20 HALAMAN
NOMOR 224 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Jumat pon, 13 april 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pemerataan Kesejahteraan dan Pembangunan di Bali
Tampil Prima di ’’Kupas Kandidat’’
Mantra-Kerta Tegaskan Lagi Koster-Ace akan Terapkan Satu Kewilayahan, Tolak Reklamasi Teluk Benoa Satu Tata Kelola dan Satu Perencanaan
KETEGUHAN hati calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra soal reklamasi Teluk Benoa sungguh luar biasa. Itu terjawab saat tampil di acara ‘’Kupas Kandidat’’ yang disiarkan TVRI, Kamis (12/4) malam. Setelah ditayangkan pertanyaan warga soal ending reklamasi Teluk Benoa, Rai Mantra dengan tegas mengatakan, sebenarnya ia sudah menolak reklamasi Teluk Benoa sejak tahun 2013. Sejak wacana reklamasi Teluk Benoa digulirkan, Rai Mantra dengan tegas menolaknya. Sikapnya yang menolak reklamasi Teluk Benoa itu sudah disampaikan, jauh sebelum dirinya dicalonkan menjadi Gubernur Bali saat ini. Hal. 19 Ciptakan Kontroversi
PASANGAN Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), tampil sangat memuaskan di hadapan empat panelis berkaliber nasional dalam acara Kupas Kandidat yang diadakan TVRI Nasional, Rabu (11/4) malam. Koster-Ace dapat menjawab semua pertanyaan panelis dengan tegas dan lugas dalam acara yang disiarkan secara langsung oleh televisi pemerintah itu. Hal. 19 Gelar Doktor Bali Post/kmb
MANTRA KERTA - Pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) saat tampil di acara ‘’Kupas Kandidat’’, Kamis (12/4) malam.
KORTER-ACE - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), pada acara ‘’Kupas Kandidat’’, Rabu (11/4) malam.
Bali Post/kmb
Pemerintah Pusat Soroti Kesenjangan Antarwilayah di Bali
KPK Tahan Bupati Bandung Barat Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bandung Barat 2013-2018 Abu Bakar yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka suap. ‘’Ditahan di Rutan Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari ke depan,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (12/4) kemarin. Saat keluar dari gedung KPK, Abu Bakar yang sudah mengenakan rompi oranye tahanan KPK itu memilih irit bicara. ‘’Alhamdulillah sehat,’’ kata Abu Bakar. Saat dikonfirmasi soal kasus suap yang menjeratnya, ia menyatakan akan menjalani proses hukum di KPK. ‘’Sebagai warga negara yang baik saya jalani saja proses hukum,’’ ujarnya. Sebelumnya, Abu Bakar telah tiba di gedung KPK Jakarta, Rabu (11/4) malam setelah sebelumnya menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit Boromeus Bandung. Abu Bakar tiba di gedung KPK sekitar pukul 22.45 WIB. Abu Bakar yang mengenakan kemeja lengan panjang putih dan peci hitam itu tampak menggunakan tongkat saat memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Hal. 19 Sebagai Penerima
Tiga hal pokok yang menjadi kelemahan pembangunan Bali mendapat sorotan pemerintah pusat. Ketiganya adalah Kesenjangan antarwilayah, belum optimalnya indeks pembangunan manusia Bali dan lemahnya daya saing komoditas ekspor Bali. Demikian terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Bali, Kamis (12/4) kemarin. Lalu apa saja menjadi solusi Bali untuk mengatasi hal itu? Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Nata Irawan menyoroti kesenjangan antarwilayah di Bali. Demikian pula Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang belum optimal. ‘’Kesenjangan antarwilayah, khususnya kesenjangan pembangunan antara Bali selatan dengan Bali utara, timur dan barat masih besar. Demikian pula IPM belum optimal karena faktor kesehatan, pendidikan, dan tingkat penghasilan yang masih rendah,’’ ujar Nata Irawan. Menurut Nata, pembangunan infrastruktur di Bali perlu diarahkan ke Bali utara, timur, dan ba-
rat untuk mengurangi kesenjangan yang terjadi. Di samping itu, pembangunan infrastruktur juga mempercepat pemenuhan standar pelayanan minimal dalam rangka peningkatan aksesibilitas dan mutu pendidikan serta kesehatan. Selain masalah kesenjangan dan IPM, Bali juga lemah dalam daya saing komoditas ekspor. ‘’Lemahnya daya saing komoditas ekspor dari Bali, sehingga nilai tambah pada ekonomi Bali juga tidak optimal. Bali perlu mengembangkan komoditas andalan dan rintisan,’’ jelasnya. Hal. 19 Pendapatan Daerah
10 Bali Baru, Upaya Selamatkan Bali Bali Post/ade
Bupati Bandung Barat Abu Bakar
Tidak Terbit Bali Post Sabtu (14/4) besok tidak terbit karena bertepatan dengan Hari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang merupakan hari libur nasional. Bali Post akan terbit kembali pada Minggu (15/4) lusa. Untuk itu kepada pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
Bali Post/ant
ASMAT - Presiden Joko Widodo mengangkat seorang anak saat kunjungan kerja di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (12/4) kemarin. Kunjungan kerja Presiden ke Asmat di antaranya untuk pemberian gizi makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak-anak, memeriksa pembangunan tampungan air hujan serta pembangunan rumah bagi warga Asmat.
Denpasar (Bali Post) Pengembangan destinasi di luar Bali atau yang lebih dikenal dengan 10 Bali baru merupakan upaya untuk menyelamatkan pulau dewata. Dengan kata lain, 10 Bali baru bukanlah kompetitor, namun memberikan kesempatan bagi Bali untuk mengembangkan quality tourism. ‘’Bali tidak mungkin menampung 100 juta wisatawan mancanegara. Ke mana kita bawa, ke luar Bali, sehingga Bali nantinya menjadi quality destination,’’ ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kemenpar I Gde Pitana dalam Musrenbang Provinsi Bali di Wiswasabha Kantor Gubernur Bali, Kamis (12/4) kemarin. Menurut Pitana, wisatawan yang datang ke Bali bisa disaring agar hanya yang ‘’berkualitas’’ saja. Hal. 19 Wisatawan Berkualitas
MASALAH BALI Kesenjangan antarwilayah, khususnya kesenjangan pembangunan antara Bali selatan dengan Bali Utara, timur dan barat masih besar. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) belum optimal karena faktor kesehatan, pendidikan, dan tingkat penghasilan yang masih rendah. Pembangunan infrastruktur di Bali perlu diarahkan ke Bali utara, timur, dan barat untuk mengurangi kesenjangan yang terjadi. Daya saing komoditas ekspor Bali masih lemah. Lemahnya daya saing komoditas ekspor dari Bali, menjadikan nilai tambah pada ekonomi Bali juga tidak optimal.
I Gde Pitana
Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2018
Lagi, Tabanan Jadi yang Terbaik
PEMERINTAH Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti tak henti-hentinya menorehkan prestasi. Seperti Kamis (12/4) kemarin, Kabupaten Tabanan kembali mendapatkan penghargaan. Tabanan menjadi yang terbaik pada pencapaian dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2018, Tingkat Kabupaten se-Provinsi Bali. Piagam penghargaan itu diserahkan secara langsung oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika kepada Bupati Eka, Kamis (12/4) kemarin. Penghargaan diserahkan pada acara Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Bali Tahun 2019, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Dengan dianugerahinya Tabanan sebagai yang terbaik dalam Penyusunan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2018, Bupati Eka berharap berlanjut sampai menjadi yang terbaik tingkat Nasional. ‘’Ini kita harapkan nantinya akan berlanjut ke tingkat nasional. Jadi yang dinilai di sini bagaimana kita merencanakan pola dari RPJMD sampai kepada implementasinya. Penghargaan itu adalah bonus, yang lebih penting dari penghargaan ini adalah proses pencapaian penghargaan itu,’’ pungkasnya. Bupati juga mengapresiasi kinerja tim pelaksana perencanaan, termasuk Bappelitbang. Mereka bisa memfokuskan perencanaan sampai bisa jalan dengan dana yang terbatas. Ia mengakui susah sekali bekerja dengan PAD yang kecil, tetapi semua program harus jalan. ‘’Yang paling susah itu adalah duit gak ada tapi perencanaannya banyak. Nah bagaimana permintaan itu bisa terakomodir semua,
dengan asas keadilan, asas fungsi, dan manfaat yang tepat, sehingga merata dan semua kebagian. Duit yang sedikit itu susah, kalau punya duit banyak enak tinggal belanja aja, mau bikin apa-apa juga gampang,’’ imbuh orang nomor satu di Tabanan ini. Walaupun demikian, tambahnya, sangat bersyukur dengan keadaan yang serba terbatas berbagai prestasi sudah bisa diraih. Diakuinya bahwa kondisi tersebut yang membuat Tabanan terpacu untuk selalu berkreativitas. ’’Dengan dana yang sedikit, membuat rencana menjadi sangat terstruktur dan sangat rapi agar semua berjalan. Coba bayangkan, It’s Amazing. Dengan PAD yang kecil, dengan mayoritas masyarakat kita petani dan kita bisa. Hal. 19 Paling Berperan
PENGHARGAAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menerima penghargaan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
denpasar
2
Jumat Pon, 13 April 2018
Lahan Sawah Tersisa 2.444 Hektar Denpasar (Bali Post) -
Denpasar sebagai kawasan perkotaan menghadapi persoalan yang krusial dalam pertanian. Setiap tahun, luas areal sawah di Ibu Kota Provinsi Bali ini terus menyusut. Tahun 2017 lalu, luas areal sawah di Kota Denpasar tercatat 2.464 hektar. Namun akibat tingginya laju alih fungsi lahan pertanian dan pembuatan LC, luas areal sawah di Denpasar pada awal tahun 2018 ini tinggal tersisa 2.444 hektar. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar Ir. I Gede Ambara Putra, M.Agb. mengatakan hal itu, belum lama ini.
Bali Post/eka
SD Saraswati 1 Denpasar Bertabur Prestasi
Wakili Bali Lomba Matematika Nalaria ke Tingkat Nasional
PRESTASI - Ketua Yayasan PR Saraswati Bagus Ketut Lodji bersama Dewa Sukanada, Putu Gede Dirga menerima Kasek Kuaci Sukerti dan siswa berprestasi SD Saraswati 1 Denpasar. BULAN April ini memang bulan prestasi bagi warga SD Saraswati 1 (Rasone) Denpasar. Sejumlah prestasi diukir siswanya dari tingkat regional hingga tingkat nasional. Hal ini berdampak positif di saat sekolah ini membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018/2019. Prestasi pemuncak siswa SD Saraswati 1 Denpasar, yakni mewakili Bali pada lomba Matematika Nalaria ke tingkat nasional. Dua siswanya yakni Bayu Eka Pradipa dan I Made Galih Darmawan akan bersaing di ajang yang diadakan KPM (Klinik Pendidikan MIPA) Jakarta pada 15 April ini untuk meraih tiga terbaik. Di Bali Bayu (kelas IV) meraih juara II Matematika Nalaria dan kakak kelasnya I Made Galih Darmawan (kelas VI) meraih Juara Harapan II. Prestasi pemuncak lainnya, siswa SD Saraswati 1 Denpasar meraih juara I Siswa Berprestasi putri se-Kota Denpasar 2018 atas nama Ni Putu Diantha Audina (kelas V). Masih di akademik, siswa SD Saraswati meraih juara I olimpiade IPA di HUT SMPN 3 Denpasar oleh Kadek Dwi Chandra Daniswara, juara II Bahasa Inggris oleh Paramidhita Kanaya Tri Hapsari Pucangan. Di nonakademik meraih juara II melukis
oleh Ni Kadek Bulan Pradnyadewi, juara II Tari Wiranata oleh Kadek Suwargita Gadistya Chandra K. Siswanya juga juara II Tari Condong, juara harapan I, harapan II dan harapan II di Tari Puspanjali dan Condong. Di samping itu, siswanya meraih juara II dan III lomba mewarnai di Bali Post Goes to School. Di PSR Kota Denpasar, siswa SD Saraswati 1 Denpasar meraih satu emas di melukis, satu perak di tari, tiga perunggu di lomba baca puisi putra dan putri serta masatua Bali. Sedangkan di cabang olahraga (Porjar) Denpasar 2018 meraih satu emas, perak dan perunggu di renang dan meraih perunggu di judo. Kepala SD Saraswati 1 Denpasar Ni Made Kuaci Sukerti, S.Pd. ketika diterima Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Lodji, M.S. mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya karena anak-anaknya mendulang prestasi yang luar biasa. Ini semua berkat polesan siswa oleh gurunya di sekolah baik di akademis maupun di ekstra. Prestasi itu juga berkat dukungan orangtua siswa, soliditas guru dan yayasan. Untuk itu, dia berharap siswanya mampu mempersembahkan prestasi di lomba
Perbekel Plaga Dihukum 1,5 Bulan
Denpasar (Bali Post) Perbekel Plaga I Gusti Lanang Umbara alias Jik Lanang (39) segera bebas dari Lapas Kerobokan. Pascadituntut dua bulan penjara oleh JPU Made Lovi Pusnawan, majelis hakim pimpinan I Gde Ginarsa, Kamis (12/4) kemarin menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1,5 bulan (satu bulan 15 hari). Majelis hakim dalam amar putusannya mengatakan terdakwa terbukti melakukan penganiayaan ringan terhadap dokter jaga, dr. Grace Juniaty, di RSUD Mangusada Badung. Atas putusan itu, jaksa belum menyatakan menerima. Jaksa
masih memanfaatkan waktu sepekan untuk pikir-pikir. Sebelumnya oleh JPU, Lanang Umbara dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, sebagaimana dakwaan alternatif kedua. Terdakwa secara sah melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain. Terdakwa Lanang Umbara kemudian dijerat dengan Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP. (kmb37)
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : Dikaji, Kereta Api Jalur Mengwitani-Singaraja Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Matematika Nalaria tingkat nasional. Sementara prestasi nasional lainnya yang pernah diraih yakni juara umum MB tingkat nasional di Jember. Dengan prestasi ini, dia mengajak masyarakat yang ingin anaknya tampil berprestasi dan berkarakter untuk menitipkan pendidikan anak-anaknya di SD Saraswati 1 Denpasar di Jalan Kamboja. Tahun ini SD Saraswati 1 Denpasar akan menerima tiga kelas (120 orang) siswa baru. Jumlahnya dibatasi untuk memberi jaminan mutu. Uniknya, semuanya bebas biaya pendaftaran. Saat ini sudah 40 calon siswa yang menitipkan diri. Biaya pendidikan yang sudah berjalan Rp 250.500 sudah termasuk biaya komputer dan ekstranya gratis. Dari TK Saraswati dapat diskon 10 persen uang bangunan. Bagi siswa Islam dan Kristen diberikan pelajaran agama masing-masing. Bahkan, semua siswa wajib diajarkan esktra tari Bali, Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Kuaci Sukerti didampingi Wakasek Kurikulum Dra. Ni Ketut Sumawati, Wakasek Kesiswaan I Made Bawa Asdika, S.Pd., Wakasek Humas Ni Wayan Murniati, S.Pd. dan Wakasek Sapras I Wayan Sugiarta, S.Pd. menambahkan, di sekolah ini disiapkan 20 ekstra untuk mencetak SDM lulusan berkarakter. Ekstra unggulan Marching Band, Bahasa Inggris, Mandarin dan Jepang, seni tari dan melukis serta olahraga. Bahkan, dua kali siswanya menjadi duta RI pertukaran budaya ke Jepang. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. ikut berbangga karena prestasi anak-anak SD Saraswati 1 Denpasar semakin meningkat. Ini menandakan PBM akademis dan ekstranya berjalan berkualitas. Ke depan, SD Saraswati 1 ini akan menjadi gudangnya siswa berprestasi. ‘’Ini juga berkat pembinaan dan kerja keras guru dan kasek. Untuk itu, kami minta masyarakat segera menentukan pilihan di SD Saraswati 1 Denpasar jika ingin anaknya berkarakter dan berprestasi,’’ tegasnya. (ad646)
Menurut Ambara Putra, dari empat kecamatan yang ada di Kota Denpasar, lahan sawah yang paling sempit ada di wilayah Kecamatan Denpasar Barat. Kecamatan ini hanya menyisakan lahan pertanian sebanyak 300 hektar. “Setiap tahun lahan sawah di Denpasar diperkirakan menyusut sekitar 20-30 hektar. Alih fungsi lahan ini akibat semakin tingginya kebutuhan warga akan perumahan,” ujarnya. Ambara Putra menegaskan, pihaknya belum bisa membatasi penjualan tanah persawahan yang ada di Kota Denpasar. Pasalnya, sampai saat ini belum ada perda untuk mengikat penjualan lahan. Terlebih lahan tersebut milik pribadi. Sebelumnya, jika perekonomian naik, penyempitan lahan karena dijual untuk pembangunan hingga 30-40 persen setiap tahunnya. “Saat ini kami hanya bisa melakukan upaya pelestarian untuk menangkal hilangnya lahan pertanian di Kota Denpasar, dengan membentuk Subak Lestari. Subak lestari tersebut nantinya diperkuat dengan awig-awig yang
ditetapkan oleh masing-masing desa yang di dalamnya akan mengikat tentang pembangunan di kawasan persawahan,” katanya. Menurut Ambara Putra, di Denpasar sudah ada lima subak lestari dengan luas 300 hektar. Kelima subak itu meliputi Subak Sembung, Subak Anggabaya, Subak Umadesa, Subak Umalayu dan Subak Intaran. Subak Lestari ini sudah ada di tiga kecamatan, yakni Denpasar Utara, Denpasar Timur dan Denpasar Selatan. “Untuk wilayah Denpasar Barat, subak lestari itu masih diprogramkan. Di sana paling tinggi laju alih fungsi lahannya,” ujarnya. Sementara itu, pihaknya berupaya membuat sejumlah terobosan untuk meningkatkan produktivitas petani di Denpasar. Sejalan dengan itu, pendukung lainnya juga mendapat perhatian serius dari jajaran Dinas Pertanian Kota Denpasar. Seperti pembuatan sarana dan prasarana subak. Setelah memperbaiki irigasi, kini Distan berupaya untuk membuat jalan melingkar di empat subak lestari. Masing-masing subak akan
dibuatkan jalan sepanjang satu kilometer. Keempat subak lestari tersebut yakni Subak Anggabaya, Subak Umaayu, Subak Intaran dan Subak Umadesa. Dengan adanya jalan usaha tani tersebut, para petani akan dipermudah membawa kendaraan untuk mengambil hasil panen. Selain itu, juga akan dipermudah untuk membawa peralatan seperti traktor. Selain menjadi jalan usaha pertanian, pembuatan jalan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai jogging track. “Dari lima subak lestari yang ada di Denpasar, satu subak yakni Subak Sembung sudah memiliki jalan usaha tani pertama sebagai percontohan. Untuk empat subak lestari lainnya, baru dianggarkan pada tahun 2018 ini,” katanya dan menambahkan, pembangunan jalan usaha tani di empat subak itu dianggarkan Rp 3 miliar. (kmb12/kmb13) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Sukamerta Dilantik Jadi Rektor Unmas 2018-2022
Yayasan Targetkan Kampus Baru Segera Terwujud
KAMIS (12/4) kemarin, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. dilantik menjadi Rektor Unmas periode 2018-2022. Pelantikan dilakukan Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. dalam suasana penuh kekeluargaan di Ruang Sidang Unmas. Acara juga dihadiri Koordinator Kopertis VIII Prof. I Nengah Dasi Astawa beserta para dosen. Sukamerta yang terpilih kedua kalinya secara aklamasi pada pilrek belum lama ini, langsung merombak kabinetnya. Pertama, sebagian jabatan wakil rektor (WR) dijabat dosen muda berprestasi. Kedua, jabatan WR V Bidang Kerja sama kini ditiadakan karena langsung ditangani tim khusus kerja sama internasional. Usai dilantik, Rektor Made Sukamerta melantik wakil rektor. WR I kini dipercayakan kepada Dr. I Wayan Gede Wiryawan, S.H., M.H., WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M. dan WR III tetap dipegang Ir. I Made Satsra Wibawa, M.Erg. Rektor Made Sukamerta mengungkapkan, terpilihnya dia secara aklamasi sebagai rektor untuk kedua kalinya adalah sebuah amanah untuk terus membawa kemajuan bagi Unmas. Makanya, dengan rendah hati dia minta dukungan civitas akademika serta yayasan untuk maju bersama membawa Unmas lebih maju, kuat dan berkualitas. Untuk mencapai target trsebut, Sukamerta terus meningkatkan mutu dosen, membangun kampus baru di Padanggalak serta menggabungkan Akademi Farmasi dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (Stiba) Saraswati, guna menjadikan Unmas makin kuat. Makanya dia bertekad segera mewujudkan keinginan yayasan segera membangun kampus baru dalam waktu dua tahun ke depan. Untuk menghadapi tantangan PT di era revolusi industri
PELANTIKAN REKTOR - Koodinator Kopertis Dasi Astawa bersama Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji dan pengurus berfoto bersama seusai pelantikan Rektor Unmas Made Sukamerta dan WR Unmas. 4.0 harus dengan memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk itu, jabatan WR didominasi dosen muda serta ramping struktur, namun kaya fungsi. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. juga berbangga Made Sukamerta terpilih secara aklamasi. Ini menandakan iklim demokrasi di Unmas berjalan baik. Unmas di bawah Sukamerta bersama WR yang diganti sudah sukses membawa Unmas masuk 100 PT terbaik dari 4.500 PT di Indonesia dan menjadi PTS terbaik I di Bali versi 4ICU. Prestasi ini, katanya, harus ditingkatkan hanya dengan kerja keras. Dosen dan pejabat harus disiplin sebagai pelayan. Dia yakin Rektor dan WR Unmas yang terpilih adalah SDM unggulan Unmas dan sudah teruji jiwa wirang-nya terhadap Saraswati. ‘’Kita harus bertekad membesarkan Saraswati,’’ ujarnya. Yayasan juga menargetkan Sukamerta bersama jajarannya
segera mewujudkan kampus baru di Padanggalak. Paling tidak tahun pertama sudah mulai membangun dan tuntas dalam waktu empat tahun. Apalagi Unmas adalah kampus kepercayaan masyarakat Bali. Bagus Ketut Lodji juga minta Unmas ke depan lebih banyak menggali dana dari riset dan kerja sama. Dengan demikian, kampus Unmas nanti tak lagi mengandalkan biaya dari SPP mahasiswanya, melainkan kampus dengan biaya terjangkau namun berkualitas. Hal itu juga ditekankan Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa bahwa Unmas adalah kampus yang sehat dan tampil luar biasa. Setelah Prodi Manajemen FE meraih akreditasi A, dia berharap 2018 ini tiga prodi lagi di Unmas dapat akreditasi A, bahkan AIPT meraih akreditasi A. Caranya, semua potensi Unmas disinergikan menjadi kekuatan. Makanya Dasi menekankan pentingnya soliditas dan solidaritas yayasan dan rektorat harus terjaga. (ad647)
Peringati Serangan Umum Kota Denpasar
Jaya Negara Berbagi Kasih kepada Veteran SEBAGAI wujud perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar terhadap keberadaan para veteran di Denpasar, berbagai bantuan telah disalurkan secara langsung untuk para mantan pejuang kemerdekaan tersebut. Salah satunya berbagi kasih dengan menyerahkan bantuan kepada empat veteran yang berjuang pada Serangan Umum Kota Denpasar. Bantuan ini diserahkan Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dengan terjun langsung ke tempat tinggal para pejuang Serangan Umum Kota Denpasar, Kamis (12/4) kemarin. Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara ditemui seusai menyerahkan bantuan mengatakan, penyerahan bantuan tersebut berkaitan dengan peringatan Serangan Umum Kota Denpasar yang diperingati setiap 11 April. Bantuan ini sebagai bentuk perhatian Pemkot Denpasar kepada para veteran yang telah berjuang untuk keutuhan bangsa dan negara. Dikatakannya, bantuan ini tidaklah seberapa nilainya jika dibandingkan dengan pengor-
banan para veteran. Peristiwa perjuangan dalam merebut kemerdekaan memang merupakan suatu peristiwa bersejarah yang dilakukan oleh para pemuda pejuang waktu itu untuk memberikan perlawanan kepada para penjajah Belanda, bahwa NKRI masih berdaulat. ‘’Saat-saat perjuangan dulu yang dilakukan oleh para veteran hendaknya dapat
dijadikan inspirasi oleh para generasi muda untuk mengisi pembangunan ini,’’ ujar Jaya Negara. Jaya Negara berharap nilainilai perjuangan yang dilakukan oleh para veteran pejuang Serangan Umum Kota Denpasar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dikatakannya, peristiwa Serangan Umum Kota Denpasar
VETERAN - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua Legiun Veteran Republik (LVRI) Kota Denpasar Djero Wiladja, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwantara dan para camat saat menyerahkan bantuan kepada veteran, Kamis (12/4) kemarin.
memang merupakan suatu peristiwa bersejarah yang dilakukan oleh para pemuda untuk memberikan peringatan kepada para penjajah Belanda, bahwa Negara Kesatuan RI masih berdaulat. ‘’Perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan hendaknya dapat dijadikan inspirasi oleh para generasi muda untuk mengisi pembangunan di Kota Denpasar,’’ harapnya. Adapun empat pejuang yang menerima bantuan, di antaranya I Nyoman Dana dari Desa Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, I Ketut Rena dari Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Ni Wayan Gateri dari Kelurahan Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat dan I Gusti Ayu Agung Adi Pertiwi dari Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Ketua Legiun Veteran Republik (LVRI) Kota Denpasar Djero Wiladja didampingi Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwantara mengatakan, perhatian Pemkot Denpasar terhadap para veteran sudah sangat baik. Dalam usia yang makin tua,
perhatian Pemkot Denpasar sangat berarti. ‘’Ini merupakan bentuk perhormatan kepada para pejuang yang masih hidup saat ini menjadi veteran,’’ katanya seraya berharap perhatian yang tinggi terhadap para veteran terus dilanjutkan. Salah seorang veteran yang menerima bantuan I Nyoman Dana didampingi oleh anaknya Ketut Kasiana merasa sangat berterima kasih kepada Pemkot Denpasar yang sudah memperhatikan dan menghargai masyarakatnya, terutama para veteran. Perhatian tersebut bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga telah memperingati jasa-jasa para veteran dengan merayakan hari-hari bersejarah seperti Puputan Badung, Serangan Umum Kota Denpasar dan hari bersejarah lainnya. Pemkot Denpasar sangat memperhatikan orangtuanya yang pernah berjuang mempertaruhkan jiwa raganya demi meraih kemerdekaan. Dirinya berharap, ke depan hal seperti ini terus ditingkatkan agar para veteran dapat menikmati masa tuanya dengan baik dan bahagia. (ad649)
BADUNG
Jumat Pon, 13 April 2018
3
Program ”Free Wifi” Serap Anggaran Rp 26,8 Miliar Mangupura (Bali Post) –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mulai menggarap rencana pemasangan wifi gratis di areal publik. Untuk tahap awal, Pemkab Badung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat mulai membangun puluhan tower kamuflase yang menyerupai pohon kelapa.
Bali Post/eka
Retribusi Pengujian Alat Pemadam Kebakaran Tahun
Target
Realisasi
2014
155.700.000
213.787.000
2015
155.700.000
279.942.290
2016
155.700.000
285.244.000
2017
165.277.600
549.244.000
harus mendapat rekomendasi dari Dinas Kebakaran. Karena itu, pihaknya terus menggeber pengujian alat pemadam kebakaran di hotelhotel yang ada di gumi keris. Hasilnya, dari pengujian itu Dinas Kebakaran berhasil meraup retribusi yang cukup besar. Bahkan retribusi yang disumbang instansi ini tiap tahun terus mengalami kenaikan. “Naiknya sumbangan retribusi ini dari sejumlah program inovasi. Di antaranya, gencarnya kegiatan pelatihan dan pengujian alat pemadam ke hotel-hotel. Dari situ ada retribusi,” ujar Wirya, Kamis (12/4) kemarin.
Menurut Wirya, setelah mendapat rekomendasi dari DPKP, baru izinnya bisa dilanjutkan prosesnya di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (BPM-PST). Kendati demikian, pihaknya bersyukur kesadaran akomodasi wisata yang ada di Gumi Keris untuk menguji alat pemadamnya semakin tinggi. “Sekarang tiap mengurus izin untuk pemanfaatan bangunan harus dapat rekomendasi dari kami. Jika tidak, izinnya tidak bisa diproses. Kami terus mengimbau agar alat pemadam itu diuji secara berkala, sehingga saat diperlukan bisa berfungsi dengan baik,” ujarnya. (kmb27)
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan kerja (Kunja) Bupati Banjar, Kalimantan Selatan H. Khalilurrahman bersama rombongan di Puspem Badung, Kamis (12/4) kemarin. Tujuan Bupati Banjar ke Kabupaten Badung dalam rangka menimba ilmu khususnya mengenai pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif serta peningkatan PAD Kabupaten Badung. Hadir mendampingi Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Ny. Seniasih Giri Prasta beserta OPD terkait dilingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Bupati Banjar menyampaikan kedatangannya ke Kabupaten Badung untuk belajar lebih banyak berkaitan dengan sumber-sumber pariwisata yang banyak dan cara mengembangkan pariwisata yang terdapat di Kabupaten Badung. “Bagaimana meningkatkan PAD melalui pariwisata, melalui potensi yang dimiliki,” katanya.
Badung Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik II dari Provinsi Bali
PEMERINTAH Kabupaten Badung memperoleh Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik II Tahun 2018 dari Provinsi Bali. Penghargaan khususnya dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah tahun 2018 ini diberikan
pada saat pembukaan Musrenbang Provinsi Bali Tahun 2018 di Ruang Wisya Sabha Kantor Gubernur Provinsi Bali Renon Denpasar, Kamis (12/4) kemarin. Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik II dari Provinsi
MENERIMA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik II tahun 2018 dari Provinsi Bali yang diserahkan langsung oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika di Ruang Wisya Sabha Kantor Gubernur Provinsi Bali Renon Denpasar, Kamis (12/4) kemarin.
Bali langsung diserahkan oleh Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan diterima oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Penyerahan penghargaan juga disaksikan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian PPN/ Kepala Bappenas RI, Kemenkeu RI, Kemenpan RI, Kemen Pariwisata, Kemen PU dan Perumahan Rakyat, Komisi XI DPR-RI, Kepala OPD di Lingkungan Provinsi Bali, para bupati/walikota se-Bali. Usai menerima penghargaan, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini, katanya menjadi tolak ukur keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam melaksanakan pembangunan yang terarah tepat sasaran dan berkarakter. “Ini sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati, yakni memantapkan arah pembangunan Badung berlandaskan Tri Hita Karana menuju masyarakat yang maju damai dan sejahtera,” kata Wabup Suiasa. Wabup Suiasa juga mengu-
mungkin dibangun dengan APBD sendiri. Jadi, kita kerja samakan. Ada dari Mitra Tell, dari TBG dan lainnya, bukan dengan satu pihak saja,” katanya. Terkait jumlah tower kamuflase yang akan dibangun, birokrat asal Sembung itu mengatakan akan disesuaikan dengan kebutuhan untuk menjangkau seluruh wilayah Badung. Program ini diagendakan rampung tahun ini. “Kami sedang menyusun master plan, karena apapun yang dibangun untuk berakses dan ber-android harus ada infrastrukturnya yang harus dibangun. Untuk saat ini, baru simpul-simpul strategis dulu yang dibangun untuk meng-cover semua area yang jumlahnya akan disesuaikan,” tegasnya. Weda Dharmaja menambahkan, program internet gratis untuk masyarakat Badung menyerap anggaran sekitar Rp 26.874.132.581,00.
Dengan lingkup pekerjaan, seperti pengadaan barang yang meliputi identifikasi kondisi lapangan, pengadaan perangkat jaringan, pemasangan instalasi termasuk setting konfigurasi, testing, komisioning dan pelatihan untuk alih pengetahuan untuk akses internet di Kabupaten Badung. Kecepatan internet gratis yang disediakan mencapai 5-10 Mega Byte Per Second (MBps). “Internet gratis akan dipasang di tempat-tempat umum, seperti bale banjar, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, kantor desa, kantor camat dan sekolah di seluruh Kabupaten Badung. Ada 986 jaringan wifi nantinya kami pasang,” jelasnya. Dengan kecepatan 5-10 MBps di masing-masing titik, kata Weda Dharmaja layanan internet gratis dapat diakses 10-15 orang, baik menggunakan perangkat komputer, laptop maupun smartphone. (kmb27)
Bupati Banjar Kalimantan Selatan Kunjungi Puspem Badung
Keluarkan Rekomendasi, DPKP Kantongi Ratusan Juta Rupiah Mangupura (Bali Post) – Membangun akomodasi pariwisata di Badung harus mengantongi sejumlah persyaratan. Salah satunya rekomendasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) setempat. Kebijakan yang telah diatur dalam Perda Badung Nomor 23 Tahun 2014 terkait pemungutan retribusi pengujian alat pemadam ini telah menghasilkan ratusan juta rupiah. Dari tahun 2014-2017, realisasi retribusi yang disumbang instansi ini ke kas daerah selalu di atas target. Misalnya pada tahun 2014, 2015, 2016, dari target Rp 155.700.000 realisasinya terus naik, masing-masing sebesar Rp 213.787.000, kemudian Rp 279.942.290 dan naik lagi menjadi Rp 285.244.000. Pada tahun 2017 saat target dinaikan menjadi Rp 165.277.600, realisasinya bahkan naik berlipat-lipat menjadi Rp 549.244.000. Kepala DPKP Badung I Wayan Wirya mengatakan, pemerintah mewajibkan semua akomodasi yang ingin memanfaatkan bangunan
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung Wayan Weda Dharmaja mengatakan, pembangunan tower kamuflase merupakan bantuan pihak ketiga. Pembangunan menara di taman meridian jalan ini sebagai tempat pemasangan fiber optic (FO). “Ini (tower kamuflase - red) merupakan salah satu penopang program free wifi yang berkaitan dengan program Smart City. Infrastruktur ini sampai ke tingkat desa. Ini yang nantinya akan mensupport wifi hingga ke tingkat desa,” ujar Weda Dharmaja, Kamis (12/4) kemarin. Menurut Weda Dharmaja, pembangunan tower Smart City itu telah dilakukan di enam kecamatan, seperti Mengwi, Petang, Abiansemal, Kuta, Kuta Selatan dan Kuta Utara. Setidaknya ada sekitar 40 tower kamuflase yang telah dibangun. “Ini dibangun pihak ketiga, karena tidak
capkan terima kasih kepada seluruh OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung yang selalu bersinergi dengan aturan Pemerintah Provinsi maupun pusat demi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Badung. “Apa yang diraih Kabupaten Badung ini hendaknya menjadi pemicu untuk pembangunan yang berkarakter dan terarah serta tepat sasaran,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Bappeda Badung Made Wira Darmaja usai penerimaan penghargaan tersebut mengatakan, penghargaan yang diraih Kabupaten Badung ini merupakan wujud nyata serta keseriusan Pemerintah Kabupaten Badung dalam melakukan perencanaan pembangunan di Kabupaten Badung secara menyeluruh. “Pemberian penghargaan ini juga sebagai upaya mendorong agar Kabupaten Badung mampu melaksanakan pembangunan ke arah yang lebih baik, sesuai hasil capaian dan sisi manfaat serta sasaran yang direncanakan baik fisik maupun nonfisik,” katanya. (ad641)
Sementara itu, Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Banjar, khususnya Bupati dan istri yang telah berkenan berkunjung ke Kabupaten Badung dalam rangka studi komparasi bagaimana untuk memajukan wilayah dalam bidang pariwisata, ekonomi kreatif dan percepatan dalam bidang pengembangan dalam bidang usaha. Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut memaparkan bagaimana meningkatkan sumber pendapatan asli daerah. Salah satu kiat yang disebut adalah menggali potensi lokal yang dimiliki. Itu yang menurutnya dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, sehingga menjadi seperti sekarang. Walau begitu, lanjut Bupati Giri Prasta, tetap saja perlu ada pembenahan-pembanahan yang harus dilakukan. Untuk itu, bupati juga membuka sharing sehingga tujuan untuk menyejahtera-
MENERIMA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua Dekranasda Ny. Seniasih Giri Prasta foto bersama seusai menerima Bupati Banjar, Kalimantan Selatan H Khalilurrahman bersama rombongan di Puspem Badung, Kamis (12/4) kemarin. kan masyarakat dapat tercapai. “Dalam kesempatan inilah dapat dilakukan sharing yang dilakukan bersamasama dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi selaku eksekutif, selaku bupati dan satuan perangkat daerah. Berkenaan dengan program yang sudah dilaksanakan di
Pemkab Badung, kami bisa mengkolaborasikan program yang belum sempurna, kita minta di Kabupaten Banjar. Begitu pula sebaliknya, sehingga tri pola yaitu pola program, pola penjelasan dan pola pembiayaan ini dijadikan role model,” kata Bupati Giri Prasta. (ad640)
Pemisahan Dapil Petang-Abiansemal
PDI-P dan Golkar Optimis Perolehan Kursi Naik Mangupura (Bali Post) – Partai besar di Kabupaten Badung, yakni PDI Perjuangan (PDI-P) dan Golkar menyambut gembira pemisahan daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Petang dengan Abiansemal. Pasalnya, kebijakan ini tidak hanya menguntungkan masyarakat di Kecamatan Petang yang akan memiliki calon wakil rakyat atau kursi di DPRD Badung lebih banyak dalam Pemilu Legislatif 2019, namun juga mendapatkan celah bagi partai dalam meraup suara di dapil baru tersebut. Bahkan sejumlah partai telah menargetkan peningkatan jumlah kursi di parlemen Badung. Namun yang memiliki kans besar merebut kursi di Dapil petang adalah PDI-P. Hal ini dilihat dari rekor saat Ketua DPC PDI Perjuangan Badung Nyoman Giri Prasta meraup suara paling tinggi di Kecamtan Petang saat menjadi calon legislatif dari Dapil Petang dan Abiansemal yang masih digabung menjadi satu. Kendati demikian, Golkar juga berminat dengan peluang tersebut. Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung Putu Parwata mengatakan,
pemisahan Dapil Petang-Abiansemal memang memberikan peluang masyarakat di Kecamtan Petang dalam keterwakilan di kursi dewan semakin besar. Hal ini juga menjadi kekuatan politik bagi PDI-P dalam menambah suaranya di sana. “Nanti kami tandemkan di sana untuk meningkatkan kursi PDI-P di DPRD Badung. Yang jelas target sesuai arahan ketua harus naik jumlah kursi PDI-P di Dewan. Sabtu nanti kami mendapatkan arahan serta melakukan perumusan terhadap Pileg dan Pilkada Bali dari DPD PDI-P dan arahan tersebut nantinya disebarluaskan ke masing-masing kabupaten dan kota yang ada di Bali,” ujar Parwata, Kamis (12/4) kemarin. Hal senada dilontarkan Sekretaris DPD II Golkar Badung I Wayan Suyasa. Politisi ini menyambut baik keputusan KPU memisahkan Dapil Abiansemal-Petang sebagaimana yang diusulkannya beberapa waktu lalu. “Secara tata wilayah, Kecamatan Petang cukup luas. Artinya, pemisahan dapil membuat representasi masyarakat yang terwakili menjadi lebih banyak secara kewilayahan, mengingat saat dapil masih
gabung mayoritas anggota yang terpilih dari Kecamatan Abiansemal,” katanya. Sebagai partai besar, kata Suyasa dari tiga kursi di Dapil Petang, Golkar mempertahankan satu kursi. “Dari tiga kursi itu, kami yakin dan optimis minimal dapat satu kursi,” tegas Suyasa yang kini duduk di Ketua Komisi II DPRD Badung.Dari data yang diperoleh, kursi PDI-P di DPRD Badung sebanyak 16 kusri, Golkar 10 kursi, Gerindra empat kursi, Demokrat tujuh kursi, Hanura dua kuris dan Nasdem satu kursi. Hal ini diprediksi bisa naik jika PDI-P bisa menempatkan kader-kader potensial di Kecamatan Petang, mengingat pemilih dikecamatan ini sebanyak 24.610 pemilih, Kecamatan Abiansemal 71.143 pemilih, Kuta 34.809 pemilih, Kuta Selatan 77.313 pemilih, Kuta Utara 59.894 pemilih dan Mengwi 94.296 pemilih dalam Pilgub ini. Sementara pada Pilbub 2015 lalu, Kecamatan Abiansemal 69.844 pemilih, Kuta 37.655 pemilih, Kuta Selatan 76.468 pemilih, Kuta Utara 57.903 pemilih, Mengwi 92.901 pemilih dan Petang 24.549 pemilih. (kmb27)
Polisi Sita 696 Liter Arak Denpasar (Bali Post)Korban tewas akibat minuman keras (miras) oplosan yang mencapai 52 orang di Jawa Barat, disikapi serius Polresta Denpasar dan Polres Badung. Kepolisian langsung menyisir pedagang arak dan berhasil menyita 696 liter arak, Rabu (11/4) lalu. Operasi akan terus dilakukan untuk meminimalisasi peredaran miras tradisional Bali tersebut. Dikonfirmasi Kamis (12/4) kemarin, Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta mengatakan, untuk
menyelamatkan krama Bali dari miras oplosan, pihaknya langsung menggelar razia. Operasi dilaksanakan Tim Satresnarkoba dipimpin Kasat AKP Djoko Hariadi dan menyisir pedagang arak yang ada di wilayahnya. Alhasil di warung milik MA (46) di Jalan Kubu Gunung, Kuta Utara, diamankan enam liter arak. Setelah itu polisi menggeledah warung milik MY (38) di wilayah Kerobokan, Kuta Utara dan diamankan 15 liter arak. Operasi dilanjutkan ke wilayah Blahkiuh, Kecamatan Abi-
ansemal. Di warung milik OS (44) diamankan 25,5 liter arak. Hasil sitaan paling banyak didapat di warung milik WS (32) di Jalan Kubu Gunung, Kuta Utara, yaitu 343,5 liter arak beragam kemasan. “Total arak yang kami amankan 456 liter arak. Kami imbau kepada masyarakat agar tidak minum minuman keras karena merugikan,” tegasnya. Sementara itu, Polresta Denpasar menyita 240 liter arak. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo didampingi Kasa-
tresnarkoba Kompol Aris Purwato berharap tidak ada korban sia-sia di Bali akibat miras oplosan. Oleh karena itu, pihaknya gencar melakukan razia miras. Hasil operasi Rabu (11/4), di warung NH (46) di Jalan Wandira Sakti, Denpasar Barat disita lima liter arak. Selain itu, razia dilakukan di warung milik Desak PA (43) di Jalan Bikini Gang I, Tegal Lantang Kaja, Denpasar Barat. Barang bukti yang diamankan delapan jerigen masing-masing berisi 30 liter arak. (kmb36)
Bali Post/ist
MIRAS - Operasi miras dilakukan anggota Polres Badung guna mengantisipasi peredaran arak metanol.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi Denpasar Gelar Yudisium I 2018
Jumat Pon, 13 April 2018
Senator Terima Kepala OJK Bali, NTB dan NTT di Gedung Pancasila
Lulusan Siap Bersaing secara Profesional, Arif Demi Target KUR, Wedakarna Gagas dan Bijaksana Berlandaskan Agama dan Budaya MoU OJK dengan FE di PTN/PTS Se-Bali
FAKULTAS Ilmu Agama dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar Yudisium Periode I Tahun 2018 di Hotel Nikki, Denpasar, Kamis (12/4) kemarin. Sebanyak 23 orang calon wisudawan dilepas yang terdiri atas 21 orang dari Prodi Ilmu Filsafat Hindu dan 2 orang dari Prodi Ilmu Hukum Agama Hindu. Mereka dilepas Dekan Fakultas Ilmu Agama dan Kubudayaan Unhi Denpasar Drs. I Putu Sarjana, M.Si. didampingi Wakil Dekan Dr. I Wayan Martha, M.Si. beserta Kaprodi serta dosen Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi Denpasar. Lulusan terbaik pada yudisium Periode I Tahun 2018 ini diraih oleh Gusti Ngurah Made Labendra dengan predikat Cumlaude (IPK 3,73) dari Prodi Ilmu Hukum Agama Hindu. Putu Sarjana mengatakan, di tengah perkembangan era globalisasi dan teknologi informasi yang semakin kompleks, membangun kualitas SDM berlandaskan agama dan budaya harus dilakukan. Terlebih dalam menghadapi industri 4.0 atau era inovasi disruptif, tidak ada pilihan lain kecuali memperkuat kemampuan inovasi dan menyiapkan SDM terbaik Indonesia menjadi Sarjana Hukum Agama dan Sarjana Filsafat Agama Hindu yang humanis, profesional, unggul, arif dan bijaksana. Fakultas llmu Agama dan Kebudayaan Unhi Denpasar sebagai lembaga yang unggul dalam bidang pengkajian, pengembangan dan pelestarian agama dan budaya Hindu telah mencetak lulusan dengan kompetensi optimal dengan menghasilkan Sarjana Pendidikan Agama, Sarjana Hukum Agama dan Sarjana Filsafat Agama. Upaya dalam meningkatkan mutu pen-
YUDISIUM – Dekan Drs. I Putu Sarjana, M.Si. (kiri) melepas 23 orang calon wisudawan pada acara Yudisium Periode I Tahun 2018 Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi Denpasar di Hotel Nikki, Kamis (12/4) kemarin. didikan telah dilakukan melalui tas,’’ tandas Putu Sarjana. pembaruan kurikulum, pembelajaIa berpesan kepada calon wisuran dan pengembangan mahasiswa dawan agar dapat menggunakan secara holistik. ilmu pengetahuannya untuk Dijelaskannya, pembaruan kuri- diabdikan di masyarakat secara kulum pada prodi-prodi di Fakultas terukur. Sebab, pengujian keIlmu Agama dan Kebudayaan telah mampuan secara individu akan mampu memberikan jawaban atas terimplementasi dari seberapa tantangan yang harus dihadapi besar para lulusan bisa mengaktuoleh civitas akademika Fakultas alkan jati dirinya di masyarakat. llmu Agama dan Kebudayaan pada ‘’Jangan pernah menjadi congkak era indutri 5.0. Pihaknya tengah akademik. Gunakanlah kesarjamempersiapkan mata kuliah yang naan saudara untuk mendapatmampu memberikan pendampingan kan nilai kehidupan yang lebih sebagai upaya menyiapkan lulusan tinggi. Raihlah Catur Purusa yang mampu berdaya saing. ‘’Pro- Artha, dapatkalah harta dengan gram studi yang ada di Fakultas jalan dharma (kewajiban/swadIlmu Agama dan Kebudayaan telah harma) dan setelah mendapat mengikuti akreditasi dari BAN-PT harta gunakanlah dengan sebaikdan mendapatkan nilai A pada Prodi baiknya untuk 40% kesejahterIlmu Filsafat Agama Hindu dan aan, 30% pendidikan, 30% yadnya Nilai B pada Prodi Ilmu Hukum dan punia. Karena pada hakikat Agama Hindu. Ini menandakan akhir tan harta, tan kama pidonya bahwa prodi kami telah berkuali- tan yasa,’’ pungkasnya. (ad644)
Stikes Wira Medika Bali
Tingkatkan ”Skill’’ Teknologi Laboratorium Klinik di RS Rujukan Indonesia Timur
PROGRAM Studi Analis Kesehatan Stikes Wira Medika Bali telah melangsungkan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dua provinsi, yaitu Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng). PKL dilaksanakan selama dua bulan bertujuan menambah kompetensi di bidang teknologi laboratorium (lab) klinik. PKL diikuti 42 orang mahasiswa semester VI D-3 Analis Kesehatan. Lahan PKL di Jawa Timur meliputi Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya yang merupakan pusat rujukan di wilayah Indonesia Timur. RSUD Dr. Soetomo Surabaya menjadi rumah sakit pusat rujukan di Wilayah Indonesia Timur. Sementara lahan PKL di Jawa Tengah meliputi Balai Laboratorium Kesehatan (Balabkes) Jawa Tengah merupakan pusat rujukan di Jateng. Hal tersebut membuat lahan PKL yang dipilih banyak diminati oleh institusi kesehatan lainnya. Dalam upaya meningkatkan mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit, maka lahan PKL mengadakan skrening (placement test) terhadap peserta PKL seperti yang dilakukan oleh RSUD Dr. Soetomo.
PKL – Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. dan Ketua Program Studi D-3 Analis Kesehatan bersama mahasiswa yang mengikuti PKL di Jatim dan Jateng. ‘’PKL merupakan bentuk implementasi secara sistematis yang menyesuaikan antara kemampuan, keahlian dan keterampilan yang didapatkan mahasiswa dalam pembelajaran selama proses perkuliahan,’’ ungkap Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri, S.Si., M.Si. selaku Ketua Program Studi D-3 Analis Kesehatan Stikes Wira Medika Bali. Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana,
M.M. menyatakan akan terus mendukung jalannya kegiatan Program Studi Analis Kesehatan guna meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan laboratorium klinik. ‘’Kami juga akan berupaya memperluas jalinan kerja sama dengan instansi kesehatan sebagai lahan PKL dan lahan praktik lapangan. Ke depannya PKL diupayakan dilakukan di luar negeri,’’ paparnya. (ad650)
Stikom Bali, Kampus Pertama Gunakan Smart Lab Virtualization DesktopIP di Dunia
MASYARAKAT digital Indonesia kini telah memasuki masa rapid data exchange yang ditunjukkan dari beberapa aspek antara lain semakin berkembangnya infrastruktur teknologi yang memungkinkan terjadinya pertukaran data secara cepat serta dari sisi aksesibilitas masyarakatnya semakin mudah mengakses internet dari mana pun dan perangkat apa pun. Kemajuan internet saat ini membawa Indonesia siap menerapkan High Level Culture yaitu merealisasikan konsep freedom of computing pada berbagai sektor seperti bisnis, pendidikan bahkan pemerintahan. Pengguna dapat secara fleksibel mengakses virtual desktop di mana pun dan dari perangkat apa pun. Stikom Bali sebagai kampus IT pertama dan terdepan di Bali siap merealisasikan hal tersebut dengan mengembangkan dunia digital di bidang pendidikan sebagai pengguna teknologi Smart Lab Virtualization DesktopIP pertama di dunia. Momentum ini merupakan langkah pertama bagi Stikom Bali menjadi Smart Campus pertama di Bali setelah Universitas Indonesia. Hal ini terungkap dalam launching Stikom Bali Goes to Smart Campus yang meliputi Smart Lab, Virtualization Research Center dan kelas eksekutif.com yang digelar di Aula STMIK Stikom Bali, Rabu (11/4). Dengan menggunakan teknologi Smart Lab Virtualization DesktopIP akan mempermudah sistem perkuliahan modern tanpa tergantung kelas atau ruang konvensional. Seperti yang telah dijalankan Stikom Bali, setiap mahasiswa bisa mengakses materi perkuliahan, diskusi bersama para dosen, menyelesaikan urusan keadministrasian dan memperoleh literasi penting dari dalam
KOMITE III DPD-RI Utusan Provinsi Bali Bidang Ekonomi Kreatif, Kesejahteraan Rakyat dan Pendidikan Tinggi, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, menerima audiensi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah VIII (Bali, NTB, NTT) Hizbullah di Gedung Marhaen Pancasila, Kawasan Niti Mandala Renon, Denpasar. Dalam audiensi tersebut, sejumlah hal disampaikan oleh Kepala OJK terkait kinerja OJK termasuk rencana sejumlah program tahun 2018 yang diharapan bisa bersinergi dengan DPD-RI. Senator Arya Wedakarna menilai inisiatif OJK untuk berkomunikasi dengan perwakilan masyarakat Bali patut diapresiasi, karena salah satu syarat untuk membantu menyukseskan program pusat adalah komunikasi aktif para pejabatnya demi kepentingan masyarakat. ‘’Tempo hari saya sudah mendengar laporan OJK Bali Nusra di Nusa Dua, ada berita yang menggembirakan dan mengecewakan. Kita gembira karena pertumbuhan ekonomi Bali sudah di atas rata–rata nasional, ini bagus untuk Bali. Tapi yang mengecewakan bahwa target penyerapan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh sindikasi bank yang diberikan mandat oleh negara baik bank BUMN dan bank daerah masih jauh dari target. Padahal Bali susah payah mendapatkan alokasi atau kuota tahun 2017. Akibatnya kekhawatiran saya terjadi, bahwa tahun 2018 ini jatah Bali menjadi berkurang. Dalam politik anggaran adalah wajar jika pusat mengu-
GEDUNG PANCASILA - Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (tengah) bersama Hizbullah (Kepala OJK Wilayah VIII/Bali, NTB, NTT) di Gedung Pancasila Niti Mandala Renon, Denpasar. rangi alokasi daerah termasuk KUR jika tidak mencapai target. Ini semacam punishment. Tapi jika bisa mendekati target bahkan melebihi, angka alokasi bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Kita sayangkan tahun 2017 sampai di bawah 80 persen,’’ ungkap Dr. Wedakarna. Ia menduga sejumlah faktor memengaruhi hal itu, terutama kurangnya SDM yang bisa membantu OJK, perbankan dan unsur terkait untuk mewujudkan hal tersebut. ‘’Saya kaget juga dengar laporan dari OJK ternyata mereka kesulitan mendapatkan data UMKM dari pemerintah provinsi. Saya duga SDM di perbankan agak
malas menyosialisasikan KUR ini, sehingga ada laporan profil penerima KUR ada yang itu-itu saja tiap tahun. Saya rasa OJK perlu dibantu, terutama menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat khususnya komunitas pengusaha Bali untuk bisa mendapatkan KUR. Saya harap mulat sarira, karena kita bicara tentang alokasi triliunan rupiah,’’ ujar Arya Wedakarna. Salah satu cara yang diusulkan Senator Bali adalah dengan menggandeng perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS di Bali untuk bisa menjadi mitra OJK dalam hal program terkait otoritas keuangan. (ad643)
Posko Kesehatan IIK Bali di Pura Besakih
INSTITUT Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali (IIK Bali) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, Kamis (12/4) kemarin. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu aspek dari penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Pengabdian kepada masyarakat ini diartikan sebagai kegiatan berupa pengamalan iptek yang dilakukan oleh perguruan tinggi secara melembaga, yang nantinya dapat membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan memberi kontribusi nyata terhadap proses pembelajaran serta dapat meningkatkan mutu kehidupan di lingkungan masyarakat secara berkesinambungan. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan, IIK Bali mengadakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk memberikan pelayanan kesehatan dan screening kesehatan berupa cek tekanan darah, gula darah dan asam urat serta pengobatan gratis bagi panitia, pemangku dan pangayah Prawartaka Tawur Tabuh Gentuh lan Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih. Rektor IIK Bali Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM) yang diwakili oleh Wakil Rektor III dr. I Gusti Lanang M. Rudiartha, MHA., Wakil Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia Dr. I Ketut Sugiarta, M.M. dan Ketua Panitia dr. I Made Dharmadi, MPH. sekaligus menjadi tim pemeriksa kesehatan dan memberikan konsultasi mengenai kese-
PENGABDIAN – Tenaga kependidikan, dosen dan mahasiswa IIK Bali memberikan pelayanan pada kegiatan pengabdian masyarakat di Posko Kesehatan di Pura Besakih, Karangasem. hatan serta pengobatan gratis. Tim juga dibantu oleh dr. Dyah Agustina Lestari, S.Ked., tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali yakni dr. Sri Trisnawati, M.Kes., Luh Karniti, Ria Mariana dan Wayan Wiratna, beserta seluruh civitas akademika IIK Bali (tenaga kependidikan, dosen dan mahasiswa). Posko Kesehatan IIK Bali dilaksanakan mulai pukul 09.00 Wita yang diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Besakih memohon penganugerahan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, semoga diberikan kerahayuan dan kelancaran dalam melaksanakan kegiatan pengabdian di masyarakat dan pendidikan. Kegiatan ini mendapatkan respons yang sangat positif dan dukungan yang sangat besar dari peserta tes kesehatan, masyarakat umum, panitia, pemangku dan pan-
gayah karena dapat berkonsultasi mengenai kesehatan langsung kepada dokter yang bertugas, terutama konsultasi kesehatan pasca-erupsi Gunung Agung. Penyelenggaraan Posko Kesehatan di Pura Agung Besakih yang bertepatan dengan upacara aed Tawur Tabuh Gentuh lan Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih mendapat dukungan positif dari Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha. I Gusti Mangku Jana sebagai Ketua I berharap kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu yang lebih panjang karena pangayah upacara bekerja selama beberapa bulan sehingga perlu kondisi yang baik. Ia berterima kasih atas dilaksanakannya pengabdian ini sebagai sebuah yadnya dan semoga ditingkatkan dengan pelaksanaan yang lebih terjadwal. (ad645)
Buka Musrenbang RKPD Provinsi Bali 2019
Gubernur Pastika Harap Perencana Prioritaskan Pembangunan SDM Bali ke Depan
I Made Sarjana, S.E., M.M., Berkat (paling kiri), Dr. Dadang Hermawan, Phidi Soepangkat, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. dan Dr. Eko Budihardjo (paling kanan). dan luar negeri lebih mudah dan Komputer dan Informatika Indonecepat. sia Eko Budihardjo menyatakan, Ketua Stikom Bali Dr. Dadang sebagai ikatan profesi pihaknya conHermawan mengatakan, perkem- cern terhadap pengembangan SDM bangan teknologi informasi dari Indonesia. Terutama yang sudah waktu ke waktu sangat pesat bah- diperkuat oleh apa yang dilakukan kan sekarang sudah mengarah pada pemerintah bahwa 2018/2019 adalah cloud computing. Stikom Bali pun tahun pengembangan SDM yang mengarah pada cloud computing, luar biasa termasuk SDM informasi namun dalam hal ini diperlukan teknologi. Pemerintah melalui Kekerja sama dengan pencipta sistem menterian Komunikasi dan Inforcloud computing dan hardware matika juga sudah merumuskan dan yang mendukung, salah satunya menetapkan sekitar 500 pekerjaan di DesktopIP. ‘’Stikom Bali pertama bidang teknologi informasi. kali bekerja sama dengan DesktopIP Sementara itu, Founder Desktodalam rangka mengarah ke cloud pIP, Phidi Soepangkat, mengungcomputing, sehingga nanti Smart kapkan ada dua alasan mencipLab di Stikom Bali. Tidak seperti takan teknologi tersebut. Pertama, biasanya ada komputer monitor dan untuk menunjukkan Indonesia di segala macam tapi itu ada di server. mata dunia bisa membuat sesuatu. Monitornya bisa menggunakan Kedua, sekarang ini banyak yang apa saja seperti laptop bisa dipakai mengatakan harus digital supaya monitor. Jadi, tidak ada lagi keli- bisa berdikari mempunyai kehatan lab konvensional,’’ jelasnya. daulatan digital, Indonesia harus Ketua Umum Ikatakan Profesi mempunyai produk sendiri. (ad651)
GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika berharap Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali ke depan. Hal ini disampaikannya usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Bali Tahun 2019 di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (12/4) kemarin. Pastika mengatakan, meski selama ini program semacam itu sudah dilakukan, tahun ini dan beberapa tahun ke depan prioritas Provinsi Bali adalah peningkatan kualitas SDM agar bisa bersaing di tingkat nasional dan global. Untuk itu, para perencana perlu mengetahui secara persis apa yang akan terjadi dan akan ke mana arah dunia ini. ‘’Jangan nanti kita siapkan orang dengan kemampuan seperti ini, ke depan ternyata bukan begitu. Akhirnya kan jadi masalah,’’ katanya. Oleh karena itu, Gubernur Bali berharap para perencana pembangunan benar-benar visioner dan tahu apa yang sedang terjadi di tingkat lokal, nasional dan global. ‘’Karena ke depan teknologi informasi dan transportasi ini makin canggih. Dunia ini seolah-olah tak ada batasnya lagi,’’ imbuh Pastika. Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali Wayan Wiasthana Ika Putra menyatakan Musrenbang RKPD
PENGHARGAAN – Gubernur Bali Made Mangku Pastika (tengah) bersama penerima Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Provinsi Bali 2018 usai membuka Musrenbang RKPD Bali Tahun 2019. Provinsi Bali Tahun 2019 mengusung tema ‘’Memperkuat Sinergi Dalam Pertumbuhan Berkualitas, Merata dan Berdaya Saing Menuju Pembangunan Berkelanjutan’’. Menurutnya, RKPD Bali 2019 merupakan masa transisi mengingat berakhirnya RPJMD Bali 2013-2018. Oleh karena itu penyusunan RKPD Bali 2019 akan berpedoman pada RPJPD Bali 2005-2025 dan RPJMN 2014-2019. Pada kesempatan ini dilakukan penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 kepada bupati
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
dengan dokumen perencanaan dan capaian pembangunan terbaik. Tabanan menjadi yang terbaik diikuti Badung dan Jembrana. Gubernur Pastika berharap penghargaan ini semakin memacu peningkatan kualitas perencanaan pembangunan di tingkat kabupaten/kota, sekaligus meningkatkan koordinasi komunikasi dan sinkronisasi yang lebih efektif antarjenjang pemerintah. Adapun untuk tingkat nasional, Provinsi Bali masuk ke dalam tahapan 15 besar dan kembali akan mengikuti proses penilaian pada 16 April 2018. (ad655)
daerah
Jumat Pon, 13 April 2018
5
Terjerat Kasus Narkoba
Sinar Dituntut 11 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Masih ingat kasus narkoba yang pelakunya kejar-kejaran dengan petugas BNNP hingga mobilnya terbakar di Jalan Imam Bonjol, Denpasar? Terdakwanya I Made Sinar Putra, dituntut 11 tahun penjara, Kamis (12/4) kemarin. Menurut JPU I Wayan Mendra, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum, memiliki, menguasai narkotika golongan 1 bukan tanaman yang melebihi lima gram. Terdakwa dalam perkara ini dijerat Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009. Diuraikan, awalnya terdakwa yang mengendarai HRV DK 773 CA mengambil paketan sabu 92,35 gram dan 35 gram. Usai ambil bungkusan, terdakwa pulang ke rumahnya di Jalan Gunung Batukaru, Gang VII, Denpasar. Sesampai depan rumah, terdakwa turun dari mobil bermaksud membuka pintu gerbang rumah. Namun, terdakwa dihampiri beberapa orang tak dikenal. Karena terdakwa takut dan panik, dia kembali masuk ke dalam mobil dan memacu mobilnya hingga menabrak motor. Mirisnya motor itu ikut terseret di kolong mobil terdakwa hingga menimbulkan percikan api. Tak lama berselang, mobil terdakwa terbakar dan berhasil dihentikan persis di depan Balai Banjar Tenten, Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Terdakwa kemudian ditangkap
petugas BNNP Bali. Barang bukti sabusabu ditemukan di dalam mobilnya. Atas tuntutan 11 tahun itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Edward Pangkahila dan Charlie Usfunan, akan mengajukan pembelaan dalam sidang pekan depan. Namun informasi yang didapat, tuntutan 11 tahun itu membuat terdakwa stres. Bahkan dengan kesalnya menimbulkan kegaduhan di ruang tahanan Pengadilan Negeri Denpasar dan menantang tahanan lain untuk berkelahi. Atas kondisi itu, tahanan lain tersulut emosinya dan menghajar terdakwa Sinar. Untungya petugas di sana cepat tanggap dan berhasil memisahkan Sinar dengan tahanan lainnya. Untuk meredam suasana, kuasa hukum terdakwa berusaha menenangkan tahanan lain yang ditantang terdakwa Sinar. Suasanapun akhirnya mereda. (kmb37)
”Karya Padiksan’’ Ngurah Okawana dan Puspa Adi Sadmika MENJADI pendeta adat di Bali adalah panggilan umat yang memerlukan kesiapan lahir dan batin. Drs. I.B. Ngurah Okawana yang lahir di Denpasar, 2 Juni 1961, tinggal di Geria Beraban, Denpasar Barat dan sempat berkarier di sebuah perusahaan swasta di Bali, memilih melanjutkan hidupnya menjalankan amanat untuk menjadi seorang pendeta adat. ‘’Keputusan ini sudah melalui beragam rapat dan kesepakatan seluruh semeton di Geria Beraban,’’ papar Ketua Panitia Karya Padiksan I.B. Putu Sudiksa. I.B. Ngurah Okawana lahir dari pasangan Ida Bagus Oka (alm) dan Ida Ayu Raka. Riwayat pendidikannya dimulai dari SD di Denpasar (lulus 1974), SMPN 2 Denpasar (lulus 1977), SLUA 2 Saraswati (lulus 1981) dan Fakultas Sastra Jurusan Antropologi Universitas Udayana (lulus 1988). Menikah dengan I.A. Puspa Adi Sadmika yang lahir di Tabanan, 30 Maret 1967, putri dari pasangan Ida Bagus Kade Catur (alm) dan Ida Ayu Putu Alit. Ia menempuh pendidikan di SD 3 Wanasari, Tabanan (lulus 1980), SMPN 3 Tabanan (lulus 1983) dan SMAN 2 Tabanan (lulus 1987). Mereka dikaruniai dua anak laki-laki. Anak pertama Ida Bagus Gede Brahmandita Saputra, S.Ft., Fisio. lahir di Denpasar, 13 Maret 1994. Pendidikan terakhirnya tamatan Profesi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Unud. Anak kedua Ida Bagus Indra Narotama lahir di Denpasar, 12 November 1996. Masih menempuh pendidikan di Jurusan Psikologi Fakultas kedokteran Unud. Menurut I.B. Putu Sudiksa, rangkaian acara sudah bergulir sejak Redite Umanis Ukir (1/4/2018) yaitu nancep pangpang, dilanjutkan Diksa Pariksa pada Saniscara Paing Ukir (7/4), Muputang Sembah pada Anggara Kliwon Kulantir (10/4) dan Mapinton ring Guru Nabe pada Wrespati Paing Kulantir, Kamis (12/4) kemarin. Acara berikutnya Nunas Pakuluh pada Sukra Pon Kulantir (13/4) hari ini, Malukat dan Ngekes pada Saniscara Wage Kulantir (14/4) serta puncak karya diisi Matapak, Wali, Mapedamel pada Redite Kliwon Tolu (15/4). Padiksan ditutup pada Buda Pon Tolu (18/4) nanti dengan acara Mapinton dan Tugtug Tigang Rahina. (kmb)
Bali Post/kmb19
pengamanan – Pengamanan di rutan sementara PN Denpasar, Kamis (12/4) kemarin.
Razia Miras di Bangli
Polisi Sita Ratusan Liter Arak
Bangli (Bali Post) – Ratusan liter miras jenis arak berhasil disita Satuan Narkoba Polres Bangli dalam kegiatan razia yang digelar di sejumlah tempat dan warung di wilayah Kabupaten Bangli, Kamis (12/4) kemarin. Razia tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya polisi dalam mencegah dampak buruk miras di tengahtengah masyarakat. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, razia miras yang diadakan Unit Opsnal Satresnarkoba merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo. Razia miras ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kejadian korban tewas akibat miras oplosan di beberapa daerah sebagaimana yang diberitakan media massa akhir-akhir ini. ‘’Berkaca dari kejadian terse-
but dan mengantisipasi kejadian serupa, Polres Bangli melakukan tindakan pencegahan melalui razia miras yang dilakukan di wilayah Kabupaten Bangli,’’ ungkapnya. Dalam razia itu petugas berhasil menyita 104 liter miras jenis arak yang diamankan dari tujuh lokasi warung yang berbeda di Kecamatan Bangli. Sementara di Kecamatan Tembuku petugas menyita sekitar 65 liter arak dari empat warung berbeda yang ada di Desa Jehem dan Undisan. Oleh petugas, miras yang berhasil disita diamankan dan selanjutnya dibawa ke Polres Bangli. Para pemilik miras yang barangnya disita petugas telah diberikan imbauan untuk tidak menjual miras, karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan perilaku sosial masyarakat. (kmb40)
Bali Post/kmb40
ANGKUT MIRAS - Petugas mengangkut miras yang disita dari sejumlah warung di wilayah Kabupaten Bangli.
Pangdam IX/Udayana Resmikan Datasemen Kavaleri Bali Post/kmb
I.B. Ngurah Okawana (kiri) dan I.A. Puspa Adi Sadmika.
KPU ”Got Talent’’
Jaring Bakat Generasi Muda Bangli Bangli (Bali Post) Komisi Pemlihan Umum (KPU) Bangli akan menggelar kegiatan KPU Got Talent untuk menjaring sekaligus memberikan wadah bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat dan minatnya. KPU Got Talent juga sebagai media komunikasi yang efektif dan efisien dalam rangka sosialisasi penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019. Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan, Kamis (12/4) kemarin, mengatakan bentuk kegiatan KPU Got Talent berupa perlombaan meliputi lomba mewarnai, lomba busana adat ke pura, vocal group, traditional/modern dance, stande up comedy dan atraksi keahlian. Kegiatan ini bernuansakan seni kreativitas dan nilai-nilai budaya sosial yang berbalut dalam hegemoni Kartini. Kegiatan ini mengambil tema ‘’Pergelaran Seni dan Budaya dalam rangka Sosialisasi Pileg dan Pilpres 2019’’. Untuk mengadakan kegiatan yang dirancang berlangsung pada Hari Kartini, 21 April mendatang di Balai Pesamuan Desa Pakraman Kubu, Bangli, itu pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan. Tahap pendaftaran bagi masyarakat yang berminat dibuka 9-14 April di Kantor KPU Bangli. Untuk bisa mengikuti ajang tersebut, ada sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, salah satunya bakat yang ditampilkan tidak boleh mengandung SARA dan pornografi atau yang dilarang dalam peraturan perundang-undangan. ‘’KPU Got Talent ini dibuka untuk umum dan gratis biaya pendaftaran. Mereka yang nantinya berhasil lolos sebagai pemenang akan diberikan hadiah dan dilibatkan dalam setiap kegiatan sosialisasi yang dilakukan KPU,” terangnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan tingkat kreativitas generasi muda di Bangli, mewariskan nilainilai dan nuansa budaya serta cara berpikir orang kreatif yang nantinya berimbas pada produktivitas masyarakat. Selain itu, bisa memberikan ruang dan sarana bagi masyarakat Bangli untuk menunjukkan serta mengekspresikan diri sesuai potensi dan bakat yang dimiliki. “Di samping target besar yang ingin kami capai yakni suksesnya penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2019 mendatang,” kata Lidartawan. (kmb40)
Mangupura (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto meresmikan Datasemen Kavaleri 4/Simha Pasupati Kodam IX/Udayana, Kamis (12/4) kemarin. Satuan kavaleri yang sebelumnya setingkat kompi yang sudah ada, dikembangkan menjadi detasemen. Kekuatannya ditingkatkan menjadi tiga kompi serta ada penambahan alutsista. Menurut Benny Susianto, sebagai pembina kekuatan, Kodam IX/Udayana senantiasa melakukan pengkajian penataan dan pembinaan organisasi satuan di jajaran secara terarah. Hal itu dalam rangka menghadapi setiap bentuk potensi ancaman yang mungkin timbul di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Pembangunan kekuatan
dan penataan kekuatan di jajaran Kodam IX/Udayana merupakan kebutuhan yang mendesak dan harus segera diwujudkan. Karena Bali sebagai estalase Indonesia, bahkan orang sering kali lebih mengenal Bali daripada Indonesia. Selama ini Bali sebagai destinasi wisata dan juga sering dijadikan sebagai tempat pelaksanaan event berskala nasional dan internasional, sehingga memerlukan pengamanan VIP dan VVIP yang ekstra serta personel yang lebih banyak. “Keamanan dan kenyamanan wilayah Kodam IX/Udayana khususnya Bali harus tetap terjaga dengan baik,” kata Pangdam. Kepala Staf Angkatan Darat melalui Perkasad Nomor 57/2017 tanggal 4 Oktober 2017 tentang penataan satuan
dan pembentukan satuan baru jajaran TNI-AD, membentuk Datasemen Kavaleri di wilayah Bali dengan nama Datasemen Kavaleri 4/Simha Pasupati Kodam IX/Udayana. Langkah ini merupakan salah satu solusi yang tepat dalam rangka mengoptimalkan peran dan tugas pokok Kodam IX/Udayana. Terkait penambahan alutsista, Pangdam menyatakan penambahannya akan dilakukan secara bertahap. Kebutuhan dua kompi alutsistanya sudah disiapkan. Setiap kompi diperkuat 13 kendaraan tempur. Menghadapi tahun politik dan IMF Annual Meeting, penambahan kekuatan ini merupakan langkah yang sangat strategis. Kehadiran detasemen ini memberi kepercayaan kepada negara peserta IMF bahwa Bali aman. (kmb23)
Bali Post/kmb23
DIRESMIKAN – Pangdam Mayor Jenderal TNI Benny Susianto (tengah) meresmikan Datasemen Kavaleri 4/Simha Pasupati Kodam IX/Udayana, Kamis (12/4) kemarin.
Dua Rumah Terbakar di Buleleng Singaraja (Bali Post) – Dalam sehari dua rumah warga Kabupaten Buleleng terbakar yang diduga karena hubungan arus pendek listrik (korsleting). Kejadian ini dialami oleh Gede Rebes (70), warga Dusun Taman, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada dan Kadek Parta Sanjaya, warga Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokga. Beruntung dua peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun demikian pemilik rumah menelan kerugian sampai ratusan juta rupiah. Rumah Gede Rebes terbakar, Kamis (12/4) kemarin, skitar pukul 12.00 Wita. Diduga rumah berukuran 12 kali 9 meter persegi itu terbakar akibat korsleting listrik. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena Rabes bersama istri dan anak-anaknya pergi sembahyang. Informasi di lapangan menyebutkan, sebelum meninggalkan rumahnya, Rebes memastikan tidak ada api kompor atau dupa sisa sembahang. Namun, ketika khusyuk sembahyang, ia didatangi oleh menantunya yang mengabarkan bahwa di salah satu ruang kamar rumahnya muncul kepulan asap. Mendegar kabar tersebut, Rebes pulang dan api berkobar di salah satu kamar tersebut. Ia nekat masuk ke ruang tamu untuk membangunkan dua orang cucunya yang tertidur di ruang tamu. Beruntung kedua cucunya berhasil dievakuasi keluar rumah. Warga yang mengetahui kejadian itu bergegas melalukan pemadaman dengan alat seadanya. Usaha mereka gagal dan api sudah mulai membesar. Sekitar 30 menit kemudian api baru berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran turun ke lokasi kejadian. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas AKP Nyoman Suartika seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta. Terkait penyebab kebakaran, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan pemeriksaan di lokasi kejadian. Dugaan sementara kebakaran ini terjadi akibat hubungan arus pendek listrik. Di hari yang sama terjadi kebakaran di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, sekitar pukul 18.00. Rumah milik Kadek Parta Sanjaya terbakar hingga menyisakan puing kebakaran. Kobaran api dengan cepat membakar rumah permanen tersebut. Untuk menjinakan api, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Seririt dikerahkan. Perbekel Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, I Made Astawa, membenarkan rumah milik warganya itu ludes terbakar. Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh polisi. Dugaan sementara kebakaran ini akibat korsleting listrik. Saat kejadian pemilik rumah sedang keluar bersama keluarganya. (kmb38)
OPINI
6
Jumat Pon, 13 April 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Membangun Kesadaran Publik Berantas Narkoba JIKA ribuan bandar dan pecandu narkoba masuk penjara, negeri ini belum dijamin bebas narkoba. Dari segi jumlah banyaknya bandar narkoba ditangkap tentu membanggakan. Namun, banyaknya jumlah bandar masuk penjara bukanlah jaminan negeri ini bebas narkoba. Yang kita tahu, narkoba seolah menjadi produk ‘’pangan’’ yang pasarnya selalu terbuka. Hampir setiap saat, peredaran narkoba menjadi isu strategis dan faktanya memang demikian. Narkoba adalah ‘’dagangan’’ yang diminati. Kita juga paham betul bahwa memberantas peredaran narkoba bukanlah pekerjaan gampang. Sering kali ketegasan dirapuhkan oleh kompromi. Syukurlah belakangan ini, ketegasan Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga jajarannya di provinsi hingga ke kabupaten sudah teruji dalam memberantas peredaran narkoba. Dukungan kepolisian, TNI, dan masyarakat sudah dirasa optimal dalam hal ini. Namun, faktanya praktik penyelundupan dan perdagangan tetap saja terjadi. Itu artinya, masih ada celah bagi para bandar narkoba untuk adu nasib di negeri ini. Untuk itulah, gerakan perang melawan narkoba harus terus digaungkan untuk mengawal bangsa ini. Pemahaman lain yang terbangun di kalangan masyarakat adalah penyalahgunaan narkoba di Tanah Air sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini, pemasaran narkoba sudah menyasar anak-anak Taman Kanakkanak (TK). Selain itu, juga masih ada celah hukum yang bisa dimainkan para pengedar narkoba untuk terus mengedarkan. Untuk itulah, peran masyarakat dalam hal ini harus dioptimalkan. Masyarakat juga harus ada dalam posisi siaga dalam melawan narkoba. Perang terhadap narkoba tak bisa kita hanya percayakan kepada BNN dan kepolisian, publik harus membangun kesigapan yang sama. Jika merujuk berbagai stetemen petinggi BNN, ada tiga kendala yang disorot BNN dalam memberantas narkoba. Tiga kendala tersebut di antaranya pemahaman masyarakat secara umum mengenai narkotika masih sangat minim; kepedulian bahwa narkoba merusak generasi, merusak jiwa raga manusia; dan masih banyak celah hukum yang pada akhirnya orang masih bisa berlindung dalam hukum itu sendiri. Dalam hal pencegahan dan penindakan peredaran narkoba ini tentunya peran masyarakat akan menjadi faktor penting. Ketika masyarakat secara luas menyadari tentang narkoba, barang tersebut akan dihindari oleh masyarakat. Ketika masyarakat yang selama ini dianggap sebagai pembeli lalu sadar bahaya narkoba, para pengedar dengan sendirinya tidak mempunyai pembeli atau pasar. Untuk itu, sosialisasi terhadap bahaya narkoba harus terus dilakukan. Pemerintah harus membangun kesadaran penuh untuk bersama-sama berada dalam kondisi siaga menghadapi ancaman narkoba. Kita berharap dengan sosialisasi yang intensif, masyarakat menjadi sangat paham tentang bahaya narkoba. Jika ini terbangun maka tanggung jawab mengawal generasi bangsa dari ancaman narkoba menjadi tanggung jawab bersama. BNN jangan sendiri memberantas narkoba.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Perempuan Bali di Senayan
Belakangan, dunia politik jadi pekerjaan. Banyak orang terjun ke dunai politik untuk membidik sebuah prestise atau kekuasaan. Ini tentu wajar-wajar saja sepanjang itu dilakukan dengan cara-cara yang beretika dan santun. Yang saya ingin sampaikan adalah sudah saatnya wanita Bali lebih agresif dalam dunia politik. Kini, dua perempaun Bali juga menduduki jabatan strategis. Satu jadi Bupati Tabanan dan satu lagi jadi Bupati Karangasem. Bahkan, Rektor Unud kini juga perempuan. Sejumlah jabatan strategis di birokrasi juga banyak dikendalikan perempuan. Itu artinya, perempuan Bali memiliki kesempatan yang setara dengan kaum pria dalam merebut jabatan politis maupun akademis serta birokrat. Pada bulan April yang sering didedikasikan sebagai bulan emansipasi atau a p re si a si unt uk ka um p e re m p ua n ini saya juga berharap dukungan dari semua kalangan untuk lebih memberikan ruang kepada kaum perempuan untuk berkiprah. Dalam dunia politik di Bali, saya berharap perempuan Bali berani tampil. Saya tentu sangat bangga jika banyak kaum perempuan Bali juga berkiprah di tingkat nasional, setidaknya ikut membidik kursi di Senayan. Kami berharap Bali bisa memiliki legislator perempuan di Senayan. Artinya mudah-mudahan satu saat ini, ada perempuan Bali menjadi legislator di Senayan. Ni Putu Ayu Kesumasari Badung, Bali
Kompleksitas Penyalahgunaan Narkoba Sering diberitakan baik melalui media cetak, elektronik maupun media sosial lainnya bahwa Indonesia memasuki masa darurat narkoba. Kalau diperhatikan jumlah pemakai narkoba di Indonesia memang terus meningkat. Catatan BNN menunjukkan terjadi peningkatan secara terus-menerus setiap tahun, di sisi yang lain kepolisian dan BNN telah menangkap beberapa pengedar dengan jumlah barang bukti yang tidak sedikit. Dan penyuluhan tentang bahaya narkoba sudah dilakukan dengan berbagai cara, bertemu langsung dengan mereka yang mempunyai risiko tinggi terpapar narkoba, instansi terkait, ibu-ibu, dan banyak lagi. Munculnya berbagai gerakan dan aktivitas yang melawan atau antinarkoba, tapi korbannya terus bertambah.
Oleh Made Nyandra erita lainnya, begitu banyak kerusakan yang dapat ditimbulkan dengan penyalahgunaan narkoba, baik kerusakan fisik, maupun kerusakan psikologis. Penyalahgunaan tersebut akhirnya menimbulkan adiksi atau ketergantungan. Kalau diperhatikan definisi adiksi menurut American Society of Addiction Medicine (ASAM) Addiction is a primary, chronic disease of brain reward, motivation, memory and related circuitry. Dysfunction in these circuits leads to characteristic biological, psychological, social and spiritual manifestations (ASAM, New Orleans, 2011). Dari definisi tersebut terjadi kerusakan atau gangguan pada sirkuit di otak yang dapat menimbulkan permasalahan fisik, psikologis, social, dan spiritual. Gangguan fisik, psikologis, sosial sudah sering dibahas dan diskusikan. Adanya beberapa risiko penyakit tertentu yang mempunyai hubungan yang erat dengan penyalahgunaan narkoba, seperti infeksi, karena beberapa faktor. Hal
B
lain yang dapat dilihat adalah ketidakmampuan untuk tidak menggunakan narkoba, kegagalan mengontrol perilaku, adanya suges atau rindu dengan obat seperti adanya rasa “lapar obat”, kegagalan dalam hubungan interpersonal, dan respons emosi yang kurang baik. Gangguan seperti ini sudah sering didengar dan disampaikan dalam berbagai kesempatan. Kemudian adanya kriminalitas dan kekerasan akibat semuanya itu. Penyalahgunaan Narkoba Keluarga sering kali ditenggrai sebagai penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba. Keluarga yang bermasalah, perceraian atau kekerasan dalam keluarga sering dianggap sebagai penyebab atau pemicu kenapa terjadi penyalahgunaan narkoba di keluarga. Akan tetapi, kalau diperhatikan lebih lanjut ada satu yang sangat penting telah terjadi kalau terjadi penyalahgunaan narkoba di anggota keluarga. Sebagian besar keluarga mengetahui bahwa narkoba itu berbahaya, tetapi masalahnya adalah apa bahayanya? Ini yang perlu diketahui dengan baik, sehingga
ada komunikasi yang jelas dan baik di antara keluarga. Para penyalah guna narkoba secara tidak langsung telah melakukan tindakan yang sangat melawan orang tua mereka. Mereka tidak pernah diharapkan akan melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba, mereka selalu pulang dengan salam dan mau pergi bekerja atau pergi ke mana saja selalu memberikan salam dan mencium tangan orang tuanya. Akan tetapi, setelah berada di luar rumah mereka melakukan tindakan yang tentu saja tidak direstui oleh orang tua mereka. Secara tidak disadari dan tidak diketahui para penyalah guna narkoba telah melakukan tindakan yang menyakitkan orang tua, karena tidaklah mungkin mereka akan jujur kepada orang tua bahwa mereka telah menggunakan narkoba selama ini. Mereka telah melakukan perbuatan yang melawan harapan orang tua, sehingga sebenarnya terjadi pemutusan silaturahmi dengan orang tua. Tidak disadari hubungan orang tua dan anak sudah tidak terbuka lagi, sudah rusak karena narkoba. Perasaan
tidak nyaman dan tidak senang di rumah akan menyebabkan perasaan yang menyiksa mereka juga, ketakutan untuk ketahuan orang tua. Pada umumnya, seorang bapak atau orang tua akan bangga kalau anaknya menjadi seperti bapaknya atau melebihi orang tuanya baik kesuksesan dalam ilmu ataupun usaha. Tidak demikian dengan para penyalah guna narkoba, pada saat ditanya bagaimana harapan mereka tantang masa depan anakanak mereka. Mereka tidak ada kebanggaan menjadi orang tua. Hal seperti ini jarang didiskusikan sebelum mereka terjatuh dalam penyalahgunaan narkoba. Masalah Sosial Mencermati fenomena ini, memunculkan beberapa pemikiran yang patut direnungkan, seperti; apa yang terjadi dengan para pemuda yang sebagian besar bisa jadi sebagai penyalahgunaan narkoba? Bagaimana sesungguhnya pengetahuan masyarakat tentang narkoba terutama generasi mudanya? Apa yang dapat dilakukan untuk meredam atau mengurangi korbankorban selanjutnya? Tampaknya permasalahan penyalahgunaan zat atau bahasa sehari-harinya narkoba itu sangat kompleks dan melibatkan banyak faktor. Dari survei yang dilakukan terhadap 100 penyalahgunaan zat,
Oleh I.B. Kade Perdana Bali utamanya pemegang saham pengendali yang telah mendapat warisan pendahulunya. Pendahulunya mampu memahami bahwa bisnis perbankan merupakan bisnis yang padat modal telah bertindak arif, kondusif, dan visioner dengan mengedepankan prinsip pang pada payu (saling memberdayakan dan saling menguntungkan) yang bersumber dari ajaran tatwam asi (engkau adalah aku dan aku adalah engkau) yang berasaskan pada suka duka, saling asah, asih, asuh, salulung sabyantaka, dan paras paros sarpanaya. Telah berbuat yang berorientasi kepada kepentingan yang lebih luas demi peningkatan kesejahteraan rakyat Bali secara keseluruhan dan bukan hanya untuk rakyat Badung. Dalam upaya mencapai tujuan hidup Catur Purusa Arta (dharma, arta, kama, dan moksa) dalam mewujudkan kehidupan yang sejahtera lahir dan batin (Moksartham Jagadhita ya ca iti Dharma). Maka dengan demikian pendahulunya telah memancangkan fundamen yang positif dan kondusif dengan penuh komitmen telah dengan ikhlas dan selalu siap menambah modal untuk memperkuat dan meningkatkan daya saing BPD Bali. Sehingga keluar menjadi pemegang saham pengendali sebagaimana yang telah bisa diwariskan dan dapat dinikmati oleh generasi berikut-
nya. Bahkan telah mewariskan hal yang berharga lainnya yang pendahulunya telah mampu menunjukkan kerja sama yang harmonis dan kondusif dengan pihak Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang masing-masing bertanggung jawab pada bidang makro dan mikro prudensial. Sehingga saat itu tidak pernah terdengar adanya kekisruhan dalam proses pemilihan dan penempatan jajaran pengurus (Direksi dan Komisaris) BPD Bali kendatipun masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Oleh karena itu, kita harus sadar, tahu diri, dan ingat bahwa BPD Bali itu adalah milik rakyat Bali bukan milik sekelompok golongan tertentu. Dengan demikian, diharapkan sebagai generasi penerus dan pewaris sebagai pemegang saham pengendali agar segera bisa mengambil langkah yang bijak dan konkret untuk segera mengakhiri kekisruhan ini. Dengan meneladani sikap dan perilaku pendahulu yang berusaha membawa BPD Bali lebih baik, maju, sehat, kuat, dan besar ke depan serta memiliki daya saing tinggi yang kuat agar mampu bersaing serta tetap eksis menghadapi persaingan yang kian tajam dalam alam globalisasi yang tidak terbendung khususnya dalam menghadapi pasar bebas ASEAN
Penulis, psikiater, Rektor Universitas Dhyana Pura
’’Kalau demikian halnya, maka perlu dilakukan pendekatan yang menyeluruh baik dalam melakukan pencegahan, penanganan maupun dalam pemulihan penyalahgunaan narkoba.’’
Segera Akhiri Kekisruhan di BPD Bali
Belakangan ini terdengar ada kekisruhan dalam tubuh PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali terkait belum tuntasnya proses pemilihan dan pengisian jajaran pengurusnya. BPD Bali sebagai bank milik rakyat Bali tentu hal ini tidak terbantahkan. Merupakan satu-satunya bank umum lokal Bali yang masih bertahan hidup sedangkan yang lainnya sudah lama menjadi almarhum hanya tinggal kenangan manis dan pahit. Kekisruhan yang terjadi ini tentu sangat disayangkan sebab bisa mengganggu operasional, kinerja, dan keberadaan BPD Bali yang sarat dengan berbagai permasalahan. Apabila hal ini dibiarkan dan berlangsung berlarut-larut maka sudah pasti dapat merugikan banyak pihak, juga bisa memperburuk kinerjanya dan bahkan bisa memperlemah kondisi tingkat kesehatannya. Tentu kita berharap jangan sampai terjadi rush (penarikan simpanan besar-besaran) yang bisa menghancurkan reputasi dan membuat BPD Bali bisa bangkrut lenyap dari peredaran menyusul bank umum lokal lainnya yang sudah berada di alam baka. Maka bila tidak segera diambil langkah konkret menyelesaikan kekisruhan ini tentu bisa berimplikasi luas, negative, dan berpengaruh tidak kondusif yang bisa menular masif melemahkan kondisi perbankan lokal maupun nasional dan dapat mengganggu kinerja perekonomian Bali pada khususnya. Dengan demikian, kami berharap para pemegang saham BPD
sebagian besar mereka menggunakan lebih dari dari zat atau obat, mereka menggunakan heroin, kemudian ampetamin (sabu), alkohol dan segala jenis zat. Ada banyak teori kenapa sebagian masyarakat begitu mudah untuk terjerumus dalam penyalahgunaan zat atau narkoba, dan sebagian lagi tidak. Sekarang ini sangat marak penyalahgunaan amphetamine (sabu), zat ini bersifat stimulansia. Salah satu alasan yang menarik untuk dikaji adalah pekerjaan. Dengan adanya kerja tambahan atau bekerja dengan melewati batas, maka para pekerja memerlukan tenaga yang lebih, dengan demikian mereka akan mencari berbagai cara, salah satu yang mereka temukan, dengar atau diberi tahu dan diberi pengalaman, maka mereka jatuh dalam penyalahgunaan zat/narkoba jenis ini. Hal ini perlu diperhatikan karena manusia mempunyai keterbatasan oleh sebab jam kerja sudah dibatasi oleh pemerintah 37 jam per minggu, supaya badan kita mempunyai waktu untuk istirahat. Banyak dari masyarakat sekarang bekerja dan bekerja tanpa memikirkan waktu untuk istirahat. Dalam hal seperti ini dengan mudah mereka akan terjerumus dalam penyalahgunaan zat atau narkoba.
lembaga perbankan di tahun 2020 mendatang. Sebaiknya secepatnya bisa merajut kembali jalinan kemiteraan yang harmonis dan mempercayakan kepada pihak OJK (pengawas dan pembina perbankan) maupun dengan BI sekaligus menyerahkan kepada para profesional dalam mengelola BPD Bali dengan mengikuti proses pemilihan dan penempatan pengurus (direksi dan komisaris) sesuai dengan mekanisme dan ketentuan maupun perundangundangan yang berlaku di bidang perbankan. Sedangkan sebagai pemegang saham pengendali tugas selanjutnya bisa fokus dan berkewajiban mengusahakan serta menyiapkan tambahan permodalan setiap saat diperlukan. Serta mempercayakan pengawasan dan pembinaannya kepada Dewan Komisaris dan OJK. Dengan demikian, keberhasilan BPD Bali ke depan akan bisa tumbuh lebih baik dan kondusif berkemampuan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian Bali khususnya dan nasional pada umumnya. Sudah sangat pasti perbaikan dan kemajuan BPD Bali akan bisa diraih akan sangat tergantung pada sikap profesionalisme dan komitmen para pemegang saham utamanya pemegang saham pengendali dan jajaran para pengurusnya.
POJOK Penciptaan 10 Bali baru untuk selamatkan alam Bali. - Jaga Bali jangan jargon semata. *** Pemerintah pusat soroti lemahnya daya saing ekspor Bali. - Termasuk daya saing SDM Bali. *** Luas sawah di Denpasar Barat hanya tersisa 300 hektar. - Sisanya ‘’ditanami’’ beton.
Penulis, Wakil Ketua Kadin Bali Bidang Keb. Moneter dan Fiskal
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Jumat Pon, 13 April 2018
Jelang Pertemuan IMF dan World Bank
7
Toilet dan Lahan Parkir Jadi Perhatian Khusus
Tabanan (Bali Post) -
Pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Nusa Dua Bali masih enam bulan lagi, karena dilangsungkan Oktober 2018 mendatang. Gaungnya sudah membuat heboh. Sejumlah daerah di Provinsi Bali diharapkan melakukan beragam persiapan. Pasalnya, para delegasi itu akan mengajak keluarga besarnya. Tidak pelak mereka juga akan dijadwalkan berkunjung ke sejumlah objek wisata di Tabanan. Dua objek wisata yang disiapkan untuk kunjungan para delegasi dari berbagai Negara itu adalah Daerah Tujuan Wisata Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan. Meski demikian, Dinas Pariwisata Tabanan juga tetap melakukan antisipasi menyiapkan objek wisata lainnya, seperti DTW Jatiluwih dan desa wisata. Kabid Promosi Dinas Pariwisata Tabanan I Wayan Budi Artana mengatakan sebelumnya Dinas Pariwisata bersama provinsi dan seluruh pelaku pariwisata Bali diajak koordinasi oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Menko Kemaritiman dan juga Menteri Pariwisata, Februari lalu. Diharapkan agar Bali termasuk Tabanan bersiap menerima kunjungan delegasi dari berbagai negara itu ke sejumlah objek wisata. Begitu mendapatkan instruksi, pihaknya langsung melakukan
koordinasi dengan pihak DTW Tanah Lot dan juga Ulun Danu Beratan, Bedugul. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan dua DTW yang direkomendasi, itu agar mereka melakukan persiapan,” tandas Budi. Dijelaskan, dalam rapat koordinasi itu pihaknya diminta memperhatikan tentang Sapta Pesona, khususnya bidang kebersihan DTW, parkir termasuk toilet, agar tetap bersih sehingga benar-benar representatif. Meski hanya dua DTW yang direkomendasikan, pihaknya juga tetap mempersiapkan DTW lainnya, seperti Jatiluwih, Alas Kedaton maupun desa wisata yang ada di Tabanan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan para delegasi atau keluarganya meminta berkunjung ke lokasi lain, seperti Jatiluwih yang sudah jadi warisan budaya dunia. “Objek yang
lain juga sudah diajak koordinasi untuk mempersiapkan diri,” imbuhnya. Budi Artana mengatakan Dinas Pariwisata memang tidak memberikan bantuan dana. Pasalnya, DTW itu sudah memiliki anggaran untuk menjaga kebersihan areal DTW-nya sendiri . “Kami sifatnya hanya melakukan monitoring agar segala sesuatunya dipersiapkan sejak awal dan juga dengan baik,” ucapnya. Pihaknya juga menyiapkan tayangan video tentang pariwisata Tabanan di setiap DTW yang ada terutama di Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan. Di dua lokasi itu akan disiapkan televisi yang memutar video tentang pariwisata Tabanan. “Kami juga menyiapkan brosur dan petugas yang akan kami tempatkan di tourist information center yang ada di DTW,” pungkasnya. (kmb28)
Penuhi Kebutuhan Buah Lokal, Dikembangkan Kawasan Pisang Tabanan (Bali Post) Masyarakat Bali memerlukan buah pisang untuk kelengkapan upacara keagamaannya. Buah pisang termasuk buah yang menjadi bagian tidak terpisahkan sebagai perlengkapan upakara keagamaan umat Hindu di Bali khususnya. Sayangnya keperluan warga terhadap pisang yang relatif besar, tidak sebanding dengan produksi pertanian lokal. Karena itu, tidak aneh jika pasokan pisang masih tergantung dari luar pulau, utamanya Lombok dan Banyuwangi. Karena prosfeknya masih menjanjikan, Dinas Pertanian Tabanan sendiri
berencana mengembangkan kawasan pisang di daerah Penebel maupun Selemadeg Timur. Kepala Bidang Pengembangan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suandra, Kamis (11/4) kemarin, mengatakan kawasan penghasil pisang di Tabanan sesungguhnya cukup luas. Selain di daerah Pupuan, juga di Selemadeg Raya, Penebel, Kerambitan dan Baturiti. Sayangnya masih sedikit petani yang menerapkan penanaman mengkhusus dominan pisang. Melainkan masih menggunakan metode
Hasil Pisang Lokal 2017 Sebanyak 920,543 Kuintal Selemadeng Barat Penebel Baturiti Kerambitan Tabanan Selemadeng Timur Marga Kediri
900,252 9,914 5,104 1,290 500 50 13 11
tumpang sari. Rencana pengembangan kawasan pisang di dua daerah itu, yaitu Penebel dan Seltim, dimulai tahun ini kata Suandra rencananya diterapkan di lahan seluas 60 hektar. Pendanaan untuk proyek pengembangan pisang itu dari pusat atau APBN berupa sarana produksi dan bibit. Selain pengembangan kawasan pisang, lanjut Suandra, pihak Dinas Pertanian juga telah mendorong petani melakukan rehabilitasi pisang lokal yang hasilnya tidak baik. Contohnya, dengan menanam pisang unggul, antara lain pisang hijau Taiwan dan juga pisang sari. Selain itu, juga dilakukan pelatihan kepada petani, bagaimana penerapan teknologi sederhana seperti penjarangan anakan, pemupukan dan pembungkusan buahnya. Hal itu mendesak supaya tidak terserang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Cara sistematis itu, kata Suandra, telah diterapkan petani untuk meningkatkan produksi buah pisang di Tabanan. Meski demikian, ternyata hasil panen pisangnya masih belum bisa memenuhi keperluan penduduk lokal saat upacara besar. Berdasarkan data tahun 2017, pisang yang dihasilkan pertanian Tabanan mencapai 920,543 kuintal. Tercatat kecamatan yang terbesar memproduksi buah pisang adalah Selemadeg Barat sebanyak 900,252 kuintal. Kemudian menyusul Penebel sebanyak 9,914 kuintal. Selanjutnya masing-masing Baturiti 5,104 kuintal, Selemadeg 3,406 kuintal, Kerambitan 1,290 kuintal, Tabanan 500 kuintal, Selemadeg Timur sebanyak 50 kuintal. Yang masih perlu ditingkatakan di Kecamatan Marga, baru menghasilkan 13 kuintal dan Kediri sebanyak 11 kuintal. (kmb24)
ULUN DANU BERATAN - Objek wisata Ulun Danu Beratan yang selalu menarik perhatian para wisatawan untuk berkunjung. Sekaran ini tengah dipersiapkan untuk delegasi IMF.
Gegerkan Warga Candikuning
Mobil Ringsek dan Bekas Tertembak Tabanan (Bali Post) Warga di seputaran Banjar Pemuteran, Desa Candikuning, Baturiti, geger Kamis (12/4) dini hari melihat ada mobil jenis Avanza dengan kondisi ringsek dan pada kaca mobil ada bekas tembakan peluru. Mobil itu terparkir begitu saja di pinggir jalan. Ditengarai jika pengendara mobil nomor kendaraan DK 1133 ME yang diduga pelaku narkoba terlibat aksi kejarkejaran dan baku tembak dengan polisi. Dari informasi yang dihimpun, mobil berwarna hitam tersebut parkir
dan tergeletak begitu saja ditengah jalan desa. Pertama kali diketahui oleh Ayu Luna (12). Dia melihat kondisi mobil yang rusak dan penuh bekas tembakan, kemudian diberitahukan kepada keluarganya Jero Kari keberadaan mobil tersebut. Yang membuat masyarakat sedikit heboh, karena ada bekas tembakan peluru di sekitar jendela kaca mobil. Akhirnya mobil tersebut dilaporkan warga ke Klian Dinas Banjar Pemuteran,
I Ketut Jigreg. Kemudian diteruskan ke Polsek Baturiti. Mendapat laporan warga, Kapolsek Baturiti Kompol I Nyoman Sumadi membenarkan ada mobil tidak bertuan di Banjar Pemuteran, sehingga ia dan anggota turun kelapangan meng-kroscek laporan warga itu. “Memang benar kondisi mobil itu ringsek dan ada bekas tembakan di jendela kacanya,” ungkapnya. Dari sumber di lapangan, pengendara mobil itu terlibat aksi kejarkejaran dan baku tembak den-
gan polisi, karena kasus narkoba. Bahkan pelaku yang ada di mobil tersebut ditangkap dan dibawa ke Denpasar. Hanya pelaku tancap gas. Malah hampir menabrak anggota. Tidak hanya itu, petugas juga sempat menembak kaca belakang mobil. Setelah mobil itu digeledah tidak ditemukan barang bukti juga pelakunya. Saat ini mobil tersebut sudah dibawa ke Polda Bali, karena ada petugas dari Polda yang menjemput mobil itu. “Malam hari itu memang ada kejar-kejaran, tetapi saya tidak tahu terkait kasus apa,” imbuhnya. (kmb28)
MOBIL RINGSEK - Mobil ditemukan ringsek dan bekas tertembak di Banjar Pemuteran, Desa Candikuning, Baturiti.
Penebel Kembangkan Bawang Putih Lokal Warga Desa Babahan yang berlokasi di Kecamatan Penebel bukan menanam padi saja. Mereka juga mengembangkan bawang putih lokal. Sempat memang bawang putih lokal atau bawang putih Bali itu memudar karena kalah bersaing dengan bawang putih impor. Padahal bawang putih itu sempat menjadi salah satu unggulan produk pertanian di desa tersebut. Namun, saat ini kejayaan bawang putih lokal itu kembali mendapat respons sangat baik oleh pasar. Apa alasan warga di Babahan kembali tertarik mengembangkan bawang putih lokal itu? PERBEKEL Babahan I Made Sukapariana, Kamis (12/4) kemarin, mengatakan di era tahun 1982 bawang putih lokal sempat menjadi primadona atau salah satu produk unggulan desa ini. Saat itu bawang putih mampu menopang ekonomi masyarakat. Seiring masuknya bawang putih impor, hal itu menjadi pertanda buruk bagi bawang putih lokal. Sebab, komoditas itu justru kalah bersaing dengan bawang putih impor. ’’Karena tingginya biaya produksi dan juga ada perubahan pola tanam. Hal itu menjadi permasalahan bagi petani, sehingga mereka perlahan tidak tertarik lagi menanam bawang putih lokal. Hanya petani yang masih fanatic dan mapan saja yang menanam bawa-
ng putih lokal,’’ jelasnya. Bawang putih itu ditanam saat musim tanam setelah panen padi Bali. Tetapi, justru akibat keberadaan bawang putih lokal itu relatif terbatas. Hal itu membuat harga bawang putih lokal jauh lebih mahal dibandingkan bawang putih impor. Bawang putih lokal bisa menembus pasar dengan harga Rp 60.000 hingga Rp 80.000 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih impor harganya hanya Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. Di sisi lain, masih ada masyarakat yang mencari bawang putih lokal. Karena itu, potensi komoditas itu masih berpeluang besar dikembangkan. Untuk mengembalikan kejayaan Desa Babahan, sebagai desa penghasil bawang putih lokal, Pemkab Tabanan melalui aparat Desa Babahan sudah mensosialisasikan sejak tahun 2016 agenda penanaman padi lokal, padi tahunan serta bawang putih lokal. Pihak desa tahun 2018 ini juga telah meminta program penanaman lewat Dirjen Hortikultura pusat untuk penanaman bawang putih lokal seluas 100 hektar. ‘’Kami minta bantuan
program dari Dirjen Hortikultura untuk penanaman bawang putih lokal seluas 100 hektar. Rencananya akan ditanam di Subak Aya Babahan,’’ ujar Sukapariana. Program dari pusat itu, katanya sedang dibahas di Jakarta oleh Dinas Pertanian dan juga Hort ikult ura Tabanan. Jika penanaman 100 hektar terealisasi, lanjut Sukapariana, diharapkan dalam setahun masa tanam alias tahun 2019 pihak petani sudah mampu melakukan suplay bibit sebanyak 20 persen dari hasil panen. ‘’Program ini diharapkan bisa kontinyu. Petani secara mandiri bisa mengembangkan bibit setelah menanam bawang pu-
tih,’’ ujarnya. Dengan adanya program yang diharapkan, bukan saja semata meningkatkan produksi bawang putih, juga memenuhi kebutuhan masyarakat serta produksi unggulan Desa Babahan yang saat ini mengembangkan produk black barlic. (san)
Karena tingginya biaya produksi dan juga ada perubahan pola tanam. Hal itu menjadi permasalahan bagi petani, sehingga mereka perlahan tidak tertarik lagi menanam bawang putih lokal. Hanya petani yang masih fanatik dan mapan saja yang menanam bawang putih lokal. Perbekel Babahan I Made Sukapariana
MENINJAU - Perbekel Babahan I Made Sukapariana saat meninjau tanaman bawang putih yang ditanam petani di desa Babahan.
KARANGASEM Ribuan ’’Pamedek’’ Padati Pura Agung Besakih 8
Amlapura (Bali Post) Gunung Agung sempat erupsi kecil Rabu (11/4) lalu. Namun, erupsi itu sama sekali tidak menyentuh kawasan Pura Besakih. Hal itu rupanya tidak memengaruhi umat Hindu di Bali tetap tangkil ngaturang bhakti ke Pura Agung Besakih serangkaian Karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK). Hal itu dibuktikan dengan ribuan pamedek memadati Pura Penataran Agung. Warga pun dengan khusyuk dan kidmat melakukan persembahyangan di Padmatiga, Kamis (12/4) kemarin. Prajuru Desa Adat Besakih Jro Mangku Redana, Kamis (12/4) kemarin, megakui jika memang Rabu (11/4) lalu Gunung Agung kembali erupsi kecil. Desa Besakih, kata Redana, sempat terkena paparan abu vulkanik akibat letusan tersebut. Meski kembali erupsi, tetapi tidak sampai memengaruhi aktivitas pamedek yang hendak tangkil ke Pura Agung Besakih melakukan persembahyangan. “Kemarin (Rabu - red) memang Gunung Agung kembali mengalami erupsi kecil. Tetapi kejadian itu tidak ada pengaruhnya. Pamedek tetap berbondong-bondong tangkil melakukan persembahyangan. Termasuk bhakti panganyar yang dilaksanakan Pemkab Bangli juga berjalan lancar,” ucap Jro Mangku Redana. Status Gunung Agung yang masih level III (Siaga), kata Mangku Redana, bisa jadi ma-
sih ada ketakutan dan kemudian membuat masyarakat cemas, ngaturang bhakti. Namun, Bendesa Adat Besakih Mangku Widiarta sebelumnya sudah menjelaskan, aktivitas warga Besakih sudah kembali normal. Sehingga diharapkan krama Bali yang hendak tangkil ke Besakih dipersilakan. “Kami harap masyarakat yang belum tangkil supaya bisa datang ngaturang bhakti ke Besakih,” pinta Jro Mangku Redana. Disinggung informasi panyineban bakal dimajukan lantaran adanya erupsi, Jro Redana menegaskan jika informasi panyineban dimajukan, hal itu tidak benar adanya. Dikatakan, pelaksanan upakara IBTK tetap berjalan sesuai aed karya yang sudah dijadwalkan panitia karya sebelumnya. “Tidak ada jadwal panyineban dimajukan. Upacara panyineban tetap dilaksanakan 21 April mendatang. Waktu prosesi panyineban Ida Batara akan dimulai pukul 10.00 Wita,” papar Jro Mangku Redana. Salah seorang pamedek Wayan Arnawa mengatakan, dirinya tidak tahu kalau Gunung Agung itu sempat erupsi lagi. Karena itu, dia tidak merasa waswas dengan situasi itu. “Saya bersama keluarga tidak ada yang merasa cemas tangkil ke sini (Besakih - red). Apalagi tujuan tangkil ini untuk ngrastiti bhakti majeng ring Ida Hyang Widhi Wasa. Saya percaya tidak akan pernah ada apa-apa,” ucapnya. (kmb41)
Jumat Pon, 13 April 2018
NGATURANG Bhakti - Umat Hindu saat tangkil ngaturang bhakti di Pura Penataran Agung Besakih, Kamis (12/4) kemarin.
Bali Post/km41
24 LPD Tak Beroperasi
Amlapura (Bali Post) -
Jumlah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang macet alias tidak beroperasi di Karangasem sejak beberapa tahun lalu relatif banyak. Data yang diperoleh dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM), tercatat 24 LPD yang tidak beroperasi. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Karangasem I Gede Ngurah Yudiantara mengungkapkan, puluhan LPD tidak beroperasi itu lantaran ada kesalahan pengurus yang menyalahgunakan anggaran. Selain karena kebijakan pengurus salah, kata Yudiantara, LPD macet itu juga disebabkan lanta-
ran tidak pernah melakukan pertanggungjawaban ke Desa Pakraman. Sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2017 dan Pergub No. 44 Tahun 2017, sesungguhnya LPD itu wajib menggelar pertanggungjawaban. Sebab, LPD adalah lembaga keuangan mikro tradisional, yang diakui undang-undang (UU). Lembaga ini berada di bawah pengawasan internal
Desa Pakraman yang bersangkutan sesuai awig-awig dan pararem. Dari 190 jumlah LPD di Karangasem, 95 LPD dinyatakan sehat. Sebanyak 50 LPD cukup sehat, 15 LPD kurang sehat, 6 LPD tak sehat, dan sisanya 24 LPD macet (tak beroperasi). LPD kurang sehat, tak sehat, dan macet. Hal itu sudah tentu karena ada masalah di LPD
itu. “Dari 190 desa adat di Karangasem, hampir semua desa adat itu memiliki LPD. Hanya, dari jumlah tersebut, banyak LPD yang bermasalah. “Sejauh ini, LPD yang sudah tidak beroperasi alias macet sebanyak 24 LPD,” ucapnya. Ditambahkan, sesuai Perda No. 3 Tahun 2017 dan Pergub No. 44 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa (LPD), setiap LPD wajib menyusun pertanggungjawaban ke desa pakraman. Mekanisme seperti itu harus dilakukan terkait transparansi anggaran tiap-
tiap LPD. Seandainya pertanggungjawaban ini tidak dilaksanakan kata Ngurah Yudiantara, maka akan terkena sanksi yang ditetapkan sesuai pararem atau awig-awig. Diskop UKM, memang terus memantau kondisi LPD di Karangsem. “Mekanisme pertanggungjawaban LPD hampir mirip RAT Koperasi. Tujuannya merancang program atau agenda untuk tahun berikutnya. Dinas Koperasi senantiasa melakukan pembinaanpembinaan ke setiap LPD,” tambah Yudiantara. (kmb41)
Lomba Tingkat Provinsi Bali
Bali Post/kmb41
RUSAK - Sejumlah shelter di Pokso Pengungsian UPTD Rendang yang kondisinya sudah rusak parah karena tidak dirawat.
Semua Pengungsi di UPTD Rendang Pulang
Beberapa ’’Shelter’’ Rusak Parah
Amlapura (Bali Post) Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Agung dari level IV (Awas - red) menjadi level III (Siaga - red). Sejak diturunkan beberapa waktu lalu, masyarakat yang sebelumnya mengungsi di Dinas UPTD Pertanian Rendang, Karangasem itu seluruhnya sudah kembali ke kampung halaman mereka masing-masing. Kendati sudah tidak ada di pengungsi itu, namun beberapa shelter pengungsian yang sebelumnya ditempati para pengungsi itu sampai saat ini belum dibongkar. Bahkan sejumlah shelter kondisinya sudah rusak parah akibat tidak dirawat. Berdasarkan pantauan di lokasi kemarin, puluhan shelter pengungsian yang sebelumnya berjejer rapi ditempati para pengungsi dari sejumlah banjar itu sampai saat ini masih tetap berdiri. Memang belum dilakukan pembongkaran shelter itu oleh petugas posko. Sejumlah shelter memang ada yang kondisinya masih utuh. Namun, sebagian besar shelter kondisinya rusak parah. Seperti terpal-terpal banyak yang sudah robek. Namun, bagian lainnya rusak akibat tidak dirawat. Tidak pelak, kondisi itu membuat pemandangan di lokasi itu menjadi kumuh, akibat terpal maupun kerangka bangunan yang rusak. Namun, tetap saja dibiarkan bergelantungan di lokasi itu. Selain shelter rusak, sampah juga menumpuk karena belum ada yang mengangkut. Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Camat Rendang I Wayan Mastra mengatakan, dirinya tidak menampik kalau sejumlah shelter yang ada di posko pengungsian UPTD Pertanian Rendang itu kondisinya sudah rusak. Pihaknya sejauh ini memang belum ada rencana melakukan pembongkaran shelter tersebut. Pasalnya, kondisi Gunung Agung itu masih belum normal 100 persen. “Shelter belum dibongkar, sebagai upaya jaga-jaga jika Gunung Agung kembali erupsi, kemudian warga kembali harus mengungsi. Karena kalau shelter itu dibongkar dan warga ada yang datang ke pengungsian kita tidak lagi sibuk membangun shelter, karena memang sudah ada. Bagi shelter yang terpalnya sudah hancur itu tinggal dipasang rangka internalnya saja. Semoga saja tidak ada lagi warga yang mengungsi,” harap Mastra. Pihaknya, kata Mastra, akan segera melakukan pembersihan, sehingga di lokasi itu tidak lagi terlihat kumuh. Atas kondisi itu, pihaknya berencana melakukan pembersihan shelter itu yang terpalnya sudah rusak. Sedangkan kerangkanya tetap dibiarkan dulu. “Shelter itu tidak dibongkar sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kalau memang kondisi Gunung Agung benar-benar sudah normal 100 persen, kemungkinan baru akan dibongkar,” kata Mastra. Koordinator Logistik di Posko UPTD Pertanian Rendang Wayan Sudiarta mengatakan, sampai saat ini bantuan logistik dari donatur masih menumpuk di UPTD Pertanian. “Logistik masih cukup banyak. Belum ada rencana mengembalian ke posko utama Tanah Ampo. Masalah logistik ini apakah tetap dibiarkan di sini atau dikembalikan ke posko utama, kita akan koordinasikan dengan petugas di Tanah Ampo,” tegas Sudiarta. (kmb41)
Bupati Mas Sumatri Hadiri Penilaian Kelurahan Subagan KELURAHAN Subagan, Kecamatan Karangasem menjadi duta Kabupaten Karangasem dalam Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Bali tahun 2018. Penilaian yang juga dihadiri Bupati IGA Mas Simatri itu dipusatkan di Banjar Adat Gede, Lingkungan Gede, Kamis (12/4) kemarin. Masyarakat Subagan menyambut antusias lomba yang diarahkan untuk meningkatkan motivasi terkait pembangunan tersebut. Beragam komoditas mulai sektor pertanian, hingga industri rumah tangga mereka tampilkan di stan pameran. Rombongan tim penilai dipimpin Kabid Pemerintahan Desa Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Bali, I Made Redy Juliarmawan. Lurah I Putu Agus Sumahendra, mengatakan, Kelurahan Subagan ini berpenduduk 19.360 jiwa. Kelurahan Subagan sesungguhnya memiliki potensi relatif baik di bidang pertanian, perikanan dan juga kelautan. Selain itu, Subagan juga punya beberapa destinasi pariwisata. Salah satunya yang sudah dikenal luas adalah Pantai Jasri. Desa Adat Jasri, juga berstatus desa wisata yang tahun 2013 lalu sempat ditahbiskan sebagai desa terbaik di Tanah Air. ‘’Setiap lingkungan punya ciri dan
potensi masing-masing,’’ kata I Putu Agus Sumahendra. Desa ini juga punya tokoh-tokoh pendamping kelurahan yang luar biasa. Seperti pada lomba itu didukung seluruh masyarakat, tokoh pemuda, termasuk Ibu Bupati secara langsung bersama I Gusti Made Tusan. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Agus Sumahendra menyatakan, Kelurahan Subagan ini berpegang pada visi-misi pemerintah kabupaten yaitu memberdayakan sumber daya lokal melalui Nawastaya Pemkab Karangasem yang bersinergi dengan Program Bali Mandara dan Nawacita Presiden Joko Widodo. Muaranya menuju Karangasem cerdas, bersih, dan bermartabat, berlangdaskan Tri Hita Karana. Bupati Mas Sumatri menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajaran Kelurahan Subagan itu dalam mendukung program pemerintah. Lomba yang sekarang diikuti ini kata Bupati Mas Sumatri, merupakan bagian upaya evaluasi kinerja manajemen tata kelola pemerintahan kelurahan, guna mendorong dan menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat. ‘’Melalui lomba kita bisa mengukur kinerja dan profesionalitas kita dalam melayani
SUBAGAN DINILAI - Kelurahan Subagan sebagai duta Karangasem dinilai Tim Lomba Kelurahan Tingakt Provinsi Bali. masyarakat,’’ katanya. Senada dengan Bupati, Redy Juliarmawan mengatakan lomba diarahkan dapat memberi motivasi sekaligus sumbangan nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lomba kelurahan yang dilaksanakan setiap tahun itu merupakan salah satu instrumen mengevaluasi keberhasilan pembangunan sekaligus sebagai tolok ukur atas capaian program-program pembangunan kelurahan.
‘’Tujuan lomba ini sesungguhnya mengevaluasi tingkat perkembangan masyarakat. Selain itu, mendorong penguatan peran lembaga pemerintahan dan kemasyarakatan, memberi penghargaan dan apresiasi kepada masyarakat kelurahan atas prestasi yang telah diraih dalam proses pemerintahan dan partisipasi dalam pembangunan serta inovasi-inovasi yang dilakukan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ jelasnya. (ad654)
HUT Ke-68 Diisi Donor Darah
Satpol PP Karangasem Siap Amankan Pilgub Bali MEMPERINGATI hari jadinya yang ke-68, Satpol PP Karangasem menggelar aksi donor darah yang juga didukung instansi lain termasuk personel TNI dari Kodim 1623/Karangasem. Donor darah selain untuk
misi kemanusiaan juga sebagai media sosialiasi fungsi dan tugas Satpol PP sebagai pengaman perda serta fungsi dalam perannya menyambut pelaksanaan Pilgub Bali yang sudah semakin dekat.
DONOR DARAH – Kegiatan sosial donor darah di Kantor Satpol PP Karangasem serangkaian peringatan HUT ke-68 Satpol PP.
Kepala Dinas Satpol PP Karangasem I Ketut Wage Saputra mengatakan, peringatan HUT Satpol PP disinkronkan dengan peringatan hari jadi Linmas dan Damkar ke56. Selain donor darah, acara yang dilaksanakan di Kantor Dinas Satpol PP Karangasem juga diisi kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis. ‘’Sesuai tema peringatan tahun ini yakni Satpol PP dan Linmas siap melaksanakan Pilkada Serentak 2018, Satpol PP sudah bersinergi dengan penyelenggara pemilu yakni KPU dan Panwas sejak awal dimulainya tahapan pilkada. Intinya kami siap membantu pengamanan Pilkada Bali terutama dalam hal membantu penyelenggara pemilu menertibkan alat peraga kampanye pasangan calon yang melanggar aturan,’’ paparnya. Secara nasional, peringatan HUT Satpol PP dipusatkan di Kalimantan Selatan, sedangkan untuk Bali dipusatkan di Bangli pada 25 April mendatang. Meski tidak ada acara seremonial tingkat kabupaten, Wage Saputra berharap Satpol PP Karangasem yang berkekuatan 35 personel semakin menunjukkan jati dirinya
sehingga mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai instruksi pusat yakni bagaimana Satpol PP menjadi petugas yang ramah. Untuk optimalisasi fungsi Satpol PP sebagai pengaman perda, Wage Saputra menyatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat baik secara langsung maupun memanfaatkan media massa terutama radio melalui dialog interaktif. Melalui upaya itu diharapkan masyarakat tahu dan paham tugas Satpol PP dalam menjaga keamanan, menjaga ketertiban umum dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. ‘’Kami juga adakan sosialisasi internal, bagaimana Satpol PP bisa menjadi satu-kesatuan sehingga dapat melakukan tugas dengan baik. Jangan sampai anggota Satpol PP malah melanggar hukum,’’ urainya. Untuk urusan menjaga keamanan dan ketertiban, Wage Saputra berharap ke depan sinergi Satpol PP dan masyarakat terus meningkat. Dalam melaksanakan tugas, Satpol PP selalu berpegang pada UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan mengutamakan langkah persuasif. (ad652)
GIANYAR
Jumat Pon, 13 April 2018
9
Sambut IMF-WB, Ubud Zero Parkir Liar Gianyar (Bali Post) -
Menyambut konferensi IMF-World Bank (WB) akan digelar Oktober mendatang, Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar bersama Satlantas Polres Gianyar menyulap sejumlah ruas jalan di Ubud menjadi kawasan zero parkir liar. Tetapi masih ada saja pemilik kendaraan yang kucing-kucingan dengan petugas dan menggunakan badan jalan di kampung turis itu untuk parkir. Melihat kondisi ini, Pemkab Gianyar dalam waktu dekat akan menurunkan mobil derek. “Sekarang pengadaan mobil derek sudah masuk tahap lelang, mungkin Mei selesai,” ucap Kadishub Gianyar I Wayan Artana, beberapa waktu lalu. Dipastikan mobil derek untuk menertibkan kendaraan yang parkir liar ini sudah beroperasi mulai Juni mendatang. Mobil derek ini akan standby di kawasan Ubud dan menderek mobil parkir sembarangan, lalu dibawa ke central parkir terdekat. Saat ini, sejumlah kendaraan roda empat terlihat parkir sembarangan dan dominan di Jalan Raya Suweta. Selain itu, ada juga yang sesekali parkir di Jalan Hanoman hingga
Jalan Raya Monkey Forest, Ubud. Sementara untuk kendaraan roda dua, malahan banyak terparkir di trotoar. Kondisi ini pun cukup mengganggu wisatawan yang berjalan kaki. “Memang dominan motor yang marak parkir sembarangan. Kalau mobil dominan berhenti sebentar, kadang ada juga yang tidak tahu dan ditegur oleh petugas hingga proses tilang,” ucapnya. Agar sterilisasi kawasan Ubud dari parkir liar lebih optimal, pihaknya sudah mengerahkan 28 personel Dishub Gianyar, ditambah dengan anggota Polres G i a n y a r. “Rencana saya dari Dishub menambah
Bali Post/wan
TURIS - Salah satu objek wisata di Ubud ramai dikunjungi turis . Dishub dan Polres Gianyar akan melakukan sterilisasi parkir liar menjelang digelarnya Konferensi IMF dan World Bank. dua personel berjaga di simpang Pengosekan dekat pertamina. Di sana pada jam tertentu kerap macet karena menjadi pertemuan kendaraan dari berbagai arah. Total akan ada 30 petugas yang standby di Ubud,” ucapnya.
Sedangkan Kasatlantas Polres Gianyar, AKP I Gusti Ayu Udayani mengakui masih ditemukannya pelanggar parkir di sejumlah ruas jalan di kampung turis itu. Pihaknya pun sudah berulang kali melakukan penindakan, hingga proses tilang.
Namun sejumlah oknum pelanggar masih membandel. “Sudah berulang kali kita tilang tapi masih ada saja yang membandel, alasannya cuma sebentar. Tapi kendaraannya ditinggal, itu kan sudah parkir namanya,” keluhnya.
AKP Udayani pun mengaku pihaknya kerap menerima omelan warga setempat karena tindakan tegas ini. “Ini pelayanan kepada masyarakat, jadi kita wajib untuk tetap persuasif, sebelum dilakukan penindakan,” tegasnya. (kmb35)
Lokasi Kantong Parkir
---------------------------------- Central Parkir Monkey Forest - Jaba Setra Dalem Puri - Museum Puri Lukisan - Pasar Ubud - Central Parkir di Pura Batukaru di Jalan Suweta. - Pasar Singakerta.
Desa Pakraman Padangtegal Optimalkan Pengolahan Sampah
Bali Post/nik
OLAH SAMPAH - Kadisparda Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta saat mencoba alat pengolahan sampah didampingi Bendesa Pakraman Padangtegal Made Gandra.
SOSOK Generasi Berkarakter PENGLINGSIR Puri Agung Gianyar A.A. Gde Agung Bharata tak lagi disibukkan dengan tugas-tugas pemerintahan. Agung Bharata yang masa jabatannya selaku Bupati Gianyar berakhir 21 Februari lalu dan kini lebih banyak beraktivitas di puri seperti merawat tanaman. “Saya sekarang cuma di rumah. Mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan, seperti menata tanaman,” ujar Agung Bharata saat ditemui di Puri Gianyar, Rabu (11/4) kemarin. Dia juga mengaku tidak memiliki aktivitas lain di organisasi. Dengan demikian, benar-benar bisa menikmati masa pensiunnya mengurus keluarga dan rumah. “Rasanya lebih tenang saja sekarang. Biasanya kan sibuk, ada saja kegiatan tiap hari,” ujarnya. Meski demikian, bukan berarti dia abai terhadap kondisi pembangunan dan masyarakat Gianyar. Agung Bharata tetap menaruh perhatian besar terhadap perkembangan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan dan kebudayaan. Dia berharap, siapapun pemimpin Gianyar nanti bisa fokus dan konsisten membenahi sektor-sektor yang menjadi prioritas tersebut. Khusus di sektor pendidikan, Agung Bharata berharap ke depannya sekolah berbasis agama Hindu yang telah dirintisnya bisa terus dikembangkan. Sebab, model pendidikan semacam itu diyakini mampu mencetak generasi muda berkarakter dan memiliki integritas. “Ini juga dalam kaitannya pelestarian budaya Bali. Ini harus ditanamkan sejak dini di bangku sekolah,” jelasnya. (ded)
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati - 943056
Koramil Ubud - 975314
DPRD - 943144
Koramil Payangan - 974793
BPBD - 7844717/7844718
Siaga Lantas/
PMK - 943113
TMC Gianyar - 945820
Kantor Satpol PP - 944436
Polsek Gianyar - 944510
RSUD Sanjiwani - 943020
Polsek Blahbatuh - 941165
PDAM - 944225/943233
Polsek Tampsiring - 901110
KPA Gianyar - 942184
Polsek Tegallalang - 901575
PMI Gianyar - 8958414
Polsek Sukawati - 298723
KONI Gianyar - 947261
Polsek Ubud - 975316
BNN Kab. Gyr. - 946122
Polsek Payangan -974794
PLN - 947166
Unit Kesehatan Matra - 972913
Kodim 1616 Gyr - 943069
Ambulan Pelayanan
Koramil Gianyar - 942289
Sosial - 945322
Koramil Blahbatuh - 941167
Puskesmas Gianyar I & II
Koramil Tegallalang - 974792
- 948309 954274
Koramil Tampaksiring - 901601
Puskesmas Blahbatuh I & II
Koramil Sukawati - 297564
- 952069 & 942771
Gianyar (Bali Post) Kebersihan menjadi prioritas Desa Pakraman Padangtegal, Ubud, Gianyar. Hal ini dilakukan guna menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke sana. Upaya itu pun kini bisa dioptimalkan desa pakraman ini, terlebih setelah diberikan bantuan lima mesin pengolahan sampah dari Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kabupaten Gianyar. Bendesa Pakraman Padangtegal Made Gandra mengatakan, selama ini desanya memang serius menangani persoalan sampah. Salah satunya melalui program pemilahan sampah organik dan non-organik. Bahkan ribuan pengusaha akomodasi di kawasan desa wisata ini pun diwajibkan melaksanakan program tersebut. “Tidak hanya warga, tetapi seluruh pengelola akomodasi
yang ada di Desa Pakraman Padangtegal wajib ikut memilah produksi sampahnya sendiri setiap hari,’’ ucapnya, Kamis (12/4) kemarin. Program yang tercantum dalam pararem sudah berjalan sepanjang tahun ini. Risikonya bila ada yang tidak mematuhinya, petugas tidak akan mengambil sampah yang bersangkutan baik itu warga ataupun pengusaha akomodasi. “Kalau sampah tidak diambil, ini menjadi persoalan bagi mereka, terkait kenyamanan terhadap pengunjung dalam hal ini wisatawan,“ ujarnya. Upaya mengajak pengusaha akomodasi ini sudah dilakukan sejak lama melalui sejumlah sosialisasi. Mereka juga mendapat pemberitahuan tertulis dari pihak desa untuk mengikuti aturan tersebut. “Jadi harus dipatuhi demi menjaga kebersihan objek wisata Ubud,’’
terangnya. Desa Pakraman Padangtegal sudah memiliki empat truk sampah. Armada ini pun sudah dibagi, yaitu truk khusus mengambil sampah organik dan non-organik. Melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Desa Pakraman Padangtegal kini memperoleh bantuan mesin pengolah sampah. Tepatnya ada lima mesin pengolah sampah yang diserahkan pada rumah kompos, dikelola oleh desa setempat. Menurutnya, permasalahan sampah merupakan tanggung jawab bersama guna membangun Ubud lebih baik ke depannya. Adapun mesin yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia adalah mesin pencacah sampah plastik, mesin pengaduk kompos, mesin pres hidrolis plastik, mesin perajang plastik dan mesin pencuci
plastik. “Dengan adanya alat tersebut, Padangtegal akan menambah kepercayaan diri tim Rumah Kompos ketika menerima kunjungan atau memberikan sosialisasi ke tempat lain,” tambahnya. Sementara Kadisparda Gianyar Anak Agung Bagus Ari Brahmanta, meminta komitmen Desa Padangtegal didukung oleh desa sekitarnya. Mensinergikan pola hidup bersih dan bebas sampah plastik diperlukan membangun visi bersama. Menurut pejabat yang akrab disapa Gung Ari ini, membangun visi bersama alangkah baiknya jika dibangun dengan forum komunikasi antar bendesa se-Kecamatan Ubud. “Tujuanya Agar visi ke depannya Ubud memiliki kesamaan langkah dalam pengelolaan sampah,” terang Ari Brahmanta. (kmb35)
Pj. Bupati Rochineng Buka Dharma Santi Nyepi Çaka 1940
PEMKAB Gianyar menggelar Dharma Santi Nyepi Tahun Çaka 1940 dipusatkan di wantilan Pura Samuan Tiga, Bedulu, Blahbatuh, Kamis (12/4) kemarin. Dharma Santi tahun ini mengambil tema “Melalui Dharma Santi Nyepi Tahun Çaka 1940 Kita Tingkatkan Soliditas sebagai Perekat Kebhinnekaan untuk Mewujudkan Gianyar yang Aman, Damai, dan Sejahtera” dan dibuka Penjabat (Pj) Bupati Gianyar Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H., dihadiri para sulinggih se-Kabupaten Gianyar, Sekkab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Gianyar. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan punia secara simbolis kepada sulinggih, pemangku, bendesa, klian adat serta pekaseh se-Kabupaten Gianyar. Punia tersebut sebagai bentuk apresiasi Pemkab Gianyar terhadap para sulinggih, pemangku, bendesa, kelian adat serta pakaseh yang selama
DHARMA SANTI - Pemkab Gianyar menggelar Dharma Santi Nyepi Tahun Çaka 1940, dipusatkan di Wantilan Pura Samuan Tiga, Bedulu, Blahbatuh, Kamis (12/4) kemarin. Dharma santi tersebut dibuka Pj. Bupati Gianyar Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H. ini memegang peranan penting dalam menjalankan nilainilai agama Hindu, budaya dan pembangunan Gianyar yang berlandaskan Tri Hita Karana, sehingga tercapai Gianyar yang aman dan damai. Kepala Bagian Kesra Setda
Kabupaten Gianyar Ngakan Ketut Jati Ambarsika, S.E., M.M. mengatakan, sesuai tema yang diusung, dengan diadakannya Dharma Santi ini diharapkan umat mampu memaknai pelaksanaan Catur Brata Panyepian sebagai momen introspeksi
diri untuk mewujudkan Moksartaham Jagadhita yang dimulai dari diri sendiri. Meningkatkan toleransi antar umat beragama dan persatuan antar sesama. “Kegiatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan hari raya Nyepi sebagai wujud syukur karena telah terlaksana dengan baik, toleransi yang tinggi dari seluruh warga Kabupaten Gianyar,” terang Ngakan Jati Ambarsika. Ngakan Jati Ambarsika menambahkan, Dharma Santi Çaka 1940 diikuti oleh 650 peserta se-Kabupaten Gianyar, dengan rincian 187 sulinggih, bendesa sebanyak 272 orang, perbekel dan lurah, Forkomindo dan Instansi terkait MMDP, PHDI serta FKUB. Pj Bupati Gianyar Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H. mengatakan, pelaksanaan Catur Brata Panyepian Çaka 1940 sangat istimewa karena bertepatan dengan piodalan Sanghyang Aji Saraswati yang dipercaya sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan. Selain sebagai ajang introspeksi
diri, pelaksanaan Catur Brata Panyepian juga sebagai sarana untuk meningkatkan keluhuran budi pekerti, kesucian buana alit dan buana agung. Begitu juga dengan perayaan Hari Suci Saraswati, umat diharapkan supaya ingat dengan Jnana Atma yang sangat penting untuk mewujudkan tujuan dharma kehidupan yaitu Widya Dhanam, Sarwadhana lan Pradanam, Jnana Atma atau ilmu pengetahuan sebagai harta yang utama. “Membangun bangsa dan negara tidak hanya bisa berdasar harta dan kekayaan alam saja. Tetapi sumber daya manusia yang berbudi luhur, pondasi utama untuk menuju kesukertan jagat,” terang Rochineng. Rochineng berharap pelaksanaan hari Suci Nyepi dan Saraswati juga bisa meningkatkan persatuan umat sesuai dengan Tri Hita Karana, yakni sradha dan bhakti yang tidak hanya ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, namun juga kepada semua makhluk hidup. (ad648)
JEMBRANA
10
Jumat Pon, 13 April 2018
SOSOK Perbaiki Kualitas Pelayanan
ANIMO masyarakat untuk membuat Kartu Identitas Anak (KIA) ternyata masih rendah. Padahal pembuatan KIA ini sudah mulai tahun 2016 lalu. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jembrana I Ketut Wiaspada mengatakan, sebenarnya sejak tahun 2016 lalu sudah ada ribuan anak mengantongi KIA. Dari tahun ke tahun akan terus ditambah begitu juga untuk perbaiki kuantitas maupun kualitas pelayanan. Apalagi Jembrana merupakan salah satu kabupaten yang menjadi pilot project dalam pembuatan KIA. Pejabat asal Penyaringan ini memaparkan, untuk anak yang sudah memiliki KIA saat ini sebanyak 11.045 anak. Sedangkan yang belum memiliki KIA terdata sebanyak 74.946 anak. Wiaspada menegaskan pihaknya saat ini masih membuka pelayanan pembuatan e-KTP maupun KIA. Bahkan saat hari Minggu pun pelayanan tetap dibuka. Khusus untuk e-KTP hingga akhir Maret 2018 sudah ada 222.274 orang dari 231.361 warga yang melakukan rekam data. Dari data itu masih ada 8.301 orang yang belum melakukan rekam data. Selain lembur di hari libur, dinas juga melakukan pelayanan jemput bola untuk mengejar target seluruh masyarakat guna mengantongi e-KTP. (olo)
Rekomendasi Enam Terduga Pungli Diajukan ke Bupati Negara (Bali Post) Rekomendasi terhadap enam oknum petugas yang diduga melakukan pungli di Pos KTP Gilimanuk, kini diajukan ke Bupati Jembrana. Keenam terduga pungli ini yakni masingmasing berinisial Komang AD (40), IGST NKS (57), Agus DP (29), Dewa MC (31), I Putu EAW (30) dan IGST PNS (54). Tiga di antaranya berstatus PNS pada Dinas Dukcapil dan tiga pegawai kontrak Satpol PP. Mereka ditangkap Tim Penindakan Saber Pungli Kabupaten Jembrana lantaran diduga melakukan pungli di Pos KTP Gilimanuk. Mereka diamankan beserta barang bukti uang Rp 490 ribu dan buku catatan. Penanganan kasus tersebut kemudian dilimpahkan dari Tim Saber Pungli ke Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), dalam hal ini Inspektorat Jembrana. Inspektur pada Inspektorat Pemkab Jembrana Ni Wayan Koriani, Kamis (12/4) kemarin, mengatakan terkait penanganan kasus maupun sanksi terhadap oknum PNS dan Satpol PP itu, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi. Namun ia menolak menyebutkan hasil pemeriksaan, termasuk kesalahan hingga sanksi yang dijatuhkan terhadap mereka. “Rekomendasi sudah naik ke Bupati. Biar tidak salah, silahkan tanyakan langsung ke Bupati,” tandasnya. Sebelumnya Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, jika benar mereka terbukti melakukan pungli, tentu akan berhadapan dengan hukum. Kalau mereka berasal dari pegawai kontrak, sanksinya bisa diberhentikan. (kmb)
Permohonan Beasiswa Banyak
Dewan Ingatkan Dinas Seleksi secara Transparan
Negara (Bali Post) Program beasiswa mahasiswa berprestasi dari tahun ke tahun semakin banyak peminat. Tahun ini, dari kuota 800 beasiswa, jumlah mahasiswa yang mengajukan permohonan menembus 1.130 orang. Karena kuota terbatas, harus dilakukan seleksi. DPRD Jembrana meminta agar dinas terkait dalam melakukan seleksi secara transparan dan sesuai dengan aturan. Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja belum lama ini. Anggota Komisi A DPRD Jembrana I Ketut Sadwi Darmawan, Kamis (12/4) kemarin, mengatakan sesuai dengan Perbup akan dilakukan seleksi IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi. Karena itu pihaknya berharap perlu dilakukan dengan transparansi ke depan. Wakil Ketua Komisi A DPRD Jembrana I Putu Dwita, mengatakan bila sesuai aturan yang ada harus melalui seleksi. Namun berdasar seleksi itu, konsekuensinya akan muncul persoalan harus ada yang tergusur dari persyaratan ini. Namun melihat animo dari tahun ke ta-
hun, seharusnya Dinas sudah melakukan pendataan untuk histori penganggaran. ”Kenapa harus dianggarkan untuk 840 orang saja? Untuk itu perlu evaluasi dilakukan ke depan,” terang Dwita. Evaluasi itu bisa dengan menambah kuota. Untuk menambah anggaran, memang tidak mungkin dilakukan saat ini. Untuk itu Dinas harus melakukan seleksi dengan transparan sehingga tidak ada menimbulkan permasalahan kemudian. ”Intinya Dinas bekerjalah sesuai dengan aturan yang ada,” terang Dwita. SEmentara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jembrana I Putu Eka Suarnama, mengatakan program beasiswa Kabupaten Jembrana ini timbul permasalahan pada kelebihan kuota permohonan. Sesuai Peraturan Bupati (perbup) yang mengatur, memang syaratnya ada permohon sesuai kualifikasi sah terdaftar dan sesuai dengan Pengumuman Nomor 427/396/ Disdikpora/2018. Dibandingkan dari tahun sebelumnya sejatinya tidak pernah melebihi target kuota. Baru kali ini melebihi target ini. Sesuai dengan Perbup lagi, Dinas akan melakukan seleksi. Apabila jumlah mahasiswa yang memenuhi persyaratan nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) melebihi kemampuan pagu anggaran, maka akan dilakukan perankingan kembali IPK tertinggi atau seleksi. (kmb26)
I Ketut Sadwi Darmawan
Bali Post/olo
Wacana Penutupan Kafe di Delodberawah
Setahun Berjalan, Peringatan Kecamatan Tak Digubris Negara (Bali Post) – Wacana penertiban dan penutupan kafe remang-remang di Pantai Delodberawah sudah berjalan sejak setahun lalu. Namun upaya penutupan itu hingga kini masih dalam proses. Di tengah kondisi itu, banyak kafe terlihat masih beroperasi dan menjual minuman keras (miras), tanpa dilengkapi izin yang harus dipenuhi. Padahal pihak Kecamatan Mendoyo sudah dua kali melayangkan surat peringatan dan tiga kali melakukan sidak terkait Izin Usaha Kecil Menengah (IUMK). Hal ini pun mengesankan bahwa peringatan pihak kecamatan tidak pernah digubris oleh pengelola kafe. Berdasarkan pantauan Rabu (11/4) malam, sejumlah kafe yang sebelumnya telah mendapatkan surat peringa-
tan dari kecamatan, namun terlihat masih beroperasi alias buka. Bahkan beberapa di antaranya ramai pengunjung hingga memenuhi seluruh meja di dalam kafe. Namun, ada juga sejumlah kafe yang tutup karena mengikuti aturan. Seperti empat kafe yang telah habis masa kontrak tanahnya. Padahal sebelumnya kafekafe ini tetap buka kendati sewa tanah yang digunakan telah habis. Tanah yang digu-
nakan ini merupakan pelaba Pura Perancak. Tanah pelaba Pura Perancak dengan total luas 93 are itu disewa 11 orang dengan jangka waktu antara satu hingga lima tahun. Rencananya di tahun 2020 akhir sewa terlama selesai, seluruh sewa tanah akan ditertibkan oleh pangempon. Kepala Desa Delodberawah I Made Rentana belum lama ini mengakui penertiban memang belum tuntas. Pihaknya meny-
erahkan sepenuhnya kepada pihak kecamatan yang selama ini melakukan pengawasan. Kini untuk pengawasan untuk menertibkan dari pihak desa juga melibatkan Barisan Anshor Serba Guna (Banser) NU. Sebab selama ini warga yang bermukim di dekat kafe itulah sering mengeluhkan, terutama waktu pengoperasian yang dinilai melewati batas. Sementara itu, Perbekel Delodberawah I Nengah Milodana sebelumnya mengatakan akar permasalahan hingga warga meminta kafe ditertibkan adalah para pengelola kafe tidak mengikuti aturan. Pembekuan kontrak tanah dilakukan untuk mendata ulang
kafe agar kembali mengikuti aturan Desa Pakraman. Di mana sebagian besar pengelola ini sejatinya merupakan warga luar Desa Adat Delodberawah atau tamiu. Milodana juga mengungkapkan, selama beroperasi sejatinya tidak ada permasalahan karena mengikuti awigawig yang ditetapkan Desa Pakraman. Namun, sejak setahun belakangan ini kafe-kafe tersebut mengabaikannya. Terutama terkait penduduk pendatang dan aturan jam buka dan tutup kafe yang dilanggar. Di samping itu juga terkait kontrak minuman dengan salah satu merk yang tidak tuntas. (kmb26)
lah nelayan sempat protes lantaran tidak ada stok BBM di SPBN. Guna mendapatkan BBM itu, para nelayan meninggalkan jerikennya di areal SPBN Pengambengan. Nelayan lainnya, Suwenia, juga mengaku heran dengan kosongnya BBM di SPBN yang diperuntukkan nelayan itu. Padahal di tempat lainnya, seperti di SPBU masih ada stok. Tetapi nelayan kesulitan bila mencari solar ke SPBU. “Tidak tahu kenapa di SPBN kosong. Kami terpaksa membeli di SPBU,” terang Suwenia. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa saat dikonfirmasi mengatakan tidak adanya stok solar di SPBN itu diduga karena berbagai hal. Secara teknis ada aturan bagi SPBN yang ingin mendapatkan BBM (order) harus membayar diawal. Sementara sebelumnya kondisi
penangkapan ikan mengalami paceklik dan jarang ada yang melaut. Nah, kebetulan saat ini sudah mulai banyak nelayan yang melaut. Kendati di SPBN Pengambengan kehabisan stok, sejatinya nelayan bisa mencarinya di SPBU terdekat dengan membawa surat rekomendasi dari dinas. Di sana nanti akan tercatat riwayat pembelian di SPBU dari nelayan. Di pihak lain, pengelola SPBN Tantri mengaku kosongnya solar ini dikarenakan adanya keterlambatan distribusi. Bukan karena langka, sebab di SPBN atau SPBU lainnya juga masih banyak stok. Seperti contohnya di SPBN Perancak yang juga dikhususkan untuk pembelian BBM nelayan. “Ini karena keterlambatan pengiriman saja. Tetap kami order tiap hari. Sebenarnya bisa nelayan mencari (solar) ke SPBN Perancak. Tapi tidak mau,” terangnya. (kmb26)
Stok Habis, Nelayan Kesulitan Dapatkan Solar
Negara (Bali Post) – Sejumlah nelayan di Pengambengan mengeluhkan sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Sebab, sejak beberapa hari terakhir stok solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) habis. Bahkan hingga Kamis (12/4) kemarin, mereka juga belum mendapatkan BBM ini. Hal itu dibuktikan dengan berjejernya ratusan jeriken di halaman Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Pengambengan. Padahal BBM itu sangat dibutuhkan untuk kepentingan melaut. Salah satu nelayan perahu selerek (purse seine), Sakirin (45) saat ditemui mengatakan kondisi ini sudah terjadi sejak lima hari lalu. Karena stoknya habis, para nelayan diarahkan ke SPBU terdekat lantaran di SPBN di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. “Di
Bali Post/olo
BERJEJER – Ratusan jeriken BBM milik nelayan berjejer di SPBN Pengambengan, Kamis (12/4) kemarin. Sejak beberapa hari terakhir, di SPBN tersebut kehabisan stok solar. saat kita membutuhkan BBM untuk melaut, justru tidak tersedia. Kami diarahkan ke SPBU pun mereka juga raguragu dengan berbagai alasan,” kata pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana ini.
Dalam sekali melaut, kata Sakirin, memerlukan sekitar dua drum solar. Tak hanya itu, nelayan tradisional (mesin tempel) juga mengalami hal yang sama. Mereka mengaku mengalami kesulitan mendapatkan solar. Bahkan sejum-
Tanaman Kakao Masuk Pasar Ekspor
Terapkan Sistem Organik, Ditetapkan sebagai Komoditas Industri Inti
PARA petani kakao di Jembrana sejak tiga tahun belakangan ini mulai sumringah. Hasil produksi kakao para petani ini merambah pasar Eropa (ekspor). Dari mulanya hanya beberapa Subak Abian yang bergabung dalam pola sertifikasi produksi kakao, tahun ini tercatat sudah ada 41 subak yang bergabung menyuplai kakao ekspor. Dari tahun ke tahun jumlah permintaan untuk pasar luar negeri juga terus bertambah. Sebelumnya tahun 2016 target 100 ton. Tahun ini bertambah dua kali lipat yakni 200 ton. Kendati minat subak untuk bergabung banyak, harus melalui uji kelayakan dengan 70 item persyaratan. Salah satunya berbasis organik. “Semua item itu harus terpenuhi subak agar bisa ikut. Memang sedikit ketat. Yang paling utama adalah organik. Mulai dari tanaman, pupuk, bahan yang digunakan untuk hama penyakit, termasuk lingkungan sosial,” terang Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Komang Ariada. Selain pasar luar negeri, para petani kakao di Jembrana juga memasok ke perusahaan-perusahaan dalam negeri. Khusus untuk pasar
ekspor, target tahun lalu yakni 100 ton hanya terealisasi 95 ton. Hal itu dipicu masa panen yang mundur atau terlambat akibat faktor cuaca ekstrem. Untuk itu kakao sedikit terlambat panen, tetapi hasilnya masih berkualitas ekspor. “Kalau untuk pasar dalam negeri, rata-rata lima sampai 12 ton yang kita pasarkan. Sekarang kita fokus pada pasar ekspor agar bisa memenuhi target 200 ton,” tambahnya. Diharapkan pada tahun ini cuaca kembali bersahabat sehingga target produksi dari puluhan subak itu bisa terpenuhi. Cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor masalah yang paling utama. Sebab, perkembangan pohon kakao ini sangat bergantung dari cuaca. Terkait jumlah subak, menurutnya tahun ini sudah ada 41 yang masuk bergabung dari hasil seleksi ketat. Jumlah itu bertambah dari tahun sebelumnya yakni 35 subak. Dengan hasil yang bisa menyuplai pasar ekspor ini, semakin banyak subak yang berminat bergabung. Menurut Ariada, dari 147 Subak Abian, pada tahun 2019 nanti akan bertambah lagi, jumlahnya mencapai 61 subak. Kakao Jembrana memiliki cita rasa khas dibandingkan
dengan daerah lain di Indonesia. Salah satu yang membedakan adalah lemak kakao yang dihasilkan. Hal itulah yang membuat sejumlah perusahaan pengolahan biji kakao di Prancis tertarik. Tidak selalu untuk bahan makanan atau minuman, namun biji kakao ini bisa digunakan untuk bahan kosmetik. Terutama untuk lemak dari minyak kakao. Bagi para petani, memberikan pendapatan lebih karena harga jual dari produksi kakao ini lebih tinggi. Selain meningkatkan produksi, ke depan juga mulai melakukan pengolahan kakao, terutama dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Salah satu petani kakao di Pohsanten, Made Sugandi (44) mengatakan hasil yang dirasakan dari pengelolaan empat tahun lalu dengan sistem organik saat ini cukup menggembirakan. Dari yang dulunya hanya sekadar menghasilkan, kini menjadi ladang emas. Karena harga jual lebih tinggi dengan metode penanaman dan fermentasi organik yang dipelajarinya. Seluruh pengelolaan dilakukan berdasar organik, mulai dari pupuk hingga lingkungan sekitar. Dengan demikian, hasil buahnya pun lebih berkualitas dan besar. Tanaman kakao kini
juga telah ditetapkan sebagai komoditas industri inti di Kabupaten Jembrana. Dari data yang ada, Jembrana merupakan penghasil
kakao terbesar di Bali dengan luas perkebunan mencapai 6.226 hektar dan keterlibatan petani sebanyak 13 ribu orang. (olo)
Bali Post/olo
KAKAO – Tanaman kakao di Jembrana yang kini menembus pasar ekspor. Target produksi kakao untuk pasar internasional ini tiap tahun terus naik.
Jumat Pon, 13 April 2018
BALI DWIPA
11 Evakuasi Bencana Melalui Jalur Laut Mangupura (Bali Post) Guna meningkatkan soliditas antarinstansi, TNI-AL, BNPB, Basarnas dan BPBD melaksanakan latihan parsial pengamanan dan evakuasi bencana melalui jalur laut di perairan Nusa Dua, Kamis (12/4) kemarin. Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), B. Wisnu Widjaja, mengatakan, latihan ini bertujuan untuk mengukur seberapa cepat proses evakuasi saat terjadi bencana melalui laut apabila menghadapi kondisi ketinggian ombak tertentu. Sehingga, dengan demikian, diharapkan bisa diketahui seperti apa langkah yang perlu dilakukan untuk proses penanganannya. Dalam kaitannya dengan penanggulangan bencana, latihan seperti ini diharapkan bisa dilakukan terus-menerus sehingga bisa ditemukan bagaimana SOP yang terbaik. Di sini juga bisa tercipta suatu kerja sama yang solid, baik dari pihak TNI-AL, Basarnas, BPBD. “Dalam kesiap siagaan, tentu nantinya semua akan terlibat. Tidak mungkin saat penanganan di lapangan hanya dilakukan oleh satu institusi,” katanya. Sementara Dansatgas
Bali Post/kmb23
LATIHAN - TNI-AL, BNPB, Basarnas dan BPBD melaksanakan latihan parsial pengamanan dan evakuasi bencana melalui jalur laut di perairan Nusa Dua, Kamis (12/4) kemarin.
Bali Prioritaskan Peningkatan Kualitas SDM Denpasar (Bali Post) Peningkatan kualitas SDM Bali menjadi prioritas dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019. Baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun upaya-upaya untuk membuat manusia Bali mampu bersaing. Terutama pada era revolusi industri 4.0. yang tengah dihadapi bangsa ini sekarang. “Tahun ini, tahun depan, dan beberapa tahun ke depan, saya kira memang prioritas kita adalah kembali (peningkatan kualitas SDM - red). Walaupun kita sudah laksanakan, supaya SDM Bali mampu bersaing. Baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Bali di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (12/4) kemarin. Menurut Pastika, para perencana pembangunan harus benarbenar visioner. Dalam hal ini, mengetahui secara persis yang terjadi di tingkat lokal, nasional, dan global. Terlebih ke depan, teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi akan semakin canggih. Dunia seolah-olah tidak memiliki batas. “Jangkauan komunikasi dan transportasi itu begitu masifnya dan begitu luasnya. Kita tidak bisa berpangku tangan. Makanya harus tahu apa yang sedang terjadi dan mau ke mana perkembangan ini. Terutama pada masalah-masalah yang berkaitan dengan kualitas SDM,” jelasnya. Pastika menambahkan, SDM Bali mesti dipersiapkan dengan kemampuan yang memang dibutuhkan tuntutan zaman. Pertama-tama, mereka harus sehat, kuat, dan memiliki kondisi fisik yang baik. Itu sebabnya, masalah kesehatan paling pertama diatensi untuk menunjang kualitas SDM Bali. “Di Bali tidak boleh ada yang stunting. Stunting itu kurang gizi sehingga bodoh, kerdil, berkembang tidak bisa dan daya tahannya kurang karena masalah kesehatan,”
terangnya. Setelah sehat, lanjut Pastika, SDM Bali harus pintar, cerdas, dan tahu apa yang akan terjadi. Selanjutnya, mereka harus memiliki stamina dan daya tahan yang kuat di tengah-tengah persaingan. “Ini saling hantam kalau persaingan, memerlukan manusia-manusia kuat yang berkarakter kokoh,” tandasnya. Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy S. Prawiradinata mengatakan, peningkatan kualitas SDM juga merupakan satu dari lima prioritas nasional dalam RKP 2019, bahkan menjadi priotas nasional yang pertama. Terlebih, dengan perkembangan saat ini dan dalam kaitan bonus demografi. SDM dalam jangka panjang akan didorong untuk mengurangi angka kemiskinan. “Walaupun Bali tingkat kemiskinannya sudah rendah, tapi secara nasional kita masih tinggi,” ujarnya. Prioritas nasional kedua, lanjut Rudy, mengurangi kesenjangan antarwilayah. Bali khususnya harus bisa mengurangi kesenjangan antara Bali Selatan dengan wilayah Bali lainnya. Sementara prioritas nasional ketiga adalah peningkatan ekonomi melalui pertanian, industri, pariwisata, dan lainnya. Selanjutnya, daya dukung ketahanan energi, pangan dan air, serta stabilitas keamanan. (kmb32)
‘’Peningkatan kualitas SDM juga merupakan satu dari lima prioritas nasional dalam RKP 2019, bahkan menjadi priotas nasional yang pertama. Terlebih, dengan perkembangan saat ini dan dalam kaitan bonus demografi. SDM dalam jangka panjang akan didorong untuk mengurangi angka kemiskinan.” Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy S. Prawiradinata
Andi Irawan Diadili Kasus Narkoba
Denpasar (Bali Post) Andi Irawan (37) asal Banjarmasin, Kamis (12/4) kemarin, diadili di PN Denpasar atas perkara dugaan penyalahgunaan narkotika. JPU Edy Arta Wijaya di depan persidangan mengatakan, Andi ditangkap 29 Januari lalu di Dusun Tembau, Penatih, Denpasar Timur. Petugas Polda Bali menemukan barang bukti sabu-sabu dan ekstasi di rumah kos terdakwa di Jalan Sanggalangit Gang I, Denpasar. Barang bukti yang disita 317,62 bruto
atau 313,52 gram neto sabu. “Saat diinterogasi, terdakwa mengakui b a hwa sabu-sabu dan ekstasi itu miliknya,” ucap jaksa. Terdakwa mendapat barang dengan cara membeli dari seseorang yang diketahui bernama Bayu (DPO). Atas perkara itu, Andi dijerat pasal 114 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan primer, dan pasal 112 UU yang sama dalam dakwaan subsider. (kmb37)
Lat Parsial, Kolonel Laut (P) Sawa mengatakan, geladi parsial ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan TNI-AL. Kegiatan ini memang digelar untuk melaku kan pengamanan dan evakuasi antisipasi bencana alam, serta mendukung hari kesiapsiagaan bencana (HKB) tahun 2018. Terutama dalam melakukan pengamanan dan evakuasi melalui jalur laut. Pada latihan tersebut, digunakan satu unit kapal jenis bantu Rumah Sakit y a i t u K R I D r . S o e h a rso-990, Lanal Denpasar, Landing Craft Unit (LCU), Helicopter, Sea Rider, Perahu karet. Tiga loading helicopter juga disiapkan dengan jarak tempuh sekitar 3 menit dari KRI yaitu Helipad Peninsula, Lapangan Hotel St Regis, dan Lapangan Lagoon. Sedangkan pantai yang digunakan untuk menjemput personel adalah di pantai Mengiat, Nusa Dua. Skenario yang dijalankan yaitu, evakuasi dari tempat berkumpul menggunakan LCU, Sea Rider, perahu karet, maupun helikopter menuju KRI. Dengan latihan ini, diharapkan semua pihak siap dalam kesiapsiagaan menanggulangi bencana, khususnya untuk pelaksanaan IMF Annual Meeting bulan Oktober mendatang. (kmb23)
Dikaji, Kereta Api Jalur Mengwitani-Singaraja
Denpasar (Bali Post) -
Wacana proyek kereta api di Bali sebetulnya bukan hal baru. Hanya, yang selama ini didengungkan adalah proyek kereta api keliling Bali untuk keperluan pariwisata. Sementara sejak 2016 lalu, Pemprov Bali rupanya telah melakukan kajian terkait rencana kereta api dengan jalur Mengwitani-Singaraja. “Apa yang disampaikan beberapa kali oleh gubernur adalah yang pariwisata, akan mengitari Bali. Kalau ini (Mengwitani-Singaraja) untuk penumpang biasa. Tetapi tentunya ada panorama Bedugul yang akan dilewati. Ini yang membikin kereta api ini menurut saya sangat bagus,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGA Sudarsana, Kamis (12/4) kemarin. Menurut Sudarsana,
feasibility study (FS) yang dilakukan sejak 2016 telah menelan anggaran Rp 300 juta. Untuk sementara, hasil FS menyatakan kereta api Mengwitani-Singaraja feasible. Hasil itu pun tidak mutlak, sebab pemerintah pusat saat ini masih melanjutkan kajian untuk beberapa hal. Selain itu, masih dilihat terkait situasi dan kondisi kontur tanah. “Dari Denpasar kan naik, bagaimana pemecahannya
belum tergambarkan. Nanti di DED (Detail Engineering Design) itu akan kelihatan, perkiraan saya. Setelah studi kedua, saya tidak tahu apa namanya, pusat yang bantu, kalau memang oke baru DED,” jelasnya. Kalaupun kajian nanti telah rampung seluruhnya, lanjut Sudarsana, keputusan berlanjut atau tidaknya proyek ini juga bergantung dari gubernur baru. “Apa pun perencanaan kita, kalau memang pimpinan,
gubernur, bupati atau apa, tidak melanjutkan ya nggak jadi apa-apa karena berkaitan dengan penganggaran, lobi ke pusat, biaya, dll.,” imbuhnya. Sudarsana menambahkan, keberadaan kereta api Mengwitani-Singaraja diharapkan dapat mem -
perlancar arus lalu lintas. Sekalipun di jalur yang sama kini juga tengah dirancang 10 titik shortcut. Namun, penduduk diperkirakan terus bertambah sehingga keberadaan shortcut juga perlu didukung dengan kereta api. (kmb32)
Pemprov Bali telah melakukan kajian terkait rencana kereta api dengan jalur Mengwitani-Singaraja sejak 2016. n Feasibility study (FS) yang dilakukan telah menelan anggaran Rp 300 juta. n Hasil FS menyatakan kereta api Mengwitani-Singaraja feasible. n Keberadaan kereta api diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas, kendati di jalur yang sama tengah dirancang 10 titik shortcut. n
Pemprov Klarifikasi Soal Perda Insentif
Sudah Ada Pergub Sejak 2017 Denpasar (Bali Post) Kekompakan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali benar-benar diuji oleh Perda tentang Pemberian Insentif dan/ atau Kemudahan kepada Masyarakat dan/atau Penanam Modal. Dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menyatakan perda ini belum bisa diberlakukan lantaran peraturan
gubernur (pergub) belum rampung di Biro Hukum dan HAM. Kemudian dari Biro Hukum dan HAM menegaskan belum pernah menerima draf pergub ataupun melakukan pembahasan. Ketidaksinkronan ini pun langsung diklarifikasi oleh Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, Kamis (12/4) kemarin. Ber-
beda dari pernyataan kedua rekannya, Mahendra justru mengatakan pergub itu sudah ada sejak 2017. Tak hanya mengatakan demikian, Mahendra juga menunjukkan wujud dari Pergub No. 74 Tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda No.1 Tahun 2016 tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan kepada Masyarakat dan/atau Penanam Modal
itu. Termasuk dengan peraturan turunan lainnya berupa SK Gubernur Bali No.1972/03-X/HK/2017 tentang pembentukan dan susunan keanggotaan tim satuan tugas percepatan pelaksanaan berusaha Provinsi Bali. ‘’Jadi, turunan dari perda berupa pergub dan SK Gubernur sudah segera kami selesaikan,’’ ujarnya. Menurut Mahendra, per-
nyataan bahwa pergub belum rampung sebetulnya muncul lantaran belum dicermati dengan baik. Padahal, pemprov selama ini berkomitmen untuk cepat menindaklanjuti regulasi yang ada. Termasuk dalam hal menyosialisasikannya kepada masyarakat. ‘’Sosialisasi tidak bisa hanya satu atau dua kali, ini berkalikali kita lakukan,’’ jelasnya. (kmb32)
TINDAK pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) khususnya sepeda motor tetap tinggi di Bali. Kasus curanmor menduduki posisi kedua setelah pencurian dengan pemberatan (curat). Dari data yang dihimpun di Polda Bali, tahun 2017 sebanyak 307 sepeda motor dilaporkan hilang dan baru setengahnya diungkap.
Dian Kusuma (29). Pemilik motor tak lain calon mertuanya, I Nyoman Rupadenta (56). Pelaku beraksi saat korban menunggu anaknya yang sedang dirawat di RS Sanglah. Pelaku ditangkap di rumahnya di Jalan Bedahulu XXI, Gg Munduk Abukasa Denpasar. Ia melakukan pencurian menggunakan kunci duplikat yang dibuat sehari sebelumnya dan sampai rumah pelat motor diganti. Motifnya karena cintanya tak direstui oleh korban. Lulusan Akpol 2012 ini mengatakan, wilayah Polsek Denbar cukup luas karena meliputi Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Utara, sehingga angka kriminalitas cukup tinggi. Selain itu, penduduknya hiterogen serta perekonomian dan pariwisata berkembang pesat sehingga banyak yang ingin mengadu nasib di sini. Untuk menekan curanmor, perwira kelahiran Ujungpandang 6 April 1990 ini mengungkapkan berbagai upaya telah dilakukan. Upaya tersebut di antaranya membentuk tim khusus curanmor dengan sebutan Tim Macan Denbar, membuat Posko Berantas di Jalan Mahedradatta dan Jalan Kargo, patroli setiap jamnya di kring
masing-masing dan bekerja sama dengan pihak terkait, khususnya Unit Lantas. “Modusnya, pelaku menggunakan kunci palsu dan ada juga karena korban teledor yaitu lupa mengambil kunci
motornya. TKP paling banyak di depan rumah dan kos-kosan,” ungkapnya. Untuk menekan kasus tersebut, mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi, Badung ini, mengajak masyarakat untuk
meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, memarkir sepeda motor di tempat teraman dan menggunakan kunci pengaman ganda. “Menjaga keamanan harus kita lakukan bersamasama,” imbuhnya. (rah)
Kasus Curanmor Masih Tinggi
Salah satu polsek yang angka curanmornya tinggi yaitu Polsek Denpasar Barat (Denbar). Tahun 2017 terjadi 25 kasus tersebut dan berhasil diungkap 15 kasus. Dari pengungkapan tersebut, Kanitreskrim Polsek Denbar, Iptu Aan Saputra Ramadhan Amrullah, S.IK., M.H. bersama anggotanya menangkap 23 pelaku. Sedangkan dari Januari hingga awal April tahun ini, diungkap lima kasus dengan jumlah pelaku lima orang. “Untuk pengungkapan kasus ini, kami paling banyak,” tegasnya, Kamis (12/4) kemarin. Kasus teranyar yang diungkap yaitu areal parkir RSUP Sanglah. Pelakunya Dwi Nova
DITANGKAP - Salah satu pelaku curanmor yang ditangkap Polsek Denbar.
Bali Post/ist
KLUNGKUNG
12
Jumat Pon, 13 April 2018
SOSOK ”Mapping” Peredaran Miras
MINUMAN keras (miras) oplosan telah memakan korban di daerah Jawa. Bahkan jumlahnya tak sedikit. Sampai puluhan orang. Peredaran minuman serupa tak menutup kemungkinan menyasar daerah lainnya, tak terkecuali Kabupaten Klungkung. Apalagi sebagai jalur pelintasan antarkabupaten. Hal tersebut menjadi atensi pihak kepolisian. Langkah pencegahan pun dilakukan. “Selain narkoba, peredaran miras, terutama oplosan juga kami cegah,” ungkap Kasat Reserse Narkoba Polres Klungkung AKP I Gusti Ngurah Yudistira, Kamis (12/4) kemarin. Mantan Kapolsek Susut, Bangli ini mengaku telah melakukan mapping tempat yang rawan peredaran miras. Hal ini akan dijadikan dasar dalam melakukan penindakan. Namun, hingga kini belum ditemukan adanya dugaan pelanggaran. “Personel sudah turun melakukan pemetaan. Di mana saja yang memungkinkan terjadi peredaran. Tetapi untuk hasilnya, belum bisa kami sampaikan. Yang jelas ini sebagai dasar penindakan,” ucapnya. Konsumsi miras secara berlebihan tak hanya mampu mengganggu kesehatan masyarakat. Namun juga memicu terjadinya gangguan ketertiban masyarakat. Upaya pencegahan sudah dilakukan melalui sosialisasi bersamaan dengan pencegahan penggunaan narkoba. Para pemuda menjadi salah satu sasaran. Ini juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan maupun menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten. “Pencegahan sudah berjalan,” katanya. Pemerintah desa maupun adat juga diminta turut mengantisipasi peredaran minuman itu. Sama halnya dengan narkoba yang sudah diatur melalui awig-awig. “Pemerintah desa paling dekat dengan masyarakat. Lebih cepat tahu situasi di desa. Kami berharap besar bisa ikut melarang peredaran miras,” tandasnya. (sos)
Pemberhentian Sementara Perbekel Satra
Tunggu Rekomendasi Kemendagri Semarapura (Bali Post) Pemberhentian sementara Ni Made Ratnadi sebagai Perbekel Desa Satra, Kecamatan Klungkung lantaran menjadi tersangka kasus dugaan penyimpangan penggunaan APBDes 2015, sudah berproses. Hal tersebut masih menunggu rekomendasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Pemberhentiannya tidak bisa langsung dilakukan oleh penjabat sementara bupati. Sesuai aturan, harus mendapat rekomendasi dari Kemendagri,” ungkap Kepala Dinas Peberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana I Wayan Suteja, Kamis (12/4) kemarin. Pejabat asal Karangasem ini menyebutkan, permohonan rekomendasi itu sudah disampaikan sepekan lalu secara langsung ke Direktorat Jendral Otonomi Daerah Kemendagri. Itu dinyatakan langsung diproses. Hanya keluarnya belum diketahui. “Kami masih menunggu. Kalau sudah keluar, akan langsung disampaikan ke perbekel,” jelasnya. Ditegaskan, pemberhentian sementara merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Klungkung Nomor 12 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Perbekel. “Itu (pemberhentian sementara - red) yang menjadi sanksi,” ungkapnya. Masa jabatan perbekel perempuan satusatunya di Klungkung itu sampai 4 September 2018. Di tengah menjalani proses hukum, tugas-tugasnya nanti diemban sekretaris desa. “Kalau sekarang yang bersangkutan masih bekerja seperti biasa. Nanti kalau sudah berhenti, akan diganti pelaksana tugas,” tegasnya. “Kalau proses hukumnya selesai
sebelum masa jabatan berakhir dan yang bersangkutan dinyatakan tidak bersalah, maka akan kembali menjabat,” sebut Suteja. Sebelumnya, kuasa hukum tersangka, I Wayan Suniata, menyatakan kliennya tetap menghormati proses hukum yang berlaku. Demikian pula jika diberhentikan sementara dari jabatannya sesuai dengan yang tertuang dalam perda. “Itu kan sudah menjadi aturan, ya harus diikuti,” katanya. Penetapan Ratnadi sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Klungkung berlangsung pertengahan Maret setelah adanya pemeriksaan sekitar 30 saksi. Ini juga diperkuat dengan adanya bukti kerugian negara hasil penghitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebesar Rp 94.344.000 maupun bukti pembelian barang untuk pembangunan. Dugaan penyimpangan penggunaan APBDes itu berupa mark-up harga barang. Beberapa di antaranya dalam finishing balai desa dan operasional kantor. Atas perbuatannya itu, ia dijerat pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undangundang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (kmb45)
I Wayan Suteja
Gunakan Metode TOSS, Hanya 30 Persen Sampah Bisa Terolah Semarapura (Bali Post) Metode Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) masih dijadikan senjata Pemkab Klungkung dalam menangani sampah yang masih menjadi persoalan, baik organik maupun non-organik. Program ini baru diterapkan di 12 desa/kelurahan di Klungkung sejak Desember 2017. Hingga kini sampah yang berhasil diolah baru sekitar 30 persen. Termasuk yang berasal dari kawasan perkotaan. Di tengah hal tersebut, masih ada sampah yang harus terbuang ke TPA Suwung, Denpasar. Sesuai data, sampah yang dihasilkan setiap rumah tangga rata-rata 0,75 kilogram per hari. Khusus kawasan perkotaan, jumlah totalnya mencapai 12 truk. Pada 2017 sampah yang terdiri dari organik maupun nonorganik itu langsung di droping ke TPA Sente, Desa Pikat Kecamatan Dawan. Namun, setelah akhir tahun tidak lagi dilakukan karena sudah ditutup secara resmi oleh Pemkab. Dihadapkan hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak Agung Kirana menyatakan Pemkab kini hanya bergantung pada TOSS. Metode ini tak hanya berkutat pada pemilahan saja. Namun mengolah sampah melalui proses
pemilahan. Belum bisa seluruhnya diolah menjadi pellet,” jelasnya. Kekurangan peralatan, menurut pejabat asal Desa Paksebali, Kecamatan Dawan ini menjadi penyebab hal tersebut. Ke depan, ini menjadi perhatian pemkab untuk ditangani. Demikian pula desa didorong melakukan penambahan dengan sumber dana dari APBDes yang jumahnya sudah cukup besar. “Ini terus kami evaluasi. Kekurangannya apa, tentu menjadi catatan,” sebutnya. Ditegaskan, Pemkab tetap konsisten untuk menerapkan metode ini. Sebagai bentuk penjabaran Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 yang salah satu tertuang di dalamnya, setiap desa, unsur masyarakat diharap-
didorong untuk bisa menerapkan program TOSS. Dari segi anggaran, dipandang tidak terlalu besar. Terobosan yang dilakukan Pemkab ini juga penting untuk meminimalisasi, bahkan mengantisipasi sampah laut yang kini masih menjadi persoalan serius, terutama plastik. “Penanganan sampah sudah digenjot dari hulu. Untuk meminimalisasi sampah plastik, pemkab juga telah mencanangkan program sehari tanpa kantong plastik. Ini sedang dievaluasi,” tandas Kirana. (kmb45)
”Penanganan sampah sudah digenjot dari hulu. Untuk meminimalisasi sampah plastik, Pemkab juga telah mencanangkan program sehari tanpa kantong plastik. Ini sedang dievaluasi.” Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak Agung Kirana
Menengok Museum Semarajaya
Menyimpan Peninggalan Kerajaan, ”Diabaikan” Masyarakat Lokal KLUNGKUNG dikenal sebagai kabupaten bersejarah. Beberapa peninggalan, termasuk kerajaan tersimpan di Museum Semarajaya. Namun, di masa kini koleksi itu justru lebih dilirik warga asing. Sementara “diabaikan” masyarakat lokal. Museum Semarajaya berada di satu areal dengan Kertha Gosa. Sebuah bangunan bersejarah yang sudah ada sejak zaman kerajaan Klungkung. Bangunan museum ini juga menjadi satu dengan Dinas kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung yang sekaligus menjadi penaung. Menurut catatan, museum yang tepat ada di depan kantor Bupati Klungkung ini dibuka pada 28 April 1992. Bertepatan dengan peresmian Monumen Puputan Klungkung yang menjulang tinggi di utara Kertha Gosa. Awal menginjakkan kaki pada teras yang berlantai keramik kuno belum
Bali Post/sos
singkat menjadi pellet yang nantinya bisa dipakai sebagai bahan bakar maupun tenaga listrik. “Kami masih mengoptimalkan program ini,” tegasnya, Kamis (12/4) kemarin. Berjalan empat bulan, program yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknik PLN, Jakarta ini baru diterapkan di Desa Tangkas, Gelgel, Gunaksa, Dawan Klod, Dawan Kaler, Akah, Paksebali, Aan, Tohpati, Sampalan Klod, Banjarangkan dan Takmung. Sampah yang berhasil terolah baru kisaran 30 persen. Demikian juga dengan sampah kawasan perkotaan belum mampu seluruhnya terolah dengan metode TOSS di eks TPA Sente. “Masih ada empat truk yang dibuang ke TPA Suwung. Itu setelah
kan dapat mengolah sampah menjadi energi terbarukan. “Tidak banyak yang menerapkan metode ini,” kata mantan Sekwan Klungkung ini. Disampaikan lebih lanjut, sejak awal bergulir, produksi pellet dari 12 desa itu sudah mencapai 3,5 ton. Pada akhir April atau awal Mei, akan dilakukan uji coba penggunaan menjadi tenaga listrik di Lombok sebanyak lima ton yang bekerja sama dengan PT Indonesia Power. “Kami sudah dikejar untuk menyiapkan. Optimis bisa terpenuhi. Produksi terus berlanjut,” terangnya. Kembali ditegaskan, pengolahan sampah dengan cara ini mampu menjadi sumber perekonomian masyarakat, di samping penyerapan tenaga kerja. “Pellet itu bisa dijual. Tentu akan memberikan pendapatan untuk desa maupun masyarakat,” pungkasnya. Khusus untuk sampah di desa lain, masih sebatas diolah menjadi pupuk organik dan plastik dijual ke bank sampah. Ke depan ini juga
lama ini, kesan bersejarah sudah sangat terasa. Gaya Belanda masih sangat melekat pada bangunannya. Pada lobi timur nampak dokar. Kudanya bukan sungguhan. Tetapi terbuat dari kayu. Namun, sentuhan seni yang kuat membuatnya terlihat sangat hidup. Menoleh ke bagian dalam, museum ini memiliki beberapa ruangan. Ada prasejarah, sejarah, tempat peralatan dan kerajinan tradisional serta dua tempat koleksi seniman asal Italia, Ambron. Barang-barang yang menjadi koleksinya sangat beragam. Mulai dari berbagai jenis batu, foto gelungan Raja Klungkung, keris, foto sejumlah raja, meja peradilan di Kertha Gosa, hingga peralatan pande maupun pembuatan garam secara tradisional. Seluruhnya sangat unik. Penempatannya rapi dilengkapi sedikit penjelasan, memberikan pemahaman terhadap yang melihat. Koleksi itu ada tersimpan dalam lemari kaca. Tujuannya menghindarkan dari debu.
Semua dirawat apik. Ada pula pada tempat terbuka. Di salah satu ruangan, terlihat warga negara asing yang sedang melihat-lihat koleksi itu. Setelah berkunjung di Kertha Gosa, menyaksikan lukisan wayang Kamasan yang nampak klasik. Rasa ingin tahunya cukup besar. Banyak yang ditanyakan kepada pemandu. Lalu dijelaskan secara detail. Museum yang bangunannya berdiri tahun 1930-an ini memiliki 241 koleksi. Itu tak hanya melalui pengadaan. Namun juga sumbangan langsung dari masyarakat. Gentong batu diyakini berusia paling tua. Diperkirakan dibuat pada tahun 1800-an. Kepala UPTD Museum Semarajaya, Disbudpora, Cokorda Gede Nala Rukmaja, S.Sn., menjelaskan dari sekian koleksi, gelungan raja yang terbuat dari emas yang sering ditanyakan pengunjung. Sejatinya ada sebuah replika. Namun tidak bisa diperlihatkan. Masih tersimpan pada tempat yang dirahasiakan. “Rencananya
tahun ini buat duplikatnya. Tapi memakai bahan berbeda,” jelasnya. Keberadaan museum ini tidak hanya untuk mempermanis sejumlah objek yang menjadi bagian city tour. Lebih penting dari itu, juga sebagai wahana edukasi masyarakat. Akan tetapi, dalam hal ini ada sebuah ironi. Masyarakat lokal yang melihat sangat sedikit. Berbeda dengan asing yang mencapai 2000
orang per bulan. “Kunjungan memang didominasi asing,” sebutnya. Menggugah minat berkunjung, Rukmaja menyebutkan telah membuat program “Atraksi Budaya Museum di Hatiku” yang melibatkan anak-anak sekolah. “Program ini sudah berjalan. Kami berharap museum bisa menjadi wahana edukasi. Supaya tahu tentang hal-hal berkaitan dengan Klungkung,” tandasnya. (sos)
Bali Post/sos
MUSEUM - Wisatawan asing sedang melihat koleksi Museum Semarajaya, belum lama ini.
EKONOMI
Jumat Pon, 13 April 2018
Masyarakat Bali Pilih Simpan Uang daripada Investasi Denpasar (Bali Post) Ekonomi yang lesu membuat masyarakat Bali enggan berinvestasi. Uang yang dimiliki hanya disimpan di bank dalam berbagai bentuk produk bank seperti tabungan dan deposito. Kondisi ini dicerminkan dari terus meningkatnya jumlah aset dan dana pihak ketiga (DPK) pada bank-bank di Bali. Pada Februari 2018, aset dan dana pihak ketiga (DPK) bank umum perbankan tumbuh 7,97 persen (yoy), bank umum syariah tumbuh 4,67 persen (yoy), dan BPR tumbuh 9,32 persen (yoy). Sedangkan DPK tumbuh 8,57 persen (yoy). Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara Hizbullah mengatakan, total aset bank umum konvensional mencapai Rp 105,2 triliun pada Februari 2018. Dibandingkan Februari 2017 tumbuh 7,97 persen (yoy) karena pada periode itu asetnya Rp 97,5 triliun. Aset bank umum syariah tumbuh dari Rp 1,9 triliun menjadi Rp 2 triliun. Sedangkan aset BPR tumbuh dari Rp 12,9 triliun menjadi Rp 14,2 triliun. Sementara DPK tumbuh 8,57 persen (yoy) dari Rp 88,7 triliun menjadi Rp 96,3 triliun pada Februari 2018. Atas data tersebut, OJK menyambut positif karena menunjukkan membaiknya kinerja perbankan di Bali. Tumbuhnya DPK menunjukkan animo masyarakat menyimpan dana mengalami peningkatan. ‘’DPK masih disumbang dari tabungan dan deposito seiring kepercayaan masyarakat menyimpan dananya di perbankan,’’ ujarnya, Kamis (12/4) kemarin. Di bank umum, penghimpunan DPK didominasi oleh tabungan yaitu mencapai Rp 40,9 triliun atau tumbuh 12,36 persen (yoy) dari tahun sebelumnya Rp 36,4 triliun. Sedangkan deposito tumbuh 4,13 persen (yoy) dari Rp 29,2 triliun menjadi Rp 30,4 triliun. Sumbangan DPK BPR dari tabungan yaitu, Rp 2,5 triliun. Tumbuh 13,95 persen (yoy) karena pada Februari 2017 tabungan BPR hanya Rp 2,2 triliun. Untuk deposito, BPR mampu menghimpun Rp 7 triliun atau tumbuh 12,12 persen (yoy) dari Rp 6,3 triliun tahun sebelumnya. ‘’Dengan pertubuhan DPK berarti masyarakat mempunyai dana untuk disimpan. Seharusnya simpanan dana ini bisa disalurkan ke kredit namun kenyataannya pertumbuhan kredit masih rendah,’’ paparnya. Hizbullah optimis, DPK akan masih bisa tumbuh lagi pada pertengahan tahun seiring membaiknya inklusi keuangan masyarakat di Bali. (kmb42)
Kebutuhan Pangan untuk IMF-WB
Hotel Minta Pemda Siapkan Stok 3-4 Kali Lipat
Denpasar (Bali Post) Mengantisipasi kebutuhan pangan saat IMF-WB, Bali Hotel Association (BHA) telah berkoordinasi dengan vendor yang biasa diajak bekerja sama. Selain itu, BHA juga meminta pemda yang selama ini mengoordinir pasokan komoditi lokal, agar menyiapkan stok 3-4 kali dari hari biasanya. ‘’Kebutuhan pangan yang disiapkan untuk IMF-WB, sama seperti kebutuhan tamu yang ada sekarang (tamu reguler),’’ kata Gede Ricky Sukarta, Ketua BHA Bali, Kamis (12/4) kemarin. Hingga saat ini belum ada keperluan ekstra di luar yang sudah disiapkan hotel. Mengingat tamu yang ada saat ini merupakan tamu internasional. Sehingga kebutuhan untuk tamu IMF WB juga sama, hanya jumlahnya yang diantisipasi Oleh karena itu, dikatakan Ricky Sukarta, pihak hotel telah berkoordinasi dengan vendor-vendor yang biasa menyediakan bahan baku pangan sehari-hari, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat IMF-WB. ‘’Malah ada beberapa hotel yang sudah melakukan food testing dan disetujui. Artinya kebutuhan itu betul-betul yang sudah kita provide,’’ imbuhnya. Vendor-vendor tersebut merupakan vendor yang sudah biasa diajak bekerja sama. Seperti daging dari Australia, keju dari Prancis. Sementara supply bahan baku pangan dari lokal seperti sayuran, bumbu-bumbuan, buah dipesan secara rutin. Ia minta kepada pemda yang mengoordinir pasokan dari petani lokal ini agar menyiapkan stok 3-4 kali lipat dari hari normal. ‘’Kita minta antisipasi jumlah atau lonjakan kebutuhan tamu selama IMF-WB,’’ ujarnya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana, M.M. mengatakan, ketersediaan beras, daging sapi dan ayam cukup. Apalagi bulan Oktober merupakan musim panen sehingga diprediksi stok beras tercukupi. Berdasarkan data tahun 2017, ketersediaan beras 470.151 ton, ikan dan udang segar 176.899 ton, daging sapi/kerbau 7.327 ton, daging ayam ras/kampung 96.275 ton, telur ayam ras/kampung 50.975 ton, bawang merah 20.508 ton, bawang putih 424 ton, cabai merah 12.765 ton, cabai rawit 51.405 ton, pisang 283.113 ton. Sehingga dilihat dari konsumsi bahan pangan tersebut, hanya bawang putih dan telur ayam ras/ kampung yang masih kekurangan stok. ‘’Yang diantisipasi hanya kebutuhan bawang putih. Karena kebutuhan bawang putih 6.380 ton per tahun, sedangkan ketersediaannya 424 ton. Maka solusi yang diambil adalah impor dari daerah lain atau negara lain,’’ ungkapnya. Sementara itu kebutuhan kentang susu dan keju mengantisipasi lonjakan kebutuhan saat IMF-WB, telah dikoordinasikan dengan Malang. Selain kentang, yang diantisipasi juga adalah buah-buahan seperti melon, semangka dan nanas. Kebutuhan daging sapi diakui tidak banyak diserap hotel. Biasanya daging sapi digunakan untuk steak, sedangkan untuk barbeque pihak hotel dikatakan mengimpor. Untuk menjaga citra pariwisata dari sisi pangan, maka setiap hotel yang memasok bahan baku dari luar diharapkan berkoordinasi terkait keamanan pangannya. (kmb42)
13
JEMBATAN HOLTEKAMP
PRESIDEN Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (ketiga kanan) dan sejumlah pejabat daerah setempat memberi keterangan saat meninjau proyek pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua, Kamis (12/4) kemarin. Jembatan Holtekamp yang berada di atas Teluk Youtefa dan menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2018. Jembatan Holtekamp tersebut adalah salah satu bukti membangun Indonesia dari pinggiran bukan ucapan kosong atau sekedar jargon Jokowi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa membangun dari pinggiran, membangun dari pulau-pulau terluar adalah upaya pemerintah menekan ketimpangan pembangunan yang terjadi. (ant)
Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5,3 Persen Jakarta (Bali Post) Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 akan mencapai 5,3 persen atau lebih rendah dibandingkan target dalam APBN 2018 5,4 persen. Sejumlah faktor menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi Indonesia terutama akibat konsumsi masyarakat yang terus meningkat. Namun faktor ketidakpastian politik juga menahan investor untuk masuk ke Indonesia, sehingga pertumbuhan tidak seperti yang diharapkan. ‘’Kami memprediksi Indonesia di 2018 itu 5,3 persen, naik dari 5,1 persen di 2017,’’ kata ekonom senior Bank Dunia Derek Chen, di Jakarta, Kamis (12/4) kemarin. Menurut Chen, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan didorong oleh investasi dan juga konsumsi rumah tangga (RT) mengingat adanya gelaran pilkada serentak pada tahun ini. ‘’Investasi sangat kuat. Dan kami melihat konsumsi RT akan naik sedikit seiring dengan adanya pemilu,’’ ujar Chen. Chen menilai gelaran pemilu pada 2018 dan 2019 tidak akan mengganggu
kegiatan ekonomi domestik. Setelah pemilu, investasi akan tumbuh lebih cepat karena ketidakpastian politik mulai reda. ‘’Sekarang investor mungkin sedang menunggu apa yang akan terjadi di 2018 dan 2019 dan berasumsi tidak terlalu mengejutkan. Kemudian investasi akan mengalir lagi karena sudah berkurang ketidakjelasan politiknya. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga negara lain mengalami siklus ini,’’ katanya. Dalam laporan ‘’World Bank East Asia dan Pacific Economic Update edisi April 2018: Enhancing Potential’’ yang
dirilis Kamis ini, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan akan tetap kuat dan mencapai 6,3 persen pada 2018. Prospek dalam pemulihan global yang luas serta permintaan domestik yang kuat mendukung proyeksi positif ini. Namun, risiko yang muncul terhadap stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan perhatian yang serius. Bank Dunia menggarisbawahi, bahwa bahkan dengan prospek yang menguntungkan, pembuat kebijakan di kawasan
disarankan untuk mengenali dan mengatasi tantangan yang muncul. Menghadapi risiko jangka pendek terkait kenaikan suku bunga negara maju yang naik lebih cepat dari perkiraan serta kemungkinan adanya eskalasi ketegangan perdagangan akan membutuhkan kebijakan moneter yang lebih ketat dan penyangga fiskal yang lebih besar. Menurut Bank Dunia, untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang, meningkatkan investasi publik dan swasta, pertumbuhan produktivitas, dan sumber daya manusia menjadi kunci. (ant)
Amankan Program 35.000 MW dari Gugatan Hukum, PLN Gandeng Kejakgung Mangupura (Bali Post) Dalam upaya melancarkan pembangunan pembangkit 35.000 MW, PT PLN (Persero) bersama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejaksaan Agung RI) menandatangani kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Nusa Dua, Bali pada Kamis (12/4) kemarin.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dalam melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, selain dukungan dari sisi regulator, PLN tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah melalui kerja sama yang baik dengan Kejaksaan Agung (Kejakgung) RI agar pekerjaan besar ini dapat selesai sesuai target dan ketentuan yang berlaku.
PLN - Penandatangan MoU antara PLN dan Kejaksaan Agung RI di Nusa Dua.
Dirut PLN Sofyan Basir mengatakan, kerja sama ini adalah bentuk transparansi dan kehati-hatian PLN dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan. Dukungan dari kejaksaan selama tiga tahun kemarin kepada PLN sangat sukses. Khususnya dalam pembebasan lahan, kontrak yang dikawal betul dari Sabang sampai Merauke dan juga terkait masalah legalitas dan juga akuntabilitas. ‘’Kami juga ucapkan terima kasih untuk Kejaksaan yang sangat mendukung dan mengawal dengan baik program 35.000 MW yang saat ini tengah kami kerjakan,’’ ungkapnya. Sofyan menambahkan, untuk menyediakan listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia, PLN mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun pembangkit listrik. Mulai dari Fast Track Program-1 (FTP-1), Fast Track Program-2 (FTP-) dan program 35.000 Megawatt (MW) untuk memenuhi pertumbuhan listrik nasional. ‘’Dalam menjalankan tugas itu, PLN perlu dukungan dari Kejaksaan RI khususnya Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kejaksaan ini selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) mem-
bantu memberikan legal opinion dan bantuan hukum berupa penanganan masalah hukum atau pendampingan hukum kepada PLN,’’ jelas Sofyan Basir. Ia meyakini bahwa legal opinion dari Jamdatun (Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara) dapat menjadi acuan dan pendukung bagi suatu keputusan atau kebijakan yang diambil oleh manajemen PLN. ‘’Ini bagian dari salah satu bentuk kehatihatian dalam mengambil putusan. Karena penafsiran hukum yang paling tepat adalah dari aparat penegak hukum,’’ jelas Sofyan. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, kerja sama kedua pihak ini meliputi pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lainnya yang merupakan kewenangan Kejaksaan RI di bidang perdata dan tata usaha negara. Bantuan ini dalam rangka pemulihan dan penyelamatan keuangan, kekayaan atau aset serta permasalahan lain dalam bidang hukum perdata dan tata usaha negara yang dihadapi oleh PLN. Termasuk melakukan mediasi. (kmb42)
Menyoal Larangan Pemacu Tumbuh Ayam
Harga Daging Melonjak dan Peternak Bali Terdesak HARGA daging ayam di pasaran beberapa waktu belakangan mengalami kenaikan. Salah satu pemicunya adalah ayam siap potong yang berkurang. Peternak kesulitan menyediakan ayam potong setelah tumbuh ayam ternaknya tidak secepat sebelumnya pascapelarangan obat penumbuh cepat ayam. Konsumen menjerit karena harga melonjak, peternak kian terdesak akibat biaya produksi yang makin meningkat.
Dalam penjelasan sejumlah ahli, AGP merupakan antibiotika untuk membunuh mikroorganisme yang merugikan di dalam pencernaan ternak ayam. Ketika pencernaan baik, penyerapan dapat optimal sehingga ayam bisa tumbuh jauh lebih cepat. Namun karena bahan dasarnya adalah antibiotik, maka residu yang tersisa di daging ayam yang kemudian dikonsumsi manusia akan membuat tubuh manusia kebal terhadap antibiotik. Dampak paling parah bisa menyebabkan kematian karena tubuh yang diserang penyakit namun kebal antibiotik sulit disembuhkan. Tahun 2014 tercatat kematian akibat kebal antibiotik mencapai 700.000 kasus. Tahun 2050 diprediksi 10 juta manusia di dunia terancam kematian karena tubuh yang kebal antibiotik. Pemerintah telah memutuskan dengan tegas bahwa antibiotik growth promotor (AGP) dilarang dipergunakan di peternakan ayam pedaging. Alasan pemerintah untuk melindungi konsumen mengingat residu dari AGP
akan mengakibatkan munculnya resistensi pada terhadap antibiotik. Pelarangan tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan. Dampaknya dari pelarangan, pertumbuhan ayam pedaging menjadi lambat. Jika biasanya dalam kurun waktu 35 hari ayam telah mencapi berat di atas 2 kg per ekor, maka setelah pelarangan, ayam hanya mencapai bobot 1,5 kg per ekor. Kondisi ini membuat seretnya pasokan daging ayam di pasaran. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Bali I Ketut Yahya mengatakan saat ini dalam sehari kebutuhan ayam di Bali mencapai 200.000 ekor dengan masing-masing beratnya 2 kg atau berat total 400 ton. Namun, karena keadaan saat ini, setiap 1.000 ekor ayam yang masing-masing seberat 2 kg telah kehilangan bobot hingga 700 kg. Sehingga total kebutuhan yang bisa dicukupi peternak saat ini hanya sebanyak 260 ton saja. Kondisi ini membuat hukum
ekononomi pun berlaku. Barang yang jumlahnya langka akan memicu kenaikan harga. Ketidakmampuan peternak di Bali memenuhi kebutuhan daging ayam akan membuat peluang serbuan daging ayam dari peternak terutama dari Pulau Jawa. Pasar ayam yang selama ini sudah mampu dipenuhi peternak Bali lambat laun akan direbut. Dalam jangka panjang, peternak ayam akan makin terdesak. Peternak disarankan mencari alternatif pengganti AGP yakni dengan menggunakan zat aditif yang aman seperti asam organik, imunomodulator, probiotik, prebiotik, enzim untuk pakan dan fitogenik. Hanya menggunakan zat aditif aman ini tidak menjadi solusi yang membuat peternak happy. Masalahnya adalah harga penggunaan zat aditif aman ini menjadikan biaya produksi lebih mahal. Akibatnya peternak akan mengalami pengurangan laba bahkan bisa saja mengalami kerugian. (nata)
PETERNAK – Peternak ayam di Bali mengalami kesulitan menyediakan kebutuhan ayam potong setelah dilarangnya penggunaan antibiotik growth promotor (AGP).
BULELENG
14
Jumat Pon, 13 April 2018
n luas tanah di PPI Sangsit 7.800 M2 n Nilai Aset Pemkab Buleleng: n Tanah Rp 523.170.000 n Peralatan/mesin Rp 4.840.099.280 n Gedung dan Bangunan Rp 2.498.564.400 n Jalan/Irigasi dan Jaringan
Rp 6.739.686.635 (Dana bersumber dari APBD Pemkab Buleleng tahun 2005 s.d.2014) n Bangunan meliputi dermaga,
SPDN, bangsal dan fasilitas penunjang Sumber data: BKD Bulelng
Pengalihan Aset PPI Sangsit
Buleleng Siap Melepas, Pemprov Masih Cari Hari Baik BULELENG menyerahkan aset Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Ini menyusul kebijakan pusat yang mengatur bahwa pengelolaan kelautan oleh Dinas Perikanan Bali. Tetapi aset PPI yang dibangun dengan dana APBD Buleleng, belum jelas kapan dialihkan pengelolaannya. Buleleng sesungguhnya sudah siap melepaskan aset itu, namun pemprov masih menunggu hari baik. Diperkirakan Juli depan, pemprov baru menerima penyerahan aset tersebut dari Pemkab Buleleng. Pemkab sudah mengurus administrasi dan mencatat jumlah aset PPI. Pendatan dan inventarisasi aset ini dilakukan tim dan dibuatkan surat keputusan (SK) Bupati Buleleng. Setelah administrasi dan data aset lengkap, pemkab belum
bisa melepas aset itu. Pasalnya, pemprov belum memberi kepastian. Sejak pengelolaan kelautan diserahkan ke pemprov, pemkab tidak lagi mengalokasikan anggaran operasional pengelolaan PPI. Bahkan, pemkab sudah resmi menutup dan menarik PNS dan tenaga kontrak yang tadinya ditugaskan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) mengelola PPI tersebut. Tidak saja itu, kekhawatiran lain di balik tidak jelasnya kapan pengalihan aset PPI itu adalah, perbaikan dermaga yang putus akibat gelombang pasang sekarang tidak tidak jelas. Kondisi ini kemudian memicu kesan di masyarakat bahwa fasilitas umum milik pemerintah terbengkalai. Celakanya lagi, banyak warga menilai kalau aset ini mubazir karena pengalihan pengelolaan itu dibiarkan berlarut-larut tanpa ada
Tambah Wawasan Pengelolaan Pertanian
Perbekel dan Lurah Studi Banding ke Tangerang UPAYA mewujudkan kebijakan yang fokus di sektor pertanian di Buleleng terus dipersiapkan dengan matang. Salah satunya, menggelar studi banding mengajak para perbekel desa dan lurah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perbekel dan Lurah (Forkomdeslu) Buleleng ke PT Sewu Segar Nusantara, Tangerang, Banten, Kamis (12/4) kemarin. Studi banding ini dipimpin Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, S.H., Kepala Dinas Pertanian (Distan) Ir. Nyoman Genep, M.T., dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Koperasi UKM) Ir. Nyoman Swatantra, M.MA. dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Gede Sandhiyasa. PT Sewu Segar Nusantara merupakan distributor dan pemasaran buah lokal seperti pisang cavendish, nanas honi, guava crystal, pepaya, dan buah naga. Selain itu, PT Sewu Segar Nusantara bekerja sama dengan petani lokal di Jawa Tengah untuk menghasilkan Honey Melon, Golden Melon, Rock Melon, dan Jeruk Baby serta telah mengembangkan tindakan pengendalian mutu yang ketat yang dipercaya dan diandalkan oleh lebih dari 3.000 pengecer. Tertarik meniru yang dilakukan PT Sewu Segar Nusantara ini,
pemkab melakukan kerja sama di bidang pemasaran. Kepala Distan Buleleng Ir. Nyoman Genep, M.T. mengatakan, pertanian di daerahnya memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan kabupaten lain di Bali maupun di luar Bali. Untuk itu, studi banding ini dilakukan untuk menambah pengetahuan perbekel desa dan lurah untuk bersama-sama menambah wawasan untuk menangani pertanian terutama penanganan pascapanen itu sendiri. Ke depannya, Dinas Pertanian akan melakukan pemetaan dan mengkaji potensi di setiap desa. “Kita melihat potensi-potensi yang bisa dikembangkan di Buleleng yang sejalan dengan potensi kita di Buleleng,” jelasnya. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Nyoman Swatantra mengatakan, dirinya siap bekerja sama dengan Dinas Pertanian untuk pemasaran. Ia pun mengaku akan membentuk Koperasi Tani untuk mepermudah petani memasarkan hasil pertaniannya. “Koperasi Tani ini akan menjembatani petani dengan PT Sewu Segar Nisantara untuk memasarkan hasil pertaniannya,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Forkomdeslu Buleleng I Ketut Suka mengatakan, potensi pertanian di Buleleng sangat besar namun belum digarap secara
maksimal sehingga pertanian di Bueleleng sangat lambat perkembangannya. Forkomdeslu sangat mendukung program dari Pemkab Buleleng untuk fokus pada sektor pertanian dan studi banding untuk mencari wawasan seperti ini sangat positif bagi kalangan perbekel desa atau lurah untuk mendapatkan masukan dalam mengoptimalkan pengembangan potensi pertanian di daerahnya masing-masing. “Kami dukung yang diberikan Pemkab Buleleng, agar gairah pertanian di Buleleng semakin meningkat,” katanya. Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan kerja sama dengan PT Sewu Segar Nusantara ini layak untuk ditindaklanjuti. Ini dikarenakan Buleleng perlu memiliki tujuan pemasaran yang jelas. Apalagi, tahun 2018, pemerintah sangat serius mengembangkan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu bukti tersebut adalah peningkatan anggaran di sektor pertanian tahun ini sebesar Rp 22.073.085.735. “Dengan kerja sama ini nanti akan ada nilai lebih dari hasil pertanian dan buah-buahan di daerah kita. Kita berharap kerja sama ini bisa berjalan dengan baik agar kesejahteraan petani bisa semakin meningkat,” tegasnya. (ad639)
STUDI BANDING – Perbekel Desa dan Lurah mengikuti studi banding ke Tangerang, Banten untuk mengetahui pengelolaan pertanian buah lokal.
Pemkab Berdayakan Kelompok Wanita Tani
Singaraja (Bali Post) – Dalam upaya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP), Dinas Ketahanan Pangan Buleleng memberdayakan keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT). Ini dilakukan karena perempuan memiliki peran ganda yang strategis dalam usaha peningkatan produktivitas usaha tani. Selain itu, wanita berpotensi meningkatkan pendapatan serta ketahanan pangan menuju kesejahteraan rumah tangga keluarga. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Drh. Nyoman Surya Temaja, Kamis (12/4) kemarin, mengatakan untuk mengoptimalkan peran KWT di daerahnya telah dilakukan lewat roadshow gerakan tanam (gertam) cabai. Upaya ini memberi dampak positif dalam memenuhi produk pangan dalam skup rumah tangga. Jika
kebutuhan cabai bisa dipenuhi, maka dalam situasi tertentu seperti saat hari raya atau hari tertentu akan bisa mengurangi ketergantungan pasokan cabai dari petani yang dijual di pasarpasar tradisional. Untuk menggalakkan hal ini, pihaknya gencar menggelar penyuluhan dan pembinaan di masing-masing KWT di setiap desa di Buleleng. “Gertam cabai ini salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan. Tidak saja cabai, tetapi juga sayur-mayur atau pangan lainnya bisa dipenuhi lewat peran KWT. Ini akan kita galakkan terus. Target semua desa dan kelurahan bisa membangkitkan peran KWT,” katanya. Untuk mengenalkan ragam produk bahan makanan lokal dan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), dalam waktu dekat pihaknya menggelar pameran pasar pangan
lokal melibatkan KWT dari sembilan kecamatan. KWT ini diberi ruang mengenalkan produk olahan pangan unggulan yang berbasis sumber daya lokal yang potensial di wilayah masing-masing. “Selain pengenalan, lewat pameran kita berikan ruang untuk sharing pengalaman atau informasi terkait pemberdayaan KWT dalam memenuhi pangan dalam skup rumah tangga,” tegasnya. Mantan Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Buleleng ini menambahkan, pihaknya sekarang ini telah membangun Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Ini untuk mengurangi beban pengeluaran dalam rumah tangga sebagai proses edukasi untuk meningkatkan sumber daya manusia kelompok dan diversifikasi bahan pangan dalam mendukung beragam gizi, seimbang dan aman. (kmb38)
penjelasan berarti. Kepala Dinas Perikanan Buleleng Ni Made Arnika belum lama ini mengatakan, sejak lama pemkab sebenarnya sudah siap menyerahkan semua aset PPI ke pemprov. Pihaknya juga sudah membentuk tim yang ditugaskan untuk menghitung nilai aset PPI. Tim aset kemudian menetapkan bahwa PPI yang sebelumnya dibangun bertahap dengan dana APBD Buleleng, sekarang total asetnya tercatat Rp 14,6 miliar lebih. Selain menghitung keseluruhan aset, tim juga melengkapi dokumen yang menunjukkan kondisi real semua unit fasilitas di PPI. Dari dokumen itu, ada fasilitas yang kondisinya rusak ringan, sedang dan berat. Salah satu kerusakan berat adalah dermaga PPI yang putus. Kerusakan dermaga ini akibat terjangan gelombang pasang
belum lama ini. Selain itu, unit penjualan bahan bakar khusus nelayan atau disebut dengan istilah SPDN, pengoperasiannya telah ditutup beberapa tahun terakhir. Ini karena lembaga yang ditunjuk mengelola menelan kerugian dan diperparah lagi ketentuan pembelian bahan bakar terkesan sulit dipenuhi oleh nelayan dan pemilik kapal. “Kami sudah siap menyerahkan data nilai aset dan kondisi setiap unit fasilitas di PPI itu sudah dicatat lengkap. Kabar terbaru sudah ada keputusan kalau tidak salah Juli 2018 ini, PPI akan diambil alih,” jelasnya. Arnika menambahkan, sejak kewenangan pengelolaan kelautan diambil alih pemprov, Buleleng saat itu juga sudah mencabut keberadaan pengelola PPI yang sebelumnya dibentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Pejabat dan pegawai kontrak di bawah UPTD
tersebut juga sudah ditarik ke Dinas Perikanan. Saat ini hanya disisakan enam pegawai kontrak dan satu PNS yang masih ditugaskan di PPI sampai PPI diambi alih pemprov. Terkait pegawai tersebut, Buleleng akan mengusulkan ke provinsi, agar pegawai tersebut dialihkan sebagai status pegawai pemprov. Di sisi lain, Arnika mengatakan, penanganan kerusakan fasilitas PPI akibat bencana alam, pemprov dikabarkan mulai menyusun program perbaikan. Konon, hal itu baru tahapan penyusunan DED. Meski demikian, pihaknya berharap, perbaikan fasilitas itu bisa dilakukan setelah PPI dikelola penuh oleh pemprov. Hal ini karena siapa pun pengelolanya, namun PPI merupakan fasilitas milik pemerintah untuk membantu usaha di bidang perikanan khususnya di Buleleng dan Bali pada umumnya. (mud)
Hanya Dua IKM Dapatkan Hak Paten Singaraja (Bali Post) – Kabupaten Buleleng mengusulkan 15 industri kecil menengah (IKM) untuk mendapatkan hak paten dari pemerintah pusat. Namun, hanya dua IKM yang dinyatakan layak mendapat hak paten yang diterbitkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, (Kemenkumham) RI sesuai amanat Undang-undang (UU) No. 14 Tahun 2001. Kebanyakan usulan itu gagal karena tidak mampu melengkapi sejumlah persyaratan. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Buleleng Ketut Suparto, belum lama ini mengatakan, dua IKM yang telah mendapat persetujuan hak paten tersebut yaitu Pertenunan Artadana Desa Sinabun, Kecamatan Sawan dan Tri Design di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Dua IKM ini sejak lama berkiprah menghasilkan berbagai produk andalan yang telah diserap pasar lokal dan luar daerah. Dua IKM ini dianggap memenuhi syarat mendapat hak paten yang sifatnya eksklusif yang diberikan oleh negara
kepada pihak penemu atas hasil penemuannya di bidang teknologi untuk selama waktu tertentu. “Kita usulkan 15 IKM Buleleng mendapat hak paten, tapi hanya dua ini disetujui. Tetapi ini sudah bersyukur karena bagaimanapun mendapat hak paten ini harus memenuhi syarat yang cukup berat,” katanya. Menurut Suparto, masih banyak IKM di daerahnya yang belum mendapatkan hak paten. Sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah, pihaknya telah memprogramkan dan memfasilitasi
”Kita usulkan 15 IKM Buleleng mendapat hak paten, tapi hanya dua ini disetujui. Tetapi ini sudah bersyukur karena bagaimanapun mendapat hak paten ini harus memenuhi syarat yang cukup berat.” Kadisperindag Buleleng Ketut Suparto pelaku IKM untuk tetap bersaing merebut pengakuan tersebut. Selain itu, Disperindag getol melakukan pembinaan dan pendampingan baik dalam peningkatan sumber daya manusia atau mengatasi persoalan terkait produk IKM itu sendiri. Dia mencontohkan, persoalan itu adalah permodalan, pemasaran, dan peningkatan mutu dan kualitas produk. Untuk pemasaran dan peningkatan kualitas, pemerintah memfasilitasi pelaku IKM mengikuti pameran produk baik dalam
dan luar daerah. Sedangkan permodalan digenjot lewat fasilitasi pemerintah dengan pihak perbankan untuk mendapatkan kredit usaha. “Kita sudah programkan agar lebih banyak lagi IKM di daerah ini mendapat hak paten. Memang kendala banyak yang tidak memenuhi syarat dan ini menjadi tantangan bagi pelakunya dan kita akan tetap fasilitasi dengan pembinaan untuk meningkatkan SDM-nya dan kualitas termasuk akses pasar dan modal,” tegasnya. (Kmb38)
Tabrak Truk Tangki, Buruh Tewas Singaraja (Bali Post) – Nasib nahas dialami seorang buruh, Putu Rodiastra (39), warga Banjar Dinas Laba Naga, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Mengendari sepeda motor nomor polisi DK 5715 UQ, korban mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Singaraja-Gilimanuk, Km 24.500 wilayah Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt, Rabu (11/4) pukul 17.10 Wita. Korban mengalami luka parah hingga dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Kasubag Humas AKP Nyoman Suartika seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (12/4) kemarin, mengatakan, lakalantas ini berawal ketika korban datang dari timur menuju barat. Memasuki lokasi kejadian, korban berusaha menikung. Nahas, korban tidak sengaja mengambil haluan terlalu ke kanan sampai masuk ke jalur kendaraan dari arah berlawanan. Saat bersamaan datang truk tangki dengan nomor polisi DK 9496 AQ mengangkut bahan bakar minyak (BBM). Truk yang dikemudikan I Wayan Sucipta (26), warga Desa Takmung, Klungkung itu datang dari arah barat menuju timur. Karena kecepatan tinggi, korban tidak bisa mengendalikan sepeda motornya, sampai akhirnya terjadi tabrakan maut. Akibat benturan itu, korban terpental ke pinggir jalan. Bahkan, akibat benturan keras itu, sepeda motor itu nyaris tidak ber-
bentuk. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka serius. Ketika akan dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong. Sementara pengemudi truk tangki dalam kondisi sehat. Truk juga tidak men-
galami kerusakan berarti. Terkait penyebab lakalantas, AKP Suartika mengatakan, hasil pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan saksi, lakalantas ini dipicu karena pengendara sepeda motor kurang
hati-hati saat memasuki tikungan tajam dan tidak memerhatikan kendaraan dari arah berlawanan. Karena mengambil jalur kendaraan dari arah berlawanan, sehingga tabrakan pun tidak dihindari. (kmb38)
15
Jumat Pon, 13 April 2018 Jadwal Pertandingan
Real Madrid
Liga Spanyol Sabtu (14/4) dini hari Girona vs Real Betis
Lolos
Liga Jerman Sabtu (14/4) dini hari VfL Wolfsburg vs FC Augsburg
Dramatis
Liga Prancis Sabtu (14/4) dini hari Angers vs Nice Hasil Liga Champions Pertandingan II, Perempatfinal Bayern Munich vs Sevilla 0-0 (Bayern Munich unggul keseluruhan 2-1) Real Madrid vs Juventus 1-3 (Real Madrid unggul keseluruhan 4-3)
Hasil Imbang Loloskan Bayern Munich Munich Hasil imbang tanpa gol saat melawan Sevilla, Kamis (12/4) kemarin sudah cukup untuk mengirim Bayern Munich menuju empat besar Liga Champions. Klub Bavaria itu mengukir kemenangan keseluruhan 2-1 untuk mempertahankan harapan mereka mengukir treble di musim ini. Bayern tidak menampilkan performa terbaiknya namun mengendalikan permainan. Sebaliknya, lawannya dari Spanyol itu tidak memiliki ketajaman serangan sehingga jarang mengancam di kotak penalti tuan rumah. Tim Jerman itu, yang terakhir kali mencatatkan treble pada 2013 saat dilatih Jupp Heynckes, mengamankan kemenangan 2-1 pada laga pertama pekan lalu di Spanyol. Sevilla mengakhiri permainan dengan sepuluh pemain setelah Joaquin Correa diusir keluar lapangan pada fase akhir pertandingan. Bagaimanapun, hasil ini membuat Sevilla, yang berada di delapan besar Liga Champions untuk pertama kalinya setelah menunggu 60 tahun, masih mampu menghentikan laju 12 kemenangan beruntun tim asuhan Heynckes di kompetisi ini di Allianz Arena. Pada babak pertama Bayern, yang mengamankan gelar Liga Jerman akhir pekan lalu, jauh lebih berbahaya di mana Robert Lewandowski dan Franck Ribery hampir mencetak gol. Penyerang asal Polandia Robert Lewandowski juga melepaskan tandukan yang melebar pada menit keempat babak kedua. Sevilla berkali-kali terlihat kurang waspada, operan mereka buruk dan gagal melepaskan tembakan ke gawang lawan pada seluruh babak pertama. Tim asuhan Vincenzo Montella itu memiliki peluang yang mengenai mistar gawang melalui sundulan Correa pada menit ke60 dan Ever Banega melepaskan tembakan melebar beberapa saat kemudian. Tim Tamu meningkatkan tekanan untuk mencari dua gol yang mereka perlukan. Ketika Sevilla kehabisan ide, pertandingan berakhir dengan situasi sengit ketika Correa mendapatkan kartu merah untuk pelanggarannya terhadap Javi Martinez. Bayern, yang memenangi 20 dari 21 pertandingan terakhirnya di Liga Champions di kandang sendiri menjelang pertandingan ini, dapat kembali merayakan tiket empat besar dengan rasa nyaman. (kmb39/ rtr/ant)
Madrid Cristiano Ronaldo memperlihatkan mental baja untuk mencetak gol penalti pada fase akhir pertandingan dan membawa juara bertahan Real Madrid menuju semifinal Liga Champions, Kamis (12/4) dini hari. Real menjalani laga dramatis kalah 1-3 dari Juventus namun menang dengan skor keseluruhan 4-3.
Bali Post/afp
SELEBRASI - Selebrasi penyerang Real Madrid Cristiano Ronaldo usai mencetak gol dari titik penalti pada pertandingan kedua babak perempatfinal Liga Champions, Kamis (12/4) kemarin.
Presiden Juve Minta VAR Digunakan di Liga Champions Madrid Presiden Juventus Andrea Agnelli meminta Video Asisten Wasit (VAR) untuk digunakan di Liga Champions setelah timnya disingkirkan Real Madrid pada laga kedua babak perempatfinal, Kamis (12/4) kemarin yang ditentukan oleh penalti pada fase akhir pertandingan. ‘’Ofisial garis gawang di belakang garis bukan merupakan hal yang sama sebagaimana ofisial di depan video tayangan ulang,’’ kata Agnelli kepada wartawan. ‘’Jika UEFA tidak siap, maka mereka perlu untuk melatih orang-orang dengan cepat, sebagaimana yang dilakukan Liga Italia, ditambah di Jerman, Portugal, dan tempat lain.’’ ‘’Ini bukan mengenai satu atau dua insiden, namun mengenai maju (ke fase berikutnya) di turnamen besar yang menghadirkan begitu banyak uang dan prestise. Kita tidak dapat membiarkan insideninsiden ini terjadi.’’ Teknologi video telah diuji coba pada musim ini di Liga Italia, Liga Jerman, dan beberapa pertandingan kompetisi Piala Inggris, dan siap digunakan di putaran final Piala Dunia. Kurangnya teknologi di Liga Champions juga menjadi sorotan saat Manchester City kalah 1-2 dari Liverpool pada Selasa, ketika
gol City tidak disahkan karena Leroy Sane offside. ‘’Para pemain melakukan kesalahan, begitu pula para wasit, namun ofisial ini benar-benar kehilangan kendali pada situasi itu,’’ tambah Allegri. Penyerang Real Lucas Vazquez mengatakan ia memahami rasa frustrasi kubu Juventus, namun tidak ragu bahwa keputusan yang dihasilkan tepat. ‘’Itu normal, itu adalah menit terakhir, namun itu adalah penalti,’’ tuturnya. ‘’Cristiano mengoperkan bola kepada saya dan ketika saya mau menembak seorang pemain bertahan muncul di belakang saya dan menjatuhkan saya, tidak ada argumen.’’ Pelatih Real Zinedine Zidane tidak tertarik berbicara mengenai keputusan itu dan hanya menyampaikan bahwa ia senang dengan keberhasilan timnya. ‘’Mereka berkata kepada saya bahwa itu adalah penalti, saya tidak melihatnya namun wasit memberikannya dan itu tidak berubah. Saya tidak pernah mendebat para wasit. Saya memiliki banyak alasan untuk itu, namun saya tidak pernah terlibat,’’ kata pria Prancis ini. ‘’Kami memainkan pertandingan hebat di sini, unggul 3-0 (di laga tandang) dan hari ini semuanya berbalik. Namun inilah sepak bola dan ini indah.’’ (kmb39/rtr/ant)
Bali Post/afp
PENALTI - Pemain Real Madrid Lucas Vazquez (kedua dari kanan) kontak fisik dengan bek Juventus Medhi Benatia (kiri) di depan gawang yang dikawal kiper Gianluigi Buffon pada pertandingan Liga Champions, Kamis (12/4) kemarin. Insiden jelang bubaran ini berujung pada penalti.
Murka sang Kiper Veteran AMBISI Gianluigi Buffon di Liga Champions berakhir dengan kemarahan dan kartu merah setelah Juventus disingkirkan Real Madrid di fase perempatfinal, Kamis (12/4) kemarin. Kiper legendaris Italia ini dibuat murka oleh keputusan wasit Michael Oliver yang menghadiahkan penalti untuk Real pada menit ke-93. Pada momen terburuk sekaligus tersedih kiper berusia 40 tahun itu adalah saat ia mendebat sang wasit Inggris, mendorongnya, dan berteriak di depan wajahnya. Oliver, yang dikelilingi oleh sejumlah pemain Juve lainnya, tak ragu memberinya kartu merah. Hal itu membuat Buffon mengkritik tajam Oliver setelah pertandingan dengan mengatakan bahwa sang wasit semestinya duduk di tribun menonton pertandingan sambil memakan keripik dan minum sprite. Kartu merah itu menghapus peluang Buffon untuk mendapatkan satu momen kejayaan lagi pada penampilan ke-117 -nya dan kemungkinan penampilan terakhirnya di Liga Champions dengan berusaha menggagalkan eksekusi penalti Cristiano Ronaldo. Penggantinya
Wojciech Szczesny tidak mampu berbuat banyak untuk mencegah gawang Juve kemasukan. Buffon tetap menyalahkan Oliver setelah pertandingan usai untuk apa yang ia rasa sebagai dua ketidakadilan: penalti dan kartu merah yang diterimanya. ‘’Itu merupakan penalti kesepuluh. Manusia tidak dapat menghancurkan mimpimimpi seperti itu pada kebangkitan luar biasa di situasi yang meragukan,’’ ucapnya kepada Mediaset Premium. ‘’Jelas-jelas Anda tidak memiliki hati di dada, namun di tempat sampah.’’ ‘’Di atas hal itu, jika Anda tidak memiliki karakter untuk berjalan di lapangan di stadion seperti ini, Anda dapat duduk di tribun bersama istri, anak-anak Anda, meminum sprite dan memakan keripik.’’ ‘’Anda tidak dapat menghancurkan mimpi-mimpi tim. Saya dapat saja mengatakan apa pun kepada wasit saat itu, namun dia harus memahami derajat kerusakan yang dia ciptakan.’’ ‘’Jika Anda tidak dapat mengatasi tekanan dan memiliki keberanian untuk membuat keputusan, maka Anda sebaiknya duduk di tribun dan mema-
kan keripik,’’ ujar kiper veteran itu. Buffon harus ditahan oleh rekanrekan setimnya sebelum meninggalkan lapangan. Padahal saat turun minum ia mendapat standing ovation dari publik tuan rumah karena penampilannya. Ini keempat kalinya ia diusir keluar lapangan, namun merupakan yang pertama kali di Liga Champions. Kompetisi klub elite Eropa ini selalu gagal dimenangkannya. Zinedine Zidane, pelatih Real Madrid, pun menyadari situasi ini dengan lebih baik dibandingkan siapa pun. Pada pertandingan terakhirnya sepanjang kariernya yang gemilang, pria Prancis diusir keluar lapangan karena menanduk Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006, di mana pertandingan itu dimenangi oleh Italia melalui adu penalti berkat kepiawaian Buffon. ‘’Menurut saya dia tidak layak untuk diusir keluar lapangan,’’ kata Zidane. ‘’Pada tiap kasus, hal ini semestinya tidak menghapus semua yang telah dilakukan Buffon untuk sepak bola. Dia merupakan pemain luar biasa.’’ (kmb39/rtr/ant)
Juventus yang kalah 0-3 di pertemuan pertama di Turin, mencatatkan kebangkitan mengejutkan di Santiago Bernabeu setelah Mario Mandzukic mencetak dua gol pada babak pertama dan Blaise Matuidi menambahi gol ketiga pada menit ke-60 setelah kiper Real Keylor Navas melakukan kesalahan. Vecchia Signora atau Si Nyonya Tua, julukan Juve, tinggal beberapa detik lagi memaksakan laga memasuki babak perpanjangan. Namun, dewi keberuntungan ternyata berpihak pada kubu tuan rumah. Lucas Vazquez dilanggar Mehdi Benatia saat hendak menceploskan bola ke gawang Juve dan memaksa wasit menunjuk titik putih. Insiden pada menit ke-93 itu memicu protes. Kiper sekaligus kapten Juventus Gianluigi Buffon mendapat kartu merah karena mendorong wasit Inggris Michael Oliver ketika ia mengungkapkan kemarahannya terhadap keputusan itu. Kiper pengganti Juve Wojciech Szczesny dimasukkan, namun Ronaldo berhasil menembakkan bola ke sudut atas pada menit ke-98 yang menyelamatkan nasib timnya sekaligus mengirim Real ke semifinal untuk delapan musim secara berturut-turut. ‘’Hati saya berdebar-debar namun saya tetap tenang, saya tahu ini menentukan,’’ kata Ronaldo. Gol Cepat Real tidak diperkuat kapten berpengaruh Sergio Ramos yang dijatuhi skors dan Mandzukic menanduk bola untuk membawa Juventus unggul ketika pertandingan baru berlangsung 76 detik, menyambar umpan silang kiriman mantan gelandang Real Sami Khedira. Gol cepat itu membangkitkan
harapan tim tamu untuk meniru kebangkitan tim kompatriotnya AS Roma saat melawan Barcelona pada malam sebelumnya. Pemain Kroasia itu kembali mengemas gol pada menit ke-37, menyundul bola melewati hadangan Navas. Real memiliki banyak peluang pada babak pertama, namun Buffon melakukan tiga penyelamatan bagus untuk menggagalkan upaya Gareth Bale, Ronaldo, dan Isco, yang juga gagal mencetak gol karena offside. Sedangkan sundulan Raphael Varane membentur mistar gawang dari tendangan bebas pada akhir babak pertama. Setelah turun minum, Real mengancam tim tamu, dan dua kali melepaskan tembakan ke arah Buffon. Di sisi lain Navas gagal menguasai bola umpan silang dari Douglas Costa. Bola jatuh ke kaki Matuidi yang menggulirkan bola masuk ke gawang Navas untuk membuat skor 3-0 dengan kedudukan keseluruhan imbang 3-3. Real segera terlecut dan menampilkan permainan terbaiknya sepanjang pertandingan ketika Isco, Varane, dan Ronaldo hampir mencetak gol, sedangkan Giorgio Chiellini juga nyaris membukukan gol bunuh diri. Ronaldo akhirnya mencetak gol penting ketika ia menambah penderitaan bagi tim Italia itu, yang ditaklukkan Real dengan skor 4-1 pada final musim lalu di Cardiff. ‘’Ini menyakitkan saya. Kami tidak memiliki peluang untuk menuju perpanjangan waktu,’’ kata pelatih Juventus Massimiliano Allegri. ‘’Sayangnya, beberapa detail kecil mengubah jalannya pertandingan secara keseluruhan. Saya memiliki dua rencana pergantian pemain untuk perpanjangan waktu dan saya yakin kami mampu melakukannya,’’ sesal Allegri. (kmb39/rtr/ant)
OLAHRAGA
16
Jumat Pon, 13 April 2018
PBSI Cari Komposisi Tim Thomas dan Uber Jakarta (Bali Post) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) hingga saat ini masih mencari komposisi terbaik untuk tim inti yang akan diturunkan dalam turnamen bulu tangkis Piala Thomas dan Uber yang dilangsungkan di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti sendiri hari ini membuka daftar nama-nama atlet yang dinominasikan menjadi tim Piala Thomas Indonesia menduduki unggulan ketiga dan tim Uber yang ada di unggulan ketujuh. ‘’Kami membuka kesempatan bagi semua untuk menjadi bagian tim Piala Thomas dan Uber, yang penting pokoknya untuk Indonesia,’’ kata Susy dalam keterangannya, Kamis (12/4) kemarin. Sebanyak empat atlet tunggal dan enam atlet ganda (tiga pasangan) akan masuk ke dalam daftar tim inti Piala Thomas dan Uber 2018 yang bakal diumumkan dalam waktu dekat. Dari 32 atlet yang masuk nominasi akan dipilih 20 atlet untuk mengisi 10 slot tim Piala Thomas dan 10 slot tim Piala Uber. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menetapkan tanggal 6 Mei 2018 sebagai hari terakhir penyerahan nama-nama tim inti Piala Thomas dan
Uber 2018. Program persiapan jelang Piala Thomas dan Uber juga telah dijalankan, terutama mereka yang tak mengikuti kejuaraan Asia 2018 di Wuhan, Tiongkok. Rencana pelaksanaan sesi team building pun diungkapkan Susy, hal ini dimaksudkan untuk memperkuat kebersamaan tim jelang keberangkatan pada pertengahan Mei mendatang. ‘’Kemungkinan akan ada sesi untuk team building, nanti akan dilihat dan disesuaikan lagi dengan jadwal dan program latihan atlet-atlet,’’ tutur Susy. Tim Thomas Indonesia tergabung di Grup B bersama Kanada, Thlaind dan
BU U-19 Rekrut 17 Pesepak Bola Lokal Mangupura (Bali Post) Tim Bali United (BU) U-19 melakukan seleksi bagi pemain lokal di Lapangan Tri Cakti Legian, Badung, Kamis (12/4) kemarin. Alhasil, dari 57 pemain yang mengikuti seleksi berhasil lolos 17 orang. Mereka adalah kiper Gusti Yogi, empat skuad tahun lalu yakni si Kembar Yoga–Yogi, Haarlem, dan Juli, ditambah Sedana Yoga, Dewa Krisna, Olin, Wahyu Arika, Aditya Pratama, Melka, Alberto, Dedy Hendrawan, Dian Ardiansyah, Kadek Resa dan Komang Bayu. Pelatih Wayan Arsana menyatakan seleksi tahap awal ini masih berjalan, sehingga posisi mereka belum aman. ‘’Kami melakukan seleksi berjalan memakai sistem promosi dan degradasi,’’ ujar Arsana. Selanjutnya, pihaknya memburu pemain luar Bali, termasuk yang dalam bidikannya. ‘’Kami juga punya pemain yang masuk dalam daftar incaran,’’ sebut pelatih asal Jimbaran ini. Dijelaskannya, pihaknya juga masih memberikan kesempatan kepada pemain lokal Bali, yang berminat bergabung dengan Tim Bali United U-19. ‘’Kami memberi kesempatan kepada pemain potensial, utamanya yang direkomendasikan Askab maupun Askot PSSI Bali,’’ ujarnya. Arsana masih tetap membuka seleksi berjalan, hingga pembentukan tim definitif, dan didaftarkan ke kompetisi Liga 1 U-19. Diakuinya, peta kekuatan U-19 musim 2018 ini makin ketat. Dicontohkannya, Persebaya Surabaya sudah lama terbentuk tim, bahkan kini melakukan TC ke Australia. ‘’Persebaya U-19 ditangani pelatih Bejo Sugiantoro, rekan saya di PSSI Bareti,’’ ujar Arsana seraya menyebutkan rekan setimnya di PSSI Barretti seperti Uston Nawawi dan Kharis Yulianto. Arsana menjelaskan, pihaknya juga akan menyeleksi dua kiper musim lalu, yang tak bisa ikut seleksi, yakni Putu Adi sedang mengikuti UN di Tababan serta Dida Diatmika, yang kini bergabung dengan SSB Asifa di Malang, milik pelatih Aji Santoso. (022)
Korea. Sementara Tim Uber Indonesia di Grup D bersama Malaysia, Prancis dan Tiongkok. (kmb39/ant) Nominasi Tim Thomas Tunggal: Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Tommy Sugiarto, Ihsan Maulana Mustofa, Firman Abdul Kholik, Sony Dwi Kuncoro Ganda: Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan, Hardianto Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, Ade Yusuf Santoso, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Angga Pratama, Rian Agung Saputro Tim Uber Tunggal: Fitriani, Hanna Ramadini, Gregoria Mariska Tunjung, Dinar Dyah Ayustine, Ruselli Hartawan Ganda: Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda, Della Destiara Haris, Rizki Amelia Pradipta, Nitya Krishinda Maheswari, Yulfira Barkah, Rosyita Eka Putri Sari
Bali Post/ant
NOMINASI - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon (kanan) mengembalikan kok ke arah lawannya pasangan pebulu tangkis Denmark pada babak semifinal kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris. Marcus/Kevin masuk dalam nominasi tim Piala Thomas Indonesia.
FAI 2018 Jadi Ajang Uji Coba Atlet Nasional
Jakarta (Bali Post) Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) akan menggelar kejuaraan empat cabang olahraga bertajuk Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018 di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur pada 16-22 April. ‘’Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang uji coba bagi atlet-atlet nasional kita yang akan bertanding dalam Asian Games 2018 karena saat ini atlet-atlet pelatnas itu masih melakukan persiapan Asian Games,’’ kata Ketua Umum PB PRSI Anindya N. Bakrie, Kamis (12/4) kemarin. Anindya mengatakan Festival Akuatik Indonesia 2018 melanjutkan kejuaraan serupa di Palembang, Sumatera Selatan, pada 2017 yang terbagi dalam kelompok-kelompok umur peserta. Festival Akuatik Indonesia ke-2 itu terbagi dalam empat kategori lomba yaitu lomba renang di Kolam Renang KONI Jatim Surabaya pada 16-19 April, lomba renang artistik di Kolam Renang Sendang Delta Sidoardjo pada 16-18 April, lomba loncat indah di Kolam Renang Graha Resident Surabaya pada 18-21 April dan lomba polo air di Kolam Renang Sendang Delta Sidoardjo pada 19-22 April. Para perenang elite nasional yang saat ini masih berlatih di Australia jelang Asian
Games seperti Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Triady Fauzi, Fadlan Prawira, Ricky Anggawijaya, Patricia Yosita, dan Ressa Kania Dewi juga mengikuti FAI 2018 di Jawa Timur. Begitu pula, atlet-atlet pelatnas PRSI yang menjalani pelatihan di Bali seperti Adinda Larasati Dewi, Azzahra Permatahani, Nurul Fajar, AA Istria Kania Ratih, dan Vanessae Evato juga akan mengikuti FAI 2018. Sebanyak enam daerah yaitu DI Yogyakarta, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara akan bertanding pada cabang polo air putra. Sedangkan pada pertandingan polo air putri, lima daerah akan saling bersaing yaitu DI Yogyakarta, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Kemudian, perlombaan cabang renang artistik atau renang indah akan diikuti 28 atlet dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Sebanyak 90 atlet dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan akan mengikuti perlombaan loncat indah FAI 2018. Selain atlet-atlet enam daerah itu, 10 atlet putra dan putri dari Selangor, Malaysia, juga akan mengikuti perlombaan loncat indah FAI ke-2 itu. (ant)
Malaysia Mundur, Uzbekistan Jadi Pengganti Jakarta (Bali Post) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia menyatakan Uzbekistan menjadi calon kuat pengganti Malaysia yang membatalkan keikutsertaannya di turnamen internasional Anniversary Cup yang digelar mulai 27 April 2018 di Indonesia. ‘’Ada dua negara calon penggantinya, yaitu Uzbekistan dan Senegal. Namun berdasarkan analisis, pilihan lebih condong ke Uzbekistan. Keputusan resmi akan diambil pada minggu ini,’’ ujar Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Jakarta, Kamis (12/4) kemarin. Menurut Joko, Timnas U-23 Uzbekistan memiliki kualitas yang bagus, terbukti mereka berhasil menjadi kampiun Piala Asia U-23 2018 yang digelar di Tiongkok, 9-27 Januari 2018. Selain itu, keberadaan Uzbekistan dari kawasan Asia Tengah akan melengkapi peta kekuatan antarregional Asia di Anniversary Cup, sebab sebelumnya
sudah ada Korea Utara dari Asia Timur dan Bahrain dari Asia Barat. Hal itu dianggap bisa mewujudkan salah satu tujuan digelarnya turnamen berpeserta empat negara tersebut yakni sebagai kompetisi uji coba menjelang Asian Games 2018. ‘’Sebenarnya kami ingin ada tim dari Asia Tenggara dan sempat muncul pilihan, misalnya mengundang Thailand. Namun itu urung terjadi karena sudah memiliki program sendiri,’’ tutur Joko. Sementara terkait masuknya Senegal dalam salah satu calon pengganti Malaysia di Anniversary Cup, Joko menyebut itu karena PSSI memandang negara beribu kota Dakar itu memiliki timnas U-23 yang berkemampuan apik. Hal itu tercermin dari timnas seniornya yang menjadi peserta Piala Dunia 2018 di Rusia. Jika tidak terlibat di Anniversary Cup, PSSI kemungkinan mengundang Senegal untuk bertanding di pertandingan persahabatan internasional resmi
FIFA. ‘’Akan tetapi itu harus disesuaikan karena timnas senior Senegal tentu sudah memiliki rencana sendiri sebagai persiapan berlaga di Piala Dunia 2018,’’ kata Joko. Turnamen Anniversary Cup sendiri digelar untuk memperingati ulang tahun PSSI yang ke-88. Selain itu, kompetisi ini digelar sebagai turnamen uji coba menjelang Asian Games 2018 di mana Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah. Sistem kompetisi turnamen ini adalah setengah kompetisi atau round robin, di mana juaranya yaitu tim dengan catatan poin tertinggi. Awalnya, selain timnas U-23 Indonesia, Anniversary Cup diikuti oleh timnas U-23 Malaysia, Bahrain dan Korea Utara. Namun Malaysia mengirimkan surat resmi kepada PSSI bahwa mereka tidak bisa terlibat di turnamen tersebut. ‘’Mereka mengirimkan surat kepada kami seminggu yang lalu,’’ ujar Joko. (ant)
Persis Vs Semen Padang Buka Liga 2 Solo (Bali Post) Tim Persis melawan Semen Padang FC menjadi laga pembuka tanda dimulai kompetisi Liga 2 Indonesia 2018 yang akan digelar di Stadion Manahan Solo, 21 April mendatang. ‘’Suatu penghormatan bagi Persis harus melakukan persiapan lebih baik sebelum kompetisi bergulir, dan perlu uji coba lagi dengan tim-tim selevel atau di atasnya,’’ kata pelatih Persis Solo Jafri Sastra, di Solo, Kamis (12/4) kemarin. Jafri Sastra mengatakan Semen Padang adalah tim yang kuat dan bagus. Semen Padang sudah melakukan pertandingan uji coba sebanyak 21 kali keliling Sumatera. Mereka masih mempertahankan pemain-pemain Liga 1 untuk memperkuat timnya dan mempunyai keinginan untuk lolos lagi ke Liga 1. Menurut Jafri Sastra, membangun sebuah tim yang kuat programnya harus begitu, pemain lama jangan dibubarkan, sehingga hanya menambah pemain empat hingga lima orang. Persis Solo, kata Jafri Sastra, memiliki 19 pemain baru, sehingga perlu perhatian khusus dalam membangun lagi perlu waktu lama untuk membentuk tim yang kuat. Persis sekarang diperkuat 22 pemain dan akan memanggil dua pemain baru lagi. Jafri Sastra mengungkapkan kendala bagi Persis sekarang adalah frekuensi uji coba yang masih kurang atau minim. Sebelum dirinya datang menangani, Persis baru tiga kali melakukan pertandingan dengan tim selevel. ‘’Persis sejak saya latih selama 21 hari ini, harus membangun kembali dari nol dan idealnya sembilan kali uji coba sebelum kompetisi untuk melatih mental timnya,’’ katanya lagi. (ant)
LATIHAN - Pemain timnas U-23 menjalani latihan di Lapangan A Senayan, Jakarta. Timnas U-23 dipersiapkan untuk mengikuti turnamen Anniversary Cup yang digelar mulai 27 April 2018 di Indonesia. Bali Post/ant
Instruktur Senam Wajib Kantongi Sertifikat Denpasar (Bali Post) Sertifikat instruktur senam sangat penting bagi seseorang yang memutuskan untuk menekuni senam dan berprofesi sebagai instruktur. Pasalnya, saat ini para instruktur senam dari bebagai negara diduga banyak mengajarkan senam di Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya membendungnya dengan meningkatkan kualitas SDM para instruktur senam Indonesia, yang dikuatkan dengan sertifikat. Itu diungkapkan penguji dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Senam Indonesia (LSKSI) Yeni Muryati saat menguji peserta uji kompetensi senam level 2, angkatan kedua, di Lala Studio Veteran, Puri Satria, Kamis (12/4) kemarin. ‘’Jadi, salah kaprah kalau sampai insan senam berpendapat sertifikat senam tak perlu,’’ tegas Yeni. Justru, Yeni menyebutkan, senam adalah olah tubuh yang sesuai dengan anatomi, sehingga bukan sekadar goyang. ‘’Instruktur senam atau orang yang mengajar senam harus orang yang benar-benar mengerti, memahami senam, dan dikuatkan dengan sertifikat,’’ ucapnya. Bahkan, untuk persaingan di era global-
isasi khususnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), bagi mereka yang memilih instruktur senam sebagai profesi, dituntut wajib memiliki sertifikat. ‘’Instruktur senam dibuktikan dengan kepemilikan sertifikatnya, demi peningkatkan kualitas SDM yang profesional, serta untuk memenangkan persaingan,’’ ucapnya. Yeni bersyukur masyarakat makin sadar betapa pentingnya sertifikat, sehingga mereka berduyun-duyun mengikuti uji kompetensi, mulai level 2, level 3, sampai dengan level 4. ‘’Di Jatim, penyelenggaraan uji kompetensi senam, pesertanya mencapai seratus lebih, dan khusus Bali, hanya Lala Studio yang dipercaya menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK),’’ terangnya. Pada bagian lain, pemilik TUK Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung mengemukakan, pihaknya bersyukur uji kompetensi mendapatkan dukungan dari pemerintah khususnya Disdikpora Kota Denpasar. ‘’Disdikpora Denpasar akan memberlakukan bagi instrusktur senam wajib bersertifikat, dan bagi masyarakat berhak menanyakan kepada instrukturnya apakah sudah diakui dan mengantongi sertifikat,’’ kata Grace Tangkudung. (022)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Pon, 13 April 2018
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dcr Pgw Wnt Grosir Brpngalaman Bertenaga Kuat Angkat Berat 16-30 Th,di Psr Kmbasari 08174800075
Dibutuhkan:Tukang Patrun Freelance.Kirim CV ke hrd@buddhawear.com, Hub:085100050706
Dcr Sgr Pgw Pria/Wnt,u/Notaris Blm Mnikah,Min SMA,Pnmpln Mnrk &Bs Bekerja dgn team,Menguasai Komputer.Kirim CV ke Jl.Pulau Kae No.36 Dps,Hub.081236043507
Dicari 2Karyawan Wanita Tenaga Serabutan/Goreng.087860577847
Dcr Sgr Sopir,Status Lajang, diutamakan Dom.Bangli.Kirim CV ke Jl.Pulau Kae No.36 Dps Hub.081236043507
Dicari Koki Chinese yg berpengalaman,Pnmptn di Bali, Gj 7-9Juta ke atas. Hub.Lini 081318583815
B.BP.004.04.18.0000536
B.BP.001.04.18.0000584
B.BP.001.04.18.0000585
LOWONGAN Dicari 1Baker,2Tkg Masak (Masakan Jatim),3 Peramu Aneka Es Hub.081277774256
B.BP.166.04.18.0000627
Dcr Kary/wati Jujur & Dspl u/Rest di Dps H.082147288881
B.BP.001.04.18.0000629
!Bth Waiter Pria&Wanita,Pglm/ tdk Min.SMU.HappyCinema.Jl.Tkd Batanghari 36,Dps.081999670006
B.BP.001.04.18.0000595
*Looking for SPG Good English Send CV to:no216@outlook.com B.BP.166.04.18.0000625
Cr Karyawati Min.SMA,MAx.25Thn Pnampilan Menarik,081338251999 B.BP.001.04.18.0000546
Urgent Luxury 4 Bedroom Villa in Pejeng-Ubud,looking for fem ale Villa Supervisor,Daily Wor ker must be good English,able to Cook.Pls Call 08124629122
B.BP.001.04.18.0000597
!Bersih Rmh Kost,Pria,Tggl Dlm Rajin,Jujur,Sopan/085238203818
B.BP.001.04.18.0000293
*Job Australi,Korea,Jepang Hub WA:081649477140/082231577240
B.BP.166.04.18.0000626
Asst.Rumh Tgga Pria utk Rumah Org Asing di Kerobokan(Single) Urus Rumah,Pelihara Anjing, Laundry,Kebun.Pnya SIM A Nilai Plus.Jujur,Baik,Btanggung Jwb & Inisiatif Min25Th,0361733939
B.BP.820.04.18.0000633
BENGKEL LAS Free
Bth Sgr 3 Sales Motoris utk Produk Mamy Poko&Charm BF utk Area Dps Hub.PT Unirama Duta Niaga Jl.ByPass Ngr.Rai No.88 Telp.0361722500Hp.08113283668
B.BP.001.04.18.0000593
Bth Sgr Marketing Bali/Lombok, P/W,Min SMA,Siap krj Dg Target Pny kend Sndr.Lam Lkp:Ruko Sudirman agung Blok C-18 DPS.Tlp 0361-241169.bali@libratama.com B.BP.001.04.18.0000607
Dicari Sopir Laundry Hub:08113802747 B.BP.001.04.18.0000560
Dicari Sopir Untuk Suplier Hotel Hub:082233669998
B.BP.001.04.18.0000602
Dcr Staff Gdg,Laki2,Bs Comp&Ms Office,Mmpu Bkrj dg Team,Gj+UM Send CV ke:PT Panca Utama/E: widyapubali@gmail.com/T:772683
B.BP.001.04.18.0000525
CP Lounge Ubud,Looking For Waitress/Cashier,Scurity. Pls Call 0361-978954,/Email cproyalsteakhouse@gmail.com
B.BP.004.04.18.0000609
Dcr Guru TK Bisa Menari untuk TK Dewi Kunti Hub.081916694460
B.BP.001.04.18.0000535
B.BP.001.04.18.0000590
B.BP.001.04.18.0000620
Dicari Marketing,Gaji + Bonus Besar Hub.Radio AR 0361228760 B.BP.803.04.18.0000608
DicariMarketing,wanita/pria, maks 25th,penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim,kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id
G.01
Dicari PRT Tinggal Dalam Gaji memuaskan Hub:08123660036 B.BP.001.04.18.0000615
Dicari Segera Bagian PengirimanAl-Kes.Hubungi:085100225302 B.BP.001.04.18.0000450
Dicari Segera:Admin Kantor,Tk. Jahit,Tk Patrun Berpengalaman Jl.Imam Bonjol 607.Telp:755204 B.BP.001.04.18.0000528
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
SERVICE
RUPA - RUPA
BIRO JASA
RUPA - RUPA
BIRO JASA
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA
FOTO COPY
Innova-VAT Th 2012,Silver, bensin DK Asli 185 Juta Hp:08123830201
Tanah 300m2 di Jl.Sutoyo Blk Br.Gemeh H.0811399570
DICARI MOBIL
Djl Ruko LT75m2 Jl.Tkd Irawadi H.087860156001WA.082145270447
B.BP.001.04.18.0000596
Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349
B.BP.164.04.18.0000514
DIJUAL RUMAH
BU,Dijual Cepat Kos 12Kmr,2Lt, LT.200m2,Kedonganan,10mnt ke Airport,Full Furnish,Wifi, SHM,2,3 Milyar,081311125700 B.BP.004.04.18.0000541
TOYOTA
Avanza S’2011 Hitam,AsliBali Terlengkap,085100937334 Prbadi B.BP.001.04.18.0000634
Dijl Kjg Inova’14 Diesel AT DK Orsnil Low KM Hub:085100403422 B.BP.001.04.18.0000586
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat Telp.085337370228 / 412815
B.BP.001.03.18.0001374
Guru Privat Mate-matika SD kls 4-6 Panggilan Hub:081805499258
B.BP.001.04.18.0000485
B.BP.001.04.18.0000540
Rmh di Kuta dkt Bandara,2LT,L: 2,85are,Murah.Hub.081547314416 B.BP.001.04.18.0000592
SUZUKI
B.BP.001.04.18.0000499
B.BP.001.04.18.0000622
B.BP.004.03.18.0001148
DISEWAKAN RUMAH
B.BP.001.04.18.0000503
DIJUAL RUKO
Rmh Indent Lantai 2 di Sesetan Hub:081936007226
Dikont Rmh 4KT,2KM,Garase,Dpur Jl.Antasura Hub.082214568846
Splash GL 2010 Hitam Asli Bali LowKm Jok Lederpro.08170673001
B.BP.001.04.18.0000618
Dijual Rmh Pegending Dalung DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.08174792678/081805374433
DIJUAL MOBIL Dijual Suzuki Ertiga GX Mulus Pmkaian2014.H:08123627489(WA)
n
C 0000051 bkl
B.BP.001.04.18.0000603
B.BP.154.04.18.0000616
Desig
Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
B.BP.001.04.18.0000612
SMKBkembangBTH:FO/StafAdmin SMA/SMK Mnrik,Honor berjenjang Hub:tugasbali@yahoo.com
Dibthkn sgr 1.Restaurant Spv, 2.Waiter/ss 3.Cook Korean Food 4.Cook Helper krm Lam ke Bibim bap Korean Restaurant Jl.By Pass Ngrah Rai 100X Simpang Siur Bali 8496264 E:bibimbapbali574 @gmail.com/085847561412(Wayan)
Money Back Guarantee �
B.BP.004.04.18.0000411
Rest di Sanur Cr:waiter,bartender, Made Dharsana 08123614559
B.BP.001.04.18.0000192
B.BP.001.04.18.0000637
B.BP.001.04.18.0000496
B.BP.031.04.18.0000619
Kerja Diluar Negeri,Semua Usia Pasutri 081375409869
B.BP.004.04.18.0000611
Cr Adm HRD(max 40th)wnt Min D3 S1,Bs MS Words,excel.Peng min 1thn sbg Adm,teliti,cekatan Gaji menarik.Lam:Tk.Gayathri Dupa Wangi Jl.Gatsu Timur 85XX Kav IV(dpn KFC Nangka) Dps.0361 239980/085716151818. Dcr:Accounting Wnt,S1/SMA/SMK bs.Word/Excel&Internet.Jl. Intan LCII/II No.5 Gatsu Timur Dps Hub.081353788640
B.BP.001.04.18.0000493
Expor CO.Cari Admin & Tukang Jahit Hub:082144186450 / 03619080933
Telemarketing,Tkg Las Listrik, Sales Marketing : 085103167222
B.BP.001.04.18.0000636
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dicr Staf Accounting Bs Excel Bali Silver.WA/HP:081703339991
Segera Marketing Mahir Sosmed CV ke dewatatrophy@gmail.com 082144245955
B.BP.001.04.18.0000635
B.BP.001.04.18.0000623
B.BP.001.04.18.0000548
Dicari Karyawan/ti Toko Bs Inggris Max 35Th.Hub:082126233777
Cr Sales Kanvas Pr/wnt max40th Min.SMU,pny mtr sendiri.Sim C peng min 1th sbg sales,kenal baik slh satu wly di Bali,Gaji menarik. Lam:Toko Gayathri Dupa Wangi Jl.Gatsu Timur 85XX Kav IV(dpn KFC Nangka) Dps.0361239980/085716151818.
Dicr Staff Pria utk Villa bs Kebun,Kolam,Nyopir.Usia Max.35 Th Hub.081338639511 Sanur
Dcr Sopir Galon.Lam:Jl Ry Kuta 114CKingMotorHP:081239321898
B.BP.001.04.18.0000599
Cr Telemarketing,Pr/wnt(max 40 thn)Min.SMU,peng min 1th dibdg tsb.Bs.excel,luwes pintar mena warkan produk,biasa dgn target Penj.Lam:Toko Gayathri Dupa Wangi Jl.Gatsu Timur 85XX Kav IV (dpn KFC Nangka)Dps.0361239980 085716151818.Tk kami ada bbrp Cbg&sdg perluas pasar di Bali
Dcr Karyawati/wan Laundry Sgr Lokasi Panjer Dps.087861499476
B.BP.001.04.18.0000589
B.BP.004.04.18.0000617
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.001.04.18.0000613
ARSITEKTUR Gbr.IMB,R.Tinggal,Vila,3D,Ruko Gbr.Rencana,dll.081337230907
B.BP.001.03.18.0000181
DIJUAL TANAH
KEHILANGAN
Hilang BPKB No H08951525 O A.n Nyoman Panili Yasa DK 8670 HY B.BP.155.04.18.0000587
Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitraPmogan08123871809
HlgBPKBNo:3055018-ODK3131DI a/N Totok Suharto.Ir
BUC! 5A Kedewatan Ubud 310Jt/A 089 6056 37173
Hilang BPKB No.D 2905961-H DK 1135 XI An.A.A.Made Yudiasa
B.BP.001.04.18.0000380
B.BP.001.04.18.0000564
B.BP.001.04.18.0000624
B.BP.001.04.18.0000582
BANGLI
18
Jumat Pon, 13 April 2018
Tergantung Cuaca, Produksi PLTS Sulit Ditarget
PLTS - Hasil produksi PLTS di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi, Bangli, tergantung cuaca. Bali Post/ina
Bangli (Bali Post) –
SOSOK Vaksinasi JE
BHAYANGKARI Cabang Bangli, Kamis (12/4) kemarin, menggelar vaksinasi JE untuk anak-anak di Pos KB Kes Terpadu Bangli. Pemberian vaksin JE bertujuan untuk memberikan kekebalan pada anak-anak dari bahaya penyakit Japanese Enchapilitis (JE) yang ditularkan oleh nyamuk Culex Tritaeniorhynchus. Ketua Bhayangkari Cabang Bangli Ny. Sulis Agus Tri Waluyo mengatakan, kegiatan vaksinasi JE dilaksankan dengan melibatkan bidan dari Puskesmas Bangli beserta pengurus dan kader Posyandu Bhayangkari Cabang Bangli. Kegiatan vaksinasi JE diikuti oleh anak-anak balita keluarga anggota Polres Bangli berusia 5-9 tahun. JE merupakan radang otak akibat infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Culex Tritaeniorhynchus. Diharapkan dengan pemberian vaksinasi ini dapat memberikan kekebalan pada anak-anak dari bahaya penyakit tersebut. “Selain vaksinasi JE, juga ada penimbangan dan pemberian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Bhayangkari Cabang Bangli terhadap kesehatan anak-anak, terutama agar terhindar dari penyakit difteri yang akhir-akhir ini banyak terjadi di wilayah Indonesia,” ujarnya. Disampaikan Sulis, peran Bhayangkari bukan saja berkutat pada kegiatan mendukung tugas-tugas Polri, namun juga bergerak di bidang sosial kemanusiaan seperti pendidikan dan kesehatan. “Salah satunya adalah bagaimana Bhayangkari bisa memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara melalui vaksinasi untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan tangguh,” ujarnya. (ina)
Perusahaan Daerah Bukti Mukti Bhakti (Perusda BMB) tidak bisa memasang target pendapatan dari hasil penjualan listrik Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke PLN. Pasalnya, daya listrik yang diproduksi PLTS berkekuatan 1 MWp tidak selamanya stabil. Produksi listrik PLTS sangat bergantung dari cuaca. Direktur Perusda BMB Gusti Gede Satria Wira Tenaya, Kamis (12/4) kemarin, mengakui pihaknya sulit membuat target pendapatan dari hasil penjualan listrik PLTS. Hal itu dikarenakan produksi listrik PLTS setiap bulannya tidak menentu. “Karena tergantung faktor
cuaca agak susah dibuatkan target,” ujarnya. Wira menjelaskan sesuai data terakhir, daya listrik yang dihasilkan PLTS dan telah dipasok Perusda ke pihak PLN sekitar 80 ribu kWh per bulan. Jika memasuki musim kemarau nantinya, ada kemungkinan
daya listrik yang dihasilkan PLTS bisa lebih besar dari sekarang. Begitu juga sebaliknya, jika musim hujan listrik yang dihasilkan akan menurun. “Susah diprediksi karena faktor awan. Kalau kemarau bisa ke 100.000 kWh,” terangnya. Sejak dilakukannya kerja sama jual beli listrik PLTS oleh Perusda BMB selaku pengelola PLTS bersama PLN Februari lalu, Wira mengatakan sejauh ini pembayaran penggunaan listrik oleh PLN berjalan lancar. Pembayarannya dilakukan PLN ke pihak Perusda setiap bulan. Adapun besa-
ran tarif listrik PLTS yang dibayar PLN ke Perusda BMB disesuaikan dengan Permen ESDM 39 tahun 2017 yakni Rp 750 per kWh. Saat ini, pihaknya mengaku masih menunggu hasil penghitungan riil terhadap hasil penjualan listrik PLTS. Setelah dihitung selama beberapa bulan ke depan barulah pihaknya akan mengetahui secara pasti berapa pendapatan yang bisa disumbangkannya ke daerah. Sebagaimana yang diketahui listrik yang dihasilkan PLTS di Dusun Bangklet Desa Kayubihi, Bangli sudah mulai dijual secara resmi oleh
Perusda BMB (Bhukti Mukti Bhakti) ke pihak perusahaan listrik negara (PLN) sejak Februari lalu. Hal itu menyusul telah dilakukannya penandatanganan perjanjian jual beli listrik (PJBL) oleh Perusda BMB selaku pengelola PLTS bersama PLN di PLTS Bangklet. Dalam pandatanganan perjanjian saat itu, PLN hanya memastikan akan membayar daya listrik yang dimanfaatkan sejak penandatanganan perjanjian dilakukan. Sedangkan untuk pembayaran listrik yang telah dimanfaatkan PLN sejak 2013, masih belum jelas. (kmb40)
Belasan Dokter Datangi Rumjab Bupati Bangli (Bali Post) – Kebijakan Bupati Bangli I Made Gianyar menerapkan pemberian tambahan perbaikan penghasilan berbasis kinerja (TPP-BK) tahun ini juga menuai protes dari kalangan dokter spesialis RSU Bangli. Pada Kamis (12/4) kemarin, belasan dokter spesialis RSU Bangli beramai-ramai menemui Bupati Made Gianyar di rumah jabatan (rumjab). Dalam pertemuan itu, para dokter pada intinya berharap Pemkab Bangli tetap bisa memberikan TPPBK (dulu TPP) seperti ASN lainnya, meskipun telah menerima jasa pelayanan (Jaspel). Kedatangan belasan dokter tersebut diterima langsung Bupati Made Gianyar didampingi Kabag Hukum Ida Bagus Widnyana, Kepala Inspektorat Ketut Riang, Kepala BKPAD Gede Suryawan, serta pe-
jabat terkait. Tampak hadir dalam pertemuan itu, Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana. Ditemui usai menerima belasan dokter spesialis tersebut, Made Gianyar mengatakan para dokter tersebut pada intinya menyampaikan harapannya agar tetap diberikan TPP-BK meski telah menerima Jaspel. Kalaupun tidak bisa mendapat TPP-BK, para dokter juga mengusulkan agar diberikan tunjangan fungsional tertentu. Terhadap aspirasi tersebut, Made Gianyar mengaku akan mengkaji kembali pemberian TPP-BK bersama tim perumus. Dikatakan juga bahwa agar nantinya tidak ada lagi dokter yang datang beramai-ramai mengurus masalah TPP, Made Gianyar telah meminta para dokter tersebut membuat perwakilan untuk berkoordinasi dengan tim
Bupati sehingga pelayanan di RSU Bangli bisa tetap berjalan lancar dan tak dikeluhkan masyarakat. Dijelaskan Made Gianyar, sebelum diberlakukannya pemberian TPP-BK mulai tahun ini, dulunya TPP dibagikan secara merata kepada pegawai. Dokter yang sudah mendapatkan Jaspel serta tunjangan fungsional dokter termasuk guru yang telah mendapatkan dana sertifikasi tetap bisa mendapatkan TPP. Namun sekarang dengan diberlakukannya TPP-BK, para dokter dan guru tak lagi bisa menerima TPP dari pemerintah kabupaten. “Menurut aturan pengelolaan keuangan daerah tidak boleh ada dobel anggaran,’’ kata Made Gianyar. Sementara itu, Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana saat dikonfirmasi mengakui bahwa tujuan belasan dokter yang datang
menemui Bupati adalah untuk menyampaikan aspirasi terkait ditiadakannya pemberian TPP untuk dokter. Sebelum diberlakukannya SK Bupati yang baru tentang TPP-BK, dulunya dokter memang mendapatkan TPP. Namun sekarang, sesaui SK terbaru, TPP di lingkungan RSU Bangli hanya dikhususkan bagi tenaga manajemen, tenaga struktural serta tenaga fungsional umum seperti admin. Sedangkan tenaga fungsional tertentu seperti dokter umum, dokter spesialis dan perawat hanya mendapatkan Jaspel. Sudiana mengatakan bahwa tambahan penghasilan berupa Jaspel selama ini tidak bisa diterima dokter secara rutin. Pembayaran Jaspel kepada dokter baru dilakukan bila sudah ada klaim pembayaran. “Jaspel ini sumbernya dari hasil jasa pelayanan,” tegasnya. (kmb40)
Bupati Made Gianyar Dukung Pembentukan Desa Paman oleh BPOM
ADVOKASI - Bupati Bangli I Made Gianyar dalam acara Advokasi Kelembagaan Desa dengan program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Kamis (12/4) kemarin.
BUPATI Bangli I Made Gianyar, mendukung pembentukan tiga desa pangan aman (Desa Paman) melalui program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) yang dilakukan BPOM. Bupati meyakini program tersebut efektif untuk menjaga keamanan pangan masyarakat secara mandiri di desa tersebut, baik yang diproduksi maupun yang beredar di masyarakat. Dukungan itu disampaikan Bupati Made Gianyar saat membuka acara Advokasi Kelembagaan Desa dengan program Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Kamis (12/4) kemarin. Acara yang melibatkan para perbekel, lurah, dan pendamping desa, dihadiri Kepala Dinas PKP, Dinas PMD, Disperindag dan Camat. Dalam acara tersebut, Kepala BPOM Provinsi
Bali Dra. IGA Adhi Aryapatni, Apt. menyampaikan, program GKPD ini merupakan program nasional yang tujuannya adalah untuk membentuk Desa Paman. Di samping juga untuk meningkatkan perekonomian desa. Dijelaskan Adhi Aryapatni, saat ini di Bali sudah terbentuk Desa Paman sebanyak 19 desa. Rencananya tahun ini, BPOM akan membentuk desa serupa di tiga desa di Kabupaten Bangli. Adapun tiga desa tersebut yakni Desa Sulahan, Desa Landih, dan Kelurahan Kubu. “Latar belakang dari gerakan
ini adalah masih banyak kita temukan penggunaan bahan berbahaya khususnya di Bali. Jadi, keamanan pangan umumnya di Indonesia masih belum aman seratus persen, baik itu pangan impor yang ilegal, produk yang rusak masih beredar sehingga perlu pengawasan yang lebih intensif. Gerakan ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus dengan semua komponen sebab pemerintah sudah bertubi-tubi mengawasi tetapi permintaannya masih ada. Oleh karena itu, BPOM tidak akan mampu bergerak sendiri tanpa ada pemahaman dari
masyarakat untuk memotong rantai itu. Caranya dengan lebih hati-hati dalam membeli produk pangan,” ujarnya. Sementara itu, Made Gianyar mengatakan pihaknya sangat mendukung pembentukan Desa Paman di Bangli. Kata dia, pangan merupakan kebutuhan utama yang masuk ke bagian tubuh sehingga harus terjamin kesehatannya serta aman dari berbagai bahan berbahaya. “Pada hari ini merupakan kesempatan yang baik bagi kita karena sudah difasilitasi oleh BPOM Provinsi Bali, memberikan pembinaan dan pemahaman bagaimana
pentingnya dan peran kita dalam menjaga kesehatan pangan di lingkungan kita,” kata Made Gianyar. Diharapkan, program ini bisa diketuktularkan kepada semua komponen di desa. Menurutnya, manusia tidak bisa hidup sendiri dalam menjaga pangan yang layak untuk semua orang. “Oleh karena itu, perlu keterlibatan semua komponen untuk bisa mewujudkan Desa Paman yaitu desa yang pangannya aman di bawah bimbingan BPOM yang sudah disiapkan oleh pemerintah untuk mengurusi hal itu,” harapnya. (ad638)
19
Jumat Pon, 13 April 2018
Pendapatan Daerah Dari Hal. 1
Nata juga mengingatkan Bali agar efisien terhadap belanja daerah dan melakukan optimalisasi pendapatan daerah. Demikian pula Bali harus mengendalikan tingkat inflasi daerah, patuh dan tepat waktu terhadap perencanaan dan penganggaran daerah, meningkatkan potensi dan sumber-sumber PAD, mengurangi ketergantungan dana perimbangan atau transfer dari pemerintah pusat, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, pengurangan kesenjangan antarwilayah telah menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah Bali tahun 2019. Antara lain melalui pengembangan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Pengurangan kesenjangan ini dirumuskan setelah prioritas pembangunan manusia melalui peningkatan pelayanan dasar. ‘’Prioritas berikutnya adalah peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, pariwisata, industri kreatif dan jasa produktif. Menjaga ketenteraman dan ketertiban serta pelestarian budaya, serta peningkatan tata kelola pemerintahan
dan birokrasi yang berkualitas,’’ imbuhnya. Menurut Ika Putra, musrenbang membahas pula tentang usulan kabupaten/kota dalam bentuk belanja langsung dan BKK. Usulan belanja langsung berupa program dan kegiatan yang ditujukan kepada perangkat daerah Provinsi Bali mencapai 129 usulan dengan nilai Rp 4,474 triliun. Sedangkan usulan dalam bentuk BKK (Bantuan Keuangan Khusus) sebanyak 187 usulan sebesar Rp 2,176 triliun. Ada pula usulan belanja langsung perangkat daerah Provinsi Bali pada rancangan awal RKPD 2019 yang memerlukan anggaran Rp 2,593 triliun. Sejalan dengan itu, rumusan arah kebijakan keuangan daerah yang disesuaikan dengan proyeksi kondisi pendapatan dan persentase defisit anggaran secara rasional dialokasikan anggaran untuk mendanai belanja langsung pada RKPD 2019 sebesar Rp 1,368 triliun. ‘’Mudah-mudahan nanti atas seizin gubernur, dorongan kementerian terkait, bisa juga memberikan dukungan lebih banyak lagi kepada kami di Provinsi Bali untuk melebihi anggaran dari tahuntahun sebelumnya,’’ harapnya. (kmb32)
Ciptakan Kontroversi Dari Hal. 1
‘’Kalau ikut tolak reklamasi Teluk Benoa, saya siap menjadi calon gubernur. Lebih baik saya tidak jadi gubernur daripada reklamasi Teluk Benoa itu dilakukan,’’ ujarnya. Menurutnya, penolakan itu merujuk pada kajian yang dilakukan oleh akademisi dan pakar dari Universitas Udayana (Unud) dan juga sikap tegas yang sudah disampaikan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali. Isu reklamasi Teluk Benoa itu telah menciptakan kontroversi di Bali, baik secara adat, budaya, agama dan sosial kemasyarakatan. Lokasi Teluk Benoa itu ada di Bali Selatan. Sementara daya tampung (carring capacity) di selatan Bali sudah tidak memungkinkan lagi. Saat ini dalam satu kilometer persegi sudah dihuni oleh sekitar 7.000 orang. ‘’Ini sangat krodit di selatan Bali. Dan kami sangat tegas menolaknya,’’ ujarnya. Kontroversi lainnya saat ini adalah jumlah desa adat di Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa sangat besar. Bila desa adat di Bali menolaknya, maka tentu hal ini sudah dikaji secara adat dan budaya bahwa jika reklamasi itu terwujud maka Bali akan mendapatkan ancaman serius tentang eksistensi
adat dan budayanya. Mantra-Kerta berhasil tampil lebih prima dan lebih tangkas dalam merespons setiap pertanyaan panelis acara ‘’Kupas Kandidat’’ kali ini. Sejak awal panelis melontarkan pujian kepada paslon yang murah senyum, relaks dan tidak demam panggung ini. Dimulai pakar politik LIPI R. Siti Zuhro, Sekjen KPK R. Bimo Gunung Abdul Kadir, pengamat kebijakan publik Sirojuddin Abbas, hingga pakar ekonomi Firmanzah, semuanya puas dengan jawaban-jawaban lugas Rai Mantra maupun Sudikerta. Dalam acara ‘’Kupas Kandidat’’ tersebut, baik Rai Mantra maupun calon wakil gubernur I Ketut Sudikerta mampu menjawab pertanyaan panelis secara cerdas dan enteng. Penjelasan di berbagai sektor pemerintahan, pariwisata, ekonomi kreatif dan adat dan budaya Bali dilakukan secara sangat sempurna. Penjelasan yang detail itu membuktikan bahwa kedua kandidat itu sudah sangat berpengalaman di bidangnya, karena Rai Mantra sudah menjadi Wali Kota Denpasar dua periode, sementara Sudikerta menjadi Wakil Bupati Badung dua periode dan kini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali nonaktif. (kmb)
Paling Berperan Dari Hal. 1
Itu artinya kita berjuang sungguh-sungguh memanfaatkan apa yang ada, potensi yang ada dengan asas manfaat yang tepat, jadi hasilnya juga harus tepat,’’ jelasnya. ‘’Pada kesempatan tersebut yang paling berperan, selain tim dari perencanaan itu sendiri adalah masyarakat Tabanan,’’ tegas Bupati Eka. Rakyat mau bergotong-royong, berbagi pemikiran, dan mau berbagi semuanya untuk membangun Tabanan. Karena rakyat ikut di dalam pembangunan membuat semua menjadi gampang meskipun dikerjakan secara bertahap. Karena rakyatlah, pemerintah bisa dengan sangat konsisten di dalam perencanaan tersebut. ‘’Rakyat Tabanan yang paling amazing. Ini adalah penghargaan untuk rakyat dan juga tim saya yang semuanya sangat luar biasa. Dan saya hanya mewakili saja untuk ngambilin piala penghargaan ini,’’ imbuh Bupati Eka. Sebelumnya dalam acara yang mengambil tema ‘’Memperkuat Sinergi dalam Pertumbuhan Berkualitas, Merata dan Berdaya Saing, Menuju Pembangunan Berkelanjutan’’, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan bahwa dengan adanya penghargaan kepada Bupati dengan dokumen perencanaan pembangunan terbaik sekaligus meningkatkan komunikasi dan sinkronisasi dalam mendorong peningkatan pembangunan. ‘’Persamaan persepsi menjadi syarat penting, agar rencana pembangunan daerah Bali dan kabupaten/kota sejalan dengan pembangunan Nawacita. Tahun ini kita fokus pada pembangunan prioritas, RKPD Daerah dan Provinsi Bali harus berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) tahun 2025,’’ lanjutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sekarang ini Provinsi Bali telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, dalam pengentasan kemisikinan juga statistiknya semakin baik, pencapaian pembangunan, kunjungan wisatawan di atas rata-rata dan persentase pengangguran sudah menurun. Hal tersebut mencerminkan pemahaman konsep pro-rakyat yang baik dan sama serta benar-benar menyentuh rakyat. Ia juga berpesan untuk perencanaan ke depannya lebih ditingkatkan lagi. Program yang disusun harus mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi di setiap daerah, harus bekerja-keras, bersinergi, dan yang menjadi prioritas utama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). (ad642)
Sebagai Penerima Dari Hal. 1
Bali Post/kmb
RAT KOPERASI - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga disambut ribuan warga di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Tunas Artha Mandiri. Menteri Puspayoga didampingi Plt. Bupati Nganjuk Wachid Badrus, Ketua DPRD Nganjuk Puji Santoso dan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Nganjuk, Kamis (12/4) kemarin.
Gelar Doktor
Dari Hal. 1
Ada empat panelis yang mencerca Koster-Ace. Mereka adalah R. Bimo Gunung Abdul Kadir (Sekretaris Jenderal KPK), Firmanzah (pakar ekonomi), R. Siti Zuhro (pakar politik LIPI), dan Sirojudin Abbas (pengamat kebijakan publik). Acara yang dipandu oleh Imam Priyono dan Rima Fahlevi menunjukkan kualitas pasangan calon yang keduannya menyandang gelar doktor ini dalam memimpin Bali lima tahun ke depan. Firmansah, panelis pertama yang memberikan pertanyaan bagaimana Koster-Ace mendesain pariwisata Bali lima tahun ke depan, mengingat ada kekhawatiran munculnya kejenuhan pariwisata di Bali, sehingga wisatawan dapat beralih ke daerah bahkan ke negara lain. Menanggapi pertanyaan ini, Koster menegaskan akan membangun pariwisata Bali dalam tiga hal penting. Pertama, pariwisata yang dibangun tetap berbasis budaya, kedua berorientasi kepada kualitas bukan kepada jumlah, dan ketiga, melakukan pemerataan keseimbangan pembangunan pariwisata antara selatan dan utara, timur, barat maupun tengah. ‘’Untuk wilayah Bali Selatan seperti Badung, Denpasar dan Gianyar kita akan melakukan pengendalian dalam pembangunan akomodasi wisata. Wilayah ini sudah jenuh, ke depannya akan kita geser ke utara, timur dan barat agar terjadi pemerataan,’’ katanya. Selanjutnya ditanyakan bagaimana terobosan KosterAce agar pariwisata bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah. Koster mengakui dampak pariwisata belum dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tidak bekerja di sektor pariwisata, seperti petani. Untuk itu, pihaknya telah mendesain regulasi dan kebijakan yang memastikan adanya keterhubungan antara wisatawan dengan hasil-hasil pertanian dan kerajinan rakyat yang berbasis budaya. Misalkan, saat musim jeruk maupun musim salak, hasil produksi petani wajib dimafaatkan oleh hotel maupun restoran untuk diberikan kepada wisatawan, demikian juga dengan hasil kerajinan masyarakat. Hal ini akan diatur dengan perda. Di bagian lain, Cok Ace menjawab pertanyaan mengenai
tingginya alih fungsi lahan pertanian, akibat perkembangan pembangunan akomodasi wisata yang sangat pesat. Cok Ace mengawali pemaparan dengan rendahnya pendapatan petani yang diakumulainya hanya Rp 3 juta per bulan jika memiliki 1 hektar sawah. Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan bagi mereka yang bergelut di sektor wisata. ‘’Pertanian jangan hanya dilihat dari aspek produksi gabah saja. Pertanian bukan hanya produsen, tapi harus dijadikan atraksi bagi wisatawan sehingga memiliki manfaat lain,’’ katanya. Cok Ace mencontohkan lahan pertanian di Jatiluwih Tabanan, selain memproduksi gabah juga mendapatkan pemasukan puluhan miliar karena menjadi salah satu objek wisata. Panelis kedua Siti Zuhro bertanya tentang praktik otonomi daerah agar dirasakan oleh masyarakat. Koster menjelaskan, dalam pemerintahan daerah koridornya adalah UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Di mana ada kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Sedangkan tekanan otonomi ada di kabupaten. Regulasi ini mengakibatkan kabupaten berjalan sendirisendiri. Padahal kemampuan masing-masing kabupaten berbeda-beda. Jika dipercaya memimpin Bali, pihaknya akan menerapkan manajemen satu jalur, dengan maksud satu wilayah, satu tata kelola dan satu perencanaan (one island, one management, one plan), namun tidak bertentangan dengan UU tersebut. ‘’Kita akan dudukan kepala daerah (bupati dan wali kota), membahas perencanaan, prioritas pembangunan di masing-masing kabupaten agar tepat sasaran,’’ jelasnya. Pertanyaan menarik dilontarkan panelis ketiga Bimo Gunung Abdul. Sekjen KPK ini mempertanyakan bagaimana upaya Koster-Ace mencegah politik balas budi, jika ada penyandang dana atau sponsor kampanye. Mengenai masalah ini, Koster-Ace dengan tegas menyatakan tidak tersangkut atau menerima bantuan dana dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan proyek pembangunan di Bali. ‘’Kami tidak ingin memiliki utang budi, kami ingin zero utang budi, apalagi yang berkepentingan mencari proyek–proyek di Bali. Kami pastikan itu tidak ada,’’
KPK pada Rabu (11/4) mengumumkan Abu Bakar bersama bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap kepada Bupati Bandung Barat periode 2013-2018. Diduga sebagai penerima, yakni Bupati Bandung Barat Abu Bakar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adityo. Sementara diduga sebagai pemberi yaitu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat. Diduga Bupati Bandung Barat meminta uang ke sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharliah, sebagai Bupati Bandung Barat 2018-2023. Untuk mengum-
Sebagai pihak yang diduga pemberi, Asep Hikayat disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat-1 ke-1 KUHP. Sementara sebagai pihak yang diduga penerima, Abu Bakar, Weti Lembanawati, dan Adityo disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1)
Wisatawan Berkualitas Dari Hal. 1
tegasnya. Dalam melaksanakan sosialisasi dan kampanye, Koster mengaku bergotong royong dengan kader dan petugas partai, sehingga dirinya bersama Cok Ace praktis tidak banyak mengeluarkan anggaran. ‘’Kami ini membangun Bali dengan selurus-lurusnya,’’ ujarnya. Untuk mencegah terjadinya korupsi, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan, pihaknya akan medesain sistem yang memastikan tidak akan ada potensi penyalahgunaan kewenangan. Sistem ini akan dibuat berintegrasi dengan IT, melibatkan ahli administrasi hukum negara, dan bekerja sama dengan penegak hukum seperti KPK agar terlibat langsung dalam sistem, mengontrol dan mengetahui secara langusng proses perencanaan hingga pelaksanaan. Panelis keempat, Sirojudin Abbas, mempertanyakan bagaimana investasi pendidikan yang dibangun Koster-Ace untuk memastikan sustainable/kelanjutan ekonomi dan budaya, serta lingkungan yang terjamin. Koster menegaskan akan membangun model pendidikan yang memperkuat jati diri dan integritas sebagai orang Bali, selain memiliki kompetensi secara keilmuan. ‘’Kita akan melaksanakan pendidikan kurikulum dan nonkurikuler, di sekolah maupun luar sekolah dengan memberdayakan desa adat berdasarkan tatanan kearifan lokal. Agar orang Bali memiliki daya saing dan nilai lebih karena memiliki jati diri, integritas moral yang baik,’’ tandasnya. Mengenai toleransi antara umat beragama di Bali yang menjadi pertanyaan berikutnya, Koster mengatakan secara alamiah orang Bali memiliki rasa toleran yang sangat tinggi. ‘’Kita tidak pernah merasa berbeda dengan suku atau orang yang beragama lain. Bahkan saat ini umat lain ikut bergotong royong dalam kegiatan keagamaan agama Hindu, demikian pula sebaliknya,’’ ucapnya. Ke depan, lanjut Koster, Bali harus tetap menjadi percontohan toleransi antara umat beragama dalam koridor NKRI, UUD Negara Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. ‘’Kami akan betul-betuk menjaga toleransi dan keberagaman di Bali. Potensi konflik harus diminimalkan,’’ tegasnya. (kmb)
pulkan dana tersebut, Abu Bakar meminta bantuan Weti Lembanawati dan Adityo. Tim KPK juga mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 435 juta terkait kasus tersebut. (ant)
Hal itu dikatakannya, bisa dilakukan dengan mekanisme produk, mekanisme pasar, dan mekanisme harga. Misalnya dengan mengembangkan hotel berbintang seharga Rp 25 juta per malam. Maka yang datang ke sana pastilah wisatawan yang memiliki kualitas. ‘’Kalau kita mengembangkan produk yang murahan, yang hanya Rp 100 ribu per malam, pasti yang datang mass tourism. Kita pilih mana,’’ imbuhnya. Pitana menambahkan, Bali bahkan berkesempatan menjadi Singapura-nya Indonesia. Di mana wisatawan datang, berbelanja, dan menginap di hotel berbintang. Dikatakan, hal ini sudah dikaji secara mendalam sehingga Bali jangan pernah merasa disaingi atau ditinggalkan. ‘’Justru inilah cara kita untuk menyelamatkan Bali, budayanya, alamnya, lingkungannya dan manusianya. Ketika kami membangun 10 destinasi di luar
Bali, dukungan ke Bali justru yang paling besar,’’ jelasnya. Hanya, lanjut Pitana, pariwisata Bali masih menghadapi beberapa permasalahan mendasar. Di antaranya pariwisata yang masih numpuk di Bali Selatan sehingga harus ada strategi untuk mendistribusikan ke daerah Bali lainnya. Kemudian, ada over expectation terhadap pariwisata yang mesti diantisipasi sejak awal agar tidak menimbulkan kekecewaan saat ekspektasi itu tidak terpenuhi. Permasalahan lain menyangkut kebocoran ekonomi dengan banyaknya tenaga dari luar yang bekerja di Bali. Baik tenaga kerja asing maupun lokal yang berkecimpung di pariwisata. ‘’Jangan salahkan orang luar, tanya diri sendiri, sudah siapkah kita mengerjakan itu (pariwisata - red). Jadi, SDM kita harus diperkuat sehingga bisa menjadi pengelola, penikmat, dan pelaku pembangunan pariwisata di Bali,’’ pungkasnya. (kmb32)
Jumat, 13 April 2018 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pitra Yadnya & Atma Wedana (6) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Sundara Kanda (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Agrobisnis Berbagai Potensi Pertanian Bali 09:30 Wita Inovator 10:05 Wita Ista Dewata Pura Dang Kahyangan Prapat Agung 10:30 Wita Ajeg Bali Usabha Mumu Desa Adat Bungaya 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana
Pitra Yadnya & Atma Wedana (7) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:300 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Dialog Interaktif KPU 17:05 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now 21:00 Wita Diabemed 21:30 Wita Game Show 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:30 Wita Lila Cita Calonarang Carangsari (4) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:30 Wita Folk Song
ke-1 KUHP.
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
JUMAT PON, 13 APRIL 2018
@balipostcom (600 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418
Pertemuan Wan Ifra
”Event” Penting Promosikan Pariwisata Gianyar (Bali Post) Promosi merupakan salah satu poin penting dalam memajukan sektor pariwisata. Sebab itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta berharap pertemuan World Association Newspapers and News Publishers (Wan Ifra) yang akan diselenggarakan akhir April 2018 bisa membawa dampak positif bagi pariwisata Bali. “Sebagai promosi, ini event internasional yang sangat penting untuk sektor pariwisata kita,” ucap pejabat yang akrab disapa Gung Ari, Kamis (12/4)
kemarin. Terlebih Bali baru saja melewati bencana alam yang berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Sebab itu, seluruh pelaku pariwisata di Kabupaten Gianyar pun kini sedang membutuhkan adanya promosi yang memberi dampak luas, untuk mendatangkan tamu dari mancanegara. “Setelah bencana kemarin, kita sangat butuh promosi lagi,” ucap Gung Ari. Pertemuan Wan Ifra yang dihadiri jurnalis dan pemilik media kawasan Asia Fasifik di Bali diharapkan bisa menjadi ajang
promosi. “Jadi, melalui pertemuan Wan Ifra ini, kita harap bisa memulihkan citra pariwisata, bahwa Bali masih merupakan tempat yang damai, sebagai surga bagi para wisatawan,” ucapnya. Kadispara yang juga asal Ubud ini mangatakan para pelaku pariwisata di Kabupaten Gianyar berharap pada Kementerian Pariwisata agar fokus dan konsisten membantu memasarkan destinasi pariwisata di Bali. Terutama di Gianyar, yang notabena sebagai pelaku pariwisata adalah masyarakat lokal, yakni melalui
pengembangan desa wisata. “Jadi, langkah yang diambil Kementerian Pariwisata ini akan berkontribusi dan dirasakan langsung oleh masyarakat Gianyar. Maka itu, kita harap Kementerian Pariwisata fokus mempromosikan destinasi yang ada di Bali,” tandasnya. (kmb35)
Kepemimpinan Hebat Muncul dari Cara Berpikir Kritis UNTUK mencapai kesuksesan harus dimulai dari cara berpikir yang kritis. Banyak metode untuk menjadikan seorang selalu berpikir kritis di antaranya menuangkan pikiran yang kritis, baik berupa ide maupun gagasan yang dituangkan dalam sebuah karya tulis maupun buku. Penegasan tersebut disampaikan Founder & Chairman The Ary Suta Center (ASC), I Putu Gede Ary Suta, dalam acara peringatan 10 Tahun Berdirinya The ASC di Kantor ASC, Jalan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/4) kemarin.
Bali Post/kmb4
I Putu Gede Ary Suta
Acara juga dibarengi dengan diskusi bedah buku berjudul ‘’To Infinity and Beyond, Cosmopolitanism in International Relations’’ karya peneliti dari The ASC Prof. Anak Agung Banyu Perwita, Ph.D. dan Reza Alexander Antonius Wattimena, Ph.D. serta penerbitan jurnal rutin Manajemen Strategi The ASC edisi April 2018. ‘’Menurut saya untuk mencapai kehebatan, perlu leadership yang hebat. Leadership yang hebat perlu strategi yang hebat pula. Strategi yang hebat perlu critical thingking (cara berpikir kritis),’’ kata Ary Suta dalam pidato sambutan perjalanan The ASC selama kurun waktu 10 tahun. Sejumlah tokoh, kolega serta tamu undangan hadir dalam acara tersebut antara lain Tomoko Kanazawa, Agung Putra (WHDI), Dr. Hariyanto (ahli fintech), Widya R. Erata, Puteri Indonesia 2018 Sonia Fer-
gina mewakili Mooryati Soedibyo. Menurut Ary Suta, apabila kepemimpinan yang andal dibarengi dengan strategi yang hebat maka akan menghasilkan nilai. ‘’Dari nilai yang tinggi ini akan melahirkan intelegen, kecerdasan,’’ kata mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) ini. Ia juga mengatakan untuk memenangkan persaingan global diperlukan inteligensi (kecerdasan). Indonesia, bahkan dunia membutuhkan orang-orang cerdas, tetapi juga harus dibarengi dengan nilai-nilai kejujuran di dalamnya dan tak kalah penting memiliki rasa berbagi. ‘’Oleh karena itu, di kesempatan ini saya ingin mengundang bapak-ibu yang ingin menulis, terutama tulisan-tulisan yang tidak menyinggung orang lain, tulisan-tulisan yang menjunjung kejujuran dan mencerdaskan orang lain. Jadilah orang yang berbahagia yaitu orang
Gde Bagus Semangat Rilis ’’Single’’ Kedua SUKSES dengan single “Valentine Terbaik” yang dirilis pada 14 Februari lalu, kini penyanyi jebolan salah satu ajang pencarian bakat, Gde Bagus tengah mempersiapkan single keduanya. Bahkan, Gde Bagus sangat bersemangat untuk segera merilis single terbarunya itu. Apalagi, single pertamanya mandapat sambutan baik dari pencinta musik Balu. Inilah yang memotivasi dirinya untuk segera menghadirkan karya terbaru untuk para penggemarnya.
“Kenapa saya kesannya terburuburu, karena melihat antusias dan respons publik terhadap single pertama saya (Valentine Terbaik -red) sangat bagus. Saya ingin menambah kehangatan cinta kepada pendengar melalui single kedua ini,” tandas Gde Bagus Kamis (12/4) kemarin. Menurut pria kelahiran 14 April ini, dalam single-nya nanti akan ada perbedaan dari yang sebelumnya. Single yang masih dirahasiakan judulnya ini akan dipadukan dengan arransemen bergaya folk.
Miras Oplosan
“Arransemennya saya buat lebih santai, balutan gitar akustik akan mengajak pendengar seperti sedang di Eropa,” ujarnya. Pria asli Singaraja ini menargetkan jika single itu akan dirilis April ini lengkap dengan video klipnya. Selain itu, pada tahun ini, dirinya juga menargetkan untuk merampungkan album perdananya. “Mungkin beberapa single akan saya luncurkan, setelah itu barulah saya keluarkan album dan target tahun ini,” ujarnya. (win)
Mematikan, tetapi Mengapa Tetap Ditenggak? DELAPAN puluh dua nyawa melayang sia-sia akibat menenggak miras oplosan di beberapa wilayah di Jakarta dan Jawa Barat dalam kurun waktu yang berdekatan. Rinciannya di Jabar, yakni di Kabupaten Bandung dan Sukabumi, tercatat 51 orang dan di Jakarta ada 31 orang. Ketika miras oplosan terus memakan korban, tetapi mengapa banyak warga justru terus memburunya? Cerita manusia yang meninggal akibat menenggak minuman keras oplosan bukan baru kali ini terjadi. Di sejumlah wilayah lain, korban tewas maupun cacat seumur hidup gara-gara miras oplosan sudah terlalu sering terdengar. Namun entah mengapa, bukannya menjadi takut, justru miras oplosan semakin diburu. Psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Teddy Hidayat mengatakan, nekatnya masyarakat menenggak minuman keras oplosan didasarkan pada beber-
apa faktor yang disebut sebagai “perilaku berisiko”. Perilaku berisiko merupakan perilaku dimana individu sebetulnya sudah mengetahui sangat berbahaya, namun demi pmendapatkan pengakuan masyarakat, mereka dengan nekat melakukannya. Dalam konteks miras oplosan, mereka yang meminum tentu sudah sadar miras oplosan sangat berbahaya bagi kesehatannya. Karena ingin sebuah pengakuan atau mencari sensasi atas dirinya, risiko mati pun diterjang.
Bali Post/ant
PANTOMIM – Seorang seniman pantomim menyampaikan rasa prihatin atas kasus tewasnya puluhan orang akibat miras oplosan di depan Gedung Sate Bandung. Sang seniman mengajak masyarakat menjauhi miras oplosan.
Untuk memutus rantai itu, dia menyarankan agar mengubah cara pandang masyarakat akan “perilaku berisiko” ini. Setelah teredukasi, maka langkah selanjutnya dengan melakukan penertiban terhadap penjual miras tanpa izin di samping pengawasan ketat dari aparat setempat. “Jadi yang melatarbelakangi kenapa dia meminum, penyebabnya ini yang harus ditanggulangi. Bukan akibat dari perilaku berisiko sudah minum baru ditanggulangi minumnya, ya terlambat,” kata dia. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengawasi peredaran miras oplosan. Atas kasus di Jawa Barat, pihak Polri menurut Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin telah menargetkan untuk menghentikan peredaran miras oplosan di Indonesia maksimal pada akhir April 2018 atau sebelum bulan suci Ramadhan. “Seluruh Indonesia (peredaran miras oplosan) harus zero. Target bulan ini selesai,” kata Komjen Syafruddin di Polres Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, mengomentari soal rencana razia miras oplosan dalam pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi. Dalam memberantas peredaran miras oplosan ini, menurut dia, Polri tidak mampu bergerak sendiri, namun diperlukan kerja sama sejumlah kementerian lembaga. Selain itu beberapa peraturan daerah (perda) yang mengatur legalitas peredaran miras di sejumlah daerah, dinilainya turut memberikan ruang terhadap peredaran miras oplosan. “Regulasinya harus dibenahi,” katanya. (nata/ant)
yang bisa menyumbangkan kecerdasannya kepada orang lain,’’ sebutnya. Sementara itu, dalam bedah buku ‘’To Infinity and Beyond, Cosmopolitanism in International Relations’’, para peneliti The ASC menekankan pentingnya masyarakat Indonesia tetap menjunjung pada identitas asli sebagai pengawal budaya lokal dan penjaga nilai-nilai keindonesiaan, namun tetap juga bergerak mengikuti perubahan zaman yaitu globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi. ‘’Jadi konsep kosmopolitan yang kita buat ini semacam tawaran, terutama kepada generasi muda untuk melawan aspek negatif dari globalisasi. Poinnya adalah perlunya keseimbangan. Yaitu keseimbangan yang bisa dimunculkan ketika ada kesadaran ketika kita dihadapkan gempuran globalisasi,’’ katanya. (kmb4)