Skip to main content

Edisi Senin, 02 April 2018 | Ekbis NTB

Page 1

MINGGUAN TERBIT SEJAK 15 AGUSTUS 2016 E-mail: ekbisntb@gmail.com

SENIN, 2 APRIL 2018

Ekbis NTB

4 HALAMAN NOMOR 26 TAHUN KE 2 TELEPON: Iklan/Redaksi/ Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Kekuatan Ekonomi dan Dunia Usaha NTB ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Tas Ketak Raisa

Eksistensi Kerajinan Lokal dengan Tren Terkini BERAWAL dari sebuah unggahan artis nasional, Raisa Andriana, mengenakan sebuah tas anyaman ketak beberapa bulan lalu, pamor tas ketak berbentuk bulat itu naik ke permukaan. Pesanan mulai berdatangan pada para perajin ketak, karena keinginan masyarakat untuk memiliki tas yang sekarang familiar disebut ‘Tas Raisa’ itu. Halaman 2

Pegadaian Mulai Garap Pasar Milenial PT. PEGADAIAN (Persero) Cabang Mataram memiliki produk untuk menggaet nasabah dari generasi milenial yang dikenal sebagai generasi yang menggunakan pendekatan teknologi dalam setiap aktivitas hariannya. Salah satu produk yang dijalankan yaitu Pegadaian Digital Service (PDS). Nasabah tak perlu datang ke Kantor Pegadaian untuk melakukan transaksi, cukup membuka aplikasi PDS di smartphonenya. Halaman 4

Nasabah Harus Ekstra Waspada

Ketika Kejahatan ’’Skimming’’ Hantui Nasabah Bank Kasus pembobolan dana milik nasabah bank atau skimming menjadi momok yang menakutkan. Kejahatan tersebut yang belakangan ini kerap terjadi, membuat nasabah khawatir melakukan transaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

(Ekbis NTB/bul/uul)

GANTI PIN - Nampak sejumlah nasabah Bank BRI mendatangi Kantor Bank BRI Mataram untuk mengganti PIN ATM.

KEJAHATAN skimming pertama kali terungkap menimpa nasabah Bank BRI pada tahun 2016 silam. Kasus pertama itu, membuat masyarakat khususnya nasabah bank mulai meragukan keamanan bertransaksi melalui ATM. Peristiwa serupa kembali terulang Maret 2018. Tak sedikit warga, khususnya nasabah Bank BRI di beberapa daerah di Indonesia mengalami hal yang sama. Tiba-tiba tanpa melakukan transaksi, dana mereka yang disimpan di bank hilang. Kasus skimming kembali terulang. Setelah polisi memastikan bahwa kasus yang terjadi Maret 2018 lalu adalah kejahatan skimming, pihak perbankan

pun bergerak cepat. Pihak perbankan, khususnya Bank BRI langsung mengirim SMS ke pada ribuan nasabahnya untuk mengganti pin ATM. Nasabah yang sangat tergantung pada transaksi di ATM pun ramai-ramai mendatangi Kantor Bank BRI untuk mengganti nomor pin. Seperti yang terlihat di Kantor Bank BRI Mataram, Kamis (29/3) lalu. Ribuan nasabah rela antre hingga berjam-jam. Selain mengganti nomor pin, mereka juga menunggu penjelasan dari pihak bank mengenai nasib rekening mereka yang tiba-tiba terblokir sejak beberapa hari terakhir.

Bersambung ke hal 3 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 PIMPINAN Cabang BRI Mat- bah sudah diganti PIN ATMnya,’’ sebut sia (Persero) Tbk terus melakukan penggan12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 aram, Harsono tidak memungkiri ter- Harsono pada Ekbis NTB pekan kemarin. tian kartu ATM nasabah yang terindikasi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 jadinya penumpukan nasabah di kanMengenai sistem pengamanan sete- skimming. Para nasabah yang mendapat12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 tor pelayanan Bank BRI. Bank harus lahnya, Harsono menyebut, sebelumnya kan pesan singkat (SMS) dari Bank BRI 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 memanggil nasabah, untuk melaku- ada ada 92 ATM terpasang yang diang- dimohon agar segera mendatangi Kantor 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 kan pergantian PIN. Sebagai antisi- gap berbahaya (terindikasi skimmer),dari Cabang Bank BRI terdekat untuk melaku12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 pasi bank agar nasabah tak menjadi total 118 unit mesin ATM BRI Mataram kan penggantian kartu tanpa dikenakan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 korban. Mengingat adanya indikasi yang tersebar di tiga kota kabupaten. biaya apapun. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 mesin-mesin milik Bank BRI yang BRI Mataram bahkan telah mePemblokiran kartu dilakukan hanya 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 diincar oknum pembobol ATM. masang sistem pengamanan Deep Skim- pada kartu yang terindikasi skimming se12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 BRI Mataram bahkan harus ming untuk mengantisipasi maraknya bagai tindakan preventif untuk melindungi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 melakukan penggantian nomor PIN kejahatan pembobolan dana nasabah dana nasabah. Corporate Secretary Bank BRI, 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 ATM kepada 9.900 pemegang kartu, melalui ATM. “Selain itu, ada juga tim Bambang Tribaroto mengungkapkan bah12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 dari total sebanyak 68.000 jumlah yang patroli pagi dan sore,” kata Harsono. wa Bank BRI menonaktifkan sebagi12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 nasabah pemegang kartu ATM di tiga Ia meyakinkan, bahwa dana nasa- an kartu nasabah yang diduga per12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 wilayah yang dibawahi BRI Mataram. bah sudah cukup aman. Tak perlu kha- nah digunakan untuk bertransaksi 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 ‘’Kita menyampaikan SMS langsung watir, atau was-was untuk melakukan di lokasi ATM yang diindikasikan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 kepada nasabah. Meminta langsung transaksi di manapun. terkena skimming. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 melakukan penggantian PIN kartu Dalam keterangan resmi BRI yang 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 Bersambung ke hal 3 ATM. Semua sudah clear, 9.900 nasa- diteruskannya, PT. Bank Rakyat IndoneM. Harsono 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345

KASUS skimming yang menimpa nasabah Bank BRI di beberapa daerah, termasuk di NTB membuat nasabah was-was. Bank BRI pun bergerak cepat dengan melakukan pemblokiran terhadap rekening para nasabahnya yang dirasa rentan terkena kasus skimming . Akibatnya, masyarakat yang selama ini mengandalkan ATM untuk melakukan transaksi menjadi terganggu. Menurut Pengamat Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Mataram, Dra. Ida Ayu Putri Suprapti, MA, jika sistem pembayaran ini terganggu, maka tidak akan terjadi efisiensi. ‘’Keamanan akan terganggu,semua orang aksesnya terganggu. Itu kan bisa menyebabkan akses ekonomi akan turut terganggu,’’ jelasnya saat ditemui Ekbis NTB belum lama ini. Bank Indonesia (BI), ujarnya, sudah mengatur hal itu dengan memberlakukan aturan chip untuk mengganti sistem magnetik yang akan mempermudah transaksi keuangan dengan mengeluarkan Peraturan BI Nomor 14 tahun 2012. ‘’Jadi tahap pertama, di tahun 2018 sebanyak 30% ATM di seluruh Indonesia sudah harus berubah menjadi chip, di tahun 2019 menjadi 50%, tahun 2020 naik 80% dan 2021 sudah 100% tanpa dikenai biaya,’’ terangnya. Selain itu, tambahnya, sebagai konsumen juga harus sadar, jangan sembarangan tempat untuk mengambil uang di ATM. ‘’Jangan mengambil uang itu malam atau di tempat yang ramai, karena itu termasuk rawan. Paling tepat cari ATM untuk bertransaksi di tempat yang ada penjaga keamanannya,’’ sarannya. Selain dari konsumen, pihak bank serta kepolisian juga harus bekerja sama dalam menjaga keamanan ATM. “Bank yang memiliki ATM itu kalau bisa setiap waktu mengontrol ATMnya. Memang membutuhkan biaya yang besar karena teknologi yang terus berkembang,’’ jelasnya. Pemblokiran yang dilakukan pihak bank kepada nasabah tersebut, menurut Ida Ayu bisa karena rekening nasabah itu sudah terindikasi skimming. ‘’Mungkin kita semua sudah tahu, tetapi yang namanya kecepatan teknologi itu yang harus kita antisipasi,’’ jelasnya.

Bersambung ke hal 3

Bank BRI Ganti 9.900 PIN ATM Nasabah

(Ekbis NTB/bul)

UPAYA pihak perbankan dalam mengantisipasi kasus pembobolan dana nasabah melalui duplikasi kartu debit dengan cara skimming pada mesin ATM diapresiasi aparat penegak hukum. Pihak perbankan, kepolisian, dan nasabah bersama-sama mencegah agar skimming tidak terjadi lagi di NTB. Sepanjang 2017-2018, sebanyak lima warga negara asing yang divonis pidana penjara akibat terbukti bersalah melakukan skimming di wilayah hukum NTB. Para (Ekbis NTB/dok) terpidana itu melakukan Tri Budi Pangastuti skimming di wilayah Gili Trawangan dan Gili Air, Lombok Utara. Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, potensi terjadinya kasus skimming masih tetap ada. Sebab, pembobolan dana nasabah dengan pendekatan teknologi, seperti ini merupakan kejahatan jaringan internasional. “Tidak menutup kemungkinan di wilayah lain ada kejadian serupa juga. Indikasi sebagai sindikat internasional sudah cukup kuat,” ujarnya belum lama ini. Setiap pihak perlu mengambil langkah inisiatif untuk mencegah kasus ini kembali terulang. Seperti perbankan yang mengimbau nasabahnya mengganti PIN. Kepolisian meningkatkan pengamanan. Kemudian nasabah berhati-hati saat menggunakan fasilitas ATM. “Kepolisian pun sudah melakukan penangkapan terhadap para pelaku. Terbukti ada beberapa pelakunya yang merupakan warga negara asing divonis bersalah oleh pengadilan,” terangnya.

Bersambung ke hal 3

Bank dan Nasabah Harus Tingkatkan Kewaspadaan KEPALA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Farid Faletehan mengingatkan kembali perbankan, dan nasabah agar lebih waspada. Menyusul banyaknya kabar aksi kejahatan perbankan di Indonesia, terutama kasus skimming ATM. Farid juga mengamini kekhawatiran Aparat Penegak Hukum (APH)/ Polda NTB terkait ancaman kejahatan perbankan yang menyasar NTB. Wajar menurutnya, NTB menjadi salah satu sasaran karena daerah dengan tujuan pariwisata. Apalagi, belakangan NTB makin tersohor dengan menggeliatnya beberapa destinasi wisatanya dan brand image provinsi halal tourism. ‘’Saya sih belum mendengar ada informasi marak kejahatan perbankan di NTB. Kita berharap mudahmudahan itu tidak terjadi,’’ demikian Farid. Kejahatan perbankan ini, sifatnya sangat situasional. NTB memiliki pengalaman adanya aksi pihakpihak yang tidak bertanggung jawab, dengan melakukan skimming mesin ATM yang salah satunya menimbulkan kerugian cukup besar salah satu bank milik pemerintah. Berkaca dari pengalaman itulah, otoritas di NTB tak henti-hentinya mengingatkan kepada perbankan,

demikian juga nasabah, agar berhati-hati dan lebih teliti saat melakukan transaksi. Terutama di mesin ATM. Perbankan di NTB oleh OJK telah diimbau untuk meningkatkan sistem dan pengawasan mesin-mesin ATMnya. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, otoritas sekaligus akan menyurati perbankan terkait peringatan lebih waspada ini. ‘’Bank itu kami minta untuk melakukan pengawasan, tidak menggunakan aturan waktu yang biasa. Artinya, lakukan pengawasan pada waktu yang tidak terjadwal. Dan harus lebih sering diawasi mesin-mesinnya,’’ ujarnya. Salah satu jenis kejahatan perbankan adalah skimming ATM. Dalam hal ini, Farid mengatakan, masyarakat dapat lebih meningkatkan ketelitiannya. Apabila, mesin-mesin ATM diketemukan benda-benda yang tidak biasanya ada di mesin ATM, terutama di atas tombol angka, dan lubang kartu. Disarankan lebih baik nasabah tak melakukan transaksi. ‘’Biasanya alat-alat yang terpasang ini tidak kuat, goyang. Lebih baik tidak

lakukan transaksi. Laporkan kepada kami, atau laporkan kepada banknya langsung. Kepada nomor resmi banknya,” imbuhnya. Intinya, perbankan dan nasabah harus tetap waspada. Kejahatan perbankan tidak memandang mesin (ATM) baru atau mesin lama. Melainkan, adanya kesempatan dan peluang. (bul)

(Ekbis NTB/bul)

Libatkan Jaringan Internasional

Farid Faletehan

(Ekbis NTB/uul)

Ida Ayu Putri Suprapti ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

’’Skimming’’ Harus Jadi Perhatian BANK Indonesia (BI) memberi perhatian pada kasus kejahatan perbankan, yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Terutama soal kasus skimming yang menimpa salah satu perbankan milik pemerintah. BI mendorong, bank harus tetap responsif untuk memberikan kepastian dan rasa aman kepada masyarakat. Atas kasus skimming yang terjadi di luar NTB, (Ekbis NTB/bul) Achris Sarwani BI juga melakukan koordinasi dengan perbankan. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani mengatakan telah melakukan koordinasi langsung dengan beberapa pimpinan perbankan. Koordinasi langsung tidak saja dilakukan di Kantor BI di Mataram. Pun dilakukan di Polda NTB. Hadir langsung Direskrimsus Polda NTB, Kepala BI NTB, Kepala OJK NTB, BPD NTB, pimpinan bank. Koordinasi ini dimaksudkan, aparat bersama otoritas dan industri keuangannya, dapat menyampaikan langsung kepada publik terkait apapun itu persoalannya. Kemudian, seperti apa jaminan keamanan yang diberikan kepada nasabah. Apalagi saat itu, para jurnalis juga sedang menunggu informasi terkait keamanan perbankan, di tengah maraknya berkembang isu aksi skimming. Tetapi di satu sisi, BI juga menyambut baik dan sangat mendukung, upaya yang dilakukan oleh BRI di NTB yang dinilai cukup serius memberikan respons. ‘’Tidak di NTB (marak skimming). Bersama-sama dengan perbankan lainnya, tangani pemasalahannya. Karena sistem pembayaran dan sistem perbankan adalah bersifat sistemik. Di mana kejadian di satu bank akan dapat mempengaruhi di bank lain, maka skimming ini sangat prioritas untuk ditangani bersama seluruh bank yang ada di NTB,’’ sarannya.

Bersambung ke hal 3


2

Ekbis NTB Senin, 2 April 2018

Tas Ketak Raisa

Eksistensi Kerajinan Lokal dengan Tren Terkini Berawal dari sebuah unggahan artis nasional, Raisa Andriana, mengenakan sebuah tas anyaman ketak beberapa bulan lalu, pamor tas ketak berbentuk bulat itu naik ke permukaan. Pesanan mulai berdatangan pada para perajin ketak, karena keinginan masyarakat untuk memiliki tas yang sekarang familiar disebut ‘tas Raisa’ itu. SEPERTI yang dialami Awidi, perajin ketak sekaligus pemilik UD Nusa Indah di Dusun Peresak Timur, Desa Karang Bayan, Lingsar yang setiap harinya selalu kebanjiran pesanan tas Raisa ini. Di rumah sekaligus bengkel kerjanya, tampak para pekerja membuat tas ketak ini dengan membagi tugas, mulai menganyam, mengoven, sampai mempercantik tampilan akhir tas sebelum sampai ke tangan konsumen. “Tas Raisa ini memang sekarang sedang jadi tren sejak 2 tahun belakangan. Ini trend yang paling lama, tanpa jeda,” terang Widi, panggilan akrabnya, saat ditemui di rumahnya, Kamis (29/3). Namun, diakuinya, tren ini semakin menjadi setelah digunakan Raisa dan efeknya meluas kepada masyarakat luas. “Sekarang perajin ketak semuanya sedang kebanjiran pesanan tas ini, mulai perajin di Lombok Tengah dan Lombok Barat,” jelasnya. Di Lombok Barat sendiri, ada 2 desa yang dikenal sebagai sentra kerajinan ketak yaitu Karang Bayan dan Batu Mekar.

Widi yang sudah memulai kerajinan ketak sejak tahun 1995 ini menerangkan jika ketak ini menjadi tulang punggung pencaharian masyarakat kedua desa tersebut, selain hasil bumi. “Total saya memiliki anggota perajin mencapai 341 orang se-Kecamatan Lingsar, yang 15 di antaranya adalah pengepul,” sebut pria 47 tahun ini. Ketak yang menjadi bahan baku utama pembuatan tas ketak didapat Widi dari berbagai tempat. Mulai dari hasil hutan sekitar desanya, bahkan didatangkan dari Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan berbagai wilayah lainnya di Indonesia. “Dalam sebulan, saya bisa menghabiskan sampai 1.000 ikat ketak yang 1 ikat isinya 100 batang dengan harga Rp 25-50 ribu untuk ketak yang berkualitas terbaik,” akunya. Kenaikan harga bahan baku, imbuhnya, disebabkan kenaikan pesanan yang berimbas pada harga bahan baku. Proses pembuatan tas ketak sendiri dimulai dengan membagi batang ketak menjadi 6 bagian yang kemu-

dian ditipiskan menggunakan serut agar bisa dianyam. “Setelah itu, baru kemudian dianyam sesuai ukuran tas yang diinginkan, biasanya ukuran yang paling umum dibuat diameter 20 cm,” papar Widi. Dalam sehari, perajin bisa membuat 5 buah tas berukuran kecil, sedangkan tas berukuran besar bisa menghabiskan waktu sampai 1 minggu lamanya. “Itu tergantung dari ketekunan perajinnya juga, kalau dia tekun cepat jadinya,” ujarnya. Untuk produksi tas Raisa, dirinya bisa memproduksi sampai 300 tas/harinya yang setiap harinya selalu diburu oleh para konsumen setianya. Ia menambahkan, ia bisa mengirim sampai 1.000 buah tas Raisa setiap minggunya ke Bali. Harga untuk tas Raisa ini termasuk terjangkau berkisar Rp 150 – 250 ribu/buah tergantung ukuran tas. “Dalam sehari, alhamdulillah saya bisa jual sampai Rp 15 – 20 juta untuk para reseller yang memang sudah banyak,” kata Widi. Pasarannya pun diakuinya

sudah merambah pasar nasional bahkan luar negeri. “Dulu saat bom Bali, usaha saya sempat mati suri. Saat saya menghidupkan kembali, saya mencoba memasarkan melalui website dan dapat pesanan dari luar negeri yang bisa berlangsung sampai sekarang,” terangnya. Dibantu oleh anaknya, dirinya sekarang sudah memiliki langganan tetap terutama untuk pasar Jepang. “Di Jepang, kami sudah memiliki pembeli tetap yang dalam setahun bisa pesan sampai 3 kali. Bahkan anak saya berencana untuk berkunjung ke Jepang dalam waktu dekat,” kata Widi. Secara nasional, ia mengaku sudah banyak memiliki reseller yang tersebar di berbagai daerah yang memang mengambil barang di dirinya. Pembeli dari luar negeri, imbuhnya, lebih menyukai warnawarna kerajinan ketak yang natural sesuai warna aslinya. Tidak seperti pembeli lokal yang menyukai warna-warna cerah yang menarik perhatian. Makanya tas Raisa ini tersedia dalam berbagai warna sesuai pesanan dari konsumen. “Warna itu diperoleh dari proses pewarnaan yang dilakukan dalam tahap akhir,” ujar Widi. Saat ditanyakan, lebih menguntungkan mana penjualan secara lokal atau ekspor, dirinya mengaku lebih untung yang ek-

(Ekbis NTB/uul)

BANYAK DICARI - Tas ketak produksi Lombok yang makin banyak dicari. Tas ini semakin banyak pemesan setelah diunggah artis Raisa Andriana di media sosial miliknya. spor. “Perbandingannya me- rumah. “Harganya mulai dari Rp 5 wisata NTB yang sekarang semang 75 : 25 untuk pasaran luar ribu untuk tatakan gelas itu, sam- dang berkembang. “Keinginan negeri, tetapi harga kan lebih ting- pai Rp 1 jutaan untuk keranjang terbesar saya memiliki galeri laundry dan bola dekorasi interior sendiri yang langsung nyambung gi kesana,” jelasnya. dengan bengkel kerjanya, agar Selain tas ketak, Widi juga mem- rumah ukuran besar,” terangnya. Ke depannya, ia berharap usa- pengunjung yang datang bisa produksi berbagai kerajinan ketak lainnya, mulai dari tatakan gelas ha ketak ini bisa semakin melihat langsung prosesnya,” sampai hiasan dekorasi interior berkembang terutama saat pari- tambahnya. (uul)

Bisnis

Gaya Inges Boutique Jajaki Kerjasama dengan Aruna Hotel SEBAGAI salah satu wedding organizer (WO) terkemuka di Kota Mataram, Inges Production mulai menapaki kerjasama dengan berbagai vendor dalam memenuhi kebutuhan konsumennya. Salah satunya adalah kerjasama dengan Aruna Senggigi Resort and Conventions. “Kerjasama kita dengan Aruna berlangsung selama 1 tahun, di mana nantinya konsumen akan mendapatkan banyak keuntungan,” terang Lia Fitriana,ST,MM, pemilik Inges Production dan Inges Boutique saat ditemui Rabu (28/3). Kerjasama antara Inges Boutique dan Inges Production dengan Aruna Resort ini diakuinya belum terlalu lama. Tetapi saat acara Wedding Expo yang berlangsung 26-27 Maret di Aruna, pengunjung yang datang dan menjadi klien Aruna dan Inges akan mendapatkan paket lengkap. “Kita ada paket baru dengan Aruna yaitu paket wedding dengan harga Rp 130 juta yang baru kemarin kita dikontraknya. Aruna memberikan potongan harga sebesar 30% yang closing kemarin,” jelas Lia. Klien akan mendapatkan semua kebutuhan, mulai venue, makanan, undangan, catering, bridal,entertainment dan lainnya. Klien tinggal terima beres saja, di mana klien juga akan mendapatkan kamar gratis untuk menginap selama 1 malam di Aruna. Venue acara juga bisa dipilih oleh klien, apakah ingin seaview (pemandangan laut), taman, kolam renang, maupun ballroom. “Nanti yang mengorganisir adalah Inges Production, dan yang mendandani penampilannya adalah Inges Boutique,” kata Lia. Ia menceritakan saat pameran Wedding Expo kemarin, dirinya bisa mendapatkan 3 klien untuk menangani acara mereka nantinya. “Satu klien kita bule, satunya lagi untuk acara birthday, dan terakhir ada klien dari sini untuk pernikahan anaknya nanti,” ceritanya. Dari fashion show yang diadakan, Inges sendiri menampilkan belasan gaun terbaiknya dengan menggandeng para karyawan Aruna sebagai model. Saat fashion show, ujarnya, para model menggandeng staf Aruna sebagai pasangan yang disambut antusias oleh para karyawan, karena mereka mendapatkan pengalaman baru. Pada kesempatan itu, pihaknya menampilkan 12 gaun pengantin berwarna putih dan 6 gaun pengantin warna. Lia berencana ke depannya akan mengadakan lelang gaun karena koleksi gaun miliknya dirasa sudah terlalu penuh. Karena tiap bulannya selalu ada model baru, sehingga sudah tidak mampu lagi menampung koleksi gaun yang dimiliki. Apalagi di bulan Oktober nanti akan datang koleksi baru. Ia berharap dalam beberapa bulan ke depan bisa merenovasi tempat miliknya agar bisa menampung koleksi gaun miliknya, sehingga konsumen bisa memilih dengan leluasa. (uul)

Mr. Ghidazt, Kaos Lombok dengan Kesan Eksklusif SAAT pergi berwisata ke suatu tempat, pasti yang tidak dapat dilupakan adalah membeli oleholeh sebagai bukti pernah berkunjung ke sana. Oleh-oleh yang biasa dibeli wisatawan berupa kaos atau kerajinan (Ekbis NTB/uul) yang menjadi Kaos khas Lombok Mr. Ghidazt yang bisa dijadikan oleh-oleh ciri khas daerah saat berkunjung ke NTB. tersebut. Salah satu tempat di Mataram yang ditemukan di Kaos Lombok Mr. Ghidazt menyediakan kaos khas Lombok adalah yang kebanyakan diilhami dari ikon-ikon Kaos Lombok Mr.Ghidazt yang beralamat tempat wisata di Lombok, seperti Gunung di jalan Dr. Soedjono Petemon, Pagutan Rinjani, Kuta, Gili, dan lainnya. “Yang palTimur. Tempat ini menyediakan berbagai ing disukai konsumen di sini kaos dengan kaos dengan desain-desain khas Lom- desain Bedede Song, yaitu kaos dengan bok yang menarik dan eksklusif. tulisan nyanyian Sasak untuk membuai H. Mudrik, pemilik kaos Lombok Mr. anak. Bedede kan membuai,” jelas Mudrik. Ghidazt, kepada Ekbis NTB menerangDesain kaos memang sengaja mengkan usaha ini dimiliki oleh anaknya, Ka- gunakan bahasa Sasak agar kesan Lommaludin, yang sudah merintis usaha kaos bok lebih terasa. “Ini yang buat beda denini sejak lama. “Mulanya jualan di rumah gan tempat lain. Kaosnya juga nyaman dulu, sekalian dengan mutiara. Tetapi se- dipakai kok,” imbuhnya. Untuk harga, kaos Lombok Mr Ghidazt makin banyak pembeli jadi pindah ke sini,” dibanderol di kisaran harga Rp 80 – 90 terangnya saat ditemui, Sabtu (31/3). Nama Mr. Ghidazt, diakuinya merupa- ribuan. “Harga kita berani bersaing denkan singkatan nama dari cucunya yang gan yang lain, apalagi brand kita ekskmenjadi merk kaos. “Tokonya sendiri baru lusif,” terangnya. Pembeli di Mr. Ghidazt, diakuinya, berasbuka sejak 5 bulan lalu,” tambahnya. Ia menerangkan usaha kaos ini didasari al dari kalangan wisatawan lokal maupun dari banyaknya permintaan wisatawan atau luar negeri yang tertarik berkunjung saat lepembeli yang datang berkunjung akan kaos wat depan toko. “Kita masih pasarkan lewat khas Lombok. “Untuk kaosnya kita meng- toko saja, belum merambah ke sosial megunakan kain katun yang didatangkan lang- dia atau internet. Kalau lagi sepi di sini, anak saya biasanya pergi berkeliling sampai sung dari Surabaya,” kata Mudrik. Dalam sebulan, dirinya bisa mendatang- Senggigi untuk berjualan,” kata Mudrik. Pengunjung paling ramai, diakuinya, kan sampai 2.000 - 3.000 kaos yang kemudian disablon sendiri di sini. “Untuk desain- saat liburan seperti liburan tahun baru kenya, kita buat sendiri. Makanya desain yang marin. “Kita juga kerjasama dengan travel ada di sini tidak ditemukan di tempat lain, yang datang membawa tamu,” jelasnya. Ke depannya, ia berharap Mr. Ghidazt sehanya ada di Mr. Ghidazt saja,” promonya. Ada berbagai desain kaos yang bisa makin dikenal oleh banyak orang. (uul)

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 AYAM Taliwang merupakan salah khusus yang diajarkan agar rasa masa12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 satu menu khas Lombok yang telah kannya tetap sama. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 dikenal secara nasional. Tidak heran, Popularitas Ayam Taliwang, kata So12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 menu ini menjadi favorit para wisatawan fia, mulai dikenal secara nasional sejak 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 saat berkunjung ke Lombok. Salah satu pertengahan tahun 1970-an. “Sedang12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 tempat yang sudah dikenal sejak dulu kan secara internasional dikenal 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 menyajikan Ayam Taliwang adalah sekarang-sekarang ini, sejak pariwisata 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 Rumah Makan Taliwang H. Moerad di Lombok mulai meningkat,” jelasnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 yang merupakan tempat makan pertaMeski Rumah Makan Taliwang 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 ma yang menjual menu ini. sekarang tumbuh subur di mana12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 Hj. Siti Sofia Moerad, penerus RM mana, ia tidak merasa khawatir den12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 Taliwang H. Moerad yang berlokasi di gan hal itu. “Ayah saya mengajarkan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 Pajang, Mataram menuturkan, Ru- bahwa untuk sukses harus jujur serta 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 mah Makan Taliwang pertama bera- menjual barang jangan terlalu ma12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 da di kompleks pertokoan Cakrane- hal,” terangnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 gara. “Mulanya ayah saya mengekHal itulah yang dipegang teguh oleh12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 spor sapi ke luar negeri, tetapi di tahun nya sampai sekarang dengan menjual 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 1960-an kapalnya tenggelam beser- menu tidak terlalu mahal pada konsumen12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 ta isinya. Makanya beliau bangkrut nya. “Kisaran harga Ayam Taliwangnya 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 hanya menyisakan kantornya saja,” hanya Rp 50 ribu-an saja,” imbuhnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 terang Sofia, saat ditemui di tempat Pengunjung tempat makannya, kata 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 usahanya belum lama ini. Sofia, datang dari berbagai wilayah di 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 Setelah itu, barulah orang tuanya Indonesia bahkan sampai luar negeri. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 memulai usaha tempat makan di “Banyak juga yang menjadikan Ayam 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 tahun 1965 dengan menjual aneka Taliwang ini sebagai oleh-oleh karena 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 menu makanan. “Tetapi yang paling ini bisa tahan lama,” jelasnya. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 laris adalah menu ayam. Kedua Ia menambahkan, Rumah Makan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 orangtua saya mencoba berulangka- Taliwang yang di Cakranegara itu 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 li untuk menemukan resep yang sekarang dikelola bergantian oleh selu12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 seperti sekarang,” terangnya. ruh keluarganya. “Anak saya juga ikut 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 Ayam Taliwang khas H. Moerad mengelola tempat makan itu, bergantian 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 sendiri memang terkenal dengan dengan sepupunya,” ujarnya. Semua 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 citarasanya yang pedas. Sofia mene- saudaranya yang berjumlah 8 orang dari 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 rangkan jika citarasa Ayam Taliwang 1 ibu, tambahnya, semuanya rata-rata 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 yang disajikan di tempatnya ini sehing- terjun ke bisnis makanan ini. (uul) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 ga terjamin 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 rasanya dari 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 dulu hingga 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 sekarang. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 “Kami me12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 mang diajar12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 kan lang12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 sung oleh 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 orang tua 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 sejak kecil 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 bagaimana 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 p r o s e s 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 masak sam12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 pai resep12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 nya,” cerita12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 nya. Ia me(Ekbis NTB/uul) 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 nambahkan PERTAMA - Lokasi Rumah Makan Taliwang Moerad di Jalan 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 ada trik Pelikan Pajang Mataram. 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901

Mengenal Rumah Makan Taliwang Pertama di Mataram

Narmada Botanical Garden, Taman Bunga yang Sedang Hits

(Ekbis NTB/ist)

Fashion show yang digelar Inges Production di Aruna Resort Senggigi belum lama ini.

KEBERADAAN taman bunga yang biasanya hanya ditemui di wilayah Sembalun, Lombok Timur sekarang bisa ditemui di sekitaran Narmada Lombok Barat. Menemukan Narmada Botanical Garden yang berlokasi di Dusun Muhajirin, Desa Gandari, Narmada ini juga tidak sulit jika dicapai dari Mataram, karena posisinya berdekatan dengan jalan utama. Taman bunga yang sedang menjadi hits di berbagai sosial media ini, terutama koleksi bunga matahari yang menjadi primadona pengunjung. Dari mulai memasuki taman ini, deretan pohon buah-buahan seperti jeruk, manggis, durian dan lainnya menyambut pengunjung yang datang. Apalagi setelah memasuki taman seluas 1 hektar ini, deretan tanaman hortikultura dan bunga-bungaan memanjakan penglihatan dengan warna-warnanya yang mencolok. Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 5 ribu saja untuk bisa menikmati pemandangan di Narmada Botanical Garden ini. Seperti yang dijelaskan pengelola Narmada Botanical Garden, Made Pasak Cindra Bayu, SE,Ak, taman ini baru dibuka tanggal 11 Maret 2018.”Saat pembukaan kemarin, pengunjung yang datang lebih dari 100-an orang karena ini memang

taman bunga pertama di sini,” jelasnya saat ditemui di tamannya. Bayu, panggilan akrabnya, menambahkan Narmada Botanical Garden sebagai alternatif wisata selain ke tempat wisata yang lumrah dikunjungi. “Yang kita kedepankan di sini adalah wisata edukasi, di mana pengunjung bisa melihat berbagai aktivitas pertanian sekaligus memperkenalkan kegiatan-kegiatan di sini,” tambahnya. Ia ingin mengubah mindset pengunjung yang datang bahwa pertanian tidak sesusah yang dibayangkan, tetapi menyenangkan. Pengunjung nantinya bisa ikut menanam sayur dan bunga di lahan-lahan yang sudah disiapkan. Bayu menyebutkan koleksi bunga di Narmada Botanical Garden ini beragam, mulai marygold, matahari, krisan, mawar, lavender, kenanga dan lainnya. Untuk buah dan sayur, disini juga tersedia berbagai jenis mulai dari bayam merah, sawi, durian, manggis, lemon Eureka, jeruk, dan lainnya. “Tanaman buah di sini semuanya bersertifikat nasional, ada juga yang didatangkan langsung dari luar negeri seperti lemon dari Australia dan durian dari Malaysia,” tambahnya. Yang menjadi favorit pengunjung disini adalah taman bunga matahari yang men-

empati bagian terluas di taman ini. Total ada 800 – 1000 pohon matahari di sini yang rata-rata sudah mulai berbunga sehingga menjadi spot foto cantik. “Bibit untuk bunga kita masih bekerja sama dengan penjual bunga di Jawa. Ke depan kita akan buat pembibitan sendiri,” ujar Bayu. Selain itu, ia juga berencana akan menambah 2.000 pohon bunga matahari lagi untuk ditanam untuk menambah koleksi. Saat Ekbis NTB berkunjung kesini, pengunjung taman tidak terlalu banyak karena habis hujan. Pengunjung yang datang pun memilih untuk langsung berfoto di taman bunga matahari yang cantik. “Pengunjungnya berkisar 20-25 orang per hari, mungkin ramainya saat akhir pekan ini,” kata Bayu. Fasilitas seperti rumah pohon, berugak serta ayunan juga tersedia disini untuk memudahkan pengunjung. “Ke depannya kita juga akan membuat lesehan serta kolam renangnya lalu camping ground serta mini zoo yang menjadi permintaan pengunjung,” terangnya. Pengunjung juga bisa ikut memanen mentimun di sini yang dihargai Rp 1.000/ buah, juga bisa membeli bibit tanaman buah. “Untuk bibit bunga, ke depannya kami usahakan karena ini kan masih baru,” imbuhnya. (uul)

(Ekbis NTB/uul)

Koleksi bunga matahari yang ada di Narmada Botanical Garden.

Pemimpin Umum: Agus Talino Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Raka Akriyani Redaktur Pelaksana: Marham Koordinator Liputan : Akhmad Bulkaini Redaktur : Marham, Zainudin Syafari, Akhmad Bulkaini Staf Redaksi Mataram : U'ul Efriyanti Prayoba Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi, Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur: Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin.Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Didik Maryadi, Jamaludin, Mandri Wijaya Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257.Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 1 kali se-minggu. Penerbit: PT Suara NTB Pers. Percetakan: PT Bali Post.

Ekbis NTB

 Wartawan Ekbis NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


Ekbis NTB

Ekbis NTB Senin, 2 April 2018

3

Uang Elektronik Produk Seluler Jamin Dana Nasabah Tetap Aman SEJUMLAH perusahaan seluler di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin gencar melakukan pengembangan bisnis uang elektronik. Misalnya Telkomsel dengan produk T-Cash sudah melakukan ekspansi bisnis di seluruh daerah di Indonesia, termasuk di NTB. T-Cash merupakan uang elektronik server-based, artinya uang pelanggan disimpan di dalam server yang terkait langsung dengan nomor Telkomsel pelanggan. Sehingga, uang pelanggan tetap aman meskipun ponsel misalnya hilang. Manager Corporate Communications Telkomsel Area Jawa Bali Erwien Kusumawan kepada Ekbis NTB mengatakan, penggunaan T-Cash menggunakan PIN dalam setiap transaksi, sehingga keamanan tetap terjaga. T-Cash pun memiliki batasan dana yang dapat didepositkan oleh pelanggan, yaitu basic service hingga Rp1 Juta dan full service hingga Rp10 Juta. “Dimana khusus untuk pelanggan full service harus melakukan pendaftaran dengan kartu pengenal resmi (KTP/KK) ke Grapari untuk memastikan data diri sesuai. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, T-Cash memiliki Fraud Team yang akan memonitor transaksi pelanggan dan memastikan tidak ada transaksi yang dianggap mencurigakan,” kata Erwien. Erwien mengatakan, dalam waktu dekat, T-Cash akan meluncurkan aplikasi T-Cash Wallet terbaru, yang lebih personal, intuitif, dan tangkas. Dalam aplikasi terbaru ini, uang elektronik ini memiliki fitur baru, diantaranya electronic-Know Your Customer (e-KYC), yang membantu pelanggan dengan akun basic untuk mengupgrade akunnya menjadi full service tanpa perlu mengunjungi GraPari. “Selain itu, ke depannya, kami juga akan mengembangkan fitur 3 Agnostik, dimana T-Cash dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terbatas pada penyedia layanan provider yang mereka gunakan,”tambahnya. Untuk layanan, Telkomsel akan menawarkan berbagai produk finansial kepada seperti asuransi, pinjaman, dan lain-lain; serta transportasi yang juga menjadi fokus utama layanan Telkomsel di tahun ini. Secara nasional, saat ini terdapat lebih dari 20 juta pelanggan T-Cash yang tersebar dari 34 provinsi di Indonesia. Sebagian besar dari pelanggan menggunakan dua dananya untuk membeli pulsa atau paket data, pembayaran atau pembelian token listrik PLN, PDAM, dan asuransi, pembelian voucher game.” Banyak juga yang menggunakan untuk pembayaran di merchant atau restoran, pengiriman dana ke akun T-Cash atau akun bank (remitansi), pembayaran ecommerce dan sebagainya,” kata Erwien. Bagaimana sikap Telkomsel terhadap kebijakan pemerintah yangg segera menertibkan fintech yang regulasinya diserahkan kepada Bank Indonesia? Menurut Erwien, dalam menjalankan operasional bisnis, T-Cash mendukung penuh inisiatif dan peraturan dari pemerintah Indonesia yang dapat bermanfaat dalam pengembangan eksosistem teknologi finansial di Indonesia. “Kami senantiasa memastikan jikan fitur-fitur dan layanan kami sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, serta mendapatkan izin resmi dari pemerintah, melalui Bank Indonesia. Kami pun merasa senang dapat menjadi perusahaan fintech pertama yang mendapatkan izin resmi untuk pengembangan dan penggunaan QR Code, serta fitur e-KYC dengan video call yang akan segera kami perkenalkan di aplikasi T-Cash Wallet terbaru. (ris)

Bank BRI Ganti 9.900 PIN ATM Nasabah Dari Hal. 1 Bank BRI akan mengutamakan pergantian kartu ATM secara gratis bagi nasabah yang mendapatkan pemberitahuan pemblokiran kartu melalui SMS Blast/SMS Notifikasi. BRI memastikan, nasabah yang tidak mengalami pemblokiran kartu ATM ataupun tidak mendapatkan SMS Notifikasi, dijamin aman. Artin-

ya, tak perlu harus mendatangi kantor layanan BRI. Diimbau juga kepada nasabah yang telah mengganti nomor ponsel, agar segera mendatangi unit kerja Bank BRI untuk memperbarui data pribadi berupa nomor handphone agar dapat menerima SMS Blast atau SMS Notifikasi Bank BRI sewaktu-waktu. (bul)

Libatkan Jaringan Internasional Dari Hal. 1 Dia meminta masyarakat yang menjadi nasabah bank untuk meningkatkan kewaspadaannya dalam mengakses mesin ATM. Imbauan nasabah menurutnya perlu dimaknai sebagai upaya pencegahan. Seperti halnya BRI Mataram yang telah mengganti PIN nasabahnya sebanyak 9.900 kartu debit, hal ini masih dalam upaya melakukan pencegahan terhap kasus ini. Sementara itu Pimpinan Cabang BRI Mataram M. Harsono mengatakan, untuk memproteksi nasabahnya agar tak menjadi korban kejatahan perbankan, termasuk kasus skimming ini, BRI sudah mengganti PIN ATM untuk 9.900 nasabah di Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara. Para nasabah yang diharuskan mengganti nomor PIN itu diberikan SMS notifikasi dan datang ke kantor cabang BRI untuk melind-

ungi diri dari potensi kejahatan perbankan. “Minimal kan enam bulan ganti PIN, namun ada yang sampai satu tahun ke atas, dua tahun, tiga tahun tidak ganti PIN. Otomatis kalau terjadi skimming dikhawatirkan langsung bisa digesek. Namun kalau sudah diganti PINnya walaupun kartunya digandakan, kan mereka tak bisa mengambil,” katanya. Menurut Harsono, pengganti PIN bisa dilakukan di aplikasi BRI. Nasabah bisa masuk ke fitur mobile, selanjutnya fitur layanan nasabah dan langsung memilih opsi enable. Saat ini sudah tidak ada lagi kasus skimming BRI, namun upaya untuk mengganti PIN nasabah ini dalam rangka memproteksi agar jika ada pelaku kejahatan yang menggandakan kartu, mereka tak bisa mengambil dananya, karena PIN-nya sudah diganti. (why/ris)

’’Skimming’’ Harus Jadi Perhatian Dari Hal. 1 Perbankan dan pihak terkait harus responsive. Artinya, kata Achris, ada atau tidaknya persoalan, perbankan harus terbuka. Memberikan informasi kepada publik, bagaimana pelayanannya, bagaimana jaminan keamanannya, serta bagaimana dengan kenyamanan pelayanan. Atau ketika ada indikasi kejahatan perbankan, dapat disampaikan kepada publik, agar publik juga mengambil langkah. Hal ini menjadi penting, sehingga publik dapat menerima informasinya secara cepat. ‘’Misalnya, keterbukaan bank soal mesin-mesin ATM. Berapa jumlah mesin ATMnya, bagaimana sistem pengamanannya. Apa kesiapan perbankan. Sehingga publik

tidak bertanya-tanya. Ini yang kita harapkan semua bank melakukan hal yang sama,’’ imbuhnya. BI juga tetap mengingatkan, perbankan tetap meningkatkan pengamanan mesin-mesin pelayanannya. Alat anti skimming, adalah barang tentu harus terpasang untuk menjamin semua mesin yang tersedia aman digunakan. ‘’Karena mesin satu perbankan yang digunakan bersama –sama (ATM bersama), kalau terjadi persoalan, bank-bank lain juga kena dampaknya. Karena itu, bank pemilik mesin harus benar-benar memastikan sistem keamanannya, baik dengan pengamanan internal, maupun eksternalnya,’’ ujar Achris.(bul)

Honda PCX150 Manjakan Konsumen ASTRA Motor Mataram sebagai distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda di NTB, mengadakan City Touring & Gathering untuk konsumen dan komunitas PCX Lombok bertajuk PCX 150 Exclusive Night di Lombok Epicentrum Mal (LEM), Sabtu (31/3) kemarin. Acara ini diikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri dari gabungan konsumen PCX 150, konsumen Vario 125 & 150, komunitas PCX yang tergabung dalam HPCI (Honda PCX Club Indonesia) Chapter

Lombok dan komunitas Honda yang tergabung dalam Honda Asosiasi Lombok (HALO). Dimulai dengan touring, mengambil start dari kantor Astra Motor di Jalan TGH. Saleh Hambali No.08 Dasan Cermen, Mataram. Lalu rombongan touring menuju ke Pantai Sengigi, dilanjutkan dengan keliling di Kota Mataram dan berakhir di LEM. Di tempat acara utama ini, peserta dijamu hiburan live musik & doorprize yang menarik, serta makan malam bersama. “Melalui acara ini Honda

ingin mempererat silaturahmi antar konsumen dan komunitas PCX agar tetap terjalin dan sekaligus memperkenalkan produk terbaru dari All New Honda PCX150”, demikian keterangan Wahyudi Saputra, Kepala Wilayah Astra Motor NTB. Honda PCX terus diminati masyarakat sebagai pilihan untuk pecinta motor skutik premium di Indonesia dengan berbagai fitur unggulan tercanggih di kelasnya yang menawarkan sensasi kenyamanan berkendara

yang sempurna. Produk terbaru Honda ini dilengkapi dengan teknologi pintar ESP (Enhanced Smart Power) seperti, sistem ACG starter dan Idling Stop System dilengkapi dengan sistem pengereman combi brake hidrolis dengan tiga caliper serta kehadiran lampu Light Emitting Diode (LED) yang diaplikasikan pada semua lampu skutik premium Honda ini Beragam fitur unggulan lainnya seperti Answer Back System yang terintegrasi den-

gan remote kontrol alarm anti pencurian serta fitur fungsional lain seperti power charger untuk pengisian baterai perangkat elektronik yang diletakkan di rak depan, dan jam digital juga melengkapi kemewahan dari skutik premium Honda ini. “Produk ini sangat diminati masayarakat. Pemesanannya secara nasional diluar ekspektasi. Sehingga pabrikan juga harus menyiasati dengan memproduksi tanpa mengenal hari libur,” demikian Wahyudi.(bul)

Pelaku Usaha Pariwisata Sekotong Bertahan Ditengah ”Gempuran” Pengusaha Asing KAWASAN Gili-gili di Sekotong, Lombok Barat hampir semua telah dikuasai oleh orang luar daerah dan orang asing. Kondisi ini menyebabkan warga setempat khususnya pengusaha lokal terancam gigit jari ketika Gili-gili ini semakin maju ke depan. Hanya sebagian kecil saja warga yang menjadi pengusaha di sektor pariwisata di Gili. Pengusaha ini berupaya gigih bertahan ditengah gempuran dan iming-iming uang dari pihak luar yang mau membeli tanahnya. Pengusaha lokal yang masih tersisa ini pun berharap perlindungan dari Pemda, paling tidak ada kebijakan perlunya mengakomodir pengusaha Lokal ketika ada pengusaha asing yang melakukan usaha di wilayah Gili tersebut. Harapan ini disampaikan Abu Bakar, salah seorang pengusaha lokal asal Gili Gede yang tetap bertahan meskipun warga di sekelilingnya sudah banyak menjual lahannya kepada pengusaha kelas kakap. Ditemui akhir pekan kemarin di vila miliknya di Gili Gede, Abu menyatakan apa yang dilakukan saat ini untuk memberikan contoh bagi warga lokal agar tetap berdaya. Artinya memanfaatkan lahan sendiri untuk mencari uang. “Sebab kebanyakan warga pilihannya saat ini apakah jual tanah atau pergi dari pulau ini,”kata Abu. Menurutnya, sulit bertahan ditengah gempuran pengusa-

ha luar, sebab kebanyakan warga tergiur menjual lahannya untuk memenuhi kebutuhan. Menurutnya, jika mau jalan pintas mendapatkan uang, maka lahan bisa dijual. Namun langkah tersebut tidak bisa mendapatkan manfaat untuk masa depan. Warga hanya akan menjadi pekerja orang asing, atau pergi dari pulau. Sebab di kawasan Gili sudah banyak dikuasai oleh pengusaha lokal kecuali lokasi yang jauh dari akses. Pria tiga anak ini mengaku, untuk merintis usaha vilanya membutuhkan perjuangan sangat keras. Berbeda halnya dengan pengusaha dari luar yang langsung melakukan pembangunan karena dananya sangat besar. Akan tetapi dirinya membuat bangunan dengan cara menyicil. Bahkan ia memulai dengan bangunan bale balak. “Ketika uang terkumpul saya pakai untuk membuat satu vila, bahkan saya mencicil untuk beli bahan bangunan, begitu seterusnya hingga saat ini saya sudah memiliki 17 unit kamar dengan 8 kamar yang refresentatif. Sedangkan tambahan berupa Bungalow sebanyak 9 unit,” tuturnya. Berapa fasilitas pun disiapkan, seperti alat menyelam dan snorkeling. Dengan adanya beberapa fasilitas ini bisa memperpanjang lama tinggal pengunjung yang tadinya hanya 2 hari namun bisa 4-5 hari bahkan sampai sepe-

kan. Luas lahan yang dimiliki sekitar dua hektar, dimana satu hektar sudah dipakai untuk membangun, namun sisanya satu hektar belum dilakukan pengembangan. Vilanya ini menjadi ikon di Gili Gede yang dirintis oleh pengusaha lokal, minimal setara dengan pengusaha luar dan asing. Paling tidak hal ini menjadi pembelajaran bagi warga Lokal. Terkait jumlah kunjungan, mulai bulan Mei-September biasanya akan ramai pengunjung. Sedangkan di awal tahun biasanya agak turun. Biaya sewa pun terjangkau berkisar antara Rp 200-500 ribu per malam. Target usaha kedepan, pihaknya yang masih belajar ingin meningkatkan kapasitas pelayanan dan produk. “ Sebab apapun bisnis yang dijalankan, larinya ke kepuasan konsumen,” katanya. Pihaknya berharap warga setempat menyadari begitu pentingnya mempertahankan lahan untuk keperluan kedepan. Memang diakuinya, awal-awalnya cukup sulit, sebab mesti melihat warga lain mendapatkan uang banyak dari jual lahan. Namun hal ini bersifat sementara, sebab kedepannya warga bisa menggunakan lahan untuk usaha sendiri, tidak dipakai oleh orang luar. “Fasilitas dasar berupa air dan jalan juga perlu diperhatikan oleh pemerintah, karena itu masih minim disini,”harapnya. (her)

Ketika Kejahatan ’’Skimming’’ Hantui Nasabah Bank Dari Hal. 1 Lukman, salah seorang nasabah Bank BRI yang ditemui Ekbis NTB, mengaku, dirinya sebelumnya tidak mendapatkan pemberitahuan dari pihak bank akan pemblokiran rekeningnya. ‘’Tiba-tiba saja diblokir. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya,’’ terangnya. Pemakaian semua kartu yang dimilikinya otomatis tidak bisa digunakan untuk bertransaksi. ‘’Makanya saya datang ke sini untuk minta penjelasan terkait hal ini,” imbuhnya. Ia mengaku rekeningnya tidak bisa digunakan sejak beberapa waktu lalu. ‘’Katanya pemblokiran itu untuk menghindari skimming. Karena itu, saya datang ke sini sekarang untuk mengganti nomor PIN,’’ kata Lukman. Ia mengaku proses penggantian nomor PIN memakan waktu cukup lama. Karena banyaknya nasabah yang juga melakukan hal sama. Namun, karena merasa penggunaan ATM sangat penting dan berharap jaminan uang yang disimpan di bank tetap aman, Lukman tidak mempermasalakan lamanya antre. Hal senada juga diungkapkan nasabah lainnya, Asiah. Ia mengaku datang ke Kantor Bank BRI untuk meminta keterangan terkait rekeningnya

yang diblokir. ‘’Kata pihak bank, ATM saya diblokir untuk antisipasi biar saldo tetap aman,’’ jelasnya. Pemblokiran dilakukan oleh pihak Bank BRI langsung kepada nasabah yang terindikasi rawan terkena skimming kartu ATM. Pihak bank juga menyarankan Aisah agar mengganti nomor pin sehingga ATM nya bisa digunakan kembali. ‘’Katanya untuk antisipasi skimming itu,’’ kata Asiah. Muliadin, nasabah lainnya mengaku ATM-nya mulai diblokir sejak tanggal 24 Maret 2018. Muliadin baru menyadari, ATM-nya diblokir setelah mengecek ATM-nya. ‘’Makanya saya datang ke sini, ngantre dari pagi,’’ ujarnya. Sebelumnya, Muliadin mendapatkan pemberitahuan dari pihak bank akan pemblokiran nomor itu melalui pesan singkat. Alasannya, untuk menghindari kasus skimming yang sedang merebak. ‘’Saya pribadi tidak merasa terganggu dengan adanya pemblokiran rekening ini,’’ kata Muliadin. Ia memang sengaja mendatangi kantor pusat Bank BRI di Jalan Pejanggik, Mataram. Ia berharap ke depannya keamanan terhadap dana nasabah yang tersimpan di bank bisa ditingkatkan. Sehingga kepercayaan

masyarakat pada perbankan bisa lebih baik. ‘’Sebenarnya bukan dari Bank BRI saja, tetapi juga dari bank-bank lainnya,’’ imbuhnya. Kondisi serupa juga dialami L. Dita. Ia adalah salah seorang nasabah yang mendapat kabar via SMS untuk mendatangi Kantor Pusat Bank BRI Mataram. SMS tersebut jelas memintanya untuk sesegara mungkin menggantikan nomor PINnya. SMS itu juga diterima oleh nasabah-nasabah BRI lainnya, yang terindikasi berpeluang menjadi korban skimming. Sebelum berangkat dinas, ia mendatangi Kantor BRI Mataram. Antreannya di atas nomor seribuan. Waktu mengantrenya sangat lama, dari pagi hari, nomor antreannya dapat dilayani oleh petugas bank, menjelang sore hari. ‘’Sangat melelahkan, kerjaan saya jadi korban. Mau bagaimana lagi, dari pada kita rugi kemudian,’’ demikian L. Dita. Kasus ini patut menjadi perhatian serius perbankan. Agar nasabah dapat menempatkan dananya dengan nyaman. Tanpa ada rasa was-was, dan juga tidak direpotkan dengan waktu yang cukup lama, untuk mengurus ATM yang terindikasi berpeluang menjadi sasaran kejahatan perbankan. (uul/bul)

(Ekbis NTB/her)

Pengusaha lokal Gili Gede Abu Bakar saat bersama tiga anaknya

Nasabah Harus Ekstra Waspada Dari Hal. 1 Jika ada nasabah yang tidak menerima pemberitahuan sebelumnya akan pemblokiran, maka nasabah bisa menghubungi layanan konsumen pihak bank langsung ke pusatnya. ‘’Pasti kita di-handle, cuma harus sabar. Karena yang dilayani dari seluruh Indonesia. Konsumen juga harus sadar akan hak dan kewajibannya, mereka harus melek,’’ tambahnya. Ida Ayu menambahkan pihak bank juga mengalami kerugian dengan adanya kasus skimming ini. Karena mereka harus mengganti kerugian yang dialami nasabah. ‘’Bank juga salah karena mereka tidak bisa menjamin keamanan uang milik nasabahnya terhadap sistem yang dimiliki,’’ jelasnya. Konsumen, imbuhnya, memang disarankan untuk sering mengganti nomor PIN rekening yang dimilikinya agar tetap aman. ‘’Tetapi jangan terlalu sering, nanti lupa nomor PINnya berapa,’’ katanya. Dalam hal ini, Ida Ayu memiliki tips bagi nasabah yang malas mengganti nomor PIN untuk selalu menutup tombol nomor PIN saat digunakan.

“Memang sudah ada penutupnya kan, tetapi ditutup saja lagi sebagai langkah agar tetap aman,” katanya. Dengan sering mengganti nomor PIN ini, bisa mencegah para pencuri untuk tahu nomor PIN yang dimiliki. Tetapi seiring perkembangan teknologi, ia meragukan apakah teknologi chip yang nanti diberlakukan akan tetap efektif di tahuntahun ke depannya. “Intinya kasus skimming ini, secara ekonomi terganggu, karena efisiensi pembayaran bisa terganggu juga,” tambahnya. Ida mengatakan kasus skimming yang seringkali terjadi karena perubahan kartu dari magnetik ke chip belum dilakukan sepenuhnya. “Semakin cepat bank itu mengganti, semakin baik kan jadi mereka (pihak bank) harus gerak cepat. Karena mungkin saja di tahun depan terjadi lagi seperti ini untuk nasabah yang belum mengganti kartunya,” jelasnya. Oleh karena itu, ia meminta nasabah untuk tetap waspada dengan selalu memperhatikan keamanan ATM tempatnya bertransaksi dengan yakin tempat itu sering dikontrol oleh pihak bank. (uul)


4

Industri Keuangan

Ekbis NTB Senin, 2 April 2018

Pemodal Korea Tertarik Investasi Lapangan Golf di Gili Gede Gili Gede, Sekotong, Lombok Barat benar-benar laris manis. Pulau kecil tersebut menjadi embrio Gili Trawangan kedua, dengan konsep pembangunan kawasan yang sedikit berbeda tentunya. Pemodal asal Korea, sedang membidik destinasi ini untuk membangun infrastruktur sport tourism. GILI Gede adalah salah satu kawasan eksotis pariwisata yang akan menopang pembangunan sektor pariwisata NTB masa depan, selain KEK Mandalika di Lombok Tengah. Gili ini benar-benar akan hidup, apalagi setelah Marina Del Ray menanamkan investasinya untuk membangun pelabuhan khusus yacht pertama di Indonesia. Marina Del Ray telah memulai pembangunannya.

Izin-izin dari pemerintah pusat telah dikantongi. Sekretaris Camat Sekotong, Lalu Pardita Putra Utama, SE kepada Ekbis NTB mengatakan, pemodal asal Korea memiliki keinginan besar untuk menempatkan dananya di Gili Gede untuk pembangunan resort, dan lapangan golf ini. Komunikasi awal sudah mulai digelar, meskipun keinginan itu belum disampaikan secara

resmi kepada pemerintah daerah. Sekitar 150 hektar lahan dibutuhkan dan saat ini sedang dilakukan penjajakan. Jika memungkinkan lahan seluas itu tersedia, dananya akan ditanamkan disana. Dalam sebuah literatur pariwisata, Gili Gede adalah sebuah pulau kecil yang terletak 500 meter di sebelah barat laut Pulau Lombok. Gili Gede merupakan pulau terbesar yang di-

miliki kabupaten Lombok Barat yaitu dengan panjang maksimum 4 Km. “Sudah ada yang turun cek langsung lokasi. Kalau sudah pas, akan dilanjutkan dengan mengurus izin-izinnya. Yang penting terjamin keamanannya,” demikian L. Dita, panggilan akrabnya. Ditemui media ini di Mataram, Minggu (1/4) kemarin, Lalu Pardita menegaskan, ada puluhan pemodal yang telah bercokol di Gili Gede. Seluruhnya bergerak di sektor pariwisata, dengan membangun fasilitas penginapan dan tempat tinggal bagi wisatawan. Marina

Del Ray menjadi investor terbesarnya. Terhadap keinginan besar investasi pemodal asal Korea untuk membangun resot dan lapangan golf, jikapun tak memungkinkan di Gili Gede, tawarannya adalah Sekotong Barat. Dengan lokasi yang pemandangannya menghadap langsung ke Gitanada (Gili Tangkong, Gili Nanggu dan Gili Sudak). Sekotong Barat ini juga tak kalah strategisnya dengan Gili Gede. “Alternatifnya mana-mana sudah nanti, tergantung pilihan hati pemodalnya,” imbuhnya. Dengan makin banyaknya investasi yang kepincut Gili

Gede dan Sekotong pada umumnya, Lalu Pardita mengatakan bahwa SDM lokal harus dipersiapkan. Kegiatan – kegiatan pelatihan bagi masyarakat setempat harus digalakkan. Misalnya, pelatihan untuk persiapan tenaga keamanan (security), pelatihan sekretaris, akunting serta di sektor yang terkait dengan pariwisata lainnya. “Kalau tidak segera dipersiapkan, SDM kita bisa disalip tenaga luar. Bisa saja perusahaan juga mengalokasikan dana CSR atau PKBLnya untuk mendukung pembangunan SDM berkelanjutan yang ada di Sekotong,” katanya(bul)

(Ekbis NTB/bul)

Lalu Pardita Putra Utama

Pengguna Kartu Kredit BCA Tumbuh 30 Persen PENGGUNA kartu kredit di BCA Mataram diklaim tumbuh cukup positif. Dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu, pertumbuhan pengguna kartu kredit BCA sekitar 30 persen. Bank Indonesia (BI) memang sejak beberapa tahun lalu membuat gerakan non tunai. BCA salah satu bank yang cukup ekspansif dalam mendorong nasabahnya untuk transaksi cashless. Asissten Officer Marketing BCA Kantor Kas Sriwijaya Mataram David Sutanto kepada Ekbis NTB (Ekbis NTB/ris) mengatakan, saat ini pemegang David Sutanto kartu kredit BCA di wilayah NTB sebanyak 10 ribu pengguna. Pemegang kartu kredit semakin dimanjakan dengan banyaknya merchant mitra kerja BCA di Mataram. Salah satu keuntungan yang ditawarkan antara lain, cicilan nol persen pembelian handphone di tempat tertentu, program cashback untuk perbelanjaan, reward menarik untuk transaksi di Matahari, dan banyak lagi lainnya. “ Di Starbucks, pengguna kartu kredit BCA dapat harga special. Di Matahari dapat reward, Optic Melawai juga ada diskon dan lainnya,” katanya. Seiring dengan pesatnya pusat perbelanjaan di Kota Mataram dan munculnya gerai-gerai baru, program diskon untuk pemegang kartu kredit perbankan juga semakin banyak. Perilaku konsumen secara perlahan juga sudah mulai beralih dari transaksi tunai ke transaksi non tunai. Disamping praktis, juga banyak mendapatkan promo-promo menarik. Selain di pusat perbelanjaan, transaksi non tunai juga bisa dilakukan di banyak SPBU di Kota Mataram. Konsumen bisa menggunakan kartu kredit atau kartu debit BCA saat bertransaksi di SPBU tertentu yang sudah melakukan kerjasama. “ Membeli BBM menjadi jauh lebih gampang dengan menggunakan non tunai,” katanya. Di gerai modern semisal Alfamart dan Indomaret, nasabah BCA bisa melakukan tarik tunai di toko tersebut atau langsung melakukan transaksi tanpa harus mengeluarkan uang dari ATM terlebih dahulu. “ Saya yakin, pengguna kartu debit atau kredit di Lombok semakin tinggi tahun ini karena kesadaran konsumen untuk transaksi non tunai kecenderungannya semakin besar. Kondisi ini juga didorong oleh banyaknya promo-promo menarik saat transaksi non tunai,” katanya. (ris)

Pegadaian

Pegadaian Mulai Garap Pasar Milenial PT. PEGADAIAN (Persero) Cabang Mataram memiliki produk untuk menggaet nasabah dari generasi milenial yang dikenal sebagai generasi yang menggunakan pendekatan teknologi dalam setiap aktivitas hariannya. Salah satu produk yang dijalankan yaitu Pegadaian Digital Service (PDS). Nasabah tak perlu datang ke Kantor Pegadaian untuk melakukan transaksi, cukup membuka aplikasi PDS di smartphonenya. Kepala Cabang PT Pegada(ekbis NTB/uul) ian Mataram I Ketut Suarnawa I Ketut Suarnawa kepada Ekbis NTB mengatakan, produk Pegadaian kini semakin beragam, karena tidak hanya gadai emas untuk memperoleh dana segar. Namun produk Pegadaian yang ditawarkan seperti tabungan emas yang semakin banyak peminatnya, mengingat nilai emas semakin tinggi. “Kita sudah mengembangkan sistem itu. Sosialisasinya ke kampus-kampus, kalangan muda. Tanggapannya bagus sekali karena praktis. Produknya tidaak hanya gadai saja, karena kita sasar tabungan emasnya, investasi emasnya, karena harga emas terus naik,” katanya. Menurutnya, target Pegadaian Cabang Mataram tahun 2018 ini sebesar Rp 86 miliar berdasarkan hitung-hitungan yang dilakukan secara realistis. Karena selain terdapat 10 Unit Pelayanan Cabang (UPC), Pegadaian Mataram juga merekrut tenaga agen sebanyak-banyaknya dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal untuk nasabah. “ Kita rekrut agen pemasaran, pembayaran dan agen gadai. Kita saling bekerjasama, kita kasi pelatihannya. Kita memperbanyak agennya,” katanya. Saat ini, Pegadaian Mataram gencar menjalankan produk Gadai Flexi dengan target pasar kalangan mahasiswa yang butuh dana cepat. Mereka bisa menggadai laptop dan smartphone dalam jangka waktu yang fleksibel. Mereka bisa menggadai barangnya dalam jangka waktu 15 hari saja dengan suku bunga yang sangat bersaing. Ada juga produk Amanah, untuk kredit pembelian kendaraan bermotor baik motor maupun mobil dengan suku bunga kredit yang jauh lebih murah. “ Kami sudah kerjasama dengan Yamaha. Bunganya 1 persen. Nasabah boleh memilih di dealer Yamaha mana saja, harga barang sekian, kita bayarkan. Tinggal nasabah itu cicil ke kita.” Katanya. Menurutnya, dari seluruh transaksi, gadai emas masih menjadi primadona dengan nilai transaksi mencapai 97% dari seluruh transaksi.Dalam sehari, transaksi gadai emas mencapai 1 kg/hari. Selain tabungan emas, Pegadaian juga sekarang memiliki produk UMI atau usaha Ultra Mikro dengan pinjaman di bawah Rp 10 juta dengan bunga hanya 0,9% saja. (uul)

TRANSAKSI Seorang nasabah BNI Cakranegara memasuki ruang tunggu untuk melakukan transaksi. Total rekening simpanan per Februari naik sebesar 1,86%

Jumlah Rekening Bank Umum Naik 1,86 Persen LEMBAGA Penjamin Simpanan (LPS) merilis data mengenai pertumbuhan jumlah rekening dan nominal simpanan pada bank umum per Februari 2018. Total rekening simpanan per Februari mencapai 250.866.218 rekening, naik sebanyak 4.572.841 rekening atau 1,86% dibanding posisi jumlah rekening Januari 2018, yang sebanyak 246.293.377 rekening. Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho dalam siaran persnya akhir pekan kemarin mengatakan, di Februari 2018, untuk simpanan dengan nilai saldo sampai dengan Rp2 miliar, jumlah rekeningnya meningkat sebesar 1,85% (MoM), dari 246.041.976

rekening (Januari 2018) menjadi 250.615.670 rekening (Februari 2018). Jumlah nominal simpanannya naik 0,027% (MoM), dari posisi akhir Januari 2018 sebesar Rp2.309.052 miliar, menjadi Rp2.309.680 miliar di akhir Februari 2018. Sedangkan untuk simpanan dengan nilai saldo di atas Rp2 miliar, jumlah rekeningnya turun 0,34% (MoM), dari 251.401 rekening (Januari 2018) menjadi 250.548 rekening (Februari 2018). Sementara itu, untuk jumlah nominal simpanan naik sebesar 0,65% (MoM), dari Rp3.005.268 miliar (Januari 2018) menjadi Rp3.024.772 miliar (Februari 2018).

Dilihat dari jenis simpanan, jenis simpanan yang jumlah rekeningnya mengalami kenaikan paling tinggi adalah giro. Kenaikannya mencapai 4,77% dari 3.071.363 rekening di Januari 2018, menjadi 3.217.788 rekening di Februari 2018. Sementara itu, giro juga mengalami kenaikan nominal tertinggi dibandingkan jenis simpanan lain, yaitu 1,72%, dari Rp1.267.582 miliar di Januari 2018 menjadi Rp1.289.434 miliar di Februari 2018. Di Februari 2018, untuk jumlah rekening dan nominal simpanan dalam Rupiah meningkat. Sementara itu, untuk jumlah rekening dan nominal

BBPOM Uji Ribuan Produk di Pasaran BALAI Besar Pengawas Obat dan Ma- Naraya, Pesca Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, kanan (BB POM) Mataram tahun 2017 lalu Sempio, TLC dan TSC. Temuan-temuan semacam inilah yang dimenguji setidaknya tiga ribuan produk, obat dan makanan. Tahun ini, hal yang sama minimalisir, sehingga pengawasan dilakukan juga akan dilakukan. Fokus pengawasan dengan pola sebelum dipasarkan dan setelah di tingkat produsen atau distributor yang dipasarkan. Suarningsih menegaskan, untuk berada di bagian hulu siklus distribusi meminimalisir peredaran produk dilarang bebarang. Tujuannya agar produk-produk redar, pengawasan dilakukan dari kerannya. yang terdistribusi di pasar dapat dijamin Maksudnya, distributor dan produsen besarnya yang ada di Kota Mataram. keamanannya untuk konsumen. “Dari kerannya disini (di Mataram), barulah Kepala BBPOM Mataram, Dra Ni GAN Suarningsih, Apt, MH mengatakan, ribuan produk ini dikirim ke berbagai sebaran di NTB. Nah, kita dilakukan pengawasan dengan skala perioritas. fokus di keran ini dulu, sambil koordinasi dengan kabupaten/kota untuk bersama-sama Tentu agar mutu produk yang ada di pasar melakukan pengawasan. Kami juga membenar-benar terjamin keamanannya inta keterlibatan masyarakat untuk aktif bagi konsumen. memberikan laporan, kalau ada Yang masih hangat saat ini yaitu teproduk-produk yang mengkhawatmuan makanan kaleng yang mengairkan,” demikian Suarningsih. ndung parasit/cacing. Awalnya hanAkhir-akhir ini masyarakat kerya sebuah temuan, namun setelah ap kali dihebohkan dengan BBPOM mengembangkannya, terproduk-produk tak layak edar di indikasi produk sejenis juga menpasaran. Apa sebenarnya yang gandung unsur yang sama di terjadi? Suarningsih hanya dalam kalengnya. Menindaklanmemberikan gambaran, sebejuti hal itu, BBPOM langsung narnya tak ada persoalan., menginstruksikan untuk mekarena hanya kasuistis. narik 27 merk produk makanNampaknya, kepala badan an kaleng yang dianggap enggan memberikan ketmengkhawatirkan. erangan lengkap menMerk-merk tersebut tergenai situasi pasar. cantum dalam edaran Kekhawatirannya yang resmi BBPOM, ikan bisa ditangkap agar kaleng merk ABC, ABT, masyarakat tak panik. Ayam Brand, Botan, CIP, Yang jelas, BBPOM seDongwon, DR. Fish, Farcara intens melakukan merjack,Fiesta Seafood, pengawawan di sarana-saGaga, Hoki, Hosen, IO, rana produksi dan peJojo, Kings Fisher, LSC, njualan.(bul) Maya, Nago/Nagos, Ni GAN Suarningsih

dalam Valas menurun. Jumlah rekening simpanan dalam Rupiah meningkat 1,87% (MoM), dimana per Januari 2018 berjumlah 245.282.973 rekening, menjadi 249.858.135 rekening per akhir Februari 2018. Untuk jumlah rekening simpanan yang dijamin dalam Valas menurun 0,23%, dimana per Januari 2018 jumlahnya 1.010.404 rekening menjadi 1.008.083 rekening di Februari 2018. Dilihat dari nominalnya, simpanan dalam Rupiah naik 0,50% (MoM), dari sebesar Rp4.576.663 miliar (Januari 2018) menjadi Rp4.599.403 miliar (Februari 2018). Untuk simpanan dalam Valas, jumlah-

nya menurun 0,35% (MoM) dari sebesar Rp737.657 miliar (Januari 2018) menjadi Rp735.049 miliar (Februari 2018). Total simpanan di bank umum per Februari 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,38%, dari Rp5.314.320 miliar di Januari 2018 menjadi Rp5.334.452 di Februari 2018. Bank umum peserta penjaminan per Februari 2018 berjumlah 115 bank. Terdiri dari 102 bank umum konvensional dan 13 bank umum syariah. Bank umum konvensional, terdiri dari 4 Bank Pemerintah, 25 Bank Pemerintah Daerah, 64 Bank Umum Swasta Nasional dan 9 Kantor Cabang Bank Asing. (ris)

Bank BUMN di NTB Diimbau Salurkan Kredit Pendidikan untuk Mahasiswa SALAH satu fungsi bank BUMN selain bisnis adalah sebagai agen pembangunan manusia. Karena itu Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Mohammad Nasir meminta perbankan agar memberikan kredit pendidikan untuk mahasiswa dengan bunga yang rendah. Menristek-Dikti akan mengusulkan kepada Menko Perekonomian agar suku bunga yang dikenakan sesuai dengan pertumbuhan ekonomi. Menanggapi hal itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB Achris Sarwani kepada Ekbis NTB mengatakan, pihaknya menghimbau agar produk pembiayaan untuk mahasiswa bisa dilakukan sesuai dengan skim kredit masingmasing bank. Pihak perbankan akan menyesuaikan dengan struktur pembiayaan di masing-masing, namun dari sisi bentuk program sangat bisa dijalankan terutama oleh perbankan BUMN. “ Karena memang BUMN selain berfungsi sebagai bisnis, juga sebagai agen pembangunan,” Kata Achris. Achris mengakui bahwa salah satu cara untuk memiliki generasi yang baik adalah pendidikan. Di dalam APBN juga sudah dialokasikan anggaran sebesar 20 persen untuk sektor pendidikan. Angga-

ran tersebut digunakan untuk infrastruktur pendidikan, gaji guru dan operasional pendidikan. “ Namun ada juga sumber untuk pinjaman dana untuk kuliah. Nanti setelah lulus kuliah bisa menghasilkan uang, dan mahasiswa itu akan kembalikan pinjamannya. Itu peran negara terutama BUMN, sangat memungkinkan,” katanya. Menurut Achris, setiap perbankan memiliki porsi pembiayaan tertentu yang bisa dialokasikan untuk jangka panjang. Hitungan bisninya tetap ada meski dalam jangka panjang. Sama halnya dengan pembiayaan infrastruktur yang pengembalian dananya sampai puluhan tahun. “ Jadi secara bisnis jangka panjang, sebenarnya bisa dihitung, seperti apa return-nya, seperti apa risikonya, bisa dihitung,” tambahnya. Menristek-Dikti seperti yang diberitakan sejumlah media nasional mengapresiasi langkah cepat BRI yang telah meluncurkan produk student loan. Pinjaman ini akan menjadi suatu harapan baru untuk bisa meningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi tujuan pembangunan yang berkelanjutan.Untuk sementara, pembiayaan pendidikan ini dengan sasaran mahasiswa S2 dan S3. (ris)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin, 02 April 2018 | Ekbis NTB by e-Paper KMB - Issuu