Skip to main content

Edisi Jumat, 27 April 2018 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 238 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

jumat paing, 27 april 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Kabupaten Buleleng Raih Penghargaan Berprestasi Kinerja Daerah Sangat Tinggi MEMPERINGATI Hari Otonomi Daerah ke-22 tahun 2018, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya Pemkab Buleleng yang menerima penghargaan berkelas nasional tersebut. Buleleng di bawah kepemimpinan di periode kedua Putu Agus Suradnyana dengan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. (PAS-Sutjidra) mendapatkan penghargaan atas prestasi kinerja status tertinggi bintang dua dengan skor 3.2046. Tidak itu saja, daerah berjuluk Bumi Den Bukit ini masuk 100 besar kabupaten dan kota terbaik di Indonesia dalam bidang penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam acara Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di Jakarta, Rabu (25/4) lalu. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mewakili Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) menerima penghargaan tersebut. Nyoman Sutjidra mengatakan, semua hal berbasis kinerja pemerintahan menjadi indikator penilaian da-

lam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penghargaan tersebut menjadi semangat bagi pemerintah untuk terus kompak bersama seluruh unsur hingga masyarakat untuk lebih bekerja keras dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah demi kepentingan bersama. ‘’Ini menjadi motivasi kami untuk terus bekerja dengan lebih maksimal. Prestasi ini ke depannya kita tingkatkan lagi untuk menjadi bintang 4,’’ katanya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya, karena pemerintah pusat memilih Buleleng untuk menerima piagam penghargaan atas prestasi kinerja status sangat tinggi berbintang dua dalam penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) tahun 2016. Dikatakan, penilaian ini tentunya tidak terlepas dari capaian terhadap peningkatan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) itu sendiri. Bupati berterima kasih kepada seluruh jajaran

pemerintah daerah yang telah berupaya untuk lebih baik lagi. Dengan adanya penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja guna lebih baik lagi. ‘’Kita wajib pertahankan dan tingkatkan lagi, terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak. Terlebih kepada masyarakat Kabupaten Buleleng,’’ ujarnya. Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono mengucapkan terima kasih kepada setiap daerah yang telah melakukan upacara bendera Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-22 yang diperingati setiap tanggal 25 April berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 11 Tahun 1996 tentang Hari Otonomi Daerah. Penilaian ini memasyarakatkan dan memantapkan pelaksanaan Otonomi Daerah di setiap tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat sampai dengan daerah. ‘’Di tahun 2018 ini, Otonomi Daerah menginjak 22 tahun dan harus terus menentukan arah. Diperlukan rekam jejak yang baik dalam pelaksanaan Otonomi Daerah sehingga Otonomi Daerah berjalan efektif dari tahun ke tahun,’’ katanya dalam sambutannya. (ad1469)

PENGHARGAAN - Pemkab Buleleng di bawah kepemimpinan Putu Agus Suradnyana (PAS) dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. meraih penghargaan Berprestasi Kinerja Daerah Sangat Tinggi. Selain itu, Buleleng juga masuk 100 kabupaten dan kota terbaik di Indonesia.

Ubah Nasib Petani

Sistem Pertanian Bali Harus Diperbaiki

Bali Post/wan

JAGUNG - Petani sedang mengupas jagung untuk dijajakan langsung di pinggir jalan di Sanur, Kamis (26/4) kemarin.

Sistem pertanian di Bali harus diperbaiki. Lantaran profesi bertani tak lagi mampu menyejahterakan petani. Selain itu, harga komoditi pertanian juga kerap mengalami fluktuasi. Ini menyebabkan konsumen yang menjadi korbannya. Karenanya pemerintah harus memperbaiki sistem pertanian dari hulu ke hilir. Bukan sekadar memberikan pupuk dan alat pertanian pada petani.

konsumen untuk membeli, bukan kualitas produk. Sementara saat ini kondisi konsumen telah berubah. Konsumen yang notabene adalah masyarakat Bali mulai peduli terhadap mutu makanan. Sehingga konsumen saat ini lebih mengutamakan mutu. Selain mutu, konsumen Bali juga membutuhkan layanan. ‘’Kalau ini sudah terpenuhi, baru ada kesudian untuk membayar,’’ pungkasnya. Ekspektasi konsumen ini disebut nilai. Nilai ini harus diciptakan bersama-sama antara petani dan perantara. Dikatakannya, di sinilah perlu adanya kreativitas untuk mendapatkan nilai tambah. Nilai tambah yang didapat tergantung efisiensi yang dilakukan. Saat itulah sistem ini bernilai wajar. ‘’Agar bernilai perlu ada kontrol sistem. Kontrol sistem ini sesuai dengan harapan konsumen. Agar sesuai

dengan harapan konsumen maka perlu adanya standar produk atau SOP. Baru jadi aktivitas bernilai. Aktivitas bernilai ini dikontrol, ada pencatatan, dll,’’ bebernya. Kontrol ini bisa dilakukan kelompok petani. ‘’Kalau sekarang banyak kelompok petani bentukan pemerintah, bukan terbentuk sendiri. Sehingga kontrolnya pun bukan karena kebutuhan petani, melainkan karena kebutuhan program,’’ ujarnya. Karenanya pertanian di Bali memerlukan pendekatan sistem. Selama ini petani bergerak tanpa sistem. Maka dari itu tak heran harga komoditi berfluktuasi. Agar mampu berorientasi mutu diperlukan petani yang punya wawasan dan pengetahuan. SDM yang belum memadai untuk pengembangan sistem, kewajiban pemerintah yang melatih. (kmb42)

Moeldoko Tanggapi Isu Pencabutan Tersangka Habib Rizieq

Gempa Buleleng Terasa di Mataram WILAYAH laut Bali diguncang gempa tektonik, Kamis (26/4) kemarin pukul 16.54.19 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan M=5,2 (update) terjadi dengan koordinat episenter pada 7,37 LS dan 115,58 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 98 km arah timur laut kota Singaraja, Buleleng dengan kedalaman 354 km. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Drs. Moch. Riyadi, M.Si. dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat menunjukkan bahwa dampaknya berupa guncangan terjadi di daerah Kuta-Bali, Nusa Dua, Mataram pada skala II SIG-BMKG (II-III MMI), di Gianyar dan Karangasem pada skala I SIG-BMKG (II MMI). Guncangan gempa bumi ini belum menimbulkan kerusakan. Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup di bawah lempeng Eurasia di utara Pulau Bali. Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempa bumi di lokasi tersebut dibangkitkan oleh aktivitas sesar geser mendatar (strike-slip fault). Hingga pukul 17.21 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (kmb)

Guru Besar Teknologi Pertanian Universitas Udayana (Unud) Prof. Ir. I Made Supartha Utama menjelaskan, sistem agribisnis Bali masih lemah. Pasar masih tradisional, sementara masyarakat telah bergerak ke konsumen modern. Apalagi Bali merupakan daerah pariwisata yang notabene lebih banyak konsumen modern, sehingga pasar diharapkan juga beralih ke modern. Sedangkan teknologi hanyalah sebagai bagian pendukung dari sistem. ‘’Konsumen di Bali unik karena ada turis internasional, turis domestik, penduduk Bali dengan tingkat pengetahuan yang berbeda-beda,’’ ujarnya. Saat ini kondisi pasar telah berubah. Pasar tradisional telah menjadikan rantai distribusi yang panjang, tidak efektif dan efisien. Akibatnya, harga komoditi menjadi tinggi. Pada sistem pasar tradisional ini, harga menentukan keputusan

Mataram (Bali Post) – Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menanggapi isu adanya kelompok tertentu yang mengusulkan pencabutan status tersangka Habib Rizieq sebagai tawaran untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Usai membuka diskusi publik pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Mataram, Kamis (26/4) kemarin, mantan Panglima TNI itu menegaskan bahwa dalam konteks hukum, Presiden Jokowi tidak bisa intervensi. Tetapi dalam konteks kemanusiaan mungkin ada pertimbangan lain. ‘’Sekali lagi harus bisa dibedakan konteksnya. Mungkin ada pertimbangan kemanusiaan. Pertimbangannya seperti apa bisa diajukan, Presiden yang membuat keputusan,’’ kata Moeldoko menanggapi pertanyaan wartawan terkait pertemuan Presiden Jokowi dengan keluarga alumni 212, beberapa waktu lalu.

Moeldoko

Ia juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut sebagai bukti bahwa Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa untuk menjalin komunikasi yang baik. ‘’Presiden kan pemimpin negara. Berilah kesempatan bahwa semua itu bagian dari anak-anak bangsa,’’ ucapnya pula. Moeldoko juga tidak setuju jika dalam konteks politik orang yang berbeda pandangan dikatakan sebagai lawan. Tetapi dalam kontestasi politik, yang dipikirkan adalah partner demokrasi, bukan lawan tanding. Presiden Jokowi, lanjutnya, juga me-

mandang semuanya sebagai partner demokrasi, maka dari itu seluruh komponen bangsa harus ditempatkan pada posisi seimbang. ‘’Bahwasanya politik itu dinamis, makanya kita mencari keseimbangan baru,’’ ucapnya pula. Hal itu, katanya, selalu dilakukan Presiden, sehingga harapannya adalah dalam mengelola negara tidak banyak gonjang-ganjing dan tercipta ketenangan agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Dengan begitu, tujuan akhir dari pemerintah menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera bisa tercapai. ‘’Tapi kalau negara gonjang-ganjing terus, tentu akan mengganggu konsentrasi Presiden, yang pada akhirnya sasaran-sasaran itu menjadi tidak bisa berjalan efisien dan efektif,’’ kata Moeldoko. (ant)

31 Tahun Getol Perjuangkan Krama Bendega

Manumudhita Kini Incar DPD untuk Perjuangkan Hak-hak Masyarakat KETUA Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bali Ir. I Nengah Manumudhita, M.M. menyerahkan dokumen syarat dukungan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI 2019 di Kantor KPU Bali, Kamis (26/4) sore. Manumudhita mengantongi dukungan 3.296 KTP yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Sebelum mengikuti proses pencalonan anggota DPD-RI, pria murah senyum ini dikenal cukup getol memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di pesisir (krama bendega). ‘’Di samping sudah memperjuangkan hak-hak masyarakat Bali di pesisir, kami ingin meningkatkan pengabdian untuk melanjutkan perjuangan terhadap hak-hak masyarakat Bali yang lainnya. Baik yang ada di subak, di desa adat dan lembaga-lembaga lainnya untuk kita perlu perjuangkan ke pusat. Sehingga masyarakat Bali mendapatkan keadilan di dalam kerangka NKRI,’’ ujar Manumudhita di sela-sela penyerahan dokumen. Kiprahnya sebagai tokoh bendega Bali sejatinya sudah tidak diragukan lagi.

Manumudhita berjuang secara konsisten dan tak kenal lelah selama 31 tahun. Dimulai saat dirinya menjadi Kepala Dinas Perikanan di Badung tahun 1986. Sampai akhirnya membuahkan Perda tentang Bendega yang dibahas dan ditetapkan oleh DPRD Bali pada 2017 lalu. ‘’Tahun 1985, dengan ditetapkannya beberapa kawasan pariwisata di Bali dan paling banyak meliputi wilayah pantai khususnya di Badung, sejak saat itu bendega di Bali mulai mendapat tekanan,’’ tuturnya mengenang. Menurut Manu, seringkali terjadi penggusuran terhadap bendega yang mencari kehidupan di pesisir. Tak hanya bendega, masyarakat lain pun sering kesulitan menuju pantai. Semua itu berdampak ekonomi kepada krama bendega. Sedangkan di pihak lain, ada yang justru mendapatkan kehidupan yang lebih baik. ‘’Tahun 1986 sampai 1994 kami berjuang agar eksistensi krama bendega tetap eksis, dan pada tahun 1994 di

Kabupaten Badung bisa menerbitkan Perda No.18 Tahun 1994 tentang Bea Pangkal. Perda itu mampu melindungi tempat-tempat nelayan melaksanakan aktivitas,’’ jelasnya. Namun, masa-masa aman nelayan hanya bertahan sampai 2001 sejalan dengan berakhirnya masa tugas Manu di Badung. Dari pantauannya selama 2001 sampai 2011, tekanan terhadap krama bendega rupanya semakin banyak hingga bendega terancam punah. Ketika diminta menjadi Ketua HNSI Bali tahun 2011, upaya advokasi lantas dilakukan kepada masyarakat pesisir. ‘’Tahun 2012 kami melakukan identifikasi dan verifikasi ke seluruh bendega di Bali dan kami dapat simpulkan bahwa perlu langkah yang cerdas dan profesional untuk mengatasi masalahmasalah yang dihadapi krama bendega,’’ imbuhnya. Manu menambahkan, perwakilan nelayan di seluruh Bali yang mencapai 400 orang diundang pada bulan Mei 2013. Saat itu disepakati bila krama bendega

perlu berjuang untuk mendapatkan perlindungan hukum melalui Perda tentang Bendega. Tanggal 5 Mei juga telah ditetapkan sebagai hari perjuangan bendega Bali. ‘’Tahun 2014 ditindaklanjuti dengan workshop menghadirkan berbagai narasumber. Bendega sebagai kearifan lokal di Bali yang terdapat di pesisir perlu dibuatkan perda karena dari hasil kajian workshop secara filosofi, sosiologis, dan yuridis telah memenuhi syarat sebagai sebuah lembaga adat yang ada di pesisir,’’ paparnya. Sejak 2015 sampai 2017, usulan krama bendega terus disuarakan di DPRD Bali sampai akhirnya masuk ke Badan Legislasi untuk bisa dibahas oleh dewan pada masa persidangan kedua tahun 2017. Keberadaan Perda Bendega membuat Bali memiliki lembaga adat yang lengkap sesuai dengan filosofi sad kerti, yaitu, wana kertih dan danu kertih yang melahirkan lembaga subak, jagat kertih yang melahirkan lembaga desa adat, dan segara kertih yang melahirkan lembaga bendega. (ad1468)

SERAHKAN DOKUMEN - Ir. I Nengah Manumudhita, M.M. (dua kanan) saat menyerahkan dokumen syarat dukungan calon anggota DPD-RI 2019 di Kantor KPU Bali, Kamis (26/4) sore.


denpasar

2

Jumat Paing, 27 April 2018

Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Bencana

figur Sebagai Kebutuhan MEMATUHI aturan berlalu lintas jangan hanya pada saat digelar operasi, tapi masyarakat diharapkan menjadikan ketertiban dalam berlalu lintas itu sebagai kebutuhan untuk keselamatan bersama. Hal itu disampaikan Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawaty Ismail, usai Operasi Patuh Agung 2018 di Mapolresta Denpasar, Kamis (26/4) kemarin. “Stop pelanggaran, stop kecelakaan dan utamakan keselamatan demi kemanusaian,” katanya. Menurut mantan Kapolsek Kota Tabanan ini, operasi tersebut dilaksanakan selama 14 hari dari tanggal 26 April hingga 9 Mei 2018. Dalam operasi ini, pihaknya melibatkan 120 personel terdiri dari Pom AD, Dishub, Satpol PP dan Jasa Raharja. “Pelaksanaan operasi ini dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Polresta Denpasar,” ujarnya. Ditegaskan, operasi tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Sasaran prioritasnya yaitu pengemudi menggunakan Hp, melawan arus, pengendara sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, menggunakan narkoba atau mabuk dan melebihi batas kecepatan yang ditentukan. (rah)

Denpasar (Bali Post) Setelah selesai melakukan pemeriksaan saksi dan juga saksi under charge, mantan Wakil Ketua DPRD Bali Jro Komang Swastika alias Jro Jangol, Kamis (26/4) kemarin menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Ketika duduk di kursi pesakitan, terdakwa banyak membantah keterangan saksi sebagaimana yang terungkap di persidangan. Salah satunya soal sabu-sabu yang diduga dijual oleh istrinya, Ratna Dewi, soal pembayaran dari Rahman, termasuk soal rumahnya dijadikan ajang transaksi narkoba dan pesta obat-obatan terlarang. Terdakwa membantah semua itu. Yang dia benarkan soal temuan sabusabu di kamarnya oleh polisi. “Itu benar. Itu saya gunakan sendiri,” tandas Jro Jangol. Saat didesak majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi soal asal muasal sabu-sabu itu, Jro Jangol mengatakan mendapat sabu-sabu dengan cara mengambil tempelan di depan rumahnya. Sabusabu itu dipesan via ponsel dari seseorang di dalam lapas yang bernama Jro Bang. Awalnya Jangol tidak menyebut nama orang dalam lapas tersebut. Namun, majelis hakim membacakan BAP dan dalam sebuah jawaban dari pertanyaan terdakwa menyebut bahwa barang didapat dari Jro Bang. “Ya, benar,” kata Jro

Bali Post/kmb37

PERSIDANGAN - Jro Komang Swastika alias Jro Jangol usai menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Jangol. Dipertegas pembayaran dilakukan secara transfer senilai Rp 4,5 juta. Majelis hakim beberapa kali mengingatkan terdakwa untuk berbicara jujur, karena itu akan menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menentukan hukuman. “Sejujurnya katakana, karena itu akan menjadi pertimbangan majelis menentukan hukuman sauduara,” tandas Ida Ayu Adnya Dewi. Dalam persidangan, memang sabu-sabu di kamar Jro Jangol diakui miliknya. Namun, dia mengaku tidak tahu soal penggerebekkan. Dia hanya mengetahui saat pulang, di rumahnya ramai. Bahkan Jro Jangol mengaku tidak tahu bahwa dirinya dijadikan DPO oleh polisi. Saat disinggung soal keterangan saksi bahwa terdakwa pernah menerima uang transferan hasil penjualan narkoba dan pernah memberikan barang ke anak buahnya, termasuk istrinya! Jro Jangol kembali membantah. “Tidak ada, saya tidak tahu,” jawab Jro Jangol. “Kalau berikan jawaban yang logis dan diterima akal sehat dong. Saudara kan anggota dewan. Saksi semua sudah memberikan keterangan. Saya ingatkan lagi, jawab dengan jujur! Tapi ya sudah, itu hak saudara,” kata hakim mengingatkan. Karena tetap membantah, majelis hakim kemudian menanyakan soal mengapa terdakwa harus lari dan bersembunyi di Malinggih, Payangan? Jro Jangol mengaku bahwa dia belum siap dengan keadaan. “Apakah berkaitan dengan sabu-sabu di rumah saudara,” tanya hakim. “Ya!, sebut terdakwa. Namun sebelum ke Malinggih, terdakwa sempat ke rumah Alit di Jalan Imam Bonjol, yang rencananya menyerahkan diri. Namun di rumah itu sepi sehingga dia kabur ke Malinggih, Payangan dan ditangkap pada 13 November oleh polisi. Dia membantah kabur, namun dia mengaku pulang kampung. Kendati demikian, di akhir persidangan terdakwa mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Saksi Dokter Lapas Sebelum pemeriksaan terdakwa, tim kuasa hukum terdakwa menghadirkan saksi meringankan. Dia adalah dokter Lapas Kerobokan, A.A. Gede Artawan. Di depan persidangan saksi mengaku bahwa hasil wawancara yang dilakukan terdakwa memakai narkoba sejak tahun 2002, ketika menjadi security. Sempat berhenti, namun kembali mengkonsumi narkoba. Bahkan saat tidak menggunakan narkoba, sempat mengalami gangguan psikologis. (kmb37)

Disdikpora Pastikan UN SMP Berintegritas Denpasar (Bali Post) – Rangkaian Ujian Nasional (UN) jenjang pendidikan SMP berakhir, Kamis (26/4) kemarin. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar memastikan pelaksanaan UN SMP di Denpasar, baik di sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun sekolah yang masih menyelenggarakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP), berintegritas. Penegasan itu disampaikan Kepala Disdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan seusai melakukan pemantauan UNKP SMP PGRI 7 Denpasar dan UNBK SMPN 6 Denpasar di SMAN 5 Denpasar, Kamis kemarin. Menurut Gunawan, sekolah sudah melaksanakan UN

sesuai dengan prosedur operasional standar (POS) UN. Mulai dari siswa yang tertib mengikuti UN dan bekerja mandiri. Begitupula dengan pengawas yang sudah melaksanakan tugas pengawasan dengan baik. Termasuk ruangan ujian juga tidak ada yang ditutupi dengan korden. Di SMP PGRI 7 Denpasar, UNKP diikuti sebanyak 101 siswa kelas IX. Sekolah ini masuk Sub Rayon VI dengan induk di SMPN 6 Denpasar. Sejak hari pertama hingga terakhir, kehadiran peserta UN tercatat 100 persen. Kepala SMP PGRI 7 Denpasar Drs. Ketut Riasa, M.Si. menjelaskan, 101 peserta UN tersebar pada enam ruangan ujian. Mereka mendapat pengawasan ketat sesuai prosedur operasional standar (POS) UN oleh guru

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : 2.334 Lansia Telantar Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

pengawas dari SMP Ganesha Denpasar. Siswa ditekankan tidak melakukan praktik kecurangan, apalagi menyontek saat UNKP. Kendati nilai UNKP tidak menentukan kelulusan, namun pihaknya tetap memotivator siswanya untuk mendapatkan nilai tertinggi. Pelaksanaan UNBK SMPN 6 Denpasar yang diselenggarakan di SMAN 5 Denpasar juga berjalan lancar dan tertib. Kepala SMPN 6 Denpasar I Gusti Ayu Putu Tirtawati, S.Pd. melaporkan jumlah peserta UNBK sebanyak 317 siswa, terbagi dalam tiga ruangan dan tiga sesi. Ia menyampaikan, pelaksanaan UNBK berjalan tertib dan lancar. Meskipun pada hari pertama dan kedua sempat terjadi kelambatan server, namun tidak sampai mengganggu pelaksanaan UNBK. Pelaksanaan UNBK SMPN 6 Denpasar di SMAN 5 Denpasar ini juga dipantau Ombudsman. ‘’Astungkara, pelaksanaan UNBK berjalan lancar dan anak-anak terlihat gembira. Tidak ada tekanan psikologis,’’ ujar Tirtawati. Tirtawati menambahkan, pihaknya berkomitmen SMPN 6 Denpasar tahun depan menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Dia mengakui, saat ini pihaknya dihadapkan kekurangan sarana penunjang PBM, seperti LCD. Ke depan dia berharap masing-masing MGMP memiliki satu LCD. (kmb12)

pada seluruh pihak yang berpatisipasi dalam kegiatan simulasi. Ke depan mereka diharapkan bisa memberdayakan masyarakat sekitar agar nantinya dapat melakukan evakuasi secara mandiri. “Nantinya kegiatan ini akan dilakukan terus sebagai upaya pendampingan sigap bencana,’’ katanya menambahkan. Salah satu mahasiswa Akademi Keperawatan Kesdam Udayana Luh Putu Cilia Dewi, mengaku sangat senang dapat terlibat dalam simulasi bencana tersebut. Terlebih pihak kampus sudah membekali dengan tindakan-tindakan dasar penanggulangan bencana. “Sebelumnya, kami sudah dibekali pelatihan-pelatihan dasar, sehingga kesempatan ini kami gunakan untuk mengaplikasikan ilmu tersebut,” tegasnya. Sementara itu, Lurah Serangan I Wayan Karna mengatakan kegiatan simulasi ini sangat bermanfaat untuk masyarakatnya, mengingat jarak antara pantai dan kawasan pemukiman hanya berjarak kurang lebih 200 meter. “Tentu kami tidak berharap terjadi bencana, namun simulasi ini menjadi sangat penting agar warga kami dibekali sikap sigap bencana,” ujarnya. (ara)

Kepadatan Penjual Rokok 32,2 Per Kilometer Persegi Bali Post/ara

Jro Jangol Mengaku Dapat Sabu-sabu dari Jro Bang

BERTEPATAN dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional, Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar simulasi evakuasi mandiri bencana tsunami di kawasan Desa Serangan, Kamis (26/4) kemarin. Simulasi ini melibatkan siswa-siswi SDN 2 dan SDN 3 Serangan, Balawista dan tim medis Akademi Keperawatan Kesdam Udayana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadikan 26 April sebagai HKB. Pada tanggal itu bertepatan dengan lahirnya Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa, kegiatan simulasi bencana tsunami ini merupakan upaya untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana. “Sesuai dengan tagline kami yaitu Siap Untuk Selamat, segenap jajaran BPBD Kota Denpasar berkomitmen untuk selalu terdepan dalam penyelamatan,” ujarnya. Joni Ariwibawa mengucapkan terima kasih ke-

Denpasar (Bali Post) -

Indonesia menduduki peringkat keempat untuk negara dengan konsumsi tembakau tertinggi di dunia dengan jumlah perokok dewasa mencapai 65,2 juta jiwa. Bagaimana tidak, jarak penjual rokok saja cukup padat. Tim peneliti Universitas Udayana bekerja sama dengan Universitas Airlangga dan The University Sidney pada Oktober 2017 hingga Maret 2018 lalu melakukan penelitian terkait kepadatan re tailer rokok. Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Pengda Bali Made Kerta Duana mengatakan, tim peneliti berhasil memetakan 4.114 penjual rokok (tidak termasuk restoran dan hotel) dengan kepadatan penjual rokok sebesar 32,2 per kilometer persegi. Terdapat sekitar lima penjual rokok untuk tiap 1.000 penduduk. Sebagian besar, yakni 367 dari total 379 sekolah yang ada di Denpasar ditemukan setidaknya satu penjual rokok dalam jarak 250 meter dari sekolah. “Secara rata-rata, sebanyak 10 buah penjual rokok ditemukan dalam radius ini. Bahkan ada satu sekolah dengan 44 penjual rokok dalam jarak 250 meter dari sekolah,” ujar Kerta Duana, Kamis (26/4) kemarin. Di samping itu, kata Kerta Duana, pada 674 dari total 1.000 penjual rokok yang diobservasi ditemukan setidaknya satu jenis iklan di bagian luar toko dan pada hampir semua penjual yaitu 989 penjual terdapat iklan termasuk display rokok di bagian dalam toko. Walaupun diberlakukan pelarangan penjualan rokok pada anak-anak di bawah umur yang sampai saat ini belum ditegakkan dengan optimal, peraturan pengendalian rokok belum menyentuh upaya menanggulangi permasalahan terkait distribusi dan pasokan rokok (supplier) khususnya yang dapat dijangkau anak-anak dan

remaja baik di lingkungan perumahan maupun di institusi pendidikan. “Keberadaan penjual rokok di berbagai tempat menunjukkan kalau rokok itu sangat mudah dijangkau dan merupakan produk yang diterima dalam norma sosial masyarakat. Kunci sukses dari pengendalian tembakau adalah mengubah norma sosial seputaran perilaku merokok dan memastikan kalau merokok dipandang sebagai perilaku yang tidak baik, terutama di kalangan anak muda,” bebernya. Ketua Tim Peneliti dr. Ayu Swandewi Astuti mengatakan, penjual rokok di Denpasar sangat padat. Bahkan salah satu sekolah dalam penelitian ini dikelilingi 44 penjual rokok. Sehingga upaya melindungi anak-anak dari promosi rokok menjadi sangat sulit. Perusahaan rokok menyampaikan, kalau mereka tidak menyasar anak-anak tapi praktik pemasaran mereka tidak sesuai dengan pidato mereka,” bebernya.

Untuk mengatur keberadaan dan kepadatan retailer, beberapa opsi bisa dilakukan. Antara lain, zonasi misalnya pelarangan penjualan rokok dalam radius 100 meter dari sekolah. Lisensi, upaya memberlakukan izin untuk menjual rokok yang sudah diadopsi di berbagai negara. Capping yaitu membatasi jumlah maksimum penjual rokok di tiap desa/kelurahan, berdasarkan luas wilayah atau berdasarkan jumlah penduduk. Proximity regulation, mengatur jarak minimum antarpenjual rokok yang satu dengan penjual rokok lainnya. “Di Indonesia seperti dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, pemerintah daerah mempunyai otonomi untuk memberlakukan peraturan zonasi sesuai dengan rencana tata ruang di wilayahnya. Hal ini bisa menjadi salah satu dasar untuk memberlakukan zonasi penjual rokok untuk mengurangi kepadatannya,” ujar Swandewi Astuti. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

“Keberadaan penjual rokok di berbagai tempat menunjukkan kalau rokok itu sangat mudah dijangkau dan merupakan produk yang diterima dalam norma sosial masyarakat. Kunci sukses dari pengendalian tembakau adalah mengubah norma sosial seputaran perilaku merokok dan memastikan kalau merokok dipandang sebagai perilaku yang tidak baik, terutama di kalangan anak muda.” Made Kerta Duana

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Pengda Bali

Sukses Berikan Pelayanan Terbaik

Pemkot Denpasar Raih Penghargaan ”Public Services of The Year” Provinsi Bali PEMERINTAH Kota Denpasar selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat segala lini. Berbagai penghargaan yang didapatkan di bidang teknologi dan pelayanan publik berhasil diperoleh berkat kerja sama tim yang solid dan satu visi-misi. Kamis (26/4) kemarin, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar kembali berhasil meraih penghargaan bergengsi. Perusahaan marketing besar di Indonesia, yaitu Markplus.inc yang memberikan penghargaan Public Services of The Year Provinsi Bali untuk Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar dalam ajang Indonesia Marketeers Festival 2018. Penghargaan ini diserahkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar I Dewa Made Agung di Ballroom Aston Hotel and Convention Center Denpasar. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar I Dewa Made Agung mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara yang tentunya sudah melakukan pengamatan terhadap kinerja di Diskominfo. “Tentu apa

yang dicapai sekarang adalah bagian dari semangat untuk terus berinovasi serta meningkatkan kerja sama dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya. Visi Pemerintah Kota Denpasar untuk mewujudkan Denpasar sebagai Kota Pintar atau Denpasar Smart City terus dikembangkan. Pelayanan publik untuk masyarakat merupakan hal utama yang terus ditingkatkan. Salah satunya melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, Pemkot Denpasar

meluncurkan aplikasi “Pelayanan Rakyat Online” (PRO Denpasar) yang semakin mempermudah akses informasi dan pengaduan untuk masyarakat. Founder and Chairman Markplus.inc Hermawan Kartajaya mengatakan, pelayanan publik di Kota Denpasar tergolong sangat baik. “Public service di Denpasar tergolong sangat baik, terutama Kominfonya. Dari dulu memang wali kotanya ingin membuat agar Denpasar lebih smart, sehingga Kominfo digenjot dan pelay-

anannya memang paling bagus,” ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan, penghargaan Public Service of The Year ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada local champion di pemerintah. Markplus bekerja sama dengan pemerintah tingkat II dalam memilih Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan pelayanan publik yang paling bagus. Acara Indonesia Marketeers Festival tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-6 dan dilaksanakan di 17 kota di Indonesia. (ad1467)

PENGHARGAAN - Markplus.inc memberikan penghargaan Public Services of The Year Provinsi Bali untuk Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Denpasar dalam ajang Indonesia Marketeers Festival 2018.


BADUNG

Jumat Paing, 27 April 2018

3 SOSOK Picu Biaya Pendidikan Tinggi

Mobil Bawa Uang Rp 1,8 Miliar Dirampok

Bali Post/ist

Narapidana Divonis Lima Tahun Penjara

Mangupura (Bali Post) -

Mobil jasa pengiriman uang PT Andalan disasar perampok di Bank Central Asia (BCA) KCP Mumbul di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta Selatan (Kutsel), Rabu (25/4) lalu. Pelaku membawa kabur uang Rp 1,8 miliar, setelah menyemprotkan cairan zat kimia ke wajah satpam, staf dan sopir perusahaan tersebut hingga membuat mata mereka perih. Wakapolda Bali Brigjen (Pol) I Gede Alit Widana saat dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut ditangani Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan. Polda tentu saja ikut membantu menyelidiki kasus tersebut. “Padahal, Senin lalu sudah dikumpulkan perusahaan jasa pengiriman uang agar saat operasionalnya sesuai SOP. Kami juga mengimbau kepada pihak bank agar meningkatkan pengamanan,” tegas Alit Widana, Kamis (16/4) kemarin. Berdasarkan informasi di lapangan, kejadiannya pukul 22.30 Wita. Menurut keterangan Mikael (24), security PT Andalan, awalnya dia duduk di jok depan. Setiba di ATM BCA Mumbul dan mobil parkir, dia langsung membuka pintu sambil membawa kunci ATM serta form pengisian ATM. Setelah itu, Mikael turun dan membuka pintu belakang mobil lanjut pintu pengaman penyimpanan uang. Tiba-tiba datang mobil hitam sejenis Avansa dan langsung mundur sehingga pantat kedua mobil tersebut hampir tabrakan. “Kata saksi (Mikael), dari mobil itu turun dua orang. Salah satu pelaku mendekati saksi,” kata sumber. Pelaku langsung menyemprotkan cairan ke muka Mikael sehingga matanya perih dan pusing lalu tergeletak di lantai teras bank. Setelah

itu, dia tidak sadar apa yang selanjutnya terjadi. Staf PT Andalan, Komang Antony (21), saat diperiksa di Polsek Kutsel menyampaikan, mereka berangkat dari kantor di Jalan Tukad Citarum sekitar pukul 20.15 Wita menuju ATM Mandiri di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Setelah itu, mereka ke ATM BCA Renon di barat Plaza Renon. “Pengakuan saksi, di ATM BCA Renon agak krodit karena kertas print ATM habis dan biasanya kalau malam hari sering problem,” ujarnya. Sekitar lima menit kemudian mereka langsung menuju BCA Mumbul lewat Jalan Sanggaran menuju Jalan Bypass Ngurah Rai, Nusa Dua. Setibanya di sana, Antony langsung turun dari mobil karena kebelet buang air kecil. Saat itu dia melihat ada mobil sejenis Innova atau Avanza warna hitam di seberang jalan. Usai buang air kecil, Antony langsung menuju mobil karena Mikael (security) sudah membuka pintu belakang. Saat itulah mobil awalnya saksi lihat di seberang langsung mundur dan menuju mobil yang membawa uang, lalu parkir di belakang mobilnya. Pelaku langsung menyemprotkan gas air mata dan salah satu pelaku dilihat mengambil tas. Selanjutnya oleh pelaku, tas berisi uang tersebut dimasukkannya ke dalam mobil-

nya. Antony mengaku langsung lari karena takut pelaku membawa senjata api ke arah dagang jamu karena panik. Sopir mobil PT Andalan, I Gede Mardika (51) menjelaskan, setibanya di TKP dia tidak langsung turun dari mobil. Mardika yang beralamat di Perum Buana Graha, Dalung, Kuta Utara mengatakan, pelakunya berjumlah dua orang. Mereka langsung memukul kaca mobil milik PT Andalan bagian kanan dengan palu. Setelah itu, pelaku langsung menyemprotkan cairan ke mata Mardika dengan hingga perih. Selanjutnya, pelaku membuka pintu mobil, lalu menyeret serta menginjak-injaknya. Kapolresta Denpasar Kombes (Pol) Hadi Purnomo mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut dan mendalami keterangan saksi-saksi. Selain itu, telah dibentuk tim khusus untuk memburu pelaku dan mencari rekaman CCTV. “Kami masih mendalami, mengapa pengisian (uang - red) malam hari? Kan bisa siang, pagi atau sore hari. Ini yang harus dicek lagi. Menurut keterangan saksi bawa uang Rp 1,8 miliar. Ini juga dicek lagi karena antara BCA dan Andalan (PT), beda. (PT) Andalan tugasnya kirim uang dari bank mana saja,” tegasnya. (kmb36)

Bali Post/ist

BAS BATUBULAN - Kantor PT BPR Angsa Sedanayoga (BAS) yang beralamat di Batubulan, Gianyar.

BPR Bermasalah Beda dengan BAS Batubulan

Denpasar (Bali Post) Terkait pengungkapan tindak pidana perbankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat, bukan PT BPR Angsa Sedanayoga (BAS) beralamat di Batubulan, Gianyar. Dilihat dari alamatnya juga berbeda. “Kalau BPR kami identik dengan sebutan BAS. Kalau yang ditangani kepolisian dan OJK, yaitu BPR KS BAS identik dengan sebutan KS (Bali Agung Sedana-red),” kata Direktur Utama (Dirut) PT BPR Angsa Sedanayoga (BAS) Putu Yenny, didampingi Direktur Ni Ketut Sari Astiti, Kamis (26/4)

kemarin. Sari Astiti menambahkan, nama BPR BAS yang dipimpinnya sudah dipatenkan dan identik dengan BAS beralamat di Batubulan, Gianyar. Sedangkan BPR KS BAS sudah pasti alamatnya di wilayah Badung. Oleh karena itu, Sari Astiti mengimbau agar nasabahnya tidak salah pengertian dan sampai saat ini BPR-nya aman. “Tidak usah khawatir dengan BPR kami,” ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat, Rabu (25/4) lalu merilis pengungkapan kasus tindak pidana

perbankan. Pelakunya Direktur Utama (Dirut) BPR KS BAS berinisial Nyoman Sup. Terkait kasus tersebut Sup ditetapkan sebagai tersangka. OJK berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner (KDK) Nomor KEP/202/D.03/2017 mencabut izin usaha BPR yang beralamat di Jalan Raya Kerobokan Nomor 15Z, Kuta, Kabupaten Badung tersebut, terhitung pada 3 November 2017. Selain itu, BPR tersebut berstatus bank dalam pengawasan khusus sejak 12 April 2017. Sesuai ketentuan bahwa BPR tersebut diberikan kesempatan selama 180 hari untuk melakukan upaya penyehatan. (kmb36)

HAMPIR semua sekolah swasta menyuarakan ‘’menentang’’ kebijkan Kemendikbud soal jumlah rombongan belajar dan siswa dalam rombongan belajar yang harus diterima sekolah. Untuk SMP, aturan menteri mensyaratkan maksimal 11 kelas atau rombongan belajar, di mana tiap kelas hanya diisi 32 siswa. Kepala SMP Wisata Sanur Drs. Gusi Made Raka berharap pemerintah tidak saklek soal ketentuan tersebut. Dia ingin tetap ada kebijakan dan toleransi bagi sekolah swasta, baik berupa toleransi dalam hal jumlah rombongan belajar maksimal atau jumlah siswa tiap rombongan belajar tak harus 32 siswa. Alasannya, sekolah swasta tergantung pada jumlah siswa. Kedua, jika dipaksakan kebijakan ini akan memicu biaya pendidikan tinggi di daerah. Ujung-ujungnya, katanya, biaya operasional bertambah, penerimaan berkurang, akhirnya biaya SPP harus naik. Sementara kondisi perekonomian dewasa ini belum memungkinkan menaikkan SPP. ‘’Jadi, mari kita berpikir apa yang kita lakukan sesuai dengan kondisi di daerah. Tak perlu seragam dari pusat hingga daerah,’’ tegasnya, Kamis (26/4) kemarin. (sue)

Bali Post/ist

DIAMANKAN - Mobil PT Andalan diamankan setelah dirampok.

PRIA kelahiran Jakarta yang masih berstatus narapidana (napi), terdakwa Hariono alias Koncet (41), Kamis (27/4) kemarin divonis lima tahun penjara oleh majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila. Dalam sidang di PN Denpasar, terdakwa dinyatakan terbukti memiliki narkotik jenis sabu-sabu. Menanggapi vonis majelis hukum tersebut, terdakwa langsung menerimanya. Sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir. Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa penuntut. Sebelumnya JPU I Made Lovi Purnawan menuntut napi yang divonis empat tahun penjara dan baru

menjalani masa penahanan satu tahun dua bulan dalam perkara sebelumnya ini dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 800 juta, subsider tiga bulan penjara. Sementara dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan terdakwa Hariono telah sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman. Oleh karena itu, Hariono dijerat Pasal 112 ayat (1) Undangundang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan alternatif kesatu jaksa penuntut. (asa)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S

Sulinggih Pratisentana Ida Sri Nararya Damar/Adityawarman di Badung

Bisma Informatika Indonesia Gelar Wisuda Ke-14 Program Profesi 1 Tahun

’’Nangun Karya Pitra Yadnya Ngasti Atma Wedana’’ Lulusan Diharapkan Jadi Inovator, Kreator, Ida Sri Nararya Damar/Adityawarman dan Motivator dari Lingkungan Kecil

SULINGGIH Pratisentana Ida Sri Nararya Damar/Adityawarman di Badung, Bali akan menyelenggarakan/nangun Karya Pitra Yadnya Ngasti Atma Wedana leluhur/ lelangit Ida Sri Nararya Damar/ Adityawarman. Pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini terwujud atas kesadaran bahwa sebagai pretisentana/keturunan memiliki utang kepada leluhur seperti utang badan (sarirakrit), utang budi (anadatha) dan utang jiwa (pranadatha). Utang ini wajib/harus dibayar sebagaimana disebutkan dalam Yama Purwana Tattwa, mengingat dengan cara demikianlah kita berharap leluhur/lelangit memperoleh tempat/menyatu di alam Brahman (Ida Sang Hyang Widhi). Demikian disampaikan Ratu Bhagawan Rsi Agung Dewa Ngurah Pemecutan selaku Penua/Dharma Unadika/ Yajamana Karya di Geria Putra Lanang Pemogan Legian pada Senin (16/4) lalu. Upacara penyucian terhadap leluhur/lelangit dapat diselenggarakan beberapa kali. Sebab, semakin sering dilakukan penyucian sang Pitara, maka semakin baik tempat serta semakin dekat pula dengan sumber/asal-Nya yaitu Sang Hyang Siwa (Ida Sang Hyang Widhi). Upacara diyakini akan memberikan kemuliaan pada pretisentana karena pretisentana masih ingat pada Ida Leluhur walaupun waktu telah berlalu sekitar 650 tahun yang lalu. Torehan sejarah dan karya besar beliau sebagai raja/tokoh nasional di zamannya semoga dapat diteladani dan sumber inspirasi bagi pretisen-

tana di Badung, Bali, Nusantara serta di mana pun berada. Mengambil kesempatan untuk sesegera mungkin membayar utang/ rna kepada leluhur/lelangit Ida Sri Nararya Damar/Adityawarman inilah yang menjadi dasar utama menyelenggarakan upacara Pitra Yadnya ini. Semoga seluruh warih/ pretisentana memiliki harapan menuju kebahagiaan yang abadi yaitu Moksartham jagadhita ya ca iti dharma yakni kelepasan/moksa (moksartham) dan kesejahteraan umat manusia (jagadhita). Kepada seluruh Pretisentana/ Warih Ida Leluhur/Lelangit Ida Sri Nararya Damar dibuka seluasluasnya peran sertanya untuk ngerombo/nyarengin (marupa ayahan, karma, dana punia, bebanten sakeluwir ipun) karya Pitra Yadnya Ngasti Wedana Ida Batara Lelangit Ida Sri Nararya Damar/ Adityawarman yang akan dis-

elenggarakan oleh Ratu Sulinggih pada 5 - 7 Mei 2018 di Pasraman Siwa Budha, Jalan Kedampang Gang Sukun, Banjar Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan, Badung. Ucapan terima kasih/matur suksma disampaikan kepada Agung Roy Dekorasi atas dukungan sarana dan prasarana payadnyan yang tentu sangat berarti bagi sukses/kelancaran pelaksanaan karya. Ucapan terima kasih juga dihaturkan kepada semeton agung lainnya atas yasa kerti tanpa kenal lelah selama ini. Dana punia dapat disalurkan melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) di nomor rekening 036 011 200 0385 atas nama A.A. Made Yoga. Informasi tentang karya dapat menghubungi Panitia Karya/Sekretaris A.A. Ngurah Adhi Tanjung Sari (HP 081 237 029 163). (ad1459)

DHARMA YATRA - Dharma yatra ke Petilasan Leluhur Adityawarman (Sri Nararya Damar) di Pagaruyung, Tanah Datar, Padang, Sumatera Barat pada 6-8 September 2017.

UNKP di SMP Wisata Sanur Berjalan Berintegritas

Berprestasi Nasional, Lulusannya Banyak Begerak di Sektor Pariwisata

SEBANYAK 446 siswa kelas IX SMP Wisata Sanur sejak Senin hingga Kamis (26/4) kemarin mengikuti UNKP secara berintegritas dengan kehadiran 100 persen. Sekolah ini masuk Sub-Rayon IX dengan menyiapkan 23 ruang kelas. Ada yang patut ditiru di sekolah ini soal penyiapan mental siswa menjelang UNKP. Setiap hari siswa SMP Wisata Sanur masuk pukul 08.00 Wita sekalipun UNKP berlangsung pukul 10.30. Pertama, diajak guru melakukan persembahyangan bersama. Setelah itu duduk di lapangan untuk melakukan perenungan selama 10 menit guna mencegah tindakan grasagrusu menjawab soal. Setelah itu siswa dibebaskan ke kantin agar secara fisik dan mental siap menjalani UNKP. Ini semua berkat ide sang Kepala

SMP Wisata Sanur Drs. Gusi Made Raka guna menanamkan disiplin dan sikap mental positif di kalangan siswa. Gusi Made Raka didukung wakasek dan kaur yang kuat. Wakasek Akademik dipercayakan kepada Ni Nyoman Sutini, Kesiswaan I.B. Made Suardika, S.Pd.H. dan Sarpras Drs. I Wayan Suta. Sekolah ini juga memiliki Kaur Kurikulum I.A. Krisna Ari, S.Pd., Kaur Kesiswaan Dra. Luh Griya Putu Sulastri dan Kaur Sarpras Made Suami, S.Pd. Sekolah ini sejak dini peduli dengan penguatan pembelajaran. Menurut Gusi Made Raka, sejak siswa duduk di semester I sudah diberikan les tambahan. Les diberikan satu jam setelah pulang sekolah. Berarti, anak-anak SMP Wisata Sanur pulangnya satu jam lebih lambat daripada siswa sekolah lain. Program intensif

DOA RESTU - Siswa SMP Wisata Sanur mohon doa restu kepada Kasek Gusi Made Raka didampingi para wakasek sebelum mengikuti UNKP.

diberikan sejak mereka duduk di semester II, kelas VII dan IX melalui berbagai tryout. Secara diam-diam, guru melakukan pemetaan kemampuan siswa. Hal ini menjadi rahasia guru mata pelajaran agar mempermudah memberi pembinaan lanjutan. Menariknya, semua ini sudah termasuk dalam biaya SPP bulanan Rp 275 ribu. Artinya, sekolah di bawah Yayasan Pembangunan Sanur ini tak lagi memungut biaya lainnya. Kasek Gusi Made Raka memaparkan, pada PPDB 2018 ini SMP Wisata Sanur menerima maksimal 11 kelas. Ia berharap pemerintah tetap pro pada sekolah swasta dengan memberikan toleransi dalam hal jumlah rombongan belajar atau jumlah siswa tiap rombongan belajar. Alasannya, sekolah swasta tergantung pada jumlah siswa. PPDB SMP Wisata Sanur dibuka awal April lalu secara gratis. Sekolah memprioritaskan calon siswa yang menentukan pilihan pertama di sekolah ini. ‘’Begitu kuota terpenuhi, pendaftaran langsung ditutup,’’ ujarnya. SMP Wisata Sanur memiliki banyak ekstra unggulan seperti Marching Band (MB), Pramuka dan Kelompok Ilmiah Remaja yang sudah terbukti mengukir prestasi di tingkat nasional. Sekolah ini juga mempunyai keunggulan dalam bahasa Inggris dan Jepang. Sebab, Sanur tak hanya dikunjungi turis Eropa tetapi juga Jepang. Makanya banyak lulusan SMP Wr. (ad1462)

INFORMA Buka Toko dengan Konsep Baru di Bali

Hadirkan Inspirasi Beragam Gaya Ruangan

B R A N D I N G D I S I N I

Jumat Paing, 27 April 2018

KONSEP DESAIN - Bertha Hapsari menunjukkan salah satu konsep desain vintage dengan warna-warna soft seperti pink dan blue saat peresmian INFORMA Sunset Road. INFORMA sebagai pusat furniture dan aksesoris terlengkap untuk hunian dan bisnis, meresmikan pembukaan toko Fresh New Concept pertama di Bali, tepatnya di Jalan Sunset Road, No.101 Kuta, Badung, Kamis (26/4) kemarin. Di area seluas lebih dari 3.500 meter persegi, INFORMA memberikan inspirasi tampilan furniture dengan gaya yang beragam sesuai tren terkini.

Promotion and Advertising Manager Kawan Lama Retail Bertha Hapsari menjelaskan, INFORMA berkomitmen terus menghadirkan inovasi untuk kepuasan berbelanja bagi pelanggan. Tidak hanya beragam produk dan pelayanan berkualitas, namun juga pengalaman berbelanja yang baru. Sebelumnya, INFORMA telah hadir di Jalan Gatot Subroto, Denpasar, dengan berbagai koleksi furniture dan aksesoris yang ditata berdasarkan kategori produk. Pada pembukaan toko kali ini, INFORMA menghadirkan konsep baru yang lebih inspiratif melalui penataan furniture tematik yang disesuaikan gaya hidup dan berdasarkan fungsi ruangan. INFORMA Sunset Road menghadirkan lima konsep sebagai inspirasi yang bisa menonjolkan karakteristik pemilik hunian, yaitu vintage corner, modern classic, European contemporary, casual contemporary dan Scandinavian. Untuk kategori furniture berdasarkan fungsi, INFORMA menghadirkan Junior Series untuk semua kebutuhan ruang yang disesuaikan perkembangan usia anak hingga remaja seperti ruang tidur, ruang belajar hingga ruang bermain. Semua kebutuhan furniture dan aksesoris untuk keperluan kamar mandi seperti cabinet, tirai mandi, tempat sabun, handuk hingga keset, bisa didapatkan pada area bathroom. Sementara area kitchen menyediakan semua kebutuhan dapur seperti cabinet, troli dapur, perlengkapan dapur dan memasak. Terdapat pula area home

organizer yang menyediakan semua peralatan untuk penyimpanan baik ukuran kecil maupun besar seperti aneka wadah, rak dinding dan lemari. Untuk bisnis, INFORMA menghadirkan beragam furniture kantor yang fungsional untuk konsep co working space yaitu bisnis penyediaan kantor bersama yang saat ini menjadi tren di kota-kota besar. INFORMA Sunset Road juga menghadirkan Ashley, merek asal AS yang menyediakan furniture untuk beragam ruangan, seperti ruang tamu, ruang makan dan kamar tidur. Berbahan kayu MDF (medium density fibreboard) yang memiliki tingkat kepadatan lebih rapat dan lapisan veneer sehingga membuat furniture lebih tahan lama. Memeriahkan pembukaan INFORMA Sunset Road, berbagai penawaran menarik diberikan untuk pelanggan. Hot Deals yaitu harga hemat untuk produk pilihan dengan jumlah terbatas pada 26–29 April 2018. Promo lainnya dihadirkan hingga 6 Mei 2018 seperti Shocking Price yaitu harga terbaik untuk produk pilihan dan voucher belanja Rp 300.000 yang terdapat di flier pre opening. Keuntungan berbelanja yang lebih diberikan khusus untuk member INFORMA rewards. Di antaranya hadiah langsung setiap transaksi nominal tertentu, belanja hemat menggunakan poin hingga 100 persen dari total transaksi melalui program pay all with points, serta hadiah langsung untuk top spender yang melakukan transaksi periode 26 April – 6 Mei 2018.(bns1)

BISMA Informatika Indonesia yang merupakan lembaga pendidikan dan pelatiha, menggelar Wisuda ke-14 Program Profesi 1 Tahun, Kamis (26/4) kemarin. Para wisudawan dilepas oleh Direktur Bisma Informatika Indonesia I Made Adi Purwantara, S.T., M.Kom. didampingi dua pimpinan Direksi Bisma Informatika Indonesia. Hadir seluruh wisudawan/wisudawati dan keluarga wisudawan. Lulusan terbaik diraih oleh Ni Made Sri Mariani dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,63 (cumlaude). Made Adi Purwantara mengatakan, pendiri Bisma Informatika Indonesia pada 1997 sama dengan pendiri Perguruan Tinggi Stikom Bali yaitu Prof. I Made Bandem, Dr. Dadang Hermawan, I.B. Dharma Diaksa dan Satria Dharma. Berawal dari pelatihan bidang manajemen dan pelatihan singkat bidang komputer, saat ini Bisma Informatika Indonesia sudah membuka Pendidikan Program Profesi 1 Tahun. Selain itu, Bisma Informatika Indonesia telah membuka Program Profesi 2 Tahun dengan beragam jurusan yang sesuai kebutuhan industri saat ini. Di antaranya Game Development, Web Development, Mobile Application Development, Computer Animation, Desain Grafis, Komputer Akuntansi dan Perpajakan, Teknik Komputer, Fotografi dan Videografi dan Hospitality Digital Marketing. ‘’Tahun ini kami juga membuka program baru yaitu Program Bootcamp yang merupakan pelatihan secara intensif setiap hari selama satu bulan,’’ ujar Purwan-

WISUDA - Direktur Bisma Informatika Indonesia I Made Adi Purwantara, S.T., M.Kom. (kiri) saat melepas wisudawan pada acara Wisuda ke-14 Program Profesi 1 Tahun. tara, Kamis (26/4) kemarin. Kehadiran Bisma Informatika Indonesia disambut positif oleh masyarakat luas, khususnya di Bali. Hal ini terbukti dari telah terjalinnya kerja sama dengan berbagai pihak, baik kalangan pemerintah maupun dunia usaha dan industri seperti Stikom Bali, Multimatics, LSP Telematika Indonesia dan Datayasa. ‘’Hal ini kami lakukan untuk menjaga kepercayaan dan amanat masyarakat dalam peran serta kami mendidik dan membimbing putra-putrinya sebagai penerus bangsa. Kami terus melakukan pembenahan dan inovasi untuk kepentingan peningkatan kualitas akademis dan pelayanan yang ujungnya peningkatan kualitas lulusan,’’ tukasnya. Menurut Purwantara, skill merupakan hal utama yang menjadi penentu dalam memenangkan persaingan kerja, baik nasional maupun global. Pendidikan singkat yang menghasilkan lulusan siap kerja dibutuhkan oleh masyarakat

saat ini. Dengan berbekal ilmu dan skill yang diperoleh di Bisma Informatika Indonesia, para wisudawan diharapkan bisa menjadi inovator, kreator dan motivator dari lingkungan terkecil, yakni keluarga hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, mampu bersaing dalam persaingan global, menjadi pekerja tangguh, wirausahawan dan menjadi pemimpin yang sukses. Salah satu perwakilan wisudawati, Anis Setyarini, mengucapkan terima kasih kepada Bisma Informatika Indonesia yang telah mendidik dan menuntunnya untuk menguasai teknologi khususnya di bidang komputer. Dikatakannya, di era globalisasi dan perkembangan teknologi seperti saat ini, SDM dituntut cakap teknologi, sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja dan menyukseskan pembangunan bangsa. pekerti luhur. Terus-menerus bdalam pesan dan kesannya. (ad1463)

Siswa SMP PGRI 3 Denpasar Diajak Meditasi Sebelum UNKP PPDB 2018 Terima 11 Kelas Siswa Baru

SEJAK hari pertama hingga terakhir, Kamis (26/4) kemarin, Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) di SMP PGRI 3 Denpasar berjalan tertib dan berintegritas. Masyarakat sekitar Jalan Gunung Agung Gang V, tempat sekolah ini berada, ikut mendukung UN berjalan nyaman. Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. mengungkapkan, 387 siswa mengikuti UNKP karena tiga orang mengundurkan diri sebelum pemantapan dengan tingkat kehadiran 100 persen. Sekolah menyiapkan 20 ruangan. Yang membedakan dengan siswa lainnya, semua peserta UNKP, para pengawas dan Kepala SMP PGRI 3 Denpasar menandatangani surat integritas menjalankan tugas dengan jujur dan siswanya mengerjakan soal secara jujur. Selama UNKP sekolah ini melibatkan 42 pengawas dari Sub-Rayon IV. Sebelum UNKP, semua siswa kelas IX diajak meditasi bersama dengan harapan siap mental dan fisik menghadapi UNKP. Ini juga untuk menanamkan kepercayaan diri dan mengerjakan soal dengan baik. Menurut Made Suada, pada PPDB 2018 ini SMP PGRI 3 Denpasar akan menerima maksimal 11 kelas. Ini kabar baik bagi lulusan SD di Denbar yang tamat tahun ini. Warga sekitar Jalan Gunung Agung Gang V diberi berbagai kemudahan. Makanya sekolah ini dikenal sebagai sekolah kemanusiaan karena banyak membantu

USAI UNKP - Siswa SMP PGRI 3 Denpasar memberi ucapan terima kasih kepada Kasek Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. didampingi Nyoman Budastra usai menjalani UNKP. siswa yang tak mampu membayar SPP. Sistem seleksinya memprioritaskan calon siswa yang pertama menentukan pilihan di sekolah ini. Jika kuota terpenuhi pendaftaran langsung ditutup. Yang istimewa juga, semua siswa di sekolah ini masuk pagi karena dilengkapi 25 ruang belajar. Sore hari khusus dipakai mengembangkan diri dan esktra. Tidak itu saja, Kasek Made Suada sukses mengantarkan sekolah ini meraih dua prestasi nasional yaitu sebagai Sekolah the Best Favorite School of the Year dan the Best Leading Education School of the Year 2016. ‘’SMP PGRI 3 Denpasar tetap menjadi sekolah kembarannya SMPN 4 Denpasar didukung 85 guru,’’ tegasnya. U n t u k p e r s i a pan UNKP, Wakasek Kurikukum I Nyoman Budastra, S.Pd. didampingi Waksek Kesiswaan I Made Wendi Karnata, S.E., Saspras Ni Wayan Sudiasih, S.Pd. dan Humas Cok. Istri Putri,

S.Pd. memberikan pembelajaran tambahan kepada siswa sejak kelas VII dua kali seminggu. Setelah duduk di kelas III siswa dimantapkan les tambahan untuk semua pelajaran selama empat hari setiap minggu. Hasil pemetaan memberi gembaran siswa yang kurang mampu kembali digenjot oleh guru mata pelajarannya di dalam kelas khusus. Upaya ini membuat terjadi peningkatan nilai akademis siswa pada hasil tryout. Makanya tahun ini sekolah menetapkan standar kelulusan minimal 73, naik tiga digit daripada tahun lalu. Diikuti syarat utama berkepribadian baik. Anak-anak SMP PGRI 3 Denpasar banyak mendulang prestasi di Wali Kota Cup dan Smanela Cup. Sementara gurunya, Ida Cokorda Istri Putri, meraih juara II Olimpiade IPS se-Kota Denpasar dan Wakasek Kurikulum Budastra menyabet juara II lomba Olimpiade Matematika. (ad1461)

BEM FH Undwi Gelar Kuliah Umum

Sarjana Hukum Hendaknya Kejar Nilai Kehidupan, Bukan Harta

SEBANYAK 400 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar, Rabu (25/4) malam mengikuti kuliah umum akademik. Kegiatan yang dikoordinir oleh BEM FH Undwi ini menghadirkan narasumber pakar hukum Prof. Dr. Toto Tohir, S.H., M.H., dosen dari FH Universitas Islam, Bandung. Acara dipandu I Made Ariana, S.H., M.H. Prof. Toto Tohir mengakui konsep hukum kita masih banyak meniru Eropa bahkan ada yang tak lagi diberlakukan di sana, masih berlaku di Indonesia. Bedanya lagi, di Indonesia yang membuat UU dan produk hukum adalah DPR, hakim hanya menerapkan hukum. Sementara di Anglo Sacson hakimlah yang membuat dan menerapkan hukum. Soal pakar hukum sering melanggar hukum, ia mengatakan itu bukan kesalahan lembaga pencetak sarjana hukum. Di kampus diajarkan hukum normatit, namun dalam praktiknya diselewengkan sehingga ada pendeta, polisi dan pengacara disidangkan. Menaikkan gaji aparat penegak hukum tidak berpengaruh signifikan terhadap upaya penegakan hukum. Alasannya, mereka mengejar harta, bukan mencari

nilai kehidupan. ‘’Saya harapkan sarjana FH Undwi lebih banyak mengejar nilai kehidupan,’’ tegas Prof. Toto Tohir yang juga dikenal sebagai pakar bidang hukum Islam dan ekonomi syariah. Dekan FH Undwi Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H. mengungkapkan, hampir setiap bulan FH Undwi mendatangkan pakar hukum di bidangnya guna memperkuat iklim akademik kampus dan mempertajam wawasan mahasiswa soal ilmu hukum. Bagi mahasiswa, materi kuliah umum ini sangat penting sebagai kajian ilmiah karena FH Undwi memiliki Magister Ilmu Hukum (MIH) dengan konsentrasi keunggulan dalam hukum pidana, perdata dan adat Bali. Sagung Ngurah Indradewi mengakui materi hukum di Indonesia banyak berkiblat ke Belanda dan negara lainnya. Hal ini perlu diketahui oleh mahasiswa guna memperbaiki tatanan hukum di negara kita serta bagaimana menjalankan hukum secara profesional guna mencetak sarjana hukum yang berkualitas. Ia tak mau lulusan FH Undwi nantinya diadili ketika menjadi pengacara, penasihat hukum, hakim bahkan jaksa. Sebab, penegak hukum

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

KULIAH UMUM - Dekan FH Undwi Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi dan Prof. Dr. Toto Tohir sebelum memberikan kuliah umum di FH Undwi. harusnya patuh pada hukum, bukan membela tanpa argumentasi yang kuat. Untuk itulah pihaknya berkomitmen mencetak sarjana hukum yang berkarakter. Lulusan S-1 FH Undwi diberikan keringanan biaya pendidikan hingga 40 persen jika ingin melanjutkan pendidikan ke MIH. Pada SPMB yang dibuka sejak awal Maret lalu, FH Undwi akan merekrut sekitar 300 mahasiswa. (ad1460)


daerah

Jumat Paing, 27 April 2018

Sidang Kasus Narkoba

Kembar Dituntut 9 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) I Wayan Sunada alias Wayan Kembar, terdakwa kasus narkoba yang juga merupakan saudara Jro Jangol, Kamis (26/4) kemarin dituntut pidana selama sembilan tahun penjara. Selain itu, JPU Lovi juga menuntut Wayan Kembar dengan pidana denda Rp 800 juta subsidair 6 bulan penjara. JPU dalam surat tuntutannya mengatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual-beli narkotika golongan 1 bukan tanaman sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 tentang Narkotika. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya langsung menyampaikan pembelaan secara lisan. Intinya, meminta majelis hakim yang meng-

adili perkara ini agar memutuskan seringan-ringannya dengan pertimbangan terdakwa merupakan tulang punggung keluarga. ‘’Mohon yang seringan-ringannya yang mulia. Anak saya masih kecil-kecil,’’ kata terdakwa. ‘’Berapa anaknya?’’ tanya hakim Novitha. ‘’Enam, yang mulia,’’ jawabnya dengan nada memelas. Atas pembelaan itu, JPU menyatakan tetap pada tuntutannya. Wayan Kembar ditangkap berawal tertangkapnya I Gede Juni Antara (penuntutan terpisah) dengan barang bukti sabu yang diperolehnya dari rumah terdakwa yang beralamat di Jalan Batanta No.70, Banjar Sebelanga, Kelurahan Dauh Puri Kauh,

Kecamatan Denpasar Barat. Dari penggeledahan itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu buah kotak Cutton but di dalamnya terdapat enam plastik klip yang masingmasing berisi shabu, satu buah bong, satu buah kotak kayu berisi satu plastik klip berisi shabu, satu buah buku diduga berisi catatan penjualan shabu dan satu buah kotak warna hitam berisi uang tunai sebesar uang tunia Rp 6.900.000 serta beberapa barang terdakwa lainnya seperti handphone, buku tabungan, BPKB sepeda motor dan satu buah pisau belati. Setelah di Polresta Denpasar dilakukan penimbangan terhadap barang bukti berupa 7 buah plastik klip berisi sabu-sabu diperoleh berat masing-masing 0,81 gram (kode A), 0,83 gram (kode B), 0,82 gram (kode C), 0,80 gram (kode E), 0,15 gram (kode F) dan 0,03 gram (kode G). (kmb37)

5

Wedakarna Bangga Provinsi Sultra Miliki Sekolah Tinggi Hindu

Berharap Kantong Hindu di Indonesia Punya DPD, DPR dan DPRD untuk Eksistensi Dharma

TOKOH Hindu Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali menyambangi umat Hindu di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Bertempat di Pura Jagaditha, Arya Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia bertatap muka dengan ratusan warga Hindu Sultra yang sebagian besar terdiri atas generasi muda termasuk pengurus KMHDI, Peradah, Suka Duka Banjar, The Hindu Center Of Sultra serta PHDI setempat. Dalam pemaparannya, Arya Wedakarna merasa bangga dengan eksistensi umat Hindu di Sultra yang kini sudah menjadi mayoritas kedua. Ini berarti proses kaderisasi, ketahanan ekonomi dan nama baik leluhur telah dijaga oleh umat Hindu yang tidak saja bersuku Bali tetapi juga berbagai suku bangsa. Apalagi saat ini Sultra telah memiliki Sekolah Tinggi Agama Hindu yang dikelola oleh Yayasan Hindu dan berharap STAH ini menjadi cikal bakal perguruan tinggi negeri di Pulau Sulawesi. ‘’Saya atas nama pribadi dan lembaga DPD mengucapkan selamat atas prestasi umat Hindu Sultra yang sudah berhasil mendirikan STAH. Ke depan harus terus diupayakan pembangunan SDM Hindu agar program Dharma Dutta berja-

DI SULTRA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama tokoh Hindu Sulawesi Tenggara (Sultra) di Pura Jagaditha. lan baik. Jangka pendeknya, dah sepatutnya begitu. Asal solgenerasi muda Hindu di Sultra id pasti menang. Jika di daerah tidak mudah dipengaruhi untuk Anda punya wakil umat Hindu, pindah keyakinan, kuat sradha segala urusan keumatan bisa dan bhakti-nya, di samping didukung secara politik. Ke menjadi insan yang Pancasilais,’’ depan kalau umat Hindu di luar ungkap Gusti Wedakarna. Bali membuat pura, mendiriTerkait pertanyaan peserta kan sekolah Hindu, mendirikan talkshow tentang peran politik krematorium atau meminta Hindu Indonesia, Arya We- hak kuburan Hindu, akan dakarna memberikan pesan lebih mudah karena ada akses kepada seluruh umat Hindu di pemerintahan. Saya minta Indonesia untuk terlibat dalam cukup sudah umat Hindu di Inbidang politik khususnya ber- donesia termarginalkan. Mulai partisipasi dalam Pemilu 2019 sekarang siapkan diri terlibat di serta hajatan politik pilgub dan politik,’’ ujar anggota DPD-RI pilkada. ‘’Saya senang beberapa asal Bali ini. provinsi di Indonesia kini seIa juga minta tokoh sepuh dang menyiapkan putra-putra Hindu di daerah agar mulai tuterbaik Hindu untuk maju ke run gunung untuk memberikan DPD, DPR dan DPRD Provinsi/ pengertian kepada umat Hindu Kabupaten/Kota. Memang su- agar memunculkan pemimpin

Desa Mesti Mampu Kelola Keuangan

Pasokan Minim, Harga Daging Ayam Meroket Bangli (Bali Post) Akibat pasokan minim, harga daging ayam di Pasar Kidul, Bangli meroket. Saat ini harga daging ayam tembus Rp 38 ribu per kg. Pedagang pun mengeluh lantaran pembeli turun drastis. Pedagang daging ayam di Pasar Kidul, Ni Nyoman Gabung, Kamis (26/4) kemarin, mengungkapkan kenaikan daging ayam sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Sebelumnya, harga daging hanya Rp 18.000 sampai Rp 18.500, namun kini naik dua kali lipat. ‘’Sekarang harga daging paling mahal. Kalau sebelumnya harga daging paling mahal hanya sampai Rp 25 ribu, tapi sekarang tembus Rp 38 ribu per kg,’’ ucapnya. Menurut Gabung, melambungnya harga daging ayam akibat pasokan yang minim. Peternak hanya sedikit memelihara ayam karena terjadi kelangkaan bibit. Akibat harga daging melambung, penjualannya turun signifikan. ‘’Langganan yang sebelumnya membeli ayam di sini menurun drastis. Meski ada beberapa pelanggan yang masih setia membeli daging di sini, jumlah yang dibeli menurun. Kalau sebelumnya saat masih stabil mereka biasanya mencari ayam 5 kg, kini paling hanya 2 kg,’’ terangnya. Dia memprediksi kondisi ini akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan. Apalagi, dalam waktu dekat bakal masuk bulan Ramadan serta Galungan dan Kuningan. Biasanya saat hari raya, harga daging meningkat. Sementara itu, peternak ayam asal Banjar Jeruk Mancingan, Desa Tiga, Susut, Ni Made Jelih, menyatakan harga ayam saat ini mahal. Hal ini akibat bibit ayam sedikit dan langka. ‘’Sekarang saya hanya memelihara 800 ekor ayam. Itu akibat bibit yang didapat sedikit,’’ jelasnya. (kmb41) Bali Post/kmb41 DAGING AYAM - Pedagang daging ayam di Pasar Kidul, Bangli. Foto : pedagang

Bali Post/kmb41

DAGING AYAM - Pedagang daging ayam di Pasar Kidul, Bangli.

Pemerintah Mesti Gencar Sosialisasikan Bahaya TKI Nonprosedural Mataram (Bali Post) – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengharapkan pemerintah lebih gencar menyosialisasikan bahaya menjadi seorang tenaga kerja Indonesia nonprosedural. Seperti P2TP2A NTB dengan jejaringnya yang ada di kabupaten/kota mesti lebih gencar bersosialisasi agar kesan NTB sebagai salah satu pengirim terbesar jalur nonprosedural bisa berkurang. Hal itu dikatakan Kasubbid IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati di Mataram, Kamis (26/4) kemarin. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, NTB masuk dalam daftar empat tertinggi pengirim calon TKI ke luar negeri. Akan tetapi dari hasil penelitian disebutkan bahwa sebagian besar TKI yang berasal dari NTB menjadi korban eksploitasi di luar negeri. Hal itu disebabkan banyak yang berangkat melalui jalur nonprosedural. ‘’Jadi, kalau ingin bekerja di luar negeri dengan harapan mendapat upah lebih tinggi, tolong mengikuti prosedur yang ada. Kalau satu tahapan saja tidak diikuti, berpotensi menjadi korban eksploitasi,’’ ujarnya. Mantan Wakapolres Mataram itu menyarankan calon TKI lebih dulu mencari informasi yang akurat dari instansi terkait, salah satunya melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) NTB yang tersebar di kabupaten/kota. ‘’Bisa juga mencari perbandingan dari warga yang sebelumnya sudah pernah berhasil bekerja di luar negeri, tentunya dengan warga yang berangkat melalui prosedur yang benar,’’ kata Pujawati. (ant)

dari kalangan internal Hindu, khususnya di DPD, DPR dan DPRD. ‘’PHDI harus netral dari politik, tapi agar mengarahkan umatnya untuk memilih kandidat politik. Yang penting partainya nasionalis, bukan partai berbau agama. Hindu akan mendukung gerakan nasionalisme Indonesia. Semua demi kebinekaan NKRI,’’ tegas Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center. Arya Wedakarna juga minta umat Hindu Indonesia solid mendukung Presiden Joko Widodo di Pemilu 2019, agar banyak keputusan negara berpihak pada kaum minoritas. ‘’Kita sebagai umat Hindu sangat lega saat Joko Widodo mengeluarkan Perppu Ormas agar menghentikan pergerakan ormas radikal berbau agama. Kita juga dukung pembubaran HTI karena tidak sesuai dengan Pancasila. Di era Jokowi, baru keluar penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila dan di era ini kita umat Hindu baru memiliki Peraturan Menteri Agama RI Nomor 56 Tahun 2014 terkait Pendirikan Sekolah Hindu. Maka tidak ada alasan kita tidak mendukung Presiden Jokowi. Sebagai minoritas, kita harus cerdas memilih pemimpin yang pro-minoritas,’’ papar Ketua Tim Pemenangan Jokowi 2 Periode dari Front Marhaenis ini. (ad1465)

Bali Post/ist

TINJAU - Tim Wasev Kemenhan RI meninjau pembangunan RTLH veteran I Gusti Putu Jaga di Desa Pangsan, Petang, Badung.

Giliran Tim Kemenhan Tinjau RTLH Veteran Mangupura (Bali Post) Setelah Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad Brigjen TNI Dudung Abdulrahman, giliran tim Wasev Kemenhan RI yang dipimpin Laksma TNI Dr. M. Faisal dan Letkol Caj. I Wayan Eka Sundawawan meninjau TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-101 di Desa Pangsan, Petang, Badung, Rabu (25/4). Tim Wasev juga bertemu veteran I Gusti Putu Jaga dan meninjau pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Setibanya di Posko TMMD di Banjar Sekarmuti, Desa Pangsan, tim Wasev Kemenhan diterima Dansatgas TMMD Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo. Kunjungan tim ini dalam rangka melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) kegiatan TMMD di Kodim 1611/Badung dan mengecek hasil yang telah dicapai dan kendala-kendala yang dihadapi. ‘’Kami harapkan partisipasi masyarakat agar memelihara dan merawatnya. Mudah-mudahan program TMMD yang bekerja sama dengan Pemkab Badung yang dikomunikasikan Dandim 1611/Badung ini bermanfaat bagi masyarakat Desa Pangsan,’’ kata Laksma Faisal. Tim Wasev beserta rombongan meninjau lokasi sasaran fisik TMMD ke-101 yaitu melihat kondisi rabat, senderan, paving dan RTLH. Tim Wasev juga melaksanakan komunikasi sosial baik dengan Satgas TMMD, masyarakat dan penerima RTLH. Menurutnya, pembangunan fisik dan nonfisik di wilayah Kodim Badung merupakan bagian dari tugas pokok TNI-AD dalam

membantu tugas pemerintah daerah untuk mengatasi kesulitan masyarakat. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian, perhatian dan bagian tanggung jawab sosial TNIAD terhadap kondisi kehidupan masyarakat di daerah. Peninjauan dilaksanakan karena merupakan perintah dari Komando Atas agar bisa dilihat langsung apakah pengerjaan TMMD ini fiktif atau riil. Pada kesempatan tersebut, Dandim Badung berharap adanya program TMMD di Desa Pangsan bisa memperlancar roda-roda kehidupan masyarakat. Selain itu, dapat dimanfaatkan dan tentunya dipelihara dengan baik apa yang sudah dikerjakan oleh Satgas TMMD. Penggarapan proyek TMMD ke-101 akan ditutup 3 Mei. Sebagai bukti bahwa TMMD dilaksanakan di Desa Pangsan, saat ini dibangun tugu. Dansatgas Mayor Inf. Aryanto mengatakan tujuan pembuatan tugu ini adalah sebagai simbol dan pengingat bagi TNI-AD khususnya Kodim 1611/Badung dan masyarakat. Tugu tersebut bermakna kecintaan TNI kepada rakyat dan sebaliknya. Pelda I Nyoman Ledang, anggota Satgas TMMD yang diberikan tanggung jawab membuat tugu, diberikan waktu satu minggu untuk menyelesaikannya. Kamis (19/4) lalu, pelaksanaan TMMD ke-101 di Desa Pangsan dicek Waaster Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Brigadir Jenderal TNI Dudung Abdulrahman. Waaster menyempatkan diri menemui veteran I Gusti Putu Jaga dan melihat proses bedah rumahnya. (kmb36)

Bangli (Bali Post) – Upaya meningkatkan kapasitas aparatur desa terus dilakukan oleh Pemkab Bangli melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Rabu (25/4) lalu dilaksanakan bimbingan teknis kepada aparatur pemerintahan desa dan lembaga desa di Gedung BMB Bangli. Kepala Dinas DPMD Dewa Agung Riana Putra mengungkapkan, kegiatan ini adalah tindak lanjut dan rangkaian bimbingan teknis para perbekel se-Kabupaten Bangli beberapa waktu lalu. Kali ini dilaksanakan kegiatan yang sama, sehingga berjenjang mulai aparatur paling tinggi sampai tingkat kaur desa. ‘’Kami harap melalui bimbingan teknis ini para aparatur desa mempunyai kemampuan yang cukup dalam mengelola keuangan. Ini juga untuk menyatukan persepsi tentang tata kelola keuangan yang benar di masing-masing desa,’’ ujarnya. Menurutnya, semangat dan kerja keras harus terus dikedepankan. Maka dari itu pihaknya minta aparatur desa dapat mengubah pemikiran ingin korupsi, penurunan kinerja, malas dan lain sebagainya. ‘’Kami tidak ingin pemikiran seperti itu ada lagi. Aparatur desa mesti mengedepankan kegiatan yang terkait dengan kepentingan masyarakat,’’ paparnya. Bupati Bangli telah meluncurkan program pembangunan dengan moto ‘’Membangun Bali dari Bangli, membangun Bangli dari desa dan membangun desa dari keluarga’’. Hal ini dijalankan sejak tahun 2011 ditandai Alokasi Dana Desa (ADD) yang cukup besar yaitu Rp 600 juta untuk desa yang paling kecil dan saat ini sudah meningkat menjadi Rp 1 miliar. Dana ini diperuntukkan membangun infrastruktur dan memberdayakan masyarakat. ‘’Oleh karena itu, peran Badan Perwakilan Desa (BPD) masing-masing desa se-Kabupaten Bangli sangatlah penting sebagai lembaga pengawas setiap program yang dirancang di desa agar tidak keluar dari aturan yang ada,’’ terang Riana Putra. (kmb41)


OPINI

6

Jumat Paing, 27 April 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Tanggung Jawab Moral Menjaga Kawasan Suci KASUS wisatawan duduk di Padmasana menjadi salah satu topik hangat minggu ini. Media sosial dan media cetak mengulas hal ini. Kasus ini mengundang perhatian banyak pihak. Koreksi dan gugatan atas komersialisasi pura sebagai objek wisata pun menguat. Namun, sejauh ini yang kita dengar dari pelaku hanya permohonan maaf. Dan kita sebagai umat yang merasa telah dilecehkan hanya bisa melakukan upacara penyucian. Yang jelas, kasus ini telah membangkitkan kesadaran kita untuk lebih serius menaga kesucian pura. Tanggung jawab moral harus dibangun. Komersialisasi pura sebagai objek wisata telah menimbulkan banyak masalah bagi kita. Dulu di Kabupaten Gianyar bahkan ada wisatawan yang bermesraan di aral pura. Kasus ini hangat dan berlalu begitu saja. Belajar dari berbagai kasus yang terjadi ketika kita terlalu longgar menjadikan pura sebagai objek wisata, kita saatnya melakukan introspeksi. Sudah saatnya krama Bali (umat Hindu) melakukan langkah lebih tegas dalam hal ini. Tindakan paling ekstrem adalah tentu melarang wisatawan masuk ke arel pura. Batasan wilayah atau ruang yang bisa dikunjungi wisatawan mestinya segera dirujuk. Jangan sampai wisatawan masuk utama mandala. Langkah ekstrem ini tentu akan didebat oleh banyak pihak. Faktanya, ada banyak pura yang justru memang benar-benar dikelola secara terukur untuk pariwisata. Kontribusinya juga jelas dalam pengelolaan desa adat. Sepanjang perjalanan, memang faktanya ada banyak desa yang justru menjadi mapan secara ekonomi ketika kawasan sucinya dikelola secara terukur untuk kepentingan pariwisata. Kita juga tentu sepakat jika PHDI segera merumuskan tentang pengendalian dan pengaturan tentang pengelolaan kawasan suci yang belakangan ini banyak dikomersialkan hendaknya segera dilakukan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Sebagai lembaga umat, PHDI hendaknya lebih fokus mengurus hal-hal yang bersinggungan dengan kawasan suci, perilaku umat dan mengatur tentang tata kelola yang lebih arif untuk menjaga kesucian pura. Kita harus lebih tegas dalam hal ini. Jangan sampai karena uang kita mengorbankan kawasan suci kita. Eksploitasi terhadap kawasan suci untuk kepentingan pariwisata hendaknya benar-benar diatur dan ada batasannya. Jangan asal demi uang kita justru lalai menjaga kesucian pura. Dalam konteks ini, keberpihakan Pemerintah Daerah Bali untuk menjaga kesucian pura hendaknya perlu ditingkatkan. Keberpihakan tentu dalam bentuk perumusan aturan main berupa perda. Pemerintah daerah juga harus memikirkan anggaran yang jelas untuk pengawalan kawasan suci. Beban pelestarian adat dan budaya yang selama ini dominan ditanggung umat Hindu mestinya segera diimbangi dengan kontribusi yang lebih jelas. Pendapatan pariwisata yang dominan berbasis budaya Bali mestinya juga dikembalikan untuk menjaga pelestraian budaya itu sendiri. Salah satu tolok ukurnya adalah ketegasan kita dalam menjaga kawasan suci sebagai tempat ritual dan ekspresi budaya. Yang jelas, umat Hindu dan komponen terkait di Bali hendaknya segera melakukan evaluasi atas berbagai kasus yang berpotensi menimbulkan gesekan. Penodaan agama atau pelecehan agama yang selama ini dilakukan non-Hindu dengan status wisatawan tetap harus disikapi secara jelas. Bijak dalam hal ini bukan berarti kita menganggap semua kasus pelecehan selesai dengan permohonan maaf. Efek jera bagi wisatawan yang karena sengaja atau ketidaktahuannya telah melukai perasaan umat Hindu tetap harus ditempuh. Kompromi dengan dalih kepentingan-kepentingan yang tak proporsional harus diabaikan agar pelecehan itu tak terulang.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Penjelasan Guru Nabe

Menanggapi surat pembaca perihal ‘’Mohon Penjelasan Terkait Gelar’’ yang terbit 26 April 2018, kami dari Yayasan Lingga Gana yang beralamat di Desa Penarukan Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan selaku penyedia sarana Upakara Padiksan. Setelah mendapat penjelasan dari Guru Nabe (Ida Rsi Agung Oka Dwija Manuaba) maka pada kesempatan ini dapat kami sampaikan sebagai berikut: 1. Gelar tersebut diberikan berdasarkan keadaan sang calon Diksa sebagai mantan seorang dosen, lingkungan kawitan-nya, yang bersangkutan yang pertama kali Madiksa dan dengan dilandasi keinginan untuk mendalami kesucian atau untuk menjalani Dharma, sehingga dari yang dijelaskan di atas gelar/abiseka tersebut diberikan. 2. Pemberian Gelar/Abiseka merupakan kewajiban Guru Nabe kepada calon Diksa. Untuk itulah Guru Nabe yang memberikan gelar/abiseka tersebut. 3. Terhadap perbedaan masing-masing gelar, otomatis berbeda dalam kruna linggasuku kata-aksara-keadaan buana agung lan buana alit yang didasari rwa bhineda dan Kawitan masing-masing. Yang sama adalah ke-brahmana-annya, tetapi dari yang bersangkutan belum tentu sama dalam menjalankan swadharma masing-masing. Demikianlah yang dapat kami sampaikan, atas perhatian kami haturkan terima kasih. Yayasan Lingga Gana

Pura Bukan Objek Wisata Berulang kali kejadian turis naik ke atas palinggih, tidak menjadikan umat Hindu, terutama pangemong pura, prajuru adat, dan juga pemerintah mengambil sikap tegas. Setidaknya perlu ada tuntutan agar regulasi yang menjadikan pura sebagai objek wisata, atau dengan kamuflase kata “kawasan wisata” segera dicabut. Sudah saatnya sebagai pemeluk Hindu yang taat dan bermartabat tidak membiarkan kejadian serupa terus terulang. Memalukan sekaligus memilukan, umat yang begitu menyucikan pura melalui sakralisasi (samskara) seperti pamelaspas ataupun ngenteg linggih, ternyata kejadian yang masuk kategori melecehkan sekaligus me-leteh-kan tersebut tetap saja disikapi dingin, bisa jadi menunggu kejadian yang sama terjadi lagi.

Oleh I Gusti Ketut Widana enelisik asal nama pura, berasal dari urat kata pur yang artinya benteng, mengandung makna sebagai tempat yang selalu dalam keadaan dilindungi guna tetap menjaga kesucian atau kesakralannya agar tidak tercemar oleh segala bentuk kekotoran, baik yang datang dari pikiran, ucapan maupun perbuatan. Perbuatan turis menaiki hingga ke puncak palinggih lalu duduk bergelayut merupakan bentuk penistaan, penodaan, pelecehan, bahkan penghinaan terhadap rasa kebatinan umat Hindu yang begitu kuat keyakinannya terhadap pura sebagai sthana Hyang Widhi beserta manifestasi-Nya. Dalam keyakinan Hindu, meski pura dengan jajaran palinggih-nya dibangun dengan bahan material, tetapi ketika sudah melalui sakralisasi, saat itu sudah terjadi transendensi, yang semula bersifat material bergerak naik menjadi bernilai sakral (suci). Tidak lagi seperti pajangan palinggih yang berjajar di pinggiran jalan raya Kapal-Badung yang berstatus barang

M

komoditas, bebas diperjualbelikan, atau bahkan dijadikan dekorasi, lantaran bersifat profan. Berbeda dengan pura dan palinggih-nya, setelah melalui ritual samskara, statusnya berubah menjadi tempat suci. Sehingga, siapa pun yang datang dan masuk pura wajib hukumnya berkeadaan suci, pikiran, perkataan, dan perbuatannya. Semua unsur yang hadir di pura harus serbasuci, karena berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan ritual suci, umat bersujud bhakti ke hadapan Hyang Widhi dan Ida Batara-Batari, melalui haturan banten suci, dilaksanakan oleh orang suci, dan diakhiri dengan mohon air suci. Dengan demikian, perbuatan menaiki, melangkahi, menginjak, apalagi menduduki palinggih atau singgasana Hyang Widhi (Padmasana) termasuk kategori perilaku daki (kotor dan mencemari) yang secara batiniah sangat melukai emosi religi umat Hindu. Akan tetapi jika dipertanyakan, siapa yang patut dipersalahkan dalam kejadian ini, tentu saja telunjuk tudingan lebih tertuju kepada umat Hindu itu sendiri, yang terlalu bersikap permisif. Atas nama dan demi kepentingan

pariwisata dengan iming-iming keuntungan material finansial, seakan semuanya bisa/boleh dijual bahkan diobral. Pura sebagai tempat suci pun diseting sebagaimana halnya barang komoditas lalu dikomodifikasi lewat cara-cara komersialisasi. Konsep bhakti yang menjadi landasan kuat keyakinan umat Hindu akhirnya bergeser, dipengaruhi kepentingan ngalih bati (keuntungan). Pura yang sejatinya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya aktivitas ritual menuju pendakian spiritual, berubah drastis menjadi hasrat menggelorakan gairah “spirit-jual”. Hanya dengan menyodorkan pipis (uang), turis mendapat selembar karcis, lalu dengan gelis bin kalis bebas merdeka memasuki area suci Pura, nyaris tanpa scanner, apakah mereka dalam keadaan suci atau malah sedang kotor (sebel/cuntaka). Para turis dengan leluasa melenggang masuk, berjalanjalan, berfoto-ria (selfie), berbaur dengan umat yang sebenarnya menghendaki suasana baktinya berlangsung khidmat/khusyuk (seken). Tidak jarang di antara turis ada yang saking ingin tahunya

berusaha mencoba, mula-mula menyandar di bagian bawah palinggih, lama-lama bergerak naik, lalu duduk atau tiduran, bahkan seperti kejadian di sebuah pura di Lembongan dan terakhir di Pura Gelap Besakih, sampai berhasil menduduki sthana/singgasana Hyang Widhi. Lebih miris, tragis dan ironis lagi, ada kejadian pasangan turis melakukan hubungan seks di sebuah area pura di seputaran Tampaksiring beberapa waktu lalu. Atas kejadian beruntun yang begitu menusuk hati nurani itu, tak jarang muncul pertanyaan usil bin jahil dari umat awam, “Katanya Pura itu sudah di-pelaspas atau ngenteg linggih, ke mana ya Ida Batara kok tidak dipentil turis itu untuk membuktikan bahwa Beliau ada di sana?” Jawaban sederhana bernada ewer juga, “Bagaimana mungkin Beliau hadir di pura, wong setelah upacara ngenteg linggih selesai, umatnya pada enteg sebeng, amat jarang pedek tangkil menghaturkan sembah bhakti!” Sebab, rata-rata umat Hindu datang ke pura, setidaknya enam bulan Bali (210 hari) atau setahun sekali saat upacara piodalan berlangsung. Bahkan tidak dapat dimungkiri, ada kalanya umat Hindu ke pura juga dalam keadaan purapura (formalitas). Tidak sedikit di antaranya, umat ke pura (terutama sebelum dan selepas nyakupang sembah sekitar 5-10 menit) lebih banyak waktunya dihabiskan untuk malali (jalan-jalan) dan meplalianan (bermain-main). Sehingga, merujuk teori dramaturgi Erving Goffman (1922-1982) aktivitas bhakti umat Hindu di pura ketika upacara yadnya berlangsung (melaspas, ngenteg linggih, piodalan, dll.) tak ubahnya seperti pentas konsumerisme di panggung

Belum ”Nganten” Penuh Boleh Kawin

Istilah nganten (Bali) atau manten (Jawa) atau wiwaha (Sanskerta) dan atau nikah (Arab) artinya sama dengan kawin. Kata kawin menurut KBBI berarti melakukan hubungan kelamin atau bersetubuh/bersebadan dengan lawan jenisnya dalam konteks makhluk hidup (manusia, binatang, tanaman). Walau samasama makhluk hidup, manusia tidak sama dengan binatang atau tanaman. Sebagaimana diketahui, di tataran binatang atau tanaman yang kodratnya tanpa akal budi, untuk kawin tidak harus adab melalui prosesi seperti pada manusia. Untuk kawin, binatang atau tanaman tidak harus peduli tatwa/etika/cara kawin, kawin ya kawin saja, kapan saja di mana saja, tidak peduli seperti apa hasil perkawinannya itu, juga tidak peduli asal-usulnya. Lagi pula UU No. 1 Tahun 1974 walau menyangkut tentang perkawinan, tapi itu tidak untuk binatang ataupun tanaman, berlakunya hanya untuk manusia. Di tataran manusia yang dikodratkan berakal budi; kawin itu sakral. Selain sakral juga harus sesuai norma hukum dan agama yang dianut, sehingga menjadi adab ketika harus menjalaninya. Kawin yang beradab dijalani setelah melalui prosesi ritual yang dilandasi oleh tatwa, etika dan cara/upacara menurut adat budaya agama yang dianut. Ritual kawin dimaksud, pada hakikatnya adalah prosesi sakral penunggalan dua pribadi yang berbeda, yakni pribadi laki-laki yang masculine dan pribadi wanita yang feminism. Prosesi ritualnya dilakukan pada hari yang diyakini sebagai hari baik, dengan melibatkan para saksi, yang dalam adat budaya Bali disebut ritual nganten (baca:

Oleh I Wayan Sariasa pawiwahan) dengan tri upasaksi (dewa saksi, manusa saksi dan bhuta saksi) yang diparipurnakan dengan ritual mapamit. Dengan ritual mapamit berarti dua pribadi yang berbeda dimaksud sudah sepenuhnya menyatu/manunggal lahir-batin, sekala-niskala di karang grahastin. Pada pribadi mana akan menunggal, tergantung sistem yang dianut, dan demi kemuliaan; salah satu dari dua pribadi yang berbeda tersebut harus ada yang mengalah, berkorban dalam konteks ber-yadnya (korban suci), dalam hal ini manusa yadnya. Sebagaimana diketahui, nganten menurut adat budaya agama Bali, menganut sistem kapurusa; pihak wanita melalui tri upasaksi menunggal/nempel pada garis lakilaki pilihannya (patrilineal). Tapi, bila karena sesuatu dan lain hal, terutama pihak keluarga wanita tidak punya benih penerus leluhur, maka pihak laki-laki ditolerir ber-yadnya melalui kesepakatan untuk bersedia melekat di garis keluarga wanita (matrilineal) yang di kalangan adat masyarakat Bali disebut nyentana. Kesepakatan nyentana diparipurnakan dengan ritual mapamit, dalam hal ini mempelai laki-laki mapamit kepada orang tuanya dengan tri upasaksi untuk menunggal pada mempelai wanita pilihannya. Ritual mapamit yang menjadi penyempurna pada prosesi nganten, spiritnya bermakna sama seperti ritual Ijab Qabul pada prosesi akad nikah yang dijalankan oleh saudara kita yang Muslim. Dengan tri upasaksi

nganten yang diparipurnakan dalam prosesi mapamit dimaksud, maka penunggalan dua pribadi yang berbeda tersebut di-declear sudah sah sekala-niskala, yaitu; (i) sah di hadapan Tuhan dengan prosesi ritual mabiyakala dan Pesaksian di hadapan Tuhan atau upacara Widhi Widhana. (ii) Sah secara sosial kelembagaan dengan disaksikan oleh para pemangku kepentingan setempat dan para kerabat/undangan yang hadir dalam prosesi nganten pernikhan tersebut. (iii) Sah menyatu/ menunggal dengan pasangannya menjadi satu tubuh (setubuh) sebagai suami-istri memasuki kamar penganten (simbol karang grahastin), sehingga menjadi etis ketika melakukan spiritual bersetubuh sebagai tugas kodratinya menjalankan kewajiban tri murti untuk menjadi tri sakti bagi anakanak yang dilahirkannya. Yakni : (i) mamurti untuk menjadi sakti melahirkan anak-anak manusia agar generasi manusia digaris leluhurnya tetap terlanjutkan, tidak punah. (ii) Mamurti untuk menjadi sakti dalam menumbuh-suburkan anak-anak yang dilahirkan hingga bertumbuh sehat lahir batin. (iii) Mamurti untuk menjadi sakti dalam membentuk anak-anak yang dilahirkan agar menjadi anak-anak yang suputra (sukinah, laksmi, siddhi, dirgayusa); berguna bagi masyarakat, nusa, bangsa, dan negara. Itulah kesakralan nganten ajeg Bali, spiritnya untuk menempatkan kemuliaan sumber benih pokoknya dan kemuliaan gua garba tempat yang seharusnya

benih pokok dimaksud disemai, sebagaimana tersirat dalam ajaran Manawa Dharmasastra (MDs). Tri upasaksi nganten tanpa diparipurnakan dengan ritual mapamit, berarti status nganten-nya masih magantung atau kalau boleh dikatakan sebagai kawin gantung. Menurut KBBI, kawin gantung diartikan sebagai perkawinan yang sudah sah tapi suami dan istri masih makuat-kuatan berada pada posisinya masing-masing, atau; spritnya masih milik masingmasing yang bernilai pada gelahang. Spirit kawin pada gelahang itu tentu tidak ada prosesi ritual mapamit, dan berarti bukan belum sepenuhnya menunggal alias nganten belum paripurna tapi sudah boleh kawin. Bahkan, model kawin seperti ini semakin gencar diwacanakan oleh sementara pihak pada geneasi Bali zaman now, seakan-akan itu sebuah inovasi baru nganten. Padahal, jika dipahami ajaran MDs, interioritas nganten yang sudah menunggal baik kapurusa maupun kapradana (nyentana) adalah nganten yang immanent sebagai suami istri, bukan nganten yang transitif dengan posisi pribadinya masing-masing sebagai laki-laki dan wanita, seperti perkawinan pada binatang atau tanaman piaraan manusia. Ataukah, yang dimaksudkan kawin pada gelahang tersebut, itu hanya samaran “kawin gantung” yang kini mengundang kontroversi terhadap nganten yang ajeg Bali, karena tidak setinut seturut dengan dresta; terutama sastra dresta dan kuno dresta (nak mula keto); bahwa “kawin pada gelahang” itu tidak nak mula keto di sastranya.

ritual. Kental sekali suasana eufo/ fun ritual, umat begitu gembira ria, ceria dan bergairah melakoni kegiatan ritual, tetapi bernuansa seremonial, ala festival, karnaval, dan tidak jarang berbiaya kolosal. Prosesi ritual pun lebih tampak sebagai media penghiburan daripada berfungsi pengluhuran. Apalagi, ditimpali kehadiran turis berseliweran bercampur baur dengan umat, menjadikan suasana pura persis seperti sebuah pesta (party), umat menghaturkan pesta untuk Ida Batara-Batari melalui sajian upakara bebanten, umat pun tak kalah serunya membuat pesta untuk diri masing-masing, antara lain dengan mengonsumsi berbagai macam hidangan kuliner yang selalu menyertai setiap upacara yadnya berlangsung. Belum lagi hadirnya berbagai macam hiburan (bebalihan), hingga yang memancing selera kotor lewat tontonan berbau porno (jaruh). Tak terkecuali rupa-rupa adu keberuntunbgan (judi) turut pula meramaikan dengan alasan sebagai hiburan. Akhirnya, keberadaan pura sebagai tempat suci pada saat upacara yadnya berlangsung, benar-benar seperti layaknya pasar malam, meriah, sumringah dan bergairah. Konsep bakti suci yang murni pun tanpa disadari terjegal oleh hasrat penghiburan duniawi, yang tidak terkendali. Jadi, ternyata bukan hanya turis yang turut menodai kesucian pura. Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan, tiada lain jangan lagi berpura-pura menghadapi kenyataan ini, harus segera disikapi dengan kesucian bakti yang suci dan murni. Penulis, dosen Fakultas Pendidikan Agama & Seni Unhi, Denpasar

POJOK Perbaiki nasib petani, sistem pertanian Bali harus diperbaiki. - Bukan dengan janjijanji. *** Bappenas perkirakan dampak langsung pertemuan IMF-WB capai Rp 6,9 triliun. - Jangan-jangan semua lari ke pusat. *** Dalam setahun, populasi sapi di Bangli turun 10.000 ekor. - Pejabat mesti banyak turun.

Penulis, pemerhati budaya Bali

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Pansus IV Siap Bahas Dua Ranperda Mei, Rapat Kerja dengan Eksekutif

I Putu Desta Kumara

Bali Post/kmb28

Tabanan (Bali Post) Jajaran legislatif terus berupaya mempercepat pembahasan Ranperda yang kini masih digodok serius di meja Dewan. Seperti Pansus V dan juga Pansus IV DPRD Tabanan sedang membahas Ranperda tentang Perangkat Desa dan juga Pengelolaan Limbah Domestik. Selain itu, Pansus juga sedang menyusun jadwal pembahasan dan rapat kerja bersama eksekutif. Ketua Pansus IV I Putu Desta Kumara mengatakan pihaknya sempat menggelar

rapat internal Pansus mendiskusikan jadwal pembahasan, termasuk jadwal rapat kerja. ‘’Ini baru menyusun jadwal pembahasan. Kami belum masuk ke materi secara lebih mendetail,’’ ucapnya. Sesuai jadwal yang disusun bersama badan musyawarah pembahasan awal, kata Putu Desta Kumara, akan dimulai 2 Mei mendatang, dilakukan di internal pansus lebih dulu. Pembahasan internal perlu dilakukan guna menyatukan persepsi seluruh anggota Pansus terkait materi Ranperda sebelum digelar rapat kerja dengan eksekutif. ‘’Rencana rapat kerja dengan eksekutif akan digelar tanggal 7 dan 8 Mei,’’ sebutnya. Meski belum terlalu masuk ke materi, pihaknya melihat pembahasan materi tentang perangkat desa akan lebih alot dan memerlukan pemikiran lebih mendalam. Karena hal itu terkait tentang pengangkatan perangkat desa, khususnya kepala dusun yang kini berstatus kepala wilayah. ‘’Detailnya kami akan bahas di internal Pansus dulu, sebelum rapat kerja dengan eksekutif,’’ tandasnya. Bahkan pihaknya juga perlu melakukan studi banding ke daerah lain yang sudah memiliki perda sejenis. Hasil dari studi banding itu akan menjadi bahan masukan untuk pembahasan lebih detail, sehingga tidak bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. (kmb28)

Siap-siap Kena Tilang

Main “Handphone’’ Saat Berkendara Tabanan (Bali Post) Belakangan ini kasus lakalantas kerap terjadi di wilayah hukum Polres Tabanan. Salah satu penyebabnya, pengendara sibuk memainkan ponselnya ketika tengah berkendara di jalan raya. Terkait hal itu, jajaran Sat. Lantas Polres Tabanan akan bertindak tegas, dengan cara menggelar Operasi Patuh Agung. Operasi ini dimulai Kamis (26/4) kemarin sampai Rabu (9/5). Tujuannya, menyasar baik pengendara sepeda motor maupun roda empat yang memainkan HP saat berkendara. ‘’Siapa pun pengendara yang menggunakan HP, baik roda dua atau empat akan kita tindak tegas. Masih banyak warga menggunakan HP saat berkendara. Belakangan ini memakai HP saat di jalan raya itulah salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas,’’ ucap Kasat Lantas Polres

Tabanan AKP I Kadek Citra Dewi. Selain itu, operasi ini pun akan menindak pengendara yang melawan arus. Demikian juga pengendara sepeda motor bonceng tiga, selain pengendara yang tidak menggunakan helm. Penindakan pun akan diberikan kepada anak di bawah umur yang kedapatan mengendarai motor. ‘’Ada 90 personel gabungan yang akan kita libatkan pada Operasi Patuh Agung 2018. Instansi yang dilibatkan dari unsur TNI/Polri, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya,’’ tegasnya. Dengan personel gabungan itu, diharapkan hasil operasi bisa maksimal. Operasi itu, kata AKP Citra Dewi, merupakan rangkaian operasi, yang menyusul kemudian Operasi Ketupat 2018. Diharapkan para petugas bisa lebih siap dalam Operasi Ketupat. Me-

nyongsong Operasi Ketupat itu sendiri, lebih dulu akan dilakukan pengecekan ruas jalan Denpasar-Gilimanuk sebagai jalur arus mudik Lebaran 2018. Tidak hanya itu, petugas juga mengecek jalan menuju sejumlah objek wisata terkait rencana kunjungan delegasi IMF dan World Bank, Oktober mendatang. Bahkan juga telah melakukan pemetaan titik-titik yang diprediksi jadi rawan macet, ketika kendaraan pemudik mulai ramai meninggalkan Bali menuju kampung halaman mereka masing-masing. Kemudian, disiapkan juga menyambut arus balik Lebaran. ‘’Seperti biasa, nantinya kita akan buat pospam (pos pengamanan) untuk mengamankan arus mudik dan juga arus balik Lebaran. Namun, untuk jumlah dan di mana titiknya, nanti kita sampaikan,’’ ucapnya. (kmb28)

Bali Post/kmb28

OPERASI PATUH AGUNG - Apel gelar operasi Patuh Agung 2018 di mako Polres Tabanan.

Inovasi Seppama dan ’’Si Klepon’’ Tugas utama seorang tenaga kesehatan itu adalah menjaga kesehatan masyarakat dengan memberikan pengobatan. Walau demikian, tenaga kesehatan yang merupakan masyarakat itu juga memerlukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Sering hal krusial itu justru luput menjadi perhatian. Lewat inovasi Sehat Pejabat, Pekerja dan Masyarakat (Seppama) yang diterapkan di Puskesmas Selemadeg Barat (Selbar) bukan saja mampu memudahkan memanajemen kasus kesehatan yang ada di masyarakat, tetapi juga SDM internal puskesmas itu. Bagaimanakah aplikasi Seppama dan ‘’Si Klepon’’ itu? SALAH satu penggagas inovasi Seppama itu adalah dr. Wayan Arya Putra Manuaba. Dia juga selaku Kepala Puskesmas Selemadeg Barat. Kata Wayan Arya Putra Manuaba, Rabu (25/4), inovasi Seppama diluncurkan sejak Juli 2017. Sejak di-launching pihak internal puskesmas mendapatkan gambaran jika staf puskesmas justru belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. ‘’Padahal check-up rutin itu perlu dan sangat penting walau tidak sakit. Ceck-up itu sebagai upaya deteksi dini penyakit non-infeksi, seperti darah tinggi maupun DM. Jika sudah ada data dini, tentu bisa ditangani lebih awal pula,’’ jelas Arya. Sesungguhnya tidak hanya masyarakat yang perlu sehat. Pelayanan masyarakat, baik itu pekerja maupun pejaba harus sehat pula. Melalui Seppama ini puskesmas mengumpulkan data kondisi kesehatan intern puskesmas. Kemudian mendorong mereka melakukan check-up rutin. Inovasi Seppama itu juga memerhatikan kondisi maupun kasus kesehatan di masyarakat. Dari inovasi itu diketahui tekanan darah tinggi merupakan penyakit non-infeksi yang masuk tiga besar penyakit yang ditangani Puskesmas Selbar. Melalui hasil penelitian kesehatan (Riskesda 2013), kata Arya, disebutkan kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM) itu seperti tekanan darah tinggi, jumlah kasusnya meningkat di masyarakat. ‘’Angka

7

TABANAN

Jumat Paing, 27 April 2018

merokok di masyarakat tinggi serta diet sayur buah justru rendah. Ini tentu meningkatkan potensi warga menderita PTM,’’ ujarnya. L e w a t hasil itu, kata Arya, p i h a k puskesmas bisa menyusun program yang tepat sasaran sesuai permasalahan atau kasus kesehatan yang saat ini paling banyak terjadi di masyarakat. Seperti diketahui tugas puskesmas itu tidak hanya mengobati, terpenting adalah melakukan kegiatan promotif dan preventif. Selain inovasi Seppama, di Puskesmas Selbar juga diterapkan inovasi ‘’Si Klepon’’ sejak Januari 2018. ‘’Si Klepon’’ ini diluncurkan untuk mendukung program pemerintah yang saat ini mendorong layanan publik berbasis online. Nama ‘’Si Klepon’’ datang dari dua layanan utamanya, yaitu Sistem Informasi Kepegawaian (SIK) yang menjawab masalah Administrasi dan Manajemen khususnya Data Kepegawaian serta untuk inovasi Laporan Elektronik (Lepon) untuk mengatasi masalah pelaporan Jaringan Pelayanan Puskesmas baik itu Pustu, Polindes, Poskesdes yang berjauhan. ‘’Jika digabungkan menjadi SiKlepon,’’ jelas Arya. Gagasan inovasi ini, lanjut Arya, melihat berbagai permasalahan kelengkapan dan kesinambungan penyimpanan data kepegawaian. ‘’Terkadang ada data hilang serta kecepatan penyiapan data kepegawaian menjadi lambat,’’ ujarnya. Dengan sistem ini, semua kebutuhan akan data kepegawaian bisa dipenuhi lebih cepat. Misalkan untuk kebutuhan persyaratan keuangan yang memerlukan NPWP. ‘’Kalau kita sedang di luar kota diminta NPWP tentu harus menunggu. Tetapi dengan sistem ini bisa langsung diambil di web Puskesmas, kemudian di-print langsung jadi lebih cepat,’’ imbuh Arya. (san)

Ribuan Siswa dan Warga Ikuti Simulasi Gempa Bumi

Bali Post/kmb28

SIMULASI GEMPA - Sejumlah siswa SLB Negeri Tabanan tampak berlarian mengikuti simulasi gempa bumi yang digelar BPBD Tabanan.

Tabanan (Bali Post) -

Pemandangan berbeda terjadi di areal SMPN 2 Tabanan, Kamis (26/4) kemarin. Ratusan siswa dan guru tampak berlarian menyelamatkan diri dengan cara melindungi kepala mereka dari kemungkinan terkena serpihan material bangunan sekolah akibat terjadi gempa bumi. Mereka pun menyelamatkan dirinya masing-masing, kemudian berkumpul di titik aman yang telah disiapkan pihak sekolah. Suasana ini merupakan simulasi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, serangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). Simulasi itu tidak hanya dilaksanakan di SMPN 2 Tabanan, juga digelar di sejumlah tempat seperti SMPN 2 Selemadeg Timur, SLB Negeri 1 Tabanan, bahkan SLB Bhayangkari di Mandung, Kerambitan. Di samping itu, di beberapa desa, seperti Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Desa Tibubiu, Kerambitan dan Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. ‘’Ada sekitar seribu lebih siswa dan juga warga yang terlibat simulasi tanggap bencana gempa bumi ini,’’ ucap Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita. Dikatakan, simulasi itu dilakukan

untuk menguji kesiapan siswa dan juga masyarakat jika terjadi gempa. ‘’Siswa dilibatkan agar mereka tahu cara menyelamatkan diri,’’ katanya. Selain siswa, simulasi juga digelar di sejumlah desa khususnya yang menyandang desa tangguh dan aman. ‘’Kita harapkan yang sudah punya SOP evakuasi agar menggelar simulasi atau evakuasi mandiri. Contohnya cara melindungi kepala jika terjadi gempa mereka sudah terbiasa. Dan selanjutnya akan tenang menuju titik kumpul,’’ imbuhnya. Dari data BPBD, posisi Tabanan sebagai berikut, daerah Tabanan ini masuk wilayah rawan bencana. Pasalnya, topografi Tabanan berbukit di hulu dan sebagian wilayah berhadapan dengan samudera. ‘’Hasil kajian BNBP, di daerah lumbung beras ini memiliki 11 ancaman bencana potensial. Seperti tanah longsor, gempa bumi, tsunami,

banjir, kekeringan dan bencana lainnya,’’ ujar I Gusti Ngurah Made Sucita. Dari 11 potensi ancaman bencana tersebut, BPBD menetapkan ada empat kecamatan masuk zona rawan tanah longsor, yakni Selemadeg, Penebel, Pupuan dan Baturiti. Potensi tsunami ada di enam kecamatan, yakni Kediri, Tabanan, Kerambitan, Seltim, Selemadeg dan Selbar. Dan untuk longsor sebenarnya semua kecamatan memiliki potensi yang sama. Hanya empat kecamatan tersebut memiliki kapasitas lebih besar. Terkait empat kecamatan yang masuk zona rawan longsor tersebut, dikatakannya, tidak ada pengawasan khusus. Hanya BPBD memiliki relawan yang tersebar di semua kecamatan. Di samping itu, juga ada tim reaksi cepat dan ruang pusat pengendalian operasional. ‘’Hingga Maret 2018, jumlah bencana yang terjadi di Tabanan sebanyak 100 kejadian. Terbanyak bencana disebabkan angin kencang dan hujan deras. Bencana itu mengakibatkan longsor dan juga banjir, selain sempat juga ada kebakaran. Total kerugian mencapai Rp 5 miliar lebih,’’ ujar Gusti Ngurah Made Sucita. (kmb28)

Dikelola Secara Organik Kopi Robusta Desa Belatungan

Tabanan (Bali Post) Sudah 10 tahun ini petani kopi di Desa Belatungan, Pupuan menerapkan sistem organik terkait pemeliharaan tanaman kopinya. Sistem organik yang diaplikasikan dengan mengoptimalkan pupuk organik dari kotoran kambing itu dipercayai dapat meningkatkan produksi buah kopi. Selain itu, juga dapat menjaga keseimbangan unsur hara tanah dalam jangka waktu lama. Kelebihan sistem organik inilah yang ditawarkan Desa Belatungan untuk produksi kopi Robusta-nya. Perbekel Belatungan Dewa Nyoman Widisucipta, Kamis (26/4) kemarin, mengatakan total luas lahan perkebunan di Belatungan kurang lebih mencapai 653 hektar. Kebanyakan tanaman kopi jenis Robusta diupayakan dengan cara tumpang sari. Sistem organik ini, kata Dewa Nyoman Widisucipta, sudah diterapkan oleh petani kopi di sini, malah sudah sejak 10 tahun lalu. ‘’Awalnya karena pupuk yang diproduksi pabrik mahal, jadi petani mencari cara lain. Mereka menggantinya dengan pupuk organik dalam, hal ini diolah dari kotoran

kambing,’’ ujarnya. Pupuk organik kotoran kambing itu, kata Widisucipta, selain lebih murah dari segi harga, produksi buah secara kualitas juga tidak kalah dari pupuk pabrikan. Kelebihan lainnya, unsur hara tanah bisa lama terjaga keseimbangannya. Dengan bantuan BUMDes, produksi kopi yang dihasilkan petani diolah menjadi kopi bubuk. Diakuinya, penjualannya masih kebutuhan lokal. Namun ke depannya, penjualan kopi bubuk asal Desa Belatungan akan difasilitasi BUMDa Tabanan. ‘’Jika sudah terfasilitasi barulah akan dikembangkan ide produk lainnya. Seperti kopi jahe dan juga kopi pandan,’’ ujarnya. Ketua BUMDes Widya Parta Desa Belatungan Desak Putu Sikiasih mengatakan, ciri khas kopi Robusta yang ditawarkan adalah rasa kopi yang ditanam di dataran tinggi memang benar-benar diproduksi dari pertanian organik. Produksi kopi di Desa Belatungan, lanjut Desak Sikiasih, mampu menghasilkan rata-rata tiga ton per hektar untuk kualitas berat kering. Dari jumlah itu, ham-

Bali Post/kmb24

KOPI - Produksi kopi Desa Belatungan yang dipamerkan di Festival Tanah Lot, beberapa waktu lalu. pir semuanya terserap oleh BUMDes. Produksi dalam bentuk olahan mencapai satu kuintal per minggu. Harga hasil olahan dalam bentuk bubuk dibanderol hingga Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan dalam bentuk kopi berkualitas yang sudah disangrai menembus Rp 50 ribu per kg. Dalam bentuk biji (kualitas mentah) dijual Rp 26 ribu per kg. Pemasaran kopi produksi petani Desa Belatungan melalui BUMDes ini, kata Desak Sikiasih, sebagian besar terserap di pasar lokal, meski

beberapa sudah menembus pasar antarpulau. ‘’Untuk yang antarpulau, dibeli oleh pihak ketiga. Mereka kemudian menjualnya kembali ke Surabaya ataupun Jakarta. Sayangnya masih belum ada kerja sama khusus lewat BUMDes ini,’’ ujarnya. Pihak BUMDes saat ini berencana mengembangkan kopi rasa jahe maupun rasa pandan. Kontinuitas kedua rasa ini masih belum tersedia secara tetap, karena terbentur bahan baku, terutama pemenuhan jahe merah. (kmb24)


KARANGASEM

8 Antisipasi Erupsi Gunung Agung

BPBD-PMI Gelar Rapat Besar

Amlapura (Bali Post) Menyikapi aktivitas vulkanik Gunung Agung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem bersama PMI Bali menggelar rapat besar melibatkan seluruh stakeholder membahas kesiapsiagaan menghadapi erupsi Gunung Agung. Rapat besar yang diikuti 200 peserta di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Kamis (26/4) kemarin, dikemas dalam bentuk Table Top Exercise (TTX) dan Lesson Learn. Rapat dibuka Wabup Wayan Artha Dipa. TTX merupakan kegiatan latihan guna meningkatkan kemampuan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. TTX juga merupakan sebuah metode untuk menilai suatu sistem yang memungkinkan orang menguji suatu situasi hipotesis tanpa menimbulkan gangguan di masyarakat. TTX dapat juga diartikan sebagai simulasi yang dirancang untuk menguji kemampuan teoretis dari suatu kelompok untuk menanggapi suatu situasi. Dalam konteks ini ancaman erupsi Gunung Agung. Kegiatan TTX juga disinkronkan dengan lesson learn, yaitu kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat melalui pengalaman yang ada. Pengalaman bisa positif bisa juga negatif. Keberhasilan juga merupakan sumber pembelajaran. Sesuai makna kedua kalimat bahasa asing, itu dalam lesson learn dan TTX tersebut, peserta diajak membahas dan mengupas perencanaan ataupun program mitigasi yang sudah dan akan diterapkan jika situasi buruk itu kembali terjadi. Melalui kedua sistem evaluasi itu diharapkan tercipta perencanaan yang bersifat mantap, sehingga potensi erupsi minim korban. Diasumsikan erupsi besar memutus jalur transportasi, sehingga Posko Induk Tanah Ampo harus digeser ke sebelah barat Tukad Unda di By-pass I.B. Mantra. Untuk mendukung keperluan logistik, para pengungsi disimulasikan oleh tim tanggap darurat membangun posko logistik di Sidemen dan Rendang. ‘’Perencanaan ini sudah dimatangkan, syukur tidak sampai terjadi erupsi besar, sehingga pemindahan tak sampai perlu dilakukan,’’ terang Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I.B. Ketut Arimbawa. Untuk penanganan pasca-bencana, TNI dan SAR juga sudah membuat perencanaan termasuk kemungkinan mengerahkan kapal laut jika memerlukan evakuasi jalur laut. Hanya, beberapa SKPD di Karangasem terkesan kurang siap kalau Gunung Agung erupsi besar. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) misalnya. Mereka mengaku belum bisa banyak berbuat, karena terbentur aturan. Untuk melakukan perbaikan infrastruktur seperti sejumlah jembatan yang terputus, diakui juga harus melalui tender. Singkat kata, unit pemerintahan mengaku kesulitan karena terbentur mekanisme. Ketua PMI Bali Gede Sudiartha menyayangkan situasi tersebut. Kritisi juga disampaikan Pasi Ops Kodim 1623/Karangasem, Kapten Nyoman Suripta. Ketika pengungsi sudah kembali seperti saat ini, ruas jalan yang putus jangan malah dibiarkan. Hematnya, perbaikan harus segera dilakukan untuk kepentingan evakuasi dan juga akses ekonomi masyarakat. Wabup Artha Dipa berharap TTX dan lesson learn bisa meningkatkan kemampuan dalam melakukan penanganan bencana. Lebih penting dari itu, kegiatan sehari itu diharapkan bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan.(kmb)

Bali Post/kmb

POTENSI ERUPSI - Kegiatan TTX dan lesson learn kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi Gunung Agung di Wantilan Kantor Bupati Karangasem.

Jumat Paing, 27 April 2018

Pelayanan Tambah Rusak

Disdukcapil Belum Putuskan Tinggalkan MPP

Bali Post/kmb31

URUS ADMINISTRASI - Warga saat mengurus administrasi di unit Disdukcapil di MPP.

Amlapura (Bali Post) -

Menjadikan pelayanan publik satu gedung, bukan perkara mudah. Faktanya, salah satu unit pelayanan publik terpadat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), mulai kena getahnya. Pelayanan Disdukcapil di Mal Pelayanan Publik (MPP), itu justru tambah rusak. Pasalnya biasanya selesai selama 15 menit, namun sekarang molor jadi satu jam hingga dua jam. Situasi demikian membuat DPRD Karangasem meminta Disdukcapil bisa secepatnya angkat kaki dari MPP. Tetapi, pihak Disdukcapil sendiri belum menentukan sikap. Kepala Disdukcapil Karangasem Wayan Sumidia, Kamis (26/4) kemarin, mengaku belum berani mengambil keputusan. Pihaknya mengaku ingin melaporkannya lebih dulu kepada Bupati Karangasem, sebelum memutuskan mengikuti arahan dewan atau mengabaikannya. “Saya belum melapor kepada Ibu Bupati. Ibu Bupati masih di luar daerah,” kata Sumidia. Sebelumnya, Sumidia mengakui pelayanan Disdukcapil di MPP

mengalami kendala teknis, akibat perangkat yang dipasang adalah perangkat yang sebelumnya terpasang di Kantor Camat Karangasem. Dengan kapasitas perangkat yang terbatas itu, mengakibatkan pelayanan jadi lelet. Dari awalnya hanya perlu waktu 15 menit, jadi molor sampai satu jam hingga dua jam. Selain kapasitas server, kendala perekaman e-KTP di MPP itu juga terbatasnya jaringan internet. “Jaringan wifi-nya juga belum ada,”

katanya. Hingga Kamis (26/4) kemarin, pelayanan publik di unit Disdukcapil di MPP masih berjalan seperti biasa. Belum ada tanda-tanda akan angkat kaki lagi kembali ke Kantor Disdikcapil di Jalan Sudirman atau tidak. Padahal arahan dewan dalam rapat kerja DPRD dengan eksekutif terkait, Selasa (24/4) lalu, unit pelayanan publik Disdukcapil diminta pindah, karena sangat riskan terjadi masalah. Pelayanan bisa

“Saya sering terima keluhan dari kadus-kadus, sejak pindah ke UKM mengurus KTP sampai satu hingga dua jam. Padahal ketika di Kantor Disdukcapil cukup 15 menit.” Wakil Ketua Komisi I I Komang Sartika

terganggu seperti itu, jadi siapa yang salah. Wakil Ketua Komisi I, I Komang Sartika, pada rapat kerja itu menilai MPP justru menyulitkan masyarakat terutama menyangkut pelayanan e-KTP. “Saya sering terima keluhan dari kadus-kadus, sejak pindah ke UKM mengurus KTP sampai satu hingga dua jam. Padahal ketika di Kantor Disdukcapil cukup 15 menit,” ungkapnya. Mengingat saat ini pemerintah sedang menghadapi agenda besar politik yaitu pilkada serentak, pileg, dan pilpres, Sartika mendesak pelayanan administrasi kependudukan itu utamanya terkait masalah e-KTP dikembalikan ke Kantor Disdukcapil di Jalan Sudirman. Itu penting karena masalah e-KTP itu berhubungan dengan teknologi informatika di mana saat ini sarana prasarana di MPP belum memadai. (kmb31)

Duda Timur Kembangkan Dupa Jagasatru Amlapura (Bali Post) Desa Duda Timur, Selat terus berusaha menggali potensi desa untuk mengangkat kesejahteraan masyarakatnya. Setali tiga uang, potensi Air Terjun Jaga Satru, di wilayah Banjar Pateh, yang mengilhami hadirnya dupa Jagasatru yang diproduksi di Banjar Wates Kaja. Dupa Jagasatru, merupakan hasil industri rumah tangga yang digarap I Nyoman Suartama. Dupa itu bahkan sudah mewarnai pasar dupa khususnya di Desa Duda dan sekitarnya sejak tiga bulan terakhir ini. Perbekel Duda Timur, I Gede Pawana, mengatakan usaha pembuatan dupa milik Suartama itu merupakan binaan BUMdes Werdi Guna, Desa Duda Timur. ‘’Produknya juga kita pasarkan melalui BUMdes,’’ jelasnya Kamis (26/4) kemarin.

Saat ini, pembuatan dupa Jagasatru itu melibatkan tiga orang tenaga kerja. Selain menggunakan tenaga manusia, usaha itu juga sudah menggunakan tenaga mesin. Namun, untuk pengeringan masih mengandalkan sinar matahari. ‘’Belum pakai oven karena pesanan belum maksimal,’’ ungkap Pawana. Perbekel yang juga Ketua Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung ini mengatakan nama Jagasatru, itu memang diambil dari air terjun di Banjar Pateh. Bukan namanya saja yang sama, dupa Jagasatru juga menggunakan air pelukatan dari mata air tersebut. Selain di wilayah Duda Timur, pemasaran dupa Jagasatru juga sudah sampai di wilayah Padangkerta, Kecamatan Karangasem. Lewat tan-

gan pengepul, bahkan sudah dijual sampai ke Denpasar. Saat ini, usaha tersebut baru memproduksi 40 kg dupa per hari. Setiap satu kilogram berisi 600 batang. Sang pemilik usaha, Nyoman Suartama, mengatakan, dupa Jagasatru itu dibuat dalam beberapa aroma. Di antaranya gaharu, cendana, dan campuran keduanya. Dupa produksinya itu kata Suartama, sangat baik untuk meditasi. Alasannya, ada aroma terapinya. Aroma itu diyakini mampu menetralisasi kekuatan negatif. ‘’Semua menggunakan bahan alami. Tidak ada campuran kimianya. Batang bambunya kita datangkan dari Cina,’’ ungkapnya. Saat membangun usahanya itu, kata Suartama, menggunakan modal awal Rp 100 juta. Modal itu sudah

termasuk pengadaan bahan baku dan mesin produksinya. Setiap pak dupa Jagasatru dibandrol Rp 10 ribu dengan berat 250 gram. Dupa Jagasatru juga ada beraroma menyan. Untuk yang aroma menyan dihargai Rp 48 ribu per kilogramnya. Selain siap bersaing dari segi mutu, Suartama juga siap bersaing dari sisi niskalanya. Menurut dia, air yang digunakan mencampur adonan dupa itu diambil dari pancuran suci Air Terjun Jaga Satru. Tirta itu biasanya digunakan untuk ritual malukat, pembersihan diri warga yang ke sana secara niskala. Kesucian dupa Jagasatru juga dijaga dalam proses pembuatannya. Bahan baku yang sempat terinjak, atau sekadar dilangkahi tidak akan dipakai sehingga dupa Jagasatru itu dijamin sukla (suci). (kmb)

Sarana Terbatas

MTs At-Taqwiim Mampu Gelar UNBK Di tengah ancaman bencana erupsi Gunung Agung, seluruh SMP di Karangasem akhirnya diputuskan tidak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kebijakan ini diambil pemerintah daerah, karena tak ada yang bisa menjamin situasi aman, sampai pada pelaksanaan ujian. Tetapi, beda halnya dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs) At-Taqwiim. Madrasah di Kampung Anyar, Desa Bukit, yang jauh dari pusat kota ini punya sudut pandang berbeda. Pihak Madrasah memberanikan diri menggelar UNBK. Padahal, selain situasi tak menentu, sarana yang dimiliki Madrasah yang baru berdiri empat tahun ini, sangat terbatas. Bagaimanakah UNBK digelar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) At-Taqwiim itu?

Bali Post/gik

UNBK - Siswa MTs At-Taqwiim saat mengikuti UNBK. ADANYA seruan Kanwil Kemenang Provinsi Bali, agar seluruh Madrasah di Bali melaksanakan UNBK, melecut semangat pihak pengelola Madrasah. Arahan ini membuat Kepala Madrasah, Erno, S.Pd., berpikir keras, agar bisa melaksanakan UNBK. Sebab, kendala madrasah di kaki Bukit Lempuyang itu cukup banyak. Pertama, mengenai fasilitas di sekolah yang belum memadai, karena Madrasah ini sama sekali tak punya komputer.

“Sempat ada opsi menumpang di sekolah yang sudah memiliki fasilitas komputer lengkap. Namun, masalahnya, tiap hari anak-anak harus diangkut. Psikologis anak juga jadi pertimbangan,” terang Erno saat ditemui Kamis (26/4) kemarin. Akhirnya setelah membahas dan mempertimbangkan saran yang dibutuhkan, pihak Madrasah memutuskan menyelenggarakan UNBK. Mulailah pihak Madrasah mendatangkan sedikit demi

sedikit peralatan yang diperlukan. Dari membeli server, mengupayakan jaringan, dan penyediakan komputernya. “Server kami beli seharga Rp 9 juta. Jaringannya menggunakan HP pribadi. Sedangkan komputernya kami menghubungi para guru yang punya laptop, akhirnya bisa terkumpul delapan laptop,” jelas Erno. Dengan modal delapan laptop itu, pihak Madrasah akhirnya bisa melakukan simulasi ujian dengan cara membagi menjadi 3 sesi. Setelah lega bisa mengikuti simulasi, jelang UNBK sarana yang ada ternyata masih belum cukup. Sebab, agar bisa dua sesi ujian, dengan jumlah peserta UNBK di kelas IX sebanyak 22 siswa, maka setidaknya harus ada 11 laptop atau komputer. Akhirnya, setelah koordinasi dengan ketua yayasan, sisa kebutuhan itu didatangkan dengan mencicil. Sebagai pemula, Erno mengaku sempat waswas dengan pelaksanaan UNBK ini. Kekhawatiran itu akhirnya terbukti, kala server pusat sempat rusak pada hari pertama ujian. Bahkan pada hari kedua, ada tiga laptop siswa, tiba-tiba rusak dan tidak bisa digunakan saat pertengahan ujian. Pihak Madrasah mengaku sangat bingung saat itu. Untuk mengatasinya, petugas TU yang sedang membuat surat terpaksa diambil laptopnya, hingga laptop dari ketua yayasan, Ali Musbah, S.Ag., M.A., yang sedang dipakai saat itu, juga langsung diambil agar siswa bisa melanjutkan ujian lagi. Pihak Madrasah baru lega setelah seluruh tahapan UNBK sudah dapat dilalui dengan baik.

Para siswa setempat mengaku sangat merasakan manfaat dari pelaksanaan UNBK ini. Annisa Lutfia (14), siswi asal Gianyar mengatakan ujian dengan sistem UNBK, ini membuatnya lebih gampang karena tidak perlu lagi membulatkan jawaban. Cukup dengan sekali klik tak perlu takut bulatannya tidak pas atau kurang hitam. Rezha Septiani (16), siswi asal Singaraja, juga mengatakan lebih suka UNBK daripada UNKP, karena tidak perlu memakai kertas yang kadang harus hati-hati karena takut kotor atau robek pas mengerjakan. “Kalau pas salah jawab, tinggal pilih yang lain udah berubah jawabannya,” ungkapnya. Rabiatul Adawiyah (15), siswi asal Musi juga lebih

suka UNBK karena tak perlu menghitamkan jawaban seperti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Namun, rata-rata siswa mengatakan tingkat kesulitan soal UN kali ini sangat susah. Dikatakan banyak soal yang belum dipelajari di sekolah. “Meski harus bersusah payah, saya merasakan banyak manfaat dari pelaksanaan UNBK ini. Siswa saya yang selama ini tidak pernah pegang mouse komputer sekarang mereka malah sudah bisa ujian dengan komputer. Sekolah kami yang dari awal berdiri sepertinya hanya mimpi memiliki lab komputer. Ternyata sekarang malah sudah punya lab komputer, dengan beberapa komputer di dalamnya,” kata Erno. (gik)

Bali Post/gik

PIHAK YAYASAN - Kepala MTs At-Taqwiim, Erno, (kanan) bersama pihak yayasan dan pengelola MTs lainnya.


GIANYAR

Jumat Paing, 27 April 2018

9

Sembilan Sumber PAD Tak Penuhi Target

Gianyar (Bali Post) -

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar tahun 2017 secara umum sudah melampaui target. Namun, jika dirinci per item sumber pendapatan, ada sembilan item yang tidak terpenuhi. Nilainya cukup besar, yakni puluhan miliar rupiah. Bali Post/nik

ARAK - Polisi menunjukkan arak yang diamankan di Mapolres Gianyar.

Marak, Peredaran Arak di Gianyar Polisi Gencarkan Penindakan Gianyar (Bali Post) Peredaran minuman beralkohol (mikol) jenis arak di Kabupaten Gianyar tergolong tinggi. Arak cukup diminati generasi muda. Guna mencegah gangguan kamtibmas yang dipicu mikol, Polres Gianyar makin gencar melakukan penindakan. Hal itu diungkapkan Kasat Resnarkoba Polres Gianyar AKP I Gusti Putu Dharmanatha saat jumpa pers, Kamis (26/4) kemarin. Diterangkannya,

peredaran mikol jenis arak melanggar Perda Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Maka dari itu, pihaknya gencar melakukan pencegahan sejak dini atas peredaran arak. ‘’Ini sebagai antisipasi jatuhnya korban akibat mikol oplosan,’’ jelasnya. Meski demikian, pihaknya bersyukur sejauh pengamatan Resnarkoba, di Gianyar tidak ada indikasi beredarnya atau dikonsumsinya mikol oplosan. Pabrik mikol oplosan pun nihil. ‘’Gianyar hanya sebagai jalur dan daerah pemasaran yang cukup potensial,’’ jelasnya. Beberapa pekan terakhir,

ratusan liter mikol disita oleh polisi dari lima lokasi baik dari warung, minimarket, tempat hiburan, hingga tempat-tempat yang jadi lokasi berkumpulnya anak-anak muda. Penyitaan ratusan liter arak ini dilakukan secara berkesinambungan. Lebih lanjut pihaknya mengimbau masyarakat untuk ikut berperan memerangi penyalahgunaan mikol jenis arak. ‘’Yang terpenting, supaya anak-anak muda tidak mencoba membuat mikol oplosan. Karena itu sangat berbahaya, mengganggu situasi kamtibmas bahkan nyawa taruhannya,’’ tegasnya. (kmb35)

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar I Wayan Ardana, Kamis (26/4) kemarin menerangkan, PAD Gianyar pada 2017 dibagi menjadi empat hal. Pertama, dari Pendapatan Pajak Daerah yang terdiri dari delapan item pajak dan satu bea. Kedua, dari Pendapatan Retribusi Daerah yang terdiri dari 14 item retribusi. Selain itu, ada Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan serta lain-lain. PAD yang Sah terdiri dari tujuh item. Ardana pun mengakui, dari sekian item itu ada sembilan item yang tidak bisa memenuhi target

realisasi. Pada Pajak Daerah yang tidak memenuhi target di antaranya Pajak Air Tanah, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan. ‘’Nah, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan ini yang paling tidak memenuhi target. Dari target Rp 50 miliar, yang terealisasi hanya Rp 16 miliar lebih. Sisanya sekitar Rp 33 miliar lebih, tidak bisa terpenuhi,’’ katanya. Dia menerangkan, ada beberapa hal yang membuat target tidak mampu direalisasikan. Salah satu faktor adanya beberapa pajak masuk di pos piutang. ‘’Jadi kelihatan

tagihannya besar. Itu terjadi karena aset semu. Misalnya ada tanah di Desa Lebih yang kena abrasi, masuk di tagihan,’’ jelasnya. Hal lain, tanah pakarangan desa yang mulai tidak dipungut pajak, sehingga timbul piutang semu. ‘’Yang tidak memenuhi target itu sudah ditutupi dengan pajak lainnya. Sehingga secara keseluruhan pendapatan Pajak Daerah kami melampui target Rp 18 miliar,’’ ujar Ardana. Sementara pada pendapatan retribusi, ada dua item yang tidak terpenuhi. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan, target tidak terpenuhi sampai Rp 5 miliar lebih dari target

Rp 13 miliar lebih. Kemudian, Retribusi Izin Gangguan tidak terpenuhi Rp 800 juta lebih. ‘’Secara keseluruhan pun pendapatan Retribusi Daerah ini minus dari target mencapai Rp 1,3 miliar lebih,’’ jelasnya. Karena target tidak tercapai, maka tahun ini BPKAD memilih bekerja aman. Caranya, menurunkan target pendapatan. ‘’Tadinya dipatok sekian tahun turun. Misalnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan itu akan diturunkan targetnya tahun ini, dari sebelumnya Rp 50 miliar menjadi Rp 30 miliar,’’ ungkapnya. Lantaran target diturunkan, pihaknya pun optimistis bisa meraup pendapatan sesuai target. ‘’Untuk tahun ini, kalau dihitung dari periode, kami yakin bisa memenuhi target,’’ tegas Ardana. (kmb35)

Operasi Patuh Agung

Polisi Gencarkan Penindakan

Bali Post/nik

AKBP Djoni Widodo

Gianyar (Bali Post) Aparat kepolisian kini tengah menjalankan Operasi Patuh Agung 2018. Pada operasi yang diselenggarakan selama 14 hari ini, polisi akan menggalakkan penindakan dengan menyasar sejumlah pelanggaran yang banyak dilakukan pengendara. Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo menerangkan, sebanyak 75 personel akan dikerahkan untuk pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2018. Operasi berlangsung selama 14 hari mulai 26 April hingga 9 Mei. ‘’Tujuan dari Operasi Patuh Agung 2018 untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya,’’ ucap Kapolres saat memimpin apel Pasukan Ops Patuh Agung 2018, di halaman Mapolres Gianyar, Kamis (26/4) kemarin. Menurutnya, operasi ini juga bertujuan meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan

lalu lintas serta menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. ‘’Kita berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, dengan membentuk opini tertib berlalu lintas,’’ katanya. Pada operasi ini, pihaknya akan lebih mengedepankan penindakan berupa penegakan hukum yang terukur dan humanis. Ada tujuh poin prioritas yang menjadi sasaran Operasi Patuh Agung 2018, yakni pengemudi menggunakan HP, melawan arus, pengendara motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi mabuk mikol atau narkoba hingga pengemudi yang berkendara melebihi batas kecepatan. ‘’Bila ditemukan pelanggaran ini akan langsung ditindak tegas oleh petugas,’’ katanya. (kmb35)

SOSOK Sasar Sekolah PEMKAB Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya meningkatkan kesadaran seluruh komponen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan. Salah satu komponen yang menjadi fokus pembinaan adalah warga sekolah. Menurut Kepala DLH Gianyar Wayan Kujus Pawitra, Kamis (26/4) kemarin, dalam rangka menggugah kesadaran warga sekolah di bidang lingkungan, pihaknya gencar melakukan pembinaan terkait program nasional Adiwiyata. Program ini bernilai strategis lantaran dinilai mampu mengajak warga sekolah berinovasi mewujudkan kelestarian lingkungan. Tak hanya itu, melalui warga sekolah khususnya siswa, gerakan cinta lingkungan diharapkan dapat digetoktularkan ke lingkungan masing-masing. ‘’Program tersebut bertujuan mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Jadi, saya rasa ini sangat bagus untuk digalakkan,’’ kata Kujus. Ditambahkannya, tahun ini DLH melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah calon Sekolah Adiwiyata. Ada 29 sekolah yang menjadi sasaran pembinaan. ‘’Kita sasar mulai dari tingkat SD sampai SMA,’’ ujarnya. (ded)

Telepon Penting gianyar Kantor Bupati - 943056

Koramil Ubud - 975314

DPRD - 943144

Koramil Payangan - 974793

BPBD - 7844717/7844718

Siaga Lantas/

PMK - 943113

TMC Gianyar - 945820

Kantor Satpol PP - 944436

Polsek Gianyar - 944510

RSUD Sanjiwani - 943020

Polsek Blahbatuh - 941165

PDAM - 944225/943233

Polsek Tampsiring - 901110

KPA Gianyar - 942184

Polsek Tegallalang - 901575

PMI Gianyar - 8958414

Polsek Sukawati - 298723

KONI Gianyar - 947261

Polsek Ubud - 975316

BNN Kab. Gyr. - 946122

Polsek Payangan -974794

PLN - 947166

Unit Kesehatan Matra - 972913

Kodim 1616 Gyr - 943069

Ambulan Pelayanan

Koramil Gianyar - 942289

Sosial - 945322

Koramil Blahbatuh - 941167

Puskesmas Gianyar I & II

Koramil Tegallalang - 974792

- 948309 954274

Koramil Tampaksiring - 901601

Puskesmas Blahbatuh I & II

Koramil Sukawati - 297564

- 952069 & 942771

Bali Post/ded

Bali Post/eka

PARIWISATA - Wisatawan menikmati kawasan Bukit Suci Gunung Lebah, Ubud. Realisasi PAD yang bersumber dari sektor pariwisata merupakan salah satu yang mencapai target tahun 2017.

Pilar-pilar Sosial Berprestasi

Karang Taruna Putra Persada Sukawati Dinilai Tim Provinsi

DALAM upaya meningkatkan peran serta pilarpilar partisipasi masyarakat dalam membangun kesejahteraan sosial dan memberikan apresiasi atas kinerja dan kiprahnya dalam menangani masalah sosial di masyarakat, Tim Evaluasi Pilar-pilar Sosial Berprestasi Tingkat Provinsi Bali mengadakan evaluasi langsung ke Desa Sukawati Gianyar, Kamis (26/4) kemarin. Tahun ini, pilar-pilar Sosial berprestasi Kabupaten Gianyar diwakili oleh Karang Taruna Putra Persada Desa Sukawati, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Sukawati, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Tegallalang dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Access Life Bali. Ketua Karang Taruna Putra Persada Desa Sukawati I Made Suantara mengatakan, karang taruna telah dibentuk tahun 1991. Visi dan misinya di bidang sosial sudah sangat jelas dan sudah diimplementasikan dalam program kegiatan di masyarakat. Salah satunya, memberikan bantuan paket sembako untuk KK tidak mampu di Desa Sukawati, donor darah, senam lansia, pap-smear gratis hingga pemberian bantuan kursi roda pada penyandang

disabilitas. Semua kegiatan tersebut bekerja sama dengan instansi terkait di pemerintahan. Suantara menjelaskan, saat terjadi bencana alam erupsi Gunung Agung, anggota Karang Taruna Putra Persada juga turut aktif di posko pengungsian di lapangan Sutasoma Sukawati. Tidak hanya berkiprah di kegiatan sosial, Karang Taruna Putra Persada juga intens menaruh perhatian pada kelestarian lingkungan sekitar, seperti rutin mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di Pantai Purnama. ‘’Sebagai generasi muda kami juga sadar kami rentan terhadap godaan kekinian. Untuk itu kami juga membentengi diri dengan mengadakan pelatihan pembinaan mental seperti, sosialisasi antinarkoba dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya di bidang seni,’’ tegas Suantara. Sementara itu, Penjabat Bupati Gianyar yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar Drs, I Made Watha menyambut baik pelaksanaan seleksi/ evaluasi pilar-pilar sosial sebagai salah satu upaya mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gianyar. Menurutnya, dalam upaya menan-

PILAR SOSIAL - Salah satu kegiatan Tim Evaluasi Pilar-pilar Sosial Berprestasi Tingkat Provinsi Bali di Desa Sukawati. gani masalah kesejahteraan sosial diperlukan keterpaduan dan sinergi antara para pemangku kepentingan. Pemerintah dalam hal ini membutuhkan peran serta pilar-pilar sosial, seperti karang taruna, LKS, PSM dan TKSK sebagai mitra kerja pemerintah untuk membantu pemerintah menangani masalah sosial seperti masalah kemiskinan. ‘’Lomba dapat kita manfaatkan sebagai media untuk saling berbagi informasi dan pengalaman yang dapat digunakan dalam upaya penanggulangan masalah kesejahteraan sosial di masyarakat,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua Tim

Evaluasi Provinsi Bali yang dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial Bali I Nyoman Wenten mengatakan, potensi sumber kesejahteraan sosial di Bali cukup banyak, sepeti Karang Taruna, LKS, CSR, PMS, TKSK dan lainnya. Potensi ini harus dirangkul untuk ikut berpartisipasi menangani masalah sosial. Ia juga berpesan, dalam evaluasi ini jangan hanya predikat juara yang dikejar, namun yang menjadi titik perhatiannya adalah bagaimana bekerja di masyarakat dan mengimplementasikan program dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (ad1466)


JEMBRANA

10

Jumat Paing, 27 April 2018

Kasus Penyelundupan Selama Dua Tahun Belasan Kilogram Pertumbuhan Ekonomi Cenderung Melambat Ganja Dilimpahkan

Negara (Bali Post) Tersangka kasus penyelundupan belasan kilogram ganja kering Erik Iswanto (29), Kamis (26/4) kemarin dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Negara. Berkas dan tersangka yang diantarkan penyidik dari Polres Jembrana itu juga disertakan barang bukti berupa 15 paket ganja seberat 12,30 kilogram. Erik yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur ini sempat tertunduk lemas ketika dimintai keterangan dari Jaksa yang akan menerima pelimpahan tersangka. Pasalnya, ancaman hukumannya tidak main-main, yakni pidana maksimal hukuman mati atau seumur hidup. Tersangka Erik yang mengaku hanya mengantar dan sudah ketigakalinya ini dijerat dengan Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 115, pasal 114 dan pasal 111. Erik mengaku ganja yang diselundupkan ini sudah ketiga kalinya. Paket dalam kardus itu dibawa ke rumahnya oleh seseorang. Bila berhasil mengantar hingga tujuan, maka ia akan diberikan ongkos jutaan rupiah. Oleh tersangka, paket ganja kering itu dibawa menggunakan motor ke Bali. Rencananya paket itu dibawa ke Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Menurut pengakuannya, ganja tersebut merupakan pesanan SG yang dikenalnya saat bekerja di Bali. SG menghubungi pelaku melalui telepon untuk mengantar. Kasus ini terungkap dari pemeriksaan rutin barang di Pos II Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (28/2) lalu. Anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang melakukan pemeriksaan mencurigai barang kardus yang dibawa tersangka di atas motor. Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Wiraguna mengatakan setelah pelimpahan ini pihaknya telah menunjuk jaksa penuntut umum (JPU) yang akan menangani kasus tersebut, yakni Ni Wayan Mearthi. Beberapa hari ke depan, berkas dan tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Negara. (kmb26)

Negara (Bali Post) – Pertumbuhan ekonomi berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Jembrana selama dua tahun belakangan ini cenderung melambat. Salah satu indikator sektor lapangan usaha yang mempengaruhi adalah pertanian secara luas (pertanian dan perikanan). Berdasarkan data yang dihimpun di Badan Pusat Statistik (BPS) Jembrana, prosentase pertumbuhan PDRB dari tahun 2014 sampai 2016 terlihat cenderung melambat. Dari beberapa sektor yang menunjang laju pertumbuhan ekonomi itu, sektor pertanian secara umum (pertanian, kehutanan dan perikanan) yang paling terlihat tersendat. Di tahun 2014 dan 2015, prosentase pertumbuhan sek-

tor pertanian antara 4,03 persen dan berlanjut 4,42 persen. Namun, memasuki tahun 2016 persentase anjlok menjadi 2,26 persen. Salah satu pemicu adanya menurunan sektor perikanan. Di mana masyarakat Jembrana mengalami paceklik ikan mulai tahun 2016 hingga berlanjut sampai saat ini. Produksi ikan (tangkap) dan tambak sangat berdampak pada pertumbuhan PDRB di Jembrana. Sektor

perikanan memiliki dampak yang besar juga terhadap industri pabrik-pabrik pengolahan ikan. “Pabrik yang semestinya mendapat ikan di Jembrana, sekarang harus mendatangkan ikan impor. Ini sangat mempengaruhi,” ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkab Jembrana I Komang Suparta, Kamis (26/4) kemarin. Untuk sektor industri pengolahan itu hampir serupa dengan pertanian dan peri-

kanan. Dari data BPS Kabupaten Jembrana, selama tiga tahun persentase pertumbuhan menurun. Tahun 2014 mencapai 7,26 persen dan berlanjut tahun 2015 mencapai 6.36 persen dan di tahun 2016 mencapai 4.82 persen. Di sektor lain justru terjadi lonjakan percepatan pertumbuhan yang cukup signifikan. Khususnya di sektor konstruksi serta pertambangan dan penggalian. Banyaknya pertambangan di Jembrana mendongkrak pertumbuhan dari sebelumnya -3,03 persen di tahun 2015, melonjak positif menjadi 6.76 persen. Begitu halnya di sektor konstruksi, dari awalnya

0,53 persen di tahun 2014, melonjak menjadi 7 persen di tahun 2015 dan berlanjut di tahun 2016 juga sama yakni 7 persen. Secara umum atau total dari PDRB, mulai tahun 2015 hingga 2016 mengalami kelambatan dari 6.23 persen berlanjut menjadi 5.95 persen. “Kelambatan ini karena pengaruh sektor perikanan. Perikanan tangkap sangat berpengaruh. Tapi kita imbangi dengan percepatan pembangunan fisik. Di mana di masing-masing desa, juga telah digelontorkan dana desa untuk percepatan pembangunan,” pungkas Suparta. (kmb26)

Resmikan Wantilan Pura Puseh Tuwed

Wabup Kembang Minta Dimultifungsikan

Bali Post/olo

BARANG BUKTI - Barang bukti berupa belasan kilogram ganja yang diselundupkan ke Bali. Kasus ini telah dilimpahkan ke Kejari Negara, Kamis (26/4) kemarin.

Puluhan Napi Ikuti Tes VCT

Negara (Bali Post) Sebanyak 41 narapidana (napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara, Kamis (26/4) kemarin mengikuti Tes Volunter Conseling Rest (VCT) guna memastikan adanya penularan HIV. Tes yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas 1 Negara Banyubiru ini dilakukan secara sampling. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui apakah para warga binaan ada yang mengidap HIV/AIDS, sehingga bisa dilakukan penanganan yang tepat. Kepala Rutan Kelas IIB Negara Purniawal mengatakan pihaknya terbuka untuk kegiatan semacam ini guna memastikan kesehatan para warga binaan. Dari 123 warga binaan, hanya diambil sampel 41 orang, baik perempuan maupun laki-laki. “Sebenarnya ini program dari puskesmas. Kita dari rutan memberikan dukungan,” katanya. Selanjutnya hasil tes VCT ini akan diterima pihak Rutan Negara dalam waktu beberapa hari ke depan. Jika nanti hasilnya sudah ada, maka pihak Rutan Negara akan mengambil tindakan lanjutan. “Memang sengaja tidak semuanya (dites-red),” terang Purniawal didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan I Nyoman Tulus Sedeng. Sebelum dilakukan tes VCT, 41 warga binaan itu diberikan pengarahan sekaligus sosialisasi dari pihak Puskesmas Negara di Aula Rutan. Selanjutnya satu per satu dilakukan tes dengan cara mengambil sampel darah. Dari 41 warga binaan yang mengikuti tes tersebut, tiga di antaranya merupakan perempuan. Sisanya 38 orang laki-laki. Sebelum diambil sampel mereka juga mengikuti konseling yang dilakukan sejumlah petugas dari Puskesmas Negara. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan hak milik pemerintah (puskesmas dan RSU Negara) maupun RS swasta di Jembrana telah memiliki klinik VCT, termasuk di Rutan Kelas IIB Negara. (kmb26)

Bali Post/olo

TES - Puluhan warga binaan Rutan Negara ketika mengikuti tes VCT, Kamis (26/4) kemarin.

WAKIL Bupati (Wabup) Jembrana I Made Kembang Hartawan, Rabu (25/4) menghadiri acara maguru saksi pamelaspasan Wantilan Pura Puseh dan Desa Pakraman Tuwed, Kecamatan Melaya. Seusai peresmian, ia memberikan apresiasinya kepada panitia pembangunan atas terselesaikannya wantilan Pura Puseh tersebut. Menurutnya pekerjaan itu bisa terwujud berkat kerja keras semua pihak bersama masyarakat dengan cara gotong royong. Meskipun cukup lama, hampir empat tahun, namun kerja keras tersebut akhirnya terbayarkan dengan bisa digunakannya wantilan sebagai pendukung fasilitas pura. “Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak. Saya rasa cara seperti ini, dengan bergotong royong bisa dijadikan role model dalam penbangunan di tempat lainnya,” kata Kembang.

Bali Post/ist

DIRESMIKAN - Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan meresmikan Wantilan Pura Puseh Tuwed, Rabu (25/4). Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan wantilan yang nantinya bisa multifungsi. Meskipun selama ini wantilan fungsi utamanya untuk mendukung kegiatan keagamaan di pura

seperti rapat/paum, tapi juga bisa digunakan untuk hal-hal lainnya, sepanjang ke arah positif. “Wantilan ini mesti dimultifungsikan seperti mendukung fungsi ekonomi, budaya maupun

sosial. Misalnya, sebagai sarana olahraga/senam maupun kegiatan lainnya,” ucap Kembang. Ia pun berharap wantilan ini juga bisa dimanfaatkan oleh anak-anak muda. Mereka bisa manfaatkan wantilan ini untuk berkumpul, melakukan kegiatan yang bermanfaat dan berkesenian. “Tinggal isi wifi, saya yakin mereka akan tertarik untuk berkumpul di sini daripada nongkrongnya di pinggir jalan. Di satu sisi orangtua pun akan lebih mudah mengawasinya,” ujarnya. Wabup Kembang beralasan tren anak muda milenial saat ini sangat haus akan informasi, terutama dari internet. Fasilitas internet akan menjawab keingintahuan mereka akan informasi. Untuk itu harapan ke depan tiap wantilan di Jembrana juga bisa dilengkapi dengan sarana wifi. Selain fungsi wantilan, ia juga melihat

wantilan saat ini menjadi tren di Desa Pakraman di Jembrana. Hal itu dengan banyaknya permohonan proposal pembangunan wantilan yang masuk. Jadi setelah pembangunan pura terselesaikan, ada keinginan dari masyarakat setempat untuk membangun wantilan. “Saya rasa itu baik sepanjang masyarakat tidak merasa terbebani, namun didasari tulus ikhlas. Pemkab Jembrana juga siap memfasilitasi, termasuk anggaran ke pusat,” ungkap Kembang. Sementara itu, Bendesa Desa Pakraman Tuwed I Made Warken mengatakan wantilan Pura Puseh dengan luas 17x22 meter mulai dikerjakan sejak tahun 2014 dan sudah tuntas tahun 2018. Biaya pembangunan berasal dari berbagai pihak, baik itu pemerintah, bansos, punia serta iuran krama masyarakat. (ad1464)

Desa Wisata Blimbingsari

Miliki Daya Tarik Akulturasi Budaya, Pengelolaan CBT Melalui Empat Pilar DESA Blimbingsari yang terletak di Kecamatan Melaya merupakan salah satu contoh desa wisata di Bali yang memiliki konsep Community Based Tourism (CBT) atau berbasis kemasyarakatan. Di samping Desa Medewi di Kecamatan Pekutatan, selama 10 tahun terakhir, desa yang hanya terbagi dua banjar ini paling banyak menarik kunjungan wisatawan mancanegara di Jembrana. Hanya saja, desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) ini tetap mengedepankan homestay dengan memanfaatkan rumah-rumah penduduk sebagai akomodasi wisata. Pengelolaan yang berbasis kemasyarakatan inilah yang justru mendongkrak kunjungan wisman tiap tahunnya ke desa ini. Para wisatawan langsung berinteraksi sekaligus belajar pola kehidupan masyarakat di desa yang memiliki jumlah penduduk 1.518 jiwa itu. Tahun ini, Desa Blimbingsari merupakan satu di antara lima desa wisata yang diunggulkan Kabupaten Jembrana. Empat desa lainnya yakni, Desa Gumbrih, Desa Yehembang Kangin, Desa Perancak dan Kelurahan Pendem. Salah satu yang mendasari dari pengembangan desa wisata ini adalah kearifan lokal atau local genius masyarakat setempat. Desa ini memiliki

daya tarik akulturasi budaya. “Kita juga kembangkan konservasi burung Curik Bali, sebagai penyanding TNBB. Beberapa paket wisata lainnya juga kita garap seperti trekking objek wisata Air Terjun Grojogan,” kata Kepala Desa Blimbingsari Made John Ronny. Dalam pengelolaan, mengedepankan konsep bersih, hijau, damai, asri dan lestari. Hal tersebut tercermin dari penataan desa yang sudah terkonsep sejak dibangun dan menjaga kebersihan desa. Seluruh masyarakat dilibatkan dalam menjaga kebersihan. Hal inilah yang menjadikan desa, meraih

penghargaan ISTA 2017 dari Kementerian Pariwisata. Peringkat I diraih dalam kategori CBT pada kegiatan apresiasi usaha masyarakat bidang pariwisata. Dan menjadi duta perwakilan Indonesia dalam lomba serupa di tingkat internasional. Dalam pengelolaannya, selain kelompok sadar wisata (pokdarwis) juga memiliki Komite Pariwisata Blimbingsari. Di dalam komite inilah tergabung pengelola dan pokdarwis. Terbentuk melalui empat pilar, yakni pemerintah desa (perbekel), Gereja PNIEL Blimbingsari (pendeta), paguyuban, para voluntir atau relawan masyarakat

serta tokoh masyarakat. Peran voluntir ini dikedepankan dengan dukungan penuh tiga pilar lainnya. Dalam pengelolaan akomodasi, terbagi dalam beberapa kelompok masyarakat. Mulai kelompok pemilik atau pengelola homestay, kelompok kuliner (catering) hingga pelestari seni budaya dan lingkungan. Untuk pelestari lingkungan di antaranya agrowisata, penangkar Jalak Bali, ekowisata serta budi daya lebah madu. Selain wisata rohani dan alam, desa ini juga memiliki wisata pendidikan dan minat khusus. Seperti live in international school, work camp program

hingga pertukaran pelajar mahasiswa antarnegara. Melalui sejumlah daya tarik wisata desa itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama tahun 2017 lalu mencapai 1.065 orang. Bila ditotal dengan wisatawan nusantara sejak Januari hingga Desember mencapai 3.959 pengunjung. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Pemkab Jembrana I Nengah Alit mengatakan Blimbingsari merupakan salah satu contoh desa wisata berbasis masyarakat yang juga akan dikembangkan di desa lainnya di Jembrana. Saat ini, pemerintah juga tengah menyiapkan payung hukum terkait desa wisata. (olo)

Bali Post/olo

PERMUKIMAN – Salah satu sudut permukiman di Desa Blimbingsari. Desa yang berbatasan dengan kawasan hutan ini mengedepankan pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat.


Jumat Paing, 27 April 2018

BALI DWIPA

11

Operasi Patuh Digelar

Polantas Sasar Pengemudi Pegang HP

Bali Post/rah

GELAR PASUKAN - Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gede Alit Widana usai gelar pasukan Operasi Patuh Agung 2018 di Mapolda.

Gubernur Sepakat Pemerintah Beli Hasil Pertanian Petani

Denpasar (Bali Post) Masalah yang dihadapi petani selama ini umumnya terletak pada pascapanen. Petani salah satunya kesulitan dalam memasarkan hasil pertaniannya ke sektor pariwisata. Sebab, pelaku pariwisata seperti hotel tidak langsung membayar produk pertanian yang dibeli dari petani lokal. “Petani menghasilkan, dijual ke hotel, ini bayarnya tiga bulan. Ini kan petani begitu jual perlu duit, untuk makan, menyekolahkan anak, dan lain-lain. Kalau (setelah) tiga bulan baru dibayar, terus tiga bulan ini bagaimana dia,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Kamis (26/4) kemarin. Menurut Pastika, pemerintah sebetulnya memungkinkan untuk menjembatani masalah yang dihadapi petani. Yakni dengan membuat perusahaan atau instansi semacam Bulog. Dalam hal ini, perusahaan tersebut yang menampung hasil pertanian petani. Namun, tetap pemerintah yang membayar petani kemudian menjual hasil pertanian itu ke sektor pariwisata. “Mungkin bukan pemerintah langsung, dibentuklah satu perusahaan misalnya BUMD, atau ada swasta yang punya modal banyak, itu harus diberikan izin. Kira-kira solusinya begitu,” jelasnya. Pastika menambahkan, potensi pertanian Bali sebetulnya tinggi untuk bisa menghidupi pariwisata. Setiap harinya, ada 5 juta orang yakni 4,2 juta penduduk Bali dan sisanya wisa-

tawan berada di Pulau Dewata. Untuk telur saja, kebutuhannya bisa mencapai 1 juta butir. Namun ternyata lebih banyak didatangkan dari luar Bali. Hal ini karena kembali lagi, tidak semua orang Bali mau menjadi petani. Saat ini saja, dikatakan tidak ada petani yang berumur di bawah 50 tahun. “Semuanya sudah di atas 50 tahun, sebentar lagi punah itu. Kenapa tidak mau? Karena daya tarik pariwisata tinggi. Orang mendingan kerja di hotel, wangi, walaupun jadi cleaning service tetap disebut kerja. Kalau jadi petani, tidak kerja. Ini masalah mindset,” jelasnya. Pastika sepakat jika anggaran untuk Bus Trans Sarbagita yang selama ini mubazir diarahkan untuk membeli hasil pertanian petani lokal. Mengingat, operasional bus tidak berjalan maksimal lantaran orang Bali pada umumnya enggan naik angkutan umum. “Tidak semua program itu mesti berhasil dengan baik. Ini program given dari pusat, busnya semua dikasih oleh pusat. Kita tidak beli,” katanya. Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba, mengusulkan agar anggaran operasional Bus Trans Sarbagita dialihkan untuk sektor pertanian. Yakni, membentuk konsorsium yang akan membuat cool storage untuk menyimpan produksi buah-buahan lokal Bali. “Ide saya, kita punya Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pertanian, Perkebunan dan juga Perusda agar

membentuk konsorsium yang dimodali Pemprov dengan membuat PT baru, untuk bisa membeli seluruh hasil produksi pertanian se-Bali,” ujarnya. Menurut Tamba, petani selama ini tidak bergairah lantaran harga anjlok saat panen raya. Terutama petani buah lokal seperti rambutan, mangga, jeruk, durian, dan lainnya. Jika terbentuk konsorsium, dinas terkait bertugas untuk melakukan pemetaan secara konkret mengenai hasil panen petani di setiap kabupaten. Setelah itu membelinya dengan harga pantas, baru kemudian mendistribusikannya. Tamba menambahkan, Bali memiliki potensi pasar yang jelas. Mengingat, pulau ini dihuni oleh mayoritas umat Hindu yang selalu membutuhkan buah untuk kepentingan upacara agama. Seperti, hari raya purnama, tilem, tumpek, Galungan, Kuningan, dan Nyepi. Belum lagi untuk upacara pernikahan, kematian, dan lainnya. Kebutuhan buah bisa mencapai berton-ton. (kmb32)

”Petani menghasilkan, dijual ke hotel, ini bayarnya tiga bulan. Ini kan petani begitu jual perlu duit, untuk makan, menyekolahkan anak, dan lain-lain. Kalau (setelah) tiga bulan baru dibayar, terus tiga bulan ini bagaimana dia.” Made Mangku Pastika Gubernur Bali

Denpasar (Bali Post) Ditlantas Polda Bali melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Patuh Agung 2018 di halaman Mapolda, Kamis (26/4) kemarin. Sebagai inspektur upacara Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Gede Alit Widana. Selain personel Polda, apel tersebut melibatkan anggota TNI, pelajar, dan Jasa Raharja. Salah satu sasarannya yaitu pengemudi mobil atau pengendara sepeda motor pegang HP. Wakapolda Brigjen Alit Widana saat membacakan sambutan Kakorlantas Irjen Pol. Royke Lumowa menyampaikan, permasalahan bidang lalu lintas (lalin) dewasa ini berkembang dengan cepat dan dimanis. Hal ini sebagai konsekuensi dan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor serta populasi penduduk yang memerlukan sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan diri. Perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital. Di mana operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman atau

cukup menggunakan HP. Oleh karena itu, Polantas terus berupaya melaksanakan program Kapolri yaitu promoter (profesional, modern dan terpercaya). “Keselamatan berlalu lintas kadang sering diabaikan bahkan dianggap tidak penting. Kesadaran pengguna lalu lintas baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan masih rendah,” ungkap Alit Widana didampingi Direktur Lantas Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana. Data jumlah kecelakaan lalu lintas Operasi Patuh 2017 se-Indonesia sebanyak 2.203 kejadian, mengalami penurunan 239 atau 13 persen, dibandingkan tahun 2016. Jumlah korban meninggal 430 orang, meningkat 8 orang atau 2 persen dibandingkan tahun 2016 sebanyak 412 orang. Sedangkan jumlah pelanggaran lalu lintas selama Operasi Patuh 2017 sebanyak 841.244 pelanggar, meningkat 2 persen dibandingkan tahun 2016. Hasil evaluasi dominasi pelanggarannya adalah kelengkapan

surat-surat kendaraan, penggunaan safety belt dan pelanggaran terhadap rambu atau marka jalan. “Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari dan sasarannya yaitu pengemudi menggunakan HP saat berkendara, melawan arus, pengendara sepeda berboncengan lebih dari satu orang, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, pengemudi menggunakan narkoba dan berkendara melebihi batas kecepatan,” kata mantan Kapolresta Denpasar ini. Dengan sasaran tersebut diharapkan pelanggar lalu lintas bisa menekan jumlah korban vatal dan meminimalisasi kemacetan lalu lintas sehingga terwujud Kamseltibarlantas yang mantap. “Pelajar yang mengendarai kendaraan juga jadi sasaran. Namun tidak ada operasi mengkhusus. Bila ada pelanggaran dilakukan anggota misalnya pungli, akan ditindak Propam yang terus melakukan pengawasan internal,” ucapnya. (kmb36)

Potong Rumput, Kaki Kanan Putus

Tabanan (Bali Post) -

Nasib nahas menimpa I Wayan Mason (50), warga asal Dusun Wanayu, Desa Angkah Kecamatan Selemadeg Barat. Ia mengalami kecelakaan kerja hingga mengakibatkan kaki kanannya putus, Kamis (26/4) kemarin. Ia kemudian dilarikan ke RS Tabanan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 12.00 Wita, korban membersihkan rumput di areal kebun milik warga setempat bernama Ni Wayan Andayani. Namun, tiba-tiba mesin rumput yang dipakai korban patah terbentur pohon kopi dan terpental mengenai kaki kanannya, dan mengakibatkan kaki kanan korban, tepatnya pada pergelangan kaki terputus. Bahkan, korban sempat merangkak ingin pulang sejauh 200 meter dari lokasi dengan kondisi darah mengucur keluar. Karena saat itu tidak ada satu pun orang yang lewat, meskipun Mason sempat berteriak minta tolong. Hingga akhirnya, ada warga melintas dan melihat Mason dengan kondisi pucat namun masih bisa berbicara. Orang ini langsung menggendong Mason dan mencari anak Mason bernama I Komang Niarta yang bekerja sebagai buruh bangunan tidak jauh dari lokasi. Mason sempat dibawa

pulang ke rumahnya, lalu dibawa ke Puskesmas Selemadeg Barat untuk diberikan pertolongan. Namun karena kondisi lukanya parah, akhirnya ia dirujuk ke BRSUD Tabanan beserta dengan potongan pergelangan kaki kanannya tersebut. Kapolsek Selemadeg Barat AKP I Wayan Suastika membenarkan adanya kasus kecelakaan kerja tersebut. Dirinya mengatakan usai kejadian, korban sudah langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Ditemui di ruang UGD BRSUD Tabanan, korban masih tampak tergolek lemah dengan dipasang selang infus dan kaki kanannya diperban. Menurut keluarganya, pekerjaan memotong rumput saat itu sudah hampir selesai. Bahkan, Mason sudah sempat membasuh badan di sekitaran tegalan dan bersiap pulang. Namun begitu ingin pulang, ia justru ingin kembali melanjutkan peker-

Bali Post/28

PUTUS - Kondisi Wayan Mason dengan kaki kanannya yang putus sedang di UGD BRSUD Tabanan. jaan yang tinggal sedikit. Menurut dokter jaga di BRSUD Tabanan, dr Harry, pasien datang pukul 13.00 wita menggunakan ambulans Puskesmas Selemadeg Barat. Kondisinya sadar dengan luka putus pada kaki kanannya. “Kaki kanannya tepat pada pergelangan sudah putus total,” ungkapnya. Sementara itu, ayah pemilik kebun, I Wayan Sudarya, mengatakan, ia mengetahui kejadian itu

dari anak korban, I Komang Nuarta. “Padahal, Mason sudah mau pulang tetapi lanjut kerja lagi,” ucapnya. Sementara anak korban, I Komang Nuarta mengaku tidak tahu persis kejadiannya. Ia baru tahu setelah ada orang yang menolong ayahnya asal Selemadeg memanggil ke tempatnya bekerja. “Saya lihat bapak sudah pucat saya kaget lalu bawa bapak ke rumah barulah ke Puskesmas,” jelasnya. (kmb28)

TFG Pengamanan IMF-WB

Jika GA Erupsi, Disiapkan Jalur Evakuasi dan Puluhan Pesawat

Bali Post/ist

IMF-WB - Tactical Floor Game (TFG) pengamanan dan evakuasi dalam rangka persiapan IMF-WB. Denpasar (Bali Post) Sesuai rencana, Annual Meetings International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 dilaksanakan tanggal 8 hingga 14 Oktober di Nusa Dua Bali. Kegiatan itu diikuti 189 negara, 27 kepala negara dan pesertanya 20 ribu. Ter-

kait kegiatan itu, Kodam IX/Udayana melaksanakan latihan Satgas Evakuasi Bencana Alam IMF dengan menggelar Tactical Floor Game (TFG), Kamis (26/4) kemarin di aula Makodam. Salah satunya mempersiapkan evakuasi jika Gunung Agung (GA) erupsi. Ter-

masuk siagakan puluhan pesawat. Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf. J. Hotman Hutahaean mengatakan, Satgas Evakuasi dikomandani Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri dan melibatkan unsur komando serta pimpinan baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Polda Bali, Pemprov Bali dan instansi terkait. Termasuk chief security hotel kawasan Nusa Dua. Tujuan kegiatan tersebut untuk mempersiapkan pengamanan agar pelaksanaan Annual Meetings IMF-WB berjalan tertib, aman, dan lancar. “Titik berat latihan ini fokus pada pokok-pokok kegiatan evakuasi bila terjadi bencana alam pada pelaksanaan kegiatan Annual Meetings IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua. Objek evakuasi yaitu 27 orang Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan setingkat Kepala Negara, 10 orang Spouse, 400 orang keluarga VVIP, 400 orang tamu negara beserta keluarga, 2 ribu orang keluarga VIP dan 18 ribu orang Delegasi peserta kegiatan IMF-WB,” ujarnya. Sesuai Struktur Organisasi Satgas Evakuasi Bencana Alam IMF-WB ini melibatkan 4.032 orang personel, disusun menjadi 13 Subsatgas dengan tugas pokok melaksanakan operasi evakuasi VVIP dan VIP

mulai pada hari “H” Jam “J” selama 10 jam serta melaksanakan evakuasi terhadap peserta IMF-WB selama 2 x 24 jam di wilayah Provinsi Bali dengan mengerahkan Satgas Evakuasi Bencana Alam. Menurut Kependam, evakuasi akan dihadapkan dengan hakikat bencana alam, meliputi bencana erupsi Gunung Agung menggunakan sistem evakuasi jalur darat menuju Banyuwangi dan Surabaya. Sedangkan untuk bencana gempa bumi dan tsunami, menggunakan sistem evakuasi jalur darat dan laut menuju Banyuwangi. Dilanjutkan dengan jalur udara menuju Surabaya. Sarana yang disiagakan untuk mendukung pelaksanaan evakuasi tersebut yaitu 130 unit bus, 6 KRI TNI- AL, 4 unit Kapal Feri ASDP, 4 unit pesawat CN 295 di Banyuwangi dan Malang, 2 unit Hercules di Malang. Selain itu disiapkan 20 unit heli terdiri atas 4 unit Heli Mi-17 TNI-AD 25 seat, 2 unit Heli Ec-725 TNI-AU 20 seat, 2 unit Heli Super Puma TNI-AU 15 seat, 4 unit Heli Bell-412 TNI-AD 10 seat, 6 unit Heli Bell-412 TNI-AL 10 seat dan 2 unit Heli Bolco Basarnas 3 seat. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Wakapolda Bali Brigjen (Pol.) I Gede Alit Widana dan Paban IV Sops Mabes TNI Kolonel Inf. Syafruddin. (kmb36)

Bali Post/rah

JIMAT - Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes memperlihatkan jimat milik tersangka Darin.

Bobol Vila untuk Beli Jimat

Mangupura (Bali Post) Vila Sandal Wood yang ditempati Yunesh Krishnan (37) di Jalan Bidadari II, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Sabtu (7/4) lalu, dibobol maling. Pelakunya Darin (36) asal Pegayaman, Sukasada, Buleleng. Darin membobol brankas dan mengambil uang Rp 5,5 juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli jimat Rp 5 juta di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes Nainggolan didampingi Kanitreskrim Iptu M. Reza Pranata, Kamis (26/4) kemarin mengatakan, sebelumnya pelaku sempat bekerja sebagai room service di Vila Sandal Wood. Pada April 2017, pelaku mengundurkan

diri. “Sebelum berhenti kerja di TKP, pelaku membuat kunci duplikat vila dan brankas. Diduga pelaku sudah merencanakan aksinya ini,” ungkapnya. Pada Sabtu (7/4) pukul 20.30 wita, pelaku datang ke vila mengendarai Honda Scoopy. Kebetulan waktu itu lagi kosong karena korban sedang di luar. Berbekal kunci duplikat tersebut, pelaku langsung membuka pintu vila, termasuk brankas korban. Setelah pintu brankas dibuka, pelaku mengambil uang Rp 5,5 juta dan langsung kabur. “Kasus tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Kuta Utara. Anggota kami melaku-

kan penyelidikan,” ungkap Johannes. Setelah melakukan olah TKP, petugas menemukan rekaman CCTV. Did uga pelaku hendak beraksi lagi pada Selasa (10/4) lalu. Polisi yang melakukan pengintaian langsung menangkap pelaku. Saat diinterogasi, pelaku mengaku uang curian tersebut digunakan beli jimat. “Itu jimat untuk keselamatan. Saya beli di Lombok,” kata Darin. Terkait kasus ini, polisi mengamankan barang bukti baju kemeja, celana jin, tiga bendel anak kunci, sepeda motor, dan uang Rp 200 ribu. “Barang-barang tersebut dibeli menggunakan uang curian,” ungkapnya. (kmb36)


KLUNGKUNG

12

Jumat Paing, 27 April 2018

SOSOK Tak Lupakan Seni Budaya

DI tengah zaman yang semakin modern, seni budaya masih mendapat perhatian di lembaga pendidikan Kabupaten Klungkung. Salah satunya dikemas dalam bentuk ekstrakurikuler. “Pendidikan budaya tetap diberikan untuk siswa,” ungkap Kepala SMPN 2 Semarapura Ida Bagus Astawa, baru-baru ini. Menariknya, seni budaya yang ditawarkan tak sebatas tari maupun tabuh. Tetapi juga ada berupa seni akting, yakni arja. Meski tergolong sulit dan membutuhkan kemampuan lebih, cukup banyak siswa yang tertarik. Bahkan, sudah sempat pentas pada Pesta Kesenian Bali (PKB). Tahun ini, kembali ditampilkan. Tradisi nyurat lontar maupun dharmagita juga tak dilupakan. Beberapa lomba telah diikuti dan berhasil menyandang juara. “Cukup sering lomba. Salah satunya saat Porsenijar,” jelasnya. Tak hanya untuk memuaskan hasrat seni. Seni budaya itu juga sebagai media pembentukan karakter. Siswa bisa melakukan olah rasa, olahraga dan pikiran. Tak dipungkiri, di era milenial ini perlu sebuah proses lebih maksimal dalam mendorong peserta didik untuk menekuni. “Untuk pengembangan minat dan bakat ini sudah kami dorong sejak awal. Saat baru masuk ke sini. Kami buatkan wadah untuk berekspresi,” kata Kasek asal Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan ini. Selain itu, sekolahnya juga menerapkan budaya literasi. Ini dilakukan siswa sebelum mengikuti proses belajar-mengajar berlansung. Siswa juga didorong untuk menyampaikan kembali hasil bacaannya. Senin Selasa menggunakan bahasa Indonesia, Rabu - Kamis bahasa Inggris, dan Jumat - Sabtu bahasa Bali. Ini juga sebagai bagian pembentukan mental dan kepercayaan diri. Di awal, terobosan ini memang sulit untuk diikuti. Namun, lambat laun justru membuahkan hasil positif. “Kecenderungan budaya literasi anak-anak semakin baik,” katanya. (sos)

Debat Paslon, Dianggarkan Rp 300 Juta

Semarapura (Bali Post) Debat kandidat pasangan calon yang bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung akan digelar dua kali. Tempatnya tak lagi di dalam daerah, melainkan di hotel wilayah Denpasar. Anggarannya mencapai ratusan juta rupiah. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung I Made Kariada mengatakan, sesuai rencana debat akan diselenggarakan dalam waktu berbeda. Pada 19 Mei, berlokasi di Hotel Bali Beach dan 18 Juni di Hotel Aston. “Pemilihan tempat berbeda ini untuk memberikan suasana yang beda juga,” jelasnya, Kamis

(26/4) kemarin. Anggaran dipersiapkan mencapai Rp 300 juta yang diperuntukkan sewa tempat maupun biaya perumus masalah dan moderator. “Ini untuk dua tempat. Anggaran itu juga termasuk untuk biaya publikasi live,” katanya. Pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini menyatakan bahan debat nantinya terdiri dari berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial budaya, pendidikan hingga politik. Di awal, juga akan diisi pemaparan visi dan misi. “Untuk pertanyaannnya, nanti perumus masalah yang menentukan. Itu semua akademisi,” katanya. Disampaikan lebih lanjut, masa yang dihadirkan masing-masing paslon nantinya juga akan dibatasi. Selain faktor keamanan, juga melihat dari kapasitas tempat. Debat kali ini berbeda dengan Pilkada 2013 yang berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya. “Dulu juga dua kali,” pungkasnya. (kmb45)

I Made Kariada

Bali Post/sos

Pendangkalan Tukad Unda Capai 3,5 Meter

Bali Post/sos

Semarapura (Bali Post) Pendangkalan Tukad Unda di wilayah Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung mencapai 3,5 meter. Hal itu terjadi setelah erupsi Gunung Agung. Material berupa pasir banyak datang dari kawasan hulu hingga rata dengan cek dam yang menjadi akses menuju warga di seberang yang mencapai 132 KK. “Pendangkalan ini menyebabkan air naik ke cek dam,” ungkap Perbekel Tangkas I Wayan Tilem, Kamis (26/4) kemarin. Akses yang demikian, kata dia menyebabkan kendaraan kerap tidak bisa melintas, salah satunya pengangkut sampah ke TPS.

pendapatan melebihi itu masih dirasa sangat sulit. Modal yang dimiliki belum mampu mendukung. Keuntungan yang didapatkan hanya fokus untuk menutupi biaya operasional yang setiap bulan mencapai Rp 22 juta lebih. Selain itu, cash flow perusahaan juga berjalan lambat. Seperti halnya percetakan dan ATK, pembayarannya oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Klungkung berlangsung tiga hingga enam bulan sekali, sesuai Surat Perjanjian Kontrak (SPK). “Permodalan yang menjadi kendala,” ungkap Direktur, I Wayan Sukadana, Kamis

Bali Post/sos

SARANG WALET - Sarang walet yang dikelola PDNKK.

katanya. Menuju permukiman, warga hanya memanfaatkan jembatan yang ada di hulu. Cukup sempit, hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Mengatasi itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai

sejumlah instansi maupun desa. “Disepakati Desa Tangkas mengajukan permohonan izin ke Dinas Perizinan. BWS akan memberikan batasbatas yang boleh digali,” jelasnya. Pejabat asal Desa Kamasan, Klungkung ini menyampaikan pendangkalan sekitar 3,5 meter. Terjadi sampai di sekitar jembatan By-pass Ida Bagus Mantra. “Untuk di jalur Desa Tangkas, semua mendangkal,” pungkasnya. (kmb45)

Menoleh Nilai Permainan Tradisional

Dari Sarat Pendidikan Karakter hingga Ciptakan Kebersamaan PERMAINAN tradisional sangat kental dengan nilai kebersamaan dan pembentukan karakter. Namun, seiring perkembangan zaman, terlebih di era milenial, itu kian terpinggirkan. Anak-anak memilih menggeluti permainan modern, salah satunya online. Suasana pagi di Lapangan Puputan Klungkung, dua hari lalu nampak berbeda. Dipadati ratusan warga. Mereka berkumpul di pinggir, mengenakan baju olahraga berbagai warna. Sesekali juga bersorak ria. Ada pula yang sampai loncat-loncat dan bertepuk tangan. Menunjukkan suasana euforia. Berbeda dengan hari sebelumnya yang lebih banyak berkutat dengan pekerjaan kantor. Mereka yang bekerja di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu memberi semangat untuk teman-temannya yang mewakili lomba permainan tradisional. Setiap sesi, ada dua tim. Masingmasing terdiri dari lima orang. Mengenakan kamen sampai di lutut. Ada yang menjaga pada garis yang melintang. Ada pula yang berdiri pada garis tengah yang membujur. Garis itu membentuk segi panjang. Mereka menjaga

Keterbatasan Modal, PDNKK Kesulitan Sumbangkan Pendapatan Semarapura (Bali Post)Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala (PDNKK) Klungkung nampaknya tahun ini sulit menggeliat. Apalagi menyumbangkan pendapatan ke daerah dalam jumlah besar. Keterbatasan permodalan menjadi penyebab hal tersebut. Kini keberadaannya seolah “Hidup Segan Mati Tak Mau”. Perusahaan yang kantornya berada di belakang objek wisata Kertha Gosa ini mengelola usaha percetakan, penjualan Alat Tulis Kantor (ATK) dan sarang walet di Nusa Penida. Pada 2017 saja, pendapatan yang disumbangkan ke daerah hanya Rp 2,7 juta. Tahun ini,

Demikian pula saat ada upacara ngaben, masyarakat yang membawa bade sulit menuju setra. “Karena akses seperti itu, cukup berdampak untuk masyarakat. Seperti yang sakit atau akan melahirkan. Untuk yang ke setra, juga harus mencari jalur lain,”

(BWS) Bali-Penida terkait normalisasi. Berdasarkan pantauan, itu sudah berjalan. Namun, baru di sekitar cek dam dengan tujuan untuk memperlancar aliran air. Sementara untuk titik lain belum tersentuh. Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Perumahan Klungkung I Made Jati Laksana mengatakan penanganan sudah sempat dibahas bersama

(26/4) kemarin. Mengatasi itu, sempat diusulkan adanya penyertaan modal ke pemkab dan mendapatkan sinyal positif. Pihaknya diminta untuk segera mengajukan proposal. “Sudah kami usulkan. Paling cepat rasanya baru masuk di APBD Perubahan. Atau tidak, APBD 2019,” sebutnya. Upaya pengembangan, menurutnya juga perlu dilakukan dengan restrukturisasi perusahaan. Dalam artian, perusahaan yang dikembangkan harus benar-benar mampu memberikan pemasukan yang stabil. Ia melirik potensi itu ada pada city tour dan pengelolaan parkir. “Ini sempat disampaikan pak bupati. Kami memandang memang perlu ada restrukturisasi. Kami juga ingin ada usaha yang tampil beda dengan usaha warga,” ungkapnya. Kondisi perusahaan saat ini diklaim sudah lebih baik. Sebelum 2014, dikatakan mati suri. Tidak ada keuntungan yang disumbangkan ke daerah. Demikian pula sangat sulit menggaji karyawan. “Sekarang sudah bisa menggaji karyawan. Per tahun sampai Rp 156 juta. Sudah lebih hidup,” tegas Pria asal Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida ini. (kmb45)

lima orang lainnya yang menjadi lawan. Tujuannya supaya tak bisa keluar. Mereka juga mencoba untuk menangkapnya. Sebagai cara untuk bisa berganti posisi. Terlihat sangat seru. Menunjukkan sebuah kerja sama tim. Beberapa ada yang harus terjatuh. Mencoba menghindar supaya tak tertangkap. Badannya dipenuhi debu lapangan yang mulai tebal akibat musim kemarau. Tawa pun tak jarang menyertai. Begitu juga dengan suasana di tempat lain

yang tempatnya bersebelahan. Itulah sekilas suasana lomba magala-gala. Sebuah permainan tradisional yang meramaikan peringatan hari Puputan Klungkung ke-110 dan HUT ke-26 Kota Semarapura. Permainan enggrang dan terompah juga sempat turut ditampilkan. Kesan semarak juga tak terelakkan. Para peserta harus mengadu kepiawaian. Khusus untuk terompah, tak jarang ada yang terjatuh dan saling tindih. Mereka segera bangkit. Mengejar la-

wannya yang sudah mendekati garis finish. Meski tak mampu menjadi pemenang, rasa senang sangat terlihat dari wajahnya. Seolah menunjukkan bisa bernostalgia akan kehidupannya di masa kecil. Panitia I Nyoman Suka Sedana menuturkan lomba permainan tradisional ini sudah dilaksanakan beberapa kali. Tak dipungkiri, di zaman milenial ini, keberadaannya kian terpinggirkan. Bahkan, anak-anak sudah ada yang menganggap asing. “Ini sebagai bentuk pelestarian,” tuturnya.

Warisan leluhur ini tak hanya bersifat olahraga. Tetapi juga memiliki nilai-nilai pembentukan karakter. Peserta dituntut harus taat aturan dan menjaga kebersamaan. Maka tak salah sangat layak untuk diperkenalkan kembali kepada masyarakat maupun anak-anak. “Ini tak sebatas hiburan. Tetapi juga untuk pembentukan karakter dan kebersamaan,” sebutnya. Seorang peserta magala-gala, Ni Made Dewi Wahyuni, mengaku sudah lama tak menikati permainan itu. “Sekarang seperti bernostalgia. Terakhir saat SD bermain,” katanya. (sos)

Bali Post/sos

MAGALA-GALA - Permainan magala-gala memeriahkan peringatan Puputan Klungkung ke-110 dan HUT ke-26 Kota Semarapura.


EKONOMI

Jumat Paing, 27 April 2018

13

Menkeu Sambut Positif Pengesahan RUU AFAS Jakarta (Bali Post) Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyambut positif pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pengesahan Protokol untuk Melaksanakan Paket Komitmen Keenam Bidang Jasa Keuangan dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa (ASEAN Framework Agreement in Services/AFAS). Dalam Rapat Paripurna DPR-RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/4) kemarin, Sri Mulyani menyatakan protokol keenam jasa keuangan AFAS tersebut merupakan tahapan kerja sama pembukaan akses pasar jasa keuangan ASEAN. ‘’Pemerintah dan DPR telah memiliki pemahaman yang sama tentang pokok-pokok kesepakatan yang diatur dalam protokol keenam jasa keuangan AFAS, sehingga bisa menyepakati substansi dalam RUU dimaksud, dilandasi semangat mendorong pertumbuhan industri jasa keuangan domestik yang sehat,’’ tutur Menkeu. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan bahwa pengesahan RUU AFAS membuka kesempatan bagi pelaku jasa keuangan nasional untuk melakukan ekspansi operasi ke pasar ASEAN. Menurutnya, saat ini masih sangat sedikit perbankan nasional yang memiliki kantor cabang atau unit usaha di luar negeri karena berbagai ketentuan dan persyaratan yang dipandang menyulitkan dari negara-negara di mana perbankan nasional berminat untuk melakukan ekspansi. ‘’Dengan dilandasi prinsip kesetaraan, disepakati sejumlah kemudahan bagi perbankan nasional

untuk masuk ke negara ASEAN yang dimulai dengan Malaysia,’’ ujar Sri Mulyani. Ia juga menjamin bahwa pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan berkomitmen menyusun kebijakan dan peraturan yang memfasilitasi pertumbuhan industri jasa keuangan sekaligus mengawasi penyedia jasa keuangan untuk dapat bersaing di pasar domestik dan ASEAN. Dalam rapat paripurna, DPR telah menyetujui pengesahan RUU tentang Pengesahan Protokol untuk Melaksanakan Paket Komitmen Keenam Bidang Jasa Keuangan dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa menjadi UU. Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Achmad Hafisz Thohir menyatakan pengesahan tersebut menciptakan kepastian hukum dalam menjalankan usaha di sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk jasa keuangan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha sektor lain. ‘’Dan adanya peluang untuk memperluas pasar sektor jasa keuangan di ASEAN serta mendorong perdangan, investasi, dan kerja sama ekonomi antarpihak,’’ ucap politisi Partai Amanat Nasional ini. Adapun komitmen Indonesia pada Protokol Keenam Jasa Keuangan AFAS yaitu penambahan Kota Makassar sebagai salah satu opsi kantor cabang perbankan negara-negara ASEAN dan komitmen terkait ABIF (ASEAN Banking Integration Framework). Dengan ABIF tersebut, Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mengizinkan tiga Qualified ASEAN Bank-

Rupiah Melemah Jakarta (Bali Post) Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (26/4) bergerak melemah tipis sebesar satu poin menjadi 13.923 dibanding posisi sebelumnya 13.922 per dolar AS. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta mengatakan, dolar AS masih berada dalam area positif terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah seiring meningkatnya imbal hasil sejumlah obligasi di Amerika Serikat. ‘’Pelaku pasar uang masih cenderung meningkatkan permintaannya terhadap dolar AS seiring masih meningkatnya laju imbal hasil obligasi AS,’’ kata Reza. Ia mengharapkan adanya pernyataan pemerintah melalui Menko Perekonomian Darmin Nasution yang menyampaikan kurs rupiah akan kembali stabil, serta persiapan pemilu tidak akan mengganggu perekonomian nasional, hingga adanya kerja sama BKPM dengan Hongkong dalam bidang kepariwisataan untuk meningkatkan pemasukan cadangan devisa dapat mendorong rupiah berbalik terapresiasi. ‘’Diharapkan sentimen dari dalam negeri itu direspons positif pelaku pasar,’’ katanya. Sementara itu, pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova mengatakan, secara teknikal ruang penguatan rupiah cukup terbuka setelah nlai tukar domestik itu mengalami depresiasi dalam beberapa hari terakhir ini. ‘’Selain fundamental ekonomi kita yang bagus, faktor teknikal juga membuka peluang bagi rupiah terapresiasi,’’ kata Rully Nova. (ant)

ing (QAB) beroperasi di masing-masing negara. Saat ini sudah ada dua bank Malaysia yang beroperasi di Indonesia yaitu Maybank dan CIMB Niaga. Apabila Malaysia ingin menambah bank di Indonesia, maka Indonesia harus terlebih dahulu membuka tiga bank di Malaysia. Selain itu, keuntungan lain dengan adanya pengesahan protokol keenam jasa keuangan AFAS adalah QAB Indonesia akan diperlakukan sama dengan bank domestik Malaysia dalam operasionalnya. Terakhir, QAB Indonesia mendapatkan kelonggaran untuk memenuhi persyaratan modal minimum perbankan di Malaysia melalui sistem pembayaran bertahap. (ant)

RUU - Menteri Keuangan Sri Mulyani (depan) berjabat tangan dengan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (tengah) disaksikan Pimpinan DPR lainnya saat pengambilan keputusan RUU dalam rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4) kemarin. Dalam rapat paripurna tersebut Rancangan Undangundang tentang Protokol untuk Melaksanakan Paket Komitmen Keenam Bidang Jasa Keuangan dalam Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN di Bidang Jasa (ASEAN Framework Agrement on Services/AFAS) disahkan menjadi undang-undang.

Bali Post/ant

Rupiah Tertekan, Pengusaha Menjerit Denpasar (Bali Post) Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berdasarkan data Bloomberg, pada sesi pembukaan Kamis (26/4) berada di level 13.919/USD. Pergerakan harian rupiah pada awal perdagangan ada di kisaran 13.919-13.940/USD. Kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar ini membuat kalangan pengusaha di Bali menjerit. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, Kadin merasa prihatin rupiah hampir menyentuh 14.000/USD. ‘’Ini akan sangat berat untuk mengendalikan perusahaan,’’ ujarnya. Lantaran beberapa sektor industri menggunakan barang modal impor seperti plastik dan makanan olahan, sehingga harganya pun semakin melambung. Yang paling berdampak dari depresiasi rupiah ini adalah sektor perdagangan dan sektor industri yang menggunakan barang modal impor. ‘’Perdagangn pasti akan lesu, orang pasti akan efisiensi. Kalau dia efisiensi tentu belanjanya tidak akan loyal seperti dulu, sehingga semua akan tertunda. Ini sangat buruk akibatnya terhadap perdagangan dalam negeri dan luar negeri, terutama yang bahan bakunya impor,’’ bebernya.

Sementara wisatawan yang datang ke Bali ini sudah mendapatkan harga fix dengan harga rupiah, tidak harga dolar. Sehingga nilai tambah dari kedatangan wisatawan terhadap kenaikan dolar ini hampir tidak ada. Diharapkan pengusaha mengencangkan ikat pinggang, melakukan efisiensi, terutama yang berkaitan dengan perdagangan dan ritel. Karena barang-barang ritel seperti makanan, minuman harganya akan naik. ‘’Susu, gandum, kedelai semua kan impor kita. Itu akan naik harganya, dan ini akan sangat berbahaya,’’ imbuhnya. Selain itu perusahaan diharapkan melakukan ekspansi. Sehingga bisa menjual produk-produknya lebih baik, karena harga pasti naik. Selain itu, pengusaha harus mulai memikirkan menjual produknya dengan harga murah, sehingga inovatif menjadi kuncinya. Ia berharap pemerintah melakukan

intervensi pasar agar tidak terjadi inflasi lebih tinggi lagi. ‘’Jangan sampai dolar naik, harga-harga barang naik, ini bahaya bagi ekonomi. Yang kita takutkan kan inflasi,’’ ujarnya. Saat ini anggotanya hanya bisa menunggu kebijakan pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah ini. Kondisi ini diyakini merupakan siklus 10 tahunan, yaitu 1998, 2008, dan 2018. ‘’Hampir seperti itu. Memang ada siklus itu. Ada perlambatan ekonomi,’’ ungkapnya. Namun, seharusnya perlambatan ekonomi tidak serta merta membuat pengusaha menunggu dan diam. Karena telah memiliki pengalaman menghadapi krisis tahun 1998 dan 2008, apalagi daya beli masyarakat Indonesia dan Bali besar. Sehingga jika masyarakat mau menggunakan produk dalam negeri, ia meyakini kondisi ini bisa diatasi. Dengan kenaikan dolar, bahan impor yang paling terpengaruh. (kmb42)

A.A. Ngurah Alit Wiraputra

BI Optimis Investasi di Bali Alami Akselerasi Denpasar (Bali Post) Bank Indonesia (BI) optimistis investasi di Bali mengalami akselerasi hingga tumbuh pada level positif sesuai dengan ekspektasi dunia usaha, karena salah satunya didorong penurunan tingkat suku bunga kredit perbankan. ‘’Peningkatan investasi ditunjukkan sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan yang naik dari 1,08 persen menjadi 14 persen pada triwulan pertama tahun ini,’’ kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Azka Subhan, Kamis (26/4) kemarin. Menurut Azka, optimisme tersebut

berdasarkan survei dunia usaha yang dilakukan bank sentral itu untuk mengetahui kinerja ekonomi pada triwulan pertama 2018. Dia menjelaskan, jika mengacu kepada total investasi, responden juga menunjukkan optimisme membaiknya kinerja dunia usaha pada tiga bulan pertama tahun ini yang terlihat dari peningkatan saldo bersih tertimbang (SBT) investasi sebesar 24,1 persen. Jumlah itu melonjak dibandingkan triwulan keempat tahun 2017 yang mencapai 8,68 persen. Azka mencatat hanya satu sektor yang mengalami penurunan kinerja

yakni listrik, gas dan air bersih dari 0,58 persen menjadi minus 0,44 persen. Bank Sentral itu sejak tahun 2016 telah menurunkan suku bunga acuan 7-Days Repo Rate sebanyak 200 basis poin yang hingga saat ini bertahan pada posisi 4,25 persen. Dengan membaiknya sektor investasi pada triwulan pertama tahun ini, pemanfaatan tenaga kerja juga mengalami kenaikan menjadi 3,55 persen dari sebelumnya sebesar minus 4,97 persen. Sektor yang mengalami peningkatan untuk penyerapan tenaga kerja yakni pertanian, peter-

nakan, kehutanan dan perikanan yang melonjak signifikan dari 3,37 persen menjadi 12,8 persen pada triwulan pertama ini. ‘’Sektor lain yang mengalami peningkatan penggunaan tenaga kerja adalah sektor bangunan,’’ katanya. Survei kegiatan usaha merupakan survei yang dilakukan BI secara triwulanan dengan jumlah responden mencapai 134 peserta yang tersebar di seluruh Bali. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner, baik konvensional maupun langsung dalam jaringan melalui laman BI. (ant)

Bappenas Perkirakan Dampak IMF-WB Rp 6,9 Triliun Jakarta (Bali Post) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan dampak langsung gelaran pertemuan tahunan (annual meetings) Dana Moneter Internasional atau IMF dan Bank Dunia yang akan digelar Oktober 2018 mendatang di Bali, mencapai Rp 6,9 triliun. Estimasi Bappenas, dampak langsung pengeluaran peserta IMF-World Bank Annual Meeting 2018 mencapai Rp 943,5 miliar. Sebanyak 95,2 persen pengeluaran tersebut berasal dari wisatawan mancanegara dan sisanya sejumlah 4,8 persen berasal dari wisatawan nusantara. Pengeluaran terbesar adalah akomodasi yang mencapai Rp 569,9 miliar, diikuti makanan dan minuman sebesar Rp 190,5 miliar, transportasi sejumlah Rp 36,1 miliar, hiburan sebesar Rp 57 miliar, dan suvenir senilai Rp 90,2 miliar. Sementara itu, perkiraan biaya konstruksi untuk mendukung penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meetings 2018 antara lain termasuk pembangunan Underpass Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Patung Garuda Wisnu Kencana, dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Suwung mencapai Rp 4,9 triliun. Sedangkan biaya operasional

penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meetings 2018 sebesar Rp 1,1 triliun. ‘’Dengan demikian, total dampak langsung penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meetings 2018, baik dari sisi pengeluaran pengunjung, biaya konstruksi, dan biaya operasional mencapai Rp 6,9 triliun,’’ kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/4) kemarin. Nusa Dua, Bali akan menjadi tempat diselenggarakannya IMF-WB Annual Meetings 2018 pada 8-14 Oktober 2018. Saat ini Indonesia tengah bersiap menyambut 15.000 peserta, yang terdiri atas Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor swasta, investor, Non Governmental Organizations (NGOs), akademisi, dan media. IMF-WB Annual Meetings adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur IMF dan World Bank yang bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta topik pembangunan, termasuk upaya pengurangan kemiskinan, pembangunan ekonomi internasional, juga isu-isu global lainnya. Penyelenggaraan IMF-WB Annual Meetings 2018 dibidik mampu untuk meningkatkan sektor pariwisata, meningkatkan

aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mempromosikan investasi dan perdagangan. ‘’Sebagai tuan rumah IMF-WB Annual Meetings 2018, Indonesia harus mampu menunjukkan kepemimpinan dan komitmen dalam pembahasan isu global, mendorong optimalisasi manfaat lainnya untuk kepentingan nasional dan ekonomi Indonesia, memaparkan ketahanan nasional dan kemajuan ekonomi Indonesia pascakrisis Asia, mempromosikan pencapaian Indonesia dalam menerapkan reformasi dan demokrasi, dan mendorong pengenalan budaya, pariwisata, industri kreatif, serta financial technologies,’’ ujar Bambang. IMF-World Bank Annual Meetings 2018 dinilai akan berkontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, melalui penciptaan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan rumah tangga, pertumbuhan sektor pariwisata, peningkatan pendapatan usaha lokal dan peningkatan penerimaan negara. Untuk meningkatkan dampak ekonomi penyelenggaraan IMF-WB Annual Meetings 2018, lanjut Bambang, kebijakan harus difokuskan untuk mempromosikan pariwisata secara maksimal dengan peningkatan pengeluaran

peserta selama acara berlangsung dan peningkatan kepuasan peserta untuk dapat kembali berkunjung dan membagi pengalaman tersebut dengan teman atau keluarga, mempercepat peningkatan perdagangan dan transaksi bisnis selama dan setelah acara berlangsung, serta mendorong peningkatan investasi asing masuk ke Indonesia. Upaya-upaya yang sedang dan akan dilakukan terkait sektor pariwisata, perdagangan, investasi di antaranya percepatan penyelesaian infrastruktur pendukung acara lMF-WB Annual Meetings 2018, penyiapan destinasi wisata, peningkatan awareness wisatawan mancanegara akan destinasi wisata di Bali, promosi investasi dan perdagangan, terutama membangun jejaring dengan UMKM lokal, dan koordinasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta untuk menyukseskan pelaksanaan acara lMF-WB Annual Meetings 2018. ‘’Kami menegaskan bahwa hasil estimasi dampak langsung ekonomi IMF-World Bank Annual Meetings 2018 ini masih tahap awal, dan diharapkan bahwa dampak ekonomi bagi Indonesia sebagai tuan rumah akan lebih besar lagi dari hasil perhitungan tahap awal ini,’’ ujar Bambang. (ant)

Bambang Brodjonegoro


BULELENG

14

Jumat Paing, 27 April 2018

SOSOK Teknik Penyelamatan Dasar

ANGGOTA SAR tidak hanya bertugas membantu evakuasi korban bencana alam. Mengisi waktu luang, SAR Pos Buleleng gencar menyosialsiasikan teknik dasar penyelamatan korban bencana. Sosialisasi ini khusus menyasar kalangan pelajar, pramuka, dan kelompok masyarakat. Edukasi ini pun dirancang dalam program SAR Go to School. Kepala POS SAR Buleleng Made Neksen mengatakan, edukasi dalam teknik evakuasi dasar sangat penting diketahui tidak saja oleh anggotanya, namun kelompok masyarakat terkecil pun perlu memahaminya. Dengan penguasaan itu, akan mempercepat penanganan korban secara benar. Selain itu, kelompok masyarakat atau orang lain yang melakukan pertolongan pada saat terjadi bencana bisa memahami tentang teknik menyelamatan diri. ‘’Sengaja kami namai program SAR Go to School karena sasaran pelajar yang perlu diberikan pemahaman teknik menyelamatkan diri sendiri dan menolong orang lain dengan teknik yang benar,’’ tegasnya. Di sisi lain, Neksen mengatakan, selain mengisi materi SAR Go to School anggotanya juga mengisi waktu luang dengan melatih terkait pemakaian peralatan dan standar operasional prosedur (SOP) evakuasi korban. Latihan ini penting karena teknik evakuasi oleh anggota SAR yang sudah terlatih pun dituntut mengaplikasikan teknik dengan baik dan benar. Selain itu, kebanyakan teknik evakuasi pun perlu terus di-update agar tidak tertinggal. (mud)

Dana KIS untuk Pemangku Diusulkan Lewat Hibah Bansos

Singaraja (Bali Post) – Mulai tahun 2017 lalu, pemerintah daerah berupaya menanggung biaya kesehatan untuk pemangku dan sulinggih dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan sumber dananya dari APBD Buleleng. Program itu belum berjalan karena layanan kesehatan dapat ditanggung adalah pasien kelas tiga (miskin). Pemkab akhirnya membatalkan program itu dan ratusan pemangku dan sulinggih itu belum memiliki KIS yang diterbitkan Badan Pelaksanaan Jaminan Sosial (BPJS). Gagalnya pemberian KIS untuk pemangku dan sulinggih mendaBali Post/kmb38 pat sorotan dari anggota Komisi IV DPRD Nyoman Gede Wandira Adi Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi. Saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, RSUD, dan Kepala Cabang BPJS Singaraja, Kamis (26/4) kemarin, Wandira mengkritisi kegagalan itu. Dia mendesak agar instansi yang menangani hal ini mencari jalan keluar agar programnya berjalan. Apalagi, program ini tidak berjalan sejak 2017 lalu dan sampai sekarang dibiarkan dan tidak ada jalan keluar yang dilakukan pemerintah. “Pemangku dan sulinggih sudah melengkapi persyaratan dan dari 2017 sampai sekarang dibiarkan. Saran kami, coba dicarikan jalan keluarnya karena daerah lain bisa, kenapa di daerah kita tidak,” tegasnya. Menurut Wandira, KIS pemangku dan sulinggih ini tetap diproses sesuai program awal. Mengatasi kesan yang kurang manusiawi dengan layanan kesehatan di kelas tiga atau yang bisa untuk pasien miskin, Wandira mengusulkan bisa dibentuk organisasi semisal paguyuban atau organisasi lain untuk mewadahi pemangku dan sulinggih. Lewat organisasi itu, pemerintah kemudian mengalokasikan dana hibah bansos yang dapat digunakan untuk menanggung biaya kesehatan untuk pemangku dan sulinggih dengan kelas pasien kelas I atau bahkan kelas VIP. “Silakan ini dikaji regulasinya dan kami minta secepatnya ada solusi, sehingga anggaran yang disiapkan itu terealisasi dan tidak terus-terusan menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa), sementara ada yang memerlukan,” jelasnya. (kmb38)

Suara Buleleng Masyarakat Masih Perlu Bantuan

Guna mengentaskan kemiskinan, Pemkab Buleleng perlu memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu. Terkait kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur diharapkan pihak keamanan bertindak tegas terhadap pelaku dengan memberikan ganjaran hukum yang setimpal. Gung De, Ngurah Rai

Pemanfaatan Lahan Tidur

Dengan banyaknya lahan tidur di wilayah Grokgak yang saat ini sudah mulai dilirik oleh pihak PTPN untuk ditanami tebu yang nantinya akan dibangun pabrik gula di wilayah Grokgak, hal ini membuat terbuka lapangan kerja untuk masyarakat Grokgak. Juga dengan penanganan musibah baik itu gempa maupun tsunami, pihaknya berharap kepada BPBD Buleleng yang saat ini merayakan HUT-nya agar mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat bila terjadi bencana dan lebih baik ke depannya dalam penanganan bencana. Komang Suwandi, Anturan

Pemerintah agar Kontrol Bantuan

Berharap kepada pihak pemerintah agar mengontrol bantuan kepada masyarakat agar tidak dipermainkan di bawah oleh aparat yang tidak bertanggung jawab yang membuat masyarakat bertambah susah lagi. Sengen, Nagasepeha

Prihatin Buleleng Rawan Bencana

Masyarakat masih waswas dengan diketahuinya Buleleng termasuk wilayah yang rawan bencana baik itu gempa bumi maupun tsunami. Untuk itu, pemerintah perlu memberikan pemahaman terhadap bahaya bencana alam ini sehingga warga masyarakat tidak ketakutan. Buleleng yang memiliki daerah nyegara gunung yang juga memiliki destinasi wisata yang begitu banyak perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan kepariwisataannya. Nang Mologan, Mayong

Keluhan Pedagang di Pasar Banjar

Masih dimanfaatkannya pasar rakyat yang lama di Banjar, akan menimbulkan kecemburuan terhadap para pedagang yang sudah pindah di Pasar Rakyat yang baru. Berharap kepada pihak terkait agar bertindak secara adil dan bijaksana untuk mengalihkan para pedagang ke kompleks pasar rakyat yang baru dan pasar lama agar dikembalikan fungsinya. Ajik Bima, Banjar

Bali Post/kmb38

GURU – Buleleng masih kekurangan guru mencapai 1.255 orang dalam lima tahun ke depan. Tampak aktivitas belajar mengajar di salah satu sekolah.

Buleleng Kekurangan 1.255 Guru

Singaraja (Bali Post) – Persoalan kekurangan guru jenjang TK, SD, dan SMP di Buleleng masih menjadi hambatan dalam bidang pendidikan di Bali Utara. Dalam lima tahun ke depan, daerah ini diprediksi akan kekurangan guru untuk jenjang pendidikan dasar mencapai 1.255 orang. Krisis guru di Buleleng sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun. Kekurangan guru tersebut lebih banyak karena guru PNS memasuki masa pensiun. Awalnya, guru yang pensiun itu masih bisa ditutupi dengan penambahan guru baru lewat jalur perekrutan CPNS, namun tidak bisa menutupi semua guru yang pensiun. Ini karena persetujuan formasi guru yang direkrut tidak sebanding dengan beban kerja di lapangan. Situasi ini semakin menjadi-jadi seperti sekarang setelah pemerintah menghentikan (moratorium -red) perekrutan CPNS. Untungnya, pemerintah daerah bisa mengatasi

kekurangan guru dengan mengangkat tenaga guru kontrak, guru honor, dan guru abdi. Upaya ini belum juga maksimal karena terganjal anggaran yang terbatas untuk membayar gaji guru kontrak dan guru honor. Terakhir, Buleleng bisa mengangkat guru kontrak sekitar 1.600 orang. Jumlah ini belum bisa mengatasi krisis guru yang terjadi karena pengurangan guru karena masa pensiun ini terus terjadi dan tidak mampu diganti dengan guru baru. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa belum lama ini mengakui krisis guru di daerahnya belum ditanggulangi dengan opti-

mal. Dia mengatakan, mengatasi persoalan ini dengan menambah guru sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selama ini, jumlah kekurangan guru terus bertambah, karena minimnya penambahan guru lewat perekrutan CPNS. Kalau saja penambahan ini dilakukan dengan baik, kekurangan guru tidak seperti yang terjadi sekarang ini. Suyasa mencontohkan, guru yang pensiun beberapa tahun sebelumnya tercatat sekitar 1.600 orang. Selain itu, masih ada guru pensiun tahun ini 178 orang. “Antara guru yang pensiun dan penggantinya tidak seimbang dan imbas moratorium itu, membuat kekurangan guru di daerah kita semakin ber-

tambah parah,” katanya. Menurut Suyasa, pemerintah pusat akan mencabut moratorium CPNS mulai tahun ini untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan tenaga teknis lain. Untuk guru, Buleleng mengusulkan tambahan guru baru hanya 158 orang. Jumlah ini diakuinya baru sebatas usulan dan masih menunggu persetujuan formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Kalau dipenuhi seratus persen, maka guru pensiun tahun ini 178 masih kurang, apalagi akan mengganti guru yang sudah pensiun beberapa tahun sebelumnya dipastikan tidak akan tertangani optimal. “Saya kira ini persoalan serius yang harus dijawab pemerintah,” jelasnya. Untuk menjawab permasalahan itu sesuai undang-undang yang berlaku

adalah pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menyediakan guru pengganti, jika di satuan pendidikan tidak ada guru. Masalah ini akan berlarut-larut jika penambahan guru PNS tidak diikuti dengan penambahan guru baru. Bahkan, dirinya khawatir kalau dalam satu sekolah hanya kepala sekolah yang berstatus PNS. Sedangkan, guru atau pegawai berstatus tenaga kontrak atau honor. Hal tersebut ditemukan di beberapa SD ang hanya memiliki kepala sekolah dan seorang guru berstatus PNS. (kmb38)

Kekurangan Guru Lima Tahun ke Depan Tahun 2018 : Tahun 2019 : Tahun 2020 : Tahun 2021 :

178 orang 204 orang 234 orang 274 orang

Hari Kesiapsiagaan Bencana

BPBD Gelar Simulasi Gempa dan Tsunami

Singaraja (Bali Post) – Gempa melanda Seririt tahun 1976 silam menjadi pengalaman yang tidak dilupakan sampai sekarang. Tidak hanya gempa, Buleleng juga berpotensi dilanda gelombang tsunami. Selain itu, Bali Utara memiliki tiga lempeng patahan gempa yakni di Tejakula, Seririt, dan Gerokgak. Tingginya potensi gempa dan tsunami di daerah ini, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama SAR Pos Buleleng terus mengedukasi warga untuk mewaspadai bahaya bencana gempa dan tsunami. Salah satu upaya yang dilakukan lewat simulasi penanganan bencana yang menyasar sekolah, gedung perkantoran, dan rumah sakit. Simulasi ini sebagai kegiatan dalam mengisi Hari Kesiapsiagaan Bencana digelar Kamis (26/4) kemarin, di lapangan Taman Kota, Singaraja. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng I Made Subur, S.H. mengatakan, tiga lokasi patahan gempa di daerahnya tidak bisa dianggap sepele. Sebaliknya, kondisi ini harus ditanggulangi dengan membangun kewaspadaan dan meningkatkan pemahaman masyarakat menghadapi jika terjadi gempa yang disertai

tsunami. Upaya ini dilakukan dengan melakukan simulasi mengajarkan manajemen bencana yang baik dalam mengurangi jatuhnya korban jiwa. “Simulasi edukasi dan menanamkan manajemen bencana kepada semua komponen masyarakat. Semakin sering simulasi, maka ketika terjadi bencana maka kita bisa melakukan peran terutama menyelamatkan diri sendiri dan melakukan pertolongan, sehingga mencegah jatuhnya korban jiwa,” katanya. Di sisi lain, birokrat yang hobi motor trail ini mengatakan, tidak cukup dengan simulasi, namun BPBD mendatangkan tim peneliti gempa dan tsunami dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Sejak beberapa hari terakhir, tim sudah meneliti potensi gempa dan tsunami di Kecamatan Gerokgak, Seririt, Banjar, dan Kecamatan Buleleng. Tim ini pun masih melakukan tugasnya untuk meneliti di Kecamatan Sawan, Kubutambahan, dan Kecamatan Tejakula. Hasil penelitian ini nantinya ditindaklanjuti dengan pemasangan tanda titik kumpul sementara, titik kumpul akhir, dan menyiapkan tempat evakuasi kalau nantinya gempa dan tsunami terjadi. “Kita masih tunggu

hasilnya dan begitu ada hasil, nanti kami pasang rambu, jalur evakuasi, dan di mana tempat kumpul sementara dan tempat kumpul akhir kita lengkapi, sehingga kita sudah siap untuk selamat kalau sewaktu-waktu terjadi bencana,” jelasnya.

Sementara itu, pimpinan tim peneliti gempa dan tsunami Kementerian ESDM Yudikara mengatakan, penelitian ini bagian dari program Kementerian untuk meneliti daerah di Indonesia yang berpotensi gempa dan tsunami. Tim peneliti akan mer-

ekomendasikan daerah yang masuk zona rawan gempa dan tsunami. Selain itu, pihaknya juga merekomendasi bentuk evakuasi dan sarana mendukung upaya menyelamatkan korban yang baik, sehingga mengurangi risiko korban jiwa. (kmb38)

Bali Post/kmb38

SIMULASI – BPBD bersama SAR, PMI, dan instansi teknis menggelar simulasi gempa dan tsunami untuk mengisi Hari Kesiapsiagaan Bencana, Kamis (26/4) kemarin.


15

Jumat Paing, 27 April 2018 Jadwal Pertandingan Liga Spanyol Sabtu (28/4) dini hari Levante vs Sevilla -------------------------------Liga Jerman Sabtu (28/4) dini hari Hoffenheim vs Hannover -------------------------------Liga Prancis Sabtu (28/4) dini hari Montpellier vs Saint-Etienne -------------------------------Hasil Liga Champions Semifinal I Bayern Munich vs Real Madrid 1-2 ------------------------------------

Real Madrid akan Tampil Beda Pekan Depan Munich Manajer Real Madrid Zinedin Zidane menyatakan timnya telah belajar banyak dari kasus bencana menghadapi Juventus dalam menyiapkan diri menghadapi laga kedua babak semifinal Liga Champions, Rabu pekan depan. Real akan tampil beda di Santiago Bernabeu nanti pada laga penentuan melawan Bayern Munich.

Indra Sjafri Siap Penuhi Target Jakarta (Bali Post) Pelatih yang ditunjuk kembali oleh PSSI untuk menangani Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, menyatakan siap menunaikan target juara Piala U-18 AFF dan empat besar Piala U-19 Asia yang dibebankan padanya. ‘’Kalau di sepak bola target itu harus ada karena itu ukuran prestasi. Oleh karena itu saya sudah harus mulai bekerja keras dan mengurangi jam tidur,’’ ujar Indra, Kamis (26/4) kemarin. Terkait komposisi pemain di timnas U-19 nantinya, Indra belum mau berandai-andai. Pasalnya, dia yakin akan ada pemain-pemain baru yang muncul dari kompetisi. Nama Indra diumumkan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengisi posisi pelatih Tim Nasional U-19 pada Rabu (25/4) yang kosong setelah ditinggalkan Bima Sakti. Bima ditugaskan PSSI untuk menjalankan tugasnya sebagai asisten pelatih Timnas U-23. Indra Sjafri sendiri sejatinya merupakan pelatih Timnas U-19 sebelum Bima Sakti. Namun saat itu PSSI tidak memperpanjang kontraknya dan memberikannya posisi untuk pengembangan pemain muda. Indra tercatat sebagai pelatih tersukses sepanjang sejarah Timnas U-19, setelah dia membawa anak-anak asuhnya juara Piala U-19 AFF pada tahun 2013. Ketika itu, Indra juga berhasil menemukan bakat-bakat usia muda yang saat ini menjadi pilar tim nasional Indonesia, seperti Evan Dimas, Hansamu Yama Pranata, Muhammad Hargianto, dan I Putu Gede Juni Antara. Adapun Indra Sjafri langsung dihadapkan dengan agenda pemusatan latihan (TC) dan uji coba bersama Timnas U-19. TC rencananya digelar pada Mei, Juni dan Juli 2018. Pada bulan Juni, PSSI menjadwalkan Timnas U-19 mengikuti dua laga uji coba. PSSI memberikan target yang tidak ringan pada Indra Sjafri. Indra diminta membawa Timnas U-19 menjadi juara Kejuaraan AFF U-18 AFF yang berlangsung 2-14 Juli 2018, dan peringkat empat besar Piala U-19 Asia yang digelar 18 Oktober - 4 November 2018. Kedua turnamen ini berlangsung di Indonesia. ‘’Kami meminta Indra Sjafri untuk fokus menangani Timnas U-19 sampai target itu tercapai,’’ kata Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono. (ant)

Bali Post/afp

MENANG TIPIS - Pemain Real Madrid Marco Asensio (tengah) mendapat ucapan selamat dari rekan setimnya termasuk Cristiano Ronaldo (kiri) setelah berhasil menjebol gawang Bayern Munich. Real menang 2-1 pada pertandingan pertama babak semifinal Liga Champions di stadion Allianz Arsena, Munich, Kamis (26/4) kemarin.

Zidane menyaksikan timnya kembali mendapat sedikit keberuntungan saat memetik kemenangan tipis 2-1 pada laga pertama semifinal melawan Bayern di Allianz Arena, Kamis (26/4) kemarin. Gol pembuka Joshua Kimmich pada menit ke-28 disamakan bek Real Marcelo sebelum jeda. Pemain pengganti Marco Asensio kemudian memastikan kemenangan Real lewat serangan yang efektif. Namun hasil tersebut tidak disambut gembira menjelang laga kedua di Santiago Bernabeu pekan depan. Sebaliknya, pasukan Zidane masih menyisakan mimpi buruk saat menghadapi Juventus pada babak perempatfinal. Kala itu Cristiano Ronaldo dkk, mampu unggul 3-0 di Turin. Di luar dugaan Juve membalikkan skor dengan 3-1 di Madrid yang membuat Zidane mengaku timnya hanya sedikit beruntung. ‘’Kami akan bertarung lagi di laga kedua. Belum ada hasil akhir itu ditunjukkan pada pertandingan melawan Juventus lalu,’’ tegas Zidane. ‘’Kami harus menderita lagi dan menghadapi Bayern dengan cara berbeda di kandang sendiri. Karena, jika tika tidak, kami akan mendapatkan hasil lebih buruk pekan depan,’’ tegas Zidane sambil memberi pesan anak buahnya. Pada laga kemarin, Zidane membuat kejutan dengan tidak menurunkan Gareth Bale, namun ditegaskan bahwa dirinya tidak mempunyai masalah dengan pemain Wales itu. Sementara gelandang Toni Kroos dimainkan namun penampi-

James Bawa Cleveland Menang Dramatis

Bali Post/afp

TEMBAKAN - Bintang Cleveland Cavaliers LeBron James (kanan) melepaskan tembakan dari jarak dekat saat menghadapi Indiana Pacers pada Game 5 playoff kompetisi NBA, Kamis (26/4) kemarin di Quicken Loans Arena.

Washington Lemparan tiga angka LeBron James saat buzzer atau bel akhir pertandingan membawa Cleveland Cavaliers mememetik kemenangan dramatis 98-95 atas tamunya Indiana Pacers. Cavaliers untuk sementara unggul 3-2 pada putaran pertama playoff Wilayah Timur kompetisi NBA, Kamis (26/4) kemarin. James total mencetak 44 poin, memasukkan 14 dari 24 lemparannya dan ke-15 lemparan bebasnya. Ia juga mengoleksi sepuluh rebound, delapan assist. Salah satu blok terbaiknya terjadi sebelum memasukkan lemparan yang menentukan kemenangan timnya. Game 6 akan dimainkan di Indianapolis. Kyle Korver memasukkan lima dari sembilan lemparan tiga angka saat ia total menyumbang 19 poin untuk Cavaliers. Rekan seklunya Kevin Love berkontribusi 11

poin dan sepuluh rebound. Domantas Sabonis memimpin Pacers dengan 22 poin setelah berhasil memasukkan delapan dari 12 tembakan. Pencetak poin terbanyak Pacers pada musim reguler, Victor Oladipo, terus mengalami paceklik ketika ia hanya memasukkan 12 poin dari 15 tembakan. Oladipo hanya memasukkan 12 poin dari 50 tembakan pada tiga pertandingan terakhir. Laga lain di Wilayah Timur Toronto Raptors menghancurkan Washington Wizards 108-98. DeMar DeRozan memasukkan 32 poin untuk tuan rumah Raptors yang kini memimpin 3-2. Kyle Lowry mencetak 17 poin dan sepuluh assist untuk Raptors, yang mendapatkan 14 poin dan 13 rebound dari Jonas Valanciunas. John Wall memimpin Wizards dengan 26 poin, dan ia menambahi sembilan rebound dan sembilan assist.

PON Disepakati Dua Tahun Sekali Jakarta (Bali Post) Rapat Kerja Nasional Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 2018 menyepakati rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dua tahun sekali sebagaimana usulan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. ‘’Sidang pleno Rapat Kerja Nasional KONI 2018 dalam bidang pembinaan prestasi, pendidikan dan penataran, serta penelitian dan pengembangan keilmuan olahraga mendukung penyelenggaraan PON dengan waktu periode dua tahun sekali,’’ kata Wakil IV Ketua Umum KONI Pusat K. Inugroho kepada media di Jakarta, Kamis (26/4) kemarin. Namun, KONI memandang rencana penyelenggaraan PON dua tahun sekali itu merupakan dua PON yang berbeda yaitu PON tingkat senior dan PON tingkat junior. ‘’KONI mengusulkan pelaksanaan PON Junior itu mulai 2022 dengan adanya pembatasan usia baik pada PON Senior maupun PON Junior. Pembatasan usia itu harus disesuaikan dengan peraturan induk organisasi olahraga nasional ataupun internasional dari masingmasing cabang olahraga,’’ kata Inugroho. KONI juga meminta induk organisasi cabang-cabang

lannya tidak memuaskan menghadapi mantan klubnya. ‘’Kami tampil di bawah penampilan terbaik. Hasil baik, namun tak lebih daripada itu,’’ ungkap Kroos. ‘’Bayern mungkin bermain lebih baik, tapi kami memanfaatkan peluang.’’ Kapten Bayern Thomas Mueller pun mengakui jika pertandingan itu tidak mencerminkan yang diinginkan. Bahkan Bayern mendapat kerugian dengan tidak bisa memainkan Arjen Robben dan Jerome Boateng pada pekan depan karena keduanya cedera kaki. ‘’Madrid ya Madrid. Kami menyaksikan bagaimana mereka dengan dingin mengambil setiap kesempatan yang dipunya,’’ kata Mueller. Musim lalu Bayern menang 2-1 di Bernabeu namun dihajar dan kalah keseluruhan 3-6 di babak perpanjangan waktu. Kekalahan itu mengakibatkan di Roten gagal melangkah ke smeifinal. ‘’Kami tidak akan menyerah, tahun lalu kami memang di sana. Tapi kini diperlukan mentalitas berbeda dan yang utama ‘naluri membunuh’,’’ tegas Mueller. Manajer Bayern Jupp Heynckes juga tidak puas dengan penampilan timnya yang banyak membuang peluang emas dan tidak mampu mempertahankan keunggulan. ‘’Saya tidak menyalahkan pemain. Tapi pertahanan kami memang buruk. Kami seperti membiarkan mereka mencetak dua gol,’’ sesal Heynckes. ‘’Jadi kami tidak akan terbebani saat tampil di Madrid nanti. Dan kami akan menuju ke sana dengan semangat yang bebas.’’ (kmb39/afp)

olahraga untuk menentukan standar pelatih yang akan bertugas sebagai ofisial dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional. Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga meminta saran dan pandangan dari pengurus-pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) daerah terkait rencana pemerintah untuk

menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) dua tahun sekali. ‘’Kami berharap penyelenggaraan PON dapat dipercepat setiap dua tahun untuk dua provinsi. Hal itu tentu akan mengubah peraturan pemerintah tentang PON. Pemerintah meminta masukan agar penyusunan peraturan tentang PON da-

pat komprehensif,’’ kata Menpora. Pemerintah, menurut Menpora, masih melakukan kajian perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga. ‘’Jika peraturan itu berubah, Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah PON 2024 bisa

menggelar PON dua tahun sebelumnya atau akan ada pemilihan tuan rumah PON 2022,’’ kata Menpora. Menpora menjelaskan, penyelenggaraan PON dua tahun sekali itu bertujuan untuk regenerasi atlet-atlet nasional baik dalam batasan umur ataupun berdasarkan kategori junior dan senior. (ant)

Wilayah Barat James Harden dan Clint Capela mencatatkan double-double, saat Houston Rockets mengalahkan Minnesota Timberwolves 122104. Rockets tampil garang pada kuarter ketiga untuk menaklukkan tamunya Minnesota dan melengkapi kemenangan 4-1 pada putaran pertama playoff Wilayah Barat. Harden mencetak 15 dari 24 poinnya pada kuarter ketiga dan menambahi 12

assist. Capela menutup permainan meyakinkannya dengan mengemas 26 poin dan 15 rebound. Kelima pemain inti Rockets mencatatkan dua digit, sedangkan Eric Gordon mencetak 19 poin sebagai pemain pengganti. Tim unggulan teratas Rockets akan menunggu pemenang antara Utah Jazz melawan Oklahoma City Thunders. Karl-Anthony Towns memimpin Timberwolves dengan 23 poin dan 14 rebound. (kmb39/afp/ant)


OLAHRAGA

16

Jumat Paing, 27 April 2018

Tim Bulu Tangkis Sanur Prime Plaza Juara Denpasar (Bali Post) Tim bulu tangkis Sanur Prime Plaza sukses merebut gelar juara dalam turnamen bulu tangkis beregu antarkayawan hotel yang dihelat Bali Travel News (BTN), Bali Hotels Association (BHA), dan Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Bali, setelah di final menundukkan Padma Resort dengan skor 2-0, di GOR Sidharta, Teuku Umar Barat, Kamis (26/4) kemarin. Reza/Sujendra (Sanur Prime Plaza) mengalahkan Bayu Kristiana/Krisna Praditya (Padma Resort) dengan skor 21-10 dan 21-17. Laga berikutnya, Reza/Agus (Sanur Prime Plaza) menekuk Bayu Kristiana/Sudana (Padma Resort) 21-16, 21-14. Sementara perebutan juara III The Jayakarta unggul atas lawannya Como Shambala Ubud dengan skor 2-1. Ade/Hery (The Jayakarta) menang atas Dok/Dewa Kaler (Como Shambala) 214, 21-12, kemudian Dok/Arta (Como Shambala) menaklukkan Purna/Sugiana (The Jayakarta) dengan skor 21-15 dan 21-10). Pada partai ketiga sekaligus penentuan, Partayasa/Dewa Mudana (The Jayakarta) menang atas Budi/Ade (Como Shambala) dengan skor 21-7, 21-4. Government Relation and Event Manager BHA Andy menyatakan laga pamungkas tetap mempertemukan Sanur Prime Plaza meladeni Padma Resort merupakan ulangan final tahun lalu. Hanya, tim bulu tangkis Padma Resort keluar sebagai juara, sedangkan Sanur Prima Plaza runner-up. ‘’Untuk tahun ini. Sanur Prime Plaza juaranya, sebab pebulu tangkis andalan Padma Resort Gede pindah kerja,’’ jelas Andy. Selain itu, pada turnamen tahun ini, Tha Jayakarta menjadi unggulan ketiga, mengingat juara III tahun lalu, Ayana, mengundurkan diri karena hotelnya banyak tamu. ‘’Kami juga mengapresiasi tim kontestan pendatang baru, Como Shambala yang peta kekuatannya layak diperhitungkan untuk tahun depan,’’ ucap Andy. (022)

GIRING BOLA — Pesepak bola Perseden U-17 (kiri) sedang menggiring bola melewati lawan-lawannya. Perseden bertekad memenangkan laga melawan Porba Batubulan dalam lanjutan Piala Soeratin di Lapangan Kompyang Sujana, Jumat (27/4) sore ini. Bali Post/wan

Perseden U-17 Incar Juara Grup Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Perseden Denpasar U-17 saat ini menduduki peringkat keempat dengan meraih poin 6. Namun tiga tim di atasnya hanya terpaut tipis yakni Bali United (7 poin), Bali FC (7), serta Kundalini (6). Optimisme tinggi digaungkan Perseden saat mengincar juara grup pada lanjutan Piala Soeratin U-17 ini. Tim Laskar Catur Muka diharapkan mampu menaklukkan tim juru kunci Porban Batubulan dalam lanjutan Piala Soeratin U-17 Rayon Bali, Grup B, di Lapanga Kompyang Sujana, Jumat (27/4) sore ini. Pelatih Komang Bawa Saputra usai

Bali Post/ist

JUARA - Tim bulu tangkis juara turnamen bulu tangkis beregu antarkaryawan hotel yang digelar turnamen BTN, BHA, dan PHRI, di GOR Sidharta, yang berakhir, Kamis (26/4) kemarin.

Empat Ganda Putra Tersingkir Jakarta (Bali Post) Nomor ganda putra tim Indonesia dipastikan gagal mengirimkan wakil ke perempatfinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (Badminton Asia Championships/BAC) 2018 kategori perorangan usai empat pasang perwakilannya terhenti di putaran kedua, Kamis (26/4) kemarin. Pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputro, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/ Hardianto, dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan seluruhnya menelan kekalahan. Angga/Rian terpaksa mundur pada saat kedudukan 4-11 di game pertama melawan duet Tiongkok Huang Kaixiang/Wang Yilyu akibat cedera engkel kanan Angga yang didapatkan saat bertanding di putaran pertama pada Rabu (25/4) kembali kambuh. Fajar/Rian yang didapuk sebagai unggulan tujuh, dikalahkan wakil Jepang nonunggulan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam pertarungan sengit berdurasi 67 menit yang berkesudahan dengan skor 16-21, 21-16, 13-21. Pasangan Berry/Hardianto tak kuasa menahan laju unggulan kedelapan dari Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong setelah main dua game hingga akhirnya menyerah dengan skor 16-21, 18-21. Sementara harapan terakhir Indonesia, Hendra/Ahsan, juga kurang beruntung dalam menghadapi unggulan kelima asal Taiwan Lee Jhe Huei/Lee Yang dalam pertarungan 55 menit yang berkesudahan 18-21, 21-18, 16-21. ‘’Kami kalah di ketahanan, itu sih yang paling mencolok. Lawan juga bagus di permainan depan. Soal masalah kondisi setelah mengikuti dua kejuaraan berturut-turut sebetulnya tidak terlalu berpengaruh, lebih kepada permainan hari ini saja,’’ ujar Ahsan keterangan PP PBSI. Hendra pun menilai kekalahan mereka berasal dari faktor diri mereka sendiri. Pasalnya lawan mereka tidak mengubah permainan secara mendasar dari awal laga walau pertahanan duet Taiwan lebih rapat di game pamungkas. ‘’Karena itu untuk evaluasi penampilan, kami harus meningkatkan daya tahan dan power pukulan-pukulan kami,’’ tutur Hendra. (ant)

Rekrut 21 Pemain, PS Badung Jajal Persiku

Mangupura (Bali Post) PS Badung yang menyiapkan diri mengikuti Kompetisi Liga 3 putaran nasional telah merekrut 21 pemain. Bahkan, Tim Keris mengagendakan akan menjajal Persiku Kudus di Badung pada Senin (30/4) mendatang. Pelatih Kadek Loco Ediana, di Kapal, Badung, Kamis (26/4) kemarin menjelaskan, ke-21 pemain yang direkrut adalah Febri dan Ngurah Yogi (kiper), kemudian Wayan Agus Cair Ekaputra, Bagas, Nengah Repot Sulendra, M. Rafai, Yoga Setiawan, Dicky K, Reza yang berposisi sebagai bek. Selanjutnya Wahyu Sanjaya, Bayu eiawan, Aditia Yoga, Ald Navaldo, David Sitanggang (adik Paulo Sitanggang) dan M. Hanif Ansari untuk melengkapi barisan tengah. Ketut Tirtanadi Wardana, Angga, Angi, Epson dan Ade Mahendra di posisi penyerang. Loco menambahkan, beberapa pemain direkrut dari luar Bali seperti M. Rafai, Wahyu Sanjaya (Bansar FC Medan), David Sitanggang (Medan), Aldo Navaldo (Surabaya), Hani Ansari (Barito Putera) serta Epson (Papua). ‘’Sementara pemain seleksi yang tak kami pakai tenaganya, telah kami pulangkan,’’ ucap Loco. Ia menilai, selama ini skuad Tim Keris dianggap cukup dan pihaknya bakal melakukan latih-tanding melawan Persiku Kudus, yang akan melakukan sentralisasi latihan di Pulau Dewata. ‘’Kami akan uji coba melawan Persiku,’’ tuturnya. (022)

Bali Post/ist

LATIHAN - Para pemain PS Badung mengadakan latihan menjelang persiapan uji coba melawan Persiku Kudus, Senin (30/4) mendatang.

melatih asuhannya di Lapangan Pemecutan, Kamis (26/4) kemarin menerangkan, pihaknya siap memenangkan laga dan anak-anak tak boleh meremehkan tim Porba. ‘’Kami membangkitkan motivasi Made Velentino Rossi dan kawan-kawan, agar bisa

menaklukkan Porba,’’ ucapnya. Dia melatih asuhannya dengan materi ringan, serta menjaga kebugarannya. Komang Bawa optimis, jika asuhannya sukses menekuk Porba, otomatis meraup poin 9, dan posisinya menyodok menduduki juara Grup B. Pada bagian lain, Manajer Tim Perseden U-17 AAN Candra Gupta menegaskan, pihaknya sudah mengingatkan kepada para pemain supaya jangan sekali-sekali meremehkan kekuatan lawan. Selain itu, mereka juga merasakan betapa sakitnya tim

ketika dikalahkan Kundalini dengan skor 2-3. ‘’kami bersyukur anak-anak bangkit, dan bertekad memenangkan laga hingga juara grup,’’ sebut pria yang akrab disapa Tu Rah Mantri ini. (022)

Klasemen Grup B U-17

Trio Pembalap Indonesia Perwakilan Bali Raih 3 Piala di Diterjunkan Ajang Indonesia CBR Raceday 2018 Denpasar (Bali Post) Prestasi gemilang kembali diraih komunitas CBR Bali dengan menyabet tiga piala di seri pertama Indonesia CBR Raceday 2018. Perhelatan yang diselenggarakan AHM bersama jaringan main dealer dan Asosiasi Honda CBR (AHC), 22 April 2018 di Sentul International Circuit, mengantarkan bikers perwakilan Bali kembali meraih juara I kategori nonkomunitas B diraih oleh Reliyawan, juara II kategori komunitas A yang diraih oleh Agung Mahajaya, dan juara III kategori komunitas A lewat Frendy. Sebelum melakukan balapan, para peserta mendapatkan arahan terkait teknik balap dari pembalap nasional Wawan Hermawan pada sesi coaching clinic. Pada sesi ini para bikers akan mendapatkan edukasi berupa teori dan pengetahuan teknik balap seperti speeding, cornering, dan braking. Setelah itu, para bikers Honda dibagi dalam dua kelas yaitu 250cc dan 150cc. Masing–masing kelas memiliki dua kategori yaitu komunitas dan nonkomunitas. Pada kategori komunitas, disiapkan tiga level peserta yaitu pemula A, pemula B, dan pemula C. Ketiga level tersebut akan ditentukan berdasarkan bracket time saat sesi kualifikasi. Pada kategori nonkomunitas, peserta akan dipecah menjadi dua level yaitu tingkat pemula dan advance yang juga ditentukan dengan bracket time. Para bikers Honda ini dapat menguji performa tinggi Honda CBR di lintasan sirkuit sebanyak 6 lap. PIC Sport Honda Astra Motor Bali Octa Wendy mengatakan, pada seri pertama ini antusiasme bikers Bali sangat terlihat dengan adanya penambahan jumlah peserta yang berpartisipasi dari tahun sebelumnya 7 starter menjadi 17 starter untuk mengikuti Indonesia CBR Raceday 2018.

di Kejuaraan Dunia BMX

‘’Prestasi yang tercapai ini sebagai bentuk motivasi serta dapat menjadi ruang mengekspresikan diri bagi para bikers pecinta performa tinggi Honda CBR yang memiliki DNA balap menjadi pilihan yang disukai para pecinta kecepatan. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan untuk seri selanjutnya akan dilakukan pada bulan September dan Desember,’’ ujar Wendy. Pada gelaran ICE Day 2018 seri I ini juga diadakan acara nonton bareng balapan kedua Asia Road Racing Championship (ARRC) seri kedua, Adelaide – Australia. Acara ini khusus digelar untuk mendukung pembalap Astra Honda

Racing Team (AHRT) yang tengah berjuang pada kelas AP 250 menggunakan motor Honda CBR250RR dan kelas Supersport 600. Pada Indonesia CBR Race Day juga akan dilakukan bikers parade dengan mengelilingi Sirkuit Sentul yang dilakukan oleh 600 sepeda motor dari Komunitas CBR, Ikatan Motor Honda Jawa Barat, Asosiasi Honda Jakarta, dan Asosiasi Honda Motor Tangerang. Selain itu, komunitas yang datang juga dapat melakukan riding test dengan menggunakan motor All New Honda CBR 250RR, All New Honda CBR 150R, All New Honda CRF 150L dan All New Honda PCX. (bns2)

Jakarta (Bali Post) Trio pembalap sepeda Pelatnas BMX putra yang disiapkan untuk Asian Games 2018 bakal tampil untuk menguji kemampuan pada Kejuaraan Dunia BMX seri 3-4 di Papedal, Belanda, 5-6 Mei. Mereka juga akan diturunkan pada Kejuaraan Dunia BMX seri 5-6 di Zolder, 12-13 Mei. Manajer timnas balap sepeda Budi Saputra, di Jakarta, Kamis (26/4) kemarin, mengatakan tiga pembalap Indonesia yang bakal tampil di Negeri Kincir Angin itu adalah I Gusti Bagus Saputra, Rio Akbar dan Toni Syarifudin. ‘’Ini adalah bagian dari uji coba yang telah direncanakan. Prinsipnya adalah pematangan skill setelah beberapa bulan mereka melakukan persiapan awal dari Oktober di Yogyakarta dan Banyuwangi,’’ katanya. Budi berharap dengan turun di kejuaraan dunia mereka bisa menimba ilmu dan menambah jam terbang. Selain itu, dengan bersaing dengan pembalap kelas dunia diharapkan mental Rio Akbar dan kawan-kawan bisa meningkat mengingat BMX merupakan cabang yang diharapkan meraih medali. ‘’Harapan kami, mereka akan lebih siap lagi menghadapi Asian Games yang sudah tidak lama lagi,’’ kata pria asal Purwokerto, Jawa Tengah itu. Setelah menyelesaikan balapan di Belanda, Rio Akbar tidak langsung pulang ke Indonesia, namun akan berlanjut ke Belgia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia BMX seri 5-6 di Zolder, 12-13 Mei. Persiapan untuk menghadapi dua kejuaraan dunia yang dilakukan secara beruntun ini terbilang cukup panjang. Setelah di Banyuwangi dan Yogyakarta, pembalap andalan Indonesia juga melakukan adaptasi cuaca di Eropa dengan melakukan pelatihan di Prancis. Latihan di Prancis dilakukan selama satu pekan. Latihan itu dikawal langsung oleh pelatih konsultan Thomas Allier. Pria asal Prancis ini selama sepekan menggenjot kemampuan pembalap mulai dari meningkatkan kekuatan, teknik hingga mental. Pada Asian Games 2018, Indonesia tidak hanya turun di putra saja, namun juga putri. Untuk putri tetap bertumpu pada Elga Kharisma Novanda, hanya saat ini masih mengembalikan kemampuan setelah berkutat pada cedera pinggul. (ant)

Dua Ganda Campuran Lolos ke Perempatfinal Jakarta (Bali Post) Pasangan Ricky Karada Suwardi/ Debby Susanto memulangkan unggulan keenam untuk melaju ke babak perempatfinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (Badminton Asia Championships/BAC) 2018 kategori perorangan yang dihelat di Wuhan, Tiongkok. Tiket putaran delapan besar diraih Ricky/Debby dengan menundukkan unggulan keenam asal Malaysia Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai, 21-16, 26-24, Kamis (26/4) kemarin. Dengan kemenangan itu, Indonesia total meloloskan empat wakil ke putaran perempatfinal Kejuaraan Asia 2018. Mereka adalah dua wakil dari nomor ganda campuran, yaitu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Ricky/Debby serta dua pasangan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu serta Rizki Amelia Pradipta/ Della Destiara Haris. Dalam keterangan PP PBSI, Debby menyatakan ketenangan dan keyakinan di lapangan ternyata menjadi kunci utama kemenangan pasangan yang baru diduetkan sejak awal 2018 ini. ‘’Pertama harus yakin dulu, mau

lawan unggulan atau bukan, kita harus yakin sama kemampuan diri kita sendiri. Saya cuma sering mengingatkan Ricky untuk lebih kalem, karena kalau dia tenang, permainan dia di latihan itu keluar semua, jadi dianya juga lebih percaya diri dan enjoy,’’ kata Debby. Meski memperoleh kemenangan, Debby mengakui lawan mereka sukar dihentikan terlebih di akhir game kedua ketika unggul dengan kedudukan match point 20-16. ‘’Lawan enggak terlalu gampang dimatikan, pemain Malaysia itu terkenal pertahanannya bagus, baik pemain putra atau putri. Jadi kami harus ekstra sabar, apalagi kalau bolanya berat, tambah enggak mudah mematikan lawan. Siapa yang lebih sabar, dia yang akan menang,’’ ujar Debby. Di babak perempatfinal akan mempertemukan Ricky/Debby dengan unggulan kedua, yang juga wakil tuan rumah, Wang Yilyu/Huang Dongping. Ricky/Debby belum pernah bertemu dengan Wang/Huang sebelumnya, namun Debby pernah satu kali menang dan dua kali kalah atas Wang/Huang saat ia berpasangan dengan Praveen Jordan.

‘’Secara permainan, saya sudah tahu Wang/Huang itu seperti apa, Ricky bisa pelajari juga lewat video pertandingan. Yang harus diwaspadai itu justru diri kami sendiri, harus lebih fokus. Saya dan Praveen atau dengan Ricky pola mainnya kurang lebih sama. Cuma, Ricky sekarang masih cari hawanya jadi pemain ganda campuran, jadi tinggal nyari ‘pede’-nya saja,’’ kata Debby. Dengan hasil melaju ke perempatfinal BAC ini, Ricky/Debby mengekor jejak duet Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang melaju ke perempatfinal usai menumbangkan duet Thailand Tinn Isriyanet/Pacharapun Chochuwong dalam pertarungan dua game yang berakhir dengan skor 21-16, 21-15. Di perempatfinal, Tontowi/ Liliyana akan berhadapan dengan wakil tuan rumah He Jiting/Du Yue yang baru saja ke perempatfinal dengan mengalahkan Kim Won Ho/ Shin Seung Chan (Korea) dengan skor 21-12, 21-18. Tontowi/Liliyana tercatat belum pernah bertemu dengan He/Du. Namun mereka mewaspadai He/Du yang tentunya akan tampil tanpa beban, ditambah lagi mereka bakal

didukung penonton di Stadion Wuhan Sports Center. ‘’Mereka lebih muda, enggak ada pressure karena kami lebih diunggulkan. Pemain Cina itu mainnya cepat, tenaganya kuat. Nanti kami pelajari lagi permainan mereka, mungkin kalau pengalaman mereka kalah dari kami, tetapi soal stamina dan kecepatan mereka unggul karena mereka masih muda,’’ tutur Liliyana soal laga perempatfinal. Tunggal Putra Nasib buruk menimpa nomor tunggal putra saat dua wakil tersisa, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, tumbang di putaran kedua. Dengan hasil yang diperoleh Ginting dan Jonatan ini, Indonesia tidak memiliki lagi perwakilan tunggal putra. Ginting terhenti usai ditundukkan pemain senior Malaysia Lee Chong Wei dalam laga sengit tiga game 21-16, 9-21, 11-21. Adapun Jonatan harus menerima kenyataan ditundkukan wakil Hongkong Ng Ka Long Angus dalam tiga game selama 64 menit yang berkesudahan 19-21, 21-12, 15-21. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Paing, 27 April 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dicari Marketing, wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim,kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id

LOWONGAN

G.01

Dibutuhkan Waiter/Waitress di Restoran di Ubud.Hub / WA: 085100620505 /Kirim Lamaran ke Atman Kafe Jl.Hanoman 38 Ubud

Red Carpet Champagne Bar Mencari Tukang Cat.Diutamakan Berpengalaman dan bisa Bahasa Inggris yang Baik.Gaji UMK, BPJS dan Uang Makan !!!! Kirim CV Anda ke jakko@red carpetchampagnebar.com

B.BP.004.04.18.0001425

Dicari Koki Chinese yg berpengalaman,Pnmptn di Bali, Gj. 7-9Juta ke atas. Hub.Lini 081318583815

B.BP.001.04.18.0000590

Kedewatan-Ubud.5Are, 310Jt/Are Nego,Siap Bangun.089605637173

Dicari Spa Therapist Wnt,Pglmn Min 1Th,Penmpilan Menarik,Bisa Bhs Ing(Basic).Krm Lam+PasPhoto ke Lemongrass Thai Restaurant, Jln .Melasti Legian-Kuta Email:amandat@lemongrassthaibali.com

Tanah 26 Are Sunset Road Utama Seminyak.Hubungi:085100867168

B.BP.001.04.18.0001453

B.BP.001.04.18.0001306

DIJUAL MOBIL HONDA

Dijual Cepat Honda CR-V 2,4 AT Th 2014,Km 71800,315 Jt Nego Hitam Mutiara,Hub:081339202872

B.BP.004.04.18.0001256

Dcr Operation Spv u/Hotel 18KmrdiLegian,PnglmnHK&FO,Bs Bhs Inggris:t7villas@yahoo.com

Range Rover Evoque 2.0 Th’2011 KM48Ribu Istw Hub.081238116467

Sushi Cheff is Needed for Restaurant in Pert Australia. Send Your Resume to suryadana 77@yahoo.co.id for Appointment

Mercedes C200 Kompresor’2008 Body Kit Mulus H.081999315168

B.BP.141.04.18.0001455

B.BP.153.04.18.0001452

MERCEDEZ

B.BP.141.04.18.0001454

SUZUKI

Over Kredit Mobil Ertiga 2017 Tipe GL Manual Hp:081252076576

B.BP.154.04.18.0001445

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto pasti Brangkat WA:081375409869&087754689692

B.BP.004.04.18.0001173

Bth Petugas Kebersihan Diutamakan (L)Max.30Th Jl.Teuku Umar Barat 235 WA:081337117701

B.BP.164.04.18.0001444

Red Carpet Champagne Bar is Looking for a Bar-Captain. You must be Experienced and Yours English Good.Good Salary, BPJS and Lunch Payment!!!! Your CV to niels@redcarpetcham pagnebar.com

B.BP.004.04.18.0001447

Cr 2PRT+1B.siter Gj.1,8Jt tdr dlm081999776071/082237995324 B.BP.001.04.18.0001451

Dcr Accounting utk Perusahaan Photography.Kirim CV+foto full body,E:acc@theonboardphoto.com B.BP.001.04.18.0001331

Staf Produksi (Pabrik Tabanan -Bali),Llsn SMK Listrik/Mesin /Farmasi/Kimia Hub:Dewi 081236 222509./E:info@tsbali.com

B.BP.031.04.18.0001449

*Dicari Pria/Wanita utk Sales/ Marketing di Travel Agent. Minimum sdh pernah Kerja 2 Th CV ke info@baliprofond.com atau HP:081338686999

B.BP.004.04.18.0001427

*Job Australi Korea Jepang Hub. WA: 081649477140/082231577240

B.BP.166.04.18.0001458

Cr Karyawati Min.SMA,Max.25Thn Pnampilan Menarik,081338251999

Dbthkn Supervisor MEP/Pengawas Lpngan MEP,Min D3,Pnmptan Area Jimbarn,Eml:jws.msys@gmail.com Hub:081807173945/081999814343

Dcr Sopir Matic Max 40th SIM A Umum.Br.Batur, Peguyangan Kaja, Dps.Utara.Hub:085100480049

B.BP.004.04.18.0001429

B.BP.004.04.18.0001102

B.BP.001.04.18.0000546

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BENGKEL LAS FOTOCOPY

SERVICE

B.BP.001.04.18.0001408

Cr Mrktg,Bs Komptr/Ingg,MinSMA Hub:082132409613/0361-289329

Splash MT 2016 Pmk Putih,Milik Pribadi. Hub:081805431483

B.BP.001.04.18.0001309

B.BP.001.04.18.0001416

Dcr Karyawan Penjaga Kos,Tidur Dalam,SMA/SMKHub.087855596123

B.BP.001.04.18.0001407

Dcr Krywan,Pria,Serabutan Bisa Nyetir u/Laundry, 081238563697

B.BP.001.04.18.0001420

Dcr Pria/wnt, Cook, Waitriess, Steward,Dishwasher,0361-483868

B.BP.001.04.18.0001431

Dcr SPG utk Butik di Legian,B. Inggris,Serius H.085100688688

B.BP.001.04.18.0001094

Dcr Segera Staff Reservasi utk Villa di Sanur Hub.08113887899

B.BP.001.04.18.0001438

Dcr krywan/i u/Counter Smothis Hub.Pak Agung Hp.081805353356 B.BP.001.04.18.0001439

Dcr;Sopir Sim A/B1 Pengalaman, jujur,rajin,tahu jalan Dps. Sms/WA data:082233668883 / Email: jobapplybali@gmail.com

B.BP.004.04.18.0001440

TOYOTA

Dicari HK + Bisa Masak u/Villa 8476626, info@thebuahbali.com B.BP.001.04.18.0001377

Dicari Krywti Utk Bengkel Cuci Mobil,Jl.T.Umar Dps,Lulus SMA/ Sederajat. Hub:081236066118 B.BP.001.04.18.0001302

Dicari tenaga kerja Admin / Cashir, Accounting bisa berbahasa Inggris Hub.08123813138 B.BP.001.04.18.0001437

Dicr Sopir Shuttle Pariwisata Segera Gaji Pokok + Fee + Uang Trip.Hubungi:081999371090 B.BP.001.04.18.0001232

Export Company in Ubud.Cari Admin,QC& Tukang Jahit Hub: 082144186450/03619080933 B.BP.031.04.18.0001413

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dicari PRT Wanita Tidur Dalam belum nikah Hub:085333468877

JEEP

B.BP.004.04.18.0001448

Informasi pasang iklan Telepon

Yaris S Limited’2010 putih VR17 asli Bali 085100421453

B.BP.001.04.18.0001436

B.BP.001.04.18.0001307

B.BP.004.04.18.0001435

Dijual Cpt Tnh 30Are Singaraja View Lovina,Rmh 4Are 2Lt Sanur + Pool,Tnh 1Hektar Pinggir Pantai Sumbawa Barat/085100800721 B.BP.001.04.18.0001300

Tanah Kav.1Are,Akses 5mtr,Jln. Tkd.BadungXVI,Dps081803042013

B.BP.001.04.18.0001422

Tnh 2A Subak Kalibalang Marga Jln. Aspal 60Jt/A, 082147454248 B.BP.164.04.18.0001442

Djl Tnh 1A 2A Pererenan,10A Bdk,2A Dama BU,082147454248 B.BP.164.04.18.0001441

DIJUAL RUMAH Dijual Rumah Lokasi Cekomaria Hub.082145004568 B.BP.154.04.18.0001457

Djl Rmh 2A Permanen & Semi Permanen Jl.Besakih Gg.Sosro,Djl Tnh 15A (Ada Gdg Kontruksi Baja)Jl.Hasanudin,Penggending Klk Hub(0366)21173/21600/22954 Ng B.BP.165.04.18.0001087

DIJUAL TOKO Jual Shoroom Mobil Jl.P.Belitung dan jual Rmh Jl.Tkd.Yeh Aya No.98,Hub.081353270423 B.BP.001.04.18.0001446

DIJUAL RUKO

Yaris S TRD AT Pth13 E’12 S’08 S’11 AsDK TT Krd,081339510584

Dijl Ruko Kertawijaya BlokA1/ Buluh Indah 26C Dps 085100867168

KOST

Hrs laku Ruko 4Lt(40x10) By Pas Kediri Tbn,1,4M, 085338259869

B.BP.164.04.18.0001443

Kos Exclusif Lngkp:Furnish,PLN Wifi,Pool,Dkt Airport & Centro Hub.081236333919/081385615594 B.BP.001.04.18.0001305

DIJUAL TANAH Djl Cpt Tnh Kav 1A di Antasura Hub.085792285632/081236900179 B.BP.001.04.18.0001325

Tanah di Batubulan & Jagapati Luas 1-1,5 Are,Harga 200Jt/Are Nego Hub.081337335589 B.BP.001.04.18.0001412

B.BP.004.04.18.0001433

B.BP.001.04.18.0001261

DIJUAL VILLA Villa Jimbaran DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.08174792678/081805374433

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.08123985172 / 412815

B.BP.001.04.18.0000729

Cuci Gudang Alat Fitnes Second HP:08123634805 / 082131234798

B.BP.001.04.18.0001364

KEHILANGAN BPKBNo.9450120-ODK5056AVAn. Jonny Yulius Rodolf Sumampouw B.BP.001.04.18.0001421

Hlg BPKB Honda No.8346881-O an.Drs.I Ketut Werta,Karangasem B.BP.004.04.18.0001033

KERJASAMA

Dijl Msn Jht Neci,Kaos,Kancing &BajuGarmen.Hub:087861714157

Krjasama,KSU.Britani Sejahtera Butuh Modal Rp.1 Milyar untuk Membangun Jasa Gilingan Padi, Jaminan 11 Sertifikat dan Proyek yang Dibiayai, d/a Desa Salukaia Kec.Pamona Barat Kab.Poso Sulteng Hub.08524245 9700,081281164799,081341257711

B.BP.001.04.18.0001356

B.BP.004.04.18.0001432

B.BP.004.03.18.0001161

MESIN


BANGLI

18

Jumat Paing, 27 April 2018

Setahun, Populasi Sapi Turun 10 Ribu Ekor Bangli (Bali Post) Populasi sapi di Kabupaten Bangli mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, selama kurun waktu setahun, yakni 2016 sampai 2017, terjadi penurunan populasi sapi sebanyak 10 ribu ekor. Sekretaris Dinas PKP Bangli I Wayan Sarma didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Sri Rahayu, Kamis (26/4) kemarin mengungkapkan, di tahun 2016, populasi sapi di Bangli tercatat 74.793 ekor. Namun tahun 2017, jumlahnya hanya 64.754 ekor. ‘’Penurunan mencapai 13 persen,’’ ucapnya. Menurut Sarma, penurunan populasi sapi dipengaruhi sejumlah faktor seperti erupsi Gunung Agung serta pembukaan lahan jeruk besar-besar di Kintamani. ‘’Karena petani khawatir tidak ada ketersediaan pakan pascaerupsi, jadi mereka lebih memilih menjual ternaknya. Mereka takut kejadian 1963 terulang, karena

tertimbun hujan pasir dan debu, rumput mati hingga sapi tidak dapat pakan,’’ katanya sembari menyebutkan, penurunan populasi sapi paling tinggi terjadi di Kecamatan Kintamani. Sarma menegaskan, pihaknya telah menggelontorkan sejumlah program Pemerintah Pusat seperti Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab). Di samping itu, pihaknya juga mencegah peternak menjual sapi produktif dan memberikan layanan inseminasi buatan (IB) gratis. ‘’Kita juga memberikan pelayanan gratis terhadap sapi yang mengalami gangguan reproduksi. Dari sejumlah indukan yang ditangani, selama ini menunjukkan hasil yang cukup. Selama setahun, sekitar 9 ribu ekor betina yang telah mendapatkan pelayanan iseminasi buatan gratis. Jadi, kita harap semuanya berhasil, dengan demikian jumlah sapi segera naik, asalkan peternak tidak buru-buru menjual anakan sapi sehingga luput dari pendataan,’’ tegasnya. (kmb41)

2.334 Lansia Telantar Bali Post/nan

Sebagian Besar Belum Ditangani Pemerintah

Bangli (Bali Post) –

Angka lansia telantar di Kabupaten Bangli cukup tinggi. Data Dinas Sosial Kabupaten Bangli menyebutkan, jumlah warga lansia yang hidup dalam kondisi telantar mencapai 2.334 orang. Dari jumlah tersebut, baru sebagian kecil yang sudah mendapat perhatian pemerintah. Jumlah lansia telantar terbanyak di Kecamatan Tembuku, yakni 950 orang. Disusul Kecamatan Bangli sebanyak 805 orang, Kecamatan Kintamani 316 orang dan Kecamatan Susut 263 orang. Lansia telantar di Kabupaten Bangli didominasi perempuan sebanyak 1.219 orang, sementara laki-laki 1.115 orang. Kepala Dinas Sosial Kabu-

paten Bangli Nengah Sukarta didampingi Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Sang Ayu Kompiang Suarning mengatakan, ribuan lansia tersebut masuk kategori lansia telantar karena memenuhi sejumlah kriteria. Kriteria dimaksud antara lain telah berusia lebih dari 60 tahun, tidak mempunyai bekal hidup, tidak mempunyai pekerjaan, tidak

mempunyai penghasilan, tidak mempunyai sanak keluarga, tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya baik secara jasmani, rohani maupun sosial. ‘’Penyebab lansia telantar di Bangli kebanyakan karena faktor ekonomi dan tidak ada yang merawat,’’ ujarnya, Kamis (26/4) kemarin. Untuk menangani masalah tersebut, Pemerintah Pusat telah

Operasi Patuh Agung

Polisi Sasar Pengemudi di Bawah Umur

Bangli (Bali Post) – Guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Bangli kembali melaksanakan Operasi Patuh Agung selama dua pekan ke depan. Kali ini ada tujuh poin yang menjadi sasaran operasi, salah satunya pengemudi di bawah umur. Operasi Patuh Agung 2018 yang dimulai Kamis (26/4) kemarin, ditandai dengan apel gelar pasukan di depan Mapolres Bangli. Apel dipimpin Kapolres Bangli AKBP Agus Triwaluyo dan dihadiri Dandim 1626/Bangli, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan sejumlah undangan lainnya. Pada operasi ini, Polres Bangli mengerahkan 50 orang personel. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa dalam amanat yang dibacakan Kapolres AKBP Agus Tri Waluyo menyatakan, tujuan Operasi Patuh Agung, yaitu meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan

raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas. Di samping itu, kegiatan ini demi terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang Ramadhan dan pelaksanaan Pilkada 2018. Sesuai dengan sandinya, operasi ini lebih mengedepankan penindakan penegakan hukum yang terukur dan humanis berupa tilang terhadap pelanggar lalu lintas, selain kegiatan preemtif dan preventif tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Lebih lanjut dikatakan Agus, ada tujuh poin prioritas yang menjadi sasaran, yakni pengemudi yang menggunakan handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, penge-

mudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi motor atau mobil yang menggunakan narkoba atau mabuk, dan pengemudi yang berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Demi suksesnya pelaksanaan operasi, Agus meminta seluruh personelnya untuk mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan personel, khususnya pada saat melakukan penertiban pelanggaran lalu lintas. Dalam melaksanakan kegiatan operasi, seluruh personel yang terlibat diminta untuk memedomani standar operasional prosedur yang ada. Usai pelaksanaan apel kemarin, Kapolres memberikan dan memasangkan helm kepada sejumlah perwakilan anak TK. Pemberian helm ini merupakan bentuk kepedulian Polres Bangli terhadap anak usia dini sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. (kmb40)

Bali Post/ina

PASANGKAN HELM - Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo memasangkan helm kepada perwakilan anak TK usai apel gelar pasukan Operasi Patuh Agung 2018, Kamis (26/4) kemarin.

BPBD Belum Miliki TRC

Bangli (Bali Post) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli belum memiliki Tim Reaksi Cepat (TRC). Padahal TRC sangat dibutuhkan dalam mempercepat penanganan dan penanggulangan bencana, terlebih potensi bencana di Bangli terbilang cukup tinggi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan, Kamis (26/4) kemarin, mengatakan untuk membentuk TRC, BPBD Bangli masih terkendala terbatasnya jumlah personel, tempat dan peralatan. TRC yang bertugas memantau dan menindaklanjuti laporan bencana selama 24 jam, sedikitnya membutuhkan 18 hingga 20 orang personel yang dibagi ke dalam beberapa shift. ‘’Personelnya bisa dari lembaga-lembaga terkait yang bergabung dan bisa juga kita bentuk TRC murni dari anggota BPBD,’’ terangnya. Menurut Karmawan, pembentukan TRC sangat diperlukan untuk melaksanakan kaji cepat penanganan bencana. Dengan adanya TRC, segala laporan atau informasi yang masuk terkait kebencanaan, bisa ditindaklanjuti dan ditangani dengan cepat.

Karena belum memiliki TRC, sejauh ini penanganan bencana ditangani langsung anggota BPBD. Sementara untuk pemantauan bencana dilakukan tim BPBD dibantu lembaga terkait serta masyarakat desa. ‘’Kita selama ini lakukan kerja sama dengan lembaga terkait, tokoh-tokoh masyarakat dan teman-teman yang sudah kita latih untuk memberikan informasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana,’’ jelasnya. Selain TRC, untuk mendukung penanganan dan penaggulangan bencana di daerah, juga perlu dibentuk Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) untuk mengolah informasi soal kebencanaan. Seperti halnya TRC, pembentukan Pusdalop juga membutuhkan sarana dan prasarana berupa tempat, peralatan komunikasi serta personel. Personel Pusdalop bisa berasal dari kalangan relawan. ‘’Kita sudah sempat belajar dalam kunjungan kerja belum lama ini mengenai hal-hal apa yang bisa kita siapkan dan langkah-langkah perekrutannya. Nanti itu akan kita laporkan ke pimpinan, sehingga TRC dan Pusdalop bisa kita wujudkan,’’ kata Karmawan. (kmb40)

memberikan bantuan melalui progam Asistensi Sosial Lanjut Usia (Aslut). Bantuan yang diberikan berupa uang Rp 200 ribu per bulan secara non tunai. Hanya saja tidak semua lansia telantar di Bangli bisa menerima bantuan tersebut, karena kuota yang diberikan hanya 101 orang. ‘’Yang diberikan hanya lansia yang bed riden. Tidak bisa bergerak dan hanya menghabiskan masa tuanya di tempat tidur,’’ katanya. Sementara terhadap lansia telantar yang belum tersentuh

bantuan, sebagaimana instruksi Bupati, pihaknya telah merancang kegiatan penanganan serupa dalam renstra. Kegiatan pemberian bantuan tersebut akan direalisasikan tahun 2019 mendatang, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Untuk penanganan lansia telantar tahun ini, pihaknya baru sebatas melakukan pendampingan berupa pendataan, sosialisasi kepada calon penerima dan penyiapan sarana pendukung. Selain lansia telantar, jumlah anak telantar di Bangli juga cu-

kup banyak. Sesuai data Dinas Sosial, angka anak telantar mencapai 379 jiwa. ‘’Anak telantar disebabkan karena orangtuanya meninggal. Ada juga yang ditelantarkan. Artinya, anak tersebut tidak mendapat perhatian orangtua,’’ kata Sukarta. Masalah sosial yang juga ditangani Dinas Sosial, yakni penyandang disabilitas di Bangli yang mencapai 620 jiwa. Dari jumlah itu, hanya 73 jiwa yang sudah mendapatkan bantuan dari pusat berupa uang Rp 300 ribu per bulan. (kmb40)

Jukir akan Diusulkan Jadi Tenaga Kontrak

Bangli (Bali Post)Upah pungut yang diterima juru parkir (jukir) di Kabupaten Bangli masih sangat kecil. Kondisi itu membuat sejumlah jukir mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut. Guna meningkatkan kesejahteraan jukir, Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli akan mengusulkan jukir diangkat sebagai tenaga kontrak Pemkab Bangli. Sekretaris Dishub Bangli I Gusti Ngurah Alit Miasa mengatakan, upah yang diterima jukir sebesar 20 persen dari hasil pendapatan yang diperoleh dari retribusi karcis, sesuai target yang telah ditentukan. Pihaknya pun tidak memungkiri, upah yang diterima para jukir sangat minim. ‘’Contohnya, jika target Rp 1,7 juta mampu dipenuhi, nanti 20 persen dari itu yang mereka terima. Kalau tidak mampu memenuhi target, maka upah yang diterima lebih sedikit. Target masing-masing petugas parkir berbeda karena

disesuaikan dengan wilayah yang ditangani,’’ katanya. Untuk saat ini pihaknya memiliki 42 jukir. Mereka ditempatkan di beberapa pasar di Bangli, seperti Pasar Kidul, Pasar Kayuambua dan Pasar Singamandawa. Agar jukir tetap bertahan, Dishub berencana mengajukan permohonan ke Bupati Bangli agar jukir diangkat menjadi tenaga kontrak. Tenaga jukir sangatlah diperlukan, sebab mereka salah satu pahlawan PAD Kabupaten Bangli. ‘’Kami harap usulan kami nantinya bisa disetujui. Dengan mereka bisa diangkat menjadi tenaga kontrak, maka mereka akan mendapatkan gaji dari pemerintah daerah,’’ ungkapnya. Sementara itu, salah seorang jukir di Pasar Kidul, I Nengah Sumantra, membenarkan jika upah pungut yang diterimanya sangat kecil. Disinggung soal rencana Dishub mengajukan jukir sebagai tenaga kontrak, Sumantra mengaku mendukung langkah tersebut. (kmb41)

Bali Post/nan

JUKIR - Jukir di Pasar Kidul. Dishub berencana mengajukan usulan agar jukir diangkat sebagai tenaga kontrak Pemkab Bangli.


Jumat Paing, 27 April 2018

19


balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Jumat Paing, 27 April 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Gek Atu

Bangga ’’Reborn’’ Lagu ’’Kapu-Kapu’’ SEMPAT mengeluarkan single ‘’Iklas’’ beberapa bulan lalu, penyanyi berparas cantik, Gek Atu kini sedang mempersiapkan single terbarunya. Namun, di tengah persiapannya itu, salah satu personel GeK ini mencoba me-reborn salah satu lagu karya musisi Bali ternama Mang Gita yang berjudul ‘’Kapu-Kapu’’. Single yang diaransemen oleh Sila ini pun kini sudah mulai dipromosikan. Reborn single ‘’Kapu-Kapu’ ini lebih menonjolkan balutan suling, sehingga lebih bervariatif dan merdu untuk dinikmati. Pemilik nama lengkap Dewa Ayu Putu Ika Anggarini ini pun merasa bangga karena telah diberikan kepercayaan membawakan sebuah lagu garapan dari Mang Gita selaku musisi senior Bali. Menurutnya, den-

gan membawakan ulang lagu ‘’Kapu-Kapu’’, menjadi tantangan tersendiri bagi Gek Atu. ‘’Lagu ini kan dulu pernah hits dan sekarang saya membawakan ulang, itu artinya paling tidak bisa mendekati aslinya dari segi kepopuleran lagu ini. Tapi yang jelas bisa dipercaya untuk membawakan lagu ini saja, saya sudah sangat bangga sekali,’’ ungkap Gek Atu, Kamis (26/4) kemarin. Meskipun tidak mudah membawakan sebuah lagu yang pernah populer, namun perempuan kelahiran Kaliakah, 8 Oktober 1985 ini berharap bisa mengimbangi kesuksesan lagu tersebut seperti pada masanya. Dengan kemasan berbeda, Gek Atu pun yakin singlenya kali ini bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Bali dan pencinta musik pop Bali. (win)

’’Tree of Life’’ Gunawan di Galeri Hadiprana POHON adalah sumber kehidupan, karena penyuplai air. Bayangkan kalau bumi ini tanpa pohon, tentu akan kering dan manusia tidak akan bisa hidup. Maka sayangi dan rawatlah pohon sehingga bumi akan menjadi harmoni. Itu yang mendorong pelukis muda Made Gunawan menciptakan karya-karya bertema pohon (tree of life). Ia akan memamerkan karya lukisnya di Galeri Hadiprana Jakarta, 1-12 Mei 2018 bertajuk ‘’Tree of Life’’. Dalam pameran kali ini Gunawan juga meluncurkan buku berjudul sama, ‘Tree of Life’’ karya Hartanto. Pelukis asal Apuan, Baturiti, Tabanan ini akan memamerkan 21 buah lukisan dengan ukuran bervariasi antara 150 x 130 cm sampai 200 x 360 cm. Pameran akan dibuka Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Triawan Munaf. ‘’Lukisan pohon (tree of life) itu terinspirasi dari wayang Kayonan atau Gunungan. Kayonan juga sebagai simbol bumi. Dari Kayonan itulah saya bereksplorasi sehingga lahir lukisan seri pohon (tree of life)

yang dipamerkan kali ini,’’ ujar Gunawan, Kamis (26/4) kemarin. Bagi pemilik Galeri Hadiprana, Puri Hadiprana dan Hendra Hadiprana, Gunawan adalah pelukis yang penuh semangat dan progresif. Made Gunawan sudah berpameran tunggal lima kali di Galeri Hadiprana. Pada pameran kelima ini yang sekaligus merayakan ulang tahun Galeri Hadiprana ke-56, tema yang diangkat ‘’Tree of Life’’. Pada kesempatan ini Made Gunawan juga meluncurkan buku berjudul ‘’Tree of Life’’. Melalui buku ini masyarakat bisa menjadi tahu lebih banyak tentang Made Gunawan dalam berproses kreatif hingga menjadi sosok yang diperhitungkan dalam percaturan seni rupa modern di Bali dan di Indonesia. Penerbitan buku yang memuat perjalanan hidup Made Gunawan akan memperkaya cara pandang dan memungkinkan penyebaran pengetahuan secara lebih meluas. Dengan demikian proses apresiasi terhadap karya seni juga akan semakin meningkat. (lun)

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Pemimpin Mesti Beri Keteladanan

DALAM pandangan Hindu, kehadiran pemimpin sangatlah penting dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagawad-Gita Bab III Sloka 21 menyiratkan pemimpin mesti memberi keteladanan dalam segala aspek kehidupan. Dalam konteks memilih pemimpin Bali (Pilgub) Juni mendatang, keteladanan ini penting menjadi perhatian bagi pemimpin. Masyarakat pemilih pun mesti cerdas memilih pemimpinnya. Hal itu disampaikan Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. I Ketut Widnya, Ph.D. saat masimakrama ke Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Kamis (26/4) kemarin. Dikatakannya, seorang pemimpin mesti mampu membangun peradaban, tidak hanya an sich dalam bidang politik, tetapi juga bidang agama, sosial budaya, pertahanan dan keamanan. ‘’Tugas seorang pemimpin adalah mensejahterakan masyarakat. Pemimpin mesti selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, memberi petunjuk dan tuntunan sesuai dengan ajaran agama. Nah, pada pilgub mendatang, masyarakat mesti cerdas memilih memimpin yang diyakini mampu mensejahterakan masyarakat,’’ ujarnya. Dalam hajatan demokrasi itu, beda pilihan paslon jangan sampai merenggangkan hubungan panyambrayaan. Yang namanya pesta, tentu ada kemeriahan. Setelah pesta demokrasi, siapa yang dipercaya rakyat, itu-

Bali Post/ist

LUKISAN - Made Gunawan dengan latar belakang lukisannya.

Gala Dinner publish Asia 2018

WAKIL BUPATI - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa (tengah) dan Chief of Operating Officers Associasi Surat Kabar Dunia (WAN - Ifra) Thomas Jacob (kiri) menghadiri Gala Dinner Publish Asia 2018 yang digelar di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Rabu (25/4).

LOKAL - Stand kopi lokal yang disediakan oleh Kopi Banyuatis menjadi daya tarik tersendiri dalam acara Gala Dinner Publish Asia 2018 yang digelar di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Rabu (25/4). Nikmatnya kopi Bali yang telah terkenal hingga ke mancanegara membuat banyak peserta ingin mencobanya.

Bali Post/eka

Anggur Lokal - Stand Hatten Wine dipadati pengunjung dalam acara Gala Dinner Publish Asia 2018 yang digelar di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Rabu (25/4). Para peserta yang datang dari berbagai negara di Asia sangat tertarik untuk mencoba kenikmatan wine tersebut.

Tradisional Makanan tradisional yakni pisang goreng dan martabak India yang disajikan di stand Arowana Food Street ludes dinikmati oleh peserta Gala Dinner Publish Asia 2018 yang digelar di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Rabu (25/4).

lah pemimpin kita. Di pundak pemimpin itulah kita harapkan kehidupan semakin baik, sejahtera. ‘’Jangan sampai karena bed a p ilihan p emim p in, hubungan kekerabatan atau panyamabrayaan kita menjadi renggang. Setelah pesta demokrasi usai, kita kembali pada spirit atau nilai-nilai pa-

nyamabrayaan, sagilik saguluk, salulung sebayantaka,’’ ujarnya. Bagaimana dengan desa adat dalam kaitannya dengan hajatan demokrasi ini? Prof. I Ketut Widnya mengatakan secara prinsip desa adat sebagai lembaga, jelas tidak boleh berpolitik praktis. Tetapi, orang-orangnya atau pengurusnya, tentu boleh karena merupakan hak asasi setiap individu. ‘’Seharusnya tidak boleh ada yang membatasi hak asasi orang untuk berpolitik. Tetapi desa adat sebagai lembaga, tidak etis kalau berpolitik,’’ ujar mantan Direktur Program Pascasarjana IHDN Denpasar ini. (lun) Prof. I Ketut Widnya


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat, 27 April 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu