Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Selasa pon, 8 mei 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
Bali Post/kmb
BERSAMA OMBUDSMAN - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), bersama Kepala Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab (tengah). Sebelumnya, Koster-Ace menyampaikan visi, misi dan program kerja dalam mewujudkan pelayanan publik berkualitas.
Koster-Ace Teken Pakta Integritas Pelayanan Publik Berkualitas Koster akan Terapkan Sistem Pengaduan ’’Online’’
PASANGAN calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), Senin (7/5) kemarin menghadiri undangan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Bali. Ombudsman Provinsi Bali mendengar langsung visi, misi dan program kerja KosterAce dalam mewujudkan pelayanan publik berkualitas. Pada kesempatan tersebut Koster-Ace menandatangani pakta integritas pelayanan publik yang berkualitas. Kepala Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab menjelaskan, digelarnya acara ini agar publik mengetahui visi, misi dan program kerja KosterAce dalam hal pelayanan publik di Bali jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023. ‘’Kita memimpikan pelayanan publik di Bali setara dengan Eropa. Kenapa demikian, karena Bali ini pulau internasional, peristiwa bersejarah besar banyak terjadi di sini, tetapi pelayanan publiknya belum setara dengan negara-negara di Eropa. Kenapa itu penting, agar warna Bali sebagai island of love, island of tolerants tercermin secara visual,’’ harapnya. Wayan Koster memulai pemaparannya dengan menegaskan komitmennya terhadap pelayanan publik yang berkualitas. ‘Buat saya ini (pelayanan publik berkualitas) penting. Ketika undang-undang ini digarap, sebagai anggota DPR-RI saya sangat mendukung. Saya ingin
Ombudsman ini jadi mitra strategis di Bali. Kami butuh kontrol,’’ ujarnya. Untuk menciptakan pelayanan publik berkualitas, Koster akan menerapkan sistem pengaduan online di seluruh Bali. Yang terpenting, menurutnya, adalah keharusan akan adanya regulasi lokal sesuai kewenangan daerah dalam hal standar pelayanan publik berkualitas. Menurutnya, hal itu dimungkinkan melalui pembuatan peraturan yang menjadi kewenangan gubernur. ‘’Misalnya dibuatkan peraturan gubernur (pergub) tentang standardisasi pelayanan publik di daerah, acuannya adalah UU Nomor 65 Tahun 2005. Di tingkat lokal itu harus dijabarkan. Jadi kita punya ruang mengatur itu,’’ ujarnya. Dalam aturan itu, nantinya dibuatkan standar pelayanan publik berkualitas yang bisa diterapkan di Bali. Salah satunya adalah membuat aturan pelayanan publik berbasis online. ‘’Diatur tentang standar pelayanannya misalnya, pelayanan bebas dari kolusi dan pungutan, persyaratan harus transparan, mekanismenya harus sederhana. Deregulasi dan debirokratisasi. Penyederhanaan persyaratan dan penyederhanaan mekanisme, transparan serta bersih. Dalam hal perizinan, harus berbasis online,’’ paparnya. Koster-Ace juga menarget zero complain pelayanan publik jika ia terpilih melalui Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 27 Juni 2018. ‘’Target
kami zero complain untuk di bidang pelayanan publik,’’ kata Koster. Ia menekankan pentingnya deregulasi dan debiroratisasi untuk mewujudkan pelayanan publik berkualitas di berbagai sektor kehidupan masyarakat Bali. Salah satunya adalah menerapkan sistem pelayanan publik berbasis online. Selain itu, ia menekankan perlunya membuat regulasi lokal sesuai kewenangan daerah mengacu pada UU Nomor 65 Tahun 2005. Koster menegaskan perlunya standardisasi pelayanan publik yang diatur secara detail oleh gubernur. ‘’Misalnya standar perizinan tidak boleh melebihi satu bulan atau satu minggu atau satu jam saja. Pelayanannya juga harus bebas kolusi dan pungutan. Mekanismenya disederhanakan. Tidak perlu lagi melewati beberapa meja karena online sistemnya,’’ ujar Koster. Ia menegaskan, segala kepentingan masyarakat berkaitan pelayanan publik tak boleh dilaksanakan berbelit-belit. ‘’Tidak boleh ribet. Sekali lagi, tidak boleh begitu mengurusi warga. Saya akan dobrak perilaku yang menghambat kepentingan publik,’’ tegasnya. Di akhir acara, Koster-Ace serta Kepala ORI Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab menandatangani Pakta Integritas Pelayanan Publik berkualitas. ‘’Bila nanti Bapak (Koster-Ace) terpilih, tapi tidak melaksanakan komitmen ini, maka kami Ombudsman yang akan menagihnya,’’ pungkas Umar Ibnu Alkhatab. (kmb)
Alasan Rai Mantra Sejak 2014 Tolak Reklamasi Teluk Benoa (1)
Reklamasi Teluk Benoa Langgar Undang-undang dan Perda RTRW RENCANA reklamasi Teluk Benoa seluas 700 hektar untuk kawasan wisata sejak awal mendapat reaksi keberatan dari Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang kini menjadi calon Gubernur Bali nomor urut 2. Begitu mengetahui rencana tersebut, Rai Mantra selaku Wali Kota Denpasar bersurat kepada Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan nomor surat 500/2478/Ek tertanggal 4 Juli 2014. Surat tersebut memberi pertimbangan kepada pemerintah pusat dari beberapa aspek. Hal tersebut dipaparkan Rai Mantra saat ditemui di kediamannya, Jalan Cok Agung Tresna 37A, Renon, menjelang keberangkatannya
16 HALAMAN
NOMOR 248 TAHUN KE 70
berkampanye ke Tanjung Benoa, Badung, Minggu (6/5). Menurut Rai Mantra, aspek pertama yang membuat dirinya menolak rencana tersebut adalah aspek legalitas. ‘’Dari aspek legalitas, dengan jelas saya nyatakan bahwa rencana itu (reklamasi Teluk Benoa) pantas dipertimbangkan,’’ ujar Rai Mantra. Ia kemudian menerangkan dari aspek ini tercakup di dalamnya mengenai tata ruang. Dalam konteks ini, menurut Rai Mantra, kawasan Teluk Benoa adalah kawasan yang berdampingan dengan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai. Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 544/Kpts-II Tahura Ngurah Rai seluas 1.373 hektar di mana 734,5 hektar di antaranya berada di Kecamatan Denpasar Selatan.
BERTEMU - Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, saat bertemu masyarakat sebelum kampanye ke Tanjung Benoa, Badung, Minggu (6/5).
Adapun fungsi-fungsi yang diizinkan baik oleh undang-undang, Perda RTRWP, RTRW Kabupaten/ Kota dan peraturan pemerintah adalah sebagai pusat penelitian, pendidikan mangrove, dan wisata alam dan area untuk Pelabuhan Benoa. Selain itu, kawasan ini juga merupakan Kawasan Strategis Kota Denpasar yang merupakan bagian dari Kawasan Strategis Provinsi dan Nasional. Dan, mengacu pada Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Denpasar, kawasan Teluk Benoa diperuntukkan sebagai pelabuhan, kawasan konservasi, dan kawasan lindung, sehingga apabila direklamasi dengan fungsi destinasi pariwisata akan bertentangan dengan RTRW yang ada. ‘’Itulah salah satu pertimbangan yang menyebabkan empat tahun yang lalu kami menolak rencana reklamasi Teluk Benoa,’’ tegas Rai Mantra. Kontrak Politik Penolakan atas rencana reklamasi Teluk Benoa dipertegas lagi oleh Rai Mantra bersama Cawagub I Ketut Sudikerta saat mendeklarasikan diri sebagai pasangan cagub-cawagub Februari 2018. Paslon Mantra-Kerta pada Sabtu (5/5) menandatangani dua kontrak politik sebagai janji yang pasti mereka wujudkan jika dipercaya memimpin Bali ke depan. Kontrak politik pertama menyatakan akan bersurat secara resmi kepada Presiden RI begitu dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023. Sebagai bentuk kesungguhan, pada hari itu juga MantraKerta dalam kapasitas sebagai pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur bersurat kepada Presiden RI agar mencabut Perpres 51/2014. Kontrak politik kedua, mencanangkan bantuan Rp 500 juta per tahun kepada setiap desa pakraman sebagai bentuk kesungguhan menjadikan desa pakraman sebagai poros utama pelestarian dan pengembangan budaya Bali. (kmb)
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
2 2
DENPASAR
Sabtu Paing, 9 September 2017 Selasa Pon, 8 Mei 2018
Tuntut Ahui Dipidanakan
Ratusan ’’Guide’’ Datangi Kantor Imigrasi
Mangupura (Bali Post) Tidak puas atas penuntasan kasus pemukulan guide yang terkesan tidak adil, ratusan massa yang merupakan guide dari seluruh Bali mendatangi kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Senin (7/5) kemarin. Dengan membawa sejumlah spanduk, ratusan massa yang tergabung dalam Komunitas Pejuang Peduli Bali ini menggelar orasi meminta pihak imigrasi tidak hanya mendeportasi Ahui yang diduga menjadi otak pemukulan, tetapi juga menyeretnya sebagai pelaku tindak pidana. Menurut Koordinator Komunitas Pejuang Peduli Bali Yosua Michael Tjoeng atau sering dipanggil Wisnu, ini berawal dari kasus pemukulan yang dilakukan Made Yastono (33) terhadap Edy yang merupakan guide lokal di Kuta, April lalu. Dari hasil penyidikan, kasus ini diduga sebagai dalangnya adalah Ahui yang tidak lain WNA Tiongkok yang menjadi guide ilegal di Bali. Ironisnya, pihak penyidik hanya mengenakan pasal tindak pidana ringan kepada pelaku dan terkesan tidak mengusut tuntas kasus ini. ‘’Kami ingin imigrasi transparan dalam mengungkap kasus ini. Termasuk soal maraknya guide asing liar di Bali yang masih bebas leluasa di Bali tanpa ada tindakan tegas. Kami ingin hukum di Indonesia tidak diremehkan. Ini harus
dapat tindakan tegas,’’ kata Wisnu. Ditambahkannya, salah satu tuntutan yang disampaikan yaitu meminta tindak lanjut terkait Ahui yang diduga sebagai otak pelaku pemukulan guide lokal di Bali. ‘’Kami tidak ingin pelaku yang tidak lain bernama Li Huahui alias Ahui hanya diberikan hukuman dideportasi. Karena, jika di deportasi tentu itu ada batasnya dan dia bisa lagi berulah kembali di Bali,’’ ucapnya. Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Amran Aris menegaskan bahwa dalam hal ini pihaknya tetap bekerja sesuai kewenangan dan pelaksanaan tugas dari keimigrasian. Terkait kasus Ahui, pihaknya memutuskan akan melakukan deportasi dan dalam waktu selama enam bulan yang bersangkutan tidak bisa masuk
ke Indonesia. ‘’Hanya itu yang bisa kami tegaskan sesuai ranah kami di imigrasi terhadap kasus ini,’’ pungkasnya. Sementara untuk masalah keberadaan guide ilegal, pihaknya sudah membentuk empat tim untuk melakukan penertiban. ‘’Dalam satu minggu ini ada empat tim yang kami bentuk sudah mulai bergerak. Beri kami waktu dalam menjalankan tugas ini, kami ingin juga menertibkan adanya guide asing ilegal,’’ tegasnya. Soal apakah kasus Ahui bisa masuk ke ranah pidana, Amran memberikan waktu satu minggu kepada massa agar bisa menunjukkan bukti-bukti terkait kasus pemukulan itu yang diduga Ahui terlibat unsur pidana. (kmb23)
Seniman Denpasar Raih Penghargaan Seni dari UNJ Yang Pung Buktikan Hasil Pengembangan Seni di Kota Denpasar
SALAH satu seniman terbaik Kota Denpasar Nyoman Suarsa, S.Sn. atau yang akrab disapa Yang Pung kembali membuktikan besarnya apresiasi publik atas dedikasinya terhadap perkembangan seni budaya. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan di bidang pendidikan seni yang diterimanya dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Penghargaan diserahkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Rabu (2/5) lalu. Penghargaan yang diterima Yang Pung ini pun sangat diapresiasi oleh Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. ‘’Ucapan selamat saya sampaikan mewakili Pemerintah Kota Denpasar atas pencapaian yang telah didapatkan seniman terbaik kita yakni Nyoman Suarsa (Yang Pung) yang menerima penghargaan seni bidang pendidikan seni dari Universitas Negeri Jakarta,’’ ujar Jaya Negara saat menerima Yang Pung di ruang kerjanya, Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (7/5) kemarin. Seniman asal Banjar Wangaya Klod ini di hari yang sama juga diterima Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram, Plt. Kabag Humas Setda Kota Denpasar I.B. Mayun Suryawangsa serta Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwantara. Lebih lanjut disampaikan Jaya Negara, napas dari Kota Denpasar merupakan seni dan budaya yang saling membingkai dan mendukung di setiap denyut masyarakat Kota Denpasar. Namun perlu diingat juga bahwa kebudayaan tak hanya berkutat pada seni saja, namun seni tersebut merupakan salah satu ornamen kebudayaan yang mendukung visi-misi Kota Denpasar berlandaskan kebudayaan. Penghargaan kepada seniman Kota Denpasar dari Universitas Negeri Jakarta ini menunjukkan betapa tingginya apresiasi publik nasional atas hasil pengembangan seni budaya khususnya di Kota Denpasar. ‘’Penghargaan ini hendaknya juga dijadikan momentum bagi Dinas Kebudayaan, apalagi penghargaan ini merupakan penghargaan seni yag sinergis dengan pendidikan, sehingga terjadi kesinambungan yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan seni budaya di Kota Denpasar nantinya,’’ kata Rai Iswara. Sementara itu, Nyoman Suarsa, S.Sn. yang ditemui usai bertatap muka dengan Sekda Kota Denpasar dan Plt. Wali Kota Denpasar mengatakan setiap tahunnya pihak UNJ mencari tokoh–tokoh yang konsisten
FOTO BERSAMA - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat berfoto bersama dengan Nyoman Suarsa, S.Sn. seusai memberikan apresiasi atas raihan penghargaan seni dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (7/5) kemarin. di bidang masing-masing, salah satunya di bidang seni. Mengenai proses penghargaan ini diawali dengan pihak Yang Pung mengirimkan dokumentasi baik penghargaan dan rekaman karya mengenai kiprahnya dalam bidang seni budaya. Dari Bali, selain Yang Pung, terpilih juga Prof. Dibya, karena dipilih masing-masing dua perwakilan dari setiap daerah. ‘’Pendidikan terutama seni budaya di Kota Denpasar harus tetap bergerak dan tidak boleh statis. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya memberikan sumbangsih terhadap pengembangan seni budaya di Kota Denpasar,’’ ungkap Yang Pung. Ditanya mengenai perkembangan seni budaya di Kota Denpasar, Yang Pung merasa optimis. ‘’Ini dibuktikan dengan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dengan banyaknya memberikan ruang bagi seniman untuk berekspresi dan menunjukkan karyanya,’’ tutup Yang Pung. (ad422)
PAW Yonda Tak Kunjung Diproses
Diare, Jro Jangol Batal Dituntut
Denpasar (Bali Post) Rencana tuntutan dalam perkara narkoba dengan terdakwa mantan Wakil DPRD Bali Jro Komang Suastika alias Jro Jangol, Senin (7/5) kemarin batal dibacakan. Dalam sidang di PN Denpasar, JPU Dewa Narapati di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi menyampaikan sepucuk surat dari dokter Lapas Kerobokan. Dan setelah diamati oleh majelis hakim, disampaikan bahwa Jro Jangol oleh dokter lapas disebut mengalami diare akut. Sidang pun ditunda hingga Kamis depan. Penundaan ternyata bukan untuk Jro Jangol semata. Namun saudara kandungnya, I Wayan Sunada alias Wayan Kembar, yang sedianya menjalani sidang dengan agenda putusan atau vonis juga batal dilakukan. Begitu sidang dibuka, majelis hakim mengaku belum siap dengan putusannya sehingga sidang ditunda hingga pekan depan. Sebelumnya, Wayan Kembar terdakwa kasus narkoba dituntut pidana selama sembilan tahun penjara. Selain itu, JPU Lovi juga menuntut Wayan Kembar dengan pidana denda sebesar Rp 800 juta subsider enam bulan penjara. JPU dalam surat tuntutannya mengatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli barkotika golongan 1 bukan tanaman, sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 tentang Narkotika. (kmb37)
Mangupura (Bali Post) – Pergantian Antar-Waktu (PAW) anggota DPRD Badung I Made Wijaya alias Yonda hingga kini belum diproses. Padahal politisi Gerindra ini telah resmi dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan reklamasi liar dan pembabatan hutan di Pantai Barat Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung. Bendesa Adat Tanjung Benoa itu divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, akhir Desember 2017. Ditemui di ruang kerja dewan, Senin (7/5) kemarin, Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengakui belum menerima usulan resmi dari Partai Gerindra terkait PAW. ‘’Dokumen dari Gerindra belum dilengkapi, namun sudah ada komunikasi (dari Gerindra) kok. Jadi untuk PAW kita tunggu keputusan DPP Gerindra. Kalau sudah ada (usulan – red) pasti kita proses,’’ ujarnya. Politisi asal Dalung itu mengatakan, partai besutan Prabowo Subianto belum mengusulkan PAW untuk Yonda. Namun, terkait gaji dan hak-haknya sebagai anggota legislatif Badung sudah dicabut sejak 30 Desember 2017. Kebijakan ini berdasarkan surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor: 174/3751/OTDA, tertanggal 23 April 2018. Surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Sumarsono itu intinya meminta Gubernur Bali segera memproses pemberhen-
tian I Made Wijaya sebagai anggota DPRD Badung. ‘’Surat yang dikirim Kemendagri ini semacam fatwa untuk menindaklanjuti kasus yang membelit I Made Wijaya. Dan kami di parlemen Badung tunduk pada fatwa itu, jadi semua hak-hak keuangan untuk sudah diberhentikan per Desember 2017,’’ katanya. Menurutnya, ada tiga poin penegasan Kemendagri, yakni berdasarkan putusan pengadilan yang bersangkutan dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana. Berdasarkan putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap, anggota DPRD Kabupaten/Kota diberhentikan sebagai anggota DPRD kabupaten/kota. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemprov Bali dapat memproses pemberhentian sesuai mekanisme ketentuan peratuan perundang-undangan dan hak-hak keuangan sebagai anggota DPRD Badung tidak dapat dibayarkan lagi sejak putusan pengadilan telah memperoleh kekuatan hukum tetap (30 Desember 2017). Ketua DPC Partai Gerindra Badung IGK Puriartha saat dikonfirmasi tidak membantah jika sejumlah dokumen PAW belum dilengkapi. Politisi asal Kerobokan ini mengaku pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari DPP Gerindra. ‘’Ya, kami masih menunggu surat resmi dari DPP,’’ pungkasnya. (kmb27)
16 HALAMAN
NOMOR 248 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Selasa pon, 8 mei 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Menkeu Sri Mulyani Bertekad Bersihkan Makelar Anggaran Jakarta (Bali Post) – Terungkapnya korupsi yang melibatkan pegawai Kementerian Keuangan telah mencederai reformasi tata kelola dan upaya mewujudkan transparansi di kementerian itu. ‘’Tertangkapnya YP telah membunyikan alarm yang sangat keras, bahwa yang dilakukan YP adalah nyata merupakan praktik makelar anggaran. Saya tekankan bahwa penangkapan YP sangat mengecewakan dan memprihatinkan kita semua,’’ kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (7/5) kemarin. Sri Mulyani mengatakan bahwa YP yang ditangkap oleh KPK adalah Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Negara. Jabatan YP sebetulnya tidak ada hubungan dengan pengalokasian anggaran ke daerah. Menanggapi kasus tersebut, Sri Mulyani menegaskan bahwa pihaknya berusaha membersihkan Kementerian Keuangan dari praktik makelar anggaran. ‘’Banyak prosedur kami ubah menggunakan teknologi informasi, sehingga interaksi dan pertemuan antara kementerian lembaga, pemerintah daerah, atau instansi lain dalam pengurusan anggaran tidak perlu dilakukan perseorangan,’’ katanya. Sri Mulyani mengaku telah mengintroduksi proses bisnis yang lebih terbuka dan transparan serta mengurangi interaksi dalam pengurusan keuangan negara. ‘’Namun ternyata
masih ada oknum di Kemenkeu yang melihat adanya suatu kesempatan untuk menjadi makelar anggaran. Kami akan evaluasi dari sisi tata kelola, bisnis proses, dan tingkah laku pegawai di Kemenkeu,’’ ucapnya. Selain itu, Kemenkeu juga akan memberikan edukasi kepada pemerintah dan kepala daerah guna mencegah terjadinya praktik makelar anggaran. ‘’Pemda, terutama yang masih baru terbentuk, biasanya mereka kemudian merasa perlu untuk sowan atau datang. Karena tidak cukup pengalaman, mereka menjadi objek yang sangat rawan untuk makelar anggaran,’ katanya. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan Indonesia Bagian Timur merupakan daerah yang rawan menjadi objek para calo anggaran. Modusnya biasanya adalah jasa pengurusan anggaran hingga menawarkan jasa pencairan anggaran. Ia juga meminta
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu untuk aktif menyampaikan kepada kepala daerah baru bahwa mereka tidak perlu bertemu dengan para calo anggaran. Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menahan empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan suap pembahasan Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada Rancangan APBN-Perubahan 2018. Keempat tersangka yaitu anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Amin Santono, pihak swasta sekaligus perantara Eka Kamaluddin, Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo (YP), dan pemberi suap Ahmad Ghiast. (ant)
Sri Mulyani
Bali Darurat Sampah Medis BALI berada pada fase darurat sampah medis. Apalagi baru-baru ini terkuak kasus rumah sakit swasta besar di Bali membuang sampah medis sembarangan. Juga ditemukan sampah medis di TPA Suwung. Ini menandakan penanganan sampah medis masih menjadi masalah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan, di Bali ada 60 rumah sakit, 120 puskesmas, dan 200 klinik swasta. Semua itu tentunya menghasilkan limbah medis cair maupun padat. Per harinya 3 ton lebih limbah medis padat dihasilkan dari fasyankes yang ada di Bali. Puskesmas rawat inap menghasilkan limbah medis padat rata-rata 0,8 kg per tempat tidur. Sehingga setiap puskesmas menghasilkan 15-20 kg limbah medis padat per harinya. Bisa dihitung, jika limbah yang
dihasilkan sehari 3 ton sementara biaya pengolahan limbah Rp 20.000 per kg, berarti per hari Rp 60 juta dihabiskan untuk mengolah limbah medis. Limbah medis cair diolah dengan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang ada di masing-masing RS dan fasyankes lain. ‘’Semua fasyankes wajib punya IPAL,’’ tegasnya. Diakui semua puskesmas telah memiliki IPAL, karena itu merupakan persyaratan wajib. Sejak tahun 2017, puskesmas telah melengkapi diri dengan IPAL. Sementara limbah medis padat diolah dengan insenerasi tanpa asap. Saat ini di Bali belum ada tempat pengolah limbah padat. Karena terkendala perizinan yang ketat di Kementerian Lingkungan Hidup. Maka dari itu, pengelolaan limbah medis dikerjasamakan dengan
pihak ketiga. RS pada umumnya menggunakan incenerator dan puskesmas bekerja sama dengan RS dalam pengolahan limbah medis padat. Namun sekarang sebagian besar RS tidak memanfaatkan incenerator. Di samping karena suhu incineratornya tidak memenuhi standar, limbah residunya yang dihasilkan juga belum terstandar. ‘’Itu harus ada standar bakunya seperti residunya harus sekitar 7-10 persen, dan harus ramah lingkungan, itu standarnya dari Kementerian Lingkungan Hidup,’’ jelasnya. Ketua Persi Bali dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. mengatakan, mengolah limbah medis membuat rumah sakit serba salah. Karena selain mahal, masyarakat sekitar rumah sakit juga merasa terganggu dengan aktivitas pengolahan sampah medis. Di sisi lain, RS
0,8/ Kamar Tidur 15-20 Kg
Limbah medis padat / hari
Rp 60 Juta
Biaya Pengolahan / hari
60
Rumah Sakit
200
Klinik Swasta
120
Puskesmas
Gugatan HTI Ditolak Jakarta (Bali Post) – Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak gugatan eks perhimpunan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk seluruhnya, melalui sidang pembacaan putusan di Jakarta, Senin (7/5) kemarin. ‘’Dalam esksepsi permohonan yang diajukan penggugat tidak diterima seluruhnya, menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya, dan membebankan biaya perkara sebesar Rp 445.000,’’ ujar hakim ketua Tri Cahya Indra Permana, S.H., M.H. saat membacakan putusan gugatan eks HTI di PTUN DKI Jakarta, Senin kemarin. Pertimbangan majelis hakim dalam mengeluarkan putusan antara lain, berdasarkan keterangan saksisaksi yang selama ini telah menyampaikan pandangan dakam sidang. Majelis hakim juga mengatakan dalam aturan yang berlaku diatur bahwa ormas dapat dibubarkan apabila menyangkut tiga hal yakni atheis, menyebarkan paham komunis, dan berupaya mengganti Pancasila. Menurut majelis hakim, HTI terbukti menyebarkan dan memperjuangkan paham khilafah, sesuai dalam video Muktamar HTI tahun 2013 silam. Majelis mengatakan pemikiran khilafah sepanjang masih
dalam sebatas konsep dipersilakan. Namun bila sudah diwujudkan dalam aksi yang berupaya mengganti Pancasila maka dapat berpotensi perpecahan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertentangan dengan visi Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga pembubarannya merupakan hal yang perlu. ‘’Demi keselamatan NKRI dan keutuhan bangsa Indonesia setiap ormas yang merongrong Pancasila, UndangUndang Dasar 1945, dan tidak menghormati Bhinneka Tunggal Ika harus dilarang,’’ kata Said di Jakarta, Senin kemarin. Menurutnya, Hizbut Tahrir termasuk ormas yang berupaya membentuk pemerintahan Islam yang terpusat sebagaimana masa kekhalifahan. Tujuan tersebut artinya meniadakan negara-negara yang ada saat ini termasuk Indonesia. Maka dari itu, hal itu bertentangan dengan NKRI dan negara-negara lain di seluruh dunia. Said mengatakan telah berulang kali menyampaikan pesan-pesan soal pentingnya pembubaran HTI untuk keselamatan bangsa Indonesia kepada khalayak umum. (ant)
limbah medis. Selama ini diakui cukup banyak investor yang berminat berinvestasi dalam pengelolaan limbah medis ini. Namun belum ada yang memenuhi syarat. Ketua Umum APDUPI (Asosiasi Pengusaha Daur Ulang Plastik Indonesia) Saut Marpaung mengatakan, limbah medis padat bisa didaur ulang. Sampah medis yang kebanyakan terbuat dari plastik, ada yang masih memiliki nilai ekonomis. Seperti kemasan bekas obat-obatan, spuit bekas, botol bekas, botol infus, kemasan cairan asam kuat, selang, masker oksigen. Sampah itu ia beli dari rumah sakit untuk didaur ulang menjadi produk baru seperti kantong sampah medis, segel gas, ember cor, dll. Sementara limbah hasil olahan yang tidak bernilai ekonomis bisa menjadi batu bata sampah. (kmb42)
Biaya Setahun Rp 1,8 M
LIMBAH MEDIS
Faskes Bali
wajib mengelola limbah medisnya sesuai Permenkes 56. Dokter Patra juga mengkhawatirkan pengangkutan sampah medis dari Bali ke Jawa tentu kuman atau virus yang ada pada sampah tersebut akan beterbangan ketika diangkut. Hal ini tentu tidak aman bagi kesehatan. Maka dari itu, ia mendorong pemerintah yaitu Dinas Lingkungan Hidup untuk membangun pengolahan limbah medis padat. Ia juga mengungkapkan, lokasi pengolahan telah ditetapkan yaitu di Pengambengan, Negara dan Celukan Bawang, Singaraja. Terkait tempat pengolahan limbah medis di Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan, Jembrana adalah tempat yang direkomendasikan sesuai RTRWP untuk tempat pengolahan
Tabanan (Bali Post) Pemerintah saat ini tidak memperbolehkan rumah sakit maupun puskesmas untuk mengelola limbah medis padatnya secara mandiri. Akibat aturan ini, incenerator yang dimiliki layanan kesehatan untuk mengelola limbahnya tidak lagi berfungsi. BRSU Tabanan salah satu rumah sakit di Bali yang memiliki incenerator dan mengelola limbah medis padatnya secara mandiri. Namun karena peraturan tersebut, saat ini limbah medis padat yang dihasilkan dikirim ke Jawa untuk dikelola. Sementara incenerator yang dimiliki tidak difungsikan. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila, Senin (7/5) kemarin mengatakan, pengoperasian incenerator hanya diperbolehkan untuk daerah industri dan perusahaan yang sudah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Dirjen Perhubungan Darat.
Untuk mengelola limbah medis padat belum ada di Bali. BRSU pun menggandeng pihak ketiga di Kerawang, Jawa Barat. Biaya operasional dalam hal pengelolaan limbah medis padat ini cukup tinggi. Dalam setahun dianggarkan Rp 1,8 miliar. Padahal, menurut Susila, saat diperbolehkan mengelola secara mandiri dana yang dikeluarkan tidak sebesar itu. ‘’Kami keluar dana Rp 1,8 miliar dalam setahun untuk pengiriman limbah medis padat ke Jawa. Padahal jika dana ini dianggarkan untuk incenerator, yang bagus saja memerlukan dana Rp 1,2 miliar,’’ ujarnya. BRSU Tabanan rata-rata menghasilkan 200 kilogram limbah medis padat setiap harinya. Limbah medis padat itu meliputi jarum suntik, limbah infeksius seperti kantong infus, limbah jaringan tubuh seperti daging tumor yang diangkat, serta limbah beracun dan berbahaya (B3) seperti lampu dan termometer yang berisi merkuri. (kmb24)
Tingkatkan Perdagangan
Jokowi Tawarkan Kopi, PM Li Tawarkan Jeruk Mandarin
Bali Post/ant
MASKOT - Presiden Joko Widodo bersama PM Li Keqiang membawa maskot Asian Games XVIII usai pertemuan bilateral di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/5) kemarin.
Bogor (Bali Post) – Pemerintah RI dan Tiongkok telah menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama pembangunan infrastruktur saat kunjungan resmi Perdana Menteri Li Keqiang ke Indonesia. Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Tiongkok Li Keqiang. Dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri Li dan Presiden Jokowi, pemerintah Tiongkok berencana mengirim tim ahli untuk menelaah usulan empat koridor ekonomi tersebut yang terkait antara lain pembangunan pelabuhan serta industri pengolahan perikanan. Perdana Menteri mengatakan dirinya bersama Presiden Jokowi juga mendiskusikan sejumlah hal untuk meningkatkan kerja sama perdagangan. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan agar ekspor buah-buahan tropis dan komoditas dari Indonesia seperti kopi dan kakao dapat ditingkatkan. ‘’Tentunya produk-produk pertanian dari
Indonesia mempunyai nilai keunggulan di Tiongkok karena banyak yang kita miliki tidak ada di Tiongkok,’’ ujar Li terkait potensi kerja sama itu. Meski demikian, Li juga berharap agar Indonesia dapat membuka pintu lebih lebar untuk buah-buahan asal Tiongkok. ‘’Saya juga berharap di Indonesia nanti bisa ditingkatkan impor untuk jeruk mandarin. Tentunya kami juga harus memastikan bahwa standar dan kualitas dari jeruk mandarin itu sesuai dengan standar kualitas Indonesia,’’ jelas PM Li. Sebelumnya Jokowi menyambut kedatangan Li Keqiang di Istana Kepresidenan Bogor. Presiden menyambut PM Li di halaman depan istana pada pukul 10.30 WIB. Di depan pagar istana, sejumlah pelajar menyambut kedatangan iringan kendaraan PM Li dengan mengibarkan bendera kecil Indonesia dan Tiongkok. Ini merupakan kunjungan kedua PM Li ke Indonesia. Kunjungan Li sebelumnya adalah saat dia masih menjabat sebagai Wakil PM Tiongkok pada 2008. (ant)
KOTA
4
Selasa Pon, 8 Mei 2018
Petani di Denpasar Dilengkapi Kartu Tani
Denpasar (Bali Post) – Berbagai terobosan dilakukan Dinas Pertanian Denpasar untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selain memberikan bantuan benih, kini sebagian besar petani sudah mengantongi kartu tani. Kartu ini memiliki banyak fungsi yang bisa dimanfaatkan para petani di Denpasar. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra mengatakan hal itu, Senin (7/5) kemarin. Menurut Ambara Putra, sejak beberapa bulan lalu program ini telah dilakukan dengan menggandeng salah satu bank pemerintah. Sedikitnya sudah 60 persen petani di kota ini sudah memiliki kartu tani. “Ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar di dalam kesejahteraan dan pemberdayaan petani dengan membuat program pelayanan bermanfaat bagi petani. Pelayanan dengan pendekatan teknologi pertanian yang bermanfaat hingga memberikan kemudahan bagi petani,” katanya. Kartu tani ini dapat dimanfaatkan para petani untuk melakukan transaksi pembelian pupuk bersubsidi di lokasi yang ditentukan. Sebagai pilot project (percontohan), program kartu tani kerja sama dengan salah
satu bank pemerintah dan sudah diberikan kepada 38 petani di Subak Umadesa beberapa waktu lalu. Program ini juga merupakan bagian dari smart city dan petani harus proaktif memanfaatkan jasa pelayanan menggunakan kartu tani untuk membeli pupuk bersubsidi. Selain itu, petani juga terdata dengan baik, sehingga bila ada program lainnya yang terkait dengan bantuan, penyalurannya bisa tepat sasaran karena data base-nya sudah ada. Ambara Putra menambahkan, pertanian sebagai salah satu sektor unggulan karena perannya sangat strategis, yakni penyediaan pangan. Dengan kartu tani sebagai kolaborasi dari pemanfaatan teknologi memberikan pelayanan optimal bagi petani untuk memperoleh bantuan atau subsidi sarana produksi pertanian. Menurut Ambara Putra, untuk tahap pertama sebanyak 38 petani di Subak Umadesa telah mendapatkan kartu ini di pengujung 2017 lalu. Tahun ini pihaknya yakin seluruh petani di Kota Denpasar akan memiliki kartu ini. “Di samping sebagai identitas petani, kartu ini juga bisa digunakan untuk membaca alokasi atau kuota dan pembayaran pupuk bersubsidi,” terangnya. (kmb12)
Bapenda Badung Sanggongi Wajib Pajak
figur Peluang Kerja BERBAGAI jenis pengobatan kesehatan tradisional sebagai pelayanan alternatif dan komplementer semakin diminati masyarakat. Apalagi pengobatan tradisional dengan pelayanan komplementer diakui dan disepakati organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization (WHO). Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 37 Tahun 2013 menetapkan Rumah Sakit dan Puskesmas sebagai fasilitas penyelenggara pelayanan kesehatan tradisional terintegrasi. Seiring dengan diakomodirnya pelayanan kesehatan tradisional oleh pemerintah, belum didukung oleh ketersediaan tenaga di bidang kesehatan tradisional. Lulusan-lulusan dengan keahlian di bidang pelayanan alternatif atau komplementer sangat minim jumlahnya. “Kebutuhan tenaga kesehatan tradisional atau nakestrad sangat tinggi dan Unhi hadir memberikan jawaban sekaligus peluang bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Damriyasa, belum lama ini. Menurutnya, prospek kerjanya sangat bagus. Oleh karena itu, lulusan SMA/SMK mesti pintar melihat peluang dan prospek yang menjanjikan. (rah)
Bali Post/eka
Mangupura (Bali Post) –
Tak ada celah lagi bagi pengusaha di Kabupaten Badung untuk tidak menunaikan kewajiban membayar pajak secara riil. Sebab, Badan Pendapatan (Bapenda) dan Pasedahan Agung setempat akan menyanggongi para wajib pajak, seperti restoran guna mengetahui transaksi yang terjadi setiap harinya. Kepala Bapenda dan Pasedahan Agung Badung I Made Sutama mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan tim khusus untuk terjun ke lapangan mengawasi transaksi setiap usaha. “Kami akan melakukan uji petik dengan menerjunkan petugas. Jadi, setiap usaha akan kita sanggongi dua atau tiga hari sekali untuk mengetahui tingkat transaksi yang terjadi,” ujar Sutama, Senin (7/5) kemarin. Menurut Sutama, uji petik dilakukan lantaran ada indikasi pengusaha tidak memanfaatkan cash register yang telah dipasang, sehingga pajak transaksi yang disetorkan tidak sesuai dengan tingkat kunjungan. “Petugas akan turun pada hari yang berbeda. Misalnya pas hari kerja, weekend atau hari libur. Dari hasil uji ini kami bisa memperkirakan berapa seharusnya
Bali Post/ist
BIMTEK - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat acara penutupan Bimtek Pengelolaan BMN di Jimbaran, Kuta Selatan.
Kesalahan Pelaporan BMN Rentan Jadi Temuan BPK tek ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelaporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah di lingkungan BNN, khususnya satuan kerja yang baru terbentuk. Selain arahan tentang pengelolaan keuangan dan BMN, peserta juga diberikan informasi mengenai tata cara penerimaan hibah, penggunaan akun belanja yang menghasilkan barang persediaan dan aset, serta materi lainnya. Ada tiga kategori yang harus dipedomani oleh pengelola BMN menjadi indikator kinerja penyusunan laporannya, yaitu utilisasi BMN diambil dari kegiatan penetapan status penggunaan BMN, termasuk di dalamnya optimalisasi penggunaan BMN tersebut. Kepatuhan pelaporan BMN diukur dengan indikator opini
081 337 032 965, (0361) 819446
FM 96,5
Topik : Ribuan PAUD dan LKP Belum Terakreditasi Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
I Made Sutama
Bali Post/ist
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391
Ribuan PAUD dan LKP Belum Terakreditasi
ah
Mangupura (Bali Post) Pelaporan Barang Milik Negara (BMN) kerap terjadi kesalahan sehingga menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Kepatuhan pelaporan BMN diukur dengan indikator opini BPK atas laporan keuangan BNN dan jajarannya. Misalnya, tidak segera melakukan proses penghapusan atas aset yang rusak berat. “Pengelolaan BMN merupakan hal penting dalam mendata nilai aset yang dimiliki oleh negara secara rinci dan akurat,” kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. saat acara penutupan Bimtek Pengelolaan BMN di Jimbaran, Kuta Selatan, Jumat (4/5) lalu. Brigjen Suastawa mengungkapkan, tujuan Bim-
pajak yang disetorkan,” tegasnya. Selama ini, kata Sutama wajib pajak melakukan pembayaran pajak dengan sistem self-assessment. Sistem pemungutan pajak yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung/memperhitungkan, membayar dan melaporkan sendiri jumlah pajak yang seharusnya terutang berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan. “Jadi, kalau kita tidak koreksi dengan baik, lolos dah. Makanya kami akan lakukan evaluasi dan mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dilakukan. Kami masih menyiapkan tanaga dulu,” katanya. Selain melakukan uji petik, kata birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini, pihaknya juga secara diam-diam mendatangi wajib pajak. Upaya ini
untuk mengetahui apakah alat yang dipasang, seperti tapping box dan cash register online telah dimanfaatkan. “Kami juga melakukan silent action dengan berpura-pura sebagai pembeli untuk mengetahui apakah alat yang kami pasang sudah digunakan. Kalau tidak, kami akan beri teguran. Tiga kali teguran tidak diindahkan, akan ditindaklanjuti hingga pencabutan izin,” tegasnya. Menurut Sutama, wajib pajak yang tidak memanfaatkan alat monitoring transaksi online ini dapat dikenakan sanksi administrasi berupa pencabutan izin usaha apabila teguran tersebut tidak diindahkan sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Sistem Online Pajak Daerah. “Hingga saat ini perangkat sistem online sudah terpasang di 1.140 wajib pajak. Meliputi hotel, restoran, hiburan dan parkir,” katanya seraya menambahkan, Bapenda Badung akan terus melaksanakan pemantauan ke wajib pajak dalam rangka optimalisasi pendapatan asli daerah Kabupaten Badung. (kmb27)
BPK atas laporan keuangan BNN dan sertifikasi tanah yang diukur melalui pendekatan telah bersertifikat. Beberapa poin yang sering terjadi pada satuan kerja (satker), lanjut Suastawa, yakni kesalahan dalam penggunaan akun baik dalam pengadaan, pembelian barang persediaan dan pemeliharaan. Selain itu, tidak dilaksanakannya penetapan status penggunaan BMN sehingga tidak dapat dilakukan proses penghapusan. Selanjutnya, tidak tertibnya pencatatan barang persediaan dan lambat melakukan proses penghapusan atas aset yang rusak berat. Terakhir, yaitu Satker belum menyusun rencana kebutuhan BMN. “Laporan BMN sebagai cerminan atas laporan akuntabilitas pengelolaan BMN yang sesuai dengan prinsip dan kaidah yang berlaku dalam upaya mewujudkan good governance,” tandasnya. Kepala BNNP asal Desa Gulingan, Mengwi, Badung ini memotivasi para peserta agar tetap semangat dalam bekerja walaupun berasal dari instansi berbeda. “BNN adalah rumah kita semua, tempat kita memberikan pelayanan kepada masyarakat, lingkungan kita, agar mereka terhindar dari bahaya narkoba,” pintanya. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Tahun 2018 ini, Badan Akreditasi Provinsi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BAP PAUD dan PNF) Bali mendapatkan tambahan kuota akreditasi sebanyak 500 satuan pendidikan. Satuan pendidikan tersebut terdiri dari PAUD, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Kuota tersebut diperjuangkan sejak tahun 2016, karena masih banyak satuan pendidikan yang belum terakreditasi di Bali. Hingga tahun ini baru 616 satuan yang terakreditasi dari jumlah sebanyak 3.750 lembaga. Ketua BAP PAUD dan PNF Bali Drs. I Made Ardana Putra, M.Si. mengatakan, akreditasi ini merupakan kegiatan yang dilakukan untuk dapat menentukan kelayakan satuan dan program pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal. Dari data yang diperoleh, jatah kuota dari tahun ke tahun untuk Bali semakin meningkat. Rinciannya, tahun 2015 kuotanya 60, tahun 2016 sebanyak 150, tahun 2017 se-
Bali Post/eka
BERMAIN - Sejumlah siswa Taman Kanak-kanak bermain di Taman Bermain Anak Lapangan Puputan Badung, Denpasar. banyak 250 dan untuk tahun 2018 sebanyak 500. “Untuk tahun ini, dari kuota 500, baru terdaftar sebanyak 300 satuan. Jadi, jumlah tersebut masih relatif kecil,” ujar Ardana Putra, Senin (7/5) kemarin. Ardana Putra yang juga dosen Politeknik Negeri Bali ini menambahkan, pihaknya sudah dan sedang berproses untuk memenuhi kuota 500 tersebut. Berbagai langkah telah dilakukan, baik koordinasi ke Disdikpora kabupaten/kota, Pokja Akreditasi,
mitra-mitra organisasi dan asesor yang tersebar di Bali. BAP PAUD dan PNF Bali yang akan berubah menjadi BAN PAUD dan PNF Bali awal Juni ini, kata dia didukung penuh oleh BP PAUD dan Dikmas Bali sejak tahun 2017 dan 2018 berupa Program Pemetaan Satuan Pendidikan dan Supervisi/Pendampingan Mutu sebanyak 468 satuan pendidikan. “Minimnya yang terdaftar, mungkin karena informasi terkait akreditasi ini belum tersebar secara luas.
Mungkin saja ada hambatan karena sekarang sudah sistem online, jadi belum banyak yang memahaminya. Kami siap jemput bola ke kabupateb dan kota,” ungkap Ardana Putra. Untuk memenuhi target tersebut, kata Ardana Putra, pihaknya membuka Klinik Akreditasi Keliling dan secara personal juga. Selain itu, pihaknya di-back up oleh 74 asesor sebagai pejuang akreditasi. “Petugas kami sedang bergerilya sebagai pejuang akreditasi,” tandasnya. Ardana Putra menjelaskan, yang termasuk PAUD yaitu TK dan kelompok bermain. PKBM seperti Paket A, B, C, dan lainnya. Sesangkan LKP yaitu kursus bahasa asing, spa, salon kecantikan dan lainnya. “Kalau sampai tahun 2020 belum terakreditasi, sanksinya izin akan dicabut. Keuntungan telah terakreditasi yaitu memenuhi standar pendidikan nasional ditetapkan Kemendikud RI. Sedangkan yang belum terakreditasi lembaganya, kualitasnya patut dipertanyakan. Bahkan bisa-bisa lembaga bodong,” tegasnya. (kmb36)
Lagi, DLHK Badung Tutup TPA Liar Mangupura (Bali Post)Setelah menutup TPA liar di kawasan Ungasan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung kembali melakukan penutupan terhadap salah satu TPA Liar di Kuta Selatan. Kali ini penutupan dilakukan terhadap TPA liar yang berlokasi di Jalan Ayodya, Lingkungan Penyarikan, Benoa, Senin (7/5) kemarin. Menurut Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan, penutupan ini berawal dari adanya pengaduan masyarakat. Sebagai tindak lanjut, pihaknya menurunkan tim Buru Perusak Lingkungan (Brusli) DLHK Badung. Dari data di lapangan, diketahui lahan yang dijadikan TPA liar merupakan lahan milik warga setempat atas nama I Wayan Witra (45), dengan luas lahan sekitar 30 are. Aktivitas di TPA tersebut sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu. TPA itu menangani
sampah di dua lokasi perumahan, yaitu Perumahan Bualu Indah sebanyak 50 KK dan Perumahan Siligita sebanyak 70 KK. Dari pantauan di lapangan, lokasi TPA ini berdekatan dengan tiang SUTET milik PLN. Tentunya hal ini sangat berbahaya, karena tumpukan sampah ini selalu mengeluarkan gas metana yang sangat rawan terbakar. Selain itu, di lokasi juga ditemukan puluhan sapi yang dilepasliarkan di lokasi TPA. Selain ditemukan pelanggaran adanya TPA liar, pihak DLHK juga menemukan pelanggaran pembuangan limbah kotoran ternak babi. Pelanggaran ini dilakukan oleh warga yang mengontrak lahan milik I Wayan Witra. “Di lokasi ditemukan ada tiga kandang Babi. Salah satunya milik pengontrak yang tidak memiliki bak penampungan kotoran babi,” ujar Eka Merthawan. (kmb23)
Bali Post/ist
PENUTUPAN - DLHK Badung kembali melakukan penutupan terhadap TPA Liar di kawasan Kuta Selatan, Senin (7/5) kemarin.
Selasa Pon, 8 Mei 2018
info seremonial
FKes Ayurweda Unhi Datangkan Pakar Homeopati dari California Tenaga Kesehatan Tradisional Diperlukan Pemerintah
FAKULTAS Kesehatan Universitas Hindu Indonesia (FKes Unhi) Denpasar menggelar acara akademik dalam bentuk kuliah umum, Rabu (2/5) lalu. Tidak tanggung-tanggung, FKes Unhi khususnya Prodi Kesehatan Ayurweda menghadirkan Dana Ullman, MPH., CCH. Pakar Homeopati dari California, Amerika Serikat ini menyampaikan materi dibantu oleh Tjok. Gde Kerthyasa, BH.Sc., AD(Hom), praktisi Homeopati dari PT Tirta Usada Holistic Health, Ubud, Gianyar. Acara dibuka oleh Dekan FKes Unhi dr. I.B. Wiryanatha, M.Si. Hadir Dr. Abhishek yang merupakan pakar Ayurweda India yang juga tenaga pengajar di FKes Unhi, mahasiswa, alumni, para dosen internal dan eksternal Unhi seperti Dr. dr. I Ketut Suparna, Sp.B.Onk. (spesialis onkologi) dan Prof. Dr. I Wayan Redi Aryanta. Ketua Panitia yang juga Kaprodi Kesehatan Ayurweda Ida Bagus Putra Suta, S.Ag., M.Si. mengatakan, kuliah umum ini dilaksanakan dalam rangka ulang tahun FKes Unhi. Topik yang dibahas yakni ‘’Review Penelitian Homeopati Tingkat Tinggi yang Mengkonfirmasi Efektivitas Pengobatan Homeopati’’. Topik ini dipilih mengingat peran Kesehatan Ayurweda dan pengobatan Homeopati memiliki kesamaan protokol pengobatan dan tidak menggunakan bahan kimia. Tujuan dilaksanakannya kuliah umum ini adalah untuk
KULIAH UMUM - Pakar Homeopati dari California Dana Ullman, MPH., CCH. memberikan kuliah umum pada mahasiswa dan dosen FKes Unhi Denpasar. merangsang kalangan dosen dan sinergi dengan pelayanan kesehatan mahasiswa mengadakan penelitian konvensional di puskesmas atau di sesuai dengan Tri Dharma Perguruan rumah sakit di bawah pembinaan tinggi. Direktorat Bina Pelayanan KesDekan FKes Unhi dr. I.B. Wiry- ehatan Tradisional Komplementer anatha, M.Si. menyatakan, di era Kementerian Kesehatan RI. Adanya globalisasi saat ini masyarakat cende- perhatian pemerintah ini merupakan rung memilih pengobatan yang tidak daya tarik masyarakat untuk kuliah memakai obat-obat dari bahan kimia. di FKes Unhi. Sebab, lulusannya Oleh karena itu, FKes Unhi Denpasar di kemudian hari selain menjadi merasakan acara ini sangat penting, wirausaha dan berpeluang besar mengingat Pelayanan Kesehatan direkrut sebagai PNS. Tradisional Komplementer (YankKuliah umum berlangsung meestradkom) kini sudah mendapat riah. Peserta sangat antusias berdisperhatian pemerintah. kusi sampai akhir acara. Pada penuMenurutnya, terbitnya PP tupan diserahkan piagam oleh Dekan 103/2014 dan Peraturan Menteri FKes Unhi dan pembicara menyerahKesehatan (Permenkes) merupakan kan buku hasil penelitiannya kepada peluang bagi Yankestradkom ber- Dekan FKes Unhi Denpasar. (ad418)
Lulusan SMA PGRI 2 Denpasar Diterima di PTN dan TNI Tahun Ini Terima 10 Kelas Siswa Baru
SMA PGRI 2 Denpasar (Regrisma) kembali melahirkan human capital berkualitas untuk Bali. Sekolah ini memiliki keunikan karena selain lulusannya disiapkan melanjutkan studi juga siap bekerja yang dipoles lewat program PBKL. Ini dibuktikan pada jalur prestasi 15 lulusannya diterima di PTN favorit seperti Jurusan Teknik Perkapalan, sedangkan puluhan lainnya lulus bekerja di berbagai sektor termasuk menjadi TNI dan Polri. Makanya Kepala SMA PGRI 2 Denpasar I Komang Arta Saputra, S.Pd., M.Pd. tampak sumringah ketika melepas 243 siswa kelas XII di Balai Pertemuan Bhumiku, Senin (7/5) kemarin. Pelepasan ditandai penyerahan siswa kepada Ketua Komite Nyoman Subawa disaksikan Bendahara YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I G.N. Wirata, M.M. Komang Arta Saputra didampingi Wakasek Drs. I Made Suwecana, Dra. Ni Wayan Suweni, Agustin Setiawati, S.S. dan Drs. I Made Purwa juga menyerahkan penghargaan bagi siswa berprestasi. Peraih UNBK tertinggi adalah Kadek Ayu Widhasari (IPA) dan Ariestha Chandra Dwi Putri (IPS), sedangkan USBN tertinggi Ni Putu Meliana Dewantari (IPA) dan Ariestha Chandra Dwi Putri (IPS). Juara umum IPA direbut Ni Putu Meliana Dewantari dan IPS disabet Kadek Ica Rahayu (IPS). Kasek Komang Artha Saputra mengungkapkan, lulusan SMA PGRI 2 Denpasar yang dilepas selain siap melanjutkan juga siap bekerja karena matang secara akademik, terampil dan berkarakter. Makanya sekolah berani mengambil kesimpulan lulus
Asosiasi BP-PTSI Wilayah Bali Gelar Muswil I
Jalin Kolaborasi Antar-PTS Se-Bali, Siap Hadapi PT Asing
ASOSIASI Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP-PTSI) Wilayah Bali menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) I, Senin (7/5) kemarin. Bertempat di Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa (Unwar), Muswil I dihadiri Ketua Umum BP-PTSI Pusat Prof. Dr. Thomas Suyatno, Ketua Pengurus Asosiasi BP-PTSI Wilayah Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua Panitia Muswil I Shri I G.N. Wira WMS, S.Sos., S.H., M.H., Perwakilan Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali-Nusra Drs. I Wayan Suarjaya, M.AP., Ketua Aptisi Bali dan seluruh pimpinan BP-PTSI seluruh Bali. Tujuan diselenggarakannya Muswil I ini adalah untuk membahas dan mengambil keputusan atas laporan pertanggungjawaban pengurus Asosiasi BP-PTSI Wilayah Bali masa bakti 2013-2017, membentuk pengurus baru masa bakti 2018-2022 serta membuat program kerja tahun 2018-2022 dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 dan masuknya perguruan tinggi (PT) asing di dalam negeri. Ketua Umum BP-PTSI Pusat Thomas Suyatno mengatakan, Muswil I Asosiasi BP-PTSI Wilayah Bali diadakan untuk mengevaluasi produk-produk yang dihasilkan pada musyawarah yang diselenggarakan beberapa tahun lalu di Bali. Tujuan evaluasi adalah untuk mengukur seberapa jauh produk-produk tersebut telah dilaksanakan dan problematika apa yang saja yang dihadapi dalam melaksanakan hasil musyawarah
MUSWIL - Perwakilan Koordinator Kopertis Wilayah VIII BaliNusra I Wayan Suarjaya memukul gong pertanda dibukanya Muswil I Asosiasi BP-PTSI Wilayah Bali didampingi Ketua Umum BP-PTSI Pusat Thomas Suyatno, Ketua Pengurus Asosiasi BPPTSI Wilayah Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti dan Ketua Panitia Muswil I Shri I G.N. Wira WMS. sebelumnya. Diungkapkannya, permasalahan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi swasta (PTS) sangat kompleks. Salah satunya rencana beroperasinya PT asing di dalam negeri yang diperkirakan mulai tahun ini, meskipun tidak bisa menjalankan semua prodi. ‘’Permasalahan lainnya yang dihadapi pendidikan perguruan tinggi kita saat ini yaitu merger, ranking dan classering yang mendesak,’’ ujar Prof. Thomas Suyatno. Beroperasinya PT asing di Indonesia, lanjutnya, tidak sertamerta menjadi ancaman bagi PT dalam negeri, tetapi juga menjadi peluang dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan PT. Apalagi
berdasarkan Peraturan Kemenristek Dikti, hanya 200 PT asing yang boleh masuk. Dengan demikian, PT asing tersebut akan mengangkat kualitas PT dalam negeri yang baru tiga berada di atas 500 ranking dunia yaitu UI, ITB dan UGM. Setelah dilakukan pemilihan secara musyawarah mufakat, Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Porvinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., dipercaya kembali menjadi Ketua Pengurus Asosiasi BP-PTSI Wilayah Bali masa bakti 2018-2020. Wisnumurti terpilih secara aklamasi dan laporan pertanggungjawabannya diterima tanpa catatan oleh seluruh anggota BP-PTSI Wilayah Bali. (ad419)
Lulusan SMK PGRI 5 Denpasar
Minimal Tiga Tahun Setelah Kerja Naik Jadi Bos
LEPAS - Kepala SMA PGRI 2 Denpasar I Komang Artha Saputra (tengah) bersama wakasek dan siswa berprestasi saat melepas siswa kelas XII. 100 persen. Selain menerima ijazah, lulusannya juga mendapat sertifikat PBKL bidang pariwisata dan komputer. Inilah yang membuat SMA PGRI 2 Denpasar menjadi sekolah incaran masyarakat karena satusatunya memiliki program SMA plus Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) bidang pariwisata (front office, house keeping dan bahasa Jepang) dan menjadi sekolah unggulan YPLP Kota PGRI Denpasar. Semua potensi siswa di sekolah ini menjadi prestasi. Bayangkan, SMA PGRI 2 Denpasar memiliki 33 jenis ekstra mulai dari olahraga, baleganjur hingga fashion. Setiap tahun anak-anak Regrisma menggelar pentas seni di Lapangan Puputan Badung. Tahun ini SMA PGRI 2 Denpasar yang berlamat di Jalan Gunung Rinjani, Gang Fatuha V atau Ja-
lan Gunung Karang III Monangmaning, menerima 10 kelas siswa baru. Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dibuka 30 April-Juli 2018. Semua siswa masuk pagi seperti model pembelajaran di SMAN 4 Denpasar, karena Regrisma adalah kembarannya SMAN 4 Denpasar, sebab 80 persen gurunya dari sekolah negeri. Pembina Regrisma Dr. Ketut Kerta mengaku bangga anak-anak SMA PGRI 2 Denpasar sangat kreatif, memiliki ikatan alumni dan banyak diterima di PTN, sehingga bisa mengalahkan sekolah negeri. Sementara Bendahara YPLP Kota PGRI Denpasar I G.N. Wirata mengakui Regrisma sebagai sekolah pro-rakyat karena memang milik rakyat Bali. Biaya pendidikannya terjangkau dan gudangnya siswa berprestasi. (ad421)
Prof. I Wayan Dibia, S.ST., M.A. Persembahkan Rekonstruksi Sendratari Jayaprana MEMASUKI masa purnabakti (pensiun) per tanggal 1 Mei 2028 lalu, Prof. I Wayan Dibia, S.ST., M.A. mempersembahkan pementasan rekonstruksi sedratari berjudul ‘’Jayaprana’’ di Panggung Terbuka Nretya Mandala Kampus ISI Denpasar, Minggu (6/5) malam. Sajian sendratari ini khusus dihelat serangkaian pelepasan dirinya yang memasuki masa purnabakti. Prof. Dibia telah mengabdi 44 tahun di lembaga seni sejak berstatus ASTI, kemudian STSI hingga menjadi ISI Denpasar. Pementasan sendratari ini dihadiri jajaran Rektorat ISI Denpasar, Dekan FSP, Dekan FSRD, Akademisi, tokoh masyarakat, budayawan, seniman dan mahasiswa. Prof. Dibia menjelaskan, pementasan sendratari karya Empu Seni Wayan Beratha 1962 ini sengaja menjadi acuan sekaligus momentum di tengah bergesernya konsep sendratari saat ini. Ada dua momentum yang bisa diambil hikmah dari pergelaran sendratari ini. Pertama, mengenang karya besar seorang maestro Bali di masa silam dan yang kedua untuk me-recovery atau mereaktualisasi karya tersebut, sehingga menguatkan konsep interaksi tari dan musik yang saling mengikat. ‘’Sendratari Jayaprana ini kami tekankan untuk kembali menampilkannya sesuai konsep sendratari yang benar. Ini upaya kami merekonstruksi karya- karya sesuai aslinya karena belakangan ini telah ada pergeseran konsep sendratari. Jadi, kami mengembalikan tontonan sendratari betul-betul enak didengar, bukan saja enak ditonton,’’ ujar putra seniman pasutri I Wayan Geria dan Ni Nyoman Rindi asal Singapadu, Gianyar ini. Suami Dr. Ni Made Wiratini, S.ST., M.A. ini mengatakan saat ini sendratari telah mengalami
5
JAYAPRANA - Salah satu adegan pementasan rekonstruksi sendratari “Jayaprana” yang dipersembahkan Prof. Wayan Dibia di Panggung Terbuka Nretya Mandala Kampus ISI Denpasar. pergeseran dan perubahan, bahkan kehilangan konsep. Pergerakan sendratari cenderung lebih verbal. Padahal, dalam konsep sendratari antara tari dan musik berinteraksi secara ketat, sehingga masyarakat yang menonton benar-benar menonton tari bukan verbal dan bukan olah vokal saja. ‘’Hebatnya penggarap membuat sendratari ini betul-betul dikhususkan ruang tari dan musik memberi jiwa. Itulah kekuatan Pak Beratha, sang pencipta,’’ tukasnya. Prof. Dibia menambahkan, sendratari ini direkonstruksi karena sendratari ‘’Jayaprana’’ sebuah konsep yang luar biasa digarap I Wayan Beratha. Para penari dan penabuh benar-benar berinteraksi. ‘’Untuk mahasiswa, saya berharap agar bisa memilah mana sendratari, mana drama tari, mana oratorium,’’ tandasnya. Sebelum pementasan sendratari, Prof . Dibia membagikan buku berjudul ‘’Kembara Seni I Wayan Dunia’’, sebuah buku autobiografi
selama berkiprah menjadi seniman, budayawan dan akademisi. Disajikan pula tabuh Gambang Suling karya empu seni Wayan Beratha dan tari Manukrawa karya Prof. I Wayan Dibia. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. menyampaikan terima kasih atas pengabdian Prof. Wayan Dibia selama mendidik di lembaga ISI Denpasar. Dekan FSP Dr. Komang Sudirga menambahkan, sendratari penting direaktualisasi karena secara musikal Gending Jayaprana telah menginspirasi gending lainya, seperti drama gong. Sendratari ini didukung oleh Dalang I Ketut Kodi dan iringan musik dikomandani Rektor ISI Denpasar Prof. Arya Sugiartha dan Prof. Dibia. Seniman yang dilibatkan terdiri atas penabuh 30 orang dan penari sekitar 50 orang didukung tata lampu yang dikoordinir Dr. I Gusti Ngurah Sudibya. (ad414)
SMK PGRI 5 Denpasar dikenal sebagai sekolah yang tidak pernah mencetak pengangguran di Bali. Sekolah ini sukses memberi penguatan bidang kewirausahaan. Ini dibuktikan 70 persen lulusannya diterima bekerja sebelum menamatkan studi, 15 persen melanjutkan studi, lima persen menjadi wirausaha mandiri dan 5 persen belum bekerja. Bahkan, masa tunggu lulusannya kurang dari tiga bulan sudah mendapatkan pekerjaan. Hal itu ditegaskan Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka saat melepas 585 siswa kelas XII, Senin (7/5) kemarin. Dari jumlah ini, 360 orang lulus Akomodasi Perhotelan (AP) dan 225 Tata Boga (TB). Acara pelepasan ditandai penyerahan lulusan dari Kasek Ni Ketut Nuka kepada Ketua Komite SMK PGRI 5 Denpasar Drs. I Wayan Darya Kesuma, M.Pd. disaksikan Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. Ni Ketut Nuka didampingi para wakasek juga menyerahkan penghargaan bagi siswa berprestasi. Siswa peraih UNBK tertinggi adalah Ni Kadek Novianti Ayu Purnami, Moh. Lubfi Wahyu Pratama dan Ni Putu Julia Paramitha Dewi. Juara umum TB direbut Nuriszi Wulan Lutfiati, Ni Putu Julia Paramitha Dewi dan A.A. Istri Mirah Saraswati. Juara umum AP disabet Ni Kadek Sintya Devi, Kadek Indah Dwi Priasti dan Moh. Lubfi. Kasek Ketut Nuka mengungkapkan, semua lulusannya sudah disiapkan untuk bekerja dan melanjutkan studi. Mereka dicetak menjadi SDM
LEPAS - Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Ni Ketut Nuka didampingi Nengah Madiadnyana, Wayan Darya Kesuma dan Dewa Ayu Karini melepas 585 siswa kelas XII. yang berkarakter, cerdas secara intelektual, emosional dan sosial. Setelah bekerja, minimal tiga tahun sudah harus naik menjadi bos alias pengusaha mandiri. Banyak lulusannya kini bergerak di bidang laundry, floweriest, catering dan weding organizer. Ini menunjukkan mereka mampu dan cerdas membaca peluang bisnis. Ia minta lulusannya menunjukkan diri memiliki etos kerja terbaik di mana pun bekerja dan membuat jejaring sesama alumni untuk saling mendukung dunia usaha yang digeluti. Ketut Nuka minta warga Denpasar yang ingin memiliki anak berkarakter, cerdas dan terampil dan cepat bekerja, bergabung dengan SMK PGRI 5 Denpasar. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah di Jalan Kenyeri ini menerima 24 kelas siswa
baru (16 kelas AP dan 6 kelas TB). Ka. UPT Disdik Provinsi Bali di Kota Denpasar Dewa Ayu Karini mengakui keunggulan SMK PGRI 5 Denpasar di bidang kewirausahaan. Ia memuji lulusannya cerdas melihat peluang kerja yakni membuka usaha floweriest dan mengusulkan ini dijadikan program tambahan atau jurusan baru. Ketua YPLP Nengah Madiadnyana bangga sekolah ini mampu menjadi SMK sebenarnya yakni mencetak SDM siap kerja. Tinggal sekarang bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan terbaik. Ketua Komite I Wayan Darya Kesuma mendukung program sekolah melalui penyiapan berbagai fasilitas guna memperkuat mutu pendidikan. (ad420)
BMI Bali Sandingkan Wedakarna, Koster dan Cok Ace di KNPI
Wedakarna Ingatkan Warna Politik Sejalur akan Untungkan Bali di Politik Anggaran
KEHADIRAN sosok Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III selalu menjadi magnet dalam setiap kegiatan yang dihelat di Bali. Hal ini terekam dalam dialog kebangsaan yang diadakan lembaga sayap PDI Perjuangan yakni Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Bali saat mengundang Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace). Bertempat di Gedung KNPI Bali, acara dialog dihadiri ratusan peserta khususnya anak–anak muda Bali dari berbagai kalangan. Daya tarik tokoh muda peraih suara terbanyak di Pemilu DPD-RI 2014 itu semakin melengkapi wawasan tentang politik Marhaenisme bagi kaum muda Bali khususnya menghadapi Pilgub 2018 dan Pemilu 2019. Dalam pemaparan materi akademis, Arya Wedakarna (AWK) tidak segan memuji karakter Koster- Ace yang dinilainya pantas memimpin Bali. ‘’Kalau kita mau lihat kelemahan pemimpin itu bisa saja. Setiap orang punya kelemahan. Tapi berbicara eksisten Bali, kita harus berani bicara risiko berhadapan dengan pemerintah pusat. Di Indonesia ada 500 lebih kabupaten, 34 provinsi yang berebut dana APBN Rp 2.000 triliun. Ini tidak mudah karena saudara kita di luar Bali pintar-pintar bicara dan lobinya sangat kuat. Pejabat di Bali tidak banyak yang bisa seperti itu. Sekarang pilihannya, apakah rakyat Bali mau pemimpin yang berani berhadapan sama presiden, kabinet, dirjen dan pemerintah pusat atau pemimpin dengan pengalaman lokal? Ini harus dipikirkan. Boleh
PENGHARGAAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyerahkan penghargaan kepada Ketua BMI Bali disaksikan Wayan Koster dan Cok Ace. saja rakyat Bali tidak suka dengan kandidat A atau B, tapi yang kita pikirkan adalah kepentingan Bali secara politik kebijakan dan politik anggaran. Intinya bagaimana Bali bisa dapat banyak dana dari pusat agar rakyat sejahtera,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. Lebih lanjut Ketua DPP PNI Marhaenisme itu menyampaikan harapannya agar program Satu Jalur khususnya bagaimana mendukung Presiden Joko Widodo bisa selaras dengan Bali. ‘’Saya akui selama empat tahun ini perhatian pusat terhadap Bali sangat minim. Ini bisa disebabkan pusat tidak suka dengan warna politik pemimpin di Bali. Bisa jadi kan? Logikanya tentu kita ingin berubah. Kita berjuang agar Jokowi dua periode di Pilpres 2019 sehingga
semua selaras agar perjuangan Bali dipermudah. Kalau bisa kekuatan politik di Bali dari DPRD, bupati, wali kota, gubernur, DPR, DPD-RI hasil Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 semua satu jalur yang paham akan program Tri Sakti Jokowi, sehingga berjuang demi Bali lebih mudah. Kita sudah lihat bagaimana gaduhnya ibu kota Jakarta pasca-pilgub, ini akibat partai oposisi tidak nyambung dengan pusat. Saya tidak ingin Bali gaduh. Kalau gaduh dan ada kelompok asing di Bali yang mendukung radikalisme hadir, yang rugi umat Hindu,’’ ujar AWK. Di akhir acara, Arya Wedakarna menitipkan pesan pada cagub/ cawagub dari PDI-P, jika nanti berkuasa, jangan lupakan KNPI dan ormas pemuda di bawahnya termasuk Karang Taruna dan STT. (ad415)
OPINI
6
Selasa Pon, 8 Mei 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pendidikan Milenial ERA teknologi informasi telah memberi kemudahan akses tak terbatas ruang/tempat dan waktu di seluruh pelosok dunia. Terlebih dunia maya kini benar-benar mewujudkan era kesejagatan. Kondisi ini menuntut semua orang untuk melek informasi. Terlebih lagi bagi tenaga pendidik (guru dan dosen), yang dituntut harus selangkah lebih awal tahu dari peserta didiknya (murid/ mahasiswa). Untuk mendidik generasi milenial pada era now ini, maka dituntut kehadiran seorang guru milenial pula. Inilah pendidikan milenial yang memanfaatkan kecanggihan teknologi secara maksimal dan optimal. Jika ini bisa dicapai maka pemerataan pendidikan di seluruh Tanah Air akan cepat terwujud. Guru milenial paling tidak haruslah tahu informasi terkini yang berkembang di masyarakat (global). Meski, tidak harus detail mengetahuinya, apalagi terkait hal-hal spesifik seperti tren gaul anak didik. Mungkin pengetahuan akan informasi itu lebih diarahkan sesuai bidang/ mata pelajaran yang mereka pegang. Mengingat, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus bahkan demikian pesatnya termasuk di bidang pendidikan. Terlebih, semua sekolah sekarang ini diarahkan bisa menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Penyelenggaraan pendidikan era milenial penuh sentuhan dan pemanfaatan teknologi. Karena itu, tenaga pendidik yang gagap teknologi (gaptek) tidak lagi hanya dianggap kurang gaul, tetapi telah gagal pada bidang yang digelutinya. Untuk memenuhi tuntutan ini, maka pemerintah berkewajiban mempersiapkan SDM guru atau tenaga pendidik milenial. Entah melalui sebuah pendidikan singkat (diklat), atau bahkan memasukkannya ke dalam kurikulum lembaga perguruan tinggi pencetak guru milenial. Jika sistem (kurikulum)-nya telah disiapkan, SDM tenaga pendidiknya juga siap, kewajiban pemerintah berikutnya menyediakan atau menyiapkan fasilitas penunjangnya. Penyediaan perangkat komputer wajib hukumnya pada zaman pendidikan milenial. Demikian halnya perangkat (alat) ajar lainnya, mulai dari bahan ajar dan peralatan lain, haruslah berbasis teknologi. Hanya, saat ini hal ini belum bisa dipenuhi semua. Misalnya saja tenaga guru, di samping kurang merata dari sisi jumlah, juga dari kualifikasi apalagi berbasis teknologi. Hal ini bisa dimaklumi jika dikaitkan dengan alasan kondisi geografis negara kita. Namun, jika berbicara kualifikasi, dengan kecanggihan teknologi informasi yang terbukti menembus batas ruang dan waktu, ini seharusnya bukanlah menjadi alasan. Mengingat, telah ada e-learning, kuliah jarak jauh dan sebagainya. Terlebih bila mengingat belajar sepanjang masa atau pendidikan seumur hidup tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Tetapi harus dimaklumi, itulah yang masih menjadi kendala kita. Tidak semua guru mampu memiliki perangkat penunjang pendidikan milenial ini. Belum lagi jika berbicara masalah suprastruktur seperti ketersediaan jaringan internet sebagai salah satu kunci keberhasilan pendidikan milenial berbasis dunia maya ini. Menjadi sebuah tantangan dan harapan ke depan, pemerintah mampu menyiapkan dan menyediakan pendidikan milenial ini. Karena dengan pendidikan milenial ini pemerataan pendidikan di Tanah Air cepat terwujud. Sudah tentu, hal-hal penunjang seperti sistem/kurikulum, SDM pendidik, dan fasilitas infrastruktur maupun suprastruktur harus dientaskan terlebih dulu. Minimal, bisa melek teknologi dan informasi terlebih dulu dalam kancah kesejagatan ini.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Reuni Alumni SMA Sumerta Angkatan 1991 Diberitahukan kepada teman-teman alumnus SMA Sumerta angkatan 1991, bahwa akan dilaksanakan reuni pada hari Sabtu, 23 Juni 2018. Kepada teman-teman sejawat diharapkan ikut serta dan untuk info lebih lengkap bisa menghubungi Sdr. Suarsa (08123869745) atau Sdri. Wariati di nomor HP 082147416766. Panitia Reuni
Mengupayakan Kelestarian Agama dan Budaya Melalui tulisan ini, saya insan pembaca media Bali Post, yang setia memberikan imbauan pada unsur pangempon Pura Kahyangan Jagat, penggiat seni, budaya, pelaku pariwisata dan sebagainya untuk tetap awas dalam mengajegkan Bali di bidang agama dan budaya. Seperti baru-baru ini kejadian yang menghebohkan diunggah di medsos dunia maya oleh wisatawan dari Spanyol yang duduk di puncak palinggih Padmasana Pura Gelap-Besakih. Ke depannya agar seluruh desa adat di Bali melarang areal utama mandala dimasukkan untuk kepentingan pariwisata, kecuali untuk tirtayatra dan sembahyang. Di samping imbauan di masing-masing desa pakraman juga lingkungan pendidikan sangat perlu adanya upaya-upaya seperti melalui program pendidikan/eskulnya. Contohnya: dengan membentuk grup padus, pergelaran seni dan sebagainya. Seperti saya amati sudah banyak di sekolahsekolah grup padus bernuansa adat budaya kecuali dari Kabupaten Jembrana dan Karangasem. Marilah penggiat seni budaya yang ada di sekolah-sekolah dua kabupaten tersebut tunjukkan kiprah Anda, kan malu pada sekolahsekolah di kabupaten lain. I Wayan Murna Lingkungan Baler Bale Agung, Negara, Jembrana
Senjakala Guru Generasi X Sejak kurang lebih lima belas tahun yang lalu, dunia sekolah menengarai adanya kesenjangan generasi. Kesenjangan ini muncul dari perspektif guru generasi X. Mereka merasakan ada sesuatu yang kurang beres pada diri siswa. Guru generasi X menilai para siswa yang datang dan pergi di sekolah, sebagai generasi yang kurang unggul ketimbang generasinya. Guru generasi X sesungguhnya selalu berharap, ada peningkatan kualitas siswa pada tahun-tahun pelajaran yang baru. Namun, harapan ini tidak pernah nyata.
Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
M
aka kesenjangan dan konflik generasi antara guru generasi X dan siswanya generasi milineal dan akhir-akhir ini generasi Z, adalah kenyataan yang mengguncang pikiran guru generasi X. Karena itu, banyak guru tampak salah tingkah atau murung, seperti kurang percaya diri. Mereka memasuki keterasingan di hadapan para siswanya. Namun, adanya rasa kuasa seorang guru generasi X masih memungkinkan baginya untuk merasa punya wibawa, walaupun hal ini hanya berlangsung di ruang kelas. Ke dalam ruang kelas yang merupakan ruang kuasa tertutup, guru generasi X menyeret siswa milineal dan generasi Z ke masa silam, masa yang sungguh berbeda dengan masa kini. Guru generasi X memandang rendah, sinis, penuh cibiran, kritik para siswa milineal dan generasi Z dengan mengunggulkan masa lalu dirinya. Namun cara kuasa ini tidak berfaedah sama sekali. “Wajah” siswa di sekolah semakin jauh dari harapan guru generasi X di tengah tahuntahun yang berubah. Kondisi ini menimbulkan satu konflik batin pada guru generasi X karena telah terjadi satu ironisme: seorang guru yang didera rasa asing di hadapan para siswanya sendiri. Guru generasi X sesungguhnya tidak tinggal diam. Mereka
ingin memberontaki keadaan baru namun tidak mampu. Justru sebaliknya, semakin terdesak. Konflik batin ini satu persoalan pendidikan yang kurang mendapat perhatian, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Garis demarkasi antara guru generasi X dan siswa milineal atau generasi Z adalah teknologi informasi, gawai, dunia daring, dan digital. Semua itu adalah dunia generasi milineal dan generasi Z. Guru generasi X sudah memproklamirkan diri bahwa semua itu bukan dunianya dan merasa tidak sanggup hidup dalam dunia digital (ulang-alik antara dunia fisik dan digital). Sementara pada sisi lain, pemerintah membuka pintu sekolah dan tradisi pengajaran baru bagi masuknya teknologi informasi, dunia daring, dan digital. Kebijakan ini dirasa semakin menggerus guru generasi X. Pemerintah lebih berpihak kepada generasi milineal dan generasi Z. Pada tahun-tahun berikutnya, sekitar sejak tujuh atau sepuluh tahun yang lalu, sekolah-sekolah mulai menerima guru milineal. Keadaan ini semakin memperdalam konflik dan rasa terdesak atau tersaingi guru generasi X. Potret guru di sekolah-sekolah akhir-akhir ini sangat kontras: generasi X dan milenial. Pada saat dunia memasuki Revolusi Industri 4.0, terasa benar tersisihnya satu generasi dalam dunia persekolahan, yakni yang dialami oleh guru generasi X.
Dalam pandangan ideal guru generasi X, guru angkatan baru di suatu sekolah seyogianya patuh dan menghormati mereka. Namun, hal ini tidak terjadi karena guru angkatan baru dari generasi milineal tidak mampu memahami hal itu. Guru milineal tidak memandang hal itu penting. Salah satu wujud rasa hormat kepada guru generasi X adalah dengan cara menjadikan mereka tempat menimba pengetahuan dan pengalaman oleh guru milineal. Namun, guru milineal tidak melakukan penimbaan ilmu untuk mengembangkan diri pada guru generasi X di sekolah tempat mereka bertugas tetapi lewat dunia daring dan digital, yang merupakan native mereka. Guru milineal jarang terlibat obrolan di ruang guru dengan guru generasi X karena mereka lebih memilih suntuk di depan komputer tablet, laptop atau telepon cerdasnya. Inilah dunia “obrolan” mereka yang tidak terbatasi orang, ruang, dan waktu. Dalam konstruksi dunia ini mereka hidup dan belajar dalam pengertian yang baru dan luas. Di dalam dunia digital mereka membagi pengalamanpengalaman mengajarnya dan juga mengambil berbagai materi pelajaran, media, desain, atau model pembelajaran. Bahkan, akhirnya di dunia digital mereka “bertemu” dengan para siswanya. Bagi guru milineal, makna ruang kelas dan jadwal belajar telah
berubah. Mereka juga mengajar dalam ruang kelas virtual. Tidak hanya itu, guru milineal tidak bermasalah dengan sistem daring dan digital, teknologi informasi yang menjadi sarana pengelolaan tugas dan administrasi. Hal ini memberi akses yang jauh lebih cepat, adil, terbuka, luas, bagi guru milineal karena 24 jam hidupnya tidak terlepas dari digital. Guru milineal selalu tampil terdepan dari segi akses informasi. Hal ini semakin menyiutkan nyali guru generasi X. Pergantian zaman dan lahirnya generasi baru rupanya telah merenggut kuasa dan wibawa guru generasi X. Kondisi yang dibicarakan dalam esai ini, sepertinya berbicara tentang senjakala guru generasi X. Mereka tinggal menunggu turun panggung dalam rasa kehilangan dan kehampaan besar. Mereka akan memasuki masa pensiun dalam keadaan tersungut-sungut, tanpa upacara perpisahan, kenangan, dan himne penuh puji. Maka, ada hikmah yang penting dalam kerangka meningkatkan kualitas pendidikan. Momen pergantian generasi yang sangat jelas sebagai akibat Revolusi Industri 4.0 harus disongsong untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang secara kuat berbasis pada pergantian generasi. Pada tahun-tahun sebelumnya, guru yang sulit berubah adalah guru generasi X yang menguasai sekolah. Pemerintah tidak berkutik dengan sifat mereka yang memilih status quo dan bergeming dengan segala inovasi. Guru generasi X sesungghunya menjadi salah satu sumber penghambat inovasi-inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. Maka pergantian generasi guru, menuju generasi milineal adalah saat yang sangat strategis karena guru dan siswa memiliki visi hidup yang
sama. Pergantian generasi guru ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah melakukan perubahan yang mendasar dalam dunia pendidikan untuk merombak segala stagnasi yang selama ini terjadi. Perubahan mendasar tersebut tentu tidak terlepas dengan ciri-ciri generasi Z, diadaptasi dari buku karangan David Stillman dan Jonah Stillman (2018). Bagi generasi Z dunia nyata dan virtual saling tumpang tindih. Mereka berpandangan dunia fisik dan digital ekuivalen. Mereka selalu berusaha untuk dikenal. Mereka berpikir pragmatis. Mereka selalu berada di barisan terdepan dalam hal tren dan kompetisi. Mereka selalu menuntut diri untuk melakukan sendiri. Mereka sangat kompetitif dan tertutup. Makna ruang kelas, pertemuan, dan jadwal bagi siswa generasi Z tidak lagi kaku dan tradisional. Kehadiran guru secara fisik saling tumpang tindih dengan kehadiran guru dalam ruang kelas virtual. Aspek sosial kehadiran fisik dalam waktu yang bersamaan di sekolah tidak mutlak bagi mereka. Kehadiran fisik di kelas bukan lagi indikator motivasi belajar. Hal ini terjadi karena dianutnya pandangan bahwa terjadi ekuivalensi dunia fisik dan digital. Keinginan generasi Z untuk selalu dikenal atau kustomisasi jauh melewati halaman sekolahnya dan hal ini mereka bisa lakukan sendiri tanpa bimbingan guru karena mereka bisa melakukan sendiri, misalnya dengan belajar dari YouTube. Kurikulum harus semakin pragmatis yang berarti bahwa mata pelajaran harus memberi dampak secara nyata dan bukan idealis atau moral. Karena itu, pendekatan pembelajaran harus tertutup, individual, dan mandiri karena generasi Z adalah siswa yang selalu terdepan dalam tren dan kompetisi. Penulis, dosen Undiksha Singaraja
’’Dharma Punia’’ Wujud Keadilan Ekonomi
Dharma sebagai prinsip dasar bagi masyarakat krama Bali sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari tata cara kehidupan beragama dan adat istiadat atau budaya Hindu yang sudah secara turun-temurun mengakar di setiap kehidupan masyarakat krama Bali. Sejalan dengan itu, sering terjadi kegiatan punia yang dikaitkan dengan pelaksanaan upacara keagamaan yang bentuknya tidak jelas. Maka dari itu, perlu transparansi punia yang dirancang dengan dharma punia yaitu partisipasi bagi setiap pelaku ekonomi krama Bali untuk menyisihkan sebagian pendapatannya secara ikhlas atau lascarya sebesar satu persen untuk masing–masing bidang pahariyangan, pawongan, dan palemahan, Ini berarti artha diperoleh dengan kekuatan dharma. Menurut Monier Williams, tahun 1993, dharma dapat diartikan sebagai yang telah mapan, tegak, perintah, hukum, aturan, pedoman tingkah laku, tugas dan kewajiban, keadilan, kesusilaan (moral), agama, ajaran agama, pekerjaan yang baik, mengikuti aturan yang baik, kebenaran, kepatuhan, segala sesuatu mengikuti hukum alam, mengikuti aturan hukum, dan lain–lain yang menyangga kelangsungan hidup manusia. Sejalan dengan dharma punia bahwa dewasa ini kecenderungan pelaku ekonomi krama Bali ingin menggali kearifan lokal seperti agama, adat istiadat, atau budaya Hindu yang diwariskan oleh leluhur semakin tinggi, sehingga strategi pengembangan ekonomi krama Bali harus memerhatikan falsafah Tri Hita Karana. Dengan
Oleh Bambang Gede Kiswardi demikian, tujuan pengembangan dan peningkatan ekonomi krama Bali untuk dapat meningkatkan produk domestik regional bruto ekonomi Bali, sehingga berdampak terhadap standar hidup masyarakat krama Bali yang meliputi konsumsi, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan terhadap lingkungan hidup serta lingkungan adat istiadat dan budaya Bali yang semakin kuat. Di samping itu, juga termasuk kesamaan dalam kesempatan berusaha dan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat bagi seluruh masyarakat krama Bali. Sasaran dharma punia yang dikorelasikan dengan pembangunan ekonomi Bali yang ingin dicapai adalah pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada Tri Hita Karana yakni adanya keseimbangan dan keserasian antara hubungan pelaku ekonomi krama Bali dengan Tuhan, hubungan pelaku ekonomi krama Bali dengan para pelaku ekonomi krama Bali, dan hubungan pelaku ekonomi krama Bali dengan lingkungan. Adapun sasaran berikutnya yang perlu dicapai adalah adanya pusat–pusat pertumbuhan sektoral di tiap daerah-daerah dan desa, dengan demikian secara makro sasaran dharma punia melalui pembangunan ekonomi Bali telah sesuai dengan program Nawa Cita yaitu membangun Bali dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan mewujud-
kan kemandiran ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik. Saat ini yang diperlukan adalah dukungan agar pusat-pusat pertumbuhan sektoral di tiap daerah dan desa mendapat priortas pembangunan ekonomi dari pemerintah daerah dan para stakeholder, dengan demikian di masing-masing daerah dan desa terdapat sektor unggulan yang dapat menarik sektor lainnya. Tidak seperti era now semua sektor mengharapkan dapat menjadi sektor penunjang pariwisata ke depan, karena sektor pariwisata tidak dapat lagi diandalkan menjadikan mesin ATM ekonomi Bali. Jadi, dengan adanya pusat pertumbuhan sektoral di daerah-daerah dan desa diharapkan melalui dharma punia dan kemudahan pembiayaan dari pemerintah daerah terhadap para pelaku ekonomi krama Bali seperti Usaha Mikro, Usaha Kecil, Usaha Menengah (UMKM) dan bangkitnya wirausaha-wirausaha baru dapat menjadi kekuatan ekonomi Bali.Dengan strategi dharma punia sebagai wujud keadilan ekonomi Bali, sangat diperlukan adanya pengkajian dan analisis ilmiah yang bisa memberikan produk kebijaksanaan yang diperlukan bagi para pelaku ekonomi krama Bali seperti : 1). Kebijaksanaan pembangunan ekonomi yang terkait dengan keseimbangan dan keserasian hubungan antara pelaku ekonomi krama Bali dengan Tuhan adalah mendo-
rong pembangunan infrastruktur tempat-tempat ibadah, yoga, meditasi, dan buku-buku keagamaan agar pelaksanaan kewajiban agama bisa lebih mudah dan kusyuk. Saat ini, banyak pihak mengomersialisasikan kegiatan keagamaan dan hasilnya tidak dipergunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan ekonomi krama Bali (pembangunan ekonomi Bali). Terkait dengan hal tersebut di atas, di mana jasa-jasa yang tercipta atau yang dihasilkan dari komersialisasi kegiatan keagamaan sudah sepantasnya sebagian dari hasil omersialisasi di jadikan Dharma punia untuk membantu dan meringankan bagi masyarakat krama Bali yang membutuhkan. 2). Kebijaksanaan pembangunan ekonomi yang terkait dengan keseimbangan dan keserasian hubungan antara pelaku ekonomi krama Bali dengan masyarakat krama Bali adalah lebih menekankan atau memfokuskan pada program-program yang mendukung investasi dan pembiayaan bagi sumber daya manusia juga toleransi serta partisipasi antara pelaku ekonomi krama Bali dengan masyarakat krama Bali. Karena investasi dan pembiayaan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk dan menjadikan para pelaku ekonomi krama Bali memiliki wawasan entrepreneurship dan daya saing yang berstandarkan global. Dengan kekuatan dharma punia yang dibangun dari kesadaran dan partisipasi para pelaku ekonomi krama Bali secara ikhlas (lascarya) dengan menyisihkan sebagian dari
hasil bisnisnya bagi masyarakat krama Bali yang membutuhkan dengan tetap berlandaskan konsep falsafah Tri Hita Karana, ini berarti para pelaku ekonomi krama Bali telah mampu mewujudkan keadilan ekonomi, sesuai amanat, dan citai-cita sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Penulis, pemerharti ekonomi kerakyatan
POJOK PM Tiongkok Li Keqiang tawarkan jeruk Mandarin ke Indonesia. - Jeruk Kintamani terancam. *** Menkeu Sri Mulyani bertekad membersihkan makelar anggaran. - Bersihkan dari atas dulu. *** Provinsi Bali berada pada fase darurat sampah medis. - Sampah masyarakat, menyusul.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Selasa Pon, 8 Mei 2018
7
Pasar Senganan Nyaris Mati Suri ERA tahun 90-an merupakan masa kejayaan pasar tradisional, salah satunya Pasar Senganan, Desa Senganan, Kecamatan Penebel. Pasar yang kini telah dikelola oleh Pemkab Tabanan ini dulunya sangat terkenal lantaran menjadi pusat perdagangan warga sekitar. Di pasar seluas hampir satu hektar tersebut, berbagai keperluan tersedia. Namun masa kejayaan tersebut berangsur surut sejak munculnya toko modern yang menawarkan berbagai keperluan. Jika tidak dicarikan solusi, maka lambat laun keberadaan Pasar Senganan akan mati suri. Apalagi target retribusi pendapatan pasar oleh dinas terkait terus meningkat. “Tahun 90-an sempat ramai karena Pasar Senganan sebagai pusat grosiran. Jadi banyak suplayer dan pedagang eceran yang datang ke sini. Tetapi belakangan mulai menurun, bahkan ada yang usahanya tutup,” beber Kepala Pasar Senganan Gusti Ngurah Made Suartika, Senin (7/5) kemarin. Menurutnya, kurang menggeliatnya Pasar Senganan mulai terasa sejak adanya toko modern yang menjual semua komoditi yang hampir seluruhnya ada di pasar. “Mulai dari perlengkapan upakara, buah bahkan sampai bumbu dapur dijual di sana. Bahkan saat harga di pasar sempat naik, mereka justru bisa menawarkan lebih murah. Otomatis semua memilih berbelanja di sana,” terangnya.
Meski baru sekitar satu tahun menjadi Kepala Pasar Senganan, diakui Made Suartika kondisi pasar lesu sudah terjadi hampir belasan tahun. Penurunan ini tentu saja berdampak pada retribusi pasar yang harus disetornya ke Badan Keuangan Daerah tiap tahun yang terus ditarget meningkat. “Tahun lalu ditarget sekitar Rp 80 juta. Tahun ini naik jadi Rp 95 juta. Dengan kondisi seperti saat ini bagaimana caranya, saya juga pasrah,” pungkasnya. Terkait kondisi itu, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut. “Sekarang yang masih bisa bertahan hanya pedagang yang berjualan di los dengan menyediakan kebutuhan sehari-hari. Itu pun ramai pada pukul 04.00-06.00. Setelah itu tutup,” ucapnya. Hal senada juga disampaikan Artini Asih (38), salah seorang pedagang kelengkapan upakara di Pasar Senganan. Menurutnya, yang terjadi saat ini, selain ekonomi yang memang lesu, kecenderungan kini barang yang mencari pembeli, bukan lagi pembeli mencari barang. “Sekarang banyak yang menawarkan barang langsung ke rumah-rumah. Tidak lagi seperti dulu masyarakat mencari ke pasar,” terangnya. Seperti diketahui, tahun 2017 sebagian lahan Pasar Senganan direvitalisasi dengan bantuan dari Kementerian Koperasi. Sayangnya usai revitalisasi justru keberadaan deretan toko di Pasar Senganan sampai saat ini belum berfungsi maksimal. Kalangan dewan pun sempat menilai program revitalisasi terkesan mubazir. (bit)
”Tahun 90-an sempat ramai karena Pasar Senganan sebagai pusat grosiran. Jadi banyak suplayer dan pedagang eceran yang datang ke sini. Tetapi belakangan mulai menurun, bahkan ada yang usahanya tutup.” SEPI - Kondisi Pasar Senganan Penebel saat ini terlihat sepi.
SOSOK Gencar Awasi Apotek MENJAMURNYA keberadaan apotek dan toko obat di wilayah Kabupaten Tabanan, mendapat atensi langsung Dinas Kesehatan. Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya obat palsu dan ilegal. “Kewaspadaan kami pada apotek dan toko obat. Kami ada tim khusus yang bertugas berkeliling melakukan pemeriksaan secara periodik dengan sistem acak,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Senin (7/5) kemarin. Jika dalam pengawasan tersebut ditemukan hal-hal yang tidak sesuai, seperti petugas apoteker tidak ada di tempat dan penyimpanan obat tidak memenuhi aturan, tim tersebut langsung melakukan pembinaan. Dikatakan Suratmika, selain secara periodik, pengawasan dan pembinaan dilakukan jika ada isu tertentu secara nasional. “Misalnya saja ada isu obat tertentu tidak boleh beredar, langsung kita turun dan menindaklanjutinya,” ucapnya. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan BBPOM, karena memang mereka yang memiliki kapasitas menyatakan obat dan produk itu berbahaya atau tidak. Bagi Suratmika, masuknya obat palsu dan ilegal ke daerah bukanlah hal mustahil. Untuk itulah perlu pengawasan dan komitmen semua pihak mencegah hal itu agar tidak terjadi. “Jika ada pihak yang menawarkan obat dengan harga murah maka perlu diwaspadai. Bisa saja bukan obat palsu, tapi obat ilegal maupun tidak layak edar,” terangnya. (bit)
Kepala Pasar Senganan Gusti Ngurah Made Suartika
Bali Post/bit
Gagal Panen, Klaim AUTP Capai Rp 200 Juta Lebih Tabanan (Bali Post) -
Pemerintah pusat membuat program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi petani dari kerugian akibat gagal panen. Dalam pembayaran premi, pemerintah memberikan subsidi sebesar 80 persen, sementara 20 persennya dibayar petani. Pada musim panen yang puncaknya terjadi April lalu, klaim AUTP di Tabanan mencapai Rp 292.828.000. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian I Gusti Putu Wiadnyana, Senin (7/5) kemarin, mengatakan tahun 2018 Tabanan mendapatkan kouta 10.000 hektar luas tanam untuk program AUTP dari pemerintah pusat. Dari data terakhir, jatah ini sudah terserap atau mengikuti AUTP seluas 1.389,75 hektar dengan dana premi yang dikeluarkan oleh petani totalnya mencapai Rp 50.031.000.
‘’Premi per hektar Rp 180.000. Sebanyak 80 persen atau Rp 144.000 dibayarkan pemerintah, sedangkan Rp 36.000 dibayarkan oleh petani,’’ ujar Wiadnyana. Ia optimis jatah pusat seluas 10.000 hektar untuk diikutsertakan AUTP bisa tercapai dengan cara bertahap. Terlebih, manfaat dari AUTP sudah dirasakan masyarakat. ‘’Memasuki musim tanam, akan ada penambah-
an luas lahan yang mengikuti AUTP. Jatah kouta akan bisa dipenuhi secara bertahap,’’ paparnya. Berdasarkan data, dana klaim AUTP sebesar Rp 292.828.000 dibayarkan untuk lahan yang mengalami gagal panen seluas 48,64 hektar. Klaim ini terbanyak berasal dari Kecamatan Baturiti, yaitu terdiri dari 13 subak dengan luas klaim mencapai 35,78 hektar (ha)
dan dana klaim sebesar Rp 214.668.000. Subak-subak tersebut adalah Subak Tempek Bangan (1,52 ha), Subak Tuka Tempek Babakan (3,03 ha), Subak Luwus II Tempek Beluang (2,06 ha), Subak Luwus (4.10 ha), subak Tinungan Apuan (1,30 ha), subak Mandul Luwus (1,88 ha), Subak Bangan Luwus (1,83 ha), subak Bugbugan Jelantik Apuan (2,13 ha), subak Berteh (7,9 ha), subak Poyan I Luwus (3,68 ha), Subak Poyan II (2,05 ha), Subak Angseri Tegeh (2,03 ha) dan Subak Tuka Tempek Payangan (2,27 ha). Gagal panen yang dialami subak-subak di Baturiti ini disebabkan oleh Organisme
Pengganggu Tanaman (OPT) Blast dan tikus. Selain Baturiti, klaim juga terjadi di Subak Periyukti Tabanan seluas 2,72 ha dengan klaim sebesar Rp 16.320.000 di mana gagal panen diakibatkan OPT Tungro dan Tikus. Klaim seluas 8,14 hektar juga terjadi di Penebel yaitu Subak Aya Babahan (3,74 ha) dan Subak Pualan (4,4 ha) dengan total klaim sebesar Rp 48.840.000. Gagal panen di dua subak ini karena OPT Blast dan Tikus. Terakhir adalah klaim dari Subak Antosari Selemadeg Barat seluas dua hektar dengan klaim sebesar Rp 12.000.000. (kmb24)
Terkait Pertemuan IMF dan World Bank
Selain DTW, Juga Disiapkan Desa Wisata
Bali Post/bit
Tabanan (Bali Post) Bulan Oktober 2018 mendatang, momen yang ditunggu para pelaku pariwisata dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Pasalnya, pascaerupsi Gunung Agung belun lama ini, sejumlah objek wisata mengalami penurunan kunjungan wisatawan. Pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Nusa Dua Bali yang akan digelar bulan itu, diharapkan bisa menjadi ajang promosi, apalagi para delegasi berikut keluarga besarnya juga dijadwalkan akan berkunjung ke sejumlah objek wisata.
Di Kabupaten Tabanan, dua objek wisata yang disiapkan untuk kunjungan para delegasi yakni DTW Tanah Lot dan DTW Ulun Danu Beratan. Meski demikian, Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan juga tetap melakukan antisipasi menyiapkan objek wisata lainnya, seperti DTW Jatiluwih dan desa wisata. Setidaknya ada sejumlah desa wisata yang telah disiapkan jika kemungkinan ada delegasi yang hendak berkunjung. Selain DTW, kata Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Wayan
Budi Artana, Senin (7/5) kemarin, desa wisata juga disiapkan mengarah pada ketentuan Sapta Pesona, khususnya bidang kebersihan DTW, parkir termasuk toilet yang bersih dan representatif. Pihaknya bersama Kadis Pariwisata bahkan akan terus melakukan monitoring agar soal kebersihan selalu menjadi perhatian dan tidak ada sampah yang berserakan ketika delegasi ada yang berkunjung. Sementara itu salah satu DTW yang menjadi tujuan kunjungan delegasi IMF, yakni DTW Jatiluwih, mengaku
siap mejadi salah satu objek wisata yang akan dikunjungi. Untuk DTW Jatiluwih seperti disampaikan pengelola I Nengah Sutirtayasa, selama ini kunjungan didominasi wisatawan asing. Selama tahun 2018 kunjungan wisatawan ke Jatiluwih sejak bulan Januari sampai bulan April 2018 mencapai 57.606 wisawatan. Sedangkan pada tahun 2017 lalu jumlah wisawatan yang berkunjung ke Jatiluwih mencapai 250.953 wisatawan. Dari data tersebut, menurut I Nengah Sutirtayasa mulai Januari hingga April 2018
sebanyak 46.345 wisman. Kemudian wisatawan domestik sebanyak 11.261 orang. Sedangkan tahun 2017 lalu sebanyak 211.288 wisman dan sebanyak 39.665 wisatawan domestik. “Secara keseluruhan dominasi wisawatan tetap warga negara asing,” ucapnya. Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke DTW Jatiluwih yakni Perancis, Italia dan negara eropa lainnya. “Kami berharap kunjungan wisata di DTW Jatiluwih terus mengalami peningkatan,” tandas Sutirtayasa. (kmb28)
Raih Prestasi dalam UN
Wabup Sanjaya Motivasi Siswa SMKN 1 Tabanan
Tabanan (Bali Post) Rasa bangga atas prestasi yang diraih salah satu siswinya dalam Ujian Nasional (UN), masih dirasakan jajaran SMKN 1 Tabanan. Kebahagiaan tersebut bertambah dengan hadirnya Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang menepati janjinya untuk menjadi Pembina Apel Upacara di sekolah setempat, Senin (7/5) kemarin didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Gede Susila. Di hadapan siswa dan guru SMKN 1 Tabanan, Wabup Sanjaya kembali mengatakan rasa bangganya karena salah satu siswi asal Tabanan bisa membawa nama baik Ta-
banan dalam raihan prestasi. Tak ketinggalan pula dalam kesempatan tersebut juga digunakan untuk memberikan motivasi pada siswa lainnya agar bisa mempertahankan prestasi yang berhasil diraih tahun ini. “Selama tujuh tahun menjabat wakil bupati, pertama kalinya saya menjadi Pembina upacara di sekolah. Ya, di SMKN 1 Tabanan ini,” ujar Wabup Sanjaya. Diraihnya nilai tertinggi UN SMK di Bali, bagi Sanjaya tentu saja membuktikan bahwa visi Tabanan Serasi, khususnya Tabanan berprestasi bisa terwujud. Ke depannya pendidikan ditekankan juga pada pendidikan karakter, budi pakerti
dan disiplin.“ Ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan pendidikan karakter, budi pakerti dan disiplin. Bekal ilmu pengetahuan tanpa diiringi oleh tingkat spiritual, tidak akan baik. Keseimbangan ini sangatlah diperlukan,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tabanan I Wayan Sudarsana mengaku sangat bangga sekolahnya dikunjungi oleh pemimpin daerah dan untuk pertama kalinya Wakil Bupati Sanjaya menjadi Pembina upacara di SMKN 1 Tabanan. “Kami bangga atas kehadiran beliau di sekolah kami. Mudahmudahan bisa menjadi motivasi kami di sini,” ucapnya. Sudarsana juga menjelas-
kan tentang proses pembelajaran di SMKN 1 Tabanan, lebih kepada penilaian yang berbasis integritas, disiplin dan kejujuran. “ Itu menjadi hal yang utama,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang siswi atas nama Ida Ayu Kade Dwi Uthary berhasil mendapatkan nilai Ujian Nasional SMK tertinggi di Bali yakni 379,00. Berbagai ucapan selamat atas raihan prestasi itu pun datang silih berganti dari para pemimpin daerah, mulai dari Wakil Bupati hingga Bupati Tabanan langsung yang kemudian berencana menjadi orang tua asuh atas kelanjutan pendidikan sejumlah siswa berprestasi tersebut. (kmb28)
Bali Post/bit
PEMBINA UPACARA - Pertama kalinya Wabup Tabanan menjadi pembina upacara di SMKN 1 Tabanan berkat raihan prestasi UN.
KARANGASEM
8
Selasa Pon, 8 Mei 2018
Pengopelan Pipa Rampung
Distribusi Air Mulai Lancar
Bali Post/kmb
TEMUI KASAT RESKRIM - Orangtua almarhumah Ni Kadek Candrawinata didampingi Siti Sapurah dari P2TP2A Bali menemui Kasat Reskrim Polres Karangasem AKP Decky Hendra Wijaya.
Polisi Didesak Usut Kasus Balita Tewas di Sidemen
Amlapura (Bali Post) Kebanyakan orang mungkin sudah lupa Januari 2015 lalu di Banjar/Desa Iseh, Sidemen, Karangasem pernah ada peristiwa balita tewas di pinggir sebuah parit. Namun, bagi kedua orangtua balita malang itu, I Wayan Suarta Ardiawan (35) dan Ni Komang Suryati (34), kejadian tersebut masih sangat membekas. Pasalnya, mereka yakin buah hatinya itu menjadi korban pembunuhan. Bocah malang itu bermana Ni Kadek Candrawinata. Saat kejadian baru berusia 13 bulan. Sebelum ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan jejak tindak kekerasan pada beberapa bagian tubuhnya, korban berada dalam pengawasan kakek-neneknya. Korban mendadak hilang ketika sang kakek dan neneknya itu sedang sibuk di dapur. Aneh, rumah korban berjarak sekitar 1,5 km dari tempat jenazah balita itu ditemukan. Peristiwa itu tepatnya terjadi 20 Januari 2015 ketika warga Iseh sedang mempersiapkan ritual, di salah satu pura setempat. Lama tidak ada kejelasannya, Senin (7/5) kemarin, Ardiawan dan Suryati mendatangi Polres Karangasem.
Didampingi Ketua P2TP2A Bali Siti Sapurah, mereka menemui Kasat Reskrim AKP Decky Hendra Wijaya. Tujuannya, mendesak kepolisian mengusut kasus tersebut secara tuntas. ‘’Saya yakin anak saya itu dibunuh. Sebab saat jasadnya dimandikan ada bekas cekikan di leher dan bekapan di pipinya,’’ ungkap Ardiawan. Pria yang mengadu nasib di Denpasar ini mengaku tidak berani menuduh, meskipun ada orang yang dicurigai. Untuk mengungkap kematian putrinya itu, dia mengaku sudah berkali-kali bertanya kepada orang pintar. Hasilnya selalu sama. ‘’Semuanya bilang bukan orang jauh. Kami berharap polisi mengungkap pelakunya.
Selain itu, apa motifnya,’’ ujar sang istri, Komang Suryati. Pertemuan antara keluarga korban, P2TP2A dan petinggi Sat. Reskrim berlangsung tertutup. Namun sebelumnya, Siti Sapurah juga menyatakan keyakinannya, bahwa korban tewas karena perbuatan orang lain. Meski hasil autopsinya menyatakan korban tewas karena saluran pernapasan tertutup air, wanita yang biasa disapa Ipung itu meyakini korban meninggal bukan karena tenggelam, tetapi karena sengaja ditenggelamkan. ‘’Sebab, paritnya dangkal kok,’’ katanya. Meninggal Tak WajarSebelum datang ke Polres Karangasem, Siti Sapurah me-
Amlapura (Bali Post) PDAM Karangasem sempat melakukan penutupan sementara pada sumber mata air embukan, sejak Sabtu (5/5) lalu. Ini dilakukan karena ada pengopelan pipa embukan yang menuju wilayah Kecamatan Manggis. Situasi ini sempat mengakibatkan terganggunya distribusi air ke beberapa jalur pelanggan. Setelah petugas bekerja selama dua hari, pengopelan pipa embukan rampung. PDAM Karangasem memastikan distribusi pada beberapa jalur pelanggan yang sebelumnya terganggu, sudah kembali normal. Direktur PDAM Karangasem I Gusti Made Singarsi, Senin (7/5) kemarin, mengatakan pengopelan pipa ini dilakukan dalam rangka investasi sambungan di Desa Bugbug. Dengan perbaikan pelayanan yang dilakukan PDAM Karangasem itu, sebagian besar pelanggan sudah terlayani dengan baik. Terkait penutupan sementara sumber mata air itu sebel-
umnya, menyebabkan beberapa wilayah pelanggan PDAM mengalami gangguan layanan air bersih PDAM. Wilayah tersebut mulai dari Desa Asak, Timbrah, Perasi, sebagian wilayah Bugbug, hingga sebagian pelanggan yang ada di jalur Jalan Ahmad Yani, dari tugu perbatasan ke selatan dan wilayah Candidasa ke barat. Terkait situasi ini, Direktur Gusti Made Singarsi menyampaikan permakluman kepada pelanggan atas adanya gangguan pelayanan tersebut. “Kami sudah upayakan proses pengopelan ini bisa segera tuntas, sehingga sumber mata air embukan dapat dibuka kembali dan pelayanan pada jalur yang terganggu kembali normal,” katanya. Setelah dilakukan pengopelan selama dua hari terakhir, saat ini jaringan air PDAM pada daerah yang terganggu, perlahan sudah kembali normal. Gusti Singarsi memastikan aliran air akan segera sepenuhnya normal. (kmb31)
ngaku sudah berkoordinasi dengan salah seorang dokter yang dulu ikut dalam proses autopsi korban. Kata Siti, sang dokter menyatakan korban meninggal tidak wajar. Selain berpegang pada kecurigaan orangtua korban dan penjelasan dokter tersebut, Ipung juga mengambil kesimpulan dari petunjuk lain. Menurutnya, mustahil seorang balita seusia korban itu mampu berjalan sejauh 1,5 km dari rumahnya. Terlebih saat itu sedang gerimis. ‘’Kami yakin, korban itu dibunuh. Tetapi sampai saat ini pembunuhnya belum terungkap,’’ ujarnya. Sementara itu, AKP Decky Hendra Wijaya mengatakan, kasus itu tidak dihentikan. Penyelidikan masih berlangsung. Hanya, hasilnya belum seperti harapan. Minimnya saksi menjadi salah satu kendala. Pihaknya mengakui memang ada lebam di wajah korban. Seperti jejak tindak kekerasan. Jika melihat hasil autopsi,
pihaknya juga mengaku punya kecurigaan korban tewas karena dibunuh. ’’Autopsi tidak menyebutkan korban dibunuh, tetapi hanya menjelaskan penyebab kematian yaitu karena pernapasan tersumbat,’’ terangnya. Decky Hendra Wijaya menegaskan pihaknya tidak tinggal diam dan menyampaikan rasa empati kepada keluarga korban. Untuk mengungkap kasus itu, Polres sudah membentuk tim gabungan dari unsur Sat. Reskrim dan Polsek Sidemen. ‘’Kami juga berusaha kasus ini segera terungkap. Mohon doanya,’’ ungkapnya. Siti Sapurah usai pertemuan itu mengakui ada kesepahaman dengan pihak penyidik. Hanya, pihaknya berharap polisi bisa lebih sigap karena kasus tersebut sudah hampir empat tahun terkatung-katung. ‘’Saya dapat memahami penjelasan kepolisian, tetapi jangan berlamalama. Ini menyangkut nyawa,’’ ujarnya. (kmb)
CEK MATA AIR - Petugas saat mengecek sumber mata air embukan.
diderita bertahun-tahun. Korban menjerat lehernya menggunakan tali plastik biru pada pintu kamar tidurnya. Aksi gantung diri itu baru diketahui sekitar pukul 04.30 Wita. Sat itu korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Kejadian kedua di Banjar Kaang Kaang, Desa Kertamandala, Kubu. Korban Ni Nengah Sati (58) bunuh diri karena lama mengidap diabetes dan gangguan lambung. Korban gantung diri di
plafon dapurnya, juga menggunakan tali plastik biru. Tubuh korban yang bergelayut lemas baru diketahui sekitar pukul 06.00 Wita. Pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur keterlibatan orang lain pada kedua kasus gantung diri tersebut. ‘’Tidak ada jejak tindak kekerasan. Keduanya sama-sama dipicu rasa putus asa karena mereka menderika sakit yang tidak kunjung sembuh,’’ terang Kasubag Humas Polres Karangasem
Iptu I Nyoman Juita. Kesimpulan pihak kepolisian diperkuat kesaksian keluarga kedua korban. Menantu korban Nengah Sati, Gusti Ayu Tati Suartini (30), mengatakan sejak lama mertuanya mengalami gangguan lambung dan diabetes. Sebetulnya sudah diobati dengan berbagai cara. Namun, korban tidak kunjung sembuh. ‘’Memang mertua saya itu sering mengeluh, tetapi kami tak pernah berpikir akan seperti
Bali Post/kmb31
Tali Plastik Biru Renggut Nyawa Kakek dan Nenek
JOGED GANDRUNG
Bali Post/gik
Momen pelepasan siswa di SMAN 2 Amlapura (Smanda) kental warna budaya. Sekolah unggulan di bumi lahar Karangasem ini menampilkan hiburan sendratari hingga joged gandrung (penarinya laki-laki) saat menggelar momen pelepasan siswa di wantilan sekolah setempat, Sabtu (5/5) lalu.
Amlapura (Bali Post) Dua kasus gantung diri terjadi di Karangasem, Senin (7/5) kemarin. Satu korban usia lanjut adalah seorang kakek dan seorang nenek. Kedua korban ini nekat mengakhiri hidup mereka karena alasan sama yaitu stres terlalu lama sakit. Peristiwa pertama terjadi di Banjar Jangu, Desa Duda, Selat. Korban I Komang Kerta (71) bunuh diri karena dia tidak tahan dengan penyakit diabetes dan tensi tinggi yang
ini akhirnya,’’ katanya saat memberi kesaksian kepada polisi. Tati Suartini pula yang pertama kali mengetahui aksi nekat mertuanya itu. Bangun tidur, ibu rumah tangga ini hendak memulai aktivitas paginya di dapur. Namun, baru membuka pintu dapur, dia mendapatkan pemandangan yang mengerikan. ‘’Saya bersama suami buru-buru menolong, tetapi mertua saya sudah meninggal,’’ ungkapnya. (kmb)
Lomba Baca Puisi Bali Modern
SMA Saraswati Selat Kalahkan Wakil Smansa dan Smanda Sejalan dengan upaya pemerintah dan DPRD Provinsi Bali untuk melestarikan bahasa Bali, Pemkab Karangasem melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka), menggelar lomba Baca Puisi Bali Modern tingkat SMA/SMK se-Karangasem. Lomba itu dipusatkan di aula dinas setempat, Senin (7/5) kemarin. Hasilnya cukup mengejutkan. Wakil sekolah-sekolah unggulan seperti SMAN 1 Amlapura (Smansa) dan SMAN 2 Amlapura (Smanda), kalah dari wakil SMA Saraswati Selat. Bagaimanakah lomba itu berlangsung dan bagaimana pula apresiasi pelajar? LOMBA baca puisi Bali modern itu digelar sebagai wujud pelestarian dan pengembangan sastra budaya di Karangasem. Selain itu, juga merupakan program lanjutan meningkatkan minat baca masyarakat yang sebelumnya terlaksana Jumat (4/5) lalu, untuk tingkat SMP/MTs. Dari belasan peserta lomba masingmasing satu orang peserta
perwakilan dari SMA/SMK se-Karangasem. Pesertanya didominasi wakil perempuan. Total yang berpartisipasi ada sepuluh orang. Peserta lomba Baca Puisi Bahasa Bali Modern itu, wajib membacakan satu puisi judul “Gurnitantara Saraswati” karya I.B. Rai Putra. Sedangkan puisi pilihan judul “Taksu” karya Agung Wiyat S. Ardi dan puisi “Perahu Wangkang Sri Komala” karya Nyoman Manda. Hasil penilaian juri lomba, dari unsur Dispustaka dan seniman sastra, I Komang Pasek Antara, Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten, dan Ida Ayu Wayan Ebayanti, pemenang I sampai III diperoleh dari kaum kartininya. Juara I dimenangkan oleh Ni Wayan Puspita Dewi, siswi kelas XI SMA Saraswati Selat, Kecamatan Selat. Sedangkan, wakil-wakil dari sekolah unggulan harus puas berada di peringkat II dan III. Juara II diraih Ni Luh Arisda siswi kelas XI SMAN 2 Amlapura, dan juara III direbut Ida Ayu Nyoman Trisna Sugita Utami siswi kelas X SMAN 1 Amlapura.
Juara I Puspita Dewi, tak asing lagi di dunia sastra. Sebab, tahun 2016, dia pernah meraih juara I lomba baca puisi Bahasa Indonesia tingkat SMP. Saat itu, dia bersekolah di SMPN 3 Selat, mewakili Kecamatan Selat dalam lomba yang diselenggarakan Dispustaka Karangasem. Pemenang I-III berhak mendapatkan hadiah trofi dan uang. Sedangkan peserta dengan perolehan nilai terbesar IV-VII mendapatkan masingmasing bingkisan buku dan alat tulis. Menurut penilaian salah satu juri, Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten, masing-masing puisi yang dilombakan memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Dia menyebut dengan istilahkan “puisi kamar” dan “puisi panggung”. Puisi kamar lebih ke dalam/penghayatan, sedangkan puisi panggung banyak gerak/acting. Keniten mengharapkan kepada pembina sastra di sekolah agar mencari bibit penghobi sastra dari kaum laki-laki agar ada keseimbangan. “Tetapi, para juara ini siap
’’Saya berharap para pelajar dan masyarakat dapat memanfaatkan Perpustakaan sebagai media berbagai aktivitas pemberdayaan sumber daya manusia. Karena di Perpustakaan Umum Karangasem, selain menyediakan ribuan koleksi buku, juga sarana informasi teknologi secara gratis.’’ Kepala Dispustaka Karangasem I Komang Daging
bersaing di level Provinsi Bali,” katanya. Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, I Komang Pasek Antara, mengatakan peserta pemenang I-III akan diikutkan lomba yang sama di tingkat Provinsi Bali tanggal 7 Juni 2018 mendatang. Setelah memperoleh juara, mereka akan dimatangkan lagi di kabupaten. Mereka akan dipersiapkan lebih serius untuk berprestasi di tingkat provinsi. Kepala Dispustaka Karangasem, I Komang Daging, yang hadir dalam acara itu, mengatakan, Perpustakaan Umum Karangasem terus berupaya menggairahkan kegiatan bersastra di Karangasem. Salah satunya melalui lomba baca puisi hingga penyediaan koleksi buku sastra. “Saya berharap para pelajar dan masyarakat dapat memanfaatkan Perpustakaan sebagai media berbagai aktivitas pemberdayaan sumber daya manusia. Karena di Perpustakaan Umum Karangasem, selain menyediakan ribuan koleksi buku, juga sarana informasi teknologi secara gratis” jelas Daging. Program meningkatkan minat baca masyarakat dilanjutkan dengan menggelar lomba bercerita melibatkan siswa SD/MI se-Kabupaten Karangasem. Rencananya akan dilaksanakan Jumat (11/5) mendatang. (gik)
Bali Post/gik
LOMBA - Pemenang Lomba Baca Puisi Bali Modern I, II, dan III dari kiri ke kanan, Ni Wayan Puspita Dewi, Ni Luh Arisda Satya Cahya Dewi, dan Ida Ayu Nyoman Trisna Sugita Dewi.
GIANYAR
Selasa Pon, 8 Mei 2018
9
PBB Lahan Pertanian akan Dinolkan Gianyar (Bali Post) -
Ranperda Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan tengah digodok DPRD Gianyar. Salah satu poin krusial menyangkut PBB untuk lahan pertanian. Dalam ranperda, pajak tersebut dinolkan dari yang sebelumnya satu persen. Menurut Ketua Pansus B DPRD Gianyar I.B. Nyoman Rai, PBB Perdesaan dan Perkotaan merupakan jenis pajak yang kewenangannya sudah diserahkan ke pemerintah daerah. Maka dari itu, payung hukum berupa perda harus disiapkan. Menurut Ketua Komisi II DPRD Gianyar ini, dalam proses pemba-
hasan ranperda pihaknya memperjuangkan agar PBB untuk lahan pertanian dinolkan. Selain lahan pertanian, PBB untuk lahan yang masuk jalur hijau juga rencananya dinolkan. ‘’Semasih lahan di jalur hijau itu belum menjadi bangunan, kita nolkan PBB-nya. Tetapi kalau sudah diubah menjadi bangunan, ya tetap dikenakan pajak sesuai
ketentuan,’’ tegas pria yang akrab disapa Gus Rai itu. Gus Rai menegaskan, bila lahan pertanian sudah beralih fungsi, harus langsung dikenakan PBB. Terkait hal tersebut, ke depannya eksekutif harus diminta intens melakukan pengawasan terhadap lahan pertanian agar potensi pajak tidak menguap. ‘’Artinya tidak
Peduli Warga Kurang Mampu
Polisi Lanjutkan Renovasi Rumah Warga Pilan Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Payangan melanjutkan renovasi rumah Ibu Jendra (55) di Banjar Pilan Desa Kerta Kecamatan Payangan. Ibu Jendra yang seorang janda ini merupakan salah satu warga kurang mampu di desa setempat. Sejak suami dan anak pertamanya meninggal, dia tinggal dengan seorang putri yang masih duduk di bangku kelas V SD. Kapolsek Payangan AKP Gede Endrawan, Senin (7/5) kemarin menjelaskan, renovasi kali ini terlaksana berkat dukungan sejumlah dermawan di Kecamatan Payangan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu, donatur menyumbangkan bahan material untuk renovasi. ‘’Seperti cat. triplek, pasir dan semen, itu semua sumbangan dari para dermawan,’’ jelasnya. Dikatakannya, setelah material ini terkumpul, barulah anggota Polsek Payangan
Bali Post/ist
RENOVASI - Aparat kepolisian saat merenovasi rumah warga kurang mampu di Banjar Pilan Desa Kerta, Kecamatan Payangan. mulai melakukan renovasi dengan dibantu masyarakat setempat. ‘’Kalau kami ada empat Bhabinkamtibmas yang selama ini menjadi tukang bangun,’’ katanya. Renovasi di rumah Jendra merupakan kali kedua dilakukan. Renovasi pernah
dilakukan pada awal tahun ini, berupa penggantian atap rumah yang sebelumnya kerap bocor. ‘’Sebelumnya rumah ini hampir roboh karena terus menerus kebanjiran. Setelah direnovasi, kondisinya sudah lebih baik,’’ kata AKP Endrawan. (kmb35)
Aniaya Bibi, Pemuda di Tegallalang Jadi Tersangka Gianyar (Bali Post) Seorang pemuda I Wayan Putra Basatina Begi dilaporkan ke Polsek Tegallalang, Senin (7/5) kemarin. Pemuda 27 tahun ini dilaporkan lantaran telah menganiaya bibinya sendiri, Ni Wayan Tarki (55), hingga babak belur. Kasus ini sudah ditangani aparat kepolisian. Bahkan polisi sudah menetapkan Begi sebagai tersangka. Menurut Kapolsek Tegallalang AKP Merta Kariana, kasus penganiayaan itu berawal dari kedatangan Tarki ke rumah bajangnya di kediaman I Nyoman Ater di Desa Sebatu pada Minggu (6/5) sekitar pukul 21.00 Wita. Kala itu Begi terlibat cekcok dengan kakeknya, Nyoman Ater. ‘’Kata pelaku, bibinya itu provokator. Akhirnya datang bibinya. Di sana mun-
cul penganiayaan,’’ ungkap Kariana. Meski sudah coba ditenangkan, Begi malah menjadi-jadi. Begi justru mengeluarkan kata-kata kasar. Tidak hanya itu, ia juga membenturkan tubuh korban ke sepeda motor. Tarki ketika itu memberontak untuk menyelamatkan diri. Namun, Begi yang telanjur emosi, kembali meluapkan amarahnya. Begi memukul wajah korban. Penganiayaan itu membuat Tarki mengalami sejumlah luka, yakni bengkak pada bibir dan memar pada tangan kanan dan kiri. Tidak mau kasus itu merembet, Tarki lantas melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Usai melapor, Tarki diajak berobat ke RS Ari Canti di Desa Mas, Kecamatan Ubud. ‘’Kami langsung
mengamankan pelaku dan dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangannya,’’ jelas AKP Kariana. Ditegaskannya, meski kasus ini terjadi antarkeluarga, polisi tetap melakukan pendalaman. Akhirnya, setelah semalaman diinterogasi, Begi pun ditetapkan sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan yang melanggar pasal 351 KUHP. ‘’Kasus jalan terus. Tidak tahu nanti bagaimana. Karena ini masih keluarga bisa saja ada perdamaian,’’ terangnya. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita beberapa barang bukti, di antaranya sepeda motor Honda Scoopy DK 7888 KH. Motor itu disita karena korban sempat dilempar ke motor tersebut. (kmb35)
semua dibebaskan. Misalnya hotel yang dulu tanahnya dibebaskan, kalau setelah dibangun tetap dibebaskan PBB-nya kan untung yang punya hotel. Makanya ini tarifnya kita nolkan untuk tanah yang tetap dipergunakan sebagai tanah pertanian,’’ ungkapnya. Menurut Gus Rai, PBB yang dinolkan juga berlaku untuk tanah pakarangan desa. Tujuannya, menciptakan produktivitas serta peningkatan perekonomian desa. Pengecualian berlaku apabila di lahan tanah pakarangan desa itu terdapat aset yang nilainya di atas
Rp 1 miliar. PBB yang dikenakan sebesar satu persen. ‘’Itu pun sebenarnya sudah kita turunkan dari dua persen menjadi satu persen,’’ katanya. Dikatakannya lebih lanjut, pihaknya menargetkan bulan ini Ranperda sudah disahkan menjadi perda dan diverifikasi. Paling cepat perda mulai diterapkan per Juni mendatang. Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar Wayan Ardana mengungkapkan PBB merupakan salah satu jenis
Bali Post/wan
pajak yang tidak memenuhi target pada 2017. Realisasi PBB hanya Rp 16 miliar lebih dari yang ditargetkan sebesar Rp 50 miliar. ‘’Ini memang salah satu item pendapatan pajak yang targetnya sulit dipenuhi, karena WP dari PBB ini kan hampir seluruh masyarakat Gianyar,’’ ungkapnya. Pihaknya pun sudah menurunkan target PBB tahun ini, yakni dari Rp 50 miliar menjadi Rp 30 miliar. ‘’Tidak ada jalan lain. Kita tidak bisa memasang target tinggi kalau dikira tidak realistis untuk dipenuhi,’’ ujarnya. (kmb35)
Belasan Siswa SDN 1 Temesi Keracunan Diduga Akibat ”Milkshake” di Kantin Sekolah
Gianyar (Bali Post) Belasan siswa SDN 1 Temesi, Kecamatan Gianyar, dilarikan ke RSUD Sanjiwani, Senin (7/5) kemarin. Mereka mengeluhkan sakit perut dan muntahmuntah. Para siswa ini diduga mengalami keracunan minuman milkshake yang dibeli di kantin sekolah. Instansi terkait langsung melakukan pengecekan termasuk memeriksa pedagang di kantin tersebut. Guru Agama SDN 1 Temesi Dewa Ayu Raini menerangkan, keluhan sakit ini awalnya disampaikan siswa kelas V. Usai olahraga atau jam pertama, para pelajar ini langsung membeli milkshake di kantin sekolah yang dikelola Ni Nyoman Karmi (60). Pascamengonsumsi minuman itulah beberapa siswa mengeluhkan sakit perut. Total 15 siswa yang mengeluhkan sakit yang sama. Karena siswa yang mengeluhkan sakit perut cukup banyak, pihak sekolah langsung menghubungi Puskesmas Gianyar untuk pertolongan pertama. ‘’Yang sakit awalnya 14 orang. Lalu terakhir ada satu siswa lagi yang dibawa ke RS Sanjiwani. Jadi total ada 15 orang,’’ ungkapnya. Menerima informasi itu, instansi terkait seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, PMI termasuk kepolisian langsung siaga dan berkumpul di SDN 1 Temesi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Made Suradnya yang memantau langsung pengambilan sampel menyatakan masalah ini sebagai musibah. ‘’Ini termasuk percontohan sekolah sehat. Tapi ini musibah, di manapun bisa terjadi,’’ jelasnya.
Pihaknya akan menggalakkan peran tim pengawas kesehatan sekolah yang terdiri dari unsur gabungan dinas agar kejadian seperti ini tidak lagi terulang. Tim akan turun dan kembali menilai kantin-kantin sekolah. Berdasarkan keterangan Dirut RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa, 15 pasien keracunan tersebut siang kemarin sudah mendapatkan penanganan medis. ‘’Untuk kasus ini masuk kategori keracunan ringan. Segera pasti bisa tertangani. Hari ini (kemarin-red) masuk, lihat kondisi besok atau lagi dua hari. Mudah-mudahan kembali pulih dan bisa pulang,’’ jelasnya. Ditegaskannya, insiden ini belum dikategorikan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sementara mengenai penyebab keracunan, Upeksa memperkirakan akibat proses pengolahan makanan atau minuman yang tidak higienis. ‘’Melihat gejala mual dan muntah diduga akibat bakteri e-coli. Tapi tetap harus tunggu hasil lab untuk memastikan,’’ terangnya. Dikatakannya lebih lanjut, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar telah mengambil sampel berupa air, es batu, susu kental manis, bubuk cokelat dan kemasan bekas minuman. Sementara terkait biaya perawatan, Upeksa memastikan ditanggung Pemkab Gianyar. ‘’Yang punya BPJS, kita pakai itu. Yang pasien umum, ditanggung pemerintah. Karena kejadian potensi wabah menjadi tanggung jawab pemerintah. Jadi gratis,’’ jelasnya. Berdasarkan pantauan siang kemarin, para siswa yang terdiri dari empat
laki-laki dan 11 perempuan itu sudah ditangani petugas IGD RSUD Sanjiwani. Salah satu siswa, Ni Kadek Intan Lestari mengaku usai jam pelajaran olahraga langsung meminum milkshake yang dijual di kantin sekolah. Dia mengaku baru pertama kali mencoba membeli minuman seharga Rp 4.000 tersebut. ‘’Waktu minum tidak apa-apa. Setelah masuk kelas baru terasa mules,’’ ujarnya, yang terbaring dengan tangan diinfus. Secara terpisah, pedagang di kantin sekolah Ni Nyoman Karmi mengaku tidak menyangka jika minuman yang dia jual membuat petaka. ‘’Ini tumben saya menjual begini. Ada susu serbuk Milo dicampur es lalu dikasih air,’’ ujar Karmi yang berjualan sejak puluhan tahun itu. Menurutnya, minuman dingin itu disajikan dengan gelas plastik lengkap dengan sedotannya. Karmi yang tinggal tepat di sebelah timur sekolah mengaku membeli susu serbuk di salah satu minimarket. Untuk airnya, dia gunakan air pancuran yang sudah direbus. Dalam proses pengambilan sampel minuman di SDN 1 Temesi, petugas juga mengambil sampel dubur pedagang untuk dicek lab. Polisi juga ikut mengambil sampel gelas plastik dan sachet susu serbuk. Kanit Reskrim Polsek Kota Gianyar Iptu Wayan Sujana menyatakan setelah mengambil sampel sisa minuman, petugas langsung memeriksa keterangan pedagang. ‘’Pedagang kami ajak ke Polsek untuk dimintai keterangannya. Kami ingin tahu apa penyebabnya, apakah ada hal lain. Ini kan baru dugaan,’’ tegasnya. (kmb35)
SISWA - Siswa SDN 1 Temesi yang dirawat di RSUD Sanjiwani.
Bali Post/wan
Sjaki Tari Us School
Belasan Tahun Membina Anak Berkebutuhan Khusus SJAKI Tari Us-Bali Hati School merupakan salah satu sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Bali. Di sekolah yang bebas biaya ini, para siswa diajarkan tentang kemandirian dan berbagai keterampilan. Berdiri sejak 12 tahun lalu, sekolah yang kini beralamat di Desa Lodtunduh, Ubud ini sudah mendidik 100 lebih anak berkebutuhan khusus.
Bali Post/wan
MENYANYI - Anak-anak berkebutuhan khusus Sjaki Tari Us-Bali Hati School saat menyanyi bersama di acara peresmian gedung sekolah, Senin (7/5) kemarin.
Kepala Sjaki Tari Us-Bali Hati School Ni Luh Merta Sari menjelaskan, Sjaki Tari Us School didirikan seorang warga Belanda, Thijs Van Harte. Bersama sejumlah rekannya, Thijs Van Harte mendirikan yayasan untuk anak berkebutuhan khusus di Singaraja. Kala itu jumlah siswa hanya dua orang. Sementara sekolah yang di Ubud hanya diisi lima anak. Cukup banyak tantangan
di awal berdirinya sekolah ini. Namun tantangan tersebut bisa dihadapi dengan niat dan ketulusan mengabdi demi pendidikan anak berkebutuhan khusus. Salah satu kunci mengajar di sekolah ini adalah kesabaran tinggi, terutama dalam membina anak-anak. ‘’Anak yang hiperaktif itu harus sabar sekali membinanya,’’ katanya. Seiring waktu berjalan,
sekolah yang berada di dua kabupaten ini terus tumbuh hingga kini jumlah anak didik mencapai 100 lebih. ‘’Untuk yang di Lodtunduh ada lebih dari 60 orang. Terdiri dari anak-anak 45 orang dan dewasa ada 17 orang,’’ ungkapnya. Semua anak yang dibina di sekolah ini tidak dipungut biaya. Untuk itulah dia mengimbau masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus, agar tidak malu membawa anaknya ke Sjaki Tari Us School. ‘’Di sini anak-anak kita ajarkan kemandirian. Dan setelah dewasa kita beri pembinaan skill, melukis, mewarnai topeng atau semacamnya. Bahkan ada dua anak didik kita sudah mampu bekerja
setelah ktia tanamkan skill,’’ ujarnya. Saat ini Sjaki Tari Us School di Lodtunduh telah memiliki gedung baru. Proses pembangunan berjalan sejak tiga tahun lalu. Pembangunannya bekerja sama dengan Bali Hati School. ‘’Kita mendirikan bangunan di kawasan Bali Hati School yang sekarang. Awalnya kan kita menyatukan konsep pendidikan, yakni sama-sama menyentuh anak berkebutuhan khusus,’’ jelas Sari. Hingga kini, banyak relawan dari berbagai negara yang men-support Sjaki Tari Us School. Relawan dominan berasal dari Belanda. Mereka ikut membantu mendidik para siswa selama tiga sampai empat bulan. (nik)
JEMBRANA
10
Selasa Pon, 8 Mei 2018
Kodim Susun Rencana Program TMMD 2018 Negara (Bali Post) Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus digencarkan jajaran TNI, termasuk juga Kodim 1617/ Jembrana. Kodim pun menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka peninjauan ulang sasaran TMMD ke-102 tahun 2018. Rakor ini dilaksanakan di Kantor Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Senin (7/5). Dalam rakor ini, hadir Dandim 1617/ Jembrana Letkol Kav. Djefry Marsono Hanok, Pasi Ter Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf. I Wayan Yudana, beserta Staf Kadis PMD Kabupaten Jembrana Dewa Komang Pariata, Kadis PU Kabupaten Jembrana diwakili Sekdis PU Drs. I Nyoman Mayun. Tak hanya itu, juga Kepala Bappeda Jembrana Ketut Suijana, Camat Mendoyo Gde Sujana, Danramil 1617-02/Mendoyo Kapten Inf. Zaenul Eksan, Perbekel Ds. Delod Berawah I Made Rentana dan aparat desa lainnya. Dandim mengatakan rakor ini dilaksanakan untuk penyusunan rencana program TMMD ke- 102 tahun 2018. Begitu pula TMMD Imbangan sekala besar, menyiapkan dan merencanakan kegiatan TMMD ke-102 tahun 2018. Usai rakor, dilanjutkan dengan peninjauan sasaran bedah rumah milik I Made Sudi Sinarbawa di Banjar Dangin Marga, Desa Delod Berawah. Selain itu, mengecek jalan yang akan dijadikan sasaran TMMD, tempat pembuatan WC umum dan tempat menaikkan atau menurunkan kerbau pacuan. (kmb) TMMD - Dandim Jembrana Letkol Kav. Djefry Marsono Hanok dan tim ketika meninjau ulang sasaran TMMD ke-102 tahun 2018 di Delod Berawah, Mendoyo.
Ribuan Warga Masih Nganggur Bali Post/kmb
Bupati Artha Tinjau Kesiapan Pembangunan RSU Negara BUPATI Jembrana I Putu Artha, Senin (7/5) kemarin meninjau pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Negara. Peninjauan ini untuk melihat langsung sejauh mana progres dan tahapan pembangunan rumah sakit terbesar di Jembrana tersebut. Pembangunan RSU Negara merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Dengan anggaran mencapai Rp 179 miliar, pembangunan meliputi gedung IRD, Instalasi Bedah Sentral (IBS), poliklinik serta fasilitas laboraturium. Sedangkan untuk areal belakang akan dibangun ruang VIP serta rawat inap mulai dari kelas I, II, dan III sampai penataan sarana parkir yang saat ini kerap kali dikeluhkan masyarakat. Proses pembangunan saat ini sedang tahap persiapan lahan serta areal pembangunan. Bupati Artha didampingi Direktur Utama (Dirut) RSU Negara dr. Made Dwipayana pada kesempatan itu meminta agar pembangunan RSU Negara ini menghasilkan bangunan yang berkual-
itas baik, memberikan rasa nyaman kepada keluarga pasien serta keluarganya, termasuk juga kepada pegawai RSU. Selain itu, Artha juga mewanti-wanti kepada rekanan agar proses pembangunan tidak melewati tenggat waktu yang ditentukan dalam kontrak. Mengingat pengerjaan proyek dilaksanakan saat jam pelayanan masih berlangsung, Bupati Artha juga meminta pihak rekanan memperhatikan akses kendaraan proyek agar tidak banyak mengganggu pelayanan masyarakat. “Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu atau berhenti. Hal ini harus disiasati pihak rekanan, seperti mengatur arus lalu lintas kendaraan proyek serta pagar pembatas agar pasien beserta keluarganya tetap nyaman,” ujar Artha. Ia juga mengatakan dengan selesainya pembangunan gedung rumah sakit yang baru di RSU Negara ini dapat mengatasi keluhan warga mengenai kurangnya jumlah kamar serta dapat meningkatkan pelayanan kesehatan warga. Upaya itu juga akan didukung dengan peningkatan kualitas sum-
Negara (Bali Post) –
Meskipun mengalami penurunan selama tiga tahun belakangan ini, angka pengangguran di Kabupaten Jembrana saat ini masih ribuan orang. Penurunan itu dipicu dari mulai banyaknya investor yang membuka usaha di wilayah Jembrana sehingga membuka peluang kerja. Tercatat ada 180 usaha baru dengan menyerap sekitar 750 orang tenaga kerja.
Bali Post/ist
TINJAU – Bupati Jembrana I Putu Artha meninjau pembangunan RSU Negara yang sudah mulai dilakukan. Pembangunan fasilitas RSU ini merupakan salah satu langkah Pemkab Jembrana meningkatkan kualitas layanan kesehatan. ber daya manusia (SDM) dan pengelolaan manajemen rumah sakit, utamanya tenaga dokter spesialis yang secara bertahap akan dipenuhi jumlahnya. Proyek pembangunan RSU Negara ini menggunakan sistem multiyears dan ditargetkan rampung
Ratusan Ayam Selundupan Segera Dimusnahkan Negara (Bali Post) Ratusan ekor ayam yang diamankan di Gilimanuk beberapa hari lalu, kini disita Karantina Pertanian Wilayah Kerja (wilker) Gilimanuk. Karena ada beberapa yang mati dan dikhawatirkan terjangkit virus flu burung, maka ayam yang masih hidup itu akan segera dimusnahkan. Penanggung Jawab Balai Karantina Pertanian Klas I Denpasar Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra, Senin (7/5) kemarin mengatakan, pemusnahan bisa dilakukan bila unggas tersebut terindikasi mengidap penyakit. “Memang sudah ada beberapa ekor yang mati. Sangat berpotensi terjangkit penyakit (flu burung). Kami akan koordinasikan dengan Balai untuk pemusnahan,” terang Eka Ludra. Total ayam yang diamankan selama sepekan ini mencapai 160 ekor. Di antaranya 12 ekor ayam jenis cemani kiriman dari Probolinggo, Jawa Timur yang diamankan pada Rabu (2/5) lalu. Ayam tersebut dikirim menggunakan bus
nopol AA 1551 BY. Kemudian disusul pada Sabtu (5/5) lalu, 30 ekor ayam jago diamanatkan petugas Karantina di terminal lama Gilimanuk. Ayam itu dikirim tanpa Surat Kesehatan Karantina (SKK) dari pelabuhan asal. Teranyar, pada Minggu (6/5) lalu sebanyak 120 ekor ayam jago diamankan
polisi di Pos II Pelabuhan Gilimanuk. Ratusan ayam itu ditaruh dalam sebuah gerobak dengan memanfaatkan waktu pada pagi. Eka Ludra mengungkapkan pengiriman ayam-ayam dewasa ini melanggar Pasal 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Selain itu, juga melanggar Pergub Bali No. 44 Tahun 2005 yang masih berlaku sampai saat ini. Unggas memiliki risiko tinggi dalam penyebaran virus avian influensa atau flu burung. Selain itu juga berpotensi menularkan penyakit newcastle disesase (ND) yang dapat menyebabkan ayam mati massal. Karantina masih menunggu pemilik untuk melengkapi dokumen resmi pengiriman dengan tenggat waktu hingga, Rabu (9/5) mendatang. Apabila tidak ada, maka ayam-ayam itu akan dimusnahkan. (kmb26) Ida Bagus Eka Ludra
pada tahun 2019. Pelaksana sekaligus konsultan pembangunan dari PT Nindya Karya. Turut hadir dalam pemantauan tersebut pihak pelaksana dan manajemen konstruksi (MK) dan menyatakan kesiapannya dalam menindaklanjuti arahan bupati. (ad416)
Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) Jembrana, tahun 2015 lalu angka pengangguran masih di kisaran 1,59 persen dari total jumlah angkatan kerja. Namun di tahun 2017, dari data di Bappeda Jembrana, turun 0,67 persen atau sekitar seribu orang lebih angkatan kerja. Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Kabupaten Jembrana Ni Nengah Wartini, Senin (7/5) kemarin, mengatakan dari total angkatan kerja di Jembrana diakui masih ada ribuan orang yang menganggur. Namun secara umum, selama tiga tahun ini jumlah pengangguran cenderung menurun. Hal itu lantaran banyak muncul pengusaha,
sehingga mampu merekrut tenaga kerja. “Dari catatan kami (penanaman modal), ada 180 pengusaha baru di Jembrana dan merekrut hampir 750 orang. Sekarang tinggal meningkatkan kompetensi. Ketika investasi berkembang akan semakin banyak menyerap tenaga kerja,” terangnya. Pihaknya secara rutin menggelar program bursa kerja atau job fair untuk mempertemukan pengusaha dengan calon tenaga kerja. Tahun ini di perdesaan terdapat program padat karya yang diharapkan juga semakin menekan jumlah angka pengangguran. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan.
Kegiatan tersebut termasuk pola pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha atau kegiatan ekonomi. Di sejumlah desa, masih banyak warga yang belum bekerja secara tidak terputus. Terutama para nelayan yang terkendala dengan paceklik ikan yang sudah berlangsung hingga dua tahun belakangan ini. Mulai Mei ini, anggaran APBDes dirombak menyesuaikan dengan ketentuan instruksi bupati minimal 30 persen Dana Desa untuk upah. Program padat karya tunai ini wajib dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja. Recofusing penggunaan Dana Desa diharapkan dilakukan pada 3 sampai dengan 5 jenis kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas desa. (kmb26)
Gunakan Lahan Hutan
Komisi III Bali Sidak Objek Wisata Puncak Mawar Negara (Bali Post) – Sejumlah destinasi wisata baru yang dikembangkan masyarakat di Jembrana, status lahannya masih merupakan kawasan hutan. Kendati sudah mulai berkembang dan ramai dikunjungi, namun perlu dipastikan kejelasan status tanah tersebut. Seperti di Bukit Puncak Mawar, Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Jembrana, lokasinya masih masuk kawasan hutan di bawah Dinas Kehutanan Provinsi. Hal tersebut disampaikan Komisi III DPRD Bali kepada kelompok pengelola saat sidak ke objek wisata yang berada di lereng bukit Dewasana, Senin (7/5) kemarin. Dewan sengaja mengecek langsung di Bukit Mawar itu bersama Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Barat, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah JawaBali-NTB serta masyarakat pengelola Bukit Mawar. Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba mengatakan dari pengecekan lahan yang dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH), Puncak Mawar ini menurutnya bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Bagaimana menjaga hutan tetap lestari dan membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat. Namun, saat
ini statusnya masih masuk di kawasan hutan yang notabene milik negara. “Ini yang semestinya (status) dibicarakan. Kami rasa (hutan) ini dimanfaatkan dengan baik. Kelompok menjaga lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat. Kita dorong agar diusulkan pengelolaan kemitraan hutan,” kata Dewan asal Peh, Kaliakah ini. Untuk mencapai kesepakatan itu masih butuh waktu panjang dan memerlukan pikiran dan biaya. Pihaknya berharap ini di-support oleh pemerintah daerah Jembrana. Tamba mencontohkan support yang bisa dilakukan dari Pemkab adalah dengan mengenalkan objek wisata ini. “Ini ada potensi, di organisasi perangkat daerah (OPD) tertentu bisa mendukung, misalnya untuk anak-anak sekolah bertamasya tidak perlu keluar daerah. Cukup di sini kita explore. Tumbuhkan sikap bangga dengan tempat sendiri,” tandasnya. Bila perlu, objek wisata masyarakat yang dikenal dari media sosial (medsos) ini bisa menyedot perhatian warga dari kabupaten lain di Bali. Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Bali I Kadek Diana juga mengharapkan agar pemberdayaan hutan ses-
Bali Post/olo
SIDAK – Komisi III DPRD Bali bersama instansi terkait ketika melakukan sidak pemanfaatan hutan di lereng bukit Dewasana, Kelurahan Pendem yang saat ini menjadi tempat wisata. uai regulasi yang ada. Menurutnya pengelolaan hutan ini bisa melalui kemitraan hutan desa. Namun, pengajuan pertama terbentur seperti di beberapa desa lainnya di Jembrana. Karena itu pihaknya mendorong agar persyaratan itu dilengkapi dan akan lebih efektif lagi agar kelurahan Pendem ini bisa diarahkan menjadi desa. “Kami juga berharap agar kelurahan ini menjadi desa. Banyak potensi yang bisa dikembangkan,” tandas Diana. Sementara itu, Kepala KPH Bali Barat Mochtar Ir-
wan Abdullah menambahkan kawasan hutan di Puncak Mawar ini sejatinya sudah diusulkan untuk dimanfaatkan. Namun, terbentur aturan bersama beberapa desa lainnya di Jembrana. Namun kini permohonan diganti dengan pengelolaan kemitraan melalui KTH. Pemberdayaan hutan ini bisa dilakukan sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 83 Tahun 2016 tentang Perhutanan Sosial. Dari pengecekan selama ini, pengelolaan hutan sudah sesuai aturan yang ada. (kmb26)
BULELENG
Selasa Pon, 8 Mei 2018
11
151 Kios dan Los Tak Laku di Pasar Banyuasri Bali Post/kmb38
TAK LAKU – Sejumlah kios dan los di Pasar Banyuasri tidak laku. Akibatnya, PD Pasar kehilangan pemasukan rata-rata Rp 10 juta per bulan.
Singaraja (Bali Post) –
Sebanyak 151 kios dan los di Pasar Banyuasri, Singaraja sejak beberapa tahun terakhir tak laku disewakan kepada pedagang. Ini terjadi karena lokasi tempat berjualan itu tidak strategis. Selain itu, pedagang tidak tertarik menyewanya karena kondisinya rusak. Akibatnya, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng kehilangan pemasukan rata-rata Rp 10 juta per bulan. Dirut PD Pasar Buleleng Putu Gede Satwikayadnya, Senin (7/5) kemarin, mengatakan keberadaan kios dan los yang tidak menghasilkan di Pasar Banyuasri jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan data saat ini. Sejak dua kali menjabat direksi,
dirinya berhasil mengelola kios dan los tersebut. Ini dilakukan dengan menarik sertifikat hak registrasi terhadap kios atau los menjadi milik perusahaan. Perusahaan kemudian menyewakan kembali kepada pedagang yang baru. Selain
itu, ada pedagang yang tidak memfungsikan tempat yang disewanya. Setelah diperingati pedagang tersebut memfungsikan kios atau los milik perusahaan tersebut. Sayangnya, upaya itu belum memberikan hasil optimal, sehingga sekarang tersisa
Singaraja (Bali Post) – Pejabat eselon III-a atau setara kepala bagian dan sekretaris dipersilakan mendaftar lelang jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng yang sudah dibuka Senin (7/5) kemarin. Pejabat yang memenuhi syarat kepangkatan itu banyak. Karena itu dipastikan lelang jabatan Kepala DLH ini akan ramai peminat. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa, S.H. mengatakan, pendaftaran lelang jabatan ini sudah dibuka mulai kemarin sampai 15 hari ke depan. Selain mengumumkan ke masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab Buleleng, pendaftaran ini juga diumumkan lewat media massa. Meskipun batas waktu pengumuman pendaftaran singkat, Wisnawa optimis banyak pejabat yang akan tertarik mendaftar. Ini karena jumlah pejabat dengan
pangkat eselon III-a saat ini masih tersedia cukup. Untuk itu, dia mempersilakan siapa pun pejabat yang memiliki kualifikasi disarankan mendaftar, sehingga bisa mengikuti semua tahapan kompetisi lelang jabatan tahun ini. “Mulai hari ini (Senin 7/5 kemarin - red), pendaftaran sudah dibuka. Saya kira pendaftar akan banyak karena memang pejabat dengan Eselon 3-A ini masih banyak. Kami tunggu dan silakan mendaftar untuk mencoba mengikuti kompetisi dalam rangka mencari pejabat berkompeten,” katanya. Menurut Wisnawa, potensi pejabat yang bisa mendaftar memang banyak. Akan tetapi, calon pejabat yang akan dicari itu juga memerlukan seorang calon pejabat yang ahli di bidangnya. Tugas-tugas DLH juga begitu berat, sehingga banyaknya calon yang diharapkan ikut mendaftar akan mendapat satu pejabat yang berkompeten dan mampu memimpin lembaga sejalan dengan kebijakan pimpinan di daerah. (kmb38)
segera menyala. Saat mobil melesat di tengah persimpangan melintas sepeda motor DK 2424 BD dari selatan menuju utara. Motor ini dikendarai Kadek Suastini (25) asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada membonceng anaknya Kadek Lia Sumertini (5). Kedua kendaraan ini bertabrakan dan pengendara motor terpental ke pinggir jalan. Pengendara motor dan anaknya mengalami luka hingga dilarikan ke RSUD Buleleng. Setelah bertabrakan dengan sepeda motor, pengemudi mobil kehilangan kendali dan kembali menabrak kios pedagang sosis di sebelah barat TL. Kios rusak berat dan beruntung tidak ada pedagang atau pembeli yang tertabrak. Sementara, pengemudi mobil dalam keadaan selamat. Hanya, bagian depan mobilnya ringsek dan
sahaan kehilangan pendapatan dari sewa tempat bulanan dan cukai pedagang harian. Diperkirakan dari situasi ini, perusahaan gagal mendapatkan penghasilan dari ratusan kios dan los yang tidak ditemapti itu lebih dari Rp 10 juta per bulan. Atas kondisi ini, direksi berusaha untuk menawarkan tempat tersebut kepada pedagang. Direksi rencananya menyewakan kios dan los tersebut kepada pedagang bunga
atau pedagang canang yang berjualan di tempat yang dilarang. Pendataan sementara ada sekitar 20 orang pedagang bunga atau canang berjualan tidak pada tempatnya. Menunggu pedagang yang tertarik menyewa, pihaknya juga mempersiapkan untuk merehab bangunan kios dan los tersebut. Hal ini penting karena dari dahulu salah satu alasan pedagang tidak tertarik menempati kios dan los ini karena kondisinya rusak. (kmb38)
Penggunaan Pensil Tak Seragam Dalam USBN Singaraja (Bali Post) – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di Buleleng telah berjalan lancar dan tertib. Meski demikian, pelaksanaan USBN di Bali Utara mendapat perhatian serius Dewan Pendidikan Buleleng. Hasil pemantauan yang dilakukan, ditemukan pemakaian pensil yang tidak seragam di beberapa sekolah. Dikhawatirkan lembar jawaban komputer (LJK) siswa tidak bisa dibaca oleh komputer, sehingga akan merugikan siswa. Ketua Dewan Pendidikan Buleleng Drs. Gusti Ngurah Agung didampingi anggotanya Ketut Wiratmaja, S.H., Senin (7/5) kemarin, mengatakan saat USBN digelar pihaknya memantau di beberapa sekolah. Dalam tiga hari pemantauan ditemukan peserta ujian menggunakan pensil yang tidak seragam. Satu sekolah tertentu siswanya menggunakan pensil bermerek. Sebaliknya di sekolah lain anak-anak menggunakan pensil tidak bermerek. Tidak itu saja, pihaknya juga menemukan pihak sekolah membeli pensil kemudian dibagikan kepada anak-anak peserta ujian. “Secara umum pelaksanaan memang berjalan dengan baik, tapi dari sempel pemantauan yang kami lakukan itu pensil
Bali Post/kmb38
masih diamankan di Unit Lantas Polres Buleleng. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, dari pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan saksi, lakalantas ini dipicu karena kurang hati-hatinya pengendara mobil. Bahkan, pen-
Bali Post/kmb38
Gede Suyasa
Drs. Gusti Ngurah Agung
tidak seragam. Sekolah juga ada yang membeli sendiri dan kemudian dibagikan kepada anak-anak peserta ujian,” katanya. Menurut Ngurah Agung, pemakaian pensil yang tidak seragam ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah yang merugikan siswa itu sendiri. Dia mencontohkan, lembar jawaban siswa yang ditulis dengan pensil tidak bermerek atau tidak standar itu bisa saja tidak bisa dibaca oleh komputer ketika lembar jawaban di-scan. Menghindari hal
ini, Ngurah Agung mengusulkan agar panitia USBN di kabupaten segera memastikan hal ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Jika memang pemakaian pensil yang tidak seragam itu menimbukan persoalan, diharapkan segera diambil langkah terbaik, sehingga tidak merugikan anakanak. Selain itu, Ngurah Agung menyarankan, agar persoalan serupa tak terulang, tahun ajaran berikutnya, pemerintah perlu mengambil langkah untuk meny-
Mobil Tabrak Pengendara Motor dan Kios Singaraja (Bali Post) – Arus lalu lintas di simpang empat Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng mendadak krodit Senin (7/5) kemarin. Hal itu terjadi karena ada kecelakaan lalu lintas antara mobil DK 770 KG dengan sepeda motor DK 2424 BD. Akibatnya, pengendara motor dan yang diboncengnya sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka. Selain itu, mobil tersebut juga menabrak sebuah kios pedagang sosis di sebelah barat traffic light (TL). Kecelakaan ini terjadi pukul 14.30 Wita. Mobil DK 770 KG yang dikemudikan Luh Wiriantini (34) asal Kelurahan Banyuning datang dari arah timur. Saat itu, lampu TL menunjukkan lampu kuning. Diduga, pengemudi mobil jenis Avanza itu menambah kecepatan agar tidak berhenti karena lampu merah akan
kios, los, dan pelataran yang kita sewakan itu sebanyak 1.045. Sejak lama banyak tempat yang tidak difungsikan. Sejak kami menjabat terobosan untuk mengoptimalkan kios atau los yang tidak produktif itu menjadi menghasilkan. Karena banyaknya, sekarang masih ada 151 kios dan los yang tidak laku disewa oleh pedagang,” katanya. Menurut Satwikayadnya, kios atau los yang tidak disewa itu mengakibatkan peru-
Dikhawatirkan LJK Tak Terbaca
Lelang Jabatan Kepala DLH
Dipastikan Ramai Peminat
151 kios dan tetap tidak laku disewa. Tadinya, kios dan los tersebut sudah disewa pedagang burung yang direlokasi dari Pasar Mumbul beberapa waktu lalu. Akan tetapi, tidak berselang lama pedagang mengeluh karena pengunjung sepi, sehingga pedagang ini kembali menempati kios dan los di Pasar Mumbul. Dampaknya, kios dan los di Pasar Banyuasri kembali kosong dan gagal mendatangkan pemasukan. “Di Banyuasri itu
gendara ini menerobos traffic light yang harusnya berhenti saat lampu merah, namun berusaha untuk melintas, sehingga menabrak sepeda motor. “Pemeriksaan sementara ini akibat kelalaian pengendara mobil yang tidak hati-hati. Kasusnya masih kita tangani dan korban luka ringan,” jelasnya. (kmb38)
iapkan pensil untuk USBN satu merek dan kualitasnya standar untuk mengerjakan lembar jawaban komputer (LJK). “Bisa saja saat lembar jawaban anak-anak di- scan tidak terbaca karena pengaruh pensil yang tidak seragam atau standar. Kami usulkan masalah ini dikoordinasikan ke Disdik Bali dan kalau terjadi masalah, sehingga bisa diambil upaya terbaik,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa mengatakan, temuan pemakaian pensil yang tidak seragam itu sudah dikoordinasikan dengan petugas scaning USBN ke Disdik Bali. Hasil sementara, lembar jawa ba n ya ng d it ulis d enga n pensil tanpa merek itu tetap bisa terbaca oleh sistem aplikasi komputer. Dengan hasil ini, dirinya menjamin kalau tidak ada siswa yang akan dirugikan karena menggunakan pensil yang tidak bermerek tersebut. Terkait usulan untuk menyeragamkan pensil dan memastikan standar untuk USBN, Suyasa mengaku setuju dengan usul tersebut. Untuk itu, ke depan, pihaknya akan mengomunikasikan hal ini dengan instansi terkait termasuk mengusulkan anggaran untuk pengadaan pensil atau peralatan lain penunjang USBN setiap tahun. (kmb38)
KLUNGKUNG
12
Selasa Pon, 8 Mei 2018
Produksi Pelet Melalui TOSS
Penjualan Belum Ada Kepastian produksi yang sudah sesuai permintaan sekitar 5 ton, belum ada kepastian. Alasannya masih melakukan persiapan teknis. “Uji coba pelet belum ada berita dari Indonesia Power, karena masih menyelesaikan perangkat teknisnya. Nanti kami akan kabari lebih lanjut,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak Agung Kirana, Senin (7/5) kemarin. Harga beli nantinya, kata pejabat asal Desa Paksebali ini juga belum ditentukan. Itu akan disepakati oleh desa yang
TINJAU - Wantimpress bersama Pemkab Klungkung meninjau produksi pelet di TOSS Desa Gunaksa beberapa waktu lalu.
memproduksi dengan PT Indonesia Power. “Untuk harga, kami belum tahu. Nanti saat pelaksanaan pasti akan ada MoU,” jelasnya. Bergulir sejak empat bulan lalu, program ini telah menunjukkan trend positif. Sudah diterapkan di 12 desa, yakni Tangkas, Gelgel, Gunaksa, Dawan Klod, Dawan Kaler, Akah, Paksebali, Aan, Tohpati, Sampalan Klod, Banjarangkan dan Takmung. Dari itu, sampah yang berhasil terolah telah mencapai 30 persen. “Ini bisa mengurangi jumlah sampah, terutama wilayah kota yang terbuang ke TPA,” ungkap mantan Sekretaris DPRD Klungkung ini. Inovasi yang belum diterapkan daerah lain di Bali ini tak sebatas penting dalam penyelamatan lingkungan. Terobosan pemkab ini sempat mendapat respons positif dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantipres) RI saat untuk melihat langsung segala prosesnya. Ke depan, metode ini diharapkan bisa dikloning yang diawali dari Bali. Bahkan Jika digarap secara serius, memungkinkan menjadi contoh bagi negara lain dan bisa memenuhi kebutuhan ekspor. (kmb45)
Rp 153 miliar. Ada pula 100 persen penerapan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Pada debat ini, Suwirta menegaskan totalitas meyakinkan masyarakat. Sangat berharap dengan itu dukungan terus mengalir. “Tentu melalui debat ini masyarakat bisa lebih tahu lagi tentang program-program kami,” imbuhnya. Sementara itu, Cabup Tjokorda Bagus Oka mengaku sudah mempersiapkan dan mematangkan materi debat. Pihaknya pun siap beradu argumen di hadapan perumus masalah. “Materi sudah disiapkan. Sudah dimatangkan,” ucapnya. Sesuai yang terpampang pada Alat Peraga Kampanye (APK), Tjok Bagus bersama Mandia menawarkan beberapa program unggulan. Yakni pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Tak ketinggalan juga pariwisata. Hanya tidak tertulis target-target realisasinya jika terpilih menjadi orang nomor satu. Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung I Made Kariada mengatakan sesuai rencana
debat akan diselenggarakan dalam waktu berbeda. Pada 19 Mei, berlokasi di Hotel Bali Beach dan 18 Juni di Hotel Aston. “Pemilihan tempat berbeda ini untuk memberikan suasana yang beda juga,” jelasnya. Anggaran yang dipersiapkan mencapai Rp 300 juta yang diperuntukkan sewa tempat maupun biaya perumus masalah dan moderator. “Ini untuk dua tempat. Anggaran itu juga termasuk untuk biaya publikasi live,” katanya. Pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini menyatakan bahan debat nantinya terdiri dari berbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial budaya, pendidikan hingga politik. Di awal, juga akan diisi pemaparan visi dan misi. “Untuk pertanyaannya, nanti perumus masalah yang menentukan. Itu semua akademisi,” katanya. Disampaikan lebih lanjut, massa yang dihadirkan masing-masing paslon nantinya juga akan dibatasi. Selain faktor keamanan, juga melihat dari kapasitas tempat. Debat kali ini berbeda dengan Pilkada 2013 yang berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya. “Dulu juga dua kali,” pungkasnya. (kmb45)
Semarapura (Bali Post) Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang ada di belasan desa di Kabupaten Klungkung telah berhasil memproduksi pelet sebagai bahan bakar maupun listrik (energi terbarukan). Sesuai rencana awal, itu akan dijual untuk diuji coba. Namun belum ada kejelasan. Pada program ini, penjualan pelet bekerja sama dengan PT Indonesia Power. Sempat direncanakan, awal Mei akan dilakukan uji coba pada pembangkit listrik di Lombok. Akan tetapi, di tengah jumlah
Bali Post/sos
Debat, Paslon Siap Adu ”Kesaktian”
Semarapura (Bali Post) Debat kandidat pertama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung digelar dalam waktu dekat. Pasangan I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta) maupun Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia) sudah siap beradu argumen, membeberkan program unggulan masing-masing. Cabup I Nyoman Suwirta mengaku tak banyak persiapan yang dilakukan. Hanya sebatas baca-baca program yang telah disusun sebelumnya. “Sudah siap. Dulu kan sudah pernah debat. Jadinya tidak ada persiapan khusus. Paling bacabaca saja,” ungkapnya, Senin (7/5) kemarin. Ia yang diusung empat partai, yakni Gerindra, Golkar, Demokrat dan NasDem menawarkan sedikitnya 14 program unggulan, baik berkaitan dengan adat, kesehatan, pendidikan, pengentasan pengangguran, pariwisata, infrastruktur, lingkungan hingga peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Tak hanya itu, program yang dirancang untuk lima tahun ke depan juga dilengkapi target capaian. Contohnya PAD, naik 100 persen dari jumlah saat ini sebesar
Sempat Ditutup Saat Erupsi Gunung Agung
Tukad Unda Kini Mampu Tarik 200 Pengunjung Per Hari OBJEK Wisata Tukad Unda sempat ditutup saat erupsi Gunung Agung. Beberapa bulan terakhir kembali dibuka. Dengan dibukanya objek wisata ini, kunjungan wisatawan justru terus meningkat. Bahkan, peningkatan kunjungan ke objek wisata yang menawarkan pemandangan tirai air ini tergolong cukup signifikan. Per harinya bisa menarik pengunjung hingga 200 orang. Kepala Desa Paksebali I Putu Aryadi, Senin (7/5) kemarin, mengatakan awal dikelolanya objek wisata ini, kunjungan wisatawan rata-rata mencapai 100 orang per hari. Pengunjung yang datang biasanya menghabiskan waktu untuk berfoto selfie dan ada juga yang melakukan foto preweding. Saat Gunung Agung mengalami erupsi, tingkat kunjungan ke Tukad Unda menurun drastis hingga 60 persen. Pihak pengelola saat itu juga terpaksa melakukan penutupan objek wisata ini selama kurang lebih lima bulan karena air yang mengalir keruh akibat dampak lahar
dingin. “Sejak air mulai jernih, dan level Gunung Agung menurun, baru mulai kita buka kembali untuk wisatawan,” terangnya. Dijelaskan Aryadi, saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata Tukad Unda cukup bagus. Per hari jumlah kunjungan mencapai 150 hingga 200 orang. Bahkan saat ada event yang digelar di Tukad Unda, kunjungannya bisa mencapai lebih 200 orang. Peningkatan jumlah kunjungan ke objek wisata itu, katanya, dipengaruhi karena adanya kerja sama dengan pengusaha rafting. Di mana dalam kerja sama itu, Tukad Unda dijadikan sebagai tempat finis dari kegiatan rafting. Kini seiring meningkatkan jumlah kunjungan, Aryadi mengaku telah membuat planning untuk menata kembali areal objek wisata, termasuk menambah fasilitas dan wahana seperti kolam renang, flying fox, cycling dan lainnya. Melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), objek-objek wisata lainnya yang ada di Desa Paksebali juga akan dikembangkan lagi seperti trekking di perbukitan Paksebali serta tempat wisata spiritual Taman Seganing. Kerajinan lokal yang ada juga akan dikembangkan sebagai daya tarik, termasuk atraksi tradisi budaya, seperti Dewa Masraman dan malukat di geni. (ina)
Belum Direspons, Usulan Lima Proyek Strategis di Nusa Penida Disampaikan lebih lanjut, proyek bidang infrastruktur itu dibahas lintas kementerian dan perlu kajian mendalam karena anggaran yang dibutuhkan sangat fantastis. “Sebelumnya sudah ada beberapa kali pertemuan. Tetapi hanya pembahasan satu-satu. Desk yang akan datang ini, langsung membahas keseluruhan,” ucapnya. Sesuai informasi sebelumnya, pemkab mengusulkan sedikitnya lima proyek strategis untuk Nusa Penida. Yakni jalan lingkar sepanjang 30 kilomenter dengan lebar 20 meter yang melintasi Desa Sakti, Bungamekar,
Batumadeg, Batukandik dan Sekartaji. Sesuai kajian pada 2015, anggaran yang diperlukan mencapai Rp 60 miliar dengan estimasi harga tanah Rp 10 juta per are. Selain itu, anggaran yang diperlukan untuk pembangunan fisik sebesar Rp 377,4 miliar. Mengingat perkembangan pariwisata di Kepulauan The Blue Paradise Island itu semakin pesat, tak menutup kemungkin harga tanah telah melambung. “Kalau misalnya jadi, tentu ini akan dikaji lagi. Sekarang kami masih fokus untuk pembahasan dengan pusat,” sebut Wasta. Selain itu, ada juga pem-
bangunan jembatan baru penghubung Nusa Ceningan dan Lembongan yang menelan anggaran sekitar Rp 65 miliar. Review Detail Engineering Design (DED)-nya sudah dilaksanakan pada 2013 dan pada 2014 dilanjutkan dengan UKL-UPL. Ada pula peningkatan jalan kabupaten yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 75,4 miliar. Dalam pemenuhan air bersih yang kini masih menjadi persoalan, juga direncanakan ada pengembangan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) yang memanfaatan mata air. Anggaran yang diperlukan pun sangat besar,
yakni sekitar Rp 24 miliar. Mendukung ini, pelaksanaan Feasibility Study (FS) dan DED sudah berlangsung pada 2016. Pembangunan tanggul pengamanan pantai juga sangat diharapkan bisa terealisasi. FS dan DED-nya disiapkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Anggaran yang diperlukan sekitar Rp 179,4 miliar. Sebagai daerah kepulauan, pembanguan pelabuhan segi tiga emas yang berlokasi di Desa Pesinggahan Kecamatan Dawan, Dusun Sampalan Desa Batununggul, dan Bias Munjul Nusa Ceningan juga tetap masuk sebagai skala prioritas. Bahkan untuk di Dusun Sampalan, pembahasan finalisasi Master Plan dan DED sudah berlangsung. Pembangunan untuk ketiganya, diperkirakan menelan anggaran Rp 155 miliar. (kmb45)
Semarapura (Bali Post) – Berbagai persiapan terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung jelang hari pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klungkung yang akan berlangsung 27 Juni mendatang. Salah satu yang disiapkan KPU, yakni pencetakan surat suara. Total jumlah surat suara yang akan dicetak sebanyak 160.576 lembar. Ketua KPU Klungkung I Made Kariada, Senin (7/5) kemarin, mengatakan proses pencetakan surat suara akan dimulai pada 12 Mei mendatang. Pencetakan akan dilakukan di sebuah perusahaan di Surabaya, tempat yang memenangkan tender surat suara. “Tendernya dilakukan melalui KPU RI,” terangnya. Kariada menyebutkan jumlah itu terdiri dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 156.501 lembar, ditambah 2,5 persen surat
suara cadangan setiap TPS. Selain itu, KPU Klungkung juga akan mencetak surat suara untuk pemilihan ulang sebanyak 2.000 lembar. Jelang proses pencetakan surat suara, Kariada menyampaikan pihaknya sejauh ini sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Panwaslu, kepolisian, serta Laison Officer (LO) pasangan calon terkait pengawasan dan pengamanan. Selama proses pencetakan berlangsung, nantinya komisioner KPU, Panwaslu, kepolisian serta LO Paslon akan berada di Surabaya untuk memantau langsung. “Nanti pertama akan dicetak satu lembar dulu, setelah itu kita lihat hasilnya. Kalau sudah oke, baru dicetak massal,” ujarnya. Untuk proses pencetakan surat suara diperkirakan memakan waktu satu hari. Namun karena setelah dicetak, masih ada proses se-
lanjutnya yakni pemotongan dan pelipatan. Diperkirakan total waktu yang dihabiskan untuk proses itu hingga empat hari. Nantinya setelah proses di Surabaya selesai, barulah kemudian dikirim ke Bali untuk selanjutnya disortir dan dihitung sesuai kebutuhan per tempat pemungutan suara (TPS). Adapun jumlah TPS yang akan disiapkan untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klungkung tahun ini yakni sebanyak 350 buah TPS di 59 desa/kelurahan. Sementara itu, ditanya soal persiapan logistik lainnya seperti kotak dan bilik suara, Kariada mengatakan hal itu sudah disiapkan dan tidak ada masalah. Sejak 2017 lalu, pihaknya sudah melakukan pembersihan dan perbaikan terhadap kotak suara serta bilik suara yang rusak. “Untuk tinta, paku dan perlengkapan lain diadakan di provinsi,” imbuhnya. (kmb40)
I Made Kariada
Semarapura (Bali Post) Lima pembangunan untuk kepulauan Nusa Penida yang diusulkan Pemkab Klungkung ke pemerintah pusat tak kunjung mendapatkan respons. Disebutsebut, hal itu masih dalam pembahasan. “Tanggal 11 Mei ini kembali ada desk untuk usulan itu. Jadi belum ada kepastian,” ungkap Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapperlitbang) Klungkung I Wayan Wasta, Senin (7/5) kemarin.
KPU Segera Cetak 160.576 Lembar Surat Suara
Bali Post/ina
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Pon, 8 Mei 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dicari Marketing,wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id
LOWONGAN Dicari Kepala Staff SPG untuk Artshop Pendidikan Min.SMA Pengalaman Diutamakan Good English Hub.085333175402
B.BP.001.05.18.0000408
Cr Roomboy&Security Srtifikat Indi Hotel Jl.Danau Buyan 33 Snr
G.01
B.BP.001.05.18.0000413
Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj. 0811380028
B.BP.821.05.18.0000246
BVC Kerja LuarNegri ResmiBiaya Koperasi LPD Unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto PastiBrangkat.Line WA:081375409869&087754689692
B.BP.004.05.18.0000399
Bth Tenaga Untk Warung,Lngsung Kerja,Tidur Dlm H.082144536053
B.BP.001.05.18.0000390
Dcr 2 Staff Cewek&1 Sopir Hub. Jayanata Laundry 081239036432
B.BP.001.05.18.0000383
Dcr Bbrp PRT bs Masak Srbt Tgl Dlm,087861361079/082236366999 B.BP.164.05.18.0000410
Dcr FO,HK,Cook,Waiter/s U/Hotl di Pecatu/085102896798/Krm CV: wiyasaarimbawa@yahoo.com
B.BP.001.05.18.0000377
Dcr Kryw/ti Laundry BagCounter DpnHub.WA085792097107Gj.UMR
B.BP.001.05.18.0000400
Dcr Sgr Cook Helper,Waiter/ss, u/ResKorea.Krm Lam ke:bibimbap bali574@gmail.com/085847561412
B.BP.154.05.18.0000404
Dibutukan Cleaning Service dan Tukang Masak Hub:(0361) 289379 Jln.Betngandang I No.12 Sanur B.BP.004.05.18.0000396
BIRO JASA
Dcr Sopir Pribadi Bisa Matic Hub.08123882700/082144382345 B.BP.001.05.18.0000381
Dcr Tk Ptg,TkCeking & Pengepul Jht,CV DivineDiva,085338223233 B.BP.001.05.18.0000372
Indigo Japanese Restaurant Canggu is looking for Waitress Good English, Good Salary. Call:08123840242 B.BP.001.05.18.0000231
DIJUAL MOBIL
Dcr karyawan untuk dagang min SMP/bisa baca H.085737545441 B.BP.001.05.18.0000403
Dcr.Drafter (Tkng Gambar) Tmt SMK baru lulus pengalaman tdk diutamakanHub.08995648652(WA) 087862501825 B.BP.001.05.18.0000384
Dicari Tamatan STM Hubungi:081338700078 B.BP.001.05.18.0000391
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA ALUMINIUM DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
SERVICE FOTOCOPY
PELUANG BISNIS
BMW 320i Hitam Thn’2006 IstimewaJl.LegianKuta/08123907997
Dicari Adm.Wanita Max Umur.35 Th (Gaji,UM,THR,BPJS).Bawa CV Anda ke Jln.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung Hub.085921213232
Terios TX Advnture Will’14 Pth AsBali 175Jt,085100856999 Prbd
SPA
B.BP.004.05.18.0000398
B.BP.004.05.18.0000397
PT.Mitragarment Indoraya,Berkedudukan di Kota Denpasar,Propinsi Bali. Dibubarkan,Berdasar kan Penetapan Pengadilan Negeri Surabaya,No:08/Pailit/ 2016/P/Niaga.Surabaya, Tanggal 27-07-2016. Direksi Ttd PT.Mitragarment Indoraya
DAIHATSU
B.BP.141.05.18.0000407
KIA
Splash GL Thn 2014 Putih AsDK SamsatOktoberHP.087860042527
Sales & Marketing/E-Commerce u .Villa di Jimbaran.CV ke villamanager@villahening.com
B.BP.001.05.18.0000378
Jual Pralatn Eks Spa Lngkp,Cek Langsung ke Lokasi 08127770447
B.BP.154.05.18.0000402
Dicari Peg.Laundry Wil.Renon Hub.081337287307-085857318696
B.BP.004.05.18.0000264
RUPA-RUPA Djual Nomor Antrean + Mobil di Hotel Bintang 5 alamat: Jln.Camplung Tanduk,Seminyak Badung brmnat Hub:081338762683
DIJUAL MOBIL
Kia/Sportage SE 2.0 AT Th’2011 Putih Asli Bali Hp.08123666158
Kampus Elizabeth International “Hotel Management School” Mncri Tim Pengajar Culinary F&B Service, Front Office, Housekeeping.Tlp.230110/CV ke: elizabethdenpasar@yahoo.com
B.BP.001.04.18.0001617
B.BP.001.04.18.0001622
Dicari Karyawan/wati untuk Cuci Piring,Gaji Rp 2,1 /bln. Hubungi:Jln Arjuna No.49 DPS
B.BP.001.05.18.0000412
DISEWAKAN TOKO Dikontrakan Toko Jln P.Moyo 35 Hubungi:082144736771
B.BP.154.05.18.0000401
BMW
B.BP.001.05.18.0000389
B.BP.001.05.18.0000248
Spa Hotel di Kuta Bth Terapis Wnt & Mandarin Spk Gro,Attn, JeanePh755726/WA.081916511119
Travel DSanur Bth Acct+Reservasi Staff,Bhs.Ing+Comp T.287555 E: ptworldsurfaris@gmail.com
B.BP.001.05.18.0000405
Tnh 2A Belakang Clandys Dalung Permai Blok GG Hub.08123803153
B.BP.004.05.18.0000395
Spr,Ksir,Pram.Toko Dapurku Supratman275/081939084292THR,Bns
B.BP.001.05.18.0000385
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Shop Keeper(SPG-Wanted) Girls,Young,Honest, Realible Speaking Fluenly English(Must) Canggu,Call/WA:08174716179
Dibutuhkan:Tkg Patrun Garment berpengalaman.Terima freelance /harian.Phone:8476466/Kirim CV ke:office@nagajayabali.com Jl. Merta Ayu No.20 Kerobokan Klod
B.BP.001.05.18.0000382
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.001.05.18.0000312 SUZUKI
B.BP.001.05.18.0000388
KEHILANGAN
B.BP.001.05.18.0000379 TOYOTA
DIJUAL TANAH
Rush S’12 Manual AsliBali KM49 Rb Putih Mulus,085737180911 TT
Djl Tnh 2A Dalung Dukuh BU bs TT Mobil Hub.082147454248
B.BP.164.05.18.0000411
B.BP.164.05.18.0000409
DIJUAL RUMAH
Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih PondokCitraPmogan08123871809
Dijual Rmh LT 3,66Are,2Lt,LB 250m2 Jl.Sandat VI No.2 Dps 08174720068 Harga Nego
Djual Tnh 3,36A Baypass Kediri 1,25M/A Hp:089520387811
B.BP.001.05.18.0000392
B.BP.001.05.18.0000082
B.BP.001.05.18.0000375
Hlg BPKB Mbl DK 375 YG No.9206 133-O A.N I Wayan Nadita Yasa B.BP.167.05.18.0000387
Hlg IMB No:711 Th.2012 Tgl: 31-07-2012 AN:Komang Sugiarte B.BP.001.05.18.0000394
BIRO JASA Urus Lap Pajak SPT Tahunan,PPN Pasport,SIUP,NPWP:082146461910 B.BP.001.05.18.0000059
BANGLI
14
Selasa Pon, 8 Mei 2018
Puncak Panen Raya, Harga Gabah Turun Bangli (Bali Post) - Puncak panen raya di Bangli berlangsung pada April lalu. Momen tersebut tidak serta merta mem buat petani sumringah. Sebab di tengah melimpahnya produksi, harga gabah justru mengalami penurunan. Pemilik penyosohan gabah di Banjar Jalanbau Desa Sulahan, Susut, I Nengah Kariasa, Senin (7/5) kemarin, mengatakan turunnya harga gabah merupakan fenomena tiap puncak panen raya. Sebelum panen raya, harga gabah Rp 4.600 per kg. Bahkan sekitar Februari lalu harganya tembus Rp 5.000 per kg akibat minimnya produksi. Namun saat puncak panen raya hingga sekarang, harga gabah turun Rp 600 menjadi Rp 4.000. Dia menjelaskan, di masa panen sekarang, kualitas gabah yang dihasilkan cukup bagus karena kadar
air berkurang saat musim kemarau. Pihaknya pun meyakini kondisi ini berlangsung satu sampai dua bulan ke depan. ‘’Sekarang para petani ada yang sudah mulai menanam padi lagi. Itupun untuk subak yang tidak ada proyek perbaikan irigasi. Kalau ada perbaikan irigasi, maka harga gabah bisa kembali naik akibat produksi sedikit karena subak yang saluran irigasinya diperbaiki tidak menanam padi lantaran tidak mendapatkan air,’’ imbuhnya. Harga beras sejauh ini masih stabil. Ketika gabah sudah digiling menjadi beras yang siap jual, dia menjual beras seharga Rp 9.000 per kg. ‘’Kalau sebelumnya harga beras sempai sampai Rp 12.000 per kg. Kalau di tingkat eceran di pasaran sekarang ini harga beras kisaran Rp 10.000 per kg,’’ terang Kariasa. (kmb41)
Bali Post/nan
Tak Hadiri Reuni Akabri 88
Bupati Perintahkan TPP-BK Kadisparbud Tak Dibayarkan
RAPAT PARIPURNA - Rapat paripurna DPRD Bangli, Senin (7/5) kemarin.
Bali Post/nan
Program Pengentasan Kemiskinan Dinilai Tak Tepat Sasaran Bangli (Bali Post) -
Program pengentasan kemiskinan Pemkab Bangli mendapat sorotan kalangan DPRD Bangli. Dalam rapat paripurna beragendakan pemandangan umum fraksi atas ranperda, Senin (7/5) kemarin, Fraksi Demokrat menilai program-program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemkab tidak tepat sasaran. Fraksi Demokrat dalam pemandangan umum yang dibacakan Dewa Anom Suta mendesak Dinas Sosial melaksanakan verifikasi ke lapangan sebelum menyalurkan bantuan ke masyarakat. Jangan sampai bantuan salah sasaran atau dinikmati kalangan yang tidak berhak. Seperti program bedah rumah. Program ini dituding justru banyak dinikmati pengusaha dan PNS. ‘’Kami menekankan, penanggulangan kemiskinan harus benar-benar menyentuh masyarakat miskin. Sekarang masih banyak dinikmati warga yang tidak berhak,’’ tegasnya dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Ngakan Kutha Parwata dan dihadiri Bupati Bangli Made Gianyar. Di samping itu, Fraksi
Demokrat juga mendesak Pemkab Bangli lebih memperhatikan sektor pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan dan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas. Di sisi lain, Fraksi Golkar melalui pembicara Ketut Sajibogo menyoroti kondisi jalur Culali, Desa Batur yang tidak layak dilalui truk pengangkut material galian C karena rusak parah. Golkar mendesak Pemkab segera melakukan perbaikan mengingat jalur tersebut sudah banyak memakan korban. ‘’Kondisi jalan yang curam dinilai sangat membahayakan sehingga perlu penanganan jangka pendek dan jangka panjang agar tidak memakan korban lagi nantinya,’’ jelasnya. Menyikapi kritikan terkait program penanggulangan kemiskinan, Bupati Bangli Made
Gianyar dalam jawabannya yang disampaikan Asisten I Setda Bangli Nyoman Puja mengatakan, Pemkab telah turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi ketat terhadap calon penerima bantuan. Verifikasi berdasarkan 14 variabel kemiskinan. ‘’Penentuan kriteria miskin juga dilakukan sangat ketat. Penentuan KK miskin bersumber dari basis data terpadu dan hasil verifikasi lapangan,’’ tegasnya. Sementara terkait jalan di Culali, untuk jangka pendek, jalur Bubung Kelambu-Batur akan ditangani tahun 2018 melalui APBD induk. Kini perbaikannya sudah masuk ULP. ‘’Untuk jangka panjang, jalur itu akan dikaji kembali terkait jenis perkerasan mengingat medannya yang curam dan dilalui ratusan
truk pengangkut material galian C,’’ ungkapnya. Sementara itu, ranperda yang dibahas kemarin, yakni Ranperda tentang Perubahan atas Perubahan Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Bangli tahun 2016-2021, Ranperda tentang Ketertiban Umum, Ranperda tentang Badan Pemusyawaratan Desa, Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, Ranperda tentang Percepatan Penanggulan Kemiskinan, Ranperda tentang Perubahan Status Kelurahan Menjadi Desa, Ranperda tentang Perlindungan dan Jaminan Sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Ranperda tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah Bank Perkeditan Rakyat Bank Pasar Kabupaten Bangli Menjadi Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Bank Daerah Bangli. (kmb41)
PDAM Gelar ”Pakelem” di Tiga Lokasi Bangli (Bali Post) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bangli, Senin (7/5) kemarin, melaksanakan upacara pakelem di aliran Sungai Cingang, Dusun Cingang, Kayubihi. Pakelem digelar akibat sebelumnya sejumlah pekerja PDAM ter-
timbun longsor saat memperbaiki jaringan pipa di lokasi tersebut. Direktur PDAM Bangli I Wayan Gede Yuiawan Askara mengungkapkan, pakelem dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yakni di sumber air di Gamongan, Pura Pu-
cak di Jehem, dan di Sungai Cingang. ‘’Upacara di sini (Cingang-red), pas abulan pitung dina atau satu bulan tujuh hari musibah pekerja PDAM tertimbun longsor,’’ ucapnya. Tujuan pakelem adalah memohon kepada Tuhan
agar musibah serupa tidak terulang. Ritual tersebut juga demi kelancaran distribusi air ke masyarakat. ‘’Intinya kita berharap dengan upacara ini nantinya tidak lagi ada bencana yang menimpa PDAM Bangli,’’ katanya. (kmb41)
Bali Post/nan
Bangli (Bali Post) Sikap tegas kembali diambil Bupati Bangli I Made Gianyar terhadap pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Bangli. Bupati menginstruksikan Tunjangan Perbaikan Penghasilan Berbasis Kinerja (TPP-BK) selama sebulan untuk Kadisparbud Bangli I Wayan Adnyana tidak dibayarkan. Hal ini lantaran Kadisparbud tidak hadir mendampingi Bupati saat menyambut kehadiran peserta Reuni Akbar Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akari) 1988 di Desa Wisata Penglipuran, Sabtu (5/5) lalu. Berdasarkan informasi, Bupati Made Gianyar sejatinya sudah memerintahkan
sejumlah pimpinan OPD untuk hadir pada penyambutan peserta Reuni Akbar Akabri 88. Namun, Kadisparbud justru tidak hadir dan tidak ada yang mewakili. Persoalan ini berbuntut panjang. Pada apel yang dilangsungkan di halaman depan kantor Bupati Bangli, Senin (7/5) kemarin, Made Gianyar langsung memerintahkan agar TPP-BK Kadisparbud selama satu bulan tidak dibayar. Dikonfirmasi hal ini, Sekda Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra membenarkan hal tersebut. TPP-BK untuk Kadisparbud tidak dibayarkan selama satu bulan akibat tidak mendampingi Bupati pada reuni Akabri 88. Meski demikian, untuk pelaksanaannya, dia mengaku masih menunggu
perintah tertulis dari Bupati. ‘’Terkait masalah ini saya belum berani memberikan komentar lebih jauh karena itu sangat teknis dan masalah kebijakan. Jika memang benar TPP-BK untuk Kadisparbud tidak dibayarkan, maka saya akan laksanakan. Jelas untuk itu saya masih menunggu surat resmi secara tertulis dari Pak Bupati. Kalau ingin lebih pasti lagi, bisa hubungi langsung Pak Bupati,’’ kata Giri Putra. Sementara itu, Kadisparbud Bangli I Wayan Adnyana belum bisa dimintai konfirmasi terkait persoalan tersebut. Saat dihubungi, yang bersangkutan tidak mengangkat handphone-nya. (kmb41)
Gong Kebyar Anak-anak Curi Perhatian Masyarakat Bangli (Bali Post) Pementasan gong kebyar anak-anak di Lapangan Kapten Mudita, Minggu (6/5) malam, berhasil mencuri perhatian masyarakat. Tak hanya masyarakat, Bupati Bangli dan jajaran OPD yang menyaksikan penampilan itu juga dibuat terpukau oleh kelihaian anak-anak. Sekaa Gong Kebyar Gita Werdi Swara dari Desa Bangbang adalah satu sekaa gong yang tampil malam itu. Sekaa gong ini akan mewakili Kabupaten Bangli dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) mendatang. Anak-anak tersebut menampilkan berbagai tetabuhan, di antaranya tabuh kreasi pelanggulan, tari kreasi rerejangan, pengungu legong, calonarang dan drama tari. Ketua Sekaa Dewa Gede
Bali Post/nan
Putra Yudha mengatakan, Sekaa Gong Gita Werdi Swara dibentuk tahun 2004. Saat PKB tahun 2006, sekaa gong ini tampil mewakili Kabupaten Bangli. Sementara itu, Bupati
Bangli I Made Gianyar berharap, sekaa gong ini dalam PKB mendatang bisa tampil maksimal. ‘’Harus bisa tampil dengan sebaik-baiknya agar bisa meraih juara,’’ ujarnya. (kmb41)
15
Selasa Pon, 8 Mei 2018
Tampil Lebih Eksklusif
New Honda Supra GTR150 Tambah Varian Warna Baru NEW Honda Supra GTR150 mengalami penyegaran dengan hadirnya dua varian warna baru yaitu Exclusive Matte Red dan varian warna Sporty Gun Black dengan desain striping baru yang mempertegas kesan agresif bagi para pencinta touring dan sport yang ingin tampil beda dalam berkendara. Dengan penyegaran warna baru Exclusive Matte Red pada tipe Exclusive, New Honda Supra GTR150 terlihat berbeda dengan bodi berwarna merah yang mencolok dengan emblem 3D sehingga semakin meningkatkan kesan eksklusif yang memberikan kebanggaan bagi pengendaranya. Sementara di tipe Sporty, warna baru Gun Black didominasi oleh warna hitam dengan stripe bodi tajam berwarna merah mempertegas kesan sporti dan karakter balap yang agresif bagi pengendara. Warna Red Black pun tetap menjadi salah satu pilihan yang menemani pilihan warna Gun Black di tipe Sporty. New Honda Supra GTR150 merupakan flagship segmen motor bebek sport yang tampil dengan desain agresif didukung performa mesin bertenaga yang nyaman untuk dikendarai sehari-hari di daerah urban. ‘’Penyematan warna baru pada New Honda Supra GTR150 kami yakini akan menghadirkan rasa bangga bagi konsumen yang mendambakan performa motor sport dapat menjadi teman berkendara menjelajahi kota seharihari yang nyaman,’’ ungkap Ronaldo Widjaja selaku Region Head Astra Motor Bali. Program menarik pun ditawarkan Astra
Motor Bali kepada konsumen Honda pencinta Honda Supra GTR150. Penawaran yang diberikan berupa program sales discount dalam bentuk cash discount untuk pembelian cash dan credit discount untuk pembelian kredit. Program ini berlaku 1 Mei hingga 30 Juni 2018 di seluruh dealer resmi sepeda Motor Honda wilayah Bali dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bagi konsumen yang berminat segera melengkapi persyaratan yang sangat mudah yaitu KTP dan KK, transaksi sudah dapat diproses di seluruh dealer resmi Honda. Sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen, setiap pembelian tipe Cub secara otomatis akan diikutkan dalam program menguntungkan Cub 1 Year Free Maintenance yaitu konsumen mendapatkan perawatan gratis berupa jasa servis dan spare part berlaku selama satu tahun. New Honda Supra GTR150 hadir dengan dua pilihan warna pada tipe Sporty yaitu Gun Black dan Red Black yang dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Bali Rp 22.900.000. Sementara pilihan warna baru Exclusive Matte Red pada tipe Exclusive dipasarkan dengan harga OTR Bali Rp 23.150.000. (bns2)
ungkap Imelda Like, Head of Marketing Communication and Fashion Director Matahari. Dalam rangka menyambut Ramadan 2018, Matahari berkolaborasi dengan IFF mempersembahkan koleksi modest wear dalam sebuah rangkaian Fashion Show yang terdiri atas 30 look dalam 3 sequence di Atrium Lippo Mall Kemang (Kemang Village), Jakarta. Fashion Show ini menampilkan karya terbaru dari ketiga desainer, eklusif dirancang dan tersedia hanya di Matahari. Restu Anggraini, dalam fashion show kali ini akan menampilkan karya berdesain modern, kontemporer, dengan detail minimal. Ia banyak bermain dalam warna pastel dan alam. Restu juga memiliki lini fashion Etu. Pada tahun 2015, Etu tampil di Amazon Fashion Week Tokyo di Jepang. Pada tahun 2016, koleksinya dipamerkan di International Fashion Showcase pada London Fashion Week. Tahun ini, Etu menjadi salah satu brand yang mewakili Indonesia dalam Australia Awards–The Short Term Awards. Rani Hatta melanjut -
Pengembangan SPMI Berbasis ISO 9001:2015 UNIT Penjaminan Mutu Akademik (UPMA) Politeknik Negeri Bali (PNB) menggelar Workshop ‘’Pengembangan SPMI Berbasis ISO 9001:2015’’, Senin (7/5) kemarin. Workshop ini diikuti seluruh perwakilan prodi yang ada di lingkungan PNB. Workshop kali ini merupakan workshop pertama pengenalan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) Berbasis ISO 9001:2015. Ketua Pelaksana Workshop Ketut Wiwin Andayani mengatakan, ada 53 undangan dari semua unit yang ada di PNB, baik kabag, kepala prodi dan jurusan, ketua unit, serta senat komisi bidang pembelajaran. Workshop ini merupakan pengenalan pertama ISO 9001:2015. Selanjutnya, sambil melengkapi dokumen menuju ISO 9001:2015, sosialisasi akan terus dilakukan. Kelengkapan dokumen menuju ISO 9001:2015 akan dilaksanakan mulai Juli mendatang. Hadir sebagai narasumber adalah Wasis Swo Leksana dari PT Sakti Indonesia yang juga konsultan ISO 9001:2015.
WORKSHOP - PNB menggelar Workshop Pengembangan SPMI Berbasis ISO 9001:2015, Senin (7/5) kemarin. Pembantu Direktur I Bidang Akademik I Putu Mertha Astawa, S.E., M.M. mengatakan, workshop ini dalam rangka meng-upgrade sertifikat PNB yang sebelumnya ISO 9001:2008 menjadi ISO 9001:2015. ‘’Tujuannya adalah bagaimana menjamin pelayanan kita berkualitas untuk kepuasan kepada stakeholders yang ada,’’ ujarnya. Selain itu, workshop juga bertujuan menyamakan
persepsi para pengelola dan manajemen di PNB ini terkait perubahan dari ISO 9001:2008 menjadi ISO 9001:2015. ‘’Kami baru tahap sosialisasi, namun akan segera lakukan perbaikan-perbaikan lagi. Jadi, saat ini sih kami sudah ber-ISO, tapi ISO 9001:2008,’’ tandasnya. ISO 9001:2008 dengan ISO 9001:2015 pada prinsipnya sama. Namun, pada ISO 9001:2015 diperkenal-
kan lagi risiko-risiko dalam mencapai target dan sasaran. ‘’Kalau kemarin bagaimana kami bekerja dengan SOP dan standar-standar yang ada. Dalam menuju pelayanan yang berkualitas ini, kami harus juga bisa memetakan, kira-kira dalam mencapai target ini, risiko-risiko apa yang akan kami hadapi,’’ bebernya. Ketua UPMA PNB Komang Sugiarta, S.E., M.MA. mengatakan, workshop upgrade sertifikasi ISO ini sangat diperlukan terutama karena PNB telah melaksanakan ISO 9001:2008 dan akan berakhir Agustus mendatang. ‘’Kami sudah jalankan sejak tahun 2015 dan sudah disertifikasi tahun 2015. Versi ini sudah berakhir, tidak lagi ada, melainkan harus berganti ke versi yang baru yaitu ISO 9001:2015,’’ tandasnya. Meskipun sebagai Ketua UPMA, Sugiarta membutuhkan keputusan dari masing-masing prodi dalam menentukan pelayanan yang akan diberikan. Maka dari itu, ia berharap semua prodi mengikuti kegiatan workshop tersebut. (ad423)
Angka Pengangguran di Bali Terendah Se-Indonesia
Matahari Department Store Meet & Greet Designer IFF 2018 PT Matahari Department Store Tbk (‘’Matahari’’ atau ‘Perseroan’’; kode saham: ‘’LPPF’’) sebagai retailer terbesar di Indonesia, selalu mendukung industri fashion Tanah Air serta mengembangkan potensi desainer muda Indonesia. Salah satunya merangkul desainer muda di Indonesia melalui kolaborasi dengan Indonesia Fashion Forward (IFF). IFF adalah program inkubasi dan mentoring bagi desainer Indonesia terpilih. Program ini dimulai sejak 2012, yang merupakan inisiatif dari Jakarta Fashion Week, bekerja sama dengan British Council, yang juga didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). ‘’Matahari telah memilih tiga orang desainer IFF untuk berkolaborasi melengkapi koleksi modest wear dengan karya mereka, yaitu Restu Anggraini, Rani Hatta dan Norma Hauri. Kolaborasi Matahari dengan Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Forward ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas, serta memberikan wadah bagi karya para desainer IFF, sehingga bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas,’’
Unit Penjaminan Mutu Akademik PNB Gelar ”Workshop’’
kan sequence ke-2 dengan menunjukkan bahwa tampil berhijab bukanlah penghalang bagi wanita untuk tampil sporty. Desain Rani menampilkan style yang sporty dan modern, dalam dominasi palet monokromatis, yaitu hitam, abuabu, dan putih. Koleksinya antara lain training pants, sweatshirt, boyfriend T-shirt hingga sepatu sneakers bagi wanita berhijab. Rani Hatta juga pernah memamerkan koleksinya di Amazon Fashion Week Tokyo tahun 2017. Norma Hauri akan menampilkan karya ciptanya berupa koleksi modest wear yang tak hanya elegan dan feminin, namun tetap syar’i. Karya Norma pas digunakan di acara formal maupun nonformal. Karya Norma Hauri juga pernah dipamerkan di runway Amazon Fashion Week Tokyo tahun 2016. Selain masyarakat yang mengenakan hijab, semua karya yang ditampilkan dapat dikenakan juga oleh masyarakat yang tidak mengenakan hijab namun menyukai konsep berbusana yang santun. Rentang harga yang ditawarkan mulai dari Rp 150.000 sampai Rp 600.000. (bns1)
Denpasar (Bali Post) Bekerjanya kaum wanita yang sebelumnya hanya sebagai ibu rumah tangga menurunkan angka pengangguran di Bali. Bahkan angka pengangguran di Bali termasuk terendah dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Demikian sasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2018 yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Adi Nugroho, Senin (7/5) kemarin. Data pengangguran Februari 2018 mencapai 0,86 persen mengalami penurunan sebesar 0,42 poin bila dibandingkan dengan kondisi Februari 2017 (mencapai 1,28 persen). Bila dibandingkan dengan Agustus 2017 pengangguran di Bali mengalami penurunan sebesar 0,62 poin karena pengangguran Agustus 2017 mencapai 1,48 persen. Bahkan, angka pengangguran ini terendah di seluruh Indonesia. Adi melihat ada fenomena unik di Bali, yaitu para wanita di Bali yang sebelumnya hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga, mulai turun bekerja untuk menopang perekonomian keluarga. Ini yang memberikan sumbangan pengangguran di Bali yang rendah.
Jika dilihat dari penyerapan tenaga kerja, sektor industri pengolahan dan penyediaan akomodasi dan makan minum memiliki peranan yang cukup penting. Penduduk yang bekerja pada sektor industri pengolahan mencapai 440.296 orang (17,03 persen). Sementara jumlah penduduk yan bekerja pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencapai 342.651 orang atau 13,26 persen. Secara umum, data Sakernas menunjukkan terjadi kenaikan angkatan kerja. Penduduk yang bekerja mengalami kenaikan, sementara penduduk yang menganggur mengalami penurunan. Yaitu dari 3.266.054 penduduk usia kerja, 2.607.288 orang tergolong sebagai angkatan kerja (penduduk seminggu yang lalu
bekerja atau menganggur). ‘’Dengan kata lain, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 79, 83 persen,’’ ungkap Adi Nugroho,. Lanjutnya, sebanyak 658.766 orang dari penduduk usia kerja tergolong sebagai bukan angkatan kerja. Yaitu penduduk usia kerja dengan kegiatan seminggu yang lalu sekolah, mengurus rumah tangga dan kegiatan lainnya. Dari jumlah angkatan kerja hasil Sakernas Februari 2018, penduduk yang bekerja mencapai 2.584.943 orang (99,14 persen), sementara hanya 0,86 persen atau 22.345 orang angkatan kerja yang menganggur. Penduduk yang bekerja pada Februari 2018 naik sebesar 147.448 orang bila dibandingkan dengan kondisi Februari 2016 mencapai 2.437.494 orang. Demikian juga halnya bila dibandingkan dengan penduduk yang bekerja pada Agustus 2017, mengalami kenaikan sebesar 186.636 orang karena pada Agustus 2017 jumlah penduduk yang bekerja mencapai 2.398.307 orang. (kmb42)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Selasa Pon, 8 mei 2018
El Clasico
Cetak Gol, Messi Torehkan Rekor Baru Barcelona – Megabintang Lionel Messi kembali mencatatkan namanya dalam buku rekor Barcelona. Kali ini Messi mengukuhkan diri menjadi top skor laga el clasico pada ajang La Liga saat pertandingan digelar di Camp Nou. Messi mencetak satu gol saat Barca menjamu Madrid di pekan ke-36 La Liga, Senin (7/5) dini hari kemarin. Satu gol tersebut sempat membuat Barca unggul 2-1. Tetapi, gol Gareth Bale membuat laga harus berakhir dengan skor sama kuat yakni 2-2. Dengan tambahan satu gol tersebut, Messi kini telah mencetak tujuh gol pada laga el clasico di Camp Nou. Dengan catatan hanya di pertandingan La Liga. Messi pun mengalahkan rekor legenda Madrid, Paco Gento. Sementara itu, catatan lain adalah Messi kini telah 26 kali membobol gawang Madrid pada perjumpaan di semua kompetisi. Praktis, gawang Madrid menjadi klub ketiga yang paling sering dibobol oleh La Pulga setelah Atletico Madrid (28 gol) dan Sevilla (31 gol). Tak kalah dengan Messi, Cristiano Ronaldo pun mampu mencetak sebuah prestasi. Pemain 33 tahun mencetak satu gol ke gawang Barca pada laga ini. Kini, Ronaldo telah mencetak 18 gol ke gawang Barca. Ia telah menyamai rekor gol Alfredo Di Stefano ke gawang Barca. Bagi Messi, gol di laga itu juga kian mengokohkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak musim ini. Ia kini mengemas 33 gol, unggul 8 gol dari Ronaldo. Dengan dua laga tersisa, koleksi gol Messi itu hampir pasti akan sulit dikejar. Jalannya Laga Laga sudah berlangsung
menarik sejak menit pertama. Serangan yang dibangun Barca sudah mampu menghasilkan gol di menit ke-10. Crossing Sergi Roberto dari sisi kanan sukses diteruskan Suarez menjadi gol lewat tembakan voli first time. Keunggulan Barca tak bertahan lama. Empat menit berselang, Ronaldo menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Kerja sama Ronaldo, Toni Kroos dan Karim Benzema diakhiri CR7 dengan cocoran bola ke gawang Marc-Andre Ter Stegen. Kedua tim sama-sama mendapat beberapa peluang untuk menambah gol. Namun tak ada satu pun kesempatan yang berbuah gol tambahan. Laga berlangsung panas jelang babak pertama usai. Sempat terjadi ketegangan antara Sergio Ramos dan Suarez. Keduanya pun samasama mendapat kartu kuning. Tak lama berselang, giliran Messi yang mendapat kartu kuning karena melakukan pelanggaran keras terhadap Ramos. Jelang turun minum, wasit Alejandro Hernandez terpaksa mengeluarkan kartu merah untuk Sergi Roberto karena kedapatan memukul Marcelo. Insiden ini mengakhiri babak pertama. Kembali dari kamar ganti, entrenador kedua tim samasama melakukan pergantian pemain. Ernesto Valverde terpaksa menarik keluar Philippe Coutinho untuk digantikan Nelson Semedo guna menggantikan keluarnya Roberto. Sementara di kubu tim
tamu, Zinedine Zidane juga terpaksa mengganti Ronaldo yang mengalami cedera di babak pertama. Posisinya digantikan Marco Asensio. Meski bermain dengan 10 orang, Barca justru berhasil kembali memimpin di menit ke-52. Suarez lebih dulu melewati hadangan Raphael Varane untuk kemudian memberikan umpan kepada Messi. Dengan dua kali sentuhan, Messi melepas tembakan ke tiang dekat yang gagal dijangkau Keylor Navas. Gol ini mendapat protes dari para pemain Madrid yang menganggap harusnya terjadi pelanggaran lebih dulu ketika Suarez berduel dengan Varane. Di menit ke-58, Valverde menarik keluar Andres Iniesta untuk digantikan Paulinho. Ini merupakan laga El Clasico terakhir Iniesta sebelum meninggalkan Barca pada akhir musim nanti. Perjuangan Madrid untuk menyamakan skor akhirnya berbuah hasil di menit 72. Umpan Asensio dituntaskan Bale menjadi gol lewat tembakan melengkung. Tiga menit berselang, wasit Hernandez membuat keputusan kontroversial ketika tak memberikan hadiah penalti kepada Madrid usai Marcelo dijatuhkan Jordi Alba di kotak terlarang. Kedua tim saling menyerang di sisa pertandingan, akan tetapi tak ada gol tambahan yang tercipta. Skor sama kuat 2-2 pun menjadi hasil akhir laga ini. (kmb33/afp)
Bali Post/afp
LONCAT - Striker Barcelona Lionel Messi meloncati kiper Real Madrid Keylor Navas saat kedua tim bertemu, Senin (7/5) dini hari kemarin.
Porjar Denpasar
Karateka SD Denbar Sabet 9 Emas
Denpasar (Bali Post) Karateka SD Denpasar Barat (Denbar) menyabet 9 keping emas pada hari pertama Porjar Kota Denpasar 2018, di aula SMPN 4, Senin (7/5) kemarin. Kesembilan medali emas dipersembahkan Veyori Yella Salim/Claresta Aralea Salim/Ni Made Ayu Ardenareswari dan Agastya Revananda/M. Daffa Saputra/ Gde Obin Shaddaimar Abirawan (kata beregu), Agastya Revananda dan Veyori Yella Salim (kata perorangan), serta kumite Ni Ketut Ayu Melva Aprilia
Paramitha (-25 kg), Trista Indah Wijaya (-30 kg), I Gede Dio Wiguna (-40 kg), I Gede Arya Puja Adnyana (+40 kg), serta Gede Farand Darmika Anande (-35 kg). Sementara karateka Denpasar Utara menyumbangkan 2 emas melalui atletnya Ni Made Diah Arintya Dewi (+30 kg), dan Arya Darma (-30 kg). Porjar Denpasar digelar sampai dengan abut (12/5) nanti, mempertandingkan 22 cabor dan memperebutkan 600 medali. Ke-22 cabor yang dipertandingkan
Pejudo Bali Rebut Dua Emas di Piala Kartika
Denpasar (Bali Post) Pejudo Bali mendulang dua emas pada Kejurnas Piala Kartika di GOR Jakabaring, Palembang, Sumsel dari Jumat (4/5) sampai dengan Minggu (6/5) lalu. Kedua emas dipersembahkan Komang Wibawa (junior kelas -55 kg), serta Widi Aulia (junior -78 kg). Selain itu, pejudo Bali juga merebut medali perak melalui Kadek Adi Wirawan, serta dua perunggu melalui atlet Nidya Kameswari (junior -57 kg) dan Made Budiasa (senior -66 kg). Wakil Ketua Umum Pengprov PJSI Nengah Sudartha mengakui, Kejurnas Piala Kartika merupakan seri utama, dan poinnya cukup tinggi bagi pejudo yang dipersiapkan merebut tiket ke PON XX Tahun 2020 di Papua. Atletik Pada bagian lain, atlet lompat tinggi Bali Ni Made Eppi Wilantika juga meraih medali emas pada Kejurnas Atletik 2018 di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (7/5) kemarin. Atlet asal Badung ini mampu melompat setinggi 167 cm. Sebelumnya, Ni Made Eppi juga menyabet emas pada Kejurnas Atletik Antar-Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) di Stadion Merdeka, Gorontalo, pekan lalu. Saat itu Eppi mampu melompat 157 cm. (022)
Bali Post/afp
New Orleans – Golden State Warriors menghajar New Orleans Pelicans 118-92 di game keempat Semifinal Wilayah Barat. Kemenangan tersebut membuat Warriors memimpin 3-1. Bertandang ke Smoothie King Center, New Orleans, Louisiana, Senin (7/5) kemarin, Warriors dimotori oleh Kevin Durant yang tampil gemilang. Durant menyumbangkan 38 poin, sembilan rebound, dan lima assist. Stephen Curry menambahkan 23 poin, Klay Thompson 13 poin, sementara Quinn Cook mencetak 12 poin. ‘’Saya dalam kondisi terbaik ketika saya bebas, bersenang-senang, dan bertenaga. Saya pikir itulah kuncinya, pokoknya berusaha bermain dengan kekuatan,’’ ujar Durant. ‘’Tak masalah kalau tembakan saya meleset atau tidak. Pokoknya terus menembak. Terus bermain agresif,’’ katanya. Main di Smoothie King Center, Warriors tak mengulangi kesalahan di game ketiga. Warriors langsung tancap gas sejak pertandingan dimulai.
Bali Post/ist
EMAS - Pejudo Bali Komang Wibawa (tengah) menyabet emas di kelas -55 kg junior pada Kejurnas Piala Kartika di GOR Jakabaring, Palembang, Sumsel, 4-6 Mei lalu.
Hajar Pelicans, Warriors Kini Unggul 3-1
Kevin Durant
yakni sepak bola , atletik, renang, bola voli, catur, bulu tangkis, sepak takraw, panjat tebing, basket, pencak silat, senam, karate, baseball/softball, judo, taekwondo, voli pasir, tenis meja, tenis lapangan, cricket, tarung derajat, gateball, dan woodball, ditanbah lima cabor ekshibisi yakni balap sepeda, dansa, panahan, ptanque, dan tembak. Porjar diikuti siswa SD dari empat kecamatan (Denbar, Densel, Dentim, dan Denut), 63 SMP swasta dan negeri, serta 60 SMA/SMK swasta dan negeri. (022)
Pasukan Steve Kerr unggul jauh atas Pelicans 37-22 di akhir kuarter pertama. Memasuki kuarter dua, Pelicans bisa memangkas jarak. Saat jeda, Pelicans hanya tertinggal tujuh poin. Namun di kuarter tiga, Pelicans tak mampu membendung Kevin Durant. 11 angka dari Durant membuat juara bertahan NBA ini memperlebar keunggulan lagi menjadi hingga 22 poin. Sejak saat itu Warriors tak terbendung hingga akhirnya menutup laga dengan keunggulan 26 poin. Di kubu Pelicans, Anthony Davis membukukan double-double dengan 26 poin dan 12 rebound. E’Twaun Moore menambahkan 20 poin, sedangkan Jrue Holiday mencetak 19 poin. Warriors berpeluang mengamankan tiket ke final wilayah ketika mereka menjamu Pelicans di game kelima, Selasa (8/5) waktu setempat. Dari semifinal lainnya di Wilayah Barat, Houston Rockets mengalahkan Utah Jazz 100-87. Hasil ini membuat Rockets kini memimpin 3-1. (kmb33/afp)