16 HALAMAN
NOMOR 21 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Penataan di Serangan
Kanal yang Masih Mengganjal Kanal yang membelah perkampungan warga dengan proyek BTID di Serangan kini menuai masalah. Bali Turtle Island Development (BTID) berencana membuka kanal. Ke depan kanal ini sebagai lalu lintas turis melihat objek dan perkampungan penduduk. Sementara warga tak setuju kanal dibuka. Sebab, di ujung kanal ini warga menambatkan perahu baik untuk menangkap ikan maupun mengangkut wisatawan yang berwisata bahari.
Bali Post/dok
MENYEBERANG - Warga menyeberang menuju Pulau Serangan sebelum ada jembatan proyek reklamasi.
‘’Bali Post’’ Dianugerahi Nugra Jasadarma Pustaloka
Lahan reklamasi di Serangan akan disulap menjadi resort wisata ternama. Itu tercetus 22 tahun lalu. Namun proyek prestisius itu tak berjalan mulus. Terlebih, sejak awal reklamasi tahun 1996, aktivitas pembangunan fisik di kawasan tersebut nyaris tidak ada. Janji yang disampaikan investor untuk membangun sarana pariwisata tak kunjung terealisasi. Warga pun mulai ragu. Namun, sejak beberapa bulan lalu aktivitas di lahan
seluas 379 hektar tersebut kembali berdenyut. PT BTID mulai menata Pantai 3 yang sebelumnya ditempati warga untuk berjualan, kini sudah steril dari aktivitas pedagang. Pintu masuk ke kawasan BTID juga sudah ditutup untuk umum, kecuali warga Serangan. Setelah mengosongkan pedagang, kini program BTID adalah membuka ujung kanal di Pantai Melasti. Kanal yang membelah kawasan Serangan
yang dihuni warga dengan lahan yang direklamasi ini masih tertutup di ujung utaranya. Sedangkan ujung selatan sudah tembus ke pantai. Namun rencana ini mendapat penolakan dari nelayan setempat. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Denpasar yang merupakan warga Serangan, Nyoman Turut, mengatakan ada beberapa alasan warga menolak rencana itu. Salah satunya, tempat itu yang selama ini digunakan nelayan menambatkan perahu. ‘’Bila kanal dibuka, berarti akses nelayan untuk menambatkan perahu hilang. Lalu, di mana mereka nanti menaruh perahunya. Ini satu-satunya pantai yang masih tersisa,’’ ujar Turut, Kamis (6/9) kemarin. Hal. 15 Pedagang Acung
Telah Banyak Berubah DULU, daratan Serangan dipisahkan laut. Maka areal ini disebut Pulau Serangan. Luasnya sekitar 100 hektar. Ketika itu lalu litas ke Pulau Serangan hanya memaki perahu, atau jalan kaki ketika air surut. Sejak direklamasi BTID, tak ada lagi pembatas laut. Semuanya bisa dilalui dengan kendaraan. Luasnya juga bertambah empat kali lipat. Dulu, Serangan terkenal dengan potensi rumput laut dan ikan hiasnya. Kini potensi itu tak ada lagi. Semuanya telah berubah pascareklamasi secara besar-besaran di wilayah yang terkenal dengan sebutan Pulau Penyu tersebut. Proyek reklamasi mencapai tiga kali lipat luas Pulau Serangan. Hal ini pula yang menyebabkan terjadi perubahan sejumlah aktivitas di masyarakat. Warga Serangan I Ketut Arya Saputra, S.T. mengakui banyak dampak yang terjadi setelah reklamasi. Dampak negatifnya, katanya, hilangnya lahan mata pencaharian para nelayan kecil yang sebelumnya mengais rezeki di Pantai Serangan. Hal. 15 Memperoleh Ikan
Gempa 6,7 SR Guncang Jepang
Sembilan Tewas, Ratusan Cedera
Bali Post/dok
PENGHARGAAN - Pemred Bali Post Wayan Dira Arsana menerima Nugra Jasadarma Pustaloka 2018, Kamis (6/9).
Pemimpin Redaksi Bali Post Wayan Dira Arsana. Sebagai media milik masyarakat Bali, Bali Post dinilai memiliki dedikasi dalam mengelorakan budaya baca secara terus-menerus di Indonesia. Hal. 15 Kemajuan Perpustakaan
Jakarta (Bali Post) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menganugerahi Nugra Jasadarma Pustaloka 2018 kepada Media Bali Post, bertempat di Integrity Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis (6/9) malam. Penghargaan diterima
Sabtu Besok Sertijab Gubernur Bali
Dirancang Pergub ’’Rahina Mabusana Bali’’
Serah terima jabatan (sertijab) Gubernur Bali akan dilaksanakan Sabtu (8/9) besok. Tempatnya di DPRD Bali. Setelah acara sertijab dan rapat paripurna istimewa, akan dilanjutkan dengan pembahasan KUA-PPAS terkait RAPBD Perubahan 2018. Visimisi Gubernur baru sudah dijabarkan dalam RAPBD Perubahan 2018 dan RAPBD Induk 2019 sesuai hasil koordinasi antara Bappeda, TAPD Provinsi Bali, dan tim transisi. Selain anggaran, apa saja yang akan dilakukan Gubernur Wayan Koster di awal kepemimpinannya? orang, semua memiliki kompetensi di bidang masing-masing. Ada di bidang hukum, ekonomi, budaya, pertanian, transportasi, energi, perbankan, pokoknya lengkap. Hal. 15 Beberapa Pokja
Pascaditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati langsung membentuk tim khusus. Tim khusus ini belakangan kerap disebut sebagai tim transisi. Ada 36
data alih fungsi lahan sawah jembrana tabanan
1997 2002 2008 2012
8.135 7.339 6.477 6.836
1448 1299 1383
23.836 22.842 22,562 22.388
JEMBRANA TABANAN BADUNG GIANYAR KLUNGKUNG
badung
gianyar klungkung bangli
11.578 10.414 10.230 10.195
15.322 14.945 14.747 14.729
BANGLI KARANGASEM BULELENG DENPASAR
735 381 23
karangasem buleleng denpasar
2.887 2.888 2.890 2.910
7.308 7.042 7.070 7.166
142
PERUBAHAN DALAM15 THN
11.420 11.245 10.913 11.039
3.314 2.882 2.717 2.519
KET : HEKTAR
2012 luas sawah 81.625 ha atau 14,48% dari wilayah Prov. Bali
27.43
Dalam 15 tahun (1997 - 2012), sawah di Bali beralih fungsi 6.224 ha, atau 415 ha/tahun
18.04
593 206
4.049 3.965 3.876 3.843
8.37
12.49
13.52 8.78 4.71 3.57 3.09
PROPORSI 2012 (%)
87 97 92 40 14 2 9 25 53
PERUBAHAN HA/THN
Pasal 61 Perda 16/2009 tentang RTRWP Bali, menyatakan penetapan pencapaian target luas pertanian pangan berkelanjutan sekurang-kurangnya 20% dari yang ada sejak ditetapkan Perda.
Bali Post/afp
JEPANG - Gempa bumi mengakibatkan fasilitas di Sapporo, prefektur Hokkaido, mengalami kerusakan. Gempa berkekuatan 6,6 SR mengguncang pulau Jepang utara Hokkaido pada Kamis (6/9) kemarin, memicu tanah longsor dan bangunan runtuh.
Tokyo Sembilan orang dikonfirmasi tewas dan 300 orang lagi cedera setelah gempa kuat mengguncang prefektur paling utara Jepang, Hokkaido, Kamis (6/9) dini hari, kata petugas pertolongan dan polisi lokal. Sebanyak 30 orang masih belum ditemukan setelah gempa bumi tersebut, dan hampir 2.000 orang mengungsi ke tempat penampungan darurat yang telah didirikan di lebih dari 400 lokasi, kata pemerintah setempat. Gempa bumi kuat dengan kekuatan awal 6,7 pada skala Richter mengguncang pada pukul 03.08 waktu setempat Kamis. Jumlah korban jiwa dikhawatirkan bertambah, kata beberapa pejabat, karena banyak rumah tertimbun tanah longsor. Yang menam-
bah rumit upaya pertolongan, listrik di kawasan tersebut padam. Selain itu, ratusan ribu rumah tangga dilaporkan tak memiliki pasokan air, kata perusahaan layanan umum lokal. Semua penerbangan telah dibatalkan di Bandar Udara New Chitose, Hokkaido, dan layanan kereta, termasuk layanan kereta peluru Shinkansen, layanan bus dan jalan raya telah dibekukan, kata operator lokal. Di bandar udara, sebagian langit-langit runtuh di satu
keamanan. Di bidang pendidikan, pemerintah perlu membangun sekolah yang benar-benar memiliki kualitas yang membanggakan masyarakat Bali. Di bidang transportasi, lanjut Gelgel, pemimpin baru diharapkan mampu mengatasi kemacetan lalu lintas. Sebab, tidak saja di Kota Denpasar dan Badung, jalur DenpasarGilimanuk pun sudah sangat padat dan krodit. Demikian juga Denpasar-Singaraja. Hal. 15 Budaya Petani
Bali Post/afp
LONGSOR - Rumah rusak akibat longsor di kota Atsuma, prefektur Hokkaido, Jepang Utara.
Gubernur Wayan Koster akan Sampaikan Visi-Misi di Hadapan Kades, Bendesa Adat dan Tokoh Masyarakat
Ketimpangan Ekonomi MASYARAKAT Bali telah memiliki pemimpin baru. Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. dan Dr. Ir. Tjokorda Artha Ardhana Sukawati, M.Si. dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali oleh Presiden Jokowi, Rabu (5/9). Masyarakat pun berharap pemimpin Bali ini segera mengurai persoalan Bali. Guru Besar Unhi Prof. Dr. Putu Gelgel berharap Gubernur yang baru hendaknya memperhatikan masalah pendidikan, pertanian, kemacetan lalu lintas, dan
gedung terminal akibat guncangan dan air bocor serta listrik padam juga memaksa penutupan bandar udara tersebut, kata Kementerian Transportasi. Penutupan itu mengakibatkan lebih dari 200 penerbangan dibatalkan, kondisi yang memengaruhi sebanyak 40.000 penumpang. Akibat listrik padam, operasi bandar udara tak dapat dipastikan kapan bandar udara tersebut dibuka kembali. Hal. 15 Rata Tanah
I Dewa Gede Mahendra Putra
P R ESIDEN R I J o k o Widodo, Rabu (5/9) lalu melantik Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. sebagai Gubernur Bali dan Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Su kawati, M.Si. sebagai Wakil Gubernur Bali. Sementara acara serah terima jabatan gubernur dan wakil gubernur akan dilaksanakan Sabtu (8/9) besok. Gubernur Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. dan Wagub Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. akan mengikuti prosesi serah terima jabatan (sertijab) pada Sidang Paripurna DPRD Bali. Terkait dengan agenda tersebut, Gubernur Way-
an Koster dengan hormat mengimbau dan mengajak seluruh kepala desa (kades), seluruh bendesa adat dan tokoh masyarakat untuk memenuhi undangan Ketua DPRD Bali guna menyaksikan acara sertijab. Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam keterangan persnya, Kamis (6/9) kemarin. Dewa Mahendra menyampaikan, pada acara sertijab itu, Gubernur Wayan Koster akan menyampaikan pidato tentang Visi dan Misi ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’ di hadapan
kepala desa, bendesa adat dan tokoh masyarakat. Menurut Dewa Mahendra, ini merupakan langkah strategis Gubernur Wayan Koster karena kepala desa, bendesa adat dan tokoh masyarakat menjadi penentu keberhasilan program pembangunan Bali lima tahun ke depan. Para kepala desa, bendesa adat dan tokoh masyarakat diharapkan hadir di Gedung DPRD pada hari Sabtu, 8 September 2018 pukul 10.00 Wita dengan menggunakan pakaian adat. Untuk kelancaran acara, undangan dimohon hadir 30 menit sebelum acara. (ad395)
DENPASAR
2
Jumat Kliwon, 7 September 2018
FIGUR Jarang Berspekulasi PELEMAHAN rupiah yang terjadi dinilai tidak wajar. Diduga ada spekulan valuta asing (valas) yang memperparah nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin merosot. Pembelian dolar oleh spekulan ini diduga pembelian dolar yang tidak sah dan tidak sesuai kebutuhan. Menanggapi fenomena itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra berpendapat, pengusaha Bali jarang yang berspekulasi. Ia meyakini pelemahan rupiah terjadi lebih banyak karena faktor luar. Meski demikian, ia berharap pengusaha Bali tidak ikut-ikutan membeli valas. Saat ini Bali Post/may hampir semua investor dalam negeri wait and see terhadap pelemahan rupiah, sehingga Kadin berharap ada investor asing yang masuk Bali. ‘’Impor barang modal juga terhenti karena dolar sangat tinggi. Para produsen akan menghitung kembali biaya produksinya, sehingga kami khawatir harga-harga sebagian besar barang konsumsi akan naik. Ini sangat merugikan para pengusaha,’’ kata pria yang mendaftarkan diri menjadi anggota DPR-RI asal Dapil Bali ini. Selain mengawasi spekulan valas, ia berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan ekonomi dan keuangan dengan menggenjot ekspor. Yakni mencari peluang ekspor di negara-negara lain, karena devisa dari ekspor cukup besar. ‘’Pariwisata juga harus dikemas dengan baik,’’ imbuhnya. Pria asal Badung ini menambahkan, pemerintah tidak bisa sendiri menjaga kestabilan ekonomi. Peran dunia usaha sangat signifikan membantu kestabilan ekonomi. Dunia usaha harus membantu pemerintah. Di samping itu, masyarakat harus berpikir cerdas memanfaatkan situasi yang berat dan tidak menguntungkan ini. Tanpa kerja sama pemerintah, Kadin, dan Bank Indonesia, maka kondisi pelemahan rupiah akan terus terjadi. Maka dari itu, pemerintah harus menggandeng dunia usaha. Tidak hanya memperhatikan saat krisis seperti ini, namun juga pada kondisi lainnya. Dengan terdepresiasnya rupiah, ia berharap pengusaha makanan dan minuman tidak serta merta menaikkan harga, karena menyebabkan inflasi. Imbauan Kadin, pengusaha dapat berhemat dan efisiensi. Dengan kenaikan dolar ini, keuntungannya sangat sedikit dan kecil yang dinikmati oleh eksportir dan pariwisata. Meski keuntungan sedikit, tetapi jika volumenya ditambah juga akan menguntungkan. (may)
Bali Post/rah
BARANG BUKTI - Kapolsek Denbar Kompol Adnan Pandibu menunjukkan barang bukti kasus perampokan.
Sebulan Diburu, Perampok Bibi Ditangkap
Denpasar (Bali Post) Kasus perampokan terjadi di Toko AA Testil di Jalan Sulawesi, Denpasar milik Gamar (58), Selasa (14/8) lalu. Pelakunya tak lain keponakan korban, Yahya Alhad (29), dan berhasil dibekuk tim Opsnal Polsek Denpasar Barat (Denbar), Rabu (5/9) lalu. Sebenarnya pelaku asal Lombok tetapi tinggal di Denpasar. “Pekerjaan pelaku tidak jelas. Modusnya, pelaku datang ke TKP lalu marah-marah dan mengancam korban menggunakan penggaris terbuat dari kayu,” kata Kapolsek Denbar Kompol Adnan Pandibu, Kamis (6/9) kemarin. Kronologinya, pada Selasa lalu pukul 13.30 Wita pelaku datang ke TKP lalu mengambil penggaris kayu yang ada di tumpukan kain. Selanjutnya, penggaris itu diayunkan ke arah korban. Perbuatan pelaku itu membuat wanita yang tak lain bibinya sendiri ketakutan. Bahkan, penggaris kayu itu dipakai memukul meja hingga terbelah. “Pelaku bilang, saya tidak takut sama semua,” ungkap Adnan Pandibu didampingi Kanitreskrim Iptu Aji Yoga Sekar. Beberapa menit kemudian datang keponakan korban yang lain dan sempat memegang pelaku. Namun, semua orang yang ada di TKP tak berani berbuat apa-apa saat pelaku mengambil uang Rp 7 juta di laci meja korban, lalu kabur. “Informasinya, pelaku sering minta-minta di sepanjang Jalan Sulawesi. Dengan adanya kejadian tersebut, korban melapor ke Polsek Denpasar Barat,” tegas mantan Kapolsek Denpasar Timur. Polisi sempat mencari ke beberapa tempat yang sering dikunjungi pelaku, tetapi hasilnya nihil. Pasalnya, setelah merampok pelaku kabur ke Jawa. Selanjutnya, pada Rabu (5/9) lalu Tim Opsnal dipimpin Panit I Ipda Nengah Seven Sampeyana mendapat informasi jika pelaku berada di Toko Istana Sport di Jalan Raya Sesetan, Denpasar. Polisi langsung ke sana dan menangkap pelaku. Saat diperiksa, pelaku mengaku uang tersebut dipakai membeli pakaian dan biaya hidup selama pelariannya ke Jawa. Selain itu, Polsek Denbar juga mengungkap kasus curanmor yang terjadi di Jalan Pulau Batanta VII, Denpasar, Sabtu (7/9) lalu. Awalnya korban Ketut Sumerdana (25) memarkir sepeda motor Honda Vario miliknya di TKP. Pelakunya I Gede Eka Setia Darma Yoga (19), ditangkap di Jalan Gempol Gang Masula Masuli, Banyuning, Buleleng, Selasa (4/9) lalu. Oleh pelaku, motor curian tersebut digadaikan Rp 4 juta. Selanjutnya uang tersebut dipakai foya-foya dan berjudi. “Modusnya, pelaku menuntun motor korban yang stangnya tidak dikunci. Lalu dicarikan tukang kunci dan dibuatkan kunci palsu,” kata Kapolsek asal Sumatera Utara ini. (kmb36)
Topik : 40 Koperasi Diusulkan Dibubarkan
Bali Post/wan
Harga Jagung Naik
Peternak Cari Bahan Pakan Lebih Murah
Denpasar (Bali Post) -
Setelah harga pakan jadi untuk ayam broiler naik, kini harga jagung juga naik sejak awal Agustus. Kenaikan harga jagung dari Rp 3.800 menjadi Rp 4.300 hingga Rp 4.400 per kilogram. Akibatnya, peternak ayam petelur mencari bahan pakan yang lebih murah. Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Bali I Nengah Sarjana, S.E., M.M. mengatakan, kenaikan harga jagung sangat mempengaruhi peternak petelur karena penggunaan jagung pada pakan peternak petelur mencapai 50 persen, konsentrat 33 persen dan selebihnya dedak dan katul 17 persen. Kenaikan harga jagung ini diikuti dengan naiknya bahan baku yang lain seperti dedak. Harganya
naik dari Rp 2.100 menjadi Rp 3.100 per kilogram. Konsentrat dari pabrik juga ikut naik. Menyiasati hal itu, kata Sarjana para peternak berusaha melakukan efisiensi pakan dengan mencari bahan yang lebih murah, meskipun kualitasnya kurang bagus. Peternak juga melakukan afkir ayam yang sudah tidak produktif. Afkir adalah ayam petelur yang sudah tua dan
tidak bertelur dikeluarkan, lalu dijual menjadi ayam potong untuk lauk. “Kenaikan harga pakan ini disebabkan dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, sehingga berdampak juga pada kenaikan harga konsentrat dan bahan baku lain yang masih impor,” ujarnya. Anggota PPAB (Perhimpunan Peternak Ayam Bali) Wayan Sukasana mengatakan, kenaikan harga jagung
mempengaruhi harga pakan jadi. Harga pakan sebelumnya Rp 6.900 naik menjadi Rp 7.200 per kilogram. “Harga pakan naik per hari Senin lalu. Seminggu lagi akan kembali naik,” katanya dan menambahkan, kondisi ini diperparah lagi dengan kenaikan harga day old chicken (DOC) dari Rp 7.800 menjadi Rp 8.000. Naiknya harga pakan secara otomatis membuat break event point (BEP) peternak ayam pedaging naik. BEP peternak pedaging menjadi Rp 21.000. “Modalnya bisa Rp 21.000. Kelihatannya tinggi di pasar, tapi sebenarnya bagi peternak itu tidak tinggi kar-
ena itu baru modalnya balik,” ungkapnya. Sejak tahun 2017, pemerintah telah berhenti mengimpor jagung. Sehingga kebutuhan jagung dipenuhi dari petani jagung lokal. Namun, ketersediaannya dinilai kurang sehingga menyebabkan harga jagung naik. “Akibatnya, peternak ayam petelur dan pihak pabrik pakan broiler rebutan jagung,” ujar Sukasana. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Lengkapi Pelayanan Publik dengan Forum Konsultasi Denpasar (Bali Post) Sebagai salah satu role model pelayanan publik nasional, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kota Denpasar dan Badan Layanan Umum Rumah Sakit Wangaya, dievaluasi Tim Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Kamis (6/9) kemarin. Tim evaluasi diterima Kepla Dinas PM-PTSP I Made Kusuma Diputra dan Direktur Rumah Sakit Wangaya dr. Setiawati Hartawan beserta Plt. Kadis Dukcapil A.A. Isteri Agung dan Kabag Organisasi I.B. Alit Adhi Merta. Tim Evaluasi PAN-RB Pandji Saputra mengung-
kapkan, pelayanan publik di tiga instansi Pemerintah Kota Denpasar ini telah berjalan dengan baik. Namun, ada hal minor yang harus diperbaiki sehingga pelayanan yang diberikan pada masyarakat benar-benar prima. “Dari evaluasi yang kami lakukan, pelayanan publik yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar sudah berjalan dengan baik,” ujarnya. Perbaikan hal-hal yang sifatnya kecil juga harus menjadi perhatian. Salah satunya keterlibatan masyarakat dalam forum konsultasi publik. Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, diharapkan semua program dapat menyentuh langsung ke masyarkat. Plt. Kadis Dukcapil A.A.
Isteri Agung menyampaikan, dari hasil evaluasi yang dilaksanakan Kementerian PAN-RB ada beberapa hal yang harus ditambahkan. Salah satunya pembentukan forum konsultasi publik. Forum yang melibatkan tokoh masyarakat ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap program pelayanan publik yang telah dilaksanakan selama ini. Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Wangaya dr. Setiawati Hartawan menyampaikan, mutu pelayanan di rumah sakit Wangaya sudah sangat sering dievaluasi. “Kami sangat senang dengan seringnya ada evaluasi, sehingga dapat terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” ujarnya.
Bali Post/kmb36
KORUPSI - Waka Polresta Denpasar AKBP Nyoman Artana saat merilis pengungkapan kasus korupsi.
Oknum Pengurus Yayasan Diduga Korupsi Dana Hibah
Denpasar (Bali Post) Satreskrim Polresta Denpasar menangani kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan hibah kegiatan tapak tilas dan ziarah Wali Songo Bali-Jawa, serta pengadaan pakaian seragam oleh Yayasan Al-Ma’ruf, beralamat di Denpasar. Dana tersebut bersumber dari APBD Perubahan Kota Denpasar Tahun Anggaran 2016 Rp 200 juta. Terkait kasus ini, penyidik menetapkan tiga tersangka yakni oknum pengurus yayasan berinisial HMAN (38) selaku Ketua Pengurus Yayasan, HMS (41) yang menjabat sebagai Pembina Pengurus Yayasan dan SMS (43) sebagai perantara. “Hari ini kita limpahkan kasusnya ke Kejaksaan Negeri Denpasar karena berkasnya sudah P-21 (lengkap-red),” ujar Waka Polresta Denpasar AKBP
Nyoman Artana didampingi Kasatreskrim Kompol Wayan Arta Ariawan, Kamis (6/9) kemarin. Berdasarkan hasil penyidikan, kata Arta Ariawan selama kurun waktu 2016 hingga 2017 terjadi dugaan tindak pidana korupsi, yaitu penyalahgunaan dana bantuan hibah kegiatan perjalanan ziarah Wali Songo dan pengadaan pakaian seragam oleh oknum pengurus Yayasan AlMa’ruf Denpasar. Pelakunya tersangka HMAN, SMS dan HMS. Awalnya HMAN selaku pemohon dana bantuan hibah untuk kegiatan ziarah Wali Songo dan pengadaan pakaian seragam pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2016, tidak dapat mempertanggungjawabkan dana bantuan hibah tersebut. Setelah mendapat dana hibah Rp 200 juta, ternyata kegiatan itu tidak dilaksanakan. Saat
laporan pertanggungjawaban, pelaku mempergunakan nota dan kwitansi fiktif. Dalam pengajuan permohonan tersebut, HMAN dibantu HMS dan SMS. Terkait kasus ini dilakukan audit oleh BPKP Perwakilan Bali, dan hasilnya dari perbuatan tersangka HMAN tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara/daerah sebesar Rp 200 juta. “Walaupun pelaku sudah mengembalikan dana tersebut, proses hukum tetap lanjut. Saat ini juga pelaku dan berkas kasusnya kami limpahkan,” tegasnya. Arta Ariawan menambahkan, tersangka SMS yang menghubungkan oknum pengurus yayasan tersebut ke pejabat Pemkot Denpasar. “Kebetulan SMS kenal baik dengan pejabat di sana sehingga prosesnya lancar,” katanya. (kmb36)
Melalui evaluasi yang telah dilaksanakan selama ini, kata Setiawati Hartawan, berbagai inovasi telah dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adanya aplikasi pelayanan online, di mana masyarakat dapat mengetahui informasi biaya dan kesediaan tempat tidur. Termasuk juga telah membuat inovasi Program Japri si Ibu atau Jalur Prioritas Ibu dan Bayi yang diterapkan RSUD Wangaya Denpasar, dapat mempersingkat waktu antrean. Sebelum program ini diterapkan, bisa menunggu 48 hingga 70 menit saja. Setelah diterapkan program Japri si Ibu dan Bayi hanya membutuhkan waktu 15 menit saja.
Termasuk juga ke depannya membuat elektronic medical record. “Dengan program inovasi baru ini, diharapkan para pasien mendapatkan dengan cepat hasil dari pemeriksaannya,” harapnya. Kabag Organisasi I.B. Alit Adhi Merta menambahkan, evaluasi untuk semua pelayanan publik di Kota Denpasar setiap tahun telah dilaksanakan oleh Kementerian PAN-RB. Evaluasi yang dilaksanakan tahun lalu, Dinas Perizinan dan Dinas Capil telah mendapatkan nilai A. “Kami harapkan dengan evaluasi yang dilakukan sekarang ini, dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan masukan yang telah diberikan,” ujarnya. (kmb12)
Denpasar (Bali Post) Komitmen Pemkot Denpasar mengembangkan sektor pariwisata berbasis masyarakat yang berwawasan budaya dan berkearifan lokal, terus digencarkan. Melalui Dinas Pariwisata Daerah (Diparda) Kota Denpasar, pengembangan pariwisata akan ditujukan pada pengembangan destinasi wisata baru yang berpedoman pada Tri Hita Karana dengan tetap mempertahankan karakteristik masyarakat setempat. Hal itu terungkap saat rapat sosialisasi penyuluhan pariwisata oleh Diparda Kota Denpasar di Kantor Lurah Padangsambian, Denpasar Barat, Kamis (6/9) kemarin. Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I.B. Alit Surya Antara mengatakan, penyuluhan kepariwisataan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Diparda. Setiap tahun Diparda melaksanakannya sebanyak dua kali dengan fokus menggali potensi desa untuk pengembangan destinasi wisata baru. Pada tahun 2018, Diparda akan melaksanakannya di Lapangan Desa Padangsambian pada 30 September mendatang, dengan penyuluhan mengenai potensi pementasan seni budaya serta situs dan ritus sejarah yang ada di Desa Padangsambian sebagai kearifan lokal yang dimiliki desa. Nantinya penyampaian materi guna menggugah partisipasi masyarakat sebagai penggerak pariwisata dengan menampilkan beragam pentas seni. Salah satunya Bondres Celekontong Mas. “Pelaksanaan penyuluhan kepariwisataan dilaksanakan dengan harapan masyarakat dapat memahami arti penting pengembangan pariwisata dan
menumbuhkan sadar wisata dalam rangka menciptakan kondisi yang kondusif di Kota Denpasar melalui Sapta Pesona, yaitu menciptakan kondisi destinasi yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan menciptakan kenangan yang positif bagi wisatawan yang berkunjung,” ungkap Alit Surya Antara. Menurutnya, keberadaan Desa Padangsambian saat ini dengan beragam potensinya sangat cocok untuk mengembangkan pariwisata berbasis ekonomi kreatif. Seperti halnya perpatungan, kuliner, pasar tradisional dan lain sebagainya. Selain itu terdapat tradisi, situs dan ritus kebudayaan yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke Padangsambian. “Dalam pengembangan pariwisata, pemerintah bertindak sebagai fasilitator dan stakeholder sebagai pemberi modal, sehingga untuk menggerakkannya diperlukan peran aktif masyarakat yang bersinergi,” katanya. Sementara itu, Lurah Padangsambian I Wayan Yuswara didampingi Ketua LPM A.A. Kompiang Sudana terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Denpasar yang telah memilih Kelurahan Padangsambian sebagai lokasi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Desa Padangsambian. “Kami mengucapkan terima kasih telah dipercaya menjadi salah satu desa yang akan menerima penyuluhan pariwisata ini. Besar harapan kami, pelaksanaan kegiatan ini memberikan edukasi dan menggugah partisipasi masyarakat dalam segala bidang, khususnya pariwisata dan penunjang lainnya,” tegasnya. (kmb12)
Pemkot Kembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat
BADUNG
Jumat Kliwon, 7 September 2018
3
Proyek ’’Underpass’’ Simpang Tugu Ngurah Rai
Tingkat Kesulitan Tinggi, Tuntas Lebih Awal
PROYEK underpass Simpang Tugu Ngurah Rai dikerjakan mulai 26 September 2017. Secara fisik, seluruh pekerjaan saat ini telah rampung. Itu berarti pengerjaannya kurang dari satu tahun, atau lebih awal dari kontrak kerja. Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai diharapkan menjadi solusi mengatasi kekroditan dan kemacetan lalu lintas kawasan setempat. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Nyoman Yasmara, Kamis (6/9) kemarin menyampaikan, underpass untuk mendukung pelaksanaan IMF-WB Annual Meeting ini memiliki panjang 712 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 5,2 meter. Dari hasil studi kelayakan (FS), kehadiran underpass kedua di Bali ini diperkirakan dapat mengurangi kemacetan hingga 50 persen dari kondisi semula. Kendaraan dari Nusa Dua menuju Denpasar atau sebaliknya, akan melalui
underpass sehingga waktu tempuhnya bisa lebih cepat. Menurut Yasmara, untuk pengerjaan proyek ini, pihaknya tidak hanya dikejar waktu penyelesaian. Persoalan lain yang tak kalah penting adalah lokasi proyek berada dekat ujung landasan Bandara Ngurah Rai, sehingga tingkat kesulitannya cukup tinggi. Tidak seperti underpass simpang Dewa Ruci, pengerjaan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang berdampingan dengan Bandara Ngurah Rai, haruslah tidak mengganggu penerbangan. Misalnya, khusus di sisi selatan, ada aturan tertentu terkait lalu lintas pesawat yang harus menyesuaikan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP). Terkait batas ketinggian alat dan jam kerja, hanya diizinkan pada pukul 02.00 Wita dini hari sampai 07.00 Wita. Ketinggian alat yang digunakan pun ada aturannya. ‘’Untuk pengerjaan underpass
di zona 1 atau di bundaran, alat untuk pengerjaan underpass sampai ketinggian 15 meter. Sedangkan di dekat ujung runway bandara, ketinggian alat diperbolehkan sampai empat meter,’’ ujarnya. Dikatakannya lebih lanjut, proyek ini menelan biaya Rp 168,3 miliar melalui anggaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, Ditjen Bina Marga. Sementara untuk konstruksi dikerjakan PT Adhi Karya, PT Nindya Karya, PT Wira KSO. Konsultan supervisi oleh PT Wira Widyatama, PT Aria Jasa Reksatama, dan PT Tata Guna Patria (Joint Operation). Saat ini di lokasi proyek masih terlihat pekerja yang melakukan pemeliharaan maupun penyempurnaan pada beberapa titik. Bahkan, Sampai akhir September akan ada pemeliharaan. Pamelaspasan digelar 12 September. Underpass ini sudah siap untuk uji laik fungsi. (kmb23)
Bali Post/edi
EKSPOR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) saat melepas ekspor manggis dengan negara tujuan Tiongkok.
Pemerintah Genjot Ekspor Manggis Mangupura (Bali Post) -
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor sembilan ribu ton buah manggis ke Tiongkok melalui Bandara Ngurah Rai, Kamis (6/9) kemarin. Ekspor produk kelompok tani di Desa Padanan Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan tersebut menandai titik balik ekspor manggis bagi Indonesia. Sebab, sejak Desember 2017 Tiongkok sebagai pasar terbesar kembali membuka pintu untuk manggis Indonesia.
Bali Post/edi
UNDERPASS - Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai telah siap untuk uji laik fungsi.
Turunkan Disparitas Harga
Kementan Libatkan Kadin Daerah dalam Impor Mangupura (Bali Post) Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mulai melibatkan Kadin di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia dalam hal ekspor dan impor. Hal ini bertujuan menurunkan disparitas harga barang impor, terutama hasil pertanian. Pelibatan Kadin di setiap daerah di Indonesia, ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kementan dan Kadin, di Kuta, Kamis (6/9) kemarin. Penandatanganan ini di antaranya dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani, Dirut Bulog Budi Waseso. Ditemui usai kegiatan, Andi Amran Sulaiman mendorong Kadin di daerah untuk ikut menjaga inflasi di wilayah masing-masing. Pihaknya berharap
ke depan untuk impor komoditas pertanian agar langsung dari negara pengimpor menuju daerah yang membutuhkannya. Tak hanya itu, importirnya diharapkan Kadin di daerah tujuan impor. ‘’Dengan cara ini tentu akan dapat menekan disparitas harga yang sebelumnya melambung,’’ kata Amran. Dia mengambil contoh impor bawang dari Tiongkok. Harga dari produsen Tiongkok sebesar Rp 5.600 per kg. Setelah tiba di Indonesia, harganya bisa mencapai Rp 50.000. Kondisi ini, dikatakannya, terjadi karena rantai distribusi terlalu panjang. ‘’Bawang itu datang dari Cina tiba di Jakarta, setelah itu berputar di berbagai daerah di Jawa dan seterusnya,’’ katanya. Untuk satu item barang seperti bawang merah saja disparitas harganya bisa mencapai 300 persen. Namun, bila Kadin masing-masing daerah dilibat-
kan, tentu akan bisa menekan disparitas sampai 100 bahkan 50 persen. Pihaknya juga berharap kepada importir agar tidak terlalu banyak dalam mengambil keuntungan. ‘’Boleh untung tapi jangan menyakiti konsumen. Jadi, sedikit kali banyak bukan banyak kali sedikit,’’ katanya. Sementara itu, Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, MoU ini adalah langkah awal terobosan yang sangat besar dampaknya. Ini juga dalam rangka untuk meningkatkan peran serta seluruh pengusaha yang tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta atau Jawa, tetapi di seluruh Indonesia melalui Kadin provinsi hingga kabupaten/kota. ‘’Dengan kerja sama ini, mata rantai pasok yang merupakan penyebab utama tingginya harga dapat diturunkan,’’ tegasnya. (kmb23)
Bali Post/edi
PAPARAN - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan paparan di selasela acara penandatanganan MoU antara Kementan dan Kadin, di Kuta, Kamis (6/9) kemarin.
Penumpang Pesawat Bawa Peluru Dibungkus Popok
Mangupura (Bali Post) Security Avsec Angkasa Pura I Made Mahartika (41) mengamankan seorang penumpang pesawat di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, Rabu (5/9) lalu. Penumpang berinisial Ih (41) tersebut diamankan karena kedapatan membawa lima butir peluru tajam kaliber 5,56 mm yang dibungkus kain popok. Menurut sumber, Kamis (6/9) kemarin, Ih yang lahir di Bima, NTB dan tinggal di Jakarta Timur tiba di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai,
pukul 16.00 Wita. Ia datang dari Bima menumpang pesawat NAM Air. ‘’Yang bersangkutan hanya transit dan dia hendak berangkat ke Jakarta, menumpang pesawat Sriwijaya Air,’’ kata sumber tersebut. Setibanya di terminal domestik, barang-barang milik Ih diperiksa di Security Chek Point (SCP) Transit Domestik. Saat itu petugas di monitor mesin Xray adalah I Made Mahartika. Di layar monitor X-ray tersebut terdeteksi gambar peluru dalam tas yang dibawa Ih. Selanjutnya, di hadapan pria berambut pelontos ini,
tas tersebut diperiksa secara manual. Alhasil ditemukanlah lima butir peluru tajam kaliber 5,56 mm. Peluru tersebut dibungkus kain popok bayi dan disimpan di tas selempang. Selanjutnya petugas Security Avsec membawa Ih berikut lima butir peluru tersebut ke Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai dan diproses lebih lanjut. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan membenarkan adanya kasus tersebut. ‘’Kasusnya masih ditangani Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai,’’ ungkapnya. (kmb36)
Tahun ini jelas menjadi kesempatan untuk menggenjot ekspor manggis agar meningkat signifikan. Dalam catatan pemerintah, tahun 2015 ekspor manggis Indonesia sempat tembus 23 ribu ton dengan nilai ekspor USD 6,5 juta. Namun ekspor menurun di tahun 2017 menjadi hanya 11 ribu ton. ‘’Sejak dibukanya kembali keran ekspor ke Tiongkok, Indonesia sampai Agustus
ini setidaknya berhasil mendorong ekspor manggis 33 ribu ton dengan nilai ekspor USD 9,3 juta. Jauh melampaui ekspor tahun-tahun sebelumnya,’’ terang Amran. Tiongkok memiliki permintaan yang sangat tinggi. Realisasi ekspor manggis ke Tiongkok periode Januari-Juni 2018 saja sudah mencapai 17 ribu ton dari total ekspor manggis Indonesia sebanyak 29 ribu ton.
Hingga akhir 2018 diprediksi total ekspor bisa ditingkatkan menjadi 60 ribu ton atau naik 600 persen dibandingkan 2017. Selain Tiongkok, tujuan negara ekspor manggis Indonesia di antaranya Thailand, Australia, New Zealand, Malaysia, Vietnam, Uni Emirat Arab, Prancis, Belanda, Saudi Arabia, Oman, Qatar, Hongkong, Kamboja, Kuwait, Bahrain,
Italia, Singapura, Swiss, Spanyol, Kanada, Jerman, Inggris dan Timor Leste. Pemerintah terus mengupayakan perluasan pasar ke negara lainnya. ‘’Manggis buah unggulan ekspor yang eksotis. Indonesia sudah mengekspor buah ini ke-23 negara. Kita fokus untuk budidayanya, serta mendorong harmonisasi aturan SPS-nya agar bisa diterima oleh tujuan ekspor lainnya untuk memperluas pasar,’’ jelas Amran. Selain melepas ekspor manggis, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemberangkatan ekspor 17 ribu bibit ayam petelur ke Timor Leste. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L
Yudisium Ke-58 FE Unwar
Diikuti 537 Yudisiawan, 155 Orang Lulus ”Cumlaude’’
MELEPAS sebanyak 537 calon wisudawan yang terdiri dari 14 orang Program Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP), 182 orang dari Prodi Manajemen Reguler A dan 68 orang dari Reguler B, serta 209 orang dari Prodi Akuntansi Reguler A dan 68 orang dari Reguler B, Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa (FE Unwar) menggelar Yudisium ke-58 dan Lepas Pesan di Agung Room Inna The Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Kamis (6/9) kemarin. Jumlah ini meningkat 54,38 persen dibandingkan yudisium ke57. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 persen lulus dengan predikat cumlaude. Acara dihadiri Dekan beserta Wakil Dekan I, II dan III FE Unwar, para anggota Senat FE Unwar, Pimpinan Bank Pembanguan Daerah (BPD) Bali, Pimpinan BNI 46 Cabang Renon, Kepala Disnakertrans Provinsi Bali, DPD Iwapi Provinsi Bali, Ketua Ashepi Bali, Ketua Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Bali, Ketua Jurusan beserta jajaran di lingkungan FE Unwar, dan seluruh mahasiswa calon wisudawan. Dekan FE Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. didampingi Ketua Panitia Ni Putu Riasning, S.E.Ak., M.MA. mengatakan, untuk memenangkan persaingan yang semakin kompetitif di era revolusi industri 4.0, FE Unwar terus meningkatan sistem manajemen mutu dan memperbaiki tata kelola fakultas dengan melaksanakan 8 prinsip manajemen mutu yang diterapkan Unwar. Selain itu, FE Unwar telah mendapatkan pengakuan dari badan
YUDISIUM - Dekan FE Unwar Dr. I Made Sara, S.E., M.P. saat melepas calon Wisudawan pada acara Yudisium ke-58 dan Lepas Pesan calon FE Unwar di Agung Room Inna The Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Kamis (6/9) kemarin. yang kredibel berupa sertifikat TUVRheinland CERTIFIED, Management System ISO : 9001-2008 dalam lingkup pelayanan pendidikan termasuk semua kegiatan pendukungnya. Tahun 2017 lalu, Prodi Manajemen melalui reakreditasi dari BAN-PT mendapatkan predikat B. Sedangkan untuk Prodi Akuntansi segera diusulkan reakreditasi tahun 2019. ‘’Tahun 2018 ini, kita juga mengusulkan untuk reakreditasi BANPT Prodi IESP,’’ ujar Made Sara, Kamis kemarin. Selain itu, setiap tahun IAI melalui kerja sama Affiliated Campus selalu memberikan kesempatan kepada FE Unwar sebagai penyelenggara Ujian Sertifikasi Keahlian Akuntansi Dasar (USKAD) dan bagi
mahasiswa yang lulus ujian secara otomatis menjadi anggota muda IAI. ‘’Pada hari ini (kemarin - red) kami juga melakukan penandatanganan MoU dengan LSP Koperasi Nusantara dalam rangka Uji Kompetensi kepada mahasiswa dan calon wisudawan secara gratis,’’ tandasnya. Untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas institusi, pihaknya berharap peran para alumni FE Unwar yang tersebar di seluruh negeri untuk hadir di Reuni Akbar saat BKFE, Oktober 2018 mendatang. Made Sara berpesan kepada calon wisudawan agar mampu mengaplikasikan ilmu pegetahuan yang telah didapatkan di FE Unwar di mana pun mereka bekerja nanti. (ad389)
Ospek IKIP PGRI Bali Diikuti 531 Mahasiswa
P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Rektor Perkuat UKM untuk Lahirkan Mahasiswa Berprestasi
IKIP PGRI Bali sebagai LPTK swasta favorit tetap mendapat kepercayaan masyarakat Bali, bahkan NTB dan NTT. Hal ini dibuktikan dengan jumlah mahasiswa barunya tetap konstan melebihi angka 500 orang. Sejak Kamis (6/9) kemarin, 531 mahasiswa baru IKIP PGRI Bali mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) hingga 8 September. Ospek IKIP PGRI Bali dibuka Rektor Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. bersama Pengawas YPLP PT IKIP PGRI Bali I Nyoman Dudi Gunarta, S.T. dan wakil rektor. Ketua Penmaru IKIP PGRI Bali Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. didampingi WR II Drs. Dewa Putu Juana, M.Pd. mengungkapkan, tercatat peserta seleksi Penmaru mencapai 680 orang, namun yang diterima hanya 531 orang disesuaikan dengan rasio dosen. FPBS tetap menjadi fakultas favorit diikuti FPIPS dan FPOK. Ketua Panitia Ospek yang juga WR III Dr. I Wayan Citrawan, M.Pd. melaporkan, Ospek IKIP PGRI Bali 2018 bertemakan ‘’Melalui Ospek IKIP PGRI Bali Kita Tingkatkan Pendidikan Karakter dan Tolak Radikalisme’’. Ospek diisi materi informasi perguruan tinggi, perkenalan SDM dan dosen, wawasan kebangsaan juga soal pendidikan karakater oleh Rektor, sejarah dan perkembangan IKIP PGRI Bali oleh Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd.
OSPEK - Rektor IKIP PGRI Bali I Made Suarta bersama pengawas yayasan Dudi Gunarta dan wakil rektor saat membuka Ospek IKIP PGRI Bali. Suarta menyampaikan ospek di kampus oranye ini menekankan pada pembentukan generasi muda yang berkarakter dan calon guru yang profesional. Ospek IKIP PGRI Bali, dikatakannya, adalah kawah candradimuka pendidikan karakter. Suarta menambahkan, mahasiswa baru dibekali pendidikan disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kebersamaan berbangsa dan bernegara. Bahkan, IKIP PGRI Bali memberlakukan mahasiswa yang belum lulus pendidikan karakter tidak diperkenankan mengikuti pendidikan selanjutnya dan diwisuda. Di acara itu Suarta membangkitkan semangat bahwa kampus IKIP PGRI adalah gudangnya atlet berprestasi. Salah satu mahasiswanya, Komang Harik Adi Putra, sukses meraih medali emas di cabang si-
lat di Asian Games 2018. Komang Harik Adi Putra sempat bertandang ke kampus IKIP PGR Bali, Rabu lalu bertemu Suarta. Ke depan IKIP PGRI Bali, kata Suarta, akan memperkuat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terutama bidang seni dan olahraga. Dengan demikian akan lahir mahasiswa berprestasi seperti Komang Harik Adi Putra lainnya. Ini sesuai dengan arahan Ketua Umum PGRI Pusat bahwa IKIP PGRI Bali memiliki keunggulan dan ciri khas yakni dalam seni dan olahraga. Dia bersyukur minat generasi muda dan lulusan SLTA di Bali dan luar Bali menjadi guru dan kuliah di IKIP PGRI Bali masih tinggi. Makanya dia menilai sangat pas memilih IKIP PGRI Bali sebagai kampus berkualitas. (ad393)
BPLE Tiara Course Berjaya dalam ”Asean Skill Competition’’ di Thailand
BPLE Tiara Course betul-betul mampu menunjukkan kualitasnya di tingkat internasional. Betapa tidak, dalam ajang Asean Skill Competition XII di Thailand, salah satu alumninya mampu mengharumkan nama Bali dan Indonesia. Dia adalah I Gusti Bagus Ngurah Utama Putra, alumni Jurusan Engineering Mechanical Electrical. Dalam ajang yang diikuti 331 peserta dari sepuluh negara tersebut, Utama Putra meraih bronze medal. Lomba tersebut diselenggarakan di Impact Muang Thong Thani, Thailand, 30 Agustus - 4 September 2018. Penghargaan bergengsi itu diserahkan pada upacara penutupan Asean Skill Competition XII. Prime Ministers and Minister of Defence Thailand Jenderal Prawit Wongsuwon menutup acara tersebut, dihadiri juga Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi. Direktur BPLE Tiara Course Made Ernita Kurniawati, BBA., MBA. menyampaikan, dalam ajang yang melombakan 25 bidang kujuruan itu, pria kelahiran 16 April 1997 tersebut mengikuti Bidang Refrigeration and Air Conditioning. ‘’Sebelumnya, I Gusti Bagus Ngurah Utama Putra meraih juara I dalam selekda Asean Skill Competition di Bali, selanjutnya mewakili Bali dalam seleknas di Jakarta dan meraih juara II. Kemudian mewakili Indonesia di tingkat internasional,’’ ujar Made Ernita Kurniawati, Kamis (6/9) kemarin. Kegiatan Asean Skill Competition XII diadakan setiap dua tahun sekali. Tahun ini
MEDALI - Alumni BPLE Tiara Course peraih medali dalam ajang Asean Skill Competition didampingi Direktur Jenderal Binalattas Kementerian Ketenagakerjaan RI Bambang Satrio Lelono dan Direktur BPLE Made Ernita Kurniawati. Thailand sebagai tuan rumah. Ernita Kurniawati menyampaikan rasa syukur dan bangga karena lulusannya tidak hanya diakui di tingkat lokal Bali dan nasional, tetapi juga di tingkat internasional. ‘’Walaupun bukan seorang sarjana, alumni BPLE Tiara Course sudah banyak berprestasi di bidang industri. Ini dibuktikan dengan prestasi kali ini. Juga banyak alumni yang saat ini telah menjadi seorang chief engineering,’’ ujar Ketua DPC HIPKI Kota Denpasar ini. Seperti diketahui, belum lama ini BPLE Tiara Course meraih juara I Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) berprestasi tingkat Nasional kategori Rumpun Teknik yang diserahkan Mendikbud Muhadjir
Effendy saat acara Gelar Karya Kursus dan Pelatihan serta Job Fair di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Sabtu (11/8) lalu. BPLE Tiara Course tercatat sebagai lembaga pendidikan teknik terbaik dari Wali Kota Denpasar. Kampus yang terakreditasi A ini menerima penghargaan sebagai lembaga pelatihan kerja (LPK) berprestasi di bidang pelatihan dan produktivitas dari Kementerian Tenaga Kerja RI. BPLE juga mendapat penghargaan Business Challenges Award 2015 kategori The Best Training Education & Service Excellent Of The Year dari Achievement Center yang bekerja sama dengan Tre Uno Event Management. (ad387)
Jumat Kliwon, 7 September 2018
Diikuti 447 Lulusan
Stikes Bina Usada Bali Gelar Prosesi Wisuda dan Angkat Sumpah Ners SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bina Usada Bali melepas 447 orang wisudawan dalam acara wisuda ke-9 Stikes Bina Usada Bali, Kamis (6/9) kemarin di Nusa Dua. Wisuda juga dirangkaikan dengan pengukuhan profesi/ angkat sumpah profesi Ners Stikes Bina Usada Bali Tahun Akademik 2017-2018. Menurut Ketua Stikes Bina Usada Bali Dr. Ir. I Putu Santika, M.M., 447 orang wisudawan terdiri dari 22 orang Diploma 3 Ahli Kebidanan, 175 orang Profesi Ners dan 250 orang S-1 Keperawatan. Hingga saat ini Stikes Bina Usada Bali telah mewisuda sebanyak 1.500 lulusan dan 98 persen sudah bekerja, baik di dunia kesehatan maupun usaha mandiri, bahkan beberapa bekerja di luar negeri. Stikes Bina Usada Bali saat ini memiliki 3 program studi. Di antaranya Prodi D-3 Kebidanan, S-1 Keperawatan dan Program Studi Profesi Ners. Ke depan pihaknya tidak menutup kemungkinan mengembangkan program studi lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat. ‘’Dengan dukungan penuh pihak yayasan, sarana-prasarana yang memadai serta tenaga dosen yang profesional, Stikes Bina Usada Bali mampu menciptakan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia kerja,’’ ujarnya. Untuk mengembangkan dan memperluas kemitraan kampus yang berkualitas selain mempunyai klinik yang cukup representatif, saat ini Stikes Bina Usada Bali juga terus melakukan kerja sama. Con-
NERS - Suasana wisuda dan angkat sumpah Ners Stikes Bina Usaha Bali, Kamis (6/9) kemarin di Nusa Dua. tohnya kerja sama dengan seluruh rumah sakit di Bali, puskesmas di desa-desa serta panti sosial lainnya sebagai tempat praktik mahasiswa. Tidak hanya itu, pihaknya bekerja sama dengan RS luar Bali dan juga luar negeri. Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Usada Bali Ir. I Putu Geria Astawa, MBA., M.M. mengatakan pihaknya sangat mendukung keberadaan Stikes Bina Usada Bali, baik dari sarana maupun prasarana pendukung pendidikan. Terlebih, saat ini mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di kampus Stikes Bina Usada Bali terus meningkat. Menurutnya, Stikes Bina Usada Bali saat ini telah masuk empat besar sekolah kesehatan terbaik di Indonesia.
Hal senada disampaikan Pembina Yayasan Bina Usada Dr. Drs. I Ketut Putra Suarthana, M.M. Menurutnya, pertumbuhan Stikes Bina Usada Bali dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Biaya perkuliahan di Stikes Bina Usada Bali jauh lebih murah dibanding sekolah sejenis lainnya di Bali. Namun kualitas lulusan tidak kalah dengan lulusan sekolah kesehatan di Bali maupun nasional. Lebih lanjut dikatakan, tenaga medis asal Bali termasuk tamatan Stikes Bina Usada Bali sangat diminati di Negara-negara lain, terutama Jepang. Peluang itu harus dimanfaatkan oleh para lulusan. ‘’Kami mengajak lulusan Stikes Bina Usada Bali untuk mengambil kesempatan tersebut,’’ katanya. (ad391)
Lulusan FH Unmas Kreatif, ”Leadership’’ dan ”Entrepreneurship’’
FAKULTAS Hukum Universitas Mahasaraswati (FH Unmas) Denpasar sejak tahun lalu menyiapkan kompetensi lulusannya sesuai dengan tuntutan zaman now. Guna menghadapi era revolusi industri 4.0, FH Unmas pun memperkuat lulusannya menjadi SDM profesional, inovatif dan berkarakter. Mereka juga diberikan penguatan dalam bidang leadership, kreatif dan entrepreneurship atau kewirausahaan. Untuk menghadapi tuntutan era revolusi industri 4.0 ini, lulusan FH Unmas, dikatakan Dekan FH Unmas I Nengah Susrama, S.H., M.H. saat meyudisium 76 sarjana baru, Kamis (6/9) kemarin, harus kreatif. Kreatif mampu melihat peluang. Kemudian memiliki jiwa leadership yakni mampu memimpin di depan. Ini sesuai dengan tema ‘’Menjadi sarjana hukum yang berkompetensi, berkarakter dan berbudaya dalam era revolusi industri 4.0’’. Selain itu memiliki jiwa entrepreneurship yang diartikan tak hanya sebatas menjadi pengusaha muda mandiri melainkan mampu berpikir di atas rata-rata agar bisa menghasilkan produk dan jasa yang bernilai lebih tinggi. Kompetensi yang penting juga yakni lulusan yang berkarakter dan berbudaya. Semua kompetensi ini, dikatakan Nengah Susrama, sudah dibekali lulusannya sehingga begitu tamat mereka benar-benar sudah go international. Dalam merancang perkuliahan serta kerja sama juga sudah berbasiskan TI. Bahkan dalam PBM di FH Unmas Denpasar sejak dulu sudah menerapkan student centre learning dan PBM berbasis e-learning.
Hingga yudisium ke-52, FH Unmas Denpasar menamatkan 2.968 sarjana. Mereka sukses bekerja di dalam negeri bahkan sebagian go international di segala sektor. Mereka membantu pemerintah dalam membuat kebijakan. Tidak sedikit lulusannya menciptakan lapangan pekerjaan. Nengah Susrama bangga karena lulusan FH Unmas tak ada yang menganggur. Lulusan FH Unmas disiapkan menjadi SDM yang berdaya saing internasional lewat penguatan bahasa asing. Inilah yang dia sebut sebagai modal utama menjadi kaya. Ini pas dengan visi dan misi FH Unmas yakni mewujudkan lulusan FH Unmas yang bermutu, beretika, berbudaya dan berdaya saing tinggi di era global. Nengah Susrama didampingi WD I A.A. Putu Wiwik Sugiantari, S.H., M.H., WD II Lis Julianti, S.H., M.H., WD III Wayan Wahyu Wira Udytama, S.H., M.H. dan Kaprodi
Ni Putu Noni Suharyanti, S.H., M.H. menyerahkan penghargaan lulusan terbaik I, II dan III masingmasing diraih IA Sugiantari (3,97), Maxi Eduard Sonny Tumbelaka (3,88) dan IA Made Budiantari (3,83). Nengah Susrama menegaskan , lulusan FH Unmas memiliki keunggulan dalam bidang advokasi dan mengajak sarjana hukum FH Unmas harus tampil di depan menjalankan hukum secara profesional dan berbudaya. FH Unmas yang kini memiliki student body 1.000 mahasiswa didukung 51 dosen, tiga dosen sudah bergelar doktor dan lima dosen sedang menempuh S-3. Ini yang membuat FH Unmas tiap tahun dikejar calon mahasiswa baru. Tahun ini FH Unmas menerima 302 mahasiswa baru. Mahasiswa dan dosen FH Unmas juga intens menjalankan penelitian dan pengabdian masyarakat. (ad394)
SEKRETARIS Daerah Provinsi Bali yang sekaligus Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali Dewa Made Indra ingin gerakan Pramuka menjadi pelopor pelestarian hutan serta lingkungan sekitar. Harapan tersebut disampaikan Dewa Indra usai menghadiri upacara pembukaan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saja Wanabakti se-Bali dan Nusa Tenggara di Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan, Kamis (6/9) kemarin. Lebih jauh Dewa Indra yang didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali Luh Ayu Aryani menyampaikan kegiatan pelestarian hutan dan lingkungan sekitar harus digelorakan secara terus-menerus seluas-luasnya. Menurutnya, kegiatan ini merupakan suatu hal yang sangat positif untuk menumbuhkan rasa kecintaan kepada hutan serta kelestarian lingkungan. ‘’Kegiatan ini merupakan kegiatan positif, kita sebarkan terus vibrasi ini, anggota Pramuka baik yang ikut maupun tidak menjadi peserta dalam perkemahan ini agar bisa menjadi pelopor untuk hal positif ini,’’ imbuhnya. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang diwakili Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Dirjen Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc. dalam sambutannya berharap, pramuka
bisa menjadi pioner dan teladan dalam menerapkan prinsip hidup ramah lingkungan hingga ke generasi berikutnya. ‘’Mari lakukan aksi nyata pengurangan sampah terutama sampah plastik dalam perkemahan ini. Terapkan prinsip less waste event,’’ imbuhnya. Ditambahkannya, selama kegiatan perkemahan para peserta dan pengunjung diminta tidak menggunakan peralatan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, styrofoam dan sedotan plastik, dan menerapkan pengelolaan sampah yang baik di seluruh bumi perkemahan. Di akhir sambutannya, Ruandha mengajak semua pihak untuk turut
serta melestarikan lingkungan dengan menanam minimal 25 pohon seumur hidup, 5 pohon sewaktu di Sekolah Dasar, 5 pohon saat Sekolah Menengah Pertama, 5 pohon Sekolah Menengah Atas, 5 pohon ketika di bangku kuliah dan 5 pohon sewaktu menikah. Kegiatan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saja Wanabakti akan berlangsung dari tanggal 6-10 September 2018, diikuti 577 peserta dari Bali dan Nusa Tenggara. Perkemahan yang dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim juga diisi penampilan marching band anggota pramuka serta penanaman pohon. (ad388)
YUDISIUM - Dekan FH Unmas Nengah Susrama bersama wakil dekan saat meyudisium sarjana hukum.
Sekda Dewa Indra Ingin Pramuka Jadi Pelopor Kelestarian Hutan dan Lingkungan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Jumat Kliwon, 7 September 2018
daerah
5 Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik di Lingkungan Pemda
Kementerian PAN-RB Lakukan Evaluasi di RSUD Wangaya
RAPAT - Rapat Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali dengan stakeholder dalam rangka persiapan Bali Festival Safety dan Healthy Food.
Hotel dan Restoran Tunda Pembayaran
Petani Bali Sering Alami Kesulitan Modal
Denpasar (Bali Post) Petani Bali masih sering mengalami kendala dalam hal pemasaran dan juga keuangan terutama ketersediaan modal. Hal ini diakibatkan masih lemahnya posisi petani dalam mata rantai pemasaran. Pemerintah Provinsi Bali mencoba mencarikan solusi dengan menalangi penundaan pembayaran dari konsumen melalui Jamkrida. Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali Wayan Mardiana dalam rapat persiapan Bali Festival Safety and Healthy Food, Kamis (6/9) kemarin. Mardiana mengatakan, produsen bisa menanam bahan pangan tetapi pemasaran tidak bisa dilakukan. Setelah mendapatkan pasar seperti swalayan, hotel, restoran, petani kembali disulitkan perihal pembayaran. Yaitu setelah pasar menerima barang dari petani, pembayaran baru bisa dilakukan 2-3 bulan. Alhasil untuk bisa menjaga kesinambungan usahanya, petani kesulitan modal. Permasalahan itu akan dipecahkan oleh Jamkrida. Jamkrida akan menalangi pembayaran ke petani terlebih dahulu. Kemudian penagihannya akan dilakukan oleh Jamkrida. Jamkrida pun dikatakan telah siap dan menyanggupinya. Ini dituangkan dalam bentuk MoU yang akan ditandatangani pada 5 Oktober saat Bali
Festival Safety and Healthy Food. ‘’Bagaimana dia (Jamkrida) mampu memberikan pembiayaan terhadap produsen yang menjual produknya ke hotel, supermarket, restoran. Produsen menjual produknya ke mitra usahanya, problemnya kan di pembayaran. Inilah Jamkrida yang akan menalangi dulu,’’ ungkapnya. Dikatakan, batasan pembiayaan tergantung dari kemampuan Jamkrida dan jumlah pelaku usaha yang bermitra. Pembiayaan ini khusus untuk produk pertanian dan bunga. Pada Bali Festival itu juga mengundang PHRI dan Asita ditambah dengan Gema Perdamaian yang jumlahnya sekitar 10.000 orang. Melalui Bali Festival Safety and Healthy Food diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian Bali. Tujuan lain dari festival ini adalah memperkenalkan produk pangan segar yang aman dikonsumsi dan cara pengolahan pangan segar
yang aman dikonsumsi. ‘’Sering sekali produk pertanian kita kalah dengan produk pertanian dari Jawa, dll. Bahkan mengimpor produk pangan dari luar negeri,’’ tuturnya. Dalam kegiatan ini, anak-anak sekolah akan dilibatkan dalam kegiatan gemar makan ikan dan telur. Tujuannya untuk menanamkan kebiasaan postitif bagi anak didik agar membiasakan diri mengonsumsi protein yang cukup dari telur dan ikan. Sesuai data statistik, hampir 80 persen siswa-siswi Bali tidak suka makan sayur dan buah. Maka dalam kegiatan itu juga dilakukan perlombaan–perlombaan seperti lomba makan buah, gemar makan telur dilakukan selama tiga hari. Sebanyak 1.000 butir telur disiapkan pada festival yang akan dilakukan rutin setahun sekali itu. Juga diadakan lomba mengolah makanan sehat dan aman bekerja sama dengan ICA (Indonesian Chef Association). Di samping juga ada stan-stan pameran produk segar asal tumbuhan yang telah mendapat sertifikat prima. Festival dilaksanakan selama tiga hari yaitu dari tanggal 5 – 7 Oktober di Lapangan Timur Bajra Sandhi, Renon. (kmb42)
Bidang Kemahasiswaan Unwar Terus Tingkatkan Program Kreativitas Mahasiswa TAHUN akademik 2018/2019, Universitas Warmadewa (Unwar), khususnya Bidang Kemahasiswaan, terus berupaya berbenah diri dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas daya saing mahasiswa. Salah satu yang dilakukan dengan mengoptimalkan unitas yang ada di Unwar melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). PKM dilaksanakan dengan tetap mengikuti aturan yang telah diatur dan dibuat Belmawa Ristekdikti. Sehingga setiap kegiatan ilmiah yang dimasukkan ke dalam PKM disesuaikan dengan prasyarat dan memenuhi unsur kompetisi. Di samping juga mempertahankan kegiatan-kegiatan pelestarian kearifan lokal. Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. mengatakan Unwar memiliki sebanyak 22 unitas dan yang aktif saat ini 19 unitas. Aktifnya unitas-unitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa di Unwar melalui program PKM. Sehingga Unwar akan lebih siap menghadapi kegiatan kejuaraan ilmiah (Pimnas), seni (Peksiminas), dan olahraga (Pomnas). Mahasiswa
Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. baru sudah banyak tersaring an, di samping efisiensi biaya untuk kegiatan Peksiminas dan rasa kebersamaan,’’ tanyang akan diadakan 16-21 das Wayan Parwata, Kamis Oktober 2018 dan kegiatan (6/9) kemarin. Pomnas 2019 di Jakarta. Parwata mengatakan, ‘’Peserta kita di Peksiminas mahasiswa baru 2018 telah 2018 ini antara lain penyanyi diberikan materi program-propop putra, penyanyi dangdut gram kreativitas mahasiswa putri, dan baca puisi, semen- sejak mengikuti (PKKMB). tara target di Pomnas 2019 Bahkan, dua mahasiswa baru adalah gateball, petanque, telah siap mengikuti perPerisai Diri, bulu tangkis, ter- lombaan menyanyi dangdut masuk basket dan volley ball. putri dan baca puisi di YogUntuk basket dan volley ball yakarta pada bulan Oktober kita gabung dengan beberapa mendatang, dua tim desain perguruan tinggi di Bali. Se- rancang bambu dari Teknik hingga kita bisa berkolaborasi Arsitektur siap berangkat ke untuk memenangkan kejuara- Cina bulan ini.
Pada tahun 2018, bidang kemahasiswaan akan terus meningkatkan jumlah proposal PKM dan target untuk meloloskan banyak proposal PKM tahun 2019 bisa tercapai. Salah satu upaya yang dilakukan dengan sering mengadakan coaching clinic proposal dengan mengundang beberapa pakar dari Belmawa Ristekdikti. Selain itu, pihaknya terus mendorong unitas-unitas yang aktif, seperti unitas Jurnalistik dan Penalaran untuk ikut berpartisipasi menggaungkan pentingnya program kreativitas mahasiswa di tingkat universitas. Beberapa waktu lalu unitas Volley Ball Unwar meraih juara I di kejuaraan Politeknik Negeri Bali. Selain itu, beberapa unitas lainnya juga sedang bersiap mengikuti kejuaraan nasional dan internasional, seperti Kejurnas Petanque di Aceh (16-23 September 2018), Kejuaraan Marching Band di Jakarta (Movember 2019) dan juga Kejuaraan Pencak Silat di Bandung pada 2019 mendatang. Terkait dengan kegiatan PKKMB 2018, secara umum sudah berjalan lancar meskipun di beberapa aktivitas perlu perbaikan untuk mewujudkan PKKMB yang humanis. (ad386)
Sembilan Kali Menjambret Hanya Diganjar 20 Bulan Denpasar (Bali Post) Walau dinyatakan sering melakukan aksi penjambretan, bahkan terungkap sebanyak sembilan kali, Komang Junistira, Kamis (6/9) kemarin hanya dipidana penjara selama setahun delapan bulan (20 bulan). Dalam sidang di PN Denpasar, majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi memberi hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa. JPU sebelumnya meminta majelis hakim menghukum terdakwa selama 24 bulan atau dua tahun. Jaksa IGA Rai Artini sebelumnya menjerat terdakwa Pasal 362 KUHP.
Terkait putusan itu, Junistira hanya bisa terdiam. Tanpa mengucapkan apa pun. Apakah pikir-pikir, banding, atau menerima putusan itu. Karena respons Junistira yang tidak jelas, penuntut umum pun akhirnya menyatakan pikir-pikir. Junistira terbukti melakukan aksi penjambretan. Terakhir saat dia beraksi dan menyasar ibu-ibu tua yang sedang membonceng cucunya, R.R. Agnes Risna, di Jalan Tukad Bilok, Banjar Pande, Renon, Denpasar Selatan pada 10 Maret 2018. Saat itu, perempuan usia 63 tahun tersebut mengendarai motor Honda Scoopy. Tasnya digantung di cantolan yang
ada di sebelah kiri. Dari aksinya itu, terdakwa berhasil menguras isi tas korban. Di antaranya dua ponsel dan uang sekitar Rp 250 ribu. Sisanya berupa surat-surat penting dan beberapa lembar kartu ATM. Dalam pengakuannya kepada polisi, Junistira mengaku sudah dua kali melakukan aksi penjambretan. Namun, saat mengikuti sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Junistira dicecar berbagai pertanyaan oleh hakim secara bergantian. Saat itulah baru terungkap bahwa dirinya sudah sembilan kali melakukan aksi penjambretan. (kmb37)
UNTUK memastikan mutu pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melakukan evaluasi pelayanan publik di RSUD Wangaya, Kota Denpasar, Rabu (5/9) lalu. Tim Pemantau dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kedeputian Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB yang terdiri dari dua orang yaitu Pandji Saputra dan Devri Amarta diterima Direktur RSUD Wangaya dr. Setiawati Hartawan, M.Kes. beserta jajarannya didampingi Kepala Bagian Organisasi dan Kepala Sub-Bagian Pelayanan Publik Organisasi Setda Kota Denpasar. Dalam sambutannya, Pandji Saputra mengatakan ada sejumlah upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik, antara lain kebijakan pelayanan yang meliputi standar pelayanan, maklumat pelayanan dan survei kepuasan masyarakat. Profesionalisme SDM yang meliputi kompetensi pegawai, aturan perilaku dan kode etik serta budaya pelayanan. Saranaprasarana yang meliputi tempat parkir, ruang tunggu, toilet khusus, sarana-prasarana bagi pengguna layanan berkebutuhan khusus, ruang laktasi/nursery, arena ber-
main anak, kantin/fotokopi/ toko ATK dan front office. Sistem Informasi Pelayanan Publik yang meliputi sistem informasi elektronik dan nonelektronik serta pemutakhiran data. Konsultasi dan pengaduan yaitu sarana konsultasi dan pengaduan yang digunakan. Dan inovasi yang dimiliki unit layanan . Keenam poin ini sekaligus menjadi kriteria yang digunakan dalam melakukan evaluasi. Sementara itu, Setiawati Hartawan mengatakan, terkait dilakukannya evaluasi ini RSUD Wangaya siap dan berkomitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat dan terus berupaya melakukan inovasiinovasi dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Dirinya
berharap dengan dilakukannya evaluasi ini, manajemen RSUD Wangaya dapat mengetahui apa saja yang masih menjadi kelemahan rumah sakit dan akan berupaya melakukan perbaikan ke depannya. Di akhir evaluasi, Kamis (6/9) kemarin, Tim Pemantau dan Evaluasi menyampaikan berita acara hasil evaluasi pelayanan publik kepada Direktur RSUD Wangaya. Secara umum pelayanan publik di RSUD Wangaya sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian PAN-RB, namun ada beberapa hal yang harus ditingkatkan lagi, antara lain mengenai website, analisis hasil survei kepuasan pelanggan, SDM, dan saranaprasarana. (ad390)
Unud Beri Pendampingan dan Pemantapan SDM Lokal
Kembangkan Desa Sibetan sebagai Desa Sentra Agrowisata Berbasis Salak SINERGITAS antara pertanian dan pariwisata semakin gencar didengungkan untuk mengangkat citra pertanian khususnya dengan muaranya peningkatan kesejahteraan petani. Guna memantapkan sinergitas tersebut, kelompok pengabdi dari Universitas Udayana yang dimotori Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S. melaksanakan kegiatan pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Desa Sibetan tahun 2018 sebagai kelanjutan kegiatan tahun 2017, dengan pembiayaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI. Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun ini mengambil tema ‘’Pengembangan Desa Sibetan sebagai Desa Sentra Agrowisata Berbasis Salak’’ dengan cara mengaplikasikan hasil riset unggulan Unud untuk peningkatan produksi salak, penanganan pascapanen, dan pengolahan hasil salak menjadi berbagai produk varian dan memberikan solusi terhadap belum berkembangnya potensi agrowisata salak Desa Sibetan dengan pendekatan holistik berbasis penerapan hasil riset multidisiplin. Kegiatan multitahun ini melibatkan tiga kelompok mitra yaitu Kelompok Tani Kerta Semaya, Kelompok Wanita Tani (KWT) Agro Abian Salak dan Kelompok Agrowisata Agro Abian Salak Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Pada pelaksanaan tahun pertama (tahun 2017) telah terealisasi berbagai kegiatan seperti penelusuran jalur trekking pada perkebunan salak, pelatihan pembuatan dan pengemasan kuliner berbahan baku salak, pembibitan 12 jenis plasma nutfah salak asli Sibetan, dan pembuatan demplot penera-
SALAK - Pelatihan pengolahan kuliner lokal berbahan dasar salak dan teknik penyajiannya (table manner) kepada wisatawan. pan good agricultural practices (GAP) salak. Tahun 2018 kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit 12 spesies salak menjadi Kebun Botani Plasma Nutfah Salak (Arboretum Salak), lanjutan pendampingan penerapan GAP dalam budi daya salak (peningkatan kuntitas, kualitas dan produksi buah di luar musim), pendampingan pengurusan izin produksi dan izin pemasaran produk olahan dari salak, pelatihan menghidangkan kulier berbahan baku salak kepada wisatawan, serta pembuatan brosur, leaflet dan buku panduan agrowisata Desa Sibetan berbasis salak. Sambutan positif datang dari masyarakat dan Kepala Desa Sibetan beserta jajarannya. Perangkat desa dan tokoh-tokoh masyarakat Desa Sibetan menyadari bahwa keunggulan yang dimiliki oleh Desa Sibetan sebagai sentra dan ikon salak di Bali perlu terus dikembangkan, dilestarikan dan makin diberdayakan. Hal mendasar yang
sangat diutamakan adalah peningkatan kapasitas SD. Ini sejalan dengan program pembangunan Desa Sibetan yaitu agar ikon sebagai sentra penghasil salak tetap lestari dengan mengembangkannya menjadi sentra agrowisata. Tim Universitas Udayana yang beranggotakan empat orang ini menerapkan solusi peningkatan kapasitas SDM desa melalui pelatihan, pendampingan, workshop, pengadaan demplot dan field days, agar SDM Desa Sibetan mampu mengelola sumber daya alam yang unggul dan potensial yang dimiliki. Dalam setiap kesempatan pertemuan dengan seluruh penerima manfaat kegiatan, tim pengabdian PPDM ini selalu menekankan perlunya membangun sinergi yang baik antara lembaga pembina dengan masyarakat, karena kegiatan yang dilakukan ini hanya sebagai pemicu dan pelecut masyarakat untuk dapat secara mandiri mengembangkan potensi besar yang dimilikinya. (ad316)
OPINI
6
Jumat Kliwon, 7 September 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
’’Seken-seken’’ Gubernur WAYAN Koster dan Cok Ace tampak tersenyum usai dilantik Jokowi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Kemenangan Koster-Ace sekaligus memutus dinasti Bali Mandara Jilid III. Namun setelah menjadi Gubernur Bali, Wayan Koster dan Cok Ace bukan hanya menjadi gubernur milik PDI-P dan koalisi pendukung, melainkan menjadi milik rakyat Bali. Keduanya adalah pemimpin Bali yang memberi harapan baru bagi krama Bali. Sosok Wayan Koster dalam setiap simakrama dengan yakin akan mampu membawa Bali ke arah yang lebih baik. Berbagai program yang dipaparkan semuanya mengarah pada perbaikan kesejahteraan. Bahkan, dia menyitir kalau di kubu lain hanya janji-janji, dia dengan yakin semua bantuan akan langsung cair. Menjadi Gubernur Bali kita akui sangatlah kompleks dan sulit. Itu kalau kita mau menjadi seken-seken gubernur atau gubernur yang sungguh-sungguh gubernur. Dia harus menjadi panutan dalam segala hal. Bukan hanya mengejar politik citra untuk mengamanan kemenangan lima tahun ke depan. Tugas yang paling mendesak adalah bagaimana merealisasikan janji-janji rakyat saat kampanye. Jika ini sedikit meleset atau ingkar janji, politik citra akan menjadi kekuatan negatif untuk kedua pasangan untuk jabatan kedua kalinya. Ada beberapa hal yang termasuk janji krusial pada janji Koster-Ace di antaranya meningkatkan bantuan desa pakraman mencapai Rp 350 juta. Kedua, mendirikan sekolah baru tanpa mempertimbangkan penyediaan lahan milik desa adat dan dinas. Ketiga, mendirikan taman budaya ala Art Centre di semua kabupaten. Dari segi dana jelas kelihatan gampang karena apa maunya penguasa akan terjadi. Namun di lapangan dipastikan ada kerikil-kerikil yang prinsip tak boleh dilanggar. Untuk itu, Koster dan Cok Ace harus tetap mengedepankan kinerja, bukan mengejar politik pencitraan. Yang lebih penting lagi adalah menguji kejujuran. Jangan sampai terjadi kasus di Malang, 42 anggota DPRD-nya dipidana karena kasus korupsi mendukung anggaran perubahan yang diajukan wali kotanya. Ini bisa saja terjadi di Bali, namun jangan sampai Gubernur Bali apalagi baru dilantik menjadi tersangka kasus korupsi. Di mana kita letakkan predikat orang Bali yang dikenal jujur dan berkarakter? Sejumlah program masa Made Mangku Pastika-Sudikerta layak dilanjutkan dan dimatangkan. Koster-Ace tak boleh alergi dengan program mantan pejabat yang digantinya hanya untuk politik pencitraan. Tak perlu merasa gengsi dicap pejabat hanya melanjutkan. Program Mangku Pastika masih banyak relevan dilanjutkan seperti mendirikan Sekolah Bali Mandara. Bila perlu di semua kabupaten dibuka model sekolah ala Bali Mandara. Ada juga program Simantri yang perlu diperkuat dengan program tambahan. Ada juga program penyuluhan agama dan bahasa Bali ke desa-desa yang dirasakan manfaatnya. Apakah namanya mau diubah? Nah, ini lagi masalah krusial. Gubernur yang sungguh-sungguh mestinya tak melakukan hal itu. Biarkan yang baik bermuara pada rakyat. Untuk itu, krama Bali memerlukan gubernur ne seken-seken gubernur. Gubernur ne seken-seken gubernur dicirikan bekerja melayani warga dengan pendekatanpendekatan profesional, humanis, tanggap, bersih, dan transparan. Singkatnya, good governance dan clean government. Gubernur Bali yang baru harus mampu memecahkan problem transparansi yang indikatornya adalah keterbukaan informasi publik dan komunikasi birokrasi dengan warga. Kesenjangan komunikasi kerap melahirkan prasangka buruk, kekecewaan, bahkan perlawanan yang kurang proporsional.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Sungai Tercemar Limbah Usaha Tahu dan Ternak Denpasar sudah memiliki program sungai bersih. Program ini sebagian sudah kelihatan hasilnya. Terutama sampah di sungai mulai berkurang, walaupun tidak bersih seratus persen. Namun sayang, di sejumlah sungai di Kota Denpasar masih dicemari oleh limbah rumah tangga. Lihat saja kondisi sungai di Kesiman dan Sumerta, sebagian warga masih memanfaatkan aliran sungai untuk membuang limbah ternak babi. Juga dicemari oleh limbah usaha tahu-tempe. Para pengusaha tahu dan tempe ini sengaja mengontrak di pinggir sungai agar mudah membuang limbahnya pada malam hari. Yang paling berbahaya ketika air sungai kering, limbah tahu dan tempe ini menimbulkan bau menyengat. Demikian juga soal limbah ternak babi. Sebagai warga Denpasar sebaiknya pihak terkait terutama Dinas Perindustrian melakukan sidak dan menghentikan usaha yang menimbulkan pencermaran air sungai. Sebab, jika mengandalkan laporan warga, saya khawatir warga yang melaporkan akan dicurigai tak senang dengan usaha yang digelutinya. Lebih baik aparat yang jemput bola, termasuk para kadus yang daerahnya ditemukan kasus ini. Nyoman Dananjaya Denpasar Timur
Menguji Politik Citra Gubernur Bali yang Baru Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih, I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, telah dilantik Presiden Joko Widodo, Rabu (5/9) di Istana Negara, Jakarta. Jadwal ini maju dari rencana awal tanggal 17 September.
Oleh Ribut Lupiyanto
T
antangan segera menanti pemimpin baru Bali. Godaan pun dipastikan segera datang bertubi-tudi. Di antaranya adalah godaan dari praktik politik pencitraan. Pemimpin hendaknya memprioritaskan kinerja bukan citra. Citra akan hadir otomatis sebagai konsekuensi kinerja yang bagus. Koster-Cok Ace akan menjabat untuk periode pertama kalinya. Hampir dipastikan periode selanjutnya masih akan bertarung, baik utuh maupun berpisah. Di sinilah muncul godaan melakukan pencitraan demi merengkuh hati publik. Namun, citra yang ditampilkan mestinya berbasis kinerja bukan manipulasi. Politik Citra Realitas politik di Indonesia, menurut Yasraf Piliang (2005), didominasi rekayasa seakanakan. Politik citra memiliki konotasi positif sekaligus negatif. Politik citra yang positif hanya mengemas realita agar benilai politis, sedangkan politik citra negatif adalah mempolitisasi atau merekayasa suatu keadaan dengan menyembunyikan atau bersifat seakan-akan. Positif atau negatifnya politik citra yang hadir sepenuhnya menjadi komitmen serta moralitas politisi. Citra dalam kajian komunikasi politik melibatkan aspek emosi (afeksi) dan penalaran (kognisi). Citra pada khalayak dapat terbentuk sebagai dampak afeksi dan kognisi dari komunikasi.
Baudrillard (1993) menyebutkan terdapat empat fase citra. Pertama, representasi di mana citra merupakan cermin dari realitas. Kedua, ideologi yakni citra memberikan gambaran yang salah akan realitas. Ketiga, citra menyembunyikan bahwa tidak ada realitas. Keempat, citra tidak memiliki hubungan sama sekali dengan realitas apa pun. Tradisi politik citra booming sejak era reformasi yang memberikan ruang pers sebebas-bebasnya. SBY dan Partai Demokrat menjadi pihak paling sukses mereguk laba politik citra. SBY bermain citra terzolimi oleh Megawati pada Pemilu 2004. Hasilnya, ia sukses melenggang ke kursi RI-1. Pada Pemilu 2009, SBY berpolitik citra menurunkan BBM dan membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta mencitrakan Partai Demokrat antikorupsi. Hasilnya, SBY berhasil mempertahankan kekuasaan dan Partai Demokrat keluar sebagai jawara. Masing-masing bakal capres memiliki potensi unggulan untuk dicitrakan. Joko Widodo (Jokowi) selama ini sudah mencitrakan diri sebagai sosok sederhana. Prabowo Subianto sebagai mantan jenderal berpotensi menjual citra ketegasan. Daya jual pencitraan selalu menghadapi resistensi akibat hadirnya citra negatif pada masing-masing calon. Kemampuan manajemen isu menjadi kunci guna mereduksi citra negatif dan menguatkan citra positif.
Revitalisasi Pencitraan Pencitraan tidak serta merta akan sukses jika hanya mengandalkan media dan bergaya konvensional. Rakyat kian cerdas dalam menilai setiap gerak-gerik dan tingkah polah capres. Setiap pemimpin atau calon pemimpin mesti cermat memainkan strategi pencitraan secara ksatria, cerdas, dan berlandaskan kejujuran. Jika hal ini tidak diperhatikan, maka pencitraan akan menjadi bumerang yang dapat menumbuhkan antipati rakyat. Hal terpenting adalah apa yang ditawarkan secara tepat sesuai harapan rakyat. Beberapa hal penting dipertimbangkan bagi kontestan dalam melakukan revitalisasi pencitraan. Pertama, tawaran program. Bangsa ini memiliki permasalahan kompleks di semua lini. Prioritas program mesti ditawarkan dan benar-benar menjawab hajat rakyat. Isu-isu seputar pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pendidikan terjang-
kau, kesehatan, dan penegakan hukum berkeadilan merupakan kebutuhan mendesak rakyat. Program yang ditawarkan mesti jelas, tidak normatis, dan realistis. Tawaran program penting dirancang dalam peta jalan sistematis minimal lima tahun kepemimpinan. Pemimpin tidak cukup hanya dijabat sosok yang sederhana, tegas, mandiri, atau berpengalaman. Sosok pempimpin ideal yang diimpikan rakyat adalah perwujudan dari semua karakter tersebut. Kedua, teladan kepribadian. Pemimpin adalah panutan jutaan rakyat, sehingga penting menampilkan karakter pribadi yang penuh keteladanan. Jika ada rekam jejak negatif yang dimiliki, maka penting menyampaikan permohonan maaf. Rakyat sudah antipati melihat tampilan topeng elite politik yang manis di media, tetapi berlumuran cela di belakangnya. Capres mesti menampilkan kepribadian sejatinya tanpa kepura-puraan. Ketiga, sosok negarawan. Pemimpin adalah perwajahan wilayah yang dipimpinnya. Konsekuensinya sosok kenegarawan menjadi harapan mutlak yang tidak bisa ditawar lagi. Calon pemimpin penting menunjukkan karakter kenegarawan, seperti sikap pro-rakyat, obsesif, dan bijak. Calon pemimpin juga mesti
Oleh Agung Kresna dengan aspirasi masyarakat setempat. Para kepala daerah yang cerdas dan berani, menjadi sukses memajukan daerahnya serta memberikan kesejahteraan kepada warganya. Sementara kepala daerah yang biasa-biasa saja dan terlalu hati-hati melakukan upaya terobosan pembangunan, tetap saja tanpa prestasi yang menonjol dan melakukan pembangunan daerahnya dengan kualitas standar. Namun di sisi lain, ada juga para pemimpin daerah yang merasa menjadi penguasa di wilayahnya. Secara negatif bermunculan oknum kepala daerah yang merasa dirinya bagaikan raja-raja kecil yang berkuasa di pelosok negeri. Akibatnya, tidak sedikit kepala daerah yang terlibat korupsi terkait pembangunan yang dilakukan di wilayah yang dipimpinnya. Politik Anggaran Provinsi Bali yang hanya memiliki delapan kabupaten dan satu kota, bukanlah sebuah wilayah yang luas. Kedudukan Provinsi Bali yang berada dalam satu pulau jelas memberikan keuntungan tersendiri. Koordinasi antarkabupaten/kota menjadi lebih mudah dilakukan oleh para kepala daerahnya. Meskipun demikian, tetap dibutuhkan manajemen pembangunan yang terpadu agar diperoleh tingkat kesejahteraan masyarakat yang
Penulis adalah Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
’’Politik citra memiliki konotasi positif sekaligus negatif. Politik citra yang positif hanya mengemas realita agar benilai politis, sedangkan politik citra negatif adalah mempolitisasi atau merekayasa suatu keadaan dengan menyembunyikan atau bersifat seakan-akan. Positif atau negatifnya politik citra yang hadir sepenuhnya menjadi komitmen serta moralitas politisi. Citra dalam kajian komunikasi politik melibatkan aspek emosi (afeksi) dan penalaran (kognisi).’’
Politik Anggaran Menjaga Desa Adat Sejak bergulirnya era otonomi daerah pada tahun 2004 di Indonesia, kekuasaan politik yang selama ini berpusar di pusat seakan menjadi bergeser ke daerah. Otonomi daerah memang telah mendelegasikan berbagai kewenangan yang selama ini dipegang pemerintah pusat, ke tangan pemerintah daerah. Hanya tersisa enam urusan yang kewenangannya secara absolut masih dipegang pemerintah pusat, yaitu urusan pertahanan, keamanan, agama, yustisi, politik luar negeri, dan urusan moneter & fiskal. Saat UU No. 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah disempurnakan menjadi UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, otonomi urusan kewenangan pemerintah daerah – di luar enam urusan tersebut di atas – tersebar di 415 kabupaten, 1 kabupaten administrasi, 93 kota, dan 5 kota administrasi. Selanjutnya, konstelasi politik Indonesia seakan berubah haluan. Kewenangan politik pembangunan yang sebelumnya cukup besar dan terpusat di Jakarta, menjadi tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Terdistribusinya urusan kewenangan pemerintahan tersebut, sedikit banyak menimbulkan dampak positif bagi daerah. Kabupaten/kota menjadi memiliki peran sentral dalam upaya memajukan daerahnya guna membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan segenap warganya. Para pemimpin daerah bagai mendapat darah segar untuk membangun daerahnya sesuai
jernih menempatkan geopolitik internasional yang kuat bukan mengekor bangsa lain. Upaya di atas mesti apa adanya tanpa rekayasa. Upaya memoles calon pemimpin berarti menawarkan janji politik kepada publik. Kristiadi (2014) menyampaikan bahwa janji politik merupakan etika sosial dan bagian dari peradaban. Hal ini terkait dengan niat, komitmen, dan iktikad untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Janji politik misalnya berupa akan melakukan upaya menyejahterakan rakyat atau tidak akan melakukan korupsi. Rakyat mesti jeli menilai setiap tampilan dan gerak-gerik pemimpin atau calon pemimpin. Pendidikan politik penting digencarkan agar rakyat melek politik. Sekali calon pemimpin terindikasi menampilkan kepura-puraan dan akal-akalan rakyat memiliki hak melayangkan sanksi kepadanya. Sanksi terberat bagi calon pemimpin adalah dengan tidak memilihnya. Pemimpin dan calon pemimpin demikian mesti hati-hati memoles diri dan mesti melandaskan diri semata demi perbaikan daerah dan negara.
merata di Pulau Bali. Pulau Bali yang penduduknya didominasi oleh etnis Bali justru memberikan nilai tambah dalam mengendalikan pembangunan. Realitas ini akan semakin mempermudah dalam mengatur kebersamaan, karena secara adat, budaya, dan agama, krama Bali memiliki satu kesatuan pandang atas kehidupan kesehariannya. Kondisi tersebut ditunjukkan melalui peran sentral desa adat/ pakraman di Bali dalam kehidupan keseharian krama Bali. Adanya dana desa dari pemerintah pusat memang masih memunculkan dikotomi antara desa dinas dan desa adat di Bali. Desa dinas memang memegang peran penting dalam administrasi kependudukan warga. Namun secara adat, budaya, dan agama, keseharian kehidupan krama Bali berada dalam pengelolaan desa adat, sehingga desa adat harus tetap terjaga secara lestari. Kesuksesan menjaga desa adat dalam rangka membangun krama Bali membutuhkan kepiawaian kepala daerahnya dalam mengelola anggaran daerah. Kepala daerah harus cerdas ketika menyerap aspirasi krama Bali, guna menyusun skala prioritas dalam program pembangunan daerah. Keberadaan master plan yang berlanjut dengan road map menjadi jalur sukses menjalankan program pembangunan sesuai
aspirasi masyarakat. Untuk menyiasati anggaran pembangunan dan belanja daerah agar tujuan yang diharapkan segera tercapai, diperlukan beberapa langkah yang harus dilakukan. Pertama, program pembangunan tidak boleh dalam jumlah yang terlalu banyak. Keterbatasan anggaran sering menjadi constrain (batasan/kendala) kepala daerah dalam menyusun kegiatan pembangunan daerah. Hal ini harus disiasati dengan jumlah program yang sedikit, namun masing-masing memiliki nominal anggaran yang cukup besar. Sehingga program akan berjalan secara maksimal dan hasilnya dapat terlihat nyata serta dinikmati langsung oleh krama Bali. Kedua, program-program unggulan harus tuntas dalam waktu maksimal lima tahun. Hal ini terkait dengan jangka waktu masa jabatan para kepala daerah. Harus ada cerita sukses yang dilakukan kepala daerah dalam satu masa jabatannya. Sehingga program yang diunggulkannya harus langsung terlihat hasilnya, sebelum masa jabatannya berakhir. Sementara program yang sifatnya jangka panjang harus menjadi penopang kemajuan daerah di masa depan. Ketiga, program prioritas harus menghasilkan kemandirian ekonomi krama Bali. Adanya kesejahteraan secara ekonomi di masyarakat tentu akan membuat mereka dapat memenuhi kebutuhan kehidupan keseharian secara ekonomi dan sosial.
POJOK
Menteri Pertanian lepas ekspor manggis Bali ke Cina.
- Ini prestasi petani Bali. *** Bawaslu temukan ratusan pemilih ganda di Jembrana. - Pemilih siluman? *** Pergub ‘’mabasa’’ Bali dan ‘’mabusana’’ Bali sudah disiapkan. - Termasuk di Bandara Ngurah Rai?
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN Nelayan Dipastikan Dapat CBP Jumat Kliwon, 7 September 2018
Tabanan (Bali Post) Gelombang tinggi yang terjadi sejak awal Juli hingga awal Agustus, menyebabkan nelayan tidak bisa melaut. Karena itu, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Tabanan mengusulkan kepada pemerintah agar nelayan mendapatkan bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Setelah melewati serangkaian proses, SK Bupati Tabanan pun turun. Dalam SK tersebut ditegaskan, nelayan di Tabanan mendapatkan CBP. Kepala Dinas Sosial Tabanan Nyoman Gunawan, Kamis (6/9) kemarin mengatakan, SK Bupati untuk pemberian CBP bagi nelayan sudah turun, namun jadwal pembagiannya masih belum dipastikan. ‘’Sedang dikoordinasikan hari dan tempatnya. Tapi sudah pasti
CBP dibagikan ke nelayan,’’ ujarnya. Menurut Gunawan, untuk CBP tahun ini Tabanan mendapatkan kouta sebanyak 100 ton dari pemerintah pusat melalui Bulog. CBP tahun ini diturunkan pertama kali untuk nelayan. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan Made Subagia menyatakan, selama menunggu SK Bupati turun, pihaknya telah melakukan pendataan nelayan yang ada di Tabanan. Data ini akan digunakan sebagai dasar dalam pemberian CBP. Dari data, jumlah nelayan yang diusulkan adalah 73 kelompok dengan total anggota 1.105 orang. Jika dihitung dengan jumlah anggota keluarga, maka jumlahnya mencapai 4.111 jiwa. ‘’Dari perhitungan
jumlah ini, diperkirakan CBP yang turun sebanyak 23.021,6 kilogram,’’ jelasnya. Ketua HNSI Cabang Tabanan Ketut Arsana Yasa menambahkan, pembagian CBP dijadwalkan pada minggu keempat September dan rencananya mengambil lokasi di Pantai Tibu Biu, Tabanan. Mengenai kondisi nelayan usai gelombang tinggi dan cuaca buruk, kata Arsana Yasa, mereka sudah mulai melaut sejak dua pekan lalu. Penangkapan lobster setidaknya membuat nelayan sumringah. Sebab, dari lobster ukuran ekspor, nelayan bisa mendapatkan uang sebanyak Rp 385 ribu per kg. Rata-rata nelayan bisa mendapatkan 2,5 kg lobster sekali melaut. ‘’Jadi sekali melaut dapatlah uang sebanyak Rp 800 ribu dari menjual lobster,’’ ujarnya. (kmb24)
Bali Post/san
NELAYAN - Nelayan saat melihat kondisi laut beberapa waktu lalu. Akibat gelombang tinggi, hampir sebulan nelayan di Tabanan tidak melaut.
40 Koperasi Diusulkan Dibubarkan
Tabanan (Bali Post) -
Setelah melewati serangkaian proses, mulai dari dilayangkannya surat peringatan hingga dorongan untuk kembali aktif, 40 koperasi di Tabanan ternyata tidak berhasil bangkit. Pemkab Tabanan pun akhirnya mengusulkan izin koperasi-koperasi tersebut dicabut atau dengan kata lain dibubarkan. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah, S.Sos., Kamis (6/9) kemarin mengatakan, usulan pembubaran 40 koperasi ini sudah diajukan ke kementerian. Pertimbangan
pembubaran adalah kondisi koperasi yang tengah sakit dan tidak aktif. Sebelum usulan pembubaran diajukan ke pusat, pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada 40 koperasi ini
A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah
Bali Post/san
agar mereka bisa kembali beroperasi. Sayangnya upaya tersebut tidak berhasil. Koperasi bersangkutan juga sudah tiga kali atau tiga tahun berturut-turut tidak menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT), sehingga memenuhi ketentuan untuk bisa dibubarkan. Langkah pembubaran koperasi di Tabanan tidak hanya dilakukan tahun ini, tetapi telah dilakukan tahun lalu dan akan dilakukan di tahun mendatang, jika koperasi yang terdata bermasalah tidak mampu bangkit lagi. ‘’Akan ada koperasi yang dibubarkan karena masih terdata koperasi yang bermasalah di Tabanan. Saat ini masih dalam tahap pendekatan dan pembinaan. Jika tetap tidak bisa, maka tentu akan dibubarkan sesuai aturan,’’ ujarnya.
Di Tabanan terdapat 565 koperasi. Dari jumlah ini terdata 128 koperasi yang bermasalah. ‘’40 koperasi yang dibubarkan tahun ini termasuk dalam 128 koperasi bermasalah,’’ ujarnya. Jika 40 koperasi dibubarkan tahun ini, maka akan menyisakan 88 koperasi bermasalah yang saat ini masib dalam proses untuk dibangkitkan kembali. Namun, jika tidak berhasil maka 88 koperasi ini tentu akan dibubarkan secara bertahap sesuai aturan. Penyebab koperasi sakit, kata Dalem Tresna rata-rata karena salah pengelolaan, sehingga koperasi yang dikelola tidak bisa berkembang. Selain itu, ada kemungkinan koperasi bersangkutan tidak mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya di tengah ketatnya persaingan usaha saat ini. ‘’Terhadap koperasi yang akan dibubarkan ini, kami pastikan sudah tidak ada lagi permasalahan terkait pengelolaan dana anggota,’’ tegasnya. (kmb24)
Curi Cokelat dan Cengkeh Milik Majikan
Dua Buruh Diamankan Polisi
Tabanan (Bali Post) Stefanus Nurdin alias Yonas (22) dan Fendiyati Sarfin (21) harus meringkuk di jeruji besi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka kedapatan mencuri cengkeh dan cokelat di tempat mereka bekerja, yakni gudang penyimpanan dan penjemuran cengkeh dan cokelat di Banjar Bajera Kaja, Desa Bajera, Selemadeg. Aksi pencurian dilakukan pada rentang Mei hingga Agustus. Akibatnya, Priyanto yang merupakan pemilik usaha menderita kerugian Rp 18 juta lebih. Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sukanada mengungkapkan, Priyanto sudah lama mengelola bisnis jual beli cokelat dan cengkeh. Cokelat dan cengkeh dibeli dari masyarakat di Kecamatan Selemadeg untuk selanjutnya dikeringkan dan dibersihkan, baru dijual lagi kepada pengusaha besar di Penyaringan, Jembrana. Sementara para pelaku kesehariannya menjemur cokelat dan cengkeh. ‘’Pelaku juga mengayak agar bersih debunya, dan setelah itu dikirim oleh pelapor ke
Bali Post/ist
PELAKU - Dua pelaku pencurian saat dimintai keterangan di Polsek Selemadeg. Penyaringan, Jembrana oleh sopirnya,’’ jelas Sukanada, Kamis (6/9) kemarin. Mulai sekitar Mei sampai Agustus lalu, pelaku diduga mengambil sedikit demi sedikit cokelat dan cengkeh tersebut tanpa sepengetahuan majikan. Sekali mengambil sekitar 10 hingga 17 kg. Mereka melakukan perbuatan tak terpuji itu hingga 50 kali. Cokelat dan cengkeh tersebut kemudian disem-
bunyikan di luar gudang. Setelah sepi, barang curian tersebut diambil dan dijual di kios di wilayah Megati Kelod, Selemadeg Timur dan sebuah toko di Pekutatan, Jembrana. ‘’Hasil penjualan tersebut kemudian dibagi dua oleh pelaku, untuk membeli keperluan sehari-hari seperti belanja, makan, minum, pakaian, serta sepeda motor,’’ ungkapnya. Kasus ini terbongkar
setelah majikannya menemukan dua kampil kecil cengkeh di kamar saksi, Cornelia Mercy. Berawal dari sanalah Priyanto curiga terhadap karyawannya. Dia pun lantas lapor polisi. Bersama pelapor, petugas mengintai melalui CCTV selama beberapa hari. Dari pantauan tersebut, petugas memastikan bahwa pelakunya adalah karyawan korban. Petugas kemudian menangkap pelaku. (kmb28)
’’Tebuk Lesung’’ dan ’’Majukut’’ Warnai Festival Jatiluwih Tabanan (Bali Post) Festival Jatiluwih akan digelar pada 14 hingga 15 September di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Festival tersebut akan diramaikan tradisi petani setempat, seperti aktivitas membersihkan areal persawahan khas Jatiluwih atau majukut massal dan tebuk lesung oleh belasan lansia yang berkolaborasi dengan musisi nasional Gilang Ramadhan. Ini sesuai dengan tema festival ‘’Matha Subak’’ yang merupakan personifikasi Tri Hita Karana. Manajer DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa, Kamis (6/9) kemarin menjelaskan, kegiatan majukut akan diikuti sekitar 200 petani di Subak Besikalung. Kegiatan ini pun diprediksi menjadi daya tarik wisatawan sekaligus fotografer karena juga disertakan lomba foto dan video. Tak hanya itu, festival kali ini juga menyuguhkan kuliner dari UMKM desa setempat, seperti minuman dan jajanan khas Bali berbahan dasar beras merah. Beras merah adalah
Bali Post/bit
FESTIVAL - Manajer DTW Jatiluwih dan perwakilan Dinas Pariwisata Tabanan memberikan keterangan pers terkait Festival Jatiluwih. komoditas pertanian unggulan desa setempat. Juga ada olahan ikan yang diproduksi para petani dari program mina padi. Menurutnya, tradisi petani di kawasan pertanian yang masuk warisan budaya dunia dari UNESCO itu diharapkan menjadi daya tarik bagi pengunjung baik lokal dan wisatawan mancanegara. Ini juga diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke DTW setempat. Tahun ini festival difokuskan dalam kaitannya pemberdayaan potensi Desa Jatiluwih
dengan mengolaborasikannya dengan seniman dan musisi Bali maupun nasional. ‘’Seperti kami di Desa Jatiluwih memiliki potensi bambu, kami undang musisi bambu Eko Parwoto. Karena sudah terkenal, harapan kami masyarakat bisa mencontoh kreativitasnya sehingga bisa dikembangkan di Desa Jatiluwih,’’ ucapnya. Terkait ketersediaan lahan parkir saat pelaksanaan event, mengingat seluruh kegiatan dilaksanakan di jalur umum, pihak penyelenggara mengantisipasinya dengan penerapan vallet parking. (kmb28)
Kasus Korupsi BPHTB dan PBB-P2
PNS Bakeuda Ditahan Kejaksaan
Tabanan (Bali Post) I Ketut Suryana alias Pak Edi yang merupakan PNS di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, Kamis (6/9) kemarin resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan. Suryana ditahan dalam kasus korupsi BPHTB dan PBB-P2 atas transaksi tanah seluas 1.590 meter persegi di Desa Banjar Anyar Kecamatan Kediri pada November 2017. Penahanan oleh Kejari dilakukan setelah penyidik Tipikor Polres Tabanan menyerahkan berkas tahap kedua, tersangka dan barang bukti ke Kejari. Setelah diperiksa oleh penyidik tindak pidana khusus Kejari selama hampir satu jam, tersangka selanjutnya ditahan dan dititipkan di Lapas Tabanan. Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Tabanan Ida Bagus Alit Ambara Pidada didampingi Jaksa Penuntut Umum I Made Rai Joni Artha mengatakan, tersangka yang sebelumnya menjabat sebagai Pengadministrasi Umum pada UPT PBBP2 dan BPHTB Kecamatan Kerambitan dan Selemadeg Timur ditahan karena diduga telah dengan sengaja menyalahgunakan pembayaran pajak yang tidak disetorkan senilai Rp 232 juta lebih untuk kepentingan pribadi. Guna menutupi perbuatannya, tersangka membuat dokumen BPHTB palsu. Ka-
Bali Post/bit
TERSANGKA - Tersangka I Ketut Suryana (baju batik) saat akan dititipkan di Lapas Tabanan. sus ini mencuat tahun 2017. Awalnya tersangka menerima uang dari Desak Putu Eka Sutrisnawathy sebesar Rp 232 juta lebih untuk pembayaran kewajiban PBB-P2, PPH, BPHTB, biaya notaris dan ongkos lain yang timbul karena jual beli hak atas tanah pada November 2017. Setelah menerima uang tersebut, ada beberapa kewajiban pajak yang tidak disetorkan oleh tersangka ke kas negara, yakni PBB-P2 senilai Rp 29 juta lebih dan BPHTB senilai Rp 109 juta lebih. Namun untuk melanjutkan proses pembuatan akte jual beli, tersangka membuat bukti setor PBB-P2 dan BPHTB palsu. Setelah permasalahan ini muncul, tersangka bahkan sempat mengembalikan uang tersebut dan disetorkan ke bank. Hanya
karena proses hukum sudah dilakukan sebelumnya, proses hukum tetap berlanjut. ‘’Sewaktu penyidikan di kepolisian tidak dilakukan penahanan. Tetapi sekarang menjadi tanggung jawab kewenangan kejaksaan. Penahanan 20 hari ke depan dititipkan ke Lapas Tabanan. Selanjutnya persiapan pelimpahan perkara ke Pengadilan Tipikor,’’ terangnya. Sementara itu, Kasa treskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra Wijaya membenarkan adanya pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi yang melibatkan salah seorang PNS Pemkab Tabanan. ‘’Karena berkas sudah lengkap sesuai dengan BAP, hari ini (kemarin - red) kita limpahkan ke kejaksaan,’’ ucapnya. (kmb28)
8
BULELENG
Jumat Kliwon, 7 September 2018
LSM Desak Aparat Penegak Hukum Usut Dugaan Pungutan Proyek Pasar Tradisional
Singaraja (Bali Post) –
Temuan dugaan pungutan beberapa proyek revitalisasi pasar tradisional di Buleleng mengundang reaksi keras penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di daerah ini. Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut dan menindak tegas oknum itu. Jadi, siapa pun yang diduga melakukan pungutan sejumlah uang pada pelaksanaan proyek revitalisasi pasar tradisional yang dijalankan Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng itu harus ditindak tegas. Ini penting dilakukan karena dikhawatirkan dugaan pungutan seperti itu akan menimbulkan kerugian pemerintah. Apalagi proyek itu demi kepentingan rakyat kecil. Karena itu, jangan sampai indikasi memalukan itu merugikan kepentingan publik. Badan Pengawas Orwil Bali Simpul Buleleng Wayan Purnamek, Kamis (6/9) kemarin, mengatakan, sejak lama pihaknya juga sering mendapat pengaduan masyarakat terkait dugaan pungutan proyek pemerintah di daerah ini. Hanya, dirinya masih mengumpulkan data sambil mempelajari pengaduan tersebut. Rupanya, laporan itu hampir sama, muncul isu miring, kalau proyek revitalisasi pasar tradisional oleh beberapa rekanan di Buleleng, justru dipunguti dana dengan nilai bervariasi. Mirisnya lagi, dugaan pungutan itu datang dari Tim Pengawal Pengaman Pembangunan Pemerintah
Daerah (TP4D). Padahal, lembaga TP4D itulah yang diberikan kewenangan mengawasi pelaksanaan proyek itu agar sesuai perencanaan pemerintah itu, agar tidak ada hal macammacam, apalagi ada pungutan dengan nilai tertentu. “TP4D unsurnya jelas ada Inspektorat, Kejaksaan, dan instansi lain. Harusnya, mereka itu mengawasi agar uang rakyat itu digunakan untuk membangun guna menjawab keperluan rakyat. Tapi justru muncul dugaan pungutan. Bahkan, seolah-olah ada nego-negoan. Jelas, hal itu merugikan pemerintah, apalagi revitalisasi pasar ini adalah proyek rakyat.
Dewan Pertanyakan Pengadaan Lahan TPA Bengkala Singaraja (Bali Post) – Rencana pemerintah daerah membeli lahan untuk perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan mengundang pertanyaan DPRD Buleleng. Ini karena program yang direncanakan awal tahun 2018, sampai sekarang belum jelas kapan realisasinya proyek itu. Menariknya, dewan menduga kalau anggaran pembebasan lahan itu dialokasikan untuk membeli mobil angkutan sampah di beberapa desa. Anggota Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Buleleng Wayan Edy Parsa mengatakan hal itu pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) ketika membahas Rancangan APBD Perubahan Tahun 2018, Kamis (6/9) kemarin. Rapat ini diikuti Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Edy Parsa mengatakan, rencana pembebasan lahan itu masuk di nomenklatur APBD Induk 2018, yang merupakan hasil verifikasi Pemprov Bali. Dari dokumen itu, tercantum dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali sebesar Rp 1,5 miliar. Kemudian, dana BKK itu untuk pengadaan lahan seluas dua hektar lebih terkait perluasan TPA Bengkala. Namun, dalam pembahasan Rancangan APBD Perubahan 2018, justru rencana itu tidak muncul. “Kenapa proyek itu tidak muncul. Hal itu harus dijelaskan apa alasannya. Padahal, bantuan itu sudah jelas hasil verifikasi gubernur dipergunakan untuk pengadanaan lahan. Namun, lahan itu sekarang ini justru tidak ada,” katanya. Selain masalah perluasan lahan TPA Bengkala, Edy Parsa juga menyoroti program perbaikan jalan masuk ke TPA. Kewenangan jalan itu telah diambil alih pemkab. Jadi, status jalan itu adalah jalan kabupaten. “Selain bau sampah TPA, jalan menuju ke TPA itu juga rusak. Karena itu, warga mempertanyakan kapan perbaikannya dilakukan,” tegasnya. Menanggapi hal itu, Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka mengatakan, pengadaan lahan untuk perluasan TPA Bengkala, akan tetap diprogramkan. Rencana pengadaan lahan itu telah ada perubahan regulasi dengan ketua tim pengadaan lahan, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Selain masalah itu, dalam kajian yang dilakukan ternyata ada kesulitan mewujudkan proyek itu pada tahun 2018. Karena dalam pembebasan lahan itu juga ada rentang waktu utamanya persiapan pembebasannya. Sehingga, dalam resionalisasi APBD Perubahan Tahun 2018, dana yang ada diperuntukkan membiayai program yang masuk skala prioritas. “Tahun 2019 nanti, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kami tugaskan mengkaji agar lebih baik, sehingga program perluasan TPA itu bisa direalisasikan,” jelasnya. (kmb38)
Hal itu bukanlah merupakan megaproyek. Jangan lagi membuat hal aneh-aneh pada proyek kecil itu di Buleleng,” katanya. Atas kondisi ini, tokoh LSM asal Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan ini mendesak penegak hukum menelusuri dugaan pungutan itu. Siapa pun oknum yang bertanggung jawab terkait masalah itu. Penegak hukum juga harus berani menggunakan kewenangannya menindak tegas pelanggaran hukum model seperti itu. Bergerak Bersama Upaya ini akan berhasil maksimal kalau para kontraktor di Bali Utara juga bergerak
bersama-sama. Mereka tidak lagi merasa takut kalau menemukan indikasi dugaan pungutan dana proyek. Keterbukaan dan keberanian itu penting, karena kalau kontraktor “nyalinya ciut”, maka dampaknya akan sangat luas. Tidak saja implikasinya pada kontraktor itu sendiri. Namun, kepentingan rakyat kecil di daerah ini akan dikorbankan untuk kepentingan oknum tertentu. “Situasi dari pusat sampai di daerah sekarang sudah mulai bagus. Sehingga kalau ditemukan dugaan pungutan apa pun, kontraktor harus berani ‘melawan’. Dengan cara itu tidak sampai terjadi hal yang merugikan publik. Kami mendesak siapa pun yang ada di balik dugaan ini harus ditindak tegas. Jika dibiarkan, kami takut terjadi seperti beberapa tahun terdahulu. Bisa saja ada gerakan masyarakat yang akan melawan,” jelasnya. Diberitakan sebelumnya, proyek revitalisasi pasar tradisional di Buleleng itu diwarnai indikasi praktik pungutan
SECARA simbolis, bantuan ini diserahkan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. di Gedung Kesenian Gde Manik, Kamis (6/9) kemarin. Untuk BSPS
reguler masing-masing warga penerima mendapatkan dana rehab rumah senilai Rp 15 juta. Setiap penerima wajib menyisihkan dana BSPS reguler itu Rp 2,5 juta untuk
ditemukan proyek dengan nilai Rp 1,3 miliar di sana ada angka Rp 100 juta. Proyek Rp 650 juta juga ada angka Rp 50 juta. “Saya dipanggil dan ditunjukkan daftar itu dan saya baca berisikan angka-angka itu,” katanya. Merasa ganjil dengan angka-angka tersebut, Yasa kemudian menanyakan kembali kepada PPK. Kemudian dijelaskan bahwa ada surat dari atasannya (Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian -red) agar menyampaikan daftar proyek tersebut yang sudah berisi angka-angka dengan nilai bervariasi. Informasi dari PPK juga menguatkan ka-
lau perintah mencantumkan angka-angka itu datang dari TP4D. (kmb38)
PKM Undiksha di Desa Silangjana Bantu Pecahkan Masalah Warga Buat Gula Aren GULA aren yang diproduksi di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada itu adalah gula aren asli yang memiliki cita rasa yang khas. Meski memiliki keunggulan, produsen gula di desa itu sejak belakangan ini semakin berkurang. Bahkan nyaris punah. Hal itu disebabkan warga yang menggeluti usaha gula aren itu mengalami kendala kompleks. Di antaranya lemahnya produktivitas dan juga pemasarannya. Membantu memecahkan masalah itu, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menggulirkan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2018. Lewat program kemitraan, akademisi Undiksha yang diketuai dosen Jurusan Kimia I Nyoman Sukarta, S.Pd., M.Si. itu melaksanakan sejumlah kegiatan. Pada program itu melibatkan kelompok perajin gula aren. Tim PKM ini beranggotakan I Nyoman Sukarta, Desak Sri Adnyawati, Gede Ari Yudasmara dan juga Dewa Putu Subamia, aparat desa setempat. Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Undiksha Singaraja Nyoman Wijana, Kamis (6/9) kemarin mengatakan, setelah timnya melakukan kajian lapangan. Kemudian diketahui produksi gula aren itu memiliki cita rasa khas. Kendalanya adanya penurunan produksi. Para pembuat gula aren di desa ini belum mampu
ongkos tukang bangunan. Sedangkan BSPS strategis, setiap penerimanya mendapat bantuan dana dua kali lipatanya, Rp 30 juta. Bantuan itu diperuntukkan pembangun satu unit rumah baru. Dari jumlah itu, penerima wajib mengalokasikan dana Rp 5 juta untuk biaya tukang. Dana tunai yang diterima warga itu tanpa dipotong pajak. Kepala Satuan Kerja (Satker) Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Bali I Wayan Suardana mengatakan, sebelum dilaksanakan, pemerintah
dihadapi masyarakat (mitra), sehingga kelompok pembuat gula aren itu mampu mandiri secara ekonomi. Caranya, keterampilan membuat dan mengembangkan varian produk gula aren itu ditingkatkan,” katanya. Ketua Tim Pelaksana PKM I Nyoman Sukarta mengatakan, realisasi program kemitraan, diharapkan warga sadar pentingnya pelestarian pohon aren. Bukan saja dilihat dari aspek ekonomis, juga dampaknya terhadap lingkungan. Apalagi, program kemitraan masyarakat yang berimplikasi pada peningkatan gairah industri rumah tangga berbahan baku gula aren itu dapat menyangga ekonomi kerakyatan, mampu bergerak lebih dinamis. Tujuan
besarnya ke depan bagaimana gula aren di Desa Silangjana itu bisa menjadi icon oleh-oleh khas Buleleng. Bagi pemerintah daerah disarankan agar memberi perhatian khusus kepada perajin gula aren. Hal itu penting dalam upaya pelestarian dan pembudidayaan pohon aren. Dengan cara itu dapat menopang keperluan bahan baku para perajin gula aren. Karena itu keberadaan pohon aren memberikan dampak positif bagi lingkungan. Warga pembuat gula aren, Nyoman Kantun, mengatakan persoalan yang dihadapinya adalah ketersedian bahan baku. Dikatakan, bahan baku belakangan ini memang semakin sulit. Pohon aren sebagai penghasil nira yang ada di wilayan desa itu belakangan ini banyak ditebang. Pohon nira diganti tanaman lainnya. Di samping itu, alih fungsi lahan juga dilakukan untuk lahan permukiman. Persoalan lain yang dihadapi adalah peralatan produksi yang masih kurang. Dicontohkan, alat pengawetan air nira maupun proses pengolahan nira menjadi gula aren sangat dibutuhkan. Saat ini proses pembuatan gula aren menggunakan peralatan seadanya saja. Hanya menggunakan peralatan seperti wajan, pengaduk kayu dan cetakan dari tempurung kelapa. Air nira yang dimasak di tungku api
masih menggunakan kayu bakar. Dengan keterbatasan itu, perajin gula aren lokal dihadapkan pada kompetisi produk luar yang punya kemasan dan tampilan lebih menarik. Karenanya hal itu menjadi masalah pelik bagi pengerajin gula aren. “Pesanan belakangan ini sedikit menurun. Permintaan pasar masih sangat tergantung keperluan masyarakat lokal. Pada musim hari raya keagamaan (seperti Galungan dan Kuningan) permintaan meningkat, namun hari-hari biasa permintaan berkurang. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pengepul untuk mempermainkan harga,” katanya. Menangani masalah permainan harga itu, tim PKM Undiksha melaksanakan kegiatan bersama pembuat gula aren. Kegiatan seperti penyusunan materi penyuluhan, penyadaran pentingnya pelestarian dan pembudidayaan pohon aren. Penyusunan panduan penerapan teknologi untuk produksi dan panduan teknik pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) untuk diversifikasi produk. Seperti pelatihan pembuatan aneka kue berbahan baku gula aren. Penyusunan panduan penggunaan media (IT) dalam manajemen pemasaran, penyusunan rancang bangun website untuk membantu perluasan pasar secara online. (ad 385 )
sendiri, dan mau berswadaya. Setiap penerima membentuk kelompok dan setiap kelompok beranggotakan rata-rata 15 sampai 20 KK. Anggota kelompok ini wajib melakukan tanggung renteng pada saat bantuan BSPS itu direalisasikan. ‘’BSPS ini sasarannya penduduk berpenghasilan rendah. Mereka yang dapat bantuan sekarang ini adalah yang sudah lolos verifikasi. Pelaksanaannya nanti secara swadaya dan tanggung renteng. Artinya, kalau ada yang tidak melaksanakan maka semua anggota kelompok itu bertanggung jawab atas bantuan pemerintah,’’ katanya. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengingat-
kan agar BSPS itu diterima seratus persen, tanpa ada potongan. Bahkan, pihaknya meminta semua penerima bantuan ini melapor kepada aparat terdekat kalau menemukan terjadinya pengurangan. Baik pengurangan uang maupun bahan bangunan, yang tak sesuai jumlah yang diberikan pemerintah. “Jika ada yang potong uang sedikit saja, maka segera laporkan sama saya. Bantuan ini adalah hak warga kita yang memang berhak dan sudah memenuhi syarat, sehingga tidak boleh dipotong dengan dalih apa pun,” katanya. Dari tahun 2012, BSPS itu sudah diserap oleh 7.900 penduduk yang kurang mampu di daerahnya. Tahun 2018,
pihaknya mengusulkan 8.680 unit. Dari jumlah usulan itu, baru 2.073 usulan disetujui. Pemkab terus berjuang memenuhi kekurangannya itu agar tahun depan, usulan itu bisa disetujui penuh. ‘’Tiga tahun ini, usulan itu akan disetujui, sehingga penduduk akan menempati rumah yang layak huni. Warga benar-benar bisa keluar dari kemiskinan,’’ jelasnya. Penyerahan bantuan ini juga dihadiri Kepala Satuan Kerja (Satker) Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Bali I Wayan Suardana dan Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Pertanahan (Perkimta) Nyoman Sumiadajana. (mud)
USAHA GULA AREN – PKM Undiksha berpasrtisipasi dalam pelestarian dan pengembangan usaha pembuatan gula aren di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada. berproduksi gula secara optimal. Situasi ini diperparah lagi karena warga sendiri tidak memiliki akses pasar kuat. Akibatnya, usaha gula aren itu sekarang situasinya nyaris punah. Atas permasalahan yang ada itu, PKM digulirkan untuk memberikan solusi agar permasalahan yang dihadapi bisa diatasi. Ada beragam kegiatan kemudian digulirkan. Seperti peningkatan keterampilan memproduksi gula aren dan mengembangkan beragam produk gula aren. Dengan cara itu diharapkan bisa memberi ragam pilihan kepada konsumen. “Program kemitraan ini pada prinsipnya memberikan solusi terhadap masalah yang
Buleleng Serap Ribuan Bantuan BSPS Sebanyak 1.106 kepala keluarga (KK) khususnya penduduk berpenghasilan rendah menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) reguler tahun ini. Warga penerima BSPS ini berasal dari 18 desa di Buleleng. Selain itu, ada 136 KK warga juga menerima BSPS yang bersifat strategis. Bagaimanakah parameter bantuan itu turun sehingga warga bisa menerima bantuan tersebut?
sejumlah dana dengan jumlah tertentu. Isu miring itu ditemukan oleh rekanan yang telah memenangkan lelang proyek revitalisasi pasar tradisional di Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng. Salah satu rekanan, Ketut Yasa, menemukan adanya indikasi pungutan dana proyek revitalisasi sejumlah pasar tradisional yang sudah selesai lelang. Perusahaannya, CV Arya Dewata, memenangkan proyek revitalisasi Pasar Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu itu. Ketut Yasa menceritakan, indikasi pungutan dana proyek revitalisasi pasar tradisional itu diketahui setelah dirinya melengkapi syarat administrasi kontrak pekerjaan di kantor Disdagprin. Dia bertemu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dalam pertemuan itu, dirinya ditunjukkan daftar proyek revitalisasi pasar di Buleleng itu. Setelah dibaca, dia melihat pada daftar proyek pasar itu tertulis sejumlah nilai uang yang tidak jelas tujuannya. Di daftar itu
melakukan verifikasi terhadap daftar calon penerima BSPS. Verifikasi itu didasarkan Basis Data Terpadu (BDT) dan usulan dari masing-masing desa. Dari proses ini, ada calon penerima yang tidak memenuhi syarat, sehingga dinyatakan gugur. Untuk mengisi kekosongan kuota itu kemudian dicarikan pengganti yang diusulkan oleh desa. Penggantinya itu ditetapkan pada musyawarah desa (musdes). Syarat warga penerima BSPS reguler dan strategis ini adalah penduduk yang berpenghasilan rendah. Namun, mereka punya lahan
Jumat Kliwon, 7 September 2018
GIANYAR
9
Eks Kantor Dispenda Disulap Jadi Taman
Gianyar (Bali Post) Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar mengamankan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Ni Made Suci, Kamis (6/9) kemarin. Wanita 40 tahun asal Desa Pejeng Kaja Kecamatan Tampaksiring ini sering berkeliling di jalan tanpa mengenakan busana, sehingga cukup meresahkan warga setempat. Petugas Satpol PP Gianyar Wayan Nasta mengatakan, Ni Made Suci memang punya riwayat gangguan jiwa. Bahkan, sudah beberapa kali bolak-balik ke RSJ Bangli. ‘’Sejak SMA sudah mengalami sakit. Sudah pernah berobat, tapi masih begitu (belum sembuh - red),’’ katanya. Penangkapan Ni Made Suci Kamis kemarin, bermula dari laporan pihak keluarga. ‘’Menurut pihak keluarga, sepupunya mau menikah. Supaya tidak mengganggu jalannya acara pernikahan, dia dibawa ke RSJ
Bangli,’’ ujarnya. Nasta menjelaskan, Ni Made Suci memang kerap tidak mau mengenakan pakaian. Dalam kodisi tersebut, ia kerap berkeliling di arel rumah hingga ke jalan. ‘’Keluarganya tidak mau ada tamu terganggu karena dia sering telanjang atau tidak mau disuruh berpakaian. Kami dari Satpol PP diminta mengamankan,’’ jelasnya. Saat petugas Satpol PP Gianyar tiba di kediaman Ni Made Suci, di depan rumahnya sudah ada taring atau hiasan untuk pernikahan. Kala itu dia dalam keadaan tanpa busana. Nasta yang melihat Ni Made Suci langsung menasihati. ‘’Saya suruh dia pakai baju, pakai kamben. Dia tidak melawan,’’ terangnya. Setelah mengenakan pakaian lengkap, Ni Made Suci langsung digiring ke mobil Satpol PP, selanjutnya dibawa ke RSJ Bangli. Suci tidak pergi sendiri, kerabatnya ikut mengantarnya ke RSJ Bangli. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MENDATANGI - Satpol PP Gianyar saat mendatangai Ni Made Suci di rumahnya, Kamis (6/9) kemarin.
Hasil Tes Urine Negatif
Gianyar (Bali Post) Upaya pencegahan peredaran gelap narkoba terus digencarkan oleh jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar. Kali ini BNN menggelar tes urine selama tiga hari berturut-turut dengan menyasar sejumlah SMA negeri di Gianyar. Dikonfirmasi Kamis (6/9) kemarin, Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa mengatakan, jajarannya pertama kali menggelar tes urine dengan menyasar SMAN 1 Blahbatuh, Selasa (4/9) lalu. Di sekolah dengan julukan Blasman ini, petugas melakukan tes urine terhadap 25 pelajar secara acak. Keesokan harinya petugas BNNK Gianyar menyasar SMAN 1 Tampaksiring. Di sekolah ini petugas juga melakukan tes terhadap 25 siswa yang dipiliha secara acak. Berdasarkan hasil pengecekan di dua sekolah ini, petugas tidak menemukan ada siswa yang positif narkotika. “Melalui kegiatan ini kita harakan bisa menekan peredaran narkotika di lingkungan sekolah,” ujarnya. Pada hari terakhir atau Kamis (6/9) kemarin, petugas melakukan tes urine di SMAN 1 Ubud. Kegiatan ini diterima langsung Kepala SMAN 1 Ubud I Wayan Gabra, S.Pd., M.Pd. Sebelum
dilakukannya tes urine, staf P2M BNNK Gianyar I Wayan Suartika memberikan arahan kepada para siswa terkait pelaksanaan tes urine tersebut. “Kami jelaskan, bahwa tujuan kegiatan ini sebagai deteksi dini dan untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah,” kata Sukawiyasa. Dengan digelarnya kegiatan ini, kata Sukawiyasa, bukan berarti di lingkungan sekolah terdeteksi adanya penyalahgunaan narkoba. Namun, lebih difokuskan untuk menjalankan program pencegahan dini. Apalagi berdasarkan hasil tes urine terhadap siswa yang dipilih secara acak, dipastikan negatif narkoba. “Daerah Ubud ini memang kawasan pariwisata, maka itu antisipasi terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan sekolah sangat penting,” tegasnya. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Ubud I Wayan Gabra, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tes urine yang
Bali Post/kmb35
EDUKASI - Suasana edukasi larangan penyalahgunaan narkoba oleh petugas BNNK Gianyar di SMAN 1 Ubud, Kamis (6/9) kemarin. dilakukan BNNK Gianyar. Diakuinya, deteksi dini sangat penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkotika. “Ini sebagai bentuk pencegahan agar tidak sampai ada penyalahgunaan narkoba di kalangan
Jelang Pelantikan Bupati
Polres Gelar Doa Bersama
Gianyar (Bali Post) Usai melaksanakan Pilkada 2018, Kapolres Ginyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengajak seluruh komponen masyarakat di Gumi Seni ini kembali bersatu menyukseskan pembangunan. Menjelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar pada pertengahan September mendatang, Polres Gianyar menggelar doa bersama lintas agama yang diikuti ratusan orang dari berbagai komponen masyarakat di halaman Mapolres Gianyar, Kamis (6/9) kemarin. Menurut Priyanto Priyo Hutomo, doa bersama ini diselenggarakan serangkaian operasi cipta kondisi pengamanan Pilkada 2018, sekaligus menyukseskan rangkaian pelantikan Bupati-wakil Bupati Kabupaten Gianyar periode 2018-2023. Perwira dengan melati dua di pundaknya ini menegaskan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyatukan kembali seluruh komponen masyarakat setelah sempat terpecah selama perhelatan Pilkada dalam menentukan pilihan. ‘’Khususnya pada saat kampanye hingga pemungutan suara, masyarakat
ditanami bunga hias, sehingga mempercantik kawasan yang juga menjadi bagian dari Kantor Bupati Gianyar itu. “Kawasan ini akan difungsikan sebagai paru-paru Kota Gianyar dan juga dipergunakan untuk tempat bermain,” katanya. Wisnu Wijaya menambahkan, lahan tersebut sebelumnya merupakan Kantor Dispenda Gianyar. Namun sudah lama tidak digunakan karena sudah disiapkan gedung baru, sehingga bangunan lama itu sempat terbengkalai. Dikatakan, Pemkab Gianyar sudah melakukan penghapusan menjadi ruang terbuka hijau. ”Dispenda Gianyar sudah pindah kantor. Daripada bangunan ini lama terbengkalai dan terlihat kumuh, lebih baik dijadikan ruang terbuka hijau,” tegasnya. (kmb35)
BNNK Sasar Tiga SMA Negeri Bali Post/kmb35
ODGJ Diamankan Satpol PP
Gianyar (Bali Post) Pembangunan taman di areal eks Kantor Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Gianyar mulai dikerjakan. Selain sebagai ruang terbuka hijau, pemerintah juga berencana menjadikan tempat tersebut sebagai taman bermain. Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan hal itu, Kamis (6/9) kemarin. Menurut Wisnu Wijaya, pengerjaan taman di areal eks Kantor Dispenda Gianyar menggunakan dana dari APBD 2018. Pengerjaannya akan dilakukan oleh Dinas PUPR Gianyar. “Tahun ini sudah mulai dikerjakan. Kawasan ini ditata sebagai ruang terbuka hijau,” ujarnya. Sesuai dengan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau, kata Wisnu Wijaya, desain kawasan tersebut akan
sempat terpecah-pecah untuk menyukseskan salah satu pasangan calon,’’ ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, Priyanto Priyo Hutomo mengajak segenap komponen masyarakat di Kabupaten Gianyar kembali bersatu-padu menyukseskan pembangunan. ‘’Hari ini, kita ajak seluruh komponen bersatu padu. Kita siap untuk mengisi pembangunan mendukung Bupati-Wakil Bupati Gianyar terpilih, serta memastikan pelantikannya bisa berjalan dengan aman dan lancar,’’ tegasnya. Ia menegaskan, pihaknya bersiap mengawali pengamanan pelantikan Bupati Gianyar terpilih Made Mahayastra dengan Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun. ‘’Untuk 20 September, jajaran Polres bergeser membantu pengamanan di Pemprov Bali, karena acara pelantikannya di sana. Besoknya, kita melakukan pengamanan di DPRD Kabupaten Gianyar, kemudian acara di Pemkab sendiri,’’ katanya memaparkan. Priyanto Priyo Hutomo menambahkan, pelantikan tersebut akan dihadiri ribuan massa pendukung. Pihaknya juga
melakukan deteksi dini terkait pengamanan pelantikan tersebut. ‘’Tidak ada kekhawatiran, hingga detik ini semuanya akan berjalan dengan lancar,’’ ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya saat ini juga melakukan pengamanan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dalam konteks ini, pihaknya sudah
berkoordinasi dengan pimpinan partai politik untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang tidak diinginkan. ‘’Kita sudah berkoordinasi dengan pimpinan parpol di Gianyar. Sementara belum ada itu (gerakan antipresiden – red). Kalau ada yang mau membuat gerakan, kan harus melapor ke polisi dulu,’’ jelasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MENGUCAPKAN - Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengajak Bupati Gianyar terpilih Made Mahayastra mengucapkan slogan pilkada damai di halaman Mapolres Gianyar, Kamis (6/9) kemarin.
generasi muda,” ujarnya. Menurut Gabra, selama ini KSPAN di SMAN 1 Ubud juga sudah rutin menggelar kegiatan yang menekankan larangan terhadap penyalahgunaan narkotika. “Kegiatan KSPAN sudah
rutin digelar. Kami ingin menggencarkan gerakan antinarkoba, sehingga tidak ada siswa kami yang sampai terjerumus menjadi penyalah narkoba dan barang terlarang lainnya,” tegasnya. (kmb35)
Alit Kuera Gantikan Alit Budiana
Gianyar (Bali Post) DPD Partai Hanura Provinsi Bali menunjuk Ngakan Alit Kuera sebagai calon legislatif (caleg) yang menggantikan almarhum Dewa Alit Budiana. Keputusan ini langsung melunturkan harapan DPC Hanura Gianyar yang ingin menunjuk caleg pengganti dari pihak keluarga almarhum. Berkas pencalegan untuk pria asal Desa Sidan ini akan diserahkan secepatnya ke KPU Gianyar. Dikonfirmasi Kamis (6/9) kemarin, Bendahara DPC Hanura Kabupaten Gianyar Made Suryanto menjelaskan, DPD Hanura Provinsi Bali memang sudah menelurkan nama Ngakan Alit Kuera. ‘’Dulu waktu Ketua DPC Dewa Alit masih hidup, sempat mencari beliau (Ngakan Alit Kuera - red) untuk maju pencalegan. Tapi dia tidak mau. Begitu Ketua DPC Hanura Gianyar meninggal, beliau langsung mau,’’ katanya. Keputusan ini ternyata membuat kecewa sejumlah pihak, terlebih DPC Hanura Gianyar sendiri mengharapkan caleg pengganti dari pihak keluarga almarhum Dewa Alit Budiana. ‘’Maksud kami kemarin memberi penghormatan kepada pihak keluarga, yakni Ketua PAC Hanura Kecamatan Gianyar Dewa Sedana yang masih keluarga Dewa
Alit Budiana,’’ katanya. Seperti apa pertimbangan memilih Ngakan Alit Kuera, pihaknya mengaku tidak tahu-menahu. Namun, diakui saat ini berkas pengajuan caleg pengganti sudah disiapkan untuk secepatnya diserahkan ke KPU Gianyar. ‘’Nanti hal itu diproses oleh Plt. Ketua DPC Hanuar Gianyar Pasek Suryawan. Sepertinya kemarin sudah tes kesehatan dan menyiapkan kelengkapan lainnya,’’ ujar Suryanto. Anggota komisioner KPU Gianyar I Putu Agus Tirta Suguna mengatakan, setelah KPU Gianyar bersurat terkait penggantian caleg, pihak DPC Partai Hanura Gianyar sudah megirim surat balasan. ‘’Surat balasan sudah kami terima. Menurut informasi, secepatnya akan diajukan berkas caleg pengganti,’’ katanya. Sesuai jadwal, kata Agus Tirta Suguna, pengajuan caleg pengganti bisa dilakukan dari tanggal 4 hingga 10 September 2018. Setelah pengajuan itu, pihaknya akan memproses berkas tersebut. Selanjutnya dari tanggal 11 hingga 13 Sepember 2018, akan dilakukan verifikasi pengganti DCT. ‘’Proses penyusunan dan penetapan DCT akan dilakukan dari tanggal 14 hingga 20 September mendatang,’’ ujarnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Kliwon, 7 September 2018
Dewan Desak Pembentukan BPR Segera Dirampungkan Negara (Bali Post) Sejumlah fraksi di DPRD Jembrana mendesak agar pembentukan Bank Perkreditan Daerah (BPR) Jembrana segera dirampungkan. Desakan itu disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Jembrana VI masa persidangan III dengan agenda pemandangan umum fraksi, Rabu (5/9) sore. Sidang dipimpin Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa dan dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha beserta jajaran OPD serta Forum Pimpinan Daerah itu memunculkan semua fraksi menyoroti masalah pendirian BPR. Fraksi itu yakni Fraksi Hanura, Kebangkitan Nasional, Golongan Karya, Demokrat, Gerindra dan Fraksi PDI-P. Mereka mendesak agar BPR segera terwujud sebelum mereka lengser. Ketut Catur yang membacakan pandangan fraksi mengatakan, perda tentang Pendirian BPR sampai saat ini progresnya sangat lamban dan cenderung jalan di tempat. “Persoalannya apa dan hambatannya di mana?” tanyanya. Berdasarkan evaluasi amanat perda tidak disikapi secara fokus dan sungguh-sungguh. “Kami usulkan kepada bupati agar segera membentuk tim yang ditugaskan untuk mengurus izin prinsip dan sekaligus melaksanakan rekrutmen calon Direksi BPR,” pintanya. Ketut Sadwi Darmawan mewakili Fraksi Gerindra juga mengatakan pendirian BPR mulai dari pengurusan izin, rekrutmen direksi dan Komisaris BPR agar benar-benar dapat direalisasikan tahun 2018 ini. Kendala perekrutan direksi dan komisaris yang selama ini dialami agar dicarikan solusi-solusi lain sehingga anggaran yang telah dipasang bisa terealisasi dengan baik. “Harapan kami BPR ini bisa terbentuk sebelum berakhirnya masa bakti DPRD tahun 2014-2019. Setidaknya kami bisa memberikan sumbangsih buat Kabupaten Jembrana,” katanya. Fraksi Golkar yang diwakili Wayan Suardika mengatakan BPR harus segera diwujudkan karena diharapkan nantinya akan secara khusus bisa membina dan menumbuhkan UMKM di Jembrana. Desakan juga disampaikan fraksi lainnya. (kmb26)
Bali Post/olo
DATANGI – Perwakilan warga pemohon SPPT di Yeh Sumbul ketika berada di Kantor BPKAD Jembrana.
Warga Yeh Sumbul Datangi Kantor BPKAD
Pertanyakan Permohonan SPPT yang Sering Ditolak Negara (Bali Post) -
Sejumlah perwakilan warga di Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Kamis (6/9) kemarin mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana. Mereka mempertanyakan permohonan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) 45 bidang tanah yang beberapa kali ditolak.
Pande Made Ady Muliawan
Bali Post/olo
Bawaslu Temukan Ratusan Data Pemilih Ganda
Negara (Bali Post) – Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 yang ditetapkan KPU Jembrana belum lama ini diketahui masih perlu dicek ulang. Dari hasil penyisiran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jembrana, dalam DPT itu masih ditemukan pemilih ganda. Dari total 228.707 pemilih yang ditetapkan, Bawaslu mendapati ada 152 nama yang sama. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Kamis (6/9) kemarin, membenarkan masih adanya data pemilih ganda dalam DPT Pileg dan Pilpres di Kabupaten Jembrana yang sebelumnya ditetapkan. Bawaslu juga sudah merekomendasikan pada KPU Jembrana guna mengecek fisik nama-nama yang terdaftar ganda itu. Ditambahkan Pande, data nama yang terindikasi ganda itu dihasilkan dari penyisiran data DPT. Total ada 152 data yang sama. Indikator ganda itu di antaranya Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta nomor KK yang sama. Karena itu perlu ditindaklanjuti oleh KPU agar melakukan perbaikan. Bawaslu juga telah membuat rekomendasi kepada KPU agar memperbaiki data tersebut. Masih ada waktu sesuai jadwal dari pusat hingga 15 September mendatang untuk perbaikan. Tetapi, pihaknya pesimis perbaikan itu bisa dilakukan lantaran hingga saat ini belum ada petunjuk pelaksanaan dari KPU Pusat untuk perbaikan. Sambil menunggu petunjuk teknis itu, pihaknya menyarankan agar KPU melakukan pengecekan fisik yang terindikasi ganda tersebut langsung ke lapangan. Sementara itu, terkait daftar calon legislatif (caleg) menjelang penetapan DPT yang tinggal beberapa hari lagi berpotensi ada yang dicoret. Menjelang penetapan itu, masih ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi. Khususnya caleg yang berstatus ASN dan kepala desa. Pasalnya hingga kemarin belum menyerahkan surat pemberhentian. Komisioner KPU Jembrana Divisi Teknis Penyelenggaraan I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, dari 334 calon yang masuk Daftar Calon Sementara (DCS) ada dua yang statusnya ASN dan satu perbekel. Diakuinya hingga kemarin surat pemberhentian terkait status mereka belum dikumpulkan. Namun masih ada waktu hingga 20 September. Syarat itu merunut peraturan KPU wajib dipenuhi agar mereka bisa ditetapkan menjadi peserta Pileg 2019. (kmb26)
Sempat terjadi perdebatan antara perwakilan warga dengan pihak BPKAD terkait persoalan tersebut. Warga yang datang didampingi Kepala Desa I Komang Dentra dan Kepala BPD Yeh Sumbul Edi Kurniawan tetap ngotot meminta kepastian SPPT tanah di pinggir Pantai Yeh Sumbul itu. Namun pihak BPKAD tetap mengaku berpegang pada aturan. Dari keterangan perwakilan warga, Mashadirin (46) mengatakan, kedatangan mereka ke Kantor BPKAD ini merupakan yang
kesekian kalinya. Warga mempertanyakan tidak dikeluarkannya SPPT kendati sejumlah persyaratan sudah dipenuhi. Termasuk surat pernyataan dari desa dan kecamatan bahwa tanah tersebut milik warga. “Sudah dua bulan tidak ditanggapi, ini ada apa?” tanyanya. Menurutnya, SPPT itu diperlukan untuk pengurusan sertifikat yang akan dilakukan warga melalui Pendaftaran Tanah Sistemis Lengkap (PTSL) atau prona. Saat bertemu dengan Kepala BPKAD I Dewa Gde Kusuma Antara serta Kepala Bidang dan Kasi,
sempat terjadi perdebatan. Pihak BPKAD tetap berpatokan pada rapat pada Mei lalu. Di mana berdasarkan Undang-undang 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pasal 77 ayat (3) huruf (d) disebutkan objek dan subjek pajak harus jelas. Objek pajak yang tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan (PBB) perdesaan dan perkotaan adalah objek pajak yang merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah pengembalaan yang dikuasai desa dan
tanah negara yang belum dibebani suatu hak. Sementara tanah yang dimohonkan untuk SPPT ini merupakan tanah negara. “Bagaimana kita mengenakan pajak kalau luasnya tidak ada. Kewenangan pengukuran ada di Kantor Pertanahan. Mari kita duduk bersama. Kita tidak bisa mengeluarkan tanpa dasar,” ujar Kusuma Antara. Semestinya duduk bersama antara Kantor Pertanahan dan BPKAD, PU dan pihak-pihak terkait agar permasalahan ini cepat selesai. Kendati sudah dijelaskan, warga tetap ngotot meminta secara tertulis dari BPKAD terkait penolakan pengajuan SPPT tersebut. Mereka tetap bersikukuh bahwa persyaratan sudah
lengkap. “Debat ini tidak akan selesai sampai kapan pun kalau tidak duduk bersama,“ terang salah seorang kasi. Akhirnya debat itu dapat diredam, setelah kepala desa menengahi dan berusaha akan meminta adanya pertemuan dengan BPN, Dinas BPKAD, PU dan pihak-pihak terkait. Warga akhirnya kembali menunggu kepastian pertemuan tersebut. Masalah tanah di pinggir Pantai Yeh Sumbul ini sebelumnya juga sempat dibahas DPRD Jembrana dan Kantah BPN/ ATR Jembrana. Bahkan sempat turun melakukan pengecekan dan pengukuran ke lokasi. Hingga akhirnya keluar surat rekomendasi dari DPRD, termasuk kepala desa. (kmb26)
Pemkab Jembrana Mulai Bangun Gedung Auditorium P E M B A N G U N A N ge dung auditorium yang berada di Jalan Sugianyar mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana. Tahapan pembangunan ini dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, Kamis (6/9) kemarin. Turut hadir dalam kegiatan itu yakni Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan dan unsur Forkopimda Jembrana. Gedung auditorium ini dibangun dengan lokasi yang cukup strategis. Terletak di civic centre, tepatnya di depan rumah jabatan bupati. Hal ini juga dimaksudkan guna memberikan kemudahan masyarakat mengakses dan berintegrasi antarinstansi pemerintah. Selain itu, gedung tersebut diharapkan sebagai tempat yang representatif untuk berbagai kegiatan publik maupun perkantoran seper-
ti musrembang, pelantikan, perpisahan sekolah ataupun resepsi pernikahan. Bupati Artha dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jembrana yang telah memberikan pendampingan dan pengawalan terhadap proyek ini melalui Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). “Mudah-mudahan tidak terjadi persoalan, baik menyangkut fisik dan administrasi proyek,” ungkapnya. Ia juga menegaskan kepada pengelola proyek (pengguna dan penyedia) dan konsultan pengawas agar bekerja dengan sebaik-baiknya dalam pembangunan gedung tersebut sehingga dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. “Saudara pengguna (pengguna anggaran,
PPK, PPTK, pengawas pekerjaan) agar benar-benar berkomitmen dalam pengendalian kegiatan yang sudah direncanakan. Saudara penyedia (PT Karya Anandared) dalam melaksanakan pekerjaan harus tetap mengacu kepada dokumen kontrak. Saudara konsultan pengawas (PT Mitra Tri Sakti) harus memahami dokumen kontrak sebagai acuan/kontrol dalam melakukan pengawasan pekerjaan,” tegas Artha. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman I Wayan Darwin menambahkan pembangunan gedung tersebut dilakukan dua tahap. Tahap pertama, tahun 2018 yang meliputi pengerjaan struktur dan atap. Sedangkan tahap kedua dimulai pada tahun 2019 yang meliputi pengerjaan finishing
Bali Post/ist
PELETAKAN – Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan saat peletakan batu pertama untuk pembangunan auditorium. dan penataan halaman. “Pelaksanan pembangunan gedung untuk tahap pertama oleh PT Karya Ananda, selama 120 hari kalender
yang dimulai pada 24 Agustus 2018. Anggarannya bersumber dari APBD Jembrana senilai Rp 8.774.753.000,” imbuh Darwin. (ad392)
Lagi, Dua Ekor Penyu Terdampar di Perancak
DIKUBUR - Penyu yang ditemukan mati terdampar di Pantai Perancak.
Bali Post/olo
Negara (Bali Post) – Hewan dilindungi kembali ditemukan terdampar di pantai Perancak. Kali ini, dua ekor penyu jenis lekang dewasa ditemukan mati, Rabu (5/9). Belum diketahui pasti penyebab matinya kedua penyu tersebut. Penemuan bangkai penyu ini merupakan yang kesekiankalinya terjadi di pesisir pantai Jembrana. Seperti diketahui, di perairan Jembrana merupakan habitat penyu lekang dan hijau. Sepanjang tahun, penyu-penyu setelah bermigrasi turun ke pantai untuk bertelur. Satu ekor penyu ditemukan membusuk di depan
Vila 83 dan satunya lagi di Vila 130. Lokasi itu sekitar satu kilometer dari tempat Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih, Perancak. Dari pengecekan fisik, kondisi penyu itu tidak ada luka. Oleh warga, penemuan itu selanjutnya disampaikan ke pihak KPP Kurma Asih. Sebelum dikubur, terlebih dahulu dilakukan pendataan. Diketahui ukuran panjang kerapas penyu itu 54 cm dan 65 cm. Koordinator KPP Kurma Asih Perancak I Wayan Anom Astika Jaya, Kamis (6/9) kemarin mengungkapkan, selama setahun terakhir, di pesisir Perancak
sering ditemukan penyu terdampar, baik dalam kondisi hidup maupun mati. Pihaknya mengaku belum mengetahui pasti apa penyebab matinya penyupenyu tersebut. “Kita juga belum mengetahui pasti. Yang jelas penyu-penyu ini sudah dewasa. Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan mati. Bisa karena sengaja oleh manusia atau memang kondisi perairannya,” tandas pria asal Perancak ini. Menurutnya, kedua penyu jantan dan betina ini ditemukan terdampar hampir bersamaan. Kelompok peraih Kalpataru dari Kementerian Kehutanan
dan LH ini sejak didirikan tahun 1997 lalu melakukan pelestarian penyu. Lebih dari 20 tahun melakukan upaya konservasi penyu di Perancak, mulai dari penetasan telur hingga pelepasliaran. Hingga tahun 2017 lalu, sudah ada puluhan ribu telur yang ditetaskan. Kelompok ini dirintis dimulai dengan penangkaran serta memberikan edukasi terhadap masyarakat. Hingga dapat merangkul nelayan yang sebelumnya memburu penyu, kini menyelamatkan penyu. Setelah ditetaskan, tukik-tukik tersebut langsung dilepasliarkan. (kmb26)
Jumat Kliwon, 7 September 2018
KARANGASEM
11
Giliran Galian C di Bukit Kepaon Disidak Satpol PP Provinsi Bali Post/kmb41
MANGKRAK - Rumah dinas Camat Selat yang mangkrak bertahun-tahun tidak difungsikan.
Terbengkalai, Rumdis Camat Selat
Amlapura (Bali Post) Rumah dinas (rumdis) Camat Selat yang berlokasi di Banjar Selat Kaja, Selat, Karangasem terbengkalai, akibat bertahuntahun tidak ditempati. Karena lama tidak difungsikan, kondisi rumdis itu sudah ada kerusakan relatif parah di sana-sini. Berdasarkan pantauan di lokasi, dilihat dari luar kondisi bangunan itu memang masih bagus. Akan tetapi, setelah dicek ke dalam, keberadaan rumdis itu sangat memprihatinkan. Kerusakannya antara lain, sejumlah plafonnya jebol. Tetapi, di dalam ruangan itu ada sejumlah sofa dan dua spring bed yang kondisinya masih layak pakai. Namun, dibiarkan begitu saja tak terurus. Bahkan di dalam ruangan itu, ada sejumlah anjing liar lalu-lalang. Di garasi mobil juga terdapat alat pertanian berupa traktor. Karena lama tak ditempati, halaman rumah camat itu ditumbuhi rumput liar. Sampah plastik juga terlihat berserakan di halaman bangunan. Di halaman juga terdapat pohon jambu air cukup besar. Sementara di bagian atapnya mulai ditumbuhi rumput- rumput liar. Atapnya juga sudah beberapa bagian mengalami kerusakan. Camat Selat I Nengah Danu, Kamis (6/9) kemarin mengungkapkan, jika banguan rumah dinas yang diperuntukkan Camat Selat itu memang sudah sejak lama terbengkalai, akibat tidak difungsikan dengan optimal. Lantaran rumdis itu tidak terurus, jadi wajar ada sejumlah titik kerusakan. Dilihat dari luar, kondisi bangunan itu memang terlihat masih bagus. Tetapi, kalau di cek ke dalam gedung, sejumlah titik seperti plafon atap dan yang lainnya, segera perlu direnovasi. “Memang bangunan itu sudah lama rusak. Bahkan sekitar empat atau lima camat sebelumnya sudah tidak menempati gedung tersebut. Pertimbangannya karena rumdis itu sudah rusak,” ungkapnya. Lantaran kondisi gedung itu sudah rusak berat, hemat Danu, pemerintah kabupaten diharapkan melakukan renovasi gedung itu. Jika bangunan itu dibiarkan terus terbengkalai seperti itu, maka kerusakannya akan semakin parah saja. Dia menilai, jika bangunan itu diperbaiki memang diyakini memerlukan anggaran lumayan besar. Karena kerusakan yang terjadi lumayan parah. “Kita harap ada rehab dari pemerintah kabupaten. Kita sudah ajukan anggaran untuk rehabnya. Semoga nantinya anggaran dialokasikan di APBD. Sehingga ke depannya bisa diperbaiki dan selanjutnya bangunan rumdis itu dapat difungsikan lagi,” harap Danu. Mengingat tidak ada rumah dinas, maka sebagai camat, ia terpaksa bolak-balik kerja relatif jauh, dari Kota Amlapura ke kantor Camat Selat itu. Kalau ada rumah dinas, ia tidak harus bolak-balik cukup jauh kerjanya, karena bisa menempati rumah dinas tersebut. (kmb41)
Dewan Minta Perda Retribusi Dioptimalkan
Amlapura (Bali Post) Provinsi Bali telah melakukan verifikasi Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Perubahan perda ini diharapkan bisa mengoptimalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Anggota DPRD Karangasem I Nengah Sudarsa meminta Dinas Pariwisata Karangasem mampu memaksimalkan perubahan perda ini. Hal itu penting terkait mission menggenjot pendapatan dari sektor pariwisata. Sudarsa, Kamis (6/9) kemarin menegaskan, pemerintah daerah harus lebih jeli melihat peluang lainnya. Hal itu setelah pendapatan asli daerah dari sektor utama mineral bukan logam ini terus terseok-seok anjlok. Karena itu, salah satu peluang yang bisa digarap adalah sektor pariwisata. Setelah perda itu direvisi, nilai retribusi tempat rekreasi dan olahraga dinaikkan bervariasi sesuai objeknya. Seperti kawasan Padangbai, dari sebelumnya pungutannya senilai Rp 10 ribu menjadi Rp 30 ribu per wisatawan. “Kami mendorong adanya revisi. Sekarang hasilnya sudah diverifikasi dan diperoleh nomor. Tolong Dinas Pariwisata memaksimalkan ini. Bila perlu tukang pungutnya di sana ditambah,” tegasnya. Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi mengatakan revisi perda ini memang telah diverifikasi. Saat ini, sedang dalam proses registrasi penomoran. Pihaknya sudah menginstruksikan Bagian Hukum untuk mempercepat prosesnya di Provinsi Bali. Dia mengakui, proses verifikasi terhadap perda itu sedikit lambat. Namun, pihaknya berjanji akan mempercepat proses itu, agar dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait, khususnya Dinas Pariwisata. Seperti diketahui, untuk pertama kalinya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem dirancang turun dari tahun sebelumnya. Tahun 2019, PAD Karangasem didesain Rp 226,3 miliar. Itu artinya, turun Rp 7,7 miliar dari tahun sebelumnya Rp 234 miliar. Data ini
tertuang di dalam Rancangan KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara) Tahun Anggaran 2019. Tidak hanya PAD ada penurunan. Hampir semua sumber dana dirancang menurun. Misalnya dana perimbangan, tahun anggaran 2019, dirancang Rp 951,5 miliar. Hal itu termasuk turun Rp 1,7 miliar atau 0,18 persen, dari anggaran induk 2018 sebesar Rp 953,2 miliar. Dana perimbangan ini bersumber dari dana hasil pajak/ bukan pajak, dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK). Demikian juga pendapatan sah lainnya dalam rancangan induk tahun anggaran 2019 tercatat turun jadi Rp 299,7 miliar. Angka turunnya Rp 74,8 miliar atau 19,99 persen dari anggaran induk tahun 2018 sebesar Rp 374,5 miliar. Pendapatan sah itu bersumber dari dana hibah, dana bagi hasil, pajak provinsi dan pemerintah daerah lainnya, dana penyesuaian dan otonomi khusus, serta bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya. (kmb31)
Amlapura (Bali Post) Setelah dilakukan sidak di galian C Sebudi, Selat, giliran lokasi galian C di wilayan Banjar Bukit Kepaon, Bhuana Giri, Bebandem disidak tim gabungan Satpol PP Provinsi dan Satpol PP Kabupaten. Sidak itu dilakukan Kamis (6/9) kemarin. Petugas ketika sampai di tempat meminta menghentikan sementara aktivitas galian C di sana lantaran rekomendasi bupati belum turun. Kasat Pol PP Provinsi Bali I Made Sukadana, Kamis kemarin mengungkapkan, selain melakukan sidak ke galian C di Kepaon, pihaknya juga pengecek di galian C GMT di Dusan Butus. Di galian C Kepoan itu diminta kepada semua pemilik galian C agar menghentikan sementara aktivitas penambangan di tempat itu. Sudah tentu penghentian itu sembari menunggu izin bupati. Setelah rekomendasi itu turun, selanjutnya izin itu disampaikan ke provinsi yang kemudian akan memproses lebih lanjut. “Kita hanya mengimbau pemilik usaha yang belum berizin itu bersabar menunggu rekomendasi bupati turun. Karena itu, untuk sementara aktivitas penggaliannya dihentikan. Kami dari provinsi terus mendorong supaya bupati bisa mengeluarkan rekomendasi secepatnya. Kalau di GMT sudah ada izinnya dari provinsi. Hanya, belum berisi cap. Kita akan cek nanti di provinsi,” ucapnya. Sukadana menambahkan, selain melakukan sidak ke lokasi galian yang belum mengantongi izin. Pihaknya juga datang ke para pengusaha yang telah mengantongi izin.
Sebab, bisa jadi hanya baru mengantongi izin kabupaten, belum ada izin dari provinsi. Kalau memang mereka masih menggunakan izin kabupaten, maka mereka harus mengikuti aturan yang baru izin provinsi sesuai undang-undang nomor 4 tahun 2017. “Ada izinnya sudah mati. Mau tidak mau mereka harus mencari izin baru. Dengan begitu, mereka juga wajib mengikuti ketentuan yang berlaku yakni menghentikan aktivitas penambangannya yang dilakukan di sana untuk sementara. Kami tidak ingin ada tebang pilih. Kalau memang tidak mengikuti aturan, tetap kita akan tindak tegas,” jelasnya. Terkait adanya pengaduan sejumlah pengusaha galian C yang tidak membayar pajak, ia menegaskan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap usaha tersebut. Akan tetapi, terkait pembayaran pajak, domainnya merupakan kewenangan di Dinas Pajak. Berizin, Tak Bayar Pajak “Kita hanya mengecek saja. Kalau memang belum, kita ingatkan supaya mereka mau membayar pajak. Jangan sampai sudah berizin, tetapi tidak mau membayar pajak,” tegas
Bali Post/kmb41
GALIAN C KEPAON - Petugas saat melakukan pengecekan di galian C di wilayah Banjar Bukit Kepaon, Bhuana Giri, Bebandem. Sukadana. Kasat Pol PP Karangasem I Ketut Wage Saputra menjelaskan, kalau Bupati Karangasem telah melakukan rapat terkait persoalan itu. Sejauh ini, katanya, izinya masih diproses. “Masih berproses. Sambil menunggu rekomendasi itu turun. Agar aktivitas galian C itu bisa dihentikan sementara. Kalau untuk di galian GMT, kita akan cek apa sudah ada izin galian dari pemiliknya. Ter-
masuk lokasi penambangannya dicek juga, apakah sudah sesuai izin atau belum,” jelasnya. Perwakilan pemilik galian di Bukit Kepaon, I Nyoman Pasek, mengatakan jika pihaknya senantiasa mengikuti imbauan petugas untuk menghentikan sementara aktivitas galian C ini. “Kami hanya meminta keadilan. Jika memang usaha ini dihentikan sementara, kami minta juga supaya semua galian di
Karangasem agar dicek. Apakah mereka benar sudah berizin atau belum. Kami tidak ingin di sini saja diketatkan. Sedangkan galian C lainnya tetap dibiarkan beraktivitas, kendati belum berizin. Bahkan, banyak galian yang telah memiliki izin, malah justru tidak mau membayar pajak. Semua harus dicek oleh petugas. Sehingga nilai keadilan benar-benar dikedepankan di sini,’’ ujarnya. (kmb41)
Produk ’’Technopark’’ SMKN 1 Abang
Dari Furnitur Inovatif hingga Mobil Listrik Sekolah kejuruan kini semakin diminati anak-anak. Selain karena lulusannya siap kerja, siswa SMK juga berkesempatan berkreasi dan berinovasi. Salah satu contohnya, siswa di SMKN 1 Abang, Kecamatan Abang. Lewat media technopark, siswa siap kompetensi inovasi keahlian menciptakan produk sesuai dasar keilmuannya. Baru-baru ini, lewat binaan para guru, siswa setempat mampu membuat seperangkat furnitur inovatif. Bahkan, sebuah mobil listrik layaknya jet darat pada ajang Formula 1. Apa rahasia sukses SMKN 1 Abang itu sehingga mampu menciptakan karya-karya kreatif dan inovatif? DUA di antara tiga produk tehcnopark itu dipamerkan pada launching di sekolah setempat, Selasa (4/9) lalu. Satu produk lagi, berupa aplikasi berbasis smartphone. Aplikasi itu diberi nama my-RAB. Guru bidang otomotif, I Nengah Edi Imawan, mengatakan siswa dari program kompetensi Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif itu sangat termotivasi
menyelesaikan produk mobil listrik itu. Salah satu produk technopark ini membuktikan, kalau pembelajaran yang diperoleh di sekolah itu dapat diaplikasikan dengan baik di dunia kerja. Di hadapan undangan, Edi Imawan, menjelaskan bahwa mobil listrik ini diberi merek Skensa. Singkatan dari Sekolah Kejuruan Negeri Satu Abang. Sedangkan, nama
yang dia pilih SuBali. Nama itu mencerminkan karya anak negeri asal Bali. Mobil listrik SuBali itu diciptakan dengan kecepatan maksimal 45 km/jam. Sementara daya tempuhnya mencapai 50 km, setelah melewati masa charge 3-5 jam. In-Put charge-nya 450 watt, dengan dinamo 2xBLDC 800 w, kelly controler 150 A, baterai 48 V, 70 AH. Sistem rem disk brake, suspensi depan independent, dengan ukuran ban 100/90/10”. “Anak-anak begitu semangat, menggarapnya sampai begadang hingga jam 01 dini hari. Kami ingin menghasilkan produk-produk membanggakan sekolah,” katanya. Dengan kemampuan matang dalam kompetensi teknik kendaraan ringan otomotif, setiap tahunnya semua lulusan SMKN 1 Abang selalu terserap di dunia kerja. “Saya sering ditelepon pemilik bengkel. Mereka minta tenaga kerja
Bali Post/gik
PRODUK MOBIL LISTRIK - Salah satu produk technopark berupa mobil listrik hasil karya anak-anak SMKN 1 Abang.
tamatan sekolahnya. Tetapi, kami sampaikan semua lulusan kami sudah bekerja,” tegasnya. Hadapi Tempat Sempit Produk furnitur inovatif juga tak kalah menarik. Guru TKK (Teknik Konstruksi Kayu) Nengah Narma, memaparkan persoalan di dunia furnitur itu sekarang berhadapan dengan tempat sempit. Sehingga pihaknya bersama siswa berinovasi menciptakan furnitur yang bisa dilipat. Bahkan, mudah dikerjakan, namun tetap terlihat menarik. Berangkat dari produk yang telah dihasilkan di technopark, Narma mengatakan konstruksinya cukup sederhana. Produknya adalah meja lipat, tetapi bisa juga untuk meja tulis, maupun meja tamu. “Prototipenya sederhana, bisa dipidahkan ke mana saja, seandainya mau dibawa ke taman atau ke mana pun. Demikian juga kursinya, mudah dilipat. Jadi, kalau pas lagi tak dipakai, kursi itu bisa disimpan rapi,” katanya. Ada juga jemuran lipat. Ini bisa dipasang di tembok. Kemampuan tekannya, bisa hingga 20 kg. Ini diciptakan menghadapi musim hujan. Sistem pemasarannya ke masyarakat diakukan door to door. “Kalau ada pesanan, kami siap memproduksi sebanyak-banyaknya. Melihat produk hasil kami, tinggal disempurnakan proses finishing-nya saja,” tegasnya seraya menambahkan pihaknya sedang memanfaatkan pemasaran online. Kabid Pembinaan SMK
Disdikpora Provinsi Bali Made Sutarjana mengaku kaget dengan hasil inovasi siswa SMKN 1 Abang. Technopark setempat dinilai mampu menyiapkan siswa setempat siap masuk ke dunia kerja. Dikatakan, pendidikan vokasi amat penting menciptakan sumber daya manusia andal. Ini jadi krusial ketika menghadapi perubahan mendasar dunia yang semakin cepat. “Sekarang kami sedang merancang FGD. Kami mengundang lembaga terkait melakukan pemetaan. Isu yang penting agar seluruh lulusan SMK, tertampung sesuai keahlian yang didapat di sekolah. Ini akan membuat keberadaan SMK itu kian punya arah yang jelas,” tegasnya. SMKN 1 Abang memiliki tujuh program keahlian yakni Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Bisnis Konstruksi dan Properti, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, Teknik Komputer dan Jaringan, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Multimedia serta Bisnis Daring dan Pemasaran. Kepala SMKN 1 Abang Made Kertanegara berharap agar keberadaan technopark ini, bisa menciptakan peluang kerja baru. Sehingga siswa nantinya bisa melakukan wirausaha. “Ke depan, kita harus berpikir. Kita tidak boleh jadi kartu kuning, tetapi harus jadi kartu biru. Apakah itu, yakni berwirausaha. Selain punya kompetensi. Pasti, semua bisa terwujud. Dengan catatan jika benar-benar punya keinginan yang kuat,” katanya. (gik)
KLUNGKUNG
12
Jumat Kliwon, 7 September 2018
Kerusakan Pelabuhan Gunaksa Makin Parah
SOSOK Cegah Kenakalan Anak
KENAKALAN anak telah terjadi di sejumlah daerah. Hal serupa masih berpeluang terjadi, termasuk di Kabupaten Klungkung. Sebagai generasi penerus bangsa, tentunya hal demikian bukan menjadi sesuatu yang membanggakan. Oleh sebab itu, perlu adanya langkah antisipasi dengan pengawasan bersama antarmasyarakat. “Peran orangtua, kalau dalam rumah tangganya sendiri sudah difungsikan, misalnya memberikan pesan seperti apa harusnya saat keluar rumah. Tetapi ini perlu pengawasan bersama oleh masyarakat lain,” ungkap Sekretaris Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Klungkung Anak Agung Istri Anom Ratnadri, Kamis (6/9) kemarin. Pengawasan yang demikian, menurutnya, sesuai amanah undang-undang, bahwa anak merupakan milik bersama. Hal ini sudah sering disosialisasikan dengan menyasar pemerintah desa, adat, PKK hingga sekaa truna. “Sesuai amanah undang-undang, anak itu kan anak kita bersama, bukan saja anak orangtua. Ini sudah sering disampaikan ke masyarakat,” sebutnya. Selain dalam pergaulan, akses informasi teknologi (IT) juga perlu mendapat pengawasan. Sebab, cukup rentan menjadi media penyalur hal-hal negatif. “Kami sudah imbau sekolah untuk tidak membebaskan siswa bawa HP. Sudah ada yang menerapkan,” katanya. Disampaikan lebih lanjut, sebagai upaya antisipasi juga, telah dibentuk komunitas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di seluruh desa. Secara efektif sudah berjalan di Desa Tangkas dan Akah yang masuk sebagai model nasional. Komunitas ini salah satunya berperan mendata anak yang masih labil, lebih-lebih yang orangtuanya terbelit kesibukan mencari nafkah. Mereka difasilitasi untuk melakukan kegiatan positif sesuai bakat dan minatnya, seperti latihan tabuh, menari dan lain sebagainya. “Komunitas ini juga mendata hakhak anak, seperti kepemilikan akta, termasuk kesehatannya,” ucapnya. (sos)
Bupati Minta Pusat Berikan Perhatian Khusus
Semarapura (Bali Post) Pelabuhan Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung telah 12 tahun dibangun, namun tak kunjung beroperasi. Kondisinya justru semakin memprihatinkan. Setelah kalangan legislatif mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah penanganan, kini giliran Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta untuk memberikan perhatian khusus terhadap pelabuhan tersebut. “Ini (pengelolaan pelabuhan - red) kewenangan pusat. Apa pun masalahnya, kami dari pemerintah daerah hanya bisa menyampaikan laporan, termasuk juga dari legislatif. Kami berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap aset tersebut. Sekarang kondisinya sudah semakin rusak dan parah,” ungkapnya, Kamis (6/9) kemarin. Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini menilai perlu konsep, perencanaan yang lebih matang terhadap pelabuhan yang berlokasi di kawasan eks galian C tersebut. Pihaknya pun berharap segera ada kepastian akan nasib ke depannya. “Apakah nanti akan dilanjutkan atau kerja sama dengan pihak ketiga terkait pengelolaannya secara terintegrasi dengan eks galian C yang tetap menjadi kawasan pariwisata yang mungkin juga terintegrasi
dengan marina,” sebutnya. Mempercepat adanya kepastian, komunikasi dengan pemerintah segera dilakukan. “Saya segera komunikasikan ini. Mungkin setelah pelantikan atau pemilihan presiden. Kalau sekarang masih sulit untuk berkomunikasi. Biarkan saya cooling down dulu,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Klungkung I Komang Suantara juga sempat mempertanyakan soal nasib pelabuhan seluas 12,33 hektar tersebut. Pihaknya pun mengatakan pemkab perlu menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan pusat untuk mempercepat mendapat jawaban. “Kementerian sudah sempat turun. Semestinya dinas terkait harus melakukan langkah progresif berkaitan dengan apa yang dijanjikan. Kalau tidak melakukan apa, kami juga berang,”
Nasib Kerajinan Selongsong Peluru di Kamasan
Bali Post/sos
TINJAU - Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan saat meninjau Pelabuhan Gunaksa, Mei 2018. sebutnya. Disampaikan lebih lanjut, pihaknya juga sempat mempertanyakan keberlanjutan pembangunannya langsung ke kementerian. Namun tidak mendapatkan jawaban tegas. Hal semacam ini sangat tidak diharapkan. “Kami
minta ketegasan terkait itu. Apakab diberhentikan maupun diakhiri, atau seperti apa. Biar daerah juga bisa mengambil langkah-langkah lain. Kami berharap paling lambat 2019 ada langkahlangkah preventif untuk pelabuhan itu,” ungkap poli-
tikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini. Sesuai berita sebelumnya, pembangunan pelabuhan tersebut telah menelan anggaran sekitar Rp 230 miliar. Sempat dilakukan tiga kali uji coba, namun kapal roro gagal bersandar. (kmb45)
Pemungutan Restribusi Pasar
Langka, ”Miskin” Pesanan dan Regenerasi Pemkab Siapkan Sistem Elektronik DESA Kamasan, Klungkung tak hanya sebagai gudangnya seniman lukisan Wayang Kamasan. Di dalamnya juga terdapat yang ahli membuat kerajinan selongsong peluru. Lalu, bagaimanakah nasibnya? Usaha kerajinan ini berlokasi di Banjar Sangging. Tak jauh dari kota Semarapura. Mencarinya, sudah ada papan nama di ujung gangnya. Dari jalan raya, hanya berjalan kaki sekitar 250 meter. Nampak rumah dengan tembok warna p ut ih. C ukup b esa r d a n sangat layak ditempati. Itu sekilas gambaran kediaman
Made Sumerta. Pria 70 tahun yang ahli membuat kerajinan selongsong peluru. Produksi dilakukan langsung di rumahnya itu. Peralatannya sangat sederhana. Layaknya pembuatan bokor yang pernah digeluti. Ada pacal, ada pula palu dan prapen. Namun, itu semua telah tersimpan rapi pada
gerobak tak terlalu besar. Tak ada lagi produksi, tak ada lagi suara pukulan yang melengking. Perlahan Sumerta menceritakan. Sudah lama pesanan sepi. Ada sekitar satu tahun. Sangat berbeda dengan sebelumnya. Selalu ada setiap satu bulan, barang lima sampai sepuluh buah. “Sekarang sepi. Sudah cukup lama. Jadinya tidak membuat,” tuturnya, baru-baru ini. Pesananan biasanya datang dari luar Klungkung. Paling banyak orang-orang yang berprofesi sebagai TNI
Bali Post/sos
KERAJINAN - Made Sumerta menunjukkan kerajinan selosong peluru buatannya. Pesanannya sejak setahun lalu sepi.
atau Polri yang cukup “melekat” dengan peluru. Kerajinan yang menawarkan ukiran pawayangan dari epos Mahabharata maupun Ramayana ini biasanya digunakan untuk cenderamata. “Kalau dulu sampai ada yang datang minta untuk dibuatkan. Sekarang sisa lagi dua, tidak ada yang mencari,” ucapnya. Atas hal itu, beberapa pekerja yang sering membantunya terpaksa dirumahkan. Berat memang, namun keadaan yang membuat seperti itu. Pekerjaannya itu telah dilakoni sejak 1984. Berawal dari coba-coba, berbekal kemampuannya menjadi perajin bokor. Hasilnya yang bagus, membuatnya ketagihan untuk menekuni. “Kerajinan seperti ini sangat langka. Tidak semua daerah ada,” ucapnya. Penjualan yang tak lagi bisa menjadi harapan sebagai bekal hidup, membuat kerajinan yang juga menjadi ikon Kamasan ini juga “miskin” regenerasi. Anak-anak muda tak melirik. Banyak yang memilih untuk mencari pekerjaan lain, melawan hirup-pikuk di perkotaan. “Yang saya tahu, hanya ada enam pengerajin. Sekarang tinggal saya sendiri yang masih bertahan. Tapi karena sudah usia dan tidak ada pesanan, jadi tidak buat lagi,” terang pria yang telah mengoleksi banyak penghargaan ini. Membuat kerajinan itu, baginya tak begitu sulit. Satu selongsong peluru dengan tinggi sekitar 70 sentimeter, dengan ukiran rumit bisa selesai sekitar sepekan. Harga jualnya kisaran Rp 1 juta. “Kalau yang lebih tinggi, lebih mahal lagi,” pungkasnya. (sos)
Semarapura (Bali Post)Pem bayara n retrib usi pasar yang dikelola Pemkab Klungkung telah mengarah ke sistem elektronik. Hal ini tengah dipersiapkan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan melalui UPT Pasar Klungkung. Ditargetkan, program anyar itu sudah berjalan efektif pada 2019. Hanya saja untuk tahap awal masih terfokus pada Pasar Galiran. Selain itu, ada pula penerapan eparking yang rencananya berlaku di Pasar Semarapura. Kepala UPT Pasar Klungkung I Komang Widyasa Putra, Kamis (6/9) kemarin menjelaskan, penerapan sistem tersebut telah digagas sejak setahun lalu. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pun mengintruksikan untuk segera ditindaklanjuti. “Kami menindaklanjuti itu. Hari ini (kemarin - red) sosialisasi kepada pedagang. Pelaksanaannya bertahap. E-retribusi untuk pedagang tetap di Pasar Galiran dan e-parking di Pasar Semarapura,” jelasnya. Dijelaskan, sistem ini sudah banyak diterapkan pasar di luar Bali. Terobosan itu tak hanya untuk efesiensi waktu maupun tenaga, namun juga menciptakan transparansi dan akuntabilitas. “Selama ini pembayaran secara tunai. Isi ngerekap, baru nyetor ke bank. Alurnya masih cukup panjang. Ke depan, pedagang menggunakan kartu yang berisi saldo, ketika nanti pembayaran, tinggal dipotong saja. Semacam etol,” sebutnya. Melalui itu, secara otomatis akan berimbas pada petugas pungut dari sebelumnya dua orang per blok, nantinya bisa dua blok satu orang. Sisanya akan
Bali Post/sos
PASAR GALIRAN - Suasana Pasar Galiran, Klungkung, Kamis (6/9) kemarin. Pemkab berencana menerapkan e-retribusi. dialihkan untuk menangani pedagang pelataran. “Dari sisi tenaga juga akan lebih efesien,” jelas pejabat asal Nusa Penida ini. Disampaikan lebih lanjut, pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah hal untuk mengejar target realisasi. Baik dari pendataan pedagang dan tempat hingga pengurusan rekening yang bekerja sama dengan lembaga keuangan. “Sekarang sudah mengarah ke persiapan. Mudah-mudahan awal 2019 sudah terlaksana efektif. Termasuk juga dengan e- parki ng,” sebutnya. Tak dimungkri, sistem ini belum terbiasa untuk sebagian besar pedagang. Bahkan ada yang menganggap ribet. Atas hal terse-
but, sosialisasi akan terus digencarkan. “Karena ini baru, seolah memberatkan pedagang. Kalau sudah terlaksana, ini justru menyederhanakan semua transaksi. Daerah yang sudah menerapkan juga awalnya seperti itu. Banyak yang komplin. Kami berharap ini mendapat dukungan dari masyarakat,” imbuh pejabat yang gemar bola ini. Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun di Pasar Galiran, masih ada yang belum mengetahui rencana tersebut. Namun bagi yang sudah, mengaku siap untuk mengikuti. Saat ini, besaran retribusi yang dibayarkan, untuk kios Rp 5 ribu dan los Rp 4 ribu per hari. (kmb45)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Kliwon, 7 September 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Sgr! Sopir Prbd Laki/ Perempuan Pglmn Min 2 Th bs Mengemudikan Matic & B.Inggris Penempatan di Jimbaran. Penjahit Brpglmn sebanyak2nya Borongan/Bulanan/Sample.Fas: Mess,BPJS,THR,Jamsostek,Ongkos Mnarik.Krm CV ke:info@paulropp .com Telp.0361 730023 Ext 124 B.BP.001.09.18.0000346
Dicari Tukang Setrika untuk Villa Alamat:Jl.Kesambi Gg. Kesambi Indah No.22 Kerobokan HP:081337542061/081381302935
Dbthkn Staff Malam U/Tour and Travel08123918373/08124647824
B.BP.001.09.18.0000338
Dcr Asisten Accounting Lmrn Krm ke Prima Moda Jl.Teuku Umar No.133 T.236735
B.BP.004.09.18.0000353
Dcr CS bisa Sopir Hub.08573914 3428 Pengl tdk perlu butuh cpt
B.BP.001.09.18.0000371
Dcr Karyawati Admin, Min SMA Sudirman Agung Blok A-36 Telp: 241041/085792622129
B.BP.001.09.18.0000264
Dibutuhkan Segera Tukang Jahit Borongan utk Daerah Kerobokan dan Mendapat Tunjangan2 WA 085857064218
B.BP.004.09.18.0000356
Dibutuhkan Tenaga Untuk Posisi Administrasi.Persyaratan : Wanita,Min pendidikan D3, Menguasai Komputer,Memiliki Kendaraan Sendiri.Lamaran Dikirimkan ke:PT.Calvary Abadi Jl.Gatot Soebroto No.297 A Denpasar.Telp:0361 9072320/ 081353011128
Dcr Sopir Pribadi di Nusadua yg Tinggal di Nusadua/Jimbaran Telp.0361 289700/085737168071
Dcr Krywti Sbg Guru Baca Tulis BIMBA AIUEO Max 28Th Min SMA u/di Tabanan.Abiansemal,Celuk Kryawan/i u/Jaga Toko OlahRaga di Ubud.Diutamakan Bisa Pasang Senar Raket.Hub:081237909009
Bth Adm wanita Min SMA utk Bimbel Hub.08179791223
Dcr Salesman Mtr Honda Min.SMA Brpnglmn,Gj+Bonus,087861166590
Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl,Jl.Pantai Kuta40,Kuta
Dcr Sgr Admin Brpeng Menguasai Ms Office(Ms Word&Exel)Krm Lam & CV Lgkp k Jl.Bhineka Jati Jaya IX No.20 Kuta 754085 / 08123823758 CV Yogi and Boo
Dicari Segera Terapis Wanita u/SPA di Canggu.Pengalaman/ Tidak,Gaji&Bonus Menarik. Hub.081239621123 (Massaji SPA)
Dcr Sopir Pribadi Tdr Dlm Bujangan bs Matic Hub:081999660972
Dicari Sopir + Kerja Serabutan Hub:081337283254/081338791301
B.BP.001.09.18.0000379
B.BP.153.09.18.0000367
B.BP.001.09.18.0000335
B.BP.001.09.18.0000138
* Salesman&Teknisi *Komp.Sudirman Agung C19 Jl.Sudirman-Dps
B.BP.001.09.18.0000137
Cr Admin/Dgtal Printer Pria bs Comp Min SMA 082139313737
B.BP.004.09.18.0000164
Cr PRT Srabutan Suami Istri bs Sopir,Jujur&Rajin,081999555821
B.BP.153.09.18.0000366
Cr Pmbantu Tggl dlm,SimC,Gj2jt Simpang Siur Kuta 081239232035
B.BP.154.09.18.0000375
Dbthkan sopir untuk instruktur mengemudi;Menarik,Jujur,Ulet Hub:081999888004 / 08124650056 B.BP.001.09.18.0000347
Dbthkn Sgr Colektor&Svy Min D1 /Pnglm.Telp/WA:081999655591 B.BP.001.09.18.0000360
Dcr sopir pariwisata Srt Lmr kirim:Jl.Gelogor Carik no.3 Hub.Ibu Pande 0361-767760 B.BP.001.09.18.0000301
Dcari Guru Private Renang&Prvt Les Bhsa Inggris utk malam.Lok Jl.Gurita-Sesetan.Serius kirim CV ke : hrdbali2018@gmail.com B.BP.001.09.18.0000023
B.BP.001.09.18.0000327
B.BP.001.09.18.0000322
B.BP.154.09.18.0000373
Fortuner’2010 Htm Manual Mulus KM70Rb Hub.085333074570 Klk
B.BP.004.09.18.0000290
Rcpt Dcr u/Fitness Sanur Penampilan Menarik Hub.081802987999
B.BP.153.09.18.0000369
G.12
G.02
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com G.03
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
G.07
Tenaga SMTA-SMK punya SIM C untuk tenaga serabutan produksi air RO untuk di Kuta. Lamaran ke SMS 0818621818
G.08
Sopir SIM A untuk distribusi air, Lamaran ke SMS 0818621818
B.BP.001.08.18.0001397
G.09
Satpam/Waker tamat SMP/SMA. Lamaran ke SMS 0818621818
B.BP.001.09.18.0000330
G.10
JEEP
Mini Cooper S Turbo Th’2015 2 Pintu Hub.0361-464168
B.BP.001.09.18.0000245
Dicari driver utk kampus IT di Jimbaran Hub.0361-8953534 pkl.07.00-18.00
B.BP.004.09.18.0000283
Dicari:Staff Accounting(D3/S1) Wanita Hub.0361 234120
Dicri Kary.Asisten Apoteker Segera Jl.Teuku Umar Barat No.170B (081238205400)
Dicr Sgr 2 Bartender,1 Waiter Telpon.089636747339
Dibutuhkan Sales Wanita di Bali utk Prd.Kosmetik LN, Wanita,Menarik,Bhs.Inggris, Pengalaman Min1Th Dibidangnya& KendaraanMotorHub:08111681829
Looking for bartender and server min 2 years experience must speak english and work night Legian area please whatapp +61414301036
B.BP.001.09.18.0000377
B.BP.001.09.18.0000324
B.BP.004.09.18.0000186
B.BP.154.09.18.0000292
B.BP.141.09.18.0000364
Salesman Exc max 30th,Tunjung Danu No.3 Dps,Hub.0361-464286
B.BP.001.09.18.0000018
Wina Haidresser Salon Freelance MakeUp&Hair DO 081237385791 B.BP.001.09.18.0000332
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar G.01
Tukang masak ikan bakar khas Jimbaran dan Klungkung. Lamaran ke SMS 0818621818 G.11
RUPA-RUPA
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
FOTO COPY
Wrangler 3.6 Anniversary’2013 Hitam Full Var H.081999315168
B.BP.141.09.18.0000363
NISSAN
Grand Livina SV Th’12 Silver Mnl,AsDK,Istw Hub:085100463778
B.BP.001.09.18.0000328
PORSCHE
Porsche Boxter Th’2012 Ready Istw **Hub.081 353 696 360**
B.BP.141.09.18.0000365
TOYOTA
All New Avanza’11 silver as Bl Tg:I Hub WA: 087862086932
B.BP.101.09.18.0000374
DIJUAL TANAH
Grand Inova Diesel’12 MT+’10AT AS DK Mulus.087862547783/Krdt
Dijual tanah 14are(1.400 m2) 36mx38m,daerah Ungasan,Bukit Jimbaran.max 5 menit dari perempatan Nirmala Ungasan, SHM,cocok untuk kost/homestay/ perumahanHub:eva:082145355599
Toyota Hardtop Diesel’1985 As DK,Tgn 1 Dr Baru,081339538123
Jl 8,6are view Kendran Gianyar 150jt/are nego, 087887777706
Vellfire ZG Th’2017 Prem Sound Hitam+Alphard SC 2.5 AT Th’2015 Hub.081238116467
T10A,LD30m.BonusKost”an Aktif. Hitung Hrg Tnh saja Rp:4.3M Lok.G.Agung Dps.087761724888
B.BP.004.09.18.0000382
B.BP.165.09.18.0000352
B.BP.001.09.18.0000325
B.BP.001.09.18.0000140
B.BP.141.09.18.0000362
DICARI MOBIL Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349
B.BP.164.09.18.0000381
DIJUAL RUMAH !!!081558041018 Djl murah Rmh Mnmlis s.huni diTohpati Siulan
B.BP.004.09.18.0000061
Dijual Rumah Kawasan Elit Jln. Sekar Tunjung,LT.5,4A.LB 3,8A. 2FL.Hak Milik Hub:08123830201
B.BP.001.09.18.0000085
Rmh Tengah Kota Jln Teuku Umar P.Adi 2Lt LT160m2,Jl.Ceningan Sari 37X Sesetan 2Lt 175m2 08179785354 Maaf TP
B.BP.004.09.18.0000384
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.09.18.0000176
Dcr staff Dokumen Ekspor S1 pengalaman laki Hub:081999660972
B.BP.004.09.18.0000162
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
B.BP.001.09.18.0000091
B.BP.004.09.18.0000355
Dicari Tkg Ukir u/di Thailand Hub:081999192699/082236008018
B.BP.001.09.18.0000250
Pattern Maker(Garment Factory) Call:085100050706. hrd@buddhawear.com
Dicari SPG Fashion Seminyak Area.Well Spoken English and Very Interactive with Customer Gaji Plus Bonus,WA 08158029981
Dcr Tng Teknisi Jaringan u/pekerjaan indoor&outdoor min SMA /SMK Gj UMR,BPJS siap ditraining.Lam lkp Jl.Waturenggong No.105Dps,255845/085333569700
B.BP.001.09.18.0000323
AvanzaG’10 Silver Asli Bali Mls Prbd.082341251453/081933610070
B.BP.001.09.18.0000329
Dicari Staff Accounting Hub: 03619004879
B.BP.001.09.18.0000125
Cook, Barista, Waiter. Lamaran ke SMS 0818621818
B.BP.031.09.18.0000336
Dcr Tng + Sopir U/Krja Di Rmh Potong Ayam Hub.085338422666
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dibthkn..!!Reception SPA,Bisa Bahasa Jepang.Hub:0361-750705
Dicari Cook Staff Bisa Chinese Food & Bisa Bahasa Mandarin Hub:081337283254/081338791301
B.BP.001.09.18.0000251
Informasi pasang iklan Telepon
DISEWAKAN RUMAH DiKont.Rmh LT.2,Complt AC,Air Panas,3Km tdr,R.Tamu,Garase, di Nuansa Utama Timur Blok C No.11 Hub:081916113063
B.BP.001.09.18.0000318
DIJUAL TANAH Djl Tanah 2Are Jln Induk BU Cepat 1M Hub.082147454248 B.BP.164.09.18.0000380
Dijual 57Are GWK Jimb ful view 2 akses jln Hub.081333333728 B.BP.001.09.18.0000295
Jual Tanah Kav.1Are,Akses 5mtr Tkd.BadungXVI,Dps081803042013 B.BP.001.09.18.0000274
T.10A SHM dkt Jln Utama&Pantai LksTabanan 85jt/A 085257539923 B.BP.167.09.18.0000289
B.BP.004.09.18.0000286
B.BP.001.09.18.0000294
B.BP.004.09.18.0000350
DISEWAKAN CAFÉ Dikontrakan Cafe/Kantor 70jt/thn Jl.By Pass Nusa Dua Dekat BNDCC Hub.081237027208
B.BP.001.09.18.0000302
DIJUAL VILLA Sale Resort 150Jt,Villa 1.5M Pantai Lovina Stok Trbts Hub: WA 087867128429
B.BP.031.09.18.0000357
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
B.BP.001.09.18.0000027
Gesek Tunai Cpt,Kerobokan Bali Pot 2,5%,Pk9-18,0895413522255 B.BP.004.09.18.0000376
KEHILANGAN BPKB No.G1861435-O DK 9966 A An.Walikota Denpasar B.BP.001.09.18.0000321
Hlg BPKB No.R/22935/II DK 2272 PQ An.Dian Wahyu Niarti,d/a. Jln Merdeka No.95 Kawan,Bangli B.BP.001.09.18.0000317
BIRO JASA Siap Bantu Pajak SPT Tahunan & BulananNPWPSIUP081338344155 B.BP.001.08.18.0000894
SEMINAR Hsl Jtan smp Rtsan Jt utk Pensiunn,PNS,Swasta,dll.Ikuti Seminar Htl Golden Tulip Dnpsr Free Sgrdfr,Terbts087867128429
B.BP.031.09.18.0000358
BANGLI
14
Jumat Kliwon, 7 September 2018
Revitalisasi Pasar Singamandawa
Diperkirakan Habiskan Puluhan Miliar Bangli (Bali Post) –
Pemkab Bangli berencana merevitalisasi Pasar Singamandawa di Kecamatan Kintamani pada tahun 2019 mendatang. Sesuai perencanaan, pasar tersebut dibangun tiga lantai, dengan konsep pasar yang terintegrasi dengan pariwisata dan pertanian. Proyek revitalisasi pasar tersebut direncanakan menjadi proyek terbesar di tahun 2019 dengan menyedot anggaran mencapai puluhan miliar rupiah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli Nengah Sudibya, Kamis (6/9) kemarin, mengatakan Pemkab Bangli akan melakukan revitalisasi terhadap pasar yang ada di selatan kantor Camat Kintamani itu mulai tahun depan. Di sisi timur pasar yang kini berupa kios dan lapak, akan dibangun sebuah gedung tiga lantai. Gedung pasar akan bergaya modern. Lantai paling atas dirancang tidak beratap. Fungsinya, tempat khusus bagi pedagang kuliner dan pengunjung meninjau pemandangan Gunung dan Danau Batur serta kawasan pertanian setempat. ‘’Pada lantai satu untuk menampung dagangan basah, dan lantai dua untuk dagangan
yang kering-kering. Jadi konsepnya tetap pasar tradisional tapi bergaya modern. Pasar dirancang terintegrasi dengan pertanian dan pariwisata,’’ jelasnya. Menurut Sudibya, untuk merevitalisasi pasar tersebut, saat ini pihaknya tengah melakukan proses review terhadap perencanaan yang sudah dibuat 2017 lalu. Review perencanaan meliputi desain, struktur bangunan dan lainnya. Review menyesuaikan semua masukan yang diberikan para pelaku pariwisata. Selain itu, pihaknya sedang memproses pensertifikatan lahan pasar bersama Badan Pertanahan Negara (BPN). ‘’Agar batas-batas pasar men-
jadi jelas,’’ ujarnya. Karena masih dalam proses review perencanaan, Sudibya mengaku belum bisa memastikan berapa total anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai pembangunan. Namun sesuai perencanaan yang dibuat tahun 2017, anggaran mencapai Rp 70 miliar. ‘’Belum bisa saya sampaikan kepastiannya berapa. Kemungkinan tidak jauh dari Rp 70 miliar,’’ kata Sudibya. Mengingat dana yang dibutuhkan cukup besar, pihaknya telah berupaya mengusulkan bantuan dana ke Kementerian Perdagangan. Nilai bantuan yang diusulkan Rp 70 miliar, sesuai perencanaan awal. Meski nantinya tak mendapat ban-
tuan pusat, Pemkab tetap akan membangun gedung tersebut dengan dana yang tersedia. ‘’Dapat atau tidak dapat dari pusat nanti, sebagaimana yang disampaikan Bapak Bupati, kita tetap komitmen membangun Pasar Singamandawa. Karena itu juga, beliau siap pinjam dana di tahun 2019,’’ jelasnya. Pejabat asal Penglipuran ini mengatakan, setelah rampung, pasar tersebut akan dikelola Badan Pengelola Pariwisata Geopark Batur yang kini masih dalam proses pembentukan. Dengan demikian nantinya akan terjadi satu kesatuan antara pasar dan pariwisata. ‘’Pada 2019, pembangunan hanya fokus di pasar bagian timur. Sementara penataan terhadap bangunan ruko dan kios yang ada di bagian depan pasar akan dilakukan tahun selanjutnya, karena HGB ruko tersebut baru berakhir tahun 2020,’’ imbuhnya. (kmb40)
Bali Post/ina
PASAR - Bangunan kios dan los yang ada di sisi timur Pasar Singamandawa.
Istri Bupati Made Gianyar Berpulang Bangli (Bali Post) Kabar duka menyelimuti Kabupaten Bangli. Ni Luh Putu Erik Wiriyani, yang merupakan istri Bupati Bangli I Made Gianyar, meninggal dunia, Kamis (6/9) kemarin. Almarhumah mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar. Informasi yang dihimpun, perempuan yang akrab disapa Ny. Erik Gianyar berpulang sekitar pukul 04.30 Wita. Ia meninggal setelah berjuang melawan kanker yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir. Sebelum meninggal, ia sudah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga sore kemarin, jenazah almarhumah ma-
sih disemayamkan di ruang jenazah RSUP Sanglah. Jenazah almarhum rencananya akan dipulangkan dari rumah sakit ke rumah duka di Desa Bunutin, Kintamani pada Jumat (7/9) hari ini sekitar pukul 05.00 Wita. Bupati Bangli I Made Gianyar yang ditemui di RSUP Sanglah menuturkan, sesuai adat istiadat serta sebagai masyarakat adat, jenazah istrinya tidak diaben namun hanya dikubur. Sebab, di desa adat setempat ngaben dilangsungkan dua tahun sekali melalui ngaben massal. Selain itu, di Desa Bunutin saat ini tengah berlangsung karya ngenteg linggih lan madudusan agung. ‘’Karena saya jadi bupati harus taat pada hukum sekecil apa pun. Di desa, saya juga harus tunduk pada tradisi adat yang berlaku di desa itu,’’ katanya. Sejak 2014, Ny. Erik Gianyar
BERPULANG - Almarhumah Ni Luh Putu Erik Wiriyani. Ia berpulang pada Kamis (6/9) kemarin.
divonis kanker payudara stadium 3. Sempat dioperasi di RSUP Sanglah, setelah itu menjalani terapi radiasi di RSCM. Selain radiasi, dia juga menjalani kemoterapi. Dari hasil evaluasi, dokter sempat menyatakan kanker di tubuhnya sudah bersih. Ia pun menjalani aktivitas seperti biasa sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Staf Ahli Bupati dan Ketua YLKI. Dua tahun kemudian, muncul bintik-bintik merah pada tangan dan beberapa bagian tubuhnya. Setelah dikonsultasikan ke dokter di RSCM, ia disarankan dirawat di RSCM untuk perawatan. Namun rupanya kanker telah menyebar ke organ hatinya sehingga kemoterapi harus dilakukan 12 kali setiap dua minggu. Setelah dievaluasi, kemoterapi
tidak mampu melawan kanker. Rencananya, 14 Agustus lalu, ia dirawat di RSCM. Namun karena kesibukan Bupati yaitu HUT Provinsi Bali dan HUT RI, keberangkatan ditunda. Sakitnya pun beberapa kali kambuh. Pada Sabtu (1/8), ia kembali masuk RSUP Sanglah hingga akhirnya meninggal dunia. Kabag Protokol, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Setda Bangli Cok Bagus Gaya Dirga mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, rencananya hari ini pada 12.00 Wita dilangsungkan prosesi memandikan jenazah. Dilanjutkan dengan upacara pemakaman (makingsan) pada pukul 16.00 Wita di Setra Desa Adat Bunutin. Upacara ngurug (penguburan penuh) akan dilaksanakan pada Rabu (19/9)
mendatang. Ny. Erik Gianyar meninggal dunia dalam usia 55 tahun. Ia meninggalkan satu orang putra bernama Ananta Wicaksana Wiryagian dan satu putri bernama Cintya Wulandari
Wiryagian. Ia merupakan salah satu pejabat eselon IIb di lingkungan Pemkab Bangli dengan jabatan terakhir sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM. (kmb40)
15
Jumat Kliwon, 7 September 2018
PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.
MT Arrochim Kelompok Karya Damai Desa Sidakarya, Densel SMPN 4 Abang Made Raka Suryati, Jl. Plawa 14 Dps I Wayan Srijaya PT Garuda Sertifikasi Indonesia
Rp 4.600.000 Rp 1.373.000 Rp 1.000.000 Rp 500.000 Sembako Selimut
Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp 7.473.000 Rp 464.201.367 Rp 471.674.367
Bali Post/kmb
FOTO BERSAMA - Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. dan Wakil Gubernur Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. foto bersama dengan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (masing-masing bersama nyonya) di Istana Negara, Rabu (5/9).
Rupiah Mudah Dipermainkan Asing
SUMBANGAN - PT Garuda Sertifikasi Indonesia menyerahkan titipan sumbangan berupa sembako dan selimut untuk korban gempa Lombok.
Memperoleh Ikan Para nelayan tidak bisa lagi memperoleh ikan di dekat wilayahnya. Mereka harus rela masuk ke dalam laut untuk mendapatkan ikan. Dampak positifnya juga ada. Dengan terbukanya akses jalan menuju wilayah yang sebelumnya terisolasi dari laju kendaraan itu, kini
sudah bisa dengan leluasa memarkir kendaraannya di halaman rumah. ‘’Nilai hasil tangkapan ikan bagi warga Serangan juga ikut naik. Dulu harga hasil tangkapan dibayar cukup murah, karena sulitnya sarana transportasi. Kini harganya cukup bersaing,’’ katanya. Demikian pula masyarakat bisa menyewakan perahu untuk wisata bahari bagi wisatawan asing. (ara)
Jakarta (Bali Post) Nilai tukar rupiah terus terpuruk. Bahkan sudah mendekati 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Makin memburuknya nilai tukar rupiah disebabkan lemahnya fundamental perekonomian Indonesia, yaitu bangsa Indonesia yang masih menjadi negara konsumen terbesar di dunia. ‘’Indonesia yang sejak dulu kita kenal sebagai negara agraris, tetapi justru menjadi negara terbesar dalam impor komoditas agrarisnya,’’ kata anggota Komisi XI DPR Eva Kusuma Sundari dalam diskusi dielaktika demokrasi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/9) kemarin. Dari kondisi riil tersebut,
Eva mengatakan, hal itu bisa menjadi ukuran rentannya stabilitas rupiah terhadap dolar karena memang produk impor selalu menggunakan dolar sebagai alat utama nilai transaksinya. Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, mental sebagai bangsa konsumen merupakan hasil provokasi negara-negara liberal dengan IMF-nya. Dulu, kata Eva, dia teringat bagaimana IMF selalu menggaungkan nada provokasi ‘’buat apa menanam produk pertanian sendiri, kalau ternyata harga pangan impor jauh lebih murah’’. Di bidang lain seperti sumber daya alam dan energi juga demikian. Bangsa asing telah berhasil menjadikan mental
Rata Tanah Polisi setempat mengatakan, mereka telah menerima ratusan laporan mengenai orang yang cedera akibat gempa itu, dan di kota kecil Atsuma serta Abira, 20
rumah rata dengan tanah setelah tanah longsor menimbun banyak wilayah di daerah tersebut. Seluruh jajaran gunung di wilayah yang paling parah diguncang mengalami perubahan landscap akibat tanah longsor besar, kata media setempat. (ant/afp)
Beberapa Pokja
’’Jadi semua pakar ada di sini,’’ ujar Dr. Putu Tuni Cakabawa Landra, S.H., M.Hum., anggota tim transisi Koster-Ace, Kamis (6/9) kemarin. Menurut Tuni, tim transisi yang dibagi dalam beberapa pokja memberikan masukan kepada Koster-Ace sesuai dengan kepakaran masing-masing. Termasuk mempersiapkan perda baru dan merevisi perda lama yang tidak kondusif dengan visi-misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Artinya, tim transisi bekerja
mempersiapkan peraturanperaturan daerah sebagai landasan kerja gubernur dan wakil gubernur baru. Akademisi FH Unud ini menambahkan, peraturan yang sudah siap sejauh ini adalah rancangan peraturan gubernur (pergub) tentang penggunaan huruf Bali pada perkantoran dan fasilitas publik, serta rancangan pergub tentang rahina mabasa Bali dan rahina mabusana Bali. Terkait perda yang harus mendapatkan persetujuan DPRD Bali akan diajukan oleh OPD terkait di Pemprov Bali dengan hak inisiatif masing-masing. Sebagai contoh, lanjut Tuni, terkait revisi Un -
dang-undang No.64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, NTB, dan NTT menjadi Undang-undang tentang Provinsi Bali. Pokja 1 yang khusus menangani hal itu masih menyiapkan konten undang-undang agar komprehensif ditinjau dari segala aspek. Terutama dengan visi-misi Koster-Ace yang ingin membangun Bali berbasis kearifan lokal. Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, tim transisi selama ini sudah bergerak dan berkoordinasi dengan OPD terkait. Semisal para pakar yang membi-
dangi masalah jalan, telah berkoordinasi langsung dengan Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VIII (Surabaya-Bali). Ketika konsep yang dibuat telah rampung, secara intern kemudian dipaparkan kepada gubernur terpilih dan Bappeda. ‘’Ketika itu layak masuk maka kita masukkan. Jadilah dia shortcut itu, hasil kajian tim transisi nilainya sekian kan masuk di APBD. Terus misalnya penataan kawasan Ulun Danu Beratan dari shortcut tadi, itu masih kajian, jadi bergerak terus,’’ ujarnya. (kmb32)
Pedagang Acung
Dari pantauan Bali Post, lahan di ujung kanal tersebut dijadikan tempat parkir untuk bus-bus yang mengangkut wisatawan yang menyeberang ke Nusa Lembongan. Selain itu, juga banyak terlihat warga Serangan yang menjadi pedagang acung di tempat tersebut. ‘’Warga kami di sini mencari makan. Ini berkat pengembangan potensi yang ada di desa kami. Bila ini dibuka, ke mana warga kami ini mencari isi perutnya,’’ ujar tokoh setempat, Wayan Loka. Sementara itu, General Manager Island Management PT BTID Made Sumantra, S.H. mengatakan, mandeknya ke-
giatan BTID di Serangan tidak terlepas dari kondisi ekonomi usai melakukan reklamasi pada 1997 lalu. Setahun kemudian terjadi krisis ekonomi yang juga memberi pengaruh signifikan terhadap kelangsungan proyek besar ini. ‘’Sejak beberapa tahun lalu, pihak BTID kembali melakukan aktivitasnya yang diawali dengan kelengkapan administrasi perizinan. Sekarang sudah semua ada,’’ ujar mantan Kasdam IX/ Udayana ini. Sumantra mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan penataan di Pantai 3. Ini juga sesuai dengan Surat Perjanjian No 046/BTID-MOU/1998 tentang Pelestarian dan Pengembangan Pariwisata di Pulau Serangan. MoU ini ditandatangani per 14 Ok-
tober 1998 lalu antara perwakilan PT BTID dengan perwakilan masyarakat. Sekarang akan berlanjut di ujung kanal. ‘’Kanal itu sudah ada di program BTID sejak awal. Namun, karena sempat terdampak krisis, maka pembuatan kanal tersebut tidak tuntas. Sekarang akan kita lanjutkan,’’ katanya. Pembuatan kanal ini juga sudah termuat dalam perjanjian itu. Misalnya, kata Sumantra, pada Pasal 7 dengan jelas disebutkan, pihak pertama akan mengerjakan pembuatan kanal wisata. Mengatur pemanfaatan serta pengelolaan kanal agar pihak pertama (PT BTID) menjadikan pihak kedua (warga) sebagai mitra kerja. Para pihak sepakat agar pemanfaatan kanal dipri-
Budaya Petani
Selain itu pertanian perlu mendapat perhatian serius, sehingga generasi muda tertarik bertani. Lagi pula sesungguhnya budaya Bali adalah budaya petani. ‘’Perhatian terhadap pertanian ini penting, di samping untuk menyejahterakan masyarakat Bali yang petani, juga dunia pertanian jangan sampai hilang dari Bali. Pertanian penting dilestarikan, untuk jaga-jaga kalau pariwisata kena guncangan yang tiba-tiba, kita
tidak kolaps,’’ ujarnya. Harapan senada disampaikan Ketua Puslitabmas STP Nusa Dua Bali Dr. I Wayan Mertha, S.E., M.Si. Ia berharap Gubernur memperhatikan penanganan sampah. Penanganan sampah jangan hanya model open dumping seperti saat ini. Harus ada sistem penanganan sampah berbasis teknologi. Di samping itu perlu adanya kontrol usaha-usaha pariwisata, seperti jumlah hotel, restoran, money changer, transportasi, guide, agar memiliki standar minimum operasional.
Ketimpangan pembangunan ekonomi di Bali Selatan dengan Bali Utara perlu mendapat perhatian. Saat i ni ke t i m p a ng a n t e rj a d i karena investasi di selatan jauh melampaui jumlah investasi di bagian lain pulau ini. Akibatnya saranaprasarana wisata numplek di selatan. Tidak kurang dari 70 persen akomodasi di Bali, terpusat di Badung, dan lebih dari 90 persen terkonsentrasi di Kecamatan Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan. Karena itu perlu wujudkan produk wisata perdesaan agar sebaran wisatawan lebih merata. (08)
oritaskan bagi masyarakat nelayan yang merupakan penduduk Serangan dan diharapkan dapat meningkatkan penghasilan nelayan. Kanal ini akan berfungsi sebagai sarana penunjang resort-resort yang ada di Serangan. Wisatawan akan turun di ujung selatan, kemudian menyusuri kanal ke utara yang di sisi sampingnya akan dipajang beberapa sarana pendukung. Di sebelahnya (kiri) juga akan terlihat aktivitas masyarakat secara langsung. ‘’Inilah yang menjadi program jangka pajang kita. Sekarang mari kita tata dulu, infrastrukturnya supaya lengkap. Setelah itu baru bisa kita jual kepada wisatawan. Bila ini sudah jalan, semua akan terdampak,’’ ujarnya. (ara)
bangsa Indonesia menjadi bangsa yang minim inovasi. Akibatnya, ekspor barangbarang mentah di bidang SDA dan energi selalu barang mentah. ‘’Karena itu, jangan heran negara asing selalu minta ekspor barang mentah. Karena dengan barang mentah, yang dalam kontraknya hanya emas, padahal kalau diolah lagi bisa menjadi bermacam-macam. Ya… ada nikelnya, ada uraniumnya. Jadi negara asing dapat nilai ekspor banyak dengan nilai kontrak murah. Kondisi inilah yang ingin diubah oleh Presiden Jokowi,’’ ujarnya. Oleh karena itu, ia menekankan, selama bangsa Indonesia masih bermental konsumen dan mengandal-
kan impor dalam penggunaan produk kesehariannya, maka selama itu pula nilai rupiah akan dengan mudah dipermainkan oleh negara-negara asing. Anggota Komisi XI lainnya dari Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan menyarankan untuk solusi jangka pendek, pemerintah perlu mempertimbangkan memotong anggaran belanja negara. Pemotongan harus diikuti dengan skala prioritas terpenting yang bisa menggunakan APBN. ‘’Menurut hemat kami dari beberapa kebijakannya, pemerintah harus memotong anggaran belanja secara signifikan buat menentukan skala prioritas,’’ kata Heri. Dari daftar rencana belanja
yang sudah didata, harus mengutamakan kegiatan untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat banyak. ‘’Sesuaikan belanja secara lebih tepat sasaran,’ lanjut Heri. Heri juga mengatakan bahwa pemerintah harus memperkuat dasar-dasar ekonomi bangsa ini. Sebesar apa pun gonjang-ganjing nilai tukar rupiah tidak akan berpengaruh besar jika dasar ekonomi kuat. ‘’Saya berpikir kembali ke fundamental ekonomi kita, kalau kuat rasanya ini tidak perlu dikhawatirkan, sayangnya fundamental kita belum kuat, dan ini sering ditutup-tutupi. Nampaknya ada sesuatu yang untuk dibuka. Seperti defisit anggaran kita,’’ kata Heri. (kmb4)
WARUNG GLOBAL
Pembuat ’’Keripik Narkoba’’ Mesti Dihukum Berat MASYARAKAT kembali dihebohkan dengan makanan yang mengandung narkoba. Kini keripik jamur industri rumahan yang diproduksi di Jawa Barat positif mengandung narkotika golongan 1 setelah dicek laboratorium BNN RI. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menyampaikan keripik jamur tersebut melanggar Permenkes dan tidak melalui pemeriksaan BPOM. Oleh karena itu, warga diimbau agar berhati-hati dan cerdas dalam memilih makanan sebelum dikonsumsi. Para pendengar yang beropini dalam acara Warung Global sangat menyayangkan hal ini. Salah satu pendengar Radio Global 96,5 FM menyampaikan bahwa jika hukum benar-benar ditegakkan, maka pelaku narkoba tidak berani mengedarkan narkoba lagi. Untuk itu kuncinya ada pada sanksi hukum yang berlaku. Berikut rangkuman opini Kawan Global selengkapnya. Sebagai ibu rumah tangga sekaligus masyarakat yang ingin agar generasi muda Indonesia tetap sehat, Fera di Tabanan sangat prihatin dengan peredaran narkoba ini. Apalagi narkoba merambah makanan yang mudah dikonsumsi oleh masyarakat umum. Ini sudah tidak benar. Pelaku narkoba ini harus dihukum berat. Karena narkoba sudah merusak kesehatan masyarakat. Ketut Teken di Denpasar menambahkan, selain hukum berat bagi para pengedar nar-
koba, kinerja petugas BNN sampai ke tingkat bawah harus gencar juga selain peran serta masyarakat. Berbagai cara, narkoba sudah masuk ke segala unsur. Lewat permen, kue, jamur dan lainnya. Menurut Agung Purnawijaya di Blahbatuh, ini sudah dari dulu beredar, tetapi kenapa proses hukum lamban. Karenanya masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih dan memilah makanan sebelum dikonsumsi. Seperti halnya permen mengandung narkoba,
yang menjual pasti tidak tahumenahu. Pembuat permen atau keripik jamur itu mesti diberikan sanksi berat. Sementara itu, Werdha di Gianyar tak bosan-bosannya berpendapat terkait narkoba, mestinya diselesaikan dari dua sisi, dari sisi pengguna dan sisi pengedar. Kuncinya memang pada tegasnya hukum itu. Kemudian masyarakat awam pastilah tidak tahu, bagaimana rupa atau kemasan produk yang ditengarai mengandung narkoba. (sikha)
Kemajuan Perpustakaan Tak hanya menggelorakan budaya baca, Bali Post juga dipandang berkontribusi besar bagi kemajuan perpustakaan. Penganugerahan ini dihadiri jajaran Komisi X DPR-RI, Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, sejumlah gubernur dan bupati se-Indonesia serta undangan lainnya. M. Syarif Bando dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh penerima yang telah turut berkontribusi dalam mewujudkan budaya membaca dan kemajuan perpustakaan. Pemberian anugerah ini adalah amanat
Undang-undang Perpustakaan untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat, media, wartawan yang secara nyata berkontribusi dalam memajukan perpustakaan dan meningkatkan minat baca. ‘’Dengan edukasi yang diberikan mampu mewujudkan amanat dari UUD 45, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,’’ katanya. Syarif Bando mengakui jumlah perpustakaan yang ada di Indonesia mulai meningkat. Bahkan, 23 provinsi di Indonesia secara de pacto membentuk 154 ribu perpustakaan. ‘’Tentunya perpustakaan yang ada tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan,
hasil survei untuk di daerah kota satu buku ditunggu seribu orang, sedangkan di pedalaman satu buku ditunggu belasan ribu orang,’’ terangnya. Karena itu, tahun 2019 pengembangan perpustakaan akan menjadi fokus nasional. Bahkan, setiap daerah akan mendapatkan kucuran dana alokasi khusus untuk mengembangkan perpustakaan di daerah-daerah. ‘’Dengan adanya perpustakaan di daerah-daerah diharapkan dapat menumbuhkan minat baca hingga di daerah terpencil,’’ sebutnya. Penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka diberikan kepada birokrat, masyarakat, pers, dan jurnalis/penulis. (kmb27)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Kliwon, 7 September 2018
11 Atlet Hengkang ke Badung Denpasar (Bali Post) Tercatat 11 atlet dari berbagai daerah memilih bergabung membela kontingen Kabupaten Badung sampai batas akhir mutasi pada 31 Agustus lalu. Mereka adalah atlet cabang olahraga (cabor) dansa masing-masing dari Kota Denpasar tiga orang, Tabanan (1) dan Karangasem (1), tarung derajat asal Tabanan (2), bola voli dari Klungkung (1), silat asal Klungkung (1) dan Bangli (1) serta judo dari Bangli (1). Demikian informasi yang dihimpun di KONI Bali, Kamis (6/9) kemarin. Pedansa yang hengkang ke Badung adalah Nyoman Surya Rama Aditya, A.A. Ketut Darma Putra, A.A. Sagung Nisma Riananda dari Denpasar, Wayan Ryan Junarta Setiawan (Tabanan) dan Hananda Lian Putri (Karangasem). Atlet tarung derajat tercatat Putu Suwantika dan Ferdy Surya Dewayana (Tabanan). Pemain voli adalah Kadek Dwi Partayasa (Klungkung), pesilat Gede Bakta Sugawa (Klungkung), Ni Made Sri Wahyuni (Bangli), serta pejudo Ni Putu Prapti Virgynia Wedayanti (Bangli). Selain itu, lima atlet memilih mengusung bendera Kota Denpasar. Mereka adalah taekwondoin Aditya Parasamya Nugraha (Badung), pejudo Kadek Adi Wirawan (Karangasem), pesenam A.A. Gede Jagadhita Pemayun (Karangasem), atlet gateball Fitri Endriyanti (Bangli) dan taekwondoin M. Soleh (Klungkung). Enam atlet lainnya bergabung dengan Tabanan yang menjadi tuan rumah Porprov Bali XIV/2019, yakni karateka Komang Bintara Putra (Badung), atlet wushu Made Paramasuta Wijaya (Denpasar), pesenam Gede Adi Pranata (Badung), A.A. Ngurah Oka Mahendra (Denpasar), pedansa Wayan Egi Raditya Wardana (Denpasar) serta atlet taekwondo Gusti Agung Made Pranata Astawa (Badung). Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi saat diminta konfirmasinya menyatakan mutasi atlet merupakan hal yang wajar asalkan alasannya logis, seperti bekerja atau menuntut ilmu di daerah yang dituju. Hanya, ia mempertanyakan mengapa atlet ramai—ramai pindah justru menjelang batas akhir pendaftaran atlet Porprov. ‘’Atlet boleh pindah asalkan setahun menjelang Porprov yang digelar di Tabanan, September 2019 mendatang,’’ tuturnya. (022)
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Hadapi Mauritius
PSSI Panggil Lilipaly Jakarta (Bali Post) – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memanggil 20 pemain termasuk gelandang serang Bali United Stefano Lilipaly untuk memperkuat tim nasional menghadapi Mauritius dalam laga persahabatan internasional FIFA di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/9) nanti mulai pukul 17.30 Wita. Untuk laga yang ditujukan sebagai persiapan menuju Piala AFF 2018 itu, timnas diperkuat 12 pemain jebolan Asian Games 2018 dan nama-nama berpengalaman seperti Boaz Solossa, Fachruddin, Rizky Pora dan Bayu Pradana. Penyerang Arema FC Dedik Setiawan juga masuk dalam daftar yang merupakan pemanggilan pertamanya ke tim nasional. ‘’Uji coba melawan Mauritius kami rasa sangat bagus sebagai persiapan menuju Piala AFF 2018,’’ kata Bima Sakti yang bersama Direktur Teknik PSSI Danurwindo menjadi pelatih timnas di laga ini, dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Kamis (6/9) kemarin. Menurut Bima Sakti, Mauritius merupakan tim yang bagus. Hal itu bisa dilihat dari peringkat mereka di FIFA yang berada di 155, lebih tinggi daripada Indonesia yang bertengger di posisi ke-164. Meski demikian, ia tetap ingin anakanak asuhnya memenangkan laga demi menambah poin di pemeringkatan FIFA. Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria menambahkan, Mauritius bukanlah satu-satunya lawan timnas senior di partai persahabatan
Timnas Pelajar Tanpa Target
Jakarta (Bali Post) – Tim nasional bola basket pelajar putra dan putri Indonesia siap bertarung pada Kejuaraan Asia VIII yang akan berlangsung di GOR Among Rogo, Yogyakarta, 8-14 September. Para pemain dilepas Asisten Deputi Bidang Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora Washinton Galingging di Jakarta, Kamis (6/9) kemarin. Kejuaraan hanya diikuti empat negara yaitu Cina, Hongkong, Thailand dan tuan rumah Indonesia. ‘’Sebelumnya 10 negara yang memastikan ikut, tapi enam negara kemudian menyatakan mundur dengan berbagai alasan, mulai dari masalah kompetisi di dalam negeri sampai masalah kesulitan dana,’’ katanya. Menurut Washinton, timnas pelajar Indonesia tidak dibebankan target juara sesuai kategori usia mereka, karena berlatih untuk berkompetisi, bukan berlatih untuk menang. Selaku tuan rumah, Indonesia tidak hanya ingin memperlihatkan prestasi, tetapi juga memperkenalkan budaya dan pariwisata. Itulah sebabnya kejuaraan diadakan di Yogyakarta dan inilah peluang bagi tuan rumah untuk memperlihatkan potensi wisata dan budaya yang dimiliki. Tim basket pelajar Indonesia dipimpin Kepala Bidang Pembinaan PPLP Surono didampingi pelatih putra Rifki Antolion dan pelatih putri Cecep Firmansyah. (ant)
Bali Post/025
Komang Harik Adi Putra (kiri) bersama Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta.
Komang Harik Beri ”Jurus’’ Baru pada Rektor IKIP PGRI Bali Denpasar (Bali Post) I Komang Harik Adi Putra kebanjiran bonus dan hadiah setelah sukses meraih medali emas pada cabang olahraga pencak silat di Asian Games 2018. Saat menjalani pelatnas, dia diwisuda sebagai sarjana pendidikan kesehatan dan olahraga di IKIP PGRI Bali. Ketika itu dirinya menerima penghargaan dari rektor sebagai mahasiswa berprestasi. Atas prestasinya di Asian Games 2018, Komang Harik tak lupa dengan almamater yang membesarkannya yakni IKIP PGRI Bali. Rabu (5/9) lalu, dia masimakrama dengan Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. Komang Harik mengungkapkan rasa terima kasihnya karena berkat gemblengan selama menjadi mahasiswa FPOK di IKIP PGRI Bali berhasil mengukir prestasi di tingkat Bali, nasional hingga Asia. Komang Harik juga memberi ‘’jurus’’ baru berupa masukan kepada Rektor IKIP PGRI Bali bahwa jika ingin mencetak atlet berprestasi, dunia kampus harus turun langsung ke masyarakat bawah. Setelah itu, siapkan mereka beasiswa hingga tamat. Dengan begitu, anak petani, buruh bangunan dan masyarakat kelas bawah lainnya bisa terangkat ke permukaan. Anak berbakat ini digembleng khusus di FPOK IKIP PGRI Bali. Alasannya, kampus ini memiliki dosen dan alat kesehatan tercanggih di Bali. Mendengar masukan demikian, Rektor Made Suarta dengan tersenyum berjanji melakukan saran Komang Harik. Tahun
ini dosennya akan langsung turun ke sekolah-sekolah untuk menawarkan beasiswa gratis sampai tamat bagi atlet berprestasi. Dia mengakui banyak atlet IKIP PGRI Bali menyumbangkan medali bagi Indonesia baik di tingkat nasional, SEA Games maupun Asian Games. Suarta berjanji memperkuat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di IKIP PGRI Bali. UKM ini akan menjadi kawah candradimukanya mahasiswa IKIP PGRI Bali guna mencetak prestasi go international. (025)
Bali Post/ant
Kiper Futsal Cegah Denmark Kalah Besar Bratislava – Kiper futsal Christoffer Haagh ‘’berpindah arena’’ dari lapangan lima lawan lima menuju lapangan besar untuk membantu menyelamatkan wajah tim nasional Denmark yang kalah 0-3 dari Slovakia di Trnava, Kamis (6/9) kemarin. Kegagalan menyelesaikan masalah seputar kontrak memaksa Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU) memainkan skuad minim pengalaman untuk menghindari potensi hukuman dari UEFA. DBU tidak memasukkan nama-nama besar seperti pengatur serangan Tottenham Hotspur Christian Eriksen yang membawa Denmark menuju 16 besar Piala Dunia 2018. Mereka justru mengandalkan pemain-pemain dari divisi ketiga liga sepak bola domestik dan pemain futsal. Tidak banyak yang dapat diharapkan dari Denmark mengingat 11 pemain intinya melakukan debut internasional. Namun, keka-
lahan ini dapat menjadi kemenangan moral bagi tim yang tidak diunggulkan ketika Haagh (31) memainkan pertandingan terpenting sepanjang hidupnya. Gol yang dibukukan pemain Slovakia Adam Nemec pada menit ke-11 dapat menjadi sinyal munculnya hujan gol, namun tim Denmark yang kompak mampu bertahan dengan gagah berani dan tidak kemasukan lagi sampai Albert Rusnak mengemas gol pada menit ke-37. Dilatih oleh mantan gelandang Arsenal dan timnas John Jensen, Denmark terlihat terorganisir dengan baik dan menciptakan beberapa peluang gol. Lini belakang terus menjadi batu karang pada babak kedua. Haagh tidak kemasukan gol lagi sampai pemain pengganti Anders Foegt, mahasiswa ilmu politik merangkap pemain futsal, secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawangnya sendiri pada menit ke-79. (ant/rtr)
Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Jawa Tengah U-14 dan DKI Jakarta U-16 berjaya dalam Liga Pelajar Piala Menpora 2018. Tim Jateng U-14 tampil sebagai juara setelah mengalahkan DIY dengan skor 4-3, sedangkan tim DKI U-16 menaklukkan Jawa Timur 4-2 sama-sama melalui adu penalti di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Kamis (6/9) kemarin. Dua wakil Bali, Putra Tresna U-16 dan Putra Angkasa Kapal U-14 melaju sampai babak 16 besar dan 8 besar. Tim Jateng U-14 bermain imbang 0-0 melawan DIY di laga pamungkas. Dalam adu penalti, Jateng unggul 4-3. Juara III bersama diraih Jatim dan Papua. Terpilih sebagai kiper terbaik Nova (Jateng), pemain terbaik Doris (Jateng) dan pencetak gol terbanyak Donny Yoku (Papua) dengan 9 gol. Pemandu bakat U-14 Firman Utina menjaring 60 pemain yang akan diseleksi di Jakarta selama
seminggu untuk mendapatkan 30 orang. Mereka akan diproyeksikan berlaga pada turnamen yang dihelat Kemenpora pada 2019. ‘’Kemenpora rencananya menyelenggarakan turnamen level Asia di Bali tahun depan,’’ jelasnya. Sementara DKI U-16 bermain imbang 1-1 melawan Jatim dalam waktu normal 2 x 35 menit. DKI unggul cepat lewat sontekan Nadhief ketika pertandingan yang dipimpin wasit Johannes (Sulut) baru bergulir tiga menit. Gol balasan Jatim dilesakkan M. Agrom pada menit ke-56. Pada adu penalti, DKI unggul 3-1 atau menang total 4-2. Juara III bersama direbut Sulbar dan Sumut. Pesepak bola Nadhief (DKI) dinobatkan sebagai pemain terbaik, Irianto Andik (Papua Barat) pemain tersubur dan tim fair-play diraih SSB Bank Sulselbar (Sulsel). Pemandu bakat U-16 Maman Suryaman menjaring 40 pemain yang seleksi lanjutannya masih menunggu Kemenpora. (022)
Jateng dan DKI Berjaya
ASIAN GAMES – Stefano Lilipaly (kanan) dan Alberto Goncalves ketika membela Timnas Indonesia di Asian Games 2018.
internasional menuju Piala AFF yang berlangsung 8 November-15 Desember 2018. PSSI juga telah menyiapkan timnas Indonesia untuk beruji coba melawan Myanmar dan satu negara lainnya. (ant)
20 pemain Yang dipanggil pssi Penjaga gawang: Muhammad Ridho (Borneo FC), Awan Setho (Bhayangkara FC). Bek: Fachrudin (Madura United), Bagas Adi (Arema FC), Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Rizky Pora (Barito Putera), Alfin Tuasalamony (Arema FC), Gavin Kwan (Barito Putera). Gelandang: Evan Dimas (Selangor FA), Hanif Sjahbandi (Arema FC), Bayu Pradana (Mitra Kukar), Zulfiandi (Sriwijaya FC), Irfan Jaya (Persebaya), Riko Simanjuntak (Persija), Febri Hariyadi (Persib), Ilham Udin (Selangor FA), Septian David Maulana (Mitra Kukar), Stefano Lilipaly (Bali United). Penyerang: Boaz Solossa (Persipura), Dedik Setiawan (Arema FC).
Osaka Ikuti Jejak Kimiko Date
New York – Naomi Osaka menikmati kemenangan mudah 6-1, 6-1 atas petenis Ukraina Lesia Tsurenko pada babak perempatfinal turnamen AS Terbuka di New York, Kamis (6/9) kemarin. Ia menjadi petenis putri Jepang pertama dalam 22 tahun yang mencapai fase semifinal grand slam mengikuti jejak Kimiko Date yang melakukannya di Wimbledon pada 1996. Osaka yang menempati unggulan ke-20 menggunakan permainan groundstroke mematikan dan kemampuan servis yang bagus untuk menundukkan Tsurenko di lapangan Stadion Arthur Ashe. Petenis yang memenangi gelar perdana di kariernya pada Maret di Indian Wells ini, lima kali mematahkan servis Tsurenko sepanjang pertandingan yang hanya berlangsung selama 57 menit. Lawan selanjutnya bagi Osaka adalah pemenang pertandingan antara runner-up 2017 Madison Keys dan petenis Spanyol Carla Suarez Navarro. Di tunggal putra, Novak Djokovic dari Serbia bermandi keringat dari baseline untuk mengalahkan petenis Australia John Millman dengan skor 6-3, 6-4, 6-4 dan menyiapkan pertandingan semifinal melawan petenis Jepang Kei Nishikori. Djokovic mengalami kesulitan dengan kelembaban di Stadion Arthur Ashe, namun mampu menjaga ketenangannya, menyelamatkan break point dan menutup set pembukaan dalam waktu satu jam. ‘’(Saya) sangat diuji selama hampir tiga jam. Kredit kepada John yang memberikan pertarungan ketat,’’ kata Djokovic. Millman terbiasa dengan cuaca panas di kampung halamannya di Brisbane, namun perlu meninggalkan lapangan untuk berganti pakaian saat kedudukan 2-2 pada set kedua. Ia mengatakan kepada wasit tidak dapat menyimpan bola di sakunya karena celana pendeknya telah basah oleh keringat. Kei Nishikori maju ke babak semifinal tunggal putra setelah mengalahkan Marin Cilic dari Kroasia 2-6, 6-4, 7-6(5), 4-6, 6-4 sebagai balasan terhadap petenis yang mengubur impiannya menjuarai turnamen AS Terbuka 2014 lalu. Pertandingan berlangsung ketat selama lebih dari empat jam. Laga kali ini sangat berbeda dibanding empat tahun lalu ketika Cilic tidak menemui kesulitan mengalahkan Nishikori di final AS Terbuka 2014 dengan skor 6-3, 6-3, 6-3. Sejak itu Cilic telah dua kali mencapai final grand slam, sedangkan Nishikori belum juga bangkit. (ant/rtr)