Issuu on Google+

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No.167 tahun IV Rabu, 1 September 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

DPR Tolak Kenaikan TDL 2011

Percepat Penyerapan Anggaran

Permintaan Beras PBIC Turun

KOMISI VII Dewan Perwakilan Rakyat menolak rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik rata-rata15 persen mulai awal 2011. Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Dito Ganinduto di Jakarta ...hal. 1

PEMERINTAH melakukan berbagai langkah untuk mempercepat realisasi dan memaksimalkan penyerapan anggaran belanja negara. “Pemerintah telah dan akan senantiasa melakukan ...hal. 2

PERMINTAAN beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur menjelang Lebara diprediksikan menurun hingga 25 persen dibandingkan hari-hari biasa. Staf Pendataan PIBC PT Food Station Tjipinang ...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Suluh Indonesia/ant

DITANGKAP - Artis Andi Soraya dijemput paksa untuk hadir di Kejari Jaksel, kemarin. Andi harus menjalani putusan MA yaitu tiga bulan atas kasus penganiayaan terhadap Sri Sukaesih, 22 November 2007.

SBY Ingatkan

Harus Rasional

SBY Ajukan Calon

Ketua KPK ke DPR JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi menyampaikan dua nama calon ketua KPK kepada DPR. ‘’Hari ini saya sudah resmi mengajukan dua calon pimpinan KPK. Kedua calon yang diajukan ke DPR itu saudara Bambang Widjojanto dan saudara Muhammad Busyro Muqqodas,” kata Presiden dalam rapat terbatas bidang Polhukam di Kantor Presiden Jakarta, kemarin. Presiden mengatakan, dirinya oleh UU tidak diberi kewenangan dan tidak boleh intervensi dalam proses seleksi itu. ‘’Saya yakin dan percaya keduanya kandidat terbaik yang ditetapkan panitia seleksi. Saya percaya DPR akan memilih dengan tepat agar saatnya nanti dipilih DPR dan diangkat yang bersangkutan bisa menjalankan tugasnya,” kata Presiden. Kepala Negara menyatakan pemerintah tetap menginginkan agar KPK bisa efektif menjalankan tugasnya dalam memberantas korupsi. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima dua nama calon yang dinyatakan lolos tes wawancara oleh panitia seleksi. Dua nama itu diserahkan langsung oleh panitia seleksi yang dipimpin oleh Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar. (ant)

Kapolri Akan Tindak

Ormas yang Anarkis JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri mengatakan telah menginstruksikan jajaran kepolisian untuk tidak ragu menindak oknum anggota organisasi masyarakat yang melanggar hukum dan anarkis. ‘’Kalau ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh mereka dan tidak boleh ada lagi keragu-raguan anggota melakukan tidankan tegas di lapangan. Itu yang paling penting,” katanyadi Kantor Presiden Jakarta, kemarin. Bambang Hendarso mengatakan saat ini tengah diproses revisi undang-undang tentang ormas dan pihaknya menunggu hasil revisi tersebut. ‘’Kesimpulan DPR yang disampaikan kemarin harus ada tindak lanjut. Ada tim yang bahas dulu jadi masih proses panjang untuk revisinya. Sekarang kita berusaha dari kepolisian untuk bisa memberikan suatu pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan satu tindakan cepat dari pihak kepolisian,” katanya. Sejumlah tindakan anarkis dan perkelahian antaranggota ormas yang terjadi di Jakarta maupun di sejumlah daerah lainnya kerap membuat masyarakat khawatir dan takut sehingga diharapkan aparat kepolisian bertindak tegas. (ant)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak masyarakat untuk memandang dan menyelesaikan masalah dengan Malaysia secara rasional namun tetap tegas. ‘’Melalui penjelasan ini saya ingin mendudukan persoalan pada tempatnya, mengajak masyarakat bertindak rasional namun memberikan kesan ketegasan kita,” kata Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta, kemarin. Selain bertindak secara rasional, Presiden juga mengatakan Indonesia akan mendorong Malaysia untuk menyelesaikan perundingan mengenai batas wilayah sambil memelihara hubungan yang ada saat ini. ‘’Saya juga ingin mendorong agar Malaysia lebih sungguh-sungguh untuk menyele-

saikan perundingan batas wilayah maritim seraya memelihara hubungan baik yang memberi manfaat,” katanya. Kepala Negara mengatakan meski pemerintah sudah memberikan respons dan penjelasan melalui Menlu Marty Natalegawa dan Menko Polhukam Djoko Suyanto namun masih menjadi wacana di dalam negeri terkait penanganan masalah tersebut. ‘’Saya ikuti itu dan masih terjadi wacana politik di dalam negeri kita,” katanya. Karena itu Kepala Negara berencana akan memberikan penjelasan mengenai masalah tersebut pada Rabu (1/9) saat menghadiri acara buka puasa bersama dengan jajaran TNI di Mabes TNI di Cilangkap. ‘’Maka 1 September saya akan sampaikan penjelasan lang-

sung kepada masyarakat Indonesia, penjelasan saya pada pers akan disampaikan di Cilangkap,” kata Presiden. Sementara itu, Menko Polhukam Djoko Suyanto menyatakan, pemerintah tidak pernah lunak dalam menghadapi sejumlah kasus terkait dengan Malaysia. Djoko mengatakan bila pemerintah Indonesia lunak maka tidak akan terjadi pengembalian tiga petugas patroli kelautan dari kementerian kelautan dan perikanan. ‘’Kalau kita tidak melakukan apa-apa, tiga orang itu tidak kembali,” katanya. Mengenai informasi pemukulan terhadap tiga petugas tersebut oleh oknum kepolisian Malaysia, Djoko mengatakan pemerintah Indonesia sudah melakukan pengusutan. (ant)

Dorong Hak Interpelasi JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Agus Gumiwang mengatakan, sebanyak 106 anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar mendukung hak interpelasi terkait masalah Indonesia-Malaysia. ‘’Fraksi Golkar pasti mendukung hak interpelasi. 106 anggota F-PD akan menandatangani hak interpelasi itu,” kata nya di Jakarta, kemarin. Ia menambahkan, dalam rapat fraksi sudah diputuskan untuk mendukung hak interpelasi tersebut. ‘’Bahkan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dengan tegas mengatakan untuk mendukung hak interpelasi,” ujarnya. Terkait dengan adanya nuansa politik dibalik hak interpelasi itu, Agus Gumiwang menyebutkan, hak interpelasi jauh dari nuansa politik dan Golkar hanya melihat kondisi yang ada di lapangan. ‘’Apa yang dilakukan Malaysia sudah melampaui batas sehingga menganggu kita, mengganggu masyarakat. Penggunaan hak interpelasi itu jangan dikritik sebagai manuver politik. Yang tidak setuju interpelasi harus dipertanyakan, jangan-jangan mereka yang bermanuver,” kata Agus Gumiwang. Ia menambahkan, yang menuduh para pen-

dukung interpelasi bermanuver berarti pula telah menuduh masyarakat berpolitik. ‘’Apakah masyarakat juga ikut bermanuver politik dalam kasus ini,” tanyanya. Menurut dia, hak interpelasi tidak perlu ditakutkan oleh pemerintah. Bahkan, katanya, penggunaan hak interpelasi lebih banyak manfaatnya. ‘’Adanya hak interpelasi justru lebih menguntungkan dan banyak hikmah yang bisa dipetik. Misalnya, bisa perbaiki alutsista, bisa perbaiki diplomasi. Jadi pemerintah gak perlu takut,” kata Agus. Ia juga membantah, hak interpelasi yang didukung oleh Golkar juga tidak bertujuan untuk dilakukannya reshuffle. ‘’Tidak ada niat dari Golkar untuk mengarah ke reshuffle,” sebutnya. Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar lainnya, Roem Kono mengatakan, adalah hal yang wajar apabila FPG mendukung hak interpelasi tersebut. ‘’Wajar kita gunakan hak interpelasi itu. Tidak ada muatan politis disana. Tapi sah-sah saja kalau ada anggapan Golkar bermanuver. hak interpelasi ini tidak terlalu luar biasa dan kita harus membiasakan,’’ katanya. (ant)

Pergantian Kapolri

Jangan Dipolitisasi JAKARTA - Menjelang pergantian Kapolri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan semua pihak agar menahan diri, dan tidak melakukan manuver-manuver bersifat politis yang dapat merusak etika pergantian tiga pimpinan di Kepolisian, Kejaksaan, maupun TNI. ‘’Saya tidak berharap ada manuver-manuver politik dari pihak manapun yang bisa mencederai nilai dan etika yang harus bersama-sama dijunjung tinggi. Saya tidak ingin ada keretakkan atau konflik internal karena pemilihan atau pengangkatan pejabat baru, utamanya Kapolri dan Jaksa Agung,” pesan Presiden dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas Kabinet bidang Polhukam di Kantor Presiden, kemarin. Dalam pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung, Presiden mengatakan dirinya tidak bisa melakukan dengan semaunya sendiri. Tiga jabatan di posisi puncak institusi tersebut telah diatur undang-undang dan terdapat kode etik yang harus dipegang teguh oleh semua. ‘’Bukan karena manuver ke sana kemari, seolah-olah itu bisa membuka jalan,” ujarnya. Dalam pergantian tiga pucuk pimpinan ini, Presiden mengaku mendapat banyak pesan singkat (SMS) dan pesanpesan yang terkait pergantian tersebut. ‘’Saya tidak begitu suka dengan SMS yang nyata-nyata menyampuradukkan, yang membawa misi kebaikan internal atau eksternal yang berkaitan dengan rencana pengkaderan di pimpinan Kepolisian, TNI, dan Kejaksaan. Pejabat-pejabat ini akan mengakhiri tugasnya sesuai UU yang ada,” tegasnya. Presiden juga menegaskan akan memperkuat dan menjadikan lebih efektif dua komisi yaitu Komisi Kepolisian Nasional dan Komisi Kejaksaan. Tugas dan fungsi dua komisi negara ini mencakup penajaman tugas agar lebih terarah membantu Presiden dalam pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan, juga fungsi pengawasan. Ke depan, dua komisi ini diharapkan dapat diisi oleh tokoh yang memiliki kapasitas dan integritas memadai agar bisa mengemban tugas dengan baik. ‘’Saya berharap pada saat Kapolri dan Jaksa Agung baru mulai mengemban tugas, sebagian besar usaha penguatan Kompolnas bisa kita lakukan,” kata Presiden. Menurut Presiden, jabatan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung sesungguhnya tidak berada di wilayah politik. Oleh karena itu, posisi Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung juga tidak berada pada domain politik. ‘’Sayapun dalam mengangkat Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Kapolri itu bukan semaunya saya sendiri, tetapi ada norma dan aturan yang harus saya rujuk dan saya ikuti,” tendasnya. (har)

Dunia Makin Diwarnai Ketidakpastian WAKIL Presiden Boediono menilai dunia saat ini makin diwarnai dengan ketidakpastian di berbagai bidang, sehingga semua pihak harus bersama-sama mengatasinya. Saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama dengan para tokoh ulama di kediaman resmi Wapres Jakarta, kemarin, Wapres mengatakan, akhir-akhir ini dirinya mendeteksi satu hal, yakni makin meningkatnya ketidakpastian hidup di dunia. Dahu-

lu semuanya bisa serba pasti. Wapres mengambil contoh, bencana alam saat ini seringkali terjadi, juga perubahan iklim yang tidak menentu, seperti hujan masih sering turun, padahal musim hujan biasanya turun pada akhir tahun. Ketidakpastian luar biasa

Boediono

juga dialami di bidang ekonomi yang antara lain dengan ditandai dengan keluar-masuknya

uang yang bisa mengkacaukan negara. Bidang politik dan keamanan, kata Wapres, juga diwarnai dengan ketidakpastian, seperti dengan terjadinya sejumlah ledakan bom di kawasan Indonesia, serta di perbatasan laut. ‘’Ini menunjukkan bahwa ketidakpastian harus dihadapi suatu negara. dalam keadaan seperti ini jangan harapkan kalau ada musibah ada uluran tangan dari bangsa lain,” kata Wapres.

Untuk itu, Wapres menilai, harus kuat dan mampu berdiri sendiri, seperti dengan kuat dalam mandiri stok pangan, memperkuat cadangan devisa, ketahanan, ekonomi dan sosial. Wapres Boediono menegaskan kunci untuk menghadapi ketidakpastian itu adalah kebersamaan dan kedakatan antar sesama. ‘’Sayang kalau energi kita dibuang atau ribut diantara kita sendiri, kalau melihat begitu besarnya tantangan saat ini,’’ katanya. (ant)


K ta K ilas

Mudik Awal

Anggodo Divonis Empat Tahun MAJELIS hakim Pengadilan Tipikor diketuai Tjokorda Rae Suamba memvonis Anggodo Widjojo terdakwa kasus suap pimpinan KPK empat tahun penjara, karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Selain hukuman empat tahun penjara, majelis menetapkan Anggodo membayar denda Rp 150 juta dan subsider tiga bulan kurungan. Masa penahanan yang sudah dilaksanakan mengurangi hukuman penjara. Menurut majelis, yang memberatkan terdakwa yakni memberikan uang ke Ary Muladi dan Edy Sumarsono menghambat upaya pemberantasan korupsi. Sedangkan unsur yang meringankan yakni terdakwa berlaku sopan selama di pengadilan. Pengacara Anggodo menyatakan banding. Sedangkan Jaksa KPK menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Sebelumnya JPU KPK menuntut Anggodo dengan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp200 juta dengan subsider enam bulan kurungan. (ant)

Sopir Jalani Tes Urine PENGELOLA terminal Kalideres bekerjasama dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Jasamarga dan Badan Narkotika Provinsi akan mengadakan tes urine untuk pengemudi bus angkutan mudik lebaran. Pemeriksaan tes urine yang akan dimulai pada H-7 Lebaran atau 3 September hingga H+7 atau 18 September itu untuk meminimalisir resiko kecelakaan akibat kesalahan manusia. Kepala Terminal Antarkota Antarprovinsi (AKAP) Kalideres, Hengki Sitorus mengatakan, Tahun lalu pihaknya bisa lakukan tes urine untuk 20 sopir per hari, tapi untuk tahun ini belum pasti. Menurutnya, tes urine tidak akan dilakukan terhadap seluruh pengemudi angkutan mudik tetapi akan diambil sampel. Sampel diambil dari pengemudi, biasanya dari PO yang melayani trayek jarak jauh karena resiko kecelakaannya lebih tinggi. Mengenai sanksi, menurut Hengki, keberangkatan akan dibatalkan. (ant)

Satpol PP Razia Miras SATPOL PP Kecamatan Tanjung Priok Jakut melakukan razia minuman beralkohol yang dijual di warung. Pada razia yang dilakukan itu berhasil menyita 720 botol minuman dengan kandungan alkhol 40 persen. Camat Tanjung Priok Supriyono yang didampingi Plh Kepala Satuan Petugas (Kasatgas) Satpol PP Tanjung Priok, Ganep mengatakan, razia dilakukan di tiga titik lokasi yaitu kelurahan Tanjung Priok, Sungai Bambu, dan Kebon Bawang. Razia yang melibatkan 35 anggota Satpol PP, dilakukan dengan melakukan penyisiran di warung yang menjual minuman. Tujuan razia dilakukan, untuk mengantisipasi tindakan kriminal akibat minuman beralkohol. Minuman keras yang disita setelah didata disimpan di gudang Kecamatan Tanjung Priok. Menurut Supriyono sejak dilakukan razia ternyata tawuran antar warga tidak terjadi lagi. Ia mengharapkan para karang taruna bersikap positif. (ant)

Suluh Indonesia/ant

MUDIK AWAL KA - Penumpang saling dorong saat memasuki gerbong KA Gaya Baru Malam Selatan rute Jakarta Kota-Surabaya Gubeng di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, kemarin. Sejumlah pemudik KA memilih mudik lebih awal untuk menghindari kehabisan tiket.

Tawuran di Kramat

Empat Warga Diamankan JAKARTA - Polres Jakarta Pusat mengamankan empat warga, pasca tawuran antarkampung di Jalan Kramat Pulo Dalam, Kramat, Senen, Jakarta Pusat. ‘’Diamankan ke Polres, empat orang. Mereka adalah, Ahmad Chadafi (19), Siti Umaroh (18), M Abdu 17 dan Dimas (23),” kata Kanit Reskrim Polsek Senen Inspektur Polisi Suratmo di Jakarta, kemarin. Menurut Suratmo, peristiwa itu bermula Selasa pukul 02.00 tepatnya saat pasangan mudamudi Ahmad Chadafi dan Siti

Umaroh, melintas di Jalan Kramat Pulo Dalam dengan mengendarai sepeda motor. Di kawasan RW08, mudamudi itu disoraki gerombolan anak-anak tanggung, tidak hanya itu sebuah peti kas telur juga melayang ke arah motor, tak pelak Ahmad Chadafi kehilangan konsentrasi dan motor pun terjatuh. Belum hilang rasa sakitnya, rombongan remaja tanggung yang melemparinya dengan peti itu menghampiri. Takut terjadi hal yang tidak dinginkan, Ah-

mad Chadafi dan Siti Umaroh lari, tidak mempedulikan sepeda motor miliknya. Mengetahui pelipisnya terluka dan kepala pacarnya terluka parah akibat terkena pukulan peti telor, Ahmad Chadafi yang tinggal di RW07 tidak terima dan tidak lama kemudian datang ke lokasi kejadian dengan mengajak warga RW05, musuh bebuyutan warga RW08. Saat dua kelompok massa bertemu, tawuran massal tidak terhindarkan, beruntung pe-

Segera Disidang

Anggota Paskibra tidak melaporkan kasus pelecehan ini,” ujar Looren. Sebelumnya, orang tua anggota paskibra melaporkan dugaan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan Paskibra senior. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Boy Rafli Amar menyebutkan penyidik akan meminta keterangan semua pihak yang terkait kegiatan orientasi Paskibraka itu, termasuk senior, pelatih (instruktur), penanggung jawab kegiatan dan pesertanya. Polisi mengimbau seluruh pihak terkait kegiatan orientasi Paskribraka tidak perlu melakukan tindakan yang tidak sesuai norma karena berpotensi akan berhubungan dengan hukum. Jumlah korban dugaan pelecahan seksual mencapai 14 orang yang tercatat sebagai pelajar SMA yang berbeda. Informasi pelecehan seksual itu beredar setelah para anggota putri Paskibraka diduga mendapatkan tindak kekerasan dan pelecehan seksual dari seniornya. (ant)

JAKARTA - Kejari Jaksel menyatakan sudah melimpahkan berkas tersangka dugaan mafia pajak, Gayus Halomoan Pertahanan Tambunan ke PN Jaksel. ‘’Pelimpahan berkas itu, untuk dua tindak pidana yang dilakukan oleh Gayus H.P. Tambunan,” kata Kajari Jaksel Muhammad Yusuf di Jakarta, kemarin. Menurut Yusuf, dua tindak pidana yang dilakukan oleh Gayus itu, yakni perkara pajak yang melibatkan dua atasan Gayus di Direktorat Pajak, Maruli Pandapotan Manurung, dan Humala S.L. Napitupulu.

Suluh Indonesia/ant

SIDANG - Perancang busana Adjie Notonegoro diadili di PN Jaksel, kemarin. Sidang yang sedianya memeriksa saksi-saksi dari jaksa terpaksa ditunda lantaran saksi tidak hadir.

Puskesmas Jakpus Buka 24 Jam PEMERINTAH Kota Jakarta Pusat tetap membuka layanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) saat lebaran Idul Fitri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan saat libur massal. Fatahillah, pemerintah kota akan membuka posko layanan kesehatan bagi warga pemudik, posko tersebut akan dibuka di delapan lokasi keberangkatan baik di stasiun kereta api maupun terminal bus. Perhatian tersebut menurut Fatahillah merupakan kewajiban Pemko Jakpus selaku abdi masyarakat. Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakpus, dr Angliana Dianawati, menjelaskan layanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat telah diatur penjadwalannya.

Keduanya melakukan penelitian materi keberatan dan berwenang untuk mengurangi, menghapus, dan menambah sanksi terkait dengan permohonan keberatan wajib pajak. ‘’Perkara kedua terkait dengan tindak pidana korupsi berupa memberikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang bertentangan dengan kewajiban dalam jabatannya,” katanya. Di samping ancaman pidana, terhadap Gayus Tambunan juga diancam dengan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti dan uang denda atas kerugian negara yang dilakukannya. (ant)

Ba’asyir Tes Jantung

Saat Lebaran

Pelaksana harian (Plh) Walikota Jakpus Fatahillah mengatakan, Pemko Jakpus tetap membuka layanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskes) Kecamatan dan Puskes yang ada di Kelurahan. Menurut Fatahillah, pada intinya aparat pemerintahan tidak akan melalaikan warganya, unit-unit yang ada akan terus memantau perkembangan warga, baik yang tengah bersiap untuk mudik maupun yang tetap tinggal di rumah saat libur massal. Untuk pemudik, menurut

tugas datang tepat pada waktunya dan menghalau remaja tanggung yang tengah terlibat tawuran. ‘’Setelah tahu penyebabnya, mereka yang jadi provokator kita ciduk,” kata Suratmo. Kasat Reskrim Polres Jakpus Kompol Budi Sartono membenarkan telah terjadi tawuran antarwarga di Jalan Kramat Pulo Dalam. Budi mengaku hingga saat ini pihaknya masih terus menyelidiki penyebab terjadinya tawuran tersebut. (ant)

JAKARTA - Kepadatan dan keramaian di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, sudah mulai terlihat pada H-9 Idul Fitri terutama di loket-loket penjualan tiket bus. Peningkatan itu terjadi terutama untuk tujuan kota-kota di Pulau Sumatera, seperti Jambi, Pagar Alam, dan Padang. Salah satu calon penumpang, Muhammad Gani (26) mengatakan beberapa loket sudah dipenuhi calon penumpang untuk membeli tiket. ‘’Membeli tiket hari ini biar nanti tidak antri dengan calon penumpag lain. Juga takut kehabisan tiket,” kata calon penumpang tujuan Palembang ini di Terminal Kalideres, kemarin. Hal senada dikatakan Fitri, pemudik tujuan Pagar Alam. Dia berangkat mudik jauh hari sebelum lebaran karena tidak ingin berebut. ‘’Anak-anak libur duluan, saya sengaja berangkat sekarang biar enggak berdesak-desakan,” ujarnya. Para pemudik rata-rata membawa barang banyak, terlihat ada yang membawa lima kardus barang dan tas. ‘’Buat oleh-oleh keluarga di kampung,” ujar Fitri. Mereka mengaku dikenai biaya tambahan jika membawa barang banyak. ‘’Nambah tiket orang untuk barang ini karena saya taruh di dalam bus, bukan di bagasi,” ujar Fitri. Sementara itu Pengelola Terminal Kalideres Jakarta Barat menyiapkan 150 unit bus untuk mengantisifasi lonjakan penumpang. Kepala Terminal Kalideres Hengki Sitorus mengatakan penambahan bus diluar jumlah 70 bus regule yang selama ini digunakan untuk operasional sehari-hari. 150 bus tambahan itu disiagakan di Terminal Rawabuaya yang akan dijadikan terminal bantuan. ‘’Bus tersebut baru akan disediakan menjelang H-7 Lebaran,’’ katanya. (ant)

Gayus Tambunan

Polisi Periksa JAKARTA - Polda Metro Jaya memeriksa dua anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang menjadi korban pelecehan seksual berinisial S dan I. ‘’Saya sengaja mendatangkan saksi korban untuk memenuhi panggilan,” kata orang tua korban Looren Djunaidi di Jakarta, kemarin. Saksi korban menjalani pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Remaja Anak dan Wanita (Satrenakta) Polda Metro Jaya. Selain memeriksa kedua korban, penyidik juga akan meminta keterangan orang tua kedua korban, yakni Looren dan Ritonga. Looren menyatakan dirinya sempat bersabar saat pihak orang tua korban bertemu dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) DKI Jakarta, guna menyelesaikan masalah tersebut. Namun pihak orang tua merasa kecewa karena tidak ada rasa penyesalan dari Purna Paskibra Indonesia (PPI) sehingga korban melaporkan ke polisi. ‘’Pihak PPI juga sempat menawarkan posisi sebagai protokol paskibra di Istana agar

2

Suluh Indonesia, Rabu 1 September 2010

Fatahillah

Untuk tanggal 9 dan 13 Agustus 2010 semua Pusat Kesehatan baik tingkat Kelurahan maupun tingkat Kecamatan, membuka pelayanan, sedangkan tanggal 10, 11 dan 12

yang buka hanya Pusat Kesehatan Masyarakat yang ada di Kecamatan buka 24 jam. Ditanya delapan titik pelayanan kesehatan bagi pemudik, Angliana menjelaskan, posko tersebut berada di Stasiun Gambir, Senen, Tanah Abang, Cikini, Terminal Bus Damri Kemayoran, Taman IRTI Monas, Terminal Bus bantuan Senayan, dan Terminal Bus bantuan Mesjid Istiqlal. Selain itu juga ada posko mudik Kemayoran. Menurut Angliana, pos layanan kesehatan ini akan beroperasi mulai H-7 hingga H + 8 , tiap pos layanan akan ditempatkan masing-masing seorang dokter dan dua orang para medis, serta disipkan obat-obatan secara lengkap dari Sudin dan Puskesmas. ‘’Masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan saat di lokasi pos mudik bisa

memanfaatkan, semua gratis,” jelasnya. 1.300 Penyapu Jalan Sementara untuk mengantisipasi membludaknya sampah dan menjaga kota tetap bersih saat malam takbir, Pemko Jakpus akan mengerahkan ribuan petugas dari Suku Dinas Kebersihan yang akan menyapu bersih seluruh seluruh sampah. Para petugas tersebut, akan bekerja mulai pukul 02.00 dinihari hingga menjelang datangnya sholat Idul Fitri. Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakpus, Togatorop Pasaribu menjelaskan, petugas yang akan dikerahkannya untuk menyapu sampah sisa takbir jumlahnya mencapai 1.315 personil, lengkap 117 kendaraan truk, dan 4 unit alat berat. (ant)

JAKARTA - Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin, Sukoharjo, Jawa Tengah, KH Abu Bakar Ba’asyir menjalani pemeriksaan jantung di Bareskrim Mabes Polri. ‘’Ustad Abu menjalani pemeriksaan jantung yang dilakukan oleh dokter dari polri dan hasilnya normal,” kata kerabat dekat Ba’asyir, Hasyim Abdulah di Jakarta, kemarin. Ba’asyir menjalani pemeriksaan jantung dengan alat rekam Elektrokardiogram (EKG), dimana sebelumnya tim dari Medical Emergency Rescue Committe (Mer-C) meminta polri melakukan pemeriksaan terhadap Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). ‘’Saat masuk kemari ustad mengeluhkan sakit di dadanya, saat diperiksa Mer-C jantungnya ada yang bengkak, karena ustad memang ada sejarah penyakit jantung,” kata Hasyim. Ba’asyir ditangkap jajaran Polresta Banjar, Jabar tepat di depan markas Polresta Banjar, 9 Agustus lalu kemudian dibawa dan ditahan di Mabes Polri. Ia Amir JAT ditangkap karena diduga menerima laporan rutin terkait rencana peledakan bom di Indonesia. (ant)

PENGUMUMAN Dengan ini diumumkan bahwa Hj. Neneng Rohayah CS, Ahli waris dari H. Muqri akan membuat Akta Pernyataan Kepemilikan atas Tanah-Tanah : = Luas + 672m2 dan + 582m2 atas tanah yang terletak di RT. 004/013 Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. = Luas + 318m2 atas tanah yang terletak di RT.004/009, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. = Luas + 105m2 atas tanah yang terletak di RT. 003/011, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. = Luas + 156,25m2 atas tanah yang terletak di RT. 012/008, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. = Luas + 181,9m2 atas tanah yang terletak di RT. 004/009, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. = Luas + 135m2 atas tanah yang terletak di RT. 011/008, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. = Luas + 101,75m2 atas tanah yang terletak di RT. 004/009, Cipinang Besar Utara,, Jatinegara, Jakarta Timur. = Luas + 44m2 atas tanah yang terletak di RT. 004/013, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. = Luas + 52m2 atas tanah yang terletak di RT. 012/008 No.17 Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. Bagi pihak-pihak yang keberatan dapat menyampaikan kepada kantor PPAT/ Notaris H. RIZUL SUDARMADI, SH. Jalan. Alu-Alu nomor.5 Rawamangun Jakarta Timur Telp : 021 – 47866716, paling lambat 1 ( satu ) Minggu setelah iklan ini terbit. U.003560-Peng


Metr politan

Suluh Indonesia, Rabu 1 September 2010

3

Meski Jalan Siap

Tak Jamin Bebas Macet JAKARTA - Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum mengatakan 11 ribu km jalan nasional sudah siap melayani pemudik Lebaran 2010, namun kesiapan tersebut bukan berarti dijamin bebas macet. ‘’Jalan siap, tetapi kemacetan tak jamin hilang sama sekali,” kata Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto di Jakarta, kemarin. Apalagi, kata Djoko, masa mudik tahun ini lebih pendek sehingga mulai H-3 diperkirakan baru akan terjadi peningkatan signifikan pemudik lewat jalur jalan. ‘’Sementara kapasitas jalan nasional kon-

disinya terbatas,” katanya. Djoko mengatakan, dalam rangka menyukseskan hajat nasional mudik lebaran 2010 ini seluruh pekerjaan rekonstruksi, rehabilitasi dan pemeliharaan ruas jalan nasional telah dihentikan sejak H-10. ‘’Pekerjaan akan dilanjutkan kembali mulai H+10,” katanya. Hasil dari sejumlah kegiatan perbaikan dan rekonstruksi tersebut, antara lain, kini lintas utara Jawa sudah empat jalur hingga Kota Kudus. Ruas Tegal-Pemalang juga sudah selesai dilakukan pengaspalan. Sedangkan lintas selatan Jawa Barat dan jalan lingkar Nagrek telah difung-

sionalkan untuk menambah kapasitas jalan. ‘’Sistem Nagreg menjadi satu arah dan hanya berlaku untuk kendaraan kecil,” katanya. Sementara, untuk kondisi jalur lintas Sumatera, khususnya lintas timur mulai dari Jambi-Palembang sepanjang 236 km kondisinya telah siap dilalui. Sementara, jalur Sumut ke Riau siap fungsional digunakan, hanya ruas Kandis-Duri sepanjang 800 m yang masih terdapat cor semen baru sehingga kendaraan dialihkan lewat bahu jalan. (ant)

Radar Soetta Segera Diganti JAKARTA - Pemerintah segera mengganti sistem radar Bandara Internasional Soekarno Hatta yang sempat mengalami kehilangan daya radar selama 30 menit pada Minggu (29/8). ‘’Tadi diputuskan mempercepat pengadaan peralatan baru, dengan membangun menara baru, peralatan baru, investasi baru,” ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, kemarin. Ia mengatakan, analisa penyebab kegagalan radar tersebut diakibatkan sistem Jakarta Automated Air Traffic System

(JAATS) yang penggunaannya telah melebihi daya beban maksimal. ‘’Analisa penyebab yang pertama JAATS yang dibangun tahun 19851986 dan dilakukan upgrade pada 1996, semua didisain untuk melayani lebih kurang 400-500 movement. Sekarang sudah 2000 movement, jadi dilakukan upaya maksimal untuk meningkatkan kehandalan,” ujar Hatta. Menurut dia, pengadaan peralatan baru yang sebelumnya diagendakan pada 2013 akan segera dipercepat pada 2010. Sehingga pada 2011, sistem radar baru dapat segera

terintegrasi dengan sistem radar kawasan timur Indonesia di Makassar, Sulsel. ‘’Kalau Jakarta failed bisa di-backup dari Makassar. Kalau Makassar gangguan, Jakarta bisa backup untuk kawasan Indonesia bagian timur dengan sistem JAATS,” ujar Hatta. Ia menambahkan pemerintah juga akan membentuk perusahaan umum khusus Air Traffic Services (ATS) untuk mengawasi lalu lintas penerbangan yang fokus memberikan pelayanan bukan untuk tujuan komersial. (ant)

UUD Harus Amandemen JAKARTA - Pimpinan Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi memandang berbagai permasalahan kebangsaan yang saat ini mengusik kehidupan Bangsa Indonesia, menjadi indikator perlunya kembali merumuskan UUD 1945 yang telah diamandemen beberapa kali. ‘’Sesungguhnya amandemen konstitusi adalah satu keniscayaan yang tidak terhindarkan dalam kehidupan bernegara yang terus berkembang,” ujar Direktur Eksekutif Demos Antonio Pradjasto saat diskusi tentang amandemen konstitusi di ruang wartawan DPR di Jakarta, kemarin.

Namun, dia menambahkan, ada hal-hal yang prinsipil dalam konstitusi tersebut yang tidak boleh mengalami perubahan, yaitu tentang paham kebangsaan Indonesia sebagai suatu kesatuan politik. ‘’Kesatuan politik itulah yang kemudian akan menentukan sistem politik Indonesia, bentuk negara, tipe demokrasi serta jaminan dan perlindungan hak-hak asasi,” ujarnya. Dikatakannya pula bahwa dalam amandemen itu tidak perlu lagi melakukan pembongkaran terhadap aturan-aturan teknis kekuasaan, seperti tentang masa jabatan presiden.

Sementara hal-hal yang mengusik kehidupan kebangsaan, seperti terganggunya pluralisme, kebebasan beragama dan berkeyakinan, adalah satu hal yang sesungguhnya lebih penting untuk kembali dirumuskan dalam konstitusi. Ia mengatakan, roh konstitusionalisme demokrasi itulah yang akan memberi penegasan dan penguatan nilai-nilai kewargaan dalam paham kebangsaan Indonesia, yang menjadi prasyarat penting dalam menggapai demokrasi yang lebih bermakna. (ant)

Suluh Indonesia/ant

RAPAT - Menkum HAM Patrialis Akbar berbincang dengan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri sebelum rapat terbatas kabinet bidang Polhukam di kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Suluh Indonesia/ant

BUKA BERSAMA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono menghadiri acara buka puasa bersama anak yatim piatu dan dhuafa di Assembly Hall Jakarta Convention Centre Jakarta, kemarin.

Harus Didukung Ekonomi dan Militer

Diplomasi Bermartabat JAKARTA - Ketua Fraksi PDIP DPR RI Tjahjo Kumolo menyatakan, setuju apabila Pemerintah memainkan diplomasi bermartabat, termasuk menghadapi Malaysia, tetapi hal itu harus didukung ekonomi dan militer yang tangguh. ‘’Dua kaki tangguh ini pernah menempatkan posisi Indonesia lebih tinggi ketimbang Malaysia, yakni di zaman Bung Karno,” katanya di Jakarta, kemarin. Ketika itu, menurut dia, militer Indonesia terkuat nomor dua di Asia, ditambah lagi sumber daya alam masih utuh. ‘’Sehingga, kita berani men’declare’ ‘ganyang Malaysia’,” katanya. Kemudian, lanjutnya, sela-

ma masa orde baru, Indonesia lebih banyak membangun ‘political power’ ketimbang pembenahan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). ‘’Akibatnya, Malaysia ‘menyalib’ Indonesia di bidang kekuatan militer plus ekonomi nasionalnya. Sekarang kita menyaksikan, jutaan TKI cari nafkah di sana karena tuntutan hidup keluarga,” katanya. Tjahjo Kumolo menegaskan, waktunya sekarang Indonesia memperkuat kekuatan ekonomi dan militer serta peningkatan seluruh kemampuan bangsa. ‘’Indonesia harus dengan gagah berani membangun ‘maritime power’. Ini harus diutamakan. Karena sebagai kepulauan, hal ini justru ter-

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegaskan, setiap organisasi kemasyarakatan yang melanggar aturan, akan ditindak sesuai tingkat terjadinya pelanggaran, yakni tingkat kabupaten, provinsi atau nasional. ‘’Yang melanggar ketertiban umum itu di tingkat mana, apakah itu di kabupaten, provinsi atau nasional. Kalau pengurus ormas kabupaten yang melakukan itu, maka yang dibekukan itu pengurus kabupaten, kita juga harus adil dalam hal ini,” katanya di Jakarta, kemarin. Jika pelanggaran dilakukan oleh ormas di tingkat provinsi maka sanksi hanya diberikan pada ormas di tingkat provinsi tersebut. Apabila ormas tingkat nasional yang melakukan pelanggaran, maka yang dikenai sanksi adalah ormas di tingkat nasional tersebut.

Sanksi tidak hanya diberikan pada kepengurusan ormas tersebut, tetapi juga bagi anggota ormas yang melakukan tindak pidana. ‘’Kalau itu personalitas siapa yang bersalah itu yang dipidanakan karena prinsip hukum pidana itu individu, itu tidak terkait dengan organisasi,” katanya.

Pembangunan Gedung Jalan Terus Marzuki, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, kemarin. Pembangunan gedung baru berlantai 36 dan tiga basement itu berbiaya sekitar Rp 1,8 triliun. Menurutnya penghuni Gedung DPR saat ini sudah lebih dari tiga kali jumlah kapasitas yang seharusnya. Gedung yang digunakan untuk para anggota DPR berkantor, menampung 2.500 orang. Padahal kapasitasnya untuk 800 anggota DPR, termasuk para staf

dan pegawai rumah tangga. Dia mengatakan, setelah masa reformasi dan konstitusi diamandemen hingga empat kali, fungsi DPR menjadi jauh lebih kuat. Salah satunya adalah fungsi legislasi. Setiap anggota DPR setidaknya akan dibantu lima tenaga ahli dan satu staf pribadi. Sekarang masing-masing anggota dewan yang seluruhnya berjumlah 560 orang baru ditunjang satu tenaga ahli dan

satu staf pribadi. ‘’Kalau ditambah dengan empat orang tenaga ahli per anggota, jumlah orang di Gedung Nusantara I akan bertambah lagi sebanyak 2.240 orang,” katanya. Karena itu, kata dia, sudah sewajarnya dibangun gedung baru yang lebih representatif. Total pembangunan fisik gedung baru DPR tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 1,1 triliun. (har)

DPR Dorong Bentuk Panja Terorisme JAKARTA - Komisi III DPR RI akan membentuk Panitia Kerja (Panja) Pencari Fakta Terorisme untuk mengivestigasi berbagai temuan terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan dalam aksi pemberantasan teroris. ‘’Kita akan bentuk Panja Pencari Fakta Terorisme untuk menginvestigasi benar tidaknya berbagai penyimpangan yang terjadi dalam aksi pemberantasan te-

roris,” kata Wakil Ketua Komisi III Fahri Hamzah saat menjadi ketua sidang dalam rapat dengar pendapat dengan Forum Umat Islam di Jakarta, kemarin. Menurut Fahri, saat ini di hampir semua negara mengoreksi tindakan yang berlebihan dari doktrin perang melawan teror. Bahkan AS di bawah kepemimpinan Presiden Obama saat ini mengoreksi total kebijakan Presiden George

Bush yang sebelumnya sangat agresif dalam perang melawan teror. ‘’Pemerintah Obama melakukan koreksi yang radikal terhadap kebijakan ‘war on teror’, nah ini sisa-sisanya masih ada di kita,” katanya. Dalam rapat tersebut, anggota Komisi III juga menyatakan sepakat untuk membentuk panja itu. Anggota Komisi III Nudirman Munir mengatakan, Panja ini diperlukan untuk

Rajasa menilai, usulan penggunaan hak interpelasi di DPR RI untuk meminta penjelasan pemerintah terkait sikap terhadap Malaysia, tidak perlu dan masalah tersebut cukup dibahas di tingkat komisi saja. ‘’Saya rasa tidak perlu, cukup di komisi saja yang membahas,” kata Hatta. Menurut Hatta yang juga Menko Perekonomian, dirinya menilai tidak perlu ada hak interpelasi soal Malaysia, mengingat sudah ada komisi di DPR yang membahasnya. Ditanya mengenai arah usulan hak tersebut, Hatta mengakui, dirinya sungguh tidak mengetahui dan tidak paham alasan dilontarkan permintaan itu. (ant)

Ormas Anarkis Akan Dibekukan

Marzuki Alie : JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan apapun kritik dari masyarakat, pembangunan gedung baru DPR akan terus dilanjutkan karena memang sudah menjadi kebutuhan, mengingat kapasitas gedung lama sudah tidak memadai lagi. ‘’Proyek tersebut harus berjalan. Pembangunan gedung baru itu, mau tidak mau, suka tidak suka, harus tetap dilanjutkan. Kalau ada kritik, kita terima saja,” kata

abaikan selama ini,” katanya. Kondisi-kondisi inilah yang dikatakannya setidaknya makin melemahkan posisi RI dalam menghadapi gelagat dengan Malaysia. ‘’Jargon ‘ini dadaku, mana dadamu’ memang tinggal sejarah. Makanya, mari bersama kita rajut kebangkitan untuk kejayaan bangsa, dimulai dengan membangun kekuatan maritim untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI,” tegasnya. Tjahjo Kumolo menyatakan, apapun dan bagaimana pun, pembangunan “maritime power” harus diutamakan, sebagaimana perintah dan amanat Undang Undang Nomor 34 tentang TNI. Sementara itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta

mengungkap berbagai hal terkait dengan penanganan terorisme dan untuk mengawasi kinerja aparat kepolisian. ‘’ Jangan sampai pelanggaran HAM selalu muncul dalam penanganan terorisme ini. Kalau terus muncul, apa artinya negara hukum,” katanya. FUI dalam rapat tersebut melaporkan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam penanganan kasus terorisme. (ant)

Pengurus Dibekukan Sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang Ormas, pemerintah dapat membekukan pengurus atau pengurus pusat ormas apabila melakukan kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum, menerima bantuan dari pihak asing tanpa persetujuan pemerintah dan memberi bantuan kepada pihak asing yang merugikan kepentingan bangsa dan negara. ‘’Pada 2009 ada ormas yang pernah ditegur di

tingkat pusat, satu kali. Kalau masih melakukan pelanggaran maka ditegur lagi, jika untuk ketiga kalinya melakukan pelanggaran baru, kita minta dibekukan kepengurusannya,” kata Gamawan. Apabila ormas yang pengurusnya dibekukan masih tetap melakukan kegiatan yang melanggar aturan, pemerintah da-

pat membubarkan organisasi yang bersangkutan. Mendagri meminta agar ormas yang pernah mendapat teguran untuk segera introspeksi. ‘’Karena keberadaan ormas itu untuk pendidikan politik anggotanya, wadah aspirasi anggotanya, wadah berpartisipasi bagi bangsa dan negara,” ujarnya. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Rabu 1 September 2010

Rawan Macet

L intas Makanan China Diamankan PEMERINTAH Kabupaten Bekasi, Jabar mengamankan sejumlah barang dagangan yang dianggap berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat menjelang Lebaran. Wakil Bupati Bekasi Darip Mulyana dalam agenda inspeksi mendadak (sidak) bersama anggota DPRD setempat, di Cikarang, kemarin mengatakan, pihaknya menemukan belasan produk makanan China yang tidak memiliki lebel kedaluwarsa di Pasar Ramayana Cikarang. Bahkan sebagian sudah mulai dihinggapi lalat. Menurutnya, sidak tersebut digelar dalam rangka memantau kenaikan harga dan persiapan mudik Lebaran Idul Fitri 1431 H masingmasing di pasar tradisional dan Terminal Cikarang. Sejumlah produk berbahaya bagi kesehatan, kata dia, selanjutnya disita oleh Dinas Kesehatan guna diperiksa. Bila memang terbukti, pihaknya akan melakukan teguran terhadap pihak penjual. Rombongan Wakil Bupati berserta anggota dewan dilanjutkan ke pasar induk Cikarang dan membuat kaget para pedagang pasar. Rombongan Wakil Bupati mendekati lapak para pedagang secara bergiliran, memeriksa kualitas barang dagangannya. (ant)

Pembunuh ABG Ditangkap POLSEK Bogor Selatan Kota Bogor, Jabar menangkap MI (25) pemuda asal Bondongan Sukajadi, tersangka pelaku pembunuh wanita muda di Komplek Pemakaman Gunung Gadung, beberapa hari lalu. Tersangka berhasil diamankan setengah jam setelah peristiwa pembunuhan. Tersangka membunuh ES (22) warga Wonosoga Jateng. Menurut Kapolres Bogor AKBP Nugroho Slamet Wibowo peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, antara tersangka dan korban saling kenal memiliki hubungan asmara. Peristiwanya berawal saat korban meminta pertanggungjawaban terhadap tersangka karena sudah hamil empat bulan. Namun tersangka tidak mengaku perbuatannya dan menghabisi nyawa teman kencannya dengan cara membenturkan kepalanya ke tembok makam dengan tangannya. Tersangka yang bekerja sebagai pedagang kaset kaki lima itu kini diamankan di Mapolsek. Meski baru kenal tiga bulan tersangka pernah melakukan hubungan intim satu kali di rumah kontrakan korban. (ant) “Saya

Sidang Kasus Korupsi Buku KEJARI Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar at, melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi terkait dugaan kasus korupsi pengadaan buku senilai Rp 3 miliar. Kajari Cikarang Undang Mugopal di Cikarang, kemarin mengatakan kasus tersebut merupakan kasus lama yang berasal dari dana bantuan provinsi pada tahun 2007. Menurutnya, kasus itu saat ini sedang diperiksa ulang oleh BPKP Jabar, setelah sebelumnya sempat dihentikan penyidikannya. Undang menjelaskan, sampai sejauh ini sudah ada beberapa saksi yang mintai keterangan terkait masalah proyek pengadaan buku tersebut. Namun, Undang enggan menjelaskan siapa saja yang dipanggil. Namun demikian, pihaknya mengaku sudah ada tiga orang saksi yang dipanggil oleh kejaksaan. Kasus tersebut melibatkan mantan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Muhyidin, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Bekasi. (ant)

Pengutan di Jalanan

Diminta Ditertribkan BOGOR - Para ulama di Kabupaten Bogor, Jabar mendesak Pemerintah agar segera mengambil langkah dalam menyikapi maraknya pemungutan sumbangan oleh masyarakat di jalan. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Asriyah Nurul Iman Parung Bogor Habib Saggaf bin Mahdi, kemarin mengatakan, dengan dalih untuk keperluan apapun, tidak etis memungut sumbangan di jalan, karena peruntukan jalan adalah sebagai sarana lalu lintas. ‘’Oleh karena itu pemerintah daerah harus mengambil langkah tegas terhadap maraknya aksi pemungutan sumbangan di jalan. Berdasarkan pantauan di sepanjang jalur Jalan Parung Bogor terdapat sedikitnya lima titik yang menjadi lokasi pemungutan sumbangan oleh masyarakat, dengan memasang drum berukuran besar di tengah jalan dan menyodorkan jala atau kotak

kaleng ke semua pengemudi maupun penumpang yang melintas. Pada umumnya masyarakat menggunakan pengeras suara, untuk memudahkan aksi pemungutan dana ke pengguna jalan yang tengah melintas menuju berbagai tempat tujuan. Jalur lain yang kerap digunakan sebagai lokasi pemungutan dana oleh masyarakat adalah Jalan Ciseeng, Jalan Gunung Sindur,Jalan Rumpin, Jalan Laladon, Jalan Ciomas dan Jalan Leuwiliang. Bukan hanya jalur stategis yang menjadi lokasi pemungutan sumbangan di jalan umum, namun juga di pelosok atau jalan pedesaan di berbagai daerah di Bogor. Habib Saggaf mengemukakan, dirinya merasa kurang sependapat dengan aksi pemungutan dana di jalan yang kerap dilakukan masyarakat, bahkan nyaris setiap hari di sejumlah lokasi di Bogor. (ant)

Suluh Indonesia/ant

TUNTUT THR - Ribuan buruh PT Panarub Industry,Tangerang melakukan aksi blokir jalan yang mengakibatkan kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan, Tangerang, Banten, kemarin. Mereka menuntut agar pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh.

Warga Depok Keluhkan

Kualitas Raskin DEPOK - Ketua DPRD Jabar menyatakan warga Kota Depok banyak yang mengeluhkan beras bagi keluarga miskin yang berkualitas buruk. ‘’Ini temuan saya saat menjalankan masa reses di Kota Depok dan sekitarnya dan ternyata banyak warga yang mengeluhkan kualitas raskin yang buruk,” kata Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara di Depok, kemarin. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Bulog melakukan pemantauan penyaluran beras raskin kepada masyarakat. ‘’Kami tahu benar ka-

lau Bulog sudah menyiapkan kualitas yang bagus untuk raskin hanya saja pemantauan harus dilakukan mengingat banyaknya pihak yang mengurus raskin ini,” ujarnya. Menyikapi temuan tersebut, Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Barat Abdul Karim mengakui adanya beras raskin kualitas buruk yang sampai ke masyarakat. ‘’Karena mungkin beras tersebut merupakan stok lama dan kami mempersilakan masyarakat untuk mengadu ke Bulog untuk kemudian beras akan diganti,” ujar Abdul.

Ia membantah jika jumlah beras kualtas buruk yang beredar cukup banyak. ‘’Kalauada aduan seperti itu, hanya sebagian kecil saja, ini kan tidak di setiap daerah mengadukan ada beras raskin buruk. Jadi kalau hanya mengganti satu atau dua karung, bagi kami tidak masalah,” ujar Abdul. Ia menambahkan, di setiap daerah memang kerap terjadi tunggakan untuk pembayaran raskin, meski masyarakat telah membayar dengan tunai. Keterlambatan pembayaran ini, mengakibatkan penyaluran tidak bisa dilakukan. (ant)

Warga Tuntut Akses Jalan CIBINONG – Warga perumahan Taman Permata Cibinong II, di Desa Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupten Bogor, kemarin melakukan aksi unjukrasa di depan kantor pemasaran kompleks perumahan tersebut. Dalam aksinya warga menuntut agar pihak pengembang segera mewujudkan janji mereka untuk menyediakan akses berupa jalan masuk ke dalam lokasi perumahan Taman Permata Cibinong II, karena selama ini menurut warga, akses utama jalan ke dalam kompleks perumahan itu masih numpang di jalan milik warga perumahan lainnya. ‘’Sudah hampir dua bulan, jalan kami ditutup

warga perumahan Taman Permata Cibinong I. Alasan mereka, karena pihak pengembang perumahan ini tidak mau perduli dengan pemeliharaan fasos dan fasum, sebagaimana yang telah dijanjikan PT Dirgakreasi Bangunprima selaku pengembang perumahan Taman Cibinong II ini,” kata Andreanus, salah satu perwakilan warga Taman Permata Cibinong II. Disampaikan Andreanus, dampak dari penutupan akses jalan utama ke dalam kompleksnya itu, saat ini warga Taman Permata Cibinong terpaksa harus memutar cukup jauh melelui akses jalan kampung yang ada di sebelah kompleks perumahan tersebut. ‘’Sampai ka-

pan kami hidup tidak punya jalan seperti ini. Kami melakukan aksi damai ini semata-mata ingin mengetuk hati pihak terkait, khusunya pengembang untuk tergerak dan mau mewujudkan janji mereka untuk meyediakan akses jalan dan fasos fasum lainnya pada kami para konsumennya,” harapnya. Sementara itu, dalam aksinya yang dimulai pada pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00WIB itu, tampak aksi ujukrasa yang mayoritas diikuti para kaum ibu di kompleks tersebut, mereka dengan penuh semangat meski di bawah terik matahari untuk menuntut janji pengemabang muat akses jalan. (bas)

Pengusaha Galian Pasir

Menolak Reklamasi TANGERANG - Para pengusaha galian pasir maupun tanah merah di Kabupaten Tangerang, Banten, mayoritas menolak untuk melakukan penimbunan kembali (reklamasi) sehingga bekas galian itu telah berbentuk lubang besar dan lingkungan sekitar menjadi rusak. ‘’Dari hasil pendataan petugas, maka mayoritas pengusaha galian menolak reklamasi,” kata SekdaPemkab Tangerang Hermansyah di Tangerang, kemarin. Hermasyah mengatakan masalah tersebut terkait Pemkab Tangerang tidak mengeluarkan izin yang baru untuk pengusaha pada bidang galian pasir maupun tanah merah karena dapat merusak lingkungan dan selalu diprotes warga setempat. Menurut dia bahwa salah satu penyebab izin tidak dikeluarkan karena pengusaha selalu membiarkan bekas galian

berbentuk lubang besar padahal seharusnya ditimbun kembali. Selain itu, warga setempat selalu protes keberadaan galian tersebut karena kegiatan penambangan kadang beroperasi hingga larut malam sehingga mengganggu ketenangan. Bahkan pengusaha galian sering menggunakan alat berat serta kendaraan membawa pasir dan tanah merah dengan tonase besar menyebabkan jalan desa menjadi rusak. Demikian pula, belakangan ini bekas galian di Cisoka menelan korban tiga warga setempat tewas terkubur tanah salah satu penyebabnya adalah kurangnya keselamatan bagi mereka saat bekerja. Sebelumnya, Pemkab menghadapi dilematis tentang keberadaan galian pasir itu bahwa pada satu sisi membuka peluang kerja sementara sisi lain berdampak terhadap lingkungan. (ant)

4

Suluh Indonesia/bas

UNJUKRASA – Ratusan warga di Kompleks Taman Permata Cibinong II, saat berunjukrasa menuntut akses jalan ke dalam kompleks perumahan di Cibinong, kemarin.

TANGERANG - Aparat Dinas Perhubungan Pemkab Tangerang, Banten, telah melakukan pendataan adanya sembilan lokasi rawan macet di Jalan Raya Serang mulai dari pertigaan Curug hingga perbatasan dengan Kabupaten Serang karena dapat menghambat pemudik melintasi kawasan tersebut. ‘’Setelah kami data, maka ada sembilan lokasi rawan macet dan diupayakan untuk diantisipasi,” kata Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Pemkab Tangerang Yani Sutisna, kemarin. Ia mengatakan, pada lokasi rawan macet tersebut tentu dilakukan upaya agar perjalanan pemudik menjadi lancar salah satu dengan cara penempatan petugas mulai tujuh hari menjelang lebaran hingga sepekan setelah lebaran. Sedangkan sembilan lokasi rawan macet itu antara lain pertigaan jalan Raya Curug, Pasar Cikupa, pertigaan Tigaraksa, Pasar Gembong, pertigaan pintu tol Cikupa, pintu masuk Kawasan Industri Cikupa. (ant)

Angoota LVRI Geruduk

Kantor Walikota DEPOK - Kantor walikota Depok digeruduk puluhan veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Mereka menuntut hak atas tanah mereka seluas ratusan hektar di Kecamatan Tapos. Selain di wilayah tersebut, mereka juga mengaklaim hak atas tanah di wilayah Cileungsi dan Pondok Rangon. Hanya saja di kedua wilayah tersebut sudah dimiliki pihak lain. Untuk itu, puluhan veteran ini menuntut hak atas tanah mereka yang berada di Kecamatan Tapos dengan alas an tanah tersebut adalah tanah terlantar. ‘’Hanya yang di Kecamatan Tapos saja yang mungkin masih dapat kami usahakan, karena di Cileungsi dan Pondok Rangon sudah dikuasai orang lain,” kata Maitimu, salah seorang anggota LVRI DKI Jakarta ditemui saat unjuk rasa di Balaikota Depok, kemarin. Dengan bersegaram lengkap dinas veteran, puluhan mantan pejuang ini me-

minta agar dapat bertemu walikota guna membahas nasib mereka. Bersama rekan sejawatnya, Maitimu secara lantang menuntut hak atas tanah mereka. Menurut Maitimu, dirinya terpaksa menempuh cara unjuk rasa lantaran tidak pernah ditanggapi. ‘’Caracara halus yang dulu pernah kami lakukan tidak mendapat tanggapan,” ujar Maitimu. Ia menjelaskan, pada Mei 2010 pihaknya telah melakukan pendekatan dengan walikota. Namun tidak pernah ditanggapi. Suratpun telah dilayangkan ke Walikota Depok, namun lagi-lagi tidak ditanggapi. ‘’Dari bulan Mei sampai sekarang, kita sudah berusaha ketemu Walikota tapi nggak bisa. Surat yang kita kirimkan pun nggak ada jawaban,” bebernya. Menurut Maitimu tanah seluas 104 hektar di Kecamatan Tapos merupakan tanah hibah dari Presiden Soekarno. Saat ini, ujarnya, puluhan veteran akan terus berjuang mendapatkan haknya. (rin)

Walikota Imbau

Warga Tetap Waspada DEPOK - Jajaran Pemerintah Kota Depok menggelar rapat kordinasi (rakor) peningkatan kewaspadaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 H di Aula Balaikota Depok, Jalan Margonda Raya, Depok. Hadir dalam rapat kemarin Asisten Tata Praja Kota Depok Sayyid Cholid, Kepala Satpol PP Kota Depok Sariyo Sabani, jajaran Polres Metro Depok, Dandim 0508, Dinas Pemadam Kebakaran, Camat dan Lurah se-Kota Depok. Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan mengatakan, menjelang hari raya lebaran perlu ditingkatkan pengamanan. Pasalnya, belakangan ini kerap terjadi perampokan. Untuk itu, walikota mengimbau seluruh elemen dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. “Saya mengimbau kepada warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi para pelaku usaha. Koordinasilah dengan aparat terkait di sekitar kita agar

keamanan kita selalu terjaga,” kata Nur kepada wartawan di Depok, kemarin. Lebih lanjut dia menuturkan, agar dinas terkait saling bekerjasama untuk menjaga keamanan lingkungan. Terlebih, lanjutnya, kepada Dinas Pasar untuk melakukan penjagaan lebih. “Terutama menjelang hari raya Idul Fitri, di mana angka kriminalitas biasanya akan naik,” tandasnya. Walikota menjelaskan, kordinasi tiap elemen baik, jajaran kepolisian, Dandim serta Satpol PP sangat efektif menjaga keamanan lingkungan wilayah masing – masing. Kordinasi tersebut, ujar walikota menciptakan kondisi yang aman di Kota Depok. “Saya sangat berterimakasih kepada seluruh jajaran atas kondisi aman yang tercipta,” ujarnya. Dikatakan Nur, dengan adanya peningkatan kewaspadaan diharap dapat menekan angka kriminalitas di daerah hukum Depok. (rin)

Kotekan, Tradisi Menjelang Sahur TRADISI membangunkan warga saat sahur dengan menggunakan alat pemukul kentongan, tong dan lainnya, jarang di jumpai khususnya di daerah perkotaan. Untuk melestarikan tradisi tersebut, pengurus DKM Masjid Baiturrahman Jalan Caringin, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas mengadakan lomba kotekan membangunkan sahur. ‘’Kegiatan ini positif, terutama dalam bulan puasa. Tradisi kotekan membangunkan sahur perlu dilestarikan,” ujar pengurus masjid ustad Samlawi di Depok, kemarin. Salmawi mengatakan, membunyikan kentongan merupakan tradisi memainkan instrument alat musik dari kentongan, tong, barang be-

kas seperti: botol air mineral, galon air dll. Alunan musik yang terdengar unik dan membangunkan warga yang masih terlelap. Terdengar pula, shol-

awat maupun ajakan untuk sahur. Tujuannya, mereka agar bersegera menyantap makanan sahur untuk menjalankan ibadah puasa pada paginya. Samlawi menuturkan, pihaknya baru pertama kali menyelenggarakan kegiatan tersebut. Secara kebetulan, terdapat donatour yang membantu acara. Bahkan, ia menilai lomba yang diadakan sangat positif dilakukan di bulan ramadlan. Selain menonjolkan seni, terdapat nilai dakwah agama Islam. ‘’Kita baru pertama kali mengadakannya,

masyarakat cukup antusias mengikutinya. Selain menghibur, juga ada muatan dakwahnya terutama di bulan Ramadhan,” katanya. Ia menambahkan, peserta lomba sebanyak 12 grup. Mereka berasal dari Depok yang tersebar dari beberapa kecamatan. Untuk penilaian, sambungnya, diambil dari keselarasan, keunikan. Salah satu peserta lomba dari grup Bodor Syahrul mengaku sangat antusias mengiuti perlombaan tersebut. Bersama timnya yang terdiri dari 5 orang, selama bulan pua-

sa biasa keliling kampung. Mereka memainkan kotekan untuk membangunkan agar segera sahur. ‘’Kita sih, memang sudah biasa main kotekan di kampung grogol membangunkan sahur. Ya optimis menang,” kata dia. Dalam mengikuti lomba tidak ada persiapan khusus yang disiapkan. Mengenai alat ang digunakan, ia menggunakan dari botol, kentongan dan galon. Menurutnya, alunan musik yang terdengar secara khas akan membangunkan orang untuk sahur. (rin)


pini

Suluh Indonesia, Rabu 1 September 2010

F OKUS Identitas Adat Saat Konflik ALAM beberapa minggu terakhir ini, kita selalu mendengar banyaknya kekerasan yang muncul di Bali. Di daerah perkotaan muncul perampokan dengan kekerasan. Seolah tidak mau kalah, di kampung juga muncul kekerasan yang tidak kalah seru. Malah konflik di kampung melibatkan identitas-identitas tradisional. Satu kampung, misalnya, memakai atribut pakaian adat ramai-ramai ke pengadilan atau ramai-ramai mendatangi kampung lainnya untuk memperlihatkan kegarangan mereka. Kita bertanya, apakah pantas pakaian adat itu dipakai untuk urusanurusan konflik seperti ini. Kita mencoba menggarisbawahi hal ini karena di Bali, pakaian ini makin banyak dipakai untuk urusan-urusan konflik atau kalaupun berupa solidaritas, tetapi solidaritas yang ujung-ujungnya destruktif. Ketika terjadi perselisihan tentang kuburan, misalnya, masyarakat juga memakai pakaian adat sambil memperlihatkan kekerasan. Bahkan, memagari jalan juga dengan pakaian adat termasuk menghadiri sidang di pengadilan. Kita menjadi prihatin dengan kondisi seperti ini, sebab pakaian adat yang menjadi identitas di Bali, seperti destar dengan kain dan selempang yang melilit di pinggang itu, sesungguhnya dipakai untuk solidaritas yang bermakna positif. Solidaritas inilah yang seharusnya ditonjolkan melalui pakaian adat, baik itu yang bersifat kanista, madya atau utama. Harus kita lihat, pakaian itu adalah identitas budaya. Apabila identitas itu dipakai pada saat-saat konflik, akan berdampak sebaliknya. Budaya yang menempel pada pakaian tersebut adalah budaya kekerasan. Alangkah tertamparnya orang Bali apabila pakaian tersebut kemudian dicap sebagai pakaian untuk bersengketa. Maka, sudah selayaknya kita menghentikan memakai pakaian-pakaian seperti ini pada ranah-ranah konflik. Kita khawatir, akhir-akhir ini sering kali terjadi konflik di Bali. Kita juga khawatir dimensi konflik itu semakin beragam, mulai dari konflik ekonomi, sosial, hukum, keluarga dan politik. Banyak yang percaya bahwa hal ini terjadi sebagai akibat dari perubahan sosial yang begitu drastis di Bali. Bisa dibayangkan, bagaimana besarnya potensi konflik karena di Bali telah berlangsung perubahan besar-besaran dari budaya pertanian menuju budaya industri dan kini telah terlihat menuju budaya komunikasi. Agama dan budaya sebagian besar yang ada di Bali berlandaskan pada budaya agraris. Tetapi pariwisata dengan segenap komponennya adalah budaya industri dan kini mengimbas pada revolusi komunikasi. Sungguh, ‘’tabrakan’’ ini merupakan masalah mendasar yang harus kita pecahkan bersama. Konflik yang muncul sebagai akibat dari hal ini, paling profesional dibawa pada ranah hukum dan biarkan pengadilan yang menyelesaikan. Kita meminta bantuan secara profesional. Jika kemudian kita mencoba menyelesaikannya secara mandiri atau kelompok, apalagi dengan mengenakan identitas kultural, sungguh tidak tepat. Konflik itu akan terpendam dan terus-menerus menyimpan bara dendam pada pihak-pihak yang berkonflik. Semua komponen, mulai dari pemerintah, desa pakraman, sampai intelektual haruslah memahami hal ini. Kita harus mempunyai generasi yang bersih di masa mendatang, yang mampu melihat persoalan secara bersih dan profesional. Tanggung jawab kita sekarang adalah tidak menyisakan benih-benih konflik untuk mereka. Biarkan mereka tumbuh dan berkompetisi secara sehat. Berikan generasi kita waktu lebih banyak untuk berkompetisi, bukan direcoki dengan metode-metode yang sudah tidak cocok dengan perkembangan zaman. ***

D

Bang D

el

Pergantian Kapolri jangan dipolitisasi

Ada yang cari nama ...

5

Hukum Terpasung Tengkulak Peradilan MENYEBUT Indonesia masih sebagai negara hukum, ternyata kerapkali mendapatkan cibiran, senyuman sinis, atau kata-kata pedas dari seseorang atau sejumlah orang yang kita ajak berkomunikasi. Ada distorsi dan bahkan degradasi kredibilitas publik pada jagat hukum. Mereka melihat hukum bukan sebagai produk unggulan, namun sebatas ketentuan yang bisa dipermainkan sesuka hati.

√ Para tengkulak peradilan telah mem-

buat hukum kita kehilangan kemerdekaan substantifnya, sekadar mengikuti irama pemesannya atau sebatas pepesan kosong.

√ Idealnya, aparat peradilan berkewaSaat kita bantah tuduhan mereka dengan kalimat, Indonesia adalah negara hukum sesuai dengan konstitusi (UUD 1945), mereka berbalik mengajukan sanggahan dan pertanyaan, apa bukti kongkretnya kalau Indonesia itu negara hukum? Berikan contoh yang meyakinkan kalau segala jenis perbuatan dari kasta sosial, politik, dan ekonomi mana pun mesti dipertanggungjawabkan oleh hukum secara egaliter. Ada di antara mereka itu yang mengutip pikiran Frans Magnis Suseso, bahwa negara itu masih pantas disebut sebagai negara hukum kalau mengandung sejumlah unsur. Pertama, adanya kepastian hukum. Kedua, tuntutan perlakuan yang sama (ergalitarianism). Ketiga, legitimasi demokrasi, dan keempat, tuntutan akal budi. Itu mengisyaratkan, kalau negara masih menyebut dirinya rechstaat, maka wajib ada bukti kongkret yang dengan mudah dibaca oleh masyarakat, khususnya kalangan pencari keadilan (justiabelen), bahwa penyelenggaraan kehidupan bernegara ini selalu berpijak pada norma yuridis yang berlaku. Tuntutan yang pertama (kepastian hukum) dan kedua (kesederajatan di depan hukum) memang bisa saja dipenuhi oleh aparat penegak hukum dalam menjaga formalisasi bekerjanya sistem peradilan. Namun bekerjanya norma hukum yang didasarkan akal budi atau piranti etik, belum tentu diwujudkan atau ditegakkan oleh elemen-elemen peradilan. Komponen peradilan memang bisa saja memeriksa setiap tersangka dan terdakwa tanpa didiskriminasikan atau setiap orang, baik dari oknum elite kekuasaan maupun masyarakat kecil secara egalitarianisme diproses dalam durasi waktu yang lama dan berakhir dengan putusan. Akan tetapi perlakuan pada saat pemeriksaan hingga vonis dijatuhkan bisa berbeda ibarat bumi dengan langit. Data yang dipegang oleh ICW menyebutkan, terdapat sebanyak 13 vonis percobaan atau di bawah satu tahun kasus-kasus korupsi. Kasus-kasus itu terjadi di antara tahun 2008 sampai 2009. Tiga di antaranya keputusan itu dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (Ilham, Februari 2010). Vonis ini kemudian dijadikan sebagai ‘’eksaminasi moral’’ terhadap kinerja peradilan yang dinilai sudah kehilangan independensinya. Dalam proses peradilan itu, setiap pihak yang berperkara seolah-

jiban mengawal negara ini supaya menjadi organisasi yang melayani rakyat atau pencari keadilan dengan sebaikbaiknya.

Oleh : Abdul Wahid*

√ Para pencari keadilan, khususnya yang berasal dari masyarakat kecil, dibuat kecewa oleh kinerja aparat yang memberlakukan hukum tidak benar-benar bernyawakan keadilan, sementara kelompok elite bisa menikmati keunggulannya. Dalam soal vonis pengadilan, misalnya, pemberlakuan hukum yang tidak benarbenar bernyawakan keadilan dapat terbaca dalam disparitas putusan antara satu kasus dengan kasus lainnya, atau antara terdakwa dalam kasus yang sama, yang vonisnya jauh berbeda, sehingga melahirkan praduga bersalah kalau di balik ini, terdapat tengkulak peradilan yang bermain. olah akan mendapatkan jaminan seperti manisnya kata yang tertulis dan diucapkan oleh aparat yang berbunyi ‘’pro-yustitia’’ atau demi keadilan, namun kata indah ini tidak semanis dan menyenangkan, serta memuaskan dalam faktanya. Para pencari keadilan, khususnya yang berasal dari masyarakat kecil, dibuat kecewa oleh kinerja aparat yang memberlakukan hukum tidak benar-benar bernyawakan keadilan, sementara kelompok elite bisa menikmati keunggulannya. Dalam soal vonis pengadilan misalnya, pemberlakuan hukum yang tidak benar-benar bernyawakan keadilan dapat terbaca dalam disparitas putusan antara satu kasus dengan kasus lainnya, atau antara terdakwa dalam kasus yang sama, yang vonisnya jauh berbeda, sehingga melahirkan praduga bersalah kalau di balik ini, terdapat tengkulak peradilan yang bermain. Kutukan Publik Hukum yang diberlakukan seperti itu bukan hanya merugikan kalangan pencari keadilan, tetapi juga membuat negeri ini terkena limbah dalam bentuk kutukan publik sebagai ‘’negara tanpa hukum’’, di samping membuat hukum distigmatisasi sedang dan telah terpasung oleh sikap dan perilaku para tengkulak peradilan. Para tengkulak itu telah membuat hukum kita kehilangan kemerdekaan substantifnya, sekadar mengikuti irama pemesannya atau sebatas pepesan kosong akibat cengkeraman kekuatan pihak-pi-

hak tertentu yang bisa dan berani berkolaborasi kriminalisasi dengam aparat yang menjadi mesin penanganan perkara hukum. Idealnya, mereka (aparat peradilan) berkewajiban mengawal negara ini supaya menjadi organisasi yang melayani rakyat atau pencari keadilan dengan sebaik-baiknya, kecuali jika mereka terjangkit penyakit ‘’kemiskinan’’ keteguhan moral atau independensi menegakkan amanat jabatannya. Ketika elemen peradilannya tergelincir dalam ranah ketaklukan akibat gempuran dari luar semacam penjahat ekonomi atau kekuatan elite kekuasaan berpengaruh, maka wajah peradilan tidak ubahnya keranjang sampah. Sayangnya, elemen peradilan (jaksa, hakim, polisi, penasihat hukum, dan lainnya) tidak jarang tertangkap basah melakukan malpraktik profesi akibat mengundang elite ekonomi atau siapa pun yang diduga bermasalah secara hukum. Mereka diberi kesempatan atau dirangsang membangun relasi simbiosis mutualisme dengan elite bermasalah, namun dikalkulasi menguntungkan secara ekonomi dan politik. Karena sudah dilibatkan dalam ranah rekayasa hukum, akhirnya elite penegak hukum menjadi subordinasi dari kepentingan kaum sindikat atau komunitas tengkulak. Sebagai sampel, Teten Masduki (2009) menyebut, dalam riset global barometer 2009, korupsi tertinggi dengan skor 4,4 adalah di parlemen (DPR). Kemudian disusul oleh institusi peradilan dengan skor 4,1. Urutan ketiga ditempati parpol den-

Model peradilan yang kehilangan prinsip independensi itu jelas tidak akan memberi rasa keadilan pada masyarakat.

gan skor 4,0. Kemudian pegawai publik dengan skor 4,0 poin. Sementara sektor bisnis meraih skor 3,2, sedangkan media sekitar 2,3. Kasus tersebut setidaknya mengindikasikan bahwa jagat hukum yang tercoreng buram kemerdekaan substantifnya tidak lepas dari keterperangkapan elemen aparatnya dalam lingkaran kekuasaan para tengkulak. Mereka bukannya menjadikan elemen peradilan sebagai benteng melawan tengkulak, tetapi terseret mengikuti arus tawaran (jebakan) menggiurkan yang diumpankannya. Kita diingatkan Cecil de Mille, the principle is the law of nature that can not be contravened. We may not violate the law, we can only destroy ourselves if we violate that law, atau kehancuran kita berelasi dengan kehancuran prinsip hukum. Ketika prinsip hukum kita hancurkan, kita ibarat mempersilakan diri kita terjun bebas menuju kehancuran. Ungkapan itu memerintahkan setiap elemen penegak hukum di muka bumi ini untuk tidak mempermainkan, mengebiri, dan menguliti prinsip hukum. Siapa saja di antara elemen strategis yuridis ini yang terlibat persengkongkolan atau menggalang sindikasi kriminalisasi sistemik untuk meminggirkan prinsip hukum, maka keberlanjutan hidup masyarakat dan negara, niscaya tercabik-cabik dan menyuratkan beragam noktah. Model peradilan yang kehilangan prinsip independensi itu jelas tidak akan memberi rasa keadilan pada masyarakat, di samping hanya bisa menciptakan kekalahan atau menghadirkan suasana keterjajahan pada seseorang yang seharusnya menjadi pemenang. Elemen penegak hukum yang terlibat dalam praktik demikian juga layak digolongkan sebagai tengkulak. Pasalnya, ia terlibat memediasi nilai jual dari objek perkara yang dijualnya, yang untuk memperlancarnya menggunakan institusi sebagai benteng pelindungnya. *Penulis, Dekan Fakultas Hukum dan pengajar Program Pascasarjana Ilmu Hukum Unisma Malang

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Jalan Seperti Kubangan Kerbau JALAN raya Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, rusak parah dan ketika hujan turun seperti kubangan kerbau, sehingga pengendara harus hati-hati bila melintas jika tidak terperosok kedalam lubang. Kami sudah bosan memberikan kabar kepada petugas Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Tangerang agar Jalan Cisoka diperbaiki karena sudah seperti kubangan kerbau. Kerusakan parah terjadi di dekat pertigaan Cisoka menuju Kecamatan Tigaraksa, maka pengemudi kendaraan jenis sedan harus memperlambat kecepatan bila melintas. Bahkan jalan di dekat pintu masuk Perumahan Taman Kirana Surya dan Taman Adiyasa terdapat banyak lubang besar dan dipenuhi lumpur. Meski sebagian jalan sudah diperbaiki meng-

gunakan kontruksi semen cor, namun pada bagian lainnya lebih dominan yang rusak. Kerusakan jalan di Cisoka lebih diperparah akibat banyak truk angkutan tanah bertonase besar yang melintas di kawasan tersebut. Sebelumnya, jalan raya yang menghubungkan Cadas hingga Kecamatan Rajeg, sepanjang 2,1 Km juga mengalami nasib serupa terutama di kawasan Teriti karena sudah beberapa tahun tidak diperbaiki. Akibat jalan rusak, maka para petani mengalami kendala membawa hasil panen karena pemilik penyewaan kendaraan meminta ongkos lebih mahal karena jalan tersebut hancur. Rais Madi Cisoka Tangerang

Kondisi Halte di Bekasi Memprihatinkan KONDISI belasan halte di beberapa tempat dalam Kota Bekasi memprihatinkan dan sudah mengalami kerusakan cukup parah akibat tidak adanya pemeliharaan selama bertahun-tahun. Halte seperti perhentian kereta api, trem, atau bus biasanya mempunyai ruang tunggu yang beratap, tapi lebih kecil daripada stasiun. Kerusakan halte makin dipercepat dengan kurangnya kesadaran warga memeliharanya termasuk adanya aksi coret-coret menggunakan cat. Kerusakan halte banyak ditemui di seputar kawasan Jalan KH. Noer Ali Kali Malang, Jalan Cut Meutia, Jalan Ahmad Yani dan lainnya. Halte sangat diperlukan warga untuk tempat menunggu

Tabung Gas Elpiji 3 kg Masih Meresahkan

kendaraan, turun dari kendaraan, beristirahat dan bahkan pengendara kendaraan roda dua terkadang memanfaatkan termasuk saat hari hujan. Beberapa halte di Kota Bekasi sudah dibangun sejak 15 tahun lalu. Tiang dan lempengan besi yang terus menerus terkena hujan dan panas akhirnya keropos dan mengalami korosi hingga menimbulkan kerusakan. Jumlah halte di Kota Bekasi mencapai 30 unit, beberapa diantaranya dibangun oleh pemerintah pusat terutama yang berada dijalan negara. Antara Bekasi

MENYAKSIKAN berita di Televisi juga surat kabar tentang korban gas elpiji 3 kg yang meledak sangat mengerikan. Rakyat kelas menengah kebawah yang jadi korban. Tragedi ini telah menelan banyak korban luka-luka yang parah bahkan ada yang meninggal dunia. Pemerintah telah mengambil langkah berupa sosialisasi agar masyarakat menggunakan tabung gas secara baik dan benar. Langkah ini sedang terus berjalan seiring perbaikan dari tabung gas itu sendiri, walaupun terkesan lama. Dari kenyataan yang saya lihat masyarakat telah terjerumus kedalam lingkaran bahaya. Seharusnya pemerintah memfasilitasinya sungguh-sungguh secara rapi dan aman untuk rakyat.

Sebenarnya ada alternatif lain selain penggunaan tabung gas elpiji 3 kg. Sebuah rancangan yang lebih aman karya anak bangsa dari pusat penelitian tertentu yang kabarnya biayanyapun lebih murah. Langkah kongkrit pemerintah sangat dinantikan agar masyarakat tak lagi menjadi korban tabung gas elpiji yang meledak. Jika memang benar ini adalah kecerobohan rakyat, mengapa tidak diambil cara lain agar lebih aman unuk rakyat.Sebagai warga masyarakat saya hanya berharap agar pemerintah berpihak pada rakyat, terutama kelas bawah. Ingga eva Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Hardianto, Ade Irawan, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Rabu 1 September 2010

6

Aji Santoso

Siap Jawab Tantangan Pengurus Persebaya SURABAYA - Pelatih baru Persebaya Surabaya Aji Santoso siap menjawab tantangan pengurus klub tersebut, untuk kembali lolos ke Liga Super Indonesia musim 2011/2012. Ditemui usai bertemu pengurus Persebaya, Selasa, Aji Santoso mengatakan dirinya memilih sejarah panjang dan ikatan emosional dengan tim berjuluk “Bajul Ijo”, bahkan pernah membawa tim tersebut juara Liga Indonesia musim 1996. Ia mengaku target yang dibebankan pengurus untuk meloloskan Persebaya kembali ke Liga Super, merupakan tugas berat tetapi juga pekerjaan mulia. “Kebetulan saya orang yang suka dengan tantangan dan saya siap menjawab target yang dibebankan pengurus. Tapi, saya juga

membutuhkan dukungan dari teman-teman media, pengurus, suporter, dan masyarakat Surabaya,” katanya. Setelah bertemu pengurus, Aji Santoso langsung memimpin sesi latihan perdana di Lapangan Persebaya, dengan didampingi dua asisten pelatih, yakni Machrus Afif dan Ahmad Rosyidin. Sedangkan satu asisten pelatih lainnya, yakni Ibnu Grahan, belum bisa mendampingi karena masih harus menjalani masa istirahat selepas sembuh dari sakit. Latihan perdana itu diikuti sebagian pemain musim lalu dan pemain Persebaya U-21. Pemain lama yang terlihat gabung, antara lain Endra Prasetya (kiper), Taufiq, Andik Vermansah, Mat Halil, Nugroho Mardiyanto, Arif Ariyanto, dan Juan Marcelo Cirelli.

“Saat ini saya masih terus berburu pemain, kendati itu tidak mudah karena sebagian besar pemain-pemain bagus sudah bergabung dengan tim-tim lain,” katanya. Namun, Aji Santoso mengaku sudah mendapatkan dua pemain baru, yakni Johan Ibo dan Errol F. Iba. Bahkan, Johan Ibo kabarnya sudah sepakat untuk gabung dengan Persebaya. Sementara itu, Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar menyatakan optimistis Aji Santoso mampu mewujudkan target lolos Liga Super, karena dia pelatih yang punya karakter dan kemampuan cukup bagus. “Persebaya tidak perlu harus juara, yang penting lolos Liga Super. Kami yakin Aji Santoso punya kapasitas untuk merealisasikan itu,” ujarnya. (ant)

Menpora dan KONI

Gagas PON Remaja 2011 JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan KONI/KOI kompak menggagas eksibisi Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja pada 2011. “Pagelaran PON Remaja itu harus segera digelar di Tanah Air, agar prestasi atlet nasional tidak tertinggal jauh dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam,” kata Asisten Deputi (Asdep) Pembinaan Prestasi Olahraga Menpora Marhot Harahap di Jakarta, kemarin. Pemikiran digelarnya PON Remaja setelah memantau hasil Olimpiade Remaja (Olympic Youth Games) di Singapura, kontingen Indonesia hanya meraih satu perunggu melalui cabang angkat besi. Padahal 14 atlet yang diturunkan datang dari tujuh cabang olahraga. Hasil yang minim cukup

menyakitkan bagi pembinaan olahraga di Indonesia yang berpenduduk 200 jugta lebih, namun hanya menghasilkan satu medali perunggu. Sedang Malaysia, Thailand dan Vietnam berpacu untuk menyuguhkan medali emas. Atas pemikiran tersebut katanya, akan digelar eksibisi PON remaja di Indonesia dengan mempertandingkan sepuluh cabang olahraga yang menjadi acuan di Olimpiade. Bila hasilnya memuaskan, maka tahun 2013 PON Remaja resmi digelar oleh KONI. Pada kesempatan terpisah Ketua Umum KONI/KOI, Rita Subowo mengatakan, PON Remaja yang digelar tahun 2011 gagasannya sama yang dimiliki Menpora. Dengan begitu pagelaran PON Remaja akan berjalan lancar tanpa adanya

tantangan dari berbagai pihak atau stage holder olahraga di Tanah Air. Adanya PON Remaja katanya, pembinaan atlet diberbagai daerah dimulai dari usia dini. Sehingga saat usianya sudah menginjak 14 hingga 18 tahun bisa diturunkan dalam PON Remaja tersebut. Melalui pembinaan usia dini maka jumlah atlet yang muncul semakin bertambah solid, baik dalam segi jumlah maupun prestasi yang dimiliki. Ia mengakui, Menpora sudah memiliki PPLP disetiap daerah. Namun alangkah baiknya bila ditunjang dengan pembinaan mulai usia dini dari berbagai KONI Pemprov. Dengan harapan saat Indonesia menurunkan atletnya di Olimpiade Remaja maka hasilnya akan memuaskan tidak seperti di Singapura. (ant)

Delapan Negara

Pastikan Ikut Indonesia Terbuka JAKARTA - Sebanyak delapan negara asing ditambah tuan rumah sudah memastikan jumlah atlet yang mengikuti Kejuaraan Karate Indonesia Terbuka ke-2 yang akan berlangsung 24-26 September 2010 di Denpasar, Bali. Kedelapan negara asing yang telah memasukkan nama-nama atletnya untuk ikut kejuaraan adalah Malaysia (20 atlet) , Brunei (10), Irak (5), Iran (15), Vietnam (12), Korea Selatan (11), Filipina (2), Singapura (1), kata Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepandji di Jakarta, Selasa. Sementara 10 negara lagi Jepang, Hongkong, Australia, Cia, Taiwan, Thailand, Macau, Uzbekistan, Rusia dan India juga sudah memastikan ikut

kejuaraan namun belum memasukkan nama atlet mereka. Indonesia dalam kejuaraan ini menurunkan 35 karateka. PB Forki sebagai penyelenggara kejuaraan tersebut secara total mengundang 41 negara untuk mengikuti kejuaraan tersebut namun masih menunggu pendaftaran 23 negara peserta lainya termasuk beberapa negara Eropa seperti Spanyol, Italia, Jerman. “Kami masih menunggu negara-negara lain mendaftar di kejuaraan ini, saya pikir kejuaraan ini akan menjadi event yang menarik dengan ikutnya para karateka dari negara kuat seperti Jepang, Iran, Spanyol, Italia dan Rusia, katanya. Ketika disiggung tentang

target Indonesia pada kejuaraan karate tingkat internasionalk ini, Hendardji Soepandji mengatakan, mengingat peserta datang dari negara-negara kuat di tradisi Karate maka mentargetkan tiga besar sudah cukup bagus. “Kami akan berusaha merebut posisi tiga besar, ini memang berat karena kami sadar peserta datang dari negara-negara yang dikenal kuat olahraga karatenya,” kata Ketua Umum PB Forki. Pada kejuaraan karate Indonesia Terbuka ke-2 di Bali mendatang, Indonesia akan menurunkan dua tim yang meliputi tim A yang berisikan atlet pelatnas Asian Games 2010, dan Tim B beranggotakan atlet pelatnas SEA Games 2011. (ant)

IPSI Siapkan 28 Pesilat ke Kejuaraan Dunia JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia menyiapkan 28 atlet untuk diterjunkan pada kejuaraan dunia di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, 12-18 Desember 2010. “28 pesilat itu terdiri atas 16 putra dan 12 putri akan tampil di 23 nomor yang dipertandingkan baik di nomor pertandingan maupun seni,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB IPSI, Tafsil Rizal di Jakarta, kemarin. Dikatakannya, semua undangan ke negara peserta sudah disebar, tinggal menunggu jawabannya. Undangan untuk tampil di

kejuaraan dunia diantaranya dikirim ke Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos, Filipina, Brunei Darussalam, Timor Leste, Perancis, Swiss, Belanda, Iran dan Inggris. Diharapkan kejuaraan dunia pencak silat kali ini pesertanya cukup ramai. Dengan harapan persaingan bertambah ketat untuk meningkatkan prestasi atlet menuju SEA Games XXVI Jakarta 2011. Bagi peserta dari kawasan ASEAN, kejuaraan dunia dapat dijadikan ajang pemantauan lawan yang akan tampil di SEA Games. Melalui pertimbangan itu, PB IPSI optimistis peserta yang tampil lebih banyak dibanding

saat turun di Asian Beach Games (ABG) pertama di Bali. Ia menjelaskan, Indonesia sebagai tuan rumah akan menurunkan kekuatan penuh dari 23 nomor yang dipertandingkan. Karena kejuaraan dunia kali ini sebagai pengganti Asian Games XVI Guangzhou, cabang silat tidak dipertandingkan. Padahal cabang silat sudah dipertandingkan eksibisi saat Asian Games XV digelar di Qatar tahun 2006. Hal itu sangat disayangkan tidak ada pendekatan khusus dari KONI/KOIa agar pencak silat dipertandingkan di Guangzhou, China. Meski sudah ipertandingkan di ABG 2008. (ant)

Atlet Pelatnas Butuh Pelatih Asing JAKARTA - Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Pertina Subardi Suar menegaskan bahwa petinju yang ditempa dalam Pelatnas SEA Games XXVI membutuhkan pelatih asing. “SEA Games XXVI waktunya masih panjang sekitar 1,5 tahun lagi, masih ada waktu mendatangkan pelatih asing supaya bisa memberi latihan untuk kemajuan fisik dan teknik bagi petinju nasional,” ujar Subardi di Jakarta, kemarin. Subardi mencontohkan pet-

inju yang ditangani pelatih asal Kuba memiliki teknik dan mental tanding yang bagus. Semua itu dapat dipantau pada petinju di era 1990-an, seperti Albert Papilaya, Wiliem Papilaya, La Paene, dan Hermensen Ballo. Melalui penempaan pelatih asing prestasi yang dimiliki dapat dirasakan hingga saat ini, katanya. Bahkan, ia menambahkan, mereka mampu menyumbang medali di SEA Games dan Asian Games dan melangkah ke Olimpiade.

Hasil yang memuaskan itu dapat diulang kembali saat Pertina yang kini menempa para petinjunya. Dengan harapan saat menjadi tuan rumah SEA Games XXVI di Jakarta tahun 2011, tim tinju nasional mampu mengulang sukses tahun 1997 dengan meraih juara umum setelah mengumpulkan tujuh medali emas yang diperebutkan. Subardi mengatakan, pelatih asing memiliki disiplin yang tinggi saat menggodok petinjunya. (ant)

Suluh Indonesia/ant

LATIHAN PERDANA - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso (kanan) memberikan instruksi saat melakukan latihan perdana di Lapangan Karanggayam, Surabaya, kemarin.

Pertina Nego Empat Petinju di AG JAKARTA - Pengurus Pusat Pertina akan menegosiasikan jumlah petinju yang akan dikirimkan ke Asian Games Ke16 dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dari dua menjadi empat, kata Komandan Pemusatan Latihan Tinju Pertina, Serta Ginting. “Kami akan bertemu dengan Pak Djoko (Djoko Pramono) Ketua Bidang Sport and Development KOI besok (Rabu). Kami akan sampaikan mengapa kami mengharapkan empat petinju ke Asian Games,” katanya di Jakarta, kemarin. Rapat Pleno KOI hari Senin (30/8) memutuskan mengirimkan

lima cabang olahraga tambahan ke Asian Games Ke-16 di Guangzhou, China, 12-27 November mendatang. Tinju termasuk di antara yang diputuskan untuk diberangkatkan dengan dua petinju putra-putri. Keputusan pleno tersebut berdasarkan hasil yang dicapai tim tinju Indonesia pada SEA Games di Laos, 2009 lalu. Waktu itu tim tinju meraih tiga medali perak dan tujuh perunggu. Tiga medali perak itu direbut petinju Matias Mandiangan (54 kg), Achmad Amri (-81 kg), dan petinju putri Indri Sambaimana (51 kg). Dijelaskan lebih jauh oleh Ser-

ta dengan mengirimkan semakin banyak petinju, akan semakin terbuka peluang untuk merebut medali emas. Menurut dia, ada sejumlah petinju yang dinilai maju pesat selama mengikuti pemusatan Latihan Prima di Jakarta. “Beberapa petinju saya lihat maju pesat misalnya Alex Tatontos di kelas menengah. Sayang kalau dia tidak diberangkatkan. Jadi kami mohon para petinju yang telah merebut medali perak di SEA Games lalu dan ditambah Alex dapat diberangkatkan. Bila perlu kami akan kembalikan ke pemerintah kalau mereka gagal merebut medali,” kata Serta Ginting.

Hal senada juga dinyatakan Wakil Ketua Bidang Teknik PP Pertina, Hengky Silatang. Dia juga berharap paling tidak empat petinju dapat dikirimkan ke Guangzhou. “Kami tahu keterbatasan dana Pemerintah untuk memberangkatkan tim ke Guangzhou. Namun demikian apa salahnya kalau memang peluang cukup terbuka kenapa tidak kirim? Apalagi kalau undian pertandingannya bagus, saya kira peluang tetap terbuka untuk petinju kita meraih medali,” jelas Hengky. Terdapat sepuluh petinju putra dan enam putri di Pemusatan Latihan Prima saat ini. (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Rabu 1 September 2010

7

Bologna Buat Inter Frustrasi ROMA - Juara Inter Milan mengalami frustrasi ketika ditahan imbang 0-0 saat bertandang ke Bologna pada pertandingan pembuka kompetisi Liga Italia (Seri A) dini hari kemarin. Pada pertandingan yang ditunda karena Inter bermain di kompetisi Piala Super Eropa, Jumat, tim nerazzurri itu butuh waktu 45 menit untuk bangkit tapi tak dapat melakukan penyelesaian akhir yang bagus sedangkan Bologna memborbardir gawang mereka pada babak kedua, juga tidak ada gol yang lahir. Bila dalam pertandingan musim lalu tim ini tampil kurang menggigit, tetapi kali ini Bologna melakukan persiapan dengan baik, setelah ketuanya Sergio Porcedda mendepak pelatih Franco Colomba dan secara temporer menggantikannya dengan pelatih tim yunior Paolo Magnani. Tapi tuan rumah memperagakan permainan mengesankan, terutama penjaga gawang Emiliano Viviano, yang melakukan beberapa penyelamatan yang menarik, termasuk dengan menggunakan kepalanya. Inter yang mengganti pelatih mereka musim panas— Rafael Benitez menggantikan pemain yang berhubungan dengan Real Madrid, Jose Mourinho — dan menerapkan formasi 4-4-3. Tapi Inter gagal tampil bersinar dan bermain biasa-basa saja sampai akhir pertandingan.

Benitez memuji penampilan Viviano tetapi mengeluhkan kurang semangatnya penampilan para pemain lain. “Ia melakukan tugasnya dengan bagus, baik dengan menggunakan kaki, tangan atau pun kepalanya,” kata Benitez. “Pada awalnya kami melakukannya dengan hebat, tetapi ketika mereka mulai melakukan pergantian pemain dan menerapkan serangan balasan, kami mulai keteter. Pada babak kedua, kami melakukan apa yang kami rencanakan,” katanya. “Kami kurang dari sisi fisik dan mereka (Bologna) bekerja amat bagus di lini pertahanan. Mereka terorganisasi dengan baik dari sukar ditembus. Tapi saya gembira dengan reaksi tim kami pada babak kedua,” katanya. “Kami berharap dapat melakukan yang lebih baik di masa depan. Kami baru tampil lagi dan semua orang pasti mengerti bahwa kami seharusnya lebih banyak menguasai bola,” katanya. Magnani, yang tidak akan berada dalam tim Bologna pada pertandingan mendatang, mengatakan pelatih berikutnya akan membuat tim itu tampil lebih bagus. “Kami bagus bermain pada babak pertama, baik secara fisik mau pun stra tegi,” katanya, “Tetapi pada babak kedua kami harus berjuang keras dan lawan menguasai bola dalam beberapa perebutan.” (ant)

Suluh Indonesia/ap

KETAT - Pemain Bologna Marco Di Vaio (kiri) menempel ketat pemain Inter Milan Esteban Cambiasso pada laga Serie A di Bologna’s Renato Dall’ Ara stadium, Italia, kemarin.

Quaresma Gantikan Ronaldo di Timnas Portugal LISABON - Pemain sayap Ricardo Quaresma akan menggantikan Cristiano Ronaldo yang dilanda cedera dalam tim nasional Portugal pada pertandingan kualifikasi Euro 2012 di kandang mereka melawan Siprus pada Jumat dan dalam pertandingan tandang melawan Norwegia empat hari kemudian, demikian diumumkan Federasi Sepak Bola Portugal (FPF). Ronaldo tidak akan bisa beraksi di lapangan selama

Ricardo Quaresma

kira-kira tiga pekan setelah pergelangan kaki kanannya memar dalam pertandingan Real Madrid dalam pembukaan musim Liga Utama Spanyol (La Liga) melawan Real Mallorca pada Minggu dan akan absen pada dua pertandingan kualifikasi itu. Quaresma sudah berpengalaman dalam 25 pertandingan internasional tetapi kehilangan tempatnya dalam tim nasional dan tidak berlaga pada putaran final Piala Dunia di Afrika Selatan sete-

lah hanya tampil sesekali selama musim dua tahun terakhir ini di Inter Milan. Quaresma (27) pindah ke Besiktas pada Juni lalu dan memperlihatkan performa yang mengesankan dalam pertandingan pertama bagi klub Turki itu yang memungkinkannya bisa kembali ke tim nasional. Dalam suatu pernyataan terpisah, FPF menyatakan pemain bertahan Paulo Ferreira mundur dari timnas dengan alasan pribadi. Bek kanan Fer-

reira (31) bermain dalam pertandingan internasionalnya yang pertama pada September 2002 dan terus bermian bagi timnas Portugal sebanyak 62 kali, pada ajang dua kali Kejuaraan Eropa dan Piala Dunia. Pemain Chelsea merupakan pemain ketiga yang mundur dari timnas Portugal setelah Piala Dunia di Afrika Selatan setelah playmaker Deco dan pemain sayap Simao mengakhiri karir internasional mereka. (ant)

Venus Williams Menangi Laga Pertama AS Terbuka NEW YORK - Venus Williams menunjukkan ada masalah pada lututnya, tetapi ia masih cukup kuat untuk mengalahkan pemain Italia Roberta Vinci 6-4 6-1 pada pertandingan pertama turnamen tenis AS Terbuka, Senin kemarin. Mantan juara dunia dua kali Williams, kelihatan bermasalah ketika menapakkan kaki kirinya setelah melakukan pukulan “forehand” voli pada set pertama, tetapi unggulan ketiga dari Amerika itu berhasil mengalahkan lawan pada

penampilan pertamanya sejak turnamen Wimbledon. Williams, unggulan utama dari Amerika dalam daftar undian sejak saudaranya petenis nomor satu dunia Serena Williams tidak ikut bertanding karena cedera, melancarkan 10 ace dalam pertandingan di lapangan utama Arthur Ashe Stadium. Williams yang berusia 30 tahun selanjutnya akan bertemu dengan petenis dari Kanada, Rebecca, yang mengalahkan Ksenia Pervak dari Rusia

pada putaran pertama turnamen itu. Sementara itu, mantan petenis peringkat satu dunia Dinara Safina kembali tersingkir di awal turnamen grand-slam ketika ia kalah 3-6 4-6 oleh petenis Slovakia Daniela Hantuchova pada putaran pertama AS Terbuka. Petenis Rusia itu, yang turun 49 tingkat ke urutan 50 dalam jangka waktu 12 bulan yang terganggu cedera, berjuang keras tetapi tersingkir setelah bermain selama satu jam, 46 menit.

Safina, yang kehilangan tiga bulan pada musim kompetisi 2010 karena masalah punggung, mengalahkan Hantuchova pekan lalu pada turnamen pemanasan di New Haven tetapi hanya sekali memenangi servisnya pada set pertama. Petenis Rusia itu meningkatkan permainannya pada set kedua dan mendapat dua break point untuk menyamakan kedudukan 5-5, tetapi unggulan 24 Hantuchova meraih kemenangan ketika pengembalian Safina terlalu panjang. (ant)

Hewitt Alami Kekalahan di Awal NEW YORK - Mantan peringkat satu dunia Lleyton Hewitt menderita kekalahan terdini yang pernah dia alami di AS Terbuka ketika ia tersingkir dengan kekalahan 3-6 4-6 7-5 6-4 1-6 oleh petenis Prancis Paul-Henri Mathieu pada putaran pertama, Senin kemarin. Petenis Australia, juara di Flushing Meadows pada 2001 dan unggulan 32, menunjukkan ketabahan untuk bangkit dari ketertinggalan dua set tetapi Mathieu menyusun kekuatan untuk merebut set penentuan dan meraih kemenangan setelah bermain selama tiga jam 39 menit. Hewitt, yang menjalani operasi pinggul keduakalinya pada Januari, tampak tak berdaya ketika Mathieu memenangi dua set pertama dengan serentetan “winner” yang cemerlang. Tapi petenis Prancis itu mempunyai sejarah suka menyianyiakan situasi unggul - pada 2002 ia kalah pada pertandingan penentuan final Piala Davis setelah unggul dua set dan Hewitt mulai berjuang untuk bangkit. Petenis Australia itu menyelamatkan dua break point pada

masing-masing dari dua servis game beruntun pada pertengahan set ketiga, salah satunya berhasil mendapat poin saat minta tayangan Hawk-Eye, yang semula memberi kesempatan Mathieu melakukan servis untuk menyudahi pertandingan saat kedudukan 5-3. Mathieu, yang peringkatnya turun dari ranking tertinggi yang ia capai, 12, ke urutan 109 setelah serangkaian cedera, mulai goyah dan Hewitt memanfaatkan peluangnya, mematahkan servis untuk memenangi set ketiga namun tertinggal 2-4 pada set keempat. Sekali lagi Hewitt bangkit dan ketika ia menggenapi empat game berturut-turut untuk memenangi set tersebut dan menyamakan kedudukan, penonton yang memadati Louis Armstrong Stadium merasakan kebangkitan yang sempurna. Namun lagi-lagi, Mathieu memantapkan diri pada saatsaat penting dan mematahkan servis lawannya dua kali untuk memimpin 4-0 sebelum meraih kemenangan dengan mematahkan servis ketiga kalinya ketika Hewitt melakukan kesalahan ganda. (ant)

Venus Williams

Riedl Keluhkan Kondisi Lapangan JAKARTA - Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl mengeluhkan kondisi Lapangan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta yang saat ini digunakan untuk latihan tim menjelang pertandingan Piala AFF akhir tahun nanti. “Ada sekitar 50 lubang di lapangan ini (GBK red). Kondisi ini jelas akan mengganggu pemain,” katanya di sela-sela latihan timnas di GBK Jakarta, kemarin. Menurut dia, kondisi itu sebetulnya tak perlu terjadi karena sewa lapangan cukup mahal. Meski demikian pihaknya mengakui secara umum kondisi GBK cukup bagus dibandingkan dengan lapangan yang lain. “Sebetulnya butuh waktu kurang lebih satu jam untuk memperbaiki kerusakan lapangan. Kami berharap bisa secepatnya diperbaiki,” katanya. Ditanya kondisi tim, pelatih asal Austria itu mengaku sudah ada perkembangan yang cukup signifikan. Materi latihan yang diberikan bisa diaplikasi oleh Firman Utina dan kawan-kawan. Dalam latihan di GBK, Riedl membagi dua pemain menjadi dua tim dan meragakan beberapa formasi diantaranya adalah 4-42. Seluruh pemain yang masuk pemusatan latihan terlihat menikmati materi yang diberikan pelatih. Selain memperagakan beberapa formasi, Riedl juga mengadu pemain depan dengan pemain belakang. Hal itu dilakukan untuk melihat secara langsung kemampuan pemain untuk menyerang dan bertahan. Timnas Indonesia sebelum bertanding di Piala AFF mengagendakan empat kali ujicoba yaitu dua dengan tim lokal dan dua tim asing. Dua tim lokal yang akan dihadapi oleh Arief Suyono dan kawan-kawan adalah Persita dan Pro Titan. Untuk lawan tim asing hingga saat ini masih dalam proses negosiasi. Dua tim yang berpeluang untuk menjadi calon lawan ujicoba timnas adalah timnas Brasil dan timnas Pantai GBKGading. (ant)

Lleyton Hewitt


Nasi nal

Suluh Indonesia, Rabu 1 September 2010

8

137.771 Penduduk Perbatasan Kaltim

Hidup Terisolasi

Suluh Indonesia/ant

LIBUR - Dua orang warga melintas di depan SD Negeri yang sepi dari kegiatan aktifitas belajar di desa Sukandebi Kecamatan Simapang Empat, Kabupaten Karo, Sumut, kemarin. Sejak gunung Siabung meletus, sejumlah sekolah di kawasan gunung Sinabung diliburkan.

Dampak Letusan Gunung Sinabung

Ratusan Hektar Tanaman Mati BERASTAGI - Ratusan hektare tanaman petani Desa Bekera, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Tanah Karo, Sumut terancam mati akibat tertutup partikel belerang dan debu vulkanik yang disemburkan Gunung Sinabung. Kepala Desa Bekera Naik Sembiring (36) kepada ANTARA di lokasi Jambur Teras Kota Berastagi, kemarin mengatakan, tanaman itu adalah kopi, coklat, jagung, padi, sayur-sayuran berupa kol, kubis, wartel dan lainnya yang baru saja ditanami warga. Luas tanaman warga Desa

Bekera itu mencapai 500 hektare lebih, dan 100 hektare di antaranya ditanami kopi. Tanaman milik warga yang dikhawatirkan tidak akan hidup atau gagal panen itu, dikarenakan bagian daun tanaman seluruhnya tertutup partikel dan debu vulkanik yang sangat panas. ‘’Debu panas penyebab matinya tanaman itu, karena daunnya akan mengalami layu dan gosong,” kata Sembiring yang baru tiga bulan dipercaya memimpin desa tersebut. Ia mengatakan, bila hujan turun, maka tanaman itu bisa selamat dan tumbuh kembali

seperti semula, karena partikel belerang dan debu vulkanik itu akan turun ke tanah dibawa air. Bahkan, jelasnya, tanaman tersebut juga bisa makin jadi subur, karena partikel belerang dan debu vulkanik merupakan pupuk yang sangat bagus bila diserap oleh akar. Mengungsi Namun, selama tiga hari ini setelah meletusnya Gunung Sinabung itu, lokasi Desa Bekera tidak ada turun hujan, dan cuaca di perkampungan itu sangat panas. Selain itu, selama dua hari

ini Gunung Sinabung itu masih terus mengeluarkan asap tebal bercampur debu vulkanik. ‘’Kami berharap dalam beberapa hari ini hujan turun, sehingga bisa meyelamatkan tanaman warga yang tertutup partikel belerang itu. Hanya ini lah harta warga yang bisa membiayai hidup anak-anak,” katanya. Ketika ditanyakan kondisi warga Desa Bekera saat meletusnya Gunung Sinabung itu, Sembiring mengatakan, seluruh warga terpaksa meninggalkan lokasi, demi keselamatan diri mereka. (ant)

SAMARINDA - Sebanyak 137.771 jiwa dari 3,550 juta jiwa penduduk Provinsi Kalimantan Timur hidup di wilayah perbatasan dengan Malaysia Timur, yang terpencil dan terisolasi. Kepala Bidang Integrasi, Pengolahan dan Desiminasi Statistik (IPDS) Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Achmad Zaini di Samarinda, kemarin mengatakan, mereka tersebar di tiga kabupaten dan 14 kecamatan. Hingga kini mereka dalam keadaan memprihatinkan karena minimnya akses ke daerah itu sehingga perlu perhatian serius pemerintah agar mereka tidak hidup dengan segala keterbatasan akibat minimnya fasilitas dan infrastruktur. Tiga kabupaten yang memiliki kecamatan berbatasan langsung dengan Sabah dan Serawak, Malaysia Timur, adalah Kabupaten Kutai

Barat, Malinau, dan Kabupaten Nunukan. Panjang garis perbatasan darat mulai Kutai Barat hingga Nunukan sepanjang 1.038 kilometer dengan luas wilayah mencapai 49.841 kilometer persegi, sementara jumlah desa di 14 kecamatan itu sekitar 250 desa. Desa-desa tersebut pada umumnya sangat terisolasi, tertinggal dan terbelakang dengan tingkat kesejahteraan penduduk rendah yang disebabkan terbatasnya infrastruktur, ketersediaan sarana transportasi, informasi, dan komunikasi. Jumlah penduduk di perbatasan terbanyak berada di Kabupaten Nunukan, rinciannya adalah di Kecamatan Krayan sebanyak 7.245 jiwa, Krayan Selatan sebanyak 2.256 jiwa, Lumbis terdapat 9.906 jiwa, dan jumlah penduduk di Kecamatan Nunukan sebanyak 53.536 jiwa. Kemudian di Kecamatan Sebuku, masih dalam Kabupaten Nunukan, terdapat 14.899 jiwa,

di Kecamatan Sebatik yang merupakan pulau kecil di Utara Nunukan terdapat penduduk sebanyak 22.045 jiwa, dan penduduk di Kecamatan Sebatik Barat terdapat 10.400 jiwa. Untuk Kabupaten Malinau yang terdapat lima kecamatan berbatasan dengan Malaysia Timur adalah Kecamatan Kayan Hulu dengan penduduk sebanyak 2.434 jiwa, dan penduduk di Kecamatan Kayan Selatan terdapat 1.706 jiwa. Di Kecamatan Kayan Hilir terdapat penduduk sebanyak 1.352 jiwa, di Kecamatan Pujungan terdapat penduduk 1.352 orang, dan di Kecamatan Bahau Hulu terdapat jumlah penduduk sebanyak 1.478 jiwa. Di Kabupaten Kutai Barat terdapat dua kecamatan yang berbatasan langsung dengan Sabah, yakni Kecamatan Long Pahangai dengan jumlah penduduk sebanyak 4.361 jiwa, dan Kecamatan Long Apari terdapat 4.093 jiwa. (ant)

Rusuh di Buleleng

Polisi Temukan Bom Molotov SINGARAJA - Penyisiran Polisi di kawasan konflik Desa Pengastulan, Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, kemarin yang dimulai sekitar pukul 20.00 Wita, berhasil menemukan puluhan karung plastik berisi batu kali dan patahan bata merah. Berdasarkan pantauan di perbatasan banjar Pala dan banjar Kauman yang sedang bertikai, sempat terdengar lima kali suara lemparan batu dari arah banjar Pala yang mengenai perumahan warga di banjar Kauman. Dalam penyisiran yang dipimpin Kasat Reskrim Pol-

res Buleleng, AKP Dewa Made Adnyana, juga berhasil ditemukan tiga bom melotov serta mengamankan sejumlah botol kaca bekas yang di duga sebagai salah satu media untuk membuat peledak berbahan bensin tersebut. ‘’Agar tidak terjadi hal-hal yang mengarah ke aksi provokasi, botol-botol bekas minuman itu terpaksa kami amankan,” ujar Adnyana. Penyisiran di mulai dari arah barat tepatnya di dari tugu bambu runcing yang menjadi pertanda tapal batas wilayah bajar Pala dengan banjar Kauman. Sejumlah media yang bergerak bersamaan dengan ang-

gota Reskrim ke arah utara tugu, awalnya hanya menemukan beberapa pemuda yang duduk mengelompok dalam jarak lima meter antar satu dengan kumpulan warga lainnya. Setiba di pesisir pantai utara yang menjadi dataran akhir banjar Kauman, Adnyana mengaku curiga dan ingin kembali melewati jalur penyisiran yang sebelumnya di lalui. Kecurigaan tersebut akhirnya terbukti ketika setelah kembali melewati jalur awal, ditemukan tumpukan karung plastik putih yang didalamnya terdapat batu serta bom molotov. (kmb)


Edisi 01 September 2010 | Suluh Indonesia