Page 1

230 | 7 - 13 Mei 2018

Kemacetan dan Sampah Ancam Kualitas Udara di Bali 30

RP 20.000


D A F TA R I S I OPINI lPura Bukan Objek Wisata 6 BALI SEPEKAN lPanen Raya, Harga Gabah Anjlok 7

LAPORAN UTAMA l Kemacetan dan Sampah Ancam Kualitas Udara di Bali 8 l Jungkir Balik Pertahankan IKLH 11 POLITIK l Kebijakan Tak Memihak 16 l Petani Objek Proganda Politik 17 KIPRAH lKiki Melanie Wijaya

Tak Harus ”Lalah Prejani” 18

MANCANEGARA l Penuh Sampah, Pulau Boracay Ditutup 20

LENSA l Tanam Padi 26

OLAHRAGA l Permintaan Maaf 27 PENDIDIKAN l PAUD Bernuansa Hindu

Melahirkan Generasi Berbudaya 32

PARIWISATA l TKA Berebut Rezeki Pariwisata Badung 38

DAERAH l Terseret Ombak di Pantai Watu Klotok

Jenazah Tiga Warga Ditemukan Terpisah 22

KESEHATAN lGigitan Ular Pada Manusia Pertolongan Awal dan Pencegahannya 24

7 - 13 Mei 2018

3


DARI PEMBACA

Nasib Tenaga Kerja Indonesia S

aya belakangan ini agak terusik dengan banyaknya berita tentang pekerja asing diperlonggar masuk Indonesia. Ini kabar gembira atau menyedihkan, saya juga tak paham betul. Ketiak pekerja di Indonesia yang asli orang Indonesia banyak yang menganggur, kita justru berharap banyak tenaga asing bisa masuk Indonesia. Artinya, kita harus siap-siap bersaing melawan mereka, dalam hal merebut peluang kerja. Yang saya khawatirkan, ketika kini banyak investasi di Indonesia dikuasai asing, maka pemilik modal tentu akan memberikan peluang lebih besar kepada warganya. Artinya, kebutuhan tenaga kerja untuk di investasi asing akan diserahkan kepada pekerja dari warga negara asal investor. Setidaknya itu persepsi saya. Namun, saya tetap berharap Negara bertanggung jawab terhadap nasib warganya. Banyaknya lulusan sarjana yang tercatat sebagai penganggur mestinya dicarikan solusi oleh pemerintah. Jangan membuat mereka justru makin terpinggirkan dengan memberikan ruang yang lebih luas kepada pekerja asing. Jika warga Negara Indonesia terdesak dan miskin gara-gara tak bisa bekerja di rumahnya sendiri, maka saya khawatir kepedulian terhadap negaranya juga lemah. Mereka akan fokus mengurus dirinya untuk bisa makan agar bertahan hidup. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, Citta Maya Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng:Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Sosiawan Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

7 - 13 Mei 2018

4


PA R I W I S ATA

Jatuh Cinta dengan Bali RATUSAN delegasi Publish Asia 2018 menghadiri Gala Dinner yang diselenggarakan Kelompok Media Bali Post (KMB) di Gedung Pers Bali Ketut Nadha Denpasar, Rabu (25/4) malam. Gala Dinner serangkaian acara WAN-IFRA Asia Pacific Conference ini juga didukung Pemkab Badung, Kementerian Pariwisata RI, Huber Group, Hatten Wines, Bali Coffee Banyuatis, Agung Roy Dekorasi, dan CV. Berkat Lamandau. Sementara WANIFRA Asia Pacific Conference sendiri digelar di Nusa Dua pada 25 dan 26 April 2018. Ada sebuah cetusan menarik yang terlontar dari The Chief of Operating Officer WAN-IFRA, Thomas Jacob. Ia mengatakan Bali mengingatkannya akan film “Eat, Pray, Love” yang dibintangi Julia Roberts. Menurutnya film itu sangat mewakili perasaan seseorang saat pergi ke Bali. Pasalnya, dalam cerita itu, Julia Roberts yang menjadi bintang utamanya, menemukan cinta sejatinya di Bali. Hal ini pun menurutnya berlaku bagi siapapun yang datang ke Bali. Ia mengatakan mereka pasti akan jatuh cinta dan ingin kembali lagi ke pulau ini. Demikian juga dengan para delegasi Publish Asia 2018. Ini merupakan kedua kalinya pertemuan para petinggi perusahaan penerbit dan pimpinan media massa se-Asia Pasifik digelar di Bali. “Saya harap kami bisa

datang lagi dan lagi ke Bali,” ujarnya. Soal keindahan Bali, terutama Badung yang menjadi lokasi pertemuan Publish Asia 2018, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang hadir dalam Gala Dinner, berharap para peserta bisa menikmati sejumlah destinasi wisatanya. Ia juga berharap pertemuan ini dapat semakin meningkatkan komunikasi dan hubungan yang sinergis antarmedia di kawasan Asia Pasifik, media dengan masyarakat internasional, serta media dengan pemerintah negara-negara di dunia. “Bagi kami, keberadaan pers sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia ini memegang peranan yang amat penting dan strategis dalam upaya mendukung penyelenggaraan fungsi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan,” ujarnya. Menurut Suiasa, pers, dalam hal ini media cetak dan elektronik, merupakan salah satu referensi dalam upaya mengelola segenap potensi daerah. Tentunya untuk kesejahteraan masyarakat dan krama Badung. Terlebih, sinergi antara Pemkab Badung dan pers juga telah terbangun dengan sangat baik. Atas dasar itu pula, segenap jajaran di lingkungan Pemkab Badung telah bertekad untuk selalu membina hubungan yang harmonis, serta saling pengertian dan kekeluargaan dengan insan pers. Termasuk menyambut baik pelaksanaan WAN-IFRA Publish Asia 2018.

Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutan tertulisnya juga sedikit menyinggung soal Badung yang menjadi pintu gerbangnya pariwisata Bali. Badung khususnya telah menjadi destinasi pariwisata internasional favorit wisatawan mancanegara, sejalan dengan predikat destinasi terbaik yang melekat pada Bali. Badung juga menjadi pusat akomodasi wisatawan dan seringkali terpilih sebagai lokasi pelaksanaan MICE bertaraf internasional. Hal inipun telah membawa kemajuan serta pertumbuhan yang menggerakkan perekonomian di kabupaten tersebut. “Oleh karenanya, tidak dapat dipungkiri, sektor pariwisata telah menjadi sektor andalan dan unggulan disamping sektor pertanian dalam arti luas dan sektor kerajinan serta UMKM,” paparnya. Terkait hal ini, Giri Prasta menginginkan agar Publish Asia dapat menjadi media promosi pariwisata bagi Badung, Bali, dan Indonesia pada umumnya. Terlebih, pariwisata Bali sempat mengalami penurunan sebagai dampak erupsi Gunung Agung. Dalam upaya pemulihan saat ini, bisa dilihat pariwisata Bali tetap berjalan dengan baik dan aman. Tidak terjadi kerusakan yang signifikan, bahkan alam dan panorama Bali masih tetap indah juga menarik untuk selalu dikunjungi wisatawan. l Rindra

7 - 13 Mei 2018

5

5


OPINI

Pura Bukan Objek Wisata

B

erulang kali kejadian turis naik ke atas palinggih, tidak menjadikan umat Hindu, terutama pangemong Pura, prajuru adat, dan juga pemerintah mengambil sikap tegas. Setidaknya perlu ada tuntutan agar regulasi yang menjadikan Pura sebagai objek wisata, atau dengan kamuflase kata “kawasan wisata” segera dicabut. Sudah saatnya sebagai pemeluk Hindu yang taat dan bermartabat tidak membiarkan kejadian serupa terus terulang. Memalukan sekaligus memilukan, umat yang begitu menyucikan Pura melalui sakralisasi (samskara) seperti pamlaspas ataupun ngenteg linggih, ternyata kejadian yang masuk katagori melecehkan sekaligus meletehkan tersebut tetap saja disikapi “dingin”, bisa jadi menunggu kejadian sama terjadi lagi. Menelisik asal nama Pura, berasal dari urat kata “Pur” yang artinya ‘benteng’, mengandung makna sebagai tempat yang selalu dalam keadaan dilindungi guna tetap menjaga kesucian atau kesakralannya agar tidak tercemar oleh segala bentuk kekotoran, baik yang datang dari pikiran, ucapan maupun perbuatan. Perbuatan turis menaiki hingga ke puncak palinggih lalu duduk bergelayut merupakan bentuk penistaan, penodaan, pelecehan, bahkan penghinaan terhadap rasa kebatinan umat Hindu yang begitu kuat keyakinannya terhadap Pura sebagai sthana Hyang Widhi beserta manifestasi-Nya. Dalam keyakinan Hindu, meski Pura dengan jajaran palinggihnya dibangun dengan bahan material, tetapi ketika sudah melalui sakralisasi, saat itu sudah terjadi transendensi, yang semula bersifat material bergerak naik menjadi bernilai sakral (suci). Tidak lagi seperti pajangan palinggih yang berjajar di pinggiran jalan raya Kapal-Badung yang berstatus barang komoditi, bebas diperjualbelikan, atau bahkan dijadikan dekorasi, lantaran bersifat profan. Berbeda dengan Pura dan palinggihnya, setelah melalui ritual samskara, statusnya berubah menjadi tempat suci. Sehingga, siapapun yang datang dan masuk Pura wajib hukumnya berkeadaan suci, pikiran, perkataan dan perbuatannya. Semua unsur yang hadir di Pura harus serba suci, karena berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan ritual suci, umat bersujud bhakti kehadapan Hyang Widhi dan Ida Batara-Batari, melalui haturan banten suci, dilaksanakan oleh orang suci, dan diakhiri dengan mohon air suci.

6

Oleh I Gusti Ketut Widana

Dengan demikian, perbuatan menaiki, melangkahi, menginjak, apalagi menduduki palinggih atau singgasana Hyang Widhi (Padmasana) termasuk katagori perilaku daki (kotor dan mencemari) yang secara batiniah sangat melukai emosi religi umat Hindu. Akan tetapi jika dipertanyakan, siapa yang patut dipersalahkan dalam kejadian ini, tentu saja telunjuk tudingan lebih tertuju kepada umat Hindu itu sendiri, yang terlalu bersikap permisif. Atas nama dan demi kepentingan pariwisata dengan iming-iming keuntungan material finansial, seakan semuanya bisa/ boleh dijual bahkan diobral. Pura sebagai tempat suci pun diseting sebagai mana halnya barang komoditi lalu dikomodifikasi lewat cara-cara komersialisasi. Konsep bhakti yang menjadi landasan kuat keyakinan umat Hindu akhirnya bergeser, dipengaruhi kepentingan ngalih bati (keuntungan). Pura yang sejatinya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya aktivitas ritual menuju pendakian spiritual, berubah drastis menjadi hasrat menggelorakan gairah “spirit-jual”. Hanya dengan menyodorkan pipis (uang), turis mendapat selembar karcis, lalu dengan gelis bin kalis bebas merdeka memasuki area suci Pura, nyaris tanpa scanner, apakah mereka dalam keadaan suci atau malah sedang kotor (sebel/cuntaka). Para turis dengan leluasa melenggang masuk, berjalan-jalan, berfoto-ria (selfi), berbaur dengan umat yang sebenarnya menghendaki suasana bhaktinya berlangsung khidmat/khusuk (seken). Tidak jarang di antara turis ada yang saking ingin tahunya berusaha mencoba, mula-mula menyandar di bagian bawah palinggih, lama-lama bergerak naik, lalu duduk atau tiduran, bahkan seperti kejadian di sebuah Pura di Lembongan dan terakhir di Pura Gelap Besakih, sampai berhasil menduduki sthana/singgasana Hyang Widhi. Lebih miris, tragis dan ironis lagi, ada kejadian pasangan turis melakukan hubungan seks di sebuah area Pura di seputaran Tampaksiring beberapa waktu lalu. Atas kejadian beruntun yang begitu menusuk hati nurani itu, tak jarang muncul pertanyaan usil bin jahil dari umat awam, “Katanya Pura itu sudah di-plaspas atau ngenteg linggih, ke mana ya Ida Batara kok tidak dipentil turis itu untuk membuk-

tikan bahwa Beliau ada di sana?” jawaban sederhana bernada ewer juga, “Bagaimana mungkin Beliau hadir di Pura, wong setelah upacara ngenteg linggih selesai, umatnya pada enteg sebeng, amat jarang pedek tangkil menghaturkan sembah bhakti !”. Sebab ratarata umat Hindu datang ke Pura, setidaknya enam bulan Bali (210 hari) atau setahun sekali saat upacara piodalan berlangsung. Bahkan tidak dapat dimungkiri, adakalanya umat Hindu ke Pura juga dalam keadaan pura-pura (formalitas). Tidak sedikit di antaranya, umat ke Pura (terutama sebelum dan selepas nyakupang sembah sekitar 5-10 menit) lebih banyak waktunya dihabiskan untuk melali (jalan-jalan) dan maplalianan (bermain-main). Sehingga, merujuk teori dramaturgi Erving Goffman (1922-1982) aktivitas bhakti umat Hindu di Pura ketika upacara yadnya berlangsung (mlaspas, ngenteg linggih, piodalan, dll) tak ubahnya seperti pentas konsumerisme di panggung ritual. Kental sekali suasana eufo/fun ritual, umat begitu gembira ria, ceria dan bergairah melakoni kegiatan ritual, tetapi bernuansa seremonial, ala festival, karnaval, dan tidak jarang berbiaya kolosal. Prosesi ritual pun lebih tampak sebagai media penghiburan daripada berfungsi pengluhuran. Apalagi, ditimpali kehadiran turis berseliweran bercampur baur dengan umat, menjadikan suasana Pura persis seperti sebuah pesta (party), umat menghaturkan pesta untuk Ida Batara-Batari melalui sajian upakara bebanten, umat pun tak kalah serunya membuat pesta untuk diri masing-masing, antara lain dengan mengonsumsi berbagai macam hidangan kuliner yang selalu menyertai setiap upacara yadnya berlangsung. Belum lagi hadirnya berbagai macam hiburan (bebalihan), hingga yang memancing selera kotor lewat tontonan berbau porno (jaruh). Tak terkecuali rupa-rupa adu keberuntunbgan (judi) turut pula meramaikan dengan alasan sebagai “hiburan”. Akhirnya, keberadaan Pura sebagai tempat suci pada saat upacara yadnya berlangsung, benar-benar seperti layaknya pasar malam, meriah, sumringah dan bergairah. Konsep bhakti suci yang murni pun tanpa disadari terjegal oleh hasrat penghiburan duniawi, yang tidak terkendali. Penulis, dosen Fakultas Pendidikan Agama & Seni Unhi Denpasar

7 - 13 Mei 2018

6


BALI SEPEKAN

Pasar Karangsokong Dibobol Maling

MBP/eka

Panen Raya, Harga Gabah Anjlok PANEN raya tidak serta merta membuat para petani di Kabupaten Badung sumringah. Panen raya tidak saja terjadi di Badung, tapi juga di daerah lainnya di Bali. Alhasil harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani anjlok dari harga Rp 4.800 sampai Rp 5.000 per kilogram menjadi Rp 4.500 hingga Rp 4.600 per kilogram. Pelaksana Tugas (Plt.) Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Putu Oka Swadiana mengatakan, informasi tersebut bersumber dari para penyuluh lapangan. Penurunan ini juga terjadi pada harga gabah tebasan tingkat petani. Bila pada panen sekitar Januari 2018 lalu harga gabah tebasan masih Rp 300 ribu per are, tapi kini turun menjadi Rp 220 ribu per are. ‘’Memang terjadi penurunan harga. Sekarang harga GKP

rata-rata Rp 4.500 per kilogram dan gabah tebasan Rp 220 ribu per are,’’ ujar Oka Swadiana, Selasa (24/4) lalu. Hal senada juga dilontarkan Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Made Mertayasa. Ia mengatakan, penurunan harga gabah salah satunya dipicu oleh panen raya yang terjadi di Badung dan kabupaten lainnya di Bali. Seperti Kabupaten Tabanan yang dikenal sebagai daerah lumbung padi. ‘’Tabanan saat ini juga panen. Ini salah satu penyebab kenapa harga gabah turun. Namun, harga GKP maupun harga tebasan gabah ini masih dinilai stabil. Malah ini masih di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan Rp 3.700 per kilogram,’’ jelasnya. l Parwata

PASAR Karangsokong Amlapura terus menjadi sasaran empuk para maling. Pasar terbesar di Karangasem tersebut, kembali dibobol pencuri Senin (23/4) lalu. Pencuri menyasar aneka barang yang ada di pasar terbesar di Amlapura itu. Anehnya, peristiwa ini sudah berulang kali terjadi. Para pedagang juga sudah lama mengeluh agar sistem keamanan di pasar itu dibenahi. Namun, kenyataannya belum juga terealisasi hingga kini. Kasus pencurian kembali terjadi Senin lalu. Banyak pedagang tiba-tiba ribut setelah kehilangan aneka barangnya. Seperti baju, jam tangan, jajan, hingga bumbu-bumbuan. “Ada 50 item jam tangan saya yang hilang,” kata salah satu pedagang, Pudin, yang berjualan di Pasar Karangsokong, bagian atas. Pedagang lainnya, Luh Suteja, juga mengaku banyak kehilangan dagangannya. Dia kaget setelah menggelar dagangannya tiba-tiba banyak item bajunya yang hilang. Melihat seringnya ada pencurian di Pasar Karangsokong, pedagang lainnya mulai waswas. Padahal, setiap harinya sudah ada petugas jaga atau waker yang melakukan penjagaan di Pasar Karangsokong itu. Kapolsek Kota Karangasem, AKP I Nengah Berata, mengatakan pihaknya belum menerima adanya laporan warga atau pedagang Pasar Karangsokong. Meski demikian, pihaknya memastikan melakukan penyelidikan terkait maraknya kasus pencurian di Pasar Karangsokong itu. l Bagiarta

Sidang Paripurna Hanya Diikuti 11 Anggota Dewan DPRD Gianyar menggelar sidang paripurna beragendakan penyampaian hasil kerja Panitia Khusus (Pansus), Selasa (24/4). Namun dari pertengahan hingga akhir, kegiatan itu hanya diikuti belasan anggota dewan. Sisanya tidak hadir lantaran tugas dinas ke luar kota. Ada pula yang izin meninggalkan sidang. Sidang hampir molor karena awalnya yang hadir hanya 20 dari 40 anggota dewan Gianyar. Beberapa menit kemudian datang anggota dewan lainnya hingga

jumlah yang hadir 22 orang. Sidang paripurna ini pun akhirnya dimulai dengan dipimpin Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Togog. Sementara Ketua DPRD Tagel Winarta tidak bisa hadir karena sedang berada di luar daerah dan Wakil ketua dewan lainnya, Ketut Jata izin ada upacara. Ketika sidang dibuka, anggota dewan yang mengisi absensi sebanyak 22 orang. Namun di pertengahan satu-persatu anggota dewan meninggalkan ruang sidang

sampai akhirnya menciut menjadi 11 orang saja. Meski demikian, sidang tetap berlanjut dan hasil kerja pansus tetap disetujui. Ditemui usai sidang, Wakil Ketua DPRD Gianyar Made Togog menegaskan, sidang tetap dilanjutkan karena di awal sudah kuorum. Terkait minimnya kehadiran anggota dewan, dia beralasan banyak yang tugas ke luar kota dan ada yang izin upacara keagamaan. l Manik 7 - 13 Mei 2018

7

7


L A P O R A N U TA M A

Kemacetan dan Sampah Ancam Kualitas Udara di Bali

B

ali sebagai sebuah pulau kecil yang mengandalkan sektor pariwisata, tentu saja harus memiliki kualitas udara yang baik agar masyarakat dan wisatawan yang sedang berlibur bisa hidup dengan sehat. Seiring makin padatnya Bali, baik itu dari sisi manusia dan kendaraan bermotornya, ancaman memburuknya kualitas udara makin nyata. Mungkin, memang belum sampai separah Jakarta atau kota-kota besar yang terdapat banyak pabrik dan industri padat karyanya. Namun, Bali yang merupakan sebuah destinasi wisata, harus betul-betul memperhatikan kualitas udara. Jangan sampai wisatawan enggan datang ke Bali karena buruknya kualitas udara. Soal kualitas udara, 18 tahun lalu, tepatnya pada 2000 silam, Bapedalda Provinsi Bali pernah melakukan pengukuran kualitas udara ambien yang dilakukan secara acak (grab sampling) untuk parameter CO, NOx, S02, total partikulat (TSP) dan timbal (Pb) di 27 lokasi di Provinsi Bali. Berdasarkan hasil yang diperoleh khusus untuk parameter CO, NOx dan S02 dinilai cukup baik. Konsentrasi tertinggi untuk ketiga parameter tersebut mencapai kurang lebih 4,20 dan 22 % dari BMUAN untuk rata-rata 24 jam. Untuk parameter TSP hanya tiga tempat dari 27 lokasi pengukuran yang memenuhi BMUAN. Dapat diasumsikan bahwa TSP tersebut berasal dari berbagai sumber baik industri besar maupun sedang disamping kendaraan bermotor sedangkan untuk parameter Pb sumber utamanya hanya berasal dari emisi kendaraan bermotor. Konsentrasi TSP dan Pb yang dinormalisir (perbandingan konsentrasi aktual terhadap BMUAN). Dimana konsentrasi minimum Pb terukur adalah 1.6 kali BMUAN dan nilai maksimumnya mencapai 7.3 kali di daerah Tuban. Sebagai bagian dari jaringan pemantauan kualitas udara ambien, Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar telah mengoperasikan tiga stasiun pemantauan

8

7 - 13 Mei 2018

secara kontinyu sejak pertengahan tahun 2001. Nilai rata-rata pengukuran 24 jam di ketiga stasiun, tidak terlihat adanya nilai yang melampaui BMUAN untuk rata-rata pengukuran 24 jam. Selain itu sejak November 1998 Bapedalda Kabupaten Badung bekerjasama dengan Bali Tourism Development Center (BTDC) telah mengoperasikan satu unit stasiun pemantauan udara ambien (PM10) di Nusa Dua sumbangan dari Pemerintah Singapura. Walaupun data PM10 yang dihasilkan dalam bentuk ISPU menunjukkan kategori kondisi udara baik mengingat kawasan Nusa Dua merupakan kawasan ekslusif yang jauh dari keramaian lalu lintas tetapi dari tahun 1999 ke 2000 terlihat adanya penurunan kualitas udara. Tidak ada satupun kegiatan industri yang menjadi potensi pencemar utama. Namun demikian jumlah konsumsi energi yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, listrik dan industri dapat menjadi potensi utama bagi sumber pencemaran TSP. Pertambahan beban emisi secara langsung disebabkan oleh peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Kenaikan jumlah kendaraan bermotor dapat juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang pada akhirnya akan menghasilkan pencemaran udara yang semakin memburuk. Kemacetan lalu lintas telah diamati di beberapa ruas Jalan Diponegoro, Dewi Sartika, Gajah Mada serta jalan-jalan lainnya dimana terdapat sejumlah pertokoan/swalayan yang menimbulkan bangkitan perjalanan. Adanya bangkitan perjalanan tersebut akan menimbulkan adanya benturan kepentingan antara pejalan kaki dengan pengendara kendaraan bermotor. Kemacetan yang terjadi akan menambah parah kualitas udara di daerah tersebut. Denpasar merupakan salah satu kota di Bali yang perlu dicermati. Sebab, sebagai Ibu Kota Bali, Denpasar mengalami penurunan kualitas udara seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Berdasarkan laporan SLH Kota Denpasar

2008, Kota Denpasar telah mengalami penurunan kualitas udara. Hal ini antara lain disebabkan oleh kegiatan transportasi dan industri seperti industri pembangkit listrik, kimia, bahan bangunan umum, serta kerajinan dan logam. Namun, pencemaran udara yang ditimbulkan dari sumber industri ini tidaklah signifikan. Penyebab utama pencemaran udara di Kota Denpasar adalah kegiatan transportasi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan volume kendaraan yang naik secara signifikan dalam kurun waktu enam tahun terakhir dengan peningkatan sebesar 7 persen untuk tiap tahunnya. Jumlah kendaraan bermotor di Denpasar pada 2003 mencapai 345.332 unit, sedangkan empat tahun kemudian jumlahnya menjadi 481.086 unit. Ketua Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan Universitas Udayana (Unud), Dr. Ketut Gede Dharma Putra, M.Sc., mengatakan penyumbang terbesar polusi udara di Bali adalah emisi gas buang kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Meningkatnya jumlah kendaraan di Bali disebabkan karena sistem transportasi publik tidak berfungsi dengan baik, sehingga masyarakat Bali terpaksa menggunakan kendaraan pribadi. Penggunaan batubara dan diesel pada pembangkit listrik di Bali juga memberikan kontribusi terhadap perubahan kualitas lingkungan di sekitarnya, seperti pencemaran air, udara, kebisingan dan getaran. Sementara itu, dikatakan, sanitasi lingkungan di Bali juga tidak baik. Ini disebabkan karena pemerintah kabupaten/ kota di Bali gagal mengelola masalah sampah. Sehingga, sumber polutan dari tempat pembuangan akhir (TPA) setiap hari masuk dan berdampak ke lingkungan. “Sampai hari ini belum ada sistem pengolahan limbah medis di Bali, sehingga polutan bahan berbahaya dan beracun masuk ke lingkungan tanpa kendali,� tandas Dharma Putra. Selain itu, wacana Bali sebagai provinsi clean and green masih jauh dari


MBP/wan

Sejumlah kendaraan terjebak dalam kemacetan di ruas jalan sekitar Kuta, Badung.

harapan. Dari sisi pengelolaan sampah, dikatakan pemerintah kabupaten dan kota belum mampu mengelola TPA sampah yang baik. Masih digunakannya batu bara dan diesel sebagai sumber energi listrik mengakibatkan udara semakin kotor. Seharusnya sumber listrik menggunakan gas atau tenaga matahari. “Belum ada sistem pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun dan limbah medis mengakibatkan polutan bahan berbahaya dan beracun tidak tertangani dengan baik,” tegasnya. Penyebab lain sanitasi lingkungan dan polusi udara di Bali, disebabkan semakin bertambahnya penduduk pendatang yang bermukim di kawasan perkotaan yang padat serta masih ditemukannya penduduk miskin di Bali. Hal ini akan berkaitan dengan permasalahan lingkungan, seperti perambahan hutan, pelanggaran tata ruang wilayah, pemukiman kumuh, maupun masalah sanitasi yang buruk. Kinerja pelayanan birokrasi pemerintahan yang rendah, terutama pada aspek perizinan usaha, korupsi, kolusi, dan nepotisme memiliki kaitan dengan sikap apatisme masyarakat Bali terhadap program-program pembangunan. Di samping itu, dikatakan, sikap mau menang sendiri, arogran, dan mementingkan diri sendiri, kelompok dan golongan akan mendorong tindakan yang mengabaikan rasa kesetiakawanan sosial, gotong royong, dan empati yang

sangat penting dalam pengendalian terhadap permasalahan lingkungan. Perlu Konsisten Berbagai permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi Bali memerlukan pengelolaan dan pengendalian dampak lingkungan yang konsisten dan terpadu. Hal ini terkait dengan upaya meningkatkan partisipasi para pihak terkait dan perubahan perilaku masyarakat dalam memandang laju proses pembangunan. “Harapannya agar konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang menyeimbangkan aspek ekonomi, budaya dan lingkungan menjadi harapan bersama dalam mewujudkan Bali yang maju dan sejahtera,” kata dosen MIPA Unud ini. Oleh karena itu, ancaman pencemaran lingkungan hidup bagi masa depan Bali perlu dihadapi dengan ketersediaan program pengendalian yang terpadu dan konsisten yang diimbangi dengan kecukupan dukungan sumber daya. Keberadaan tiga pilar utama, yakni pemerintah, sektor industri/bisnis, dan masyarakat perlu bersatu padu mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan ini. “Kendala utama adalah tidak efektifnya koordinasi antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam menyiapkan anggaran untuk pengelolaan lingkungan hidup. Sehingga, masalah ini tidak pernah terselesaikan,” ujarnya.

Strategi pengendalian pencemaran lingkungan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, seperti pendekatan kebijakan dan kelembagaan, teknologi, dan sosial ekonomi. Pemahaman terhadap fenomena pencemaran lingkungan hidup juga tidak dapat dipisahkan dari perilaku masyarakat yang mulai mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal. “Oleh karena itu, pendekatan budaya yang berbasis pada perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah dan limbah yang dihasilkannya juga sangat berperan dalam mengurangi ancaman pencemaran lingkungan ke depannya,” pungkasnya. Penyakit Paru Meningkat Makin turunnya kualitas udara di Bali, peningkatan penyakit yang berhubungan dengan paru-paru juga meningkat. Salah satu penyakit yang perlu mendapatkan perhatian adalah Tuberculosis (TBC). Indonesia menempati peringkat kedua setelah India untuk kasus TBC. Sementara di Bali sendiri diestimasikan ada 13 ribu penderita TBC. Dari jumlah itu, baru sekitar 26 persen atau 3 ribu kasus yang berhasil ditemukan dan diobati. “Jadi masih ada 10 ribu yang berpotensi menularkan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya saat peringatan Hari TBC Sedunia belum lama ini. l Winatha, Rindra, Diah 7 - 13 Mei 2018

9

9


L A P O R A N U TA M A

PENCEMARAN UDARA DI DENPASAR KARENA TRANSPORTASI DARAT  Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor tak seimbang dengan ertambahan panjang jalan dan perbaikan kondisi jalan. Sehingga jumlah dan kepadatan total kendaraan bermotor di jalan suatu areal tertentu menjadi padat.  Meningkatnya laju emisi pencemar dari setiap kendaraan bermotor karena macetnya jalan.  Tingginya biaya pemeliharaan/perawatan kendaraan bermotor sehingga kendaraan tidak dirawat secara teratur.

 Pembakaran bahan bakar minyak yang tidak sempurna karenamesin-mesin kendaraan bermotor sudah tua.  Kurangnya jalur hijau dengan tanaman yang dapat mengabsorpsi bahan pencemar.  Terbatasnya dana untuk melakukan upaya pengawasan, pemantauan, pengujian kualitas udara dan sosialisasi kepada masyarakat.  Pengaturan parkir kendaraan yang kurang optimal.

Parameter Pencemaran SO2 Secara fisik, gas ini dapat merusak bangunan akibat korosi. Hasil pembakaran kendaraan bermotor, industri pembuatan kertas dan peleburan logam merupakan kontributor emisi SO. Selain menyebabkan hujan asam, gas SO2 mengalami perubahan wujud menjadi aerosol sulfat di awan dan air hujan yang menyebabkan kerusakan permanen pada paru-paru apabila terhirup oleh hewan dan manusia. NOx (Nitrogen Oksida) Apabila terpapar gas nitrogen dapat menimbulkan iritasi pada paru-paru, mata dan hidung. Nitrogen dioksida selain dihasilkan dari asap kendaraan bermotor juga dari pembakaran batu bara dan pembangkit energi listrik. CO (Karbon Monooksida) Apabila gas ini dihirup dalam jumlah yang tinggi menyebabkan rasa pusing, pingsan bahkan kematian ketika terpapar secara terus-menerus. Ketika ibu hamil terpapar gas ini maka berat janin mengecil, merusak otak dan kematian pada janin. Selain kendaraan bermotor, kegiatan industri, pembakaran sampah padat dan hutan memberikan pasokan gas CO yang tinggi. Pb (Timbal) Timbal secara kumulatif dalam jangka waktu 10 tahun dapat menimbulkan berbagai gangguan kronis mulai dari organ ginjal, hati, jantung dan sistem saraf.

10

7 - 13 Mei 2018

10


Jungkir Balik Pertahankan IKLH

MBP/dok

Suasana di Tukad Mati. Salah satu lokasi tempat diambilnya sampel IKA Badung.

UPAYA memelihara, mengurangi laju kerusakan dan pemulihan kualitas lingkungan tidaklah mudah. Terlebih di tengah pertumbuhan penduduk dan kendaraan yang tidak terkendali membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) jungkir balik mempertahankan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Seperti diungkapkan Kadis LHK Badung Putu Eka Merthawan kepada majalah Bali Post, Senin (3/4). Birokrat asal Sempidi ini mengaku, IKLH merupakan janji bupati yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangkan Menengah Daerah (RPJMD). Janji ini akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat lewat capaian IKLH. “Tidak mudah mempertahankan alagai meningkatkan IKLH. Tidak simsalabim langsung tercapai, kami harus jungkir balik untuk mempertahanka itu,” ungkapnya. Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Eka Merthawan berharap kualitas lingkungan di Kabupaten dapat terjaga dengan baik. Indikator ini dapat dilihat dari IKLH yang menggambarkan kondisi lingkungan hidup pada lingkup dan periode tertentu. IKLH juga dijadikan sebagai acuan bersama bagi semua pemangku kepentingan dalam mengukur kinerja perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. “Astungkara untuk saat ini IKLH Badung masih di rata-rata nasional yakni mencapai 73,079 di 2017, kalau nasional IKLHnya mencapai 66,5-68,5 dan Bali 66,5-68,9,” ujarnya. Menurutnya, pentapan IKLH mengacu pada tiga indikator, yakni Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU) dan Indeks Tutupan Hutan/Lahan (ITH). Di Kabupaten Badung sendiri IKA memcapai nilai 17,70, IKU dengan nilai 30,76, dan ITH mencapai nilai 24,614. “Untuk menentukan ketiga indeks tersebut diambil sampel di beberapa tempat. Seperti IKA kami ambil sampel di 50 titik dengan 10 lokasi, yakni Tukad Mati, Yeh Poh, Tukad Pangi, Tukad Penet, Tukad Dangkang, Tukad Bangiang, Tukad Ukian, Tukad Uma Alas, Dam Luk-Luk, dan Tukad Ayung,” jelasnya. Tak hanya itu, pihak LHK juga melakukan pengambilan sampel di 10 pantai. Seperti Tanjung Benoa, Nusa Dua, Jimbaran, Kedongana, Petitenget, Kuta, Seseh, Legian, Pandawa, Tuban. “Untuk IKU kami pakai lima lokasi, yakni Jalan Raya Kuta, Simpang Dewa Ruci, Bandara Ngurah Rai, Jimbaran, Pasar Bringkit. “Caranya dengan sistem pengamatan yang dianalisis adalah kandungan No2 , So2. Titik yang diambil kualitas udara ambien pada musim hujan dan kemarau 29 titik. Yang tertinggi memberikan kontribusi polusi adalah Jalan Raya Kuta, karena padatnya lalulintas,” paparnya. Lantas apa strategi yang dilakukan DLHK Badung dalam mempertahankan IKLH, mantan Kabag Humas Badung itu mengatakan dengan memperbanyak penanaman pohon, menambah ruang terbuk hijau, mewajibkan masyarakat melestarikan pohon-pohon besar, serta mengawasi pembuangan limbah ke laut sungai maupun irigasi yang dapat menyebabkan pencemaran. “Kami berharap masyarakat tidak latah tebang pohon perindang, membuang limbah sembarangan sehingga IKLH dapat kita pertahankan bahkan ditingkatkan,” pungkasnya. l Parwata 7 - 13 Mei 2018

11


AKTIVITAS

MBP/ist

BALINDO PARADISO - Balindo Paradiso menggelar Wisuda XV di Sanur, Denpasar, Jumat (20/4). Sebanyak 212 mahasiswa yang diwisuda telah menempuh pendidikan sesuai jurusan yang dipilihnya. Balindo Paradiso terdiri atas jenjang pendidikan D-1 dan D-2 dengan empat jurusan yaitu dinning room/cabin steward, bar, cook dan butler. Direktur Balindo Paradiso Kadek Hendra Juli Hartawan, S.E. mengatakan, pihaknya kini telah melepas kembali calon tenaga kerja di bidang pariwisata yang profesional. Mereka telah selesai menempuh pendidikan di lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

MBP/ist

RS UNUD - Untuk menandai Rumah Sakit Universitas Udayana (RS Unud) secara operasional dibuka bagi pelayanan yang setara dengan tipe C, Jumat (20/4) dilaksanakan prosesi soft opening. Setelah soft opening ini, RS Unud siap memberikan pelayanan terutama di bidang 4 (empat) besar yaitu penyakit dalam, ilmu kesehatan anak, bedah serta obstetri dan ginekologi. Menurut Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K), sesuai izin yang dikantongi, RS Unud merupakan RS Pendidikan yang bisa memberikan pelayanan lebih luas lagi.

STIKES BALI - Sebanyak 187 mahasiswa Program Ners Stikes Bali sejak Senin (23/4) diterjunkan mengikuti PKL di delapan banjar di Desa Tegal Harum, Denpasar Barat. PKL ditandai penyerahan mahasiswa oleh Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. kepada Kadiskes Kota Denpasar diwakili Sekdis dr. IGAA Mas Widiastuti. Acara juga dihadiri Kades Tegal Harum I Wayan Sunarta, S.Sos. dan Camat Denbar A.A. Ngurah Wijaya. Ketua Panitia PKL A.A. Ayu Yuliati Darmini, S.Kep., Ns., M.NS. mengungkapkan, mahasiswa Program Ners ini akan diterjunkan selama enam minggu hingga 5 Juni mendatang.

DPRD DENPASAR - Pembukaan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar yang mengagendakan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Wali Kota Denpasar Akhir Tahun Anggaran 2017 dan penyampaian dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kepariwisataan Budaya dan Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang digelar di Gedung DPRD setempat, Senin (23/4). Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede ini dihadiri oleh Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Turut hadir dalam kesempatan tersebut pimpinan seluruh OPD serta Forkompinda di lingkungan Pemkot Denpasar.

12

7 - 13 Mei 2018


MBP/ist

BRU UBUD - Penarikan undian Simpedes II Tahun 2017 di BRI Cabang Ubud dilakukan, Kamis (19/4). Acara yang diselenggarakan di Wantilan Pura Puseh Peliatan, Ubud, Gianyar tersebut dihadiri para pejabat Muspika Ubud, panglingsir Puri Peliatan serta sejumlah instansi terkait, termasuk para nasabah. Kali ini pemenang grand prize Simpedes Semester II tahun 2017 BRI Cabang Ubud diraih Ni Made Artini, nasabah BRI unit Batubulan. Menurut Pimpinan Cabang BRI Ubud Riadi Arief Aladin, pemberian hadiah ini merupakan program ke-62 sejak tabungan Simpedes BRI pertama kali diperkenalkan tahun 1986. Penarikan undian ini diadakan dua kali dalam setahun.

MBP/ist

PEMKAB GIANYAR - Pemkab Gianyar kembali menyerahkan penghargaan di bidang seni budaya Wija Kusuma kepada 21 seniman yang tersebar di tujuh kecamatan. Penghargaan diserahkan langsung Penjabat (Pj.) Bupati Gianyar Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H. pada acara resepsi perayaan Hari Jadi ke-247 Kota Gianyar di Balai Budaya Gianyar, Kamis (19/4). Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi Pemkab Gianyar atas dedikasi dan pengabdian seniman dalam upaya membina, mengembangkan dan melestarikan seni budaya di Kabupaten Gianyar. 7 - 13 Mei 2018

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

FELICE JEWELLERY - Pameran perhiasan emas dan berlian kembali digelar oleh Felice Jewellery mulai Kamis (26/4) hingga Minggu (29/4) di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Berbagai model perhiasan berkualitas dengan desain terbaru siap menyambut para pencinta berlian di Bali. Dapatkan Minis Design Diamond yang dipadukan dengan emas putih, kuning, atau pink dengan harga promo mulai Rp 350 ribu hingga Rp 2 juta. Ini disampaikan Sales Felice Jewellery, Ricky, Rabu (25/4).

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Senator DPD-RI asal Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali menyambangi desa bersejarah di Buleleng yakni Desa Pengastulan, Seririt. Rasa bahagia akan pengalaman menapak bumi leluhur Pengastulan pun disampaikan oleh Arya Wedakarna (AWK) yang juga berdarah Buleleng. Hal ini terekam saat acara Sosialisasi MPR-RI di Desa Pengastulan. Disambut oleh Ketut Yasa, S.E. (Perbekel Desa Pengastulan), Jro Mangku Made Sadra (Bendesa Adat), Gus Norma (Pimpinan Forum Hindu Bersatu) dan sejumlah tokoh Pengastulan, Senator AWK menyampaikan kebanggaannya akan kekayaan sejarah Desa Pengastulan.

MBP/ist

ROCHINENG - Penjabat (Pj.) Bupati Gianyar Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H., mulai merealisasikan programnya untuk turun langsung ke desa-desa menyerap aspirasi dari masyarakat serta melakukan monitoring pemanfaatan Dana Desa. Setelah pada Jumat (20/4) lalu, Pj. Bupati Rochineng bersama pejabat di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan monitoring di empat desa di Kecamatan Payangan, Rabu (25/4) monitoring dilakukan di empat desa di Kecamatan Ubud.

14

7 - 13 Mei 2018

MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Hari Otonomi Daerah 2018 diperingati dengan pelaksanaan upacara bendera yang dilaksanakan jajaran Pemerintah Kota Denpasar di Lapangan Lumintang, Denpasar, Rabu (25/4). Selaku Pembina Upacara Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dalam amanatnya, Tjahjo berpesan agar kepala daerah tidak takut untuk berinovasi. “Saya ingin berpesan kepada kepala daerah untuk tidak takut berinovasi. Sudah ada jaminan perlindungan hukum bahwa inovasi tidak bisa dipidanakan,� ungkap Jaya Negara mengutip amanat Mendagri.


MBP/ist

JEMBRANA - Pariwisata menjadi salah satu program prioritas kerja Pemkab Jembrana saat ini. Hal itu dibuktikan dengan berbagai penataan serta pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata yang sudah dikerjakan. Namun, dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, penataan saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan promosi serta marketing yang baik. Karena itu para pejabat Jembrana diminta untuk menjadi marketing untuk memasarkan potensi-potensi wisata yang dimiliki kabupaten di ujung barat Pulau Bali itu. Hal itu disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha di hadapan seluruh pejabat eselon II dan III Pemkab Jembrana dalam acara arisan pejabat, bertempat di Rest Area Pengeragoan, Minggu (22/4).

MBP/ist

WALI KOTA DENPASAR - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2018 di Kota Denpasar berlangsung dengan lancar, mengingat sebelumnya para siswa sudah melewati dua kali ujian simulasi. Secara khusus, Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara meninjau pelaksanaan UNBK di SMPN 4 Denpasar didampingi Sekda Kota Denpasar AA Rai Iswara, Selasa (24/4). Dalam kesempatan tersebut, Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan UNBK yang sejak kemarin berlangsung lancar.

MBP/ist

MBP/ist

MEDITERRANNEAN BALI - Tiga sosok perempuan Buleleng mendapat penghargaan sebagai tokoh Kartini Buleleng tahun 2018. Ketiga sosok tersebut yakni, Ny. Aries Sujati Suradnyana yang Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Buleleng, Ny. Ayu Wardhany Sutjidra sebagai Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Buleleng, dan Ni Made Rousmini, S.Sos. yang menjabat Asisten II Pemkab Buleleng. Penghargaan ini diserahkan bertepatan HUT ke-10 Kampus Mediterrannean Bali sekaligus menyambut Hari R.A. Kartini yang jatuh pada Sabtu (21/4).

DPRD BADUNG - Ketua Komisi IV DPRD Badung A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra terjun langsung memantau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Abiansemal, Selasa (24/4). Nadi Putra didampingi anggota Ni Luh Gede Sri Mediastuti dan I Nyoman Gede Wiradana serta Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika. Nadi Putra menyatakan, berdasarkan pantauannya pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Abiansemal berjalan lancar dan tidak ada kendala.

7 - 13 Mei 2018

15


POLITIK

Kebijakan Tak Memihak

P

rofesi bertani tak lagi mampu Konsumen menyejahterakan petani. Sedi Bali unik lain itu, harga komoditi pertanian juga kerap mengalami karena ada turis fluktuasi. Ini menyebabkan konsumen yang menjadi korbannya. Pemerintah internasional, turis harus memperbaiki sistem pertanian domestik, penduduk dari hulu ke hilir. Kebijakan harus Bali dengan tingkat memihak petani. Politisi sektor pertanian hendaknya sebatas memberikan pengetahuan yang pupuk dan alat pertanian pada petani. berbeda-beda. Guru Besar Teknologi Pertanian Universitas Udayana (Unud) Prof. Ir. I Made Supartha Utama menjelaskan, sistem agribisnis Bali masih lemah. Pasar masih tradisional sementara masyarakat telah bergerak ke konsumen modern. Apalagi Bali merupakan daerah pariwisata yang notabene lebih banyak konsumen modern. Sehingga pasar diharapkan juga beralih ke modern. Sedangkan teknologi hanyalah sebagai bagian pendukung dari sistem. “Konsumen di Bali unik karena ada turis internasional, turis domestik, penduduk Bali dengan tingkat pengetahuan yang berbeda-beda,” ujarnya. Saat ini kondisi pasar telah berubah. Pasar tradisional telah menjadikan rantai distribusi yang panjang, tidak efektif dan efisien. Akibatnya, harga komoditi menjadi tinggi. Pada sistem pasar tradisional ini, harga menentukan keputusan konsumen untuk membeli, bukan kualitas produk. Sementara saat ini kondisi konsumen telah berubah. Konsumen yang notabene adalah masyarakat Bali mulai peduli terhadap mutu makanan. Sehingga konsumen saat ini lebih mengutamakan mutu. Selain mutu, konsumen Bali juga membutuhkan layanan. “Kalau ini sudah terpenuhi, baru ada kesudian untuk membayar,” pungkasnya. Ekspektasi konsumen ini disebut nilai. Nilai ini harus diciptakan bersama-sama antara petani dan perantara. Dikatakannya, di sinilah perlu adanya kreativitas untuk mendapatkan nilai tambah. Nilai tambah yang didapat tergantung efisiensi yang dilakukan. Saat itulah, sistem ini bernilai wajar. “Agar bernilai perlu ada kontrol sistem. Kontrol sistem ini sesuai dengan harapan konsumen. Agar sesuai dengan harapan konsumen maka perlu adanya standar produk atau SOP. Baru jadi aktivitas bernilai. Aktivitas bernilai ini dikontrol, ada pencatatan, dll,” bebernya. Kontrol ini bisa dilakukan kelompok petani. “Kalau sekarang banyak kelompok petani bentukan pemerintah, bukan terbentuk sendiri. Sehingga kontrolnya pun bukan karena kebutuhan petani, melainkan karena kebutuhan program,” ujarnya. Karenanya pertanian di Bali memerlukan pendekatan sistem. Selama ini petani bergerak tanpa sistem. Maka dari itu tak heran harga komoditi berfluktuasi. Agar mampu berorientasi mutu diperlukan petani yang punya wawasan dan pengetahuan. SDM yang belum memadai untuk pengembangan sistem, kewajiban pemerintah yang melatih. l Maya

16

7 - 13 Mei 2018

16


Petani Objek Proganda Politik PERHELATAN politik selalu membawa angin segar bagi petani. Janji menyejahterakan kaum miskin di pedesaan makin sering terdengar. Tak hanya sekarang, sudah sejak lama. Namun, janji tinggal janji. Terbukti petani Bali belum sejahtera seperti yang diharapkan. Hal ini ditunjukkan dengan terus menurunnya Nilai Tukar Petani (NTP) di Bali selama dua tahun terakhir. Bahkan Maret 2018, NTP Bali mencapai titik terendahnya. Kondisi ini semakin memperkuat image menjadi petani itu miskin. Ironisnya, ketika hajatan politik bergulir, petani cenderung menjadi objek proganda. Janji politik mengalir namun eksekusinya sangat minim. Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Nyoman Subadri, S.E. beberapa hari lalu membeberkan bahwa indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali bulan Maret 2018 yaitu 103,50. Indeks ini mengalami penurunan 0,37 persen dibandingkan bulan Februari 2018 yang tercatat 103,88. Indeks NTP Maret 2018 merupakan yang terendah dua tahun terakhir. ‘’Namun secara keseluruhan, indeks NTP 103,50 menunjukkan petani masih mampu membiayai hidupnya,’’ katanya. Penurunan NTP ini disebabkan karena perubahan indeks yang diterima petani naik 0,30 persen (132,28 menjadi 132,68). Namun dari sisi yang dibayar kenaikannya lebih tinggi yaitu 0,67 persen (127,34 menjadi 128,19). Dilihat subsektornya dari bulan Februari– Maret, semua subsektor mengalami penurunan kecuali peternakan. Yaitu indeks NTP tanaman pangan menurun 1,69 persen, hortikultura menurun 0,36 persen, tanaman perkebunan rakyat menurun 1,21 persen, perikanan menu-

Janji menyejahterakan kaum miskin di pedesaan makin sering terdengar. Tak hanya sekarang, sudah sejak lama. Namun janji tinggal janji. Terbukti petani Bali belum sejahtera seperti yang diharapkan. Hal ini ditunjukkan dengan terus menurunnya Nilai Tukar Petani (NTP) di Bali selama dua tahun terakhir. run 0,23 persen. Hanya peternakan yang mengalami kenaikan 1,08 persen. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB Wisnuardhana, NTP mengatakan memang berfluktuasi, terutama subsektor tanaman pangan, karena sifatnya musiman. ‘’Biasanya yang di bawah 100 itu tanaman pangan karena sifatnya musiman. Begitu dia panen, produksi banyak, permintaan tetap, harganya turun, maka NTP turun. Tetapi yang selalu di atas 100 perkebunan dan peternakan,’’ bebernya. Melihat kondisi itu, strategi yang dilakukan adalah petani melaksanakan usaha tani secara terintegrasi. ‘’Petani tidak hanya mengerjakan sawah tapi juga berkebun supaya ada subsidi silang. Ada juga petani berpola tanam padi dan tembakau yaitu di Gianyar dan Klungkung,’’ ungkapnya. l Maya

7 - 13 Mei 2018

17

17


KIPRAH

Kiki Melanie Wijaya

Tak Harus ”Lalah Prejani”

K

iki Melanie Wijaya, SST. Par. merupakan potret wanita tangguh yang pantang menyerah. Wanita asal Tegehsari, Tonja ini telah melakoni berbagai usaha hingga akhirnya memiliki usaha kuliner sukses saat ini. Pemilik Warung Lais ini sejak menamatkan pendidikan di STP Bali telah memilih menjadi pengusaha. Hanya saja, saat itu usaha yang dilakoni beragam, yang penting dagangannya laku. Kiki pernah berjualan rujak dan tipat cantok di depan rumahnya. Ia juga pernah membuka usaha mebel. Di usaha inilah ia pernah mandeg lantaran dalam sebulan tidak ada penjualan. Alhasil untuk membayar cicilan ke bank, ia tak sanggup. Kontrakan toko mebel tinggal sebentar lagi, wanita 38 tahun ini berpikir keras cara membayar cicilan dan memperpanjang kontrak tokonya. Sementara modal yang dimiliki sangat tipis. “Selanjutnya, saya memutuskan membuka usaha kecil-kecilan dengan berjualan ayam dan kerang dengan gerobak. Usaha emperan ini benar-benar saya rintis dari nol. Bahkan, dipasang tendapun tidak. Ketika hujan, bubarlah para konsumen,” kata Kiki menuturkan cerita sedih yang dialaminya di awalawal perjalanan kariernya. Memasak pun hanya dipelajari dari ibunya. Padahal, sebelumnya ia tidak bisa memasak. Peralatan yang digunakan untuk berjualan juga seadanya. Tak disangka-sangka, masakannya ternyata disukai banyak orang sehingga penghasilannyapun cukup lumayan. Melihat respon masyarakat yang bagus, ia memberanikan diri membuka warung ikan bakar yang lebih representatif. Di bangunan berkonsep rumahan serta berciri khas

18

7 - 13 Mei 2018

kayu ini, masakannya disajikan. Tidak lagi emperan, tidak lagi kehujanan. “Harganya saya sesuaikan dengan kantong seluruh lapisan masyarakat. Menu andalan tetap kerang dan ikan,” ujar Kiki. Warung yang terletak di Jalan Nangka Selatan itu, ia beri nama Warung Lais. Sesuai namanya, Lais begitulah gambaran kondisi terkini usaha yang digelutinya. Setiap hari, orang silih berganti makan di warungnya termasuk penjualan dari platform online. Katering dari instansi dan institusi, bazaar sekaa teruna hingga orderan untuk arisan biasa ia terima setiap harinya. Masakan yang menyajikan cita rasa khas Bali itu tidak akan diubahnya. Ia punya komitmen bulat untuk memajukan kuliner Bali. “Kalau kuliner barat saja bisa mendunia, kenapa kuliner lokal yang jauh lebih sehat dan enak tidak bisa?” tegas alumni STP Bali ini. Sambal sere (terasi), sambal kecicang, sambal tomat selalu ada mendampingi setiap masakannya. Sambal inilah yang membedakan seafood-nya dengan warung lainnya sekaligus menjadi suatu kekhasan yang diingat konsumen. Untuk mengembangkan bisnis kulinernya, Kiki juga sempat menjadi driver ojek online. Semata-mata untuk mencari pasar baru untuk warungnya sekaligus survei minat konsumen terhadap suatu kuliner. “Dari sana, saya banyak belajar dan berbenah diri untuk memajukan usaha ini. Menjadi pengusaha memang harus tahan banting. Harus berani mulai dari nol dan pasti ada cerita kegagalan yang mewarnainya. Jadi pengusaha tidak harus lalah prejani, baru usaha langsung sukses. Nggak begitu,” tegasnya. l Maya


AKTIVITAS

MBP/ist

DISKES KLUNGKUNG - Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Klungkung. Sasarannya juga langsung merujuk pada tingkat anak-anak. Mewujudkan ini, salah satunya ditunjukkan melalui lomba dokter kecil yang nantinya bisa menjadi promotor kesehatan di setiap sekolah. Acara yang diikuti delapan peserta ini berlangsung Rabu (25/4). Peserta yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tersebut perwakilan dari Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Dawan dan Nusa Penida. Mereka sebelumnya dibina oleh puskesmas dan diberikan pengetahuan tentang pola hidup sehat dan cara-cara penanganan pasien, seperti Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

MBP/ist

KOTA SEMARAPURA - Berbagai perlombaan tradisional, Senin (23/4) digelar utnuk memeriahkan peringatan Hari Puputan Klungkung ke-110 dan HUT ke-26 Kota Semarapura. Perlombaan ini diikuti puluhan regu dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga sejumlah PKK. Koordinator Perlombaan Bidang Olahraga Gusti Ketut Kaler menyampaikan, perlombaan tradisional ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Lomba berbasis kebudayaan ini bertujuan untuk menjaga warisan kebudayaan leluhur supaya tetap lestari.

WABUP BADUNG - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMP di Kabupaten Badung, Senin (23/4), dilaksanakan secara serentak. Untuk memastikan pelaksanaan UN SMP berjalan lancar, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa melaksanakan peninjauan langsung ke SMPN 2 Kuta bersama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Didikpora) Kabupaten Badung, UPT Disdikpora Kuta, Sekcam Kuta dan petugas lainnya. Dari pemantauan tersebut, pelaksanaan proses administratif, kesiapan anak-anak mengikuti UN, kesiapan media yang dipergunakan tidaklah menemui kendala. BUPATI BADUNG - Rumah Jabatan (Rumjab) Bupati Badung di Kawasan Puspem Badung kini dilengkapi dengan jineng. Bagi umat Hindu di Bali, jineng diyakini sebagai stana Ida Betari Nini/Dewi Sri sebagai simbul kemakmuran. Jineng yang berdampingan dengan pura Rumjab Bupati tersebut, Kamis (19/4) disucikan dengan upacara melaspas, pacaruan dan ngalinggihang Ida Batari Sri. Upacara melaspas jineng dan mendem dasar menggunakan sarana upakara berupa ayaban pregembal, maguru piduka, bendu piduka lan caru ayam berumbun ini di-puput Ida Pedanda Gede Buruan Griya Pasraman Manuaba Darmasaba. 7 - 13 Mei 2018 19


MANCANEGARA

Penuh Sampah, Pulau Boracay Ditutup 20

7 - 13 Mei 2018

P

residen Filipina Rodrigo Duterte mengesahkan aturan penutupan Pulau Boracay selama enam bulan akibat kerusakan lingkungan yang semakin parah pekan lalu. Aturan tersebut berlaku mulai 26 April sampai 27 Oktober 2018, setelah penelitian dari para ahli menemukan fakta bahwa pulau turis itu kini bagai “selokan penuh sampah�. Duterte berharap dengan ditutupnya pulau seluruh instansi terkait bisa kembali memulihkan kelestarian alam pulau tersebut. Saat penutupan, Filipina akan melakukan pemeriksaan kondisi jalan, perawatan saluran pembuangan dan fasilitas pembuangan air untuk menangani sekitar 90-115 ton kotoran per hari, yang mana saat ini hanya sekitar 30 ton yang diangkut keluar dari pulau tersebut. Kerusakan di Boracay, destinasi wisata yang belakangan dijuluki sebagai “kolam penampungan limbah� juga berimbas pada isu kesehatan lingkungan.

Otoritas terkait sebelumnya telah memperingatkan para pelaku bisnis agar tidak membuang limbah ke perairan sekitar. Namun, praktik ini terus terjadi. Juru bicara kepresidenan, Harry Roque, mengumumkan pengesahan Duterte melalui cuitan di Twitter, walau tak menjelaskan lebih lanjut, terutama mengenai nasib pekerja pariwisata di sana. Duterte, yang selama ini dikenal sebagai pemimpin bergaya diktator, sebelumnya memang sering mengkritik cara pemerintah daerah Boracay dalam mengembangkan potensi wisata kawasannya. Ia menganggap bahwa pemerintah Boracay terlalu murah hati dalam memberikan izin pembangunan bangunan wisata tanpa peduli urusan pembuangan limbah. Mengutip data dari Environment Secretary Roy Cimatu, banyak bangunan wisata di sana yang membuang sampah langsung ke lauran. Penutupan selama enam bulan disebut lebih ringan dari rencana penutupan awal selama setahun


yang sempat dibahas dalam rapat pemerintah. Tapi banyak yang menganggap aturan yang disahkan ironis, karena beberapa minggu sebelumnya pemerintah Filipina baru saja memberi izin Galaxy Entertainment Group Ltd, untuk membangun resor dan kasino mewah di Boracay. Pulau Boracay berada di utara Kepulauan Panay. Selama ini pulau tersebut menjadi destinasi wisata favorit turis dari dalam dan luar Fiipina. Pasir pantai yang putih dan air yang jernih kebiruan menjadi magnet kedatangan 2 juta turis ke sana setiap tahunnya. Pemilik hotel berbintang juga banyak membangun propertinya di sana, salah satunya ialah milik Shangri-La yakni Boracay Resort & Spa. Industri pariwisata di Boracay berhasil menggerakan perekonomian penduduknya. Ada beberapa pantai yang menarik untuk dikunjungi di sana, yaitu White Beach dan Bulabog Beach. Di White Beach, Anda dapat merasakan pasir putih sehalus bedak di pantainya yang luas. Tempat ini pun menjadi tempat favorit bagi para traveler. Meski demikian, pantai ini tetap bersih, terjaga, dan tentu saja menggoda. Tak hanya itu, menikmati pantai Anda bisa diving dan snorkeling di sekitar pantainya. Saat malam hari, tidak sedikit turis yang berpesta dengan menyaksikan berbagai macam pertunjukan seru di pantai ini. White Beach merupakan pusat dari Boracay dan tempat berkumpulnya turis. Di sini terdapat banyak penginapan, restoran, kafe, pusat informasi pariwisata, toko suvenir, hingga kantor pos. Ada banyak beberapa penginapan murah di White Beach, Anda pun bisa bermalam di sana.

Jika ingin mendapatkan ketenangan, datanglah ke Bulabog Beach. Di sini pasirnya lebih putih, lebih tenang, dan jauh dari keramaian. Salah satu hal yang akan membuat Anda lebih nyaman bersantai di Bulabog beach adalah angin pantainya. Anda dapat merebahkan diri di hamparan pasir putih, berteduh di bawah pohon kelapa, serta ditemani angin laut, sungguh kenyamanan yang maksimal. Di sini Anda juga dapat melihat para turis bermain kiteboarding. Olahraga selancar yang berbeda dengan menggunakan parasut sebagai pengarah dan sumber tenaga, lalu mereka melompat dan menaklukan ombak dengan cara yang luar biasa. Anda dapat berlibur dan menemukan banyak keindahan-keindahan berupa pantai

dan alamnya saat menjelajahi pulau ini. Namun penutupan pantai akibat masalah sampah kini menjadi kekhawatiran baru bagi mereka yang berharap pemasukan dari kedatangan turis. Penutupan Boracay juga berimbas terhadap industri maskapai.Maskapai domestik menawarkan pengembalian uang penuh atau penerbangan ke rute mana pun kepada para penumpang meski mereka masih akan mengoperasikan penerbangan dengan jumlah terbatas ke pintu Gerbang Boracay, Caticlan dan Kalibo untuk melayani penduduk berjumlah sekitar 50.000 jiwa itu. Cebu Pacific, Philippine Airlines dan AirAsia Philippines berkata mereka akan menurunkan layanannya dari tanggal 26 April sampai 25 Oktober 2018, sementara menambahkan jumlah penerbangan ke pantai dan tujuan penyelaman terkenal lainnya, termasuk Cebu, Palawan dan Bohol. Cebu Pacific, maskapai domestik yang dominan, mengatakan pihaknya sudah membatalkan 14 penerbangan pulang-pergi harian dan mengantisipasi kerugian sejumlah US$3 juta (Rp 40,5 miliar) sampai $5 juta (Rp 67,5 miliar) dalam enam bulan tersebut. Untuk menuju ke Boracay, wisatawan perlu melakukan dua kali penerbangan karena tidak ada penerbangan yang langsung menuju ke Boracay. Maka wisatawan akan melewati kota Manila terlebih dahulu untuk mencapai Boracay. Pekan ini, pemerintah memperkirakan penutupan tersebut akan memangkas 0,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2018. l Gugiek Savindra 7 - 13 Mei 2018

21


DAERAH

Terseret Ombak di Pantai Watu Klotok

U

Jenazah Tiga Warga Ditemukan Terpisah

paya tim gabungan mencari tiga warga yang terseret ombak di Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Kecamatan Klungkung, Selasa (24/4) membuahkan hasil. Mereka ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lokasi berbeda. Hal ini membuat keluarganya histeris. Koordinator Pos SAR Karangasem I Wayan Suwena mengatakan pencarian lanjutan ini dimulai sejak pagi hari, bertepatan dengan matahari terbit. Penelurusan tak hanya dilakukan di sekitar korban terseret. Namun, juga meluas sampai ke wilayah Kusamba hingga perbatasan Gianyar. Sekitar pukul 14.12 Wita, seorang warga melihat benda mengapung di tengah laut sekitar 300 meter dari pantai timur Pura Watu Klotok. Mendapat informasi itu, tim langsung menuju lokasi dan berhasil menemukan korban, warga Desa Tojan, Klungkung, Wayan Budiastrawan (25). Sekitar 10 menit berselang, tim menemukan korban Kadek Sudiasta alias Wayan Sobra (30) asal Banjar Jero Agung, Desa Gelgel di barat Pura Watu Klotok. “Jaraknya sekitar seratus meter dari penemuan pertama,” jelasnya. Tak hanya itu, sekitar satu jam berikutnya, pihaknya mendapatkan informasi dari Polair di Benoa yang menyatakan ada penemuan mayat di Pantai Matahari Terbit, Sanur oleh seorang nelayan. Itu tak lain korban, Ni Wayan Sutami, warga Dusun Semseman, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Karangasem. “Khusus untuk korban yang ditemukan di Pantai Watu Klotok, langsung dibawa ke Pelabuhan Kampung Kusamba. Karena di Pantai Watu Klotok ombaknya besar,” katanya. Sesuai pantauan di Pantai Kampung Kusamba, kedatangan mayat korban yang sudah terbungkus langsung disambut histeris oleh keluarga. Beberapa juga ada

22

7 - 13 Mei 2018

MBP/sos

Korban terseret ombak Pantai Klotok ditemukan tim gabungan, Selasa (24/4).

yang teriak-teriak. Tak lama, mayat pria yang sebelumnya sebagai pencari batu sikat di Pantai Watu Klotok itu langsung dibawa ke rumahnya menggunakan ambulans. Untuk diketahui, ketiga korban terseret ombak di Pantai Klotok, Senin (23/4) sekitar pukul 11.00 Wita. Diawali Ni Wayan Sutami malukat di pantai barat Pura Watu Klotok, tepatnya di muara sungai. Saat itu, ia bersama suaminya, Nengah Karna, baru hendak sembahyang menghadap ke laut. Tiba-tiba ombak yang sebelumnya tenang, membesar dan langsung menyeretnya. Tarikannya yang kuat membuatnya tak bisa melakukan perlawanan. Justru terus ke tengah laut. Melihat itu, Budiastrawan

dan Sudiasta yang hendak mencari batu sikat mencoba menolong dengan menarik tangannya. Namun itu sia-sia. Mereka justru ikut tergulung ombak dan hilang. Nengah Karna sejatinya sempat ikut terseret. Hanya saja berhasil diselamatkan warga lain. Menyaksikan istrinya bernasib tragis, pria 52 tahun ini langsung shock. Bahkan, saat seorang anaknya datang, tangisan bercampur histeris pun pecah. Sebelumnya ia sempat mengaku kedatangannya ke pantai ini sudah yang ketiga kalinya. Bermaksud memohon kesembuhan untuk sang istri yang telah lama menderita sakit maag. “Sampai di sini sekitar jam 10 pagi,” tuturnya. l Sosiawan


Puskesmas Pembantu Tegallinggah Rusak PUSKESMAS Pembantu (Pustu) Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada sekarang kondisinya rusak berat. Karena itu, tenaga kesehatan di pustu yang beralamat di Dusun Batu Candi tersebut untuk sementara ditarik membantu tugas-tugas di puskesmas. Dari pengamatan sekilas gedung pustu tersebut kelihatan bagus. Namun sesungguhnya gedung itu telah rusak. Ruangan gedung itu sudah keropos. Ini yang membuat pengoperasian gedung pustu itu dihentikan. Pintu ruangan dan pintu pagar sejak tahun 2017 lalu telah dikunci. Karena pustu ditutup sementara, beberapa warga harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes). Tidak ingin situasi ini semakin lama terjadi, warga meminta agar pemerintah memperbaiki gedung pustu, sehingga pelayanan kesehatan bisa lebih

mudah dijangkau. Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Igusti Ngurah Noman Mahapramana, yang ditemui di ruang kerjanya Selasa (24/4) membenarkan Pustu Desa Tegallinggah kondisinya rusak. Dia mengatakan, pustu ini dibangun sekitar tahun 1990-an dan belum pernah direhab total. Ini karena pihaknya kesulitan anggaran, sehingga perbaikan tidak bisa optimal. Meski demikian, upaya mengusulkan perbaikan gedung tersebut tetap diupayakan. “Itu sudah lama rusak dan memang kami masih menunggu anggaran untuk perbaikan,� katanya. Menurut Mahapramana, usulan perbaikan total gedung pustu telah dimasukkan dalam usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Dari usulan itu, diperkirakan kebutuhan anggaran perbaikan mencapai Rp 250 juta. Perbaikan rencananya dilaksanakaan tahun

2019 mendatang. Menunggu proses perbaikan, pihaknya mengalihkan sementara pelayanan lewat Puskesdes dan pelayanan keliling melalui jemput bola. “Ini secara berjenjang sudah diusulkan dan dari keputusan Musrenbang usulan sudah ditetapkan dan kami pastikan tahun 2019 mendatang, gedung pustu itu akan direhab,� jelasnya. Di sisi lain, Mahapramana mengatakan hingga sekarang di Buleleng terdapat 74 pustu. Dasri jumlah itu sekitar 60 persen di antaranya dalam kondisi baik. Sisanya lagi 40 persen dalam kondisi rusak. Gedung yang masih rusak ini kebanyakan konstruksinya sudah tua. Terhadap hal ini, Dinkes berusaha optimal untuk mengusulkan anggaran perbaikan lewat dana kavitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan juga usulan dari APBD murni. l Mudiarta

MBP/ist

Gedung Pustu Desa Tegallinggah rusak, sehingga operasionalnya ditutup sementara. Pelayanan kesehatan dialihkan ke Puskesdes dan pelayanan jemput bola. 7 - 13 Mei 2018

23


K E S E H ATA N

S

Pertolongan Awal dan Pencegahannya

eringkali, masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan mengenai ular, mulai dari penemuan ular king kobra berukuran raksasa hingga mahasiswa yang tinggal bersama puluhan ular berbisa. Ya, hal tersebut tidak terlepas dari tingkat populasi ular di Indonesia. Sebagai salah satu negara tropis dan agraris terbesar di dunia, Indonesia memiliki ratusan jenis spesies ular, baik yang berbisa ataupun tidak berbisa. Banyaknya jumlah ular yang ditemukan di Indonesia berdampak pada tingginya potensi kasus gigitan ular yang terjadi. Sayangnya, kasus gigitan ular seringkali tidak tercatat dan dilaporkan sehingga Indonesia tidak memiliki angka pasti jumlah kasus yang terjadi setiap tahun-

24

7 - 13 Mei 2018

nya. Tidak hanya di Indonesia, ancaman keberadaan ular serta kendala dalam penatalaksanaannya juga ditemui di berbagai belahan dunia sehingga mendorong Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk memasukkan kasus gigitan ular dalam daftar penyakit tropis yang terabaikan. Oleh karenanya, pencegahan kasus gigitan ular sangat penting untuk diketahui. Selain itu, penanganan awal yang tepat dan manajemen kasus yang komprehensif memiliki peran krusial dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh gigitan ular. Gambaran Klinis Gambaran klinis kasus gigitan ular sangat bervariasi, tergantung dari beberapa faktor

seperti jenis ular, lokasi gigitan, jenis bisa, dan jumlah bisa yang disuntikkan oleh ular. Walaupun sulit, membedakan jenis ular sebagai ular berbisa atau tidak dapat dilakukan dengan melihat ciri-ciri ular tersebut. Ular berbisa memiliki bentuk kepala segitiga, dua gigi taring besar di rahang atas, dan bekas gigitan berupa satu atau dua lubang luka gigitan utama akibat gigi taring. Sementara ular tidak berbisa umumnya memiliki bentuk kepala segiempat/elips memanjang, gigi taring kecil, dan bekas gigitan berupa luka halus berbentuk lengkungan. Beberapa jenis bisa ular berhasil dipelajari dan diyakini berasosiasi dengan jenis ular tertentu. Secara umum, bisa ular dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:


• Bisa Neurotoksin Ular kobra, ular weling dan ular laut merupakan jenis ular yang memiliki bisa ini. Bisa neurotoksin dapat merusak saraf pada bagian presinaps dan post-sinaps. Kerusakan pada presinaps akan menghancurkan ujung saraf motorik, sementara bisa yang bekerja pada bagian post-sinaps akan berikatan dengan reseptor asetilkolin dan mengakibatkan blokade neuromuskular. Nervus kranialis di sistem saraf pusat otak biasanya akan terkena dampaknya terlebih dahulu, dengan akibat berupa kelumpuhan akut dari otot meliputi kelumpuhan otot di area kelopak mata (ptosis), wajah, anggota gerak atas dan bawah, hingga yang fatal adalah kelumpuhan otot-otot bantu pernafasan yang dapat menyebabkan kematian. • Bisa Sitotoksin Ular dari Family Viperidae biasanya memiliki bisa sitotoksin. Jenis bisa ini akan menyebabkan kerusakan jaringan masif yang diikuti oleh nyeri lokal, pembengkakan, dan nekrosis/kematian sel kulit di sekitar tempat gigitan. Bila tidak ditangani dengan baik, kerusakan jaringan dapat meluas dan berpotensi menimbulkan komplikasi berupa sindrom kompartemen yang pada banyak kasus memerlukan tindakan amputasi. Efek sitotoksik dan miotoksik dari bisa juga dapat merusak sel otot lurik (rhabdomyolisis) yang akan melepas molekul mioglobin ke dalam darah yang akhirnya menyebabkan kerusakan ginjal. Bisa dari ular Pit Viper juga dapat merusak sel endotel yang melapisi bagian dalam dari pembuluh darah, menyebabkan kebocoran plasma, dan mengakibatkan shock hipovolemik yang mengancam nyawa. • Bisa Hematotoksin Jenis bisa hematotoksin dapat mengakibatkan perdarahan yang tidak terkontrol dan biasanya dimiliki oleh ular Rhabdophis dan Pit Viper. Perdarahan terjadi sebagai akibat dari trombositopenia dan koagulopati yang mengganggu proses penggumpalan darah. Gambaran klinis dari gigitan ular dengan bisa hematotoksin dapat berupa bercak perdarahan di kulit (ekimosis), muntah darah, BAB kehitaman, BAK bercampur darah, sampai yang mengancam nyawa berupa perdarahan akut epidural dan perdarahan subkortikal dengan herniasi otak. Penanganan Awal Pada tahun 2016, terjadi satu kasus gigitan ular yang mengakibatkan meninggalnya seorang penyanyi dangdut yang tampil dengan ular kobra dan tergigit di bagian kaki saat pentas. Kala itu, korban masih

melanjutkan aksi panggungnya selama 45 menit setelah mendapat pertolongan pertama berupa ‘penghisapan racun’ di lokasi gigitan oleh sang pawang ular. Korban baru dibawa ke rumah sakit setelah mengeluh mual dan pingsan, namun akhirnya korban tidak tertolong. Berkaca dari kasus tersebut, penanganan awal yang tepat sangat penting untuk menghindari akibat yang tidak diinginkan. Pertolongan pertama sebaiknya diberikan sesegera mungkin, dimulai dengan mengamankan penderita dari kemungkinan serangan kedua dari ular, melepaskan benda melingkar (jam tangan, gelang, dan lain sebagainya) di sekitar area gigitan, menangani luka gigitan dengan prosedur yang benar, kemudian merujuk ke rumah sakit terdekat. Prosedur penanganan luka gigitan ular yang benar adalah dengan melakukan pembebatan menggunakan perban elastis yang dimulai dari tempat gigitan hingga menutupi keseluruhan tungkai dengan tekanan yang sama seperti pada pembebatan kaki yang terkilir. Tujuan dari tindakan ini adalah immobilisasi tungkai dan mengurangi aliran limfa tanpa mengganggu aliran darah vena dan arteri sehingga dapat menghambat proses penyebaran bisa. Pada kondisi darurat, kain atau pakaian dapat digunakan dengan tetap mempertimbangkan tekanan bebat agar tidak sampai mengganggu aliran darah. Bagian tubuh yang tergigit harus diposisikan lebih rendah dari jantung. Selama penanganan awal dan perjalanan ke rumah sakit, penderita perlu ditenangkan dan jika memungkinkan diberi pengertian mengenai potensi bisa ular. Perlu diketahui bahwa sebagian besar kasus gigitan ular diakibatkan oleh ular yang tidak berbisa dan hampir setengah kasus gigitan ular berbisa terjadi tanpa pelepasan bisa (dry bite). Kembali pada tindakan ‘menghisap bisa’ oleh pawang ular pada contoh kasus di atas, apakah hal tersebut adalah tindakan yang benar untuk dilakukan? Penting untuk dicamkan bahwa terdapat beberapa prosedur tradisional harus dihindari saat memberikan penanganan awal gigitan ular, di antaranya: 1. Mengikat bagian atas dari lokasi gigitan dengan kencang. Hal ini dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko kerusakan jaringan lokal serta kemungkinan amputasi. 2. Menyayat tempat gigitan untuk membuat luka baru serta mengurut daerah sekitar tempat gigitan untuk mengeluarkan darah yang mengandung bisa. Tindakan ini tidak

mengurangi jumlah bisa yang masuk secara signifikan, malah meningkat proses penyebaran bisa dan kerusakan jaringan. 3. Menghisap darah dari tempat gigitan ular. Selain jumlah bisa yang dapat dikeluarkan tidak signifikan, risiko infeksi tempat luka akibat bakteri yang ada di mulut juga meningkat drastis. Tindakan ini juga dapat membahayakan orang yang menghisap luka, terutama jika terdapat luka di mulut atau saluran pencernaannya. 4. Memberikan alkohol dan kompres dingin dengan es. Alkohol dapat membersihkan daerah sekitar tempat gigitan, namun juga membuat pembuluh darah melebar sehingga penyebaran bisa semakin cepat. Kondisi dingin tidak akan menonaktifkan bisa, namun justru akan menyebabkan radang dingin dan kerusakan jaringan sekitar. 5. Memberikan kejutan listrik pada daerah gigitan. Kejutan listrik tidak efektif dan dapat menyebabkan luka bakar dan gangguan kelistrikan jantung. Pencegahan Gigitan Ular Ular sangat jarang menyerang manusia, kecuali jika merasa terancam atau untuk melindungi diri. Umumnya ular akan memilih untuk menghindari kontak dengan manusia. Beberapa jenis ular memberikan peringatan awal dengan cara mendesis, melebarkan badannya, mengangkat kepalanya, dan hanya menyerang bila sudah benar-benar terdesak. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai perilaku ular dan cara menghindari serangan ular sangat diperlukan terutama kepada kelompok yang berisiko tinggi kontak dengan ular. Cara pencegahan utama adalah dengan menghindari habitat dan sarang ular seperti semak-semak, rumput tinggi, rawa-rawa, dan lubang di pematang sawah. Jika termasuk kelompok berisiko tinggi, misalnya bekerja di sawah dan kebun, memakai celana panjang yang longgar dan sepatu boot sangat disarankan. Aktivitas di area yang dicurigai sebagai habitat ular lebih berbahaya lagi pada kondisi gelap dan sangat disarankan untuk selalu memiliki sumber penerangan yang memadai. l dr. I Made Dwi Ariawan, S.Ked. Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan Staf Pengajar Departemen, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana l dr. Made Ayu Dwi Pradnyawati, S.Ked. Master of International Health candidate, CharitĂŠ University Berlin 7 - 13 Mei 2018

25


LENSA

Dua buruh tani menanam bibit padi pada lahan pertanian warga di Denpasar. Luas lahan pertanian di Kota Denpasar terus mengalami penurunan. Ini terjadi akibat banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan.


A KT I V I TA S

MBP/ist

PEMKAB KLUNGKUNG - Pemerintah Kabupaten Klungkung meraih penghargaan di bidang pelayanan publik. Penghargaan diberikan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Klungkung dari Disdukcapil dan KB Provinsi Bali atas pencapaian Pencetakan Kartu Tanda Penduduk-Elektronik (e-KTP). Penyerahannya oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Gede Suratha berlangsung di Aula Kantor Bupati Jembrana, Kamis (19/4). Kepala Disdukcapil Klungkung I Komang Darma Suyasa, mengatakan adanya penghargaan ini karena tahun 2017 telah melakukan pencetakan e-KTP sampai dengan 86,49 persen.

MBP/ist

UNUD - Untuk kali kedua Universiatas Udayana (Unud) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI). Munas yang mengambil tema ‘’Tantangan Pendidikan Tinggi Peternakan pada Era Revolusi Industri IV’’ ini dilaksanakan di Sovereign Bali, Tuban, Badung, Jumat (20/4). Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari yang diikuti sekitar 50 orang dari beberapa perguruan tinggi peternakan di Indonesia. Dekan Fakultas Peternakan (FP) Unud Dr. Ir. I.B. Gaga Partama, M.S. dalam laporannya menyampaikan, pada prinsipnya munas ini merupakan respons positif dari organisasi FPPTPI.

MBP/ist

GUBERNUR BALI- Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghadiri acara Serah Terima Jabatan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dan Rapat Gabungan Forum Kerja Sama Daerah-Mitra Praja Utama (MPU) XVIII Tahun 2018 di Ballroom Hotel JW Marriott, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/4). Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra menyampaikan, Syahrul Yasin Limpo yang merupakan Ketua Umum APPSI dua periode (tahun 2011-2019) menyerahkan jabatannya kepada Wakil Ketua Umum APPSI Soekarwo yang saat ini Gubernur Jawa Timur.

MBP/ist

PEMPROv BALI - Provinsi Bali dan Pemerintah Negara Bagian Uttarakand Republik India menjajaki kerja sama Sister Province. Keinginan kedua belah pihak untuk membangun kerja sama ini tertuang dalam Pernyataan Kehendak yang ditandatangani Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ketua Menteri Uttarakand Trivendra Singh Rawat. Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya dari Kota Dehradun, Uttarakand, Senin (23/4). 7 - 13 Mei 2018

27


OLAHRAGA

Permintaan Maaf

M

ajalah sepak bola Prancis pada sebuah kolomnya membuat permintaan maaf dengan tulisan ‘Perdon, Andres.’ Sebuah kesalahan kecil yang beberapa tahun kemudian disadari bahwa media itu tidak pernah memberikan trofi terbaik Ballon d’Or kepada pemain yang miliki nama lengkap Andres Iniesta Lujan. Padahal dia pemain hebat dan kariernya gemilang baik untuk klub dan negara. Kesalahan itu kian permanen setelah pemain berusia 33 tahun akan menutup kariernya di kompetisi Liga Spanyol akhir musim ini dan pindah ke Asia. Tertutup sudah peluang majalah ternama itu memberikan penghormatan pada salah satu pemain terhebat yang pernah membawa klubnya Barcelona diakui seantero dunia. Timnas Spanyol pun merasakan kontribusinya saat La Furia Roja meraih trofi Piala Dunia dan Eropa. Redaktur Sepak Bola Prancis Pascal Ferre mengakui meski Iniesta yang sepanjang kariernya di Spanyol menghasilkan 34 trofi dan menjadi salah satu legenda sepak bola negeri itu, tidak pernah diganjar trofi terbaik Ballon d’Or. Seharusnya tidak demikian. Media itu menilai pemain dengan karier luar biasa itu sebenarnya nyaris mendapatkan trofi terbaik. Hanya saja dalam pengumpulan suara, namanya menempati posisi kedua di bawah Lionel Messi pada 2010 dan ketiga pada 2013. Majalah Sepak Bola Prancis itu konsisten memberikan penghargaan Ballon d’Or sejak 1956 dan pemenangnya merupakan hasil pengumpulan suara dari para wartawan olahraga. Namun sejauh ini, trofi tersebut sepertinya hanya menjadi perebutan bagi Cristiano Ronaldo (Real Madrid) dan Messi (Barcelona) saja. Pascal Ferre mengakui kejeniusan Iniesta tertutupi oleh kegemilangan pemain lain. Bahkan saat pemain berusia 33 tahun itu mengantarkan Spanyol meraih Piala Dunia 2010, sorot dunia tidak pernah tertuju padanya. “Dia fasilitator pertandingan terbaik dunia. Tidak memiliki pemikiran sombong dan hanya menginginkan pertandingan hidup,” kata

28

7 - 13 Mei 2018

Pascal Ferre. “Tanpa dia, Messi akan lebih cepat lelah di Barca. Pribadinya yang lebih mementingkan orang lain membuat dirinya tidak pernah mendapat pengakuan yang lebih besar.” “Maka bisa disadari jika ketidakadaan namanya dalam daftar nominasi Pemain Terbaik Dunia, adalah hal yang menyakitkan,” tambah Pascal Ferre. Iniesta yang kelahiran 11 Mei 1984, tinggal di sebuah desa kecil di Albacete, Castile–La Mancha. Talentanya mengolah bola membuat pelatih tim muda Barcelona Enrique Orizaola, tertarik dan meminta orang tuanya mengirim Iniesta kecil ke akademinya. Iniesta yang pemalu, menangis dan merasa tak bisa hidup jauh dari orang tuanya. Namun bermain sepak bola telah menjadi jalan hidupnya. Sehingga masa remajanya dihabiskan di tempat latihan. Iniesta membawa tim U-15 Barcelona menjadi juara turnamen Nike Premier Cup pada 1999. Saat ia dinominasikan masuk tim senior, Pep Guardiola, mantan pemain Barcelona dan kini melatih Manchester City, mengingatkan kepada pada gelandang Xavi Hernandez, tentang kehadiran Iniesta. “Kamu membuat saya pensiun, tapi dia (Iniesta) membuat kita semua pensiun,” kata Guardiola seperti dikutip Wikipedia. Dalam perjalanannya duet IniestaXavi menjadi gelandang mematikan. Lewat permainan ‘tiki-taka’ mereka mengantarkan Barca mendulang treble dua kali pada 2008/2009 dan 2014/2015. Iniesta yang keluaran La Masia, akademi sepakbola Barcelona, menutup kariernya dengan cantik di Nou Camp. Barca menjuarai Copa del Rey dengan menundukan Sevilla 5-0 di final dan Iniesta mendapat kesempatan mengangkat trofi tersebut. Ia mendapat tepuk tangan meriah penonton di stadion Wanda Metropolitano. Ini menjadi final pamungkasnya setelah 22 tahun mengibarkan bendera Barcelona, sebelum melanjutkan karier di tempat lain, laporan afp. l Yudi Winanto

Gelandang Spanyol Andres Iniesta


Kehamilan dan Tradisi Medali PETENIS India Sania Mirza membuat kejutan di pertengahan bulan April dengan mengunggah sebuah gambar di akun media sosialnya. Meski hanya sebuah gambar baju bayi dan sebuah botol, namun itu cukup mengindikasikan bahwa sang pemilik tengah dilingkupi suasana suka cita. Petenis berusia 31 tahun itu mengoleksi 6 trofi Grand Slam di nomor ganda putri termasuk Wimbledon 2015 saat ia berpasangan dengan Martina Hingis. Namun penampilan terakhirnya terjadi di lapangan tenis pada September lalu di turnamen WTA Tours Tiongkok Terbuka. Ia mengalami cedera kaki dan tidak pernah terdengar lagi beritanya. Hingga muncul unggahan gambar baju dan botol bayi yang menyiratkan bahwa petenis terbaik Asia itu diyakini tengah hamil. Gambar yang disertai hashtag #BabyMirzaMalik langsung dikomentari aktor Bollywood Aamir Khan dengan ucapan “Selamat.� Mirza menjadi petenis pertama India yang berhasil memenangi turnamen WTA pada 2005 di nomor tunggal. Pada 2015 ia menjadi petenis pertama India yang memiliki peringkat tertinggi dengan menduduki ranking 1 dunia nomor ganda. Kesuksesannya di lapangan tenis, melambungkan Mirza menjadi olahragawan ternama India. Tak kurang 25 juta pengikutnya di jejaring sosial Facebook, Twitter dan Instagram. Perkawinannya dengan bintang cricket Pakistan Shoaib Malik, pada 2015 makin meningkatkan namanya di kalangan pesohor olahraga. Meski hamil dan sering cedera, Mirza mengaku ingin tetap tampil di Asian Games di Indonesia. Itu pun kalau fisiknya benar-benar bugar. Ia ingin melanjutkan tradisi meraih medali setiap kali mengikuti event ini sejak 2006. Pada penampilannya di Asian Game 2014 di Korea, ia merebut emas di ganda campuran dan perunggu di nomor ganda putri. “Saya berharap bisa segera kembali dalam beberapa bulan,� katanya merujuk cedera lutut yang kini dalam proses pemulihan, laporan afp. l Yudi Winanto


OLAHRAGA

Putu Dewi Ayu Sakura

Sekolah ke Jepang, Turun di Porprov

B

aru duduk di bangku SD sudah turun dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, persisnya pada Porprov Bali XI/2013 di Denpasar. Inilah pengalaman pejudo andalan Kota Denpasar Putu Dewi Ayu Sakura. Sampai kini ia telah dua kali merebut medali emas yaitu pada Porprov Bali XII/2015 di Buleleng (kelas -78 kg) dan Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar (kelas -70 kg). Setelah itu medali perunggu disabetnya pada Wismoyo Cup 2017. Prestasi tersebut membawa siswi kelas I jurusan IPS SMA Dyatmika ini dipanggil mengikuti seleknas pembentukan tim Asian Games pada Desember 2017 lalu. Akan tetapi Sakura tak bisa memenuhi panggilan seleknas di Padepokan Judo Indonesia, Ciloto, Jabar, sebab jadwalnya berbenturan dengan liburan sekolah. ‘’Saya mengagendakan dua kali pulang ke Jepang saat libur sekolah, yakni Juni dan Desember,’’ ucap putri pertama pasangan Kadek Ngurah Sukarta dan Tomoko Tsugawa ini. Sakura memutuskan memilih ekstra kurikuler judo sejak duduk di bangku kelas II SD. Saat itu ia sekolah di Jepang yang menyediakan esktrakurikuler bela diri karate, kendo dan judo. Dirinya berlatih di Warabi Judo Renmei, Kota Saitama. Selanjutnya Sakura pindah ke Bali, sekolah kelas III di SD Raj Yamuna dan berlatih judo di Dojo Satria Jaya, Denpasar. Setelah kenaikan kelas Juni nanti, Sakura berniat melanjutkan sekolah kelas II ke SMA di Jepang, namun harus menempuh tes Bahasa Inggris dan Jepang. Jika diterima, gadis kelahiran Den-

pasar, 20 April 2001 ini akan tetap getol berlatih judo. Bahkan, Sakura siap mengibarkan bendera Denpasar pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. ‘’Saya akan giat berlatih dan menjaga kebugaran tubuh. Saya ingin turun di kelas -70 kg,’’ tuturnya. Sakura bertekad meneruskan sekolah di Jepang karena kurikulum dan materi pelajarannya lebih maju. Setelah tamat SMA, ia juga ingin melanjutkan kuliah di negara Matahari Terbit. Cita-citanya adalah jurusan Hubungan Internasional. Sang kakek Yoshihiro Tsugawa mengaku bangga mempunyai cucu yang berprestasi di cabor judo yang termasuk bela diri favorit di Jepang. ‘’Saya senang Sakura menggeluti judo, sebab bisa membentuk mental dan karakternya,’’ katanya. Kendati demikian, dirinya tak pernah memaksakan kehendak. Ia menyerahkan sepenuhnya pilihan terbaik kepada sang cucu. l Daniel Fajry

MBP/ist

MBP/nel

Putu Dewi Ayu Sakura (kanan) bersama sang kakek Yoshihiro Tsugawa.

30

7 - 13 Mei 2018

SENATOR WEDAKARNA - Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III benar-benar bekerja cepat saat menanggapi aspirasi masyarakat. Salah satunya terkait aspirasi keberatan tokoh panglingsir di Pura Dalem Poh Tegeh, Batudinding Suter, Kintamani, Bangli, terhadap recana pembangunan pabrik aspal (hotmix) yang berdekatan dengan areal suci. Sebelumnya Senator Arya Wedakarna hadir di Pura Dalem Poh Tegeh saat pujawali beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan yang dikemas dalam bentuk Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senator AWK menghadirkan pengambil kebijakan di Bangli terkait investasi, termasuk I Made Gianyar (Bupati Bangli) dan lainnya.


Piala Soeratin Rayon Bali

Ajang Munculnya Pemain Muda Berbakat KOMPETISI sepak bola Piala Soeratin U-17 dan Piala Soeratin U-15 Rayon Bali serta Piala Kartini berlangsung di Denpasar sejak 14 April lalu. Acara pembukaan dipusatkan di Stadion Kompyang Sujana. Ajang ini mendapat respons positif dari peserta. Tim-tim kontestan menyiapkan diri sebaik mungkin sebelum berlaga dalam event untuk para pemain muda atau masa depan ini. Meski telah bersiap optimal, pertandingan pertama tetap saja sulit. Persis seperti kata-kata orang bola bahwa tidak mudah melakoni laga pembukaan. Sebagian besar pemain dan tim biasanya tegang dan kurang fokus menjalaninya. Suasana ini umumnya merembet ke hasil pertandingan yang cenderung tidak sesuai harapan. Kondisi itu juga dihadapi kontestan Piala Soeratin Bali. Pertandingan pertama antara tuan rumah Perseden Denpasar U-17 dan Bali FC Mumbul adalah contohnya. Para pemain Perseden dan Bali FC Mumbul belum tampil seperti keinginan pelatihnya. Duel sepertinya akan berakhir imbang karena tak satu pun peluang yang dihasilkan kedua tim menemui sasaran. Namun, gol akhirnya tercipta pada menit ke-85 yang dihasilkan I Gusti Agung Lanang Rahadian Putra untuk Perseden. Hasil serupa dipetik Persibu Buleleng saat mengalahkan Putra Pemenang Bali pada hari berikutnya. Akan tetapi tidak demikian halnya dengan kesebelasan Perst Tabanan. Finalis Piala Soeratin U-17 tahun lalu ini langsung tancap gas. Mereka sukses mencukur FSK Klungkung 6-1 di Lapangan Yoga Perkanthi, Jimbaran. Tanpa mengecilkan arti kemenangan

Perst, alasan yang dikemukakan pelatih FSK Klungkung, Yuda, patut didengar. Ia menyebut asuhannya bermain tegang gara-gara terlambat masuk lapangan karena terjebak kemacetan di jalan. Skor beragam tersaji di Piala Soeratin U-15. Putra Tresna Bali U-15 menekuk FSK Klungkung 4-1, Bali United mengatasi tuan rumah Pusaka Kapal 4-1, PS Badung mengungguli Putra Pemenang Bali 2-0 dan Putra Dewata Bali mengalahkan Bebek Bengil 5-2. Sementara tuan rumah Badak Putra Buduk bermain imbang 1-1 melawan Garuda Sakti Bali, Kundalini berbagi angka 2-2 kontra Putra Pegok, Mandala United ditahan Singaraja FC 2-2 dan Bali FC U-15 bermain seri 2-2 versus Perst Tabanan. Seiring berjalannya waktu, permainan seluruh tim makin meningkat, meski tetap saja ada yang harus kalah atau tersingkir. Tim mana pun yang menjadi juara nantinya, Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bali pantas berharap banyak dari ajang ini. Sebelumnya, event ini selalu melahirkan pemain-pemain potensial yang kemudian menjadi andalan kabupaten/kota dan Bali. Ketua Umum Asprov PSSI Ketut Suardana juga ingin Piala Soeratin tahun ini memunculkan pemain-pemain muda bertalenta sebagai modal membentuk tim tangguh Bali yang nantinya mampu berkiprah di kancah nasional. Untuk mencapai itu, perlu pembinaan berjenjang dan berkelanjutan agar potensi mereka bisa dimaksimalkan. Namun, upaya ini tidak bisa dilakukan oleh PSSI Bali sendiri, melainkan harus mendapat dukungan dari pemerintah. Piala Soeratin pantas diapresiasi karena mendapat sambutan positif dari para peserta. Pelatih Bali FC, Valderama Bettega, mengaku menyiapkan pemainnya selama dua bulan demi target juara Rayon Bali. Sebaliknya, pelatih Bali United, Rosyid, lebih mementingkan waktu bermain bagi asuhannya. Ia senang bila seluruh pemainnya mendapat kesempatan turun di ajang ini. l Mawa

MBP/ist

FT UNR - Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai (FT UNR) mengadakan kegiatan Studi Ekskursi di Proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Sabtu (21/4). Mengingat terbatasnya ruang parkir di lokasi proyek, FT UNR hanya diperkenankan membawa 70 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur, serta 17 dosen. FT UNR berkunjung ke proyek underpass yang panjangnya 712 meter, lebar 17 meter dan tinggi ruang 5,2 meter itu. Studi ekskursi, menurut Dekan FT UNR Ir. I Gusti Made Sudika, M.T., merupakan kegiatan rutin yang dilakukan FT UNR setiap semester.

MBP/wan

Salah satu pertandingan Piala Soeratin Rayon Bali yang berlangsung di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar. 7 - 13 Mei 2018

31


PENDIDIKAN

PAUD Bernuansa Hindu

P

Melahirkan Generasi Berbudaya

emkab Badung terus berupaya meningkatkan jumlah sekolah, khususnya Pedidikan Anak Usia Dini (PAUD) bernuansa Hindu. Namun, bukan berarti PAUD ini mengajarkan siswa pelajaran Agama Hindu semata, namun lebih kepada budaya dan seni yang berkembang di Pulau Dewata sehingga warisan leluhur tersebut tidak tergerus zaman. Tak kalah pentingnya, PAUD ini difungsikan sebagai media untuk mencetak generasi yang berbudaya dan berjiwa nasionalisme. Lantas bagaimana pengembangan sekolah bernuansa Hindu ini? Tahun 2016 lalu merupakan awal terbentukna enam PAUD bernuansa Hindu. Pemkab Badung melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) setempat berhasil menambah enam PAUD lagi di 2017, sehingga total menjadi 12

PAUD. Di antaranya, TK Hindu Darma Sastra, TK Prawidia Dharma Kumara, TK Budhi Kumara, TK Pradnyandari III, TK Karang Kemanisan, dan TK Tri Eka Dharma Loka. Selanjutnya ada TK Kumara Ngurah Rai I, PAUD Werdi Kumara I, TK Widya Kumara I, TK Dharma Kumara I Tibubeneng, TK Dharma Putra Kedonganan dan PAUD Widya Kumara Desa Adat Kutuh. Kepala Disdikpora Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika mengatakan, selain sekolah umum, pemerintah rencananya akan membentuk pasraman untuk mengembangkan pendidikan bernuansan Hindu. “Yang terpenting adalah anak-anak diarahkan untuk mencintai dan menyerap nilai-nilai seni, adat, dan budaya sejak dini. Dengan demikian, meski arus globalisasi kian deras, anak-anak tetap mewarisi nilai-nilai tersebut,” ujar Widia Astika,

MBP/eka

Pembangunan PAUD bernuansa Hindu difungsikan sebagai media untuk mencetak generasi yang berbudaya dan berjiwa nasionalisme.

32

7 - 13 Mei 2018

belum lama ini. Kendati bernuansa Hindu, kata Widia Astika, PAUD tersebut masih bernaung di bawah Disdikpora Badung. Tak tanggung-tanggung, pihaknya menganggarkan dana hibah Rp 2,5 miliar lebih untuk 12 PAUD tersebut di tahun 2017. “Masih dalam naungan Disdikpora, bukan Kementerian Agama. Namun kurikulumnya sedikit berbeda dengan PAUD lainnya, yakni berisi pembentukan karakter agama Hindu serta nilai-nilai seni dan budaya,” tegasnya. Menurut Widia Astika, belasan PAUD bernuansa Hindu yang sudah ada itu tersebar di setiap kecamatan, masing-masing dua PAUD per kecamatan. Dengan adanya tambahan enam TK pada tahun 2018, maka akan ada tiga TK bernuansa Hindu di masingmasing kecamatan. “Kami evaluasi dulu, karena rencananya ada lagi. Selama ini, antusiasme masyarakat terhadap keberadaan TK bernuansa Hindu cukup bagus. Jika tidak ada halangan, maka tahun ini akan ditambahkan enam TK lagi,” terangnya. Dijelaskan, pembentukan TK yang berbasis agama Hindu, seni, dan budaya itu harus dilaksanakan secara bertahap, sehingga kualitasnya tetap baik. Sementara pengadaan tenaga pengajarnya dengan memberdayakan para guru yang sudah ada, tinggal memberikan pembekalan lebih mendalam. “Tenaga pengajarnya kami manfaatkan yang sudah ada. Cuma kami berikan pelatihan-pelatihan lagi semacam penataran dan workshop,” katanya. Mantan Kepala SMKN 1 Kuta Selatan itu menambahkan, guru PAUD berstatus PNS di Badung cukup banyak. Jumlah guru di setiap PAUD bervariasi karena tergantung jumlah siswa. “Idealnya, satu guru mendidik 15 sampai 20 siswa,” ujarnya. l Parwata


MBP/puspawati

Suasana workshop Pemberdayaan Komite Sekolah dalam Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel dan Transparan di Kantor Bupati Tabanan, belum lama ini.

Peran Komite Sekolah Dipertegas ADA bebarapa hal baru yang perlu dimengerti oleh sekolah dan komite sekolah terkait terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Salah satunya, ketentuan yang mengatur komite sekolah dan siapa saja yang bisa menjadi anggotanya. Begitupun soal penggalian dana yang dilakukan komite sekolah dan sekolah, mulai sekarang harus hati-hati. Pasalnya, dalam aturan baru tersebut, dilarang melakukan pungutan, namun boleh menerima sumbangan atau bantuan. Guna menyamakan persepsi komite sekolah di Kabupaten Tabanan agar tidak menyimpang dari aturan baru tersebut, Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Tabanan menggelar workshop Pemberdayaan Komite Sekolah dalam Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel dan Transparan, belum lama ini. “Kita undang seluruh komponen pendidikan yang ada, termasuk para komite sekolah untuk memberikan sosialisasi terkait peraturan baru tersebut. Diharapkan, nantinya bisa diterapkan di sekolah masing-masing,” ujar Ketua Dewan Pendidikan I Wayan Madra Suartana. Dari hasil monitoring ke sejumlah sekolah, kata Madra Suartana, ditemukan masih banyak yang nihil kegiatan.

Hal ini lantaran adanya ketakutan dalam melakukan pemungutan pendanaan. Dengan menghadirkan pembicara dari unsur kejaksaan dan kepolisian serta diikuti Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, paling tidak ke depan pemahaman tentang bantuan, pungutan dan sumbangan bisa jelas. Menurut Madra Suartana, dalam permendikbud tersebut disebut pungutan adalah yang bersifat wajib, besarnya ditentukan dan waktu pengumpulannya juga ditentukan. Sekolah dan komite sekolah harus berhati-hati dalam membuat kebijakan terkait dengan penggalangan dana ini. “Dalam membuat kebijakan harus berhatihati. Kuncinya, transparan dan komunikasi yang baik antara komite sekolah dan kepala sekolah,” katanya mengingatkan. Selain itu, regulasi baru ini memuat perbaikan dalam hal transparansi. Sekolah akan bertanggung jawab melaporkan berapa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima hingga anggaran yang dilaporkan secara transparan ke orang tua murid. “Komite sekolah nantinya akan memiliki fungsi yang lebih efektif untuk memberi pertimbangan dalam penentuan kebijakan pendidikan. Selain itu, dalam pengawasan jalannya layanan pendidikan, komite sekolah dipertegas perannya sebagai mitra sekolah,” tegas

Madra Suartana. Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga yang hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada dewan pendidikan dan klinik pendidikan yang telah gencar mencari solusi terkait persoalan pendidikan di Kabupaten Tabanan. Terkait adanya aturan baru, politisi asal Sudimara ini mengatakan, Permendikbud ini akan memberi rambu-rambu mengenai apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh komite sekolah. Salah satunya mengenai pungutan pendidikan yang tidak diperkenan dilakukan oleh komite sekolah. “Pungutan ini kerap menjadi persoalan, di mana sekolah ingin berupaya meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di tengah keterbatasan anggaran pendidikan. Namun dengan adanya aturan baru tersebut, paling tidak komite sekolah akan paham tupoksinya yang hanya boleh mengelola sumbangan dan bantuan dari orangtua murid yang diberikan secara sukarela. Jangan sampai gara gara ingin meningkatkan kualitas pendidikan justru tersandung kasus hukum karena untuk penggalangan dana ini juga dipantau pihak kepolisian dan kejaksaan,” katanya mengingatkan. lPwuspawati 7 - 13 Mei 2018

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

PDAM GIANYAR - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gianyar akan berulang tahun yang ke-26 pada 12 September mendatang. Serangkaian HUT tersebut, PDAM Gianyar menyelenggarakan pengundian nomor sambungan rekening air dari tanggal 3 sampai 10 setiap bulannya, yang mulai dilaksanakan Mei hingga Agustus. Satu unit sepeda motor disiapkan sebagai hadiah utama undian nomor sambungan ini. Dirut PDAM Gianyar I Made Sastra Kencana mengatakan, pada HUT sebelumnya PDAM Gianyar hanya menyelenggarakan perayaan di internal. Namun pada HUT ke-26 ini, PDAM Gianyar bekerja sama dengan PT Pos Indonesia berupaya membagi kebahagiaan dengan masyarakat.

MBP/ist

PEMKAB BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penelitian dan pengembangan (Balitbang) mengadakan ‘’Sayembara Desain Mangupura Award’’. Kegiatan dengan total hadiah Rp 50 juta itu meliputi Lomba Desain Logo 2 Dimensi, Desain Trophy 3 Dimensi dan Desain Poster. Peserta terbuka untuk umum warga negara Indonesia, kecuali dewan juri dan keluarga dan pegawai di Pemkab Badung. Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara menjelaskan, Seyembara Desain Mangupura Award digelar dalam rangka penganugerahan Mangupura Award Pemerintah Kabupaten Badung.

MBP/ist

FE UNHI - Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia (FE Unhi) kembali menggelar acara yudisium di Prime Plaza Hotel Sanur, Denpasar, Rabu (25/4). Sebanyak 288 lulusan sarjana dari dua program studi (prodi) dilepas dalam acara tersebut. ‘’Dari garba Mahawidya Bhawana Unhi lahir lagi 288 Sarjana Ekonomi yang sujana. Sebanyak 190 orang dari Program Studi Manajemen dan 98 orang dari Program Studi Akuntansi. Ini adalah jumlah terbesar dalam sejarah Yudisium FE Unhi,’’ ujar Dekan FE Unhi Dr. Dra. I G.A. Wimba, M.M. dalam sambutannya.

34

7 - 13 Mei 2018

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta meresmikan Balai Banjar Tengah, Desa Blahkiuh, Sabtu (21/4), ditandai pengguntingan pita dan penanda tanganan prasasti. Pembangunan Balai Banjar Tengah mendapat suport dana dari Pemkab Badung sebesar Rp 2 miliar pada tahun anggaran 2017. Kini Balai Banjar Tengah berdiri megah, bertingkat dan dilengkapi basement. Peresmian sekaligus upacara malaspas balai banjar juga dihadiri anggota DPRD Badung, yakni I Nyoman Sentana, I Gusti Ngurah Shaskara dan I.B. Sunartha.


MBP/ist MBP/ist

PEMKAB KARANGASEM - Acara pelantikan/pengukuhan pengurus Karang Taruna periode 2018 s/d 2023 dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kartini di Wantilan Kantor Bupati, Sabtu (21/4). Pelaksanaannya setelah upacara bendera memperingati Hari Kartini, 21 April 2018. Hadir pada acara itu Setda Kabupaten Karangasem, Perwakilan Karang Taruna Provinsi Bali, Anggota DPR Dapil Karangasem, dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Karangasem. Ketua Panitia I Wayan Jatiyasa mengatakan pelantikan ini menjadi hari amat bersejarah.

RAKOR KOMWIL - Penyelenggaraan Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Rakor Komwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) merupakan agenda rutin setiap tahun. Di Tahun 2018 ini diselenggarakan di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, sekaligus sebagai tuan rumah Rakor Komwil IV APEKSI ke-14 yang diikuti 13 kota untuk wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. H. Abdul Hamid, ditandai dengan pemukulan gong di Hotel Singhasari Resort Kota Batu Malang, Rabu (18/4).

MBP/ist

DPRD KARANGASEM - Di balik nestapa kejadian erupsi Gunung Agung, ternyata ada hikmah positifnya. Derita yang harus diterima tanpa bisa dicegah itu justru mampu mempererat tali persaudaraan masyarakat Bali. Betapa tidak, simpati publik terhadap masyarakat Karangasem sungguhsungguh sangat tinggi. Kenyataan itu terbukti dengan mengalirnya bantuan yang datang serta sikap terbuka dan welcome masyarakat Bali terhadap warga Karangasem yang terpaksa mengungsi. Simpati dan antusiasme warga Bali di daerah lainnya itu mendapat apresiasi tinggi dari Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi. Seperti Selasa (24/4), politisi muda itu berkunjung ke Buleleng menemui koleganya di DPRD Buleleng.

MBP/ist

BRI DENPASAR - BRI Cabang Denpasar Gatot Subroto melaksanakan pengundian hadiah Simpedes di Segara Bambu Restaurant, Kamis (19/4). Hadiah grandprize I berupa satu unit Suzuki Ertiga. Hadiah utama I yaitu 5 unit sepeda motor Honda Scoopy. Hadiah utama II yaitu 7 unit sepeda motor Honda New Vario. Hadiah utama III berupa 8 unit sepeda motor Honda New Beat. Hadiah biasa I yaitu 3 unit kulkas dua pintu Samsung. Hadiah biasa II yakni 5 unit televisi LED 32 inci Samsung. Hadiah biasa III berupa 3 unit mesin cuci 7 kg Samsung. Hadiah biasa IV meliputi 3 unit televisi LED 24 inci Samsung.

7 - 13 Mei 2018

35


AKTIVITAS BRI DENPASAR - Penyerahan hadiah pemenang Panen Hadiah Simpedes Periode Ke-2 Tahun 2017 BRI Denpasar Gajah Mada berupa 1 unit Mobil Suzuki Ertiga untuk pemenang Grandprize 1 diraih Ni Wayan Sutarmiati yang merupakan nasabah penabung BRI Unit Kreneng Kantor Cabang Gajah Mada dan 1 unit Mobil Suzuki APV untuk pemenang Grandprize 2 atas nama I Ketut Arsana, nasabah penabung di BRI Unit Melati Kantor Cabang Gajah Mada. Hadiah diserahkan oleh Pemimpin Cabang BRI Denpasar Gajah Mada I Ketut Manuartha, Kamis (19/4).

BUPATI BADUNG - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta membuka Paruman Sulinggih dan Pelatihan Pemangku Pande seBadung, ditandai dengan pemukulan gong di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Mengwi, Sabtu (22/4). Turut mendampingi, anggota DPRD Nyoman Satria, PHDI Kabupaten Badung, Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A Gde Agung, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Jaya Saputra, Tripika Kecamatan Mengwi, Ketua MSWP Propinsi Bali, Ketua MSWP Kabupaten Badung, Perbekel Mengwi Ketut Umbara, Bendesa Adat Mengwi Ida Bagus Anom serta sulinggih dan para peserta.

WABUP BADUNG - Sebanyak 151 juru taman (tukang kebun) yang bertugas di kawasan Puspem Badung diberi pakaian kerja lapangan. Penyerahan dilakukan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Jumat (20/4). Penyerahan pakaian kerja lapangan tukang kebun ini sebagai wujud perhatian dan bentuk penghargaan Pemkab Badung kepada tukang kebun yang sudah bekerja maksimal menjadikan kawasan Puspem Badung bersih, indah dan berseri. WABUP BADUNG - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertahanan Negara Provinsi Bali di Kabupaten Badung tahun 2018 di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Jumat (20/4). Acara ini dihadiri pejabat Kementerian Pertahanan Ketut Budiastawa, Kepala Kesbangpollinmas Kabupaten Badung I Nyoman Suendi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para siswa SMA dan SMK serta perguruan tinggi di Kabupaten Badung. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan apresiasi dan menyambut positif atas terselenggaranya pelaksanaan kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia Pertahanan Negara.

36

7 - 13 Mei 2018


7 - 13 Mei 2018

37


PA R I W I S ATA

S

TKA Berebut Rezeki Pariwisata Badung

erbuan tenaga kerja (Naker) asing “mencari makan� di Kabupaten Badung membuat was-was pemerintah daerah setempat. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Badung selaku leading sector masalah ini bahkan sampai mengeluarkan perigatan agar semua naker asing yang berebut rezeki di gumi

38

7 - 13 Mei 2018

keris melapor dan terdata sebelum bekerja. Perusahaan yang mempekerjakan naker asing juga diwajibkan terlebihi dahulu mengurus izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). Upaya ini dilakukan selain menekan jumlah penggunaan naker asing, juga untuk menambah pundi-punti pendapatan daerah dari retribusi IMTA. Disperinker setempat

mencatat 1.321 orang tenaga kerja asing bekerja di Gumi Keris pada 2017. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, IB Oka Dirga, mengatakan dari jumlah tersebut sebanyak 712 diantaranya baru memperpanjang izin memperkerjakan tenaga asing (IMTA). TKA ini dominan bekerja di sektor pariwisata seperti hotel dan restoran.


“Namun mereka hanya boleh untuk posisi tertentu, seperti general manager dan sejenisnya. Perusahaan dilarang keras menggunakan naker asing pada bagian personalia dan jenis-jenis pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh pekerja lokal,” ujarnya. Menurutnya, tenaga kerja asing harus mentransfer ilmunya kepada tenaga kerja lokal. Aturan ini untuk menekan jumlah tenaga kerja ke depan. “Ke depan tidak perlu lagi tenaga kerja asing. Yang 1.321 itu yang resmi saja dan punya IMTA,” katanya. Selain itu, retribusi izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA) sebenarnya bukan menjadi sebuah target pendapatan. Namun TKA wajib mengantongi IMTA. Dokumen IMTA diurus di pusat, namun tiap lima tahun diperpanjang di daerah.

Di Badung untuk memperpanjang IMTA dikenakan retribusi sebesar 100 dolar per bulan atau 1.200 dolar per tahun. “Tahun 2017 retribusi IMTA yang disetor ke kas daerah sebesar Rp 10 miliar dan ini melebihi dari target Rp 7 miliar,” jelasnya. Seperti diketahui, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2010 tentang penggunaan tenaga kerja asing sudah jelas tertuang pada pasal 33 pengawasan atas penggunaan TKA dilaksanakan oleh; (a) pengasan ketenagakerjaan pada kementerian dan dinas provinsi yang membidangi urusan bidang ketenagakerjaan; dan (b) pegawai imigrasi yang bertugs pada bidang pengawasan dan penindakan keimigrasian,

secara terkoordinasi sesuai dengan lingkup tugas dan kewenangan masing-masing. Selain itu, TKA dilarang menduduki jabatan yang mengurusi personalia dan/atau jabatan tertentu yang ditetapkan oleh Menteri yang buny pada i Pasal 4 ayat (1,2) Perpres ini. “Keluarnya Perpres yang baru, pengawasan TKA itu ditarik ke Provinsi dan juga Imigrasi, kita hanya pembinaan,” pungkasnya. Masuknya tenaga kerja (naker) asing ke Indonesia, termasuk Bali, juga membuat BNNP Bali was-was. Pasalnya tidak menutup kemungkinan mereka disusupi sindikat narkoba internasional. “Kami sedang mengawasi dan melakukan penyelidikan di salah satu kabupaten yang banyak tenaga kerja asingnya,” tegas Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. Hal itu dilakukan dalam upaya mencegah masuknya narkoba ke Bali. Pasalnya bisa saja mereka merupakan anggota sindikat narkoba internasional. Setelah di Bali, mereka mendapat kiriman narkoba yang dikemas atau dimasukkan ke barang. “Tujuan mereka tidak hanya mencari untung tapi targetnya merusak daya pikir manusia Indonesia. Orang yang kena narkoba itu kan merusak otak,” katanya. Selain itu, ada modus merekrut pengedar lokal. Peredaran narkoba itu sulit dihentikan karena pangsa pasarnya masih tinggi. Apalagi Bali jadi tujuan sindikat narkoba internasional. “Pengedar lokal banyak kelebihannya, di antaranya paham medan, banyak kenal komunitas dan tahu wilayah yang potensial jadi sasaran,” pungkasnya. l Parwata/Kertanegara

Wisatawan asing yang berkunjung ke Bali tidak hanya kepincut dengan keindahan alam Pulau Dewata. Ribuan dari mereka juga berebut rezeki dari pariwisata yang berkembang di Bali, khususnya Badung. 7 - 13 Mei 2018

39


A KT I V I TA S

MBP/ist

STIKOM BALI - Setelah awal Februari 2018 Menteri Ristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. berkunjung ke Stikom Bali, kini giliran putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, mengujungi Stikom Bali. Jumat (20/4) sekitar pukul 10.30 Wita, Kaesang Pangarep dan staf bisnisnya hadir di Stikom Bali dikawal sejumlah personel dari Paspampres. Kedatangan Kaesang Pangarep untuk membagi ilmu bisnisnya dengan para mahasiswa Stikom Bali, sebelum meresmikan gerai ‘’Sang Pisang’’ miliknya.

MBP/ist

BRI SEMARAPURA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Semarapura menggelar panen hadiah Simpedes Semester II tahun 2017, Jumat (20/4). Program rutinitas setiap semester ini salah satunya sebagai sarana komunikasi pemasaran produk Simpedes supaya pertumbuhan simpanan terus meningkat. Acara yang berlangsung pukul 09.00 Wita ini dihadiri sejumlah nasabah yang berasal dari sembilan unit yang tersebar di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan dan Nusa Penida. Berbagai hadiah yang siap dibawa pulang oleh pemenang.

40

7 - 13 Mei 2018

MBP/ist

PMI GIANYAR - Melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan yang diemban PMI bukanlah perkara mudah. Hal tersebut memerlukan partisipasi aktif dari seluruh jajaran PMI, baik pengurus, staf maupun relawan. Selain itu, yang terpenting juga harus ada dukungan pemerintah dan masyarakat untuk kelancaran program-program PMI. Hal ini ditegaskan Ketua Pengurus PMI Kabupaten Gianyar dr. Cokorda Gede Wisnu Parta dalam Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) PMI Gianyar tahun 2018 yang dilangsungkan di ruang sidang Kantor Bupati Gianyar, Senin (23/4).

MBP/ist

BUPATI BANGLI - Bupati Bangli I Made Gianyar membuka Rapat Kerja (Raker) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) se-Provinsi Bali, di Gedung BMB, Selasa (24/4). Acara tersebut dihadiri Kepala Satpol PP Provinsi Bali I Made Sukadana dan seluruh pejabat struktural Satpol PP se-Provinsi Bali. Bupati Made Gianyar dalam sambutannya mengatakan, saat ini kondisi bangsa Indonesia sedang carut- marut karena diterpa begitu banyak permasalahan. Banyak Bupati, Gubernur, anggota DPR dan Aparatur Sipil Negara (ASN) terjaring operasi tangkap tangan (OTT) aparat penegak hukum.


MBP/ist MBP/ist

BUPATI JEMBRANA - Ratusan personel dari berbagai instansi dan masyarakat mengikuti simulasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kabupaten Jembrana 2018 di Lapangan Pecangakan, Rabu (25/4). Kegiatan yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, Korpri, Tagana, Linmas dan Pecalang ini mengambil tema “Siaga Bencana Dimulai dari Diri Kita, Keluarga dan Komunitas Siap untuk Selamat�. Sekuranganya 500 personel gabungan tersebut mengikuti simulasi berdasarkan peran dan tugas masing-masing. Bupati Jembrana I Putu Artha yang ikut menyaksikan simulasi tersebut mengatakan kegiatan seperti ini sangatlah penting.

MBP/ist

UNUD - Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) melantik 12 pejabat di lingkungan Unud yang terdiri atas Kepala Bagian (Eselon III.a) dan Kepala Sub-Bagian (Eselon IV.a) di Gedung Agrokompleks lantai empat Kampus Sudirman, Denpasar, Kamis (19/4). Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan diawali upacara majaya-jaya sebagai simbol sumpah dan janji ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk bertanggung jawab dalam mengemban tugas dan jabatan baru. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyumpahan, penandatanganan berita acara, serta serah terima jabatan yang disaksikan rohaniwan dan seluruh civitas akademika Unud.

DPRD KARANGASEM - Melalui sidang paripurna istimewa, Senin (23/4) , DPRD Karangasem menyampaikan sejumlah rekomendasi dan catatan strategis atas Laporan Keterangan Pertanggjungjawaban (LKPJ) Bupati Karangasem tahun 2017. Salah satu hal yang menjadi sorotan yaitu menyangkut sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan dengan silpa 2017, yang dinilai sangat tinggi. Karena itu, ke depannya, dewan mendorong terjadi optimalisasi serapan anggaran. Disampaikan rendahnya serapan anggaran pada satu sektor diyakini dapat menghambat program kerja pada sektor lainnya.

MBP/ist

UNWAR - Dalam rangka meningkatkan kualitas keterampilan (skill) dan sikap (attitude) para pemimpin di era industri 4.0, Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Pelatihan Kepemimpinan Bagi Pejabat Struktural di lingkungan Unwar di Ruang Sri Kesari Warmadewa Mandapa, Selasa (24/4). Pelatihan dibuka Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. dan dihadiri seluruh pimpinan pejabat struktural di lingkungan Unwar. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Wisnumurti, M.Si. sebagai narasumber, sedangkan moderator Wakil Rektor II Unwar Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan. 7 - 13 Mei 2018

41


TRADISI

”Aci Ida Batara Mijil”

Umat Persembahan ”Salaran” Buah Buah ini, semua menggunakan buah lokal hasil kebun warga Geriana Kangin. Semua krama maturan buah sampai di Pura Puseh Geriana Kangin. Di sana kemudian di rancang menjadi Barong Buah dengan bentuk Gajah Mina. Sementara untuk banten atau bakti berupa dulangan, bebekoran dan sokasi, adalah bakti dari krama masing-masing.

MBP/bagiarta

S

Barong Buah yang diusung menuju Pura Bale Agung Desa Pakraman Selat.

erangkaian aci Ida Batara Mijil, di Desa Pakraman Selat, Ida Batara Sakti Ngerti Gumi, katuran panganyar dari Desa Pakraman Geriana Kangin, Jumat (6/4) lalu. Saat itu, berbagai hasil bumi dipersembahkan untuk Ida Batara, di antaranya berupa Salaran atau Barong Buah. Bentuknya unik, karena tersusun dari beberapa jenis buah. Di antaranya berupa nangka, salak, durian serta berbagai jenis kacang-kacangan, jagung dan juga pisang. Ini dibuat sedemikian rupa menyerupai Gajah Mina.Barong Buah merupakan salah satu wujud persembahan yang terbuat dari buah-buahan lokal hasil kebun warga Geriana Kangin. Dalam perjalanan menuju Desa Pakraman Selat tepatnya di Pura Bale Agung dimana Ida Batara Sakti Ngerti nyejer, warga mapeed, yakni dengan berjalan kaki sekitar satu kilometer. Nampak krama perempuan mengusung dulangan atau gebongan beserta sesajan lainnya yang akan dipersembahkan. Sementara krama laki-laki mengikuti di belakangnya. Dalam perjalanan mapeed, diiringi dengan tiga barung Tabuh Bale Ganjur. Pertama dari Sekaa Bale Ganjur Dadia Kauh, di tengah dari Sekaa Bale Ganjur Dadia Tengah dan paling belakang dari Sekaa Bale

42

7 - 13 Mei 2018

Ganjur Dadia Kangin. Tiba di Pura Bale Agung, Barong Buah tersebut langsung dilakukan banten pamendak. Selain itu ada juga persembahan lainnya dari krama masing-masing berupa sesayut dan panyeneng dengan menggunakan dulang dan sokasi. Menurut Bendesa Adat Desa Pakraman Selat Jro Mangku I Wayan Gede Mustika, proses nganyarin ini dilakukan selama Ida Batara nyejer yakni selama 35 hari. Upacara panganyar serangkaian Aci Ida Batara Mijil ini, sudah berlangsung sejak 17 Maret lalu. Aci Panganyar dilakukan desadesa pakraman penyanding. Di antaranya dari Desa Pakraman Geriana Kangin. Ini termasuk salah satu tradisi yang sudah berjalan sejak dulu. Ini berlangsung setiap sepuluh tahun sekali. Desa pakraman penyanding itu, antara lain Desa Pegubungan, Geriana Kauh, Bambang Biaung dan juga Padang Tunggal serta Jangu dan juga Desa Pakraman Alas Tunggal. “Panganyar ini sekaligus muspa sebagai wujud bakti kepada Ida Batara Saksi,” kata Jro Mangku Mustika, seraya mengatakan Ida Batara Saksi Ngerti Gumi, selama ini, malinggih di Pura Gaduh Sakti, Desa Pakraman Selat. Jro Bendesa Adat Geriana Kangin, Ketut Yasa, menambahkan, untuk bahan Barong

Setiap 10 Tahun Sekali Karya Agung Ida Batara Mijil ini dilakukan setiap 10 tahun sekali, saat Içaka berakhir dengan angka nol dan tahun Masehi berakhir dengan angka delapan. Puncak aci tahun ini sudah digelar 16 Maret lalu, tepat saat Pengerupukan. Saat itu, Ida Batara Medal dari Pura Gaduh Sakti sekitar 800 meter dari Pura Bale Agung Selat. Dalam perjalanan dari Pura Gaduh ke Pura Bale Agung ini, sepanjang jalan yang dilalui menggunakan lantaran. Di atasnya berisikan nasi, panca pala, daging dan juga canang sari selengkapnya. Lantaran tersebut dari semua banjar di Desa Pakraman Selat. Momen ini cukup menarik, karena ada sekitar 4.000 KK krama Selat keluar odalan nasi atau ajengan, sama-sama satu kilogram. Saat nasi tersebut dilewati iring-iringan Ida Batara, ajengan itu langsung katunas oleh krama. Isi Lantaran tersebut ada yang langsung diambil krama untuk dimakan. Ada juga yang disebarkan di kebun, sawah dan juga ada yang ditempatkan di tempat jualan. Lantaran yang diambil warga, sebagai simbul kalau Ida Batara memberikan anugrah berupa kemakmuran. Saat Puncak Karya, Ida Batara ke sanggra 18 banjar lan dadia di Desa Pakraman Selat. Saat pangayar ada persembahan dan persembahyangan dari Desa Kekuub Selat, seperti Desa Pakraman Sogra, Sebudi, Tegeh, Persana dan Sukaluwih. Setelah puncak karya dan nganyarin selama 35 hari, nanti baru aci masineb. Namun, sebelum masimpen, Ida Batara akan menuju Pura Puseh, Selat. Di sana Ida Batara akan nyejer selama tujuh hari. Saat Ida Batara akan menuju Pura Puseh, kali ini akan menggunakan lantaran yang isinya berupa beras kuning yang ditaruh di jalan atau di jalur yang akan dilalui Ida Batara. Selain beras kuning, juga lengkap dengan segala biji-bijian seperti jagung, kacang-kacangan dan yang lainnya. l Bagiarta


A KT I V I TA S

MBP/ist

INDONESIA POWER - Sebanyak 300 karyawan PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali hadir dalam Dharma Santi Nyepi di Kantor Unit Pembangkitan Bali Pesanggaran, Denpasar, Kamis (19/4) . Tema Dharma Santi yang diangkat tahun ini adalah ‘’Melalui Dharma Santi Kita Tingkatkan Sinergi Dalam Keberagaman untuk Mewujudkan IP Aksi’’. Serangkaian kegiatan yang dilakukan antara lain Tirtayatra di Pura Luhur Besi Kalung Penebel, Tabanan, Dharmayatra di Pura Luhur Candi Narmada dan Dharma Wirasa ke pensiunan pegawai Indonesia Power.

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Keuangan desa di Kabupaten Klungkung cukup besar yang dialokasikan oleh pemerintah desa maupun pusat melalui dana desa. Dalam penggunaannya, harus mengedepankan prinsip akuntabiltas sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Demikian ditegaskan Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada dalam workshop evaluasi implementasi aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) di Ruang Rapat Praja Mandala, Selasa (24/4).

MBP/ist

PEMKAB KLUNGKUNG - Upaya Pemkab Klungkung menjadikan sampah sebagai bahan energi terbarukan melalui metode Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta memantik keinginan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantipres) RI untuk melihat langsung segala prosesnya, Selasa (24/3). Cara ini dipandang sangat positif dan layak dikloning oleh daerah lain. “Apa yang didemonstrasikan Klungkung ini, menunjukkan kita punya kapasitas untuk membangun industri sendiri, terutama terkait dengan energi terbarukan,” ungkap Anggota Wantipres, Suharso Monoarfa.

MBP/ist

PLN - Guna mempererat hubungan dan menjaga komunikasi yang baik antara pelanggan besar PLN dan stakeholder utama di Bali dalam meningkatkan kualitas pelayanan, PT PLN (Persero) Distribusi Bali melalui PLN Area Pelayanan Prima menyelenggarakan Customer and Stakeholder Gathering di The Trans Resort Bali, Jalan Sunset Road, Kerobokan, Badung, Rabu (18/4). Kurang lebih 240 pelanggan Area Pelayanan Prima Bali hadir bersama stakeholder di tingkat Pemerintah Provinsi Bali, anak perusahaan PLN dan rekanan PLN. 7 - 13 Mei 2018

43


A KT I V I TA S

MBP/ist

BUPATI GIANYAR - Setelah melalui seleksi yang sangat ketat, Ni Wayan Putri Cempaka Karisma F. dan I Kadek Kadin Suartana Billington terpilih sebagai Jegeg Bagus Duta Pariwisata Kabupaten Gianyar 2018. Pasangan Jebag asal Ubud ini menyisihkan sembilan pasang finalis lainnya pada malam final Jegeg Bagus Gianyar 2018 yang digelar di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Minggu (22/4). Acara grand final yang dihadiri Penjabat Bupati Gianyar I Ketut Rochineng tersebut mendapat perhatian besar masyarakat. Banyak suporter dari masingmasing pasangan memadati area open stage.

MBP/ist

DPRD DENPASAR - Penutupan Sidang Paripurna Masa Persidangan I Tahun 2018, Selasa (24/4) dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede. Sidang mengagendakan pembacaan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Denpasar Tahun 2017 dan penyampaian pandangan akhir fraksi-fraksi atas dua rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang diajukan eksekutif. Pada sidang tersebut, kelima fraksi dapat menyetujui dua Ranperda tentang Kepariwisataan Budaya dan Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang menjadi peraturan daerah (perda). Sidang paripurna ini juga dihadiri Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda AAN Rai Iswara, pimpinan OPD serta Forkompinda di lingkungan Pemkot Denpasar.

MBP/ist

PEMPROV BALI - Pemerintah Provinsi Bali optimis bisa memenangkan proses Bidding PON XXI tahun 2024 yang akan dilaksanakan 24 April mendatang di Jakarta. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi dalam audiensi dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (19/4). Dalam laporannya terkait persiapan presentasi Bidding PON, Suwandi menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk memenangkan proses bidding tersebut, baik sarana-prasarana olahraga, transportasi maupun akomodasi. Bahkan pihaknya telah menjajaki dukungan terhadap Bali ke beberapa provinsi di Tanah Air.

44

7 - 13 Mei 2018

MBP/ist

STIMI HANDAYANI - Dalam upaya mengembangkan kurikulum program studi (prodi) guna menghasilkan lulusan yang berkualitas, STIMI Handayani Denpasar menggelar Lokakarya Pengembangan Kurikulum Prodi S-1 Manajemen dan D-3 Kesekretariatan, Jumat (20/4). Lokakarya dihadiri Ketua Ikatan Alumni STIMI Handayani (Ikamida) Drs. Tjokorda Gde Putra Sukawati dan anggota, Ketua Yayasan Pendidikan STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si., Ak. serta seluruh dosen dan mahasiswa di lingkungan STIMI Handayani Denpasar.


MBP/ist

MBP/ist

UNUD - Pertemuan mahasiswa dari berbagai negara di dunia sudah dilakukan beberapa kali oleh Universitas Udayana (Unud). Rabu (25/4), acara yang dibalut dengan Udayana International Student Day mengangkat tema ‘’Indonesia’s Textile Heritage’’ yang diselenggarakan di Area CIP Kampus Bukit Jimbaran, Badung. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) mengatakan acara ini dilakukan dengan melibatkan mahasiswa asing untuk mengenal satu sama lainnya. Di samping itu, diharapkan mereka mengetahui tradisi budaya di Bali, baik mengenai budaya tekstil, cara berpakaian khususnya pakaian orang Bali, termasuk produk makanan tradisional.

MBP/ist

BUPATI TABANAN - Suasana berbeda tampak mewarnai objek wisata DTW Tanah Lot, Jumat (20/4). Jika sebelumnya, objek wisata yang terkenal dengan pemandangan pura di tengah laut dengan sunset ini sudah sepi pengunjung pukul 18.00 Wita atau after sunset, kali ini para wisatawan dimanjakan hingga malam hari dengan beragam seni pertunjukan dihiasi pencahayaan laser yang indah. Digelar selama tiga hari mulai Jumat (20/4) hingga Minggu (22/4), Art and Culture Weekend Event dibuka Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ditandai dengan penyalaan lampu laser (lighting - red) yang diawali dengan pementasan tari Rejang Renteng dari ibu-ibu PKK Banjar Batugaing Kaja.

UNUD - Setelah membuka dan menerima 1.500 mahasiswa baru lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018, kini Univeritas Udayana (Unud) kembali membuka jalur penerimaan mahasiswa baru tahun 2018 lewat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pendaftaran jalur SBMPTN telah dibuka secara online sejak 5 April lalu dan berakhir 27 April 2018. Ujian tulis dibagi menjadi dua, yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) akan dilaksanakan bersamaan dengan daftar ulang SNMPTN pada 8 Mei 2018 mendatang. Sementara kelulusan hasil ujian SBMPTN akan diumumkan 3 Juli 2018.

MBP/ist

BUPATI BANGLI - Kabupaten Bangli menjadi tuan rumah acara peringatan HUT ke-68 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Apel peringatan HUT Satpol PP yang dirangkaikan peringatan HUT ke-56 Satlinmas dan Damkar ke-99 digelar di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Rabu (25/4). Acara peringatan HUT dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bangli, Wakil Bupati Karangasem, Pjs. Bupati Klungkung, Kepala Satpol PP se-Bali serta Forkompimda Kabupaten Bangli. Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang bertindak sebagai pemimpin upacara dalam kesempatan itu mengatakan, perayaan HUT Satpol PP kali ini bertepatan dengan tahun politik. 7 - 13 Mei 2018

45


HIBURAN

Anak Agung Sagung Diva Wastuningtyas

Geluti Dunia Kecantikan dan Tata Rias

L

ahir di keluarga yang mempunyai basic penata rias dan kecantikan, membuat Anak Agung Sagung Diva Wastuningtyas memilih dan menggeluti dunia kecantikan dan menjadi penata rias. Kini usianya baru menginjak 16 tahun. Diva, panggilan akrabnya sudah sejak kecil diarahkan untuk mengasah potensi itu oleh sang ibu, Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M., yang merupakan salah seorang penata rias pengantin termuka Bali. Diva pun lahir menjadi penata rias pengantin Bali termuda saat ini. “Dari baru bangun tidur sudah melihat orang merias, pulang sekolah juga melihat orang merias, setiap saat melihat orang merias, karena lingkungan saya perias semua. Memang ibu saya terus mengarahkan, agar saya memiliki keahlian di bidang tata rias dan kecantikan,”tutur Diva, Selasa (24/4) lalu. Sejak umur 4 tahun, Diva mengaku sudah mulai dengan hobi mencoratcoret dan saat kelas 4 SD sudah mahir merias. Bahkan, sejak Mei 2014 lalu, ia telah mengantongi sertifikat tatarias pengantin Bali Agung dari LSK (Lembaga Sertifikasi Kompetensi). Tidak puas hanya di situ. Untuk membuktikan kemahirannya tersebut, pada September 2015, Diva berhasil mengantongi sertifikat kompetensi modifikasi rias pengantin Bali dari LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), sekaligus menjadi penata rias pengantin termuda. Prestasi ini diraihnya tidak terlepas dari dukungan dan arahan Ibunya yang selalu mewanti-wanti agar sang putri memi-

46

7 - 13 Mei 2018

liki keahlian. Apalagi, di era ini semua dituntut untuk memiliki kompetensi. Dengan kompetensi yang telah dimiliki, Diva kerap merias istri pejabat pemerintah di Bali, maupun istri pejabat pusat yang tengah berkunjung ke Bali. Tentu pengalaman ini tidak bisa dirasakan oleh semua remaja di Bali. “Bangga pastinya, karena dengan kompetensi yang saya miliki bisa membawa saya sejauh ini. Bahkan saya sempat diundang untuk merias ke Hongkong oleh Konsulat Jenderal RI Hongkong, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI,” ungkap remaja kelahiran 1 Juli 2002 ini. Bagi Diva masa remaja adalah masa untuk membuktikan diri, sehingga meskipun diminta untuk konsentrasi pada pendidikan formalnya, namun Diva tetap menekuni dan berkiprah di dunia tata rias. Bahkan, ia berhasil menyabet juara Favorit dalam ajang lomba NaavagreenMakeUpCompetition, Maret 2018 lalu. Prestasinya tersebut sontak membuat sang ibu merasa sangat bangga. “Selain ingin membuat ibu bangga, saya juga ingin membuktikan kemampuan saya kepada masyarakat Bali. Dengan demikian saya bisa terlepas dari nama besar ibu saya, dan dilihat sebagai pribadi yang memang kompeten,” tukas siswi kelas X di SMA Negeri 1 Denpasar tersebut. Ke depan Diva akan terus berkarya dan melestarikan tatarias pengantin Bali, seperti yang dilakukan sang ibu. Sehingga, harapannya menjadi penata rias kebanggaan masyarakat Bali bisa terwujud. l Winata


A KT I V I TA S

MBP/ist

BUPATI BANGLI - Guna menyukseskan pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama, Ngusaba Betara Turun Kabeh di Pura Kehen, Bangli yang rencananya akan dilaksanakan pada Oktober mendatang, Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum., M.Kn, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli Ir. I.B. Gde Giri Putra, M.M., menyerahkan bantuan Hibah Daerah Gerbang Gita Santi (GGS) kepada Panitia Karya Drs. Sang Made Suryawan, Kamis (19/4). Penyerahan bantuan yang dilaksanakan di Bale Pesanekan, Pura Kehen Bangli tersebut disaksikan Jro Gede Kehen dan Paduluan Pura Kehen. Sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), nominal GGS yang diserahkan mencapai Rp 1,8 miliar.

MBP/ist

BUPATI BANGLI - Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kemampuan tata kelola keuangan desa dengan sistem siskeudes, Komisi XI DPR RI menggelar workshop evaluasi implementasi tata kelola keuangan desa dengan sistem siskeudes bertema ‘’Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang Partisipatif, Transparan dan Akuntabel dengan Aplikasi Siskeudes’’. Workshop yang dilaksanakan di Gedung BMB Kabupaten Bangli tersebut dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar, perwakilan BPK, BPKP, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli, camat serta perbekel se-Kabupaten Bangli.

MBP/ist

BAWASLU BALI - Bawaslu Provinsi Bali, Rabu (25/4) melakukan sosialisasi soal pengawasan pemilu/pemilih di Kampus Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar. Acara ini kerja sama Bawaslu dengan FH Unmas dan Unmas, dihadiri unsur mahasiswa dan dosen. Tampil sebagai pembicara dari kalangan akademis yaitu Dr. Ketut Sukawati Lanang Perbawa, S.H., M.Hum., Ketua Bawaslu Bali I Ketut Rudia, S.E., M.M. dan Komisioner Bawaslu Wayan Widyardana Putra, S.E. Acara dipandu Made Ariawan Payuse.

MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi memfinalisasi rencana peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) dalam rapat teknis terakhir di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Selasa (24/4). Rapat teknis melibatkan perwakilan 55 perusahaan yang ambil bagian serta OPD terkait di Kota Denpasar seperti Badan Kesbangpol, Dinas Kominfo, Satpol PP, Bagian Humas dan Protokol, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan ditambah Polresta Denpasar dan Kodim.

7 - 13 Mei 2018

47


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

AMBARA PUTRA - Pendaftaran bakal calon (balon) Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Bali Tahun 2019 terus berlangsung di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali. Dibuka sejak Minggu (22/4), Rabu (25/4) Gede Ngurah Ambara Putra, S.H., menyerahkan kelengkapan dokumen balon DPD RI ke kantor KPU Bali. Penyerahan kelengkapan dokumen ini sebagai syarat dukungan menjadi calon DPD RI tahun 2019. Ambara Putra yang merupakan Klian Banjar Kertha Bumi Denpasar ini diantar langsung oleh sang ibunda, Si Luh Sunarti, dan 50 pendukungnya yang merupakan penggiat sastra budaya dan lingkungan dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

PEMKAB BADUNG - Guna memberikan perlindungan, sekaligus upaya pemberdayaan bagi nelayan atau penekun wisata bahari di Kabupaten Badung, Pemkab Badung menggelar Pembinaan dan Pelatihan Keselamatan Berlayar Nelayan dan Wisata Bahari di Kabupaten Badung Tahun 2018 di aula Kantor Lurah Tuban, Selasa (24/4). Hal tersebut dirasa penting dilakukan, mengingat keberadaan nelayan adalah sebuah peradaban yang diwariskan leluhur dan itu merupakan budaya yang harus dilestarikan.

MBP/ist

BUPATI TABANAN - Studi lapangan terkait peningkatan kapasitas PAD melalui BUMDes di laksanakan di Desa Sukamanah, Megamendung, Bogor Jawa Barat, oleh Perbekel se-Kabupaten Tabanan. Studi itu merupakan sebuah momen strategis menggali ilmu dan pengalaman baru. Melalui studi itu, diharapkan mampu mendorong masyarakat Tabanan berinovasi guna menciptakan produk berkualitas melalui BUMDes. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, menyampaikan hal itu saat bersilaturahmi dengan 125 Perbekel se-Tabanan di Jakarta, Minggu (22/4). Hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya serta sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

48

7 - 13 Mei 2018

MBP/ist

UNMAR - PTS tertua di Bali dan di Nusa Tenggara, Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) yang didirikan atas gagasan Presiden Soekarno pada tahun 1963 menyerahkan beasiswa Yayasan senilai Rp 1,5 miliar kepada 8 orang dosen yayasan berprestasi. Penyerahan beasiswa ini dilaksanakan oleh Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Suyasa, S.Sos., S.H., M.H., (Ketua Umum Yayasan Mahendradatta) di sela–sela acara Sidang Terbuka Senat beberapa waktu lalu. Tentu, hal ini sesuai dengan rencana strategis (renstra) Unmar yang juga dipadukan dengan program Road To 60th Jubileum Diamond Year Mahendradatta University 2023 (Peringatan 60 Tahun Berlian Unmar 2023) sesuai dengan cita-cita pendiri Unmar. Sebagaimana disampaikan oleh Yayasan Mahendradatta.


MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Senator DPD-RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kinerja Imigrasi sesuai pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Kehadiran Senator RI Arya Wedakarna (AWK) di Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai, Kuta Selatan, membuktikan hal itu. Diterima oleh Togol Situmorang dan Tomphatar Hasianto (Bagian Kabid Pengawasan dan Penindakan), Senator AWK menyampaikan sejumlah hal terkait sinergi DPD dengan Imigrasi di Bali.

MBP/ist

BUPATI KARANGASEM - 21 APRIL menjadi tanggal yang ditetapkan sebagai Hari Kartini melalui Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tahun 1964 tentang penetapan RA Kartini sebagai Pahlawan Nasional. Presiden Soekarno saat itu menetapkan tanggal kelahiran RA Kartini, 21 April sebagai Hari Kartini dan diperingati hingga sekarang. Di Kabupaten Karangasem sendiri, apel peringatan Hari Kartini dilaksanakan di Lapangan Tanah Aron, Amlapura, Sabtu (21/4). Peringatan berlangsung khidmat dengan inspektur upacara Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. Upacara diikuti jajaran OPD di lingkungan Pemkab, instansi lainnya seperti TNI/Polri, siswa dan anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Karangasem.

MBP/ist

MBP/ist

SENATOR WEDAKARNA - Kontroversi WNA asal Spanyol Bernat Porel Mundo yang melakukan tindakan melanggar hukum di Pura Gelap Besakih, Karangasem, akhirnya menjadi perhatian tokoh Hindu Indonesia yang juga Senator DPD-RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Pihak Senator sudah melakukan koordinasi ke Imigrasi untuk memproses oknum WNA tersebut sesuai UU Imigrasi. Baginya, yang paling penting saat ini adalah bagaimana upaya ke depan agar kejadian serupa tidak terulang kembali mengingat pengawasan tempat suci di Bali dianggapnya masih longgar.

BUPATI BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Kepala Wilayah BPN Provinsi Bali Jaya, S.H., M.H., dan Kepala BPN Badung Samsul Bahri menyerahkan Sertifikat PTSL (Pensertifikatan Tanah Sistematis Lengkap) tahun 2017 sebanyak 8.728 sertifikat untuk 3.082 masyarakat penerima di Kecamatan Petang dan Abiansemal. Selain sertifikat, Bupati juga menyerahkan dana hibah tahun 2018 bagi 100 penerima dengan total nilai Rp 43,1 miliar lebih. Penyerahan sertifikat tanah dan dana hibah dilakukan di dua tempat berbeda, yakni di Wantilan Desa Adat Petang dan di Wantilan Desa Adat Sedang, Abiansemal, Rabu (25/4). 7 - 13 Mei 2018

49


TA K S U

Soelung Lodhaya

Teruskan Jaga Budaya Bali

L

ahir di pusat Kota Denpasar, tidaklah harus hidup penuh gaya modern dan meninggalkan tradisi dan budaya Bali. Paling tidak, hal ini dijalani salah seorang warga Kreneng, Denpasar, Soelung Lodhaya. Lahir di lingkungan keluarga dengan ayah yang menekuni profesi pengobatan tradisional dan seniman, membuat Soelung Lodhaya secara alamiah ikut belajar, meski tidak secara utuh. Hingga akhirnya usai menuntut ilmu di Jakarta tahun 1990, ia mulai mengambil alih Yayayasan Rwa Bhineda yang dibangun dan dikembangkan ayahnya. Yayasan Rwa Bhineda ini menampung sebagian besar anak-anak muda yang bermasalah untuk disadarkan dan kembali ke jalan yang benar. Baginya, anak-anak yang terlibat berbagai masalah bukanlah salah orang tua maupun lingkungan. Sebagai putra kelahiran Bali, Soelung Lodhaya merasa memiliki tanggung jawab untuk membangun dan memperbaiki Bali melalui yayasan yang dimiliki oleh orang tuanya. Tingginya gempuran perubahan zaman yang membawa berbagai dampak, juga menjadi perhatian bersama teman-temannya di sejumlah sanggar tari maupun yayasan seni. Bersama teman-teman yang juga mencintai seni, ia berusaha merangkul para seniman untuk tetap berkreasi dan menhasilkan sebuah karya yang nantinya bisa memperkaya dan melestarikan budaya Bali. Sejumlah pentas tari maupun sastra ikut didukungnya, meski dirinya sendiri jarang ikut pentas. Upaya melestarikan seni, menurut Soelung Lodhaya, tidak hanya dapat dilakukan dengan tampil, namun juga merangkul seniman itu sendiri. Sesuai dengan konsep Yayasan Rwa Bhineda, selain menekuni dan melestarikan seni, ia juga menampung anak-anak yang bermasalah untuk di kembalikan ke jalan yang lurus. Pekerrjaan ini dilakukan bersama teman-teman lainnya yang memiliki tujuan sama, yakni mencetak generasi muda yang beretika dan

50

7 - 13 Mei 2018

berkarakter. “Anak-anak nakal hanya butuh perhatian lebih. Mereka memiliki bakat yang lebih jika benar-benar disalurkan dan dibimbing,� ungkapnya. Saat ini, banyak aliran kepercayaan mjuncul di Bali. Pihaknya berharap pemerintah teliti dan menindaklanjuti sehingga nantinya aliran tersebut tidak berbenturan dengan agama Hindu maupun agama lainnya. Dengan demikian, risiko gesekan yang dapat memecah belah persatuan dapat dikurangi. Begitu pula perbedaan pemahaman di dalam agama Hindu sendiri, diharapkan dipertemukan sehingga nantinya tidak muncul kelompok-kelompok kecil yang merongrong agama dan rasa menyama braya. Berbeda pandangan dengan beberapa orang tentunya juga memiliki risiko. Namun bagi Soelung Lodhaya, hal ini merupakan suatu kewajaran dalam menegakkan adat dan budaya Bali. Hal ini pula yang sering ditanamkan kepada semua generasi muda yang ikut serta dalam yayasan yang dibinanya. Soelung Lodhaya memiliki impian agar nantinya

generasi muda memahami dirinya sebagai orang Bali bukan saja di atas kertas, namun juga dalam dirinya. Dengan demikian, adat dan budaya Bali ke depan tetap ajeg dan berkembang. “Melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Bali tentunya tidak memandang siapa orang dan dari mana asalnya. Lebih dari pada itu, sejauh mana ia memiliki rasa tanggung jawab untuk ikut serta dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya Bali,� pungkasnya. l

Trimaja/Bali TV


230 | 7 - 13 Mei 2018

Kemacetan dan Sampah Ancam Kualitas Udara di Bali 30

RP 20.000

Majalah Edisi 230 | balipost.com  

Headline : Kemacetan dan Sampah Ancam Kualitas Udara di Bali

Majalah Edisi 230 | balipost.com  

Headline : Kemacetan dan Sampah Ancam Kualitas Udara di Bali

Advertisement