Issuu on Google+

Bali Post 27 April Aprril 2014 1 34 4 | 21 - 27

PDI Perjuangan - Demokrat Mungkinkah?

Koalisi dengan Rakyat

RP R P 20.000 20 000 00 0 00 00


DAFTAR ISI KILAS BERITA Pileg 9 April

Surat Suara Tertukar, Gunakan C6 Orang Lain 6

LAPORAN UTAMA PDI Perjuangan - Demokrat Mungkinkah? 8

DAERAH Layani Pasien Miskin

RSUD Jangan Takut Rugi 22

KESEHATAN Kuman TB

Jangan Sampai Resistan 24

LENSA Emansipasi 26 OLAHRAGA ”Tangan Ajaib”

Mantan Pemain Sepak Bola 28

KRIMINAL Petugas Gilimanuk Kecolongan,

Penyelundupan Marak 32

LINGKUNGAN Kawasan Konservasi Koalisi dengan Rakyat 9 ’’Jokowi Effect’’ di Bali

Gagalkah? 10

POLITIK Menunggu Langkah PDI-P

Menetralkan Koalisi ’’Dagang Sapi’’ 12

ADVERTORIAL Empat Belas Hotel Cemari Lingkungan

BLH Badung Jatuhkan Sanksi 14

EKONOMI  Mewaspadai Efek Domino Pemilu 15 OPINI Saatnya Melaksanakan

Janji kepada Rakyat 16

JAJAK PENDAPAT Berharap Keberpihakan

Legislator terhadap Alam Bali 17

Dilabrak Investor 36

PARIWISATA Protes Kenaikan Tarif

”Airport Tax” 38

EVENT Sertijab 40 BUDAYA Pura Dalem Alit Banjar Sayan

Mohon Naik Jabatan Hingga Sembuhkan Sakit 42 TRADISI ’’Omed-omedan’’ di Sesetan 44 PROPERTI Plafon Perkuat Tema Ruangan 46 MUSIK Wajah Bali Berbeda 49

PENDIDIKAN Ditanggung Pemerintah

Sekolah Dilarang Pungut Biaya UN 18

MANCANEGARA Stonehenge

Monumen Bersejarah Penuh Misteri 20

HIBURAN Hotel Laksanakan

”Earth Hour 60+” 50 21 - 27 April 2014

3


DARI PEMBACA

Demokrasi Berat di Ongkos M

enumbuhkan dan mewujudkan demokrasi yang baik memang cukup sulit. Di samping karena mindset masyarakat yang selalu berorientasi proďŹ t, juga karena para caleg memiliki orientasi menang semata. Sangat sedikit di antara para caleg yang memiliki komitmen menyehatkan tumbuhnya demokrasi. Kiprah para caleg di masyarakat hanya sebatas ingin menang tanpa dibarengi aktivitas pendidikan politik. Implikasinya, masyarakat kemudian memiliki stigma negatif terhadap pemilu. Masyarakat melakukan kegiatan menjelang pemilu agar bisa mendapatkan sumbangan uang dari para caleg. Akibat yang kemudian muncul adalah masyarakat menjadikan ajang pemilu sebagai momen meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Tanpa disadari sikap ini telah mengebiri kebebasan bersuara, menjadikan demokrasi kita berat di ongkos. Dan pada akhirnya hanya kaum berduit yang mampu berpolitik. I Wayan Sutarsa Br. Piakan, Sibangkaja, Badung

Pasal Eksekusi bagi Koruptor S

aya sarankan kepada pemerintah yang baru nanti untuk UU Anti Korupsi agar diisi pasal eksekusi bagi para koruptor di atas Rp 5 miliar, untuk mempercepat pemberantasan korupsi di Tanah Air. Saya lihat di TV, para koruptor yang ditangkap atau ditahan seperti tidak merasa bersalah. Sebaiknya mereka tidak perlu didampingi pengacara. Tindakan korupsi itu lebih jahat daripada terorisme, pengkhianatan kepada bangsa dan negara. Ketut Perduli Denpasar

K

Pesisir Pantai Jadi TPA

eadaan pesisir pantai di Desa Jumpai sangat memprihatinkan, dijadikan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah. Padahal, banyak masyarakat dari luar yang sering melakukan upacara di Pantai Jumpai. Yanik Klungkung

Hentikan Korupsi Demi Kelangsungan Bangsa M

ungkin ada benarnya, bila dikatakan negara Indonesia tidak sedang menerima ancaman dari luar negeri, tetapi justru ancaman utamanya datang dari dalam negeri berupa korupsi yang dapat mengganggu kelangsungan NKRI. Korupsi di Indonesia sudah cukup parah dan menjadi problematika yang rumit. Korupsi sudah menjelma menjadi penyakit yang saling menyandera satu dengan lainnya, sehingga sangat sulit untuk diurai. Dikhawatirkan, apabila korupsi tidak bisa diberantas maka akan menimbulkan rasa apatis dari masyarakat yang lama-lama bisa membangkitkan pembangkangan dan terakhir perlawanan. Bila itu terjadi, maka ada potensi perpecahan masyarakat dan ancaman NKRI. Meski menghadapi masalah besar, Indonesia telah mengalami kemajuan signiďŹ kan di banyak bidang dalam beberapa waktu terakhir serta punya potensi besar untuk berkembang di masa datang. Karenanya, sikap optimis harus tetap ada di dalam hati setiap warga negara. Murti Wirawan Jakarta

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Manik Astajaya, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Syamsudin Karim, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

21 - 27 April 2014

4


5


KILAS BERITA

Pileg 9 April

Surat Suara Tertukar, Gunakan C6 Orang Lain

P

MBP/eka

emungutan suara pemilu legislatif (pileg) yang digelar Rabu (9/4), diwarnai sejumlah kasus. Di Denpasar terjadi surat suara tertukar di beberapa TPS. Kejadian ini ditemui di Padangsambian Kelod, Padangsambian, serta Sesetan. Sementara di Badung kasus berbeda lagi, yakni ditemukan tujuh orang pemilih menggunakan C6 orang lain. Akibatnya, ketujuh orang tersebut sempat diamankan petugas. Surat suara yang tertukar yakni surat suara untuk lembar DPRD Bali. Seharusnya pemilih di Denpasar mendapat lembar surat suara Dapil Bali 1, namun mereka justru mendapat lembar surat suara Dapil Bali 3. Ketua PPS 10 Padangsambian Kerta Dana mengatakan, pihaknya tidak mengetahui jumlah keseluruhan surat suara yang tertukar. Namun, yang belum dicoblos mencapai 108 lembar. ‘’Kalau yang sudah masuk kotak (dicoblos) kami tidak mengetahui berapa jumlahnya,’’ katanya. Ketua KPU Denpasar I Gede John Darmawan yang dikonfirmasi mengakui kejadian tersebut. KPU Denpasar akhirnya memutuskan untuk menyelenggarakan pemilihan ulang di 11 TPS di Denpasar, mengingat surat suara yang tertukar mencapai 1.064 lembar. Surat suara tertukar terjadi di 11 TPS yang tersebar di tiga wilayah. Rinciannya, enam TPS di Kelurahan Sesetan, tiga TPS di Kelurahan Padangsambian dan dua TPS di Desa Padangsambian Kelod.  Asmara

Terjun Payung Berakhir Tragis UPAYA untuk memecahkan rekor dunia terjun payung dengan peserta lebih dari 220 orang, terjun bebas dari pesawat dalam formasi, berakhir tragis. Salah satu pesertanya tewas dalam aksi berbahaya di lokasi yang tahun lalu juga menewaskan dua penerjun ketika berusaha menciptakan rekor berbeda di Arizona. Polisi mengidentifikasi korban bernama Diana Paris (46) dari Berlin, Jerman. Suaminya mengatakan, ia sudah melakukan 1.500 lompatan dalam karir terjun payungnya. Persatuan terjun payung di Arizona menyalahkan kecelakaan ini karena parasut utama gagal mengembang. Parasut gagal tersebut dilepaskan terlalu rendah sehingga parasut cadangan

6

tidak bisa mengembang dengan penuh ketika dilepaskan. Korban dinyatakan tewas di TKP. “Ini tak ada hubungannya dengan jumlah kelompok atau pesawat yang digunakan,” jelas jubir World Team Gulcin Gilbert, Jumat (4/4). Kecelakaan terjadi dalam upaya pemecahan rekor dunia dalam dua formasi. Kelompok dengan anggota 222 orang dari 28 negara, terjun bebas dari ketinggian 5.486 meter, kemudian bergerak menyatu membentuk formasi snowflake, kemudian memisahkan diri dan sekali lagi membentuk formasi lain sebelum menarik parasut.  Agustoni/ap

21 - 27 April 2014

6


Proyek RSUD Buleleng Terancam Molor

PROYEK penataan RSUD Buleleng tampaknya mengalami hambatan serius. Sebab, Detail Engineering Design (DED) dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) proyek tersebut kini dikaji ulang. Atas kondisi ini, pelaksanaan proyek tersebut terancam molor dari perencanaan semula, karena harus menunggu proses kaji ulang tersebut selesai. Sementara Pemkab Buleleng sudah membebaskan lahan untuk proyek penataan RSUD Buleleng. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman

Sutjidra, Rabu (9/4), membenarkan jika DED dan RAB proyek tersebut dikaji ulang oleh dua kementerian di pusat yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kajian ulang terhadap DED dan RAB tersebut karena pemerintah pusat ingin mencocokkan ulang anggaran biaya dengan desain proyek yang dirancang dengan empat lantai tersebut. Hal ini dilakukan, karena sesuai ketentuan, pemerintah pusat harus mencocokkan ulang anggaran tersebut dengan desain proyek yang akan dirancang. ‘’Semua dokumen termasuk DED dan RAB-nya dicocokkan ulang, karena pemerintah pusat ingin menghitung ulang apakah anggaran itu cocok dengan desain yang dirancang,’’ katanya. Sesuai RAB, dana proyek penataan RSUD Buleleng itu mencapai Rp 80 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk membangun gedung Instalasi Rawat Darurat (IRD) dengan empat lantai, termasuk satu lantai untuk lokasi parkir dengan sistem basement.  Mudiarta

Gudang Alang-alang Terbakar KEBAKARAN hebat menimpa sebuah gudang alang-alang milik Anak Agung Rai Sugiarta (55), warga Br. Tanggyuda, Kedewatan, Ubud, Rabu (9/4). Gudang seluas dua are itu ludes terbakar. Percikan api dari gudang alangalang ini pun merembet ke dua merajan yang ada sekitarnya. Dua merajan yang terkena percikan api di antaranya merajan milik korban sendiri (A.A. Rai Sugiarta), berupa palingih rong tiga, dan palinggih taksu. Sedangkan merajan satunya berupa palinggih taksu milik Ngakan Ketut Nita (35) yang letaknya dua rumah dari lokasi kebakaran. Diduga percikan api dari gudang mengenai palinggih taksu milik Ngakan Nita. Berdasarkan keterangan korban A.A. Rai Sugiarta, kebakaran yang terjadi di tempat usahanya merupakan musibah,

yang tak pernah disangkanya. Sumber api yang menghanguskan gudang alang-alang miliknya itu berasal dari pembakaran sampah di sebelah timur gudang. Korban mengakui, bila sehari sebelm kejadian sempat membakar sampah di sebelah gudangnya itu. Namun saat itu diyakini api pembakaran sampah sudah mati. Esoknya (Rabu pagi - red), pekerjanya kembali membuang sampah di bekas pembakaran. Tak disangka, api yang diduga sudah padam kemarinnya rupanya masih membara dan membakar sampah yang dibuang tersebut dan melahap alang-alang yang ada di gudang.  Agung Darmada

MBP/dgk

Tiga Orang Kena Tebas AKSI pengeroyokan dengan motif tidak jelas, mengakibatkan tiga orang warga mengalami luka berat di kawasan Banjar Dinas Longsegehe, Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis (3/4). Ketiga korban masing-masing Made Astawa (60), Gusti Kade Adnyana alias Gus Kojek (31), keduanya buruh asal Desa Sari Mekar dan Kadek Suriawan (27), seorang wiraswasta asal Lingkungan Tista, Desa Baktiseraga. Kejadian ini sempat membuat situasi tegang karena terjadi malam hari. Kejadian berawal saat ketiga korban ingin melepas lelah usai bekerja sambil menenggak minuman tradisional jenis tuak di warung milik Kadek Sudama alias Boneng (34), pukul 21.30 wita. Mereka tidak menduga akan menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang identitasnya sama sekali tidak mereka kenal. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, Gus Kojek datang ke warung seorang diri untuk minum tuak. Tiba-tiba saja dua orang tidak dikenal menyapa dirinya dan menanyakan namanya. Tidak terjadi masalah usai kedua orang tadi menyapanya. Karena bosan sendirian, Gus Kojek pun lalu menghubungi temannya bernama Made Astawa dan Kadek Suriawan untuk diajak menemani minum tuak. Mendekati pukul 21.30 wita, mereka yang sedang asyik ngobrol sambil minum tuak manis, tiba-tiba dikeroyok orang tak dikenal. Karena kondisi remang-remang, korban sulit mengenali wajah pengeroyok. Akibat pengeroyokan itu, Made Astawa menderita luka bocor di kepala dan lebam di bibir, Kadek Suriawan mengalami luka bocor di bagian kepala, luka lebam, dan terkena sabetan senjata tajam (sajam) di bagian kaki. Sementara Gus Kojek menderita luka paling parah, bibir bagian atas robek, kepala bocor, dan tangan luka parah akibat menangkis sajam.  Dewa Kusuma 21 - 27 April 2014

7

7


LAPORAN UTAMA

PDI Perjuangan - Demokrat Mungkinkah?

T

iga basis koalisi partai pada Pemilu Presiden 2014 akan menentukan peta politik sesungguhnya. Tiga basis koalisi itu adalah koalisi PDI-P, koalisi Golkar, dan koalisi Partai Gerindra. Atas keberhasilan PDI-P dan Golkar berada di peringkat dua teratas pada hitung cepat, kedua partai itu tidak akan berkoalisi pada pilpres mendatang. Sebab keduanya sama-sama mempunyai posisi tawar yang tinggi dalam perolehan suara. Demikian pula dengan Partai Demokrat, PDI-P tentu sulit berkoalisi termasuk dengan Gerindra yang telah menetapkan Prabowo sebagai capres. Pengamat dari sinergi masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin mengatakan, koalisi PDI Perjuangan dengan Partai Golkar akan sulit terjadi mengingat partai banteng masih trauma masa lalu saat Orde Baru. “Kalau (koalisi) dengan Golkar agak riskan. Perlakuan Golkar di masa Orde Baru terhadap PDI-P yang saat itu masih menggunakan nama PDI masih menyimpan trauma bagi sebagian pendukung fanatik PDI-P, khususnya di kalangan kaum tua,” kata Said. Said juga melihat peluang PDI-P untuk menggandeng Partai Gerindra atau Partai Demokrat justru akan lebih sulit lagi. “Kali ini Prabowo Subianto sepertinya tidak akan mau turun kelas jadi cawapres.

Sementara PDI-P terlalu besar gengsinya untuk berkoalisi dengan Demokrat yang selama ini menjadi seteru politiknya,” katanya. “Memang masih ada PKB, PAN, PPP, NasDem, PKS atau Hanura yang bisa membantu PDI-P agar tetap bisa mengusung Jokowi di pilpres nanti. Tetapi ini juga tidak mudah,” katanya. Menurutnya, parpol-parpol seperti PPP, PKS dan Hanura akan cenderung merapat ke Golkar atau Gerindra. Dengan demikian, tersisa PKB, PAN dan NasDem. Dengan tiga partai tersisa itu, kata Said, PDI-P akan menghadapi dilema. Karena bilamana PDI-P memilih PKB, maka PAN bisa lari ke Golkar ataupun Gerindra. “Karena peluang Hatta Rajasa menjadi cawapres Jokowi akan mengecil di saat PAN, PKB dan PDI-P dalam satu koalisi (karena PDI-P akan menimbang antara memilih cawapres dari PKB atau PAN). Begitu pun sebaliknya,” katanya. “Kalau demikian petanya, maka PDI-P kemungkinan akan berkoalisi hanya dengan dua sampai tiga parpol saja, yaitu PKB atau PAN, NasDem dan PKPI. Itupun kalau PKPI tidak merapat ke Golkar. Sementara PBB sepertinya akan memilih ke Gerindra,” kata dia. Sementara itu pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Firman Noor memperkirakan partai-partai Islam akan berkoalisi dengan partai-partai nasionalis setelah Pemilu 2014. “Pascapemilu kali ini koalisi yang terbentuk tidak akan ideologis. Partai-partai Islam akan merapat ke nasionalis, atau partai nasionalis akan mengundang partai Islam untuk bergabung,” kata Firman Noor. Firman mengatakan, kemungkinan itu sudah terlihat terutama sudah dilakukan oleh PPP dan Partai Gerindra. Pada masa kampanye pemilu lalu, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali datang dan berorasi pada kampanye Partai Gerindra. Apalagi, kemungkinan Partai Gerindra untuk kembali berkoalisi dengan PDI Perjuangan sangat kecil pascaketegangan antara kedua partai setelah pencalonan Joko Widodo sebagai presiden. “Justru Partai NasDem yang sepertinya sangat jelas akan merapat ke PDI Perjuangan,” ujarnya. Firman juga menduga PAN akan

merapat ke Joko Widodo yang akan diusung sebagai calon presiden oleh PDI Perjuangan. Hubungan besan antara Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dengan Ketua Umum Partai Demokrat, dia nilai tidak akan menjadi dasar koalisi kedua partai. “Yang mengejutkan adalah PKB karena berdasarkan hasil hitung cepat suaranya meningkat hampir 10 persen. PKB akan menjadi King Maker karena suaranya dibutuhkan. Partai mana pun yang berhasil melobi PKB untuk berkoalisi akan sangat diuntungkan,” tuturnya. PKS yang berdasarkan hasil hitung cepat memeroleh suara di atas enam persen juga dinilai bisa menambah suara dalam koalisi. Namun, Firman memperkirakan PKS tidak akan kembali berkoalisi dengan Partai Demokrat. “Partai Demokrat sepertinya masih melihat dan menunggu. Mereka sepertinya merasa konvesi calon presiden masih memiliki nilai jual karena ada beberapa tokoh seperti Irman Gusman, Gita Wiryawan dan Anies Baswedan,” katanya. Sedangkan Partai Golkar, menurut Firman, kemungkinan tetap akan berupaya mengusung Ketua Umum Aburizal Bakrie sebagai calon presiden, dengan siapa pun mereka berkoalisi. “Namun, bila Aburizal Bakrie kalah dalam pemilihan presiden, sepertinya Partai Golkar tetap akan bergabung dalam pemerintahan.  Pusat Data

8


Koalisi dengan Rakyat Prabowo

K

oalisi! Itu jawaban untuk meraih tiket maju dalam Pilpes 2014. Sebab berdasarkan hasil hitung cepat, semua partai belum memenuhi syarat untuk maju tanpa bantuan partai lain. Hal ini tampaknya telah disadari PDI Perjuangan, partai yang memenangi Pileg 2014. Melalui Sekjennya, PDI-P telah ‘’kontak hubungan’’ dengan NasDem. Dipilihnya NasDem karena mempunyai flatform yang sama; nasionalis. Demikian pula dengan Gerindra. Partai yang dimotori Prabowo tersebut telah memulai menjalin komunikasi. Salah satunya dengan Demokrat yang juga sama-sama dibidani oleh tokoh yang berlatar belakang militer; Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keduanya tentu mempunyai kesamaan; nasionalis, Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Kesamaan flatform itu tentu sangat penting dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Jangan sampai koalisi malah menimbulkan masalah besar, sehingga masalah bangsa terabaikan. Koalisi yang dibangun Demokrat pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II adalah salah satu contoh yang patut dicermati. Rapuhnya bangun koalisi tersebut, sering mengganggu jalannya roda pemerintahan. Tak jarang koalisi politik yang dibangun menimbulkan riak yang serius. SBY dalam suatu kesempatan menyatakan, yang namanya koalisi politik, di negeri mana pun bakal mengalami problematik. Karena itu, SBY meminta presiden mendatang harus sabar. Karena jika koalisi itu tak sejalan, bisa makan hati. “Koalisi itu bisa makan hati, makanya harus hati-hati cari patner koalisi,”

Aburizal Bakrie

ujarnya. Jadi, menurut SBY, koalisi memang tak ideal, tetapi much better, dibandingkan tidak ada koalisi sama sekali. Lalu bagaimana calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo memandang skema koalisi? Dalam wawancaranya di televisi, Gubernur DKI tersebut mengakui, di tengah keterbatasan partai mendulang suara sehingga tidak memenuhi syarat untuk mengajukan presiden. Wakil presiden sendiri, koalisi adalah sebuah keniscayaan. Namun koalisi yang dibangun bukan bagi-bagi kekuasaan, tetapi koalisi untuk memecahkan masalah bangsa yang besar. Artinya, ada gerakan besar yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah bangsa yang besar, bukan sekadar bagi-bagi menteri atau yang lainnya. Tentang koalisi besar atau kecil, Jokowi menyatakan tidak terlalu penting. Menurutnya, koalisi besar kalau nantinya ‘’mengganggu’’ dalam memecahkan masalah bangsa tentu tak ada gunanya. ‘’Kecil tetapi efektif, itu lebih baik,’’ tegasnya. Apa yang disampaikan analog dengan pernyataan Jokowi pada pendeklarasiannya sebagai Capres PDI-P di rumah si pitung. Ketika itu ia mengungkapkan, lebih memilih berkoalisi dengan rakyat ketimbang tokoh nasional. “Di deklarasi saya tidak ada tokoh besar, hanya di rumah Si Pitung dengan bendera Merah Putih. Itu artinya karena koalisi kita dengan rakyat bukan dengan siapa-siapa, karena yang pilih adalah rakyat,” ujarnya. Belajar dari koalisi yang dibangun pemerintah SBY, maka tiga motor koalisi Pilpres 2014; PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra harus super hati-hati dalam

memilih mitra koalisi. Koalisi yang muncul harusnya efisien dan kuat. Sehingga, pembatasan koalisi perlu dilakukan partai pemenang. PDI-P harus berani membatasi koalisi agar nantinya oposisi tetap ada dan tidak serta-merta “diam” karena koalisi. Hal itu dilakukan PDI Perjuangan dalam dua periode kepemimpinan SBY. PDI-P secara konsisten berada di jalur oposisi. Konsistensi sikap ini jelas membawa dampak pada perolehan suara pada Pileg 2014. Direktur Indonesian Public Insitute (IPI) Karyono Wibowo menyatakan, ada tiga variabel yang membuat PDI-P menang. Faktor pertama, karena selama ini PDI-P menjadi oposisi di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Efek oposisi itu mampu mendulang suara PDI-P karena kepuasan publik terhadap kinerja SBYBoediono menurun. Karyono menjelaskan, kemenangan PDI-P juga dipengaruhi efek Jokowi? dan faktor mesin politik partai berlambang kepala banteng moncong putih itu yang terus bergerak ke masyarakat. Konsistensi sikap inilah yang membawa PDI Perjuangan kembali mendapat kepercayaan masyarakat Indonesia. Artinya, pengalaman ‘’dijauhinya’’ PDI-P dalam dua periode pemilu patut menjadi pelajaran bagi partai moncong putih ini. Kalau tidak, maka siap-siaplah menjadi oposisi lagi. Artinya terdepak dalam pilpres karena salah strategi mendekat rakyat. Sebab koalisi dengan rakyat adalah hal yang hakiki. Sementara koalisi partai hanya syarat untuk meraih tiket maju dalam pemilihan presiden.  Pusat data 21 - 27 April 2014

9

9


LAPORAN UTAMA

’’Jokowi Effect’’ di Bali

Gagalkah?

Jokowi saat kampanye di Bali

10

21 - 27 April 2014

10


K

egagalan PDI Perjuangan mendulang suara besar dikritisi banyak pihak. Salah satu yang dinilai menjadi penyebab adalah gagalnya ‘’Jokowi Effect’’ untuk mengangkat pamor partai pimpinan Megawati tersebut. Namun tak sedikit pula yang tak setuju dengan alasan tersebut. Direktur Proximity Whima Edi Nugroho mengatakan, sosok calon presiden Joko Widodo menjadi faktor menguntungkan bagi PDI-P untuk mendongkrak perolehan suara dalam Pileg 2014 ini. Masyarakat, lanjut Whima, menginginkan perubahan dan mengharap munculnya sosok pemimpin yang merakyat. ‘’Tokoh seperti Jokowi ini diharapkan,’’ ujarnya. Lalu bagaimana dengan di Bali? Pengamat politik Dr. Luh Riniti Rahayu menyatakan, terdongkraknya suara PDI-P di Bali juga didukung oleh konsistensi sikap PDI-P sebagai partai oposisi. Dalam lima tahun terakhir, PDI-P mampu menjadi partai yang konsisten dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak memihak publik. PDI-P tetap tegar walaupun dorongan berkoalisi terus berembus. ‘’PDI-P menikmati kinerja partainya dalam lima tahun terakhir. Bersamaan dengan itu, turunnya citra partai penguasa membuat PDI-P menjadi pilihan publik untuk melakukan perubahan,’’ jelasnya. Mantan komisioner KPUD Bali ini mengatakan peran Megawati sebagai tokoh sentral di PDI-P juga tak bisa dikesampingkan. Pilihan sikapnya memberikan mandat kepada Jokowi sebagai capres merupakan bentuk kedewasaan politik di internal PDI-P. ‘’Saya meyakini dalam lima tahun ke depan akan ada pergeseran kebijakan, termasuk dalam kekuasaan politik,’’ jelasnya. Hasil Pemilu legislatif 2014 diperkirakan akan membawa perubahan kekuasaan politik. Sesuai dengan hitung cepat sejumlah lembaga survei, Partai Demokrat yang sepuluh tahun terakhir berkuasa, suaranya anjlok. Elektabilitasnya merosot tajam. Di lain pihak, Golkar juga gagal menundukkan PDI-P. Hasil quik count memosisikan PDI-P mendominasi dengan raihan suara mendekati 20 persen. Limpahan suara untuk partai ber-

lambang banteng moncong putih ini bukanlah semata-mata pengalihan kekecewaan publik atas kasus korupsi yang mendominasi, baik di tingkat eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Selain terbangunnya soliditas perjuangan politik secara kolektivitas, PDI-P harus jujur mengakui bahwa Jokowi membawa berkah. Keputusan Ketua Umum PDI-P Megawati memajukan pengumuman pencapresan Jokowi telah direspons dan diapresiasi banyak kalangan sebagai langkah cerdas memenangkan pertarungan politik. PDI-P yang sedianya mengumumkan capresnya setelah pemilu legislatif (pileg), akhirnya mengambil keputusan tepat dengan turunnya mandat Megawati kepada Jokowi. Manfaat ini maju sebulan dari pileg. Sementara itu, banyak kalangan menilai elektabilitas PDI-P yang mendekati angka 20 persen sebenarnya masih kalah jauh dari popularitas Jokowi, sang calon presiden. Jokowi, Gubernur DKI Jakarta, sebenarnya masih mampu mendongkrak raihan suara PDI-P. Popularitasnya mencapai rentang 4050 persen, jauh di atas para capres lainnya. Banyak kalangan menilai PDI-P meskipun menikmati Jokowi effect, masih tergolong gagal melakukan optimalisasi. ‘’Strategi komunikasi PDI-P harus dibenahi lagi. PDI-P belum optimal memasarkan barang bagus. Soalnya di survei elektabilitas, pribadi Jokowi masih tinggi,’’ kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari. Ia mengakui perolehan suara PDI-P di quick count sebenarnya sudah terdongkrak elektabilitas Jokowi. Seandainya tidak ada Jokowi, bisa saja perolehan suara PDI-P lebih buruk, mengingat lawan politiknya gencar melakukan manuver. ‘’Kalau tidak ada deklarasi Jokowi 14 Maret lalu, suaranya bisa lebih rendah lagi,’’ kata Qodari. Ada beberapa penyebab sehingga Jokowi effect gagal mendongkrak perolehan suara PDI-P secara signifikan. Antara lain, kurangnya pergerakan di media. Yang dimaksud adalah iklan yang melibatkan Jokowi sebagai capres.  Pusat Data

21 - 27 April 2014

11


POLITIK

Menunggu Langkah PDI-P

Menetralkan Koalisi ’’Dagang Sapi’’

D

ominasi PDI-P dalam Pileg 2014 tak cukup mengantarkan Partai Moncong Putih Mandiri dalam mengusung paket dalam Pilpres 2014. PDI-P harus mencari pasangan Joko Widodo (Jokowi) secara berkoalisi. Namun, kesan negatif koalisi dalam perpolitikan nasional sangat kuat. Politik koalisi kerap disepadankan dengan politik “dagang sapi”. Aktor politik bersatu hanya untuk kekuasaan, bukan untuk memperjuangkan kepentingan publik. Potensi terbangunnya koalisi dalam Pilpres 2014 pun sangat kuat. Tidak ada satu pun partai yang menguasai suara lebih dari 20 persen, syarat minimal untuk mengusung pasangan capres dan cawapres secara mandiri. Akan ada tiga

12

kekuatan besar yang akan menjadi pengendali lahirnya koalisi. Pasar koalisi akan menjadi ‘’ruang’’ bagi partai lapis tengah untuk tetap mewarnai Pilpres 2014. Negosiasi kedudukan dan jatah kabinet akan menjadi pembicaraan terbangunnya koalisi. PDI-P yang meraih 19,25 persen dukungan politik saat pileg masih memerlukan suara tambahan. PDI-P selama ini kerap dikaitkan dengan Partai Nasdem dan PKB. Dalam konteks ini, kemampuan komunikasi elite PDI-P akan menjadi indikator kualitas koalisi yang terbangun. Jika koalisi menjadi transaksi, maka dukungan publik terhadap PDI-P bisa saja terkoreksi saat pilpres. Koalisi, ke depan haruslah menjadi model kerja sama pengelolaan pemerintahan tanpa

harus terjebak perdagangan kursi kabinet. PDI-P harus tetap menjadi motor koalisi dengan melakukan kontrak politik kepada mitra koalisinya. PDI-P harus menetralkan citra koalisi sebagai pasar transaksi kekuasaan. Publik menunggu kecakapan komunikasi politik PDI-P dalam membangun pemerintahan jika Capresnya Joko Widodo terpilih. Di luar itu, Partai Golkar juga memiliki kans besar mengusung Aburizal Bakrie. Capres Partai Golkar ini tinggal mencari wakil. Golkar juga kemungkinan membidik partai lapis tengah yang bisa mengkompensasi suaranya yang hanya 14 persen lebih. Ada banyak parpol yang mungkin menjadi mitra Golkar, namun pembicaraan intensif belum terbangun. Partai Gerindra juga memiliki peluang

21 - 27 April 2014

12


besar mengusung Prabowo menjadi capres. Gerindra dengan perolehan 11 persen lebih suara juga harus membangun koalisi setidaknya dengan dua atau tiga kekuatan politik lainnya. Namun, apapun peta perpolitikan nasional yang jelas, praktik politik para pedagang sapi tetap akan menjadi pilihan dalam pilpres mendatang. Namun, lepas dari politik dagang sapi, pada Pilpres 2014 isyarat publik untuk memilih Jokowi sebagai presiden sudah sangat kuat. Walaupun Jokowi Effect tak begitu kuat dalam pileg, namun popularitas dan elektabilitas Jokowi dalam Pilpres akan bersinar. Logika politik dan realita politik, terkait dampak pilihan politik PDI-P mencapreskan PDI-P jelas tercermin dari kemenangan PDI-P. Walaupun banyak lawan politiknya berupaya mengaburkan citra Jokowi, namun popularitas Jokowi di mata publik tetap kuat. Tidak hanya kalangan jelata, kalangan profesi dan akademis juga menaruh harapan pada Capres PDI-P ini. Perubahan bisa saja terbangun secara simultan tanpa harus menunggu strategi partai untuk menjual calonnya kepada publik. Di mata pendiri lembaga survei

SMRC, Saiful Mujani, koalisi akan terbagi dalam tiga kelompok yang dimotori oleh partai besar, yaitu PDI-P, Partai Golkar, dan Partai Gerindra. Skenario koalisi yang kemungkinan terjadi jika PDI-P bersama PKB, Partai Hanura, dan PKPI, maka akan menghasilkan 35%. Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Hanura akan mendapatkan 30% suara. Sementara itu, jika Partai Gerindra bersama PPP dan PKS akan mendapatkan 31% suara. Tetapi tentu saja ini masih perkiraan semata yang akan ditentukan pada 9 Juni 2014 mendatang. Central Strategic and International Studies yang bekerja sama dengan Cyrus Network merilis hasil jajak pendapat exit poll pemilihan umum legislatif 2014. Dari hasil itu, mereka menyatakan, didapat pertarungan partai politik ketat, dilihat dari selisih suara. Menurut peneliti CSIS, Philip J. Vermonte, tiga partai masih menguasai posisi tiga besar dalam exit poll. Mereka adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Gerindra. “Partai Demokrasi Indonesia Per-

juangan mendapat 19,26 persen, Partai Golkar 12,86, dan Partai Gerindra 10,26 persen,� kata Philip dalam jumpa pers di Pakarti Centre, Jakarta, Rabu (9/4). Sementara itu, lanjut Philip, di lapis kedua ada enam partai bersaing ketat. Antara lain Partai Nasdem (4,64 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (6,44 persen), Partai Keadilan Sejahtera (4,82 persen), Partai Demokrat (7,70 persen), Partai Amanat Nasional (4,43 persen), Partai Persatuan Pembangunan (4,28 persen), dan Partai Hanura (4,72 persen). Sementara di urutan buncit persaingan hanya diramaikan oleh Partai Bulan Bintang (0,77 persen) dan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (0,44 persen). Philip mengatakan, jika kondisi itu terus terjadi, maka bisa dipastikan peta koalisi bakal lebih rumit dari perkiraan sebelumnya. Sebab, selisih suara di lapis pertama dan kedua sangat tipis. “Selisih suara tiga partai teratas relatif tidak terlalu jauh. Maka dari itu, perolehan kursi di DPR akan menentukan arah baru koalisi berbeda dari yang selama ini diperkirakan,� ujarnya.  Dira Arsana/Pusdat

13


ADVERTORIAL

Kepala BLH Kabupaten Badung I Ketut Sudarsana saat memberikan sanksi kepada 14 hotel di Kabupaten Badung yang pengelolaan limbahnya tidak sesuai aturan, belum lama ini.

Empat Belas Hotel Cemari Lingkungan

BLH Badung Jatuhkan Sanksi MENINGKATNYA kasus pencemaran dan perusakan lingkungan menjadi beban sosial dan mengancam proses pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Badung. Berdasarkan pengaduan kasus pencemaran dan perusakan lingkungan yang dilaporkan ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Badung, ditemukan sejumlah perusahaan di Kabupaten Badung tidak melakukan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup. Kepala BLH Kabupaten Badung I Ketut Sudarsana mengatakan, setelah dilakukan evaluasi serta penilaian peringkat kinerja

14

21 - 27 April 2014

perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dari tahun 2012 hingga tahun 2013, ada sebanyak 14 perusahaan yakni hotel yang tidak memenuhi kaidah pengelolaan lingkungan hidup sesuai aturan. “Karena menyalahi ketentuan, kami terpaksa panggil ke-14 perusahaan tersebut untuk diberikan sanksi administratif,” ujar Sudarsana, belum lama ini di Puspem Badung. Lebih lanjut dia mengatakan, dalam pemanggilan 14 pengusaha hotel, pada 8 April lalu, juga menghadirkan tim yustisi, Satpol PP Badung dan sejumlah pejabat terkait di lingkungan Puspem Badung. “Pemberian sanksi ini merupakan instrumen yuridis yang bersifat preventif dan

represif non-yustisial untuk mengakhiri pelanggaran, serta memberikan efek jera bagi penanggung jawab usaha. Ini merupakan langkah awal kami bersama instansi terkait untuk menghentikan pencemaran yang dilakukan beberapa pemilik usaha hotel di Badung,” ungkapnya. Sudarsana menambahkan, saat ini BLH Badung sedang mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka peningkatan pengawasan. “Salah satu Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD) akan mengikuti diklat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Pusdikreskrim Jakarta,” katanya.  Deddy


EKONOMI

Mewaspadai Efek Domino Pemilu

P

ileg 2014 telah menghasilkan pemenang secara politik. Namun dari sisi ekonomi, Pileg 2014 hingga pilpres Juli mendatang tetap memiliki efek domino terhadap perekonomian nasional. Respons pasar terhadap kegiatan politik sering kali sejalan. Konflik politik akan berdampak buruk terhadap perekonomian. Sebaliknya, jika pileg dan pilpres sesuai harapan pasar, maka stabilitas ekonomi akan menguat. Menyikapi hasil Pileg 2014, pelaku ekonomi menilainya sebagai satu kondisi yang menunjukkan Indonesia sudah semakin dewasa dalam berpolitik. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap terciptanya perekonomian yang kondusif. “Karena kondusifnya situasi politik akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan aktivitas ekonomi,” ujar Sarman Simanjorang Wakil Ketua Umum Kadin. Ia juga menjelaskan, jika nantinya timbul kekacauan politik pada Pemilu 2014 akan menimbulkan efek domino. Hal ini menjadi sentimen negatif bagi aktivitas ekonomi Indonesia seperti menurunnya kepercayaan investor. “Terguncangnya pasar saham, melemahnya mata rupiah dan terganggunya pasar jasa, perdagangan dan pariwisata,” jelasnya. Wakil Ketua Kadin sebagai pelaku usaha memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua pihak. Bah-

kan, untuk menghadapi pasar globalisasi khususnya ASEAN Economy Community 2015 diharapkan sinergitas antara eksekutif dan legislatif yang kompak. “Sejalan dan saling mendukung untuk mampu membangun kekuatan perekonomian yang berdaya saing,” tuturnya. Dampak Pileg Di lain pihak, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pasca-Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Hingga Kamis sore (10/4), IHSG ditutup melemah 155,67 poin atau 3,16 persen ke level 4.765,72. Menurut data Samuel Sekuritas, investor asing melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 1,4 triliun dari total transaksi Rp 12,6 triliun. Sementara, data RTI menunjukkan investor asing melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 1,5 triliun. Kepala Ekonom Bank Central Asia David Sumual mengatakan, pelemahan IHSG ini diperkirakan akibat sentimen negatif investor terhadap hasil Pileg 2014. Dari hasil hitung cepat sementara, tidak ada partai yang bisa memeroleh suara di atas 25 persen. Itu berarti, masingmasing partai harus berkoalisi untuk mengajukan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). “Investor khawatir dengan koalisi, birokrasi akan gemuk, dan pembuatan keputusan menjadi sulit,” kata David. Menurutnya, pada pertengahan

Maret lalu, IHSG sempat ditutup naik 3,23 persen setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dideklarasikan sebagai capres PDI Perjuangan. Pasalnya, PDI-P saat itu optimistis bisa meraih 30 persen suara dengan pencalonan Jokowi. Kenyataannya, perolehan suara tidak sesuai dengan target. Ini memberi sentimen negatif kepada pasar karena belum ada kepastian bentuk koalisi parpol berikutnya. “Ketidakpastian koalisi seperti apa nanti, karena prediksi mereka (pelaku pasar) itu simpel, satu-dua partai koalisi, sekarang kemungkinan bisa kubu 4 - 5 partai dan ini lebih gemuk,” kata David. Sementara itu, pelemahan nilai tukar rupiah bersamaan dengan pelemahan IHSG ini, menurut David, hanya berlangsung sementara. Kurs tengah BI menempatkan rupiah di level Rp 11.342 per dolar AS hari ini dari Rp 10.309 per dolar AS pada Selasa sebelum Pileg. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah ini, lebih disebabkan kondisi fundamental ekonomi, seperti defisit transaksi berjalan, inflasi, dan gejolak ekonomi global. Namun, dengan membaiknya neraca perdagangan Februari 2014 maka rupiah akan kembali stabil. “Kalau rupiah lebih stabil yang kami lihat dampaknya (pileg) itu ke pasar modal karena mereka ekspektasi berlebihan,” tandasnya.  Hardianto

21 - 27 April 2014

15


OPINI

Saatnya Melaksanakan Janji kepada Rakyat

P

emilihan umum legislatif usai sudah. Bagi calon anggota legislatif, pemilihan umum ini pasti melelahkan. Berbulan-bulan melakukan kampanye, baik di jalan raya maupun ke rumah-rumah penduduk. Hasilnya belum tentu sesuai dengan harapan. Bagi yang berhasil mendapatkan kursi, sebagian besar lelah karena harus mengeluarkan uang yang banyak dan lelah memikirkan bagaimana harus mengembalikan uang tersebut. Sebagian juga lelah memikirkan janji atau ungkapan atau yang ditulis saat kampanye. Banyak yang melemparkan janji soal pembebasan rakyat miskin, pembebasan penyakit atau perbaikan tempat sembahyang. Padahal, kalau ditelaah lebih dalam, masalah kemiskinan, pembebasan penyakit sampai dengan perbaikan tempat sembahyang, semuanya merupakan persoalan yang ada di dalam diri masyarakat itu. Ada sebagian masyarakat yang kurang aktif menyongsong tantangan sehingga mereka miskin. Demikian juga ada anggota masyarakat yang kurang memperhatikan lingkungan (tidak menerapkan tri hita karana) sehingga sakit, dan ada juga masyarakat yang terlalu suka dengan berbagai ritual besar-besaran sehingga biaya untuk perbaikan pura menjadi terbengkalai. Mereka yang berjanji dengan hal-hal di atas, justru harus menanamkan perbaikan itu melalui perbaikan masyarakat. Ini sukar dan memerlukan pekerjaan panjang. Maka, kepada calon anggota legislatif yang telah berhasil lolos menduduki kursi sebagai anggota perlemen, pekerjaan pertama yang harus dilakukan adalah merenung bagaimana mempraksiskan, melaksanakan janji yang telah diungkapkan saat kampanye. Penetapan janji merupakan kewajiban yang dalam hal ini mempunyai fungsi ganda. Dikatakan demikian karena janji itu merupakan kewajiban yang harus dipenuhi, merupakan utang moral kepada masyarakat. Ajaran agama mana pun mengajarkan kepada umat manusia harus menepati janji. Jadi,

16

21 - 27 April 2014

dihubungkan dengan hal itu, tidak menepati janji mempunyai pertanggungjawaban kepada agama juga. Dikatakan, utang moral karena sebagai manusia yang beretika, berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, mempunyai etika yang harus ditaati demi harga diri. Tidak memenuhi kewajiban tersebut, harga diri mereka sudah jatuh. Dan anggota parlemen selalu mendapat sebutan sebagai orang-orang terhormat. Mereka yang tidak memenuhi janji dengan harga diri sudah jatuh, sangatlah tidak pantas disebut sebagai orang-orang yang terhormat. Memenuhi janji juga merupakan kesempatan untuk memperbaiki kualiďŹ kasi, kualitas, dan predikat dari anggota parlemen. Selama ini, citra anggota dewan sungguh sudah jatuh di mata masyarakat. Di samping karena banyak oknumnya yang suka korupsi, menyogok dan malas ngantor, mereka dipandang pembohong karena janji yang diumbar saat kampanye tidak dipenuhi. Mereka yang menjadi anggota legislatif juga dipandang sebagai orang beruntung mendapat predikat sebagai anggota dewan setelah sebelumnya

ada yang menjadi pengangguran atau pekerjaan tidak jelas. Kepada mereka yang gagal menjadi anggota legislatif, haruslah menunjukkan diri sebagai seorang politisi sejati. Menjadi politisi harus paham bahwa memasuki kawasan ini harus siap dengan kompetisi dan itu artinya harus mampu memahami arti kekalahan. Hanya saja dalam politik, kekalahan tersebut tidak berarti mutlak. Apabila memang konsisten sebagai seorang politisi, terlalu luas lagi ada kesempatan untuk menjadi pemenang. Politik itu mempunyai spektrum yang panjang. Yang paling jelas ke depan masih ada kesempatan. Bukan sekadar sebagai seorang calon anggota legislatif, tetapi bisa jadi sebagai calon bupati, wali kota, gubernur, penasihat gubernur, pendiri partai dan sebagainya. Atau, kalau tidak malu, pindah partai demi mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Dengan berpandangan demikian, konik akan bisa dikelola menjadi bermanfaat, bukan yang sifatnya destruktif (kekerasan). Konik yang bermanfaat itulah yang membuat manusia bermartabat. Misalnya, kalah menjadi calon anggota legislatif kemudian mendirikan lembaga yang peduli dengan lingkungan atau pengentasan kemiskinan. Tidak apa-apa terang-terangan mengatakan pembentukan lembaga itu dengan tujuan posisi politik di depan, asal memang berada di jalur yang benar. Spektrum politik lain juga bisa berbentuk gerakan penyadaran. Misalnya memberikan kritik dan analisis terhadap kekeliruan kebijakan pemerintah, dengan cara-cara yang normatif. Dengan cara seperti inilah kita mampu menyalurkan energi secara positif. Kekecewaan karena kalah, jelas tidak mampu berubah menjadi kemenangan kalau dilakukan dengan cara merusak. Bahkan justru akan membuat bencana bagi politisi bersangkutan yang bisa membunuh karir politiknya di masa depan. Penulis, analis politik dari Universitas Udayana


J A J A K P E N DA PAT

Berharap Keberpihakan Legislator terhadap Alam Bali

P

erubahan komposisi DPRD Bali pasca-Pileg 2014 diharapkan berdampak positif terhadap pengawalan dan penjagaan alam Bali. Anggota DPRD kabupaten/kota termasuk Bali diharapkan mampu menekan eksploitasi terhadap alam Bali. Dalam beberapa dekade belakangan ini lemahnya keberpihakan pejabat publik, politisi termasuk pemilik modal untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Komitmen menjaga lingkungan rapuh karena kebanyakan program berhenti pada tataran wacana. Gencarnya aliran investasi ke Bali ditengarai sarat kepentingan ekonomi –pragmatis pejabat publik dan pemilik modal. Hal ini ditandai dengan banyaknya izin investasi yang dipermasalahkan publik. Investasi berbau koneksi yang belakangan mengalir ke Bali merupakan bentuk rekayasa kepentingan segelintir orang untuk memuluskan rencana sistematis membuat jaringan bisnis di Bali. Investasi berbau koneksi dan suap ini diyakini akan menggerogoti alam Bali dan tak banyak memberikan kontribusi ekonomi kepada masyarakat Bali. Demikian mengemuka saat Pusat Data Bali Post menggulirkan jajak pendapat terkait aliran investasi ke Bali. Jajak yang digulirkan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon ini, dilakukan secara acak di seluruh Bali. Menyikapi aliran investasi ini masyarakat mendesak pemerintah dan pejabat publik melakukan pertimbangan matang. Pejabat Bali harus berani menolak investasi rakus lahan. Pandangan ini menguat ketika responden disodori pertanyaan; menurut Anda, apakah pembangunan infrastruktur padat modal di Bali murni untuk kepentingan krama Bali? Menyikapi pertanyaan ini, terdapat 53 persen responden menolak jika Bali dijejali investasi padat modal dan rakus lahan. Investasi semacam ini cenderung mengabaikan daya dukung Bali serta berpotensi menimbulkan ekses social budaya, ekonomi dan politik yang buruk bagi Bali. Pejabat jangan serampangan meloloskan investasi tanpa kajian matang. Selebihnya, terdapat 28 persen responden mengatakan investasi ke Bali menguntungkan rakyat Bali. Investasi di bidang infrastruktur akan membuat Bali memiliki daya tawar di mata investor sebagai destinasi pariwisata. Namun, rekomendasi atas investasi yang masuk tetap harus melibatkan krama Bali bukan hanya diputuskan oleh penguasa yang merasa berkuasa atas tanah Bali. Harus jelas kajian ilmiah serta pertimbangannya dari aspek sosial budaya. Sedangkan, 19 persen responden lainnya tak memberikan respons atas pertanyaan ini. Sementara itu, ketika responden disodori pertanyaan; menurut Anda, perlukah Bali menerima lagi tawaran investasi padat modal? Menjawab pertanyaan ini 43 responden mengatakan Bali tak perlu terlalu terbuka menerima tawaran investasi padat modal dan rakus lahan. Bali sudah jenuh dan sarat beban. Pemimpin Bali harus memikirkan risiko pengelolaan investasi. Jangan ngotot membela kepentingan pemodal dan pribadi. Apalagi pemimpin sampai ngotot membela investasi yang ditentang publik dengan dalih kepentingan

ekonomi. Selebihnya, 36 persen menyatakan Bali tetap perlu proyek berskala besar. Namun, seleksi terhadap proyek ini harus terukur dan melibatkan berbagai komponen. Pemimpin harus menyerap aspirasi publik dalam merekomendasikan investasi. Jangan sampai proyek–proyek besar itu hanya diputuskan segelintir orang. Sedangkan, 21 persen responden lainnya tak memberikan respons atas pertanyaan ini. Untuk menyikapi masuknya investasi ke Bali, responden berharap pejabat memperhatikan daya dukung Bali. Perizinan harus melewati prosedur yang benar jangan dipaksakan. Pemimpin Bali jangan merasa paling benar dan berhak memutuskan segalanya tanpa kajian yang jelas. Selebihnya ada yang berharap pejabat yang mengabaikan aspirasi publik dan terbukti melanggar ketentuan yang ada dalam merekomendasikan izin investasi harus diproses secara hukum.  Dira Arsana

Apakah pembangunan Infrastruktur di Bali murni untuk kepentingan rakyat Bali? 19% Tidak Tahu

28% Ya

53% Tidak

N= 850

Grafis/Tomik Cahya

21 - 27 April 2014

17


PENDIDIKAN

Ditanggung Pemerintah

Sekolah Dilarang Pungut Biaya UN

P

emerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran untuk membiayai pelaksanaan ujian nasional (UN) di semua jenjang pendidikan. Oleh karena itu, pihak sekolah (baik sekolah negeri maupun swasta - red) dilarang membebankan biaya penyelenggaraan UN itu kepada orangtua siswa. Jika masih ada pengelola sekolah yang nekat memungut biaya UN, orangtua siswa diminta tak segan-segan melaporkan kepala sekolah kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali maupun Disdikpora kabupaten/ kota. Kepala Disdikpora Provinsi Bali

18

21 - 27 April 2014

TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M. mengatakan hal itu kepada Bali Post, Jumat (11/4). Wardhani menegaskan, pihak sekolah dengan dalih apa pun tidak boleh memungut biaya UN dari orangtua siswa. Pasalnya, seluruh biaya untuk keperluan pengadaan soal, pendistribusian dan pengawalan soal, pengawasan dan pemantauan ujian hingga pemeriksaan hasil ujian sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat. “Pemerintah pusat melalui APBN memang mengucurkan anggaran guna membiayai pelaksanaan UN itu. Jadi, tidak ada alasan bagi sekolah untuk melakukan pungutan serupa,”

tegasnya. Wardhani menambahkan, pihaknya merasa perlu mengingatkan orangtua siswa agar tidak sampai dijadikan “sapi perahan” oleh pihak sekolah. Pasalnya, pada pelaksanaan UN tahun-tahun sebelumnya sempat mencuat informasi tak sedap ada sejumlah sekolah nekat membebankan biaya UN kepada orangtua siswa. Meskipun pihak sekolah akhirnya mengklarifikasi jika informasi itu tidak benar. ”Saya berharap, kejadian seperti itu tidak terjadi lagi pada UN tahun ini,” katanya.  Sumatika


Ketua Komite IGB Arthanegara didampingi Kasek Wayan Murdhana dan alumni dr. Laksmi Dewi saat melepas peserta jalan sehat.

SMPN 3 Deklarasikan Sekolah Bebas Plastik KELUARGA besar SMPN 3 Denpasar kini menjadi sekolah bebas sampah plastik. Hal itu dideklarasikan oleh Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdhana, S.Pd., M.Psi. 17 Maret lalu. Semua makanan yang dibawa dan dijual di sekolah harus bebas dari pembungkus plastik. Menariknya, aturan ini tak hanya menyentuh siswa melainkan juga mengikat guru dan karyawan sekolah. Jika ada ditemukan oleh tim siswa melanggar dan membawa sampah atau pembungkus plastik di sekolah, yang bersangkutan dihukum ganda. Pertama, siswa diberikan kalung yang terbuat dari sampah. Kedua, kalung tersebut dipakai selama apel bendera. Hal ini perlu ditumbuhkan untuk memunculkan efek jera di kalangan keluarga besar SMPN 3 Denpasar. Hal yang sama diberlakukan juga bagi

guru dan karyawan yang terbukti melanggar aturan sekolah. Untuk itu diharapkan keluarga besar SMPN 3 Denpasar disiplin dalam waktu dan kebersihan lingkungan. Sebab di sekolah sudah disiapkan segala jenis pengelompokkan dan pengelolahan sampah organik, non-organik dan logam. SMPN 3 Denpasar pun, kata dia, sudah memiliki teknologi pengolahan sampah menjadi pupuk. Untuk menanamkan disiplin, Kasek Murdhana juga menerapkan sanksi berat bagi siswa dan guru. Para siswa akan diberikan pelat khusus yang berbunyi ’’Saya minta maaf karena melanggar tata tertib sekolah’’. Pelat kertas ini akan dipakai selama pelajaran berlangsung. Salah satu komitmen warga SMPN 3 Denpasar untuk mendukung Denpasar bersih dan sehat yakni menyelipkan jalan sehat berbasis lingkungan. Para

peserta yang jumlahnya 3.000 siswa dan guru serta alumni langsung mengumpulkan sampah plastik di jalur yang dilewati peserta jalan sehat. Hal ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya kota yang bersih dan sehat. Ketua Komite SMPN 3 Denpasar IGB Arthanegara mendukung semua program sekolah. Ini artinya SMPN 3 Denpasar tak hanya membentuk siswa yang pintar dan cerdas namun juga siswa yang disiplin, beretika dan berkarakter. Termasuk menjadikan SMPN 3 Denpasar bebas dari plastik.  Sueca Wiyata

M andala 21 - 27 April 2014

19


MANCANEGARA

Stonehenge

Monumen Bersejarah Penuh Misteri

D

i lokasi situs purba Wiltshire, Inggris, terdapat sebuah monumen misterius yang sejak lama menjadi objek perdebatan. Monumen itu disebut Stonehenge. Struktur batu-batu raksasa yang tersusun rapi. Terlepas dari fungsinya yang sangat tidak jelas karena tidak ada bukti otentik yang mendukung berbagai teori yang muncul, satu pertanyaan mengemuka. Bagaimana monumen ini dibangun? Oleh siapa? Benarkah monumen ini dibangun oleh makhluk lain selain manusia? Pertanyaan ini muncul karena tidak adanya catatancatatan sejarah tentang monumen ini. Ini menambah aspek kemisteriusan dari Stonehenge itu sendiri. Monumen Stonehenge yang memiliki diameter sekitar 90 meter ini terletak di Wiltshire, 13 kilometer dari Salisbury. Monumen ini adalah salah satu monumen megalitik yang paling ternama di dunia. Beberapa penulis percaya kalau monumen ini dibangun oleh para alien, yang lain percaya kalau monumen ini dibangun dengan kekuatan supranatural. Menurut mereka, mustahil manusia masa lampau dengan teknologi purbanya mampu mem-

20

21 - 27 April 2014

bangun monumen yang sedemikian besar dan rumit. Melihat pada kenyataan ini, sebagian penulis percaya kalau bangunan ini didirikan oleh alien. Teori ini pertama kali dipopulerkan oleh Erich Von Daniken pada tahun 1968. Menurutnya, alien yang mengunjungi bumi di masa lalu memiliki peran dalam pembangunan berbagai struktur megalitik di seluruh dunia, termasuk Stonehenge. Argumen pendukungnya adalah karena bentuk Stonehenge yang melingkar, persis seperti sebuah pesawat alien. Tentu saja tidak ada yang bisa membuktikan teori ini. Lagi pula, mungkin saja pemahaman kita mengenai teknologi masa lampau tidak cukup memadai sehingga kita “terpaksa� melihat alternatif spiritual atau alien. Namun, belakangan ini ada beberapa teori yang bisa menjelaskan mengenai cara Stonehenge dibangun. Teori ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah bagaimana menegakkan dan mengangkat batu-batu besar tersebut. Sedangkan yang kedua adalah bagaimana mengangkut batu-batu besar tersebut ke lokasi dari sebuah tempat yang cukup

jauh. Memang ada beberapa teori yang secara logika mampu menjelaskan hal tersebut. Satu metode yang cukup menarik adalah metode yang diajukan oleh Wally Wallington, seorang tukang kayu dari Michigan. Sebagai seorang tukang kayu yang berpengalaman selama 35 tahun, Wally telah menemukan cara untuk menggerakkan benda-benda berat dan besar hanya dengan menggunakan kayu. Rahasianya adalah daya ungkit. Untuk menggerakkan sebuah batu besar, Wally membuat sebuah jalur dari kayu. Ketika sebuah batu besar ditaruh di atasnya, batu itu dengan mudah berpindah. Untuk menegakkan sebuah batu besar, Wally menggunakan banyak potongan kayu yang digunakan sebagai pengganjal di tengahnya. Dengan cara ini, ia bisa menegakkan sebuah batu besar dalam waktu kurang dari satu hari. Masih banyak lagi teori yang mecoba menjelaskan bagaimana pembuatan Stonegehe namun tetap saja monumen tersebut menyimpan sejuta misteri untuk dipecahkan.  Gugiek Savindra


Dokter, Profesi Berbahaya di Cina DOKTER ternyata profesi yang cukup berbahaya di Cina. Susah-susah belajar keras dan menjalani pelatihan untuk mencapai profesi itu, tak jarang mereka jadi sasaran kemarahan pasien. Bahkan, di Cina, dokter termasuk pekerjaan berisiko tinggi. Sejumlah rumah sakit di Beijing bahkan berniat merekrut 1.500 orang yang disebut ‘malaikat pelindung’, untuk menjaga para dokter dari serangan para pasien. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah oknum pasien telah membunuh beberapa dokter di Cina. Hal tersebut dianggap sebagai reaksi balasan terhadap penanganan sistem kesehatan yang mereka alami. Pada kasus terbaru, seorang pria 45 tahun asal Provinsi Jiangsu menikam dokternya hingga tewas gara-gara pelaku tak puas dengan operasi penyunatan yang ia alami. “Pelaku tidak puas dengan hasil pengobatan dan biayanya,” demikian dilaporkan media China Xinhua. Dokter dan para perawat di rumah sakit sering menjadi korban kekerasan. Pemerintah merilis data, rata-rata set-

iap 2 minggu terjadi 1 kasus kekerasan terhadap tenaga kesehatan. Ada pasien yang marah karena diharuskan menunggu lama, tak terima harus membayar biaya mahal atau kesal dengan perawat dan dokter yang dianggap angkuh dan tidak peduli pada pasien. Untuk menghindari insiden yang tak diinginkan, sejumlah rumah sakit kini menyiagakan petugas keamanan khusus. Tak hanya itu, kini digalakkan kampanye di Beijing, untuk merekrut para relawan dari pelajar, staf medis, dan pasien lain untuk bertindak sebagai pelindung dan perantara antara dokter dan pasien. Orang itu akan bertugas untuk meredakan ketegangan dan menengahi perdebatan. “Para pasien akan lebih memahami dokter setelah bicara dengan para relawan,” kata Feng Guosheng Kepala Badan Administrasi Beijing. Dia menambahkan, para ‘malaikat pelindung’ akan mememberikan bimbingan tentang rumah sakit dan intervensi psikologis. Ia menambahkan, 21 rumah sakit telah memulai pelatihan dan akan menugaskan para relawan menangani pasien. Seba-

liknya, RS juga akan mendengarkan para relawan tentang masalah sistemik yang mereka hadapi. Han Meng, salah satu perwakilan proyek mengatakan keberadaan relawan akan memungkinkan dokter dan perawat untuk fokus pada pekerjaan mereka tanpa rasa takut. Sementara itu, pemerintah telah berjanji untuk membasmi korupsi dalam sistem kesehatan. Departemen Kesehatan juga akan menjadikan para pasien yang menyuap dokter untuk pengobatan yang lebih baik sebagai target operasi mereka. Pada tahun 2012, jurnal medis Lancet menulis bahwa “Dokter Cina berada dalam kondisi krisis”. Seorang mahasiswa kedokteran di Tiongkok, Li Jie menulis surat pada jurnal itu dan mengatakan, “Hubungan yang memburuk antara dokter dan pasien telah berubah praktik medis di Cina menjadi pekerjaan berisiko tinggi.” Ternyata dokter juga terancam bahaya di Cina.  Gugiek Savindra

21 - 27 April 2014

21


DAERAH

Layani Pasien Miskin

RSUD Jangan Takut Rugi Balita Ramayani ditemani ayahnya saat dirawat di sal anak. Ramayani lahir prematur. Sementara, ibunya meninggal tiga hari kemudian usai melahirkan dengan cara caesar.

M

enkes dr. Nafsiah Mboi, sempat berkunjung ke RSUD Karangasem. Meski hendak diarahkan langsung ke gedung baru lantai tiga RSUD yang megah dan dibangun dengan uang pinjaman dari pusat investasi pemerintah (PIP) Depkeu sekitar Rp 46 miliar, namun Menkes menyatakan ingin melihat-lihat sal perawatan pasien miskin lebih dulu. Meskes sempat masuk ke Sal Mawar, tempat perawatan pasien miskin. Saat itu, tentu sudah tak ada lagi pasien miskin yang dirawat di lorong atau di selasar. Semua pasien sudah masuk ke dalam. Setelah itu, Menkes diterima di lantai bawah gedung RSUD yang baru. Bupati Karangasem I Wayan Geredeg pun curhat ke Menkes. Geredeg mengatakan, Gubernur Bali Mangku Pastika sudah pernah menjanjikan bakal memberikan bantuan untuk memugar tiga gedung sal untuk merawat pasien miskin. Gedung itu yakni Angsoka, Mawar, dan Cempaka. Soalnya, bangunannya sudah tua dan tak layak pakai. Bahkan, tembok dan kapnya sudah hancur. Sementara sejak adanya Jamkesmas dan JKBM, pasien miskin terus membeludak minta dirawat inap. Dulu, saat masih lebih banyak bayar, pasien miskin malah minta pulang paksa untuk dirawat di rumah. Kini sebaliknya. Meski sudah pernah dijanjikan bantuan pemugaran, namun sampai kini belum ada tanda-tanda bakal dibantu. Bantuan Rp 50 miliar dijanjikan untuk pembangunan RS Pratama di Tianyar Barat. Itu pun belum ada sampai kini. Bupati Geredeg

22

21 - 27 April 2014

saat menyampaikan laporannya di depan Menkes mengatakan ada tiga bangunan sal perawatan pasien miskin (kelas 3) sudah tak karuan. “Direncanakan ada Bantuan Khusus Kabupaten (BKK) tahun 2014, untuk pembangunan rumah sakit pratama di Kubu. Bantuan RS pratama itu juga belum,” kata Geredeg. Bupati Geredeg menambahkan pihaknya berencana memugar tiga lokal gedung perawatan pasien kelas 3 itu, seperti gedung Sal Angsoka, Mawar dan Cempaka. Soalnya, atap dan temboknya sudah tak karuan. Bangunan itu sudah tua dan WC kerap mampet serta sering dikeluhkan jorok. Namun, Pemkab Karangasem belum mampu menganggarkan, diperkirakan diperlukan dana mencapai miliaran. “Kami di BLUD RS Karangasem baru usai membangun perluasan gedung RSUD dengan dana pinjaman dari pusat investasi pemerintah senilai Rp 46 miliar. Kami belum mampu lagi memugar gedung lama, padahal itu mendesak,” katanya. Geredeg di depan Menkes dan rombongan juga melaporkan RSUD tipe C itu kekurangan 27 dokter. Laporan kurang dokter itu, justeru disambut tepuk tangan pegawai RSUD. Geredeg mengatakan tak tahu, kenapa banyak dokter terutama dokter spesialis tak mau bertugas di Karangasem. Padahal, mereka yang mau bertugas di Karangasem, bakal diberi gaji besar, insentif, mobil dinas dan rumah dinas. “Kebetulan hari ini hadir Kadikes Bali (dr. Ketut Suarjaya-red), semoga soal belum terealisasi kucuran bantuan dari Pemprov Bali disampaikan,”

ujar Geredeg. Bupati asal Desa Sibetan itu mengatakan, kalau ada bantuan dari Pemprov untuk membangun gedung baru untuk pasien kelas 3, bakal dibangun di areal perluasan. Direncanakan pada 2015, pihaknya bakal membebaskan lahan lagi 1 hektar di timur tiga lokal gedung lama yang sudah kurang layak itu. Sementara, bekas gedung lama perawatan pasien kelas 3 bakal dijadikan areal terbuka hijau. Di lain pihak, Menkes Nafsiah mengaku bangga atas laporan Bupati Karangasem yang menyampaikan pertumbuhan ekonomi daerahnya bagus. Demikian juga sudah dibangun gedung untuk perluasan RSUD. Namun begitu, diharapkan jangan sampai ada yang menolak pasien atau menolak memberikan obat kepada pasien miskin. “Pihak rumah sakit jangan takut rugi karena melayani pasien miskin,” ujar Menkes. Sementara itu, dari informasi Kabag Keuangan Pemkab Karangasem, mulai tahun ini Pemkab Karangasem sudah harus membayar bunga dan cicilan pokok pinjaman ke PIP Depkeu. Total pengembalian pokok per bulan mencapai Rp 2 miliar lebih, selain bunga sekitar Rp 7 persen. Di satu sisi di BLUD RSUD satu-satunya di Karangasem kekurangan tenaga medis, dokter spesialis, dokter umum, serta analis lab dan rontgen. Di pihak lainnya untuk tenaga administrasi terasa berlebihan. Soalnya, tenaga kontrak administrasi di RSUD itu lebih dari 200 orang.  Budana


Menkes di RSUD Karangasem

Banyak Gizi Buruk TIAP kali interaktif membahas masalah kesehatan di Radio SWiB FM Bali, kerja sama dengan Diskominfo dan Diskes Karangasem, masyarakat antusias mengikuti. Buktinya, sangat banyak pertanyaan baik melalui pesan singkat maupun yang menelepon langsung. Banyak hal yang mereka tanyakan karena tak paham. Dari sana terlihat kalau sesungguhnya masyarakat Karangasem sangat peduli menjaga kesehatannya. Buktinya, informasi soal kesehatan mereka kejar. Apa yang belum diketahui ditanyakan langsung. Saat interaktif minggu lalu di Radio SWiB membahas masalah gizi dalam rangka meningkatkan kecerdasan masyarakat, pertanyaan pendengar juga membanjir. Dari Temega menanyakan kenapa anaknya sudah sembilan tahun dan kelas 3 SD, badannya masih pendek. Dari Subagan, menanyakan, bagaimana ciri-ciri garam beryodium. Apakah ada cara mengetesnya? Ada juga ibuibu menanyakan bulan apa dan di mana mendapatkan vitamin A. Itu sejumlah dari puluhan pertanyaan masyarakat. Begitu antusiasnya masyarakat dalam mencari tahu menjaga kesehatannya, kenapa indeks pembangunan manusia (IPM)-nya masih rendah? IPM masyarakat Karangasem baru mencapai 76, termasuk terendah di Bali. Nilai IPM makin tinggi, makin bagus. IPM salah satu kriteria yang dinilai tingginya derajat kesehatan, ketersediaan prasarana dan sarana kesehatan yang representatif. Selain itu, narasumber dialog interatif, petugas bagian Gizi Puskesmas Perasi IGP Aryawangsa dan Kasi Gizi Diskes Karangasem Wayan Merta, mengakui penggunaan air susu ibu (ASI) eksklusif di kalangan ibu-ibu secara umum di Karangasem juga tergolong rendah. Penyebabnya, kata Aryawangsa, karena masalah pengetahuan. Ibu-ibu belum tahu, di desa kerap anak umur tiga hari, tak diberi ASI eksklusif. Asi eksklusif, yakni bayi sejak lahir hanya diberi ASI sampai usia enam bulan. Sementara ibu-ibu di desa, karena kekurangtahuannya, usia tiga hari bayi malah sudah diberi pisang dicampur ketupat. “Pemberian ketupat itu sangat berbahaya bagi usus bayi,� kata Merta. Selain soal rendahnya pengetahuan, juga kian banyak wanita

bekerja di Karangasem. Wanita karier atau pekerja kantoran, karena harus bekerja, pemberian ASI menjadi terbatas. Terkait masalah itu, keduanya mengatakan, pihaknya sudah berupaya memberikan penyuluhan, di tiap kesempatan. Misalnya, tiap ada pertemuan dengan ibu-ibu PKK, bahkan di Perasi, kata Merta dan Aryawangsa, ada satu bidan praktik yang cukup tinggi kunjungan ibu-ibu, di sana saat ada melahirkan, pulangnya ibu bayi dipesan agar bayinya diberikan ASI eksklusif. Merta juga mengakui, penyandang gizi buruk bagi balita di Karangasem masih cukup banyak. Mereka yang terpantau sebanyak 29 orang. Laporan dari Kecamatan Selat nol atau tak terpantau balita penyandang gizi buruk. Dalam rangka memperbaiki gizi penderita, kata Merta, pihaknya sudah mengontak puskesmas yang memiliki wilayah kerja yang bersangkutan. Terutama katanya, penyandang gizi buruk di Kubu, berada di wilayah kerja Puskesmas Kubu I.  Budana

MBP/budana

Pasien lumpuh saraf dijenguk dermawan. 21 - 27 April 2014

23


K E S E H ATA N

Kuman TB Jangan Sampai Resistan angan pernah sepelekan penyakit tuberculossis (TB). Penyakit ini merupakan salah satu penyakit berbahaya, yang disebabkan infeksi kuman mikrobacter tuberculosis. Keberadaan TB di nusantara termasuk penyakit endemi. TB relatif berbahaya, bila tidak mendapat penanganan intensif dan lebih dini, berpotensi menyebabkan kematian. Penularan lewat air liur atau droplet membuat penyakit yang dibawa

J

pasien TB. Namun, untuk sembuh, pasien TB tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasien yang dihinggapi sakit TB wajib minum obat secara teratur. Bahkan harus disiplin tanpa ada satu dosis pun terlewati. Hal yang paling tidak diinginkan adalah munculnya pasien kuman TB, resistan terhadap obat TB lini satu. Resistansi terjadi ketika pasien lengah dan melewati jadwal meminum satu dosis obat. Kelalaian ini menyebabkan kuman TB di dalam

kuman TBC ini sangat mudah menginfeksi, terutama orang-orang yang dekat dengan penderita. Kuman TB berkembang sangat baik di tempat yang lembab dan sanitasinya kurang bagus. Penularan semakin cepat jika berada di lingkungan yang padat penduduk. TB bukanlah suatu penyakit tanpa obat. Pemerintah bahkan memiliki program pemberian obat gratis untuk

tubuh berevolusi. Penyakit ini menjadi resistan dengan obat yang diberikan atau disebut resistan multidrug. Jika sudah demikian maka pasien harus meminum obat TB dengan dosis lebih tinggi. Selain itu durasi waktunya juga harus lebih lama. Penularan TB resistan ini juga sangat ditakuti. Pasalnya pasien yang tertular TB resistan ini sudah tidak mempan dan manjur lagi

24

21 - 27 April 2014

ketika diberikan minum obat lini satu. Dia harus langsung menjalani terapi pengobatan dengan dosis lebih tinggi dan lebih lama. Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr. Ketut Suarjaya memaparkan dari data terakhir, TB di Bali mencapai 3.027 kasus. Kasus terbanyak tercatat di Denpasar, Buleleng dan Tabanan. Kasus TB resitan diperkirakan ada 75 kasus. ‘���Namun yang tercatat baru tujuh kasus,’’ ujarnya. Penanganan pasien TB resistan biasanya lebih dikhususkan dari pasien TB biasa. Pasalnya jika menularkan pada orang lain, bakteri yang menginfeksi juga sama, bakteri yang jenisnya resistan pula. Pengobatan TB ini kata Suarjaya biasanya membutuhkan waktu 3-6 bulan. Kasus resistan ini kebanyakan dipicu, si pasien tersebut tidak patuh minum obat sesuai waktu yang ditentukan. Akibatnya terjadi resistan multidrug dan dampaknya memerlukan tindakan khusus. “Pengobatan juga lebih lama yaitu selama 18 bulan hingga 24 bulan. Pengobatannya juga jauh lebih mahal dibandingkan TB biasa yaitu total mencapai 350 juta rupiah,” papar Suarjaya. Akibat kuman resistan itu bukan saja si pasien terkena efek berbahaya, tetapi juga lingkungan sekitarnya. Karenanya, jika ditemukan pasien dengan TB resistan lanjut, kata Suarjaya wajib ada perlakukan khusus. Seperti diberi obat suntik selama enam bulan penuh dan minum obat di bawah pengawasan khusus pula dari petugas. Pasien resistan TB ini biasanya dirawat di ruang isolasi. Ini dilakukan untuk mencegah menularkan kuman resistan kepada orang lain. “Jika pasien TB resistan menularkan kepada orang lain, maka pengobatan bagi orang yang tertular disamakan makanismenya dengan pengobatan TB resistan,” papar Suarjaya.  Wira Sanjiwani


Penderita HIV Rentan Terinfeksi TB PENINGKATAN kasus HIV/AIDS menjadi ancaman tersendiri bagi peningkatan kasus TB. Sebab, TB sangat mudah menginfeksi orang ketika daya tahan tubuhnya menurun. Penularan lewat air liur menyebabkan kuman TB sangat mudah menyebar. Penyakit HIV sendiri

merupakan penyakit yang menyebabkan sel pertahanan tubuh seseorang menurun drastis. Akibatnya, kuman yang berefek sakit ringan kepada orang sehat, menjadi parah bagi penderita HIV. Kepala VCT RS Sanglah, Prof. Dr. dr. Tuty Parwati Merati, Sp. PD-KPTI memaparkan dari kasus HIV di RS Sanglah sekitar 40-50 persennya diketahui berasal dari gejala TB. Menurutnya penyakit TB merupakan salah satu indikasi seseorang dicurigai terinfeksi HIV/AIDS. ‘’Selain TB, indikasi lain adalah diare berulang, jamur di mulut sampai pasien kehilangan berat badan secara drastis,’’ ujarnya. Dampak negatif bagi pasien HIV yang terserang TB adalah mereka tidak bisa menjalani terapi pengobatan ARV (Anti Retro Viral). ‘’Sebab jika TBnya belum sembuh, pasien HIV tidak bisa menjalani terapi ARV untuk menekan virus HIV di tubuhnya,’’ papar Tuty. Gejala TB sendiri lanjut Tuty sebenarnya tidak memiliki gejala khas. Gejalanya hampir sama dengan infeksi biasa. Tetapi, kebanyakan orang justru mengabaikannya dan biasanya

baru sadar ketika penyakit ini sudah memasuki stadium lanjut. Umumnya pasien TB kata Tuty mengalami demam di sore hari, selain itu batuk berkelanjutan. Masa inkubasinya pun membutuhkan waktu lama. Itu tergantung daya tahan tubuh. Jika tidak tertangani dengan baik, TB bisa saja menyerang organ lain. Bukan tidak mungkin menyebabkan kematian. Organ yang sering diserang TB ini selain paru-paru, otak juga tulang. “Kebanyakan TB menyerang saluran napas. Penyakit ini tidak bisa sembuh sendiri seperti influenza. Kesembuhannya memerlukan pengobatan secara teratur, dan berkelanjutan,” papar Tuty. Karenanya kepatuhan minum obat bagi pasien TB sangat penting. Ini sangat krusial, agar obat bekerja optimal, untuk membunuh kuman secara keseluruhan. Agar tidak menular, pasien perlu memakai masker dan tidak berinteraksi dengan orang lain. “Biasanya keluarga yang dekat pasien, diberikan obat pencegahan,” ujar Tuty. Menjaga kebersihan lingkungan, sanitasi yang baik dan tempat tidak lembab serta menjaga sopan santun batuk. Artinya membuang air ludah sembarangan, ini merupakan kunci jitu mencegah penyebaran TB itu.  Wira Sanjiwani 21 - 27 April 2014

25


LENSA

EMANSIPASI R.A. Kartini dianggap sebagai pendobrak dan penggerak emansipasi perempuan Indonesia. Jasanya yang memajukan kaum perempuan Indonesia ini diperingati setiap 21 April. Kini, perempuan tak lagi hanya berkutat pada urusan rumah tangga dan domestik. Mereka juga turut bekerja dan membantu nafkah keluarga, seperti yang terlihat dalam foto ini. Meski sudah renta, wanita ini tampak giat bekerja sebagai petani rumput laut di Nusa Penida, Klungkung.

MBP/Eka Adhiyasa


OLAHRAGA

�Tangan Ajaib� Mantan Pemain Sepak Bola

A

hli bedah Jose Carlos Noronha dikenal karena terobosannya dalam mengoperasi lutut penyerang Real Madrid dan juga timnas Portugal Cristiano Ronaldo. Pria yang bermimpi menjadi pemain sepak bola itu memanfaatkan pengalaman pribadinya untuk menyelamatkan karier puluhan atlet yang menderita dan merasa kariernya terancam berakhir akibat cedera robek otot ligamen. Sebuah luka robek pada ikatan otot ligamen pada bagian depan (anterior cruciate ligament) yang merupakan bagian penyeimbang pada tengah persendian lutut, berpotensial menjadi

pembunuh karier olahragawan. Bagi pesepak bola, cedera tersebut dianggap paling mengerikan dibandingkan yang lainnya. Tetapi Tuhan memberi keajaiban melalui tangan Nonronha yang oleh media internasional diklaim sebagai penyembuh jitu. Bagimana tidak, bek Real Madrid Pepe yang mengalami cedera seperti, dioperasi pada Desember 2009 dan enam bulan berikutnya bisa memperkuat timnas Portugal di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Kasus terbaru menimpa penyerang AS Monaco Radamel Falcao. Penyerang timnas as Kolumbia itu mengalami

cedera anterior cruciate ligament pada akhir Januari lalu atau lima bulan jelang pelaksanaan Piala Dunia 2014. Di tangan Noronha, Falcao kini bisa berjalan dan tengah menjalani proses pemulihan. Noronha kini dikenal seluruh dunia sebagai praktisi bedah yang sukses. Terobosan pria kelahiran Rio de Janeiro Brazil 27 Februari 1954, membuat atlet bisa sembuh dengan cepat dan kembali melanjutkan kariernya. Dalam setahun tak kurang 100 operasi ia kerjakan di rumah sakit pribadi Trindade di Porto, kota tepi pantai di utara Portugal.

MBP/ap/rtr

Mereka yang menikmati kerja keras Jose Carlos Noronha di antaranya penyerang Real Madrid Cristiano Ronaldo, Ashley Cole (Chelsea), Didier Drogba (Galatasaray), Nani (Manchester United)

28

21 - 27 April 2014


MBP/afp

Jose Carlos Noronha usai melaksanakan operasi di Rumah Sakit Trindade, Porto.

Setiap Senin ia memulai proses operasi itu. Pasien dalam pembiusan penuh dan pembedahan disiarkan via monitor televisi. Proses operasi selama 1,5 jam itu dilakukan dengan memindahkan sebagian otot patela yang menghubungkan tulang kering dengan tempurung. Dengan menggunakan otot tersebut sebagai alat pencangkok untuk memperbaiki otot anterior cruciate ligament. “Menurut pemikiran saya, rahasia pemulihan dengan cepat adalah penempatan otot patela itu sebagai alat pencakokan. Diperlukan ketepatan penempatan di dasar otot ligamen yang robek itu,” katanya. Teknik tersebut juga diterapkan pada Falcao. Pemain berusia 28 tahun dan menjadi andalan Kolumbia di Piala Dunia di Brazil juni mendatang, menderita luka robek pada anterior cruciate ligament di lutut kiri pada pertandingan Piala Prancis Januari lalu. Terobosan Noronha itu pertama kali diuji coba pada Cesat Peixoto pada 2003. Pemain veteran Portugal itu menderita luka robek pada anterior cruciate ligament. “Tanpa dia, saya barangkali sudah berhenti bermain sepak bola jauhjauh hari. Jadi bukan tanpa maksud jika orang-orang menyebut dia sebagai lutut Messi atau Ronaldo,” jelas Peixoto yang pernah membela klub Porto, Espanyol, Benfica dan kini membela klub Gil Vecente.

Ia menceritakan betapa menyakitkanya mendapat cedera seperti itu. Insiden tersebut terjadi pada pertandingan Liga Champions 2003 anatra Porto melawan Marseille. Pada menit ke-60, ia merasa ada suara retakan amat pelan dan menyakitkan. Ia dilarikan ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan awal. Ditemukan luka robek pada anterior cruciate ligament dan itu memerlukan operasi sesegera mungkin. “Sepuluh tahun tahun, kejadian seperti ini hampir selalu berarti akhir karier bagi seorang atlet,” katanya seperti dikutip Agence France-Presse. Doktor pribadinya menyarankan untuk bertemu Noronha yang kala itu belum terkenal dan tidak pernah mendapat pasien orang-orang hebat. Ia sempat ragu namun enam bulan berikutnya ia menikmati karya besar Noronha dengan siap tampil lagi di lapangan. Sejak itu, nama Noronho mulai diperbincangkan di kalangan olharagawan di seluruh dunia. Kini operasi tersebut tidak hanya dilakukan Noronho seorang diri. Ia dibantu tim dari Porto dan GestiFute, lembaga yang berhubungan dengan atlet seperti penyerang Real Madrid Cristiano Ronaldo. Sukses itu membuat Noronho menyadari bahwa tanpa harus menendang bola seseorang bisa terkenal. “Fakta bahwa saya bekerja di lingkungan sepak

bola dan itu ternyata bisa juga menjadi terkenal,” katanya pria yang datang ke Portugal pada usia 3 tahun. Di balik sukses itu, Noronho pernah mengalami pengalaman pahit. Mimpinya sejak kecil adalah pemain sepak bola. Namun saat memperkuat klub Desportivo Santa Cruz de Alvarenga, ia mengalami cedera pada lutut dan itu memaksanya meninggalkan dunia yang dirindukan. Cedera itu pula dijadikan motivasi saat mengambil jurusan kedokteran dengan spesialisi penyakit pada lutut dan ligamen, hingga gelar PhD dengan studi Biomedic Sciencies didapat 1999 di Ciencias Biomedicas Abel Salazar Institute. Thesisnya “Isometria na Reconstrucao do Ligamento Cruzado Anterior.” Kontribusinya di dunia olahraga luar biasa besar. Dalam dua dekade ia telah mengoperasi sejumlah atlet ternama dunia seperti Anderson, Vilas Boas, Antonia Kassoma, Ashley Cole, Bebe, Bosingwa, Cesar Peixoto, Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria, Diego, Didier Drogba, Michael Essien, Fabio Coentrao, Fernando Couto, Lisandro Lopes, Lucho Gonzalez, Luís Fabiano, Maniche, Nani, Pepe, Ricardo Carvalho, Tiago Mendes, Tiago Motta hingga Vitor Baia.  Yudi Winanto 21 - 27 April 2014

29


OLAHRAGA

Wayan Suwita

Pelatih Tiga Cabor

M

elatih satu cabang olahraga (cabor) sudah biasa. Yang tidak lumrah adalah memoles atlet dari tiga cabor sekaligus. Ini dilakoni Wayan Suwita, pelatih pencak silat, muaythai dan vovinam Bali dan nasional. Silat dan vovinam sudah dibawanya berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Suwita mengantar pesilat nomor tunggal putra dan beregu putra Indonesia mendulang dua medali emas pada SEA Games 2011 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Setahun kemudian pada PON di Riau, pelatih yang mengajar silat di IKIP PGRI Bali ini sukses mendampingi atlet Bali meraih lima medali emas. Prestasi terakhirnya berupa dua emas ditorehkannya untuk vovinam pada SEA Games 2013 di Myanmar. Hasil di Myanmar itu mengalami penurunan dibandingkan SEA Games 2011. Saat menjadi tuan rumah, tim Merah Putih berhasil mendulang lima medali emas. �Beberapa nomor dipangkas sehingga menjadi kendala bagi atlet vovinam Indonesia. Coba jika jumlah nomor yang dipertandingkan sama, saya yakin Indonesia mampu meraih lebih banyak emas,� ungkap Suwita di Denpasar pekan lalu. Perbedaan antara silat dan vovinam, menurutnya, terletak pada nomor-nomor yang dipertandingkan. Nomor yang ada di vovinam lebih banyak dibandingkan silat, namun jurus-jurus yang digunakan tidak berbeda jauh. Nomor tanding vovinam lebih dekat dengan muaythai, namun hanya silat yang tidak diperbolehkan menyerang bagian wajah lawan. Melihat perkembangan vovinam di Bali dan Indonesia yang begitu pesat dan banyak menggemarnya, dia mengharapkan adanya orangtua asuh yang ikut

Nama Tempat/Tgl. Lahir Istri Anak

30

21 - 27 April 2014

terlibat dalam pembinaan atlet. Berbeda dengan muaythai yang berkembang melalui klub-klub dan dominan digunakan untuk usaha pribadi atau bisnis. Sementara silat sudah memasyarakat terbukti hampir di setiap sekolah dan pedesaan terbentuk perguruan. Olahraga ini akan lebih berkembang jika dijadikan ekstrakulikuler siswa. Pria kelahiran Denpasar, 30 Mei 1965 ini mengawali kariernya sebagai pelatih

: I Wayan Suwita : Denpasar, 30 Mei 1965 : Ni Made Sukerti : 1. Ni Putu Sintia Lusiana (25) 2. Made Yoga Pranayama(21) 3. Nyoman Prana Sukina (21)

sejak 2008. Saat itu Suwita ditunjuk menjadi pelatih silat PON Bali yang berlaga di Kalimantan Timur (Kaltim). Pada 2009 dipercaya memoles pesilat Indonesia di Asian Beach Games dan vovinam pada Asian Indoor Vietnam hingga SEA Games 2011. Tugasnya berlanjut saat diberi tanggung jawab menangani atlet vovinam pada SEA Games 2013.  Eka Parananda

MBP/nan


KRIMINAL

Petugas Gilimanuk Kecolongan, Penyelundupan Marak

P

enyelundupan melalui Pelabuhan Gilimanuk belakangan ini semakin marak saja. Menurut informasi, sejak beberapa bulan terakhir ini unggas yang seharusnya tidak boleh masuk Bali, beberapa kali diselundupkan dan tak digeledah di Pelabuhan Gilimanuk. Akibatnya, unggas itu bebas melenggang ke Denpasar dan beberapa wilayah di Bali lainnya. “Bahkan ada yang diturunkan di sebuah penampungan unggas di Negara dan Mendoyo,” kata

sumber terpercaya. Wayan Tegal, salah seorang pengepul bebek, didampingi istrinya Wiwit di Kelurahan Dauh Waru, Jembrana, membantah kalau pihaknya masih menerima unggas selundupan dari Jawa. Tegal mengaku sudah tidak mengambil bebek lagi dari Jawa karena sering bermasalah. “Sekarang kami lebih banyak mengambil bebek dari petani lokal, namun sekarang usaha kami sepi gara-gara adanya bebek selundupan dari Jawa yang dibersihkan dengan obat

malem dan diawetkan dengan formalin,” tegasnya. Pengiriman bebek-bebek dari Jawa ini katanya dengan menggunakan mobil pick-up tertutup dan tidak pernah diperiksa petugas. Bahkan pengirimannya bisa mencapai empat mobil setiap hari. “Dagingdaging bebek itu sudah diawetkan dengan formalin sehingga ketika sampai di Bali, tidak berbau. Pengiriman inilah yang kini menghancurkan harga bebek di pasaran,” protesnya.

MBP/gagah

Tersangka Agus Jaya saat memindahkan sejumlah hewan selundupan ke truk Dalmas Polres Tabanan untuk selanjutnya dikirim ke Kantor Karantina Denpasar.

32

21 - 27 April 2014


Harga bebek dari Jawa yang sudah bersih dan sudah diawetkan di Bali di jual Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per ekor. Sedangkan harga bebek lokal Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu per ekor. “Bagaimana kami bisa bersaing dengan pebisnis dari Jawa seperti itu? Sebagai pengusaha lokal, kami jadi beku dan mati. Lihat saja kandang kami kosong. Kami berencana mendatangi Karantina Bali namun belum sempat. Kami harapkan juga dilakukan pemeriksaan oleh petugas Karantina dan BPOM,” tandasnya. Selain kasus penyelundupan unggas, juga ada mobil mini bus Daihatsu Luxio hitam nopol W 875 PT yang dikemudikan Agus Jaya (42) asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang kedapatan membawa anjing dan kucing ilegal yang diamankan dalam razia tim gabungan Polres Tabanan di jalan Banjar Koripan, Desa Abianruwung, Kediri. Setelah menjalani pemeriksaan awal, Agus Jaya yang ditetapkan sebagai tersangka, berikut barang buktinya, dilimpahkan ke Kantor Karantina Denpasar. Saat razia di jalur Denpasar - Gilimanuk tersebut, menurut Kapolres Tabanan AKBP Dekananto Eko Purwono, tersangka yang mengendarai mobil Daihatsu Luxio hitam nopol W 875 PT sempat tak mengizinkan polisi melakukan penggeledahan. Hal itu

tentu saja membuat polisi curiga, sehingga mendesak Agus mengungkap barang di dalam mobilnya. “Tersangka akhirnya menjelaskan, jika pintu mobilnya dibuka, anjing-anjing dan kucing bakal melompat dan lari menghilang. Atas dasar itulah kami menggiring tersangka berikut barang buktinya ke polres,” tegas Dekananto. Dalam pemeriksaan lebih lanjut, tersangka Agus mengaku bahwa hewanhewan yang dikirim secara ilegal ke Bali itu hanya kiriman dari seseorang kepada empat alamat di Denpasar. “Saya cuma mengantarkan hewan-hewan itu kepada pemesannya. Untuk pengiriman ini, saya dapat bayaran Rp 7,5 juta,” ujar pria Tasikmalaya, yang beralamat di Jalan Jatisari No. 38 RT/RW 003/004, Desa Pepelegi, Waru, Sidoarjo, Jatim ini. Hewan-hewan yang diselundupkan antara lain berupa dua ekor anjing jenis cocou, dua anjing pudel, dua kucing anggora, seekor anjing kampung, seekor anjing hasil silangan, dan seekor anjing pren buldog. Sebelum dikirim ke Kantor Karantina Denpasar, hewan-hewan itu diberikan minum agar kembali bertenaga melanjutkan perjalanan. Kasi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar drh. I.B. Eka Ludra menjelaskan, memasukkan

hewan-hewan ke Bali melanggar UU No. 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. “Tersangka melanggar Pasal 31 dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta. Selain itu, memasukkan anjing, kucing, dan kera, melanggar SK Mentan No. 16 Tahun 1986 tentang Bali sebagai kawasan karantina penyakit anjing gila atau rabies. Sedangkan Bupati Jembrana Putu Artha berharap agar petugas di Gilimanuk lebih sigap dan waspada. “Jangan sampai penyelundupan terjadi. Ini baru hewan. Bagaimana kalau itu bahan-bahan peledak atau berbahaya yang masuk Bali?” tandasnya. Namun, Artha tidak ingin menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini. Dia hanya berharap agar pebisnis dari luar Bali lebih manusiawi. “Jangan pakai formalin untuk mengawetkan makanan atau unggas yang sudah dibersihkan. Karena itulah peran petugas untuk melakukan pemeriksaan dan memantau lebih jeli,” jelasnya.  Witari/Gagah


KRIMINAL

Jelang UN Siswa SMK Tewas Tabrakan SEMESTINYA anak bungsu dari dua bersaudara ini ikut Ujian Nasional (UN) pada Senin (14/4). Tetapi takdir berkata lain. I Made Restu Ponanda (18), SMK di Belayu, Marga, Tabanan ini, malah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) hingga nyawanya tak bisa diselamatkan. Saat menaiki motor Yamaha Mio nopol DK 8911 AT dihantam mobil Dahiatzu Feroza DK 429 Q di pertigaan selatan Bale Banjar Belang, Jalan Raya Sembung, Mengwi, Badung, Senin (7/4) malam sekitar pukul 21.30. Pemuda asal Banjar Tampak Karang, Apuan, Baturiti, Tabanan ini, mengalami luka yang cukup parah. Hal yang sama juga dialami pengemudi mobil, Masani (49), dan penumpangnya, Kotimah (46), asal Candikuning, Baturiti, Tabanan. Saat tabarakan mobil yang disopiri Masani sempat menghantam pohon perindang, lalu terguling dan masuk got. Menurut Kanit Laka Polres Badung Ipda I Wayan Sendri sepengetahuan Kasat Lantas, AKP Wayan Sudita, kecelakaan tersebut berawal saat Restu yang mengen-

darai motor tanpa helm, datang dari arah timur, tepatnya Desa Sobangan, Mengwi. Setibanya di pertigaan selatan Bale Banjar Belang atau sebelah utara Pura Dalem Sembung, pemuda ini seketika berbelok ke kanan (utara). Saat bersamaan, dari arah selatan melajulah mobil Daihatsu Feroza dengan kecepatan tinggi. “Dari arah timur, Restu berbelok ke utara (arah kakan), tetapi dia tidak memperhatikan mobil yang datang dari arah selatan. Dia nyelonong begitu saja,” tegasnya. Akhirnya kecelakaan tak terelakkan. Motor yang dikendarai Restu dihantam mobil Daihatsu Feroza hingga terpental ke kanan. Sedangkan pengemudi mobil Masani, membanting setir ke kiri hingga mobilnya terguling tiga kali, lalu menabrak pohon perindang, dan baru berhenti setelah terperosok ke got di kiri jalan. “Hantamannya cukup keras hingga posisi mobil terbalik di got,” tegas Ipda Sendri. Akibat kecelakaan itu, Restu mengalami luka parah di bagian kaki dan kepala hingga tak sadarkan diri. Sedan-

gkan Masani dan Kotimah mengalami luka-luka di wajah dan badan, akibat kena pecahan kaca mobil. Tidak itu saja, kedua kendaraan kondisinya rusak parah. “Saat dilarikan ke RSUD Badung, tercium aroma alkohol dari mulut Restu,” tambah Ipda Sendri. Restu sempat mengalami koma lantaran terluka parah saat menjalani perawatan di RSUD Badung di Kapal. Beberapa saat kemudian, pelajar SMK itu dirujuk ke BRSUD Tabanan. “Setelah dirawat beberapa jam di RSUD Badung, korban dirujuk ke BRSUD Tabanan hingga akhirnya meninggal Selasa (8/4) sekitar pukul 01.00,” ujar kerabat korban. Gara-gara kurang hati-hati berkendara inilah Restu pergi untuk selama-lamanya dan dia tak jadi mengikuti UN. Benar juga kata polisi: ngebut berarti maut.  Wiadnyana

MBP/wiadnyana

Mobil Daihatsu Feroza nopol DK 429 Q yang menabrak motor I Made Restu Ponanda kini diamankan di Polres Badung.

34

21 - 27 April 2014


Gasak Kamera untuk Tambah Tato HANYA gara-gara tidak punya uang untuk menambah koleksi tato di tubuh, seorang anak baru gede (ABG) yang masih duduk di kelas 2 SMK, tersangka IMS alias Kodok nekat mencuri kamera temannya. Belum sepenuhnya menikmati hasil kejahatannya, remaja berusia 16 tahun ini keburu dibekuk petugas Buser Polsek Mengwi di rumahnya di Perum Dewata Permai, Sading, Mengwi, Senin (7/4) sekitar pukul 03.00. Di hadapan polisi, tersangka Kodok beralasan mencuri kamera temannya, Deny Wahyudi (22), asal Perum Dewata Permai Blok B1-10, Banjar Puseh, Sading, Mengwi, lantaran tidak mempunyai uang untuk menambah koleksi tato di

tubuhnya. “Nah saat bertandang ke rumah Deny, Jumat (4/4), saya melihat kamera Nikon 600 D miliknya. Tiba-tiba muncul niat jahat saya ingin menggasak kamera tersebut,” kata Kodok, dengan wajah tertunduk. Mengingat saat itu tidak ada kesempatan untuk mencuri, dia beralasan pamit pulang ke rumahnya sekitar pukul 16.00 sambil menunggu kesempatan emas. Tetapi dua setengah jam kemudian, kurang lebih pukul 18.30, Kodok kembali mendatangi rumah Deny. Entah kebetulan atau tidak, saat itu rumah Deny lagi sepi. Pintu gerbang dan rumahnya tertutup, namun tidak dikunci. Tersangka Kodok segera masuk ke rumah Deny, lalu

menggasak kamera yang diletakkan di atas meja belajar. “Saat itu Deny sedang mandi di lantai atas. Sedangkan orangtuanya tidak ada, kemungkinan pergi keluar rumah,” tegas Kodok. Begitu mendapatkan hasil, Kodok bergegas kabur dari rumah temannya itu. Keesokan harinya, yakni Sabtu pagi, Kodok menjual kamera hasil curiannya di wilayah Monang-Maning, Denbar, seharga Rp 3,2 juta. Selanjutnya dari hasil penjualan tersebut, Kodok memakainya untuk berbagai keperluan seperti membayar tato Rp 250 ribu di wilayah Denpasar, membeli HP Blackberry Gemini, sedangkan Rp 400 ribu dan Rp 50 ribu untuk makan. “Sisanya, Rp 2,5 juta saya berikan pacar agar disimpan,” kata Kodok. Kapolsek Mengwi Kompol Nengah Sumadi, didampingi Kanit Reskrim, I Gusti Ngurah Yudistira mengungkapkan, kasus hilangnya kamera tersebut dilaporkan Deny Wahyudi pada Minggu ( 6/4) lalu. Korban kepada polisi menjelaskan bahwa kamera Nikon 600 D, miliknya, yang diletakkan di atas meja belajar hilang saat dia usai mandi sekitar pukul 23.00. “Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 7 juta,” tegasnya. Berbekal laporan dari Deny, anggota Polsek Mengwi segera mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Polisi akhirnya berhasil mengantongi identitas pencuri, sehingga langsung dilakukan pencarian. Tak perlu waktu lama, tersangka dibekuk di rumahnya di Perum Dewata Permai, Sading, Mengwi, dini hari. Tersangka beserta barang buktinya berupa sisa penjualan kamera Rp 2,5 juta diamankan di Polsek Mengwi.  Wiadnyana

Kapolsek Mengwi Kompol Nengah Sumadi menunjukkan kamera yang dicuri IMS alias Kodok dari rumah temannya. 21 - 27 April 2014

35


LINGKUNGAN

Kawasan Konservasi Dilabrak Investor

D

esa Pancasari, Kecamatan Sukasada merupakan wilayah konservasi di Bali Utara. Bentangan kawasan hutan yang mengelilingi dua danau kembar (Danau Tamblingan dan Danau Buyan) di kawasan ini memang menyimpan potensi wisata alam yang tidak kalah menariknya dengan daerah lain. Selain itu, potensi wisata agrowisata juga sangat mendukung pengembangan objek wisata ini. Kawasan konservasi itu ditanami petani dengan tanaman yang bernilai ekonomis seperti kopi, tanaman hortikultura wortel, kul dan sebagainya untuk mendukung agrowisata. Daya tarik lainnya kawasan Pancasari berbatasan dengan kawasan taman wisata alam (TWA) yang dilindungi oleh pemerintah. Sejumlah investor dalam negeri dan asing sudah lama melirik kawasan Pancasari. Sebelumnya investor membangun sejumlah vila dan perumahan di kawasan Bukit Berbunga. Tak jauh dari kawasan Bukit Berbunga, juga dibangun akomodasi hotel seluas 11 hektar di wilayah Banjar Dinas Dasong. Sayang dari begitu banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di Pancasari, kini bangunannya terkesan mangkrak. Kini sejumlah akomodasi vila mirip kondotel dibangun di wilayah Banjar Dinas Dasong. Ironisnya bangunan itu tidak berkelanjutan. Bahkan, investasinya mangkrak dan tidak jelas kelanjutannya. Kondisi lingkungan menjadi kurang tertata dan justru menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Topografi wilayah berbukit-bukit dan struktur tanah yang labil, membuat kawasan ini tak layak ditanami beton karena rawan longsor. Apalagi Pemprov Bali telah membingkai dengan rambu-rambu perda tata ruang provinsi dengan memasukkan kawasan itu sebagai daerah konservasi. Sayang kawasan konservasi itu dilabrak oleh investor. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana tak menampik

36

21 - 27 April 2014

kawasan koservasi itu dibangun hotel. Ketika menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Bali Putu Agus Suradnyana, sempat menolak investasi di wilayah Banjar Dinas Dasong. Pasalnya sebagai kawasan konservasi, wilayah Dasong dengan hutannya mesti dijaga kelestariannya. Di samping itu, belakangan ini ada warga yang mempertanyakan proyek itu, sehingga pemkab memandang perlu mengkaji ulang keberadaan proyek tersebut. Hal ini sebagai komitmen pemkab menjaga kawasan konservasi di wilayah Banjar Dinas Dasong. ‘’Sekarang hanya ada dua pilihan dilanjutkan atau tidak. Untuk sementara kita kaji dulu, karena saya juga harus memperhatikan lingkungan sekitar,’’ jelasnya. Sejumlah warga sempat mempertanyakan kejelasan proyek tersebut. Pasalnya, areal proyek akomodasi wisata oleh pemilik modal tersebut memanfaatkan areal pertanian yang cukup luas. Areal lahan pertanian yang dimanfaatkan sebagai bangunan mirip kondontel itu mencapai 11 hektar. Dari areal seluas itu, tujuh hektar digunakan sebagai bangunan kamar peristirahatan lengkap dengan dapur, ruang keluarga dan taman. Total bangunan mencapai 120 kamar. Tidak itu saja, untuk penunjang akomodasi wisata ini akan dibangun sebuah supermarket yang memanfaatkan lahan empat hektar. Pembangunan ratusan kamar peristirahatan itu berada di bawah bendera PT Sari Nikita sejak tahun 2010 lalu. Investor ini telah membangun beberapa blok bangunan kamar peristirahatan. Namun, bangunan kamar itu baru mencapai sekitar 20 persen, karena masih berupa ruangan yang disekat-sekat dengan atap beton. Konon, investor tidak mampu melanjutkan proyek itu karena sedang bermasalah dengan keuangan. Akibat persoalan itu pula, sekitar 5 hektar lahan proyek pembangunan ratusan kamar peristirahatan itu, telah disita oleh salah satu bank milik pemerintah. Bahkan, beberapa

rekanan yang sempat memasok material bagunan ke dalam proyek, kabarnya juga tidak mendapat ganti rugi. Demikian juga dengan lima orang yang bertindak sebagai petugas satpam kala itu, tidak menerima gaji. Akibatnya, satpam itu pun berhenti dengan sendirinya. Setelah mangkrak, tahun 2013 lalu, investor kembali melanjutkan proyek ratusan kamar peristirahatan itu. Investor kedua ini dikabarkan akan melanjutkan empat blok bangunan kamar dengan memanfaatkan sekitar 1,8 hektar. Awalnya, warga setempat melihat investor kedua ini cukup serius untuk mewujudkan proyek tersebut. Selain melanjutkan pembangunan kamar, pihak investor juga membangun gapura di pintu masuk menuju lokasi proyek. Bahkan, rencana pembangunan supermarket juga diupayakan dengan mendatangkan rangka baja ke lokasi. Namun faktanya proyek pembangunannya kembali mangkrak untuk kali kedua. Kamar-kamar peristirahatan yang sempat dipoles, kini kembali tampak tidak terurus. Demikian pula dengan rangka baja yang telah berdiri sebagai bangunan supermarket, sudah tampak mengkarat. Perbekel Pancasari Kecamatan Sukasada Wayan Darsana mengatakan, dirinya tidak tahu persis proyek pembangunan ratusan kamar peristirahatan itu. Ia hanya mengetahui, proyek itu merupakan usaha keluarga. Apalagi, sejak awal pihak pemilik modal tidak pernah berkoordinasi dengan aparat desa setempat. Atas kondisi ini, pihaknya juga tidak menanggapi proyek itu. Waktu itu, pihak pemilik modal hanya berkoordinasi dengan beberapa warganya saja. Klian Banjar Dinas Dasong Wayan Artawan, membenarkan kondisi pembangunan ratusan kamar peristirahatan itu sedang dalam masalah keuangan. Dia juga membenarkan kabar jika investor sekarang sedang mencari pemilik modal untuk ikut melanjutkan proyek tersebut.  Mudiarta


Izin Langgar Perda Provinsi ADA fakta baru di balik proyek pembangunan akomodasi wisata di Banjar Dinas Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Salah satu izin diduga melanggar peraturan daerah (Perda) Provinsi Bali. Berdasarkan data di Pemkab Buleleng rekomendasi bupati untuk pembangunan akomodasi wisata itu terbit tahun

2007. Sesuai rekomendasi itu investor akan membangun vila, resort, dan hotel. Total luas areal yang akan diusahakan itu mencapai 20 hektar dan lokasinya merupakan kawasan konservasi. Proyek akomodasi wisata ini oleh PT Sari Nikita kemudian mengantongi sejumlah izin untuk mendukung investasi yang mulai tahun 2008 lalu. Izin yang telah dikantongi di antaranya izin prinsip yang diterbitkan bupati waktu itu dijabat Bupati Putu Bagiada. Izin lokasi, IMB dan izin analisa dampak lingkungan (HO).

Izin HO ini terbit berdasarkan kajian pihak salah satu konsultan terkenal. Proses penerbitan izin HO ini dinilai meragukan. Mestinya, izin HO diterbitkan Pemprov Bali, tetapi faktanya, izin HO dikeluarkan oleh Pemkab Buleleng. Selain itu, jumlah kamar yang akan dibangun diduga menyalahi ketentuan Perda Pemprov Bali yang mengatur batasan jumlah kamar akomodasi wisata yang diperbolehkan dibangun oleh investor.  Mudiarta

Bali Post/mud

Proyek akomodasi wisata di Banjar Dinas Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada mangkrak.

21 - 27 April 2014

37


PARIWISATA

Protes Kenaikan Tarif ”Airport Tax”

B

elum habis kekecewaan terhadap pelayanan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kali ini, masyarakat kembali dibuat kecewa dengan kenaikan tarif baru Kenaikan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara(PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) di bandara Internasional tersebut. Protes pun terus mengalir. Setelah GIPI Bali yang protes lantaran minim sosialisasi, kini giliran asosiasi biro perjalan wisata (Asita) Bali yang protes akibat kenaikan yang dinilai mencekik. Kenaikan tarif yang kerab disebut Airport Tax ini berlaku untuk penerbangan luar negeri yang semula sebesar Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu. Sedangkan, penerbangan dalam negeri ditetapkan Rp 75 ribu dari

sebelumnya Rp 40 ribu. Kebijakan tersebut juga berlaku di sejumlah bandara Internasional lainnya, yakni Bandara Juanda Sidoarjo dan Bandara Sepinggan Balikpapan dengan kenaikan domestik dari Rp 40 ribu menjadi Rp75 ribu, internasional dari Rp150 ribu menjadi Rp 200 ribu. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu untuk domestik dan internasional dari Rp100 ribu menjadi Rp150 ribu. Bandara Lombok Praya, yakni domestik naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu dan Internasional dari Rp100 ribu menjadi Rp150 ribu. “Kebijakan menaikkan Airport Tax sekarang ini merupakan kebijakan sepihak yang belum pernah sama sekali disosialisasikan dengan stakeholder

lainnya. Kami menghimbau supaya keputusan kenaikan Airport Tax tersebut bisa ditinjau kembali,” ujar Ketua Asita Bali Ketut Ardana di Denpasar. Selain persentase kenaikkannya di luar kewajaran jika dibandingkan dengan negara lain, perubahan-perubahan seperti penambahan fasilitas airport, penutupan bandara, termasuk juga menaikkan harga Airport Tax seyogyanya dikomunikasikan dan atau dikoordinasikan dengan stakeholder pariwisata lainnya. “Umumnya kenaikan itu berkisar 10 persen secara internasional bukannya 30 persen atau hampir mendekati 100 persen untuk domestik,” ucapnya seraya berpendapat kenaikan mestinya dibarengi dengan peningkatan kualitas fasilitas dan kualitas pelayanan.

Selain memiliki daya tampung yang lebih besar, yaitu ± 25 juta penumpang per tahun, pembangunan terminal baru internasional ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan sistem terbaru. Total investasi untuk pembangunan terminal dan pengembangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekitar Rp 3 triliun.

38

21 - 27 April 2014


Wakil Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Bagus Sudibya berpendapat kenaikan tarif PSC harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan. Terlebih, Bandara Ngurah Rai merupakan garda pertama dalam memberikan citra positif di mata wisatawan yang berkunjung. “Harus ada kompensasi ketika tarif dinaikkan. Misalnya, dengan peningkatan pelayanan. Selama ini saya masih melihat kekurang nyamanan yang dirasakan oleh para penguna bandara,” ujarnya. Dia mencontohkan, beberapa alat yang belum dioperasionalkan. Salah satunya pada pintu kedatangan Internasional yang hanya dilengkapi satu gate pemeriksaan saja. Padahal jika kedatangan beberapa pesawat secara bersamaan akan terjadi penumpukan penumpang. “Termasuk juga petunjuk-petunjuk yang masih membingungkan. Bandara sebagai pintu gerbang

Bali memang perlu mendapatkan perhatian semua pihak,” tegasnya. Senada dikatakan Ketua GIPI Bali Ngurah Wijaya. Dia meminta pihak pengelola meningkatkan service yang diberikan kepada pengguna bandara. “Airport Ngurah Rai masih dalam renovasi, terutama domestik. Sehingga, masih banyak service yang mesti ditingkatkan,” sarannya seraya menyebutkan banyak airport di Indonesia sangat tidak nyaman. Seperti, bandara yang berada di Cengkareng terutama terminal 1 dan 2. Sementara, Co. GM Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita menyatakan penyesuaian tarif tersebut sudah sejalan dengan peningkatan pelayanan dan fasilitas di bandara setempat. Seperti, pembangunan terminal internasional baru dengan luas 120.000 m2 dan renovasi terminal internasinal lama menjadi terminal domestik dengan luas 65.800 m2. “Kami yakin tidak akan memberatkan masyarakat,

karena jika dibandingkan negara lain seperti Thailand dan Australia, kita jauh lebih rendah,” optimisnya. Dikatakan, bahwa penyesuian tarif ini sudah terlebih dahulu dikoordinasikan dan komunikasikan dengan berbagai pihak. Seperti menyampaikan rencana penyesuaian tarif PJP2U ini kepada Kementerian Perhubungan pada Oktober 2013, melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada stakeholder seperti Airlines, Imigrasi, Karantina, Bea dan Cukai, INACA dan para mitra usaha, serta kepada pengguna jasa bandara yang dalam hal ini diwakili oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). “Pihak YLKI sebagai perwakilan dari konsumen memahami langkah Angkasa Pura I bahwa penyesuaian tarif PJP2U ini ditetapkan sebagai kompensasi dari peningkatkan pelayanan di bandara,” tandasnya.  Parwata

Buat Wisatawan Tak Nyaman SAAT ini di negara Asia, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang menerapkan Airport Tax. Padahal di negara lain seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam sudah tidak menerapkan tarif terpisah tersebut. Melainkan tarif itu digabungkan dengan harga tiket pesawat. Pasalnya, pengganti jasa service itu dinilai Anggota Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Mangku Kandia membuat wisatawan tidak nyaman. “Wisatawan dipungut Airport Tax sudah tidak nyaman, karena di luar negeri tidak ada yang dikenakan pajak airport,” ungkapnya. Dia berharap semua maskapai penerbangan bisa menerapkan penyatuan Airport Tax dengan tiket pesawat, seperti Garuda Indonesia. Pasalnya, sampai saat ini, baru Garuda yang melakukan penyatuan tiket dan Airport Tax (Passanger Service Charge). Hal itu perlu dilakukan agar semua penerbangan lebih sederhana dan tidak ribet. “Kita malu kadang-kadang dengan penumpang, harus bayar ini itu lagi. Maskapai lainnya harus menerapkan sistem seperti Garuda, karena itu adalah cara internasional,” tuturnya. Mengenai faktor ketidaksiapan maskapai penerbangan, menurutnya tidak bisa dijadikan alasan. “Masalahnya itu hanya soal mau atau tidak mereka menerapkan hal itu, bukan siap atau tidak siap,” katanya. Sementara dalam penerimaan Airport

Tax dan jasa lainnya yang ada bandara, Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Undiknas Prof. Dr. I.B. Raka Suardana, S.E., M.M. mengusulkan untuk dibagi dengan imbangan 80 persen untuk perusahaan pengelola dan 20 persen untuk daerah. Di daerah persentase tersebut dibagi lagi 10 persen untuk provinsi dan 10 persen untuk kabupaten/kota penghasil. “Dana bagi hasil yang bersumber dari sektor jasa bisa bersumber dari perolehan Visa on Arrival (VoA), Airport Tax dan bersumber dari pelayanan jasa pelabuhan laut,” sebutnya. Diusulkan, penerimaan VoA dibagi dengan imbangan 50 persen untuk pemerintah dan 50 persen untuk daerah. Sedangkan di daerah besaran itu dibagi lagi 10 persen untuk provinsi dan sisanya 40 persen dibagi secara merata untuk seluruh daerah kabupaten/kota yang ada. Menurutnya, jika pariwisata tidak bisa dimasukkan ke dalam bagian SDA, maka dalam draf revisi ditambah dengan sektor jasa (bukan SDA saja), sehingga pariwisata dimasukkan ke dalam sektor jasa tersebut. Sektor jasa ini dapat terdiri dari subsektor jasa pariwisata, jasa pelabuhan udara dan jasa pelabuhan laut. “Penerimaan dari jasa pelabuhan laut dibagi dengan imbangan 80 persen untuk perusahaan pengelola dan 20 persen untuk

daerah. untuk daerah, dibagi lagi untuk Provinsi 10 persen dan 10 persen untuk kabupaten/kota penghasil,” terangnya. Ditambahkan, Bali yang berkotribusi 46 persen dari pencapaian devisa nasional 8,47 miliar dolar AS pantas mendapatkan dana bagi hasil. Mengingat Bali yang hanya memiliki sumber daya nonperut bumi yakni pariwisata. Karena itu harusnya mendapat bagi hasil yang ekuivalen dengan daerah yang selama ini memeroleh bagi hasil sumber daya alam (SDA). Dana bagi hasil dalam UU 33/2004 adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi. Namun dalam UU tersebut terdapat kelemahan substansial dalam cara pandang bagi hasil SDA. Di mana SDA hanya dilihat dari perspektif hasil perut bumi, khususnya pertambangan. “Itu menunjukkan cara pandang yang subjektif dan tidak holistik. Sejauh ini pariwisata yang sejatinya juga merupakan potensi SDA di muka bumi yang secara faktual telah mampu menghasilkan devisa cukup besar di luar sektor migas namun tampak luput dari perhatian UU tersebut,” tandansya.  Parwata 21 - 27 April 2014

39


SERTIJAB Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya memimpin serah terima jabatan Danrem 163/Wirasatya ke Kolonel Inf. Heri Wiranto, S.E.

MBP/ Suryawan

40

21 - 27 April 2014


MBP/Suryawan

TANDA TANGANI PRASASTI - Ketua Mahkamah Konstitusi Dr. Hamdan Zoelva saat “masimakrama� ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Bali TV didampingi Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi diterima langsung Pimpinan Kelompok Media Bali Post. Dalam kesempatan tersebut, Hamdan menandatangani prasasti Ajeg Bali dan menerima karikatur dari Pemimpin Kelompok Media Bali Post Satria Naradha. Selain itu, Hamdan juga berkesempatan melakukan interaktif di Bali TV.

MBP/ist

PENGHARGAAN - PT Astra Honda Motor (AHM) menorehkan prestasi sebagai perusahaan otomotif roda dua dengan layanan Contact Center terbaik seiring keberhasilannya meraih penghargaan Contact Center Service Excellence Award 2014. Penghargaan ini semakin membuktikan kualitas dan komitmen AHM dalam memberikan layanan terbaik untuk konsumen.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

21 - 27 April 2014

41


BUDAYA

Pura Dalem Alit Banjar Sayan

Mohon Naik Jabatan Hingga

D

Pura Dalem Alit Banjar Sayan yang dipercaya sebagai pengasih.

42

21 - 27 April 2014

i Bali, yang namanya Pura Dalem diyakini sangat angker. Karena, di Pura Kahyangan inilah tempat orang ngiwa nunas panugerahan. Beda dengan Pura Dalem Alit yang terletak di Desa Adat Banjar Sayan, Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Badung. Pura yang terletak di ujung selatan wilayah banjar itu terkenal sebagai Pura Pengasih. Sebab, segala permohonan masyarakat selalu dikabulkan. Sesuai namanya, pura ini berukuran mini. Namun, pembagian wilayah yakni jaba sisi (nista mandala), jaba tengah (madya mandala) dan jeroan (utama mandala) masih tampak jelas. Dua pohon beringin besar yang tumbuh di sampingnya menjadikan aura pura semakin terasa. Sebuah batu yang diletakan pada sebuah palinggih sangat kuno dan dipercaya sebagai istana Dewi Pengasih. Di palinggih inilah masyarakat memohon keselamatan itu. Menurut Jro Mangku I Made Niksana (71), meski bukan masyarakat Desa Adat Banjar Sayan yang memohon, Dewi Pengasih yang beristana di pura tersebut pasti mengabulkan. Asalkan, doa permohonan disertai niat baik dan dibarengi dengan usaha. “Banyak masyarakat yang menghaturkan sesajen setelah berhasil dan sukses bisnis atau sembuh dari sakitnya,� katanya. Masyarakat yang mohon keselamatan dan kelancaran itu dari berbagai daerah di Pulau Dewata. Bahkan tidak sedikit dari luar daerah seperti Jawa. Jenis permohonan pun sangat beragam. Mulai dari sukses berbisnis, lancar berdagang, lulus sekolah, naik jabatan, kesuburan (nunas anak), dan sembuhkan sakit. Uniknya, masyarakat bisa memohon dari tempat tinggal mereka, tidak langsung di depan palinggih.


Sembuhkan Sakit Ada masyarakat melakukan sendiri tanpa harus ditemani mangku. Mereka ngaturang piuning dari luar pura. Dan setelah berhasil baru beserta pemangku. Ada juga mahasiswa di Jawa yang memohon dari sana, kemudian datang ke Banjar Sayan untuk “bayar” sesanggi. “Kami tahu semua itu, setelah mereka kembali ngaturang pejati naur sesangi (membayar hutang),” cerita Jro Mangku. Karena itu, tambah Jro Mangku, persembahan sesangi (bayar kaul) yang berwujud pajeng (payung tradisional) jumlahnya sangat banyak. Bahkan ratusan pajeng itu rusak di tempatnya. “Selain mapinunas, banyak juga masyarakat

yang ingin mencoba adu kekuatan dengan sesuwunan di pura ini. Berita itu tersiar, setelah orangnya sakit bahkan mati akibat kalah menghadapi sesuwunan,” ungkapnya. Di samping terkenal sebagai pengasih, Pura Dalem Alit Banjar Sayan juga dipercaya memiliki tentara yang siap membela semua warga hingga wilayah Banjar Sayan. Jika ada warga yang ingin berbuat onar atau bermaksud jahat, tentara ini pasti keluar untuk menghadangnya. Berapa jumlah pengacau yang datang, sebanyak itu pula tentara yang keluar. Berita unik itu sudah ada sejak zaman dulu hingga sekarang. Baru-baru ini wilayah Banjar Sayan pernah didatangi

para pemuda yang hendak mengacau. Namun, hasrat mereka gagal karena terlebih dahulu dihadang bahkan ditendangtendang para tentara. “Cerita tentang tentara yang membela wilayah desa itu, konon sudah ada sejak zaman dulu. Bahkan, pada zaman penjajahan, para tentara ini keluar dan ikut membantu warga dalam mengusir penjajah,” papar Jro Mangku.  Agung/Budarsana LAPORAN

www.bali-travelnews.com


TRADISI

’’Omed-omedan’’ di Sesetan

T

radisi unik yang hingga kini tetap lestari di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan adalah med-medan atau omed-omedan. Med-medan berasal dari kata omed-omedan yang artinya saling tarik. Tradisi ini rutin dilangsungkan pada Ngembak Geni, sehari setelah hari raya Nyepi. Bagaimana asal muasal omed-omedan? Sore hari pada Ngembak Geni, sejumlah anggota Sekaa Teruna Satya Dharma Kerthi Banjar Kaja Sesetan terlibat dalam tradisi omed-omedan. Sebelum tradisi ini dimulai, anggota sekaa teruna melakukan

44

21 - 27 April 2014

persembahyangan bersama di Pura Banjar Kaja dipimpin pemangku setempat. Acara diawali dengan pementasan tarian barong bangkal di lokasi omedomedan, tepatnya di jalan raya jurusan Sesetan-Kota Denpasar atau di depan Balai Banjar Kaja, Sesetan. Selanjutnya puluhan anggota sekaa teruna yang sudah mengenakan pakaian adat madya membagi diri. Anggota laki-laki berada di kiri (utara jalan) dan perempuan berada di kanan (selatan). Ketika aba-aba dimulai, masingmasing kelompok berlarian melintasi

lokasi lawan jenis. Air pun dikucurkan oleh anggota krama banjar ke tubuh mereka dengan menggunakan ember dan selang. Dalam keadaan basah kuyup mereka ‘’mengunggulkan’’ salah satu anggotanya untuk dihadap-hadapkan dengan anggota lawan jenis. Tariktarikan pun terjadi. Anggota laki-laki memegang tubuh sang perempuan, sehingga terjadi saling omed (saling tarik). Kesan romantis juga tampak ketika padangan mata saling beradu. Demikianlah seterusnya hingga semua kebagian.


Suasana gembira tampak dalam wajah mereka. Tepuk tangan penonton memberi semangat. Terlebih ketika dua lawan jenis sudah saling berhadap-hadapan dan berpegangan. Lalu, bagaimana tradisi ini bisa terjadi? Menurut sumber setempat yang pernah diwawancari, munculnya omed-omedan bermula dari sembuhnya seorang sesepuh Puri Oka Sesetan A.A. Made Raka dari suatu penyakit. Kapan itu terjadi, tak disebutkan secara pasti. Oleh karena menderita sakit, tokoh puri itu tidak menginginkan adanya keramaian (omed-omedan) di hari raya Nyepi. Tetapi krama banjar memberanikan diri untuk menyelenggarakannya. Mendengar adanya keramaian, A.A. Made Raka

berusaha mendatanginya. Tetapi aneh, sakit yang dideritanya sembuh seketika setelah menyaksikan acara tersebut. Dari situ muncul upaya tetap melaksanakan tradisi tersebut di hari raya Nyepi. Belakangan, tepatnya pada zaman Belanda, omed-omedan sempat dilarang. Kendati demikian tidak menyurutkan krama untuk tetap melanjutkan tradisi unik tersebut. Kegiatan pun lantas dilangsungkan secara sembunyi-sembunyi. Dulu, omed-omedan dilangsungkan pada harir Nyepi. Tetapi sejak tahun 1979 agar tidak mengganggu pelaksanaan catur brata panyepian, omed-omedan akhirnya dilaksanakan pada Ngembak Geni.  Subrata

Peristiwa Aneh OMED-omedan juga sempat ditiadakan karena ada penyimpangan berupa adegan ciuman. Tetapi peristiwa aneh pun terjadi. Sepasang babi yang tidak diketahui asal-muasalnya berkelahi di halaman Pura Banjar. Warga banjar yang melihat kejadian itu serta-merta melerainya, tetapi tak berhasil. Akhirnya, ada bawos agar omed-omedan tetap dilangsungkan. Begitu tradisi itu dilangsungkan, kedua ekor babi itu menghilang tanpa jejak. Sejak itulah krama tidak berani lagi meniadakan omed-omedan sehingga lestari sampai sekarang. Sementara itu, Klian Adat Banjar Kaja Sesetan I Made Sukaja mengatakan, tradisi ini merupakan warisan budaya yang terus dilestarikan. Peserta omed-omedan adalah pemuda-pemudi umur 17 tahun hingga 30 tahun atau yang sudah menginjak dewasa tetapi belum menikah. �Sebelum omed-omedan dilaksanakan terlebih matur piuning di pura banjar setempat, kemudian dilanjutkan pemercikan air suci ke areal pelaksanaan omedomedan dan persembahyangan bersama Sekaa Teruna Satya Dharma Kerthi Banjar Kaja Sesetan supaya selamat dalam pelaksanaannya. Usai persembahyangan terlebih dahulu diawali dengan pementasan barong bangkung di areal pelaksanaan omed-omedan. Selanjutnya anggota sekaa teruna dibagi dua kelompok menuju arah utara dan selatan, pria dan wanita. Sekitar 50 pemuda berhadapan dengan 50 pemudi. Setelah ada aba-aba dari para sesepuh desa, kedua kelompok saling bertemu satu sama lain dan peserta terdepan saling berciuman di depan ribuan penonton yang memadati sekitar lokasi omed-omedan,’’ katanya. Warga setempat meyakini bila acara ini tak diselenggarakan berkah sang Dewata sulit didapatkan dan berbagai peristiwa buruk bisa menimpa. Belakangan ini, untuk menambah kemeriahan dalam acara ini juga diselenggarakan pasar rakyat atau yang lebih dikenal pekenan paikatan krama Sesetan. Ada food heritage dan home industry.  Subrata/Manik Asta Jaya

MBP/dok

21 - 27 April 2014

45


ER TPRRAODPI S I TI

Plafon Perkuat Tema Ruangan

U

mumnya, dalam tiap pembangunan rumah sudah direncanakan mana ruangan atau kamar yang mesti diisi plafon. Namun, banyak juga masyarakat yang lebih senang ruangan atau kamarnya tanpa plafon. Contohnya dalam bangunan stil Bali, justru lebih menonjolkan desain rangka yang umumnya dari bahan kayu tua seperti jati, kayu kelapa dan sejenisnya sehingga terkesan klasik. Sementara untuk meredam panas matahari atau rembesan air hujan dari atap, bahan plafon atau pelindung justru di tempatkan di antara genteng dan rangka kayu tadi. Plafon merupakan daerah pembatas antara atap dengan ruangan di bawahnya atau bisa dikatakan sebagai langit-langit rumah. Dulu plafon untuk atap rumah tidak terlalu dianggap, karena letaknya di langitlangit dan sangat jarang dilihat oleh orangorang. Tetapi sekarang ini, plafon rumah sangat berkembang dan pilihan yang diberikan serta modelnya juga beragam. Plafon sendiri mempunyai manfaat untuk menjaga suhu ruangan yang diakibatkan oleh panas matahari sepanjang hari. Plafon

46

21 - 27 April 2014

juga dapat melindungi ruangan dari rembesan air serta angin. Kegunaan lain dari plafon yaitu untuk menahan debu dari atap, memperindah interior rumah, bisa juga untuk menutupi kerangka rumah supaya kelihatan rapi dan cantik. Plafon juga dapat memperkuat tema ruangan-ruangan yang sudah didesain sedemikian rupa. Model plafon rumah sendiri bermacammacam dan banyak jenisnya. Salah satunya, model plafon glass block. Plafon ini mempunyai model serta pola yang bermacam-macam. Untuk penerapannya, tidak dapat dipasang secara tersendiri, melainkan harus dipasangkan dengan plafon yang lainnya. Plafon jenis ini kebanyakan dipasang di kamar mandi. Ada juga yang senang memakai ďŹ ber untuk bahan plafonnya. Plafon jenis ini terbuat dari serat-serat plastik yang menggunakan warna transparan hingga warna buram. Sementara, banyak juga yang lebih senang memakai gypsum. Kebanyakan orang lebih memilih plafon gypsum karena mudah dalam pemasangannya serta bisa menyamarkan sambungan dari plafon satu dengan yang lainnya.

Model plafon lainnya adalah dari asbes yang merupakan kombinasi beberapa material dari silica. Fungsi dari asbes sendiri bisa digunakan untuk atap rumah dan sangat mudah dalam pemasangannya. Model plafon berbahan plastik PVC ini merupakan plafon yang tahan air. Hanya saja, beberapa pakar kesehatan menyarankan tidak menggunakannya Karena mengandung karsinogen penyebab kanker terutama paru-paru. Partikel asbestos yang sangat halus bila terhirup akan mengendap di paru-paru dan memicu asbesklorosis. Untuk kalangan menengah ke bawah, yang paling banyak digunakan adalah plafon triplek. Variasi ketebalannya membuatnya semakin menarik menjadi pilihan para pemborong/kontraktor. Sayangnya, plafon triplek bila sudah terkena bocoran air, langsung ternoda dan sulit untuk dicat agar kembali indah seperti semula. Bahkan, terkadang langsung mengelupas (terlepas) antarbilah/ bidang-bidang kayu penyusunnya. Bila sudah ternoda biasanya diakali dengan cat minyak, baru ditimpa cat tembok.  Sugiarta/ Berbagai Sumber


Pilih GRC atau Metal?

Yang Penting Sesuai Tema HAMPIR sama dengan komponen bangunan lainnya, plafon pun terus mengalami perkembangan-perkembangan sejalan dengan perkembangan desain dan arsitektur. Perkembangan tidak hanya pada model dan desainnya, tetapi juga bahan yang digunakan. Jika dulu tembok terbuat dari bata merah dan batako, kini ada bata ringan. Jika dulu hanya ada rangka kayu, kini juga ada rangka baja ringan dengan berbagai kelebihannya. Jika dulu hanya genteng berbahan tanah liat dibakar, kini juga ada genteng dari ďŹ ber, kaca, metal dan bahan lainnya dengan berbagai keunggulannya. Jika dulu masyarakat hanya mengenal plafon dari asbes, triplek, gypsum dan sejenisnya, kini juga mulai diproduksi

bahan plafon dari GlassďŹ ber Reinforced Cement (GRC). Bahkan, saat ini plafon GRC sudah mulai banyak digunakan untuk aplikasi plafon rumah. Keunggulan plafon dengan papan GRC yaitu lebih tahan terhadap api dan air, ringan dan luwes dan proses pengerjaannya pun cukup mudah. Sedangkan kekurangannya, yaitu tidak tahan benturan atau mudah retak. Karenanya, sedikit saja plafon dari GRC terkena jatuhan benda cukup berat, dipastikan akan jebol atau minimal retak. Jika memakai GRC mudah jebol dan retak, kini muncul pilihan plafon berbahan dasar metal. Bahan dasar dari plafon jenis ini adalah lempengan metal tipis yang diemboss sehingga tercetak berbagai macam motif ukiran dan kemudian ditambah

ďŹ nishing dengan cat minyak. Untuk saat ini, motif atau corak ukir pada plafon metal lebih dominan dengan unsur klasik. Kelebihan plafon metal adalah anti air, anti rayap dan tahan lama. Kelemahannya, hampir tidak ada, Cuma harganya dipastikan lebih mahal. Dari berbagai model, jenis dan bahan plafon yang ada di pasaran, apa pun yang dipilih sebaiknya pilih yang cocok dan sesuai dengan tema rumah. Yang terpenting, jangan sampai memilih jenis plafon yang pemasangannya ribet alias tidak mudah dan membutuhkan biaya cukup besar. Sementara untuk motif, disesuaikan dengan tema rumah utamanya tema ruangan.  Sugiarta/ Berbagai Sumber

21 - 27 April 2014

47


MUSIK

Delapan Lagu Dalam ’’Xscape”

M

eski telah meninggal, karya-karya Michael Jackson tetap ditunggu pengemarnya. Salah satu lagu itu, “Xscape” dijadikan judul album untuk meneruskan kebiasaan Jackson menggunakan satu kata untuk menamai albumnya. Rencananya, delapan lagu Michael Jackson yang belum pernah diperdengarkan akan dimasukkan ke dalam album baru berjudul “Xscape”, menurut keterangan dari Epic Records milik Sony Music Entertainment. Lagu itu ditemukan di arsip rekaman Jackson oleh L.A Reid, Ketua dan Kepala Eksekutif Epic Records. “Xscape” akan keluar pada tanggal 13 Mei, seperti diberitakan Reuters. Lagu-lagunya itu diproduksi kembali oleh pencetak hits masa kini, Jerome “Jroc” Harmon, yang menangani Beyonce dan Justin Timberlake. Menurut Reid, produser Rodney Jerkins dan John McCain juga masuk daftar untuk membuat lagu-lagu itu lebih bergaya kontemporer. Salah satu lagu itu, “Xscape” dijadikan judul album untuk meneruskan kebiasaan Jackson menggunakan satu kata untuk menamai albumnya, kata Reid. Label rekaman belum memberi tahu judul dari lagu lainnya. Timbaland akan menjadi produser eksekutif album tersebut. Jackson meninggal di usia 50 pada tahun 2009 lalu. Ia meninggal di Los Angeles akibat kelebihan dosis propofol anestesi yang diberikan oleh dokter pribadinya. Saat itu, ia sedang dalam masa latihan rangkaian konser di London.  Pusdat BP

48

21 - 27 April 2014


Wajah Bali Berbeda

P

enyanyi legendaris Indonesia Ebiet G. Ade mengaku sudah mengunjungi Bali sejak tahun 1970-an silam. Ebiet pun melihat Bali dengan wajah berbeda ketika kembali menginjakkan kaki di Bali untuk mengisi acara Cocktail Party di Shankara Resto Sanur. Menurutnya, pertumbuhan Bali sangat luar biasa bila dibandingkan tahun 70 atau 80-an silam. “Tentu dalam pertumbuhan itu ada yang bernuansa positif dan ada yang tidak. Tetapi saya percaya bahwa para tetua adat di Bali dan juga para pejabat yang berwenang saya kira akan mengelola Bali dengan bijaksana,” ujarnya usai bernyanyi. Ebiet menambahkan, Bali bisa jadi tidak lagi menarik dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara bila tidak dikelola dengan bijak. Terlebih saat ini,

ada beberapa perubahan yang bernuansa negatif terjadi di Pulau Dewata. “Kalau tidak bijaksana, niscaya Bali pada saatnya menjadi kurang menarik untuk turis mancanegara maupun kita. Satu catatan saya macet yang tidak tertangani, kemudian pertumbuhan bangunan yang tidak terkendali. Ini menurut pendapat pribadi saya,” jelasnya. Meski demikian, Ebiet tetap optimis pada saatnya Bali akan kembali seperti dulu. Ia sendiri pun mengaku tetap mencintai Bali, apapun keadaannya. ‘’Saya rasa tentu ada pertimbangan-pertimbangan yang mudah-mudahan pada saatnya Bali nanti tanah yang tetap indah, nyaman dikunjungi, dan ramah dari segala sisi,” harapnya. Di sisi lain, sebagai pekerja seni, Ebiet tetap mengingatkan masyarakat Bali melalui karya-karyanya. Utamanya

kepada siapa saja yang mempunyai kekuatan untuk menjaga kelestarian alam, kelestarian budaya, serta kelestarian tempat-tempat yang layak dan pantas untuk dilestarikan. “Karena pada saatnya kita akan sangat menyesal kalau tempattempat atau budaya yang melekat sirna oleh perkembangan zaman yang tidak terkendali,” pungkasnya. Konser Ebiet G. Ade di Shankara Resto juga menarik istri A.A. Ngurah Oka Ratmadi untuk datang. Istri Cok Rat, Ida Ayu Putu Manik mengaku sangat menggemari lagu-lagu Ebiet di samping sudah menganggap penyanyi asal Jawa Tengah itu sebagai keluarga. “Ebiet G. Ade dan istrinya sudah seperti keluarga. Setiap ke Bali pasti menelepon saya,” ungkap Manik yang hadir tanpa Cok Rat.  Rindra 21 - 27 April 2014 49


HIBURAN

Hotel Laksanakan ”Earth Hour 60+”

D

alam rangka mensukseskan program Earth Hour 60+, sejumlah hotel terutama di kawasan Kuta mematikan pencahayaan lampu selama satu jam. Kegiatan rutin yang biasa diadakan setahun sekali, tiap bulan Maret di minggu ke tiga ini antusias dilaksanakan manajemen bersama tamu hotel. Uniknya, setiap hotel punya cara berbeda untuk menyambutnya. Misalnya, di Hard Rock Hotel Kuta. Agar acara yang berlangsung singkat itu tetap meriah, manajemen hotel mengadakan dinner di Splash Bistro Restaurant dengan mengajak tamu beserta media partner sebelum Earth Hour dimulai. Saat pencahayaan hotel sudah dimatikan, acara dilanjutkan dengan pementasan attractive fire dance dan live musik di depan swimming pool. Selain menampilkan video kampanye Earth Hour, di akhir acara juga diisi sesi foto bersama dengan formasi angka 60 sambil membawa lilin yang sudah dinyalakan, kesempatan berfoto di depan cahaya lampu dengan angka 60 serta penyampaian kesan pesan dari undangan. Sementara di hotel lain seperti Grand Inna Kuta Hotel juga tidak mau melewatkan momen penting ini. Hotel ini memilih cara yang sederhana tanpa mengurangi dukungan mereka akan program yang mendunia ini. “Untuk mensukseskan

50

21 - 27 April 2014

program Earth Hour, kami terlebih dahulu mengadakan sosialisasi kepada semua staf dan tamu. Lampu yang kami matikan adalah areal main gate, garden, Breeze Resto, Putri Duyung Café, Jimbaran Lounge, Parkir termasuk koridor building Beach wing dan Bali Wing,” terang Public Relations Ani Wulandari. Selain di Kuta, Aston Hotel Denpasar juga ikut melaksanakannya dengan mempersembahkan penampilan rindik Bali yang bernuansa budaya. Acara juga dilengkapi dengan ramah tamah antara manajemen Aston dan staf sambil menikmati makanan dan minuman di area lobi. Areal lampu yang dimatikan saat itu hampir sama dengan hotel yang lainnya seperti koridor, kamar, areal kolam renang, lobi, Jempiring Restaurant dan toilet. President Director PT Hotel Indonesia Natour, Intan Abdams Katoppo yang juga berpartisipasi dalam program Earth Hour menyampaikan, program ini sangat penting karena sebagai bentuk pembelajaran kepada anak-anak untuk menghargai sumber daya alam dan lingkungan hidup. “Saya pribadi dan keluarga senang bisa terus berpartisipasi dalam program ini sejak tahun pertama dilaksanakan,” imbuhnya.  Ocha LAPORAN www.bali-travelnews.com



Majalah Bali Post Edisi 34