Skip to main content

Edisi 12 April 2018 | balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 223 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

kamis paing, 12 april 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Renovasi Pasar Badung Murni dari Kemendag PAD Minim, Klungkung Sulit Membangun, Satu Jalur Solusinya Tak Ada Peran Pihak Ketiga

CALON Wakil Bupati Klungkung Ketut Mandia mengungkapkan, lambannya pertumbuhan pembangunan di Kabupaten Klungkung tak lepas dari minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung. Melihat kondisi itu, ia mengaku terpanggil untuk mengabdikan diri untuk membangun tanah kelahirannya. Meski konsekuensinya harus menanggalkan kursi empuk sebagai anggota DPRD Bali dengan segala kenyamanan fasilitasnya. ‘’Kalau tidak serius, ngapain saya mencalonkan diri dengan meninggalkan jabatan sebagai anggota DPRD Bali?’’ tegasnya saat masimakrama BAGIA dan Koster-Ace dengan ratusan warga Banjar Mergan, Kelurahan Semarapura Kelod, Klungkung, Selasa (10/4). Hal. 19 Gayung Bersambut

KEBULATAN TEKAD - Pasangan BAGIA dan Koster-Ace saat kebulatan tekad warga Banjar Mergan, Klungkung. Ratusan masyarakat yang hadir sepakat untuk memenangkan kedua paslon tersebut.

KPK Tunggu Proses Pengobatan Bupati Bandung Barat Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu proses pengobatan Bupati Bandung Barat Abu Bakar di Rumah Sakit Boromeus Bandung. Sebelumnya pada Selasa (10/4), tim bagian penindakan KPK menangkap Abu Bakar bersama enam orang lainnya di Bandung Barat. ‘’Siang ini, tim KPK dan Polri sedang berada di RS Boromeus Bandung untuk menunggu proses pengobatan kemoterapi Bupati Bandung Barat yang sedang dilakukan,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (11/4) kemarin. KPK mengharapkan tim dokter dapat menjalankan tugas secara profesional dan tidak ada pihak-pihak lain yang menghalang-halangi pelaksanaan tugas KPK. ‘’Atas

dasar kemanusiaan, tim mempertimbangkan untuk tidak membawa Bupati malam tadi ke Jakarta dan meminta Bupati membuat surat pernyataan serta tim melakukan pemeriksaan awal terhadap Bupati di rumah yang bersangkutan,’’ ungkap Febri. Sementara itu, Bupati Kabupaten Bandung Barat Abu Bakar boleh pulang dan keluar rumah sakit usai menjalani perawatan medis di Gedung Yosep lantai 4 Rumah Sakit Santo Borromeus Kota Bandung, Rabu sekitar pukul 17.35 WIB. Aktivitas Abu Bakar meninggalkan rumah sakit tersebut sempat mengecoh para wartawan yang sudah menunggu sejak pukul 13.00 WIB. Hal. 19 Pihak Keluarga

KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar I Wayan Gatra akhirnya memberikan penjelasan secara utuh terkait dengan polemik renovasi dan pembangunan Pasar Badung pascakebakaran beberapa waktu lalu. Menurut Gatra, ada banyak informasi yang tidak benar seperti yang diberitakan dan yang diklaim oleh oknum tertentu demi kepentingan politik. Gatra menegaskan, dirinya tidak ada urusan dengan politik, apalagi klaimmengklaim soal renovasi Pasar Badung pascaterbakar. Pihaknya mengaku hanya ingin meluruskan informasi yang beredar dan cenderung menjadi polemik politik. ‘’Memang ada beberapa hal yang harus diluruskan, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan membingungkan publik,’’ ujarnya di Denpasar, Rabu (11/4) kemarin. Hal. 19 Susun Laporan

DIMULAI - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Pasar Badung, Sabtu, 29 Juli 2017.

Pilpres 2019

Prabowo Siap Tanding

Bogor (Bali Post) – Rupanya Gerindra tak mau berlama-lama ‘’menyimpan’’ kandidat calon presiden yang akan bertanding pada Pilpres 2019. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto langsung mengumumkan kesiapannya maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. ‘’Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan menerima mandat sebagai calon presiden dan meminta untuk segera membangun koalisi pilpres,’’ kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/4) kemarin.

Kesiapan Prabowo itu, katanya, atas permintaan para kader Gerindra yang menginginkan Prabowo maju sebagai capres di Pemilu 2019. Menurutnya, setelah melalui proses yang panjang dengan menyerap aspirasi dari berbagai daerah, jutaan kader Gerindra membuka mata dan telinga selama satu tahun terakhir tentang kepemimpinan nasional. ‘’Rapimnas Gerindra pada 10 April 2018 menentukan arah kebijakan nasional tentang rekrutmen dan seleksi caleg serta aspirasi rakyat Indonesia tentang desakan Prabowo kembali dicalonkan secara resmi oleh Gerindra. Sebanyak 34 DPD dan 529 DPC dan ribuan anggota

Prabowo Subianto

DPRD secara bergantian menyampaikan aspirasi konstituennya yang menginginkan agar Prabowo maju sebagai capres. Atas desakan itu, akhirnya Pak Prabowo menerima mandat dari kader Gerindra,’’ ucap Muzani. Wakil Ketua MPR ini juga menyebutkan, atas dasar aspirasi tersebut, maka Partai Gerindra secara resmi mencalonkan Prabowo Subianto sebagai capres. ‘’Sekaligus memberikan mandat penuh untuk membangun koalisi dan memilih cawapresnya,’’ katanya saat memimpin sidang Rakornas Gerindra di kediaman Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor. Hal. 19 Bersama Rakyat

Pisang Lombok Banjiri Klungkung Sistem pertanian di Bali selalu mendapat pujian. Sistem subak yang diterapkan sejak dulu juga mendapat pengakuan Unesco. Demikian pula petaninya. Selalu mendapat pujian karena keuletan dan kreativitasnya mengolah lahan. Bahkan tidak jarang mereka diminta ‘’mengajar’’ cara bertani di luar daerah. Namun sekarang berbalik. Walaupun subak tetap ada (namanya), namun hasil pertanian malah bergantung dengan daerah lain. Banyuwangi, Lombok dan Sulawesi.

PASAR GALIRAN - Pedagang pisang di Pasar Galiran, Klungkung.

Bali Post/sos

Memasuki Pasar Galiran, Klungkung, pertama yang kita lihat adalah tandan pisang yang berjajar rapi. Jumlahnya ratusan. Jenisnya juga beragam. Ada belasan kios yang khusus menjual pisang. Lalu dari mana pisang itu didatangkan. Ternyata bukan dari petani Klungkung, melainkan dari daerah seberang, Lombok. Pada hari biasa (tidak ada hari raya) jumlah pengirimannya satu truk per hari. Kalau hari raya, Galungan misalnya, pengirimannya berlipat-lipat. Ketut Mertadi, pengepul pisang di Pasar Galiran, menyatakan pasokan pisang dari Lombok rutin datang setiap hari. Jumlahnya melonjak tajam saat jelang hari raya Hindu. Seperti Galungan dan Kuningan. Kala hari raya, Mertadi yang asal Gianyar itu mengaku bisa menjual hingga 500 tandan. Itu tak hanya konsumen dari Klungkung, namun juga Blahbatuh, Gianyar. ‘’Kalau hari raya, permintaan meningkat. Banyak yang beli,’’ katanya. Hal. 19 Kelapa Daksina

Puluhan Truk Pasok Buah di Pasar Anyar Sari

PASAR Anyar Sari, pasar buah terbesar di Bali. Walaupun tergolong anyar namun aktivitas di pasar itu tak kalah dengan Pasar Badung. Setiap hari puluhan truk menurunkan muatan di pasar yang berada di ujung Jalan Mahendradatta (Kargo) itu. Berbagai muatan diturunkan. Sebagian besar dari Banyuwangi, Lumajang dan Jember. Paling banyak adalah pisang. Komoditi lain yang juga dominan adalah semangka, melon, buah naga dan jeruk. Sementara daun pisang, daun singkong dan berbagai aneka bumbu diangkut dengan pick-up. Sedangkan kelapa dan janur diangkut menggunakan L-300. Jiono (40), pedagang buah di Pasar Anyar Sari, mengatakan selain pisang, pepaya dan buah naga juga membanjiri Pasar Anyar Sari. Hal. 19 Buah Lokal

Bali Post/wan

SEMANGKA - Sejumlah buruh sedang menurunkan semangka di Pasar Anyar Sari. Buah tersebut dipasok dari pengepul di Banyuwangi.

Satu Wilayah Satu Komoditi

Bali Post/wan

PISANG - Pasar Anyar Sari merupakan pusat perdagangan buah di Bali. Banyak pedagang dari kabupaten di Bali membeli buah di pasar ini.

Ada pertanyaan mengapa Bali banyak mendatangkan buah dari Banyuwangi, Lumajang, Lombok, bahkan Sulawesi. Ada yang menjawab; karena Bali banyak menanam beton. Artinya, banyak sawah difungsikan untuk hotel, perumahan dan restoran. Bahkan, tidak sedikit pula dibiarkan telantar karena tak lagi menguntungkan. Ketergantungan Bali akan produk luar memang tak terbantahkan. Namun bukan berati Bali patah arang. Upaya untuk membangkitkan pertanian Bali tetap dilakukan. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali I.B. Wisnuardhana mengatakan telah melakukan upaya pengembangan beberapa komoditi. ‘’Untuk beberapa komoditi memang kita masih bergantung dengan luar

Bali. Terutama dari Banyuwangi; janur, pisang, kelapa,’’ bebernya. Semestinya, katanya, Bali tidak kekurangan pisang dan kelapa. ‘’Karena masyarakat terkadang membudi daya pohon pisang untuk diambil daunnya sehingga buahnya berkurang. Begitu juga kelapa. Masyarakat juga memanfaatkan janur sehingga produksi buahnya berkurang,’’ tandasnya. Tahun ini ia melakukan peremajaan pohon kelapa di Buleleng seluas 280 ha, di Jembrana seluas 200 ha dan Karangasem 250 ha. Ia juga menyediakan benih kelapa siap tanam sebanyak 17.600. Ia juga melatih petani membuat bibit kelapa. Bibit ini juga akan disebarkan ke lahanlahan yang ada dengan memperhatikan ketersediaan lahan. Hal. 19 Kopi Kintamani


denpasar

2

Kamis Paing, 12 Maret 2018

Penyediaan Tempat Parkir Terbentur Lahan

figur

Bali Post/sue

Tak Mau Bebani Siswa SALAH satu sekolah swasta tahun ini yang belum menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) adalah SMP PGRI 9 Denpasar. Hal ini dilakukan agar tidak memaksakan diri ikut UNBK dengan keterbatasan komputer yang dimiliki. Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. mengaku tidak mau membebani siswa apalagi orangtua siswa. Alasannya, biaya SPP yang dipungut tiap bulan sudah meng-cover semua biaya sekolah, ekstrakurikuler, USBN dan UNKP. “Jika di tengah semester ada kebijakan UNBK, jelas akan mengambil porsi pos lainnya,” tegasnya. Pangelingsir Puri Padangluwih, Dalung ini mengatakan, jika semua sekolah dipaksakan harus seragam UNBK, dia pun akan tetap membela siswanya. Tidak mau memungut biaya tambahan lagi, sekalipun sekolah sampai norok untuk biaya sewa alat. “Kami tetap bela pati dengan negara, namun sebaiknya tidak ada istilah harus dan wajib,” ujarnya. Di SMP PGRI 9 Denpasar tercatat 224 siswa mengikuti USBN yang dijalankan secara berintegritas dengan kehadiran 100 persen. Pihak sekolah menyiapkan 13 ruangan. Tujuh ruangan disiapkan di sekolah dan enam ruangan masih meminjam di SMPN 10 Denpasar. (sue)

Denpasar (Bali Post) –

Persoalan lalu lintas di Denpasar yang belum tertangani dengan baik, salah satunya parkir kendaraan di bahu jalan. Sejumlah ruas jalan masih menjadi tempat parkir kendaraan yang mengakibatkan kelancaran arus lalu lintas sering terganggu. Kondisi ini juga dirasakan jajaran PD Parkir yang bertugas menangani perparkiran di Kota Denpasar. Hanya, akibat keterbatasan lahan, sampai kini upaya untuk menyediakan tempat parkir yang memadai belum bisa terwujud. Ditemui Rabu (11/4) kemarin, Dirut PD Parkir Denpasar I Nyoman Putrawan, S.T. mengatakan, sampai saat ini

pihaknya belum bisa mewujudkan tempat parkir mandiri sebagaimana di Jakarta. Salah satu faktor utama yang menghambat rencana tersebut, yakni keterbatasan lahan di Kota Denpasar. Putrawan mengatakan, niat untuk membuat kantong-kantong parkir di kawasan strategis di dalam kota sejatinya sudah dirancang sejak lama. Hanya, persoalan klasik, yakni mahal-

nya harga tanah menyebabkan rencana tersebut semakin sulit direalisasikan. “Kalau untuk membuat tempat parkir yang memadai, tentu perlu lahan yang luas. Namun, kita di Denpasar cukup sulit mendapatkan lahan yang strategis di dalam kota. Kalau pun ada, harganya tentu tidak bisa dijangkau,” ujarnya. Menurut Putrawan, penyedi-

aan tempat parkir yang memadai hanya bisa dilakukan dengan pola kerja sama. Seperti yang akan dilakukan dengan RS Sanglah. Pihaknya berencana untuk membuat lahan parkir bertingkat di kawasan rumah sakit terbesar di Bali itu. Karena untuk lahan, pihak rumah sakit sudah memiliki. Sedangkan PD Parkir akan membangun sarananya. “Bila tidak seperti ini, mana mungkin kami bangun sendiri,” jelas pejabat asal Sidakarya ini. Terkait dengan parkir tepi jalan, kata Putrawan, menjadi kewenangan Dinas Perhubun-

gan. Pihaknya hanya sebagai pelaksana. Artinya, bila Dishub melarang parkir di satu ruas jalan, maka PD Parkir tidak mungkin akan menempatkan petugas parkir di jalan tersebut. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, sejumlah ruas jalan sudah dilarang parkir. Akibatnya, pendapatan PD Parkir mengalami penurunan. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Plt. Wali Kota Dukung Pentas Seni HUT SMPN 3 Denpasar Denpasar (Bali Post)Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Denpasar AAN Jaya Negara mendukung penuh pentas seni HUT ke39 SMPN 3 Denpasar yang akan digelar di Lapangan Puputan Badung, Sabtu (14/4) mendatang. Selain memberikan ruang apresiasi seni kepada siswa, event ini juga dinilai strategis sebagai media komunikasi dan promosi positif keberadaan SMPN 3 Denpasar di mata masyarakat. Hal itu diungkapkan Plt. Wali Kota Denpasar AAN Jaya Negara saat menerima panitia HUT SMPN 3 Denpasar yang langsung dipimpin Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan

Murdana, S.Pd., M.Psi. didampingi Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan bersama pengurus komite sekolah, Rabu (11/4) kemarin. Saat itu, Wayan Murdana juga meminta kesediaan agar Plt. Wali Kota Denpasar hadir dan membuka pentas seni tersebut. Pada HUT ke-39 ini, katanya, puncak HUT sengaja digelar di lapangan terbuka atau di luar sekolah guna menumbuhkan kebanggaan bagi siswa. Acara ini juga didukung oleh Bali TV dan Kelompok Media Bali Post. Acara juga diisi dengan pentas seni siswa SMP Pertiwi dan SMP TP 45 Denpasar.

Bali Post/025

TERIMA – Plt. Wali Kota Denpasar A.A. Jaya Negara didampingi Kadisdikora Wayan Gunawan ketika menerima Kepala SMPN 3 Wayan Murdana dan komite sekolah. Jaya Negara mengungkapkan, pentas seni di Lapangan Puputan Badung memiliki dampak ganda bagi sekolah dan masyarakat. Selain masyarakat umum ikut menikmati pentas seni,

para orangtua siswa sambil mengantar juga menikmati potensi anak-anaknya. Hanya, dia tekankan pentas seni nanti harus didukung oleh tata cahaya dan sound system yang berkualitas.

Dua Pemilik Suara Tertinggi Pemilu Bertemu di Istana Mancawarna Bali Post/eka

SEPEDA - Deretan sepeda ontel dari para pencinta sepeda tua di Bali berkumpul di Denpasar.

Koster Berdoa di Altar Kanjeng Ratu, Wedakarna Serahkan Keris Trowulan untuk ”Bekel”

Komunitas Sepeda Tua Gelorakan Peduli Lingkungan

INTERNATIONAL Veteran Cycle Association (IVCA) yang diikuti oleh delegasi dari 30 negara akan digelar di Denpasar, tanggal 12-15 April 2018 ini. Selama empat hari tersebut, puluhan ribu penggemar sepeda tua akan numplek di Sanur. Berbagai kegiatan akan dilangsungkan di kawasan wisata tersebut. Bahkan, pada Minggu (15/4) mendatang akan digelar parade sepeda tua yang diikuti oleh lebih dari 10.000 peserta. Mereka ini akan mengelilingi beberapa objek menarik di Denpasar. Sebagai tuan rumah, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Bali pun dibuat lebih sibuk. Lalu, seperti apa kegiatan

komunitas ini selama ini? Kosti Bali terbentuk pada 11 April 2012 lalu. Kini, anggota penggemar sepeda tua sudah mencapai 2000-an lebih. Komunitas ini terdiri dari 22 klub penggemar sepeda tua yang ada di Bali. Kemudian mereka bergabung menjadi anggota Kosti Bali. “Meski komunitasnya penggemar sepeda, namun kegiatan kami juga lebih banyak ke sosial dan lingkungan,” ujar Ketua Kosti Bali Wayan Kuning Darmawan, Rabu (11/4) kemarin. Kuning menjelaskan, komunitas sepeda ini tidak melulu main sepeda saja. Banyak agenda yang dilakukan terkait dengan aksi-aksi

081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5

Topik : SEKTOR PARIWISATA DAN INFRASTRUKTUR MASIH TIMPANG Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

kebersihan maupun sosial lainnya. Salah satunya, komunitas yang dipimpinnya ini pernah melakukan aksi kebersihan di seputaran lapangan Renon karena areal tersebut sering menjadi tempat nongkrong penggemar sepeda tua. “Banyak sekali sampah plastik yang ada di sekeliling kita, sehingga muncul ide untuk melakukan aksi kebersihan yang melibatkan masyarakat sekitar,” ujarnya. Bukan hanya soal kebersihan, saat Gunung Agung erupsi beberapa waktu lalu, komunitas ini juga menjadi relawan. Mereka membantu warga yang sedang mengungsi, semampu yang bisa mereka berikan. Selain itu, pihaknya juga ikut menjaga lingkungan sekitar agar bisa lebih baik. Misalnya saja, paku yang ada di pohon perindang mereka bersihkan. “Banyak paku yang masih tertancap di pohon bekas spanduk atau sejenisnya yang harus kita cabuti,” katanya. Terkait dengan kegiatan komunitas, secara periodik mereka tetap melakukan pertemuan. Paling tidak dalam tiga bulan sekali, pertemuan dengan anggota pasti ada. Belum lagi saat car free day, sering kumpul bersama anggota komunitasnya. (ara)

ISTANA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Wayan Koster (calon Gubernur Bali dari PDI-P) dan istri di Ruang Kerja Abhiseka Istana Mancawarna Tampaksiring. ISTANA Mancawarna Tampaksiring menjadi simbol tempat yang selalu dihampiri oleh orang-orang besar di negeri ini. Istana yang dimiliki oleh Puri Tegeh Kori Badung yang kini didedikasikan menjadi The Sukarno Center Tampaksiring. Sejumlah pemimpin dunia telah hadir di The Sukarno Center di tempat yang didirikan oleh putra Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ini, di antaranya Tushar Arun Gandhi (cucu Mahatma Gandhi), Princess Norodom Arunrasmy (putri Kerajaan Kamboja), kurang lebih 30 pimpinan negara asing dari seluruh dunia, termasuk banyak duta besar negara-negara sahabat Indonesia. Di dalam negeri, Presiden Joko Widodo, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun hadir di Istana Mancawarna Tampaksiring ini. Belum lagi

sejumlah menteri kabinet silih berganti hadir. Ini menunjukkan bahwa taksu dari Istana Mancawarna Tampaksiring telah membawa orang-orang berpengaruh untuk hadir bersatu dengan vibrasi Tampaksiring sebagai tanah sakral Indonesia. Tak terkecuali, saat Istana Mancawarna Tampaksiring didatangi oleh Dr. I Wayan Koster beserta istri di sela-sela karya Puri Tegeh Kori, beberapa waktu lalu, disambut langsung oleh Shri Arya Wedakarna yang didampingi oleh adinda I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (pradana puri yang anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI-P) serta keluarga besar. Apresiasi atas kehadiran Dr. Wayan Koster disampaikan langsung oleh Shri Arya Wedakarna. “Ini adalah pertemuan kami pertama sejak Pak Wayan menjadi

cagub dari PDI-P. Saya mengapresiasi beliau mau hadir. Ini menunjukkan sikap kenegarawanan beliau, buktinya mau hadir walau yang ditemui jauh beda usianya lebih muda. Ini patut jadi teladan, bahwa jadi pemimpin jangan bersikap eksklusif,” ungkap Shri Arya Wedakarna. Ia pun memberikan pesanpesan kepada Wayan Koster di sela-sela jamuan, bahwa dirinya harus percaya diri menghadapi perhelatan laga Pilgub Bali dan mengabaikan tantangan yang ada, baik internal dan eksternal. “Pak Koster harus sabar seperti Bung Karno. Walau saya nilai di internal partai banyak yang parkir atau kecewa saat tidak dapat rekomendasi, tapi tetap saja percaya diri dan maju teruslah. Begitu juga Pak Koster harus waspada dengan banyak oknum yang merapat, mendekat dan pura-pura baik hanya menjelang pilgub ini, karena jika tidak diatur maka akan mudah dijatuhkan sebagaimana yang dilakukan oleh Brutus. Jadikan pelajaran bagaimana Bung Karno jatuhbangun karena politik. Yang jelas, saya minta Pak Koster agar berpihak pada rakyat. Rakyat tidak pernah pergi jika diperhatikan, tapi elite politik bisa datang dan pergi kapan pun juga sesuai dengan keinginan mereka. Prinsipnya fokus bekerja dan abaikan haters serta lawan politik. Energi kita harus selalu positif. Manut pada garis partai, pasti sukses. Tiru Pak Jokowi, beliau selalu humble, sederhana dan manut,” ungkap Gusti Wedakarna yang juga dikenal publik sebagai Senator DPD-RI ini. Lalu, bagaimana respons Wedakarna terkait Cok Ace

yang jadi pasangan Koster? “Cok Ace orang baik. Dulu saat beliau Bupati Gianyar, di tangan beliaulah jalan di depan Istana ini menjadi Jalan Dr. Ir. Soekarno menggantikan Jalan Astina yang panjangnya 8,5 kilometer. Beliau juga yang hadir saat peresmian The Sukarno Center. Cok Ace tipe pemimpin yang tidak suka bohong. Secara kekerabatan, Puri Ubud dan Puri Peliatan Ubud adalah terdepan dalam membela perjuangan tiang di bidang agama Hindu dan budaya. Apalagi Cok Ace sangat dekat dengan Ibu Sukmawati Soekarno Putri (Ketum DPP PNI Marhaenisme). Tiang kira pertemuan ini positif dan menjanjikan,” ungkap Gusti Wedakarna. Di akhir acara, Shri Arya Wedakarna mempersilakan Wayan Koster untuk berdoa di altar Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan dan juga di Kamar Suci Bung Karno dan menyerahkan sepucuk Keris Kuningan Majapahit asal Trowulan kepada Wayan Koster. “Tadi saat kami berbicara dengan Bapak Wayan, pemangku Istana membisiki tiang bahwa di atas daksina di altar Bung Karno, telah muncul keris secara tibatiba. Jadi, tiang serahkan saja, mungkin ini hak beliau. Tiang anggap bekel jika beliau nanti berhasil menjadi Gubernur Bali. Saya yakin Paduka Bung Karno juga memberi restu,” ungkap Shri Arya Wedakarna. Tentu saja pertemuan dua peraih suara terbanyak di Pemilu 2014 yakni Wedakarna (178.934 suara) dan Wayan Koster (260.342 suara) ini menjadi sinyal positif bagi perjuangan Satu Jalur, walau belum ada sikap resmi dari Wedakarna. (ad577)


Kamis Paing, 12 Maret 2018

Bangun CAS, Upaya Badung Tekan Inflasi

BAWANG merah, cabai dan bawang putih merupakan produk pertanian yang memberi andil terhadap laju inflasi di Bali. Bahkan, biang kerok inflasi ini semakin menjadi-jadi ketika peralihan musim panas ke hujan. Masyarakat pun menjerit lantaran harga ketiga komoditi ini tidak terbeli akibat harga jual tinggi. Parahnya, kondisi serupa terus terulang setiap tahunnya tanpa ada solusi. Pemerintah Kabupaten Badung pun berencana membangun Cold Atmosphere Storage (CAS). Sistem ini dinilai mampu mengatasi masalah inflasi akibat harga bawang merah, cabai dan bawang putih yang tidak terkendali. Ide membangun CAS berawal dari kunjungan ke PT Pura Agro Mandiri, Kudus, Jawa Tengah. Alat tersebut digunakan untuk menyimpan hasil pertanian yang harganya cukup fluktuatif, khususnya bawang dan cabai. Dengan demikian, ketika sedang musim paceklik terhadap dua komoditi tersebut, pemerintah bisa menyalurkannya ke pasar. Tak tanggung-tanggung, Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan setempat merencanakan pengembangan tanaman cabai, bawang dan nanas. Cabai dikembangkan 60 hektar, bawang lima hektar, sedangkan nanas dua hektar. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, sebagian hasil cabai dan bawang juga dialokasikan untuk memenuhi CAS. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 2 miliar. Sejumlah petani juga telah digandeng berikut lahannya untuk mewujudkan program tersebut. Berdasarkan data, 60 hektar cabai terdiri dari 50 hektar cabai rawit dan 10 hektar cabai besar. Adapun sasarannya, yakni 17 calon petani/calon lokasi (CP/CL). Mereka tersebar di Kecamatan Mengwi, 11 CP/CL di Kecamatan Abiansemal, dan 9 CP/CL di Kecamatan Petang. Selanjutnya, bawang lima hektar dengan lima CP/ CL di Kecamatan Mengwi dan dua CP/CL di Kecamatan Abiansemal. Sedangkan nanas madu dua hektar, dengan tiga CP/CL di Kecamatan Petang. Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gusti Nyoman Esenhawer seizin Kepala Dinas mengatakan, ide untuk membantu petani, khususnya cabai dan bawang

muncul dari Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Sebab, dua komoditi ini yang sangat fluktuatif harganya di saat panen. “Terkadang harganya turun jauh dan terkadang pula meroket tinggi. Dengan demikian, saat harga rendah membantu petani. Saat harga tinggi, membantu masyarakat luas,” ujarnya. Program tersebut tengah memasuki tender. Berdasarkan perkiraan, Mei depan sudah mulai pengolahan tanah, pembenihan, lanjut penanaman. Sekitar empat bulan berikutnya, cabai bisa dipanen. Sedangkan bawang sekitar dua bulan. Berbeda dengan bawang yang sekali panen, cabai sekitar 21 kali panen dengan masa sekitar dua bulan. Menurut Esenhawer, pihaknya sudah melakukan penelusuran CP/CL yang akan diajak bekerja sama guna pengembangan tanaman tersebut. Kedua komoditas cabai dan bawang memerlukan lahan dan pengelolaan khusus. Tidak seperti padi, di mana usai menanam, boleh ditinggal sementara. Tapi ini khusus, petani cabai atau bawang karena risiko tinggi. “Untuk petani, sebelum ada kegiatan, kami menyampaikan. Petani mau tidak menanam cabai dan bawang? Petani sudah membuat surat pernyataan, dalam arti dia mau menanam,” terangnya. Saat musim hujan yang turun bersamaan dengan hari raya, kata Esenhawer, harga cabai dan bawang meroket. Lonjakan harga ini akibat suplai cabai dari petani sedikit. Ini disebabkan petani yang menanam cabai sedikit karena risiko tinggi saat musim hujan. “Program ini untuk mengatasi lonjakan harga. Biasanya yang banyak menanam cabai pada Maret atau April. Juni sampai Juli, biasanya panen besar. Nah, yang hasil Agustus sampai September nanti mungkin kita simpan (di CAS-red) untuk persediaan berikutnya,” terangnya. (par)

Bali Post/eka

PERTANIAN - Dua petani tengah memetik cabai di lahan pertaniannya. Pemkab Badung berencana membangun Cold Atmosphere Storage (CAS) untuk menyimpan hasil pertanian yang melimpah agar harga di pasaran tetap stabil.

Terlibat Narkoba, Warga Asing Direhabilitasi PENGADILAN Negeri (PN) Denpasar untuk ketiga kalinya dalam sebulan ini memberikan hukuman rehab pada warga asing yang terlibat kasus narkoba di Bali. Setelah turis asal Australia Baker Joshua James (32) dan pria asal Malaysia, Chan Heng Joon (30), Rabu (11/4) kemarin, pria berkebangsaan Australia kembali divonis rehab atau direhabilitasi. Dia adalah turis asal Australia, Robert Isaac Emmanuel. Majelis hakim pimpinan I Gusti Ngurah Putra Atmaja, sebagaimana dalam amar putusannya mengatakan, terdakwa terbukti bersalah menggunakan narkoba untuk dirinya sendiri. Isaac kemudian dijatuhi hukuman satu tahun dan tiga bulan rehabilitasi di Anargya Sanur. Atas putusan itu, JPU dan pihak terdakwa menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya, JPU Suhadi dan kawan-kawan di hadapan majelis hakim pimpinan I Gusti Ngurah Putra Atmaja mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika dan psikotrapika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 ayat 2 huruf a UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotrapika. “Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, memutuskan dan menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika golongan 1 untuk dirinya sendiri,” tuntut jaksa dari Kejati Bali itu. Sebelum pada tuntutan hukuman setahun tiga bulan, jaksa juga mempertimbangkan sejumlah hal. Pertama, perbuatan turis asal Australia terdakwa Robert Isaac Emmanuel bertentangan dengan program pemerintah dan dapat mengganggu kesehatannya sendiri. Yang meringankan terdakwa mengakui terus terang perbuatanya dan yang bersangkutan sedang menjalani assesment. (kmb37)

BADUNG

3

Buka Pelatihan Mahasiswa Peduli AIDS

Wabup Suiasa Minta Kaum Muda Cegah Penularan HIV/AIDS

PELATIHAN mahasiswa peduli AIDS se-Kabupaten Badung di Kampus Stikes Bina Usada Bali, Banjar Padang Luwih, Dalung dibuka secara resmi Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung yang juga Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Rabu (11/4) kemarin. Pelatihan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan KPA Kabupaten Badung bahkan di Provinsi Bali. Suiasa menyambut baik pelatihan mahasiswa Peduli AIDS ini sebagai salah satu upaya dalam penanggulangan HIV/ AIDS dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Badung. Mahasiswa peduli AIDS adalah sebuah bentuk kegiatan pemberdayaan remaja kampus agar terhindar dari penularan HIV/AIDS dan bahaya penyalahgunaan narkotika. Sasaran program mahasiswa peduli AIDS adalah perguruan tinggi yang berstatus negeri atau swasta di Kabupaten Badung. “Keberadaan mahasiswa peduli

AIDS harus terus ditingkatkan eksistensinya. Selain itu, juga harus didukung oleh semua pihak agar program mahasiswa perduli AIDS di perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas,” kata Suiasa. Lebih lanjut dijelaskan, beberapa tahun terakhir penemuan kasus HIV dan AIDS di Badung meningkat tajam. Jumlah kasus hingga Desember 2017 sebanyak 2.902 kasus, terdiri dari HIV 1.738 kasus, AIDS 1.164 kasus. Sedangkan kelompok umur yang paling tinggi menyerang usia 2049 tahun sebanyak 2.440 orang, berarti 90,5 persen dari total kasus. Ini berarti jika sejak terinfeksi sampai masuk ke kondisi AIDS lamanya lima tahun, maka usia terendah saat terinfeksi sekitar 15-24 tahun. Jalur penularannya terbesar pada usia muda adalah dari hubungan seksual dan penyalahgunaan napza. “Kaum muda yang memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang HIV dan AIDS baru 21,3 persen. Hasil ini perlu mendapat perhatian khusus, bagaimana kaum muda

dapat mencegah penularan HIV/ AIDS,” terangnya. Sementara itu, Ketua Panitia Gede Teda melaporkan maksud diadakan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang HIV/ AIDS, narkoba dan kesehatan reproduksi di perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Badung. Tujuannya untuk meningkatkan upaya kesehatan di lingkungan perguruan tinggi, meningkatkan pengetahuan HIV/AIDS, narkoba dan kesehatan reproduksi pada mahasiswa di Kabupaten Badung. Selain itu, terlatihnya mahasiswa peduli AIDS, terbentuknya Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS (KMPA), menjadikan mahasiswa memiliki keterampilan ketahanan hidup dalam menghadapi masalah pergaulan remaja dan menjadikan aktivitas remaja yang potensial sebagai model yang paling baik untuk remaja seusianya. Pelatihan diikuti 45 peserta dari perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta di Badung dan berlangsung selama tiga hari. (ad575)

MEMBUKA - Wabup Suiasa membuka secara resmi pelatihan mahasiswa peduli AIDS se-Kabupaten Badung di Kampus Stikes Bina Usada Bali, Banjar Padang Luwih, Dalung, Rabu (11/4) kemarin.


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E

PPLP Dhyana Pura Rayakan HUT Ke-31

SERTIFIKAT - I Wayan Arta Dipa, S.H., M.H. (kiri) menerima sertifikat kelulusan doktor yang diberikan oleh Ko-Promotor Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. seusai ujian promosi doktor terbuka Unhi Denpasar, Rabu (11/4) kemarin.

Disertasi ’’Kontroversi Perkawinan Pada Gelahang pada Masyarakat Bali Hindu di Karangasem’’

I Wayan Arta Dipa, S.H., M.H. Lulus dengan Predikat ’’Cumlaude’’

PROGRAM Studi Doktor (Prodi S-3) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar ujian terbuka Promosi Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana I Wayan Arta Dipa, S.H., M.H. di Gedung Rektorat Kampus Unhi Denpasar, Rabu (11/4) kemarin. I Wayan Arta Dipa merupakan Doktor ke-50 Program Pascasarjana Unhi Denpasar. Ujian Terbuka Promosi Doktor ini dipimpin Rektor Unhi Denpasar sekaligus selaku Ketua Sidang Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. Selaku Promotor Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum., Ko-Promotor Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. serta delapan dewan penguji lainnya. Dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana Unhi tersebut, I Wayan Arta Dipa membawakan disertasi berjudul ‘’Kontroversi Perkawinan Pada Gelahang pada Masyarakat Bali Hindu di Kabupaten Karangasem’’. I Wayan Arta Dipa dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude. Dalam disertasinya, I Wayan Arta Dipa yang saat ini menjabat Wakil Bupati Karangasem mengatakan perkawinan pada gelahang yang terjadi pada masyarakat Hindu di Kabupaten Karangasem telah menjadi wacana kontroversial. Kontroversi ini mencakup berbagai aspek

yang berkaitan dengan perkawinan pada gelahang. Penyebabnya yaitu perbedaan cara pandang terhadap perubahan sosial dalam sistem adat, wacana hak waris bagi perempuan, refleksi pengetahuan dan pengalaman serta hukum perkawinan Hindu. Faktor inilah yang menyebabkan masyarakat Bali Hindu di Kabupaten Karangasem sedikit yang melaksanakan jenis perkawinan tersebut. Apalagi kontroversi tersebut mencakup berbagai aspek, baik sekala maupun niskala. ‘’Banyak muncul persepsi sebagian masyarakat Bali Hindu di Karangasem yang menganggap bahwa perkawinan pada gelahang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diwarisi dan dianggap dapat merusak tatanan adat Bali, bahkan dianggap tabu dan tidak patut dilakukan. Oleh karena itu, masyarakat Karangasem menolak terjadinya perkawinan pada gelahang, meskipun saat ini sudah ada dua keluarga yang melaksanakan jenis perkawinan ini,’’ ujar I Wayan Arta Dipa. Selain itu, bentuk kontroversi yang terjadi akibat perkawinan pada gelahang pada masyarakat Bali Hindu di Kabupaten Karangasem adalah perbedaan atau pertentangan pendapat pada aspek hak dan kewajiban adat, status dan kedudukan hukum, kondisi tak terprediksikan dan aspek niskala. Implikasinya

berdampak pada agama, seperti redefinisi tradisi keagamaan dan penguatan sisten keagamaan tradisional dan budaya, seperti restrukturisasi sistem patrilineal dan disintegrasi serta integrasi sosial. ‘’Penolakan sebagian besar masyarakat dan prajuru adat terhadap perkawinan pada gelahang di Kabupaten Karangasem merupakan realitas sosiokultural yang tidak terbantahkan, karena penolakan ini mencerminkan kuatnya keinginan masyarakat adat untuk mempertahankan tatanan tradisi dengan berbagai pertimbangan yang secara teoretis dan praktis cukup beralasan,’’ tegasnya. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi edukasi dan panduan bagi masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Karangasem, bahwa perkawinan sangat penting dalam kehidupan. Tetapi perkawinan harus dilakukan sesuai dengan adat istiadat dan tidak melanggar norma, sehingga tidak menimbulkan perkara di masa yang akan datang. ‘’Saya tidak menampik bahwa perkawinan pada gelahang ini ke depannya masih ditolak atau bahkan diterima oleh masyarakat di Kabupaten Karangasem karena perubahan evolusi. Tetapi untuk saat ini masyarakat di Karangasem menolak terjadinya perkawinan pada gelahang ini,’’ pungkasnya. (ad578)

Bali Post/ara

B R A N D I N G D I S I N I

PUNCAK perayaan HUT ke-31 PPLP Dhyana Pura dilaksanakan Rabu (11/4) kemarin. Perayaan HUT tahun ini mengusung tema ‘’Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang’’. Perayaan HUT PPLP Dhyana Pura dilaksanakan dalam bentuk Ibadah Syukur. Ibadah dipimpin oleh Pendeta I Nyoman Agustinus, M.Th. Dalam renungannya, Pendeta menyampaikan bahwa apa yang sudah dilalui oleh PPLP Dhyana Pura baik dalam meraih kesuksesan maupun dalam menjalani segala tantangan, semua itu tidak terlepas dari kasih Tuhan. Kasih Tuhan menyertai PPLP Dhyana Pura sepanjang tahun untuk bisa terus lebih maju mempersiapkan generasi yang unggul sejak 31 tahun yang lalu dan di waktu yang akan datang. Acara ini dihadiri Pembina Yayasan Dhyana Pura, Pengawas Yayasan Dhyana Pura, Pengurus Yayasan Dhyana Pura, Rektor dan Wakil Rektor beserta jajarannya di Universitas Dhyana Pura, Instruktur PPLP Dhyana Pura serta perwakilan mahasiswa PPLP Dhyana Pura. Pada kesempatan ini juga diserahkan hadiah-hadiah berupa uang pembinaan, piala dan piagam penghargaan untuk para pemenang Lomba Kompetensi Perhotelan tingkat SMK dan Lomba-lomba antarmahasiswa di lingkungan PPLP Dhyana Pura pada Pekan Kreativitas Mahasiswa yang dilaksanakan 6-7 Maret 2018. Dalam sapaannya, Direktur PPLP

Dhyana Pura Gilbert Nainggolan, S.S., M.M. menyampaikan, perayaan HUT ke-31 PPLP merupakan ungkapan syukur karena Tuhan telah memelihara PPLP Dhyana Pura selama 31 tahun dan masih diberi kesempatan menjalankan peran dalam mempersiapkan tenagatenaga terampil di bidang perhotelan. Ketua Yayasan Dhyana Pura Gusti Ketut Mustika, S.Sos., M.M. dalam sambutannya menyatakan apa yang dicapai oleh PPLP Dhyana Pura tidak terlepas dari para pendahulu yang sudah banyak memberikan sumbangan tenaga dan pemikiran untuk kemajuan PPLP Dhyana Pura. Untuk meningkatkan semangat mahasiswa menggali ilmu dan pengalaman yang lebih baik, pihak yayasan akan selalu berusaha mengadakan perbaikan serta meningkatkan mutu sarana dan prasarana. Ketua Panitia Rai Lilyk Dwi Astuti, S.S. mengungkapkan, rangkaian perayaan HUT ke-31 PPLP Dhyana Pura telah dimulai 5 Maret 2017 dengan mengadakan kegiatan antara lain workshop tentang pengetahuan produk dan pengelolaan menu pada 5 Maret 2018. Workshop ini menghadirkan narasumber dari Indonesian Chef Association (ICA) dan disponsori oleh Aroma. Kegiatan diikuti seluruh mahasiswa program 3 tahun Jurusan Management Food and Beverage. Kegiatan selanjutnya adalah Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diisi lomba kompetensi perhotelan selama dua hari. Pada 6 Maret 2018 untuk tingkat SMK, sedangkan

7 Maret 2018 untuk mahasiswa PPLP Dhyana Pura. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan ide kreativitas di bidang perhotelan, baik bagi mahasiswa PPLP maupun siswa/siswi SMK dalam upaya mempersiapkan diri menghadapi persaingan dan memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Pesertanya sembilan SMK di Kabupaten Badung, Tabanan dan Kota Denpasar. Sebanyak 206 mahasiswa dari semua jurusan juga ikut berpartisipasi. Bidang kompetensi yang dilombakan meliputi Tata Boga (Fun and Modern Cooking Contest), Tata Hidangan (Flair Bartending dan Table Set Up), Tata Graha (Making Bed dan Towel Folding) dan lomba Kantor Depan (Speech Contest). Semua kegiatan dilaksanakan di Kampus PPLP Dhyana Pura sebagai ajang promosi khususnya bagi siswa/siswi SMK untuk bisa mengenal PPLP Dhyana Pura lebih dekat. Saat ini PPLP Dhyana Pura sudah memasuki pendaftaran penerimaan mahasiswa baru periode II gelombang I untuk tahun ajaran 2018/2019 dengan tiga program studi pilihan. Program 1 tahun meliputi Kantor Depan/Front Office, Tata Graha/ House Keeping, Tata Hidangan/F&B Service dan Tata Boga/Food Production. Program 2 tahun terdiri atas Akomodasi Perhotelan, Tata Hidangan, Tata Boga, Makanan & Minuman/Food & Beverage. Program 3 tahun meliputi Manajemen Akomodasi Perhotelan, Manajemen Food & Beverage. (ad579)

HUT - Puncak perayaan HUT ke-31 PPLP Dhyana Pura dilaksanakan Rabu (11/4) kemarin.

Komunitas Honda CBR Bali Siap Berlaga di Indonesia CBR Raceday 2018

C E R I T A S U K S E S

Kamis Paing, 12 April 2018

TINJAU MPP - Kepala Kejari Denpasar Sila H. Pulungan didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Made Toya, Kepala Dinas Kominfo Dewa Made Agung dan Kabag Hukum Setda Kota Denpasar Gde Kagung Putra meninjau MPP Sewaka Dharma Kota Denpasar, beberapa waktu lalu.

Tingkatkan Sinergitas Pelayanan Publik

KOMUNITAS Honda CBR Bali siap tampil maksimal untuk mencapai hasil terbaik pada ajang Indonesia CBR Raceday Tahun 2018. Event ini akan dilaksanakan di Sentul International Circuit, Bogor, Jawa Barat, pada 22 April mendatang. Pada ajang ini akan diberangkatkan 17 bikers Bali untuk menguji performa Honda CBR di lintasan sirkuit. Untuk itu, berbagai persiapan dan latihan sudah dilakukan komunitas Honda CBR Bali bersama tim Safety Riding dari Astra Motor Bali. Menurut PIC Sport Honda Astra Motor Bali, Octa Wendy, seperti tahun sebelumnya Indonesia CBR Raceday 2018 akan dibagi dalam

dua kelas yaitu 250cc dan 150cc. Masing-masing kelas memiliki dua kategori yakni komunitas dan nonkomunitas. Pada kategori komunitas disiapkan tiga level peserta yaitu pemula A, pemula B dan pemula C. Ketiga level tersebut akan ditentukan berdasarkan bracket time saat sesi kualifikasi. Pada kategori nonkomunitas, peserta akan dipecah menjadi dua level yakni tingkat pemula dan advance yang juga ditentukan melalui bracket time. Dikatakannya, Honda CBR series yang memiliki DNA balap menjadi pilihan yang disukai para pencinta kecepatan. Oleh karena itu, gelaran Indonesia CBR Race Day ini diharap-

kan dapat menjadi ruang mengekspresikan diri bagi para bikers Bali pencinta performa tinggi Honda CBR. Pada tahun 2017, Bali berhasil menjadi juara I di kelas 250cc komunitas B. Prestasi lainnya yang diraih dalam ajang ini yakni posisi II dan III pada kelas 250cc komunitas C. Pihaknya optimis tahun ini dengan semangat ‘’Bikers Satu Hati’’ dan motivasi yang besar, perwakilan komunitas Bali akan mampu memberikan prestasi terbaik seperti tahun lalu. ‘’Tahun ini kami persiapkan untuk turun di tiga series yang dilaksanakan April, September dan Desember 2018,’’ ujar Octa Wendy. (bns1)

MPP Denpasar akan Dilengkapi Layanan Tilang DUA bulan setelah diluncurkan, Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewaka Dharma Kota Denpasar terus berupaya meningkatkan layanan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Layanan tindak langsung (tilang) yang berada di bawah naungan Kejaksaan Negeri Denpasar ini akan melengkapi MPP Kota Denpasar di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Hal ini terungkap saat Kepala Kejari Denpasar Sila H. Pulungan beraudiensi dengan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara di Kantor Wali Kota Denpasar, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejari Denpasar mengatakan dalam upaya memberikan kemudahan serta memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,

dipandang perlu berkolaborasi dengan Pemkot Denpasar yang telah memiliki Mal Pelayanan Publik. Jadi, masyarakat tidak perlu ke sana ke mari untuk menyelesaikan kewajiban termasuk saat terkena tilang. Masyarakat yang terkena tilang dapat langsung membayar denda di MPP berikut barang buktinya. ‘’Kami (Kejari Denpasar) menilai ini baik untuk masyarakat jika layanan tilang turut melengkapi MPP Kota Denpasar, sehingga pelayanan menjadi lebih mudah dan tidak ke sana ke mari,’’ ungkapnya. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menyambut baik adanya keinginan Kejari Denpasar untuk membuka pelayanan tilang di MPP Kota Denpasar. Selain dapat melengkapi pelayanan publik, adanya pelayanan

tilang turut memudahkan masyarakat yang hanya perlu datang ke satu gedung untuk berbagai urusan. ‘’Kami di Pemkot Denpasar menyambut baik kerja sama ini. Kami segera realisasikan dengan pembuatan MoU untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,’’ jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejari Denpasar Sila H. Pulungan didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Made Toya, Kepala Dinas Kominfo Dewa Made Agung, Kadis DPMPTSP Made Kusumadiputra dan Kabag Hukum Setda Kota Denpasar Gde Kagung Putra langsung meninjau lokasi dan ruangan di Gedung Graha Sewaka Dharma yang sedianya menjadi tempat pelayanan tilang. (ara)

MAKSIMAL – Komunitas Honda CBR Bali bertekad tampil maksimal untuk meraih hasil terbaik pada ajang Indonesia CBR Raceday 2018 di Sirkuit Sentul pada 22 April mendatang.

TPP di Pemkab Bangli

Pencairan untuk Guru dan Pengawas Sekolah Belum Jelas Bangli (Bali Post) – Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) yang telah lama ditunggutunggu para ASN di lingkungan Pemkab Bangli bakal segera dicairkan dalam waktu dekat ini. Meski demikian, tidak semua ASN di Bangli menyambut gembira kabar pencairan TPP tersebut. Pasalnya, TPP yang akan dicairkan dalam waktu dekat ini hanya diberikan untuk ASN yang berstatus non-guru. Sementara pencairan TPP untuk ASN yang berstatus guru dan pengawas sekolah yang telah mendapat tunjangan profesi guru (TPG) belum ada kejelasan. Informasi yang dihimpun Rabu (11/4) kemarin menyebutkan, untuk pencairan TPP pegawai, Bupati Bangli I Made Gianyar telah men-

geluarkan Surat Keputusan (SK) tentang Besaran Dasar Tambahan Penghasilan PNS Berbasis Kinerja Tahun 2018. Dalam salah satu pasal di SK tersebut diatur bahwa TPP tidak diberikan kepada pegawai yang berstatus guru dan pengawas sekolah yang mendapat tunjangan profesi guru atau tunjangan pengawas. SK yang telah tersebar di kalangan pegawai itu pun mulai mendapat tanggapan dari kalangan guru. Sejumlah guru merasa kecewa dengan kebijakan Pemkab Bangli yang meniadakan TPP untuk para guru dan pengawas. Kebijakan ini dianggap tidak adil. Ketua PGRI Kabupaten Bangli Nengah Wikrama saat dihubungi siang kemarin mengakui adanya

informasi tentang ditiadakannya TPP untuk para guru dan pengawas tahun ini. ‘’Tahun 2017 lalu, guru dan pengawas yang telah menerima TPG tetap mendapat TPP. Tapi sesuai kebijakan sekarang, guru dan pengawas yang menerima tunjangan sertifikasi tidak lagi memperoleh TPP,’’ ujarnya. Sebelumnya Wikrama sudah sempat menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangli terkait hal tersebut. Dalam aspirasinya, disampaikan tentang beberapa hasil kajian PGRI. Berdasarkan aturan yang ada, guru tetap berhak mendapat TPP dari daerah meskipun di satu sisi telah menerima TPG dari pusat. Sesuai prinsip UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,

TPG diberikan karena kedudukan guru sebagai tenaga profesional. Di sisi lain TPP juga berhak diterima guru karena statusnya sebagai ASN daerah meskipun nilainya dibedakan berdasarkan beban kerja. Menurutnya, dari hasil konsultasinya ke Kemendikbud mengenai Permendikbud No.12 Tahun 2017 tentang juknis penyaluran TPG, tunjangan khusus dan TPP diperoleh penjelasan bahwa TPP tetap bisa diterima guru dan pengawas. Karena dalam aturan yang tertuang dalam Permendikbud, tidak ada larangan para guru dan pengawas menerima TPP dari daerah. ‘’Kami juga sudah berkonsultasi dan audiensi ke Dinas Provinsi Bali, dan diberikan penjelasan bahwa Permendikbud itu tidak

melarang pemberian TPP untuk guru,’’ jelasnya. Berdasarkan hasil kajian itu, pihaknya mewakili para guru masih tetap berharap Pemkab Bangli bisa memberikan TPP untuk para guru dan pengawas sesuai asas keadilan. Dalam Waktu Dekat Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra menyatakan pencairan TPP untuk ASN di lingkungan Pemkab Bangli akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Khusus untuk ASN yang berstatus guru, pencairan TPP dilakukan setelah keluarnya jawaban tertulis dari Kemendikbud mengenai penjelasan Permendikbud yang mengatur boleh tidaknya pem-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

berian TPP untuk guru yang telah menerima TPG. ‘’Karena ada regulasi itu maka kami disarankan membuat permohonan dan penjelasan tertulis dan akan dijawab oleh kementerian. Setelah itu keluar, kami akan pakai dasar untuk membayar TPP,’’ tegasnya. Ia memastikan para guru yang telah menerima TPG bisa tetap menerima TPP dari daerah. Hanya, agar ada dasar tertulis pencairan TPP, pihaknya masih menunggu jawaban dari Kemendikbud. ‘’Pemkab Bangli sudah menyiapkan anggarannya. Kami harapkan guru-guru bersabar. Kami sudah berjuang dan sudah siapkan dana untuk pencairan TPP-nya,’’ tandas Giri Putra. (kmb40)


daerah

Kamis Paing, 12 April 2018

5

Smasta akan Terapkan UUBK

Sampai Hari Ketiga, UNBK Berjalan Lancar Tabanan (Bali Post) Ketika sekolah masih berkutat menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), SMAN 1 Tabanan (Smasta) justru membuat terobosan baru. Mereka akan menggelar Ulangan Umum Berbasis Komputer (UUBK) untuk siswa kelas X dan XI mulai tahun ajaran 2018 ini.

Ikan Kaleng Mengandung Cacing Dipastikan Tak Beredar Bali Post/ist

Semarapura (Bali Post) Produk ikan kaleng makarel yang diduga mengandung cacing dipastikan tidak ada lagi dijual swalayan dan minimarket di Kabupaten Klungkung karena sudah ditarik langsung oleh perusahaan. Meski demikian, pengawasan akan tetap dilakukan Pemkab Klungkung. Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan

Klungkung I Wayan Ardiasa, Rabu (11/4) kemarin. Pejabat asal Jembrana ini menyebutkan, pasca-adanya informasi terkait ikan kaleng bercacing, langsung dilakukan pemantauan ke swalayan dan minimarket. Pihaknya hanya menemukan pada satu minimarket di Jalan Ngurah Rai, Semarapura, sebanyak enam kaleng dan sudah langsung ditarik. ‘’Di sana saja ditemukan produk yang diinfokan mengandung cac-

ing. Yang lain tidak ada, sudah ditarik oleh perusahaannya,’’ jelasnya. Meski demikian, pemantauan dan pengawasan akan terus dilakukan dengan menyasar warung-warung yang jumlahnya sangat banyak, sehingga memerlukan waktu cukup lama. ‘’Di warung-warung tidak menutup kemungkinan ada yang jual. Kami akan pantau. Kami juga minta masyarakat lebih teliti saat membeli,’’ ujar Ardiasa. (kmb45)

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Smasta Mulyadi Joyo Astowo menyebutkan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah terobosan ulangan umum siswa kelas X dan XI berbasis komputer. Kalau sebelumnya siswa mengerjakan soal ulangan umum dengan menulis pada lembar jawaban, dengan komputer tentu model konvensional itu tidak lagi digunakan. ‘’Kami akan terapkan ulangan umum seperti UNBK mulai tahun ini,’’ ungkapnya ketika diminta konfirmasinya, Rabu (11/4) kemarin. Pria yang akrab dipanggil Joyok itu menambahkan, pihaknya mengaplikasikan sistem komputer saat ulangan umum karena dinilai lebih simpel, transparan dan

menunjukkan kemampuan siswa dalam pembelajaran. Siswa akan bisa menjawab kalau benar-benar belajar dengan baik. Dengan sistem ini tidak ada alasan lagi siswa tidak belajar. Program ini juga mendukung kebijakan pemerintah pusat mengurangi penggunaan kertas (paperless) dan memudahkan guru memeriksa hasil ujian karena secara otomatis sudah diketahui. ‘’Dengan sistem komputer akan lebih mudah, lebih transparan dan lebih akuntabel,’’ jelasnya. Guru olahraga tersebut menyebut secara prinsip seluruh siswa sudah disiapkan bisa menjawab soal dengan sistem komputer. Sejauh ini pihaknya sudah memiliki lab komputer yang memadai di

sekolah. Karena itu sudah bisa melaksanakan UNBK sejak tahun lalu. ‘’Pelaksanaan UUBK itu saya kira sudah siap,’’ tegasnya. Sementara itu, seperti diungkapkan Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Tabanan I Ketut Sudarma, pelaksanaan UNBK SMA di Tabanan sampai hari ketiga kemarin berlangsung aman dan lancar. Tidak ada kendala berarti. ‘’Kalaupun ada kendala sebatas saat login ke server pusat. Hal itu memang sempat membuat terjadi penundaan sebentar, namun secara keseluruhan bisa dikategorikan tidak ada masalah,’’ terangnya seraya berharap UNBK di Tabanan berjalan lancar sampai hari terakhir, Kamis (12/4) ini. (kmb28)

Jelang IMF-WB

sosok Diskusi Akademik KUALITAS akademik para mahasiwa dan dosen penting terus diasah lewat seminar, diskusi dan kegiatan ilmiah lainnya. Dengan demikian, kualitas sumber daya manusia (SDM) kita akan semakin meningkat dan berdaya saing. ‘’Kami merancang kegiatan diskusi secara rutin untuk meningkatkan kualitas para dosen dan mahasiwa dengan mendatangkan narasumber dari intern kampus dan luar kampus,’’ ujar Ketua Prodi Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana Unhi Denpasar Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. saat Diskusi ‘’Seremonial Life According the Bali Hindu and the Mesoamerican Traditional Clendar System‘’ di Gedung Pascasarjana Unhi, Rabu (11/4) kemarin. Diskusi yang diikuti mahasiswa dan dosen Pascasarjana Unhi ini menampilkan pembicara Drs. Ida Kade Suarioka, M.Si. (dosen Unhi) dan antropolog dari Meksiko Patricia Elizabeth Torres Villanueva, Ph.D. I.B. Dharmika yang didampingi Direktur Program Pascasarjana Unhi Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si. mengharapkan melalui diskusi ini dosen dan mahasiswa mendapat pengayaan atau pemahaman lebih tentang kehidupan upacara berdasarkan sistem penanggalan Bali Hindu dan Mesoamerican. ‘’Ini kesempatan yang bagus untuk menambah pengetahuan,’’ tuturnya. (lun)

Belum Terdeteksi Potensi Menjurus Terorisme Denpasar (Bali Post)Dalam rangka persiapan pertemuan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-WB) yang diagendakan Oktober 2018 mendatang, Polda Bali melakukan berbagai persiapan khususnya di bidang keamanan. Salah satunya meresmikan Gedung Command Center oleh Kapolda Bali Irjen (Pol) Petrus R. Golose, Rabu (11/4) kemarin. Adanya sistem keamanan dengan fasilitas canggih ini mampu memberikan pelayanan terbaik. Selain itu, hingga saat ini tidak ada terdeteksi hal potensial yang menjurus pada terorisme dan kejahatan signifikan yang berkaitan transnational crime. “Command Center ini akan mengubah sedikit demi sedikit cara pengamanan wilayah yang dahulunya konvensional dan kini menggunakan teknologi

modern dalam melayani masyarakat dengan cepat,” tegas Kapolda Irjen Golose. Terkait ancaman keamanan menjelang IMF-WB, pihaknya sudah membuat gugus tugas yang berbeda dengan Command Center dan sifatnya tertutup. Jauh sebelumnya dalam rangka menjaga keamanan di Bali telah dibentuk Satgas Counter Transnational and Organized Crime (CTOC). Hasil monitoringnya sejak satgas itu dibentuk, tidak ada hal potensial yang menjurus pada terorisme dan kejahatan signifikan yang berkaitan dengan transnational crime. Menurut Golose, menjaga keamanan Pilkada Bali dan perhelatan bertaraf internasional menjadi tanggung jawab Kapolda Bali sehingga pelaksanaannya berjalan kondusif. Terkait pengerahan pasukan, pihaknya sudah siap dan

akan ditambah, khususnya mobil pengawalan terhadap peserta IMF-WB. “Kami juga bekerja sama dengan anggota kepolisian lintas Polda Jawa Timur dan Korps Lalu Lintas Mabes Polri. Sebagai Kapolda Bali, saya betul-betul memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada sehingga bisa memberikan rasa percaya kepada tim pelaksanaan IMF-WB,” ujarnya. Golose menambahkan, diresmikannya Gedung Command Center juga menjadi arahan Kapolri supaya masing-masing Polda dapat bekerja secara profesional, modern dan terpercaya. “Tadi (kemarin - red) saya mencoba mengintegrasikan antara fungsi yang dimiliki dalam IT, seperti aplikasi Salak Bali yang menjadi kebanggaan Polda Bali yang bekerja sama dengan Telkom,” ungkapnya. (kmb36)

Bali Post/kmb

SIMAKRAMA - Jero Mangku Dhukun, Sutrisno dan Sukri Efendi saat ‘’masimakrama’’ ke Redaksi Bali Post, Selasa (10/4).

USBN SMP di Sub-Rayon VIII

Seorang Siswa Tak Ikut karena ”Karauhan’’

DIRESMIKAN - Kapolda Bali Irjen (Pol) Petrus R. Golose saat meresmikan Gedung Command Center.

Denpasar (Bali Post) Hari ketiga pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasiobal (USBN) bagi siswa kelas IX SMP di Kota Denpasar, Rabu (11/4) kemarin, berlangsung lancar. Namun, masih ada siswa yang tak ikut USBN karena alasan tertentu. Di Sub-Rayon VIII dengan induk di SMPN 8 Denpasar tercatat 1.017 siswa mengikuti USBN. Mereka masing-masing 411 di SMPN 8 Denpasar, 243 di SMP Widya Sakti, 104 di SMP Sila Darma, 202 di SMP Darma Praja, 45 di SMP Raj Yamuna dan 12 orang di SMP Pelita Hati. Koordinator Sub-Rayon VIII yang juga Kepala SMPN 8 Denpasar I Wayan Murah, S.Pd. mengungkapkan, pada hari pertama seorang siswanya tak ikut USBN karena ada acara potong gigi. Sementara di SMP Sila Darma tercatat seorang murid absen lantaran sering karauhan atau kesurupan. Hal ini dibenarkan Kepala SMP Sila Darma I Wayan Merta. Menurutnya, hingga hari ketiga USBN, siswa asal Banjar Biaung itu masih sering karauhan. Namun, menurut orangtuanya kondisinya sudah semakin baik. Pada hari pertama, pihak sekolah sampai mengantarkan naskah soal kepada siswanya itu dengan maksud agar bisa menjalani USBN bersama-sama. Koordinator Sub Rayon VIII Wayan Murah menyampaikan terima kasih karena sekolah sudah berbuat benar sampai menjemput dan mengantarkan naskah soal. Karena kondisinya tak memungkinkan mengerjakan soal dengan baik, pihaknya masih memberi kesempatan untuk USBN susulan. Murah didampingi Wakasek Luh Dian Wahyuni menambahkan, khusus untuk SMPN 8 Denpasar persiapan USBN dan UNKP dilakukan lewat pembinaan khusus sejak kelas IX. Mereka yang lemah dibina khusus oleh guru khusus pula. Namun, tahun ini belum bisa bergabung ke UNBK lantaran kehabisan ruangan dan sarana komputer. Meski begitu, ia tetap menargetkan raihan nilai rata-rata UN berada di 10 besar. ‘’Tahun lalu masuk 11 besar di Bali,’’ ujarnya. (025)

menyebut bahwa kenyamanan tamu yang menginap terganggu akibat suara bising musik dan knalpot kendaraan di sekitar hotel. Perwakilan hotel, Gede Budiasa, mengaku sudah berusaha melakukan pendekatan dan menjelaskan kepada tamunya. Namun, gangguan kenyamanan itu tetap saja terjadi, sehingga pihaknya mengadukan ke Dispar Buleleng. ‘’Kami berharap mereka memahami bahwa pariwisata sangat memerlukan suasana nyaman dan aman,” katanya. Menanggapi pengaduan itu salah seorang warga, Nyoman Widiasa, menyatakan pihaknya tidak bermaksud mengganggu kenyamanan setiap wisataawan yang

MEDIASI – Dispar Buleleng menggelar mediasi terkait komplain wisatawan yang berlibur di salah satu hotel di Kecamatan Tejakula.

Bangun Jalan Menuju Pura Bukit Amertha

PANGEMONG Pura Bukit Amertha di Dusun Blok Agung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur, berencana membangun jalan untuk menuju pura. Pengadaan lahan untuk pembangunan jalan selama ini menggunakan dana pinjaman, sehingga pangemong pura berharap ada dukungan dari umat Hindu. Demikian disampaikan Jero Mangku Dhukun, Priyono Sasmito dan Sukri Efendi saat masimakrama ke Redaksi Bali Post, Selasa (10/4). Dijelaskannya, Pura Bukit Amertha kini di-empon oleh 78 KK. Pengelolaan pura juga melibatkan Pasraman Jnana Sidi Amerta. Yayasan ini memiliki visi untuk membangun kecerdasan dan profesional generasi muda Hindu dalam mengelola perkembangan zaman. Namun, di kawasan ini masih minim tenaga guru untuk pengembangan pembelajaran agama Hindu. ‘’Kami berharap para bhakta atau umat Hindu di Bali ikut membantu kami dalam pelunasan lahan. Kami kekurangan dana sekitar Rp 250 juta untuk pengadaan lahan. Dukungan juga akan kami gunakan agar bisa melakukan bakti kami dalam membangun generasi muda muda Hindu,’’ ujarnya. Mangku Dhukun menjelaskan, Pura Bukit Amertha dulunya merupakan tempat sradan atau tempat memohon oleh umat untuk kepentingan tertentu. Pura ini juga diyakini sebagai tempat pertapaan Rsi Markandia. Punia bisa disalurkan ke BRI dengan No.612 001 009 932 531 atas nama Pura Bukit Amertha. (kmb)

Bali Post/025

TERTIB - Siswa SMPN 8 Denpasar tertib menaruh tas di depan kelas saat USBN.

Bali Post/ist

Pelaku Pariwisata Komplain, Dispar Mediasi Singaraja (Bali Post) – Di tengah pengembangan pariwisata di Buleleng Timur, belakangan ini muncul komplain dari pelaku pariwisata. Wisatawan yang berlibur sering mengeluh karena tergganggu dengan lingkungan di sekitar hotel. Warga terkesan kurang memperhatikan konsep Sapta Pesona. Tidak ingin memicu persoalan yang lebih serius, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng melakukan mediasi melibatkan pelaku pariwisata, camat, polisi, dan warga, Rabu (11/4) kemarin. Dispar sekaligus memberikan pembinaan terhadap komplain pihak manajemen salah satu hotel di Kecamatan Tejakula. Dalam surat pengaduan yang diajukan manajemen hotel

berlibur hotel. Dia berdalih menggeber motor dan memutar musik di pekarangan rumahnya sendiri. Meski demikian, ia akhirnya sadar bahwa kegiatan di rumahnya membuat wisatawan tidak nyaman. Kepala Dispar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. mengungkapkan, mediasi pengaduan pelaku pariwisata di daerahnya terus digalakkan. Komplain ketidaknyamanan wisatawan yang berlibur sah-sah saja karena mereka mencari suasana tenang, aman dan kesan baik. Dispar mengajak warga dan pelaku pariwisata untuk bersamasama saling mengerti dan menerapkan konsep Sapta Pesona dengan sebaik-baiknya. (kmb38)

Bali Post/ist


OPINI

6

Kamis Paing, 12 April 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Membangun Budaya Sadar Risiko

KORBAN minuman oplosan kini memang sedang menjadi wacana hangat. Maklum, korban sia-sia karena selera ini tak kunjung tertangani. Terlebih korban dari minuman oplosan ini relatif tinggi dan cenderung berulang. Karena cenderung berulang dan terkesan masyarakat tak pernah sadar risiko, maka sangatlah relevan jika minuman oplosan layak kita kategorikan sebagai salah satu penyakit sosial. Yang kita pahami saat ini dalam mengatasi penyakit sosial ini gerakan yang dilakukan tak pernah berkesinambungan. Langkah cepat dan tegas hanya dilakukan saat korban berjatuhan. Polisi memang punya program atau semacam operasi untuk mengatasi penyakit masyarakat. Namun faktanya, penyakit masyarakat baik itu judi, mabuk-mabukan, dan asusila tetap saja terjadi. Itu artinya, harus ada metode baru untuk meminimalisasi dampak penyakit masyarakat. Kita tentu tak boleh mengandalkan pihak ketiga untuk mengatasi penyakit sosial ini. Untuk mengurai risiko penyakit sosial ini, kita sebagai pribadi harus berbenah. Kita harus membangun kewaspadaan diri dengan menguatkan kesadaran risiko. Setiap individu mesti paham bahwa apa yang kita lakukan memiliki risiko. Kalau kita meminum minuman oplosan dengan kandungan tak jelas dan dengan volume yang tinggi tentu risiko kematian menjadi sebuah kepastian. Di sinilah, kita perlu sadar diri bahwa apa yang kita lakukan berpotensi merenggut nyawa kita. Dalam konteks lainnya, jika kita ingin mengatasi masalah sosial maka yang pertama dibenahi adalah pendidikan. Umumnya tingkat pendidikan yang rendah akan diikuti masalah lainnya. Artinya, pendidikan yang rendah adalah masalah utama yang harus diurai untuk membangun kesadaran diri dan sadar risiko. Hal lain yang bisa diurai adalah pengangguran. Banyaknya waktu yang tak efektif dapat menyebabkan kemiskinan, dan selanjutnya menimbulkan kejahatan dan permusuhan atau pertikaian dalam masyarakat. Hal ini merupakan masalah sosial yang harus kita atasi. Pe m e r i n t a h s e l a l u b e r u s a h a m e n g a tasi berbagai persoalan sosial dengan peran serta tokoh masyarakat, pengusaha, pemuka agama, tetua adat, dan lain-lainnya. Berbagai cara yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak dalam membantu mengatasi masalah sosial antara lain menjadi orang tua asuh bagi anak sekolah yang kurang mampu. Cara lainnya, adalah melibatkan tokoh agama untuk memberikan penyuluhan tentang keimanan dan moral dalam menghadapi persoalan sosial. Partisipasi juga bisa dibangun dengan melibatkan pengusaha dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lain. Mereka bisa dilibatkan dalam memberikan beasiswa untuk membantu pengentasan keterbelakangan akibat rendahnya jenjang pendidikan masyarakat. Artinya, ketika warga makin cerdas maka potensi mereka bisa menjadi pendukung pengentasan penyakit masyarakat akan terbuka. Jika kita cermati belakangan ini bahwa banyak generasi muda menjadi korban penyakit masyrakat dalam hal ini minuman oplosan, maka organisasi pemuda seperti karang taruna dan organisasai kepemudaan lainnya bisa diberdayakan. Karang taruna atau di Bali sekaa teruna bisa diedukasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukasi dalam penguatan mentalitas dan keterampilan profesi. Karang taruna tentu bisa menjadi wadah untuk mendidik dan mengarahkan para remaja putus sekolah dan pemuda untuk berkarya dan berusaha mengatasi pengangguran. Dengan demikian mereka akan menggunakan waktu yang ada secara efektif.

S URAT PEMBACA

Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Cerdas Memilih Jurusan Kini, anak-anak sekolah memasuki tahap ujian nasional. Caranya pun sudah maju yakni berbasis komputer. Ini merupakan peningkatan dalam hal sistem dan sarana pembelajaran. Saya berharap peningkatan fasilitas pendidikan di kemudian hari terus dilakukan. Namun, dalam kesempatan ini, saya mengusulkan agar pasca-ujian, sekolah memberikan pembekalan khusus tentang jurusan perkuliahan di perguruan tinggi. Pengenalan jurusan dan prospeknya pada masa depan sangat perlu diberikan kepada anak-anak SMA/SMK. Ini penting agar anak-anak tak memilih jurusan sesuai dengan potensi intelegensi, ekonomi dan peluang kerjanya pada masa depan. Saya meyakini selama ini masih banyak anak yang tidak paham betul prospek jurusan yang ditawarkan di perguruan tinggi. Perlu juga mereka diperkenalkan tentang sekolah-sekolah kedinasan yang dikelola lembaga negara. Pemahaman secara utuh terkait hal ini, saya yakini akan membantu generasi muda kita memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuan dan kecerdasan mereka. Dalam hal ini, guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) seharusnya banyak berperan. Jika perlu undang lembaga pendidikan tinggi untuk memberikan penjelasan secara utuh di hadapan siswa. I Dewa Gede Murtika Denpasar, Bali

Mencegah Korban Penyakit Sosial Telah 23 orang dinyatakan tewas akibat mengonsumsi minuman keras oplosan di daerah Jawa Barat, termasuk Bandung dan Bekasi. Diperkirakan, korban akan bertambah lagi pada hari-hari mendatang. Beberapa komentar menyebutnya sebagai korban sia-sia karena sang peminum mengonsumsi minuman yang tidak dikontrol oleh pemerintah.

Oleh I Nyoman Landra i n u m a n oplosan dicampur oleh orang-orang tertentu kemudian diedarkan ke pasar tanpa mengetahui bagaimana akibat dan manfaatnya. Dari pemahaman tersebut, bolehlah dikatakan kalau mereka yang tewas akibat menenggak minuman oplosan itu sebagai korban sia-sia. Lebih miris lagi karena korban seperti ini berulangulang terjadi. Mengapa peristiwa seperti ini harus berulang dan dalam rentang waktu yang lama? Ini pertanyaan yang benar-benar mengganggu. Sebab, dalam konteks peristiwa yang mengakibatkan puluhan orang sebelumnya meninggal dan kemudian terulang lagi, mempunyai arti bahwa para penggunanya adalah orang yang tidak takut mati. Seharusnya, dengan rentang waktu kejadian yang sudah lama dan menjadi perbincangan banyak orang, para konsumen minuman oplosan harus jera dan menghindari minum minuman ini demi menyelamatkan hidupnya. Tetapi kasus yang terjadi ini, tidak demikian. Seolah mer-

eka memncoba memamerkan kekuatan dan keberaniannya. Maka, dalam konteks seperti ini, mengingatkan tentang bahayanya meminum minuman oplosan seolaholah menjadi tindakan percuma. Contoh kematian saja tidak mampu membuat para pengguna jera apalagi se buah peringatan, bahkan dari pemerintah sekalipun. Dengan hipotesis demikian, pemerintah harus mengubah strategi untuk mencegah semakin banyaknya kematian sia-sia akibat mengonsumsi minuman yang tidak jelas ini. Strategi itu bukan pada mengingatkan tetapi melarang, merazia, dan menggrebek pengusaha yang memproduksi minuman tersebut. Minuman seperti ini tidak boleh beredar dan mereka yang terbukti mengedarkan dan memproduksi minuman demikian, harus dihukum berat. Apa boleh buat, pemerintah juga sebaiknya merazia para peminum, terutama yang sering melakukaan aksinya di pinggir jalan. Malah dengan perilaku sok pamer dengan menaruh botol di tengah lalu dilingkari oleh orang-orang

yang merasa jantan (padahal sesungguhnya tidak). Peminum oplosan biasanya identik dengan ulah yang dilakukan secera lesehan di pinggirpinggir jalan tersebut atau di warung yang tidak terlalu jelas juga. Sebagian dari mereka ada juga yang bertato. Sudah cukup bukti bahwa minuman oplosan tersebut membawa banyak korban. Tetapi mengapa harus terjadi berkali-kali? Bisa jadi secara psikologi sosial ini sangat berkait dengan perilaku unjuk kekuatan. Biasanya para pemuda atau mereka yang mencoba merasa muda, masih saja suka memamerkan kekuatan dihadapan pihak lain. Semata-mata untuk pameran itu. Minum yang kuat diidentikkan dengan kekuatan fisik (padahal juga tidak). Karena itu untuk membuktikannya mesti diperlihatkan kepada orang lain. Karena kuatnya dorongan untuk berpameran itu, para pelaku sampai lupa mengetahui sejauh mana racikan minuman buatan ini aman bagi kesehatan manusia. Dari sini, harus dikaji ulang sifat-sifat pemuda zaman sek-

arang karena bertindak sangat tidak rasional. Memperlihatkan kekuatan fisik atau daya tahan tubuh jelas tidak mesti dilakukan dengan cara meminum minuman keras, apalagi minuman oplosan yang oleh beberapa pihak dikatakan sebagai minuman rendahan. Cara membuktikan daya tahan fisik atau kekuatan fisik, paling bagus dengan olahraga. Jika tidak mempunyai keterampilan olahraga, dapat dengan kekuatan lari. Jadi, tidak dengan meminum minuman oplosan seperti itu. Memang perlu dikaji lagi penyebab para pemudah kita yang suka mabuk dengan minuman oplosan tersebut. Secara sosial, ada yang menyebutkan bahwa kasus terulangnya korban akibat minuman oplosan ini disebabkan oleh solidaritas kelompok. Akan tetapi, jika memasukkan unsure solidaritas dalam kasus seperti ini dapat dikatakan keliru. Solidaritas dilakukan untuk meringankan beban, semisal gotong royong di antara kelompok berbeda atau gotong royong untuk meringankan beban pekerjaan. Yang lebih mendekati kepantasan adalah ketergantungan sosial. Ikut sertanya banyak orang terutama

Secara politik, pemerintah harus segera melakukan tindakan untuk memberantas penyakit sosial ini. Tindakan yang sudah merugikan masyarakat berkali-kali dan berulang, dapat dikatakan penyakit sosial.

Gagal Ginjal Jangan Asal Diet Ginjal merupakan organ yang bertanggung jawab membuang limbah metabolisme tubuh, menjaga keseimbangan elektrolit, air serta organ penghasil hormon yang berperan dalam regulasi tekanan darah dan produksi sel darah merah. Gagal ginjal kronis adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal sehingga penderitanya memerlukan terapi cuci darah secara berkala atau pencangkokan ginjal. Dampak dari terganggunya fungsi ginjal antara lain menyebabkan anemia, tekanan darah tinggi dan sesak akibat cairan yang berlebihan dalam tubuh, bahkan gangguan jantung dan penurunan kesadaran. Penderita gagal ginjal kronis memiliki berbagai pantangan untuk asupan makanan seharihari. Ketidakpahaman terhadap jumlah dan jenis makanan yang boleh dikonsumsi dapat berakibat pada malnutrisi pada penderita. Malnutrisi dapat berarti kelebihan maupun kekurangan zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Tidak jarang ditemui penderita gagal ginjal kronis yang mengalami sesak karena terlalu banyak mengon-

Oleh dr. Komang Gangga Eka Chandra sumsi makanan yang terlalu asin atau akibat meminum air terlalu banyak. Bahkan buahbuahan segar yang baik untuk kesehatan jika diberikan sembarangan pada penderita gagal ginjal kronis dapat menjadi bencana. Karena ketakutanketakutan tersebut, sering kali penderita gagal ginjal malah jatuh pada kondisi kurang gizi yang malah memperburuk status penyakitnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah asupan protein yang berlebihan tidak baik untuk

penderita gagal ginjal kronis karena hasil dari pemanfaatan protein tidak mampu dibuang oleh ginjal sehingga dapat menumpuk dalam darah. Penderita yang sudah menjalani cuci darah disarankan untuk mengonsumsi protein 1,2 gram/ KgBB/hari atau dibatasi 40 gram protein per hari. Garam perlu dibatasi menjadi 1,5 – 2 gram (1/2 sendok teh) per hari. Konsumsi air pun dibatasi antara 500 – 1.000 ml ditambah jumlah produksi urine dalam 24 jam. Jadi, jika pasien hanya

Penderita gagal ginjal kronis memiliki berbagai pantangan untuk asupan makanan sehari-hari. Ketidakpahaman terhadap jumlah dan jenis makanan yang boleh dikonsumsi dapat berakibat pada malnutrisi pada penderita. Malnutrisi dapat berarti kelebihan maupun kekurangan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

dalam bertindak berkelompok dalam hal ini adalah ketergantungan. Perilaku meminum-minuman biasanya dilakukan secara bersamasama. Paling tidak tiga atau empat orang. Dalam hal minuman berbahaya yang sudah pernah memakan korban sebelumnya, maka ikut sertanya orang di dalam kelompok ini disebabkan oleh ketergantungan sosial seseorang terhadap kelompok itu. Ini persis sama dengan perilaku kejahatan seperti perampok atau pencopet. Para pencopet menjalankan aksinya atas perintah atasan yang ada. Demikian juga perampok. Jelas sekali mereka itu merupakan kegiatan yang terorganisasi. Memberantas copet atau perampok tidak cukup dengan menghukum pelakunya saja tetapi juga bos yang ada di balik kejahatan tersebut. Sama dengan memberantas korban minuman oplosan. Pengedar dan produsen memang menjadi priorioritas untuk diberantas tetapi tokoh-tokoh yang memprovokasi melakukan minuman oplosan ini juga harus ditindak. Kesulitan pemerintah adalah mencari tokoh peminum ini yang memprovokasi anak-buahnya untuk ikut minum.

mampu kencing sebanyak 250 ml dalam 24 jam maka jumlah air yang boleh diminum adalah 1.000 ml + 250 ml = 1.250 ml. Buah-buahan harus dikonsumsi dengan seimbang karena kelebihan konsumsi buah menyebabkan peningkatan kalium sehingga berbahaya bagi saraf dan jantung. Lalu bagaimana agar kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik? Berkonsultasi dengan ahli gizi agar asupan kalori mencukupi sehingga tubuh tidak kehilangan massa otot. Masing-masing penderita gagal ginjal kronis memiliki permasalahan nutrisi yang spesifik karena perbedaan metabolisme, penyebab gagal ginjal, stadium penyakit, dan lingkungan. Meskipun memerlukan evaluasi dan tata laksana yang spesifik namun sekilas panduan nutrisi di atas diharapkan mampu memberikan sedikit gambaran pada masyarakat tentang panduan makan pada penderita gagal ginjal kronis. Minimal masyarakat mampu memahami pantangan pada penderita gagal ginjal. Semoga bermanfaat. Penulis, dokter umum di Rumah Sakit BaliMed Denpasar

POJOK Bangun ‘’coldstorage’’, upaya Badung tekan inflasi. - Jangan hanya bangun wantilan. *** Tekan ketergantungan buah dari daerah lain, petani Bali harus jengah. - Jangan pula ketergantungan arak. *** Prabowo nyatakan siap maju dalam kontestasi Pilpres 2019. - Jangan sampai terulang 2014.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta.Ombudsman:Jimmy Silalahi Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Kamis Paing, 12 April 2018

Pasar Genteng Lesu

Perajin Bergeser ke Bata Press

Tabanan (Bali Post) -

Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, selama ini dikenal sebagai sentra home industry pembuatan genteng. Hampir semua warga bergelut dengan produksi atap rumah itu. Sentra usaha ini bahkan pernah berjaya puluhan tahun silam dengan produk yang ngetren saat itu yakni genteng Pejaten. Tetapi lambat laun, usaha itu kian lesu karena kalah bersaing dengan produk genteng dari luar, yang baik kualitas maupun harganya jauh lebih bagus. Kondisi ini juga diperparah ketika musim penghujan. Pasalnya, proses pengeringan dan pembakarannya memakan waktu lebih panjang. Sudah pasti hal itu berimbas pada menipisnya keuntungan penjualan. Tidak mau berlarut lantaran kendala alam. Sejumlah warga akhirnya memilih banting setir ke produksi batu bata press (expo - red). Seperti yang disampaikan pelaku usaha ternama di Desa Pejaten, I Putu Oka Mahendra, pasar genteng itu belakangan ini mulai berkurang. ‘’Karena itu, jika tidak dilakukan inovasi dan kreativitas, tentu saja dikhawatirkan perekonomian masyarakat melemah,’’ ujar pemilik Tanteri Ceramic Studio, yang terkenal dengan produksi keramiknya itu. Terobosan yang dilaku-

kan tetap memanfaatkan bahan baku yang sama dengan produk batu bata press. Tanteri Ceramic pun memiliki perajin bata press binaan. Dikatakan, produk sebelumnya memang batu bata konvensional, yang dibuat dengan teknik tradisional. Bentuk produk itu kurang halus. ‘’Saat ini semua sudah mulai beralih ke batu bata press, menggunakan teknik pressing (penekanan - red) mesin khusus press, sehingga bata yang dihasilkan lebih kuat, padat dan halus,’’ jelas Putu Mahendra. Bahkan, bata press ini sangat cocok dimanfaatkan sebagai interior bangunan. Dengan bata press malah nuansanya tampak klasik, natural. Bisa dibentuk seperti apa saja, karena teksturnya sangat kuat. “Ke depan berb-

agai macam variasi bata press itu akan diproduksi di Pejaten ini. Apalagi permintaan pasar sangat bagus sampai ke Timur Tengah. Hal itu sebetulnya masih rintisan,” ucapnya Rabu (11/4) kemarin. Salah satu perajin bata press, Ni Made Rai Sukawati (54), asal Banjar Pangkung, Desa Pejaten, mengatakan dirinya sudah bergerak di kerajian genteng itu sejak tahun 1993. Namun akibat lesunya permintaan, akhirnya sejak tahun 2010, ia berinovasi ke bata press. Dari segala segi produk bata press itu memang lebih menjanjikan. “Awalnya, saya lihat contoh di internet. Tetapi bukan bata melainkan keramik. Dari contoh keramik inilah saya coba membuat inovasi produk bata press ini,’’ kata Made Rai Sukawati. (kmb28)

AWALNYA berbekal keinginan mencoba kreasi baru. Salah satu warga Pejaten, Rai Sukawati, membuat inovasi batu bata press. Ketebalannya 6 x 20 x 10 cm. Sempat produksinya mandek sekitar tiga bulan, akibat belum cepat direspons pasar. Setelah tiga bulan berlalu, akhirnya berbuah manis setelah ada customer dari Jimbaran membeli produk batu bata press itu. Walau sudah ada yang membeli, namun pelanggan sempat mengeluh. Pasalnya, ketika bata press itu dipotong dengan gerinda, selain sangat keras juga debunya yang memercik sangat banyak.

Adanya keluhan itu membuat Rai Sukawati harus memutar otak. Pertama bagaimana membuat produk mengatasi dua masalah di atas, untuk mendongkrak pemasarannya. “Ideanya kemudian membuat ukuran 5 x 20 x 10 centimeter yang justru lebih kecil. Perubahan itu diapresiasi pasar. Sampai saat ini malah sudah banyak varian diciptakan termasuk terracota juga dicetak,” ucapnya. Seiring dinamika waktu, kerajinan batu press Rai Sukawati mulai dikenal pasar. Bahkan seperti ke Lombok, Makassar dan juga sejumlah daerah lainnya. Setelah diterimanya bata press dengan

pangsa pasar menjanjikan, ke depannya pemilik Tanteri Ceramic itu akan berupaya melakukan pengembangan produk lainnya. Salah satunya mensinergikan teknologi produk keramik dengan bata press, yakni bata keramik. “Sedang kita rancang pengembangan bata keramik itu. Solusinya, suhu pembakarannya mau tidak mau harus ditingkatkan menjadi 1.100, sehingga warna bata yang digunakan bisa mendekati bata keramik. Produk itu bisa untuk desain interior. Pilot project sudah kita lakukan. Jika itu berhasil, baru kita perluas ke produksi lebih massal untuk penduduk,” ujarnya. (bit)

Kunjungan Wisman Didominasi Tiongkok Tabanan (Bali Post) Kunjungan wisatawan mancangera (wisman) di daerah tujuan wisata (DTW) Tabanan seperti Tanah Lot maupun Ulun Danu Beratan saat ini masih didominasi wisatawan asal Tiongkok. Meski pelaku wisata berharap kunjungan wisatawan asal Eropa maupun Amerika mengalami peningkatan seiring melemahnya rupiah. Namun, dominasi wisatawan asal Tiongkok itu tetap terjadi selama triwulan pertama tahun 2018 ini. Manajer DTW Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana, Rabu (11/4) kemarin, mengatakan kunjungan wisatawan ke Tanah Lot itu memang sempat anjlok akibat peristiwa erupsi Gunung Agung. Tetapi sudah berangsur normal. Bahkan cenderung stabil. Rata-rata per hari, kunjungan wisman ke Tanah Lot mencapai 9.000 hingga 10.000 pengunjung. Berdasarkan data, total kunjungan hingga Selasa (10/4) mencapai 97.774 orang. Jumlah wisman 50.085 atau 51 persen dan kunjungan domestik 47.689 orang atau 49 persen. Dari kunjungan wisman ini, kata Toya Adnyana, didominasi wisatawan

asal Tiongkok. Masih mendominasinya wisatawan asal Tiongkok itu, kata Toya, hal itu bisa diartikan pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang sekarang terjadi, belum berdampak signifikan terutama mendongkrak angka kunjungan wisatawan di luar negara Tiongkok itu khususnya ke Tanah Lot. ‘’Asumsinya, jika rupiah melemah, harusnya wisatawan dari Eropa atau Amerika itu lebih mudah membelanjakan uangnya dengan cara berwisata ke Indonesia. Sebab, nilai uangnya lebih besar. Tetapi kenyataan di lapangan, wisatawan Tiongkok dibandingkan negara lainnya justru masih mendominasi kunjungan ke Tanah Lot,’’ ujar Toya Adnyana.

Guna mengoptimalkan angka kunjungan wisatawan ke Tanah Lot, pihak manajemen berencana menggelar kegiatan festival mulai 20 April hingga 22 April mendatang. Pada festival itu akan ditawarkan berbagai atraksi budaya maupun kesenian. Event itu diharapkan bisa menarik dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanah Lot. Festival ini sekaligus sebagai upaya memulihkan kondisi pariwisata pasca-erupsi Gunung Agung. Dominasi kunjungan wisatawan asal Tiongkok juga terjadi di Ulun Danu Beratan. Manajer DTW Ulun Danu Beratan Wayan Mustika mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke Ulun Danu saat ini rata-rata mencapai 220 orang per hari. Memang cenderung meningkat dibandingkan saat erupsi Gunung Agung. Kunjungan wisman ,kata Mustika, masih didominasi warga asal Tiongkok. ‘’Dari negara lain ada tetapi lebih banyak asal Tiongkok,’’ ujarnya. (kmb24)

Bata Press Keramik

Empat Laptop Puskesmas Raib Tabanan (Bali Post) Empat laptop Puskesmas Selemadeg Timur I raib setelah dicuri Rabu (11/4) kemarin. Pelaku juga diduga sempat mengacak-acak seluruh ruangan puskesmas. Dari informasi yang dihimpun, kasus pencurian ini dilaporkan Gede Putu Edi Wisnawa (33) pukul 07.30 Wita ke Polsek Selemadeg Timur. Salah satu pegawai kontrak itu men-

gatakan kasus pencurian pertama kali diketahui pegawai cleaning service Dewa Ayu Mariatni (30) yang hendak melakukan tugasnya seperti biasa bersih bersih. Tiba di puskesmas itu, saksi kaget, karena pintu sebelah barat puskesmas itu dalam keadaan terbuka. Bertambah kaget karena di pintu itu ada tandatanda bekas congkelan. Kapolsek Selemadeg Timur

AKP Gede Surya Kusuma saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus pencurian di puskesmas wilayah Seltim itu. “Saat ini, masih kita lakukan penyelidikan,’’ ujar Surya Kusuma. Kerugian dari empat unit laptop yang hilang merek Toshiba, merek Lenovo, merek Dell, dan merek Asus diperkirakan puluhan juta rupiah. (kmb28)

Paceklik Lobster, Permintaan Ekspor Tak Terpenuhi Pemerintah melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan masih mengizinkan ekspor lobster dengan berat 205 gram. Itu artinya, peluang ekspor lobster jenis pasir yang biasanya banyak ada di pesisir pantai Tabanan masih besar. Meski kesempatan ekspor masih terbuka lebar dan juga banyak permintaan, sayang para nelayan tidak bisa mendapatkan lobster yang memadai alias terjadi paceklik. Mengapa susah mendapatkan lobster padahal di pesisir pantai Tabanan disebut-sebut pusatnya lobster? SALAH seorang suplier lobster di Yeh Gangga, Tabanan, Dewa Gede Ada Artana, Rabu (11/4) kemarin mengungkapkan, kondisi paceklik lobster ini dialami sejak akhir Maret lalu. Saat musim lobster Agustus – November, nelayan biasanya bisa menangkap 100 kilogram dalam sehari. Namun sekarang ini, rata-rata hanya lima kilogram per hari. Penurunan tangkapan lobster itu tentu disayangkan. Alasannya, pasar ekspor saat ini sudah terbuka lebar. Bahkan, permintaan sepanjang tahun tanpa batas, terutama ekspor ke negeri Tiongkok. ‘’Tetapi karena kondisi paceklik, otomatis permintaan pasar tidak bisa terpenuhi maksimal sekarang ini,” ujarnya. Ia menambahkan meski terjadi pelemahan rupiah terhadap dolar AS, hal itu tidak memengaruhi harga jual

ekspor lobster itu. Saat ini, harga lobster untuk ekspor masih bertahan Rp 270.000 per kilogram. Musim paceklik lobster seperti belakangan ini lanjutnya akan terjadi hingga Juni mendatang. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan jumlah tangkapan lobster atau bisa panen lagi, akan terjadi pada Agustus hingga November nanti. Pada musim lobster mendatang, kata Dewa Artana, diperkirakan harga jual lobster untuk ekspor mengalami peningkatan signifikan. Dipercaya momen seperti itu bisa menjadi keuntungan berlipat lagi untuk para nelayan. ‘’Pada musim panen Agustus-November nanti, harga jual ekspor lobster akan mengalami lonjakan. Sebab, ketika lobster di dalam negeri panen, saat itu negara produsen lobster dari negara

lainnya sedang menghadapi musim paceklik,’’ ujarnya. Kondisi paceklik lobster yang dialami negara produsen lainnya itu tentu menyebabkan ketersediaan lobster menjadi langka. Karena permintaan ekspor lobster tidak terhingga akibat langkanya produksi lobster itu tentu

harga jual akan naik. Dewa Artana mengatakan, harga lobster saat itu bisa saja naik menjadi Rp 400 ribuan per kilogram. ‘’Pada musim panen nanti, kemungkinan akan memberi keuntungan berlipat untuk para nelayan lobster di Yeh Gangga ini,’’ ujarnya. (san)


KARANGASEM

8

Dioptimalkan, Fasilitas Umum yang Mangkrak

Kamis Paing, 12 April 2018

Gunung Agung Erupsi Lagi

Amlapura (Bali Post) Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, bertekad mengoptimalkan sejumlah fasilitas umum yang selama ini terkesan mangkrak seperti Pasar Seni Manggis dan juga Pasar Hewan Pempatan. Fasilitas-fasilitas yang selama ini tidak difungsikan dengan optimal karena berbagai kendala, nantinya dimanfaatkan peruntukannya. Malah rencananya disesuaikan dengan keperluan saat ini. Bupati Karangasem Mas Sumatri melontarkan gagasannya itu, Selasa (10/4) lalu, usai memantau kegiatan pelayanan di Gedung UKM Center yang sebagian ruangannya kini disulap menjadi Mal Pelayanan Publik. Pihaknya menyatakan keputusan menjadikan UKM Center itu sebagai pusat pelayanan publik, juga beranjak dari niat mengoptimalkan gedung yang dibangun tahun 2011 itu. Selama ini, lantai dua Gedung UKM Center itu kata bupati, diarahkan sebagai tempat pengembangan kreativitas kerajinan, namun kenyataannya tidak optimal. Dengan menambah fungsi menjadi tempat pelayanan publik, maka diyakini gedung yang dibangun dari dana pinjaman Pusat Investasi Pemerintah (PIP) itu menjadi lebih bermanfaat. ‘’Tempat kerajinan yang merupakan ciri khas Karangasem itu tetap ada. Nantinya, kita tempatkan di kanan kiri gedung,’’ jelasnya. Mas Sumatri mengatakan, penataan juga akan dilakukan terhadap Pasar Hewan Pempatan, Pasar Buah di Desa Mananga, dan wantilan wisata serta tempat pelelangan ikan di Amed. Selain itu, Pasar Seni Manggis yang sempat dialihkan menjadi pasar tradisional. Penataan akan dilakukan secara bertahap. ‘’Tempat pelelangan ikan di Amed, bahkan sudah 15 tahun mangkrak. Kita akan garap satu per satu. Bisa saja diubah peruntukannya dan disesuaikan dengan keperluan sekarang,’’ tegasnya. Selain Gedung UKM Center, Pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo yang lama tak beroperasi juga tak luput dari rencana optimalisasi. Agar investasi yang ditanam tidak sia-sia, Pemkab Karangasem berhasil menyakinkan pemerintah pusat mengucurkan dana, untuk pembangunan break water dan jetty ramdor (dermaga skoci). Mas Sumatri juga menyoroti produk kerajinan Karangasem yang belum optimal pemasarannya. Banyak perajin yang masih memasarkan sendiri-sendiri, sehingga banyak produk kerajinan yang belum mampu menopang keluarga para perajin itu. Dengan dipajang di Mal Pelayanan Publik di Gedung UKM Center itu maka hasil kerajinan Karangasem itu diyakini lebih dikenal. ‘’Pada tahap awal minimal dikenal dulu. Setelah itu, baru bisa mendatangkan konsumen yang lebih besar,’’ katanya. Untuk mengenalkan produk kerajinan Karangasem itu, Mas Sumatri punya terobosan yakni mengarahkan tamu Pemkab yang datang studi banding ke Karangasem mampir ke Gedung UKM Center. Hematnya, Gedung UKM Center itu perlu ditata lagi sehingga semua jenis produk kerajinan bisa ditampilkan di sana. (kmb)

Abu Vulkanik Tak Sentuh Kawasan Besakih Amlapura (Bali Post) -

Gunung Agung kembali mengalami erupsi Rabu (11/4) kemarin. Berbeda dengan erupsi beberapa hari lalu, erupsi kali ini disertai semburan abu vulkanik yang mengarah ke barat dan juga barat daya. Uniknya, paparan abu vulkanik yang dilaporkan sampai ke wilayah Kecamatan Susut, Bangli itu justru tidak menyentuh kawasan Pura Besakih. ‘’Informasi yang kami terima dari para relawan, paparan abu vulkanik ada di daerah sebelah barat Besakih, seperti di daerah Keboh dan Keladian. Intensitasnya tipis,’’ jelas Sekretaris Pasemetonan Jagabaya (Pasabaya) Gunung Agung, I Wayan Suara Arsana. Perbekel Desa Amerta Bhuana, Selat ini mengatakan, Posko Pasebaya di Desa Duda Timur itu sudah berkoordinasi dengan para relawan. Dari hasil koordinasi itu kata Suara Arsana, kawasan Besakih nihil pa-

paran abu vulkanik. Karena itu, aktivitas persembahyangan terkait nyejer karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) berjalan lancar. Pada saat terjadi erupsi, Suara Arsana mengatakan sejumlah relawan Pasebaya itu mengaku mendengar suara gemuruh seperti suara mobil yang sedang melaju. Gemuruh yang hanya dirasakan di daerah atas itu terdengar sebanyak tiga kali. Meski begitu, mantan wartawan ini mengatakan aktivitas warga termasuk warga Banjar Temukus yang

berada di radius 4 km dari puncak kawah itu berjalan seperti biasa. ‘’Saat erupsi, wilayah Temukus disapu angin kencang ke arah barat. Di sana dilaporkan tidak terjadi hujan abu. Karena itu, tidak ada kepanikan’’ terangnya. Erupsi dengan ketinggian kolom abu berwarna putih dan kelabu 500 meter itu terjadi pukul 09.04 wita. Saat itu, langit cerah sehingga aktivitas vulkanik itu terlihat sangat jelas. Namun tidak semua warga menyadarinya. Sekitar pukul 12.00

siang, hujan abu vulkanik itu dilaporkan sempat turun di beberapa kawasan, sudah tidak ada lagi. Pascaletusan, sepanjang hari kemarin, juga terjadi beberapa kali embusan. Nurul Husaeni dari Pos Pengamatan Rendang, dalam rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, itu menyatakan Gunung Agung masih berstatus siaga. Rilis PVMBG menyatakan kolom abu mengarah ke barat mengikuti arah angin. Hal itu sejalan dengan informasi relawan di Kecamatan Kubu. Relawan I Nengah Sumidia dari Desa Dukuh, mengatakan semburan kolom abu itu terlihat jelas dari Kantor Perbekel Dukuh yang berjarak 7 km dari puncak gunung. Tetapi di wilayah Kubu tidak

ada laporan hujan abu. Bendesa Adat Besakih yang juga Ketua Panitia Karya IBTK, Jro Mangku Widiartha, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Agung itu tidak berpengaruh terhadap antusiasme umat melaksanakan persembahyangan. Prosesi nganyarin yang dilaksanakan Pemprov Bali berjalan lancar. Pihaknya justru berharap masyarakat tidak berlebihan menyikapi fenomena alam tersebut. Dia mengajak umat lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Melalui rangkaian Karya IBTK ini, pihaknya memohon anugerah dan keselamatan, sehingga Ida Batara Giri Tohlangkir itu memberikan anugerahnya kepada semua umat. (kmb)

kita terus monitoring. Penyu yang dilepas itu memiliki panjang masing-masing 93 cm dan 63 cm,” paparnya. Dikatakannya, dari tahun ke tahun, penangkapan satwa penyu secara illegal itu terus mengalami peningkatan.

Padahal keberadaan satwa itu dinyatakan sebagai salah satu hewan yang dilindungi. Hal itu sudah tercantum melalui UU nomor 5 tahun 1990, serta Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999. (kmb41)

Dua Ekor Penyu Hijau Dilepas di Pantai Bloo Lagoon

Bali Post/kmb

PANTAU PELAYANAN - Bupati Mas Sumatri memantau kegiatan pelayanan di Mal Pelayanan.

Pasca-Erupsi Gunung Agung

Pajak Terlampaui, Retribusi Tersendat Amlapura (Bali Post) Kondisi perekonomian Karangasem mulai membaik setelah sempat terguncang dampak aktivitas vulkanik Gunung Agung. Demikian pula realisasi pendapatan daerahnya di triwulan pertama tahun 2018, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mampu melampaui target hingga lebih dari Rp 5 miliar. Kepala BPKAD Karangasem, I Nengah Mindra, usai mengikuti rapat koordinasi dengan Dinas Pendapatan Pemkab Karangasem, Rabu (11/4) kemarin, mengatakan pada triwulan pertama target pendapatan dari sektor pajak daerah sebesar Rp 11,5 miliar. Realisasinya tercapai Rp 16,69 miliar. Terlampauinya target itu karena disokong membaiknya sektor pariwisata yang menjadi sektor unggulan. Pajak hotel yang ditarget Rp 1,46 miliar itu terealisasi Rp 3,2 miliar. Pajak restoran mencapai Rp 2,075 miliar dari target Rp 675 juta. ‘’Realisasi ini menunjukkan kepercayaan dunia luar terhadap sektor pariwisata Karangasem mulai pulih. Kita harapkan kondisinya terus membaik,’’ pintanya. Dari sepuluh jenis pajak daerah yang menjadi sumber pendapatan Karangasem, pada triwulan pertama ini nyaris semua melampaui target kecuali pajak parkir. Pajak BPHTB yang juga diharapkan menjadi pendongkrak PAD tercapai Rp 2 miliar dari target 1,2 miliar. Pajak parkir kendur karena Hardy’s Karangasem, berhenti beroperasi bersamaan kejadian erupsi Gunung Agung akhir 2017 lalu. Padahal, toko swalayan itu merupakan penyumbang pajak parkir terbesar. Meski ada kelesuan karena potensi pajaknya tutup, secara umum pajak parkir itu pengaruhnya tidak signifikan terhadap pendapatan daerah karena targetnya memang kecil. Tahun ini, target pajak dari sektor tersebut hanya Rp 90 juta. ’’Pada triwulan pertama targetnya Rp 4,5 juta dan realisasinya hanya Rp 2,6 juta,’’ jelas Mindra. Mindra mengakui aktivitas vulkanik Gunung Agung itu berdampak signifikan terhadap penurunan PAD Karangasem. Meski saat ini kondisi perekonomian mulai membaik diiringi kembali menggeliatnya pariwisata, namun pendapatan daerah dari sektor retribusi masih tersendat. Realisasi retribusi jasa umum Rp 1,59 miliar dari target 2,01 miliar, retribusi jasa usaha tercapai Rp 422 juta dari target Rp 2,1 miliar, dan retribusi perizinan tertentu tercapai Rp 484 juta dari target Rp 879 juta. Rapat koordinasi lintas instansi itu kata Mindra, berhasil membahas kendala dan juga langkah-langkah efektif meningkatkan PAD yang menjadi tanggung jawab BPKAD dan retribusi yang menjadi tanggung jawab dinas-dinas penghasil. Secara umum, untuk menggenjot PAD, kata Mindra, Pemkab Karangasem di antaranya akan memaksimalkan potensi sektor pariwiasta. PAD Karangasem tahun 2018 itu ditargetkan Rp 234 miliar. (kmb)

Amlapura (Bali Post) Dua ekor penyu hijau dari hasil sitaan itu kemudian dilepaskan di kawasan Pantai Bloo Lagoon, Karangasem, Rabu (11/4) kemarin. Pelepasan dua ekor penyu itu dilakukan jajaran Polsek Laut Padangbai bersama petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kapolsek Kawasan Laut Padangbai, Kompol Nyoman Budiasa, mengungkapkan, dua ekor penyu yang dilapangkan itu merupakan hasil sitaan dari dua warga Lombok yang menyeberang di Pelabuhan Padangbai Minggu (8/4) lalu. Kedua penyu ini rencananya akan dijual untuk keperluan upacara keagamaan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, yang membawa penyu itu tidak bisa menunjukan izin resmi, sehingga dua ekor penyu ini diamankan. “Kita curiga ada sepeda motor mengangkut sebuah karung goni. Tapi setelah kami periksa terdapat dua ekor penyu hijau. Setelah diinterograsi, kedua penyu itu akan digunakan keperluan acara keagamaan. Akan tetapi tidak dilengkapi rekomendasi dari PHDI dan juga

kepala desa adat sehingga penyu itu kami sita,” ungkap Kompol Budiasa. Sebelum dua penyu itu dilepas, kata Budiasa, terlebih dahulu penyu itu dipasangi sebuah chip atau tanda pengenal oleh pihak BKSDA. Pemasangan

chip itu bertujuan memudahkan petugas memonitor keberadaan kedua penyu itu pada habitat aslinya. “Karena penyu adalah satwa yang dilindungi, maka kita lepasliarkan lagi dan agar lebih baik hidup di habitat alaminya. Nanti

Bali Post/kmb41

LEPAS - Petugas dari Polsek Laut Padangbai bersama petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) saat melepas dua ekor penyu hijau di Kawasan Pantai Bloo Lagoon.

Upacara Keagamaan Minim

Harga Bunga Gumitir Merosot Petani bunga gumitir sebelumnya, memang sempat sumringah dengan melambungnya harga bunga di pasaran akibat padatnya upacara keagamaan. Saat seperti itu hukum ekonomi pun berlaku. Bilamana jumlah permintaan lebih tinggi dibandingkan penawaran maka harga sudah pasti cenderung naik. Namun beberapa hari belakangan ini, para petani tidak lagi bisa merasakan hal tersebut akibat permintaan turun, sudah pasti harga bunga pun langsung merosot. Bagaimana halnya dengan petani bunga gumitir itu, apakah mereka merugi menghadapi situasi yang kurang kondusif seperti itu? SALAH seorang petani bunga gumitir I Nyoman Suta asal Banjar Jungseri, Desa Jungseri, Bebandem, mengatakan Rabu (11/4) kemarin, sebelumnya harga bunga gumitir sempat menembus Rp 40 ribu per satu kantong plastik ukuran 4 kilogram. Akan tetapi, harga bunga gumitir saat ini menurun menjadi Rp 20 ribu per kantong plastik ukuran sama. “Harga bunga mulai turun sejak tiga hari lalu. Harga bunga turun kemung-

kinan akibat tidak banyak ada kegiatan upacara keagamaan. Kalau sebelumnya memang banyak ada upacara keagamaan. Jadi, harga bunga langsung melonjak tajam,” ucapnya. Dia menjelaskan, dirinya menanam bunga di atas tanah seluas 12 are. Dirinya baru pertama kali ini mengadu nasib, pengembangan bunga gumitir ini. Memang, sekali panen mampu mendapatkan puluhan kilogram bunga yang sudah siap dijual.

“Saya hampir setiap hari memetik bunga ini. Biasanya bunga yang dipetik itu umurnya sudah mencapai 90 hari. Bunganya saya jual ke pengepul langganan. Tak perlu susah-susah, mereka malah langsung mencari ke sini,” paparnya. Dia menjelaskan, meski harga bunga gumitir sekarang ini turun, akan tetapi tidak sampai membuat rugi besar. Karena biaya pena-

naman sudah kembali setelah menghasilkan bunga. Malah sudah ada keuntungan karena sudah dijual beberapa kali. Hal itu membuat modal yang diinvestasikan pada tanaman gumitir itu sudah kembali. “Modal bibit sampai siap panen hanya Rp 6 juta. Sekarang saja modal sudah akan kembali. Karena itu, belakangan ini tinggal keuntungan saja,” terangnya. Disinggung apakah cuaca

yang tidak menentu ini dapat memengaruhi kualitas bunga gumitir itu? Suta menerangkan cuaca hujan maupun panas itu tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kualitas bunga ini. Sebab, bunga yang ada sudah layak panen, karena itu segera dipetik untuk dijual. “Bunga ini juga harus dipelihara dengan baik. Agar tanaman bunga ini tidak rusak, saya juga rutin menyemprotnya,” tegas Suta. (eka)

PETIK BUNGA - Petani saat memetik bunga gumitir di kebunnya.

Bali Post/kmb41


GIANYAR

Kamis Paing, 12 April 2018

PROFIL Profesionalisme Perangkat Desa PROFESIONALISME perangkat desa dalam mengelola keuangan sangat diperlukan. Pemkab Gianyar memberikan perhatian khusus mengenai hal tersebut. Jangan sampai aparat desa tersangkut permasalahan hukum akibat kekurangpahaman mengelola dana di desa. Hal tersebut diungkapkan Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Rabu (11/4) kemarin. Menurutnya, Pemkab Gianyar terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan jajaran Pemerintah Desa. Selain pembinaan dari internal Pemkab Gianyar, pihaknya juga menggandeng instansi terkait untuk membina aparat desa. “Seperti terkait HUT Kota Gianyar ini. Kita akan undang anggota VI BPK RI Harry Azhar Asis sebagai narasumber terkait pengelolaan dana desa. Sasarannya adalah kepala desa, sekretaris desa dan pengelola keuangan di desa serta OPD juga. Kita juga undang anggota DPR, Rai Wirajaya,” ujarnya. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan jajaran Pemerintah Desa mampu meningkatkan kemampuan pengelolaan dana desa agar lebih dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kita tidak mau HUT kota ini cuma untuk hiburan saja. Harus juga ada di isi peningkatan wawasan dan profesionalisme aparat pemerintahan,” kata mantan Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar itu. (ded)

9

Pemkab Percepat Perbaikan Infrastruktur Ubud

Gianyar (Bali Post) Petugas Sat. Narkoba Polres Gianyar melakukan penertiban terhadap perdangan arak di kawasan Gianyar, Rabu (11/4) kemarin. Dalam razia itu, polisi mengamankan 112 liter miras jenis arak dari 3 orang pedagang. Pedagang arak tersebut masing-masing bernama Luh Putu Suardani (41) beralamat di Desa Ponggang, Kecamatan Payangan, Sang Made Adanyana (45) beralamat Desa Bedulu, Blahbatuh dan Komang Agus Wirajayapati (46) beralamat Lingkungan Sengguan Kangin, Gianyar. Kasat Narkoba Polres Gianyar AKP I Gusti Putu Dharmanatha mengatakan, penertiban tersebut rutin dilakukan. “Tujuannya juga mengantisipasi peredaran miras oplosan yang bisa makan korban jiwa seperti yang terjadi di Jawa Barat. Kita tidak mau kecolongan seperti kasus tersebut,” jelasnya. (kmb35)

Bali Post/wan

Polisi Razia Penjual Arak

Gianyar (Bali Post) -

Pemkab Gianyar memastikan akan mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak di kawasan Ubud. Hal ini dilakukan menjelang kunjungan delegasi yang tergabung dalam International Monetary Fund (IMF) - World Bank (WB) Group 2018. “Kebetulan kunjungan delegasi IMF ini berbarengan dengan penugasan saya di sini. Pasti kita di Gianyar mempersiapkan diri agar lebih baik lagi kondisinya,“ ucap Penjabat Bupati Gianyar Dr. I Ketut Rochineng saat ditemui di ruangannya, Rabu (11/4) kemarin. Pelantun lagu “Bali Shanti” ini mengatakan paling penting dalam kunjungan delegasi IMF ke wilayah Ubud adalah kelancaran lalu lintas. Sejumlah jalur yang sebelumnya dijadikan parkir liar sudah mulai dibersihkan oleh Dinas Perhubungan

Kabupaten Gianyar dengan aparat kepolisian. “Lalu lintas itu hal penting. Harus dijamin itu kelancarannya, dan jangan sampai macet lagi,” tegasnya. Penjabat Bupati Gianyar yang juga Kepala BKD Provinsi Bali ini menegaskan pemerintah pasti memberikan perhatian besar terhadap Ubud. Terutama dalam penataan infrastrukturnya. “PAD kita kan dominan berasal dari Ubud, terutama PHR (Pajak Hotel dan Restoran) itu 75% berasal dari Ubud. Sehingga fokus kita terhadap Ubud tentu tinggi

sekali,” ucapnya. Ditambahkan, sebagai langkah cepat, pemerintah akan melakukan perbaikan terhadap sejumlah infrastruktur yang dinilai perlu mendapat perawatan, seperti trotoar yang jebol. “Jadi yang bersifat rehab kecil mesti segera diperbaiki seperti perbaikan trotoar. Saya minta perbaikin ini dipercepat,” tegasnya. Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar Nyoman Nuadi mengatakan, perbaikan jalan di seputaran Ubud akan dilakukan menggunakan dana

dari APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK). “Itu (perbaikan -red) dilakukan dari Pertamina Pengosekan ke utara melewati Monkey Forest, hingga selatan Catus Pata Ubud,” ucapnya. Dikatakan perbaikan di sepanjang ruas jalan itu berupa hotmik. Pihaknya juga melakukan perbaikan trotoar berupa servis. Di luar ruas jalan dimaksud, Dinas PUPR juga melakukan perbaikan trotoar di sejumlah titik kerusakan lainya. Untuk ruas jalan provinsi, meliputi ruas jalan dari jembatan Campuhan hingga pertigaan Kedewatan. Sementara untuk ruas Jalan Nasional meliputi Jalan Cok. Sudarsana, Teges hingga Campuhan. “Kawasan Catus Pata Ubud itu juga kewenan-

gan Pemerintah Pusat. Kita di Pemkab hanya sampai perbatasan Catus Patanya saja,” ujar Nuadi. Terkait perbaikan ruas Jalan Provinsi dan Nasional, Nuadi mengaku telah berkoordinasi dengan Pemprov Bali dan Pemerintah Pusat. Sejauh ini, responnya sudah cukup baik. Penanganan ruas Jalan Provinsi, anggarannya akan bersumber dari DAK. Sementara untuk Jalan Nasional, Nuadi mengaku belum mendapatkan kepastian dari pusat. “Dengan adanya event IMF itu kita sudah koordinasikan untuk penataan jalan di Ubud, khususnya jalan paving di Catus Pata. Proposal sudah kita ajukan ke pusat. Belum tahu bagaimana keputusannya,” ungkapnya. (kmb35)

Perlu Kesabaran Tinggi

Bali Post/kmb35

MIRAS - Kasat Narkoba Polres Gianyar AKP I Gusti Putu Dharmanatha saat menunjukkan barang bukti miras di Mapolres Gianyar, kemarin.

Hotel di Gianyar Siap Terima ’’Booking’’ IMF Gianyar (Bali Post) Akomodasi perhotelan di Gianyar kini bersiap memenerima booking-an dari kedatangan delegasi International Monetary Fund (IMF) - World Bank (WB) Group 2018. Sejumlah hotel di kawasan Ubud disebut sudah menerima booking dari peserta delegasi. “Booking (IMF-red) sudah masuk di Gianyar, terutama hotel yang network,“ ucap Kepala Dinas Pariwista Daerah Kabupaten Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta, Rabu (11/4) kemarin. Namun, berapa jumlah booking tersebut, pejabat yang akrab dengan sapaan Gung Ari ini mengaku masih melakukan koordinasi dengan organisasi pariwisata di Kabupaten Gianyar. “Berapa yang masuk belum saya cek totalnya. Itu (datanya) ada di PHRI dan UHA,“ tandas Gung Ari. Menyambut IMF, Gung Ari mengaku sedang mengoordinasikan penataan kebersihan terutama di kawasan Pasar Ubud. Dikatakannya, pengelolaan sampah di kawasan pasar masih sulit ditangani, sehingga membutuhkan upaya yang serius. “Kalau kawasan lain di Ubud sudah bersih, hanya pasar saja masih perlu dioptimalkan kebersihannya,” ucapnya. Ditambahkan, dalam waktu dekat juga akan ada hibah alat pengolahan sampah dari Kementerian Pariwisata ke Desa Pakraman Padangtegal. “Kita harapkan mesin ini dapat mengoptimalkan pengelolaan sampah di Ubud khususnya di Desa Pakraman Padangtegal,” katanya. Selain itu, Kadisparda kini juga sedang melakukan sinkronisasi agenda di Ubud dengan kunjungan delegasi IMF yang berlangsung pada Oktober mendatang. Salah satu agenda pada saat itu, dikatakan ada acara Festival Desa Nusantara Wisata. “Festival ini salah satunya yang bisa disinkronkan,” sebutnya. Terpisah, Ketua Ubud Hotel Asosiasi (UHA) Adit Pande belum bisa memastikan adanya booking dari delegasi IMF pada hotel di wilayah Gianyar. “Belum bisa kita pastikan, karena kemungkinan mereka memesannya lewat travel agent. Jadi, tidak bisa kita pastikan itu delegasi atau bukan,” ucap dia. Adit Pande mengaku baru bisa memastikan adanya booking dari delegasi IMF dalam waktu tiga bulan sebelum hari H kunjungan, yakni antara Juli hingga Agustus. Ia juga memastikan kesiapan seluruh hotel di Gianyar khususnya Ubud dalam menyambut ribuan delegasi ini. “Pastinya akomodasi di Gianyar siap menjamu para delegasi,” tandasnya. (kmb35)

Pembentukan Pohon Kerdil yang Bernilai Ratusan Juta Gianyar (Bali Post) Bonsai memiliki nilai tersendiri bagi penggemarnya. Bahkan, satu pohon bonsai bisa memiliki harga ratusan juta rupiah bahkan miliaran rupiah. Namun, dalam proses pembentukan pohon kerdil ini pun membutuhkan kesabaran tinggi. “Pertama harus sabar dan memahami ilmu dalam melihat dan membentuk bongkahan pohon menjadi bonsai,“ ucap I Wayan Artana, Penasihat Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Gianyar, saat ditemui di kontes dan pameran bonsai

di Lapangan Astina Gianyar, Rabu (11/4) kemarin. Artana mengatakan salah satu yang harus diperhatikan dalam merawat bonsai adalah volume air dan sinar. Dikatakan, dua hal ini sangat memengaruhi pertumbuhan bonsai yang sedang dibentuk. “Misalnya musim tertentu terlalu sering kena hujan, bentuk bonsai malah tidak bagus,“ ucapnya. Bonsai yang ia rawat pun merupakan pohon yang usianya sudah puluhan tahun bahkan ada yang ratusan tahun. Namun untuk

pembentukan bakalan bonsai menjadi pohon kerdil di atas pot, dikatakan bisa memakan waktu 4 sampai 8 tahun. “Dominan saya mengambil bakalan dari alam. Rata-rata usia pohon semua diatas 25 tahun,“ ucapnya. Pembentukan bonsai menggunakan kawat memang membutuhkan waktu yang lumayan, hingga bonsai yang kategori sempurna memiliki batang, cabang, anak cabang, anak ranting dan yang lainnya. Di samping itu, berbagai gaya juga memberi nilai pada bonsai itu sendiri. Misalnya gaya formal, infor-

mal, groping, dan bunjin. “Bunjin ini yang paling menarik, karena membentuk pohon yang terlihat merana,“ tuturnya. Kontes dan pameran bonsai yang diselenggarakan di Lapangan Astina Gianyar, diikuti sekitar 320 peserta. Jenis bonsai yag diikutsertakan dalam kontes ini bervariasi, seperti pohon santigi, pikus (bunut/beringin), anting putri, serut (pungut), sisir, jenis cemara, asem serta pohon berbunga seperti soka dan lainya. “Ratusan bonsai

BONSAI - Terlihat I Wayan Artana saat menunjukkan bonsai yang meraih penghargaan dari lima kategori.

berbagai jenis ini berasal dari Jawa, Bali, NTB, dan Makassar,“ ucap Panitia Kontes Bonsai I Gusti Bagus Adi Wicaksana Widhya Utama. Kontes ini diselenggarakan sejak tanggal 8, 9, dan 10 April. Usai kontes, diberikan penilaian bonsai terbaik oleh panitia. Salah satunya bonsai dari pohon santigi milik peserta Andres asal Mataram. Bonsai ini meraih lima kategori, yakni kategori baik sekali, best ten, best in class dan kategori best perfomarn, serta bonsai club internasional. “Setelah kontes, dilanjutkan dengan pameran,” tandasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35


JEMBRANA

10 Negara (Bali Post) – Selain ribuan siswa SMA dan MA, tiga siswa SMA Luar Biasa (SMALB) di Jembrana juga ikut Ujian Nasional (UN). Ketiga siswa SMALB dari SLB Negeri 1 Jembrana ini merupakan siswa tuna rungu (B) yang memang diwajibkan untuk mengikuti UN. Sejatinya, di SLB Negeri 1 Jembrana terdapat delapan siswa. Namun, lima siswa lainnya merupakan siswa tunagrahita (C) dan hanya mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). “Sebenarnya ada lima siswa tunagrahita, satu meninggal dunia karena sakit (sudah terdaftar ujian). Jadinya hanya empat yang mengikuti USBN,” ujar Kepala SLB Negeri 1 Jembrana, Made Ngurah Adi Bagiartha, Rabu (11/4) kemarin. Berbeda dengan SMA pada umumnya yang mengikuti UN berbasis komputer (UNBK), tiga siswa SMALB ini mengikuti ujian secara tertulis. SLB Negeri satu atap yang meliputi SDLB, SMPLB hingga SMALB ini memiliki 114 siswa dengan 44 rombel (rombongan belajar). Untuk tahun ajaran ini, ada delapan siswa SMALB yang akan tamat. Namun sama dengan siswa SMA sederajat lainnya, para siswa harus mengikuti ujian. Dari pengamatan tiga siswa yang mengikuti UN nampak santai mengerjakan soal Bahasa Inggris. Selama mengikuti ujian di salah satu ruang, mereka mendapat pengawasan dari

dua guru. Selain ketiga siswa tersebut, empat siswa lainnya mengikuti USBN di ruang terpisah. Kemarin merupakan hari terakhir siswa SMALB itu mengikuti ujian. “Mereka sudah tiga hari ini mengikuti ujian, sebelumnya Matematika dan Bahasa Indonesia,” ujar Adi Bagiartha. Para siswa SMALB ini, setelah lulus bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Namun dari tahun ke tahun sebagian lulusan memilih untuk mandiri. “Kami juga berikan pelatihan-pelatihan program kemandirian untuk bekal mereka setelah lulus. Ada juga kesempatan magang,” tambahnya. Sementara itu, dari data yang dihimpun di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, ada 2.507 siswa SMA/MA Negeri dan swasta. Terdiri dari 13 SMA Negeri dan swasta sebanyak 1.960 siswa dan MA Negeri dan swasta 547 siswa. Seluruh siswa ini mengikuti UNBK, baik di sekolah langsung (mandiri) maupun menumpang di sekolah lainnya. Sekolah yang digunakan untuk UNBK SMKN 1 Negara (SMAN 1 Melaya), SMK PGRI 2 Negara (SMA Gilimandala, SMA PGRI Negara dan SMA Saraswati Melaya), SMK Marsudirini (SMA Saraswati Negara) dan SMK 3 Negara (SMAN 1 Mendoyo dan SMAN 2 Mendoyo). (kmb26)

Soal Bantuan Mesin Tempel Kementerian ESDM

Tujuh Nelayan Jual Tabung BBE Bali Post/olo

Tiga Siswa SMALB Ikuti UN

Kamis Paing, 12 April 2018

Negara (Bali Post) –

Bantuan paket mesin tempel dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk para nelayan di Kabupaten Jembrana telah diberikan beberapa bulan lalu. Namun, belakangan diketahui, ada satu bagian dari paket (mesin dan elpiji) itu justru dijual sejumlah nelayan penerima bantuan. Setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, sedikitnya ada tujuh nelayan diketahui menjual tabung Bahan Bakar Elpiji (BBE). Mereka mengaku menjual elpiji yang fungsinya sebagai bahan bakar gas itu dengan berbagai alasan. Pihak Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana pun disebut-sebut telah mendata dan meminta para penerima bantuan ini untuk bertanggung jawab. “Hanya elpiji yang dijual. Mesinnya masih digunakan,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana, Made Dwi Maharimbawa,

Rabu (11/4) kemarin. Hasil penelusuran itu, para nelayan beralasan bahan bakar menggunakan gas elpiji itu kurang efektif dan dinilai tidak nyaman. “Ada yang beralasan panas, berat dibawa dan lainnya. Alasannya macam-macam. Kita sudah sampaikan kepada mereka agar nantinya dipertanggungjawabkan ketika pihak pemberi bantuan melakukan pengecekan,” katanya. Maharimbawa menjelas-

kan, ada sekitar tujuh nelayan yang tersebar di beberapa desa dan menjual elpijinya. Seperti nelayan di Candikusuma, Cupel dan Pengambengan. Bantuan paket mesin tempel dari Kementerian ESDM ini tergolong baru. Mesin tempel berbahan bakar gas elpiji dengan kekuatan 8,5 PK ini disebutkan bisa menghemat bahan bakar dan lebih ramah lingkungan. Sebab tidak menggunakan Bahan Bakar

Minyak (BBM) seperti mesin lainnya. Kendati gas elpiji dijual, para nelayan itu masih bisa menggunakannya, namun menggunakan BBM. Ternyata, tidak semua nelayan nyaman menggunakan mesin tersebut, sehingga mereka terpaksa menjual bagian elpijinya. Pola penyerahan bantuan juga langsung kepada individu nelayan, bukan melalui kelompok seperti bantuan yang dianggarkan di APBD. “Kalau yang di APBD kita salurkan ke kelompok. Lengkap mulai dari perahu (fiber), mesin dan alat tangkap,” terang Maharimbawa. Lebih lanjut dikatakan Maharimbawa, ke depannya belum diketahui apakah

bantuan serupa akan kembali diberikan tahun ini. Namun, yang pasti bantuan perahu untuk kelompok yang dianggarkan dari APBD kabupaten masih ada. Sedangkan, bantuan dari pusat belum jelas. Pemerintah memberikan bantuan mesin kepada nelayan sejatinya untuk mengangkat derajat ekonomi mereka. Perlu diketahui, tahun 2017, sedikitnya ada 1.305 nelayan mendapatkan bantuan paket mesin tempel dari Kementerian ESDM. Nelayan ini tersebar di lima kecamatan dengan jumlah bervariatif. Untuk di Kecamatan Melaya sebanyak 260 paket, Negara 645 paket, Jembrana 277 paket, Mendoyo dan Pekutatan 123 paket. (kmb26)

Penyebab Banjir di Desa Kaliakah

Bali Post/olo

UJIAN – Tiga siswa SMALB dari SLB Negeri 1 Jembrana mengikuti Ujian Nasional (UN), Rabu (11/4) kemarin.

Angkat Pariwisata Bali Barat

Solusi Terbaik, Bangun Jalan Tol Denpasar-Gilimanuk Negara (Bali Post) Upaya pemerintah guna mengangkat pariwisata di Kabupaten Jembrana terus dilakukan. Sebab, banyak potensi wisata yang dimiliki Jembrana. Misalnya, kesenian Jegog, Makepung, Makepung Lampit dan lainnya. Begitu juga banyak objek wisata alam yang tidak kalah dengan kabupaten lain. Akan tetapi, untuk mengembangkan pariwisata itu tidak akan bisa sukses tanpa didukung dengan infrastruktur yang baik, terutama jalan. Selama ini, ketidakpastian waktu tempuh dari Denpasar menuju Gilimanuk menjadi kendala para pelaku pariwisata untuk menawarkan paket wisata ke Jembrana. “Jalan tol DenpasarGilimanuk merupakan solusi terbaik dan mendesak. Ini juga untuk menjaga keseimbangan ekonomi di Bali Selatan dengan Bali Barat dan Utara,” kata Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nengah Tamba, Rabu (11/4) kemarin. Ia mengatakan infrastruktur yang baik mutlak diperlukan guna menjaga keseimbangan pembangunan agar tidak terpusat hanya di Badung dan sekitarnya. Para pelaku pariwisata juga akan ragu dan berpikir untuk membawa wisatawan mereka untuk berkunjung ke objek wisata di Jembrana. Sebab, kendalanya ketidakpastian traffic (lalu lintas). Apalagi Jalan Gilimanuk-

Denpasar saat ini sudah krodit dan jarak tempuhnya lama. Politisi Partai Demokrat ini meyakini dengan adanya akses yang mudah (jalan tol), ekonomi Jembrana akan menggeliat. Secara tidak langsung, pariwisata di Jembrana juga akan terangkat dan pengangguran berkurang. Sejauh ini memang belum ada investor yang secara resmi atau tertulis hendak menanamkan modal untuk membuat jalan tol ini. Tetapi pihaknya akan mendukung penuh ketika ada pemrakarsa mewujudkan jalan tol ini. “Kalau alasannya sulit untuk Break Event Point (BEP) karena harga tanah (pembebasan lahan) yang mahal, kita bisa carikan solusi. Bisa saja kita mohonkan lahan di sepanjang bibir hutan. Kita mohonkan ke Kementerian Kehutanan,” ujar Tamba. Komitmen ini, menurutnya juga harus diemban Pemimpin Bali (Gubernur) yang akan terpilih nanti. Sebab, jalan tol ini merupakan aspirasi masyarakat Bali Barat dan Bali Utara guna menciptakan keseimbangan pembangunan Bali. Hal inilah yang menurutnya menjadi solusi untuk menjadikan pariwisata di Jembrana bisa berkemb a n g . (kmb26)

Terjadi Pendangkalan Sungai dan Tersumbat Sampah Negara (Bali Post) – Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Jembrana, Selasa (10/4) lalu dis-

ebabkan meluapnya sejumlah sungai. Selain sungai Kaliakah, juga terjadi di sungai Ijogading, Negara. Tidak ada

Bali Post/olo

BENDUNG – Kondisi pintu air di Bendung Banyubiru I nampak mulai lancar.

korban jiwa dalam bencana tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana I Ketut Eko Susila AP, Rabu (11/4) kemarin mengatakan yang paling terdampak luapan air adalah masyarakat di sekitar Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Namun saat terjadi banjir, warga yang tinggal di sekitar sungai Kaliakah sudah cukup waspada dan langsung mengevakuasi barang-barang berharganya. Hal itu dilakukan karena warga di sana memang menjadi langganan banjir saat debit air sungai naik. Menurutnya banjir diakibatkan

air sungai yang terhubung dengan bendung Kaliakah meluap hingga melewati tanggul. Dengan demikian, permukiman penduduk yang berada lebih rendah dari tanggul terdampak luapan air tersebut. Dari pengamatannya, hujan yang terjadi pada Selasa sore merata dan intensitas tinggi, khususnya di hulu sungai. Selain itu, banjir itu diakibatkan pendangkalan sungai serta sampah yang menyumbat. BPBD selalu berkoordinasi dengan BMKG Negara untuk antisipasi cuaca ekstrem. Namun, memang belum bisa diprediksi waktu akan berlangsung, sehingga pihaknya meminta warga untuk waspada sewaktu-waktu.

Sementara itu, dari pengamatan di Bendung Banyubiru I, nampak di pintu air banyak didapati sampahsampah yang menyumbat. Disinyalir sampah inilah yang membuat air tidak mengalir kendati seluruh (lima) pintu air sudah dibuka. Sampahsampah berupa ranting hingga batang kayu dari hulu membentang menghalangi pintu air. Kendati demikian, air sungai yang sebelumnya meluap kini sudah mulai surut. Begitu juga dengan air yang menggenangi permukiman warga di Jalan Sedap Malam sudah menyusut. Beberapa warga nampak membersihkan rumah dari lumpur dan kotoran yang terbawa banjir. (kmb26)

Mahalnya Perawatan Instrumen Jegog

Satu Bambu ”Petung” Pecah, Perlu Biaya Rp 350 Ribu JEGOG merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Jembrana. Di samping memiliki suara yang khas, alat musik berbahan bambu ini juga unik. Bambunya cukup besar, sehingga mengeluarkan suara yang merdu. Gamelan (alat musik) ini pun sangat populer, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Karena besarnya bentuk gamelan ini, tentu perawatannya juga tergolong ekstra dan mahal. Dalam merawat instrumen jegog ini, diperlukan tempat dan perlakuan khusus. Sebab dibandingkan gong atau gamelan lainnya, alat musik jegog lebih rentan rusak karena faktor cuaca ataupun tempat penyimpanan yang tak layak. Satu saja bambunya rusak atau pecah diperlukan biaya yang tidak sedikit. Minimal Rp 350 ribu per satu bilah bambu. Bahan bambu yang digunakan pun kini jarang ditemukan di Jembrana. Untuk mendapatkan bambu petung (bagian paling belakang) yang berdiameter besar, para perajin harus mencari di luar Jembrana. Misalnya, di Tabanan dan Karangasem. “Sekarang hampir tidak ada (bambu petung) di Jembrana. Harus memesan di Tabanan atau Gianyar,” ujar Oka, pemain Jegog asal Kelurahan Sangkaragung. Ketika gamelan bambu itu pecah, maka akan kesulitan dan biayanya cukup besar. Apalagi, saat pementasan jegog dilakukan mabarung (adu suara) antar-sekaa, peluang pecahnya bambu cukup besar. Untuk itu, sekaa harus menyiapkan cadangan gamelan ketika bambu pecah.

Begitu halnya dengan bambu lainnya yang ukurannya lebih kecil seperti bambu jajang atau santong untuk suwir, kantil dan barangan masih bisa diperoleh. I Ketut Dernen, seniman penyetel gamelan jegog asal Pancardawa, Kelurahan Pendem beberapa waktu lalu mengatakan gamelan jegog memiliki keistimewaan sehingga perawatannya pun harus ekstra. Bambu yang digunakan pun harus terpilih. Selain perangkat yang besar, nada suara lazimnya berubah saat berganti cuaca atau iklim. Misalnya, ketika alat musik bambu itu dibawa ke daerah dataran tinggi yang dingin, ketika ditabuh suaranya pasti berubah. Dernen berharap kendati instrumen musik ini cukup boros tempat, bisa disetarakan dengan alat musik lainnya. Pascabom Bali tahun 2002 lalu, banyak sekaa di Jembrana yang terpuruk karena minimnya pentas ke luar daerah dan minim pembiayaan. Sedangkan pentas di dalam Jembrana, bayaran tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Padahal perawatan untuk alat musik ini cukup tinggi.

Seringkali, biaya untuk transportasi alat, penabuh serta perawatan gamelan lebih besar dari bayaran yang diterima. Untuk membuat seperangkat alat musik jegog minimal dibutuhkan dana hingga Rp 50 juta. Pria kelahiran tahun 1956 ini selain menabuh juga dikenal kemampuannya dalam menyelaraskan nada gamelan jegog. Tidak semua seniman memiliki kemampuan menyetel alat musik dari bambu ini. Bahkan, Dernen mampu menyetel nada jegog utuh dalam satu oktaf (do-re-mifa-sol-la-si-do). “Sekarang saya lebih banyak kerja kalau dipanggil. Ada yang memanggil saya kerjakan di sana. Bayaran tidak menarget, yang penting

(gamelan) jadi dan senang sudah jadi,” kata pria berpenampilan sederhana ini. Keahlian seniman yang mengantongi penghargaan Satya Laksana Dharma Kusuma tahun 2013 ini, diperolehnya dari orangtua dan para seniman pembuat jegog pendahulunya. Sisa bambu jegog yang sudah rusak atau pecah biasanya tidak lagi dipergunakan dan dibuang. Namun di tangan orang-orang kreatif, limbah bambu jegog itu dimanfaatkan lagi untuk hal lainnya. Seperti yang dilakukan sejumlah siswa dan guru di Jembrana. Bambu bekas gamelan jegog yang menumpuk dan tidak bisa digunakan lagi,

dimanfaatkan kembali, untuk pot tanaman misalnya. Kepala SMAN 2 Negara I Wayan Sudiarta mengatakan sekolah sengaja memanfaatkan bambu gamelan jegog yang rusak itu agar berguna kembali. “Daripada tidak digunakan dan menumpuk, kami manfaatkan untuk pot tanaman di sekitar sekolah,” terangnya. SMAN 2 Negara merupakan salah satu sekolah yang memiliki gamelan jegog ini. Begitu juga sering tampil dengan penabuh para siswa. Selain pot bunga, bambu yang di antaranya berdiameter besar ini juga bisa dimanfaatkan untuk kerajinan lainnya seperti asbak atau tempat pensil. (olo)

Bali Post/olo

JEGOG - Sejumlah siswa menabuh gamelan Jegog di Gedung Kesenian Bung Karno. Gamelan Jegog selain memiliki keistimewaan suara juga perlu perawatan ekstra.


Kamis Paing, 12 Maret 2018

BALI DWIPA

11 Polair Bersihkan Sampah di Pantai Sanur Denpasar (Bali Post) Beberapa hari belakangan ini, pantai di wilayah Denpasar diserbu sampah. Padahal pantai tersebut sering dikunjungi wisatawan asing dan domestik. Oleh karena itu, puluhan anggota Ditpolair Polda Bali dikerahkan untuk membersihkan sampah di Pantai Sanur, Matahari Terbit dan Padanggalak, Rabu (11/4) kemarin. Kabid Humas Polda Bali Kombes (Pol) Hengky Widjaja didampingi Kompol I Wayan Dastra selaku Kasubag Renmin Ditpolair mengatakan, puluhan anggota Polair melaksanakan kerja bakti

Bali Post/ist

KERJA BAKTI Anggota Ditpolair Polda Bali melaksanakan kerja bakti membersihkan sampah di pantai.

bersama instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya untuk menciptakan kawasan pantai yang bersih, indah, dan nyaman. Untuk menjaga kelestarian dan kebersihan pantai, program Pagi Bersih rutin dilaksanakan Ditpolair. Pasalnya, kawasan pantai merupakan salah satu tujuan wisatawan saat liburan ke Bali. “Pantai yang bersih dan nyaman akan menarik minat wisatawan untuk datang ke Bali,” ucap Kompol I Wayan Dastra. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menciptakan rasa kebersamaan antara Polri dengan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian pantai. Dengan demikian, Bali tetap menjadi pilihan para wisatawan dan diharapkan kunjungan turis semakin meningkat. (kmb36)

Dewan Rancang Pembahasan 22 Ranperda di 2018

FIGUR Antisipasi Aksi Teror GUNA menyukseskan pilkada serentak 2018 dan tahapan Pemilu 2019 di wilayah Provinsi Bali, tim Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berkunjung ke Polda Bali, Rabu (11/4) kemarin. Tujuannya menyampaikan pelaksanaan rapat koordinasi di wilayah Polda Bali. Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes (Pol) Hengky Widjaja kepada Kapolda Bali Irjen (Pol) Dr. Petrus Reinhard Golose, perwakilan BNPT Kolonel Inf. Darmanto menyampaikan kegiatan tersebut sekaligus untuk menganalisis kesiapsiagaan wilayah tengah Indonesia dalam mengantisipasi ancaman aksi teror. Saat itu, lanjut Hengky, Irjen Golose menyampaikan Bali Post/ist Polda Bali siap mengamankan pelaksanaan rapat yang akan dilaksanakan oleh BNPT di wilayah Bali. Selain itu, dengan digelarnya rapat tersebut di Bali, sekaligus untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2018, tahapan Pemilu 2019 dan IMF-World Bank dari ancaman terorisme. “Kita berharap semua kegiatan tersebut berjalan aman dan lancar. Dukungan masyarakat sangat kami butuhkan terutama dalam menjaga keamanan,” ujarnya. (rah)

Salah Satunya Rencana Tata Ruang Besakih

Denpasar (Bali Post) -

DPRD Bali merancang pembahasan 22 ranperda sepanjang 2018. Dua di antaranya sudah ketok palu yakni Perda tentang Pencabutan Perda No.8 Tahun 2000, serta Perda tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Sedangkan sisanya, sebagian besar masih menunggu giliran untuk diajukan ke rapat paripurna dan dilakukan pembahasan oleh panitia khusus (pansus). “Dari keseluruhan yang masuk ke Prolegda, kami jelas menginginkan itu (22 ranperda - red) bisa selesai. Delapan di antaranya merupakan perda inisiatif dewan,” ujar Ketua Baleg DPRD Bali I Gusti Putu Budiartha yang dikonfirmasi, Rabu (11/4) kemarin. Beberapa ranperda yang masih dalam proses pembahasan, yakni Ranperda Atraksi Budaya Tradisional Bali, revisi Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali, dan Ranperda Keolahragaan. Sementara untuk rancangan lainnya, ada yang memang bersifat rutin atau selalu muncul setiap tahun. Seperti, Ranperda tentang Pertanggungjawaban APBD 2017, Ranperda tentang Perubahan APBD 2018, dan Ranperda tentang APBD 2019.

Tak sedikit pula perda baru yang akan dirancang tahun ini. Di antaranya, Ranperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Bali 2018-2038, Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Ranperda tentang Hasil Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain PAD yang Sah, Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Bali, Ranperda tentang Jasa Usaha Lingkungan, Ranperda tentang Sistem Pendidikan, Ranperda tentang Pengelolaan Sungai, Ranperda tentang Sistem Keamanan Bali Terpadu, Ranperda tentang Sistem Pertanian Organik, Ranperda tentang BUMD, serta Ranperda tentang Pema-

saran Perlindungan Hasil Pertanian, Perkebunan dan UMKM. Rancangan lainnya merupakan revisi dari perda yang sudah ada, seperti revisi Perda Subak, revisi Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah, serta revisi Perda Pemakaian Tanah Penguasaan Pemprov Bali. Terkait perda yang sudah diketok palu pada tahun ini maupun tahun-tahun sebelumnya, Budiartha meminta eksekutif mensosialisasikannya kepada masyarakat. Termasuk mendorong untuk segera menindaklanjuti dengan peraturan gubernur. Jangan sampai ada perda yang sudah ditetapkan, tapi justru tidak bisa diimplementasikan karena hal itu. “Kita mendorong pemerintah daerah untuk sesegera

Dharma Santi Nyepi di Kodam

Musrenbang

RATUSAN prajurit Kodam IX/Udayana dan jajaran berkumpul di aula Makodam, Denpasar, Rabu (11/4) kemarin. Mengenakan pakaian adat dan sebagian pakai pakaian dinas serta destar loreng, khusyuk mengikuti Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Çaka 1940. Kondisi yang kondusif harus tetap dijaga, termasuk bersama-sama menciptakan kedamaian dan kerukunan. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang mantan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya. Sebagai narasumber Ida Pandita Empu Jaya Acarya Nandha. Irdam IX/Udayana Kolonel CZI Lalu Rudi Irham Srigede saat membacakan sambutan Pangdam Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, S.IP. menyampaikan dharma santi merupakan rangkaian akhir dari perayaan hari raya Nyepi dan dimulai dengan melasti yang bermakna pembersihan diri dari segala kekotoran selama satu tahun terakhir. Selanjutnya, Tawur Kasanga yang bermakna mengharmoniskan kembali segala macam unsur pembentuk semesta dan Nyepi, umat Hindu melaksanakan Tapa, Brata, Yoga dan Semadi yang bermakna pelatihan dan perenungan diri menuju tahun yang baru, melalui pengenalan lebih jauh ke dalam diri. Dari pengenalan diri itulah bermula suatu upaya untuk mengenal Tuhan Yang Maha Esa. “Dharma santi sendiri secara filosofi memiliki makna kedamaian atau berdamai. Dharma santi ini memiliki makna positif. Kita saling mengucapkan selamat dan saling memaafkan untuk memperoleh suatu kedamaian,” ujarnya. Menurutnya, patut bersyukur dan berbangga karena rangkaian kegiatan hari raya Nyepi yang dilaksanakan umat

Denpasar (Bali Post) Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Bali sesuai agenda dibuka Gubernur Made Mangku Pastika, Kamis (12/4) ini. Para pejabat dari enam kementerian dijadwalkan hadir untuk memberikan arahan terkait kebijakan nasional. Di antaranya, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata, Kemen-PAN RB, dan Kementerian Keuangan. “Apa yang menjadi program prioritas nasional akan dihubungkan dengan program prioritas Bali, lalu dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019,” ujar Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Rabu (11/4) kemarin. Menurut Ika Putra, RKPD 2019 yang disusun dalam Musrenbang ini berpedoman pada RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dan prioritas RKP Nasional. Mengingat, sekarang merupakan masa transisi karena Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi 2013-2018 berakhir tahun ini. Menyusul, berakhirnya masa jabatan gubernur dengan digelarnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali, 27 Juni mendatang. “Tetapi tetap nanti dimungkinkan ada perubahan RKPD,” jelasnya. Ika Putra menambahkan, Musrenbang berlangsung selama dua hari melibatkan bupati/wali kota se-Bali serta semua komponen masyarakat. Mulai dari akademisi, BUMN/ BUMD, perguruan tinggi, organisasi kemasyaraka-

Bali Post/rah

DHARMA SANTI - Kodam IX/Udayana menggelar Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 dan diisi pemberian santunan kepada anak panti asuhan, Rabu (11/4) kemarin. perenungan, refleksi diri, dan introspeksi untuk dapat lebih meningkatkan nilai-nilai kerukunan antarumat beragama. Dengan tema Dharma Santi yaitu ‘‘Melalui Catur Brata Panyepian kita tingkatkan srada dan bhakti prajurit serta PNS TNI yang dilandasi jiwa kesatria, militan, loyal, profesional dan modern siap mendukung tugas pokok’’. “Kita sekarang berada di Kodam IX/Udayana dalam rangka Dharma Santhi Nyepi dan sudah dilakukan di beberapa tempat. Sekarang dilaksanakan di Kodam IX/Udayana. Saya merasa bangga karena di (Kodam) Udayana, Bali ini dilakukan untuk mengevaluasi diri dan kerja sama semua anak bangsa. Baik tentara polisi ASN, semuanya. Kompak membangun bangsa dari Sabang sampai Merauke,” kata Wisnu Bawa Tenaya usai acara. Menurutnya, merayakan Nyepi itu harus dilihat secara makro dan perlu diistira-

nurnya agar bisa dijalankan di kabupaten/kota,” tandas politisi PDI-P asal Pedungan, Denpasar ini. (kmb32)

Ranperda Masih dalam Proses Pembahasan c Ranperda Atraksi Budaya Tradisional Bali c Revisi Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali c Ranperda Keolahragaan.

Perda Baru yang Dirancang Tahun Ini cRanperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Bali 2018-2038 cRanperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Suci Pura Agung Besakih cRanperda tentang Hasil Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan lain-lain PAD yang Sah cRanperda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Bali cRanperda tentang Jasa Usaha Lingkungan cRanperda tentang Sistem Pendidikan cRanperda tentang Pengelolaan Sungai cRanperda tentang Sistem Keamanan Bali Terpadu cRanperda tentang Sistem Pertanian Organik cRanperda tentang BUMD cRanperda tentang Pemasaran Perlindungan Hasil Pertanian, Perkebunan dan UMKM.

Visi-Misi Cagub Sudah Harus Dimonitor

Bersama-sama Jaga Kerukunan

Hindu di wilayah jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya di Provinsi Bali sampai dengan kegiatan dharma santi ini tidak ada permasalahan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan. Hal ini menunjukkan bahwa keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama serta persaudaraan sebagai anak bangsa dalam bingkai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah sudah tercipta dengan baik. Kondisi yang kondusif seperti ini harus tetap dijaga bersamasama. Keharmonisan akan terwujud karena adanya sikap toleransi yang tinggi antarumat beragama sekaligus cerminan umat yang cerdas dan santun dengan diimbangi keyakinan dan iman yang kuat. Untuk itu, ia berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Hindu di wilayah jajaran Kodam IX/Udayana agar senantiasa menjadikan hari raya Nyepi sebagai sarana

mungkin perda-perda yang sudah disahkan itu, disosialisasikan. Selanjutnya, agar dibuatkan peraturan guber-

hatkan agar betul-betul hati serta pikiran jadi satu. “Sekarang, banyak dipertontonkan diskusi dan debat, tapi lupa musyawarah. Maka dharma negara, dharma agama, dharma negaranya Pancasila yaitu berketuhanan, Tuhan hanya satu. Potensinya lengkap kalau kita bersatu padu dengan cara musyawarah dan bicara dengan baik,” tegasnya. Karena ia merupakan purnawirawan dan mantan Pangdam IX/Udayana sehingga ingin melihat bagaimana simakrama, silaturahmi, satu sama lain saling mengingat, terjalin dengan kuat. Selain itu harus ingat kawitan atau leluhur dan panglingsir. “Semuanya. Bersama-sama kita kompak. Mudahan-mudahan dengan cara inilah memberikan wawasan untuk bisa menerima satu sama yang lain. Kerja sama, tidak ada sendiri-sendiri. Tidak ada yang bisa hidup sendiri tapi harus kerja sama,” ucapnya. (rah)

tan, hingga pers. Pejabat dari Kementerian Keuangan diharapkan bisa memberi masukan terkait arah APBN. Kementerian PUPR terkait pembangunan infrastruktur dan konektivitas jalan. “Kemen-PAN RB dalam rangka reformasi birokrasi. Kemudian Bappenas dalam rangka perencanaan, seperti apa arahnya. Lalu Kementerian Pariwisata terkait sektor prioritas kita, dan Kemendagri jelas mengenai kebijakan pemerintah daerah,” imbuhnya. Diwawancara terpisah, Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, Bappeda Litbang mestinya sudah memonitor apa yang menjadi visi dan misi calon gubernur dalam Pilgub Bali 2018. Sebab, visi dan misi itu akan dilaksanakan ketika salah satu calon terpilih memimpin Bali. “Apa yang menjadi program dalam visi dan misi calon gubernur itu, tentunya bagian yang harus dilaksanakan nanti dalam penyusunan APBD. Baik dalam bentuk kebijakan, maupun dalam bentuk anggaran sehingga sekarang Bappeda harus komunikasi dengan kandidat,” ujar politisi PDI-P ini. Selain itu, lanjut Kariyasa, Musrenbang juga perlu memerhatikan potensi anggaran bebas pada tahun 2019. Termasuk sudah mulai memikirkan anggaran yang mungkin diserap dari pusat. Pihaknya meyakini anggaran yang turun dari pusat tahun depan akan lebih besar dari tahun ini. Mengingat, tahun 2019 masih merupakan tahun politik dengan adanya pemilihan presiden dan legislatif. “Ini harus proaktif juga, biar jangan nanti hanya

mengacu pada kemampuan APBD saja. Tapi kita juga harus lihat dana dari pusat, baik berupa DAK maupun dekonsentrasi yang nanti diberikan kepada daerah,” jelasnya. Kariyasa menambahkan, tahun 2019 juga akan mulai diberlakukan rencana tata ruang wilayah yang baru. Hal ini perlu dicermati karena menyangkut pembangunan infrastruktur. Khususnya mengenai skala prioritas provinsi untuk menyeimbangkan pembangunan. Termasuk target-target penanggulangan kemiskinan, melihat jumlah RTS (Rumah Tangga Miskin) yang masih tinggi. Selain memberi arahan, kehadiran pejabat dari enam Kementerian diharapkan bisa mendorong terwujudnya pemerataan pembangunan di Bali. “Kementerian PUPR misalnya, mengenai shortcut (Mengwitani-Singaraja - red) bagaimana biar bisa 2019 tuntas dikerjakan di 10 titik. Apalagi nanti rencana ada bandara baru,” terangnya. (kmb32)

”Apa yang menjadi program dalam visi dan misi calon gubernur itu, tentunya bagian yang harus dilaksanakan nanti dalam penyusunan APBD. Baik dalam bentuk kebijakan, maupun dalam bentuk anggaran sehingga sekarang Bappeda harus komunikasi dengan kandidat.” Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana


KLUNGKUNG

12 Kepulauan Nusa Penida

Sektor Pariwisata dan Infrastruktur Masih Timpang

SOSOK Tak Hanya Melihat Pendukung DUDUK di kursi legislatif memiliki tanggung jawab besar untuk masyarakat. Menyampaikan aspirasi kepada pemerintah yang terdiri dari berbagai bidang, mulai kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur. Ini pun tak hanya mengakomodir sebuah kelompok. Bukan melihat dari unsur mendukung dan tidak mendukung. Namun berlaku secara umum. Itu yang menjadi prinsip anggota DPRD Klungkung I Wayan Buda Parwata. “Dalam menyerap aspirasi, saya tidak memandang mana yang mendukung, mana yang tidak. Tapi harus semua difasilitasi,” ungkapnya, Rabu (11/4) kemarin. Politisi Partai Hanura ini juga memandang sebagai anggota dewan harus bisa memberikan edukasi untuk masyarakat. Rutinitasnya tidak sebatas pagi datang ke kantor dan siang sudah pulang. Melainkan bisa memberikan kontribusi untuk pembangunan daerah. “Tunjukkan kita bertanggung jawab atas dukungan yang diberikan. Itu yang saya pegang,” ucapnya. Menjabat dua periode telah memberikan berbagai macam pengalaman untuknya. Bisa banyak belajar dari kehidupan masyarakat. Berbagai aspirasi juga telah disampaikan kepada pemerintah untuk bisa disikapi. “Kebutuhan dasar masih banyak menjadi aspirasi masyarakat. Ini termasuk datang dari penyandang disabilitas,” katanya. Jabatannya ini juga dimanfaatkan sebagai media mencari teman yang berasal dari partai lain. Meski berbeda “kulit”, tak membuatnya canggung untuk berbagi pandangan persoalan yang muncul di bawah. (sos)

Semarapura (Bali Post)-

Kepulauan Nusa Penida menjadi andalan Pemkab Klungkung sebagai sumber pendapatan dari sektor pariwisata. Tahun ini, jumlah kunjungan ditarget mencapai 470 ribu orang lebih, baik domestik maupun mancanegara. Namun di balik itu, keberadaannya masih timpang dengan kondisi infrastruktur. Sejumlah jalan masih mengalami kerusakan. Demikian pula fasilitas objek wisata belum sepenuhnya memadai. Berdasarkan data, target kunjungan wisatawan ke kepulauan The Blue Paradise Island tahun ini mencapai 478.169 orang. Meningkat dari 2017 yang realisasinya mencapai 423.726 orang dari target 333.000 orang. Guna mendukung hal itu, promosi terus digalakkan. Baik melalui media sosial atau website maupun event Nusa Penida dan Semarapura Festival yang telah berlangsung beberapa kali dan tahun ini tetap diagendakan. Di balik perkembangannya

yang semakin pesat, kerusakan jalan masih sekitar 45 persen dari total panjang 229 kilometer. Selain itu, beberapa desa yang memiliki objek potensial untuk pariwisata, seperti Pejukutan, juga masih mengalami krisis air bersih. Sudah menjadi realitas klasik setiap tahun. Kondisi yang demikian, diyakini memberikan pengaruh terhadap kenyamanan wisatawan. “Kalau kerusakan infrastruktur, sudah pasti mempengaruhi kunjungan. Wisatawan menjadi kurang nyaman,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta,

Kamis Paing, 12 April 2018

Rabu (11/4) kemarin. Pejabat asal Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod ini juga tak menampik sejumlah objek wisata belum dilengkapi fasilitas yang memadai. Seperti parkir hingga kamar mandi, termasuk pagar pengaman mengantisipasi kecelakaan. Namun ditegaskan, pemkab masih terus melakukan pembenahan. Tahun ini, telah dibuat sedikitnya sepuluh perencanaan dan diupayakan bisa terealisasi pada 2019. “Beberapa perencanaan itu, seperti parkir, kamar mandi. Kami berupaya melakukan penataan. Kalau untuk jalan juga begitu. Tapi itu ada di dinas PU,” katanya. Pembangunan pariwisata di kepulauan itu diyakini ke depannya semakin pesat. Mengantisipasi supaya tidak kebablasan, telah disiapkan grand design. Izin pembangunan akomodasi diterbitkan secara ketat. Lokusnya

tak hanya difokuskan pada satu pulau, seperti Nusa Lembongan. Tetapi juga mulai diarahkan ke daerah lain sebagai upaya pemerataan. “Grand design itu sudah ada sejak lama. Disusun detail. Saya tidak bisa menjabarkan itu seluruhnya,” sebutnya. Penanganan jalan rusak ditarget pemkab tuntas paling lambat 2020. Di balik dekatnya waktu itu, anggaran yang digelontorkan tahun ini lebih sedikit dari sebelumnya. Hanya sekitar Rp 25 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung I Gusti Nyoman Supartana pun mengakui itu. Bahkan ditegaskan, anggaran bidang infrastruktur secara keseluruhan mengalami penurunan dari Rp 108 miliar menjadi Rp 77 miliar. “Perbaikan memakai skala prioritas. Kalau di Nusa Penida, jalan sangat penting untuk menunjang pariwisata,” jelasnya. kmb45)

Berkat Beternak Sapi, Kebutuhan Sekolah Anak Terpenuhi BETERNAK sapi dengan cara ngangon masih banyak dilakukan warga Kabupaten Klungkung. Eks galian C di Desa Gunaksa menjadi tempat untuk mencari pakan. Menarik, satu orang bisa memelihara hingga belasan ekor sapi. Aktivitas di galian C yang mengapit Jalan By-Pass Ida Bagus Mantra ini sudah ditutup beberapa tahun lalu. Luasnya hampir mencapai 300 hektar. Terhampar hingga kawasan pantai. Kini, dipenuhi dengan semak belukar. Di beberapa kubangan juga ada eceng gondok. Sudah berbunga, warna keunguan. Di beberapa titik lainnya, juga tumbuh rumput. Sangat hijau. Sekilas seperti lapangan golf. Di sana terdapat sejumlah sapi. Ada sudah besar, ada pula masih anakan. Dilepas begitu saja. Sapi itu makan

rumput yang masih tergolong pendek. Sangat jinak saat ada orang mendekat maupun melintas membawa kendaraan. Nampak sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu. Sapi yang dominan betina itu milik Wayan Candra, warga Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung. Anaknya, Putu Semaradana (24), menuturkan ngangon sapi di eks galian C telah dilakukan sejak lama. Cara ini tak sulit. “Sapi tinggal dilepas saja. Tidak dikandangkan. Mencarikan pakan juga tidak,” katanya, baru-baru ini. Peternakan dengan cara ini membuat ayahnya leluasa untuk menekuni pekerjaan sebagai sopir truk. Tidak harus memikirkan menyabit rumput. Namun hanya sebatas menengok sebentar, pagi atau sore. Memastikan ternaknya tidak melintas ke jalan. Tak ada rasa khawatir akan kehilangan. “Sapinya berkelompok. Jadi

mudah diketahui saat nyari pakan,” kata pemuda yang bekerja di Kuta, Badung ini. Sapi yang dipelihara tidak dua atau tiga ekor, namun sampai 16 ekor. Delapan induk dan sisanya anakan. Jumlah ini sudah berkurang. Sebelumnya mencapai 27 ekor. “Beberapa ada dijual. Ada juga dipelihara orang lain,” ucapnya. Berkat peternakan ini, banyak kebutuhan yang bisa terpenuhi dari hasil penjualan. Salah satunya biaya sekolah. “Kalau pas keperluan kepepet, ini bisa dijual. Itu untungnya,” tuturnya. Ia menjelaskan, banjir lumpur yang melanda Tukad Unda pasca-erupsi Gunung Agung telah menutupi sebagai besar rerumputan di lokasi itu. Bahkan, ada pula yang tak terlihat oleh tebalnya pasir. Hal itu menjadikan ketersedian pakan untuk ternaknya menjadi berkurang. Belum lagi ada

lahan yang dimanfaatkan untuk kepentingan lain. “Pakan mengandalkan di sini saja,” imbuhnya. Ketersediaan pakan yang berkurang, mengharuskan warga lain mencarikan pakan untuk ternak menyusui itu. Hanya memanfaatkan semak belukar yang ada di

sekitarnya. Ini hanya untuk menutupi kekurangan pakan sewaktu-waktu. Jumlahnya tidak banyak. Hanya satu ikat seukuran pelukan orang dewasa. Di sela-sela itu, sang pemilik menghabiskan waktu menjadi penambang pasir. Mencari bekal tambahan untuk menyambung hidup. (sos)

Bali Post/sos

SAPI - Sapi milik warga yang dilepas di eks galian C, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan.


EKONOMI

Kamis Paing, 12 April 2018

13

Koperasi Harus Manfaatkan IT

ERA digitalisasi menuntut koperasi bereformasi. Apalagi dengan adanya financial technology (fintech), dikhawatirkan membuat koperasi di Bali yang lebih banyak bergerak di unit simpan-pinjam tersudut. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali I Gede Indra, S.E., M.M., Rabu (11/4) kemarin mengatakan, meski tantangan saat ini begitu berat, pihaknya optimis koperasi tetap bisa tumbuh, sebab koperasi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Mengingat asas koperasi dari, oleh dan untuk anggota. Fintech dan digitalisasi di satu sisi memudahkan masyarakat untuk memilih lembaga keuangan Bali Post/may yang dimininati. Namun saat ini sudah cukup banyak koperasi yang menggunakan IT untuk memberikan layanan kepada anggotanya. Misalnya, untuk menabung, cek saldo, transfer, belanja dan sebagainya menggunakan HP. ‘’Sekarang zamannya digital, online, ya… koperasi harus berubah mengikuti selera konsumen,’’ tegas pria asal Banjar Tengah Kaler, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung ini. Oleh karena itu, ia mendorong koperasi khususnya koperasi simpan-pinjam atau usaha simpanpinjam memberikan layanan yang cepat, ramah, aman dan dengan suku bunga yang lebih rendah. ‘’Sekarang zamannya serba cepat,’’ tandas Indra kelahiran Bandung, 26 Desember 1964 silam. Selain itu stuktur modal koperasi diharapkan lebih besar lagi, sehingga ketergantungan dengan dana pihak ketiga yang berbunga tinggi dapat ditekan. (may)

Menteri BUMN Tegaskan Pertamina Wajib Isi Premium

Batam (Bali Post) Keluhan masyarakat soal premium yang langka di pasaran membuat pemerintah bereaksi. Pertamina diwajibkan untuk memastikan pasokan premium tetap tersedia. Penegasan itu disampaikan kembali oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno, Rabu (11/4) kemarin. Ia menegaskan premium, sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo harus disediakan. ‘’Kami tekankan ke Pertamina, mereka harus bisa mengisi BBM premium di Jawa dan luar luar Jawa,’’ kata Rini. Ia mengingatkan, sebagai BUMN, Pertamina juga bertugas sebagai agen pembangunan dan harus menyukseskan program pemerintah. Pertamina harus mengupayakan agar tujuan pemerintah terlaksana. ‘’Karena Pertamina, BUMN, berfungsi sebagai agen pembangunan. Oleh karena itu kita harus mendukung program-program yang akan memberikan kemudahan atau juga kesediaan BBM untuk masyarakat yang membutuhkan,’’ katanya. Saat disinggung mengenai rencana mengevaluasi direksi Pertamina, ia enggan menjawab. ‘’Kita lihat sajalah,’’ ucap Menteri Rini. Sebelumnya, di Jakarta, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyatakan premium akan diwajibkan untuk Jamali (Jawa, Madura dan Bali) dan tetap didistribusikan kepada seluruh wilayah NKRI. ‘’Perpres yang akan direvisi intinya untuk premium tidak saja di luar Jamali dan dalam waktu dekat serta sesegera mungkin untuk nonjamali. Seluruh NKRI. Peraturan atau perpres yang akan secepatnya ditandatangani oleh Bapak Presiden,’’ kata Arcandra. Ia menjelaskan aturan tersebut untuk merevisi Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 yang isinya mengenai penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM). Dengan adanya revisi perpres tersebut, maka BBM penugasan seperti premium akan wajib didistribusikan di daerah Jawa, Madura dan Bali. Pada aturan sebelumnya tidak ada kewajiban mendistribusikan premium di wilayah tersebut. (ant)

KREDIT— Customer service sebuah bank sedang melayani konsumen. Kredit yang disalurkan masih sangat rendah menjadi salah satu penyebab lesunya ekonomi.

Penyaluran Kredit Rendah, Perizinan Sulit dan Pajak Ketat Akibatkan Ekonomi Bali Lesu

Denpasar (Bali Post) – Februari 2018 pertumbuhan kredit baru tumbuh 5,9 persen (yoy). Padahal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit 10 persen. Hal ini membuat pertumbuhan ekonomi melambat. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Hizbullah mengatakan, secara nominal penyaluran kredit perbankan hingga Februari 2018 baru mencapai Rp 82,4 triliun. Sedangkan kondisi yang sama tahun lalu mencapai Rp 77,8 triliun. ‘’Kredit perlu diwaspadai karena tumbuhnya masih tergolong kecil dari rata-rata target yang OJK tetapkan yaitu 10 persen pada 2018 ini,’’’ ujarnya. Pertumbuhan kredit yang kecil ini dikatakan rentan memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Sehingga bank perlu menggenjot penyaluran dana yang dihimpun dalam bentuk kredit ke sektor usaha. ‘’Harapan kita kredit tumbuh lebih besar, karena pertumbuhan kredit menggambarkan pertumbuhan ekonomi, usaha dan dunia bisnis di Bali,’’ ujarnya. Dunia usaha di Bali yang lebih banyak bersentuhan dengan dunia pariwisata belum optimal menyerap kredit bank, diprediksi masih dalam suasana awal tahun dan masih ada terpengaruh kondisi Gunung Agung. Karenanya, OJK memprediksi pertengahan tahun kemungkinan penyaluran kredit akan tumbuh seiring geliat dunia usaha di Bali yang umumnya sudah mulai tumbuh. ‘’Kami harapkan pertengahan tahun ini perbankan bisa mening-

katkan penyaluran kreditnya dan tentunya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian,’’ ucap Hizbullah. Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengakui semua sektor usaha mengalami penurunan penjualan dan ketidakpastian pendapatan. Hal itu yang membuat kalangan pengusaha masih wait and see. ‘’Ini saja untuk pengusaha yang sudah telanjur berutang, sudah pingsan. Sehingga untuk menambah kredit mereka tidak berani. Karena masih dalam fase bertahan,’’ ungkapnya. Pengusaha juga takut berinvestasi. Selain karena pungutan pajak memberatkan pengusaha, juga karena proses perizinan yang masih sulit. ‘’Pengusaha itu takut sekarang berinvestasi karena pemerintah itu sekarang celang. Pajak dikejar, dari mana uangnya. Itu ditanya. Sehingga itu menyebabkan pengusaha tidak berani berinvestasi,’’ bebernya.

Pengamat ekonomi Prof. I.B. Raka Suardana menyatakan melambatnya kredit karena bank masih berhati-hati dan belum terlalu agresif memberikan pinjaman lantaran pertumbuhan ekonomi yang masih tertekan, sehingga bisa menyebabkan risiko kredit bermasalah (NPL) naik. Selanjutnya dari sisi demand yakni banyak perusahaan yang tidak meminjam kredit dikarenakan pertumbuhan bisnis yang masih belum kuat. Hal ini mungkin dikarenakan melemahnya konsumsi rumah tangga akibat pelemahan daya beli. Meski demikian perlambatan pertumbuhan kredit ini juga dikarenakan serapan anggaran pemerintah belum banyak. Namun di pertengahan tahun serapan anggaran akan naik ditambah juga dengan musim peak season akan memacu pertumbuhan. ‘’Awal tahun ini memang low season,’’ imbuhnya. (kmb42)

’’Ini saja untuk pengusaha yang sudah telanjur berutang, sudah pingsan. Sehingga untuk menambah kredit mereka tidak berani. Karena masih dalam fase bertahan.’’ A.A. Ngurah Alit Wiraputra Ketua Kadin Bali

’’Feed Additive’’ Dilarang, Peternak Ayam Resah Picu Kelangkaan Daging Ayam

Bali Post/ant

PREMIUM — Premium yang menjadi jenis BBM bersubsidi yang sering habis di SPBU. Pemerintah menegaskan kembali agar Pertamina menjamin pasokan premium.

Denpasar (Bali Post) Sejak 1 Januari 2018, pemerintah telah melarang penggunaan antibiotik imbuhan pakan (feed additive) atau disebut juga antibiotik growth promoter (AGP) pada ternak terutama pada ayam ras. Hal ini membuat peternak kewalahan dalam memacu pertumbuhan ternaknya, sehingga pasokan daging terutama daging ayam dengan bobot 1,5 - 2 kg berkurang. Harga daging ayam pun naik. Masyarakat menjadi susah, peternak ayam pun menjadi resah. Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh. IKG Nata Kusuma, M.MA. membenarkan adanya pelarangan penggunaan antibiotik telah menimbul keresahan di kalangan peternak. Namun hal itu, menurutnya, hanya sesaat. Karena beberapa inovasi baru pengganti antibiotik growth promoter (AGP) sudah mulai ada. Pemerintah saat ini tidak lagi menunggu kesiapan peternak untuk menghentikan penggunaan antibiotik pada pakan ternak. ‘’Jika kesiapan peternak ditunggu, maka mereka tidak akan siap.

Sehingga mau tidak mau, peraturan ini harus diikuti,’’ ungkapnya. Nata Kusuma menegaskan, pelarangan penggunaan (AGP) telah diatur dalam undang-undang. Maka bagi yang melanggar pada tahap awal akan diberi peringatan, dan tahap lanjut izin operasinya akan dicabut. Maka dari itu, pihaknya mendorong peternak kreatif dalam menghasilkan produk. Ada solusi lain yang bisa dilakukan peternak untuk memacu pertumbuhan ternak. Bisa dengan cara mengubah pola peternakannya, menyesuaikan dengan manajemen budi daya yang efektif dan efisien, ramah lingkungan serta tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. ‘’Dalam hal ini pemerintah mendorong berbagai penelitian yang nantinya menghasilkan metode lainnya seperti, asam organik, probiotik ataupun bahan herbal lainnya yang dapat memberikan manfaat sama seperti antibitok yang digunakan selama ini,’’ ungkapnya. Dampak Penggunaan AGP Penggunaan AGP tidak hanya membuat pertum-

buhan ternak lebih cepat, tetapi juga memberikan dampak negatif pada manusia yang mengonsumsinya. Di antaranya menyebabkan efek hipersensitif, karsinogenik, mutagenic dan teratogenik pada hewan atau manusia. ‘’Karsinogen adalah zat-zat yang menyebabkan penyakit kanker, sehingga sangat berbahaya bagi manusia,’’ ungkapnya. Penggunaan AGP pada pakan ternak selama ini yaitu membantu meningkatkan pertumbuhan hewan serta mencegah penyakit. Pemberian AGP dengan dosis rendah akan membantu melemahkan fungsi mikroba dalam usus, sehingga konsumsi pakan meningkat. Penggunaan ini dikatakannya tidak memberi dampak negatif bagi manusia. Asalkan 14 hari sebelum dipotong pemberian AGP dihentikan, sehingga tidak ada residu pada hewan. ‘’Namun yang keseringan terjadi di lapangan, yaitu peternak kurang disiplin yang terus memberikan antibiotik tersebut mendekati proses pemotongan. Tentu hal ini berisiko residu pada daging yang akan dikonsumsi manusia, sehingga penggunaan antibiotik tersebut dilarang,’’ jelas Nata Kusuma. (kmb42)

Kini Manisnya Manggis Membuat Petani Tersenyum Manis Manggis atau dikenal dengan julukan ‘’The Queen of Fruits’’ telah ditetapkan menjadi komoditas unggulan nasional sejak tahun 2000. Buah yang rasanya manis ini menyumbang devisa terbesar dari ekspor buah-buahan Indonesia. Dengan dibukanya kembali keran ekspor ke Cina setelah lima tahun ditutup, dipastikan jumlah manggis yang dibutuhkan akan semakin besar. Ini kabar manis untuk petani manggis termasuk petani manggis di Bali.

DATA Statistic of Annual Fruit and Vegetable Plants tahun 2016 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik mencatat sebanyak 34,95 ribu ton buah manggis telah diekspor sepanjang tahun 2016. Jumlah tersebut menjadi penyumbang devisa terbesar dari buah-buahan tahunan dengan nilai kontribusi mencapai 20,2 juta dolar AS. Tahun 2016 merupakan masa di mana Cina masih enggan menerima langsung manggis dari Indonesia, melainkan harus melalui negara lain seperti Thailand dan Vietnam. Dampaknya, nilai tambah ekspor manggis justru dinikmati eksportir dari negara tersebut karena ketika masuk Cina harganya bisa naik berlipat-lipat. Sebagai ilustrasi, jika harga ekspor manggis ke Vietnam dan Thailand hanya Rp 8.000 per kg, setelah melalui proses packing yang memenuhi standar dan dikirim ke Cina, harga bisa mencapai Rp 30.000 per kg. Permintaan manggis oleh Cina cukup besar yakni mencapai 20.000 ton untuk tahun 2018. Sementara manggis asal Bali sejak Januari hingga Maret telah terkirim ke Cina dan Thailand dengan volume baru sekitar 49 ton melalui Bandara Ngurah Rai.

Khusus bagi petani manggis di Bali, ada fakta menarik yakni buah manggis yang dihasilkan tanah Bali ternyata memiliki keunggulan. ‘’Mungkin dari ketinggian laut, segi pengairan, dan pemupukan yang mengakibatkan manggis kami memiliki cita rasa yang berbeda,’’ papar eksportir manggis asala Bali Jero Putu Tesan Direktur PT Radja Manggis Sejati. Tantangan yang kini dihadapi oleh petani manggis di Bali adalah memenuhi permintaan yang cukup besar tersebut. Sistem pertanian manggis yang cenderung belum terstandardisasi membuat buah yang dihasilkan tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan ekspor. Jika ditilik dari lahan yang tersedia, potensi Bali masih cukup terbuka. Saat ini untuk Tabanan saja, menurut Jero Tesan, terdapat 3.200 hektar (ha) lahan tanaman manggis. Namun hanya 950 ha yang produktif, itu pun hanya 30 persen saja yang bisa dipanen. Potensi yang besar untuk ekspor ini akan menjadi berkah bagi petani manggis. Dengan langsung di ekspor ke Cina, nilai tambah yang didapatkan petani Bali juga semakin besar. Manggis yang rasanya manis ini, akan membuat petani manggis tersenyum manis. (nata)

MANGGIS - Buah manggis dijual ke konsumen lokal. Kini Cina telah membuka keran ekspor manggis dari Indonesia sehingga pasar makin luas.


BULELENG

14

Kamis Paing, 12 April 2018

SOSOK Sikapi LKPJ Bupati DPRD Buleleng saat ini sedang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Buleleng tahun 2017. Pembahasan ini diawali dengan rapat internal pimpinan dan anggota dewan dengan tim pakar DPRD Buleleng di ruang rapat gabungan komisi, Rabu (11/4) kemarin. Dari pembahasan awal, pembangunan di Buleleng dalam setahun, dinilai sudah berjalan sesuai program yang direncanakan.Meski demikian, dewan tetap mengkritisi agar pada tahun ini perencanaan program atau kegiatan terus ditingkatkan dari tahun sebelumnya. Ini karena secara kinerja pelaksana kebijakan Bupati dan Wakil Bupati di lapangan, masih ada targetnya rendah hingga pelaksanaan program masih ada yang mandek.Wakil Ketua DPRD Buleleng Ketut Susila Umbara mengatakan, untuk meningkatkan kinerja segenap pelaksana kebijakan pemerintah itu tidak saja harus dilakukan oleh siapa pejabat yang memimpin di lembaga bersangkutan. Tetapi, dari awal perencanaan sampai eksekusi program atau kegiatan perlu dibahas dengan baik. Ini penting dilakukan karena dari pelaksanaan program atau kegiatan tahun 2017 dan tahun-tahun sebelumnya masih ada masalah yang mengganjal sampai program itu gagal direalisasikan. “Dari awal pembahasan LKPJ Bupati, pembangunan sudah berjalan baik. Namun, masih ada yang perlu disempurnakan karena masih ada kinerja pelaksana kebijakan Bupati dan Wakil Bupati belum optimal,” katanya. Politisi asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada ini menambahkan, pembahasan LKPJ ini akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Pembahasan ini akan menyusun draf rekomendasi dewan atas LKPJ. Lewat rekomendasi ini, pihaknya akan memberikan catatan atau saran untuk mencapai target bersama pembangunan terencana dan memberikan hasil positif untuk kesejahteraan masyarakat. “Ini baru draf dan nanti pada saat sidang paripurna istimewa akan disampaikan poin rekomendasi dewan terhadap LKPJ Bupati Tahun 2017,” jelasnya. (mud)

”Menginap” di Badan Jalan

105 Mobil Ditempel Stiker Singaraja (Bali Post) –

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Buleleng menggelar razia parkir kendaraan yang ”menginap” di badan jalan, Selasa (10/4) malam. Hasilnya, 105 mobil milik warga ditemukan melanggar ketentuan. Namun, Satpol PP hanya memberikan sanksi peringatan dengan menempelkan stiker tanda pelanggaran di setiap mobil tersebut. Satpol PP melancarkan razia hingga pukul 23.30 Wita, menyasar ruas jalan di 18 kelurahan di Kecamatan Buleleng. Petugas menemukan pelanggaran parkir paling banyak di Kelurahan Penarukan. Saat

razia, anggota Satpol PP memberikan keterangan kepada warga atau pemilik kendaraan terkait pelanggaran menginapkan kendaraan di badan jalan umum. Untuk sementara sanksi yang dijatuhkan hanya

peringatan dengan menempel stiker khusus yang mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak menginapkan kendaraannya di badan jalan. Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol

PP Buleleng Nyoman Juni Wardana mengatakan, razia digelar berdasarkan amanat Perda No. 6 Tahun 2009 pasal 14 yang mengatur tentang tertib parkir di Kabupaten Buleleng. Pihaknya masih memberikan toleransi kepada pemilik kendaraan yang ditemukan menginapkan kendaraannya di badan jalan. Namun, jika setelah diberikan sanksi peringatan ini masih ditemukan kendaraan yang parkir

di badan jalan lebih dari 24 jam, maka akan kembali diberikan peringatan kedua dan terakhir peringatan ketiga. Kalau peringatan ketiga tidak diindahkan, pihaknya menindak setiap pelanggar itu lewat persidangan tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN). Dalam sidang tipiring itu, sanksinya berupa pidana tiga bulan kurungan dan atau denda paling banyak Rp 500.000. (kmb38)

Krisis Air Bersih di Desa Madenan Teratasi DESA Madenan, Kecamatan Tejakula, salah satu desa di Buleleng Timur yang mengalami krisis air bersih. Masalah ini bertahun-tahun tidak tertangani karena sulitnya mencari sumber mata air. Apalagi, topografi desa yang berada di perbukitan, sehingga mengalirkan air dari bawah memerlukan dana besar. Tahun 2017 lalu, Pemkab Buleleng mengalokasikan anggaran APBD murni Rp 3,2 miliar untuk membangun jaringan pipa transmisi dan pipa distribusi air bersih untuk warga Desa Madenan. Sarana air bersih ini sekarang beroperasi. Warga terbebas dari krisis air bersih yang sering dialami setiap musim kemarau. Pengoperasian sarana air

bersih ini diresmikan Rabu (11/4) kemarin, oleh Bupati Putu Agus Suradnyana bersama Ketua DPRD Gede Supriatna. Hadir pula Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Ketut Suparta Wijaya, dan Perbekel Desa Madenan Komang Mudiartono. Bupati mengatakan, penanganan krisis air bersih di Desa Madenan ini bagian dari komitmen pemerintah daerah yang tidak ingin menyulitkan masyarakat mendapat pasokan air bersih. Untuk itu, sejak memimpin Buleleng hingga kedua kali, dirinya bertekad menuntaskan persoalan air bersih yang dialami desa-desa rawan krisis air bersih. Bupati mengingatkan warga termasuk perangkat desa

untuk menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar bisa berfungsi dengan baik. Terutama warga harus partisipasi menjaga kelestarian hutan lindung di kawasan Kabupaten Bangli yang menjadi sumber mata air bersih. Dengan demikian, ketersedian airnya terjaga untuk kesejahteraan masyarakat. Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya mengatakan, air bersih di Madenan ini memanfaatkan sumber mata air di kawasan hutan lindung di Kabupaten Bangli. Jaringan pipa transmisi dari sumber mata air yang berhasil dibangun sepanjang 16,8 kilometer. Sedangkan, dari pipa transmisi sampai dengan jaringan pipa distribusi panjangnya

3,3 kilometer. Berdasarkan perjanjian dengan Kabupaten Bangli dan izin Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK), sumber mata air sebesar 15 liter per detik dialirkan ke Desa Madenan sebesar 70 persen. Sisanya, 30 persen dimanfaatkan oleh Desa Kutuh (Bangli). Terkait kualitas air, dia menjamin layak dikonsumsi. Ini sesuai hasil pengecekan di sumber mata air yang bersih dan belum tercemar. Sementara itu, Perbekel Desa Madenan Komang Mudiartono mengatakan, sebelum dibangun sarana air bersih, warganya mengalami krisis air yang berkepanjangan. Beberapa tahun sebelumnya, air bersih yang dialirkan

debitnya kecil dan tidak bisa menjangkau semua warga. Selain itu, kualitas airnya juga tidak layak dikonsumsi. Saat itu, warganya terpaksa membeli air ke desa tetangga mencari bantuan air tangki instansi terkait di pemkab. Atas kondisi ini, sejak menjabat sebagai perbekel, dirinya bersama tokoh dan perangkat desa berusaha mengusulkan pembangunan sarana air bersih. Alhasil, berkat bantuan pemkab, air bersih sekarang bisa dialirkan untuk semua warga. Sementara pihaknya masih menyerahkan kepada desa pakraman untuk mengelola air sementara. Ini karena menunggu pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). (mud)

Bali Post/kmb38

AIR BERSIH – Warga Desa Madenan sekarang menikmati air bersih siap minum dengan tarif murah.


15

Kamis Paing, 12 April 2018 Jadwal Pertandingan --------------- Liga Europa ----------------------------------------Jumat (13/4) dini hari CSKA Moscow vs Arsenal FC Red Bull Salzburg vs Lazio Marseille vs RB Leipzig Sporting Lisbon vs Atletico Madrid Hasil --------------- Liga Champions ------------------------------------Pertandingan II, Perempatfinal Manchester City vs Liverpool 1-2 (Liverpool lolos dengan keunggulan keseluruhan 5-1) AS Roma vs Barcelona (Imbang 4-4, AS Roma unggol gol tandang)

3-0

Bali Post/net

SEMIFINAL - Kostas Manolas (kanan) mencetak gol ketiga yang memastikan AS Roma meraih tiket ke semifinal Liga Champions, Rabu (11/4) kemarin. Roma membalikkan kekalahan 1-4 di laga pertama dengan mengalahkan Barcelona 3-0 di Stadion Olimpico, kemarin. Bali Post/net

TERPELANTING - Pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa terpelanting dari motornya usai bersenggolan dengan Johann Zarco (kanan) pada MotoGP Argentina, awal pekan ini.

Pedrosa Diragukan Tampil di Texas

Washington Pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa diragukan dapat tampil untuk Grand Prix Amerika di Austin, Texas, bulan ini, setelah menjalani operasi pada pergelangan tangannya di Barcelona, Rabu (11/4) kemarin. Pembalap veteran Spanyol itu, yang kariernya terganggu oleh berbagai operasi, terluka saat mengalami kecelakaan di MotoGP Argentina pada awal pekan ini. Sebelum terjatuh, Pedrosa sempat bersenggolan dengan pembalap Prancis Johann Zarco yang hendak menyalipnya di trek yang belum sepenuhnya kering. Tim Repsol Hondanya mengatakan dalam pernyataan bahwa Pedrosa mengalami patah ‘’intra artikular’’ pada radius distal kanannya. (Luka) patah itu telah diperbaiki dengan sekrup titanium melalui operasi. ‘’Jika hasil-hasilnya positif, dia akan dapat memulai rehabilitasinya pada Sabtu,’’ kata tim setelah pembalapnya menjalani operasi di Ruma Sakit Universitario Dexeus - Grupo Quironsalud, Barcelona. ‘’Sebagai akibatnya, partisipasinya di GP Austin akan diputuskan secepatnya.’’ Sirkuit Amerika di Austin merupakan tuan rumah untuk putaran ketiga musim ini pada 22 April. (rtr/ant)

Bali Post/net

SELEBRASI - Penyerang Liverpool Mohamed Salah (tengah) melakukan selebrasi di depan pendukung the Reds yang menempati sebagian tribun Stadion Etihad, kandang Manchester City.

The Reds Melaju

Manchester Liverpool melaju ke semifinal Liga Champions setelah menang 2-1 atas Manchester City di Stadion Etihad, Rabu (11/4) kemarin. The Reds memanfaatkan tekanan yang dialami City sebelum unggul keseluruhan 5-1. Manajer Liverpool Juergen Klopp membaca peruntungan setelah City hanya menempatkan Gabriel Jesus sebagai penyerang tunggal dan didukung dua pemain sayap plus tiga gelandang serang. ‘’City berisiko dengan susunan pemain intinya. Tapi saya selalu tahu bahwa kami memiliki peluang mencetak satu atau dua gol. Kami harus semakin kompak di babak kedua, memenangkan penguasaan bola dan bermain lebih baik. Kami berhasil melakukannya di babak kedua.’’ Tertinggal 0-3 dari leg pertama, manajer City Pep Guardiola mengatakan timnya perlu menampilkan ‘’permainan sempurna’’ jika ingin mengukir kebangkitan. Namun City tidak pernah mencapai level yang diharapkan. Leroy Sane dan Raheem Sterling diharapkan bisa mempertajam serangan City dari sisi lapangan. Di belakang mereka terdapat David Silva, Kevin de Bruyn dan Bernardo Silva yang diyakini bisa memenangkan pnguasaan bola dari lapangan tengah. Jesus mencetak gol pada menit kedua untuk memberi harapan kepada para penggemar tuan rumah. City yang menempatkan Sergio Aguero dan Vincent Kompany sebagai pemain pengganti, kemudian melakukan gelombang demi gelombang serangan untuk menekan pertahanan Liverpool. Namun setelah upaya Bernardo Silva yang membentur tiang gawang pada menit ke-40 dan gol Leroy Sane yang tidak disahkan karena offside dua menit kemudian, City hanya mampu mengemas satu gol untuk memperlihatkan superioritas mereka pada babak pertama. Justru Liverpool yang memperlihatkan kesempurnaan ketika mereka memperbaiki pertahanan longgarnya pada babak pertama untuk memberikan pukulan-pukulan menentukan. Mohamed Salah kembali menjadi momok setelah mencetak gol penyama skor menit ke-56. Rekannya, Firmino, melengkapi penderitaan pendukung tuan rumah setelah 13 menit sebelum pertandingan usai menjebol gawang Ederson untuk membukukan kemenangan ketiganya atas City musim ini. Liverpool mendapatkan tempatnya di semifinal kompetisi elite ini untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun. The Reds juga mencatatkan diri sebagai tim pertama Inggris yang mampu mencetak 33 gol di turnamen ini sepanjang musim. (kmb39/rtr/ant)

Giallorossi Lolos Dramatis Roma -

Klub Italia AS Roma mencatat sejarah di Liga Champions dengan menyingkirkan Barcelona melalui kemenangan 3-0 pada laga kedua babak perempatfinal, Rabu (11/4) kemarin. Giallorossi mengatasi defisit 1-4 pada pertemuan pertama di Nou Camp untuk merebut tiket semifinal melalui keunggulan gol tandang setelah skor keseluruhan imbang 4-4. Kostas Manolas mencetak gol ketiga sekaligus menjadi penentu pada menit ke-82. Kemenangan dramatis tersebut membawa klub Italia itu menuju empat besar untuk pertama kalinya sejak mereka mencapai Piala Champions edisi lama pada 1984. Penyerang Roma Edin Dzeko membuka keunggulan ketika ia menaklukkan perangkap offside dan mengejar umpan terobosan

dari Daniele De Rossi untuk mencetak gol pada menit keenam. Gol cepat itu mendongkrak harapan para penggemar tim tuan rumah di Stadion Olimpico. Kapten De Rossi mengonversi penalti pada menit ke-58 untuk tim tuan rumah setelah Dzeko dilanggar Gerard Pique di kotak terlarang. Gol kedua itu tercipta setelah Dzeko dan mitranya di lini depan Patrik Schick gagal memaksimalkan

peluang bagus sebelum turun minum. Tim asuhan Eusebio di Francesco semakin terpacu untuk mencetak gol ketiga. Puncaknya saat Manolas membelokkan tendangan sudut dengan sundulan kepala dan tak bisa diantisipasi oleh kiper Marc-Andre ter Stegen. Publik di Stadion Olimpico termasuk sederet pemain legendaris Italia, Francesco Totti, Marco Mater-

azzi, Paolo Maldini di tribun penonton pun bersorak. Barca menurunkan tim yang menghancurkan Roma pada laga pertama dengan bantuan dua gol bunuh diri, merupakan tim yang difavoritkan untuk melaju. Namun faktanya juara Eropa lima kali itu kesulitan mengendalikan permainan setelah kemasukan oleh gol pembukaan dari Dzeko. Pemain tim tamu Sergi Roberto menyia-nyiakan peluang pertama di pertandingan ini. Setelah Blaugrana kesulitan untuk merespons gelombang serangan Roma, pemain pengganti Ousmane Dembele melepaskan tembakan jarak jauh yang melambung di atas

mistar pada masa tambahan waktu. Sang pemuncak klasemen Liga Spanyol itu belum pernah kalah di Liga Champions musim ini sampai mengunjungi Roma. Barca tersingkir di perempatfinal untuk tahun ketiga secara berturut-turut setelah dikalahkan oleh Juventus musim lalu dan Atletico Madrid pada 2016. Ini merupakan kebalikan peruntungan bagi Barcelona yang pada musim lalu mengukir kebangkitan terbaik sepanjang sejarah Liga Champions setelah kalah 0-4 dari Paris St Germain (PSG) di Paris dan menang 6-1 di Nou Camp. (kmb39/rtr/ant)

atas kekalahan ini,’’ kata pemain tengah Barca itu. ‘’Proses kegagalan ini pukulan yang keras bagi saya selama bersama Barca,’’ katanya. Pada Liga Champions musim lalu, Barca juga kalah 0-3 pada babak perempatfinal dari Juverntus. ‘’Bohong jika kita mengatakan bahwa kita bisa menganggap kekalahan ini sebagai pelajaran, karena tahun lalu kita juga kalah dengan cara yang sama,’’ kata Busquets. ‘’Prestasi kami di kancah Eropa pada dua tahun terakhir sangat buruk, kami harus melakukan perubahan jika ini menjuarai Liga Champions lagi,’’ tambahnya. Klub Katalan itu menjuarai Liga Champions pada 2005/2006. Kesuksesan itu

diulangi lagi pada musim 2008/2009 dan 2010/2011. Sempat menurun di tiga musim berikutnya, Messi dkk. kembali menunjukkan kehebatannya dengan memenangi Liga Champions 2014/2015 dengan menggulung Juventus 3-1. Melengkapi musim hebat itu adalah merebut trofi La Liga dan Copa del Rey. Barca menjadi tim Eropa pertama yang sukses meraih treb le . Sukses itu sala h satunya adalah dengan kehadiran trio MSN -- Messi, Luis Suarez dan Neymar. Trisula Barca itu menghasilkan 122 gol di semua kompetisi dalam semusim dan menjadi trio yang paling banyak mengoleksi gol dalam sejarah sepak bola Spanyol. (kmb39/rtr/ant)

Runtuhnya Imperium Blaugrana

TERSINGKIRNYA Barcelona di babak perempatfinal Liga Champions 2017/2018 sulit diterima tim atau pun penggemarnya. Bahkan sebelum Lionel Messi dkk. kembali ke markas, media Spanyol menghujani mereka dengan kritik. ‘’Perdebatan bersejarah,’’ demikian headline koran Mundo Deportivo. Sementara koran Sport mengambil judul ‘’Lelucon lain’’, dan El Pais mengkritik Barcelona tampil ‘’Tanpa Perlawanan’’. Marca mengingatkan bahwa kekalahan tersebut menjadi awal ‘’Runtuhnya Imperium Barca’’. Padahal tim itu amat diunggulkan lolos ke babak semifinal. Kegagalan tersebut bukan pertama kalinya namun terjadi untuk ketiga kalinya secara beruntun di mana Blaugrana, julukan Barca, harus menghentikan langkahnya di babak perempatfinal. Ironisnya pada saat bersamaan seterunya rival Madrid justru mencatat sejarah dengan dua kali berturut-turut memenangi turnamen ini. Salah satu yang menjadi perdebatan adalah Barca yang telah unggul 4-1 di pertemuan pertama di Nou Camp, disingkirkan oleh tim peringkat ke-4 dan terpaut 21 poin dari puncak. Sedangkan Barcelona merupakan raksasa Katalan yang mendekati gelar juara La Liga. Giallorossi mampu membalikkan kondisi lewat tiga gol tanpa balas yang dihasilkan Edin Dzeko, Daniele De Rossi dan Kostas Manolas dalam laga dramatis di Stadion Olimpico. Dengan skor imbang 4-4, Roma diuntungkan dengan gol tandang yang dibuat Dzeko di Nou Camp pekan lalu. Pasukan Eusebio Di Francesco pun merebut tiket ke empat besar, mengulang pencapaian pada musim 1983-1984 yang kala itu dihentikan Liverpool. ‘’Jika anda mengalami kekalahan semacam ini, sulit diterima. Tapi mudah untuk mengatakan lawan bermain sangat tangguh dari menit pertama hingga akhir,’’ jelas pelatih Barca Ernesto Valverde usai laga. Pemain tengah Barcelona Andres Iniesta pun mengaku merasa berat untuk menerima kenyataan bahwa timnya

Penyerang Barcelona Lionel Messi. kalah dari tuan rumah AS Roma, sehingga tersisih di Liga Champions. Sementara rekannya, Sergio Busquets, menyebut kegagalan itu adalah momen terburuk dalam kariernya. ‘’Ini menyakitkan karena tidak ada yang memprediksi hal itu setelah kita sudah mendapat keuntungan di laga pertama. Namun kita sadari realitas di Liga Champions saat kita tampil buruk dan membuat banyak kesalahan serta tidak beradaptasi dengan permainan,’’ katanya. Kekalahan itu membuat Barca tersisih di perempatfinal untuk ketiga kalinya

Bali Post/net

berturut-turut dan menghapus harapan untuk membuat treble. ‘’Sulit menerima kenyataan ini karena musim ini kami berharap banyak, dan sekali lagi Liga Champions meninggalkan kami,’’ ujar kapten tim Barcelona itu yang sempat dikabarkan kemungkinan meninggalkan klub yang telah lama dibelanya itu akhir musim ini dan pindah ke Liga Tiongkok. Sementara itu, Busquets juga merasa kecewa dengan penampilan timnya. ‘’Ini malam yang berat, malam yang menyedihkan dan harus dilupakan. Kami harus minta maaf kepada para suporter

Statistik Pertandingan AS Roma 3 16 8 0 379 6 2 0 19 45 %

Data Gol Total tembakan Tembakan tepat ke gawang Offside Umpan Sepak pojok Kartu kuning Kartu merah Pelanggaran Penguasaan bola

Barcelona 0 9 3 4 496 3 3 0 10 55%

Sumber : UEFA.com


olah raga

16

BU Buang Peluang

Pesenam Ladita Boyong Piala Menpora Denpasar (Bali Post) Pesenam Ladita asal Sanur, Denpasar berhasil memboyong Piala Menpora RI dalam Lomba Senam Aerobik memperebutkan Piala Menpora di Gong Perdamaian Dunia, Kertalangu, Kesiman, Denpasar, Minggu lalu. Ladita berhak membawa pulang trofi Menpora setelah meraup total poin 565. Ladita keluar sebagai juara I di Bali Post/ist nomor senam poco-poco Ladita bebas, disusul Ida Bagus Krisna, dan Tikno. Di nomor aerobic 30 tahun ke bawah, Ladita juara II, juara I direbut Anggi, dan juara III Kadek. Untuk nomor aerobik pemula 30-40 tahun juaranya Eka, kemudian juara II Hani. Untuk aerobik pemula 40 tahun ke atas, juaranya Putu, kemudian Rusini, dan juara III Tami. Ketua Panpel Adolfina Grace Tangkudung di Denpasar, Rabu (11/4) kemarin menjelaskan, lomba dibuka Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahaga Kemenpora Prof. Mulyana, M.Pd., bahkan saat sesi senam juga diikuti delapan staf Menpora. Yang membanggakan, kata Grace, pesertanya dari berbagai kalangan mulai para instruktur senam, sanggar senam, mahasiswa IKIP PGRI Bali, ibu-ibu PKK, serta unsur TNIAD dari Kodam dan Kodim. Lomba diawali senam massal bersama, dan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor jatuh ke tangan istri Dandim 1611/Badung. (022)

Perseden U-17 Kalahkan FSK Klungkung

Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Perseden Denpasar U-17 berhasil menekuk lawannya FSK Klungkung dengan skor 2-1 (0-0) dalam latih-tanding di Lapangan Kompyang Sujana, Rabu (11/4) kemarin. Sejak kick-off, kedua tim silih berganti melakukan serangan, namun hingga turun minum belum terjadi gol. Pada babak kedua, pemain Perseden Agung Lanang memborong dua butir gol, setelah sepakannya yang mengarah ke gawang gagal diantisipasi kiper FSK Klungkung Bayu Sudiana. Tertinggal 0-2, FSK Klungkung berupaya bangkit, dan menjelang pertandingan berakhir, FSK baru bisa mempertipis kekalahan lewat titik putih. Penalti FSK yang dieksekusi Komang Caka sukses memperdaya kiper Perseden Andre. Sampai pertandingan berakhir, Perseden tetap unggul 2-1. Usai laga, pelatih Perseden U-17 Komang Bawa Saputra mengakui asuhannya tampil kurang ditopang stamina yang fit. Untuk itu, ke depan pihaknya berniat menggenjot fisik sebelum berlaga pada Kompetisi Piala Soeratin U-17 yang mulai digulirkan Minggu (15/4) nanti. Di sisi lain, pelatih FSK Klungkung Imam Hidayat mengakui pihaknya menjaring 20 pemain untuk FSK U-17 ini, bahkan melalui seleksi. ‘’Kami mulai membentuk tim ini, sejak pertengahan Maret lalu,’’ terang Imam. (022)

Tim Perseden Denpasar U-17

Bali Post/wan

Bali Tuan Rumah Kongres Sepeda Tua Denpasar (Bali Post) Bali menjadi tuan rumah Kongres Sepeda Tua yang tegabung dalam wadah International Veteran Cycle Association (IVCA) 2018, 12-15 April. Sebelumnya, rangkaian acara IVCA 2018 diawali dengan kirab estafet trofi IVCA, yang dilakukan 10 peserta inti dan ratusan penggemar sepeda tua, Komunitas Sepeda Tuan Indonesia (Kosti) pada 24 Maret lalu. Mereka melakukan gowes mengayuh sepeda tua, menempuh perjalanan 1.500 km, dengan melintasi 20 kota di sepanjang Pulau Jawa dan Bali, dan tiba di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Selasa (10/4) lalu. Rangkaian acara IVCA diisi dengan kegiatan cultural ride sejauh 20 km, dan penanaman mangrove di Pantai Serangan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, pameran sepeda tua dalam event bertemakan Kampoeng Jadoel, serta fun race berbagai kategori. Puncak acara akan diisi para peserta melakukan parade sepeda internasional berkeliling Denpasar, sejauh 25 km, dengan mengenakan pakaian khas negara masing-masing. Sedangkan peserta dari Indonesia akan mengenakan busana adat tradisional berbagai daerah. Parade sepeda tua ini diperkirakan melibatkan 10.000 peserta dan akan memecahkan rekor Guinness Book of Record, untuk kategori parade sepeda klasik terbesar di seluruh dunia. Ketua Harian Kosti Pusat Dedy Suryadi menjelaskan, Indonesia memiliki penggemar sepeda tua terbesar di dunia. Dijelaskan, Kosti memiliki 26 Pengprov yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten, bahkan tiap kabupaten dan kota memiliki, klub, dan tiap klub anggotanya 30 penggemar sampai dengan ratusan orang. ‘’Kami perkirakan penggemar sepeda tua di Indonesia mencapai 15 juta orang,’’ jelas Dedy. (022)

Myanmar -

Bali United (BU) membuang peluang meraih tiga poin setelah memimpin 2-0 sebelum menelan kekalahan 2-3 atas tuan rumah Yangon United Sann Sat Naing dalam pertandingan Grup G Piala AFC 2018 di Stadion Thuwunna, Rabu (11/4) kemarin. Tim Myanmar itu mengamankan tiket ke babak selanjutnya setelah memimpin klasemen dengan keunggulan 7 poin dengan sisa satu pertandingan. Unggul 2-0 melalui gol Ilija Spasojevic dan Nyoman Sukarja di awal laga, gawang BU yang dikawal Made Wardana bobol oleh gol Lwin Maung Maung sesaat sebelum jeda. Gol itu menjadi pemicu bangkitnya permainan tim tuan rumah. Tim asuhan Myo Min Tun semakin percaya diri dan mencetak dua gol beruntun. Uzochukwu Emmanuel menyamakan skor setelah melewati sejumlah pemain belakang BU pada menit ke58 dan Sekou Sylla memastikan kemenangan di menit ke-74 dengan memanfaatasist dari Maung Maung Lwin. Ini menjadi kemenangan keempat dari lima pertandingan yang dimainkan Yangon United. Kemenangan atas BU itu juga menjamin mereka maju ke babak knockout meski sebelumnya harus memainkan laga pamungkas

melawan Thanh Hoa. BU sebelumnya menujukkan dominasi di awal pertandingan. Bahkan Serdadu Tridatu sudah mampu unggul pada menit ke-11 lewat sundulan Ilija Spasojevic. Berawal dari aksi penetrasi Ricky Fajrin yang mampu melewati hadangan pemain belakang Yangon United. Ricky melepaskan crossing terukur yang langsung disambut dengan sundulan oleh Spaso. Unggul satu gol membuat kepercayaan diri pemain BU semakin meningkat. Di menit ke-36 tim Serdadu Tridatu berhasil menambah keunggulan. Berawal dari skema serangan balik, Spaso melepaskan umpan terobosan ke arah Sukarja. Dengan kecepatannya Sukarja berhasil masuk ke daerah pertahanan Yangon dan melepaskan tendangan keras terarah yang berhasil menaklukkan kiper Sann Sat Naing. BU

Games itu, tersisa empa t bulan. Venue-nya kan banyak, ada di Senayan, Kemayoran, Sunter; ada enam tempat di Jakarta ini. Ini tidak mungkin (menunggu LRT selesai),’’ kata Wapres Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu kemarin. Oleh karena itu, Wapres menyarankan agar dibuat jalur khusus untuk kontingen dan pemangku kepentingan saat acara Asian Games 2018, sebagai pengganti dari tidak siapnya LRT digunakan selama Agustus hingga September nanti. ‘’Oleh karena

Bali Post/ant

KALAH - Penyerang Bali United Stefano Lilipaly (kedua kiri) melepaskan tendangan yang ditahan penjaga gawang Yangon United Sann Sat Naing dalam pertandingan Grup G Piala AFC 2018 di Stadion Thuwunna, Myanmar, Rabu (11/4) kemarin. Bali United kalah dari Yangon United dengan skor 2-3. memimpin 2-0. Tertinggal dua gol membuat tim tuan rumah Yangon United bermain lebih menyerang. Mereka pun sukses mencetak gol yang mem-

perkecil ketertinggalan mereka pada menit ke-44 lewat tendangan Mg Mg Lwin yang tidak mampu dihalau Made Wardana. Di babak kedua, tuan

rumah tidak terbendung untuk memastikan kemenangan melalui dua gol beruntun dalam waktu 15 menit melalui Uzochukwu dan Sylla. (kmb39/ant/net)

Asian Para Games 2018

Arminsyah Ditunjuk Jadi CdF Indonesia

Bali Post/net

RESTU - Ketika sedang asyik berlari, Menpora Imam Nahrawi (kanan) secara tidak sengaja bertemu dengan dua petinju Indonesia, Daud Yordan (kelas ringan) dan Iwan Zoda (kelas terbang), yang sedang berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (11/4) kemarin. Laporan website kemenpora.go.id. Daud Yordan meminta restu Menpora sebelum berlaga melawan Pavel Malikov di Rusia.

Daud Yordan Siapkan Strategi Hadapi Lawan Lebih Pendek

Jakarta (Bali Post) Petinju andalan Indonesia Daud Yordan meminta restu Menpora Imam Nahrawi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (11/4) kemarin, sebelum bertanding melawan Pavel Malikov di Rusia, 22 April. Yordan mengaku telah menyiapkan strategi menghadapi lawan yang lebih pendek. ‘’Saya meminta restu dan dukungan dari Menpora dan seluruh masyarakat Indonesia agar bisa meraih kemenangan pada pertandingan nanti,’’ kata Daud Yordan di lintasan atletik Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Daud Yordan dan Menpora Imam Nahrawi sebenarnya hanya bertemu secara kebetulan. Petinju asal Kalimantan Barat itu mengaku sedang menjaga kondisi sepulangnya dari Madrid, Spanyol, sedangkan Menpora sedang melakukan kegiatan Gowes Bersama. Dalam obrolan singkatnya, Daud Yordan mengutarakan pemikirannya jika pertandingan kelas dunia bisa saja dibawa ke Indonesia dengan catatan pemerintah bisa memberikan dukungan penuh. Apalagi banyak petinju Indonesia yang sangat berpotensi menjadi juara dunia. Dengan peluang kembali bertanding, petinju yang akan dipanggil Cino itu mengaku akan menunjukkan kemampuan terbaiknya demi meraih kemenangan pada pertarungan kelas ringan (61,2 kg)

itu karena persiapan yang dilakukan sudah berjalan dengan baik. ‘’Saya sudah siap. Saya juga sudah mempelajari gaya bermain lawan. Memang dia banyak keunggulan seperti lincah dan lebih pendek. Tapi saya sudah mengantisipasinya,’’ kata pemilik rekor 37 menang yang 25 di antaranya dengan KO itu. Sesuai dengan rencana, petinju yang pernah menjadi juara kelas bulu WBO (57,1 kg) ini akan bertolak menuju Rusia, 18 April. Untuk mengisi waktu, suami dari Mega Angela ini menjalani latihan rutin di Jakarta. Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi menegaskan jika dukungan penuh lawah diberikan kepada Daud Yordan karena ini merupakan salah satu upaya untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. ‘’Mari kita doakan agar Daud Yordan mampu merebut gelar. Ini adalah sebuah kebanggaan karena membawa nama baik bangsa,’’ katanya di sela memberi semangat Daud Yordan yang sedang berlatih ringan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan. Perjuangan Daud Yordan untuk kembali naik ring memang cukup berliku. Setelah gagal melawan petinju asal Inggris, Luke Campbell dan petinju asal Rusia lainnya Isa Chaniev, Cino harus kembali menunggu dan bertahan di Madrid sekitar tiga bulan dan akhirnya mendapat lawan yaitu Pavel Malikov. (ant)

LRT Tak Bisa Dioperasikan Saat Asian Games 2018 Jakarta (Bali Post) Kereta ringan atau light rail transit (LRT) dipastikan tidak dapat beroperasi pada saat perhelatan kompetisi olahraga internasional Asian Games 2018 karena perkembangan pembangunannya tidak memungkinkan selesai dalam waktu dekat. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan masih terdapat beberapa persoalan dalam pembangunannya seperti yang dilaporkan Direktur PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Budi Harto kepada Wapres di Jakarta, Rabu (11/4) kemarin. ‘’(LRT) Tidak bisa di Asian

Kamis Paing, 12 April 2018

itu harus diberikan line-nya. Keputusannya sudah ada, ya… itu di sekitar jalan yang dilalui (kontingen) itu, line-nya harus bebas. Mungkin bisa dibuat satu line khusus untuk Asian Games,’’ jelasnya. Sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan LRT, lanjut Wapres, memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Pemprov DKI Jakarta dan beberapa BUMN. ‘’Ini semua harus terkoordinasi. Kalau LRT tidak terkoordinasi dengan MRT, tidak terkoordinasi dengan busway

itu nanti orang akan bingung. Oleh karena itu harus ada otoritasnya, tapi yang soal ini, yang terjadi di kota ini selalu bermasalah,’’ ujarnya. Proyek kereta ringan atau LRT direncanakan akan digunakan untuk mengangkut rombongan kontingen Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Hingga saat ini untuk gelaran Asian Games di Jakarta dipastikan penyelesaian pembangunan LRT tidak dapat diselesaikan. Namun untuk di Palembang, LRT dapat dioperasikan untuk kontingen. (ant)

Jakarta (Bali Post) Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Arminsyah akan memimpin kontin gen Indonesia dalam Asian Para Games 2018 menyusul penunjukannya sebagai komandan kontingen (Chef de Mission -- CdF) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pada awal pekan ini. ‘’Saya diutus Menpora untuk bertemu dengan Wakil Jaksa Agung pada Selasa (10/4) dan menyampaikan surat yang ditujukan kepada Jaksa Agung agar mengizinkan Wakil Jaksa Agung sebagai CdM Indonesia dalam Asian Para Games,’’ kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto selepas pembukaan Pertemuan Komandan-komandan Kontingen Negara Asian Para Games di Jakarta, Rabu (11/4) kemarin. Gatot menjelaskan pertimbangan pemilihan Wakil Jaksa Agung Arminsyah sebagai CdM Asian Para Games adalah kompetensi dan kepemimpinan dalam penggunaan anggaran negara, termasuk dalam penyelenggaraan Asian Para Games

(APG). ‘’Anggaran dalam penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games itu besar. Dalam Asian Games, ada Wakil Kepala Kepolisian RI yang menjadi komandan kontingen bagi Indonesia dan Wakil Jaksa Agung sebagai komandan kontingen dalam Asian Para Games. Kami berharap penyelenggaraan kedua kejuaraan itu tidak ada kendala,’’ kata Gatot. Gatot mengaku tidak berkonsultasi dengan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC Indonesia) terkait penunjukan komandan kontingen tuan rumah dalam APG 2018 menyusul kewenangan Menpora Imam Nahrawi sebagai pejabat terkait. ‘’Kami juga baru mengirimkan surat penunjukan Wakil Jaksa Agung pada Selasa (10/4) menyusul kegiatan hari ini tentang pertemuan komandan-komandan kontingen peserta APG. Jangan sampai Indonesia sebagai tuan rumah belum menetapkan CdM pada pertemuan ini,’’ tutur Gatot. Dalam surat penunjukan Komandan Kontingen Indonesia pada Asian Para Games, Menpora Imam Nahrawi menyebut duet kepe-

mimpinan kontingen, dalam Asian Games dan Asian Para Games, yang berasal dari dua lembaga penegak hukum di Indonesia mampu mendorong percepatan pencapaian prestasi olahraga Indonesia. Ketua NPC Indonesia Senny Marbun mengaku belum mengenal sosok Arminsyah yang ditunjuk sebagai CdM Indonesia dalam Asian Para Games ke-3 yang akan berlangsung di Jakarta, pada 6-13 Oktober. ‘’Tapi, saya percaya kalau pilihan Menpora pasti sosok yang bagus karena kami ingin penyelenggaraan Asian Para Games juga berakhir dengan bagus,’’ ujar Senny. NPC Indonesia, lanjut Senny, membutuhkan dukungan petunjuk teknis penggunaan anggaran negara terutama untuk pembelian peralatan olahraga dalam pemusatan latihan nasional atlet-atlet para games. ‘’Kami butuh sosok seperti Wakil Jaksa Agung karena kami belum berani membelanjakan anggaran sebesar Rp 180 miliar untuk pelatnas Asian Para Games. Kami masih harus belajar aturan penggunaan anggaran itu,’’ ucap Senny. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Paing, 12 April 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari Tenaga Berpengalaman untuk Posisi: -Accounting,IT & Administrasi (Pengalaman Minimal 3 Thn) -Tukang Kebun.Email: info.hrd@putribintanggroup.com Tempat Jln.Danau Poso No.35 Tel p.087748531045

B.BP.001.04.18.0000574

Dbthkn Kurir Motor & Operation Sopir (Singel Max Usia 28th) Lamaran kirim ke Jln.Gunung Soputan I/107 Dps Telp.8466317 B.BP.001.04.18.0000185

Dbthkn Sgr Driver Pria SMA/SMK SIM B1 dan Helper Pria SMA/SMK untuk Distributor.Lam Jl.Gatot Subroto Barat 170X 0361430407 B.BP.004.04.18.0000534

Dcr Staff Cleaning Service,Max 27Th,SMPSMA,GjUMR081337224688 B.BP.001.04.18.0000549

Dibutuhkan Sgr Waiterss,Waiter Cook Helper 20Org.Lam Lsg Dibawa ke Haishen Rest Jln.Bypass Ngr Rai No.91 Pemogan PH:03614719091.Diutamkan Tamatan SMK,Diploma,SLTA.

B.BP.001.04.18.0000533

2 Krywti,2 Checker Pria Mekar Abadi Bangunan,Jl ByPass No.777 Jimbaran(Selatan SPBU)

B.BP.001.04.18.0000560

B.BP.166.04.18.0000571

Garmen Cari Checker(W),Gj+Bns+ U.Mkn+Tnjngn++.HP:081999677757

Dcr Waiter/ss u/Bali Beach Shack Rest.Bw CV Lgsng Interview Buka Jm 3Sore Legian Kaja

B.BP.001.04.18.0000433

Garmen Cari Tukang Jahit Borongan(P/W).Hub:081999677757

B.BP.154.04.18.0000554

Dcr Sales,Spv,Teknisi STM,Gj+ Bns+Komisi+BPJS,Lam PT.PMA, Bedahulu XVII/7 Dps

B.BP.001.04.18.0000432

Kerja Diluar Negeri,Semua Usia Pasutri 081375409869

B.BP.821.04.18.0000255

B.BP.166.04.18.0000572

B.BP.001.04.18.0000546

Cr Sopir Bis OH Prwst Gatsu Brt H.082240787147 B.BP.004.04.18.0000570

BIRO JASA

B.BP.004.04.18.0000411

Dcr PRT Wnt Tgl Dlm Area Kuta, Gji 1,9Jt.Hub/SMS:087862389529

B.BP.001.04.18.0000502

Dcr PRT tdr dlm gaji+bonus Gatsu barat Hub.0811380786 B.BP.001.04.18.0000471

Dcr Pgw Wnt Grosir Brpngalaman Bertenaga Kuat Angkat Berat 16-30 Th,di Psr Kmbasari 08174800075 B.BP.004.04.18.0000536

D3/S1 No Job?Job Ausi Gji 40Jt Hub WA 081353775093 dibantu B.BP.001.04.18.0000539

Dicari FO,Bookeeper,Pglmn bisa English Kirim CV ke: admin@thepractice.com B.BP.001.04.18.0000457

Dicari Karyawati Admin SIM C Hubungi:081246555739 B.BP.001.04.18.0000537

SERVICE

DIJUAL MOBIL

SERVICE

DIJUAL MOBIL

SERVICE

FOTOCOPY

BAHAN BANGUNAN

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

Dicari Sopir Laundry Hub:08113802747

*Dicari Pegawai Salon yang BerpengalamanHub.081999389829

Cr Karyawati Min.SMA,MAx.25Thn Pnampilan Menarik,081338251999

Dicari Segera:Admin Kantor,Tk. Jahit,Tk Patrun Berpengalaman Jl.Imam Bonjol 607.Telp:755204

B.BP.001.04.18.0000547

B.BP.001.04.18.0000545

B.BP.001.04.18.0000509

*Job Australi,Korea,Jepang Hub WA:081649477140/082231577240

Dicari Sales U/Produk Makanan Hub:087860810128/085739308969

Yamaha Bisma Dicr:SMA/D1, Mekanik. Hub.T.Umar 142 Dnpsr

B.BP.001.03.18.0001287

Dicari Sgr Pramuniaga Bs Comp, Sopir & Serabutan utk Minimart Baru.Hub:465706/081337375912

B.BP.001.04.18.0000492

B.BP.001.04.18.0000567

Sopir Bujang Tdr Dlm Bisa Krja Serabutan R.Tangga,08123861941

B.BP.001.04.18.0000528

Dibutuhkan Sopir.Jl.Buluh Indah 74 Dps Hub.081803697442

!!Dcr PRT TglDlm G1,5Jt 081237 903622/087861412911 Lgng Krja

Dicari Pramuniaga Pria/Wnt Max 30Th,Gj3-5Jt,Diutmkn Jujur,Rjn Pnmpln Menarik,Penempatan di Discovery Shopping Mall,Kuta Hub.Didik 081220595444

DIJUAL RUMAH

Looking for a Book kepper and Accounting Seminyak Area.English Writing and Speaking.Own Mo tor Bike Call:08123883960 or Send CV valson@bali-villasukapadi.com B.BP.001.04.18.0000566

Staff Adm,Guru TK,Ass.Psikolog Gj diatas UMR,Lgs Krj/T.231237 E:dina.christya09@gmail.com B.BP.001.04.18.0000527

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PRT Tdur dalam gaji 1,2 Jt Hub:081236061394

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh Tmn Griya Jimbaran DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.08174792678/081805374433

B.BP.001.04.18.0000542

B.BP.004.03.18.0001147

B.BP.001.04.18.0000524

DIJUAL TANAH Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitraPmogan08123871809

B.BP.001.04.18.0000425

B.BP.001.04.18.0000380

Tnh 10Are/38Jt Celukan Bawang Buleleng Hub.08123831681 Pmlk

HONDA

B.BP.154.04.18.0000555

*Honda Jazz RS’2011 Putih AsDK *Honda Accord VTIL 2.4 Th’07 Matic Warna Hitam *Mercedez C200 Kompresor Th’2008 Body Kit *Hub.0361-464168/081999315168*

DISEWAKAN TANAH Dikontrkan Tnh 1 Hektar Jl Goa GongJimbaran.HUb:082227776866

B.BP.001.04.18.0000562

Over Kontrak Tanah Lokasi Tabanan Pinggir Jalan Sudah Lengkap Ijin Dan Perencanaan. Minat Hubungi:08174732631

B.BP.141.04.18.0000569 ISUZU

Panther Touring’04 As DK+Inova Diesel MT H.081236009045/Krdt

B.BP.001.04.18.0000486

RUPA-RUPA

B.BP.001.04.18.0000544

Cuci Gudang Alat Fitnes Second HP:08123634805 / 082131234798

MAZDA

Mazda CX7 GT’2010 Pth H.225Jt H.087860856999 Prbd Bs Tukar

B.BP.001.04.18.0000429

B.BP.141.04.18.0000557

KEHILANGAN

TOYOTA

*Lexus RX200 Th’16 Pth KM12Rb* *Harrier LPrem 2.4 Th’2011 Heater KM27Rb* *Range Rover Evoque 2.0 Dinamic Th’2011 Istimewa* *Hub.0361-464948/081238116467* B.BP.141.04.18.0000568

Avanza G’12 Matic+AllNew Civic Th 2009 AT H.081237870367 B.BP.001.04.18.0000558

Avanza Veloz Matic’13Htm 140Jt G’15 AT 148Jt 085100856999Prbd B.BP.141.04.18.0000559

Fortuner10 MT Desel Slv AsDK O rs Ist KM42Rb 081246554758 Pbd B.BP.001.04.18.0000565

DICARI MOBIL Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349

B.BP.164.04.18.0000514

Hlg BPKB No.94004907-O DK 1109 EA An.I Wayan Eka Hartawan B.BP.001.04.18.0000531

HlgBPKBNo.H02627099-ODK8698 DY An.PT.Navigat O.E Indonesia B.BP.001.04.18.0000530

BIRO JASA Urus Lap Pajak SPT Tahunan PPN PasportSIUPNPWP082146461910 B.BP.001.04.18.0000011


BANGLI

18 Masuk Tahap Tender

Perbaikan Jalan Kayuselem Dilakukan Tahun Ini Bangli (Bali Post) – Kerusakan jalan di wilayah Dusun Kayuselem, Desa Songan, Kintamani segera diperbaiki Pemkab Bangli. Bahkan rencananya dilakukan tahun ini. Rencana perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam tahap tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Hal itu dikatakan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUTR Perkim) Kabupaten Bangli, Putu Widagunawan, Rabu (11/4) kemarin. Dikatakannya, untuk memperbaiki jalan di wilayah Kayuselem, Dinas PUTR Perkim telah menyiapkan anggaran Rp 4,4 miliar. Adapun ruas jalan yang akan diperbaiki dengan hotmik yakni Kayuselem-Pradi A, Batu Meyeh yang di dalamnya masuk wilayah Buluh, serta Kayuselem-Bukit Sari. Ruas jalan yang masing-masing lebarnya 2,5 meter tersebut akan diperbaiki dalam satu paket. “Sekarang masih proses tender di ULP,” ungkapnya. Diakuinya bahwa kerusakan jalan di wilayah Kayuselem, Songan, yang baru-baru ini sempat diperbaiki masyarakat setempat dengan semen secara gotong royong, sudah terjadi cukup lama. Terakhir kali jalan itu mendapat aspal lapen. “Karena lapen kekuatannya kurang. Sementara jalan itu ramai dilalui masyarakat ke pura di Kayuselem,” ujarnya. Perbaikan terhadap jalan rusak itu, lanjut Widagunawan sejatinya sudah sempat direncanakan pemerintah tahun lalu. Hanya saja karena ada kendala teknis, upaya perbaikan menjadi tertunda. “Di tahun 2018 ini akan kami tangani dengan hotmik,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, kerusakan jalan di Kayuselem tak kunjung diperbaiki meski telah berulang kali diusulkan ke pemerintah. Agar jalan tersebut bisa tetap dilalui kendaraan, warga setempat pun terpaksa memperbaiki jalan yang kondisinya sudah rusak parah itu secara swadaya dengan cara ditambal menggunakan semen. Kadus Kayuselem Komang Catur Yasa mengungkapkan perbaikan secara swadaya rutin dilakukan masyarakat hampir setiap tahun. Terakhir kali penambalan jalan dengan semen dilakukan warga secara bergotong royong pada Sabtu lalu. Material yang digunakan untuk perbaikan jalan, merupakan sumbangan dari sejumlah warga Karangasem yang prihatin dengan kondisi jalan rusak. Terlebih jelang dilaksanakannya piodalan di Pura Kawitan Pasek Kayuselem, Songan. “Bantuan material yang diberikan berupa semen 100 sak, dan uang tunai. Bantuan itu diberikan beberapa donator yang dikoordinir seorang anggota DPRD Karangasem. Perbaikan jalan juga dibantu oleh panitia pembangunan Pura Kawitan Kayuselem Gowa Song,” kata Catur Yasa. (kmb40)

Telepon Penting Bangli RSU Bangli

: 0366-91521/91002

Polsek Bangli

: 0366-91062

Polsek Susut

: 0366-5501596

Polsek Tembuku

: 0366-5595484

Polsek Kintamani

: 0366- 51122

Damkar

: 0366-92869

PDAM

: 0366-91094

PLN

: 0366-91268

Telkom

: 0366-91108

BPBD

: 0366-91448

Kamis Paing, 12 April 2018

Penerapan Program Adipura Desa

Volume Sampah ke TPA Menurun

Berkat Bangli (Bali Post) -

Volume sampah yang masuk ke TPA Regional Bangli mengalami penurunan sejak dua tahun terakhir. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli mengklaim penurunan volume sampah ke TPA berkat adanya program lomba Adipura Desa yang diterapkan sejak 2014 lalu. Kepala DLH Kabupaten Bangli Ida Ayu Yudi Sutha, Rabu (11/4) kemarin, mengatakan saat ini volume sampah yang masuk ke TPA Regional Bangli sebanyak 150 kubik per hari. Jumlah tersebut mengalami penurunan hingga 30 kubik per hari, jika dibandingkan volume sampah yang masuk ke TPA dua tahun lalu. “Sudah berkurang, kalau dulu sampah yang masuk ke TPA 180 kubik per hari,” ujarnya. Menurut Yudi Sutha, terjadinya penurunan volume

sampah ke TPA regional ini berkat keberhasilan program lomba Adipura Desa yang telah diterapkannya sejak 2014 lalu. Di mana dalam lomba Adipura Desa yang diikuti seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bangli, salah satu kriteria penilaiannya yakni desa harus mampu mengolah sampahnya dengan baik dan menjadi nasabah bank sampah. Dalam lomba Adipura Desa tersebut secara tidak langsung masyarakat diajak aktif ber-

partisipasi mengelola sampah di lingkungan masing-masing dengan memisahkan antara organik dan non- organik. Sampah organik diolah menjadi pupuk sementara nonorganik didaur ulang atau dijual ke bank sampah. “Dengan adanya pengurangan sampah ke TPA, membuktikan program Adipura Desa selama ini cukup berhasil,” ujarnya. Meski berhasil menurunkan sampah, namun di sisi lain DLH mengaku mengalami dilema. Untuk bisa meraih

penghargaan Adipura Kencana dari pusat, salah satu syarat yang harus dipenuhi Bangli adalah adanya pengolahan sampah menjadi gas metan. “Itu yang jadi kekurangan kita. Kita tidak bisa mengolah sampah jadi gas metan karena volume sampahnya kurang. Tapi kita tidak kejar itu,” tandas Yudi Sutha. Dijelaskan bahwa sampah yang selama ini masuk ke TPA Regional di Desa Landih, dikelola DLH dengan sistem sanitary landfill. Sampah yang dikelola di TPA itu adalah sampah-sampah yang diambil dari wilayah Kota Bangli. Disinggung mengenai adanya rencana pemanfaa-

tan TPA regional oleh beberapa kabupaten tetangga lainnya yang sempat mencuat beberapa waktu lalu, Yudi Sutha mengatakan belum bisa dilakukan karena adanya penolakan dari beberapa desa di sekitarnya. Di samping itu untuk bisa dimanfaatkan oleh beberapa kabupaten tetangga lain, menurutnya luas TPA regional saat ini tidak memungkinkan untuk menampung sampah dari kabupaten lain. Yudi Sutha mengatakan, luas lahan TPA yang ideal untuk bisa dimanfaatkan oleh kabupaten lain minimal 1015 hektar. “Sedangkan TPA regional di Bangli luasnya hanya 4 hektar,” tegasnya. (kmb40)

Dapil Bangli-Tembuku Dipisah Bangli (Bali Post) – Jumlah daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Bangli kini resmi bertambah menjadi lima. Hal itu menyusul telah dipisahkannya dapil Bangli-Tembuku berdasarkan SK KPU No. 280/ PL.01.3-Kpt/ KPU/IV/2018 tentang Penetapan Dapil

dan Alokasi Kursi Anggota DPRD. Dengan adanya pemisahan dapil ini, kader parpol dari Dapil Bangli yang selama ini telah memiliki basis suara di Tembuku harus rela kehilangan pemilihnya, demikian pula sebaliknya. Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan, Rabu (11/4) kemarin, mengatakan pemisahan dapil ini dilakukan sesuai harapan masyarakat. Selama ini masyarakat di

Kecamatan Bangli merasa dirugikan karena dari alokasi 11 kursi Dapil Bangli-Tembuku, calon yang lolos dari Kecamatan Bangli justru 5 orang. Kondisi ini berpengaruh terhadap pemberian bantuan sosial (bansos) yang akhirnya lebih banyak mengalir ke Tembuku. Dengan adanya pemisahan Dapil Bangli-Tembuku ini maka jumlah dapil dalam Pileg 2019 mendatang kini

resmi bertambah menjadi lima. Jumlah kursi yang diperebutkan dalam Pileg 2019 masih tetap 30 kursi. Rinciannya, 6 kursi dialokasikan untuk Dapil Bangli 1 (Kecamatan Bangli), Dapil Bangli II (Kecamatan Susut) 6 kursi, Dapil Bangli III (Kintamani Barat) 6 kursi, Dapil Bangli IV (Kintamani Timur) 6 kursi dan Dapil Bangli V (Kecamatan Tembuku) 5 kursi. (kmb40)


19

Kamis Paing, 12 April 2018

Soal Proses Hukum Boediono

Ketua DPR Minta KPK Tindak Lanjuti Jakarta (Bali Post) – Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo mengharapkan KPK dapat menindaklanjuti putusan prapradilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) soal penyelesaian kasus Bank Century. Bambang Soesatyo mengatakan hal itu melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (11/4) kemarin, menanggapi putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang memerintahkan KPK segera memproses hukum beberapa nama yang diduga terkait kasus Bank Century. Putusan PN Jaksel itu juga memerintahkan KPK memperoses hukum Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan yang disebutkan dalam dakwaan atas Budi Mulya, atau melimpahkannya kepada kepolisian/kejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet juga berharap pihak-pihak yang diduga terkait kasus korupsi Bank Century dapat bersikap kooperatif. ‘’Saya mengimbau semua pihak yang diduga terkait kasus dugaan korupsi Bank Century agar bersikap kooperatif kepada KPK, agar kasus Bank Century dapat diselesaikan seuai aturan perundangan yang berlalu,’’ kata Bambang Soesatyo. Menurut Bamsoet, terkait nama-nama yang dianggap terlibat dalam kasus dugaan korupsi

Bank Century seperti disebut dalam putusan prapradilan PN Jaksel, dirinya menyerahkannya kepada KPK untuk menidaklanjutinya sesuai dengan mekanisme dan aturan perundangan yang berlaku. KPK menjadi pihak termohon dalam putusan prapradilan tersebut. Bamsoet, salah satu inisiator Pansus Bank Century, juga meminta Komisi III DPR-RI mendalami putusan PN Jaksel atas permohonan praperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) itu. ‘’Komisi III agar mendalami, putusan PN Jaksel terkait kasus Bank Century yang hingga saat ini belum tuntas,’’ katanya. Sebelumnya, PN Jaksel dalam putusan praperadilan yang mengabulkan gugatan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Senin (9/4), memerintahkan KPK menindaklanjuti vonis Mahkamah Agung (MA) atas Budi Mulya yang menjadi terdakwa perkara korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan bailout dari Bank Indonesia (BI) kepada Bank Century. Putusan PN Jaksel itu juga memerintahkan KPK memperoses hukum Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan yang disebutkan dalam dakwaan atas Budi Mulya, atau melimpahkannya kepada kepolisian/kejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. (ant)

Gayung Bersambut Dari Hal. 1

Keinginan untuk mengabdi di tanah kelahiran, rupanya gayung bersambut. Ia pun mendapat mandat dari PDI Perjuangan selaku induk partainya untuk mendampingi tokoh Puri Klungkung Tjokorda Bagus Oka sebagai calon bupati. ‘’Tiang dengan Pak Tjok Bagus dalam satu jalur bersama Pak Koster sebagai calon gubernur. Kalau Pak Koster jadi gubernur, tiang akan lebih mudah ngomong minta bantuan anggaran provinsi atau pun dicarikan dari pusat. Karena sudah satu jalur termasuk dengan Pak Jokowi, kan presiden dari PDIP,’’ terangnya. Menurutnya, hanya pola satu jalur satu-satunya solusi mengatasi kebuntuan persoalan lambatnya pertumbuhan pembangunan di Klungkung akibat minimnya PAD. Meskipun selama ini Klungkung memperoleh uluran bantuan dari APBD Provinsi dan APBN, namun jumlahnya masih sangat minim serta jauh dari kebutuhan. ‘’Kalau satu jalur, sudah pasti akan diprioritaskan. Bahkan Pak Koster yang punya jaringan dan pernah di Banggar (Badan Anggar) DPR RI siap membantu,’’ tegasnya. Selanjutnya Koster mengungkapkan dari sejumlah aspirasi warga Klungkung yang berhasil ia serap, sebagian besar berharap adanya perubahan dan percepatan pembangunan di Klungkung. ‘’Kalau ingin ada perubahan harus ada program yang subtansial, fenomenal yang menyentuh langsung kepentingan masyarakatnya. Bukan program yang sekadar buat

pencitraan saja,’’ tegasnya. Untuk mewujudkan itu semua, menurut Koster, dibutuhkan anggaran pembangunan yang cukup besar. Akan tetapi di sisi lain, kemampuan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Klungkung sangat kecil hanya sebesar Rp 153 miliar. Jadi, kata Koster, membutuhkan bantuan anggaran dari pemerintah di atasnya, baik pemerintah provinsi maupun pusat. ‘’Memang Klungkung dapat bantuan anggaran dari provinsi dan pusat, tapi jumlahnya sekadar saja. Tetapi kalau satu jalur (BAGIA dan Koster-Ace), astungkara terpilih, tiang akan prioritaskan Klungkung. Tiang akan duduk bersama dengan bupati-wakil bupatinya (BAGIA) nanti, merumuskan pembangunan apa yang dibutuhkan, berapa anggarannya? Nanti anggarannya tiang bantu dari APBD Provinsi termasuk mencarikan dari pusat,’’ jelasnya. Jika satu jalur terpilih, pihaknya pun telah menyiapkan sejumlah program pembenahan infrastruktur di Kabupaten Klungkung, seperti perbaikan pasar, wantilan banjar juga desa, perbaikan RSUD, sekolah, jalan desa, dermaga dan sebagainya. Selain itu, KosterAce melalui satu jalur telah memprogramkan pelayanan kesehatan gratis, pendidikan gratis 12 tahun, bantuan bedah rumah sebesar Rp 50 juta per unit, peningkatan dana bantuan desa adat dan lainnya. ‘’Nantinya prosedurnya tiang buatkan aturan pelaksana dan teknis agar memudahkan masyarakat. Jeg sing misi ikan lele, langsung ikan mujair. Jeg langsung cair,’’

Kopi Kintamani Dari Hal. 1

‘’Setiap tahun secara bertahap kita melakukan pengembangan. Pengembangan ini termasuk perluasan tanam,’’ imbuhnya. Tidak hanya kelapa yang difasilitasi, juga ada komoditi lain yang dikembangkan. Seperti kopi di Kintamani dan Pupuan, Tabanan, tebu di Gerokgak, Buleleng, intensifikasi jambu mente di Kubu, Karangasem. ‘’Tembakau juga komoditi yang diupayakan petani. Luas tanam tembakau saja mencapai 700 ha,’’ ungkapnya. Bali juga memiliki pemetaan wilayah untuk suatu komoditi.

Misalnya dataran tinggi, komoditi yang difokuskan sayuran, kopi. Di Karangasem fokus pada pengembangan salak. Di Buleleng lebih banyak komoditi buah yang bisa dikembangkan seperti durian, mangga, dll. Di Tabanan fokus manggis, di Badung utara banyak dikembangkan sayur dan buah. Jadi komoditi yang memiliki nilai ekonomi tinggi, itulah yang menjadi prioritas pengembangannya. ‘’Bali kecil. Kalau semua mau dikembangkan, susah. Mana yang jadi komoditi unggulan, itu yang fokus kita bina. Tidak mungkin kita swasembada semua komoditi,’’ selorohnya. (kmb42)

ujarnya mengakhiri, disambut meriah tepuk tangan warga. Dukungan juga datang dari para tokoh masyarakat bersama ratusan warga Desa Prakaman Apet, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung. Ratusan warga yang memadati Wantilan Desa Prakraman Apet dengan penuh antusias menyambut kehadiran Paslon BAGIA dan Calon Gubernur Wayan Koster. Melihat antusiasnya dukungan para tokoh masyarakat dan ratusan warga dari sejumlah banjar dan desa di Klungkung, termasuk Desa Pakraman Apet, calon Gubernur Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali optimis BAGIA akan terpilih sebagai bupati-wakil bupati Klungkung periode 2018-2023 pada pemilihan 27 Juni 2018 nanti. ‘’Lihat geliat (dukungan masyarakat Klungkung) dan gelagatnya, optimis tiang menang,’’ ujarnya. (kmb)

Susun Laporan Dari Hal. 1

Menurutnya, dana yang disetujui Kementerian Perdagangan atau dana dari pusat, itu bukan Rp 75 miliar lebih, tetapi hanya Rp 63 miliar lebih. ‘’Ini biar publik tahu. Sehari pascaterbakaranya Pasar Badung, Disperindag Kota Denpasar langsung menyusun laporan tentang peristiwa kebakaran dan kerugian yang diderita di pasar terbesar di Bali ini. ‘’Peristiwa kebakaran terjadi pada 29 Februari 2016. Saat kebakaran, Wali Kota Denpasar Ida Bgus Rai Dharmawijaya Mantra mengawasi langsung selama 3 jam lebih di Pasar Badung, menyaksikan bagaimana petugas berjibaku memadamkan api. Sampai apinya jinak, baru beliau pergi,’’ ujarnya. Kemudian Rai Mantra meminta agar segera membuat laporan bencana dan menghitung kerugian yang dialami. ‘’Beliau (Rai Mantra) tanya ke saya. Pak Kadis, ini bagaimana caranya, bagaimana kita bisa membangun kembali pasar ini. Waktu itu saya dengan tegas menjawab, bahwa kita harus meminta ke pusat, agar pasar ini segera direnovasi. Pak Wali Kota setuju, lalu meminta kami segera membuat laporan dan menghitung kerugian,’’ ujarnya. Mendapat perintah membuat laporan bencana kebakaran dan menghitung kerugian, Disperindag Kota Denpasar bergerak cepat. Keesokan harinya, laporan tersebut berhasil diselesaikan dengan melibatkan Dinas Tata Ruang dan ahli bangunan. ‘’Sepertinya, peristiwa kebakaran pasar terbesar di Bali itu sudah didengar oleh Menteri Perdagangan karena pemberitaan yang cukup masif. Dan saat itu pula, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita langsung memerintahkan Dirjen yang kebetulan sedang bertugas di Bali untuk datang ke Kantor Wali Kota meminta laporan. ‘’Saat Ibu Dirjen tiba di Kantor Wali Kota, dan saat itu pula laporan kami sudah selesai, maka kami mengantar Ibu Dirjen untuk bertemu langsung

dengan Wali Kota Denpasar di Geria Renon, karena memang saat itu Pak Wali Kota ada upacara di geria,’’ ungkap Gatra. Laporan kebakaran dan perhitungan kerugian ditandatangi di Geria Renon, disakikan oleh dua pejabat dari Kementerian Perdagangan. Bahkan, Pak Wali Kota tanda tangan sambil duduk di karpet karena sedang ada upacara. ‘’Jadi ini memang benar-benar perjuangan Wali Kota Denpasar. Tidak ada pihak lain yang membantu saat itu. Kalau ada yang mengklaim itu bohong,’’ ujar Gatra. Perhitungan kerugian sementara sebanyak Rp 248 miliar. Setelah mendapatkan laporan kerugian itu, pihak kementerian meminta agar Pemkot Denpasar segera membuat proposal untuk memperoleh bantuan pusat. Proposal itu dikirim ke Jakarta. Tepat seminggu kemudian, Gatra dipanggil bersama Wali Kota ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Dalam pertemuan itu, Mendag pada prinsipnya menyetujui untuk menggunakan dana pusat merenovasi Pasar Badung dan sebagiannya menggunakan dana APBD Rp 90 miliar. Namun karena APBD gagal tender, akhirnya hanya menggunakan dana pusat. Selang beberapa lama kemudian, proposal itu direvisi, direview dan akhirnya mendapatkan angka rasionalisasi sebanyak Rp 63 miliar lebih. ‘’Jadi tidak benar kalau uang cair Rp 75 miliar. Ini bohong,’’ ujarnya. Gatra mengakui selama proses berjalan sampai turunnya uang, tidak ada keterlibatan dari pihak lain yang selama ini mengklaim ikut andil sampai pusat menggelontorkan dana untuk renovasi Pasar Badung. Kalaupun ada, namun sepengetahuannya, bukan nama yang disebut-sebut dalam pemberitaan selama ini. Itu pun perannya sangat kecil, karena memang pusat sangat perhatian terhadap Bali dan menterinya sendiri sangat proaktif dalam merenovasi Pasar Badung pascaterbakar. (kmb)

Bersama Rakyat Dari Hal. 1

Dalam kesempatan itu, kata Muzani, Prabowo memerintahkan seluruh kader untuk turun bersama rakyat. Siang dan malam berjuang bersama rakyat, ujarnya. Dalam rakornas itu, hadir Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKS Sohibul Iman, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Amien Rais, Salim Assegaf dan lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengatakan partainya belum memutuskan mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019, meskipun dirinya dan petinggi PKS menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra pada Rabu (11/4). ‘’Saat ditanya apakah PAN akan mendukung Prabowo, kami belum ambil keputusan,’’ kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu kemarin. (ant)

Kelapa Daksina

Dari Hal. 1

Pedagang lain, Ketut Sumida, juga menuturkan demikian. Petani lokal sangat sedikit memasok pisang ke pasar untuk memenuhi kebutuhan upacara. Hal serupa juga terjadi pada kelapa daksina. Juga didatangkan dari luar daerah. Per hari jumlahnya berkarung-karung. Harganya Rp 2.500 per butir. ‘’Kelapa semua dari luar. Sama

seperti pisang,’’ sebutnya. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Gde Juanida tak menampik hal tersebut. Tak dimungkiri petani lokal belum membaca peluang pasar buah-buahan itu. ‘’Soal belum membaca peluang, bisa saja iya. Ketersediaan lahan untuk penanaman juga bisa menjadi penyebab hasil panen tak banyak,’’ jelasnya. (sos)

Pihak Keluarga

Dari Hal. 1

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat ini dibawa oleh sekitar lima orang yang tidak diketahui

identitasnya apakah pihak keluarga atau KPK melalui jalan samping Ruang Stroke Unit Intermediate Care Rumah Sakit Santo Borromeus. (ant)

Buah Lokal

Dari Hal. 1

Kedua buah ini berasal dari Banyuwangi dan Lumajang. Pepaya datang per harinya sebanyak 2 mobil L-300. Satu L-300 memuat berkisar 2 ton. Rudi (38), yang juga pedagang di Anyar Sari, mengatakan buah lokal Bali yang dijual hanya manggis dan jeruk. Sementara semangka, nanas, mangga, termasuk buah naga dipasok dari luar Bali. Kebanyakan dari Banyuwangi, Jember dan daerah Jawa lainnya.

Komang Indah (41), pedagang semangka, mengaku lebih banyak membeli semangka dari Banyuwangi dan Jember. Namun, ia lebih senang menjual produk asal Bali. Karena kualitasnya lebih bagus, lebih awet dan harganya lebih murah. Biasanya ia membeli di Jembrana, Gianyar, dan Tabanan. Namun kalau tidak musim, maka dibeli dari Banyuwangi dan Jember. Setiap hari, satu truk semangka diturunkan di depan kiosnya. ‘’Satu truk isinya sekitar 7 ton semangka,’’ jelasnya, Selasa lalu. (may)


balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Kamis Paing, 12 Maret 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Badung Dukung Konferensi Wan Ifra

Momentum Promosi Pariwisata Badung Secara Holistik

I Made Badra

Mangupura (Bali Post) – Konferensi World Association of Newspapers and News Publishers (Wan Ifra) tahun 2018 akan diselenggarakan di Bali. Perhelatan internasional yang akan dipusatkan di Nusa Dua, Kuta Selatan, April ini, mendapat dukungan positif dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung I Made Badra mengatakan, kegiatan tahunan tersebut merupakan sebuah momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik untuk mempromosikan pariwisata Badung secara holistik.

Terlebih, peserta yang hadir sebagian besar merupakan pemilik media atau CEO dari beberapa negara se-Asia Pasifik. “Kami sangat senang dan akan mendukung kegiatan itu karena kesempatan bagi kami untuk mempromosikan pariwisata Bali, khususnya Badung kepada asing,” ujar Made Badra, Rabu (11/4) kemarin. Selama ini, pariwisata Badung yang dikenal oleh wisatawan mancanegara hanya wilayah Kuta dan Nusa Dua. Untuk itu, dengan adanya pertemuan ini, diharapkan memberi dampak promosi jika

Badung memiliki sejumlah keunikan dan keindahan alam lainnya yang dapat dinikmati pengunjung. “Kami berharap dalam pertemuan nanti Badung diberikan kesempatan memaparkan pariwisata Badung secara holistik, baik dari akomodasi yang tersedia objek wisata dari Selatan hingga Badung Utara serta keamanan dan kenyamanan wisatawan,” jelasnya. Badra menambahkan, Pemerintah Kabupaten Badung menggenjot lagi 11 desa wisata yang ada saat ini. Upaya ini untuk lebih menghidupkan lagi keberadaan desa

”Ngetohang Jiwa Premana”, Kisah tentang Pejuang Cinta Sukses dengan single kedua yang dirilis pada tahun 2017 yang berjudul “Cegut Ubuhan Pedidi”, kini Gus Yudha kembali menyapa para pencinta musik pop Bali. Bahkan, karya terbarunya ini telah dirilis pada Maret 2018 lalu. “Ngetohang Jiwa Premana”, itulah judul single terbarunya yang diciptakan oleh penyanyi pop Bali senior Lingga Jaya dan diarransemen apik oleh Gusti Sudarsana. Gus Yudha pun merasa bangga bisa membawakan sebuah karya musisi senior yaitu Lingga Jaya. Sebab, melalui karya tersebut, ia banyak mendapatkan masukan dari seniornya itu untuk bisa berkarya lebih baik lagi ke depannya. “Ini merupakan single ketiga semenjak saya berkarya. Dalam single ini sangat spesial, karena saya banyak mendapat masukan dari Bli Lingga Jaya selaku musisi senior di belantika musik pop Bali. Ini tentunya menjadi modal saya untuk lebih baik lagi ke depannya,” ujar pemilik nama lengkap I Komang Suastika, Rabu (11/4) kemarin. Single terbarunya ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta terhadap perempuan atau kembang desa yang masih lugu. Memiliki paras cantik dan juga rajin, sehingga membuat banyak laki-laki yang menggodanya. Namun, laki-laki tersebut tidak pantang menyerah untuk mendapatkan cinta wanita tersebut. Meskipun saingannya sangat banyak. Selain dirilis dalam bentuk MP3, Gus Yudha juga sudah merampungkan video klip untuk single terbarunya ini yang dikerjakan oleh De Lingga. “Klipnya sudah rampung yang semuanya dikerjakan oleh De Lingga. Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan beliau,” imbuh pria kelahiran

wisata. Dikatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan 36 stakeholder desa wisata, meliputi pengelola desa wisata, PHRI, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) serta melibatkan Asita (Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies) atau Asosiasi Perjalan Wisata Indonesia. Dalam konsep yang sedang dimatangkan, kata Badra, pihaknya memetakan desa wisata menjadi tiga kawasan. “Karena desa wisata ada di Badung Utara, makanya kami petakan tiga wilayah yakni Kecamatan Petang,

Karangasem, 16 September 1983 ini. Dalam meniti kariernya di belantika musik pop Bali, Gus Yudha tidak menargetkan apa-apa. Ia pun menyerahkan semua penilaian kepada masyarakat selaku penikmat musik pop Bali. Apalagi, ia mengawali karier bermusik lewat ajang menghibur dari acara-acara yang diselenggarakan STT, sehingga Gus Yudha memiliki pengalaman yang matang untuk terjun secara profesional dan bersaing di belantika musik pop Bali. “Masyarakat saat ini sudah bisa menentukan mana yang baik dan mana yang tidak. Jadi semua itu saya serahkan kepada masyarakat dan saya hanya bisa berusaha untuk menghasilkan karya terbaik saya. Mudah-mudahan single saya ini bisa diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat dan juga bisa menghibur,” pungkasnya. (win)

Mi Instan Produk Ekspor Unggulan

Denpasar (Bali Post) -

Kerja sama dengan Afrika saat ini menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Demikian juga dalam bidang ekonomi karena Afrika termasuk pasar yang potensial. Saat ini perdagangan Indonesia-Afrika meningkat tajam, ditandai dengan ekspor sejumlah produk Indonesia ke negara-negara di Afrika. Ada satu produk yang sangat digemari di Afrika yakni mi instan.

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita di sela-sela pelaksanaan Indonesia Africa Forum (IAF), Rabu (11/4) kemarin di Nusa Dua. Ia mengatakan, volume perdagangan Indonesia di Afrika saat ini meningkat cukup tajam. Bila dibandingkan antara 2016 dan 2017, di beberapa negara ada peningkatan antara 100 hingga 200 persen. “Hambatan kita hanya masalah tarif karena belum ada perjanjian perdagangan, ini l a g i kita

dengan adanya penerbangan langsung ini. Sebelum ke Indonesia, Ethiopian Air telah melayani rute ke Malaysia, Singapura, Filipina, Jakarta, Hongkong, Tiongkok dan India. Dikatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar potensial atau emerging market bagi Afrika sehingga peluang menjalin kerja sama IndonesiaAfrika diyakini terbuka lebar. Indonesia dipandang memiliki teknologi yang lebih maju dan dinilai sesuai bagi lingkungan di Afrika. “Perusahaan kami juga menjalin kerja sama dengan GMF Aero Asia (PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk.) demi kemajuan bersama, tidak hanya di Indonesia tetapi Asia. Kami memiliki akses di Benua Afrika dan GMF Aero Asia dapat bekerja sama dengan kami untuk memasuki pasar Asia. Bersamasama kami bisa mengembangkan usaha di benua Afrika,”

Menurut Badra, program yang ingin dikembangkan untuk menggenjot desa wisata ini adalah mengintegrasikan satu sama lain. Konsepnya menggunakan tiket terusan. Artinya, satu tiket untuk mengunjungi sejumlah kawasan, tidak seperti sekarang dengan tiket parsial. “Dengan tiket terusan ini memungkinkan wisatawan akan berkunjung selama dua hari di desa wisata. Sehingga peluang wisatawan menginap di kawasan desa wisata akan semakin besar. Tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan desa wisata baru,” ujarnya. (par)

Perdagangan Indonesia-Afrika Meningkat Tajam

upayakan,” ujarnya. Menurut Enggartiasto, memang tidak mudah membuat perjanjian perdagangan dengan negara-negara di Afrika. Pasalnya, secara regional mereka memiliki kesepakatan seperti kelompok di Afrika Selatan terkait dengan Southern African Customs Union. “Sehingga kita tidak bisa bicara dengan satu negara, harus bicara dengan kawasan. Sama seperti kita bicara dengan ASEAN. Jadi, kita tidak bisa bilateral,” jelasnya. Selain itu, lanjut Enggartiasto, situasi politik dalam negeri di masing-masing kawasan juga dinamis di benua tersebut dan cukup menganggu untuk perdagangan. Bila bicara ekspor Indonesia ke Afrika, satu komoditi yang paling populer justru mie instan. Enggartiasto mengatakan, saat ini ada 14 pabrik mi instan (indomie) di Nigeria. Lalu akan merambah pula Ethiopia, Ghana, dan Kenya. Mi instan yang cukup terkenal di Indonesia itu bahkan sampai diklaim sebagai brand Nigeria. “Sama seperti di Filipina itu Kopiko, mereka merasa itu brand-nya mer-

eka. Kita sih happy-happy aja,” ujarnya. Bagi Bali khususnya, Afrika memang merupakan pasar nontradisional untuk ekspor. Namun, tetap memiliki potensi yang menjanjikan. “Sebenarnya kita kan memerlukan adanya penjajakan untuk bisa promosi ke sana. Saya lihat 2014 sudah pernah kita promosi ke sana, biayanya dari pusat karena kelihatannya furniture laku di situ,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa dikonfirmasi, Rabu kemarin. Di samping promosi langsung, lanjut Astawa, pemasaran produk juga bisa dilakukan melalui website Kementerian Perdagangan. Pihaknya juga sempat mengundang Atase Perdagangan Indonesia di Afrika Selatan. Dikatakan bila prospek perdagangan cukup bagus di Johannesburg, kota terbesar di Afrika Selatan sekaligus salah satu kota terbesar di Benua Afrika. “Paling laku itu furniture, selain juga ada garmen, dan aksesoris dari kerajinan perak,” tandasnya. (kmb32)

Ethiopian Air Buka Penerbangan Langsung Afrika-Jakarta Badung (Bali Post) Maskapai pelat merah asal Ethiopia, Ethiopian Air, segera membuka penerbangan langsung Afrika-Jakarta. Mengingat, hubungan Indonesia dan Afrika yang sangat erat. Banyak komoditas Indonesia diekspor ke Afrika. Tak sedikit pula orang Afrika berkunjung ke Indonesia untuk membeli berbagai produk Indonesia karena paling sesuai untuk lingkungan di Afrika. “Kami memohon slot penerbangan ke Jakarta dan hal itu segera kami realisasikan. Kami melihat pasar penerbangan langsung Indonesia-Afrika sangat menjanjikan,” ujar CEO Ethiopian Air Tewolde Gebremariam di sela-sela Indonesia Africa Forum (IAF) 2018 di Nusa Dua, Rabu (11/4) kemarin. Tewolde menambahkan, traveler Indonesia yang hendak berkunjung ke Afrika juga tidak perlu bingung lagi

Abiansemal dan Mengwi,” katanya. Sesuai arahan Bupati, lanjut pejabat asal Kuta ini, bagaimana menjadikan tiga wilayah di Badung utara tersebut menjadi motor penggerak pariwisata di Badung Selatan. Kawasan Petang sendiri telah memiliki lima desa wisata, yakni di mana titik poinnya di Puri Carangsari, kemudian kawasan Abiansemal juga telah memiliki dua desa wisata yang titik poinnya di Puri Bongkasa serta kawasan Mengwi juga telah memiliki empat desa wisata dengan Pura Taman Ayun.

imbuhnya. Sebelumnya, Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama perawatan pesawat dari Nigeria, Max Air serta maskapai plat merah asal Ethiopia, Ethiopian Air. Max Air yang diwakili oleh Abu Bakar Dahiru Mangal selaku Assistat Director of Finance Max Airline berkomitmen menyerahkan perawatan pesawat jumbo jet-nya kepada GMF. Sementara Ethiopian Airline yang diwakili oleh Zebiba Miftah selaku General Manager Ethiopian Air akan melakukan pekerjaan Line Maintenance-nya. Adapun potensi nilai bisnis yang diraih dari kerja sama ini senilai kurang lebih USD 3,17 juta atau Rp 42,7 miliar. Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di hadapan kurang lebih 550 peserta yang terdiri dari 53

Bali Post/edi

GMF - Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk. Iwan Joeniarto (kanan) berjabat tangan dengan CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam (kiri) saat penandatanganan kerja sama di sela Forum Indonesia Afrika (IAF) 2018 di Nusa Dua, Rabu (11/4) kemarin. negara di Afrika dan delegasi Indonesia. “Kepercayaan maskapai Afrika ini sangat baik bagi GMF untuk menambah portofolio GMF di Kawasan Afrika. Apalagi, Ethiopian Air yang mempercayakan

perawatan line maintenancenya ke GMF ini akan segera membuka rute penerbangan langsung ke Jakarta. Ini merupakan potensi yang sangat baik bagi GMF,” ujar Iwan Joeniarto. (kmb32)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 12 April 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu