Page 1

223 | 12 - 18 Maret 2018

RP 20.000


D A F TA R I S I OPINI lMengelola Transportasi Ramah Lingkunan 6 BALI SEPEKAN lVMS di Jalan Raya Sempidi Mati 7 LAPORAN UTAMA l Membangun Karakter Mental 8

l Rumah Ramah Anak10 POLITIK l Mengawal Generasi Emas Bali 16 l Mandat Banteng untuk Jokowi 17 KIPRAH l Spiga Football Team

Gudang Pesepak Bola Muda Berbakat 18

MANCANEGARA l Yacth Mewah Diduga

LENSA l Melasti 26

OLAHRAGA l Sebuah Tawaran 27 PENDIDIKAN l Anak Berkebutuhan Khusus Itu Istimewa 32 PARIWISATA l Banyak Hotel Belum Lulus SMPH 38

Hasil Korupsi Diamankan 20

DAERAH l Puluhan SD Usulkan Perbaikan

Disdikpora Prioritaskan Gedung Rusak Berat 22

PROPERTI l 2018, Rumah Bersubsidi

di Bali Naik Lima Persen 40

TRADISI l Sanghyang Jaran

”Taksu” Desa Jungutbatu 44

KESEHATAN l Mengenal dan Peduli Autisme 24

TAKSU l Gusti Ngurah Jaman

Teruskan Penekun Usada 50

12 - 18 Maret 2018

3


DARI PEMBACA

Pemimpin Mestinya Cerdas Cari Solusi K

ampanye menjadi hal penting bagi para calon untuk sosialisasi diri. Tapi, bagi masyarakat masa kampanye kemungkinan tak akan berefek tinggi. Karena, saat ini sebagian masyarakat telah memiliki pilihan untuk dicoblos saat 27 Juni. Yang perlu dibudayakan para calon adalah menginspirasi agar semua rakyat Bali bersatu menghadapi potensi hambatan dan tantangan menjaga Bali. Saya juga berharap agar saat kampanye jangan lagi membangun fanatisme sempit dengan membesar-besarkan soroh atau klen. Mari suarakan kedamaian dan program strategis membangun Bali. Hemat saya, pilkada hanya proses politik yang berulang. Boleh dikatakan rakyat sudah terbiasa mengikuti proses pilkada. Buktinya, pada pilkada kali ini kesannya biasa-biasa saja tak ada yang terlalu reaktif. Bahkan, massa kampanye yang biasanya jalan-jalan penuh kendaraan dan kader partai sekarang justru lenggang. Itu artinya, semakin sedikit rakyat yang bisa digerakan hanya untuk tujuan tujuan politik. Untuk itu, saya berharap Bali tak hanya melahirkan pemimpin. Bali harus mengatasi masalah serius yang kita hadapi. Selain tantangan kependudukan yang semakin heterogin makin terkoreksinya daya tahan ekonomi krama Bali juga menjadi ancaman. Jika ini gagal dicarikan solusi, saya yakin pemimpin tak akan berdaya mengelola Bali. Pemimpin hanya akan mengakhiri masa kekuasaannya secara rutinitas tanpa terobosan. Semua rakyat Bali mari bicara dan tawarkan solusi untuk menjaga Bali. I Gede Purdana Buleleng - Bali

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Dira Arsana Redaktur Pelaksana Diah Dewi Redaksi Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Budi Wiriyanto, Sugiartha, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada Bangli: Ida Ayu Swasrina, Eka Parananda Buleleng: Sosiawan, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya Karangasem: Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra Negara: IB Surya Dharma Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

12 - 18 Maret 2018

4


EKONOMI

MBP/edi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri Seminar International on Human Capital as a New Driving Force of Economy di Kuta, Kamis (1/3).

Investasi SDM PEMULIHAN ekonomi yang belum disertai dengan produktivitas saat ini masih terjadi sehingga penting dan sangat relevan untuk dibahas. “Jadi isu produktivitas menjadi sangat penting, agar kondisi ekonomi global menjadi sehat dan bisa bertahan lama dalam pemulihannya,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat membuka Seminar International on Human Capital as a New Driving Force of Economy di Kuta, Kamis (1/3). Dalam hal ini, investasi di bidang sumber daya manusia (SDM) atau human capital perlu didukung untuk menopang pemulihan ekonomi tersebut. Untuk itu, human capital sangat relevan dan menjadi topik pembahasan. Karena perubahan teknologi yang cepat, bisa menggantikan berbagai macam pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh manusia. “Diprediksi akan ada 5 juta pekerjaan yang hilang akibat teknologi,” ucapnya.

Untuk itu, human capital ini harus mengikuti perubahan teknoligi yang begitu cepat yang akan menciptakan kesempatan baru. Namun kesenpatan ini hanya bisa diraih apabila kualitas dari human capital menjadi baik. “Ini adalah tiga isu kenapa pada voyage to Indonesia hari ini membahas masalah human capital. Ini menyangkut tigal hal. Pertama adalah pendidikan, kesehatan, dan jaring pengaman sosial. Bagaimana ketiga hal ini harus dilakukan dengan memasukan unsur teknologi yang berubah secara cepat,” ucap Menkeu. Untuk Indonesia sesuai amanat konstitusi telah dimandatkan untuk membelanjakan anggaran pendapat negara dan daerah untuk pendidikan dan kesehatan. Untuk pendidikan 20 persen dan kesehatan 5 persen. Sementara untuk daerah untuk kesehatan, lebih besar yakni 10 persen. Tantangan yang dihadapi Indonesia

baik di pusat maupun daerah adalah bagaiman dengan sumber pendanaan yang ada, betul-betul bisa meningkatkan kualitas dari human capital. Dalam hal pendidikan, siswa tidak hanya masuk dan menyelesaikan pendidikan. Tetapi apakah yang telah lulus sekolah betulbetul belajar dan menjadi lebih baik dari sisi kapasitas pemikiran, inovatif, dan skill bisa berkembanh. “Ini adalah tantangan tak hanya menyediakan sekolahnya tetapi bagaimana memanage sekolah itu,” tambahnya. Sementara untuk kesehatan, agar diupayakan supaya tidak fokus pada pengobatan, namun pada pencegahan penyakit. Ini adalah sesuatu yang sangat urgen. Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bisa melakukan perbaikan pengelolaan baik pendidikan, kesehatan, dan program jejaring sosial. l Yudi karnaedi 12 - 18 Maret 2018

5

5


OPINI

Mengelola Transportasi Ramah Lingkunan

K

emacetan lalu-lintas tampaknya telah menjadi persoalan bagi banyak daerah di negeri ini, termasuk bagi Bali. Pemborosan bahan bakar, peningkatan polusi serta ancaman stres dan depresi adalah beberapa dampak dari kemacetan. Solusi harus terus dicari sehingga kemacetan tidak semakin parah dan menimbulkan dampak negatif yang kian mengkhawatirkan. Secara sederhana, kemacetan terjadi lantaran panjang jalan serta lebar jalan tidak seimbang dengan jumlah kendaraan. Logikanya, cara yang paling gampang untuk mengatasi kemacetan adalah dengan menambah panjang jalan dan lebar jalan yang ada. Namun, di beberapa daerah, menambah panjang jalan sekarang ini kerap sulit dilakukan. Yang paling mungkin adalah melebarkan jalan atau membuat jalan baru, berupa jalan layang, misalnya. Sampai batas tertentu, membangun jalan layang dan melebarkan jalan memang dapat mengatasi kemacetan lalu-lintas. Akan tetapi, kebijakan seperti ini cuma mengatasi kemacetan untuk sementara waktu. Sebagian kalangan menilai, pelebaran dan pembuatan jalan layang malah akan semakin memacu pertumbuhan jumlah kendaraan yang pada akhirnya tetap bakal membuat kemacetan lalulintas tidak terkendali. Menurut Stephen Ison, pakar transportasi asal Universitas Loughborough, Inggris, pembangunan jalan baru dan pelebaran jalan bukan solusi tepat untuk mengatasi kemacetan. Dalam pandangan Ison, pembangunan jalan baru dan pelebaran jalan justru membawa dampak negatif dalam kaitannya dengan kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Jalan Kereta Api Membangun jalur kereta api atau mengaktifkan kembali jalur kereta api yang telah ma mati bisa menjadi salah satu pilihan dalam upaya mengatasi kemacetan lalu-lintas. Di sejumlah negara,

6

Oleh Djoko Subinarto

kereta api menjadi moda transportasi massal yang efektif dalam mengurangi kemacetan lalu-lintas. Desentralisasi layak pula menjadi bahan pertimbangan. Kemacetan kerap terjadi lantaran adanya beragam aktivitas, mulai dari perdagangan, bisnis, pendidikan, pemerintahan, rekreasi hingga hiburan, yang terpusat pada sebuah kawasan tertentu. Perlu diupayakan agar beragam aktivitas ini tidak melulu hanya terpusat pada satu kawasan tertentu. Dengan demikian, kemacetan di sekitar kawasan tersebut tidak terus bertambah intensitasnya. Dari segi waktu, kemacetan sering terjadi tatakala para pekerja secara serentak berangkat dan pulang pada jam-jam yang sama. Dengan melakukan manajemen waktu seperti mengatur jam/shift kerja, kemacetan sesungguhnya bisa dikurangi. Contohnya, untuk mengatasi masalah kemacetan ini, tidak sedikit perusahaan di luar negeri kini mulai memberlakukan empat hari kerja bagi para karyawannya. Jumlah 40 jam kerja dalam sepekan dengan lima hari kerja diubah menjadi 40 jam kerja dalam sepekan dengan empat hari kerja. Dengan demikian, durasi kerja yang semula delapan jam kerja per hari berubah menjadi sepuluh jam kerja per hari. Di samping itu, penerapan pola kerja jarak jauh (tele commuting/tele work) dapat pula menjadi pilihan untuk mengatasi kemacetan lalu-lintas. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, saat ini para karyawan kantor/perusahaan bisa saja bekerja dari rumah mereka masingmasing. Mereka tidak perlu rutin pergi ke kantor/perusahaan mereka saban hari. Tugas-tugas mereka dikerjakan di rumah mereka. Di banyak kota di negaranegara maju, pola kerja seperti ini telah menjadi bagian yang menyatu dengan kebijakan pemerintah kota dalam upaya mengurangi kemacetan lalu-lintas dan

pencemaran udara. Ramah Lingkungan Yang tidak kalah penting dalam mengupayakan pemecahan masalah kemacetan adalah bagaimana mengubah gaya hidup masyarakat. Gaya hidup masyarakat harus diarahkan kepada gaya hidup yang bersahaja dan lebih ramah lingkungan. Tengok saja, masyarakat kita sekarang ini cenderung lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor untuk bepergian dari dan ke satu tempat yang nota bene jaraknya tidak terlalu jauh. Padahal, untuk mencapai tujuan yang jaraknya kurang dari dua kilometer, kita bisa tempuh dengan cara berjalan kaki. Sementara untuk tujuan dengan jarak kurang dari limabelas kilometer, kita dapat tempuh dengan menggunakan sepeda. Bayangkan, jika saja separuh dari pegawai, separuh dari mahasiswa dan separuh dari pelajardi tiap daerah di negeri ini mau mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan dengan cara berjalan kaki dan atau mengayuh sepeda untuk menjangkau tempat-tempat tujuan mereka yang tidak terlalu jauh, niscaya ini akan memberi kontribusi berarti bagi pengurangan kemacetan di banyak daerah di negeri ini. Dalam hal ini, kebijakan pemerintah daerah yang mampu mendorong warganya agar mau menerapkan gaya hidup ramah lingkungan mutlak diperlukan. Di samping menyediakan fasilitas pendukung bagi para pejalan kaki dan pengguna sepeda serta menyediakan transportasi massal yang murah, nyaman dan aman, pemerintah daerahdapat pula memberi insentif yang menarik dan memanjakan bagi para warganya yang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Insentif itu antara lain bisa berupa pemberian keringanan pembayaran pajak, pemberian asuransi kesehatan gratis dan sebagainya. Penulis adalah kolumnis, alumnus Universitas Padjadjaran

12 - 18 Maret 2018

6


BALI SEPEKAN

VMS di Jalan Raya Sempidi Mati VARIABLE Massage Sign (VMS) di Jalan Raya Sempidi, tepatnya depan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung tidak berfungsi. Papan informasi elektronik yang berfungsi memberikan update informasi lalu lintas itu mati dan hingga kini belum mendapatkan penanganan. Gambar yang muncul di layar tidak lagi full, hanya sebagian saja yang masih menyala. Itupun tidak jelas menampilkan gambar apa. Dikonfirmasi Selasa (27/2), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Badung AAN Rai Yuda Dharma membenarkan papan informasi elektronik di depan Puspem Badung itu mati. “Kerusakan VMS sudah terjadi sejak sepekan lalu, karena ada masalah teknis,” ujarnya. Menurut Rai Yuda Dharma, pihaknya telah menindaklanjuti kerusakan tersebut. Sebab, VMS memiliki fungsi memberikan informasi petunjuk jurusan, kecepatan lalu lintas, kemacetan lalu lintas dan imbauan tertib lalu lintas. Dia mengakui, papan VMS sangat rentan rusak lantaran terpasang secara outdoor. Terlebih pada musim hujan. “Jadi mungkin ada yang rusak, sehingga mati. Mudahmudahan cepat bisa selesai perbaikannya,” ujar Rai Yuda Dharma. l Parwata

MBP/par

Sisa Bantuan Logistik akan Diserahkan ke Posko Tanah Ampo PASCADITINGGAL pulang oleh para pengungsi ke kampung halamannya, bantuan logistik untuk para pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Bangli masih tersisa cukup banyak. Seluruh sisa bantuan tersebut kini masih disimpan di gudang logistik Posko Penanganan Darurat Bencana Gunung Agung di Kelurahan Kubu, Bangli. Rencananya sisa bantuan berupa makanan dan barang tersebut akan diserahkan ke Posko Pengungsian Tanah Ampo di Karangasem. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta, Selasa (27/2) mengatakan bantuan untuk para pengungsi Gunung Agung di Bangli yang masih tersisa berupa barang, beras dan makanan. Untuk sisa bantuan berupa barang, saat ini sudah diinventarisir dan didokumenkan. Barangbarang tersebut kini disimpan di gudang

bekas bangunan kantor Disdukcapil Bangli yang berlokasi di barat kodim untuk menghindari tercampurnya dengan barang milik Dinsos. Sementara mengenai bantuan makanan, saat ini pihaknya dibantu TNI masih sedang melakukan pemilahan terkait masa kedaluwarsanya. Sisa bantuan makanan yang masih layak konsumsi dan belum lewat masa kedaluwarsanya akan didata dan didokumenkan. Setelah pendataan, rencananya sisa bantuan makanan itu akan dikirim ke Posko Induk Tanah Ampo di Karangasem. Mengingat hingga saat ini masih ada warga Karangasem yang berasal dari radius tertentu yang mengungsi. “Bantuan makanan yang tersisa cukup banyak dan sekarang masih sedang dipilah-pilah,” jelasnya. l swasrina

Belasan Warga Bebetin Diancam Sanksi “Kasepekang” TIDAK mampu melunasi pinjaman di Lembaga Perkreditan Desa (LDP) Pakraman Bebetin, Kecamatan Sawan, 19 warga di desa setempat ini terancam dijatuhkan sanksi adat “kasepekang”. Sanksi ini diberikan setelah pihak pengurus dan pengurus desa adat melakukan mediasi, namun gagal menyelesaikan pelunasan pinjaman tersebut. Informasi dikumpulkan di lapangan, 19 orang warga dikenakan sanksi kasepekang tersebut menyebar di lima banjar adat yakni Banjar Adat Pendem tiga orang, Banjar Adat Kusia enam orang, Banjar Adat Desa empat orang, Banjar Adat Bengkel lima orang, dan Banjar Adat Tabang satu orang. Nama warga yang terancam saksi kasepekang itu diumumkan lewat pengumuman No. 02/I/DP-BBT/2018 tanggal 25 Januari 2018. Menariknya, pengumuman itu dicetak dalam baliho dua kali tiga meter yang dipasang di depan Pura Desa Pakraman Bebetin. Sejak baliho itu dipasang pada Januari 2018 lalu pihak desa pakraman masih memberikan waktu kepada warga untuk melunasi kredit di LPD hingga 24 Februari 2018. Hingga batas waktu terakhir, peminjam tersebut belum melunasi pinjamannya sehingga sanksi kasepekang sesuai perarem awig-awig diterapkan. Klian Desa Pakraman Bebetin, Kecamatan Sawan I Ketut Suwinda mengatakan, sebelum menjatuhkan sanksi itu, beberapa kali pihaknya sudah menempuh langkah mediasi dan memberi teguran secara lisan dan tertulis. Bahkan, desa pakraman pernah mengultimatum agar tunggakan dilunasi. Sayangnya, upaya itu tidak semua merespons dan justru diabaikan begitu saja. Alasan mengabaikan tunggakan beragam, mulai dari mengaku mengalami pailit, hingga sudah tak memiliki aset. Atas kondisi ini, desa pakraman mengumumkan kreditur tersebut. l Mudiarta 12 - 18 Maret 2018

7

7


L A P O R A N U TA M A

Membangun Karakter Mental

K

asus kejahatan anak dalam beberapa tahun belakangan ini menunjukkan peningkatan. Belum lama, dua remaja melakukan pembegalan di wilayah Denpasar. Pelakunya masih berumur 19 tahun dan 17 tahun. Berstatus pelajar. Mereka melakukan perampasan terhadap tas korban dan menendang korban sampai jatuh bersama motornya. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, mengatakan, terjadinya tindak pidana dengan pelaku anakanak di bawah umur dipicu dua aspek, yaitu aspek internal dimana anak tersebut kontrol dirinya lemah, emosi, rasa ingin diakui, menunjukan eksistensi diri dan mudah terpengaruh. Sedangkan aspek eksternal, dominan akibat lemahnya pengawasan orangtua terhadap pergaulan anak-anaknya di luar rumah, kurangnya sentuhan kasih sayang, perceraian orangtua, ingin diterima dalam suatu kelompok, gaya hidup mengikuti zaman, pengaruh internet, pengaruh minuman keras, maupun adanya pengaruh pergaulan yang tidak baik. “Kalau ada anak-anak ditangkap terlibat tindak pidana, pengakuannya seputar ikut-ikutan atau takut di-bully kelompoknya,” ungkapnya. Sejumlah alasan ini mencerminkan rendahnya karakter mental anak-anak saat ini karena begitu mudahnya melakukan kejahatan tanpa mempertimbangkan akibatnya di kemudian hari. Mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini mengutarakan kepolisian meningkatkan kegiatan preventif bekerjasama dengan pemerintah daerah, sekolah, tokoh masyarakat dan adat. Selain itu para orangtua harus meningkatkan pengawasan kepadanya anak, membatasi dan mengedukasi penggunaan gadget. Pemerintah pun diminta lebih banyak menyediakan sarana ajang kreativitas anak. “Kepolisian juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang kenakalan remaja, narkotika, perlindungan terhadap anak, baik itu di sekolah dan di masyarakat. Kami juga melaksanakan patroli daerah rawan, tempat mangkal anak-anak pesta miras,” tegasnya. Menurut Arta Ariawan, pihaknya beberapa lalu menangkap pelajar terlibat kasus begal. Ini sebagai bukti mereka mudah dibujuk atau diajak untuk melakukan perbuatan

8

MBP/dok

MBP/dok

TIA Kusuma Wardhani

I Ketut Kariyasa Adnyana

melanggar hukum. “Dalam hal ini, peran orangtua paling penting dalam mendidik, membina dan mengarahkan anak-anaknya,” sebutnya. Berdasarkan data, tindak pidana yang melibatkan anak-anak selama 2017 menurun dibandingkan tahun 2016. Dari data diperoleh di Polda Bali, kasus paling banyak dilakukan anak di bawa umur adalah pencurian, tahun 2016 sebanyak 54 kasus ditangani Polda dan jajarannya. Sedangkan tahun 2017 sebanyak 11 kasus. Terkait tren kejahatan anak yang cukup memprihatinkan ini, anggota DPRD Bali mengakui ada semacam kontradiksi dengan kondisi Bali yang sangat kental menjunjung tinggi kebudayaan. “Memang kita akui sekarang kejahatan anak itu kan ngetren naik. Ini kan harus dikaji dulu apa penyebabnya. Apakah karena salah dalam mendidik anak, ataukah karena pengaruh globalisasi ataupun mungkin media sosial,” ujar Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana. Menurut Kariyasa, kejahatan yang dilakukan anak mestinya tidak terjadi di Bali. Terutama melihat karakteristik masyarakat yang menjunjung tinggi budaya. Bisa jadi telah ada pergeseran menuju hal-hal yang sifatnya materialistis. Imbasnya, banyak orangtua saat ini tidak bisa mengurus anaknya dengan baik karena asyik mengejar materi. “Padahal pendidikan karakter, budi pekerti itu kan ada di rumah. Inilah sekarang kan mulai jiwa gotong royong, kepekaan

sosial itu berkurang sekali karena sekarang orang tua pagi-pagi sudah sibuk,” papar Sekretaris Komisi III ini. Sejalan dengan itu, Kariyasa juga melihat individualisme mulai mempengaruhi jiwa anak-anak. Zaman dulu, anak-anak sangat jarang melihat dari segi kaya atau miskin pada saat bermain. Tapi sekarang, mereka tampak berlomba-lomba ingin menunjukkan kelebihan diri sendiri kepada temantemannya. “Mungkin karena salah pergaulan juga. Inilah orangtua harus menyempatkan diri untuk bagaimana kita memberikan pendidikan informal di rumah,” pungkasnya. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani mengatakan, orangtua tetap harus hadir dalam keseharian anak. Meskipun sang anak sudah dalam tahap menuntut ilmu di sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Sebab dari sisi pendidikan, anak hanya bisa dididik dan diawasi oleh guru sebatas jam belajar mengajar di sekolah. “Tetapi begitu kakinya menginjak di luar sekolah, ini sudah ranah orangtua. Jadi kemanapun anak itu, tetap tidak mungkin seorang guru akan tahu si siswa ini kemana. Kecuali pada jam sekolah, dia mewakili sekolah dalam bidang kegiatan apa. Tapi kalau sudah jam ada di rumah, dia begitu keluar dari rumah, yang paling tahu itu kan orangtua,” ujarnya. TIA menambahkan, pengawasan terhadap anak tidak bisa seluruhnya ditimpakan ke dunia pendidikan. Kendati, sekolah tetap memberikan pendidikan budi pekerti dan-

12 - 18 Maret 2018

8


MBP/eka

Sejumlah anak beserta barang bukti tindak pidana digelar polisi di Mapolsek Denbar. Mereka ditetapkan jadi tersangka terkait kasus pencurian dan penusukan.

mengemas kedekatan antara guru dan siswa selayaknya orangtua di rumah. Perlakuan Salah Beberapa penyebab maraknya kasus tindakan kejahatan yang dilakukan anak di bawah umur tidak terlepas dari peran orang tua. Selain sekolah, orang tua juga sangat penting dalam mengawasi anak di luar sekolah. Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali Ni Luh Gede Yastini, salah satu faktor penyebab adalah kurangnya perhatian dari orang tua dan ada perlakuan yang salah dari keluarga. Perlakukan yang salah dari keluarga yang dimaksudnya adalah semua bentuk perlakuan menyakitkan secara fisik ataupun emosional, penyalahgunaan seksual, kelalaian, eksploitasi komersial atau eksploitasi lain, yang mengakibatkan cedera atau kerugian nyata ataupun potensial terhadap kesehatan anak, kelangsungan hidup anak, tumbuh kembang anak, atau martabat anak, yang dilakukan dalam konteks hubungan tanggung jawab, kepercayaan, atau kekuasaan. Beberapa anak yang melakukan tindak kejahatan yang pernah ia wawancarai menuturkan alasannya. Beberapa dari mereka biasa mengalami kekerasan sejak kecil atau melihat kekerasan. Sehingga mereka menganggap kekerasan adalah

biasa dan menjadi sensasi tersendiri untuk melakukannya. “Kemudian anak-anak ini secara sosial memerlukan pengakuan dan itu mereka dapatkan dari teman sebaya mereka. Akhirnya untuk bisa terus bersama dan diakui, mereka bersama-sama melakukan tindakan kejahatan. Maka muncul lah geng anak-anak,” tuturnya. Sependapat, Staf Ahli Paiketan Krama Bali, Dr. I Wayan Jondra, mengatakan lingkungan berperan penting dalam membentuk karakter anak. Ia melihat kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat ini memiliki konsekuensi negatif bila orangtua tidak mengawasi anak. Misalnya, dalam game dan adegan film yang mengandung unsur kekerasan, anak akan mudah menirunya. Sehingga, pendampingan orang tua sangat diperlukan dalam mengawasi anak-anaknya. Di samping juga peran masyarakat sekitar dan pemerintah dalam menekan tindakan anak menjadi pelaku kekerasan harus benar-benar diperhatikan lebih dan memetakan daerah yang memang layak untuk anak. Apalagi, kekerasan terhadap anak sering dilakukan oleh orang-orang terdekat. Sehingga, orang terdekat ini harus diberikan edukasi agar mereka tidakmelakukan hal-hal yang tidak baik, tetapi bisa menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak. “Peduli terhadap sesama sangat penting dalam menekan kekerasan pada anak,”

tegasnya. Sementara itu, Aktivis Wanita, Industri dan Kewirausahaan Departemen Paiketan Krama Bali, Cok Widyawaty, mengatakan anak yang merupakan buah hati dan kebanggan setiap orang tua dan keluarga harus selalu diberikan rasa kasih sayang yang intens setiap harinya. Sebab, anak sangat membutuhkan rasa kasih sayang perhatian dan komunikasi langsung dari orang tua maupun dari orang di sekitarnya. “Bagaimanapun caranya, masing-masing orang tua tentu berbeda caranya yang disesuaikan dengan lingkungan masing-masing. Yang terpenting minimal dalam satu hari ada komunikasi yang serileks dan sesantai mungkin dan kita orangtua mesti menyadari dan bisa menerima mereka apa adanya,” ujarnya. Selain itu, di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang mudah diakses lewat gadget, pihaknya menyarankan agar orang tua sesering mungkin memantau secara tidak langsung apa yang sedang anak-anak tonton ataupun baca. Apakah yang mereka tonton atau baca tersebut sesuai dengan usia mereka. “Era digital yang semua serba cepat dan mudah, mempercepat anak-anak menerima informasi dengan konten negatif, dan ini mesti diantisipasi sedini mungkin dengan membiasakan memembangun komunikasi sejak dini pada anak-anak kita,” sarannya. l Tim BP 12 - 18 Maret 2018

9

9


L A P O R A N U TA M A

Rumah Ramah Anak

M

eski sempat bermasalah dengan hukum, masa depan anak-anak harus tetap dijaga. Lapas Anak Karangasem sangat menyadari apa yang harus dilakukan dalam proses pembinaan. Sejalan dengan target pemerintah kabupaten, Lapas Anak Karangasem bertekad mewujudkan program rumah ramah anak di lingkungan lembaga pemasyarakatan tersebut, dengan proses pembinaan yang fokus pada karakter dan mental anak. Kalapas Anak Karangasem, Lalu Jumaidi, mengatakan tujuan proses pembinaan yang demikian, agar selepas dari lapas, anak-anak yang sempat bermasalah dengan hukum bisa merubah perilaku dan bisa menjadi generasi yang berguna. Dari sisi metode penanganan anak-anak binaan, pria asal Lombok itu mengatakan pembinaan karakter dan mental anak-anak binaan, diarahkan dengan mengikuti kegiatan yang bersifat ekstrakurikuler seperti bermusik, olahraga dan pelatihan keterampilan. Program ini sudah diterapkan sejak awal, mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Pidana Anak. Sayangnya, saat ini program tersebut diakui belum berjalan maksimal karena saat ini bangunan lapas di Lingkungan Susuan, Karangasem itu masih kental dengan aroma penjara. “Mengacu UU No. 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Pidana Anak, Lapas Anak semestinya tidak ada terali besi. Bangunan-bangunan kita masih seperti itu,” ungkap Kalapas Anak Karangasem, Lalu Jumaidi, belum lama ini. Untuk mendorong penguatan program pembinaan tersebut, pihak Lapas telah menyusun perencanaan perehaban total terhadap semua bangunan lapas, khususnya bagian Lapas Anak, termasuk saranaprasarananya. Usulan terkait rencana rehab mencapai senilai Rp 2,9 miliar. Usulan itu sudah diajukan ke Pemprov Bali. Lalu Jumaidi berharap usulannya segera direspons, agar bisa direalisasikan tahun ini. Saat ini Lapas Anak dihuni 12 ABH (Anak Berkonflik dengan Hukum), mereka berasal dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Kasus yang paling menonjol adalah terpidana kasus pelecehan seksual. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Karangasem kini sedang gencar melakukan sosialisasi Un-

10

dang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Dalam sosialisasi ke sekolah-sekolah ini, ada beberapa hal yang ditekankan Bapas, khususnya persoalan anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Bila ada anak yang berhadapan dengan hukum, salah satu syarat mutlak adalah, anak ini harus dibuatkan penelitian kemasyarakatan. Sehingga dalam proses hukum berjalan, anak ini wajib didampingi oleh Bapas. Baik dalam proses penyidikan, penuntutan maupun persidangan sampai nanti pascavonis, tetap akan diawasi. Kepala Bapas Karangasem Ketut Bagus Adi Saputra, menegaskan, sepanjang seseorang masih berumur di bawah 18 tahun, walaupun dia sudah menikah dan janda sekalipun, dia masih dikatagorikan anak-anak. Dalam upaya Bapas Karangasem ini, satu hal lagi yang menjadi pemikiran Bapas Karangasem adalah, bagaimana menjadikan Karangasem kota ramah anak. Sehingga, Bapas Karangasem tahun ini berupaya sebaik mungkin, bilamana ada anak yang berhadapan dengan hukum, baik sebagai pelaku, saksi dan korban, sebisa mungkin dari Bapas berupaya agar tak terjadi penahanan pada anak. Kecuali sudah ada putusan berkekuatan hukum tetap. Selama hampir setahun upaya ini berjalan, baru tiga orang dari Karangasem yang menjalani hukuman, karena sudah ada putusan berkekuatan hukum tetap. Ketiga anak-anak itu adalah para terpidana kasus pelecehan seksual ramairamai di Subagan yang sempat heboh di Karangasem. “Sisanya masih bisa kami diversi, dengan tiga wilayah kerja, yakni Karangasem, Klungkung dan Bangli. Kami ingin wilayah kerja kami menjadi ramah anak,” tegasnya. Kepala Lapas Kelas II Karangasem, Rochkidam, mengatakan secara umum ada lima poin yang menjadi acuan kinerja jajaran lapas di antaranya implementasi kode etik pegawai, profesionalisme, sinergitas dan inovatif, penerapan e-governance dan pelayanan dengan hati. “Muaranya adalah pelayanan yang lebih prima. Selain itu lapas juga harus mampu berperan sebagai perekat Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” tegasnya. l Bagiarta

12 - 18 Maret 2018

10


MBP/dok

Sejumlah anak yang ada di Lapas Anak Karangasem mengikuti lomba catur. 12 - 18 Maret 2018

11


AKTIVITAS

MBP/ist

ISI DENPASAR - Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar Upacara Wisuda Sarjana Seni ke-20. Sebanyak 78 orang Sarjana Seni D-4, S-1 dan S-2 diwisuda di Gedung Cita Kelangan ISI Denpasar, Rabu (28/2). Mereka dari Fakultas Seni Pertunjukan 35 orang, Fakultas Seni Rupa dan Desain 36 orang, dan Program Pascasarjana 7 orang. Dalam upacara wisuda juga disampaikan orasi ilmiah tentang analisis metode yang mempengaruhi kualitas penciptaan seni. Orasi disampaikan Dosen Program Studi Tari FSP ISI Denpasar Dr. I Ketut Suteja SST, M.Sn. Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha SSKar MHum melaporkan di 2018, ISI Denpasar memasuki pelaksanaan tahun keempat Renstra 2015-2019.

MBP/ist

IWAPI BANGLI - Serangkaianhari ulang tahunnya ke 43, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bangli menggelar acara pembinaan dan pelatihan calon pengusaha muda di Wantilan Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Selasa (27/2). Kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud nyata IWAPI untuk turut berperan dalam pembangunan di Indonesia dengan mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh. Kegiatan pembinaan dan pelatihan calon pengusana muda melibatkan anak-anak muda dari perwakilan SMA/SMK seKabupaten Bangli.

WALI KOTA DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar Pameran Inovasi dan Pelayanan Publik yang dimiliki setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke230 Kota Denpasar, Selasa (27/2), yang di buka Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang ditandai dengan ngerindik. ‘’Yang paling penting, pameran ini juga melibatkan partisipasi masyarakat. Berbagai inovasi telah ditampilkan dalam pameran ini seperti mengelola sampah plastik menjadi nilai produk yang bernilai jual tinggi,’’ ujar Jaya Negara. UNWAR - Implementasi hasil penelitian tahun ke 3, tim peneliti dari Universitas Warmadewa (unwar) membangun bale sakeenam pada rumah warga di Desa Singapadu Tengah. Kegiatan ini pun diawali dengan peletakan batu pertama di rumah Ketut Sarwa Kabiana, di Banjar Abasan, Desa Singpadu Tengah, Kecamatan Sukawati, pada Selasa (27/2). Penelitian yang berjudul “Implementasi Antropometri Pengguna Bangunan Bale Sakenem di Desa Singapadu Tengah” dilakukan oleh tiga orang tim peneliti yakni Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM, sebagai ketua tim dengan anggota Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., dan Ni Wayan Meidayanti Mustika, S.T., M.T.

12

12 - 18 Maret 2018


MBP/ist

BUPATI BADUNG - Prestasi luar biasa kembali ditorehkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung dalam Inovasi Gojek Sampah Plastik (go-tik) di Badung dalam 2 tahun ini. Setelah diresmikan pada 16 Juli 2016 lalu oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta telah mendapatkan delapan penghargaan bergengsi dari tingkat reional hingga International. Kadis LHK Kabupaten Badung, Eka Merthawan didampingi Kabag Humas Setda Badung, Putu Ngurah Thomas Yuniarta usai menerima Bali Otonomi Award 2017, Selasa (27/2) di Hotel Quest Denpasar mengatakan, keberhasilan Go-tik dalam pengurangan sampah plastik memang terbukti dirasakan manfaatnya.

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Didampingi Wakil Bupati Badung yakni Ketut Suiasa, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta meresmikan keberadaan Pasar Amerta Catu Sari, Desa Adat Pecatu, Rabu (28/2). Pasar tersebut adalah pasar modern tradisional, yang biaya pembangunannya ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Badung. “Ini adalah kali kedua kami meresmikan pasar desa adat. Yang pertama itu adalah Pasar Desa Adat Tegal Darmasaba,� sebutnya didampingi Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung, Camat Kuta Selatan, serta Perbekel Desa Pecatu.

MBP/ist

RAI MANTRA - Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengisi waktu kampanyenya dengan blusukan ke pasar tradisional di Kabupaten Gianyar, Selasa (27/2). Hari itu dua pasar yang ia sambangi adalah Pasar Desa Tegalalang dan Pasar Payangan, Gianyar. Di sela-sela blusukannya Rai Mantra selalu menyempatkan diri berdialog dan bertegur sapa dengan pedagang sembari menyicipi jajanan khas setempat. Di Pasar Payangan, misalnya, Rai Mantra berdialog degan pedagang babi guling, Ketut Murnata, yang menyambutnya dengan pandangan mata berbinar-binar.

MBP/ist

LPJK BALI - Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan seminar, pelatihan dan sertifikasi untuk tenaga kerja konstruksi. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya pelatihan sistem informasi belajar intensif mandiri bidang konstruksi, one day service sertifikat badan usaha dan tenaga konstruksi, seminar konstruksi penerapan teknologi jembatan bentang panjang pada proyek jalan lingkar barat Tanjung Benoa. Ketua LPJK Provinsi Bali Ida Bagus Nyoman Sudewa memaparkan, saat ini kebutuhan tenaga kerja untuk proyek-proyek konstruksi di Bali sangat besar dan terus meningkat setiap tahunnya. 12 - 18 Maret 2018

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

IKIP PGRI BALI - Sebagai LPTK berkualitas, IKIP PGRI Bali menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara seimbang dan berkualitas. Termasuk ikut ambil bagian dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Tanah Air. Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 1 Selemadeg dan SMA Negeri 1 Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Kegiatan PKM tersebut terlaksana atas kerja sama IKIP PGRI Bali dengan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Kemenristek Dikti.

PEMKAB BULELENG - Memiliki garis pantai terpanjang di Bali, Pemkab Buleleng terus menggalakkan kegiatan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan pesisir. Bentang pantai sepanjang 144 kilometer dari timur ke barat itu selain masih dikepung abrasi parah, di musim cuaca buruk seperti sekarang ini, kawasan pesisir kerap kali dipenuhi sampah kiriman yang hanyut dari daerah hulu. Sadar dengan kondisi itu, upaya menjaga kebersihan pantai lewat berbagai kesempatan digalakkan pemkab dan jajarannya. Seperti Jumat (23/2), bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, pemkab menggelar aksi bersihbersih, menyasar sejumlah kawasan pantai di daerah ini.

MBP/ist

BUPATI KLUNGKUNG - Perkembangan pariwisata dan peningkatan perekonomian masyarakat di Nusa Penida harus dibarengi dengan fasilitas penunjang yang memadai. Salah satu faktor pendukungnya ketersediaan pelabuhan dan pelayanan transportasi penyeberangan yang cepat dan aman. Satu inovasi yang kini dilakukan adalah dibukanya kembali Pelabuhan Tradisional Kampung Toya Pakeh, Nusa Penida oleh Semabu Hills Fast Boat. Boat cepat berkapasitas 100 penumpang ini melayani rute penyeberangan dari dan ke Pelabuhan Toya Pakeh, Nusa Penida-Pelabuhan Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan dalam lima trip per hari. Peresmian sekaligus pelayaran perdananya dihadiri langsung Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada, Kamis (22/2).

14

12 - 18 Maret 2018

MBP/ist

WABUP BADUNG - Berawa Beach Art Festival (BBAF) secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Kamis (22/2). Hadir pula dalam pembukaan tersebut perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI yakni Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan II Ni Wayan Giri Adnyani, Kepala Bidang Pemasaran Area I Arianto, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata beserta anggota, Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimbawa, para perbekel dan lurah se-Kecamatan Kuta Utara, bendesa adat serta tokoh masyarakat Kuta Utara. Dalam pembukaan festival tersebut, Ketut Suiasa mengatakan Pemerintah Kabupaten Badung sangat mengapresiasi atas dilaksanakannya kegiatan tersebut.


MBP/ist

BUPATI BANGLI - Bupati Bangli I Made Gianyar mencetuskan program baru yaitu Jumat Nikmat. Program tersebut merupakan upaya Bupati untuk meninjau lebih dekat, sekaligus memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Bangli. Pelaksanaan program Jumat Nikmat diawali di Kecamatan Tembuku, Jumat (23/2). Bersama rombongan yang terdiri dari unsur Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas Satpol PP dan Damkar serta Camat, Made Gianyar berkeliling menikmati berbagai suguhan wisata alam. selain itu, mereka ikut menjajal atraksi wisata memacu adrenalin yang tersedia di tempat wisata Mahapraja di Desa Peninjoan.

MBP/ist

FIB UNUD - Program Studi (Prodi) S-2 dan S-3 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud) bekerja sama dengan Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal (APBL) mengadakan International Conference on Local Language (ICLL). Konferensi yang pertama kali diadakan ini dilaksanakan selama dua hari pada 23-24 Februari di Kampus FIB Unud. Tema yang diangkat adalah ‘’Empowerment and Presentation of Local Language’’. Ketua Panitia ICLL I.A. Laksmita Sari mengatakan, sebelum konferensi internasional pertama telah dilakukan seminar nasional 10 kali.

MBP/ist

MBP/ist

LPPM UNUD - LembagaPenelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana (Unud) bersama Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenristek Dikti menggelar pelatihan reviewer penelitian di Patrajasa Hotel, Selasa (27/2). Kegiatan ini didukung oleh Reviewer Penelitian Nasional (RPN), Quantum HRM Internasional dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Pelatihan yang dihadiri perwakilan dari universitas di Bali ini dibuka oleh Sekretaris Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti Ir. Prakoso, M.M.

REGRISMA - SMA PGRI 2 Denpasar (Regrisma) adalah gudangnya atlet dan seniman muda di Bali. Dalam seminggu siswanya meraih banyak prestasi yang mampu mengibarkan kebesaran nama Regrisma. I Wayan Panji (XI-IPA-1) merebut medali emas cabang olahraga karate di Kejurda Inkanas Bali 2018 pada kelas +76 kg putra junior dan di kata perorangan meraih perunggu. Ini emas kedua Panji setelah di Kejurda Inkanas 2016. Saat Porjar 2017 ia mendapat perak di kelas yang sama dan di Porsenijar Bali meraih perunggu. Sementara di Wali Kota Cup cabang karate, Panji yang dibina Pande Gede Sutarsa menggaet perak perorangan dan perak di kata beregu.

12 - 18 Maret 2018

15


POLITIK

Mengawal Generasi Emas Bali

G

embira namun sarat nilai edukasi. Itulah tercermin pada aneka lomba di ajang Bali Post Goes to School, di SMAN 1 Rendang. Anak-anak TK, SMP, SMA, dan SMK sumringah mengikuti lomba lagu dan gerak, lomba baca puisi, majalah dinding, pelatihan jurnalistik, lomba dan pelatihan fotografi. Ada sekitar 64 ribu siswa di Karangasem yang harus diberikan kesempatan belajar hingga tuntas. Mereka tak boleh putus sekolah, agar ke depan mampu menjadi generasi emas Bali dari Karangasem. Persoalan ini menjadi perhatian serius wartawan senior, guru Satria Naradha, saat memotivasi anak-anak di ajang Bali Post Goes to School 2018. Anak-anak ini harus diberikan kesempatan belajar, mewujudkan cita-citanya. Jika tidak, menurutnya Bali akan kehilangan harapan. Melihat permasalahan itu, Satria Naradha menegaskan, ingin berkontribusi membantu menuntaskan persoalan ini melalui fungsi-fungsi pers. Berbagai aktivitas ini untuk memberikan pemahaman bahwa, membaca, mendengar, menulis, dan berbicara sangat penting. “Siapa yang bisa menguasai informasi, akan bisa mencapai cita-citanya. Kami mendorong terciptanya SDM yang mumpuni. Sejalan dengan slogan di sini, Karangasem The Spirit of Bali,” katanya. Dia memastikan gerakan ini tak hanya cukup sampai di Rendang. Di dalam pikirannya, adalah melakukan terobosan bagaimana menyelamatkan generasi emas Bali mulai dari Karangasem ini. Sebab, anak-anak inilah kekuatan Bali, harapan Bali di masa mendatang. Sehingga, sejalan dengan tujuan itu dan fungsi pers, ke depan, dia ingin mendirikan pusat penelitian dan pengembangan di bidang bahasa di setiap kecamatan. Program ini akan melengkapi sumbangsih Bali Post

16

selama ini, seperti beasiswa bagi siswa kurang mampu dan berprestasi di semua jenjang pendidikan. Ia ingin mengajak semua komponen masyarakat menggalang kekuatan baru. Pascaerupsi yang terjadi belakangan ini, ia mendorong agar cepat keluar dari situasi tersebut dan maju bersama untuk mengawali kebangkitan Bali dari Karangasem. Ia mengingatkan, bahwa kemajuan Bali bahkan Indonesia secara nasional, sesungguhnya banyak terinspirasi dari Karangasem. Banyak tokoh Karangasem yang mampu memberikan pengaruh di berbagai belahan pulau di Indonesia, khususnya di daerah-daerah transmigran, seperti di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, bahkan di Jakarta sekalipun. Tetapi, keberadaan mereka jarang terekspos. “Saya berencana mengajak mereka semua turun ke Karangasem. Setelah berhasil di luar saatnya bersama-sama membangun tanah kelahirannya,” katanya. Khusus untuk Karangasem, Satria Naradha mengatakan sangat siap untuk lebih sering berada dan berbuat untuk Karangasem. Siap untuk bersama-sama mewujudkan Karangasem The Spirit of Bali. “Tontonlah tayangan yang mendidik. Agar tidak terjebak ke dalam dampak negatif dari pesatnya perkembangan teknologi,” pesan Satria Naradha kepada 700 peserta lomba. Wakil Bupati Karangasem, Wayan Artha Dipa, mengakui IPM Karangasem

saat ini terendah di Bali. Nilainya hanya 64,35. Sementara Kota Denpasar sudah 85. Sebagai data BPS Karangasem IPM rendah karena rata-rata lama sekolah yang juga rendah, hanya 5,34. Artinya, rata-rata lama sekolah di Karangasem, tidak tamat sekolah. Jangankan dengan Denpasar, dengan Klungkung dan Bangli, nilai IPM Karangasem masih sangat jauh. Sejalan dengan yang disampaikan Satria Naradha, Artha Dipa, sepakat harus adanya upaya-upaya penyelamatan generasi emas Karangasem. “Satu penegasan saya kepada Dinas Pendidikan, jangan sampai ada yang putus sekolah,” tegasnya. Jika ini diupayakan, maka benar bahwa 64 ribu anak-anak Karangasem hari ini, ke depan akan mampu menjadi generasi emas Bali. Sejak menjabat, pihaknya selalu menekankan kepada Dinas Pendidikan Karangasem mampu mendorong siswa untuk melanjutkan sekolahnya. Apalagi dengan adanya program pendidikan gratis, kemiskinan bukan lagi alasan bagi siswa untuk berhenti sekolah. l Bagiarta

Anak-anak ini harus diberikan kesempatan belajar, mewujudkan citacitanya. Jika tidak, Bali akan kehilangan harapan.

12 - 18 Maret 2018

16


Mandat Banteng untuk Jokowi PDI-P di bawah kepemimpinan Ibu Mega merupakan partai yang solid, mengakar, pancasilais dan tentunya PDI-P kuat karena semangat gotong royong. Itulah yang membuat saya yakin bahwa pemerintah ke depan akan lebih stabil, lebih efektif karena dukungan partaipartai yang menyatu dengan dukungan rakyat. Joko Widodo

P

DI Perjuangan kembali mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menggunakan hak prerogatifnya untuk mengusung kembali Jokowi yang disampaikan dalam Rakernas III PDI-P di Sanur, Denpasar.Dukungan terhadap pencapresan Jokowi sebelumnya juga telah diutarakan Partai Golkar, Nasdem, dan PPP. ‘’PDI-P di bawah kepemimpinan Ibu Mega merupakan partai yang solid, mengakar, pancasilais dan tentunya PDI-P kuat karena semangat gotong royong. Itulah yang membuat saya yakin bahwa pemerintah ke depan akan lebih stabil, lebih efektif karena dukungan partai-partai yang menyatu dengan dukungan rakyat,’’ imbuhnya. Namun, Jokowi belum buka suara soal siapa yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden. ‘’Belum, ini masih panjang,’’ tandasnya. Secara pribadi, Jokowi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Megawati dan PDIP. Saat ditanya perihal calon pendamping dalam Pilpres

2019, Jokowi enggan berkomentar banyak perihal kriteria calon wakil presiden (cawapres) yang diharapkan. Kendati begitu, Jokowi mengaku sudah memiliki beberapa nama yang di anggap tepat sebagai cawapres. Namun, ketika ditanya dia hanya tersenyum. Langkah PDIP mengusung Jokowi sebagai capres merupakan yang kedua setelah Pilpres 2014. Saat itu, pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla yang diusung Koalisi Indonesia Hebat mengalahkan pasangan dari Koalisi Merah Putih, yaitu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Sementara itu, untuk posisi Cawapres Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengungkapkan ada empat variabel yang akan menjadi pertimbangan partainya mengusung calon wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden 2019. “Satu, kalau Jokowi elektabilitasnya tidak aman, maka yang meningkatkan suara tentu jadi pertimbangan. Karena dalam politik, menang itu penting,” kata Maruarar Sirait. Variabel kedua adalah kenyamanan. Pertimbangan ini adalah kebalikannya

yaitu jika elektabilitas Jokowi justru sangat tinggi. Dia mencontoh, ketika elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk pencalonanannya kembali pada Pilpres 2009 tinggi, maka saat itu SBY memilih pendampingnya sesuai dengan kenyamanan dirinya bukan pada elektabilitasnya. Variabel ketiga adalah gabungan dari elektabilitas yang tinggi dan juga faktor kenyamanan. “Yang paling ideal gabungan antara kenyamanan dan nilai tambah terhadap elektabilitas,” imbuhnya. Variabel terakhir atau keempat adalah berdasarkan persamaan persamaan visi, misi dan program cawapresnya. Jokowi dan PDIP akan memilih sosok yang bisa melanjutkan kepemimpinannya di 2024. Hal itu agar program pembangunan Jokowi tidak terputus. Sebagai presiden, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP ini meyakini Jokowi akan melihat pada bagaimana pemerintah pasca 2024 atau setelah tak lagi menjabat sebagai presiden. Jokoko dinilai akan membangun pondasi yang program penekannya pada bidang infrastruktur, makro dan mikro ekonomi. l Rindra/Hardianto 12 - 18 Maret 2018

17

17


KIPRAH

Gudang Pesepak Bola Muda Berbakat

S

piga Football Team merupakan salah satu tim sepak bola yang sangat disegani, khususnya dalam turnamen-turnamen sepak bola antarpelajar SMP. Betapa tidak, reputasi tim yang dimotori pelajar SMP PGRI 3 Denpasar ini tidak hanya berkibar di tingkat lokal Denpasar dan Bali semata. Namun, sejumlah pemain andalannya juga sudah mampu berkiprah di gelanggang nasional. Yang lebih membanggakan lagi, tim sepak bola yang dilatih oleh Harry Wandira ini juga mampu menjadi pemasok pemain-pemain andal bagi Perseden Denpasar yang diturunkan pada turnamen-turnamen bergengsi U-15 di tingkat nasional. Kapten Spiga Footbal Team I Kadek Priadana yang didampingi rekannya I Nyoman Rama Andanta (keeper) mengatakan, tim yang dipimpinnya termasuk rajin mengikuti turnamen-turnamen sepak bola maupun futsal. Prestasi terakhir yang berhasil ditorehkan oleh Spiga Football Team pada awal 2018 lalu adalah sebagai juara I pada Turnamen Futsal Harapan Mulia yang diikuti tim-tim terbaik tingkat SMP. Sebelumnya, Spiga juga berhasil mencatatkan diri sebagai juara II pada Turnamen Futsal Zone di Sanur (2017). “Belakangan ini, kami memang lebih sering terjun di turnamen-turnamen futsal atau sepak bola mini ketimbang kompetisi sepak bola dengan 11 orang pemain. Pasalnya, turnamen futsal kan sedang trend dan lebih sering digelar. Ini kami anggap sebagai ajang pemanasan atau persiapan untuk terjun ke turnamen sepak bola yang lebih bergengsi,” kata Priadana yang bersama Rama Andanta dan sejumlah rekannya juga bergabung di SSB Damarcakti, Denpasar. Menurut Priadana, pihak sekolah memang tidak melarang anggota timnya untuk bergabung di klub-klub sepak bola

18

12 - 18 Maret 2018

MBP/ist

SPIGA Football Team berfoto bersama seusai bertanding di salah satu turnamen futsal tingkat SMP, belum lama ini.

di luar Spiga maupun mengasah talentanya di sekolah sepak bola (SSB) yang ada di Denpasar dan sekitarnya. Justru, hal itu sangat disarankan karena anggota tim yang benar-benar serius ingin terjun sebagai pesebakbola profesional lebih cepat matang karena mendapat kesempatan bertanding lebih besar. “Di Spiga, kami berlatih tiap Jumat sore di Lapangan Puputan Margarana, Renon. Mayoritas anggota tim Spiga juga bergabung di sejumlah klub maupun SSB, sehingga mereka juga punya jadwal latihan khusus di klubnya masing-masing,” kata siswa kelas IX C SMP PGRI 3 Denpasar ini. Hal senada juga dilontarkan Rama Andanta yang menjadi rekan satu tim Priadana di SSB Damarcakti. Mengingat turnamen khusus pelajar SMP relatif jarang, dia mengaku lebih sering membela SSB Damarcakti. Sebagai contoh, pada Turnamen Putra Perkanti (2017) lalu, dia

bersama Priadana dan sejumlah rekannya memperkuat SSB Damarcakti dan sukses menjadi juara I U-15. Pada tahun yang sama, dia bersama Priadana juga dipercaya mewakili Perseden U-15 pada turnamen bergengsi tingkat nasional “Piala Suratin” di Yogyakarta. “Pada turnamen itu, kami hanya berhasil menembus babak 16 besar. Tapi, itu menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak semua pemain bola mendapatkan kesempatan bertanding di turnamen sebesar itu. Kami sangat bersyukur karena sejumlah anggota Spiga Football Team juga dipercaya untuk manjadi pemain inti di klub-klub ternama di Bali. Tentunya, ini modal berharga bagi kami di Spiga untuk tampil dengan lebih mantap di turnamen-turnamen yang membawa nama sekolah seperti Porjar dan sejenisnya,” tegasnya. l Sumatika


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

KOTA DENPASAR - Kota Denpasar kini genap memperingati HUT yang ke-230 tahun, Selasa (27/2). Berbagai capaian telah berhasil diraih dalam berbagai bidang. Kendati demikian, berbagai program dalam upaya meningkatkan kesejahteraan menuju kebahagiaan masyarakat terus dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar di bawah Kepemimpinan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakilnya IGN Jaya Negara. Apel Bendera mengawali peringatan Puncak HUT ke-230 Kota Denpasar di Lapangan Lumintang. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara sebagai Inspektur Upacara, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta serta pejabat Muspida dan Muspika serta undangan lainnya.

PEMKOT DENPASAR - Malam Apresiasi puncak HUT Ke230 Kota Denpasar berlangsung meriah diisi dengan berbagai pagelaran budaya, penampilan musik pop Bali, hingga lawak yang menghibur masyarakat. Sejak sore, Selasa (27/2) sebelum acara dimulai di panggung terbuka Ardha Candra tampak ribuan masyarakat telah memadati menanti setiap acara yang ditampilkan malam itu. Disamping hiburan, malam apresiasi juga telah menjadi agenda rutin yang memberikan apresiasi kepada masyarakat, siswa sekolah, guru-guru, pelaku usaha yang telah mampu mencapai prestasi ditingkat daerah, nasional dan internasional. Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Walikota Denpasar I GN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede berserta seluruh jajaran DPRD, Veteran Denpasar, hingga tokoh puri.

MBP/ist

MBP/ist

DPRD BADUNG - Guna belajar kiat-kiat pengelolaan pariwisata, tiga DPRD yakni DPRD Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dan Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara mengunjungi Kabupaten Badung, Rabu (28/2). Rombongan diterima oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Badung, I Nyoman Dirga Yusa didampingi Sekretaris Komisi, I Nyoman Mesir beserta OPD terkait di gedung Dewan Badung. Pimpinan rombongan DPRD Kabupaten Donggala, Andi Sofyan Yotolambah mengatakan, pihaknya sedang menggali potensi pariwisata yang ada di daerahnya. Selama ini katanya, Kabupaten Donggala hanya mengandalkan potensi galian C.

KBS-ACE - Setelah mendapat kebulatan tekad di Kecamatan Pupuan, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Arhana Sukawati (Koster-Cok Ace) kembali mendapat dukungan melalui deklarasi kebulatan tekad dari masyarakat Kecamatan Selemadeg Barat dan Kecamatan Selemadeg. Dukungan kepada pasangan calon nomor urut 1 (satu) ini semakin menguat setelah mendengarkan pemaparan visi misi yang benar-benar pro rakyat. Kader-kader banteng Tabanan kompak hadir mendampingi Koster-Ace, diantaranya, Ketua DPP PDI Perjuangan Made Urip, N. Adi Wiryatama, Ni Putu Eka Wiryastuti, I Komang Gede Sanjaya, jajaran pengurus DPC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali dapil Tabanan, serta Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan. 12 - 18 Maret 2018 19


MANCANEGARA

Yacth Mewah Diduga Hasil Korupsi Diamankan

K

asus dugaan korupsi 1 MDB sedang diusut otoritas AS dan FBI. Namun Polri yang membantu menyita Yacht mewah berkaitan dengan kasus ini, juga bisa mengambil penyidikan mandiri. Nakhoda yacht senilai Rp 3,5 triliun, Kapten Rolf, terancam dijerat Mabes Polri sebagai tersangka. Dugaan pelanggaran Rolf lantaran mematikan sistem navigasi. “Tindakan selanjutnya setelah ada koordinasi dan hasil penyelidikan akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan nakhoda Mr Rolf sebagai tersangka,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen M Iqbal dalam keterangannya. Iqbal mengatakan Rolf mematikan sistem

20

12 - 18 Maret 2018

nagivasi atau Automated Identification System (AIS) selama melakukan pelayaran ke sejumlah wilayah di indonesia. Tindakan ini diduga untuk menghindari pengawasan kepolisian yang tengah memburu sejak tahun 2015. “Diketahui bahwa kapal Pesiar Equanimity tersebut sedang melakukan pelayaran ke wilayah perairan Indonesia, diduga hal tersebut dilakukan untuk menghindari atau menyembunyikan dari otoritas Amerika yang mempunyai perintah penyitaan tersebut,” ucap Iqbal. Yacht itu diamankan Polri, atas permintaan FBI, di Bali pekan lalu. Kapal itu disebut telah menjadi buron sejak 2015 dan bersembunyi di Indonesia dari otoritas Amerika Serikat.

Dari kapal itu, tim Bareskrim Polri menginterogasi 29 ABK dan seorang nakhoda yaitu Kapten Rolf. Seluruh ABK itu diinterogasi atas riwayat perjalanan mereka. Polisi juga menyita sejumlah dokumen saat melakukan penggeledahan. Berdasarkan pengadilan AS, kapal ini dimiliki seorang miliuner asal Malaysia, Jho Low. Low terjerat kasus korupsi transfer dana USD 1 miliar dari pihak berwenang Malaysia ke rekening pribadi. Sosok Low Taek Jho, pengusaha muda asal Malaysia, mendadak jadi sorotan dunia setelah kapal pesiar mewah miliknya disita oleh kepolisian Indonesia. Namun jauh sebelum peristiwa ini, laki-laki 36 tahun itu sudah menjadi sorotan otoritas berwenang


Malaysia dan Amerika Serikat atas dugaan terlibat dalam pusaran skandal 1MDB atau Malaysia Development Berhad, yang juga menyeret nama Perdana Menteri Najib Razak. Sosok Low sebetulnya bukan asing lagi bagi Najib. Mereka berdua adalah kawan akrab. Sulit melacak bagaimana awal persis keduanya bertemu pertama kali hingga akhirnya menjadi kawan dekat. Low, yang saat ini keberadaannya tidak diketahui, lahir dan besar di Penang, Malaysia dari keluarga yang sangat tajir. Kakeknya, Low Meng Tak, adalah pengusaha yang lahir di Guangdong, Cina dan ayahnya seperti dikutip dari the Australian, juga seorang pengusaha kaya raya. Low menyelesaikan pendidikan sarjananya di London, Inggris. Uang Low seakan tak berseri. Selain dekat dengan orang nomor satu Malaysia, dia pun diketahui pernah berpesta dengan model seksi, Paris Hilton. Namun, garis hidupnya tampaknya akan berubah drastis. Otoritas berwenang Amerika Serikat sudah berencana menuntut secara hukum Low atas tuduhan telah melakukan penipuan dan pencucian uang.

Sebelumnya Low telah dituntut secara terpisah oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat yang akan menyita asetaset milik Low senilai lebih dari US$.1 miliar, yang diyakini dibeli dari uang penyimpangan 1MDB. Menurut sejumlah sumber yang mengungkap kasus ini, Low merupakan orang yang telah membantu mendirikan 1 MDB bersama Najib pada 2009, perusahaan investasi milik Malaysia dan ikut terlibat dalam pengambilan keputusan keuangan di 1MDB. Dalam tubuh pemerintah Malaysia, Low tidak memiliki posisi. Menanggapi seluruh tuduhan miring padanya, Low menyangkal telah berbuat salah. Sepanjang hidupnya hingga sebelum kasus dugaan skandal 1MDB mencuat, Low tidak memiliki catatan kriminal. Mengenal 1MDB 1MDB atau 1Malaysia Development Berhad adalah lembaga investasi Malaysia yang bercikal bakal dari Otoritas Investasi Terengganu yang didirikan pada 2008 untuk mengembangkan pemasukan sektor minyak negara bagian itu. Namun, setelah pemerintah negara bagian Terengganu berubah pikiran terkait dana investasi ini pada 2009, Najib mengambil alih dan menjadikannya sebagai perusahaan milik Kementerian Keuangan Malaysia. Dana investasi ini menjadi sumber kekisruhan politik di Malaysia karena memiliki utang sebesar US$10 miliar atau lebih dari Rp141 triliun dalam lima tahun pertama. Seperti dilaporkan oleh harian Straits Times banyak pihak mempertanyakan langkah-langkah investasi 1MDB di sektor minyak, pembangkit listrik dan pembelian tanah. Sebagian besar utang 1MDB adalah untuk pembelian 13 pembangkit listrik

di enam negara, termasuk di malaysia, dengan harga total sekitar US$4,3 miliar. Harga ini menurut banyak analis investasi terlalu tinggi. Namun, 1MDB seringkali berkilah bahwa perusahaan itu sehat karena memiliki aset bernilai sekitar US$12 miliar. Untuk mengurangi utangnya itu, perusahaan ini berniat menjual 13 pembangkit listrik, lima di Malaysia dan delapan di luar negeri. Sebelumnya 1MDB berniat mendaftarkan aset-aset ini ke pasar saham. Selain utang besar, muncul juga tudingan Najib menerima aliran dana dari 1MDB. Harian Wall Street Journal menyebut dana sebesar US$700 juta mengalir ke rekening pribadi Najib pada 2013 selama masa kampanye pemilu di Malaysia. Tokoh di belakang 1MDB adalah Low Taek Jho, pengusaha berusia 33 tahun. Dia adalah sosok yang membantu mendirikan Otoritas Investasi Trengganu. Dia adalah kawan akrab Riza Aziz, putra tiri Najib Razak. Harian New York Times melaporkan setelah Razak menjadi Perdana Menteri Malaysia 2009, dia memutuskan untuk memberi keuntungan besar bagi negaranya dengan mendirikan badan investasi yang diberi nama 1MDB. Harian ini menulis bahwa Najib Razak menjadi ketua dewan penasehat 1MDB, jabatan direktur dipegang oleh teman ayah Low Taek Jho, sementara dua temannya menjadi staf. Low Taek Jho sendiri tidak mendapat jabatan resmi, namun secara rutin dimintai nasehat terkait langkah-langkah investasi 1MDB. Meski demikian, lapor New York Times, nama Low Taek Jho muncul dalam berkas perkara di pengadilan Inggris yang menyatakan bahwa dia membawa surat dukungan dari 1MDB dalam penawaran satu kelompok hotel. Dia juga mengatakan pembiayaan pembelian kelompok hotel itu dijamin sepenuhnya oleh dana investasi pemerintah Malaysia. Pertemanan Low Tak Jho dengan Riza Aziz dimulai ketika pengusaha muda ini bersekolah di London, sementara Aziz kuliah di London School of Economics. Keluwesan Low Tak Jho tidak hanya terbatas pada keluarga petinggi di Malaysia itu. Harian New York Times menulis bahwa ketika bersekolah di Wharton School, Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat, dia akrab dengan anak-anak keluarga kaya Yordania dan Kuwait. Kasus yang sangat rumit sepertinya. l Gugiek Savindra 12 - 18 Maret 2018

21


DAERAH Salah satu bangunan SD di Jembrana yang mengalami kerusakan berat pada atap. Tahun ini, ada 20 sekolah yang mendapatkan perbaikan.

Puluhan SD Usulkan Perbaikan

Disdikpora Prioritaskan Gedung Rusak Berat

S

ekolah Dasar (SD) Negeri di Jembrana yang mengalami kerusakan berat mendapatkan perbaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat dan APBD kabupaten. Khusus perbaikan, pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana memberikan kesempatan kepada sekolah untuk menentukan apakah kap bangunan menggunakan baja atau kayu. Sejatinya masih banyak sekolah yang mengajukan perbaikan. Namun karena keterbatasan anggaran, maka dilakukan skala prioritas. Kepala Disdikpora Jembrana, Putu Eka Suarnama, Selasa (27/2) mengatakan beberapa gedung SD yang mengalami kerusakan berat dipastikan diperbaiki tahun ini. Misalnya, gedung SDN 2 Lelateng, SDN 2 Air Kuning dan SDN 2 Tegalcangkring. Sejatinya, ada 20 SD yang mendapatkan perbaikan dengan rincian sembilan dari APBD dan sisanya 11 sekolah dari DAK. Untuk bantuan DAK, tahun 2018 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp 5,8 miliar. Sedangkan tahun

22

12 - 18 Maret 2018

sebelumnya sekitar Rp 4 miliar lebih. “Ada penambahan DAK, tapi memang belum bisa meng-cover semua permohonan. Karena setiap tahun, jumlah usulan bertambah,” kata mantan Lurah Baler Bale Agung ini. Pihaknya juga harus selektif, mana yang prioritas. Sebab banyak juga usulan yang tidak urgen. Misalnya, usulan untuk pagar tembok sekolah. Padahal di sisi lain ada bangunan ruang belajar atau guru yang rusak. “Kita utamakan sekolah yang bangunan ruang belajarnya rusak dulu. Kalau tembok (pagar sekolah) bisa nanti,” ucap Suarnama. Dari 20 SD yang mendapatkan perbaikan, hampir seluruhnya tergolong rusak berat. Jika ditotal, maka seluruhnya bisa menghabiskan biaya Rp 24 miliar untuk 57 SD. Namun tidak semuanya mengalami kerusakan berat. Perbaikan fisik bangunan ini, selain dari DAK, APBD Kabupaten, juga dari APBN melalui bantuan pemerintah. Untuk yang terakhir disebutkan, pendataan rehab sekolah yang rusak dilakukan dari Tim Tata Kelola (Ta-

kola) SD yang ditunjuk dari Kementerian. Tetapi untuk tahun ini, dana bersumber dari DAK dan APBD saja. Sementara untuk rehab tahun ini, pihaknya memberikan keleluasaan sekolah menentukan apakah tetap menggunakan kap baja atau menggantinya dengan kayu. Sebab, keduanya samasama memiliki daya tahan lama. Hanya saja dari evaluasi, apabila sekolah tetap mempertahankan kap baja, maka untuk gentengnya harus disesuaikan berbahan logam. Sedangkan untuk kap berbahan kayu, boleh menggunakan genteng biasa. Pihaknya juga meminta kepada intern sekolah melibatkan komite, dalam penentuan bahan kap tersebut. “Sama saja, tidak harus kap baja. Menyesuaikan dengan kondisi sekolah. Kalau rehab berat, kami harapkan diganti dengan kayu. Tetapi kembali ke sekolah,” tambah Eka Suarnama. Selain perbaikan rehab untuk SD, tahun ini DAK juga dialokasikan untuk SMP senilai Rp 3,39 miliar. l suryadarma


Puluhan Ribu Warga Karangasem Belum Rekam Data E-KTP PULUHAN ribu warga Karangasem sampai saat ini masih belum melakukan perekaman data e-KTP. Hal ini diakibatkan masih rendahnya kesadaran warga pentingnya memiliki e-KTP. Untuk mempercepat proses perekaman, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan upaya turun ke desa-desa untuk memberikan pelayanan tersebut. Bahkan, petugas siap melayani warga pada hari Sabtu dan Minggu. Kabid Disdukcapil Karangasem, Ni Wayan Budayanti, Selasa (27/2), mengatakan dari 573.142 jiwa total penduduk Karangasem, warga yang wajib e-KTP 425.450 jiwa. Berdasakan data per 31 Desember 2017, dari jumlah tersebut, yang belum melakukan perekaman mencapai 62.373 orang tersebar di delapan kecamatan yakni Kecamatan Rendang yakni 9.119 orang, Sidemen 6.994 orang, Manggis 9.675 orang, Karangasem 17.089 orang, Abang 8.395 orang, Be-

bandem 2.907 orang, Selat 4.033 orang, dan Kubu 4.161 orang. Menurut, Budayanti untuk mempercepat proses perekaman data, pihaknya telah melakukan upaya dengan terus turun ke desa-desa setiap hari. Apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan Pilgub, sehingga pihaknya harus bekerja keras untuk menuntaskan proses perekaman ini. Kata Budayanti, pihaknya juga masih menunggu hasil coklit dari KPU agar dapat mengetahui secara pasti berapa warga sejatinya yang belum lakukan perekaman data. ‘’Kita setiap hari turun ke lapangan untuk memberikan pelayanan. Bahkan hari libur Sabtu dan Minggu, kita tetap memberikan pelayan perekaman ke desa-desa dan langsung mendatangi rumah-rumah warga yang belum rekam data termasuk melayani lansia dan penyandang disabilitas. Ada satu mobil yang melayani di desa dan ada satu mobil yang khusus melayani ke rumah warga,’’ katanya.

Hanya, katanya, selama ini dalam pelayanan yang diberikan partisipasi masyarakat masih rendah. Sering kali di lapangan yang terjadi petugas sudah datang, namun warga yang melakukan perekaman tidak ada. Maka dari itu, pihaknya berharap warga yang belum perekaman data supaya bisa melakukan peremakan di setiap pelayanan yang diberikan. ‘’Kita harap warga bisa lebih sadar pentingnya melakukan perekaman untuk mendapatkan e-KTP. Karena e-KTP ini berlaku seumur hidup. Jadi, jika sekali sudah mencari, maka tidak akan mencari e-KTP lagi,’’ katanya. Disinggung ketersediaan blangko eKTP, tegas Budayanti, kalau hingga saat ini tidak ada masalah. Pasalnya sebelumnya pada 15 Februari lalu, Karangasem mendapatkan jatah blangko e-KTP 10 ribu keping. Dan blangko sudah disebar ke semua kecamatan. l ekaprananda

MBP/nan

Petugas dari Disdukcapil Karangasem saat memberikan pelayanan kepada warga yang hendak mengurus e-KTP. 12 - 18 Maret 2018

23


K E S E H ATA N

Mengenal dan Peduli Autisme

B

aru-baru ini kita mendengar terjadi aksi bullying terhadap salah satu mahasiswa penyandang disabilitas lebih tepatnya autisme di sebuah Universitas besar di Jakarta. Mendengar berita ini, sangat miris rasanya mengingat kita berada di dalam suatu negara yang dikenal tingkat toleransinya tinggi. Namun, hal ini memang terjadi dan kemungkinan tidak hanya di satu tempat bahkan di tempat-tempat lain yang tidak terekspos. Berkaitan dengan hal ini,berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, termasuk upaya penyadaran masyarakat terhadap permasalahan yang berkaitan dengan kaum disabilitas. Wujudnya adalah dengan memperingati Hari Disabilitasi Internasional pada tanggal 3 Desember 2017 kemarin. Tema Hari Disabilitas Internasional 2017 di Indonesia yaitu menuju masyarakat inklusif, tangguh dan berkelanjutan sesuai UU

24

12 - 18 Maret 2018

Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Pemilihan tema ini berdasarkan masih banyaknya persoalan-persoalan yang dihadapi kaum disabilitas, seperti perlakuan diskriminatif dan rendahnya tingkat kesejahteraan mereka. Menurut Konvensi Hak Penyandang Disabilitas/Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD), yang menjadi penyandang disabilitas adalah orang/anak dengan kebutuhan khusus (ABK), salah satunya Autisme. Autisme berasal dari kata “autos� yang berarti segala sesuatu yang mengarah pada diri sendiri. Dalam kamus psikologi umum, autisme berarti preokupasi terhadap pikiran dan khayalan sendiri atau dengan kata lain lebih banyak berorientasi kepada pikiran subyektifnya sendiri daripada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari-hari. Autis merupakan gangguan neurobiologis yang berat sehingga gangguan tersebut

mempengaruhi bagaimana anak belajar, berkomunikasi, keberadaan anak dalam lingkungan dan hubungan dengan orang lain (The Association for Autistik Children in WA, 1991). Data United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan pada tahun 2011 rata-rata 6 dari 1000 orang mengidap autisme dengan jumlah 35 juta orang penyandang autisme di seluruh dunia. Ini berarti rata-rata enam dari 1000 orang di dunia mengidap autis. Kelainan autisme di Amerika Serikat sebesar empat kali lebih sering ditemukan pada anak lelaki dibandingkan anak perempuan dan lebih sering banyak diderita anak-anak keturunan EropaAmerika dibandingkan yang lainnya. The Centre for Desease Control (CDC) telah melaporkan 2-6 per 1000 anak-anak. Selama tahun 2000-2001 terdapat lebih dari 15.000 anak-anak beru-


sia 3-5 tahun dan lebih dari 78.000 anakanak berusia 6-21 tahun di Amerika Serikat adalah autistik sebagaimana didefinisikan dalam Individual with disability Education Act (IDEA). Jumlah ini termasuk rendah dari jumlah kenyataan karena para siswa sekolah khusus atau home schooling tidak termasuk. Isu anak autis di Indonesia muncul sekitar tahun 1990-an. Angka penderita autis di Indonesia mencapai angka 7000 orang pada tahun 2004. Diperkirakan jumlah autis setiap tahunnya akan mengalami peningkatan sebesar 5%. Jumlah penderita autis di Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 2,4 juta orang. Hal itu berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah kasus autis mengalami peningkatan yang signifikan, di tahun 2012 terjadi peningkatan yang cukup memprihatinkan dengan jumlah rasio 1 : 88 orang anak yang mengalami autis. Pada tahun tersebut jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,5 juta orang dengan laju pertumbuhan 1,14%. Pada tahun 2013 diperkirakan terdapat lebih dari 112.000 anak yang menderita autisme dalam usia 5-19 tahun (Syahrir, 2012).Angka kejadian autisme di Provinsi Bali mencapai 5,8% tiap tahunnya dan peningkatan jumlah anak yang menderita autisme di kota Denpasar mencapai 0,15% setiap tahunnya (Putra, 2014). Angka ini tentu akan terus meningkat jika tidak dilakukan penanganan dengan baik. Peningkatan jumlah penderita autisme yang tajam menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai penyebab gangguan tersebut. Hingga saat ini ada beberapa penyebab autisme yang dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu faktor psikogenik dan faktor biologis dan lingkungan. Faktor psikogenik ditemukan tahun 1943 oleh Leo Kanner, autisme diperkirakan disebabkan pola asuh yang salah. Kasus-kasus perdana banyak ditemukan pada keluarga kelas menengah dan berpendidikan, yang orang tuanya bersikap dingin dan kaku pada anak. Kanner beranggapan sikap keluarga tersebut kurang memberikan stimulasi bagi perkembangan komunikasi anak yang akhirnya menghambat perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak. Penelitian tentang faktor organik menunjukkan adanya kelainan/keterlambatan dalam tahap perkembangan anak autis sehingga autisme kemudian digolongan sebagai gangguan dalam perkembangan (developmental disorder) yang mendasari pengklasifikasian dan diagnosis autisme. Kondisi lingkungan

seperti kehadiran virus dan zat-zat kimia/ logam dapat mengakibatkan munculnya autisme. Zat-zat beracun seperti timah (Pb) dari asap knalpot mobil, pabrik dan cat tembok; kadmium (Cd) dari batu baterai serta turunan air raksa (Hg) yang digunakan sebagai bahan tambalan gigi (Amalgam). (Autism Society of America, 2000 dalam Handojo, 2003). Gejala autisme timbul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada sebagian anak gejala gangguan perkembangan ini sudah terlihat sejak lahir. Seorang ibu yang cermat dapat melihat beberapa keganjilan sebelum anaknya mencapai usia satu tahun. Yang sangat menonjol adalah tidak adanya kontak mata dan kurangnya minat untuk berinteraksi dengan orang lain. Perkembangan yang terganggu pada anak yang mengalami autisme, meliputi gangguan komunikasi, gangguan interaksi sosial timbulnya gangguan kualitas interaksi sosial, gangguan perilaku, gangguan sensoris, gangguan pola bermain, dan gangguan emosi. Gangguan perkembangan tersebut, tidak semua muncul pada setiap anak autisme, tergantung dari berat ringannya gangguan yang diderita anak (Saragih, 2011). Tipe-tipe autisme, meliputi: berdasarkan perilaku yaitu Aloof; anak autis yang berusaha menarik diri dari kontak sosial dengan orang lain dan lebih suka menyendiri, Passive; anak autis yang hanya menerima kontak sosial tapi tidak berusaha untuk menanggapinya, dan Active but odd; anak autis yang melakukan pendekatan tapi hanya bersifat satu sisi saja dan bersifat aneh. Berdasarkan tingkat kecerdasan, meliputi: Low functioning (IQ rendah); Anak autis tipe low functioning tidak dapat mengenal huruf dan membaca. Tuntutan yang paling penting adalah kemandirian yang bersifat basic life skills, misalnya cara menggunakan sabun, menggosok gigi dan sebagainya, dan High functioning (IQ tinggi); Anak autis tipe high functioning memiliki komunikasi yang baik, pintar, sangat senang dan berminat pada satu bidang, tetapi kurang berinteraksi sosial (tidak bisa bersosialisasi). Berdasarkan munculnya gangguan, meliputi: Autisme klasik; autisme yang disebabkan kerusakan saraf sejak lahir. Kerusakan saraf disebabkan oleh virus rubella (dalam kandungan) atau terkena logam berat (merkuri dan timbal), dan Autisme regresif; autisme yang muncul saat anak berusia antara 1224 bulan. Perkembangan anak sebelumnya relatif normal, namun setelah usia dua tahun kemampuan anak menjadi merosot (Autism Society of America, 2000 dalam

Handojo, 2003). Hasil kajian implementasi penanganan anak berkebutuhan khusus yang dilakukan di 4 (empat) provinsi (Kalimantan Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan DKI Jakarta) tahun 2010, menunjukkan keberadaan anak berkebutuhan khusus termasuk anak autisme masih merupakan beban bagi keluarga (Kemeneg PP dan PA, 2011). Penanganan anak autisme memerlukan kerja sama dari berbagai pihak. Penanganan tidak berpusat pada upaya pengobatan saja namun telah dimulai secara dini melalui upaya deteksi dan intervensi dini. Orang tua sebagai pengasuh utama menjadi kunci dalam pemenuhan hak anak penyandang autisme sejak terdeteksi mempunyai gejala autisme sampai mencapai kesembuhan yang optimal. Jenis-jenis penanganan autisme, meliputi: mengikuti terapi perilaku (terapi okupasi, terapi wicara, dan sosialisasi dengan menghilangkan perilaku yang tidak wajar), terapi biomedik (obat, vitamin, mineral, food supplements), sosialisasi ke sekolah regular, dan sekolah (pendidikan) khusus. Sekali lagi, sangat perlu dipahami oleh para orang tua, bahwa terapi harus dimulai sedini mungkin sebelum usia 5 tahun. Perkembangan paling pesat dari otak manusia terjadi pada usia sebelum 5 tahun, puncaknya terjadi pada usia 2-3 tahun. Oleh karena itu, penatalaksanaan terapi setelah usia 5 tahun hasilnya berjalan lebih lambat. Pada usia 5-7 tahun perkembangan otak melambat menjadi 25% dari usia sebelum 5 tahun. Peluang kondisi anak autisme untuk “membaik� cukup besar, oleh karenanya para orang tua harus selalu bersikap optimis. Suatu catatan penting yang sangat perlu diperhatikan: Kiranya jangan sampai terjadi bahwasanya seorang anak yang seharusnya masih memiliki peluang untuk “membaik� menjadi hilang peluangnya hanya disebabkan oleh pilihan orang tua yang salah menentukan penanganan anaknya dan kurangnya dukungan lingkungan sekitar. Mari kita bersama tingkatkan kepedulian dengan penyandang Autisme dengan mulai mengenal AUTISME. l Ni Wayan Suarniti, SST., M.Keb1, Politeknik Kesehatan Denpasar Jurusan Kebidanan l dr. Wayan Citra Wulan Sucipta Putri, MPH2 Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Ilmu Kedokteran Pencegahan (IKKIKP) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 12 - 18 Maret 2018

25


LENSA

MELASTI Menjelang Nyepi, sejumlah umat Hindu di Bali menggelar ritual melasti di Pantai Petitenget, Badung. Ritual ini bertujuan untuk menyucikan diri menyongsong pergantian Tahun Baru Çaka. “Melastiâ€? biasanya dilakukan di sejumlah sumber mata air yang dianggap suci.

MBP/eka

26

12 - 18 Maret 2018


OLAHRAGA

A

Sebuah Tawaran

ntonio Conte menikmati kesuksesannya musim lalu. Dimusim pertamanya bersama Chelsea, mantan pelatih timnas Italia itu langsung menyumbang trofi juara Liga Utama Inggris. Namun itu musim lalu. Pria Italia seakan menyerah setelah timnya terpaut jauh dengan Manchester City yang kini memimpin klasemen dengan keunggulan 19 poin. Kegagalan mempertahankan gelar juara membayangi apalagi Chelsea menempati peringkat kelima klasemen. Tidak hanya itu, ancaman pemecatan kini juga telah menjadi rumor.

Di saat genting, Wakil Komisioner Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Alessandro Costacurta, memberikan penewaran. Conte bisa menangani lagi timnas Italia seperti saat membawa tim berjuluk Gli Azzurri itu mencapai babak perempatfinal Piala Eropa 2016. “Saya belum memilih, tapi saya kira Conte adalah salah satu yang terbaik,” ujar Costacurta, mantan bek AC Milan kepada koran Gazzetta dello Sport. “Dia juga sudah mengetahui bagaimana menjadi pelatih timnas sementara yang lainnya belum.” Selain Conte, nama-nama yang masuk

dalam bursa pelatih timnas diantaranya Roberto Mancini dan Carlo Ancelotti. Sebelumnya Italia memecat Gian Piero Ventura pada November setelah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia Juni mendatang. Saat ini timnas dipimpin oleh pelatih sementara Luigi Di Biagio. Italia yang untuk pertama kali tak mampu menempbus putaran final sejak 1958, akan emnghadapi Argentina dan Inggris dalam pertandingan persahabatan, bulan depan, laporan Reuters. l Yudi Winanto

MBP/rtr

Manager Chelsea Antonio Conte. 12 - 18 Maret 2018

27


OLAHRAGA

MBP/rtr

Mariya Lasitskene yang mewakili atlet netral, menjuarai nomor loncat tinggi di IAAF World Indoor Championships 2018 di Arena Birmingham, Birmingham.

Atlet Netral RUSIA tidak menyertakan atletnya dalam kejuaraan atletik IAAF World Indoor Championships 2018 di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris. Namun Mariya Lasitskene berhasil meraih medali emas di nomor lompat tinggi. Lasitskene terpaksa tampil dengan mewakili dari kontingen netral setelah Rusia menjalani sanksi karena kasus doping. Badan antidoping internasional (WADA) menuduh Rusia mensponsori penggunaan obat terlarang untuk meningkatkan performa atlet-atletnya hingga negara itu dilarang terlibat dalam eventevent internasional. Tapi Lasitskene dan

28

12 - 18 Maret 2018

Danil Lysenko bisa tampil tanpa bendera Rusia alias dari atlet netral. Lasitskene merebut emas setelah melewati mistar setinggi 2,01m di lompatan kedua. Tiga tahun lalu, ia juga merebut emas namun dengan lompatan setinggi 2,00m. Ini menjadi medali emas ke-38 sepanjang kariernya. Ia unggul dengan selisih 8 cm dibandingkan rival terdekatnya yang juaga juara AS Vashti Cunningham yang meraih medali perak. Sementara medali perunggu direbut Alessia Trost (Italia) dengan 1,93m. “Sulit bagi saya melompat tanpa ada lawan yang tangguh,” ujar atlet berusia 25 tahun itu kepada Reuters. “Jika ada ada atlet lain yang bisa menyaingi saya, saya yakin bisa meloncat lebih tinggi lagi,”

tambahnya. Sukses Lasitskene diikuti rekannya Lysenko yang juga meraih medali emas di nomor lompat tinggi putra. Lysenko membuat kejutan dengan mengalahkan Atlet Terbaik IAAF Mutaz Essa Barshim (Qatar) dengan selisih 3 cm saja. Dia merebut emas dengan lompatan 2,36m. Sementara medali perunggu direbut Mateusz Przybylko (Jerman) dengan 2,29m. “Ini menjadi hasil terpenting sepanjang karier saya,” jelas Lysenko yang dikalahkan Barshim di kejuaraan dunia outdoor tahun lalu di London. “Jujur, saya tak menyangka bisa memenangkan lomba ini. Ini luar biasa.” l Yudi Winanto


Terbaik dan Difavoritkan PENGHARGAAN Laureus diberikan kepada tim Formula 1 Mercedes untuk katagori tim terbauik 2018. Petenis Swiss Roger Federer merebut trofi Atlet Putra Terbaik dan Serena Williams di bagian putri. Mercedes tercatat tiga kali berturutturut masuk nominasi namun baru kali ini meraih gelar tersebut. Pada 2015 kalah dari timnas Jerman yang menjuarai Piala Dunia 2014, pada 2016 disingkirkan tim rugby Selandia Baru dan pada 2017 kalah bersaing dengan Chicago Cubs. Mercedes yang merebut gellar juara dunia untuk katagori pembalap dan konstruktor dalam empat tahun terakhir, menyisihkan empat nominator sebelum dinobatkan sebagai pemenang. Tim yang dipimpin Toto Wolff itu menyisihkan Tim tenis Piala Davis Prancis, Golden State Warriors (bola basket/AS), New England Patriots (American Football/AS), America’s Team (perahu layar Selandia Baru) dan Real Madrid (sepak bola/Spanyol). Toto Wolff menerima trofi tersebut atas bnama timnya dalam sebuah acara di Monaco. Sementara pembalap dan tim mekaniknya tengah menjalani uji coba pra musim di Barcelona bersama

rival-rival lain. Mercedes masih dinilai sebagai tim unggulan dan difavoritkan mempertahankan gelar pada Grand Prix Formula 1 2018 ini setelah Hamilton membukukan waktu tercepat di sesi pamungkas di Circuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo. Bersama rekans setimnya Valterri Bottas, Mercedes memperlihatkan sinyal ketangguhannya. Pada uji coba selama empat hari itu, Hamilton memperlihatkan kehebatan mobil Mercedes W09 dengan mencatatkan waktu tercepat di hari terakhir. Juara dunia empat kali itu hanya melakukan 25 putaran di hari pertama dimana sesi ini sempat dilanda badai salju. Namun di sesi terakhir, ia mencatatkan 69 putaran dan menghasilkan waktu tercepat 1 menit 19,333 detik dnegan menggunakan ban medium pirelli. “Sejauh ini positif,� kata pembalap Inggris itu. Kecepatan yang ditunjukan tim Mercedes itu tidaklah mengejutkan mengingat sepanjang empat musim terakhir tim ini menjuarai klasemen konstruktor. Dengan hasil kemarin, seluruh rival pun mengetahui tim mana yang harus dikalahkan musim ini.

Pembalap Ferrari Sebastian Vettel yang menempati posisi ketiga, pun meyakini bahwa Mercedes tetap menjadi tim unggulan. Pembalap yang meraih empat gelar juara dunia saat membela tim Red Bull, menyebutkan timnya berhasil menjadi pesaing serius Mercedes pada musim lalu, namun musim mendatang Mercedes masih bisa memperlihatkan dominasinya saat balapan dimulai di Australia pada 25 Maret nanti. Kejutan diperlihatkan oleh pembalap Belgia, Stoffel Vandoorne. Mobil MCL33 tidak lagi bermesinkan Honda tapi kini Renault dan mampu menyodok ke posisi kedua di belakang Hamilton. Ia menjalani 110 kali putaran dan menggunakan ban hyper-soft. Catatan waktunya adalah 1:19,854. Rekan setimnya Fernando Alonso di posisi kelima. Mantan juara dunia dua kali itu hanya melakukan 51 putaran. Sedangkan pembalap Prancis Pierre Gasly tampil paling sibuk dengan melakukan 147 putaran. Mobil Toro Rosso STR13 menggunakan mesin Honda menempati posisi ke-10, laporan Reuters. l Yudi Winanto

MBP/rtr

Pembalap tim Mercedes Lewis Hamilton menjalani sesi uji coba prea musim di Circuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo. 12 - 18 Maret 2018

29


OLAHRAGA

I Dewa Ayu Ratnasari

Ikuti Seleknas Sepak Bola Asian Games KAPTEN tim sepak bola putri Bali pada Kejurnas Pertiwi Cup 2017 di Palembang, Sumsel, I Dewa Ayu Ratnasari, dipanggil mengikuti seleknas pembentukan tim Asian Games (AG) di Lapangan Sawangan, Jakarta, pada 5 Maret 2018. Ia merupakan satu-satunya pesepak bola putri Bali yang masuk pantauan pelatih tim nasional wanita. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memanggil 40 pemain dan kemungkinan yang direkrut 22 sampai 25 orang. ‘’Ini merupakan peluang emas yang tak mungkin saya sia-siakan. Kapan lagi ada pemanggilan seleknas seperti ini. Saya optimis bisa masuk skuad timnas Merah-Putih. Saya ingin menjadi pemain nasional,’’ ujar Ratnasari di Denpasar pekan lalu. Pemain yang akrab disapa Dede ini memang lahir dari keluarga sepak bola. Ayahnya Dewa Gede Adnyana dan pamannya Dewa Usadi adalah mantan pemain bola. Dede hobi bermain sepak bola sejak kecil. Kala duduk di bangku TK Kartika Yasa I Petang, ia dilatih oleh sang paman di Lapangan Umum Petang.

Dari sana dirinya mengenal dasar-dasar teknik bermain bola seperti mengumpan, mengontrol, menggiring dan menendang. Putri kedua pasangan Dewa Gede Adnyana dan Wayan Ratni ini sering diajak nonton bola oleh sang ayah seperti pertandingan Bali Devata sampai sekarang Bali United di Stadion Wayan Dipta, Gianyar. Bakatnya makin tersalurkan sejak SD karena bergabung di SSB Yuda Perkasa Petang dan terbiasa melakukan latih tanding melawan pemain putra. Dede melanjutkan bakat main bolanya di SDN 1 Petang, SMPN 1 Petang, SMAN 7 Denpasar (Sisma) jurusan IPA hingga kini semester II jurusan FE di Universitas Mahasaraswati. Ia bergabung di klub sepak bola putri Paradise Football Angels (PFA) dan mengikuti selekda pembentukan tim Bali ke Piala Pertiwi di Lapangan Pemecutan, Denpasar, selama dua pekan. Begitu masuk tim sepak bola putri Bali, Dede langsung dipercaya memegang ban kapten. ‘’Saya diminta oleh pelatih Sandika Pratama agar ban kapten tak menjadi beban, namun semakin memotivasi diri,’’

katanya. Selama melakoni Piala Pertiwi yang melibatkan 13 tim, Bali menang atas Bengkulu 2-0, ditundukkan Papua 0-3 pada fase grup serta dikalahkan Babel 0-4 di babak delapan besar. Bali akhirnya harus puas menduduki peringkat keenam. Dede kemudian mengusung bendera PFA pada Piala Paradise di Lapangan Tri Cakti, Legian, 23-25 Februari lalu. Alhasil, PFA menduduki peringkat kelima dari lima peserta di bawah Jakarta 69, Persijap Kartini Jepara (Jateng), Pro Direct Jakarta dan Evolution Gresik. Gadis kelahiran Petang, Badung, 16 Februari 1999 ini mengidolakan Irfan Bachdim yang low profile meskipun skill-ball-nya mumpuni dan Cristiano Ronaldo. ‘’Saya suka Cristiano Ronaldo karena tipikal pekerja keras di lapangan hijau,’’ ujar pemain yang menempati posisi gelandang serang ini. Dede awalnya bercita-cita menjadi fisioterapis, namun tak diterima di Jurusan Fisioterapi Unud. l Daniel Fajry

MBP/ist

I Dewa Ayu Ratnasari

30

12 - 18 Maret 2018


MBP/wan

Pertandingan bola basket putri pada kejuaraan Piala Wali Kota IX/2018 di GOR Ngurah Rai, Denpasar.

Piala Wali Kota Denpasar

SMAN 1 dan SMPN 2 Borong Juara SEJUMLAH pengurus cabang olahraga (cabor) di Kota Denpasar telah menyelesaikan kewajibannya menggelar kejuaraan memperebutkan Piala Wali Kota IX/2018 sebagai ajang pembinaan atlet pelajar dan muda. Sebagian lagi masih memutar pertandingan dan beberapa cabor belum menyelenggarakan kejuaraan mengingat KONI Denpasar memberikan batas waktu hingga 15 Maret. Bola basket dan futsal termasuk cabor yang sudah menuntaskan pertandingan pada pekan terakhir Februari lalu. Di kedua cabor beregu ini, tim langganan juara masih tetap mendominasi. Posisi mereka belum bisa digoyahkan oleh tim lainnya. Ini terlihat dari hasil akhir dan skor yang terjadi di lapangan. Posisi empat besar basket dikuasai SMAN 1 (Smansa), SMAN 7 (Sisma), SMAN 2 (Resman), SMAN 5 (Smanela) dan SMAN 3 (Trisma). SMAN 1 menjadi penguasa dengan memborong gelar juara putra dan putri dalam kejuaraan yang dihelat di GOR Ngurah Rai. Pada final yang berlangsung 24 Februari, tim putra SMAN 1 mengalahkan SMAN 7 dengan

skor 61-53, sedangkan tim putri Smansa mencukur Sisma 93-2. Posisi ketiga dan keempat ditempati SMAN 2 dan SMAN 5 (putra) serta Resman dan SMAN 3 (putri). Di tingkat SMP, tim putra SMPN 1 (Spensa) keluar sebagai juara setelah mengatasi SMPK Santo Yoseph (Sanjose) 50-47. Juara III digaet SMPN 6 disusul SMPN 3 di posisi keempat. Di sektor putri, SMPN 8 berjaya setelah menaklukkan Spensa 56-47. Juara III disabet SMPN 10 dibayangi SMP Dyatmika di ranking keempat. Menurut Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Denpasar Gede Wahyu Surya Putra, melalui Piala Wali Kota pihaknya menjaring 25 pemain putra dan 25 putri SMA. Mereka disiapkan membela Denpasar pada Porprov Bali 2019 di Tabanan. Tim basket Denpasar ditargetkan mengawinkan medali emas putra-putri di Tabanan setelah hanya merebut satu emas yang dihasilkan tim putra pada Porprov Bali 2017 di Gianyar. Di sepak takraw giliran SMPN 2 (Spentwo) yang mendominasi. Tim

SMPN 2 yang bermain di aula tempatnya berlatih sehari-hari merajai nomor beregu putra dan putri dalam kejuaraan yang berakhir 25 Februari. Di bagian putra, tim SMPN 2 A menekuk tim Spentwo B dengan skor 2-0. Juara III disabet SMP PGRI 7 dan SMPN 9. Di kelompok putri, tim SMPN 2 menekuk Spentwo B 2-0. Juara III digaet SMPN 6 dan SMP PGRI 7. Pada kejuaraan terbuka, tim putra Denpasar C tampil sebagai juara setelah mengalahkan Denpasar A 2-1. Peringkat ketiga diraih Denpasar B dan Badung. Di kelompok putri, Buleleng keluar sebagai juara setelah menundukkan Badung. Posisi ketiga ditempati Gianyar dan Denpasar. Ketua Pengkot Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Denpasar Farid Ahmad menjadikan turnamen ini sebagai ajang evaluasi menghadapi Porprov Bali XIV/2019. Denpasar bertekad mempertahankan gelar juara umum yang dicapai di Porprov Gianyar tahun lalu lewat raihan empat emas dari total delapan emas yang diperebutkan. l Mawa 12 - 18 Maret 2018

31


PENDIDIKAN

P

Anak Berkebutuhan Khusus Itu Istimewa

aiketan Krama Bali menggelar workshop fasilitasi pendampingan anak berkebutuhan khusus di Kampus STPBI-SPB Jalan Kecak 12, Denpasar, Rabu belum lama ini. Agenda workshop dibuka Kabid Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Disdik Provinsi Bali Made Widhi Dharma. Workshop yang diikuti sekitar 60 peserta dari kalangan orangtua anak berkebutuhan khusus, guru, LSM dan praktisi yang menangani anak berkebutuhan khusus di Bali ini menghadirkan narasumber psikolog dari Jepang Mrs. Chisako Highasitani. Ketua Bidang III Pawongan Paiketan Krama Bali I Made Dwija Suastana mewakili Ketua Umum Paiketan Krama Bali mengatakan, Paiketan Krama Bali adalah kumpulan dari beberapa organisasi yang memiliki visi dan misi yang sama, yaitu untuk menjaga Bali. Agenda workshop fasilitasi pendampingan anak berkebutuhan khusus ini merupakan bagian dari komitmen Paiketan Krama Bali berkontribusi nyata terhadap penyelamatan generasi anak bangsa, tanpa mengecualikan

anak berkebutuhan khusus. Ketua Panitia Workshop Jero Jemiwi mengungkapkan, anak dan perempuan adalah dua aset penting bangsa. Perempuan melahirkan anak dan anak ke depan menjadi pemimpin. Dari workshop ini ada satu harapan besar dan kesadaran yang muncul dari semua pihak dan perubahan paradigma terhadap anak berkebutuhan khusus. Jero Jemiwi mengungkapkan, dalam paradigma lama bahkan menganggap anak berkebutuhan khusus sebagai beban, bahkan sebagai hukuman dari Tuhan. Sehingga, orangtua tak percaya diri, malu bahkan menyembunyikan anaknya di rumah sehingga tak mendapat akses pendidikan yang layak. Paradigma inilah yang harus dirubah. Di mana anak berkebutuhan khusus itu adalah anak istimewa dan guru kita semua, guru kesabaran, guru ketelatenan, guru ketelitian dan guru kita untuk bersyukur. Karenanya dalam workshop ini menjadi media sharing dari para pihak terkait yang bersentuhan langsung dengan anak berkebutuhan khusus. Jero Jemiwi berharap, orangtua harus mapan, orangtua harus siap, orangtua

harus memiliki paradigma yang baru. Anak berkebutuhan khusus bukan lagi musibah beban kehidupan, tapi anak berkebutuhan khusus itu adalah seorang guru yang dihadirkan oleh Tuhan. Anak berkebutuhan khusus pasti ada pesan dan memiliki kemampuan khusus yang tak dimiliki anak lainnya dan tak diketahui oleh orangtua. Kabid Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Disdik Provinsi Bali Made Widhi Dharma mengapresiasi pelaksanaan acara ini. Menurut dia, workshop ini bagian dari wahana untuk mengimplementasi program pendidikan khusus dan sangat pas untuk menggali permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan anak berkebutuhan khusus. Widhi Dharma mengatakan, perhatian pemerintah terhadap anak berkebutuhan khusus sudah optimal. Hanya saja, diakui selain sarana pendidikan dan fasilitas, kompetensi guru-guru yang mengajar di layanan pendidikan khusus masih sangat perlu ditingkatkan. l Putra Sasmitha

MBP/putra sasmitha

Ketua Bidang III Pawongan Paiketan Krama Bali I Made Dwija Suastana menyerahkan cenderamata kepada Kabid Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Disdik Provinsi Bali Made Widhi Dharma usai membuka workshop fasilitasi pendampingan anak berkebutuhan khusus yang digelar Paiketan Krama Bali, belum lama ini.

32

12 - 18 Maret 2018


Disdikpora Sayangkan Porsenijar Diganti Jadi Porjar KEPALA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Suteja sangat menyayangkan ditiadakannya cabang seni dalam Porsenijar yang kini telah diganti menjadi Porjar. Menurutnya, cabang seni yang mewadahi seni, bahasa sastra dan akasara Bali semestinya tetap ada sebagai sarana untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa, sastra dan aksara Bali. Dalam sosialisasi Ranperda tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Bali yang dilaksanakan Pansus DPRD Provinsi Bali di DPRD Bangli, belum lama ini, Suteja mengaku miris event Porsenijar kini berganti nama menjadi Porjar. Dir-

inya mempertanyakan bagaimana upaya Pemerintah Provinsi Bali untuk melestarikan bahasa, sastra dan aksara Bali dengan ditiadakannya cabang seni dalam Porsenijar. “Saya sangat miris. Tahun yang lalu dalam Porsenijar masih ada event yang namanya seni mewadahi bahasa, sastra dan aksara Bali. Yang saya sayangkan sekarang tidak ada lagi namanya Porsenijar tapi Porjar. Lalu, di mana upaya untuk melestarikan bahasa, sastra dan aksara Bali?� katanya mengkritisi. Suteja sangat berharap, cabang seni dapat dikembalikan dalam Porsenijar. Dengan diadakannya lomba cabang seni, kata dia, para siswa bisa menyalurkan

kemampuan yang dimilikinya di bidang tersebut. Dengan dikembalikanya cabang seni, kelestarian bahasa, sastra dan aksara Bali bisa tetap dipertahankan dan dilestarikan. “Jangan sampai nantinya ada anak yang tidak mengenal bahasa ibunya,� katanya mengingatkan. Hal yang sama juga disampaikan Guru SMAN 1 Bangli Nengah Miasa. Dia juga menyayangkan ditiadakannya cabang seni dalam porseni kali ini. Padahal, pihaknya sudah menyiapkan anak didiknya sebagai peserta lomba dharma wacana dan nyurat lontar. l Swasrina

MBP/dok

Nyoman Suteja 12 - 18 Maret 2018

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

FT UNMAS - Dekan Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati (FT Unmas) Ir. I Made Letra, M.Si., Selasa (27/2) meyudisium 44 Sarjana Teknik Sipil. Yang membanggakan, 12 orang lulus dengan predikat cumlaude, 28 orang sangat memuaskan dan IPK rata-rata 3,33. Ketua Panitia yang juga Wakil Dekan (WD) I Ir. I Ketut Sudipta Giri, M.T. melaporkan, pengumuman kelulusan tugas akhir ditandai penyiraman air bunga, Senin. Hingga kini FT Unmas memiliki 409 alumni yang tersebar di segala bidang. Dekan Made Letra mengungkapkan rasa bangganya karena lulusannya mampu menyelesaikan studi tepat waktu dan raihan IPK rata-rata terus mengalami peningkatan.

MBP/ist

SMP DHARMA WIWEKA - Segudang prestasi baik akademik maupun nonakademik diraih siswa-siswi SMP Dharma Wiweka Denpasar. Berbagai ajang lomba dan pertandingan diikuti siswa-siswi yang beralamat di Jalan Pulau Moyo I, Pedungan, Denpasar Selatan ini. Alhasil, anak didik Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si. beserta para guru dan pembina tersebut mampu merebut juara. Seperti tim bola voli putri SMP Dharma Wiweka binaan I Nyoman Sugera dan ketua tim Kadek Aissuarya Rai berhasil merebut juara I dalam Wali Kota Cup Denpasar 2018. Prestasi lainnya juara I lomba Mading dan merebut piala bergilir Wali Kota Denpasar dalam rangka Festival Bahasa Bali 2018.

MBP/ist

ISI DENPASAR - Dalam rangka meningkatkan kualitas tatanan kesenian masyarakat dan mengembangkan ekosistem kesenian di Bali, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menjalin kerja sama kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Senin (26/2). Kerja sama yang ditandai penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta di Gedung Natya Mandala Kampus ISI Denpasar. Hadir seluruh civitas akademika ISI Denpasar dan pejabat di lingkungan Pemkab Badung. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha mengatakan, sebagai lembaga pendidikan pencipta seni, ISI Denpasar bertekad memberikan pelayanan dan sentuhan seni kepada masyarakat melalui keilmuan seni.

34

12 - 18 Maret 2018

MBP/ist

BUPATI TABANAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti meresmikan gedung Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kekeran, Desa Selanbawak Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (22/2). Peresmian gedung senilai Rp 7,5 miliar tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Purnaya, anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi, Lembaga Keuangan dan Perbankan dan unsur Tripika Kecamatan Marga. Bupati Tabanan dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya akan eksistensi, keberadaan dan kemegahan gedung LPD yang dimiliki Desa Adat Kekeran.


MBP/ist

AFS DENPASAR - Mahasiswa Akademi Farmasi Saraswati (AFS) Denpasar terus mengukir prestasi tingkat nasional. Setelah meraih juara LCC Obat Tradisional, Minggu (25/2) mahasiswanya merebut juara I, II dan juara umum Olimpiade Kimia di FMIPA Unud. AFS berhak memboyong piala bergilir Gubernur Bali. AFS Denpasar sekaligus mencatatkan diri sebagai kampus pertama yang memboyong juara umum kategori Science Invovation Project khusus bagi mahasiswa. Dari tiga tim yang dikirim, dua tim memborong juara. Juara I diukir oleh I Gede Bayu Somantara, Ida Ayu Pradnya Dewi dan Dara Vega Devi Kameswari.

MBP/ist

ARYA WEDAKARNA - Anggota Komite III DPD-RI Bidang Agama, Budaya dan Kesra utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya turun tangan menanggapi aspirasi umat Buddha yang disampaikan dalam rapat di Kantor Kementerian Agama RI Provinsi Bali beberapa waktu lalu dan dalam masa reses tahun Sidang 2018. Senator RI menggandeng Pemkab Badung, Camat Mengwi, Lurah Sempidi serta Kementerian Agama Provinsi Bali dan Kabupaten Badung menghadirkan Polsek Mengwi, Bhabinkamtibmas TNI, Bendesa Adat Sempidi, Klian Adat, Klian Dinas, tokoh Hindu, pengurus Yayasan Pandita Sabha Budha Dharma Indonesia serta umat Buddha yang me-ngempon wihara yang didirikan puluhan tahun lalu itu.

MBP/ist

FKIK UNWAR - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) menggelar Pre Graduate Course (PGC) ke-4 yang diisi acara penyuluhan kesehatan serta ceramah narkoba dan HIV/AIDS di Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Gianyar, Kamis (22/2). Kegiatan ini merupakan implementasi dari tugas akhir mahasiswa Kedokteran Unwar sebelum mengakhiri perkuliahan. Acara dihadiri Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Dinas Kesehatan Gianyar, Dekan FKIK Unwar, Wakil Dekan III FKIK Unwar, Direktur BPJS Kesehatan Gianyar, Direktur RSUD Sanjiwani, Camat Payangan, Kapolsek Payangan, Kepala UPT Kesmas Payangan, Kades Buahan, Kades Buahan Kaja, Klian Banjar Buahan, Klian Banjar Buahan Kaja, dosen dan staf di lingkungan FKIK Unwar, STT di lingkungan Desa Buahan dan Buahan Kaja serta seluruh Panitia Penyuluhan Kesehatan.

MBP/ist

LPD - Erupsi Gunung Agung membuat tahun 2017 menjadi tahun terberat bagi lembaga perbankan. Apalagi lembaga keuangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di desa seperti Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Dari sekian banyak LPD yang terdampak hingga kolaps, LPD Sibetan, Kecamatan Bebandem, justru sukses menjaga kepercayaan masyarakat sehingga masih bisa beroperasi dengan baik. Bahkan, masih bisa mencatatkan laba atau keuntungan mencapai Rp 3,2 miliar. Kepala LPD Sibetan, Made Mastiawan, mengatakan capaian positif di tengah dampak bencana ini, tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat Desa Sibetan terhadap LPD. Dalam setahun terakhir, tabungan masyarakat berupa tabungan harian, tabungan program SIMASDA, dan deposito meningkat 8,15 persen. 12 - 18 Maret 2018

35


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

FKIK UNWAR - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) menggelar seminar dengan tema “The Peaceful Brain: The Basis of Health” di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Rabu (28/2). Seminar ini menghadirkan Dr. Fred Travis dari Maharishi University of Management (MUM) selaku narasumber yang dimoderatori Prof. dr. Putu Sutisna. Dr. Travis merupakan Neuroscientist berasal dari MUM, Iowa USA. Ia telah menerbitkan 79 papers di bidang Brain Coherence and Integrating.

UNMAR - Fakultas Ekonomi Universitas Mahendradatta (Unmar) kembali mengadakan Seminar dengan Tema “Kebijakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Tax Amnesty bertempat di Hotel Golden Tulip Denpasar” tersebut. Kegiatan sosialisasi kampus Unmar dalam bentuk seminar mengenai kepastian hukum dan kesederhanaan terkait pengenaan Pajak Penghasilan tertentu, yang merupakan tindak lanjut dari UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pajak Pengampunan Pajak PP 36 tahun 2017 tentang Pengenaan penghasilan atas Penghasilan Pajak tertentu berupa harta bersih yang diperlakukan atau dianggap sebagai penghasilan telah ditetapkan pada 6 September 2017.

PENTA MEDICA - Dalam memperingati hari jadi Klinik Penta Medica Denpasar yang ke 13 dan juga yang ke 7 bagi Klinik Penta Medica Candidasa, Manajemen serta panitia HUT Klinik Penta Medica mengadakan serangkaian kegiatan, antara lain kegiatan Tirta Yatra pada tanggal 3 Februari 2018 dengan rute Pura Kancing Gumi – Pura Puncak Penulisan – Pura Ulun Danu Batur – Pura Tirta Empul, dilanjutkan dengan kegiatan penyerahan bantuan logistik serta hiburan kepada para pengungsi erupsi Gunung Agung di UPT Pertanian Rendang pada tanggal 13 Februari 2018, serta kegiatan Outbond karyawan di daerah Baturiti yang dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2018 lalu. PEMKOT DENPASAR - Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Denpasar ke-230 di tahun 2018 ini, ada kado istimewa bagi dunia pendidikan Kota Denpasar. Sejumlah siswa-siswi SMP di antaranya dari SMPN 10 Denpasar dan SMPN 3 Denpasar berhasil meraih prestasi tingkat internasional di berbagai kategori lomba. Hal ini diapresiasi Pemkot Denpasar dan akan terus berkomitmen mendukung setiap kreativitas dan inovasi siswa-siswi di Kota Denpasar. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar Wayan Gunawan beserta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar bertatap muka dengan siswa-siswi berprestasi tersebut bersama kepala sekolah dan guru pembina masing-masing di Denpasar, Selasa (27/2).

36

12 - 18 Maret 2018


MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Kota Denpasar sebagai jantung kota menjadikan perhatian dan program yang dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar harus mencakupi aspek yang lebih besar dan merangkul segala lini. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, pembangunan Kota Denpasar diarahkan pada sektor pembangunan inklusif. Melihat kembali perjalanan dari awal tahun 2008 hingga akhir tahun 2017, Rai Mantra pada Rabu (27/12) dalam kesempatan berbincang dengan awak media cetak dan elektronik di Kantor Wali Kota Denpasar mengatakan, cakupan tanggung jawab Pemerintah Kota Denpasar tahun 2017 cukup berat, karena berbagai pembangunan infrastruktur harus diperbaiki.

MBP/ist

GUBERNUR BALI - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengundang masyarakat untuk hadir pada kegiatan simakrama yang dilaksanakan pada Sabtu (3/3), di Wantilan DPRD Bali. Undangan terbuka itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H. M.H., dalam siaran persnya, Senin (26/2). Lebih jauh Dewa Mahendra menginformasikan, sama seperti bulan lalu, Simakrama kali ini masih mengusung tema khusus yaitu ‘Mencari Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023’.

DPRD BADUNG - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali, Rabu (28/2) bertandang ke kantor DPRD Badung. Kehadiran rombongan BPK disambut Ketua DPRD Badung Putu Parwata, didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung, I Nyoman Karyana dan Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Sunarta. Turut hadir Kepala Inspektorat Badung Ni Luh Suryaniti dan Sekwan Badung Nyoman Predangga. Kehadiran jajaran BPK Perwakilan Bali, kata Putu Parwata dalam rangka meminta dukungan kalangan DPRD Badung, karena akan melaksanakan pra audit di lingkungan Pemkab Badung. Pimpinan dewan sangat mendukung langkah BPK RI untuk melakukan audit di lingkungan Pemkab Badung. SENATOR WEDAKARNA - Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga anggota Komite III Bidang Anak membuka secara resmi Seminar Nasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Politik Univ Pendidikan Ganesha (Undiksha). Dengan menggandeng Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) serta Pokja di Bali diharapkan seminar yang mengambil tema Memutus Mata Rantai Eksploitasi Seksual Komersial Anak Indonesia ini mampu menegaskan kembali dukungan dan komitmen Bali terkait dengan perlindungan anak para predator baik dosmetik dan juga berkedok turis. 12 - 18 Maret 2018

37


PA R I W I S ATA

Banyak Hotel Belum Lulus SMPH

P

enerapan Sistem Manajemen Pengamanan Hotel (SMPH) di Bali, khususnya Kabupaten Badung, belum maksimal. Padahal, setiap akomodasi pariwisata kini diharuskan mengantongi sertifikat verifikasi SMPH. Upaya ini untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan yang menginap. Jumlah usaha pariwisata yang telah mengantongi sertifikat keamanan di Badung hingga 2018 ini hanya mencapai 80 usaha dari 1.320 usaha yang tercatat di Dinas Pariwisata setempat. Kadisparda Badung, I Made Badra, membenarkan minimnya usaha pariwisata yang telah mengantongi SMPH. Padahal, upaya ini untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan yang menginap. “Memang dari 1.320 usaha di Badung, 150 telah diverifikasi dan 80 yang telah mempunyai sertifikat. Kami sudah terus melakukan sosialisasi mengenai program ini, bahkan sudah 700 usaha yang diberikan sosialisasi,” ungkapnya. Menurutnya, ketentuan SMPH telah diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Permenparekraf) Nomer 106/PW.006/MPEK/2014 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Hotel. Kebijakan ini juga menjadi acuan penilaian dalam standarisasi usaha atau klasifikasi hotel bintang maupun non bintang. “SMPH itu dilakukan dari tim Polda Bali, kami hanya melakukan pembinaan dan sosialisasi. Namun, untuk kepentingan bersama, kami berharap semua usaha pariwisata memiliki sertifikat ini untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan,” terangnya. Birokrat asal Kuta itu juga meminta tim SMPH Kabupaten Badung terus gencar melakukan sosialisasi dengan mengandeng Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) dari wilayah Bali. “Verifikasi keamanan hotel merupakan bagian penting dalam menghadapi pasar bebas tahun mendatang. Apalagi, sejumlah kawasan, seperti Nusa Dua yang sering dikunjungi tamu-tamu negara merupakan sesuatu keharusan untuk melakukan verifikasi,” katanya. Kabid Sumberdaya Pariwisata, Nyoman Suardana, sebelumnya mengakui telah melakukan sosialisasi. Kegiatan ini

38

12 - 18 Maret 2018

dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kegiatan usaha sarana pariwisata perlu melakukan pengamanan di tempat usahanya. Selain itu, guna mendorong peran pengusaha sarana pariwisata dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan di usaha sarana pariwisata. “Sosialisasi SMPH dilaksanakan dalam upaya menindaklanjuti Permen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI No.106 tahun 2011 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Hotel, dimana setiap usaha pariwisata diwajibkan menerapkan sistem manajemen pengamanan hotel,” ujarnya. Selain diberikan sosialisasi, peserta juga diajak survei ke lapangan untuk mengecek kelengkapan dari usaha pariwisata terkait dengan standar keamanan yang memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. “Sosialisasi kali ini kita mengikutisertakan sebanyak 192 usaha pariwisata. Selanjutnya kita melakukan peninjauan ke lapangan,” jelasnya. Setelah sosialisasi, diharapkan pihak usaha pariwisata melanjutkan ke tingkat verifikasi yang dilakukan oleh Polda Bali. Verifikasi ini penting bagi hotel yang akan naik kelas dari non bintang menjadi bintang. “Kami wajibkan mereka mengklasifikasi kelas hotel itu wajib telah memiliki verifikasi dari Polda Bali,” ucapnya. Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. (PHRI) Bali Tjokorda Artha Sukawati mengatakan, verifikasi sistem manajemen pengamanan hotel merupakan syarat mutlak, di mana menjadi salah satu penilaian dalam standarisasi usaha atau klasifikasi hotel bintang maupun non bintang. Selain itu, ketentuan ini sudah diatur dalam Permen Nomor 106/PW.006/MPEK/2014 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Hotel. “Semua sanksi-sanksi bagi hotel yang tidak memenuhi syarat adalah dari segi keamanan dan sertifikasi kompetensi adalah pencabutan izin. Ke depannya dalam klasifikasi hotel, keamanan juga menjadi salah satu penilaian kami,” ungkapnya. Dikatakan, verifikasi keamanan hotel

merupakan bagian penting dalam menghadapi pasar bebas tahun mendatang. Apalagi, sejumlah kawasan, seperti Nusa Dua yang sering dikunjungi tamu-tamu negara merupakan sesuatu keharusan untuk melakukan verifikasi. “Banyak hotel yang belum lolos, karena mereka belum paham. Sebab, hal terkecil pun juga menjadi salah satu poin dalam verifikasi itu,” katanya. Menurutnya, langkah pengamanan pada akomodasi pariwisata merupakan bagian dari pertaruhan nama baik pariwisata Indonesia, khususnya Bali. Keamanan merupakan hal mendasar untuk dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang menginap di akomodasi pariwisata. “Niat akomodasi pariwisata untuk ikut di verifikasi sertifikasi pengamanan hotel sangat besar,” ucapnya. l parwata

Keamanan menjadi prioritas utama di sektor pariwisata. Karena itu, pemerintah meminta setiap pengusaha segera mencarikan akomodasi sertifikasi SMPH.


12 - 18 Maret 2018

39


PROPERTI

2018, Rumah Bersubsidi di Bali Naik Lima Persen

S

esuai ketentuan yang sudah disetujui oleh Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (PUPR) tahun 2018 ini, harga rumah bersubsidi dengan skema FLPP mengalami kenaikan sekitar lima persen. Hal tersebut diungkapkan Ketua REI (Real Estate Indonesia) Bali, Pande Agus Permana Widura, belum lama ini. Dikatakan, kenaikan harga rumah untuk masyarakat berpengasilan rendah tersebut dimulai per 6 Januari 2018. Dimana, rumah yang sebelumnya harga Rp 141,7 juta akan naik menjadi Rp 148,5 juta per unit. “Kenaikan harga rumah bersubsidi ini sudah disetujui oleh Kementerian PUPR dan setiap tahunnya memang direncanakan ada kenaikan harga,” ujarnya. Dengan demikian, untuk saat ini tahun 2019 mendatang pihaknya juga akan melakukan diskusi terkait kenaikan harga rumah bersubsidi tersebut. Pasalnya setiap tahunnya Kementerian PUPR menyetujui kenaikan harga hanya lima persen dari sebelumnya. Namun yang dikhawatirkan pengembang di Bali yakni terjadinya kenaikan harga lahan yang tidak seimbang dengan harga rumah. “Apabila kenaikan harga di tahun 2019 mendatang masih di angka lima persen, saya khawatir di Bali tidak bisa menyediakan perumahan subsidi lagi, karena kenaikan

40

12 - 18 Maret 2018

harga lahan harus diperhitungkan belum lagi harga bahan bangunan berkaca dengan kondisi saat ini,” katanya. Pihaknya berharap, di tahun 2019 mendatang harga rumah bersubsidi tersebut di angka Rp 195 juta per unit. Dengan demikian, pihaknya bisa mengembangkan perumahan tersebut di beberapa daerah lainnya selain Karangasem, Singaraja, Negara dan Tabanan. Apabila hal tersebut tidak disetujui apakah REI Bali akan mundur? Terkait hal tersebut pria yang akrab disapa Pande ini menegaskan tentu tidak. Namun yang dikhawatirkan minat pengembang dalam menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah menurun. Pasalnya, margin atau keuntungan yang diperoleh akan tergerus seiring peningkatan harga lahan. “Mundur sih tidak, karena kami sudah berkomitmen untuk menyediakan FLPP namun minat pengembang yang kami khawatirkan akan berkurang,” ujarnya sembari mengatakan di Bali hanya ada 17 pengembang yang menyediakan FLPP dan sudah terdaftar di Kementerian PUPR. Sebelumnya diberitakan, bahwa hingga tahun 2017 pihaknya baru mampu membangun kurang dari 3.500 unit rumah bersubsidi di empat kabupatean terse- b u t dari

target 5.000 unit. Dengan demikian, tahun 2018 ini pihaknya mengaku akan menggenjot pembangunan tersebut. Untuk menggenjot pembanguan tersebut, tentu pihaknya dalam hal ini perlu dukungan dari bank penyalur selain BTN yang selama ini sudah sangat aktif berperan dalam pembiyaannya. Selain itu, pihaknya juga meminta dukungan kepada pemerintah daerah terutama yang harga lahannya masih memadai untuk pembangunan rumah dengan skema FLPP tersebut. Daerah yang berpotensi untuk pembangunan FLPP, seliaain empat daerah tersebut yakni di Bangli serta Klungkung karena harga lahannya masih memadai. Dengan demikian, pihaknya berharap kepada pemerintah daerah setempat agar ikut membantu mempercepat pembangunan rumah bersubsidi melalui kemudahan dalam mengurus perizinan. “Pembangunan rumah subdisi di Kabupaten Gianyar juga kami harapkan dukungan dari pemerintah setempat karena hingga saat ini belum pasti dan anggota REI atau pengembang masih mengurus perizinan untuk pembangunannya tersebut,” tambahnya. l desi


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

BUPATI BADUNG - Rencana Paiketan Krama Bali untuk menggugah kaum remaja Bali dalam berkreasi membuat blog, poster ajaran Hindu, video darmawacana gaul serta aplikasi testimoni Trisandya mendapat dukungan penuh dari Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Hal ini diungkapkan Giri Prasta saat menerima audiensi pengurus Paiketan Krama Bali di rumah jabatan Bupati Senin (26/2), yang didampingi Kepala Bappeda Badung Made Wira Darmajaya dan Kepala BPKAD Badung Ketut Gede Suyasa. Menurut Giri Prasta, pihaknya mendukung segala kegiatan dalam mempertahankan adat, seni dan budaya di Bali.

BUPATI BADUNG - Rampungnya pembangunan Balai Banjar Kelodan, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal di lokasi yang baru, maka masyarakat setempat melaksanakan karya melaspas dan mendem padagingan. Acara ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, anggota DPRD Badung I Gede Suardika yang juga warga banjar setempat, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Surya Jaya beserta Tripika Kecamatan serta tokoh masyarakat, Rabu (21/2). Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mendem pedagingan di palinggih Pura Melanting yang dilanjutkan dengan melakukan persembahyangan bersama dan penandatanganan prasasti pertanda peresmian balai banjar tersebut.

MBP/ist

PEMKAB BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung mengumpulkan 16 lurah se-Badung di Puspem Badung, Kamis (22/2). Para lurah sengaja dikumpulkan agar mulai menyiapkan diri mengingat usulan perubahan status kelurahan menjadi desa telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Badung Putu Gede Sridana serta seluruh camat se-Badung. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Badung Putu Gede Sridana menjelaskan, rapat bersama para camat dan lurah bertujuan mempercepat proses persiapan perubahan status kelurahan menjadi desa.

MBP/ist

PEMKAB TABANAN - Kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dalam menindaklanjuti segala rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) rupanya tidak sia-sia. Terkait hal tersebut, Pemkab Tabanan memperoleh penilaian baik dari BPK dan menempati ranking pertama dengan nilai 95,68. Hal tersebut terungkap di sela-sela Diskusi Kelompok Terarah yang dihadiri para kepala daerah di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, gubernur, bupati maupun wali kota, Selasa (20/2) di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan. 12 - 18 Maret 2018

41


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

STIKI - Dalam rangka menjaga budaya tradisional di tengah perkembangan teknologi, dua organisasi kemahasiswaan STMIK Stikom Indonesia (STIKI) yaitu Gradasi (Graphic and Multimedia STIKI) dan SPC (STIKI Photography Community) bersatu menyelenggarakan kegiatan Paras X Artspirasi yang berlangsung 18– 24 Februari 2018 lalu. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan generasi milenial Bali tersebut mengusung tema ‘’Growing Without Forgetting’’ yang menekankan untuk tetap menjaga budaya tradisional di tengah perkembangan teknologi.

ANGKASA PURA - Memasuki usia 54 tahun, PT Angkasa Pura I (Persero) terus memfokuskan diri pada upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Hal ini dilakukan pula oleh Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai yang sepanjang tahun 2018 telah menyusun program kerja berbasis pada pengguna jasa bandara. Ditemui di sela-sela perayaan HUT di Lapangan Maysonette, Sanur, Denpasar, Sabtu (24/2), General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, mengungkapan tahun 2018 ini pihaknya dan jajaran memiliki tugas besar yang berkaitan dengan pelaksanaan IMF-World Bank 2018 di Bali.

MBP/ist

BUPATI BANGLI - Dalam upaya menambah ikatan kerja sama sekaligus sharing pengetahuan dan teknologi terkait pengolahan kopi di Kintamani, Kamis (23/2) Pemkab Lampung Barat berkunjung ke Kabupaten Bangli. Rombongan yang dipimpin Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus tersebut diterima langsung Bupati Bangli I Made Gianyar di Pabrik Pengolahan Kopi Arabika Mengani. Bupati Parosil Mabsus menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan penyambutan yang luar biasa dalam kegiatan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bangli. Melalui kunjungan kerja ini diharapkan dapat meningkatkan jalinan silaturahmi dan kerja sama bukan hanya di bidang kopi tetapi juga bidang yang lain.

42

12 - 18 Maret 2018

MBP/ist

BUPATI GIANYAR - Pj. Bupati Kabupaten Gianyar, Ketut Rochineng menerima kunjungan Wakil Bupati Kabupaten Anambas Kepulauan Riau di Ruang Rapat Bupati, Senin (26/2). Rochineng didampingi Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, Wayan Kujus Pawitra. Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gianyar didampingi Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Anambas, Nurman. Wan Zuhendra langsung diterima oleh PJ Bupati Ketut Rochineng di ruang rapat bupati seraya bertukar plakat.


MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Ribuan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar tumpah ruah untuk mengikuti lomba tarik tambang. Hingar bingar hingga sorak-sorai terdengar sambari memberikan semangat kepada tim mereka yang sedang berlomba. Kendati bergerak di bawah terik matahari, tidak mengurangi semangat mereka untuk berlomba saling mengalahkan satu sama lainnya untuk berebut menjadi juara. Lomba tarik tambang ini terbilang unik, karena semua peserta tarik tambang wajib mengenakan sarung. Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga serangkaian kegiatan menyambut HUT ke-230 Kota Denpasar tahun 2018.

MBP/ist

BUPATI KARANGASEM - Setelah dua tahun memimpin Karangasem, Bupati IGA Mas Sumatri mengaku menemui sejumlah tantangan dalam upaya percepatan pembangunan. Kendala terbesar di sektor infrastruktur jalan sehingga di sisa tiga tahun pemerintahannya ke depan, istri I Gusti Made Tusan itu akan meningkatkan koordinasi ke Pemerintah Pusat sehingga kendala tersebut segera tertangani. Penegasan menyangkut proyeksi pembangunan Karangasem ke depan itu dilontarkan di hadapan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam acara peringatan dua tahun kepemimpian Masdipa (Mas Sumatri-Artha Dipa) di Jero Subagan, Karangasem, Minggu (25/2).

MBP/ist

MBP/ist

PEMKOT DENPASAR - Serangkaian HUT ke-230 Kota Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Pengembangan dan Penelitian (Balitbang) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema ‘’Denpasar Dalam Sinergi Kota Pusaka, Kreatif dan Cerdas’’. Kegiatan ini dibuka oleh Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Plt. Wali Kota I G.N. Jaya Negara di Prime Plaza Hotel & Swites, Sanur, Kamis (22/2). Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan yaitu Gede Prama, Dirjen Kebudayaan RI Hilmar Farid, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Imam Karana, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. A.A. Raka Sudewi dan Guru Besar ITB Prof. Dr. Suhono Harso Supangkat.

KOPKAR NASUKI - Koperasi Karyawan Nalar Pasupati Kemakmuran Insani (Kopkar Nasuki) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Gedung Widya Sabha Uttama Kampus Unwar, Kamis (22/2). RAT ini bertujuan menyampaikan pertanggungjawaban pengurus Kopkar Nasuki selama satu tahun terakhir (1 Januari - 31 Desember 2017), menyusun program kerja ke depan sekaligus memilih pengurus masa bakti 2018-2020. RAT dan pemilihan pengurus baru dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., S.ParK., Wakil Rektor, Ketua Kopkar Nasuki Unwar I Wayan Gede Merta, S.E., M.Si., Direktur Pascasarjana Unwar beserta jajaran, para dekan dan seluruh anggota koperasi yang saat ini berjumlah 372 orang.

12 - 18 Maret 2018

43


TRADISI

Sanghyang Jaran

”Taksu” Desa Jungutbatu

TARI Sanghyang Jaran yang menjadi ciri taksu Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida Klungkung masih ada di tengah-tengah masyarakat. Namun, di balik maknanya yang menunjukkan keharmonisan rwa bhineda, regenerasi warisan leluhur yang sempat vakum puluhan tahun ini semakin sulit. Tari ini dipentaskan Sekaa Oncer Saraya pada acara Nusa Penida Festival yang terselenggara di Pantai Mahagiri, Desa Jungutbatu, belum lama ini. Ribuan penonton menunggu. Tak hanya dewasa, namun juga anak-anak maupun lansia. Tak juga hanya masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan domestik dan asing. Mereka duduk di sisi kalangan. Beralaskan pasir putih layaknya di Pantai Kuta. Berdesakan menunjukkan

Tari Sanghyang Jaran saat dipentaskan.

44

12 - 18 Maret 2018

suasana akrab. Saat pentas mulai, wajah mereka nampak terkagum. Tidak salah. Tarian itu sangat jarang ditemui. Terlebih gerakannya yang unik. Mengikuti alunan musik dan gagendingan. Sangat sendu, dan memunculkan kesan tenang.  Penarinya sebagian besar anak-anak. Hanya dua orang yang berusia tua. Warna pakaian mereka tak sama. Separuh putih. Separuh merah. Mereka menunggangi peralatan berbentuk kuda yang terbuat dari kayu. Ukurannya kecil. Bentuknya melengkung. Sekitar 15 menit menapaki kalangan, seluruh penari bak terbawa suasana. Seolah-olah tengah menunggangi kuda sungguhan. Langsung berlari ke luar kalangan. Menyelusuk ke sela-sela barisan penonton yang rapat. Tak

sedikit yang dibuat terkejut dan langsung berpindah tempat. Sesaat setelah itu, dua penari tua dengan pakaian merah dan putih kembali masuk ke tengah kalangan. Kembali menunjukkan gerakan serupa dengan di awal. Ada 10 menit lamanya. Di sela-sela itu, ada yang membakar serabut kelapa. Apinya berkobar. Asapnya mengepul. Mereka yang dalam kondisi trance langsung “menyerang” api itu. Kakinya menghentak, memporak-porandakan seluruhnya. Percikan api tersebar. Namun masih jauh dari penonton. Dari raut wajahnya, semua seolah terasa biasa. Tak menunjukkan kepanasan. Sedikit pun tak ada luka. Malahan, mereka kembali menari hingga selesai.  Klian Sekaa, Guru Mirah Maharani me-


nuturkan secara keseluruhan, pementasan itu melibatkan 14 perempuan dan 17 laki-laki. Sekilas terkait kemunculan tari ini, diceritakan bermula dari adanya sulinggih asal Bangli bernama Ida Pedanda Gede Punia ‘’meselong’’ ke Nusa Penida sekitar 1894. Ini membuat para perbekel di pesisir Nusa Gede tidak ada yang berani menerima. Akhirnya Ida Pedanda itu berlayar lagi sampai ke Desa Jungutbatu, yang kala itu jero mekelnya, Nyoman Jungut, yang tak lain buyutnya Maharani. “Karena kasihan, Ida Pedanda ini diterima di rumah kumpi saya itu. Cuma karena tidak ada rumah, beliau itu ditempatkan di bale gede,” ujarnya. Sejak itu, tarian Sanghyang Jaran diajarkan kepala Jero Mekel dan keluarga. “Jadi kesenian ini asalnya memang dari Bangli yang disebarkan oleh sulinggih itu dengan cara mengajarkannya ke keluarga Jero Mekel dan masyarakat sini,” terangnya.  Setelah diajarkan, masyarakat yang menekuni tarian ini tak terus berlanjut. Sekitar 50 tahun tak ada yang mementaskan. Tak ada regenerasi. “Yang saya ingat, pentas

terakhir itu saat saya masih kecil sekali, dan ketika itu saya juga ikut sekaa sebagai penunggang jaran. Tapi tidak tahu gending,” ungkap Maharani. Nah, pada 2006, warisan leluhur ini perlahan bangkit.  Beberapa mulai ada yang meminati. Namun tak langsung berjalan mulus. Naskah gending yang tergolong panjang, sempat tidak diketahui. Tidak ada lagi peninggalan tertulis. Akan tetapi, setelah ditelusuri, itu bisa digali dari anak Nyoman Jungut, Ni Wayan Singgih atau Men Sor yang tergabung dalam sekaa. “Saya yang mendengarkan mencatat gendingnya, mulai pertama sampai akhir yang jumlahnya sepuluh pakem. Jadi penulisan tembang ini menjadi buku, dari ucapan lisan yang beliau sampaikan. Pada 2007 beliau meninggal,” terangnya.  Khusus untuk warna kuda dijelaskan putih sebagai simbol betina, yang bernama Once Sraya. Sedangkan merah bernama Nala Sanda sebagai simbol jantan. Ini bermakna keberadaan dua hal berbeda (rwa bhineda) bisa saling berdampingan dan harmonis. 

Di tengah pesatnya perkembangan zaman, kekhawatiran akan terjadinya kepunahan masih menghantui. Penari yang bisa mengalami trance sangat sulit didapatkan. Sifatnya yang sakral, pementasannya tak bisa secara sembarangan. Penari terlebih dulu harus malukat. Tidak sedang menstruasi. Selain di Nusa Penida Festival, tari ini juga sering dipesan untuk naur sesangi. “Pernah ada seorang ibu bernama Men Nila yang sudah punya lima anak dan kesemuanya perempuan. Akhirnya mesesangi, jika hamil lagi dan anaknya laki-laki, maka akan ngupah tarian Sang Hyang Jaran sebanyak lima kali. Dan itu pun menjadi kenyataan,” ucapnya.  Selain Sanghyang Jaran, di Desa Jungutbatu juga pernah ada tari Sang Hyang Dedari. Namun, itu belum bisa dibangkitkan lantaran tidak ada referensi. “Saya yang sudah mencoba menelurusi, kesulitan untuk mendapatkan jejak Sang Hyang Dedari,” tandas Maharani. l Sosiawan

A KT I V I TA S PUTRI BUNGSU - Panglingsir Puri Tegeh Kori, Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX, akhirnya memberikan restu kepada putri bungsunya I Gusti Ayu Sita Wedastiti Wedasteraputri Suyasa, S.E. untuk melangsungkan pernikahan dengan Fernando Almanto. Restu ini didapat setelah Gusti Ayu Sita menghadap panglingsir Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di Puri Ageng Tegeh Kori serta mendapatkan petunjuk niskala untuk hari baik dari Ratu Bhagawan Dalem Nabe Wirakerthi dari Geria Tegeh Kori Lebah Siung Panji, Buleleng. Rangkaian pawiwahan akan dilaksanakan secara sakral namun sederhana yakni upacara tukar cincin lan mapamit di Merajan Puri Tegeh Kori Badung pada Senin (26/2).

12 - 18 Maret 2018

45


B U DAYA

Gedong Kertya

Museum Lontar Tertua di Indonesia

B

uleleng banyak memiliki Daya Tarik Wisata (DTW) yang diandalkan untuk menunjang pengembangan city tour. Sebagai kawasan heritage wisatawan bisa menikmati suasana Kota Singaraja sebagai wisata sejarah. Beberapa kawasan yang mulai ramai dikunjungi adalah Eks Pelabuhan Buleleng, Museum Buleleng, Puri Buleleng dan Puri Kanginan, Selain itu, wisata sejarah budaya juga bisa dinikmati dari Museum Lontar Gedong Kertya. Museum yang terletak di kawasan Puri Seni Sesana Budaya Jalan Veteran Kelurahan Paket Agung merupakan museum lontar tertua. Tentu, museum lontar ini menjadi pilihan para wisman untuk melihat 1.808 cakep lontar, buku karya sastrawan Belanda yang dikoleksi. Konon, dari keterangan pihak pengelola, Museum Gedong Kertya dibangun pada 1928 oleh warga Belanda bernama L.J.J Caron. Caron datang ke Bali bertemu dengan para raja dan tokoh agama untuk berdiskusi mengenai kekayaan kesenian sastra (lontar) yang ada di seluruh Bali. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Gedong Kertya Putu Gede Wiryasa menjelaskan wisatawan lokal dan asing bisa mempelajari ribuan lontar

yang berbahasa Bali, Jawa Kuno dan Sansekerta. Tercatat sebanyak 1.808 lontar yang dikoleksi di Gedong Kertya. Selain lontar asli, museum teks tertua di Pulau Dewata itu juga memiliki salinan lontar sebanyak 4.867 buah dan dari jumlah itu yang belum disalin mencapai 3.110 buah, sampai pada 2015. “Sebanyak 1.808 lontar, dan lontar tertua yang kami koleksi ada yang berusia hingga 300 tahun. Tentu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan saat berkunjung,” katanya. Menurut Wiryasa, sebagian besar wisatawan yang datang berkunjung masih didominasi dari Eropa. Sebagian besar wisatawan asing yang datang ke Gedong Kertya bagian dari paket city tour. Mereka berkunjung setelah kapal pesiar yang ditumpangi nyandar di pelabuhan Celukan Bawang. “Wisman yang datang sebagian besar dari Eropa. Seperti Belanda, Italia, Prancis. Mereka tertarik dengan museum lontar satu-satunya di dunia. Rata-rata turis yang berkunjung adalah penumpang Kapal Pesiar. Saat kapalnya berlabuh di Celukan Bawang, mereka langsung berkunjung ke sini,” jelasnya. Selain tamu asing, museum ini banyak dikunjungi wisatawan lokal. Mereka datang secara khusus untuk mengkaji lontar yang diinginkan sebagi referensi.

Bahkan tak jarang pengunjung yang datang adalah untuk meneliti dan mengkaji berbagai jenis lontar untuk menunjang studi akademik. Berdasarkan sumber data yang diperoleh di Gedong Kertya, secara umum daftar lontar dibagi menjadi beberapa bagian. Misalnya Weda mencakup Weda, Mantra, Kalpasastra. Agama mencakup Palakerta, Sesana, Niti. Wariga meliputi Wewaran, Tutur Upadesa, Kanda, Anusada. Itihasa atau Wiracarita terdiri dari parwa, kekawin, kidung, geguritan. Sedangkan berbagai jenis Babad seperti pemancangah, babad hingga Tantri. “Yang paling banyak dicari pengunjung ya tentang Lontar Usadha, Wariga dan Babad. Namun kalau Wisatawan asing biasanya mereka hanya nanya dan foto-foto terkait lontar yang tersimpan” paparnya. Meski lontar yang dikoleksi berusia ratusan tahun, namun kondisinya masih terlihat cukup baik, lentur dan masih mudah untuk dibaca. Ribuan lontar ini disimpan di dalam keropak menggunakan penomoran. Lontar-lontar tersebut disusun secara teratur dan diberi kode khusus agar mempemudah pengunjung mencari para refrensi lontar yang diinginkan. l mudiarta

MBP/mud

Museum Gedong Kertya banyak menyimpan lontar yang usianya sudah ratusan tahun.

46

12 - 18 Maret 2018


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

ARYA WEDAKARNA - Tokoh muda Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menunjukkan kelasnya sebagai salah satu wakil rakyat asal Bali. Ini ditandai meluasnya jaringan yang dimiliki oleh Senator RI termuda itu. Sejumlah komunikasi politik antara parlementarian Bali dan diplomat asing selalu digerakkan oleh Shri Arya Wedakarna dengan tujuan sederhana yakni melanjutkan kehebatan sejarah para founding father Indonesia dengan pimpinan negara sahabat. Hal itu terekam dalam pertemuan antara Shri Arya Wedakarna dan Madame Vironica Nuvoselteva, Ph.D. di Kedutaan Besar Rusia. Sejumlah hal dibahas terkait kerja sama Indonesia dan Rusia termasuk pandangan Senator Arya Wedakarna terhadap kebijakan Presiden Vladimir Putin.

STD BALI - ‘’THE Enlightenment of Infinite Creativity’’, itulah tema yang diangkat dalam serangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis V Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali dan Dies Natalis XV New Media College. Acara yang digelar meliputi seminar nasional, workshop, perlombaan, bakti sosial, pameran, pemilihan putra-putri kampus 2018 dan ditutup puncaknya berupa pentas seni. Road to Dies Natalis dilaksanakan sebulan penuh diawali Seminar Metarasio dari Prodi Desain Komunikasi Visual, Seminar Kopi dan Ruang oleh Prodi Desain Interior, Workshop Desain Grafis berjudul ‘’Exploring Fan Art’’ dan Workshop Acroyoga yang dimotori oleh unit kegiatan yoga, Goldmonk Yoga.

MBP/ist

MBP/ist

TOYA DEVASYA - Tempat Wisata Toya Devasya Natural Hot Spring dan Ayurvedic Spa, Kintamani, dipilih Bank Indonesia (BI) untuk melaksanakan kegiatan Leadership Camp Genbi Bali 2018, Jumat (23/2). Selain itu, yang menggembirakan bahwa vila yang ada di Toya Devasya sudah full di-booking untuk retreat dari grup Cina selama 10 hari. Owner Toya Devasya I Ketut Marjana mengatakan kegiatan Leadership Camp Genbi Bali 2018 yang dilaksanakan BI diikuti sekitar 100 orang dari kalangan mahasiswa. BI melaksanakan seminar dengan topik ‘’Kepemimpinan di Era Millenium’’ sekaligus melakukan gathering.

MADE URIP - Anggota DPR-RI dari Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. tak pernah surut menemui masyarakat sampai ke pelosok desa. Tidak saja turun memberikan akses bantuan dari tingkat pusat, namun selaku salah satu anggota MPR-RI menjadi sosialisator pemahaman nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara di Bali dengan menanamkan 4 Pilar Kebangsaan. Seperti dalam sosialisasi yang dipusatkan di Wantilan Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Kamis (22/2), ia juga membawa oleh-oleh pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Kedatangan Ketua DPP PDI-P itu disambut hangat oleh perbekel, jero bendesa adat yang juga Ketua Ranting PDI-P Desa Beraban, kelompok tani, nelayan, PKK dan anggota STT se-Desa Beraban. Sebagai narasumber kader lumutan PDI-P I Wayan Dika Sumantra.

12 - 18 Maret 2018

47


HIBURAN

MBP/win

Joni Agung & Double T bersama produsernya, Agung Bagus Mantra (kiri).

Joni Agung & Double T

Rilis Album ”Cinta dan Kasih Sayang”

G

rup band musik, Joni Agung & Double T membuat karya terbaru. Setelah sebelumnya merilis album ke-5 bertajuk “Persaudaraan Tanpa Batas” pada tahun 2017 lalu, kini grup band yang mengusung genre musik raggae tersebut merilis album ke-6 yang bertema “Cinta dan Kasih Sayang”. Album yang hanya memakan waktu 1,5 bulan untuk proses recording tersebut diluncurkan Sabtu (3/3) lalu di Pantai Mertasari, Sanur. “Launching album terbaru kami ini akan kami gelar di Pantai Mertasari, Sanur. Pada kesempatan itu nantinya akan menjadi momentum perayaan penguatan rasa cinta dan kasih sayang kami keluarga besar Joni Agung & Double T, karena akhirnya album ke-6 kami bisa rampung dan kami sebarkan ke seluruh belahan dunia melalui media fisik maupun digital,” ujar Produser Joni Agung & Double T, Agung Bagus Mantra, Kamis (1/3). Dalam album terbarunya ini, terdapat 12

48

12 - 18 Maret 2018

single yang bertemakan sosial, cinta dan kasih sayang. Namun, ada satu lagu yang disajikan sedikit berbeda dari lagu lainnya. Lagu yang diberi judul “Doa Bahagia” itu disajikan dalam bentuk puisi doa untuk semesta yang dipersembahkan untuk backsound komunitas yoga. Menariknya lagi, dalam albumnya kali ini ada sentuhan baru yang dikombinasikan dengan banyaknya unsur tiup (sax) dan gesekan violin oleh personel baru mereka, Sandi Lazuardi. Sentuhan baru ini adalah sebuah pendewasaan Joni Agung & Double T dalam mengeksplorasi unsur karyanya untuk mengikuti perkembangan industri musik, khususnya afro raggae. “Tidak ada target secara penjualan fisik pada album kami ini, namun goal kami adalah bisa tetap berkarya,” ungkap Gung Joni vokalis Joni Agung & Double T. Lewat karyanya ini, band yang diperkuat Gung Joni (vokal), D’Alit (gitar), Rah Mayun (Keyboard), Tilem (bass), Rody (drum) dan Sandi (biola dan saxophone) ini ingin

mendedikasikan pesan-pesan harmoni yang bermanfaat bagi setiap insan yang mendengarkannya. “Berbagai tawaran manggung di luar negeri untuk pentas raggae dunia, seperti Afro Fest, Asia Sunsplash, dan berkolaborasi dengan musisi raggae dunia mulai kami dapatkan. Namun, masih terkendala perizinan dan entertainment visa,” tandas Gung Joni. Terlepas dari hal tersebut, Joni Agung & Double T akan terus semangat dalam berkarya. Sebab bagi mereka, musik raggae adalah salah satu genre musik dunia yang sangat mudah dinikmati. “Kami akan tetap menjadikan Bali sebagai akar kami dalam menghasilkan karya melalui raggae, sehingga segala yang kami perbuat tetap dengan pondasi akar yang jelas, kuat dan nyata, tidak menjiplak secara budaya, namun kami eksplorasikan raggae menjadi komposisi yang memiliki ciri dan karakter yang solid dari Bali,” pungkasnya. l winatha


Guruh Soekarno Putra

Warnai ”Batam Menari”

S

entuhan kreasi Guruh Soekarno Putra mewarnai perhelatan “Batam Menari 2018” yang berlangsung 8 April mendatang di Batam. Berdurasi sekitar tujuh menit, Guruh bersama tim menciptakan gerakan yang menggabungkan empat unsur etnis di Batam yakni Melayu, Minangkabau, Batak dan Tiongkok. Guruh menyebut gerakan ini sebagai rampai tari.  “Kami dengan senang hati berperan serta dalam perhelatan Batam Menari. Untuk persiapan kami sudah sekitar sebulan hingga dua bulan yang lalu. Kami telah mengirimkan pelatih-pelatih tari dari Kinarya GSP. Kami sudah mulai berlatih,” tutur Guruh dalam konferensi pers di Batam, belum lama ini. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo berharap program Batam Menari 2018 bisa menjadi ikon Batam tahunan dan bisa diingat masyarakat layaknya perhelatan seni lainnya semisal Java Jazz. “Untuk menggalakkan pariwisata Batam perlu melaksanakan kegiatan yang bisa menjadi ikon Batam ke depan. Kami sudah melakukan Batam Cultural Carnival, Batam Barelang Brigde Marathon. April ini ada Batam Menari,” ujar dia.  Mengapa memilih menari bersama? Lukita mengatakan menari menjadi budaya hampir di seluruh suku bangsa di Indonesia. Menurut dia, dengan menari bersama bisa terbangun kebersamaan di antara masyarakat.  “Kami ingin membangun kebersamaan.

Salah satu budaya yang khas itu menari. Setiap etnik mempunyai budaya menari. Kami ingin mengajak masyarakat Batam yang multietnik bisa turun menggerakan pariwisata di Batam melalui Batam Menari,” kata dia. Dia mengatakan program ini akan diiikuti sekitar 16.000 orang peserta dari berbagai elemen masyarakat mulai dari para instruktur tari, tentara, polisi hingga kaum ibu sehingga bisa tecatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia.  “Kami ingin melebihi rekor Muri yang sudah ada yakni 10.000 lebih. Kami targetkan 16.000 orang dengan unsur dari masyarakat sukarela ikut dalam kegiatan ini,” kata dia. l kmb

12 - 18 Maret 2018

49


TA K S U

Gusti Ngurah Jaman

Teruskan Penekun Usada

L

ahir di sebuah kampung di kaki Gunung Batukaru Tabanan pada 11 Maret 1970, masa kecil Gusti Ngurah Jaman lebih banyak bergelut dengan alam sekitar yang kental hal-hal mistis. Di Banjar Bugbugan Desa Senganan Kecamatan Penebel, Jaman kecil banyak mendapat pengetahuan tentang usada, ilmu pengobatan tradisional Bali. Apalagi, orang tua ataupun kakek Gusti Ngurah Jaman juga sebagai penekun spiritual khususnya usada. Suami Ni Made Suantini yang sudah dikaruniai empat anak ini mengenal dunia usada secara tidak langsung yang berawal dari rasa ketidaksengajaan dan keingintahuan. Selain itu, meksi baru belajar, sejak kesil ia sudah diminta oleh teman-teman seuisanya untuk mengobati teman yang sakit, baik dengan media tirta maupun ramuan obat-obatan yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan tertentu. Keahliannya meracik bahan-bahan obat herbal inilah yang menjadikan ia terkenal sebagai pengusada. Salah satu sumber sastra yang dijadikan pedoman Gusti Ngurah Jaman dalam menyembuhkan dan mengobati pasien yakni ajaran kanda empat. Dalam ajaran ini, salah satu yang dibahas bagaimana dan tata cara pengobatan. Untuk memperdalam dan memahami ajaran kanda empat itu, Gusti Ngurah Jaman berguru pada pinisepuh Perguruan Darma Murti yakni pak Putu Budiartini. Selain mendapatkan pengetahuan tentang usada, ia juga mendapatkan ilmu bagaimana cara melindungi diri dari niat buruk dari luar. “Banyak kalangan yang menyatakan usada ini identik dengan pengobatan alternatif. Padahal ini merupakan sistem pengobatan tertua yang dimiliki para pendahulu. Karena dahulu orang biasa mengobati orang sakit dengan menggunakan ramuan dari berbagai sumber kemudian diracik dibuat sedemikian rupa untuk dikonsumsi,� jelas Gusti Ngurah Jaman. Contoh kecil, lanjutnya, dahulu jika anak panas dalam akan menggunakan daun katuk atau yang biasa disebut kayu manis untuk dijadikan loloh atau jamu.

50

12 - 18 Maret 2018

Begitu pula kalau kedinginan maka orang tau akan membuat boreh baik dari beras yang direndam dicampur kencur untuk anak kecil sedangkan untuk dewasa atau tua baisa menggunakan bunga cengkeh dicampur irisan kulit kamboja yang sudah kering direndam dengan air dan bahan lainnya kemudian dihaluskan. Hal ini menunjukan masyarakat Bali melalui sastra telah mengetahui lebih dahulu tata cara pengobatan. Selain menjelaskan bahan-bahan apa saja yang bisa dipergunakan untuk membuat obat tradisional, menurut Gusti Ngurah Jaman, dalam ajaran kanda empat ini juga dibahas takaran atau ukuran. Hal ini tentunya sangat penting sehingga orang yang sakit benar-benar mengkonsumsi obat sesuai dengan umur dan banyaknya obatnya. “Kalau dalam ilmu kedokteran dikenal dengan sebutan dosis, maka dalam sastra Hindhu takaran sering kali dihubungkan dengan urip Dewa Nawa Sanga dan kelahiran si pasien,� beber Gusti Ngurah Jaman lagi. Seiring perkembangan zaman, Gusti Ngurah Jaman mengakui keberadaan para penekun usada saat ini semakin

terpinggirkan oleh para pengusada dari luar. Hal ini diperparah dengan mudahnya izin yang dikeluarkan pemerintah terkait kegiatan tersebut. Hal ini tentunya patut direnungkan bersama di tengah semakin terpinggirkannya sastra dan agama Hindu. Selain masalah izin, pemerintah daerah Bali melalui dinas terkiat yakni Dinas Kesehatan diharapkan merangkul para usada lokal, bukan sebaliknya menjauhi. Begitu pula dalam sistem pendidikan, hendkanya usada dimasukkan dalam kurikulum atau membentuk Fakultas Usada. Gusti Ngurah Jaman merupakan satu dari sekian penekun usada untuk kepentingan kesehatan. Hal ini tentunya sangat berguna dan membantu kesehatan warga di tengah semakin mahalnya biaya rumah sakit dan pengobatan. Selain menolong mereka yang sakit, apa yang dilakukan Gusti Ngurah Jaman merupakan upaya menyelamatkan berbagai kearifan lokal berbasis sastra agama Hindhu dari kepunahan. l Trimaja/bali tv


223 | 12 - 18 Maret 2018

RP 20.000

Majalah Bali Post Edisi 223 | balipost.com  

Headline : Membangun Karakter Mental

Majalah Bali Post Edisi 223 | balipost.com  

Headline : Membangun Karakter Mental

Advertisement