20 HALAMAN
NOMOR 21 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (148 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat paing, 9 september 2016
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Aktivis Tolak Reklamasi Ditangkap
Didemo, Gung Tu Dilepas Denpasar (Bali Post) Seorang aktivis tolak reklamasi Teluk Benoa, I Gusti Putu Dharmawijaya, ditangkap pada hari raya Galungan, Rabu (7/9) malam. Ia yang akrab dipanggil Gung Tu ditangkap Buser Dit. Reskrimum Polda di tempat kerjanya di wilayah Legian, Kuta, Rabu (7/9) pukul 21.00 Wita. Gung Tu ditangkap terkait penaikan bendera ForBALI di bawah bendera Merah Putih di Gedung DPRD Bali, 25 Agustus lalu. Buntut dari penangkapan tersebut, dua jam kemudian tepatnya pukul 23.00 Wita ribuan massa berpakaian adat demo di depan Mapolda Bali. Mereka menuntut supaya Gung Tu (Agung) dilepas. Dari pantauan di lokasi, ketika itu massa tidak bisa masuk ke Mapolda karena pintu masuk diblokade petugas. Massa tertahan di depan pintu masuk sambil menyanyikan lagu dan yel-yel tolak reklamasi Teluk Benoa. Massa berteriak ‘’lawan sampai mati’’, ‘’sekarang juga bebaskan teman kami’’, ‘’rakyat bersatu tidak
bisa dikalahkan’’. Setelah terjadi diskusi dan negosiasi yang alot antara petinggi Polda dengan pimpinan Pasubayan Desa Adat/Pakraman Tolak Reklamasi Teluk Benoa, anggota DPRD Bali dan Ketua Tim Kuasa Hukum ForBALI Made ‘’Ariel’’ Suardana, Kamis (8/9) dini hari pukul 02.30 Wita, Gung Tu dibawa keluar dari ruang penyidik dan dia tidak jadi ditahan. ‘’Agung ditangkap sekitar pukul 21.00 Wita di tempat kerjanya di sebuah vila di Legian. Awalnya polisi telepon dia pukul 19.00 Wita dan
ingin bertemu. Ternyata polisi itu datang pukul 21.00 Wita dan langsung Agung dibawa ke Polda,’’ tegas Suardana. Hal. 19 Sudah Tersangka KETERANGAN - I Gusti Putu Dharmawijaya didampingi kuasa hukumnya, Made ‘’Ariel’’ Suardana, dan Pasubayan memberi keterangan pers usai ditangkap dan diperiksa Polda Bali.
Tujuh Polisi Jadi Saksi
Ingat Kasus Zaskia Gotik UPAYA perjuangan rakyat Bali menolak reklamasi Teluk Benoa terus mengalami sandungan. Belum tuntas kasus dilaporkannya Koordinator ForBALI Wayan ‘’Gendo’’ Suardana atas laporan Pospera, aparat kepolisian tiba-tiba menangkap I Gusti Putu Dharmawijaya alias Gung Tu pada Rabu (7/9) malam. Warga Banjar Lebah, Sumerta Kaja, Denpasar Timur ini diduga melakukan tindak pidana merendahkan kehormatan bendera negara pada saat Pasubayan Desa Adat/Pakraman Tolak Reklamasi Teluk Benoa menggelar aksi damai di Gedung DPRD Bali, 25 Agustus lalu. Atas peristiwa tersebut, Bendesa Adat Buduk Ida Bagus Purbanegara menyatakan tidak ada
Satu Pelaku Masih Diburu
perjuangan tanpa pengorbanan. Apa yang dilakukan Agung merupakan bentuk pengorbanannya kepada tanah Bali dan perjuangan masyarakat adat mempertahankan eksistensi Bali. ‘’Itu harus kita hargai. Harapan kita penegakan hukum agar benar-benar adil. Jangan pernah lupa dengan kasus Zaskia Gotik. Dia juga melakukan pelecehan lambang negara tetapi justru jadi duta Pancasila. Agung harusnya jadi duta Merah Putih,’’ ujarnya. Setelah dilepas pada Kamis dini hari, Kamis pukul 12.30 Wita, Agung diantar puluhan aktivis ForBALI, memenuhi janjinya untuk diperiksa penyidik. Hal. 19 Sudah Bernegosiasi
Bali Popst/rah
SUPPORT - Aktivis ForBALI memberi support kepada I Gusti Putu Dharmawijaya saat diperiksa penyidik, Kamis (8/9) kemarin.
Dana Teroris ke Indonesia
Terbanyak dari Australia
Setya Novanto
Putusan MK
Ilegal, Rekaman ’’Papa Minta Saham’’
Jakarta (Bali post) Mantan Ketua DPR-RI Setya Novanto menyambut baik keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah mengabulkan gugatannya tentang Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Dalam putusannya, MK menyatakan rekaman pembicaraan yang disadap oleh mantan Direktur Freeport Indonesia Ma’ruf Syamsuddin terkait permintaan saham oleh Setya Novanto, sebagai rekaman ilegal. Hal. 19 Penegak Hukum
Bali Popst/rah
Jakarta (Bali Post) – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan, sebagian besar pendanaan untuk para teroris melakukan aksinya di Indonesia berasal dari Australia. ‘’Negara asal yang pernah kirim dana ke Indonesia paling banyak dari Australia,’’ kata Yusuf saat rapat bersama Panitia Khusus revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Terorisme di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/9) kemarin. Dia menjelaskan, Australia mengirimkan dana sebesar kurang lebih Rp 88,5 miliar ke para foreign terorisme fighter yang ada di Indonesia. M Yusuf mengatakan frekuensi dana yang masuk dari Australia itu sebanyak 97 kali melalui berbagai cara, baik perseorangan atau kelompok. ‘’Lalu negara lainnya yang juga dianggap banyak mengirimkan dugaan pendanaan terorisme ada di Brunei dengan kisaran Rp 2,6 miliar. Disusul dengan Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan dan Thailand,’’ ujarnya. Sementara itu, Yusuf juga menyampaikan adanya pemasok uang untuk jaringan teroris, yaitu berasal dari Australia dan negara-negara Timur Tengah seperti Irak, Lebanon dan Turki serta beberapa nama yayasan di Indonesia. Menurutnya, beberapa yayasan itu membiayai para teroris untuk pergi ke luar negeri seperti Suriah menjadi foreign terorism fighter. Hal. 19 Dua Cara
Denpasar (Bali Post) Polda Bali memburu dua pelaku kasus bendera ForBALI. Selain I Gusti Putu Dharmawijaya, ada satu lagi berinisial IMJA yang saat ini masih diburu. ‘’Dua itu (pelaku), baru satu ditangkap. Kami imbau untuk dapat permudah pemeriksaan supaya IMJA menyerahkan diri,’’ tegas Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto, Kamis (8/9) kemarin. Terkait kasus itu, lanjut Kapolda, dibuat laporan model A (polisi sebagai pelapor). Selanjutnya penyidik memeriksa tujuh polisi sebagai saksi yaitu Ipda I Made Widiarta (KBO Sabhara Polresta Denpasar), I Gede Gery Ariawan (Dalmas Polresta), Ketut Juli Suantara (Dalmas Polresta), Edi Darianto (patroli Polresta), I Gusti Ngurah Putu Parwanita (Humas Polresta) dan Nyoman Sujana (satpam DPRD Bali). Selain itu penyidik juga memeriksa saksi ahli pidana Dr. Chairul Huda dan Dr. I Gusti Ariawan. Penyidik juga mengamankan alat bukti berupa rekaman, foto-foto, memory card dan bendera Merah Putih. ‘’Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 24 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 dan Pasal 66 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009,’’ ujarnya. Hal. 19 Bisa Dipulangkan
Arcandra Kembali Jadi WNI
Ada Peluang Jabat Menteri ESDM Lagi Jakarta (Bali Post) – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan selamat atas pengukuhan kembali status kewarganegaraan Arcandra Tahar sebagai Warga negara Indonesia (WNI). ‘’Ya… selamat. Memang dasarnya dia orang Indonesia,’’ ujar Wapres di Jakarta, Kamis (8/9) kemarin. Namun, Wapres enggan menanggapi isu pengangkatan kembali Arcandra sebagai Menteri ESDM setelah status kewarganegaraannya dikembalikan. ‘’Nanti Presiden yang jawab, bukan saya,’’ tegas Wapres Kalla seraya menambahkan, kemungkinan itu bisa saja terjadi karena penunjukan menteri adalah hak prerogatif presiden. Pemerintah telah mengukuhkan kembali status WNI Arcandra Tahar sejak awal September 2016. Sebelumnya dia diketahui memiliki dwikewarganegaraan dan memegang paspor Amerika Serikat. Meski status WNI Arcandra tidak pernah dicabut pemerintah, namun secara hukum materiil dia telah kehilangan kewarganegaraan Indonesia. Hal itu berdasarkan Pasal 23
Undang-undang Kewarganegaraan yang menyebutkan status WNI seseorang hilang jika yang bersangkutan memperoleh kewarganegaraan lain karena kemauan sendiri. Presiden Joko Widodo memberhentikan Arcandra Tahar dari jabatannya sebagai Menteri ESDM pada 14 Agustus karena masalah kewarganegaraan dan menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Plt. Menteri ESDM. Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Trimedya Panjaitan mengatakan PDI Perjuangan tidak keberatan jika Arcandra Tahar ditunjuk kembali menjadi Menteri ESDM setelah status kewarganegaraannya sebagai warga negara Indonesia (WNI) disahkan. ‘’Pengembalian atau pemberian status kewarganegaraan menjadi WNI itu adalah kewenangan Presiden. Kalau kepentingannya untuk bangsa dan negara silakan saja, tetapi kita harapkan ada kesetaraan di depan hukum,’’ kata Trimedya Panjaitan. Menurut Trimedya, berdasarkan penjelasan Menteri Hukum dan HAM pada rapat kerja dengan Komisi III, pemerintah Republik Indonesia sudah mengembalikan status kewarganegaraan Arcandra Tahar menjadi WNI pada akhir Agustus lalu. Hal. 19 Dapat Keistimewaan
DPR Setujui BG Jadi Kepala BIN
Bali Post/ant
BERSAKSI - Artis Elma Theana (kiri) datang ke kantor Resmob Polda Metro Jaya di Jakarta, Kamis (8/9) kemarin. Elma Theana memenuhi panggilan polisi sebagai saksi terkait dugaan kepemilikan senjata api ilegal milik Gatot Brajamusti.
Jakarta (Bali Post) DPR-RI menyetujui pengangkatan Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan (BG) sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Sutiyoso. Persetujuan diberikan dalam rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/9) kemarin, setelah mendengarkan laporan Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari tentang hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Kepala BIN. Dalam laporannya, Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan proses uji kelayakan yang telah dilakukan Komisi I pada Rabu (7/9). ‘’Komisi I DPR telah mengambil keputusan bahwa Komjen Pol. Budi Gunawan layak dan patut menjadi calon Kepala Badan Intelijen Negara,’’ kata Abdul Kharis. Usai mendengar hasil keputusan
Komisi I DPR, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan selaku pimpinan rapat paripurna meminta persetujuan seluruh anggota DPR yang hadir. ‘’Apakah semuanya setuju?’’ tanya Taufik yang langsung dijawab setuju oleh seluruh anggota DPR. Komjen Budi Gunawan yang hadir dalam rapat paripurna menyampaikan ucapan terima kasih atas persetujuan yang diberikan DPR kepada dirinya menjadi Kepala BIN. Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan Budi Gunawan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menunjuk dan mengajukan dirinya sebagai calon Kepala BIN kepada DPR. Kepada Sutiyoso, dia juga menyampaikan terima kasihnya, karena dinilai ikut membantu persiapan dirinya dalam menjalani fit and proper test di DPR. Hal. 19 Memajukan BIN
Bali Post/ant
SELAMAT - Calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol. Budi Gunawan (tengah) diberikan ucapan selamat oleh anggota DPR Titiek Soeharto usai rapat paripurna DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9) kemarin.
denpasar
2
Jumat Paing, 9 September 2016
Pengawasan Lemah
Figur Prihatin Kriminalisasi Aktivis Tolak Reklamasi MENANGGAPI tindakan Polda Bali yang sempat memanggil dan menahan aktivis Bali Tolak Reklamasi di Mapolda Bali, kemarin, hingga sempat diprotes keras oleh masyarakat Bali, termasuk komponen adat, juga disikapi Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang dikenal sebagai wakil rakyat yang getol menolak reklamasi Teluk Benoa. Ia pun memiliki pandangan jernih tentang aksi penurunan bendera Merah Putih untuk kemudian dikerek lagi menjadi satu dengan bendera ForBALI di gedung DPRD Bali itu. ‘’Saya sayangkan adanya aksi penahanan salah satu warga oleh Polda Bali, dan saya minta agar Polri berhati-hati. Menangani aksi rakyat Bali tidak perlu dengan tindakan seperti itu, apalagi memancing masalah baru. Apalagi, Kapolda sudah mengadakan pertemuan pascaaksi bakar ban tempo hari di Mapolda, peringatan itu sudah cukup. Jangan menjadi minyak dalam bara api perjuangan rakyat adat tentang reklamasi ini. Jika sesuatu terjadi, pasti DPD-RI sebagai lembaga negara akan bertindak. Saya minta berhati-hati,’’ ungkap Gusti Wedakarna prihatin di Jakarta, Kamis (8/9) kemarin. Terkait dengan aksi di gedung DPRD Bali itu, Wedakarna juga memiliki pandangan bahwa ada tata krama dalam menaikkan dan menurunkan bendera, apalagi di kantor publik seperti Gedung DPRD Bali. ‘’Para aktivis jika melakukan aksi juga harus paham tentang UU terkait simbol negara. Jangan sampai terjerumus. Sebagai pengawas UU, DPD-RI juga harus memberikan pencerahan dan pengayoman. Ke depan harus berhati–hati pada simbol negara, itu bisa jadi celah untuk menjatuhkan tujuan menolak reklamasi. Secara umum, saya minta stop kriminalisasi terhadap aktivis yang menolak reklamasi karena itu akan membuat masalah baru,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang menegaskan bahwa penolakan dirinya terhadap reklamasi tidak terkait dengan organisasi dan tokoh siapa pun, melainkan tetap tegas di jalur politik. (ad179)
Pelanggaran Keamanan Obat dan Pangan Marak
Denpasar (Bali Post) Pengawasan yang lemah membuat pelanggaran keamanan obat-obatan dan pangan masih marak terjadi. Setelah penemuan jajan tradisional mengandung bahan berbahaya (BB), vaksin palsu, obat tradisional (OT) mengandung BKO (bahan kimia obat), kosmetik mengandung BB, kini juga ditemukan bahan baku pizza kedaluwarsa dan obat kedaluarsa. Menurut Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali Putu Armaya, S.H., peluang pelanggaran keamanan pangan tersebut terbuka lantaran lemahnya pengawasan dan penindakan secara hukum. Selama ini, katanya, pengawasan barang beredar yang ditemukan banyak pelanggaran, hanya sebatas pembinaan.
‘’Mestinya juga dilakukan penindakan secara hukum biar ada efek jera,’’ ujarnya, Kamis (8/9) kemarin. Dikatakannya, maraknya beredar pan-
gan berbahaya itu karena instansi terkait sangat lemah melakukan pengawasan dan penindakan secara hukum. Padahal sesuai pasal 4 Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, konsumen mempunyai hak atas keamanan, kenyamanan dan keselamatan atas mengonsumsi barang dan jasa. Artinya, konsumen berhak mendapatkan pangan yang layak konsumsi. Jika ditemukan produk pangan yang banyak beredar banyak mengandung bahan berbahaya, zat pewarna bukan untuk makanan, masa kedaluwarsa yang melanggar aturan, pelaku usaha bisa terkena pasal tindak pidana konsumen yaitu 5 tahun penjara dan denda
FM 96,5
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon (0361) 7400391
Ribuan Daftar Tunggu PDAM Belum Terlayani Denpasar (Bali Post) Merealisasikan target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2019 dalam pelayanan air minum, sulit dikejar PDAM Denpasar. Mengingat, sampai saat ini masih terkendala dengan kurangnya pasokan air baku yang bisa disalurkan ke pelanggan. Bahkan, sampai saat ini ribuan calon pelanggan belum bisa terlayani untuk pemasangan baru. Tercatat 1.914 orang masih menjadi daftar tunggu yang belum bisa terlayani pemasangan. Dirut PDAM Denpasar Ida Bagus Gede Arsana, Kamis (8/9) kemarin menyebutkan, daftar tunggu tersebut sejatinya sudah banyak berkurang dari periode sebelumnya. Kondisi ini akan terus diupayakan agar bisa cepat terlayani pada 2017 mendatang. Ada program pengembangan sumber air baku yang diharapkan PDAM Denpasar, namun sepertinya sulit terealisasi. Salah satunya sumber air di Tukad Penet yang sedianya sudah jalan 2016 ini. Awalnya, sumber air Penet dengan pasokan 150 liter per detik. Sayangnya, hingga kini belum bisa diharapkan karena sejumlah kendala yang menghadang. ‘’Saya kira air Penet tidak bisa lagi kita harapkan,’’ jelas Arsana. Arsana mengatakan, saat ini produksi air baku PDAM mencapai 3.232.793 meter kubik atau 1.243,64 liter per detik (Juli,2016). Produksi itu bersumber dari air permukaan dan pembelian dari PDAM Badung, Gianyar dan SPAM Tukad Petanu. Sedangkan kebutuhan produksi 2016 sebanyak 1.652,00 liter per detik, sehingga masih kekurangan sebanyak 408,36 liter per detik. Meski masih kekurangan produksi air, namun PDAM tetap memberikan pelayanan kepada calon pelanggan dengan memberikan pengurangan dana sambungan baru untuk rumah tangga. Pengurangan biaya ini mencapai 50 persen. Program ini sudah diluncurkan sejak Maret 2016 lalu. Sebelumnya, PDAM Denpasar juga telah mendapatkan pasokan air baku dari SPAM Tukad Petanu. Distribuksi ini juga sempat molor dari rencana penyaluran awal 2016 lalu, setelah pemasangan jaringan pipa yang dilakukan sudah rampung sejak 7 Desember 2015 lalu. Jaringan pipa yang terpasang tersebut meliputi Jalan Waribang – Supratman – Patimura - Veteran dilakukan PT Sakasoka. Penyerahan pekerjaan ini telah dilakukan oleh rekanan. Sumber air dari Tukad Petanu ini dirancang akan mendistribusikan sebanyak 150 liter/detik untuk melayani sekitar 10 ribu lebih pelanggan. ‘’Dengan masukknya air dari Petanu, akan melayani pelanggan di timur dan selatan. Sedangkan air dari Blusung yang selama ini mendistribusikan ke semua pelanggan, nantinya akan difokuskan untuk pelanggan di Denpasar Barat dan Denpasar Selatan,’’ jelasnya. (kmb12)
Dewan Dorong Pemkot Cari Bantuan Pusat
081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5
Bali Post/eka
PENJOR - Berbagai kreasi penjor menghiasi sepanjang Jalan Canggu, Badung, Kamis (8/9) kemarin. Perayaan Galungan tidak pernah lepas dari penjor yang dipasang krama Bali. Bahkan untuk sebuah penjor, beberapa masyarakat tak segan-segan merogoh kocek hingga jutaan rupiah.
Kasus Korupsi Lahan Jalan By-pass Prof. Mantra
Batal Banding, Bawa Pasrah Dihukum Empat Tahun
SEMPAT menyatakan banding atas vonis empat tahun yang diberikan majelis hakim pimpinan Gede Haryadi, terdakwa kasus korupsi lahan Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra di Gianyar, Pekak Made Bawa, akhirnya pasrah. Bahkan, dia kini menerima vonis empat tahun yang didapatnya dan tidak akan lagi mengajukan upaya hukum banding. Alasannya, itu keputusan setelah berunding dengan pihak keluarga. Tim kuasa hukum terdakwa mengatakan bahwa keluarga Bawa menerimanya dan tidak akan menajukan upaya hukum di tingkat PT (Pengadilan Tinggi). ‘’Ya, tidak jadi banding. Alasannya, pihak keluarga menerima sebagai karma Pak Bawa,’’ ujar Ahmad Hadiana yang menjadi kuasa hukum Pekak Bawa, Kamis (8/9) kemarin. Dengan demikian, kasus ini segera bakal mempunyai kekuatan hukum tetap. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) Wayan Suardi menyatakan memang benar dia menerima informasi bahwa Made Bawa tidak jadi melakukan upaya hukum banding. ‘’Saya sudah dapat kabar, Pak Bawa menerima hukuman empat tahun. Dia tidak jadi banding,’’ jelasnya. Bagaimana dengan jaksa? Suardi mengatakan putusan hakim hampir sama dengan tuntutan jaksa. ‘’Kan masih ada waktu dan manfaatkan ruang pikir-pikir. Tapi dengan kondisi ini, sepertinya bakal terima pula putusan hakim,’’ ucap jaksa Suardi. Dengan diterimanya hukuman empat tahun ini, berarti kasus ini tinggal menyisakan tiga tersangka dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kapan tiga tersangka itu bakalan dilakukan pelimpahan, semua proses menunggu keputusan
untuk melakukan pengawasan barang dan jasa di pasaran khususnya peredaran pangan maupun kosmetik. ‘’Bila perlu, anggaran untuk pengawasan peredaran pangan tersebut jangan terlalu kecil, kasihan konsumen kita akan tidak terlindungi,’’ imbuhnya. Ke depan dari kacamata YLPK Bali, pengawasan barang beredar harus dilakukan secara periodik dan rutin. ‘’Jangan menunggu korban berjatuhan, baru pengawasan dilakukan,’’ tegasnya. (kmb42)
Pasokan Air Baku Minim
Bangun Pasar Badung dan RS Wangaya
Denpasar (Bali Post) Rencana pembangunan gedung Pasar Badung dan pengembangan RS Wangaya masih terkendala dana. Karena dana yang diperlukan untuk pembangunan Pasar Badung cukup besar, bila hanya mengandalkan dana APBD Denpasar, dipastikan akan mengganggu program bidang lainnya. Demikian pula dengan renovasi gedung RS Wangaya. Untuk itu, anggota DPRD Denpasar Hilmun Nabi yang ditemui, Kamis (8/9) kemarin, meminta pihak eksekutif agar melakukan lobi ke pusat lebih intensif lagi. Sebab, pusat masih memiliki dana yang bisa disalurkan ke daerah terutama yang memerlukan bantuan dana untuk pembangunan fisik. ‘’Kami berharap eksekutif lebih gesit mencari peluang ke pusat agar ada bantuan ke Denpasar. Karena dari pengamatan saya di beberapa daerah, yang PAD-nya masih lebih kecil dari Denpasar mampu membangun yang lebih megah. Itu ternyata mendapat bantuan pusat,’’ kata Hilmun Nabi. Sebelumnya, anggota DPRD dari PDI-P Kadek Agus Arya Wibawa juga meminta RS Wangaya agar menjajaki dana bantuan pusat. Sebab, pola pembangunan yang dilakukan selama ini dinilai kurang maksimal, sehingga harus ada terobosan untuk membangun secara keseluruhan. ‘’Kami melihat RS Wangaya yang memiliki program pembangunan yang cukup banyak, perencanaannya setiap tahun berkelanjutan, menjadi pembangunan multiyears. Kondisi ini kami kira tidak efektif,’’ kata Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Denpasar ini. Agus Arya Wibawa memperkirakan, jika pola pembangunan setiap tahun berkelanjutan sebagaimana yang dimiliki RS Wangaya saat ini, kurang tepat. ‘’Kalau berjalan sampai di tahun kelima, kami kira pembangunan yang dilakukan di tahun pertama sudah mengalami kerusakan. Ini kembali harus mendapatkan perbaikan. Sehingga hemat kami, dimungkinkan untuk pihak RS Wangaya melakukan pinjaman dana di salah satu bank. Berapa total keseluruhan yang dibutuhkan, pinjam sekali, bangun keseluruhan. RS Wangaya tinggal membayar kredit di bank saja. Ini akan lebih efektif,’’ katanya. Di sisi lain, permohonan bantuan dana untuk pembangunan Pasar Badung yang mengalami musibah kebakaran akhir Februari lalu, belum ada jawaban. Karena itu, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus berupaya untuk melobi Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar bantuan yang diharapkan bisa segera terealisasi. ‘’Kami terus melakukan komunikasi ke pusat, namun sampai saat ini belum ada jawaban. Biasanya mereka menyampaikan jawaban akhir tahun, seperti pada November nanti,’’ ujar Kepala Disperindag Denpasar I Wayan Gatra. (kmb12)
paling banyak Rp 2 miliar. Termasuk jika ditemukan kosmetik yang beredar di pasaran ternyata banyak mengandung bahan yang jelas berbahaya bagi konsumen, pelaku usaha tersebut melanggar pasal 8 UU Perlindungan Konsumen. ‘’Nah yang bertanggung jawab terhadap hal tersebut di atas, baik masalah pangan maupun nonpangan adalah pemerintah melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan kabupaten/kota dan provinsi. Begitu juga masalah keamanan pangan serta kosmetik, ada di BPOM,’’ tandasnya. Maka dari itu, tim terkait atau stakeholder di bidang perlindungan konsumen harus lebih dioptimalkan perannya
Pidsus Kejati (Kejaksaan Tinggi) Bali. Sebelumnya diberitakan, Pekak Bawa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, yakni menjual tanah milik negara, tanah sisa milik PU (Pekerjaan Umum) di Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra di Gianyar. Dia kemudian dihukum selama empat tahun penjara. Selain itu, dalam amar putusan yang dibacakan silih berganti dengan hakim Achmad Peten Sili dan Miftahul, kakek 64 tahun itu juga didenda Rp 200 juta subsider satu bulan kurungan. ‘’Menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer, yakni melanggar pasal 2 UU Tipikor,’’ vonis hakim. Dalam pertimbangannya, pekak yang rambutnya sudah ubanan itu dinyatakan salah karena menjual tanah sisa milik PU. Sehingga hukuman empat tahun dinilai sudah setimpal. Atas putusan itu, majelis hakim sempat menekankan pada terdakwa apakah mengerti dengan putusan itu. Setelah berkoordinasi dengan kuasa hukumnya, Ahmad Hadiana, terdakwa menyatakan mengerti. Putusan tersebut sejatinya lebih rendah dari tuntutan jaksa. Dalam sidang sebelumnya, jaksa Rika dkk. menuntut terdakwa supaya dihukum selama 4,5 tahun penjara. Namun hakim memberikan ‘’diskon’’ enam bulan. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 UU RI No. 31 Tahun 1999, sebagaimana yang telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 64 ayat (1). (asa)
Topik : aktivis tolak reklamasi ditangkap Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Di Mata Anak Muda Jepang
Bali Tetap Menarik Denpasar (Bali Post) Keberadaan Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional dengan segala problematikanya, tetap menarik di mata mahasiswa serta anak muda Jepang untuk diketahui, dipelajari secara lebih mendalam lagi. Setidaknya inilah yang terungkap dalam kunjungan tiga mahasiswa Universitas Tottori, Jepang ke Redaksi Bali Travel News, belum lama ini. Mereka adalah Ryutaro Tatsumi, Yusuki Takami dan Yukine Hirose. Mereka adalah mahasiswa dari Fakultas Teknik, Pertanian serta Budaya. Mereka didampingi Yuki Koike, salah seorang duta bangsa Jepang yang tugasnya memperkenalkan Jepang secara keseluruhan ke dunia, khususnya Bali. Kemudian ada Joji Sugimoto serta sesepuh Pasemetonan Fukuoka-Denpasar I Gusti Kompyang Pujawan, MBA. Meski hanya berada secara singkat di Bali, hanya seminggu, ketiganya sudah sempat berinteraksi dengan para siswa Mataken Gakko, sebuah lembaga kursus bahasa Jepang di Bali. Mereka juga bertandang ke Universitas Udayana, ke salah satu sekolah yang mengajarkan bahasa Jepang di Ubud, dan tentu saja menikmati beberapa objek wisata di Bali. Salah satu alasan mengapa Bali masih tetap menarik, lanjut mereka, karena Bali sudah mendunia. Terutama pariwisatanya dan tentu saja kontak budaya, sosial, pendidikan yang telah dilakukan antara Bali dan Jepang. Yang juga menarik, di tengah perkembangan pariwisata yang pesat, Bali tetap setia dengan sektor pertanian.
Bali Post/ist
BERSAMA - Mahasiswa Universitas Tottori, Jepang, foto bersama sebagai kenang-kenangan kunjungan ke Redaksi Bali Travel News, belum lama ini. Menjalin persahabatan Bali-Jepang yang lebih erat adalah yang utama. Terbukti, subak, organisasi pengairan tradisionalnya mendapat penghargaan sebagai World Heritage dari UNESCO. Di satu sisi, kata mereka, waktu yang singkat ini belum memungkinkan bagi mereka untuk mengetahui lebih dalam lagi. Di samping pertanian, tentu ada hal lain sebagai dampak dari perkembangan pariwisata. Seperti alih fungsi lahan, sampah, serta penataan manajemen transportasi yang sangat jelas mereka ketahui dan rasakan. Fenomena ini, kata Pujawan, sangat
baik sekali untuk memperlebar jangkauan persahabatan yang telah terjalin selama ini. Banyak hal yang bisa dibangun atas dasar saling menghormati. Hal ini juga disampaikan Yuki Koike, sebagai ambasador negaranya, dia ingin terlibat lebih intens dalam menjalin persahabatan. ‘’Saya ditugaskan untuk lebih mengenalkan Jepang oleh negara saya. Jadi, saya mesti banyak komunikasi serta mengetahui lebih banyak soal Bali,’’ kata pria yang sudah beberapa kali ke Bali ini. (055)
Badung
Jumat Paing, 9 September 2016
3
Profil Menegur dengan Santun TINDAKAN Ni Nyoman Antini patut diacungi jempol lantaran untuk mengubah kebiasaan orang merokok tidaklah mudah. Meskipun Perda KTR hanya mengatur tempat untuk merokok, namun kenyataannya banyak masyarakat tak mengindahkannya. Maka dari itu, satpam wanita RSUP Sanglah, Denpasar ini tak sungkan mengingatkan masyarakat untuk tidak merokok di area RSUP Sanglah karena di area rumah sakit sama sekali tidak boleh merokok. Ia mengatakan, dirinya hanya menjalankan tugas sebagai satpam. Selain itu, ia juga merasa kasihan pada pengunjung yang lain apalagi ada anak-anak di sekitarnya. Jika ada satu orang merokok, asapnya dapat dihirup banyak orang. Tentu saja hal itu akan merugikan orang lain terutama kesehatan orang lain. Ia berharap semua karyawan RSUP Sanglah juga dapat menegur orang ketika merokok tidak pada tempatnya, karena tindakan tersebut memang benar. Namun, ia menegaskan, menegur masyarakat dilakukan dengan cara yang sopan seperti mengucapkan permisi, maaf, terima kasih, dan tolong. //Jangan takut menegur, karena kita benar. Tetapi harus dengan sopan, bila perlu hormat,’’ tandas wanita kelahiran 4 Juli 1979 tersebut. Niatnya tidak selalu berjalan mulus. Terkadang ia juga mendapat feedback yang tidak baik dari masyarakat yang ditegurnya. ‘’Bahkan ada sampai yang memarahi saya dan mengancam saya, tetapi saya merasa benar karena area RSUP Sanglah memang tidak boleh merokok,’’ tutur wanita asal Singaraja ini. Diakuinya, tidak mudah menjadi satpam di area rumah sakit karena antara menjalankan tugas dan rasa sosial kerap membuatnya dilema. ‘’Penunggu pasien yang membawa anak misalnya, padahal sudah ada larangan membawa anak di bawah usia 12 tahun untuk masuk ruangan perawatan. Tapi karena anaknya sendirian di luar, kasihan, akhirnya saya kasih masuk,’’ tutur ibu dua anak ini. (may)
Penunggu Pukul Pasien SEORANG satpam RSUP Sanglah meneriakkan ‘’black code’’ pada handie talkie-nya, Kamis (8/9) kemarin. Seketika petugas kesehatan RSUP Sanglah menuju tempat black code. Black code adalah kode rumah sakit ketika terjadi tindak kekerasan, baik pemukulan atau penganiayaan pada petugas kesehatan, pasien atau pengunjung. Benar saja, seorang penunggu pasien, Pekak I Wayan Putera (70), memukul seorang pasien yang tak lain keponakannya sendiri, I Wayan Sukadana (40), menggunakan tempat makanan (nampan) di Ruang Ratna RSUP Sanglah. Kejadiannya sekitar pukul 18.00 Wita, saat jam makan. ‘’Entah apa yang dilihatnya, tiba-tiba memukul, mungkin lihat binatang atau apa,’’ kata keluarganya yang lain, Made Gemuh. Padahal selama tiga hari keponakannya dirawat, hubungan mereka dikatakan baik-baik saja. Menurut pengakuan Pekak Putera, saat kejadian itu ia kehilangan kesadaran dan refleks memukul keponakannya. Pekak Putera asal Sekartaji, Nusa Penida itu dikatakan mempunyai riwayat gangguan jiwa 20 tahun yang lalu. Ia juga sempat merantau ke Sulawesi, bahkan istrinya kini masih di Sulaswesi. ‘’Dari kemarin dia (Pekak Putera) mengeluh sakit kepala dan tidak mau makan,’’ imbuh Gemuh. (may)
WATER BLOW - Sejumlah pengunjung mengabadikan momen deburan ombak di Pulau Peninsula, kawasan pariwisata Nusa Dua, Kamis (8/9) kemarin. Lokasi debur ombak yang sering disebut Water Blow, menjadi salah satu daya tarik wisata di kawasan Nusa Dua.
Terkait Santunan Kematian Rp 10 Juta
Diverifikasi Gubernur, Dipastikan Terealisasi 2017
Mangupura (Bali Post) -
Santunan kematian sebesar Rp 10 juta dipastikan terealisasi 2017 mendatang. Sebab, peraturan daerah mengenai kebijakan tersebut telah dalam proses verifikasi Gubernur Bali. Hal itu dikemukakan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, belum lama ini. Menurut Bupati asal Desa Plaga, Petang ini, kenaikan santunan kematian dari Rp 3,5 juta menjadi Rp 10 juta dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Badung yang telah mengantongi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Badung. ‘’Kami masih menunggu verifikasi dari Gubernur Bali. Apabila ini sudah diverifikasi Gubernur Bali nanti, maka
santunan kematian untuk masyarakat Badung akan mendapat Rp 10 juta per orang per angka kematian,’’
katanya. Terkait penerima, kata Bupati Giri Prasta, tidak mempermasalahkan apabila ada masyarakat dari daerah lain, asalkan memiliki Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penududuk Badung. ‘’Saat ini juga ada aturan bahwa masyarakat sudah diwajibkan memiliki e-KTP, sehingga saya yakini tidak ada masyarakat yang memiliki KTP ganda,’’ ucapnya. Dikatakannya, bantuan santunan kematian ini
Trotoar di Mengwitani Jebol Mangupura (Bali Post) Trotoar di Mengwitani, Mengwi, tepatnya di Jalan I Gusti Ngurah Rai, rusak parah dengan lubang yang menganga. Pantauan di lokasi, Kamis (8/9) kemarin, terlihat paving berserakan. Runtuhan trotoar yang jebol juga terlihat masuk ke dalam saluran air di tepi jalan. Kondisi serupa juga terlihat di trotoar menuju ke Pasar Umum Beringkit, di mana ada dua titik yang saling berdekatan. Jalan I Gusti Ngurah Rai merupakan jalur yang sangat padat kendaraan. Sebab, merupakan jalur satu-satunya dari Gilimanuk-Tabanan menuju Denpasar, termasuk jalan satu-satunya dari arah Buleleng yang akan menuju Denpasar. Untuk penanda trotoar yang jebol, masyarakat setempat hanya memberi
tanda sebatang bambu yang ditancapkan. Sebuah karung putih dengan tumpukan paving juga jadi penanda seadanya bila trotoar tak bisa dilalui. Diameter kerusakan sekitar satu meter. Kabid Jalan dan Jembatan BMP (Bina Marga dan Pengairan) Badung Sang Nyoman Oka Permana saat dimintai konfirmasi, Kamis (8/9) kemarin, mengaku belum mengetahui kerusakan trotoar jalan tersebut. Pihaknya pun berdalih jika tak memiliki kewenangan, karena status jalan bukan milik Pemkab Badung. ‘’Ini merupakan jalan nasional, jadi bukan wewenang kami. Coba konfirmasi ke provinsi. Yang jelas itu bukan kewenangan kami,’’ katanya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat berkenaan
dengan penanganan cepat bila terdapat kerusakan jalan maupun trotoar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali I Wayan Astawa Riadi saat dimintai konfirmasi terpisah mengklaim Jalan I Gusti Ngurah Rai menuju Pasar Umum Beringkit bukanlah jalan provinsi, melainkan berstatus jalan nasional. ‘’Kami akan berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VIII Denpasar agar segera ada perbaikan trotoar yang rusak itu,’’ ucapnya. Menurutnya, kerusakan jalan maupun trotoar tersebut menjadi tanggungan pemerintah pusat, bukan provinsi. Tetapi, pihaknya akan mengoordinasikan kerusakan jalan ini dengan pemerintah pusat, sehingga dengan cepat dapat dilakukan perbaikan. (kmb27) JEBOL Kondisi trotoar di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Mengwitani, Kecamatan Mengwi, rusak parah dan jebol.
Bali Post/par
PENGUNJUNG - Objek Wisata Taman Ayun dipadati pengunjung saat perayaan Umanis Galungan, Kamis (8/9) kemarin.
Umanis Galungan
Objek Wisata Dipadati Warga Lokal Mangupura (Bali Post) Berkunjung ke objek wisata masih menjadi tujuan utama masyarakat Bali, terutama di Kabupaten Badung, dalam merayakan libur pascahari raya Galungan. Warga terlihat berduyun-duyun mengunjungi wisata alam Sangeh, Taman Ayun, dan Taman Mumbul. Keindahan panorama alam seolah menjadi magnet bagi para pengunjung, baik warga asal kabupaten setempat maupun wisatawan lokal dalam mengisi liburan Umanis Galungan. Mereka ada yang dari duduk santai bersama keluarga, teman, sahabat dan lainnya. Bahkan, tak sedikit pula warga yang hanya berfoto-foto untuk mengabadikan momen tersebut. Ketut Sadia, salah seorang pengunjung, mengatakan sengaja datang bersama keluarga karena ingin berlibur. Menurut pria yang mengenakan pakaian adat madia itu, Taman Mumbul tempatnya cukup nyaman sehingga ia betah berlama-lama. ‘’Dari dulu memang di sini ramai. Galungan, Umanis Galungan, Kuningan dan Umanis Kuningan, selalu ramai. Setelah Nyepi juga ramai,’’ kata Sadia, Kamis (8/9) kemarin. Menurutnya, sudah menjadi tradisi bagi warga Bali, sehari setelah perayaan Galungan mereka memadati sejumlah objek wisata untuk berlibur. Petugas penjual tiket di objek wisata Taman Ayun yang dipanggil Pan Made mengatakan, kepadatan pengunjung sudah terasa sejak pagi dan siangnya pengunjung semakin ramai memadati Taman Ayun. Tidak saja warga lokal, pengunjung dari mancanegara pun silih berganti berkunjung. ‘’Sekarang bertepatan libur setelah hari raya, jadi ramai pengunjung. Kalau hari-hari biasa mungkin 500 pengunjung, tetapi sekarang bisa 1.000-an,’’ katanya. Kendati pengunjung membeludak, pihak pengelola tetap memberlakukan tarif normal, yakni Rp 20.000 per orang untuk pengunjung mancanegara dan Rp 10.000 per orang untuk pengunjung domestik dari luar Bali. Namun bagi masyarakat Bali, pada perayaan Umanis Galungan tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. ‘’Khusus warga lokal asli Bali tidak bayar. Kalau pengunjung lokal dari luar Bali, tetap kena tarif normal,’’ ucapnya. Masyarakat tidak saja memadati kawasan Pura Taman Ayun, tetapi juga tumpah ruah di pasar dadakan yang berada di Banjar Alangkajeng, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, yang bersebelahan dengan Taman Ayun. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah Ayunan Jandra. Selain itu, tentunya para pedagang yang menjajakan beragam dagangan mulai makanan dan minuman ringan, pakaian, hingga asesoris. Ayunan Jandra yang hanya terbuat dari kayu selalu ramai oleh pengunjung. (kmb27)
Bali Post/kmb23
Bali Post/par
sebagai bentuk perhatian pemerintah Badung untuk membantu masyarakat yang tengah mengalami kedukaan. Santunan ini bisa digunakan masyarakat di Kabupaten Badung yang memiliki keluarga atau kerabat yang meninggal dunia untuk kepentingan penguburan atau lainnya. ‘’Apabila tahun 2016 setiap warga Badung mendapatkan santunan sebesar Rp 3,5 juta, maka tahun 2017 renacanya uang santunan menjadi Rp 10 juta,’’ tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Badung sebenarnya telah beberapa kali menaikkan santunan kematian. Tahun 2015 tiap warganya yang meninggal diberikan santunan Rp 2,5 juta, kemudian naik menjadi Rp 3,5 juta pada tahun 2016. Kenaikan uang santunan kematian yang dibahas dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Anggaran Sementara (PAS) Tahun 2017 saat ini, mendapat dukungan penuh dari wakil rakyat di DPRD Badung. (kmb27)
Melamun, Tangan Kena Mesin Profil Kayu ARIS Ara Ruge (18) dibawa ke IGD RSUP Sanglah, Kamis (8/9) kemarin. Ia dibawa pada hari Umanis Galungan tersebut lantaran mengalami luka robek yang cukup parah pada telapak tangan kirinya hingga menembus tulangnya. Ia mengatakan, luka tersebut ia alami karena melamun saat sedang bekerja di salah satu pabrik kayu di Banjar Bendesa, Desa Kampial, Kuta Selatan. Telapak tangan pria asal Sumba tersebut terkena mesin profil kayu yang menggunakan pisau cukup tajam untuk digunakan memotong kayu. Aris bekerja sebagai pembuat kayu triplek menggunakan mesin profil kayu. Sekitar pukul 13.30 Wita saat hendak mengangkat kayu di lantai dengan tangan kanannya, pria yang baru lulus SMA tersebut menopangkan tangan kanan pada mesin, tepat di atas pisau tajam yang sedang bekerja. Ia pun langsung memekik keras begitu pisau tajam sepanjang 30 cm mengenai telapak tangan kirinya. Telapak tangan kirinya robek dan terus mengeluarkan darah karena sayatan pisau turut mengenai bagian tulang. Oleh rekan kerjanya, Abdul Alil, korban langsung dilarikan ke RSUP Sanglah menggunakan mobil pick-up milik perusahaan. ‘’Saya sempat bawa dia ke bidan karena dekat dengan perusahaan, tapi kata dokter lukanya terlalu parah makanya langsung dibawa ke sini,’’ ujar Abdul yang masih mengenakan seragam kantor warna abu-abu. Sembari menemani Aris mendapatkan perawatan, Abdul menceritakan bahwa temannya adalah korban ketujuh yang mengalami kecelakaan saat tengah bekerja. Dalam seminggu ini, katanya, sudah terjadi lima peristiwa kecelakaan yang tergolong cukup parah tersebut. ‘’Dulu lebih parah, mbak. Ada yang jari tangannya sampai putus dan lima korban yang lain kondisinya hampir sama seperti Aris, luka robek di tangan atau kaki,’’ akunya sembari memperlihatkan foto rekan kerjanya yang jarinya putus karena mengalami kecelakaan kerja. Ia mengakui biaya perawatan Aris tidak ditanggung BPJS Ketenagakerjaan karena masih dalam tahap pengurusan oleh pihak perusahaan. Meski demikian, Abdul mengatakan, pihak perusahaan mau bertanggung jawab terhadap setiap kecelakaan kerja yang terjadi. (may)
DaERAH
4
Jumat Paing, 9 September 2016
Masih Berkeliaran
Polisi Dalami Ciri-ciri Penggores Paha Denpasar (Bali Post) -
Pelaku gores paha wanita masih berkeliaran dan mengancam para wanita yang memakai celana pendek. Kali ini dialami Ida Ayu Krisna Maharani (22). Paha kanannya ditoreh sepanjang 22 sentimeter di Jalan Tukad Baru Barat, Denpasar Selatan, Selasa (6/9) lalu.
Bali Post/kmb31
PATROLI - Kasat Polair Polres Karangasem saat memimpin pelaksanaan patroli bertepatan dengan hari raya Galungan.
Dikonfirmasi, Kamis (8/9) kemarin, Kapolsek Densel AKP Aris Purwanto mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. “Doakan semoga pelakunya cepat ketangkap,” ujarnya. AKP Aris menegaskan, ciri-ciri umum pelaku sudah dijelaskan korban dan masih didalami. Apakah pelakunya sama dengan kasus serupa sebelumnya? “Masih dis-
elidiki,” kata mantan Kapolsek Kuta Utara ini. Sementara informasi yang diperoleh di lapangan, kejadiannya pukul 03.40 Wita, tepatnya di depan kos-kosan, Pemogan. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor dari Jalan Batanta menuju Jalan Gelogor Carik, Denpasar. Tiba-tiba saat melintas di TKP, korban dipepet pria tak dike-
nal mengendarai sepeda motor Honda Vario. Pelaku langsung menggores paha korban menggunakan senjata tajam pada bagian paha kanan hingga luka. Meski dalam kondisi luka, korban sempat mengejar pelaku sampai perempatan Taman Pancing ke arah Jalan Pulau Galang, tetapi kehilangan jejak. ”Korban tidak bisa melihat nomor polisi motor
pelaku karena lampu belakang motornya mati,” kata sumber. Selanjutnya, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Denpasar Selatan. Menurut korban, ciri-ciri pelaku agak gemuk dan gempal. “Terkait kejadian tersebut dan hasil olah TKP petugas, minim saksi yang melihat kejadian itu. Namun, tetap dilakukan penyelidikan guna mengungkap kasus itu dan meminimalisasi jatuhnya korban lain,” tegas sumber yang enggan disebut identitasnya ini. (kmb36)
Dari Seminar Internasional Undiknas
Galungan, Polair Polres Karangasem Patroli Laut Tercapainya Sumber Daya Air yang Berkelanjutan
Amlapura (Bali Post) Hari raya Galungan tak menyurutkan niat Sat Polair menjaga kawasan laut dari aksi perusakan lingkungan. Jajaran Sat Polair Polres Karangasem tetap melakukan patroli meski pada hari raya Galungan. Pasalnya, para pencuri ikan dengan merusak lingkungan, justru kerap memanfaatkan momen hari raya untuk melakukan pengeboman ikan karena semua elemen masyarakat disibukkan dengan kegiatan persembahyangan. Dihubungi Kamis (8/9) kemarin, Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama mengatakan, saat patroli ke tengah laut, cukup banyak ditemukan perahu nelayan sedang menangkap
ikan. Curiga dengan tindak tanduk para nelayan itu, perahu mereka kemudian digeledah satu per satu oleh petugas Sat Polair. Namun, tak ditemukan adanya pelanggaran serius. Proses pemeriksaan ini berlangsung sejak pagi pukul 06.00 wita sampai pukul 10.00 Wita. Perahu yang diperiksa lebih banyak beroperasi di perairan dekat Lombok-Karangasem. Namun, intensitas patroli yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, membuat pencurian ikan dengan cara merusak lingkungan, seperti pengeboman ikan maupun pukat harimau, kini jauh berkurang. Terlebih, Sat Polair juga sudah menjalin kerja sama dengan jajaran
kepolisian dan pemerintah daerah di Lombok untuk bersama-sama melakukan penanganan di tengah laut dan pembinaan terhadap nelayan. Hasil pemeriksaan sepanjang hari pada hari raya Galungan, tidak ditemukan adanya aktivitas pencurian ikan yang merusak lingkungan. Pemeriksaan sejumlah perahu nelayan tidak ditemukan benda-benda berbahaya. Petugas hanya metemukan alat-alat manual, seperti jaring, alat pancing dan perlengkapan lainnya. ‘’Patroli tetap dilakukan secara rutin. Meski hari raya, kami juga tetap pantau,’’ kata Wartama usai patroli bersama delapan personil Sat Polair lainnya. (kmb31)
Amlapura (Bali Post) – Kepala Disdikpora Karangasem I Gede Ariyasa mengatakan, Kecamatan Kubu akan menjadi prioritas penanganan buta aksara. Penanganannya sudah dilakukan sejak tahun ini. Namun, jumlahnya belum maksimal. Tahun depan, ditargetkan bisa tertangani lagi sebanyak 5.000 orang di seluruh Karangasem dan ditargetkan sudah tuntas pada tahun ketiga. ‘’Kami dulu kesulitan menangani karena datanya belum jelas. Sekarang, siapa orangnya dan di mana, sudah sangat jelas. Kami optimis bisa menuntaskannya,’’ kata Ariyasa, belum lama ini. Beberapa perbekel di Kecamatan Kubu juga mulai melakukan beberapa langkah. Salah satunya di Desa Tianyar Barat, sudah mencetuskan program Gerakan Muntigunung Membaca untuk menggairahkan semangat membaca. Ada juga agenda Kampung Literasi dan Desa Vokasi yang dikemas dalam
kegiatan Festival Muntigunung, sejak 25 September nanti. Selain meningkatkan minat baca, agenda ini juga bisa membuka cakrawala berpikir masyarakat betapa pentingnya bisa terbebas dari buta aksara. Perbekel setempat, Agung Pasrisak Juliawan, dalam sosialisasi agenda tersebut menegaskan, Desa Tianyar Barat juga memberdayakan Rumah Pintar Muntigunung untuk mendorong warga menempuh ilmu pengetahuan setinggi-tingginya, bahkan hingga menjadi sarjana. Rumah Pintar Muntigunung bekerja sama dengan STKIP Agama Hindu Amlapura untuk memberikan program gratis S-1 Bahasa Bali. Seperti diberitakan sebelumnya, hasil sensus pendidikan di Kabupaten Karangasem terkait angka buta aksara, cukup membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) lega. Sebab, angkanya jauh dari hasil sensus BPS. Namun,
setelah mengetahui hasil riilnya, Disdikpora kini memiliki tugas berat untuk menuntaskannya. Tercatat, Kecamatan Kubu mengantongi angka buta aksara tertinggi di Karangasem, yakni mencapai 5.046 orang. Sedangkan di kecamatan lainnya seperti Karangasem hanya 2.677 orang, Abang 2.449 orang, Selat 1.417 orang, Rendang 921 orang, Bebandem 808 orang, Sidemen 800 orang dan Manggis 380 orang. Kecamatan Kubu yang identik dengan gepeng atau gelandangan ini, kini harus menjadi prioritas penanganan masalah buta aksara. Dari sembilan desa di Kecamatan Kubu, angka buta aksara tertinggi terdapat di Desa Tianyar Tengah, mencapai 1.308 orang. Disusul Desa Tianyar Barat 1.303 orang, Ban mencapai 1.238 orang, Tulamben 331 orang, Baturinggit 318 orang, Dukuh 199 orang, Sukadana 150 orang, Kubu 125 orang dan Tianyar 74 orang. (kmb31)
Kubu Jadi Prioritas Penanganan Buta Aksara
Gantikan Suami Jadi Pengedar Narkoba
AMY Edarkan Ratusan Butir Ineks
Denpasar (Bali Post) Tersangka AMY (36) mengambil alih bisnis narkoba suaminya yang saat ini mendekam di Lapas Kerobokan. Walau jadi pemain baru, tersangka mampu mengedaran 250 butir ineks tiap minggu. Akibat perbuatannya itu, tersangka ditangkap di Jalan Tukad Batanghari, Denpasar, Rabu (31/8) lalu, dengan barang bukti 25 paket sabu-sabu (SS) seberat 13,1 gram dan ekstasi 190 butir. Menurut Wakapolresta
Denpasar AKBP Nyoman Artana didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Gede Ganefo, Kamis (8/9) kemarin, sesuai informasi dari masyarakat, ada seorang wanita dicurigai mengedarkan narkoba. Selanjutnya dilakukan penyelidikan selama satu minggu untuk melacak tempat tinggalnya. ‘’Tersangka tinggal di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan,’’ tegas Kompol Ganefo. Selain itu, petugas berhasil mengendus tersangka saat
Bali Post/ist
BARANG BUKTI - Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Gede Ganefo menunjukkan barang bukti milik tersangka AMY.
hendak nempel paket SS di Jalan Tukad Batanghari, Denpasar, Rabu (31/8) lalu. ‘’Saat ditangkap, diamankan barang bukti 25 paket sabu-sabu di dalam tas,’’ ujarnya. Kasus itu lalu dikembangkan ke kos tersangka di Jalan Tukad Balian. Saat digeledah, polisi menyita 25 paket dan ineks 190 butir. Saat diinterogasi, tersangka mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari teman, DRS, yang dikenalnya lewat HP sejak dua minggu terakhir. Namun, ia mengatakan sudah tiga kali mengambil tempelan barang berupa SS dan ineks milik DRS. ‘’Pertama, Minggu tanggal 21 Agustus lalu, tersangka mengambil 15 paket sabu-sabu dan ineks sebanyak 250 butir. Minggu berikutnya, dia mengambil 250 butir ekstasi dan semua barang tersebut sudah laku. Sedangkan yang ketiga Rabu tanggal 31 Agustus, sabu-sabu sebanyak 25 paket dan ekstasi 190 butir,’’ ucap Ganefo. Namun, narkoba kiriman ketiga itu belum sempat diedarkan karena keburu ditangkap. Tersangka mengaku mendapat upah sekali tempel Rp 50 ribu dan selama dua minggu sia mendapat upah Rp 1,5 juta. ‘’Informasi dari tersangka AMY, DRS saat ini berada di Lapas Kerobokan. Namun, perlu didalami kebenarannya,’’ ujar mantan Kapolsek Kuta ini. (kmb36)
UNIVERSITAS Pendidikan Nasional (Undiknas) University Denpasar menggelar seminar internasional, Senin (5/9) lalu, bertema ‘’Towards Sustainability in The Water Resource Engineering’’. Seminar dilaksanakan di Auditorium Undiknas Denpasar menghadirkan narasumber Prof. Aysha Akter, B.Sc., M.Eng., Ph.D. dari Chittagong University of Engineering and Technology (CUET) Bangladesh. Seminar ini dibuka Direktur Akademik dan Sistem Informasi (AKSI) Undiknas Denpasar Luh Putu Mahyuni, Ph.D., CA. dimoderatori Ir. Agus Putu Abiyasa, B.Eng., Ph.D., IPM. dari Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Undiknas Denpasar. Seminar dihadiri 200 peserta dari seluruh Bali yang terdiri dari unsur instansi pemerintah, swasta, dosen dan mahasiswa. Dalam sambutannya, Direktur AKSI Luh Putu Mahyuni mengungkapkan,
pembangunan ekonomi, khususnya pariwisata untuk wilayah Bali perlu memperhatikan kelestarian lingkungan alam. Diperlukan pengaturan yang lebih baik dalam hal pemanfaatan ruang sepanjang pesisir pantai, sempadan sungai dan daerah tangkapan hujan untuk menjamin keberlangsungan sumber daya air bagi Bali dalam jangka panjang. Seminar dengan pembicara tunggal ini berlangsung dinamis di mana Prof. Aysha Akter menyampaikan presentasinya tentang teknik pengelolaan sumber daya air. Dalam pembahasannya, Prof. Aysha Akter menyampaikan beberapa topik, antara lain keberlanjutan sumber daya air dan tantangantantangannya, isu-isu lokal di negaranya dan Asia pada umumnya serta solusi sekarang dan ke depannya. Dia juga menyampaikan penelitian yang telah dipelajari di Indonesia dan Bali pada khususnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Aysha Akter memulai dengan menekankan bahwa secara global kita sedang mengalami krisis lingkungan, ekonomi dan sistem sosial atau diistilahkan trilemma. Krisis lingkungan di mana dunia sedang mengalami pemanasan global, perusakan hutan dan lapisan ozon, polusi dan lain-lain. Krisis ekonomi di mana dunia juga kekurangan makanan, energi, air bersih. Krisis sistem sosial di mana tumbuhnya lingkungan kumuh, wabah penyakit karena bencana air. Kemudian diceritakan juga situasi di Banglades di mana kondisi sungai–sungai yang sudah memprihatinkan karena mengalami erosi yang cukup parah. Hal ini mengakibatkan penduduk terpaksa mengungsi jauh dari daerah pinggir sungai yang rawan longsor. Prof. Aysha juga memaparkan penelitiannya untuk mengatasi masalah ini dengan menggunakan
metode geobag reveatment. Kemudian juga dipaparkan tentang masalah water logging atau pemampatan air yang mengakibatkan kadar garam air naik atau salinitas, banjir dan langkanya sumber air bersih. Untuk mengatasi ini, di Bangladesh telah dikembangkan teknik rainwater harvesting atau tadah hujan melalui sistem rooftop dan underground. Dalam makalahnya juga disinggung kerja sama dalam bidang penelitian di Indonesia seperti di Gili Trawangan, Lombok. Khusus di Bali, kerja sama penelitian juga dilakukan di Pengambengan, Bali Utara. Banyak peserta menanyakan kemungkinan pengaplikasian metode geobag revetment untuk mengatasi erosi sungai dan laut di wilayah Bali. Dari seminar internasional singkat ini dapat diambil kesimpulan bahwa sumber daya air harus dijaga demi kelangsungan hidup generasi di masa depan. (ad178)
SEMINAR - Prof. Aysha dari Bangladesh berfoto bersama dengan dosen Undiknas usai seminar internasional.
’’Nambeng’’ di Jungsri
Wujud Krama Tulus ’’Ngayah’’ KRAMA Desa Pakraman Jungsri Desa Bebandem, Karangasem menggelar prosesi Nambeng atau Matambeng, Selasa (6/9) sore di Pura Puseh dan depan Pura Puseh setempat. Prosesi Nambeng masih terkait dengan Ngusaba Dangsil di desa itu yang puncaknya Kamis (1/9) lalu. Matambeng atau Nambeng, kata Bendesa setempat Wayan Muliastawa didampingi Prawartaka (Ketua) Karya Ngusaba Dangsil Jero Mangku Wayan Degeng, sebagai wujud bakti seluruh krama, baik dewasa maupun teruna, ngaturang ayah kehadapan Ida Batara secara tulus ikhlas. Usai persembahyangan diikuti seluruh krama, prosesi Nambeng, di mana saat pratima Ida Batara Ayu di-pundut ke luar dari jeroan pura, di pintu jaba tengah di-tambeng (dihalangi) dengan dangsil taksu yang di-pundut krama Banjar Tohpati. Pratima Ida Batara Ayu (Batari Sri) dan Ida Batara makabehan kairing ke jaba, setelah didahului dengan prosesi Murwadaksina (diiring berjalan berputar sebanyak tiga kali ke arah kanan). Murwadaksina, wujud Ida Batara tedun dari alam Brahman. Saat prosesi Nambeng, pratima Ida Batara kapundut sekitar 40 teruna. Sementara krama banjar yang bertugas nambeng, mundut dangsil taksu. Teruna yang tak bertugas mundut pratima Ida Batara bertugas menerobos penambeng (penghalang). Penerobos diikuti teruna yang mundut pratima. Meski penambeng umumnya berbadan lebih kuat karena terdiri dari krama banjar dewasa, tetapi dalam sekejap
penambeng berhasil diterobos. Pamargin Ida Batara pun lancar. Pratima Ida Batara kairing murwadaksina tiga kali mengelilingi ayunan, selanjutnya melancaran sampai ke ujung utara wilayah Desa Jungsri. Lalu berbalik menuju perbatasan selatan desa, namun di depan jaba Pura Puseh setempat sekali lagi menghadapi penambeng. Namun seperti prosesi Metambeng di candi bentar jaba pisan, teruna penerobos dengan cepat mampu membuka jalan bagi pemundut pratima Ida Batara. Sekembalinya ngiring pratima Ida Batara ke pengayengan Ida Batara Gunung Agung di dekat jembatan Jungsri, sesampai di Pura Puseh, krama penambeng ngaturang guru piduka. Guru piduka, kata Bendesa Wayan Muliastawa, sebagai permohonan maaf krama penambeng
karena telah melakukan nambeng. Soal prosesi Nambeng itu, belum ditemukan sumber di desa itu, tapi diperkirakan prosesi itu simbol dan wujud bakti ngaturang ayah dari krama secara tulus ikhlas. Meski ada yang merintangani dan betapapun berat rintangan yang dihadapi, para pemuda yang bertugas mundut pratima Ida Batara dengan bakti tulus iklas berusaha mencarikan jalan menerobos segala halangan dan rintangan. Wayan Muliastawa mengatakan, dari tradisi yang diwarisi turun-temurun, Ida Batara di Jungsri ada kaitan, yakni putra Ida Batara Lingsir di Bungaya. Karena itu, tiap Ngusaba Dangsil di Bungaya, di Jungsri juga digelar Ngusaba Dangsil. Dangsil yang dihaturkan sebagai wujud persembahan dan rasa syukur atas hasil panen dan
anugerah alam. ‘’Tiga hari usai puncak Ngusaba Dangsil di Bungaya yakni 29 Agustus lalu, disusul tiga hari kemudian puncak Ngusaba Dangsil di Jungsri yakni Kamis (1/9). Ida Batara Lingsir Desa Bungaya kairing tedun ngajengin (menyaksikan) putranya katuran saat puncak Ngusaba Dangsil di Jungsri. Seperti halnya di Bungaya saat prosesi Ngusaba Dangsil, seluruh krama yang hadir ke Pura Puseh Jungsri tak mengenakan baju dan destar. Seluruh krama hanya mengenakan kamben nangkah (sebatas dada). Warna selempot didominasi kuning dengan umpal-umpal merah tua. Itu merupakan pakaian tradisi khas desa setempat. Pangayah sekaa teruna nyungklit keris. Namun saat ngiring nambeng, keris disimpan di jeroan. (bud)
Bali Post/bud
NAMBENG - Prosesi matambeng atau nambeng di Pura Puseh Desa Jungsri, Bebandem, Karangasem.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Jumat Paing, 9 September 2016
Digagalkan, Pengiriman Daging Penyu ke Bali Banyuwangi (Bali Post) -
PENYU HIJAU - Petugas menunjukkan penyu hijau yang akan diselundupkan ke Bali, Kamis (8/9) kemarin.
Diperkirakan binatang tersebut sudah berumur sekitar 25 tahun. Sebab, lebar cangkangnya lebih dari 70 cm. Binatang ini disita dari seorang sopir ekspedisi di Pelabuhan Jangkar, Situbondo. ‘’Ini hasil penangkapan bersama Polsek Jangkar dan petugas karantina ikan Situbondo,’’ kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Balai Besar KSDA Jatim Sumpena di Banyuwangi, kemarin. Pejabat ini menuturkan, berdasarkan pengakuan sopir berinisial R, penyu tersebut didatangkan dari Raas, Madura. Sedianya dikirimkan ke seseorang berinsial N di Denpasar. Menurut Sumpena, saat diamankan petugas, Rabu (7/9) malam, penyu tersebut disimpan dalam bok fiber. Jenis penyu ini terbilang paling langka. Dari 6 jenis penyu di Indonesia, empat di antaranya berada di perairan Banyuwangi dan sekitarnya. Dari keempatnya, dua di antaranya jenis hijau dan belimbing yang paling langka. ‘’Jadi, yang kita amankan ini penyu paling langka. Jarang sekali bisa ditemukan,’’ jelasnya. Dua ekor penyu yang
masih hidup sementara dititipkan di Yayasan Pelestari Penyu Banyuwangi untuk menjalani pemulihan. Nantinya, penyu ini akan kembali dilepas di alam bebas. Sumpena menambahkan, penangkapan penyu ini melanggar UU No. 5/1990 Pasal 21 ayat (2) dan Pasal 40 ayat (2), ancamannya 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. ‘’Proses penyidikan dilakukan Polsek Jangkar, Situbondo. Kami juga ikut melakukan penyidikan,’’ tegasnya. Pihaknya sangat menyayangkan aksi penangkapan penyu tersebut. Sebab, binatang ini sangat dilindungi lantaran nyaris punah. Menurutnya, dari 7 jenis penyu di dunia, 6 di antaranya ada di perairan Indonesia. Karena itu, pihaknya bersama instansi terkait terus gencar melakukan pencegahan aktivitas penangkapan penyu. Baru-baru ini, Satpolair Banyuwangi juga berhasil mengamankan penyu hasil perburuan liar di sakitar Alas Purwo. Sayangnya, pelaku keburu kabur saat hendak digerebek petugas. Dari lokasi, polisi menemukan bekas ikatan penyu yang cukup banyak. Bahkan, ada yang masih terikat. Diduga, perburuan liar penyu ini akibat tingginya permintaan daging penyu. (kmb30)
liarkan lagi di Selat Bali. Kasatpolair Banyuwangi AKP Subandi mengatakan penangkapan benih lobster ini berawal dari laporan masyarakat. Akhirnya mobil yang dicurigai, mobil travel bernopol P 1746 VQ berhasil ditemukan petugas. Begitu diperiksa, ternyata berisi benih lobster yang cukup banyak. Dugaannya, lobster anakan itu ditangkap dari perairan Jember, Jatim. ‘’Kita juga
amankan pembawa anakan lobster, BS (48), asal Situbondo,’’ jelasnya. Subandi menambahkan, penangkapan benih lobster atau benur itu sudah diatur ketat. Hanya ukuran tertentu yang diperbolehkan. ‘’Penangkapan benih ini melanggar pasal 3 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 1/2015,’’ tegasnya. Pemilik benih lobster ini dijerat dengan Undang-undang Peri-
kanan, ancaman hukumannya delapan tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar. Pihaknya langsung melepas benih lobster ke Selat Bali. Alasannya, penangkapan benih lobster ini dikhawatirkan mengganggu ekosistem lobster di perairan Banyuwangi. Sehingga dengan dilepaskan benih lobster itu akan tumbuh besar. Nantinya, bisa kembali ditangkap oleh nelayan jika ukurannya sudah sesuai standar.
Pengiriman daging penyu ilegal dari Jawa ke Bali makin marak. Tim Konservasi Wilayah V Balai Besar KSDA Jatim berhasil menggagalkan pengiriman penyu dan daging penyu, Kamis (8/9) kemarin. Binatang dilindungi itu rencananya akan dikirim ke Denpasar. Petugas berhasil mengamankan dua ekor penyu hijau
yang masih hidup dan 5 ekor penyu yang sudah dipotong.
Bali Post/udi
5
Empat Kandidat Berebut Ketua DPD Golkar Banyuwangi Banyuwangi (Bali Post) Tensi internal DPD II Golkar Banyuwangi mulai naik. Sedikitnya empat kandidat bakal bertarung memperebutkan kursi ketua partai bergambar pohon beringin di Banyuwangi. Berbeda dengan parpol lain, Golkar memilih menggunakan sistem voting terbuka. Dari empat kandidat yang bakal bertarung, dua di antaranya berstatus anggota DPRD Banyuwangi. Masing-masing Ismoko (Wakil Ketua DPRD) dan Ruliono. Dua lainnya, Yoyok Hadi dan Aan Bahtiar. ‘’Ada empat kandidat yang bakal bertarung. Ini masih sementara,’’ kata Sabron Pasaribu, Wakil Ketua DPD 1 Golkar Jatim Bidang Pemenangan Pemilu, usai raker di Banyuwangi, Kamis (8/9) kemarin. Pria ini menjelaskan, dari 33 kabupaten/kota di Jatim, 20 di antaranya belum menggelar musyawarah daerah (musda), termasuk Banyuwangi. Karena itu, pihaknya mendorong DPD II Banyuwangi segera menggelar musda. Selama ini, kepengurusan dikendalikan oleh Plt. Ketua dari penguru DPD I Jatim. ‘’Rencananya, musda digelar 18 September mendatang. Kita gunakan votting terbuka, ini lebih demokratis,’’ jelasnya. Mes-
ki begitu, pihaknya tetap menyarankan musyawarah mufakat dalam pemilihan ketua. Namun, jika tak bisa, tetap menggunakan pemilihan terbuka. Sebab, akan mewakili aspirasi seluruh pengurus di tingkat kecamatan. Pihaknya mendorong pengurus DPD II Golkar Banyuwangi segera membentuk panitia musda. Sementara itu, Plt. Ketua DPD II Golkar Banyuwangi Smaraduran mengatakan, pihaknya sudah siap menggelar musda. ‘’Empat kandidat akan diverifikasi persyaratannya. Kesiapan musda sudah 70 persen,’’ jelasnya. Rencananya, musda akan digelar di aula pendopo kantor DPD II Golkar Banyuwangi. Alasannya, pendopo yang ada cukup untuk menampung peserta musda. Menurut Smaraduran,
Benih Lobster Curian Dilepas di Selat Bali
Banyuwangi (Bali Post) Larangan penangkapan benih lobster tak membuat nelayan di Banyuwangi dan Jember takut. Buktinya, masih ada saja aksi pengiriman benih lobster dari Banyuwangi. Seperti ditemukan Satpolair Banyuwangi di Pelabuhan Ketapang, Selasa (6/9) lalu. Sebanyak 5.000 ekor benih lobster akan dikirimkan ke Lombok, NTB. Karena ilegal, benih lobster itu langsung disita dan dilepas
Penangkapan benur ini yang kesekian kalinya terjadi di Banyuwangi. Banyak benur asal Banyuwangi dan sekitarnya diburu pengepul dari luar daerah. Sebab, kualitasnya sangat baik, bahkan berkualitas ekspor. Namun, sejak larangan penangkapan benih lobster, petugas makin gencar melakukan pengawasan aktivitas penangkapan lobster di Banyuwangi. (kmb30)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
pihaknya menyambut baik sistem voting dalam pemilihan kali ini. Sebab, akan mencerminkan demokrasi di antara pengurus. Sehingga hasil yang tercapai bisa diterima semua lapisan pengurus. Pengurusan DPD II Golkar Banyuwangi terpaksa dijabat plt. sejak delapan bulan lalu. Ini menyusul kekalahan Golkar dalam Pilkada Banyuwangi, Desember 2015. Kala itu, Golkar bersama Hanura mengusung kandidat bupati dari Ketua DPD Golkar Banyuwangi Soemantri Soedomo. Belakangan, begitu kalah, DPD Golkar Jatim langsung mencopotnya dari jabatan ketua, lalu digantikan plt. Di Banyuwangi, Golkar menjadi parpol nomor 3 pemenang pemilu setelah PKB dan PDI-P. (kmb30)
OPINI
6
Jumat Paing, 9 September 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Merumuskan Pengelolaan Keamanan dan Kenyamanan Publik MENJAGA keamanan di masyarakat, kini harus benar-benar dipertimbangkan. Penyanderaan yang terjadi di perumahan di Pondok Indah, Jakarta cukup mengejutkan kita. Meskipun motif dari penyanderaan tersebut masih simpang-siur dari sekarang, akan tetapi satu hal yang harus dilihat adalah bahwa permukiman di perkotaan kini masih tetap rawan. Penyanderaan mungkin hanya salah satu kejahatan yang dapat terjadi di perumahan di perkotaan, tetapi masih banyak kejahatan yang dapat muncul dari situasi seperti ini. Perampokan bahkan pembunuhan juga pasti bisa terjadi, sematamata hanya menginginkan kekayaan seseorang. Di kota semakin terlihat kalau kelompok-kelompok struktur sosial itu semakin nyata. Kompleks perumahan, bentuk rumah dan sejenisnya akan memberikan gambaran bagaimana pemiliknya. Seperti yang ditayangkan di televisi, peristiwa yang terjadi di Jakarta Selatan itu berlangsung di perumahan mewah. Para penjahat memang mengincar kompleks seperti itu. Tetapi haruslah kita juga lihat bahwa tidak hanya perumahan mewah yang menjadi incaran para penjahat seperti ini, kompleks perumahan yang sedang dan menengah juga dapat dijadikan sasaran. Tekanan ekonomi, memungkinkan bagi kejahatan untuk menyeruak di wilayah-wilayah seperti ini sehingga setiap ada kesempatan pastilah dimanfaatkan. Kesempatan itu tidak lain adalah rumah yang kosong atau terlihat kosong dari luar. Untuk itu, maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana agar rumah kita di perkotaan tersebut tidak kosong. Di Indonesia kompleks kosong ini sering kali terjadi. Sehari-hari banyak perumahan yang hanya berfungsi maksimal di malam hari. Siangnya sering kosong karena pemiliknya harus bekerja. Kemudian pada hari raya perumahan di kota kosong karena pemiliknya pulang kampung untuk liburan atau mudik. Jadi sangat menjadi incaran bagi penjahat-penjahat yang nekat. Dengan begitu, soal keamanan mesti dipertimbangkan masak-masak. Di awal pembangunan perumahan di masa Orde Baru, ide yang muncul adalah mengawal perumahan tersebut dengan ronda. Masing-masing anggota rumah tangga di perumahan melakukan ronda secara abergiliran. Akan tetapi hal ini tidak dipandang efektif, karena menyita banyak waktu. Ronda membuat waktu dan tenaga tersita banyak, sehingga untuk bekerja di kota menjadi tidak efektif. Lalu diubah kemudian dengan mengaktifkan atau membentuk satuan baru yang disebut dengan satuan pengamanan di perumahan. Satpam pun kemudian menjaga rumah-rumah di perkotaan. Tetapi perumahan pun tetap kecolongan dengan berbagai ancaman. Satpam kemudian diperlengkapi dengan persenjataan pentungan. Sekarang manakala telah terjadi fenomena kekerasan seperti penyanderaan, maka harus dilakukan perbaikan lagi untuk mengawal perumahan. Pendekatan sosial haruslah dimulai dari pembangunan perumahan tersebut. Pembangunannya tidak boleh egois, tidak boleh mementingkan kelompok pengembang saja, tetapi harus sesuai dengan aturan hukum yang ada. Pengembang harus membuat sarana yang lebih mampu membuat interaksi sosial lebih intensif. Misalnya benar-benar menyediakan lapangan. Dengan lapangan akan semakin banyak orang terlibat olahraga, meskipun tidak harus diwajibkan. Tempat olahraga dan jogging track juga mesti dipersiapkan, karena inilah sarana untuk mengenalkan diri dengan pihak lain. Di samping itu, jalan masuk untuk perumahan juga harus diperhatikan dengan baik agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang merugikan. Dengan cara itulah kiranya kita mampu memberikan perlindungan yang lebih baik kepada warga. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pengembang seyogianya juga mesti diperhatikan oleh pemerintah. Apabila kiranya ada pengembang yang benar-benar egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri, maka harus mendapat hukuman. Bila perlu izin perusahaannya mesti dicabut. Warga harus selalu mendapatkan perlindungan oleh negara.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Penertiban Galian C Penertiban galian C sebagai upaya menjaga lingkungan dan infrastruktur hendaknya dilakukan dengan pendekatan yang lebih efektif. Selama ini penindakan terhadap pelaku galian C ilegal (yang ternyata dikelola warga desa) secara tak langsung berimbas pada penguatan ekonomi rakyat. Ke depan penindakan harus dilakukan secara arif dan pihak terkait agar bijak. Memenjarakan masyarakat kecil karena salah menambang jangan dijadikan budaya. Pembinaan harus dikedepankan. Sebagai warga Bali, saya justru khawatir penambang besar dengan berbekal izin galian justru memiliki potensi merusak lingkungan. Selain volume yang digali lebih banyak, daya edarnya juga tinggi. Jadi penindakan terhadap kejahatan lingkungan jangan hanya berdasarkan surat izin, tetapi berdasarkan fakta lapangan. Ir. Putu Widarta Monang–maning, Denpasar
Mandiri Kelola Sampah Pascahari raya Galungan ini biasanya media memberitakan volume sampah. Jumlahnya dikatakan meningkat tajam. Pemberitaan ini terkadang membuat kita agak miris, mengingat hari raya dikaitkan dengan sampah. Fakta memang begitu, ada sampah pascahari raya. Untuk itu, saya berharap ada kesadaran warga mengelola sampah hari raya secara mandiri. Mungkin khusus pada hari raya ini warga bisa mengelola sampahnya, mungkin dengan menimbun atau memilahnya. Jangan semua sampah dibawa ke pinggir jalan, sehingga tumpukan sampah terlihat di mana-mana. Mohon krama Bali ke depan bisa mandiri dalam pongelolaan sampah hari raya. Wayan Putra Kumara Gianyar, Bali
Kejahatan Mengancam Pemukim di Perkotaan Peristiwa penyanderaan yang terjadi beberapa waktu lalu di Pondok Indah, Jakarta memberikan pesan meluas kepada masyarakat perkotaan di seluruh Indonesia. Secara teoretik. Apa pun yang menjadi motivasi penyanderaan tersebut, hal itu terjadi karena ruang dan waktu di perkotaan sudah sangat terkendalikan oleh manusia. Dibantu oleh alat informasi yang modern sekarang, pengendalian tersebut memudahkan untuk melakukan tindakan apa pun. Jika orang jahat mengetahui pengendalian ruang dan waktu itu, maka yang muncul adalah tindakan kejahatan. Itulah yang terjadi di wilayah Pondok Indah yang menggegerkan Indonesia. Amat mungkin, penyanderaan yang dilakukan oleh teroris Filipina kepada warga Indonesia yang berkali-kali terjadi itu menjadi inspirator para penyandera di Pondok Indah. Warga kota harus hati-hati dengan hal ini di masa mendatang, di tengah himpitan sosial dan kesulitan ekonomi yang dihadapi negara.
Oleh GPB Suka Arjawa agi masyarakat kota, waktu adalah sumber daya dan tempat hanya sekadar ‘’lokasi sementara’’ untuk mendukung waktu itu. Waktu malah dapat menjadi ruang untuk memberdayakan sumber daya diri itu sendiri. Sebagai sumber daya, waktu sangat bermanfaat untuk digunakan memaksimalkan potensi diri. Seorang direktur perusahaan menggunakan kemampuan manajerialnya mengelola perusahaan sehingga perusahaan itu dapat bekembang maju dan menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal. Tetapi ide yang dikembangkan untuk memaksimalkan usaha itu akan lebih potensial, apabila didukung oleh waktu yang lebih banyak. Secara sosial waktu yang lebih banyak akan memungkinkannya untuk melakukan kontak sosial lebih banyak kepada pihak lain, sehingga jaringan yang dimiliki justru lebih luas. Keluasan jaringan merupakan modal besar dari sebuah perusahaan. Inti dari semua itu adalah pemanfaatan waktu. Di kota, baik yang berskala besar maupun kecil, waktu itu sangatlah penting untuk dimanfaatkan. Sehingga apabila warga kota menyia-nyiakan waktu, pasti akan ketinggalan oleh kompetitor. Dengan sistem kompetisi yang demikian ketat di kota, waktu seolah merongrong kehidupan sosial. Pada skala kehidupan sosial akan sangat terlihat bagaimana
B
orang berdesakan macet di jalanan, tidak sempat sarapan, rumah kosong dan seterusnya. Titik lemah penggunaan waktu ini sangat kelihatan pada fenomena sosial di perkotaan, yaitu siang hari rumah atau perumahan menjadi kosong, sebaliknya jalanan menjadi sesak dan kantorkantor penuh dengan kesibukan. Tempat atau lokasi pada konteks demikian hanyalah ‘’barang mati’’ yang mungkin hanya ditempati sementara saja atau sifatnya temporer, sementara. Kantor di zaman sekarang tidak perlu harus tempat yang menetap. Kantor sesungguhnya ‘’kuno’’ dan ‘’ketinggalan zaman’’, karena untuk menjalankan keputusan atau kebijakan dapat dilakukan dari manapun. Teknologi gadget (gawai) yang dipegang oleh setiap orang kantor (apalagi manajernya), dapat dikatakan sebagai kantor terapung atau kantor berjalan yang dapat dipakai sebagai upaya menjalankan perintah saja. Karena pembuatan sering memerlukan pembuatan keputusan secara kolektif, maka keputusan sering dilakukan dari tempat lain. Misalnya dari rumah makan cepat saji. Dari konteks ini, rumah pun sesungguhnya bisa dimanfaatkan sebagai kantor. Tetapi rumah mempunyai kekurangan dibanding dengan yang lain, yaitu cerita lama yang memerlukan interaksi sosial dalam pembuatan keputusan. Rumah sering juga ditinggal untuk membuat rapat luar, seperti juga
halnya kantor. Konsekuensinya rumah menjadi kosong dan waktu juga menjadi mampet. Dalam kondisi demikian, maling, pencuri, pencopet, perampok dan penyandera, justru mempunyai ‘’ideologi’’ yang berbeda. Kekosongan adalah sebuah kesempatan bagi para pencuri dan perampok untuk melakukan tindakannya. Di Indonesia, kota-kota di zaman modern memperlihatkan fenomena perubahan sosial yang sangat drastis. Model pembangunan yang berbasis pada perkembangan ekonomi, terutama perdagangan internasional memperlihatkan banyak perubahan pada pola permukiman. Pembangunan perumahan merupakan gejala yang paling kelihatan di perkotaan yang diakibatkan oleh urbanisasi yang demikian deras. Munculnya perumahan ini, secara sosial disebabkan oleh jenis pekerjaan dari masyarakat perkotaan yang sudah lebih banyak pada jasa dan ekonomi yang mendukungnya. Mau tidak mau jenis pekerjaan seperti ini membutuhkan waktu dan ruangan yang dapat direkayasa oleh masyarakat demi menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaannya. Jakarta dan Bali merupakan dua wilayah di Indonesia yang harus mengalami hal seperti ini. Khusus di Bali, industri pariwisata benar-benar membuat tradisionalitas itu tercerabut dan langsung merasuk pada apa yang disebut globalisasi. Pekerja harus datang
Suara Publik Menumbuhkan Kecerdasan Spiritual dan Emosional SECARA simbolis, Galungan sebagai wujud dari kemenangan dharma (kebenaran) melawan adharma (ketidak benaran). Dalam perkembangannya, pelaksanaan hari raya Galungan mengalami perubahan. Dari mulai persiapan bahan dan sarana upacara sampai pada proses persembahyangan yang dilaksanakan. Bila dicermati dan diamati tentang proses persiapan upacaranya, banyak hal yang sudah mulai berubah. Misalnya dari proses pembuatan penjor yang dulu masih bersifat sederhana. Sarana yang dipergunakan masih natural dengan ornamen hiasan yang sederhana, terpenting adalah sarananya lengkap. Dari segi bahan upacara dalam pembuatan banten, terutama buah-buahan yang dipergunakan banyak berasal dari buah impor. Buah lokal kalah saing dan juga keberadaannya di pasar yang semakin jarang. Maka tidak heran hal inilah yang menjadikan perayaan Galungan menjadi peluang besar dalam bidang bisnis sarana dan perlengkapan upacara. Perubahan yang terjadi juga dapat dilihat dari bahan banten yaitu jajan yang dipergunakan. Bila dulu umat Hindu sangat memaknai momen perayaan Galungan dari proses panyekeban, panyajaan dan panampahan. Tetapi sekarang, makna simbolisnya sudah mulai bergeser. Saat panyekeban umat Hindu tidak lagi nyekeb (menyimpan) buah terutama pisang, karena cukup membelinya di pasar atau supermarket yang telah menyediakan. Begitu juga saat panyajaan sangat jarang dilaksanakan aktivitas membuat jajan persiapan untuk Galungan, karena umat sekarang sudah lebih mudah dengan cara membeli. Dalam pelaksanaan panampahan Galungan, hal yang sama juga tidak terelakkan. Terutama yang memiliki tingkat
Oleh I Nyoman Agus Sudipta kesibukan tinggi, maka mereka membeli lawar, sate, ares dan bahan makanan lainnya yang dibutuhkan. Tradisi mebat dalam keluarga sudah semakin jarang dilakukan saat panampahan Galungan yang sesungguhnya memiliki makna filosofi mengikat rasa manyama braya. Dalam perayaan Galungan banyak juga terjadi perubahan. Bila dulu perayaan Galungan menjadi momen untuk bertemu dan berkumpul dengan keluarga, serta merayakannya bersama. Sekarang sudah terjadi perbedaan dan perubahan. Keluarga yang merantau dengan tingkat kesibukan dan rutinitas yang dilakukan sedikit memiliki waktu luang untuk pulang. Bahkan kegiatan sembahyang di merajan kawitan maupun Pura Paibon yang ada di tanah kawitan/ leluhur sudah mulai ditinggalkan. Begitu juga kegiatan yang sudah mulai jarang dilaksanakan sebagai runtutan perayaan Galungan adalah kegiatan dharma santhi saat Umanis Galungan. Hal ini sesungguhnya sebagai bentuk perekat rasa persaudaraan. Kegiatan yang dilakukan adalah datang berkunjung ke rumah sanak keluarga atau berkumpul bersama di rumah bajang (kawitan) untuk saling bertegur sapa dan menyambung tali komunikasi yang lama terputus akibat aktivitas dan rutinitas. Kegiatan ini juga dapat dilakukan dengan berkumpul bersama di tempat rekreasi untuk me-refres diri dan menguatkan rasa manyama braya. Pemaknaan terpenting dari perayaan Galungan adalah tumbuhnya kesadaran dalam diri untuk mampu memaknainya
sebagai proses pembelajaran. Artinya, perayaan Galungan bukan hanya dilihat dari aktivitas ritual yang dilaksanakan, tetapi bagaimana mampu menyadari tentang makna dan nilai spiritual yang terkandung di dalamnya untuk meningkatkan kecerdasan spiritual. Bukan dengan mempersembahkan sesajen (banten) dengan harga yang mahal dan juga persembahan yang mewah sebagai bentuk sraddha dan bhakti. Tetapi momen perayaan Galungan mampu menyadarkan diri untuk selalu belajar dan memperbaiki segala kekurangan dan kesalahan yang telah dilakukan. Menumbuhkan kesadaran untuk selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala anugerah-Nya. Memaknai setiap prosesi perayaan Galungan sebagai wujud persembahan kepada Sang Pencipta. Jangan sampai merayakan Galungan dengan penuh hegemoni pemuasan nafsu dan suka cita ibarat pesta yang kering dari nilai-nilai religius di dalamnya. Di samping itu, perayaan Galungan dijadikan sebagai proses pembelajaran dalam menumbuhkan kesabaran dalam meningkatkan kecerdasan emosional. Dari setiap prosesi dimaknai dengan ikhlas dalam perwujudan bakti, sehingga mampu melatih diri untuk menerima segala hal dalam hidup dan selalu dekat dengan Tuhan. Belajar untuk mengendalikan diri, menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama manusia, yaitu dengan tetangga, saudara dan umat sedharma dengan saling toleransi dan berbagi dengan penuh rasa kasih sayang. Jangan sampai perayaan hari raya Galungan menjadi momentum hura-hura, mabuk-mabukan dan kegiatan lainnya yang bertentangan dengan ajaran agama. Penulis, guru SMK Negeri 1 Abang, Karangasem
tepat waktu, diukur dengan pencatat waktu yang sangat modern yang apabila dilanggar akan ada pemotongan gaji. Akibat dari hal ini, tidak saja rumah-rumah di kota menjadi sepi, tetapi juga rumah di desa akan kosong. Dalam konteks itulah kekerasan dalam bentuk penyanderaan yang terjadi di Pondok Indah, Jakarta menjadi pelajaran yang penting bagi perkembangan kota-kota besar di Indonesia, terutama di Jakarta dan Bali. Dua wilayah inilah yang mempunyai perkembangan pesat terhadap perkembangan permukiman. Penyanderaan hanya salah satu dari bentuk kekerasan yang dimungkinkan terjadi di wilayah perumahan. Masih banyak kekerasan lain yang mungkin juga muncul yang memanfaatkan ruang yang kosong akibat tergesa-gesanya pemilik harus menyelesaikan pekerjaannya. Yang harus dipertimbangkan sekarang adalah petugas keamanan di perkotaan tidak harus bertumpu kepada satpam saja, tetapi petugas keamanan negara juga mesti ikut memberikan bantuan dalam pelaksanaan tugasnya. Pada tingkat konstruksi pembangunan perumahan juga harus diperhatikan model dan bentuk yang cocok, demi mampu menjaga keamanan masyarakat secara lebih maksimal. Pada tingkat sosial, hubungan yang dingin antara satu warga dengan warga lain di perkotaan haruslah dicairkan, agar terjalin saling hubungan antarkeluarga dan manusia secara lebih baik. Mungkin juga perlu ada hubungan antarindividu yang lebih kuat. Di sinilah diperlukan bentuk-bentuk baru pembangunan perumahan yang lebih humanis, yang mampu memberikan sumbangan pada stabilitas sosial. Jalan harus diperlebar, tempat pertemuan harus lebih besar, demikian juga halnya dengan taman-taman bermain dan taman-taman untuk pertemuan. Dengan demikian, interaksi sosial akan berlangsung lebih baik antar penghuni perumahan demi meningkatkan kerja sama. Kejahatan mudah-mudahan dapat ditekan. Penulis adalah Staf Pengajar FISIP Universitas Udayana
POJOK Polisi tangkap satu aktivis tolak reklamasi Teluk Benoa. - Perusak alam kapan ditangkap? *** Mantan Menteri ESDM Arcandra kembali menjadi WNI. - Pemerintah jangan pilih kasih. *** Kata Pasubayan, kasus Gung Tu mirip pelanggaran Zaskia Gotik. - Tapi penanganannya beda.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Paing, 9 September 2016
OTOMOTIF
7
BANGLI
8
Jumat Paing, 9 September 2016
SOSOK Sadar Wisata
TAHUN ini jumlah desa wisata di Kabupaten Bangli telah mencapai 25 lokasi yang tersebar di seluruh kecamatan. Realitanya, yang mampu menyedot wisatawan baru segelintir. Sementara sebagian besar sisanya nyaris tidak dikenal. Langkah promosi sudah diambil oleh Pemkab, Bali Post/sos akan tetapi belum mampu mendatangkan hasil yang maksimal. Guna memperkenalkan desa wisata ke ranah yang lebih luas, peran serta masyarakat setempat seharusnya lebih besar. Sikap sadar wisata perlu terus diterapkan. ‘’Pengembangan desa wisata tidak harus sepenuhnya dari Pemkab. Itu perlu juga datang dari masyarakat. Perlu sadar wisata,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangli I Wayan Adnyana, Kamis (8/9) kemarin. Sadar wisata, katanya, dapat ditunjukkan dengan penataan lingkungan desa salah satunya dalam hal kebersihan. Masalah kebersihan masih menjadi persoalan di sejumlah desa wisata. Untuk itu masyarakat harus memiliki prinsip desa wisata itu dibentuk oleh kita, dari kita dan untuk kita. ‘’Pemerintah sudah membentuknya sebagai desa wisata. Sekarang masyarakat tinggal mengelola itu,’’ tegasnya. Guna menarik minat wisatawan untuk berkunjung, desa wisata perlu diberikan sentuhan kreativitas, salah satunya dengan pementasan kesenian. Di sisi lain, hal yang perlu dipahami dibentuknya desa wisata itu tak semata-mata sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan daerah. Yang tak kalah penting adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. ‘’Itu tujuannya dibentuk desa wisata. Masyarakat dan pemerintah perlu bersinergi. Harus saling mengisi,’’ pungkas mantan Kepala Kantor Perizinan Bangli ini. (sos)
Sepeda Motor Tabrak Pintu Mobil, IRT Tewas
Bangli (Bali Post) Nasib naas dialami Ni Wayan Sarwi (45), warga Desa Langgahan, Kintamani. Dia tewas mengenaskan dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah sepeda motor yang dikendarai suaminya menabrak pintu mobil yang dibuka secara tiba-tiba oleh si pengemudi. Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa tersebut terjadi saat hari raya Galungan di Banjar Jayamaruti, Desa/Kecamatan Kintamani, Rabu (7/9). Informasi yang dihimpun, Kamis (8/9) kemarin menyebutkan, peristiwa kecelakaan itu bermula saat sepeda motor Yamaha Jupiter DK 7746 DI yang dikendarai suami korban, I Ketut Janji (53) datang dari arah utara menuju selatan. Ketika itu I Ketut Janji membonceng korban dan seorang anaknya Ni Ketut Miarni (11). Sesampainya di lokasi kejadian, pintu kanan Jimny DK 955 YI dalam kondisi terparkir yang dikemudikan A.A. Made Arsana, warga Dusun Surakarma, Desa Kintamani terbuka. Ketut Janji yang ketika itu melaju dari arah belakang mobil tak kuasa menghindar dan kemudian menabrak pintu mobil yang terbuka tersebut hingga mengakibatkan sepeda motor yang dikendarai bersama istri dan anaknya oleng ke kanan. Naasnya, saat satu keluarga tersebut terpental ke aspal, mereka kembali ditabrak sebuah mobil yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Akibat kejadian tersebut, Ni Wayan Sarwi mengalami cedera kepala berat. Sarwi meninggal dunia saat dilarikan menuju RSU Bangli. Sementara I Ketut Janji mengalami luka ringan, yakni lecet pada lutut dan bahu kanannya. Demikian juga anak korban Ni Ketut Miarni mengalami lecet pada lutut kanan. Kanit Laka Satlantas Polres Bangli Iptu Sumardika seizin Kasatlantas AKP Ketut Mastra Budaya saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut. ‘’Ya benar (ada kecelakaan). Pengendara suaminya dan anaknya luka ringan. Sementara istrinya meninggal dunia,’’ jelasnya. Dari hasil olah TKP yang dilakukan polisi, disimpulkan sementara bahwa lakalantas itu terjadi akibat kelalaian pengemudi mobil Jimny yang membuka pintu kanan secara mendadak, sehingga menghalangi pengguna jalan lainnya. (kmb40)
Bali Post/sos
PENELOKAN - Pesona keindahan kawasan Penelokan, Kintamani.
Percepat Pembangunan
Kawasan Penelokan ’’Dijajakan’’ ke Investor
Bangli (Bali Post) -
Kawasan Penelokan, Kintamani masih menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang sering dikunjungi wisatawan asing maupun domestik. Hal tersebut memunculkan inisiatif dari Pemkab Bangli untuk ‘’menjajakan’’ daerah yang memiliki panorama indah ini kepada investor. Tujuannya untuk menggenjot pendapatan daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal (Bappeda-PM) Bangli I Nyoman Widiana, Kamis (8/9) kemarin. Kunjungan ke kawasan Penelokan belakangan ini cukup ramai, terlebih di tengah hari libur. Akan tetapi, selama ini yang bisa disaksikan oleh wisatawan lebih banyak sebatas pada keindahan alam berupa Gunung dan Danau Batur saja. Sementara untuk fasilitas lain yang mampu menjadi pendukung nyaris belum ada. Guna memberikan sebuah perubahan, daerah tujuan wisata andalan bumi Bhukti Mukti Bhakti ini ditawarkan ke investor untuk dikembangkan. Di samping untuk mempercepat pembangunan, itu juga dimaksudkan
untuk menggenjot pendapatan daerah. ‘’Penelokan itu memang dibuka untuk investor. Mereka bisa menanam modal di sini,’’ kata Widiana. Mengingat daerah di sekitar kawasan tersebut lebih banyak dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bangli ini menyebutkan pengembangannya perlu didukung dengan Memorandum of Understanding (MoU). Rancangan MoU itu sudah dibuat. Namun masih perlu perbaikan dan komunikasi dengan instansi terkait. ‘’Soal penanaman modal itu
juga perlu dikoordinasikan dengan Perusda. Kalau MoU bersama BKSDA, rancangannya sudah dibuat. Untuk komunikasi jalan terus. Hal yang dianggap masih kurang kami perbaiki,’’ jelasnya. Sejatinya, kawasan Penelokan sudah sempat dilirik investor yang berinisiatif membangun kereta gantung menuju ke arah lereng Gunung Batur. Survei lapangan sudah dilakukan. Namun sayang tidak ada komunikasi lebih lanjut. ‘’Dulu ada yang ingin investasi, tapi tidak ada confirm balik ke Pemkab jadi atau tidak. Padahal itu sudah memantau ke lapangan,’’ ungkap Widiana.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penanaman Modal Bappeda-PM Bangli I Wayan Budi Warnama menyebutkan masih rendahnya minat investor untuk investasi di Kintamani, khususnya di Penelokan salah satunya disebabkan karena warga keberatan memberikan lahannya. ‘’Warga masih sulit memberikan lahannya untuk mendukung investasi ini,’’ ujarnya. Jika potensi yang ada itu bisa dikembangkan, dampaknya tak hanya pada pendapatan daerah saja, namun juga mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar. Saat ini investasi di Kabupaten Bangli lebih banyak pada sektor usaha dalam negeri berupa peternakan. Terdapat pula penanaman modal asing yang bergelut dalam bidang kerajinan. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles
Rusak Parah
memandang langkah pemkab untuk membuka kawasan Penelokan sebagai daerah investasi cukup baik. Hal tersebut dinilai sebagai salah satu cara untuk mempercepat pembangunan terlebih di tengah keterbatasan anggaran. Hanya saja ditegaskannya jangan sampai investor tersebut mematikan masyarakat lokal. ‘’Kami mendukung kalau Pemda membuka peluang untuk investor. Kalau bisa investor lokal yang dilibatkan,’’ tegasnya. Politisi Demokrat ini meminta selain bergantung pada kehadiran investor, dalam penataan objek wisata di Kintamani, Pemkab juga perlu melakukan komunikasi yang lebih intens dengan pemerintah pusat, salah satunya dari sisi anggaran. ‘’Kintamani telah ditetapkan sebagai kawasan geopark. Pemerintah pusat bisalah lebih memperhatikan,’’ tandasnya. (kmb45)
Warga Minta Pemkab Segera Perbaiki Jalan Pradi - Bukit Tungtung
Cemburu, Pria di Songan Ancam Habisi Nyawa Kerabatnya
sangat sulit melalui jalan tersebut,’’ terangnya. Kasih mengatakan, rusaknya jalan yang ada di wilayah dusunnya sebenarnya sudah terjadi sejak enam tahun lalu. Terkait kerusakan itu, Kasih mengaku bahwa pihak dusun sejatinya sudah berulang kali mengusulkan kepada Pemkab Bangli untuk mendapatkan perbaikan. Bahkan karena tak kunjung mendapat perbaikan, klian dusun se-wilayah balik bukit diakuinya sempat menghadap Gubernur Bali untuk meminta perbaikan jalan. ‘’Dulu empat tahun lalu, sempat dikatakan akan diaspal setelah wali di Pura Kayu Selem. Tetapi sampai sekarang tidak ada realisasi perbaikan,’’ ujarnya. Selanjutnya, beberapa waktu lalu pihaknya juga mengaku sempat menyampaikan kembali kerusakan jalan tersebut ke bupati. Sama seperti sebelumnya, pengaspalan di jalan tersebut hanya janji-janji tanpa ada
Bangli (Bali Post) Seorang pria di Desa Songan A, Kintamani, Kadek S, mengamuk dan mengancam menghabisi nyawa tetangganya saat hari raya Galungan, Rabu (7/9). Kejadian tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu Kadek S terhadap tetangganya karena telah selingkuh dengan istri yang kini telah diceraikannya. Informasi yang dihimpun, Kamis (8/9) kemarin menyebutkan, keributan antara Kadek S (35) dengan Jero S (35) terjadi pukul 08.00 Wita, di rumah Jero S di Songan. Kejadiannya berawal saat Jero S sedang mencuci sepeda motor di halaman rumahnya. Tiba-tiba Kadek S yang masih ada hubungan kerabat dengannya datang dan langsung melempar korban dengan pipa besi sepanjang satu meter. Tak hanya itu, Kadek S yang dalam keadaan emosi juga mengancam akan membunuh Jero S. Karena khawatir dengan ancaman tersebut, Jero S pun langsung melarikan diri. Dia kemudian meminta perlindungan dengan menghubungi Polsek Kintamani. Tak berapa lama kemudian, sejumlah personel Polsek Kintamani menemui Jero S dan menenangkan kedua belah pihak. KBO Reskrim Polres Bangli Iptu Ketut Purnawan seizin Kasat Reskrim AKP Yana Jaya Widya saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan Iptu Purnawan, dari hasil interogasi diketahui bahwa terlapor mengamuk dan nekat mengancam akan membunuh korban karena emosi dengan korban yang berselingkuh dengan perempuan yang pernah jadi istrinya. ‘’Kadek S menerangkan bahwa istrinya berselingkuh dengan Jero S yang merupakan kerabatnya sendiri sehingga menyebabkan pelaku bercerai dengan istrinya. Sampai saat ini dia belum bisa menerima kejadian tersebut sehingga sering secara spontanitas terpicu emosinya,’’ terangnya. Ditambahkan Purnawan, hingga saat ini kasus tersebut sekarang masih ditangani Polsek Kintamani. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Infrastruktur berupa jalan di sejumlah dusun yang ada di wilayah balik bukit Kintamani banyak yang rusak parah. Salah satunya ruas jalan dari Banjar Pradi A menuju Bukit Tungtung dan Kayuselem, Desa Songan, Kintamani. Akibat parahnya kerusakan di ruas jalan tersebut, warga setempat yang sebagian besar hidup dari bertani mengalami kesulitan mengangkut hasil pertanian dengan kendaraan bermotor. Kepada Bali Post, Kamis (8/9) kemarin, Kadus Pradi Ketut Kasih mengungkapkan bahwa ruas jalan yang mengalami kerusakan panjangnya mencapai 7 kilometer. Kerusakan jalan dimulai dari Dusun Pradi A - Buluh - Bukit Tungtung hingga Kayu Selem. Akibat kerusakannya yang parah, ruas jalan tersebut diakuinya cukup sulit untuk dilalui warga terutama dengan kendaraan bermotor. ‘’Kendaraan seperti sepeda motor
tindak lanjut. Dia mengatakan, dari informasi yang didapatnya, ruas jalan rusak di dusunnya yang akan mendapatkan pengaspalan hanya sepanjang 600 meter. Mengingat jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama warga untuk menuju dusun-dusun lainnya, pihaknya pun kembali berharap agar ruas jalan tersebut segera mendapat perbaikan. ‘’Harapan kami biar jalan itu segera diperbaiki pemerintah. Karena kerusakan tersebut sering dikeluhkan warga,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bangli Ida Bagus Wediatmika mengatakan, pihaknya sudah memprogramkan perbaikan jalan tersebut di tahun 2017. ‘’Sudah diprogramkan tahun 2017. Sekarang di tahun 2016, perbaikannya diambil dari bawah dari Banjar Batu Meyeh menuju Pradi A. Kemudian dilanjutkan di tahun 2017,’’ jelasnya. (kmb40)
Budi Daya Mangga Brazil di Yeh Mampeh
Panen di Luar Musim, Harga Lebih Mahal
Bali Post/sos
MANGGA BRAZIL - Mangga Brazil yang dikembangkan di Banjar Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan.
Bangli (Bali Post) Lereng Gunung Batur tepatnya di Banjar Yeh Mampeh, Batur Selatan, Kintamani, tak hanya potensial untuk pengembangan tanaman hortikultura saja. Daerahnya yang dominan berpasir dan berbatu ternyata juga potensial untuk pengembangan mangga Brazil. Menariknya, buah yang bercita rasa asam manis ini panen di luar musim. Berdasarkan pantauan, penanaman mangga ini dilakukan oleh petani dengan meratakan lahan yang berbatu. Supaya pertumbuhannya baik, lubang sedalam satu meter yang dijadikan tempat pe-
nanaman diisi dengan tanah subur. Di daerah tersebut, ketersediaan air masih menjadi persoalan. Menyikapi kondisi itu, dalam penyiraman petani menggunakan pola infus yakni dengan meletakkan jerigen berukuran sedang yang bagian bawahnya dilubangi dan selanjutnya diisi air. Cara ini cukup efektif untuk menghindari tanaman layu akibat terpapar panas matahari. Perbekel Batur Selatan I Gede Sarjana menuturkan, pengembangan mangga Brazil di daerah tersebut sudah berlangsung sejak 1990, setelah masyarakat meninggalkan pertanian jeruk nipis
lantaran terserang hama. Meskipun lokasinya berpasir dan sulit air, pertumbuhan mangga cukup baik. Serangan hama nyaris tidak ada. ‘’Pertumbuhannya cukup bagus. Cocok dengan daerah itu,” ujarnya belum lama ini. Mangga yang dibudidayakan tak hanya memiliki buah yang cukup besar. Waktu panennya juga berlangsung di luar musim, yakni sekitar November dan Desember. Berbeda dengan mangga di daerah lain, salah satunya Buleleng yang panennya September. Perbedaan waktu ini mengakibatkan harga jual mangga Brazil cenderung lebih mahal dibanding jenis
lainnya. ‘’Dengan panen di luar musim, harga mangga Brazil ini jadi lebih mahal. Bisa Rp 20 ribu per kilogram,’’ tuturnya. Penjualan mangga Brazil tak hanya menyasar sejumlah pasar di Bali saja, namun sudah merambah ke daerah Jawa. Biasanya mangga diambil langsung oleh pengepul. Sektor pertanian ini cukup mampu mendongkrak penghasilan warga sekitar. ‘’Dulu ada juga yang mengembangkan mangga harum manis dan mangga madu. Tapi karena mangga Brazil hasilnya lebih bagus, itu berkurang,’’ pungkas Sarjana. Plt. Kepala Dinas Perta-
nian, Perkebunan, dan Perhutanan Bangli Ni Wayan Manik, Kamis (8/9) kemarin mengatakan, daerah Yeh Mampeh memang sangat potensial untuk pengembangan mangga tersebut. Hal itu tak lepas dari kondisi lingkungannya yang cukup mendukung. Guna menggenjot produksinya, tahun ini pihaknya memberikan dukungan berupa pengadaan bibit. ‘’Lokasinya sangat cocok. Begitu juga prospeknya. Masyarakat sekarang sudah menjadikan buah itu sebagai kebutuhan utama. Jadinya ini akan terus kami kembangkan,’’ terangnya. (kmb45)
GIANYAR
Jumat Paing, 9 September 2016
9
Volume Sampah Meningkat, DKP Lembur Gianyar (Bali Post) -
Peningkatan volume sampah pascahari raya Galungan sudah menjadi momen rutin. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Gianyar pun berupaya keras menangani hal tersebut, salah satunya dengan meningkatkan jam kerja personel alias lembur. Kabid Persampahan DKP Gianyar Made Suastika, Kamis (8/9) kemarin, mengatakan, peningkatan volume sampah di Kabupaten Gian-
yar pascahari raya ini mencapai 25 hingga 30 persen. ‘’Dari jumlah biasanya sampah di Gianyar mencapai 500 meter kubik, namun saat hari raya
Galungan mengalami peningakatan mencapai 650 meter kubik bahkan lebih,’’ ucapnya seizin Kepala DKP Gianyar I Wayan Kujus Pawitra.
Gianyar (Bali Post) Selain menjaga ketertiban dan keamanan wilayah, para pecalang di Desa Manukaya Let juga rutin melakukan sosialisasi etika berbusana ke pura kepada setiap pengunjung Pura Tirta Empul. Seperti sosialisasi yang dilakukan Kamis (8/9) kemarin. Hal ini dilakukan agar pengunjung paham bahwa pura bukan tempat untuk fashion show. ‘’Ini kami lakukan agar pengunjung khususnya yang masih muda itu paham etika
berbusana yang sopan saat ke pura sebagai tempat suci, tempat kita berkomunikasi dengan Tuhan,’’ ucap Ketua Pecalang Desa Manukaya Let, Wayan Susila. Sosialisasi yang dilakukan jajarannya seperti pakaian agar mengenakan lengan panjang dan rambut perempuan yang diwajibkan untuk diikat ke belakang. Sosialisasi ini disampaikan oleh pecalang yang berjaga di pintu masuk jeroan Pura Tirta Empul. ‘’Sosialisasi ini khusus
bagi pengunjung yang masuk areal utama Pura Tirta Empul. Sosialisasi disampaikan oleh dua orang pecalang yang berjaga,’’ katanya. Ditegaskannya, sosialisasi ini menyasar semua pengunjung baik itu wisatawan ataupun warga lokal. Hingga saat ini, sosialisasi dapat diikuti dengan baik oleh para pengunjung. ‘’Kalau mengikat ramput mungkin itu bisa langsung dilakukan. Cuma untuk pakaian, kami hanya mengingatkan,’’ tandasnya. (kmb35)
Pecalang Sosialisasikan Etika Berbusana ke Pura
Dikatakannya, volume sampah sudah mengalami peningkatan mulai Penampahan Galungan hingga Umanis Galungan, kemarin. Ia pun memprediksi peningkatan volume sampah akan kembali terjadi pascahari raya Kuningan. Guna menangani lonjakan sampah, pihaknya pun meningkatkan jam kerja
petugas DKP yang jumlahnya mencapai 180 orang. ‘’Sekarang, petugas yang tersebar di tujuh kecamatan ini harus kerja lembur,’’ katanya. Selain ditangani petugas DKP, penanangan sampah juga dibantu secara swadaya. Hingga kini terdapat 25 lembaga penanganan sampah swadaya di Kabupaten Gi-
anyar. ‘’Semua sampah baik yang diangkut petugas DKP Gianyar dan petugas swadaya dibawa atau dikirim ke TPA Temesi,’’ tandasnya. Lebih lanjut dia menyatakan, penanganan sampah merupakan kewajiban semua komponen masyarakat. Kesadaran semua pihak sangat diperlukan sehingga sampah
dapat dikelola secara maksimal. ‘’Kami kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Sampah rumah tangga juga agar dikeluarkan sesuai jadwal. Hal-hal seperti itu sangatlah berarti dalam upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan Kabupaten Gianyar,’’ ujarnya. (kmb35)
ANTRE - Ratusan pengunjung antre untuk bisa malukat di mata air Pura Tirta Empul.
Bali Post/nik
Umanis Galungan
Umat Hindu Padati Pura Tirta Empul Gianyar (Bali Post) Merayakan hari suci Umanis Galungan, Kamis (8/9) kemarin, ribuan umat Hindu memadati Pura Tirta Empul, Tampaksiring untuk malukat dan melakukan persembahyangan. Kemacetan lalu lintas pun tidak terhindarkan akibat saking banyaknya pengunjung. Berdasarkan pantauan, padatnya kunjungan sudah terlihat sejak pagi. Pengunjung makin membeludak pada siang harinya. Kemacetan lalu lintas pada ruas jalan menuju pura dengan mata air suci ini pun terjadi. Di areal pura, ratusan umat harus antre di pintu masuk
Bali Post/nik
SOSIALISASI - Pecalang Desa Adat Manukaya Let saat mensosialisasikan etika berbusana ke pura kepada pengunjung.
Foto Dibajak, Aktivis Tolak Reklamasi Diperiksa Polisi Gianyar (Bali Post) Diduga akibat foto yang dibajak oleh oknum yang belum diketahui, seorang aktivis tolak reklamasi Teluk Benoa, Kadek Agus Wirasmana, harus diperiksa jajaran Polres Gianyar. Penyelidikan dilakukan petugas lantaran pada akun Twitter dengan foto pemuda asal Desa Lebih itu tertulis status yang dianggap polisi melecehkan Pancasila. Informasi dihimpun, akun Twitter @banaspati2001 itu, memang memajang foto Kadek Agus Wirasmana, yang terlihat memberi hormat kepada bendera ForBALI sebagai bentuk dukungan perjuangan. Pada akun yang belum diketahui pemiliknya ini juga tertulis status ‘’Indonesia Sudah Mati, Pancasila Was Dead’’. Akibat status tersebut, Kadek Agus Wirasmana atau yang akrab disapa Dek Agus didatangi jajaran Polres Gianyar yang dipimpin Ipda I G.N. Winangun. Ni Wayan Ranis, ibu dari Kadek Agus Wirasmana, membenarkan bahwa putra keduanya ini didatangi poli-
si pada Minggu (4/9) malam. Dikatakan, di Mapolres Gianyar, Dek Agus menjalani pemeriksaan hingga Senin dini hari. ‘’Polisi mendatangi anak saya sekitar pukul 11 malam. Saya terkejut sekali malam-malam polisi datang. Kemudian bersama suami saya ikut ke Polres,’’ jelasnya. Wayan Ranis menceritakan, di Mapolres Gianyar, polisi melakukan pemeriksaan terkait kepemilikan akun @banaspati2001. Kala itu di hadapan polisi, Dek Agus menegaskan bahwa foto profil yang digunakan memang miliknya, namun ia tidak tahu-menahu terkait akun Twitter tersebut. ‘’Foto itu memang milik anak saya dan pernah di upload melalui akun Instagram-nya. Namun untuk akun Twitter itu bukan punya anak saya, apalagi membuat status itu (melecehkan Pancasila - red), bukan anak saya membuat,’’ terang Ranis. Meski sudah dijelaskan demikian, polisi tetap menyita celana, HP dan baju yang
Gianyar Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianyar - 947261 BNN Kabupaten Gianyar - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289
Koramil Blahbatuh Koramil Tegallalang Koramil Tampaksiring Koramil Sukawati Koramil Ubud Koramil Payangan Siaga Lantas/TMC Gianyar Polsek Gianyar Polsek Blahbatuh Polsek Tampsiring Polsek Tegallalang Polsek Sukawati Polsek Ubud Polsek Payangan
- 941167 - 974792 - 901601 - 297564 - 975314 - 974793 - 945820 - 944510 - 941165 - 901110 - 901575 - 298723 - 975316 -974794
bertuliskan tolak reklamasi milik Dek Agus. ‘’Sampai sekarang itu masih disita. Kata polisi untuk pemeriksaan menelusuri pemilik akun Twitter,“ tandasnya. Sementara itu, Kapolres Gianyar AKBP Waluya, Kamis (8/9) kemarin, membenarkan bahwa pihaknya sudah memeriksa dan menyita sejumlah barang milik Kadek Agus Wirasmana karena terkait kasus pelecehan terhadap Pancasila. Dijelaskan, pemeriksaan ini berawal dari atensi tim Cyber Polda Bali yang mendeteksi adanya pelecehan lambang negara. ‘’Kemarin awalnya ada informasi dari Cyber Polda terkait ini dan informasinya oknum itu dari seputaran Gianyar,’’ katanya. Hasil pemeriksaan sementara, lanjut AKBP Waluya, akun Twitter itu bukan milik Kadek Agus Wirasmana. Meski demikian, sejumlah barang milik pemuda asal Desa Lebih ini masih diselidiki di Mapolda Bali. ‘’Masih dilakukan pemeriksaan di Polda terkait status di Twitter itu. Sementara hasil pemeriksaan memang fotonya benar, tapi kemungkinan foto itu diambil oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab,’’ ucapnya. Disinggung adanya intervensi polisi terhadap perjuangan pemuda menolak reklamasi Teluk Benoa, AKBP Waluya membantahnya. Dia mengatakan, pihaknya tidak bermaksud melakukan intervensi apalagi selama ini aksi di lapangan oleh pemuda Gianyar yang tergabung dalam ForBALI itu berlangsung tertib. ‘’Tentu tidak sampai begitu, apalagi selama ini aktivis tolak reklamasi sudah tertib. Yang jelas pemeriksaan ini hanya karena ada pelecehan lambang negara, itu saja,’’ tegasnya. (kmb35)
menuju lokasi pancuran tempat malukat. Di tempat malukat pun, umat membuat jalan ular untuk antre melakukan ritual pembersihan melewati satu per satu pancuran. Salah seorang pamedek, Wayan Arta, mengaku rutin melakukan panglukatan di Pura Tirta Empul setiap Umanis Galungan. Dikatakannya, beberapa hari sebelumnya dia sudah sibuk mempersiapkan kelengkapan upacara Galungan, hingga sembahyang di Pura Kahyangan Tiga desa masingmasing pada hari raya Galungan. ‘’Galungan kan sudah sembahyang di pura di desa masing-masing, ya sekarang
saat Umanis Galungan saatnya malukat dan sembahyang di sini (Pura Tirta Empul -red),’’ ucapnya. Pria asal Tabanan ini mengaku tidak mempersoalkan kroditnya arus lalu lintas menuju pura atau pun harus antre berjam-jam untuk bisa malukat di mata air pura ini. ‘’Kalau sudah dapat malukat, rasanya sudah puas sekali. Artinya macet kendaraan dan antre berjam-jam itu terbayarkan dengan bisa malukat,’’ tandasnya. Ketua Pecalang Desa Manukaya Let Wayan Susila saat ditemui di Pura Tirta Empul mengatakan, membeludaknya
pengunjung saat Umanis Galungan sudah menjadi momen rutin. ‘’Ini sudah rutin. Setiap Umanis Galungan dan Umanis Kuningan itu pasti banyak krama yang malukat,’’ katanya. Terkait kondisi ini, pihaknya pun sudah meningkatkan jumlah personel pecalang yang bertugas. Bila hari biasa hanya dikerahkan lima hingga sepuluh pecalang, saat hari khusus ini dikerahkan lima belas pecalang untuk satu shift. ‘’Dari 50 personel kami sudah turunkan 15 pecalang untuk satu kali shift. Artinya, shift kedua nanti diganti lagi pecalang lainnya,’’ ucapnya. (kmb35)
KLUNGKUNG
10
Jumat Paing, 9 September 2016
Lembongan Terus Suarakan Tolak Reklamasi
Semarapura (Bali Post) –
Aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa menjalar hingga pelosok wilayah, termasuk di Nusa Lembongan yang merupakan kepulauan yang dikelilingi pantai pasir putih. Pemuda Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, menyuarakan penolakan tersebut dengan memasang baliho di jalan-jalan dan di tengah laut. Koordinator Aksi I Komang Diktat mengatakan, gerakan tolak reklamasi digelar dengan melibatkan anak muda Lembongan dan Jungutbatu. Aksi makin gencar setelah tiga banjar adat di Nusa Lembongan dengan lantang menegaskan menolak reklamasi, yaitu Banjar Kaja, Kawan dan Dlod. “Kami menggelar aksi menyatakan sikap menolak reklamasi didukung tiga banjar adat berdasarkan paruman krama banjar masing-masing,” tegasnya belum lama ini. Menurutnya, aksi penolakan dilakukan mulai dari banjar masing-masing dengan memasang baliho di berbagai tempat dan berkumpul di Pura Segara bersembahyang bersama memohon agar Perpres Nomor 51 Tahun 2014 dicabut. Ia mendesak bendesa adat bersikap berdasarkan hasil paruman di masing-masing banjar dan terus berjuang sampai perpres dicabut. Pihaknya merencanakan aksi yang lebih besar lagi di Nusa Lembongan, namun masih menunggu konfirmasi dari teman-temannya di Nusa Penida. “Kami sudah berkomunikasi, tinggal menunggu momen yang tepat untuk aksi yang besar di Kecamatan Nusa Penida,” ujar Diktat. (dwa)
Bali Post/dwa
LEMBONGAN - Aksi menolak reklamasi Teluk Benoa di Pantai Nusa Lembongan.
Pascadisidak Bupati Suwirta
RSUD Rombak Layanan Apotek dan Operasi
Semarapura (Bali Post) – Pascadisidak Bupati I Nyoman Suwirta, Senin (5/9) lalu RSUD Klungkung mulai berbenah untuk meningkatkan seluruh pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan apotek yang selama ini dikeluhkan lambat akan ditambah SDM serta mengoptimalkan sitem informasi dan teknologi (IT). Sementara kamar operasi (OK) emergency dimaksimalkan penggunaannya dengan menambah shift kerja.
Bali Post/dwa
PASIEN – Salah satu pasien suspek DBD di RSUD Klungkung.
Hari Raya
RSUD Dipenuhi Pasien DBD Semarapura (Bali Post) –
Pasien suspek demam berdarah dengue (DBD) memenuhi RSUD Klungkung sejak Hari Raya Galungan, Rabu (7/9). Petugas medis dan administrasi sampai kewalahan melayani pasien. Saking penuhnya ruang perawatan, pasien DBD terpaksa diinapkan sementara di ruang UGD. Di UGD berderet pasien yang didominasi kasus suspek DBD menunggu untuk mendapatkan rawat inap di ruang perawatan. Petugas di sal perawatan harus menambah tempat tidur agar dapat menampung pasien. “Kami terpaksa taruh bed berdesak-desakkan di ruang sal C,” ujar seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya. Dirut RSU Dr. Made Kesuma membenarkan serbuan pasien yang didominasi kasus suspek DBD. Untuk mengatasi membeludaknya pasien, pihaknya mengefektifkan dokter jaga yang khusus menangani rawat inap. RSU juga berupaya memaksimalkan layanan antisipasi dengan menempatkan delapan tempat tidur cadangan di ruang radiologi. “Kami siapkan ruang cadangan untuk mengantisipasi membeludaknya DB,” ungkapnya. Sementara itu, Kabid Pengendalian Dinas Kesehatan Klungkung Wayan Jaya Putra tidak kunjung mengangkat telepon saat diminta konfirmasinya terkait peningkatan kasus DBD. (dwa)
Dirut RSUD Klungkung Dr. I Nyoman Kesuma, Kamis (8/9) kemarin mengungkapkan pihaknya akan merombak pelayanan mulai dari apotek dan OK emergency. Pasalnya, antrean pada kedua pelayanan tersebut sering dikeluhkan. Antrean apotek cukup panjang sehingga pengunjung sampai menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menunggu obat. Sementara di ruang operasi, antrean pasien untuk mendapatkan penanganan sudah mencapai November. Menurutnya, RSUD Klungkung masih kekurangan tenaga di pelayanan apotek. Pada anggaran perubahan ini akan diusulkan pengadaan enam asisten apoteker dan tiga apoteker. Selain itu, pelayanan bakal diperkuat dengan lima tenaga IT. ‘’Saat ini pelayanan sistem RSUD yang telah memiliki dua unit server terintegrasi belum maksimal
penggunaannya,’’ katanya. Selain karena minimnya pendampingan tenaga apotek, kendala juga disebabkan teknis jaringan yang mengalami gangguan. Penambahan SDM diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dengan mengurangi pencatatan manual dan mengoptimalkan sistem IT. “Kami akan arahkan tenaga IT untuk melakukan pendampingan sehingga pelayanan menggunakan IT bisa jalan. Sudah ada dua server, hanya infrastruktur kurang mendukung sehingga banyak input data agak lambat loading,” jelasnya. Sementara itu, antrean pasien operasi yang panjang atau hingga November dikarenakan keterbatasan ruang. Hanya ada dua kamar operasi yang merupakan OK emergency. Rencana pembuatan lima kamar operasi baru bisa dilakukan paling cepat pada anggaran 2017. Untuk me-
Bali Post/dwa
SIDAK - Pelayanan RSUD Klungkung disidak Bupati I Nyoman Suwirta, Senin (5/9) lalu. nyiasatinya, pihaknya akan menambah tim operasi agar dapat memberlakukan dua shift kerja. RSUD Klungkung juga
akan merombak ulang sistem antrean agar nantinya kamar operasi bisa dimanfaatkan setiap hari. “Sekarang penanganan operasi spesialisasi
dijadwalkan per hari. Kami akan diupayakan agar tiap hari dapat diambil operasi dengan berbagai spesialisasi,” ungkap Kesuma. (dwa)
Polwan dan PNS Dilatih Gunakan APAR Semarapura (Bali Post) –
Bali Post/kmb
PADAMKAN API - Anggota Polwan Klungkung dilatih cara menggunakan APAR untuk memadamkan api.
Untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menangani kebakaran, Kapolres Klungkung AKBP F.X. Arendra Wahyudi memberikan pelatihan memadamkan kobaran api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Personel Polres yang dilatih adalah anggota Polwan dan PNS di halaman depan Mapolres, Kamis (8/9) kemarin. Pelatihan memadamkan api menggunakan APAR untuk anggota Polwan dan PNS ini sebagai langkah pengecekan dan uji coba alat perlengkapan penanggulangan bencana alam yang dimiliki Sat. Sabhara Polres Klungkung, apakah masih bisa berfungsi dengan baik atau tidak.
Sebelum memberikan pelatihan, Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Nengah Sadirata dan para kasat memeriksa dan mengecek alat dan perlengkapan penanggulangan bencana alam yang dimiliki Satuan Sabhara Polres Klungkung. Satuan Sabhara Polres memiliki sejumlah alat dan perlengkapan untuk menanggulangi bencana alam diantaranya satu protektor, dua set kayak, dua set kano, empat unit senso, 14 unit APAR, 10 unit kendaraan roda dua, empat unit kendaraan roda empat dan dua unit kendaraan roda enam. Semua alat penanggulangan bencana alam yang dimiliki Satuan Sabhara masih berfungsi dengan baik. Hal ini terbukti saat digunakan oleh
anggota Polwan dan PNS Polres dalam pelatihan. Meskipun anggota Polwan dan PNS terlihat sedikit kaku memegang APAR yang berbentuk tabung, mereka bisa menggunakannya dengan baik dan benar. Kapolres menyatakan pelatihan cara memadamkan api mempergunakan APAR sangat penting diketahui anggota Polwan dan PNS di lingkungan Polres. Semua ini sebagai bentuk kesiapan dan kesiapsiagaan Polres Klungkung bila sewaktu-waktu dikerahkan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat pada saat terjadinya bencana alam. “Intinya, pelatihan ini diberikan agar personel Polres siap dan siaga memberikan bantuan jika terjadi bencana alam,” tegas Arendra. (kmb)
Penangkapan Kapal di KKP Nusa Penida
Nakhoda Diamankan, ABK Kabur Semarapura (Bali Post) –
Bali Post/kmb
TANGKAP - Tim gabungan menangkap sebuah kapal yang menangkap ikan menggunakan mesin kompresor di zona terlarang perairan Nusa Penida beberapa hari lalu.
Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida kembali dimasuki penangkap ikan ilegal. Sebuah kapal yang menangkap ikan menggunakan kompresor di zona terlarang ditangkap tim gabungan yang terdiri atas anggota Pol Air, AL dan Polsek. Kapal berlambung Akbar Jr 5 itu ditemukan menangkap ikan oleh tim gabungan ketika melakukan patroli di bagian tenggara, tepatnya di Pantai Suwehan, Dusun Watas, Desa Tanglad, Senin (5/8) lalu. Sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas sekitar pukul 10.30 Wita, karena pencuri kabur ketika diberikan peringatan. Berkat ketangkasan petugas dan kapal boat yang andal, tim gabungan berhasil men-
ciduk kapal penangkap ikan yang dinakhodai Zainal dengan lima orang ABK tersebut di tengah laut. Petugas kemudian turun menggeledah seisi kapal, termasuk mengecek surat surat dan identitas nahkoda serta ABK. Petugas menemukan alat kompresor yang dilarang dan hasil tangkapan ikan 30 kilogram. Petugas langsung menindak nakhoda dan ABK yang ada di kapal. Apalagi setelah digeledah seluruh ABK tidak membawa identitas. Sang nakhoda Zainal juga tidak bisa menunjukkan surat-surat terkait kapal yang dioperasikannya. Nakhoda dan satu ABK diamankan ke boat patroli, sedangkan ABK lainnya bersama kapalnya digiring ke Pelabuhan Sampalan. Setelah ditinggal balik
melakukan patroli ke tempat lain, ternyata ABK lainnya tidak kunjung merapat ke Pelabuhan Sampalan. Kapal tersebut disebut-sebut balik arah menuju Bali. Kejadian ini diakui Kepala UPT KKP Nusa Penida I Nyoman Karyawan ketika diminta konfirmasinya, Kamis (8/9) kemarin. Tim gabungan mengejar kembali kapal penangkap ikan yang menggunakan kompresor tersebut. Akan tetapi upaya yang dilakukan tim gabungan ke arah timur tidak membuahkan hasil. “Kami pantau lagi posisi kapal hingga pukul 16.00 Wita, tetapi tidak ditemukan. Kapten dan ABK kapal yang kami bawa dititipkan dulu di Polsek untuk proses lebih lanjut,” tegas Karyawan.
Zainal telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Ia mengaku berangkat, Minggu (4/9) sore dari Serangan, Denpasar dan baru turun menangkap ikan setelah berlayar sekitar 30 kilometer. Dari pemeriksaan sementara, ABK diketahui pemilik kapal bernama Hidayat. Tim gabungan juga memergoki Speed Boat Amfibi yang melakukan kegiatan spear fishing di dekat zona inti dan kawasan wisata. Kapal boat ini juga diberikan peringatan pertama agar menghentikan kegiatan ketika tim menuju perairan mangrove. Akan tetapi, setelah tim balik dari Lembongan, Boat Amfibi itu masih melepaskan tamu. Mereka baru berhenti melakukan kegiatan setelah diberikan peringatan kedua. (kmb)
Jumat Paing, 9 September 2016
BULELENG
11
Bocah ’’Suspect’’ Rabies di Dencarik
Bali Post/kmb38
PEREKAMAN E-KTP- Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. meninjau perekaman e-KTP di kantor Kecamatan Seririt Kamis (8/9) kemarin.
Warga Seririt Antre Rekam E-KTP
Singaraja (Bali Post) – Tidak ingin data kependudukan non-aktif, hal itu memotivasi warga di Kecamatan Seririt rela antre berjam-jam untuk melakukan perekaman e-KTP. Antrean ini tidak terelakkan, soalnya bukan saja petugas terbatas juga komputer. Untuk mengurai antrean, perekaman dilakukan, kendati dalam suasana libur hari Umanis Galungan Kamis (8/9) kemarin. Di wilayah ini tercatat 10 ribu warga wajib KTP, sejauh ini belum melakukan perekaman data kependudukan. Informasi yang dikumpulkan di lapangan, sejak pagi warga dari berbagai desa dan kelurahan datang ke kantor camat. Mereka mengendarai sepeda motor dan kendaraan roda empat. Begitu tiba di kantor camat, warga harus mencari nomor antrean untuk mendapat giliran perekaman. Tak sampai setengah hari, 202 warga sudah antre. Dari jumlah pendaftar itu hanya 35 orang yang bisa dilayani. Masalahnya, lambatnya pelayanan karena operator dan sarana hanya tersedia dua unit komputer. Komputer satu melayani antara 17 pendaftar dan komputer dua melayani 18 orang pendaftar. Camat Seririt Riang Pustaka mengatakan, membeludaknya warga yang melakukan perekaman karena warganya sudah mendapat informasi pelayanan e-KTP berakhir 30 September 2016 ini. Warga pun seperti waswas jika tidak melakukan perekaman hingga bulan ini, kawatir data kependudukannya nonaktif. Situasi ini setidaknya membuat warga wajib KTP yang tercatat mencapai 10 ribu orang, itu mulai sadar harus melakukan perekaman sebelum batas waktu deadline perekaman. “Membeludaknya warga melakukan perekaman setelah kami informasikan melalui perbekel dan klian
dusun (kadus) bahwa perekaman itu tinggal belasan hari saja, sehingga mereka secepatnya memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan perekaman e-KTP,” katanya. Antrean perekaman tidak bisa dihindari, kata Riang karena operator dan komputer masih terbatas. Sesuai jatah yang diterima, pihaknya hanya menugaskan dua operator dan menyiapkan dua unit komputer berserta perangkat penunjangnya. Dari peralatan itu, perekaman seperti lambat, sehingga antrean tidak terelakkan. Meski demikian, pihaknya berupaya agar sisa batas waktu berakhir, warga yang belum melakukan perekaman bisa terlayani, sehingga tidak sampai ada data kependudukan yang masuk kategori nonaktif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan lembur termasuk memanfaatkan masa libur Galungan, Kuningan dan hari libur lainnya. “Jangankan warga kita sendiri juga waswas kalau sampai batas waktu warga tetap tidak bisa melakukan perekaman, data kependudukannya akan non-aktif. Kami tidak menginginkan itu terjadi, sehingga kami harus bekerja keras, agar semakin banyak warga bisa melakukan perekaman,” imbuhnya. Perekaman e-KTP yang diwarnai atrean ini dipantau Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Putu Ayu Reike Nurhaeni. Dari pantauannya itu, Wakil Bupati melihat kinerja operator dan peralatannya. Meski operator dan komputer terbatas, pihaknya memotivasi operator bekerja keras, sehingga dalam sisa waktu ini seluruh warga wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman sebanyak 10 ribu orang itu bisa dilayani secara optimal. (kmb38)
Distanak Kesulitan Temukan Anjing Liar
Singaraja (Bali Post) – Upaya penelusuran anjing liar yang menggigit bocah SD, FY, pasien suspect rabies gagal dilakukan Distanak Buleleng. Alasannya, anjing liar tersebut tidak jelas siapa pemiliknya. Pasca-anjing liar menyerang korban hingga meninggal, kasusnya terlambat dilaporkan kepada tim reaksi cepat penanggulangan rabies di Dinas Pertanian dan Peternakan. Kepala Distanak Nyoman Swatantra Kamis (8/9) kemarin di Singaraja, mengatakan, berdasasrkan standar operasional prosesur (SOP), setiap muncul kasus gigitan anjing itu, tim reaksi cepat yang sudah dibentuk mengambil sempel kepala anjing liar itu. Ini dilakukan untuk memastikan apakah anjing liar itu positif menularkan rabies atau tidak. Namun untuk kasus gigitan di Dusun Bajangan, laporan terlambat diterima tim reaksi cepat penanggulangan rabies di Bali Utara. Atas kondisi ini, anjing liar tersebut dicurigai masih berkeliaran. Akibatnya, situasi ini berpotensi memunculkan kasus gigitan lainnya.
“Kasusnya terjadi Juni 2016. Dan kita belum menerima laporan baik dari warga atau aparat terkait. Harusnya begitu terjadi gigitan dilaporkan, sehingga anjingnya bisa ditangkap dan diambil sempel kepala untuk meneliti apakah anjing itu menularkan rabies atau tidak,” katanya. Meski gagal mendapatkan anjing liar itu, Distanak tetap melakukan upaya agar kasus gigitan di Dencarik itu bsia dicegah. Upaya yang dilakukan mulai dari penyisiran di Desa Dencarik hingga melakukan vaksinasi rabies susulan. Dengan langkah ini diyakini bisa mencegah jangan sampai terjadi kasus serupa hingga
Pakai Knalpot Brong
Belasan Remaja Diciduk Lalu Dibina Singaraja (Bali Post) Tiga belas remaja diciduk polisi karena melakukan aksi kebut-kebutan di jalanan saat Umanis Galungan, Kamis (8/9) kemarin. Aparat Polsek Kota Singaraja terpaksa menciduk remaja tanpa memakai helm dan menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong. Kelompok anak muda tersebut rata-rata masih duduk di bangku SMP dan SMA. Ketiga belas remaja terdiri atas dua perempuan sebelas laki-laki. Mereka mengatasnamakan kelompok ‘Young Different Dangerous’. Beberapa motor yang mereka kendarai bahkan ditemukan tanpa mengguna-
kan plat nomor polisi. Awalnya, mereka hendak dirazia Polsek Sawan ketika melintas di Jalan Desa Kerobokan, Sawan. Menyadari tanpa melengkapi identitas diri, gerombolan remaja itu menggeber sepeda motornya memasuki areal Terminal Penarukan. Polsek Kota Singaraja yang dikontak langsung menghentikan laju kendaraan mereka. Selanjutnya menggiring tiga belas remaja itu ke Polsek Kota. Remaja itu sudah dikategorikan melanggar cara berlalu lintas yang baik. Mereka telah mengganggu Kamtimbas dan mengkhawatirkan orang lain. “Kami beri mereka
Suara Buleleng Pedagang Bermobil
Ucapan terima kasih kepada Satpol PP Pemkab Buleleng atas telah ditertibkannya pedagang bermobil yang berjualan di atas trotoar dan badan jalan. Penertiban tersebut agar dilakukan berkelanjutan karena pedagang bermobil itu sangat merugikan pedagang yang sudah membayar pajak dan mengganggu arus lalu lintas. Komang Suparta, Kerobokan
Bali Post/kmb34
KNALPOT BRONG - Tiga belas remaja diberi pembinaan di lapangan saat apel di Mapolsek Kota Singaraja. Mereka diciduk karena memakai knalpot brong. Remaja lainnya tanpa mengenakan helm ketika melancong pada hari Umanis Galungan, Kamis (8/9) kemarin.
Ratusan Warga Gretek Krisis Air Bersih
Menunggu Uluran Pemkab WARGA Dusun Gretek Desa Sambirenteng, Tejakula hingga kini masih mengalami krisis air bersih. Sekitar 650 kepala keluarga (KK), warga di wilayah berbukit ini kesulitan air bersih. Bagaimana harapan warga menerima kenyataan yang relatif tidak adil ini? Kondisi parah terjadi ketika musim kemarau tiba. Pada masa sulit ini, warga terpaksa mengeluarkan uang hingga Rp 1,2 juta untuk membeli air bersih agar bisa digunakan MCK –mandi cuci kakus -- termasuk memasak. Kesulitan yang dialami warga itu mengemuka saat Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menggelar masa reses di Balai Kelompok Munduk Sari, Dusun Gretek belum lama ini. Salah seorang warga, Ketut Riana, mengungkap-
kan kepada dewan betapa sulitnya mendapat pasokan air bersih ketika kemarau tiba. Kondisi ini terjadi sejak bertahun-tahun. Masa peceklik air rutin, khususnya saat musim kemarau. Saat ini, warga mengandalkan pasokan air bersih dari cubang yang ada di pusat dusun serta daerah terdekat lainnya. Ketika kemarau, persedian airnya sudah pasti semakin minim, sehingga stok air di sana tidak mencukupi kebutuhan air bersih warga. Atas kondisi ini, warga terpaksa
Bali Post/mud
KRISIS AIR - Warga Dusun Gretek Desa Sambirenteng, Tejakula mengungkapkan krisis air bersih yang melanda setiap musim kemarau dan hingga kini belum ada upaya penanganan.
menelan korban jiwa lainnya. Eliminasi terhadap anjing liar yang tidak jelas pemiliknya, dalam waktu dekat ini akan dilancarkan. Anjing liar yang berhasil dieliminasi, kepalanya akan diambil untuk diuji di Balai Besar Veteriner (BB-VET) Denpasar. Hasil ini sekaligus menentukan apakah anjing liar di wilayah itu tertular rabies atau sebaliknya. Apalagi, untuk wilayah Kecamatan Banjar bawah, meliputi Desa Temukus, Dencarik, dan Desa Banjar selama ini tidak ditemukan anjing yang positif terjangkit rabies. “Tim reaksi cepat masih melakukan penyisiran sambil melakukan vaksinasi susulan dan anjing
membeli air tangki dengan harga relatif mahal. Bahkan, ketika puncak krisis air, warga harus mengeluarkan biaya hingga Rp 1,2 juta untuk membeli air bersih. “Kalau belum masa puncak kemarau, air di cubang ini masih cukup. Tetapi, kalau sudah puncak kemarau, debitnya turun, sehingga kami mau tidak mau membeli air bersih. Situasi seperti ini sudah terjadi sejak lama. Kami harapkan ada perhatian dari Pemkab Buleleng agar persoalan ini bisa diatasi,” harapnya Sumber air di wilayahnya kata Riana, masih tersedia cukup. Beberapa lokasi sumber air itu debitnya tergolong besar. Hanya, untuk mengalirkan air dari sumbernya itu perlu biaya tinggi. Dia memperkirakan, biaya mengalirkan air itu sekitar Rp 750 juta untuk membeli mesin pompa termasuk pipa instalasinya, sehingga air dari sumbernya itu bisa disedot hingga di bak penampungan. Dari bak penampungan itu baru dialirkan ke rumah penduduk dengan teknik gravitasi. “Sumber air itu ada di tanah milik pribadi. Kendalnya mesin penyedot dari pipa jaringan. Semoga pemkab memberi prioritas kesulitan ini, sehingga persoalan krisis air bersih ini bisa teratasi dengan elegan,’’ pinta Riana sembari diiyakan warga lainnya. Ketua Dewan, Supriatna, mengatakan, pemerintah daerah selama ini sudah fokus mengatasi persoalan
air bersih. Untuk mengatasi krisis air bersih di Buleleng Timur, Pemkab telah membangun jaringan air bersih dengan mengalirkan air dari sumber mata Air Sanih, Kubutambahan. Upaya ini diharapkan bisa juga membantu warga di Dusun Gretek, agar bisa terlepas dari krisis air bersih ini. Alternatif lain ditawarkan yakni Pemkab agar bisa mengalokasikan anggaran guna membantu pengambilan air dari sumber air yang sudah ada di lokasi. Dengan cara itu, pihaknya yakin tahun depan, pemerintah bisa memprioritaskan membangun jaringan air bersih di Dusun Gretek dan sekitarnya. “Kami akan berusaha komunikasikan dengan pemerintah, terkait krisis air di Dusun Gretek ini. Semoga bisa cepat terwujud, kalau sudah ada sumber airnya, biasanya program yang diusulkan itu dipioritaskan,” jelasnya. Selain persoalan air bersih, kondisi jalan di Bulelng Timur masih mengalami kerusakan. Akses jalan juga perlu ditangani segera dan diharapkan masuk skala prioritas pemkab pada tahun-tahun berikutnya. Kerusakan jalan itu sudah pasti menyusahkan perputaran perekonomian dari desa ke kota. Pasalnya, warga atau pihak pembeli hasil kebun dan komoditas lainnya akan kesulitan melintas. Dampaknya, hasil kebun warga nilai tawarnya menjadi rendah. Alasannya, karena harus dipotong biaya angkut tinggi. (mud)
pembinaan dini. Tiga belas remaja itu supaya tidak mengulangi perbuatannya. Jangan sampai kebut-kebutan tanpa melengkapi identitas kendaraan, menggunakan knalpot brong, dan tanpa helm. Tujuh motor mereka sementara ditahan. Kami akan panggil orangtua masing-masing,’’ ujar Kapolsek Kota Singaraja, Kompol I yoman Suarnata, seizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, Kamis (8/9) kemarin. Sejumlah remaja tersebut berencana melancong ke daerah Plaga Petang bertepatan Umanis Galungan. Namun karena melanggar lalu lintas, rencana gerombolan remaja ini batal terlaksana. “Kami tadinya mau main ke Plaga melihatlihat jembatan Bangkung, yang panjang di sana,” tutur seorang remaja inisial Gd. Di antara remaja terdapat ada yang putus sekolah. Mereka mengaku tidak berniat melanggar lalu lintas. Hanya merasa ketakutan dan spontanitas berbalik arah menghindari polisi. “Cuman ikut-ikutan sama teman biar gak penat di rumah. Kami diberi pembinaan pak polisi dan membuat kesepakatan untuk tidak lagi mengulangi perbuatan melanggar atau membahayakan diri sendiri dan orang lain itu,” ucap remaja lainnya. (kmb34)
liar yang masih ditemukan di di sana (Dencarik -red) akan kita eliminasi, sehingga dengan langkah ini paling tidak ancaman terjadi kasus serupa bisa dicegah,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, bocah kelas IV SD, FY (10) warga Dusun Bajangan Desa Dencarik meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng Senin (5/9) lalu. Bocah ini sebelumnya sempat tergigit anjing liar Juni 2016 lalu pada lengan kanannya. Pascagigitan itu, keluarganya sempat memeriksakan korban ke Puskesmas Banjar untuk mencari vaksin antirabies. Korban gagal mendapat suntikan VAR karena anjing yang menggigit belum bisa dipastikan apakah anjingnya positif tertular rabies atau tidak. Sementara mekanisme pemberian VAR anjing yang menggigit dinyatakan positif menularkan rabies.
Atas kondisi itu, keluarga FY membiarkan dan pascagigitan itu kesehatan korban terlihat normal. Namun Minggu (4/9) lalu, kesehatan korban tiba-tiba drop hingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Santi Graha di Desa Sulanyah, Seririt. Di rumah sakit ini, kondisi korban bertambah kritis, hingga dirujuk ke IGD RSUD. Dari pemeriksaan korban menunjukkan tandatanda klinis mirip tertular rabies seperti sesak napas, badan lemas, takut cahaya, dan mengeluh sakit pada lengan kanannya. Setelah dirawat beberapa jam, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir. Hingga kini, penyakit yang diderita korban belum diketahui. Kepastian penyakit itu saat ini menunggu hasil uji sampel air liur korban di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Unud Denpasar. (kmb38)
Jalan Terjal Paket Surya
Singaraja (Bali Post) Tahapan verifikasi menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng berjalan cepat. Proses verifikasi faktual terhadap syarat dukungan bakal pasangan calon dari jalur perseorangan sudah kian jelas konstalasinya. Dari realitas di lapangan, paket independen, Dewa Nyoman Sukrawan - Gede Dharmawijaya (Surya) menemui jalan terjal. Itu mengemuka, usai KPU menuntaskan verifikasi faktual tingkat PPK Selasa (6/9) lalu. Ketua KPU Buleleng, Gede Suardana, M.Si. menjelaskan, pascarekapitulasi di tingkat PPK, akan dilangsungkan verifikasi faktual oleh KPU Buleleng. Jadwalnya Sabtu Senin (10/9 – 12/9) September. Sejauh ini, KPU belum dapat menyebutkan angka pasti hasil verifikasi keseluruhannya. “Untuk hasil akhir tunggu saja proses rekapitulasi hasil verifikasi faktual dari KPU Buleleng,” jelas Suardana Rabu (7/9). Paket Surya selama ini baru mendapatkan 34.933 syarat dukungan. Namun, baru lolos syarat administrasi 18.650 KTP saja. Sedangkan 15.700 tidak memenuhi syarat, termasuk tercatat ada KTP ganda 5.100, jadi totalnya 20.800 tidak memenuhi
Bali Post/kmb34
Gede Suardana, M.Si.
syarat administrasi. Padahal Paket Surya, perlu syarat dukungan minimal 40.283 KTP, agar bisa lolos dari jalur perorangan. Karena itu, kata Suardana sesuai PKPU No. 5 tahun 2016 tentang Pencalonan Bakal Calon Perseorangan, paket Surya itu wajib melengkapi dua kali lipat dari kekurangan syarat minimal setelah dilakukan verifikasi faktual. Syarat minimal dukungan yaitu 40.283. Jadi, harus bisa mencari sejumlah syarat minimal angka segitu lagi. ‘’Paket Surya artinya harus kembali mengumpulkan lagi 41.600 syarat dukungan. jika mereka ingin lolos menjadi calon bupati dan calon wakil bupati Pilkada Buleleng,’’ jelas Gede Suardana. (kmb34)
JEMBRANA
12
Jumat Paing, 9 September 2016
Tenggelam di Sungai, Pelajar SMP Tewas
Negara (Bali Post) Diduga karena tidak bisa berenang, I Putu Deni Gunia Putra (15) tewas tenggelam di Sungai Gelar, Batuagung, Kamis (8/9) kemarin. Pelajar SMP asal Banjar Munduk Kemoning, Desa Dangintukadaya ini ditemukan sudah tak bernyawa beberapa meter dari tempat berenang semula. Dari informasi yang dihimpun, sebelumnya korban berpamitan hendak mandi di Sungai Gelar bersama teman-teman sebayanya sekitar pukul 14.00 Wita. Tiba di sungai mereka lantas mandi di sebelah Selatan Monumen. Saat mandi, diduga korban masuk di sungai yang dalam. Karena tidak bisa berenang, maka korban akhirnya tenggelam. Korban sempat meminta tolong. Begitu mendengar suara itu,
rekan-rekannya langsung berteriak meminta tolong kepada pengunjung sungai lain. Dua saksi, I Gede Sutika (55) dan I Kadek Rai Prianto (26) asal Munduk Kemoning ini langsung melakukan pencarian P e n c a ria n d ila kuka n dengan menyusuri sungai. Sekitar 100 meter dari lokasi berenang, tubuh korban ditemukan. Sayangnya korban sudah tak bernyawa lagi. Ketika ditemukan, korban mengenakan celana pendek biru. Selanjutnya korban langsung dilarikan ke RSUD Negara. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana membenarkan kejadian tersebut. Dari olah TKP, kedalaman sungai tersebut sekitar 170 cm dan lebar 20 meter. (kmb26) Bali Post/olo
BANGUNAN RUSAK - Sejumlah bangunan di tepi Pantai Delodberawah terlihat banyak rusak. Kendati sudah bertahun-tahun rusak tidak kunjung diperbaiki.
Belum Maksimal, Pengembangan Objek Wisata Pantai Delodberawah
Negara (Bali Post) – Objek wisata Pantai Delodberawah sempat ditata. Penataan ini dilakukan untuk mengembangkan objek tersebut supaya ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun manca. Akan tetapi, upaya pengembangan itu belum berjalan maksimal hingga saat ini. Pasalnya, sejumlah sarana tampak masih rusak dan tidak layak, bahkan belum terurus.
Bali Post/olo
RUMAH BEDENG – Rumah bedeng yang dihuni Ni Wayan Bawak di Pangkung Medahan, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan. Kondisi rumah yang ditinggali itu sangat tidak layak huni.
Penataan yang paling terlihat saat itu pada areal Patung Duyung. Sejak tahun 2012, areal ini dibersihkan dari bangunan kafe remangremang dan digantikan dengan warung wisata kuliner. Namun hingga kini masih banyak sampah terlihat di lokasi tersebut. Bahkan seka-
rang ini sejumlah bangunan lawas, seperti gazebo di pinggir pantai bekas toilet dan bangunan lainnya kini telah hancur dan justru memberikan kesan kumuh. Saat malam hari di areal ini juga gelap. Lampu penerangan di sekitar bundaran Patung Duyung itu mati.
Di sisi timur lokasi kolam renang sejatinya juga sering dikunjungi rekreasi warga lokal. Sayang kondisinya kurang mendukung. Areal kolam ikan di sisi utara kini layaknya danau lantaran air meluap hingga menggenangi sejumlah gazebo. Koordinator Front Ke-
Nenek Bawak Lebih Memilih Tinggal di Bedeng bahwa pernah menerima bantuan bedah rumah dengan bangunan yang lebih layak. Namun hanya bertahan beberapa bulan saja dan kembali memilih hidup nomaden. Ia merasa tidak enak tinggal di rumah tersebut. Menurutnya lebih bagus tinggal di tanah saudaranya. Sudah sekitar satu tahun ini ia tinggal di bedeng itu dengan anaknya. Di dalam bedeng kumuh itu, lansia tersebut melakukan semua aktivitas dari tidur hingga masak. Bawak mengaku sudah tidak bisa lama berdiri. Sekujur tubuhnya sudah mengalami tremor. Perbekel Pulukan I Wayan Armawa, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi salah satu warganya, Bawak yang menempati rumah bedeng tak layak huni tersebut. Bawak memang sudah tercatat dalam KK miskin dan pernah menerima bantuan bedah rumah. Akan tetapi, warganya itu memilih hidup di rumah bedeng itu. Sejak menjanda, pemerintah juga telah memberikan bantuan beras, baik raskin maupun lansia. Begitu juga bantuan tunai. Karena kondisinya seperti itu, tak jarang tetangganya membantu dengan memberikan makanan seadanya. (kmb26)
hap. Pada tahun ini memang belum ada, namun ke depan akan dilakukan. Dalam tata ruang, objek wisata pantai ini terintegrasi dengan Perancak. Sementara untuk bangunan yang rusak itu akan diperbaiki tahun depan. “Tahun ini memang tidak ada, hanya perawatan kolam yang rutin dilakukan. Karena juga dibagi untuk objek lain. Tetapi ke depan pasti ada, karena ini masuk kawasan wisata strategis,” ujarnya. (kmb26)
Ditinggal Kerja, Rumah Terbakar
Dapat Bantuan Bedah Rumah
Negara (Bali Post) Program bedah rumah yang tujuannya membantu rakyat miskin, rupanya tidak semua bisa diterima. Buktinya Ni Wayan Bawak, warga Pangkung Medahan, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan. Meski mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah, ia justru memilih tinggal di bedeng yang sejatinya tidak layak huni. Alasannya, ia sudah terbiasa tinggal di bedeng yang dirasa lebih nyaman. Dari informasi, nenek Bawak ini memiliki anak yang mengalami keterbelakangan mental. Rumah bedeng yang ditinggali sekarang ini merupakan tanah milik anak tirinya, I Wayan Ladri. Kondisi rumah tersebut sangat memprihatinkan. Atapnya terbuat dari bekas bungkus semen. Dindingnya dari kayu bakar dan tidurnya beralaskan terpal. Mirisnya lagi, rumah bedeng tersebut hanya berukuran kurang lebih 1 X 1 meter. Saat ditemui wartawan, Kamis (8/9) kemarin nenek Bawak mengaku sudah terbiasa hidup seperti itu. Bahkan di saat hujan, air sering bocor membasahi tempat tinggalnya. Sejak suaminya meninggal (Pekak Camat), ia hidup bersama anaknya selama belasan tahun. Bawak tak menampik
bangkitan Masyarakat Jembrana (FKMJ) I Nyoman Ridja, Kamis (8/9) kemarin mengatakan selama jauh dari pinggir jalan DenpasarGilimanuk, masih akan sulit mengundang wisatawan datang. Wisatawan yang datang hanya saat-saat tertentu saja. Misalnya saat event Makepung. Sementara itu, Kabid Pariwisata Dinas Dikporaparbud Jembrana Nyoman Partika mengatakan pengembangan kawasan objek wisata Delodberawah ini dilakukan berta-
Negara (Bali Post) Rumah I Kadek Irpan di Lingkungan Samiana, Gilimanuk, Kamis (8/9) dini hari kemarin ludes terbakar. Kuat dugaan penyebab kebakaran tersebut karena korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Salah seorang penghuni rumah, Putu Andre (42) yang merupakan kakak korban sempat diselamatkan warga ketika api sudah membakar sebagian rumah. Sedangkan saat kejadian, korban sedang bekerja di Pelabuhan Gilimanuk. Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden kebakaran di rumah korban ini sudah kedua kali. Tiba bulan lalu, dapur korban juga sempat terbakar. Karena cepat ditangani, sehingga hanya dapurnya yang dilalap si jago merah. Untuk kejadian Kamis kemarin ini, kobaran api muncul sekitar pukul 02.00 Wita. Saksi yang pertama mengetahui kebakaran tersebut yakni Ni Luh Sudani (32), tetangga korban. Saat itu saksi terbangun karena mendengar suara retakan seperti kayu patah
Bali Post/olo
OLAH TKP – Polisi melakukan olah TKP di rumah milik warga Gilimanuk yang terbakar, Kamis (8/9) kemarin.
dari arah rumah korban. Curiga dengan suara itu, saksi pun keluar rumah dan kaget melihat kobaran api di bagian atap rumah korban. Mengetahui hal itu, saksi pun berteriak minta tolong. Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Selain memadamkan api, warga juga berupaya mengevakuasi barang-barang yang bisa di selamatkan. Ternyata kakak korban, Andre yang saat itu terlihat masih di dalam kamar langsung diselamatkan keluar rumah. Tak berselang lama, bantuan mobil pemadam kebakaran datang. Petugas pemadam dengan cepat menyemprotkan air ke titik api. Hanya butuh waktu beberapa menit, api berhasil dipadamkan. Sementara Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Anak Agung Gede Arka membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Dari hasil olah TKP, diduga penyebab kebakaran karena korsleting listrik. Akibat kebakaran ini, korban diperkirakan mengalami kerugian Rp 30 juta. (kmb26)
Jumat Paing, 9 September 2016
KARANGASEM
13
Warga Pertima Pertanyakan Program Desa Budaya Amlapura (Bali Post) -
Program desa budaya sempat memberikan angin segar bagi desa-desa tua di Karangasem. Namun, belakangan program dari pemerintah pusat itu tak jelas juntrungannya. Seperti yang terjadi di Desa Pertima Kecamatan Karangasem, program ini tampaknya tersendat-sendat. Meski berstatus desa budaya, namun seperti apa riil program ini belum ada yang tahu. Situasi ini pun dipertanyakan warga setempat. Desa Pertima mewilayahi tiga desa adat, antara lain Desa Adat Perasi, Timbrah, dan Asak. Sejak menjadi desa budaya, memang terlihat banyak perubahan fisik pada desa-desa tersebut. Sejumlah fasilitas sudah mulai dibangun, seperti pembangunan wantilan untuk kegiatan seni budaya, pemugaran pura hingga perbaikan trotoar dan pavingisasi sejumlah ruas jalan. Namun, sejak Satker Kementerian PU memberikan master plan dan terjadi pembangunan fisik tahun 2011, tak ada kelanju-
tan penyelesaian program ini untuk penunjang kunjungan wisatawan ke Karangasem. “Memang sudah desa budaya, tapi ini konsepnya belum tuntas. Sampai sekarang belum ada penyelesaiannya,” kata Perbekel Pertima periode 20082014, Wayan Winda, belum lama ini. Sewaktu dia menjadi perbekel, Satker Kementerian PU waktu itu sudah memberikan konsep master plan pembangunan Desa Budaya Pertima. Konsepnya, pada pintu masuk Desa Perasi dibangun gapura
Bali Post/dok
KEBUN SALAK - Petani di Karangasem banyak yang membabat kebun salaknya dan menggantikannya dengan tanaman lain karena harga salak selalu anjlok setiap musim panen.
Harga Anjlok Saat Panen Raya
Petani Ramai-ramai Babat Kebun Salak
Amlapura (Bali Post) – Petani salak di Karangasem makin banyak yang membabat kebun salaknya untuk dijadikan sawah atau malah beralih fungsi ke nonpertanian menjadi bangunan. Penyebabnya, saat panen raya salak, harganya anjlok dan tidak menguntungkan petani. Hal itu disampaikan anggota DPRD Karangasem Gede Dana, Kamis (8/9) kemarin. Dana mengaku khawatir jika areal kebun salak yang dialihfungsikan makin luas. Padahal, Karangasem memiliki plasmna nuftah salak yang khas Karangasem. ”Salak Karangasem khas, seperti salak nangka di Desa Sibetan dan sekitarnya, juga salak gula pasir,” katanya. Dia meminta Pemkab Karangasem secepatnya membantu petani, sehingga tanaman salak khas Karangasem itu tidak terus dibabat. Misalnya, dirancang Perda yang mengatur perdagangan buah salak dan ditetapkan harga dasar terbawah buah salak. Penetapan harga dasar salak bersifat urgen agar saat panen raya, petani salak tidak rugi karena harganya terlalu rendah. “Kebun salak selama ini sudah dijadikan daya tarik objek wisata agro di Sibetan dan sekitarnya. Kebun salak itu juga menjadi fungsi penting dalam hal konservasi wilayah serapan air hujan,” paparnya. Pembabatan kebun salak banyak terjadi di Banjar Wates, Banjar Pesangkan Desa Duda Timur dan di Bambangbiaung Desa Duda. Perbekel setempat Gede Pawana membenarkan, persawahan di kiri dan kanan jalan by-pass (alternatif) di desanya, dulunya merupakan perkebunan salak. “Warga kami makin banyak yang membabat kebun salak menjadi sawah karena bertanam padi belakangan ini dirasakan lebih menguntungkan dibandingkan harga salak saat musimnya,” ujar Pawana. Di pinggir jalan dari Sibetan sampai ke Desa Peringsari, Selat juga banyak kebun salak dibabat. Kebun dialihfungsikan menjadi toko atau bangunan lainnya. Di lain pihak, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengatakan, pihaknya sudah mengupayakan membantu petani salak. Sebagai contoh, di perkantoran di Karangasem, buah salak saat musimnya dijadikan buah wajib disediakan untuk konsumsi pegawai maupun tamu kantor. “Ke depan, kami bakal membentuk tim untuk menyikapi bagaimana agar harga buah salak saat musim panen tak terus-menerus jatuh sampai Rp 500 per kilogram. Bahkan, karena tak ada harganya, banyak petani yang membiarkannya masak di pohon begitu saja atau membuangnya di pohon,” katanya. (013)
Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres 0363 21220 Polsektif Karangasem 0363 23222 Polsek Kota 0363 21167 Polsek Manggis 0363 41768 Polsek Rendang 0363 23082 Polsek Selat 0363 24187 Polsek Abang 0363 23330 Polsek Kubu 0363 22988 Polsek Sidemen 0363 21709 Polsek Bebandem 0363 22110 Polsek Candidasa 0363 41677 Polsek KP3 Padangbai 0363 41388 Radio Suara Widya
Besakih (SWIB) PMI PDAM PLN BPBD/ESR Badan SAR Pemadam Kebakaran URD RSUD 11 RSUD 12 SMAN 1 Amlapura 13 SMAN 2 Amlapura 14 SMAN 1 Manggis 15 SMPN 1 Amlapura 16 SMPN 2 Amlapura
0363 21791 0363 21789 0363 21363 0363 21711 0363 22173 0363 21135 0363 21113 0363 21011 0363 21470 0363 21152 0363 21254 0363 41668 0363 21288 0363 21483
selamat datang yang cukup besar. Namun, sampai sekarang konsep tersebut belum terealisasi. Kemudian, akses jalan dari simpang tiga Perasi menuju Desa Timbrah dan Asak akan diganti dengan paving. Namun, hal itu juga tak terealisasi. Selain itu, output dari desa budaya yakni pemberdayaan masyarakat untuk melestarikan seni budaya juga masih setengahsetengah. “Itulah sebabnya, kenapa trotoar yang dibangun waktu itu cukup tinggi. Karena akses jalannya akan dipaving.
Tapi, pavingnya tak kunjung terealisasi. Malah sekarang, trotoarnya dikeluhkan karena cukup tinggi,” terangnya. Winda bahkan menuding pemerintah pusat tak serius soal program desa budaya ini. Sebab, sejumlah janji pembangunan fasilitas lainnya juga belum terealisasi. Seperti rencana pembangunan museum budaya di Desa Asak dan pemugaran pasar tradisional. Museum budaya ini rencananya dimanfaatkan untuk menyimpan benda-benda budaya untuk penunjang program desa budaya. ”Progres sekarang sudah tak sesuai dengan rencana awal. Pusat sudah gagal membangun desa budaya di sini,” tegasnya. Melihat persoalan ini, Winda meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
(Disbudpar) Karangasem, Provinsi maupun pihak Desa Pertima harus bersikap. Lembaga terkait ini harus segera bersurat kepada pemerintah pusat untuk mempertanyakan kelanjutan rencana pembangunan desa-desa tua ini sebagai desa budaya. Sebab, status sebagai desa budaya seluruh agenda pembangunannya sesuai master plan awal harus tuntas. Selain itu, desa budaya juga tak semata soal pembangunan fisik, tapi juga bagaimana status desa budaya ini juga mampu memberdayakan warga dan aset budayanya untuk menunjang pembangunan pariwisata dan kelestarian adat budaya. Muaranya, tentu pembangunan manusia dan kesejahteraan masyarakat. Dengan status sebagai desa
budaya, seharusnya seluruh aset budayanya bisa diberdayakan, dengan catatan tak mencampuradukkan nilainilai sakral dari ritual di desa tua ini. Anggota DPRD Karangasem Dapil Kecamatan Karangasem, Nengah Winata, meminta pemerintah pusat memberi penjelasan kepada masyarakat setempat sehingga tak terus-menerus menjadi pertanyaan masyarakat setempat. Dia mendukung seluruh lembaga terkait, termasuk dari Desa Pertima segera bersurat kepada pemerintah pusat untuk mempertanyakan persoalan ini. “Secara potensi, Desa Pertima sangat layak jadi desa budaya. Kami berharap program ini tuntas. Jangan setengah-setengah,” tegasnya. (kmb31)
Bali Post/kmb31
Wayan Winda
TABANAN
14
Jumat Paing, 9 September 2016
Ratusan Rumah Belum Dialiri Listrik
Tabanan (Bali Post) – Ratusan rumah di Kabupaten Tabanan belum menikmati penerangan listrik. Menurut data PLN Distribusi Rayon Tabanan, 289 pemohon yang tersebar di 133 desa masuk daftar untuk mendapatkan layanan listrik. “Dari jumlah pemohon yang Bali Post/kmb28 masuk, 100 peI Made Jiwa langgan perlu perluasan jaringan dan akan kami usulkan ke listrik pedesaan, sedangkan 189 baru tahap survei,” ucap Manajer PLN Distribusi Rayon Tabanan I Made Jiwa, belum lama ini. Sistem kelistrikan di Tabanan cukup aman dan tidak ada kekurangan pasokan. Adanya pemohon yang ditangguhkan karena perlu perluasan seperti pembangunan jaringan. Apalagi banyak pengembang dan pelanggan baru yang mencari listrik. “Permohonan listrik sebenarnya cepat. Hanya perlu dua atau tiga hari dari pembayaran sudah nyala,” katanya. Adanya pemohon yang tertunda dikarenakan pelanggan bersangkutan jauh dari jaringan pokok. “Untuk perluasan jaringan memang perlu biaya dan ketersediaan. Biasanya untuk perluasan perlu waktu tiga puluh hari,” jelas Jiwa. Jumlah pemohon yang masuk ke PLN Rayon Tabanan diyakini bertambah, karena belum seluruh desa merespons surat yang diedarkan untuk mendapatkan data pasti jumlah warga yang belum mendapatkan aliran listrik. Dalam surat tersebut aparat desa diminta melaporkan warganya yang belum mendapatkan listrik sampai pertengahan Agustus lalu. Surat yang diedarkan ke masing-masing desa tersebut bertujuan meminta data riil tentang jumlah warga yang belum mendapatkan listrik. Sebab, pihak desa yang paling mengetahui kondisi warganya. PLN Tabanan menerima rata-rata 4-5 pelanggan setiap hari. (kmb28)
Stok Ditambah
Persediaan Elpiji Aman
Tabanan (Bali Post) – Kebutuhan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Tabanan selama libur Galungan dan Kuningan ini dinyatakan aman, setelah adanya penambahan stok dibandingkan hari normal. Ada pun masing-masing agen mendapat tambahan satu LO atau satu truk. Kepala Bagian SDA Setda Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ekayana, Kamis (8/9) kemarin mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan elpiji selama libur Galungan telah diatasi dengan penambahan kuota gas elpiji 3 kg. Setiap agen mendapat tambahan dengan alokasi berfluktuasi. Masing-masing agen rata-rata mendapatkan tambahan satu LO atau setara dengan satu truk atau 560 tabung. Khusus pada 12 September mendatang, setiap agen akan mendapat tambahan dua LO. “Artinya, ada penambahan dari jumlah kuota pasokan biasanya yang membuat persediaan gas 3 kg pada September dalam posisi aman,” ujarnya. Guna menjaga kebutuhan konsumen terhadap gas elpiji, pihak PT Pertamina juga mengeluarkan kebijakan pangkalan elpiji 3 kg dengan kuota lebih dari 1.500 tabung per bulan wajib membantu menjual elpiji 12 kg dan bright gas minimal 20 tabung. Ekayana mengimbau para agen agar mengawasi pangkalannya untuk memasarkan elpiji 12 kg dan bright gas dari agen yang resmi dan dilengkapi dengan bukti pembelian. Berdasarkan pemantauan terakhir, harga elpiji 12 kg berkisar Rp 130.000 sampai Rp 138.000 per tabung. Sementara elpiji 3 kg di tingkat pangkalan sesuai HET yaitu Rp 14.500 per tabung, sedangkan di tingkat konsumen mencapai Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per tabung. (kmb24)
Suara Tabanan Ratakan Seperti Sebelumnya Mengucapkan terima kasih kepada instansi terkait yang sudah memperbaiki LPJ di Jalan Mawar-Melati, Tabanan, sehingga menyala kembali. Kepada pekerja proyek yang melakukan penggalian untuk kabel di jalan-jalan Tabanan agar meratakan kembali jalan tersebut agar baik se-perti sebelumnya dan tidak bergelombang. Vera, Tabanan
Telepon Penting
tabanan Polres Tabanan
0361-812519
Polsek Kediri
0361-812280
Polsek Marga
0361-8946155
Polsek Kerambitan
0361-8943991
Polsek Selemadeg
0361-8943669
Polsek Pupuan
0362-71110
Polsek Penebel
0361-819194
Polsek Baturiti
0368-21110
Polsek Selemadeg Timur0361-8509985 Pemadam Kebakaran 0361-812113 BPBD PDAM
0361-7809054
0361-9311213, 0361-9311706
BRSU Tabanan
0361-811027
UGD BRSU Tabanan 0361-819810 RS Kasih Ibu
0361-3005757
Puskesmas Tabanan I 0361-814102 Puskesmas Tabanan II 0361-810650
Bali Post/kmb24
LOKAL - Objek wisata Alas Kedaton dipadati pengunjung yang sebagian besar warga lokal, Kamis (8/9) kemarin.
Umanis Galungan
Alas Kedaton Dipadati Warga Lokal
Tabanan (Bali Post) –
Objek wisata Alas Kedaton dikenal karena menawarkan pemandangan alam hutan seluas 6,5 hektar, kawanan monyet dan satwa lainnya. Ini menjadi daya tarik wisatawan, termasuk pada Umanis Galungan, Kamis (8/9) kemarin. Alas Kedaton dipadati pengunjung yang didominasi warga lokal Bali. Apalagi pihak badan pengelola memberlakukan harga tiket khusus bagi warga lokal, yaitu setengah dari harga tiket masuk wisatawan domestik.
Badan Pengelola Alas Kedaton saat ini menjual tiket masuk Rp 15.000 untuk warga negara asing (WNA) dan Rp 10.000 buat domestik. Sementara pengunjung lokal atau yang memiliki
KTP Bali dikenakan tiket masuk Rp 5.000. Untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung lokal, pihak desa adat ikut membantu dengan menurunkan tenaganya
guna menjaga kawasan objek wisata Alas Kedaton. ‘’Saat Galungan diturunkan 20 personel dan pada umanis ditugaskan 30 orang,’’ ujar Kepala Badan Pengelola Alas Kedaton, I Gusti Ngurah Rai Puja Yasa. Pihaknya belajar dari pengalaman sebelumnya, bahwa setiap hari raya Agama Hindu pengunjung yang sebagian besar penduduk lokal selalu banyak. Untuk itulah badan pengelola bekerja sama dengan desa adat pada hari-hari tersebut, terutama dalam hal pengaturan pem-
belian tiket. ‘’Pengunjung lokal tiketnya langsung ditangani oleh desa adat,’’ jelasnya. Pengunjung ke Alas Kedaton pada setiap libur Agama Hindu seperti Galungan, Kuningan dan Nyepi selalu meningkat 100 persen dari normalnya. Pada Rabu (7/9) saja, pelancong mencapai 600 orang, meningkat dari biasanya 250 hingga 350 pengunjung. Menurut Manajer Alas Kedaton I Gusti Bagus Surawan, kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik sebenarnya tidak ada perbedaan antara
hari libur dan biasa. Hal yang membedakan adalah kunjungan warga lokal atau yang ber-KTP Bali. ‘’Tiket masuk domestik dan mancanegara ditangani manajemen, sedangkan tiket warga lokal langsung ke desa adat,’’ tandasnya. Kamis kemarin tercatat 214 wisatawan mancanegara dan 110 domestik. Sementara pengunjung lokal mencapai 360 orang, sehingga totalnya 684 pengunjung atau dua kali lebih banyak dibandingkan kunjungan normal. (kmb24)
Pondok Manis Batu Pasraman Mandala Suci
Dekatkan Layanan pada Umat Tabanan (Bali Post) Sebagai perpanjangan dari Pasraman Mandala Suci yang berlokasi di Kecamatan Penebel, dibangun pondok spiritual, yakni Pondok Manis Batu di Banjar Batu Sesa, Desa Candi Kuning, Baturiti. Dikerjakan mulai Februari 2016 silam, Pondok Manis Batu yang diharapkan bisa memberikan pelayanan pengobatan lebih luas di wilayah Singaraja, Candi Kuning dan Baturiti, akhirnya di-pelaspas bertepatan dengan Umanis Galungan, Kamis (8/9) kemarin. Penuntun Yayasan Pasraman Ir. I Nengah Atmaja mengatakan pondok spiritual yang berdekatan dengan objek wisata ini didirikan dengan kesadaran untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekitar
yang membutuhkan tuntunan dalam menjalankan kehidupan beragama dengan baik dan benar, sekaligus sebagai rumah pengobatan. “Pondok Manis Batu perpanjangan dari Pasraman Mandala Suci yang ada di Banjar Pohgending, Desa Pitra, Penebel, untuk memberikan pengobatan lebih luas,” jelasnya. Pondok spiritual dilengkapi kamar suci dan stana ida sesuhunan yang dipercaya bisa memberikan kesembuhan bagi umatnya. “Proses pembangunan masih sangat sederhana dan perlu bantuan donator. Meski demikian kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk umat,” katanya. Warga yang bersembahyang di pasraman ini datang dari sejumlah wilayah, seperti Selat Duda
(Karangasem), Pengotan (Bangli), Nusa Penida (Klungkung), Jembrana, Banyuwangi, bahkan rombongan dari Jepang. Yayasan Mandala Suci didirikan untuk bisa mengatasi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada masyarakat Hindu di Bali, serta memberikan pemahaman yang lebih mengenai ajaran dari agama Hindu. Yayasan ini setiap harinya melakukan kegiatan sosial pada umat yang hadir di Pasraman Mandala Suci berupa pencerahan dan pemahaman tentang agama Hindu, serta pengobatan gratis secara nonmedis, baik karena ilmu hitam maupun pengleakan. Umat dari agama lainnya yang ingin berobat juga diterima baik oleh pihak yayasan. (kmb28/k125)
Bali Post/kmb28
PELASPAS - Upacara pamelaspasan Pondok Manis Batu Pasraman Mandala Suci di Banjar Batu Sesa, Candi Kuning, Baturiti.
Warung Global
KPK Mesti Telusuri Proyek Dermaga Tanah Ampo
PEMERINTAH mesti membuat proyek yang menguntungkan rakyat, bukannya yang menguntungkan pejabat atau yang hanya ikut tanda tangan saja. Harapan ini disampaikan Arya di Denpasar dalam acara Warung Global dengan topik ‘’Dermaga Tanah Ampo Tak Bisa Diperpanjang’’, di Radio Global FM Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM, dan Genta Bali FM, Selasa (6/9) lalu.
Menurut Arya, pemerintah tidak perlu membuat proyek yang besarbesar tetapi nantinya sulit dipelihara bahkan mangkrak di tengah jalan seperti Dermaga Tanah Ampo. Buat saja seperti di Nusa Penida, meskipun kecil ramai disandari kapal-kapal pengangkut wisatawan. Kalau tidak, efektifkan saja dermaga yang sudah ada sehingga puluhan miliar uang rakyat tidak melayang begitu saja.
Fera di Tabanan dan Ayu di Petang menyarankan sebelum pengerjaan, proyek harus direncanakan dengan matang dan dikaji agar tidak mangkrak di tengah jalan. Kasihan uang yang mestinya bisa dialokasikan untuk menyejahterakan rakyat, membantu anak putus sekolah dan memperbaiki jalan rusak terbuang percuma atau mubazir. Jika tidak bisa dilanjutkan atau diperpanjang jangan dipaksakan lagi. KPK mesti
menelusuri proyek ini karena menggunakan puluhan miliar uang rakyat. Sementara itu, Made Bukit dan Febri di Denpasar mendu-
kung DPRD Bali terus memperjuangkan proyek Dermaga Tanah Ampo sampai jadi dan bisa beroperasi. Dermaga ini bisa mendatangkan ka-
pal cruise yang mengangkut wisatawan asing datang ke Bali, utamanya Karangasem dan menghidupkan pariwisata di sana. (sikha)
15
Jumat Paing, 9 September 2016
Real Patok Target di Liga Spanyol Barcelona Gareth Bale mengatakan Real Madrid bertekad merebut kembali gelar Liga Spanyol dari Barcelona pada musim ini, setelah melalui empat tahun tanpa mengecap kesuksesan di Liga Spanyol. Bale telah dua kali memenangi Liga Champions dan Piala Raja, sejak bergabung dengan klub Bernabeu itu pada 2013. Namun gelar liga merupakan sesuatu yang masih menjadi anganangannya. Real kehilangan gelar liga yang direbut Bercelona pada hari terakhir musim lalu, akibat kalah satu angka, dan belum pernah lagi memenangi gelar itu sejak 2012, ketika mereka mengoleksi 100 angka di bawah asuhan Jose Mourinho. Real telah memenangi dua pertandingan pembukaan di liga musim ini, di mana Bale menyumbang dua gol saat mereka menang 3-0 di markas Real Sociedad. Mereka akan melanjutkan kampanyenya menyusul jeda internasional, dengan menghadapi Osasuna. ‘’Penting bagi kami untuk memenangi liga tahun ini karena sudah lama sejak kami terakhir kali memenanginya,’’ kata Bale. ‘’Itulah fokus kami pada tahun ini meski kami ingin memenangi semua trofi, termasuk Liga Spanyol. Saya bersemangat mengenai pertandingan kami melawan Osasuna. Mereka akan menyulitkan kami, namun itu akan menjadi fantastis sebab kami memiliki tim lengkap yang dapat dimainkan,’’ sambungnya. Real menjadi tim terbanyak yang mengoleksi gelar Liga Spanyol dengan 32 gelar, namun rival abadinya Barcelona telah meraih enam gelar dari delapan musim terakhir, sedangkan tim sekota Atletico belakangan ini memenangi liga lebih banyak daripada Real, di mana mereka mengangkat trofi pada 2014. ‘’Di Madrid kami bermimpi memenangi semuanya, dan ketika kami memasuki kompetisi apa pun, kami ingin memenanginya, piala, liga, Liga Champions, kami menginginkan semuanya,’’ tambah Bale. Di ajang internasional, Bale meneruskan penampilan bagus seperti yang diperlihatkannya untuk Wales pada Piala Eropa 2016, dengan mencetak dua gol saat mereka menang 4-0 atas Moldova pada Senin, sehingga ia hanya terpaut empat gol lagi untuk menyamai rekor gol pemain tersubur Wales Ian Rush dengan koleksi 28 gol. ‘’Orang-orang mengatakan kepada saya, bahwa saya tidak memerlukan waktu lama untuk mematahkan rekor Rush. Namun itu tidak penting, saya hanya ingin tampil baik sehingga kami dapat lolos ke turnamen-turnamen utama,’’ tutur Bale. ‘’Jika kami melakukannya dengan baik, saya akan mampu untuk terus mencetak gol dan memecahkan rekor,’’ tambahnya. (ant/rtr)
Bali Post/ap
FAVORIT -- Tim Juventus makin difavoritkan merebut gelar juara di Liga Italia
Juve Makin Favorit di Liga Italia
Roma -
Kisah familiar telah terungkap di Liga Italia, di mana Juventus begitu dominan, Napoli berusaha untuk menemukan kembali jati dirinya, Palermo terjerembab dalam situasi tidak menentu, dan klub-klub Milan menjalani start yang berbeda. Meski baru dua putaran pertandingan yang telah dimainkan sebelum jeda internasional pertama, sudah terdapat cukup indikasi bahwa hanya akan ada sedikit perubahan dari musim-musim sebelumnya. Juventus yang menjadi favorit untuk memenangi gelar keenamnya secara beruntun, melakukan pemanasan dengan memenangi dua pertandingan pembukaan yang sulit melawan Fiorentina dan Lazio, meneruskan apa yang
telah mereka lakukan musim lalu. ‘’Hari ini, Juve berada di planet yang lain dari sudut pandang apa pun,’’ kata mantan pelatih Inter Milan Roberto Mancini. Juve akan menjamu Sassuolo. Napoli yang merupakan runner-up musim lalu sedang membangun kekuatan setelah Juventus merebut pencetak gol andalan mereka Gonzalo Higuain, yang didatangkan tiga musim lalu setelah Edinson Cavani hengkang.
Napoli telah mengoleksi enam gol, dari dua pertandingan di mana pengganti Higuain, Arkadiusz Milik, yang didatangkan dari Ajax, mencetak dua gol saat mereka menang 4-2 atas AC Milan. Itu semua mengindikasikan, sekali lagi, bahwa Napoli merupakan tim yang paling berpeluang menyaingi Juventus untuk meraih gelar. Di sisi lain, AS Roma menderita nasib buruk pada playoff Liga Champions
mereka saat disingkirkan Porto. Daniele De Rossi, yang diusir keluar lapangan saat melawan klub Portugal itu, telah kehilangan jabatan kaptennya, dan juga terdapat pertanyaan mengenai bagaimana menangani Francesco Totti. Pemain 39 tahun itu, pada musim ke-25 sekaligus terakhirnya di Roma, ingin meninggalkan klub dengan meriah, namun sampai sekarang belum diberi kesempatan bermain. Inter Milan yang melalui musim kelimanya tanpa berpartisipasi di Liga Champions, melakukan start kurang meyakinkan di bawah pelatih baru
Frank de Boer, di mana mereka hanya meraih satu angka dari dua pertandingan. Sementara itu, AC Milan kelihatannya belum akan kembali menjadi kekuatan nyata sampai pengambil alihan mereka oleh konsorsium Cina, yang dipimpin oleh dana investasi Haixia Capital dan Yonghong Li, ketua manajemen perusahaan Sino-Eropa Sport Investment Management, diselesaikan. Mereka mengoleksi satu kemenangan dan satu kekalahan, dan semuanya mengindikasikan bahwa mereka hanya akan menjadi tim papan tengah. (ant/rtr)
Remy Absen Saat Palace Lawan Boro Para pemain Real Madrid.
Bali Post/ap
Crystal Palace Rekrut Flamini London Crystal Palace telah merekrut gelandang Mathieu Flamini dengan ikatan kontrak satu tahun. Demikian klub Liga Inggris itu mengumumkan pada Kamis (8/9) kemarin. Pemain 32 tahun itu, yang didatangkan Palace dengan status free transfer, telah mengukir 200 penampilan dalam dua kali masa kerja bersama Arsenal. Ia tidak memiliki klub sejak meninggalkan ‘’The Gunners’’ pada akhir musim lalu. ‘’Crystal Palace adalah klub yang sangat ambisius dengan pemain-pemain hebat, dan saya tidak sabar untuk menjadi bagian dari skuad itu,’’ kata Flamini, yang memenangi gelar Liga Italia bersama AC Milan pada 2011. ‘’Ini adalah tantangan yang sangat menarik bagi saya, dan saya sangat senang untuk berada di sini,’’ sambungnya. Palace yang baru mengoleksi satu angka dari tiga pertandingan pembukaan mereka di liga musim ini akan mengunjungi Middlesbrough. (ant/rtr)
Mathieu Flamini
Bali Post/ist
Bali Post/ist
Loic Remy
Payet Siap Perkuat West Ham London Gelandang serang Dimitri Payet kemungkinan akan tampil sebagai pemain inti West Ham United pada pertandingan Liga Inggris, untuk pertama kalinya pada musim ini pada laga melawan Watford. Demikian kata manajer Slaven Bilic, Kamis (8/9) kemarin. Pemain 29 tahun itu, yang diganggu serangkaian cedera, terakhir kali tampil untuk West Ham, sebagai pemain pengganti pada pertandingan pembukaan mereka di liga melawan Chelsea, pada bulan lalu. Namun, ia tampil pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Prancis melawan Belarus. Payet mencetak 12 gol di semua kompetisi pada musim lalu, setelah didatangkan dari Olympique Marseille pada Juni tahun lalu. Pemain Prancis itu, juga menjadi pencetak gol terbanyak peringkat kedua di Piala Eropa 2016 dengan 16 gol, dan masuk dalam tim terbaik turnamen itu. ‘’Saya telah melihat Payet dan dia tidak bermain untuk kami sejak pertandingan (melawan) Chelsea,’’ kata Bilic kepada para pewarta. ‘’Dia telah bermain untuk Prancis dan kami akan meli-
hatnya pada hari ini. Saya berharap dia bugar dan siap untuk tampil sejak awal pertandingan. Kami merindukan dirinya. Ini sama untuk setiap klub. Prancis merindukan dirinya.’’ Bilic juga mengonfirmasi bahwa gelandang Argentina
London Penyerang Crystal Palace Loic Remy dipastikan absen saat timnya mengunjungi markas Middlesbrough, karena cedera paha. Demikian dikonfirmasi oleh manajer Alan Pardew, Kamis (8/9) kemarin. Remy yang mendapat cedera itu saat berlatih pada Selasa (6/9) lalu, belum tampil di Liga Inggris musim ini. ‘’Sayangnya, Loic mendapat cedera dan tingkat keseriusannya, saya tidak tahu. Namun, ia tidak akan terlibat (pada pertandingan) akhir pekan ini, maka ini merupakan sedikit pukulan,’’ kata Pardew. ‘’Dia mengalami sedikit
tertarik pada pahanya. Saya tidak tahu berapa lama dia akan absen, namun dia telah menjalani pemindaian pada Selasa pagi dan saya akan tahu lebih banyak pada hari ini,’’ tambahnya. Penyerang Prancis berusia 29 tahun itu bergabung dengan Palace dari Chelsea sebagai pemain pinjaman selama semusim pada bulan lalu, setelah mendapati dirinya lebih sering menghuni bangku pemain cadangan sejak diboyong Chelsea pada 2014. Palace memulai musim baru liga dengan koleksi satu angka, dari tiga pertandingan pembukaan mereka. (ant/rtr)
Manuel Lanzini, yang menderita cedera lutut pada Juli, telah kembali bugar sepenuhnya. ‘’Lanzini bugar sepenuhnya dan semua pemain kami yang terlibat pada tugas internasional tidak mengalami cedera,’’ tambah Bilic. (ant/rtr) Stan Wawrinka
Bali Post/ap
Wawrinka ke Semifinal
Damitri Payet
Bali Post/ist
New York Unggulan ketiga asal Swiss Stan Wawrinka harus berjuang keras sebelum mengalahkan mantan juara Juan Martin del Potro dalam pertandingan empat set untuk melangkah ke semifinal AS Terbuka, Kamis (8/9) kemarin. Pemenang dua kali grand slam Wawrinka mengakhiri perlawanan lawan asal Argentina itu dengan 7-6(5), 4-6, 6-3, 6-2 di Flushing Meadows. Pemenang AS Terbuka 2009 Del Potro tidak bisa tampil dalam sembilan slam berturut-turut, karena harus menjalani operasi cedera otot, sebelum kembali ke Wimbledon, di mana dia dikalahkan oleh Wawrinka pada pertandingan putaran kedua dan meraih medali perak di Olimpiade Rio. ‘’Itu pertandingan yang luar
biasa bagi saya, salah satu pertandingan terberat saya, harus mengerahkan mental dan fisik melawan Juan Martin,’’ kata Wawrinka. ‘’Dia pemain hebat dan saya sangat senang bisa memenangi pertanidingan itu,’’ tambahnya. Dengan hasil kemenangannya itu, maka Wawrinka, pemenang Australia 2014 dan juara Prancis Terbuka 2015, akan bertemu dengan petenis unggulan keenam asal Jepang Kei Nishikori, yang mengalahkan petenis nomor dua dunia Andy Murray dalam pertandingan lima set di perempatfinal. Pada Jumat (9/9) ini, pertandingan semifinal lainnya akan mempertemukan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic melawan unggulan ke-10 asal Prancis Gael Monfils. (ant/rtr)
OLAHRAGA
16
Jumat Paing, 9 September 2016
Zika di Singapura Pengaruhi Pelaksanaan Tafisa
FORKI DKI Tolak Undian Pakai Komputer
Jakarta (Bali Post) Pengurus Provinsi FORKI DKI Jakarta secara resmi menolak kebijakan dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) dan PB PON terkait penggunaan sistem komputer pada drawing PON 2016, karena dinilai belum teruji. ‘’Seharusnya sebelum digunakan diuji dulu. Karate kan banyak kejuaraan dalam setahun. Setelah itu dilakukan evaluasi. Sistem ini memang sudah dicoba di Jambi, khusus untuk wasit. Tetapi hasilnya kurang efektif, dan membuat kurang nyaman,’’ kata Ketua Pengprov FORKI DKI Jakarta Dody Rahmadi Amar, di Jakarta, Kamis (8/9) kemarin. Menurutnya, drawing menggunakan sistem komputer sebenarnya sudah ditolak pada Rakernas PB FORKI di Cilangkap, Jakarta, beberapa waktu yang lalu. Namun, keputusan tersebut tidak dijalankan. Padahal hampir semua pengprov setuju dengan menggunakan sistem manual. ‘’Dengan sistem ini membuka peluang terjadinya kecurangan-kecurangan yang akan memicu kericuhan. Lebih baik drawing dilakukan manual dan terbuka sebagaimana arahan Kabinpres PB FORKI yang disampaikan pada breafing wasit bulan Agustus lalu. Apalagi drawing Olimpiade masih dilakukan secara manual,’’ katanya. Tidak hanya sistem komputer untuk drawing, Pengprov FORKI DKI Jakarta juga menolak sistem wild card, dan peniadaan batasan umur atlet. Sistem ini dinilai sangat merugikan kontingen karate asal Ibu Kota ini, karena persiapan yang dilakukan sudah sesuai aturan awal. ‘’Untuk turun di PON Jawa Barat, kami menyiapkan tim sejak dua tahun lalu. Dengan adanya wild card yang kami nilai subjektif, semua persiapan yang kami lakukan berantakan,’’ kata Dody Rahmad Amar. Sesuai dengan aturan yang ada sebelumnya, batas usia atlet yang bisa turun di PON 2016 adalah 30 tahun. Namun, keputusan tersebut semuanya berubah. Bahkan atlet senior Umar Syarief yang sudah kenyang pengalaman, juga akan turun gelanggang. ‘’Kalau atlet kami kalah dipertarungan kami tidak mempermasalahkan, tetapi jangan kalah karena coba-coba,’’ kata mantan Ketua KNPI DKI Jakarta itu. Demi memuluskan misinya, Pengprov FORKI DKI Jakarta terus menggalang dukungan dengan FORKI daerah lain. Bahkan, pihaknya mengaku banyak daerah yang memberikan dukungan dengan apa yang diperjuangkan. Selain itu, Pengprov FORKI DKI Jakarta juga akan melakukan komunikasi dengan beberapa stake holder olahraga Indonesia yang salah satunya dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, termasuk dengan PB FORKI dan PB PON. (ant)
Penjemputan Kontingen PON Mulai 10 September Bandung (Bali Post) Penjemputan Kontingen PON XIX/2016 oleh bidang transportasi PB PON XIX/2016 Jabar akan dimulai pada Sabtu (10/9) besok dari tiga titik kedatangan rombongan peserta perhelatan olahraga empat tahunan itu, di Kota Bandung. ‘’Penjemputan oleh bidang transportasi dilakukan pada tiga hari menjelang pertandingan, karena ada sejumlah cabang olahraga yang memulai pertandingan 14 September, maka penjemputan yang dilakukan panitia dimulai 10 September,’’ kata Koordinator Bidang Pengadaan Sarana Bidang Transportasi PB PON XIX/2016 Jabar Christiadi di Bandung, Kamis (8/9) kemarin. Ia menyebutkan, penjemputan dilakukan di tiga titik lokasi yakni di Bandara Husein Sastranegara, Stasiun Bandung Kota Bandung, serta untuk kontingen yang menggunakan angkutan darat dilakukan penjemputan di Balepare Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Dari titik penyambutan itu, kata Christiadi, anggota kontingen diangkut ke penginapan sesuai dengan lokasi pertandingan cabang olahraga masing-masing, yang tersebar di 16 kabupaten/kota di Jabar. ‘’Penjemputan sekaligus mengantarkan atlet ke penginapan masing-masing. Pengangkutan dilakukan per kontingen,’’ katanya. Dengan demikian, katanya, pihaknya sudah menyiapkan bus dan minibus untuk melayani pendistribusian atlet dan ofisial. ‘’Koordinasi dilakukan intensif dengan dukungan IT, jelas jumlah kendaraan yang disiapkan sangat banyak, karena drop-in atlet atau kontingen dilakukan ke 16 kabupaten/kota dengan jarak yang berjauhan,’’ katanya. Ia menyebutkan, kontingen besar pertama sudah konfirmasi kedatangan adalah Kontingen Bengkulu. Bidang transportasi telah menyusun rencana kedatangan kontingen berdasarkan pemberitahuan, dan konfirmasi kedatangan atlet. Menurutnya, jumlah bus saja lebih dari 200 unit yang disewa dengan spesifikasi keluaran tahun 2011, sehingga masih prima. Pendistribusian atlet paling jauh adalah venue terjun payung, dan pacuan kuda di Kabupaten Pangandaran, yang jaraknya mencapai 200-an kilometer. Selain itu, juga cabang tinju di Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi. Selain armada bus, PB PON juga memfasilitasi tiga unit kendaraan minibus untuk setiap kontingen, salah satunya kendaraan untuk VIP kontingen. Berdasarkan data dari Bidang Pertandingan PB PON XIX/2016 Jabar atlet yang akan berpartisipasi sebanyak 9.229 orang terdiri atas 5.627 atlet putra dan 3.602 atlet putri serta 4.071 orang ofisial yang terdiri atas pelatih, manajer dan mekanik. (ant)
Imam Tauhid
Jabar Klaim Tuntaskan Sengketa Atlet Bandung (Bali Post) Jawa Barat (Jabar) mengklaim telah menuntaskan sengketa atletnya setelah Tony Mamiri (panjat tebing), Hernowanto (biliar) dan Imam Tauhid (karate) mendapat pengesahan dari Komisi Keabsahan PB PON XIX/2016 sebagai atlet provinsi itu. ‘’Tony, Imam dan Hernowanto sah menjadi atlet Jabar dan akan memperkuat Jabar pada PON mendatang,’’ kata Ketua Tim Advokasi KONI Jabar Dr. Tugiman, di Bandung, Kamis (8/9) kemarin. Keputusan Komisi Keabsahan itu tepat sepuluh hari menjelang pelaksanaan PON XIX/2016 yang akan dibuka pada 17 September 2016. Lebih lanjut Tugiman yang juga sebagai staf pengajar di Universitas Pasundan Bandung itu menjelaskan, keabsahan tiga atlet itu tertuang dalam keputusan Komisi Keabsahan PB PON Nomor 58 dan 59/Keabsahan-Pon/IX/2016 tanggal 8 September 2016, masingmasing atas nama Tonny Mamiri (panjat
tebing), Imam Tauhid R (karate) dan Hernowanto (biliar). Ia mengapresiasi Komisi Keabsahan yang telah bekerja dengan teliti, jernih dan profesional, sehingga tiga atlet yang semula terkatung-katung, kini telah memiliki kepastian untuk terus berjuang dan berprestasi demi mengharumkan nama Jawa Barat maupun Indonesia pada event SEA Games maupun Asian Games mendatang. ‘’Kami akan terus mengawal ketiga atlet tersebut sampai terwu-
judnya harapan serta impian Jabar Kahiji (juara umum),’’ katanya. Ketika ditanya kemungkinan lanjutan dari sengketa hukum terkait tiga atlet itu, Tugiman menyatakan tidak perlu menduga-duga. ‘’Ainul Yakin Jawa Tengah akan legowo,’’ katanya. Namun, bila ada pihak yang masih berupaya mengganjal, dan menghalangi mereka berprestasi dan berjuang di ajang PON bagi daerah pilihannya, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah guna mengantisipasinya. (ant)
Petarung Kariyasa Digantikan Made Heri Denpasar (Bali Post) Petarung Wayan Kariyasa (kelas 50,1 kg - 58 kg) turun pada Pra-PON bahkan telah lolos ke PON. Akan tetapi, usianya lebih dari 33 tahun, dan posisinya digantikan Made Heri Purnomo Gelgel. Pelatih Kang Freid Lief di Denpasar, K a m i s (8/9) kem a r i n m e n erangkan, Made Heri diajak saat Pra-PON. Apalagi, petarung Kota Denpasar tersebut juga meraih emas pada Porprov Bali di Buleleng 2015 lalu. ‘’’Untuk petraung juga entry by number, sehingga nama masih bisa digantikan atlet lain,’’ kata Freid. Pria yang bertugas di Kompi Pengawal Denma
Kodam IX/Udayana ini menambahkan, pihaknya tetap mematok minimal dua emas pada PON yang digelar di GOR Pajajaran Bandung. Pasalnya, pada saat PraPON, Bali mendulang dua emas yang dipersembahkan Adip Ganda Diputra dan Ketut Sumerta Yasa. ‘’Kami makin bersyukur jika anakanak mampu menyumbang tiga emas,’’ ucapnya. Kang Freid mengakui buta terhadap peta kekuatan petarung tuan rumah PON Jabar. Alasannya, selama Pra-PON mereka tidak turun sebab otomatis lolos. Kendati demikian, pihaknya sama-sekali tak merisaukannya. ‘’Kami lebih percaya pada kekuatan petarung kami sendiri, namun tetap mewaspadai kekuatan Jabar,’’ katanya. Menurutnya, petarung Bali dalam kondisi siap tempur, bahkan penggenjotan fisik keras telah dilakoni petarung asuhannya. ‘’Kami tinggal membekali teknik dan strategi,’’ jelasnya. Rombongan petarung Bali terbang ke Bandung, 22 September, kemudian pertemuan teknik 24 Septenber, dan penyisihan sampai dengan final 25-28 September. (022)
Jakarta (Bali Post)Merebaknya virus Zika di Singapura, dinilai memengaruhi Indonesia dalam mempersiapkan pelaksanaan Festival Olahraga Rekreasi Dunia atau Tafisa 2016, yang dipusatkan di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, 6-12 Oktober. Hal tersebut diakui Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Ketua Umum Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Hayono Isman di sela pemaparan persiapan pelaksanaan Tafisa, di Jakarta, Kamis (8/9) kemarin. ‘’Sangat besar pengaruhnya. Memang kami cukup khawatir dengan masalah Zika itu. Banyak calon peserta lebih takut Zika dibandingkan terorisme. Tetapi kita mau apa. Ini adalah musibah,’’ kata Hayono Isman. Meski kasus Zika saat ini masih merebak di Singapura, mantan Menpora ini berharap tidak sampai memengaruhi jumlah peserta yang akan turun pada Olimpiade-nya cabang olahraga rekreasi itu. Saat ini sudah ada 73 negara yang sudah memastikan diri akan berpartisipasi. Namun, jumlah tersebut belum sesuai dengan target yang dicanangkan yaitu dari 110 negara. Khusus untuk jumlah peserta yang masuk kurang lebih 4.500 orang. ‘’Semoga tidak ada yang mundur. Kami optimistis banyak negara tetap akan hadir di Jakarta. Komunikasi dengan calon negara peserta terus kami lakukan. Kami meninginkan festival ini berjalan dengan lancar dan sukses,’’ kata pria yang juga seorang politisi itu. Sementara itu, persiapan Tafisa 2016 sudah berjalan sesuai dengan tahapan. Dari sembilan deputi yang dibentuk telah menjalankan tugas dan fungsinya. Salah satu deputi yang terus bersiap diri adalah Bidang Permainan Tradisional yang dipimpin Sari Madjid. ‘’Tafisa memberikan kesempatan yang begitu luas bagi Indonesia untuk memperkenalkan wajah kekayaan ragam olahraga, dan permainan fisik berlatar budaya kepada audiens, yaitu para delegasi mancanegara yang tentu saja memiliki minat dan keingintahuan yang luar biasa akan budaya kita,’’ kata Sari Madjid. Tidak hanya itu, persiapan maksimal juga dilakukan oleh deputi yang membawahi urban sport yang di antaranya extrem games seperti BMX dan skate board. Atlet delapan negara dari empat benua dipastikan akan berpartisipasi di kejuaraan yang baru pertama kali digelar di Indonesia itu. ‘’Ada atlet Jerman, Amerika Serikat, Prancis dan Australia. Indonesia juga akan menurunkan atlet yang merebut predikat juara dunia di Prancis beberapa waktu yang lalu,’’ kata perwakilan deputi urban sport, Daniel. Tafisa 2016 sesuai dengan rencana akan mempertandingkan 50 cabang olahraga di antaranya capoeira, parkour, yoga, pencak silat, panahan, sambo, rop skipping, pole sport, gymnastic, lion dragon & dance freestyle dan poco-poco. (ant)
Tim Voli PON Bali Bertekad Perbaiki Peringkat
Denpasar (Bali Post) Tim bola voli PON Bali saat PON Riau 2012 hanya mampu menempati peringkat keempat. Di mana di PON XIX Bandung, Jawa Barat, September 2016, tim bola voli Bali bertekad memperbaiki prestasi, dengan harapan mampu membawa pulang medali ke Pulau Dewata. Hal itu diutarakan pelatih kepala tim bola voli PON Bali Nyoman Windu Segara di Hotel Batukaru, Ubung, Denpsar, Kamis (8/9) kemarin. ‘’Saat PON Riau 2012 tim voli PON Bali memang belum beruntung. Di mana waktu itu Bali hanya bercokol di posisi keempat. Karena di partai semifinal kalah, sehingga memaksa gagal meraih medali,’’ ungkap Windu Segara. Windu Segara mengatakan, di PON tahun ini di Jabar, pihaknya ingin memperbaiki prestasi sebelumnya. Apalagi, persiapan yang dilakukan sudah lama, sehingga diharapkan dengan persiapan yang matang, harapan untuk memperbaiki prestasi bisa terwujud. ‘’Tahun ini kami kembali target masuk semifinal dulu. Selanjutnya jika masuk final, mudah-mudahan bisa dapat juara,’’ harap Windu Segara. Mantan pemain Timnas nasional ini menjelaskan, dengan materi pemain yang dimiliki saat ini, dirinya berharap Bali bisa bersaing dengan tim-tim asal Jawa. Apalagi dua pemain profesional yang bermain di pro liga yakni Gus Ekik, Kadek Juliadi dan Julianto diharapkan mampu menjadi motivator buat pemain lainnya di setiap pertandingan yang dilakoni nantinya. ‘’Dari sisi pengalaman keduanya tidak perlu diragukan lagi di level nasional. Mudah-mudahan dengan kualitas dan pengalaman yang dimiliki, mereka bisa menjadi mentor untuk rekan yang lainnya di lapngan nanti,’’ jelas Windu Segara. Lebih lanjut dikatakannya, mengingat sekarang ini sudah masuk prakompetisi, kini pihaknya fokus memperbaiki masalah cover block serta penerimaan bola pertama dari lawan. Mengingat saat PON Mini belum lama ini, komponen itulah yang terlihat masih kurang. ‘’Dua komponen itulah yang kami tekankan untuk diperbaiki di sisa waktu ini. Sementara sektor yang lainnya tinggal dimantapkan lagi agar lebih baik lagi,’’ ungkap Windu Segara. (kmb41)
Putra Tresna U-14 Jumpa Jatim di Semifinal
Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Putra Tresna U-14 sebagai wakil Bali di ajang Piala Menpora melenggang ke babak semifinal meladeni tuan rumah Jatim di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo, Jatim, Jumat (9/9) ini. Semifinalis lainnya, mempertemukan Jateng melawan Jabar. Tim polesan Dede Mahatma Darma ini melaju ke babak empat besar setelah menaklukkan Riau dengan skor 7-1. Ketujuh gol dipersembahkan Patrick (2 gol), Yoga Lolo, Elang, Mahendra, Tito, serta Dedi. Sebelumnya, Putra Tresna menundukkan Sulawesi Selatan 2-1. Dua gol diciptakan Dedi dan Yoga Lolo. Putra Tresna sempat dikalahkan Jateng 0-1. ‘’Kami sengaja menurunkan pemain
lapis kedua, dan hanya kalah tipis lawan Jateng yang postur pemainnya lebih jangkung,’’ terang pemilik Putra Tresna IGAN Anom Jaksa. Diakuinya, pada hajatan serupa tahun lalu, Putra Tresna hanya melaju sampai ke babak delapan besar. ‘’Kami akui ini merupakan sejarah sampai melenggang ke babak empat besar,’’ tuturnya. Sebelumnya, Putra Tresna mengalahkan Kalimantan Utara 3-1, kemudian menekuk Jambi 5-0, dan menaklukkan NTT 7-1. Disinggung peluang timnya melawan Jatim, Dede menegaskan, kans tetap fifty-fifty, namun dirinya tetap berharap asuhannya mampu tembus ke final. ‘’Tim Jatim U-14 diwakili Jember United,’’ ungkapnya. (022)
Tim Putra Tresna U-14
Bali Post/ist
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Paing, 9 September 2016
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris
Dicari Sopir Gaji 2Jutaan.Tlp.724995 A.BP.001.09.16.0000279
PT.Microchem Ind, Bth sales Engineer Pria/Wanita Max .35 untuk info Hub:085240131122 Krm Lamaran Lengkap admin.bali@microchem.co.id
Cr Krywn Lk2 Rmh Mkn Dpt Mes Gj,Bns Kuta Dps 085737647417
A.BP.001.09.16.0000276
Cr Pembantu Gj 1,3Jt Tidur Dlm 0361 487706/085222555444 Segra
Dcr bbrp Sopir,Sales, krywan/ti Dcr Pembantu Rumah Tangga/Baby Sitter Hub.081238707572 Scurity&Kasir Hub.081999251555 A.BP.001.09.16.0000266
Dcr Sgr Tukang serabutan tkg jarit & pengepul 0361-754085
A.BP.001.09.16.0000268 Dcr PRT TinggalDalam utk Orang Dibutuhkan Staff Acc. Dcr Karyawan Serabutan Hub: Jepang Nusa Dua/0811389420 Hub:0361 270670 Kirim CV ke B.BP.101.09.16.0000172 Nangka Sel 80 Dps,08123620008 B.BP.820.09.16.0000054 runningmantour.acc@hotmail.com A.BP.001.09.16.0000274 Cr Sgr Tkg Jahit & Ceking Baju runningmantour.opr@hotmail.com !!Dcr PRT/Suster tgl dlm Gj.1,5jt, 0812 Dcr Kasir Wanita,Sale Personal A.BP.153.09.16.0000280 37903622/087861412911 Lgs Krj Tlp.0361-9002629, 081805503545 L/P Kirim lamaran ke Jl.Teuku B.BP.135.09.16.0000177 B.BP.004.09.16.0000169 Housekeeping,Experienced, Umar 133 Telp.236735 Dicari baby sitter (pengasuh Dcr Admin utk Garment PengalaGood Attitude. B.BP.004.09.16.0000170 081999037280/085205100712 bayi)Hub.0817340143,0811380722 man L/P Max 30 Th Bs.Computer Dcr Krywn Serabutan&Pengiriman B.BP.004.09.16.0000161 B.BP.004.09.16.0000166 /Sopir SIM A PT.IndoCandle Jl. Bthk House K Cwk Cwok Gjh Lmyn Gaji Bgs E:infojob_garmen@yaho Dcr PRT Pnglaman utk Pribadi Lks Ubd Hb.082147065394/971331 o.co.id HP:085100050706 Tk.BatanghariXIV/10,8955977-78 Rajin,Bisa Bersih2, Bisa Motor, B.BP.004.09.16.0000171 A.BP.001.09.16.0000273 A.BP.001.09.16.0000278 Max.30Th.Kerja Jam 8-3,Gj.1,4 Cari Waiter/ss u/Hotel Jl. Dcr PRT tinggal dlm bisa masak Dcr Graphic Designer & Pantai Brawa Hub.081381573288 Accounting Hub.081936071174 081236151023 / 08579225916 Pantai Kuta, 08155753703 B.BP.164.09.16.0000174
B.BP.154.09.16.0000175
A.BP.001.09.16.0000001
B.BP.154.09.16.0000144
Dcr admin,Manager Keu,Design Grafis,Tenaga Serabutan. Kirim CV & Lamaran ke YKK AP Jl.Imam Bonjol No.533A Dps
A.BP.001.09.16.0000261
Quarzia Boutique in Seminyak Looking for Senior SPG.Good Experience, Fluent English. CV to malas@quarzia.it / (0361)736644,Good Salary
A.BP.001.09.16.0000264
Dcr pembantu masak,waiter,lancar Ing,Ada Gaji,Tip,bonus,Lok Legian 081236109808,0818553392 A.BP.001.09.16.0000265
Dicari Karyawan untuk Artshop yang bisa Bhs Inggris Hub:08123641774 A.BP.001.09.16.0000172
Htl in Legian Urgently needs sales&marketingexecutive.Send CV:hrd_resort@melastibali.com 755971, 3009990
B.BP.004.09.16.0000165
A.BP.001.09.16.0000262
A.BP.001.09.16.0000257
Dibutuhkan segera driver yang bisa berbahasa inggris untuk area nusa dua.bagi yang berminat kirim CV ke jarimenari@jarimenari.com / Jl.Raya basangkasa 47 Seminyak.Tlp.0361736740 B.BP.004.09.16.0000163
Villa di Kerobokan membutuhkan karyawan Housekeeping & Front Office, Reservasi,Driver.CV Bw lsng ke Grand Avenue Bali Jl. Bumbak No.22 Umalas Kerobokan T.085238551234 / 08179777260 A.BP.001.09.16.0000263
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Jl Tnh 131m2 Lok Sltn SMP N7 Monang Maning Dps 081236830088
TOYOTA
BUC Hr Ini Velfire’11 Hitam DK Type Trtinggi 4Cam, 08124611999
A.BP.001.09.16.0000149
SERVICE
DICARI MOTOR 081338294465 Beli Tinggi Motor Bekas Sgl Merk
SERVICE
DIJUAL MOTOR
A.BP.004.09.16.0000260
Tnh Nempil 250Jt/A Jl.Besakih Pmogan 08123871809/081337569788
A.BP.001.08.16.0002150
A.BP.001.09.16.0000277
Dijual Tanah Loss Pantai Tabanan Hub.081337112202
DIJUAL RUMAH Jual rmh Jl.Malboro LT.1,85are lokasi nyaman Hub.085339818142
A.BP.001.09.16.0000111
DISEWAKAN TANAH Tnh Sblh GWK 10Are Jl.Raya Uluwatu Hb:08123907431
A.BP.001.09.16.0000259
KOST Super Elite Bule Sanur S.Pool, Lengkap 3Jt UP:087762566220
A.BP.001.09.16.0000236
A.BP.001.09.16.0000181
KONTRAKTOR Borong Rumah Jadi,Bahan Plus Upah Hp/WA:0811301502
A.BP.001.09.16.0000239
A.BP.001.09.16.0000258
Jl Tnh 10A Tegal Cupek Utama Umalas BUC Hub 081236830088
SERVICE
A.BP.001.09.16.0000270
DIJUAL TANAH Dijl Tnh 2are 600jt/are,lok:Jl Sedap Malam Dps,H.081238504518
A.BP.001.09.16.0000148
DIJUAL MOTOR
SERVICE
DIJUAL RUKO Djl Ruko 2Lt 83m2 Jl.Tukad Yeh Aya Dpn RM Jala Fsl Tmp Parkir Listrik 4400Watt,Air Pam/Sumur Bor Hub.081353817439
DISEWAKAN TEMPAT Disewakan Tempat Usaha Cocok Untuk Toko,Restaurant,Spa Atau Dll,Di Jalan Raya Lovina Singaraja Lovina Hub.087860901559
B.BP.817.08.16.0001232
Dijual Sebidang Tanah Min ±2 Are di Jalan Pantai Starlight Lovina Bali Hub.0811396755
A.BP.001.09.16.0000240
ALUMINIUM
RUPA-RUPA Dcari Property macet di Bank/ Kena Rentenir Sms 087760451006
BENGKEL LAS
A.BP.001.09.16.0000182
INTERIOR
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
SPA SALON AC BIRO JASA
AC
FOTOCOPY
SERVICE
Tanah Pandawa 53are,Jln Raya, 3Km dr Pantai 081931071138 BU
B.BP.164.09.16.0000173
ALUMINIUM
SERVICE
FOTOCOPY
RUPA-RUPA
EKONOMI
18 Permintaan Sapi Bali Meningkat Tiga Kali Lipat Denpasar (Bali Post) Untuk pemenuhan keperluan hari raya Galungan dan Kuningan, Bali masih mengimpor sapi dari luar pulau atau provinsi. Namun, Bali patut berbangga karena menjelang Idul Adha pengeluaran/permintaan hewan kurban khususnya sapi Bali yang hidup meningkat hampir 2-3 kali lipat dari bulan sebelumnya. Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Drh. IKG Nata Kesuma, Kamis (8/9) kemarin mengatakan, permintaan sapi Bali bulan Juli dan Agustus sekitar 7.000 ekor per bulan. Itu artinya meningkat dari bulan sebelumnya yang rata-rata di bawah 3.000 ekor per bulan. Peningkatan permintaan tersebut terjadi sejak pertengahan Juli ini sapi Bali untuk dipotong itu dikatakan lebih banyak dipasok guna keperluan Jakarta dan sekitarnya. Sapi Bali diminati sebagai hewan kurban karena kondisi dagingnya bagus dan ukuran untuk dipotong cukup pas. Sedangkan biaya yang dikeluarkan tidak besar sekitar Rp 16 juta per ekor. ‘’Harganya memang berkisar sekitar tersebut. Namun bila hari raya ada peningkatan sedikit,’’ imbuhnya. Sapi Bali yang keluar pun pulau pun, sudah memenuhi syarat potong. Alasannya,
karena sapi itu sudah dilengkapi SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dari dokter pemerintah. Sapi untuk kurban memang syaratnya bagus. Sapi pilihan itu sudah pasti harganya lebih mahal daripada sapi yang dipotong pada hari hari biasanya. ‘’Pokoknya sapi kurban itu adalah sapi yang benar-benar bagus, sehat dan tidak ada cacat fisik,’’ tegasnya. Sapi kurban itu tidak ada perbedaannya. Hanya perbedaan harga karena beratnya lebih besar dari sapi lainnya. Sapi Bali seperti sapi jenis limosine, simental, brahman crosa atau sapi jenis lainnya. Sapi jenis tersebut banyak dipelihara di Jawa, karena beratnya lebih tinggi dan harganya lebih mahal. Pengeluaran sapi Bali potong untuk keluar Bali, sudah diatur Perda No. 2 Tahun 2003. Tujuannya, untuk menjaga agar populasinya tidak semakin berkurang dan punah. Dikatakan, di Bali hanya sapi Bali yang boleh dipelihara. Memang, tidak boleh mengembangkan sapi lainnya. Pertimbangannya, untuk mencegah terjadinya cross breeding. ‘’Tujuannya menjaga pemurnian sapi Bali, karena sapi Bali merupakan plasma nutfah Indonesia. Satu-satunya jenis sapi trah banteng itu yaa… hanya ada di Bali,’’ ungkapnya. (kmb42)
Jumat Paing, 9 September 2016
Menteri Puspayoga Gandeng Lion Group Promosikan Produk UKM
Jakarta (Bali Post) – Kementerian Koperasi dan UKM melakukan kerja sama pemasaran produk UKM dengan Lion Air Group. Kerja sama itu diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama di gedung Lion Parcel di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (7/9) lalu. Menkop UKM AAGN Puspayoga dan Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana menyaksikan penandatanganan MoU yang dilakukan Dirut Lembaga Pemasaran Kemenkop UKM Ahmad Zabadi bersama Presdir Lion Group Edwar Sirait. Menteri Puspayoga menyatakan penandatanganan kerja sama ini merupakan sebuah langkah sinergi cerdas yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. ‘’Ada tiga serangkai, yaitu pariwisata, UKM, dan transportasi yang harus seiring dikembangkan. Pariwisata di suatu wilayah berkembang, UKM-nya pasti maju. Nah, terkait transportasi, itu juga penting. Di sini Lion Air hadir untuk melengkapi pariwisata dan UKM,’’ kata Puspayoga. Puspayoga berharap MoU ini harus segera ditindaklanjuti, bukan sekadar penandatanganan di atas kertas. Ia menyebut UKM akan semakin berkembang dengan apa yang sudah dilakukan kedua belah pihak. ‘’Kalau perlu, besok harus segera action. Saya yakin, MoU saling menguntungkan dan sinergi ini bisa segera dijalankan. Saya juga berharap agar para UKM di seluruh Indonesia bisa memanfaat-
kan peluang ini untuk lebih meningkatkan daya saing produknya,’’ ujarnya. Lion Air Group melalui anak usahanya PT Lion Parcel membantu UKM untuk distribusikan produk-produk ke seluruh Indonesia. Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana mengatakan saat ini banyak sekali produk-produk UKM yang menarik di daerah, tetapi UKM tersebut sulit sekali memasarkan produknya. MoU ini disebutkan sebagai solusi dari masalah tersebut. Dengan adanya Lion Parcel menjadi solusi bagi UKM untuk pasarkan produknya. Diharapkan UKM-UKM bisa manfaatkan layanan-layanan yang disediakan Lion Parcel untuk kirimkan produknya dengan biaya khusus. ‘’Nantinya kami lakukan pengiriman produk-produk UKM menggunakan armada milik maskapai Lion Group,’’ ungkap Rusdi. Presdir Lion Air Group Edward Sirait menjelaskan, dalam kerja sama dengan Kemenkop dan UKM ini mencakup pemasaran dan promosi, fasilitas pergudangan, distribusi barang di dalam dan luar negeri, serta pelatihan bagi UKM. ‘’Semua itu gratis, tidak ada biaya apa pun. Kita menggunakan mekanisme
Bali Post/ist
TANDA TANGANI MOU - Menteri Puspayoga menyaksikan penandatanganan MoU antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Lion Air tentang peningkatan promosi dan pemasaran produk KUKM melalui jaringan penerbangan Lion Air, di Jakarta. bagi hasil dengan UKM yang produknya laku terjual,’’ kata Edward. Terkait pemasaran dan promosi, Edward mengatakan, produk-produk UKM akan didisplay dalam katalog dan Lion Air Magazine yang ada di setiap kursi penumpang. Produk-produk UKM juga akan tayang di multimedia di pesawat dan akan di-announce oleh pramugari di setiap rute penerbangan. ‘’Ada sekitar 10 ribu seat
Pada Gelaran Zenvolution
Menteri BUMN Rini Soemarno
Bali Post/ant
”Holding Company” Solusi Pengganti PMN Jakarta (Bali Post) Mulai tahun 2017 tidak ada lagi suntikan modal yang diberikan kepada perusahaan milik negara. Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan hal itu di Jakarta, Kamis (8/9) kemarin. “Tahun depan penyertaan modal negara (PMN) secara total dihentikan. Solusi pendanaan BUMN antara antara lain dengan membentuk perusahaan induk (holding company) pada beberapa sektor usaha,” kata Rini saat menyampaikan kuliah (minister lecture) di hadapan sekitar 1.000 orang pejabat dan satu tingkat di bawah direksi BUMN, di Jakarta Convention Center. Pemberhentian PMN, kata Rini, tidak menjadi masalah karena sebagian besar BUMN dinilai sudah mulai memi-
liki kemampuan mencari pendanaan sendiri untuk membiayai perusahaan. Sebelumnya Rini menjelaskan suntikan modal kepada sejumlah BUMN dalam dua tahun terakhir, karena mendapat penugasan khusus, terutama untuk membangun sektor infrastruktur. Namun, dijelaskannya, menyiasati permodalan BUMN salah satu opsi yang ditempuh Kementerian BUMN adalah membentuk holding company (perusahaan induk) secara sektoral.“Tujuan pembentu kan holding BUMN agar bisa lebih berkembang, dapat meningkatkan leverage perusahaan, sehingga tidak tergantung pada injeksi modal dari negara,” ujarnya. (ant)
Bali Post/ant
BILATERAL - Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) berbincang dengan PM Australia Malcolm Turnbull (keempat kiri) pada pertemuan bilateral di Asem Villa, Vientiane, Laos, Kamis (8/9) kemarin. Pertemuan itu membahas kerja sama kedua negara terkait impor sapi dan pengembangbiakan ternak, penanggulangan terorisme, serta peningkatan keamanan dan kemakmuran maritim.
Indonesia-Australia
Sepakat Tingkatkan Kerja Sama
Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull sepakat meningkatkan kerja sama bidang ekonomi dan maritim. Kesepakatan ini dilakukan saat Jokowi dan Turnbull melakukan pertemuan bilateral di ASEM Villa, Viantiane Laos, Kamis (8/9) kemarin. Setelah pertemuan, Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan terkait pembicaraan kedua kepala negara tersebut. Salah satunya kerja sama di bidang ekonomi, khususnya masalah daging yang berkaitan impor sapi maupun peternakan sapi. “Daging ini tidak hanya terkait dengan impor sapi tetapi juga peternakan sapi. Itu lebih berkelanjutan tidak hanya masalah beli-membeli tetapi kemudian menjadi-
kan ketahanan pangan kita lebih berkelanjutan,” ujar Marsudi. Selain itu, Jokowi dan Turnbull juga berdiskusi tentang terorisme dan sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai bidang yang berkaitan kontra terorisme. “Kerja sama informasi intelijen dan siber juga akan kita tingkatkan,” kata Marsudi. Mengingat kedua negara berperan aktif dalam EAS (East Asia Summit) dan IORA (Indian-Ocean Rim Association). Karena itu keduanya sepakat meningkatkan kerja sama di bidang maritim. “Australia dan Indonesia akan menjadi negara pertama yang akan mengimplementasikan kerja sama maritim dalam EAS dan terus berperan aktif dalam IORA,” imbuhnya. (ant)
Asus Perkenalkan Varian Zenfone 3
ASUS, yang merupakan perusahaan asal Taiwan, secara resmi merilis smartphone Android teranyarnya yakni Zenfone 3 di Indonesia, Rabu (7/9). Bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center, peluncuran tersebut digelar dalam sebuah acara bertajuk ‘’Zenvolution’’. Pada gelaran itu, sebanyak lima varian Zenfone 3 ditambah satu varian baru, Zenfone Go, dilepas untuk pasar Indonesia. Kelima varian tersebut adalah Zenfone 3 (standar), Zenfone 3 Deluxe, Zenfone 3 Ultra, Zenfone 3 Max, dan Zenfone 3 Laser. CEO Asus, Jerry Shen, mengatakan khusus Zenfone 3, perangkat yang satu ini dikatakan sudah sangat ditunggu-tunggu setelah diperkenalkan untuk pertama kalinya di Computex 2016 lalu. Keenam produk tersebut mengisi semua segmen smartphone yang ada di Tanah Air. ‘’Sekarang Asus memiliki Zenfone di semua segmen harga di Indonesia,’’ katanya. Mengusung desain baru dengan material metal unibodi, Zenfone 3 ini tampil cukup cantik berkat bezelnya yang tipis, sehingga bagian layar mendominasi. ‘’Yang membedakannya dari yang lain adalah desain crystal beauty dengan 2,5D curved glass di
bagian depan dan belakang. Juga kamera 16 megapixel yang brilian,’’ tambahnya. Di sektor jeroan, Zenfone 3 dikatakan menjadi ponsel pertama di dunia yang dibekali Snapdragon 625. Prosesor tersebut dipadu dengan opsi RAM sebesar 3/4 GB dan memori internal 32/64 GB. Dengan kamera yang mengusung kemampuan 16 megapixel menggunakan sensor Sony Exymor RS IMX298. Kamera ini juga membawa fitur autofocus laser generasi kedua, Optical Image Stabilization (OIS) 4-axis, dan phase detection AutoFocus (PDAF). Sedangkan untuk kamera depan sudah menggunakan resolusi 8 megapixel. Bentang layarnya tersedia
ukuran 5,2 inch atau 5,5 inch, tergantung variannya, dengan resolusi full HD (1.920 x 1.080 pixel). Zenfone 3 juga sudah dibekali konektivitas USB Type-C dan pemindai sidik jari. Pemindai sidik jari tersebut diklaim sangat responsif. Bisa terbuka hanya dalam waktu 0,2 detik. Sektor baterai berkapasitas 3.000 mAh atau 2.600 mAh dan sistem operasi mengusung Android 6.0 Marshmallow dengan kustomisasi ZenUI 3.0. Smartphone ini sudah bisa pesan di berbagai toko online di Indonesia dengan harga mulai Rp 4.099.000 untuk varian RAM 3 GB, hingga harga Rp 11 jutaan untuk yang seri tertinggi. (kmb23)
Bali Post/edy
PELUNCURAN ASUS - Suasana peluncuran jajaran produk Asus, Rabu (7/9) di Nusa Dua.
dengan potensi buyer sebesar 250 ribu penumpang Lion Air. Itu juga melibatkan seluruh kantor pemasaran Lion Air yang ada di seluruh Indonesia. Kita juga ada travel agent yang bisa disinergikan dengan para UKM,’’ imbuh Edward. Untuk pelatihan UKM, lanjut Edward, pihaknya bersama LLP-KUMKM akan mendesain pelatihan-pelatihan bagi UKM yang komprehensif untuk meningkatkan daya
saing produk UKM di seluruh Indonesia. ‘’Itulah potensipotensi yang bisa tercipta dari kerjasama ini, di mana kita memiliki ratusan pesawat yang terbang ke 200 kota dan 11 negara, seperti Jeddah, Madinah, Nepal, India, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Singapura, Thailand, Myanmar, dan sebagainya. Selanjutnya akan menyusul Cina, Hongkong, Korea, Jepang, Australia, dan Taipei,’’ pungkas Edward. (kmb23)
PATA Travel Mart 2016
Targetkan Transaksi Rp 1,1 Triliun Jakarta (Bali Post) Menpar Arief Yahya mengatakan, penyelenggaraan Pacific Asia Travel Association (PATA) Travel Mart 2016 diikuti 262 buyers dari 56 negara plus 9 spouses dan sellers sebanyak 219 companies dan 416 delegates dari 35 negara. ‘’Sebanyak 50 sellers dari Indonesia akan melakukan B to B (Business to Business) yang diproyeksikan akan memperoleh nilai transaksi sekitar Rp 1,1 triliun,’’ kata Menpar usai peresmian PTM 2016 di ICE BSD Tangerang, Kamis (8/9) kemarin. Menpar mengatakan, ada peningkatan jumlah peserta PTM tahun ini dibandingkan kegiatan serupa tahun lalu di India. Realitas tersebut, kata Menpar, sebagai pertanda tingginya minat pelaku bisnis pariwisata dunia, khususnya dari kawasan Asia Pasfik, terhadap produk pariwisata Indonesia yang dikemas dalam branding Wonderful Indonesia. ‘’Gencarnya promosi Wonderful Indonesia dengan menampilkan 10 destinasi prioritas sebagai ‘10 Bali Baru’ telah menarik perhatian pelaku bisnis pariwisata
dunia,’’ kata Menpar. Kepercayaan dunia terhadap pariwisata Indonesia, kata Menpar, semakin kuat, mengindikasikan Indonesia sebagai salah satu negara di kawasan Asia Pasifik yang industri pariwisatanya tumbuh secara sustain, sehingga dalam lima tahun ke depan tumbuh menjadi dua kali lipat dengan jumlah kunjungan sebanyak 20 juta wisman pada 2019. Dalam kesempatan diskusi bersama CEO PATA Mario Hardy dan John Williams VP BBC Advertising, Menpar mempresentasikan sejumlah materi seputar upaya yang dilakukan Indonesia. Khususnya strategi memenangkan persaingan global untuk menarik kunjungan wisman, menggunakan media promosi digital atau media sosial, sebagai upaya mewujudkan target 20 juta wisman pada 2019. Menjawab pertanyaan peserta diskusi, Menpar mengatakan sebagai tuan rumah (host) PTM 2016 Indonesia mendapat kesempatan untuk menampilkan lebih banyak seller untuk melakukan ajang B to B. (010)
19
Jumat Paing, 9 September 2016
Sudah Bernegosiasi Dari Hal. 1
Bali Post/ant
RUMAH BUPATI - Penyidik KPK menggeledah rumah pribadi Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian di kompleks Bukit Sejahtera Polygon, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/9) kemarin. Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian yang dilakukan di Banyuasin, Sumatra Selatan, Minggu (4/9) yang lalu.
KPK Geledah Rumah Bupati Banyuasin
Palembang (Bali Post) – Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian di Palembang, Kamis (8/9) kemarin, untuk mengumpulkan bukti setelah terjadinya operasi tangkap tangan pada Minggu (4/9). Rumah putra dari mantan Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed ini di kompleks Perumahan Bukit Sejahtera Polygon Kecamatan Gandus, Palembang disambangi beberapa anggota KPK berseragam lengkap. Penggeledahan tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB dengan dikawal petugas Satbrimob Polda Sumsel bersenjata lengkap. Dari penggeledahan yang dilakukan selama satu setengah jam tersebut, penyidik mengamankan dua kardus, dua tas ransel serta satu koper. Sebelumnya pada Selasa (6/9), tim penyidik KPK telah menggeledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Banyuasin di kompleks Perkantoran Pemkab Banyuasin di Jalan Sekojo Kabupaten Banyuasin. Sementara pada Rabu (7/9) dilakukan penggeledahan di kediaman pribadi seorang kontraktor, tersangka Zulfikar Muharrami. Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Ja-
karta sebelumnya mengatakan enam tersangka terkait kasus OTT Bupati Banyuasin ditahan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai Senin (5/9) di beberapa tumah tahanan (rutan) berbeda. Tersangka ZM ditahan di Rutan Kelas I Salemba Jakarta Pusat, tersangka YAF ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan tersangka RUS di Rutan Polresta Jakarta Timur, tersangka UU di Rutan Polresta Jakarta Pusat, tersangka STY di Rutan Kelas I Cipinang Jakarta Timur dan tersangka K, di Rutan Kelas I Salemba Jakarta Pusat. Mereka adalah Bupati Banyuasin periode 2013-2018 Yan Anton Ferdian, Kepala Subbagian Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin Rustami, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Umar Usman. Kemudian, seorang swasta yang bertugas sebagai pengepul dana Kirman dan Kasie Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Sutaryo yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan pemberi suap adalah Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharrami. (ant)
Penegak Hukum Dari Hal. 1
‘’Sehingga dalam kasus saya penyadapan itu bukan barang bukti yang sah, karena direkam tanpa sepengetahuan saya, apalagi penegak hukum,’’ kata Setya Novanto di Jakarta, Kamis (8/9) kemarin. Menurut Setya, dalam uji materi UU ITE yang diajukannya ke MK terkait Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 44 huruf b. Kedua pasal itu mengatur tentang ketentuan informasi dan atau dokumen elektronik berikut hasil cetaknya sebagai alat bukti hukum yang sah, dan ketentuannya yang bisa dijadikan alat bukti penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan penegak hukum. ‘’Tetapi, itu merupakan kewenangan aparat penegak hukum,’’ ujarnya. Mengenai langkah yang akan ditempuhnya terkait adanya putusan baru dari MK ini, Setya Novanto mengatakan dirinya dan keluarganya sudah ikhlas dan legowo menerima kasus rekaman tersebut hingga harus melepaskan jabatan Ket-
ua DPR-RI. ‘’Saya yakin Allah SWT mempunyai rencana lain yang lebih baik, sehingga saya dan keluarga tetap menjalani kehidupan seperti biasanya,’’ imbuhnya. Dalam putusannya, majelis hakim Konstitusi menyatakan tidak semua pihak dapat melakukan penyadapan. Penyadapan boleh dilakukan jika ada perintah dari lembaga penegak hukum. Oleh karena itu, bukti rekaman dalam kasus ‘’Papa Minta Saham’’ oleh Setya Novanto gugur dengan sendirinya. Sebab, rekaman itu dinilai tidak memenuhi unsur pidana, dan direkam tidak atas permintaan penegak hukum sebagaimana diatur dalam UU ITE. Sementara itu, pengamat hukum tata negara Margarito Kamis berpendapat putusan MK ini bisa berimplikasi untuk kasus-kasus hukum lainnya seperti pemecatan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah oleh partainya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Margarito, pembelaan Fahri
Hamzah kepada Setya Novanto yang menjadi salah satu alasan pemecatan, justru menjadi pembenaran bagi Fahri sendiri. ‘’Keputusan itu seharusnya sekaligus menganulir keputusan PKS yang memecat Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR dan sebagai kader PKS karena salah satu butir kesalahan Fahri Hamzah yang dijadikan dasar untuk memecat Fahri menjadi mengada-ada. Oleh karea salah maka alasan itu tidak bisa dipakai untuk mengambil tindakan hukum yang menghilangkan hak, menangguhkan atau mengesampingkan hak seorang Fahri Hamzah,’’ kata Margarito. Oleh karena itu, putusan MK itu bisa dijadikan dasar hukum bagi Fahri Hamzah dan tim kuasa hukumnya yang saat ini sedang menggugat putusan PKS di pengadilan, bahwa putusan PKS tersebut tidak sah dan tidak valid. ‘’Sekali lagi karena dasar dan alasannya tidak valid maka tidak bisa dijadikan untuk menghukum seseorang,’’ imbuhnya. (kmb4)
Jumat, 9 September 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Lila Cita SDN 3 Ubud 08.00 Education On Bali TV 08.35 BCTTV 09.00 Banjar Bali Quiz 09.30 Lejel Home Shopping 10.00 Lipsus Kementerian Kesehatan
11.00 BCTTV 11.30 Inovator 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Home Shopping 14.00 Klip Bali 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.00 Solusi Alternatif Kecak Wanita Ubud 17.00 Berita & Bincang Terkini 17.30 Taman Sari TK Bali Kid School
18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Giliran Anda 20.00 Orti Bali 20.30 Lila Cita Janger Br. Tiyingan-Klungkung 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Wirasa 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Drama Gong Cupak Gerantang (5) 23.00 Lila Cita Calonarang Serangan (1) 24.00 Closing
Selama diperiksa, Agung didampingi tim kuasa hukumnya dipimpin Made ‘’Ariel’’ Suardana. Selama Agung diperiksa, rekan-rekannya menunggu di teras Gedung Direktorat Reskrimum. Koordinator Pasubayan Wayan Swarsa mengaku sudah bernegosiasi dengan pihak Polda Bali agar membebaskan Gung Tu. Sedikitnya ada enam tokoh yang memberikan jaminan, yakni Swarsa sendiri selaku Bendesa Adat Kuta, Bendesa Adat Buduk Ida Bagus Ketut Purbanegara, Bendesa Adat Intaran A.A. Kompiang Raka, anggota DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana, Ketua Hukum ForBALI I Made Suardana, S.H., M.H. dan Sekretaris Desa Pakraman Denpasar A.A. Putu Gde Wibawa. ‘’Kami menjamin untuk bisa menghadirkan yang bersangkutan untuk menyelesaikan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang mungkin belum dianggap selesai oleh pihak kepolisian. Astungkara tadi (kemarin red) itu sudah dibebaskan,’’ ujarnya. Swarsa menambahkan, sebetulnya tidak ada niatan untuk melecehkan bendera Merah Putih. Bendera itu diturunkan untuk memasang bendera ForBALI tepat di bawah bendera negara. Setelah itu, bendera kemudian dinaikkan kembali. Pemasangan bendera ForBALI di bawah bendera Merah Putih sebagai simbol aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa. ‘’Jadi niatan untuk melecehkan sebetulnya tidak ada, kecuali ketidaktahuan mereka dan bagi kami kan tidak signifikan untuk dibesar-besarkan,’’ tegasnya. Anggota DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana menyayangkan adanya penangkapan terhadap Gung Tu pada saat hari raya Galungan. Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini ikut datang ke Polda Bali untuk protes. ‘’Memang betul saat itu dia tidak beribadah, tetapi sedang menjalani masa ibadah Galun-
gan. Galungan kan tidak hanya sekali sembahyang, mungkin pemahaman dari kepolisian kurang. Saya jelaskan bahwa besok pun masih ada persembahyangan,’’ ujarnya. Adhi Ardhana lantas ikut memberikan jaminan bersama para bendesa agar Gung Tu tidak ditahan. Pihaknya tidak ingin ada kesan untuk membelokkan isu, dari kasus hukum ke isu SARA. Khususnya menyangkut pelecehan agama Hindu karena penangkapan dilakukan pada saat hari raya Galungan. Ketika pihak kepolisian akhirnya membebaskan Gung Tu, Adhi Ardhana pun memberikan apresiasi. ‘’Saya pun memahami bahwa hukum harus ditegakkan. Mari kita buktikan di pengadilan, tanpa harus mematikan adik-adik ini. Artinya masih belum ada kepastian, berikan dia kesempatan untuk bekerja. Kalau memang nanti terbukti melanggar hukum dan tidak dapat diampuni atau dimaafkan, ya… harus dia jalani. Itu bagian dari perjuangan. Jangan belum apa-apa main diambil,’’ jelasnya. Adhi Ardhana mengaku sudah menyampaikan persoalan ini kepada Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama. Menurutnya, Ketua Dewan juga tidak ingin masalah ini menimbulkan ekses ke hal lain seperti isu SARA. Selain Ketua DPRD Bali, informasi penangkapan Gung Tu juga sudah sampai ke Presiden melalui Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana. Tokoh Bali Dr. I Nyoman Suwidjana melihat Bali sudah disiasati seperti halnya Sengkuni yang menyiasati Pandawa melalui pembuatan istana dari jerami. ‘’Legalitasnya diamankan terlebih dahulu sebelum rencana dibuka ke publik. Menyisakan ruang yang sangat sempit dan obsecure untuk memberi perlawanan yaitu ruang kebudayaan dan spiritualitas. Di dalam sistem republik kekuasaan budaya di bawah kekuasaan hukum. Bali sudah dijebak di dalam ketidakberdayaan yang mematikan,’’ jelasnya. (kmb32/kmb36)
Bisa Dipulangkan Dari Hal. 1
Terkait penangkapan Agung, Sugeng membenarkan tim Reskrimum melakukan penangkapan sekitar pukul 21.00 Wita. Selanjutnya pukul 23.00 Wita, datang massa dari Pasubayan Desa Adat ke Mapolda Bali. Sekitar pukul 24.25 Wita, lima perwakilan diterima Dir. Reskrimum Kombes Pol. Hery Santoso. Mereka minta pelaku bisa dipulangkan setelah selesai dimintai keterangan. ‘’Guna meredam situasi dan menghormati hari raya Galungan, permintaan tersebut dikabulkan dengan syarat buat surat jaminan. Pukul 02.35 Wita, perwakilan beserta pelaku menemui massa. Setelah itu massa membubarkan diri,’’ kata mantan Kadiv Hubinter Mabes Polri ini. Terkait tudingan bahwa Polda tidak menghormati hari raya Galungan, langsung dibantah Kapolda. Semua telah
dikonsultasikan. Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Nyoman Suryasta saat mendampingi Kapolda menegaskan dalam penegakan hukum tetap memperhatikan hari raya. ‘’Penangkapan pelaku kan bukan saat sembahyang tetapi saat kerja. Tidak masalah dalam konteks pelaksanaan tugas kami. Jangan konteks pelaksanaan tugas kepolisian dikaitkan dengan agama. Kalau ada orang beribadah dilakukan penangkapan, saya juga tidak suka,’’ tegas Brigjen Suryasta. Ditanya Polda dianggap melakukan kriminalisasi terhadap aktivis ForBALI, Kapolda menegaskan tidak ada upaya seperti itu dan murni penegakan hukum. ‘’Demo boleh tetapi jangan anarkis. Kalau dibilang kriminalisasi, itu terlalu jauh. Saat penangkapan pelaku juga ada surat perintahnya, kepolisian punya SOP dan teknis yang harus dipatuhi,’’ tandasnya. (kmb36)
Memajukan BIN Dari Hal. 1
‘’Ini membuktikan bahwa memang di BIN solid dan mendukung susksesi pergantian kepemimpinan di BIN. Kita akan bekerja bersama untuk memajukan BIN untuk lebih profesional dan lebih baik lagi,’’ kata Budi Gunawan. Pencalonan Budi sempat diragukan beberapa pihak karena latar belakangnya yang berasal dari Polri. Sehingga dianggap tidak cocok dengan institusi BIN yang selama ini jajarannya
banyak diduduki dari unsur militer. Dengan demikian, dikhwatirkan masuknya Budi Gunawan sebagai Kepala BIN akan mengganggu soliditas lembaga tersebut. Namun, menurut Budi Gunawan, bantuan dari Sutiyoso tersebut merupakan bukti bahwa seluruh jajaran BIN solid mendukung dirinya menjadi Kepala BIN. ‘’Kami akan bekerja bersama untuk memajukan BIN agar lebih profesional dan lebih baik lagi,’’ kata Budi Gunawan. (kmb4)
Sudah Tersangka
Dari Hal. 1
Menurut Suardana, dari BAP yang sempat dibaca, kasus itu dilaporkan tanggal 5 September 2016. ‘’Baru dua hari lalu dilaporkan, tetapi yang bersangkutan (Agung - red) sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap. Kami belum tahu saksi siapa yang diperiksa. Pasal sangkaan yaitu Pasal 24a junto Pasal 66 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara,’’ ucapnya. Status bersangkutan sudah tersangka. Sebenarnya hendak dilakukan penahanan, tetapi setelah negosiasi akhirnya diizinkan pulang. ‘’Pukul 01.00 Wita datang Bendesa Adat Kuta, Buduk, Intaran, Denpasar dan Kesiman. Yang terpenting solidaritas terbangun saat ini sudah mendapat hasil terbaik dan maksimal,’’ ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Gung Tu mengatakan penyidik menanyakan soal penaikan bendera ForBALI di Gedung DPRD Bali, 25 Agustus lalu. Yang dipermasalahkan sebenarnya penaikan bendera Merah Putih dan di bawahnya diikat bendera ForBALI. ‘’Sebenarnya dia (pe-
nyidik) cari pelaku yang menaikkan bendera itu. Saya memang ada di sana tetapi tidak melihat jelas. Saya ditangkap di tempat kerja tanpa surat apa-apa (surat penangkapan). Itu membuat saya agak shock,’’ tegasnya. Bendesa Adat Kuta Wayan Swarsa mengungkapkan, situasi dan kondisi berkembang saat ini seharusnya disikapi dengan bijaksana. Sebagai masyarakat adat Bali, pihaknya menjunjung tinggi penegakan hukum, tetapi jangan dimanipulasi. Oleh karena itu, Pasubayan dan masyarakat Bali akan mengikuti proses hukum ini dan melakukan pemantauan sampai kapan pun. ‘’Perjuangan ini jangan pernah kita nodai, jangan terpancing sehingga akhirnya ada piha-pihak yang menginginkan agar kita melakukan salah langkah, menggunakan kesempatan itu mendiskreditkan kita lagi. Kita berkali-kali didiskreditkan, difitnah, dijelek-jelekkan. Padahal kita tidak ada melakukan kesalahan, tetapi dituduh melakukan kesalahan,’’ ujar Swarsa sembari menegaskan jangan pernah takut karena tidak salah. (kmb36)
Dua Cara
Dari Hal. 1
‘’Saya tidak sebut nama yayasan, beberapa yayasan juga biayakan mereka yang berangkat ke daerah teroris di luar negeri atau yang dikenal sebagai foreign terorisme fighter (FTF),’’ katanya. Dia menjelaskan, terkait penyalurannya ada berbagai cara, seperti dari menggunakan sewa orang bahkan ada yang sampai menikahi dulu pasangan warga negara Indonesia. Setelah itu, menurutnya, sang istri diminta untuk membuka rekening khusus guna menerima alokasi dana dugaan terorisme. ‘’Adapun penggunaan instrumen pembayaran terkini yang baru saat ini ada dua cara yang ditemukan PPATK,’’ ujarnya. Dia menilai rata-rata kini pembayarannya dengan menggunakan transaksi pembayaran virtual. M. Yusuf mengatakan, pertama dengan menggunakan instrumen global payment gate-
away seperti paypal, dan kedua, penggunaan instrumen virtual currency seperti bitcoin. Dia memaparkan bahwa Indonesia ternyata juga menjadi bagian dari pemasok dana kepada terduga teroris ke negara lainnya. Dalam rincian yang dipaparkan PPATK, Indonesia mengirim ke Hongkong sebesar Rp 31,2 miliar, Indonesia mengirim ke Filipina sebesar Rp 229 miliar dan Indonesia mengirim ke Australia Rp 5,3 miliar. (ant)
Dapat Keistimewaan Dari Hal. 1
Pengembalian status kewarganegaraan Arcandra Tahar sebagai WNI, dinilai Trimedya, mendapat keistimewaan dan berjalan cepat, karena Arcandra dibutuhkan oleh Indonesia. (ant)
Arjuna Serang Karna dengan 100 Panah hingga Berdarah-darah
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta
(Edisi Tiga Ratus Tiga Puluh Enam) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
KEMUDIAN Phalguna yang berlengan perkasa pada pertempuran itu menyerang Karna, putra Vikartana, semua anggota badannya dengan 100 batang anak panah. Akibatnya, semua anggota badan Karna bermandikan darah. Kemudian, putra Suta yang keberaniannya sangat besar itu kemudian menyerang Phalguna, sebagai balasan menggunakan 50 batang anak panah. Setelah menyaksikan kelincahan tangan yang diperlihatkan Karna, Arjuna tidak dapat membiarkan itu. Setelah memotong busurnya, Dhananjaya, putra ketiga Pritha itu, dengan cepat menyerang pusat dada Karna menggunakan sembilan batang anak panah. Dhananjaya kemudian dengan cepat menembakkan sebuah panah dengan kemegahan matahari. Semua itu demi kehancuran Karna yang mencegah dirinya menyerang Jayadratha. Putra Drona, dengan sebuah anak panah berbentuk bulan sabit, kemudian memotong panah itu ketika sedang melesat sangat
cepat menuju Karna. Demikian anak panah Arjuna dipotong Aswatthaman, akibatnya panah itu jatuh di bumi. Dilengkapi keberanian besar, putra Suta itu, oh raja, kemudian mengambil busur lainnya untuk menutupi putra Pandu itu, dengan beberapa ribu anak panah. Partha membuyarkan rombongan belalang itu seperti angin saja. Serangan Arjuna dapat menghilangkan anak-anak panahnya sendiri yang luar biasa keluar dari busurnya Karna. Kemudian Arjuna menunjukkan kelincahan tangan-tangannya, menutupi Karna, dengan anak-anak panah yang benar-benar dalam penglihatan semua pasukan paduka. Karna, pembantai kelompokkelompok itu berusaha menetralkan serangan Arjuna itu. Karna menutupinya dengan ribuan anak-anak panah. Setelah saling melenguh satu dengan lainnya, seperti dua ekor banteng. Singa-singa di antara manusia itu menyelubungi langit, awanawan dari panah-panahnya yang
lurus. Masing-masing membuat tidak kelihatan oleh hujan-hujan anak panah. Mereka melanjutkan menyerang sangat sengit satu lainnya. Mereka baku serang satu lainnya. Bukan saja antara panah juga serangan menggunakan kata-kata, yang berbentuk panah-panah. ‘Aku adalah Partha, tunggu dan sebaliknya aku Karna, tunggu’, Oh Phalguna! Sungguh, kedua pahlawan ini saling bertarung satu lainnya secara menakjubkan, sambil menunjukkan banyak gerakan dan keterampilan memanah yang sangat tinggi. Dan pemandangan yang mereka tampilkan luar biasa, sehingga para ksatria lain menjadi saksi pertempuran itu. Tak saja ksatria menyaksikan pertempuran dashyat itu, juga disaksikan para siddha, charana dan pannaga. Mereka bertarung satu lainnya, oh raja. Masingmasing menginginkan membantai lainnya secepatnya. Kemudian Duryodhana, oh raja, menyapa prajurit-prajurit paduka, ‘Lindungi putra Radha
itu dengan hati-hati! Tanpa membantai Arjuna dia tidak akan berhenti dari pertempuran. Bahkan inilah apa yang Vrisha itu katakan kepadaku.’ Oh baginda, setelah menyaksikan keberanian Karna, Arjuna menembakkan empat anak panahnya dari tali busurnya yang ditarik sampai menyentuh telinga kuda-kuda putih Karna.
Arjuna mengirim keempat kuda Karna itu ke daerah kekuasaannya Dewa Yama. Dia juga menumbangkan sais keretanya Karna dengan sebuah anak panah berkepala lebar. Dia menutupi Karna itu sendiri dengan awanawan panah-panah. Serangan sporadis Arjuna itu benar-benar dalam pandangan putra paduka sendiri. (bersambung)
Sloka 9.23 Ye ‘py anya-devata-bhakta yajante shraddhayanvitah te ‘pi mam eva kauteya yajanty avidhi-purvakam Bahkan pemuja-pemuja dewa-dewa lainnya yang dengan iman mereka memuja dewa-dewa ini, mereka juga memuja-Ku, oh Arjuna, walau tidak dengan cara yang benar.
16 Pages
169 Number 8th Year
Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
st.co.id e-mail: info_ibp@balipo t.com. rnationalbalipos
om. http://epaper.inte
L O N A A T I E R N I N T
online: http://www.intern
r 9, 2016
Friday, Septembe
Friday, September
9, 2016
e Meneghini
TPX IMAGES
OF THE
Havana, hotel in leaves a
REUTERS/Alexandr
Madonna, pop star
DAY
Cuba,
Guy Madonna, tle child Ritchie set pute custody dis
daughter Leon (C), Lourdes 2016. August 15,
of American
court system, York State officially in the New the case was did not his mother confirmed Wednesday but live with inforon home to provide further who settled - Singer Madon- New York. immediately Girl” singer, also director NEW YORK The “Materialworldwide “Rebel mation. the settlement court her ex-husband, Details of na and her have settled a custo- concluded in March, and Ritchie, in online Holnot revealed for Ritchie did “Sherlock 16-year-old Heart” tour Guy Ritchie, they were for of 2009 film over their Attorneys return calls for dy dispute a court official in New directormarried in 2000. After that records. agreed mes,” not immediately son Rocco, Wednesday. in 2008, they Madonna. and a representative do on comment lawyers said they an- divorced live with York said Rocco would a New York judge Madonna’s on cases involving immediately also It was not which parent the In March, judge both separately not comment and Ritchie born with to find Madonna a British nounced live. 47, and the former spouses Rocco’s children.adopted son who was for teenager would58, and Ritchie, urged have an (rtr) Madonna, a legal battle over an amicable resolution in for in Malawi. have beensince December, when sake. a spokesman a court order Lucian Chalfen, their son at: ignored Post the teenagerfrom Ritchie’s London onal Bali Jl. D.Tamblingan to fly back Sanur
You can
find Internati
Jl. D.Tamblingan Sanur Cafee 18 Ramayana Jl. D.Tamblingan Sanur Sari Kuta Cafee Jl. Bakung 19 Smirnof Jl. D.Tamblingan Sanur Jl. Pantai Kuta 20 Legwa Hotel Jl. D.Tamblingan Sanur Club Tanduk Cafee 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 21 Nu Laser Jl. D.Tamblingan Kuta Sari Kuta Book 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 17 DKerobokan 22 Ganesa Paradiso Bali Jl.Petitenget Legian Kuta 3 Seminyak 17E Kerobokan 23 All For Daiving Jl. Padma 23 Resort&Spa Jl.Petitenget Klod 4 Ramayana 24 Barocca 17C Kerobokan Jl. Doble Six/Werkudara Legian Resort&Spa No. 51 Klod Jl.Petitenget 5 The Lokha Emtertaiment 25 Lantern Jl. D.Tamblingan Sanur 9 Kerobokan Live Sport Jl.Petitenget No.126 A 6 66 Corner No. 106 Dps 26 Shearlock 140 Grill Jl. D.Tamblingan Jl. Raya Puputan No 148 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan 68 27 Cafe Degan dan Restoran Mandala Renon Renon No Jl. Raya Niti 8 Retno Barr Jl. D.Poso 148 28 Kopi Made Mandala No. No. 50D Manan Jl. Raya Niti 9 Elkomedor Yamin No.18 Jl. D.Poso 29 Dimsum Scret Jl. Mohamad No. 39 10 Malaika Jl. D.Poso No.88 Renon 30 Furama Jl. Merdeka Sanur Subah Renon Denpasar 11 Snack Shack Jl. D.Poso 31 Warung Wuruk 184 Lokal khas Gilimanuk Sanur Jl. Hayam 12 Warung Jl. D.Poso 32 Ayam Betutu Sanur 13 Cokro Cafee Jl. D.Poso 33 Bali Bakery Sanur 14 T.J.Bar Jl. D.Poso Sanur 15 J & N Kebab Jl. D.Tamblingan Bar 16 Goanna 17 Batu Jimbar
TV event Trump in says with Clinton,leader Putin better than Obama Page 6
ationalbalipost.c
scores Altidore twice, US with advances T&T 4-0 win over
Asia leaders tiptoe around South China Sea tensions Page 13
Escort Bali
tourism
ary Involve custom villages, apply ty integrated securi
the Bali and more ESCORTING is getting civilizationthe future. Conflict rise difficult in to be on the intensity tends complexity and the growing problem makes of population a thousand and with Bali deal Growth rate of Bali the one problems. people face makes Balinese where recently tourism alsoin the tourism sector disruption of competition have an on the increasing will clearly as a it has an impact This condition social order.the effort of Bali conservation living space. and strengthimpact on conflicts the future, safe and comfortable in the potential To address of escorting Bali (THK), Tri Karana ening challenge of Tri Hita the brotherhood With the concept karmic law and accordingly.surely Kaya Parisuda, put into practice Bali would should be concept, this actualization become safe. Tourism... via AP/File on page 2 Index.Hu. Continued kicks left in blue, an, center Laszlo, the camcamerawom Petra September TV, a Hungarian Roszke Hungary. Serbia in taken fromfrom Serbia near border withSept. 7, 2016. file photo near Hungary’s Sept. 8, 2015 crossed the border said Wednesday to trip migrants this Tuesday who had just FILE - In and trying Hungarian prosecutors migrant filmed kicking the peace, out at a young was who for breaching erawoman been indicted 2015 has
Hungary charges camerawoman accused of tripping fleeing migrants
woman rges camera rants Hungary chatripping fleeing mig accused of was directly
pobehind the as
he him, and and restrain free.” to to catch balance as he brokenamed was done lost his and what soccer coach to what I did, said. “I am not heart-a The man, a Mohsen, went on me,” Laszlo am a woman,has Osama Abdula sports school offered racist... I who
migrants (or) where on Laszlo and filmed she kicked less a Spain him work.(rtr) of small children, who made filed charges and lice officers to find “While filming a swift mother her job, and also be heard prosecutors of kicking with they ran.man in the shin with foot, since lost in panic.” News can at Global had not - Hungarian an accused her right a young bad decision in “Bali Image” from 9.30 said she the sole of camerawom the southern border around 96.5 BUDAPEST Prosecutors a small child, Radio FM am. Listen to near young girl against a job at N1TV, kick of Wednesday until 10.00 FM at http:// fleeing policewas fired form her after video and also kickedher right foot,” the kicked a man carrying she had faced accusations Laszlo Global Radio en2mysympathies, a girl and the knee with tripping migrants one of the online furore. said in a statement. year. Petra at globalfmbali.list a man kicking streaming prosecutors no evidence of a racially during last year’s Serbia last station with nationalist to show her kicked toward but or live video and http:// There was crime, they added. “(Laszlo) radio.com mbali.com a television in his hands, online appearing http://radioglobalf el/global-fm-bali. in presidential motivated hate immediately reach- carrying a childreach the man. The footage spread Austria. was not Last year she told the kick did not ustream.tv/chann fell, beParty is standing child still hun- Laszlo in neighbouring a young man. felt she comment. how for disorderly elections described a able for Magyar Nemzet that tensions Her prosecution Prosecutors broke through as political the daily had happened. crifrom over what a holding conduct comes dreds of migrants and out of Szeged, a remorse practically in shock Europe’s migration holding mount over “I am Hungary is accept police cordon toward to last year. and headed sis in the region. on whether the area city in September a referendumquotas on Oct. 2, nearby EU migrant the far-right Freedom as same say
balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost
the tried man carryingof the policemen cause... one
Jumat Paing, 9 September 2016
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Soundrenaline
Naif akan Luncurkan Album Ketujuh
NAIF - Penampilan Naif pada Soundrenaline 2016 di GWK.
Ayu Azhari
Nyanyikan Keroncong di New York JARANG nongol di dunia hiburan Tanah Air, ternyata Ayu Azhari sibuk tampil di luar negeri. Terakhir ia membawakan lagu keroncong di New York. Rasa bahagia bisa tampil di tengah masyarakat Amerika membuat kakak kandung Rahma Azhari berseri-seri. Ia pun berbagi cerita tentang pengalamannya membawakan lagu kerongcong di Kota New York. Bintang film ‘’Catatan Tante Sonya’’ ini tampil di sebuah acara bertajuk Indonesian Street Festival 2016 yang digagas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). ‘’Alhamdulillah, saya baru kembali dari New York, senang banget bisa berkontribusi. Saya juga melihat animo masyarakat Amerika luar basa, buktinya di sepanjang jalan depan KJRI sampai di Central Park penuh sesak. Artinya, masyarakat di sana suka dengan kesenian dan kuliner khas bangsa kita,’’ kata Ayu Azhari. Perempuan 46 tahun yang masih terlihat cantik ini sengaja memilih lagu keroncong. Bahkan, ketika menyanyikan lagu keroncong, Ayu berhasil membuat orang-orang di New York kagum dan terpesona. Ayu membawakan lagu berjudul ‘’Sweet Dream’’. ‘’Intinya ketika saya membawakan lagu tersebut, semua orang yang lagi jalan berhenti. Mereka menilai musiknya asyik, tradisional, etnik. Saya jelaskan kepada mereka, lagu ini merupakan ciri khas musik Indonesia, namanya keroncong. Suara musik mengandalkan gendang dan suling,’’ terangnya. Ayu tampil di New York pada 27 Agustus 2016 dengan mengenakan kebaya yang menjadi busana khas wanita I n d o nesia. (pik)
Bali Post/kmb23
GUNA menunjukkan eksistensinya, grup band Naif akhir tahun 2016 ini akan me-launching album terbaru. Album ini merupakan album ke-7 yang akan berisi sebanyak 10 lagu. Album terbaru ini akan menyusul kesuksesan enam album Naif terdahulu yang berhasil merebut hati para penggemarnya. ‘’Kami lagi persiapkan album ke-7 isinya 10 lagu akhir tahun ini. Kami akan bikin format tertentu. Semua format fisik yang ada mau kita coba bikin jadi satu,’’ kata David sebagai vokalis usai tampil pada Soundrenaline 2016 di
Garuda Wisnu Kencana (GWK), beberapa waktu lalu. Band yang beranggotakan David (vokal), Pepeng (drum), Jarwo (gitar), dan Emil (bass) ini menjanjikan suguhan lagu yang lebih fresh dengan lirik serta musik khas Naif. Berisi 10 lagu pamungkas, mereka belum dapat membocorkan tema album terbarunya. Naif selama ini memiliki banyak lagu hits yang selalu membius para penonton untuk bernyanyi dan terhanyut dengan suasana cerita lirik lagunya. David cs. pun tak pernah mengecewakan Kawan Naif
setiap kali mereka menampilkan aksi panggungnya. Namun yang unik, Naif ternyata pernah tidak menggunakan daftar lagu pada salah satu acara. Di situ, David sedikit kelimpungan tetapi ia tetap santai dan berusaha menghibur penonton dengan guyonannya. ‘’Tapi pernah manggung, kami enggak pernah pakai songlist, penonton minta apa dibawain. Pas dibawain gua lupa liriknya, blank gua. Gua bener-bener lupa,’’ ungkap David. Meski bukan hal baru dalam pentas musik, David dan kawan yang tergabung dalam
Band Naif juga mengaku masih sering melakukan kesalahan dalam melafalkan lirik-lirik lagu mereka. Seperti halnya saat mereka membawakan lagu yang berjudul ‘’Cuek’’, David mengaku karena lupa lirik sehingga dirinya selama perform membawakan lagu ‘’Cuek’’ tidak ikut bernyanyi. ‘’Ada tuh satu lagu judulnya ‘Cuek’, saya cuma inget kata Cuek judul lagunya juga ‘Cuek’. Jadinya, sepanjang bawakan lagu itu saya enggak ikut nyanyi udah bener diem cuma ikut ujungujungnya saja. Bener-bener blank,’’ kenangnya. (kmb23)
Serangan
Identik dengan Pulau Penyu
KELURAHAN Serangan, Denpasar Selatan, dulu dikenal dengan sebutan Pulau Serangan, karena posisinya terpisah dengan Bali daratan. Akses menuju pulau itu harus menggunakan perahu kecil. Namun, sejak dilakukan pengembangan oleh PT BTID, akses ke pulau itu sudah bisa melalui jalan darat. Pulau itu kini sudah menyatu dengan dibuatnya akses jalan menuju pulau tersebut. Pulau kecil di selatan Denpasar ini menyimpan kekayaan tersembunyi berupa kuliner ikan asap, wisata religi di Pura Dalem Sakenan, wisata sejarah di Kampung Bugis, serta konservasi penyu. Potensi pengembangan penyu di Serangan sepertinya menjadi ikon bagi kelurahan ini. Bahkan, di tempat itu juga dibangun Turtle Education and Conservation Center (TCEC) yang beralamat di Jalan Tukad Wisata No. 4, Kelurahan Serangan. Inilah satu-satunya tempat di Bali sebagai pembudi daya penyu hijau. Penyu hijau yang keberadaannya sudah mulai punah ini, kini menjadi fauna laut yang dilindungi. Lurah Serangan Wayan Karma mengatakan TCEC merupakan wahana konservasi yang diprakarsai oleh sejumlah tokoh peles-
tarian lingkungan di Bali, WWF, dan Pemerintah Provinsi Bali. Pilot project tempat ini dimulai pada tahun 1982, atas prakarsa antara lain Menteri Riset dan Teknologi ketika itu B.J. Habibie. Pendirian proyek ini didorong oleh maraknya jual-beli dan pemotongan penyu di Bali, khususnya di Pulau Serangan dan Tanjung Benoa. Agar terus berkelanjutan, aspek wisata pendidikan dikembangkan agar dapat mendukung pendanaan operasional dari wahana ini. Meski demikian, TCEC tidak menerapkan tarif tertentu dalam bentuk tiket, tetapi lebih seperti membuka peluang donasi bagi para pengunjung yang tertarik untuk ikut melestarikan keberadaan penyu-penyu ini. Setelah berjalan beberapa tahun, kini telah berkembang sembilan lokasi binaan TCEC sebagai pusat penetasan penyu yang tersebar di seluruh Bali, antara lain Perancak (Negara), Pengambengan, Pantai Saba, Pantai Kuta, dan Serangan. Sebagai sarana wisata pendidikan, terdapat beberapa fasilitas di TCEC yang memungkinkan masyarakat menggali wawasan mengenai proses yang berlangsung dalam penyelamatan hewan langka ini. Di TCEC, masyarakat dapat melihat tiga dari enam jenis penyu yang hidup di Indonesia, yaitu penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang. (ara)
Bali Post/ist
PENYU – Turtle Education and Conservation Center merupakan tempat untuk pembudidayaan penyu di Serangan.
Authenticity Digelar di Tujuh Kota FESTIVAL musik Authenticity kembali digelar tahun ini dengan tur di tujuh kota. Authenticity 2016 akan menyambangi Bandung, Kendari, Palu, Makassar, Samarinda, Mataram, dan Surabaya. ‘’Saya tetap menyatukan band-band ternama menjadi suatu tampilan musik yang berbeda, yang autentik. Jadi arti autentik itu natural apa adanya,’’ jelas Anes, salah satu anggota tim penyelenggara dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/9).
Agar Mirip Dono ’’Warkop’’
Abimana Cari Gigi Palsu DEMI karakter Dono yang ia perankan di film ‘’Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss’’ Part 1, Abimana Aryasatya tidak ingin tanggungtanggung. Dalam ‘’Warkop Reborn’’, Dono mendapat julukan ‘’bemo’’ karena giginya yang maju. Untuk itulah Abimana berusaha keras mencari gigi palsu yang terbaik hingga ke negara tetangga agar menyerupai Dono. ‘’Saya sempat browsing di internet, kalau di Singapura ada perajin gigi palsu yang bagus. Sudah sempat tanya-tanya, tanya waktu itu
terkendala waktu dan akhirnya enggak jadi,’’ ungkap Abimana. Setelah itu, Abi kembali mencari di dalam negeri. Akhirnya ia mendapatkan tempat pembuat gigi palsu yang baik di Indonesia. ‘’Memang berbeda dari yang di Singapura, tapi paling tidak saya bisa menyamakan karakter gigi Dono,’’ ujarnya. Perlu proses pengukuran sampai rontgen untuk mendapatkan hasil yang maksimal karena gigi palsunya harus sesuai dengan bentuk rahang Abimana. (pik)
Tur 7 kota ini akan menampilkan Kotak, Isyana Sarasvati, Judika, Seringai, Sore, Andra & The Backbone, Aura Kasih, Audrey, Atika Dora, dan DJ Zabylla. Mereka memiliki karakter musik yang berbeda dan akan berkolaborasi. ‘’Kalau ngomongin acara Authenticity persiapannya berbeda. Akan ada kolaborasi sama siapa masih kita rembukin dan masih rahasia. Dan kalau mau tahu kolaborasi sama siapa, makanya datang ke Bandung tanggal 10 September nanti,’’ pungkas Tantri ‘’Kotak’’ sebagai salah satu pengisi acara. (pik)