Skip to main content

Edisi 6 juli 2018 | Balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 301 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Bom Meledak di Bangil

Pelaku Kabur, Anak dan Istri Jadi Korban

Bali Post/ant

OLAH TKP - Aparat keamanan melakukan olah TKP di lokasi meledaknya bom di Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7) kemarin.

Bangil (Bali Post) Sebuah bom berdaya ledak rendah meledak di Kelurahan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7) kemarin. Pelakunya ABD alias Anwar berhasil kabur, sementara istri dan anaknya jadi korban luka-luka. Istri pelaku kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Kapolda Jatim Irjen Pol. Machfud Arifin memastikan ledakan di rumah yang berada di Kelurahan Pogar Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan berasal dari bom. ‘’Bom, low explosive. Sudah diurai Tim Jibom,’’ kata Machfud Arifin di lokasi, Kamis kemarin. Warga awalnya mendengar empat kali suara ledakan. Ledakan terjadi di dalam rumah hanya kaca dan asbes yang hancur. Selain melukai Anwardi (50), ledakan bom di Pasuruan juga melukai anaknya

yang masih berusia 6 tahun. Anak itu sekarang tengah dirawat di rumah sakit. Kini anak tersebut dipindahkan perawatannya ke RS Bhayangkara Polda Jatim. ABD alias Anwar berhasil melarikan diri dari rumah kontrakan lokasi ledakan, bahkan sempat menyerang polisi yang mengejar. ‘’Dia kabur dan masih diburu. Pelaku sempat menyerang Kapolsek. Identitasnya diketahui, doakan saja cepat tertangkap,’’ kata Machfud Arifin.

Rumah tersebut pun diketahui ditinggali satu keluarga. Berdasarkan identitas yang diketahui, ABD adalah kelahiran Aceh beralamat Pandeglang, Banten. Adapun istrinya, DR, kelahiran Sidoarjo. Pasangan suami-istri ini tinggal bersama anaknya yang masih kecil sekitar usia enam tahun. Saat ledakan pertama terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, warga tertangga ABD datang menolongnya. Hal. 15 Diduga Palsu

Disepakati, PPDB Tambah Satu Rombel Denpasar (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Bali 2018 untuk tingkat SMA dan SMK negeri diperkirakan semakin kacau. Petunjuk teknis (juknis) yang mengatur jumlah siswa maksimal 36 orang per kelas dan jumlah siswa rombongan belajar (rombel) maksimal 12 kelas akan dilanggar. Hal ini tercermin dari hasil rapat DPRD Bali dan Disdik Bali yang menyepakati penambahan rombel di sekolah negeri. Rapat kerja antara Komisi IV DPRD Bali dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan instansi terkait lainnya di Gedung Dewan, Kamis (5/7) kemarin, berlangsung alot. Lewat perdebatan sengit, Disdik menolak usulan DPRD yang ngotot ingin menambah 4 siswa per kelas. Hal ini akhirnya dibatalkan lantaran bertentangan dengan Permendikbud. Rapat akhirnya memutuskan untuk menambah kelas atau rombongan belajar (rombel) di tiap sekolah. Namun, ditegaskan, hal ini hanya berlaku pada sekolahsekolah di daerah padat dan mengalami kisruh dalam proses PPDB. Hanya tak dijelaskan daerah mana yang dimaksud. Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan, penambahan rombel harus mengakomodir siswa miskin yang masih tercecer. Kemudian, siswa yang memiliki prestasi dalam Pesta Kesenian Bali (PKB). Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan sekolah agar jangan pernah menerima piagam bodong. ‘’Jangan yang tidak bisa menabuh dapat piagam PKB. Sekolah ini

tempat membangun peradaban yang baik,’’ jelas politisi PDI-P ini. Parta menambahkan, siswa yang tinggal terdekat dengan sekolah atau bina lingkungan lokal juga harus ditampung. Termasuk siswa dengan alasan khusus karena perpindahan orangtua. ‘’Saya tidak mau terjebak dengan istilah zonasi atau apalah. Mau dia warga luar, mau dia pendatang dari luar negeri, yang terdekat itu diterima. Perbaiki

administrasinya,’’ tegasnya. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan, harus ada peraturan gubernur yang dibuat untuk merealisasikan keputusan rapat. Pihaknya saat ini belum bisa menentukan sekolah mana saja yang akan ditambah rombelnya. Begitu juga masih akan memikirkan digelarnya PPDB gelombang kedua. Hal. 15 Perlu Pemetaan

Kecewa dengan Zonasi

Pintu SMAN 6 Denpasar Digembok Warga Denpasar (Bali Post) Di saat anggota DPRD Bali dan Disdik Bali menggelar rapat kisruh soal PPDB, sekitar 20 warga mendatangi dan menggembok gerbang SMAN 6 Denpasar, Kamis (5/7) kemarin. Hal ini salah satu bentuk gejolak terhadap penerapan sistem zonasi di PPDB. Selain menggembok gerbang, mereka juga memblokade sekolah dengan memarkir mobil mereka melintang tepat di depan pintu gerbang sekolah. Hal ini mereka lakukan lantaran kecewa karena anak-anak mereka tidak diterima di sekolah tersebut. Padahal jarak dari

rumah ke sekolahnya sangat dekat. Salah satu orangtua siswa, Ida Bagus Sapdala Marta, mempertanyakan penerapan sistem zonasi saat ini. Menurutnya, sistem zonasi jauh berbeda dengan sistem zonasi tahun lalu yang lebih memprioritaskan anak-anak warga setempat. Ia juga mengatakan kurang mendapat sosialisasi terkait penggunaan NUN dalam jalur zonasi tahun ini. ‘’Sebenarnya kami tidak keberatan asal prioritaskan yang di Sanur yang dekat sekolah,’’ tandas Ida Bagus Sapdala Marta. Hal. 15 Staf Sekolah Panik

Uruguay Siapkan Pencegat Mbappe Samara – Prancis akan melawan Uruguay pada babak delapan besar Piala Dunia 2018, Jumat (6/7) malam ini. Pertandingan diprediksi bakal berjalan ketat, karena kedua tim sama-sama punya prestasi bagus. Prancis adalah juara Piala Dunia 1998. Sementara Uruguay menjadi kampiun Piala Dunia 1930 dan 1934. Namun, jika dilihat lebih dalam, materi yang mengisi kedua tim, Prancis lebih unggul ketimbang Uruguay. Akan tetapi bukan berarti Prancis bakal menang mudah atas Uruguay pada pertandingan tersebut. Uruguay memang menjadi salah satu tim yang memiliki pertahanan terbaik di Piala Dunia 2018 dengan hanya sekali kebobolan. Tim sekaliber Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo saja mampu dibuat tidak berdaya meladeni pertahanan Uruguay. Hal. 15 Suarez Cedera


denpasar

2

Jumat Paing, 6 Juli 2018

Gedung Polsek Denbar Digarap Denpasar (Bali Post) Selama ini Polsek Denpasar Barat (Denbar) mewilayahi Kecamatan Denbar dan Denpasar Utara (Denut). Dalam waktu dekat polsek ini akan dimekarkan menjadi dua, ada Polsek Denbar dan Polsek Denut. Pembangunan gedung Polsek Denbar pun telah dianggarkan Mabes Polri senilai Rp 4,1 miliar. Polsek yang lokasinya di wilayah Banjar Padangsumbu, Padangsambian ini sedang dikerjakan. Sementara untuk gedung Polsek Denbar lama akan dijadikan Polsek Denut. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo saat dikonfirmasi Kamis (5/7) kemarin, membenarkan proyek gedung Polsek Denbar kini sedang digarap. ‘’Mudah-mudahan cepat selesai,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan (Kabagren) Polresta Denpasar Kompol Gede Ganefo menyampaikan, pembangunan Polsek Denbar mulai digarap Februari lalu. Anggaran dari Mabes Polri tersebut untuk pembangunan, perencanaan dan pengawasan konstruksi. Selain itu, untuk membangun fasilitas umum, pengelolaan proyek dan mebeler. ‘’Bangunannya lantai tiga. Targetnya tahun ini (2018 - red), paling tidak November sudah rampung. Tanahnya merupakan hibah dari Pemprov Bali,’’ ungkap mantan Kapolsek Kuta ini. Jika sudah diresmikan maka Polsek Denbar lama akan menjadi Polsek Denut. Terkait bangunan Polsek Denbar lama yang sudah tua, mantan Kasat Intelkam Polresta Denpasar ini mengatakan nanti akan direnovasi, tapi menunggu anggaran dari Mabes Polri. (kmb36)

Bali Post/eka

WAYANG WONG - Kesenian Wayang Wong ditampilkan Sanggar Majelangu, Kerobokan, Kuta Utara pada PKB XL di Taman Budaya Bali, Kamis (5/7) kemarin.

Bali Post/ist

GEDUNG - Pembangunan gedung Polsek Denbar di Padangsumbu, Padangsambian, mulai dikerjakan sejak Februari lalu.

Minimalisasi Jumlah Pengangguran

Efektifkan Pelatihan dan Bursa Kerja

Denpasar (Bali Post) – Kota Denpasar yang menjadi tujuan bagi kaum urban untuk mencari pekerjaan, berdampak pada tingginya jumlah pengangguran. Saat ini tercatat sebanyar 2,63 persen atau sebanyak 15.000 jiwa sebagai pengangguran. Guna mengurangi jumlah pengangguran, Dinas Tenaga Kerja, Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar melakukan berbagai terobosan. Setidaknya ada tiga agenda yang dilakukan guna menekan angka pengangguran tersebut. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sertifikasi dan Kompetensi Kota Denpasar IGA Anom Suradi mengatakan, sebagai kota besar, Denpasar cukup banyak didatangi kaum urban. Mereka yang datang tidak selalu memiliki skill yang memadai. ‘’Banyak yang datang tidak dengan skill yang bisa diserap dunia kerja. Akibatnya, jumlah pengangguran masih cukup tinggi,’’ kata Anom Suradi, belum lama ini. Menurut Anom Suradi, sejumlah langkah yang telah dilakukan, yakni bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memberikan pelatihan bagi calon tenaga kerja. ‘’Kami memberikan support kepada beberapa LPK untuk bisa memberikan pelatihan, sehingga calon tenaga kerja siap memasuki pasar kerja,’’ katanya. Selain memberikan pelatihan, kata Anom Suradi, pihaknya juga secara rutin menggelar job fair setiap tahun. Minimal dua kali setahun. Kegiatan ini mampu mempertemukan pelaku usaha dengan pencari kerja, sehingga kemungkinan terserap lebih banyak. Job fair dinilai cukup efektif, sehingga dilakukan secara berkesinambungan. ‘’Juni atau Juli tahun ini kami akan adakan lagi. Sejalan dengan perkembangan teknologi, kami juga memanfaatkan IT untuk menjaring tenaga kerja. Hal ini dilakukan melalui bursa kerja online. Pengunjungnya cukup banyak, sehingga para calon tenaga kerja bisa mendapatkan lowongan di web ini,’’ katanya. (kmb12)

JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Jumat, 6 Juli 2018 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Prembon Sanggar Seni Tugek Carang Sari, Kecamatan Petang, Duta Kabupaten Badung Pukul : 11.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Kolaborasi Mahabharata Lana - Bali: Chiang Mai University Thailand Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Tari dan Tabuh Angklung Kebyar Sanggar Genta Mas, Br. Tegalasah, Desa Tembuku Duta Kabupaten Bangli Pukul : 17.00 Wita Tempat : Areal Taman Budaya Kegiatan : Parade Ngelawang Sanggar Darma Gita, Br. Kebon, Desa Tembuku, Duta Kabupaten Bangli Pukul : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Parade Janger Melampahan Sekaa Janger Asti Swetha Swara, Kelurahan Sesetan, Duta Kota Denpasar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Drama Gong Sanggar Werdhi Sentana, Desa Yehkuning, Duta Kabupaten Jembrana Pukul : 20.00 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Dewasa Sekaa Gong Kebyar Asti Langa, Br. Gede Subagan, Kecamatan Karangasem, Duta Kabupaten Karangasem dengan Sekaa Gong Dwija Cita Langu, Karang Taruna Putra Persada, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Duta Kabupaten Gianyar

081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5

Topik : DISDik dan DPRD sepakat Satu Rombel Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Bangun dari Tidur Panjang

Wayang Wong Kerobokan Bawakan Anoman Duta WAYANG wong khas Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, Badung akhirnya bangun dari tidur panjangnya. Kesenian ini cukup lama terlelap sejak 1964 silam, setelah ditinggal tutup usia para pemainnya. Hampir tak ada regenerasi, kalau saja Sanggar Seni Majalangu tak berinisiatif melakukan rekonstruksi. Sampai akhirnya wayang wong khas Kerobokan bisa dipentaskan di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-40, Kamis (5/7) kemarin. ‘’Kami melakukan proses rekonstruksi selama empat bulan,’’ ungkap Ketua Sanggar Seni Majalangu I Made Agus Adi Santika di sela-sela pementasan di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali. Menurut Agus, tidak ada kesulitan yang berarti saat mencari pemain. Terlebih sanggar pimpinannya itu berawal dari himpunan para seniman di Desa Adat Kerobokan. Tantangannya justru

terletak pada materi pementasan. Dalam hal ini, mencari kekhasan wayang wong di Kerobokan karena memang berbeda-beda di setiap daerah. ‘’Kami cari sampai ke Buleleng, di Carangsari, dan kami mencari juga dari seniman-seniman tua yang masih hidup, bagaimana sih wayang wong khas Kerobokan itu,’’ kenangnya. Agus menambahkan, tidak mudah membangkitkan lagi kesenian yang pernah ada. Kevakuman yang cukup lama membuatnya seperti kehilangan jejak. Dikatakan, wayang wong muncul di Kerobokan sekitar tahun 1920. Ditandai dengan lahirnya sebuah Sekaa Wayang Wong di Jero Gede Kelodan, Kerobokan, sebelum akhirnya ‘’tidur’’ pada 1964. Padahal wayang wong khas Kerobokan merupakan satu dari dua wayang wong yang tersisa di Badung. Satunya lagi wayang wong khas Bualu yang juga baru direkonstruksi.

‘’Makanya dengan rekonstruksi ini, harapan kami bisa membawa sebuah semangat baru pada seniman kami,’’ jelas Ketua Listibya Kecamatan Kuta Utara ini. Agus berharap, wayang wong khas Kerobokan yang sudah direkonstruksi dapat menjadi ikon pariwisata di desa setempat. Bulan September ini akan ditampilkan dalam Festival Petitenget. Selain itu, himpunan seniman di Kerobokan juga telah bersepakat untuk membuat pakem wayang wong khas desa itu. Termasuk mempertahankan keberadaannya di tengah perkembangan zaman. Terutama dengan kecenderungan masyarakat saat ini lebih tertarik pada kesenian yang bisa membuat tertawa seperti bondres. ‘’Beruntung perhatian Pemkab Badung luar biasa, sangat memfasilitasi dan mengakomodasi seniman yang ada. Rekonstruksi ini sangat diapresiasi oleh bupati dan diberi perhatian

khusus,’’ imbuhnya. Di ajang PKB, lanjut Agus, Sanggar Seni Majalangu mengangkat cerita Anoman Duta. Utamanya menonjolkan spirit Anoman sesuai dengan tema PKB ‘’Teja Dharmaning Kauripan (Api Spirit Penciptaan)’’. Yakni, api cinta dan api keberaniannya yang rela mempertaruhkan nyawa menyeberangi lautan. Ini tidak lain sebagai bukti dari kesetiaan dan kecintaan Anoman kepada Rama. Semuanya juga berawal dari rasa cinta kasih Rama, sehingga memunculkan keberanian pada wangsa Wanara yang mendukungnya. ‘’Bayangkan, kumpulan monyet mengalahkan kumpulan raksasa yang bersenjatakan gada besi, sedangkan monyet-monyet hanya bersenjatakan kayu dan pohon. Ini ada filosofi, karena kayu itu kayun, manah, keneh. Kalau kita menjalani sesuatu dengan hati nurani, pasti akan terjadi,’’ tandasnya. (rin)

Persaingan Ketat, BEP Hotel Menurun

Denpasar (Bali Post) -

Persaingan ketat sejak beberapa tahun terakhir, tidak hanya membuat pariwisata Bali tidak berkualitas, tetapi juga di internal hotel sendiri terjadi ketidakseimbangan. Break Event Point (BEP) hotel pun menurun, dari 30 persen menjadi 40-50 persen. Indikator penurunan ini terlihat dari lama menginap dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK). Berdasarkan data statistik yang disampaikan Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Bali I Gede Nyoman Subadri, S.E. disebutkan TPK atau okupansi hotel berbintang di Bali pada Mei 2018 adalah 67,55 persen. TPK ini naik 4,02 persen dibandingkan April 2018. Semua kabupaten/kota mengalami peningkatan TPK, tertinggi di Kabupaten Karangasem sebesar 6,60 persen. Berdasarkan klasifikasi bintang, tertinggi adalah hotel bintang 4 dengan TPK 72,05 persen. Indikator lain dari pertumbuhan pariwisata yakni lamanya tamu menginap. Lama tamu menginap atau Lenght Of Stay (LOS) mengal-

ami penurunan -0,24 persen pada Mei 2018. Hanya 2,74 hari pada Mei, sebelumnya pada April 2,98 hari. Tamu tersebut lebih lama menginap di Denpasar yaitu selama 3,09 hari dan lama menginap terendah di Kabupaten Buleleng yaitu selama 1,69 hari. Lama menginap dan TPK yang tidak optimal membuat BEP menurun dari 30 persen menjadi 45-50 persen. Ketua Bali Hotel Association (BHA) Ricky Putra menilai BEP tergantung dari operasional hotel masing-masing jumlah kamar, rate. Rata-rata BEP hotel saat ini adalah 45-50 persen. Sebelumnya 40 persen. BEP yang menurun lantaran LOS

hotel berkurang dari 4 ke 3,4 dan harga kamar tetap, bahkan ada yang menurun sedikit. Sedangkan biaya operasional naik. Wakil Ketua Umum I DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA. mengatakan hal yang sama. BEP masing-masing hotel berbeda-beda. “Five star bintang 4, bintang 3, bintang 5 BEP-nya berbeda-beda. Karena investasi yang ditanamkan juga berbeda. Sehingga BEP ini tidak bisa dipakai menjadi acuan,” pungkasnya. Ia menilai ada satu, dua hotel yang BEP-nya menurun. Itu disebabkan karena hotel tersebut tidak bisa mempertah-

ankan market share-nya, akibat dari persaingan yang semakin ketat. “Artinya, penurunan BEP dari 30 persen menjadi 45 persen belum tentu benar. Tergantung hotel dan kelas yang mana dipakai sebagai acuan. Karena ini datanya harus valid. Contoh investasi hotel bintang 5 berbeda, sehingga ada perhitungan BEP sekian tahun. Sekarang kalau umpamanya bintang 3 mungkin saja dari 30 persen menjadi 45 persen, karena persaingannya cukup ketat,” jelasnya. Semakin banyak inventori di sektor bintang 3, maka persaingan akan semakin ketat dan BEP bisa saja menurun. Sedangkan persaingan hotel bintang 5 tidak begitu ketat. Hanya hotel bintang 5 dengan international chain yang berani bersaing membangun properti di Bali. Karena mereka sudah memiliki pasar tersendiri. Sehingga BEP hotel menu-

run bisa disebabkan karena LOS yang menurun. Target marketnya adalah Asia dan domestik. “Jika saja target marketnya Eropa dan Amerika, LOS-nya akan jauh lebih tinggi,” imbuhnya. Faktor lain yang menyebabkan BEP turun adalah lost market share ke beberapa destinasi beyond Bali. Contohnya ke Gili Trawangan. “Itu kan mereka hampir 1,5 juta wisatawan pergi ke Gili Trawangan, sehingga potensi LOS juga diambil oleh destinasi baru yang ada di luar Bali,” jelasnya. Beyond Bali ini bukan ancaman. Karena di sinilah kesempatan Bali agar bisa lebih fokus ke quality tourism, daripada mass. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Sukses Jadi ’’Pilot Project’’ Reformasi Birokrasi

Pemkot Denpasar Kembali Susun ’’Roadmap’’ Reformasi Berkelanjutan SETELAH roadmap reformasi birokrasi Pemerintah Kota Denpasar ditetapkan sebagai pilot project reformasi birokrasi oleh Kementerian PAN-RB, serta roadmap reformasi birokrasi tahun 20132017 dengan mengangkat tema ‘’Kearifan Lokal dan Budaya Unggulan Telah Dilaksanakan dengan Baik’’, Pemerintah Kota Denpasar kembali menyusun roadmad reformasi birokrasi untuk mewujudkan reformasi berkelanjutan. Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat membuka sosialisasi penyusunan roadmap reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Kamis (5/7) kemarin di Gedung Sewaka Dharma. Sosialisasi roadmap reformasi birokrasi yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pemberday-

aan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB)tersebut diikuti seluruh perwakilan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Lebih lanjut Rai Mantra menyampaikan, roadmap reformasi birokrasi sangat penting disusun, mengingat merupakan rencana kerja rinci dan berkelanjutan yang menggambarkan reformasi birokrasi dalam kurun waktu empat tahun mendatang. Roadmap reformasi birokrasi sangat membantu penyelesaian kegiatan-kegiatan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik, adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dan bebas KKN serta mampu melayani publik netral dengan memegang teguh kode etik aparatur negara. Hal tersebut sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota Denpasar dalam menciptakan good governance. Lebih lajut disampaikan, penyusunan roadmap reformasi birokrasi berpedoman pada Peraturan Menteri PAN

dan RB Nomor 37 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Roadmap Reformasi Pemerintah Daerah. Dalam penyusunan roadmap reformasi birokrasi juga berpedoman pada delapan area perubahan meliputi aparatur, pengawasan, akuntabilitas, kelembagaan, tatalaksana, SDM aparatur, peraturan perundang-undangan dan pelayanan publik. Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Denpasar IB Alit Adhi Merta menambahkan, sosialisasi roadmap reformasi birokrasi untuk meningkatkan pemahaman tentang hal itu kepada seluruh perangkat daerah dan unit kerja di lingkungan Pemkot Denpasar. Sehingga diharapkan roadmap reformasi birokrasi dapat dijadikan pedoman sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Arif Tri Hariyanto dari Kementerian PAN-RB menyampaikan, menyusun roadmap reformasi birokrasi guna melahirkan aparatur negara yang andal, pemerintahan bersih

SOSIALISASI - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menerima narasumber Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN- RB) saat sosialisasi roadmap reformasi birokrasi. dan berkelas dunia. Kegiatan ini juga untuk menginventarisasi dan mengelaborasi setiap permasalahan yang muncul serta mencarikan usulan solusi yang tepat sehingga bisa menjadi potret awal dari permasalahan ASN, kelembagaan, SDM aparatur, dan

pelayanan publik. ‘’Rumusan nilai-nilai tersebut menjadi masukan untuk menyusun roadmap sistem dan peraturan guna melahirkan aparatur negara yang andal serta menciptakan pemerintahan bersih dan berkelas dunia,’’ kata Hariyanto. (ad279)


BADUNG

Jumat Paing, 6 Juli 2018

3

PPDB SMA Negeri Kisruh, Bupati Bersurat ke Gubernur Mangupura (Bali Post) -

Orangtua siswa mengeluh putra-putri mereka hingga kini belum mendapatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri. Mereka menilai sistem zonasi yang diterapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini sangat memberatkan. Terlebih di Kabupaten Badung yang jumlah sekolahnya tidak sesuai dengan jumlah lulusan. Berdasarkan data dari UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali, di Kabupaten Badung pada tahun pelajaran 2018/2019 ini ada sebanyak 23 SMA negeri dan SMA swasta, dengan total daya tampung siswa sebanyak 3.802 siswa. Sedangkan untuk SMK negeri dan SMK swasta ada sebanyak 25 sekolah, dengan daya tampung siswa sebanyak 6.036 siswa. Daya tampung SMA negeri saja sebanyak 2.484 dan SMK negeri sebanyak 702 siswa. Jadi, total jumlah siswa tahun pelajaran 2018/2019 yang bisa ditampung di SMA negeri dan SMK negeri di Badung hanya 3.186 siswa.

Menyikapi hal itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memohon kepada Gubernur Bali agar daya tampung pada SMA negeri di Kabupaten Badung ditambah. Dengan begitu, anak-anak yang saat ini belum mendapat sekolah dapat melanjutkan pendidikan pada SMA negeri di wilayahnya masing-masing. Permohonan tersebut disampaikan Bupati Giri Prasta melalui Surat Bupati Badung Nomor 420/4284/PD/Disdikpora tertanggal 4 Juli 2018. Isi surat tersebut, “Menyikapi situasi terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018/2019 pada SMA negeri khususnya di Kabupaten Badung, maka

mohon berkenan Gubernur dapat memberikan rekomendasi penambahan daya tampung pada SMA negeri di Kabupaten Badung, agar anak-anak yang belum mendapat sekolah jenjang SMA saat ini dapat melanjutkan pendidikan pada SMA negeri di wilayahnya masing-masing”. Dikonfirmasi Kamis (5/7) kemarin, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Badung Ketut Widia Astika membenarkan prihal tersebut. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengatakan, surat Bupati Badung tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat di Gumi Keris. “Ini merupakan aspirasi masyarakat, khsusunya orangtua siswa yang anaknya tidak bisa ditampung di SMA Negeri, serta saran dari kalangan DPRD Badung, maka Bapak Bupati bersikap dengan bersurat ke Gubernur Bali,” katanya.

Menurut Widia Astika, Bupati Badung mengharapkan Gubernur Bali yang kini memiliki kewenangan pada jenjang pendidikan SMA/SMK memberikan rekomendasi penambahan daya tampung pada SMA negeri di Badung. Sebab, jumlah lulusan SMP di Badung sebanyak 10.217 siswa. “Yang perlu dicatat bahwa siswa yang mencari sekolah (SMA negeri-red) di Badung bukan hanya lulusan SMP di Badung, karena zona provinsi itu lintas kabupaten,” tegasnya. Widia Astika mengakui belum mengetahui berapa jumlah total siswa yang belum tertampung, karena secara resmi tidak ada yang melapor ke Disdikpora Badung. “Tentu yang juga harus menjadi perhatian adalah daya tampung sekolah, lantaran beberapa SMA negeri di Badung sudah melaksanakan double shift atau kelas pagi-sore,” tegasnya. (kmb27)

Berkomitmen Ringankan Beban Masyarakat Badung

Bupati dan Wabup Hadiri ”Piodalan” Pura Dalem Sedang PEMERINTAH Kabupaten Badung betul-betul melaksanakan komitmennya untuk meringankan beban masyarakat Badung. Komitmen ini diwujudkan dengan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan karya maupun kegiatan lainnya. Hal ini tampak saat kehadiran Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, pada Piodalan Pedudusan Agung di Pura Dalem, Desa Adat Sedang, Abiansemal, Rabu (4/7). Hal ini membuktikan begitu besarnya perhatian serta dukungan pemerintah Kabupaten Badung terhadap masyarakatnya. Kehadiran Bupati bersama Wakil Bupati, didampingi anggota DPRD Badung I Putu Alit Yandinata, Ketua PHDI Badung, Camat Abiansemal I Gusti Ngr Suryajaya, Perbekel Desa Sedang, Ketua BPD, Ketua LPM Desa Sedang, serta tokoh masyarakat. Bendesa Adat Sedang I Made Bujastra menjelaskan piodalan padudusan agung i n i d i -p u p u t o l e h e m p a t Sulinggih yakni Ida Per-

PIODALAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa pada Piodalan Pedudusan Agung di Pura Dalem, Desa Adat Sedang, Abiansemal, Rabu (4/7). anda Gria Kediri Sangeh, Ida Peranda Buda Gria Jadi Tabanan, Ida Peranda Gede Rai Kemenuh Gria Tegeh Angantaka dan Jro Gede Tamburu Warsa Gria Banjar Lambing Sibang Ka ja . Atas nama krama Desa Adat Sedang, Bujastra menyampaikan terima kasih atas dukungan bupati dan wakil bupati, sehingga pelaksanaan yadnya di Pura Dalem Sedang dapat

berjalan dengan baik. Begitu pula dukungan Pemkab Badung baik untuk pembangunan fisik maupun nonfisik, khususnya di Desa Adat Sedang sudah sangat dirasakan masyarakat. Dikatakan Bujastra, untuk rencana selanjutnya akan dilaksanakan pembangunan di Pura Puseh. Untuk itu ia memohon bantuan Bupati Badung agar pembangunan ini dapat

diselesaikan pada tahun 2019, karena sudah dirancang pelaksanaan piodalan pada sasih kapat di tahun 2020. “Tahun 2019 kami juga merencanakan ngamecikang pelawatan Ida Batara Ratu Mas, Ratu Ngurah, Ratu Niang, dan Ratu Ayu dan juga rencana karya nyekah massal di tahun 2019,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi pelaksanaan karya piodalan di Pura Dalem Sedang. Giri Prasta juga akan siap mendukung apa yang menjadi rencana Desa Adat Sedang ke depan, baik itu pembangunan di Pura Puseh sekaligus karya maupun nyekah bersama. “Kami Pemkab Badung akan siap mendukung, sehingga masyarakat tidak lagi terbebani masalah biaya. Ini yang memang kami harapkan, karena kami telah berkomitmen untuk melestarikan seni, adat, agama, tradisi dan budaya yang ada di Bali,” ungkap Giri Prasta. Untuk mendukung Piodalan Pura Dalem, Bupati menyerahkan bantuan punia sebesar Rp. 300 juta. (ad284)

Melerai Perkelahian Malah Ditusuk

Bali Post/ist

DITANGKAP - Rudi Susanto ditahan di Mapolsek Kuta terkait kasus penusukan.

Mangupura (Bali Post)Keributan terjadi di Apache Reggae Bar di Jalan Raya Legian, Kuta, Badung, Minggu (1/7). Daniel Wira Putra Galem (36) ditusuk oleh Rudi Susanto (28). Pemicunya karena Wira melerai perkelahian yang terjadi di sana. Akibat kejadian itu, Wira mengalami luka tusuk di pinggang kiri. Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fandlianshah didampingi Kanitreskrim Iptu Aan Saputra men gatakan, dari pemeriksaan saksisaksi pada waktu kejadian pukul 00.15 Wita, korban bersama temannya tiba di TKP. Saat asyik menikmati hiburan malam, sekitar pukul 03.00 Wita korban yang beralamat di Jalan Tukad Pancoran, Denpasar Selatan ini melihat ada perkelahian. Korban berniat baik melerai perkelahian itu. “Berselang 30 menit kemudian, korban menuju parkir. Saat hendak mengambil sepeda motor, tiba-tiba dihampiri pelaku. Pelaku mengira kalau korban adalah teman orang yang diajak berkelahi, padahal tidak,” ujar

Iptu Aan Saputra saat dikonfirmasi, Kamis (5/7) kemarin. Pelaku langsung mendorong korban ke tembok dan langsung menusuk pinggang kiri korban menggunakan pisau. Sambil menahan rasa sakit, korban melapor ke Polsek Kuta. Berdasarkan laporan polisi tersebut, Tim Opsnal Reskrim langsung menuju ke TKP mencari saksi dan mencari rekaman CCTV. “Informasi yang kami dapat di TKP, pelaku diduga DJ Apache Reggae Bar,” tegasnya. Berbekal informasi itu, Iptu Aan Saputra bersama anggotanya pada Minggu pukul 23.00 Wita ke TKP, dan berhasil mengamankan pelaku. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Kuta. Hasil interogasi, pelaku mengakui menusuk korban. Dia berdalih melakukan perbuatan itu karena menduga korban adalah salah satu teman yang ribut dengan temannya di TKP. “Pelaku mendapatkan pisau tersebut di dapur Apache Bar,” ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. (kmb36)

Proyek CAS Dilelang Mangupura (Bali Post) Pembangunan Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Pasar Petang sudah memasuki proses lelang. Pembangunan alat penyimpan hasil pertanian ini dibagi menjadi dua tahap, yakni pembangunan fisik gedung dan pengadaan alat CAS. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung IGA Arinda membenarkan proyek CAS dalam proses lelang di LPSE. “Ya, sedang dilelang. Nama kegiatannya pembangunan gudang dan pengadaan alat CAS. Proyek ini dibagi dua,” ujar Arinda, Kamis (5/7) kemarin. Arinda menjelaskan, tahap pertama adalah pekerjaan belanja modal gedung dan bangunan (pengadaan bangunan gudang - bangunan gudang tertutup permanen - pembangunan gu-

dang CAS) dengan pagu Rp 2.632.817.000. sedangkan tahap kedua adalah pekerjaan belanja modal peralatan dan mesin (pengadaan alat penyimpanan hasil percobaan pertanian cold storage/ kamar pendingin, alat penyimpanan hasil percobaan pertanian cold storage) dengan pagu Rp 3.108.000.000. “Jadi, ada dua kegiatan di lokasi. Kami tengah menyiapkan dokumen lelangnya. Proyek ini masuk dalam satu tahun anggaran induk 2018,” terangnya. Arinda menambahkan, pembangunan fisik ditargetkan terealisasi Juli 2018. Lemari penyimpan ini akan mampu menampung 14 ton. “Perkiraannnya, pekan ketiga Juli sudah mulai dikerjakan,” tegasnya. Plt. Kepala Dinas Pertanian Badung I Putu Oka Swadiana mengatakan, CAS digunakan untuk menyim-

pan hasil pertanian yang harganya cukup fluktuatif, khususnya bawang dan cabai. Dengan demikian, ketika sedang musim paceklik untuk dua komoditi tersebut, pemerintah bisa menyalurkannya ke pasar. Tak tanggung-tanggung, Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan setempat merencanakan pengembangan tanaman cabai, bawang, dan nanas. Cabai dikembangkan seluas 60 hektar, bawang lima hektar, dan nanas dua hektar. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, sebagain hasil cabai dan bawang juga dialokasikan untuk memenuhi CAS. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 2 miliar. Oka Swadiana menambahkan, sejumlah petani juga telah digandeng berikut lahannya untuk mewujudkan program tersebut. Berdasarkan data,

60 hektar cabai terdiri dari 50 hektar cabai rawit dan 10 hektar cabai besar. Adapun sasarannya, yakni 17 Calon Petani, Calon Lokasi (CP/CL) tersebar di Kecamatan Mengwi, 11 CP/CL di Kecamatan Abiansemal, dan sembilan CP/CL di Kecamatan Petang. Selanjutnya bawang lima hektar, dengan lima CP/CL di Kecamatan Mengwi dan dua CP/CL di Kecamatan Abiansemal. Sedangkan nanas madu dua hektar, dengan tiga CP/CL di Kecamatan Petang. “Ini untuk membantu petani, khususnya cabai dan bawang. Sebab, dua komoditi ini yang sangat fluktuatif harganya di saat panen. Terkadang harganya turun jauh dan terkadang pula meroket tinggi. Dengan demikian, saat harga rendah membantu petani. Saat harga tinggi membantu masyarakat luas,” tegasnya. (kmb27)

Bali Post/eka

PERERENAN - Dengan menunggangi kuda, beberapa wisatawan berkeliling menikmati panorama di Pantai Pererenan, Badung.

Pantai Pererenan Terancam Abrasi, PUPR Pasang ”Revetment” Mangupura (Bali Post) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung memasang reveatment di Pantai Pererenan di Kecamatan Mengwi, Badung. Proyek ini bertujuan untuk pengamanan pantai dari ancaman abrasi. Kepala Dinas PUPR Badung Surya Suamba mengatakan, proyek penataan Pantai Pererenan muncul atas aspirasi masyarakat Pererenan yang mendapat persetujuan dari Bupati Badung. “Yang pertama, pembangunan reveatment untuk pengamanan pantai dari abrasi, kemudian penataan sungai, pembangunan jembatan untuk akses melasti dan penataan pedagang dengan membangun kios-kios,” ujar Surya Suamba, Kamis (5/7) kemarin. Menurut Surya Suamba, proyek penataan itu kini tengah dalam tahap pengerjaan. Proyek yang sepenuhnya dibiayai APBD Badung ini bernama Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan Pengadaan Bangunan Pembuang Pengaman Bangunan Pembawa Pengamanan Sungai Pena-

taan Pantai Pererenan di Kecamatan Mengwi. Dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 13.000.000.000, setelah pelelangan dimenangkan oleh PT Gala Tamadengan nilai penawaran Rp 10.334.938.254. “Tidak ada pembangunan dermaga yang dapat merusak ombak seperti yang diduga oleh beberapa pihak. Yang jelas, proyek ini untuk menata Pantai Pererenan menjadi lebih baik. Setelah penataan usai, pengelolaan pantai termasuk kios-kios akan sepenuhnya diberikan kepada pihak desa adat,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Pererenan Rai Yasa mengatakan, proyek yang sedang dilaksanakan itu adalah penataan pantai. “Proyek ini merupakan kebijakan Bapak Bupati Badung untuk menata pantai, sehingga menjadi lebih baik,” katanya seraya menegaskan, proyek ini sepenuhnya didanai oleh Pemkab Badung di bawah Dinas PUPR dan dalam perencanaannya tidak ada pembangunan dermaga. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A

4.800 Mahasiswa IKIP PGRI Bali Baksos di Bangli

D I S I N I

Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama dan Dirjen Kebudayaan Hadiri Semnas Unhi

Jadi Insan ”Problem Solving’’ Masyarakat Angkat Tema ”Agama, Adat, Seni dan Sejarah di Zaman Milenial’’ IKIP PGRI Bali adalah kampus yang konsisten menjalankan program pengabdian sosial secara seimbang dan pro-rakyat. Tahun ini pengabdian yang dikemas dalam bakti sosial (baksos) dipusatkan di Kabupaten Bangli. Sebanyak 480 mahasiswa diterjunkan di Desa Tamanbali selama tiga hari dikoordinir BEM IKIP PGRI Bali. Baksos dibuka Bupati Bangli I Made Gianyar ditandai penyematan tanda peserta. Bupati bersama Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. dan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. menanam pohon upakara. Baksos IKIP PGRI Bali tahun ini di Desa Tamanbali sangat komprehensif. Dikatakan demikian karena, menurut Ketua Panitia Dr. I Made Darmada, M.Pd., baksos diisi program pendidikan karakter, konservasi alam, zero plastik dan pentas budaya. Ini pas dengan tema baksos ‘’Melalui baksos IKIP PGRI Bali kita tingkatkan pembudayaaan pendidikan karakter dan pelestarian budaya dalam tatanan Tri Hita Karana’’. Acara baksos diawali penanaman pohon albesia unggul salomon yang menjadi ikon Bangli. Setelah itu digelar dharma wacana Ida Mpu Jaya Acharya Nanda bagi masyarakat, konservasi sejarah Tamanbali, pendidikan karakter dan kepemimpinan serta pembinaan keuangan BUMDes, LPD, koperasi dan kelompok usaha lainnya. Mahasiswa juga mengadakan klinik pendidikan berupa karya

BAKSOS - Rektor IKIP PGRI Bali I Made Suarta didampingi IGB Arthanegara menyerahkan pohon kepada Bupati Made Gianyar (kiri) saat baksos di Bangli. tulis ilmiah dan PTK untuk guru, bersinergi dengan masyarakat menggelar aksi kebersihan dan program pentas budaya Arja inovatif IKIP PGRI Bali. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. menegaskan, baksos ini untuk mendekatkan mahasiswa dengan berbagai fakta di lapangan demi kecerdasan akademis, emosi, sosial dan spiritual. Ia bangga karena baksos didukung masyarakat. Untuk itu ditekankan bahwa kedatangan ke desa untuk memberikan solusi masalah alias problem solving, bukan membuat masalah di masyarakat. Masyarakat digarap secara komprehensif agar bermanfaat bagi rakyat. Dikatakannya, mahasiswa IKIP PGRI Bali banyak belajar dari pengalaman di baksos. Itu karena

IKIP PGRI Bali sudah keliling Bali melakukan baksos. Ini menunjukkan IKIP PGRI Bali berperan serta membantu pemerintah. Baksos adalah salah satu interaksi sosial dengan masyarakat. Ide dan pendapat semuanya dihargai. Rektor Made Suarta juga mempromosikan keberadaan IKIP PGRI Bali yang memiliki FIP, FPOK, FPIPS, FPBS dan FPMIPA. Mahasiswanya banyak mengukir prestasi di tingkat internasional, baik di cabang silat, atletik, tinju maupun olahraga lainnya. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar berterima kasih intelektual muda IKIP PGRI Bali ikut membangun Bangli. Jadilah civitas akademika yang mencintai Bangli dengan membangun masyarakat Desa Tamanbali. (ad280)

SMP Dwijendra Denpasar Masih Buka Pendaftaran Calon Siswa Baru Disiapkan untuk 100 Siswa Lagi

RATUSAN calon siswa baru sudah mendaftar di SMP Dwijendra Denpasar. Saat ini SMP Dwijendra Denpasar masih menerima calon siswa baru guna memenuhi kuota 11 kelas. Pendaftaran calon siswa baru hanya untuk memperebutkan kuota 100 orang calon siswa. Sementara MPLS dimulai 9 Juli 2018. Kepala SMP Dwijendra Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. didampingi Wakasek I Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd., M.Pd., Kamis (5/7) kemarin mengungkapkan, pendaftaran calon siswa baru 2018 akan ditutup begitu kuota jumlah siswa terpenuhi. Untuk itu, ia mengajak lulusan SD di Kota Denpasar bergabung ke SMP Dwijendra yang dikenal sebagai sekolah swasta favorit dan berkualitas. Calon siswa baru dilayani dengan penuh kasih sayang. Semua keperluan MPLS termasuk baju seragam sudah disiapkan oleh sekolah. Calon siswa baru wajib mengikuti tes wawancara yang menyangkut uji kepribadian dan kemampuan membaca, menulis dan menghitung alias calistung. SMP Dwijendra Denpasar juga mengajak siswanya menjalani upacara sisya upanayana dan tirthayatra ke Pura Silayukti usai mengikuti MPLS. Semua ini dilakukan guna mendapatkan calon siswa berkualitas, berkarakter dan kuat akar agamanya. SMP Dwijendra Denpasar dikenal menerapkan disiplin tinggi. Hasil survei menunjukkan kepuasan orangtua siswa di sekolah ini mencapai 98 persen. Menurut Nadi

FAKULTAS Pendidikan Agama dan Seni Universitas Hindu Indonesia (FPAS Unhi) Denpasar berkerja sama dengan Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Bali menggelar seminar nasional (semnas) bertema ‘’Agama, Adat, Seni dan Sejarah di Zaman Milenial’’ di Aula Indraprasta Kampus Unhi Denpasar, Kamis (5/7) kemarin. Semnas dibuka Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D. Hadir Dirjen Kebudayaan yang juga Ketua MSI Pusat Dr. Hilmar Farid sebagai pembicara utama. Pembicara lainnya Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, M.Pd. (Guru Besar FPAS Unhi Denpasar), Kol. Caj. (Purn) Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H. (Yayasan Pendidikan Widya Kerthi), Dr. Kun Adnyana, M.Sn. (ISI Denpasar) dan Dr. I Nyoman Wijaya, M.Hum. (FIB Unud) serta empat pembicara dari kalangan praktisi agama, adat, seni dan sejarah. Total 30 makalah dipaparkan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara Unhi Denpasar dan berbagai lembaga/institusi yang bergerak di bidang agama, adat, seni dan sejarah, seperti Prodi Ilmu Sejarah FIB Unud, ISI Denpasar, MSI Bali dan Pusat dan Rumah Budaya Penggak Men Mersi. Ketua Panitia sekaligus Dekan FPAS Unhi Denpasar Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, M.Pd. menjelaskan, perkembangan peradaban dan kebudayaan Bali yang berkaitan dengan seni telah lama bersinggungan dengan masalah agama, ritual dan dinamika sejarah Bali. Dampak dari perkembangan pariwisata Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya menun-

BUKA - Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI I Ketut Widnya memukul gong saat membuka semnas didampingi Dirjen Kebudayaan RI Hilmar Farid, Rektor Unhi Denpasar I Made Damriyasa dan Dekan FPAS Unhi Denpasar Ida Ayu Gde Yadnyawati. jukkan adanya berbagai permasalahan mengenai bagaimana sebuah karya seni dikemas sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pariwisata yang dapat dilihat pada kehidupan masyarakat Bali pada masa modern dan postmodern saat ini. Tantangan ini harus dihadapi sekaligus dijadikan peluang untuk meningkatkan daya saing para seniman, perajin, pengusaha industri pariwisata dan pengambil keputusan di daerah. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, Unhi Denpasar sangat luas mengembangkan berbagai bidang disiplin ilmu. Tidak hanya fokus mengembangkan bidang ilmu agama dan kebudayaan, namun juga mengembangkan bidang ilmu kesenian, sains dan teknologi. Di samping itu, Unhi satu-satunya Perguruan Tinggi di Asia Tenggara yang mengembangkan Prodi Kesehatan Ayurweda yang saat ini menjadi tren.

Prof. Damriyasa berharap semnas ini dapat digunakan sebagai media untuk dapat saling berdialog dan bertukar pikiran tentang nilainilai keagamaan, kesenian dan kesejarahan yang dapat diangkat ke permukaan untuk dibahas, dikaji secara komprehensif dan komparatif. Berbagai output yang dihasilkan hendaknya dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing masyarakat lokal Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya, di samping meningkatkan kuantitas dan kualitas akademik Unhi Denpasar ke depannya. Sementara itu, Dr. Hilmar Farid mengatakan, perubahan sikap, etika dan karakter generasi muda saat ini mengindikasikan bahwa bangsa kita tengah menghadapi krisis identitas. Di Bali, perubahan identitas tersebut tidak separah di tempat lain. Hal ini dikarenakan Bali mempunyai adat, seni dan budaya yang sangat kental yang menjadi ciri khas masyarakatnya. (ad283)

SMA Dwijendra Gelar Workshop K-13

Siapkan Guru Lebih Awal dengan PBM Inovatif

PPDB - Kepala SMP Dwijendra Ni Wayan Nadi Supartini dan Yoga Mahendra mendampingi calon siswa baru saat tes wawancara. Supartini, ini artinya anak-anak peserta didik dilayani dengan baik oleh SDM guru yang profesional di bidangnya. Mereka mendapatkan proses pendidikan dan fasilitas bermutu. Apalagi SMP Dwijendra dikenal berpengalaman mengelola pendidikan bermutu sejak lama. Program lain yang berkualitas yakni sekolah memberi penguatan menghadapi UN sejak siswa di semester I. Bentuknya berupa les tambahan pada Senin-Kamis hingga sore hari. Bukan saja dilakukan oleh guru, namun juga siswa yang dianggap pintar. Nadi Supartini mengungkapkan, hasil pendidikan karakter dan budaya Hindu di sekolahnya sudah teruji di lapangan. Siswanya banyak mengukir prestasi dan hidup disiplin. Makanya jangan heran

jika siswa disuruh ke sekolah pukul 10.00 Wita, pada pukul 08.30 sudah berkumpul. Inilah yang disebutnya sebagai ciri insan yang bertanggung jawab. Soal fasilitas, semua ruangan dilengkapi AC dan LCD. Suasana lingkungan sekolah hijau dan asri. Semua peserta dibebaskan dari biaya pendaftaran alias gratis. Belum lama ini siswa SMP Dwijendra sukses mencetak prestasi di ajang Olimpiade Biologi. Di Wali Kota Cup meraih juara II lomba yoga, juara umum I woodball (5 emas, 1 perak, 1 perunggu), juara umum kabaddi putra dan putri (2 emas dan 1 perak) dan merebut emas atletik. Selain itu, juara I lomba baca puisi, juara II nyurat aksara Bali dan juara harapan lomba ngelawar HUT Kota Denpasar. (ad281)

S U K S Peringatan Hari Lahir Ke-91 PNI di Monumen Bung Karno Taman Nusa E S B R A N D I N G

Jumat Paing, 6 Juli 2018

SMA Dwijendra Denpasar di Jalan Kamboja selalu menjadi rebutan masyarakat. Pada PPDB 2018 sekolah ini paling awal memenuhi kuota 12 kelas. Sementara itu gurunya juga tak lupa diasah kemampuan pedagogiknya. Belum lama ini 62 guru di SMA Dwijendra Denpasar dilibatkan dalam Workshop Review Kurikulum 2013 (K-13). Workshop dibuka Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. Menurut Ketua Panitia Ni Made Sariani, S.Pd., workshop menghadirkan narasumber dari LPMP dan ISN (instruktur nasional) dan dosen FKIP Undwi. Mereka ini dinilai mengetahui banyak soal metodelogi pembelajaran dan sertifikasi guru. Para guru diberikan materi menyangkut model pembelajaran kreatif dan inovatif oleh Putu Sudibawa (ISN), analisis komprehensif inti dan komprehensif dasar oleh Drs. Ketut Gede Suteja, M.Pd. (LPMP), telaah dan penyusunan silabus, analisis KKM, program tahunan dan program semester oleh Dr. Suar Adnyana, M.Hum. (FKIP). Para guru juga diberikan program penyusunan rancangan pembelajaran dan instrumen penilaian, analisis hasil pembelajaran dan penyusunan RPP (Rencana Program Pembelajaran). Hal terakhir ini penting diperkuat karena guru harus mampu membuat pembelajaran yang realistis yakni bisa diterapkan di kelas. Kepala SMA Dwijendra Denpasar Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. mengaku bangga karena workshop yang berlangsung 28-30 Juni lalu berjalan lancar dengan kehadiran guru 100 persen. Mereka menghasilkan perangkat pembelajaran yang digunakan pada tahun ajaran baru 2018-2019. Kasek Made Oka Antara didampingin Wakasek Kurikulum Gede Agus Jaya Negara, S.Ag., M.Pdh.H., Wakasek Kesiswaan Putu Arif Mahendra, S.Sn., Wakasek Sarpras Ketut Sujana, S.Pd. dan Wakasek Humas Ir. I Putu Iriantono, M.Pd., Kamis (5/7) kemarin menambahkan, workshop juga memberi penekanan pada aspek penilaian agar guru mampu menghasilkan lulusan sesuai harapan dengan nilai terbaik di USBN

Kepala SMA Dwijendra Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. dan UNBK. Untuk itu guru harus melakukan penilaian secara prosedural dengan standar nasional yang ditetapkan. RPP yang disusun harus berupa materi pembelajaran yang lebih tepat dan mudah diserap oleh siswa. Ditegaskannya, melalui workshop ini berarti SMA Dwijendra Denpasar lebih awal menyiapkan gurunya untuk menuntaskan materi kurikulum pada tahun ajaran baru. Pada bagian lain, Oka Antara menegaskan, tahun ini SMA Dwijendra menerima 432 siswa atau sebanyak 12 rombel. Walaupun SMA negeri mau menambah kuota, hal ini tak akan dilakukan di SMA Dwijendra. Alasannya taat asas dan menghormati Permen. SMA Dwijendra Denpasar juga menjaga kualitas. (ad282)

BPM Bangkit, Arya Wedakarna Beri Mandat Bentuk Gerakan Pemuda Marhaen di Seluruh Kecamatan di Bali Gubernur Pastika Hadiri ”Bhakti Panganyar’’ di Pura Mandara Giri Semeru Agung

BAGI kaum nasionalis Indonesia, tanggal 4 Juli 1927 adalah hari bersejarah dengan lahirnya Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dikenal sebagai partai kawitan tertua di Indonesia. Sejarah para pendiri PNI yakni Bung Karno, Dr. Tjipto, Mr. Budhyarto, Mr. Iskaq, Dr. Samsi, Mr. Sartono, Mr. Sunario dan Ir. Anwari hanya memiliki satu tujuan tunggal yakni Indonesia Merdeka. Sejarah juga membuktikan bahwa PNI yang sedari awal adalah gerakan politik, berhasil menjadi partai politik pemenang Pemilu 1955 dan akhirnya dibubarkan pada rezim orba. Ketika era reformasi, PNI yang sempat dipimpin Ibu Supeni (alm) dan dilanjutkan oleh Ibu Sukmawati Soekarno Putri hingga kini akhirnya bermetamorfosis menjadi PNI Marhaenisme. Sempat mengisi kertas Pemilu tahun 1999, 2004 dan 2009, hingga kini pun PNI Marhaenisme tetap tercantum dalam lembar negara khususnya di Kementerian Hukum HAM RI sebagai parpol resmi. Semangat dan akar perjuangan PNI tetap digelorakan oleh tokoh muda yang juga dikenal sebagai politisi andal yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat berpidato di depan ratusan massa dalam acara HUT ke-91 PNI di Monumen SukarnoHatta, Taman Nusa Gianyar. ‘’PNI di zaman milenial ini adalah PNI Pergerakan, yang memengaruhi kebijakan politik bangsa, yang

BERSAMA - Dr. Arya Wedakarna bersama GM Taman Nusa Gianyar dan pengurus GPM se-Bali. menjadi teladan kejujuran dan sifat baik serta yang mengusung jelas ideologi ajaran Marhaenisme. Kebangkitan PNI harus dimulai dari Bali, karena Bali adalah sumber inspirasi Pancasila,’’ ungkap Dr. Arya Wedakarna. Anggota DPD/MPR-RI utusan Bali ini juga memberikan contoh bahwa perjuangan tokoh-tokoh PNI di nasional adalah memberikan support politik terhadap kekuasaan jika diperlukan, tetapi bisa juga menjadi oposisi dan berhadapan langsung dengan kekuasaan. ‘’PNI fokus pada hal-hal besar seperti di level republik dan hal-hal substansif dalam mengamankan ideologi. Kini di pemerintahan Joko Widodo, PNI ada di barisan pendukung revolusi mental. Contoh lainnya, Ketua PNI

Bali bisa memenangkan Pemilu DPD 2014 di Bali dengan suara tertinggi walau tanpa parpol. Di Bali sejarah PNI tidak bisa dilupakan begitu saja dan kita akan buat agar tidak bisa dilupakan sepanjang masa,’’ tegas Arya Wedakarna. Oleh arena itu, ia memberikan dukungan atas bangkitnya lagi embrio PNI melalui Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) di Bali. ‘’Saya dukung GPM. Jadilah organisatoris yang hebat, tidak sekadar menjadi ormas biasa. Latihlah jadi pemimpin sekarang dan nanti ke depan anak-anak banteng ketaton harus menjadi pemimpin di kabupaten/kota di Bali. Saya akan bina anak-anak GPM menjadi yang terbaik di kalangan ormas di Bali,’’ tandas Shri Arya Wedakarna. (ad285)

GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika menghadiri upacara Bhakti Panganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/7). Dalam wawancaranya dengan awak media seusai melaksanakan persembahyangan, Gubernur Pastika menyampaikan, Bhakti Panganyar di Pura Mandara Semeru Agung di samping merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sebagai rangkaian piodalan, juga sangat penting sebagai penyegaran rohani khususnya pada OPD di lingkungan Pemprov Bali dan masyarakat pada umumnya. Setelah itu diharapkan tercipta suatu keseimbangan dalam menjalankan pemerintahan baik secara materiil/sekala dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, sekaligus sebagai pemahaman spiritual yang sangat penting sehingga dapat memberikan motivasi serta tuntunan pada kita semua untuk selalu berada di jalan dharma dalam menjalankan swadharma melayani masyarakat. ‘’Dengan demikian pemerintahan akan dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat yang sebesarbesarnya bagi kesejahteraan kita semua,’’ ujar Pastika. Pada bagian lain, Gubernur Pastika yang didampingi Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali menyampaikan apresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya pada masyarakat sekitar Pura

SEMBAH BHAKTI – Gubernur Bali Made Mangku Pastika (tengah) menghaturkan sembah saat bhakti panganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jatim. Mandara Giri atas toleransi serta kerja samanya dalam pelaksanaan upacara keagamaan ini. Hal ini merupakan bukti adanya toleransi dan ke depannya akan semakin memperkuat semangat kebersamaan sebagai negara Pancasila. Sementara itu, Ida Pedanda Gede Made Kekeran dalam dharma wacananya mengingatkan kita semua untuk terus meningkatkan sradha dan bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Perwujudan sradha dan bhakti kita tidak hanya dengan menyembah dan melakukan persembahyangan untuk mendekatkan diri dengan beliau, namun juga

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

melakukan pekerjaan dan swadharma kita dengan sebaik-baiknya. ‘’Kita berbakti kepada Tuhan tidak hanya dengan datang dan mencakupkan tangan, menolong sesama juga merupakan wujud bakti kita kepada beliau,’’ jelasnya. Upacara bhakti panganyar dipuput oleh Ida Pedanda Gede Made Kekeran dilanjutkan persembahyangan bersama dan dharma tula. Sebelum melaksanakan bhakti panganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Gubernur Bali beserta rombongan berkesempatan menghaturkan sembah bhakti di Pura Blambangan. (ad286)


Jumat Paing, 6 Juli 2018

daerah

5

figur Perbaiki Kualitas Generasi Muda KONTESTASI pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak telah usai. Pasangan calon yang memenangkan pilkada juga sudah diketahui masyarakat. Banyak harapan baru yang digantungkan kepada pasangan calon pemenang, tak terkecuali kepada calon pemimpin Bali yang baru untuk membawa provinsi ini ke arah yang lebih baik dari sebelumnya tanpa melupakan program dan janji-janji yang dilontarkan pada masa kampanye. ‘’Tugas kita mulai sekarang mengawal kebijakannya (pasangan calon terpilih - red), tugas yang jauh lebih berat dari mengampanyekannya,’’ ujar Ketua Jokowi Center Denpasar Made Yogi Arya Dwi Putra. Ia berharap di antara sekian banyak kepala daerah yang terpilih nantinya bisa menginspirasi lewat pemikiran dan kebijakan-kebijakan yang bersifat membangun mental pemuda Indonesia dan pemuda Bali khususnya. Pemimpin baru harus mampu menularkan pemikiran yang menumbuhkembangkan pemuda Bali dalam hal budaya, ekonomi mandiri, kreatif dan berwawasan untuk kemajuan Pulau Dewata. Jadi, ke depan Bali mampu bersaing lebih baik lagi dalam gempuran perkembangan yang begitu pesat. Pemimpin juga harus mampu mengubah stigma politik yang beretika di mata generasi muda. ‘’Semoga banyak teman yang mendapatkan pembelajaran positif pada pilkada ini. Sebagai pemuda kita juga jangan cepat berbangga diri dan tidak cepat terhasut oleh iming-iming politik kepentingan dari oknum politisi yang tujuannya hanya untuk kelompok tertentu,’’ katanya. Sebagai generasi muda, ia menyesalkan komitmen politik yang hanya berlandaskan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Sebab, mental masyarakat terutama pemuda tidak dapat hanya dibentuk dari megahnya tempat ibadah atau balai banjar, jika warganya masih jauh dari kata sejahtera. ‘’Sekali lagi, hal yang paling fundamental yang harus kita perbaiki dalah kualitas pemuda Bali sebagai garda terdepan. Mari kita bangun dari mimpi. Mimpi tentang demokrasi yang bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme, tidak ada diskriminasi terhadap alam dan pembodohan masif terhadap masyarakat ekonomi bawah,’’ tegasnya. (win)

Pasien Metadon Berkurang, Napza Bertambah

Denpasar (Bali Post) Klinik PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon) RSUP Sanglah pada tahun 2003 memiliki 138 klien. Seiring perubahan tren, pemakaian metadon melalui jarum suntik berkurang sehingga kini tinggal mempunyai 32 klien. Kebalikan dari klien metadon, pengguna napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif) justru meningkat menjadi 401 orang. Kepala Klinik PTRM Sandat dr. Luh Nyoman Alit Aryani, Sp.KJ. mengatakan, tahun 2013 RSUP Sanglah mendirikan Klinik Napza karena orang marak menggunakan sabu, amphetamine dan ganja. ‘’Klinik Napza dikembangkan untuk menangani kasus di luar ketergantungan opiat jarum suntik, seperti kecanduan alkohol, sabu, ganja, inex zat pelarut, rokok dan kokain,’’ bebernya, beberapa hari lalu. Pecandu napza melakukan rehabilitasi dengan rawat jalan di Klinik Napza. Namun, jika sampai terjadi gangguan perilaku atau disorder perilaku, perlu rawat inap. Di RSUP Sanglah akan dirawat di Ruang Lely. Untuk menentukan tingkat keparahan, klien dites dengan psikometri berupa wawancara dan mengisi kuesioner. Menurutnya, sejak tahun 2011, RSUP Sanglah merupakan salah satu Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Januari 2012 sampai Juni 2018, total IPWL yang sudah dilaporkan ke Kemenkes, sehingga biaya konseling, cek urin obat gratis. Pemakai napza tidak hanya merugikan dirinya sendiri tetapi juga orang di sekitarnya. ‘’Keluarganya ingin dia berhenti dan juga mendapat stigma, sehingga memengaruhi kondisi psikisnya. Perilakunya kadang bisa berubah karena munculnya emosi dan kecemasan. Yang lebih berat lagi adalah sedih, lemas, konsentrasi berkurang dan gangguan jiwa berat atau psikotik. Pemakai napza juga bisa merugikan lingkungannya misalnya melukai orang lain, diri sendiri dan melakukan tindakan kriminal,’’ jelasnya. Pecandu tidak langsung bisa berhenti, sehingga rehabilitasi dilakukan secara bertahap. Mulai dari pengurangan pemakaian hingga akhirnya abstinance, tidak memakai zat sama sekali. ‘’Karena ketika putus zat, pecandu merasakan tidak nyaman,’’ ujar Alit Aryani. (kmb42)

Pedagang ”Online’’ Dituntut 14 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Diduga terlibat dalam peredaran gelap narkotika yang beratnya mencapai 189,04 gram, perempuan asal Celuring, Banyuwangi, terdakwa Lina Elvianti (25), dituntut hukuman 14 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (5/7) kemarin. Jaksa penuntut umum (JPU) Cokorda Intan Merlany Dewie dalam sidang mengatakan, wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai pedangang online ini secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya 189,04 gram. JPU menuntut agar majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini menjatuhkan hukuman terhadap Lina Elvianti dengan pidana penjara selama 14 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. Selain itu, jaksa di hadapan majelis hakim pimpinan Made Pasek menuntut Lina membayar denda Rp 1 miliar subsider dua bulan kurungan. Terdakwa dianggap bersalah melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas tuntutan ini, terdakwa tak kuasa menahan tangisnya. Terdakwa dibekuk 22 Januari 2018 sekitar pukul 16.30

Wita di rumahnya di Jalan Cempaka Putih Gang II/D No.128 Banjar Kebon Kori, Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur. Dari tangan terdakwa ditemukan dua plastik klip masing-masing berisi sabu, 1 bandel plastik klip kosong, 1 buah bong dan dua buah korek api gas. (kmb37)

Bali Post/kmb

TERGULING DI KAPAL - Cuaca buruk terjadi di Selat Bali, Kamis (5/7) kemarin. Akibatnya, KMP Sumber Berkat II oleng dan sebuah truk terguling. Menurut Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali-NTB Satuan Pelayanan (Satpel) Gilimanuk I Nyoman Sastrawan, kapal oleng dikarenakan angin kencang.

Dewan Dorong Pengisian Jabatan Lowong

Denpasar (Bali Post) – Sejumlah jabatan strategis tingkat eselon II di lingkungan Pemkot Denpasar masih lowong. Posisi tersebut kini masih diisi pejabat pelaksana tugas (plt). Kondisi ini dinilai dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Terlebih posisi yang lowong itu lebih banyak bersentuhan dengan program di masyarakat, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Perhubungan. Terhadap kondisi ini, anggota Komisi I DPRD Denpasar dari Fraksi Golkar Drs. Wayan Duaja mengharapkan Wali Kota Rai Dharmawijaya Mantra secepatnya mengisi posisi-posisi tersebut dengan pejabat definitif. ‘’Saya kira perlu segera diisi sejumlah jabatan yang kini masih lowong. Kalau hanya dipegang Plt, kebijakan strategis tidak bisa dilakukan,

sehingga berdampak pada pelayanan di masyarakat,’’ ujar Duaja, Kamis (5/7) kemarin. Menurut politisi dari Denpasar Barat ini, bukan hanya di tingkat kepala dinas, sejumlah posisi di jajaran kepala bagian dan kepala bidang juga banyak yang belum diisi pejabat definitif. Padahal, sejumlah posisi tersebut sangat besar dampaknya

terhadap pelayanan kepada masyarakat. ‘’Tidak perlu menunggu tahapan pilkada rampung. Sekarang saja kan sudah bisa. Apalagi Wali Kota sudah selesai cuti,’’ ungkapnya. Tiga pejabat eselon II di Pemkot Denpasar yang kini masih lowong yakni Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang pejabatnya sudah pensiun per 1 Januari 2018. Sedangkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) lowong karena pejabat sebelumnya meninggal dunia akibat serangan jantung. Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)

”One Village, One Product’’

Beda Kebun, Beda Rasa

KOPI belakangan ini menjadi komoditas unggulan. Lantaran minum kopi telah menjadi tren. Kopi yang dulunya lebih diminati orang tua, kini anak muda pun minum kopi. Minum kopi di kafe atau warung kopi menjadi prestige tersendiri. Pedagang kopi, barista, kafe kopi, kedai kopi bermunculan. Saking banyaknya tempat yang menyuguhkan kopi, hingga akhirnya sulit memberi kesan pada satu brand kopi. Owner Bali Arabica, Komang Sukarsana, memiliki cara sendiri untuk memberi ciri khas pada kopinya, yaitu cita rasa. Cita rasa ia ciptakan dari sejak kopi tersebut ditanam, kemudian dirawat dan diolah. Siang di awal Juli, Bali Post berkunjung ke stan kopi Sukarsana di Pesta Kesenian Bali (PKB). Ia adalah salah satu UMKM binaan Bank Indonesia. Di belakang mini bar, tangannya sibuk mengolah kopi. Biji-biji kopi dengan beragam jenis serta green bean disimpan dalam tabung kaca transparan. Ketika hendak membuat kopi, ia cukup memasukkan biji kopi tersebut ke mesin pengolah kopi. Dari mesin pengolah kopi menjadi bubuk kopi, baru kemudian diolah menjadi kopi siap minum. Bahan baku kopi ia dapatkan dari petani rekanan dari empat desa. Kopi arabica didapatkan dari Kintamani, yakni Desa Ulian, Belantih, Sukawana dan Wanagiri. Sementara kopi robusta ia dapatkan dari Padangan, Pupuan, Tabanan. Kopi Kintamani yang notabene jenis arabica diproses menjadi tiga varian, yaitu wet proses, honey, dan natural. Ia mengedepankan one village, one product. Dari Kintamani ia memiliki beberapa jenis kopi. Ada kopi Ulian, Belantih, Sukawana, Wana giri. Dari masing-masing tempat itu menghasilkan citarasa yang berbeda. Karena petani yang merawat berbeda, tanahnya beda, beda ketinggian, beda proses perawatan. Kopikopi itu lebih banyak dikirim ke roastery besar

di Jakarta, Bandung, Surabaya. Mereka mempunyai mesin sangrai sehingga Sukarsana hanya mengirim kopi dalam bentuk green bean grade 1. Terjauh ia mengirim kopi hingga ke Swedia dalam bentuk green bean. ‘’Karena kita tidak punya dokumen ekspor, kita dealnya sama bule. Nanti bulenya yang menyiapkan pengirimannya,’’ ujarnya. Restoran dan hotel di Bali biasanya tidak memiliki mesin sangrai, sehingga mereka membeli kopi yang sudah diroasting. Sukarsana memiliki mesin roastery, letaknya di Ubud. Hasil roastingan kopinya dibawa ke hotel dan restoran di Bali. Kopi diambil dari petani rekanan. Petani yang didampingi yang diarahkan menciptakan rasa yang bagus. ‘’Jadi, dikasi knowledge, edukasi dan saya yang bantu pasarkan. Harga belinyapun di atas rata-rata harga yang dijual oleh petani yang lain,’’ katanya. Sekarang banyak roaster-roaster besar di Jakarta yang membutuhkan fine robusta. Sejak dua tahun lalu ia mengajarkan kelompok petani binaannya menciptakan kopi robusta yang bagus. ‘’Ternyata, setelah diajarin sekarang robusta lagi bagus pemasarannya,’’ jelasnya. Ilmu menciptakan kopi yang bagus bukan datang begitu saja. Sukarsana pernah bekerja pada perusahaan asing milik orang Australia. Sebuah perusahaan kopi yang kopinya diambil di Kintamani lalu diekspor. Ia kebagian pekerjaan sebagai quality control. Ia mendampingi petani untuk menciptakan kopi dengan kualitas yang bagus. Ia mendapat pelatihan gratis dari ahli-ahli kopi asal Australia itu. Selain itu, ia juga belajar ke Puslit Koka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao) di Jember. Dari dua sumber itu, ia belajar berkebun kopi. Sedangkan ilmu roastery ia dapatkan di perusahaan asing itu dan sekolah roastery. Lebih dari 10 tahun ia bergelut di bidang kopi, hingga membuatnya mahir dalam bidang kopi. (may)

Kota Denpasar I Ketut Mister mengungkapkan, untuk pengisian jabatan tersebut, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan instruksi dari Wali Kota. Kendati sudah selesai cuti kampanye, pihaknya masih tetap akan menunggu instruksi. ‘’Untuk saat ini, berkas sudah siap untuk diajukan,’’ sebutnya. Saat ditanya terkait target lelang dimulai, Mister mengaku tidak bisa memberikan kepastian kapan akan dilakukan lelang. ‘’Ya, kami tetap menunggu instruksi karena kewenangannya ada di Wali Kota. Keinginan kami sih secepatnya. Namun, kebijakannya tidak ada di saya, karena saya hanya sebagai pelaksana,’’ kilahnya. (kmb12)

Kejurnas Cricket

Tim Putra Bali ke Final

Mangupura (Bali Post) Tim cricket putra Bali melaju ke babak final usai menaklukkan tim tangguh DKI dengan skor 161-127 pada semifinal Kejurnas Cricket Senior di Lapangan Kampus Unud, Jimbaran, Badung, Kamis (5/7) kemarin. Calon lawan Bali ditentukan dalam duel tim Papua (juara Grup B) meladeni Kaltim (runner-up Pul A) pada semifinal, Jumat (6/7) ini. Tim Bali yang menurunkan pemain seperti kapten Kadek Darmawan, Putu Hery Widi, Kadek Dharma Kesuma dan Gede Agus P. menduduki juara Pul A, sedangkan DKI sebagai runmner-up Grup B. Kapten tim Bali Kadek Darmawan bersyukur bisa mengalahkan DKI dan melenggang ke laga pamungkas. ‘’DKI tim tangguh. Tetapi pertandingan cricket bukan sekadar mengandalkan fisik, stamina, teknik dan strategi. Faktor keberuntungan juga memengaruhi,’’ ujarnya. Menurut pelatih tim putra Bali Kadek Urip Astawa, selama melakoni babak penyisihan asuhannya menaklukkan Lampung, Sumsel dan Kaltim. Cabor cricket tidak dipertandingkan di ajang Asian Games 2018. (022)

Bali Post/022

FINAL – Pertandingan tim putra Bali melawan DKI pada Kejurnas Cricket Senior di Lapangan Kampus Unud, Jimbaran.


OPINI

6

Jumat Paing, 6 Juli 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kesejahteraan Publik dan Kualitas Demokrasi NEGERI ini disibukkan berbagai macam kegiatan politik. Hajatan politik bahkan terjadi hampir sepanjang tahun dengan durasi yang melelahkan. Untuk memilih gubernur misalnya, kita harus menunggu lebih dari enam bulan. Prosesnya amat panjang. Biayanya juga tinggi. Potensi konflik juga terbuka. Jika dihitung mulai dari proses pemilihan kepala desa hingga presiden, tentu ada sekitar empat sampai lima kali agenda politik. Walaupun pemilihan kepala desa bebas dari unsur politik, faktanya proses pilkades ini dikelola oleh partai politik dengan menempatkan kadernya. Kita sangat yakin, pemilihan kepala desa tidak bebas dari aroma politik. Indikatornya, ada oknum kades yang menjadi perpanjangan tangan politikus dalam mengelola bansos beraroma politis. Kembali pada agenda politik, setelah pilkada lewat, kita akan disibukkan lagi oleh pemilihan presiden dan wakil rakyat April 2019. Pemilih di negeri ini dikabarkan akan mendapat lima lembar kartu suara. Ada pemilihan presiden dan wakilnya, pemilihan anggota DPD, pemilihan DPR-RI, pemilihan DPR provinsi, dan pemilihan DPRD kabupaten/kota. Membayangkan jumlah surat suara saja kita sudah akan ribet. Padahal dalam urusan menentukan hak pilih tak perlu ribet. Masuk TPS dan coblos. Namun, faktanya tak segampang itu. Banyak rakyat di negeri ini sudah dicekoki berbagai analogi. Persaingan tagar Ganti Presiden yang sedemikan panas belakangan ini tentu akan tambah mendidih menjelang pilpres. Di daerah, persaingan antarcalon legislatif juga akan panas. Transaksi juga tetap berpotensi terjadi. Ini tentu bukan hal yang gampang dikelola jika rakyat di negeri ini tak diedukasi untuk mengelola pesta politik secara bijak. Rakyat harus dibina agar cerdas dalam berpolitik, agar politisi yang dipercaya nanti benar-benar paham dengan NKRI. Politisi dan media massa jangan terus melakukan propaganda politik yang ujungnya berpotensi menimbulkan dikotomi antara kelompok nasionalis dan non-nasionalis. Yang pasti, di negeri ini gaung hajatan politik jauh lebih dahsyat dari pembangunan ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan. Padahal pembangunan ekonomi justru lebih strategis untuk dikelola secara lebih intensif mengingat menentukan nasib rakyat. Coba saja kita amati pemberitaan media massa dan televisi, negeri ini hampir tak pernah sepi dari agenda dan ulasan politik. Padahal, masalah di negeri ini begitu banyak. Mulai dari masalah pendidikan, pewarisan budaya, hingga strategi menjaga alam untuk menjamin generasi berikutnya bisa hidup nyaman dan aman di negeri ini. Saat ini, urusan ekonomi tampaknya tak perlu kita perdebatkan. Permasalahan ekonomi warga di negeri ini sudah makin meresahkan. Turunnya daya beli dan mahalnya harga-harga mulai terasakan menekan kehidupan. Kita harus sadar dan segera melakukan langkah nyata untuk menuju perbaikan ekonomi publik. Jika rakyat sebagai pendukung utama pesta demokrasi tidak ada dalam situasi sejahtera, maka jangan pernah berharap pesta demokrasi akan berkualitas. Golput dan transaksi politik akan tetap terjadi. Aturan ideal dalam perpolitikan negeri ini tetap saja akan hambar jika rakyat tak hidup layak. Untuk itu adalah sangat penting untuk membangun kualitas ekonomi publik untuk bisa melahirkan demokrasi yang sehat. Jika pendukung demokrasi miskin, maka golput akan tetap tinggi. Provokasi akan mendapatkan medianya dan transaksi dukungan akan meningkat. Korelasi antara kualitas demokrasi dengan tingkat kesejahteraan rakyat tentu harus diseimbangkan. Politisi dan pemimpin negeri ini jangan tersandera agenda politik sepanjang tahun. Harus ada keberanian dan kedewasaan untuk mengesampingkan perdebatan politik, jika waktunya belum datang. DPR juga harus mengingatkan semua elemen bangsa ini jangan melakukan agenda politik yang berpotensi mengganggu stabilitas bangsa. Masalahnya, gangguan stabilitas juga akan berdampak pada strategi pemberdayaan ekonomi publik.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Kepada Kadisdik Kota Denpasar Jalur miskin, dengan prestasi, dan zonasi, peraturan baru dari dari pemerintah pusat Jakarta. Saya mengantar anak saya daftar di SMPN 10 Denpasar dengan menggunakan jalur zonasi. Atas nama Ni Nyoman Ayu Sri Swantari. Tempat tinggal di Jalan Nangka, Gang Nuri IX No.100X lingkungan Banjar Karang Sari, Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara. Tempat kami tinggal di Banjar Karang Sari termasuk lingkungan zonasi SMPN 10 Denpasar. Ternyata anak saya tidak lulus. Kalau pakai zonasi/lingkungan besar/kecil NEM bisa lulus. NEM besar, zonasi jauh dari lingkungan sekolah tersebut bisa lulus. Yang terhormat Bapak Kepala Dinas Pendidikan Denpasar mengetahui hal ini. Sekolah-sekolah mana yang tidak pakai zonasi atau pakai NEM besarbesar saja. Mengetahui Klian Dinas Banjar Karang sari, saya ada surat dari Lurah Dangin Puri Kaja untuk SMPN 10 Denpasar. I Made Sutaria Banjar Karang Sari, Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara

Kecurangan dan Potensi Golput dalam Pemilu Semua warga negara, terlebih lagi partai politik harus bertanggung jawab untuk mengatasi ancaman kecurangan dan permasalahan golput (absentia voter) dalam pemilu, baik pemilu nasional maupun pemilu lokal (pilkada). Reformasi telah menyerahkan kekuasaan sepenuhnya ke tangan rakyat sipil (demokrasi murni) yang dipresentasikan oleh partai politik. Kekuasaan pemerintahan demokratis hanya akan terbentuk dari partai politik yang modern. Partai politik yang modern adalah partai yang mampu menjalankan fungsi partai, yaitu: pertama; partai politik harus melakukan perekrutan politik secara berkala, kedua; partai politik harus memberikan pendidikan politik formal dan informal kepada kader-kadernya, dan ketiga; merebut jabatan politik.

S

elama ini, partai politik hanya menjalankan fungsi yang ketiga dari parpol, yaitu merebut jabatan politik setiap lima tahun sekali. Menjelang pemilu, baik pemilu legislatif maupun pemilu eksekutif partai politik baru sibuk melakukan perekrutan calon, sehingga calon yang direkrut praktis hanya mengandalkan uang untuk meraih kemenangan (pragmatisme politik). Hal inilah yang menyebabkan kekuasaan tidak pernah mengabdi kepada rakyat. Pemegang kekuasaan hanya mengabdi kepada kekuasaan karena mereka telah mempraktikkan politik dagang (politik komodifikasi). Ancaman Kecurangan dan Antisipasinya Karena pola pragmatisme politik yang ditempuh partai politik seperti yang disebutkan di atas, maka semua kandidat, baik yang akan merebut jabatan legislatif maupun eksekutif, berlombalomba mengeluarkan biaya yang besar demi kemenangan. Parahnya, banyak juga yang sudah

Oleh Ray Misno mengeluarkan biaya tinggi tetapi tidak terpilih. Karena rakyat juga sudah mulai pragmatis, setiap kandidat diterima bantuannya (money politics), tetapi belum tentu dipilih saat hari pencoblosan. Akhirnya, setelah pemilu, banyak yang stres. Apalagi saat hari pencoblosan, saksi-saksi yang ditunjuk oleh partai politik tidak paham tata cara kerja saksi. Pada umumnya, saksi-saksi ini hanya memerhatikan suara kandidatnya, mereka tidak peduli suara partai, apalagi suara calon lainnya. Sepanjang suara kandidatnya di atas calon yang lain, saksi tersebut diam. Kalau kandidatnya kalah, formulir rekap suara di tempat pemungutan suara (TPS) yang kemudian disebut formulir (C1) bisa hilang, tidak sampai ke partai politik dan berusaha melakukan manipulasi. Selanjutnya, di setiap TPS ada penyelenggara pemilu yang disebut KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang bersifat ad-hoc, dibentuk berdasarkan undang-undang terdiri dari orang-orang yang independen dan tidak memihak. Kemudian

di tiap TPS tersebut juga sudah ditempatkan Petugas pengawas TPS oleh Bawaslu. Namun, siapa yang bisa menjamin mereka bekerja jujur dan berintegritas? Sering kali kecurangan-kecurangan dilakukan justru oleh petugaspetugas di TPS, intimidasi paling rawan juga terjadi di TPS. Untuk itu, agar terjadi check and balances, partai politik berdasarkan undang-undang diberikan hak untuk menempatkan saksi di setiap TPS, wajib menyiapkan saksi yang berintegritas dan paham tata cara kerja di TPS, dimulai sejak KPPS membuka kotak suara, dilanjutkan dengan pemungutan suara oleh pemilih yang terdaftar, sampai penghitungan suara, dan menyalin perolehan suara ke formulir (C1). Apa yang ada di dalam kotak suara, saksi harus mencatat, apakah sudah sesuai dengan mekanisme. Saat pemungutan suara, apakah orang yang masuk ke bilik suara sudah sesuai dengan nama yang terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap). Kemudian saat penghitungan surat suara, agar diperhatikan dengan saksama surat suara yang dicoblos

dan ditabulasikan ke formulir (C2) plano oleh KPPS. Meyaksikan secara saksama penyalinan formulir (C2) plano ke formulir (C1). Dan terakhir, memastikan formulir (C1) sampai ke partai politik. Kalau semua mekanisme tersebut diikuti, maka ancaman kecurangan dalam pemilu dapat diminimalisasi. Potensi Goput Melihat pemilu-pemilu sebelumnya sejak reformasi bergulir, angka golput di setiap pemilu tergolong cukup tinggi. Tanggal 27 Juni 2018, diselenggarakan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) gelombang ke-3 (tiga) di Indonesia. Begitu pula di Bali ada tiga Pilkada. Dua Pilkada tingkat bupati yaitu di Gianyar dan Klungkung, serta Pilkada Gubernur Bali secara bersamaan. Data Pilkada Bali tahun 2013 menunjukkan jumlah golput sebesar 26% atau sebanyak 766.445 orang dari 2.925.679 pemilih yang terdaftar dalam DPT. Dari data tersebut, ada dua faktor yang memengaruhi terjadinya golput dalam Pemilu Kepala Daerah Bali, yaitu golput sengaja dan golput tidak sengaja. Golput sengaja adalah golput yang dilakukan dengan kesadaran dari pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Hal ini dilakukan karena mereka skeptis dan apatis terhadap hasil pemilu. Pemilu tidak akan menghasilkan perubahan apa pun, mereka tidak percaya kepada partai politik maupun kandidatnya, datang ke TPS hanya membuang-buang waktu bagi mereka. Sedangkan golput tidak sengaja adalah golput yang terjadi karena pemilih tidak terdaftar sebagai pemilih atau pemilih

Erupsi Gunung Agung dan Ekonomi Bencana Gunung Agung kembali erupsi. Menurut data PVMBG, tinggi kolom abu teramati mencapai 2.000 meter di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi terjadi secara strombolian dengan suara dentuman. Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km. Saat ini, Gunung Agung berada pada status level III (Siaga). Erupsi ini banyak memberikan bahan refleksi dan aktualisasi manajemen kebencanaan. Salah satunya dalam hal ekonomi bencana. Pemerintah selalu mengandalkan pertumbuhan ekonomi sebagai indikator utama prestasi kepemimpinannya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,06% hingga kuartal III tahun 2017. Angka ini merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak tahun 2014. Berdasarkan capaian tersebut, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2018. Target ini tentu harus diamankan dari faktor penghambat, salah satunya bencana alam. Global Assessment Report (2011) memperkirakan bahwa kerugian akibat bencana ratarata mencapai 1% dari PDB per tahun. Untuk Indonesia, dampak fiskal bencana secara nasional memang masih tergolong kecil. Bencana terdahsyat tsunami Aceh tahun 2004 misalnya memiliki kerugian setara 0,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Persentase tersebut akan terasa besar di tingkat

Oleh Ribut Lupiyanto daerah yaitu mencapai 45% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh. Hampir 90 persen sumber dana penanggulangan bencana dari pemerintah pusat. Padahal, pemerintah hanya mampu mengalokasikan dana bencana sekitar Rp 4 triliun per tahun. Implikasi ini akan semakin besar dan kompleks jika dikaji terhadap sektor industri serta perdagangan dan jasa. Bencana tahunan besar dan merata secara nasional adalah bencana hidrometeorologi. BNPB melaporkan bahwa 15 tahun terakhir bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian bencana alam. Banjir tercatat 35% dan angin kencang 11% dari total bencana. Bencana ini perlu diantisipasi sejak dini agar tidak mengancam perekonomian makro hingga mikro nasional. Bencana hidrometeorologi umumnya berbentuk banjir dan angin kencang pada musim pancaroba hingga penghujan. Sebagian wilayah Jawa baru saja diterjang bencana siklon tropis. Kemarau identik dengan musim kekeringan dan penghujan identik dengan musim banjir. Penyebabnya diprediksikan karena penyimpangan iklim, gegar hidrologi, dan efek konversi lahan. Gegar hidrologi analoginya seperti gegar otak, merupakan kondisi dan pengelola negeri ini tidak mampu memahami dan gagal memfungsikan kaidah-

kaidah hidrologi dalam pembangunan (Siswantara, 2011). Gegar hidrologi menyebabkan terganggunya siklus hidrologi. Manajemen sumber daya air termarginalkan oleh ambisi kepentingan ekonomi. Malapraktik pembangunan fisik terjadi tanpa kendali. Konversi lahan terbuka menjadi area terbangun merajalela. Hutan kota disulap menjadi hutan bangunan. Sempadan sungai yang mestinya sebagai kawasan hijau justru padat permukiman. Deforestasi marak terjadi dan mengabaikan prinsip konservasi. Lahan terbuka untuk menyerapkan air hujan menjadi barang langka di perkotaan. Kodatie (2004) menyebutkan akibat fenomena tersebut diprediksikan 25 persen air hujan menjadi aliran mantap dan sisanya terbuang percuma ke laut. Implikasinya terjadi kekeringan saat kemarau dan banjir saat penghujan. Pengamanan Ekonomi Sektor perekonomian mesti diamankan dari risiko bencana. Semua pihak baik pelaku usaha, pemerintah, maupun masyarakat dituntut peka dan tanggap terhadap dinamika lingkungan. Hasil survei Program Climate Asia (2013) mengungkapkan bahwa informasi perubahan iklim masih kurang di kalangan warga Indonesia. Hanya 19 persen masyarakat yang menden-

garkan prakiraan cuaca serta 11 persen yang memiliki persiapan bencana. Kondisi ini menuntut upaya ekstra kaitannya dengan penyebaran informasi dan pelaksanaan edukasi. Pelaku usaha penting mempertimbangkan informasi dan analisis cuaca serta banjir. Pemilihan lokasi usaha sebaiknya menghindari daerah rawan bencana. Transportasi barang juga hendaknya memerhatikan informasi cuaca, menghindari daerah rawan banjir, dan memberikan waktu toleransi. Pemerintah mesti lebih ekstra upayanya guna meminimalisasi bencana. Program tahunan sudah biasa dalam menyambut banjir atau angin puting beliung. Upaya ekstra perlu dikerahkan demi suksesnya suksesi kepemimpinan politik di legislatif. Berbagai upaya yang dapat dilakukan di antaranya pengerukan sedimen drainase, pembuatan dan pemeliharaan sumur resapan, pemangkasan pohon lebat, dan lainnya. Pelaku sektor ekonomi memiliki hak sekaligus kewajiban atas pengurangan risiko bencana. Semoga musim pancaroba tahun ini tidak menimbulkan bencana berarti dan kehadiran musim penghujan menjadi berkah bukan musibah. Semua komponen bertanggung jawab atas terwujudnya Indonesia yang tangguh bencana.

yang terdaftar sebagai pemilih tetapi tidak lagi bertempat tinggal di alamat pemilih. Kalau pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih, sebetulnya sudah ada solusinya karena mereka tetap bisa memilih dengan menunjukkan identitas penduduknya dan memilih sesuai dengan peraturan perundangundangan. Tetapi, bagi pemilih yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetapi tidak ditemukan pada alamat administrasi pemilih, ini sudah pasti akan membuat persentase golput tetap tinggi. Golput semacam ini biasanya terjadi pada daerah yang mobilitas penduduknya tinggi, maka sosialisasi dan tertib administrasi kependudukan harus benar-benar dijalankan. Fenomena golongan putih (golput) dan kecurangan dalam pemilu selalu menghantui proses demokratisasi di negeri ini. Tindakan golput maupun kecurangan dalam pemilu telah mencedarai dan memanipulasi demokrasi itu sendiri karena pemilu sebagai wujud dari praktik demokrasi menghendaki terjadinya reformasi kekuasaan (pemerintahan) dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Bukan kekuasaan dari golput yang tinggi dan kecurangan. Ketika angka golput tinggi, maka legitimasi kekuasaan tidak kuat karena belum didukung oleh segenap rakyat yang akan diwakili. Ketika pemilu dimenangkan dengan kecurangan, maka tidak akan pernah terwujud kekuasaan yang mengabdi kepada rakyat dan tidak akan pernah terwujud kesejahteraan rakyat. Penulis, staf pengajar di Stispol Wira Bakti

POJOK UKM tertatih-tatih lawan lesunya daya beli. - Belum lumpuh. *** Pilgub di Buleleng ternyata 40 persen golput. - Pertanda apa? *** Menteri ESDM minta pengungsi kembali pulang. - Risiko tanggung sendiri.

Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN

Jumat Paing, 6 Juli 2018

7

Saat Pleno Hasil Pilgub Bali

Pihak Mantra-Kerta Sampaikan Soal Maraknya Intimidasi

Tabanan (Bali Post) -

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali di Tabanan berlangsung aman dan damai. Hanya di balik aman dan damai tersebut, ternyata diduga ada upaya intimidasi secara sistematis hampir di seluruh TPS. Bahkan terjadi penggiringan pilihan kepada salah satu paslon. Soal adanya intimidasi ini, terungkap saat rapat pleno hasil perolehan suara Pilgub Bali tingkat KPU Kabupaten Tabanan, Kamis (5/7) kemarin. Hal tersebut disampaikan saksi pasangan calon nomor urut 2, I Gede Budiatmika. Ia mengatakan secara keseluruhan telah menerima hasil pemilihan di 780 TPS di Tabanan dengan sepenuhnya. Dan berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mengawal proses pilgub dengan baik, khususnya dari pihak aparat keamanan. Meski demikian, dirinya memberikan catatan kepada penyelenggara terkait pelaksanaan pungut hitung pemilihan umum agar ke depan lebih diatensi lagi. ‘’Kami hanya meminta dalam penyelenggaraan pemilihan berikutnya bisa berjalan lebih baik lagi. Ini terkait dengan catatan yang perlu diatensi yakni adanya sekelompok orang yang secara sistematis berada di semua TPS, dengan menggunakan atribut tertentu cenderung ada intimidasi dan penggiringan terhadap calon pemilih,’’ ucapnya. Terkait adanya dugaan intimidasi tersebut, Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Panwaslu Tabanan I Wayan Wirka mengatakan jajaran Panwas telah menjalankan tu-

gas berpatokan pada tata cara yang berlaku. Dan sepanjang proses penyelenggaraan Pilgub Bali, dikatakannya, tidak ditemukan adanya pelanggaran ataupun laporan terkait adanya dugaan intimidasi yang bersifat sistematis seperti yang telah disampaikan. ‘’Jadi, selama pelaksanaan pungut hitung, jajaran kami tidak menemukan adanya pelanggaran seperti atribut yang dilarang saat di TPS, seperti simbol partai politik, atribut dan sebagainya,’’ tegasnya. Sementara itu, dalam rapat pleno terjadi sejumlah koreksi akibat kesalahan input data DPT yang terjadi di tiga kecamatan, yakni Selemadeg Timur, Tabanan dan Selemadeg Barat. Meski demikian hal itu tidak sampai memengaruhi hasil perolehan suara di tingkat kecamatan. ‘’Jadi DPT ini ada tertukar data perempuan dan laki-laki, jadi tidak sampai mempengaruhi hasil perolehan suara di tingkat kecamatan,’’ beber Ketua KPU Tabanan Ni Luh Darayoni. Dalam rapat pleno tersebut dilaporkan jika pasangan calon nomor 1, Wayan Koster

dan Tjok Artha Ardhana Sukawati, meraih 199.384 suara dari total 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan. Sedangkan pasangan nomor 2, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta, meraih 93.246 suara. Sementara untuk jumlah seluruh suara sah tercatat 292.630 suara dan suara tidak sah sebanyak 3.765 suara. ‘’Meski ada golput tapi persentasenya sedikit, di satu sisi tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Tabanan tertinggi, yakni 82,5 persen, bahkan melebihi target,’’ ucapnya. Meski pelaksanaan pemilu tahun ini sudah berjalan kondusif, aman dan lancar sesuai tahapan, namun ke depan KPU sebagai penyelenggara pemilu akan terus melakukan pembenahan dan lebih memberikan Bimtek pada seluruh panitia penyelenggara pemilu, baik itu PPK, PPS dan KPPS, khususnya dalam hal memasukkan data pemilih dalam DPT, DPPh dan DPTb agar tidak lagi banyak terjadi koreksi data DPT atau salah input data. ‘’Ketelitian dari pihak penyelenggara akan terus kita tingkatkan ke depan,’’ tegasnya. (kmb28)

Bali Post/kmb28

REKAPITULASI - Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kabupaten yang digelar di KPU Tabanan.

Optimalkan Potensi

Desa Wisata Disarankan Bentuk Badan Pengelola Tabanan (Bali Post) Kabupaten Tabanan tercatat memiliki 16 desa wisata yang telah mengantongi SK Bupati, namun sayangnya belum seluruhnya bisa beroperasi secara optimal. Pasalnya, dari jumlah tersebut baru sebagian yang memiliki badan pengelola. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I

I Made Yasa

Bali Post/kmb28

Made Yasa mengakui memang belum semua desa wisata memiliki badan pengelola yang melibatkan pemerintah, tetapi baru badan pengelola sebatas desa. Sampai saat ini desa wisata yang telah memiliki badan pengelola, di antaranya Desa Wisata Jatiluwih, objek wisata Tanah Lot, Ulun Danu Beratan dan Alas Kedaton. ‘’Kita akan terus dorong desa wisata lainnya untuk segera bentuk badan pengelola,’’ ucapnya, belum lama ini. Lanjut disampaikannya, desa yang dirasa cukup siap untuk pembentukan badan pengelola yakni Desa Wisata Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur. Desa wisata ini memiliki potensi wisata alam seperti jalur trekking, serta air terjun yang didukung pemandangan hamparan sawah. ‘’Kita lihat dulu kelayakannya seperti infrastruktur, kegiatan masyarakat dan jalan trekking-nya,’’ terangnya. Dengan adanya badan pengelola minimal ke depan ada

keterlibatan peran masyarakat, badan pemerintah dan desa pakraman. ‘’Misalkan saja apa yang dibutuhkan seperti promosi, pemerintah lebih mudah dalam penganggaran ke desa, jadi di sini ada hak dan kewajiban para pihak,’’ terangnya. Menurutnya, desa wisata bertujuan mengembangkan ekonomi kerakyatan sesuai aspek budaya yang mereka miliki. Jika memang ke depan sudah berkembang, tidak menutup kemungkinan bagi hasil demi peningkatan PAD pemda. Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Tabanan terus mendorong seluruh desa menjadi desa wisata untuk mengantisipasi alih fungsi lahan pertanian, sehingga dapat mempertahankan status lumbung pangan Bali. Keberadaan desa wisata terbukti mampu menyedot wisatawan untuk berkunjung, sehingga sangat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. (kmb28)

Suku Bunga Acuan Naik

UKM Berharap Bunga Kredit Tidak Ikut Naik Tabanan (Bali Post) Pascakembali naiknya suku bunga acuan BI 7 days repo rate (7DRR) 50 basis points ke level 5,25 persen, sejumlah pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Tabanan berharap kebijakan terbaru tesebut tidak memicu lonjakan suku bunga (SB) kredit di kalangan perbankan nasional. Kenaikan suku bunga kredit akan memberatkan pengusaha yang menggantungkan permodalan usahanya dari kredit. Terlebih lagi kondisi ekonomi saat ini masih lesu. Salah satu peternak babi di Tabanan sekaligus Wakil Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (Gubi) Bali Nyoman Ariadi beberapa waktu lalu mengatakan, bantuan permodalan dalam bentuk kredit dari perbankan sangat dibutuhkan dalam hal pemenuhan modal usaha dikalangan pengusaha kecil seperti dirinya. ‘’Modal usaha untuk usaha kecil sangat dibantu dengan adanya kredit usaha dari bank,’’ ujarnya. Kebijakan terbaru dari Bank Indonesia (BI) menyangkut suku bunga acuan BI 7 DRR, diharapkan Ariadi tidak serta merta ditanggapi kalangan perbankan dengan menaikan juga suku bunga kreditnya. Kenaikan suku bunga kredit tentu akan membebani pengusaha kecil seperti peternak babi yang sedang dilanda mahalnya

Permintaan Meningkat, Produksi Beras Hitam Terbatas Tabanan (Bali Post) Selain menghasilkan beras merah, Tabanan juga menghasilkan beras hitam. Bermanfaat untuk kesehatan membuat beras hitam ini diminati masyarakat. Ini bisa dilihat dari permintaan beras hitam di PDDS Tabanan. Sayangnya, beras padi hitam ini masih terbatas, sehingga permintaan yang cukup banyak ini tidak bisa dipenuhi seluruhnya. Terbatasnya produksi tidak lepas dari sulitnya mendapatkan bibit serta kemurnian padi hitam yang sulit dijaga karena mudah terpengaruh penyerbukan dengan padi putih. Kepala Bagian Perencanaan PDDS Tabanan I Made Pasek Dharma, Kamis (5/7) kemarin, mengatakan saat ini PDDS Tabanan hanya mampu menyediakan 200 hingga 300 kilogram per bulan untuk beras hitam. Harga beras hitam Rp 35.000 per kilogram. Ada sekitar 190 toko yang tersebar di Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) yang sudah menjual beras hitam asal Tabanan. ‘’Sebenarnya permintaannya bisa lebih dari jumlah tersebut. Beberapa toko yang diajak kerja sama sudah meminta beras ini secara kontinyu. Hanya saja produksi ditingkat petani masih terbatas,’’ ujar Dharma. Ia melanjutkan, dalam mendapatkan beras hitam pihaknya bekerja sama dengan BUMDes Mengesta Penebel, di mana Subak Wangaya Betan di Desa Mengesta sudah menanam padi hitam secara kontinu. Melihat peluang pasar beras hitam, lanjutnya, beberapa petani di subak lain mulai menanam padi hitam seperti di Subak Somya Per-

tiwi dan Subak Jatiluwih Penebel. Sementara itu, salah satu petani Jatiluwih yang mengembangkan padi hitam Wayan Semarajaya (46), mengakui produksi padi hitam di Tabanan memang terbatas. Selain bibitnya susah didapatkan, kemurnian padi hitam juga amat susah dijaga apabila penanamannya masih dicampur dengan beras putih. ‘’Kalau masih ada beras putih di lingkungannya, maka akan terjadi serbuk silang. Akibatnya, beras yang dihasilkan tidak lagi hitam murni namun tercampur dengan yang putih,’’ ujar Semarajaya. Karenanya, dalam menanam padi hitam perlu komitmen semua petani dalam satu subak, sehingga saat menanam padi ini tidak ada penyerbukan silang antara padi putih dan hitam. Permasalahan lain dari padi hitam ini adalah rendahnya produksi padinya. Dicontohkan Semarajaya, dari lahan 50 are yang ia miliki jika ditanam padi putih akan menghasilkan 2,5 ton, sementara jika padi hitam menghasilkan kurang dari dua ton. Untuk tahun 2018 ini, diakui Semarajaya, dirinya tidak menanam padi hitam dikarenakan tidak kebagian bibit. Namun beberapa petani di Jatiluwih sudah mulai mengembangkan dan menanam padi hitam tahun ini, meski produksinya tidak semua untuk dijual tetapi juga untuk konsumsi sendiri. Menurut Semarajaya, permintaan padi hitam langsung ke petani Jatiluwih sebenarnya banyak, tetapi karena keterbatasan produksi serta kemurnian hasil yang sulit dijaga membuat pihak petani tidak bisa memenuhi semua permintaan tersebut. (kmb24)

Bali Post/ kmb24

PADI HITAM - Padi hitam yang siap panen ditanam di daerah Jatiluwih Penebel Tabanan.

biaya produksi salah satu kenaikan harga pakan yang terus terjadi. ‘’Saya berharap suku bunga justru turun. Sebab kalau naik, kami dari peternak sudah terkena biaya produksi tinggi tentu akan bertambah bebannya,’’ harapnya. Hal senada juga diungkapkan pelaku usaha lainnya, I Wayan Merta, S.Sos., M.M. Kata pengusaha argo antar-pulau ini, ketika suku bunga acuan naik maka suku bunga yang dibandrol kalangan perbankan, baik suku kredit, suku bunga tabungan dan deposito berpeluang untuk disesuaikan oleh pihak perbankan. Akibatnya, pelaku usaha akan makin terbebani jika biaya bunga kredit yang harus dibayarkan naik. Harapannya, di tengah kondisi ekonomi nasional yang melesu akibat turunnya daya beli konsumen, pemerintah menjaga kegairahan usaha, salah satunya dengan suku bunga kredit yang semakin murah dari sebelumnya. ‘’Jika suku bunga kredit terjangkau akan menarik minat kalangan pengusaha dalam menyerap penguatan modal usaha. Tentunya penyerapan modal usaha akan menghasilkan produk usaha dan pengusaha mampu mengembalikan pinjaman dan menghindari kredit macet,’’ jelasnya. (kmb24)

Dari Ratusan Koperasi

Tak Satu pun Penuhi Syarat Salurkan KUR

Tabanan (Bali Post) Tabanan memiliki ratusan koperasi yang berpotensi sebagai lembaga untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sayangnya meski berpotensi sebagai penyalur kredit, ternyata belum ada koperasi yang siap terutama dari segi persyaratan. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan A.A Gede Dalem Tresna Ngurah, Kamis (5/7) kemarin, mengatakan Tabanan memiliki 564 koperasi, di mana 457 berstatus aktif. Dari jumlah koperasi yang aktif tersebut, diakuinya, ada yang berpotensi sebagai penyalur KUR dilihat dari kinerja, SDM, maupun status koperasi yang sehat. ‘’Ada beberapa yang berpotensi. Kami dari pihak Dinas sedang melakukan pendataaan,’’ ujarnya. Meski memiliki potensi, tetapi koperasi-koperasi ini belum siap. Terutama dari segi pemenuhan persyaratan. Dalem Tresna memaparkan, agar bisa menyalurkan KUR, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi Koperasi antara lain koperasi itu harus sehat dan memiliki track record yang baik dalam perjalanannya. Koperasi juga harus memiliki kemampuan memenuhi

persyaratan administarif yang ditetapkan. Selain itu, koperasi seharusnya memiliki permodalan yang kuat melalui simpanan anggotanya agar dapat memenuhi hakikat program KUR itu sendiri, yakni mendorong atau mengakselerasi tumbuh kembangnya UMKM. Jika persyaratan ini dipenuhi, menurut Dalem Tresna, koperasi bisa menjadi penyelenggara KUR. Apabila sudah mampu, lanjutnya, koperasi tidak perlu bingung menyalurkannya karena sudah memiliki pasar yang pasti yaitu para anggotanya. ‘’Pasar koperasi itu sudah jelas yaitu anggotanya sendiri. Jadi kalau sudah terpenuhi syaratnya, penyalurannya sudah memiliki target,’’ ujar Dalem Tresna. Beberapa waktu lalu Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tabanan Nyoman Wirna Ariwangsa mengatakan, untuk koperasi di Tabanan sebagai penyalur KUR peluangnya ada. Ini bisa dilihat pada jumlah aset yang dimiliki. Namun terkait itu, pihaknya masih mempelajari lebih lanjut menyangkut syarat penyalur KUR dan potensi koperasi yang ada di Tabanan. (kmb24)


BULELENG

8

Jumat Paing, 6 Juli 2018

Tiga Kamar Hotel Sunari Terbakar Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta

Singaraja (Bali Post) –

Kebakaran melanda Hotel Sunari Resort dan Spa di Dusun Banyualit, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kamis (5/7) kemarin. Tiga unit kamar hotel terbakar. Kerugian diperkirakan Rp 300 juta. Kebakaran ini diduga karena api sisa pembakaran sampah merembet ke kamar hotel tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 Wita tersebut. Ini karena pihak manajemen sedang melakukan renovasi sejak awal bulan ini. Saksi Ketut Suardana Linggih (65) asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan menuturkan, sekitar pukul 10.00 Wita, pekerja sedang membersihkan taman yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Pekerja ini kemudian mengumpulkan sampah lalu dibakar di bawah pohon mangga yang berada satu lokasi dengan tiga kamar hotel tersebut. Saat itu, angin bertiup kencang, sehingga sampah dari daun dan semak liar kering dengan cepat terbakar. Api semakin besar sampai membakar dahan pohon mangga. Dari dahan pohon mangga, api merembet dan membakar atap dan plafon kamar hotel. Melihat api di lantai dua kamar hotel itu, saksi meminta agar pekerja memadamkan

api. Sayang, upaya itu gagal. Api terus membesar sampai merembet ke tiga kamar hotel. Api membakar atap, plafon kamar hotel, dan perlengkapan kamar hotel. Khawatir api semakin besar, Suardana Linggih menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng untuk meminta bantuan pemadaman api. Tidak berselang lama, petugas pemadam tiba di lokasi dan langsung memadamkan api. Pukul 15.30 wita, api baru bisa dipadamkan dengan menghabiskan tiga tangki air dari Pos Pemadam Kota Singaraja dibantu Pos Pemadam Seririt. Kasubag Humas AKP Made Sri Utami Dewi seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, dari pemeriksaan

SOSOK

di lokasi kejadian dan keterangan saksi-saksi, kebakaran terjadi karena kelalaian membakar sampah dekat dengan bangunan hotel. Diduga saat membakar sampah, pekerja tidak mengawasi api, sehinga percikan api menyebar diterbangkan angin kencang. Sementara, dari peristiwa ini, manajemen Hotel Sunari Resort dan Spa menelan kerugian sekitar Rp 300 juta. Kerugian ini karena semua perlengkapan di kamar tersebut gagal diselamatkan. “Benar, ada kamar hotel terbakar dan sebelum kejadian ada pekerja membakar sampah dan karena angin kencang kemungkinan apinya merembet ke kamar hotel di lantai dua, sehingga memicu kebakaran,’’ katanya. (kmb38)

Bali Post/km38

TERBAKAR – Tiga unit kamar Hotel Sunari Resort dan Spa Lovina terbakar Kamis (5/7) kemarin sekitar pukul 11.00 Wita.

Twin Lake Festival

Perempuan Takut Nyaleg

PARTAI politik (parpol) telah diwajibkan merekrut calon legislatif (caleg) perempuan sebanyak 30 persen. Ini untuk memberikan peluang bagi setiap perempuan berkompetisi di arena politik, sehingga caleg terpilih nanti dapat memperjuangkan aspirasi perempuan di legislatif. Sayang, setiap pemilihan legislatif, perempuan di daerah seperti “ketakutan” untuk bersaing dalam merebut kursi menjadi wakil rakyat baik di kabupaten, provinsi, maupun di pusat. Tak pelak, kondisi ini membuat parpol kesulitan untuk memenuhi kuota perempuan di setiap daerah pemilihan (dapil). Kesulitan ini dialami pengurus Partai Demokrat di Buleleng. Ketua Fraksi Partai Demokrat, Ni Luh Hesti Ranitasari, mengatakan sejak syarat parpol harus memenuhi kuota keterwakilan perempuan 30 persen itu, partainya kesulitan merekrut tokoh perempuan untuk mengikuti kompetisi politik di daerah. Dari pendekatan yang dilakukan Ranitasari, salah satu alasan kaum perempuan tidak tertarik berpolitik karena takut kalah bersaing dengan politisi laki-laki. Ketakutan ini tidak saja dalam merebut dukungan pemilih, namun pola pikir perempuan masih memandang kalau politik itu “keras” dan kerap kali mendatangkan persoalan pelik hingga kekerasan secara fisik. “Tidak saja kami, partai lain pun mengalami hal yang sama. Perempuan seperti masih takut berpolitik dan masih ada anggapan kalau berpolitik itu keras, dan pola pikir ini sangat sulit diubah,” katanya. (mud)

33 Tim Beradu Pedau Cepat di Danau Buyan Singaraja (Bali Post) – Beradu pedau cepat merupakan salah satu mata acara dalam event Twin Lake Festival (TLF) yang digelar Pemkab Buleleng. Sebanyak 33 tim dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Buleleng dan organisasi umum mengikuti adu pedau cepat di kawasan Danau Bayan Desa Pancasari, Sukasada, Kamis (5/7) kemarin. Dalam ajang tersebut, Kelompok Nelayan (KN) Sari Sedana menjadi tim yang tercepat mendayung pedau den-

gan catatan waktu 07.32.64. Disusul tim pedau Pemuda Buyan menjadi pemenang kedua setelah mencatatkan waktu 07.41.04. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berada di posisi tiga dengan catatan waktu 08.23.08. Sedangkan tampil sebagai pemenang harapan yakni tim pedau Dinas Perikanan (Diskan), Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), dan tim pedau andalan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Ketua Panitia Made Arni-

ka mengatakan, pedau cepat ini media untuk mengenalkan kawasan Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Di samping itu, pihaknya ingin meningkatkan kesadaran dan partisipasi dan mengedukasi masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian Danau Buyan-Tamblingan yang dikenal dengan julukan Danau Kembar. Dia mencontohkan, aktivitas wisata dan nelayan ke depan terus didorong dengan menggunakan cara ramah lingkungan dan mencegah pemakaian boat yang berme-

sin seperti di danau lain di Bali. “Lewat lomba ini, kami mengajak semua pihak untuk tetap peduli dan sadar untuk bersama-sama menjaga kelestarian kedua danau yang sudah dikenal dengan kondisi alam yang asri dan tidak ada pemakaian pedau atau speed boat yang memakai mesin,” katanya. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, selain menunjang daya tarik wisata danau, kegiatan ini untuk melatih kekompakan dan semangat

tim dalam mendayung pedau. Kebiasaan ini nantinya bisa dipraktikkan ketika anggota tim ini kembali melaksanakan tugasnya sebagai PNS atau pegawai kontrak, atau bagi kelompok organisasi umum mengikuti kegiatan tersebut. “Baru di daerah kita yang melaksanakan pedau cepat dan ini salah satu kegiatan tidak saja untuk tontonan, namun anggota tim melatih semangat dan team work yang bisa dipraktikkan dalam bidang tugas masingmasing,” jelasnya. (kmb38)

PPDB Sistem Zonasi

Sekolah Swasta Terancam Krisis Siswa

Bali Post/kmb38

Gusti Ngurah Agung

Singaraja (Bali Post) – Kebijakan pemerintah menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018, berpengaruh terhadap sekolah swasta. Apalagi, munculnya kebijakan sekolah menerapkan doble shift (sekolah pagi dan siang red), semakin membuat posisi sekolah swasta semakin sulit dan terancam tidak menerima calon siswa baru. Kondisi ini diperparah lagi adanya pandangan para orangtua yang menganggap sekolah swasta memerlukan biaya mahal. Hal ini dikhawatirkan para orangtua tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta, maka akan muncu anak putus sekolah (drop out - red). Itu diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Buleleng Gusti Ngurah Agung, Kamis (5/7) kemarin. Lebih jauh mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Buleleng ini mengatakan, sekolah swasta saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan sekolah negeri. Untuk bisa

bersaing, pengelola sekolah swasta pun harus memiliki modal yang memadai, sehingga mampu menyiapkan sarana-prasarana dan guru seperti di sekolah negeri. Konsekuensi sekolah swasta harus membiayai sendiri, karena pemerintah tidak lagi memberikan bantuan sarana-prasarana untuk sekolah swasta itu sendiri. Beban ini kemudian berdampak pada mahalnya biaya yang dipungut dari calon siswanya. “Saya kira biaya mahal itu karena memang sekolah swasta tidak lagi mendapat bantuan dari pemerintah seperti perbantuan guru dan sarana prasarana. Karena operasional ditanggung sendiri, sehingga pengelola sekolah swasta itu mengenakan biaya mahal bagi calon siswanya,” katanya. Guna mencegah jangan sampai sekolah swasta krisis siswa, Gusti Ngurah Agung mengusulkan pemerintah perlu mengembalikan kebijakan lama di mana sekolah swasta juga diperhatikan oleh pemerintah daerah. Jika ini bisa dilakukan, biaya sekolah swasta yang sekarang dikenal mahal bisa dikurangi. Jika biaya ini bisa dijangkau oleh para orangtua, pihaknya yakin kalau sekolah swasta akan banyak peminatnya. Selain itu, calon siswa yang tidak terserap di skeolah negeri lewat pola zonasi dapat diserap di sekolah swasta. “Bukan saja menghindari anak-anak yang drop out karena tidak ditampung di negeri lewat pola zonasi, sekolah swasta menekan angka anak drop out itu sendiri,” jelasnya. (kmb38)

PEDAU – Adu pedau cepat menjadi daya tarik wisata yang rutin digelar setiap gelaran TLF.

Bali Post/kmb38

Pleno Perolehan Suara Pilgub Bali

40 Persen Pemilih Golput Singaraja (Bali Post) – Rekapitulasi perolehan suara dalam Pilgub Bali ditetapkan KPU Buleleng, Kamis (5/7) kemarin. Hasilnya, pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Wayan Koster–Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), unggul dengan 220.923 suara. Sedangkan paslon nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra–Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), mendapat 98.859 suara. KPU juga mengumumkan pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput 230.995 atau 40 persen, pemilih yang memilih sebanyak 324.560. Rapat pleno rekapitulasi kemarin dipimpin Ketua KPU Buleleng Gede Suardana dihadiri Ketua Panwaslu Buleleng Ketut Ariyani dan utusan dari saksi masing-masing paslon. Rapat berlangsung lancar. Ketua KPU Buleleng Gede Suardana mengatakan, untuk mengetahui banyaknya pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya dalam Pilgub Bali perlu dilakukan kajian oleh KPU Bali. Ini penting karena hajatan politik berikutnya sudah menanti yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilpres tahun

Bali Post/kmb38

PEROLEHAN SUARA – KPU menetapkan perolehan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali, Kamis (5/7) kemarin, di ruang rapat KPU Buleleng. 2019. Meski demikian, Suardana memprediksi angka golput tidak bisa dihindari karena beberapa indikator, seperti program yang ditawarkan kedua paslon tidak sesuai dengan keinginan pemilih. Selain itu, paslon yang bertarung tidak sesuai

dengan pilihan pemilih. “Ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) KPU Bali dan perlu dilakukan riset mengapa masih tinggi angka pemilih yang tidak memilih pada pencoblosan yang lalu. Tapi bisa saja memang keinginan pemilih yang tidak

menggunakan hak suara mereka,” katanya. Sementara indikator pemilih tidak menyalurkan suara karena tidak mendapatkan formulir C-6 sebelum pencoblosan, tidak tepat. Ini terbukti C-6 terdistribusi sekitar 98 persen dari total

daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub di Buleleng. Hanya 2 persen C-6 tidak terdistribusi. Ini juga disebabkan bukan penyelenggara yang tidak bekerja, namun pemilih yang tidak mendapat C-6 itu karena beberapa hal seperti pemilih sudah meninggal dunia 2.500, pindah alamat 3.600, tidak dikenal 4.600, tidak dapat ditemui 8.200 dan karena penyebab lain-lain sebanyak 6.200. Gede Suardana menambahkan, keberhasilan lain yang juga dicapai dalam pilgub tahun ini adalah angka partisipasi pemilih yang berhasil ditingkatkan dari hajatan pilkada yang lalu. Jika dalam pilkada lalu, angka partisipasi pemilih 54,4 persen, namun dalam pilgub naik menjadi 58,42 persen. Capaian ini jika dirata-ratakan di sembilan kecamatan terendah persentase partisipasi pemilihnya sebesar 52 persen dan tertinggi 64 persen. “Tetapi ini menjadi PR bagi semua pihak baik itu KPU, Panwaslu, pemerintah, partia politik (parpol) dan elemen masyarakat untuk bisa meningkatkan partisipasi pemilih dalam hajatan politik berikutnya,” jelasnya. (kmb38)


GIANYAR

Jumat Paing, 6 Juli 2018

9

Sidang Pembunuhan Tiga Bocah

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Gianyar (Bali Post) Sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Ni Luh Putu Septyan Parmadani kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar pada Kamis (5/7) kemarin. Pada sidang dengan majelis hakim yang diketuai Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja yang sekaligus Ketua PN Gianyar dan hakim anggota, Wawan Edi Prastiyo serta Diah Astuti tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim menolak keseluruhan keberatan atau eksepsi terdakwa. Agenda sidang tersebut ialah pembacaan tanggapan JPU atas eksepsi yang diajukan di sidang sebelumnya. JPU Echo Aryanto Pasodung menanggapi tudingan bahwa JPU dalam dakwaannya tidak menguraikan secara utuh. Dijelaskannya, sesuai Pasal 143 ayat 2 hurub b KUHAP, JPU tidaklah perlu menguraikan peristiwa-peristiwa sebagaimana yang disebutkan penasihat hukum terdakwa dalam nota keberatannya. Dikarenakan itu bukanlah hal-hal yang menjadi dasar pembuktian oleh JPU di dalam surat dakwaan. Kemudian tanggapan jaksa pada eksepsi prihal dakwaan dan telaah yuridis yang konstruktif, Echo menyampaikan nota keberatan yang dibuat penasihat hukum terdakwa mengenai seputar kejadian sebelum 20 Februari 2018 yang lebih banyak mengulas tentang kehidupan rumah tangga antara terdakwa dengan suaminya, hanya mengambil dari keterangan terdakwa saja tanpa didukung bukti lain sehingga masih harus diuji kebenarannya. Dengan kata lain, tidak ada hubungannya dengan materi pokok pembahasan JPU dalam surat dakwaan. Kesimpulannya, JPU memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak keseluruhan keberatan atau eksepsi penasihat hukum terdakwa. Kemudian menyatakan surat dakwaan yang dibacakan pada 5 Juni lalu telah memenuhi syarat formal dan syarat materiil serta dapat dijadikan sebagai dasar pemeriksaan dan mengadili terdakwa. Usai mendengarkan pembacaan tanggapan JPU, majelis hakim memutuskan menunda sidang. Sidang dilanjutkan 12 Juli mendatang dengan agenda pembacaan putusan, sela majelis hakim. (kmb35)

Marak, Anak di Bawah Umur Berkendara Tanpa Helm

Gianyar (Bali Post) Di Kabupaten Gianyar marak ditemui anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor di jalan raya baik di wilayah kota maupun desa. Ironisnya, banyak di antara mereka yang berkendara tanpa menggunakan helm sebagai pelindung kepala. Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPDA) Bali Made Ariasa mengaku beberapa kali mendapati anak-anak naik sepeda motor dan membuntuti mereka. Ariasa terkadang merekam aksi mereka terutama ketika ngebut. ‘’Saya sempat berupaya mengejar anak seperti ini, namun tidak bisa. Dan terakhir sempat saya foto anak naik motor di Jalan Raya Belega, Kecamatan Blahbatuh,’’ katanya, Kamis (5/7) kemarin. Pria asal Desa Mas Kecamatan Ubud itu menyatakan, masalah anak-anak naik motor tanpa helm merupakan sebuah pelanggaran yang terus dibiarkan. Hal ini jelas sangat memprihatinkan. Memberikan ruang bagi anak di bawah umur menunggangi kendaraan bermotor, justru berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, salah satunya kecelakaan lalu lintas. Terkait kondisi ini, Ariasa mengajak masyarakat baik itu orangtua dan si anak untuk mengubah pola pikir mengenai penggunaan kendaraan bermotor. Anak-anak harus diberikan pengertian bahwa belum saatnya mengendarai sepeda motor di jalan raya. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Gusti Udayani Addi tidak banyak berkomentar mengenai fenomena tersebut. ‘’Terima kasih atas masukannya,’’ ujarnya singkat. (kmb35)

Bali Post/nik

PLENO KPU - Penandatanganan hasil rapat pleno Pilgub Bali dan Pilbup Gianyar yang diselenggarakan KPU Gianyar, Kamis (5/7) kemarin.

PDI-P Siapkan Sanksi untuk Kader Kalah di Kandang

Gianyar (Bali Post) Kemenangan PDI-P dalam pilkada khususnya pilbup sudah dipastikan melalui rapat pleno yang digelar KPU Gianyar, Kamis (5/7) kemarin. Meski demikian, PDI-P juga siap memberikan sanksi bagi kader yang kalah di wilayahnya. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Pemenangan PDI-P Gianyar I Wayan Tagel Winarta. Politisi yang juga Ketua DPRD Gianyar ini mengatakan, sesuai hasil rapat pleno yang digelar KPU Gianyar, paket Made MahayastraAgung Mayun (Aman) menang dengan perolehan suara 193.923, sementara lawannya, Kertha-Maha (Tjokorda Raka Kerthyasa-Pande Istri

Maharani Primadewi), hanya meraih 93.336 suara. ‘’Kemenangan pilbup diraih di enam kecamatan, kecuali di Ubud kita kalah tipis,’’ katanya. Sementara untuk Pilgub Bali, sesuai hasil rapat pleno, pasangan KosterAce meraih kemenangan telak di tujuh kecamatan. Koster-Ace memperoleh 186.076 suara, sedangkan Mantra-Kerta 101.256 suara. ‘’Atas hasil ini tentu kami memberikan penghargaan kepada para kader yang sudah bekerja keras memenangkan paslon dari PDI-P. Terutama bagi caleg, mendapat penghargaan untuk bisa maju pada Pileg 2019,’’ katanya. Sementara bagi wilayah

yang kalah, pihaknya akan langsung melakukan evaluasi terhadap kader di daerah tersebut. Kader bersangkutan juga akan mendapat teguran dari partai, bahkan mendapat sanksi berupa tidak masuk dalam Daftar Caleg Sementara (DCS). ‘’Tentu ada sanksinya, seperti tidak dicalonkan sebagai legislatif. Selain itu, ada teguran juga dari DPP, DPD dan DPC,’’ tegasnya. Tagel mengungkapkan, ada dua hingga empat kader yang tercatat untuk dievaluasi. Para kader tersebut dibahas dalam rapat internal PDI-P terkait pencalegan. ‘’Tentunya ada pengganti untuk mereka, dan kami juga sudah rapat hasil akhir kita tentukan di pencalegan,’’

ungkapnya. Sementara itu, Ketua KPU Gianyar A.A. Gde Putra mengatakan, setelah dilakukan perekapan perolehan suara, pihaknya menggelar rapat pleno. Hasil perhitungan suara yang diumumkan dalam rapat pleno merupakan hasil final pilkada di Kabupaten Gianyar. Menurutnya, suara tidak sah tergolong cukup tinggi yakni mencapai 12.762, sedangkan suara sah 287.259 dari total suara 300.021. ‘’Tentunya terkait rekap yang dilakukan, ada suara sah tidak sah hingga pemilih yang tidak hadir. Itu adalah hak mereka. Sebelumnya kita pun sudah melakukan langkah sosialisasi tentang mekanisme

pencoblosan,’’ jelasnya. Sementara untuk partisipasi masyarakat Gianyar dalam pilkada 27 Juni lalu sekitar 81.8 persen. Menurutnya, angka partisipasi ini sudah tergolong baik. ‘’Tentunya ini tidak begitu rendah dan mereka yang tidak hadir tentu juga ada pertimbangan, baik dari segi ekonomi mungkin mereka kerja, atau dari segi politik menganggap begitubegitu saja,’’ ujarnya. Sementara untuk pendaftaran caleg, sesuai tahapan dimulai 4 sampai 17 Juli. Sampai saat ini belum ada yang mengantarkan DCS ke KPU Gianyar. ‘’Sampai tanggal 17 kita akan tunggu pendaftaran masing-masing partai politik,’’ jelasnya. (kmb35)

akan dibahas lagi Jumat besok (hari ini - red),’’ katanya. Dia pun mengaku khawatir penambahan kuota siswa dalam setiap rombel bisa memicu persoalan pada dapodik. Dengan begitu, salah satu solusi adalah penambahan rombel pada sejumlah sekolah. ‘’Tentunya penambahan ini juga mempertimbangkan kemampuan setiap sekolah,’’ ujarnya. Di sisi lain dia mengungkapkan, masih ada sekolah yang belum memenuhi kuota yakni SMAN 1 Payangan. Sekolah yang terus meraih nilai dapodik terbaik ini hanya memperoleh 180 siswa. Padahal kuotanya 252 siswa. Siswa yang masuk sekolah tersebut diperoleh dari zona I SMAN 1 Payangan yang meliputi Kecamatan Kintamani, Payangan dan Tegallalang.

Soal kemungkinan sekolah ini membuka glombang kedua dengan mengambil siswa dari zona II, Gabra mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali. ‘’Atau apa kita arahkan siswa yang belum diterima ini ke Payangan, nah itu masih akan kita bahas lagi di provinsi,’’ jelasnya. Diakuinya, selama ini SMAN 1 Payangan memperoleh banyak prestasi, salah satunya nilai terbaik dalam data dapodik. Selain itu, hampir setiap tahun siswa dari sekolah ini melanjutkan ke fakultas kedokteran baik di Bali maupun luar Bali. ‘’Tapi mungkin karena posisi sekolahnya saja yang masuk di kawasan utara, padahal prestasinya cukup membanggakan,’’ ungkapnya. (kmb35)

Penambahan Kuota Siswa Dikhawatirkan Picu Banyak Persoalan

Gianyar (Bali Post) -

Usulan Komisi IV DPRD Bali menambah jumlah siswa per ruang kelas, menuai kekhawatiran pihak sekolah. Pasalnya, sebagian besar sekolah masih terbatas dalam hal sarana dan prasarana. Penambahan jumlah siswa juga dikhawatirkan memicu persoalan pada dapodik dan dapat menghambat penyaluran dana BOS. Kepala SMAN 1 Sukawati Gusti Made Puja Armaya, Kamis (5/7) kemarin mengatakan, usulan penambahan siswa untuk setiap rombel harus dikaji kembali dengan memperhitungkan kemampuan, sarana dan prasarana, daya tampung sekolah hingga minat anak. Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan, setiap rombel berisikan 36 siswa. Jika ditambah empat orang siswa untuk setiap rombel, dikhawatirkan justru akan menimbulkan efek domino yang merugikan. ‘’Bila ditambah setiap rombel, bisa menjadi persoalan untuk dapodik. Kalau begini

kacau. Sertifikasi guru juga bermasalah. Ini bisa menghambat penyaluran dana BOS karena tidak terakomodasi oleh pusat,’’ katanya. Kalaupun Dinas Pendidikan Provinsi Bali ingin menambah kuota siswa, dia menyarankan untuk melakukan penambahan rombel. ‘’Kalaupun dipaksa untuk menambah rombel, kita akan usahakan lagi satu. Tapi berikan kami kesempatan menyesuaikan mekanisme, misalnya menerima siswa terdekat dengan lingkungan sekolah,’’ ucapnya. Dijelaskannya, saat ini pihaknya sudah memenuhi

kuota sebanyak 360 siswa. Terdiri dari jalur tidak mampu sebanyak 36 orang, jalur prestasi 20 orang, jalur prestasi PKB 30 orang, jalur alasan khusus empat orang dan jalur NUN 270 orang. Untuk jalur keluarga tidak mampu pihaknya telah melakukan verifikasi secara ketat. Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Gianyar I Wayan Gabra mengungkapkan, saat ini persoalan penambahan siswa dalam setiap rombel masih dibahas. ‘’Seperti apa kesepakatannya menanggapi usulan tersebut, ini sedang kami bahas dan

Tak Ada Trotoar

Petugas Pasang Pagar di Kawasan Catus Pata Ubud Bali Post/ist

ANAK - Anak-anak yang mengendarai sepeda motor tanpa helm.

Gianyar Kantor Bupati

- 943056

Koramil Blahbatuh

- 941167

DPRD

- 943144

Koramil Tegallalang

- 974792

BPBD

- 7844717/7844718

Koramil Tampaksiring

- 901601

PMK

- 943113

Koramil Sukawati

- 297564

Kantor Satpol PP

- 944436

Koramil Ubud

- 975314

RSUD Sanjiwani

- 943020

Koramil Payangan

- 974793

PDAM

- 944225/943233

KPA Gianyar

- 942184

PMI Gianyar

- 8958414

KONI Gianyar

- 947261

BNN Kabupaten

Siaga Lantas/TMC Gianyar

- 945820

Polsek Gianyar

- 944510

Polsek Blahbatuh

- 941165

Polsek Tampsiring

- 901110

Gianyar

- 946122

Polsek Tegallalang

- 901575

PLN

- 947166

Polsek Sukawati

- 298723

Kodim 1616 Gyr

- 943069

Polsek Ubud

- 975316

Koramil Gianyar

- 942289

Polsek Payangan

-974794

Gianyar (Bali Post) Menjelang penyelenggaraan event International Monetary Fund (IMF), Pemkab Gianyar terus berupaya memaksimalkan penataan kawasan pariwisata Ubud. Selain menertibkan parkir liar, petugas terkait kini memasang pagar untuk mempertegas hak pejalan kaki. Pemasangan pagar dilakukan di seputar catus pata Ubud yakni pada ruas jalan yang tak dilengkapi trotoar. Pantauan di lapangan, ruas jalan di sekitar catus pata Ubud sebagiannya sudah tidak memiliki trotoar. Kondisi tersebut akibat banyak trotoar diserobot bangunan artshop. Alhasil wisatawan kerap kesulitan melintas. Apalagi sebelum ada penertiban oleh Dishub Gianyar, ruas-ruas jalan tersebut sangat amburadul dengan adanya parkir liar. Sekretaris Dinas Perhubungan Gianyar Made Rai Ridartha, Kamis (5/7) kemarin menjelaskan, trotoar memiliki fungsi sebagai pembatas antara jalan untuk

kendaraan dan untuk pejalan kaki. Namun celakanya, banyak trotoar beralih fungsi, termasuk menjadi tempat parkir sehingga mengambil hak pejalan kaki. Menurutnya, penambahan pagar pada ruas jalan catus pata Ubud ke timur itu adalah untuk mempertegas hak pejalan kaki. Jangan sampai trotoar digunakan sebagai tempat parkir kendaraan khususnya roda empat. ‘’Sekarang wisatawan bisa berjalan kaki dengan lebih leluasa, tanpa terganggu oleh parkir liar,’’ katanya. Soal apakah akan ada penanganan yang sama di ruas jalan lainnya, Rai Ridartha mengungkapkan, saat ini di beberapa titik trotoar sedang tahap perbaikan, sementara yang lainnya kondisinya masih baik, sehingga dipandang tidak membutuhkan pagar pembatas. ‘’Namun kita tetap mengimbau kepada pemilik kendaraan untuk menyadari aturan larangan parkir liar,’’ tegasnya. Di sisi lain, pihaknya juga

tengah gencar mengimbau pejalan kaki agar tidak menyeberang sembarangan di catus pata Ubud. Secara

tidak langsung hal ini menjadi pemicu kemacatan di pusat kampung turis itu. ‘’Sekarang kita arahkan

wisatawan yang dari puri menuju ke pasar menyebrang di sebelah timur catus pata Ubud,’’ ujarnya. (kmb35)

PETUGAS - Petugas Dishub Gianyar berjaga di kawasan Ubud.

Bali Post/nik


JEMBRANA

10

Jumat Paing, 6 Juli 2018

Bali Post/olo

BEASISWA - Para mahasiswa berprestasi asal Jembrana yang menerima beasiswa beberapa waktu lalu di Gedung Kesenian Bung Karno.

Pengumuman Lambat, Mahasiswa Pemohon Beasiswa Cemas

Negara (Bali Post) – Sejumlah mahasiswa berprestasi asal Jembrana yang mengajukan permohonan beasiswa kini dirundung kecemasan. Beasiswa yang dikucurkan tiap semester bagi mahasiswa S-1 dan D-3 ini sedikit lambat dibanding sebelumnya. Pengajuan dengan syarat Indeks Prestasi Komulatif (IPK) semester genap tahun 2017 lalu, hingga kini sudah memasuki semester genap 2018. Bahkan, hal itu belum ada kepastian. Padahal sudah diajukan pada batas akhir Maret lalu. Salah seorang mahasiswa berprestasi, Kamis (5/7) kemarin, mengaku sudah mengajukan persyaratan administrasi. Syarat itu juga sudah diverifikasi. Tetapi kepastian dapat atau tidaknya dari proses verifikasi itu belum ada kejelasan. Para mahasiswa asal Jembrana yang memenuhi persyaratan itu mengaku sangat berharap menerima beasiswa tersebut. Apalagi di antaranya saat ini sedang praktik dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sejumlah syarat yang harus dipenuhi, yakni berstatus mahasiswa regular aktif dengan IPK minimal 3,30, kecuali mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik dengan IPK minimal 3,00 pada perguruan tinggi negeri. Sedangkan untuk mahasiswa di perguruan tinggi swasta harus terakreditasi A serta belum menikah. Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana I Putu Eka Suarnama saat dikonfirmasi membenarkan proses pengumuman dan pencairan beasiswa tahap pertama tahun ini agak lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Semestinya Juni sudah cair, tetapi sebelumnya ada proses seleksi manual. Pasalnya, pendaftar program beasiswa berprestasi ini banyak sehingga prosesnya cukup lama. Lantaran anggaran dan kuota yang diterima terbatas, yakni 800 orang. Harus dilakukan seleksi untuk pemenuhan kuota itu. Tetapi pihaknya memastikan pengumuman penerima beasiswa pada Juli ini sudah dilakukan. “Kita upayakan di pertengahan Juli bisa diumumkan,” kata Eka Suarnama. Sedangkan untuk pencairan, seperti tahun sebelumnya dilakukan melalui non tunai ke rekening masing-masing penerima. Tetapi sebelum menerima itu, mereka akan menandatangani dokumen penerimaan. (kmb26)

Rekapitulasi Penghitungan Suara Dijaga Ketat Ratusan Polisi

Bali Post/olo

Negara (Bali Post) -

Ratusan polisi dikerahkan untuk pengamanan rapat pleno rekapitulasi kabupaten Pilgub Bali 2018 di Hotel Jimbarwana, Kamis (5/7) kemarin. Selain rekapitulasi tingkat kabupaten, rapat yang turut dihadiri Panwaslu Jembrana, Kapolres Jembrana, Dandim 1617/Jembrana dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, tim pemenangan dari kedua pasangan calon (paslon) dan Kantor Kesbangpol Jembrana ini juga penetapan penghitungan suara. Sedikitnya 250 personel diterjunkan untuk pengamanan selama rekapitulasi. Selain di Hotel Jimbarwana, pengamanan juga dilakukan di sekitar kantor KPU Jembrana dan Panwaslu Jembrana. Khusus untuk di lokasi rapat, pengamanan

dilakukan secara berlapis. Mulai dari pintu masuk hotel, setiap orang dan kendaraan yang masuk diperiksa. Selain itu di pintu masuk gedung hotel, polisi juga memeriksa barang yang dibawa, terutama tas menggunakan metal detector.

Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko mengatakan, pengamanan terbagi di tiga titik, sesuai protap pengamanan berlapis. Selain di halaman dan sekitar hotel, juga dalam ruang rapat pleno. “Ini untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Kami juga pastikan semua yang masuk tidak membawa senjata tajam atau senjata api,” terangnya. Diharapkan dengan pengamanan ketat itu, rapat pleno berjalan aman dan lancar. Sebelumnya polisi juga mengawal kotak suara yang akan dilakukan penghitungan dari Kantor KPU hingga di lokasi rapat pleno ter-

buka. Nantinya pengamanan juga akan dilakukan hingga tingkat provinsi. Sementara itu dari hasil rekapitulasi, perolehan suara paslon nomor urut 1, KosterAce, secara keseluruhan di Jembrana sebanyak 81.783 suara. Sedangkan paslon nomor urut 2, Mantra-Kerta, sebanyak 72.801 suara. Dari lima kecamatan, MantraKerta hanya menang di Kecamatan Negara. Sisanya dikuasai paslon Koster-Ace. Namun, dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT), yakni 225.651, angka partisipasi pemilih masih rendah. Sekitar 30 persen lebih dari jumlah DPT.

Ketua KPU Jembrana I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya mengatakan, dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa perolehan suara paslon nomor 1 lebih unggul dari paslon nomor urut 2. Sedangkan terkait partisipasi pemilih yang masih rendah pihaknya menapih hal itu atau kurang setuju. Sebab angka partisipasi pemilih 68 persen, meningkat dibanding dengan pemilihan kepala daerah 2015 lalu yang hanya 62 persen. Memang diakui partisipasi pemilih itu belum mencapai target nasional 77,5 persen. (kmb26)

Kelanjutan Pembangunan Kampus Politeknik

Tunggu Kepastian dan Kesanggupan Rekanan yang Baru Bali Post/olo

DAFTAR – Sejumlah siswa mendaftar di salah satu SMA di Jembrana.

SMA Negeri Berpeluang Tambah Kelas Negara (Bali Post) Persoalan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dengan sistem zonasi di Jembrana rupanya masih terus berlanjut. Sejumlah siswa yang tinggal di sekitar sekolah itu sendiri akan berpeluang diterima. Pasalnya ada kelonggaran pihak sekolah untuk menambah kelas asalkan seluruh fasilitas dan tenaga pengajar memungkinkan. Salah satunya di SMAN 1 Negara. Kepala SMAN 1 Negara I Putu Prapta Arya saat dikonfirmasi, Kamis (5/7) kemarin, mengatakan setelah menggelar rapat dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali, memang ada kebijakan untuk penambahan kelas di SMA. Akan tetapi, dibatasi dengan syarat tertentu. Baik dari sisi sekolah, maupun syarat siswa yang akan diterima. Pertama, untuk siswa yang merupakan warga penyanding sekolah. Kedua, siswa pendaftar yang masuk siswa tidak mampu yang tercecer. Dan terakhir, khusus untuk siswa pendaftar yang memiliki piagam Pesta Kesenian Bali (PKB) yang juga tercecer. “Tetapi untuk penambahan kelas ini, sekolah harus memang benar-benar cukup fasilitas dan tenaga pengajar,” kata Prapta Arya. Fasilitas itu meliputi ruang belajar, mebeler dan lain-lain untuk menunjang sekolah. Pihaknya juga belum mengetahui pasti sekolah mana saja di Kabupaten Jembrana yang akan menerapkan itu. Rencananya, Jumat (6/7) hari ini dilakukan rapat seluruh kepala sekolah SMA guna membahas hal tersebut. Tetapi penambahan kelas itu juga ada batasan. Yakni, maksimal 12 rombongan belajar dengan satu kelas jumlah siswa 36 orang.

“Kalau di SMAN 1 Negara, baru ada 10 rombel, kemungkinan bisa ada penambahan kelas. Termasuk menampung siswa yang berada di sekitar sekolah. Tapi untuk kepastian besok (hari ini-red), setelah rapat,” terangnya. Diberitakan sebelumnya, terkait sistem zonasi PPDB di SMAN 1 Negara sempat menuai protes warga. Pasalnya, sistem yang digunakan sekarang ini justru menyingkirkan pendaftar yang merupakan penyanding sekolah. Sejumlah warga penyanding, Senin (2/7) lalu mendatangi sekolah negeri tertua di Jembrana itu untuk melakukan protes terkait hal tersebut. Mereka mengaku heran lantaran warga penyanding tidak diterima masuk di sekolah tersebut. (kmb26)

Negara (Bali Post) Sempat terhenti kurang lebih tiga bulan, pembangunan proyek kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan di Pengambengan kembali akan dilakukan dalam waktu dekat. Setelah rekanan pertama yakni PT Sartonia Agung diputus kontrak, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencari rekanan kedua. Nah untuk kelanjutan pembangunan kampus ini pun menunggu kepastian dan kesanggupan pihak rekanan yang baru. Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa mengatakan, berdasarkan rapat dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sudah dilakukan penghitungan

hasil pengerjaan rekanan pertama yang putus kontrak. Sesuai hasil audit dan penghitungan pengerjaan proyek baru 52,32 persen, sehingga masih ada sisa 47,68 persen yang harus dilanjutkan. Sementara waktu pengerjaan ditentukan hingga 31 Desember 2018. Selanjutnya, kekurangan hasil pengerjaan akan dikerjakan rekanan yang baru dalam hal ini pemenang kedua lelang. Akan tetapi, menurutnya, rekanan yang sudah ditunjuk untuk melanjutkan proyek tersebut masih mengkalkulasi, baik pagu anggaran maupun waktu tersisa. Bila memang rekanan itu bersedia selanjutnya pembangunan kembali dilanjutkan pada bulan ini.

“Kalau terkait kesanggupan kontraktor (rekanan), akan diputuskan Jumat (hari ini-red),” tambahnya. Proyek pembangunan kampus Politeknik di Pengambengan ini bersumber dari APBN dengan nilai pagu Rp 54 miliar. Dalam lelang, ada 89 peserta lelang dan PT Sartonia Agung memenangkan dengan harga terkoreksi Rp 44,3 miliar. Namun dalam pelaksanannya yang sudah dimulai pada akhir tahun 2017 lalu terjadi keterlambatan. Tenggang waktu pelaksanaan 94 (hari kalender) tak terpenuhi. Namun rekanan tersebut masih diberikan waktu perpanjangan sampai 31 Maret 2018 (tiga bulan). Tetapi juga pengerjaannya belum rampung. Bahkan sempat

terjadi kekisruhan lantaran upah para pekerja yang sebagian besar didatangkan dari Jawa Tengah terlam-

bat dibayar. Ratusan pekerja itu sempat mogok dan akhirnya pihak rekanan diputus kontrak. (kmb26)

Bali Post/olo

KAMPUS – Proyek kampus Politeknik di Pengambengan yang saat ini masih belum jelas kelanjutan pembangunannya.


Jumat Paing, 6 Juli 2018

KARANGASEM

11

Radius Bahaya Hanya 4 Km

Menteri ESDM Minta Pengungsi Kembali ke Rumah Amlapura (Bali Post) Kondisi Gunung Agung masih akan mengalami erupsi. Namun, karena magma di dalam gunung sudah dalam kondisi cair, erupsi berupa lontaran lava pijar diperkirakan tidak akan melebihi radius 4 kilometer yang wilayahnya tidak terdapat permukiman. Dengan kondisi tersebut, diharapkan pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing. Demikian disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan saat mengunjungi Pos Pemantauan Gunung Agung, di Desa Rendang, Karangasem, Kamis (5/7) kemarin. Dalam kunjungan itu, Jonan didampingi Bupati Karangasem Gusti Ayu Mas Sumatri, Kapolres Karangasem, Dandim Karangsem dan instansi lainnya. Jonan mengatakan, pihaknya memperkirakan erupsi-erupsi masih terus berpotensi terjadi ke depannya. Hanya, pihaknya tidak bisa memastikan sampai kapan erupsi akan berlangung. Kata dia, berdasarkan data dari satelit, jika magma di dalam kawah sudah mencair. Biasanya kalau magma sudah cair tidak akan bahaya. Sebaliknya, kalau magma kental dan tekanan besar dari bawah itu yang akan sangat berbahaya. “Kita tetap memutuskan radius bahaya masih 4 km. Karena dari analisis deformasi sangat kecil. Sehingga jika nantinya kembali terjadi erupsi, tidak akan memicu letusan yang sangat besar yang radius bahayanya melebihi 4 km. Meskipun sebelumnya ada erupsi yang sampai melontarkan lava pijar, namun jaraknya terbatas dan tidak menimbulkan lava panas mengalir ke mana-mana,” paparnya. Mengingat radius bahaya 4 km, pihaknya mengimbau kepada semua pengungsi yang saat ini mengungsi supaya bisa balik ke rumah mereka masing-masing. “Jadi, kita imbau warga yang mengungsi yang jumlahnya mencapai 4 ribu lebih supaya kembali ke rumah masing-masing. Memang terdegar suara gemuruh, sebenarnya tidak terjadi apa-apa,” jelasnya. Dia menambahkan, guna memberikan pemahaman kepada seluruh pengungsi dan warga lainnya, pihaknya bakal memberikan sosialisasi untuk menjelaskan secara detail terkait situasi terkini Gunung Agung dengan melibatkan petugas PVMBG bekerja sama dengan TNI, polisi dan pemerintah kabupaten. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami seperti apa dampak bahaya Gunung Agung saat ini. “Kita akan segera sosialisasikan ke masyarakat,” katanya. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa menjelaskan, jika warga yang mengungsi ini jaraknya berada di luar radius 4 km. “Kalau radius 4 km kosong tidak ada penduduk. Jadi, sesuai perintah Pak Menteri ESDM, warga harus kembali ke rumah mereka masing-masing,” jelasnya. Sementara itu, Sekda Karangasem Gede Adnyana Muliadi menyatakan, meskipun nantinya warga yang mengungsi di luar radius 4 km masih tetap memilih mengungsi akibat rasa khawatir mereka dengan kondisi Gunung Agung saat ini, pihaknya bakal tetap menyalurkan bantuan logistik ke mereka. “Karena masalah kemanusiaan, maka kita tetap akan berikan bantuan logistik,” tegasnya. (kmb41)

ERUPSI - Gunung Agung kembali erupsi.

Bali Post/kmb41

Jalur Pipa Magma Terbuka Lebar

Erupsi Gunung Agung Tanpa Gempa Vulkanik

Amlapura (Bali Post) Sejak beberapa hari lalu, Gunung Agung terus mengalami erupsi efusif maupun eksplosif yang disertai dengan lontaran lava pijar. Kondisi itu mengindikasikan bahwa saat ini gunung tertinggi di Bali itu dalam sistem terbuka. Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana menegaskan sampai detik ini aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi. Buktinya, pada Kamis (5/7) pukul 00.47 Wita, kembali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai keting-

gian 1.000 meter mengarah ke arah barat. “Letusan Gunung Agung bisa efusif disertai abu maupun eksplosif yang disertai dengan lontaran lava pijar,” ucapnya. Devy menjelaskan, berdasarkan pemantauan terakhir, jika saat ini Gunung Agung dalam sistem terbuka.

Artinya, magma yang ada di dalam kawah dengan mudah dapat naik ke permukaan. Karena pipa magma menuju ke permukaan sudah terbuka lebar. Sebab, saat ini tidak ada lagi penghalang bagi magma untuk melaju ke permukaan. Pasalnya, sekarang ini untuk terjadinya erupsi

tidak perlu lagi ada dorongan kuat dari bawah untuk penghancuran penutup agar magma bisa keluar menuju permukaan. “Sekarang magma yang ingin naik ke permukaan bisa dengan mudah disertai erupsi efusif maupun eksplosif disertai lava pijar. Jadi, sekarang untuk terjadinya erupsi tidak perlu lagi menunggu adanya gempa-gempa vulkanik seperti september 2017 lalu. Bahkan ketika akan erupsi

akan diawali tanda-tanda yang singkat dan bisa juga tanpa ada tanda apa-apa. Erupsi ini bisa terjadi kapan saja,” tegas Devy. Dari pemantauan lewat citra satelit, kata Devy, sampai saat ini di dasar kawah juga masih terdapat material panas. Atas kondisi itu, aktivitas efusif masih terus berlangsung. Namun, intensitasnya sedikit lebih kecil dari fase erupsi strombolian pada 2 Juli. (kmb41)

Pengungsi di UPTD Pertanian Rendang

Bangun Hunian Sementara Secara Swadaya Bali Post/kmb41

KUNJUNGI POS PANTAU - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan kembali melakukan kunjungan ke pos Pemantauan Gunung Agung, di Desa Rendang, Karangasem.

Soal ’’Regrouping’’ SDN 5 Bugbug

Disdikpora Segera Lapor Bupati Amlapura (Bali Post) Disdikpora Karangasem merespons usulan Desa Bugbug, untuk me-regrouping SDN 5 Bugbug. Kepala Disdiskpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika, Rabu (4/7) lalu, mengaku sudah mengkaji usulan tersebut, untuk selanjutnya disampaikan kepada Bupati Karangasem. Pihaknya meminta Desa Bugbug juga berinisiatif menyiapkan opsi sisa siswa yang masih bersekolah di sana, agar bisa diakomodasi di sekolah dasar lainnya di Desa Bugbug. Pihaknya menegaskan, yang menjadi fokus Disdikpora Karangasem adalah nasib anak-anak yang masih bersekolah di sana. Sebab, masih ada siswa di sana, meski jumlahnya tidak banyak. Jika nanti proses regrouping ini sudah disetujui, pihaknya meminta kepada desa setempat, baik desa dinas maupun desa adat, harus ikut membantu mencarikan jalan keluar bagi siswa yang masih tersisa. Termasuk berkomunikasi dengan orang tua siswa. “Kalau sekolahnya jadi di-regrouping, siswanya akan dibawa ke mana. Ini harus direncanakan dengan baik. Nah, kesiapan desa sendiri seperti apa, itu yang ingin kami lihat dulu,” kata Kartika. Oleh karena itu, menurutnya, Disdikpora perlu duduk bersama dulu dengan pihak Desa Bugbug. Ini harus direncanakan dengan baik, termasuk sosialisasi kepada masyarakat setempat, khususnya yang anak-anaknya masih bersekolah di sana. Disinggung bahwa kajian demikian sejak awal sudah disiapkan oleh pihak desa, bersamaan dengan usulan sebelumnya, pihaknya mengaku sudah membacanya. Akan tetapi, menurutnya, ada beberapa hal yang harus dibicarakan langsung, agar rencana ini berjalan baik. “Dalam waktu dekat, pasti ada solusi. Sebelumnya, saya harus laporkan dulu dengan ibu bupati. Apalagi, ini masalah anak-anak, ibu bupati punya perhatian khusus soal itu,” tegasnya. Sebelumnya, setelah lama usulan ini tak ditanggapi, jajaran prajuru Desa Adat Bugbug bersama pihak desa dinas, mengadu ke DPRD Karangasem, Selasa (3/7) lalu. Saat itu, mereka diterima Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Nyoman Musna Antara. Di sana Klian Desa Adat Bugbug, Jro Wayan Mas Suyasa, meminta dewan agar mendesak eksekutif segera memproses usulan Desa Bugbug untuk me-regrouping SDN 5 Bugbug. Musna mengaku sepakat dengan aspirasi jajaran prajuru Desa Bugbug. Sebab, usulan ini berangkat dari bawah dan sudah terjadi kesepahaman antara desa adat dengan desa dinas. “Kami mendorong Disdikpora untuk segera memenuhi aspirasi masyarakat,” kata politisi Partai Golkar asal Kubu ini. Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, mengajukan permohonan untuk me-regrouping SDN 5 Bugbug, sebagaimana isi surat permohonan dengan nomor 640/268/Pem/2017 tertanggal 18 Juli 2017 lalu kepada Bupati Karangasem. Permohonan untuk meregrouping SDN 5 Bugbug, juga didukung penuh seluruh elemen tokoh di Desa Bugbug, baik dari desa dinas maupun desa adat. Selain Perbekel Desa Bugbug, ada Klian Desa Adat Bugbug Jero Wayan Mas Suyasa, Bendesa Desa Adat Bugbug Jero Nyoman Jelantik, Ketua Nayaka I Gede Putra Arnawa, Sekretaris Desa Adat Bugbug Nyoman Rauh, Ketua BPK Desa Adat Bugbug I Nyoman Mudra dan seluruh tokoh desa dinas dan desa adat lainnya. Baik dari pimpinan baga-baga di desa adat, perangkat desa, Ketua BPD dan Ketua LPM Desa Bugbug dan tokoh masyarakat lainnya. Total ada 51 tokoh yang mendukung kebulatan keputusan me-regrouping SDN 5 Bugbug ini dengan membubuhkan tanda tangan yang disertakan langsung di dalam usulan, lengkap dengan kajiannya. Di lokasi sekolah yang di-regrouping rencananya dimanfaatkan untuk pembangunan gedung baru Perbekel Bugbug lengkap dengan kantor perangkat desanya. Terlebih, sesuai dengan tuntutan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, bahwa semua perangkat desa harus memberikan pelayanan yang terintegrasi satu kantor dengan staf perbekel. (kmb31)

Amlapura (Bali Post) Sejumlah warga Dusun Kesimpar, Desa Besakih yang pengungsi di UPTD Pertanian, Desa Rendang, Karangasem, Kamis (5/7) kemarin, mulai membangun hunian sementara (huntara). Pembangunan huntara berbahan bambu tersebut dilakukan secara swadaya sesama warga pengungsi. Pembuatan hunian sementara dilakukan karena tempat mengungsi berupa wantilan terbuka membuat pengungsi kedinginan dan mengalami sakit. Pengungsi asal Dusun Kesimpar, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kadek Dana, mengatakan pembangunan posko secara mandiri lantaran aktivitas Gunung Agung tak menentu. Mengingat, belakangan ini Gunung Agung sering kali erupsi, kondisi itu membuat warga

Kesimpar waswas berada di kampung yang jaraknya hanya sekitar 4 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung. “Memang sih sudah disediakan wantilan yang cukup luas. Namun, ketika tidur tidak nyaman karena ruangan terbuka, sehingga tiupan angin yang kencang ditambah lantai berbahan keramik membuat situasi semakin dingin. Untuk membangun posko merupakan inisiatif sendiri bersama pengunsi lainnya yang sama-sama dari Kesimpar secara bergotong royong. “Dengan dibangunnya posko ini nantinya tidak lagi kedingingan,” Ucapnya. Kepala Dinas Pertanian Karangasem I Wayan Supandi menambahkan, pembuatan posko itu merupakan kesepakatan antarpengungsi

dari Dusun Kesimpar. Mereka bergotong royong membuat posko setempat. Hanya, lahan tempat mendirikan posko terbatas tidak seluas saat erupsi 2017 lalu. Sebab, lahan di UPTD Pertanian, kini ditanami cabai dan bunga gumitir yang merupakan program Dinas Pertanian Karangasem. “Karena dulu pengungsi sudah pulang, posko dibongkar. Petugas UPTD mulai tanam cabai dan gumitir,” jelasnya. Dia menegaskan, pemerintah tidak melarang pengungsi membangun posko di sana. Hanya, pinta dia, posko dibangun tanpa merusak tanaman yang ditanam. “Tapi kalau nanti Gunung Agung semakin tak menentu, tentu kami lebih mementingkan kemanusiaan untuk dibangun posko ketimbang tanaman,” tandas Supandi. (kmb41)

Bali Post/kmb41

BANGUN HUNTARA - Warga pengungsi asal Dusun Kesimpar yang mengungsi di Kantor UPTD Pertanian Rendang saat membangun hunian sementara (huntara) secara swadaya.

Permudah Akses ke Pura Penataran Agung

Dibangun Jembatan di Atas Tukad Mbah Api

Amlapura (Bali Post) Akses jalan menuju Pura Penataran Agung linggih Ida Batara Gunung Agung, di Banjar Dinas Nangka, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, sedang diperbaiki pemerintah daerah. Untuk memperlancar akses jalan itu, dibangun satu jembatan di atas Tukad Mbah Api. Di sana dibangun jembatan sepanjang 20 meter. Pantauan Kamis (5/7) kemarin, progres pengerjaannya sudah mencapai 20 persen. Kepala Dinas PUPR Karangasem I Ketut Sedana Merta mengatakan, progres ini tergolong cepat dari biasanya. Proyek senilai Rp 2,5 miliar ini sudah dikerjakan sejak 26 Juni lalu. Rencana pengerjaan akan dilakukan selama 165 hari. Alat berat ekskavator nampak melakukan penggalian untuk tempat tiang jembatan di atas Tukad Mbah Api ini. Akses jalan di sebelah barat Tukad Mbah Api itu juga sudah dibuka. Sehingga sudah semakin lebar dan aman dilalui kendaraan. Proyek yang didanai dari APBD Kabupaten Karangasem ini, dikerjakan oleh kontraktor pelaksana, PT Bale Dana dengan konsultan pengawas CV Sukarma dan Rekan. Ketua Panitia pembangunan Pura Penataran Agung Nangka, I Gusti Made Tusan, menambahkan, pembangunan jembatan ini tentu akan mempermudah akses masyarakat ke wilayah

Bali Post/kmb31

BERAKTIVITAS - Alat berat saat beraktivitas di Tukad Mbah Api, Nangka, Bhuana Giri, Bebandem. Nangka, khususnya menuju Pura Penataran Agung Nangka. Sebab, setelah pura ini selesai dibangun, diperkirakan ribuan pamedek akan tangkil ke pura tersebut. Dengan adanya jembatan akses jalan menjadi lebih luas sehingga mempermudah akses keluar masuk pamedek. Akses jalan ini menjawab kebutuhan warga setempat. Sebab, jika tak dibuatkan jembatan, akses jalan ini sangat rawan dilalui kendaraan, khususnya saat terjadi hujan lebat. Pengerjaan proyek Pura Penataran Agung Nangka saat ini sudah dalam tahap finishing. Pengerjaan pura ini tak terpengaruh dengan adanya aktivitas Gunung Agung. Para pekerja dari berbagai wilayah, tetap bekerja seperti biasa, meski mengakui kerap mendengar suara gemuruh dan dentuman keras. Para pekerja setempat

mengatakan ada beberapa kelompok pekerja yang sempat berhenti sehari, pascaletusan 2 Juli malam. Tetapi, setelah itu mereka tetap bekerja seperti biasa. “Kami sedang mengerjakan linggih beliau, semoga selalu dalam perlindungan Ida Batara Gunung Agung,” kata salah satu pekerja, Ketut Latra. Dengan keseriusan umat membangun linggih Ida Batara Gunung Agung ini, dia berharap masyarakat Karangasem dan Bali pada umumnya dijauhkan dari bencana alam erupsi Gunung Agung. Gusti Made Tusan mengaku ingin sekali menuntaskan pembangunan pura yang sempat dirintis oleh Gubernur Bali Dewa Made Beratha ini. Sebagai pura kahyangan jagat, nantinya umat Hindu bisa ngaturang sembah bhakti kepada Ida Batara Gunung Agung di Pura Penataran Agung

Nangka. Penyarikan Desa Adat Nangka I Made Ngurah Alit sebelumnya mengatakan Pura Penataran Agung Nangka sebenarnya sudah ada di desa itu sejak tahun 1700. Ini dibuktikan dengan adanya tiga bangunan padmasana saat itu. Dia menceritakan, sekitar tahun 1970, masyarakat sekitar sempat kebingungan terhadap keberadaan pura itu

yang kondisinya nyaris hancur karena dampak erupsi Gunung Agung tahun 1963 silam. Sekitar tahun 2004, datanglah Gubernur Bali saat itu, Dewa Made Beratha yang berbekal petunjuk niskala menuju areal tersebut. Saat itu, petunjuk niskala menuntun sang gubernur, untuk memperbaiki kondisi pura dan melakukan pemugaran secara menyeluruh. (kmb31)


KLUNGKUNG

12

Jumat Paing, 6 Juli 2018

Menakar Pileg 2019

Kemenangan Suwasta ’’Dijual’’, Partai Rival Tak Lesu Darah

Semarapura (Bali Post) Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 sudah berakhir. Partai politik pun bergerak untuk meramaikan pemilihan legislatif yang berlangsung pada 2019 mendatang, termasuk di Kabupaten Klungkung. Proses pendaftaran bakal calon sudah mulai berlangsung. Hajatan politik lima tahunan ini rupanya tak bisa dilepaskan dari hasil pilkada. Nama I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta) yang menang berdasarkan penghitungan sementara KPU ‘’dijual’’ untuk mendulang suara hingga bisa merebut kursi lebih banyak. Ketua DPD Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Klungkung I Ketut Sukma Sucita, Kamis (5/7) kemarin, mengatakan sederet nama sudah diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat untuk maju dalam pemilu. Jumlahnya melebihi kuota di DPRD yang mencapai 30 kursi. Mereka tak hanya berasal dari kader partai, namun juga kalangan profesional. ‘’Nama-nama sudah diusulkan. Itu akan diseleksi lagi untuk mendapatkan penomoran,’’ ungkapnya. Politikus asal Desa Kamasan, Klungkung ini menargetkan partainya bisa merebut empat kursi. Lebih tinggi dari saat ini yang hanya 1 kursi, yakni dirinya. Tak dimungkiri, untuk mencapai itu perlu usaha maksimal, terutama kepulauan Nusa Penida yang menjadi basis suara Partai Gerindra. ‘’Nusa Penida memang terasa berat. Tetapi kami optimis bisa mendapatan kursi lebih banyak,’’ katanya. Pada pilkada, partai ini mengusung paket Suwasta. Sesuai penghitungan sementara, suaranya lebih unggul dari lawannya, Tjokorda Bagus Oka-I Ketut Mandia (Bagia). Hal tersebut diyakini akan memberikan fibrasi positif terhadap perolehan suara pada pileg nanti. ‘’Justru hasil pemilihan pilkada merupakan barometer dan pemetaan kita terhadap suara yang diperoleh. Di kotak-kotak suara NasDem yang bergerak di pilkada, kita bisa buktikan suaranya memang sesuai target,’’ sebutnya. Ketua Komisi II DPRD Klungkung I Komang Suantara yang merupakan politikus Partai Gerindra juga sangat yakin kemenangan Suwasta akan mampu mendongkrak suara di dalam pileg nanti. Hal tersebut tak terlepas dari adanya kesamaan visi dan misi. ‘’Tentu capaian pilkada akan berdampak ke pileg. Kami optimis,’’ tegasnya. Hal senada juga diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat Klungkung I Gede Artison Andarawata yang kini duduk di Komisi II DPRD Klungkung. ‘’Gerakan Suwasta ini sama dengan gerakan Demokrat. Caleg itu lebih mudahlah kalau kampanye sudah sesuai dengan pemerintah,’’ sebutnya seraya menyatakan target peraihan kursi sebanyak-banyaknya. Sementara itu, untuk PDI-P, meski paslon yang diusung dalam pilkada kalah suara dengan Suwasta, meyakini akan mampu meraih dukungan maksimal dari masyarakat. Bahkan, delapan kursi yang menjadi targetnya optimis bisa tercapai, termasuk merebut posisi ketua dewan. ‘’Siapa pun bupatinya, tidak akan berpengaruh terhadap pencalegan PDI-P. Tidak akan terpengaruh,’’ tegas Sekretaris DPC PDI-P Klungkung Sang Nyoman Putrayasa. Anggota Komisi III DPRD Klungkung ini menyatakan sampai saat ini masih ada pemilih yang sifatnya tradisional, dalam artian melihat partai. Itu diyakini akan memberikan dukungan. ‘’PDI Perjuangan di samping memiliki pemilih tradisional, juga pemilih militan. Tentu itu tidak bergeser,’’ katanya. Tak dimungkiri, belakangan juga ada tren pemilih yang melihat figur. Partai berlambang banteng moncong putih ini juga membaca peluang itu untuk mendulang suara. ‘’Tentu kami juga mempersiapkan itu (figure - red),’’ ucapnya. Partai Hanura pada pilkada kemarin juga satu haluan dengan PDI-P. Sekretaris DPC Partai Hanura Klungkung I Nyoman Suastika meyakini kemenangan Suwasta tidak akan memengaruhi perolehan suara nantinya. ‘’Pileg tidak seperti pilkada. Tidak melihat partai. Tetapi lebih ke figur. Bakal calon Hanura banyak yang figur. Termasuk fraksi di dewan sekarang. Itu semuanya akan maju,’’ tandasnya. (kmb45)

Hari Kedua

Pendaftaran Bakal Caleg Masih Nihil Semarapura (Bali Post) Pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) Kabupaten Klungkung masih nihil hingga hari kedua. “Pendaftaran dibuka dari 4 sampai 17 Juli. Sampai hari ini (kemarin-red) belum ada. Masih nihil,” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung I Made Kariada, Kamis (5/7) kemarin. Hal tersebut, menurut pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini, karena bakal calon masih melengkapi persyaratan, seperti keterangan sehat, surat keterangan catatan kepolisian hingga keterangan dari pengadilan yang menyatakan tidak pernah menjadi terpidana. “Mereka masih melengkapi persyaratan,” katanya. Disampaikan lebih lanjut, sejumlah bacaleg juga sempat mendatangi KPU. Hanya itu sebatas konsultasi mekanisme pendaftaran dan hal-hal yang harus dilengkapi. “Baru sebatas nanya-nanya saja. Parpol sudah paham apa saja yang harus dilengkapi. Kami juga sudah menyampaikan, termasuk aturan-aturan baru,” sebutnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah partai politik telah menggalang bakal calon. Jumlahnya melebihi kuota kursi yang mencapai 30. Mereka tak hanya berasal dari kader, namun juga kalangan profesional. Nama-namanya sudah disetorkan ke Dewan Pimpinan Pusat untuk mendapatkan rekomendasi. (kmb45)

Bali Post/sos

NUSA PENIDA - Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Menyandang sejumlah status, pemerintah pusat diharapkan bisa lebih maksimal memberikan perhatian, terutama bidang infrastruktur.

Sandang Sejumlah Status

Pusat Diminta Lebih Serius Perhatikan Nusa Penida

“Harapan saya pemerintah pusat benar-benar bertanggung jawab, agar pembangunan Nusa Penida tidak lagi ditanggung dengan APBD,” ungkapnya, Kamis (5/7) kemarin. Bahkan, ia telah menyerahkan proposal program percepatan pembangunan di Kabupaten Klungkung kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Proposal dengan nilai anggaran sebesar Rp 927.181.341.108 tersebut diserahkan saat menghadiri undangan makan siang bersama Presiden Jokowi di Istana Bogor.

Pertemuan di Istana Bogor ini dihadiri 23 bupati se-Indonesia. Pertemuan tersebut dalam rangka membahas tentang jalannya pemerintahan dan pembangunan di tiap-tiap daerah. Di hadapan Presiden Jokowi, Bupati Suwirta menjelaskan perkembangan pembangunan di Kabupaten Klungkung pada umumnya dan Nusa Penida pada khususnya yang dikenal dengan sebutan Telur Emas Pulau Bali ini. Bupati berharap, melalui proposal yang diajukan ini akan mempercepat pemban-

gunan yang berjalan di Kabupaten Klungkung. Jalan lingkar, pelabuhan segi tiga emas, jembatan penghubung Nusa Lembongan-Ceningan maupun tanggul pengaman pantai, kata dia, cukup mendesak untuk dibangun. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Klungkung I Wayan Wasta sempat membeberkan untuk pembangunan jembatan baru penghubung Nusa Ceningan dan Lembongan memerlukan anggaran sekitar Rp 65 miliar. Review Detail Engi-

neering Design (DED)-nya sudah dilaksanakan pada 2013 dan pada 2014 dilanjutkan dengan UKL-UPL. Selain itu, dalam pemenuhan air bersih yang kini masih menjadi persoalan, juga direncanakan ada pengembangan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM). Anggaran yang diperlukan pun sangat besar, yakni sekitar Rp 24 miliar. Guna mendukung ini, pelaksanaan Feasibility Study (FS) dan DED sudah berlangsung pada 2016. Sementara itu, untuk pembangunan tanggul pengamanan pantai, FS dan DED-nya disiapkan Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida. Anggaran yang diperlukan sekitar Rp 179,4 miliar. Pembangunan pelabuhan segi tiga emas yang rencananya berlokasi di Desa Pesinggahan Kecamatan Dawan, Dusun

Semarapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di ruang pertemuan gedung DPRD Klungkung, Kamis (5/7) kemarin. Hak tersebut tidak diwarnai aksi protes yang diutarakan tim masing-masing pasangan calon. Ketua KPU Klungkung I Made Kariada menjelaskan, pada rapat tersebut hanya ditemukan perbedaan jumlah suara dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK). Namun setelah diteliti kembali, hanya terjadi kekeliruan. “Tapi sudah diperbaiki tadi. Sudah clear. Tidak merubah apa-apa,” jelasnya. Dinyatakan pula, hasil tersebut tidak memantik rasa keberatan dari tim dan saksi masing-masing

pasangan calon, baik pemilihan bupati (pilbup) maupun pemilihan gubernur (pilgub) Bali. “Semua lancar. Tidak ada yang keberatan,” sebutnya. Meski demikian, khusus untuk perolehan suara pilbup, KPU tetap menunggu gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam 3x24 jam. Namun jika melihat perolehan suara antarpaslon yang selisihnya di atas dua persen, hal tersebut kemungkinan tidak ada terjadi. “Kemungkinan tidak ada gugatan karena perolehan suaranya terpaut jauh,” sebutnya. Sementara itu, terkait penetapan bupati terpilih akan berlangsung akhir Juli atau awal Agustus. “Ini masih menunggu keputusan MK. Waktunya 15 hari kerja,” jelasnya. Pada rapat pleno yang dihadiri sejumlah unsur pemerintahan itu juga dibeberkan untuk perolehan suara pilbup.

paslon Tjokorda Bagus Oka - I Ketut Mandia (Bagia) sebanyak 28.977 suara dan I Nyomam Suwirta - I Made Kasta (Suwasta) 92.944 suara. Selain itu ada pula 3.185 suara tak sah. Sementara untuk pilgub, paslon Koster-Ace 39.653 suara dan Mantra-Kerta 81.232 suara. Terdapat pula yang tidak sah sebanyak 4.279 suara. Mengantisipasi gesekan, rapat tersebut juga mendapat pengamanan ketat dari Polres Klungkung dengan menerjunkan 220 personel. Selain itu juga disiagakan satu unit mobil water cannon yang di Jalan Raya Besakih, tepatnya di depan Gedung DPRD. “Personel memantau situasi setiap sudut agar tidak terjadi gangguan keamanan serta mencegah pihak-pihak yang ingin membuat situasi tidak nyaman,” jelas Kabag Ops Kompol I Nyoman Suarsika. (kmb45)

RAPAT - Suasana rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di ruang pertemuan gedung DPRD Klungkung, Kamis (5/7) kemarin.

Semarapura (Bali Post) Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung menyandang sejumlah status. Mulai dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) hingga Kawasan Koservasi Perairan (KKP). Di tengah sektor pariwisatanya semakin berkembang, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengakui infrastruktur masih perlu pembenahan. Pemerintah pusat pun diharapkan bisa memberikan perhatian lebih maksimal.

Pilkada Serentak, Ribuan Suara Tak Sah

Melihat Nasib UKM

Tak Secerah Warna Kain, Tertatih Melawan Lesunya Daya Beli USAHA Kecil

Menengah (UKM) sangat banyak di Kabupaten Klungkung. Salah satunya berupa penjualan kain endek dan sejenisnya. Beberapa bulan terakhir geliatnya melesu. Apakah penyebabnya? Pasar Seni Semarapura, Klungkung tak asing lagi di telinga masyarakat Bali. Pasar yang cukup besar dan disebut-sebut sempat menjadi pusat perdagangan Bali Timur. Ketika berkunjung, Kamis (5/7) kemarin, berbagai produk nampak dijual pedagang. Kain endek yang merupakan produk lokal salah satunya. Tempatnya menjadi satu blok. Terpajang rapi. Ada yang digantung, ada pula yang ditumpuk

Bali Post/sos

LESU - Pedagang kain di Pasar Seni Semarapura. Sejak dua bulan penjualannya melesu. dengan lipatan serupa. Nampak menarik ketika berbagai warna saling bersandingan. Pedagang pun terlihat sibuk menawarkan kepada setiap yang datang. Ada pula yang tengah duduk, hanya menunggu. Menghabiskan waktu dari pagi hingga sore. Nasib pedagang-pedagang itu tak seluruhnya cerah layaknya warna kain. Beberapa bulan meredup. Bahkan beberapa harus gigit jari. Orang-orang yang datang lebih banyak hanya sekadar

Sampalan Desa Batununggul, dan Bias Munjul Nusa Ceningan diperkirakan menelan anggaran Rp 155 miliar. Sementara untuk jalan lingkar, pada 2015 sudah dilakukan kajian larap. Dinyatakan lahan yang dibebaskan mencapai 60 hektar dengan asumsi jalan yang dibangun sepanjang 30 kilomenter dengan lebar 20 meter yang melintasi Desa Sakti, Bungamekar, Batumadeg, Batukandik dan Sekartaji. Anggaran yang diperlukan mencapai Rp 60 miliar dengan estimasi harga tanah Rp 10 juta per are. Selain itu, anggaran yang diperlukan untuk pembangunan fisik sebesar Rp 377,4 miliar. Angka ini sudah termasuk untuk mendukung perbaikan jalan eksisting yang panjangnya mencapai 30 kilometer. (kmb45)

melihat-lihat. Tak lama bergegas pergi tanpa basabasi. Salah satu pelaku usaha, Anak Agung Putri, menuturkan sejak dua bulan lalu, penjualan sepi. ‘’Daya beli masyarakat cenderung turun,’’ ucapnya. Perempuan paruh baya ini tak tahu pasti apa yang menjadi penyebab. Namun diduga karena maraknya usaha serupa di tempat lain dan gempuran pasar online. Ia pun memutar otak

mengantisipasi kerugian, stok barangnya terpaksa dikurangi hingga 25 persen. ‘’Kain yang dijual sebagian besar produk lokal saja. Sekarang mengandalkan pelanggan saja,’’ katanya. Ia mengatakan sebelumnya dalam sehari selalu ada pembeli. Berbeda dengan saat ini bisa nihil. ‘’Biasanya dapat saja jualan. Sekarang bisa sehari tidak dapat. Memang sepi,’’ katanya. Pedagang lain, Ardini juga menyatakan hal senada. Ia pun tak bisa berbuat banyak menyikapi situasi itu. ‘’Semoga penjualan segera membaik. Sekarang hanya lebih ramai sebelum musim upacara pernikahan.

Kalau hari biasa memang sepi,’’ imbuhnya. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa tak menampik hal tersebut. ‘’Ya memang seperti itu. Pedagang mengaku penjualan sepi. Ada sampai beralih jualan pakai mobil. Di mana ada ramai, ke sana bawa barang,’’ sebutnya. Pejabat asal Jembrana ini mengaku sulit menyikapi situasi itu. Sebelumnya, program yang digelontorkan pada UKM lebih pada pembinaan dan memfasilitasi suntikan modal. ‘’Karena daya beli yang turun, jadi sulit apa yang dilakukan,’’ sebutnya. (sos)

Bali Post/sos


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Paing, 6 Juli 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN

Dcr Staff Reservation Hub.Jl. Tirta Ening No.1 Sanur T.288829

Dcr Laki2 Sarmud/D3 Sgl Jur u/ Optik Max27Th Hub.081936050282

Bth SPG Jujur,Single, Bs Bhs. Ing,unt TK di Hotel Conrad TanjungBenoaHub.087860588800

Dcr Mekanik utk Bkl Vespa Modern(Metik).Lok.Dps.Ada Trening.WA 08568160614

Dbthkn sgr:Tng Maintenance U/ Skolh.Prwatan Panel Lstrk&Pump room.Paham listrik & Instalasi Plumbing.Lam: AIS Indonesia, Jl. Imam Bonjol 458A Dps.T:8452000 nyoman.reny@ais-indonesia.com

Dcr PRT&Tunggu Kos,SIM A, Max.35Th,KTP Bali, 0811387484

B.BP.153.07.18.0000067

B.BP.004.07.18.0000053

B.BP.004.07.18.0000054

B.BP.001.07.18.0000268

Dcr Pembantu RT,Tdr Dlm yg bs naik spd mtr,081222007300 Dps

B.BP.001.07.18.0000232

Dcr Banyak sales Obat Herbal, Keutungan Tinggi,081339505678

Dcr Sopir SIM A,UD.Sanjiwani Jl.Antasura Gg.Dewi Sita No.9 Dps Hub.085108835588

Dcr Cpt PRT Jujur,Brsih,TdrDlm (B.Tomo) Gj 1.8 Jt,082341168381

Dcr SMK,D3,S1 Akuntansi,Jujur& Bekerja Keras Hub.081246868853

B.BP.001.07.18.0000235

B.BP.004.06.18.0001086

*Dicari Pria Staff Oprasional,SMU,Sedikit English Hub:085100574646/NoSMSUrgent

B.BP.001.07.18.0000267

B.BP.001.07.18.0000273

B.BP.001.07.18.0000248

B.BP.001.07.18.0000238

B.BP.001.07.18.0000064

Dicari Segera Airport Rep utk Trv Agent Hub.08123918373 B.BP.004.07.18.0000259

B.BP.004.07.18.0000237

B.BP.001.07.18.0000083

B.BP.001.07.18.0000241

Dcr Karyawan Bersih2 u/ApotikPraktek Dokter,Hub.0811399886

Dcr Sopir,PRT, Jln.Cekomaria Gg.KaryaNo.9Hub.082247484950

Dcr Krywati u/Artshop Jl .Padma utara Legian Hub:081236175815

Dcr Sosmed Adm L/P min 20th D1 Paham internet marketing,iklan bs photoshop ,dll, 082216770069

Dibutuhkan SPG, Area BTDC Nusa Dua,Max 30th.Langsung bawa lamaran ke Toko Dream Nusa Dua Bali Colection Gate C, 0812-46731533

Dcr Spa Therapist,Penglm,GP,UM Kms,Bns,WA:085100060736/738140

B.BP.001.07.18.0000253

B.BP.001.07.18.0000042

Dcr Sales Executive u/Printing - Ling Hotel,Home Industri, dll. Jl.Diponogoro 51 Dps/T.228872

B.BP.001.07.18.0000234

SERVICE

SERVICE

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS

B.BP.001.07.18.0000233

B.BP.001.07.18.0000272

B.BP.001.07.18.0000231

BIRO JASA

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

AvanzaG’2010 Silver AsBali Mls Prbd,082341251453/081933610070

Djl Tnh 6,17A,Mekar 2 Blok A12 350Jt/Nego Hub:081339504433

Yaris E AT’06 H.99Jt+Ertiga GX 2013+MazdaCX7H.085100856999

Djl Tnh 24Are,Baturiti Tbn Hrg 20Jt/are,H:08123665040 BU.TP

B.BP.001.07.18.0000242

Teknisi Listrik Arus Kuat/SMK/ S1 (Tabanan), Pengalaman, Hub.Dewi 081236222509 B.BP.004.07.18.0000270

B.BP.001.07.18.0000043

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

Dijual Rmh/Tnh Antosari Tbn DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:081338183031/081805374433

B.BP.004.07.18.0000116

Jual Rmh LT1,85Are Jl.Malrboro XV Lok.Strategis Hp.0811398350 B.BP.001.07.18.0000085

B.BP.001.07.18.0000007

KEHILANGAN Hlg BPKB DK 4788 UY Merk Honda Tahun 2008 AN. Pelapor B.BP.001.07.18.0000256

BIRO JASA Internal Auditor Koperasi,LPD, Bank,dll HP.085931263189 Murah B.BP.001.07.18.0000034

DIJUAL RUKO

PENGUMUMAN

Jual Ruko Lt3 Perum Dalung Permai H:081315832747/08123949180

Dengan ini kami sampaikan bhwa trhitung tgl . 25 Mei 2018 krywn yg brnm: Dwi Tyastuti sdh tdk bkrj lgi di PT.ISI BAI AS &sgala ssuatu yg dprbuat mnjdi tnggung jwab sndiri & tdk ada sngkut paut dgn PT.ISI BAI AS

B.BP.001.07.18.0000236

Dicari SPG Butik di Seminyak bs Bhs Inggris Hub.081237707870

Dicr Kary Marketing Pria 165Cm S1 Gizi max27Th,Supel,Rapi Bs Excel Word&Browsr Internet IPK Min 3 u/Tugas di Dps.Lam ke Jl. Mayjen Sutoyo 52 Dps.Tlp235733

20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud-Bali Cp +6281318685007, No Brokerage

B.BP.004.07.18.0000203

B.BP.001.07.18.0000098

B.BP.004.07.18.0000260

B.BP.001.07.18.0000086

B.BP.001.06.18.0000916

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809

DICARI MOBIL

DIJUAL RUMAH

Dicari Tukang Keluar/Tukang Belanja u/Garment di Sanur SMS:0811389822

B.BP.001.06.18.0001158

Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349

B.BP.164.07.18.0000214

B.BP.031.07.18.0000094

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799

APV 2005 Silver DK AC Double Jl.Buluh Indah 60, 081236809809

G.01

B.BP.154.07.18.0000269

B.BP.001.07.18.0000262

B.BP.001.07.18.0000250

SUZUKI

B.BP.141.07.18.0000263

Dibutuhkan Hairdresser, Therapish yg Berpengalaman di Krobokan Hub:081293799814

Dcr Sopir Pribadi, Berpenglmn, KTP Bali, Punya SIM B1, Penampilan Rapi, Lamaran Langsung ke Hasanudin 74 Dps

B.BP.001.07.18.0000084

Feroza’95 biru smst on kondisi bagus,49jt nego, H.08124658217

Dijual Kijang LSX warna putih th 97 dan warna abu2 thn 2000, Hub. 081238553358

Dcr Waiter/ss,Bar,Kitchen di Rest Santa Fe Seminyak,731147

Dcr Desain Grafis Bs.Photoshop &Corel,Llusan SMK&Dicr Pekerja Srbutn,Kntor Daerah Panjer, Dps Hub.08223661818

DAIHATSU

Dijual Mobil Terios TX Th’2011 Warna Putih Rp.150Jt, Bisa Oper Kredit BRI Hub.081916477447

B.BP.141.07.18.0000277

B.BP.001.07.18.0000274

Dibutuhkan Mekanik & karyawan/ karyawati utk Dealer Honda Hub.Kecak Motor Tlp.412106

DIJUAL MOBIL

B.BP.141.07.18.0000264

B.BP.004.07.18.0000261

B.BP.001.07.18.0000243

B.BP.031.07.18.0000246

B.BP.001.07.18.0000254

Dcr Tkg Pasang Gorden, Pglmn Min 2Th Gj .4 Jt, 082341168381

B.BP.001.07.18.0000186

Dicari 3 Sopir + 1 Cook Helper Hubungi 0895337969180, Email:dwikaresto@yahoo.com

*Fortuner Diesel Type G Th’2012 + 2011 Bensin Hitam* *Mercedes Benz E260 Th’04AsDK* *Honda Jazz RS Th’2011 Putih* *Vellfire ZG2.4 Th’2012 Hitam* *Hub.081999315168*

Dcr Srbtan Pria SIM A bs Suami Istri,Tdr dlm, 081237572828

Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40, Kuta

DIJUAL TANAH

B.BP.001.07.18.0000271

Avanza G’10 Silver Pajak Baru Jl.Tunjung Bang 2/081353111099

G.07

Dcr Accounting/Admin,Min D1 Jl.Mahendradata Selatan No.11 Telp:0361-8466666/085100200200

Dicari Tng srbutn L/P sbyk2nya + sopir Sim A Hub.087860964775

B.BP.001.07.18.0000276

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lamaran ke Hp.081238553358

B.BP.004.07.18.0000258

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

TOYOTA

G.06

PMA Bth Sgr Commercial Staff utk Hospitality Jujur, Ulet, Smart. Kirim CV Lengkap ke: operationsmgr.ei@gmail.com

FOTO COPY

B.BP.001.07.18.0000239

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lamaran ke HP.081238553358

B.BP.001.07.18.0000216

B.BP.101.07.18.0000202

B.BP.001.07.18.0000174

Krj Parttime Wanita 500rb-5Jt/ Bln Hub.Fitri 087861118899(WA)

G.05

B.BP.154.07.18.0000265

Bawang Merah Beachfront Restaurant Jimbaran Bay is looking for Bartender,Waiter/ess, Cook, chef,Stewerd,Sopir,0361770210 E info@bawangmerahrestaurant.com

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lamaran ke Warung 63, Jl.Veteran, Hp.081238553358

Dcr Staff Gudang dan Tukang Serabutan utk Garmen. Lamaran Lsg ke Jl.Gn.Guntur 882-883Dps

B.BP.004.06.18.0001182

G.02

B.BP.001.07.18.0000252

Dibutuhkan Waiter/Waitress Berpengalaman, Max .28Th Casablanca Sanur(087755763368)

G.04

B.BP.001.07.18.0000215

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke Hp.081238553358

Cari Karyawati u/R.Makan di Kuta, Ada Mess, 081338544044

B.BP.001.07.18.0000090

G.01

Looking for production manager assistant for garment factory, must have min 3 years experience and available to start immediately.Please send work experience resume to:badassbali@gmail.com

G.03

*Office in Petitenget Needs:Admin,Good English.Send CV to:mercredi.home@gmail.com Call:085100574646/NoSMS Urgent

ASA Property Membutuhkan Staff E-Commerce,Villa Coordinator, Accounting,Butler/Housekeeping Berpengalaman,Staff Tukang dan Kepala Tukang.Tlp.0361-289742 CV:asahrd2018@gmail.com

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL TANAH

B.BP.001.07.18.0000230


BANGLI

14

Banyak Perda Tanpa Perbup Bangli (Bali Post) – Belasan peraturan daerah (perda) disahkan di DPRD Bangli setiap tahunnya. Namun, tidak semua perda ditindaklanjuti pemerintah daerah dengan pembuatan peraturan bupati (perbup) sebagai dasar pelaksanaannya. Kepala Bagian Hukum Ida Bagus Widnyana, Rabu (4/7), mengatakan tidak ada keharusan sebuah perda untuk dibuatkan perbup. Jika dalam perda itu sudah mengatur persoalan yang sangat jelas dan rinci, perda itu sudah langsung diterapkan tanpa harus menunggu perbup. Dia mencontohkan Perda tentang Retribusi. Karena di dalamnya termuat dengan jelas besaran tarif pungutan, maka dipandang tidak perlu lagi ada perbup yang mengaturnya. ‘’Jadi tidak semua perda harus ditindaklanjuti dengan perbup,’’ jelasnya. Widnyana tidak menampik bahwa sampai saat ini masih ada sejumlah perda berdiri sendiri padahal seharusnya dijabarkan lagi dalam perbup. Hanya dia tidak bisa menyebutkan secara pasti terkait jumlahnya. ‘’Contohnya Perda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. Sampai saat ini belum ada perbupnya. Masih dalam proses penyusunan,’’ ujarnya. Dijelaskan juga oleh Widnyana, sebuah perda dalam pelaksanaannya tidak selalu menggunakan satu perbup. Satu perda bisa menggunakan dua hingga belasan perbup. Seperti Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan, yang perlu ditindaklanjuti dengan 11 perbup. Namun sampai saat ini perbup yang sudah

Jumat Paing, 6 Juli 2018

Di Empat Kelurahan

ada hanya satu. ‘’Demikian juga dengan Perda tentang Pemilihan dan Pengangkatan perbekel, harusnya dibuatkan dua perbup, masih kurang lagi satu,’’ katanya. Untuk diketahui, kalangan DPRD Bangli kerap menyoroti terkait banyaknya perda yang tidak disusul dengan pembuatan perbup sebagai dasar pelaksanaannya. Dewan mengganggap perda semacam itu bak macan kertas. Padahal untuk melahirkan satu buah ranperda, proses dan biaya yang dibutuhkan relatif tinggi. Pembuatan satu buah ranperda bisa menelan anggaran hingga Rp 400 juta. Sekretaris DPRD Bangli A.A. Panji Awatarayana belum lama ini mengakui, pihaknya tidak memiliki data pasti biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan satu perda. Namun dia menjelaskan, bahwa untuk menghasilkan perda, proses yang dilalui cukup panjang. Selain melakukan rapat-rapat pembahasan bersama eksekutif, dalam penyusunan sebuah perda, DPRD juga melakukan konsultasi dan kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah. Rata-rata dalam pembuatan satu buah ranperda, DPRD melakukan konsultasi maupun kunker hingga tiga kali. ‘’Tidak ada ketentuan yang mengatur berapa kali konsultasi dan kunker. Konsultasi dan kunker bisa dilakukan sesuai kebutuhan pansus,’’ jelasnya. Dia tak menampik biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan satu perda cukup tinggi. Kegiatan yang paling banyak menelan anggaran yakni konsultasi maupun kunker. (kmb40)

Pencairan BKK Subak dan Desa Pakraman Tersendat

Bangli (Bali Post) –

Pencairan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk subak dan desa pakraman di empat kelurahan di Kabupaten Bangli tak jelas. Hingga bulan ketujuh tahun ini, dana yang telah ditransfer pemerintah provinsi ke daerah tak kunjung diterima subak dan desa pakraman di empat kelurahan tersebut. Pihak subak maupun desa pakraman khawatir, lambatnya pencairan BKK akan membuat mereka kelabakan merealisasikan sejumlah kegiatan di akhir tahun. Klian Subak Tegalalang Sang Ketut Rencana, Kamis (5/7) kemarin mengungkapkan, sesuai informasi yang diterimanya, Pemprov Bali sudah mengucurkan BKK untuk seluruh subak dan desa pakraman di Kabupaten Bangli beberapa bulan lalu. Khusus subak dan desa pakraman di desanya, Pemprov Bali mentransfernya langsung ke rekening desa masing-masing. Sejauh ini subak dan desa pakraman

yang ada di desa pun sudah menerimanya. Namun, tidak demikian dengan subak dan desa pakraman di wilayah kelurahan. Dana BKK yang telah dikucurkan Pemprov sampai sekarang masih nyangkut di Pemkab. Hal ini disebabkan mekanisme pemberian BKK untuk subak dan desa pakraman yang ada di kelurahan tidak sama dengan yang ada di desa. Untuk subak dan desa pakraman di kelurahan,

dana disalurkan Pemprov ke Pemkab. Mekanisme pencairannya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. ‘’Beda dengan tahun lalu, namanya dana hibah yang ditransfer langsung ke rekening subak di masing-masing kelurahan. Kalau tahun ini berubah menjadi BKK. Adanya perubahan ini karena katanya adanya aturan yang tidak membolehkan subak menerima hibah berturutturut,’’ jelasnya.

Dikatakan Rencana, hal yang menjadi kendala Pemkab Bangli belum bisa mencairkan dana BKK yakni belum adanya petunjuk yang jelas terkait pencairan dana tersebut. ‘’Disbud masih bingung karena petunjuk jelas pencairan tidak ada,’’ ujarnya. Rencana mengaku sangat menyayangkan hal ini. Pihaknya berharap Pemkab Bangli dapat segera mencari jalan keluar agar puluhan subak dan desa pakraman di empat kelurahan di Bangli bisa menerima bantuan dana tersebut. Dia menyebutkan, untuk masing-masing subak, nilai BKK Rp 50 juta per tahun, sementara untuk desa pakraman Rp 225 juta per tahun.

Sementara itu, Kabid Adat Disparbud Kabupaten Bangli Nyoman Susila menjelaskan, bantuan dana yang diberikan Pemprov Bali untuk subak dan desa pakraman kini berbentuk BKK, bukan lagi hibah. Dana untuk subak dan desa pakraman di kelurahan dikucurkan melalui OPD terkait dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sementara untuk untuk subak dan desa pakraman yang ada di desa, sudah langsung masuk ke rekening masing-masing desa. Pihaknya pun mengakui, belum bisa mencairkan dana BKK untuk subak dan desa pakraman di kelurahan karena belum ada petunjuk pasti terkait pencairan dana tersebut. (kmb40)

Anggota Dewan Pesimis Proyek Besar Tuntas Tepat Waktu Bangli (Bali Post) Anggota Komisi III DPRD Bangli Made Sudiasa pesimis proyek fisik bernilai besar yang dianggarkan di APBD 2018 bisa tuntas tepat waktu. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya belum melihat tanda-tanda dimulainya proyek, salah satunya penataan Penelokan. Sudiasa pun menyebut eksekutif tidak pernah mau belajar dari masalah yang dihadapi tahun sebelumnya. Sudiasa, Kamis (5/7) kemarin, mengaku tidak mengerti apa yang sebenarnya menjadi kendala eksekutif tidak bisa melaksanakan kegiatan tepat waktu. Akan tetapi, selama ini dia menilai manajemen pengelolaan proyek khususnya tender, masih tidak jelas. OPD terkait juga tidak memiliki SOP dalam pelaksanaan proyek. Proyek bernilai besar yang anggarannya berkisar Rp 10 miliar ke atas, akan molor jika manajemen tak jelas. Dia pun yakin Pemkab akan kembali mencari legal opinion (LO) ke Kejari seperti tahun lalu sebagai pembenar agar proyek molor bisa dilanjutkan

meski lewat tahun anggaran berkenaan. Untuk mengantisipasi proyek molor, eksekutif seharusnya mengerjakan proyek di awal tahun. Eksekutif juga mesti meniru pelaksanaan proyek di kabupaten lain yang mampu dijalankan dengan baik. ‘’Jadi selama ini di awal tahun apa sih yang dikerjakan eksekutif? Selama ini juga kan sudah sering melakukan studi tiru di kabupaten lain mengenai pelaksanaan proyek, kok tidak pernah ditiru?’’ sindirnya. Jika proyek baru dikerjakan akhir tahun, hal itu tak hanya berpotensi molor, namun juga dapat berpengaruh pada buruknya kualitas. Karena waktu yang terbatas tidak menutup kemungkinan proyek dikerjakan asal-asalan. Terkait banyaknya proyek yang masih belum berjalan hingga Juli ini, Komisi III terus mendorong eksekutif agar segera manjalankan kewajibannya. Komisi III juga sudah berdiskusi dan berencana untuk memanggil kembali OPD terkait guna membahas hal ini. (kmb40)

PENELOKAN - Penataan Penelokan adalah satu proyek besar tahun ini.

Bali Post/ina

Dampak Hujan Abu, Hasil Panen Tembakau Menurun Bangli (Bali Post) Hujan abu vulkanik Gunung Agung yang sempat beberapa kali melanda wilayah Desa Langgahan Kecamatan Kintamani, berdampak pada tanaman tembakau milik petani setempat. Akibat terpapar abu, daun tembakau kering dan rusak. Kondisi ini pun dipastikan membuat hasil panen petani menurun. Salah seorang petani tembakau, Ketut Sujendra, mengatakan hujan abu melanda wilayah Desa Langgahan hingga beberapa kali. Sekitar

empat atau lima hari lalu, intensitas hujan abu dirasakan cukup tinggi. ‘’Sempat juga hujan pasir sekali beberapa hari lalu,’’ ujarnya, Kamis (5/7) kemarin. Hujan abu saat ini mulai menyebabkan tanaman tembakau rusak terutama pada daun bagian bawah. Daun tembakau yang terkena abu, perlahan kering disertai munculnya bintik-bintik hitam. Rata-rata dalam satu pohon jumlah daun yang rusak akibat paparan abu mencapai dua hingga tiga helai.

Dugaan Penyalahgunaan Dana UEP

Kejari Tetapkan Dua Tersangka Bangli (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli telah menetapkan dua tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di LPD Desa Pakraman Selat, Kecamatan Susut. Dua tersangka merupakan pengurus LPD Selat. Kasi Pidsus Kejari Bangli Elan Jaelani saat dikonfirmasi, Kamis (5/7) kemarin, enggan menyebutkan identitas kedua tersangka. Dia hanya mengatakan, dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut merupakan pengurus LPD. ‘’Mengenai identitasnya, tidak bisa saya ekspose,’’ ujarnya. Penetapan tersangka pertama sudah dilakukan beberapa bulan lalu. Sementara tersangka kedua baru ditetapkan awal Juli lalu. Kedua pengurus LPD tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan seElan Jaelani

rangkaian proses penyelidikan dan pengumpulan bukti. Dijelaskannya, kedua tersangka diduga telah menyalahgunakan dana UEP. Dana UEP yang diselewengkan bersumber dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) tahun 2014 yang sekarang disebut PNPM Mandiri. Besaran dana UEP yang dikucurkan ke LPD Desa Pakraman Selat nilainya Rp 300 juta. Saat ini, pengurus LPD yang ditetapkan tersangka pertama sudah dalam pemberkasan dan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Sementara tersangka kedua masih dalam proses penyidikan. Elan menyatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya selama bukti mencukupi. ‘’Mengenai target pelimpahan, secepatnya akan kita limpahkan,’’ ujarnya. Kasus dugaan penyalahgunaan dana UEP LPD Selat mulai ditangani Kejari Bangli tahun 2017. Untuk menggeber kasus tersebut, Kejari sudah memeriksa puluhan orang saksi. (kmb40)

Sujendra mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi hal itu. Karena kondisi daun sudah rusak, petani hanya bisa memotong dan membuangnya. ‘’Kalau disiram dengan air juga percuma, tidak bisa kembali kondisi daunnya yang rusak,’’ ujarnya. Akibat dalam satu pohon daun yang rusak cukup banyak, hal ini otomatis menurunkan hasil panen secara keseluruhan. Dari 30 are luas kebun tembakau miliknya, diperkirakan hanya bisa meng-

hasilkan 150 kg. Jumlah tersebut menurun dari hasil panen sebelumnya yang mampu mencapai 250 kg. Lebih lanjut diungkapkannya, saat ini tanaman tembakau yang terpapar abu sudah berumur sekitar lima bulan dan akan memasuki masa

panen pada bulan depan. Disinggung mengenai harga jual tembakau, Sujendra mengatakan cukup baik. Tembakau yang telah dicacah dan dikeringkan laku dijual petani dengan harga Rp 50 hingga 60 ribu per rol. (kmb40)


15

Jumat Paing, 6 Juli 2018

Gunung Agung Terus Erupsi

Aktivitas Galian C Tetap Jalan

Erupsi Gunung Agung Tak Pengaruhi IMF Annual Meeting Mangupura (Bali Post) Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dan tim bersama sejumlah menteri, Kamis (5/7) kemarin meninjau kesiapan infrastruktur penunjang IMF Annual Meeting di Bali.

GALIAN C - Alat berat di lokasi galian C Bukit Paon tetap beroperasi. Amlapura (Bali Post) Dalam sepekan terakhir, Gunung Agung terus menunjukkan peningkatan aktivitas. Situasi demikian membuat ribuan warga kembali mengungsi. Namun, aktivitas galian C di Karangasem tetap berjalan seperti biasa. Demikian juga perihal harga jual pasirnya kepada konsumen juga tak terjadi lonjakan. Pantauan di areal galian C wilayah Butus, Bukit Paon dan wilayah lainnya di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, warga setempat masih beraktivitas seperti biasa. Banyak truk galian C masih lalu-lalang keluarmasuk menuju pusat galian.

Di lokasi galian, beberapa alat berat juga nampak masih beraktivitas seperti biasa. Demikian juga aktivitas proyek jembatan pemerintah daerah di Tukad Mbah Api, yang menghubungkan wilayah Nangka menuju Pura Penataran Gunung Agung, masih berjalan seperti biasa. Tak jauh dari lokasi proyek jembatan, proyek pemugaran Pura Penataran Gunung Agung juga berjalan normal. Kepanikan hanya terjadi sewaktu Gunung Agung meletus dengan melontarkan lava pijar hingga membakar hutan, 2 Juli lalu. Setelah itu, warga setempat beraktivitas seperti biasa. ‘’Setelah letusan itu saja sempat libur sehari

Bali Post/gik

bekerja, setelah itu proyek lanjut lagi,’’ kata salah satu pekerja, Wayan Wawan, Kamis (5/7) kemarin. Sementara itu, Ketua Gapensi Karangasem I Gusti Made Jelantik mengatakan, secara umum harga pasir masih normal, di kisaran Rp 1,1 juta per truk. Dia menegaskan, tak ada lonjakan harga seperti yang terjadi sewaktu erupsi 22 September 2017 lalu. Saat itu yang menyebabkan harga melonjak naik adalah pelarangan menggali di lokasi galian C, karena dinilai akan mengganggu proses evakuasi warga, sehingga dibuatlah kebijakan membuat depo pasir. (kmb31)

Diduga Palsu Polres Pandeglang menduga Kartu Tanda Penduduk atau KTP yang digunakan terduga pelaku bom Pasuruan, Jawa Timur, palsu. Sebab, setelah dilakukan

pengecekan, tidak diperoleh data warga yang tertera di KTP tersebut. ‘’Berdasarkan pengecekan alat yang kami punya, itu tidak ditemukan. Berdasarkan koordinasi dengan Disdukcapil juga tidak ditemukan. Pengecekan on the spot, alamat tersebut tidak

ditemukan,’’ kata Kapolres Pandeglang Ajun Komisaris Besar Polisi Indra Lutrianto. Penggunaan KTP dengan alamat palsu itu diduga untuk mengelabui petugas kepolisian. Hal itu agar alamat sebenarnya pelaku tak teridentifikasi. (ant/kmb)

Perlu Pemetaan

‘’Kita harus pemetaan dulu, ini kan ranah teman di sekolah,’ ujarnya. Namun yang jelas, lanjut TIA, penambahan rombel tetap harus mengikuti ketentuan dalam Permendikbud No.22 Tahun 2018 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yakni minimal 3 dan maksimal 12 rombel untuk SMA. ‘’Pemerintah pusat tidak melarang mau pagi, mau siang. Pemerintah pusat hanya menyebutkan tidak mungkin melebihi 12 rombel. Tidak boleh dalam satu ruang kelas lebih dari 36 siswa,’’ imbuhnya. Menurut TIA, ketentuan mengenai jumlah maksimal siswa per kelas atau rombel ini pula yang membuat usu-

lan Komisi IV sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Di samping akan menimbulkan permasalahan pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunjangan profesi guru, hingga pelaksanaan ujian nasional. Dalam satu sekolah, hanya dimungkinkan satu kelas saja yang jumlah siswanya lebih dari 36. ‘’Kalau seperti di Karangasem, ternyata dengan jumlah sekolah yang ada sudah tidak memungkinkan, ya… memang harus dipaksakan karena mereka siswa miskin. Sekolah swasta tidak punya, sekolah negeri jumlahnya terbatas, harus ditampung. Itu ada pengecualian,’’ jelasnya. Saat rapat berlangsung, TIA sempat memaparkan bila dalam PPDB Tahun Ajaran 2018/2019 masih tersisa 3.358 kuota. Sebab, dari kuota kes-

eluruhan 40.256 di SMA/SMK negeri seluruh Bali, yang terisi hanya 36.898. Pihaknya mengakui ada beberapa siswa miskin yang belum tertampung setelah pengumuman PPDB, terutama di Karangasem dan Gerokgak. Ada pula kuota yang tersisa dari jalur alasan khusus, yakni karena perpindahan orangtua dan bina lingkungan lokal. Khusus untuk sekolah yang ada di daerah miskin, jumlah siswa miskin yang mendaftar melebihi, sehingga para kepala sekolah mengeluhkan karena mereka tidak mungkin bisa melakukan pungutan. Artinya, harus ada kebijakan berpihak terhadap keberadaan sekolah tersebut. Seperti di Kubu dan Tianyar, mereka dengan Rp 700 ribu per siswa per tahun tidak terpenuhi,’’ paparnya. (kmb32)

Suarez Cedera

Namun masalah lain harus didapat Uruguay jelang jumpa Prancis di babak perempatfinal Piala Dunia 2018. Dua penyerang andalan mereka yaitu Edinson Cavani dan Luis Suarez diragukan kondisinya untuk tampil pada laga ini. Jika Cavani memang sudah cedera saat Uruguay menyingkirkan Portugal, sementara Suarez harus menyelesaikan latihan lebih cepat lantaran mengalami gangguan pada kakinya. Sebaliknya, penyerang Prancis Kylian Mbappe tengah tampil dalam performa terbaiknya. Mbappe mencetak dua gol saat laga kontra Argentina. Mbappe memang menjadi sosok sentral di lini depan Les Blues. Kecepatan

yang dimiliki pemain Paris Saint-Germain (PSG) itu kerap menyulitkan para pemain bertahan Argentina. Suarez mengaku tidak gentar untuk menghadapi Prancis dan Mbappe. Uruguay menyiapkan pemain khusus yang mencegat Mbappe. ‘’Semua orang tahu Mbappe pemain yang sangat bagus, tapi saya pikir kami memiliki pertahanan yang sangat bagus untuk mengendalikannya. Para pemain bertahan kami memiliki kemampuan untuk itu,’’ ujar Suarez, Kamis (5/7) kemarin. Banyak pengamat yang optimis Uruguay mampu meladeni permainan Prancis di pertandingan nanti. Bahkan, banyak yang memprediksi bahwa kedudukan 1-1 bakal menghiasi papan skor di waktu normal, dan kemungkinan

terbesar pemenang duel ini bakal ditentukan pada babak adu penalti. Prediksi ini berdasarkan fakta rekor pertemuan kedua negara. Prancis dan Uruguay sudah bertemu enam kali sepanjang sejarah. Dari enam pertemuan sejak 1966, hanya ada empat gol yang dihasilkan. Pada pertemuan di Piala Dunia 1966, Uruguay menang 2-1 atas Prancis di fase grup. Dua gol Uruguay datang dari Pedro Rocha dan Julio Cortez, sedangkan gol Prancis dibuat Hector De Bourgoing. Lima pertemuan berikutnya hingga 2012, Uruguay dan Prancis selalu bermain imbang tanpa gol. Baru pada duel persahabatan tahun 2013, Uruguay menang 1-0 atas Prancis berkat gol Luis Suarez. (kmb33/afp)

Jim Yong Kim saat itu didampingi Menteri Koodinator (Menko) Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Presiden Kim mengunjungi Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan sejumlah venue tempat pelaksanaan IMF Annual Meeting. Ditemui usai peninjauan di GWK, Menteri Koodinator (Menko) Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, pihaknya bersama Presiden Kim memang melihat persiapan untuk IMF Annual Meeting, Oktober mendatang. Terkait dengan aktivitas Gunung Agug yang beberapa kali terjadi erupsi, Kim menyadari hal itu tidak bisa diprediksi. Meski demikian, pihaknya sangat yakin terhadap kesiapan dari pemerintah Indonesia. ‘’Dengan kesiapan tim, acara ini akan bisa berlangsung dengan baik,’’ tambahnya.

Jim Yong Kim mengatakan pertemuan IMF ini memang sangat penting. Pihaknya sangat percaya dengan kemampuan pemerintah Indonesia karena sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kim pun mengagumi patung GWK. Dia berjanji akan membawa banyak pimpinan negara untuk santap malam di sini. Tetapi, tujuan utama kunjungan Presiden Kim ke Indonesia adalah untuk program stunting, seperti yang dilakukan di Bogor beberapa waktu lalu. Sebelum bertolak ke Bali, Jim Yong Kim bersama Wapres Jusuf Kalla melakukan kunjungan ke lokasi stunting atau daerah yang mengalami masalah kekurangan gizi di Lombok. Dijelaskan Binsar, stunting itu memang terkait dengan masalah bonus demografi yang berkualitas. ‘’World Bank sangat perhatian terhadap itu. Beliau memberikan komentarnya

Bali Post/edi

TINJAU GWK - Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dan tim bersama sejumlah menteri, Kamis (5/7) kemarin meninjau GWK dan kesiapan infrastruktur penunjang IMF Annual Meeting. bahwa Indonesia sangat baik sekali untuk membuat Indonesia maju ke depan,’’ ujarnya. Selama di Bali, selain melihat persiapan IMF Annual Meeting, Jumat (6/7) hari ini Kim akan mengunjungi be-

berapa tempat dan melakukan pertemuan dengan 300 kepala desa dan bendesa adat di Bali. Pertemuan ini untuk membicarakan terkait waste management atau pengolahan sampah. (kmb23)

WARUNG GLOBAL

Kita Masih Milih-milih Sekolah

Pengumuman hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK negeri di Bali mestinya bersamaan dengan pengumuman PPDB SMP negeri, Rabu (4/7) kemarin. Karena ada beberapa alasan, pengumuman pun jadi tarik ulur. Penerimaan Peserta Didik Baru bukan tahun ajaran kali ini saja kisruh. Menurut pengalaman Kawan Global yang turut menyampaikan opini serta saran dalam acara Warung Global, Kamis (5/7) kemarin, bahwa terlalu banyak syarat dan jalur menyebabkan keruwetan ini. Selain itu, warga kita masih memilih-milih sekolah. Berikut rangkuman opini pendengar yang disiarkan Rdio Global 96,5 FM, Kamis (5/7) kemarin. Berbicara soal peraturan, pasti semua sudah ditentukan baik mengenai jumlah siswa maupun kelas. Menurut Gusti Guatama di Tampaksiring, jika sekarang setiap kelas ditambah murid lagi, bukannya ini justru melanggar peraturan namanya? Ia mengajak agar pemerintah kembali melihat tujuan pendidikan adalah mencerdaskan bangsa. Apa benar kuota jalur miskin sudah sesuai? Ini juga perlu dicek, biar tak salah sasaran. Kawan lain di Tabanan,

Fera, menambahkan agar sistem pendidikan mulai dari penerimaan murid baru tidak justru mempersulit masyarakat. Sebab, penghidupan sekarang sudah susah, jangan dipersulit lagi gara-gara mencari sekolah. Ibarat pepatah, bahwa orang bodoh sebenarnya akan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Menurut Beratayasa di Sangeh, itulah yang terjadi saat ini. Kekisruhan PPDB tak terjadi hanya tahun ini saja, mestinya ada evaluasi dan

juga pembenahan. Belajarlah dari pengalaman. Sistem yang ada agar dijalankan dengan baik. Yang mana sebelumnya pasti sudah dipetakan jumlah sekolah, ruang kelas atau daya tampung dan jumlah murid yang diterima. Febri di Denpasar, Bimasena di Gianyar dan Ayu di Petang menyarankan agar sekolah semua statusnya sama, tak ada negeri dan swasta. Jika semua sudah sama, tak ada lagi yang milih-milih sekolah, sebab mutunya sama. PPDB perlu dievaluasi sehingga tiap

tahun tak ada lagi persoalan yang sama. Mereka berharap tahun depan tak ada lagi permasalahan yang sama terjadi. Intinya, semua aturan dijalankan dengan baik, mana yang tak relevan dengan zaman sebaiknya direvisi, demikian saran yang disampaikan Budiada di Tabanan. Ketut Teken di Denpasar melihat bahwa komite sekolah memberikan perannya dalam hal ini, memberikan masukan bagaimana harusnya PPDB agar berjalan dengan baik. (sikha)

Staf Sekolah Panik Staf sekolah yang panik tak berani keluar ruangan. Upaya keamanan dilakukan oleh kepala sekolah dengan mendatangkan pejabat desa setempat. Setelah massa tenang, upaya mediasi dilakukan oleh kepala sekolah dengan mengajak yang bersangkutan duduk bersama serta mencari solusi untuk hal tersebut. Kepala SMA Negeri 6 Denpasar Drs. I Nyoman Muditha, M.Pd. memaklumi repsons masyarakat seperti itu. Ia menilai Permen PPDB tahun 2018 belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat, sehingga masyara-

kat mengaitkan dengan sistem sebelumnya, yakni sistem bina lingkungan dengan kuota 10 persen. ‘’Tahun lalu masih dengan sistem bina lingkungan, itu berjalan baik. Untuk sistem tahun ini ada perubahan, sosialisasi juga sudah dilakukan oleh pihak terkait. Ini karena miskomunikasi,’’ ungkapnya. Muditha mengatakan, ada beberapa masyarakat yang mengartikan bahwa zonasi itu mencakup lingkungannya saja. Namun, sistem zonasi pada tahun 2018 yang dimaksud adalah diberikan pemetaan terhadap siswa-siswa yang akan bersekolah di suatu sekolah agar tidak jauh dari lingkungannya.

Di SMA Negeri 6 Denpasar, zona satunya meliputi Denpasar Selatan dan Denpasar Timur. ‘’Zonasi 1 yang bisa masuk di SMA 6 adalah Dentim dan Densel saja. Sedangkan Denut dan Denbar itu zona 2. Apabila zona 1 tidak terpenuhi kuotanya baru yang zona 2 bisa masuk,’’ jelas Muditha. Ia mengatakan, untuk zonasi zona 1 di SMAN 6 Denpasar sudah melebihi kuota yang ada, sehingga banyak yang tidak diterima. Dijelaskan, sistem penerimaan PPDB tahun 2018 ada 4 jalur yang dimulai dari jalur khusus yang sudah berjalan, jalur kurang mampu minimal 20 persen dan bisa menerima sebanyak-banyaknya

asalkan masuk kategori miskin. Sedangkan jalur prestasi hanya 5 persen dan itu pun dilakukan secara online dan semua di bawah kendali sistem Disdik Bali. Pada jalur dengan piagam PKB (Pesta Kesenian Bali) sebanyak 10 persen. Sementara kuota yang disediakan 27 orang, namun yang mendaftar hanya 13 orang sehingga ada sisa kuota 14 orang. Dari sisa kuota tersebut dimasukkan ke jalur zonasi, sehingga total kuota jalur zonasi di sekolah tersebut 254 orang. Terkait tuntutan warga tersebut, pihaknya akan menyampaikan ke Disdik Provinsi Bali. Sebab, kewenangan tersebut ada di Disdik Bali. (win)


Ricky/Debby Melesat ke Perempatfinal Jakarta (Bali Post) Satu tempat di perempatfinal ganda campuran Blibli Indonesia Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 1000 berhasil diamankan oleh Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto. Di hadapan pendukung Istora, Kamis (5/7) kemarin, Ricky/Debby menundukkan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) dengan skor 21-14, 21-19. Menang di game pertama, Ricky/Debby mendapat perlawanan sengit dari lawannya di game kedua. Bahkan, Ricky/Debby sempat tertinggal 14-18. Butuh tiga angka lagi, Puavaranukroh/Taerattanachai siap memainkan game ketiga. Akan tetapi, Ricky/Debby tak mau menyerah begitu saja. Perlahan mereka mulai menyusul dan empat angka berturut-turut direbut Ricky/Debby hingga keadaan menjadi imbang 18-18. Ini tampaknya memompa semangat Ricky/Debby, mereka mulai mencuri kendali permainan dan akhirnya menutup game kedua. ‘’Dari pemanasan, saya sudah merasa yakin. Dari semalam, pagi waktu sarapan, semua teratur dan fokus. Dari luar lapangan saya sudah merasa percaya diri,’’ kata Ricky dalam konferensi pers. ‘’Di game kedua waktu ketinggalan itu saya bermain tenang, tetap yakin. Walau ketinggalan, mikirnya satu demi satu poin dulu.

Di game kedua memang mainnya cenderung bertahan dan saya mengingatkan cik Debby supaya polanya dipercepat lagi seperti di game pertama,’’ jelas Ricky. ‘’Sebenarnya kami hanya bermain sesuai dengan pola permainan dan instruksi pelatih. Pola main kami mirip dengan lawan, tadi siapa yang lebih sabar saja yang menang. Waktu ketinggalan di game kedua, saya tidak memikirkan apakah akan dimainkan game ketiga, karena nanti terpecah konsentrasinya, pikirkan yang saat itu saja dulu,’’ tambah Debby. Sementara itu, saat ditanya soal bermain di dua nomor, Ricky mengaku mendapat banyak manfaat bermain rangkap. ‘’Di ganda campuran itu kan mainnya lebih capek karena harus cover lapangan, cover pemain putri, jadi pada saat di ganda putra mainnya lebih enak,’’ tutur Ricky. Besar harapan para pecinta bulu tangkis bahwa Indonesia bisa berjaya di negeri sendiri. (kmb4)

Bali Post/ist

Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto

RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI

Neymar Habiskan 14 Menit untuk Ter-

Brazil Vs Belgia

Moskow – Neymar menjadi salah satu pemain yang paling disorot sejauh ini. Bintang timnas Brazil itu menjadi perbincangan di pertandingan melawan Meksiko lantaran berguling-guling setelah diinjak oleh Miguel Layun. Sepanjang Piala Dunia ini, Neymar baru mengemas dua gol bagi Brazil, tetapi kontribusinya tak bisa dibilang minimal. Meski jumlah golnya relatif biasa-biasa saja, tetapi kehadiran Neymar di timnas Brazil sangat penting. Ia memiliki peran sentral di lini serang Brazil. Tetapi, Neymar kerap dihujat banyak orang di seluruh dunia karena aksi teatrikalnya. Neymar sering membesarbesarkan reaksi setelah menjalani kontak dengan pemain lain. Ia terutama dikritik habis-habisan karena berguling-guling di laga melawan Meksiko. Stasiun televisi Swiss, RTS, menghitung secara detail berapa lama waktu yang dihabiskan Neymar untuk terkapar di tanah. RTS menghitung waktu yang hilang karena Neymar dilanggar atau terkapar. Secara keseluruhan, dalam empat pertandingan bersama Brazil, Neymar sudah menghabiskan hampir 14 menit. Yang paling lama adalah ketika laga melawan Meksiko di babak 16 besar lalu. Wasit menghabiskan 5,5 menit karena Neymar dilanggar atau sedang terkapar. Insiden yang paling lama adalah ketika Neymar berguling-guling setelah diinjak Layun. Saat itu, Neymar tak beranjak dari tanah selama hampir dua menit. Di pertandingan lainnya, Neymar terkapar selama 3 menit 40 detik melawan Swiss. Lalu ia menghabiskan 2 menit 45 detik saat melawan Kosta Rika dan akhirnya 1 menit 56 detik saat menghadapi Serbia. Karena alasan itu juga legenda sepak bola Jerman Lothar Matthaeus menyebut Neymar tidak perlu lagi membesarbesarkan kejadian saat dirinya dilanggar. ‘’Neymar tidak butuh itu. Dia pemain yang luar biasa, salah satu dari lima permain terbaik di dunia. Kenapa dia harus berakting?’’ ucap Matthaeus, Kamis (5/7) kemarin. ‘’Hal itu tidak membawa simpati kepada Neymar. Diego Maradona tidak berakting, Lionel Messi tidak berakting. Kami butuh pemain seperti Neymar, tetapi tidak berakting,’’ Matthaeus menambahkan. Menurut gelandang Brazil, Willian, Neymar tetap pemain hebat meski dituding kerap tidak fair dalam bermain. ‘’Kami semua tahu betul betapa pentingnya dia bagi tim kami dan level kualitasnya,’’ kata Willian. ‘’Dia adalah pemain luar biasa, dia bisa menentukan pertandingan di momen kapan pun, kami semua tahu itu. Jadi saya selalu bahagia dengan cara dia bermain,’’ tutupnya. Nah, tentunya setiap orang berhak menilainya. (kmb33/afp)

Neymar terkapar di lapangan.

Bali Post/afp

Yang Penting Menang Moskow – Gelandang serang timnas Belgia Kevin De Bruyne turut bekomentar soal laga Brasil vs Belgia di perempatfinal Piala Dunia 2018 Rusia, Sabtu (7/7) dini hari. Menurutnya, tim yang bermain efektif akan memenangkan laga tersebut. Banyak penikmat sepak bola yang menantikan duel De Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku dengan Neymar, Philippe Coutinho dan Willian. Tetapi gelandang Manchester City ini justru tak begitu peduli. Bagi De Bruyne, bukan duel tiap-tiap individu yang penting, melainkan permainan tim secara keseluruhan. Menang satu gol pun De Bruyne sudah puas, sebab memang kemenangan tetaplah yang terpenting. ‘’Saya tidak peduli pertandingan ini akan jadi duel klasik atau tidak. Jika kami mencetak gol dan menang 1-0 di menit akhir saya akan berbahagia,’’ kata De Bruyne, Kamis (5/7) kemarin. De Bruyne mengakui Brazil memang tim kuat, khususnya dalam penyerangan. Tetapi, baginya, Belgia juga memiliki kekuatan yang sama saat menyerang. ‘’Ya, Brazil adalah tim hebat tetapi saya kira tim yang tersisa di turnamen ini memiliki kualitas tinggi. Kami punya kualitas lini serang yang hebat, Brazil juga demikian,’’ imbuhnya. Lebih lanjut, bagi De Bruyne, laga-laga di Piala Dunia ini bukanlah soal bermain

cantik. Dia justru menilai yang terpenting bagi setiap tim adalah menuntaskan pekerjaan mereka, dengan meraih kemenangan. ‘’Tujuan kami selalu untuk menjadi lebih baik dan selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Kami harus melakukan tugas kami melawan Brazil. Anda harus memenangkan pertandingan. Anda boleh bermain buruk, tetapi anda harus menang. Anda bisa bermain baik, tetapi anda harus menang. Jika tidak, anda pulang,’’ kata De Bruyne. Belgia akan sekali lagi mengandalkan daya gedor Eden Hazard dan Romelu Lukaku di laga tersebut. Sementara De Bruyne lebih berperan mengatur ritme permainan juga merancang serangan balik. Belgia adalah tim paling tajam di turnamen ini. Dalam empat pertandingan, Eden Hazard cs. telah menceploskan 12 gol, namun patut ditunggu bagaimana ketajaman Belgia di hadapan tim-tim yang selevel. Pasalnya, delapan gol Belgia dihasilkan dari laga melawan Tunisia (menang 5-2) dan Panama (menang

3-0). Sementara melawan Inggris, Belgia hanya bisa mencetak satu gol dan tiga gol melawan Jepang setelah lebih dahulu kemasukan dua gol. ‘’Melawan tim seperti Brazil, Anda harus menyerang dan bertahan dengan 11 pemain,’’ kata pelatih Belgia Roberto Martinez. Tim Samba jelas adalah favorit. Tidak seperti Jerman, Spanyol, atau Argentina yang gagal menunjukkan grafik performa menanjak, Brazil justru makin hari makin kuat dan konsisten. Setelah ditahan Swiss 1-1, Selecao tak pernah kebobolan pada tiga laga kemudian yang berujung kemenangan 2-0 atas Kosta Rika, Serbia, dan Meksiko. Laju impresif Brazil tidak bisa dipisahkan dari sentuhan juru taktik Adenor Leonardo Bacchi alias Tite. Dia mampu meredam ego para pemain bintang Brazil, membentuk senyawa tim yang kuat, mengeksploitasi kemampuan individu­ pemain Brazil yang di atas rata-rata, dan membangun organisasi ­pertahanan disiplin sekaligus tangguh. Efek Tite yang dijuluki ‘’Profesor’’ ini mewujud dalam statistik mentereng. Dengan materi pemain bintang di setiap lini dan persentase kemenangan paling tinggi sejauh ini, Brazil dan Belgia merupakan tim favorit dalam perburuan trofi. Laga ini sebenarnya layak menjadi partai puncak di gelaran Piala Dunia kali ini. (kmb33/afp)

Uruguay Mencari Pengganti Cavani Samara – Edinson Cavani dikhawatirkan tak akan bisa membela Uruguay melawan Prancis di perempatfinal Piala Dunia 2018. Seperti apa rencana La Celeste andai dia absen. Pertandingan Uruguay vs Les Bleus akan dipentaskan di Nizhny Novgorod Stadium, malam nanti. Cavani dikhawatirkan absen karena mengalami cedera betis saat pertandingan melawan Portugal. Cavani mempunyai peran yang krusial di lini depan Uruguay. Pemain 31 tahun itu merupakan penyumbang gol terbanyak Uruguay, dengan catatan tiga gol dalam empat pertandingan. Cavani sudah membukukan 16 tembakan ke ara gawang lawan. Ada tujuh tembakan mencapai sasaran. Statistik rata-rata 1,8 dribble di setiap pertandingan dan 1,5 kali dilanggar, dan 0,5 keypasses di setiap pertandingan menjadi kontribusi Cavani sejauh ini. Andai Cavani absen, di skuad Uruguay saat ini masih ada beberapa alternatif. Striker muda, Maxi Gomez, bisa menjadi pilihan untuk menjadi pendamping Luis Suarez di lini depan. Di Piala 2018, Oscar Tabarez mengusung formasi dua striker dalam empat pertandingan yang dijalani. Pemain 21 tahun itu performa yang cukup oke di musim pertamanya bersama Celta Vigo. Dia mencetak 17 gol dalam 36 pertandingan yang jalani di La Liga. Maxi Gomez merupakan striker yang lebih banyak beraksi di dalam kotak 16 meter. Dia mencatatkan rata-rata 2,3 tembakan dalam

satu pertandingan bersama Celta Vigo, rata-rata 1,6 kali dicatatkan di dalam area penalti, 0,4 dari kotak area kiper, dan 0,3 tendangan dibukukan dari kotak penalti. Di Piala Dunia 2018, Maxi Gomez masih belum mendapatkan banyak kesempatan bermain. Pemain yang dijuluki Suarez baru itu baru mendapatkan waktu bermain di masa injury time saat Uruguay mengalahkan Rusia tiga gol tanpa balas. Pilihan lain yang dimiliki Tabarez adalah Cristhian Stuani. Pemain 31 tahun itu juga sedang tampil produktif di La Liga musim lalu, dengan catatan 21 gol dalam 33 pertandingan bersama Girona. Stuani sudah membukukan sebanyak 42 caps untuk Uruguay, hingga jelas unggul pengalaman dibandingkan Maxi Gomez. Stuani merupakan anggota skuad Uruguay di Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015. Stuani juga merupakan penyerang kotak 16 meter, hingga bisa menjadi pilihan untuk mengisi pos yang ditinggalkan oleh Cavani. Stuani rata-rata melakukan 1,6 tembakan di area kotak penalti di setiap pertandingan di La Liga, rata-rata 0,4 tembakan di setiap pertandingan di area kiper, dan ratarata 0,3 tembakan dari luar kotak penalti. Stuani tampil kurang oke saat mendapatkan kesempatan bermain 16 menit di pertandingan melawan Portugal. Dia gagal melepaskan sekalipun tembakan. Dengan fakta itu, Maxi Gomez pantas diberi kesempatan bermain oleh Tabarez. (kmb33/afp)

Cristhian Stuani


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook