yang bertentangan dengan kondisi objektif negara nusantara. Sikap kita harus jelas terhadap upaya mempertahankan, mengembangkan dan memajukan seluruh wilayah kedaulatan negara kepulauan ini, tanpa ada yang merasa dianaktirikan,” katanya di Jakarta, kemarin. Ia mengatakan itu terkait

Keistimewaan Jangan Diganggu JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafi’i Ma’arief mangatakan, keistimewaan Yogyakarta tidak perlu diganggu dengan isu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. ‘’DIY disinggung-singgung seolah mencederai demokrasi dan UUD 1945, itu dari mana ? Bahkan UUD sendiri mengakui keistimewaan Yogyakarta,”

katanya di Jakarta, kemarin. Ia menambahkan, secara kesejarahan, justru Yogyakartalah yang menjaga Indonesia dan demokrasi di Indonesia tetap dapat berjalan. Ia mengatakan, tanpa peran Sultan Yogyakarta Hamengku Buwono IX, yang rela membiayai keberadaan negara Indonesia di masa revolusi, sulit untuk membayangkan negara Indonesia

dan demokrasi itu ada. ‘’Untuk itu, pemerintah tak perlu buat gara-gara dan ‘goro-goro’. Kalau ini namanya gara-gara dan goro-goro,” katanya. Seperti diberitakan, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan ketidakcocokan antara monarki dan demokrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta telah mendapatkan tanggapan dari

banyak pihak. Pernyataan Presiden kemudian dijabarkan dalam RUU Keistimewaan Yogyakarta yang akan diusulkan dengan memuat pasal terkait pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Padahal selama ini Yogyakarta sebagai salah satu daerah yang diistimewakan memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur yang ditetapkan. (ant)

Penegakan Hukum Dinilai

Tidak Menunjukkan Perbaikan JAKARTA - Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia mengatakan, penegakan hukum tidak menunjukkan perbaikan dan perubahan signifikan, justru makin memprihatinkan. ‘’Hukum yang diharapkan mampu menjadi panglima dan memberikan kepastian serta keadilan. Justru sebaliknya semakin memprihatinkan dan berujung pada ketidakpercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum,” kata Sekjen Ismahi, Khoirul Amin di

Jakarta, kemarin. Khoirul mengatakan, penegakan hukum makin bobrok yang bermuara pada mental dan moral para aparat penegak hukum baik di institusi kehakiman, kejaksaan, maupun kepolisian yang dipenuhi oleh mafia-mafia hukum. Khoirul menyebutkan, beberapa kasus hukum yang menjadi sorotan publik tetapi dalam penanganannya sangat melukai rasa keadilan masyarakat.

Dalam kasus sebelum proses peradilan, Khoirul antara lain menyebutkan kasus rekening gendut perwira tinggi Polri, kasus Century, dan pengakuan Komisaris Jenderal Susno Duadji mengenai adanya makelar kasus di Mabes Polri. Sementara kasus yang dalam proses pengadilan antara lain kasus Gayus Tambunan yang keluar masuk tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Sedangkan kasus sesudah peradilan antara lain adalah

kasus nasabah eks Bank Global dan kasus sengketa PT Adhiyasa Saranamas dengan kumpulan Guthrie yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap pada putusan Peninjauan Kembali namun eksekusi dihentikan. Ia minta Presiden segera mengambil tindakan dan langkah progresif dengan cara mengganti para pimpinan institusi penegak hukum yang tidak memiliki karakter dan komitmen penegakan hukum. (ant)

perayaan Hari Nusantara sebagaimana diperingati pekan lalu. Dia menambahkan, salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki sebuah negara ialah wilayah kedaulatan (tanah dan air), di samping rakyat serta pemerintahan yang diakui. ‘’Konsep dasar wilayah negara kepulauan telah diletakkan melalui Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut memiliki nilai strategis bagi Bangsa Indonesia, karena telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia,” katanya. Dalam kaitan ini, demikian Paula Sinjal, laut nusantara

bukan lagi sebagai pemisah, tetapi pemersatu Bangsa Indonesia yang disikapi sebagai wilayah kedaulatan mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jangan Abaikan Karena itu, menurut Paula Sinjal, jangan lagi ada sikapsikap mengabaikan laut dan seluruh pulau yang jumlahnya belasan ribu itu sebagai bagian dari kedaulatan NKRI. ‘’Semua itu harus dirawat, dijaga, dipertahankan dan kembangkan secara baik, tidak boleh ada yang lepas lagi ke tangan pihak asing,” katanya. Dia juga menyatakan, Dek-

larasi Djuanda sebagaimana dicetuskan di masa Pemerintahan PM Djuanda Kartawidjaja, merupakan sikap tegas RI yang menyatakan kepada dunia tentang seluruh wilayah kedaulatan kita. ‘’Termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia, itu semua menjadi satu kesatuan wilayah NKRI. Deklarasi Djuanda juga menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip negara kepulauan (archipelagic state),” ujarnya. Pada saat itu, hal ini mendapat pertentangan besar dari beberapa negara, sehingga laut-laut antarpulau pun merupakan wilayah RI. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Kamis 16 Desember 2010

4

L intas Polisi Siap Amankan Natal SEBANYAK 2.000 personil atau 2/3 kekuatan Jajaran Polresta Kota Bogor, saat ini telah dipersiapkan untuk mengamankan situasi dan keamanan wilayah Bogor menjelang dan saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2011. Kapolresta Bogor AKBP Nugroho S. Wibowo di Bogor, kemarin mengatakan, meraka nantinya akan disebar ke seluruh titik rawan, khusunya di tempat-tempat keramaian, gereja, mall dan lainnya. Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru nanti, lanjut Kapolres, pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan Kapolda, Jabar yang intinya juga membahas beberapa hal teknis dalam upaya menciptakan situasi keamanan di wilayah Jabar agar tetap aman. Hal-hal yang dibahas dalam rapat tersebut misalnya, upaya dalam mengatisipasi berbagai kemungkinan dan permasalahan yang kerap terjadi pada saat natal dan tahun baru. Untuk itu sesuai arahan pihaknya melakukan inventarisir dengan mengumpulkan fakta-fakta baru di masyarakat. (bas)

CPNS Didaftar Ulang PENDAFTARAN ulang dan pemberkasan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota TTangsel dibatasi hingga 18 Desember 2010. Menurut Kepala Bidang Pengembangan Kepegawaian pada BKD Kota Tangsel Ade Agustiawan di Tangerang, kemarin, peserta yang tidak melakukan pemberkasan ulang hingga batas waktu yang ditentukan, maka secara otomatis akan dicoret. Dijelaskannya, untuk formasi pendidikan dilakukan pendaftaran 13 Desember, formasi kesehatan 14 Desember, formasi teknis 15 Desember dan pemberkasan 16-18 Desember. Bagi peserta lolos diharuskan untuk melakukan pemberkasan ulang hingga tanggal 18 Desember. Bila hingga waktu tersebut tidak dilakukan, maka peserta akan dinyatakan tidak lolos dan gugur. Oleh karena itu, peserta diharapkan untuk memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan untuk menghindari peserta tidak lolos. Ia juga menjelaskan, saat ini Pemkot Tangsel masih kekurangan 1.500 pegawai. (ant)

Tangsel Bangun Monorel PEMKOT Tangsel, Banten membahas rencana pembangunan monorel dari Serpong - Bandara untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan Agus Mulyadi di Tangerang, kemarin mengatakan bahwa pembangunan monorel akan dimulai dari stasiun Rawa Buntu, Serpong, hingga Bandara Soekarno Hatta dengan jarak 28 kilometer. Rencana, monorel tersebut akan dibangun dari Serpong hingga Bandara Soekarno Hatta sebagai satu - satunya bandara terdekat. Agus mengatakan, monorel tersebut melewati 14 shelter, yakni Stasiun Rawa Buntu, shelter Griya Loka (BSD), BSD Junction, WTC Serpong, Alam Sutera, Gading Serpong, Serpong Town Square, Modernland, Stasiun Tangerang, Balaikota Tangerang, Sekar Wangi, Stasiun Garuda, Terminal 1, 2 dan 3 bandara Soekarno Hatta. Gambaran monorel tersebut memang masih prarencana. Namun, karena lokasi yang strategis dan didukung infrstruktur, mungkin akan terwujud. (ant)

30 Keluarga Berprestasi

Terima Penghargaan BOGOR - Pemerintah Kota Bogor, Jabar menggelar peringatan Hari Keluarga Nasional ke-17 dan dalam kegiatan tersebut 30 KK berprestasi mendapat penghargaan. ‘’Penghargaan dibagikan berupa Keluarga harmonis teladan, penyuluh langan keluarga berencana, kelompok bina keluarga balita teladan hingga kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera teladan. Mari kita bentuk keluarga yang sehat, kuat dan anak-anak yang mandiri,” kata Wakil Wali Kota Bogor Achmad Ru’yat yang menyerahakan langsung penghargaan kepada para pemenang di Plaza Balai Kota Bogor, kemarin. Ru’yat mengatakan, peran orang tua dalam tumbuh kembang anak sangat penting untuk membentuk jiwa anak menjadi generasi muda yang berprestasi dan sehat. Wakil Wali Kota mengingatkan para orang tua, bahwa mendidik anak bukan diniatkan

untuk diri sendiri, karena anakanak tersebut tumbuh dan berkembang bukan untuk orang tua saja, tapi memiliki peran dengan lingkungan, sehingga orang tua harus membekali anak menjadi pribadi yang bertanggungjawab dengan diri sendiri dan keluarga. ‘’Anak tidak serta merta menjadi milik orang tua saja, orang tua memikul beban yang besar untuk membesarkan dan mendidik putra-putrinya di tengah kesibukan bekerja,” kata Ru’yat. Melalui penghargaan yang diberikan para keluarga yang ikut berlomba dalam peringatan Hari Keluarga Nasional ke17 ini, Ru’yat mengajak setiap keluarga yang hadir untuk terus meningkatkan prestasi menjadi keluarga yang harmonis, sehat dan beprestasi. Wakil Wali Kota juga berharap setiap peringatan Hari Keluarga Nasional dapat menjadi inspirasi setiap keluarga untuk terus memperbaiki diri dan keluarga. (ant)

Suluh Indonesia/ant

BULAN MENANAM - Wakil Presiden Boediono menanam pohon Kenari sekaligus meninjau penanaman bibit pohon didampingi Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dalam acara Bulan Menanam Nasional, di Depok, Jabar, kemarin.

Serang Warga Depok

Penyakit Kaki Gajah Meluas DEPOK - Dalam kurun waktu 10 hari, jumlah penderita kaki gajah (filariasis) di Depok meningkat hingga lima orang. Sebelumnya, jumlah penderita hanya 37 orang, kini mencapai 42 penderita. ‘’Kebanyakan, masyarakat malu atau berdiam diri tidak melaporkan penyakitnya,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Depok Ani Rubiani di

Depok, kemarin. Untuk pencegahan, pihaknya akan mengadakan pengobatan massal di sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Saat ini, petugas Dinkes masih melakukan sweeping bagi warga yang belum mendapatkan pengobatan. ‘’42 warga penderita filariasis tersebar di semua wilayah Kota Depok,” ungkapnya. Ani mengaku, masyarakat baru melaporkan setelah dalam

keadaan kronis seperti kaki yang membesar. Menurutnya, bagi penderita kaki gajah kronis tidak membahayakan dan menularkan. Untuk itu, sambungnya, pihaknya menyarankan agar tidak menjauhinya. Pasalnya, mikrofilaria yang tinggal dalam kelenjar limpa penderita sudah mati. Hanya saja, lanjutnya, meninggalkan cacat yang permanen. ‘’Penderita kaki gajah kronis itu jangan dijauhi. Just-

Formasi CPNS Dipertanyakan DEPOK - DPRD Depok pertanyakan formasi yang tersedia pada penerimaan CPNS Kota Depok 2010. Pasalnya, sejumlah kuota yang dipangkas. Dari 256 kuota yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan) menjadi 253 CPNS yang diterima. Selain itu, penerimaan CPNS tidak sesuai formasi yang dibutuhkan. ‘’Dibalik kesuksekan pelaksanaan CPNS tahun 2010. Terselip banyak kejanggalan, diantaranya adalah jumlah kuota yang dipangkas dari yang sudah ditentukan,” kata anggota FPAN TB Acep Saepudin di

Depok, kemarin. Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok itu mempertanyakan jatah 3 formasi CPNS yang tidak tercatat tersebut. Tiga formasi yang belum dimasukan diantaranya berasal dari formasi kesehatan dan formasi teknis. ‘’Formasi kesehatan berjumlah 2 bidang dokter anak, dan satu lagi bidang tekhnis transportasi darat,” kata Acep. Ia curiga tiga kekosongan formasi itu dijual oleh oknum nakal dijajaran Pemkot Depok. ‘’Saya sangat muak dengan kelakuan oknum pejabat pemkot yang menjual belikan jatah CPNS. Ternyata masih saja kelakukan buruk tidak di-

hilangkan oleh para oknum nakal di tubuh pemkot. Berapa akan dijual satu formasinya oleh Pemkot,” ujarnya heran. Anggota Komisi A itu menduga, kekosongan tiga posisi itu sebagai reward bagi para pendukung yang sudah memenangkan Wali Kota Nur Mahmudi Ismail dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada). ‘’Saya mnegindikasikan bahwa kekosongan ini adalah sebagai hadiah, karena telah berhasil memenangkan dirinya kembali,” kata Acep. Menurut dia, bila praktik seperti ini dibiarkan terus menerus dapat membahayakan perkembangan birokrasi di Kota Depok. (rin)

Sampah Menggunung

Kepala DKPP Dipanggil TANGERANG - DPRD Tangsel segera memanggil pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Djoko Suryanto, terkait penumpukan sampah karena sudah lebih sepekan tidak diangkut. ‘’Kita akan minta penjelasan Kepala DKPP terkait penumpukan sampah itu, dan juga meminta klarifikasi soal aksi mogok sopir pengangkut sampah, sehingga tidak melakukan pengangkutan sampah,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Tangsel Iwan Rahayu di Tangerang, kemarin. Menurut dia, pada beberapa tempat pembuangan sampah, saat ini terjadi penumpukan, bahkan bak penampungan tidak bisa lagi menampung sehingga banyak sampah bertebaran di trotoar. ‘’Karena tempat penampunan tidak muat, warga pun membuang sampah sembarangan, sehingga besera-

kan di atas trotoar,” katanya. Selain terkait penumpukan sampah, pemanggilan Kepala DKPP juga untuk meminta penjelasan seputar pembuatan perda yang mengatur masalah sampah, penyediaan lahan pembuangan akhir serta pengadaan armada penangkut sampah. ‘’Kita belum mendengar ketiga hal tersebut telah dijalankan oleh DKPP, karena itu nanti akan kami pertanyakan,” katanya. Ia juga mengatakan, kinerja DKPP perlu dievaluasi terkait adanya pemogokan yang dilakukan sopir kendaraan angkutan sampah serta tidak harmonisnya hubungan kerja di instansi tersebut. Pelaksana tugas DKPP Djoko Suryanto secara terpisah mengaku, telah mendapat undangan untuk pertemuan dengan DPRD setempat. ‘’Undangannya sudah ada, tapi kemungkinan saya tidak bisa hadir karena ada tugas lain,” katanya. (ant)

Suluh Indonesia/ant

RAZIA - Petugas Satpol PP Tangsel memeriksa karyawan panti pijat di kawasan BSD Serpong, Tangsel, kemarin. Razia berhasil mengamankan puluhan pekerja panti pijat yang sedang melayani tamunya.

ru yang perlu diwaspadai, adalah orang yang kelihatan sehat bisa terjangkit penyakit,” tandasnya. Sebelumnya, Dinkes pernah mengadakan survey untuk penyakit gajah pada tahun 2004 sebanyak 600 orang di dua kelurahan yaitu grogol dan krukut. Survey tersebut, imbuhnya, dilakukan pada malam hari dengan mengambil sampel darah pada ujung jari warga. Hasilnya, sebanyak 1,86 % dari

600 warga dalam darahnya mengandung mikrofilaria. Survey serupa, imbuhnya, dilakukan pada 2005 pada warga kelurahan Tapos dengan mengambil sampel sebanyak 500 warga. Hasilnya cukup mencengangkan, sebanyak 2,1 % terjangkit mikrofilaria. ‘’Jumlah ini, cukup besar. Dengan penyakit ini, Kita tidak perlu takut. Sebenarnya, cacing itu dalam waktu enam tahun sudah mati,’’ katanya. (rin)

Pengusaha Angkot Tolak Perda Batasan Usia Kendaraan DEPOK - Para pengusaha angkot di Depok, Jabar menolak Peraturan Daerah Nomor 13 tahun 2003 tentang penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan yang membatasi usia ekonomis kendaraan penumpang umum. ‘’Kami ingin Perda tersebut segera direvisi,” kata Ketua Koperasi Agung Bakti H. Sunarto dalam aksi unjuk rasa di halaman Balai Kota Depok, kemarin. Koperasi Agung Bhakti (KAB) merupakan tempat bernaung para pengusaha angkot di Depok. Perda tersebut dinilai sebagai suatu hal yang sewenang-wenang terhadap pemilik angkot. Para pengusaha angkot juga melampirkan ratusan tanda tangan sopir angkot dengan nomor trayek 105, D 110, D 61 dan lainnya, yang menolak Perda tersebut. Perda No. 13 tahun 2003 menetapkan batas usia ekonomis kendaraan angkutan umum Depok, yaitu 10 tahun untuk mobil dengan kapasitas 9-15 orang, 15 tahun untuk mobil dengan kapasitas 16-25 dan 20 tahun untuk mobil dengan kapasitas lebih dari 25 orang. ‘’Ini sangat merugikan pemilik jasa kendaraan angkutan umum,”

ujarnya. Dikatakannya sosialisasi yang dilakukan Pemkot dalam pemberlakuan Perda tersebut dinilainya kurang maksimal sehingga meresahkan dan menimbulkan rasa tak nyaman para pemilik angkot. Apalagi, lanjut dia, pihak Pemkot melakukan pemblokiran dalam pengurusan dokumen kendaraan. Dikatakannya UU 22 tahun 2009 tentang lalu lintas tidak mengenal adanya pembatasan usia ekonomis angkutan umum. Untuk itu pihaknya meminta agar segera membuka pemblokiran kepengurusan dokumen pemilik angkot. Ia mengatakan Perda tersebut sangat merugikan pemilik angkutan umum, karena dokumen kendaraan masih berurusan dengan pihak bank dan leasing. ‘’Ini jelas bertentangan dengan prinsip UKM yang sedang digalakkan pemerintah untuk membangun ekonomi masyarakat menengah ke bawah,” tegasnya. Jika tuntutan pengusaha tidak ditanggapi, mereka akan mengajukan uji materiil terhadap pasal 50 ayat 1b dan ayat 2 Perda Nomor 13 tahun 2003. (ant)

Kekerasan Anak Tabu Diungkapkan PEMERHATI masalah anak dan perempuan Giwo Rubianto Wiyogo menjelaskan, kekerasan terhadap anak di lingkungan rumah tangga sebenarnya cukup banyak, namun karena masih tabu diungkapkan, maka yang muncul hanya sedikit. Menurut Giwo, karena kekerasan yang terjadi sangat tabu untuk diungkap, jadi hanya sedikit yang terungkap di publik, padahal jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Bentuk kekerasan yang terjadi, meliputi penganiayaan secara fisik, seksu-

al, psikologis dan penelantaran serta ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan dan perampasan kemerdekaan secara melawan hukum. ‘’Akibatnya, anak mengalami depresi dan mengkonsumsi narkotika sebagai jalan untuk menenangkan dirinya,” katanya menjelaskan.

Giwo juga menambahkan bentuk kekerasan terbagi menjadi dua yakni kekerasan emosional dan kekerasan ekonomi. Kekerasan emosional, seperti mengancam dengan katakata, menakuti, berkata kasar, mengolok, perlakuan diskriminatifn dan mengekang anak. Sedangkan kekerasan ekonomi, yakni menyuruh anak bekerja berlebihan, menjerumuskan anak pada dunia prostitusi dan memaksa anak untuk bekerja mencari nafkah. Data Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI)

menyebutkan, pengaduan pelaku kasus kekerasan anak 2009, diungkapkan bila kekerasan seksual yang dilakukan ayah mencapai tujuh kasus dan kekerasan fisik sebanyak 32 kasus. Sedangkan yang dilakukan oleh ibu, kekerasan fisik mencapai 34 kasus sementara kekerasan seksual tidak ada. ‘’Cara memberikan perhatian dan pendidikan orang tua kepada anaknya harus dirubah. Jangan melihat anak sebagai boneka yang mudah diatur tetapi harus ada komunikasi

yang baik,” katanya. Tak hanya itu, peran serta pemerintah juga harus lebih aktif dalam melakukan sosialisasi terhadap penanganan dan pembinaan dari orang tua kepada anak. ‘’Karena, anak yang mendapat perkataan kasar sudah merasa tertekan dan menganggu psikolognya. Ini akan bahaya bila tidak dicegah dengan pengetahuan,” katanya. Ia juga mengajak, para orang tua siswa Al-Azhar untuk bersama-sama menekan tindak kekerasan anak. (ant)


pini

Suluh Indonesia, Kamis 16 Desember 2010

F OKUS Lebih Efektif atau Lebih Koruptif AGI-LAGI negeri ini diributkan oleh wacana politik yang tiada henti. Seolah-olah, aktor politik negeri ini seperti kebanyakan artis kita yang senantiasa mencari sensasi tanpa memikirkan prestasi. Setelah polemik wacana antara penetapan serta pemilihan pimpinan pemerintah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memantik emosi masyarakat Nyayogyakarta serta sebagian masyarakat Indonesia, kini muncul lagi wacana agar gubernur dipilih oleh DPRD setempat saja karena kewenangannya terbatas dan hubungannya lebih banyak vertikal atau ke pemerintah pusat. Alasan lain untuk pengiritan biaya karena selama ini biaya pemilukada dianggap menghambur-hamburkan uang. Jadi, sepertinya dengan alasan berhemat ini maka pemilukada provinsi ini dijadikan semacam test case. Selain itu pula, apakah tidak sebaiknya jabatan gubernur ini dijabat pejabat karier saja? Bukan jabatan politis yang belakangan ini terjadi. Usulan ini tampaknya akan sarat resistensi, terutama dari kalangan parpol karena bagaimana pun salah satu tujuan pendirian sebuah partai politik adalah untuk memperoleh kekuasaan secara langsung. Jadi, kalau kemudian gubernur dijabat pejabat karier maka keberadaan parpol akan terminimalkan walaupun nanti posisinya tetap berada di legislatif. Jadi tidak afdol rasanya, menurut parpol, keberadaan mereka ditiadakan di eksekutif. Apalagi kemudian kekuatan di legislatif tidak ada mayoritas, sehingga power sharing menjadi sebuah keniscayaan. Inilah yang tidak diinginkan parpol yang memang muara kepentingannya adalah kekuasaan. Hal ini akan menjadi sangat tidak begitu penting manakala mereka menyadari bahwa kepentingan rakyat adalah di atas segalagalanya. Inilah yang tidak disadari oleh para aktor politik kita saat ini. Adagium manakala seseorang menjadi pejabat publik atau wakil rakyat maka baju parpolnya haruslah ditanggalkan, teorinya memang begitu namun faktanya sangat jauh dari itu. Inilah akar permasalahannya sehingga wacana yang berkembang saat ini hanyalah isu-isu pinggiran yang sama sekali tidak menyentuh isi permasalahan. Akibatnya, akan lebih banyak wacana politiknya yang menguras banyak tenaga ketimbang hasil positif yang diperoleh. Soal gubernur yang diusulkan kembali ke pola lama yakni dipilih DPRD setempat, apakah ini akan lebih efektif? Jangan-jangan kemudian lebih parah karena bukan tidak mungkin anggota legislatif akan menjadi overacting karena di tangan merekalah sesuatu itu harus diputuskan. Jadi, hal ini tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak menepis dugaan money politics. Jangan-jangan, kasus money politics justru lebih busuk walau sangat jarang bisa dibuktikan. Resistensi seputar ini pun boleh jadi akan kencang karena ‘’perputaran uang’’ tidak merata. Artinya, calon gubernur itu tidak lagi perlu ke sana-ke mari mencari dukungan, masimakrama, sumbang ini-itu di sana-sini. Dia hanya perlu fokus dengan parpol serta para wakil rakyat di DPRD. Jadi, kalau rakyat yang sebelumnya kecipratan kini harus rela gigit jari. Lalu, pertanyaan lainnya, apakah hal itu efektif? Lebih hemat? Lebih bermanfaat? Belum tentu. Inti permasalahan yang sangat hakiki adalah saat ini sedikit sekali pejabat publik yang benar-benar sadar bahwa dia adalah milik publik. Bukan milik parpol. Karena sangat sedikit maka dia cenderung lebih banyak bekerja untuk induk partainya ketimbang sebagai pelayan publik. Negeri ini, lewat aktor-aktor politiknya memang lebih menonjolkan sisi selebriti ketimbang sosok negarawan. Lebih banyak nampang ketimbang bekerja. ***

L

Bang D

el

TK duga SBY-Sultan ‘dikerjain’ orang

Cari dukun yuk ...

5

Kata Monarki yang Kontroversial Itu PEKAN awal di bulan penghujung tahun ini seperti menjadi Pekan Kemarahan. Orang marah-marah secara serentak di mana-mana. Bahkan hampir tak ada ruang yang terbebas dari orang marah. Di jalan, di warung, kafe hingga di kantor-kantor yang dihuni orang-orang terdidik. Celakanya, sasaran kemarahan mereka tertuju pada satu orang, yakni orang yang telah berani-beraninya menyebut kata “monarki” yang membuat alergi warga Yogya. Kata monarki meluncur dari penjelasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam pengantar sidang kabinet pada 26 November yang membahas RUUK DIY, presiden memaparkan model tata pemerintahan daerah Yogya yang formulanya tengah dirancang. SBY menghendaki adanya suatu pranata yang menghadirkan sistem nasional NKRI, keistimewaan DIY yang harus dihormati dan dijunjung tinggi, serta nilainilai demokrasi dalam RUU tentang Keistimewaan DIY. Lalu, kata-kata yang kontroversial itu menyusul. Nilai-nilai demokrasi tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, tidak boleh ada sistem monarki yang bertabrakan dengan konstitusi maupun nilainilai demokrasi. Dari sinilah petaka itu berawal. Bak bara tersiram bensin, amarah itu berkobar, menjalar ke segala arah. Dari Jakarta merebak ke Yogya. Dari Sultan menular ke para kawula. Dari media, pengamat sampai orang yang tidak memiliki kepentingan (langsung) pun turut menyemarakkan pesta kemarahan kolosal ini. Kegaduhan ini kian gemuruh oleh pemberitaan media yang mebombardir ruang layar kaca, halaman koran dan monitor lamanlaman berita. Semua jenis berita disajikan, dari berita selintas, analisa hingga talkshow siaran langsung. Segala macam pengamat dihadirkan, untuk mengurai kata “monarki” dari berbagai sudut dan cara pandang. Kajian bahasa, analisa politik juga aneka komentar. Kata “monarki” semakin naik daun, jadi buah (banyak) bibir dan bahan pergunjingan yang meruncing. Untuk jadi penonton saja rasanya memusingkan kepala, laksana iklan obat sakit kepala yang melingkar-lingkar berputar itu. Apakah harus sedemikian gegap-gempita untuk membahasnya? Hingga harus mengerahkan seluruh tena-

Oleh : Siti Zulaikha ga dengan bambu runcing untuk meresponnya. Perlukah menggelontorkan segala caci-maki untuk menanggapi dan menumpahkan sumpahserapah untuk mengumbar amarah? Galeri Reaksi Di sini hanya tersedia ruang untuk menampung reaksi yang berasal dari pihak-pihak pemangku kepentingan atas RUUK DIY (saja). Sedangkan media yang disesaki provokator hanya bisa membakar suasana tanpa iktikad meredam setelahnya. Maka, reaksi pertama yang wajib dikemukakan adalah yang berasal dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ngarso Dalem merupakan pihak yang merasa terkena sasaran tembak oleh kata “monarki” itu. Meski berbalut gaya kelembutan, tapi kata-kata raja Yogya ini menyiratkan ketersinggungan yang amat. Sayangnya, Sultan tidak berkenan memperjelas pernyataannya. Malah, ia mempersilakan publik menafsirkan sendiri. Ketika media menanyakan pada Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengenai hal ini, ia menilai telah terjadi misintepretasi. Terhadap kata “monarki” Gamawan memandang penafsiran kata ini diperbesar, tanpa melihat nilai demokrasi dan konstitusi yang disebut bersamaan rangkaian kata dalam kalimat tersebut. Ini merupakan satu kesatuan yang menurutnya harus dipertimbangkan secara utuh. Hanya saja, orang melihat, kenapa Presiden menyebut monarki. Padahal bukan sekadar itu. Presiden menyebut secara utuh akan mempertimbangkan aspek monarki, aspek konstitusi, dan nilai demokrasi. Namun, Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung berpendapat, pernyataan terbuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal monarki dalam konteks Kesultanan Yogyakarta sangat serius. Bagi dia, keistimewaan Yogyakarta tidak boleh diganggu gugat.

Bagaimanapun, kesepakatan antara Bung Karno dan Sultan Hamengkubuwono IX yang tertuang dalam Maklumat 5 September 1945 merupakan bagian dari sejarah. Tetapi bila pernyataan kontroversial SBY berujung tuntutan referendum oleh rakyat Yogya, Pram tidak mendukungnya. Referendum, ia khawatirkan akan mengganggu bingkai NKRI. Maka, politisi PDIP ini mendo-rong pemerintah untuk menyudahi polemik monarki agar tidak terjadi disinformasi kelewat jauh. Menjawab kehendak banyak pihak, presiden pun memberi klarifikasi sepekan kemudian. Di hadapan media dan seluruh menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu II yang diundangnya di Istana Negara, SBY menyampaikan pembelaannya. Tapi ia berupaya menenangkan suasana tidak dengan kata “maaf” seperti yang diinginkan para kawula Yogya. Malah, kata “monarki” yang menimbulkan alergi itu diucapkannya lagi. Tanpa ragu-ragu ia eja kata-demi kata seraya mengharap publik mendengar dengan cermat dan lalu memperoleh pemahaman sejalan dengan yang ia pikir dan maksudkan. Pada bagian lain, Presiden juga meminta agar persoalan ini tidak digeser-geser ke ranah poltik dan direduksi hanya pada masalah penetapan kepala daerah. Kemarahan masyarakat Yogya memang mereda tapi tetap saja meninggalkan ganjalan. Pertama karena kata “monarki” terlanjur terucap. Kedua, tidak ada kata maaf untuk menyabutnya. Dan pertanyaan yang muncul kemudian, apakah kalau presiden meminta maaf lantas selesai perkara? Apa tidak justru meneguhkan bahwa ia mempunyai maksud buruk atas pengucapan kata itu? Sebab, sebuah kata tidak bisa diartikan secara mandiri dan harfiah begitu saja. Ada konteks kalimat dan semangat serta suasana kebatinan yang melingkupi sebuah kata terungkap.

Mendata Kesalahan SBY Walau bagaimanapun kecerobohan SBY melontarkan kata “monarki” adalah salah. Salah waktu, salah tempat dan salah strategi. Salah waktu karena masyarakat Yogyakarta baru saja dilanda bencana letusan gunung Merapi yang belum usai melewati tahap rehabilitasi. Juga salah waktu, sebab rancangan undang-undang ini sudah lama tertunda-tunda. Bahkan kegagalan DPR periode 2004-2009 mengesahkan RUUK ini terhalang oleh Fraksi Demokrat, partai yang dilahirkan dan dibina SBY. Dari tujuh hal terkait keistimewaan Yogyakarta, enam di antaranya sudah disepakati dan hanya menyisakan soal mekanisme pemilihan kepala daerah yang belum disepakati. Jadi, bagaimana mungkin SBY meminta publik untuk tidak mereduksi persoalan keistimewaan Yogya hanya pada tataran suksesi gubernur. Memang tinggal masalah itu yang menggantung selama sewindu sejak konsep RUUK berada di tangan pemerintah. Mereka sudah jengah menanti usainya pembahasan RUUK ini dan lalu disulut dengan kata “monarki”. Salah tempat, tidak seharusnya SBY yang bergelar doktor itu menyebut kata “monarki” menyangkut keistimewaan Yogya. Padahal biasanya ia paling bisa menempatkan diri, dengan siapa berhadapan dan kata apa yang pantang diucapkan. Presiden mestinya sangat mafhum bagaimana kawula Yogya telah lama nyaman hidup dalam model pemerintahan kerajaan. Pengabdian adalah hal terluhur yang mereka punya dan lakukan terhadap baginda raja terpuja. Dan jangan ada yang mengusik hukum kekekalan raja, maka mala petaka akan tiba. Dan benar saja, SBY tersandung kata “monarki” yang lantas memanen cercaan seketika. Salah strategi, karena sidang kabinet itu terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pengantar bersifat terbuka dan diliput media. Lalu break dan dilanjutkan sidang tertutup dengan bahasan yang lebih mendalam. Dan sewaktu sidang kabinet tentang RUUK DIY, kenapa presiden melempar kata yang sensitif itu pada sesi pengantar yang dikonsumsi media? Jika ia seorang penjaga citra, seyogyanya hanya memilih katakata yang aman saja demi terkesan baik. ***

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Moral Telah Hancur SEKARANG mungkin telah terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat. Sehingga anak-anak telah menjadi sosok yang berbeda akibat longgarnya norma-norma kemanusiaan kita. Hubungan antara sesama manusia yaitu rasa suka antara laki-laki dan perempuan misalnya, sebenarnya adalah biasa dan wajar maka untuk menyikapinya itu semua telah diatur dalam norma agama dan adat budaya. Semua itu pasti bertujuan luhur dan baik karena manusia adalah makhluk Tuhan yang istimewa. Agar hidup manusia tentram dan damai. Manusia membutuhkan falsafah hidup agar tak semaunya melakukan sesuatu berdasarkan hawa nafsu semata tanpa ada pertimbangan baik buruk. Namun hal itu telah dilupakan oleh keadaan yang terjadi sekarang. Gaya hidup modern yang katanya memiliki peradaban yang serba beradab dan berpendidikan yang tinggi, entah kenapa malah mem-

buat manusia semakin seperti binatang. Banyak kasus pelecehan seksual yang melibatkan pelajar bahkan anak-anak bangsa yang akan menjadi aparat negara menjadi sesuatu yang dianggap lumrah di negeri ini. Indonesia telah menjadi negara yang masuk dalam lima besar yang rakyatnya pengkonsumsi video porno terbesar di dunia. Sebuah ironi dari negara yang dikenal religius dan menganut budaya ketimuran yang kental. Minimnya pengetahuan tentang sex yang sehat menjadi alasan tejadinya banyak kasus pelecehan seksual dan tindakan asusila. Di Negara yang sekelas Amerika Serikat yang menganut paham liberal justru lebih 'rapi' dalam memperjual belikan majalah pria dewasa dibanding yang kita alami sendiri di jalan-jalan Jakarta. M. Alawi Meruya, Jakarta Barat

Meredam Polusi yang Parah KOTA Jakarta masuk dalam 5 besar kota terpolusi di dunia. Bahkan mungkin secara realita kota Jakarta sudah masuk 3 besar dari negara seluruh dunia. Apakah ini sebuah fakta yang harus diterima dengan senang hati atau dianggap biasa-biasa saja?. Sebagai mental yang baik dari orang yang memiliki rasa cinta akan negerinya apalagi ini adalah sebuah ibukota negara maka saya merasa sedih dan tak bisa terima. Memang Ada banyak hal yang membuat kota perjuangan ini mengalami polusi besar-besaran. Satu hal yang menjadi alasan paling umum adalah mental hidup sehat masyarakat kota yang masih memprihatinkan. Salah satu persoalannya adalah Jakarta dihuni oleh masyarakat urban yang datang dan menetap dalam jangka waktu yang lama atau mungkin selama-lamanya. Padatnya kota Jakarta semakin tak terkendali,

kemacetan yang keparahannya terus meningkat semakin menegaskan tak ada yang mampu menemukan solusi terbaik untuk kota Jakarta. Sebagai langkah nyata yang membuat Jakarta berkurang tingkat polusinya saya sebgai warga Jakarta menyarankan sebaiknya kampanye bersepeda sebagai kendaraan pengganti sepeda motor dapat direalisasikan dengan pengadaan jalur khusus sepeda. Penanaman pohon yang sesuai untuk jalan perkotaan juga alternatif yang bisa mengurangi polusi udara. Jakarta mungkin sudah sulit untuk kembali baik. Tapi harapan baik dan usaha merubah pola yang buruk masih membuka peluang yang baik. Semoga Jakarta akan kembali berseri dengan salah satunya usaha kita bersama membuat Jakarta sehat. Darwis Sibarani Pasar Minggu, Jak-Sel

Mikrolet Terlalu Banyak TAK seperrti biasanya pada kamis sore lalu kemacetan lalu lintas di sekitar pasar bunga rawa belong terasa begitu parah. Atrean kendaraan berderet panjang hingga sampai ke lampu merah di depan perempatan jalan. Apa yang terjadi ? saya pikir ada kecelakaan lalu lintas atau ada mobil mogok sehingga jalan ‘tersumbat’ dan menimbulkan kemacetan. Eh ternyata penyebabnya hanya soal ‘sepele’. Angkutan kota (angkot) yang ngetem di pinggir jalan raya. Menariknya para sopir angkot dengan santai menunggu penumpang tak menghiraukan kemacetan yang ditimbulkan karena ulahnya. Wajah mereka (para sopir) tampak damai, tanpa rasa bersalah. Setelah melewati antrean panjang, saya pikir arus lalu lintas pasti lancar. Eh ternyata kembali macet. Penyebabnya, lagi-lagi, ulah sopir angkot. Mereka parkir, mencari

penumpang di jalanan menjelang perempatan. Kali ini mereka benarbenar nekad. Ketika lampu hijau menyala mereka tetap tidak jalan, sehingga macet parah. Angkot yang terlalu banyak jumlahnya dalam jurusan yang sama membuat banyak yang harus menunggu penumapng dipinggir jalan dan mengakibatkan macet yang parah dan tak jarang angkot mengerem tanpa memberi tanda lampu sen. Keadaan ini sangat mengancam keselamatan para pengendara yang lain. Para aparat pengatur lalu-lintas pun tampak tak berdaya dengan dibantu oleh para ‘pak ogah’ yang selalu siap beroperasi. Semoga ada tata tertib yang di buat aparat setempat demi mencegah terjadinya macet parah di jalan rawa belong. Risa Fatimah Pasar Minggu, Jak-Sel

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Hardianto, Ade Irawan, Bogor : Aris Basuki, Depok : Rina Ratna, Kontributor Bekasi : Muhajir, Nendi Kurniawan, Safa Aris Muzakar, Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk, Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 16 Desember 2010

6

Perbakin Targetkan

Empat Emas di SEAG JAKARTA - Ketua Bidang Target PB Perbakin optimistis Tim Menembak Indonesia minimal mampu meraih empat medali emas di SEA Games XXVI Palembang tahun 2011. “Memantau hasil SEASA dalam waktu empat hari tim menembak Indonesia sudah mengalami peningkatan cukup bagus. Semua itu dapat dijadikan modal menuju SEA Games XXVI,” ujar Siswanto di Jakarta, kemarin. Latihan yang relatif singkat sejak 1 Desember dan langsung tampil 10 Desember 2010, para petembak nasional masih mampu mengimbangi prestasi lawan yang datang dari enam negara kawasan ASEAN. Semua itu membuktikan para petembak nasional memiliki bakat alam yang handal. Bila dipoles lagi dalam waktu yang cukup menuju SEA Games XXVI maka hasilnya akan lebih baik lagi. Seperti halnya Totok Trimartanto walau melakukan latihan singkat sekitar satu pekan di Pelatnas, namun berhasil membuat rekor nasional (Rekornas) di nomor 25 meter rapid pistol. Begitu juga Maxima Rizado di nomor air file pistol mampu memberikan nilai terbaik di nomor tim. Bila disimak dari peta kekuatan lawan di SEASA kontingen dari Vietnam memiliki prestasi atlet cukup handal dengan mengumpulkan sembilan medali emas, tiga perak dan

satu perunggu. Atlet yang diturunkan Vietnam memiliki Pelatnas jangka panjang lewat sekolah menembak di negaranya. berprestasi disetiap nomornya. Pembinaan semacam itu harus dilakukan di Tanah Air, bila perlu mencontoh atlet China yang mendapat tempaan mulai usia dini. Olahraga spesialisasinya terus ditempa melalui sekolah maupun semacam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang ada di Indonesia. Namun yang menjadi permasalahan atlet yang lahir diolahraga menembak jarang melalui PPLP. Biasanya atlet menembak Indonesia lahir melalui lingkungan keluarga yang orang tuanya hobi dan senang menekuni olahraga menembak. Bakat yang tumbuh dalam lingkungan keluarga itu dilatih sendiri oleh orang tuanya dan muncul atlet menembak setelah masuk dalam lingkungan Perbakin. Pembibitan dan pembinaan semacam itu harus dirubah bila pemerintah turun tangan membantu pembinaan olahraga menembak lewat sekolah maupun PPLP. Terobosan pembibitan dan pembinaan atlet melalui sekolah akan dilakukan Ketua Umum PB Perbakin, Nanan Soekarna dimasa mendatang untuk menjaring atlet mulai usia dini melalui pelajaran ekstrakulikuler di sekolahnya. (ant) Suluh Indonesia/ant

Pemain Timnas

Jangan Terlalu Percaya Diri PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya Football Club Ivan Kolev mengingatkan pemain Tim Nasional Indonesia untuk tidak terlalu percaya diri pada laga semifinal Piala Asian Football Federation melawan Filipina di Jakarta, malam ini. Menurut Kolev, jika hal itu sampai terjadi, maka akan menjadi bumerang bagi Timnas Indonesia. “Saya rasa semua sudah pas, tinggal mental pemain saja yang harus diwaspadai. Mereka tidak boleh punya kepercayaan diri berlebihan karena menuai banyak pujian selama ini,” ujar dia. Timnas Indonesia meraih poin sempurna pada babak penyisihan dengan mengalahkan Malaysia 5-1, Laos 6-0, dan Thailand 2-1. Kolev menambahkan, pujian itu bisa menjadi bumerang bagi Timnas Indonesia. “Lebih

baik para pemain bertindak biasa saja, dan menjadi diri sendiri seperti cara mereka bermain di babak penyisihan grup,” kata pelatih Timnas Indonesia tahun 2007 ini. Dia pun berpesan kepada lima anak asuhnya yang saat ini memperkuat Timnas Indonesia (Firman Utina, Ferry Rotinsulu, M Ridwan, Arief Suyono, dan Oktavianus Maniani) untuk fokus pada pertandingan tersebut. “Saya sudah berpesan kepada mereka untuk fokus di timnas dulu. Nantilah urusan klub. Saat ini bela negara dulu,” ujar pelatih asal Bulgaria ini. Menurut dia, jika kelima pemain SFC itu bermain baik di timnas maka akan berdampak positif bagi tim. “Jika mereka berhasil, setidaknya dapat membawa aura positif pada klub,” kata dia. (ant)

TAMPIL MENYERANG - Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl (tengah) akan menginstruksikan skuadnya bermain menyerang untuk meraih poin penuh dalam leg pertama semi final AFF Cup 2010 melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, malam ini.

Timnas

Konsentrasi Penuh 90 Menit JAKARTA- Tim nasional Indonesia akan berkonsentrasi penuh selama 90 menit menghadapi Filipina di semifinal pertama AFF Cup 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis malam ini. “Kami akan kosentrasi penuh selama 90 menit menghadapi Filipina,” kata Asisten Pelatih Tim Nasional Indonesia Wolfgaang Pikal usai pertemuan teknik kedua tim jelang pertandingan. Pada pertandingan melawan Malaysia pada babak penyisihan grup A, Indonesia sempat kecolongan lebih dulu di menit 18 dan kemudian mampu bangkit membalas dengan lima gol. Menurut dia, para pemain siap merebut kemenangan pada pertandingan pertama semifinal ini. “Semua pemain dalam kondi-

si fit untuk bertanding. Tidak ada pemain yang cedera. Kami optimis merebut kemenangan,” kata Pikal. Disinggung tekanan dan harapan dari pendukung tuan rumah Indonesia, menurut Pikal adalah satu keberuntungan dimana kedua pertandingan semifinal ini berlangsung di Jakarta. Leg pertama ini berlangsung pada Kamis (16/12), dilanjutkan semifinal kedua pada Minggu (19/12). Ia menilai Filipina adalah tim yang kuat dengan memiliki delapan hingga sembilan pemain naturalisasi termasuk dua bersaudara Younghusband. Sementara itu pelatih Filipina Simon McMenemy mengatakan, timnya merasakan tekanan ketika pertandingan kandang semifinal pertama ini harus berlangsung di Jakarta.

“Sebuah keputusan yang sulit ketika kami harus bermain di kandang Indonesia dengan pendukungnya yang sangat banyak,” katanya. Ia mengatakan, belum ada satu pun pemainnya yang pernah tampil di hadapan 80 ribu penonton. Simon menginginkan anak asuhnya bermain maksimal seperti babak penyisihan grup B, saat melawan Singapura, Vietnam dan Myanmar. Ketika itu, mereka mampu menahan tiga kali juara Singapura 1-1, mengalahkan juara bertahan Vietnam 2-0 di kandangnya, sebelum ditahan Myanmar 0-0. Tampil Menyerang Sementara Pelatih timnas sepak bola Indonesia, Alfred Riedl menginstruksikan kepada seluruh pemain untuk ber-

Menemy mengungkapkan diantara pemain timnya belum ada satu pun yang pernah tampil di hadapan sekitar 80 ribu penonton dengan gambaran situasi yang sudah dipelajarinya melalui rekaman video pertandingan Indonesia sebelumnya. Filipina me-

mang harus memindahkan tuan rumah laga semifinal pertama yang sebenarnya menjadi hak mereka ke Jakarta setelah Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) melihat Filipina tak memiliki stadion berstandar internasional. Ketika ditanya tentang sia-

Suluh Indonesia/ant

COBA LAPANGAN - Pelatih Filipina Simon McMenemy mengawasi para pemainnya saat mencoba lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, semalam. Filipina akan menghadapi Indonesia dalam leg pertama semifinal AFF Cup malam ini.

pa pemain dari tim Indonesia yang harus diwaspadai, Menemy menyebutkan justru seluruh pemain Indonesia pantas diwaspadai. “Kami akan melihat berbagai kemungkinan yang bisa kami lakukan untuk bisa mengalahkan Indonesia. Kami juga tak akan bermain dengan cara bertahan total,” ujarnya. Sementara itu asisten pelatih Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal mengungkapkan, seluruh hukuman kartu kuning yang diterima pemain saat penyisihan grup oleh panitia penyelenggara dihapuskan. Dari Timnas Indonesia hanya ada dua pemain yang telah menerima kartu kuning yakni Firman Utina dan Ahmad Bustomi. “Ini merupakan peraturan baru, Panitia mengatakan seluruh hukuman kartu kuning yang diterima saat babak penyisihan grup seluruhnya dihapuskan, demikian pula kepada tim semifinalis lainnya,” ujar Pikal. (ant)

PSSI Hanya Tanggung

Akomodasi dan Transportasi Filipina JAKARTA - PSSI hanya menanggung akomodasi dan transportasi Filipina selama menjalani pertandingan semifinal Piala AFF 2010, meski pihak asosiasi sepak bola negara tersebut (PFF) minta sistem bagi untung. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di Jakarta, kemarin mengatakan, apa yang ditanggung PSSI sudah cukup realistis. Karena tanggung jawab yang harus dipikul pelaksana sebuah pertandingan cukup berat. “Kami dengan tegas menolak permintaan Filipi-

na. Yang kami tanggung hanya akomodasi selama tujuh hari dan transport pulang pergi,” katanya saat dikonfirmasi. Menurut dia, hingga saat ini pihak Filipina tetap ngotot mendapatkan pembagian keuntungan. Proses pembicaraan antara PSSI dengan PFF terus berlangsung guna mencari solusi terbaik dan menguntungkan kedua pihak. Hanya saja, PSSI tetap konsisten untuk menolak permintaan PFF. Menurut dia, biaya yang ditanggung PSSI lebih besar dibandingkan jika

Filipina menggelar pertandingan semifinal di Vietnam maupun di Singapura. “Mereka (Filipina red) tetap ngotot minta bagi untung karena melihat tingginya animo penonton Indonesia. Bagi dia kondisi ini sangat menguntungkan,” katanya menambahkan. Jika dihitung secara kasar dana yang digunakan untuk membayar akomodasi timnas Filipina selama di Indonesia dan transportasi pulang pergi antara Rp600 juta hingga Rp700 juta. Filipina terpaksa

menggelar pertandingan semifinal pertama di luar kandang setelah tak mampu menyediakan stadion yang sesuai dengan standar yang ditetapkan AFF. Akhirnya asosiasi sepak bola Asia Tenggara menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah. Pertandingan semifinal digelar di Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (16/12) dan pertandingan kedua giliran Indonesia menjadi tuan rumah. Pertandingan sendiri digelar ditempat yang sama, Minggu (19/12). (ant)

dilakukan untuk membendung serangan dari Filipina yang mayoritas pemainnya berpostur tinggi. “Semuanya harus disiapkan. Pemain yang memiliki postur tinggi pasti akan menggunakan umpan lambung,” kata asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal saat dikonfirmasi. Filipina oleh jajaran pelatih dinilai sebagai lawan yang kuat. Selain mampu mengalahkan juara bertahan yaitu Vietnan juga diperkuat oleh sembilan pemain dwi kewarganegaraan yang selama ini bertanding di Eropa dan Amerika. Guna mengantisipasi gempuran dari lawan, Riedl telah menyiapkan skema serangan yang dinilai mampu membendung lawan. Skema permainan itu telah diujicoba pada beberapa latihan terakhir. (ant)

PICKUP POINT

Filipina Bakal Tampil Habis-Habisan JAKARTA - Tim Filipina bakal tampil habis-habisan saat berhadapan dengan Indonesia pada leg pertama semifinal AFF Cup 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Kamis malam ini. “Kami akan tampil habis-habisan, bahkan kami akan bermain melebihi dari seratus persen. Kami akan tampil sekuat tenaga seperti saat berhadapan dengan Singapura, Vietnam dan Myanmar,” ujar pelatih Filipina, Simon McMenemy, saat konferensi pers ofisial kedua tim di Hotel Sultan Jakarta, kemarin. Hal itu dikatakan Menemey karena ia menyadari beratnya tekanan yang bakal dihadapi oleh anak asuhnya ketika harus memainkan laga kandang justru di kandang lawan. “‘This is a stupid situation’ (ini sebuah situasi yang sulit -Red) karena kami harus bermain di kandang Indonesia dengan pendukungnya yang sangat banyak,” ujarnya.

main menyerang menggedor pertahanan Filipina. Meski bermain di kandang sendiri, status pertandingan semifinal pertama ini adalah laga tandang karena Filipina tidak mampu menyediakan stadion yang sesuai dengan starndart dari AFF. “Kami harus menyerang selayaknya laga tandang. Yang jelas persiapan telah dilakukan 100 persen,” kata Riedl usai latihan terakhir di Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin. Pada latihan terakhir menjelang pertandingan semifinal pertama, pelatih asal Austria itu memberikan porsi latihan lebih yang salah satunya adalah umpan-umpan datar yang dilanjutkan tendangan kearah gawang. Selain itu, Firman Utina dan kawan-kawan dilatih mengantisipasi bola-bola atas. Hal itu

Baca dan Dapatkan Harian Suluh Indonesia - Bisnis Jakarta Pada Lokasi Di Bawah Ini HOTEL TRANSJAKARTA -

Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor

1 2 3 4 5 6 7

: Kota – Blok M : Harmoni – Pulo Gadung : Kali Deres – Pasar Baru : Pulo Gadung – Dukuh Atas : Ancol – Kampung Melayu : Halimun – Ragunan : Kp. Melayu – Kp. Rambutan

SPBU SPBU PERTAMINA -

SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU

34.115.10, Arteri Panjang 34.132.09, Rawamangun 34.106.05, Let.Jend. Soeprapto 34.135.05, Kramat Jati 34.138.06, Kampung Rambutan 34.131.02, Matraman 34.111.03, KS. Tubun 34.129.02, Gatot Subroto 31.129.03, HR. Rasuna Said 34.125.07, Cilandak KKO

RESTORAN & CAFE -

Hertz Chiken, HR. Rasuna Said Bumbu Desa, Jl. Suryo, Senopati The Bondies, Jl. Ampera Raya D’Cost Seafood, Jl. Kemang Raya Black Canyon Coffee, Jl. Raya Cipete Dapur Sunda, Jl. Raya Cipete Dapur Sunda, Jl. Gatot Subroto Sari Ratu, Jl. Raya Barito Suryo Cafe & Steak, Jl. Warung Buncit Suryo Café & Steak, Pasar Raya Grande Gumati Café, Jl. Paledang Bogor De-leuid, Jl. Padjajaran Bogor Restoran Kawasan Puncak Bogor

-

Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel Hotel

Ibis Santika Kartika Chandra Crown Century Park Sultan Mulia Le Meridien Sahid Grand Hyatt Millennium Arya Duta Nikko Saripan Pacifik Papaho Bogor

TRADE CENTER -

Blok M Plaza Mall Cilandak D’Best Fatmawati Depok Town Square Cilandak Town Square Plaza Setia Budi Bogor Trade Mall Pusat Grosir Bogor

OFFICE BUILDING -

BCA RMK, Jl. Raya Kedoya Plaza Sudirman, Jl. Jend. Sudirman FIF Finance, Jl. Raya Kedoya FIF Finance, Jl. Padjajaran Bogor Bank Mandiri, Jl. H. Juanda Bogor Bank BTN, Jl. Pengadilan Bogor Bank BTN, Jl. Bojong Gede Kantor Telkom, Jl. Padjajaran Bogor Kimia Farma, Jl. H. Juanda Bogor

TEMPAT UMUM HOTEL -

Hotel Ambara Hotel Grand Mahakam Hotel Batavia Hotel Manhattan Hotel Paninsula

-

RS. Dharmais, Jakarta Stasiun Kereta Api Bogor Pertokoan Tas Tajur, Bogor Taman Matahari, Bogor Taman Safari, Bogor


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 16 Desember 2010

7

Tevez Kembali ke Kamp Pelatihan City LONDON - Penyerang Manchester City Carlos Tevez yang ingin hengkang dari klub itu, kembali ke kamp pelatihan klub tersebut, Selasa (Rabu WIB), sebagaimana direncanakan, demikian dilaporkan Asosiasi Pers Inggris. Tevez menurut rencana akan ikut sesi pelatihan pada Selasa setelah istirahat empat hari di Tenerife. Pemain penyerang Argentina itu tidak ikut bermain saat timnya menang akhir pekan lalu melawan West Ham, yang memperkokoh kepercayaan City atas gelar juara, ketika dia terkena larangan bermain.

Setelah kemenangan itu, terungkap bahwa Tevez telah menyerahkan suatu permohonan tertulis untuk dimasukkan dalam bursa transfer yang telah ditolak oleh klub Inggris itu. Cukup dipahami bahwa dia kemungkinan besar tidak ikut dalam perjalanan klubnya ini ke Turin Rabu menjelang pertandingan Liga Europa melawan Juventus. City tak memiliki jadwal pertandingan di Liga Utama Inggris (Liga Premier) hingga Senin depan ketika mereka dijadwalkan akan berhadapan dengan Everton di Eastlands. (ant)

Pacquiao Tarung 7 Mei MANILA - Manny Pacquiao akan kembali naik untuk mempertahankan gelar juara dunia kelas welter versi WBO-nya. Siapa lawannya belum lagi ditentukan, tetapi yang pasti Pacquiao bertarung pada 7 Mei 2011. Hal tersebut diungkapkan promotor Pacquiao, Bob Arum, yang tengah berada di Filipina. Siapa lawan berikut Pac Man akan diumumkan pada Jumat besok bertepatan dengan ultah ke-32 Pacquiao. “Kami bertemu pada Senin (13/12) malam di tempat saya. Kami akan bicara lagi pada Jumat di General Santos City (kota asal Pacquiao—red),” ungkap Arum kepada ESPN. “Jumat adalah hari ulang tahunnya dan dia akan mengatakan (lawannya). Kami sudah membicarakan detailnya selama kira-kira satu jam,” tukas promotor berkebangsaan Amerika itu. Pacquiao terakhir bertarung

pada 10 November lalu dengan menghadapi Antonio Margarito. Pacquiao menang angka dalam 12 ronde dan memenangi sabuk juara dunia kelas welter super WBC yang lowong. Pada awalnya, Arum berencana untuk memanggungkan Pacquiao pada 16 April. Namun karena tanggal itu bakal bentrok dengan kegiatan Pacquiao sebagai anggota parlemen Filipina, tanggal 7 Mei pun dipilih. “Manny lebih memilih tanggal 7 Mei karena jadwalnya sebagai anggota kongres dan dia memilih awal Mei agar tidak bertabrakan dengan jadwal kerja kongres,” papar Arum. Untuk calon lawan, Arum sangat ingin mengadu Pacquiao dengan Shane Mosley. Sedangkan untuk arena pertarungan, Arum mengutamakan negara bagian yang bebas pajak, yakni Nevada, Texas atau Florida. (grd)

Manny Pacquiao

Suluh Indonesia/ap

MENGEJUTKAN – Para pemain TP Mazembe menyambut Mulota Kabangu yang tampil mengejutkan dengan mencetak gol ke gawang Internacional dalam Piala Dunia Antar Klub di Abu Dhabi, kemarin.

Piala Klub Dunia

Wakil Afrika Kejutkan Internacional ABU DHABI - TP Mazembe merupakan klub pertama dari Afrika yang maju ke babak final kompetisi Piala Klub Dunia setelah menang mengejutkan 2-0 atas Internacional dari Brazil pada pertandingan Selasa malam waktu setempat. Gol yang diciptakan Mulota Kabangu dan Dioko Kaluyituka menghenyakkan klub Amerika Selatan itu, menyebabkan klub dari Republik Demokratik Kongo dengan julukan Tout Puissant (semua kuat) maju ke final melawan Inter Milan dari Italia atau klub dari Korea Selatan, Seongnam. Klub juara Afrika itu bermain disaksikan sedikit pendukung mereka yang ada di Abu Dhabi dan mereka memainkan alat-alat

musik dari tribun sembari menari riang gembira atas kemenangan tim mereka. “Kemenangan ini berarti banyak bagi kami. Semua orang Afrika pasti senang dan gembira. Saya amat bangga dengan pemain saya,” kata pelatih tim Senegal, Lamine N’Diaye. “Pada 20 menit pertama Inter mulai mengkhawatirkan. Pada pertengahan permainan, ketika kedudukan 0-0, saya katakan kepada pemain saya bahwa pertandingan itu milik mereka. Mereka harus berusaha mendapatkannya,” katanya. Dengan kemenangan itu, berarti Mazembe menjadi tim pertama Afrika yang mengalahkan klub Amerika Selatan dalam kompetisi dan klub Bra-

AS Uji Coba Lawan Mesir CHICAGO - Amerika Serikat akan bertandang ke Mesir untuk memainkan pertandingan persahabatan melawan juara bertahan Piala Afrika itu pada 9 Februari 2011 di Kairo, Federasi Sepak Bola AS mengumumkan Senin. Tim nasional AS itu sudah pernah mengalahkan juara tujuh-kali Piala Afrika tersebut di sejumlah pertemuan mereka sebelumnya, dengan pertandingan paling akhir dimenangkan AS 3-0 atas klub Pharoahs itu pada Piala Konfederasi FIFA

2009 di Afrika Selatan. Kemenangan lain AS juga terjadi di suatu tempat yang netral, kemenangan 3-1 di Seoul tahun 1987. Pelatih timnas AS Bob Bradley sangat senang atas kesempatan bagi tim AS itu bisa bermain pada pertandingan pertama yang pernah mereka lakukan di Mesir menjelang turnamen Piala Emas paa Juni mendatang. Piala Emas merupakan kejuaraan khusus bagi kawasan benua Amerika Utara itu. “Mesir adalah suatu tim yang sangat

berbakat dan kompetitif,” ujar Bradley said. “Penampilan mereka di Piala Konfederasi dan Piala Afrika menunjukkan kemampuan mereka untuk menantang tim-tim teratas dunia. “Bermain melawan juara Afrika dalam lingkungan yang bakal fantatis di Kairo merupakan suatu kesempatan yang bagus,” tutur Bradley. Tim Amerika akan membuka kampanye 2011 mereka pada 22 Januari dengan melawan Chile di Los Angeles. Tim Mesir dengan julukan The

Pharoahs itu, yang menempati posisi kesepuluh di dunia dalam daftar yang dikeluarkan FIFA, tidak terkalahkan saat menjadi juara Piala Afrika tahun ini dengan Mohamed Nagy mencetak lima gol dan kapten timnas Ahmed Hassan terpilih sebagai pemain terbaik pada turnamen itu. Namun, tidak seperti Amerika Serikat, Mesir tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2010, karena kalah dalam pertandingan play-off melawan musuh besar mereka, Aljazair. (ant)

Nuggets Atasi Magic DENVER - Sinar Carmelo Anthony ternyata lebih terang ketimbang milik Dwight ‘Superman’ Howard. Berkat kontribusi Anthony, Denver Nuggets pun berhasil menang 111-94 atas Orlando Magic. Bermain di markas Nuggets, Pepsi Center, Denver, kemarin siang WIB, Magic sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik dan menutup kuarter pertama dengan skor 31-29. Nuggets berbalik unggul 61-55 di akhir kuarter kedua, tetapi Magic menipiskan ketertinggalannya jadi 78-79 dengan unggul di kuarter ketiga. Tapi pada akhirnya, Nuggets berjaya 111-94 berkat dominasi total di kuarter terakhir. Anthony yang masa depannya tengah gonjangganjing menyusul rumor keinginannya hijrah ke New York Knicks, membintang buat Nuggets dengan 35 poin dan 11 rebound. Ty Lawson dan Arron Affalo masing-masing mengemas 16 dan 15 poin. Kegemilangan Anthony sanggup menutup pencapaian Howard yang menjadi pengumpul angka terbanyak di kubu Magic. Howard menjaringkan 18 poin plus 14 rebound. Vince Carter menambahi dengan 18 angka. Dari

zil dikalahkan pertama kali dalam 13 pertandingan di Piala Klub Dunia dalam tujuh edisi sejak kompetisi itu dimulai FIFA pada 2000. Pelatih Internacional Celso Roth mengatakan, “Kami amat berharap dapat meraih gelar dalam Piala Klub Dunia ini. Kami memiliki kesempatan dan kami mendominasinya tapi akhirnya kami kalah. Masalah kami berlanjut dan kami tidak mendapatkan apa yang kami harapkan. Kami mendominasi hingga akhir tapi tetap kalah,” katanya. Internacional meraih piala turnamen itu ketika dilaksanakan di Jepang pada 2006. Kabangu membuat Mazembe memimpin pada menit kedelapan babak kedua ketika ia

mendapat kesempatan membuat jarak dengan lawannya dan mendapat umpan untuk melakukan tembakan yang jauh dari jangkauan Renan. Pemain sayap yang bergerak cepat, Kaluyituka, membuat angka Mazembe menjadi lebih aman lima menit menjelang pertandingan usai, ketika melewati dua pemain bertahan lawan dan menendang datar jauh dari jangkauan Renan. Inter mendominasi babak pertama dan memiliki banyak peluang, di antaranya ketika penjaga gawang Muteba Kidiaba menyambar bola kencang dari tendangan striker Rafael Sobis. Setelah turun minum, pemain yang amat mengesankan Kidiaba, yang memimpin doa

sebelum pertandingan dimulai dengan berlutut bersama rekannya di mulut gawang, kembali menjinakkan tendangan keras dari Sobis. Pemain pengganti Guiliano, yang mencetak gol dalam kampanye Piala Libertadores bagi Internacional, mendapat peluang emas pada menit ke70 ketika berhadapan dengan penjaga gawang, bola hasil tendangan mendatar ditangkap Kidiaba. Pengatur serangan dari Argentina, Andres D’Alessandro, beberapa kali melakukan tendangan tetapi terlalu tinggi di atas mistar sampai akhirnya pertandingan usai dengan kemenangan Mazembe. (ant)

Crespo Gebrak Fiorentina MILAN - Pemain pengganti Hernan Crespo mencetak gol dua kali pada perpanjangan waktu ketika Parma menang 2-1 atas Fiorentina pada pertandingan 16 besar kompetisi Piala Italia, Selasa malam waktu setempat. Setelah pertandingan berlangsung tanpa gol selama 90 menit, dilakukan perpanjangan waktu dan pada pertengahan pertandingan, permainan menjadi hidup ketiga Mario Santana mencetak angka untuk tim tamu Fiorentina. Pemain veteran Crespo menyamakan kedudukan dengan cepat ketika bola tendangannya lolos di antara tangan penjaga gawang Vlada Avramov dan dua menit kemudian pemain dari Argentina itu memastikan kemenangannya dengan tambahan satu gol. Parma akan berhadapan dengan juara pertandingan

Hernan Crespo

antara Palermo v Chievo di perempat final dan pertandingan 16 besar lain akan dilaksanakan

Januari 2011 dan tujuh teratas klub Seri A musim lalu ikut dalam kompetisi itu. (ant)

Nadal dan Wozniacki

Juara Dunia ITF 2010

Suluh Indonesia/ap

CURI BOLA – Guard Orlando Magic Vince Carter (kiri) mencoba merebut bola dari tangan forward Denver Nuggets Carmelo Anthony dalam laga NBA di Denver, kemarin.

Washington, Los Angeles Lakers kembali menang dengan mengungguli Washing-

ton Wizards 103-89. Lamar Odom mencatat double-double dengan 18 poin dan 10 re-

bound, sedangkan Kobe Bryant menceploskan 24 angka. (grd/ap)

PARIS - Petenis Spanyol Rafael Nadal dan petenis Denmark Caroline Wozniacki menjadi Juara Dunia Federasi Tenis Internasional (ITF) 2010. Ini untuk kedua kalinya bagi Nadal meraih penghargaan tersebut, sementara Wozniacki menjadi petenis Denmark pertama yang menerima penghargaan senior ITF. Petenis kembar asal Amerika Serikat Bob dan Mike Bryan ditunjuk menjadi Juara Dunia ganda untuk ketujuh kalinya, sementara Gisela Dulko dari Argentina dan Flavia Pennetta dari Italia menjadi Juara Dunia ganda putri untuk pertamakalinya. Nadal menjadi petenis

ketujuh dalam sejarah yang memenangi semua gelar Grand Slam saat dia menjuarai AS Terbuka September lalu. Petenis berusia 24 tahun itu juga merebut gelar Prancis Terbuka untuk kelima kalinya dan Wimbledon untuk kedua kalinya, untuk merebut kembali posisi nomor satu dunia dia pada akhir tahun dari Roger Federer. Dengan medali emas Olimpiade dan dua gelar Piala Davis, petenis Spanyol itu kini sudah memenangi semua gelar turnamen besar. Wozniacki menjadi petenis putri termuda keempat setelah Martina Hingis, Monica Seles, dan Steffi Graf, yang meraih posisi nomor satu dunia pada akhir tahun. Petenis berusia 20 tahun itu menjadi pemain pal-

ing konsisten di sirkuit, meraih enam gelar di Ponte Vedra, Copenhagen, Montreal, New Haven, Tokyo, dan Beijing. Dalam penghargaan lainnya, juara Olimpiade Remaja Juan Sebastian Gomez dari Kolombia dan Daria Gavrilova dari Rusia ditunjuk sebagai Juara Dunia Junior, sementara Juara Dunia Tenis Kursi Roda ITF adalah Esther Vergeer dari Belanda dan Shingo Kunieda dari Jepang. Pada Juara Dunia ITF itu akan menerima penghargaan mereka di acara ITF World Champions Dinner pada 31 Mei di Paris, saat turnamen Roland Garros. (ant)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Kamis 16 Desember 2010

8

Kerugian Erupsi Merapi

Capai Rp 479 Miliar SEMARANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng memperkirakan kerugian akibat erupsi Gunung Merapi ditiga wailayah di Jateng ini mencapai 479,32 miliar. ‘’Kerugian tersebut terjadi di 18 sektor yang kebutuhan dana bagi proses rehabilitasinya akan diajukan ke pemerintah pusat,” kata Kepala BPBD Jateng Priyanto Jarot Nugroho di Semarang, kemarin. Sejumlah sektor yang mengalami kerusakan akibat erupsi gunung berapi teraktif di dunia ini di antaranya kesehatan, pendidikan, pertanian, pemukiman, dan sebagainya. Ia menuturkan, pascabencana Merapi, pemerintah provinsi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah siap mulai rehabilitasi. Masa rehabilitasi akan berlangsung mulai Januari-April 2011. Meski demikian, lanjut dia, hingga saat ini masih ter-

dapat ancaman lahar dingin material Merapi yang terjadi bersamaan dengan tingginya curah hujan di kawasan lereng gunung ini. Ia menjelaskan, curah hujan yang tinggi akan menyebabkan ancaman banjir lahar masih akan terjadi hingga Februari 2011 mendatang. Menurut dia, banjir lahar dingin yang terjadi beberapa waktu telah mengalir ketujuh sungai yang ada di lereng Merapi. Sebuah jembatan rusak akibat luapan banjir lahar dingin ini. Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kerusakan serta dampak yang terjadi akibat banjir lahar dingin ini, pemerintah telah menyiagakan sejumlah alat berat. Selain itu, kata dia, untuk jembatan yang rusak juga telah diperoleh bantuan jembatan darurat. (ant)

Warga Pertahankan

‘Rumah Lapindo’ PASURUAN - Seorang warga Dusun Ngasem, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, masih mempertahankan rumah kos di atas lahan yang akan digunakan jalan arteri pengganti Porong akibat terendam lumpur Lapindo. ‘’Saya hanya ingin keadilan dalam menentukan harga saja,” kata pemilik rumah kos tersebut, Arifin, kemarin. Ia menampik jika dirinya dituding terlalu tinggi dalam menentukan harga ganti rugi tanah dan rumah kos. Lahan miliknya seluas sekitar 2.000 meter lebih hanya akan dibayar ganti rugi senilai Rp453 ribu per meter, sedangkan lahan di depannya yang berhadapan dengan jalan raya diganti Rp975 ribu per meter. Arifin juga mengatakan dirinya tidak akan minta ganti rugi dengan harga yang sama dengan lahan yang menghadap langsung jalan raya, namun harga lahan miliknya

hendaknya disamakan dengan lahan milik warga lain yang juga berada di dalam. Lahan milik warga lain di lokasi yang agak masuk dibeli dengan harga Rp510 ribu per meter. Sementara lahan miliknya yang juga berada di dalam hanya dihargai Rp453 ribu per meter. ‘’Saya tidak akan minta ganti rugi dengan harga sama dengan yang menghadap jalan, tapi setidaknya lahan miliknya juga dihargai sama dengan lahan milik warga lain di dalam, yakni Rp510 ribu per meter. Bahkan Arifin juga mengaku dirinya tidak akan mempermasalahkan jika rumah kos sebanyak 12 kamar yang kini penuh penghuni itu harus dibongkar asal lahannya dihargai secara adil. Lahan milik Arifin merupakan salah satu lahan yang dibebaskan untuk pengganti jalan arteri Porong yang terendam lumpur. (ant)

Suluh Indonesia/ant

KEBAKARAN - Seorang pedagang berusaha menyelamatkan barangnya saat terjadi kebakaran di Pasar Butung Makassar, kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang menghanguskan ratusan kios di pusat grosir pakaian terbesar di Indonesia Timur tersebut dan kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Ketua DPRD Surabaya

Tak Setuju Tes Urine SURABAYA - Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana menyatakan tidak setuju jika setiap anggota dewan harus menjalani tes urine menyusul tertangkapnya salah seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Sekretariat DPRD Surabaya yang terlibat kasus narkoba. ‘’Saya pikir, tidak perlu harus tes urine karena ini taruhannya citra DPRD di mata masyarakat,” katanya di DPRD Surabaya, kemarin.

Menurut dia, sangat tidak mendasar jika anggota DPRD Surabaya disuruh menjalani tes urine karena adanya dugaaan ikut terlibat dalam pesta sabusabu dengan oknum PNS di Sekretariat DPRD Surabaya tersebut. Jika seluruh anggota DPRD Surabaya harus menjalani tes urine itu sama saja membuat seolah-olah ada anggota dewan yang terlibat dalam pesta sabu-sabu. Wishnu malah

menuduh media menurunkan berita yang kurang valid sehingga membentuk opini di masyarakat bahwa di dalam DPRD Surabaya banyak beredar sabu-sabu. ‘’Kami sebenarnya ‘welcome’ saja diadakan tes urine. Tapi untuk apa? Kami tak perlu menuruti desakan media,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya tersebut. Wisnu melanjutkan bahwa jika tersangka atau oknum PNS

Gilimanuk Buka Tutup Kari juga sudah minta kepada seluruh nakhoda untuk selalu waspada saat menyeberang dari Gilimanuk ke Jawa, atau sebaliknya. ‘’Saya minta mereka selalu memperhatikan cuaca. Jika mendadak buruk, mereka tidak boleh memaksakan diri untuk berlayar,” ujar Kari. Saat cuaca buruk, Syahbandar Gilimanuk memang seringkali menggunakan sistem buka tutup pelayaran untuk keamanan kendaraan dan penumpang yang diangkut kapal. Di sisi lain, angin kencang juga membuat beberapa pohon di hutan wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya tumbang. Pohon di sepanjang jalan raya Denpasar-Gilimanuk yang bertumbangan sempat menghambat arus kendaraan yang lewat. Pihak polisi hutan harus bekerja keras untuk menyingkirkan batang-batang pohon yang bertumbangan tersebut. (kmb)

Suluh Indonesia/ant

DEMO - Sejumlah mahasiswa berunjukrasa di Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Madura, Jatm, kemarin. Mereka menuntut pemkab setempat agar transparan dalam proses rekrutmen CPNS tahun ini.

Nelayan Mentawai Temukan

Bangkai Kapal Kuno Pascatsunami NELAYAN di Pulau Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat menemukan bangkai kapal kuno bermuatan barangbarang antik diduga peninggalan abad ke-14 yang terseret ke perairan pantai oleh gelombang tsunami pada 26 Oktober 2010. Kapal itu ditemukan nelayan yang tengah menyelam mencari ikan hias di perairan laut pesisir Pulau Sandiang, Kecamatan Pagai Selatan, mentawai, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Ir Yosmeridi Padang, kemarin. Bangkai kapal dengan panjang 20 meter dan memiliki satu tiang utama yang masih utuh

itu ditemukan nelayan pada kedalaman 18 meter di bawah permukaan laut, tambahnya. Menurut dia, dalam kapal ditemukan sejumlah barang antik berupa keramik dan kendi-kendi kuno peninggalan Dinasti Sun China abad ke-12 sampai ke-14. Yosmeri mengatakan, diduga bangkai kapal itu sebelumnya tenggelam di dasar

di keluarga besar DPRD Surabaya. “Dia pernah mengabdi di DPRD, pasti akan kita bantu mendapatkan bantuan advokasi. Tapi, urusan dia dipecat itu sudah final,” kata Wishnu. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Alfan Khusaeri menilai, perlu segera dilakukan investigasi dan pencegahan agar kasus penangkapan pemakai sabusabu di dalam ruangan Dewan tersebut tak terulang. (ant)

Pasar Butung Terbakar

Angin Kencang NEGARA - Angin kencang yang bertiup sejak Selasa (14/ 12) malam memaksa otoritas Pelabuhan Gilimanuk maupun Ketapang melakukan sistem buka tutup untuk pemberangkatan kapal di dua pelabuhan itu. Syahbandar Gilimanuk Dewa Nyoman Kari di Negara, Rabu mengatakan, sepanjang Selasa malam hingga siang ini pihaknya sudah dua kali menutup jalur pelayaran di Selat Bali tersebut. Penutupan pertama dilakukan Selasa malam mulai pukul 22.00 Wita hingga pukul 22.45 Wita. Selanjutnya, setelah sempat membuka jalur pelayaran, Nyoman Kari kembali menutup pelabuhan Rabu mulai pukul 13.00 hingga pukul 14.30 Wita. ‘’Penundaan pelayaran kami lakukan karena angin sangat keras dan gelombang cukup tinggi,” katanya. Akibat penutupan sementara jalur pelayaran itu terjadi antrean kendaraan yang cukup padat di Pelabuhan Gilimanuk. Selain itu, Nyoman

Sekretariat DPRD Surabaya Edhy Susanto, yang sudah dipecat dari PNS Pemkot Surabaya kepada polisi menyebut ada nama Dewan terlibat, maka ia menuding yang bersangkutan mungkin sedang sakau. “Jika sampai dia menyebut nama Dewan, pasti sedang teler,” imbuhnya. Meski begitu, Wisnu menyatakan akan memberikan bantuan hukum kepada Edhy Susanto sebab pernah menja-

laut Samudra Hindia yang kemudian terseret gelombang tsunami ke perairan laut Pulau Pagai Selatan dan terdampar di bawah laut sekitar Pulau Sandiang. Mendapat laporan temuan bangkai kapal itu, DKP Sumbar telah memerintahkan DKP Kepulauan Mentawai melakukan pengamanan di sekitar laut tempat kapal itu ditemukan untuk menghindari aksi pencurian dari pihak-pihak lain, tambahnya. Lokasi harus diamankan, karena sesuai ketentuan hukum, keberadaan kapal dan muatannya yang tenggelam di perairan laut Indonesia berada dalam penguasaan negara

melalui Departemen Kelautan dan Perikanan RI, tegasnya. Ia menyebutkan, pihak DKP Sumbar juga sudah melaporkan ke Dirjen KP3K Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan diharapkan pusat segera menurunkan tim ke lokasi. Kita harapan tim Dirjen KP3K segera segera mengangkat bangkai kapal dan isinya, sesuai kewenangan pemerintah pusat terhadap keberadaan barang muatan kapal tenggelam, tambahnya. Yosmeri mengatakan, sesuai ketentuan barang muatan kapal tenggelam dikuasai negara dan bisa dilelang yang hasilnya masuk ke kas negara. (ant)

MAKASSAR - Kebakaran hemat menghanguskan ratusan kios di pusat grosiran Pasar Butung Makassar, kemarin. Menurut Kapolres Pelabuhan AKBP Sri Rejeki yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kebakaran pasar yang terjadi sejak pagi pukul 02.00 Wita itu belum diketahui secara pasti penyebabnya karena masih harus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. ‘’Kita belum tahu berapa kios yang terbakar, anggota masih melakukan penyelidikan. Apinya juga belum dipastikan padam karena Dinas Pemadam masih terus berupaya memadamkan api,” ujarnya. Pantauan di lokasi kejadian, ratusan pedagang sibuk mengamankan barang dagangannya yang masih bisa terselamatkan. Delapan orang petugas pemadam kebakaran juga dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan karena terkena pecahan kaca saat berusaha menyelamatkan warga yang terjebak. Kedelapan petugas yang mendapatkan perawatan, Nurdin, Rahman, Hasbi, Heri Haris, Budi, Ansar Bang-

sawan dan pelaksana tugas Kepala Dinas Alham. Selain petugas pemadam kebakaran, seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja Makassar, Usman juga dilarikan ke rumah saki Stella Maris. Berdasarkan data yang diterima dari pengelola pasar, jumlah keseluruhan kios di Pasar Butung berkisar 689 terdiri dari 600 kios, lods 37, ruko 32 dan front toko 20. Sementara itu, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan akan melakukan investigasi pada kebakaran yang melanda pusat grosir pakaian Pasar Butung Makassar. Ketua APPSI Sulsel Kadir Halid mengatakan, pedagang sudah rugi besar sehingga perlu kejelasan penyebab terjadinya musibah kebakaran pasar grosir terbesar di kawasan timur Indonesia itu. ‘’Ini tidak mainmain. Sekitar satu hingga dua miliar rupiah uang mengalir di pasar itu setiap harinya. Bisa dibayangkan berapa kerugian pedagang,” ujarnya. Ia mengatakan, pihaknya tetap berfikir positif penyebab kebakaran dan menyerahkan penyidikan pada kepolisian. Namun menurutnya, tak menutup kemungkinan lain. (ant)

Edisi 16 Desember 2010 | Suluh Indonesia  

Headline : Tim Investigasi Hanya Cari Opini

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you