INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
FKIP Undwi Lepas 174 Guru Profesional
Sabtu Kliwon, 7 Oktober 2017
STIBA Saraswati Denpasar Wisuda 129 Sarjana
Jadilah Guru yang Mengajar dengan Hati Masa Tunggu Alumni Kurang dari Enam Bulan
TERBAIK - Dekan FKIP Undwi I Made Sila dan Wakil Dekan A.A. Mas Darwati bersama lulusan terbaik pada acara yudisium sarjana. DEKAN FKIP Universitas Dwijendra (Undwi) Drs. I Made Sila, M.Pd., Jumat (6/10) kemarin melepas 174 sarjana. Dari jumlah itu, 77 sarjana PPKn serta 97 sarjana dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah. Hingga acara yudisium kemarin, FKIP Undwi sudah menamatkan 2.692 sarjana. Made Sila didampingi Wakil Dekan Dra. A.A. Mas Darwati, M.Si. menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik PPKn yang diraih Ratna Dewi (IPK 3,77), Yuliana Nggiduk (3,65) dan Teobaldus Sumardi (3,63) serta lulusan terbaik Prodi Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah yang dicapai Meinardus Fridolin Jantur (3,84), Inne Meryanty (3,80) dan Ketut Soka Intan Sari Utami (3,77). Ia menekankan lulusannya sudah dibekali kemampuan menjalankan Kurikulum 2013 (K-13). Lulusan FKIP Undwi akan menjadi guru profesional, kompetitif dan berwawasan budaya. Mer-
eka juga dibekali kemampuan berkomunikasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, disiplin, etos kerja dan jujur. Menurutnya, guru harus selalu meningkatkan kemampuan melalui pendidikan dan latihan, berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran dan melakukan penelitan serta publikasi ilmiah. Untuk itu, lulusan FKIP Undwi mesti meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja. Bagi yang memilih profesi sebagai guru jangan lupa mengikuti sertifikasi baik melalui sertifikasi guru dalam jabatan melalui online, jalur PLPG atau melalui pendidikan profesi guru (PPG). Sebab, tuntutan profesi guru ke depan harus memiliki kualifikasi akademik sarjana dan mempunyai sertifikat profesi. ‘’Jadilah guru di hati murid dan mendidik berdasarkan hati supaya melekat di hati siswa,’’ tegas Made Sila. Dalam acara yang dihadiri
Wakil Ketua Yayasan Ir. I Wayan Abdinegara, M.Si. dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., Dekan FKIP Undwi menegaskan, guru sebagai instrumen input yang sangat penting. Namun, guru bukan lagi subjek pembelajaran melainkan sebagai fasilitator dalam membantu siswa membagun ilmu untuk menemukan jati dirinya sendiri. Cintailah profesi guru dengan ketulusan, karena cinta dan ketulusan dapat mengubah segalanya. Ini sesuai visi FKIP Undwi ‘’Kompeten, Kompetitif dan Berbudaya’’. Untuk itu, pihaknya terus melakukan inovasi. Di antaranya menerapkan kurikulum yang terintegrasi dengan KKNI, berinovasi pembelajaran berbasis karakter dan menentukan kepakaran dosen. Guru yang dicetak FKIP Undwi berkompenten dan profesional. Kompeten itu mencakup kompetensi profesional, pedagodik, kepribadian dan sosial. Dengan kurikulum berbasis KKNI, FKIP Undwi mencetak guru menjadi peneliti, penyuluh, praktisi pariwisata dan entrepreneurship. Dengan demikian lulusannya tak menjadi sarjana yang menganggur karena selalu berinovasi menciptakan lapangan kerja baru. Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. menilai FKIP Undwi kini makin laris setelah memiliki Prodi PGSD dan Bahasa Inggris. FKIP Undwi bisa dijadikan pusat kajian dan literasi Weda, belajar lontar serta pelestarian bahasa Bali. Hal ini didukung Program Bali Simbar dan perpustakaan lontar milik Yayasan Dwijendra. Ia menyebut FKIP Undwi sebagai pelopor inovasi pembelajaran berbasis karakter. (ad431)
Selamatkan Penyalah Guna Narkotika
Pihak Terkait Harus Koordinasi Intensif
SOSIALISASI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa (kiri) sosialisasi program rehabilitasi dan pascarehabilitasi. UPAYA menyelamatkan penyalah guna narkotika harus didukung semua pihak, terutama melalui koordinasi yang tiada henti antara lembaga yang menaungi rehabilitasi yaitu BNN dan yayasan, lembaga, bahkan institusi pemerintah yang menangani rehabilitasi di masyarakat. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kabid Rehabilitasi AKBP I Nyoman Artana menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi program rehabilitasi dan pascarehabilitasi tahun 2017 bertempat di Kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Kereneng, Denpasar, Jumat (6/10) kemarin. Kegiatan itu diikuti 20 peserta
yang terdiri atas dokter rumah sakit pemerintah serta yayasan yang berkecimpung di bidang rehabilitasi. Narasumber lain yang hadir adalah dr. Alit Aryani, Sp.KJ. dari RSUP Sanglah dan dr. Gusti Rai Putra, Sp.KJ. dari RSUD Wangaya. Saat membuka acara, Kepala BNNP Bali menyampaikan, rehabilitasi memiliki arti yang sangat penting dalam memulihkan korban penyalahgunaan narkotika. Selain itu, merupakan upaya pemerintah dalam menyelamatkan generasi bangsa dari pengaruh buruk narkotika. ‘’Saya berharap peserta dapat menjadi perpanjangan tangan BNNP Bali, terutama dalam hal menyampaikan kepada lingkungan terdekat bagi pecandu dan penyalah guna narkoba un-
tuk datang ke BNNP Bali dan institusi penerima wajib lapor agar dapat mengikuti program rehabilitasi dan pascarehabilitasi,’’ tegas Brigjen Suastawa. Peserta rehabilitasi di BNNP Bali jajaran selama 2017 sebanyak 682 orang, baik voluntary maupun compulsary. Hal ini didukung hasil sweeping BNNP dan jajaran tahun 2017 di tempat hiburan malam (THM). Dari 49 tempat hiburan malam yang dirazia terjaring 101 orang penyalah guna dan langsung diproses direhabilitasi. Penangkapan yang dilakukan oleh tim Pemberantasan BNNP Bali sebanyak 42 kasus dan 45 orang tersangka yang juga menjalani proses hukum serta diassesmen untuk menjalani rehabilitasi. ‘’Peran rumah sakit atau puskesmas dalam rehabilitasi yaitu menyiapkan SDM dan sarana dan prasarana, memahami bahwa pecandu adalah orang sakit, membantu menyosialisasikan. Pecandu lebih baik direhabilitasi, sehingga diharapkan RSUP dapat menyiapkan fasilitas rawat inap untuk pecandu narkotika,’’ ungkap Brigjen Suastawa. Adapun tujuan digelarnya kegiatan itu untuk mengoptimalisasikan program rehabilitasi dan pascarehabilitasi yang diselenggarakan oleh IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) di Bali. IPWL memberikan informasi kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan secara optimal layanan IPWL dalam rangka memulihkan korban penyalah guna atau pecandu narkoba. (bns1)
LG Kuasai AC Inverter di Indonesia
USAHA PT LG Electronics Indonesia untuk lebih berfokus pada AC Inverter tahun ini membuahkan hasil. Data GfK (Growth from Knowledge) sebagai lembaga riset independen menunjukkan, pabrikan asal Korea Selatan ini duduk sebagai peringkat pertama kategori AC Inverter di Indonesia. Lembaga riset rujukan industri elektronik itu menunjukkan penguasaan LG pada 54% sebaran total AC Inverter di Indonesia. Persentase ini naik pesat dari tahun lalu yang jumlahnya mencapai 11%. ‘’Lebih dari sekadar menjadi pemimpin pasar. Di lain sisi, keberhasilan ini sekaligus menjadi kesuksesan kami dalam turut mendorong pertumbuhan penggunaan AC Inverter di Indonesia,’’ ujar Arief Sasono Aji, Head of Product Marketing RAC
LG Electronics Indonesia. Pernyataan ini merujuk pada pertumbuhan total pasar AC Inverter di Indonesia yang mencapai kisaran dua kali lipat pada tahun 2017. Bila tahun sebelumnya jumlah sebaran total AC Inverter di Indonesia hanya 36.000 unit, pada 2017 ini terhitung hingga Agustus jumlahnya telah mencapai 71.000. Dalam teknologi AC hemat listrik, inverter bukanlah teknologi pertama yang diterapkan untuk membuat AC hemat listrik. LG menghadirkan produk andalannya AC LG Inverter Dual Cool untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Resmi diperkenalkan pada kuartal pertama tahun ini, AC Inverter terbaru LG ini membawa berbagai inovasi yang mendobrak pasar AC Inverter di
KUASAI - LG kuasai AC Inverter di Indonesia berdasarkan data GfK.
Indonesia. ‘’Dengan pilihan luas, lebih besar peluang masyarakat mengadopsi AC berteknologi inverter. Inilah hal yang salah satunya mendorong pertumbuhan pengguna AC Inverter di Indonesia,’’ kata Arief Sasono Aji. Di samping itu, LG tak sekadar menawarkan teknologi AC Inverter. LG melengkapi AC Inverter-nya tahun ini dengan dua fitur utama yang dianggap sesuai dengan karakter pengguna di Indonesia, yaitu Jet Cool dan Active Energy Saving. Ini sesuai dengan karakter Indonesia karena berada pada belahan iklim tropis. Masyarakat Indonesia mengalami perubahan suhu nyata sepanjang harinya. ‘’Inovasi yang mengoptimalkan hemat listrik dengan meletakkan kendali di tangan pengguna tanpa mengorbankan kenyamanannya inilah yang menjadikan AC LG Dual Cool Series sebagai terobosan dalam kategori AC inverter,’’ jelasnya. Terkait pencapaian ini, LG akan semakin memantapkan posisinya menjadi pemimpin pasar AC Inverter di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan memberikan berbagai aktivitas yang lebih memberi banyak manfaat bagi masyarakat untuk memilih AC Inverter. ‘’Dunia sedang beralih ke teknologi yang lebih baik dan ramah lingkungan. LG berperan aktif dalam perubahan ini melalui penyediaan AC berteknologi Inverter yang dapat memenuhi kebutuhan lebih banyak orang,’’ ungkap Arief Sasono Aji. (bns2)
KETUA Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar I Komang Sulatra, S.S., M.Hum., Jumat (6/10) kemarin mewisuda 129 sarjana masing-masing S-1 Sastra Inggris 98 orang dan S-1 Sastra Jepang 31 orang. Yang membuat Komang Sulatra bangga karena 69% dari mereka telah bekerja dan 31% lagi masih pada tahap melamar pekerjaan. Tujuh wisudawan Sastra Inggris lulus dengan predikat cumlaude, 87 sangat memuaskan, sedangkan empat wisudawan Sastra Jepang lulus dengan cumlaude dan sisanya sangat memuaskan. Komang Sulatra didampingi Wakil Ketua I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum. menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik Ni Putu Sri Wahyuni (IPK 3,92) dari Sastra Inggris dan Maulida Purwanti (IPK 3,86) dari Sastra Jepang. Acara wisuda dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-23 STIBA Saraswati dihadiri Konjen Jepang Hirohisa Chiba, Ketua Yayasan PR Saraswati Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Ketua Pengawas I G.B. Yudhara dan Dewa Sukanada serta Koordinator Kopertis VIII Prof. I Nengah Dasi Astawa. Ketua STIBA Saraswati menambahkan, dari pelacakan alumni ditemukan bahwa 91 persen alumninya telah mengabdikan ilmunya di dunia kerja pada sektor pariwisata, pendidikan dan membuka usaha sendiri. Sementara 9 persen melanjutkan ke pendidikan magister. Data ini menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris dan Jepang merupakan salah satu syarat utama dalam merebut peluang kerja. STIBA Saraswati tahun 2017 ini mendapatkan hibah tracer
WISUDA - Ketua STIBA Saraswati Komang Sulatra (kiri) saat mewisuda 129 sarjana. study dari Kemenristek Dikti. Dari tracer study alumni masa tunggu mereka untuk bekerja kurang dari enam bulan dari waktu lulus. Ini pas dengan visi STIBA Saraswati Denpasar ‘’Menjadi Sekolah Tinggi Bahasa Asing Berkualitas untuk Menghasikan SDM yang Kompeten dan Siap Bersaing di Era Global’’. Menurut Komang Sulatra, dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT), STIBA Saraswati menjalankan kurikulum KKNI dilengkapi silabus dan capaian pembelajaran. Di bidang kemahasiswaan, STIBA Saraswati meraih hibah program kewirausahaan PBBT (Program Belajar dan Bekerja Terpadu). Kini STIBA Saraswati memiliki dosen berkualifikasi doktor atas nama Dr. I Wayan Nurita, S.S., S.H., M.Si. dan empat sedang studi S-3. Saat ini sedang diusulkan pembukaan Prodi D-3 Bahasa Mandarin. Sementara kerja sama internasional dilakukan dengan British Council,
Fukushima University, Seisen University Jepang dan lain-lain. Ketua Yayasan PR Saraswati Bagus Ketut Lodji mengungkapkan, pada usia yang ke-23 tahun, STIBA Saraswati Denpasar harus fokus pada kualitas dosen. Ia mendukung STIBA Saraswati Denpasar kini memiliki SDM dosen berkualifikasi S-3. Ke depan diharapkan semua dosen harus S-3 karena lulusannya mesti menjadi pemenang di era global. Sementara itu, Koordinator Kopertis VIII Nengah Dasi Astawa menekankan usai wisuda lulusan STIBA Saraswati harus terus bergerak dan berubah sesuai tuntutan zaman yang serba cepat. Jangan menjadi pengangguran, melainkan menjadi pencipta lapangan kerja baru. Dewasa ini tak hanya pencari kerja yang berhadapan dengan persaingan, tetapi juga PT. Makanya PT harus meningkatkan mutu pendidikan secara sistematik dan berkelanjutan serta tidak bisa bekerja tanpa data dan regulasi. (ad435)
Antisipasi Erupsi Gunung Agung
Telkomsel Bersama Telkom Group Siagakan Layanan Komunikasi
SIAGA – Telkomsel bersama Telkom Group melakukan pengamanan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Bali khususnya di lokasi terdekat dengan Gunung Agung. PASCA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menaikkan status Gunung Agung menjadi level IV (Awas), Telkomsel sebagai bagian dari Telkom Group yang merupakan satu-satunya operator seluler milik Indonesia telah melakukan beberapa langkah antisipasi. Langkah antisipasi ini baik terhadap pengamanan alat-alat produksi, sumber daya manusia internal maupun penyiapan bantuan tanggap darurat untuk warga yang terdampak bencana.
GM ICT Operation Telkomsel Regional Bali Nusra Danny A. Triawan mengungkapkan, pihaknya selalu berupaya memberikan prioritas utama terhadap pengamanan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Bali, khususnya di lokasi terdekat dengan Gunung Agung. ‘’Hal tersebut demi menjamin terselenggaranya layanan telekomunikasi terbaik dan berkualitas, terutama dalam mendukung kelancaran komunikasi, informasi dan koordinasi baik antarpetugas penanggulangan bencana maupun antarwarga dan
masyarakat yang berada di lokasi pengungsian serta di sekitar wilayah Karangasem,’’ ujarnya. Berbagai upaya preventif dan kuratif yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya layanan komunikasi telah diambil. Begitu pula terhadap pengamanan infrastruktur telekomunikasi, Telkomsel bersama Telkom Group menyiapkan beberapa alternatif pemulihan supaya layanan kepada pelanggan tetap terjaga. Hingga saat ini kenyamanan pelanggan Telkomsel di wilayah Kabupaten Karangasem dalam berkomunikasi dan menikmati layanan data, didukung lebih dari 200 BTS yang sebagian merupakan BTS broadband (3G dan 4G). Adapun layanan 4G LTE disokong jaringan andal dengan penggelaran lebih dari 30 Node B. GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra Anandoz Bangsawan menambahkan, selain telah menyiapkan BTS Combat Telkomsel dalam mendukung penanggulangan bencana di beberapa lokasi posko untuk membantu petugas serta para pengungsi, Telkomsel juga menyediakan ‘’Posko Bantuan Telepon Gratis’’ di beberapa titik lokasi pengungsian di wilayah Karangasem. ‘’Masyarakat selalu dapat melakukan komunikasi dengan cepat, mudah dan nyaman,’’ katanya. (ad434)
Raih Piala Presiden
Perisai Diri Unwar Gelar Syukuran SYUKURAN atas Kemenangan Unitas Perisai Diri (PD) Universitas Warmadewa (Unwar) dalam Kejuaraan Nasional XXVI Tahun 2017 Silat Perisai Diri Antar-Perguruan Tinggi memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI di Roff Top Ruang Sidang Sri Kesari Warmadewa Mandapa, Denpasar, Jumat (6/10) kemarin. Acara dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Rektor, WR I, WR III, Pembina Unitas PD, para Kepala Biro, Kabag dan staf Kemahasiswaan, serta seluruh Tim Perisai Diri Unwar. PD Unwar menjadi juara umum, berhasil memperebutkan Piala Bergilir Presiden, memperoleh medali emas, perak, perunggu serta menyabet piala pesilat terbaik putri. Pertandingan berlangsung 26 September - 2 Oktober 2017 di Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya. Kejurnas ini diselenggarakan dua tahun sekali. Pembina Unitas PD Unwar I Ketut Selamet, S.E., M.Si. mengatakan perjalanan atletnya tidak terlepas dari doa dan peran serta jajaran yayasan dan universitas yang menjadi bekal utama bagi atlet dalam menjalankan tugas demi nama baik Unwar. PD Unwar memberangkatkan 17 orang atlet yang turun di 21 nomor dari 24 nomor yang dipertandingkan. Nomor yang dipertandingkan di antaranya tunggal bebas tanpa batas, laga beregu (menampilkan teknikteknik berpasangan baik bersenjata maupun tangan kosong) dan bebas versi PD (tanpa pelindung). Banyak atlet PD Unwar mengalami cedera, namun tetap menunjukkan ketangguhan fisik dan mental di lapangan. Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T. menyatakan
PIALA – Tim Perisai Diri Unwar (duduk) menyabet dua piala dalam Kejurnas PD XXVI/2017 memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI. pihaknya dan pimpinan Unwar sangat mendukung kegiatan yang bersifat kompetisi, tidak hanya di bidang olahraga (bakat dan minat), tetapi juga bidang ilmiah, seni dan teknologi. ‘’Kami bangga mahasiswa Unwar khususnya Perisai Diri mampu menunjukkan prestasinya di kejuaraan nasional. Ini sangat berpengaruh dalam meningkatkan akreditasi lembaga,’’ tegasnya. Sumber dana yang digunakan dari Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali, Rektorat Unwar, para donatur, alumni, beberapa bank dan perusahaan. Semua kegiatan kemahasiswaan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia direkam langsung oleh Kemenristek Dikti sebagai acuan peningkatan akreditasi lembaga perguruan tinggi. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. sangat terkesan dan mengatakan bahwa PD Unwar adalah kelompok yang unbelievable. Ia tidak percaya mereka
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
bisa mencapai hal yang sangat besar dan membanggakan. Perjuangan mereka luar biasa, sehingga dirinya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Ia dengan senang hati mendukung PD Unwar menjadi tuan rumah event ini tahun 2019 mendatang. Sebagai rasa bangga, Unwar memberikan sedikit uang pembinaan kepada tim PD. Pemberian ini sebagai ucapan terima kasih atas perjuangan tim PD Unwar yang mampu membawa Piala Bergilir Presiden ke kampus tercinta. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali Dr. Drs. A. A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap kerja keras tim PD Unwar. Ketika audiensi ke yayasan sebelum mengikuti pertandingan, ia memberikan target juara umum dan siap menjadi tuan rumah tahun 2019. Pihaknya mendukung karena janji harus ditepati. (ad388)