Skip to main content

Edisi Rabu 11 Juli 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 306 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Pengemban Pengamal Pancasila

Lagi, Rupiah Melemah Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (10/7) pagi bergerak melemah delapan poin menjadi 14.338 dibanding posisi sebelumnya 14.330 per dolar AS. Rupiah awalnya dibuka menguat 14.318 per dolar AS, namun kemudian bergerak melemah hingga 20 poin menjadi 14.350 per dolar AS. Analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri di Jakarta, Selasa kemarin, mengatakan pelemahan rupiah disebabkan aksi ambil untung setelah rupiah sempat menguat sebelumnya terhadap dolar AS. ‘’Selain itu, dari domestik belum ada sentimen positif yang kuat meskipun kemarin indeks kepercayaan konsumen membaik,’’ ujar Reny. Dari eksternal, lanjut Reny, pasar menunggu data inflasi AS minggu ini. Sebelumnya pasar merespons data ketenagakerjaan AS yang tidak sesuai harapan, sehingga dolar AS sempat melemah. Sebelumnya, pergerakan positif masih kembali terjadi pada rupiah yang mampu memanfaatkan pelemahan dolar AS seiring belum cukup kuatnya rilis dataketenagakerjaan AS. Di sisi lain, penguatan rupiah turut didukung kenaikan yuan Cina dan euro seiring terdepresiasinya dolar AS. Tampaknya pelaku pasar sempat mengesamp-

ingkan sentimen terjadinya potensi perang dagang dengan pengenaan tarif dagang di antara keduanya dan lebih memperhatikan kondisi makro-ekonomi dari kedua negara, terutama data ekonomi AS. Sementara itu, kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena investor terus mencerna laporan payrolls

Moskow – Laga semifinal Piala Dunia 2018 menjadi menarik, karena Kroasia dan Inggris belum pernah bentrok di pentas ini. Bisa dibayangkan, betapa keduanya sangat mengharapkan kemenangan. Terlebih, ini duel bergengsi untuk lolos ke partai puncak. Hanya kemenangan yang bisa membawa Kroasia atau Inggris ke final. Itu berarti, peluang untuk memenangkan Piala Dunia 2018 kian terbuka lebar. Bagi Kroasia, ini merupakan semifinal kedua. Mereka melakukannya pertama kali pada 1998. Kala itu Piala Dunia dihelat di Prancis. Prancis pulalah yang menghentikan langkah mereka ke partai puncak. Sementara itu bagi Inggris, ini semifinal ketiga. Tahun 1966, di kandang sendiri, Tiga Singa bahkan melaju sampai ke final dan kemudian menjadi juara setelah mengalahkan Jerman Barat di Wembley. Lalu pada 1990. Sayang, saat itu Inggris tumbang di kaki lawan yang sama lewat drama adu penalti. Bila sejarah pertemuan dijadikan tolok ukur, Inggris lebih dijagokan. Setidaknya, di luar Piala Dunia, keduanya sudah bersua tujuh kali. Hasilnya, Inggris mengemas empat kemenangan. Kroasia hanya dua kali menang dan satu duel lagi berakhir imbang. Namun, Inggris harus ekstra hati-hati kini. Dari babak penyisihan grup hingga lolos ke semifinal, Kroasia yang kini ditukangi Zlatko Dalic tampil begitu memukau. Dalic menegaskan bahwa skuadnya saat ini berbeda dengan skuad sebelumnya. ‘’Kami adalah tim yang kuat dan

(penggajian) nonpertanian negara itu untuk Juni. Dengan tidak adanya data ekonomi utama yang dirilis pada Senin (9/7), para investor masih memilah-milah laporan pekerjaan Juni. Total gaji pekerja nonpertanian AS meningkat sebesar 213.000 pada Juni, mengalahkan konsensus pasar, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Jumat (6/7).(ant)

Dukung Jokowi

Golkar Dekati Demokrat

Jakarta (Bali Post) – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membahas Pilpres 2019 dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (10/7) kemarin. ‘’Kami komunikasi saja. Komunikasi mengenai keadaan politik. Ini kan kerja sama antarpartai selalu terbuka komunikasi,’’ ujar Airlangga seusai melakukan pertemuan tertutup dengan SBY. Airlangga mengatakan belum ada tawaran yang diajukan Golkar kepada Demokrat untuk masuk koalisi pendukung Jokowi. Menurutnya, semuanya masih ‘’cair’’. ‘’Kita bicara mengenai situasi. ‘Cair’, ‘cair’, Golkar dengan pimpinan partai ‘cair’ semua. Ini kan kita mengomunikasikan,’’ kata Airlangga. Airlangga tiba di kediaman SBY sekitar pukul 17.00 WIB didampingi politisi senior Golkar MS Hidayat. Pertemuan antara Airlangga dan SBY berlangsung sekitar satu jam. Menteri Perindustrian itu bertolak dari rumah SBY selepas Magrib dengan diantarkan SBY beserta

Inggris Vs Kroasia

keluarga dan Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan hingga teras rumah. Hinca Panjaitan mengatakan perbincangan antara Airlangga dan SBY dilakukan dalam situasi santai sambil minum teh. Dalam perbincangan itu dibahas mengenai pilpres serta pilkada. ‘’Kebanyakan ngomongin pilpres, tapi semua masih lepas. Semua tahu ini tinggal 30 hari. Komunikasi lancar saja,’’ kata Hinca. Ia mengatakan poin pertemuan Airlangga dan SBY hari ini adalah saling memperbarui informasi perkembangan politik terkini. ‘’Saya kira apa yang kalian semua perbincangkan, kami juga ikut perbincangkan. Semua partai kerja keras. Setelah 17 Juli (batas akhir pendaftaran caleg), akan masuk wilayah pilpres,’’ ujarnya. Hinca mengatakan Ketua Umum Demokrat juga akan bertemu dengan pimpinan partai lain. Termasuk juga akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. ‘’Ketemu Pak Prabowo masih mencari waktu, karena katanya beliau lagi ke luar negeri,’’ ujar Hinca. (ant)

kami tidak takut kepada siapa pun,’’ kata Dalic, Selasa (10/7) kemarin. Dalic pantas berbangga. Sebab, Kroasia dihuni pemain-pemain mumpuni di semua lini. Sosok Luca Modric, Mario Mandzukic, Andrej Kramaric, Ivan Perisic, serta Ivan Rakitic bukan tak mungkin akan menjadi batu sandungan bagi The Three Lions. Dalic tak menutup mata, Inggris begitu impresif. Pemain-pemain muda Inggris sama sekali tak canggung bermain di pentas terakbar yang tekanannya jelas jauh lebih berat ketimbang di liga. ‘’Pemain muda mereka hebat-hebat. Tapi saya pastikan bahwa kami masih punya energi berlebih,’’ kata Dalic. Gareth Southgate, juru racik Inggris, mengaku siap menghadapi Kroasia. Duel di Luzhniki Stadium Moskow nanti, menurutnya, bakal berlangsung ketat. ‘’Kami bisa sampai ke tahap ini karena semua orang sudah bekerja keras di lapangan dan akan terus melakukannya,’’ kata Southgate. Southgate tentulah memuji anak asuhnya, Harry Kane dan kawan-kawan. Minim jam terbang internasional tak membuat sebagian pemain muda Inggris mati gaya. Mereka justru tampil energik, lepas, bebas. Southgate sendiri sukses memahat sejarah. Dia mengikuti jejak dua pelatih legendaris Inggris lainnya, Alf Ramsey (1966) serta Bobby Robson (1990). Jika sekiranya Inggris lolos ke final dan kemudian memenangkan Piala Dunia di Rusia, maka Southgate bisa dipastikan banjir sanjungan setinggi langit. Tak ada yang mengira sebelumnya, Inggris dan Southgate bisa melangkah jauh. Maklum, dibandingkan tim-tim unggulan lainnya macam Jerman, Spanyol, Argentina, dan Brazil, Inggris tak begitu hebat dari segi materi pemain. Dan lagi pula, Southgate bukanlah pelatih jempolan dengan jam terbang tinggi. (kmb33/afp)

SBY Soal Capres

Segenting Apa pun PD Siap Tentukan Pilihan

Jakarta (Bali Post) – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai calon wakil presiden pendamping Jokowi dan Prabowo Subianto merupakan faktor game changer atau pengubah keadaan. ‘’Penglihatan saya sebagai veteran, saya kan veteran capres, memang yang mengubah keadaan itu ketika Pak Jokowi, Pak Prabowo, mengumumkan cawapres. Itu akan menjadi game changer,’’ kata SBY kepada wartawan seusai melakukan pertemuan sosialisasi pengawasan pemilu dengan Bawaslu RI di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (10/7) kemarin. SBY memperkirakan pengumuman cawapres kedua tokoh itu akan dilakukan pada saat-saat terakhir batas waktu pendaftaran capres-cawapres oleh KPU RI. ‘’Mungkin 9-10 Agustus puncaknya. Bisa beliau baru umumkan saat 9 Agustus yang berarti 24 jam kali dua (sebelum pendaftaran ditutup),’’ kata SBY. Meskipun demikian, kata SBY, Demokrat akan siap dan akan bisa menetapkan pilihan yang dianggap Demokrat tepat sebelum masa pendaftaran ditutup KPU. ‘’Tapi Demokrat siap, segenting apa pun, se-chaos apa pun nanti pada tanggal 9-10 Agustus, insya Allah Demokrat akan bisa menetapkan pilihan yang kami anggap paling tepat,’’ ujarnya. SBY juga mengutarakan bahwa sampai saat ini si-

Susilo Bambang Yudhoyono

kap politik Demokrat masih terbuka lebar. Menurutnya, Demokrat masih berpeluang mendukung Jokowi, Prabowo maupun calon lain. Semua opsi tengah dimatangkan Majelis Tinggi Partai Demokrat, dengan turut menjaring aspirasi seluruh kader di daerah, serta masyarakat. Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, untuk menyerap aspirasi kader daerah, Selasa hari ini (kemarin) SBY mengundang seluruh pimpinan DPD Demokrat se-Indonesia ke kediamannya. Hinca mengatakan, SBY meminta seluruh pimpinan DPD menggelar rakorda pada 23 Juli 2018 dengan mengundang seluruh DPC untuk menanyakan pandangan serta sikap kader daerah soal capres dan cawapres. (ant)

Kerusakan Lingkungan Makin Masif (2-Habis)

Pariwisata Bali Hadapi Berbagai Persoalan Potret Bali sebagai primadona pariwisata dunia memang tak terbantahkan. Sebagai contoh, 2017 lalu, majalah dunia yang bermarkas di Singapura menobatkan Bali sebagai pulau terbaik versi Destination Asian Readers Choice Award (RCA) 2017. Hal yang menjadi perhatian pemilih adalah keramahan staf dan pelayanan, kenyamanan lokasi, fasilitas, dan kualitas, baik tempat maupun kuliner. Predikat ini justru berpotensi terkoreksi bahkan tersandera kebijakan pengembangan pariwisata. Perkembangan kepariwisataan Bali kurang terkontrol. Tak ada master plan yang jelas. Investasi bahkan bisa melabrak jalur hijau, menjajah pinggir jurang, bahkan mengabaikan identitas Bali sebagai destinasi pariwisata budaya. PERKEMBANGAN pesat pariwisata Bali dipicu pertumbuhan kedatangan wisatawan mancanegara. Rata-rata 15 persen per tahun. Tahun lalu jumlahnya 5,3 juta. Sementara wisatawan domestik jumlahnya 7 juta. Jadi setahun Bali dikunjungi 12,3 wisatawan. Jumlah wisatawan ini, tiga kali lipat dari jumlah penduduk Bali. Ini tentu merupakan tantangan tersendiri bagi Bali. Ini diakui Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra. Katanya, ke depan Bali perlu dibenahi, terutama dari sisi infrastruktur. ‘’Diperkirakan pertumbuhan destinasi yang tak terkendali bisa menimbulkan kemacetan. Infrastruktur harus segera dibenahi,’’ ujarnya, belum lama ini. Selain infrastruktur, juga ada pergeseran keinginan pasar terhadap destinasi dan akomodasi di Bali. Ini dibuktikan ketika kunjungan wisatawan ke Bali meningkat, namun tidak diikuti

meningkatnya hunian hotel dalam kawasan tertentu. Tantangan lainnya sesuai hasil survei, 60 persen wisatawan saat ini cenderung meminati pariwisata buatan. Sementara hanya 40 persen yang memilih wisata alam dan budaya. Disadari atau tidak, kondisi ini semakin berat bagi Bali. Tantangan lainnya adalah tergerusnya sektor pertanian. Pemprov Bali sudah lebih dari dua dekade berusaha mendorong sektor primer (pertanian dalam arti luas) agar memberikan kontribusi bagi perekonomian Bali. Sayangnya, kontribusi sektor primer hingga kini malah tidak beranjak dari kisaran 16 persen. Sementara sektor tersier yang dimotori pariwisata, selalu dominan memberikan kontribusi. Angkanya di atas 65 persen. Owner Puri Santrian Hotel, Sanur, Ida Bagus Ngurah Agung Kumbayana, menegaskan pariwisata Bali perlu direvitalisasi. ‘’Bali

juga perlu melakukan moratorium pembangunan kamar jika pariwisata Bali ingin bisa bertahan,’’ tegasnya. Ia mengakui pariwisata menjadi lokomotif laju pembangunan di Pulau Dewata ini. Namun, bukan berarti Bali harus berorientasi pada mass tourism. Sebab, akan berdampak kemacetan bila terlalu bernafsu untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya. ‘’Bali bisa mengambil wisatawan yang berkualitas dengan masa tinggal yang semakin lama,’’ ujarnya. Terkait kedatangan wisatawan yang kini sudah mencapai 13 juta, baginya belum berdampak signifikan bagi Bali. Terlebih, lenght of stay wisatawan cukup singkat. Rata-rata hanya 3,5 hari. Jadi, tidak memberikan dampak perolehan pendapatan yang baik bagi sektor ini. Karena itu, perlu ada upaya bersama, baik pemerintah, stakeholder, serta masyarakat untuk berusaha agar wisatawan

bisa lebih betah tinggal di Bali. Dengan masa tinggal tamu yang lebih lama, maka Bali tidak perlu mendatangkan wisatawan terlalu banyak. Namun, perolehan pendapatannya akan sangat baik. Demikian pula tidak akan ada perang tarif, apabila Bali membatasi pembangunan akomodasi terutama yang bertarif murah. Ia mencontohkan kebijakan yang diterapkan di Sanur. Sanur yang menjadi cikal bakal sektor pariwisata di Bali, tetap berusaha untuk menjaga identitas dirinya dan tidak tergoyahkan dengan kehadiran city hotel seperti di tempat lain. Kebijakan ini perlu diterapkan agar supply dan demand-nya tetap seimbang. ‘’Supply dan demand harus dikontrol, sehingga untuk mencapai tingkat hunian 60 persen bisa tercapai,’’ ujarnya. Kalau tidak maka akan terjadi semakin banyak alih fungsi lahan untuk membangun hotel atau fasilitas pariwisata lainnya. (tim BP)

JUMLAH OBJEK WISATA DI BALI

Klungkung

17

Karangasem

17

Jembrana

15 62

Gianyar Denpasar

26

Buleleng

38

Bangli

39 50

Badung Tabanan

24

TOTAL : 288 objek wisata grafis:tomikcahya


DENPASAR

2 Satpol PP Kekurangan 192 Personel Denpasar (Bali Post) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memiliki peran yang sangat strategis dalam penegakan perda. Namun, langkah tersebut harus didukung oleh kekuatan personel yang memadai. Terlebih kawasan Kota Denpasar cukup luas dan memiliki banyak jenis kegiatan. Untuk memaksimalkan peran Satpol PP, masih diperlukan tambahan sebanyak 192 personel untuk ditugaskan pada empat kecamatan. Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Anom Sayoga menegaskan hal itu, Selasa (10/7) kemarin. Menurut Anom Sayoga, Satpol PP saat ini hanya memiliki 108 personel. Padahal idealnya memiliki 300 personil. Dikatakan, selama ini pihaknya kewalahan melakukan penertiban karena terlalu banyak pelanggar perda dengan kapasitas personel minim. Salah satunya penertiban pedagang kaki lima yang paling sering membandel dan menimbulkan pasar tumpah di tempat yang tidak diperuntukkan. “Kurangnya personel membuat kami kewalahan melakukan penertiban. Di setiap kecamatan hanya satu regu yang terdiri dari delapan personel. Padahal kelas satpol PP saat ini sudah menjadi kelas A yang idealnya memiliki 300 personel,” jelasnya. Anom Sayoga menambahkan, minimnya personel yang dimiliki diakibatkan dari pegawai yang setiap tahunnya pensiun. Akibatnya, petugas setiap kecamatan harus terus berkurang tanpa ada penambahan kembali. Dengan luas wilayah di Denpasar yang merupakan kawasan luas dan rentan terjadinya pelanggaran, pihaknya harus membagi personel. Yang paling mengkhawatirkan dengan minimnya personil, kata Anom Sayoga pada saat mencuat kasus terorisme. Pihaknya harus membagi personel dengan rolling tugas. Seharusnya, jika personel lengkap bisa turun secara bersamaan tanpa harus melakukan pembagian tugas. Belum lagi personel harus dikurangi karena sakit dan penjagaan tambahan seperti kegiatan protokoler. “Wilayah Denpasar cukup luas, tentu kita tidak bisa mencakup semuanya dengan personel yang kurang memadai. Sehingga kami akui banyak kecolongan dan terlewatkan di beberapa titik yang harusnya bisa ditertibkan secara bersamaan. Karena selain harus menegakkan perda, juga dibagi dengan kegiatan protokoler yang sifatnya urgen. Pemenuhan pengganti di saat personel sakit juga kita harus pikirkan,” imbuhnya. Anom Sayoga menambahkan, pihaknya memiliki banyak divisi yang harusnya memerlukan tambahan personel untuk penertiban. Di antaranya, Divisi Umum yang menangani berbagai permasalahan sosial di Denpasar. “Ada juga Divisi Penanganan Ruang Terbuka Hijau dan pelanggaran bangunan tidak berizin dan divisi lainnya yang sedikitnya memerlukan 15 personel di luar dari tim kecamatan,” jelasnya. (kmb12)

JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Rabu, 11 Juli 2018 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Panca Kiasik: Sekaa Shanti Werdi Gita, Br. Dinas Desa Anyar, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Duta Kabupaten Tabanan Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Joged Pingit: Sekaa Joged Pingit, Br. Susut Buahan, Desa Payangan, Duta Kabupaten Gianyar

Duta Kabupaten Gianyar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Tari Sing Get, Malang Dance Company, Malang, Jawa Timur Pukul : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Parade Tari dan Gamelan Inovatif: Sanggar Taksu Murti Kemanisan, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Duta Kabupaten Badung

Pukul : 20.00 Wita. Tempat : Panggung Terbuka Pukul : 14.00 Wita Ardha Candra Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Lagu Daerah Kegiatan : Gambuh: Sekaa Bali Anak-anak dan Gambuh, Kecamatan Remaja: Kuta Selatan, Duta 1. SMAN I Singaraja, Kabupaten Badung Duta Kabupaten Buleleng 2. Sanggar Musik Pukul : 17.00 Wita Catur Muka, Kecamatan Tempat : Kalangan Madya Denpasar Timur, Mandala Kegiatan : Parade Joged Bumbung Duta Kota Denpasar Tradisi: Sanggar Seni 3. Sanggar Musik dan Taksu Agung, Banjar Vocalia Intan Bina Suara, Uma Kuta Desa Pejeng Semarapura, Duta Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Klungkung

SIPI Lama Keluar, Banyak Kapal Tak Bisa Berlayar Denpasar (Bali Post) -

Banyaknya kapal ikan yang bersandar di Pelabuhan Benoa bukanlah tanpa sebab. Faktor utamanya ternyata lama keluarnya Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dari Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurut salah seorang pengusaha penangkapan ikan di Pelabuhan Benoa, Selasa (10/7) kemarin, jika SIPI belum keluar, kapal penangkap ikan tidak bisa beroperasi. Jumlah kapal yang tercatat hingga sekarang mencapai 700 unit. Sedangkan kapal terbakar 40 unit dan rata-rata umurnya 10 tahun. ‘’Informasinya kapalkapal tersebut siap berlayar tapi masih menunggu SIPI. Kalau biaya operasional sekali berlayar Rp 300 hingga Rp 600 juta dan tergantung ukuran kapal serta lamanya berlayar. Satu kapal diawaki 15 sampai 20 ABK dan mereka belayar empat sampai enam bulan. Kalau kerugiannya sekitar puluhan miliar rupiah,’’ ungkapnya. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo juga menyampaikan hal senada. ‘’Berkaitan dengan perizinan, saya dapat informasi di sana bahwa kapal-kapal tersebut menunggu izin (SIPI - red) dari Kementerian Perikanan dan Kelautan. Keluarnya izin memang terlalu lama,’’ tegasnya. Menurut Kapolresta, kalau kapal terlalu lama bersandar, dikhawatirkan menimbulkan hal-hal tak diinginkan. Maka dia pun berharap proses perizinan bisa lebih cepat. ‘’Soal izinnya, ini salah satu faktor kapal banyak nyandar di sana. Izinnya terlalu lama keluarnya,’’ ujarnya. Terkait proses penyelidikan, mantan Kapolres Gianyar ini menyatakan sejauh ini masih tahap mengum-

PROGRAM Denpasar Smart City yang getol dilaksanakan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota I G.N. Jaya Negara didukung OPD Pemkot dan DPRD Denpasar, mendapat apresiasi Tim Smart City pemerintah pusat. Apresiasi ini disampaikan rombongan Tim Smart City pusat yang dipimpin Executive Staf Kepresidenan Deputi 1 Robertus Theodore, Selasa (10/7) kemarin saat bertatap muka dengan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. ‘’Program Smart City Denpasar telah berjalan baik, hal ini juga tak terlepas dari leadersip yang sangat mendukung dan melakukan inovasi dalam mewujudkannya,’’ ujar Robertus. Lebih lanjut dikatakannya, pertemuan dengan Wali Kota Rai Mantra dalam rangka melanjutkan pembahasan program 100 Smart City yang telah dilakukan dalam pertemuan sebelumnya dengan OPD di Graha Sewaka

Bali Post/kmb36

(0361) 7400391, 812987 FM 96,5

Topik : Tabanan Ekspor 10 Ton Beras Merah Cendana

Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Bali Post/rah

TERBAKAR - Hingga Selasa (10/7) kemarin asap masih mengepul dari kapal ikan yang terbakar. Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Namun pihak asuransi tidak berani karena kapal anggota ATLI terbuat dari kayu berlapis fiber. Walaupun ada pihak asuransi yang berani mengambil, tapi premi yang dikenakan untuk masingmasing kapal sangat tinggi. Nilai preminya di kisaran 300 sampai 500 persennya premi asuransi kapal besi. ‘’Ada juga pihak asuransi yang mau mendaftarkan kapal dengan persyaratan yang dibatasi,’’ ungkapnya. Menurut Agus, wajib hukumnya anggota ATLI mengasuransikan ABK-nya. Jika tidak, kapal tidak bisa beroperasi. Pihaknya belum bisa menjelaskan berapa kerugian masing-masing kapal yang terbakar tersebut, karena yang lebih tahu adalah masing-masing perusahaan. ‘’Biar aparat yang berwenang me-

nyelesaikan hal itu. Semoga ke depannya tidak terjadi lagi. Kami berharap ada komunikasi antar kita pengguna jasa, pemilik jasa dan otoritas operasional,’’ ujarnya. Selain itu, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kebakaran ini. Akibatnya, data jumlah kapal terbakar masih simpangsiur. ‘’Kalau kapal sudah bersandar di dermaga, itu berarti siap beroperasi dan layak operasi. Rata-rata yang terbakar itu nempel di dermaga,’’ ungkapnya. Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Benoa, Muh. Mustajib menjelaskan, kondisi saat ini sebagian besar badan kapal sudah terbakar, biasanya perlu proses cukup lama sampai selesainya. ‘’Kalau terbakarnya rata-rata sam-

pai garis air, itu baru selesai,’’ ujarnya. Upaya lebih lanjut terkait bangkai kapal, menurut Mustajib, pihaknya akan menunggu keputusan owner atau perusahaan terkait. ‘’Tentunya harus disingkirkan supaya tidak menganggu atau memenuhi areal pelabuhan. Upaya nanti lakukan pembersihan,’’ ujarnya. Selama proses pemadaman, diakui ada kesulitan. Bila kejadiannya di laut akan berpengaruh pada daya jangkau pemadam. Namun bila kebakarannya di demarga, penanganannya akan lebih mudah. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Rai Mantra Usulkan ”Call Centre” 112 Dapat Dikelola Daerah

POHON GANJA - Polresta Denpasar merilis pengungkapan kasus pohon ganja. ganja. “Pohon ganja ini ditanam di pot dan ditaruh di teras vila pelaku. Kalau pohon ganja yang besar ini berumur empat bulan dan siap panen. Kenapa subur? Karena diberi pupuk organik,” tegas Kombes Hadi. Nandi mengaku membeli biji ganja di Kuta, sekitar setahun lalu dari seseorang yang tidak dikenal. Kemudian ditanam di tempat tinggalnya dan sekarang berumur empat

pulkan keterangan saksi-saksi dan memanggil labfor untuk mencari penyebab kebakaran. ‘’Ada 14 saksi diperiksa. Ada saksi mengatakan disebabkan mesin (korsleting - red), tapi kami tidak bisa langsung menyimpulkan seperti itu, harus ada hasil penyelidikan dari ahlinya yaitu labfor. Ada juga saksi bilang mesin (gensetred) hidup untuk menyalakan lampu dan masak nasi. Kalau nahkoda kapal bilang menyalakan mesin untuk persiapan berlayar,’’ ungkapnya. Jika hasil penyelidikan mengindikasikan ada unsur kesengajaan, maka pelakunya diproses hukum. Namun pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih akurat, apakah ada unsur kesengajaan atau human error. ‘’Baru 14 saksi diperiksa. Kami akan kumpulkan pihak terkait khususnya dari KKP bagaimana cara mengantisipasi agar kejadian ini tidak terulang lagi. Apalagi ini sudah ketiga kalinya,’’ ungkap Hadi Purnomo. Sementara itu, Ketua II Pengurus Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) Provinsi Bali, Agus Dwi Siswantaputra menyampaikan, kapal-kapal yang terbakar kemungkinan tidak diasuransikan oleh perusahaan. Dia pun menyatakan hampir semuanya merupakan anggota ATLI. Menurutnya, anggota ATLI dulunya memang ingin mengasuransikan kapal mereka yang terbuat dari kayu dan sempat didatangi sejumlah asuransi.

Tim Pusat Apresiasi Program ”Smart City” Denpasar

Berdalih Dipakai Obat, Disainer Tanam Ganja Denpasar (Bali Post) Penyidik Satresnarkoba Polresta Denpasar mengembangkan pengungkapan tanaman ganja dengan tersangka Nandi (57). Nandi ditangkap di Jalan Tiying Tutul, Mengwi, Badung, Sabtu (7/7) lalu. Tersangka yang berprofesi sebagai disainer ini berdalih menanam ganja untuk obat sesak napas yang dideritanya sejak lama. “Saya alergi sehingga sering sesak napas. Kata dokter sakit saya ini tidak ada obatnya. Tapi saat saya pakai ganja akan sembuh,” kata Nandi, Selasa (10/7) kemarin. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo didampingi Kasatresnarkoba Kompol Aris Purwanto mengatakan, dari penggerebekkan tersebut diamankan 10 pohon ganja yang tingginya sekitar dua meter lebih, 12 pohon ganja tingginya 3-5 centimeter dan satu toples berisi biji serta batang

Rabu Paing, 11 Juli 2018

bulan. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ganja tersebut dipakai sendiri. Caranya, daun ganja diiris kecil-kecil lalu dijemur. Setelah kering dicampur tembakau rokok lalu diisap. “Hasil pemeriksaan labfor positif narkotika jenis ganja,” ungkap mantan Kapolres Gianyar ini. Kompol Aris menambahkan, kalau berumur lima bulan, daun ganja tersebut akan kering sendiri. Selain itu sudah keluar bijinya. Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan vila yang begitu privasi di Jalan Tiying Tutul Gang Pandan Asri Desa Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Badung, dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk menanam ganja. Unit II Satresnarkoba Polresta Denpasar menggerebek vila tersebut, Sabtu (7/7). Polisi menemukan pohon ganja yang sudah besar dan siap panen. (kmb36)

Dharma Lumintang. Pertemuan kemarin mempertegas masukan-masukan yang ingin disampaikan Wali Kota Rai Mantra dalam program Smart City di Indonesia. Ia juga menyampaikan, program Smart City Denpasar sangat menarik dalam membantu masyarakat Denpasar, seperti keberadaan Damamaya Cyber Monitor, pengaduan rakyat online Denpasar, hingga program-program lainnya yang telah dibahas dengan Dinas Kominfo. Saat ini Kementerian Kominfo hanya mampu menampung 100 Kota Smart City di Indonesia. Sedangkan terdapat 500 kota di Indonesia yang nantinya dapat mendapatkan imbas dari 100 kota tersebut. ‘’Sekarang kita hanyak lakukan pemilihan 100 kota dan yang terpilih kita lakukan komunikasi yang diharapkan memberikan pengaruh ke kota-kota lainnya,’’ ujarnya sembari mengatakan, masukan Wali Kota Rai Mantra terkait Call Centre 112 agar

pengelolaan diserahkan ke daerah akan disampaikan pada rapat-rapat khusus di Kementerian Kominfo. Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra menjelaskan, Call Centre kegawatdaruratan di Kota Denpasar sebelumnya menggunakan nomor telepon 223333 dan ditingkatkan dengan fasilitas nomor resmi Call Centre 112 dari Kementerian Kominfo. Hal ini dapat diserahkan ke daerah pengelolaan 112 yang nantinya dapat lebih meningkatkan pelayanan, karena selama ini sering terjadi kekroditan saat penyaluran nomor telepon 112 yang dilakukan oleh masyarakat. Program kegawatdaruratan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Berbagai fasilitas disediakan Pemkot Denpasar seperti pemadam kebakaran, fasilitas antar jemput jenazah gratis, penangkapan hewan yang mambahayakan masuk rumah warga, pohon tumbang, dan pelayanan lainnya. Saat ini masyarakat

SMART CITY - Tim Smart City pusat yang dipimpin Executive Staf Kepresidenan Deputi 1 Robertus Theodore, Selasa (10/7) kemarin, bertatap muka dengan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di kantor Wali Kota Denpasar. mengenal Smart City terbatas hanya pengelolaan informasi teknologi semata, namun jauh dari itu, program ini sangat membantu dalam melayani masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menyatukan program dari pemerintah pusat

dan didukung dengan tenaga ahli yang nantinya mampu memberikan kemanfaatan kepada masyarakat serta bermuara pada tingkat kebahagiaan dan kemakmuran masyarakat atau happiness dan prosperity. (ad565)

KPU Minta Parpol Segera Setor Daftar Caleg Denpasar (Bali Post) – Sejak dibukanya masa pendaftaran calon legislatif (caleg) pada 4 Juli lalu, hingga Selasa (10/7) kemarin, belum ada partai politik (parpol) yang menyetorkan berkas pendaftaran calegnya. Karena itu, KPU Denpasar mendesak agar jajaran parpol segera melakukan pendaftaran agar tidak menumpuk di hari terakhir, 17 Juli mendatang. Bila ada yang perlu diperbaiki atau kurang lengkap, bisa diselesaikan lebih awal. Hal ini ditegaskan Komisioner KPU Denpasar Wayan Arsa Jaya didampingi Made Bakti di kantor KPU Denpasar, Selasa (10/7) kemarin. Menurut Arsa, pihaknya sudah menyampaikan kepada masing-masing parpol

terkait pendaftaran ini. Bahkan pihaknya sudah mengumumkan syarat-syarat pendaftaran di media massa. Terhadap mekanisme pendaftaran caleg, sesuai PKPU No. 20 dan petunjuk teknisnya, yakni sesuai tingkatan. Artinya, caleg yang akan berada di tingkat dua melakukan pendaftaran di KPU kabupaten/kota. Demikian pula caleg yang di provinsi melakukan pendaftaran di KPU provinsi. Termasuk caleg pusat, pengajukan berkas-berkas pendaftarannya di KPU RI. Pendaftaran dilakukan oleh parpol. ‘’Parpol yang akan menyerahkan kelengkapan berkas dari masing-masing caleg yang mereka pasang,’’ katanya. Masingmasing parpol bisa mengajukan

atau mendaftarkan calegnya maksimal sebanyak kuota dari daerah pemilihan (dapil) bersangkutan. Bisa kurang dari kuota dapil. Karena hanya jumlah maksimal yang ditentukan. Misalnya saja di Dapil Denbar I kuotanya enam kursi, maka jumlah caleg yang didaftarkan maksimal enam orang. Demikian pula di dapil Denbar II kuotanya tujuh kursi. Dapil Dentim kuotanya hanya delapan kursi, Denut dan Densel masing-masing memiliki kuota 12 kursi. Terkait desakan KPU, jajaran parpol mengaku sudah mempersiapkan semua berkas dari masing-masing caleg yang diusungnya. Seperti diungkapkan pengurus DPC Partai Demokrat Denpasar,

A.A. Ngurah Susruta Ngurah Putra. Demokrat Denpasar akan menyetorkan berkasnya pada 14 Juli. ‘’Rencananya pada 14 Juli ini, bersamaan seluruh Indonesia,’’ kata anggota DPRD Denpasar ini. Hal senada diungkapkan kader PDI-P Denpasar Timur, Wayan Warka. Pihaknya mengaku sudah melengkapi semua berkas yang disyaratkan untuk melakukan pendaftaran. Mulai dari surat keterangan sehat, surat kelakuan baik, tidak pernah dihukum, psikotes, serta berkas-berkas lainnya. ‘’Kita hanya melengkapi berkas yang diminta dan itu sudah kami lakukan. Untuk pendaftarannya akan dilakukan partai nanti,’’ ujarnya. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Sejak dibuka Senin (9/7) oleh KPU Provinsi Bali, sudah ada sembilan tokoh yang mendaftar sebagai calon anggota DPD-RI dapil Bali. Di hari pertama total lima pendaftar, yakni A.A. Gde Agung, Arya Wedakarna, Gede Ngurah Ambara Putra, I Nengah Wiratha dan Ketut Putra Ismaya Jaya. Sedangkan di hari kedua, Selasa (10/7) kemarin ada Ketut Suwardiana, Ni Made Ayu Sriwathi, Dewa Made Suamba Negara dan Made Mangku Pastika.

Mangku Pastika yang masih menjabat Gubernur Bali mendaftar paling akhir sekitar pukul 15.30 Wita. Dia datang mengenakan pakaian adat Bali bersama puluhan pendukungnya. Mengenai persyaratan bakal calon, Mangku Pastika masih harus melengkapi surat keterangan dari pengadilan terkait perubahan nama. Sementara untuk dokumen syarat pendaftaran dinyatakan sudah ada dan memenuhi syarat. Sementara itu, anggota KPU Bali Kadek Wirati, mengata-

kan ada 23 bakal calon DPDRI yang berhak melakukan pendaftaran sekalipun enam di antaranya belum memenuhi syarat dukungan sesuai hasil verifikasi faktual. ‘’Nanti ada kesempatan pada masa perbaikan untuk yang belum memenuhi syarat tapi berhak mendaftar,’’ ujarnya. Wirati menambahkan, bakal calon anggota DPD lainnya masih ditunggu untuk mendaftar di hari terakhir, Rabu (11/7) hari ini hingga pukul 24.00 Wita. Mereka harus membawa

dokumen syarat pendaftaran bakal calon dan dokumen syarat bakal calon. Untuk dokumen syarat pendaftaran, harus ada dan memenuhi syarat. Sedangkan dokumen syarat bakal calon hanya dilihat ada atau tidak ada. Sejauh ini belum ada bakal calon yang mengajukan surat pengunduran diri atau tidak jadi mendaftar. Setelah tahapan pendaftaran ditutup, akan dilanjutkan dengan tahapan verifikasi terhadap berkas persyaratan calon. (kmb32)

Mangku Pastika Mendaftar ke KPU


BADUNG

Rabu Paing, 11 Juli 2018

3

DPMPTSP Badung Belajar Pelayanan Publik di Georgia dan Azerbaijan DALAM rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengundang beberapa daerah termasuk Pemerintah Kabupaten Badung meninjau pola pelayanan pada Public Services Hall (PSH) Georgia dan mengikuti Training of Trainers (ToT) di ASAN Xidmat Center, Azerbaijan pada tanggal 1-6 Juli. ToT diikuti 16 peserta, termasuk peserta dari Badung yang diwakili oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP I Made Agus Aryawan dan Kasi Pelaporan Bidang Program I Gede Suparta. Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP I Made Agus Aryawan, Senin (9/7) mengatakan, ToT yang dilaksanakan di kantor Asan Xidmat Centre 3 Azerbaijan tersebut bertujuan menggali pengalaman dari Pemerintah Azerbaijan, khususnya dalam pengelolaan pelayanan publik yang sangat baik kepada warga negaranya. Azerbaijan mampu mengubah paradigma dalam pelayanan serta telah menerapkan pelayanan secara terintegrasi melalui manajemen Public Privat Partnership (PPP), yang mana petugas pemerintah dan lembaga swasta yang terkait langsung dengan proses pelayanan publik bersatu dalam satu atap. Inovasi ini pula yang akhirnya mengantarkan Azerbaijan berhasil meraih penghargaan dari United Nations Public Service Award dalam bidang pelayanan publik yang banyak dirujuk oleh berbagai negara. ‘’Kesuksesan Azerbaijan dalam membuat perubahan

Bali Post/kmb23

APOA - Sosialisasi aplikasi pelaporan orang asing (Apoa) NG kepada pemilik maupun pengelola tempat penginapan, Selasa (10/7) kemarin di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai. PELAYANAN PUBLIK - DPMPTSP Badung mempelajari pelayanan publik di Georgia dan Azerbaijan. layanan publik yang mendasar melalui ASAN Xidmat, memudahkan masyarakat mendapatkan layanan tanpa harus dipusingkan dengan prosedur yang berbelit dan panjang. Hal inilah selanjutnya mengilhami Kementerian PAN-RB dalam mendorong pembangunan Mal Pelayanan Publik di Indonesia,’’ ujarnya. Ditambahkannya, penggunaan big data sebagai database di semua instansi sudah tertata dengan baik serta pemanfaatan teknologi informasi telah berhasil membuat pelayanan menjadi efektif dan transparan. Selain ke Azerbaijan, peserta juga mengunjungi Public Service Hall (PSH) di Georgia, yang mampu mengubah iklim investasi yang kurang ramah menjadi negara yang ramah investasi. PSH Georgia mampu meningkatkan ranking Ease of Doing

Business (EoDB). Tahun 2017 mendapat ranking 16 sedangkan tahun ini naik di posisi 9. Terkait target untuk meningkatkan ranking Easy of Doing of Business (EODN) di Indonesia, pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Badung sebagai sub-nasional bersama 11 daerah lainnya di Indonesia sebagai lokasi sampling survey EODB yang akan dilaksanakan oleh World Bank. Untuk mendukung persiapan survei tersebut, maka DPMPTSP Badung tengah berbenah dari berbagai aspek serta koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk menyiapkan data yang dibutuhkan untuk survei EODB dimaksud. Demikian pula pengalaman sukses dari negara Azerbaijan dan Georgia akan diadopsi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Kabupaten Badung. (ad560)

”Melaspas Palinggih” Pura Dalem Maspahit Blahkiuh

Wabup Suiasa ”Mendem Padagingan” di ”Palinggih” Padmasana

SETELAH selesai pembangunan palinggih di Pura Dalem Maspahit, Br. Ulapan 2, Desa Blahkiuh, krama pangempon pura melaksanakan karya melaspas guna menyucikan bangunan palinggih tersebut. Upacara melaspas yang bertepatan dengan piodalan tersebut di-puput Ida Pedanda Geria Carangsari. Upacara dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi anggota DPRD Badung Ida Bagus Sunartha, Senin (9/7). Pada kesempatan tersebut Wabup Suiasa mendem padagingan di palinggih Padmasana dan persembahyangan bersama memohon keselamatan serta kerahayuan jagat. Wabup Suiasa juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 15 juta. Panitia Pembangunan I Nyoman Gama menjelaskan, pembangunan palinggih dan sejumlah bangunan di Pura Dalem Maspahit ini atas bantuan hibah Bupati Badung tahun anggaran 2017 sebesar Rp 1 miliar. Pembangunan meliputi Padmasana, gedong palinggihan Ida Batara, pasimpangan Gunung Agung, meru tumpang tiga, pasimpangan Rambut Siwi, peliangan, pamedal agung, dan palinggih apit lawang di jaba. “Rencana ke depan, kami akan melanjutkan pembangunan di jaba pura, seperti candi bentar, bale kulkul, panyengker, bale gong, serta penataan

MELASPAS - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi anggota DPRD Badung Ida Bagus Sunartha, menghadiri upacara melaspas palinggih Pura Dalem Maspahit Blahkiuh, Senin (9/7). pelataran pura. Untuk itu kami pangempon pura yang berjumlah 27 pangarep, dan kurang lebih 346 krama akan kembali memohon bantuan kepada Bapak Bupati, sehingga pembangunan Pura Maspahit dapat dituntaskan,” jelasnya. Sementara untuk upakara piodalan dan pamelaspas, madasar pacaruan rsi gana, menden pedagingan lan pamelaspas. Wabup Suiasa merasa sangat bangga atas rampungnya pembangunan di Pura Dalem Maspahit, terlebih telah dilaksanakan upacara melaspas dan mendem padagingan. Ini sebagai bukti panitia dan krama pangempon pura betul-

betul memanfaatkan dana bantuan sesuai rencana pembangunan. Untuk itu,ke depan Pemkab Badung akan siap untuk membantu pembangunan yang telah direncanakan. “Kami Pemkab Badung siap membantu meringankan beban masyarakat, terlebih untuk pembangunan pura. Karena sudah menjadi komitmen kami dalam melestarikan seni, adat, agama dan budaya di Kabupaten Badung,” terangnya. Ke depan diharapkan paiketan krama pangempon pura dapat ditingkatkan, sehingga segala pembangunan pura maupun aci/upacara yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik. (ad554)

di perbatasan agar tidak terlalu terpencil dan potensi di wilayah tersebut semakin hidup. “Sekarang kan rasionya dua berbanding lima. Harusnya minimal tigalah. Ini kan kepentingan kita bersama juga di Mengwi Utara. Minimal SMK negeri-lah. Nanti kan tergantung kajiannya. Tanah akan kami siapkan di Desa Kuwum, lapangan umum sudah ada, pemerintah tinggal membangun saja di sana,” katanya. Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata, juga meminta pemerintah menambah minimal satu sekolah per kecamatan di Badung. “Ini (kisruh PPDB) seolah sudah menjadi budaya. Tiap penerimaan siswa baru pasti ribut. Ini harus ada solusi,” ujar Putu Alit Yandinata. Politisi PDI Perjuangan ini berharap pemerintah menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk dunia pendidikan. Sebab, pendidikan adalah urusan wajib yang harus ditanggung oleh pemerintah. Mengenai SMA/SMK yang sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, ia minta Pemkab Badung agar selalu berkoordinasi. Sebab, siswa yang morat-marit mencari seko-

lah ini juga adalah putra-putri Badung. “Orangtua murid kan tidak mau tahu (SMA kewenangan provinsi - red). Yang jelas, di Badung anak mereka tidak dapat sekolah, jadi wajar mereka protes,” tegasnya. Dia mencontohkan, daerah yang paling urgen membutuhkan penambahan SMA negeri adalah di Kecamatan Abiansemal. Kecamatan ini hanya ada satu SMA negeri. “Contoh saja di Abiansemal. Di situ cuma ada satu sekolah negeri. Nah, di situ kita tambah sekolah, kalau urusan nanti di situ tidak dapat murid kan bisa diregrouping,” terangnya. Dia meminta eksekutif berkoordinasi dengan Pemprov Bali. Sedangkan biaya pembangunan sekolah dapat dilakukan Pemkab Badung, kemudian dihibahkan ke provinsi. “Kenapa tidak kita saja langsung buatkan sekolah, kemudian dihibahkan ke provinsi. Dari segi anggaran kita kan ada,” jelasnya. Disebutkan, bila terjadi kendala regulasi pemerintah, baik Pemprov Bali dan Pemkab Badung dapat bersama-sama melakukan konsultasi ke pemerintah pusat, sehingga kisruh serupa tidak berlarut-larut. (kmb27)

Dewan Badung Usulkan Penambahan SMA Negeri

Mangupura (Bali Post) – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri di Kabupaten Badung, mendapat perhatian serius kalangan legislator. Bahkan wakil rakyat di Gumi Keris itu mengusulkan penambahan SMA negeri guna mengatasi polemik PPDB dua tahun terakhir ini. Seperti diungkapkan anggota Komisi I DPRD Badung, I Wayan Regep. Politisi asal Kuwum, Mengwi ini mengusulkan tambahan SMA negeri di Kecamatan Mengwi, karena dinilai belum cukup menampung lulusan SMP di Kecamatan Mengwi. “Itu (SMA negeri) belum cukup menampung seluruh siswa lulusan SMP, karena yang ada hanya di Mengwi bagian selatan dan tengah. Kami harapkan sekarang di Mengwi Utara. Apalagi di Kecamatan Mengwi sekarang sudah ada lima SMP negeri,” ungkap Wayan Regep, Selasa (10/9) kemarin. Menurutnya, jika hanya ada dua SMA negeri, maka setiap tahunnya banyak siswa yang tidak tertampung. Dengan dibangunnya SMA negeri, Mengwi Utara yang terletak

Pemilik Tempat Penginapan Wajib Laporkan Keberadaan Orang Asing Mangupura (Bali Post) -

Pemilik atau pengelola tempat penginapan, baik itu hotel, losmen, vila maupun tempat pribadi yang kedatangan orang asing diwajibkan memberikan data keberadaan orang asing kepada pihak Imigrasi. Hal ini untuk mempermudah pengawasan orang asing di wilayah Indonesia. Dalam kaitan itu, kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Bali Maryoto Sumadi, M.S., peran serta para pemilik atau pengelola tempat penginapan sangat diharapkan. Bahkan untuk mempermudah pengawasan, mereka diminta memberikan informasi secara realtime, sehingga data tersebut bisa mudah digunakan oleh pihak Imigrasi dalam berkoordinasi dengan instansi terkait. Berdasarkan analisis dan penelitian di lapangan, memang diperlukan suatu cara agar pihak Imigrasi tidak kesulitan melakukan pendataan. Setidaknya data yang masuk ke Imigrasi bisa lebih cepat. Untuk itu, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Selasa (10/7) kemarin memperkenalkan aplikasi pelaporan orang asing (Apoa) next generation (NG) kepada pemilik maupun pengelola tempat penginapan. “Ini bagian dari bentuk pengawasan bersama. Mudah-mudahan dengan sosialisasi aplikasi Apoa NG, pen-

gawasan orang asing dapat lebih mudah,” katanya di sela-sela sosialisasi kepada ratusan pemilik dan pengurus penginapan, dalam rangka pengawasan keimigrasian dengan menggunakan Apoa NG kemarin. Dikatakannya, dalam upaya meningkatkan peran pengawasan orang asing yang lebih efektif, diperlukan sebuah sistem yang bisa membantu proses pengawasan agar lebih akurat. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai membuat aplikasi pengawasan orang asing yang

merupakan pengembangan aplikasi yang sudah ada. “Intinya, sistem ini dibuat sedemikian mudah untuk digunakan,” ujarnya didampingi Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Amran Aris. Sebelumnya, kata Maryoto, memang pelaporan yang dilakukan masih meng-input data secara manual. Namum dengan Apoa NG, pelaporan cukup dengan melakukan scan paspor, data wisatawan akan diproses secara otomatis. “Awalnya pengguna mengeluh karen harus menginput secara manual. Melalui aplikasi ini kami menarget-

kan semua orang asing yang ada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai bisa terdeteksi,” pungkasnya. Sejak tahun 2016, pemerintah telah menetapkan sebuah kebijakan dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata. Kebijakan yang dimaksud yaitu memberikan bebas visa kunjungan kepada 169 negara. Dengan diterapkannya kebijakan ini, pemerintah ingin mendatangkan wisatawan sebanyakbanyaknya ke Indonesia. Evaluasi yang dilakukan cukup signifikan. Jumlah orang asing yang datang ke Indonesia meningkat ratarata 11-12 persen. “Kondisi ini tentunya menjadi pekerjaan khusus bagi jajaran penegak hokum, khususnya pihak Imigrasi. Karena Imigrasi juga mendapat tugas tambahan untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing,” tambahnya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Rabu Paing, 11 Juli 2018

SMP Ganesha Denpasar Terima 400 Siswa Baru MPLS SMPN 8 Denpasar Dukung Fasilitas Lengkap, Kini Fokus pada Kualitas Pendidikan Sekolah Adiwiyata Mandiri

SEBANYAK 288 siswa baru di SMPN 8 Denpasar mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin (9/7) lalu. Pelaksanaan MPLS, Selasa (10/7) kemarin ditinjau Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. Agung Wiratama didampingi Koordinator Wakasek Luh Dian Wahyuni, S.Pd. sempat memberikan ceramah singkat di depan kelas siswa baru. Dia menekankan agar peserta MPLS menjaga kesehatan dan fisik agar tetap bugar. Jangan sampai lupa makan karena MPLS dibatasi hingga pukul 13.00 Wita. Koordinator Wakasek SMPN 8 Denpasar Luh Dian Wahyuni didampingi Waka Kurikulum I Made Suryasa, S.Pd., Waka Kesiswaan I Ketut Weta, S.Pd., Waka Sarpras Ni Gusti Nyoman Aryawati, S.Pd., Waka Humas Dra. Ni Made Suresti menjelaskan, MPLS di SMPN 8 Denpasar berjalan sesuai juknis, penuh dengan muatan pendidikan karakter serta aktivitas menyenangkan. Anak-anak banyak diajak bernyanyi, bermain dan olahraga gembira. Guru serius mengawasi agar MPLS bebas dari praktik perpeloncoan dan kekerasan. Ini sesuai juknis bahwa MPLS bebas dari dua bentuk kekerasan tersebut. Hal ini diganti dengan pelayanan pendidikan penuh kasih sayang. Kepala SMPN 8 Denpasar I Wayan Murah saat membuka MPLS mengajak anak-anak siswa baru menjalankan MPLS dengan mendukung sekolah menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri. Para siswa diajak menanam pohon penghijauan, aksi

SISWA – Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama bersama Dian Wahyuni dan pengawas berfoto bersama dengan siswa saat meninjau MPLS di SMPN 8 Denpasar. kebersihan di setra dan kuburan Sumerta serta menanam tanaman pot yang berguna bagi masyarakat. Tanaman ini merupakan sumbangan sukarela dari peserta didik baru dengan harga termurah. Tanaman itu berupa bibit cabai rawit, tanaman obat, termasuk tanaman yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar sekolah. Kemudian siswa diajak berperan mengedukasi masyarakat lewat budaya menanam di rumah pekarangan. Inilah peran serta anak didik SMPN 8 Denpasar menuju sekolah Adiwiyata Mandiri. Agung Wiratama mengakui SMPN 8 Denpasar sekolah mungil, namun sarat prestasi khususnya bidang lingkungan dan budaya. Sekolah ini berani diadu untuk lomba Adiwiyata Mandiri karena sudah memiliki program yang jelas dalam bidang peduli lingkungan.

Sekolah ini sejak pagi, siang hingga sore selalu sejuk. Kondisi ini sangat mendukung PBM berjalan nyaman dan menyenangkan. Anak-anak SMPN 8 Denpasar banyak menorehkan prestasi bidang akademik dan budaya. Belum lama ini siswanya maju ke OSN tingkat Nasional. Selain itu, empat siswanya meraih ranking I dan ranking II UN se-Bali. Mereka adalah Ni Kadek Andini Swari, Kadek Maydi Cahyani dan A.A. Istri Nanda Pramesthi Cahyani. Siswa SMPN 8 Denpasar juga menyabet medali perunggu di OSN, pelukis Aditya meraih nominasi juara dunia di Brazil. Sementara tim basket putri SMPN 8 mewakili Bali ke tingkat nasional, menjadi juara umum atletik di Wali Kota Cup dan sebagai sekolah berintegritas menjalankan UN sejak 2015. (ad555)

SMPN 6 Denpasar Gelar Workshop K-13

Matangkan Kesiapan Guru Hadapi Tahun Ajaran Baru SEJAK dipimpin I Gusti Ayu Putu Tirtawati, S.Pd., prestasi siswa SMPN 6 Denpasar melejit dalam segala hal. Kunci suksesnya adalah guru bermutu untuk menghasilkan siswa bermutu. Sebab, IGA Tirtawati sadar benar bahwa guru berprestasi akan mampu menghasilkan siswa berprestasi. Hal itu ditegaskan Kepala SMPN 6 Denpasar IGA Putu Tirtawati saat pembukaan Workshop Review dan Penguatan Kurikulum 2013 (K-13), Selasa (10/7) kemarin. Workshop yang diikuti semua guru dibuka Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. dan dihadiri Ketua Komite Dr. I Wayan Suanda, M.Pd. IGA Tirtawati akan terus berupaya meningkatkan mutu. Salah satu caranya dengan menggelar workshop guna memberi kesempatan bagi guru untuk berubah dan mengikuti perubahan. Sebab, dewasa ini guru makin dituntut berat dalam penguasaan materi, termasuk sangat berat memikul beban sebagai figur yang patut ditiru. Kasek IGA Putu Tirtawati didampingi para Wakasek Ni Luh Mastrini, S.Pd., Drs. Dewa Nyoman Adi Adnyana, Drs. IGN Lanang Jelantik dan Dra. Ida Ayu Nyoman Rupini menambahkan, selama ini sejumlah gurunya mengalami masalah dalam menerapkan K-13, namun tetap menemukan jalan keluarnya. Makanya menghadapi tahun ajaran baru ini, guru dituntut lebih siap dan tertib administrasi. Untuk itulah para guru diajak terus meningkatkan kualitas diri dan tak cepat berpuas diri dengan hasil belajar yang dicapai. Hasil kerja keras itu sudah di-

WORKSHOP - Kasek IGA Putu Tirtawati (kiri) dan Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama pada acara pembukaan Workshop K-13 di SMPN 6 Denpasar. tunjukkan oleh salah seorang guruKabid Pembinaan SMP Agung nya, Ni Made Arnasih, yang sukses Wiratama menegaskan, guru wajib meraih juara I Guru Berprestasi lebih awal menyiapkan perangkat Kota Denpasar dan berhak menjadi pembelajaran, RPP, kalender penduta Denpasar di Provinsi Bali. Dia didikan dan absensi guru. Untuk juga peraih juara I Olimpiade Guru mengajar generasi zaman now diperNasional. lukan kolaborasi peningkatan SDM Ketua Panitia Workshop IGA guru. Sebab, dewasa ini guru bukan Putu Orliani, S.Pd., M.Pd. melapor- satu-satunya sumber informasi dan kan, workshop selama empat hari dii- sumber belajar bagi siswa. kuti 56 guru mata pelajaran. Mereka Menurutnya, menyusun RPP diberikan materi penguatan pendidi- sangat penting karena terkait kinkan karakter, model pembelajaran, erja guru dan berkaitan dengan analisis kalender pendidikan, bedah sertifikasi guru. Termasuk absensi peta mutu, best practice dan karya kedisiplinan kehadiran guru berpeninovatif, pemenuhan beban kerja garuh pada sertifikasi berbasis kinguru, suvervisi akademik serta tun- erja. Jika diakumulasikan ketidatutan pendidikan di era global. Work- khadiran guru mencapai 60 menit, shop menghadirkan narasumber dari terancam tak dibayar sertifikasinMPLP, widya swara dan pengawas ya bahkan dipecat menjadi PNS. dengan tema ‘’Melalui Workshop Makanya ketika pulang lebih awal K-13 kita tingkatkan efektivitas dan harus melapor ke kasek. Sementara kualitas proses pembelajaran serta jika kinerja guru tak maksimal, para profesionalisme guru dan tenaga pengawas juga terkena sanksi tak kependidikan’’. dapat sertifikasi. (ad559)

Cellular World-Telkomsel Serahkan Hadiah ”J4GO’’ CELLULAR World bekerja sama dengan Telkomsel menggelar program J4GO (Jaringan 4G Oke). Hadiah undian berupa 1 unit Mobil Agya dan 3 unit Motor NMax diserahkan kepada para pemenangnya oleh Retail Sales Manager Cellular World Malika Jiwaji dan Manager Telkomsel Branch Denpasar Deny Budianto di Cabang Cellular World, Jalan Gatot Subroto Tengah No.60, Denpasar, Selasa (10/7) kemarin. Malika mengatakan, program J4GO diperuntukkan bagi masyarakat Bali yang melakukan pembelian smartphone atau produk apa pun dan paket internet Telkomsel di tiga cabang Cellular World di wilayah Denpasar, termasuk dalam Cellular World Group. Promo program berlangsung mulai 1 Desember 2017 hingga 31 Mei 2018 di toko seluler yang mengusung tagline ‘’Meli HP, jeg di Cellular World gen’’. ‘’Kami sangat bangga bisa bekerja sama dalam Program J4GO ini bersama Telkomsel sebagai salah satu operator seluler terkemuka di Bali dan satu-satunya milik Indonesia,’’ ungkap Malika Jiwaji didampingi Manager Marketing Cellular World Gede Wirakusuma. Wirakusuma menyatakan pengundian acara ini telah dilakukan oleh Cellular World dan Telkomsel, Jumat (6/7) lalu. Hadiah utamanya berupa 1 unit mobil Toyota Agya dan 3 unit Motor Yamaha NMax. Dari hasil undian, 1 unit Mobil Toyota Agya dimenangkan Komang Ayu Yunia Dewi, sedangkan 3 motor Yamaha NMax dimenangkan Ni Ketut Suarniti, I Gede Putu Oka dan

PROGRAM J4GO - Cellular World bekerja sama dengan Telkomsel menyerahkan apresiasi program J4GO (Jaringan 4G Oke) berupa 1 unit mobil Agya dan 3 unit motor NMax kepada para pemenang di Cabang Cellular World, Jalan Gatsu Tengah No.60, Denpasar. I Nengah Rudi Artana. Deny Budianto mengucapkan selamat kepada para pemenang undian dan terima kasih atas tingginya antusiasme para pelanggan Telkomsel di wilayah Bali dan sekitarnya yang telah berpartisipasi dalam program J4GO ini. Adapun tujuan program tersebut adalah untuk memberikan great experience kepada pelanggan broadband Telkomsel. Selain bisa menikmati layanan broadband 3G dan 4G LTE Telkomsel, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan hadiah menarik. ‘’Kali ini kami kembali memilih Cellular World sebagai mitra dalam program J4GO, selain karena dikenal luas dan terbukti memiliki reputasi yang baik sebagai toko handphone dan smartphone, juga dikarenakan kualitas pelayanan dan penjualan-

nya yang teristimewa di Bali,’’ kata Deny. Tercatat banyak penambahan jumlah new user kartu internet Telkomsel selama periode berlangsungnya program J4GO Telkomsel. Tingginya penjualan tersebut sangat berdampak terhadap peningkatan penggunaan layanan broadband Telkomsel di wilayah Denpasar. ‘’Diharapkan, pelanggan benarbenar bisa merasakan kedahsyatan jaringan kami,’’ ujarnya. Hingga kini Telkomsel telah menggelar lebih dari 1.558 BTS 3G (Node B) dan lebih dari 1.372 BTS 4G LTE di seluruh wilayah Denpasar untuk menjamin kenyamanan pelanggan dalam menikmati layanan data. ‘’Dari sisi kualitas dan kapabilitas sudah meningkat melalui adanya penggunaan teknologi jaringan terbaru,’’ jelasnya. (bns1)

SMP Ganesha Denpasar di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan, sepanjang tahun tetap menjadi incaran masyarakat. Alasannya sederhana, sekolah ini mengalami kemajuan pesat dalam akademis dan fasilitas gedung. Tahun ini sebanyak 400 siswa diterima di sekolah ini. Mereka sejak Senin (9/7) lalu mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pelaksanaan MPLS di SMP Ganesha, Selasa (10/7) kemarin, ditinjau Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. Agung Wiratama yang akrab dengan guru dan kasek langsung memantau ceramah kesehatan dari Puskesmas Densel dan diikuti dengan tertib oleh peserta MPLS. Momen ini juga dipakai kesempatan oleh Agung Wiratama berfoto bersama pengurus OSIS dan guru-guru. Sambil mengacungkan jempol, ia mengakui SMP Ganesha adalah sekolah yang bagus. Lihat saja pembangunan fisik gedung dan fasilitas sekolah sangat permanen dan megah. Bahkan, sekolah ini kini memiliki aula yang representatif. Soal prestasi siswanya tak usah dihitung di Porjar dan Wali Kota Cup. Sementara gurunya adalah guru SMPN 6 Denpasar. ‘’Selain itu, sekolah ini didukung penuh oleh masyarakat Pegok dan Sesetan. Mereka hanya berpikir jika tak lulus di SMPN 6 pasti ke SMP Ganesha,’’ tegasnya.

GURU – Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama foto bersama dengan Kasek Ketut Jawita dan guru ketika meninjau MPLS di SMP Ganesha Denpasar. Kepala SMP Ganesha Denpasar I Ketut Jawita, S.Pd., M.Pd. didampingi Waka Dra. Ni Wayan Gandawati, M.M.Pd., Drs. Dewa Adi Adnyana dan Nyoman Sujana S.Pd. menjelaskan, saat MPLS berlangsung pihaknya masih kedatangan siswa baru. Mereka yang diterima ini adalah hasil seleksi dari pendaftar awal yang mencapai 741 orang. Karena semua ruangan terpenuhi, siswa kelas VIII masuk siang, siswa kelas VII dan IX masuk pagi. Sekolah ini juga menerima tiga anak kembar dan yatim piatu. Semua anak ini diberikan keringanan biaya pendidikan hingga 50 persen dari yayasan. Bahkan, siswa miskin

diberikan beasiswa khusus. Jawita mengungkapkan, setelah tahun ini sukses menyelesaikan pembangunan gedung baru berlantai empat, kini SMP Ganesha Denpasar fokus pada peningkatan mutu pendidikan. ‘’Kini sasaran kami fokus berpikir untuk mutu,’’ ujarnya. Sementara untuk peningkatan mutu guru akan digelar workshop pada 17 Juli mendatang. Ketika membuka MPLS, Ketut Jawita menekankan MLPS di sekolah ini harus menyenangkan dan memperkuat karakter bangsa. Dalam aksi peduli lingkungan siswa diajak aksi kebersihan dan PSN. (ad557)

SMP Wisata Sanur Jadi Sekolah Ramah Anak Tahun Ini Terima 366 Siswa Baru

SMP Wisata Sanur tahun ini bergembira karena target merekrut calon siswa baru terpenuhi yakni 11 kelas. Tahun ini sekolah milik Yayasan Pembangunan Sanur ini menerima 366 siswa. Mereka mengikuti MPLS sejak Senin (9/7) lalu dengan tertib dan lancar. Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. saat meninjau pelaksanaan MPLS, Selasa (10/7) kemarin, mengaku bangga Kota Denpasar memiliki sekolah sebagus ini. Pasalnya, semua potensi siswa dimiliki sekolah ini. Bahkan, sampai ada yang tak memilih sekolah negeri karena sudah lebih awal memilih sekolah ini. ‘’Ini pertanda masyarakat mengejar sekolah berkualitas dan memberi jaminan masa depan,’’ tegasnya. Agung Wiratama tahu sendiri anak-anak SMP Wisata Sanur banyak mengukir prestasi hingga ke tingkat nasional. Sekolah ini memiliki tim KIR yang tangguh, paskibraka dan pramuka yang unggul. Makanya tak salah dia menyebut SMP Wisata Sanur kini sudah menjadi sekolah kebanggaan masyarakat Sanur dan Bali. Sekalipun demikian, pihaknya mengingatkan agar sekolah ini masih membuka pendaftaran calon siswa baru guna mengantisipasi peserta didik yang tak mendapatkan sekolah. Kepala SMP Wisata Sanur Drs. Gusi Made Raka didampingi Wakasek Ni Nyoman Sutini, I.B. Made Suardika, S.Pd.H., Drs. I Wayan Suta, Kaur I.A. Krisna Ari, S.Pd., Dra. Luh Griya Putu Sulastri dan Made Suami, S.Pd. bertekad menjadikan

MENARI – Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama bersama Kasek Gusi Made Raka dan I.A. Krisna Ari menyaksikan siswa belajar menari di MPLS SMP Wisata Sanur. sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah bermutu dan kebanggaan masyarakat Bali. Dukungan yayasan selama ini sangat besar terutama dalam penyiapan sarpras dan guru. Untuk itu, dia berterima kasih kepada masyarakat yang mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah ini. Ditegaskannya, MPLS di sekolah ini berjalan menyenangkan. Program MLPS dikaitkan dengan menjadikan sekolah ini sekolah ramah anak. Bentuk pelayanan guru pun berbeda. Guru datang ke sekolah lebih awal. Saat siswa baru masuk sekolah langsung dijemput oleh gurunya. Hal ini juga dikaitkan dengan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi siswa. Program MPLS dikolaborasikan dengan kegiatan seni. Ketika siswa diberikan ceramah cara belajar,

mereka diajak menari tari Nusantara. Selain riang, mereka tahu cara belajar yang baik memerlukan konsentrasi. ‘’Inilah yang kami sebut sekolah ramah anak. Anak menjadikan sekolah sebagai rumahnya,’’ ujar Gusi Made Raka yang sukses mengantarkan sekolah ini berkualitas. Model pendekatan kasih sayang sangat menonjol di sekolah ini. Ketika pulang dari MLS, para siswa wajib menyalami semua gurunya. Sementara siswa yang tak masuk dikomunikasikan kepada keluarganya. SMP Wisata Sanur terakreditasi A dan memiliki banyak ekstra unggulan seperti Marching Band (MB), Pramuka dan Kelompok Ilmiah Remaja. Selain itu, SMP Wisata Sanur mempunyai keunggulan dalam bahasa asing yakni bahasa Inggris dan Jepang. (ad558)

Senator RI Adakan Seminar Uji Sahih RUU Dosen dan Guru

Wedakarna Ingatkan Pelanggaran MPLS Berpotensi Pidana dan Kritik Sistem Zonasi

PERJUANGAN kaum guru dan dosen terkait perlindungan hukum, peningkatan SDM dan peningkatan kesejahteraan akhirnya sampai di tangan Komite III DPD-RI Bidang Pendidikan dan Pendidikan Tinggi. Provinsi Bali mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah tempat Uji Sahih terkait RUU tentang Perubahan UU No.14/2005 tentang Guru dan Dosen. Acara uji sahih ini dilaksanakan di Kampus Universitas Mahasaraswati Denpasar. Rombongan DPD-RI dipimpin oleh Senator Delis Jurlkarson (Wakil Ketua Komite III DPD-RI asal Sulteng) didampingi Koordinator Acara Komite III di Bali Senator Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Dalam kesempatan tersebut dibahas sejumlah pasal yang akan dibahas di tingkatan Tripartit yakni Pemerintah, DPR dan DPD terkait perhatian terhadap guru dan dosen. ‘’Ada 8 poin yang akan diperjuangkan DPD, baik terkait kesejahteraan guru, mempermudah sertifikasi dan promosi guru dan dosen maupun perlindungan guru dan dosen terhadap aksi kriminalisasi terkait disiplin siswa/mahasiswa. Masukan dari Bali sangat signifikan. Ketiga narasumber yakni I Wayan Suarna, S.E., M.Si. (Disdik Bali), Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. (Ketua PGRI Bali) dan Dr. Ketut Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum. (Unmas),’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. Dalam kesempatan tersebut, Senator Arya Wedakarna juga menyoroti beberapa hal terkait kisruh sistem zonasi dalam program PPDB yang terjadi di Bali. ‘’Dari pandangan saya, percuma ada Peraturan Menteri tentang PPDB kalau dilanggar oleh Bali. Saya

BERSAMA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Senator RI dari 11 provinsi di Kampus Universitas Mahasaraswati Denpasar. kurang setuju jika pemerintah, DPRD menekan sekolah termasuk mengajak masyarakat melanggar aturan. Tujuan peraturan zonasi ini baik, untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tapi yang terjadi di Bali adalah kontradiktif. Jangan hanya karena ingin populis, peraturan pusat dilabrak. Sekarang dengan kejadian PPDB di Bali ini, kini beban sekolah negeri bertambah. Masyarakat juga harus diedukasi, namanya sekolah negeri ya… harus terbatas siswanya. Ini juga merugikan sekolah-sekolah swasta yang dianggap sebagai permainan aturan belaka. Saya sayangkan. Tahun depan kita minta Menteri Dikbud kembali saja ke sistem NEM dan jangan buat masalah di daerah. Jangan dijadikan ajang percobaan sistem ini,’’ papar Shri Arya Wedakarna. Terkait proses penerimaan siswa baru di SMP, SMA dan SMK, Senator AWK mengingatkan kepada sekolah bahwa ada Permendikbud No.18/2016 yang harus dipatuhi

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

oleh sekolah dan jangan sampai MPLS jadi ajang ladang bisnis dan memberatkan siswa. ‘’Saya akan sidak ke beberapa sekolah di Bali. Saya ingatkan jangan sampai ada pengojlokan, jangan ada pemberian tugas yang aneh-aneh alias tidak masuk akal kepada siswa dan sudah harus selesai sebelum sandyakala. Panitia MPLS bukanlah siswa atau OSIS, tapi guru. Jika ada temuan yang melanggar, masyarakat silakan lapor ke DPD-RI Bali untuk kita proses. Kasihan orangtua siswa, sudah bayar biaya sekolah ditambah lagi dengan beban tugas yang berat,’’ tandas Gusti Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. Terkait dengan hal ini, pihaknya juga mendapat masukan bahwa pungutan-pungutan liar yang diadakan oleh sekolah-sekolah berpotensi dimasalahkan oleh Saber Pungli sesuai Perpres No.87/2016 dengan ancaman hukuman pidana bagi oknum yang melakukan pungutan liar. (ad556)


Rabu Paing, 11 Juli 2018

Info seremonial

SMPN 9 Denpasar Gelar Workshop K-13

5

Festival Layang-layang Bupati Badung Cup II 2018

Disiplin dan Kinerja Guru Seribu Layang-layang dari 100 ”Sekaa’’ akan Dipentaskan Tentukan Sertifikasi MENJELANG dimulainya tahun ajaran bara 20182019, guru SMPN 9 Denpasar dikumpulkan guna mengikuti Workshop Penguatan dan Pengembangan Kurikulum 2013 (K-13). Workshop dibuka Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratma, M.Ag. Kepala SMPN 9 Denpasar Drs. I Made Arawan mengungkapkan, workshop diikuti semua guru mata pelajaran dan ekstra di SMPN 9 Denpasar dengan menghadirkan pembicara dari MPLP Bali, widya swara serta pengawas. Ia mengatakan, jumlah guru di SMPN 9 Denpasar makin berkurang, sedangkan jumlah siswa yang diterima konstan yakni 9 kelas atau dengan konsep 9-9-9. Jumlahnya dibatasi 9 sesuai jumlah ruangan dan fasilitas yang hanya untuk 9 rombel. Angka ini pun termasuk angka sakti. Dalam acara itu, Arawan memaparkan kondisi guru di sekolah yang dipimpinnya. Saat ini SMPN 9 memiliki 33 guru PNS, seorang akan pensiun. Sudah disiapkan penggantinya dari guru honor dengan harapan segera diangkat menjadi guru kontrak. Di sekolah ini juga ada 13 guru kontrak, sedangkan pegawai yang PNS hanya dua orang. Sebanyak 10 orang masih honorer dengan dana komite. Gajinya sangat minim yakni Rp 900.000 hingga Rp 1,3 juta per bulan. Pihaknya terus meningkatan kualitas guru. Hingga kini 13 gurunya sudah S-2. Melalui workshop K-13 ini, ia berharap PBM berjalan berkualitas melalui guru berkualitas. Soal prestasi, Kasek Arawan didampingi Wakasek

WORKSHOP – Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama didampingi Kasek Made Arawan saat membuka Workshop K-13 di SMPN 9 Denpasar. Kurikulum Dra. Ni Wayan Raiyani, M.Pd., Luh Putu Susi Widiani, S.Pd., Wakasek Kesiswaan Drs. I Made Kardana, Drs. Ketut Madra, M.Pd., Wakasek Sarpras dan Humas Drs. Dewa Ngakan Putu Ngurah, M.Pd. mengatakan, SMPN 9 adalah gudangnya. Di antaranya meraih peringkat II rata-rata UN tertingdi di Bali, juara I Paskibraka, juara lomba majalah sekolah tingkat nasional, lomba poster, KSPAN, LKTI, dan pesepakbolanya I Komang Teguh masuk timnas Indonesia U-15. Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama menegaskan, guru wajib lebih awal menyiapkan perangkat pembelajaran, RPP, kalender pendidikan termasuk absensi guru. Untuk mengajar generasi zaman now diperlukan kolaborasi peningkatan SDM guru. Sebab, dewasa ini guru bukan satu-satunya sumber informasi dan sumber belajar bagi siswa. Diungkapkannya, masih banyak guru yang belum menyusun RPP sesuai KD.

Banyak RPP guru yang jalan-jalan dan lari cepat bahkan tak nyambung dengan RKK-nya. Bahkan, RPP yang dibuat tak nyambung karena cenderung copy paste. Masih banyak guru tak mengindahkan kaidah membuat RPP yang sistematis. Hal ini penting dikuasai guru karena terkait dengan kinerja guru dan kinerja guru berkaitan dengan sertifikasi guru. Termasuk dalam absensi kedisiplinan kehadiran guru nanti berpengaruh pada sertifikasi berbasis kinerja. Jika diakumulasikan ketidakhadiran guru mencapai 60 menit, guru terancam tak dibayar sertifikasinya bahkan dipecat menjadi PNS. Makanya ketika pulang lebih awal, guru harus melapor ke kasek. Sementara jika kinerja guru tak maksimal, para pengawas juga terkena sanksi tak dapat sertifikasi. Soal pengangkatan guru, tahun ini BKD mengusulkan 123 pengangkatan guru dan tenaga kesehatan PNS di Denpasar. (ad562)

Aksi Peduli dan Sosial IHGMA Bali, PHRI Badung dan BVA tor BPC PHRI Badung Jro Mangku Made Sulasajaya serta tim menyerahkan bantuan secara langsung kepada Posko Induk Pasebaya Tanggap Bencana Gunung Agung, baik dalam bentuk barang-barang kebutuhan para pengungsi maupun uang tunai yang diterima langsung oleh Ketua Umum Pasebaya Tanggap Bencana Gunung Agung I Gede Pawana didampingi Sekretaris Pasebaya Suara Arsana serta jajaran Relawan Pasebaya Gunung Agung. (ad564) KEMANUSIAAN – IHGMA, PHRI Badung dan BVA melaksanakan kegiatan kemanusiaan bagi warga yang terkena dampak langsung erupsi Gunung Agung di Desa Duda Timur, Selat. KOMPONEN pariwisata Bali yang tergabung dalam Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Badung, Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA Bali) dan Bali Villa Association (BVA) melaksanakan kegiatan kemanusiaan, Minggu (8/7) lalu. Kegiatan kemanusiaan itu dengan mengunjungi dan mengirim bantuan ke tempat penampungan sementara bagi masyarakat sekitar Gunung Agung yang terkena dampak bencana erupsi secara langsung. Lokasi yang dipilih yaitu di Desa Duda Timur, Selat. Sebelumnya bantuan juga disalurkan ke Tanah Ampo, Lapangan Swecapura, Desa Menanga. Kunjungan ini merupakan yang kesekian kalinya sebagai lanjutan kunjungan sebelumnya sejak erupsi yang terjadi akhir 2017 tepatnya November lalu. Sekitar 50 orang relawan dikerahkan untuk memberikan bantuan di tempat penampungan sementara termasuk layanan kesehatan gratis bersama Dr. Romy & Associates. Selain tentunya barang-barang berupa bahan makanan, minuman, perlengkapan mandi, selimut dan uang tunai. Donasi diterima langsung oleh koordinator lapangan dan telah disalurkan kepada warga pengungsi. Bantuan yang disalurkan merupakan sumbangsih anggota IHGMA Bali Chapter, IHGMA seluruh Indonesia, Fun and Friendship Gathering (FFG), BPC PHRI Badung dan Bali Villa Association. Ketua DPD IHGMA Bali I Nyoman Astama, S.E., CHA. yang didampingi Wakil Ketua Umum 1 DPP IHGMA I Made Ramia Adnyana, S.E.,

M.M., CHA., Kepala Bidang Keanggotaan DPD IHGMA Bali I Made Subrata, CHA. serta Pande Suartaya menyampaikan, antusias para stakeholder untuk memberikan bantuan dalam segala bentuk luar biasa. ‘’Nah, ini yang kami komitmenkan khususnya kami dari stakeholder kepariwisataan bahwa bantuan tersebut harus berkesinambungan selama saudara-saudara kita masih membutuhkan,’’ ujarnya. Menurutnya, mereka tidak bisa tinggal di rumahnya, tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari serta tidak memiliki pendapatan selama mengungsi ini. Ini tanggung jawab sosial bersama untuk saling membantu dan peduli secara totalitas. Ini wujud nyata kepedulian IHGMA Bali terhadap saudara-saudara di Karangasem yang terdampak pada kawasan rawan bencana. ‘’Sangat penting memberikan semangat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi situasi tersebut agar terjaga rasa percaya diri, aman dan nyaman. Juga penting bekerja sama dan langsung memberi bantuan kepada relawan yang tepat yang mengetahui secara langsung dan nyata dampak erupsi, sehingga bantuan yang disalurkan sampai pada yang benarbenar membutuhkan,’’ ungkapnya. Aksi nyata seperti ini sebagai upaya mendukung pemerintah dalam mengawal pencapaian 8 juta wisman untuk Bali dan 20 juta wisman untuk Indonesia pada tahun 2019. Ketua BPC PHRI Badung yang juga Ketua BPPD Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, S.E., MBA. didampingi Executive Direc-

DALAM rangka melestarikan budaya, khususnya layang-layang tradisional Bali sekaligus guna meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung bekerja sama dengan Pelangi Badung menggelar event atraksi budaya Festival Layang-layang Bupati Badung Cup II Tahun 2018. Sebanyak 1.000 layang-layang dari 100 sekaa asal seluruh kabupaten/kota se-Bali akan dipentaskan selama dua hari, 14-15 Juli, di Pantai Munggu, Kecamatan Mengwi. Festival Layang-layang yang mengambil konsep Sang Datu sebagai simbol Dewata Nawa Sanga (sembilan penguasa di setiap penjuru mata angin) ini akan dibuka oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Minggu (15/7) nanti. Ketua Pelangi Badung I Putu Pasek Pranata, S.E. menjelaskan, Festival Layanglayang II ini melombakan 13 kategori, yakni kategori Dewasa seperti Bebean, Pecukan, Janggan, Janggan Buntut, Bebean Big Size dan Bebean Klasik dan Kategori Remaja seperti Bebean, Bebean Plastik, Pecukan, Pecukan Plastik, Janggan, Janggan Plastik dan Festival Baleganjur. Dari 100 sekaa yang terlibat didominasi dari sekaa Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Gianyar. Layanglayang terbesar yang akan diatraksikan yaitu jenis layang-layang Janggan dengan lebar 8 meter dan panjang ekor mencapai 160 meter. ‘’Layang-layang Janggan inilah yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan wisatawan. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung nantinya,’’ tandasnya, Selasa (10/7) kemarin. Dikatakannya, sejauh ini penggemar layang-layang di Bali dan di Kabupaten Ba-

PERSIAPAN - Kadispar Kabupaten Badung I Made Badra (kanan) didampingi Kabid Industri Pariwisata Badung Ngakan Putu Triawan (kiri) dan Ketua Panitia I Putu Pasek Pranata berfoto bersama seusai konferensi pers terkait persiapan Festival Layanglayang Bupati Badung Cup II 2018 di Ruang Kadispar Kabupaten Badung. dung khususnya sangat antusias, terutama dari kalangan remaja dan dewasa. Bahkan, hampir 50% remaja di Bali menggemari permainan layang-layang. Sebab, selain merupakan permainan tradisional yang sejak zaman dahulu telah populer di kalangan

anak-anak, permainan layang-layang juga sebagai suatu karya seni yang dapat diterbangkan dan indah dipandang. Di samping sebagai suatu sistem yang terorganisir, karena dalam permainan layang-layang membutuhkan tim yang banyak, sehingga tercipta rasa kebersamaan dan nilai gotong royong dalam kehidupan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Ir. I Made Badra, M.M. berharap Festival Layang-layang Bupati Badung Cup II Tahun 2018 ini dapat menarik perhatian wisatawan untuk datang ke Pantai Munggu. Dengan begitu, jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Munggu meningkat, sehingga dapat menaikkan PAD Kabupaten Badung. Selain itu, dapat menyalurkan kreativitas sekaa teruna masyarakat Bali dalam mempertahankan kesenian layanglayang, menjaga dan melestarikan tradisi Rare Angon penghobi malayangan. Ke depan pihaknya berharap Festival Layang-layang ini bisa lebih diperluas hingga ke tingkat nasional bahkan internasional yang melibatkan para penghobi permainan layang-layang dari seluruh dunia. Di samping itu, mengembangkan kategori perlombaan yang lebih luas, seperti kategori super champions yang mempertemukan layanglayang yang pernah juara pada perlombaan events sebelumnya. Dengan demikian, Festival Layang-layang lebih atraktif, inovatif dan menarik dengan skala internasional. ‘’Kami berharap melalui Festival Layang-layang ini kunjungan wisatawan ke Badung dan khususnya di Pantai Munggu meningkat, sehingga ekonomi kreatif di daerah Munggu terus berkembang dan kehidupan ekonominya lebih meningkat,’’ pungkas Made Badra. (ad561)

MPLS SMP PGRI 2 Denpasar Diikuti 482 Siswa Baru

Disdikpora Akui Jadi Sekolah Bertaburan Prestasi MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP PGRI 2 Denpasar alias Grisda berjalan luar biasa. Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag., Selasa (10/7) kemarin langsung meninjau pelaksanaan MPLS di sekolah ini. Agung Wiratama memuji pelaksanaan MPLS di SMP PGRI 2 Denpasar karena sudah mengena dengan moto Kota Denpasar yakni berbasis lingkungan dan pencegahan narkoba. MPLS di Grisda, diakui Agung Wiratama, sangat konsisten ikut mendukung program Denpasar bersih dan membebaskan anak muda dari bahaya narkoba dan AIDS. Apalagi program MPLS diisi ceramah dari kejaksaan dan kepolisian. Selain memuji program MPLS, dia juga memuji SMP PGRI 2 Denpasar sebagai sekolah swasta besar di Denpasar yang tak menjalankan double shift. Sekolah ini diakuinya bertaburan prestasi. Sebagai sekolah sehat, sekolah Adiwiyata serta sekolah pusat peneliti muda dan budaya. Tahun ini SMP PGRI 2 Denpasar dikejar masyarakat. Menurut Agung Wiratama, ini menunjukkan sekolah ini mampu tampil berkualitas.

MPLS - Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Gede Wenten Aryasuda bersama wakasek melepas balon saat membuka MPLS di SMP PGRI 2 Denpasar. Sekolah ini sudah memiliki komitmen membantu siswa miskin. Dia memberi apresiasi siswa miskin di sekolah ini selain dibantu oleh pemerintah juga oleh sekolah. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. mengungkapkan, pelaksanaan MPLS di SMP PGRI 2 Denpasar berjalan sesuai juknis dan diikuti 482 siswa baru. Panitia dari guru didukung OSIS sukses menjalankan program MPLS secara menyenangkan dan berdasarkan ideologi Pancasila. Sekolah

juga mendukung program jaksa masuk sekolah dan polisi masuk sekolah. Dia juga merasa senang siswa baru SMP PGRI 2 Denpasar pakedek pakenyum karena semuanya menjalankan MPLS riang gembira. Tak ada praktik perpeloncoan dan berkomitmen menjalankan antikekerasan. Gede Wenten Aryasuda yang juga Ketua PGRI Bali menyatakan rasa bangganya di tengah persaingan yang ketat, SMP PGRI 2 Denpasar tetap menjadi pilihan masyarakat Denpasar. Lagi pula sekolah

ini dikenal biaya pendidikannya terjangkau. Melalui MPLS dia menekankan pada pendidikan karakter, mengenal lingkungan, peduli lingkungan serta riang gembira. Usai MPLS siswa baru mengikuti upacara persembahyangan dan sisya upanayana. Hal itu dilakukan untuk mohon restu kepada Sang Hyang Saraswati agar selamat memulai pengajaran dan aguron-guron. Dengan demikian kelak mereka menjadi SDM yang suputra. Siswa baru akan mengikuti tes kemampuan akademik. Hal ini dilakukan untuk pemetaan kemampuan siswa sebagai landasan pembinaan tiga tahun ke depan. Saat membuka MPLS, Aryasuda juga berterima kasih kepada masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya belajar di SMP PGRI 2 Denpasar. Dia pun menggugah hati siswa baru untuk bangga menjadi siswa SMP PGRI 2 Denpasar. Aryasuda yang peraih predikat kasek berprestasi di Bali mengatakan, prestasi ini juga berkat dukungan masyarakat dan YPLP Kota PGRI Denpasar, sehingga dari 34 ruang kelas yang dimiliki bisa terisi semuanya. Setelah tersedia fasilitas, kini pihaknya fokus pada pelayanan pendidikan bermutu. (ad563)


OPINI

6

Rabu Paing, 11 Juli 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Jadikan Pertanian Program Strategis KRAMA Bali sebenarya sudah memiliki konsep keekonomian sesuai dengan ajaran Hindu. Konsepnya sederhana yakni menghadirkan kekuatan manifestasi Tuhan dalam diri dan keluarga. Ketika konsep Tuhan ada pada diri dan keluarga diyakini mereka akan selamat dan hidup sejahtera. Itu disebut jagaditha. Pada zaman dulu, orang Bali (baca: Hindu), pantang menjual sawah dan membeli air untuk minum. Sawah adalah simbol bakti dengan pertiwi (ibu) dan air adalah lambang kesuburan dari Dewa Wisnu. Orang menjual atau menggadaikan sawah hanya untuk keperluan upacara Panca Yadnya. Tanah atau lahan pertanian saat itu benarbenar menjadi panglima kehidupan keluarga. Hampir semua KK di Bali memiliki lahan pertanian ditambah dengan teba atau tegalan. Jika tidak mereka menjadi petani penyakap, namun tetap bisa hidup mandiri. Konsepnya, apa yang mereka perlukan sehari-hari itulah yang ditanam. Makanya tegalan bukan saja sebagai pembuangan akhir, juga untuk menanam kelapa, bambu, pisang, dll. Di palamehan, mereka pasti memiliki gelebeg dari ukuran besar hingga kecil. Makanya ketika kita bicara soal trilogi ekonomi Bali, gelebeg, jineng atau tempat menyimpan padi dan gabah ini adalah simbol ketahanan pangan Bali. Di sini juga dipuja Dewi Sri sebagai Dewi Kesuburan. Nyaris tak pernah ada kasus gizi buruk di Bali saat itu. Di sisi lain, krama Bali percaya jika sampai keluarga membeli air untuk minum itu sebuah pertanda bahaya. Umumnya orang Bali zaman dulu memiliki sumur atau sumber air, pantang sampai membeli air seperti air dalam galon sekarang. Kondisi sekarang sudah jauh berbeda. Banyak krama yang sampai tak punya tegak rumah, apalagi lahan pertanian. Demikian juga kalau pembangunan Bali mengabaikan sektor pertanian sebagai sektor utama semuanya akan terancam. Kita mesti meniru negara Jepang dan Tiongkok dalam mempertahankan pembangunan pertanian. Jembatan layang dan jembatan gantung, bahkan jalan tol dibuat dengan rekayasa teknologi tanpa mencaplok lahan pertanian. Jalan boleh ada di atas sementara lahan pertanian dibiarkan hidup subur di bawahnya. Kehidupan petani pun sejahtera dengan harga jual produk pertanian yang tinggi. Di Tiongkok, pemerintah menjamin dengan membeli produk pertanian rakyat jauh lebih mahal ketimbang dijual kepada pengepul. Nah, kondisi kita di Bali sangat terbalik. Jangan berharap anak muda mau menggeluti sektor pertanian. Pemerintah dan pemimpin bangsa harus sadar kita harus membangun pertanian lebih kuat lagi. Jangan sekadar wacana seperti pupuk subsidi, asuransi dll, tapi semuanya bohong. Buatlah pendapatan pembangunan Bali yang utama adalah dari pertanian. Yang kedua boleh dari sektor ekonomi kreatif seperti kerajinan karena memang orang Bali sagat kreatif. Baru disusul sektor pariwisata. Jangan dibalik pertanian mendukung pariwisata, melainkan pariwisata yang mendukung pertanian. Jadi, tempatkan sektor pertanian paling depan agar semua petani mendapatkan imbas dari sektor pariwisata. Demikian juga sektor ekonomi kreatif mendukung pertanian. Dengan pertanian sebagai panglima kita yakin secara swadeshi kita sudah bisa hidup mandiri. Persoalannya apakah kita sudah terlambat menata ini? Ini kembali pada iktikad baik pemegang kebijakan Gubernur Bali yang baru perlu mendengar dan melaksanakan konsep ini.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Caleg Tersangkut Pidana Aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dengan pencalonanan legislatif, patut diapresiasi. Saya sebagai rakyat Indonesia sangat setuju jika terpidana kasus korupsi tak bisa dicalonkan oleh partai politik. Setidaknya, langkah ini akan memberikan jaminan bahwa akan makin kecil jumlah koruptor yang mewakili rakyat duduk di kursi legislatif. Dengan minimnya koruptor sebagai wakil rakyat tentu pembahasan anggaraan tak lagi diwarnai suap. Itu artinya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak lagi tersita waktunya untuk mengawasi kinerja legislator dalam mengelola anggaran publik. Sepintas, saya tahu ini memang membatasi hak warga negara untuk dicalonkan. Selama warga punya hak pilih tentu mereka juga berhak dipilih. Tapi untuk sebuah perbaikan kualitas legislator, saya pribadi mendukung Peraturan KPU (PKPU) ini. Terlebih, selain koruptor, narapidana yang terjerat narkoba dan pelecehan seksual juga dilarang. Bagi Bali, tentu pelarangan calon legislatif yang terjerat narkoba patut disyukuri. Masalahnya, ada sejumlah kasus yang melibatkan DPR dalam kasus narkoba juga banyak. Bahkan, ada oknum wakil rakyat kita di DPRD Bali ditangkap karena terlibat jaringan narkoba. Saya berharap KPU nanti mengumumkan jika ada partai politik yang ngotot mencalonkan orang yang terjerat kasus korupsi, narkoba, dan pelecehan seksual. I Putu Diarta Putra Gianyar, Bali

Trilogi Ekonomi Bali: Pertanian, Kebudayaan, dan Pariwisata Pada tahun 1924, wisatawan secara khusus datang ke Bali menggunakan jalur pelayaran mingguan bertajuk Bali Express dengan rute Singapura, Batavia, Semarang, Surabaya, Singaraja, kemudian ke Makassar. Bali Express merupakam prakarsa Koninklijke Paketcart Maatsckapy (KPM) atau Maskapai Pelayaran Kerajaan Belanda.

Oleh Ir. Dharma Gusti Putra Agung Kresna

B

eberapa waktu kemudian dibuka perwakilan Official Tourist Bureau di Singaraja. Melalui biro jasa ini para wisatawan dapat menyewa taksi, lengkap dengan sopir dan pramuwisata berbahasa Inggris. Datadata pertama yang dikeluarkan Official Tourist Bureau pada 1924 mencatat 213 wisatawan datang ke Bali. Jumlah wisatawan terus meningkat secara teratur. Pada 1926 menurut majalah Tourism in Netherlands East Indies edisi 8 Februari 1927 sebanyak 480 wisatawan mengunjungi Bali. Selama Januari 1927 terdapat 32 wisatawan yang sudah mengunjungi Bali untuk ke 18 kalinya pada periode yang sama. Sejak itu, wisatawan mulai berdatangan ke Bali. Apalagi sejak Walter Spies – seorang pelukis dan musikus berkebangsaan Jermanmenetap di Bali pada 1927. Seiring berjalannya waktu, zona nyaman bidang pariwisata mulai dinikmati segenap krama Bali. Limpahan dolar mengalir seiring kedatangan para wisatawan asing. Eksplorasi berkepanjangan terhadap alam dan budaya Bali atas nama pariwisata yang menghasilkan aliran dolar, seakan telah berubah menjadi sebuah eksploitasi. Gemerlap pariwisata secara perlahan membawa perubahan sosio-kultural dalam masyarakat

Bali. Masyarakat Bali yang agraris dengan sifat komunal penuh kemitraan, saat ini sebagian sedang bergeser menjadi masyarakat jasa yang berciri lebih individual dan penuh dengan kompetisi. Trilogi Ekonomi Bali Kita harus menyadari bahwa pada hakikatnya pariwisata Bali hanyalah produk akhir dari kebudayaan masyarakat Bali. Sementara segenap kebudayaan krama Bali adalah resultan dari kehidupan keagamaan Hindu Bali yang didukung sistem pertanian segenap krama Bali. Perekonomian masyarakat Bali pada awalnya bertumpu pada kehidupan pertanian. Kehidupan pertanian masyarakat Bali kemudian melahirkan tradisi kebudayaan krama Bali yang telah berlangsung turun-temurun selama ini. Kehidupan tradisi kebudayaan tersebut menghasilkan produk akhir berupa pariwisata; dengan kedatangan wisatawan di segenap penjuru Pulau Bali. Sekarang justru pariwisatalah yang dianggap sebagai tulang punggung ekonomi Bali. Pertanian sebagai ujung pangkal ekonomi Bali seakan terabaikan. Padahal, segala sarana upakara dalam keseharian krama Bali adalah hasil-hasil pertanian dari sawah, lading, dan kebun. Akibatnya, justru sarana upakara krama Bali lebih banyak didatangkan dari

luar Pulau Bali. Produk unggulan jeruk Kintamani, salak dan manggis Karangasem, sapi Bali ataupun kopi Singaraja, seakan terlupakan. Keseharian kehidupan krama Bali adalah sejalan dengan tatanan musim. Segala jenis upakara dalam kehidupan krama Bali selalu dalam bingkai hitungan alam, sejak triwara, panca wara, sapta wara, wuku, hingga sasih. Perekonomian Bali adalah ekonomi yang berbasis pada kebudayaan sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa manusia, berlandaskan kehidupan pertanian. Kata kuncinya adalah memahami akar budaya ekonomi Bali serta kembali ke jati diri krama Bali. Kita harus menyadari bahwa sejarah perekonomian Bali tumbuh dan berkembang dalam trilogi yang berkesinambungan secara bertahap. Trilogi ekonomi Bali tersebut adalah: pertama, pertanian; yang menjadi awal ladang ekonomi keseharian krama Bali. Pertanian di sini tidak hanya dalam pengertian agriculture, namun dalam makna farming. Sehingga tercakup bidang

agriculture farm (bercocok tanam), dairy farm (berternak penghasil susu, keju), fish farm (bertambak ikan), maupun poultry farm (berternak unggas). Pertanian adalah potensi ekonomi yang luar biasa di masa depan. Produk-produk pertanian dalam segala bentuknya, merupakan konsumsi kebutuhan pangan masyarakat. Untuk menyongsong masa depan, pertanian Bali harus dikerjakan dalam pola industrial farming, harus digarap dengan sentuhan teknologi tinggi, sejak pembibitan, pembudidayaan, hingga pascapanen. Sehingga tercakup unsur agro-teknologi (teknologi tanah dan yang dibudidayakan), agro-industri (industri & teknologi pengolahan hasil pertanian), dan agro-bisnis (optimalisasi profit bidang pertanian secara keseluruhan, sejak bibit, pupuk, peralatan, budi daya, hingga distribusi dan pemasarannya). Semua harus dengan sentuhan teknologi informasi sehingga berwujud smart- farming. Krama Bali akan menjadi bangga dan sadar akan kekayaan warisan budaya pertanian yang mereka miliki. Kedua, kebudayaan sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa krama Bali. Kebudayaan tidak boleh dimaknai secara dangkal sebagai kesenian semata. Kebudayaan krama Bali yang menjadi sajian bagi wisatawan, harus diresapi sebagai manifestasi jati diri kehidupan masyarakat Bali. Tradisi handicraft

Oleh Edy Mulyadi Bahkan, dia juga memerintahkan aparat hukum menggeledah dan menyita harta millik Najib. Malaysia pun guncang. Belum pernah dalam sejarah negeri anggota persemakmuran Inggris itu memperlakukan mantan pemimpinnya sedemikian rupa. Malaysia memang punya hukum tegas terhadap tersangka kasus korupsi. Maka, sejak 18 Mei sampai 10 hari berikutnya, rakyat Malaysia disuguhi aksi aparat hukum yang mengangkut bertas-tas uang, barang-barang mewah, lusinan tas berharga mahal, dan mobil milik Najib serta sang istri. Semua uang dan barang yang disita karena diduga didapat dari korupsi tersebut. Semuanya diangkut dengan lima truk polisi. Polisi mengaku butuh waktu tiga hari untuk menghitung tuntas seluruh uang serta nilai barang yang disita. Pesan apa yang hendak Mahathir sampaikan? Hukum harus ditegakkan, tanpa pandang bulu. Dr. M. ingin menunjukkan kepada rakyat Malaysia bahkan dunia, bahwa ketegasan juga berlaku bagi mantan perdana menteri yang baru lengser. Setiap pelaku kejahatan, apalagi jika magnitudo kerusakannya begitu luas, harus mendapat balasan setimpal. Korupsi, apalagi dilakukan kepala negara, adalah kejahatan luar biasa yang harus mendapat sanksi luar biasa pula.

Penulis, arsitek dan pemerhati budaya Bali

‘’Menatap Bali ke depan, harus kita ciptakan sistem ekonomi Bali yang terpadu, berkelanjutan, dan berkesinambungan. Tetap dengan anatomi tradisi sosial-budaya krama Bali, namun dengan tatanan dan mindset baru dalam konteks masa kini.‘’

Mahathir, Rizal Ramli, dan Pulau Malaria

”Kalau saya jadi presiden, pada hari pertama, saya akan tangkap 100 orang Indonesia paling berengsek. Saya akan kirim mereka ke pulau bernyamuk malaria, di selatan Kalimantan,” ujar Rizal Ramli. Pernyataan itu disampaikan pria yang akrab disapa RR di halaman Masjid At Tin, Jakarta Timur. Sejatinya, ucapan itu bukan barang baru. Rizal Ramli sudah sering mengulang-ulang pernyataan tersebut di banyak tempat dan kesempatan. Sejak mendeklarasikan diri sebagai calon presiden periode 2019-2024 di halaman belakang rumahnya di bilangan Bangka, Jakarta Selatan, pada 5 Maret silam, entah sudah berapa belas kali dia lakukan itu. Benarkah Rizal Ramli tengah melucu? Saya yakin, haqqul yaqin, tidak. Tokoh nasional yang pernah menjadi anggota tim panel ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama dua penerima hadiah nobel ekonomi itu, saya rasa, serius dengan pernyataannya. Ya, Rizal Ramli sungguh-sungguh akan menggiring 100 orang Indonesia paling berengsek ke pulau bernyamuk malaria. Dari negeri jiran, 9 Mei silam, Malaysia, Mahathir Muhammad memenangi Pemilihan Raya (Pemilu). Politisi gaek berusia 93 tahun itu berhasil menumbangkan kekuasaan otoriter dan korup Perdana Menteri Najib Razak yang telah berkuasa selama satu dasawarsa. Hal mengejutkan yang dilakukan Mahathir yang juga mantan PM Malaysia itu adalah, sehari berikutnya dia langsung melarang Najib meninggalkan negeri.

dan upakara dalam kehidupan krama Bali adalah manifestasi kebudayaan Bali. Memaknai kebudayaan Bali secara utuh akan memacu kepedulian masyarakat dalam melestarikannya, sehingga dapat ikut meningkatkan kesejahteraan krama Bali. Ketiga, pariwisata Bali. Pariwisata yang selama ini cenderung semakin bersifat massal, harus diubah menjadi pola special interest tourism (pariwisata minat khusus). Pariwisata massal sering membawa perubahan eksplorasi alam dan budaya menjadi lebih bersifat eksploitasi. Pariwisata minat khusus justru akan lebih dapat melestarikan alam dan budaya, karena wisatawan minat khusus lebih didominasi oleh mereka yang benar-benar interest dengan suatu objek wisata. Sehingga pariwisata akan tetap menjadi sendi ekonomi Bali secara berkelanjutan. Menatap Bali ke depan, harus kita ciptakan sistem ekonomi Bali yang terpadu, berkelanjutan, dan berkesinambungan. Tetap dengan anatomi tradisi sosial-budaya krama Bali, namun dengan tatanan dan mindset baru dalam konteks masa kini. Supply-chain dalam perekonomian Bali harus selalu dalam kerangka trilogi pertanian, kebudayaan, dan pariwisata; berlandaskan filosofi keseimbangan Tri Hita Karana.

Reformasi 1998 Adakah Rizal Ramli terinsipirasi pada gebrakan Mahathir? Tentu tidak. Mahathir baru memenangi pemilu pada 9 Mei 2018. Sementara Menko Ekuin era Abdurrahman Wahid itu langsung menyatakan akan mengirim 100 orang Indonesia paling berengsek ke pulau yang dihuni nyamuk malaria pada 5 Maret 2018, saat dia mendeklarasikan diri sebagai capres. Sepertinya, pria yang dikenal sebagai tokoh pergerakan sejak mahasiswa 40 tahun lalu itu hendak belajar dari reformasi 1998. Gerakan mahasiswa dan seluruh elemen rakyat tersebut memang berhasil menumbangkan Soeharto yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun. Ada aroma kemenangan merebak ke segala penjuru atmosfer Indonesia. Ada kebanggaan memenuhi tiap dada rakyat yang ingin perubahan. Ada euforia yang bergelora di situ. Tapi, ternyata ada yang luput dari sana. Krisis moneter telah menghempaskan Indonesia jatuh ke titik terdalam. Ekonomi yang stabil di kisaran 6% selama puluhan tahun, tiba-tiba terbanting ke minus 13%. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang menggurita, utang swasta yang gila-gilaan, dan pengelolaan perbankan yang ugalugalan, jauh dari prudent, dibayar teramat mahal. Pemerintah harus mengucurkan ratusan triliun

rupiah dalam bentuk Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang bermasalah. Pria yang saat mahasiswa pernah mendekam di penjara Sukamiskin, Bandung, karena melawan otoriterisme Orde Baru ini sepertinya benar-benar ingin belajar dari kesalahan reformasi 1998. Dia tidak mau kehilangan momentum untuk menghukum siapa saja yang merusak Indonesia. Pada titik ini, maka pernyataan Menteri Keuangan era Gus Dur itu yang akan menangkap dan mengirim 100 orang Indonesia paling berengsek ke pulau terpencil bernyamuk malaria, menemukan konteksnya. Ya, memang harus ada yang dihukum atas berbagai kemiskinan dan derita yang dialami rakyat negeri ini. Kemiskinan yang membelit sebagian besar rakyat negeri ini memang tidak semata-mata karena mereka malas. Justru pada umumnya rakyat Indonesia adalah pekerja keras, ulet, dan tahan banting. Dalam praktiknya, kemiskinan dipicu oleh kebijakan negara yang memiskinkan. Mengimpor beras dan garam saat panen raya jelas kian memiskinkan petani dan petambak garam. Membarter kuota impor berbagai komoditas pangan dengan uang sogokan jelas merugikan negara dan menyusahkan rakyat. Publik harus membayar jauh lebih tingggi ketimbang yang seharusnya. Mengobral sumber daya alam dan aset-aset BUMN, jelas merugikan bangsa ini. Terusmenerus berkiblat pada neolib sebagai model pembangunan ala Bank Dunia dan IMF, jelas me-

matikan potensi negeri ini untuk terbang lebih tinggi. Menimbun utang beribu-ribu triliun dalam waktu amat singkat jelas sangat membebani APBN, yang pada akhirnya merampas hak-hak rakyat dari postur anggaran. Penulis, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

POJOK

2019, Menteri Puspayoga fokus bina pengusaha pemula. - Buat yang kecil jadi besar. *** Sudah sembilan orang tokoh Bali mendaftar jadi anggota DPD-RI. - Berebut kursi empuk. *** Pariwisata Bali dihadang berbagai persoalan. - Akibat rebutan dolar.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Paing, 11 Juli 2018

TABANAN

7

Wujudkan KLA Terbentur Sarana-Prasarana

Tabanan (Bali Post) –

Kabupaten Tabanan saat ini masih mengikuti penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Salah satu persyaratan yang harus dimiliki Pemkab Tabanan yakni peraturan daerah (perda). Kini eksekutif telah mengajukan Ranperda KLA ke dewan dan dibahas di Pansus VII.

JEMUR - Petani saat menjemur padi beras merah cendana.

Bali Post/kmb24

Tabanan Ekspor 10 Ton Beras Merah Cendana Tabanan (Bali Post) Beras merah cendana, produksi beras khas Tabanan, dilirik negara luar, dalam hal ini Amerika. Kandungan gizi dan rendah gula dalam beras merah cendana menyebabkan Negeri Paman Sam ini melakukan ekspor sebanyak 10 ton langsung dari Tabanan. Meski permintaan datang setiap bulan, sayangnya petani belum mampu memenuhinya. Kepala Bidang Pengembangan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suandra, Selasa (10/7) kemarin mengatakan, salah satu usaha penggilingan padi di Banjar Piling Desa Mengesta mendapatkan tawaran ekspor beras merah cendana ke Amerika. Permintaan awal sebenarnya 15 ton dan kontinu setiap bulannya. Namun karena produksi dan stok terbatas, pihak penggilingan hanya mampu memenuhi dan mengirim 10 ton beras merah cendana.

Keterbatasan pemenuhan eskpor ini karena melihat mutu yang harus dijaga dan juga pengumpulan produksi padi beras merah cendana dari subak masih terbatas, yaitu baru di Desa Mengesta dan sebagian Desa Jatiluwih. Untuk bisa memenuhi permintaan ini sehingga bisa kontinu setiap bulan adalah dengan mendorong daerah di Tabanan yang memiliki potensi penanaman beras merah untuk menanam beras jenis ini. Adapun daerah yang berpotensi adalah Baturiti dan Pupuan. ‘’Kami dari Dinas Pertanian siap mememberikan pembinaan,’’ ujar Suandra. Dengan semakin banyaknya subak yang menanam dan menghasilkan beras merah cendana, Suandra mengaku yakin akan mampu memenuhi permintaan ekspor ke Amerika setiap bulannya. ‘’Sekarang karena jumlah produksi terbatas, permintaan kontinu setiap bulan masih belum bisa

dipenuhi,’’ ujarnya. Perusahaan penggilingan padi yang mengekspor beras merah cendana ini adalah UD Karya Sejahtera. Pemilik UD Karya Sejahtera Wayan Sukaarta mengatakan saat ini pihaknya sedang menyiapkan permintaan ekspor beras merah cendana tahap kedua. Rencananya akan dikirim pada Agustus mendatang. ‘’Permintaan tetap 15 ton. Semoga bisa terpenuhi,’’ ujarnya. Mengenai pemenuhan permintaan ekspor setiap bulan, diakui Sukaarta, belum bisadilakukan. Hal ini dikarenakan selain produksi beras merah cendana yang dikumpulkan dari petani belum bisa memenuhi secara kontinu, proses pengepakan produk juga membutuhkan waktu. Menurut Sukaarta, pihaknya mengekspor beras merah cendana berupa kemasan 10 kilogram dalam bentuk beras dan tepung. Untuk memenuhi permintaan ekspor saat ini, kata

Sukaarta, pihaknya membeli beras merah cendana milik petani dalam bentuk padi seharga Rp 700 ribu per kuintal. ‘’Kita belinya dalam bentuk padi, belum diproses sama sekali. Nantinya padi dari petani ini akan dijemur atau dikeringkan, kemudian diolah menjadi beras maupun tepung oleh penggilingan UD Karya Sejahtera sebelum akhirya dikemas dan dikirim ke Amerika,” katanya memaparkan. Sukaarta menambahkan, pemenuhan ekspor setiap bulan bisa terealisasi apabila semakin banyak petani di Tabanan menanam beras merah cendana. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah semakin mendorong petani untuk menanam beras merah cendana, terutama penanaman dengan teknik organik. ‘’Sebab pasar sudah ada. Keuntungan juga lebih banyak dengan menanam beras merah, terutama yang organik,’’ paparnya. (kmb24)

Sebelas Hari Usai Puncak Karya, Krama Desa Beraban Gelar ”Nyenuk”

NYENUK - Iring-iringan prosesi Nyenuk serangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung lan Mupuk Padagingan ring Kahyangan Dalem Prabu lan Prajapati Desa Pakraman Beraban. SEBELAS hari setelah puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung lan Mupuk Padagingan ring Kahyangan Dalem Prabu lan Prajapati Desa Pakraman Beraban, Selasa (10/7) kemarin digelar upacara Nyenuk yang dirangkai Rsi Bojana dan Nyineb. Upacara ini dimaknai sebagai sebuah simbol ke-

datangan para dewata-dewati yang turun dari kahyangan untuk memberikan anugerahnya kepada krama Desa Pakraman Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Diawali dengan prosesi Rsi Bujangga, di-puput oleh dua sulinggih yakni Ida Rsi Geria Tegal dan Ida Pedanda Geria Taman Belayu. Selanjutnya,

Festival DTW Tetap Dijadwalkan Tabanan (Bali Post) Meski Gunung Agung sempat erupsi beberapa kali, tidak menyurutkan rencana Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan menggelar festival di DTW yang ada di daerah ini. Dinas Pariwisata optimis pelaksanaan festival akan tetap sukses. Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa, Selasa (10/7) kemarin, mengatakan festival yang akan digelar dalam waktu dekat adalah di DTW Tanah Lot pada 18 Agustus, menyusul DTW Jatiluwih pada 14 September. Menurutnya, jadwal ini adalah rencana sebelum adanya erupsi Gunung Agung. ‘’Rencana pelaksanaan tidak mengalami perubahan meski Gunung Agung saat ini erupsi,’’ ujarnya. Meski demikian, rencana perubahan bisa saja dilakukan jika

aktivitas Gunung Agung lebih besar dari biasanya. Pihaknya optimis peningkatan kunjungan wisatawan akan tercapai melalui ajang festival nanti, asalkan penerbangan dari dan menuju ke Bali normal. ‘’Jika penerbangan normal, optimis kunjungan meningkat. Apalagi dengan berkembangnya pangsa pasar wisatawan mancanegara dari India dan Tiongkok,’’ paparnya. Pelaksanaan festival tersebut, mendapat bantuan dana dari Kementerian Pariwisata. Festival di DTW Tanah Lot dialokasikan dana Rp 150 juta, begitu juga dengan pelaksanaan festival di DTW Jatiluwih. Selain dari Kementerian Pariwisata, akan ada tambahan dana dari dana Dekon untuk festival di DTW Jatiluwih sebesar Rp 170 juta. (kmb24)

sejumlah krama yang berpakaian adat serba kuning, merah, putih, hitam serta poleng berdasarkan mata angin dan dua orang (laki dan perempuan) mapayas agung berkumpul di Pura Dangin Bingin, kemudian beriringan menuju Pura Kahyangan Dalem Prabu. Panjang iring-iringan membuat panitia setempat dan petugas kepolisian harus menutup arus lalu lintas sementara. Diawali para pamundut uparengga, lelontekan, kober, umbul-umbul serta berbagai simbol senjata nawa sanga kemudian diikuti barisan pemangku, terakhir krama istri yang membawa sarana panyenukan. Tiba di jaba pura, iring-iringan peed panyenukan disambut tarian Rejang Dewa oleh anak-anak krama setempat. Bahkan dalam upacara nyenuk itu juga terjadi dialog dan tanya jawab dengan masing-masing utusan para dewa serta ditanya maksud dan tujuannya tangkil ke Pura Kahyangan, setelah masing-masing utusan menjawab kehadirannya itu untuk menghaturkan pala bungkah, pala gantung serta berbagai

hasil bumi, mereka lalu dipersilakan masuk ke jeroan pura. Teriknya matahari saat itu tidak mengurangi niat krama mengikuti prosesi nyenuk. Ketua panitia karya yang sekaligus Bendesa Adat Beraban I Made Sumawa didampingi Bagian Humas I Nyoman Sukanada menjelaskan, nyenuk memiliki makna ungkapan terima kasih atas upacara yadnya yang telah dilaksanakan selama ini. Semua ini tidak terlepas dari anugerah Ida Batara Sesuhunan, para Ida Sulinggih yang telah bertugas muput karya serta krama desa setempat. “Jadi ada barong padi dan barong buah, setelah diupacarai, pala gantung dan pala buah diyakini berisi pasuecan yang selanjutnya dibagikan kepada krama,” terangnya. Usai upacara nyenuk, nantinya akan dilanjutkan dengan rangkaian upacara abulan pitung dina (1 bulan 42 hari), yang juga diisi upacara nyegara gunung. Diharapkan karya agung ini, lanjut Sumawa, membawa keseimbangan sekala dan niskala, sekaligus menciptakan kesejahteraan bagi seluruh krama desa adat setempat. (ad556)

Dalam rapat kerja Pansus VII yang dipimpin Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra I Wayan Yatnanadi, Selasa (10/7) kemarin, terungkap masih ada sejumlah kendala yang dihadapi mewujudkan Tabanan sebagai KLA. Di antaranya sarana dan prasarana pendukung yang belum memadai. Menurut Ketua Pansus VII Gusti Omardani, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pemerintah daerah untuk mewujudkan KLA, seperti keberadaan sekolah layak anak. Sekolah harus memberikan ruang bagi anak berekspresi dalam bidang seni, budaya dan olahraga, serta memberikan kebebasan berpendapat. “Harus dibuka ruang bagi anak untuk berekspresi. Begitu juga dalam bidang kesehatan, perlu adanya perlindungan kesehatan bagi anak,’’ ujarnya. Apalagi seperti diungkapkan Dinas Kesehatan dengan semakin meningkatnya kasus anak terinfeksi HIV/AIDS. Hal ini, kata Omardani, menjadi

keprihatinan dan harus dicarikan solusi. “Hal itu di daerah yang belum ada. OPD terkait harus mencermati hal tersebut,” tandasnya. Terkait keberadaan ruang terbuka untuk anak yang ada saat ini, kata dewan asal Pupuan ini, belum memadai. Kalaupun ada, masih ada orangtua dan dewasa beraktivitas di wilayah tersebut yang membahayakan keberadaan dan kebebasan anak. Satu hal lagi yang perlu menjadi perhatian, yakni keberadaan Wifi gratis yang diberikan Pemkab bagi anak-anak. Hal tersebut disambut positif, namun ada sisi negatif yang harus diperhatikan. Salah satunya masih banyak konten negatif termasuk situs pornografi yang bebas diakses dan belum diblokir pihak terkait. “Terlepas dari berbagai kendala yang masih dihadapi, kami mengapresiasi eksekutif mengajukan ranperda ini, apalagi mengacu pada UU dan aturan yang lebih tinggi,” sebutnya. Sementara itu, Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra I Wayan Yatnanadi

menyebutkan, masukan dewan pada prinsipnya diterima karena relevan dengan mengacu pada aturan yang lebih tinggi, seperti UU Perlindungan Perempuan dan Anak serta peraturan pemerintah yang ada. Diakui, mungkin dalam penyusunan ranperda belum semuanya diadopsi sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan daerah sehingga masih harus dicermati. “Masih perlu kecermatan dalam menyusun ranperda terkait aturan yang ada, yang harus kita adopsi sesuai dengan kewenangan yang ada. Tidak harus semuanya dikutip, hanya yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” jelasnya. Ditambahkan, untuk menuju Tabanan sebagai KLA perlu adanya daya dukung, terutama adanya regulasi berupa perda yang menjadi payung hukum. Diakui, secara prinisp OPD terkait sudah melakukan upaya perlindungan anak dengan berbagai program yang dibuat, baik di Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kesehatan serta OPD lainnya. (kmb28)

KLA - Rapat kerja pansus terkait pembahasan Ranperda KLA.

Bali Post/kmb28

Tingkatkan Derajat Kesehatan Melalui Dokter Kecil Tabanan (Bali Post) Anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa. Pertumbuhan dan perkembangan mereka akan terganggu jika menderita sakit, kurang gizi atau mengalami masalah kelebihan gizi. Tidak hanya itu, apabila anak menghadapi masalah psikososial atau kejiwaan, keadaan ini akan mempengaruhi proses belajar lebih lanjut, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Dalam mengatasi masalah ini, pemerintah melalui Dinas Kesehatan melakukan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Bagian dari program ini adalah membina dokter kecil atau dokter cilik sebagai salah satu upaya peningkatan derajat kesehatan, tertutama di lingkungan sekolah. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tabanan I Made Supardiyadnya, Selasa (10/7) kemarin mengatakan, UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektor dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat peserta didik. Upaya strategis ini melibatkan peran serta aktif warga sekolah

Bali Post/kmb24

LOMBA - Kegiatan lomba dokter kecil berlangsung di Dinas Kesehatan Tabanan, Selasa (10/7) kemarin. melalui pendekatan kelompok teman sebaya, yang mempersiapkan peserta didik menjadi penggerak hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat sekitarnya. Salah satu program yang dikembangkan oleh UKS adalah program dokterkecil yang mempunyai peran untuk membantu mengembangkan Program UKS dari anak ke anak. ‘’Mereka berupaya menanamkan kepada dirinya sendiri, teman-teman, adik-adik, maupun lingkungannya untuk dapatmelaksanakan pola hidup sehat sedini mungkin, di manapun dalam kehidupannya sehari-hari,’’ ujar Supardi. Guna semakin memperluas

informasi dokter kecil ini, pihak Dinkes setiap tahun rutin menggelar kegiatan lomba. Lomba tersebut juga bertujuan merangsang minat dan daya saing setiap dokter kecil se-Kabupaten Tabanan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, potensi dirinya melalui kompetensi dan persaingan yang sehat. ‘’Juara dokter kecil di tingkat kabupaten akan mewakili Tabanan ke Provinsi,’’ ujarnya. Adapun juara pertama lomba dokter kecil tingkat Kabupaten Tabanan yang berlangsung Selasa kemarin, diraih oleh Ni Wayan Nia Ardina Maharani dari SDN 6 Pujungan yang merupakan perwakilan Puskesman Pupuan I. (kmb24)


BULELENG

8

Rabu Paing, 11 Juli 2018

Soal Eksekusi Tanah di Jalan Tratai, Pemkab Tunggu Petunjuk PN Singaraja Singaraja (Bali Post) – Kepastian eksekusi sengketa tanah di Jalan Tratai, Kelurahan Banyuasri, Singaraja nampaknya semakin tidak jelas saja. Ini disebabkan, pascakeputusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, pihak Pemkab Buleleng justru mengambil sikap menunggu sampai ada petunjuk resmi dari Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Konon, sikap ini dilakukan karena tanpa bukti surat resmi dari PN Singaraja yang menyatakan eksekusi bisa dilakukan, pemkab sendiri tidak akan berani mengambil langkah hukum yang sifatnya lanjutan. Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekab Buleleng Bagus Gede Bratha mengatakan hal itu, Selasa (10/7) kemarin. Dikatakan, setelah MA-RI mengeluarkan keputusan PK yang membatalkan putusan sebelumnya, pihaknya belum mendapat penjelasan secara resmi melalui surat dari PN Singaraja. Padahal, pemkab pernah melayangkan surat permohonan eksekusi atas sengketa tanah itu ke PN Singaraja. Hanya, surat itu tidak pernah dijawab secara resmi. Sebaliknya, PN sendiri hanya melakukan koordinasi lisan dengan pihak pemkab. Atas kondisi ini, pihaknya tidak bisa mengambil langkah hukum lanjutan pascaputusan PK MA-RI tersebut. “Tanpa ada surat resmi eksekusi itu tidak bisa dilakukan, kami tidak memiliki dasar melakukan upaya hukum lanjutan. Sekarang, kami tunggu surat dari PN termasuk surat permohonan eksekusi kami yang belum dijawab PN Singaraja,” katanya. Surat resmi dari PN itu kata Bagus Gede Bratha, akan sangat berarti agar bisa dilakukan upaya hukum, seperti saran PN agar pemkab mengajukan gugatan atas putusan PK MA-RI yang sifatnya declaratoir (tidak ada penghukuman -red). Berbeda jika sudah ada surat resmi dari PN, sehingga bisa dijadikan dasar mempertanyakan putusan PK tersebut. Sambil menunggu tindak lanjut PN, Bagus Bratha dalam waktu dekat ini akan berkonsultasi dengan tim advokasi hukum pemkab. Ini penting dilakukan guna ada pertimbangan sebelum diputuskan dilakukan upaya hukum lanjutan, sehingga esekusi atas sengketa tanah tersebut bisa dilakukan. “Staf kami akan berkonsultasi dengan tim hukum pemkab dan kalau sudah ada surat dari PN kami akan menempuh upaya hukum sesuai mekanisme yang ada,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, sengketa tanah di Jalan Tratai, Kelurahan Banyuasri, Singaraja memasuki tahap final. Permohonan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) memenangkan Pemkab Buleleng. Kendati demikian, eksekusi terancam tidak bisa dilaksanakan karena putusan PK oleh MA sifatnya declaratoir alias putusan yang tidak memberikan penghukuman. Agar eksekusi itu bisa dilakukan, maka pemkab harus mengajukan gugatan atas putusan PK tersebut. (kmb38)

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng

3477 22713

Bali Post/kmb38

RAWAN KEKERINGAN - Memasuki kemarau panjang, lima kecamatan di Buleleng diprediksi rawan kekeringan. Faktor penyebabnya karena debit sumber mata air kecil akibat pengaruh kemarau panjang.

Musim Kemarau

Sawah di Lima Kecamatan Rawan Kekeringan Singaraja (Bali Post) –

Memasuki musim kemarau tahun ini, sektor pertanian di Buleleng terancam kekeringan. Ini sulit dihindari karena debit air baku untuk irigasi pertanian di daerah ini turun drastis. Tidak menutup kemungkinan saat puncak kemarau antara Agustus hingga September 2018, terjadi kekeringan karena sumber mata air baku debitnya kecil. Tidak ingin bencana kekeringan ini berdampak serius, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng telah menyiapkan bantuan mesin pompa air untuk mengairi sawah. Petani yang punya sumur bor bisa mengangkat air dari sumber mata air yang lokasinya di dataran rendah. Dari data yang dikumpulkan di Distan Buleleng, di daerah ini ada 305 kelompok subak basah (sawah). Subak-subak itu tersebar di Kecamatan Buleleng, Sukasada, Sawan, Kubutambahan, Banjar, Seririt, dan Kecamatan Busungbiu. Pengalaman musim kemarau terdahulu, lahan sawah yang berpotensi kekeringan ada di Kecamatan Buleleng, Sukasada, Sawan, Banjar, dan Seririt. Hanya, sampai sekarang ini, Distan belum mendapat laporan atau temuan kekeringan sawah di wilayah tersebut. Kendati demikian, diperkirakan antara Agustus sampai September 2018, bisa saja terjadi kekeringan.

28541

Polsek Kubutambahan

23012

Polsek Sawan

24900

Polsek Singaraja

22566

Polsek Sukasada

25791

Polsek Banjar

93347

Polsek Seririt

92450

Polsek Busungbiu

92126

Polsek Gerokgak

92999

KP3 Celukan Bawang

92842

Pospol Wisata Lovina

41010

Pospol Pancasari

25755

Siaga Reskrim

27511

Siaga Intel

29973

mengairi sawah mereka. Demikian juga, petani kebanyakan tidak memiliki lokasi sumur bor yang bisa diandalkan untuk menambah pengairan ketika musim kemarau tiba. Mencegah kerugian besar diderita petani akibat kekeringan, kata Gede Suadnyana, Distan sekarang ini sudah menyiapkan sejumlah program untuk membantu meringankan petani. Program itu adalah menyiapkan pinjaman mesin pompa air untuk subak yang memiliki lokasi sumur bor. “Hal itu sudah kami sosialisasikan lewat penyuluh saat program pembinaan bahwa pengairan bisa menggunakan air sumur atau

Kabid Produksi Tanaman Pangan Gede Suadnyana mengalirkan air lokasinya di dataran rendah dengan bantuan mesim pompa air yang kami siapkan,” jelasnya. Upaya lain yang disiapkan adalah mendorong petani sebelum menanam agar mempertimbangkan cakupan air irigasi dengan lahan yang bisa diolah. Petani disarank-

an tidak memaksa menanam padi dan mengganti dengan menanam palawija. Solusi ini bisa mengurangi risiko kekeringan walaupun harga komoditasnya lebih rendah dibandingkan padi. Upaya lain juga disiapkan yakni petani didorong mengikuti program Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Langkah itu dilaksanakan kalau dalam masa tanam itu para petani mengalami kekeringan hingga mengakibatkan tanaman gagal panen dengan persentase kerusakan 75 persen. Jika itu terjadi, para petani akan dapat klaim AUTP itu sendiri. “Para petani harus menanggung premi Rp 36.000 untuk setiap satu hektar lahan. Biaya selebihnya disubsidi pemerintah Rp 180.000 per hektar. Dengan cara berasuransi seperti itu, nantinya kalau terjadi 75 persen kerusakan tanaman akibat bencana alam, atau kekeringan, maka petani akan dapat klaim Rp 6 juta per hektar,” jelasnya. (kmb38)

Jumlah Siswa Membeludak

22510, 21841

Polsek Tejakula

Kabid Produksi Tanaman Pangan Gede Suadnyana seizin Kepala Distan Nyoman Genep, Selasa (10/7) kemarin, mengatakan ancaman kekeringan tidak bisa dihindari. Hal itu sudah merupakan siklus alam. Apalagi, dari pengamatan dan pengalaman musim kemarau terdahulu kebanyakan lahan sawah tidak maksimal dapat pasokan air. Alasannya, sumber mata air baku yang bisa dimanfaatkan petani debitnya turun dibandingkan saat musim penghujan. Faktor penyebab lainnya, posisi sumber mata air baku berada di dataran rendah, sehingga petani sulit mengalirkan air untuk

Para petani harus menanggung premi Rp 36.000 untuk setiap satu hektar lahan. Biaya selebihnya disubsidi pemerintah Rp 180.000 per hektar. Dengan cara berasuransi seperti itu, nantinya kalau terjadi 75 persen kerusakan tanaman akibat bencana alam atau kekeringan, maka petani itu akan dapat klaim Rp 6 juta per hektar.

Tiga Sekolah Tambah Rombel Singaraja (Bali Post) Menyikapi rekomendasi DPRD Bali terkait kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), akhirnya tiga sekolah menengah atas di Buleleng memutuskan menambah jumlah rombongan belajar (rombel). Tiga sekolah itu yakni SMAN 4 Singaraja, SMAN 1 Busungbiu, dan SMKN 1 Seririt di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Ketiga sekolah itu memutuskan

menambah masing-masing satu kelas yang rata-rata jumlah siswa di sekolah tersebut membeludak antara 32 sampai 36 orang. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali di Kabupaten Buleleng Made Suarja, Selasa (10/7) kemarin, mengatakan munculnya tambahan jumlah rombel itu tidak lepas dari rekomendasi DPRD Bali yang ditindaklanjuti SE No.420/41294/ BPTENDIK/DISDIK tentang pembukaan MPLS SMA/SMK negeri pada Senin (16/7) pekan depan. Hal itu jadinya memperpanjang pendaftaran calon siswa baru yang tercecer sampai Sabtu (14/7) ini.

Mengacu pada rekomendasi itu, jumlah rombel disarankan ditambah empat calon siswa baru. Akan tetapi, hal itu tidak bisa dijalankan. Alasannya, kalau jumlah di setiap rombel itu ditambah dari jumlah yang ditetapkan pemerintah, maka akan menimbulkan persoalan dalam penerapan dapodik di sekolah bersangkutan. Untuk itu, pihak sekolah mengambil kebijakan menambah satu kelas, sehingga dapat mengakomodasi calon siswa baru yang tercecer. “Tiga sekolah sekarang menerima calon siswa baru untuk satu kelas. Ini untuk mengakomodir siswa yang tercecer itu sesuai rekomendasi DPRD Bali yang ditindaklanjuti SE Sekda Provinsi Bali,”

katanya. Apakah kondisi ini mengganggu proses belajar mengajar (PBM), Suarja mengaku telah menginstruksikan ketiga kepala sekolah bersangkutan, untuk mengupayakan sekolah pagi seratus persen. Selain itu, sekolah itu diingatkan tidak mengeluarkan kebijakan double shift, sehingga diharapkan PBM bisa berlangsung nyaman. “Kami instruksikan jangan ada sekolah double shift, walaupun sekolah harus menambah rombel karena konsekuensi rekomendasi DPRD dan SE Sekda Bali, kalau kampai sekolah pagi siang, maka dikhawatirkan proses pembelajarannya menjadi tidak nyaman,” jelasnya. (kmb38)

Buleleng Ranking Tiga Penyalahgunaan Narkoba Semua Pihak Harus Peduli Minimalisasi Peredaran Kabupaten Buleleng tercatat menempati ranking tiga besar di Bali sebagai daerah rawan kasus peredaran dan juga penyalahgunaan narkoba. Akses itu dipermudah karena wilayah Buleleng berbatasan dengan empat kabupaten di Bali selain lantaran memiliki garis pantai terpanjang yang menyangga beberapa lokasi pelabuhan tradisional. Di samping itu, di Buleleng juga ada wilayahnya yang dekat Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai, sehingga berpotensi memudahkan pelaku kejahatan narkoba masuk ke Bali Utara. Bagaimanakah upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan efektif? KEPALA Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigadir Jenderal Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. menegaskan hal itu saat berkunjung ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Jalan Teleng No. 3 Singaraja Selasa (10/7) kemarin. Kehadiran Suastawa disambut Kepala BNNK

Buleleng AKBP Gede Astawa dan Kepala Seksi (Kasi) P2M Sairul Huda. Dari kunjungannya pertama itu, Suastawa menilai kantor yang diberikan Pemkab Buleleng itu sudah representatif. Gedung itu dipercaya dapat menunjang operasional BNNK. Program-program pencegahan dan pember-

dayaan masyarakat dipercaya dapat mendukung P4GN jadi yang terbaik di antara BNNK lainnya di Bali. Pihaknya melihat persiapan perayaan Hari Anti-Narkotika Internasional (ANI) yang rencananya dipusatkan di SMA Bali Mandara (Semanbara) di Desa/ Kecamatan Kubutambahan sudah sangat baik. Perkembangan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Buleleng sekarang ini kata Suastawa, dikategorikan sudah zona “kuning”. Disebutkan, para korban dan juga pelaku kejahatannya rata-rata usia 21 sampai 45 tahun. Kategori umur korban dan pelaku itu didominasi pekerja swasta, wiraswasta, mahasiswa, dan pelajar. Untuk mengubah menjadi zona “hijau” atau daerah bebas narkoba, tidak cukup dibebankan kepada BNNK dan polisi semata. Akan tetapi, perlu partisipasi semua komponen masyarakat dan juga instansi pemerintah diharapkan ambil bagian menggalang kekuatan lewat kampanye “Stop Narkoba”. Selain itu, harus ada gerakan aktif

mencegah jika ditemukan ada indikasi praktik peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “BNNP Bali, BNNK Buleleng, dan semua komponen masyarakat mau tidak mau harus bersama-sama mengubah agar zona ‘kuning’ itu bisa menjadi ‘hijau’. Caranya, mari kita galang kekuatan ‘Stop Narkoba’ dan bila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba silakan menginformasikan, sehingga bisa dilakukan upaya rehabilitasi secara gratis dan kasusnya tidak diproses secara hukum,” katanya. Posisi Buleleng yang berbatasan dengan empat kabupaten apalagi memiliki pantai terpanjang di Bali, dan wilayahnya dekat Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai, tambah Suastawa, menjadi indikator kalau kejahatan narkoba berpotensi tinggi terjadi di daerah ini. Apalagi, beberapa desa di Buleleng sejahtera yakni dengan banyaknnya desa yang menghasilkan cengkeh dan kopi. Maka pada saat musim panen, para petani muda itu akan menjadi sasaran pengedar

Bali Post/kmb38

BERDISKUSI – Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. Putu Gede Suastawa, S.H. (kiri) berdiskusi dengan jajaran BNNK Buleleng, Selasa (10/7) kemarin. narkoba. Ini karena mudahnya warga mendapat uang. Sehingga bisa saja akan tergiur dan mencoba-coba menggunakan narkoba itu sendiri. Tempat hiburan malam di daerah ini termasuk jarang dilirik pemakai atau pelaku

penyalahgunaan nakoba. “BNNK tahun pertama ini lebih kepada pencegahan dan pemberdayaan dan tahun berikutnya baru direncanakan pemberantasannya. Dari sekarang, pencegahan terus digalakkan dan sampai nanti-

nya dilakukan pemberantasan,” jelasnya. Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, sosialisasi kampanye “Stop Narkoba” dilakukan dengan masif. Sosialisasi itu menyasar semua komponen masyarakat. Pada tahun pertama, sesuai kewenangan dibebankan pada lembaga. Hal itu dipercaya sebagai upaya-upaya efektif pencegahan dan juga pemberdayaan yang terus digenjot. Setelah itu, pihaknya juga mempersiapkan diri melakukan langkah-langkah pemberantasan bersinergi dengan jajaran Polres Buleleng. “Sosialisasi sudah kami lakukan. Kami berupaya membangun kesadaran masyarakat agar peduli menginformasikan jika memang diketahui ada indikasi peredaran atau penyalahgunaan narkoba. Demikain pula indikasi pemakai kalau ditemukan di sekitar keluarga, agar mereka tidak malu-malu melapor. Kemudian BNNK akan melakukan rehab di rumah sakit secara gratis,” janji Gede Astawa. (mud)


GIANYAR

Rabu Paing, 11 Juli 2018

9 SDM Minim, Pengusaha Kerajinan Kombinasikan ”Handmade” dan Mesin

Bali Post/eka

KERAJINAN - Seorang pedagang menjajakan produk kerajinan di objek wisata Pura Gunung Kawi, Tampaksiring, Gianyar.

Rochineng Tegaskan Siap Nyaleg Gianyar (Bali Post) Ketut Rochineng memastikan langkah untuk maju dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019. Sejumlah kelengkapan administrasi sudah disiapkan oleh pria asal Buleleng yang menjabat sebagai Pj. Bupati Gianyar tersebut. ‘’Rencana pencalegan menunggu waktu. Memang sudah ada rencana sejak awal,’’ ucap Ketut Rochineng saat ditemui di gedung DPRD Gianyar, Selasa (10/7) kemarin. Menurut Rochineng, ia akan maju dari dapil Buleleng untuk merebut kursi DPRD Bali. Untuk memantapkan langkahnya tersebut, mengaku siap mundur dari jabatannya sebagai Pj. Bupati Gianyar. ‘’Kalau memang waktunya nanti berbenturan, ya... dengan terpaksa kita harus mundur, karena kita harus memilih. Tetapi selama belum benturan waktunya kita tetap melaksanakan tugas sampai selesai,’’ katanya. Sementara terkait kendaraan yang akan digunakan untuk bertarung di pileg, pelantun lagu ‘‘Bali Shanti’’ ini mengaku akan segera mengumumkan dalam waktu dekat. ‘’Kita pastikan dalam dua atau tiga hari lagi. Tapi sekarang kendaraan belum ada, kan masih ada waktu sampai 17 Juli,’’ tegasnya. Meski mengaku sudah cocok dengan salah satu partai, Rochineng menegaskan dirinya belum masuk keanggotaan partai mana pun. ‘’Sekarang saya masih ASN. Tidak ada masuk partai. Tetapi saya kan mau pensiun juga, maka itu di akhir tahun ini saya akan memilih untuk bisa mengabdi di mana saja. Yang jelas, saya ingin mengabdi untuk masyarakat,’’ tegasnya. (kmb35)

Dewan Telusuri Dugaan Kecurangan Dalam PPDB

Gianyar (Bali Post) Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta, Selasa (10/7) kemarin melakukan sidak pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK gelombang kedua di Kabupaten Gianyar. Pemantauan ini untuk menelusuri informasi kecurangan penerimaan siswa dari jalur keluarga tidak mampu dan jalur PKB.

Bali Post/nik

SIDAK - Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta didampingi anggota DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara saat sidak di SMAN 1 Sukawati.

Terbengkalai, Truk di Bedulu Ditumbuhi Rumput Liar Gianyar (Bali Post) Sebuah truk merah DK 9542 KI terbengkalai di sisi timur Lapangan Bata Anyar, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Truk ini lama tak diurus pemiliknya. Dari pengamatan Selasa (10/7) kemarin, truk tersebut sudah ditumbuhi rumput liar. Hampir seluruh bagian truk terlihat rusak. Kaca depan sudah tidak ada. Bak gandengnya sebagian berlubang. Rumput liar tumbuh subur di bagian ban hingga atap kendaraan. Tak banyak warga yang mengetahui siapa dan mengapa pemilik truk meninggalkan kendaraannya di lapangan tersebut. Perbekel Desa Bedulu Ketut Rinata mengatakan, pihaknya akan menelusuri pemilik truk tersebut. Informasi sementara, pemilik truk membelinya dengan harga murah, namun

PENGUSAHA kerajinan di Bali tidak lagi berhadapan dengan masalah bahan baku, melainkan sumber daya manusia (SDM). Bahkan persoalan SDM menjadi sangat krusial lantaran sangat sedikit yang berminat berkecimpung di bidang kerajinan. Ketua DPC IWAPI Gianyar Ni Made Rai Sukmawati mengatakan, untuk ekspor pengusaha telah dimudahkan dengan Surat Keterangan Asal Barang (SKA). SKA digunakan untuk melengkapi berbagai macam dokumen terkait ekspor. Dokumen itu bisa dipakai oleh importir untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan setelah barang itu tiba di negara tujuan. ‘’SKA itu umumnya diberikan oleh suatu organisasi dunia untuk negara-negara yang sedang berkembang. Jadi, SKA dikeluarkan oleh Disperindag,’’ ungkapnya, belum lama ini. Bahan baku ataupun untuk barangbarang yang akan diekspor bukanlah sebuah persoalan bagi pihaknya. Masalah yang dihadapi kini adalah jumlah perajin yang semakin berkurang. Masyarakat sekarang cenderung tidak mau menjadi tukang dan lebih berminat bekerja kantoran. Terkait masalah kekurangan SDM, ia menyiasati dengan mulai melakukan kombinasi. Barang-barang yang diproduksi tidak lagi 100 persen handmade. ‘’Kita kombinasikan sebagian dengan menggunakan mesin-mesin,’’ imbuhnya. Dolar yang sedang naik daun seharusnya menjadi kesempatan bagi eksportir untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi. Namun nyatanya tidak demikian. Permasalahan internal yaitu kurangnya perajin membuat produksi tidak maksimal. Alhasil, pengusaha khususnya eksportir tak dapat menikmati kenaikan dolar. Bahkan diakui terjadi penurunan ekspor ke beberapa negara tujuan sekitar lima persen. Hanya di Timur Tengah yang mulai ada geliat ekspor. ‘’Katanya ekonomi Indonesia membaik, tapi nyatanya kita masih hidup susah. Dolar naik, barang naik, katanya ekonomi baik, tapi kita pengusaha susah,’’ ujarnya. (kmb42)

surat-surat kendaraan disita bank. ‘’Mungkin karena itu malah ditinggal di lapangan karena gak bisa dibawa ke mana-mana,’’ jelasnya. Pihaknya pun mengaku akan melakukan koordinasi jika memang keberadaan truk tersebut mengganggu kenyamanan warga. Hal ini mengingat lapangan yang berlokasi di sisi timur Pura Samuantiga ini sering dipakai sebagai arena olahraga. ‘’Nanti mungkin kita akan koordinasi. Ini tanah duwe pura. Kalau disuruh bersihkan, kita cari pemulung,’’ katanya. Dikatakannya lebih lanjut, truk tersebut telah parkir lebih dari 5 tahun. ‘’Mesin sudah gak ada. Cuma kerangka. Waktu ditinggal masih hidup. Kita kira parkir sebentar, eh tahunya lama gak ada yang ngaku. Yang jelas bukan orang sini (Bedulu-red),’’ ungkapnya. (kmb35)

TRUK - Truk berwarna merah di Bedulu yang terbengkalai.

Bali Post/nik

Nyoman Parta yang ditemui di SMAN 1 Gianyar mengatakan, PPDB jalur keluarga tidak mampu terganggu akibat ulah oknum yang menyerobot kuota siswa. Ditegaskannya, calon peserta didik dari keluarga mampu yang tidak dapat sekolah negeri seharusnya bersekolah di swasta yang bertaraf internasional. ‘’Ya karena mereka punya uang yang cukup, tapi malah menggunakan SKTM (Surat Keterangant Tidak Mampu - red) sehingga mengalah sekolahnya untuk warga yang miskin asli,’’ kata Parta didampingi anggota DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara. Selain itu, di Kabupaten Gianyar juga terjadi ketidaksinkronan antara rasio dan populasi siswa. Dia mencontohkan, SMAN 1 Payangan kekurangan siswa, sementara SMAN 1 Sukawati kelebihan hingga ratusan siswa. ‘’Di Payangan itu kekurangan siswa 72, sementara di Sukawati kelebihan lagi 800. Ini kan persoalan populasi yang berbeda akibat

migrasi,’’ ungkapnya. Terkait kondisi ini, ia pun mengusulkan dilakukan penambahan sekolah atau gedung belajar di kawasan perkotaan. Bila lahan terbatas, diarahkan untuk membangun gedung lebih tinggi. Terkait siswa yang masih tercecer hingga hari kedua pendaftaran PPDB gelombang kedua, dia mengimbau pihak sekolah untuk menambah rombel hingga double shift. ‘’Tetapi kalau di Gianyar sudah disepakati satu sekolah menambah satu kelas, jadi rasanya bisa diakomodir. Kecuali krusial sekali, akan kita siapkan langkah selanjutnya,’’ tegasnya. Sementara itu, anggota DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara menilai sistem PPDB yang baru ini sesunguhnya bagus, namun penerjemahannya berbeda di lapangan. Inilah yang kemudian memicu kekacauan. ‘’Contoh untuk KK miskin minimal 20 persen, untuk ini pakai SKTM saja bisa, namun ini seperti dimanfaatkan,’’ ujarnya. (kmb35)

Sidang Paripurna

Fraksi di DPRD Gianyar Sampaikan Pandangan Umum

DPRD Gianyar menggelar sidang paripurna di gedung DPRD Gianyar, Selasa (10/7) kemarin. Sidang paripurna ini membahas pandangan umum (PU) fraksi di DPRD Gianyar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2017. Sidang paripurna penyampaian PU fraksi ini dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta didampingi Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Togog. Kegiatan itu dihadiri Penjabat Bupati Gianyar Ketut Rochineng. Selama sidang, lima fraksi di DPRD Gianyar menyampaikan pandangan umum terkait kinerja eksekutif. Ditemui usai sidang paripurna, Pj. Bupati Gianyar Ketut Rochineng menyatakan, pihaknya telah menerima pandangan umum dari kelima fraksi. Kelima fraksi dominan menyampaikan apresiasi terhadap raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. ‘’Intinya, ucapan terima kasih bahwa Kabupaten Gianyar memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian. Apalagi opini WTP sudah diperoleh sebanyak empat

PANDANGAN UMUM - Anggota dewan menyerahkan pandangan umum fraksi dalam sidang paripurna DPRD Gianyar yang digelar Selasa (10/7) kemarin. kali oleh Pemkab Gianyar,’’ katanya. Terkait usulan dari sejumlah fraksi, pihaknya mengaku akan segera melakukan tindak lanjut, terutama menyangkut pencapaian target PAD. ‘’Ada usul, saran tentang angka yang kenapa target tidak tercapai, apa kendala. Sudah pasti ada sedikit masalah dan kendala. Selanjutnya,

dalam pelaksanaan tentu ini menjadi acuan agar ke depan lebih baik lagi,’’ ujar Rochineng. Sementara itu, Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta mengakui ada beberapa pos anggaran yang dipertanyakan sejumlah fraksi. ‘’Misal prihal anggaran ada yang tidak cocok antara yang tertulis dan realisasi, termasuk juga ma-

salah Silpa,’’ katanya. Namun, Tagel winarta tetap memberikan apresiasi terhadap raihan WTP yang diperoleh Pemkab Gianyar untuk kali keempat. Ia berharap pencapaian ini dapat dipertahankan. ‘’Tentu kita mengucapkan selamat kepada Bupati dan seluruh jajaran atas raihan ini, kami harap ini ditingkatkan,’’ tegasnya. (ad553)


JEMBRANA

10

Rabu Paing, 11 Juli 2018

Janji Dewan Bangun Jembatan Penghubung Ditagih

Negara (Bali Post) –

Sejumlah warga Desa Yehembang menagih janji kepada DPRD Jembrana terkait pembangunan jembatan untuk sarana transportasi. Selama dua tahun usulan sudah masuk, tetapi faktanya hingga sekarang belum juga terealisasi. Mereka pun ingin jembatan penghubung itu segera dibangun demi kelancaran.

Bali Post/olo

SUNGAI - Sungai Yehembang yang langsung tembus ke pantai. Di sungai inilah rencananya akan dibangun jembatan, namun hingga kini belum terealisasi.

Selama ini warga harus menyeberangi sungai untuk bisa lewat, termasuk juga para siswa SMP yang hendak pergi ke sekolah. Pasalnya posisi sekolah ini berada terpisah antara Banjar Bale Agung dengan Banjar Wali, Kaleran dan Banjar Bungbungan. Informasi yang dihimpun menyebutkan beberapa siswa ada yang nekat menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah. Ada pula siswa yang berjalan harus memutar cukup jauh. Bila jembatan penghubung ini terealisasi maka jarak tempuh ke sekolah yang berada di barat sungai relatif lebih dekat. Sejatinya usulan ini sudah sering disampaikan. Tetapi hingga saat ini belum terealisasi. Bahkan waktu itu sejumlah

anggota DPRD juga turun langsung meninjau lokasi. Warga berharap dengan dibangunnya jembatan penghubung ini, tentunya jarak tempuh akan lebih dekat. Klian Banjar Wali Made Widiana, Senin (9/7) mengungkapkan, pembangunan jembatan ini sangat diharapkan warga. Selain jarak tempuh lebih dekat juga bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas terhadap siswa. Sebab, selama ini para siswa, selain melewati sungai, ada juga yang jalan kaki menyusuri jalan raya. Nah, saat jalan itulah para siswa kerap mengalami kecelakaan. Sejatinya warga tidak mengharuskan ada jembatan permanen. Cukup jembatan gantung saja yang bisa dilintasi

warga dan siswa. Diakui dulu pernah dicek langsung sejumlah anggota Dewan Jembrana. Namun hingga lebih dari setahun, belum juga diterealisasikan. Sementara itu, Perbekel Yehembang I Made Semadi, Selasa (10/7) kemarin mengakui adanya usulan dari masyarakat untuk jembatan itu, terutama warga Banjar Wali, Bungbungan dan Kaleran. Fungsi jembatan itu khususnya untuk mempercepat akses para siswa menuju sekolah SMP Negeri 3 Mendoyo. Usulan itu juga sudah dilakukan sejak lama. Pihaknya juga sudah menyampaikan usulan tersebut ke Pemkab Jembrana maupun melalui anggota DRPD Jembrana. (kmb26)

Gelapkan Motor di Sukawati, Pelaku Ditangkap di Gilimanuk

Negara (Bali Post) Koordinasi antara jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dengan Polsek Sukawati, Gianyar dalam melacak pelaku penggelapan sepeda motor akhirnya membuahkan hasil. Doni Pratama (29), pelaku penggelapan motor di wilayah Sukawati berhasil ditangkap di Lingkungan Penginuman, Gilimanuk, Selasa (10/7) kemarin. Pria asal Desa Bumi Setia Mataram, RT/RW 013/006, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah ini sebelumnya dilaporkan membawa kabur sepeda motor Honda Vario nopol DK 8895 LJ milik Ety yang tinggal di Jalan Pasekan No. 69, Gianyar. “Kami dapat informasi dari Polsek Sukawati bahwa pelaku kabur ke arah Gilimanuk,” kata Kapolsek Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa didampingi Kanit Reskrim Polsek Gilimanuk AKP Komang Muliyadi. Atas informasi itu, petugas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk melakukan penyelidikan di lapangan. Saat petugas melakukan patroli, mereka melihat sepeda motor itu melintas di jalan raya, tepatnya di Gelung Kori Gilimanuk. Sepeda motor itu sesuai dengan apa yang diinformasikan Polsek Sukawati. Selanjutnya, petugas membuntuti pelaku dan ternyata masuk ke parkiran warung makan di Lingkungan Penginuman. Guna memperjelas identitas motor itu, petugas mengecek dengan teliti. Sementara pelaku masuk ke warung untuk membeli makanan. Begitu sesuai dengan laporan, polisi menyeruak ke dalam warung dan menangkap pelaku. Pelaku pun langsung dibawa ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk dilakukan interogasi awal. Setelah diperiksa, pelaku mengakuinya. Selain pelaku, polisi juga menyita barang buktinya yakni sepeda motor. “Akan kami serahkan kasusnya ke Polsek Sukawati,” ucapnya. (kmb)

Bali Post/olo

TERTIBKAN PKL – Sejumlah petugas Satpol PP Jembrana melakukan penertiban PKL yang berjualan di trotoar di Lapangan Umum Negara, Selasa (10/7) kemarin.

Berjualan di Trotoar

Pedagang Buah di Lapangan Negara Ditertibkan

Bali Post/kmb

DIAMANKAN - Pelaku penggelapan sepeda motor vario dan barang buktinya diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk.

Disdikpora Ingatkan Sekolah Negeri Jangan Lakukan Pungutan

Negara (Bali Post) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana memberikan peringatan kepada sekolah negeri untuk tidak melakukan pungutan dalam bentuk apa pun pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sebab, sudah dianggarkan dari Biaya Operasional Sekolah (BOS). Hal tersebut ditegaskan Kepala Disdikpora Jembrana I Putu Eka Suarnama saat ditemui, belum lama ini. Eka mengatakan sejak dari awal pihaknya sudah mewanti-wanti kepada sekolah negeri untuk tidak membebani siswa baru, apabila anggaran kegiatan yang digunakan sudah ada di BOS. Namun, belakangan ada sekolah negeri yang melakukan pungutan dengan alasan dana punia. Hal itu, menurutnya, tidak dibenarkan, karena setiap kegiatan keagamaan itu sudah ada dalam BOS. Khususnya pendampingan yang dianggarkan dari pemerintah daerah senilai Rp 5 juta untuk SMP dan Rp 1 juta untuk

Sekolah Dasar (SD). “Kita sudah peringatkan dari awal, apa pun bentuknya (punia), jangan. Itu tidak dibenarkan dan nanti kami akan berikan teguran,” terang Eka. Yang tidak dibenarkan itu merujuk pada dugaan pungutan yang terjadi di SMP Negeri 3 Negara. Dari informasi, para siswa yang diterima itu selain diminta untuk membeli seperangkat seragam sekolah juga disertai dengan embel-embel biaya lain untuk dana punia. Biaya untuk perangkat sekolah siswa/siswi baru itu tertera Rp 935 ribu, namun dibulatkan menjadi Rp 1 juta per siswa. Eka juga mewantiwanti kepada sekolah negeri untuk memperhatikan hal tersebut. Sebab, selama ini sudah dianggarkan khusus untuk kegiatan yang berasal dari biaya pendamping bersumber dari APBD. Masyarakat berbondong-bondong menginginkan sekolah di SMP Negeri di Jembrana selain karena jaminan kualitas juga tidak adanya biaya lain-lain seperti SPP. (kmb26)

Negara (Bali Post) Satpol PP Jembrana, Selasa (10/7) siang menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan trotoar di sekitar Lapangan Umum Negara. Pedagang buah musiman ini hampir setiap hari berjualan, bahkan memanfaatkan trotoar yang mengelilingi lapangan tersebut. Dari informasi, sejatinya PKL yang berjualan hingga menggunakan trotoar ini

sudah diberikan teguran. Namun, mereka ini tetap nekat berjualan di sana. Bahkan ada pedagang yang memasang tenda. Membandelnya pedagang ini membuat petugas Satpol PP Jembrana melakukan penertiban. Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budi melalui Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) I Made Tarma mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan tindakan

tegas dengan mengangkut barang dagangan mereka lantaran dinilai membandel. “Sebelumnya kita sudah berikan teguran. Sekarang ini penertiban dan yang bersangkutan berjanji tidak melanggar lagi,” kata Tarma. Petugas selanjutnya mem inta kep ad a p ed agang untuk membongkar tenda dan mengangkut sejumlah barang dagangannya. Pedagang juga diminta datang ke kantor Satpol PP untuk

diberikan pembinaan. Para PKL ini dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Pihaknya akan kembali menertibkan dan memberikan tindakan lebih tegas apabila pedagang tersebut diketahui melanggar kembali. “Nanti kita berikan tindakan tegas, seperti PKL sebelumnya kita bawa ke tipiring di pengadilan,” ucapnya. Selain dilakukan penyitaan juga

dikenai denda. Upaya penertiban ini menurutnya akan terus dilakukan untuk ketertiban umum, terutama membersihkan trotoar dari PKL. Diharapkan dengan ditertibkannya para pedagang ini, fungsi trotoar bisa berjalan seperti semula. “Jika ada pedagang di trotoar, tentunya akan mengganggu pejalan kaki. Sebab, fungsi trotoar untuk pejalan kaki,” imbuhnya. (kmb26)

Pembukaan TMMD Ke-102

Ubah ”Image” Negatif Pantai Delod Berawah

Negara (Bali Post) – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 Kabupaten Jembrana tahun 2018 ini dilaksanakan di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo. Selain nantinya akan ada pembangunan fisik berupa akses jalan, juga bisa merubah image wilayah ini. Sebab, selama ini wilayah Pantai Delod Berawah terkesan negatif dengan adanya banyak kafe dan lainnya. Dalam pembukaan yang dihadiri Danrem 163/WSA Kolonel Arh. AM Suharyadi, Staf Ahli Kasdam IX/Udayana, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Jembrana, Sekda Jembrana serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dibarengi dengan peninjauan lokasi pembangunan fisik. Kolonel Albertus Magnus Suharyadi mengatakan, TMMD digelar setahun dua kali. Untuk yang kedua di tahun ini dilaksanakan di Jembrana, tepatnya di Desa Delod Berawah. “Untuk target fisik berupa pembangunan rabat beton, MCK,

Bali Post/olo

PEMBUKAAN TMMD – Suasana di lokasi pembukaan TMMD ke-102 yang dilaksanakan di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Selasa (10/7) kemarin. tempat menaikkan dan menurunkan kerbau untuk Makepung. Di samping itu juga disertai dengan upaya menciptakan, ketertiban dan kesejahteraan, tanpa mengabaikan kearifan lokal,” terangnya. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha yang juga hadir dalam pembukaan itu berharap pelaksanaan TMMD tidak hanya dalam

bentuk fisik. Tetapi juga mental, spiritual untuk warga di Delod Berawah. “Kami berharap semua stakeholder mendukung pelaksanaan program ini agar bisa merubah citra Delod Berawah yang dulunya dianggap kurang baik menjadi lebih baik,” ungkap Bupati Artha. Apalagi kawasan Delod Berawah sudah ditetapkan menjadi daerah tujuan pari-

wisata. Diharapkan, melalui berbagai program TMMD ini upaya untuk memajukan pariwisata ditonjolkan, sehingga bisa menekan kesan negatif. Terutama terkait budaya lokalnya (local genius). “Ada usulan dari Pak Danrem agar mengganti patung putri duyung menjadi patung Makepung atau patung Dewa Baruna. Saya berharap dari anggota legislatif dari Delod

Berawah juga mengusulkan pengantian patung itu,” ujar Artha. Sementara tema TMMD tahun ini yakni “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial” dan diselenggarakan Kodim1617/Jembrana. TMMD dilaksanakan dalam upaya pemberdayaan, sekaligus membangun keswadayaan dan partisipasi masyarakat dalam mendukung proses pembangunan, keterlibatan TNI dalam pembangunan di desa. Sasaran TMMD ini berupa fisik dan non fisik dan dianggarkan dengan dana Rp 1 miliar dari APBD Jembrana. Untuk fisik sasaran pokok berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang 862 meter yang merupakan akses jalan Desa Delod Berawah menuju Desa Yeh Kuning. Selain itu juga pembangunan WC umum dan kegiatan bedah rumah kepada seorang warga miskin di Banjar Celepud, Desa Delod Berawah. Sedangkan kegiatan non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan, di antaranya pencegahan HIV/AIDS dan narkoba dengan melibatkan mahasiswa KKN. (kmb26)


Karangasem

Rabu Paing, 11 Juli 2018

11

Serangkaian Usaba Sumbu

Tradisi ’’Mabarang’’, Daya Tarik Desa Wisata Timbrah M A B A R A N G menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian Usaba Sumbu setiap tahunnya di Desa Pakraman Timbrah, Karangasem. Sebab, tradisi ini berlangsung seru dan menegangkan. Tradisi yang berlangsung di tengah-tengah pralingga Ida Batara tedun mabiaksa ini, berlangsung selama empat hari sejak Senin (9/7) sampai Kamis (12/7) besok. Jempana yang menjadi pralingga khas desa-desa tua di Bali ini, menjadi rebutan antara pemuda dan truna adat. Ini menjadi salah satu daya tarik desa setempat yang kini sedang berkembang menjadi destinasi desa wisata. Agar dimaklumi Usaba Sumbu itu sebenarnya telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya Nasional Tak Benda. Tradisi itu sebagai penghargaan pusat atas eksistensi tradisi ini yang mampu dipertahankan sejak dulu sampai sekarang. Sehingga tadisi itu jadi kekayaan budaya yang masih lestari di desa ini. Di dalam pelaksanaan aci ini selama sepekan, ada tradisi mabarang. Mabarang itu dilaksanakan setelah aci Usaba Sumbu Kaja. Warga setempat melakukan saat pengajengan. Mabarang dipusatkan di Bale Patemon, tempat yang biasa digunakan untuk paruman krama. Warga sering menyebutnya Bale Lantang. Bisa jadi, karena bentuknya memanjang hingga puluhan meter. Warga setempat meyakini tradisi ini sebagai bentuk visual Ida Batara Sesuhunan masolah serangkaian aci Usaba Sumbu yang berlangsung selama sepekan itu.

“Dalam mabarang, jempana itu diperebutkan pemuda dan truna adat. Jempana sebagai pralingga Ida Batara. Sehingga melalui mabarang, Ida Batara di sana makenakkenakan,” jelas Klian Desa Pakraman Timbrah Wayan Sukerta, Selasa (10/7) kemarin. Namun, ada juga pandangan lain yang menyebut pelaksanaan tradisi mabarang, sebagai bentuk memohon berkah Ida Batara yang divisualisasikan melalui jempana. “Jadi, pada saat mabarang itu, seluruh pemuda berebut sama sama ingin lebih cepat menyentuh jempana itu. Dalam perebutan itu, mereka larut dalam sukacita,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat, Nengah Sudarsa. Sukerta menambahkan, secara garis besar tradisi mabarang sarat dengan nilainilai luhur warga dengan Ida Batara, sebagai bentuk hubungan erat, yang tidak bisa dipisahkan antara krama dengan Ida Sesuhunan. Mabarang juga sebagai bentuk penghormatan krama dan menjaga kelestarian warisan budaya di Desa Pakraman Timbrah, sebagai Desa Budaya yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun sebagai Desa Wisata yang ditetapkan Pemkab Karangasem. Tradisi seperti ini menjadi satu-satunya yang ada di Bali. Karena begitu menarik, setiap pelaksanaannya selalu dibanjiri wisatawan dan pemburu fotografi. Bahkan, Usaba Sumbu dan segala ritual dan prosesinya sudah setiap tahun masuk buku agenda tahunan

objek dan daya tarik wisata yang menarik dikunjungi wisatawan. Kalender event itu disusun langsung Dinas Pariwisata Karangasem. Meski di desa tua ini ada belasan jempana, tetapi tidak semua diikutkan ke dalam prosesi mabarang. Jempana yang ikut mabarang hanya beberapa, antara 5 sampai 6 jempana setiap hari. Ada 15 jempana dan empat arca di desa ini, yakni arca Batara Gunung, Sakenan, Guliang, dan Tunggujalan. Sementara ke-15 jempana itu, antara lain jempana Ida Batara Muter Jagat, Ida Batara Muter Anom, Ida Batara Mayun, Ida Batara Bagus Sakti, Ida Batara Gedong Baas, dan Ida Batara Nganten Tenganan. Kemudian, Ida Batara Gede Beten Bingin, Ida Batara Nganten Bungaya, Ida Batara Bukit, Ida Batara Maspahit, Ida Batara Nganten Saren. Sementara empat jempana lainnya, antara lain, jempana Ida Batara Bagus Aeng, Ida Batara Kelod Kangin, Ida Batara Ketut, dan Ida Batara Kusamba. Sebelum mabarang, seluruh jempana dan arca itu kairing masucian ke Beji Kauh. Pralingga Ida Batara kairing Prabagus, Pangabih, Pragaluh, Bapa Desa, Kubayan, Prawayah dan krama panti di tiga Pura Panti yang mundut jempana. Proses ini dilaksanakan sekitar pukul 15.30 wita. Setelah itu iring-iringan ini kembali ke areal desa kemudian mamargi di areal desa sebanyak tiga kali. Di dalam ngiringan Ida mamargi, barulah satu per satu jempana itu diperebutkan di Bale Patemon. Di sepanjang jalan, warga

Bali Post/gik

TRADISI MABARANG - Truna adat dan pemuda lainnya saat melaksanakan tradisi mabarang di Bale Patemon Desa Adat Timbrah. perempuan berjejer mengenakan pakaian adat Bali. Mereka menyambut pralingga Ida Batara mabiaksa maupun saat masolah. Jempana yang runtuh atau jatuh ke tanah

saat prosesi ini, langsung disucikan kembali dengan cara di-pundut kemudian di-linggih-kan kembali di masing–masing Pura Panti. Tokoh masyarakat lainnya,

Nengah Sukada, menambahkan, dengan tedun-nya Ida Batara dalam proses mabarang, maka diharapkan warga selalu bisa hidup rukun dan sejahtera. Karena dalam

prosesi mabarang itu juga terkandung transformasi nilai– nilai moral. Meski sering kali adu fisik saat mabarang, warga dilarang menyimpan dendam. (gik)

Jelang Tahun Ajaran Baru

Dipastikan, Semua Siswa Pengungsi Sudah Pulang Amlapura (Bali Post) Memasuki tahun ajaran baru 2018/2019, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem mendata siswa yang menjadi pengungsi dampak erupsi Gunung Agung. Menjelang hari efektif sekolah, masing-masing KUPT Disdikpora di setiap kecamatan, menyampaikan sudah tak ada lagi siswa yang mengungsi. Kalau pun masih ada, sekolah dekat pengungsian diminta siap menampung sementara.

Demikian ditegaskan Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/7) kemarin. Menurutnya, pengalaman penanganan siswa pengungsi sebelumnya, menjadi gambaran untuk terus berbenah. Setiap siswa pengungsi harus tertangani dengan baik. Hal Bali Post/kmb31 itu penting, agar I Gusti Ngurah Kartika mereka tetap bisa

sekolah. Ini sesuai dengan instruksi Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, yang memberi perhatian khusus terkait penanganan anakanak itu. “Jangan sampai ada yang telantar. Apalagi anakanak. Pendidikan mereka itu harus tetap berjalan,” kata Kartika. Data terbaru pengungsi yang dirilis BPBD Karangasem, Selasa kemarin, jumlah pengungsi sudah mencapai 4.290 orang di 56 titik pengungsian. Memang

jumlah ini masih fluktuatif. Mengingat pengungsi masih mobile tergantung kondisi peningkatan aktivitas Gunung Agung. Kartika mengakui sudah menginstruksikan seluruh KUPT Disdikpora di setiap kecamatan, agar terus memantau perkembangan pengungsi, khususnya anakanak. Selain itu, KUPT itu juga diminta bergerak cepat, ketika dalam situasi sedikit kacau. Seperti saat terjadi lontaran lava pijar dari

Pariwisata Anjlok oleh Erupsi Gunung Agung

Kubu Berharap dari Pesona Tulamben Festival Amlapura (Bali Post) Sektor pariwisata di Kecamatan Kubu yang sudah sempat bangkit, kemudian kembali anjlok. Menurunnya, turis ke Kubu itu disebabkan kembali munculnya aktivitas vulkanik Gunung Agung. Pasca-erupsi yang disertai lontaran lava pijar 2 Juli

2018 lalu, wisatawan asing yang umumnya datang untuk menikmati panorama bawah laut itu kembali menurun. ‘’Sebetulnya, wisatawan sudah sempat ramai. Sekarang, malah sepi lagi. Kunjungan wisatawan belakangan ini jadi anjlok,’’ ungkap Bendesa Adat Beluhu, Desa

Tulamben, Kubu, I Komang Sartika, Selasa (10/7) kemarin. Anggota DPRD Karangasem ini mengatakan Kecamatan Kubu memang punya potensi lain yaitu dari galian C. Sektor ini memang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Namun, banyak

juga yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata. Warga di sini ada yang jadi pegawai restoran, bergelut di bidang jasa snorkeling dan juga diving. Turunnya tingkat kunjungan wisatawan belakangan ini cukup menyulitkan. Dampaknya banyak warga kini waswas kehilan-

kawah Gunung Agung. Sekolah yang dekat dengan pengungsian, juga sudah diinstruksikan agar selalu siap menampung siswa, bila anak-anak itu kembali terjadi situasi emergency akibat erupsi Gunung Agung. “Kami sudah buatkan regulasinya agar teman-teman di sekolah tidak ada keraguan. Dalam situasi gawat, sekolah dekat pengungsi itu akan selalu siap menampung siswa pengungsi,” tegasnya. Instruksi diupayakan, sebab tidak ada yang bisa memastikan kapan Gunung Agung itu kembali tenang. Kartika menegaskan, yang bisa dilakukan saat ini adalah terus meningkatkan mitigasi bencana sesuai bidangnya, khususnya ten-

tang masa depan pendidikan anak-anak. Apalagi, belakangan ini aktivitas Gunung Agung terus menunjukkan peningkatan. Devy Kamil Syahbana, Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Selasa kemarin, kembali mengingatkan agar kesiapsiagaan bencana itu terus ditingkatkan. Karena data dari aktivitas Gunung

gan mata pencaharian. ‘’Penurunannya sangat drastis, tapi saya tidak tahu persentasenya. Yang jelas, dampak erupsi sangat besar, Hotel Puri Tulamben bahkan sudah tutup,’’ jelasnya. Meski bukan menjadi pekerjaan mayoritas warga, Sartika berharap sektor pariwisata bisa menggeliat lagi. Pasalnya, sektor pariwisata ini sangat berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Untuk mengembalikan tingkat kunjungan, menurut dia, warga Kubu

kini berharap pada Festival Pesona Tulamben. Event itu akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 27 sampai 29 Juli mendatang. Pesona Tulamben Festival, lanjutnya, akan menampilkan beragam kreativitas masyarakat. Kreativitas itu mulai dari bidang seni, budaya, dan kuliner. Festival akan dipusatkan di areal parkir objek wisata Tulamben. Untuk menggemakan acara tersebut kepada masyarakat maupun wisatawan, juga akan dil-

angsungkan parade budaya. ‘’Juga akan digelar jukung race,’’ katanya. Pesona Tulamben Festival sudah menjadi agenda rutin tahunan yang memang diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata di Kecamatan Kubu. Sama seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yakni jukung race. Lomba jukung ini malah dijadikan ikon kegiatan yang akan dilaksanakan di Pantai Tukad Abu. (kmb)

sekitar mengetahui bahwa penyu hijau ini hewan laut yang dilindungi, setelah telur penyu itu menetas selalu dilakukan pelepasan tukik bersama di Pantai Candidasa. Tukik penyu hijau itu sebagai salah satu spesies hewan yang memang dilindungi. Spesies itu sering memilih garis pantai sebagai tempat perkembangbiakannya. Ini menjadi daya tarik tersendiri di lokasi kawasan pariwisata ini, hingga membuat tukik penyu hijau itu menjadi ikon baru di Candidasa. Kapolres Karangasem mengapresiasi tindakan masyarakat nelayan yang telah turut serta menjaga

habitat penyu itu termasuk ikut menjaga telurnya hingga menetas. Tradisi itu perlu dilanjutkan untuk meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat terutama tentang tukik. “Keberadaan penyu itu sudah semakin langka. Lebihlebih penyu hijau itu adalah binatang yang dilindungi,” kata kapolres. Acara pelepasan itu juga dihadiri KSDA Karangasem I Gusti Bagus Suteja, Manajer Hotel Puri Bagus I Gusti Agung Bagus Krisna Putra, Kadus Samuh Ni Nyoman Citera Darma Wijayanti, masyarakat nelayan, serta wisatawan asing. (gik)

Agung, mengindikasikan kuat potensinya terjadi erupsi lagi. “Memang energi seismik gelombang harmoniknya Gunung Agung itu masih lebih kecil daripada sebelum erupsi strombolian 2 Juli lalu. Akan tetapi, kita tetap perlu menjaga kesiapsiagaan, karena gunungnya belum normal, masih siaga,” tegasnya. (kmb31)

”Memang energi seismik gelombang harmoniknya Gunung Agung itu masih lebih kecil daripada sebelum erupsi strombolian 2 Juli lalu. Akan tetapi, kita tetap perlu menjaga kesiapsiagaan, karena gunungnya belum normal, masih siaga.” Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana

Dilindungi Nelayan, Penyu Hijau Rajin Bertelur

Puluhan telur penyu hijau belakangan ini makin sering ditemukan menetas di Pantai Candidasa, Desa Adat Bugbug. Untuk menjaga keselamatannya, nelayan setempat bekerja sama dengan KSDA Karangasem, Sat Polair Polres Karangasem dan pihak Desa Adat Bugbug, bukan saja mengamankan tukik itu. Bahkan, menyimpannya di sebuah gudang. Setelah memastikan kesehatannya, puluhan tukik itu baru dilepas bersama. Dipastikan tukik-tukik itu sampai ke tengah laut. Bagaimanakah cara nelayan melindungi telur dan juga penyu hijau tersebut? PELEPASAN puluhan tukik terakhir kalinya dilakukan Selasa (10/7) kemarin. Pelepasan dilaksanakan Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom didampingi Sat Polair Polres Karangasem dan juga turis serta warga lainnya. Kasat Polair Polres AKP I Made Wartama mengatakan jumlah tukik yang akan dilepas kali ini 70 ekor. Sebelumnya, tukik ini ditemukan oleh nelayan setempat di Pantai Candidasa. Tukik itu didapatkan di dekat Hotel Puri Bagus Candidasa. Untuk memastikan keselamatannya,

kemudian nelayan setempat memindahkannya ke sebuah gudang penangkaran. Selanjutnya, strategi seperti itu disampaikan kepada prajuru adat, polisi, dan KSDA Karangasem. “Penyu itu memang sering bertelur di sini sejak dulu. Satu penyu bisa bertelur 500 butir. Tetapi, dulu telurnya sering hilang karena diambil oleh warga. Sekarang, warga semakin tahu. Masyarakat sudah paham kalau hewan ini dilindungi. Hal itu tidak lepas dari penjelasan pihak KSDA dan polisi. Setelah itu, setiap telur menetas langsung

Jadi Ikon Baru Turis di Candidasa

diamankan guna keselamatannya,” kata Wartama. Penyu hijau ini biasanya naik ke bibir pantai untuk bertelur. Penyu itu biasanya bertelur saat malam hari atau bisa juga menjelang pagi. Nelayan setempat sering menemukannya saat penyu hijau itu bertelur. Satu penyu

dewasa bisa bertelur sampai 500 butir. Setelah diketahui hewan ini dilindungi, kemudian para nelayan setempat sering memindahkan telurtelur penyu hijau itu ke tempat yang aman. Pemindahan itu penting agar telur itu tidak terkena air laut. Sehingga, nantinya bisa menetas dengan

baik. Telur penyu itu biasanya menetas setelah 40 hari. Dengan catatan suhu di lingkungannya itu tetap terjaga. Polisi tidak hanya mengonservasi, tetapi juga mengedukasi warga sekitarnya. Tukik ini kini juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Pantai Candidasa. Sejak warga

Bali Post/gik

MELEPAS TUKIK - Kapolres bersama Sat Polair dan lembaga lainnya serta masyarakat dan wisatawan setempat saat bersama-sama melepas tukik di Pantai Candidasa.

”Penyu itu memang sering bertelur di sini sejak dulu. Satu penyu bisa bertelur 500 butir. Tetapi, dulu, telurnya sering hilang karena diambil oleh warga. Sekarang, warga semakin tahu. Masyarakat sudah paham kalau hewan ini dilindungi. Hal itu tidak lepas dari penjelasan pihak KSDA dan polisi. Setelah itu, setiap telur menetas langsung diamankan guna keselamatannya.” Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Watama


KLUNGKUNG

12

Rabu Paing, 11 Juli 2018

Sempat Tercecer

Puluhan Siswa Lulusan SMP Akhirnya Lolos Semarapura (Bali Post) Puluhan lulusan SMP di Kabupaten Klungkung yang sebelumnya tercecer akhirnya bisa mengenyam pendidikan di jenjang SMA/SMK. Mereka difasilitasi langsung oleh sekolah tempatnya melamar sebelumnya. Hal ini mengharuskan ada sekolah yang menambah rombongan belajar (rombel).

Made Mardika

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Klungkung Made Mardika, Selasa (10/7) kemarin mengatakan, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 ini, terdapat lulusan SMP yang tidak diterima pada SMA/SMK. Sesuai hasil rapat DPRD Bali bersama Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan instansi terkait, itu harus difasilitasi supaya bisa mengenyam pendidikan. Kebijakan itu telah ditindaklanjuti. Sesuai data yang dihimpun dari sekolah, tercatat ada 78 siswa yang berhasil terakomodasi. Rinciannya, di SMAN 1 Dawan 19 orang dari kuota awal 288 orang, SMAN 1 Banjarangkan 58 orang dari kuota awal 256 orang dan SMA Satap Lembongan 1 orang. “Kalau untuk SMAN 1 dan 2 Semarapura, tidak ada penambahan. Tetap seperti kuota sebelumnya,” ungkapnya. Penambahan juga terjadi pada SMKN 1 Nusa Penida, mencapai 29 orang. Secara umum, Kepala Bali Post/sos SMAN 1 Dawan

ini menyebutkan penambahan kuota itu tidak begitu memengaruhi sarana-prasarana sekolah. “Kalau di SMAN 1 Dawan, ruangan dan bangku masih mencukupi,” jelasnya. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banjarangkan I Putu Suardi menjelaskan, tambahan siswa baru itu, membuat adanya penambahan satu rombel dengan kapasitas 36 siswa. Sisanya disisipkan ke kelas lain. “Kami masih menghitung kebutuhan bangku. Keperluan berapa. Kalau kurang akan kami bicarakan dengan UPT dan waka. Sebelum mulai pembelajaran minggu depan, ini harus sudah selesai,” jelasnya. Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Klungkung I Nyoman Ratmaja menjelaskan, tetap mengupayakan sarana di sekolah itu bisa terpenuhi untuk mendukung proses belajar-mengajar. “Kami tetap berupaya semaksimal mungkin kebutuhan sarana ini tertangani,” katanya. Tak hanya itu, pihaknya juga tengah menginventarisasi kebutuhan sarana-prasarana sekolah. “Sekarang masih mendata. Kami usulkan pada anggaran 2019. Supaya ke depan tidak ada lagi sekolah yang kekurangan,” imbuhnya. (kmb45)

Berendam, Wisatawan Tiongkok Meninggal

Semarapura (Bali Post) Keinginan wisatawan asal Tiongkok Wang Guoliang untuk lebih lama menikmati suasana Pantai Desa Kutampi Kaler, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung harus pupus. Warga asing yang berusia 69 tahun ini meninggal saat berendam, Selasa (10/7) kemarin. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana menjelaskan, keda-

tangan korban bersama rombongan ke pantai tersebut sekitar pukul 10.00 Wita. Selang sekitar satu jam, setelah berganti pakaian, langsung berendam setengah badan di bibir pantai ditemani dua keluarganya. Sementara yang lainnya mencoba permainan air. “Sekitar sepuluh menit berendam, korban langsung lemas dan rebah,” jelasnya. Kejadian itu disaksikan

warga, Putu Gede Cok Widiana dan I Wayan Suarno. Korban langsung diangkat dan dibawa ke kursi untuk diberi pertolongan pertama dengan menekan dadanya. “Setelah itu langsung dibawa ke Puskesmas Nusa Penida I. Dinyatakan sudah meninggal oleh petugas medis,” katanya. Sesuai keterangan keluarganya, korban memiliki riwayat hipertensi. (kmb45)

Bali Post/sos

TOWER SELULER - Pecalang Desa Pakraman Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung menutup sementara pembangunan tower seluler, Selasa (10/7) kemarin.

Tak Ada Izin dan Sosialisasi

Pembangunan Tower Seluler Dihentikan Pecalang Semarapura (Bali Post) Pembangunan tower provider di Banjar Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung dihentikan sementara oleh pecalang, Selasa (10/7) kemarin. Hal tersebut dipicu karena sebelumnya tidak ada sosialisasi ke masyarakat maupun pemerintah desa dan adat. Begitu juga pihak investor diduga belum mengantongi izin. Berdasarkan pantauan, tower setinggi 40 meter yang berada tak jauh dari Pura Puseh Pikat itu sudah sepenuhnya terbangun. Tinggal melengkapi instalasinya saja. Selain itu, untuk pagar masih tahap pembangunan. Seorang pecalang yang turun ke lokasi, I Komang Susila, mengatakan proses pembangunannya sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Lahan tersebut milik warga setempat yang dikontrak investor. “Tetapi tidak ada sosialisasi ke masyarakat terkait pembangunannya.

Makanya kami hentikan sementara dulu,” ungkapnya. Keluhan dari warga diakui belum muncul. Namun ada kekhawatiran akan bahaya radiasi yang ditimbulkan nantinya. “Karena seperti ini, jadinya perlu sosialisasi ke masyarakat. Apakah bahaya atau tidak. Jadi mereka bisa tahu,” tuturnya. Ditegaskan, sejatinya Desa Pakraman tidak alergi dengan investasi tower seluler. Hal tersebut tak lepas dari adanya beberapa lokasi yang blank spot. Akan tetapi, itu harus didukung prosedur

yang jelas. Saat penghentian itu, investornya tidak ada di lokasi. Hanya sebatas beberapa tenaga kerja. Salah seorang dari mereka, Taufik mengaku tidak tahu soal sosialisasi. Dirinya hanya mengerjakan pembangunan pagar. “Saya baru dua hari kerja di sini. Untuk towernya sudah dilihat berdiri. Itu orang lain yang mengerjakan. Kalau soal izin saya tidak tahu,” ucapnya. Perbekel Pikat Wayan Navy Sudarsa mengatakan, salah satu perwakilan investor sempat menyambangi

kantor perbekel, menunjukkan surat persetujuan dari penyanding lahan lokasi pembangunan. Namun, pihaknya menyarankan supaya juga ada sosialisasi ke masyarakat dan berkoordinasi dengan prajuru adat. “Sampai sekarang katanya belum ada pertemuan dengan prajuru adat. Padahal sudah dikasi tahu,” jelasnya didampingi Klian Dusun Cempaka, Komang Pasek Ariawan. Tak hanya itu, sesuai data yang dihimpun di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Klungkung, pembangunan tersebut juga belum disertai permohonan izin. “Belum ada masuk permohonannya (izin-red),” ungkap Kasi Pelayanan, Gusti Rai Budiasa. (kmb45)

Masih Ada Perbedaan

Bali Post/sos

PETANI - Petani di Kabupaten Klungkung tengah menyiangi padi. Belakangan, sektor ini terbelit sejumlah persoalan.

Menelisik Persoalan Sektor Pertanian

Tak Sebatas Alih Fungsi Lahan, Juga Mental Petani SEKTOR pertanian berada dalam ambang dilematis. Termasuk di Kabupaten Klungkung. Persoalan yang membelit tak sebatas sulitnya regenerasi maupun alih fungsi lahan. Belakangan, juga terjadi perubahan mental petani dalam bekerja. Lahan pertanian, khususnya sawah di Kabupaten Klungkung masih cukup luas. Berdasarkan data terakhir mencapai 3.779 hektar yang tersebar di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, dan Dawan. Seluruhnya masih produktif. Ada yang ditanami padi, jagung maupun komoditas lain. Menyesuaikan dengan musim dan kondisi alam. Hasil panennya pun telah mampu masuk ke pasar memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. Dalam perjalanannya, sektor agraris ini terbelit sejumlah tantangan. Yang menekui sebagian besar sudah uzur. Sangat sulit regenerasi. Tak memberikan sebuah harapan menjadi salah satu alasan. Kondisi ini juga mengancam eksistensi subak. Gempuran alih fungsi lahan juga tak terelakkan.

Salah satunya untuk pembangunan permukiman. Jalur hijau pun terkepung. Jumlahnya semakin menyusut. Mengantisipasi sejumlah persoalan itu, pemerintah daerah tak berdiam diri. Tetap bergerak, melakukan berbagai terobosan. Subsidi pupuk rutin setiap tahun. Khusus untuk Kabupaten Klungkung, untuk urea pada 2017 sebanyak 1.970 ton, tahun ini menjadi 2.200 ton dengan harga 1.800 per kilogram, SP36 dari 48 ton menjadi 100 ton dengan harga Rp 2 ribu per kilogram, ZA dari 190 ton menjadi 500 ton dengan harga Rp 1.400 per kilogram dan organik dari 500 ton menjadi 675 ton dengan harga Rp 500 per kilogram. Penurunan jatah hanya terjadi pada NPK dari 1.250 ton menjadi 1.100 ton dengan harga Rp 2.300 per kg. Selain itu, ada pula Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), yang pada 2017 ditarget 1.500 hektar dan realisasinya 1.800 hektar. Pada program ini, petani akan mendapatkan pertanggungan Rp 6 juta per hektar jika terjadi gagal panen 75 persen per hektar. Dari sisi alat mesin pertanian, seperti penanaman, alat panen hingga pembajak sawah juga demikian. Setiap tahun pemerintah menggelontorkan. Perhatian terhadap hasil panen juga telah ada. Berupa program beli mahal jual mu-

rah yang bekerja sama dengan KUD. Artinya membeli gabah dengan harga lebih tinggi dari pasaran dan menjual beras lebih murah dari pasaran. Di tengah upaya itu, Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gde Juanida menyebutkan belakangan juga terjadi perubahan mental sejumlah petani. Dalam artian menjadikan pekerjaan menggarap sawah sebagai sambilan. Bahkan muncul sikap enggan untuk bekerja secara totalitas. “Pekerjaan petani sebagai sambilan. Mereka memilih bekerja lain yang hasilnya dinilai lebih besar. Misalnya jadi tukang. Sehari bisa dapat Rp 150 ribu. Kalau jadi petani, panen padi tiga bulan. Kalau dihitung hasilnya per hari, di bawah jadi tukang,” ungkapnya baru-baru ini. Mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Klungkung ini menyebutkan dalam mendongkrak penghasilan, menyesuaikan dengan kebutuhan hidup, idealnya petani harus menggarap lahan di atas satu hektar. Ini bisa dilakukan dengan sistem kontrak. Namun, nyaris tidak ada yang mencoba peluang itu. Lagi-lagi ini berkaitan dengan mental. “Kuncinya ada pada lahan. Kami terus kampanyekan ini, supaya petani bisa menggarap lebih luas. Sudah ada beberapa petani yang mencoba,” imbuhnya. (sos)

Kesetaraan Harga Sangat Dinanti Warga Nusa Penida Semarapura (Bali Post) Harga kebutuhan pokok di Kepulauan Nusa Penida, Klungkung masih berbeda dengan wilayah daratan. Salah satunya elpiji. Kondisi yang berlangsung sejak lama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Pemerintah pun diharapkan bisa melakukan terobosan supaya adanya kesetaraan layaknya bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan informasi, harga elpiji 3 kilogram tingkat eceran di Nusa Gede kisaran Rp 24 ribu dan di Nusa Lembongan Rp 30 ribu. Sementara di Klungkung daratan kisaran Rp 18 ribu. Anggota DPRD Klungkung asal Nusa Penida I Wayan Misna mengungkapkan, perbedaan tersebut menyebabkan pengeluaran masyarakat menjadi lebih besar. Bagi yang ekonominya menengah ke atas, hal tersebut mungkin tidak terlalu mencekik. Namun berbeda hanya dengan yang rendah, tentu akan memberatkan. “Saat reses ini sering disampaikan. Kesetaraan harga dengan daratan sangat dinanti masyarakat. Termasuk kebutuhan lainnya,” katanya, Selasa (10/7) kemarin. Jika mengacu pada komitmen pemerintah, menciptakan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, hal tersebut diharapkan bisa mendapat perhatian. Menurutnya, memperlancar akses transportasi laut menjadi salah satu alternatif. Melalui itu, pendistribusian kebutuhan pokok akan terus tersambung. “Kalau sekarang untuk kapal roro kan belum maksimal. Kami berharap ini bisa disikapi. BBM kan sudah bisa satu harga,” katanya.

Sejauh ini, operasi kapal roro dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, untuk Senin, Rabu dan Jumat masih satu trip. Di luar itu baru dua trip. Kepala Bagian Ekonomi Setda Klungkung I Ketut Sena mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan HET elpiji melon Rp 14.500. Namun untuk di kepulauan the blue paradise island itu, agen tidak bisa mengikuti. Biaya transportasi yang dikeluarkan cukup besar. “Dari dulu kita ingin mencari payung hukumnya yang tepat. Kita sedang melakukan kajian yang secara totalitas dihitung oleh pihak ketiga. Hitungannya dari ongkos nyeberang sampai dengan tataran tingkat desa-desa yang ada di Nusa Penida,” ungkapnya didampingi Kasubag Produksi, Cokorda Istri Agung Wiradnyani. Kajian itu harus ekstra hati-hati supaya penerapan nantinya tidak membebani masyarakat maupun distributor. Pihaknya pun harus mengkoordinasikan dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). “Nanti apa pun regulasinya, supaya betul-betul dapat dipertanggungjawabkan. Karena niat pemerintah benar-benar memberikan harga yang pantas. Sehingga konsumen dan distributor sama-sama diuntungkan,” terang Pejabat asal Banjar Mungguna, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan ini. Sementara itu, terkait penerapan subsidi transportasi oleh pemkab, dikatakan belum bisa dilakukan. Hal tersebut berbenturan dengan aturan. “Untuk elpiji tiga kilo

kan sudah dapat subsidi dari pemerintah. Jadi tidak bisa ada subsidi lain lagi,” sebutnya. Ia pun tak memungkiri selain elpiji, kebutuhan pokok lain, seperti beras juga masih terjadi perbedaan harga. “Untuk beras, sudah ditangani

melalui bekerja sama dengan BUMDes. Supaya menjual beras lokal yang diproduksi beberapa KUD. Pengirimannya sekalian dengan beras PNS. Jadi tidak kena biaya transportasi,” imbuhnya. (kmb45)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Paing, 11 Juli 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Cr 2PRT+1B.Siter Gj.1,8Jt Tdr Dlm 081999776071/082237995324

B.BP.001.07.18.0000546

*Dcr D-1 Sipil & D-1 Listrik, PT. WanakubuH:439888,085100421225

B.BP.166.07.18.0000552

Akuntan/Finance,Pengalaman, Lmrn ke:info@tsbali.com

B.BP.004.07.18.0000540

BPR.SEN butuh AO,Kabag Kredit, Kabag Oprasional,Admin(Wnt) Max 35th Hub:423974, Jl.Thamrin 23

B.BP.001.07.18.0000297

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.07.18.0000408

Bth Sgr Guru Paud di Renon Min SMA Hub.082340336433

B.BP.001.07.18.0000518

Dbthkn Krywan/wati MIn SMA Lam Intimart,Tkd Pakerisan 68 Dps

Dcr Supir SIMA Almt Peguyangan Hp.085100011104/087862966311

B.BP.001.07.18.0000472

Dcr Tk.Offset Hamada,Tk.Finishing/Srbtn u Prctk,087750582435

B.BP.001.07.18.0000510

Dcr Tukang Perak Max.30Th Hub.08113990076

B.BP.004.07.18.0000476

Dcr segera:Penjahit(Swim wear) Merchandiser, Sales, Acct.Fas: Gaji,U.Makan.U.Lembur, Bonus, Syrt:Area Canggu,Brpglmn,Srius Hub.Bpk.Ngurah 089-5607-995882

B.BP.001.07.18.0000371

Dicari Sgr Bagian Pengiriman Aki Jl.Cargo Telp.085100535516

B.BP.001.07.18.0000504

Dibthkan Sgr:T.Marketing/Freelance/Mgang,L/P,Fresh Graduate Min SMA Fas.Gaji,Komisi, U.Tran U.Makan,Dll.Walk Interview Bank BTN KCP Surapati Lat III Hub:082145506580/08155702448

B.BP.001.07.18.0000532

Sekolah di Jimbaran Cari: Kepala Sekolah TK,Coordinator, Guru Bhs.Inggris,Olah Raga, Musik,Komputer,PAUD,PGSD, Mandarin,Maintenance,Gardener Driver,Receptionist,Dokter, Sent:schoolhrdbali@hotmail.com

B.BP.004.06.18.0001087

Sales/Marketing,Produk Makanan /Minuman,Pengalaman,Lmrn ke: info@tsbali.com

B.BP.004.07.18.0000539

Dicari Pembantu Rumah Tangga Langsung kerja 082144277772

B.BP.001.07.18.0000537

Dicari Segera Tukang Borongan buat baju anak.Bisa buat pola dan jahit.Hub:085954068321

B.BP.001.07.18.0000535

Dicari Sopir Diajak Langsung Usaha Jualan.Hub:082144894675

B.BP.001.07.18.0000508

Kantor Kons.Pajak Butuh SMK/D3 Acct/Pajak,429125/083114616550

B.BP.001.07.18.0000521

B.BP.001.07.18.0000318

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

G.02

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

G.03

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com

G.04

DICARI MOTOR

KEHILANGAN

KEHILANGAN

HlgBPKBAn.MustakimDK3408QV N-10741414 CV.AgungMotorDK3409FAH No.N-10749484 I GSt.AG.Kom.Wahyu Dwi Putra DK 3664 FAH No.N-10749779 Ni Wayan Ira Astuti DK4273 FAJ No.O-04488204 Saskya Putri Wibawa DK4274 FAJ Mo.O-4488205

Ni Luh Putu Eka Kartika DK4985 KAA No.N-10753332 Ni Made Mariani DK4984 KAA No.N-10753331 I Putu Mangku Yoga Prasetya DK 4986 KAA No.N-10753333 I Ketut Raharja DK3910 KAB No.N-10755290 Moh.Dwi agus Pujianto DK 4954 KAB No.10755868

B.BP.001.07.18.0000549

DIJUAL RUMAH Djl Rmh Lt2 Jl.Batanghari XIV/ 19 Dps,Hrg 1,6M.HP:08123621083

B.BP.001.07.18.0000507

Rmh/Gdg.Arjuna 12 Darmasaba 3M. 081317800900

B.BP.004.07.18.0000538

YOGYAKARTA

Rmh Mewah Baru Tengah Kota Yogyakarta(dkt UGM)LT264, LB160 Elit,Nyaman3,7MH:087745432250

B.BP.033.07.18.0000466

DISEWAKAN RUMAH Dikontrkn Rumah 3Kmr,2KM Mandi Dkt KFC Jimbaran/082227776866

B.BP.001.07.18.0000436

Dswkn Rmh L.205m2,3Kmt,3Kmd Jl.Gunung Lumut Gang Drupadi No.11 Padang Sambian Kelod,Dps Hrg 80Jt Prthn Bisa Nego Hub:087861358681/087762262027

Dcari Staf Car Rental,Gaji 3Jt Lam.Jl.Camplung Tanduk 15A SminyakPh:735406/085100428804

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com

Dcr 5supir Pariwisata bs Inggris Hub:MerrysTravel0361235700

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com

Djl Tnh 1A 10A Buduk Villa 2A Dama Hub.082147454248

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com

1Ha,25Jt/A,di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636

G.05

B.BP.001.07.18.0000357

B.BP.004.07.18.0000473

G.06

Dcr 8org SopirB1/A&Tng Angkat2 Gj.Min80Rb/Hr,Kos+U.Mkn,Makmur AbadiBangunan Jl.T.Umar Brt888

B.BP.004.07.18.0000542

G.07

Dcr Admin Online,Pmasarn,Sopir bisa Matic,SIM B1,Teknis STM Gj+Bns+Kms+BPJS lam,PT.PMA

L.for Chef Consult for Training & Create New Menu Pls Call.08179666777

B.BP.821.07.18.0000367

Dcr Banyak sales Obat Herbal, Keutungan Tinggi,081339505678

B.BP.004.07.18.0000541

Ymh Bisma Dcr:Mekanik,Supir, SMA/D1/S1Ek Hub.T.Umar 142 Dps

B.BP.004.06.18.0001086

Dcr PRT,Gj 1,5-1,8 Tergantung Hasil Kerja Hub.08123916970

B.BP.001.07.18.0000359

B.BP.001.07.18.0000544

DIJUAL MOBIL

Dcr Pegawai Toko Sparepart Mbl yg Brpnglaman Hub.081338931468

DAIHATSU

B.BP.001.07.18.0000547

Daihatsu Sigra 2016,Putih, Full Variasi,Jok Kulit, 085228098333

Dcr SMK,D3,S1 Akuntansi,Jujur& Bekerja Keras Hub.081246868853

B.BP.001.07.18.0000520

B.BP.001.07.18.0000238

Dcr SPG utk Toko di Seminyak, pglmn & Bhs Inggris Ph.4735917

SUZUKI

B.BP.001.07.18.0000391

Dcr Sales Executive u/Printing - Ling Hotel,Home Industri,dll. Jl.Diponogoro 51 Dps/T.228872

B.BP.001.07.18.0000234

Dcr Sgr!!!Waitress & Tukang Masak di Drupadi Seminyak Cafe Syang (Sebelah Hotel Harris) Telp.082145548444

B.BP.004.07.18.0000460

Dcr Sopir Gaji 2,1Jt & 2 Orang Tkng Angkat 1,7Jt,085100475277

B.BP.164.07.18.0000551

BIRO JASA

Dibutuhkan SPG,Area BTDC Nusa Dua,Max 30th.Langsung bawa lamaran ke Toko Dream Nusa Dua Bali Colection Gate C, 0812-46731533 B.BP.001.07.18.0000086

Dicari Karyawan Enggenering, Lam.dibawa ke Rosani Hotel, Jl.Melasti gag Lebak Bene,Kuta. 0361-761042/082147231199

Restaurant in Seminyak looking for Steward call 0361 732567 B.BP.154.07.18.0000545

Manager-Admin-Supervisor for busy Restaurant in Seminyak/ must be fluent in English please Send CV: info@eatbali.com

Dijual Suzuki Swiff 2011/Putih Hrg 139Jt/Nego H:085935105399 B.BP.001.07.18.0000506 TOYOTA

Dijual Alphard Putih Th’2010 Mulus, Asli Bali Hub:081999407947/08179797580/ 081999193500/081338828789

B.BP.004.07.18.0000413

B.BP.001.07.18.0000513

Waitress/Pizza/Cook Restaurant inSeminyakSMS/WA081338384364

Innova Diesel AT’10+’18(PMK)As DK Km Dua Rb.081236009045/Krdt

B.BP.004.07.18.0000412

B.BP.001.07.18.0000519

B.BP.001.07.18.0000505

RUPA-RUPA

SERVICE

RUPA-RUPA

SERVICE

FOTOCOPY DIJUAL RUMAH

BENGKEL LAS DIJUAL MOBIL Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

*081239337600WA085100410850* Beli Motor Bks Sgl Merk,Djmput

G.01

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.07.18.0000522

Ni Luh Putu Linda Arini DK 3108 FAJ No.O-04488799 Ni Nyoman Yuli Lestari DK 4267 FAJ No.O-04488201 Putu Susila Soma Artini DK 3277 FAJ No.O04488802 I Nyoman Subawa DK5374 FAJ No.E-8435964-O Ni Komang Santiari DK 4195 PR No.N-02907465

B.BP.001.07.18.0000524

B.BP.001.07.18.0000527

I Nengah Subagiana DK4753 MW No.N-09067998 I Wayan Edy Purniawan DK5080MW No.N-09068145 Viko Arsir Christianandari DK 6516 AAK No.N_10747417 Isak Adi Purnama DK3760 AAL No N-10749478 A.A Ngurah Partama Jaya DK 6952 AAM No.O-04482689

B.BP.004.07.18.0000328

DIJUAL TANAH B.BP.164.07.18.0000550

B.BP.001.07.18.0000511

Dijual Tanah di Denbantas Tbn DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:08174792678/081805374433

B.BP.001.07.18.0000528

Ayu Restu Ningsih DK4208 AAN No.O-04484121 Christin Eka Yanti Belly DK 4219 AAN No.O-04484122 Ikra Birrahma DK4211 AAN No.O-04484124 Jonathan Vincent Doherty DK 3184 AAO No.O-04487470 Made Irena Marchia Lestari DK 2029 AAO No.O-04486814

B.BP.004.07.18.0000121

T.10A SHM dkt Jln Utama&Pantai LksTabanan.85Jt/A.085257539923

B.BP.167.07.18.0000461

DISEWAKAN TANAH Dikontrkn Tnh 1H Sblh Beverly Hill Hotel Hub:082227776866

B.BP.001.07.18.0000437

DICARI TANAH Dicari!!! Tanah Strategis di Ubud untuk Di-develop/Dijual Kembali, Budget 10-20 Milyar Hub:Purnama 085881515449

B.BP.001.07.18.0000529

B.BP.821.07.18.0000536

DIJUAL RUKO

BU Cpt Sewa/Jual Ruko 2Lt SHM 103m2 Tepi Jl Besar Cokroaminoto Nego Tdk Mahal 087856227779 B.BP.033.07.18.0000523

Showroom Mobil LT 3Are Jl.P. Belitung No.27 HP.081353270423 B.BP.001.07.18.0000534

RUPA-RUPA

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.07.18.0000007

B.BP.001.07.18.0000526

Putu Sri Suciati DK2771 KAC No.N-10757101 Melina Caruso DK 2770 KAC NO.N-10757100 I Ketut Susila Astawa DK2564TD No.N-10811169-O I Wayan Agus Surya Dinata DK 5090TD No.N-10812427 Ni Nyoman Arjani DK5091 TD No.N-10812428

Ni wayan Sri Ayuni DK4827 PR No.N-09035370 Ni Kadek Darpini DK2189 PS No.N-10750982 I Wayan Sumiarta DK 2309 PS No.N-10751046 I Ketut Muliana DK2215 KAA No.N-09043754 Ririn Setyowati DK2515 KAA No.N-09043921

B.BP.001.07.18.0000525

I Nyoman Sukawana DK4176 AAO No.O-04488197 I Kadek Putra Suartamayasa DK 4182 AAO No.O-04488196 I Kt Gd Putra Yasa,SH DK 5085 AAO No.O-04488807 Putu Susila Soma Artini DK 3404 FAJ No.O-04488803 B.BP.001.07.18.0000530

BPKBNo.C3417280-ODK3523AAW An.KetutSukamara,081339860676 B.BP.001.07.18.0000531

Hlg BPKB No.L01032458-O DK 1820 BS a/n. I Nyoman Bagia B.BP.001.07.18.0000514


BANGLI

14

Rabu Paing, 11 Juli 2018

Sekolah Swasta Merana

SMK Una Rosa Hanya Dapat Tiga Siswa Baru Bangli (Bali Post) –

Nasib sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Bangli merana. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Una Rosa salah satunya. Hampir setiap tahun sekolah yang berlokasi di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku itu selalu mengalami krisis murid. Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, SMK Una Rosa hanya mendapatkan tiga orang siswa baru.

Bangunan eks RSU Bangli.

Bali Post/kmb40

DPRD Berharap Pemprov Hibahkan Aset yang ’’Nganggur’’ Bangli (Bali Post) Keberadaan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di Kabupaten Bangli banyak yang “nganggur”. Salah satunya bangunan eksRSU Bangli yang sampai saat ini tak jelas pemanfaatannya. Prihatin melihat banyak aset Pemprov yang nganggur, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata berharap aset tersebut bisa dipinjampakaikan atau dihibahkan untuk digunakan Pemkab Bangli. Ditemui di Kantor DPRD Bangli, Selasa (10/7) kemarin, Kutha Parwata menyebutkan, ada sejumlah aset milik Pemprov Bali di Kabupaten Bangli yang nganggur dan kondisinya tak terurus. Selain bangunan eks RSU Bangli, aset milik Pemprov Bali yang juga terbengkalai berupa bangunan bekas di belakang RSU Bangli baru. Pihaknya pun mengaku prihatin melihat kondisi aset tersebut. Menurut Kutha Parwata, agar tak terkesan kumuh, bangunan eks RSU Bangli yang berlokasi di Banjar/

Kelurahan Kawan cocoknya dimanfaatkan untuk tempat rekreasi berupa taman kota. Hanya, Pemerintah Provinsi punya rencana lain. Sebagaimana hasil koordinasinya bersama Gubernur Bali sekitar dua tahun lalu, Pemprov berencana memanfaatkan eks bangunan tersebut untuk pembangunan rumah rehabilitasi pecandu narkoba. Bahkan saat itu gubernur mengatakan, rencana pembangunan rumah rehabilitasi itu sudah ada Detail Engineering Design (DED)-nya. Demikian juga dengan bekas bangunan yang ada di belakang RSU Bangli sekarang, rencananya akan dimanfaatkan Pemprov untuk lahan parkir. “Tapi sampai sekarang pembangunannya tak kunjung direalisasikan,” ujar politisi PDI-P itu. Karena belum jelasnya rencana pembangunan rumah rehabilitasi pecandu narkoba itu, Kutha Parwata menilai Pemkab Bangli masih punya peluang untuk memohon pemanfaatan aset tersebut.

Untuk itu pihaknya berharap Bupati Bangli kembali mengadakan koordinasi dengan Gubernur terpilih. Apakah Gubernur Bali terpilih mempunyai komitmen yang sama akan membangun rumah rehabilitasi narkoba atau tidak. Jika tidak, maka Pemkab Bangli bisa memohon pemanfaatan eks bangunan RSU Bangli tersebut dengan sistem pinjam pakai untuk dijadikan taman kota. Demikian juga dengan bangunan bekas yang ada di belakang RSU Bangli sekarang, bisa dipinjam pakai untuk perluasan lahan parkir rumah sakit. “Selama ini beberapa masukan dari masyarakat di Kawan berharap eks bangunan RSU Bangli dimanfaatkan untuk taman kota. Masyarakat menolak kalau dijadikan rumah rehabilitasi pecandu narkoba. Hanya saja penolakan disampaikan belum ada disampaikan secara formal ke kami,” Bali Post/kmb40 imbuhnya. Ngakan Kutha Parwata (kmb40)

Lumpur di Bendungan Sidembunut Mulai Dikeruk

Bali Post/kmb41

LUMPUR - Pekerja membersihkan lumpur di tempat pengurasan di bendungan Sidembunut. Bangli (Bali Post) Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRKP) Bangli, Selasa (10/7) kemarin melakukan pengerukan

lumpur yang menyumbat bendungan di Sidembunut, Kelurahan Cempaga. Mempercepat proses pengerukan, air dialirkan untuk mendorong lumpur yang mengendap di dalam terowongan.

Kasi Operasi dan Pemeliharaan Irigasi, Dinas PUTRKP Bangli Ida Bagus Nyoman Adnyana mengungkapkan, pembersihan lumpur dilakukan di tiga titik. Yakni, pertama di penguras pertama yang jaraknya kurang lebih 300 meter dari bendungan. Kedua, di lokasi penguras kedua yang jaraknya 500 ke arah selatan bendungan. Ketiga, pengerukan dilakukan di penguras ketiga lokasi yang jaraknya 800 meter dari bendungan. “Untuk mengeruk lumpur ini kita terjunkan delapan orang pekerja. Satu pekerja kita tugasnya mengeruk di pengurus pertama dan empat orang di penguras kedua. Tiga pekerja di penguras ketiga,” ungkapnya. Adnyana menambahkan, untuk mempercepat proses pengerukan, pekerja dibantu dengan aliran air yang dialirkan ke dalam terowongan yang tersumbat. Kata dia,

20,4 Persen Balita Masuk Kategori ’’Stunting’’ Bangli (Bali Post) Jumlah balita di Kabupaten Bangli yang masuk kategori stunting atau gagal tumbuh kembang terus mengalami penurunan sejak tiga tahun terakhir. Berdasarkan data yang diterima di Dinas Kesehatan Bangli pada tahun

2017 jumlah balita masuk kategori stunting hanya 20,4 persen dari jumlah anak sekitar 16 ribu lebih. Hal itu diungkapkan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bangli I Nyoman Arsana, Selasa (10/7) kemarin. Menurut Arsana, balita di Kabupaten Bangli yang masuk kategori stunting sejak tiga tahun terakhir terus mengalami penurunan. Kata dia pada tahun 2015 balita yang masuk kategori stunting sebanyak 28,6 persen, 2016 (25,7 persen) dan 2017 (20,4 persen). “Balita yang masuk kategori stunting ini dilihat dari tinggi badan menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Normalnya balita berumur satu tahun tinggi badannya mencapai 75,7 cm. Jika dengan umur satu tahun tinggi badannya masih di bawah 68,6

atau di bawahnya sudah masuk kategori stunting,” ujarnya. Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadi stunting pada balita, di antaranya intik (gizi yang masuk ke tubuh) dan penyakit infeksi seperti cacingan, jantung, diare dan dll. Maka dari itu, khusus bagi ibu hamil mereka harus memperhatikan pola makan dan gizi agar bayi di dalam kandungan tumbuh dengan sempurna. “Ibu hamil harus banyak mendapat asupan gizi. Mereka harus makan sayursayuran dan buah-buahan dan yang lainnya. Sehingga tumbuh kembang bayi bagus,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk mencegah stunting ini, pihaknya telah melakukan berbagai program, salah satunya pengadaan garam beryodium. Di samping itu, pihaknya juga memberikan tablet penambah darah kepada siswa SMP dan SMA/SMK dan ibu hamil. (kmb41)

I Nyoman Arsana

jika hanya menggunakan tenaga manual tanpa adanya bantuan air, maka proses pengerjaan akan lebih sulit dan memakan waktu yang cukup lama. Lebih lanjut dikatakannya, saat ini air masih berwarna cokelat bercampur lumpur. Pihaknya masih akan terus menunggu sampai sore. Jika sorenya air sudah sedikit bening, maka pihaknya bakal menutup penguras yang ketiga sehingga air nantinya bisa kembali mengalir ke Subak Sidembunut. “Kita harap material lumpur dan pasir segera ikut dibawa air. Kalau warna air sudah sedikit bening, maka kita akan alirkan air ke subak Sidembunut. Tapi, besok kita akan cek lagi ke sini untuk memastikan apakah sudah tidak ada endapan lumpur atau pasir. Jika, masih ada endapan lumpur kita akan kuras lagi,” tegas Adnyana. (kmb41)

Ketua Yayasan SMK Una Rosa Ketut Burat saat dikonfirmasi Selasa (10/7) kemarin mengakui hal itu. Dia membenarkan bahwa sekolah yang hanya memiliki jurusan Akomodasi Perhotelan (AP) itu cukup sering mengalami krisis siswa. Dia menyebut rata-rata jumlah siswa yang melamar ke SMK Una Rosa setiap tahunnya hanya belasan orang. Bahkan pada PPDB tahun lalu, SMK Una Rosa sama sekali tidak mendapatkan siswa. “Tahun ini ada tiga orang yang mendaftar. Dan sudah menjalani MPLS dari kemarin (Senin -red),” ujarnya. Menurut Burat, sedikitnya jumlah siswa yang mendaftar ke SMK Una Rosa, disebabkan karena minat siswa lulusan SMP untuk bersekolah ke sekolah swasta sangat minim. Siswa lulusan SMP lebih antusias untuk bersekolah di sekolah negeri. Di samping itu, sistem PPDB yang diberlakukan dengan membuka semua jalur, dituding menjadi pemicu semakin merananya nasib sekolah swasta. Dia menyebut dengan adanya tiga orang siswa baru tahun ini, maka total jumlah siswa yang dimiliki SMK Una Rosa saat ini sebanyak 9 orang. Enam siswa di antaranya kini duduk di bangku

kelas XII. “Sementara kelas XI kosong karena tidak ada murid,” ucapnya. Burat mengatakan meski jumlah siswa yang ada sedikit, namun proses belajar mengajar di sekolah yang berdiri sejak 2012 lalu itu diakuinya tetap berjalan normal sesuai kurikulum. Siswa pun tetap antusias mengikuti proses belajar. Meski proses PPDB telah berakhir, pihaknya masih tetap berharap akan ada tambahan siswa, baik siswa baru maupun siswa pindahan dari sekolah lain. Tak jauh berbeda dengan SMK Una Rosa, SMA PGRI Tembuku juga mengalami krisis siswa. Sekolah yang berdiri sejak tahun 2009 itu tahun ini hanya mendapat 7 orang siswa. Kepala SMA PGRI Tembuku Sang Made B Arjana mengatakan, dalam PPDB tahun ini SMA yang dipimpinnya itu sejatinya sudah mendapat 20 orang siswa baru. Hanya karena adanya kebijakan pemerintah terkait penambahan 4 kursi di setiap rombel sekolah negeri, siswa yang semula sudah mendaftar ke SMA PGRI Tembuku pun akhirnya memilih lari ke sekolah negeri. “Akhirnya swasta jadi tidak kebagian. Dari tanggal 6-7 (Juli) lalu sudah kacau, siswa banyak

yang batal sekolah di SMA kami,”ujarnya. Minimnya jumlah siswa yang bersekolah di SMA PGRI Tembuku diakuinya sudah terjadi sejak tahun lalu. Namun pada tahuntahun sebelumnya, sekolah tersebut mampu mendapat siswa dengan jumlah lumayan rata-rata 36-40 orang. Agar sekolah swasta tidak semakin merana, ke depan Sang Made Arjana pun berharap pemerintah konsisten dalam menerapkan dan menjalankan sistem PPDB yang telah dibuat. Pemerintah diharapkan tidak hanya memikirkan keberadaan sekolah negeri namun juga swasta, sehingga terjadi keadilan. Sementara itu sedikit berbeda dengan dua sekolah di atas, SMK Praja Pandawa mampu mendapat siswa lebih banyak. Sekolah swasta yang berlokasi di lingkungan LC Uma Aya tersebut tahun ini berhasil mendapat 31 orang siswa. Kasek SMK setempat I Made Andi mengatakan sejatinya jumlah calon siswa yang awalnya mendaftar di sekolahnya sebanyak 35 orang. Namun entah apa penyebabnya, empat orang calon siswanya memilih pindah ke sekolah lainnya. Anehnya itu terjadi setelah proses PPDB ditutup. (kmb40)

Masih Nihil, Pendaftaran Bacaleg ke KPU Bangli (Bali Post) Hingga memasuki hari keenam dibukanya pendaftaran, belum ada satu pun partai politik (parpol) yang mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli. Sejauh ini, parpol baru sebatas melakukan konsultasi terkait persyaratan yang dibutuhkan untuk pencalonan. Hal itu diungkapkan anggota KPU Bangli Gde Roy Suparman, Selasa (10/7) kemarin. Roy Suparman mengatakan, kendati masa pendaftaran telah dibuka sejak enam hari, tepatnya 4 Juli, namun hingga pukul 13.19 Wita hari ini (Selasa, red) belum ada satupun parpol yang mendaftarkan bacaleg ke KPU Bangli. “Pendaftaran dimulai 4-17 Juli. Biasaya parpol baru mulai banyak mendaftar mendekati akhir-akhir pendaftaran. Awalnya Perindo direncanakan mendaftarkan bacalegnya ke KPU Bangli, Senin (9/7). Namun setelah Ketua DPC-nya dikonfirmasi, mereka batal mendaftarkan

bacalegnya,” ungkapnya. Dia mengatakan, khusus bacaleg yang merupakan mantan terpidana, diwajibkan melengkapi sejumlah persyaratan. Kelengkapan yang harus dilampirkan berupa salinan bukti putusan, surat keterangan sudah menjalani hukuman dari Kalapas serta pengumuman di media massa baik cetak maupun elektronik. Untuk pengumuman di media cetak, harus dilampirkan kliping korannya serta melampirkan keterangan dari pimpinan media yang bersangkutan. Semua persyaratan itu selanjutnya dilampirkan dalam daftar riwayat hidup (DRH) calon. “Persyaratan ini juga berlaku bagi mantan terpidana yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun,” imbuhnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk bacaleg yang tidak pernah menjadi terpidana, mereka harus melampirkan surat keterangan tidak pernah dihukum dari Pengadilan Negeri (PN) setempat. Di samping persyaratan itu, untuk menjadi bacaleg, juga

Bali Post/kmb41

Gde Roy Suparman

harus terdaftar sebagai calon pemilih. Hal itu dibuktikan dengan surat keterangan terdaftar yang dikeluarkan PPS atau KPU kabupaten yang pada intinya menyatakan bahwa bacaleg itu sudah terdaftar sebagai pemilih. “Persyaratan itu wajib dilampirkan dalam berkas pendaftaran,” tegasnya. (kmb41)


15

Rabu Paing, 11 Juli 2018

Anggaran Kemenkop Dinaikkan

Puspayoga Fokus Bina Wirausaha Pemula dan Pasar Tradisional Jakarta (Bali Post) -

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Mekop UKM) A.A. Puspayoga menegaskan akan meningkatkan anggaran untuk Wirausaha Pemula dan Revitalisasi Pasar Tradisional. Penegasan itu terkait dukungan kenaikan anggaran kementeriannya pada APBN 2019. ‘’Untuk wirausaha pemula saya setuju dengan Pak Nasim (Nasim Khan), harus ditingkatkan dan prosedurnya harus dipermudah. Tolong diperhatikan betul itu bu direktur, pak direktur, pasar tradisional juga. Itu harus ditingkatkan dana tambahannya dan prosedurnya harus dipermudah,’’ kata Menteri Puspayoga saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/7).

Bali Post/ant

RAPAT KERJA - Menteri Koperasi dan UKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga (kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/7). Puspayoga mengakui perhatian serius dan prioritas harus diberikan kepada wirausaha pemula dan pasar tradisional. Karena dua kelompok itu dinilai menjadi simpul dalam membangun perekonomian rakyat. ‘’Pak Nasim kami sudah sampaikan (ke jajarannya), kita sepakat untuk meningkatkan per-

hatian kita pada pengusaha pemula dan pasar tradisional,’’ imbuhnya. Sementara untuk pengawasan program, Menteri Puspayoga berjanji akan lebih serius lagi dalam pelaksanaannya. ‘’Sebagus apa pun program, kalau pengawasannya kurang ya… (hasilnya akan buruk). Tolong diperhati-

kan itu pak deputi,’’ tegasnya. Dalam rapat lanjutan pembahasan APBN Tahun Anggaran 2019 untuk Kemenkop UKM, sejumlah anggota Komisi VI DPR menyatakan dukungan peningkatan anggaran. Anggota Komisi VI DPR Nasim Khan mengatakan sudah semestinya anggaran Kemenkop UKM ditingkatkan. Sebab, Kementerian ini merupakan penyangga utama perekonomian Indonesia dan tahan banting dari krisis ekonomi. Ia juga mendukung rencana program prioritas Kemenkop dan UKM ikhwal fasilitas bagi para wirausaha pemula dan revitalisasi pasar tradisional. ‘’Kayaknya itu memang harus ditingkatkan (fasilitas bagi wirausaha pemula baik permodalan atau peningkatan SDM). Karena itu sangat bermanfaat sekali bagi pengusaha UMKM, (revitalisasi) pasar desa juga sangat bermanfaat bagi perekonomian masyarakat di desa,’’ ujar politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. Nasim juga meminta kepada Menteri Puspayoga untuk mempermudah dan menye-

derhanakan persyaratannya tersebut. ‘’Persyaratannya dan hal-hal prosedural, kalau bisa, mungkin lebih disimpelkan,’’ katanya. Anggota Komisi VI lainnya, Djoni Rolindrawan, juga menilai sudah semestinya politik anggaran berpihak kepada Kemenkop dan UKM. Sebab, koperasi merupakan landasan perekonomian Indonesia. ‘’Semua kita tahu pasal 33 itu perekonomian disusun secara bersama hal ini ya koperasi. Jadi seharusnya politik anggaran lebih signifikan. Kita bersyukur anggaran tahun 2019 ini naik,’’ katanya. Seperti diberitakan pada rapat sebelumnya, Komisi VI DPR menyetujui PAGU indikatif Kemenkpp UKM untuk Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 927.444.165.000. Selain itu, Komisi VI DPR juga telah menyetujui usulan penambahan anggaran sehingga menjadi Rp 1.291.285.804.000. Komisi VI DPR sepakat kesimpulan tersebut diteruskan ke Badan Anggaran DPR untuk disinkronisasikan sebagai bahan penyusunan RUU APBN Tahun Anggaran 2019. (kmb4)

Polisi Beri Pendampingan Anak Pemilik Bom Pasuruan Surabaya (Bali Post) – Polda Jawa Timur akan memberikan pendampingan kepada anak pemilik bom pasuruan Abdullah alias Anwardi untuk memulihkan kondisi psikologis balita yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim itu. Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol. Agung Yudha Wibowo ditemui di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa (10/7) kemarin, mengatakan bersama beberapa dinas seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Per-

lindungan Anak (PPA) Jatim pihaknya akan melakukan pendampingan psikis selain melakukan pemulihan secara medis. ‘’Beberapa dinas kan sudah melakukan pendampingan dari unit PPA, kita lakukan. Ini masih pemulihan medisnya dulu tapi setelah ini kita melakukan pendampingan untuk psikisnya itu,’’ kata Agung. Agung mengatakan ada beberapa tahapan dalam penyembuhan secara psikis. Hal ini untuk mengembalikan kondisi anak terse-

but seperti semula. ‘’Proses pemulihannya melalui mekanisme yang sama yaitu pertama medis dulu setelah medisnya sembuh, mungkin pemulihan psikisnya melibatkan psikologi dari PPA yang ada di Provinsi Jawa Timur,’’ tuturnya. Namun, perlakuan dalam pendampingan psikisnya itu tidak sama dengan pendampingan pada anak pelaku teroris yang lain. Karena kondisi balita ini masih memiliki dua orangtua yang lengkap. ‘’Karena

ini kan orangtua dua-duanya masih ada. Jadi tidak seperti yang sebelum-sebelumnya,’’ kata Agung. Agung menjelaskan, kondisi balita itu saat ini sudah mulai membaik. Namun, untuk saat ini ibunda dari balita yang sempat terluka akibat bom itu belum diizinkan untuk menemui anaknya. ‘’Selama ini sudah ada nenek dari balita yang sering menjenguk. Neneknya sering nengok cuma tidak pernah menginap,’’ imbuhnya. (ant)

Rabu, 11 Juni 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya dan Atma Wedana (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Uttara Kanda (2) Bali Channel Tourist TV

09:05 Wita Inovator 09:05 Wita Ista Dewata Pura Dang Kahyangan Prapat Agung 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Melaspas dan Caru Rsi Gana (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali

13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita

Bali Channel Tourist TV Klip Bali Healthy Life Agrobisnis Budidaya Anggur Laut dan Terumbu Karang Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif Ambarasram Folk Song Kartun Bal Hanoman (1) Puja Trisandya Seputar Bali

19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Dedy Susanto 21:00 Wita Wirasa Nengah Kariasih 21:30 Wita Mahadewi Yoga Untuk Kesehatan 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Tengkulak (4) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel

Bupati Eka Yakin Tiap Perempuan Mampu Jadi Pemimpin Jakarta (Bali Post) Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berbagi pengalaman untuk menjadi seorang yang mampu dan sukses mengubah masyarakat di lingkungannya melalui karier politik yang dijalani. Menurut Bupati Tabanan dua periode ini, untuk memulai menjadi pemimpin, modal utamanya adalah kemauan untuk mau berbuat agar masyarakat di lingkungannya bisa menjadi lebih baik. Penegasan itu disampaikan Eka Wiryastuti dalam Workshop ‘’Kaderisasi PDI Perjuangan Memenangkan Hati Rakyat’’, Senin (9/7). Workshop juga menghadirkan sejumlah perempuan dari PDI-P yang dianggap sukses memimpin daerahnya antara lain Bupati Tulang Bawang Winarti dan Bupati Jember Faida. A c a r a berlangsung di K a n t o r DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat.

‘’Saya ingin berbuat, karena dasar dari politik itu kita harus berbuat,’’ kata Eka Wiryastuti yang mengawali karier politiknya sebagai Caleg DPRD Kabupaten Tabanan pada Pileg 2009 dengan perolehan suara terbanyak. Selain itu, kemauan untuk mau menempa diri menjadi semakin baik juga penting. ‘’Jangan anggap perempuan itu ‘display’, yang menarik untuk dilihat, kalau sudah bosan terus ditinggalkan. Jadilah kader perempuan yang punya kecerdasan bahwa kita mampu, kita bisa,’’ sebutnya. Eka mengatakan, keinginan perempuan untuk menjadi pemimpin harus disertai modal untuk memimpin. Oleh karena itu, berbagai organisasi harus ditekuni untuk menempa skill kepemimpinan. Dia pun mengikuti berbagai organisasi antara lain Banteng Muda Indonesia (BMI), Keluarga Besar Marhaen dan Srikandi Demokrasi Indonesia. Dari modal dasar itulah, ia membuktikan mampu memecahkan rekor sebagai bupati perempuan pertama di Bali. Dia mencon-

toh ketika masih menjadi pengusaha, dirinya merasa hanya bisa membantu sebagai rakyat. Tetapi, dengan menjadi kepala daerah seperti sekarang, Bupati Eka mengaku tidak hanya bisa berbuat, tetapi berbuat dengan efek yang besar. ‘’Dengan politik saya bisa membuat kebijakan dan keputusan dengan dampak yang jauh lebih besar, sehingga semakin banyak yang bisa saya berikan kepada rakyat,’’ ujarnya. Tak lupa, ia mengingatkan kepemimpinan haruslah bersumber dari hati. Untuk itulah, ia menulis buku ‘’Investasi Hati’’ dan menjalankan program Pemerintahan Kabupaten Tabanan dengan Investasi Hati. ‘’Kalau sudah pakai hati, apa pun program yang kita lahirkan untuk rakyat pasti bagus,’’ ujarnya. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan workshop bertajuk ‘’Kaderisasi PDI Perjuangan Memenangkan Hati Rakyat’’ dihelat dalam rangka persiapan pemenangan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 yang akan digelar secara serentak. Temu antara kader ini, sebenarnya sudah diadakan secara rutin untuk melakukan sinergi antarkepala daerah dari PDI Perjuangan. ‘’Jadi kami secara rutin mengadakan workshop, untuk melakukan sinergi antarkepala daerah dari PDI Perjuangan dan mendorong kerja sama antarkepala daerah,’’ ucap Hasto. Ia mencontohkan beberapa bentuk kerja sama antarkepala daerah seperti Banyuwangi dan Tabanan yang saling bekerja sama untuk menjaga kedaulatan pangan. Selain itu, juga Wali Kota Solo yang bekerja sama dengan Bupati Samosir untuk mendorong program wisata. ‘’Jadi kerja sama antara kepala daerah dan kebijakankebijakan sebagai penjabaran dari ideologi Pancasila terus kami matangkan dan juga kami integrasikan, baik secara vertikal maupun horizontal,’’ imbuhnya. (kmb4)


RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Rabu Paing, 11 Juli 2018

Modric, Jenderal Lapangan Tengah Kroasia Moskow – Kroasia saat ini memang berstatus sebagai kuda hitam di Piala Dunia 2018 Rusia, tetapi jangan pernah memandang sebelah mata pasukan Zlatko Dalic. Saat ini Kroasia sudah mencapai semifinal. Ini menjadi bukti, lini tengah Kroasia adalah salah satu yang paling tangguh di antara para peserta Piala Dunia, dan Luka Modric adalah sang jenderal. Pemain Real Madrid itu selalu menjadi pemain kunci di empat pertandingan Kroasia sejauh ini. Modric berperan penting mengatur ritme serangan dengan dibantu Ivan Rakitic. Dua gol pun sudah dia cetak, salah satunya melalui tendangan indah dari jarak jauh ke gawang Argentina. Banyak yang berpendapat Modric layak jadi pemain terbaik di Piala Dunia kali ini, tak terkecuali rekan setimnya, Ivan Perisic. Tetapi bagi Perisic yang terpenting tetaplah keharmonisan tim, dan Modric sebagai kapten sudah memimpin skuad dengan baik. ‘’Tentu saja kami tahu apa artinya Modric bagi tim Kroasia, kami tahu apa artinya dia bagi Real Madrid. Dia adalah kapten kami, pemimpin kami. Kami semua mendukung dia. Jelas dia merupakan salah satu pemain terbaik sejauh ini, tetapi kami masih punya beberapa pertandingan lagi,’’ ungkap Perisic, Selasa (10/7) kemarin.

‘’Tidak penting siapa yang mendapat penghargaan individu, yang penting adalah tim bisa melakukan tugas sebaik mungkin,’’ imbuhnya. Senada dengan Perisic, Ante Rebic juga menilai Modric sebagai pemain terbaik Kroasia sejauh ini. Memang masih terlalu dini menilai pemain terbaik turnamen, tetapi baginya Modric berpeluang menyabet gelar itu. ‘’Luka Modric adalah kapten kami, pemain terbaik kami. Terlalu awal untuk berbicara soal pemain terbaik turnamen ini karena kami masih di semifinal.’’ ‘’Itu juga tidak sepenting performa tim,’’ katanya lagi. Sejak tim Kroasia yang penuh talenta mencapai semifinal Piala Dunia 1998, pada turnamen utama kedua mereka sebagai negara merdeka pada 1991 pascabubarnya Yugoslavia, generasi-generasi di bawahnya berada di bawah tekanan dari para penggemar dan media negara itu untuk mengulangi pencapaian tersebut. ‘’Generasi 1998’’ kalah dari tuan rumah

Kroasia Harus Waspada Bola Mati Inggris

LAGA semifinal antara Inggris melawan Kroasia dipastikan berlangsung seru dan ketat sejak menit awal. Timnas Inggis lebih d iunggulkan karena liga domestik mereka berkualitas, sedangkan skuad Kroasia banyak yang merumput pada kompetisi Liga Eropa. Asisten pelatih Bali United Made Pasek Wijaya pun menjagokan Ingggis bakal menang Bali Post/ist tipis 1-0 atas Kroasia. Made Pasek Wijaya Alasannya, timnas (Asisten Pelatih Bali United) Inggris diperkuat para pemain muda, otomatis kebugaran, fisik, dan stamina mereka lebih unggul. Apalagi, ditopang pola permainan yang menerapkan formasi 3-5-2, timnas Inggris bakal mudah menyerang pertahanan Kroasia, termasuk jika tim Inggris ditekan, mereka cepat merombak komposisi. Di belakang lima pemain melapis di areal pertahanan. ‘’Masa transisi tim Inggis antara menyerang dan bertahan sangat solid, jika diserang, komposisinya berubah dan lima pemainnya membantu pertahanan,’’ ucap Pasek Wijaya, Selasa (10/7) kemarin. Keunggulan tim Inggris, menurut Pasek Wijaya, selain bermaterikan skuad muda yang gesit, mereka juga punya kelebihan memaksimalkan bola-bola mati yang mampu dikonversi menjadi gol. ‘’Oleh sebab itu, Kroasia harus mewaspadai bola mati seperti tendangan bebas maupun sepak pojok yang dilakukan pemain Inggris sangat berbahaya, dan bisa jadi ancaman menjadi gol,’’ tuturnya. Sementara Inggris juga tidak boleh memandang sebelah mata peta kekuatan Kroasia, mengingat sederet pemain pilar Kroasia juga biasa merumput dan mengibarkan bendera tim raksasa di Liga Eropa. ‘’Saya kira duel bakal seru, sebab pemain Kroasia akan memberikan perlawanan sengit. Mereka juga punya pengalaman dan jam terbang yang tinggi,’’ terangnya. Pada babak empat besar ini, keempat tim yang melaju dipastikan tim terbaik. Bahkan, Inggris juga tidak boleh meremehkan Kroasia, sebab dalam sepak bola juga dikenal faktor keberuntungan (lucky) yang membawa kemenangan tim lemah. ‘’Pada hajatan Piala Dunia 2018 sudah terbukti, tim non-unggulan mampu merontokkan keperkasaan tim tangguh,’’ ujarnya. (nel)

Prancis di semifinal, kemudian menang 2-1 atas Belanda pada playoff peringkat ketiga, menginspirasi banyak orang di negara Balkan, termasuk Modric yang saat itu masih berusia 12 tahun. Kini berusia 32 tahun dan merupakan salah satu nama besar yang tersisa di Rusia akibat tersingkir lebih awalnya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, Modric menjadi sorotan global ketika bergabung dengan Tottenham Hotspur di Liga Inggris pada 1998. Pengoper bola yang visioner dan pemilik kemampuan dribel kelas wahid itu mampu mempertahankan kualitasnya dengan Real Madrid yang telah beberapa kali menjuarai Liga Champions sejak bergabung dengan mereka pada 2012. Kini dia ingin melebihi pemcapaian para seniornya. ‘’Sejak 2008 kami tidak pernah mampu melampaui pertandingan fase gugur pertama dan sangat penting bagi kami untuk melewatinya. Saya tenang dan fokus. Saya memberanikan diri untuk tanggung jawab sebagai seorang kapten dan saya harus melakukannya. Sebagai hasilnya, saya sangat emosional setelah pertandingan,’’ kata Modric. Kejeniusan sang ‘’Little Mozart’’ akan kembali diuji saat berhadapan dengan Inggris di babak empat besar. (kmb33/afp)

Bali Post/afp

TERBAIK - Gelandang sekaligus Kapten Kroasia Luca Modric dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik di ajang Piala Dunia 2018.

Inggris Andalkan Kekompakan Pemain

Bali Post/afp

MAINAN - Para pemain Inggris berlatih dengan menggunakan mainan ayam sebelum laga semifinal kontra Kroasia.

Inggris Pakai Kostum Pembawa Sial Moskow – Percaya atau tidak, faktor kostum bisa saja membawa sial bagi timnas Inggris saat menantang Kroasia pada semifinal Piala Dunia 2018. The Three Lions akan mengenakan seragam serba-putih dalam pertandingan di Luzhniki Stadium, Kamis (12/7) dini hari nanti. Jordan Henderson dkk. boleh saja berbangga diri karena bisa mengenakan warna tradisional kebanggaan mereka. Namun, fakta membuktikan bahwa Inggris lebih sering sial saat bertanding dengan atasan sampai bawahan berwarna putih

di Piala Dunia. Tim Tiga Singa menuai dua kemenangan, tiga kekalahan, dan empat hasil seri dari sembilan penampilan mengenakan jersey serba-putih. Dua kemenangan Inggris didapat kala bersua Argentina, yakni pada 1962 dan 1966. Inggris juga enam kali bersua Kroasia dengan seragam serupa dengan catatan empat kemenangan dan dua kali kalah. Pada Piala Dunia tahun ini, apakah stelan putih bakal menghalangi Inggris untuk menggapai final? Menarik untuk dinantikan. (kmb33/afp)

Presiden Kroasia Rela Cuti demi Dukung Negaranya

Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic

Bali Post/ap

Moskow – Melajunya Kroasia ke semifinal Piala Dunia 2018 untuk pertama kalinya sejak 1998, Presiden negara pecahan Yugoslavia itu pun terlihat merayakan kemenangan tersebut dari tribun. Presiden wanita pertama Kroasia, Kolinda Grabar-Kitarovic, hadir pada malam saat timnya berhasil menyingkirkan tuan rumah Rusia keluar dari turnamen dengan kemenangan adu penalti 4-3. Grabar-Kitarovic duduk di samping Presiden FIFA Gianni Infantino dan PM Rusia Dmitry Medvedev di bagian VIP. Dia terlihat mengangkat tangannya dan melakukan tarian kemenangan untuk merayakan gol kedua Kroasia. Video GrabarKitarovic merayakan kemenangan tersebut viral di media sosial. Videovideo tersebut juga mempertunjukkan dirinya merayakan kemenangan di ruang ganti bersama pemain lainnya dan warganet yang melihat video tersebut tidak bisa berhenti memujinya. Ini bukan pertama kalinya dukungan Grabar-Kitarovic pada timnya menjadi berita utama.

Dalam pertandingan melawan Denmark sebelumnya, foto dirinya bersorak untuk Kroasia dari tribun bersama dengan penggemar lainnya menjadi viral. Tak hanya itu yang membuat netizen kagum padanya. GrabarKitarovic mengambil cuti khusus untuk mendukung timnya dan datang langsung ke stadion. Grabar-Kitarovic juga terbang untuk menyaksikan pertandingan dengan kelas ekonomi ke Rusia. Bahkan dalam foto bersama, dia juga terlihat bersama penumpang lainnya dalam penerbangan. Beberapa penumpang mengatakan bahwa mereka juga berfoto selfie bersama sang presiden selama penerbangan. Salah satu penggemar Kroasia mengatakan, ‘’Dia suka olahraga dan apa yang dia lakukan sekarang adalah normal untuk presiden. Dia melakukan penerbangan dengan orang-orang biasa, menyapa semua orang. Dan saya suka: kami memiliki negara kecil, kami seperti satu tim.’’ Dukungan penuh dari orang nomor satu di negaranya tentu akan membuat Luca Modric dkk. akan makin bersemangat. (kmb33/afp)

Moskow Tidak ada yang menduga timnas Inggris bisa melaju sampai semifinal Piala Dunia 2018 Rusia. Kroasia vs Inggris akan dilangsungkan pada Kamis (12/7) dini hari nanti. Selangkah lagi Inggris akan mencapai final. Pelatih Inggris Gareth Southgate mengaku bangga dengan pencapaian timnya sejauh ini. Dia percaya para pemain Inggris sudah memenangkan hati para pendukung, dan dengan itu mereka akan berusaha melaju terus sejauh mungkin. Skuad Inggris saat ini dinilai jauh lebih baik daripada generasi emas Inggris di era 2004-2008 lalu. Kala itu memang benar Inggris dihuni pemainpemain hebat seperti John Terry, Rio Ferdinand, Steven Gerrard, Frank Lampard dan Wayne Rooney. Tetapi skuad itu tak pernah menyatu. Southgate memang memilih Harry Kane sebagai kapten, tetapi hal itu bukan berarti pemain lainnya kurang penting. Dia menilai setiap pemain di skuad Inggris sudah paham betul kemampuan dan peran mereka, semuanya penting, semuanya bangga bisa bermain untuk negaranya. ‘’Saya pikir kami memiliki banyak orang baik. Juga tak perlu dipertanyakan soal keinginan mereka berbicara pada media dan terbuka soal kisahkisah mereka, itu membantu,’’ kata Southgate, Selasa (10/7) kemarin. ‘’Mereka semua adalah fans Inggris. Beberapa bahkan pernah datang ke turnamen ini sebagai suporter. Mereka semua mengenakan kostum Inggris saat masih kecil dan sekarang mereka bangga mengenakannya sebagai pemain,’’ imbuhnya. Karena itu, Southgate menilai hubungan antar pemain itu adalah nilai lebih bagi kekuatan skuadnya. Dia juga percaya tidak ada satu pun pemain di skuad Inggris yang merasa lebih baik dari rekan setimnya. ‘’Mewakili Inggris tidak selalu seperti ini. Mungkin sekitar 18 bulan lalu, saya berkata pada mereka bahwa meraih kesuksesan dengan Inggris akan jadi pencapaian yang jauh lebih besar dari kesuksesan apa pun bersama klub mereka. Hal itulah yang mulai terlihat sekarang,’’ tutupnya. Hubungan pemain dengan fans, keyakinan dan harapan, itu semua lebih penting dari sekadar memenangkan pertandingan. Skuad Inggris kali ini sangat termotivasi untuk merebut gelar juara. Satu-satunya trofi Inggris di Piala Dunia adalah pada tahun 1966 silam ketika mereka menaklukkan Jerman Barat 4-2. Kala itu Sir Geoff Hurst menjadi pahlawan dengan tiga golnya. (kmb33/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook