Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 267 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Pon, 28 Mei 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Mantra-Kerta Paparkan Visi Pelayanan Publik

Tegaskan Komitmen Tolak Reklamasi Teluk Benoa dan Bantuan Rp 500 Juta bagi Desa Pakraman

Bali Post/kmb

RELAWAN - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), saat bertemu dengan Relawan Pariwisata Bali.

Tanda Tangani MoU

Relawan Pariwisata Bali Siap Menangkan Koster-Ace

SEKITAR seribu Relawan Pariwisata Bali yang dinakhodai I Gusti Agung Rai Suryawijaya memenuhi Ballroom The Trans Resort Bali, Minggu (27/5) kemarin. Mereka menyatakan kebulatan mendukung dan memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (Koster-Ace). Mereka yang tergabung dalam Relawan Pariwisata Bali ini merupakan para pelaku pariwisata di Bali, mulai dari kalangan pekerja hingga para pemilik hotel berbintang. Dalam kegiatan bertajuk ‘’Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Dialog Relawan Pariwisata Bali dengan Paslon Nomor Urut 1 Koster-Tjok Ace (Cagub dan Cawagub Bali Periode 2018-2023)’’ juga dihadiri Ketut Suiasa (Ketua BSPN

Provinsi Bali dan Wakil Bupati Badung), A.A. Gde Agung (mantan Bupati Badung), I Gusti Agung Rai Suryawijaya (Ketua PHRI Badung dan Ketua Relawan Pariwisata Bali) dan Ida Bagus Kumbayana (Santrian Group). Ketua Relawan Pariwisata Bali I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengungkapkan alasan mengapa mendukung Koster-Ace. Menurutnya, Koster-Ace merupakan tokoh pemimpin Bali yang sudah terbukti memperjuangkan nasib pariwisata Bali sesuai dengan kapasitas mereka masingmasing. ‘’Kenapa kita dukung Koster-Ace, karena Pak Koster selama sebagai anggota DPR-RI telah banyak memperjuangkan regulasi yang sangat memihak pada budaya, pendidikan dan pastinya pariwisata. Kalau mau tahu, beliaulah tokoh yang memperjuangkan

peningkatan kesejahteraan guru-guru,’’ sebutnya. Ditambahkannya, Koster secara kebijakan anggaran di pusat melalui APBN telah banyak memperjuangkan pelestarian seni budaya, pendidikan dan pariwisata. ‘’Sedangkan wakilnya, Cok Ace, pasti sudah kita kenal semua, beliau hingga kini masih Ketua PHRI Bali. Beliau terus berjuang dengan kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas untuk membangun pariwisata Bali,’’ imbuhnya. Selaku komponen pariwiata, pihaknya berharap agar nantinya Koster-Ace membangun pariwisata Bali berbasis kerakyatan yang berkelanjutan. ‘’Pariwisata selama ini adalah leading sector perekonomian Bali, dan mampu menyerap sekitar satu juta tenaga kerja,’’ ujarnya. Hal. 15 Persoalan Kemacetan

PASANGAN Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya MantraKetut Sudikerta (Mantra-Kerta), tampil percaya diri saat debat terbuka kedua calon gubernur Bali tahun 2018 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Sabtu (26/5). Debat mengangkat tema ‘’Meningkatkan Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat’’ dengan subtema pendidikan dan ketenagakerjaan, kesehatan dan kesejahteraan, serta transportasi. Dalam pemaparan visi-misinya, Rai Mantra menekankan pada upaya menekan jumlah kemiskinan. Melalui implementasi program Nawacandra,

Mantra-Kerta komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. Untuk itu, Mantra-Kerta menargetkan mampu menekan angka kemiskinan secara siginifikan yakni di bawah 3 persen pada tahun 2023. Mantra-Kerta juga menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 74,38 menjadi 80 pada akhir 2023. ‘’Angka IPM 80 ini merupakan standardisasi human development index secara internasional. Itu harus kita capai,’’ tegasnya. Hal. 15 Indeks Kebahagiaan

Bali Post/kmb

MANTRA-KERTA - Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta).

Sekarung E-KTP Jatuh di Jalan

Mendagri Duga Ada Sabotase

Jakarta (Bali Post)-

Satu dus dan satu karung berisi KTP elektronik (e-KTP) ditemukan di Kemang, Bogor, Jawa Barat. Warga mengatakan, kardus dan karung berisi e-KTP tersebut terjatuh dari truk yang melaju ke arah Parung, Bogor. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai insiden ini bukanlah sebuah kelalaian, tetapi ada unsur kesengajaan. Bahkan, Tjahjo menduga ada unsur sabotase dalam penemuan e-KTP ini. Ia pun memberi peringatan keras kepada jajarannya dengan sanksi mencopot jabatan, pejabat yang dinilai melakukan kesalahan. ‘’Saya memerintahkan kepada Sekjen, Irjen, dan Biro Hukum untuk segera turun, lakukan investigasi di Ditjen Dukcapil. Siapa yang tanggung jawab

dan pasti ada unsur sabotase,’’ kata Tjahjo Kumolo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (27/5) kemarin. Tjahjo seakan tidak menerima alasan dari bawahannya, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrullah, yang menyatakan yang tercecer itu adalah e-KTP yang rusak dan invalid. Tjahjo mengatakan, seharusnya eKTP yang rusak langsung dihancurkan. Namun ternyata e-KTP yang rusak malah dipindahkan ke Gedung Dukcapil

yang ada di Bogor. ‘’Kenapa tidak langsung dihancurkan? Lalu kok pakai mobil terbuka dan tidak dijaga,’’ tegas Tjahjo. Tak hanya itu, Tjahjo menilai insiden ini merupakan kesalahan serius dan meminta polisi untuk mengusutnya. (kmb4)

’’Saya memerintahkan kepada Sekjen, Irjen, dan Biro Hukum untuk segera turun, lakukan investigasi di Ditjen Dukcapil. Siapa yang tanggung jawab dan pasti ada unsur sabotase.’’ Tjahjo Kumolo Mendagri

Madrid Juara Lagi, CR-7 Isyaratkan Hengkang

Bali Post/afp

JATUH - Tangan pemain depan Liverpool asal Mesir Mohamed Salah (kanan) dikempit pemain Real Madrid Sergio Ramos pada final Liga Champions, Minggu (27/5) dini hari. Salah akhirnya keluar lapangan karena cedera pada bahu.

Kiev – Real Madrid meraih juara Liga Champions 2018 setelah dalam pertandingan final, Minggu (27/5) dini hari WIB mengalahkan Liverpool 3-1. Gol kemenangan klub Spanyol itu dicetak Karim Benzema menit ke-51 serta Gareth Bale menit ke-64 dan 83. Kemenangan itu membuat Madrid berhasil meraih gelar juara Liga Champions ke-13 kalinya. Di sela-sela pesta juara Madrid justru terbetik kabar rencana kepergian Cristiano Ronaldo (CR-7). Usai pertandingan, bintang asal Portugal itu mengaku sangat bahagia menjadi pemain Madrid selama ini. Namun, beberapa waktu ke depan, dia akan menentukan masa depannya di Santiago Bernabeu. Gol sepakan salto sensasional dari pemain pengganti Real Madrid Gareth Bale dan dua kesalahan fatal yang dilakukan kiper Liverpool Loris Karius membawa klub Spanyol itu meraih mahkota Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Pemain asal Wales Bale masuk lapangan pada menit ke-60 saat kedudukan masih imbang 1-1. Setelah tiga menit bermain, ia melakukan penyelesaian sepakan salto yang luar biasa dan kemudian melepaskan tembakan spekulatif jarak jauh dan lolos dari tangkapan Karius. Liverpool yang kehilangan pemainnya, Mohamed Salah, sempat menyamakan kedudukan pada menit ke55. Meski berusaha keras, Liverpool tidak pernah terlihat mampu memberikan ancaman yang sama sebagaimana saat sebelum pemain internasional Salah harus meninggalkan lapangan setelah berduel dengan kapten Real Sergio Ramos. Bale, yang bukan merupakan pemain inti Real, menjadi pemain terbaik. Real menjadi tim pertama sejak Bayern Munich pada 1976 yang memenangi trofi selama tiga tahun secara berturut-turut, dan Zinedine Zidane merupakan pelatih pertama yang sukses memenangi gelar ini untuk tiga kali secara beruntun. (ant)

Warga Malaysia Patungan Bayar Utang Negara Kuala Lumpur – Seorang warga Malaysia Nik Shazarina Bakti (27), Sabtu (26/5), melakukan aksi penggalangan dana secara online atau daring karena prihatin dengan utang negara yang mencapai RM 1 triliun. Inisiatif kutipan dana awam ‘’Please Help Malaysia!’’ itu diwujudkan sebagai usaha mendapatkan bantuan

keuangan daripada orang banyak untuk sama-sama membantu menyelesaikan utang tersebut. Usaha yang dirintis Nik Shazarina Bakti tersebut walaupun secara tidak resmi berhasil menarik perhatian netizen yang turut prihatin dengan masalah negara Malaysia. Kutipan dana yang dianjurkan di laman goget-

Tidak Terbit Sehubungan Hari Raya Waisak (29/5) yang merupakan hari libur nasional serta Hari Raya Galungan (30/5) dan Umanis Galungan (31/5) yang merupakan hari raya umat Hindu, maka Bali Post pada hari tersebut tidak terbit. Bali Post kembali hadir seperti biasa pada Jumat 1 Juni 2018. Untuk itu kepada pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

funding.com ini berhasil mengumpulkan 633.00 dolar AS atau RM 14.463 daripada jumlah yang disasar sebanyak 100.000.00 dolar AS (RM 398.100) hingga 31 Juli mendatang. Wanita alumni sarjana hukum dari University of London ini turut meletakkan potongan ayat yang mengimbau kembali kenangan manis tatkala rakyat Malaysia dahulu mengizinkan Tunku Abdul Rahman ke London untuk memperoleh kemerdekaan negara. Nik Shazarina menjelaskan bahwa semua kutipan dana tersebut akan disalurkan kepada pemerintah Malaysia melalui Kementerian Keuangan. Anak Mahathir Mohamad, Marina Mahathir, melalui

facebook memuji tindakan Nik Shazarina dan mengharapkan masyarakat untuk sama-sama membantu inisiatif ini. Sementara itu, Malaysia sedang merundingkan ulang kontrak proyek kereta api senilai 14 miliar dolar AS dengan para mitra Tiongkok dan mengurangi utang nasionalnya yang melambung senilai 50 miliar dolar setelah membangun proyek-proyek raksasa, kata perdana menterinya dalam wawancara yang disiarkan pada Sabtu (26/5). PM Mahathir Mohamad (92) yang mengalahkan Najib Razak dalam pemilihan awal bulan ini, telah membuat prioritas untuk mengurangi utang nasional dan berjanji

akan meninjau ulang kontrak proyek-proyek besar yang disepakati pemerintah sebelumnya. Proyek jalur kereta api pesisir timur senilai 55 miliar ringgit (13,82 miliar dolar AS) - pekerjaan terbesar di negara itu dan merupakan bagian dari proyek infrastruktur Beijing yang diberi nama ‘’Jalur Sutera Baru Abad ke21’’ (OBOR) mulai tahun lalu. Proyek itu direncanakan membentang sepanjang 688 kilometer menghubungkan Laut Cina Selatan di perbatasan Thailand di timur dengan rute-rute pelayaran strategis di Selat Malaka di barat. ‘’Kami sedang merundingkan kembali perjanjian itu,’’ kata Mahathir kepada surat kabar keuangan The Edge. (ant)

Mahathir Mohamad

Bali Post/ist


denpasar

2

Senin Pon, 28 Mei 2018

’’Travel Agent’’ Ilegal Beroperasi di Bali Ditengarai Ada Unsur Monopoli

Denpasar (Bali Post) -

Travel agent atau biro perjalanan wisata ilegal diakui masih ada yang beroperasi di Bali. Keberadaannya tidak saja merugikan travel agent yang memiliki izin, tetapi juga berdampak pada mass tourism lantaran menawarkan harga yang lebih murah. Selain itu, ditengarai pula ada unsur monopoli yang menimbulkan persaingan tidak sehat. ‘’Harus dibabat itu, tidak boleh berusaha secara ilegal. Kita sampaikan kepada Satpol PP sebagai penegak perda supaya ditindak, sebab itu nanti dia akan bisa merusak harga, merusak travel yang legal nanti. Jadi, ini memang ada laporan dari masyarakat terkait travel yang bodong,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra, Minggu (27/5) kemarin. Yuniartha Putra meminta Satpol PP juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Mengingat

ada pula travel agent ilegal yang beroperasi dengan modal laptop saja alias online. Sebagai contoh, ada travel agent yang melayani wisatawan Tiongkok menggunakan aplikasi WeChat dalam proses pembayaran. Uang wisatawan pun tidak jadi mampir ke Bali, namun kembali lagi ke negaranya tersebut. ‘’Jadi, dia tidak bawa duit (ke Bali), hanya bawa handphone. Di Tiongkok modelnya seperti itu, pembayarannya memakai WeChat, uangnya berputar antarbank. Sedangkan kita kan belum

menggunakan itu,’’ jelasnya. Ketua Divisi Bali Liang (Pangsa Pasar Mandarin) Asita Bali Elsye Deliana mengatakan, keberadaan travel agent ilegal menyebabkan persaingan harga yang tidak sehat. Pasalnya, travel agent ilegal tidak membayar pajak sehingga bisa memberikan harga murah. Hal ini juga dapat merusak iklim bisnis di sektor pariwisata Bali. ‘’Mereka menawarkan paket yang murah, otomatis segala sesuatu yang diberikan di dalam paket juga apa adanya saja. Ini benar-

benar akan merusak citra pariwisata budaya Bali di mata dunia,’’ ujarnya. Harga murah, lanjut Deliana, juga membuat kualitas pariwisata menurun dan akan timbul mass tourism. Wisatawan yang datang ke Bali memang banyak, namun minim kontribusi untuk pendapatan daerah dan masyarakat lokal. Travel agent ilegal ini biasanya bekerja sama dengan travel agent di negara asal wisatawan. Sementara wisatawan seringkali tidak tahu mengenai legalitas travel agent tersebut. ‘’Bagi mereka, yang penting bisa ke Bali dan ada yang menangani,’’ tandasnya. Anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, praktik travel agent

ilegal sebetulnya telah ditengarai sejak lama. Pihaknya mendorong Satpol PP beserta aparat keamanan untuk melakukan sidak perizinan. Sebab, kerugian Bali sudah sangat jelas yakni devisa yang diharapkan dari kedatangan tamu negara tersebut justru kembali ke negara itu sendiri. Bahkan, termasuk perbelanjaan, hotel dan restoran, diyakininya adalah milik pelaku industri wisata dari negara itu pula. ‘’Dengan sidak ini diharapkan terlihat pola rantai bisnis yang semestinya menjadi bagian terbesar dari dunia pariwisata Bali, yaitu masyarakat Bali itu sendiri yang saat ini ditengarai diambil secara tidak adil dan monopoli,’’ kata politisi PDI-P asal Kota

Denpasar ini. Setelah pola dan bukti itu terlihat, lanjut Adhi Ardhana, pemerintah diharapkan dapat bersikap sesuai dengan aturan yang ada. Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi Bali I Made Sukadana mengaku sudah menggelar sidak pada sejumlah travel agent. Sesuai rencana, pihaknya melakukan pemanggilan terhadap travel agent yang diduga ilegal untuk bisa menunjukkan perizinannya, Senin (28/5) hari ini. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Pemilu Demokratis akan Mampu Sejahterakan Rakyat Denpasar (Bali Post) Pilkada Serentak 2018 tinggal beberapa minggu lagi dan selanjutnya menyongsong Pemilu 2019. Dari pesta demokrasi tersebut, diharapkan berlangsung demokratis dengan harapan akan menghasilkan pemimpin yang memang merupakan pilihan rakyat yang terbaik. Dengan demikian, pemimpin terpilih akan mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi rakyat. Hal itu disampaikan Danrem 163/ Wira Satya Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi saat tatap muka dengan segenap anggota Kodim 1611/Badung di Aula Makodim, Denpasar, belum lama ini. Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi mengingatkan kembali bahwa jati diri sebagai prajurit TNI yang profesional memegang teguh netralitas. Selain itu, tidak berpolitik praktis dalam menghadapi pesta demokrasi pilkada serentak tahun 2018 dan pileg serta Pilpres 2019. Danrem melakukan kunjungan kerja perdana secara resmi ke Kodim 1611/Badung dengan maksud untuk mengetahui kondisi satuan jajaran serta dapat bertatap muka secara langsung. Pasalnya, ia resmi menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya sejak 19 Mei lalu. ‘’Sudah menjadi komitmen dan kebijakan dari pimpinan TNI (netral) yang harus dilaksanakan oleh setiap prajurit TNI,’’ ujar alumni Akmil 1991 tersebut. Terkait Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan keluarga prajurit TNI yang memiliki hak pilih, Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi berpesan agar menggunakan hak pilih dengan sebaik mungkin, dengan hati nurani tanpa paksaan atau pengaruh dari siapa pun. Sedangkan Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo mengatakan, TNI termasuk satuannya akan bersinergi dengan Polri dalam mengamankan pelaksanaan pilkada serentak. ‘’Tugas kami adalah membantu Polri sesuai amanat Undangundang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang mana pelaksanaan tugas perbantuan tersebut merupakan tugas operasi militer selain perang atau OMSP,’’ ujarnya. Danrem dan Dandim berharap pelaksanaan pilkada Serentak mendatang dapat berjalan aman dan lancar. Mereka menjamin bahwa seluruh prajurit TNI dan jajarannya berkomitmen memegang teguh netralitas. (kmb36)

Bali Post/ist

KUNKER - Danrem 163/ Wira Satya Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi saat kunjungan kerja (kunker) di Kodim 1611/Badung.

Kepepet Bayar Tilang, Tukang Sampah Mencuri

GARA-gara ditilang karena melanggar rambu lalu lintas dan tidak punya uang untuk menebusnya, tukang sampah keliling, Dominggus Ngungubulu (28), nekat mencuri. Dia mencuri helm dan jaket di pos security Restoran Sisterfield di Jalan Kayu Cendana, Seminyak, Kuta. Dia ditangkap Sabtu (26/5) saat mengambil sampah di TKP. Dikonfirmasi Minggu (27/5) kemarin, Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Aan Saputra seizin Kapolsek Kompol Nyoman Wirajaya mengatakan korbannya Eko Saputro (29) beralamat di Jalan Gunung Lumut, Denpasar Barat. Keterangan korban asal Banyuwangi, Jawa Timur ini, pada Minggu (20/5) pukul 01.00 Wita korban menitipkan helm dan jaket di TKP. Selanjutnya korban melakukan pekerjaannya. Sekitar pukul 05.00 Wita dia selesai bekerja dan mau mengambil helm serta jaketnya. ‘’Dicari di pos satpam ternyata tidak ada. Korban curiga kalau barangnya itu dicuri lalu melapor ke Polsek Kuta,’’ tegasnya.

Berdasarkan laporan itu, Iptu Aan dan Panit Buser Iptu I Putu Budiartama memperoleh informasi bahwa saat beraksi pelaku terekam CCTV. Pelakunya tak lain pria yang biasa mengambil sampah tiap pagi di TKP. Selanjutnya petugas melakukan pengintaian. Pada Sabtu (26/5) pukul 05.00 Wita, pelaku tiba di TKP untuk mengambil sampah dan langsung ditangkap. Selanjutnya dia dibawa ke Mapolsek Kuta. Saat diinterogasi, pelaku beralamat di Jalan Gunung Mandala, Denpasar ini tidak bisa mengelak karena aksinya terekam CCTV. Namun, ia mengaku baru sekali mencuri. Aksinya tersebut dilakukan dengan terpaksa karena kepepet uang untuk menebus tilang. Helm milik korban dijual kepada temannya seharga Rp 150 ribu. ‘’Untuk sementara, hasil pemeriksaan pelaku beraksi di satu TKP. Kami masih kembangkan kasus ini, siapa tahu ada TKP lainnya,’’ tegas mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. (rah)

Konsumsi BBM dan Elpiji Meningkat hingga 5 Persen Denpasar (Bali Post) Menyambut bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) mempersiapkan langkahlangkah antisipatif dalam penyaluran BBM dan elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara. General Manager Pertamina Marketing Operation Region V Ibnu Chouldum didampingi Unit Manager Communication & CSR Jatim Balinus Rifky Rakhman Yusuf mengatakan, konsumsi normal harian BBM untuk wilayah Bali baik gasoline (premium + pertamax series) dan gasoil

Selain menyiapkan penambahan stok, kata Ibnu Chouldum, Pertamina juga melakukan upaya lainnya, seperti pembentukan tim Satgas khusus yang bertugas memantau dan mengondisikan kelancaran penyaluran BBM dan elpiji. Tim Satgas ini akan beroperasi pada H-14 hingga H+7 Idul Fitri. Menurut Ibnu Chouldum, penyaluran elpiji di Wilayah Bali sepanjang Bulan Ramadan berbeda dengan BBM. Prediksi rata-rata konsumsi bulanan elpiji PSO (bersubsidi 3 kilogram) di wilayah Bali yaitu sebesar 15.432 metrik ton/bulan. Pada saat bulan Ramadan dan hari raya Idul

Fitri, Pertamina memprediksi akan mengalami peningkatan konsumsi elpiji 3 kilogram pada Mei 2018 sebesar enam persen dari konsumsi normal bulanan atau mencapai 16.358 mt. Sedangkan konsumsi elpiji nonsubsidi (Bright Gas 5,5 kilogram, Bright Gas 12 kilogram, dan elpiji 12 kilogram) di Bali juga diprediksi mengalami peningkatan selama bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri sebesar sembilan persen (631 metrik ton/bulan) dibandingkan dengan konsumsi normal bulanan yaitu sebesar 574 MT. Selain peningkatan stok, kata Ibnu Chouldum, upaya Pertamina dalam men-

gamankan pasokan elpiji antara lain melakukan built-up stock di tabung dan menjaga stok di storage agar selalu penuh. Begitu pula built-up stock di agen, pangkalan, dan outlet elpiji. Selain itu juga membentuk 22 agen siaga dan 108 pangkalan siaga di wilayah Bali. ‘’Kami juga melakukan pengamanan pasokan elpiji dengan menambah alokasi penyaluran channel distribution sampai dengan 109 persen dari konsumsi normal. Memonitor kondisi cuaca dan gelombang penyeberangan Lombok-Bali, serta berkoordinasi dengan pihak pelabuhan dan kapal,’’ ujarnya. (kmb42)

Plt. Wali Kota Jaya Negara Ucapkan Libur Galungan, Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan MPP Kota Denpasar Ikuti Surat Edaran

PERAYAAN Hari Suci Galungan dan Kuningan bagi masyarakat Hindu merupakan hari penting terciptanya alam semesta beserta isinya, di mana dalam pelaksanaan Galungan sebagai simbolis kemenangan kebajikan melawan kejahatan. Sebentar lagi umat Hindu akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan yang jatuh pada Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon Wuku Dungulan). Di tahun 2018, Hari Suci Galungan jatuh pada tanggal 30 Mei dan Hari Suci Kuningan jatuh pada tanggal 9 Juni. Pemerintah Kota Denpasar menggelar

081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5

Topik : ’’Travel Agent’’ Ilegal Beroperasi di Bali Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

(solar/bio+ dex series) berada pada kisaran volume 3.000 kl. Menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina memprediksi terjadi peningkatan konsumsi sekitar satu persen hingga lima persen untuk produk BBM. Sedangkan konsumsi normal harian premium 602 kl/hari dan prediksi konsumsi saat Ramadan adalah 632 kl/ hari, pertalite 1.160 kl/Hari dan 1.218 kl/hari (prediksi konsumsi Ramadan), pertamax 716 kl/hari dan 752 kl/hari, pertamax turbo 2 kl/hari dan 2 kl/hari, solar 478 kl/hari dan 472 kl/hari, dexlite 38 kl/hari dan 37 kl/hari, pertamina dex 4 kl/hari dan 4 kl/hari.

IGN Jaya Negara

berbagai kegiatan dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan, di antaranya pasar murah Galungan dan Kuningan di setiap kecamatan, hingga peningkatan pengawasan pemotongan hewan ternak. Di lingkungan masyarakat Denpasar telah tampak berbagai kegiatan persiapan Hari Suci Galungan dan Kuningan. Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara di sela-sela kegiatan kemasyarakatan dan kepemerintahan, Minggu (27/5) kemarin, menyampaikan ucapan selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar. Jaya Negara mengajak masyarakat menjadikan Hari Suci Galungan dan Kuningan untuk senantiasa selalu meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa, serta selalu mulat sarira serta mempererat tali persaudaraan dan tali silaturahmi antarmasyarakat. ‘’Jadikanlah spirit Hari Suci Galungan dan Kuningan dalam menyongsong bersama berbagai program pembangunan di Kota Denpasar,’’ ujarnya. Di tengah percepatan pembangunan Kota Denpasar dalam berbagai bidang membawa harapan masyarakat dan Pemerintah Kota Denpasar mengarahkan pembangunan untuk kemanfaatan masyarakat yang berkelanjutan. Tingginya rasa kebersamaan yang selama ini ditunjukkan masyarakat sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan berbagai program yang telah digulirkan Pemerintah Kota Denpasar. Jaya Negara juga mengajak masyarakat Denpasar dalam memaknai kesucian Galungan dan Kuningan selalu dengan berpikir, berkata dan berbuat yang baik. Untuk itu, masyarakat diajak dapat memanfaatkan waktu sehingga tidak mengurangi produktivitas dalam bekerja dan dapat menjalankan swadharma-nya masing-masing. Akhir kata, Jaya Negara dan Rai Iswara mengucapkan selamat menjalankan Hari Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar. (ad1430)

Denpasar (Bali Post) Berkenaan dengan libur fakultatif Hari Suci Galungan dan Kuningan, Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewaka Dharma Kota Denpasar turut libur sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: 003.1/8044/ PAKAP/BKD poin 3 tanggal 7 Desember 2017 tentang Hari Libur Nasional, Cuti Bersama dan Dispensasi Hari Suci Hindu. Oleh karena itu, masyarakat yang hendak memerlukan layanan yang berada di MPP Kota Denpasar dapat memanfaatkannya pada Senin (28/5) hari ini, sebelum memasuki libur dispensasi Hari Suci Galungan. Sekretaris DPMPTSP Kota Denpasar I Gusti Ngurah Mandala Putra mengatakan hal itu, Sabtu (26/5). Sesuai surat edaran Gubernur Bali tersebut, kata Mandala Putra, serangkaian pelaksanaan Hari Suci Galungan yang jatuh pada R abu (30/5) mend at ang, sedianya terdapat lima kali libur dispensasi yakni pada Penampahan Galungan, Galungan, Umanis Galungan, Penampahan Kuningan, dan Kuningan. Kebetulan saat Penampahan Galungan kali ini juga bertepatan dengan hari libur nasional yakni Hari Waisak. Sedangkan pada Pahing Galungan atau Jumat (1/6) juga bertepatan

dengan Hari Lahirnya Pancasila yang termasuk libur nasional. ‘’Pada perayaan Galungan dan Kuningan yang akan datang, kami di MPP Sewaka Dharma Kota Denpasar mengikuti surat edaran libur nasional dan libur dispensasi dari Gunernur Bali dan kebetulan beberapa rangkaiannya termasuk hari libur nasional,’’ jelasnya. Mandala Putra menambahkan, MPP Kota Denpasar tetap beroperasi saat Penyajaan Galungan, yakni Senin (28/5) dan beroperasi kembali setelah libur dispensasi Galungan yakni pada Senin (4/6). Sedangkan untuk libur dispensasi Hari Suci Kuningan hanya dilaksanakan sekali pada Jumat (8/6), karena Hari Suci Kuningan bertepatan dengan Sabtu (9/6). Hal senada juga disampaikan Plt. Kadisdukcapil Kota Denpasar A.A. Istri Agung. Dikatakan, Disdukcapil Kota Denpasar melaksanakan pelayanan sesuai dengan surat edaran dari Gubernur Bali tentang Hari Libur Nasional dan Libur Dispensasi. ‘’Senin (28/5), kami tetap melayani seperti biasa dan kembali melayani masyarakat pada Senin (4/6) mendatang sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali tersebut,’’ tegasnya. (kmb12)


BADUNG

Senin Pon, 28 Mei 2018

Badung Luncurkan Inovasi Batik Desa Adat Sempidi dan Kwanji Percontohan Pertama di Bali

PELUNCURAN BATIK - Wabup Suiasa bersama Ketua DPRD Putu Parwata menyerahkan tamas kepada Bendesa Adat Sempidi dalam peluncuran Batik di Wantilan Sempidi, Minggu (27/5) kemarin. KESUNGGUHAN Pemkab Badung mewujudkan Badung yang pro-lingkungan bukan sekadar isapan jempol belaka. Sebagai bukti, meluncurkan program Gotik (Gojek Sampah Plastik) Pemkab Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) juga meluncurkan program inovasi lainnya yakni Batik (Badung AntiKantong Plastik). Program inovasi Batik ini secara resmi diluncurkan di Wantilan Sabha Budaya Desa Adat Sempidi, Kecamatan Mengwi, Minggu (27/5) kemarin. Peluncuran program ini langsung dilakukan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan turut disaksikan Ketua DPRD Badung I Putu Parwata. Peluncuran ini juga didampingi Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan. Turut hadir menyaksikan peluncuran inovasi Batik antara

lain Ketua PHDI Badung, Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Badung, Camat Mengwi, Lurah Sempidi, 13 krama banjar adat, PKK, LPD, kepala sekolah, kep a l a p a sar adat, kepala STT, kepala puskesmas, dan kurang lebih 1.500 orang krama dari Desa Adat Sempidi maupun Kwanji. Wabup Suiasa mengatakan, inovasi Batik sesungguhnya merupakan program yang berbasis kearifan lokal dengan memberi ruang dan kewenangan penuh kepada desa adat untuk mengatur penggunaan kantong plastik. Harapannya dengan pengelolaan yang benar, sampah plastik tidak membahayakan lingkungan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pada kesempatan tersebut sekaligus ditetapkan Desa Adat Sempidi dan Kwanji sebagai desa adat percontohan. Namun, tentu

saja ke depan diharapkan seluruh desa adat di Badung bisa membuat pararem atau aturan tertulis agar berkesinambungan program inovasi Batik ini. ‘’Dengan begitu, inovasi Batik bisa bermanfaat nyata untuk mengurangi penggunaan kantong plastik,’’ kata mantan Wakil Ketua DPRD Badung itu. Sementara itu, Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan menambahkan, dipilihnya Desa Adat Sempidi dan Kwanji sebagai percontohan inovasi Batik bukan tanpa alasan. Menurut mantan Kabag Humas Setda Badung ini, secara geografis Sempidi dan Kwanji paling dekat dengan Ibu Kota Badung yakni Mangupura dan Puspem Badung. ‘’Namun yang utama adalah kenapa dua desa adat ini, karena semangat bersatunya krama Desa Adat Sempidi dan Kwanji untuk merealisasikan visi dan misi Bupati Badung melalui konsep Tri Hita Karana, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan lingkungan,’’ jelasnya. Dengan penetapan Desa Adat Sempidi dan Kwanji sebagai desa adat percontohan inovasi Batik, maka Desa Adat Sempidi dan Kwanji adalah desa pertama di Bali bahkan Indonesia yang secara terintegrasi mengurangi penggunaan kantong plastik melalui komponen banjar adat, STT, PKK, pasar adat, SD, SMP, LPD, kantor lurah, dan puskesmas. (ad1424)

PT BPR Padma Rayakan HUT Ke-13

Tingkatkan Kualitas SDM dan Pelayanan Berbasis Teknologi Menuju Era Digital HARI jadi PT BPR Padma yang ke-13 pada tanggal 23 Mei 2018 dirayakan pada Sabtu (26/5) bertempat di Krisna Beach Street Singaraja. HUT yang bertema ‘’13 th Anniversary PT BPR Padma, Kita Tingkatkan Kualitas SDM dan Pelayanan Berbasis Teknologi Menuju Era Digital’’ ini dihadiri pemegang saham, komisaris, direksi dan karyawan-karyawati PT BPR Padma dan mengajak serta masyarakat di lingkungan PT BPR Padma Kantor Cabang Singaraja. Rangkaian ulang tahun ini bersamaan dengan kegiatan pembukaan Kantor Kas Seririt yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Nomor 8 Seririt, Singaraja yang dilaksanakan Rabu (23/5) lalu. Pemegang Saham Pengendali Komang Ayu Padmawati, S.H., M.Hum. didampingi Putu Gede Budiada, S.E. menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh nasabah setia PT BPR Padma, sehingga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik di masa yang akan datang, sesuai dengan tagline PT BPR Padma ‘’Tumbuh dan Berkembang Bersama’’. ‘’PT BPR Padma berkomitm e n u n t u k s e l a l u m e mberikan kontribusi terbaiknya untuk pembangunan perekonomian masyarakat Bali khususnya,’’ ujar Komang Ayu Padmawati. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT BPR Padma Cok Gde Mahadewa, S.E., M.M. didampingi Direktur I Made Sukerta, S.Sos. mengungkapkan, sebagai wujud rasa syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa serta uca-

MERIAH - Hari jadi PT BPR Padma yang ke-13 berlangsung meriah yang dihadiri pemegang saham, komisaris, direksi dan seluruh karyawan-karyawati PT BPR Padma. pan terima kasih kepada para nasabah dan seluruh stakeholder, keluarga besar PT BPR Padma merayakan hari jadi yang ke–13. Cok Mahadewa mengatakan, serangkaian perayaan HUT ini, PT BPR Padma melaksanakan berbagai kegiatan, seperti grebek pasar, tirtayatra, donor darah dan CSR yang diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati di lingkungan PT BPR Padma. Cok Mahadewa menegaskan, PT BPR Padma yang masuk dalam lima besar BPR se-Bali, pada triwulan I tahun 2018 sesuai laporan Publikasi memiliki aset sebesar Rp 403,5 miliar lebih dengan total kredit yang disalurkan sebesar Rp 347 miliar lebih dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dapat dihimpun dalam bentuk tabungan sebesar Rp 42 miliar lebih, deposito sebesar Rp 169 miliar lebih, dana antarbank sebesar Rp 139,6 miliar lebih. Cok Mahadewa menambahkan, dengan meningkatkan peran BPR untuk

memberikan jasa pelayanan yang berkualitas dan baik, PT BPR Padma selalu meningkatkan peran sertanya dalam bidang perekonomian. Salah satunya berperan dalam membantu peningkatan roda perekonomian Bali, khususnya pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lebih jauh ditambahkan, sektor UMKM yang sedang ditumbuhkembangkan oleh pemerintah berorientasi kepada masyarakat menengah ke bawah. PT BPR Padma terus berkomitmen meningkatkan sektor UMKM guna mewujudkan masyarakat yang memiliki taraf hidup yang baik dan sejahtera, serta melahirkan pengusaha-pengusaha muda lokal sebagai penggerak roda perekonomian daerah. ‘’Hal ini menjadi komitmen PT BPR Padma bersama seluruh stakeholder dalam memberikan pelayanan untuk meningkatkan perannya mendorong perekonomian,’’ pungkasnya. (ad1420)

3

Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 2,1 Miliar Dukung Pembangunan Pura Dalem Swargan Blahkiuh

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta bersama anggota DPRD Badung I Made Ponda Wirawan dan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta menyerahkan dana hibah sebesar Rp 2,1 miliar lebih kepada panyungsung Pura Dalem Swargan, Desa Blahkiuh, Jumat (25/5) lalu. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan sejumlah palinggih termasuk tembok panyengker pura. Hadir pula mendampingi Bupati, Kabag Humas Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Surya Jaya, Perbekel serta klian banjar se-Blahkiuh. Ketua Panitia I Wayan Sugiarta mengatakan, penyerahan bantuan hibah ini bertepatan dengan Rahina Sugian Bali, di mana dilaksanakan upacara Nangiang Ida Batara Tapakan, serangkaian menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Atas nama panyungsung pura, Sugiarta menyampaikan terima kasih atas bantuan hibah Rp 2.115.000.000

dari Bupati Badung yang difasilitasi oleh anggota DPRD Badung I Made Ponda Wirawan. Dana ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan di Pura Dalem Swargan, seperti Paliangan, Palinggih Papelik, Palinggih Pucak Kembar, Palinggih Ratu Panji, Bale Pasandekan dan Pawaregan Suci. Di jaba pura diperbaiki ada bale gong, bangunan dapur dan gudang. ‘’Kori agung tetap kami pertahankan, hanya tembok panyengker yang dipugar,’’ sambungnya. Dijelaskan, krama panyungsung Pura Dalem Swargan berjumlah 87 krama pangarep dengan 640 jiwa. Rencana pembangunan akan dilakukan dengan swakelola memanfaatkan krama panyungsung. Bupati Giri Prasta sangat mendukung pembangunan di Pura Dalem Swargan Blahkiuh. Memang telah menjadi komitmen pemerintah untuk menuntaskan pembangunan di Blahkiuh sebagai ibu kota Kecamatan Abiansemal. Untuk itu,

MENYERAHKAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama anggota DPRD Badung I Made Ponda Wirawan dan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta menyerahkan dana hibah sebesar Rp 2,1 miliar lebih kepada panyungsung Pura Dalem Swargan, Desa Blahkiuh, Jumat (25/5) lalu. pembangunan baik fisik maupun nonfisik di Blahkiuh, Pemkab siap mendukung. Bupati juga mengapresiasi bahwa pembangunan di pura ini dilaksanakan swakelola. Hal ini sejalan dengan komitmennya dalam membangun gerakan membangun sistem

gotong royong (gerbangsigot) menuju gerakan membangun ekonomi masyarakat (gerbangmas). Bupati juga berharap hibah ini dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan pembangunan dapat berjalan lancar. (ad1423)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L C E R I T A S U K S E S S T R A T E G I P R O F I L E S E J A R A H D I C A T A T D I S I N I

Bupati Giri Prasta dan Wabup Suiasa Ucapkan Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan Ingatkan Rayakan Hari Raya dengan Sederhana

MENYAMBUT hari raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada Rabu (30/5), Pemerintah Kabupaten Badung yang dipimpin oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. didampingi Wakil Bupati (Wabup) Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. mengucapkan selamat pada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung yang merayakan hari besar keagamaan kemenangan dharma melawan adharma. Didampingi Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Bupati Giri Prasta mengajak masyarakat Kabupaten Badung untuk memaknai perayaan hari suci keagamaan, baik Galungan maupun Kuningan sebagai momentum membangun kesadaran diri, terutama dalam meningkatkan sradha bhakti/ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. ‘’Kami berharap perayaan hari suci ini dimaknai sebagai penyucian lahir dan batin untuk kembali ke jalan dharma atau kebenaran,’’ ujar Bupati Giri Prasta, Minggu (27/5) kemarin. Menurutnya, jika dengan penuh kesadaran semua umat Hindu di Badung selalu berpijak pada ajaranajaran dharma, dharma pasti akan terus tegak, dengan demikian umat sedharma selayaknya di bulan yang suci ini merayakan kemenangan dharma. ‘’Ini merupakan hari kemenangan dharma, yakni memurnikan tubuh dan pikiran kita, sehingga dapat menjalankan swadharma yang lebih baik. Untuk itu, kami mengajak segenap masyarakat yang merayakan Galungan dapat melaksanakan dengan sederhana, namun sarat akan makna, yakni bagaimana kita semua mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Sang Pencipta, inilah makna kemenangan,’’ terangnya. Termasuk umat Hindu yang mengawali perayaan Galungan mulai dari Sugihan, yakni Sugihan Jawa, adalah sebuah kegiatan rohani dalam rangka menyucikan bhuana agung (makrokosmos) atau alam semesta. Sementara Sugihan Bali jatuh sehari setelah Sugihan

BUPATI-WABUP - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. (kiri) dan Wakil Bupati (Wabup) Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan. Jawa memiliki makna menyucikan diri sendiri. ‘’Sugihan dimaknai sebagai pemberisihan bhuana agung dan bhuana alit, sehingga saat memasuki puncaknya yakni Galungan, diharapkan kita mulat sarira atau introspeksi diri,’’ tegasnya. Selain kepada masyarakat di Kabupaten Badung, Bupati Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup Ketut Suiasa dan segenap jajarannya juga mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Perayaan hari besar keagamaan ini diharapkan menjadi cambuk untuk memacu diri dalam menjalankan swadharma sebagai pelayan publik. ‘’Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa-Tuhan Hyang Maha Esa selalu membimbing kita, sehingga terus dapat berbakti kepada sesama, bangsa dan negara sesuai swadharma masing-masing,’’ pungkasnya. (ad1425)

Bidik 100.000 Nasabah Pensiun

Senin Pon, 28 Mei 2018

Lulusan Undiknas Harus Paham Model Bisnis di Era Digital UNDIKNAS Denpasar kembali melahirkan human capital yang memiliki kompetensi dan siap berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA., Sabtu (26/5) lalu mewisuda 188 Sarjana S-1 dan S-2. Dengan demikian sejak berdiri 49 tahun lalu hingga kini Undiknas memiliki 41.064 alumni. Lulusan terbaik IPK tertinggi di S-1 diraih Ni Kadek Diana Rosita, S.I. Kom. (3,86) dan di Pascarsarjana dr. A.A. Sagung Dewi Radityani Nawang Wulan, S.Ked., M.M. (3,98). Saat itu juga diumumkan bertambahnya tiga orang doktor di Undiknas yakni Agus Fredy Maradona, S.E., Ak., MSA., Ph.D., Dr. Ida Ayu Oka Martini, S.E., M.M. dan Dr. I Nyoman Sedana S.E., M.I.Kom. Acara wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-27 dihadri pendiri utama Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Drs. Ketut Sambreg, M.M. beserta Ibu Ni Nyoman Kundri, Koodinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa dan Ketua Umum Perdiknas Denpasar Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. Dalam acara itu, Rektor Prof. Gede Sri Darma menekankan pentingnya menjaga komitmen pendiri bangsa memilih ‘’Bhinneka Tunggal Ika’’ di tengah aksi terorisme. Ke depan bukan perbedaan yang dapat memecah belah negara kita, tetapi kebodohan. Lewat pendidikan semua orang menjadi lebih bijaksana dan melihat fenomena secara jernih bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi perbedaan. Dia memotivasi lulusan Undiknas dan anak muda Bali untuk melek terhadap perubahan. Lulusan Undiknas harus adaptif dengan perubahan di era revolusi industri 4.0. Pemerintah telah menetapkan Roadmap Making Indonesia 4.0 yang berisi strategi Indonesia memasuki babak baru era digital. Makanya lulusan Undiknas harus menjadi pelaku bisnis (wirausaha) dan memahami model bisnis di era digital. Ini pas dengan tema wisuda kali ini ‘’Tomorow is to day’’. Sekitar 15 model bisnis bisa digeluti anak muda Bali di antaranya pas as you go, advertising, big data, subscription, direct seling, long tall dan self service. Ditekankannya, seorang sarjana prioritas uta-

WISUDA - Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. (kiri) saat mewisuda Sarjana S-1 dan S-2 di Westin Hotel, Nusa Dua. manya adalah tanggung jawab membangun negara dengan cara membuka lapangan kerja. Apalagi jumlah wirausaha di Indonesia hanya sekitar 3,10 persen dari jumlah penduduk. Jika jumlah wirausaha bertambah, pengangguran berkurang dan kemiskinan teratasi. Untuk itu, generasi muda harus beradaptasi terhadap perubahan, sebab peluang dan kesempatan selalu bersembunyi di balik perubahan. Rektor Prof. Gede Sri Darma mampu membawa kemajuan bagi Undiknas. Di antaranya membuka Program Studi Teknologi Informasi dan merekrut dosen dari luar negeri, salah satunya Robert-Vasile Moisa dari Romania. Tidak lama lagi menyusul empat dosen luar negeri lainnya termasuk memiliki mahasiswa dari Jepang, Korea, Afrika dan Timor Leste. Gede Sri Darma juga membawa Undiknas berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi asing, menjadi kampus pertama membuka kelas internasional dan sebagai member akreditasi internasional, ABEST21. (ad1431)

Bank Mantap Gandeng Badan Kepegawaian Nasional PMKRI-BEM Unwar Gelar ’’Talkshow’’ Menyikapi Bonus Demografi Indonesia

BANK Mandiri Taspen (Mantap) sepakat bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk meningkatkan pemanfaatan layanan produk dan jasa perbankan bagi pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana di Kuta, Badung, Jumat (25/5) lalu. Kerja sama tersebut meliputi pelaksanaan flagging bagi penerima fasilitas perbankan, sosialisasi layanan dan produk perbankan Bank Mantap kepada pegawasi ASN yang masih aktif dan yang akan menjelang pensiun di seluruh Indonesia dalam kegiatan pembinaan atau pembekalan kewirausahaan yang dilaksanakan BKN. Josephus K. Triprakoso mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan laba sebesar Rp 300 miliar atau tumbuh 153 persen (yoy) dan dana murah Rp 2,2 triliun atau tumbuh 122 persen (yoy). Dengan meningkatnya laba perseroan, maka akan meningkat juga deviden kepada negara. Tahun ini Bank Mantap telah menyetorkan deviden Rp 16 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,53 miliar. ‘’Ini komitmen kami sebagai lembaga keuangan milik bangsa Indonesia, dari negara dan untuk negara,’’ ungkapnya. Dalam mencapai target laba itu, perseroan harus mengakuisisi nasabah sebanyak 100.000 pensiunan atau 16 persen dari market share pensiunan PNS dan TNI/Polri di seluruh Indonesia. ‘’Tahun ini Bank Mantap mencanangkan 100.000 ASN yang berbayar. Per April sudah 40.000 ASN. Yang berbayar itu pensiunnya dibayar melalui kita. Jadi, 40.000 ini potensi menjadi debitur. Debitur kita 60.000-70.000. Kalau setiap tahun yang pensiun 75.000-100.000, kurang lebih 100.000-an setiap tahun tambahan new pensiun kita,’’ ujarnya. Pihaknya optimis dapat memberikan layanan keuangan yang memudahkan dan menguntungkan para pensiunan. Sebab, dukungan perusahaan induk yakni Bank Mandiri yang memiliki jaringan luas dan produk keuangan yang bervariasi, serta Taspen telah berpengalaman dalam memahami pola dan kebutuhan pensiunan. ‘’Dalam memudahkan layanan

JABAT TANGAN – Dirut Bank Mantap Josephus K. Triprakoso (kanan) berjabat tangan dengan Kepala BKN Bima Haria Wibisana usai menandatangani perjanjian kerja sama. transaksi para pensiunan, kartu ATM Bank Mantap sudah terintegrasi program Bank Indonesia (BI) yaitu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang memudahkan melakukan semua transaksi di mesin ATM dan mesin electronic data capture (EDC) dalam negeri serta layanan mobile banking yang sebentar lagi akan live,’’ tutur Jos. Bima Haria Wibisana menyatakan, ini merupakan perjanjian kerja sama untuk saling membantu. BKN memfasilitasi data PNS yang akan pensiun, sehingga bisa menjadi target layanan Bank Mantap. ‘’Untuk persiapan pensiunannya apakah dilakukan berbagai bentuk usaha atau yang lain,’’ tandasnya. Berdasarkan data BKN, sejak 2015 hingga saat ini lebih dari 200.000 ASN pensiun. Selain Bank Mantap, banyak perbankan yang mengajak kerja sama, namun hanya dalam bentuk pemberian modal, tanpa ada pendampingan. ‘’Meminjamkan modal pada orang yang tidak mengerti bagaimana menggunakan dana ini, justru menyulitkan. Untuk pendampingan diperlukan mentoring. Inilah kelebihan Bank Mantap,’’ bebernya. (ad1426)

Hadiri HUT Ke-5 CIS

Parwata Harapkan CIS Miliki Wawasan Nasional dan Cara Pikir Internasional SEKOLAH Cerdas Insan Sejahtera (CIS) Bali merayakan hari ulang tahunnya yang ke-5 di halaman sekolah yang terletak di Banjar Bhineka Nusa Kaning, Dalung, Sabtu (26/5). Hadir Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Bunda PAUD Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta, Kepala BNN Kabupaten Badung AKBP Ni Ketut Masmini, Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Parwata, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Badung Ni Wayan Kristiani, Kepala Dinas Kebudayaan Badung Ida Bagus Anom Bhasma dan Kabid Pendidikan Disdikpora Badung Made Mandi. Dalam sambutannya, Wabup Suiasa mengatakan berterima kasih atas undangan yang diberikan. Dari lima kali perayaan HUT di Sekolah CIS Bali ini, pihaknya sudah tiga kali hadir. ‘’Kabupaten Badung memprioritaskan sektor pendidikan di tingkat utama dalam layanan dasar pemerintah. Untuk membangun bangsa yang memiliki karakter sumber daya manusia yang baik, fondasinya harus yang baik. Untuk memiliki fondasi yang baik, maka pendidikan harus diutamakan karena merupakan fondasi membangun bangsa yang memiliki sumber daya manusia berkualitas,’’ ujarnya. Ia mengimbau semua pihak bersama-sama membangun pendidikan, karena pendidikan adalah tanggung jawab sekolah, pemerintah dan masyarakat. ‘’Mengingat besarnya perhatian pemerintah Badung terhadap pendidikan, kami berharap bisa meningkatkan kualitas dan saya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Sekolah CIS. Semoga Sekolah CIS bisa memotivasi dan bergerak di bidang pendidikan membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM masyarakat Badung,’’ ungkapnya. Ketua DPRD Badung Putu Parwata selaku tokoh masyarakat sekaligus Ketua DPRD Badung mengapresiasi apa yang dilakukan Sekolah CIS. Sekolah CIS sudah mengambil langkah-langkah konkret dalam menjaga kultur budaya masyarakat, khususnya di kawasan Dalung Permai. ‘’Sekolah ini mampu menggabungkan teknologi, seni, budaya dan adat menjadi kegiatan yang menarik dan bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya. Terbukti Sekolah CIS bisa menghadirkan tamu-tamu internasional untuk

POTONG TUMPENG - Wabup Badung Ketut Suiasa didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Nyonya Seniasih Giri Prasta, Nyonya Ayu Parwata, Ni Wayan Kristiani, I Made Yeskhiel Cristian Parwata dan Made Mandi memotong tumpeng pada puncak HUT Sekolah CIS Bali. ikut mengembangkan seni budaya kita. Untuk itu, kami harapkan Sekolah CIS menjadi role model berwawasan nasional, memiliki nasionalis tinggi namun cara berpikir internasional sehingga dapat mengembangkan anak didik secara maksimal,’’ tandasnya. Ketua Yayasan CIS Bali I Made Yeskhiel Cristian Parwata sebagai pengurus Yayasan CIS sangat berterima kasih atas kehadiran pemerintah dalam kegiatan HUT Sekolah CIS. ‘’Kami ingin CIS menjadi sekolah yang dapat bersaing dalam kegiatan nasional dan internasional,’’ jelasnya. Ia mengharapkan ada inovasi baru yang terus dilakukan pendidik di Sekolah CIS. ‘’Sekarang eranya serba digital, jadi guru atau pendidik harus melakukan inovasi dalam pembelajaran. Pembelajaran mengenai budaya mesti tetap concern dilaksanakan mengingat bangsa ini memiliki akar budaya yang kuat dalam mempertahankan NKRI,’’ paparnya. (ad1429)

PERHIMPUNAN Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Warmadewa (Unwar) menyelenggarakan talkshow ‘’Menyikapi Bonus Demografi Indonesia’’ Sabtu (26/5). Talkshow ini diikuti BEM dari universitas lain. Sebagai pembicara adalah Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan Ketua PMKRI Cabang Denpasar Efraim Mbomba Reda. Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T. mengatakan, talkshow adalah bentuk kegiatan yang meningkatkan penalaran mahasiswa khususnya BEM. Acara ini dirancang setiap tahun, namun diharapkan berlangsung enam bulan sekali. Tujuannya untuk meningkatkan minat dan bakat serta mengeksplor diri untuk kegiatan di bidang penalaran. Unwar sedang menyiapkan Simkatmawa (Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan). Program ini dinilai langsung oleh Ristek Dikti. Program Simkatmawa dikembangkan ke dalam tiga bidang yaitu penalaran dan keilmiahan mahasiswa, minat dan bakat. ‘’Bagaimana mereka meningkatkan hibah yang disiapkan oleh Ristek Dikti. Ketiga hal itu merupakan fokus kami agar mahasiswa mampu meningkatkan keilmiahan di tingkat nasional dan internasional. Kegiatan terkait program Simkatmawa telah dijalankan di Indonesia dan luar negeri. Jadi, itulah upaya kami untuk meningkatkan kualitas mahasiswa Unwar,’’ pungkasnya. Menurut Parwata, bonus demografi Indonesia yang berusia 15-64 tahun menjadi topik talkshow sangat penting dibahas. Usia ini 70 persen akan mendominasi penduduk Indonesia sampai tahun 2030. Dengan bonus demografi ini, Indonesia cukup berbangga. Namun, jika tidak menyiapkan SDM dari sekarang, bonus demografi tidak bisa dinikmati. Lewat penguatan SDM diharapkan bonus demografi dapat diraih. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti mendukung mahasiswa dan BEM universitas menyikapi bonus demografi, karena menyangkut mahasiswa sendiri. Topik ini

BUKA - WR III Unwar I Wayan Parwata (dua dari kiri) didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti memukul gong menandai pembukaan talkshow. sangat relevan dibahas mahasiswa karena problem ini yang dihadapi anak muda. Dikatakannya, bonus demografi positif bagi Indonesia karena tenaga kerja produktif lebih banyak daripada yang tidak produktif. Bonus demografi jika tidak dikelola dengan baik akan berbahaya. Tetapi bonus demografi kalau dibarengi peningkatan kualitas SDM sehingga mampu bersaing, akan menjadi modal besar bagi produktivitas negara dan meningkatkan pendapatan bangsa. Bila tidak dibarengi skill dan kompetensi, bonus demografi bakal menjadi beban negara. Bonus demografi merupakan orang yang energik, produktif dan muda. Oleh karena itu harus dipahami oleh mahasiswa, terlebih bonus demografi dibarengi peningkatan kapasitas, kualitas dan kesempatan kerja. Apalagi menghadapi revolusi industri 4.0 yang arahnya digital, pekerjaan tradisional akan berkurang. ‘’Sekarang orang jualan tanpa toko sehingga mengurangi tenaga kerja. Pekerjaan juga bisa dikerjakan di rumah dengan laptop atau tidak perlu kantor. Ini akan mengurangi kesempatan kerja bagi anak muda. Makanya tidak ada pilihan harus menjadi entrepreneur,’’ beber Wisnumurti. (ad1427)

Wuling Motors Hanawa Bali Perkenalkan Produk Cortez 1.5

WULING Motors Hanawa Bali memperkenalkan produk terbarunya yaitu Wuling Cortez 1.5, Sabtu (26/5). Produk terbaru ini adalah bagian dari komitmen Wuling untuk memberikan yang terbaik pada customer. Divisi Sales Supervisor Area Bali I Ketut Dedy Mahendra mengatakan, perkembangan otomatif yang semakin maju mendorong Wuling untuk menciptakan produk baru. Ditambah ketatnya persaingan, membuat perusahaan satu dan lainnya berlomba-lomba menciptakan produk baru. Pada zaman modern ini banyak orang mencari kendaraan sesuai kebutuhan dan budget keuangannya, untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin variatif maka Wuling mengeluarkan produk baru. Setelah sukses dengan Wuling Confero dan Wuling Cortez 1.8, kini dengan percaya diri Wuling memperkenalkan Wuling Cortez 1.5 dengan dua tipe yaitu tipe S dan C. Mobil Wuling terbaru ini memiliki kapasitas mesin 1.500 cc. Diharapkan keluaran mobil terbaru ini dapat memberikan pilihan bagi customer di Indonesia. Apalagi mobil berkapasitas 1.500 cc sangat digemari di Indonesia karena hemat bahan bakar dan harganya yang kompetitif. Harga di area Bali untuk Wuling Cortez 1.5 tipe S adalah Rp 209,8 juta dan tipe C Rp 219,8 juta. Dengan demikian, calon customer khususnya yang ada di area Bali memiliki banyak pilihan dan banyak produk yang bisa dibandingkan, sehingga semakin tajam untuk

PERKENALKAN - Owner Wuling Motor Hanawa Bali Handika (kiri) bersama Maria Agustina Soetanto dan Divisi Sales Supervisor Area Bali Dedy Mahendra (paling kanan) memperkenalkan produk terbaru Wuling Motors yaitu Wuling Cortez 1.5. memilih mobil. Tidak hanya menjual, Wuling juga menyediakan layanan mobile service 24 jam bagi customer. Fasilitas ini memberikan tambahan layanan bagi customer yang dalam kondisi emergency. Cepatnya respons petugas di Bali untuk melayani customer membuat Wuling Motors Hanawa Bali mendapat penghargaan the best quick respons untuk after sales. Untuk meningkatkan layanan dan ekspansi pasar, Wuling Motors menargetkan membuka 86 dealer di seluruh Indonesia. Bali ditargetkan memiliki empat dealer yaitu di Denpasar, Tabanan, Gi-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

anyar dan Badung. Dengan demikian akan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Terlebih lagi setiap showroom Wuling memiliki fasilitas 3 S. Selain sales juga melayani servis dan sparepart. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dengan persediaan sparepart atau servisnya. Wuling Motors Hanawa Bali memberikan promo khusus yaitu setiap pembelian produk pada bulan Mei akan mendapatkan free voucher bensin senilai Rp 1 juta atau E-toll senilai 1 juta dan free service dan maintanence selama tiga tahun/60.000 km (mana yang tercapai terlebih dahulu). (ad1428)


Senin Pon, 28 Mei 2018

Info seremonial

Wedakarna Tradisikan Sumbang Babi Guling Saat Galungan Desa Adat Dapat Imbau Pengusaha Pasang Penjor

SEJAK tahun 2015, tokoh muda Hindu Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga anggota DPD-RI Utusan Provinsi Bali memulai tradisi baru di kalangan pejabat yaitu menyumbangkan babi atau babi guling kepada umat Hindu yang membutuhkan. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah program acara yang digagas oleh Gusti Wedakarna di antaranya menyerahkan babi guling di sejumlah lembaga permasyarakatan (lapas) di beberapa daerah, membagikan babi guling di kalangan masyarakat miskin dan mengadakan Festival Babi Guling. Tradisi ini terus digelorakan oleh Gusti Wedakarna khususnya menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Imbauan kepada pengusaha di Bali baik pengusaha lokal, pendatang, tamiu maupun para ekspatriat agar memasang ornamen Galungan disampaikan oleh Senator Gusti Wedakarna di selasela memantau pelaksanaan Galungan. ‘’Saya mengimbau siapa pun warga yang ada di Bali agar memasang penjor di depan tempat usaha masing–masing. Ini wujud penghormatan pada alam Bali. Galungan bukan sekadar implementasi ajaran agama Hindu Bali, tetapi juga ujian untuk nilai toleransi yang sesungguhnya. Ibaratnya jika

SERAHKAN BUKU - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (kanan) menyerahkan Buku Gerakan Ekonomi Satyagraha kepada Ida Pedanda Gede Wayahan Bun di Geria Sanur Pejeng, Tampaksiring. benar-benar peduli terhadap alam Bali, maka pengusaha seharusnya tidak keberatan memasang penjor,’’ ungkapnya. Gusti Wedakarna menilai tiap desa adat berhak memberikan edaran, teguran bahkan sanksi kepada siapa pun pendatang yang tidak menghormati dresta adat di Bali. ‘’Di Perda Desa Pakraman sudah jelas tersirat bahwa Bali memiliki kekhususan desa adat yang dijiwai oleh nilai agama Hindu. Begitu juga di UU tentang Desa No.6 Tahun 2014 sudah jelas bahwa nega-

ra memberikan perlindungan pada adat istiadat di desa. Belum lagi ada ketentuan CSR di sejumlah UU termasuk UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT). Jadi, lingkungan dan sosial adalah tanggung jawab para pengusaha. Baik itu di Aceh, Yogya, di Papua maupun di Bali saya rasa semua pendatang harus ikut melestarikan kebudayaan masing– masing. Secara moral, dengan adanya imbauan memasang penjor dan penyaluran CSR membuktikan bahwa perusahaan tersebut baik itu

pabrik, hotel, toko, restoran, bank maupun lain sebagainya benar–benar merekrut orang lokal. Jangan sampai memiliki usaha di Bali, tapi pengusaha mengabaikan tenaga kerja lokal. Itu tidak manusiawi,’’ tegasnya. President The Hindu Center Of Indonesia ini ke depannya minta kepada warga adat Bali untuk senantiasa menjaga palemahan di Bali sebagai wujud kewibawaan desa adat. ‘’Kita harus menyadari bahwa desa adat di Bali memiliki kekuatan dan keunikan yang berbeda dari tempat lainnya di Indonesia. Bali tanpa budaya Hindu maka tidak ada artinya. Sebanyak 7 juta turis dan para investor datang ke Bali karena ingin melihat kebudayaan Bali. Maka dari itu mari peduli dengan budaya Bali dan harus dimulai dari keberanian tokoh desa adat, sekaa teruna dan jagabaya untuk berdebat, berargumentasi dengan landasan hukum yang kuat. Kedaulatan Bali ada di ujung lidah krama adatnya. Ngiring jadikan Galungan sebagai momentum yang baik untuk menjaga palemahan dan memberi wawasan pada tamiu dan pendatang terhadap budaya Bali,’’ papar Gusti Wedakarna yang merupakan putra salah satu pendiri PHDI, (Swargi) Shri Wedastera Suyasa. (ad1436)

SMPN 1 Denpasar Lepas 292 Siswa Kelas IX

Raih Nilai UNBK Terbaik di Bali, 98 Siswa Dapat 10 KELUARGA besar SMPN 1 Denpasar larut dalam kegembiraan dalam acara pelepasan siswa kelas IX, Sabtu (26/5). Semua tersenyum sesuai amanah Ketua Komite SMPN 1 Denpasar I Wayan Sugitha, S.H. demi kedamaian. Saat itu Kepala SMPN 1 Denpasar A.A. Gde Agung Rimbya Temaja, S.Ag., M.Ag. melepas 292 siswa kelas IX ditandai penyerahan siswa kepada perwakilan orangtua, I Made Mudastra, disaksikan Ketua Komite I Wayan Sugitha, S.H. Diserahkan pula penghargaan bagi 10 peraih nilai UN tertinggi. Mereka adalah AAN Radya Kishara, Putu Dipa Dharma Nandika, Ni Made Dyana Amritaloka, Yoga Pratiindya, Dinda Pramesti Sudastra, D.A. Ganishy Pyravani, Candra Askanela, Dea Nanda Puspita Andini, Edwin Candra, Nindya Sari Devi dan Kanaya Fide Kusuma. Kasek Agung Rimbya dan Wayan Sugitha juga melepas empat guru SMPN 1 Denpasar yang memasuki masa pensiun. Tercatat sejumlah kado pelepasan kali ini. Pertama, SMPN 1 Denpasar sukses meraih ranking I di Bali dalam perolehan rata-rata nilai UNBK yakni 353,41. Kedua, sukses mengantarkan

SERAHKAN - Kepala SMPN 1 Denpasar A.A. Gde Agung Rimbya Temaja menyerahkan siswa kelas IX kepada perwakilan orangtua Made Mudastra disaksikan Ketua Komite Wayan Sugitha. 89 siswanya meraih angka 10 di bidang studi Matematika. Ketiga, siswa kelas IX memberi sumbangan berupa alat peraga media pembelajaran. Langkah ini sangat positif karena bermanfaat bagi PBM untuk adik kelasnya. Ketua Komite Wayan Sugitha mengungkapkan rasa suka citanya karena anakanak SMPN 1 Denpasar mampu menjadi sekolah unggul dan bermutu di Bali. Ini semua berkat kerja cerdas, kerja keras dan kerja ikhlas siswa, guru, kasek dan komite siswa bersinergi membuat pendidikan bermutu. SMPN 1 Denpasar

menjadi rumah pencetak pemimpin bangsa. Notaris kondang ini menekankan soal pentingnya mengedepankan pendidikan berorientasi pada proses pembelajaran yakni mendapatkan nilai-nilai alias how to think bukan what to this. Semua ini dibingkai dengan moralitas. Sebab, ilmu tanpa agama akan buta dan agama tanpa ilmu akan lumpuh. Pendidikan harus didasarkan pikiran positif. Kuncinya adalah semua insan pendidikan harus senyum, tersenyum dan menebar senyuman. Senyuman adalah rumah

kedamaian untuk semua. Kepala SMPN 1 Denpasar A.A. Gde Agung Rimbya Temaja mengungkapkan rasa syukurnya karena di tengah persaingan UNBK yang ketat SMP yang dipimpinnya tetap menjadi yang terbaik di Bali. Ini semua berkat kerja keras guru, siswa dan komite sekolah. Ke depan ia ingin meraih terbaik perorangan dan nilai 10 untuk Bahasa Inggris, IPA dan Bahasa Indonesia. Untuk itu harus menjadi SDM yang pradnya paramitha sesuai tari kebesaran sekolah ini yakni meraih ilmu setinggi-tingginya. Agung Rimbya yang juga Guru Ajeg Bali Bali Post yakin 100 persen lulusannya diterima di sekolah negeri dan 85 persen diterima di SMA unggulan, Smansa dan Foursma. Bahkan, ada siswanya yang melanjutkan studi ke luar negeri. Lulusan SMPN 1 Denpasar adalah SDM cerdas dan berkarakter. Sekolah ini menyabet tiga predikat nasional yakni sebagai sekolah rujukan nasional, olahraga nasional dan Pengembangan Pendidikan Karakter (PPK), sehingga mampu menggaet sejumlah dana kementerian untuk pendidikan berkualitas. (ad1432)

SMP PGRI 3 Denpasar Perkuat Generasi Emas di Usia Emas PPDB 2018 Terima 11 Kelas Siswa Baru

SMP PGRI 3 Denpasar kembali melahirkan SDM Bali yang cerdas dan berkarakter. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si., Minggu (27/5) kemarin melepas 387 siswa kelas IX yang lulus 100 persen. Acara pelepasan ditandai penyerahan siswa oleh Kasek Made Suada kepada Ketua Komite Drs. I Ketut Sarjana. Suasana pelepasan sumringah, sebab dilaksanakan sehabis digelar Festival Pelajar Spiga. Saat itu juga diserahkan penghargaan bagi empat peraih nilai UNKP tertinggi yakni Ni Putu Sugiantari, Made Astito Yogi Prasana, Adiguna Rijata Kusuma dan Kadek Ariska Rima Duta Sastra. Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada minta lulusannya tidak cepat berpuas diri setelah tamat SMP. Perjalanan hidup menuju generasi emas masih jauh. Untuk itu, temukan identitas diri di masa emas ini. Masa emas menempuh pendidikan yakni dari SLTA hingga tamat di perguruan tinggi sangat menentukan masa depan. Makanya lulusan harus cerdas menentukan studi lanjut ke SMA atau SMK. Made Suada yang juga

BUNGA - Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. menyerahkan buket bunga kepada peraih nilai UNKP tertinggi. Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali menambahkan, peran orangtua siswa sangat diperlukan dalam bentuk pendampingan agar lulusan tak salah pilih sekolah. Mereka tak boleh dibiarkan memilih sekolah berdasarkan pilihan teman-temannya, melainkan atas kesadaran tinggi dengan mempertimbangkan berbagai potensi diri. Hasil survei tracer alumni menunjukkan hampir 50 persen lulusan SMP PGRI 3 Denpasar diterima di SMA dan SMK negeri di Denpasar, sisanya memilih sekolah PGRI yang

dikenal berkualitas.a Ia yakin lulusannya akan menjadi SDM Bali yang tangguh, cerdas dan berkarakter. Makanya Made Suada mengajak masyarakat yang ingin anaknya memiliki disiplin tinggi dan budaya berprestasi serta berkarakter bergabung dengan SMP PGRI 3 Denpasar di Jalan Gunung Agung, Gang V Denpasar. Pada PPDB 2018 ini, SMP PGRI 3 Denpasar menerima 11 kelas siswa baru. Lulusan SD di Denbar sekitar Jalan Gunung Agung, Gang V, diberi berbagai kemudahan.

Sistem seleksinya memprioritaskan calon siswa yang pertama menentukan pilihan di sekolah itu, jika kuota terpenuhi pendaftaran langsung ditutup. Semua siswa masuk pagi karena dilengkapi 25 ruang belajar. Sore hari khusus dipakai untuk mengembangkan diri dan ekstra. Kasek Made Suada bersama Wakasek Kurikukum I Nyoman Budastra, S.Pd. didampingi Wakasek Kesiswaan I Made Wendi Karnata, S.E., Saspras Ni Wayan Sudiasih, S.Pd. dan Humas Cpk. Istri Putri, S.Pd. sukses mengantarkan sekolah ini meraih dua prestasi nasional yaitu sebagai Sekolah the Best Favorite School of the Year dan the Best Leading Education School of the Year. SMP PGRI 3 Denpasar tetap menjadi sekolah kembarannya SMPN 4 Denpasar didukung 85 guru. Kepala SMPN 4 Denpasar yang juga Pembina SMP PGRI 3 Drs. I Wayan Dhania, M.Pd. membenarkan lulusan SD di Denbar yang tak mendapat sekolah negeri umumnya memilih sekolah di SMP PGRI 3 Denpasar. Alasannya, kualitas PBM dan SDM pendidiknya sama karena diajar oleh guru SMPN 4 Denpasar. (sue)

5

Varis Hujan Motor dari PT BPR Varis Mandiri

BeAT CW F1 Sporty dan Scoopy untuk Sidartha dan Wirata PT BPR Varis Mandiri menyerahkan dua unit sepeda motor BeAT CW F1 Sporty kepada M. Sidartha, nasabah dari Jalan Dewata, Banjar/ Lingkungan Batur, Ubung, Denpasar, dan Honda Scoopy untuk Gede Wirata, S.Sos., nasabah dari Jalan Sakura IV, Gang C No.5 Banjar/Lingkungan Kerta Buana, Denpasar, Senin (14/5) lalu. M. Sidartha dan Gede Wirata adalah dua di antara banyak nasabah yang telah merasakan langsung keuntungan mengikuti program Varis Hujan Motor PT BPR Varis Mandiri. M. Sidartha dan Gede Wirata mempercayakan transaksi keuangan di PT BPR Varis Mandiri dengan keuntungan yang luar biasa. Sebab, selain satu motor BeAT CW yang bisa didapatkan secara langsung, mereka juga tetap mendapatkan bunga deposito setiap bulannya. Ini membuktikan layanan BPR Varis Mandiri memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan slogannya ‘’Jadi Nasabah PT BPR Varis Mandiri Pasti Untung’’. Komitmen PT BPR Varis Mandiri terhadap kualitas layanan telah terbukti. Selain Varis Hujan Motor dengan deposito Rp 50 juta, ada hadiah berupa mobil melalui program Deposito Bonus Plus dengan deposito hanya Rp 250 juta yang sebelumnya sudah diserahkan kepada sejumlah nasabah. ‘’Tak perlu ragu dengan PT BPR Varis Mandiri sebab ternyata banyak keuntungan yang bisa didapat dengan mempercayakan transaksi keuangan di PT BPR Varis

HADIAH MOTOR – PT BPR Varis Mandiri menyerahkan sepeda motor kepada nasabah M. Sidharta dan Gede Wirata yang mengikuti program Varis Hujan Motor PT BPR Varis Mandiri. Mandiri. Ini membuktikan layanan BPR Varis Mandiri memiliki kualitas yang baik. Saya mengucapkan terima kasih atas layanan dan kemudahan yang telah diberikan. Semoga BPR Varis Mandiri semakin jaya dan selalu mendapat tempat di hati masyarakat,’’ ujar M. Sidartha dan Gede Wirata. Keuntungan lainnya tentu saja rasa aman menyimpan dana di PT BPR Varis Mandiri. Pasalnya, di PT BPR Varis Mandiri, dana nasabah dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan berbagai macam keunggulan inilah PT BPR Varis Mandiri makin dipercaya masyarakat. Selain Sidartha dan Gede Wirata, sejumlah nasabah lainnya sudah membuktikan kualitas layanan khususnya kemudahan mengikuti program PT BPR Varis Mandiri

yang beralamat di Jalan Raya Mengwitani No.2X, Mengwi Badung, Bali, (0361) 829 786, 829 954, 829 884 (Kantor Pusat) dan kantor-kantor pelayanan PT BPR Varis Mandiri lainnya yaitu Kantor Cabang Jalan Gatot Subroto Timur Blok C No.83 X Denpasar, telepon (0361) 262 121, 4747 843, Kantor Kas Kerobokan Ruko Gunung Sanghyang Sudarma No.8K Kerobokan, telepon (0361) 8495 111, 8495 101 dan Kantor Kas Dalung Jalan Raya Padang Luwih No.147 Dalung, telepon (0361) 9004 571. Prosesnya yang mudah alias tidak berbelit-belit, menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk mempercayakan penempatan dana dan transaksi keuangan di BPR Varis Mandiri yang terus melakukan inovasi kreatif tersebut. (ad1434)


OPINI

6

Senin Pon, 28 Mei 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kebalian Bali Harus Tetap Dijaga BANYAK yang mengkhawatirkan masa depan SDM Bali. Ada beberapa alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, SDM Bali kurang gigih dalam memenangkan persaingan. Kedua, tidak percaya diri dalam mengemukakan pendapat. Ketiga, masih pilihpilih pekerjaan. Ketiga alasan tersebut menjadikan mereka tersisih. Kalah dari pencari kerja dari luar. Ini memang mengkhawatirkan. Apalagi sering menjadi ajang pertemuan internasional. Sepeti pertemuan IMF-Bank Dunia yang akan dilangsungkan di Bali, Oktober mendatang. Selain itu, Bali juga menjadi tempat para turis mancanegara berwisata. Tahun 2019 mendatang ditargetkan 20 juta turis datang ke Bali. Pertanyaannya, sejauh mana pertemuan dan kunjungan turis itu berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat? Jangan sampai Bali sekadar mendapat nama, sementara hasil-hasilnya dinikmati orang luar. Ini tentu sangat disayangkan. Ini sebuah tantangan besar bagi kita semua untuk peduli dengan nasib Bali yang masih menyimpan banyak KK miskin. Selama ini KK miskin dipakai jargon politik. Saat pilkada semua calon concern memperhatikan KK miskin sekalian mengumbar janji-janji pemberdayaan. Namun, setelah menjabat nasib anak bangsa ini terlupakan. Tidak hanya KK miskin, secara umum kualitas pendidikan di Bali harus pula dikedepankan. Karena di situlah salah satu kunci kesuksesan mencetak SDM berkualitas. Tantangan yang kita hadapi saat ini adalah persaingan yang demikian ketat. Tak hanya sesama warga bangsa. Juga dengan SDM internasional. Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah awal dari keterbukaan yang memberikan ruang yang lebih luas kepada pekerja asing yang mempunyai kualifikasi tertentu. Kini keluar perpres tentang tenaga kerja asing. Kebijakan Presiden ini dinilai akan semakin memperketat persaingan ketenagakerjaan di dalam negeri. Sekaligus berpotensi menyisihkan tenaga kerja yang punya kemampuan ‘’pas-pasan’’. Terlebih lagi banyak investasi yang membawa serta pekerjanya ke Indonesia. Tentu hal ini ‘’kabar buruk’’ bagi pekerja yang belum memiliki skill dan kompetensi. Bali ibarat gulanya Indonesia akan diserbu oleh tenaga kerja asing. Mereka mempelajari bahasa dan budaya kita. Padahal sebenarnya mereka mulai melirik pasar kita dengan pendekatan sosiologis sebelum memasukkan produk dan jasanya. Oleh karenanya SDM Bali harus jengah. Jangan sampai kalah bersaing. Adalah menjadi kewajiban pemerintah untuk terus meningkatkan SDM Bali lewat pendidikan, utamanya di sektor pariwisata. Sebab, sektor pariwisata saat ini masih menjadi andalan penerimaan negara. Pariwisata harus tetap survive dan meningkat. Untuk itu pemerintah harus membantu pengembangan lembaga vokasi, khususnya bidang pariwisata. Penting juga bagi pemerintah untuk memelihara budaya, sebagai ikon pariwisata. Sebab, masyarakat Bali kini babak belur menghadapi persaingan di tengah pariwisata budaya. Mereka bertahan untuk menjadikan Bali tetap menjadi daya tarik. Lingkungan mereka jaga. Budaya juga tetap menjadi warna keseharian mereka. Tetapi sayang, mereka hanya ditonton. Mereka hanya dikagumi. Namun tidak memberi manfaat yang setimpal terhadap jerih payahnya sebagai pengusung budaya. Semestinya pemerintah hadir menanggulangi secara totalitas beban pelestarian, dengan melakukan perhitungan yang lebih memihak pada masyarakat Bali terkait hasil dari pariwisata, termasuk ikutannya. Berkaca dari keadaan tersebut, tentu kita sangat miris. Pelestari budaya sekaligus pelaku budaya terpinggirkan di daerahnya sendiri. Ke depan pemerintah khususnya pemerintah daerah harus hadir. Kini sudah saatnya Bali menuntaskan persoalan dengan memperjuangkan apa yang menjadi hak Bali. Pemerintah harus memahami kesulitan rakyat dengan beratnya beban sebagai pelestari budaya yang selama ini menjadi ‘’jualan’’ para elite untuk menarik minat wisatawan.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Peran Pecalang Desa Pakraman Saya menyampaikan ucapan selamat hari raya Galungan dan Kuningan, sebelum saya menyampaikan harapan pribadi saya kepada pembaca. Semoga kita semua diberkati pada hari raya ini. Sebenarnya, sejak saya mendengar teror bom marak lagi di negeri ini, saya ingin menulis harapan saya kepada pemerintah, termasuk Pemerintah Provinsi Bali. Harapan saya sederhana saja, terutama terkait dengan masalah kependudukan. Yang saya tahu, saat ini pengaturan penduduk pendatang di wilayah desa adat kini sangat sulit. Pecalang yang selama ini menjadi pengontrol dan pendata kehadiran pendatang tak berani berbuat banyak. Takut kena pungli katanya. Tapi jika melihat pentingnya ada penegakan aturan adat dalam penertiban penduduk pendatang, saya tetap berharap pecalang bisa memegang peran pengamanan wilayah desa adat secara lebih jelas. Untuk itu, agar Pemerintah Provinsi Bali merancang program pengendalian kependudukan secara lebih detail. Pengendaliannya bukan dalam konteks membatasi pendatang datang ke Bali, tetapi agar mereka juga ikut menjaga wilayah adat. Jadi ada sinergi dalam menanggung beban pengamanan wilayah adat. Selama ini pengamanan wilayah adat terkait dengan beban upacara keagamaannya hanya ditanggung umat warga desa pakraman. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Galungan, Gunakan Kebenaran Bukan Pembenaran

Boleh jadi Galungan merupakan satu-satunya hari suci Hindu yang dilengkapi motto: satyam eva jayate, na anrtam, hanya kebenaran yang berjaya (menang), meski selalu disertai kata ‘‘pada akhirnya’’. Setidaknya Hari Suci Galungan intens mengingatkan, sekaligus mengamanatkan umat agar dalam menjalani kehidupan dengan segala perjuangannya tetap menggunakan kebenaran sebagai pedoman, bukan pembenaran sebagai perhitungan. Sebab, pada era global kekinian, banyak hal atau persoalan yang direspons, bahkan diselesaikan dengan bahasa “pembenaran”, menuruti kepentingan masing-masing. Inilah tampaknya yang menjadi salah satu penyebab mengapa kehidupan saat ini bukannya bertambah tenang, rukun dan damai, tetapi justru semakin hari bertambah marak riak-riak konflik, entah melalui perdebatan, perseteruan, pertikaian, termasuk lewat aksi peperangan yang celakanya seringkali menyebut atau mengatasnamakan agama dan Tuhan, sebagai yang seolah-olah memerintahkannya.

Oleh I Gusti Ketut Widana

E

ntitas Tuhan Yang Maha Suci dan Sempurna, begitu cepat dan mudah direduksi hingga mengalami distorsi oleh tafsir-tafsir atas dasar olah pikir manusia yang jauh dari sempurna, sehingga tak jarang luaran pernyataanpernyataannya nyaplir bin sanglir (menyimpang) lantaran banyak “dipelintir” sesuai tujuan akhir yang ingin dicapai. Lebih tidak habis pikir lagi, hal itu tidak jarang berasal dari sosok yang diposisikan sebagai  panutan, malah dianggap tokoh suci, setidaknya selalu dinilai benar sebenar-benarnya, apa pun yang dinyatakannya. Dari sini kemudian muncul kebenaran-kebenaran yang sebenarnya tidak benar lantaran sarat dengan kalimat pembenaran, bahkan bisa berubah menjadi doktrin yang mampu mencuci otak mereka yang terlanjur memercayainya. Namun sebagaimana menjadi motto Galungan, kendati kebenaran diputar-balik menjadi pembenaran, pada akhirnya kebenaran jugalah yang akan keluar sebagai pemenang. Itulah sebabnya hari suci Galungan menjadi momen ritual yang teramat

penting dan bermakna bagi umat Hindu, karena digelorakan semangat untuk sungguh-sungguh dan teguh berjuang membela dan menegakkan kebenaran, sebagaimana dinyatakan kakawin Ramayana, 24.89, “Prihen temen dharma dumarananang sarat, saraga sang sadhu sireka tutana, tanartha tan kama pidonia  tan yasa, ya sakti sang sajjana dharma raksaka” (utamakanlah kebenaran dengan sungguh-sungguh, kepribadian orang budiman yang patut ditiru, bukan keinginan, bukan balas jasa yang menjadi tujuan, kekuatan orang yang berbuat kebaikan adalah kebenaran dipegang teguh). Senada dengan itu, kitab Slokantara 3 (7) menegaskan: Tidak ada dharma (kewajiban suci) yang lebih tinggi dari Kebenaran, tidak ada dosa yang lebih rendah dari dusta. Dharma harus dilaksanakan di ketiga dunia ini dan Kebenaran harus tidak dilanggar. Persoalannya, dalam relasi berkehidupan antar sesama seringkali mengalami kesulitan membedakan antara kebenaran dengan pembenaran. Adakalanya apa yang sejatinya merupakan kebenaran malah dikatakan sebagai pembenaran. Sebaliknya sudah nyata-nyata pernyataannya seb-

agai sebuah pembenaran, tetapi jutsru dinilai sebagai kebenaran. Mencermati ‘‘abu-abunya’’ antara kebenaran dan pembenaran, kitab Manawadharmasastra, II.6 memberikan pegangan: “idhanim dharma pramananyaha, wedo khilo dharma mulam, smrticile ca tatwaidam, acarascaiwa sadhunam, atmanastutir ewaca” (seluruh pustaka suci Weda adalah sumber pertama dari Kebenaran (dharma), kemudian adat istiadat, lalu tingkah laku yang terpuji dari orang budiman yang mendalami pustaka suci Weda, juga tata perikehidupan orang suci, dan akhirnya kepuasan diri pribadi). Jadi, apa yang disebut sebagai sesuatu yang benar atau memiliki nilai kebenaran, tergantung pada asal muasal atau sumber rujukannya. Dalam hierarki kebenaran menurut Hindu, kitab suci Weda (Sruti) menempati posisi tertinggi, sebagai rujukan absolut dan bersifat doktriner. Weda sebagai kitab suci bersifat wahyu (daiwi wak), kebenarannya merupakan kebenaran ajaran-Nya (Satyam swarupa Brahman). Turun setingkat dari Weda Sruti, namanya Weda Smrti, meski sudah masuk ke ranah tafsir,  tetapi tetap sebagai  sumber kebenaran juga yang wajib

Politik Uang yang Senyatanya

KITA semua butuh uang tapi uang bukan segalanya, benarkah? Untuk menjawab pepertanyaan ini, tidak perlu bertanya kepada rumput yang bergoyang, tapi bertanyalah kepada petani (wong Sudra) yang memiliki kekuatan menghasilkan kebutuhan dasar hidup manusia (pangan). Hasil kerja wong sudra tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk tri wangsa. Dengan kata lain, semua wangsa manusia butuh pangan, tapi berkarma untuk menghasilkan pangan hanya ada pada petani sekaligus penentu bagi kelangsungan hidup manusia. Tidak bisa dimungkiri, petani juga butuh uang, tapi kalau hasil kerja petani hanya subsisten untuk petani sendiri, dapat dipastikan golongan tri wangsa tidak akan bisa melanjutkan hidupnya walau punya uang segudang. Dan petani dengan hasil kerjanya akan tetap eksis walau tidak punya uang sepeserpun. Tetapi di zaman now, uang sudah dijadikan faktor penentu bagi kelangsungan hidup manusia, ada uang abang sayang tidak ada uang abang tertendang. Bahkan uang sudah menjadi alat politik yang dijitukan oleh orang yang ngebet ingin menjadi pemimpin. Dan sudah dibuktikan oleh Anis Baswedan di DKI ketika berkampanye menjanjikan rakyat memiliki rumah dengan DP Rp 0 dan berhasil. Baginya yang penting menjadi pemimpin dulu, soal menepati janji itu bagaimana nanti saja, Que serasera. Mungkin ingkar janji dalam kampanye politik tidak terikat dengan pasal wanprestasi dalam hukum perdata, sehingga Paslon

Oleh I Wayan Sariasa Gubernur Bali Mantra-Kerta pun menjitukan politik uang dengan menjanjikan bantuan dana sebesar Rp 500 juta/tahun/desa pakraman, atau sekitar ¾ triliun/tahun untuk seluruh desa pakraman se-Bali, jika rakyat Bali memilihnya menjadi Gubernur Bali. Jumlah dana tersebut kira-kira sama dengan dana desa yang disiapkan setiap tahun oleh pusat untuk Bali. Rakyat Bali dimaksud tentu bukan hanya orang Bali yang melembaga di desa pakraman, tetapi seluruh rakyat yang ber-KTP Bali, baik Hindu, Buddha, Islam, Kristen maupun Kongfusius. Dan uang yang dijanjikan tentu dari PAD Bali, baik yang bersumber dari pajak daerah maupun dari dana perimbangan pusat, yang dijelmakan menjadi APBD. Adalah menjadi kewajiban pemimpin (presiden/kada) untuk mengelola APBN/APBD menjadi perbuatan, tidak hanya berwujud fisik tapi juga nonfisik yang berguna, bukan untuk sekelompok masyarakat, tapi bagi seluruh rakya. Juga bukan perbuatan untuk pencitraan pragmatis pada saat memimpin, tapi perbuatan yang menghasilkan efek multi yang manfaat, nyata mengatasi permasalahan rakyat yang dihadapi baik pada saat memimpin maupun ke depannya setelah menjadi mantan pemimpin. Bali yang agraris yang lebih memanjakan pariwisata sebagai mesin perekonomian Bali, tak

terhindarkan telah mengundang berbagai permasalahan serius, seperti; (i) Alih fungsi lahan pertanian yang berakibat semakin menurunnya luas tanam untuk memproduksi kebutuhan dasar hidup manusia. (ii) Kerja bertani semakin ditinggalkan oleh wong sudra dan lebih tertarik bekerja di sektor lain, terutama pariwisata. Kerja bertani dianggapnya tidak menarik dan tidak mulia, selain tidak menghasilkan profit juga dekil. Patal (pabrik pemintalan) Tohpati yang memproduksi sandang pun tidak mampu mendiversifikasi petani untuk menyediakan bahan bakunya berupa kapas, dan kini hanya tinggal kenangan setelah ditutup dan diganti dengan Hunian Landed House Vasaka. Padahal lahan dan agroklimat Bali sangat potensial menghasilkan kapas tanpa mengganggu produksi pangan (padi, jagung/palawija), karena sebagai tanaman semusim, kapas dapat ditumpangsarikan bersama jagung/palawija. Apalagi kapas, seperti juga kelapa daksina, selain sebagai bahan baku sandang, benang/kapas juga diperlukan untuk perlengkap sarana bebantenan dan ritual lainnya, seperti benang tridatu dll. tetapi toh tidak bisa menyemangati petani Bali untuk menghasilkan kapas yang notabene mayoritas bereligi Bali. Selain itu, di tengah-tengah generasi melineal sudah tidak sedikit wong sudra beralih menjadi

hukumnya untuk ditaati. Selepas itu ada sumber kebenaran yang disebut Sila, tiada lain suriteladan kebenaran dan kebaikan yang ditunjukkan orang-orang yang baik status maupun perilakunya merefleksikan kesucian. Setelah itu, ada kebenaran yang bersumber dari Acara, atau adat dan adab kebiasaan bernilai luhur yang secara turun-temurun diyakini memiliki nilai kebenaran sehingga patut dilanjutkan dalam praktik hidup keseharian. Posisi terakhir dinamakan Atmanastusthi, sumber kebenaran yang berasal dari suara hati nurani, sebagai pilihan pamungkas ketika kebenaran-kebenaran pendahulunya dirasakan belum memberikan kemantapan untuk memutuskan sesuatu. Bukan karena tidak percaya atau tidak meyakini kebenaran yang lebih tinggi, tetapi lebih disebabkan oleh ketidakmapuan sang diri memahami secara mendalam antara apa yang tersurat dalam tekstual dengan kandungan konseptual yang hendak direalisasikan secara kontekstual. Lebih dari itu, agar tidak terpeleset dalam menafsir sumber-sumber kebenaran, sekaligus menghindari  terjerumusnya kebenaran menjadi sumber pembenaran yang tentu saja bisa menyesatkan jalan pikiran dan tujuan hidup manusia. Karena, sebagaimana dikatakan tokoh Hindu Mahatma Gandhi, “Kebenaran itu sesungguhnya adalah hukum hidup kita. Filosof Prancis La Rochefoucauld menambahkan,

“Kebenaran itu ialah sumber dan jalan menuju kesempurnaan dan keadilan”. Sementara itu, ahli pikir Jerman, Lessing, sebagaimana dikutip dari buku “Rintisan Filsafat” karya Abu Hanifah (1947), membuat analogi ketika hendak menentukan pilihan tentang kebenaran: “Kalau Tuhan misalnya menggenggam di dalam tangan kanan-Nya segala pengetahuan tentang kebenaran dan di dalam tangan kirinya hanya semangat mencari kebenaran dengan kemungkinan terkandung kesalahan, lalu Tuhan bersabda kepada saya: “Pilihlah mana yang engkau suka”. Maka saya akan menyembah di bawah telapak kaki-Nya dan saya akan berseru: “Tuhanku, berilah hamba isi tangan kiri-Mu, sebab kebenaran asli adalah buat Tuhan sendiri”. Dikaitkan amanat hari suci Galungan, hendaknya umat Hindu tetap mengedepankan  semangat menggunakan ajaran kebenaran, bukan ujaran pembenaran yang adakalanya dibumbui aroma kebencian, seperti belakangan marak terekspos yang disadari ataupun tidak dapat mengancam kebenaran hakiki yang selalu terobsesi menjaga kehidupan ini dalam kondisi santi; damai di hati, damai di dunia, dan damai selamanya. Penulis, Dosen Fakultas Pendidikan Agama dan Seni Unhi Denpasar

’’Kendati kebenaran diputar balik menjadi pembenaran, pada akhirnya kebenaran jugalah yang akan keluar sebagai pemenang. Itulah sebabnya hari suci Galungan menjadi momen ritual yang teramat penting dan bermakna bagi umat Hindu.’’ sulinggih berpredikat pandita setelah melalui prosesi madwijati. Menjadi pandita dengan busana serba putih dianggapnya lebih mulia, lebih suci dan lebih terhormat daripada menjadi petani yang berkotor-kotor. Bukankah karma yang paling mulia itu justru dimiliki oleh petani, karena tanpa hasil kerja bertani manusia tidak bisa berbuat apa-apa! Masalah serius lainnya (iii) linkungan Bali semakin tidak menyehatkan; kemacetan lalu lintas, volusi udara, kebisingan dan sampah plastik yang di mana-mana. Juga fasilitas publik yang ada semakin tidak dibutuhkan rakyat Bali seperti angkutan umum dalam kota dan antarkabupaten hampir semua terminal dan halte bus/angkutan umum menjadi tidak berfungsi lagi. Perbuatan seorang pemimpin rakyat dapat dikatakan seperti pepatah “sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui”, menangani satu masalah bisa mengatasi berbagai persoalan lainnya yang berkeadilan sekaligus. Keadialan sosial dalam kebinekaan; adil bukan berarti harus sama, bisa tidak sama tapi tidak boleh timpang. Adalah tidak adil, jika petani yang menghasilkan bahan baku beras (GKP) untuk semua wangsa, tapi ketika mengonsumsi beras harus membelinya lebih dari dua setengah kali harga GKP yang diterimanya. Oleh karena itu, akan menjadi lebih adil jika janji politik yang dikampanyekan oleh paslon Gubernur Bali tersebut di atas, bukan langsung kepada desa pakraman tetapi untuk rakyat Bali secara keseluruhan plus bantuan dana desa dari pusat dipakai mensubsidi peningkatan harga Gabah Kering Petani (GKP) hingga menjadi mini-

mal sekitar Rp 7.000/kg yang saat ini hanya berkisar Rp 4.500/kg. Itulah politik uang yang senyatanya, dan dengan begitu efek multinya akan dapat mengeliminir masalah tersebut di atas, bisa dinikmati oleh semua komponen rakyat Bali baik langsung maupun tidak langsung. Lagi pula, dengan melalui penanganan pertanian Bali bukan melalui pariwisata, berarti mengelola alam budaya Bali yang outcomes-nya adalah pariwisata juga. Penulis, Pemerhati Budaya Bali

POJOK

Satu karung e-KTP tercecer di jalan, Mendagri sebut ada sabotase. - Di daerah blangko terbatas. *** Kalangan pariwisata Bali menjerit, banyak agen perjalanan ilegal di Bali. - Pemicu pariwisata murahan. *** Harus diperkuat kecintaan anak muda pada budaya Bali. - Orang luar jual budaya Bali.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Pon, 28 Mei 2018

Realisasi Pendapatan PBB P2 Lebihi Target

Tabanan (Bali Post) -

Sejak diserahkan kewenangan kepada kabupaten, realisasi pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Kabupaten Tabanan melebihi target. Hal itu dapat dilihat dari data kurun waktu lima tahun terakhir. Tahun 2013, penerimaan pajak PBB-P2 ditargetkan Rp 11.631.912.000 dan realisasinya Rp 15.474.589.490. Tahun 2014 targetnya Rp 11.631.912.000, realisasinya mencapai Rp 15.105.953.335. Tahun 2015 target penerimaan Rp 14.131.912.000 realisasinya mencapai Rp 15.227.117.084. Tahun 2016 target yang ditetapkan Rp 13.940.470.000 dan realisasinya Rp 14.638.670.319. Tahun 2017 target pendapatan PBBP2 Kabupaten Tabanan dipatok Rp 13.940.470.000 dan realisasinya Rp 14.763.924.854. Kepala Bidang PBB P2 dan PPHTB, Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan Wayan Wiratma, S.IP., M.Si. beberapa waktu lalu mengungkapkan, meski terjadi pengurangan pendapatan PBB P2 karena tidak beroperasinya Hotel Nirwana Resort di Tanah Lot sejak tahun 2017, namun penerimaan pajak PBB P2 di tahun 2017

masih mencapai target yang ditetapkan. ‘’Meski hotel tidak beroperasi tetapi pajak buminya masih dibayarkan,’’ ujarnya. Ia menjelaskan, pendapatan pajak dari Nirwana Resort tidak hilang sepenuhnya. Meski bangunan sudah rata dengan tanah dan pajak bangunan tidak dibayarkan, namun pajak bumi masih berlaku. Pengurangan pajak karena tidak beroperasinya Hotel Nirwana Resort sekitar Rp 194 juta. Wiratma melanjutkan, target-target yang ditetapkan setiap tahunnya tidak hanya didasari oleh realisasi penerimaan pajak pada tahun berjalan, tetapi juga termasuk piutang pajak sebelumnya. Terkait piutang ini, lanjut Wiratma, pihaknya terus melakukan pengecekan ke lapangan untuk mendata sekaligus memverifikasi langsung melalui UPT dan wajib pajak. Timbulnya piutang pajak ini, menurutnya, terjadi karena beberapa faktor, yaitu kes-

alahan di basis data yang menyebabkan dobel pencatatan, dan adanya pencatatan untuk fasilitas umum yang masuk dalam wajib pajak, di mana seharusnya fasilitas umum seperti rumah dinas dan kuburan tidak masuk dalam target penerimaan PBB P2. Guna meningkatkan pendapatan dari pajak ini, pihaknya meningkatkan layanan berupa pilihan yang bervariasi, dalam hal pembayaran pajak. Saat ini dalam hal pembayaran pajak, sistem jemput bola tidak lagi diterapkan. Dalam membayarkan pajaknya, Badan Keuangan Daerah bekerja sama dengan Bank BPD Bali membuka link pelayanan pembayaran PBB P2, di antaranya melalui BUMDes, LPD hingga koperasi. ‘’Artinya, kini masyarakat kami berikan banyak pilihan untuk bisa melakukan pembayaran PBB P2 di mana saja, termasuk juga melalui aplikasi mobile banking Bank BPD Bali,’’ ujarnya. (kmb24)

Bangun Pendidikan Sehat

Bupati Ajak Insan Pendidikan Bersinergi

Bali Post/kmb28

DEWAN PENDIDIKAN - Bupati Tabanan saat meninjau gedung baru Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan. Tabanan (Bali Post ) – Memajukan dunia pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun diperlukan keterlibatan masyarakat serta komponen pendidikan lainnya. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menekankan agar seluruh insan pendidikan bersinergi mengawal dan menjadikan pendikan Tabanan menjadi pendidikan yang sehat. Caranya, menekankan pentingnya pendidikan budi pekerti serta membangun karakter kuat pada generasi muda. Hal itu disampaikan saat meninjau gedung kantor Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Tabanan, belum lama ini. Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan semua pelaku pendidikan baik pemerintah, dewan pendidikan, klinik pendidikan ha-

rus berperan mengawal dan menjadikan pendidikan di Tabanan sehat. ‘’Jadikan anak-anak tangguh yang dapat membawa pendidikan ke depan. Benahi apa yang kurang dan lakukan evaluasi,’’ ungkapnya. Bupati Eka mengingatkan, pendidikan nonformal juga sangat dibutuhkan. Generasi muda harus diajarkan dan ditanamkan tentang budi pekerti dan pembentukan karakter yang kuat, dengan begitu mereka akan memiliki kepribadian yang kuat, dan bisa mengisi kemerdekaan. ‘’Di balik kepintaran, kecerdasan ada karma baik yang harus ditabung. Karakter budaya harus diangkat, jangan sampai generasi muda menjadi generasi yang mono. Generasi muda harus bisa berempati, bergaul, punya jati diri, sehingga harus dipikir-

Tabanan (Bali Post) Jelang hari raya Galungan dan Kuningan, jajaran Polsek Kota Tabanan menggelar operasi miras. Meski tidak membuahkan hasil dalam operasi yang digelar Minggu

(27/5) kemarin, kegiatan ini akan terus dilakukan untuk mencegah munculnya hal-hal negatif yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Kapolsek Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja

kan pendidikan formal yang bisa membawa kepribadian bangsa,’’ ujarnya. Tidak hanya itu, peran serta guru, dan orangtua sangat penting dalam mengawasi dan memberikan pendidikan kepada anak, apalagi saat ini teknologi sudah sangat maju, sehingga membuat komunikasi anak dengan orang lain berkurang. ‘‘Peran guru dan orangtua sangat penting, saat ini teknologi sudah sangat maju, sehingga membuat anak-anak menjadi jarang berkomunikasi dan fokus kepada gadget. Anak harus disentuh dan diajak berbicara,’’ ungkapnya. Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra mengungkapkan, pembangunan gedung ini dimulai dari proses yang cukup panjang. Bupati dan DPRD merespons dan menyetujui pembanguna gedung ini. ‘’Pembangunan gedung dimulai tahun 2018 dengan dana Rp 200 juta,’’ ungkapnya. Dengan adanya gedung ini dapat dipergunakan bersama semua instansi maupun pelaku pendidikan. Gedung ini dapat digunakan sebagai rapat bersama, dan juga membahas bagaimana pendidikan ke depan agar semakin kondusif dan sehat. ‘’Siapa saja bisa menggunakan gedung ini. Tak hanya dewan pendidikan, namun juga klinik pendidikan, ketika ada masalah pendidikan, kita akan godok di sini, masalahmasalah tersebut akan diberikan solusi oleh klinik pendidikan ataupun tim pakar pendidikan,’’ imbuhnya. (kmb28)

Jelang Hari Raya, Polisi Gelar Operasi Miras

Bali Post/ist

OPERASI - Polisi melakukan operasi miras di salah satu warung di Kecamatan Tabanan, Minggu (27/5) kemarin. Namun petugas tidak menemukan miras.

menjelaskan, operasi kali ini merupakan rangkaian kegiatan cipta kondisi (cipkon). Kegiatan operasi miras digelar dengan menerjunkan lima personel menyasar miras dan mikol. ‘’Jadi operasi ini untuk mengantisipasi peredaran miras dan mikol yang dijual tanpa izin. Apalagi jelang hari raya Galungan dan Kuningan kami harus ciptakan suasana yang kondusif,’’ jelasnya. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum, di antaranya menjual miras atau mikol tanpa izin. Apalagi gara-gara miras dan mikol masyarakat bisa terjerat pidana. ‘’Kalau dikonsumsi dikhawatirkan menyebabkan korban jiwa,’’ jelasnya. Pihaknya tidak segan melakukan penindakan jika terbukti ditemukan miras dan mikol yang dijual tanpa izin, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Tabanan. ‘’Karena itu, giat cipkon dengan sasaran miras ini terus kami lakukan,’’ jelasnya. Dalam operasi miras kali ini, salah satu warung yang diperiksa adalah warung makan di Kecamatan Tabanan. Petugas tidak menemukan adanya miras. (kmb28)

Bali Post/kmb24

ANTISIASI - Guna mengatasi membeludaknya pasien usai libur panjang, BRSU Tabanan menyiapkan langkah antisipasi. Dalam foto tampak suasana di BRSU Tabanan.

Libur Panjang, BRSU Antisipasi Membeludaknya Pasien

Tabanan (Bali Post) Dibandingkan hari raya Galungan tahun-tahun sebelumnya, libur hari raya kemenangan dharma melawan adharma Mei ini jauh lebih panjang. Layanan Poliklinik BRSU yang biasanya libur Selasa hingga Kamis, kali ini bertambah satu hari yaitu Jumat (1/6) mendatang. Lebih lamanya waktu libur ini tentu akan membuat kunjungan pasien setelah hari libur jauh lebih banyak dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Untuk mengatasi ini, pihak BRSU telah mengambil langkah antisipasi. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila, Minggu (27/5) kemarin, mengatakan libur tiga hari saja, pasien Poliklinik meningkat setidaknya 35 persen dari kunjungan normal. ‘’Tahun lalu kunjungan pasien poliklinik normal rata-rata 520 pasien per hari. Usai libur Galungan

tiga hari, kunjungan pasien menjadi 800 orang pada hari Jumat-nya atau sekitar 35 persen,’’ ujar Susila. Peningkatan kunjungan pada libur Galungan kali ini diprediksikan lebih dari 800 pasien, mengingat Poliklinik bertambah liburnya satu hari dan kembali buka pada Sabtu (2/1) mendatang. Membeludaknya pasien poliklinik diprediksikan akan kembali berlangsung pada Senin (4/1). ‘’Apalagi saat ini kunjungan normal meningkat dibandingkan tahun lalu, yaitu rata-rata 600 pasien per hari,’’ ujar Susila. Dalam mengatasi ini, kata Susila, BRSU tidak menerapkan langkah khusus. Menurutnya, langkah antisipasi yang diambil sudah kerap dilakukan sehari-hari. Untuk pasien kronis, kata Susila, agar pemeriksaan rutinnya tidak terganggu, maka jadwal kontrolnya sudah diatur sebelumnya.

Untuk memperpendek waktu layanan, saat ini pihak BRSU telah melakukan penyiapan SEP atau penyiapan jaminan sekaligus dengan pendaftaran. ‘’Dulu harus dua kali proses. Sekarang sudah dijadikan satu dengan pendaftaran,’’ ujar Susila. Langkah lainnya adalah menyiapkan rekam medis lebih cepat sehingga layanan untuk pasien yang melakukan pendaftaran online bisa dipangkas dari dua hari waktu tunggu yang saat ini diterapkan. Dalam menangani jumlah pasien membrludak setelah libur, BRSU Tabanan juga memperpanjang waktu layanan poliklinik, di mana nomor antrean pada Sabtu (2/6) mendatang bisa diambil pada pukul enam pagi dan pendaftaran dibuka pada pukul tujuh pagi. ‘’Pendaftaran tutup pukul 11.00 Wita, namun layanan akan terus dilakukan sehingga

pasien yang mendaftar hari itu semuanya mendapatkan pelayanan,’’ ujar Susila. Bagi pasien yang hendak mendaftar online, menurut Susila, bisa dilakukan pada Kamis (30/5) pada website BRSU. Petugas, kata Susila, akan masuk pada Jumat (1/6) untuk menyiapkan rekam medis sehingga pasien bisa dilayani pada Sabtu (2/6). Langkah antisipasi jangka pendek lainnya yang diterapkan untuk memangkas waktu tunggu layanan adalah menyimpan rekam medis yang berusia lebih dari satu tahun ke ruang rekam medis nonaktif. Langkah ini diambil agar ruang penyimpanan rekam medis tidak penuh berkas dan proses pencarian rekam medis bisa lebih cepat. Sementara untuk langkah jangka panjang akan dilakukan penyimpanan rekam medis melalui media elektronik dan menambah mesin antrean. (kmb24)


KARANGASEM

8 Program ”Anak Bangsa” Radio SWiB 106.8 FM

Bercita-cita Jadi Konsultan Bisnis Internasional

BAHASA sesungguhnya memiliki peran sangat krusial dan strategis dalam berkomunikasi. Peran tersebut amat dirasakan Ni Komang Ratna Widyantari. Mahasiswi cantik yang duduk di semester IV Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Udayana ini baru saja terpilih sebagai wakil II Kontes Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Provinsi Bali 2018. Capaian prestasi mahasiswi yang cukup luar biasa ini akhirnya mengantarkannya tampil sebagai bintang tamu program favorit Radio SWiB 106.8 FM “Anak Bangsa”, Minggu (27/5) kemarin. Bagaimanakah visi dan cita-cita mahasiswi asal Desa Tista Kecamatan Abang ini? Salah satu “Anak Bangsa” yang berprestasi ini tampil lugas dan cerdas pada acara berdurasi dua jam itu. Beranjak dari keprihatinannya terhadap anak-anak yang dalam pergaulannya kerap menggunakan bahasa yang tidak pantas, ia merasa terpanggil mengenalkan penggunaan bahasa yang benar. Bahasa itu tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga harus paham dengan tujuan, makna serta isinya. Motivasi lain, berpartisipasi pada ajang itu karena ia ingin belajar banyak hal dan mengembangkan kemampuan berbicara di hadapan publik. Dalam ajang pemilihan yang digelar secara periodik setiap tahunnya oleh Balai Bahasa Bali itu sesungguhnya sebagai upaya pembinaan bahasa. Selain itu, juga mendorong penumbuhan kesadaran menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan baik dan benar di kalangan generasi muda. Ratna menegaskan, saat ini kesadaran masyarakat Bali mempelajari bahasa Bali sebagai unsur budaya, mendesak dapat atensi. Bagaimanapun bahasa Bali itu mau tidak mau harus dilestarikan. Persepsinya, apresiasi kalangan muda dewasa ini diyakini masih sangat rendah. Melalui ajang seperti ini dipercaya sangat efektif melahirkan duta-duta bahasa yang baik. Sudah menjadi hal wajib, bahasa Bali itu perlu digalakkan sehingga eksistensi bahasa Bali sebagai entitas budaya itu bisa lestari. “Sebagaimana semboyan Duta Bahasa, kita sebagai bangsa Indonesia, jangan lupa selalu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan tetap menguasai bahasa asing,” kata Ratna. Wanita asal Desa Tista, Abang ini sebetulnya besar di Kota Denpasar. Dara ini aktif di berbagai organisasi dan juga komunitas. Di antaranya dalam organisasi kemahasiswaan seperti BEM PISIF Udayana. Ratna juga ikut serta di Komunitas Muda Karangasem Siaga. Ditanya rencana masa depannya, Ratna mengaku memiliki cita-cita cukup tinggi. “Semoga cepat lulus. Nantinya bisa bekerja dan fokus pada ilmu yang saya pelajari. Tentu berkaitan dengan Hubungan Internasional seperti Konsultan Bisnis Internasional,” tegas Ratna bersemangat. Di akhir dialog bersama penyiar Herry, Ratna berpesan kepada generasi muda Karangasem, jangan merasa tidak pantas mendapatkan sesuatu yang terbaik, meski banyak kekurangan. Mulai sekarang generasi muda harus menyadari bahwa semua terlahir sama dengan yang lain. Jangan pernah menganggap diri ini tidak pantas menggapai sukses. Selalulah mencoba melihat setiap peluang yang baik. Dan harus percaya pada kemampuan diri sendiri. “Ketika sadar suka terhadap sesuatu, maka carilah itu. Ketika memilih tidak bisa maka kamu tidak akan bisa. Ketika punya kepercayaan diri bisa melakukan, maka pasti bisa. Karena itu harus yakin bisa mencapai hal itu semua,” tutup Ratna pada sesi terakhir dialog program “Anak Bangsa” itu. (gik)

Ni Komang Ratna Widyantari

Senin Pon, 28 Mei 2018

I Nyoman Rudita Tewas Gantung Diri

Amlapura (Bali Post) Warga Banjar Pengawan, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, digegerkan oleh aksi gantung diri yang dilakukan salah seorang warga setempat, Minggu (27/5) kemarin. Warga heboh bukan semata karena kematiannya tidak wajar, tetapi karena setahu warga, I Nyoman Rudita (36) tidak sedang punya masalah. ‘’Orangnya biasa-biasa saja, orangtuanya termasuk tokoh masyarakat. Keseharian almarhum bekerja di Denpasar,’’ ucap salah seorang warga. Rudita gantung diri menggunakan tali plastik warna biru pada palang dapurnya. Kematian pria yang bekerja sebagai pemburu tikus di salah satu perusahahan jasa pest control (perusahaan jasa pengendali hama biasanya melayani di hotel dan juga perkantoran red) di Denpasar itu diketahui sekitar pukul 07.30 Wita. Orang yang pertama kali mengetahuinya adalah sepupunya, I Komang Sudiana (35). Informasi yang dihimpun, pagi itu Sudiana melintas di depan rumah almarhum hendak berangkat ke ladang. Petani itu terperanjat karena ketika mengarahkan pandangannya ke arah rumahnya, dia menemukan tubuh Rudita bergelayut di emperan dapur. Tanpa pikir panjang, Sudiana melapor ke kepala wilayah Banjar Pengawan yang lang-

sung diteruskan ke Mapolsek Bebandem. Polisi memastikan tidak ada unsur keterlibatan orang lain di balik kejadian tersebut. Pria malang itu dipastikan tewas gantung diri. Hanya polisi masih kebingungan mengusut sebab-musabab kenekatannya memilih jalan kematiananya dengan gantung diri. Anggota DPRD Karangasem asal Pengawan, I Wayan Sudira, yang ikut menyaksikan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan polisi, mengaku sempat mencari informasi ke pihak keluarganya. Pihaknya mengatakan pihak keluarganya juga belum mengatahui motif Rudita gantung diri. Hal yang sama disampaikan warga lainnya, I Wayan Putu (50). Dia juga mengaku penasaran alasan Rudita gantung diri. ‘’Apa masalahnya, tidak ada yang tahu. Yang jelas pihak kepolisian menyatakan murni gantung diri,’’ ungkapnya. (kmb)

OLAH TKP - Aparat kepolisian dan Babinsa Koramil Bebandem melakukan olah TKP di lokasi gantung diri di Banjar Pengawan, Sibetan, Bebandem.

Bupati Mas Sumatri Kunjungi Dua Bocah Yatim Piatu Telantar di Desa Bebandem

USAI melaksanakan tugas-tugasnya di pemerintahan, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri didampingi Ketua Karang Taruna Karangasem I Gusti Ngurah Gede Subagiarta (Ode) dan OPD terkait, Jumat (25/5) petang mengunjungi Ni Putu Suniati (19) dan I Komang Gede Suarjana (14). Bupati merasa prihatin melihat dua bocah kakak-adik yatim piatu itu yang tinggal di rumah sangat sederhana. Rumah itu ada di tengah kebun salak yang sepi, di Banjar Tihingan Kauh, Desa/Kecamatan Bebandem. Untuk datang ke rumah sangat sederhana peninggalan orangtua kedua bocah kakak beradik itu, Bupati dan rombongan harus berjalan relatif jauh menyusuri areal perkebunan salak. Sebab, posisi rumah tinggal kedua bocah itu berada di tengah kebun salak, yang sepi dan jauh dari permukiman warga lainnya. Kondisi inilah yang membuat Bupati Mas Sumatri terenyuh dan sangat iba. Terlebih, kedua bocah itu sudah tidak lagi memiliki

KUNJUNGAN BUPATI - Bupati Mas Sumatri saat datang mengunjungi warganya yang kurang beruntung, hidup yatim piatu di tengah kebun salak. kedua orangtua. Karena itu, keduanya harus berjuang sendiri untuk hidup di tengah kondisi yang sangat sulit seperti sekarang ini. Ni Putu Suniati baru saja tamat SMA. Namun, ia belum memiliki pekerjaan. Sedangkan adiknya, Komang Gede Suarjana, itu masih duduk di bangku kelas VII SMP. Sejak kedua orangtuanya meninggal karena sakit, praktis keduanya telantar. Mereka harus berjuang ekstra keras

untuk bisa hidup. Kendati setiap harinya kedua bocah yang baru menginjak remaja itu harus membiasakan diri menahan rasa lapar, sembari terus berusaha hingga ada beras yang bisa dimasak. Tiba di rumah kedua bocah itu, Bupati Mas Sumatri sempat melihat-lihat kondisi rumahnya. Bupati banyak memberikan semangat agar Putu Suniati dan adiknya tidak patah semangat. Bupati meminta agar kedua anak

itu terus berjuang mencapai cita-citanya. Guna membantu kedua bocah malang itu, Bupati sudah memerintahkan kepada dinas terkait, utamanya Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora). Agar Gede Suarjana yang masih duduk di bangku SMP itu bisa tetap bersekolah hingga paling tidak tamat SMA. Pun demikian segala tunggakan pembayaran PDAM, agar juga bisa dibantu pelunasannya. Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan santunan untuk keduanya. Santunan tersebut agar bisa digunakan merayakan Galungan seperti warga lainnya. “Melihat kondisi rumahnya seperti ini, kami merasa sangat waswas. Mereka yatim piatu dan tinggal sendiri di rumah yang berada di tengah perkebunan salak, apalagi tidak ada lampunya,’’ ungkapnya. Pihaknya menyarankan agar keduanya mau ikhlas meninggalkan rumah mereka untuk menginap atau tinggal dengan bibi atau kakek mereka. “Terkait Ni

Putu Suniati kalau anak itu mau bekerja, kita akan bantu menghubungkan dengan rekan pengusaha atau dinas yang membutuhkan tenaga kontrak. Namun, sekarang ini paling tidak mereka bisa tinggal dengan aman dulu dan segala keperluan hidup mereka yang penting bisa terpenuhi,” harap Bupati. Tetapi, Bupati mengaku khawatir, jika kakaknya yang perempuan mencari kerja dan pulangnya sore atau malam. Jadi, sangat riskan untuk anak gadis seperti dia, apalagi tinggal sendirian di tengah perkebunan salak yang sepi ini. “Kalau dia mau melanjutkan kuliah juga bisa. Sebab, kita kan sudah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas. Jadi ada program KDBB atau Kuliah Dulu Bayar Belakangan. Jadi hal itu bisa dimanfaatkan,” usulnya. Dan terkait kedua bocah itu, pihaknya meminta kepala desa, dan juga camat setempat untuk segera mengkomunikasikan jika terjadi atau memerlukan sesuatu. (ad1437)


GIANYAR

Senin Pon, 28 Mei 2018

Lima Tahun, Hektaran Lahan di Pabean Tergerus Abrasi

9

Gianyar (Bali Post) Warga mengeluhkan dampak abrasi yang terus menggempur kawasan pesisir Banjar Pabean Desa Ketewel Kecamatan Sukawati. Selama lima tahun terakhir, satu pura dan lahan pertanian warga setempat habis tergerus ombak. Warga pesisir mengharapkan pembangunan senderan penahan ombak di kawasan tersebut agar dampak abrasi bisa diminimalisir. Klian Banjar Pabean Made Pranca, S.E., Minggu (27/5) kemarin, mengatakan terjangan ombak di Pantai Pabean semakin mengganas. Bukti nyata dari kondisi ini ialah rusaknya Pura Sang Hyang Aya di kawasan tersebut. ‘’Kerusakan pura akibat abrasi terjadi secara bertahap kurang lebih sejak lima tahun lalu,’’ ucapnya. Pura yang menjadi tempat persembahyangan para petani di Banjar Pabean ini sudah rusak parah. Pratima yang sebelumnya ada di pura itu terpaksa dipindahkan ke tempat suci di rumah pemangku pura tersebut. ‘’Dulu, setiap pujawali atau Galungan pasti ramai krama sembahyang. Tapi sekarang, kondisi pura sudah begini (rusak berat - red). Sejak saat itu pula kami tidak sembahyang di pura ini,’’ katanya. Pranca menambahkan, abrasi yang mengganas

tidak hanya menghancurkan Pura Sang Hyang Aya namun juga menggerus lahan pertanian milik warga setempat. Bahkan dalam lima tahun terakhir terhitung sudah hektaran lahan produktif milik warga tergerus abrasi. ‘’Kalau hitungan lima tahun ya cukup luas lahan pertanian yang tergerus,’’ ungkapnya. Terkait kondisi ini, Pranca pun mengharap kan adanya pembangunan senderan dari pemerintah. Pihaknya sudah mengajukan permohonan pembangunan penahan ombak itu ke pemerintah, namun hingga kini tidak ada respons. ‘’Sekitar 2017 lalu ada petugas yang ngecek. Katanya mau bangun senderan. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,’’ ujarnya. Pranca menyebutkan, warga semakin khawatir bila senderan tidak segera

dibangun akan semakin banyak lahan pertanian yang tinggal sertifikat. ‘’Banyak lahan pertanian milik warga saya yang tinggal sertifikat karena tanahnya sudah tenggelam akibat abrasi,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengaku akan segera menindaklanjuti laporan warga terkait Pantai Pabean yang belum memiliki senderan penahan ombak. ‘’Akan segera ditindaklanjuti karena ini sifatnya urgent,’’ ucapnya. Politisi PDI-P ini mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Bali untuk segera membangun senderan di bibir Pantai Pabean. Menurut informasi yang dia terima, pembangunan baru bisa dilakukan tahun 2019. ‘’Selain itu, pembangunan senderan seperti ini kewenangan pusat,’’ ucapnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Ajang Bali Pro World Surf League (WSL) akan diselenggarakan di Pantai Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Event internasional yang diikuti 10 negara ini diperkirakan akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Bali. Penasihat Kehormatan Menteri Pariwisata Dr. Indoryono Soesilo, Ph.D. bersama Persatuan Selancar Ombak Indonesia dan Panitia WSL, Minggu (27/5) kemarin di Gianyar menjelaskan, kejuaraan yang diikuti 34 Men’s Champion Tour (CT) dan 18 Women’s CT dari 10 negara ini berlangsung mulai kemarin hingga Sabtu (9/6) mendatang. Indoryono mengaku sangat mendukung pelaksanaan WSL di Bali khususnya Gianyar. Untuk wisata bahari, dari event ini ditargetkan bisa mendatangkan empat juta wisatawan dari total 20 juta wisatawan. Menurutnya, jumlah kunjungan ini jika dimasukkan dalam devisa, Indonesia akan untung banyak. ‘’Kalau 10 dolar saja per orang, jadi Rp 4 miliar datang dari wisata bahari,’’ sebutnya. Pihaknya optimis, WSL

akan mampu mendongkrak kunjungan wisata. Sebab, olahraga surfing sangat diminati oleh wisatawan mancanegara. ‘’Wisata surfing menarik di seluruh dunia. Dan Indonesia sudah menjadi surga bagi peselancar,’’ jelasnya. Selain di Pantai Keramas, Gianyar, rangkaian WSL yang digelar sepanjang tahun ini juga menjajal ombak pesisir Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sebut saja Pantai Krui Lampung, Sumbawa Barat, Nias, Cimaja Jawa Barat, Mandalika Lombok dan Aceh. Dari lokasi-lokasi ini, WSL di Bali termasuk paling besar. Keuntungan lain bagi Indonesia khususnya Bali dari event ini adalah dari sisi promosi di dunia maya. Sebab, selama event berlangsung ditayangkan secara langsung (live streaming) di internet. ‘’Satu tayangan bisa ditonton 5 juta orang. Contohnya event di Lampung waktu ini, dari 700 ribu penonton, 58 persen adalah warga Amerika. Dan lihat sekarang, wisatawan asing berbondong-bondong datang ke Krui Lampung karena ombaknya bagus,’’

jelasnya. Pihaknya pun berharap hal serupa terjadi pascaWSL digelar di Bali. Sementara saat event berlangsung, Indoryono memastikan lama tinggal para peserta WSL akan lebih dari satu pekan. ‘’Para surfer minimal tinggal satu sampai dua minggu,’’ ujarnya. Perwakilan Persatuan Selancar Ombak Indonesia Tipi Jabrik menambahkan, terpilihnya Pantai Keramas sebagai lokasi acara karena memiliki daya dukung. Daya dukung dimaksud yakni ombaknya yang bagus untuk surfing dan infrastruktur yang memadai. Peselancar nasional yang berhasil menjuarai kategori ‘’Men`s Open’’ dalam kompetisi selancar Quicksilver Thailand 2010 ini mengatakan, WSL menyiapkan hadiah total sekitar Rp 13 miliar untuk para juara. Beberapa nama peselancar top dunia yang akan menjajal ombak pantai Keramas seperti peselancar wanita asal Australia, Tyler Wright dan John Alexander Florence, peselancar profesional Hawaii. ‘’Keduanya adalah juara bertahan tahun lalu,’’ ungkapnya. (kmb35)

WSL akan Dongkrak Kunjungan Wisatawan

WSL - Panitia saat menjelaskan mengenai event WSL.

Telepon Penting Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianyar - 947261 BNN Kab. Gyr. - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069

Bali Post/ist

gianyar

Koramil Gianyar - 942289 Koramil Blahbatuh - 941167 Koramil Tegallalang - 974792 Koramil Tampaksiring - 901601 Koramil Sukawati - 297564 Koramil Ubud - 975314 Koramil Payangan - 974793 Siaga Lantas/ TMC Gianyar - 945820 Polsek Gianyar - 944510 Polsek Blahbatuh - 941165 Polsek Tampsiring - 901110 Polsek Tegallalang - 901575

Polsek Sukawati - 298723 Polsek Ubud - 975316 Polsek Payangan -974794 Unit Kesehatan Matra - 972913 Ambulan Pelayanan Sosial - 945322 Puskesmas Gianyar I & II - 948309 954274 Puskesmas Blahbatuh I & II - 952069 & 942771 Puskesmas Sukawati I & II - 299155 & 294171

Bali Post/ist

ABRASI - Pura Sang Hyang Aya di Banjar Pabean, Desa Ketewel, yang rusak akibat abrasi sejak lima tahun lalu.


JEMBRANA

10 Terseret Arus Laut

Budra Tewas Saat Hendak Tolong Suarka

Negara (Bali Post) – Niat dua warga Jembrana mengisi waktu libur memancing di perairan Kelatakan, Desa Melaya, Minggu (27/5) kemarin, berujung petaka. Saat hendak kembali ke daratan usai memancing, kedua warga itu justru tenggelam terseret arus. Nahas satu orang meninggal lantaran terseret arus yang kuat. Dari informasi yang dihimpun, dua warga yang memancing itu bernama I Ketut Budra (51) asal Sumbersari, Melaya dan Nyoman Suarka (58) dari Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, Negara. Sejak pagi keduanya sudah turun ke laut menggunakan perahu yang terbuat dari fiber. Saat ke laut, cuaca cerah sehingga perahu bisa turun ke laut. Memasuki TKP di tengah dekat dengan budi daya keramba Mutiara, keduanya sepakat memancing di sana. Tak berselang lama, kemudian Suarka sepakat untuk berhenti memancing dan hendak kembali. Lantas ia menarik jangkar perahu agar perahu bisa berjalan kembali, namun diduga terpeleset hingga Suarka tercebur ke laut. Melihat Suarka tenggelam

diterjang ombak tinggi, Budra berusaha membantu dengan terjun ke laut. Tetapi upaya penyelamatan itu justru menjadi petaka bagi dirinya. Korban justru terseret arus laut yang saat itu cukup kuat. Budra yang berprofesi sebagai sopir itu lantas tenggelam. Sementara Suarka berhasil selamat setelah berpegangan pada pelampung keramba mutiara. Korban berhasil diselamatkan setelah ada salah seorang nelayan, Yono Priyadi (40), yang kebetulan melintas di sekitar TKP. Sementara Budra yang sebelumnya terseret arus akhirnya ditemukan mengambang di sekitar perairan Cekik, Gilimanuk dengan kondisi sudah meninggal. Selanjutnya oleh nelayan tersebut, keduanya dibawa ke tepi pantai. Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Narma dikonfirmasi kemarin membenarkan kejadian orang meninggal tenggelam tersebut. Dari keterangan saksi-saksi kejadian sekitar pukul 07.00 Wita. Setelah di pinggir pantai, korban yang diketahui telah meningga dibawa ke Puskesmas Melaya. (kmb26)

TENGGELAM – Petugas dan warga sekitar Pantai Klatakan mengevakuasi korban yang tewas tenggelam saat hendak menolong rekannya.

Senin Pon, 28 Mei 2018

Dituding Tebang Pilih

Warga Pertanyakan Bangunan Pabrik Tak Dibongkar Negara (Bali Post) –

Kendati telah dilakukan pembongkaran salah satu fondasi bangunan di atas tanah negara (TN) di Dusun Ketapang Lampu, Desa Pengambengan, namun kini muncul tudingan pemerintah tebang pilih menindak bangunan liar. Pasalnya, beberapa bangunan lain seperti untuk usaha pengolahan minyak justru tidak dibongkar. Padahal sejak awal, warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Ketapang Lampu (PMKL) telah memprotes. Tetapi faktanya hingga kini bangunan itu masih berdiri malah tetap beroperasi. Dari keterangan sebelumnya dari petugas, selain membongkar fondasi milik warga yang baru dibangun, petugas juga menindak sejumlah tempat usaha pengolahan minyak yang tak berizin. Namun oleh petugas, diberikan waktu seminggu kepada pemilik untuk membongkar sendiri. Apabila tidak dilakukan, maka petugas akan membongkar paksa bila perlu dengan menurunkan alat berat. “Ini sudah seminggu lebih,

tapi pabrik masih beroperasi. Kesannya pemerintah tidak tegas jadinya,” terang M. Sauki, salah eorang warga, ditemui Minggu (27/5) kemarin. Protes senada juga diungkapkan warga yang bangunannya dibongkar oleh Satpol PP beberapa waktu lalu. “Kenapa hanya bangunan saya saja yang dibongkar, sementara punyanya pengusaha tak dibongkarbongkar,” ujar M. Ali. Warga

Bali Post/olo

BANGUNAN – Bangunan usaha yang tak berizin dan berada di atas tanah negara kembali dipertanyakan warga karena masih berdiri dan beroperasi. Sementara sebelumnya ada beberapa bangunan warga yang dibongkar paksa. ini sejak saat pembongkaran paksa pada Senin (14/5) lalu, sejatinya sudah keberatan. Sebab, banyak bangunan lain yang juga di atas TN tetapi tidak dibongkar paksa. M. Ali berharap agar bangunan lain yang melanggar itu juga ikut

dibongkar sehingga adil dan tidak pandang bulu. Sementara itu, Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi dikonfirmasi mengatakan bangunan liar yang masih berdiri itu tetap diproses dan akan ditindak

tegas. Sebelumnya memang petugas memberikan waktu untuk membongkar sendiri, tetapi lantaran tidak digubris petugas akan mengambil langkah membongkarnya. Diberitakan sebelumnya, Satpol PP pada Senin (14/) lalu membongkar bangunan liar di atas tanah negara di Dusun Ketapang Lampu. Penertiban bangunan liar dengan tindakan bongkar paksa ini dilakukan petugas lantaran sebelumnya telah diberikan beberapa kali peringatan, tetapi tidak digubris. Namun, pembongkaran tidak seluruhnya, ada beberapa bangunan tempat usaha yang tidak dibongkar paksa, dan diminta untuk pemilik membongkar sendiri. Mereka diberikan waktu seminggu. Tapi, sudah hampir dua minggu bangunan tersebut masih berdiri bahkan tetap beroperasi. (kmb26)

Sampaikan Selamat Galungan dan Kuningan

Bupati Artha: Semoga Mendapat Berkah dan Perlindungan

UMAT Hindu kembali memperingati hari raya Galungan dan Kuningan, yang diyakini sebagai hari kemenangan dharma atas adharma. Hari Suci Galungan yang datang setiap enam bulan sekali, tepatnya setiap Budha Kliwon Wuku Dungulan, tahun ini jatuh pada tanggal 30 Mei 2018. Sedangkan Hari Suci Kuningan yang datang setiap Saniscara Kliwon Wuku Kuningan, tahun ini jatuh pada tanggal 9 Juni 2018. Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi wakilnya, I Made Kembang Hartawan, turut mengucapkan hari raya Galungan Kuningan kepada seluruh umat. “Semoga di hari kemenangan dharma ini, kita semua mendapatkan berkah, kesucian hati, serta berada dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Artha. Ia men-

gajak seluruh masyarakat Kabupaten Jembrana merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan dengan penuh rasa bakti dan menjaga toleransi yang sudah terjalin dengan baik selama ini. Selain itu, warga Jembrana diingatkan menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing. ”Kita tidak mungkin dapat bekerja maupun bersembahyang dengan tenang, tanpa didukung oleh suasana yang aman dan nyaman. Karena itu saya harapkan semua pihak terlibat, baik perbekel, kadus/ kaling, pecalang termasuk masyarakat untuk waspada menjaga lingkungannya dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya. Masih kata Bupati Artha, ia berharap hakikat kemenangan dharma atas adharma di hari raya Galungan dan Kuningan ini

benar-benar dimaknai dan diimplementasikan dengan baik sehingga tercipta ketenangan dan kemenangan bagi seluruh umat manusia. Sementara itu, Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan mengajak umat Hindu sedharma, melalui perayaan hari raya yang suci ini, untuk selalu menyebarkan dharma kepada sesama. Wabup Kembang juga berpesan agar masyarakat Jembrana untuk menjadikan momentum kemenangan dharma atas adharma sebagai spirit untuk membangun Jembrana dari desa dan kelurahan. ”Kemenangan dharma atas adharma yang telah dirayakan setiap Galungan dan Kuningan hendaknyalah diserap dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dharma tidaklah hanya diwacanakan tapi dilaksanakan,” kata Kembang Hartawan. (ad1421)

UCAPAN - Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wabup Made Kembang Hartawan menyampaikan selamat hari raya Galungan dan Kuningan.


BULELENG

Senin Pon, 28 Mei 2018

11

Rayakan Galungan dan Kuningan

PAS-Sutjidra Serukan Momentum Hari Raya untuk Evaluasi Diri

Putu Agus Suradnyana dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG.

UMAT Hindu kembali merayakan hari raya Galungan, yang kali ini jatuh pada Buda Kliwon Dungulan, Rabu 30 Juni 2018. Sepuluh hari setelah Galungan tepatnya pada Saniscara Kliwon, Sabtu Juni 9 Juni 2018 umat Hindu akan merayakan hari raya Kuningan. Rangkaian Galungan dan Kuningan ini momentum penting dalam melakukan evaluasi setiap insan krama Bali. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Wakil Bupati dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. (PAS-Sutjidra), Minggu (27/5) kemarin mengucapkan selamat Hari Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu di daerahnya.

Duet Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dua periode ini mengajak semua krama Bali di Bali Utara merayakan Galungan dan Kuningan dengan wujud bakti tulus ikhlas. Terkait penyambutannya, PASSutjidra juga mengajak agar krama Bali menjaga konsep menyamabraya agar situasi kondusif dan persatuan di Buleleng semakin erat mewujudkan Buleleng yang lebih sejahtera. ‘’Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan Asung Kertha Wara Nugraha kepada kita semua, sehingga bisa melaksanakan swadharma masing-masing dalam mewujudkan pembangunan di Buleleng,’’ katanya. Bupati yang akrab dipang-

gil PAS ini mengharapkan masyarakat bisa menjadikan momentum Galungan dan Kuningan untuk senantiasa meningkatkan sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mempererat persaudaraan dan menjaga persatuan. Ajaran kemenangan dharma melawan adharma haruslah dimaknai sebagai upaya dan tekad meningkatkan kualitas kehidupan dan bersama pemerintah membangun Buleleng pada khususnya serta Provinsi Bali pada umumnya, sesuai dengan fungsi masing-masing untuk mencapai kebahagiaan. Menurut Bupati, semua usaha itu haruslah selalu berpijak kepada ajaran

dharma (agama Hindu - red). Untuk itu, pimpinan yang dikenal dekat dengan masyarakatnya itu mengharapkan momentum perayaan Galungan dan Kuningan dapat dijadikan satu titik tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan melalui sinergi antara masyarakat dengan pemerintah. ‘’Mari kita pererat persatuan, menyamabraya, dan selalu bersinergi untuk kehidupan serta masa depan Kabupaten Buleleng yang lebih maju dan sejahtera,’’ jelas Agus Suradnyana sembari diiyakan Wakil Bupati Sutjidra. (ad1422)

Wakil Rakyat Seribu Traktor Lagi Gelontorkan Alsintan Bantu Alat Pertanian di Buleleng Senilai Rp 1,59 Miliar

ANGGOTA Komisi IV DPRRI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. yang di Bali dijuluki “Wakil Rakyat Seribu Traktor” lagi-lagi menggelontorkan bantuan alsintan atau alat mesin pertanian di Kabupaten Buleleng tahun 2018 dari Kementerian Pertanian yang disalurkan mencapai lebih dari Rp 1,59 miliar. Bantuan tersebut terwujud juga berkat komitmen Ketua DPP PDI Perjuangan itu menyerap aspirasi petani dan krama subak, hingga bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian diserahkan secara simbolis di Wantilan Pura Desa Pakraman Penarukan, Singaraja, Buleleng, Minggu (27/5) kemarin. Penyerahan alsintan didampingi Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Sekretaris Komisi I DPRD Buleleng Dewa Gede Sugiarto dan Kepala Dinas Pertanian mewakili Bupati Buleleng, yang disaksikan ratusan petani dan krama subak, sekaligus digelar tatap muka dan pasar murah untuk masyarakat setempat. Bantuan yang diperjuangkan Made Urip kali ini berupa 20 unit handtraktor (Rp 600 juta), 10 unit pompa air (Rp 200 juta), lima unit power thresher (Rp 100 juta), empat unit rice transplanter (Rp 320), dua kelompok LuPM (Rp 320 juta dan tiga kelompok KRPL (Rp 150 juta). Selain itu, dalam waktu dekat akan direalisasikan bantuan 20 ekor sapi indukan (Rp 300 juta). Sampai saat

ini baru tiga kabupaten yang menerima bantuan alsintan, yakni Karangasem, Gianyar dan Buleleng, dan akan segera disusul kabupaten lainnya. Pada kesempatan itu, selaku Petugas Partai dari Fraksi PDI-P DPRD Buleleng Dewa Gede Sugiarto mengucapkan terima kasih kepada Made Urip karena sangat membantu subak di Buleleng. Apalagi sudah dua kali dari tahun lalu dan sekarang bantuan lebih besar lagi digelontorkan di Buleleng. “Kami sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Pak Made Urip yang berjuang untuk subak di Buleleng,” sebutnya seraya dibenarkan oleh Ketua Poktan Taman Karya Labuan Segara, Ketut Agus Sumada mewakili Petani Penarukan mengucapkan terima kasih kepada Made Urip karena telah dua kali dibantu. “Kita sangat bersyukur punya wakil rakyat yang sangat peduli membantu aspirasi masyarakat, khususnya petani dan krama subak. Kita harap Pak Made Urip tetap duduk menjadi wakil rayat untuk membantu para petani, seperti alat pertanian. Ke depan apa pun kebutuhan petani pasti bisa difasilitasi beliau,” tambahnya. Secara terpisah, Ketua KWT Tari Luh Komang Budayasih ikut berterima kasih kepada Made Urip yang telah hadir langsung memberikan traktor dan lainnya, termasuk sembako wanita tani. “Kelompok Wanita Tani sangat terbantu dengan

partisipasi dan perhatiannya Pak Made Urip selama ini,” katanya singkat. Sementara itu, Made Urip mengucapkan terima kasih atas kehadiran petani dan krama subak yang sudah meluangkan waktunya selama dua kali menggelontorkan bantuan di Buleleng. Disebutkan, sinergitas ini sangat luar biasa untuk menumbuhkan sektor pertanian di Buleleng, sehingga bantuan yang diberikan bisa terwujud. Apalagi anggaran di daerah tidak cukup di Buleleng, karena tidak seperti

di Badung, sehingga butuh anggaran dari APBN. “Karena itu, konsep satu jalur ini sangat tepat untuk mendapat akses bantuan di Buleleng guna menegakkan kedaulatan pangan. Pak Jokowi juga terus melakukan penguatan sektor pertanian dari hulu ke hilir. Maka bantuan alsintan ini sangat penting untuk mengolah pertanian lebih modern agar tidak tertinggal dengan negara lain,” bebernya. Selain itu, dikatakan, untuk mengejar ketertinggalan, bantuan seperti alsintan ini

sangat penting termasuk bantuan sektor perkebunan yang butuh perhatian serius melalui sinergitas ini. “Saya siap akan terus membantu agar petani dan krama subak terus mendapat akses dari pusat untuk seluruh kelompok tani di Buleleng. Bantuan ini masih sangat kecil sekali dibandingkan dengan bantuan yang diberikan diseluruh Indonesia,” tegasnya. Ia berharap agar bantuan yang diberikan digunakan dengan baik karena dana bantuan ini dari APBN. (ad1435)

BANTUAN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis di Wantilan Pura Desa Pakraman Penarukan, Singaraja, Buleleng, Minggu (27/5) kemarin.


12

KLUNGKUNG

Senin Pon, 28 Mei 2018

Bakar Sampah Saat ”Ngayah”

Gedong Pura Dalem Kusamba Terbakar Semarapura (Bali Post) Jelang hari raya Galungan, palinggih Pura Dalem Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung terbakar, Minggu (27/5) kemarin. Kejadian tersebut dipicu pembakaran sampah saat krama ngayah. Berdasarkan pantauan, kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 14.00 Wita itu melanda Gedong Dalem yang berada di tengahtengah. Atapnya yang berbahan ijuk sebagian besar ludes. Hal serupa juga terjadi pada rangkanya. Bendesa Pakraman Kusamba Anak Agung Gede Raka Swastika mengatakan kejadian tersebut diawali adanya pembakaran sampah pada

setra di timur pura. Apinya berkobar cukup besar. Tak berselang lama, di tengah embusan angin yang kencang, ada percikan api terbang ke atap palinggih yang fondasinya dari batu hitam tersebut. “Dari itu atap palinggih terbakar,” ungkapnya didampingi Perbekel Kusamba Ketut Winastra. Tak ingin semakin parah, krama yang ngayah langsung melakukan pemadaman dengan memanfaatkan air sumur yang ada di sekitar pura. Namun upaya itu tak membuahkan hasil maksimal. Pihaknya pun menghubungi pemadam kebakaran. Si jago merah berhasil dijinakkan sekitar satu setengah jam kemudian. “Palinggih Limas Sari juga atapnya terbakar. Tetapi sangat sedikit dan langsung dipadamkan. Bangunan lain untungnya tidak kena,” ucapnya. Akibat kejadian itu, kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pascakejadian ini akan dilaksanakan upacara guru piduka. “Tentu akan ada upacara. Untuk Galungan, persembahyangan tetap berjalan seperti biasa,” imbuhnya. Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu

Suarta yang turun ke lokasi mengatakan armada dikerahkan mencapai empat unit dan satu mobil tangki. “Karena kejadiannya pada pura, mobil semua diturunkan,” ucapnya. Pejabat asal Ling-

kungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh ini meminta masyarakat untuk berhati-hati saat membakar sesuatu. “Apalagi wilayah dekat pantai. Angin kencang,” imbuhnya. (kmb45)

Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung

(0366) 21115

Polsek Klungkung

(0366) 21090

Polsek Dawan

(0366) 23181

Polsek Banjarangkan

(0366) 23180

Polsek Nusa Penida

(0366) 5382838

RSUD Klungkung

(0366) 21172

RSU Bintang

(0366) 25241

PMI Klungkung

(0366) 21442

Damkar Klungkung

(0366) 22655

PDAM Klungkung

(0366) 21336


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Pon, 28 Mei 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

LOWONGAN Dicari Tukang Cutting untuk Garmen Kirim ke Gunung Guntur 882 Dps Hub.(0361) 8450511

G.02

B.BP.001.05.18.0001301

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

French Solar Industry Leader in Solar Energy is Looking for Sales Manager&Sales Executive Minimum 5 years Experience in Property Business.Please Send CV by Whatsapp +628113908009

G.03

Looking For Assistant Manager and SPG/SPB for Bountique inside Hotel in Nusa Dua Able to Speak Bahasa, English and other language. Kindly send your CV to WA 08123806255

B.BP.004.05.18.0001407

Looking for Baby Sitter Bali Based Minimum 5 years Experience,Fluent in English. Good Salary+Free Accomodation + Bonus. Please Text by Whatsapp +6281805503163

B.BP.001.05.18.0001322

Cr SalesAcc HP&CCTV,Gj+Komisi Hub:PT.Vivan(HP:081237763718)

B.BP.004.05.18.0001408

Money Changer Bth Staff Umur 18-25Th Bhs Inggris,0816578116 B.BP.154.05.18.0001389

Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj. 0811380028 B.BP.821.05.18.0001286

Dcr PRT Wnt Tggl dlm Max.35Th Gj1.8Jt S.SiurKuta081239232035 B.BP.154.05.18.0001388

Dcr Staff Reservation Hub. Jl. Tirta Ening No.1Sanur T.288829 B.BP.153.05.18.0001248

B.BP.001.05.18.0001284

Dcr Tkng Patrun yg Berpglmn & bs Jarit u Butik H.08124692094

B.BP.154.05.18.0001387

!Staf Bersih Rmh Kost,Pria,Max 24th,Tinggal Dlm/085238203818

B.BP.001.05.18.0001405

Dcr PRT tdr dalam, OB Kantor, Supir Prbd & Ktr 081529922938

B.BP.004.05.18.0001290

Dcr Pria&Wnt u/ Staff Laundry Jl.Kerobokan 78X T081933110424

B.BP.001.05.18.0001299

BIRO JASA

BIRO JASA

RUPA-RUPA

SERVICE

FOTO COPY

Dcr Spv,Sales,Teknisi STM Gj+ Bns+Kms+BPJS,Lam.PT.PMA, Bedahulu XVII/7, Dps B.BP.821.05.18.0001288

Dcr Tng Pria u/Cleaning Servis di Apotek hub.0811399886 B.BP.001.05.18.0001402

Dibthkn Hair Dresser,Therapist yg Brpnglm Utk Salon & Spa di Kerobokan Hub:081293799814 B.BP.031.05.18.0001185

Dibutuhkan Segera PRT Cewek u/Rumah di Sanur.Tinggal dalam. SMS:08123877799 B.BP.001.05.18.0001275

Dicari Lulusan SMEA Baru Lulus untuk Bagian Administrasi Hub.081338596658

B.BP.004.05.18.0001234

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD Unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692

DISEWAKAN TEMPAT Operkontrak,Mertanadi Lokasi dkt Htl Dafam, 2 Lt smp Maret 2019,40 Jt Hub.08127770446 B.BP.004.05.18.0001344

B.BP.004.05.18.0000997

Dicari:Therapist Sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5Jt+16Rb/Jam Instv Cleaning Servis,L/P(2,5Jt+500 Rb Instv)Pengalaman Min 1Th. Lamaran Ke Bodyworks SPA. Jl . Kayu Jati No.2 Petitenget.735058

DIJUAL VILLA Luxury Villa For Sale Puri Gading Land700m2, Build 400m2 Price 6,75 Bill.Call:081999567189 B.BP.001.05.18.0001221

B.BP.001.04.18.0001538

RUPA-RUPA

Sopir SIM B1,Gaji:2Jt-an/Bln Resepsionis,Sales:085103167222

Cuci Gudang Alat Fitnes Second Hub.08123634805/082131234798

B.BP.001.05.18.0001339

DIJUAL MOBIL MITSUBISHI

Mitsubishi L300 PU th 2001,asli Bali Hub.082236825242 pribadi B.BP.001.05.18.0001404 TOYOTA

Avanza G Thn’2011 Silver Hub.08124694152 B.BP.154.05.18.0001390

B.BP.004.05.18.0001149

Dicari:Marketing,Admin,Supir, Tenaga Serabutan Hub.08113883822/(0361)703236

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL RUMAH !!! 081558041018 Djl Rmh Minimalis Siap Huni Tohpati Siulan B.BP.004.05.18.0001419

DIJUAL RUMAH BUC Rmh Nuansa Kori Blok EE Jimbaran,600Jt Nego s/d Jadi, Pondasi LT2,70/58,081999950045 B.BP.001.05.18.0001383

DIJUAL TANAH Djl Tanah 1,5A 2A 3A Buduk, Tiing Tutul Hub.082147454248 B.BP.164.05.18.0001417

Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitraPmogan08123871809 B.BP.001.05.18.0000082

Jl Tnh Subur 4Are Komp.Perum Mekar Sari Krbkn,085792222932 B.BP.001.05.18.0001406

B.BP.001.05.18.0001325

PENGUMUMAN Saya Ni Made Artini,41th, alm. Ds.Nyalian,Kec.Banjarangkan mohon maaf kpd.PT Arta Sedana (Hardys)Gianyar atas perbuatan pencurian yg tidak sengaja sy lakukan(khilaf), pd 19/4/2018 B.BP.001.05.18.0001304

HEWAN Jual Anak Anjing Toypoodle&Schnauzer Asli.Call/WA:0877603828 21 Check ig:clorindabeaglebali B.BP.004.05.18.0001416


BANGLI

14

Senin Pon, 28 Mei 2018

Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah

Warga Pucangan Tambal Jalan Rusak dengan Semen Bangli (Bali Post) -

Ruas jalan di Dusun Pucangan, Desa Kayubihi kondisinya memprihatinkan. Jalan aspal yang dibuat pemerintah itu banyak yang telah rusak dan berlubang hingga sulit dilalui kendaraan. Lantaran tak kunjung mendapat perbaikan dan membahayakan pengendara, warga setempat terpaksa memperbaiki jalan secara swadaya dengan menambalnya menggunakan semen. Warga Banjar Pucangan, Wayan Suarma, Minggu (27/5) kemarin mengungkapkan perbaikan jalan dilakukan warga secara gotong royong pada Sabtu (26/5) lalu. Warga menambal lubang jalan menggunakan campuran semen dan pasir. Dari total 3 km jalan yang rusak, yang sudah diperbaiki warga baru sekitar 1 km. Sementara sisanya hanya ditambal menggunakan tanah uruk karena keterbatasan biaya. ‘’Untuk perbaikan yang kemarin kita menghabiskan Rp 4 jutaan,’’ ungkapnya didampingi Klian Krama Pucangan Nengah Kandia. Dijelaskan Suarma, kerusakan jalan sudah cukup lama. Terakhir kali jalan tersebut mendapat perbaikan sekitar 10 tahun lalu, saat masa kepemimpinan Bupati Arnawa. Kerusakan jalan di dusun tersebut telah mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor kecelakaan akibat terjatuh saat melalui jalan berlubang. ‘’Anak-anak sekolah dan ibu-

ibu sudah banyak yang jatuh gara-gara jalan rusak,’’ ujar anggota BPD Desa Kayubihi ini. Dikatakan juga, kerusakan jalan di Dusun Pucangan dan jalan di Dusun Palak Tiying sempat direncanakan untuk diperbaiki tahun 2016. Namun, perbaikan ditunda. Perbaikan jalan saat itu hanya dilakukan di Dusun Palak Tiying. ‘’Kata dewan, akan diperjuangkan untuk dilanjutkan perbaikannya di tahun 2018 ini,’’ kata Suarma. Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Kabupaten Bangli Putu Widagunawan mengatakan, perbaikan jalan di Dusun Pucangan akan dilakukan tahun 2019. Dia menyebut, dari total 5 km panjang ruas jalan rusak, yang sudah ditangani Pemkab Bangli baru 2 km. ‘’Tahun Anggaran 2019 kami ambil sepanjang 3 km sampai tuntas,’’ tegasnya. (kmb40)

BAMBU - Jalan menuju Dusun Pucangan dipasangi bambu untuk sementara waktu setelah diperbaiki warga secara swadaya. Bali Post/ina

Penjual Penjor Kebanjiran Order Bangli (Bali Post) Momentum hari raya Galungan dan Kuningan membawa berkah tersendiri bagi penjual penjor. Seperti yang dirasakan penjual penjor di Banjar Pande Kelurahan Cempaga, Bangli, I Kadek Sukadana. Mendekati Galungan, pesanan yang datang semakin banyak. Menurut Sukadana, pesanan mulai berdatangan sejak lima hari lalu. Pesanan tidak

hanya dari wilayah Bangli, namun juga dari sejumlah daerah seperti Denpasar, Gianyar dan Badung. ‘’Pesanan yang dari luar Bangli merupakan langganan sejak dulu. Termasuk yang di Bangli juga kebanyakan langganan. Bahkan polisi juga banyak yang memesan penjor di sini,’’ ujarnya. Pada Minggu (27/5) kemarin, piha k n y a t e n g a h menggarap 102 penjor. Un-

tuk mengerjakan penjor, dia dibantu dua anak buah. Proses pengerjaan sejumlah penjor sudah hampir rampung. ‘’Jika pesanan penjor sudah selesai, langsung saya kirim ke rumah yang memesan. Penjor langsung dipasang. Tapi bagi penjor yang belum selesai, paling lambat kita akan kirim pada Penampahan Galungan,’’ jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, harga penjor bervariasi. Mulai harga yang paling murah yakni Rp 250 ribu dan yang termahal Rp 1,5 juta. Dari banyaknya pesanan yang datang, masyarakat lebih banyak memesan penjor yang harganya Rp 250 ribu. ‘’Kebanyakan memesan penjor yang harganya paling murah. Kalau yang mahal sedikit,’’ terang Sukadana. (kmb41)

Lama Terbengkalai, Gedung Laboratorium Perikanan Direnovasi Bangli (Bali Post) Gedung Laboratorium Perikanan milik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli yang berlokasi di Lingkungan Sidembunut Kelurahan Cempaga, yang sejak lama terbengkalai, akhirnya direnovasi agar kembali bisa dimanfaatkan seperti sebelumnya. Renovasi gedung tersebut dianggarkan Rp 64 juta lebih. Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (27/5) kemarin, telah terpampang papan proyek di lokasi tersebut. Waktu pengerjaan selama 60 hari. Di lokasi juga terlihat sejumlah pekerja yang tengah

beraktivitas. Kepala Dinas PKP Bangli I Wayan Sukartana menjelaskan, bangunan tersebut dulunya merupakan gedung Laboratorium Perikanan. Hanya saja, bangunan sudah sejak lama tidak difungsikan alias terbengkalai. Semenjak tidak dimanfaatkan, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah seperti di bagian atap. Agar bangunan bisa difungsikan kembali, pihaknya pun melakukan renovasi. ‘’Bangunan sudah tidak difungsikan secara efektif sekitar dua tahun lalu. Dibandingkan dibiarkan seperti itu tidak

terurus, makanya kita lakukan rehab untuk kembali dijadikan sebagai Lab Perikanan sehingga bangunan benar-benar bermanfaat secara maksimal. Nantinya bangunan akan kita lengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang agar bisa melakukan uji lab,’’ jelasnya. Hanya, lanjut Sukartana, sarana prasarana tidak bisa disediakan dalam waktu singkat. Pengadaannya harus dilakukan bertahap. ‘’Lab perikanan ini sangat dibutuhkan untuk mengecek kesehatan ikan. Karena kita setiap bulan melakukan pengecekan kesehatan ikan yang ada di Danau Batur,’’ imbuhnya. (kmb41)

Bangli (Bali Post) – Seorang wanita muda asal Kecamatan Tekara, Lombok Timur harus berurusan dengan polisi, setelah aksinya mencopet di Pasar Singamandawa, Kintamani tepergok warga. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berinisal K (32) itu berpura-pura belanja di tengah keramaian sambil berdesakdesakan. Kasus pencopetan di Pasar Singamandawa tersebut ter-

jadi pada Sabtu (26/5). Aksi copet itu terungkap saat seorang pengunjung, Ni Putu Sukuruni, asal Kintamani mengaku kehilangan dompet. Dompet tersebut berisikan uang tunai Rp 1.150.000. Mendengar kasus pencopetan tersebut, salah seorang pengunjung lainnya, Sang Made Suardana, mengaku sempat melihat pelaku memasukkan dompet warna merah ke dalam saku jaketnya. Pelaku

yang saat itu diinterogasi warga, sempat mengelak dan tidak mau mengakui perbuatannya. Hingga akhirnya, setelah tas kresek warna putih yang dibawa pelaku dibuka warga, pelaku tak lagi bisa mengelak. Di dalam tas kresek tersebut ditemukan sebuat dompet warna merah milik korban, namun sudah dalam keadaan kosong dan hanya tersisa uang Rp 6 ribu. Korban yang tak terima dengan perbuatan pelaku langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kintamani. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Minggu (27/5) kemarin, mengatakan menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mengamankan pelaku. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa tas kresek warna putih yang berisi barang belanjaan milik tersangka dan dompet kecil warna merah milik korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 364 KUHP tentang pencurian ringan, dengan pidana penjara selama tiga bulan serta denda. (kmb40)

Nyopet, Wanita Asal Lombok Diamankan Polisi

Bali Post/ina

DIAMANKAN - Pelaku pencopetan (tengah) saat diamankan di Polsek Kintamani.

Bali Post/nan

PENJOR - Penjual penjor di Cempaga saat mengerjakan pesanan.


15

Senin Pon, 28 Mei 2018

Indeks Kebahagiaan Dari Hal. 1 Rai Mantra juga kembali menekankan pembangunan Bali bukan saja menyangkut aspek lahiriah tetapi juga batiniah. Untuk itu, Mantra-Kerta mengarahkan pembangunan Bali untuk meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat Bali. ‘’Dalam lima tahun ke depan indeks kebahagiaan masyarakat Bali agar berada di posisi lima besar secara nasional,’’ tegas Rai Mantra. Masalah pengangguran dan kemiskinan masih menjadi persoalan serius di Bali. Sebab, tingginya angka pengangguran tentu akan berkontribusi pada peningkatan angka kemiskinan. Maka salah satu upaya yang dilakukan Mantra-Kerta adalah dengan mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha atau wirausaha khususnya yang bergerak di sektor UMKM. ‘’Kita harus lebih banyak mencetak job creator (pencipta lapangan kerja). Salah satunya dengan mendorong lahirnya pelaku UMKM,’’ kata Rai Mantra. Hal tersebut juga diupayakan dengan mempermudah perizinan bagi pelaku UMKM dan usaha rintisan (start up). Kemudahan perizinan ini salah

satunya bisa dengan perizinan online dan memperpendek jalur birokrasi. ‘’Beri kemudahan perizinan, dan permodalan agar tumbuh lebih banyak wirausaha baru. Seperti di Denpasar, jika UMK ingin dapat izin usaha kecil, cukup di kecamatan,’’ ujar Rai Mantra memberi contoh berbagai program yang dilakukan saat menjabat Wali Kota Denpasar dua periode.

Tegaskan Komitmen Pada pernyataan akhir, Mantra-Kerta manyatakan bahwa sejalan dengan Nawacita yang diimplementasikan dalam Nawacandra, Mantra-Kerta berkomitmen memberi pelayanan dasar untuk pembangunan SDM Bali yang berkualitas melalui program prioritas: pendidikan paripurna; kesehatan paripurna, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga kerja. Selanjutnya, Rai Mantra menegaskan kembali komitmen yang telah mereka nyatakan dalam kontrak politiknya yakni menolak reklamasi Teluk Benoa sebagai pilihan sikap dan prinsip yang mereka pegang secara konsisten. Sebagai komitmen terhadap

penguatan dan pemajuan kebudayaan, Rai Mantra tegaskan kembali program dana bantuan kepada desa pakraman sebesar Rp 500 juta per desa per tahun. ‘’Bagi kami desa pakraman merupakan jantung kebudayaan Bali,’’ tegas Rai Mantra. Berkomentar terhadap jalannya debat terbuka kedua, pengamat politik dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas Denpasar) Dr. Nyoman Subanda menilai pelayanan publik adalah tema yang paling dikuasai paslon yang pernah duduk di birokrasi. ‘’Untuk pelayanan publik seperti transportasi, kesehatan, memang yang paling berkompeten adalah paslon yang sudah berpengalaman dan duduk di birokrasi karena mereka sudah berpengalaman melakukan hal itu,’’ ujarnya di Denpasar, Sabtu (26/5). Paslon Mantra-Kerta, nenurut Subanda, keduanya sangat berpengalaman dalam bidang birokrasi. ‘’Rai Mantra pernah menjadi Wali Kota Denpasar dua periode. Sementara Sudikerta pernah menjadi Wakil Bupati Badung dua periode, dan menjadi Wakil Gubernur Bali satu periode. Jadi kalau soal pelayanan publik, keduanya sudah berpengalaman,’’ ujarnya. (r/kmb)

Persoalan Kemacetan Dari Hal. 1 Namun kini pariwisata Bali menghadapi berbagai persoalan yang bisa mengganggu keberlangsungan dunia pariwisata Bali. Mulai dari persoalan kemacetan, isu keamanan, kenyamanan, kebersihan dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). ‘’Bali tidak punya tambang emas seperti daerah lain, tapi kita beruntung punya pariwisata yang berkelas dunia. Kita selalu dinobatkan sebagai destinasi dan pulau terindah di dunia, tapi pariwisata sangat rentan terhadap isu negatif,’’ tegasnya. Menanggapi hal itu, Calon Gubernur Wayan Koster mepaparkan visi-misinya yang dibingkai dalam konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang akan membawa Bali pada era yang lebih baik di segala bidang, termasuk pariwisata. ‘’Kalau bidang pariwisata saya akan berbagi tugas dengan Pak Cok Ace. Saya akan delegasikan kepada beliau,’’ tegasnya. Koster memaparkan sejumlah program pada bidang pariwisata yang sudah dirancangnya. Di antaranya mengembangkan destinasi wisata baru

sesuai potensi kabupaten/kota seperti: wisata agro, wisata spiritual, wisata alam/kebun raya, wisata pantai, dan wisata minat khusus. Selanjutnya pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan green tourism/penggunaan material yang renewable (natural dan ramah lingkungan), pengembangan wisata pedesaan/wisata budaya, dan membangun kawasan wisata terpadu: koneksitas antar-kabupaten/ kota se-Bali, pengembangan SDM pariwisata. Memberikan pelatihan tentang kepariwisataan kepada masyarakat, menerapkan standardisasi dan sertifikasi kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang jasa pariwisata (hotel, restoran, travel, pramuwisata, suvenir, dan jasa penunjang pariwisata lainnya dengan mengutamakan local genius. Selain itu juga menerapkan sistem rekrutmen baru untuk penyiapan tenaga pramuwisata yang memberi ruang secara optimal bagi krama Bali, meningkatkan standar kualitas pelayanan kepariwisataan secara komprehensif. Menghentikan praktik kartel dan sindikat pelaku

Diduga Gugurkan Kandungan

Kadek SC Tewas di Kamar Kos

Singaraja (Bali Post) – Warga Banjar Dinas Kuta Banding, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng mendadak geger, Minggu (27/5) kemarin. Ini dipicu penemuan sesosok mayat di dalam kamar kos milik warga setempat. Dari pemeriksaan polisi, korban diketahui bernama Kadek SC (22), warga Kecamatan Gerokgak. Polisi belum berani menyimpulkan penyebab kematian korban. Sementara informasi berkembang di lapangan menyebut kalau korban diduga meninggal dunia karena meminum obat untuk menggugurkan kandungan. Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada seizin

Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan penemuan mayat perempuan di dalam kamar kos. Seorang saksi bernama Komang PP (22), warga Desa Kubutambahan. Dia diduga pacar korban. ‘’Benar kami mendapat laporan penemuan mayat seorang pelajar itu. Kami masih mengembangkan kasus ini dan mendengarkan keterangan saksi,’’ katanya. Sementara itu, informasi di lapangan menyebutkan korban baru saja menamatkan pendidikan di salah satu SMK di Kubutambahan. Dia diduga sedang hamil. Karena kehamilan yang tidak dikehendaki itu, diduga muncul rencana menggugurkan kehamilannya. (kmb38)

pariwisata dalam penerapan komisi (fee) yang tidak rasional oleh pelaku jasa transportasi. Menghentikan beroperasinya usaha dan jasa pariwisata ilegal sehingga mengakibatkan kompetisi yang tidak sehat. Selanjutnya Koster-Ace menandatangani MoU dengan Relawan Pariwisata Bali disaksikan sejumlah tokoh bidang pariwisata. Dalam MoU ada sejumlah poin penting yang disepakati Koster-Ace, di antaranya menjadikan pariwisata sebagai leading sector perekonomian Bali, meningkatkan kompetensi SDM pariwisata Bali, mengelola pembangunan Bali dalam pola One Island Management dengan nilai-nilai luhur budaya Bali yang berlandaskan Tri Hita Karana. (kmb)

Memperingati Hari Kebangkitan Nasional

FH Unwar Gelar Studium Generale Soal Rumah Susun FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar Studium Generale dengan topik ‘’Perlindungan Hukum bagi Pemilik Rumah Susun Dikaitkan dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen’’, Sabtu (26/5). Bertempat di Ruang Sri Ksari Warmadewa Mandapa II FH Lantai 4, Studium Generale ini digelar serangkaian memperingati Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei. Studium Generale menghadirkan Guru Besar dari Universitas Kristen Maranatha Bandung yang berkopeten di bidang investasi, perkreditan yaitu Prof. Dr. Yohannes Ibrahim Kokasih, S.H., M.Hum. Kegiatan dibuka Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiarta, S.H., M.H. Hadir Wakil Dekan I Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H., Wakil Dekan III Ketut Sukadana, S.H., M.H. dan diikuti oleh seluruh dosen dan mahasiswa di lingkungan FH Unwar. Dekan FH Unwar I Nyoman Putu Budiarta mengatakan, rumah sebagai tempat hunian merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia di bumi. Namun, seiring bertambahnya penduduk di dunia termasuk di Indonesia, tempat untuk membangun rumah yaitu tanah semakin mahal. Hal ini menyebabkan harga rumah semakin mahal, sehingga dibutuhkan inovasi untuk menghadapi permasalahan tersebut. Pengembangan rumah susun menjadi salah satu model perumahan yang bisa menjawab tantangan demografi ini, agar bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. ‘’Rumah susun dalam kepemilikannya memang se-

dikit berbeda dengan rumahrumah model paralel atau horizontal lainnya. Karena di satu sisi tanahnya milik bersama yang jumlahnya lumayan banyak. Bisa 1.000 kamar atau 1.000 rumah. Jadi, di sini ada konsep kepemilikan komunal dan sedikit berbeda dengan konsep Undang-undang Pokok Agraria yang asasnya horizontal. Rumah susun asasnya perlekatan,’’ tandas Putu Budiarta. Sementara itu, Prof. Yohannes Ibrahim Kokasih mengatakan, Bali merupakan salah satu daerah yang padat penduduknya, terutama di Kota Denpasar. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan rumah sangat tinggi, sedangkan harga tanah semakin mahal. Untuk itulah solusi pembangunan satuan rumah susun menjadi alternatif yang baik bagi Bali, seperti halnya yang dilakukan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Apalagi, satuan rumah susun berguna untuk kemudahan dalam melakukan mobilitas di dalam masyarakat. Sebab, harga rumah susun lebih terjangkau dibandingkan rumah horizontal. ‘’Ada kemungkinan ke depannya Bali harus juga membangun rumah susun, walaupun saat ini ada keterbatasannya yaitu perda yang menyatakan pembangunan rumah itu tidak boleh melebihi tinggi pohon kelapa. Ini (perda red) adalah sesuatu yang patut dipertimbangkan ke depannya. Apakah dilakukan revisi, sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat, terutama akan mobilitas yang tinggi. Perekonomian masyarakat Bali jauh lebih baik yang tetap disinergikan dengan budaya Bali yang menjadi ciri khas Bali,’’ tandas Prof. Yahannes. (ad1433)

STUDIUM GENERALE - Dekan FH Unwar I Nyoman Putu Budiarta (tengah) didampingi Wakil Dekan I Ida Ayu Putu Widiati (kanan), Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi (dua dari kiri), Wakil Dekan III Ketut Sukadana (kiri) berfoto bersama Prof. Yohannes Ibrahim Kokasih (dua dari kanan) pada acara Studium Generale.


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Senin Pon, 28 mei 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Gagal di Piala Thomas dan Uber 2018

Tetap Optimis Tatap Asian Games Bangkok – Indonesia gagal di Piala Thomas dan Uber 2018. Manajer Indonesia Susy Susanti yakin hasil di ajang itu tak memengaruhi Asian Games. Di ajang Piala Thomas, Indonesia cuma sampai babak semifinal, menurun dari edisi sebelumnya ketika mampu melaju sampai final di Kunshan. Kali ini, Hendra Setiawan cs. dikalahkan Cina dengan skor 1-3. Di Piala Uber, Indonesia tersingkir lebih dini. Greysia Polii cs. lagi-lagi hanya sampai perempatfinal, mengulang laju serupa dalam empat edisi beruntun sejak 2012. Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 kurang dari tiga bulan lagi. Bulu tangkis menjadi andalan utama Indonesia untuk mendulang

medali emas. Lantas bagaimana peluang Indonesia di Asian Games 2018? ‘’Saya selalu sih positif, karena setiap pertandingan berbeda; berbeda tempat, situasi, mood dari pemain,’’ kata Susy, Minggu (27/5) kemarin. ‘’Kita bisa lihat siapa yang konsisten, yang stabil saat ini prestasi sampai 7-8

kali juara,’’ dia merujuk pada prestasi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon Fernaldi. ‘’Justru dengan kegagalan ini pembelajaran untuk meningkatkan semangat kita. Dengan kita kalah, kita seharusnya lebih waspada lebih kerja keras lagi. Kekalahan ini adalah kemenangan yang tertunda tetapi dari si atlet harus mau memperbaiki lagi,’’ mantan ratu bulu tangkis Indonesia itu menandaskan. Sejak berpartisipasi pada Asian Games pada 1951, Indonesia telah meraup total 91 medali dari bulu tangkis. Sebanyak 26 di antaranya medali emas, dan selalu bisa didapatkan secara berturut-turut sejak 1994. (ant)

Balipost/PBSI

TIM - Tim Thomas Indonesia yang gagal lolos ke babak final setelah dikalahkan Tiongkok 1-3.

Edisi 28 mei 2018 | Balipost.com  

Sekarung E-KTP Jatuh Di jalan Mendagri Duga Ada Sabotase

Edisi 28 mei 2018 | Balipost.com  

Sekarung E-KTP Jatuh Di jalan Mendagri Duga Ada Sabotase

Advertisement