Skip to main content

epaper-1030

Page 1

24

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Terima Rombongan Komisi IX DPR RI, Gubernur Koster Sampaikan Bidang Kesehatan Jadi Prioritas Menuju Bali Era Baru Arah kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Bali adalah sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkun kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai NKRI berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

D

isampaikan Gubernur Koster, terdapat 5 bidang program prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana sesuai dengan Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menuju Bali Era Baru. Untuk mewujudkan hal tersebut, Provinsi Bali telah membuat kebijakan dan program pembangunan yang siap di implementasikan diantaranya pada bidang Pangan, Sandang, Papan, Kesehatan, Pendidikan, Jaminan Sosial, Ketenagakerjaan, Adat, Agama, Tradisi, Seni, Budaya serta bidang Pariwisata. Khusus di bidang Kesehatan, Pemerintah Provinsi Bali telah meluncurkan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) pada Rabu (27/4) yang lalu. Program yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 104 Tahun 2018 merupakan penyempurnaan sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola BPJS Kesehatan yang selama ini

masih banyak menuai keluhan masyarakat. “Program JKN-KBS ini merupakan peningkatan pelayanan kesehatan kepada Krama Bali. Kebijakan baru ini dikeluarkan setelah mengkaji pelayanan kesehatan yang diselenggarakan BPJS Kesehatan yang mengandung beberapa kelemahan atau kekurangan,” jelas Gubernur Koster saat menerima kunjungan komisi IX DPR RI, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (2/5). Dikatakan Gubernur Koster, kekurangan tersebut diantaranya yakni sistem rujukan secara bertingkat dan tidak terintegrasi sehingga pasien tidak bisa langsung mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan serta memerlukan waktu yang lama akibat lokasi yang berjauhan RS yang dirujuk. Selain itu, sistem rujukan bertingkat juga mengakibatkan tingginya biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh pasien. Sehingga sistem rujukan yang diberlakukan selama ini dinilai tidak efektif dan tidak efisien.

Pimpin Apel Hardiknas 2019, Gubernur Koster Komit Membangun SDM Bali Unggul

Gubernur Koster saat menerima kunjungan komisi IX DPR RI, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (2/5).

“Akibat adanya berbagai kelemahan atau kekurangan dalam pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tersebut, pasien penerima manfaat pelayanan seringkali mengalami keterlambatan, hambatan, masalah di fasilitas kesehatan (Puskesmas/RS-red) yang sangat merugikan pasien bahkan tidak mendapat kepastian pelayanan,” ungkap Gubernur Koster yang juga selaku ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. Bertolak dari sejumlah persoalan tersebut, Pemprov Bali akhirnya meluncurkan JKN-KBS yang merupakan pengembangan dan penyempurnaan pelayanan kesehatan dalam JKN. Program ini dikatakan Koster memiliki sejumlah kelebihan antara lain kepesertaan menjangkau seluruh Krama Bali, kartu langsung aktif saat menjadi peserta, bayi baru lahir dari Ibu PBI daerah langsung terdaftar otomatis, PBI Daerah dapat dilayani di Fasiltas Kesehatan Pemerintah / Pemerintah Daerah dan Swasta. Dari aspek iuran, Peserta JKN yang menunggak premi dapat didaftarkan menjadi peserta PBI Daerah dan langsung dapat mengakses pelayanan kesehatan. “Sementara dari aspek pelayanan kesehatan, masyarakat juga memperoleh manfaat

tambahan yaitu memperoleh pelayanan kesehatan tradisional dan komplementer di Fasilitas Kesehatan. Pasien gawat darurat juga memperoleh fasilitas transportasi secara gratis dari tempat tinggal pasien menuju fasilitas kesehatan yang dituju, memperoleh pelayanan Visum et Repertum secara gratis, sistem penangangan keluhan dilakukan secara online dan terintegrasi se-Bali berbasis web dengan call center yang tersedia di Faskes, Dinas dan BPJS Kesehatan, memperoleh fasilitas transportasi secara gratis untuk jenasah dari Puskesmas atau RS ke alamat dan memperoleh pelayanan terapi hiperbarik (oksigen murni-red) secara gratis bagi pasien penyelam, luka bakar, dan pasien lainnya yang memerlukan,” imbuhnya. Ditambahkan Gubernur Koster, keunggulan lainnya, JKN-KBS menggunakan sistem rujukan baru berupa aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi. Penanganan keluhan dilaksanakan secara online dan terintegrasi berbasis web yang tersedia di Faskes Provinsi, Kabupaten/Kota melalui Call Center dan Personal In Charge (PIC). Selain itu dikatakan Koster, Pemprov Bali tengah merancang Rumah Sakit tanpa kelas. Dimana Dua rumah sakit (RS) Pratama yang ada saat

ini yakni RS Pratama di Desa Tanguwisia, Kecamatan Seririt, dan RS Pratama di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng akan dirancang untuk hal tersebut. “Nanti Rumah Sakit Pratama itu menjadi Rumah Sakit tanpa kelas. Lahannya kan punya pemerintah, semua dibiayai pemerintah (dokter, perawat, faskes-red), jadi kita tigak boleh diskriminasi kepada masyarakat yang akan berobat dengan kamar yang ber kelas-kelas. Pemerintah harus hadir memberikan fasilitas kesehatan yang baik bagi masyarakat,” pungkas Gubernur Koster. Sementara itu, Ketua Tim yang juga wakil ketua komisi IX Saleh Partaonan Daulay menyambut baik program kesehatan Pemprov Bali melalui JKN-KBS. Menurutnya, sistem jaminan kesehatan tersebut bisa menjadi contoh baik bagi daerah lainnya dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakatnya. “Program ini sangat bagus, sejalan dengan apa yang selalu kita harapkan yakni Rumah Sakit tanpa kelas. Saya juga mengapresiasi langkah Gubernur dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bali. Apa yang kita dengarkan dari penjelasan tadi, sangat bagus. Kita pasti akan mendukung program yang baik ini,” ungkapnya. (ast).

Beroperasi Lagi, Gubernur Koster Harap Layanan Trans Sarbagita di Bandara Ngurah Rai Jadi Pilihan

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin apel Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019.

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin apel Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 dan Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXIII di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Kamis (2/5). Apel Hardiknas kali ini hadir dalam suasana berbeda karena bertepatan dengan Hari Kamis dimana sesuai dengan Pergub No. 79 Tahun 2019 semua peserta apel menggunakan busana adat Bali.Dalam sambutan yang dibacakan Gubernur Wayan Koster, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mengatakan hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar. Menurutnya perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. “Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat,” ujarnya. Mendikbud menambahkan, saat ini peserta didik didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Generasi ini lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. “Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentu-

han budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat,” katanya. Ia menambahkan, ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan.Kepada wartawan seusai apel Gubernur Koster mengatakan Peringatan Hardiknas 2019 ini diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan pendidikan yang lebih berkarakter dengan membangun integritas moral dan jati diri sebagai bagian dari upaya untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing. “Khususnya di Bali adalah membangun SDM Bali Unggul yang berkaitan dengan upaya kita merealisasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali agar memiliki kualitas profesional berintegritas dan berdaya saing,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini. Gubernur Koster menambahkan pihaknya saat ini terus melaksanakan tahapan pelaksanaan wajib belajar 12 tahun. “Sekarang tahapannya sudah mulai membangun sekolah baru, menambah ruangan baru sampai memenuhi kebutuhan sesuai dengan lulusan anak anak SMP kita yang harus ditampung untuk masuk ke SMA, SMK atau yang sederajat,” ujarnya. (ast).

Layanan transportasi massal menjadi salah satu keharusan yang harus disiapkan dalam menunjang moda transportasi di Bandara Internasional I Gst Ngurah Rai. Dengan menghadirkan transportasi umum berupa armada bus, masyarakat khususnya wisatawan yang datang ke Bali memiliki pilihan dalam menentukan transportasi yang akan digunakan. Hal ini terungkap saat Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Layanan Transportasi Massal Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan “Trans Sarbagita” di Bandara Internasional I Gst Ngurah Rai, Tuban, Badung, Kamis (2/5) siang. “Sebagai bandara kelas dunia, menghadirkan transportasi umum berupa armada bus memang keharusan,” ujar Gubernur Koster. Meski demikian, pengoperasian layanan transportasi ini menurutnya masih akan dilihat perkembangannya lebih lanjut mengingat beberapa tahun yang lalu sudah sempat dioperasikan juga namun sepi peminat sehingga akhirnya berhenti ditengah jalan. “Saat ini kita uji coba dulu, kita evaluasi nanti apakah epektif atau tidak. Terus terang, selama ini Saya nilai trans Sarbagita ini belum berjalan dengan baik sehingga beberapa rute Saya berhentikan karena menghabiskan anggaran. Namun saat ini karena kebutuhan bandara, transportasi ini Saya uji coba dulu. Semoga transportasi ini bisa menjawab kebutuhan dasar di bandara Ngurah Rai, sehingga memenuhi kebutuhan konsumen yang dari atau menuju bandara sehingga tidak lagi menghadapi lalulintas yang krodit,” ungkap Gubernur Koster. Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini berharap hadirnya kembali layanan transportasi massal trans Sarbagita ini dapat memberikan dampak positif bagi kunjungan wisatawan ke Bali dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali. Hal senada juga dikatakan General Manager PT Angkasa

Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Layanan Transportasi Massal Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan “Trans Sarbagita” di Bandara Internasional I Gst Ngurah Rai, Tuban, Badung, Kamis (2/5).

Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gst Ngurah Rai Haruman Sulaksono yang mengatakan dengan dioperasikannya kembali Trans Sarbagita dengan melewati bandara, diharapkan dapat menjawab pertanyaan masyarakat luas akan ketersediaan sarana transportasi massal yang melayani penumpang dari dan menuju bandar udara. “Kehadiran armada bus akan menambah pilihan penumpang dalam mencari alternatif transportasi di Bandara Ngurah Rai. Bahkan, dipastikan tidak akan merugikan pebisnis lain yang menawarkan jasa serupa di Bandara,” ungkapnya. Sebagai informasi, layanan transportasi massal ini akan beroperasi dengan rute bandar udara – Nusa Dua, dan bandar udara – Batu Bulan, dengan jumlah 6 bus yang akan melayani penumpang dan untuk masing-masing rute, bus beroperasi dengan tiga jam keberangkatan. Untuk rute bandar udara – Nusa Dua, bus akan berangkat pada pukul 09.15 Wita, 13.15 Wita, dan 17.15 Wita. Sementara untuk rute bandar udara – Batu Bulan, jam keberangkatan bus Trans Sarbagita adalah pukul 11.00 Wita, 15.00 Wita, dan 19.00 Wita. Jam keberangkatan bus untuk kedua rute arah sebaliknya juga berlaku sama. (ast).

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Espresso

2

GORO-GORO Sambil jalan ke TPS nomor 58, Amat gerendengan dalam hati. Ia mampir dulu ke warPutu Wijaya ung Nyoman, sebab masih terlalu pagi. Memilih bukan untuk kenyamanan sendiri atau kelompok tapi untuk kesejahteraan 269 juta warga dan keutuhan NKRI. Memilih kalau bukan yang terbaik, ya yang lebih baik. Kalau bukan yang lebih baik, ya, yang punya pengalaman baik. Kalau bukan pengalaman baik, yang tak punya masalah dengan masa lalu. Kalau itu pun bukan, bukan semua itu, bahkan bukan juga semua yang lain, ya kita tetap akan memilih. Karena lebih baik memilih dari dipilihkan. Pemilu membebaskan kita memilih siapa pun, juga bebas tidak memilih seperti yang mereka

yang menyebut dirinya golput. Golongan Putih, apa pun motivasinya, sejatinya memilih juga. Tanpa disadari, golput praktis, suka tak suka, memperbesar suara pihak yang menang. Tidak dengan cara menyumbangkan suara, tapi karena dengan berlari dari upaya pengumpulan suara, ia memperkecil suara mereka yang kalah. Aku mau memilih seorang yang bukan saja mau tapi mampu menjadi abdi 269 juta jiwa, 1100 suku bangsa/adat/tradisi/keyakinan/kearifan lokal/bahasa/panutan politik/dll,yang menghuni 17000 pulau. Aku memilih karena aku lahir dan hidup di Jamrud Khatulistiwa yang membebaskan aku memilih atau tidak memilih. Aku harus memilih agar aku punya hak ikut memiliki jadi bebas berpendapat. Aku memilih karena aku bukan penumpang gelap di negeri ini. Tapi adakah, masih tersisa orang seperti itu kini, setelah, materi-

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

MENANG TANPA ADA YANG KALAH alisme dipompakan ke otak kita dengan berbagai cara? Hari gini mana masih adakah orang yang tidak mengejar untung? Mana ada orang milenial yang lebih bahagia berkoban dari mengorbankan? Resi Bhisma memang rela berkorban demi menyelamatkan perasaan ibu tirinya, dengan bersumpah tidak kawin supaya tahta di tangan adik tirinya aman. Akibatnya tak sengaja ia membunuh Dewi Amba yang menuntut diperistri karena Bhisma yang memenangkan sayembara. Ambalah yang kemudian membunuh Bhisma dalam Bharatayudha. Tapi, itu kan wayang. Fiksi moral. Bukan kehidupan nyata? Tiba-tiba mulutku menjawab pertanyaanku sendiri. “Apa yang tak dimulai dengan fiksi? Apa yang tak terkait dengan moral? Kalau orangnya belum ada, ya, kita, aku yang menjadikannya ada dengan mencoblosnya!” Nyoman, pemilik warung meng-

guncang tubuh Amat. “Pak Amat! Pak Amat!” Amat kaget. Ia kontan melonjak bangun. Langsung menanyakan sudah pukul berapa. “Sudah hampir pukul dua, Pak Amat.” Tampang Amat langsung pucat. Lucu sekali. Pak Nyoman kaget. “Kenapa, Pak Amat? Sakit?” “Bukan! Jadi pukul satu sudah lewat?” Pak Nyoman bingung. “Sudah lewat, belum?” Pak Nyoman berteriak kepada istrinya: “Sudah lewat belum?” Bu Nyoman muncul “Apanya yang lewat?” Pak Nyoman kembali menoleh Amat. “Apanya yang lewat, Pak Amat?” Amat kaget mendengar pertanyannya dikembalikan. Ia sadar kembali. ia sudah terlalu bersemangat memilih sampai ngelindur

baru mau memilih, padahal sudah dia lakukan kemarin. “Apa yang menyebabkan aku berkobar-kobar mau nyoblos sekarang”, kata Amat dalam hati,”padahal dulu aku sering golput?” Pak Nyoman menghampiri Amat. Wajahnya murung. “Pak Amat, tadi Pak Made mampir, dia ngejek saya, katanya sudah deklarasi dia yang menang, kita kalah telak, betul, Pak?” Amat tak menjawab. Pak Nyoman tambah sedih. “Kalau begitu apa gunanya KPU nyuruh kita tunggu pengumuman pemenang Pemilu tanggal 22 Mei, kalau sudah kalah?” Amat menepuk-nepuk bahu Pak Nyoman. “Pak Nyoman, kita semua akan menang dan tidak ada seorangpun yang kalah. Karena kita akan mendapat sepasang ‘abdi’ negara yang akan nonstop bekerja 5 tahun untuk kesejahteraan 269 juta jiwa dan keutuhan NKRI!”

Tubuh Ideal dan Sehat bersama WRP WRP bersama Shopee Indonesia menggelar talk show untuk membuka rahasia perempuan Indonesia mewujudkan bobot tubuh ideal yang sehat dengan tema “3 Steps to Reach Your Body Goals”. Talk show yang didukung Tokoh sebagai media partner ini diadakan di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (20/4). Melalui “3 Steps to Reach Your Body Goals” ini diharapkan dapat menginpirasi para wanita modern , dengan segala rutinitas harian mereka, yang terkadang membuat para wanita ini lupa untuk merawat dirinya. Jangankan menyiapkan waktu berolahraga, untuk makan teratur terjaga pun seringa kesulitan. Hal inilah yang bisa menyebabkan wanita tidak lagi memiliki bentuk tubuh mereka yang ideal. Ida Ayu Kade Ary Cahyani, pemilik usaha makanan sehat, dengan santai mampu memberikan informasi bagaimana diet dilakukan dapat menyenangkan. Ia juga mengajak para wanita untuk sadar akan pentingnya

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kualitas makanan dan minuman yang diasup sehari-hari, dan tidak lupa untuk sarapan. Dengan pengalamannya pernah memiliki berat badan 75 -80 kg, Ary pun dengan senag hati membagi tips dan trik seputar inovasi menu diet yang enak dan sehat, termasuk juga bagaimana merencanakan diet yang benar dengan tetap menyenangkan (fun). Dikatakannya juga bahwa soal diet ini berawal dari mindset. Selanjutnya Ary mengajak semua untuk mengubah kata “diet” ini menjadi mempunyai pola makan sehat yang bernutrisi. Malah, katanya menjalani pola hidup sehat dapat menjadi ‘me time’ bagi para perempuan sibuk. Misalnya mereka yang suka nyemil di kantor mulai sekarang bisa lebih memilih buah atau cemilan dari WRP. Dengan begitu, menjalani pola hidup sehat menjadi lebih menyenangkan. Berikutnya melengkapi informasi makanan sehat, Ni Wayan Rapiasih, SST, MPH., seorang Nu-

Ary Cahyani

Ni Wayan Rapiasih

trisionis , yang sehari-hari bertugas di Instalasi Gizi RS Sanglah, mengajak para wanita yang hadir untuk membuat menu makanan sehat dan dari sudut pandang sebagai seorang ahli gizi. Dikatakannya, diet jangan yang susah-susah. Lakukanlah diet yang menyenangkan. Sebab,

diet bukan berarti mengurangi porsi makan yang berujung stres, melainkan diet berarti ‘mengatur pola makan’. Apakah tujuannya untuk meningkatkan berat badan maupun menurunkan berat badan, termasuk menjaga kondisi kesehatan akibat sakit, agar semua sesuai dengan kebutuhan.

Diet juga, bukan berarti tidak makan, justru ini akan berisiko. Berbicara tentang diet katanya, adalah untuk sehat, sedangkan langsing itu bonus. Pada kesempatan tersebut, Rapiasih sempat juga berbagi mengenai pilihan menu sehat. Selain itu, ia juga mengingatkan hendaknya para wanita dapat secara mandiri membuat menu makanan sehat untuk mendukung diet sehatnya. Untuk mengatur pola makan, katanya ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Mulai dari mengenal tubuh sendiri dan status gizi masing-masing. Kedua, mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Rapiasih juga menguraikan berbagai sumber makanan yang diperlukan oleh tubuh lengkap dengan kandungan yang ada di dalamnya. Ia mengingatkan untuk membiasakan kita makan teratur. Karena, hal ini juga akan lebih bagus bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. (Sri Ardhini)

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­B udi­a rtha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

SUDUT PANDANG

23

Bangun Kreativitas Siswa Hadapi Tantangan Pendidikan termasuk bagian dari investasi yang dilakukan orangtua untuk anaknya. Beragam cara dilakukan orangtua agar anaknya mendapat pendidikan yang layak sebagai bekal di masa depan.

M

enurut Diah Wisnumurti, pendidikan sebagai investasi sudah semestinya dapat membebaskan manusia dari kebodohan dan kemiskinan, oleh karena itu pendidikan menjadi investasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menilai, pendidikan saat ini masih terjebak pada formalisme kurikulum dan para pendidik disibukkan dengan administrasi kependidikan sehingga pendidikan kita belum optimal dalam memberikan pengajaran. “Pembelajaran nilai yang sesungguhnya menjadi faktor kunci pendidikan yang membebaskan dan mencerahkan,” ujar istri dari Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, AA Gede Oka Wisnumurti ini. Dalam pandangannya, nilai seperti sikap dan prilaku yang harus diutamakan seperti memiliki karakter kejujuran, etika

sopan santun, kreatifitas, inovasi dan kompetensi. Ia berharap, ke depan dunia pendidikan harus berbenah dari sifatnya menghukum dengan beban tugas yang berat ke anak didik menjadi membebaskan atau mencerahkan. “Penekanan pada nilai integritas, disiplin, inovatif serta kompetensi bagi anak didik akan mampu membangun kreativitas siswa dalam menghadapi tantangan perubahan,” ujar Diah. Sementara menurut Kadek Weisya Kusmiadewi,S.H., MKn., peranan pendidikan tentunya sangat besar dalam mewujudkan manusia seutuhnya, mandiri, dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungannya. “Tidak heran jika orangtua melakukan segala cara untuk mendapatkan pendidikan yang kiranya layak bagi pembentukan karakter serta pengembangan diri untuk bekal masa depan putra-putri mereka,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Kadek Weisya Kusmiadewi

Diah Wisnumurti

Walaupun, kata dia, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan biaya pendidikan yang cukup tinggi. Ditambah lagi dengan sistem pendidikan masih sering berubah-ubah yang biasanya terjadi dalam setiap pergantian pemerintahan atau menteri. Karena harus memulai sistem yang baru, hal tersebut tentunya menambah kebingungan para orangtua dan para pendidik itu sendiri. Ia menilai, sistem zonasi saat ini masih membuat para orangtua kebingungan dan merasa

dipersulit untuk mencari sekolah putri-putri mereka. “Permasalahan muncul ketika zona yang didapat tidak sesuai dengan tempat tinggal sekarang karena yang digunakan adalah domisili yang tercantum di Kartu Keluarga. Putra-putri mereka mesti sekolah dengan jarak yang cukup jauh,” ucap istri Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Suyasa ini. Kemudian, karena dirasa memberatkan, maka ada sebagian orangtua yang kemudian memindahkannya kembali ke sekolah yang lebih dekat ja-

raknya, setelah sudah berjalan satu semester. Tentunya, menurutnya, hal itu menambah biaya dan membebani. Ia menilai, dari peristiwa tersebut, sistem zonasi berjalan kurang efektif. “Pemerintah harus mendengarkan keluhan-keluhan dari masyarakat serta mengevaluasinya kembali, dengan harapan orangtua atau masyarakat semakin diberi kemudahaan dalam proses mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ungkap perempuan yang akrab disapa Dewi ini. Ia menegaskan, pendidikan berkualitas menjadi tanggung jawab bersama, yaitu pemerintah, pendidik, dan orangtua. Dewi berharap, program-program beasiswa dari pemerintah harus diperbanyak dan merata sampai ke pelosok negeri. “Peran pendidik, mesti lebih kreatif dalam memberi motivasi yang bertujuan untuk meningkatkan kegairahan dan pengembanganpengembangan kegiatan belajar siswa. Sedangkan orangtua berperan mengawasi, mendampingi sekaligus sebagai motivator untuk anak-anaknya,” kata Dewi. (Wirati Astiti)

Ecoschool untuk Belajar dan Bermain Pendidikan merupakan investasi ilmu dalam perjalanan kehidupan manusia. Sebab itu, investasi ini tidak melulu soal hasil yang diperoleh secara materi kelak, melainkan juga bisa berupa terbentuknya pribadi-pribadi yang berkarakter. Hal inilah yang membuat Aisyah Odits, aktivis sampah/ lingkungan di Mataram NTB memfokuskan dirinya melakukan edukasi bagi anak-anak dan juga masyarakat dalam menyikapi persoalan sampah. Sejak tahun 2011 Aisyah memang sudah melakukan kampanye tentang lingkungan dan mengajak siapa saja untuk menyikapi sampah secara bijak. Namun ternyata, bicara dan kampanye slogan-slogan tentang lingkungan ini tidak mampu mengubah prilaku masyarakat. “Kampanye dan slogan tidak bisa mengubah prilaku. Hari ini membersihkan sampah, seminggu atau beberapa hari lagi sampah sudah kembali lagi menumpuk,” kata Aisyah yang mengaku usahanya ini gagal selama tiga tahun aktif berkampanye. Sebab itulah ia kemudian berpikir cara lain agar secara dasar bisa mengubah pola pikir masyarakat dalam menyikapi persoalan sampah, setidaknya

Aisyah Odits

sampah yang dihasilkan dari rumah masing-masing. Aisyah pun memulai dengan membuka Bank Sampah yang setidaknya bisa mengakomodir warga sekitar rumahnya di lingkungan Selaparang Ampenan. Meski tidak mudah untuk meyakinkan warga, Aisyah tidak menyerah sampai usahanya tersebut berhasil setidaknya mengajak ibu-ibu rumah tangga di lingkungannya untuk menabung sampah yang dihasilkan dari dapur masingmasing. Kini tidak kurang dari

5-10 kilogram sampah plastik yang dihasilkan masing-masing orang setiap bulan dari tidak kurang 700 nasabah bank sampah NTB Mandiri dan beberapa bank sampah mitra lainnya di Pulau Lombok. Satu langkah dilewatinya, meski belum bisa dikatakan berhasil sepenuhnya mempengaruhi semua orang untuk bijak menyikapi sampah, Aisyah terus berusaha. Untuk menjangkau anak-anak, ia pun berbagi fokus dengan menggerakkan ecomobile yang turun ke desa-desa membawa buku tentang lingkungan untuk dibaca anak-anak desa. Dalam kesempatan tersebut, Aisyah mengajak anak-anak membaca, bermain dan bercerita. “Suasana yang baik ini saya pakai untuk mempengaruhi anak-anak agar pikirannya terpola dalam menyikapi sampah dari halhal sederhana,” ujar Aisyah. Ecomobile sudah berjalan beberapa tahun dan anak-anak sangat antusias menantinya datang setiap minggu. Cara ini dinilainya mulai efektif sebab anak-anak terlihat mulai mau belajar tentang sampah mulai dari diri masingmasing. Aisyah mengaku bahwa edukasilah yang paling efektif mem-

bentuk pola pikir masyarakat khususnya mulai dari anak-anak untuk mau menyadari bahwa masalah sampah ini masalah yang serius yang harus menjadi tanggung jawab bersama. Karenanya, Aisyah kini membuka tiga ecoschool yang khusus didirikannya untuk tempat bermain dan belajar bagi siapa saja terutama anakanak. Konsepnya adalah selain bermain dan belajar juga tempat ini dipakai untuk mengenalkan cara bijak menyikapi sampah dan kebersihan lingkungan. Pendirian ecoschool yang inisiasinya ini lahir saat Lombok Eco International Connection membantu proses pemulihan pasca gempa Lombok beberapa waktu lalu. Eco School tersebut berada Mentigi berada di Mentigi, Lombok Utara. Eco School Mentigi didesain secara eco-friendly, dan Eco School Nusantara berlokasi di Sengkol, pintu masuk kawasan pariwisata Lombok Tengah bagian selatan. Satu lagi ecoschool yang didirikan di Selong Belanak Lombok Tengah. “Terjun langsung di lapangan dan mobile ke beberapa titik terdampak, tim LEIC menyaksikan anak-anak tidak bisa belajar karena bangunan sekolah yang

rusak, menyedihkan kala itu,” katanya. Padahal, sekolah memegang peran penting, selain fungsi pendidikan, sekolah juga memiliki fungsi sosial dimana anak-anak belajar berinteraksi dan memperoleh pengalaman untuk pengembangan diri. Lebih dari 600 sekolah di pulau Lombok rusak dan tidak berfungsi lagi kala itu. Pasca gempa, Lombok Eco International Connection (LEIC) membantu para survivor gempa Lombok dengan menyediakan kebutuhan dasar (pangan,sandang), menerjunkan tim kesehatan, melakukan kegiatan rekreasional bagi anak-anak. Sekolah memegang peran penting dalam kehidupan anak juga lebih dari sekedar tempat untuk belajar. Sebab itu sekolah harus menyenangkan dan memperhatikan keterlibatan anak, membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan membangun mimpi-mimpi. “Belajar ekologi sangat penting! Kita hanya punya satu planet bumi. Membangun kesadaran ekologi kepada anak adalah investasi,” begitu harapan perempuan penerima penghargaan 10 perempuan inspiratif OwnBeat Art Festival 2019 ini. (Naniek I. Taufan)


BUNDA ANANDA

22

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Bijaksana Berinternet

Orangtua Wajib Awasi Anak Kecanggihan teknologi kini dengan mudah diakses anakanak. Bahkan anak-anak lebih mudah beradaptasi dengan smartphone. Apa yang harus dilakukan orangtua menyikapi fenomena ini? Semua terungkap saat talk show “Dampak Negatif Internet pada Anak” yang diadakan Lentera Anak Bali di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Minggu (21/4). Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Kartini dan sewindu Yayasan Lentera Anak Bali.

T

iga narasumber yang dihadirkan adalah Kompol Gusti Ayu Putu Suwinaci (Kasubdit Cyber Crime Polda Bali), Ida Ayu Surya Sulistyawati (Women Google, mantan Miss Internet), serta Dr. AA Sri Wahyuni, SpKJ (psikiater, Yayasan Lentera Anak Bali). Talk show dipandu Yuni dari Lentera Anak Bali. Suwinaci menuturkan pihaknya sering menerima laporan kasus penipuan, penghinaan, pemerasan, pencemaran nama baik. “Ada juga cyber bully, ini bentuk kekerasan di dunia maya dan termasuk tindak pidana seperti diatur Pasal 27 UU ITE,” ujarnya. Ia menambahkan cyber bully banyak terjadi di kalangan remaja. Sudah ada beberapa kasus yang ditangani Polda Bali. Mantan Kapolsek KP3 Ngurah Rai ini mencontohkan kasus remaja yang dulu pacaran, lalu putus. Salah satu pihak tidak terima putusnya hubungan ini lalu menyebarluaskan foto-foto syur mereka. Akhirnya, ada pengaduan ke pihak kepolisan. “Pencegahan lebih banyak ke diri sendiri, bijaksanalah bermedsos dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Jangan salahkan alat.Agar terhindar dari ketergantungan gadget, harus cari kesibukan. Sosialisasi langsung. Pilih bisnis yang ketemu customer atau bisa ketemu teman. Aktivitas online pun diupayakan yang bisa ketemu langsung,” jelasnya.

Suwinaci mengingatkan anak yang kena kasus biasanya yang kurang cerdas memilih pergaulan. Ada juga mengabaikan nasihat orangtua. Jangan sampai anak jadi korban atau pelaku kejahatan dunia maya. Sementara itu Dayu Surya menuturkan ada pencegahan dari Google dengan tindakan preventif. “Ada “save search” untuk lindungi anak dari konten dewasa. Anak sekarang lebih pintar dari orangtua. Tidak semua game aman untuk anak-anak. Ada tembak-tembakan, penggunaan pakaian seksi yang belum pantas dilihat anak kecil,” ungkapnya. Perempuan yang aktif di berbagai kegiatan ini menyarankan orangtua harus mengarahkan anak untuk berkegiatan. “Jangan hanya biarkan anak main ponsel. Pengalaman saya ikut banyak kegiatan ternyata bermanfaat bahkan dapat beasiswa. Carilah kegiatan positif di luar sekolah. Kebanyakan waktu luang lalu main ponsel, bisa bahaya. Kalau mau bisnis online agar produktif, manfaatkanlah internet untuk hal positif,” ujar pemilik beberapa usaha online ini.

“Pakai internet 7 jam sehari selama 6 bulan, mengabaikan fungsi sosial. Menelantarkan diri, mencederai diri sendiri. Ketika kalah, ngamuk. Ini tanda-tanda depresi dan agresi,” ungkapnya. Ia pun sepakat dengan Dayu Surya agar orangtua mengaktifkan fitur save search untuk mengurangi konten yang tidak pantas untuk anak. Bila perlu awasi anak dan alihkan ke personal computer serta disiplin dengan hanya menonton youtube di akhir pekan. “Kami ingin menggugah orangGusti Ayu Putu Suwinaci Ida Ayu Surya Sulistyawati AA Sri Wahyuni tua untuk peduli, smartphone bisa hancurkan keluarga. Selama ini mereka internet jangan hanya untuk anak saja. dengan ponselnya,” kata Oka. konsul setelah peristiwa terjadi dan “Orang dewasa juga perlu literasi. Sementara itu, remaja-remaja yang anak sudah dipecat. Orangtua kadang Ribuan konten ditutup tiap hari. Dulu ikut talk show mempertanyakan apakah tidak mengerti apa yang sudah diakses kalau ada kecelakaan, orang di sekitar wajar jika ikut-ikutan arus K-Pop. Hal anak melalui internet. Jangan bangga sigap membantu. Sekarang, orang di ini banyak dilakukan remaja dengan kalau anak hanya di kamar dengan sekitar berlomba memfoto lalu men- meniru cara berpakaian serta lifestyle ponselnya. Ajarkan anak main ponsel gunggah ke medsos, takut ketinggalan,” artis-artis Korea. di ruang keluarga. Buat kesepakatan, ujarnya. Di sisi lain, Tino seorang aktivis kapan boleh bermain gadget. PerbanPengalaman juga diungkapkan Oka. sosial mengatakan perlu jejaring untuk yaklah aktivitas keluarga secara fisik,” Ia pernah setahun tidak internetan alias ungkap prostitusi online. Perlu kerjasaujar psikiater di RS Sanglah ini. menghilang dari dunia maya. “Saya her- ma dengan polisi agar anak-anak tidak Dari kalangan peserta, IB Rudra an orang saling berdekatan tapi merasa terjerumus ke dalam lembah prostitusi menuturkan penekanan dampak negatif berjauhan karena sibuk sendiri-sendiri online. (Ngurah Budi)

Sosialita

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019 Perkembangan teknologi yang makin canggih membuat manusia ba­nyak terbantu. Di sisi lain, penggunaan tenaga manusia menjadi berkurang. Namun, tidak semua pekerjaan manusia bisa tergantikan. Salah satunya di bidang akuntansi. Ada hal-hal yang masih memerlukan campur ta­ ngan akuntan.

“K

ehadiran artificial intelligent (AI) sangat berpengaruh terhadap profesi akuntan. Tenaga book keeper (pembukuan) mulai berkurang pekerjaannya karena sudah ada sistem maupun aplikasi akuntansi. Lambat laun sumber daya manusia di bidang pembukuan mulai berkurang. Ini merupakan tantangan bagi SDM yang menggeluti akuntansi,” ungkap Ida Ayu Budhananda Munidewi, S.E., Ak.,MSA.,CA.,CPA, pendiri Kantor Akuntan Publik (KAP) Budhananda Munidewi. Menurut perempuan yang akrab disapa Dayu Nanda ini, pengetahuan tentang teknologi mutlak dikuasai akuntan. Hal ini akan mempermudah kinerja akuntan. Jika tidak mau belajar, tentu akan tergerus. Ia men-

3

Dayu Nanda

Srikandi Akuntan Publik

contohkan, sudah ada perusahaan yang menggunakan aplikasi akuntansi untuk pencatatan keuangan, mulai dari yang paling basic hingga yang advance. Orang yang bergerak di bidang IT pun harus belajar tentang akuntansi jika ingin membuat aplikasi akuntansi. Demikian pula sebaliknya, orang yang berkiprah di bidang akuntansi harus belajar tentang teknologi. Hal lain yang juga bisa dilakukan akan menambah pengetahuan tentang profesi auditor. “Profesi auditor masih memiliki prospek karena ada hal-hal yang memerlukan pengamatan langsung saat audit. Tiap perusahaan juga memiliki keunikan tersendiri dalam pembuatan laporan keuangannya. Karena itu software yang digunakan juga bervariasi,” ujar putri pasangan Dr. Ida Bagus Teddy Prianthara, S.E.,Ak.,M.Si.,CA.,CPA., BKP dan IGA Wirati Adriati, SE., MM ini. Ia menambahkan, di Jakarta, beberapa KAP sudah punya software sendiri yang bisa dipakai untuk mengaudit laporan keuangan klien.

Dayu Nanda bersama keluarga

Dayu Nanda usai memberikan kuliah umum

Di Bali, menurut Dayu Nanda kebanyakan KAP menggunakan software sederhana dan mayoritas klien merupakan perusahaan keluarga. Edukasi tentang pentingnya laporan keuangan pun terus dilakukan. Termasuk penggunaan aplikasi yang sederhana. Mengenai persaingan KAP, Bendahara Korwil IAPI Bali Nusra ini mengatakan masing-masing memiliki skill tersendiri dan memiliki standar profesional, termasuk risiko pekerjaan. “KAP lain merupakan partner yang bisa kami ajak bersinergi. Jangan anggap KAP lain sebagai pesaing. Kami selalu menekankan ke tim KAP Budhananda Munidewi, jangan ambil klien KAP lain kecuali KAP lain yang merekomendasikan atau klien datang langsung ke kantor,” tegas istri dari IB Gde Mahadiptha Bramartha Maharddhika, S.H.,M.Kn dan ibu dari IB Gde Mahasena Gyan Pradiptha ini. Dayu Nanda menuturkan semua KAP tergabung dalam Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). KAP yang ada di Bali masuk Korwil Bali Nusra.

BUAT KESEPAKATAN KELUARGA Dokter Sri Wahyuni menjelaskan internet menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Diagnostik kesehatan dunia menyatakan, kecanduan internet seperti kecanduan drug.

Aktivitas di KAP Budhananda Munidewi

Adanya Korwil ini memudahkan koordinasi sesama KAP. Masing-masing dari anggota IAPI wajib untuk memenuhi 40 Satuan Kredit Partisipasi (SKP) tiap tahunnya. “Walaupun KAP yang ada di Bali masuk Korwil Bali Nusra, namun mereka boleh memiliki klien yang berada di luar Bali Nusra. Tidak ada pembatasan wilayah untuk mendapatkan klien,” ujar perempuan kelahiran 15 Januari 1990 ini. TAHAN BANTING Dayu Nanda merupakan alumnus Jurusan Akuntansi FE Unud tahun 2011. Lulus kuliah, ia mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi dan S2 Akuntansi di Universitas Brawijaya, Malang. Tahun 2014, ia pun berhak menyandang gelar Master Sains Akuntansi. Ia lalu mengikuti short course CPA review di Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) FEB Universitas Indonesia selama empat bulan. Dayu Nanda juga bergabung dengan Ikatan Akuntan

Indonesia (IAI) dan tersertifikasi sebagai Chartered Accountant (CA) dan Akuntan Beregister Negara dengan Nomor 2495. Perempuan energik ini lulus dan mendapat gelar Certified Public Accountant (CPA) tahun 2015. April 2016 ia mulai membuka kantor sendiri dan memberi layanan audit dan akuntansi. Dayu Nanda menuturkan KAP miliknya lebih banyak menerima klien yang sedang memiliki kasus. Posisi akuntan publik pun sebagai saksi fakta. Bicara dalam ranah akuntansi. Hal ini juga bermanfaat sebagai ajang edukasi tentang pentingnya laporan keuangan. Seringkali temuan kasus karena klien campuradukkan antara urusan pribadi dan urusan perusahaan. “Auditor kami enam orang, cewek semua. Mereka adalah Eka Mahayani, Andriyani Pratiwi, Dian Pratiwi, Anggi Risky, Candra Krisna, Ayu Adnyani. Tidak sengaja memilih auditor yang cewek. Kami buka lowongan kerja yang datang cewek semua. Menurut saya, cewek lebih terstruktur, lebih teliti, lebih sabar. Tanpa banyak pengarahan, mereka sudah tahu tugasnya termasuk target penyelesaian. Syaratnya bisa kerja individu dan kerja tim. Satu hal lagi, cewek lebih tahan banting hadapi klien,” tegas Dayu Nanda tentang srikandi akuntan publiknya. Perempuan yang sedang mengandung anak kedua ini mengaku fleksibel dengan jadwal kerja timnya asalkan mereka bertanggung jawab. Mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi, seperti penggunaan email dan WA untuk berkomunikasi. Menurutnya, ini adalah bagian dari lifestyle generasi milenial. “Ke depan, kami mau akan bergabung dengan partner di luar Bali serta memperluas jaringan sampai ke Jakarta. Kami akan bersinergi dengan KAP lain,” ungkap akuntan yang nonton film di bioskop dan jalan-jalan di pantai. (wah)


Inspirasi

4

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Booming Jualan Bunga lewat Toko Online Bunga-bunga indah warna-warni benar-benar memanjakan mata. Ditata indah membuat siapa saja yang melintasi stan Innovart cornhusk flower terpikat dan ingin memiliki. Tak heran kalau stan mungil penuh bunga itu dikerubungi para pengunjung. Bukan hanya para wanita tapi kaum lelaki pun terlihat sibuk memilih bunga.

“H

ari ini lumayan banyak. Tapi tidak membludak seperti harihari sebelumnya. Mungkin karena hari terakhir ya. Dari mulai pameran hari Rabu hingga Sabtu, kami nyaris tidak bisa istirahat. Kita berempat benar-benar kewalahan. Banyak pengunjung meminta kami membantu memilihkan bunga juga merangkainya. Saya sampai bingung, karena sedang melayani

satu pembeli, kemudian beberapa pembeli juga meminta hal yang sama atau bertanya ini-itu. Benar-benar luar biasa,” ungkap Wit, Kepala Produksi Innovart. Dari ribuan bunga yang dibawa dari Surabaya, hanya tinggal sedikit yang tersisa. Walhasil bagi pembeli yang datang di hari terakhir, tidak semuanya bisa menikmati aneka koleksi bunga cantik ’Innovart –cornhusk flower’. “Sisanya tinggal ini. Untuk bungabunga koleksi terbaru tidak didiskon, tapi untuk bunga-bunga yang model keluaran tahun kemarin, kami diskon.

Tapi diskon-tidak diskon, masyarakat rupanya tetap suka model-model baru,” tambah Wit yang telah menekuni pembuatan bunga sejak tahun 90-an. Bunga-bungaan koleksi Innovart memang sudah dikenal di kalangan pencinta bunga artifisial. Mereka suka selain karena kualitas bunga yang tahan lama, juga kreativitas yang tinggi dari pembuatnya, baik itu warna maupun bentuknya yang

memikat. Menurut Nina, bisnis bunga itu dibangun ibunya, Yenny Arifli sejak tahun 80-an. Ketika itu material yang digunakan bukan lah kulit jagung seperti sekarang melainkan lontar. “Awalnya hobi. Mama saya menyukai berbagai ketrampilan, termasuk membuat bunga. Kreasi mama ternyata banyak yang suka, akhirnya jadilah bisnis,” ungkap Nina yang mulai terjun membantu bisnis mamanya sejak tahun 2001. Bisnis bunga yang terus berkembang itu kini dikelola Nina dengan dibantu sejumlah stafnya. “Saya lebih ke pemasarannya, sedang pengerjaannya, kami sudah memiliki tim sendiri, termasuk desainernya. Mama juga masih terjun di bisnis ini tapi hanya sebagai konsultan,” tutur Nina yang menimba ilmu desain grafis

Nina

dari sebuah universitas di Australia. Mungkin, ada banyak orang yang bermain di bisnis bunga, namun bunga kreasi Innovart seolah mendapat tempat tersendiri di hati para pencinta bunga artifisial. Daya tarik utamanya selain kualitas bunga juga pada kreasi dan pewarnaan yang dianggap berbeda dari yang lain. Tak heran kalau tahun 2013 lalu, Innovart mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia untuk kategori ‘Innovative Art’. Nina yang terjun langsung dalam setiap pameran, mengaku, kerap bertemu dengan para pelanggan setianya. “Banyak dari mereka yang datang itu ternyata sudah memiliki beberapa bunga koleksi kami dan ingin membeli lagi. Mereka bilang bunga-bunga koleksi mereka tetap awet, tetap cantik meski sudah bertahun-tahun,” tuturnya. Jadi memang, lanjut Nina, keawetan produk dan kreasi menjadi andalan utama mereka dalam berbisnis. “Perawatannya mudah kok. Hanya dibersihkan dengan kuas kering. Jangan kena air, jangan kena sinar matahari. Jika itu dipatuhi, pasti bunga akan awet selama bertahun-tahun. Warnanya pun tidak luntur,” tambah Nina yang kini gencar memasarkan bunga lewat online. MENGGALI PASAR DALAM NEGERI Dulu, sebelum era toko online marak, Nina gencar memasarkan bunga-bunganya lewat berbagai bazar maupun pameran-pameran. Namun belakangan ketika tren pemasaran produk bergeser ke online seiring dengan semakin banyaknya

pengguna internet di Indonesia, Nina pun ikut. Ternyata, kata Nina, hasilnya menggembirakan. Penjualan meningkat pesat. “Penjualan lewat online lebih efektif ketimbang offline. Daya jangkaunya pun luas,” ujarnya. “Pembelinya bisa dari berba-

selektif,” tambahnya. Seperti halnya bisnis lainnya, bisnis bunga pun terkena imbas dari kelesuan perekonomian, khususnya pada ekspor. Kalau sebelumnya mereka kerap mengekspor bunga-bunganya ke mancanegara seperti Amerika, Jepang, Italia, Arab, dll, kini jauh berkurang. Yang masih rutin hanya tinggal ke Belanda. Uniknya, pasar luar negeri sedang lesu tapi permintaan dalam negeri justru mengalami peningkatan yang signifikan. “Permintaan tinggi dari dalam negeri, dari seluruh Indonesia. Itu karena lewat online. Dalam beberapa waktu terakhir ini kami sedang konsentrasi pada bunga-bunga untuk wedding, di antaranya hand bouquet. Itu permintaanya tinggi lho,” tambah Nina. DARI LONTAR KE KULIT JAGUNG Tentang limbah kulit jagung, Wit yang menangani bagian produksi sejak tahun 90-an memiliki cerita sendiri. Sebelumnya ketika mengawali bisnis bunga tahun 80-an, tutur Wit,

Metropolitan

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Ibukota Indonesia Pindah Kemana?

Dalam beberapa waktu terakhir ini topik terkait rencana pemindahan Ibukota RI ramai diperbincangan. Baik yang pro maupun yang kontra sama-sama heboh di media. Masyarakat pun tak mau ketinggalan ikut berpartisipasi menyuarakan pendapatnya.

A

da tiga daerah yang menjadi nominasi calon Ibu Kota RI yang baru. Yakni, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi. Mana yang dipilih, masih menunggu pembahasan lebih lanjut. Termasuk persetujuan dari DPR. Sambil menunggu itu lah, kini bergulir aneka pandangan. Bahkan Presiden Joko Widodo sendiri pun ikut ‘beraksi’ dengan meminta masukan dari masyarakat tentang daerah mana yang dipilih. Lewat akun medsosnya, FB, twitter dan instagram, Jokowi membeberkan bahwa DKI Jakarta saat ini memikul dua beban sekaligus, sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik, juga pusat bisnis.

Di antaranya mengenai pemilihan lokasi yang tepat, pertimbangan aspek geopolitik, geostrategis, serta kesiapan infrastruktur. Menurut Anda, dimana sebaiknya Ibu Kota Negara Indonesia ditempatkan dan apa pertimbangannya?” Begitu pertanyaan Presiden kepada warga net yang langsung disambut dengan aneka komentar, dari mulai yang mendukung berikut pemaparan daerah yang dipilih mereka, yang ‘nyinyir’ hingga yang berkomentar kocak. Sejauh ini, per 4 Mei lalu, untuk instagram sudah disukai oleh 1 juta orang lebih. DAMPAKNYA PADA DUNIA ENTERTAINMENT Sejumlah artis juga ikut berko-

Jakarta macet parah

gai tempat. Kami kerap melayani pembeli-pembeli yang jauh seperti Kalimantan, Papua, Aceh, Sumatera. Mereka pesan banyak bisa sampai juta-jutaan rupiah nilainya,” kata Nina yang selain memasarkan lewat sejumlah ‘toserba’ online juga lewat medsos antara lain instagram. Meski konsentrasi pemasaran lebih banyak lewat online, mereka, kata Nina, masih tetap melakukan pemasaran lewat offline.“Kami masih tetap mengisi toko-toko bunga, juga ikut pameran-pameran tapi lebih

menggunakan lontar kemudian tahun 1996 mereka mengganti materialnya dengan kulit jagung. Awalnya, kata Wit, karena melihat banyak kulit jagung terbuang begitu saja. “Jadi saya dan bu Yenny coba-coba berkreasi dengan kulit jagung. Saya cari sendiri kulit jagung di pasar. Kami mulai dari satu kreasek kulit jagung. Ternyata hasilnya bagus. Malah dengan bahan ini kami jadi lebih mudah berkreasi. Kulit jagung bisa dibuat jadi apa saja, bahkan bentuk-bentuk yang rumit, sedang lontar tidak bisa. Akhirnya kita sepenuhnya beralih ke kulit jagung,” tuturnya. Pasar pun, lanjut Wit, menyambut perubahan material bunga dengan hangat. Umumnya menyukai karena dengan daun jagung kreasi bungabunganya menjadi lebih variatif. Apalagi warna-warna nya pun semakin berkembang. Wit bersyukur ikut menjadi saksi dari perkembangan bisnis bunga. “Kini pekerja tetap kami sudah 25 orang, Jika ada banyak pesanan atau ekspor malah bisa sampai 100 lebih pekerja. Alhamdulilah,” ucap Wit. (Diana Runtu)

21

“Apakah di masa depan kota ini masih mampu memikul beban itu?” Demikian tulis Presiden pada akun medsosnya. Menurutnya, banyak negara telah memikirkan dan mengantisipasi arah perkembangan negara mereka di masa mendatang dengan memindahkan Ibu Kota Negara. Contohnya Malaysia, Korea Selatan, Brasil, Kazakhstan, dan lain-lain. Sementara Indonesia, gagasan memindahkan Ibu Kota sudah muncul sejak era Soekarno dan selalu menjadi wacana di setiap era presiden. Tidak pernah diputuskan dan dijalankan secara terencana dan matang. “Kemarin di Kantor Presiden, saya menggelar rapat soal pemindahan Ibu Kota Negara. Pembahasan ini tidak hanya mempertimbangkan manfaat jangka pendek semata, namun terutama kebutuhan dan kepentingan negara dalam perjalanan menuju negara maju. Pemindahan Ibu Kota adalah sebuah proses yang tidak singkat dan berbiaya besar.

mentar soal wancana pemindahan Ibu Kota. Di antaranya Inul Daratista dan Cinta Laura Kiehl. Menurut Cinta lewat akun medsosnya menyatakan dukungannya terkait rencana tersebut. Menurutnya itu adalah keputusan bijaksana dengan memindahkan Ibu Kota ke luar Pulau Jawa. “Supaya kesejahteraan lebih merata dan tidak tertumpuk di Pulau Jawa,” ucap artis cantik ini. Hal senada juga disampaikan Inul Daratista ketika ditanya wartawan soal wacana Ibu Kota pindah. “Setuju karena tujuannya kan untuk kebaikan Indonesia ke depan. Sebagai rakyat aku ikut saja,” ucap Inul sembari menyebut pilihan terbaik adalah Kalimantan. Dalam penilaiannya, Kalimantan yang pada zaman kolonial dikenal dengan sebutan Borneo, ini, paling aman juga luas. Namun, katanya, dia memperkirakan pemindahan Ibu Kota juga akan berdampak pada dunia entertainment yang digelutinya.

Cinta Laura

Inul Daratista

“Mungkin ada dampak ya , tapi tidak signifikan. Karena Jakarta pun tetap berkembang, pembangunan tetap digalakkan. Jakarta tetap sebagai pusat bisnis,” ucap Inul yang juga menggeluti dunia usaha. “Pokoknya kalau demi kebaikan, aku dukung aja,” ujar salah satu juri Liga Dangdut 2019 ini. Artis lainnya juga mengaku tidak khawatir pindahnya Ibu Kota ke luar Jawa akan mengganggu kiprah mereka di dunia entertainment. Apalagi, kata mereka, kalaupun pindah itu disetujui DPR, masih membutuhkan proses yang lama sampai tempat baru siap untuk beroperasi. “Ini kan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak yang harus diurus. Katanya kalau terwujud baru sekitar 2030, itu kan masih lama lah. Kita lihat dan tunggu saja kelanjutannya. Kan masih akan dibahas di DPR juga,” ungkap seorang artis. Menanggapi wacana tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tidak menyebut soal dirinya setuju atau tidak setuju. Dia hanya mengatakan, kalaupun nantinya Ibu Kota jadi pindah, rencana pembangunan besar-besaran yang sudah dicanangkan akan tetap berjalan. “Tadi dalam rapat juga sudah disampaikan Presiden bahwa pembicaraan tentang rencana pemindahan Ibu Kota tidak ada hubungannya dengan rencana pembangunan besar-besaran di Jakarta. Itu artinya, pembangunan ya tetap jalan terus,” ujar Anies. Menurutnya masih banyak ‘PR’ yang harus diselesaikan terkait Jakarta. Di antaranya soal daya dukung lingkungan hidup, ketersediaan air bersih, pengelolaan udara, transportasi, dll, itu semua katanya, harus diselesaikan.

ALASAN KENAPA IBUKOTA HARUS PINDAH Terkiat kenapa Ibu Kota harus pindah dari Jakarta sempat disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasionak (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. Menurutnya, ada banyak faktor kenapa Ibu Kota harus pindah, di antaranya adalah masalah lalu lintas yang buruk dan banjir. Jakarta, jelasnya, menjadi kota terburuk keempat berdasarkan kondisi lalu lintas saat sibuk dari 390 kota yang disurvei. Peringkat ke-9 terburuk untuk kepuasan pengemudi serta kinerja kemacetan terburuk. Kondisi ini menyebabkan komunikasi dan koordinasi antarkementerian/lembaga kadang tidak efektif. “Kerugian ekonomi yang diakibatkan tahun 2013 sebesar Rp 56

triliun, kami perkirakan angkanya sekarang sudah mendekati Rp100 triliun per tahun seiring dengan makin beratnya kemacetan lalu lintas di Jakarta,” ungkap Bambang. Selain masalah kemacetan, persoalan banjir juga menjadi salah satu pertimbangan. Tidak hanya banjir yang berasal dari hulu tapi juga terjadinya penurunan muka tanah di pantai utara Jakarta serta kenaikan permukaan air laut di mana 50% wilayah Jakarta itu masuk kategori rawan banjir atau memiliki tingkat kerawanan banjir di bawah 10 tahunan. Padahal idealnya, kata mantan Menkeu itu, sebuah kota besar kerawanan banjirnya bisa minimum 50 tahunan. “Penurunan muka air tanah di utara rata-rata 7,5 cm per tahun dan tanah turun sudah mencapai 60 cm pada periode 89-2007. Dan itu akan terus meningkat sampai 120 cm karena pengurasan air tanah. Sedangkan air laut naik rata-rata 4-6 cm karena perubahan iklim. Ditambah lagi, kualitas air sungai di Jakarta 96% tercemar berat sehingga juga memiliki bahaya bencana signifikan untuk human pandemic sebagai akibat sanitasi buruk,” paparnya panjang lebar. Hal senada juga disampaikan oleh pengamat perkotaan Yayat Supriatna yang berharap pemindahan Ibu Kota mendesak direalisasikan. Seperti Bambang, Yayat juga berpandangan Jakarta sedang memiliki masalah besar, yakni kemacetan lalu lintas yang parah serta masalah banjir. Kerugian yang diderita akibat masalah tersebut bukan sedikit. Karenanya dia sangat mendukung jika Jakarta tidak lagi sebagai Ibu Kota Indonesia. (Diana Runtu)

Ilustrasi Jakarta banjir


20

Bumi Gora

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Akselerasikan Pendidikan Finansial

Nusa Tenggara Barat akan lebih cepat terlihat kemajuannya, jika masyarakat melek finansialnya dan merata hingga ke desa di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. Hal ini diungkapkan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E M.Sc, dalam acara Penandatangan Ke­sepakat­ an Bersama antara PT. Bank NTB Syariah dan Kantor Pertanahan dengan Pemerintah Provinsi/Kab/Kota Se-Nusa Tenggara Barat dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah.

K

arena itu, Gubernur berharap Bank NTB Syariah serta OJK melalui stakeholder terkait, mampu mengakselerasikan pendidikan finansial ke madrasah-madrasah. “Jangan sampai banyak investasi yang masuk di tempat kita, tapi masyarakat NTB menjadi penonton di tempatnya sendiri,” katanya. H. Kukuh Rahardjo, Direktur Utama Bank NTB Syariah mengungkapkan, Bank NTB Syariah saat ini dalam proses pengembangan aplikasi untuk penerimaan retribusi daerah, dimana hal tersebut merupakan bagian dalam rangka program transformasi oleh Bank NTB Syariah. “Harapannya melalui pengembangan dan peningkatan layanan dimaksud akan menjadikan bank yang kompetitif, kuat dan dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu dalam program tahunan tersebut perlu dukungan yang

kuat dari stakeholder,” ujarnya. Bank NTB Syariah beberapa bulan terakhir ini, berupaya mengembangkan

sarana dan prasarana teknologi bekerjasama dengan pihak ketiga, khususnya pengembangan transaksi elektronik channel melalui SMS Banking dan Internet Banking. Harapannya ke depan Bank NTB Syariah akan makin diperlukan untuk mendukung transaksi keuangan yang efisien, efektif dan produktif. Dalam beberapa waktu terakhir ini sarana dan prasarana tumbuh dan berkembang secara masif menjadi suatu kebutuhan utama dalam memberikan

layanan kemudahan kepada nasabah maupun masyarakat. Pada kesempatan yang sama pula, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, KPK berharap upaya ini bisa meningkatkan pendapatan daerah sehingga hasilnya bisa dirasakan masyarakat. “Sistem ini juga bisa menutup penyelewengan pajak daerah karena datanya akan tercatat secara elektronik,” kata Basaria. (Naniek I. Taufan)

Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan SK CPNS kepada CPNS tenaga guru dan tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali hasil seleksi tahun 2018. Penyerahan dilakukan dengan menggunakan pakaian adat Bali di halaman Kantor Gubernur Bali, Kamis (25/4).

Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Serahkan SK, Gubernur Koster Minta CPNS Pemprov Jadi Motor Pelayanan Publik secara luas serta melibatkan Ombudsman, BPKP, Kepolisian, Kejaksaan dan Inspektorat. Dari 12.469 orang pelamar, sebanyak 774 orang dinyatakan lulus seleksi CPNS Pemprov Bali tahun 2018 untuk mengisi 774 dari 818 formasi yang ditetapkan. Sebanyak 44 jabatan tidak terisi yang terdiri dari 25 formasi jabatan tenaga guru dan 19 formasi jabatan kesehatan dikarenakan tidak ada pelamar atau pelamar tidak memenuhi syarat. Dari 774 orang tersebut, sebanyak

G

Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc.

Perempuan dan Kaum Disabilitas Harus Terus Berkarya

“Driver dari pembangunan ini, yang memberikan efek besar pada pembangunan kita adalah perempuan. Tidak hanya soal infrastruktur, berbicara mengenai pendidikan, kesehatan, apa pun itu, ujung tombaknya adalah perempuan,’’ ungkap Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah ketika membuka Lokakarya Penutupan Hibah Kemitraan Indonesia Australia Untuk Infrastruktur (KIAT) dalam Penguatan Organisasi Masyarakat Sipil Bidang Kesetaraan Gender dan Induksi Sosial, beberapa waktu lalu di Mataram. Dalam kesempatan ini Rohmi memberikan motivasi kepada para perempuan dan kaum disabilitas untuk terus berkarya dan bergerak dalam memajukan pembangunan di Nusa Tenggara Barat. Rohmi juga mengingatkan untuk selalu mengedepankan pelayanan yang terbaik bagi kaum disabilitas. “Jangan pernah tidak menganggap keberadaan perempuan dan kaum disabilitas, karena bisa jadi sesungguhnya mereka adalah aktor yang sangat menentukan dalam pembangunan

5

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

di NTB ini,” ujar Wakil Gubernur perempuan pertama di Nusa Tenggara Barat ini. Ia berharap ke depannya semakin banyak kerja sama yang bertujuan untuk membangun serta memajukan daerah ini. Staf ahli Gubernur NTB bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Ir. Sudirman, M.M ., yang turut hadir juga menyampaikan beberapa program yang telah dihasilkan oleh KIAT. Ia juga berpesan kepada pemerintah daerah agar terus bersinergi dalam menyusun program kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Sementara itu, Deputy Director KIAT Gender Equality, Social Inclusion and Civil Society Engagement (GESI-CSE), Dr. Zan Edward mengapresiasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan mitra-mitra kerjasama, yang telah membantu serta memberikan dukungan pada program-program KIAT di Nusa Tenggara Barat. (Naniek I. Taufan)

ubernur Bali Wayan Koster meminta para CPNS menjadi bagian daripada aparatur yang memegang penuh amanat sebagai administrasi sipil negara dengan mematuhi aturan dan bekerja dengan baik. Dalam upaya menata Pemerintah Provinsi Bali, Gubernur Koster berharap CPNS yang masih belum terkontaminasi dengan hal-hal negatif bisa menjadi motor dalam pelayanan publik khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. “Jadi kita berharap adik-adik ini akan menjadi motor untuk menggerakkan roda pendidikan kita dan kesehatan kita agar mendapat pelayanan yang baik,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini. Gubernur Koster juga meminta kepada para CPNS untuk tidak sampai terkena tipu daya orang yang mengaku berjasa dalam perekrutan CPNS dan

Gubernur Koster duduk bersama para CPNS di Lingkungan Pemprov. Bali

memberikan imbalan jasa. Ia mengatakan seleksi ini sudah berjalan sesuai dengan aturan yang benar. “Mudahmudahan ini nggak ada yang kena tipu karena melalui seleksi yang dikuti secara langsung dengan benar,” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Lihadnyana mengatakan pelaksanaan CPNS Pemprov Bali tahun 2018 dilakukan secara terbuka, transparan dan akuntabel dimana setiap tahapan proses seleksi diumumkan

Upacara Adat Ngerebong Tercatat Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atas pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal terhadap upacara adat “Ngerebong”. Menurut Koster, hal ini merupakan langkah yang baik untuk mendaftarkan kekayaan adat, budaya, karya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. “Saya terus mendorong industri lokal di Bali yang sangat kaya, unik, kreatif dan inovatif yang memang semestinya mendapatkan perlindGubernur Koster menerima surat pencatatan Upacara Adat Ngerebong ungan agar mendapatkan kontribusi sebagai Kekayaan Intelektual Komunal dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Koster yang juga ketua Pelindungan hukum yang diberikan atas kekayaan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, intelektual bukan saja merupakan pengakuan negara Sementara itu Menteri Hukum dan HAM Yasonna terhadap karya intelektual seorang pencipta atau invenLaoly dalam sambutannya mengatakan jika Perlindungan tor, tetapi juga akan menumbuhkembangkan pencipta Kekayaan Intelektual (KI) memiliki peran strategis unatau inventor untuk meningkatkan kreativitas dalam tuk mendorong kemandirian ekonomi nasional melalui menciptakan karya terbarunya. Hal inilah yang diterima sektor ekonomi kreatif. “Kekayaan Intelektual serta salah satu upacara adat Bali yakni “Ngerebong” yang para pelaku ekonomi kreatif dapat bersinergi secara saat ini telah mendapat surat pencatatan Kekayaan aktif terutama terkait dengan promosi dan diseminasi Intelektual Komunal (KIK) Ekspresi Budaya Tradisional Kekayaan Intelektual,” ucap Yasonna. dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Ia menambahkan, perlindungan serta sistem KekaKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik yaan Intelektual yang baik dapat menjadi competitive Indonesia. advantage suatu negara untuk bersaing dengan negaraPenyerahan surat pencatatan tersebut diserahkan negara lain. “Terbukti negara-negara berpredikat maju langsung Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat ini adalah negara-negara yang sadar dan menghargai kepada Gubernur Bali Wayan Koster pada acara Indobetul atas pentingnya Kekayaan Intelektual dalam memnesian Intellectual Property Awards (IIPA) serangkaian bangun ekonomi negaranya,” tambah Yasonna. peringatan Hari Kekayaan Intelektual se-Dunia ke-19 Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan yang berlangsung Jumat (26/4) pagi di Discovery Kartika surat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Plaza Hotel, Kuta, Badung. asal Jawa Timur yaitu ‘Permainan Sapi Sonok’ yang Untuk diketahui, “Ngerebong” sendiri merupakan diberikan kepada Gubernur Jawa Timur serta KIK asal tradisi yang digelar oleh umat Hindu, seperti di Pura Bali ‘Upacara Adat Ngerebong’ yang diterima oleh Agung Petilan, Desa Pakraman Kesiman dan Puri Agung Gubernur Bali, I Wayan Koster. Selanjutnya, diberikan Pemayun. Tradisi ini biasanya dilakukan setiap enam pula 92 Sertifikat Merek UMKM kepada Pemerintah bulan dalam penanggalan kalender Bali yakni pada Provinsi Jatim dan penghargaan kepada Kantor Wilayah hari Minggu atau Redite Pon wuku Medangsia. Upacara Kemenkumham Provinsi Bali atas Inisiasi Membangun ini bertujuan untuk memelihara keharmonisan hubungan 9 (sembilan) Sentra KI di Bali. Kegiatan ini diikuti para antara manusia dengan tuhan, manusia dengan sesama Pimpinan Tinggi Madya dan pegawai di lingkungan Ditjen umat manusia dan manusia dengan alam lingkungan. KI, selain itu hadir pula Gubernur Bali dan Para Rektor Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster Universitas dari berbagai perguruan tinggi. (ast)

773 orang telah ditetapkan Nomor Induk Kepegawaian (NIP) sementara satu orang tidak dapat ditetapkan karena dokumen yang diajukan tidak memenuhi syarat. Sebelum SK diserahkan, Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana menyampaikan satu orang lagi mengundurkan diri sehingga pada penyerahan SK oleh Gubernur Bali dihadiri oleh 772 orang CPNS yang penempatannya sesuai dengan unit penempatan sesuai jabatan yang dilamar. (ast)

Gubernur Koster Jadi Inspektur Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55 Peringatan Hari Bhakti pemasyarakatan ke-55 tahun 2019 tidak hanya dijadikan piranti nostalgia untuk mengenang histori. Lebih dari itu, peringatan ini harus mampu menjadi spirit-legacy untuk meneruskan semangat juang dan pengabdian para pendahulu dan peletak dasar pemasyarakatan. Meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, para pendahulu tetap menunjukkan dedikasi, loyalitas dan integritas yang tinggi sehingga dapat mewujudkan pemulihan kembali kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupn bagi narapidana. Demikian disampaikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Yasonna Laoly dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi Inspektur Upacara pada Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55 Tahun 2019 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan, Badung, Sabtu (27/4) pagi. “Indikator keberhasilan pemulihan kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan terletak pada kemampuan Pemasyarakatan dalam memperbaiki dan meningkatkan kapasitas narapidana baik dalam dimensi kepribadian yakni mental dan spiritual maupun dimensi kemandirian yang tidak hanya mandiri secara ekonomi namun lebih dari itu juga mampu mandiri dalam menjalankan kehidupannya,” jelasnya. Ditambahkannya, Indonesia saat ini tengah menghadapi sebuah fase dimana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Berlebihnya tenaga kerja produktif adalah peluang emas Indonesia untuk menggenjot roda ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi terpacu, sektor rill terdongkrak dan daya saing meningkat. Inilah yang disebut bonus demografi,

dimana kondisi ini diprediksi akan mengalami puncaknya pada tahun 2030 mendatang. Secara normatif, bonus demografi seyogyanya membawa kesejahteraa untuk segenap masyarakat. “Melihat situasi ini tentu perlu ada perbaikan yang wajib dilakukan oleh pemerintah untuk membangun kapasitas narapidana sehingga dapat mendukung pembangunan Nasional. Pemasyarakatan harus mampu membentuk manusiamanusia mandiri, sehingga ketika bebas merek menjadi masyarakat yang siap berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan Nasional,” ujarnya. Untuk itu, Pemasyarakatan harus di transformasikan sebagai penata sosial untuk menyiapkan masyarakat yang tangguh, berkepribadian dan memiliki produktifitas tinggi yang siap berkompetisi dalam persaingan global. “Kita patut bersyukur, beberapa prestasi dan pencapaian kinerja Pemasyarakatan, dewasa ini telah mendapat apresiasi dari pemerintah, masyarakat bahkan dunia internasional. Disisi lain melalui kegitan industri, Pemasyarakatan telah dapat berkondtribusi dalam menggerakan roda perekonomian nasional melalui sektor industri kecil dan menengah serta pendapatan negara bukan pajak. Mari bekerja penuh dedikasi, berkomitmen menjaga integritas moral dan berkeyakinan membangun Pemasyarakatan PASTI,” imbuhnya. Pada kesempatan tersebut Gubernur Koster yang juga selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Bali Sutrisno menyerahkan piagam penghargaan kepada 7 (tujuh) pegawai UPT Pemasyarakayan pada jajaran Kantor Wilayah Hukum dan HAM Wilayah Bali atas berbagai prestasinya.

Gubernur Koster didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Bali Sutrisno menyerahkan piagam penghargaan kepada tujuh pegawai UPT Pemasyarakatan pada jajaran Kantor Wilayah Hukum dan HAM Wilayah Bali atas berbagai prestasinya.


Woman on Top

6 Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menghadiri puncak acara ­peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK di Desa Tebola, Sidemen, Karang­asem, Selasa (30/4).

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Ny. Putri Suastini Koster

Bergerak Mulai dari Keluarga

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Rileks

19

Promosikan Buleleng melalui Film Lost in Paradise Bali memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak hanya menarik untuk dikunjungi, Bali juga menjadi salah satu lokasi yang banyak digunakan sebagai tempat pembuatan film. Salah satunya produser film dari Swiss tertarik untuk menjelajah Pulau Dewata sebagai lokasi proyeknya.

Putri Koster menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba PKK

D

alam sambutannya Ny. Putri Koster mendo­ rong agar gerakan PKK baik dari tingkat banjar, kecamatan hingga tingkat provinsi terus bersinergi guna menyukseskan pembangunan Bali dan mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “10 program pokok PKK sangat sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Mari kita bergerak bersama, kita tingkatkan sinergitas untuk mewujud­ kannya dengan dimulai dari lingkungan keluarga, “ujarnya. Ia juga meminta agar gerakan PKK di masyarakat tidak hanya sebatas seremonial semata ataupun hanya di­

lakukan untuk menghadapi suatu per­ lombaan. Namun, gerakan tersebut dapat dilakukan secara menyeluruh di setiap keluarga. “Program pokok PKK hendaknya dapat diimplemen­ tasikan dalam kegiatan sehari-hari di masyarakat, maka dengan demikian akan terwujud masyarakat yang se­ jahtera. Ke depan kegiatan PKK akan semakin padat dan menukik lang­ sung ke masyarakat, pemerintah dan masyarakat mari bersinergi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera yang dimulai dari keluarga yang sejahtera,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Bupati Karang­a sem Wayan Artadipa da­

Putri Koster bersama Wakil Bupati Karangasem Wayan Artadipa dan para pemenang dalam lomba PKK

lam sambutannya menyampaikan, peran PKK sangat­lah penting di ten­ gah masyarakat, untuk itu gerakan PKK harus dioptimalkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya se­ hingga benar benar dapat meningkatkan kesejah­ teraan masyarakat. Arta­ dipa juga meminta kegia­ tan PKK menjadi kegiatan wajib di desa desa dan program kerjanya selaras dengan program program pemerintah Puncak peringatan HKG ke 47 di Kabupaten

Karangasem yang mengangkat tema “Tingkatkan Kinerja Gerakan PKK

Putri Koster meninjau stan pameran

Selaras dengan Program Pemerintah” ini juga diisi dengan penyerahan hadiah sejumlah lomba diantaranya lomba penyuluhan pola asuh anak, lomba penyulu­ han pemberdayaan ekono­ mi keluarga melalui UP2K, lomba Hatinya PKK serta lomba yel yel 10 program pokok PKK. Dalam acara yang juga diisi dengan pameran Usa­ ha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) tersebut diakhiri dengan pemoton­ gan tumpeng dan sesi foto bersama. (Wirati Astiti)

“Layanan Publik II” (Mencari Bahan Baku I)

Salam Senyum

Setelah menulis di kolom ini di edisi sebelumnya tentang Layanan Publik, saya dapat banyak respons dari pembaca. Di antaranya mereka juga menginginkan bagaimana tahapan sebelum memulai melatih para pelaku layanan, yaitu cara perekrutannya. Banyak instansi begitupun perusahaan yang bergerak di bidang jasa mengeluhkan atau mengkam­ binghitamkan perekrut pelaku layanan yang hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Atau, lebih kepada ‘bahan baku’ yang dilatih untuk menjadi seorang pelaku layanan sangat sulit untuk dikembangkan karena merekrut orang-orang yang dianggap kurang tepat. Salah satu kemungkinan kesalahan perekrutan terletak pada “casing” atau kulit luarnya saja. Ketika mereka me­ rekrut calon karyawan, yang dilihat hanya penampilan luarnya, yang menyangkut fisik dan nilai akademis yang dilihat dari bukti lembaran dokumen yang menjadi

persyaratan administrasi. Padahal untuk mendapatkan ‘bahan baku’ bagi calon pelaku layanan yang baik, bukan hanya dilihat dari dua hal tersebut. Kalau meng­ ikuti tulisan di kolom ini sekitar dua tahun yang lalu, saya pernah menulis dengan judul “Bahan Baku”. Yang isinya tentang bagaimana pelatihan, pendidikan, coaching layanan yang sama diberikan kepada seluruh pelaku layanan, namun hasilnya berbeda pada setiap karyawan. Dalam tulisan ini masih ada hubungannya dengan tulisan tersebut, saya akan menjawab pertanyaan “bagaimana cara merekrut para calon pelaku layanan agar mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan harapan perusahaan/instansi.” Dari beberapa refrensi buku layanan yang saya baca dan pengalaman lebih dari 27 tahun terjun sebagai pelaku layanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan merekrut para calon pelaku layanan. Yang pertama adalah menyampaikan visi layanan yang tercermin dari budaya layanan yang ada dalam peru-

sahaan/instansi kita pada iklan lowongan kerja. Tentu ini dicantumkan dengan katakata yang penuh dengan semangat dan motivasi untuk menunjukkan bahwa visi ini sangat penting untuk menjadi dasar para pelamar mampu melakukannya ketika sudah diterima sebagai karyawan. Selain menyampaikan hal ini di lowongan pekerjaan, sampaikan juga ketika mulai tahap wawancara awal. Yaitu dengan pertanyaan terbuka yang dapat menggali sejauh mana visi ini dapat dipahami oleh para pelamar yang dibuktikan dengan cerita pengalaman yang sudah mereka lakukan. Langkah kedua untuk mendapatkan ‘bahan baku ‘ yang baik untuk pelaku layanan adalah dengan melibatkan seorang pemimpin layanan dalam instansi/ perusahaan Anda. Ketika budaya layanan sudah kuat dilaksanakan dalam perusahaan, maka tentu ini ditentukan oleh seorang pemimpin dalam tim budaya layanan yang terbentuk. Para pemimpin budaya layanan dalam sebuah perusahaan tentu sudah sangat konsisten untuk menjadi role model, coaching, evaluasi, serta melakukan hal-hal yang terkait untuk membuat layanan di perusahaan dapat berjalan dengan baik dan konsisten. Untuk langkah perekrutan yang kedua ini sering keliru dalam pelaksanaannya. Ba­ nyak para perekrut calon pelaku layanan,

yang tidak terlalu paham tentang layanan. Tentu penggalian kepada calon karyawan tidak menjurus kepada hal layanan. Namun lebih kepada hal-hal yang tidak terlalu berpengaruh terhadap layanan. Langkah-langkah penting lain apa saja yang mesti dilakukan oleh para perekrut calon pelaku layanan agar mendapatkan ‘bahan baku’ yang sesuai dengan harap­ an perusahaan/instansi kita? Nantikan tulisan saya pada episode selanjutnya. (bersambung) Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi kita memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul Serve With Love atau buku saya dengan judul Service A La Carte, serta materimateri pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication For Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan meng­ aplikasikan layanan ini di perusahaan /instansi Bapak/Ibu ? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com

D

ari sekian banyak tem­ pat-tempat menarik di Bali, Buleleng rupanya menjadi pilihan sebagai lokasi yang paling tepat untuk peng­ garapan film yang berjudul Lost in Paradise-Luchsinger and Gods. Film garapan sutradara Markus Kobeli ini rencananya akan tayang pertengahan tahun 2020 mendatang. Pria berkebangsaan Swiss ini men­ gatakan syuting film ini memang lebih banyak mengambil lokasi di Buleleng. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Buleleng merupakan masyarakat Bali asli dibandingkan daerah lain seperti Bali Selatan. “Kami ingin penggarapannya meli­ batkan masyarakat Bali asli, setelah kami riset di Bulelenglah masyarakat Bali asli lebih banyak belum banyak perantauan,” ungkap pria yang fasih berbahasa Indonesia ini. Film yang memiliki durasi sekitar 90-100 menit ini telah mengambil 30 lokasi take di daerah-daerah wisata

Buleleng, salah satunya di Lovina, Desa Kalibukbuk. Markus menam­ bahkan film tersebut di dukung oleh aktor-aktor senior dari Swis seperti Orlaando Bassi, Manfred Liechti, Andrea Zogg, Jurg Maire, Max Rudlinger serta beberapa artis lokal seperti Puja Astawa. Untuk artis lokal, sambung Markus tidak banyak menggunakan aktor yang berpengalaman, justru pihaknya menggunakan masyarakat setempat agar hasilnya benar-banar natural. “Kami tidak menggunakan banyak aktor tetapi kami ajak masyarakat di mana kami lakukan syuting misalnya peran nelayan memang diperankan oleh nelayan yang ada di Lovina,” jelasnya. Disinggung alasan memilih Bule­ leng sebagai lokasi syuting, Markus mengatakan ingin lebih banyak mengeksplor Buleleng yang no­ tabene sangat berbeda dengan Swiss. Dari segi penduduk, Buleleng lebih banyak memiliki penduduk usia

Jumpa pers produser film dan aktor film Lost in Paradise

produktif sedangkan Swiss memiliki lebih banyak penduduk usia pensiun. Selain itu, perbedaan suhu dan kebu­ dayaan yang sangat kentara menjadi salah satu alasan pembuatan film tersebut di Buleleng. “Orang Swiss belajar kepada orang Bali untuk kembali ke alam dan belajar untuk menerima hidup. Dalam kehidupan beragama orang Swiss hanya ketika ke gereja sedangkan orang Bali di manapun dan kapan pun selalu ada upacara, antara kehidupan dan agama sangat berkaitan,” jelasnya. Film yang sudah digarap selama 24 hari tersebut dibuat untuk men­

genalkan kebudayaan dan alam di Bali yang tidak sepenuhnya diketahui oleh orang Swiss. Pihak produser ingin memperkenalkan Bali lebih dalam kepada masyarakat luar. “Selama ini orang Swiss hanya tahu Bali dari postcard saja, hanya tahu fotonya saja tidak dengan budayanya,” tam­ bahnya. Selama pengambilan gambar, kata Markus pihaknya bersama para ak­ tor tidak mengalami hambatan yang berarti. Hanya saja sistem komu­ nikasi yang berbeda membuat aktor dan penduduk lokal sering terjadi miskomunikasi. Ini bisa diatasi den­

gan beradaptasi beberahari saja,” tandasnya. Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan sangat mendukung proyek film tersebut. Melalui film itu diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Buleleng. Selama ini kata Sutrisna tingkat kunjungan wisatawan dari Eropa memang paling tinggi dibandingkan negara lain. “Kami ber­ harap diluncurkannya film ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya Eropa dan dapat menge­ nalkan Buleleng di tingkat dunia,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

Apa Itu Smegma?

“Dok, belakangan saya perhatikan kelamin suami saya sering keluar kotoran-kotoran putih. Katanya itu bikin gatal. Mudah dibersihkan tapi selalu muncul lagi, dibawah kulup kelamin. Kelamin suami saya tidak disunat. Apakah itu yang disebut smegma? Berbahayakah, Dok?” (Putri,25 thn) Kotoran penis yang berwarna putih memang benar disebut smegma. Perlu diketahui, penis adalah salah satu organ vital yang harus selalu bersih. Selalu menjaga kebersihan penis tidak hanya akan menguntungkan lakilaki, tetapi juga pasangannya. Tetapi pada kenyataannya, banyak laki-laki yang kurang memperhatikan kebersihan penis dan ini dapat memicu risiko kesehatan yang cukup serius. Dalam kasus di atas bisa ditebak bahwa penanya karena tidak disunat kemung-

kinan besar jarang membersihkan kulup atau kulit yang menutupi kepala penis. Sehingga kotoran-kotoran putih atau smegma juga akan bertumpuktumpuk di bagian leher penis di bagian lipatan dalam kulup. Hal ini akan mengundang risiko infeksi, kemungkinan pemicu kanker penis di masa datang dan tentu saja sangat tidak menyenangkan untuk pasangan seksualnya. Membersihkan penis sebenarnya sangat mudah. Salah satu cara paling mudah adalah membasuh bagian penis dengan

air hangat atau air bersih setiap hari saat mandi. Buat yang tidak disunat tinggal tarik kulit yang menutup kepala penis dengan lembut dan cuci bawahnya dengan bersih. Itu saja sudah cukup. Jika tidak melakukannya, atau tidak membersihkannya dengan benar makan akan mulai terlihat ada kotoran menumpuk yang disebut smegma tadi. Smegma ini sebenarnya adalah pelumas alami yang membuat lembab penis. Ini ditemukan pada kepala penis dan di bawah kulup. Smegma yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri. Hal ini dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan dan sering juga mendatangkan keluhan gatal. Satu catatan lagi, jangan terlalu sering dan berlamalama mencuci penis dengan sabun karena justru bisa menyebabkan iritas. Iritasi bisa

menyebabkan rasa nyeri. Jika ingin membersihkan penis dengan sabun, pilihlah sabun yang lembut atau tidak beraroma untuk mengurangi risiko iritasi kulit dan jangan terlalu sering. Hindari pula penggunaan bedak dan deodoran pada penis. Pada laki-laki yang disunat, membersihkan penis harus tetap dilakukan. Yang sudah disunat dan tak memiliki kulup, kepala penis tidak lagi terlin­ dung dari debu, keringat dan segala macam iritasi. Oleh sebab itu, pembersihan dengan cara mencuci juga wajib dan harus rutin dilakukan. Jangan lupa juga untuk membersihkan dan merapikan rambut penis atau rambut pubis. Dipotong secukupnya dan jangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat karena jika lembab akan jadi tempat buat tumbuhnya jamur. Bersihkan juga bagian pangkal penis dan

bagian testis atau buah pelir. Keringat dan rambut kemaluan dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau menyengat pada ketiak. Harus dibersihkan sesering mungkin untuk mencegah akumulasi keringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Pastikan pula area antara pangkal testis dan anus selalu bersih dan bebas dari bau. Demikian juga jagalah kebersihan pakaian dalam. Seringlah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian dalam melekat pada penis. Yang terakhir, jagalah perilaku seksual Anda, janganlah berganti pasangan seksual dan tetaplah saling setia dengan pasangan Anda.


18

Buleleng

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Pokdarwis Gandameru Andalkan Spot Selfie Desa Sudaji Kecamatan Sawan mewakili Kabupaten Buleleng dalam lomba Pokdarwis tingkat provinsi yang digelar oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gandameru dipercaya menjadi wakil Buleleng dalam lomba tersebut. Penilaian Pokdarwis Gandameru dibuka secara resmi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Selasa (30/4) di Balai Desa Sudaji.

K

epala Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang diwakili Kabid Sumberdaya Pariwisata Ni Nyoman Ayu Andriyani dalam sambutannya mengatakan lomba Pokdarwis tingkat Provinsi digelar untuk lebih meningkatkan kualitas kelompok sadar wisata (pokdarwis) dalam menggali dan mengelola potensi-potensi yang dimiliki. Ada beberapa kriteria yang akan dinilai dalam perlombaan tersebut antara lain, administrasi, fisik, SDM, serta kegiatan yang dimiliki pokdarwis.

Menurutnya, pariwisata di Bali merupakan wisata berlandaskan budaya yang banyak berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. “Untuk dapat mempertahankan sektor pariwisata sebagai andalan maka perlu kerja keras yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya. Berdiri tahun 2017 lalu Pokdarwis Gandameru terus menggali potensi wisata tanpa meninggalkan kearifan lokal. Kesuksesan Pokdarwis di Desa Sudaji bersama pihak-pihak pengelola wisata untuk menggali potensi wisata telah

dibuktikan dengan digelarnya event-event hingga skala internasional. Melalui event tersebut perekonomian masyarakat Desa Sudaji berkembang menjadi lebih baik. Pokdarwis Gandameru hingga kini memiliki 22 orang anggota. Karena fokus untuk mengembangkan potensi wisata di Desa Sudaji, desa adat memberikan

Sudaji Manfaatkan Sumber Mata Air

Pesatnya perkembangan pariwisata di Bali, membuat masyarakat berlomba-lomba membangun fasilitas maupun mengembangkan objek-objek wisata sebagai destinasi wisata yang dituju wisatawan. Tidak jarang, pengembangan pariwisata mengikuti perkembangan zaman yang cenderung mengarah ke pengembangan pariwisata modern. Pengembangan pariwisata dengan membangkitkan potensi yang ada juga dilakukan oleh Desa Sudaji. Selain memiliki daya tarik wisata budaya dan religi, Sudaji juga memiliki ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya ketersediaan sumber mata air. Sebagian besar sumber mata air ini berasal dari pegunungan yang digunakan untuk memenuhi keperluan masyarakat setempat baik untuk kebutuhan seharihari maupun di bidang pertanian. Banyaknya sumber mata air, menjadikan Sudaji mengelola sumber air tersebut menjadi tem-

Obyek wisata Gandameru

pat wisata. Melalui Pokdarwis Gandameru, Desa Sudaji sedang mengembangkan wisata air dan spot selfie. Tempat wisata yang dinamai Gandameru ini berlokasi di pintu masuk jalur tracking di aliran sungai. Ketua Pokdarwis Gandameru, dr. Gede Panca mengatakan wisata air di Sudaji memang sudah ada sejak lama. Namun untuk wisata rafting harus kembali diuji kelaya-

Kunjungan Staff Dispar Provinsi Bali di dampingin Kepala Dispar Buleleng ke wisata Selfi Gandameru

kannya sebab batu-batu yang ada di aliran sungai terlalu besar sehingga berbahaya untuk wisatawan. Sejak tahun 2018 lalu pihaknya mencoba mengembangkan wisata spot selfie yang saat ini sedang diminati oleh masyarakat. “Kalau untuk masyarakat lokal spot selfie ini sangat diminati tetapi untuk wisatawan mancanegara masih tetap lebih memilih tracking,” jelasnya. Gede Panca menambahkan, pengelolaan wisata selfie Gandameru saat ini masih terkendala beberapa hal. Salah satunya insfrastruktur jalan yang tidak mendukung. Untuk sampai ke lokasi pengunjung harus melewati jalan yang sudah rusak. Selain itu, masyarakat yang kurang memiliki kesadaran untuk menjaga objek wisata tersebut. “Karena ada di lokasi aliran sungai masyarakat bersama Dinas Perikanan sempat menebar bibit ikan hanya saja ada oknum yang tidak bertanggungjawab malah mencuri ikan tersebut,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)

hibah berupa bangunan berlantai dua yang kini menjadi Sekretariat Pokdarwis. Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Made Sudama Diana S.Sos.,M.M. menyampaikan ada 44 pokdarwis yang didirikan di Buleleng di 31 desa wisata. Desa Sudaji menurut tim penilaian di tingkat kabupaten telah memenuhi kriteria dan layak untuk mewakili Buleleng dalam lomba Pokdarwis tingkat Provinsi. Setiap desa wisata diwajibkan untuk membuat kelompok sadar wisata (pokdarwis). Pokdarwis selanjutnya mengelola desa tersebut sesuai dengan potensinya sehingga berdampak pada kesejahteraan

masyarakat. Sementara itu, Ketua Pokdarwis Gandameru Dr. Gede Panca mengatakan sebelum penilaian pihaknya melakukan persiapan di bidang administrasi dan juga infrastruktur sekretariat dan tempat wisata. Masukan yang diberikan oleh tim penilai akan dijalankan sebaik mungkin. Ke depan dengan potensi wisata seperti wisata selfie Gandameru dan waterfall view akan terus dikembangkan fasilitas hingga akses jalannya. “Kami terus terang kendalanya masih di akses, baik akses jalan menuju desa Sudaji maupun akses jalan ke destinasi wisata,” ujarnya. (Wiwin Meliana)

7

Pelatihan Kerja Sesuai Keperluan Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya merancang program untuk mengurangi jumlah pengangguran. Salah satunya dengan menggelar pelatihan kerja di berbagai bidang keahlian secara gratis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

M

Penilaian lomba Pokdarwis Gandameru tingkat Provinsi

edukasi

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

elalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng bekerjasama dengan UPTD Balai Latihan Kerja Buleleng menggelar pelatihan kerja secara gratis untuk masyarakat Buleleng, Senin (29/04). Sasaran dari kegiatan ini adalah para pencari kerja, pekerja ter-PHK dan masyarakat yang memerlukan dan berminat mengikuti pelatihan sehingga mampu mengisi, menciptakan, memperluas lapangan kerja serta kesempatan membuka lapangan pekerjaan. Kepala UPTD BLK Buleleng, I Made Suaspada, S.Pd., mengatakan untuk tahun 2019, Buleleng mendapat jatah 59 paket pelatihan dari pemerintah pusat. Namun untuk gelombang pertama, BLK sebagai fasilitator baru menggelar 10 paket pelatihan dengan jumlah peserta sebanyak 160 orang. “Masing-masing paket terdiri atas 16 orang peserta agar pelatihannya dapat berjalan dengan maksimal,” jelasnya. Ia menambahkan pihaknya tidak membatasi usia peserta sepanjang peserta memiliki minat terhadap program pelatihan yang akan diikuti. Dari 59 Paket pelatihan yang ada, 10 paket pelatihan di buka untuk angkatan pertama yaitu pelatihan spa therapis, penyiapan kamar untuk tamu, practical office, servis sepeda motor konvensional I, servis sepeda motor konvensional, penjahitan pakaian dengan mesin, food and baverage product,

front office baverage product, front office receptionist, waiters, dan juru las 1 SMAW. Untuk menjamin ketrampilan peserta setelah lulus pelatihan, pihaknya akan melakukan sertifikasi dengan uji kompetensi masingmasing peserta. Tujuannya, agar ketika mereka terjun ke dunia kerja, dapat benar-benar bersaing dengan pencari kerja yang lain. “Kami hanya sebagai fasilitator untuk membentuk SDM yang terampil, hanya saja belum bisa menyalurkan peserta tersebut langsung kepada pemberi kerja, nanti di Dinas Tenaga Kerja yang punya tugas tersebut,” ungkapnya. Sementara itu, Pembina Bali NTT dan NTB, Kasi Program dan Evaluasi BLK Lombok Timur Ahhirudin menyampaikan 10 paket pelatihan tersebut dibuka sesuai dengan antusias masyarakat. Pembinaan dan evaluasi terus dilakukan untuk menyempurnakan program pelatihan sesuai dengan minat masyarakat. Pihaknya menambahkan masing-masing wilayah memiliki minat yang berbeda sehingga paket yang dibuka disesuaikan dengan keperluan industri. “Keperluan di masyarakat itu kan berbeda sehingga setiap tahun harus kita evaluasi, agar pelatihan yang kita lakukan memang relevan dengan keperluan di lapangan,” jelasnya. Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng Dewa Putu Susrama mengungkapkan untuk menyalurkan

Pelatihan Kerja yang digelar UPTD BLK Buleleng tenaga kerja pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa agen dalam dan luar negeri. Untuk lebih menyerap tenaga kerja, di tahun mendatang akan dibuatkan sebuah

kegiatan konsolidasi dengan mengundang pengusaha-pengusaha di Buleleng. “Tahun ini job fair akan diganti dengan konsolidasi dengan mengundang pengusaha di Bule-

leng. Sejauh mana peran dan kontribusi mereka untuk mengurangi pengangguran dengan penyerapan tenaga kerja lokal,” ujarnya. (Wiwin Meliana)

Mendongeng Lima Menit TIKUS KELAPARAN

Musim paceklik berkepanjangan menimpa negeri Antah Berantah. Seekor tikus kurus-kering mondar-mandir mencari makan. Matanya sayu, langkahnya goyang kiri-kanan. Berminggu-minggu lamanya ia tidak makan. Ia hanya menunggu hari; mungkin besok, mungkin lusa, ia akan mengembuskan napas terakhir. Di sebuah tikungan ia mencium bau sedap. Nafsu makannya bergairah. Ia dekati bau sedap itu. Wow! Di sebuah ceruk tergeletak setongkol jagung. Untung, ada celah kecil. Tikus kurus itu dengan mudah masuk ke ceruk itu. Ia tidak sabar lagi. Ia melahap biji jagung itu satu persatu. Nyam, nyam, nyam…! Ia makan sebanyak-banyaknya, ia makan sepuas-puasnya. Setelah kenyang ia tertidur. Dua jam kemudian ia bangun. Nyam, nyam, nyam…! Ia makan sebanyakbanyaknya, ia makan sepuas-puasnya. Semangat hidupnya tumbuh kembali. Ia bermaksud akan keluar dari ceruk, setelah tenaganya pulih dan badannya gemuk kembali. Sungguh beruntung dia! Di sudut yang gelap itu masih tertimbun bertongkol-tongkol jagung. Ia manfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. Makan sebanyak-banyaknya, makan sepuas-puasnya. Sekali-sekali ia teringat teman-temannya. Temantemannya itu pasti sudah menjadi kerangka yang tergeletak di tengah jalan. Ia ingin memberitahu teman-temannya mengenai gudang jagung itu. Ia ingin mengajak teman-temannya untuk berpesta.

Namun, keserakahannya mengalahkan pikiran yang baik itu. Tidak disadarinya, dua minggu sudah ia berada di ceruk yang gelap itu. Ia meraba-raba tubuhnya. “Wow! Badanku gemuk! Perutku gendut! Pipiku bergelembung! Kakiku kokoh! Mataku tajam!” Ia berniat akan keluar dari ceruk yang memberi kebahagiaan itu. Ia melongokkan moncongnya. Cuaca yang terang-benderang menyilaukan matanya. Ia kembali memakan jagung-jagung yang masih tersedia. Kemudian mencoba untuk keluar dari celah liang itu. Ia baru menyadari, celah itu amat sempit. Ia berusaha meloloskan tubuhnya yang gemuk itu. Tak berhasil. Ia berusaha memipihkan tibuhnya yang gembul itu. Tak berhasil. Ia berusaha, dan berusaha lagi. Tak berhasil. Kemudian dengan bahasa tikusnya, ia berteriak-teriak memanggil teman-temannya. “Cuit, cuit, cuiiit…!” Dalam kesusahan ia menitikkan air mata. Lama menunggu. Untunglah sesaat kemudian muncul seekor tikus yang kurus-kering. “Apa yang terjadi, Kawan?” tanya si Tikus Kuruskering. “Tolonglah aku! Aku tidak bisa keluar dari ceruk ini,” kata si Tikus Gemuk. “Aneh, kamu bisa masuk, tetapi tak bisa keluar.” Setelah si Tikus Gemuk menceritakan pengalamannya, si Tikus Kurus menjawab, “Kesulitan itu gampang diatasi. Kendalikanlah dirimu! Jangan makan makanan yang enak itu selama dua minggu, sehingga tubuhmu pulih kembali.”


8

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Karangasem Resmi Masuk Keanggotaan Jaringan Kota Pusaka Dunia Kabupaten Karangasem, akhirnya resmi menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Dunia, The Organization of World Heritage City (OWHC). Resminya keanggotaan Kabupaten Karangasem dalam Jaringan Kota Pusaka Dunia, ditandai dengan diserahkannya sertifikat keanggotaan oleh Sekretaris Jenderal Organization of World Heritage City, Mr. Denish Ricard, Senin (29/4).

Kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya dijamin oleh konstitusi dihormati dan diakui keberadaannya oleh negara sepanjang masih hidup dan berkembang di wilayah Nega­ ra Kesatuan Republik Indonesia (substansi Pasal 18B ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945). Merujuk pada ketentuan batang tubuh UUD NKRI Tahun 1945 inilah segala bentuk perlin­ dungan negara kepada warga negara diberikan termasuk terhadap kesatuan masyarakat tradisional.

G

Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri bersama Wakil Bupati, I Wayan Artha Dipa didampingi Kepala Dinas Kebudayaan,Ketua BPPI dan Kepala OPD lainnya menunjukkan piagam keanggotaan Kabupaten Karangasem di Jaringan Kota Pusaka Dunia

Bupati Karangasem saat menyerahkan cendramata kepada Sekretaris Jenderal Organization of World Heritage City, Mr. Denish Ricard

P

enyerahan sertifikat tersebut berlangsung di Taman Soekasada Ujung, Karangasem yang diterima langsung oleh Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri bersama Wakil Bupati, I Wayan Artha Dipa didampingi Kepala Dinas Kebudayaan,Ketua BPPI dan Kepala OPD lainnya. Sekjen OWHC mengatakan, dengan bergabungnya Kabupaten Karangasem menjadi anggota JKPI, maka Kabupaten

Karangasem akan memiliki akses promosi wisata terutama bagi sesama anggota negara-negara di benua Asia dan Eropa. Selain itu pula, peninggalan kerajaan di Kabupaten Karangasem akan masuk dalam daftar kota pusaka dunia UNESCO-PBB. “Banyak sekali yang akan mengenal Kabupaten Karangasem, khususnya dari negara-negara yang punya kepedulian terhadap warisan budaya. Selamat saya ucapkan, tahun 2019 ini Kabupaten

Karangasem resmi bergabung bersama kami, melestarikan warisan budaya dan sejarah dunia” kata Ricard didampingi penerjemah sembari menyusuri Taman Ujung, menikmati pemandangan sekitar. Bupati Mas Sumatri menyambut baik apresiasi dari organisasi internasional yang memilih Kabupaten Karangasem sebagai anggota Kota Pusaka Dunia. Dengan ini, komitmen Kabupaten Karangasem dalam mendukung kelestarian warisan budaya semakin kuat. Ditambah agenda bulan Juni 2019 bertepatan dengan HUT Kota Amlapura, Bumi Lahar akan menjadi tuan rumah JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia). Bupati Mas Sumatri menyatakan di Kabupaten Karangasem setidaknya beberapa aset pusaka budaya ragawi seperti, Puri Agung Karangasem,Puri Gede Karangasem, Taman Soekasada Ujung dan Taman Tirtagangga. Aset pusaka budaya tak ragawi, pusaka saujana Desa Tenganan Pagringsingan dan berbagai aset pusaka alam Karang­ asem. Berangkat dari aset-aset pusaka tersebut, Pemkab Karangasem memiliki motivasi serta keyakinan kuat menjadikan Karangasem sebagai Kota Pusaka Dunia. “Sampai sekarang masih banyak ditemukan bukti peninggalan kerajaan tersebut, termasuk tempat ini, Taman Soekasada Ujung,dulunya merupakan taman kerajaan,peninggalan Raja Karang­asem,” ungkapnya.

Setelah resmi bergabung menjadi anggota Organization World Heritage City (OWHC),Mas Sumatri berharap, ini akan jadi poin plus bagi Kabupaten Karangasem. Selain potensi wisata alam, Karangasem juga punya warisan sejarah budaya. “Melalui ini, kita ingin wujudkan pariwisata spiritual berbasis desa. Jaringan kota pusaka adalah budaya jadi ini yang nanti akan kita sinergritas dengan kebudayaan lainnya,” ujarnya. Kabupaten Karangasem merupakan kota keempat di Indonesia yang tergabung dalam organisasi Kota Pusaka Dunia. Saat ini ada sekitar 300 kota yang sudah tergabung ke dalam Orga­ nisasi

Kota Pusaka Dunia di seluruh dunia. “Kita juga lebih mudah mempromosikan wisata ke tingkat dunia,mengingat sesama anggota terjalin ikatan,” kata Mas Sumatri. Dalam kesempatan tersebut, sebelum penyerahan sertifikat dilaksanakan, setibanya Mr. Denish Ricard di Taman Soekasada Ujung disambut dengan berbagai jenis kesenian seperti kesenian gambuh dan tari-tarian yang dibawakan oleh sejumlah anak.. Bupati Mas Sumatri juga mengalungkan selendang tenun asli karya desa Tenganan Pagringsingan kepada Mr. Denish Ricard dan pandel sebagai cenderamata. -hms.

Mozaik

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

ender dalam hukum adat juga menjadi tuntutan untuk dapat dimasukkan pengaturannya di dalam awig-awig adat di beberapa daerah di wilayah Propinsi Bali. Salah satu produk hukum berupa Putusan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali Nomor : 01/KEP/PSM-3/MDP BALI/X/2010, 15 Oktober 2010 dirasakan telah memberikan arah perubahan yaitu meng­hadirkan unsur responsive gender, di mana pada salah satu ketentuan pasalnya dimuat tentang perempuan Bali berhak mewaris. Perempuan Bali menerima setengah dari hak waris purusa setelah dipotong 1/3 untuk harta pusaka dan kepentingan pelestarian. Hanya jika kaum perempuan Bali yang pindah ke agama orang lain, mereka tidak berhak atas hak waris. Jika orang tuanya ikhlas, tetap terbuka dengan memberikan jiwadana atau bekal sukarela (MUDP, 2010, hlm.43).

Pengarusutamaan Gender dalam Hukum Adat Bali Secara substansi regulasi memberikan ruang gerak bagi terbukanya kiprah perempuan untuk mengembangkan karier dan ikut ambil bagian dalam aktivitas sosial kemasyarakatan yang bertalian dengan adat-istiadat yang melingkupinya. Di tengah budaya purusa (patriarkhi) yang notabenenya berkembang di Bali, dalam hal ini predana (perempuan) juga sudah sepatutnya diberikan kesempatan berkarya dan berkiprah sesuai dengan dunianya. Termasuk dalam jaminan hak mekrama desa di suatu wilayah desa adat. Hal ini urgen untuk direspons mengingat pengaruh tamiu (pendatang) membawa pola pikir dan sikap tindak baru dalam akitivitas sosial adat istiadat pada krama desa setempat. Misalnya, dengan maraknya kunjungan wisata baik domestik maupun manca negara menyebabkan pola budaya dengan adat istiadatnya diuji oleh nilai-nilai baru yang masuk memberikan warna dalam tatanan kehidupan sosial budaya masyarakat adat. Contohnya terjadinya perkawinan campuran antara krama istri (warga perempuan) di suatu wilayah desa adat seperti di desa Bondalem, tentunya dengan perkawinan akan menimbulkan hubungan hukum. Lebih lanjut suatu ketika apabila perkawinan mengalami perceraian karena sudah tidak ada kecocokan antara pasangan suami istri yang berbeda negara,

berbeda budaya dan berbeda cara pandang justru dikhawatirkan akan memberatkan posisi krama desa yang berstatus predana (warga perempuan) tadi dalam hal status sosialnya di tengah masayarakat. Kembali ke mulih dehaa (rumah remaja) tentunya tidak mudah tanpa adanya kesepakatan antara krama dan pihak keluarga. Termasuk status anak laki-laki yang dilahirkan dari perkawinan campuran ingin diangkat sebagai sentana (pewaris) tentunya melalui rembug atau perundingan dengan prajuru desa adat dan pihak keluarga krama istri, termasuk ter­dapat

rangkaian upacara adat yang harus dilalui berupa widi wedana. Unsur inilah yang dinilai penting oleh prajuru desa adat Bondalem untuk memasukkan substansi pengarusutamaan gender dalam hukum adat dengan meminta masukan dari berbagai pihak, seperti kalangan akademisi, praktisi, tokoh PHDI, tokoh masyarakat, krama desa setempat untuk secara bersamasama ke depan agar ada media yang memfasilitasi dalam sebuah forum focus group discussion membahas seputar hak-hak perempuan yang mulih dehaa, bagaimana sepatutnya prosedurnya, barangkali sebelumnya ada pra perjanjian bagi pihak krama predana dan keluarga yang akan melangsungkan perkawinan campuran membuat kesepakatan dengan prajuru adat dengan membayar uang sukarela sebagai penyambung kekerabatan silaturahmi krama adat. Membawa konsekuensi bahwa yang bersangkutan apabila di kemudian hari mengalami permasalahan sehingga menimbulkan perceraian pihak ke­luarga, orang tua, krama desa adat akan menerima dengan tangan terbuka. Demikian juga kewajiban mekrama

17

desa dapat difungsikan seperti sedia kala, dalam aspek ngayah, mentaati awig-awig, melaksanakan kegiatan keagamaan di pura Kahyangan Tiga (Desa, Puseh, dan Dalem) pada desa setempat, serta pada saat meninggal diberikan kesempatan untuk melakukan penguburan atau kremasi di setra desa adat bersangkutan. Konsep Tri Hita Karana dalam relevansinya dengan parahyangan (manusia dengan Sang Pencipta); pawongan (manusia dengan sesame); maupun palemahan (manusia dengan lingkungan), dengan pola hubungan silaturahmi berkelanjutan membawa implikasi krama predana atau istri tetap diterima mewidesa di desa adat bersangkutan dengan catatan mematuhi segala bentuk aturan yang dimuat dalam awig-awig sehingga kerharmo­ nisan hidup bersama dapat terpolakan dengan baik di lingkungan desa adat menyesuaikan dengan desa (tempat); kala (waktu); dan patra (keadaan) atau sering diistilahkan di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung. Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd.,M.Hum. Prodi Ilmu Hukum, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha

Kata Hati: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Yoga untuk Fertility Gambar 4 Adalah sebaliknya dengan teknik yang sama pada gambar 3.

Bunda Dian

Gambar 1 Ambil sikap seperti pada gambar. Sikap duduk menyatukan ke dua telapak kaki kemudian kedua telapak tangan memegang kedua kaki Anda, lalu perlahan condongkan badan ke depan. Usahakan dada sampai menyentuh kedua kaki Anda dan kedua siku di luar tulang kaki. Bertahan dengan posisi ini, lalu mulai menarik napas lembut dan rasakan napasnya masuk ke organ reproduksi serta keluarkan napas lembut. Lakukan teknik napas dan pose tersebut dengan menutup mata. Silakan lakukan untuk minggu pertama 10 kali pengulangan tarikan napas.

4 2 Gambar 2 Lihat contoh sepeti di gambar dengan menjaga tulang punggung tegak lurus dan pastikan Anda nyaman dengan pose tersebut. Ingat, jangan dipaksakan tapi lakukan di ujung kemampuan. Dan, sekarang mulai fokus pada napas, yakni menarik dan mengeluarkannya dengan lembut dan arahkan dalam konsentrasi penuh ke organ reproduksi. Lakukan 14 kali tarikan napas.

Gambar 3 Lihat pose, dengan masih membuka kaki lebar ke samping. Kemudian angkat kedua tangan keatas lalu condongkan badan Anda ke sisi sebelah kanan dan lakukan juga di ujung kemampuan Anda. Berikutnya mulai konsentrasi dengan diam dalam posisi tersebut. Tarik dan hembuskan napas sebanyak 10 kali putaran.

Gambar 5 Ambil sikap duduk bersimpuh (vajrasana). Sikap ini biasanya digunakan untuk sikap duduk perempuan Hindu untuk sembahyang. Sikap ini sangat baik untuk merangsang energi pertiwi bangkit menuju ke arah cakra swadistana atau organ reproduksi. Saran : Sebaiknya semua perempuan lebih banyak menggunakan sikap tersebut diatas untuk kesehatan fisik dan spiritual. Jika Anda tidak mampu melakukannya karena terlalu banyak gas atau racun di tubuh Anda, sebaiknya cari guru yoga untuk menuntun. Untuk yang fertility, dengan sikap ini sangat ampuh untuk membantu mendapatkan keturunan. Dengan bertahan pada sikap diatas, lalu mulai pejamkan mata dan kedua telapak disatukan dan letakkkan di depan dada dan mulai konsentrasi pada napas. Menarik dan menghembuskan napas arahkan dalam batin ke organ reproduksi. Lakukan 21 kali pengulangan.

5

Bupati Karangasem saat menyambut Sekretaris Jenderal Organization of World Heritage City, Mr. Denish Ricard di Taman Soekasada Ujung

1

3

Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga Semoga bermanfaat

Model: Gung Ayu Wida (Guru MYI Denpasar) LKP/LPK Markandeya Yoga Indonesia


GRIYA

16

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Home Sweet Home dengan Fengshui

Sering ribut dalam keluarga? Entah itu antara suami-istri yang cekcok atau orangtua kerap cekcok dengan anak-anaknya atau kakak-beradik kerap bertengkar? Coba cek, jangan-jangan ada yang tidak pas dalam fengshui rumah Anda sehingga menyebabkan tidak adanya kedamaian dalam rumah itu.

Gunadi Widjaja

A

taukah pernahkah Anda masuk ke sebuah rumah namun kemudian merasa tak betah dan ingin segera keluar? Bisa jadi itu adanya prinsip-prinsip fengshui yang dilanggar sehingga energi rumah itu tidak bagus. Apa itu fengshui, dan seberapa berpengaruhnya dalam kehidupan manusia? Menurut pakar fengshui,

Gunadi Widjaja, fengshui sangat penting dalam kehidupan manusia. Ilmu ini mengajarkan tentang seni hidup harmonis dengan alam semesta termasuk hal terkait tata letak bangunan rumah. “Kenapa rumah penting, karena rumah bukan sekadar tempat bernaung, tapi rumah tempat kita beristirahat dengan nyaman serta menjalin silaturahmi yang harmonis dalam keluarga,” ungkap Gunadi. Untuk mencapai itu, tuturnya, pentingnya membangun rumah dan mengatur tata letaknya sesuai dengan kaidah fengshui. “Ibaratnya begini, rumah dan manusia terletak di antara langit dan bumi. Berada di tengah, manusia mendapat tekanan dari langit dan

bumi. Tekanan yang berbentuk gelombang itulah yang mempengaruhi emosi manusia. Agar tekanan tersebut tidak menjadi energi negatif maka diperlukan fengshui untuk mengaturnya. Fengshui ini juga meliputi membangun rumah dan tata letaknya,” jelasnya. Bicara fengshui, mungkin banyak orang sudah kerap mendengar dan mengira itu hanya untuk hal-hal terkait dengan bisnis. Padahal fengshui sesungguhnya bisa diterapkan dalam berbagai hal terkait dengan kehidupan manusia. Salah satunya terkait tempat tinggal. “Kalau aturan fengshui-nya salah, manusia yang tinggal di rumah tersebut ditekan dengan emosi negatif. Yang namanya negatif bisa macam-macam bentuknya, mulai dari sering marah, kerap stress, depresi, dll,” ujar pendiri Smart Astro ini. BAHAYA SALAH PENERAPAN FENGSHUI Sekarang ini, kata Gunadi, banyak beredar buku-buku populer maupun artikel-artikel tentang fengshui rumah yang isinya antara lain panduan tata letak rumah

sesuai fengshui. Menurut Gunadi, berbagai panduan yang disampaikan itu benar adanya, namun tegasnya, itu tidak bisa diikuti atau diterapkan begitu saja. Karena sesungguhnya penerapan fengshui antara satu tempat tinggal dengan tempat tinggal yang lain berbeda-beda. “Penerapan fengshui tidak bisa disederhanakan begitu saja. Ada hitungan-hitungannya dan itu ‘jelimet’. Jadi walaupun panduan fengshui yang disampaikan dalam artikel-artikel itu adalah benar. Namun tidak bisa serta merta diterapkan karena setiap orang berbeda. Saya pribadi tidak mau memberi guidance secara umum seperti itu, takut bahaya. Karena jika salah diterapkan akan bermasalah bagi

orang yang bersangkutan,” tegasnya. PRINSIP POKOK FENGSHUI RUMAH Dikatakan Gunadi ada beberapa prinsip-prinsip pokok fengshui yang perlu diperhatikan dalam pembangunan rumah termasuk tata letaknya. Yang pertama adalah terkait energi. Prinsipnya adalah energi yang mengalir masuk dan keluar secara baik. Ini terkait dengan pintu utama rumah serta keberadaan pintu lain lain serta jendela. “Jadi energi tidak boleh stop. Energi harus bisa masuk dan keluar secara benar. Ini terkait dengan keberadaan pintu dan jendela-jendela. Idealnya ada pintu utama dan pintu lainnya, di belakang rumah misalnya. Jika tidak memungkinkan, harus ada jendela-jendela. Ini untuk sirkulasi energi. Dengan begitu energi tidak terjebak. Karena jika energi terjebak, itu bisa berakibat tidak baik. Nah untuk itu semua ada hitung-hitungannya,” ungkap Gunadi. Prinsip kedua yang harus diperhatikan adalah kamar tidur. Penempatan kamar tidur juga tata letaknya harus diperhatikan benar. Setiap kamar ada hitungannya yang disesuaikan dengan penghuni kamar itu. “Jadi tidak bisa asal saja. Misalnya seharusnya tempat tidur berada di sebelah barat namun ditaruh di sebelah timur. Itu bisa berakibat tidak baik. Jadi karena setiap orang punya perhitungan yang berbeda, maka tidak bisa disamakan,” tambahnya. Hal ketiga yang tak kalah pentingnya adalah dapur. Meskipun dapur pada umumnya terletak di rumah bagian belakang, tapi kata Gunadi, penempatannya harus melalui perhitungan. Beda dengan penempatan kamar tidur dan tata letaknya yang perhitungan fengshuinya berdasarkan penghuni kamar tersebut, sedang untuk dapur, perhitungan fengshuinya berdasarkan arah hadap. Yang juga harus diperhatikan, dapur harus berada di tempat yang berenergi jelek. “Jangan sampai salah. Kalau dapur dibangun ditempat yang berenergi bagus maka energi bagus itu akan hilang. Dapur harus dibangun

di tempat yang energinya jelek. Dapur berelemen api. Energi jelek akan hilang dibakar dengan api,” ucapnya. Selain itu yang juga harus diperhatikan adalah arah hadap dapur tersebut. Secara umum, tutur Gunadi, dapur yang memiliki elemen api tidak boleh berada di sektor yang berelemen air. Hal keempat adalah letak WC. Mungkin, tambahnya, sebagian orang mengira membangun WC bisa dimana saja. Padahal dalam kaidah fengshui hal tersebut tidak diperbolehkan. “Letak WC pun ada hitung-hitungannya. Nggak bisa begitu saja. Misalnya, jangan membangun WC di tempat yang energinya bagus. WC harus dibangun ditempat yang energinya jelek,” katanya. Secara umum yang bisa menjadi pedoman misalnya, lantai WC tidak boleh lebih tinggi dari lantai rumah secara keseluruhan. “Kalau lantai WC lebih tinggi, ibaratnya energi negatif dari WC akan menyebar ke dalam rumah,” tambahnya. Cara Mendapat Hasil Maksimal Diakui Gunadi, perhitungan fengshui rumah sangat complicated karena banyaknya unsur yang harus dihitung, bukan hanya pemilik rumah tapi juga seluruh anggota keluarga. Karenanya dia sangat menyarankan agar penerapan fengshui untuk rumah dilakukan sejak dari awal mulai dari pemilihan lokasi ru-

mah hingga ke tahap pembangunan serta pengaturan tata letak. Hal tersebut amat disarankannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebagaimana yang diharapkan. “Yang utama adalah penerapan prinsip-prinsip dasar fengshui. itu tidak bisa dilanggar. Setelah prinsip dasar terpenuhi barulah ‘printilanprintilannya’ . Ada yang mau gampang atau ambil jalan pintas, hanya menerapkan ‘printilan-printilannya’ tanpa mengindahkan prinsip-prinsip dasarnya. Ya bakal sia-sia atau percuma saja,” ujarnya. Yang kerap menjadi problem, lanjut Gunadi, adalah orang ingin menggunakan fengshui namun rumah sudah terlanjur dibangun. Persoalannya, ternyata rumah tersebut menyalahi prinsip fengshui. “Kalau terjadi demikian, saran saya, ya bongkar. Nah soal harus bongkar ini menjadi masalah karena menyangkut biaya. Besar-kecilnya biaya kan tergantung dengan berapa banyak kesalahannya dan berapa besar rumahnya,” tuturnya. Terbentur masalah pembiayaan itu, katanya, tak jarang si pemilik rumah berusaha ‘bernegosiasi’ misalnya meminta ahli fengshui untuk ‘mengakali’ dengan bendabenda tertentu yang diyakini bisa menangkal energi jahat. “Saya tidak suka dengan ‘kias-kias’ atau benda-benda yang katanya bisa menetralisir. Karena menurut saya itu tidak akan berpengaruh banyak. Ibarat orang sakit jantung, pilihannya operasi jantung atau minum obat-obatan seumur hidup. Ada orang yang mau murah dengan meminum obat seumur hidup,” katanya. Dalam kasus seperti itu, kata Gunadi, kepada klien dirinya akan menjelaskan secara terus terang termasuk konsekuensinya. “Kalau klien tetap memaksa ya akan saya lakukan. Tapi, saya katakan konsekuensinya ini-itu. Saya juga akan mengatakan ini (benda) tidak akan memberi pengaruh yang besar. Jika ingin hasilnya benar-benar bagus ya harus bongkar. Jadi memang pilihannya ada pada orang itu, silakan putuskan,” kata Gunadi. (Diana Runtu)

9

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019 Memiliki komitmen yang kuat menjaga pelestarian budaya, maka tidak salah jika Kota Denpasar dipercaya sebagai tuan rumah konferensi IX Eurasia ­Organization World Heritage Cities (OWHC). Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Kerjasama, Pengembangan Kemitraan Kerjasama Luar Negeri berhasil dan sukses melaksanakan acara pembukaannya di Prama Sanur Beach, Selasa (30/4).

K

onferensi IX Eurasia OWHC dibuka Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Wali Kota Denpasar IB Rai D.Mantra, Dirjen Promosi Pariwisata Kemenpar RI I Gede Pitana, Sekjen UCLG Eurasia Regional Coordinator of OWHC Rasikh Sagitov, Sekjen OWHC Denish Ricard ditandai dengan pemukulan gong. Hadir juga Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, pimpinan OPD, serta ratusan delegasi dari 13 Kota dari berbagai

Denpasar Sukses Jadi Tuan Rumah Konferensi IX Eurasia OWHC negara di benua Eropa dan Asia yang tergabung dalam OWHC serta utusan dari 7 Kota yang tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Menurut Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra, Kota Denpasar bergabung dengan OWHC, pada 10 Oktober 2013. Ini berarti Kota Denpasari memiliki hubungan erat dengan kotakota anggota OWHC. Bahkan, sudah pula melaksakan kerjasama, sebagai wujud persahabatan, untuk berbagi pengalaman, dan bertukar gagasan dalam melestarikan serta penguatan terhadap warisan budaya sebagai daya tarik wisata budaya. Begitu pula menjaga generasi berikutnya untuk tetap menjaganya. Dikatakan, saat ini ditengah berkecamuknya perubahan

Wahana Edukasi Peradaban Pada acara Konferensi IX Eurasia OWHC tersebut, Sekjen OWHC Denish Richard didampingi Sekjen UCLG Eurasia Regional Coordinator of OWHC Rasikh Sagitov, mengatakan bangga terhadap “Kongres Eurasia OWHC” yang kali ini dilangsungkan di Bali, khususnya Kota Denpasar. Hal ini terkait erat dengan komit-

men Pemerintah Kota Denpasar dalam upayanya melestarikan warisan budaya. Mereka pun berharap warisan budaya yang ada kini tetap lestari. Disampaikan pula bahwa setiap kota beserta seluruh jajaran pimpinanannya, memiliki kewajiban turut menjaga warisan budayanya. Bahwa heritage dan tourism itu

dunia, baik akibat iklim (climate change) maupun oleh perdagangan, pariwisata, transportasi, dan teknologi melalui spirit globalisasi, maka masyarakat wajib kreatif dan kritis. Karena

itu, melalui tema konferensi “Tangguh Warisan Budaya dan Pariwisata” Pemerintah Kota Denpasar bersama masyarakat dan desa adat berupaya melestarikan aset pusaka, yang dipandang san-

gat potensial sebagai modal pembangunan Kota Denpasar mendatang. Aset pusaka tersebut, kata Wali Kota Denpasar ini dijadikan peluang bagi pasar wisatawan. Kemudian dalam menjaga dan mempromosikan objek heritage dikelola melalui heritage management. Selanjutnya, ketangguhan budaya dari masa ke masa, terbukti sebagai modal pengembangan pariwisata heritage di Kota Denpasar baik intangible maupun tangible , ditetapkan orientasi pembangunan pariwisata yang berlandaskan budaya menjadi kebanggaan tanpa kehilangan identitasnya. Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan pula penandatanganan Lol antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Kota Bulgaria, Rusia, serta dilangsungkannya pembukaan Pameran Lukisan dan Foto Heritage Kota Denpasar. -ard

penting dijaga demi menjadi wahan edukasi peradaban di masa depan. Hal ini, wajib mendapat dukungan semua pihak Kabag Kerjasama Kota Denpasar IGA Laxmy Saraswaty, S.S., M.Hum, didampingi Kasi Kerjasama Luar Negeri Ida Ayu Ganda Yukti, S.H., M.Si. mengatakan Konferensi IX Eurasia OWHC ini adalah gerakan penyelamat warisan dunia bagi anggotanya. Acara ini juga meru-

pakan agenda tahunan yang membahas pertukaran gagasan dan berbagai upaya pelestarian warisan pusaka budaya di kota masing-masing anggota OWHC. Acara kali ini ditangani oleh Bagian Kerjasama Setda Kota Denpasar pada Pengembangan Kemitraan Kerjasama Luar Negeri dengan bekerjasama pula dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Dikatakan, melalui tugas mereka mengatur kerjasama dalam negeri dan luar negeri, untuk daerah di Indonesia maupun dunia. Mengingat banyaknya pusaka budaya di Denpasar, tentu harapan dari Bagian Kerjasama dapat membawa Kota Denpasar sejajar dengan kota-kota di dun-

ia, melalu “Tourism Heritage” Selanjutnya disampaikan bahwa pada akhir kegiatan, yakni (1/5) seluruh delegasi mengunjungi objek wisata dengan nilai warisan budaya dan sejarah di Kota Denpasar juga Kabupaten Badung, yang dikemas bertajuk ‘Site Visit’. Kunjungan dilakukan diantaranya ke Prasasti Blanjong, Monumen Bajra Sandi, Pasar Badung hingga Taman Ayun. -ard


10

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Style

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

”Pentas Cilik” Denpasar Children Centre

Kembali Getarkan Panggung Ksirarnawa Denpasar Children Centre (DCC) kembali semarakkan Gedung Ksirarnawa, Art Cen­ tre, Denpasar, Sabtu (13/4). Ini adalah tahun ke-13 siswa-siswi DCC kembali mempersembahkan pagelaran seni yakni ”Pentas Cilik” di panggung yang sudah tertata megah dan indah.

dengan Ensamble Musik Pianika yang tampil apik oleh siswa dan siswi kelas 4 & 5 SD Cerdas Mandiri DCC. Pagelaran “Pentas Cilik” pun disudahi dengan menyanyi bersama oleh siswa Playgroup, TK dan SD kelas 1 & 2. Begitulah pementasan seni persembahan murid DCC tahun ini. Sebuah karya yang mampu memukau penonton untuk menyaksikan dari awal hingga akhir. Rangkaian acara yang dikemas dan digarap secara serius dengan tata pangung yang begitu indah dan memesona ini bukan hanya membakar semangat seluruh siswa yang tampil di panggung dengan menyuguhkan totalitas aksi dan ekpresinya, namun seluruh penonton serta para guru pun larut bersama dalam kebahagiaan. (ard)

R

atusan anak didik mulai dari Playgroup, TK hingga SD Cerdas Mandiri DCC, dengan penuh suka cita menyuguhkan beragam aksi dan kreativitas mereka melalui visualisasi yang sangat menarik. Tak ayal gedung Ksirarnawa pun dipenuhi atmosfir riang - gembira. Suasana meriah hadir menyertai para seniman kecil yang dipandu empat pasangan MC secara bergantian. Mereka terlihat sangat piawai mengantarkan acara dalam bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan bahasa Bali. Pementasan dibuka oleh MC berbahasa Inggris dan Indonesia serta tarian pembukaan ’Sekar Jagat’ yang ditarikan dengan gemah

gemulai oleh siswi SD DCC. Tepuk tangan penonton yang riuh serasa menggetarkan seluruh area di Gedung Ksirarnawa, ketika siswa-siswi playgroup dengan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi, bergerak membawakan gerak dan lagu “Mon Petit Panda” dan Tari Hu Hu Uaa. Terlihat betapa dalam usia dini mereka berani tampil percaya diri di atas panggung. Sudah tentu, ini

memberikan rasa bangga bagi orangtua mereka. Kehadiran MC berbahasa Bali dan Indonesia mengantarkan penampilan siswa-siswi TK B dengan unjuk kebisaan dalam Tari Janger Kecak. Gerakan janger dan kecak yang dinamis disertai kelucuan dan keluguan anak-anak usia dini tersebut, menambah meriahnya suasana pentas. Berikutnya, tak mau

Ekspresi Kecerdasan dan Kemandirian Anak DCC yang mengelola program pendidikan prasekolah dan sekolah dasar terpadu, yakni Playgroup, TK dan SD ini memang hadir untuk membantu harapan para orangtua demi memiliki anak yang cerdas dibidang intelektual dan berbudi luhur. Melalui proses pemelajaran berkualitas serta suasana sekolah yang menyenangkan, mampu menghasilkan siswa berkualitas. Menurut Dr. Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ketua Yayasan DCC, anak cerdas di bidang intelektual saja belumlah cukup. Mereka perlu diimbangi kecerdasan lain seperti, kecerdasan sosial-emosional yang diser-

tai dengan kemandirian anak. Untuk hal inilah, diselenggarakan ”Pentas Cilik”, yakni sebuah wahana pagelaran demi optiomalisasi kemandirian anak. Dikatakannya ”Pentas Cilik” yang diagendakan secara rutin setiap tahunnya pada bulan April ini, dilaksanakan dalam rangka memberikan ruang bagi anakanak untuk mengekspresikan talenta

seni mereka. ”Pentas Cilik” DCC ini juga direkam oleh Bali TV dan akan ditayangkan di Bali TV di acara ”Taman Sari” dalam dua episode. Pada kesempatan tersebut, Agung Suryawan juga mengatakan demi menjadikan siswa DCC berwawasan internasional, tahun ini DCC kembali melaksanakan ”Student Exchange Program” ke Australia. Kali ini tergolong peserta yang terbanyak, yakni 18 orang termasuk guru dan dari pihak Yayasan. Mereka berangkat 17 Mei dan kembali 26 Mei 2019. Tahun ini merupakan kunjungan yang ke-11 kalinya ke Ironside State School di Brisbane - Australia. (ard).

Simple dan Elegan Bermain dengan detail maupun siluet. Itulah salah satu ciri khas koleksi “Dalindz” by Linda Lirose. Begitu juga dengan bahan pilihannya yang impor agar sesuai dengan karakter desainnya yang tergolong ‘Deluxe Sophisticated’.

L

inda yang kerap berkolaborasi dengan label internasional dan memiliki klien tetap dari mancanegara ini juga sering menggunakan tiga bahan yang berbeda pada satu piece karya ready to wearnya. Begitu pula dengan

Linda Lirose

ketinggalan kemeriahan aksi siswa dan siswi TK A masing-masing tampil dalam gerak dan lagu ”Hujan Rintik-rintik” dan “Hai Tayo”. Dilanjutkan dengan siswasiswi TK B menyuguhkan gerak dan lagu “Meraih Bintang”. Penampilan lainnya yang tak kalah mempesona adalah persembahan dari siswa-siswi SD Cerdas Mandiri DCC melalui gerak dan lagu “Toka-Toka”, “Aku dan Kamu Indonesia” dan ”Go Go”. Ada juga selingan atraksi ”Cheer Leader” yang dipersembahkan oleh murid SD Cerdas Mandiri DCC. Kegembiraan makin terasa ketika tampil siswa-siswi SD Cerdas Mandiri DCC dalam fragmen ”Dolanan Tradisional” yang terdiri dari rangkaian permainan tradisional ”Montor-montoran”, “Magala-gala”, “Perang-perangan”, “Meong-meong”, “Congklak”, “Dengkleng”, hingga “Ular Naga”. Dilanjutkan

Menerima Siswa Baru, Tempat Terbatas Playgroup, TK & SD Cerdas Mandiri Denpasar Children Centre Jalan Bedugul 18 C, Sidakarya, Denpasar Informasi: Senin s.d. Jumat, Pkl. 08.00 - 16.00 Wita Telepon: (0361) 725 725

teknik pengerjaannya dipastikan sangat rapi sebab digarap secara manual di garmen miliknya.

Ciri khas lainnya dari Linda adalah dipilihnya warna monochrome, terutama hitam yang tetap dilengkapi detail senada. Bahkan, aksesori yang digunakan untuk show, Linda juga mendesainnya sendiri. Sehingga, kesan simple dan elegan yang ditampilkan tetap didukung karakter yang kuat. (Sri Ardhini)

15


14

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Blusukan ke Karangasem, Putri Koster Berbagi Kasih dengan Lansia

Memaknai peringatan Hari Kartini, Ketua Tim Penggerak Pember­ dayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK ) Provinsi Bali Ny.Putri Suastini Koster blusukan ke pelosok Karangasem untuk berbagi kasih dengan sejumlah lansia kurang beruntung, Selasa (23/4).

K

unjungan Putri ­Koster diawali dari Desa Tista,Kecamatan Abang, Karangasem, dengan mendatangi lima rumah warga lanjut usia yang tidak memiliki anak kandung. Dalam keseharian, me­ reka dirawat oleh saudara dan kerabat terdekat. Dalam kunjungan tersebut, Putri Koster minta kepada kerabat sekitar agar memperlaku­ kan para lansia layaknya seperti merawat orang tua kandung sendiri serta memastikan semua kebutu­ han mereka terpenuhi. “Rawatlah

orang tua dengan sebaik baiknya, penuhi semua kebutuhan mereka agar di masa lanjut usia mereka tetap sehat, bahagia dan panjang usia,” ujarnya. Masih di Kecamatan Abang, Putri Koster beserta rom­ bongan juga mengunjungi empat rumah lansia lainnya yang terletak di Desa Tiyingtali. Seusai mengunjungi lansia di Kecamatan Abang, Putri Koster beserta rombongan menuju Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Medan yang cukup sulit karena harus melewati perbukitan tak

Putri Koster menyerahkan bantuan kepada salah satu lansia

menyurutkan semangat istri orang nomor satu di Bali ini untuk menyambangi langsung rumah

Bali Sandang Predikat World Craft City Hal senada juga disampaikan Ny.Putri Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali dimana raihan predikat ini merupakan suatu kebanggaan bagi Bali, untuk itu para pengrajin diharapkan untuk terus berinovasi ,berkreativitas menghasilkan produk kera­ jinan berkualitas sehingga bisa menembus pasar global. Sementara itu, Gubernur Bali yang di­ wakili oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam sambutannya menyampaikan apre­ siasinya atas raihan predikat tersebut seraya berharap para pengrajin dapat me­ nangkap peluang peluang pasar yang ada dengan terus meningkatkan kualitas dan inovasi sehingga akan mampu bersaing dan memenangkan pasar. Wagub Cok Ace juga mengajak semua pihak baik itu pemerintah, para pengrajin maupun para pengusaha untuk terus bersinergi memajukan industri kreatif di Bali sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Penobatan Bali khususnya kabupaten Gianyar sebagai WCC atau kota kerajinan dunia berdasarkan pada sejumlah kriteria diantaranya authenticity, originality, pre­ servation dan marketability. Sampai akhir tahun 2018, jumlah industri kerajinan di Kabupaten Gianyar mencapai 36.890 unit dan mampu menampung tenaga kerja sebanyak 81.946 orang dari hampir semua jenis industri kerajinan mulai kayu, emas, perak, tenun, endek dan lainnya. Dalam acara yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Jaja­ ran Forkompinda Tingkat Provinsi Bali dan Kabupa­ ten Gianyar juga dilakukan penyerahan sertifikat Hak Penyerahan sertifikat WCC diserahkan langsung oleh Presiden Kekayaan Intelektual (HKI) World Craft Council Asia Pasific Region Dr. Ghada Hiijawi Quddumi kepada Ketua Umum Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla, di Indikasi Geografis Kerajinan Gedung Bali Teater, Bali Safari and Marine Park Perak Celuk. (hms/Wirati)

Sebagai tujuan pariwisata dunia, Bali tidak hanya memiliki keindahan alam serta budaya yang unik, namun Bali juga kaya akan kerajinan yang sangat beragam dan memiliki ciri khas. Kerajinan daerah Bali khususnya Kabupaten Gianyar telah diakui dunia dengan dinobatkan dan diserahkannya sertifikat World Craft City (WCC) dimana hal tersebut telah mengukuhkan Bali khususnya Kabupaten Gianyar sebagai kota kerajinan dunia . Penyerahan sertifikat WCC diserahkan langsung oleh Presiden World Craft Council Asia Pasific Region Dr. Ghada Hiijawi Quddumi kepada Ketua Umum Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla, di Ge­ dung Bali Teater, Bali Safari and Marine Park, Senin (22/4). Dalam sambutannya, Ny. Mufidah mera­ sa bangga dengan penobatan Bali khususnya Kabupaten Gianyar sebagai WCC atau Kota Kerajinan Dunia. Ia berharap Gianyar dapat lebih dikenal di manca negara dan mem­ bentuk jejaring dengan WCC lain di dunia. “ Saya harap Gianyar dapat terus mengem­ bangkan produk kerajinannya sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan meningkatkan perekonomian Gianyar pada khususnya dan Bali pada um­ umnya, “ imbuhnya.

I Ketut Taman (86), lansia yang dalam kesehariannya bekerja se­ bagai petani dan tinggal di gubuk

yang sangat sederhana di atas bukit. Di Desa Sibetan, wanita yang juga dikenal sebagai seniman ini juga menyambangi kediaman I Nyoman Rioti dan Ni Ketut Rasep. Kunjungan diakhiri dengan mengunjungi empat orang lansia yang tinggal di Desa Bungaya Kangin, Bebandem Karangasem. Dalam kegiatan blusukan me­ ngunjungi sejumlah lansia, Putri ­Koster yang didampingi Ketua TP PKK ­Kabupaten Karangasem, Anggota Persib (Persatuan Istri Pur­ nawirawan TNI Polri) dan anggota TP PKK Provinsi Bali serta Kabu­ paten Karangasem menyerahkan bantuan berupa sembako, kasur, selimut serta sejumlah uang kepada masing-masing lansia. (hms/Wirati)

HUT Perisai Diri ke 55, Ny Putri Koster Dianugerahi Gelar Pendekar Kehormatan

Isteri Gubernur Bali, Ny. Putri Suastini Koster dianugerahi gelar Pendekar Kehormatan oleh Perisai Diri Bali. Penganugrahan tersebut dilaksanakan pada perayaan HUT Perisai Diri (PD) Bali ke 55 yang di­ adakan di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gu­ bernur Bali pada Minggu (28/4) petang. Gubernur Bali Wayan Koster dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi sekaligus dan te­ rima kasih atas eksistensi PD Bali selama ini. “PD sudah membuktikan diri sebagai salah satu cabang olahraga yang punya kontribusi besar, menyumbangkan medali di ajang nasional dan internasional. Sebuah prestasi yang sangat layak diberikan apresiasi dari pemerintah,” kata Gubernur Koster. Pria yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini juga mengaku akan lebih memperhatikan pemajuan cabang olahraga khususnya yang punya kontribusi bagi Bali. “Olahraga juga akan jadi prioritas kita kedepan, sebagai sebuah ciri atau karakter Bali. Ini juga tang­ gung jawab saya sebagai gubernur. Khusus untuk PD, akan segera saya realisasikan pembangunan sarana dan prasarana, tempat latihan yang memadai. Begitu pula dengan cabang olahraga lain,” tegasnya. Terkait gelar pendekar kehormatan untuk sang istri, Gubernur Koster mengaku gelar tersebut tidak hanya membanggakan tapi juga dapat menunjukkan implementasi prinsipprinsip hidup pendekar PD. “ Prinsin lemah kepada orang lain, keras kepada diri sendiri menurut saya sangat dalam maknanya. Akan saya maknai lebih dalam dan coba imple­ mentasikan dalam kehidupan sehari-hari karena sangat cocok bagi tugas saya sebagai gubernur,” tuturnya. Sementata itu, Ketua Umum Perisai Diri Bali, Ketut Selamet dalam kesempatan yang

sama mengatakan, penganugerahan kepada Ny. Putri Koster sendiri, selain merupakan anggota Keluarga Besar Perisai Diri, juga telah berjasa membesarkan nama perguruan ini. “Penganugerahan ini karena jasa-jasa beliau mengangakat nama besar Keluarga Perisai Diri,” ujarnya. Menurutnya, selain memiliki posisi men­ duduki jabatan di pemerintah sebagai pertimbangan penganugerahan Pendekar Kehormatan, Ny. Putri Koster juga aktif dalam fungsi sosial di masyarakat. “Atas pertimbangan itulah beliau berhak mendapat gelar Pendekar Kehormatan,” jelasnya. Lebih lanjut menambahkan, Ny. Putri Koster sebelumnya adalah Keluarga Perisai Diri Udayana. “Beliau sempat sebagai calon pelatih,” tandasnya. Penganungrahan Pendekar Kehormatan sendiri bertepatan dengan HUT Perisai Diri Bali ke-55. Di mana dalam HUT ini, juga dige­ lar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Laga Antar Bintang yang berlangsung selama tiga hari, dari 26-28 April 2019 di GOR Lila Bhuana. Dalam perayaan HUT tersebut hadir pula Ketua KONI Bali Ketut Suwandhi, presidium pendekar Nur Hasdianto, serta pembina dan perintis PD Bali Made Suweca dan pendekar kehormatan Wisnu Bawa Tenaya. (hms/Wirati)

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Bugar

11

Trik Obati Rasa Sakit dan Emosi lewat Pijat Jari

Tahukah Anda, terdapat “peta” tubuh manusia pada tangan kita. Setiap bagian tubuh, termasuk organ internal, terhubung dengan titik refleks yang sesuai pada tangan Anda.

Percaya nggak percaya, tubuh manusia itu penuh dengan 5. Pijatan di bagian jari kelingking. keajaiban. Nah, salah satu bagian tubuh yang memiliki Jari kelingking bertanggung jawab atas tingkat stres dan titik-titik ajaib adalah tangan beserta jari-jarinya. Hanya kecemasan. Anda bisa mencoba memijat secara perlahan jari dengan gerakan sederhana di bagian tersebut, kita bisa kelingking selama 5 menit sambil memikirkan hal-hal positif. melenyapkan berbagai masalah kesehatan Sinar Sari menambahkan, setiap jari terhubung dengan eorang penekun pengobatan komplementer, Made Sinar Sari mengatakan, memberikan tekanan pada organ dan emosi yang berbeda-beda.”Apabila Anda merasa titik refleksi di tangan Anda akan merangsang tidak enak badan, ada pengobatan alternatif alami yang impuls saraf yang mengalir ke bagian tubuh yang disebut Jin Shin Jyutsu, yaitu seni melepas ketegangan yang menyebabkan berbagai gejala pada tubuh Anda,” ujar bidan berhubungan. Impuls ini menghasilkan respons melemaskan otot. di Puskesmas Denut I ini. Walau tidak dapat menggantikan pengobatan oleh dokter, “Saat otot melemas, pembuluh darah terbuka sehingga meningkatkan sirkulasi darah, yang akan meningkatkan latihan-latihan ini adalah alternatif yang mudah dan tanpa rasa sakit jumlah oksigen dan nutrisi yang masuk ke dalam sel-sel dibanding obat penawar rasa sakit yang biasa dijual bebas. Ia mengatakan, emosi sangat terkait dengan kondisi di bagian tubuh tersebut,” jelasnya. Walaupun bukti ilmiah pijat refleksi sangat terbatas, kesehatan dan kesejahteraan pikiran dan tubuh. “Teknik sederhana Jin Shin Jyutsu dapat dilakukan di mana saja. sebagian orang merasakan manfaatnya. Sebelum mencoba mempraktikkan pijat refleksi, Anda Anda dapat melakukannya pada satu area yang spesifik, atau perlu mempelajari sejumlah teknik umum serta lokasi- untuk seluruh tubuh dengan melakukan teknik tersebut lokasi yang terhubung dengan berbagai bagian tubuh. pada seluruh jari di kedua tangan,” katanya.

S

Berikut adalah beberapa latihan jari sederhana yang dapat meringankan gejala. 1. Ibu jari Jika merasa sedang gugup, cemas berlebih, atau sakit kepala, genggamlah ibu jari dan remas secara perlahan-lahan selama 5 menit. Para ahli refleksi mengungkapkan gerakan tersebut dapat mengurangi masalah-masalah tersebut.

3. Jari tengah 6. Pijatan di telapak tangan. Memijat jari tengah dipercaya dapat mengurangi peras­ Penelitian menunjukkan, memijat secara teratur telapak aan kesal, marah, atau lelah. Studi juga menunjukkan bahwa tangan dapat membantu mencegah mual, stres, diare, dan sem­ pijatan di bagian jari tengah dapat menurunkan tekanan belit. Para ahli refleksi juga mengatakan bahwa telapak tangan darah dan menenangkan. adalah pusat perasaan dan emosi.Anda bisa melakukan gerakan menekan telapak dengan jari, kemudian buat gerakan meling­ kar sambil menarik dan buang napas sebanyak tiga kali.

7. Posisi menekan dua telapak tangan. Posisi ini sering digunakan dalam meditasi. Posisi ini di­ 4. Pijatan di bagian jari manis. percaya membantu kamu berkonsentrasi dan menenangkan Emosi negatif dan kesedihan dipercaya akan hilang jika pikiran. Dengan menekan telapak tangan secara bersama2. Jari telunjuk Bagian telunjuk dipercaya mengendalikan nyeri otot, memijat dengan lembut jari manis selama 5 menit. Jangan sama, juga bisa memperbaiki sirkulasi darah. (Wirati Astiti). perasaan kecewa, takut, dan malu. Menurut sebuah studi lupa untuk tetap tenang dan perhatikan pernapasan di University of Minnesota, pasien dengan nyeri punggung dan otot merasa lebih baik setelah mereka meremas-re­ mas secara lembut bagian jari telunjuk selama 5 menit.


Kuliner

12

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

13

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Menu Sehat Seimbang Vegan Tanpa Nasi Labu juga alternatif baik pengganti nasi, seratnya tinggi dan rendah kalori, sehingga baik untuk menurunkan atau menjaga berat badan ideal. Selain itu, kandunga nutrisi, antioksidan dan vitaminnya juga bisa mempercantik kulit dan meningkat-

Sarapan pagi dimulai dengan mengonsumsi bubur dari oat dicampur biji rami dipadu setup salak Bali, yang sedang musim saat ini. Oat sangat baik bagi kesehatan sebab seratnya tinggi, bisa menurunkan kolesterol jahat, mencegah hipertensi dan sembelit. Selain itu, oat kaya magnesium, membantu memproduksi energy, rendah kalori dan baik untuk menjaga berat badan.

BAHAN: 500 grm : udang kupas kulitnya 200 grm : tahu putih potong dadu 1 genggam: daun kemangi 3 buah : belimbing wuluh iris-iris serong Daun pisang secukupnya Gula garam secukupnya Tusuk gigi secukupnya

Barley adalah sejenis biji-bijian rendah kalori, kaya vitamin, nutrisi serta tinggi serat, bermanfaat menurunkan berat badan, menstabilkan tekanan darah, mencegah pengeroposan tulang dan menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.

Makan siang: Botok tahu jamur, sambal tomat, lalapan dan labu kukus

M

anfaat biji rami atau flaxseed, kaya asam lemak omega 3, biasa terdapat pada minyak ikan. Bagi mereka yang menjalani pola hidup vegetarian atau vegan, biji rami bisa jadi sumber alternatif mencukupi asupan omega 3 hariannya. Manfaatnya untuk mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah dan risiko kanker, meningkatkan kesehatan jantung, mengatasi sembelit, serta mengurangi gejala menopause.

kan sistem kekebalan tubuh. Untuk menu makan siang, labu kukus bisa dipadukan dengan botok tahu jamur, lalapan, dan sambal ditumis dengan virgin coconut oil. Untuk menu makan malam kali ini, biji barley sebagai pengganti nasi.

Pepes Tahu Udang

Nikki Indrawati (Plant based chef dan konsultan nutrisi berbasis holistis)

Sarapan pagi: Bubur oat dengan toping setup salak Bubur oat: Bahan-bahan: 6 sdm oat 1 sdm biji rami 250 ml air Sejumput garam Cara membuat: Campur semua bahan kedalam panci lalu masak dengan api sedang hingga matang dengan terus diaduk Pindahkan kedalam mangkok, tambahkan setup salak dan susu kedelai secukupnya lalu taburi dengan potongan biji labu. Siap dinikmati. Setup salak: Bahan-bahan: 7-8 biji salak Bali, kupas dan iris tebal 250 ml air ½ sdt bubuk kayu manis 3 sdm kismis 2 sdm gula palem Cara membuat Masukkan semua bahan ke dalam panci lalu masak hingga air susut dan daging buah salak menjadi empuk.

Botok tahu jamur: Bahan-bahan: 5 biji tahu, potong dadu 400 gr jamur (kancing dan tiram) ½ kelapa parut yang agak muda 10 bawang merah kupas 10 siung bawang putih 3 cabai merah besar 1 tomat ukuran sedang 8 butir kemiri sangrai Garam sesuai selera 1-2 sdt kaldu jamur Topping: irisan cabai hijau besar, daun kemangi, dan cabai rawit muda. Cara membuat: - Cuci jamur tiram hingga bersih lalu peras hingga kering lalu suwir-suwir. - Jamur kancing dikupas lapisan luarnya lalu potong dadu - Bumbu yang dihaluskan: bawang merah, bawang putih, cabai besar, tomat, kemiri. - Campurkan tahu, jamur, bumbu, kelapa parut dan irisan cabai hijau hingga rata. Lalu tambahkan garam dan kaldu jamur. - Bungkus dengan daun pisang, tuang 2 sdm bahan botok tiap bungkusnya. Tambahkan cabe rawit muda dan kemangi di atasnya lalu semat dengan tusuk gigi. - Kukus sampai matang. Sambal tomat: Bahan-bahan: 3 buah bawang merah 2 siung bawang putih 2 cabai merah besar, potong tebal

Makan malam: Bubur manado dengan barley. Bahan- bahan: 50 gr biji barley 1 talas ukuran kecil ½ tongkol jagung pipil 100 gr labu potong dadu 3 batang daun kelor 1 batang serai dimemarkan 2 lembar daun salam Bumbu halus: 5 siung bawang putih, 3 bawang merah dan 1 kemiri Air 1 liter 1 sdt kaldu jamur Garam sesuai selera Cara membuat - Rebus barley dengan 1 liter air sampai kenyal - Lalu masukkan talas, labu, serai, dan daun salam - Haluskan bumbu lalu tumis dengan minyak kelapa sampai harum - Rebus sebentar daun kelor lalu tiriskan - Tuangkan bumbu yg sudah ditumis kedalam barley yang sedang dimasak, tambahkan garam dan kaldu jamur.

BUMBU HALUS: 8 buah : bawang merah

4 siung 7 buah 4 butir 2 ruas

: bawang putih : cabe rawit : kemiri sangria : kunyit bakar

CARA MEMBUAT: Campur semua bahan dengan bumbu halus aduk hingga rata lalu bungkus dengan daun pisang,sematkan dengan tusuk gigi, lakukan sampai habis lalu kukus selama 20 menit, siap disajikan.

Chef Sarwan

Ayam Bumbu Kecap Pedas BAHAN: 750 grm : ayam, potong menurut selera 2 sendok : air jeruk nipis 2 lembar : daun salam 80 ml : kecap manis 1/4 sdt : lada bubuk 400 ml : air Garam gula kaldu bubuk secukupnya

3-5 cabai rawit 2 tomat ukuran sedang, potong menjadi 4 bagian. Jeruk nipis Garam dan gula palem secukupnya 1 sdt kaldu jamur 3 -4 sdm virgin coconut oil untuk menumis

BUMBU HALUS: 8 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih

CARA MEMBUAT: Lumuri ayam dengan air jeruk nipis biarkan 5 menit lalu cuci bersih tiriskan,lalu tumis bumbu halus bersama daun salam lalu masukkan potongan ayam ,masukkan air,kecap ,lada bubuk dan bahan bahan lainnya,aduk rata lalu ungkep biarkan sampai bumbu meresap dan air berkurang, siap disajikan dengan bawang putih goreng.

Cita Rasa

Cara membuat - Kukus: bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit dan tomat. Lalu haluskan setelah matang - Panaskan minyak kelapa, tuangkan sambal lalu tambahkan garam, gula dan kaldu jamur tumis sampai harum. Angkat dan tambahkan perasan jeruk nipis. - Terus aduk hingga mengental dan barley menjadi lembut seperti bubur - Terakhir tambahkan daun kelor yang sudah direbus terpisah - Pindahkan ke dalam mangkok lalu siap dinikmati

7 buah : cabe merah kriting 2 ruas jari: jahe

Salam hangat dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Berikut ini kami sajikan resep Kepiting Merica Hitam dan Stroberi Panna Cotta. Selamat mencoba.

KEPITING MERICA HITAM Chef Komang Aryana Bahan-Bahan: 1 ekor : kepiting dengan berat 350 gr ½ liter : minyak goreng 10 gr : bawang bombai cincang 10 gr : bawang putih cincang 10 gr : paprika merah potong dadu kecil 10 gr : paprika hijau potong dadu kecil 2 sdt : merica hitam bubuk 2 sdt : saus tiram 1 cup : chicken stock 15 gr : tepung jagung/ maizena 1 sdt : minyak wijen 1 sdt : gula 2 sdt : saus tomat ½ sdt : magi cair Garam secukupnya

Cara Membuat: - Bersihkan kepiting dan geprek cangkangnya yang keras. - Taburi kepiting dan sedikit tepung maizena. - Panaskan minyak, lalu goreng kepiting sampai berubah warna menjadi merah, angkat dan tiriskan. - Tumis bawang putih, bawang bombai, paprika merah dan paprika hijau sampai harum, kemudian masukkan merica hitam. - Tambahkan chicken stock dan masak sampai mendidih. - Masukkan saus tiram, saus tomat, gula, maggi cair,

dan garam, kemudian masukkan kepitingnya. - Aduk kepiting beserta sausnya kemudian tambahkan minyak wijen. - Angkat kepiting dan sajikan di piring beserta sausnya. - Kepiting merica hitam sudah siap dihidangkan.

STROBERI PANNA COTTA

Bahan-bahan: 500 ml : fresh krim 50 ml : susu segar 175 gr : gula pasir 10 ml : stroberi essense 20 gr : gelatin + 50 ml air dingin ½ sdt : garam Cara Membuat: - Campur gelatin dan air, kemu-

dian aduk hingga rata. - Campurkan susu segar, fresh krim, gula pasir, stroberi essense, dan garam. - Masak sampai mendidih, kemudian masukkan gelatin. - Aduk sampai rata, matikan api apabila sudah mendidih. - Cetak dalam cup lalu dinginkan sampai mengental. - Hidangkan dalam keadaan dingin.


Kuliner

12

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

13

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Menu Sehat Seimbang Vegan Tanpa Nasi

Sarapan pagi dimulai dengan mengonsumsi bubur dari oat dicampur biji rami dipadu setup salak Bali, yang sedang musim saat ini. Oat sangat baik bagi kesehatan sebab seratnya tinggi, bisa menurunkan kolesterol jahat, mencegah hipertensi dan sembelit. Selain itu, oat kaya magnesium, membantu memproduksi energy, rendah kalori dan baik untuk menjaga berat badan.

M

anfaat biji rami atau flaxseed, kaya asam lemak omega 3, biasa terdapat pada minyak ikan. Bagi mereka yang menjalani pola hidup vegetarian atau vegan, biji rami bisa jadi sumber alternatif mencukupi asupan omega 3 hariannya. Manfaatnya untuk mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah dan risiko kanker, meningkatkan kesehatan jantung, mengatasi sembelit, serta mengurangi gejala menopause. Labu juga alternatif baik pengganti nasi, seratnya tinggi dan rendah kalori, sehingga baik untuk menurunkan atau menjaga berat

badan ideal. Selain itu, kandunga nutrisi, antioksidan dan vitaminnya juga bisa mempercantik kulit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Untuk menu makan siang, labu kukus bisa dipadukan dengan botok tahu jamur, lalapan, dan sambal ditumis dengan virgin coconut oil. Untuk menu makan malam kali ini, biji barley sebagai pengganti nasi. Barley adalah sejenis biji-bijian rendah kalori, kaya vitamin, nutrisi serta tinggi serat, bermanfaat menurunkan berat badan, menstabilkan tekanan darah, mencegah pengeroposan tulang dan menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.

Sarapan pagi: Bubur oat dengan toping setup salak Bubur oat:

Bahan-bahan: 6 sdm oat 1 sdm biji rami 250 ml air Sejumput garam Cara membuat: Campur semua bahan kedalam panci lalu masak dengan api sedang hingga matang dengan terus diaduk Pindahkan kedalam mangkok, tambahkan setup salak dan susu kedelai secukupnya lalu taburi dengan potongan biji labu. Siap dinikmati.

Setup salak:

Bahan-bahan: 7-8 biji salak Bali, kupas dan iris tebal 250 ml air ½ sdt bubuk kayu manis 3 sdm kismis 2 sdm gula palem Cara membuat Masukkan semua bahan ke dalam panci lalu masak hingga air susut dan daging buah salak menjadi empuk.

Pepes Tahu Udang BAHAN: 500 grm : udang kupas kulitnya 200 grm : tahu putih potong dadu 1 genggam: daun kemangi 3 buah : belimbing wuluh iris-iris serong Daun pisang secukupnya Gula garam secukupnya Tusuk gigi secukupnya

Makan siang:

Botok tahu jamur, sambal tomat, lalapan dan labu kukus Botok tahu jamur:

Bahan-bahan: 5 biji tahu, potong dadu 400 gr jamur (kancing dan tiram) ½ kelapa parut yang agak muda 10 bawang merah kupas 10 siung bawang putih 3 cabai merah besar 1 tomat ukuran sedang 8 butir kemiri sangrai Garam sesuai selera 1-2 sdt kaldu jamur Topping: irisan cabai hijau besar, daun kemangi, dan cabai rawit muda. Cara membuat: - Cuci jamur tiram hingga bersih lalu peras hingga kering lalu suwir-suwir. - Jamur kancing dikupas lapisan luarnya lalu potong dadu - Bumbu yang dihaluskan: bawang merah, bawang putih, cabai besar, tomat, kemiri. - Campurkan tahu, jamur, bumbu, kelapa parut dan irisan cabai hijau hingga rata. Lalu tambahkan garam dan kaldu jamur. - Bungkus dengan daun pisang, tuang 2 sdm bahan botok tiap bungkusnya. Tambahkan cabe rawit muda dan kemangi di atasnya lalu semat dengan tusuk gigi. - Kukus sampai matang.

Sambal tomat:

Bahan-bahan: 3 buah bawang merah 2 siung bawang putih

Makan malam: Bubur manado dengan barley. Bahan- bahan: 50 gr biji barley 1 talas ukuran kecil ½ tongkol jagung pipil 100 gr labu potong dadu 3 batang daun kelor 1 batang serai dimemarkan 2 lembar daun salam Bumbu halus: 5 siung bawang putih, 3 bawang merah dan 1 kemiri Air 1 liter 1 sdt kaldu jamur Garam sesuai selera Cara membuat - Rebus barley dengan 1 liter air sampai kenyal - Lalu masukkan talas, labu, serai, dan daun salam - Haluskan bumbu lalu tumis dengan minyak kelapa sampai harum - Rebus sebentar daun kelor lalu tiriskan - Tuangkan bumbu yg sudah ditumis kedalam barley yang sedang dimasak, tambahkan garam dan kaldu jamur. - Terus aduk hingga mengental dan barley menjadi lembut seperti bubur

BUMBU HALUS: 8 buah : bawang merah

4 siung 7 buah 4 butir 2 ruas

: bawang putih : cabe rawit : kemiri sangria : kunyit bakar

CARA MEMBUAT: Campur semua bahan dengan bumbu halus aduk hingga rata lalu bungkus dengan daun pisang,sematkan dengan tusuk gigi, lakukan sampai habis lalu kukus selama 20 menit, siap disajikan.

Chef Sarwan

Ayam Bumbu Kecap Pedas 2 cabai merah besar, potong tebal 3-5 cabai rawit 2 tomat ukuran sedang, potong menjadi 4 bagian. Jeruk nipis Garam dan gula palem secukupnya 1 sdt kaldu jamur 3 -4 sdm virgin coconut oil untuk menumis Cara membuat - Kukus: bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit dan tomat. Lalu haluskan setelah matang - Panaskan minyak kelapa, tuangkan sambal lalu tambahkan garam, gula dan kaldu jamur tumis sampai harum. Angkat dan tambahkan perasan jeruk nipis.

BAHAN: 750 grm : ayam, potong menurut selera 2 sendok : air jeruk nipis 2 lembar : daun salam 80 ml : kecap manis 1/4 sdt : lada bubuk 400 ml : air Garam gula kaldu bubuk secukupnya BUMBU HALUS: 8 buah : bawang merah 3 siung : bawang putih

7 buah : cabe merah kriting 2 ruas jari: jahe CARA MEMBUAT: Lumuri ayam dengan air jeruk nipis biarkan 5 menit lalu cuci bersih tiriskan,lalu tumis bumbu halus bersama daun salam lalu masukkan potongan ayam ,masukkan air,kecap ,lada bubuk dan bahan bahan lainnya,aduk rata lalu ungkep biarkan sampai bumbu meresap dan air berkurang, siap disajikan dengan bawang putih goreng.

Cita Rasa Salam hangat dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Berikut ini kami sajikan resep Kepiting Merica Hitam dan Stroberi Panna Cotta. Selamat mencoba.

- Terakhir tambahkan daun kelor yang sudah direbus terpisah - Pindahkan ke dalam mangkok lalu siap dinikmati - Nikki Indrawati (Plant based chef dan konsultan nutrisi berbasis holistis)

KEPITING MERICA HITAM Chef Komang Aryana Bahan-Bahan: 1 ekor : kepiting dengan berat 350 gr ½ liter : minyak goreng 10 gr : bawang bombai cincang 10 gr : bawang putih cincang 10 gr : paprika merah potong dadu kecil 10 gr : paprika hijau potong dadu kecil 2 sdt : merica hitam bubuk 2 sdt : saus tiram 1 cup : chicken stock 15 gr : tepung jagung/ maizena 1 sdt : minyak wijen 1 sdt : gula 2 sdt : saus tomat ½ sdt : magi cair Garam secukupnya

Cara Membuat: - Bersihkan kepiting dan geprek cangkangnya yang keras. - Taburi kepiting dan sedikit tepung maizena. - Panaskan minyak, lalu goreng kepiting sampai berubah warna menjadi merah, angkat dan tiriskan. - Tumis bawang putih, bawang bombai, paprika merah dan paprika hijau sampai harum, kemudian masukkan merica hitam. - Tambahkan chicken stock dan masak sampai mendidih. - Masukkan saus tiram, saus tomat, gula, maggi cair,

dan garam, kemudian masukkan kepitingnya. - Aduk kepiting beserta sausnya kemudian tambahkan minyak wijen. - Angkat kepiting dan sajikan di piring beserta sausnya. - Kepiting merica hitam sudah siap dihidangkan.

STROBERI PANNA COTTA

Bahan-bahan: 500 ml : fresh krim 50 ml : susu segar 175 gr : gula pasir 10 ml : stroberi essense 20 gr : gelatin + 50 ml air dingin ½ sdt : garam Cara Membuat: - Campur gelatin dan air, kemu-

dian aduk hingga rata. - Campurkan susu segar, fresh krim, gula pasir, stroberi essense, dan garam. - Masak sampai mendidih, kemudian masukkan gelatin. - Aduk sampai rata, matikan api apabila sudah mendidih. - Cetak dalam cup lalu dinginkan sampai mengental. - Hidangkan dalam keadaan dingin.


14

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Blusukan ke Karangasem, Putri Koster Berbagi Kasih dengan Lansia

Memaknai peringatan Hari Kartini, Ketua Tim Penggerak Pember­ dayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK ) Provinsi Bali Ny.Putri Suastini Koster blusukan ke pelosok Karangasem untuk berbagi kasih dengan sejumlah lansia kurang beruntung, Selasa (23/4).

K

unjungan Putri ­Koster diawali dari Desa Tista,Kecamatan Abang, Karangasem, dengan mendatangi lima rumah warga lanjut usia yang tidak memiliki anak kandung. Dalam keseharian, me­ reka dirawat oleh saudara dan kerabat terdekat. Dalam kunjungan tersebut, Putri Koster minta kepada kerabat sekitar agar memperlaku­ kan para lansia layaknya seperti merawat orang tua kandung sendiri serta memastikan semua kebutu­ han mereka terpenuhi. “Rawatlah

orang tua dengan sebaik baiknya, penuhi semua kebutuhan mereka agar di masa lanjut usia mereka tetap sehat, bahagia dan panjang usia,” ujarnya. Masih di Kecamatan Abang, Putri Koster beserta rom­ bongan juga mengunjungi empat rumah lansia lainnya yang terletak di Desa Tiyingtali. Seusai mengunjungi lansia di Kecamatan Abang, Putri Koster beserta rombongan menuju Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Medan yang cukup sulit karena harus melewati perbukitan tak

Putri Koster menyerahkan bantuan kepada salah satu lansia

menyurutkan semangat istri orang nomor satu di Bali ini untuk menyambangi langsung rumah

Bali Sandang Predikat World Craft City Hal senada juga disampaikan Ny.Putri Koster selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali dimana raihan predikat ini merupakan suatu kebanggaan bagi Bali, untuk itu para pengrajin diharapkan untuk terus berinovasi ,berkreativitas menghasilkan produk kera­ jinan berkualitas sehingga bisa menembus pasar global. Sementara itu, Gubernur Bali yang di­ wakili oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam sambutannya menyampaikan apre­ siasinya atas raihan predikat tersebut seraya berharap para pengrajin dapat me­ nangkap peluang peluang pasar yang ada dengan terus meningkatkan kualitas dan inovasi sehingga akan mampu bersaing dan memenangkan pasar. Wagub Cok Ace juga mengajak semua pihak baik itu pemerintah, para pengrajin maupun para pengusaha untuk terus bersinergi memajukan industri kreatif di Bali sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Penobatan Bali khususnya kabupaten Gianyar sebagai WCC atau kota kerajinan dunia berdasarkan pada sejumlah kriteria diantaranya authenticity, originality, pre­ servation dan marketability. Sampai akhir tahun 2018, jumlah industri kerajinan di Kabupaten Gianyar mencapai 36.890 unit dan mampu menampung tenaga kerja sebanyak 81.946 orang dari hampir semua jenis industri kerajinan mulai kayu, emas, perak, tenun, endek dan lainnya. Dalam acara yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Jaja­ ran Forkompinda Tingkat Provinsi Bali dan Kabupa­ ten Gianyar juga dilakukan penyerahan sertifikat Hak Penyerahan sertifikat WCC diserahkan langsung oleh Presiden Kekayaan Intelektual (HKI) World Craft Council Asia Pasific Region Dr. Ghada Hiijawi Quddumi kepada Ketua Umum Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla, di Indikasi Geografis Kerajinan Gedung Bali Teater, Bali Safari and Marine Park Perak Celuk. (hms/Wirati)

Sebagai tujuan pariwisata dunia, Bali tidak hanya memiliki keindahan alam serta budaya yang unik, namun Bali juga kaya akan kerajinan yang sangat beragam dan memiliki ciri khas. Kerajinan daerah Bali khususnya Kabupaten Gianyar telah diakui dunia dengan dinobatkan dan diserahkannya sertifikat World Craft City (WCC) dimana hal tersebut telah mengukuhkan Bali khususnya Kabupaten Gianyar sebagai kota kerajinan dunia . Penyerahan sertifikat WCC diserahkan langsung oleh Presiden World Craft Council Asia Pasific Region Dr. Ghada Hiijawi Quddumi kepada Ketua Umum Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla, di Ge­ dung Bali Teater, Bali Safari and Marine Park, Senin (22/4). Dalam sambutannya, Ny. Mufidah mera­ sa bangga dengan penobatan Bali khususnya Kabupaten Gianyar sebagai WCC atau Kota Kerajinan Dunia. Ia berharap Gianyar dapat lebih dikenal di manca negara dan mem­ bentuk jejaring dengan WCC lain di dunia. “ Saya harap Gianyar dapat terus mengem­ bangkan produk kerajinannya sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan meningkatkan perekonomian Gianyar pada khususnya dan Bali pada um­ umnya, “ imbuhnya.

I Ketut Taman (86), lansia yang dalam kesehariannya bekerja se­ bagai petani dan tinggal di gubuk

yang sangat sederhana di atas bukit. Di Desa Sibetan, wanita yang juga dikenal sebagai seniman ini juga menyambangi kediaman I Nyoman Rioti dan Ni Ketut Rasep. Kunjungan diakhiri dengan mengunjungi empat orang lansia yang tinggal di Desa Bungaya Kangin, Bebandem Karangasem. Dalam kegiatan blusukan me­ ngunjungi sejumlah lansia, Putri ­Koster yang didampingi Ketua TP PKK ­Kabupaten Karangasem, Anggota Persib (Persatuan Istri Pur­ nawirawan TNI Polri) dan anggota TP PKK Provinsi Bali serta Kabu­ paten Karangasem menyerahkan bantuan berupa sembako, kasur, selimut serta sejumlah uang kepada masing-masing lansia. (hms/Wirati)

HUT Perisai Diri ke 55, Ny Putri Koster Dianugerahi Gelar Pendekar Kehormatan

Isteri Gubernur Bali, Ny. Putri Suastini Koster dianugerahi gelar Pendekar Kehormatan oleh Perisai Diri Bali. Penganugrahan tersebut dilaksanakan pada perayaan HUT Perisai Diri (PD) Bali ke 55 yang di­ adakan di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gu­ bernur Bali pada Minggu (28/4) petang. Gubernur Bali Wayan Koster dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi sekaligus dan te­ rima kasih atas eksistensi PD Bali selama ini. “PD sudah membuktikan diri sebagai salah satu cabang olahraga yang punya kontribusi besar, menyumbangkan medali di ajang nasional dan internasional. Sebuah prestasi yang sangat layak diberikan apresiasi dari pemerintah,” kata Gubernur Koster. Pria yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini juga mengaku akan lebih memperhatikan pemajuan cabang olahraga khususnya yang punya kontribusi bagi Bali. “Olahraga juga akan jadi prioritas kita kedepan, sebagai sebuah ciri atau karakter Bali. Ini juga tang­ gung jawab saya sebagai gubernur. Khusus untuk PD, akan segera saya realisasikan pembangunan sarana dan prasarana, tempat latihan yang memadai. Begitu pula dengan cabang olahraga lain,” tegasnya. Terkait gelar pendekar kehormatan untuk sang istri, Gubernur Koster mengaku gelar tersebut tidak hanya membanggakan tapi juga dapat menunjukkan implementasi prinsipprinsip hidup pendekar PD. “ Prinsin lemah kepada orang lain, keras kepada diri sendiri menurut saya sangat dalam maknanya. Akan saya maknai lebih dalam dan coba imple­ mentasikan dalam kehidupan sehari-hari karena sangat cocok bagi tugas saya sebagai gubernur,” tuturnya. Sementata itu, Ketua Umum Perisai Diri Bali, Ketut Selamet dalam kesempatan yang

sama mengatakan, penganugerahan kepada Ny. Putri Koster sendiri, selain merupakan anggota Keluarga Besar Perisai Diri, juga telah berjasa membesarkan nama perguruan ini. “Penganugerahan ini karena jasa-jasa beliau mengangakat nama besar Keluarga Perisai Diri,” ujarnya. Menurutnya, selain memiliki posisi men­ duduki jabatan di pemerintah sebagai pertimbangan penganugerahan Pendekar Kehormatan, Ny. Putri Koster juga aktif dalam fungsi sosial di masyarakat. “Atas pertimbangan itulah beliau berhak mendapat gelar Pendekar Kehormatan,” jelasnya. Lebih lanjut menambahkan, Ny. Putri Koster sebelumnya adalah Keluarga Perisai Diri Udayana. “Beliau sempat sebagai calon pelatih,” tandasnya. Penganungrahan Pendekar Kehormatan sendiri bertepatan dengan HUT Perisai Diri Bali ke-55. Di mana dalam HUT ini, juga dige­ lar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Laga Antar Bintang yang berlangsung selama tiga hari, dari 26-28 April 2019 di GOR Lila Bhuana. Dalam perayaan HUT tersebut hadir pula Ketua KONI Bali Ketut Suwandhi, presidium pendekar Nur Hasdianto, serta pembina dan perintis PD Bali Made Suweca dan pendekar kehormatan Wisnu Bawa Tenaya. (hms/Wirati)

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Bugar

11

Trik Obati Rasa Sakit dan Emosi lewat Pijat Jari

Tahukah Anda, terdapat “peta” tubuh manusia pada tangan kita. Setiap bagian tubuh, termasuk organ internal, terhubung dengan titik refleks yang sesuai pada tangan Anda.

Percaya nggak percaya, tubuh manusia itu penuh dengan 5. Pijatan di bagian jari kelingking. keajaiban. Nah, salah satu bagian tubuh yang memiliki Jari kelingking bertanggung jawab atas tingkat stres dan titik-titik ajaib adalah tangan beserta jari-jarinya. Hanya kecemasan. Anda bisa mencoba memijat secara perlahan jari dengan gerakan sederhana di bagian tersebut, kita bisa kelingking selama 5 menit sambil memikirkan hal-hal positif. melenyapkan berbagai masalah kesehatan Sinar Sari menambahkan, setiap jari terhubung dengan eorang penekun pengobatan komplementer, Made Sinar Sari mengatakan, memberikan tekanan pada organ dan emosi yang berbeda-beda.”Apabila Anda merasa titik refleksi di tangan Anda akan merangsang tidak enak badan, ada pengobatan alternatif alami yang impuls saraf yang mengalir ke bagian tubuh yang disebut Jin Shin Jyutsu, yaitu seni melepas ketegangan yang menyebabkan berbagai gejala pada tubuh Anda,” ujar bidan berhubungan. Impuls ini menghasilkan respons melemaskan otot. di Puskesmas Denut I ini. Walau tidak dapat menggantikan pengobatan oleh dokter, “Saat otot melemas, pembuluh darah terbuka sehingga meningkatkan sirkulasi darah, yang akan meningkatkan latihan-latihan ini adalah alternatif yang mudah dan tanpa rasa sakit jumlah oksigen dan nutrisi yang masuk ke dalam sel-sel dibanding obat penawar rasa sakit yang biasa dijual bebas. Ia mengatakan, emosi sangat terkait dengan kondisi di bagian tubuh tersebut,” jelasnya. Walaupun bukti ilmiah pijat refleksi sangat terbatas, kesehatan dan kesejahteraan pikiran dan tubuh. “Teknik sederhana Jin Shin Jyutsu dapat dilakukan di mana saja. sebagian orang merasakan manfaatnya. Sebelum mencoba mempraktikkan pijat refleksi, Anda Anda dapat melakukannya pada satu area yang spesifik, atau perlu mempelajari sejumlah teknik umum serta lokasi- untuk seluruh tubuh dengan melakukan teknik tersebut lokasi yang terhubung dengan berbagai bagian tubuh. pada seluruh jari di kedua tangan,” katanya.

S

Berikut adalah beberapa latihan jari sederhana yang dapat meringankan gejala. 1. Ibu jari Jika merasa sedang gugup, cemas berlebih, atau sakit kepala, genggamlah ibu jari dan remas secara perlahan-lahan selama 5 menit. Para ahli refleksi mengungkapkan gerakan tersebut dapat mengurangi masalah-masalah tersebut.

3. Jari tengah 6. Pijatan di telapak tangan. Memijat jari tengah dipercaya dapat mengurangi peras­ Penelitian menunjukkan, memijat secara teratur telapak aan kesal, marah, atau lelah. Studi juga menunjukkan bahwa tangan dapat membantu mencegah mual, stres, diare, dan sem­ pijatan di bagian jari tengah dapat menurunkan tekanan belit. Para ahli refleksi juga mengatakan bahwa telapak tangan darah dan menenangkan. adalah pusat perasaan dan emosi.Anda bisa melakukan gerakan menekan telapak dengan jari, kemudian buat gerakan meling­ kar sambil menarik dan buang napas sebanyak tiga kali.

7. Posisi menekan dua telapak tangan. Posisi ini sering digunakan dalam meditasi. Posisi ini di­ 4. Pijatan di bagian jari manis. percaya membantu kamu berkonsentrasi dan menenangkan Emosi negatif dan kesedihan dipercaya akan hilang jika pikiran. Dengan menekan telapak tangan secara bersama2. Jari telunjuk Bagian telunjuk dipercaya mengendalikan nyeri otot, memijat dengan lembut jari manis selama 5 menit. Jangan sama, juga bisa memperbaiki sirkulasi darah. (Wirati Astiti). perasaan kecewa, takut, dan malu. Menurut sebuah studi lupa untuk tetap tenang dan perhatikan pernapasan di University of Minnesota, pasien dengan nyeri punggung dan otot merasa lebih baik setelah mereka meremas-re­ mas secara lembut bagian jari telunjuk selama 5 menit.


10

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Style

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

”Pentas Cilik” Denpasar Children Centre

Kembali Getarkan Panggung Ksirarnawa Denpasar Children Centre (DCC) kembali semarakkan Gedung Ksirarnawa, Art Cen­ tre, Denpasar, Sabtu (13/4). Ini adalah tahun ke-13 siswa-siswi DCC kembali mempersembahkan pagelaran seni yakni ”Pentas Cilik” di panggung yang sudah tertata megah dan indah.

dengan Ensamble Musik Pianika yang tampil apik oleh siswa dan siswi kelas 4 & 5 SD Cerdas Mandiri DCC. Pagelaran “Pentas Cilik” pun disudahi dengan menyanyi bersama oleh siswa Playgroup, TK dan SD kelas 1 & 2. Begitulah pementasan seni persembahan murid DCC tahun ini. Sebuah karya yang mampu memukau penonton untuk menyaksikan dari awal hingga akhir. Rangkaian acara yang dikemas dan digarap secara serius dengan tata pangung yang begitu indah dan memesona ini bukan hanya membakar semangat seluruh siswa yang tampil di panggung dengan menyuguhkan totalitas aksi dan ekpresinya, namun seluruh penonton serta para guru pun larut bersama dalam kebahagiaan. (ard)

R

atusan anak didik mulai dari Playgroup, TK hingga SD Cerdas Mandiri DCC, dengan penuh suka cita menyuguhkan beragam aksi dan kreativitas mereka melalui visualisasi yang sangat menarik. Tak ayal gedung Ksirarnawa pun dipenuhi atmosfir riang - gembira. Suasana meriah hadir menyertai para seniman kecil yang dipandu empat pasangan MC secara bergantian. Mereka terlihat sangat piawai mengantarkan acara dalam bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, dan bahasa Bali. Pementasan dibuka oleh MC berbahasa Inggris dan Indonesia serta tarian pembukaan ’Sekar Jagat’ yang ditarikan dengan gemah

gemulai oleh siswi SD DCC. Tepuk tangan penonton yang riuh serasa menggetarkan seluruh area di Gedung Ksirarnawa, ketika siswa-siswi playgroup dengan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi, bergerak membawakan gerak dan lagu “Mon Petit Panda” dan Tari Hu Hu Uaa. Terlihat betapa dalam usia dini mereka berani tampil percaya diri di atas panggung. Sudah tentu, ini

memberikan rasa bangga bagi orangtua mereka. Kehadiran MC berbahasa Bali dan Indonesia mengantarkan penampilan siswa-siswi TK B dengan unjuk kebisaan dalam Tari Janger Kecak. Gerakan janger dan kecak yang dinamis disertai kelucuan dan keluguan anak-anak usia dini tersebut, menambah meriahnya suasana pentas. Berikutnya, tak mau

Ekspresi Kecerdasan dan Kemandirian Anak DCC yang mengelola program pendidikan prasekolah dan sekolah dasar terpadu, yakni Playgroup, TK dan SD ini memang hadir untuk membantu harapan para orangtua demi memiliki anak yang cerdas dibidang intelektual dan berbudi luhur. Melalui proses pemelajaran berkualitas serta suasana sekolah yang menyenangkan, mampu menghasilkan siswa berkualitas. Menurut Dr. Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ketua Yayasan DCC, anak cerdas di bidang intelektual saja belumlah cukup. Mereka perlu diimbangi kecerdasan lain seperti, kecerdasan sosial-emosional yang diser-

tai dengan kemandirian anak. Untuk hal inilah, diselenggarakan ”Pentas Cilik”, yakni sebuah wahana pagelaran demi optiomalisasi kemandirian anak. Dikatakannya ”Pentas Cilik” yang diagendakan secara rutin setiap tahunnya pada bulan April ini, dilaksanakan dalam rangka memberikan ruang bagi anakanak untuk mengekspresikan talenta

seni mereka. ”Pentas Cilik” DCC ini juga direkam oleh Bali TV dan akan ditayangkan di Bali TV di acara ”Taman Sari” dalam dua episode. Pada kesempatan tersebut, Agung Suryawan juga mengatakan demi menjadikan siswa DCC berwawasan internasional, tahun ini DCC kembali melaksanakan ”Student Exchange Program” ke Australia. Kali ini tergolong peserta yang terbanyak, yakni 18 orang termasuk guru dan dari pihak Yayasan. Mereka berangkat 17 Mei dan kembali 26 Mei 2019. Tahun ini merupakan kunjungan yang ke-11 kalinya ke Ironside State School di Brisbane - Australia. (ard).

Simple dan Elegan Bermain dengan detail maupun siluet. Itulah salah satu ciri khas koleksi “Dalindz” by Linda Lirose. Begitu juga dengan bahan pilihannya yang impor agar sesuai dengan karakter desainnya yang tergolong ‘Deluxe Sophisticated’.

L

inda yang kerap berkolaborasi dengan label internasional dan memiliki klien tetap dari mancanegara ini juga sering menggunakan tiga bahan yang berbeda pada satu piece karya ready to wearnya. Begitu pula dengan

Linda Lirose

ketinggalan kemeriahan aksi siswa dan siswi TK A masing-masing tampil dalam gerak dan lagu ”Hujan Rintik-rintik” dan “Hai Tayo”. Dilanjutkan dengan siswasiswi TK B menyuguhkan gerak dan lagu “Meraih Bintang”. Penampilan lainnya yang tak kalah mempesona adalah persembahan dari siswa-siswi SD Cerdas Mandiri DCC melalui gerak dan lagu “Toka-Toka”, “Aku dan Kamu Indonesia” dan ”Go Go”. Ada juga selingan atraksi ”Cheer Leader” yang dipersembahkan oleh murid SD Cerdas Mandiri DCC. Kegembiraan makin terasa ketika tampil siswa-siswi SD Cerdas Mandiri DCC dalam fragmen ”Dolanan Tradisional” yang terdiri dari rangkaian permainan tradisional ”Montor-montoran”, “Magala-gala”, “Perang-perangan”, “Meong-meong”, “Congklak”, “Dengkleng”, hingga “Ular Naga”. Dilanjutkan

Menerima Siswa Baru, Tempat Terbatas Playgroup, TK & SD Cerdas Mandiri Denpasar Children Centre Jalan Bedugul 18 C, Sidakarya, Denpasar Informasi: Senin s.d. Jumat, Pkl. 08.00 - 16.00 Wita Telepon: (0361) 725 725

teknik pengerjaannya dipastikan sangat rapi sebab digarap secara manual di garmen miliknya.

Ciri khas lainnya dari Linda adalah dipilihnya warna monochrome, terutama hitam yang tetap dilengkapi detail senada. Bahkan, aksesori yang digunakan untuk show, Linda juga mendesainnya sendiri. Sehingga, kesan simple dan elegan yang ditampilkan tetap didukung karakter yang kuat. (Sri Ardhini)

15


GRIYA

16

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Home Sweet Home dengan Fengshui

Sering ribut dalam keluarga? Entah itu antara suami-istri yang cekcok atau orangtua kerap cekcok dengan anak-anaknya atau kakak-beradik kerap bertengkar? Coba cek, jangan-jangan ada yang tidak pas dalam fengshui rumah Anda sehingga menyebabkan tidak adanya kedamaian dalam rumah itu.

Gunadi Widjaja

A

taukah pernahkah Anda masuk ke sebuah rumah namun kemudian merasa tak betah dan ingin segera keluar? Bisa jadi itu adanya prinsip-prinsip fengshui yang dilanggar sehingga energi rumah itu tidak bagus. Apa itu fengshui, dan seberapa berpengaruhnya dalam kehidupan manusia? Menurut pakar fengshui,

Gunadi Widjaja, fengshui sangat penting dalam kehidupan manusia. Ilmu ini mengajarkan tentang seni hidup harmonis dengan alam semesta termasuk hal terkait tata letak bangunan rumah. “Kenapa rumah penting, karena rumah bukan sekadar tempat bernaung, tapi rumah tempat kita beristirahat dengan nyaman serta menjalin silaturahmi yang harmonis dalam keluarga,” ungkap Gunadi. Untuk mencapai itu, tuturnya, pentingnya membangun rumah dan mengatur tata letaknya sesuai dengan kaidah fengshui. “Ibaratnya begini, rumah dan manusia terletak di antara langit dan bumi. Berada di tengah, manusia mendapat tekanan dari langit dan

bumi. Tekanan yang berbentuk gelombang itulah yang mempengaruhi emosi manusia. Agar tekanan tersebut tidak menjadi energi negatif maka diperlukan fengshui untuk mengaturnya. Fengshui ini juga meliputi membangun rumah dan tata letaknya,” jelasnya. Bicara fengshui, mungkin banyak orang sudah kerap mendengar dan mengira itu hanya untuk hal-hal terkait dengan bisnis. Padahal fengshui sesungguhnya bisa diterapkan dalam berbagai hal terkait dengan kehidupan manusia. Salah satunya terkait tempat tinggal. “Kalau aturan fengshui-nya salah, manusia yang tinggal di rumah tersebut ditekan dengan emosi negatif. Yang namanya negatif bisa macam-macam bentuknya, mulai dari sering marah, kerap stress, depresi, dll,” ujar pendiri Smart Astro ini. BAHAYA SALAH PENERAPAN FENGSHUI Sekarang ini, kata Gunadi, banyak beredar buku-buku populer maupun artikel-artikel tentang fengshui rumah yang isinya antara lain panduan tata letak rumah

sesuai fengshui. Menurut Gunadi, berbagai panduan yang disampaikan itu benar adanya, namun tegasnya, itu tidak bisa diikuti atau diterapkan begitu saja. Karena sesungguhnya penerapan fengshui antara satu tempat tinggal dengan tempat tinggal yang lain berbeda-beda. “Penerapan fengshui tidak bisa disederhanakan begitu saja. Ada hitungan-hitungannya dan itu ‘jelimet’. Jadi walaupun panduan fengshui yang disampaikan dalam artikel-artikel itu adalah benar. Namun tidak bisa serta merta diterapkan karena setiap orang berbeda. Saya pribadi tidak mau memberi guidance secara umum seperti itu, takut bahaya. Karena jika salah diterapkan akan bermasalah bagi

orang yang bersangkutan,” tegasnya. PRINSIP POKOK FENGSHUI RUMAH Dikatakan Gunadi ada beberapa prinsip-prinsip pokok fengshui yang perlu diperhatikan dalam pembangunan rumah termasuk tata letaknya. Yang pertama adalah terkait energi. Prinsipnya adalah energi yang mengalir masuk dan keluar secara baik. Ini terkait dengan pintu utama rumah serta keberadaan pintu lain lain serta jendela. “Jadi energi tidak boleh stop. Energi harus bisa masuk dan keluar secara benar. Ini terkait dengan keberadaan pintu dan jendela-jendela. Idealnya ada pintu utama dan pintu lainnya, di belakang rumah misalnya. Jika tidak memungkinkan, harus ada jendela-jendela. Ini untuk sirkulasi energi. Dengan begitu energi tidak terjebak. Karena jika energi terjebak, itu bisa berakibat tidak baik. Nah untuk itu semua ada hitung-hitungannya,” ungkap Gunadi. Prinsip kedua yang harus diperhatikan adalah kamar tidur. Penempatan kamar tidur juga tata letaknya harus diperhatikan benar. Setiap kamar ada hitungannya yang disesuaikan dengan penghuni kamar itu. “Jadi tidak bisa asal saja. Misalnya seharusnya tempat tidur berada di sebelah barat namun ditaruh di sebelah timur. Itu bisa berakibat tidak baik. Jadi karena setiap orang punya perhitungan yang berbeda, maka tidak bisa disamakan,” tambahnya. Hal ketiga yang tak kalah pentingnya adalah dapur. Meskipun dapur pada umumnya terletak di rumah bagian belakang, tapi kata Gunadi, penempatannya harus melalui perhitungan. Beda dengan penempatan kamar tidur dan tata letaknya yang perhitungan fengshuinya berdasarkan penghuni kamar tersebut, sedang untuk dapur, perhitungan fengshuinya berdasarkan arah hadap. Yang juga harus diperhatikan, dapur harus berada di tempat yang berenergi jelek. “Jangan sampai salah. Kalau dapur dibangun ditempat yang berenergi bagus maka energi bagus itu akan hilang. Dapur harus dibangun

di tempat yang energinya jelek. Dapur berelemen api. Energi jelek akan hilang dibakar dengan api,” ucapnya. Selain itu yang juga harus diperhatikan adalah arah hadap dapur tersebut. Secara umum, tutur Gunadi, dapur yang memiliki elemen api tidak boleh berada di sektor yang berelemen air. Hal keempat adalah letak WC. Mungkin, tambahnya, sebagian orang mengira membangun WC bisa dimana saja. Padahal dalam kaidah fengshui hal tersebut tidak diperbolehkan. “Letak WC pun ada hitung-hitungannya. Nggak bisa begitu saja. Misalnya, jangan membangun WC di tempat yang energinya bagus. WC harus dibangun ditempat yang energinya jelek,” katanya. Secara umum yang bisa menjadi pedoman misalnya, lantai WC tidak boleh lebih tinggi dari lantai rumah secara keseluruhan. “Kalau lantai WC lebih tinggi, ibaratnya energi negatif dari WC akan menyebar ke dalam rumah,” tambahnya. Cara Mendapat Hasil Maksimal Diakui Gunadi, perhitungan fengshui rumah sangat complicated karena banyaknya unsur yang harus dihitung, bukan hanya pemilik rumah tapi juga seluruh anggota keluarga. Karenanya dia sangat menyarankan agar penerapan fengshui untuk rumah dilakukan sejak dari awal mulai dari pemilihan lokasi ru-

mah hingga ke tahap pembangunan serta pengaturan tata letak. Hal tersebut amat disarankannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebagaimana yang diharapkan. “Yang utama adalah penerapan prinsip-prinsip dasar fengshui. itu tidak bisa dilanggar. Setelah prinsip dasar terpenuhi barulah ‘printilanprintilannya’ . Ada yang mau gampang atau ambil jalan pintas, hanya menerapkan ‘printilan-printilannya’ tanpa mengindahkan prinsip-prinsip dasarnya. Ya bakal sia-sia atau percuma saja,” ujarnya. Yang kerap menjadi problem, lanjut Gunadi, adalah orang ingin menggunakan fengshui namun rumah sudah terlanjur dibangun. Persoalannya, ternyata rumah tersebut menyalahi prinsip fengshui. “Kalau terjadi demikian, saran saya, ya bongkar. Nah soal harus bongkar ini menjadi masalah karena menyangkut biaya. Besar-kecilnya biaya kan tergantung dengan berapa banyak kesalahannya dan berapa besar rumahnya,” tuturnya. Terbentur masalah pembiayaan itu, katanya, tak jarang si pemilik rumah berusaha ‘bernegosiasi’ misalnya meminta ahli fengshui untuk ‘mengakali’ dengan bendabenda tertentu yang diyakini bisa menangkal energi jahat. “Saya tidak suka dengan ‘kias-kias’ atau benda-benda yang katanya bisa menetralisir. Karena menurut saya itu tidak akan berpengaruh banyak. Ibarat orang sakit jantung, pilihannya operasi jantung atau minum obat-obatan seumur hidup. Ada orang yang mau murah dengan meminum obat seumur hidup,” katanya. Dalam kasus seperti itu, kata Gunadi, kepada klien dirinya akan menjelaskan secara terus terang termasuk konsekuensinya. “Kalau klien tetap memaksa ya akan saya lakukan. Tapi, saya katakan konsekuensinya ini-itu. Saya juga akan mengatakan ini (benda) tidak akan memberi pengaruh yang besar. Jika ingin hasilnya benar-benar bagus ya harus bongkar. Jadi memang pilihannya ada pada orang itu, silakan putuskan,” kata Gunadi. (Diana Runtu)

9

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019 Memiliki komitmen yang kuat menjaga pelestarian budaya, maka tidak salah jika Kota Denpasar dipercaya sebagai tuan rumah konferensi IX Eurasia ­Organization World Heritage Cities (OWHC). Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Kerjasama, Pengembangan Kemitraan Kerjasama Luar Negeri berhasil dan sukses melaksanakan acara pembukaannya di Prama Sanur Beach, Selasa (30/4).

K

onferensi IX Eurasia OWHC dibuka Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Wali Kota Denpasar IB Rai D.Mantra, Dirjen Promosi Pariwisata Kemenpar RI I Gede Pitana, Sekjen UCLG Eurasia Regional Coordinator of OWHC Rasikh Sagitov, Sekjen OWHC Denish Ricard ditandai dengan pemukulan gong. Hadir juga Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, pimpinan OPD, serta ratusan delegasi dari 13 Kota dari berbagai

Denpasar Sukses Jadi Tuan Rumah Konferensi IX Eurasia OWHC negara di benua Eropa dan Asia yang tergabung dalam OWHC serta utusan dari 7 Kota yang tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Menurut Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra, Kota Denpasar bergabung dengan OWHC, pada 10 Oktober 2013. Ini berarti Kota Denpasari memiliki hubungan erat dengan kotakota anggota OWHC. Bahkan, sudah pula melaksakan kerjasama, sebagai wujud persahabatan, untuk berbagi pengalaman, dan bertukar gagasan dalam melestarikan serta penguatan terhadap warisan budaya sebagai daya tarik wisata budaya. Begitu pula menjaga generasi berikutnya untuk tetap menjaganya. Dikatakan, saat ini ditengah berkecamuknya perubahan

Wahana Edukasi Peradaban Pada acara Konferensi IX Eurasia OWHC tersebut, Sekjen OWHC Denish Richard didampingi Sekjen UCLG Eurasia Regional Coordinator of OWHC Rasikh Sagitov, mengatakan bangga terhadap “Kongres Eurasia OWHC” yang kali ini dilangsungkan di Bali, khususnya Kota Denpasar. Hal ini terkait erat dengan komit-

men Pemerintah Kota Denpasar dalam upayanya melestarikan warisan budaya. Mereka pun berharap warisan budaya yang ada kini tetap lestari. Disampaikan pula bahwa setiap kota beserta seluruh jajaran pimpinanannya, memiliki kewajiban turut menjaga warisan budayanya. Bahwa heritage dan tourism itu

dunia, baik akibat iklim (climate change) maupun oleh perdagangan, pariwisata, transportasi, dan teknologi melalui spirit globalisasi, maka masyarakat wajib kreatif dan kritis. Karena

itu, melalui tema konferensi “Tangguh Warisan Budaya dan Pariwisata” Pemerintah Kota Denpasar bersama masyarakat dan desa adat berupaya melestarikan aset pusaka, yang dipandang san-

gat potensial sebagai modal pembangunan Kota Denpasar mendatang. Aset pusaka tersebut, kata Wali Kota Denpasar ini dijadikan peluang bagi pasar wisatawan. Kemudian dalam menjaga dan mempromosikan objek heritage dikelola melalui heritage management. Selanjutnya, ketangguhan budaya dari masa ke masa, terbukti sebagai modal pengembangan pariwisata heritage di Kota Denpasar baik intangible maupun tangible , ditetapkan orientasi pembangunan pariwisata yang berlandaskan budaya menjadi kebanggaan tanpa kehilangan identitasnya. Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan pula penandatanganan Lol antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Kota Bulgaria, Rusia, serta dilangsungkannya pembukaan Pameran Lukisan dan Foto Heritage Kota Denpasar. -ard

penting dijaga demi menjadi wahan edukasi peradaban di masa depan. Hal ini, wajib mendapat dukungan semua pihak Kabag Kerjasama Kota Denpasar IGA Laxmy Saraswaty, S.S., M.Hum, didampingi Kasi Kerjasama Luar Negeri Ida Ayu Ganda Yukti, S.H., M.Si. mengatakan Konferensi IX Eurasia OWHC ini adalah gerakan penyelamat warisan dunia bagi anggotanya. Acara ini juga meru-

pakan agenda tahunan yang membahas pertukaran gagasan dan berbagai upaya pelestarian warisan pusaka budaya di kota masing-masing anggota OWHC. Acara kali ini ditangani oleh Bagian Kerjasama Setda Kota Denpasar pada Pengembangan Kemitraan Kerjasama Luar Negeri dengan bekerjasama pula dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Dikatakan, melalui tugas mereka mengatur kerjasama dalam negeri dan luar negeri, untuk daerah di Indonesia maupun dunia. Mengingat banyaknya pusaka budaya di Denpasar, tentu harapan dari Bagian Kerjasama dapat membawa Kota Denpasar sejajar dengan kota-kota di dun-

ia, melalu “Tourism Heritage” Selanjutnya disampaikan bahwa pada akhir kegiatan, yakni (1/5) seluruh delegasi mengunjungi objek wisata dengan nilai warisan budaya dan sejarah di Kota Denpasar juga Kabupaten Badung, yang dikemas bertajuk ‘Site Visit’. Kunjungan dilakukan diantaranya ke Prasasti Blanjong, Monumen Bajra Sandi, Pasar Badung hingga Taman Ayun. -ard


8

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Karangasem Resmi Masuk Keanggotaan Jaringan Kota Pusaka Dunia Kabupaten Karangasem, akhirnya resmi menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Dunia, The Organization of World Heritage City (OWHC). Resminya keanggotaan Kabupaten Karangasem dalam Jaringan Kota Pusaka Dunia, ditandai dengan diserahkannya sertifikat keanggotaan oleh Sekretaris Jenderal Organization of World Heritage City, Mr. Denish Ricard, Senin (29/4).

Kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya dijamin oleh konstitusi dihormati dan diakui keberadaannya oleh negara sepanjang masih hidup dan berkembang di wilayah Nega­ ra Kesatuan Republik Indonesia (substansi Pasal 18B ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945). Merujuk pada ketentuan batang tubuh UUD NKRI Tahun 1945 inilah segala bentuk perlin­ dungan negara kepada warga negara diberikan termasuk terhadap kesatuan masyarakat tradisional.

G

Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri bersama Wakil Bupati, I Wayan Artha Dipa didampingi Kepala Dinas Kebudayaan,Ketua BPPI dan Kepala OPD lainnya menunjukkan piagam keanggotaan Kabupaten Karangasem di Jaringan Kota Pusaka Dunia

Bupati Karangasem saat menyerahkan cendramata kepada Sekretaris Jenderal Organization of World Heritage City, Mr. Denish Ricard

P

enyerahan sertifikat tersebut berlangsung di Taman Soekasada Ujung, Karangasem yang diterima langsung oleh Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri bersama Wakil Bupati, I Wayan Artha Dipa didampingi Kepala Dinas Kebudayaan,Ketua BPPI dan Kepala OPD lainnya. Sekjen OWHC mengatakan, dengan bergabungnya Kabupaten Karangasem menjadi anggota JKPI, maka Kabupaten

Karangasem akan memiliki akses promosi wisata terutama bagi sesama anggota negara-negara di benua Asia dan Eropa. Selain itu pula, peninggalan kerajaan di Kabupaten Karangasem akan masuk dalam daftar kota pusaka dunia UNESCO-PBB. “Banyak sekali yang akan mengenal Kabupaten Karangasem, khususnya dari negara-negara yang punya kepedulian terhadap warisan budaya. Selamat saya ucapkan, tahun 2019 ini Kabupaten

Karangasem resmi bergabung bersama kami, melestarikan warisan budaya dan sejarah dunia” kata Ricard didampingi penerjemah sembari menyusuri Taman Ujung, menikmati pemandangan sekitar. Bupati Mas Sumatri menyambut baik apresiasi dari organisasi internasional yang memilih Kabupaten Karangasem sebagai anggota Kota Pusaka Dunia. Dengan ini, komitmen Kabupaten Karangasem dalam mendukung kelestarian warisan budaya semakin kuat. Ditambah agenda bulan Juni 2019 bertepatan dengan HUT Kota Amlapura, Bumi Lahar akan menjadi tuan rumah JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia). Bupati Mas Sumatri menyatakan di Kabupaten Karangasem setidaknya beberapa aset pusaka budaya ragawi seperti, Puri Agung Karangasem,Puri Gede Karangasem, Taman Soekasada Ujung dan Taman Tirtagangga. Aset pusaka budaya tak ragawi, pusaka saujana Desa Tenganan Pagringsingan dan berbagai aset pusaka alam Karang­ asem. Berangkat dari aset-aset pusaka tersebut, Pemkab Karangasem memiliki motivasi serta keyakinan kuat menjadikan Karangasem sebagai Kota Pusaka Dunia. “Sampai sekarang masih banyak ditemukan bukti peninggalan kerajaan tersebut, termasuk tempat ini, Taman Soekasada Ujung,dulunya merupakan taman kerajaan,peninggalan Raja Karang­asem,” ungkapnya.

Setelah resmi bergabung menjadi anggota Organization World Heritage City (OWHC),Mas Sumatri berharap, ini akan jadi poin plus bagi Kabupaten Karangasem. Selain potensi wisata alam, Karangasem juga punya warisan sejarah budaya. “Melalui ini, kita ingin wujudkan pariwisata spiritual berbasis desa. Jaringan kota pusaka adalah budaya jadi ini yang nanti akan kita sinergritas dengan kebudayaan lainnya,” ujarnya. Kabupaten Karangasem merupakan kota keempat di Indonesia yang tergabung dalam organisasi Kota Pusaka Dunia. Saat ini ada sekitar 300 kota yang sudah tergabung ke dalam Orga­ nisasi

Kota Pusaka Dunia di seluruh dunia. “Kita juga lebih mudah mempromosikan wisata ke tingkat dunia,mengingat sesama anggota terjalin ikatan,” kata Mas Sumatri. Dalam kesempatan tersebut, sebelum penyerahan sertifikat dilaksanakan, setibanya Mr. Denish Ricard di Taman Soekasada Ujung disambut dengan berbagai jenis kesenian seperti kesenian gambuh dan tari-tarian yang dibawakan oleh sejumlah anak.. Bupati Mas Sumatri juga mengalungkan selendang tenun asli karya desa Tenganan Pagringsingan kepada Mr. Denish Ricard dan pandel sebagai cenderamata. -hms.

Mozaik

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

ender dalam hukum adat juga menjadi tuntutan untuk dapat dimasukkan pengaturannya di dalam awig-awig adat di beberapa daerah di wilayah Propinsi Bali. Salah satu produk hukum berupa Putusan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali Nomor : 01/KEP/PSM-3/MDP BALI/X/2010, 15 Oktober 2010 dirasakan telah memberikan arah perubahan yaitu meng­hadirkan unsur responsive gender, di mana pada salah satu ketentuan pasalnya dimuat tentang perempuan Bali berhak mewaris. Perempuan Bali menerima setengah dari hak waris purusa setelah dipotong 1/3 untuk harta pusaka dan kepentingan pelestarian. Hanya jika kaum perempuan Bali yang pindah ke agama orang lain, mereka tidak berhak atas hak waris. Jika orang tuanya ikhlas, tetap terbuka dengan memberikan jiwadana atau bekal sukarela (MUDP, 2010, hlm.43).

Pengarusutamaan Gender dalam Hukum Adat Bali Secara substansi regulasi memberikan ruang gerak bagi terbukanya kiprah perempuan untuk mengembangkan karier dan ikut ambil bagian dalam aktivitas sosial kemasyarakatan yang bertalian dengan adat-istiadat yang melingkupinya. Di tengah budaya purusa (patriarkhi) yang notabenenya berkembang di Bali, dalam hal ini predana (perempuan) juga sudah sepatutnya diberikan kesempatan berkarya dan berkiprah sesuai dengan dunianya. Termasuk dalam jaminan hak mekrama desa di suatu wilayah desa adat. Hal ini urgen untuk direspons mengingat pengaruh tamiu (pendatang) membawa pola pikir dan sikap tindak baru dalam akitivitas sosial adat istiadat pada krama desa setempat. Misalnya, dengan maraknya kunjungan wisata baik domestik maupun manca negara menyebabkan pola budaya dengan adat istiadatnya diuji oleh nilai-nilai baru yang masuk memberikan warna dalam tatanan kehidupan sosial budaya masyarakat adat. Contohnya terjadinya perkawinan campuran antara krama istri (warga perempuan) di suatu wilayah desa adat seperti di desa Bondalem, tentunya dengan perkawinan akan menimbulkan hubungan hukum. Lebih lanjut suatu ketika apabila perkawinan mengalami perceraian karena sudah tidak ada kecocokan antara pasangan suami istri yang berbeda negara,

berbeda budaya dan berbeda cara pandang justru dikhawatirkan akan memberatkan posisi krama desa yang berstatus predana (warga perempuan) tadi dalam hal status sosialnya di tengah masayarakat. Kembali ke mulih dehaa (rumah remaja) tentunya tidak mudah tanpa adanya kesepakatan antara krama dan pihak keluarga. Termasuk status anak laki-laki yang dilahirkan dari perkawinan campuran ingin diangkat sebagai sentana (pewaris) tentunya melalui rembug atau perundingan dengan prajuru desa adat dan pihak keluarga krama istri, termasuk ter­dapat

rangkaian upacara adat yang harus dilalui berupa widi wedana. Unsur inilah yang dinilai penting oleh prajuru desa adat Bondalem untuk memasukkan substansi pengarusutamaan gender dalam hukum adat dengan meminta masukan dari berbagai pihak, seperti kalangan akademisi, praktisi, tokoh PHDI, tokoh masyarakat, krama desa setempat untuk secara bersamasama ke depan agar ada media yang memfasilitasi dalam sebuah forum focus group discussion membahas seputar hak-hak perempuan yang mulih dehaa, bagaimana sepatutnya prosedurnya, barangkali sebelumnya ada pra perjanjian bagi pihak krama predana dan keluarga yang akan melangsungkan perkawinan campuran membuat kesepakatan dengan prajuru adat dengan membayar uang sukarela sebagai penyambung kekerabatan silaturahmi krama adat. Membawa konsekuensi bahwa yang bersangkutan apabila di kemudian hari mengalami permasalahan sehingga menimbulkan perceraian pihak ke­luarga, orang tua, krama desa adat akan menerima dengan tangan terbuka. Demikian juga kewajiban mekrama

17

desa dapat difungsikan seperti sedia kala, dalam aspek ngayah, mentaati awig-awig, melaksanakan kegiatan keagamaan di pura Kahyangan Tiga (Desa, Puseh, dan Dalem) pada desa setempat, serta pada saat meninggal diberikan kesempatan untuk melakukan penguburan atau kremasi di setra desa adat bersangkutan. Konsep Tri Hita Karana dalam relevansinya dengan parahyangan (manusia dengan Sang Pencipta); pawongan (manusia dengan sesame); maupun palemahan (manusia dengan lingkungan), dengan pola hubungan silaturahmi berkelanjutan membawa implikasi krama predana atau istri tetap diterima mewidesa di desa adat bersangkutan dengan catatan mematuhi segala bentuk aturan yang dimuat dalam awig-awig sehingga kerharmo­ nisan hidup bersama dapat terpolakan dengan baik di lingkungan desa adat menyesuaikan dengan desa (tempat); kala (waktu); dan patra (keadaan) atau sering diistilahkan di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung. Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd.,M.Hum. Prodi Ilmu Hukum, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha

Kata Hati: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Yoga untuk Fertility Gambar 4 Adalah sebaliknya dengan teknik yang sama pada gambar 3.

Bunda Dian

Gambar 1 Ambil sikap seperti pada gambar. Sikap duduk menyatukan ke dua telapak kaki kemudian kedua telapak tangan memegang kedua kaki Anda, lalu perlahan condongkan badan ke depan. Usahakan dada sampai menyentuh kedua kaki Anda dan kedua siku di luar tulang kaki. Bertahan dengan posisi ini, lalu mulai menarik napas lembut dan rasakan napasnya masuk ke organ reproduksi serta keluarkan napas lembut. Lakukan teknik napas dan pose tersebut dengan menutup mata. Silakan lakukan untuk minggu pertama 10 kali pengulangan tarikan napas.

4 2 Gambar 2 Lihat contoh sepeti di gambar dengan menjaga tulang punggung tegak lurus dan pastikan Anda nyaman dengan pose tersebut. Ingat, jangan dipaksakan tapi lakukan di ujung kemampuan. Dan, sekarang mulai fokus pada napas, yakni menarik dan mengeluarkannya dengan lembut dan arahkan dalam konsentrasi penuh ke organ reproduksi. Lakukan 14 kali tarikan napas.

Gambar 3 Lihat pose, dengan masih membuka kaki lebar ke samping. Kemudian angkat kedua tangan keatas lalu condongkan badan Anda ke sisi sebelah kanan dan lakukan juga di ujung kemampuan Anda. Berikutnya mulai konsentrasi dengan diam dalam posisi tersebut. Tarik dan hembuskan napas sebanyak 10 kali putaran.

Gambar 5 Ambil sikap duduk bersimpuh (vajrasana). Sikap ini biasanya digunakan untuk sikap duduk perempuan Hindu untuk sembahyang. Sikap ini sangat baik untuk merangsang energi pertiwi bangkit menuju ke arah cakra swadistana atau organ reproduksi. Saran : Sebaiknya semua perempuan lebih banyak menggunakan sikap tersebut diatas untuk kesehatan fisik dan spiritual. Jika Anda tidak mampu melakukannya karena terlalu banyak gas atau racun di tubuh Anda, sebaiknya cari guru yoga untuk menuntun. Untuk yang fertility, dengan sikap ini sangat ampuh untuk membantu mendapatkan keturunan. Dengan bertahan pada sikap diatas, lalu mulai pejamkan mata dan kedua telapak disatukan dan letakkkan di depan dada dan mulai konsentrasi pada napas. Menarik dan menghembuskan napas arahkan dalam batin ke organ reproduksi. Lakukan 21 kali pengulangan.

5

Bupati Karangasem saat menyambut Sekretaris Jenderal Organization of World Heritage City, Mr. Denish Ricard di Taman Soekasada Ujung

1

3

Selamat berlatih dengan senyum Selalu sehat dalam yoga Semoga bermanfaat

Model: Gung Ayu Wida (Guru MYI Denpasar) LKP/LPK Markandeya Yoga Indonesia


18

Buleleng

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Pokdarwis Gandameru Andalkan Spot Selfie Desa Sudaji Kecamatan Sawan mewakili Kabupaten Buleleng dalam lomba Pokdarwis tingkat provinsi yang digelar oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gandameru dipercaya menjadi wakil Buleleng dalam lomba tersebut. Penilaian Pokdarwis Gandameru dibuka secara resmi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Selasa (30/4) di Balai Desa Sudaji.

K

epala Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang diwakili Kabid Sumberdaya Pariwisata Ni Nyoman Ayu Andriyani dalam sambutannya mengatakan lomba Pokdarwis tingkat Provinsi digelar untuk lebih meningkatkan kualitas kelompok sadar wisata (pokdarwis) dalam menggali dan mengelola potensi-potensi yang dimiliki. Ada beberapa kriteria yang akan dinilai dalam perlombaan tersebut antara lain, administrasi, fisik, SDM, serta kegiatan yang dimiliki pokdarwis.

Menurutnya, pariwisata di Bali merupakan wisata berlandaskan budaya yang banyak berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. “Untuk dapat mempertahankan sektor pariwisata sebagai andalan maka perlu kerja keras yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya. Berdiri tahun 2017 lalu Pokdarwis Gandameru terus menggali potensi wisata tanpa meninggalkan kearifan lokal. Kesuksesan Pokdarwis di Desa Sudaji bersama pihak-pihak pengelola wisata untuk menggali potensi wisata telah

dibuktikan dengan digelarnya event-event hingga skala internasional. Melalui event tersebut perekonomian masyarakat Desa Sudaji berkembang menjadi lebih baik. Pokdarwis Gandameru hingga kini memiliki 22 orang anggota. Karena fokus untuk mengembangkan potensi wisata di Desa Sudaji, desa adat memberikan

Sudaji Manfaatkan Sumber Mata Air

Pesatnya perkembangan pariwisata di Bali, membuat masyarakat berlomba-lomba membangun fasilitas maupun mengembangkan objek-objek wisata sebagai destinasi wisata yang dituju wisatawan. Tidak jarang, pengembangan pariwisata mengikuti perkembangan zaman yang cenderung mengarah ke pengembangan pariwisata modern. Pengembangan pariwisata dengan membangkitkan potensi yang ada juga dilakukan oleh Desa Sudaji. Selain memiliki daya tarik wisata budaya dan religi, Sudaji juga memiliki ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya ketersediaan sumber mata air. Sebagian besar sumber mata air ini berasal dari pegunungan yang digunakan untuk memenuhi keperluan masyarakat setempat baik untuk kebutuhan seharihari maupun di bidang pertanian. Banyaknya sumber mata air, menjadikan Sudaji mengelola sumber air tersebut menjadi tem-

Obyek wisata Gandameru

pat wisata. Melalui Pokdarwis Gandameru, Desa Sudaji sedang mengembangkan wisata air dan spot selfie. Tempat wisata yang dinamai Gandameru ini berlokasi di pintu masuk jalur tracking di aliran sungai. Ketua Pokdarwis Gandameru, dr. Gede Panca mengatakan wisata air di Sudaji memang sudah ada sejak lama. Namun untuk wisata rafting harus kembali diuji kelaya-

Kunjungan Staff Dispar Provinsi Bali di dampingin Kepala Dispar Buleleng ke wisata Selfi Gandameru

kannya sebab batu-batu yang ada di aliran sungai terlalu besar sehingga berbahaya untuk wisatawan. Sejak tahun 2018 lalu pihaknya mencoba mengembangkan wisata spot selfie yang saat ini sedang diminati oleh masyarakat. “Kalau untuk masyarakat lokal spot selfie ini sangat diminati tetapi untuk wisatawan mancanegara masih tetap lebih memilih tracking,” jelasnya. Gede Panca menambahkan, pengelolaan wisata selfie Gandameru saat ini masih terkendala beberapa hal. Salah satunya insfrastruktur jalan yang tidak mendukung. Untuk sampai ke lokasi pengunjung harus melewati jalan yang sudah rusak. Selain itu, masyarakat yang kurang memiliki kesadaran untuk menjaga objek wisata tersebut. “Karena ada di lokasi aliran sungai masyarakat bersama Dinas Perikanan sempat menebar bibit ikan hanya saja ada oknum yang tidak bertanggungjawab malah mencuri ikan tersebut,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)

hibah berupa bangunan berlantai dua yang kini menjadi Sekretariat Pokdarwis. Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Made Sudama Diana S.Sos.,M.M. menyampaikan ada 44 pokdarwis yang didirikan di Buleleng di 31 desa wisata. Desa Sudaji menurut tim penilaian di tingkat kabupaten telah memenuhi kriteria dan layak untuk mewakili Buleleng dalam lomba Pokdarwis tingkat Provinsi. Setiap desa wisata diwajibkan untuk membuat kelompok sadar wisata (pokdarwis). Pokdarwis selanjutnya mengelola desa tersebut sesuai dengan potensinya sehingga berdampak pada kesejahteraan

masyarakat. Sementara itu, Ketua Pokdarwis Gandameru Dr. Gede Panca mengatakan sebelum penilaian pihaknya melakukan persiapan di bidang administrasi dan juga infrastruktur sekretariat dan tempat wisata. Masukan yang diberikan oleh tim penilai akan dijalankan sebaik mungkin. Ke depan dengan potensi wisata seperti wisata selfie Gandameru dan waterfall view akan terus dikembangkan fasilitas hingga akses jalannya. “Kami terus terang kendalanya masih di akses, baik akses jalan menuju desa Sudaji maupun akses jalan ke destinasi wisata,” ujarnya. (Wiwin Meliana)

7

Pelatihan Kerja Sesuai Keperluan Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya merancang program untuk mengurangi jumlah pengangguran. Salah satunya dengan menggelar pelatihan kerja di berbagai bidang keahlian secara gratis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

M

Penilaian lomba Pokdarwis Gandameru tingkat Provinsi

edukasi

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

elalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng bekerjasama dengan UPTD Balai Latihan Kerja Buleleng menggelar pelatihan kerja secara gratis untuk masyarakat Buleleng, Senin (29/04). Sasaran dari kegiatan ini adalah para pencari kerja, pekerja ter-PHK dan masyarakat yang memerlukan dan berminat mengikuti pelatihan sehingga mampu mengisi, menciptakan, memperluas lapangan kerja serta kesempatan membuka lapangan pekerjaan. Kepala UPTD BLK Buleleng, I Made Suaspada, S.Pd., mengatakan untuk tahun 2019, Buleleng mendapat jatah 59 paket pelatihan dari pemerintah pusat. Namun untuk gelombang pertama, BLK sebagai fasilitator baru menggelar 10 paket pelatihan dengan jumlah peserta sebanyak 160 orang. “Masing-masing paket terdiri atas 16 orang peserta agar pelatihannya dapat berjalan dengan maksimal,” jelasnya. Ia menambahkan pihaknya tidak membatasi usia peserta sepanjang peserta memiliki minat terhadap program pelatihan yang akan diikuti. Dari 59 Paket pelatihan yang ada, 10 paket pelatihan di buka untuk angkatan pertama yaitu pelatihan spa therapis, penyiapan kamar untuk tamu, practical office, servis sepeda motor konvensional I, servis sepeda motor konvensional, penjahitan pakaian dengan mesin, food and baverage product,

front office baverage product, front office receptionist, waiters, dan juru las 1 SMAW. Untuk menjamin ketrampilan peserta setelah lulus pelatihan, pihaknya akan melakukan sertifikasi dengan uji kompetensi masingmasing peserta. Tujuannya, agar ketika mereka terjun ke dunia kerja, dapat benar-benar bersaing dengan pencari kerja yang lain. “Kami hanya sebagai fasilitator untuk membentuk SDM yang terampil, hanya saja belum bisa menyalurkan peserta tersebut langsung kepada pemberi kerja, nanti di Dinas Tenaga Kerja yang punya tugas tersebut,” ungkapnya. Sementara itu, Pembina Bali NTT dan NTB, Kasi Program dan Evaluasi BLK Lombok Timur Ahhirudin menyampaikan 10 paket pelatihan tersebut dibuka sesuai dengan antusias masyarakat. Pembinaan dan evaluasi terus dilakukan untuk menyempurnakan program pelatihan sesuai dengan minat masyarakat. Pihaknya menambahkan masing-masing wilayah memiliki minat yang berbeda sehingga paket yang dibuka disesuaikan dengan keperluan industri. “Keperluan di masyarakat itu kan berbeda sehingga setiap tahun harus kita evaluasi, agar pelatihan yang kita lakukan memang relevan dengan keperluan di lapangan,” jelasnya. Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng Dewa Putu Susrama mengungkapkan untuk menyalurkan

Pelatihan Kerja yang digelar UPTD BLK Buleleng tenaga kerja pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa agen dalam dan luar negeri. Untuk lebih menyerap tenaga kerja, di tahun mendatang akan dibuatkan sebuah

kegiatan konsolidasi dengan mengundang pengusaha-pengusaha di Buleleng. “Tahun ini job fair akan diganti dengan konsolidasi dengan mengundang pengusaha di Bule-

leng. Sejauh mana peran dan kontribusi mereka untuk mengurangi pengangguran dengan penyerapan tenaga kerja lokal,” ujarnya. (Wiwin Meliana)

Mendongeng Lima Menit TIKUS KELAPARAN

Musim paceklik berkepanjangan menimpa negeri Antah Berantah. Seekor tikus kurus-kering mondar-mandir mencari makan. Matanya sayu, langkahnya goyang kiri-kanan. Berminggu-minggu lamanya ia tidak makan. Ia hanya menunggu hari; mungkin besok, mungkin lusa, ia akan mengembuskan napas terakhir. Di sebuah tikungan ia mencium bau sedap. Nafsu makannya bergairah. Ia dekati bau sedap itu. Wow! Di sebuah ceruk tergeletak setongkol jagung. Untung, ada celah kecil. Tikus kurus itu dengan mudah masuk ke ceruk itu. Ia tidak sabar lagi. Ia melahap biji jagung itu satu persatu. Nyam, nyam, nyam…! Ia makan sebanyak-banyaknya, ia makan sepuas-puasnya. Setelah kenyang ia tertidur. Dua jam kemudian ia bangun. Nyam, nyam, nyam…! Ia makan sebanyakbanyaknya, ia makan sepuas-puasnya. Semangat hidupnya tumbuh kembali. Ia bermaksud akan keluar dari ceruk, setelah tenaganya pulih dan badannya gemuk kembali. Sungguh beruntung dia! Di sudut yang gelap itu masih tertimbun bertongkol-tongkol jagung. Ia manfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. Makan sebanyak-banyaknya, makan sepuas-puasnya. Sekali-sekali ia teringat teman-temannya. Temantemannya itu pasti sudah menjadi kerangka yang tergeletak di tengah jalan. Ia ingin memberitahu teman-temannya mengenai gudang jagung itu. Ia ingin mengajak teman-temannya untuk berpesta.

Namun, keserakahannya mengalahkan pikiran yang baik itu. Tidak disadarinya, dua minggu sudah ia berada di ceruk yang gelap itu. Ia meraba-raba tubuhnya. “Wow! Badanku gemuk! Perutku gendut! Pipiku bergelembung! Kakiku kokoh! Mataku tajam!” Ia berniat akan keluar dari ceruk yang memberi kebahagiaan itu. Ia melongokkan moncongnya. Cuaca yang terang-benderang menyilaukan matanya. Ia kembali memakan jagung-jagung yang masih tersedia. Kemudian mencoba untuk keluar dari celah liang itu. Ia baru menyadari, celah itu amat sempit. Ia berusaha meloloskan tubuhnya yang gemuk itu. Tak berhasil. Ia berusaha memipihkan tibuhnya yang gembul itu. Tak berhasil. Ia berusaha, dan berusaha lagi. Tak berhasil. Kemudian dengan bahasa tikusnya, ia berteriak-teriak memanggil teman-temannya. “Cuit, cuit, cuiiit…!” Dalam kesusahan ia menitikkan air mata. Lama menunggu. Untunglah sesaat kemudian muncul seekor tikus yang kurus-kering. “Apa yang terjadi, Kawan?” tanya si Tikus Kuruskering. “Tolonglah aku! Aku tidak bisa keluar dari ceruk ini,” kata si Tikus Gemuk. “Aneh, kamu bisa masuk, tetapi tak bisa keluar.” Setelah si Tikus Gemuk menceritakan pengalamannya, si Tikus Kurus menjawab, “Kesulitan itu gampang diatasi. Kendalikanlah dirimu! Jangan makan makanan yang enak itu selama dua minggu, sehingga tubuhmu pulih kembali.”


Woman on Top

6 Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menghadiri puncak acara ­peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK di Desa Tebola, Sidemen, Karang­asem, Selasa (30/4).

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Ny. Putri Suastini Koster

Bergerak Mulai dari Keluarga

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Rileks

19

Promosikan Buleleng melalui Film Lost in Paradise Bali memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak hanya menarik untuk dikunjungi, Bali juga menjadi salah satu lokasi yang banyak digunakan sebagai tempat pembuatan film. Salah satunya produser film dari Swiss tertarik untuk menjelajah Pulau Dewata sebagai lokasi proyeknya.

Putri Koster menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba PKK

D

alam sambutannya Ny. Putri Koster mendo­ rong agar gerakan PKK baik dari tingkat banjar, kecamatan hingga tingkat provinsi terus bersinergi guna menyukseskan pembangunan Bali dan mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “10 program pokok PKK sangat sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Mari kita bergerak bersama, kita tingkatkan sinergitas untuk mewujud­ kannya dengan dimulai dari lingkungan keluarga, “ujarnya. Ia juga meminta agar gerakan PKK di masyarakat tidak hanya sebatas seremonial semata ataupun hanya di­

lakukan untuk menghadapi suatu per­ lombaan. Namun, gerakan tersebut dapat dilakukan secara menyeluruh di setiap keluarga. “Program pokok PKK hendaknya dapat diimplemen­ tasikan dalam kegiatan sehari-hari di masyarakat, maka dengan demikian akan terwujud masyarakat yang se­ jahtera. Ke depan kegiatan PKK akan semakin padat dan menukik lang­ sung ke masyarakat, pemerintah dan masyarakat mari bersinergi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera yang dimulai dari keluarga yang sejahtera,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Bupati Karang­a sem Wayan Artadipa da­

Putri Koster bersama Wakil Bupati Karangasem Wayan Artadipa dan para pemenang dalam lomba PKK

lam sambutannya menyampaikan, peran PKK sangat­lah penting di ten­ gah masyarakat, untuk itu gerakan PKK harus dioptimalkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya se­ hingga benar benar dapat meningkatkan kesejah­ teraan masyarakat. Arta­ dipa juga meminta kegia­ tan PKK menjadi kegiatan wajib di desa desa dan program kerjanya selaras dengan program program pemerintah Puncak peringatan HKG ke 47 di Kabupaten

Karangasem yang mengangkat tema “Tingkatkan Kinerja Gerakan PKK

Putri Koster meninjau stan pameran

Selaras dengan Program Pemerintah” ini juga diisi dengan penyerahan hadiah sejumlah lomba diantaranya lomba penyuluhan pola asuh anak, lomba penyulu­ han pemberdayaan ekono­ mi keluarga melalui UP2K, lomba Hatinya PKK serta lomba yel yel 10 program pokok PKK. Dalam acara yang juga diisi dengan pameran Usa­ ha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) tersebut diakhiri dengan pemoton­ gan tumpeng dan sesi foto bersama. (Wirati Astiti)

“Layanan Publik II” (Mencari Bahan Baku I)

Salam Senyum

Setelah menulis di kolom ini di edisi sebelumnya tentang Layanan Publik, saya dapat banyak respons dari pembaca. Di antaranya mereka juga menginginkan bagaimana tahapan sebelum memulai melatih para pelaku layanan, yaitu cara perekrutannya. Banyak instansi begitupun perusahaan yang bergerak di bidang jasa mengeluhkan atau mengkam­ binghitamkan perekrut pelaku layanan yang hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Atau, lebih kepada ‘bahan baku’ yang dilatih untuk menjadi seorang pelaku layanan sangat sulit untuk dikembangkan karena merekrut orang-orang yang dianggap kurang tepat. Salah satu kemungkinan kesalahan perekrutan terletak pada “casing” atau kulit luarnya saja. Ketika mereka me­ rekrut calon karyawan, yang dilihat hanya penampilan luarnya, yang menyangkut fisik dan nilai akademis yang dilihat dari bukti lembaran dokumen yang menjadi

persyaratan administrasi. Padahal untuk mendapatkan ‘bahan baku’ bagi calon pelaku layanan yang baik, bukan hanya dilihat dari dua hal tersebut. Kalau meng­ ikuti tulisan di kolom ini sekitar dua tahun yang lalu, saya pernah menulis dengan judul “Bahan Baku”. Yang isinya tentang bagaimana pelatihan, pendidikan, coaching layanan yang sama diberikan kepada seluruh pelaku layanan, namun hasilnya berbeda pada setiap karyawan. Dalam tulisan ini masih ada hubungannya dengan tulisan tersebut, saya akan menjawab pertanyaan “bagaimana cara merekrut para calon pelaku layanan agar mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan harapan perusahaan/instansi.” Dari beberapa refrensi buku layanan yang saya baca dan pengalaman lebih dari 27 tahun terjun sebagai pelaku layanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan merekrut para calon pelaku layanan. Yang pertama adalah menyampaikan visi layanan yang tercermin dari budaya layanan yang ada dalam peru-

sahaan/instansi kita pada iklan lowongan kerja. Tentu ini dicantumkan dengan katakata yang penuh dengan semangat dan motivasi untuk menunjukkan bahwa visi ini sangat penting untuk menjadi dasar para pelamar mampu melakukannya ketika sudah diterima sebagai karyawan. Selain menyampaikan hal ini di lowongan pekerjaan, sampaikan juga ketika mulai tahap wawancara awal. Yaitu dengan pertanyaan terbuka yang dapat menggali sejauh mana visi ini dapat dipahami oleh para pelamar yang dibuktikan dengan cerita pengalaman yang sudah mereka lakukan. Langkah kedua untuk mendapatkan ‘bahan baku ‘ yang baik untuk pelaku layanan adalah dengan melibatkan seorang pemimpin layanan dalam instansi/ perusahaan Anda. Ketika budaya layanan sudah kuat dilaksanakan dalam perusahaan, maka tentu ini ditentukan oleh seorang pemimpin dalam tim budaya layanan yang terbentuk. Para pemimpin budaya layanan dalam sebuah perusahaan tentu sudah sangat konsisten untuk menjadi role model, coaching, evaluasi, serta melakukan hal-hal yang terkait untuk membuat layanan di perusahaan dapat berjalan dengan baik dan konsisten. Untuk langkah perekrutan yang kedua ini sering keliru dalam pelaksanaannya. Ba­ nyak para perekrut calon pelaku layanan,

yang tidak terlalu paham tentang layanan. Tentu penggalian kepada calon karyawan tidak menjurus kepada hal layanan. Namun lebih kepada hal-hal yang tidak terlalu berpengaruh terhadap layanan. Langkah-langkah penting lain apa saja yang mesti dilakukan oleh para perekrut calon pelaku layanan agar mendapatkan ‘bahan baku’ yang sesuai dengan harap­ an perusahaan/instansi kita? Nantikan tulisan saya pada episode selanjutnya. (bersambung) Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi kita memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul Serve With Love atau buku saya dengan judul Service A La Carte, serta materimateri pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication For Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan meng­ aplikasikan layanan ini di perusahaan /instansi Bapak/Ibu ? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com

D

ari sekian banyak tem­ pat-tempat menarik di Bali, Buleleng rupanya menjadi pilihan sebagai lokasi yang paling tepat untuk peng­ garapan film yang berjudul Lost in Paradise-Luchsinger and Gods. Film garapan sutradara Markus Kobeli ini rencananya akan tayang pertengahan tahun 2020 mendatang. Pria berkebangsaan Swiss ini men­ gatakan syuting film ini memang lebih banyak mengambil lokasi di Buleleng. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Buleleng merupakan masyarakat Bali asli dibandingkan daerah lain seperti Bali Selatan. “Kami ingin penggarapannya meli­ batkan masyarakat Bali asli, setelah kami riset di Bulelenglah masyarakat Bali asli lebih banyak belum banyak perantauan,” ungkap pria yang fasih berbahasa Indonesia ini. Film yang memiliki durasi sekitar 90-100 menit ini telah mengambil 30 lokasi take di daerah-daerah wisata

Buleleng, salah satunya di Lovina, Desa Kalibukbuk. Markus menam­ bahkan film tersebut di dukung oleh aktor-aktor senior dari Swis seperti Orlaando Bassi, Manfred Liechti, Andrea Zogg, Jurg Maire, Max Rudlinger serta beberapa artis lokal seperti Puja Astawa. Untuk artis lokal, sambung Markus tidak banyak menggunakan aktor yang berpengalaman, justru pihaknya menggunakan masyarakat setempat agar hasilnya benar-banar natural. “Kami tidak menggunakan banyak aktor tetapi kami ajak masyarakat di mana kami lakukan syuting misalnya peran nelayan memang diperankan oleh nelayan yang ada di Lovina,” jelasnya. Disinggung alasan memilih Bule­ leng sebagai lokasi syuting, Markus mengatakan ingin lebih banyak mengeksplor Buleleng yang no­ tabene sangat berbeda dengan Swiss. Dari segi penduduk, Buleleng lebih banyak memiliki penduduk usia

Jumpa pers produser film dan aktor film Lost in Paradise

produktif sedangkan Swiss memiliki lebih banyak penduduk usia pensiun. Selain itu, perbedaan suhu dan kebu­ dayaan yang sangat kentara menjadi salah satu alasan pembuatan film tersebut di Buleleng. “Orang Swiss belajar kepada orang Bali untuk kembali ke alam dan belajar untuk menerima hidup. Dalam kehidupan beragama orang Swiss hanya ketika ke gereja sedangkan orang Bali di manapun dan kapan pun selalu ada upacara, antara kehidupan dan agama sangat berkaitan,” jelasnya. Film yang sudah digarap selama 24 hari tersebut dibuat untuk men­

genalkan kebudayaan dan alam di Bali yang tidak sepenuhnya diketahui oleh orang Swiss. Pihak produser ingin memperkenalkan Bali lebih dalam kepada masyarakat luar. “Selama ini orang Swiss hanya tahu Bali dari postcard saja, hanya tahu fotonya saja tidak dengan budayanya,” tam­ bahnya. Selama pengambilan gambar, kata Markus pihaknya bersama para ak­ tor tidak mengalami hambatan yang berarti. Hanya saja sistem komu­ nikasi yang berbeda membuat aktor dan penduduk lokal sering terjadi miskomunikasi. Ini bisa diatasi den­

gan beradaptasi beberahari saja,” tandasnya. Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan sangat mendukung proyek film tersebut. Melalui film itu diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Buleleng. Selama ini kata Sutrisna tingkat kunjungan wisatawan dari Eropa memang paling tinggi dibandingkan negara lain. “Kami ber­ harap diluncurkannya film ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya Eropa dan dapat menge­ nalkan Buleleng di tingkat dunia,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

Apa Itu Smegma?

“Dok, belakangan saya perhatikan kelamin suami saya sering keluar kotoran-kotoran putih. Katanya itu bikin gatal. Mudah dibersihkan tapi selalu muncul lagi, dibawah kulup kelamin. Kelamin suami saya tidak disunat. Apakah itu yang disebut smegma? Berbahayakah, Dok?” (Putri,25 thn) Kotoran penis yang berwarna putih memang benar disebut smegma. Perlu diketahui, penis adalah salah satu organ vital yang harus selalu bersih. Selalu menjaga kebersihan penis tidak hanya akan menguntungkan lakilaki, tetapi juga pasangannya. Tetapi pada kenyataannya, banyak laki-laki yang kurang memperhatikan kebersihan penis dan ini dapat memicu risiko kesehatan yang cukup serius. Dalam kasus di atas bisa ditebak bahwa penanya karena tidak disunat kemung-

kinan besar jarang membersihkan kulup atau kulit yang menutupi kepala penis. Sehingga kotoran-kotoran putih atau smegma juga akan bertumpuktumpuk di bagian leher penis di bagian lipatan dalam kulup. Hal ini akan mengundang risiko infeksi, kemungkinan pemicu kanker penis di masa datang dan tentu saja sangat tidak menyenangkan untuk pasangan seksualnya. Membersihkan penis sebenarnya sangat mudah. Salah satu cara paling mudah adalah membasuh bagian penis dengan

air hangat atau air bersih setiap hari saat mandi. Buat yang tidak disunat tinggal tarik kulit yang menutup kepala penis dengan lembut dan cuci bawahnya dengan bersih. Itu saja sudah cukup. Jika tidak melakukannya, atau tidak membersihkannya dengan benar makan akan mulai terlihat ada kotoran menumpuk yang disebut smegma tadi. Smegma ini sebenarnya adalah pelumas alami yang membuat lembab penis. Ini ditemukan pada kepala penis dan di bawah kulup. Smegma yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri. Hal ini dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan dan sering juga mendatangkan keluhan gatal. Satu catatan lagi, jangan terlalu sering dan berlamalama mencuci penis dengan sabun karena justru bisa menyebabkan iritas. Iritasi bisa

menyebabkan rasa nyeri. Jika ingin membersihkan penis dengan sabun, pilihlah sabun yang lembut atau tidak beraroma untuk mengurangi risiko iritasi kulit dan jangan terlalu sering. Hindari pula penggunaan bedak dan deodoran pada penis. Pada laki-laki yang disunat, membersihkan penis harus tetap dilakukan. Yang sudah disunat dan tak memiliki kulup, kepala penis tidak lagi terlin­ dung dari debu, keringat dan segala macam iritasi. Oleh sebab itu, pembersihan dengan cara mencuci juga wajib dan harus rutin dilakukan. Jangan lupa juga untuk membersihkan dan merapikan rambut penis atau rambut pubis. Dipotong secukupnya dan jangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat karena jika lembab akan jadi tempat buat tumbuhnya jamur. Bersihkan juga bagian pangkal penis dan

bagian testis atau buah pelir. Keringat dan rambut kemaluan dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau menyengat pada ketiak. Harus dibersihkan sesering mungkin untuk mencegah akumulasi keringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Pastikan pula area antara pangkal testis dan anus selalu bersih dan bebas dari bau. Demikian juga jagalah kebersihan pakaian dalam. Seringlah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian dalam melekat pada penis. Yang terakhir, jagalah perilaku seksual Anda, janganlah berganti pasangan seksual dan tetaplah saling setia dengan pasangan Anda.


20

Bumi Gora

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Akselerasikan Pendidikan Finansial

Nusa Tenggara Barat akan lebih cepat terlihat kemajuannya, jika masyarakat melek finansialnya dan merata hingga ke desa di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. Hal ini diungkapkan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E M.Sc, dalam acara Penandatangan Ke­sepakat­ an Bersama antara PT. Bank NTB Syariah dan Kantor Pertanahan dengan Pemerintah Provinsi/Kab/Kota Se-Nusa Tenggara Barat dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah.

K

arena itu, Gubernur berharap Bank NTB Syariah serta OJK melalui stakeholder terkait, mampu mengakselerasikan pendidikan finansial ke madrasah-madrasah. “Jangan sampai banyak investasi yang masuk di tempat kita, tapi masyarakat NTB menjadi penonton di tempatnya sendiri,” katanya. H. Kukuh Rahardjo, Direktur Utama Bank NTB Syariah mengungkapkan, Bank NTB Syariah saat ini dalam proses pengembangan aplikasi untuk penerimaan retribusi daerah, dimana hal tersebut merupakan bagian dalam rangka program transformasi oleh Bank NTB Syariah. “Harapannya melalui pengembangan dan peningkatan layanan dimaksud akan menjadikan bank yang kompetitif, kuat dan dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu dalam program tahunan tersebut perlu dukungan yang

kuat dari stakeholder,” ujarnya. Bank NTB Syariah beberapa bulan terakhir ini, berupaya mengembangkan

sarana dan prasarana teknologi bekerjasama dengan pihak ketiga, khususnya pengembangan transaksi elektronik channel melalui SMS Banking dan Internet Banking. Harapannya ke depan Bank NTB Syariah akan makin diperlukan untuk mendukung transaksi keuangan yang efisien, efektif dan produktif. Dalam beberapa waktu terakhir ini sarana dan prasarana tumbuh dan berkembang secara masif menjadi suatu kebutuhan utama dalam memberikan

layanan kemudahan kepada nasabah maupun masyarakat. Pada kesempatan yang sama pula, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, KPK berharap upaya ini bisa meningkatkan pendapatan daerah sehingga hasilnya bisa dirasakan masyarakat. “Sistem ini juga bisa menutup penyelewengan pajak daerah karena datanya akan tercatat secara elektronik,” kata Basaria. (Naniek I. Taufan)

Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan SK CPNS kepada CPNS tenaga guru dan tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali hasil seleksi tahun 2018. Penyerahan dilakukan dengan menggunakan pakaian adat Bali di halaman Kantor Gubernur Bali, Kamis (25/4).

Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Serahkan SK, Gubernur Koster Minta CPNS Pemprov Jadi Motor Pelayanan Publik secara luas serta melibatkan Ombudsman, BPKP, Kepolisian, Kejaksaan dan Inspektorat. Dari 12.469 orang pelamar, sebanyak 774 orang dinyatakan lulus seleksi CPNS Pemprov Bali tahun 2018 untuk mengisi 774 dari 818 formasi yang ditetapkan. Sebanyak 44 jabatan tidak terisi yang terdiri dari 25 formasi jabatan tenaga guru dan 19 formasi jabatan kesehatan dikarenakan tidak ada pelamar atau pelamar tidak memenuhi syarat. Dari 774 orang tersebut, sebanyak

G

Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc.

Perempuan dan Kaum Disabilitas Harus Terus Berkarya

“Driver dari pembangunan ini, yang memberikan efek besar pada pembangunan kita adalah perempuan. Tidak hanya soal infrastruktur, berbicara mengenai pendidikan, kesehatan, apa pun itu, ujung tombaknya adalah perempuan,’’ ungkap Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah ketika membuka Lokakarya Penutupan Hibah Kemitraan Indonesia Australia Untuk Infrastruktur (KIAT) dalam Penguatan Organisasi Masyarakat Sipil Bidang Kesetaraan Gender dan Induksi Sosial, beberapa waktu lalu di Mataram. Dalam kesempatan ini Rohmi memberikan motivasi kepada para perempuan dan kaum disabilitas untuk terus berkarya dan bergerak dalam memajukan pembangunan di Nusa Tenggara Barat. Rohmi juga mengingatkan untuk selalu mengedepankan pelayanan yang terbaik bagi kaum disabilitas. “Jangan pernah tidak menganggap keberadaan perempuan dan kaum disabilitas, karena bisa jadi sesungguhnya mereka adalah aktor yang sangat menentukan dalam pembangunan

5

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

di NTB ini,” ujar Wakil Gubernur perempuan pertama di Nusa Tenggara Barat ini. Ia berharap ke depannya semakin banyak kerja sama yang bertujuan untuk membangun serta memajukan daerah ini. Staf ahli Gubernur NTB bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Ir. Sudirman, M.M ., yang turut hadir juga menyampaikan beberapa program yang telah dihasilkan oleh KIAT. Ia juga berpesan kepada pemerintah daerah agar terus bersinergi dalam menyusun program kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Sementara itu, Deputy Director KIAT Gender Equality, Social Inclusion and Civil Society Engagement (GESI-CSE), Dr. Zan Edward mengapresiasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan mitra-mitra kerjasama, yang telah membantu serta memberikan dukungan pada program-program KIAT di Nusa Tenggara Barat. (Naniek I. Taufan)

ubernur Bali Wayan Koster meminta para CPNS menjadi bagian daripada aparatur yang memegang penuh amanat sebagai administrasi sipil negara dengan mematuhi aturan dan bekerja dengan baik. Dalam upaya menata Pemerintah Provinsi Bali, Gubernur Koster berharap CPNS yang masih belum terkontaminasi dengan hal-hal negatif bisa menjadi motor dalam pelayanan publik khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. “Jadi kita berharap adik-adik ini akan menjadi motor untuk menggerakkan roda pendidikan kita dan kesehatan kita agar mendapat pelayanan yang baik,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini. Gubernur Koster juga meminta kepada para CPNS untuk tidak sampai terkena tipu daya orang yang mengaku berjasa dalam perekrutan CPNS dan

Gubernur Koster duduk bersama para CPNS di Lingkungan Pemprov. Bali

memberikan imbalan jasa. Ia mengatakan seleksi ini sudah berjalan sesuai dengan aturan yang benar. “Mudahmudahan ini nggak ada yang kena tipu karena melalui seleksi yang dikuti secara langsung dengan benar,” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Lihadnyana mengatakan pelaksanaan CPNS Pemprov Bali tahun 2018 dilakukan secara terbuka, transparan dan akuntabel dimana setiap tahapan proses seleksi diumumkan

Upacara Adat Ngerebong Tercatat Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atas pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal terhadap upacara adat “Ngerebong”. Menurut Koster, hal ini merupakan langkah yang baik untuk mendaftarkan kekayaan adat, budaya, karya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. “Saya terus mendorong industri lokal di Bali yang sangat kaya, unik, kreatif dan inovatif yang memang semestinya mendapatkan perlindGubernur Koster menerima surat pencatatan Upacara Adat Ngerebong ungan agar mendapatkan kontribusi sebagai Kekayaan Intelektual Komunal dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Koster yang juga ketua Pelindungan hukum yang diberikan atas kekayaan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, intelektual bukan saja merupakan pengakuan negara Sementara itu Menteri Hukum dan HAM Yasonna terhadap karya intelektual seorang pencipta atau invenLaoly dalam sambutannya mengatakan jika Perlindungan tor, tetapi juga akan menumbuhkembangkan pencipta Kekayaan Intelektual (KI) memiliki peran strategis unatau inventor untuk meningkatkan kreativitas dalam tuk mendorong kemandirian ekonomi nasional melalui menciptakan karya terbarunya. Hal inilah yang diterima sektor ekonomi kreatif. “Kekayaan Intelektual serta salah satu upacara adat Bali yakni “Ngerebong” yang para pelaku ekonomi kreatif dapat bersinergi secara saat ini telah mendapat surat pencatatan Kekayaan aktif terutama terkait dengan promosi dan diseminasi Intelektual Komunal (KIK) Ekspresi Budaya Tradisional Kekayaan Intelektual,” ucap Yasonna. dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Ia menambahkan, perlindungan serta sistem KekaKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik yaan Intelektual yang baik dapat menjadi competitive Indonesia. advantage suatu negara untuk bersaing dengan negaraPenyerahan surat pencatatan tersebut diserahkan negara lain. “Terbukti negara-negara berpredikat maju langsung Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat ini adalah negara-negara yang sadar dan menghargai kepada Gubernur Bali Wayan Koster pada acara Indobetul atas pentingnya Kekayaan Intelektual dalam memnesian Intellectual Property Awards (IIPA) serangkaian bangun ekonomi negaranya,” tambah Yasonna. peringatan Hari Kekayaan Intelektual se-Dunia ke-19 Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan yang berlangsung Jumat (26/4) pagi di Discovery Kartika surat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Plaza Hotel, Kuta, Badung. asal Jawa Timur yaitu ‘Permainan Sapi Sonok’ yang Untuk diketahui, “Ngerebong” sendiri merupakan diberikan kepada Gubernur Jawa Timur serta KIK asal tradisi yang digelar oleh umat Hindu, seperti di Pura Bali ‘Upacara Adat Ngerebong’ yang diterima oleh Agung Petilan, Desa Pakraman Kesiman dan Puri Agung Gubernur Bali, I Wayan Koster. Selanjutnya, diberikan Pemayun. Tradisi ini biasanya dilakukan setiap enam pula 92 Sertifikat Merek UMKM kepada Pemerintah bulan dalam penanggalan kalender Bali yakni pada Provinsi Jatim dan penghargaan kepada Kantor Wilayah hari Minggu atau Redite Pon wuku Medangsia. Upacara Kemenkumham Provinsi Bali atas Inisiasi Membangun ini bertujuan untuk memelihara keharmonisan hubungan 9 (sembilan) Sentra KI di Bali. Kegiatan ini diikuti para antara manusia dengan tuhan, manusia dengan sesama Pimpinan Tinggi Madya dan pegawai di lingkungan Ditjen umat manusia dan manusia dengan alam lingkungan. KI, selain itu hadir pula Gubernur Bali dan Para Rektor Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster Universitas dari berbagai perguruan tinggi. (ast)

773 orang telah ditetapkan Nomor Induk Kepegawaian (NIP) sementara satu orang tidak dapat ditetapkan karena dokumen yang diajukan tidak memenuhi syarat. Sebelum SK diserahkan, Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana menyampaikan satu orang lagi mengundurkan diri sehingga pada penyerahan SK oleh Gubernur Bali dihadiri oleh 772 orang CPNS yang penempatannya sesuai dengan unit penempatan sesuai jabatan yang dilamar. (ast)

Gubernur Koster Jadi Inspektur Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55 Peringatan Hari Bhakti pemasyarakatan ke-55 tahun 2019 tidak hanya dijadikan piranti nostalgia untuk mengenang histori. Lebih dari itu, peringatan ini harus mampu menjadi spirit-legacy untuk meneruskan semangat juang dan pengabdian para pendahulu dan peletak dasar pemasyarakatan. Meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, para pendahulu tetap menunjukkan dedikasi, loyalitas dan integritas yang tinggi sehingga dapat mewujudkan pemulihan kembali kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupn bagi narapidana. Demikian disampaikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Yasonna Laoly dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi Inspektur Upacara pada Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-55 Tahun 2019 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan, Badung, Sabtu (27/4) pagi. “Indikator keberhasilan pemulihan kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan terletak pada kemampuan Pemasyarakatan dalam memperbaiki dan meningkatkan kapasitas narapidana baik dalam dimensi kepribadian yakni mental dan spiritual maupun dimensi kemandirian yang tidak hanya mandiri secara ekonomi namun lebih dari itu juga mampu mandiri dalam menjalankan kehidupannya,” jelasnya. Ditambahkannya, Indonesia saat ini tengah menghadapi sebuah fase dimana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Berlebihnya tenaga kerja produktif adalah peluang emas Indonesia untuk menggenjot roda ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi terpacu, sektor rill terdongkrak dan daya saing meningkat. Inilah yang disebut bonus demografi,

dimana kondisi ini diprediksi akan mengalami puncaknya pada tahun 2030 mendatang. Secara normatif, bonus demografi seyogyanya membawa kesejahteraa untuk segenap masyarakat. “Melihat situasi ini tentu perlu ada perbaikan yang wajib dilakukan oleh pemerintah untuk membangun kapasitas narapidana sehingga dapat mendukung pembangunan Nasional. Pemasyarakatan harus mampu membentuk manusiamanusia mandiri, sehingga ketika bebas merek menjadi masyarakat yang siap berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan Nasional,” ujarnya. Untuk itu, Pemasyarakatan harus di transformasikan sebagai penata sosial untuk menyiapkan masyarakat yang tangguh, berkepribadian dan memiliki produktifitas tinggi yang siap berkompetisi dalam persaingan global. “Kita patut bersyukur, beberapa prestasi dan pencapaian kinerja Pemasyarakatan, dewasa ini telah mendapat apresiasi dari pemerintah, masyarakat bahkan dunia internasional. Disisi lain melalui kegitan industri, Pemasyarakatan telah dapat berkondtribusi dalam menggerakan roda perekonomian nasional melalui sektor industri kecil dan menengah serta pendapatan negara bukan pajak. Mari bekerja penuh dedikasi, berkomitmen menjaga integritas moral dan berkeyakinan membangun Pemasyarakatan PASTI,” imbuhnya. Pada kesempatan tersebut Gubernur Koster yang juga selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Bali Sutrisno menyerahkan piagam penghargaan kepada 7 (tujuh) pegawai UPT Pemasyarakayan pada jajaran Kantor Wilayah Hukum dan HAM Wilayah Bali atas berbagai prestasinya.

Gubernur Koster didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Bali Sutrisno menyerahkan piagam penghargaan kepada tujuh pegawai UPT Pemasyarakatan pada jajaran Kantor Wilayah Hukum dan HAM Wilayah Bali atas berbagai prestasinya.


Inspirasi

4

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Booming Jualan Bunga lewat Toko Online Bunga-bunga indah warna-warni benar-benar memanjakan mata. Ditata indah membuat siapa saja yang melintasi stan Innovart cornhusk flower terpikat dan ingin memiliki. Tak heran kalau stan mungil penuh bunga itu dikerubungi para pengunjung. Bukan hanya para wanita tapi kaum lelaki pun terlihat sibuk memilih bunga.

“H

ari ini lumayan banyak. Tapi tidak membludak seperti harihari sebelumnya. Mungkin karena hari terakhir ya. Dari mulai pameran hari Rabu hingga Sabtu, kami nyaris tidak bisa istirahat. Kita berempat benar-benar kewalahan. Banyak pengunjung meminta kami membantu memilihkan bunga juga merangkainya. Saya sampai bingung, karena sedang melayani

satu pembeli, kemudian beberapa pembeli juga meminta hal yang sama atau bertanya ini-itu. Benar-benar luar biasa,” ungkap Wit, Kepala Produksi Innovart. Dari ribuan bunga yang dibawa dari Surabaya, hanya tinggal sedikit yang tersisa. Walhasil bagi pembeli yang datang di hari terakhir, tidak semuanya bisa menikmati aneka koleksi bunga cantik ’Innovart –cornhusk flower’. “Sisanya tinggal ini. Untuk bungabunga koleksi terbaru tidak didiskon, tapi untuk bunga-bunga yang model keluaran tahun kemarin, kami diskon.

Tapi diskon-tidak diskon, masyarakat rupanya tetap suka model-model baru,” tambah Wit yang telah menekuni pembuatan bunga sejak tahun 90-an. Bunga-bungaan koleksi Innovart memang sudah dikenal di kalangan pencinta bunga artifisial. Mereka suka selain karena kualitas bunga yang tahan lama, juga kreativitas yang tinggi dari pembuatnya, baik itu warna maupun bentuknya yang

memikat. Menurut Nina, bisnis bunga itu dibangun ibunya, Yenny Arifli sejak tahun 80-an. Ketika itu material yang digunakan bukan lah kulit jagung seperti sekarang melainkan lontar. “Awalnya hobi. Mama saya menyukai berbagai ketrampilan, termasuk membuat bunga. Kreasi mama ternyata banyak yang suka, akhirnya jadilah bisnis,” ungkap Nina yang mulai terjun membantu bisnis mamanya sejak tahun 2001. Bisnis bunga yang terus berkembang itu kini dikelola Nina dengan dibantu sejumlah stafnya. “Saya lebih ke pemasarannya, sedang pengerjaannya, kami sudah memiliki tim sendiri, termasuk desainernya. Mama juga masih terjun di bisnis ini tapi hanya sebagai konsultan,” tutur Nina yang menimba ilmu desain grafis

Nina

dari sebuah universitas di Australia. Mungkin, ada banyak orang yang bermain di bisnis bunga, namun bunga kreasi Innovart seolah mendapat tempat tersendiri di hati para pencinta bunga artifisial. Daya tarik utamanya selain kualitas bunga juga pada kreasi dan pewarnaan yang dianggap berbeda dari yang lain. Tak heran kalau tahun 2013 lalu, Innovart mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia untuk kategori ‘Innovative Art’. Nina yang terjun langsung dalam setiap pameran, mengaku, kerap bertemu dengan para pelanggan setianya. “Banyak dari mereka yang datang itu ternyata sudah memiliki beberapa bunga koleksi kami dan ingin membeli lagi. Mereka bilang bunga-bunga koleksi mereka tetap awet, tetap cantik meski sudah bertahun-tahun,” tuturnya. Jadi memang, lanjut Nina, keawetan produk dan kreasi menjadi andalan utama mereka dalam berbisnis. “Perawatannya mudah kok. Hanya dibersihkan dengan kuas kering. Jangan kena air, jangan kena sinar matahari. Jika itu dipatuhi, pasti bunga akan awet selama bertahun-tahun. Warnanya pun tidak luntur,” tambah Nina yang kini gencar memasarkan bunga lewat online. MENGGALI PASAR DALAM NEGERI Dulu, sebelum era toko online marak, Nina gencar memasarkan bunga-bunganya lewat berbagai bazar maupun pameran-pameran. Namun belakangan ketika tren pemasaran produk bergeser ke online seiring dengan semakin banyaknya

pengguna internet di Indonesia, Nina pun ikut. Ternyata, kata Nina, hasilnya menggembirakan. Penjualan meningkat pesat. “Penjualan lewat online lebih efektif ketimbang offline. Daya jangkaunya pun luas,” ujarnya. “Pembelinya bisa dari berba-

selektif,” tambahnya. Seperti halnya bisnis lainnya, bisnis bunga pun terkena imbas dari kelesuan perekonomian, khususnya pada ekspor. Kalau sebelumnya mereka kerap mengekspor bunga-bunganya ke mancanegara seperti Amerika, Jepang, Italia, Arab, dll, kini jauh berkurang. Yang masih rutin hanya tinggal ke Belanda. Uniknya, pasar luar negeri sedang lesu tapi permintaan dalam negeri justru mengalami peningkatan yang signifikan. “Permintaan tinggi dari dalam negeri, dari seluruh Indonesia. Itu karena lewat online. Dalam beberapa waktu terakhir ini kami sedang konsentrasi pada bunga-bunga untuk wedding, di antaranya hand bouquet. Itu permintaanya tinggi lho,” tambah Nina. DARI LONTAR KE KULIT JAGUNG Tentang limbah kulit jagung, Wit yang menangani bagian produksi sejak tahun 90-an memiliki cerita sendiri. Sebelumnya ketika mengawali bisnis bunga tahun 80-an, tutur Wit,

Metropolitan

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

Ibukota Indonesia Pindah Kemana?

Dalam beberapa waktu terakhir ini topik terkait rencana pemindahan Ibukota RI ramai diperbincangan. Baik yang pro maupun yang kontra sama-sama heboh di media. Masyarakat pun tak mau ketinggalan ikut berpartisipasi menyuarakan pendapatnya.

A

da tiga daerah yang menjadi nominasi calon Ibu Kota RI yang baru. Yakni, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi. Mana yang dipilih, masih menunggu pembahasan lebih lanjut. Termasuk persetujuan dari DPR. Sambil menunggu itu lah, kini bergulir aneka pandangan. Bahkan Presiden Joko Widodo sendiri pun ikut ‘beraksi’ dengan meminta masukan dari masyarakat tentang daerah mana yang dipilih. Lewat akun medsosnya, FB, twitter dan instagram, Jokowi membeberkan bahwa DKI Jakarta saat ini memikul dua beban sekaligus, sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik, juga pusat bisnis.

Di antaranya mengenai pemilihan lokasi yang tepat, pertimbangan aspek geopolitik, geostrategis, serta kesiapan infrastruktur. Menurut Anda, dimana sebaiknya Ibu Kota Negara Indonesia ditempatkan dan apa pertimbangannya?” Begitu pertanyaan Presiden kepada warga net yang langsung disambut dengan aneka komentar, dari mulai yang mendukung berikut pemaparan daerah yang dipilih mereka, yang ‘nyinyir’ hingga yang berkomentar kocak. Sejauh ini, per 4 Mei lalu, untuk instagram sudah disukai oleh 1 juta orang lebih. DAMPAKNYA PADA DUNIA ENTERTAINMENT Sejumlah artis juga ikut berko-

Jakarta macet parah

gai tempat. Kami kerap melayani pembeli-pembeli yang jauh seperti Kalimantan, Papua, Aceh, Sumatera. Mereka pesan banyak bisa sampai juta-jutaan rupiah nilainya,” kata Nina yang selain memasarkan lewat sejumlah ‘toserba’ online juga lewat medsos antara lain instagram. Meski konsentrasi pemasaran lebih banyak lewat online, mereka, kata Nina, masih tetap melakukan pemasaran lewat offline.“Kami masih tetap mengisi toko-toko bunga, juga ikut pameran-pameran tapi lebih

menggunakan lontar kemudian tahun 1996 mereka mengganti materialnya dengan kulit jagung. Awalnya, kata Wit, karena melihat banyak kulit jagung terbuang begitu saja. “Jadi saya dan bu Yenny coba-coba berkreasi dengan kulit jagung. Saya cari sendiri kulit jagung di pasar. Kami mulai dari satu kreasek kulit jagung. Ternyata hasilnya bagus. Malah dengan bahan ini kami jadi lebih mudah berkreasi. Kulit jagung bisa dibuat jadi apa saja, bahkan bentuk-bentuk yang rumit, sedang lontar tidak bisa. Akhirnya kita sepenuhnya beralih ke kulit jagung,” tuturnya. Pasar pun, lanjut Wit, menyambut perubahan material bunga dengan hangat. Umumnya menyukai karena dengan daun jagung kreasi bungabunganya menjadi lebih variatif. Apalagi warna-warna nya pun semakin berkembang. Wit bersyukur ikut menjadi saksi dari perkembangan bisnis bunga. “Kini pekerja tetap kami sudah 25 orang, Jika ada banyak pesanan atau ekspor malah bisa sampai 100 lebih pekerja. Alhamdulilah,” ucap Wit. (Diana Runtu)

21

“Apakah di masa depan kota ini masih mampu memikul beban itu?” Demikian tulis Presiden pada akun medsosnya. Menurutnya, banyak negara telah memikirkan dan mengantisipasi arah perkembangan negara mereka di masa mendatang dengan memindahkan Ibu Kota Negara. Contohnya Malaysia, Korea Selatan, Brasil, Kazakhstan, dan lain-lain. Sementara Indonesia, gagasan memindahkan Ibu Kota sudah muncul sejak era Soekarno dan selalu menjadi wacana di setiap era presiden. Tidak pernah diputuskan dan dijalankan secara terencana dan matang. “Kemarin di Kantor Presiden, saya menggelar rapat soal pemindahan Ibu Kota Negara. Pembahasan ini tidak hanya mempertimbangkan manfaat jangka pendek semata, namun terutama kebutuhan dan kepentingan negara dalam perjalanan menuju negara maju. Pemindahan Ibu Kota adalah sebuah proses yang tidak singkat dan berbiaya besar.

mentar soal wancana pemindahan Ibu Kota. Di antaranya Inul Daratista dan Cinta Laura Kiehl. Menurut Cinta lewat akun medsosnya menyatakan dukungannya terkait rencana tersebut. Menurutnya itu adalah keputusan bijaksana dengan memindahkan Ibu Kota ke luar Pulau Jawa. “Supaya kesejahteraan lebih merata dan tidak tertumpuk di Pulau Jawa,” ucap artis cantik ini. Hal senada juga disampaikan Inul Daratista ketika ditanya wartawan soal wacana Ibu Kota pindah. “Setuju karena tujuannya kan untuk kebaikan Indonesia ke depan. Sebagai rakyat aku ikut saja,” ucap Inul sembari menyebut pilihan terbaik adalah Kalimantan. Dalam penilaiannya, Kalimantan yang pada zaman kolonial dikenal dengan sebutan Borneo, ini, paling aman juga luas. Namun, katanya, dia memperkirakan pemindahan Ibu Kota juga akan berdampak pada dunia entertainment yang digelutinya.

Cinta Laura

Inul Daratista

“Mungkin ada dampak ya , tapi tidak signifikan. Karena Jakarta pun tetap berkembang, pembangunan tetap digalakkan. Jakarta tetap sebagai pusat bisnis,” ucap Inul yang juga menggeluti dunia usaha. “Pokoknya kalau demi kebaikan, aku dukung aja,” ujar salah satu juri Liga Dangdut 2019 ini. Artis lainnya juga mengaku tidak khawatir pindahnya Ibu Kota ke luar Jawa akan mengganggu kiprah mereka di dunia entertainment. Apalagi, kata mereka, kalaupun pindah itu disetujui DPR, masih membutuhkan proses yang lama sampai tempat baru siap untuk beroperasi. “Ini kan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak yang harus diurus. Katanya kalau terwujud baru sekitar 2030, itu kan masih lama lah. Kita lihat dan tunggu saja kelanjutannya. Kan masih akan dibahas di DPR juga,” ungkap seorang artis. Menanggapi wacana tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tidak menyebut soal dirinya setuju atau tidak setuju. Dia hanya mengatakan, kalaupun nantinya Ibu Kota jadi pindah, rencana pembangunan besar-besaran yang sudah dicanangkan akan tetap berjalan. “Tadi dalam rapat juga sudah disampaikan Presiden bahwa pembicaraan tentang rencana pemindahan Ibu Kota tidak ada hubungannya dengan rencana pembangunan besar-besaran di Jakarta. Itu artinya, pembangunan ya tetap jalan terus,” ujar Anies. Menurutnya masih banyak ‘PR’ yang harus diselesaikan terkait Jakarta. Di antaranya soal daya dukung lingkungan hidup, ketersediaan air bersih, pengelolaan udara, transportasi, dll, itu semua katanya, harus diselesaikan.

ALASAN KENAPA IBUKOTA HARUS PINDAH Terkiat kenapa Ibu Kota harus pindah dari Jakarta sempat disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasionak (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. Menurutnya, ada banyak faktor kenapa Ibu Kota harus pindah, di antaranya adalah masalah lalu lintas yang buruk dan banjir. Jakarta, jelasnya, menjadi kota terburuk keempat berdasarkan kondisi lalu lintas saat sibuk dari 390 kota yang disurvei. Peringkat ke-9 terburuk untuk kepuasan pengemudi serta kinerja kemacetan terburuk. Kondisi ini menyebabkan komunikasi dan koordinasi antarkementerian/lembaga kadang tidak efektif. “Kerugian ekonomi yang diakibatkan tahun 2013 sebesar Rp 56

triliun, kami perkirakan angkanya sekarang sudah mendekati Rp100 triliun per tahun seiring dengan makin beratnya kemacetan lalu lintas di Jakarta,” ungkap Bambang. Selain masalah kemacetan, persoalan banjir juga menjadi salah satu pertimbangan. Tidak hanya banjir yang berasal dari hulu tapi juga terjadinya penurunan muka tanah di pantai utara Jakarta serta kenaikan permukaan air laut di mana 50% wilayah Jakarta itu masuk kategori rawan banjir atau memiliki tingkat kerawanan banjir di bawah 10 tahunan. Padahal idealnya, kata mantan Menkeu itu, sebuah kota besar kerawanan banjirnya bisa minimum 50 tahunan. “Penurunan muka air tanah di utara rata-rata 7,5 cm per tahun dan tanah turun sudah mencapai 60 cm pada periode 89-2007. Dan itu akan terus meningkat sampai 120 cm karena pengurasan air tanah. Sedangkan air laut naik rata-rata 4-6 cm karena perubahan iklim. Ditambah lagi, kualitas air sungai di Jakarta 96% tercemar berat sehingga juga memiliki bahaya bencana signifikan untuk human pandemic sebagai akibat sanitasi buruk,” paparnya panjang lebar. Hal senada juga disampaikan oleh pengamat perkotaan Yayat Supriatna yang berharap pemindahan Ibu Kota mendesak direalisasikan. Seperti Bambang, Yayat juga berpandangan Jakarta sedang memiliki masalah besar, yakni kemacetan lalu lintas yang parah serta masalah banjir. Kerugian yang diderita akibat masalah tersebut bukan sedikit. Karenanya dia sangat mendukung jika Jakarta tidak lagi sebagai Ibu Kota Indonesia. (Diana Runtu)

Ilustrasi Jakarta banjir


BUNDA ANANDA

22

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Bijaksana Berinternet

Orangtua Wajib Awasi Anak Kecanggihan teknologi kini dengan mudah diakses anakanak. Bahkan anak-anak lebih mudah beradaptasi dengan smartphone. Apa yang harus dilakukan orangtua menyikapi fenomena ini? Semua terungkap saat talk show “Dampak Negatif Internet pada Anak” yang diadakan Lentera Anak Bali di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Minggu (21/4). Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Kartini dan sewindu Yayasan Lentera Anak Bali.

T

iga narasumber yang dihadirkan adalah Kompol Gusti Ayu Putu Suwinaci (Kasubdit Cyber Crime Polda Bali), Ida Ayu Surya Sulistyawati (Women Google, mantan Miss Internet), serta Dr. AA Sri Wahyuni, SpKJ (psikiater, Yayasan Lentera Anak Bali). Talk show dipandu Yuni dari Lentera Anak Bali. Suwinaci menuturkan pihaknya sering menerima laporan kasus penipuan, penghinaan, pemerasan, pencemaran nama baik. “Ada juga cyber bully, ini bentuk kekerasan di dunia maya dan termasuk tindak pidana seperti diatur Pasal 27 UU ITE,” ujarnya. Ia menambahkan cyber bully banyak terjadi di kalangan remaja. Sudah ada beberapa kasus yang ditangani Polda Bali. Mantan Kapolsek KP3 Ngurah Rai ini mencontohkan kasus remaja yang dulu pacaran, lalu putus. Salah satu pihak tidak terima putusnya hubungan ini lalu menyebarluaskan foto-foto syur mereka. Akhirnya, ada pengaduan ke pihak kepolisan. “Pencegahan lebih banyak ke diri sendiri, bijaksanalah bermedsos dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Jangan salahkan alat.Agar terhindar dari ketergantungan gadget, harus cari kesibukan. Sosialisasi langsung. Pilih bisnis yang ketemu customer atau bisa ketemu teman. Aktivitas online pun diupayakan yang bisa ketemu langsung,” jelasnya.

Suwinaci mengingatkan anak yang kena kasus biasanya yang kurang cerdas memilih pergaulan. Ada juga mengabaikan nasihat orangtua. Jangan sampai anak jadi korban atau pelaku kejahatan dunia maya. Sementara itu Dayu Surya menuturkan ada pencegahan dari Google dengan tindakan preventif. “Ada “save search” untuk lindungi anak dari konten dewasa. Anak sekarang lebih pintar dari orangtua. Tidak semua game aman untuk anak-anak. Ada tembak-tembakan, penggunaan pakaian seksi yang belum pantas dilihat anak kecil,” ungkapnya. Perempuan yang aktif di berbagai kegiatan ini menyarankan orangtua harus mengarahkan anak untuk berkegiatan. “Jangan hanya biarkan anak main ponsel. Pengalaman saya ikut banyak kegiatan ternyata bermanfaat bahkan dapat beasiswa. Carilah kegiatan positif di luar sekolah. Kebanyakan waktu luang lalu main ponsel, bisa bahaya. Kalau mau bisnis online agar produktif, manfaatkanlah internet untuk hal positif,” ujar pemilik beberapa usaha online ini.

“Pakai internet 7 jam sehari selama 6 bulan, mengabaikan fungsi sosial. Menelantarkan diri, mencederai diri sendiri. Ketika kalah, ngamuk. Ini tanda-tanda depresi dan agresi,” ungkapnya. Ia pun sepakat dengan Dayu Surya agar orangtua mengaktifkan fitur save search untuk mengurangi konten yang tidak pantas untuk anak. Bila perlu awasi anak dan alihkan ke personal computer serta disiplin dengan hanya menonton youtube di akhir pekan. “Kami ingin menggugah orangGusti Ayu Putu Suwinaci Ida Ayu Surya Sulistyawati AA Sri Wahyuni tua untuk peduli, smartphone bisa hancurkan keluarga. Selama ini mereka internet jangan hanya untuk anak saja. dengan ponselnya,” kata Oka. konsul setelah peristiwa terjadi dan “Orang dewasa juga perlu literasi. Sementara itu, remaja-remaja yang anak sudah dipecat. Orangtua kadang Ribuan konten ditutup tiap hari. Dulu ikut talk show mempertanyakan apakah tidak mengerti apa yang sudah diakses kalau ada kecelakaan, orang di sekitar wajar jika ikut-ikutan arus K-Pop. Hal anak melalui internet. Jangan bangga sigap membantu. Sekarang, orang di ini banyak dilakukan remaja dengan kalau anak hanya di kamar dengan sekitar berlomba memfoto lalu men- meniru cara berpakaian serta lifestyle ponselnya. Ajarkan anak main ponsel gunggah ke medsos, takut ketinggalan,” artis-artis Korea. di ruang keluarga. Buat kesepakatan, ujarnya. Di sisi lain, Tino seorang aktivis kapan boleh bermain gadget. PerbanPengalaman juga diungkapkan Oka. sosial mengatakan perlu jejaring untuk yaklah aktivitas keluarga secara fisik,” Ia pernah setahun tidak internetan alias ungkap prostitusi online. Perlu kerjasaujar psikiater di RS Sanglah ini. menghilang dari dunia maya. “Saya her- ma dengan polisi agar anak-anak tidak Dari kalangan peserta, IB Rudra an orang saling berdekatan tapi merasa terjerumus ke dalam lembah prostitusi menuturkan penekanan dampak negatif berjauhan karena sibuk sendiri-sendiri online. (Ngurah Budi)

Sosialita

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019 Perkembangan teknologi yang makin canggih membuat manusia ba­nyak terbantu. Di sisi lain, penggunaan tenaga manusia menjadi berkurang. Namun, tidak semua pekerjaan manusia bisa tergantikan. Salah satunya di bidang akuntansi. Ada hal-hal yang masih memerlukan campur ta­ ngan akuntan.

“K

ehadiran artificial intelligent (AI) sangat berpengaruh terhadap profesi akuntan. Tenaga book keeper (pembukuan) mulai berkurang pekerjaannya karena sudah ada sistem maupun aplikasi akuntansi. Lambat laun sumber daya manusia di bidang pembukuan mulai berkurang. Ini merupakan tantangan bagi SDM yang menggeluti akuntansi,” ungkap Ida Ayu Budhananda Munidewi, S.E., Ak.,MSA.,CA.,CPA, pendiri Kantor Akuntan Publik (KAP) Budhananda Munidewi. Menurut perempuan yang akrab disapa Dayu Nanda ini, pengetahuan tentang teknologi mutlak dikuasai akuntan. Hal ini akan mempermudah kinerja akuntan. Jika tidak mau belajar, tentu akan tergerus. Ia men-

3

Dayu Nanda

Srikandi Akuntan Publik

contohkan, sudah ada perusahaan yang menggunakan aplikasi akuntansi untuk pencatatan keuangan, mulai dari yang paling basic hingga yang advance. Orang yang bergerak di bidang IT pun harus belajar tentang akuntansi jika ingin membuat aplikasi akuntansi. Demikian pula sebaliknya, orang yang berkiprah di bidang akuntansi harus belajar tentang teknologi. Hal lain yang juga bisa dilakukan akan menambah pengetahuan tentang profesi auditor. “Profesi auditor masih memiliki prospek karena ada hal-hal yang memerlukan pengamatan langsung saat audit. Tiap perusahaan juga memiliki keunikan tersendiri dalam pembuatan laporan keuangannya. Karena itu software yang digunakan juga bervariasi,” ujar putri pasangan Dr. Ida Bagus Teddy Prianthara, S.E.,Ak.,M.Si.,CA.,CPA., BKP dan IGA Wirati Adriati, SE., MM ini. Ia menambahkan, di Jakarta, beberapa KAP sudah punya software sendiri yang bisa dipakai untuk mengaudit laporan keuangan klien.

Dayu Nanda bersama keluarga

Dayu Nanda usai memberikan kuliah umum

Di Bali, menurut Dayu Nanda kebanyakan KAP menggunakan software sederhana dan mayoritas klien merupakan perusahaan keluarga. Edukasi tentang pentingnya laporan keuangan pun terus dilakukan. Termasuk penggunaan aplikasi yang sederhana. Mengenai persaingan KAP, Bendahara Korwil IAPI Bali Nusra ini mengatakan masing-masing memiliki skill tersendiri dan memiliki standar profesional, termasuk risiko pekerjaan. “KAP lain merupakan partner yang bisa kami ajak bersinergi. Jangan anggap KAP lain sebagai pesaing. Kami selalu menekankan ke tim KAP Budhananda Munidewi, jangan ambil klien KAP lain kecuali KAP lain yang merekomendasikan atau klien datang langsung ke kantor,” tegas istri dari IB Gde Mahadiptha Bramartha Maharddhika, S.H.,M.Kn dan ibu dari IB Gde Mahasena Gyan Pradiptha ini. Dayu Nanda menuturkan semua KAP tergabung dalam Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). KAP yang ada di Bali masuk Korwil Bali Nusra.

BUAT KESEPAKATAN KELUARGA Dokter Sri Wahyuni menjelaskan internet menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Diagnostik kesehatan dunia menyatakan, kecanduan internet seperti kecanduan drug.

Aktivitas di KAP Budhananda Munidewi

Adanya Korwil ini memudahkan koordinasi sesama KAP. Masing-masing dari anggota IAPI wajib untuk memenuhi 40 Satuan Kredit Partisipasi (SKP) tiap tahunnya. “Walaupun KAP yang ada di Bali masuk Korwil Bali Nusra, namun mereka boleh memiliki klien yang berada di luar Bali Nusra. Tidak ada pembatasan wilayah untuk mendapatkan klien,” ujar perempuan kelahiran 15 Januari 1990 ini. TAHAN BANTING Dayu Nanda merupakan alumnus Jurusan Akuntansi FE Unud tahun 2011. Lulus kuliah, ia mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi dan S2 Akuntansi di Universitas Brawijaya, Malang. Tahun 2014, ia pun berhak menyandang gelar Master Sains Akuntansi. Ia lalu mengikuti short course CPA review di Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) FEB Universitas Indonesia selama empat bulan. Dayu Nanda juga bergabung dengan Ikatan Akuntan

Indonesia (IAI) dan tersertifikasi sebagai Chartered Accountant (CA) dan Akuntan Beregister Negara dengan Nomor 2495. Perempuan energik ini lulus dan mendapat gelar Certified Public Accountant (CPA) tahun 2015. April 2016 ia mulai membuka kantor sendiri dan memberi layanan audit dan akuntansi. Dayu Nanda menuturkan KAP miliknya lebih banyak menerima klien yang sedang memiliki kasus. Posisi akuntan publik pun sebagai saksi fakta. Bicara dalam ranah akuntansi. Hal ini juga bermanfaat sebagai ajang edukasi tentang pentingnya laporan keuangan. Seringkali temuan kasus karena klien campuradukkan antara urusan pribadi dan urusan perusahaan. “Auditor kami enam orang, cewek semua. Mereka adalah Eka Mahayani, Andriyani Pratiwi, Dian Pratiwi, Anggi Risky, Candra Krisna, Ayu Adnyani. Tidak sengaja memilih auditor yang cewek. Kami buka lowongan kerja yang datang cewek semua. Menurut saya, cewek lebih terstruktur, lebih teliti, lebih sabar. Tanpa banyak pengarahan, mereka sudah tahu tugasnya termasuk target penyelesaian. Syaratnya bisa kerja individu dan kerja tim. Satu hal lagi, cewek lebih tahan banting hadapi klien,” tegas Dayu Nanda tentang srikandi akuntan publiknya. Perempuan yang sedang mengandung anak kedua ini mengaku fleksibel dengan jadwal kerja timnya asalkan mereka bertanggung jawab. Mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi, seperti penggunaan email dan WA untuk berkomunikasi. Menurutnya, ini adalah bagian dari lifestyle generasi milenial. “Ke depan, kami mau akan bergabung dengan partner di luar Bali serta memperluas jaringan sampai ke Jakarta. Kami akan bersinergi dengan KAP lain,” ungkap akuntan yang nonton film di bioskop dan jalan-jalan di pantai. (wah)


Espresso

2

GORO-GORO Sambil jalan ke TPS nomor 58, Amat gerendengan dalam hati. Ia mampir dulu ke warPutu Wijaya ung Nyoman, sebab masih terlalu pagi. Memilih bukan untuk kenyamanan sendiri atau kelompok tapi untuk kesejahteraan 269 juta warga dan keutuhan NKRI. Memilih kalau bukan yang terbaik, ya yang lebih baik. Kalau bukan yang lebih baik, ya, yang punya pengalaman baik. Kalau bukan pengalaman baik, yang tak punya masalah dengan masa lalu. Kalau itu pun bukan, bukan semua itu, bahkan bukan juga semua yang lain, ya kita tetap akan memilih. Karena lebih baik memilih dari dipilihkan. Pemilu membebaskan kita memilih siapa pun, juga bebas tidak memilih seperti yang mereka

yang menyebut dirinya golput. Golongan Putih, apa pun motivasinya, sejatinya memilih juga. Tanpa disadari, golput praktis, suka tak suka, memperbesar suara pihak yang menang. Tidak dengan cara menyumbangkan suara, tapi karena dengan berlari dari upaya pengumpulan suara, ia memperkecil suara mereka yang kalah. Aku mau memilih seorang yang bukan saja mau tapi mampu menjadi abdi 269 juta jiwa, 1100 suku bangsa/adat/tradisi/keyakinan/kearifan lokal/bahasa/panutan politik/dll,yang menghuni 17000 pulau. Aku memilih karena aku lahir dan hidup di Jamrud Khatulistiwa yang membebaskan aku memilih atau tidak memilih. Aku harus memilih agar aku punya hak ikut memiliki jadi bebas berpendapat. Aku memilih karena aku bukan penumpang gelap di negeri ini. Tapi adakah, masih tersisa orang seperti itu kini, setelah, materi-

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

MENANG TANPA ADA YANG KALAH alisme dipompakan ke otak kita dengan berbagai cara? Hari gini mana masih adakah orang yang tidak mengejar untung? Mana ada orang milenial yang lebih bahagia berkoban dari mengorbankan? Resi Bhisma memang rela berkorban demi menyelamatkan perasaan ibu tirinya, dengan bersumpah tidak kawin supaya tahta di tangan adik tirinya aman. Akibatnya tak sengaja ia membunuh Dewi Amba yang menuntut diperistri karena Bhisma yang memenangkan sayembara. Ambalah yang kemudian membunuh Bhisma dalam Bharatayudha. Tapi, itu kan wayang. Fiksi moral. Bukan kehidupan nyata? Tiba-tiba mulutku menjawab pertanyaanku sendiri. “Apa yang tak dimulai dengan fiksi? Apa yang tak terkait dengan moral? Kalau orangnya belum ada, ya, kita, aku yang menjadikannya ada dengan mencoblosnya!” Nyoman, pemilik warung meng-

guncang tubuh Amat. “Pak Amat! Pak Amat!” Amat kaget. Ia kontan melonjak bangun. Langsung menanyakan sudah pukul berapa. “Sudah hampir pukul dua, Pak Amat.” Tampang Amat langsung pucat. Lucu sekali. Pak Nyoman kaget. “Kenapa, Pak Amat? Sakit?” “Bukan! Jadi pukul satu sudah lewat?” Pak Nyoman bingung. “Sudah lewat, belum?” Pak Nyoman berteriak kepada istrinya: “Sudah lewat belum?” Bu Nyoman muncul “Apanya yang lewat?” Pak Nyoman kembali menoleh Amat. “Apanya yang lewat, Pak Amat?” Amat kaget mendengar pertanyannya dikembalikan. Ia sadar kembali. ia sudah terlalu bersemangat memilih sampai ngelindur

baru mau memilih, padahal sudah dia lakukan kemarin. “Apa yang menyebabkan aku berkobar-kobar mau nyoblos sekarang”, kata Amat dalam hati,”padahal dulu aku sering golput?” Pak Nyoman menghampiri Amat. Wajahnya murung. “Pak Amat, tadi Pak Made mampir, dia ngejek saya, katanya sudah deklarasi dia yang menang, kita kalah telak, betul, Pak?” Amat tak menjawab. Pak Nyoman tambah sedih. “Kalau begitu apa gunanya KPU nyuruh kita tunggu pengumuman pemenang Pemilu tanggal 22 Mei, kalau sudah kalah?” Amat menepuk-nepuk bahu Pak Nyoman. “Pak Nyoman, kita semua akan menang dan tidak ada seorangpun yang kalah. Karena kita akan mendapat sepasang ‘abdi’ negara yang akan nonstop bekerja 5 tahun untuk kesejahteraan 269 juta jiwa dan keutuhan NKRI!”

Tubuh Ideal dan Sehat bersama WRP WRP bersama Shopee Indonesia menggelar talk show untuk membuka rahasia perempuan Indonesia mewujudkan bobot tubuh ideal yang sehat dengan tema “3 Steps to Reach Your Body Goals”. Talk show yang didukung Tokoh sebagai media partner ini diadakan di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (20/4). Melalui “3 Steps to Reach Your Body Goals” ini diharapkan dapat menginpirasi para wanita modern , dengan segala rutinitas harian mereka, yang terkadang membuat para wanita ini lupa untuk merawat dirinya. Jangankan menyiapkan waktu berolahraga, untuk makan teratur terjaga pun seringa kesulitan. Hal inilah yang bisa menyebabkan wanita tidak lagi memiliki bentuk tubuh mereka yang ideal. Ida Ayu Kade Ary Cahyani, pemilik usaha makanan sehat, dengan santai mampu memberikan informasi bagaimana diet dilakukan dapat menyenangkan. Ia juga mengajak para wanita untuk sadar akan pentingnya

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

kualitas makanan dan minuman yang diasup sehari-hari, dan tidak lupa untuk sarapan. Dengan pengalamannya pernah memiliki berat badan 75 -80 kg, Ary pun dengan senag hati membagi tips dan trik seputar inovasi menu diet yang enak dan sehat, termasuk juga bagaimana merencanakan diet yang benar dengan tetap menyenangkan (fun). Dikatakannya juga bahwa soal diet ini berawal dari mindset. Selanjutnya Ary mengajak semua untuk mengubah kata “diet” ini menjadi mempunyai pola makan sehat yang bernutrisi. Malah, katanya menjalani pola hidup sehat dapat menjadi ‘me time’ bagi para perempuan sibuk. Misalnya mereka yang suka nyemil di kantor mulai sekarang bisa lebih memilih buah atau cemilan dari WRP. Dengan begitu, menjalani pola hidup sehat menjadi lebih menyenangkan. Berikutnya melengkapi informasi makanan sehat, Ni Wayan Rapiasih, SST, MPH., seorang Nu-

Ary Cahyani

Ni Wayan Rapiasih

trisionis , yang sehari-hari bertugas di Instalasi Gizi RS Sanglah, mengajak para wanita yang hadir untuk membuat menu makanan sehat dan dari sudut pandang sebagai seorang ahli gizi. Dikatakannya, diet jangan yang susah-susah. Lakukanlah diet yang menyenangkan. Sebab,

diet bukan berarti mengurangi porsi makan yang berujung stres, melainkan diet berarti ‘mengatur pola makan’. Apakah tujuannya untuk meningkatkan berat badan maupun menurunkan berat badan, termasuk menjaga kondisi kesehatan akibat sakit, agar semua sesuai dengan kebutuhan.

Diet juga, bukan berarti tidak makan, justru ini akan berisiko. Berbicara tentang diet katanya, adalah untuk sehat, sedangkan langsing itu bonus. Pada kesempatan tersebut, Rapiasih sempat juga berbagi mengenai pilihan menu sehat. Selain itu, ia juga mengingatkan hendaknya para wanita dapat secara mandiri membuat menu makanan sehat untuk mendukung diet sehatnya. Untuk mengatur pola makan, katanya ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Mulai dari mengenal tubuh sendiri dan status gizi masing-masing. Kedua, mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Rapiasih juga menguraikan berbagai sumber makanan yang diperlukan oleh tubuh lengkap dengan kandungan yang ada di dalamnya. Ia mengingatkan untuk membiasakan kita makan teratur. Karena, hal ini juga akan lebih bagus bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. (Sri Ardhini)

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­B udi­a rtha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 1030/ 6 - 19 MEI 2019

SUDUT PANDANG

23

Bangun Kreativitas Siswa Hadapi Tantangan Pendidikan termasuk bagian dari investasi yang dilakukan orangtua untuk anaknya. Beragam cara dilakukan orangtua agar anaknya mendapat pendidikan yang layak sebagai bekal di masa depan.

M

enurut Diah Wisnumurti, pendidikan sebagai investasi sudah semestinya dapat membebaskan manusia dari kebodohan dan kemiskinan, oleh karena itu pendidikan menjadi investasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menilai, pendidikan saat ini masih terjebak pada formalisme kurikulum dan para pendidik disibukkan dengan administrasi kependidikan sehingga pendidikan kita belum optimal dalam memberikan pengajaran. “Pembelajaran nilai yang sesungguhnya menjadi faktor kunci pendidikan yang membebaskan dan mencerahkan,” ujar istri dari Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, AA Gede Oka Wisnumurti ini. Dalam pandangannya, nilai seperti sikap dan prilaku yang harus diutamakan seperti memiliki karakter kejujuran, etika

sopan santun, kreatifitas, inovasi dan kompetensi. Ia berharap, ke depan dunia pendidikan harus berbenah dari sifatnya menghukum dengan beban tugas yang berat ke anak didik menjadi membebaskan atau mencerahkan. “Penekanan pada nilai integritas, disiplin, inovatif serta kompetensi bagi anak didik akan mampu membangun kreativitas siswa dalam menghadapi tantangan perubahan,” ujar Diah. Sementara menurut Kadek Weisya Kusmiadewi,S.H., MKn., peranan pendidikan tentunya sangat besar dalam mewujudkan manusia seutuhnya, mandiri, dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungannya. “Tidak heran jika orangtua melakukan segala cara untuk mendapatkan pendidikan yang kiranya layak bagi pembentukan karakter serta pengembangan diri untuk bekal masa depan putra-putri mereka,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Kadek Weisya Kusmiadewi

Diah Wisnumurti

Walaupun, kata dia, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan biaya pendidikan yang cukup tinggi. Ditambah lagi dengan sistem pendidikan masih sering berubah-ubah yang biasanya terjadi dalam setiap pergantian pemerintahan atau menteri. Karena harus memulai sistem yang baru, hal tersebut tentunya menambah kebingungan para orangtua dan para pendidik itu sendiri. Ia menilai, sistem zonasi saat ini masih membuat para orangtua kebingungan dan merasa

dipersulit untuk mencari sekolah putri-putri mereka. “Permasalahan muncul ketika zona yang didapat tidak sesuai dengan tempat tinggal sekarang karena yang digunakan adalah domisili yang tercantum di Kartu Keluarga. Putra-putri mereka mesti sekolah dengan jarak yang cukup jauh,” ucap istri Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Suyasa ini. Kemudian, karena dirasa memberatkan, maka ada sebagian orangtua yang kemudian memindahkannya kembali ke sekolah yang lebih dekat ja-

raknya, setelah sudah berjalan satu semester. Tentunya, menurutnya, hal itu menambah biaya dan membebani. Ia menilai, dari peristiwa tersebut, sistem zonasi berjalan kurang efektif. “Pemerintah harus mendengarkan keluhan-keluhan dari masyarakat serta mengevaluasinya kembali, dengan harapan orangtua atau masyarakat semakin diberi kemudahaan dalam proses mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ungkap perempuan yang akrab disapa Dewi ini. Ia menegaskan, pendidikan berkualitas menjadi tanggung jawab bersama, yaitu pemerintah, pendidik, dan orangtua. Dewi berharap, program-program beasiswa dari pemerintah harus diperbanyak dan merata sampai ke pelosok negeri. “Peran pendidik, mesti lebih kreatif dalam memberi motivasi yang bertujuan untuk meningkatkan kegairahan dan pengembanganpengembangan kegiatan belajar siswa. Sedangkan orangtua berperan mengawasi, mendampingi sekaligus sebagai motivator untuk anak-anaknya,” kata Dewi. (Wirati Astiti)

Ecoschool untuk Belajar dan Bermain Pendidikan merupakan investasi ilmu dalam perjalanan kehidupan manusia. Sebab itu, investasi ini tidak melulu soal hasil yang diperoleh secara materi kelak, melainkan juga bisa berupa terbentuknya pribadi-pribadi yang berkarakter. Hal inilah yang membuat Aisyah Odits, aktivis sampah/ lingkungan di Mataram NTB memfokuskan dirinya melakukan edukasi bagi anak-anak dan juga masyarakat dalam menyikapi persoalan sampah. Sejak tahun 2011 Aisyah memang sudah melakukan kampanye tentang lingkungan dan mengajak siapa saja untuk menyikapi sampah secara bijak. Namun ternyata, bicara dan kampanye slogan-slogan tentang lingkungan ini tidak mampu mengubah prilaku masyarakat. “Kampanye dan slogan tidak bisa mengubah prilaku. Hari ini membersihkan sampah, seminggu atau beberapa hari lagi sampah sudah kembali lagi menumpuk,” kata Aisyah yang mengaku usahanya ini gagal selama tiga tahun aktif berkampanye. Sebab itulah ia kemudian berpikir cara lain agar secara dasar bisa mengubah pola pikir masyarakat dalam menyikapi persoalan sampah, setidaknya

Aisyah Odits

sampah yang dihasilkan dari rumah masing-masing. Aisyah pun memulai dengan membuka Bank Sampah yang setidaknya bisa mengakomodir warga sekitar rumahnya di lingkungan Selaparang Ampenan. Meski tidak mudah untuk meyakinkan warga, Aisyah tidak menyerah sampai usahanya tersebut berhasil setidaknya mengajak ibu-ibu rumah tangga di lingkungannya untuk menabung sampah yang dihasilkan dari dapur masingmasing. Kini tidak kurang dari

5-10 kilogram sampah plastik yang dihasilkan masing-masing orang setiap bulan dari tidak kurang 700 nasabah bank sampah NTB Mandiri dan beberapa bank sampah mitra lainnya di Pulau Lombok. Satu langkah dilewatinya, meski belum bisa dikatakan berhasil sepenuhnya mempengaruhi semua orang untuk bijak menyikapi sampah, Aisyah terus berusaha. Untuk menjangkau anak-anak, ia pun berbagi fokus dengan menggerakkan ecomobile yang turun ke desa-desa membawa buku tentang lingkungan untuk dibaca anak-anak desa. Dalam kesempatan tersebut, Aisyah mengajak anak-anak membaca, bermain dan bercerita. “Suasana yang baik ini saya pakai untuk mempengaruhi anak-anak agar pikirannya terpola dalam menyikapi sampah dari halhal sederhana,” ujar Aisyah. Ecomobile sudah berjalan beberapa tahun dan anak-anak sangat antusias menantinya datang setiap minggu. Cara ini dinilainya mulai efektif sebab anak-anak terlihat mulai mau belajar tentang sampah mulai dari diri masingmasing. Aisyah mengaku bahwa edukasilah yang paling efektif mem-

bentuk pola pikir masyarakat khususnya mulai dari anak-anak untuk mau menyadari bahwa masalah sampah ini masalah yang serius yang harus menjadi tanggung jawab bersama. Karenanya, Aisyah kini membuka tiga ecoschool yang khusus didirikannya untuk tempat bermain dan belajar bagi siapa saja terutama anakanak. Konsepnya adalah selain bermain dan belajar juga tempat ini dipakai untuk mengenalkan cara bijak menyikapi sampah dan kebersihan lingkungan. Pendirian ecoschool yang inisiasinya ini lahir saat Lombok Eco International Connection membantu proses pemulihan pasca gempa Lombok beberapa waktu lalu. Eco School tersebut berada Mentigi berada di Mentigi, Lombok Utara. Eco School Mentigi didesain secara eco-friendly, dan Eco School Nusantara berlokasi di Sengkol, pintu masuk kawasan pariwisata Lombok Tengah bagian selatan. Satu lagi ecoschool yang didirikan di Selong Belanak Lombok Tengah. “Terjun langsung di lapangan dan mobile ke beberapa titik terdampak, tim LEIC menyaksikan anak-anak tidak bisa belajar karena bangunan sekolah yang

rusak, menyedihkan kala itu,” katanya. Padahal, sekolah memegang peran penting, selain fungsi pendidikan, sekolah juga memiliki fungsi sosial dimana anak-anak belajar berinteraksi dan memperoleh pengalaman untuk pengembangan diri. Lebih dari 600 sekolah di pulau Lombok rusak dan tidak berfungsi lagi kala itu. Pasca gempa, Lombok Eco International Connection (LEIC) membantu para survivor gempa Lombok dengan menyediakan kebutuhan dasar (pangan,sandang), menerjunkan tim kesehatan, melakukan kegiatan rekreasional bagi anak-anak. Sekolah memegang peran penting dalam kehidupan anak juga lebih dari sekedar tempat untuk belajar. Sebab itu sekolah harus menyenangkan dan memperhatikan keterlibatan anak, membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan membangun mimpi-mimpi. “Belajar ekologi sangat penting! Kita hanya punya satu planet bumi. Membangun kesadaran ekologi kepada anak adalah investasi,” begitu harapan perempuan penerima penghargaan 10 perempuan inspiratif OwnBeat Art Festival 2019 ini. (Naniek I. Taufan)


24

Edisi 1030/ 6 - 19 mei 2019

Terima Rombongan Komisi IX DPR RI, Gubernur Koster Sampaikan Bidang Kesehatan Jadi Prioritas Menuju Bali Era Baru Arah kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Bali adalah sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkun kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai NKRI berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

D

isampaikan Gubernur Koster, terdapat 5 bidang program prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana sesuai dengan Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menuju Bali Era Baru. Untuk mewujudkan hal tersebut, Provinsi Bali telah membuat kebijakan dan program pembangunan yang siap di implementasikan diantaranya pada bidang Pangan, Sandang, Papan, Kesehatan, Pendidikan, Jaminan Sosial, Ketenagakerjaan, Adat, Agama, Tradisi, Seni, Budaya serta bidang Pariwisata. Khusus di bidang Kesehatan, Pemerintah Provinsi Bali telah meluncurkan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) pada Rabu (27/4) yang lalu. Program yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 104 Tahun 2018 merupakan penyempurnaan sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola BPJS Kesehatan yang selama ini

masih banyak menuai keluhan masyarakat. “Program JKN-KBS ini merupakan peningkatan pelayanan kesehatan kepada Krama Bali. Kebijakan baru ini dikeluarkan setelah mengkaji pelayanan kesehatan yang diselenggarakan BPJS Kesehatan yang mengandung beberapa kelemahan atau kekurangan,” jelas Gubernur Koster saat menerima kunjungan komisi IX DPR RI, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (2/5). Dikatakan Gubernur Koster, kekurangan tersebut diantaranya yakni sistem rujukan secara bertingkat dan tidak terintegrasi sehingga pasien tidak bisa langsung mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan serta memerlukan waktu yang lama akibat lokasi yang berjauhan RS yang dirujuk. Selain itu, sistem rujukan bertingkat juga mengakibatkan tingginya biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh pasien. Sehingga sistem rujukan yang diberlakukan selama ini dinilai tidak efektif dan tidak efisien.

Pimpin Apel Hardiknas 2019, Gubernur Koster Komit Membangun SDM Bali Unggul

Gubernur Koster saat menerima kunjungan komisi IX DPR RI, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (2/5).

“Akibat adanya berbagai kelemahan atau kekurangan dalam pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tersebut, pasien penerima manfaat pelayanan seringkali mengalami keterlambatan, hambatan, masalah di fasilitas kesehatan (Puskesmas/RS-red) yang sangat merugikan pasien bahkan tidak mendapat kepastian pelayanan,” ungkap Gubernur Koster yang juga selaku ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. Bertolak dari sejumlah persoalan tersebut, Pemprov Bali akhirnya meluncurkan JKN-KBS yang merupakan pengembangan dan penyempurnaan pelayanan kesehatan dalam JKN. Program ini dikatakan Koster memiliki sejumlah kelebihan antara lain kepesertaan menjangkau seluruh Krama Bali, kartu langsung aktif saat menjadi peserta, bayi baru lahir dari Ibu PBI daerah langsung terdaftar otomatis, PBI Daerah dapat dilayani di Fasiltas Kesehatan Pemerintah / Pemerintah Daerah dan Swasta. Dari aspek iuran, Peserta JKN yang menunggak premi dapat didaftarkan menjadi peserta PBI Daerah dan langsung dapat mengakses pelayanan kesehatan. “Sementara dari aspek pelayanan kesehatan, masyarakat juga memperoleh manfaat

tambahan yaitu memperoleh pelayanan kesehatan tradisional dan komplementer di Fasilitas Kesehatan. Pasien gawat darurat juga memperoleh fasilitas transportasi secara gratis dari tempat tinggal pasien menuju fasilitas kesehatan yang dituju, memperoleh pelayanan Visum et Repertum secara gratis, sistem penangangan keluhan dilakukan secara online dan terintegrasi se-Bali berbasis web dengan call center yang tersedia di Faskes, Dinas dan BPJS Kesehatan, memperoleh fasilitas transportasi secara gratis untuk jenasah dari Puskesmas atau RS ke alamat dan memperoleh pelayanan terapi hiperbarik (oksigen murni-red) secara gratis bagi pasien penyelam, luka bakar, dan pasien lainnya yang memerlukan,” imbuhnya. Ditambahkan Gubernur Koster, keunggulan lainnya, JKN-KBS menggunakan sistem rujukan baru berupa aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi. Penanganan keluhan dilaksanakan secara online dan terintegrasi berbasis web yang tersedia di Faskes Provinsi, Kabupaten/Kota melalui Call Center dan Personal In Charge (PIC). Selain itu dikatakan Koster, Pemprov Bali tengah merancang Rumah Sakit tanpa kelas. Dimana Dua rumah sakit (RS) Pratama yang ada saat

ini yakni RS Pratama di Desa Tanguwisia, Kecamatan Seririt, dan RS Pratama di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng akan dirancang untuk hal tersebut. “Nanti Rumah Sakit Pratama itu menjadi Rumah Sakit tanpa kelas. Lahannya kan punya pemerintah, semua dibiayai pemerintah (dokter, perawat, faskes-red), jadi kita tigak boleh diskriminasi kepada masyarakat yang akan berobat dengan kamar yang ber kelas-kelas. Pemerintah harus hadir memberikan fasilitas kesehatan yang baik bagi masyarakat,” pungkas Gubernur Koster. Sementara itu, Ketua Tim yang juga wakil ketua komisi IX Saleh Partaonan Daulay menyambut baik program kesehatan Pemprov Bali melalui JKN-KBS. Menurutnya, sistem jaminan kesehatan tersebut bisa menjadi contoh baik bagi daerah lainnya dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakatnya. “Program ini sangat bagus, sejalan dengan apa yang selalu kita harapkan yakni Rumah Sakit tanpa kelas. Saya juga mengapresiasi langkah Gubernur dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bali. Apa yang kita dengarkan dari penjelasan tadi, sangat bagus. Kita pasti akan mendukung program yang baik ini,” ungkapnya. (ast).

Beroperasi Lagi, Gubernur Koster Harap Layanan Trans Sarbagita di Bandara Ngurah Rai Jadi Pilihan

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin apel Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019.

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin apel Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 dan Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXIII di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Kamis (2/5). Apel Hardiknas kali ini hadir dalam suasana berbeda karena bertepatan dengan Hari Kamis dimana sesuai dengan Pergub No. 79 Tahun 2019 semua peserta apel menggunakan busana adat Bali.Dalam sambutan yang dibacakan Gubernur Wayan Koster, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mengatakan hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar. Menurutnya perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. “Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat,” ujarnya. Mendikbud menambahkan, saat ini peserta didik didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Generasi ini lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. “Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentu-

han budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat,” katanya. Ia menambahkan, ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan.Kepada wartawan seusai apel Gubernur Koster mengatakan Peringatan Hardiknas 2019 ini diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan pendidikan yang lebih berkarakter dengan membangun integritas moral dan jati diri sebagai bagian dari upaya untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing. “Khususnya di Bali adalah membangun SDM Bali Unggul yang berkaitan dengan upaya kita merealisasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali agar memiliki kualitas profesional berintegritas dan berdaya saing,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini. Gubernur Koster menambahkan pihaknya saat ini terus melaksanakan tahapan pelaksanaan wajib belajar 12 tahun. “Sekarang tahapannya sudah mulai membangun sekolah baru, menambah ruangan baru sampai memenuhi kebutuhan sesuai dengan lulusan anak anak SMP kita yang harus ditampung untuk masuk ke SMA, SMK atau yang sederajat,” ujarnya. (ast).

Layanan transportasi massal menjadi salah satu keharusan yang harus disiapkan dalam menunjang moda transportasi di Bandara Internasional I Gst Ngurah Rai. Dengan menghadirkan transportasi umum berupa armada bus, masyarakat khususnya wisatawan yang datang ke Bali memiliki pilihan dalam menentukan transportasi yang akan digunakan. Hal ini terungkap saat Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Layanan Transportasi Massal Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan “Trans Sarbagita” di Bandara Internasional I Gst Ngurah Rai, Tuban, Badung, Kamis (2/5) siang. “Sebagai bandara kelas dunia, menghadirkan transportasi umum berupa armada bus memang keharusan,” ujar Gubernur Koster. Meski demikian, pengoperasian layanan transportasi ini menurutnya masih akan dilihat perkembangannya lebih lanjut mengingat beberapa tahun yang lalu sudah sempat dioperasikan juga namun sepi peminat sehingga akhirnya berhenti ditengah jalan. “Saat ini kita uji coba dulu, kita evaluasi nanti apakah epektif atau tidak. Terus terang, selama ini Saya nilai trans Sarbagita ini belum berjalan dengan baik sehingga beberapa rute Saya berhentikan karena menghabiskan anggaran. Namun saat ini karena kebutuhan bandara, transportasi ini Saya uji coba dulu. Semoga transportasi ini bisa menjawab kebutuhan dasar di bandara Ngurah Rai, sehingga memenuhi kebutuhan konsumen yang dari atau menuju bandara sehingga tidak lagi menghadapi lalulintas yang krodit,” ungkap Gubernur Koster. Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini berharap hadirnya kembali layanan transportasi massal trans Sarbagita ini dapat memberikan dampak positif bagi kunjungan wisatawan ke Bali dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali. Hal senada juga dikatakan General Manager PT Angkasa

Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Layanan Transportasi Massal Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan “Trans Sarbagita” di Bandara Internasional I Gst Ngurah Rai, Tuban, Badung, Kamis (2/5).

Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gst Ngurah Rai Haruman Sulaksono yang mengatakan dengan dioperasikannya kembali Trans Sarbagita dengan melewati bandara, diharapkan dapat menjawab pertanyaan masyarakat luas akan ketersediaan sarana transportasi massal yang melayani penumpang dari dan menuju bandar udara. “Kehadiran armada bus akan menambah pilihan penumpang dalam mencari alternatif transportasi di Bandara Ngurah Rai. Bahkan, dipastikan tidak akan merugikan pebisnis lain yang menawarkan jasa serupa di Bandara,” ungkapnya. Sebagai informasi, layanan transportasi massal ini akan beroperasi dengan rute bandar udara – Nusa Dua, dan bandar udara – Batu Bulan, dengan jumlah 6 bus yang akan melayani penumpang dan untuk masing-masing rute, bus beroperasi dengan tiga jam keberangkatan. Untuk rute bandar udara – Nusa Dua, bus akan berangkat pada pukul 09.15 Wita, 13.15 Wita, dan 17.15 Wita. Sementara untuk rute bandar udara – Batu Bulan, jam keberangkatan bus Trans Sarbagita adalah pukul 11.00 Wita, 15.00 Wita, dan 19.00 Wita. Jam keberangkatan bus untuk kedua rute arah sebaliknya juga berlaku sama. (ast).

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
epaper-1030 by e-Paper KMB - Issuu