Skip to main content

Edisi 29 juni 2018 | Balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 294 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Gunung Agung Erupsi Lagi

Warga Mulai Mengungsi MINGGU pagi, 24 Juni 2018, wartawan Bali Post, berada di pinggir kawah Gunung Agung. Saat itu berlangsung upacara mulang pakelem (BP, 25/6). Ketika itu kawah sudah mengeluarkan asap. Bahkan sarana upacara yang ‘’dihaturkan’’ ke tengah kawah juga diterbangkan. Ini menandakan masih ada tekanan kuat dari dasar kawah. Tak hanya asap, saat itu juga terjadi hujan abu di sekitar kawah. Bahkan ketika rombongan masih setengah perjalanan menuju pucak, hujan abu mulai mengguyur, walaupun masih sangat tipis. Rupanya, peristiwa serupa berlanjut sampai Rabu malam hingga Kamis (28/6) malam kemarin. Hujan abu mengguyur sejumlah desa di Karangasem. Sejumlah warga sudah mulai mengungsi. Ada informasi bahwa warga Kidulingkerteg dan Temukus sudah melakukan pengungsian. Demikian juga warga Juntal dan Kubu mulai mengungsi. Mereka berkumpul di balai desa setempat atau balai desa tetangga yang sebelumnya ditetapkan sebagai tempat pengungsian. Sementara itu belasan warga Sebudi juga mengungsi. Semalam mereka menuju Rendang. Sedangkan warga

Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat mengungsi ke tempat pengungsian mereka di Banjar Tegeh, Desa Amerta Bhuana, Selat. Jumlahnya 21 orang. Mereka mengungsi karena jembatan yang menuju perkampungan mereka masih rusak sehingga sangat riskan jika tiba-tiba terjadi erupsi Meski asap tebal putihkelabu terus membubung dari kawah gunung, penduduk di kawasan lereng gunung yang jaraknya lebih dari enam kilometer umumnya masih bertahan di rumah masing-masing. ‘’Siang sampai sore masyarakat masih beraktivitas seperti biasa,’’ kata Ketua Pasebaya Gunung, I Gede Pawana. I Nengah Karta, relawan Pasebaya asal Banjar Temukus, Besakih, mengatakan hingga sore ini (kemarin) warga masih bertahan di

rumah masing-masing. Warga tetap bertahan meskipun dari banjar tersebut suara gemuruh dari dalam gunung juga terdengar jelas. Banjar Temukus juga diguyur hujan abu tipis. Hujan abu dengan intensitas cukup tebal justru dilaporkan terjadi di wilayah Pemuteran, Desa Pempatan. ‘’Semua warga kami masih bertahan di rumah masing-masing,’’ ungkap Karta saat melaporkan kondisi wilayahnya ke Posko Pasebaya melalui jaringan radio. Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah mengeluarkan rilis bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung. Embusan berlangsung dengan ketinggian relatif konstan di kisaran 1.500 meter. Hal. 15 Sampai Kintamani

Erupsi Bisa Terjadi Kapan Saja

ERUPSI - Gunung Agung mengeluarkan asap putih mulai Rabu malam hingga Kamis (28/6) malam kemarin. Pada erupsi kali ini, abu Gunung Agung sampai di Kintamani.

Bali Post/ist

PASCA-ERUPSI 27 Juni 2018 pukul 22.21 Wita, secara visual teramati kolom gas berwarna putih tebal dari pagi tadi sekitar 200 meter di atas puncak. Pada sekitar pukul 10.30 intensitas emisi gas mengalami peningkatan dan disertai abu tipis. Emisi gas dan abu terjadi secara menerus dengan ketinggian berkisar 1.500-2.000 meter di atas puncak dan hingga kini masih berlangsung. Arah sebaran abu utamanya ke barat kemudian membelok ke barat daya. Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM dalam siaran persnya menyatakan, Tim PVMBG melaporkan bahwa hujan abu dengan intensitas tipis teramati di sekitar Desa Puregai (7 km dari puncak). Sampai saat ini (18.00 Wita), aktivitas emisi gas dan abu ini masih terus berlangsung dengan ketinggian relatif konstan di kisaran 1.5002.000 meter di atas puncak. Hal. 15 Meningkat Tajam

Bali Post/wan

MERANGAS – Pasca-erupsi tiga bulan lalu, banyak pohon di Gunung Agung yang masih merangas

Mantra-Kerta Ucapkan Ucapkan Selamat Selamat pada Koster-Ace Jokowi Telepon Koster

KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan ucapan selamat kepada Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, karena telah berhasil menang dalam Pilgub Bali tahun 2018. Megawati mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali, karena pilgub telah berjalan aman dan lancar. Tak hanya Presiden ke-5 RI yang mengucapkan selamat, Presiden Joko Widodo melalui sambungan telepon Rabu (27/6) pukul 22.29 Wita juga memberikan ucapan selamat kepada Koster. Menurut Koster, Ibu Ketua Umum memberikan arahan agar dirinya bersama seluruh jajaran partai mengawal dan mengamankan proses rekapitulasi perolehan suara hingga pleno di KPU Bali. ‘’Ibu Ketua Umum juga memberikan instruksi agar melakukan evaluasi secara menyeluruh kepada petugas partai di wilayah yang kalah sampai ke tingkat desa,’’ ungkapnya. Wilayah kalah yang

dimaksud adalah Karangasem, Denpasar dan Klungkung. Evaluasi ini, lanjut Koster, akan dijadikan bahan pertimbangan dalam menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2019, termasuk dalam penentuan daftar calon legislatif (caleg) yang akan bertarung pada Pileg 2019. ‘’Ibu Ketua Umum juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali yang telah memilih pasangan Koster-Ace, dan meminta seluruh kader partai menjaga situasi Bali agar tetap kondusif,’’ katanya. Kader diminta menghormati perbedaan pilihan masyarakat, tetap bersikap santun, beretika, berbudaya, simpatik dan jangan arogan dalam merayakan kemenangan. Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo secara khusus memberikan ucapan selamat kepada calon Gubernur Bali Wayan Koster, karena telah memenangkan Pilgub Bali 2018. Hal. 15 Siap Menerima

Denpasar (Bali Post) Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra - I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), mengakui kekalahannya atas paslon nomor urut 1, Wayan Koster - Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KosterAce), dalam Pilgub Bali 2018. Paket Mantra-Kerta ini juga mengucapkan selamat atas kemenangan KosterAce. Kendati, tetap harus menunggu hasil penghitungan suara resmi dari KPU Provinsi Bali. ‘’Dari penghitungan real count yang kami dapatkan 42,44 persen, sehingga saya dan Pak Sudikerta sudah bersepakat tentang masalah ini dan tentunya kami juga harus mengucapkan selamat kepada pasangan nomor urut 1, Pak Koster dan Pak Cok Ace,’’ ujar Rai Mantra dalam keterangan pers didampingi Sudikerta dan jajaran Koalisi Rakyat Bali di Rumah Apresiasi Mantra-Kerta, Kamis (28/6) sore kemarin. Rai Mantra kembali menyatakan bila pihaknya menerima dengan sebaik-baiknya apa pun hasil pilgub

karena merupakan pilihan masyarakat. Wali Kota Denpasar ini juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni kemarin. ‘’Kita kembali ke tugaslah,’’ kata Rai Mantra ketika ditanya apakah akan kembali menjabat wali kota usai pilgub. Mengingat, jabatan itu bisa disandangnya lantaran diusung PDI Perjuangan yang menjagokan Koster-Ace dalam pertarungan Pilgub Bali 2018. Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta menyampaikan hasil final penghitungan real count berbasis C1 oleh Tim IT MantraKerta di 6.296 TPS, Koster-Ace meraih 57,56 persen atau 1.210.134 suara. Sedangkan Mantra-Kerta meraih 42,44 persen atau 892.170 suara. Partisipasi masyarakat tercatat 71 persen. ‘’Mantra-Kerta unggul di tiga kabupaten/kota yakni Denpasar 68 persen, Klungkung 67 persen, dan Karangasem 59,36 persen,’’ ujarnya. Hal. 15 Data Resmi

HASIL SEMENTARA PILGUB BALI 2018 KABUPATEN/KOTA DENPASAR

Koster bersama kader PDI-P.

Bali Post/kmb

KOSTER-ACE

MANTRA-KERTA

87.824

190.405

BADUNG

210.285

70.296

TABANAN

197.982

92.455

JEMBRANA

81.785

72.803

BULELENG

225.340

100.673

GIANYAR

184.651

102.864

BANGLI

96.018

48.783

KLUNGKUNG

39.616

81.272

KARANGASEM

92.838

133.262

Bali Post/kmb

Rai Mantra bersama istri saat nyoblos, Rabu lalu.

Penyebab Tergerusnya Suara Mantra-Kerta Denpasar (Bali Post) I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta boleh saja legowo dengan kekalahan mereka di Pilgub Bali 2018. Namun, tim pemenangan mereka telah mencatat beberapa penyebab kekalahan itu. Mengingat, hasil survei internal satu bulan sebelum hari H pemungutan suara, Mantra-Kerta justru unggul 53,2 persen dengan jumlah swing voter 14,8 persen. ‘’Itu memang tergerus, bahkan yang swing voter itu juga mayoritas lari ke nomor urut 1,’’ ujar Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta. Menurut Mudarta, faktor utama yang membuat suara Mantra-Kerta tergerus adalah dinamika yang sangat luar biasa pascadebat terbuka. Pasangan calon nomor urut 2 ini banyak digempur isu-isu yang berkaitan dengan reklamasi Teluk Benoa, hingga kampanye hitam di media sosial. Beberapa partai pengusung Mantra-Kerta disebut-sebut mengusung

HTI dan seterusnya. Belum lagi ada rilis tentang MantraKerta yang mayoritas didukung masyarakat non-Hindu atau nonwarga Bali, sehingga menyebabkan terjadi perubahan peta politik. ‘’Itu menjadi faktor utama tergerusnya karena ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab berusaha menggunakan isu SARA itu. Sesungguhnya itu menjadi catatan penting kami kepada penyelenggara maupun pengawas untuk melakukan pengawasan lebih efektif ke depannya,’’ jelasnya. Menurut Mudarta, suara Mantra-Kerta memang sangat terdegradasi oleh isu-isu sensitif tersebut. Padahal, Mantra-Kerta sebetulnya bisa unggul di lima kabupaten/kota yakni Denpasar, Klungkung, Karangasem, Jembrana, dan Bangli. ‘’Di Jembrana saja kita kalah tipis,’’ imbuhnya. Selain isu-isu tersebut, Mudarta juga masih mendapati adanya upaya intimidasi di beberapa TPS. Hal. 15 Berjalan Kondusif


DENPASAR

2

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

Setelah Bebas, Mantan Napi Ditangkap di Karangasem

Bali Post/eka

PENCURIAN - Polisi menggelar para tersangka dan barang bukti sepeda motor curian di Mapolsek Denpasar Timur, Kamis (28/6) kemarin.

Sasar Empat Kecamatan

Vaksinasi Rabies Digelar Serentak Denpasar (Bali Post) – Dalam upaya mengendalikan populasi hewan liar terutama anjing dan kucing, serta dalam upaya menekan penularan penyakit rabies, Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar yang bersinergi dengan Yayasan Bali Animal Welfare Association (BAWA) menggelar vaksinasi, sterilisasi dan kontrol populasi di empat kecamatan di Denpasar dengan metode jemput bola dan gratis. Vaksinasi rabies tersebut dilakukan serentak yang dimulai pada Juli hingga September 2018 pada empat kecamatan di Kota Denpasar yaitu Denpasar Selatan sejumlah 10 desa dan 106 dusun, Denpasar Barat sejumlah 11 desa dan 121 dusun, Denpasar Utara terdiri dari 11 desa dan 107 dusun, dan Denpasar Timur sejumlah 11 desa dan 99 dusun. Desa yang dalam waktu dekat disasar adalah Desa Pemogan pada tanggal 2 Juli 2018 di Dusun Panti Gede, dilanjutkan pada tanggal 3 Juli di Dusun Jaba Jati, tanggal 4 Juli di Dusun Gunung dan seterusnya hingga September 2018 nanti. Dikonfirmasi Kamis (28/6) kemarin, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra mengatakan,

kegiatan ini adalah program yang dilakukan secara rutin. Bahkan, saat ini rutin dilakukan dengan sistem jemput bola di wilayah di Kota Denpasar. ‘’Term kedua ini menyasar dari lingkungan terkecil. Jadi, terjadwal dari Juli hingga September nanti,’’ ungkapnya. Menurut Ambara Putra, Dinas Pertanian tetap mengupayakan vaksinasi melibatkan tim internal. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meng-cover secara keseluruhan terkait dengan angka Hewan Penyebar Rasbies (HPR) di Bali yang mencapai 85.000 ekor di tahun 2017. Meski kasus rabies di Kota Denpasar 0 persen, namun upaya pencegahan selalu dilakukan. ‘’Karena itulah di Denpasar kita cegah dulu sebelum kasusnya terjadi,’’ tegasnya. Ambara Putra menambahkan, program ini juga telah disosialisasikan dengan membentuk vaksinatur (donatur vaksin) dan melatih para Babinsa, Babinkamtibmas, dan beberapa aparat desa yang sudah dilatih menjadi vaksinatur. Dikatakan, hal tersebut sangat memudahkan tim untuk bersinergi dengan masyarakat dalam mencegah kasus rabies. (kmb12)

Partisipasi Pemilih di Bawah Target Denpasar (Bali Post) –

Pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali telah berlangsung dengan tertib. Namun, target partisipasi pemilih yang dipasang KPU sebesar 77,5 persen belum tercapai. Tingkat partisipasi pemilih di Denpasar pada Pilgub Bali tahun ini hanya 69,77 persen. Rinciannya, partisipasi pemilih laki-laki sebesar 68,60 persen dan perempuan 68,40 persen. Ketua KPU Denpasar I Gede John Darmawan yang dikonfirmasi terkait partisipasi pemilih ini, Kamis (28/6) kemarin, mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi secara maksimal. Baik melalui pentas budaya, sosialisasi ke

Bali Post/dok

I Gede John Darmawan

sekolah-sekolah, sampai kegiatan touring dan turun ke pasar-pasar. ‘’Semua itu kembali lagi kepada masing-masing pemilih,’’ katanya. John Darmawan menambahkan, hajatan pilgub kali ini juga berdekatan dengan hari raya Idul Fitri, sehingga banyak warga yang masih di kampung halamannya saat pencoblosan. Terbukti, ribuan formulir C6 yang merupakan surat pemberitahuan untuk memilih, kembali ke KPU karena nama yang tercantum dalam formulir C6 tersebut tidak ditemui di rumahnya. ‘’Petugas tidak berani menitipkan ke tetangganya, sehingga banyak yang dikembalikan ke sini (KPU - red),’’ ujarnya. Menurut John Darmawan, formulir C6 yang dikembalikan ke KPU, di antaranya di wilayah Sesetan saja mencapai 2.500 lembar. Demikian juga di Renon. Di desa ini sedikitnya 1.100 lembar formulir C6 kembali. ‘’Ini artinya orangnya tidak ada di rumah. Mungkin masih di kampungBerita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Pukul : 10.00 Wita Tempat : Gedung Natya Mandala ISI Denpasar Kegiatan : Workshop Panji/Inao Internasional : 10.00 Wita Pukul Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Kerajinan Pukul : 11.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Panorama Tari Sanggar Nritya Graha Siwanataraja, Br. Babakan, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Duta Kabupaten Gianyar Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Tabuh dan Tari Palegongan Klasik Sekaa Palegongan Semara Pagulingan, Br. Binoh Kaja, Kelurahan Ubung, Duta Kota Denpasar Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Tembang Girang Sekaa Taman Penasar Sraya Gita Komala, Semarapura, Duta Kabupaten Klungkung : 17.00 Wita. : Areal Taman Budaya : Parade Ngelawang Sanggar Seni Gema Abhiraja Widya Jnana, Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Duta Kabupaten Gianyar

Pukul : 20.00 Wita Tempat : Ksirarnawa Kegiatan : Festival Panji/Inao Internasional : 20.00 Wita : Panggung Terbuka Ardha Candra : Parade Gong Kebyar Dewasa Sekaa Gong Kebyar Yowana Wira Bumi, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Duta Kabupaten Klungkung dengan Sanggar Bumi Sarinadi, Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Duta Kabupaten Tabanan

Bali Post/dok

A.A. Ngurah Gede Widiada

Negatif Narkoba, Pelajar Dilepas Denpasar (Bali Post) Sempat ditahan beberapa hari di Mapolsek Dentim, pelajar salah satu sekolah favorit di Denpasar, DSU (17), akhirnya dilepas, Rabu (27/6) lalu. DSU dilepas setelah hasil pemeriksaan labfor terkait rokok yang ditemukan di mobil negatif narkoba. Selain itu, hasil tes urinenya juga negatif narkotika. Kapolsek Denpasar Timur (Dentim) AKP I Nyoman Karang Adiputra, Kamis (28/6) kemarin mengatakan, pihaknya memang menunggu hasil pemeriksaan labfor. Hal itu dilakukan agar ada kepastian terkait kasus narkobanya. ‘’Sekian hari menunggu hasil tes dan pemeriksaan labfor, ternyata hasilnya negatif. Sehingga pelajar tersebut tidak bisa diproses karena tidak terbukti pakai tembakau gorila,’’ ujarnya. Hasil penggeledahan di mobil DSU ditemukan botol miras. Dia mengaku bersama temannya tiap malam minum miras sambil main play station (PS). ‘’Karena terus begadang, yang bersangkutan sampai jarang sekolah. Kalau penyelidikan kasus narkoba, kami diberi kewenangan mengamankan diduga pelaku 3x24 jam dan bisa diperpanjang. Kalau hasil penyelidikan tidak terbukti harus dilepas,’’ ujar Karang. Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas terjadi di simpang Jalan Patimura-Jalan Srikaya, Denpasar, Kamis (21/6) lalu. Mobil Honda Jazz putih yang dikemudikan pria berinisial DSU (17), pelajar SMA favorit di Denpasar, menabrak palinggih dan tembok. Waktu itu, DSU bersama teman satu sekolahnya, Gn. Di sebelah jok sopir ada beberapa linting rokok yang diduga berisi tembakau gorila. (kmb36)

Seluruh Penari Laki-laki

Jumat, 29 Juni 2018

Pukul Tempat Kegiatan

nya,’’ katanya. Sementara itu, anggota DPRD Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada menilai kaum muda dan profesional memang cukup gencar di medsos dalam menyambut hajatan pilgub ini. Sayangnya, saat hari H mereka tidak terlalu banyak yang bisa datang ke TPS. Mereka yang datang ke TPS lebih banyak usia tua yang biasanya terikat dengan komunitas banjar atau lembaga tradisional lainnya. (kmb12)

sung dilakukan penangkapan,’’ ungkapnya. Selain itu, Aryo Seno bersama anggotanya juga mengungkap sindikat curanmor yang dilaporkan pada Senin (18/6) lalu. Korbannya anggota TNI, Wayan Nusentana (21) yang beralamat di Jalan Drupadi, Denpasar. Pelakunya tak lain, David Kristian alias David (25). ‘’Terungkapnya kasus ini setelah pelaku menjual motor curian lewat online. Kami juga menangkap orang yang membantu aksinya, perantara dan penadah,’’ ujar AKP Karang. Awalnya, polisi menangkap Dewa Kadek Widnyana di wilayah Batubulan, Gianyar. Dari pengakuan Widnyana, motor tersebut diberikan oleh David dan disuruh menjual lewat online. Selanjutnya giliran David ditangkap di tempat tinggalnya di Jalan Raya Sading, Badung. Selain itu juga diamankan penadahnya, Mulyanto, di Jalan Pidada, Denpasar. ‘’Dari kasus ini, kami mengamankan barang bukti tiga motor curian, empat HP, laptop dan tas. Kasus ini masih kami dalami,’’ tegasnya. (kmb36)

Gambuh di Desa Kedisan Gianyar

JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018

Pukul Tempat Kegiatan

Denpasar (Bali Post) Keluar-masuk penjara tidak membuat I Kadek Suantara alias Kodok (28) kapok. Setelah bebas dari Lapas Karangasem, dia ditangkap lagi oleh Tim Opsnal Polsek Denpasar Timur (Dentim), Selasa (26/6) lalu. Suantara dibekuk di rumahnya di wilayah Karangasem, terkait kasus curanmor. Kapolsek Dentim AKP I Nyoman Karang Adiputra didampingi Kanitreskrim Iptu Aryo Seno Wimoko, Kamis (28/6) kemarin mengatakan, kasus curanmor yang dilakukan tersangka Suantara dilaporkan ke Polsek Dentim pada Juli 2017 lalu. TKP-nya di Jalan Sulatri Gang XIV Nomor 7, Denpasar. Pelaku mencuri sepeda motor milik Rahmat Soleh (23). Berdasarkan laporan tersebut, anggota Opsnal dipimpin Iptu Aryo Seno melakukan penyelidikan. Informasi yang didapatkan bahwa pelaku berada di kampungnya. Polisi langsung bergerak ke sana dan menangkap pelaku. ‘’Barang bukti yang diamankan yaitu Honda Supra DK 6107 KT. Setelah anggota kami tahu pelaku telah bebas, lang-

Bali Post/wan

GAMBUH – Sekaa Gambuh Kaga Wana Giri, Desa Kedisan, Tegallalang saat mementaskan lakon ‘’Punagi Gunung Pengebel’’ di ajang PKB ke-40, Kamis (28/6) kemarin.

DI USIANYA yang sudah melebihi setengah abad, Pande Putu Munggah (70) masih setia menari Gambuh. Munggah pertama kali belajar menari Gambuh pada tahun 1970 sebagai Penasar. Peran itu diwarisi dari sang ayah yang juga penari Gambuh. ‘’Orangtua saya dulu mulai menari Gambuh pada tahun 1918. Jadi, sebelum merdeka sudah ada Gambuh,’’ tuturnya di sela-sela pentas di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis (28/6) kemarin. Munggah merupakan salah satu anggota tertua Sekaa Gambuh Kaga Wana Giri, Desa Kedisan, Tegallalang yang menjadi duta Kabupaten Gianyar di ajang Pesta Kesenian Bali ke-40. Sepanjang pengetahuannya, Gambuh memiliki pakemnya sendiri dan tidak boleh sembarangan diubah. Munggah mempelajari Gambuh secara otodidak sesuai apa yang diwariskan orangtua kepadanya. ‘’Kalau ayahnya jadi penasar, anaknya yang mewarisi harus jadi penasar. Walaupun awalnya tidak bisa atau tidak baik kelihatannya, harus menari. Jadi, berjalan secara alami,’’ jelasnya. Sayangnya, lanjut Munggah, baik anak maupun cucunya sekarang tidak ada yang mau mempelajari tari Gambuh. Upaya kaderisasi juga cukup sulit dilakukan pada generasi muda lainnya di Desa Kedisan. Selain sulit dipelajari, tari Gambuh diakui kurang komersial dan tidak terlalu menarik untuk ditonton. Terlebih, tidak ada unsur bebondresan dalam pementasannya. Padahal, Gambuh wajib ditarikan dalam setiap upacara Panca Yadnya. ‘’Harus ada tari Gambuh. Kalau tidak begitu, nanti upacaranya kurang sempurna. Itu satu keharusan di desa kami ada tari pujawali, Topeng, Gambuh, Wayang Bedog,’’ papar pria yang berprofesi sebagai petani ini. Itu sebabnya, kata Munggah, penari Gambuh mendapat keistimewaan di desanya. Misalnya, anggota sekaa gambuh diberikan leluputan atau tidak masuk dalam sekaa manyi. Namun, tetap diberi upah padi seperti sekaa manyi lainnya. ‘’Sebab sekaa gambuh

dulu didirikan di pura. Sampai sekarang masih berlaku demikian, makanya Gambuh masih lestari sampai sekarang,’’ terang pria yang sudah dua kali terbang ke Paris, Prancis berkat gambuh ini. Klian Sekaa Gambuh Kaga Wana Giri Gusti Ngurah Widiantara mengatakan, sekaa ini awalnya terbentuk tahun 1932 untuk melestarikan Gambuh. Ada sistem pewarisan peran dari orangtua kepada anak atau orang lain yang dianggap mampu. Gambuh di Desa Kedisan memiliki ciri khas dari segi penari yang seluruhnya laki-laki. Termasuk peran perempuan seperti condong juga dibawakan oleh laki-laki. ‘’Kami sering berhubungan dengan upacara, kalau ada halangan atau cuntaka, kami tidak bisa pentas. Makanya, memakai laki-laki,’’ katanya. Widiantara berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih pada tari Gambuh agar tidak hilang. Mengingat, saat ini cukup sulit mencari generasi-generasi baru penari Gambuh. Kendati demikian, pihaknya tidak lantas menyerah. Kehadiran sekaa di ajang PKB untuk mementaskan lakon ‘’Punagi Gunung Pengebel’’ adalah jawabannya. Ada 30 penari dan penabuh yang dilibatkan dalam lakon yang bercerita tentang perjalanan Raja Gegelang untuk mengadakan upacara Punagi di Gunung Pengebel. Upacara ini dilakukan sebagai rasa syukur atas kedamaian dan kesejahteraan di Kerajaan Gegelang. (rin)

(0361) 7400391, 812987 FM 96,5

Topik : Partisipasi Pemilih di Bawah Target Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com


BADUNG

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

3

Angka Golput di Kuta dan Kutsel Masih Tinggi Mangupura (Bali Post) Angka golput di wilayah Kuta dan Kuta Selatan (Kutsel) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 tercatat masih tinggi. Angka golput di dua kecamatan ini diperkirakan mencapai 26 persen atau hanya 74 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Daftar Pemilih Tetap (DPT) di dua kecamatan yang mencapai 110.574 pemilih, ada 82.142 suara yang sah. Sedangkan sebanyak 28.432 pemilih diperkirakan golput, belum termasuk suara yang tidak sah, A5 dan DPTB (yang mencoblos menggunakan KTP). Rinciannya, DPT di Kecamatan Kuta mencapai 34.245 pemilih dan suara sah sebanyak 20.602. Sedangkan 13.643 diperkirakan golput. Jumlah itu di luar suara tidak sah dan yang menggunakan A5 dan KTP. Sedangkan di Kecamatan Kutsel, jumlah DPT sebanyak 76.297 pemilih, dengan jumlah suara sah sebanyak 47.865 suara dan golput sebanyak 28.432. Jumlah itu di luar suara tidak sah dan yang menggunakan A5 dan KTP. Terkait tingginya angka golput di Kuta, Ketua PAC PDI-P Kuta I Nyoman Graha Wicaksana mengatakan, hal itu lantaran sebagian besar pemilih merupakan warga pendatang. Apalagi saat pencoblosan masih sua-

sana Lebaran, kemungkinan banyak yang belum balik dari kampung halamannya. Selain itu, banyak pemilih yang bekerja di hotel yang mungkin tidak dapat libur saat memilih. Meski banyak golput, pihaknya mengatakan jumlah ini masih kecil dibandingkan dengan pemilihan sebelumnya. Hal senada juga disampaikan politisi PDI-P asal Pecatu, Made Sumerta. Dia mengatakan pemilih tidak hanya masyarakat lokal tetapi juga masyarakat pendatang. Selain itu juga mungkin ada yang dalam keadaan sakit. ‘’Namun, secara umum penduduk asli Pecatu 99 persen mempergunakan hak pilihnya. Ini kami pelajari 10 tahun terakhir, di mana mereka sadar akan hak pilihnya,’’ ujarnya. Sebelumnya, komisioner KPU Badung Wayan Artana Dana juga tidak memungkiri hal itu. Di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan memang tergolong rawan pemilihnya tidak datang ke TPS. Hal tersebut karena hampir 60 persen penduduk di dua kecamatan tersebut merupakan penduduk pendatang. ‘’Inilah yang menyebabkan partisipasi menurun. Potensi golput untuk masyarakat lokal itu sangat minim. Tapi khusus untuk masyarakat dari luar Bali, potensi golputnya lebih banyak,’’ katanya. (kmb23)

Puncak ’’Karya Padudusan Agung’’ di Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung

PERSEMBAHYANGAN - Wabup Badung I Ketut Suiasa bersama Sekda Badung Adi Arnawa dan pimpinan perangkat daerah serta karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab Badung melaksanakan persembahyangan saat puncak Karya Padudusan Agung di Pura Lingga Bhuwana, Puspem Kabupaten Badung, Kamis (28/6) kemarin. PUNCAK Karya Padudusan Agung, Manawa Ratna, Madasar Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa, Kamis (28/6) kemarin. Karya ini di-puput tiga sulinggih, di antaranya I d a P e d a n d a G e d e N g urah Keniten Geria Kediri Sangeh, Ida Pedanda Gede Buruan Geria Darmasaba, dan Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Canthi Citra Geria Jadi Tabanan. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Ketua

DPRD Badung I Made Sunarta, Sekda Badung Adi Arnawa, pimpinan perangkat daerah serta karyawan/ karyawati di lingkungan Pemkab Badung. Rangkaian puncak karya, yaitu ngaturang upakara adhining karya serta persembahyangan bersama, dan Ida Batara tedun kairing ke Paselang. Kadis Kebudayaan Badung I.B. Anom Bhasma selaku Ketua Panitia melaporkan, rangkaian Karya Padudusan Agung Madasar Tawur Balik Sumpah Madya ini telah dimulai sejak Rabu (13/6) lalu dengan matur piuning dan nuasen karya, dilanjutkan Senin (18/6)

nyangling, ngunggahang sunari, dan pawintenan, Jumat (22/6) melasti ke segara, dan Senin (25/6) karya tawur. Sementara pada puncak karya (adhining karya) upakara yang dihaturkan berupa surya sanggar tawang merong tiga, mapedudusan agung manawa ratna, catur panuri, luwur akasa, yama raja, lantaran kambing, ayunan widi, ayaban bebangkit agung saha runtutan-nya. Diisi tari wali Topeng, Wayang, Rejang, diiringi gong dan pesantian. Dari puncak karya, Ida Batara akan nyejer selama tiga hari ke depan katuran panganyaran dan masineb pada Minggu (1/7). Wabup Suiasa mengatakan, karya ini dilaksanakan guna memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar alam semesta beserta isinya senantiasa diberi perlindungan, serta terjadinya keseimbangan antara bhuwana agung dan bhuwana alit sehingga terwujud tata tenteram kerta raharja, gemah ripah loh jinawi. ‘’Karya ini adalah sebagai wujud syukur dan terima kasih atas segala anugerah yang diberikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa kepada pemerintah dan masyarakat, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan dan kekeliruan selama ini semoga mendapat pengampunan dari Beliau,’’ jelasnya. (ad1099)

Dinas Pariwisata Paparkan Kesiapan Sambut ”IMF Annual Meeting”

Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata (Disparda) Badung memaparkan kesiapan menyambut pelaksanaan IMF Annual Meeting pada pelaksanaan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2018 di Nusa Dua, Kamis (28/6) kemarin. Event itu akan digelar pada 8-14 Oktober mendatang dan dihadiri 15.000 lebih delegasi dari 189 negara. Menurut Kepala Disparnas Pariwisata Badung I Made Badra, pada pertemuan ini akan disiapkan delapan hotel untuk dijadikan kantor mereka. Delapan hotel tersebut seluruhnya berada di kawasan The Nusa Dua. Sementara untuk para delegasi, pihaknya mengaku sudah menyiapkan 4.600-an kamar. ‘’Semua sudah comfirm. 4.600 kamar ini yang akan digunakan selama IMF berlangsung,’’ katanya. Selama pelaksanaan event tersebut, kata Badra, akan

ada sebanyak 1.200 pertemuan. Tempat pelaksanaan pertemuan tersebut disebar di BNDCC, BICC, dan Laguna. ‘’Akan ada sebanyak 89 venue dan 55 bisnis center,’’ ujarnya. Menurut Badra, di luar 15.000 delegasi itu juga hadir sekitar 42.000 kru, di antaranya kru media dari delegasi masing-masing negara. Mereka nantinya disiapkan kamar di luar kawasan Nusa Dua. ‘’Para kru itu nanti akan tersebar di Kuta, Legian, Seminyak, Tuban, dan Sanur. Puluhan ribu orang kru itu juga membawa anggota keluarga, tim, dan media dari seluruh negara yang hadir,’’ tegasnya. Guna menyambut puluhan ribu tamu negara itu, kata Badra, perlu disiapkan sejumlah pengamanan ketat termasuk dengan menggunakan CCTV. Saat ini CCTV telah terpasang di sejumlah titik. CCTV itu nantinya akan terhubung dengan com-

mand center. ‘’Saya jamin keamanan 100 persen, tetapi perlu pengamanan lokal dan organik seperti TNI, Polri, pecalang, hansip, dan unsur keamanan lainnya. Pengamanan itu tak hanya di Nusa Dua, tapi seluruh Bali,’’ ujarnya. Sementara untuk infrastruktur, saat ini sedang dipersiapkan rambu petunjuk jalan dan lampu penerangan jalan akan diganti semua. Selain itu akan ada traffic control system. ‘’Jadi, kawasan Nusa Dua akan dikendalikan dari command center. Saat ini persiapan dan koordinasi antarinstansi sudah berjalan dengan baik. Pokoknya kita persiapkan dengan baik lalu habiskan uang mereka di sini. Transaksi yang akan terjadi diperkirakan bisa mencapai triliunan rupiah, sehingga akan berdampak kepada ekonomi mikro dan makro kita,’’ tegas Badra. (kmb23)

Bali Post/kmb23

MEMAPARKAN - Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra memaparkan kesiapan menyambut pelaksanaan IMF Annual Meeting pada pelaksanaan BBTF 2018 di Nusa Dua, Kamis (28/6) kemarin.

Ratusan Lulusan SD di Kuta Utara Tak Dapat SMP

Bali Post/kmb23

Mangupura (Bali Post) –

Jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kecamatan Kuta Utara, Badung, belum linier dengan lulusan Sekolah Dasar (SD). Alhasil, banyak siswa SD yang tidak kebagian sekolah lantaran saat ini hanya ada tiga SMP negeri, yaitu SMPN 1 Kuta Utara, SMPN 2 Kuta Utara dan SMPN 3 Kuta Utara. Kondisi tersebut mengundang perhatian wakil rakyat di DPRD Badung. Legislator meminta pemerintah segera menindaklanjuti kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2018/2019 ini. Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra mengakui SMP negeri yang ada saat ini tidak mampu menampung jumlah lulusan SD di Badung. Bahkan, informasi yang diterima diperkirakan hampir 500-an tamatan SD di wilayah tersebut belum tertampung. ‘’Untuk itu, kami meminta pemerintah daerah menambah sekolah negeri baru untuk tingkat SMP di wilayah Kecamatan Kuta Utara. Apalagi, di Kuta Utara siswa di wilayah zonasi juga masih banyak yang belum tertampung,’’ ujar Agus Nadi Putra saat

dikonfirmasi, Kamis (28/6) kemarin. Agus Nadi Putra mengatakan, aparat desa dan kepala lingkungan (kaling) di Desa Canggu, Desa Tibu Beneng dan Dalung telah mengadukan kesulitan mencari sekolah ini ke sejumlah wakil rakyat yang ada di Kuta Utara. ‘’Mereka sampai mendatangi kepala desa dan kaling untuk urusan ini. Tapi, tidak ada solusi. Padahal, masih banyak anak-anak kita di Kuta Utara yang belum dapat sekolah (SMP negeri - red),’’ katanya. Menurut Agus Nadi

Putra, siswa yang tidak mendapatkan sekolah kebanyakan berada di jalur zonasi. Akibat kuota zonasi sangat terbatas, sehingga mereka tetap tidak dapat sekolah. Mestinya pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung jauh-jauh hari sudah menghitung kebutuhan sekolah. ‘’Selaku wakil rakyat, saya sangat menyayangkan kisruh PPDB ini kembali terulang. Kalau memang pakai zonasi, mestinya semua anak di zonasi itu tertampung. Tapi buktinya kan tidak. Nah, ini kami minta ada solusi. Salah

satunya adalah menambah sekolah baru,’’ terangnya. Berdasarkan laporan aparat desa dan kaling, kebanyakan siswa yang tidak dapat sekolah berada di tiga desa, yakni Desa Dalung, Tibu Beneng dan Canggu. Untuk SMPN 3 Kuta Utara adalah sekolah baru yang masih satu atap dengan bangunan SD di wilayah Kerobokan Kelod. ‘’Sebagai sekolah baru, SMPN 3 Kuta Utara dipersiapkan menampung empat rombongan belajar (rombel). Kami usulkan jumlah rombel di SMPN 3 Kuta Utara ditambah menjadi enam rombel,’’ pintanya. Politisi Partai Golkar asal Kerobokan ini mendesak agar ada tambahan SMP negeri baru di perbatasan Tibu Beneng dan Canggu. Dengan begitu, dua desa itu yang tidak kecipratan jatah zonasi tahun ini bisa tertampung. (kmb27)

Hasil Verifikasi Faktual

Enam Balon DPD Belum Penuhi Syarat

ENAM bakal calon (balon) Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI dinyatakan belum memenuhi syarat dukungan sesuai hasil verifikasi faktual. Keenam balon DPD itu yakni I Gde Putu Satwika Yadnya, Ida Bagus Ketut Purba Negara, I Wayan Adnyana, Ngurah Sugiarta, Ni Made Ayu Sriwathi, dan Sri Wigunawati. “Verifikasi faktual terhadap dukungan yang dilakukan oleh KPU kabupaten/kota berdasarkan sampel yang

telah diambil di KPU Provinsi Bali. Pengambilan sampel itu sebanyak 10 persen untuk setiap kabupaten/kota,” ujar Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Verifikasi Faktual Syarat Dukungan Calon Anggota DPD Pemilu 2019 di kantor setempat, Kamis (28/6) kemarin. Menurut Raka Sandi, enam balon DPD yang belum memenuhi syarat dukungan masih diberi kesempatan

untuk melakukan perbaikan. Sesuai PKPU Nomor 5 Tahun 2018, proses perbaikan dilakukan mulai tanggal 2124 Juli. Nantinya, jumlah dukungan yang dimiliki saat ini ditambah dengan hasil verifikasi faktual terhadap perbaikan. Baru kemudian disimpulkan apakah sudah memenuhi syarat atau tidak. “Berikutnya yang sangat penting, mereka juga berhak mengajukan diri untuk mengikuti proses pendaftaran di KPU Bali. Baik yang me-

menuhi syarat, maupun yang belum memenuhi syarat,” jelasnya. Jadwal pendaftaran calon anggota DPD dimulai 9 Juli mendatang. Menurut Raka Sandi, jadwal tersebut bersamaan dengan tahapan rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Oleh karena itu, rapat pleno kemarin juga diisi dengan sosialisasi tentang persyaratan mendaftar, jangka waktu mendaftar dan teknis pelaksanaannya. (rin)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

Undwi Datangkan Peneliti dari Inggris Menteri Puspayoga Buka Expo Budaya Nusantara untuk Tembus Scopus Dies Natalis VII Universitas Dhyana Pura

MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia A.A. Gede Ngurah Puspayoga menghadiri acara Dies Natalis VII Universitas Dhyana Pura di halaman terbuka Universitas Dhyana Pura, Kamis (28/6) kemarin. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Badung diwakili Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Dirjen Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta, Kepala Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., perwakilan dari Dinas Kebudayaan Badung beserta tokoh-tokoh umat Kristiani. Menkop dan UKM Puspayoga dalam kesempatan tersebut membuka pelaksanaan Orasi Pancasila dan Expo Budaya Nusantara yang ditandai pemukulan gong 7 kali yang artinya berdirinya Yayasan Dhyana Pura tanggal 7, bulan 7 dan Dies Natalis ke-7. Rektor Universitas Dhyana Pura Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS. melaporkan, acara Orasi Pancasila dan Expo Budaya ini adalah bagian dari perayaan Dies Natalis VII Universitas Dhyana Pura. Karena Juni ini adalah bulan Pancasila maka dilakukan aksi Orasi Pancasila. Kegiatan ini bertujuan menyiapkan anak-anak muda terutama mahasiswa, tidak hanya berkompeten dan profesional akan tetapi juga mempunyai jiwa nasionalisme. ‘’Jika kita mempunyai anak-anak muda yang berkompeten dan profesional tetapi tidak mempunyai rasa nasionalisme, itu tidak akan berguna untuk bangsa Indonesia. Maka dari itulah kami

Mulai Terima Calon Mahasiswa Baru

DIES NATALIS – Menkop dan UKM RI A.A. Gede Ngurah Puspayoga didampingi Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata menghadiri Dies Natalis VII Universitas Dhyana Pura di halaman terbuka Universitas Dhyana Pura. melaksanakan kegiatan ini seperti gan sangat baik. Berkaitan dengan Orasi Kebangsaan atau Orasi Pan- Expo Budaya Nusantara, ini sangat casila serta aksi-aksi kebudayaan,’’ menarik karena memperingati jelasnya. Hari Lahirnya Pancasila. ‘’Kalau Diharapkan melalui kegiatan berbicara Pancasila tidak bisa lepas ini kita dapat menaruh kesadaran dengan Bung Karno, karena Bung kepada mahasiswa bahwa bangsa Karno adalah penggali Pancasila,’’ Indonesia adalah bangsa yang besar, tegasnya. bangsa yang berbeda-beda, bangsa Dikatakannya, berbicara Panyang kaya dengan budaya serta casila adalah kita harus berbicara bangsa yang banyak sekali mem- dengan toleransi. Jika tidak ada punyai keunikan. ‘’Expo Budaya toleransi tidak akan terbentuk ini adalah bagaimana kita banyak NKRI yang berdasarkan Pancasila. menerbitkan dari berbagai macam Kegiatan seperti Expo Budaya Nudaerah yang ada di Indonesia sep- santara ini harus terus dilanjutkan erti budaya dimiliki yang harus karena bagaimana kita mengangkat dipelihara sebagai kekayaan bangsa dan memfungsikan produk-produk Indonesia,’’ kata Made Nyandra. budaya lokal yang dimiliki dari Menkop dan UKM A.A. Gede beberapa daerah seperti Sumatera Ngurah Puspayoga dalam sambu- Utara, Sumatera Selatan, Maluku tannya memberikan apresiasi yang dan NTT. NKRI mempunyai kekaysebesar-besarnya kepada rektor aan yang luar biasa, tidak hanya dan Universitas Dhyana Pura yang kekayaan alam tetapi juga bahasa sudah melaksanakan acara ini den- dan budayanya. (ad1098)

Undian Jumbo WOW BPR Lestari, Wow Bunganya, Wow Hadiahnya! UNDIAN Jumbo WOW kembali hadir pertengahan tahun 2018. Tepatnya pada Kamis (28/6) kemarin, bertempat di Kantor BPR Lestari Cabang Jimbaran. Hadiah yang diberikan pada periode kali ini tidak kalah menarik daripada periodeperiode sebelumnya. Total terdapat 16 hadiah yang berhak dimiliki oleh 16 orang nasabah BPR Lestari yang beruntung, di antaranya 15 unit All New Honda Vario FI dan hadiah utama 1 unit mobil Honda H-RV. Acara pengundian kali ini tampak ramai dihadiri oleh para nasabah yang antusias menyaksikan secara langsung proses Undian Jumbo WOW Periode I tahun 2018. ‘’Saya beberapa hari yang lalu diinfo oleh marketing saya, kalau hari ini akan ada Undian Jumbo WOW di sini. Pingin coba lihat langsung prosesnya seperti apa, siapa tahu nama saya yang keluar sebagai pemenang,’’ ujar salah satu nasabah ketika ditanya alasannya menyempatkan diri hadir dalam acara tersebut. ‘’Undian Jumbo WOW merupakan bentuk apresiasi kami kepada para nasabah loyal kami, yang telah terus mempercayakan Tabungan Jumbo sebagai tabungan transaksionalnya,’’ ucap Ida Ayu Eny Kesuma Dewi, Kabag Relationship Banking BPR Lestari. Akhirnya tibalah saat yang ditunggu. Prosesi dimulai dengan

PENGUNDIAN – Suasana pengundian Undian Jumbo Wow BPR Lestari di Kantor BPR Lestari Cabang Jimbaran. menekan tombol pada mesin undian, disaksikan oleh saksi-saksi yang hadir di antaranya Dinas Sosial Provinsi Bali, notaris, perwakilan Dinas Perizinan Provinsi Bali dan perwakilan Polda Bali. Ketika mesin undian selesai berputar, MC membacakan satu per satu nomor yang muncul, yang kemudian dinyatakan sah oleh saksi perwakilan Dinas Sosial Provinsi Bali yang pada kesempatan ini diwakili oleh Komang Budiarnata. Adapun nasabah yang beruntung memenangkan hadiah utama 1 unit Honda H-RV adalah Ni Kadek Artini, nasabah Kantor BPR Lestari Thamrin. Pemenang selengkapnya dapat dilihat di web-

site www.bprlestari.com, fanpage Facebook BPR Lestari, Twitter @BPRLestari dan Instagram @ bpr_lestari. Tabungan Jumbo banyak dipilih karena banyak benefits yang ditawarkan, antara lain bebas admin, bebas biaya transfer dan RTGS ke bank mana pun, bunganya tinggi, hadiah undian yang WOW dan tentunya fasilitas ATM Lestari. ‘’Selamat kepada seluruh pemenang yang beruntung pada kesempatan ini. Bagi nasabah yang lain, terus tingkatkan transaksi dan saldo tabungannya. Mungkin Andalah pemenang undian selanjutnya,’’ tutup Eny Kesuma Dewi. (ad1096)

Dies Natalis VII

Undhira Bali Tampilkan 52 Orasi Pancasila dan Expo Budaya

SERANGKAIAN Dies Natalis VII, Universitas Dhyana Pura (Undhira) menggelar Orasi Pancasila dan Expo Budaya di Kampus Undhira Bali, Kamis (28/6) kemarin. Expo menampilkan berbagai produk dari sejumlah etnis yang ada di Indonesia pada 16 stan, seperti etnis Papua, Dayak, Toraja, Maluku, Sumba, Nusa Tenggara Timur, Minahasa, Batak, Bali dan lainnya. Kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari dibuka Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Gede Ngurah Puspayoga. Usai seremoni pembukaan, Menteri Koperasi dan UKM bersama Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., Kadis Koperindag Kabupaten Badung Ketut Karpiana dan sejumlah undangan lainnya meninjau masing-masing stan Expo Budaya tersebut. Menurut Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS., selain dalam rangka memeriahkan Dies Natalis VII Undhira, Expo Budaya dan Orasi Pancasila ini juga sebagai langkah dalam menyiapkan mahasiswa agar kompenten, profesional dan memiliki jiwa nasionalisme. Orasi Pancasila disampaikan sekitar 52 orator menggunakan bahasa daerahnya masing-masing yang juga menampilkan sejumlah aksi atau seni budaya khas daerahnya. Ia mengharapkan semua khususnya para mahasiswa sadar bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, kaya akan budaya dan memiliki banyak keunikan. ‘’Untuk

SERANGKAIAN Dies Natalis ke-36, Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar mendatangkan peneliti dan akademis dari Inggris Prof. Dr. Lorna Uden dari Staffordshire Universisty, Kamis (28/6) kemarin. Dia memberikan kuliah umum kepada para dosen untuk menembus jurnal internasional terindeks Scopus. Lorna didampingi Rektor STKIP Sengkawang yang juga pengurus ADRI, Drs. Andi Mursidi, M.Si. Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. mengungkapkan, kedatangan Prof. Dr. Lorna Uden ini untuk persiapan mengadakan seminar reviewer sedunia di Bali tahun depan. Selama dua hari, Prof. Lorna Uden memberikan ceramah soal strategi menembus jurnal internasional terindeks Scopus. Hal ini penting bagi para dosen Undwi untuk meningkatkan jenjang karier dan memenangkan dana hibah penelitian Kemenristekdikti. Rektor yang akrab dengan mahasiswa ini mengatakan, sekalipun Kemenristek sudah mewacanakan bahwa jurnal terakreditasi internasional itu tak hanya Scopus, kenyataannya banyak usulan dosen ditolak karena tak tembus Scopus. Untuk itu dia tetap meminta para dosen mengirim semua artikel risetnya ke jurnal Scopus dan internasional lainnya. Putu Dyatmikawati mengakui untuk bisa menembus jurnal terindeks Scopus masih menjadi momok seluruh dosen perguruan tinggi di Indonesia. Bahkan, banyak dosen bingung harus ke mana memasukkan tulisan ilmiah karena sulitnya menembus jurnal internasional.

KENANG-KENANGAN - Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. (tengah) menyerahkan kenang-kenangan kepada Prof. Dr. Lorna Uden dan Drs. Andi Mursidi, M.Si. Untuk itu, Prof. Lorna yang juga dosen akan diuji di sini. Struktur penreviewer jurnal terakreditasi Scopus gamatan dan tulisan riset hendaknya membuka rahasia tersebut. Menu- mengandung latar belakang masalah rut Rektor Undwi, bukan hanya yang diteliti, mengapa perlu diteliti, untuk kepentingan dosen, tetapi paparan hasil dan apa bedanya riset juga untuk akreditasi dan peringkat kita dengan riset yang lain. Undwi serta menaikkan daya saing Sementara itu, Kampus Undwi SDM Indonesia. Modalnya adalah di Jalan Kamboja Denpasar sejak berbahasa. Namun, yang belum Senin lalu diserbu lulusan SLTA bagus bahasa Inggrisnya tak boleh di Bali. Mereka mendaftarkan diri diam, karena masih bisa meminta mengikuti Seleksi Penerimaan Mabantuan ahli penerjemah. hasiswa Baru (SPMB) Gelombang I. Prof. Lorna Uden mengungkap- Bahkan, sejumlah pegawai dan PNS kan, menjadi dosen harus memiliki di pemerintahan ikut mendaftar hobi dan suka meneliti. Ini dia menjadi calon mahasiswa baru. lakukan juga untuk pengembangan Rektor Putu Dyatmikawati teknologi dan keilmuan. Di sekitar mengungkapkan, tahun ini Undwi kita banyak masalah yang perlu membatasi menerima 1.200 mahadicarikan pemecahannya melalui siswa baru sebab disesuaikan denpenelitian dan riset. Kuncinya, para gan rasio dosen agar berkualitas. dosen harus tekun meneliti soal apa Tes SPMB Gelombang I diadakan saja dan terus belajar. Tidak boleh akhir Juni. Sementara pendaftaran cepat berpuas diri, apalagi putus SPMB Gelombang II dibuka awal asa. Sebab, profesionalisme seorang Juli-Agustus 2018. (ad1101)

”Upasaksi Diksa Pariksa ring’’ Geria Saraswati Tusan Banjarangkan

Shri Arya Wedakarna Berharap Muncul Sulinggih Berkualitas Maharesi di Bali

SHRI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III mendapatkan kehormatan menjadi upasaksi agung dalam Karya Manusa Yadnya, Diksa Pariksa Ida Bagus Bajra Umbara dan Ida Ayu Sukaningsih di Geria Saraswati Tusan, Banjarangkan, Klungkung. Shri Arya Wedakarna juga didaulat memberikan sambutan terkait salah satu tingkatan yadnya terpenting sebelum melahirkan seorang sulinggih. Hadir Ida Pedanda Nabe Gede Wayahan Bun (Geria Sanur, Pejeng, Tampaksiring) sebagai Nabe dan Raja Klungkung Ida Dalem Semaraputra, pejabat dari PHDI, Kementerian Agama RI, Majelis Desa Pakraman, puluhan Ida Sulinggih dan ratusan uleman. Dalam sambutannya, Shri Arya Wedakarna memberikan apresiasi agar para Ida Sulinggih Pedanda Siwa Budha dari unsur Dharma Gosana tetap menjadi teladan dalam hal pelaksanaan sesana kepanditaan di Nusantara sehingga siapa pun umat Hindu yang berikhtiar menjadi brahmana seharusnya melalui proses yang baik (patut). ‘’Tiang menilai proses Diksa Pariksa hingga Padiksan pada brahmana dari Pedanda Siwa Budha sangat rapi dan penuh taksu. Kami sebagai walaka Ksatria Dalem bisa menilai. Ada kesan sakral, ada sesana tingkat tinggi yang dijalankan serta tata-titi atau protokol yang baik. Tidak heran, sampai saat ini kualitas Brahmana Ida Pedanda Siwa Budha mampu menjadi teladan. Begitu juga penataan geria, walau banyak yang sederhana, benar-benar ber-taksu. Ini yang harus banyak dipelajari dan ditiru oleh para brahmana dari berbagai trah dan soroh dalam proses

YADNYA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (tengah) bersama Ida Pedanda Nabe Gede Wayahan Bun di Geria Saraswati Tusan, Klungkung. melahirkan brahmana. Ke depan, kebersatuan para sulinggih baik pedanda, bhagawan, sri empu, rsi maupun bhujangga adalah mutlak demi menyucikan jagat Bali dan Nusantara. Semua harus saling melengkapi. Bagi saya, gelar ‘Surya’ itu bukan milik satu klan tapi milik semua brahmana. Ini jelas dalam kedudukannya dalam Kitab Suci Weda. Surya adalah ida pedanda, sulinggih yang sudah dwijati atau abhiseka. Di luar itu ya… jangan mengaku Surya dan ini tugas tiang meluruskan,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga Sekjen Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori. Ia juga berpandangan bahwa di Bali pada zaman milenial ini perlu melahirkan pendeta sekelas Maharesi, untuk bisa menjadi panutan umat Hindu dari semua lintas suku bangsa. ‘’Dulu, Ratu Aji titiang Swargi Shri Wedastera Suyasa bersahabat baik dengan Swargi

Ida Pedanda Punia Atmaja yang sama-sama sebagai pendiri World Hindu Federation di Nepal–India. Sejarah juga mencatat kehebatan Swargi Ida Pedanda Made Gunung dan Swargi Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa yang dikenal sangat revolusioner. Kini ada Ida Pedanda Nabe Gede Wayahan Bun dari Geria Sanur, Pejeng, Gianyar. Tiang berharap beliau dan para Ida Pedanda Siwa Budha lainnya bisa menjadi Maharesi untuk Bali. Untuk menjadi Maharesi tentu diperlukan lompatan pandangan revolusioner para sulinggih khususnya dalam jnana. Semoga saja nggih,’’ ujarnya. Terkait eksistensi Geria Saraswati Tusan, Shri Arya Wedakarna yang bergelar Abhiseka Ratu Majapahit Bali Sri Wilatitkta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX ini. memberikan pujian akan komitmen Ida Bagus Bajra Umbara yang disampaikan dalam diksa pariksa. (ad1095)

Komunitas Honda PCX Singaraja Gelar ”Touring’’ Perdana

EXPO BUDAYA - Menteri Koperasi dan UKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga (kiri) meninjau salah satu stan Expo Budaya di Kampus Undhira Bali. membangun kesadaran ini, hari ini sekali, terutama memberikan senada 52 orator Pancasila. Jadi, kami tuhan teknologi pada produk lokal. semua secara kolektif membangun Koordinator Kopertis wilayah kesadaran bahwa kita berbeda VIII Prof. Nengah Dasi Astawa dalam banyak hal, tetapi disatukan menyatakan, Expo Budaya yang di dalam sebuah negara besar berna- digelar Undhira merupakan bama Indonesia,’’ tegas Made Nyandra. gian dari upaya untuk menjadikan Deputi Bidang Produksi dan kampus tidak hanya melahirkan Pemasaran Kementerian Koperasi job seeker tetapi sebagai job creator. dan UKM RI I Wayan Dipta sangat Expo ini merupakan pembelajaran mengapresiasi kegiatan yang dise- untuk mendekatkan teori dengan lenggarakan Undhira dalam rangka praktik, sehingga para mahasiswa mengangkat budaya nasional dan siap tamat, siap kerja dan siap bermempromosikan produk-produk wirausaha. budaya lokal. Diakuinya, Indonesia Terkait Orasi Pancasila, Koormemiliki kekayaan kebudayaan dinator Kopertis Wilayah VIII berluar biasa yang harus diangkat. pandangan bahwa ini merupakan Pihak kementerian ingin terus me- pembelajaran yang luar biasa. ningkatkan rasio kewirausahaan Public speaking penting untuk nasional, sehingga upaya kerja sama menunjukkan kekuatan moral dan pun terus dilakukan, salah satunya mental mahasiswa menjadi pribadidengan perguruan tinggi. Peran pribadi yang unggul di depan pubperguruan tinggi menjadi penting lik. (ad1102)

GUNA mempererat ikatan sesama pencinta sepeda motor Honda PCX 150 yang berada di wilayah Singaraja, Astra Motor Bali bersama 25 pengguna Honda PCX menggelar ‘’Touring Perdana Jelajah Kawasan Singaraja’’ pada 27 Juni 2018. Menempuh rute Taman Kota Singaraja-Jalan Yani-Lovina-SeriritMayong-Banyuatis-Munduk-Cafe Bukit Hexon–Danau Buyan-GitgitSingaraja-finis di Taman Kota, seluruh peserta bersemangat mengikuti touring ini. ‘’Touring perdana ini sekaligus menumbuhkan kekompakan para pengguna Honda PCX 150. Kami berharap akan sering melakukan kegitaan serupa yang juga ditambahkan dengan kegiatan sosial,’’ ungkap Octa Wendy selaku panitia acara ini. Selain touring, acara kebersamaan dan sharing tentang seputaran gaya hidup kekinian untuk para pengendara motor, terdapat pula sesi pengenalan produk Honda PCX kepada komunitas terutama fitur canggih Honda Smart Key System. Kegiatan berjalan sangat seru yang digelar saat makan siang bersama, dilanjutkan dengan materi eduksi keselamatn berkendara

BERPOSE – Komunitas Honda PCX Singaraja berpose di sekitar Danau Buyan saat mengikuti ‘’Touring Perdana Jelajah Kawasan Singaraja’’. dengan tetap mengedepankan safety riding diperkuat pesan keselamatan yang digaungkan melalui kampanye #Cari_Aman. Honda PCX cukup diminati pencinta motor skutik premium lantaran tipe ini menawarkan sensasi kenyamanan berkendara yang sempurna dengan berbagai fitur unggulan tercanggih di kelasnya. Model global All New Honda PCX produksi anak bangsa ini telah lama ditunggu kehadirannya oleh para pencinta skutik yang menyukai kenyamanan, desain

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

elegan dan tampilan mewah. Model ini hadir dengan pilihan dua tipe yaitu ABS dan CBS. Kehadirannya semakin spesial dan elegan seiring disematkannya fitur-fitur terbaru seperti Full Digital Panelmeter, Honda Smart Key dan lampu LED di semua sistem pencahayaan. Salah satu peserta touring, Awik Sanjaya, mengungkapkan, motor Honda PCX 150 nyaman dan asyik dipakai jarak jauh. ‘’Selain itu, kami bisa saling sharing pengalaman menggunakan Honda PCX,’’ tuturnya. (bns1)


daerah

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

5

Warga Baler Bale Agung Tewas di Sungai Negara (Bali Post) – Warga Lingkungan Baler Bale (BB) Agung, Negara, I Kade Suta Antara, Kamis (28/6) kemarin ditemukan tewas mengambang di aliran Sungai Ijogading, Lingkungan Pangkung Manggis, BB Agung. Korban diketahui mengambang bertelanjang dada sekitar pukul 15.30 Wita. Dari informasi, jasad korban pertama kali dilihat seorang pelajar SMP, I Gusti Ketut Agung Putra (13), yang kebetulan berada di dekat lokasi untuk mandi. Saat itu Putra hendak mandi bersama tiga rekannya. Ketika siswa asal Pangkung Manggis ini duduk-duduk di pinggir sungai, tak lama berselang dilihatnya sesosok mayat di sungai. Saksi kemudian pulang dan memberi tahu orangtuanya. Sementara kawannya, Lukmanur Hakim (24), menghubungi kepala lingkungan setempat. Diperkirakan korban mandi hingga akhirnya tenggelam. Apalagi di pinggir sungai terlihat pakaian korban berikut handphone dan sejumlah surat. Hanya dalam hitungan menit, warga sekitar lingkungan tersebut datang dan memadati sekitar lokasi penemuan mayat. Korban selanjutnya dievakuasi oleh warga bersama petugas. Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret saat diminta konfirmasinya membenarkan adanya kejadian

orang tenggelam tersebut. Korban atas nama Kade Suta Antara merupakan warga di lingkungan setempat. Sementara itu dari pemeriksaan tim identifikasi Unit Reskrim Polres Jembrana, di pinggir sungai ditemukan sejumlah barang milik korban seperti satu buku tabungan di LPD, dua celana pendek, satu baju kaos warna hitam, sebuah ponsel dan satu unit sepeda motor Suzuki Shogun warna biru pelat DK 4468 WL. Tak lama setelah pemeriksaan di tempat, korban dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis dokter RSU Negara. Dari hasil pemeriksaan, di bagian kepala belakang korban terdapat benjolan. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai mengatakan, diduga benjolan di kepala itu akibat benturan benda keras. Disinyalir korban jatuh terpeleset di pinggir sungai dan membentur batu. Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. (kmb26) Bali Post/kmb26

EVAKUASI - Sejumlah warga dan petugas mengevakuasi jasad warga yang tenggelam di aliran Sungai Ijogading, Pangkung Manggis, Baler Bale Agung, Negara, Kamis (28/6) kemarin.

figur Menyulut Kepercayaan MEMBANGKITKAN rasa percaya diri fundemental yang terkadang dicengkram keraguan pada setiap kesempatan membutuhkan momen yang tepat. Apalagi bullying bisa membunuh rasa percaya seseorang. Jadi, perlu mengolah rasa percaya diri agar bisa berkembang dan lepas dari belenggu dan zona tersebut. Bela diri adalah cara ampuh lari dari cengkeraman kurangnya kepercayaan pada diri. ‘’Bela diri cara mudah mengerami kepercayaan diri, walaupun selama ini bela diri masih berkutat pada petarungan secara fisik,’’ ujar I Gusti Agung Gede Gotama, Founder Fightright Muangthai Boxing, di Natah Kantoor, Sanur, beberapa waktu lalu. Dikatakannya, bela diri merupakan olahrasa dan raga untuk memanaskan tubuh dan hentakan spirit yang menyala dalam diri. Pertarungan melawan diri merupakan roh dalam belajar bela diri dari rasa kegaulan, kegelisahan dan keraguan akan kemampuan diri. Apapun profesinya, percaya diri adalah modal spirit dalam melangkah. ‘’Terlatih siap menghadapi hal yang menimpa diri itu sebenarnya yang kami fokuskan pada mereka yang belajar bela diri ini (Muangthai Boxing - red),’’ tukas pria yang akrab dipanggil Gungde Gotama ini. Ia menyarankan dalam belajar bela diri jangan berpikiran ingin bertarung secara fisik, tetapi kenali diri lebih mendalam. Jika sudah belajar bela diri jangan sampai memperlihatkan ego. Spirit bela diri paling pokok yakni mencapai kebahagiaan dari keraguan kemampuan diri. Bela diri juga sebagai terapi masalah psikis. ‘’Petarung itu ditaklukkan bukan mencari sensasi semata. Keliru jika bela diri disudutkan pada medium kegagahan saja. Tatanan tak beraturan yang dihadapi tanpa sadar bergejolak sehingga jiwa petarung harus siap menghadapi tatanan individu atau di luar secara komunal,’’ pungkasnya. (win)

Bagus Eka Juara Turnamen Biliar BTN-BHA-PHRI Mangupura (Bali Post) Bagus Eka (Condra) keluar sebagai juara dalam turnamen biliar perorangan bola-9 antarkaryawan hotel dan restoran yang dihelat Bali Travel News (BTN) bekerja sama dengan Bali Hotels Association (BHA) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Paradiso Bowling and Billiard Centre, Kuta, Badung, Kamis (28/6) kemarin. Di babak final, Bagus Eka menundukkan Sud Artawan (Amar Terra). Juara III direbut Sartika (Condra) setelah mengalahkan Ketut Surna (Sintesa). Pada laga semifinal, Bagus Eka menaklukkan Ketut Surna, sedangkan Sudi Artawan menang atas Sartika. Turnamen bola sodok ini melibatkan 48 peserta yang dibuka Director Sport and Culture BHA Gunawan T. Utama. Gunawan menjelaskan, kejuaraan ini bertujuan mempererat tali persaudaraan, memupuk rasa persatuan sekaligus silaturahmi sesama karyawan hotel dan restoran. ‘’Kami salut kepada para peserta, di sela-sela kesibukannya melayani tamu masih bisa menyempatkan diri bertanding mengibarkan bendera tempatnya bekerja,’’ tuturnya. Di sisi lain, Government Relation and Event Manager BHA Andy menyatakan turnamen perorangan tahun lalu melibatkan 35 peserta dan kini melonjak mencapai 48 orang. Turnamen dilanjutkan dengan pertandingan nomor beregu pada Jumat (29/6) ini. Jumlah peserta beregu 14 tim, sedangkan tahun lalu melibatkan 13 tim. (022)

Bali Post/ist

BUKA — Director Sport and Culture BHA Gunawan T. Utama membuka turnamen biliar bola-9 antarkaryawan hotel dan restoran di Paradiso Bowling and Billiard Centre, Kuta, Badung.

DPKP Maksimalkan Potensi Perikanan di Denpasar Denpasar (Bali Post) Untuk memaksimalkan pengembangan potensi perikanan di Kota Denpasar, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Denpasar bersiap kembali menggelar Pendampingan Iptek dan Informasi tahun 2018. Kegiatan yang direncanakan berlangsung di Kawasan Dream Island Pantai Mertasari, Sanur, Selasa (3/7) mendatang ini dikemas dalam Kids Education yang menampilkan beragam kegiatan menarik yang memberikan edukasi kepada masyarakat dan anak-anak. Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar A.A. Ngurah Bayu Brahmahasta, Kamis (28/6) kemarin, mengatakan Denpasar memiliki potensi sumber daya perikanan yang masih dapat dikembangkan, seperti perikanan tangkap dan perikanan budi daya. Diperlukan upaya maksimal

untuk tetap mengembangkan potensi tersebut sebagai upaya meningkatkan pendapatan nelayan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut dikatakannya, wilayah Kota Denpasar dengan panjang garis pantai 36,5 kilometer merupakan daerah tangkapan yang produktif

dan kaya akan sumber daya ikan. ‘’Kondisi inilah yang penting dijaga sehingga keberadaan ekosistem pesisir dan kekayaan alam hayati di Kota Denpasar tetap lestari dan mampu mendorong pergerakan ekonomi di pesisir,’’ paparnya. Menurut Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil A.A. Putri Citrawati, pada kegiatan Pendampingan Iptek dan Informasi yang dikemas dalam Kids Education ini turut dilaksanakan beragam kegiatan menarik, seperti membersihkan pantai, penanaman manggrove/bakau, penebaran benih ikan dan tukik, serta memberikan edukasi pembuatan kerajinan dari bahan plastik.

IHGMA dan BTB Optimis Pariwisata Bali Lebih Baik Denpasar (Bali Post) Hasil sementara Pilgub Bali 2018 yang dimenangkan Koster-Ace disambut positif oleh Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA). Iklim pariwisata Bali dinilai akan lebih baik, sebab dalam visi-misinya Koster-Ace mencantumkan pariwisata sebagai salah satu program unggulan. ‘’Kami kalangan pariwisata sangat optimis bahwa pariwisata akan lebih baik di bawah pimpinan I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 20182023,’’ kata I Made Ramia Adnyana, Wakil Ketua Umum I DPP IHGMA, Kamis (28/6) kemarin. Menurutnya, Koster-Ace berkomitmen membangun pariwisata yang berkualitas, berbasis budaya dan berkelanjutan. Pemerataan pembangunan pariwisata akan dilakukan di seluruh kabupaten/kota se-Bali melalui program pola pembangunan

semesta berencana nasional dan melalui slogan Nangun Sat Kertih Loka Bali. ‘’Pembangunan pariwisata akan dilakukan secara holistik ke depannya,’’ imbuhnya. Sebagai praktisi pariwisata yang telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Koster-Ace, pihaknya berharap semua janji direalisasikan demi kepentingan pariwisata Bali serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat Bali melalui pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan adat, budaya, alam serta manusia Bali sebagai subjek, bukan sebagai objek semata. Dalam MoU tersebut, Koster-Ace berjanji menjadikan industri kepariwisataan sebagai leading sector pembangunan Bali, menetapkan sistem tata kelola satu pintu (one island management) secara profesional untuk melaksanakan pembangunan kepariwisataan Bali berbasis budaya lokal Bali

(THK serta ajaran dan budaya Hindu Bali), berkualitas, berkerakyatan dan berkelanjutan. Gubernur terpilih akan menugaskan wakil gubernur untuk menjadi nakhoda pelaksanaannya, bekerja sama dengan masyarakat kepariwisataan Bali melalui kelembagaan secara terstruktur dan sistematis. Koster-Ace juga berjanji meningkatkan kompetensi SDM pariwisata Bali agar kompetitif dan komparatif advantage sehingga mampu bersaing secara global. Selain itu, secara proaktif bersama aparat keamanan dan lembaga kemasyarakatan terkait menjaga keamanan Bali khususnya pariwisata. Ketua Bali Tourism Board (BTB) I.B. Agung Parta Adnyana juga optimis dengan kemenangan Koster-Ace. Menurutnya, Bali akan lebih baik karena sesuai janjinya BTB akan dilibatkan untuk membahas segala permasalahan pariwisata, sehingga hasil yang diharapkan lebih efisien dan efektif. (kmb42)

Pemilik Ratusan Peluru Belum Terindikasi Telibat Kasus Lain Denpasar (Bali Post) Pria berinisial EBA (45) yang diamankan petugas, Selasa (26/6) lalu, saat ini masih menjalani pemeriksaan di Subdit I Direktorat Reskrimum Polda Bali, Denpasar. EBA diproses terkait kepemilikan ratusan peluru dan belum ada indikasi terlibat kasus lainnya. Saat dikonfirmasi terkait status EBA di akun FB miliknya, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan tidak ada indikasi yang mengarah dengan ujaran kebencian di media sosial (medsos). ‘’Yang nangani kasusnya kan Ditreskrimum. Kalau terkait ujaran kebencian yang nangani Ditreskrimsus. Ini murni terkait kepemilikan amunisi,’’ tegasnya, Kamis

(28/6) kemarin. Menurut hasil pemeriksaan, EBA mengaku berjualan via online. Adapun barang-barang yang dijual yaitu seragam militer dan aksesoris senjata. Dia tidak menjual senjata dan peluru. Terkait ratusan amunisi yang ditemukan di rumahnya di Jalan Gandapura, Denpasar Timur (Dentim), semua itu untuk koleksi pribadi. Selain itu juga mengoleksi selongsong amunisi dan proyektil. ‘’Kebanyakan didapat saat ikut event menembak. Sisa yang tidak dipakai dibawa pulang untuk disimpan,’’ ujar Hengky. Apakah benar EBA mantan anggota TNI? ‘’Soal itu silakan konfirmasi ke satuannya,’’ kilah mantan Kabag

Binkar Biro SDM Polda Bali ini. Tim gabungan Subdit 1 Ditreskrimum Polda Bali dan Satgas CTOC dan Brimobda Bali, Selasa (26/6) lalu menggerebek salah satu rumah di Jalan Gandapura, Denpasar Timur (Dentim). Rumah tersebut ditempati pria asal Jawa Timur berinisial EBA (45). Hasil penggeledahan di rumah EBA, polisi mengamakan 308 peluru berbagai jenis, satu butir shotgun slug dan proyektil, 20 butir peluru hampa, tujuh proyektil, 135 selongsong peluru, satu invinite vowder antihuruhara, dua senjata airsoft gun laras panjang dan dua laras pendek. Selain itu disita lima sangkur dan sebilah pisau. (kmb36)

Kegiatan ini selain menyasar masyarakat pesisir juga turut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang produktif. Jadi, pendidikan tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut sangatlah urgen. ‘’Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya keseimbangan lingkungan. Sementara anak-anak yang sudah sejak dini mendapat pemahaman dapat mengimplementasikan dengan ikut menjaga lingkungan laut dengan tetap menjaga kebersihan serta mengurangi sampah dan memanfaatkan sebagai barang yang lebih berguna,’’ pungkas Putri Citrawati. (kmb12)


OPINI

6

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mencari Format Ideal Sistem Pendidikan DUNIA pendidikan menjadi harapan utama bagi orang tua dalam mengelola pertumbuhan anak-anak mereka. Sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab formal membentuk mental dan kualitas kognitif mereka, sekolah dengan segala perangkat pendukungnya tentu harus memiliki menajemen tersendiri. Baik itu menyangkut sarana, SDM guru, serta metode pembelajaran yang jelas. Dengan pendekatan yang komprehensif ini pulalah dunia pendidikan diharapkan mampu menjawab perkembangan zaman dan melahirkan mutu lulusan yang sejalan dengan pasar kerja. Selama ini, sistem pembelajaran di dunia pendidikan belum sampai pada tataran ideal. Kecenderungan selama ini selalu ada perubahan kebijakan serta sistem pembelajaran. Cenderung terjadi pergeseran yang sangat frontal sehingga sering kali masyarakat, khususnya orangtua menuding dunia pendidikan tak kunjung memiliki sistem yang jelas untuk mengasuh generasi di negeri ini. Target-target pembelajaran yang tak kunjung jelas mungkin berkorelasi dengan sistem perekrutan di dunia pendidikan yang juga tak pernah baku. Yang pasti perubahan kebijakan membuat sasaran akhir dari mutu pendidikan juga dipertaruhkan. Dulu, banyak pejabat dan guru sangat getol membentuk sekolah unggulan. Cikal bakalnya dari kelas unggulan dengan mengelola anak-anak berprestasi dalam satu sistem pembelajaran yang jelas. Sistem ini memang mendapat apresiasi positif dari banyak pihak. Bahwa anak-anak yang memiliki keistimewaan layak mendapat ruang yang khusus dalam konteks keilmuan atau bidang profesi yang ditekuni. Ini tentu bukan dalam konteks membangun kesenjangan pembelajaran, melainkan mengelola potensi yang ada dengan pendekatan yang benar dan sistem yang jelas pula. Kita tentu juga sangat berharap sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, terus mencari pola pembelajaran yang jelas. Baik itu mulai dari perekrutan calon peserta didik, proses pembelajaran, hingga sampai pada tahapan menyiapkan lulusan masuk pasar kerja atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Rasanya, setelah negeri ini mamasuki usia 73 tahun, sistem pembelajaran kita masih tak jelas. Perubahan kurikulum terus dilakukan. Ironisnya sering kali kebijakan usianya tergantung selera pejabatnya. Masyarakat tentu berharap bahwa ke depan pembelajaran bagi anak-anak negeri ini memiliki pola yang jelas. Pemerataan kesempatan pendidikan tentu tidak harus mengabaikan anak-anak berprestasi. Pemerataan pendidikan jangan sampai menghapus model yang sudah dianggap layak dan memadai untuk menyiapkan SDM unggul. Kita tentu juga sepakat jika, anak-anak cerdas dan anak-anak dengan kecakapan khusus layak dikelola dengan pebdekatan yang khusus pola. Karena sangat besar risikonya, jika anak-anak dengan kecerdasan khusus digabung dengan anak-anak berkemampuan rata-rata. Memang ada kemungkinan mereka menjadi inspirator dalam pembelajaran, namun ada kalanya mereka akan ikut terseret menjadi anak-anak biasa. Kecenderungannya, pengaruh kelompok lebih dominan terhadap individu. Ke depan, tentu ada baiknya pemerintah tetap menyiapkan sekolah-sekolah yang memiliki manajemen yang jelas dalam mengelola anak-anak berprestasi. Sistem ini tentu harus dirumuskan di tengah penerapan sistem zonasi dalam memilih sekolah. Yang jelas, ke depan, bangsa dan negeri ini haruslah terus melakukan terobosan yang jelas dalam membuat sistem pembelajaran di negeri ini. Pemerintah perlu mendengar aspirasi masyarakat dan melakukan perbandingan dalam merumuskan sistem pembelajaran. Ini penting untuk menghindari kegelisahan orang tua siswa setiap tahun ajaran baru. Pemerintah dan dunia pendidikan harus melayani masyarakatnya dalam hal ini. Sistem pendidikan jangan sampai menghilangkan atau membatasi hak anak untuk menikmati pendidikan yang berkualitas.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Laporan Orang Hilang Telah meninggalkan rumah atas nama Made Ngurah Putra. Tinggi badan 170 cm. Orang ini mengalami keterbelakangan mental, ada tanda lahir di tangan. Umur 31 tahun. Ngurah Putra telah hilang dari dua tahun lalu. Meninggalkan rumah yang diduga korban mengalami gangguan jiwa dengan ciri-ciri warna kulit sawo matang, badan kurus, rambut hitam ikal dengan menggunakan kain/kamben dan baju kaus warna putih tanpa kerah. Bagi yang melihat mohon menghubungi atas nama Nyoman Ngurah Oka dengan alamat Jl. Padma, Gang 7C Br. Saba, Penatih, Denpasar, di nomor telepon 081 937 386 480. Terima kasih. Pelapor I Nyoman Ngurah Oka Br. Saba, Penatih, Denpasar

Bimbingan Anak Berkemampuan Khusus Secara yuridis formal layanan pendidikan bagi anak berbakat telah mendapat tempat di dalam sistem pendidikan nasional. Undang-undang No.2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Penyelenggaraan pendidikan bagi anak dengan potensi kecerdasan istimewa memiliki landasan yuridis yang sangat kuat. Hal ini dapat dilacak dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam pasal 5 ayat (4) menyebutkan warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus.

Oleh Desak Komang Ira Pratiwi Ni Made Ayu Santi Paramita

F

enomena di lapangan menunjukkan perkembangan layanan pendidikan bagi peserta didik dengan potensi kecerdasan istimewa, khususnya pada jenjang SD belum mendapatkan perhatian yang serius. Kalaupun ada sekolah yang mencoba untuk memberi pembinaan pada peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa lebih bersifat kemanusiaan atau kebijakan sepihak dari sekolah atau lembaga sendiri. Kebijakan ini cenderung tanpa memandang anak sebagai subjek yang memang selayaknya memiliki hak atas layanan yang relevan dengan kebutuhannya. Selain itu, keberbakatan yang dimiliki oleh seorang anak cenderung tidak diperhatikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya suatu program yang disebut dengan PPI (Program Pembelajaran Individu) yang terdiri dari 3 model. Ada pun dalam model layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik dengan potensi kecerdasan dan bakat istimewa berupa program percepatan dan/atau pengayaan (pasal 135:2, PP No. 17 Tahun 2010). Sehingga melalui panduan ini diharapkan dapat memberi wawasan dan arahan bagaimana penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan potensi kecerdasan dan bakat istimewa di tingkat SD. Untuk maksud tersebut, langkah pertama pada alur pengembangan ini, diperlukan analisis karakteristik peserta didik, struktur program, prosedur pelaksanaan dan evaluasi program pendidikan SD ”unggul/favorit” sebagai rujukan untuk mengembangkan kapabilitas peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan

istimewa. Banyak istilah yang digunakan untuk menunjuk pada anak yang memiliki perkembangan fungsi kognitif yang tinggi atau sagat tinggi. Istilah-istilah itu misalnya anak berbakat, anak unggul, anak super normal, gifted, talented, bright, superior, genius, dan prodigy. Ada satu istilah lagi yang saat ini sering disebut-sebut yaitu indigo. Dari banyak istilah yang ada, yang sering dipakai dan ditulis dalam buku adalah gifted dan talented. Dalam pendidikan luar biasa sering disebut anak berbakat, atau anak dengan kemampuan istimewa. For students who are both gifted and dyslexic, creativity is an important domain to foster. Knowledge of students’ creative learning strengths will complement and strengthen what teachers already know works--a multisensory approach in a therapeutic climate that is at once structured, sequential, cumulative, and thorough Rawson (dalam LaFrance, 1997). Istilah gifted lebih menunjukkan kepada mereka yang memiliki skor inteligensi yang tinggi. Konsep anak berbakat dari USOE (dalam Suharmini, 2007) dapat dikemukakan sebagai berikut: Anak berbakat adalah anak yang diidentifikasi oleh ahli bahwa ia memiliki kemampuan yang menonjol, dan prestasi yang tinggi serta membutuhkan pelayanan dan pendidikan khusus yang terdeferensiasi agar dapat merealisasi kemampuan. Selanjutnya, Renzulli (dalam Suharmini, 2007) mengemukakan untuk mengidentifikasi anak berbakat perlu diperhatikan interaksi dari tiga aspek, yaitu inteligensi, tanggung jawab, dan kreativitas. Dengan demikian yang disebut anak cerdas dan berbakat adalah anak yang mempunyai inteligensi yang tinggi (di atas rata-rata)

mempunyai tingkat kreativitas yang tinggi, dan bertanggung jawab terhadap tugas. Keterbakatan bukannya sesuatu kondisi yang tidak memunculkan suatu masalah, tetapi terkadang menimbulkan masalah, baik bagi individu sendiri, keluarga, masyarakat, maupun bagi penyelenggaraan pendidikan. Anak cerdas dan berbakat adalah anak yang memiliki kompetensi di bidang tertentu seperti di bidang seni budaya khususnya tari Bali. Tari Bali merupakan salah satu seni budaya yang ada di Pulau Bali yang terkenal dengan Pulau Seribu Pura. Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia dan dikenal memiliki banyak unsur kebudayaan yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Karena kebudayaan dan keseniannya tersebut menjadikan Bali merupakan daya tarik wisata di samping keindahan alamnya. Bakat istimewa yang dimiliki oleh seorang anak harus dilatih, dikembangkan, dan diberikan pengayaan secara rutin. Contohnya adalah bakat dalam bidang budaya dan kesenian daerah khususnya daerah Bali. Pada saat ini, telah banyak pengaruh luar yang menyebabkan lunturnya nilai-nilai kebudayaan dan meninggalkan kesenian di daerah masing-masing. Di daerah Bali anak yang memiliki bakat dalam bidang keseniannya sangat sedikit. Hal tersebut disebabkan kurangnya kesadaran akan pentingnya mengenal bahkan menguasai kesenian tersebut. Anak yang berbakat biasanya memiliki keinginan dan cepat menangkap pelajarannya, namun ada juga anak dengan keterbatasan pengetahuan dan kesadarannya, maka anak tersebut akan merasa malu dengan mempelajari budaya dan kesenian daerahnya, padahal

Strategi Menuju Denpasar Bebas DBD

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Bali khususnya warga Denpasar. Kasus DBD yang terjadi cenderung meningkat dari tahun ke tahun bahkan dalam tiga tahun terakhir masuk ke dalam Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan data Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI tahun 2016, Provinsi Bali sempat menduduki peringkat satu sebagai provinsi dengan Incidence Rate (IR) DBD tertinggi pada tahun 2011, 2013, 2014, dan 2015. Bali merupakan daerah dengan iklim tropis yang menjadi tempat endemik penyakit DBD sehingga DBD memiliki potensi yang tinggi untuk muncul sepanjang tahun terutama saat musim hujan yang merupakan kondisi optimal nyamuk untuk berkembang biak. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah yakni melakukan penyuluhan dan menggalakkan gerakan 3M dengan membentuk gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) DBD yang memerlukan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, dan membentuk wadah Kelompok Kerja Operasional Demam Berdarah Dengue (Pokjanal DBD) serta kegiatan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dengan kepala Desa/ Lurah dan puskesmes berada di

Oleh Andi Dwi Setyawati Putri Maro baris terdepan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memberantas DBD. Tak ketinggalan, pemerintah juga telah melakukan penyuluhan pest control guna menurunkan dan mengendalikan populasi nyamuk aedes aegypti sebagai vektor penyakit DBD. Upaya yang dilakukan cukup berhasil dibuktikan dari menurunnya angka kasus DBD dari tahun 2016 sampai 2017, pada tahun 2016 terjadi 2.130 kasus. Pada tahun 2017 turun menjadi 833 kasus meskipun angka tersebut masih tergolong tinggi. Menurunnya angka kasus DBD yang terjadi seperti memberikan angin segar bagi masyarakat dan memberikan optimisme bahwa kasus DBD akan terus turun bahkan bebas dari kasus DBD apabila dilakukan upaya dan strategi yang tepat serta setiap strategi yang ada didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Nyamuk aedes aegypti merupakan vektor/agen pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pengendalian vektor nyamuk aedes aegypti yang sering dilakukan adalah pengendalian secara kimia yaitu menggunakan pestisida yang

sering dikenal dengan istilah fogging. Apabila pengendalian dengan cara ini dilakukan secara terusmenerus dapat mengakibatkan nyamuk atau larva resisten atau kebal terhadap pestisida sehingga perlu dilakukan uji berkala serta membuat formulasi/komposisi senyawa kimia yang baru (misalnya dosis yang lebih tinggi) untuk membasmi nyamuk maupun larvanya. Hal ini tentu memberikan efek terhadap lingkungan dan lingkungan menjadi tercemar akibat senyawa kimia yang menjadi residu pada lingkungan. Melihat hal ini begitu penting untuk diperhatikan, maka diperlukan pengendalian secara alami atau sering disebut sebagai pengendalian secara biologi. Selain aman bagi lingkungan, pengendalian ini dirasa akan lebih efektif karena mengendalikan dan menurunkan populasi vektor nyamuk aedes aegypti tanpa mengkhawatirkan terjadinya resistensi serta dapat diterapkan oleh masyarakat umum. Pengendalian secara biologi yang dapat dilakukan dibagi menjadi 2 yakni pengendalian secara skala besar (komunitas/masyarakat luas) dan secara individu/perorangan.

anak tersebut berpotensi tinggi untuk menguasai pelajaran tersebut. Budaya merupakan suatu kebiasaan serta hal-hal yang diberikan dari peninggalan-peninggalan terdahulu yang dilaksanakan pada saat ini. Sedangkan kesenian daerah merupakan suatu seni atau hal-hal yang tidak dapat didefinisikan namun bernilai indah baik itu ditunjukkan dalam bentuk gerak, gambar, suara, dll. Tidak sedikit generasi saat ini yang terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak menanamkan nilai-nilai moral. Sehingga generasi muda khususnya yang memiliki bakat dalam kesenian daerah harus disaring dan terus diberikan pelatihan sehingga bakat tersebut melekat dengan harapan mampu memberikan penularan kepada generasi selanjutnya. Anak yang memiliki bakat pada bidang kesenian daerah juga dapat memberikan kebanggaan tersendiri baik itu dalam diri, keluarga, dan masyarakat. Kesenian daerah khususnya di daerah Bali memiliki beragam jenis kesenian yaitu tari Bali, gending/tembang Bali, satua Bali, lukisan, dll. Pada pembahasan ini menjelaskan tentang dua kesenian yaitu tari Bali dan gending/ tembang Bali. Tari Bali pada umumnya memiliki makna religius namun dengan berkembangnya zaman dan masuknya pengaruh pariwisata maka tari Bali banyak dimodifikasi. Tari Bali dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, wali (sakral) atau bebali (upacara) dan balih-balihan (hiburan). Tari wali dan bebali dapat ditarikan di tempat dan waktu tertentu. Tari wali dipentaskan di halaman bagian dalam pura dan tari bebali di halaman tengah (jaba tengah). Sebaliknya tari balih-balihan ditarikan di halaman luar pura (jaba sisi) dalam acara yang bersifat hiburan. Kesenian daerah tersebut dapat dijadikan sebagai sarana mengembangkan bakat istimewa yang dimiliki oleh seorang anak. Selain sebagai bentuk pengembangan bakat dalam bidang kesenian daerah, juga akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena anak yang memiliki bakat dalam bidang tersebut hanya beberapa orang. Biasanya yang menghambat siswa untuk mengembangkan bakatnya adalah kesadaran dari orang-orang sekitar. Keberadaan siswa yang memi-

liki suatu bakat dalam bidang kesenian daerah harus diketahui dan dicari tahu alternatif untuk menyalurkan bakat tersebut, sehingga siswa tidak merasa bahwa bakat tersebut adalah suatu kelainan yang ada dalam dirinya. Mengetahui bakat yang dimiliki oleh anak dan menyediakan fasilitas akan dianggap memberikan kesempatan anak untuk belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam dua siklus, hasilnya dapat disimpulkan bahwa implementasi model pengayaan dapat meningkatkan bakat menari siswa. Peningkatan tersebut dapat diketahui dari hasil berikut ini pada siklus I, siswa belum mampu menguasai tarian (ditentukan) yang ditunjukkan dengan keragu-raguan dan ketidaktepatan gerakan. Pada siklus II, siswa sudah mampu menguasai tarian (ditentukan) yang ditunjukkan dengan rasa percaya diri dan ketepatan gerakan. Hasil ini menunjukkan bahwa siklus II ada peningkatan penguasaan tarian dibandingkan dengan hasil pada siklus I. Berdasarkan simpulan di atas, disampaikan beberapa rekomendasi sebagai berikut: (1) Menentukan Lembaga Pendidikan yang akan dijadikan sasaran dalam mengembangkan bakat anak bisa kita lihat dari prestasi yang dimiliki oleh lembaga tersebut. (2) Melihat potensi siswa, cara melihat potensi siswa yang memiliki bakat bisa kita lakukan dengan cara tes dengan mengumpulkan siswa yang dianggap oleh gurunya memiliki potensi di bidang kesenian daerah. (3) Melakukan seleksi untuk memilih siswa yang benar-benar memiliki suatu potensi atau bakat di bidang kesenian daerah untuk nantinya akan diberikan pelatihan. (4) Pemilihan tari dilakukan agar mampu mengukur ketercapaian siswa dengan menargetkan tarian apa yang akan diberikan kepada siswa berbakat. (5) Setelah menemukan anak yang berbakat di bidangnya dan sudah menentukan tarian yang akan diberikan kepada anak berbakat tersebut, selanjutnya adalah memberikan pelatihan-pelatihan khusus.

Pengendalian berbasis komunitas dapat mencegah dengan menekan populasi nyamuk aedes aegypti dengan memerhatikan sanitasi lingkungan (mengurangi adanya genangan air, mengadakan atau memastikan irigasi pada persawahan berjalan dengan baik, memastikan sungai atau got mengalir dengan baik), mencegah nyamuk berkembang biak dengan melakukan pemetaan pola pesebaran nyamuk dan meniadakan tempat berkembangbiaknya nyamuk (tempat perindukan/breeding places, tempat istirahat/resting places, habitat nyamuk) dengan gerakan 3 M sehingga target pengendalian tepat sasaran dan membasmi nyamuk sedini mungkin sebelum berkembang biak menjadi nyamuk. Selain itu, dapat menggunakan predator alami larva nyamuk seperti ikan cupang, ikan mas dan ikan nila. Sedangkan pengendalian secara individu/perorangan dapat mencegah dengan menggunakan repellent atau lotion antinyamuk. Untuk menuju Denpasar bebas DBD perlu adanya kerja sama antara pemerintah daerah dengan masyarakat dari semua lapisan. Dengan dilakukannya kerja sama secara rutin dan terpadu, maka beberapa tahun ke depan, Denpasar dapat dipastikan bebas DBD.

POJOK

Penulis, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP Undiksha

Mantra-Kerta berikan ucapan selamat kepada Koster-Ace. - Pilgub sudah selesai. *** Ditelepon Jokowi, Koster langsung minta infrastruktur di Bali. - Biar cepat wujudkan janji kampanye. *** Rupiah makin terpuruk, hampir tembus 14.400/dolar AS. - Badai ekonomi pasti berlalu.

Penulis, mahasiswa Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta/Warga Denpasar

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

Perolehan Suara Sementara di Masing-masing Kecamatan Tabanan Koster-Ace Mantra-Kerta 16.232 29.251 Marga Koster-Ace 23.490

Mantra-Kerta 6.740

7

TABANAN

Lampaui Target, Partisipasi Pemilih Capai 82,7 Persen Tabanan (Bali Post) -

Kerambitan Koster-Ace Mantra-Kerta 17.970 10.027

Partisipasi pemilih di Kabupaten Tabanan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali 2018 melampaui target yang ditetapkan. Jika dilihat dari indikator partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Tabanan tahun 2015 yang hanya 77,32 persen, kini di Pilgub Bali partisipasi masyarakat mencapai 82,7 persen.

Baturiti Koster-Ace 18.963

Mantra-Kerta 12.114

Seltim Koster-Ace Mantra-Kerta 4.841 11.696 Selemadeg Koster-Ace Mantra-Kerta 2.711 12.022 Selbar Koster-Ace Mantra-Kerta 4.862 9.546 Penebel Koster-Ace Mantra-Kerta 13.475 19.456 Pupuan Koster-Ace Mantra-Kerta 5.254 20.504 Kediri Koster-Ace Mantra-Kerta 16.199 35.084

Koster-Ace 197.982

Total Mantra-Kerta 92.455

Bali Post/kmb28

LOGISTIK - Pergeseran logistik dari PPK ke kantor KPU Tabanan usai tahapan rekapitulasi hasil suara sementara di tingkat kecamatan.

Dari data C1 yang di-upload KPU Tabanan ke situs resmi KPU Provinsi Bali, jumlah pemilih di Tabanan 358.498 orang. Masyarakat yang menggunakan hak pilihnya 296.342 orang atau 82,7 persen. Capaian ini melampaui target dari yang diprediksi KPU Tabanan 80 persen. “Dari Provinsi Bali target capaian 75 persen, kalau Tabanan mengacu target pilkada sebelumnya. Pada Pilkada Bupati tahun 2015 tingkat partisipasi 77,32 persen. Jadi, awalnya kami prediksi target naik menjadi 80 persen, ternyata justru melampaui target jadi 82,7 persen,’’ ujar anggota komisioner KPU Tabanan I Putu Weda Subawa saat dikonfirmasi Kamis (28/6) kemarin. Lebih lanjut dikatakannya, dari data yang ditampilkan di situs resmi KPU tercatat suara sah 292.635 suara dan suara tidak sah mencapai 3.761 suara. “Data ini sifatnya sementara, tetapi semua C1 sudah masuk, hanya C1 belum tentu benar 100 persen, nanti akan diplenokan lagi, apalagi saat ini tahapan masih pleno di PPK kecamatan,” ucapnya. Disinggung apakah data tersebut akan mengalami banyak pe-

rubahan setelah adanya koreksi, komisoner asal Kecamatan Kediri ini mengatakan perubahan mungkin saja ada, tetapi sedikit atau tidak signifikan. Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Tabanan I Ketut ‘’Boping’’ Suryadi mengatakan pelaksanaan Pilgub kali ini sudah sangat bagus. Mulai nampak ada kedewasaan berpolitik dari masyarakat. Terbukti dengan tidak adanya gesekan fisik dan benturan antarpendukung. “Semua berjalan sangat nyaman dan teduh,” ucapnya. Terkait pemimpin yang berhasil terpilih diharapkan tidak hanya merasa menang, tetapi bagaimana mencapai kemuliaan dari sebuah kemenangan. Di sisi lain, masyarakat juga diminta menghormati dan mengikuti langkah-langkah kebijakan politik kekuasaan ke depan untuk Bali. Sementara bagi pasangan calon yang kalah, dikatakannya pertarungan pasti melahirkan kalah menang. Namun, kekalahan bukan berarti ujung untuk berhenti berbuat demi kesejahtraan rakyat. “Sinergitas semua pihak harus dibangun dan dijaga untuk Bali yang sejahtera dan berbudaya,” ujarnya. (kmb28)

Distan Dorong Perkebunan Bersertifikat Organik

Bali Post/kmb24

Dewa Ketut Budi Dana Susila

Tabanan (Bali Post) Perkebunan organik salah satu program yang hendak diwujudkan Dinas Pertanian Tabanan. Sejak 2017 telah dimulai pengumpulan data perkebunan, terutama di wilayah Pupuan untuk menjalani sertifikasi perkebunan organik. Tahun 2018 ini, lahan 14 hektar yang berlokasi di Desa Munduk Temu Pupuan bersiap menjalani proses sertifikasi. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan, Dewa Ketut Budi Dana Susila, Kamis (28/6) kemarin, mengatakan proses sertifikasi perkebunan organik ini sedang dalam proses. Pihak Dinas

Pertanian sedang melakukan konsultasi dengan pihak Universitas Udayana apakah bisa melakukan proses sertifikasi. ‘’Tetapi jika tidak, kami akan ke LeSos (Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman) yang ada di Jawa Timur,’’ ujar Dewa Budi. Ia melanjutkan, proses sertifikasi ini didanai oleh APBD kabupaten yang dimulai sejak tahun 2017. Untuk tahun 2017, pendanaan berupa pengumpulan data dan tahun 2018 berupa proses sertifikasi organik. ‘’Nanti secara perlahan, seluruh perkebunan yang ada di Tabanan akan diarahkan untuk bisa bersertifikasi organik,’’ ujarnya.

Dipilihnya lokasi sertifikasi di wilayah Munduk Temu karena daerah tersebut sudah mulai menerapkan organik atau pengurangan kimia pada tanaman perkebunannya. Diharapkan dengan tersertifikasinya 14 hektar perkebunan kopi di Munduk Temu bisa mendorong daerah lainnya melakukan hal yang sama. Menurut Dewa Budi, jika tersertifikasi organik tentu ke depan nilai jual produk perkebunan tersebut akan meningkat. Tentunya akan lebih mudah dipasarkan jika buyer maupun ekportir meminta produk organik. Begitu juga jika hendak membuat produk organik. (kmb24)

Musim Hujan, Kualitas Air Menurun

Tabanan (Bali Post) Tingginya curah hujan yang terjadi dalam satu minggu terakhir memengaruhi kualitas air bersih yang dihasilkan PDAM, terutama di beberapa titik yang dilayani oleh unit pengolahan air yang berlokasi di wilayan Nyanyi, Kediri. Salah satu warga Kediri, Rizky, mengaku air PDAM yang ia tampung mengeluarkan bau tak sedap setelah dua hari. ‘’Kita tampung air di bak mandi. Dua harinya timbul bau tak sedap,’’ ujarnya. Mengenai turunnya kualitas air di beberapa titik di

wilayah Kediri diakui Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tabanan I.B. Marjaya Wirata, Kamis (28/6) kemarin. Ia mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas air bersih menurun, salah satunya turunnya kualitas sumber air permukaan selama musim hujan ini ditambah tersumbatnya jaringan distribusi air oleh material selama musim hujan. Namun, menurutnya, tidak semua langganan PDAM mengalami hal tersebut. Turunnya kualitas air terjadi di beberapa daerah yang dilayani Instalasi Pengola-

han Air (IPA) Unit Nyanyi PDAM Tabanan. Untuk sumber mata air di Unit Nyanyi berasal dari mata air Nyanyi dan mata air Nyambu. Unit ini melayani sebagian Desa Kediri, Desa Pandak Badung, Desa Pandak Gede, dan Kediri Wilayah Selatan. ‘’Tapi dari wilayah yang dilayani tidak semuanya mengalami permasalahan kualitas air. Hanya beberapa, khususnya daerah yang jaringan distribusinya mengalami masalah atau tersumbat material,’’ jelas Wirata. Permasalahan ini lanjut Wirata, sudah ditangani

pihak PDAM dengan melakukan pengurasan terhadap jaringan distribusi yang bermasalah. Langkah pengurasan adalah langkah rutin yang dilakukan jika terjadi penyumbatan jaringan distribusi selama musim hujan. ‘’Sekarang sudah tidak mengalami masalah karena sudah ditangani,’’ imbuhnya. Mengenai kualitas air kata Wirata, secara umum tidak bermasalah untuk wilayah Tabanan. PDAM memiliki 32 sumber air, 26 di antaranya merupakan sumber mata air sisanya adalah air permukaan dan sumur dalam. (kmb24)

Dianggarkan Rp 10 Miliar

Penataan Gedung Mario dan Taman Kota Segera Dituntaskan

Tabanan (Bali Post) Penataan Gedung Kesenian Ketut Maria (Gedung Mario), taman kota, open stage Garuda Wisnu Serasi (GWS) dan Museum Sagung Wah belum sepenuhnya tuntas. Meski kini ketiga bangunan tersebut sudah berdiri megah. Rencananya, tahun anggaran 2018 ini, ketiga proyek tersebut akan dituntaskan dengan anggaran Rp 10 miliar. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Permukiman Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Oka Kamasan, Kamis (28/6) kemarin, mengatakan pembangunan Gedung Mario, open stage GWS dan Museum Sagung Wah akan dituntaskan tahun anggaran 2018 ini. Bahkan kini, ketiga proyek tersebut dalam proses tender. Dijelaskan, untuk menuntaskan ketiga proyek tersebut dianggarkan Rp 10 miliar. Rinciannya, untuk penataan halaman dan panyengker Gedung Mario menghabiskan dana paling besar mencapai Rp 7 miliar. Penyelesaian akhir (finishing) arsitektur open stage GWS menelan anggaran Rp 1,5 miliar serta finishing interior Gedung

Museum Sagung Wah juga menghabiskan Rp 1,5 miliar. Diharapkan, proses tender agar cepat selesai sehingga pelaksanaan proyek dapat segera dikerjakan. Diharapkan seluruh proses pembanguan ketiga bangunan tersebut tuntas tahun 2018 ini. Seperti diketahui, pembangunan Gedung Mario dilakukan secara bertahap. Gedung baru ini berbeda dengan situasi Gedung Mario sebelumnya yang tertutup. Selain itu, pintu masuk utama dari timur kini dipercantik dengan gapura dari bata merah gosok. Namun, panyengker dan halamannya belum tertata rapi. Akibatnya, gedung yang juga salah satu ikon Tabanan ini belum sepenuhnya bisa digunakan. Sementara itu, open stage Garuda Wisnu Serasi di ujung timur taman kota sudah nampak bentuk utuhnya. Gapura utama dengan patung Garuda Wisnu di atasnya sudah berdiri megah, namun masih perlu penataan. Begitu pun dengan Museum Sagung Wah yang ada di sisi selatan taman kota Tabanan. Gedungnya juga sudah berdiri megah, namun belum sepenuhnya selesai. (kmb28)

Bali Post/kmb28

DITUNTASKAN - Penataan Gedung Mario dan areal taman kota segera dituntaskan.

E-PARKIR - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat launching sistem e-Parkir.

’’Launching’’ E-Parkir

Tabanan Pelopor di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara SISTEM e-Parkir di Kabupaten Tabanan mulai diberlakukan Kamis (28/6) kemarin. Meski telah diluncurkan, sistem ini baru mulai aktif per tanggal 1 Juli 2018 mendatang. Pasalnya selama dua hari ke depan masih dilakukan sinkronisasi mesin e-Parkir. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat launching sistem e-Parkir berharap sistem ini mampu menjawab persoalan terkait terbatasnya ruang lahan parkir yang tersedia, di tengah tingginya pertumbuhan kendaraan pribadi. Terobosan e-Parkir juga menambah penghargaan yang diterima oleh Bupati Tabanan dari Bank Indonesia atas peran aktifnya menyukseskan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) dengan implementasi elektronifikasi pembayaran parkir (e-Parkir) di Kabupaten Tabanan. E-Parkir di Tabanan menjadi pionir d i B a l i d a n N u s a T e n ggara. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana. Hadir dalam acara tersebut Direktur Eksekutif/ Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia Pungky Purnomo Wibowo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana, Forkompinda Kabupaten Tabanan, para pimpinan bank, dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Bupati Eka mengatakan program e-Parkir merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank

Indonesia sejak tahun 2014 dan juga sebagai dorongan untuk pengembangan less cash society di Kabupaten Tabanan. “Saya selaku kepala daerah mengajak seluruh komponen masyarakat Tabanan untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan e-Parkir ini. Terwujudnya Kota Tabanan yang nyaman, aman, selamat, tertib, dan lancar merupakan harapan dan tanggung jawab kita bersama,” ucapnya. Dirinya menambahkan semakin transparannya pengelolaan penerimaan pendapatan asli daerah khususnya retribusi pelayanan parkir, tentu akan semakin meningkatkan kontribusinya terhadap biaya pembangunan di Kabupaten Tabanan. Sehingga visi Tabanan Serasi, sejahtera, aman dan berprestasi, bisa terwujud. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan I Made Agus Harta Wiguna melaporkan mulai tahun 2018, pemerintah Kabupaten Tabanan mulai menerapkan manajemen parkir melalui penyelenggaraan sistem parkir elektronik, yang ditandai dengan pemasangan mesin parkir atau terminal parkir elektronik pada ruas-ruas jalan yang ditetapkan sebagai lokasi parkir elektronik. “Terminal parkir elektronik dipasang pada ruas Jalan Gajah Mada Barat sebanyak 4 unit, Jalan Gajah Mada Timur sebanyak 4 unit, Jalan Gunung Batur ada 2 unit, Jalan Melati ada 1 unit, kemudian Jalan M.H. Tamrin sebanyak 4 unit. Total terminal parkir yang terpasang pada awal ini adalah sebanyak 15 unit,” jelasnya.

Ditambahkan, maksud dari penerapan e-Parkir adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan parkir di tepi jalan umum dan memberi rasa keadilan bagi mayarakat pengguna jasa parkir. Sedangkan tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat menggunakan ruang parkir secara bijak, optimalisasi pendapatan asli daerah, meminimalisasi potensi pungutan liar yang dilaksanakan oleh oknum-oknum petugas, meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Menurut Agus Harta Wiguna, pelaksanaan e-Parkir tersebut didukung oleh pihak perbankan sebagai penyedia uang elektronik yang diinisiasi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. “Adapun PT Bank Mandiri dengan uang elektronik e-money, PT Bank Rakyat Indonesia dengan uang elektroniknya Brizzi, PT Bank Negara Indonesia dengan uang elektroniknya TapCash, PT Bank Central Asia dengan uang elektroniknya flazz, serta didukung oleh Bank Tabungan Negara dan Bank BPD Bali,” jelasnya. Sementara itu, Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Pungky Purnomo Wibowo mengharapkan Tabanan menjadi contoh di Bali dan Nusa Tenggara dan dikatakan merupakan yang pertama. Serta pengembangan sistem eletronifikasi pembayaran parkir di Kabupaten Tabanan merupakan suatu keniscayaan, sehingga manfaat optimal dari implementasi elektronifikasi pembayaran parkir dapat diperoleh seperti recording, transparansi, dan efesiensi. (ad1100)


BULELENG

8

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 91 jenis alat bantu untuk penyandang disabilitas diserahkan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng Gede Komang, Kamis (28/6) kemarin. Bantuan ini diberikan untuk memberdayakan penyandang disabilitas di daerah ini. Bantuan ini terdiri atas 48 kursi roda, 20 alat bantu dengar, 20 tongkat putih dan 3 tongkat ketiak. Selain pemberian alat bantu, para penyandang disabilitas juga mendapatkan bimbingan sosial, dan pelatihan keterampilan, dan program Loka Bina Karya (LBK) dari Dinsos. Wakil Bupati Buleleng mengatakan, salah satu program yang akan menjadi fokus utama Dinas Sosial adalah program rehabilitasi dan pemberdayaan sosial bagi penyandang disabilitas, sebab penyandang disabilitas di Buleleng memang memerlukan perhatian pemerintah. ‘’Dinas Sosial yang telah berinisiatif untuk memfasilitasi bantuan alat bantu kepada penyandang disabilitas. Alat bantu ini tentu bermanfaat untuk menunjang peningkatan fungsi fisik dan sosial serta mengurangi ketergantungan penyandang disabilitas tersebut kepada orang lain,’’ katanya. Menurut Sutjidra, dengan pemberian bantuan ini bisa mendukung terciptanya kesetaraan bagi para penyandang disabilitas. Selain itu, bisa meningkatkan produktivitas para penyandang disabilitas yang berujung pada terciptanya kesejahteraan. ‘’Kesejahteraan mereka dapat terakselerasi melalui sinergi semua pihak,’’ katanya. Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Komang mengatakan, salah satu program yang akan menjadi fokus utama Dinas Sosial tahun ini adalah program rehabilitasi dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Alat bantu ini akan membantu ruang gerak para penyandang agar dapat mandiri. ‘’Alat bantu ini tentu bermanfaat untuk menunjang peningkatan fungsi fisik dan sosial serta mengurangi ketergantungan penyandang disabilitas tersebut kepada orang lain,’’ jelasnya. (kmb38)

Hari Ini, Jenazah TKW Diserahkan ke Keluarga Singaraja (Bali Post) – Jenazah Kadek Pariani, TKW asal Dusun Alassari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula dipastikan dipulangkan ke desa asalnya. Kepastian ini menyusul hasil koordinasi Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bali dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia Istanbul yang berhasil membantu pemulangan jenazah almarhum. Pada Jumat (29/6) ini, jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Ngurah Rai Denpasar, selanjutnya diserahkan kepada BP3TKI Bali, kemudian ke pihak keluarga. Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Buleleng, Made Dwi Priyanti Putri Koriawan, Kamis (28/6) kemarin, membenarkan kepastian pemulangan jenazah almarhum kepada keluarganya. Dia mengatakan, koordinasi pemulangan jenazah ini dilakukan sehari sejak kabar meninggalnya Pariani di Turki karena penyakit komplikasi paru-paru dan stroke, beredar di media sosial dan pemberitaan media massa. Koordinasi secara berjenjang dari BP3TKI Bali, Pusat dan Kedutaan di Istanbul, Turki menyebut jenazah akan dipulangkan ke Bali. Kepastian ini berdasarkan surat Konsulat Jenderal Republik Indonesia Istanbul No. B-00134/Istanbul/180627. Surat ini juga dilengkapi dengan sejumlah surat penting lain yang melengkapi dokumen untuk memulangkan jenazah Pariani ke Bali. Selain kesiapan dokumen, pihak pihak Konsul RI Istanbul juga sudah memberikan kepastian jenazah tiba di Bali hari ini. “Kami sudah mendapat kepastian bahwa almarhum sudah bisa dipulangkan dan ini berkat koordinasi dan fasilitasi BP3TKI Bali dengan Konsul RI Istanbul. Dokumen pemulangan sudah lengkap dan besok (Jumat 29/6 -red) jenazah dijadwalkan tiba di Bali,” katanya. Menurut Priyanti, sesuai mekanisme jenazah akan diserahkan kepada pihak BP3TKI Bali dan diteruskan kepada Disnakertrans Buleleng terakhir baru diserahkan kepada keluarga. Kepastian kedatangan jenazah sekarang ini sudah disampaikan kepada pihak orangtuanya Wayan Karidana dan istrinya Made Seri Gati. Terkait biaya, Dwi Priyanti mengataan, biaya pemulangan jenazah difasilitasi oleh pihak Konsul RI Istanbul. “Dari bandara nanti BP3TKI Bali mengantar jenazah sampai di rumah duka dan di sana nanti akan dilakukan serah terima jenazah. Sekarang tinggal menunggu jadwal kedatangan karena semua dokumen sudah lengkap setelah difasilitasi pihak Konsul RI Istanbul,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pihak orangtua almarhum Kadek Pariani bingung karena tidak mendapat kepastian pemulangan jenazah anaknya. Anaknya meninggal dunia pada Minggu (24/6) lalu. Situasi ini karena orangtuanya tidak mendapat konfirmasi dari pihak perusahaan yang memberangkatkan almarhum ke Turki menjadi pekerja spa. Selain itu, keluarga mengaku kesulitan biaya jika harus menjemput sendiri jenazah ke luar negeri. (kmb38)

Telepon Penting

BULELENG

SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng

3477 22713 22510, 21841

Polsek Tejakula

28541

Polsek Kubutambahan

23012

Polsek Sawan

24900

Polsek Singaraja

22566

Polsek Sukasada

25791

Polsek Banjar

93347

Polsek Seririt

92450

Polsek Busungbiu

92126

Polsek Gerokgak

92999

KP3 Celukan Bawang

92842

Pospol Wisata Lovina

41010

Pospol Pancasari

25755

Siaga Reskrim

27511

Siaga Intel

29973

PENCOBLOSAN – Pencoblosan dan penghitungan suara Pilgub Bali, Rabu (27/6) lalu, berjalan aman.

Bali Post/kmb38

Pascapencoblosan

Panwaslu Belum Temukan Pelanggaran Singaraja (Bali Post) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) hingga Kamis (28/6) kemarin, belum menerima laporan dugaan tindak pidana pemilu dan dugaan pelanggaran administratif dalam pencoblosan dan penghitungan suara. Sesuai mekanisme, selama tujuh hari setelah pencoblosan warga atau tokoh partai politik (parpol) kalau menemukan indikasi dugaan pelanggaran dipersilakan mengadukan kepada Panwaslu. Kalau sampai batas waktu

itu tetap tidak ada laporan maka dipastikan pencoblosan dan tahapan penghitungan suara Pemilihan Gubernur/ Wakil Gubernur (Pilgub) Bali bebas dari indikasi pelanggran pidana pemilu, pelanggaran administratif, hingga indikasi praktik politik uang (money politics). Ketua Panwaslu Ketut Ariyani mengatakan, dari pengawasan ketat sejak sehari sebelum pencoblosan, pihaknya tidak menemukan dugaan pelanggaran baik oleh penyelenggara di lapan-

gan. Selain itu, dari pengawasan pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) bersama PPL dan Panwascam, pihaknya tidak menemukan dugaan pelanggaran tahapan penghitungan suara tingkat TPS. Dengan hasil ini, Ariyani mengklaim tahapan pencoblosan dan penghitungan suara berjalan tertib, aman, dan lancar. Bahkan, dibandingkan hajatan Pilkada Bupati yang lalu, pencoblosan Pilgub Bali 2018 ini tergolong aman. Situasi ini berbeda dibandingkan

pada tahapan kampanye Pilgub yang lalu. Dalam tahapan ini, Panwaslu menemukan dugaan pelanggaran. Bahkan, perangkat desa atau ASN dan pegawai kontrak banyak yang diberikan sanksi administrasi karena dilaporkan terlibat kampanye salah satu paslon Pilgub Bali. “Pengawasan sejak H-1 pencoblosan dan patroli pengawasan oleh jajaran kami tidak ditemukan dugaan pelanggaran. Suasananya paling aman dibandingkan hajatan politik sebelumnya,”

jelasnya. Meskipun demikian, perempuan yang juga instruktur senam aerobik ini mempersilakan siapa pun warga atau tokoh parpol kalau menemukan adanya dugaan pelanggaran baik pidana pemilu, administratif dan yang lain, mengadukan dugaan tersebut. Ini bisa dilakukan selama tujuh hari setelah tahapan pencoblosan. Selain itu, pengaduan wajib dilengkapi dengan bukti-bukti termasuk identitas pihak yang mengadu. (kmb38)

Dijadikan Evaluasi

Koster-Ace Gagal Rebut Kemenangan di 123 TPS

Singaraja (Bali Post) – Secara umum paslon nomor urut 1, Koster-Ace, unggul di Buleleng. Namun, di 123 tempat pemungutan suara (TPS), dari 1.088 TPS yang ada di Bali Utara, paslon ini gagal merebut dukungan masyarakat dibandingkan paslon nomor urut 2, Mantra-Kerta. Bahkan, perolehan suara Koster-Ace kalah di semua TPS di salah satu desa di Buleleng Timur. Data di lapangan menyebutkan, di Kecamatan Buleleng kekalahan terjadi di 19 TPS, di Kecamatan Sawan 13 TPS, Kecamatan Sukasada 15 TPS, Kecamatan Banjar 22 TPS, Kecamatan Gerokgak 23 TPS, Kecamatan Busungbiu 8 TPS, Kecamatan Seririt 10 TPS, Kecamatan Tejakula 5 TPS, dan Kecamatan Kubutambahan 8 TPS. Kekalahan di TPS ini terjadi karena pengaruh tokoh partai politik (parpol) di wilayah bersangkutan. Kekalahan ini juga menjadi catatan serius bagi tim pemenangan dan partai pengsung Koster-Ace. Pasalnya, figur calon gubernur yang diusung notabene berasal dari Buleleng, ternyata masih ada kantong pendukung yang justru memilih paslon lain. Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace di Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, S.H., Kamis (28/6) kemarin mengatakan, kekalahan perolehan

suara di 123 TPS ini menjadi bahan evaluasi jajaran internal PDI-P dan partai pengusung. Sebenarnya, mulai tahapan kampanye bergulir, tim KosterAce sudah bekerja keras bersama partai pengusung atau tokoh masyarakat yang gotong royong mensosialisasikan Koster-Ace dalam merebut simpati pemilih. Namun, karena tim pemenangan paslon lawan juga melakukan pergerakan, sehingga kekalahan KosterAce dalam mengumpulkan dukungan pemilih ini seperti sulit dihindari. Namun, dari hasil hitung cepat oleh lembaga survei yang menyebut kemenangan KosterAce atas lawannya Mantra-Kerta, Supriatna mengaku puas dan berterima kasih kepada publik Bali Utara yang telah memberi dukungan termasuk kerja keras jajaran PDI-P bersama jajaran partai pengusung. “Evaluasi pasti ada dan ini akan menjadi kajian khusus

menjelang pemilu mendatang. Selaku tim pemenangan, kami berterima kasih atas pilihan masyarakat dan kerja PDI-P dan partai pengusung sudah bekerja keras untuk kemenangan Koster-Ace dan tetap mengawal hasil ini sampai nanti KPU mengumumkan hasil penghitungan real count,” katanya. Di sisi lain, politisi PDI-P asal Desa Tejakula ini mengingatkan kepada Koster-Ace terhadap janji politik pada masa kampanye untuk percepatan pembangunan Buleleng dan pemerataan antara Bali Selatan dengan Bali Utara. Dia mencontohkan, beberapa rencana pembangunan untuk kemajuan Buleleng yang harus mulai dipikirkan seperti wacana pembangunan bandara internasional di Kecamatan Kubutambahan. Proyek pembangunan jalan shortcut Singaraja-Bedugul, pengelolaan Pelabuhan Celukan Bawang,

pembukaan Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter di Undiksha Singaraja, dan kebijakan pembangunan dalam sektor pertanian dalam arti luas. “Masyarakat sudah tahu bahwa sekian banyak wacana ini semuanya untuk percepatan dan pemerataan pembangunan di daerah kita Buleleng, sehingga kami harapkan ini segera ditindaklanjuti karena hajatan Pilgub sudah berakhir, sekarang waktunya untuk kerja, kerja, dan kerja,” tegasnya. (kmb38)

Gede Supriatna, S.H.

Bali Post/kmb38

Hasil Hitung KPU

Koster-Ace Unggul 69,12 Persen Singaraja (Bali Post) – KPU Buleleng mulai merekap perolehan suara pascapencoblosan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (PIlgub) Bali, Rabu (27/6) lalu. Hasil rekapitulasi dan penghitungan real yang dilakukan KPU menyebutkan pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawasti (KosterAce), unggul dengan meraih 69,12 persen suara sah. Sedangkan pesaingnya paslon

nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta (MantraKerta), memperoleh 30,88 persen suara. Penghitungan ini menggunakan aplikasi Situng dengan input dan pindai data dari formulir model C-KWK, model C.1KWK dan lampiran model C.1-KWK. Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, Kamis (28/6) kemarin mengatakan, sesuai tahapan input data tingkat PPS ini dilakukan oleh op-

erator Situng KPU setelah pencoblosan dan penghitungan di TPS. Selama proses input tersebut, operator bekerja hingga Kamis (28/6) dini hari. Hingga sekarang, input dan pindai data sudah dikerjakan dan hasil penghitungan real sudah diketahui. Di mana dari paslon nomor urut 1 Koster-Ace merebut 69,12 persen suara sah dan paslon nomor urut 2 Mantra-Kerta memperoleh 30,88 persen suara. Proses

selanjutnya adalah rekapitulasi hasil pemungutan dan penghitungan suara tingkat PPK. Tahapan ini dilaksanakan Kamis (28/6) kemarin sampai Selasa (3/7) nanti. ‘’Setelah penghitungan suara di tingkat PPS, Operator Situng KPU Buleleng meng-input dan pindai data di masing-masing kecamatan hingga selesai dini hari. Jadwal rekapitulasi kecamatan disesuaikan oleh masing-masing PPK tergantung kesiapannya,

yang penting tidak melewati tahapan,’’ jelasnya. Sementara itu, partisipasi pemilih di Buleleng saat pencoblosan sebesar 58,6 persen. Sedangkan angka golongan putih (golput - red) tercatat sebanyak 230.405 pemilih. Dari jumlah pemilih 556.418, yang menggunakan hak pilih 326.013. Sedangkan perolehan suara sah sebanyak 319.684, suara tidak sah 4.781 dan total surat suara 324.460. (kmb38)


GIANYAR

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

9

Penghitungan Suara Sementara Pilbup

PEROLEHAN SUARA SEMENTARA

Aman Unggul di Enam Kecamatan

32,96% 94.666 suara

67,04% 192.533 suara

Gianyar (Bali Post) Paslon Made Mahayastra dan A.A. Gde Mayun (Aman) unggul dalam perhitungan suara sementara Pilbup Gianyar. Aman meraup kemenangan di enam kecamatan di Kabupaten Gianyar. Sementara rivalnya, paslon Tjokorda Raka Kerthyasa dan Pande Istri Maharani Prima Dewi (Kertha-Maha) hanya menang di Kecamatan Ubud. Berdasarkan penghitungan sementara perolehan suara di Kabupaten Gianyar, Aman memperoleh 192.533 suara atau 67,04 persen. Sementara Kertha-Maha meraih 32,96 persen atau 94.666 suara. Aman unggul di Kecamatan Blahbatuh dengan perolehan 30.020 suara, sementara Kertha-Maha 9.790 suara. Di Kecamatan Gianyar, Aman meraih 35.579 suara, sementara Kertha-Maha meraih 17.047 suara. Di Kecamatan Payangan yang menjadi basis Mahayastra, Aman meraup 21.724 suara, sedangkan Kertha-Maha 15.367 suara. Di Kecamatan Sukawati yang merupakan basis PDI-P, Aman mendapatkan 44.415 suara dan Kertha-Maha hanya 15.367 suara. Kecamatan Tampaksiring yang menjadi basis ketua tim paket Aman, Wayan Tagel Winarta, Aman meraih 21.494 suara, sedangkan Kertha-maha 8.905 suara.

Di Kecamatan Tegallalang, paket Aman meraih 21.287 suara, sementara KerthaMaha 10.795 suara. Di Kecamatan Ubud yang menjadi basis Cok Ibah, Aman hanya mendapatkan 18.120 suara, sedangkan Kertha-Maha 25.241 suara. Ketua KPU Gianyar A.A. Gde Putra mengatakan, data tersebut hanya penghitungan sementara yang diperoleh dari upload C1. Pihaknya pun akan melakukan perbaikan guna memastikan hasil perolehan suara. ‘’Itu data sementara. Nanti akan ada proses perbaikan lagi,’’ katanya. Sementara proses penghitungan suara masih dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), pihaknya mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu proses penghitungan hingga nanti dilakukan pleno KPU. Setelah pleno di KPU barulah

Total pemilih

361.633 orang

Jumlah suarasah

Tingkat partisipasi pemilih

287.261

82,51%

Jumlah suara tidaksah

12.807 RINCIAN PEROLEHAN SUARA PER KECAMATAN 75,4% Bali Post/nik

KPU - Suasana penghitungan suara di KPU Gianyar. akan ditetapkan dan diumumkan siapa kepala daerah terpilih. Di sisi lain, guna mengantisipasi kecurangan pascapencoblosan, aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat kotak suara. Menurut Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo saat memantau pelaksanaan rekapitulasi su-

Berpacu dengan Pemangsa Demi Selamatkan Telur Penyu elamatkan telur penyu dari ancaman pemangsa, Kelompok Konservasi Penyu Bali Saba Asri harus bekerja keras. Pihaknya berbagi tugas untuk mencari telur di sepanjang pantai. Telur-telur itulah yang kemudian dibawa ke penangkaran untuk ditetaskan. Ia bersama timnya kerap berburu telur penyu mulai pukul 23.00 Wita hingga pukul 02.00 Wita. Rentang waktu tersebut dipilih lantaran penyu hanya bertelur pada malam hari. ‘’Biasanya, kita menelusuri sepanjang pantai dengan membawa senter dan ember tempat telur,’’ katanya. Penyu biasanya meninggalkan jejak di pantai. Jejak itulah yang harus mereka telusuri hingga menemukan kubangan berukuran cukup besar. Bila kubangan itu dibongkar, biasanya akan ada telur penyu di dalamnya. Jumlahnya pun rata-rata ratusan butir. Telur-telur tersebut kemudian dipindahkan ke tempat konservasi Kelompok Konservasi Penyu Bali Saba Asri di Banjar/ Desa Saba, Blahbatuh untuk ditetaskan. Proses penetasan telur penyu memerlukan waktu hingga 50 hari. Peluang menetas rata-rata 80 persen hingga 90 persen. Pada tahun 2017, kelompok ini mampu menetaskan sekitar 1.140 telur. Sedangkan pada 2016, sekitar 1.150 ekor. Tukik selanjutnya dilepaskan ke sejumlah pantai. (kmb35) I Made Kikik

PPDB SMP Dipastikan ’’Zero’’ Siswa Titipan

Gianyar (Bali Post) Pendaftaran untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dimulai sejak pertengahan bulan ini. Terkait tahapan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Made Suradnya memastikan, tidak ada celah kecurangan apalagi menyalurkan siswa titipan dalam PPDB dengan sistem baru ini. ‘’Tidak ada yang seperti itu sampai saat ini, karena sudah diplot dalam jalur yang sudah disiapkan,’’ ucap Made Suradnya, Kamis (28/6) kemarin. Dikatakannya, bila ada instansi tertentu yang ingin memasukkan siswa di luar zona sekolah, harus melengkapi persyaratan dalam jalur alasan khusus misalnya poin dari jalur itu menyertakan surat tugas orang tua atau anak dari pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah bersangkutan. ‘’Poin ini pun harus menyertakan bukti tertulis. Jadi, tidak bisa ada yang main-main,’’ tegasnya. Proses pendaftaran untuk PPDB dimulai 18 Juni lalu. Setiap SD mengirim pendaftaran siswa ke SMP, kemudian dikumpulkan di UPT di masing-masing kecamatan pada 22 Juni. Data tersebut sudah dikirimkan ke Dinas Pendidikan Gianyar per 26 Juni. ‘’Setelah menerima data, kami langsung melakukan

299.973

298.367 orang

I Made Kikik

Gianyar (Bali Post) Penyelamatan telur penyu di kawasan Pantai Saba, ternyata bukan hal mudah. Kelompok Konservasi Penyu Bali Saba Asri harus beradu cepat dengan pemangsa telur penyu. ‘’Kalau tidak cepat kita selamatkan, telur penyu itu bisa lebih dulu dimakan anjing,’’ kata Ketua Kelompok Konservasi Penyu Bali Saba Asri, I Made Kikik, Kamis (28/6) kemarin. Kikik menjelaskan, untuk meny-

Jumlah suara total

Pengguna hak pilih

crossing siswa pada 28 Juni sesuai zona dan sekolah yang dicari,’’ katanya. Crossing atau pemilahan akan berlangsung selama 3 hari yakni dari 28 hingga 30 Juni. Proses pengumuman hasil baru bisa dilakukan pada 2 Juli mendatang. Sementara pendaftaran kembali ke masing-masing sekolah dilaksanakan 3 hingga 7 Juli. Diungkapkan Suradnya, saat ini ada 7.688 siswa yang mendaftar ke 23 SMP negeri yang ada di Kabupaten Gianyar. Sedangkan, kapasitas seluruh SMP negeri tersebut hanya 5.390 siswa. Cukup banyak siswa yang tidak tertampung di SMP negeri. Terkait persoalan ini, pihaknya pun melimpahkan siswa tersebut ke sekolah swasta. ‘’Di Gianyar ada 22 SMP swasta. Dan dari sekolah itu, cukup banyak yang bagus dan menjadi pililhan favorit siswa dan orang tua,’’ jelasnya. Suradnya juga mengakui, pihaknya sudah berupaya menambah daya tampung PPDB SMP. Salah satunya dengan mendirikan sekolah baru yakni SMPN 3 Blahbatuh yang ada di Desa Bona. ‘’Ini sekolah baru berdiri, dipastikan sudah bisa menambah daya tampung. Tahun pertama ini, baru dibuka tiga kelas,’’ imbuhnya. (kmb35)

67,6%

74,3%

74,3%

70,3%

66,4% 58,2%

ara di kantor Camat Gianyar, Kamis (28/6) kemarin, ratusan aparat kepolisian dikerahkan untuk pengamanan ini. Dari hasil pemantauannya di sejumlah kecamatan, proses rekapitulasi berlangsung lancar. ‘’Untuk menjaga surat suara disiapkan 300 orang polisi. Kami jaga 24 jam dengan dua shift,’’ ujarnya. (kmb35)

41,8% 24,6%

Blahbatuh

32,4%

Gianyar

Paket Kertha-Maha

25,7%

Payangan

25,7%

29,3%

33,6%

Sukawati Tampaksiring Tegallalang

Paket Aman

Sumber data: KPU Kabupaten Gianyar

Ubud grafis: Tomikcahya

Ikhlas Terima Hasil Pilkada

Cok Ibah Pilih Istirahat, Gek Rani Bersiap Nyaleg Gianyar (Bali Post) Calon Bupati Gianyar nomor urut 1, Tjokorda Raka Kerthyasa, mengaku ikhlas dengan hasil sementara Pilbup Gianyar 2018 yang lebih mengunggulkan paket Aman. Politisi yang akrab disapa Cok Ibah ini berkeinginan untuk istirahat sejenak setelah sejak beberapa bulan ini disibukkan dengan berbagai kegiatan politik. ‘’Ke depan, belum tentu. Saya mau istirahat dulu,’’ kata Cok Ibah saat dihubungi, Kamis (28/6) kemarin. Meski demikian, pria yang menjabat sebagai Bendesa Ubud ini ingin tetap mengabdi untuk masyarakat baik di adat, sebagai budayawan ataupun memperjuangkan kemajuan bidang pendidikan. Baginya, banyak jalan untuk mengabdi di masyarakat, sesuai kemampuan masingmasing. Mantan anggota Komisi IV DPRD Bali itu menyampaikan, pilkada di Gianyar sudah berjalan kondusif. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, terutama tentang prinsip demokrasi hingga pengenalan paslon. ‘’Banyak juga di desa atau pasar, tidak tahu siapa calonnya. Itu hal yang walaupun kecil namun berdampak juga. Ini sosialisasi dari KPUnya, kan ada bagian dari KPU sosialisasi,’’ katanya. Disinggung terkait kecurangan dalam pilkada, Cok Ibah mengaku mendengar isu demikian. Namun, pihaknya masih menelusuri bukti terkait hal tersebut. ‘’Saya belum ada data. Yang sifatnya rumor, mungkin. Tetapi kalau itu dipakai sebuah laporan, agak sulit,’’ katanya. Cok Ibah menegaskan, ke-

jujuran dalam pertarungan politik merupakan prinsip dan moralitas. Ia pun mengingatkan semua pihak akan hukum karma pala. ‘’Filosofi itu merupakan bagian budaya, kita harus lakoni di setiap kegiatan,’’ katanya. Lebih lanjut, dia menyampaikan terima kasih untuk koalisi parpol dan simpatisan yang selama ini setia memberikan dukungan. Dia mengaku sudah berupaya maksimal memperjuangkan kepercayaan itu. ‘’Mereka punya analisa dan survei, dan atas kepercayaan merekalah kami berjuang sebagai paslon. Dengan keterbatasan waktu, finansial, kita tetap berjuang,’’ ungkapnya. Sementara itu, calon Wakil Bupati Gianyar nomor urut 1, Pande Istri Maharani Primadewi alias Gek Rani, mengaku setelah pilkada ini akan kembali ke dunia usaha. ‘’Saya kembali beraktivitas seperti biasa dulu, urus usaha,’’ katanya. Disinggung terkait langkah politik ke depan, dia mengaku masih menunggu perhitungan suara. Seperti apa selanjutnya akan dikembalikan ke induk partai. ‘’Tentunya induk partai akan memiliki pertimbangan apakah saya maju atau tidak di Pileg 2019,’’ ujarnya. (kmb35)

Gek Rani

PEMILAHAN - Proses pemilahan data PPDB SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar.

Bali Post/nik

Bali Post/nik


JEMBRANA

10

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

Bali Post/kmb

Datangi Kantor Dewan

Pedagang Adukan Arogansi Kepala Pasar dan Dugaan Pungli Negara (Bali Post) -

Sejumlah Pedagang Pasar Umum Melaya, Kabupaten Jembrana yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Melaya didampingi LSM Forum Transparansi, Kamis (28/6) kemarin mendatangi kantor DPRD Jembrana. Mereka mengadukan dugaan arogansi kepala pasar dan juga dugaan adanya pungutan yang tidak jelas dan tidak sesuai ketentuan. Paguyuban pedagang Pasar Melaya ini diterima Komisi B DPRD Jembrana yang dipimpin Nyoman Sutengsu Kusumayasa dan anggota, Wakil Ketua DPRD Jembrana Wayan Wardana, Kadis Perindagkop Made Gede Budhiarta dan jajaran. Pendamping pedagang yang juga Koordinator Forum Transparansi, Ketut Sujana alias Cong mengungkapkan prilaku Kepala Pasar Melaya I Kadek Nirta terhadap para pedagang yang seringkali dituding kurang

manusiawi dan kurang beretika. Menurutnya, kepala pasar sering terkesan mengintimidasi pedagang pasar, tanpa peduli kondisi pedagang tersebut, termasuk dengan menggunakan cara-cara yang menjurus kekerasan. Apa yang disampaikan Cong itu tidak dibantah oleh para pedagang. Salah satunya Ngadiyem. Dia mengaku dibentak-bentak oleh Nirta karena sempat beberapa waktu lalu tidak bisa berjualan di pasar. Padahal dia sedang sakit.

Kepala pasar di depan umum membentak-bentak, mengancam untuk menyerahkan kios. Selain itu pedagang yang rumahnya sempat terbakar juga mengeluh. Kepala pasar mengancam akan mencabut izin kiosnya karena tidak digunakan untuk berjualan. Atas pengaduan para pedagang itu, Kepala Pasar Melaya I Kadek Nirta yang hadir dalam pertemuan tidak banyak bicara. Dia hanya mengatakan bahwa pungutan yang ia lakukan melanjutkan ketika pengelolaan pasar masih dibawah Perusahaan Daerah (Perusda) Jembrana. Ketika ditanya soal ke mana uang tersebut disetorkan? Nirta hanya menunjuk kepada dinas terkait tanpa menjelaskan rincian yang jelas.

Terkait dengan perilakunya yang menurut pedagang mengancam, ia mengaku hanya menakutnakuti agar pedagang membuka kiosnya untuk berjualan sesuai fungsi pasar. Masih soal pengaduan para pedagang itu, Cong juga mengatakan ada dugaan kuat pungutan liar (pungli) terhadap para pedagang baik untuk mengurus izin maupun retribusi setiap hari. Menurutnya untuk mengurus perpanjangan izin pedagang dipungut Rp 175 ribu. Padahal dalam Peraturan Daerah hanya Rp 100 ribu. Demikian juga setiap hari pedagang harus membayar retribusi Rp 1.500, sementara dalam aturan hanya Rp 1.000. Ketua Komisi B Nyoman S Kusumayasa serta legislator lain-

nya yang hadir minta kelebihan pungutan tersebut dikembalikan. Pihaknya menekankan agar jangan melakukan pungutan di luar yang sudah diatur. Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Jembrana Made Gede Budhiarta mengaku seluruh pungutan itu masuk ke kas daerah. Menurutnya, khusus untuk Rp 1.500 yang dipungut dari pedagang setiap hari, Rp 1.000 merupakan retribusi dan Rp 500 masuk sebagai pendapatan dari sumber lainnya yang sah. “Seluruhnya masuk ke kas daerah. Masalah Rp 500 itu dalam anggaran masuk sebagai pendapatan sumber lain yang sah. Pemkab mendapatkannya dari pasar yang merupakan aset

daerah,” jelas Budhiarta. Dia menegaskan, pihaknya siap menindak tegas anak buahnya, termasuk kepala pasar jika melanggar apalagi melakukan pungutan liar. Dia mengaku, dirinya sudah beberapakali mengumpulkan kepala pasar dan memerintahkan mereka melakukan pembinaan terhadap pedagang dengan cara yang persuasif dan berprikemanusiaan serta pendekatan humanis. Untuk biaya pengurusan perpanjangan izin yang sampai Rp 175 ribu, dia sudah perintahkan Sekretaris Dinas untuk melakukan pemeriksaan. Jika terbukti, tentu ada pembinaan sampai hukuman. Pihaknya dari dinas tidak ada memerintahkan pungutan melebihi aturan. (kmb)

Panwaslu Dalami Dugaan Pelanggaran, Tenaga Kontrak Ikut Menjadi Saksi Negara (Bali Post) – Adanya temuan saat pemungutan suara Pemilihan Gubernur, Rabu (27/6) lalu terkait saksi salah satu calon merupakan tenaga kontrak di Pemkab Jembrana didalami Panitia Pengawas Pemilu Bali Post/kmb26 (Panwaslu) Jembrana. Dari informasi awal, DIBONGKAR - Wantilan Pura Jagatnata mulai dibongada dua saksi salah satu kar di bagian atap. paslon yang diduga tenaga kontrak. Panwas-

Wantilan Pura Jagatnata Dibongkar

Negara (Bali Post) – Setelah sejumlah prasarana di sekitar Pura Jagatnata dibongkar, kini wantilan yang juga berada di dekat pura dibongkar. Wantilan yang sering digunakan untuk pertemuan itu mulai dibongkar di bagian atap. Selain itu jalan yang sebelumnya menggunakan paving block juga turut dibongkar. Padahal paving block ini baru beberapa waktu lalu dipasang. Pantauan Bali Post, sisa bongkaran paving block tersebut hingga Kamis (28/6) kemarin masih berada di sekitar lokasi. Begitu halnya tumpukan genteng yang ditaruh di halaman depan Wantilan Jagatnata itu. Di bekas jalan paving block itu pun nampak juga diperbaiki dengan cara rabat beton. Informasi yang didapat, pengerjaan ini merupakan bagian dari pembangunan fasilitas di Kebun Raya (KR) Jagatnata yang ditargetkan rampung di akhir tahun ini. KR Jagatnata yang berada di sekeliling Pura Jagatnata dekat kantor Bupati Jembrana ini pembangunannya menggunakan anggaran dari APBN. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan anggaran hingga Rp 10 miliar. Selain wantilan, sejumlah bangunan fasilitas lama yang dibongkar di antaranya toilet di sisi timur pura. Sejumlah pohon yang penempatannya tidak sesuai, nampak ikut dibongkar terutama di belakang pura dan sisi timur pura. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman Jembrana I Wayan Darwin, sebelumnya mengatakan pembangunan untuk sejumlah fasilitas itu di antaranya pembangunan plasa, perbaikan kolam, wantilan serta sejumlah fasilitas pendukung. Ditargetkan pembangunan ini bisa rampung sebelum Desember tahun ini. Pasalnya kebun raya tematik dataran rendah ini sudah mulai dibuka untuk umum pada akhir tahun. Selain pembangunan, upaya menambah koleksi tanaman, khususnya tanaman tematik, usada dan upakara juga terus dilakukan. Pembangunan dan penanaman untuk kebun raya ini juga mendapatkan pendampingan dari Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Beberapa jenis pohon kelapa yang biasa digunakan untuk upakara juga ditanam di sini. Begitu juga tanaman endemik yang ada di Jembrana juga ditanam. (kmb26)

Toko Roti Nyaris Terbakar

Negara (Bali Post)Toko roti Hanz Bakery nyaris terbakar Rabu (27/6) malam, persisnya pukul 22.00 wita lalu. Toko roti yang terletak di Jalan Ngurah Rai, Negara ini terbakar diduga korsleting pada cuk listrik. Beruntung petugas mobil pemadam kebakaran bergegas datang ke toko milik Handy Satya Negara (54) ini. Sehingga api tidak sampai menjalar dan kebakaran hanya pada lingkaran cuk listrik. Situasi itu pun dengan cepat bisa diatasi. Kasi Pemadam Kebakaran Kade Bagus Darmawan mengatakan, percikan api tidak sampai membakar toko itu. Beruntung saja pihak pemilik toko segera melaporkan peristiwa itu sehingga dengan cepat bisa diatasi petugas. (kmb)

lu telah menelusuri dan ditemukan ada dugaan hanya satu yang merupakan tenaga kontrak. Sebelumnya, Panwaslu Jembrana mendapati adanya dugaan dua saksi di dua TPS berbeda di Kelurahan Baler Bale Agung (BB Agung) saat pencoblosan yang diduga pegawai kontrak. “Kami sudah telusuri, yang satu itu ternyata bukan (tenaga) kontrak di RSU. Tapi memang sering main ke sana (RSU). Yang satunya lagi memang tenaga kontrak,” tandas Ketua Panwaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan, ditemui Kamis (28/6) kemarin. Namun Panwaslu masih mendalami hal tersebut untuk menentukan apakah itu memang kategori pelanggaran. Sebelum melakukan klarifikasi terhadap yang ber-

sangkutan, Panwaslu masih mencari dasar peraturan yang mengaturnya. Namun, sejauh ini belum ada yang mengatur terkait hal tersebut khususnya Peraturan KPU. Dari penelusuran awal memang tidak ada diatur saat pemungutan suara. Yang didapati hanya saat kampanye, sehingga masih akan didalami lebih lanjut. Sementara itu selama penghitungan hingga kotak suara dilimpahkan ke kecamatan, menurutnya sudah berjalan lancar. Selama beberapa hari ke depan, Panwaslu juga melakukan pengawasan dalam tahapan rekap suara di desa/kelurahan hingga di kecamatan. Hingga nantinya hasil suara tersebut diplenokan di tingkat kabupaten. Komisioner KPU Jembrana Divisi Teknis Penyelengaraan KPU I Ketut Gede Tangkas Sudiantara mengatakan, untuk tahapan selanjutnya, rekap hasil penghitungan di tingkat desa dilakukan selama tiga hari mulai Jumat (28/6) hari ini. “Mulai besok (hari ini, red) rekap di kecamatan. Semua kotak suara sekarang di kecamatan,” terangnya. Selama tiga hari itu nantinya seluruh kecamatan sudah dilakukan. Hasil sementara dari berbagai sumber, pasangan calon (paslon) KosterAce meraup 81.785 suara (52 persen), sedangkan paslon 2 Mantra-Kertha meraih suara 72.803 suara (48 persen). (kmb26)

Puluhan Polisi Digeser ke Kecamatan dan KPU

Negara (Bali Post) – Pascaberakhirnya pemungutan suara di 499 Tempat Pemungutan Suara (TPS), pengamanan dari Kepolisian Polres Jembrana sejak Rabu (27/6) malam digeser untuk pengamanan kotak suara. Puluhan polisi juga dikerahkan untuk pengamanan di masing-masing kecamatan guna pelaksanaan penghitungan suara mulai, Jumat (29/6) hari ini. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M Didik Wiratmoko seizin Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih, Kamis (28/6) kemarin mengatakan untuk pengamanan pascapencoblosan jajaran Polres Jem-

brana dan polsek digeser di masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Kita fokus pengamanan kotak suara. Sifatnya melekat. Di masing-masing kecamatan 30 personel gabungan dengan polsek,” terang Kompol Didik. Selain aparat kepolisian, pengamanan di kecamatan itu juga dibackup dari TNI, Satpol PP dan Linmas. Di Kabupaten Jembrana, terdapat lima kecamatan yang dijaga masing-masing 30 orang. Selain polres, anggota dari polsek terdekat juga ikut mem-backup. Selain di tingkat PPK, personel lengkap juga dikerahkan untuk pengaman-

an di Kantor KPU Jembrana. Total ada 60 anggota yang disiagakan di kantor penyelenggara pemilihan umum tersebut. Mereka mulai dikerahkan mulai Rabu malam lalu hingga saat pleno hasil pemilihan di tingkat KPU. “Itu sesuai protap. Memang pengamanan di kantor KPU. Kita siagakan sampai akhir pleno kabupaten,” ucap dia. Menurutnya, selama pelaksanaan pemungutan suara hingga penghitungan suara, situasi di Jembrana terkendali dan aman. Tidak ada kejadian menonjol termasuk di tiga TPS yang dikategorikan TPS rawan. (kmb26)

Bali Post/kmb

MERANGKAK - Kakiang Surawan membayar sesangi jalan merangkak sepanjang 1 km karena jagoannya, Koster-Ace, menang dalam Pilkada Bali 2018.

Bayar ”Sesangi”, Surawan Merangkak Sepanjang Satu Kilometer Negara (Bali Post) Kemenangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Koster-Cok Ace, mengundang euforia pendukung. Untuk meluapkan kegembiraan pascapencoblosan dan sesuai perhitungan cepat dimenangkan pasangan Koster-Ace, Rabu (27/6) malam seorang pendukung, Ida Bagus Surawan (64), warga Banjar Batuagung, Desa Batuagung, Jembrana membayar kaul. Pensiunan PNS guru SMP ini, Rabu malam langsung merangkak.Ditonton ratusan warga setempat, Kakiang Surawan, demikian sapaan akrabnya, merangkak bertumpu dengan kedua lututnya sepanjang 1 kilometer. Kakiang Surawan penyuka kayu-kayu bekas untuk disulap menjadi karya seni ini berjalan merangkak dari gerbang Desa Batuagung hingga di depan Pura Dalem Batuagung. Kakiang Surawan, Kamis (28/6) kemarin mengatakan, dia merangkak satu kilometer itu karena bayar sesangi (kaul) yang diikrarkan dua bulan lalu. “Jika Koster-Ace menang, saya berjanji akan merangkak dari gerbang desa hingga depan Pura Dalem,” ujarnya. Sesangi (janji) tersebut diucapkan oleh pria penyuka

scuter ini sekitar dua bulan lalu saat putaran Pilgub Bali berlangsung di Pura Dalem Batuagung. Namun, sesangi tersebut dia ucapkan dalam hati lantaran saat itu dia merasa ketar-ketir dan khawatir jagonya tidak bisa menang dalam pertarungan. Saat membayar kaul dengan merangkak sepanjang satu kilometer, dia mengaku tidak merasa kelelahan, termasuk tidak merasakan sakit pada kedua lututnya karena saking gembira dan bahagianya Koster-Ace memenangkan Pilgub Bali. Namun baru Kamis pagi dia merasakan perih pada kedua lututnya dan setelah dilihat ternyata kedua lututnya mengalami luka lecet yang serius. Diapun kemudian mengobati luka-luka tersebut dengan obat merah serta daun lidah buaya. Dikatakan dia merangkak menggunakan celana panjang dan tidak memakai baju. Ke depannya, dia menaruh harapan kepada Koster-Ace agar dalam memimpin Bali bisa memperhatikan Kabupaten Jembrana, terutama lebih memperhatikan desa-desa adat dan yang terpenting menurutnya adalah menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa. (kmb)


Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

Karangasem

11

Bayi Meninggal akibat Penanganan Lambat

SOSOK

Pelayanan RSUD Karangasem Mengecewakan

Amlapura (Bali Post) Pelayanan RSUD Karangasem kembali mendapat sorotan. Seorang pasien, Maria Getrudis Mbembok, merasa amat dirugikan, setelah melakukan persalinan, anaknya meninggal lantaran diduga terlambat memperoleh penanganan dokter spesialis anak. Kekecewaan pasien semakin memuncak saat pihaknya memperoleh penjelasan yang membingungkan soal pembayaran selisih biaya kelas I dengan VIP. Bahkan, kondisi pasien belum sembuh pasca-operasi pembedahan caesar, malah sudah diperbolehkan pulang.

Yakin Menang

HASIL hitung cepat Pilgub Bali melegakan jajaran kader banteng moncong putih. Ini menjadi hasil yang relevan dengan usaha para kader dan simpatisan dalam menggalang dukungan di bawah dengan pergerakan mesin partai yang solid. Demikian disampaikan kader PDI-P Karangasem Nyoman Oka Antara, Rabu (27/6). Sejak awal, dirinya sangat yakin paslon 1, Koster-Ace, menang dalam Pilgub Bali ini. Bahkan, kemenangan hampir 60 persen sudah menjadi perkiraan awal Tim Koster-Ace, melihat hasil survei terakhir, terhadap paslon PDI-P ini. Kemenangan paslon Koster-Ace hampir terjadi di seluruh kabupaten/ kota, kecuali Kota Denpasar, Klungkung, dan Karangasem. Capaian ini berkat para tokoh, kader, dan simpatisan PDI-P mampu menjaga basis massanya hingga hari H pencoblosan Rabu (27/6). Di tempat dirinya mencoblos di kampung halamannya di Desa Seraya Barat, Kecamatan Kubu, Koster-Ace unggul dengan perolehan 2.090 suara. Sementara Mantra-Kerta 1.354. “Kemenangan Koster-Ace adalah kemenangan rakyat Bali. Optimis, Bali punya masa depan yang cerah di bawah kepemimpinan Koster-Ace,” kata Kader PDI-P yang juga legislator di DPRD Bali ini. (gik)

Koster-Ace Unggul Sementara

Pendukung Mantra-Kerta Ucapkan Selamat Amlapura (Bali Post) Sehari pascapencoblosan, kedua tim pemenangan paslon di Karangasem masih disibukkan dengan pengumpulan formulir C1 (formulir perolehan suara) untuk kepentingan proses tabulasi manual di masing-masing tim pemenangan. Meski proses itu masih berlangsung, sejumlah komponen masyarakat di antaranya Poros Muda Karangasem sudah menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Koster-Ace. Poros Muda Karangasem merupakan salah satu gerbong massa yang mengarahkan dukungan untuk pasangan Mantra-Kerta. Organisasi yang diisi kalangan muda itu turut aktif menyosialisasikan program serta visi-misi Mantra-Kerta kepada masyarakat. ‘’Kita semua memang harus menunggu real count KPU. Namun, kami mengucapkan selamat kepada paslon nomor urut 1 yang telah unggul dalam versi hitung cepat,’’ ujar Ketua Poros Muda Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan, Kamis (28/6) kemarin. Pihaknya mengatakan Pilgub Bali dengan semua tahapannya telah mengajarkan banyak hal positif. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus Poros Muda Bali yang selama ini terlibat aktif dalam menyukseskan pesta demokrasi di Pulau Dewata. ‘’Menang bermartabat, kalah terhormat. Dumogi Bali santhi,’’ tutupnya. Sementara itu, berdasarkan data C1 yang telah ditabulasi di KPU Karangasem, suara sah Pilgub Bali di karangasem sebanyak 226.100 suara. Mantra-Kerta memperoleh 133.262 suara atau 58,9 persen dan Koster Ace 92.839 suara atau 41,1 persen. Mantra-Kerta unggul di tujuh kecamatan, sedangkan satu-satunya kemenangan Koster Ace terjadi di Kecamatan Abang. Di kampung halaman Ketua DPC PDI-P Karangasem I Gede Dana itu, Koster-Ace meraih 20.120 suara, sedangkan Mantra-Kerta 17.668 suara. Kemenangan terbesar Mantra-Kerta terjadi di Kecamatan Karangasem dengan 29.190 suara berbanding 16.680 suara untuk Koster-Ace. Untuk proses pleno di tingkat PPK, kemarin, KPU Karangasem telah menggelar rapat pra-pleno di Sekretariat KPU setempat. Rapat pra-pleno menghadirkan seluruh PPK dari delapan kecamatan. Pleno PPK akan mulai dilaksanakan Jumat (29/6) ini dan diharapkan pleno tingkat kecamatan sudah rampung pada Selasa (3/7) nanti. ‘’Pra-pleno untuk memastikan pleno berjalan sesuai mekanismenya,’’ kata Komisioner KPU Karangasem, Ngurah Maharjana. (kmb)

Peristiwa memilukan ini membuat pihak keluarga pasien panas. Bahkan, suami pasien, I Wayan Gede Wirya, nyaris lepas kontrol dan ingin mencekik leher dokter anak yang baru datang setelah anaknya meninggal, kalau saja tidak ditahan oleh anggota keluarganya. Anggota polisi dari Polsek Kota Karangasem ini, Kamis (28/6) kemarin, menjelaskan awalnya istrinya datang dalam keadaan tak sadarkan diri dirujuk ke RSUD Karangasem, 23 Juni lalu. Situasi demikian menimbulkan kepanikan, karena dikhawatirkan berdampak buruk terhadap janin di dalam rahimnya. Setelah dilakukan operasi, anak keempatnya itu lahir dengan selamat. Namun, kondisinya amat lemah sehingga harus mendapat perawatan. Dalam situasi tersebut, anak ini sangat membutuhkan penanganan dokter anak, agar ada kejelasan apa yang terjadi padanya. Akan tetapi, perawat setempat beberapa kali menyampaikan sudah berusaha menghubungi dokter spesialis anak RSUD Karangasem, tetapi belum bisa terhubung. Tak lama berselang, tiba-tiba perawat membawa kabar buruk bahwa bayinya sudah meninggal. Anehnya, setelah dicek pihak keluarga, bayinya tibatiba bergerak dan sadarkan diri lagi, usai semua alat bantu yang sebelumnya menempel di tubuh bayi itu dilepas semua. Kepanikan kembali terjadi. Tetapi, dokter spesialis anak itu, belum juga bisa dihubungi. Baik perawat maupun pihak keluarga tak bisa menyimpulkan apa yang terjadi pada bayi tersebut. Dalam situasi panik, akhirnya pihak rumah sakit menghubungi dr. Purnama, yang menangani pasien sejak masih hamil. Melihat kondisi bayi yang semakin lemah, dr. Purnama membantu menghubungi dokter spesialis anak tersebut. Namun nahas, bayi sudah mengembuskan napas terakhir, sebelum dokter spesialis anak itu datang untuk memberikan penanganan. “Saat dokter spesialis anaknya datang, tak ada penjelasan apa pun, apa yang terjadi pada anak saya. Ini yang membuat kami tak terima. Tak ada rasa empati sedikit

pun,” katanya. Dalam suasana berduka, masalah kembali terjadi saat hendak melunasi biaya perawatan istri selama rawat inap. Karena naik kelas dari tanggungan BPJS kelas I ke VIP, selama empat hari, dari 23 Juni sampai 26 Juni, maka ada selisih biaya yang harus dibayar. Ketika menggunakan ruangan perawatan kelas VIP, akan menyebabkan jasa medis ikut naik, seperti misalnya obat-obatan yang digunakan, bisa saja menggunakan obat-obatan yang tidak dijamin BPJS (nonfornas). Kamar perawatan juga dipastikan semakin mahal. “Tetapi, penjelasan pihak rumah sakit, bahwa saya harus bayar total 45 persen dari total tanggungan BPJS kelas I saya, sebesar Rp 9.035.100. Jadinya, saya bayar Rp 4.065.795. Saya tanya kok seperti itu hitungannya? Kata petugasnya, rumusnya memang begitu. Tetapi, ditanya kenapa begitu, petugasnya bilang tidak tahu,” katanya. Tidak hanya itu, derita pasien masih berlanjut. Kondisi pasien yang belum sembuh total, tetapi sudah diperbolehkan pulang. Akhirnya, saat pasien baru sampai di rumah, kondisinya memburuk lagi dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Tak mau kecewa lagi, Wirya membawa sang istri ke RS BaliMed Karangasem. Saat ini, pasien masih dalam kondisi lemas, namun sudah semakin membaik. Pihak RSUD Karangasem belum bisa memberikan penjelasan perihal masalah ini. Direktur RSUD Karangasem dr. Wayan Suardana saat dihubungi mengaku masih rapat dengan Sekda Adnya Muliyadi. Sementara Kepala Instalasi Humas RSUD, Dedy Artho, mengaku akan mengecek duduk persoalannya, dengan melakukan cross check ke lapangan. Apakah ini memang terjadi keteledoran dokter, perawat dan pelayanan lainnya atau hanya kesalahpahaman. “Nanti kami akan beri penjelasan. Kami akan cek dulu dengan pihak yang menangani pasien. Demikian juga mengenai mekanisme pembayaran selisih naik kelas ini, karena ini ditangani petugas BPJS,” tegasnya. (kmb31)

Bali Post/kmb31

MEMBAIK - Pasien saat ditemui di RS BaliMed Karangasem. Saat ini kondisinya sudah membaik.

Bupati Mas Sumatri Serahkan SK PNS Untuk Bidan dan Penyuluh Pertanian

SETELAH melalui seleksi formasi khusus, para bidan dan penyuluh pertanian yang lolos akhirnya menerima SK PNS dari Pemkab Karangasem, Kamis (28/6) kemarin. Penyerahan SK dilakukan setelah pengambilan sumpah janji dipimpin Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri di wantilan Pemkab Karangasem. Usai menerima SK, mereka diminta mampu mengemban tugas dengan baik, mendukung programprogram unggulan pemerintah daerah di dalam program Nawa Satya Dharma. Kepala BKD Karangasem, Gusti Gede Rinceg, mengatakan, total peserta yang lolos seleksi 43 orang. Sebanyak 40 orang di antaranya adalah CPNS Pemkab Karangasem yang berasal dari bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Mereka sebelumnya sudah bertugas di puskesmas sebagai bidan desa. Sedangkan 3 orang lainnya adalah penyuluh pertanian yang bekerja di Dinas Perta-

PENGAMBILAN SUMPAH JANJI - Bupati Mas Sumatri saat pengambilan sumpah janji dan penyerahan SK di wantilan Pemkab Karangasem. nian Pemkab Karangasem. Rinceg menegaskan, mereka yang menerima SK ini direkrut dari formasi khusus. Proses seleksi sudah dilakukan sejak tahun lalu. Untuk bidan PTT, awalnya ada 41 orang yang ikut seleksi. Akan tetapi, yang memenuhi syarat 40 orang. Satu orang

gugur, karena umurnya sudah lebih dari 35 tahun. “Awalnya dari 40 orang yang lulus, kita proses 39 SK. Karena satu orang lagi lupa perpanjang kontrak. Karena ikut suaminya. Tetapi, secara aturan karena sudah lolos seleksi, maka dia juga berhak untuk diangkat jadi CPNS.

Saat itu, kami langsung konsultasikan ke pusat. Tambahan pengangkatan 43 PNS ini sangat membantu meningkatkan kinerja di bidang kesehatan dan pertanian. Tetapi, belum bisa memenuhi semua kebutuhan daerah. Apalagi, ada rencana Pemkab Karangasem menaikkan tipe RSUD Karangasem, dari tipe C ke tipe B. Maka nantinya harus ada penambahan formasi tenaga kesehatan lagi, sesuai syarat RSUD tipe B yang sudah ditetapkan pemerintah. “Kalau naik jadi tipe B, maka harus ada formasi yang harus dipenuhi. Tipe C butuh 11 dokter umum. Tapi kalau tipe B, butuh 26 dokter umum dan 16 dokter spesialis,” kata Rinceg. Bupati Karangasem I Gusti Mas Sumatri mengatakan, keberadaan tenaga kesehatan dan pertanian yang profesional sangat diperlukan untuk mendukung derajat kesehatan masyarakat dan sektor pertanian. Setelah

mengucapkan sumpah janji, Bupati Mas Sumatri meminta agar sumpah itu benarbenar dihayati dan dilaksanakan. Sumpah janji ini adalah ikrar, bahwa sanggup melaksanakan suatu keharusan atau larangan, dan harus dipertanggungjawabkan. Bupati meminta mereka bekerja penuh dengan kedisiplinan. Ulet, rajin belajar, taat kepada aturan, senantiasa menunjukkan prestasi, dedikasi, loyalitas kepada pimpinan. Memiliki terobosan yang dapat bermanfaat bagi kemajuan daerah. Dia meyakini bidan dan penyuluh ini memiliki kemampuan berkontribusi positif terhadap pembangunan. “Dengan status sebagai pegawai, maka harus disadari tugas kalian adalah menjadi pelayan masyarakat. Menjadi teladan. Jangan memberikan pelayanan yang diskriminatif, berbelit-belit apalagi berbohong,” tegas Mas Sumatri. (ad1097)

Tinggi, Jumlah Pemilih Tak Gunakan Hak Pilih Amlapura (Bali Post) Suasana Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali yang relatif aman terkendali di Karangasem menyimpan permasalahan, masih rendahnya tingkat partisipasi pemilih. Ketiadaan hubungan emosional dengan para kandidat yang bertarung menjadi salah satu faktor. Selain itu, hari pencoblosan yang berdekatan dengan pelaksanaan upacara agama juga menjadi penyebab. Berdasarkan data dari KPU Karangasem, tingkat kehadiran warga Bumi Tanah Aron ke TPS hanya di kisaran 60 persen. Jumlah pemilih Pilgub Bali di Karangasem yang

tercatat dalam DPT 376.752 pemilih, namun jumlah suara sah yang masuk hanya 226.100 suara dengan suara tidak sah 4.644 suara. Berdasarkan data tersebut, tingkat partisipasi pemilih hanya pada kisaran 62 persen. Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana, Kamis (28/6) kemarin, mengakui tingkat pertisipasi pemilih Pilgub Bali belum sesuai harapan. Tingkat partisipasi pada pilgub bahkan jauh di bawah tingkat partisipasi pileg maupun pilkada bupati yang rata-rata ada di kisaran 73 persen. Namun jika diband-

ingkan dengan Pilgub Bali lima tahun lalu, tingkat partisipasi pada Pilgub kali ini turun sekitar tiga persen. ‘’Tingkat partisipasi dalam pilgub memang selalu lebih rendah dibandingkan pileg maupun pilkada bupati. Situasi itu sudah kita perkirakan sebelumnya tapi kita sudah berupaya meningkatkannya,’’ ungkapnya. Krisna Adi Widana menuding masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang makna demokrasi dan pentingnya menyalurkan hak pilih adalah sebagai penyebabnya. Selain itu, faktor kedekatan antara paslon dengan masyarakat pemilih juga menjadi alasan yang

tidak bisa dinafikan. Tingkat partisipasi juga sangat dipengaruhi kondisi sosial masyarakat ketika proses pencoblosan itu dilaksanakan. Tingkat partisipasi terendah terjadi di Kecamatan Kubu yaitu hanya 44 persen dari 62.044 pemilih yang terdaftar dalam DPT. ‘’Fakta di lapangan, banyak warga perantauan tak pulang menyalurkan hak pilih. Padatnya agenda masyarakat di bulan Juni seperti hari raya keagamaan juga cukup memengaruhi,’’ katanya. Krisna Adi Widana tak menampik bahwa KPU punya tanggung jawab atas kondisi tersebut. Namun, menurut dia, kondisi yang ada harus

menjadi catatan bersama bahwa seluruh stakeholder harus berperan dalam upaya penyadaran masyarakat di bidang politik. Ke depan, semua stakeholder diharapkan selalu menyisipkan sosialiasi tentang demokrasi dalam kegiatan apa pun. Parpol juga diharapkan meningkatkan peran menyadarkan konstituen, demikian juga para tokoh masyarakat. Untuk pemilih pemula, bisa ditempuh dengan memberikan pelajaran kepemiluan di sekolah-sekolah utamanya SMA sederajat. ’’Kita KPU sudah mengupayakan banyak cara seperti rumah pintar maupun gelar budaya,’’ jelasnya. (kmb)

Gede Krisna Adi Widana


KLUNGKUNG

12

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

Melihat Hasil Suara Sementara Pilkada Klungkung

Suwasta Kebut RPJMD, Bagia Legowo Terima Hasil

Semarapura (Bali Post) Hasil sementara Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Klungkung masih membawa pasangan calon (paslon) I Nyoman Suwirta-I Made Kasta (Suwasta) unggul dari rivalnya, Tjokorda Bagus Oka-I Ketut Mandia, di seluruh kecamatan di Klungkung. Pascapesta demokrasi ini berlangsung, masyarakat diminta untuk tetap menjaga kondusivitas. Masing-masing paslon juga siap bersinergi dalam pelaksanaan pembangunan lima tahun ke depan.

I Ketut Mandia

Panwaslu Belum Terima Laporan Pelanggaran Semarapura (Bali Post) Pemilihan Kepala Daerah serentak telah berjalan dengan lancar. Belum ada laporan pelanggaran yang masuk ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Yang ditemukan di lapangan hanya sebatas kekeliruan teknis. Anggota Panwaslu Klungkung, Tjokorda Raka Partawijaya, Kamis (28/6) kemarin, mengatakan perkiraan awal, hajatan politik yang diikuti dua paslon ini cukup rawan terjadinya pelanggaran. Namun setelah berjalan, fakta di lapangan justru berbeda. Dugaan pelanggaran belum ditemukan. Demikian pula laporan dari tim pasangan calon maupun pendukung. “Di Nusa Penida termasuk Klungkung daratan belum ada laporan pelanggaran sampai sore ini (kemarin - red). Masih kondusif,” ungkapnya, kemarin. Tak dipungkiri, saat pemilihan terdapat riak-riak kecil pada sejumlah TPS. Namun itu hanya terbatas kekeliruan dalam pelaksanaan pemilihan. Bukan aksi-aksi yang lebih berat, seperti intimidasi atau penggiringan pemilih. “Hanya kekeliruan teknis saja. Seperti di TPS 2 Sekartaji. Surat suaranya ada yang masuk di TPS 3 Sekartaji. Tetapi itu langsung bisa diselesaikan,” sebut mantan Ketua KPU Klungkung ini. Jika dibandingkan dengan pilkada sebelumnya, tahun ini, pada tahapan sebelum pemilihan, suasana memang lebih hangat. Tak kalah juga di media sosial. “Tetapi saat pemilihan kemarin, cenderung lebih kondusif,” terangnya. Diharapkan pemilihan ke depan bisa berjalan semakin baik. Masyarakat pun harus lebih cerdas dalam berdemokrasi. “Ke depan masih ada pemilihan. Mudah-mudahan bisa berjalan baik juga,” tandasnya. Sementara itu, Kabag Ops Polres Klungkung, Kompol I Nyoman Suarsika mengatakan situasi di lapangan masih kondusif. Personelnya masih mengawal pelaksanaan rekapitulasi PPK. Secara keseluruhan, ada 241 personel yang di BKO ke polsek untuk tetap siaga. “Pengamanan terus berjalan. Nanti setelah pleno di kecamatan, personel akan bergerak ke KPU. Sejauh ini situasi masih kondusif. Termasuk di Nusa Penida,” pungkasnya. (kmb45)

Bali Post/kmb45

RUSAK - Jalan Gunung Merapi mengalami kerusakan.

Bertahun-tahun Rusak

Cabup I Nyoman Suwirta, Kamis (28/6) kemarin mengatakan, meski perolehan suara yang didapatkan belum disampaikan secara resmi oleh KPU, pihaknya bersama tim segera mempersiapkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023. Program yang telah ditawarkan kepada masyarakat saat kampanye diupayakan nantinya bisa berjalan secepat mungkin. “Meski hasil (penghitungan suara - red) yang didapatkan belum resmi, pada enam bulan di akhir masa jabatan ini, bersama tim akan mempersiapkan itu (RPJMD - red),” tandas Suwirta. Mantan Manager Koperasi Pasar Srinadi ini menyebutkan pascapelantikan jabatan periode kedua nanti, untuk realisasi program akan langsung dikebut. Salah satunya adalah entrepreneur masuk desa menjadi hal yang pertama yang akan direalisasi-

kan. Generasi muda akan dibuatkan komunitas untuk diberikan pembinaan sesuai kompetensi yang didapatkan. “Program ini merupakan goal dari program lain karena menyangkut peningkatan kualitas SDM yang nantinya bermuara pada peningkatan kesejahteraan,” jelasnya. Sementara itu, program lain, seperti TK negeri setiap desa dan Universal Health Coverage (UHC) dipastikan juga tetap berlanjut. “Saya punya program yang simpel-simpel kok. Pertama, TK negeri masuk ke seluruh desa. Selain itu ada entrepreneur masuk desa. Angkutan siswa gratis bertahap, UHC harus tembus 100 persen,” terangnya. Disinggung soal komunikasi dengan Bagia, dikatakan, sampai saat ini belum ada. Meski demikian, hubungan baik tetap ingin dijalin ke depannya. Termasuk siap mengakomodir masukanmasukan yang sifatnya membangun. “Kalau di sana punya program bagus, bisa dikomu-

nikasikan,” tandasnya. Sebagaimana hasil sistem penghitungan sementara di KPU, paslon Suwasta mendapat 76,05 persen (92.924 suara) dari 125.666 pengguna hak pilih atau 80,11 persen dari total pemilih 156.871 orang. Sementara itu, paslon Tjokorda Bagus Oka-I Ketut Mandia (Bagia) juga telah legowo menerima hasil pemilihan dan mempercayakan sepenuhnya kepada KPU. “Soal hasil, mari bersamasama hormati kinerja KPU. Kita berikan bekerja sesuai dengan profesionalismenya. Setelah hasilnya bisa dipertannggungjawabkan secara konstitusional, mari kita dukung putra terbaik Klungkung untuk kembali memimpin dan mensejahterakan masyarakat secara merata,” ungkap Cawabup I Ketut Mandia. Politikus PDI-P ini juga menyampaikan apresiasi terhadap pendukung dan tim yang telah bahu-membahu untuk membawa Bagia mendapatkan aspirasi dari masyarakat. “Ke depan, kita bisa bersamasama saling membantu untuk mensejahterakan masyarakat Klungkung,” tegasnya. Disampaikan pula, hasil yang didapatkan itu tidak menciutkan nyalinya untuk terus “menjajah” dunia politik. “Saya tetap menjalani dunia poli-

I Nyoman Suwirta Data Penghitungan Suara Sementara KPU Klungkung: Dari 350 TPS, tercatat ada 125.666 pengguna hak pilih atau 80,11 persen dari total pemilih 156.871 orang. Perolehan Suara Paslon Pilkada di kabupaten Klungkung Bagia

: 23,95 persen

(29.262 suara)

Suwasta : 76,05 persen

(92.924 suara)

Perolehan Suara per Kecamatan 1. Banjarangkan Bagia

: 32,1 persen

Suwasta : 67,9 persen

(8.456 suara) (17.857 suara)

2. Dawan Bagia : 34,8 persen

(8.385 suara)

Suwasta : 65,2 persen

(15.743 suara)

3. Klungkung Bagia

: 27,4 persen

(9.782 suara)

Suwasta : 72,6 persen

(25.950 suara)

4. Nusa Penida Bali Post/kmb45

GOLPUT - Penghitungan suara dalam pilkada serentak, Rabu (27/6). Sesuai data sementara, tercatat puluhan ribu yang mempunyai hak suara memilih golput.

Bagia

: 7,3 persen

Suwasta : 92,7 persen

(2.639 suara) (33.374 suara)

Puluhan Ribu Masyarakat Klungkung Golput Semarapura (Bali Post) Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang berlangsung, Rabu (27/6) lalu banyak yang tidak dimanfaatkan masyarakat Klungkung untuk menyalurkan hak suaranya. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat puluhan ribu masyarakat yang golput, persisnya tercatat 31.205 orang. Menyikapi hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung akan segera

melakukan evaluasi. Langkah ini dinilai penting supaya tidak terulang pada pemilihan selanjutnya. Sesuai data, jumlah pemilih yang tercatat mencapai 156.871 orang. Yang menggunakan hak pilih pada pemilihan bupati dan gubernur, berdasarkan sistem penghitungan sementara KPU Klungkung mencapai 125.666 orang atau 80,11 persen. Ketua KPU Klungkung I Made Kariada, Kamis (28/6)

kemarin menjelaskan, golput dikarenakan beberapa alasan. Di antaranya pemilih ada yang sakit, jarak tempuh ke TPS dari tempat tinggal yang jauh, banyak yang harus bekerja karena masalah ekonomi. Selain itu juga diduga karena diliputi keraguan memilih, tengah berlibur di luar kota maupun bekerja di luar negeri. “Ada beberapa hal yang kami duga menjadi penyebab golput,” ungkapnya. Disampaikan lebih lan-

Soal Proyek di Klungkung Sopir Desak Jalan Gunung Pekerja Lokal Belum Mampu Jadi Tuan Rumah Merapi Diperbaiki Semarapura (Bali Post) Kerusakan Jalan Gunung Merapi, Kelurahan Semarapura Kangin, Kabupaten Klungkung semakin parah. Kondisi tersebut tak kunjung mendapatkan penanganan dari pemerintah. Keluhan pun bermunculan dari masyarakat, khususnya para sopir yang sering melintas di jalan itu. Berdasarkan pantauan, Kamis (28/6) kemarin, kerusakan jalan di wilayah kota itu tersebar di sejumlah titik. Sejumlah lubang menganga cukup besar. Lebih parah dari bulan lalu. Hal tersebut menyebabkan lalu lintas kendaraan, terutama truk tersendat dan ekstra hati-hati. Seorang sopir asal Besakih, Karangasem, I Komang Dharma mengatakan kondisi itu sangat mengganggu. Bahkan, beberapa kali truk pengangkut pasir mengalami patah as. “Saya lihat sudah beberapa kali seperti itu. Rusaknya tambah parah. Sampai bingung melintas ke mana,” sebutnya. Diakui, ketidaknyamanan itu membuatnya sesekali nekat untuk mencari jalur lain yang kondisinya lebih bagus. Jalan Gunung Agung yang langsung tembus di Timur Monumen Puputan Klungkung. Hanya saja itu berlangsung dini hari. “Kalau malam, jalan ke sana sepi. Padahal aturannya tidak boleh,” katanya. Atas hal ini, pemerintah diharapkan bisa segera melakukan perbaikan. Minimal yang sifatnya sementara. “Kalau bisa segera diperbaiki. Ini sudah bertahun-tahun rusak,” pintanya. Keluhan juga disampaikan sopir I Wayan Merta. “Sudah banyak truk yang patah as. Jalan ini sangat mengganggu lalu lintas. Ini jalur satu-satunya. Kalau bisa supaya segera diperbaiki,” pintanya. Pelaksana Tugas (Plt.) Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung Ida Bagus Gede Eka Putra mengatakan, perbaikan jalan sepanjang hampir satu kilometer itu baru diusulkan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pusat pada anggaran 2019. “Ini akan diusulkan. Untuk tahun ini belum ada,” ungkapnya. Di tengah kondisi itu, pihaknya juga belum merencanakan perbaikan rutin. Pasalnya, itu masih melihat anggaran yang tersedia. “Anggaran perbaikan rutin sudah banyak digunakan untuk meperbaiki jalan lain. Kami lihat dulu,” tandasnya. (kmb45)

tik,” tegasnya. Data sementara, berdasarkan sistem penghitungan KPU, paslon yang diusung PDI-P dan PKPI ini mendapat 23,95 persen atau 29.262 suara. (kmb45)

Semarapura (Bali Post) Proyek pembangunan cukup banyak digelontorkan Pemkab Klungkung setiap tahun. Bahkan, anggaran yang digelontorkan tergolong besar. Di tengah kondisi itu, pengerjaan proyek justru masih didominasi orang luar. Masyarakat lokal belum mampu menjadi tuan rumah. Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kurang mumpuni diduga menjadi penyebab. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung I Gede Kusumajaya mengakui hal tersebut. Warga lokal belum mampu berperan secara maksimal dalam menggarap pembangunan. Perannya baru lebih banyak terlihat pada proyek yang sifatnya padat karya dengan anggaran tergolong kecil. “Memang untuk proyek-proyek banyak diambil orang luar. Sampai tenaganya juga dibawa dari luar juga,” ungkapnya, belum lama ini. Mengatasi itu, pejabat asal Desa Selisihan, Klungkung ini tengah berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan yang rutin bergulir setiap tahun. Ketua Gabungan Pelaksana Kontruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) Klungkung, Tjokorda Gde Agung mengatakan hal tersebut disebabkan SDM yang

belum sepenuhnya mendukung. Tenaga kerja lokal masih tergolong minim yang tersertifikasi. “Sertifikasi ini jadi syarat untuk pekerjaan di kontruksi. Menunjukkan kualitas SDM. Ini yang masih jadi kendala,” terangnya.

Supaya tak terus “terjajah”, pihaknya telah mendorong pelaksana kontruksi untuk berbenah. “Kalau proyek di Klungkung sudah ada yang diambil pelaksana dalam daerah. Tetapi baru sekitar separuh,” tandasnya. (kmb45)

jut, partisipasi pemilih pada hajatan politik lima tahunan ini ditarget 80 persen. Lebih tinggi dari target Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 sebesar 78 persen maupun target KPU pusat sebesar 75 persen dan KPU Bali 77,5 persen. Meski capaian sementaranya di atas itu, dipastikan akan ada evaluasi. “Pasti ada evaluasi beserta steakholder terkait,” jelasnya. Pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini menyatakan

menghadapi pemilihan ke depan, sosialisasi ke masyarakat juga lebih dimaksimalkan, terutama untuk desa-desa yang partisipasinya masih kurang. “Sosialisasi ke sekolah-sekolah, memberikan pendidikan politik juga tetap jalan,” sebutnya. Pada pilkada serentak ini, sosialisasi juga telah menyasar banyak lini. Mulai dari turun langsung ke desa-desa, melalui media masa hingga berbasis keluarga. (kmb45)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

G.01

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

G.02

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

Dcr Tenaga Admin & Pembukuan SMK,Hub:085738481065/EmailCV ke:razankarya@yahoo.com

B.BP.001.06.18.0001036

Dibutuhkan Segera Posisi Receptionist Wanita atau Pria yang Berpengalaman.Lamaran dibawa ke Shambala Spa. di belakang Rahayu Restaurant, Jln.Monkey Forest Ubud Gianyar Tlp:(0361)4792229/082144187039

B.BP.004.06.18.0000989

Dicari Karyawan/ti Lulusan S1/ SMA u/Bagian Adm,Sopir,Gudang Hubungi: 081239974265

B.BP.001.06.18.0000982

B.BP.001.06.18.0001061

Dcr Staff Gudang&Tk.Serabutan untuk Garment.Lamaran Langsung ke Jl.Gn.Guntur 882-883 Dps

B.BP.001.06.18.0001022

Cari Tkg Goreng Pengalmn dan Tenaga Serabutan.Umur Max.35 Hub.081338136144

B.BP.031.06.18.0001044

“Quarzia Boutique in Seminyak. Looking for SPG.Good English and Experience.CV to quarzia_boutique@yahoo.co.id (0361) 736644

Dicr PRT Jln.Kenyeri III No.19 Hubungi:085102920563

Dcr Tk.Jarit berpengalaman Jl.Pemuda IV/17 Renon T.264637

Dcr Krywan/ti Tmt SMP/SMA/K,SopirL300BOX,Satpam:081999251555

Asap:Marcom,GSA(Mandarin), Reception,F&B Spv,SM,OM,DOS, F&B Mgr,GM,Ass Rest Mgr, Ass.Bar Mgr,Personal & Training Mgr CV dan Lamaran : hrd@thecrsytalnusaduabali.com 0361-3350588

Dcr Sopir Matic Max.40Th SIM A Umum.Br.Batur,Peguyangan Kaja Dps Utara Hub.085100480049

Looking For: Admin,F,Good English (2,6Jt+1Jt Insvt) Send CV to Bodyworks Spa Jl .Kayu Jati No.2 Petitenget. E:acc.bodyworksbali@yahoo.com

B.BP.001.06.18.0000938

B.BP.004.06.18.0000994

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.06.18.0000868

Dbthkn Admin,Drafter,Sopir Hub:081238684610/0361-461350 B.BP.001.06.18.0000964

BENGKEL LAS

Free

n

Desig

Money Back Guarantee Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

FOTO COPY

B.BP.154.06.18.0001089

Dicari:Therapist Sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5Jt+16rb/Jam Instv Cleaning Service,L/P (2,5Jt + 500rb Instv)Pnglmn Min 1Th.Bw Lam ke Bodyworks Spa Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget 735058

Kryw laki u/TourCounter@Htl NusaDua085100469080,081918081900

�

BIRO JASA

Dicari Waiter/ss & Kitchen di Santa Fe Rest Jln.Camplung Tanduk No.11A Seminyak T.731147

Dcr Banyak sales Obat Herbal, Keuntungan Tinggi, 081339505678

RUPA-RUPA

BIRO JASA

B.BP.001.06.18.0001049

Griya Bugar Mmbthkan Therapist WA:081239666167/081999720058

B.BP.004.06.18.0001083

BIRO JASA

B.BP.166.06.18.0001094

Dicari Staff Laki2 utk Vila bs Tinggal Dlm,Bisa Nyetir dan Mengerti Kebun.Hub:081338639511 Area Sanur dan Seminyak

Dbthkan Sgr Adm,Kasir Wnt, Pramuniaga utk Supermarket, Lam Lsg Kemari Super Store Jl. Hangtuah 35 Sanur,Telp:288460

B.BP.001.06.18.0001042

B.BP.001.06.18.0001009

B.BP.001.06.18.0001053

Dcr Sgr Staff Laundry, Pria Max.28th,Pengalaman.Interview di Yulia Village Inn, Jl.Monkey Forest Ubud, Jam 10.00-12.00

B.BP.001.06.18.0001047

*Job Jepang Exkenshu, Australi, Korea,085857328218-08563925015

B.BP.001.06.18.0000188

G.03

LOWONGAN

Dicari Sopir SIM A Untuk Toko Bangunan Telp:081246585888

B.BP.001.06.18.0001045

B.BP.004.06.18.0001086

B.BP.001.06.18.0000973

B.BP.004.06.18.0000894

Dcr Srbtn Wnt/Pria bs Suami Istri Tdr dlm, 081237572828

B.BP.004.06.18.0001084

Dcr sopir Pariwisata B.Inggris Hub.Merrys 0361-238041

B.BP.004.06.18.0001017

Dcr:FO,HK(P/S/M).Puri Asih Hotel.Jln Pantai Kuta 40 Kuta

B.BP.001.06.18.0000974

Dibthkan Sopir Freelance Beserta Mobilnya untuk Perusahaan Transport di Bandara Hub.08174704844

B.BP.004.06.18.0001092

Dicari Driver SIM A/B1 Hubungi:082144673367

B.BP.001.06.18.0001035

Dicari Housekeeping Pria untuk Villa di Canggu 085337030775

B.BP.001.06.18.0001046

Dicari Pegawai Depot Hubungi:081353145550

B.BP.001.06.18.0001040

Dicari Pembantu Rumah Tangga Gaji 1,5jt Hub.081337995188 B.BP.001.06.18.0001090

B.BP.001.06.18.0001056

Sales,F&B Services Restaurant Mgr CV & Lamaran Kirim ke:hrd@ crabbycrab.nusadua@gmail.com B.BP.004.06.18.0000993

Sekolah di Jimbaran Cari: Kepala Sekolah TK,Coordinator, Guru Bhs.Inggris,Olah Raga, Musik,Komputer,PAUD,PGSD, Mandarin,Maintenance,Gardener Driver, Receptionist, Dokter, Sent:schoolhrdbali@hotmail.com

Urgent Need!!Cook Helper,Kasir Server,OB,Barista,Krm CV:Resto Ayam Bakar Bejo, Jln.Kuru Setra 5X.UpHerlambang(082144638086)

Ymh Bisma Dicari:Mekanik,Sopir SMA/D1/S1Ek.Hub:T.Umar142Dps

B.BP.001.06.18.0001010

B.BP.001.06.18.0001034

B.BP.004.06.18.0001087

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Kampus Elizabeth International “Hotel Management School” Mncri Tim Pengajar Front Office,Housekeeping.CV ke elizabethdenpasar@yahoo.com / Telp:0361-230110

B.BP.004.06.18.0001015

DIJUAL MOBIL HONDA

Brio E A/T’14/15 Pth, Agya TRD ’14,Mercy’97+04 H.081807779807 B.BP.001.06.18.0001093 NISSAN

Nissan 2010 Xtronic CVT Full Variasi Hub.08123989518 B.BP.001.06.18.0001021

DICARI MOBIL Cari Mobil Bekas Suzuki, Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349 B.BP.164.06.18.0000976

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh L.2, Lok. Gg .Culeg Hub. 08123813054/0361-297941

B.BP.001.06.18.0000923

Djl Rmh LT.1,32A,Perum Padang Indh IX Pdgsmbian,081933031474 B.BP.004.06.18.0001085

RmhSubsidi&UmumBlkngKampus Undiksa FOK Tp.36/70 hrg 148,5 jt DP 7,5jt Hub.081338132654 B.BP.001.06.18.0000845

Rumah 2Lantai,LT 1,2Are,LB 190 Fas.Lengkap Hub:08123812855 B.BP.001.06.18.0001055

Rumah 2Lt 2unit 3KT 2KM Perum NuansaSandatDentim089652974339 B.BP.001.06.18.0000788

DISEWAKAN RUMAH Rmh Lt2&S.Pool,Seaview, Furnish Kori Nuansa Jmbrn,085935208386 B.BP.001.06.18.0000861

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809

B.BP.001.06.18.0000214

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.06.18.0000571

KEHILANGAN Hlg Bk KIR DK9534HB Nosin J08E UFJ-55981 An.Gst .Pt .Intaran H B.BP.167.06.18.0001051

Tlh Hlg Kartu Pengawasan Angkutan Taksi Hb: 08124655107 B.BP.101.06.18.0001091

DIJUAL TANAH

BIRO JASA

Djl Tnh 24Are, Baturiti Tbn Hrg 20Jt/are,H:08123665040 BU.TP

Jasa Nyusun Lap.Keu&Pajak(Bln/ Thn)650.000/bln H.085931263189

B.BP.001.06.18.0000916

B.BP.001.06.18.0001050


BANGLI

14

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

Rekapitulasi C1 Seluruh TPS

Koster-Ace Raih 66,31 Persen

ANTRE - Warga Cempaga antre untuk mendapatkan air bersih.

Warga Cempaga Antre Air Bersih

Bangli (Bali Post) -

Rusaknya jaringan pipa PDAM akibat tertimbun longsor di Tukad Melangit, Dusun Cingan, Kayubihi beberapa hari lalu, membuat ratusan warga di Kelurahan Cempaga dan sekitarnya mengalami krisis air bersih. Atas kondisi itu, Polres Bangli mengerahkan mobil water cannon untuk membagi-bagikan air bersih ke warga setempat. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Kamis (28/6) kemarin mengungkapkan, upaya ini merupakan salah satu komitmen Polri untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan air bersih. Proses penyaluran air bersih dilakukan sejak Rabu (27/6). ‘’Kita terjunkan dua mobil water cannon untuk membantu air bersih untuk warga. Sekarang ini kita

sudah menurunkan dua mobil dengan kapasitas air 6.000 liter. Jika memang warga masih membutuhkan air bersih, kita siap layani, karena saya lihat masyarakat sangat antusias dengan adanya bantuan air bersih ini,’’ ujarnya. Warga di Kelurahan Cempaga, Agung Sri Wijaya, mengatakan warga sejak beberapa hari ini mengalami krisis air bersih. Sebelum-

nya, PDAM sempat mendistribusikan air bersih, hanya saja sudah habis digunakan. Jadi, dengan adanya bantuan dari Polres Bangli, warga merasa sangat diuntungkan. ‘’Di sini ada sekitar 600 KK kesulitan air bersih dari tiga Banjar, yakni Banjar Gunaksa, Banjar Puri Bukit, dan Banjar Pekuwon. Dengan adanya bantuan ini, kami merasa diringankan terkait masalah air bersih,

Bali Post/nan

Bangli (Bali Post) – Proses penghitungan suara sementara yang dilakukan KPU Bangli dengan merekapitulasi C1 dari seluruh TPS di Kabupaten Bangli tuntas, Rabu (27/6) malam. Hasilnya menunjukkan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), unggul dengan perolehan 96.018 suara atau 66,31 persen, mengalahkan paslon Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra - Ketut Sudikerta (MantraKerta) yang hanya mampu meraup 48.783 suara (33,69 persen). Berdasarkan hasil rekapitulasi C1 dari 467 TPS di Kabupaten Bangli, total jumlah pemilih dalam pilkada sebanyak 184.472 orang. Sementara yang menggunakan hak pilih 147.407 orang. Di Kecamatan Bangli, Koster-Ace berhasil merebut 20.790 suara (63,9 persen) dari 33.008 pengguna hak pilih. Sedangkan MantraKerta hanya meraih 11.752 suara (36,1 persen). Di Kecamatan Kintamani, dari 59.297 pengguna hak pilih, Koster-Ace memperoleh

42.036 suara (72,1 persen), mengalahkan Mantra-Kerta yang hanya 16.244 suara (27,9 persen). Di Kecamatan Susut, Koster-Ace meraup 18.575 suara (62,8 persen) dari total 30.230 pengguna hak pilih. Sedangkan MantraKerta sebanyak 10.999 suara (37,2 persen). Di Kecamatan Tembuku, dari 24.872 pengguna hak pilih, Koster-Ace berhasil meraih 14.617 suara (59,9 persen) mengalahkan Mantra-Kerta yang hanya meraih 9.788 suara (40,1 persen). Total suara sah dalam Pilgub kali ini sebanyak 144.443 suara, sementara suara tidak sah 2.976 suara. Komisioner KPU Kabupaten Bangli Gede Roy Suparman mengatakan, data perolehan suara tersebut merupakan hasil rekapitulasi dan scan C1 dari seluruh TPS yang dikirimkan ke KPU Bangli. Meski demikian, data tersebut belum final dan pasti. ‘’Hasil pastinya nanti setelah pleno,’’ ujarnya. Dikatakan Roy, setelah proses pemungutan suara selesai, tahap selanjutnya yang dilaksanakan KPU yakni rekapitulasi di kecamatan secara serentak.

Sesuai jadwal, tahap ini dilaksanakan mulai 28 Juni hingga 4 Juli. Berbeda dengan pemilihan sebelumnya, saat ini tidak ada lagi tahap rekap perolehan suara per desa. ‘’Sekarang rekap desanya langsung dilakukan di kecamatan,’’ kata Roy. Usai rekapitulasi di Kecamatan, dilaksanakan rekap di tingkap Kabupaten dan terakhir di provinsi. Roy menyampaikan, sama seperti Pilbup Bangli 2015 lalu, Pilgub Bali yang berlangsung di Kabupaten Bangli, Rabu (27/6) lalu, secara umum berjalan dengan lancar. Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Bangli yang juga Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan rasa syukurnya menanggapi kemenangan sementara yang diraih Koster-Ace, meskipun persentase perolehan suara sedikit di bawah target awal 67 persen. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Bangli. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja keras dan lebih kompak demi Bangli. ‘’Gubernur adalah milik seluruh rakyat Bali yang harus kita dukung bersama,’’ ujarnya. (kmb40)

apalagi sekarang ini ada upacara di Pura Tirta Manik Tirta. Jadi, kita tidak kesulitan air lagi untuk kebutuhan upacara,’’ ujarnya. Dia berharap perbaikan pipa PDAM segera diselesaikan. Dengan begitu, pelayanan air bersih kembali normal. Warga lainnya, Anak Agung Gede Rai mengungkapkan, lantaran layanan PDAM mengalami gangguan, dia terpaksa mencari air ke sungai untuk kebutuhan berupa mandi dan memasak. Dengan adanya bantuan dari Polres, dia tidak perlu kerepotan mencari air di sungai yang lokasinya cukup jauh. (kmb41)

Debit Air Mengecil dan Keruh

Dinas PKP Segera Pindahkan Bibit Ikan di BBI Bangli (Bali Post) Kerusakan bendungan Sidembunut akibat terjangan banjir, Senin (25/6) lalu, tak hanya berdampak pada terganggunya pasokan air ke lahan pertanian di wilayah hilir, tetapi juga pada kegiatan pembenihan ikan di Balai Benih Ikan (BBI) Sidembunut. Sejak kerusakan bendungan, pasokan air ke BBI Sidembunut mengecil dan berubah keruh bercampur lumpur. Untuk mengantisipasi kerugian akibat hal itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli berencana memindahkan induk ikan ke Balai Benih Ikan (BBI) Serokadan. Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli Wayan Sukartana, Kamis (28/6) kemarin, mengatakan rusaknya bendungan Sidembunut jelas berpengaruh pada ketersediaan air untuk lahan pertanian yang ada di hilir. Terkait hal itu pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Bangli terkait upaya penanganannya.

‘’Saya sudah dapat ke lokasi. Beberapa subak sekarang sudah mengolah tanah. Makanya untuk penanaman Juli kemungkinan akan terhambat,’’ terangnya. Mengenai luas lahan pertanian yang terdampak, Sukartana belum bisa menyebutkan data validnya. Dia memperkirakan, luas lahan pertanian yang terdampak mencapai ratusan hektar. Sementara, untuk dampak di BBI Sidembunut, dengan kondisi air demikian, diperkirakan ikan-ikan di BBI Sidembunut masih bisa bertahan hidup antara 4 hingga 5 hari. Untuk mengantisipasi kerugian akibat banyaknya kematian induk ikan, Sukartana mengaku sudah meminta jajarannya memindahkan bibit ikan di BBI Sidembunut ke kolam BBI di Serokadan, Desa Abuan, Susut. Kabid Perikanan Nyoman Widiada menambahkan, sesuai hasil koordinasi dengan Dinas PUPRPKP, penanganan bendungan diperkirakan memakan waktu sekitar 10 hari. Untuk itu pihaknya tengah menyiapkan kolam di BBI Serokadan

Bali Pos/nan

PERBAIKAN PIPA - Pekerja saat melakukan perbaikan pipa transmisi.

PDAM Kebut Perbaikan Pipa Transmisi Kolam BBI Sidembunut. termasuk BBI Yangapi untuk menampung ikan pindahan dari BBI Sidembunut. ‘’Kita juga akan pastikan air di sana tidak ada masalah,’’ kata Widiada. Klian Subak Tegalalang Sang Ketut Rencana mengatakan, kerusakan bendungan Sidembunut menyebabkan kurangnya pasokan air ke sejumlah wilayah subak di hilir termasuk Subak Tegalalang. Parahnya, kondisi itu terjadi di saat petani tengah mengolah

Bali Post/ina

sawah untuk persiapan masa tanam. Untuk mencegah longsor susulan di wilayah hulu bendungan, perlu dilakukan penataan lahan dengan terasering. Selain itu, sesuai hasil rapat tiga subak gede, yakni Subak Sidembunut, Tampadeha dan Batuaji, pemerintah juga diharapkan mengalokasikan anggaran untuk membuat saluran irigasi di wilayah hulu. (kmb40)

Kawal Kotak Suara Sampai TPS

Bripka Asin Rela Naik-Turun Bukit Terjal PILGUB Bali di Kabupaten Bangli telah berlangsung aman dan lancar. Kesuksesan pesta demokrasi lima tahunan itu tidak terlepas dari jasa petugas kepolisian yang selalu siaga melakukan pengawalan logistik ke TPS. Tidak semua lokasi TPS mudah dijangkau. Di wilayah balik bukit, Kintamani misalnya, terdapat sejumlah TPS yang medannya sangat sulit dijangkau. Mengawal logistik ke wilayah semacam ini membutuhkan tidak hanya fisik yang kuat tetapi juga keikhlasan dalam menjalankan kewajiban. Hal inilah yang tercermin dari Bripka Dewa Gede Asin. Bripka Asin yang merupakan anggota Satuan Sabhara Polres Bangli yang mendapat tugas pengamanan di TPS 4 di Dusun Madia Desa Terunyan, rela naik turun bukit terjal sepanjang 4 km demi mengawal kotak suara agar aman sampai di TPS. Ditemui, Kamis (28/7) kemarin, pria 34 tahun asal Dusun Kebon Desa Susut ini mengakui ada tantangan tersendiri yang dirasakannya ketika mengawal kotak suara ke TPS. Tak seperti TPS di tempat lainnya, untuk menjalankan tugas pengamanan TPS di Dusun Madia dirinya harus menyiapkan tenaga ekstra. Pasalnya untuk menuju dusun yang ada di balik bukit itu tidak bisa dijangkau dengan kendaraan, melainkan harus berjalan kaki menaiki bukit yang terjal. ‘’Hanya bisa jalan kaki, karena tidak ada akses jalan sehingga kendaraan tidak bisa naik sama sekali. Kendaraan hanya bisa dari Ban, Tianyar (Karangasem) tapi itupun jalannya kurang bagus,’’ tuturnya. Dalam melakukan pengamanan TPS, Bripka Asin yang saat itu bertugas ber-

sama rekannya, Aiptu Adi Suprianto, mengaku sudah berangkat pagi-pagi buta dari rumahnya. Sekitar pukul 06.00 wita dari pusat Desa Terunyan, dia berjalan kaki menaiki bukit Terunyan hingga satu jam lebih untuk sampai di TPS. Meski medannya berat dan melelahkan, dia tetap berusaha menikmati tugasnya mengawal kotak suara dan logistik Pilgub yang diangkut petugas KPPS dan Linmas desa, agar kotak suara yang dikawalnya bisa sampai di TPS dengan aman. ‘’Cukup lelah karena medannya terjal. Tapi ini perintah dan jadi kewajiban yang harus saya laksanakan,’’ ujarnya. Melaksanakan tugas pengamanan TPS di wilayah Desa Terunyan bukan pengalaman yang pertama dia rasakan. Dalam pesta demokrasi sebelumnya, dia sempat melakukan pengamanan, hanya saja di pusat desa. Tak hanya menjalankan tugas pengamanan, Bripka Asin juga ikut berupaya meningkatkan partisipasi pemilih. Dia mengimbau dan mengajak masyarakat

Bali Post/ist

DISTRIBUSI - Distribusi kotak suara di Dusun Madia Desa Terunyan.

untuk bersama-sama menggunakan hak suaranya ke TPS. ‘’Ada orang tua yang saya support untuk bisa datang ke TPS. Mari Pak, sama-sama ke TPS, kalau lelah nanti istirahat. Cuma bisa imbau seperti itu,’’ imbuhnya. (ina)

Bangli (Bali Post) Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat proses perbaikan pipa transmisi milik PDAM yang rusak tertimbun longsor di Tukad Melangit, Dusun Cingang, Kayubihi, Bangli, sedikit terganggu. Agar pelayanan segera kembali normal, PDAM mempercepat proses penyambungan pipa tersebut. Direktur PDAM Bangli I

Wayan Gede Yuliawan Askara mengungkapkan, pada Kamis (28/6) kemarin, para pekerja kembali melakukan penyambungan pipa. Dengan terselesaikannya proses tersebut, diharapkan layanan ke pelanggan bisa kembali normal per Jumat (29/6) hari ini. Selama proses perbaikan, pihaknya telah mendisitribusikan air bersih menggunakan mobil tanki untuk ra-

tusan pelanggan di seputaran Kota Bangli yang pelayanannya terganggu sejak beberapa hari lalu akibat bencana itu. ‘’Kita selalu back-up air bersih memakai mobil tangki ke para pelanggan. Kalau tidak seperti itu, kan kasihan para pelanggan yang terdampak kesulitan air bersih. Semoga pelayanan segera kembali normal lagi,’’ ujar Yuliawan Askara. (kmb41)


15

Jumat Kliwon, 29 Juni 2018

Warga Temukus Ngungsi ke Banjar Kedungdung Bangli (Bali Post) Kembali erupsinya Gunung Agung, Kamis (28/6) kemarin, membuat sejumlah warga di lereng gunung tertinggi di Bali itu waswas dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tak terkecuali warga dari Banjar Temukus, mengungsi ke Banjar Kedungdung, Desa Besakih, Rendang, Karangasem. Mereka mengungsi karena merasa waswas lantaran Gunung Agung terus mengebuskan asap serta mengeluarkan suara gemuruh yang sangat keras. Mengingat permuki-

Bali Post/ist

KUMPUL - Warga dari Banjar Temukus yang mengungsi di Banjar Kedungdung, Besakih.

Rupiah Dekati 14.400/Dolar

Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (28/6) sore, ditutup melemah 215 poin menjadi 14.394 dibandingkan posisi sebelumnya 14.179 per dolar AS. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis kemarin, mengatakan depresiasi rupiah masih dominan dipengaruhi faktor eksternal yaitu terkait potensi perang dagang AS dan Tiongkok. Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar AS belum mampu terangkat oleh sentimen domestik yang masih terbatas. ’’Selain karena sentimen perang dagang, sentimen dari dalam negeri masih minim yang dapat mengangkat rupiah,’’ ujar Reza. Pasar sendiri saat ini masih menunggu kebijakan Bank Indonesia yang diprediksi akan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate 25 basis

poin pada Rapat Dewan Gubernur BI, Jumat (29/6) ini. Dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) sendiri pada Kamis, tercatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi 14.271 dibandingkan posisi sebelumnya 14.163 per dolar AS. Senada dengan rupiah, indeks harga saham gabungan

(IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah sebesar 120,23 poin menjadi 5.667,32, seiring dengan kekhawatiran terjadinya perang dagang. IHSG ditutup melemah 120,23 poin atau 2,08 persen menjadi 5.667,32. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 19,98 poin

Meningkat Tajam

Berjalan Kondusif

Seperti pengarahan oleh tim kampanye agar pasangan calon yang diusungnya menang. Namun, saksi dari Mantra-Kerta lebih mengutamakan agar proses pemungutan suara bisa berjalan damai, sehingga tidak mau memprotes terlalu keras. ‘’Sesungguhnya di situ harus dilaporkan ke panwas, tapi memang para saksi yang bertugas lebih mengutamakan pemilu berjalan kondusif, tidak mau ribut, intinya begitu.

(2,22 persen) menjadi 881,02. Kejenuhan akan beritaberita global yang negatif terutama dari aksi Presiden Trump yang membuat kekhawatiran akan terjadinya perang dagang tampaknya masih membuat pelaku pasar turut terpengaruh, sehingga kembali melakukan aksi jualnya. (ant)

Tapi catatan itu sudah dihimpun tim hukum kami untuk disampaikan secara resmi nanti kepada penyelenggara dan pengawas,’’ jelasnya. Mudarta menambahkan, catatan itu hanya disampaikan untuk menjaga keamanan dan ketenangan Bali. Mengingat, sedikit saja ada isu negatif akan menjadi berita tidak bagus untuk Bali yang mengandalkan pariwisata. Oleh karena itu, tim Mantra-Kerta berkomitmen untuk menjaga Bali tetap santi, damai, dan kompak. (kmb32)

Secara seimik teramati peningkatan amplitudo seismik secara cepat dalam tempo 12 jam terakhir. Kegempaan didominasi oleh gempa-gempa dengan konten frekuensi rendah yang dimanifestasikan di permukaan berupa emisi gas dan abu (embusan). Gempa-gempa ini kemudian semakin rapat dan membentuk tremor menerus sejak sekitar pukul 12.30

Wita. Saat ini status Gunung Agung masih berada pada Level III (Siaga). Pada level ini, erupsi dapat terjadi kapan saja. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. (kmb)

Data Resmi Selain hasil real count Mantra-Kerta, Koster-Ace juga unggul dalam hasil input C1 yang diposting pada portal KPU RI (infopemilu. kpu.go.id). Pasangan Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati meraih

1.211.556 suara atau 57,62 persen. Sedangkan I.B. Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta memperoleh 891.178 suara atau 42,38 persen. Diwawancarai terpisah, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, hasil Pilgub Bali yang diposting

dalam portal KPU RI masih bersifat sementara. Meskipun, hasil itu bersumber dari data resmi KPU. ‘’Mengapa? Karena bisa saja akan terjadi koreksi akibat misalnya salah tulis, salah jumlah dalam penulisan C1 di TPS. Tetapi dari pengalaman yang ada saya meyakini, seandainya terjadi koreksi tidak akan

signifikan karena itu adalah hasil input real dari C1 yang ada di seluruh TPS,’’ ujarnya. Menurut Raka Sandi, perolehan suara secara resmi baru akan diketahui antara tanggal 7 hingga 9 Juli mendatang. Pihaknya mengimbau para pihak bersabar menunggu hasil resmi tersebut dari KPU. (kmb32)

Sampai Kintamani

Secara deformasi teramati inflasi sejak 13 Mei yang mengindikasikan pembangunan tekanan dalam tubuh gunung. Secara geokimia gas-gas CO2 yang keluar mengindikasikan masih ada kontribusi magmatik dari dalam tubuh gunung. Meski demikian, Gunung Agung masih dalam status level

III (Siaga) dengan radius berbahaya 4 km dari puncak gunung.

Embusan abu mengarah ke barat. Akibatnya, sejumlah desa di Kintamani seperti Desa Abang Songan dan Desa Landih, Bangli terpapar abu vulkanik. Salah seorang warga

dari Desa Landih I Wayan Sumer mengungkapkan, hujan abu sudah mulai terjadi sejak siang hari sampai sore

masih berlangsung. Kata dia, atas kondisi ini sejumlah tanaman dan kendaraan di wilayah Desa Landih terpapar abu dari Gunung Agung. ‘’Kalau siangnya paparan abu intensitasnya masih tipis. Tapi sore ini intensitasnya lebih tebal,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik I Ketut Agung Sutapa mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan sementara

Siap Menerima

Presiden Jokowi mengucapkan selamat lewat saluran telepon. ‘’Bapak Presiden mengucapkan selamat, karena berhasil memenangkan Pilgub Bali dengan selisih kemenangan yang cukup besar,’’ ungkap Koster. Dalam pembicaraan singkat tersebut, Koster juga memohon waktu kepada Presiden untuk menghadap. ‘’Saya juga minta waktu kepada beliau (Presiden) untuk menghadap, dan beliau dengan tangan terbuka menyatakan siap menerima

setiap saat,’’ katanya. Tanpa ragu pada kesempatan tersebut, mantan Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Provinsi Bali tahun 2014 ini meminta agar Presiden membantu dalam pembangunan infrastruktur di Bali. Bagaimana jawaban Presiden? ‘’Beliau menyatakan siap membantu pembangunan infrastruktur di Bali,’’ ucap Koster yang menegaskan siap kembali memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang di Bali, dengan kemenangan mutlak. Selain Koster, Presiden Jokowi juga berkenan ber-

bicara dengan Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Provinsi Bali I Nyoman Giri Prasta. Giri Prasta yang juga Bupati Badung mengucapkan terima kasih atas arahan yang selama ini diberikan oleh Presiden. ‘’Kami di Bali siap memenangkan Bapak pada Pilpres 2019 mendatang,’’ katanya. Sama halnya dengan Koster, Giri Prasta juga memohon Presiden memberikan perhatian pembangunan infrastruktur di Bali. ‘’Dari arahan beliau tadi, Pak Presiden siap membantu pembangunan infrastruktur di Bali,’’ katanya. (r/kmb)

wilayah Desa Landih dan Abang Songan terpapar abu vulkanik. ‘’Tidak menutup kemungkinan desadesa lain di sekitarnya juga terpapar hujan abu. Dan kondisi ini tidak sampai mengganggu aktivitas warga. Kita juga telah sampaikan melalui jejaring komunikasi telah kita imbau untuk meningkatkan kewaspadaan,’’ ujar Agus Sutapa. (tim BP)

man mereka hanya berjarak 3 km dari puncak Gunung Agung. Kadus Banjar Kedungdung Wayan Sudiarta mengatakan, warga Banjar Temukus datang ke Banjar Kedungdung mulai pukul 20.00 Wita. Kata dia, warga yang datang jumlahnya kurang lebih 25 KK dengan jumlah 100 orang lebih. Dengan adanya pengungsi yang datang, pihaknya telah menyiapkan alas tempat tidur berupa karpet. ‘’Sekarang ini warga yang mengungsi di Banjar Kedungdung baru dari Ban-

jar Temukus saja. Sekarang warga masih ngumpul di sini,’’ ungkapnya. Dia menambahkan, selain warga Banjar Temukus yang mengungsi, informasi yang diperoleh warga dari Banjar Kesimpar juga dikabarkan ikut mengungsi. Namun itu baru sebatas informasi. Begitu juga masalah lokasi mereka mengungsi juga belum diketahui. ‘’Katanya begitu, tetapi kepastiannya belum pasti. Karena pihak keamanan masih berkoordinasi untuk melakukan pemantauan ke lapangan,’’ ujarnya. (kmb41)

Merintangi Pemeriksaan Novanto

Fredrich Yunadi Divonis Tujuh Tahun

Jakarta (Bali Post) – Advokat Fredrich Yunadi divonis tujuh tahun penjara d it a m b a h d end a R p 5 0 0 juta subsider lima bulan kurungan karena terbukti merintangi pemeriksaan Setya Novanto dalam perkara korupsi KTP-elektronik (e-KTP). ‘’Mengadili, menyatakan terdakwa Fredrich Yunadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan secara hukum bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merintangi penyidikan perkara korupsi. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun ditambah denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama lima bulan,’’ kata hakim Saifuddin Zuhri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (28/6) kemarin. Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut agar Fredrich divonis 12 tahun penjara ditambah denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan. Atas putusan itu, ia menyatakan banding. Majelis hakim yang ter-

diri atas Saifuddin Zuhri, Mahfuddin, Duta Baskara, Titi Sansiwi dan Sigit menyatakan Fredrich terbukti berdasarkan dakwaan Pasal 21 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. ‘’Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mengakui perbuatan dan tidak berterus-terang, tidak membantu pemerintah untuk mendukung program pemberantasan korupsi, terdakwa menunjukkan sikap tutur kata kurang sopan dan mencaricari kesalahan pihak lain,’’ tambah hakim Saifuddin. Sementara hal yang meringankan adalah Fredrich belum pernah dihukum dan punya tanggungan keluarga. Fredrich sebagai pengacara mantan Ketua DPR Setya Novanto yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP. Namun, Fredrich memberikan saran agar Setya Novanto tidak perlu datang memenuhi panggilan penyidik KPK dengan alasan untuk proses pemanggilan terhadap anggota DPR harus ada izin dari Pres-

iden, selain itu melakukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi. Pada 15 November 2017, Novanto tidak datang memenuhi panggilan penyidik KPK dan penyidik pun datang ke rumah Setnov pada malam harinya dan m enem uka n Fred rich d i rumah itu. Saat ditanya keberadaan Novanto, Fredrich mengaku tidak mengetahui padahal sebelumnya ia menemui Setnov di gedung DPR. Novanto sudah lebih dulu pergi dari rumah bersama Azis Samual dan Reza Pahlevi (ajudan Novanto) menuju Bogor dan menginap di Hotel Sentul. Pada 16 November 2017 Fredrich menghubungi dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo untuk meminta bantuan agar Novanto dapat dirawat inap di RS Medika Permata Hijau dengan diagnosis menderita beberapa penyakit, salah satunya adalah hipertensi. Ruang inap VIP Bimanesh Sutarjo pun menyanggupi meski tahu Novanto sedang berkasus di KPK lalu menghubungi Plt. Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau dokter Alia agar disiapkan ruang VIP rawat inap atas nama Novanto. (ant)

Dilaporkan Serobot Tanah, Bambang Soesatyo Lapor Balik Denpasar (Bali Post) Bambang Soesatyo dilaporkan ke polisi terkait dugaan kasus penyerobotan tanah milik Vita S. di Banjar Tegal Besar, Desa Negari Kecamatan Banjarankan Kabupaten Klungkung. Awalnya Vita melapor ke Bareskrim Mabes Polri lalu dilimpahkan ke Polda Bali. Terkait laporan itu, sesuai rilis yang dikirim Bambang Soesatyo menyampaikan melapor balik atas pencemaran nama baik karena tudingan tersebut tanpa dasar dan fakta hukum. Vita di hadapan awak media beberapa waktu mengatakan, melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri dengan Nomor LP/618/ IV/2018 tanggal 10 Mei 2018. Selanjutnya laporan tersebut dilimpahkan ke Polda Bali berdasarkan surat

Kabareskrim Polri Nomor B/3277/V/Res.7.4/2018 tanggal 15 Mei dan anggota Ditreskrimum tanggal 22 Mei 2018. Wanita asal Lumajang, Jawa Timur ini membeli tanah itu bersama suami asal Amerika dengan nomor sertifikat 2.06.03.07.4.00031 sekitar tahun 2014. Dia mengaku juga memiliki jalan selebar 1 meter ke pantai. ‘’Tanah yang dibeli Pak Bambang Soesatyo bentuk huruf L. Sedangkan akses menuju ke pantai itu milik saya, namun dipagar menjadi miliknya,’’ tuturnya. Vita mengaku pada Juli 2016 bertemu Bambang Soesatyo di vila miliknya. Saat itu Bambang Soesatyo akan membeli tanah Vita seharga Rp 2 miliar. Namun, Vita keberatan karena yang dibeli hanya tanahnya saja, tidak

termasuk rumah yang sedang dibangun. Terkait hal itu, Bambang Soesatyo angkat bicara terkait tudingan penyerobotan 36 meter tersebut. Ia menegaskan tudingan tersebut adalah fitnah dan pencemaran nama baik karena tanpa dasar serta fakta hukum. ‘’Saat ini laporan saya ke Polda Bali sudah diteruskan ke Polres Klungkung. Sekarang sedang berjalan prosesnya. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan dan di-BAP (berita acara pemeriksaan),’’ tegasnya. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan balik terkait pencemaran nama baik. ‘’Saat ini laporannya sedang dalam proses penyelidikan,’’ tegasnya. (kmb36)


RUSIA 2018 14 JUNI - 15 JULI

jumat kliwon, 29 Juni 2018

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kemenangan yang Kurang Menggembirakan Kazan – Kemenangan Korea Selatan atas Jerman di Piala Dunia 2018 tak membuat sang pelatih, Shin Tae-yong, sepenuhnya bahagia. Ada kehampaan yang ia rasakan. Korsel membuat kejutan besar di laga terakhir Grup F. Bertanding melawan sang juara bertahan Jerman di Kazan Arena, Rabu (27/6) malam, Korsel membukukan kemenangan dengan skor 2-0. Hasil tersebut jadi catatan sejarah untuk Korsel. Taeguk Warriors menjadi tim Asia pertama yang mampu mengalahkan juara bertahan Piala Dunia di laga kompetitif. Sayangnya bagi Korsel, kemenangan atas Jerman tersebut tak cukup untuk meloloskan mereka ke babak 16 besar. Sebab, di saat bersamaan, Swedia menang 3-0 atas Meksiko. Son Heung-Min dkk. akhirnya hanya finis di peringkat ketiga. Shin pun merasa campur aduk. Kepuasannya atas kemenangan tersebut berkurang oleh fakta bahwa Korsel tak lolos. ‘’Saya merasa luar biasa tapi di saat bersamaan, saya merasa sedikit hampa,

jadi perasaan saya sedikit saling bertolak belakang,’’ ujar Shin. Shin lantas mengungkapkan bagaimana ia memotivasi para pemainnya. ‘’Kemarin kami bilang hanya ada satu persen peluang, jadi saya katakan kepada para pemain saya kalau pertandingan ini benarbenar upaya terakhir bagi mereka dan saya bilang bahwa mereka harus berjuang sampai akhir,’’ lanjut Shin. ‘’Jerman adalah juara bertahan dengan peringkat satu dunia. Jadi saya berpikir soal kesalahan apa yang bisa mereka buat karena mereka mungkin berpikir bisa mengalahkan kami. Saya pikir kami bisa menggunakannya sebagai strategi berkebalikan. Itu tepat sasaran,’’ tutupnya. Dipuja di Meksiko Pendukung Meksiko dengan penuh semangat memuja Korea Selatan, yang sebenarnya merupakan saingannya di

Grup F, kenapa? Kemenangan Korsel atas Jerman membuat Meksiko yang kalah telak 3-0 dari Swedia lolos ke 16 besar. Sejumlah besar warga Meksiko kemudian merayakan keberhasilan timnya di depan Kedutaan Besar Korea Selatan di ibu kota Mexico City, antara lain memekik bahwa Korea Selatan adalah ‘’saudara mereka’’. Sementara gambar paduan bendera Korea Selatan dan Meksiko, serta pesan-pesan di Twitter tentang persahabatan dan ucapan terima kasih bermunculan. Bahkan ada ‘’sumpah’’ dari pendukung Timnas Meksiko untuk mulai mendengarkan K-Pop, yang diucapkan di internet. Sebuah rekaman video memperlihatkan Konsul Korea Selatan di Mexico City, Byoung-Jin Han, sedang digendong di pundak seorang pendukung Meksiko sambil bersorak-sorai bersama para warga Meksiko di sekelilingnya. ‘’Teima kasih Korea, saya bahkan tidak tahu di mana letak Korea Selatan, tapi terima kasih, terima kasih,’’ kata Cecilia Gonzalez, mahasiswi berusia 22 tahun. (kmb33/afp)

Bangga Telah Berjuang BEK Swedia milik Manchester United, Victor Lindelof, mengaku bangga dengan perjuangan negaranya di Piala Dunia 2018 untuk kemudian menyegel tiket ke perdelapanfinal. Sempat mencuat kekhawatiran soal peluang kelolosan mereka dari fase penyisihan setelah dikalahkan Jerman, namun Swedia akhirnya bangkit di partai pemungkas untuk melibas Meksiko tiga gol tanpa balas. Kemenangan itu memastikan duta Eropa ini menapaki babak 16 besar sebagai runner-up. Secara mencengangkan, Jerman selaku juara bertahan harus tersingkir dini. Lindelof mengekspresikan sukacitanya melihat pencapaian timnya sejauh ini. ‘’Jelas, laga melawan Jerman sangat sulit dan kami sangat marah dan sedih setelah laga itu. Kami merasa terjatuh di hari berikutnya,’’ ujar Lindelof. ‘’Tetapi kemudian, kami semua kembali dan siap untuk menghadirkan mentalitas di laga berikutnya dan kami bangkit memperlihatkan mental yang kuat. Kami tahu apa yang bisa kami lakukan di lapangan. Kami percaya pada diri kami sendiri, kami saling percaya di antara para pemain,’’ imbuhnya. ‘’Satu mempercayai pemain di depannya, satu lagi di sampingnya dan di belakangnya. Sungguh penting Anda melakukan hal ini dalam sebuah tim,’’ ujarnya. (kmb33/afp)

Jerman Layak Tersingkir Moskow – Memiliki empat gelar Piala Dunia dan menjadi runner-up empat kali, rupannya tak menjadi jaminan bagi Jerman untuk lolos babak 16 besar. Mereka pulang setelah gagal membongkar pertahanan Korea Selatan (Korsel) dan sebelumnya kalah 0-1 dari Meksiko pada pertandingan pembukaan mereka. Swedia menjadi juara grup setelah menghancurkan Meksiko dengan skor 3-0. Tampil sebagai favorit juara di Rusia 2018, Die Mannschaft secara mengenaskan harus tereliminasi dari Grup F yang berisikan Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan. Sempat takluk 1-0 di laga pembuka melawan Meksiko, optimisme anak asuh Joachim Loew sempat membubung tinggi kala mengamankan kemenangan dramatis 2-1 atas Swedia. Akan tetapi, di laga pamungkas, Rabu (28/6) malam, kontra Korsel justru berakhir bencana seiring kekalahan 2-0 yang mereka derita. Thomas Muller dkk. pun harus finis di urutan terakhir. Tim Panser mengikuti jejak Prancis, Italia, dan Spanyol sebagai juara bertahan yang angkat koper lebih cepat di Piala Dunia. Ini pertama kalinya Jerman mengakhiri Piala Dunia di fase awal turnamen sejak 1938. Juara Piala Dunia empat kali ini seharusnya sudah melihat bendera merah dan menyadari tanda bahaya setelah gagal menemukan bentuk permainan terbaiknya hampir setahun sebelum Piala Dunia 2018 di Rusia dimulai 14 Juni lalu. Juara Piala Dunia 2014 ini memenangi Piala Konfederasi 2017 dan menyelesaikan kualifikasi dengan sempurna, yaitu memenangi 10 dari 10 pertandingannya Oktober lalu. Loew membanggakan tentang kedalaman skuadnya. Ia setidaknya merekrut tiga lusin pemain dalam seleksi. Tetapi, setelah rangkaian kesuksesan tersebut, hal-hal yang negatif terjadi secara bertahap. Tim Jerman bermain seri melawan Inggris dan Spanyol pada partai persahabatan dalam rangka uji coba menuju Piala Dunia 2018. Setelah itu, mereka dikalahkan Brazil, Maret lalu, sebelum dikalahkan Austria. Jerman kemudian hanya bisa bermain seri melawan Arab Saudi sebelum pergi ke Rusia. Loew kemudian melanjutkan eksperimennya soal susunan pemain dan sistem dalam bermain. Tetapi, ada sejumlah masalah atau pertanyaan yang mencuat ketika ia melakukan seleksi 23 pemain inti ke Rusia. Loew mencoret pemain muda terbaik di Liga Primer Inggris, Leroy Sane, yang merupakan pemain Jerman paling berbakat pada generasinya. Sebaliknya, Loew tetap mempertahankan pemain penyerang yang sudah menua, Mario Gomez, serta pemain yang sudah kehilangan bentuk permainan terbaiknya, Sami Khedira dan Mesut Ozil. ‘’Ada sedikit kepercayaan diri yang berlebihan menjelang pertandingan pembukaan melawan Meksiko. Kami pikir bisa hanya dengan menekan tombol dan menang,’’ kata Loew. Dia menambahkan, timnya memang layak tersingkir di turnamen kali ini. Pelatih berusia 58 tahun itu mengambil alih posisi pelatih Jerman dari Juergen Klinsmann pada 2006 dan masih terikat kontrak sampai 2022. Ia menegaskan bertanggung jawab atas kegagalan Jerman di Rusia. Tetapi, ia belum tentu sekarang dipertahankan sejauh itu oleh federasi sepak bola Jerman. (kmb33)

Yann Sommer

Bali Post/afp

Gol Bunuh Diri Unik

Moskow – Kiper Swiss, Yann Sommer, mencetak gol bunuh diri unik yang membuat Swiss diimbangi Kosta Rika 2-2. Kejadian ini berawal dari tendangan penalti pemain Kosta Rika yang gagal dibendungnya. Swiss dipastikan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 dengan status runner-up. Swiss akan menemani Brazil yang menyandang status juara Grup E. Di babak 16 besar, Swiss akan menghadapi Swedia di Saint Petersburg Arena, 3 Juli. Sedangkan Brazil yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 13 kali beruntun akan menghadapi runner-up Grup F Meksiko di Samara Arena, 2 Juli. ‘’Kami senang, kami berhasil mencapai babak 16 besar. Tapi, kami masih akan berdiskusi soal bagaimana kami memulai pertandingan. Kami harus memperbaikinya jika tidak akan sulit,’’ kata Sommer, Kamis (28/6) kemarin. ‘’Swedia akan menjadi tantangan besar. Mereka memiliki permainan kolektif yang kuat. Semua pemain ada di sana untuk satu sama lain. Kami harus melakukan hal yang sama. Kami harus siap, tidak seperti laga ini,’’ imbuhnya. Di tengah perayaan mereka, ada catatan buruk untuk Swiss, karena kapten Stephan Lichtsteiner dan bek Fabian Schar terkena kartu kuning kedua, yang berarti mereka akan absen saat melawan Swedia. (kmb33/afp)

Bali Post/afp

Gol - Bek Korea Selatan Kim Young-gwon merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Jerman.

Menteri Albania Ikut Sumbang Dana Talangi Denda Pemain Swiss

Tirana – Sebuah pendanaan gotong royong (crowdfunding campaign) untuk membantu membayar denda yang dijatuhkan oleh FIFA kepada tiga pemain timnas Swiss yang melakukan gestur bernuansa politik saat laga melawan Serbia telah mencapai $14.000 dalam waktu kurang dari 24 jam. Dalam laga yang berlangsung di Kaliningrad tersebut, gestur tangan dua pemain timnas Swiss usai mencetak gol ke gawang timnas Serbia menimbulkan kehebohan, khususnya bagi Serbia dan Kosovo serta Albania. Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri yang memiliki darah Kosovo dan Albania menyilangkan tangan mereka dengan menyatukan jari jempol membentuk gerakan seperti sayap burung elang - yang mirip dengan bendera Albania. Kosovo merupakan negara pecahan Serbia tahun 2008 yang sampai saat ini masih belum diakui sebagai negara berdaulat oleh Serbia. Meskipun melanggar peraturan FIFA yang melarang masuknya politik di lapangan hijau, FIFA memilih menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 10.000 franc Swiss (Rp 143 juta) kepada kedua pemain serta denda 5.000 franc Swiss (Rp 72 juta) kepada Stephan Lichtsteiner yang ikut ambil bagian dalam selebrasi yang mereka lakukan. Menanggapi hal tersebut, sebuah pendanaan gotong royong (crowdfunding campaign) melalui GoFundMe dibuat oleh seseorang di New York dan sudah mencapai lebih dari setengah dari target sebanyak $25.000 (Rp 355 juta).

Dalam proposalnya disebutkan bahwa baik Shaqiri maupun Xhaka ‘membawa kegembiraan dan kebahagiaan kepada semua orang Swiss dan Albania di seluruh dunia’. ‘’Jika Asosiasi Sepak Bola Swiss tidak menerima dana yang sudah tergalang, kami akan dengan senang hati mendonasikan semua dana sumbangan kepada badan amal pilihan mereka,’’ ujar penggagas situs tersebut, Kamis (28/6) kemarin. Penggalangan dana ini pun mendapatkan sambutan dari Albania, di mana Menteri Perdagangan dan Industri negara tersebut, Bajram Hasani, berjanji menyumbangkan satu bulan gajinya untuk usaha ini. Menurut sang Menteri, tidak ada yang bisa mengukur kegembiraan yang diberikan oleh kedua pemain saat merayakan gol mereka dengan melakukan gestur tangan elang. Dia pun mengecam bahwa kedua pemain ini dihukum karena tidak ingin melupakan akar mereka. ‘’Bukannya mereka tidak memiliki kekuatan finansial untuk membayar denda ini, namun sebuah rasa bangga yang diberikan oleh mereka membuat kami merasa memiliki keinginan untuk menyumbangkan gaji kami untuk membayari denda ini,’’’ demikian kata Bajram Hasani. Di Swiss sendiri, banyak warganet negara tersebut menuduh kedua pemain mengerdilkan sukses timnas negara tersebut dengan melakukan selebrasi tersebut. Asosiasi Sepak Bola Swiss menyatakan menerima hukuman tersebut. (kmb33/afp)

Rekor Baru Kartu Kuning

Yekaterinburg – Ada rekor baru yang tercipta di laga Meksiko vs Swedia. Kartu kuning di detik ke-15 pada laga itu menjadi yang tercepat dalam sejarah Piala Dunia. Pemain Meksiko Jesus Gallardo menjadi pengukir rekor baru tersebut dalam pertandingan yang dimainkan di Central Stadium, Yekaterinburg, Rabu (28/6) kemarin. Beberapa detik selepas kick-off, wasit Nestor Pitana asal Argentina sudah memberi tanda adanya pelanggaran dari Gallardo terhadap Ola Toivonen. Usai menghampiri area kejadian, wasit Pitana mengacungkan kartu kuning tepat di detik ke-15. Kartu kuning Gallardo di detik ke-15 itu kini tercatat menjadi yang tercepat dalam sejarah Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang oleh Sergey Gorlukovich (Rusia) atas kartu kuningnya di detik ke-54 dalam laga menghadapi Swedia di Piala Dunia 1994. Terkait dengan kartu, rekor kartu merah tercepat dalam sejarah Piala Dunia sejauh ini masih disandang oleh Jose Alberto Batista dari Uruguay, saat dikeluarkan wasit di detik ke-56 usai melanggar Gordon Strachan (Skotlandia) di Piala Dunia 1986. Meksiko menyudahi laga dengan kekalahan 0-3 atas Swedia, walaupun tetap lolos ke 16 besar Piala Dunia 2018 berkat keberhasilan Korea Selatan mengalahkan Jerman 2-0. Swedia jadi juara Grup F, Meksiko maju sebagai runner-up. (kmb33/afp)

Bali Post/afp

DENDA - Selebrasi Xherdan Shaqiri yang membuat FIFA harus memberikan sanksi denda kepadanya.

Brazil Tak Mau Terlena

Tite

Bali Post/afp

Kazan Pelatih Brazil, Tite, mengaku sangat puas bisa membawa Selacao lolos sebagai juara Grup E di Piala Dunia 2018. Namun, dia menegaskan tak mau terlena dengan status tersebut. Sejak awal, Neymar cs. langsung diunggulkan menjadi juara pada edisi kali ini. Alasannya jelas, sejak kehancuran pada 2014, Brazil langsung bangkit di bawah komando Tite. Dia membawa Selecao lolos ke Piala Dunia 2018 sebagai pemuncak zona CONMEBOL. Kini, dia juga mampu membuat Brazil lolos ke fase knockout dengan status juara grup usai mengalahkan Serbia di laga terakhir. Tak pelak, kondisi ini semakin menguatkan posisi Brazil sebagai salah satu calon kuat juara. Namun, Tite

menolak semua anggapan tersebut karena faktanya, semua ini tak dicapai Tim Samba dengan cara yang mudah. ‘’Kita tak hidup dalam angan, kita hidup di realita. Karena kami melakukan semuanya dengan baik selama kualifikasi dan uji coba, kami menciptakan ekspektasi yang tinggi untuk diwujudkan. Tapi, Piala Dunia memiliki pola baru, format baru,’’ ujarnya, Kamis (28/6) kemarin. ‘’Kami adalah tim yang tahan dengan tekanan, yang juga memiliki kualitas tinggi untuk setiap pemainnya, termasuk cadangan. Kami selalu bertambah kuat dan banyak peningkatan,’’ imbuhnya. Pada babak 16 besar, Brazil akan berhadapan dengan Meksiko yang menjadi runner-up Grup F. (kmb33/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 29 juni 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu