16 HALAMAN
NOMOR 323 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Penyediaan Sapi Potong
Bali Post
SEJAK 1948
’’Campah’’ Ngurus Sampah VIDEO yang diunggah Richard Horner, penyelam asal Inggris, saat menyelam di Minta Point Nusa Penida mendadak viral dan menjadi pemberitaan media dunia seperti The Guardian dan Channel News Asia, Maret 2018. Minta Point adalah titik penyelaman favorit bagi para wisatawan. Namun viralnya video bukan karena keindahan dasar laut melainkan karena penuhnya laut dengan sampah plastik. ‘’Tak pernah melihat sampah plastik sebanyak ini,’’ kata Richard dalam video itu yang tentu mencoreng nama besar pariwisata Bali. Seperti biasa, pemerintah Indonesia pun mendadak tersentak. Terlihat segera bergegas berbicara di media menyatakan bahwa pemerintah akan dengan serius menangani sampah. Kebergegasan ini didorong rasa takut pariwisata Bali akan tercoreng lebih lama. Padahal soal sampah yang mengotori citra pariwisata Bali bukan hal baru. Apalagi di Pantai Kuta dan sejumlah pantai di Bali. Hampir sepanjang tahun dibanjiri sampah kiriman. Sampah yang menumpuk di mana-mana, juga melahirkan wacana jika Bali darurat sampah. Wacana itu telah bergulir sejak beberapa tahun lalu. Berdasarkan penelitian, penyumbang terbesar sampah yang memenuhi bentang pantai di Bali 80 persen merupakan kiriman dari sungai-sungai di Bali yang bermuara ke laut. Sementara volume sampah yang dihasilkan per hari mencapai 10.849 meter kubik ini, setara dengan sekitar 3.000 ton. Sampah sebanyak itu sebagian besar hanya dibuang begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sedikit sekali yang diolah kembali. Alasannya, dana mengolah kembali sampah tidak tersedia. Contoh kasus yang terjadi pada TPA Suwung di Denpasar. Menurut data Kementerian PUPR, setiap hari sampah yang masuk ke TPA Suwung volumenya mencapai 1.000 hingga 1.400 ton. Dari ribuan ton sampah itu tidak banyak pengolahan yang dilakukan. Tidak ada pemilahan sampah organik dan anorganik kecuali yang dilakukan para pemulung. Akibatnya sampah merusak lingkungan, menyebarkan bau tidak sedap dan mencemari air tanah. Hal. 15 Anggaran Minim
Sapi Bali menjadi unggulan untuk dikembangkan di Indonesia. Selain kualitas dagingnya bagus, sapi Bali juga tahan hidup dalam lingkungan yang tandus. Karenanya, sejumlah daerah utamanya di NTT, Sulawesi dan Sumatera, sapi Bali dikembangbiakkan secara massal. Lalu, bagaimana dengan Bali yang menjadi habitatnya?
Bali Post/dok
SAPI - Ratusan ekor sapi kini berkeliaran di TPA Suwung, Denpasar. Belum ada pemilahan sampah secara khusus di TPA ini, kecuali oleh pemulung dan sapi.
Bali dikenal sebagai salah satu produsen sapi. Namun kontribusinya masih kecil. Hanya delapan persen dalam memasok kebutuhan nasional. Jumlahnya berada pada kisaran 50.000 ekor per tahun. Melalui program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab), Bali diharapkan bisa berkontribusi lebih dari 50.000 ekor. Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali IKG Nata Kesuma, M.MA. membeberkan, Upsus Siwab adalah program percepatan peningkatan populasi ternak sapi dan kerbau. Program ini dalam rangka memenuhi penyediaan ternak lokal untuk ketersediaan daging dalam negeri. Program percepatan ini melalui inseminasi buatan (IB), sehingga diharapkan mampu mengurangi impor daging. ‘’Karena sampai saat ini ketersediaan daging dalam negeri (daging lokal) khususnya di Bali, cuma 65 persen dari kebutuhan, sehingga harus impor sekitar 20–30 persen. Kita tidak ingin impor terus-menerus, sehingga
pemerintah mencanangkan Upsus Siwab,’’ jelasnya saat evaluasi program yang diikuti 150 petugas IB, beberapa waktu lalu. Bali memiliki populasi sapi sekitar 507.000 ekor berdasarkan estimasi data tahun 2017. Dari jumlah itu, 179.960 ekor merupakan sapi indukan. Dari data itu menunjukkan Bali memiliki potensi pengembangan sapi. Tidak hanya bisa menyuplai kebutuhan nasional, juga bisa menyejahterakan peternak. Selama tujuh bulan pelaksanaan program Upsus Siwab, telah mencapai 66 persen dari target. Diharapkan dalam waktu lima bulan ke depan, target bisa mencapai 100 persen. Tahun 2018, target akseptor (sapi indukan) yang disasar untuk di-IB sebanyak 76.300. Dengan jumlah akseptor tersebut diharapkan kelahiran sapi mencapai 69.000. Dengan penambahan 69.000, diharapkan dapat memberi tambahan kontribusi pada suplai kebutuhan nasional. Dengan adanya manajemen budi daya, sapi itu akan menghasilkan daging yang berkualitas tinggi. Hal. 15 Daging Impor
Bupati Lampung Selatan Ditangkap KPK Zulkifli Hasan Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Adiknya
Bali Post/ade
OTT KPK - Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK tiba di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/7) kemarin. KPK melakukan OTT terhadap adik Ketua MPR Zulkifli Hasan terkait kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Lampung Selatan.
Jakarta (Bali Post) – Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan dan tiga orang lain yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK tiba di gedung Merah Putih KPK, Jumat (27/7) kemarin. Keempatnya tiba pukul 13.40 WIB dan langsung masuk ke gedung KPK. Zainudin mengenakan kemeja putih, celana hitam dan peci hitam. Dia satu mobil dengan seorang pria yang juga mengenakan pakaian serupa. Sebelumnya petugas KPK juga membawa dua orang pria yang mengenakan jaket hitam dan membawa tas. Keempatnya tidak berkomentar apa pun saat ditanya wartawan. KPK mengamankan 12 orang dalam OTT di Kabupaten Lampung Selatan pada Kamis (26/7) malam hingga Jumat pagi. Pihak-pihak yang diamankan itu terdiri atas unsur kepala daerah/bupati, anggota DPRD, swasta, dan pihak lain yang terkait. Orang-orang yang diamankan tersebut sudah
diperiksa lebih dulu di Polda Lampung. Dalam OTT itu, KPK turut mengamankan uang Rp 700 juta dalam pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang diduga terkait dengan proyek infrastruktur. Zainudin Hasan merupakan adik kandung dari Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)-RI sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Sementara itu, Zulkifli Hasan meyakini KPK akan bertindak profesional dalam menangani kasus yang menjerat adiknya, Zainudin Hasan, yang merupakan Bupati Lampung Selatan. ‘’Saya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada KPK. Saya percaya KPK akan bertindak profesional,’’ kata Zulkifli. Ia mengatakan, dirinya sebagai Ketua Umum PAN selalu mengingatkan kepada para kadernya untuk menjauhi perilaku korupsi. Ia meminta kepada adiknya untuk bersikap kooperatif
setelah KPK melakukan tangkap tangan pada Kamis (26/7) malam. ‘’Sebagai kakak, saya memohon maaf kepada masyarakat Lampung Selatan khususnya dan seluruh masyarakat Lampung atas apa yang terjadi,’’ ujarnya pula. Zulkifli yang juga Ketua MPR-RI itu mengatakan dirinya sebagai kakak tertua, wakil orangtua, sangat prihatin dan sedih atas musibah yang terjadi. Ia menuturkan, keluarganya sejak kecil dididik untuk selalu bekerja keras dan berbuat jujur, sehingga peristiwa yang menimpa adiknya menjadi ujian bagi keluarga. (ant)
’’Sebagai kakak, saya memohon maaf kepada masyarakat Lampung Selatan khususnya dan seluruh masyarakat Lampung atas apa yang terjadi.’’ Zulkifli Hasan
Gubernur Terpilih di Rumah Transisi
Segera Bangun Pusat Kebudayaan Bali
GUBERNUR Bali terpilih, Wayan Koster, tampaknya tak mau menyia-nyiakan satu hari pun sebelum waktu pelantikannya tiba. Seperti Jumat (27/7) kemarin, Koster tampak mengundang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII, serta Bupati dan Wakil Bupati Buleleng ke rumah transisi. Pada pertemuan itu dibicarakan soal pembangunan infrastruktur Bali. Tak hanya itu, Koster juga sebelumnya membahas soal budaya Bali. Salah satu program prioritas jangka pendek dari gubernur dan wakil gubernur terpilih adalah membangun Pusat Kebudayaan Bali dalam satu kawasan meliputi panggung terbuka berkapasitas 15.000-20.000 penonton, gedung teater, museum tematik, dan Bali Inter-
national Convention Center. Saat rencana ini terwujud maka aktivitas di Art Center yang ada sekarang akan dipindah ke Pusat Kebudayaan Bali itu. Koster mengaku masih meninjau beberapa lokasi yang akan digunakan untuk membangun Pusat Kebudayaan Bali. Antara lain di Padanggalak, Kertalangu, dan Tohpati. ‘’Kami tinjau mana yang paling memungkinkan, pertama dari segi luas lahan, kedua dari lingkungannya. Misalnya di Padanggalak, di situ kan ada laut, gelombang besar, apa tidak berisik dan membuat pentas terganggu. Apa ada teknologi yang bisa mengatasi supaya tidak berisik. Teknis sifatnya,’’ ujarnya. Mengenai Taman Budaya atau Art Center di Jalan Nusa Indah, Denpasar, lanjut
Koster, sedang dipikirkan apakah akan tetap dikelola oleh pemerintah provinsi atau akan diberikan kepada ISI Denpasar sebagai laboratorium seni budaya dengan sistem hak guna pakai. ‘’Saya kira ISI mesti punya fasilitas memadai untuk mendukung fungsi pembelajarannya,’’ imbuhnya. Kata Koster, Art Center memiliki nilai historis berkaitan dengan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB). Meskipun nanti akan dipindah, nilai historis itu tidak akan hilang sepanjang PKB masih tetap digelar rutin setiap tahun dan diwadahi secara lebih baik lagi. Dalam hal ini, pelaksanaan PKB lebih memadai sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada. Jumat kemarin, Gubernur Bali Made Mangku Pastika
juga turut hadir di sela-sela pertemuan tersebut sembari memberikan sejumlah masukan dan saran terkait percepatan pembangunan infrastruktur jalan. ‘’Memang kami ingin fokus dalam visimisi kami itu adalah program yang berkaitan dengan infrastruktur darat, laut dan udara secara terintegrasi, yang ini adalah infrastruktur darat, jalan. Kami ingin mendengarkan apa yang sudah direncanakan oleh Balai,’’ ujar Koster didampingi Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra usai pertemuan. Menurut Koster, BBPJN salah satunya menyampaikan bila tahun ini sedang dilakukan proses tender shortcut 5-6 di ruas jalan Mengwitani-Singaraja. Hal. 15 Pembebasan Lahan
Bali Post/kmb32
BERSAMA - Gubernur terpilih Wayan Koster bersama Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra.
DENPASAR
2
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
FIGUR Resmi Bermetamorfosis MULAI Juli 2018, Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) resmi bermetamorfosis menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti). Mantan Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa resmi dilantik menjadi Ketua L2Dikti Bali, NTB dan NTT di Jakarta, Kamis (26/7) lalu. Dengan berubah menjadi L2Dikti, Dasi Astawa menegaskan, pihaknya melayani semua sektor pendidikan tinggi baik PTS maupun PTN. Peran dan tugas L2Dikti jauh lebih luas dibandingkan saat menjadi Kopertis. Misalnya, PTN dan PTS tak perlu lagi ke Jakarta mengurus izin membuka program studi baru S-1, karena cukup dikeluarkan oleh L2Dikti di daerah. ‘’Bahkan banyak kebijakan desentralisasi ditangani L2Dikti. Misalnya kenaikan pangkat dosen dan jabatan lainnya cukup di daerah, bukan lagi ke Jakarta,’’ katanya. Namun, kebijakan internal di PTN yang sudah berlaku tetap dilakukan seperti semula. (sue)
Anggota Sindikat Curanmor Dibekuk di Jember Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Polresta Denpasar terus memburu anggota komplotan curanmor asal Jember, Jawa Timur. Setelah meringkus Muhammad dan Hoerul Anwar pada April lalu, giliran Ali Safe’i alias Pak Kampung (44) dibekuk di kampungnya di Dusun Curah Bamban Kelurahan Tanggul Wetan, Jember, Jatim, Selasa (24/7) lalu. Dari tangan pelaku diamankan satu sepeda motor hasil curian. Barang bukti sepeda motor tersebut, kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Jumat (27/7) kemarin adalah milik I Nyoman Suantika. Sepeda motor itu dicuri di areal parkir Pantai Padanggalak, Denpasar Timur pada 22 April lalu, sekitar pukul 07.00 Wita. ‘’Waktu itu korban olahraga di TKP. Selesai olahraga ternyata sepeda motornya hilang,’’ tegas Kompol Arta. Dari hasil penyelidikan, polisi awalnya menangkap tersangka Muhammad pada April lalu. Dia mengaku mencuri motor milik korban bersama Pak Kampung. Perburuan
terhadap Pak Kampung langsung dilakukan tim Resmob Polresta. ‘’Kami sudah curiga pelaku curanmor yang selama ini beraksi di Denpasar dan Badung adalah komplotan Jember,’’ ungkapnya. Selanjutnya, pada Senin (23/7) lalu polisi melakukan penyelidikan di daerah Jember. Keesokan harinya pelaku berhasil ditangkap. Dari hasil pemeriksaan, Pak Kampung mengakui mencuri sepeda motor di dua lokasi yaitu areal parkir Pantai Sindu, Sanur, pada 18 Januari dan motor tersebut atas nama Ida Bagus Kade Alit Susanta. Selanjutnya motor curian itu dijual kepada penadah bernama Hoerul seharga Rp 1 juta. Saat beraksi di areal parkir Pantai Padanggalak, pelaku mengajak Muhammad. Selanjutnya motor tersebut dijual Rp 1 juta kepada Hoerul. ‘’Kami masih mengembangkan kasus ini dan memburu pelaku lainnya. Modusnya menggunakan kunci palsu. Saat ini dominan pelakunya dari luar Bali,’’ ucap Kompol Arta. (kmb36)
Bali Post/ist
DISITA - Polisi menyita sepeda motor yang dicuri oleh Ali Safe’i alias Pak Kampung.
Penjual Kupon Togel Diganjar Enam Bulan Penjara Denpasar (Bali Post) Judi togel marak terjadi di masyarakat. Hal ini pun sudah sangat meresahkan. Sementara pelaku yang ditangkap polisi hanya di tingkat pengecer. Tak hanya itu, hukuman yang diterima penjual kupon togel relatif ringan, hanya enam bulan kurungan. Seperti vonis hakim bagi tukang ojek yang menjadi terdakwa dalam kasus judi togel, Nyoman Katek. Oleh majelis hakim pimpinan I G.N. Partha Bhargawa, terdakwa Kamis (26/7) hanya diganjar enam bulan penjara. Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi pengepul atau penjual judi togel. Mendengar putusan ini, terdakwa yang tanpa didampingi kuasa hukum langsung menerima dengan baik. Sementara jaksa
penuntut umum (JPU) yang diwakilkan Cok Intan Melanie Putri mengatakan pikirpikir. Sebelumnya, JPU Ni Ketut Hevy Yushantini menuntut pria yang sudah memiliki cucu ini dengan pidana penjara selama sepuluh bulan dikurangi masa penahanan. Kakek ini dibekuk anggota Buser Polsek Denpasar Barat, Rabu (4/4) lalu di pangkalan ojek sebelah barat BPD Jalan Gunung Batukaru, Denpasar. Saat itu dia ditangkap atas dugaan menjual atau menjadi pengepul togel TSSM. ‘’Sebelum penangkapan, terdakwa sudah menjual nomor togel pada empat orang pembeli,’’ sebut jaksa. Dari pengakuan terdakwa, dirinya mendapat keuntungan 10 persen dari penjualan nomor togel TSSM setiap kali penarikan nomor. (kmb37)
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : Suap ASN, Terdakwa Hanya Dituntut 10 Bulan Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
PERAWATAN - Dua orang petugas tengah melakukan proses perawatan di Gardu Induk Sanur, Denpasar. Perawatan tersebut rutin dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi listrik di Denpasar.
Kasus Lapangan Lumintang
Anggota Dewan Desak Proyek Penataan Dilanjutkan Denpasar (Bali Post) –
Penghentian proyek penataan lapangan Lumintang oleh Satpol PP Badung terus mendapat kecaman. Kali ini datang dari Wakil Ketua DPRD Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira. Politisi Golkar ini meminta proyek penataan Lapangan Lumintang jalan terus, karena bertujuan memperbaiki kondisi lapangan yang sudah tidak layak untuk kepentingan olahraga, upacara maupun kepentingan lainnya. Pernyataan ini disampaikan Wandhira usai pujawali di Pura Natha Praja, kantor Wali Kota Denpasar, Jumat (27/7) kemarin. Dikatakannya, dalam MoU antara Pemkab Badung dengan Pemkot Denpasar terkait dengan pemanfaatan lapangan itu, sudah jelas diatur tentang pemeliharaan. Apa yang dilakukan saat ini merupakan bentuk perawatan agar lapan-
gan tersebut lebih baik. ‘’Jadi, tidak ada kewajiban kita untuk melapor, karena penataan lapangan Lumintang tidak mengubah fungsi. Justru yang dilakukan adalah bagian dari pemeliharaan. Memperindah. Itu sudah jelas tertuang dalam surat perjanjian,’’ ujar Wandhira yang juga Ketua DPD II Golkar Denpasar. Menurutnya, ke depan juga perlu diperhatikan soal pemi-
sahan aset Badung dengan Denpasar. Karena pada saat itu Denpasar belum memiliki wakil atau DPRD sehingga proses pemisahan itu tidak disertai dengan penyerahan aset yang ada. Kata dia, yang namanya saudara kandung antara Denpasar dan Badung yang saat itu ada pemecahan hak dan kewajiban, semestinya aset dibagi sama rata. Tentu saat
aset masih menjadi satu, itu juga merupakan aset Kota Denpasar. ‘’Sejauh ini kita belum tahu apakah benar proses pemisahan kewenangan dalam aset ini hanya milik Badung. Terus, mana untuk Kota Denpasar? Seharusnya kekayaan itu dibagi rata karena kita saudara kandung,’’ jelasnya. Menurut Wandhira, pemeliharaan Lapangan Lumintang wajib dilakukan. Karena jika tidak, dikhawatirkan menjadi semak belukar. Contoh di Jalan Melati, ada beberapa bangunan yang tidak terawat sehingga merusak wajah Kota Denpasar. Pihaknya pun meminta Pemprov Bali turun
tangan sehingga tercipta keharmonisan antara Denpasar dan Badung. ‘’Intinya, kita akan telusuri proses pembagian aset itu, siapa yang membagi. Karena, ironis Denpasar yang punya pemerintahan dan ibu kota provinsi tidak punya pusat lahan sendiri. Karena kini statusnya masih minjam. Bagaimana nanti jika masa kontraknya habis,’’ katanya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Apresiasi Sekolah Inklusi SMP PGRI 6 Denpasar
K3S Denpasar Serahkan Alat Bantu Kesehatan kepada Siswa SUASANA di SMP PGRI 6 Denpasar, Jumat (27/7) pagi tampak berbeda dari hari biasanya. Ratusan siswa dari kelas VII hingga kelas IX dan para guru berpakaian adat, berkumpul memberikan dukungan kepada para siswa yang disabilitas. Kebahagian bersama ini turut serta dirasakan Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra yang hadir bersama Wakil Ketua K3S Ny. Antari Jaya Negara, Ny. Kerti Rai Iswara dan Kepala Dinas Sosial Denpasar Made Mertajaya. Kehadiran K3S Denpasar tersebut dalam rangka memberikan dukungan kepada dua orang siswa disabilitas sekolah setempat, yakni Komang Yastra Praktyasa dan Kadek Agastya Arya serta menyerahkan alat bantu kesehatan berupa kursi roda dan alat bantu dengar. ‘’Kami memberikan apresiasi kepada sekolah inklusi di Denpasar, khususnya SMP PGRI 6 Denpasar yang telah memberikan semangat kepada para siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah,’’ ujar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra. Menurutnya, Pemkot Denpasar didukung insan pendidikan, terus berupaya memberikan pendidikan yang sama kepada anak-anak di Kota Denpasar. Dari langkah ini Denpasar telah mampu meraih penghargaan Kota Layak Anak kategori Nindya delapan kali berturut-turut. ‘’Semoga penghargaan ini menjadi cambuk dalam meningkatkan dan memperhatikan hak-hak anak-anak. Di samp-
SERAHKAN BANTUAN - Ketua K3S Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Ketua K3S Ny. Antari Jaya Negara, Ny. Kerti Rai Iswara dan Kepala Dinas Sosial Denpasar Made Mertajaya, menyerahkan kursi roda dan alat bantu dengar kepada Komang Yastra Praktyasa dan Kadek Agastya Arya, Jumat (27/7) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Dua terdakwa kasus dugaan suap terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), Jumat (27/7) kemarin dituntut ringan oleh JPU dari Kejati Bali. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, dua terdakwa yakni Direktur PT Bali Merine Service, Rustyasi Pilemon (32) dituntut pidana penjara selama setahun enam bulan. Yang miris dan menjadi sejarah dalam sidang pidana korupsi, JPU Wayan Suardi menuntut terdakwa II, Adi Wicaksono dengan pidana penjara selama sepuluh bulan. Sebagaimana diketahui, kedua terdakwa tersebut diadili atas dugaan suap dan gratifikasi terkait pemalsuan dokumen kapal dari Dream Tahiti berbendera Prancis
menjadi Dream Bali. JPU Wayan Suardi dalam surat tuntutannya mengatakan, perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kedua terdakwa juga dituntut dengan pidana denda yang berbeda. Terdakwa Rustyadi dituntut denda sebesar Rp 50 juta subsider lima bulan kurungan, sedangkan Adi sebesar Rp 35 juta subsider dua bulan penjara. Menanggapi tuntutan ini, kedua
ing itu, Pemkot Denpasar juga memberikan pelayanan kepada anak autis melalui keberadaan Pusat Layanan Autis Kota Denpasar yang berada di kawasan Lumintang Denpasar. Pusat Layanan Autis Denpasar juga telah mampu melanjutkan siswanya ke jenjang sekolah inklusi. Keberadaan SMP PGRI 6 Denpasar yang memiliki lima siswa disabilitas dan saat ini kami berkesempatan berkunjung serta berbagi kasih bersama para siswa, serta menyerahkan bantuan kursi roda dan alat bantu dengar,’’ katanya. Ny. Selly berharap bantuan yang diserahkan kali ini dapat bermanfaat bagi Komang Yastra Praktyasa dan Kadek Agastya Arya dalam kegiatan sehari-hari dan di sekolah. ‘’Komang Yastra Praktyasa dan Kadek Agastya Arya agar terus bersemangat sekolah serta selalu menjaga kesehatan,’’ ujar Ny. Selly. Sementara itu, Kepala SMP
PGRI 6 Denpasar Ketut Antara mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar dan K3S Kota Denpasar yang telah memberikan perhatian kepada siswa disabilitas. ‘’Tahun ajaran baru ini sekolah kami memiliki lima orang disabilitas, yang pada tahun sebelumnya memiliki empat orang siswa disabilitas serta telah mampu menorehkan prestasi tingkat nasional,’’ ujar Antara. Menurutnya, SMP PGRI 6 Denpasar terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan yang nyaman dan ramah bagi anak didik. Tidak saja bagi siswa umum yang bersekolah di sini, namun juga memberikan hak yang sama kepada siswa disabilitas. Saat ini terdapat lima orang siswa disabilitas yang meliputi dua orang siswa tuna grahita, satu orang siswa autis, satu orang siswa tuna rungu dan satu orang siswa tuna daksa. (ad1533)
Bali Post/ist
UTSAWA DHARMA GITA - Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha membuka Utsawa Dharma Gita XXVIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Jumat (27/7) kemarin.
Utsawa Dharma Gita Kembali Digelar Denpasar (Bali Post) Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha membuka gelaran Utsawa Dharma Gita XXVIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Jumat (27/7) kemarin. Tahun ini Utsawa Dharma Gita diikuti 520 peserta dari sembilan kabupaten/ kota di Bali. Para peserta mengikuti 37 kategori lomba untuk anak-anak, remaja, dan dewasa putra-putri. ‘’37 kategori itu terbagi dalam sembilan jenis lomba, yakni pembacaan sloka, palawakya, kekawin, kidung, geguritan, dharma wacana berbahasa Bali, dharma wacana berbahasa Inggris, dharma widya dan menghafal sloka,’’ ujar Beratha. Lebih lanjut dikatakan, ada 25 juri yang dilibatkan dari Widyasabha Provinsi Bali dan akademisi perguruan tinggi di Bali. Utsawa Dharma Gita terutama bertujuan meles-
tarikan dan mengembangkan dharmagita sebagai kearifan lokal budaya Bali dalam mempelajari dharma agama. Termasuk meningkatkan sradha dan bhakti umat Hindu di Bali melalui implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam dharma gita. ‘’Dengan harapan, bisa terwujud masyarakat Bali yang cerdas, santun, unggul, peduli, mandiri dan berbudaya. Selain itu, ajang ini juga dapat meningkatkan kemampuan umat Hindu di Bali dalam mempraktikkan dharma gita,’’ jelasnya. Beratha menambahkan, Utsawa Dharma Gita yang digelar hingga 29 Juli ini juga dijadikan ajang regenerasi pendharma gita dan pendharma wacana di Bali. Sekaligus yang tidak kalah penting, untuk memperkokoh rasa saling asah, asih, asuh di tengah gempuran globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi. (kmb32)
Suap ASN, Terdakwa Hanya Dituntut 10 Bulan terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya masingmasing menyatakan akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan secara tertulis. Sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan bahwa perbuatan kedua terdakwa dianggap telah merugikan keuangan negara dengan hilangnya hak negara dari pendapatan pajak impor kapal Dream Tahiti/Dream Bali sebesar Rp 1.096.449.000. Kasus ini berawal dari pembelian kapal berbendera Prancis oleh saksi Ni Made Sumbersari dan Michel Malo Menager melalui Loic Bonnet, pemilik perusahaan Archipel Croisieres di Prancis seharga USD 80.000. Kemudian dua saksi tersebut mendatangi terdakwa Rustyasi Palemon
selaku Direktur Agent Isle Marine untuk mengurus perubahan bendera kapal dari Prancis menjadi Indonesia. Terdakwa Palemon menghubungi terdakwa Wicaksono selaku kapten kapal Freelance untuk menyelesaikan proses perubahan bendera tersebut. Wicaksono menjalin komunikasi dengan Joni Edy Susanto (terpidana dalam kasus yang sama) selaku ASN di kantor KSOP Benoa, yang kemudian disanggupinya dengan bantuan almarhum Heru Supryadi yang merupakan ASN di kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. Berbekal dokumen palsu itulah Dream Tahiti yang kemudian berubah nama menjadi Dream Bali beroperasi selama
dua tahun dengan rute pelayaran di perairan Bali-Lombok, Serangan-Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Setelah proses pembuatan dokumen palsu itu selesai, pemilik kapal Ni Made Sari dan Eric Michel Malo Menager menyerahkan uang sebesar Rp 300 juta kepada terdakwa Pilemon. Oleh terdakwa Pilemon, uang tersebut kemudian ditransfer ke terdakwa Adi Wicaksono sebesar Rp 160 juta. Dari Adi Wicaksono, uang sebesar Rp 160 juta itu ditransfer legi ke Jony Edy Susanto sebesar Rp 47 juta dan secara tunai diserahkan sebanyak dua kali. Terdakwa Adi Wicaksono juga mentransfer uang sebesar Rp 50 juta kepada almarhum Heru Supriyadi. (kmb37)
BADUNG
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
3
DLHK Bersihkan Pasir Sepanjang Jalan Pantai Kuta
Bali Post/ist
TEWAS - Mayat korban bunuh diri ditemukan di dasar Jembatan Tukad Bangkung, Petang.
Seorang Perempuan Bunuh Diri di Jembatan Tukad Bangkung
Mangupura (Bali Post) Jembatan Tukad Bangkung di Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Jumat (27/7) kemarin sekitar pukul 13.30 Wita dipadati warga. Bukan karena ada festival, tetapi pengendara motor (pemotor) perempuan terjun bebas dari jembatan dengan pilar tertinggi mencapai 71,14 meter tersebut. Di sepeda motor korban ditemukan KTP atas nama Ni Luh Mayani (44) beralamat di Banjar Dinas Pengubugan, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. ‘’Ya, korban meninggal dunia. Anggota kami masih olah TKP,’’ kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta. Dari keterangan saksi, Ni Wayan Ekayanti (32), seorang pedagang di sekitar TKP, saat kejadian dia melihat ada seorang wanita berada di jembatan dengan tangan masih berpegangan di besi. Pada saat itu melintas mobil patroli Polsek Petang dan langsung distop oleh Ekayanti. Dia langsung memberi tahu polisi ada orang mau bunuh diri. Polisi langsung bergegas menuju TKP. Namun sebelum sampai di TKP, korban sudah terjun ke dasar jembatan. Selanjutnya anggota Polsek Petang dan petugas Puskesmas Pelaga 1 mengecek ke bawah dan ditemukan korban meninggal dunia. ‘’Untuk mengevakuasi jasad korban, kami berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Badung. Untuk motifnya masih kami selidiki dan akan memanggil keluarga korban,’’ tegasnya. (kmb36)
Mangupura (Bali Post) – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Jumat (27/7) kemarin membersihkan pasir laut di sepanjang Jalan Pantai Kuta. Pasukan hijau terlihat bekerja mulai pukul 06.00 Wita mengangkut pasir yang terempas gelombang hingga ke jalan, dua hari terakhir ini. Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan aksi bersih-bersih pasir di sepanjang Jalan Pantai Kuta dilakukan mulai Kamis (26/7). Sebab, dampak dari penomena alam ini harus segera mendapatkan penanganan. “Kalau tidak cepat ditangani nanti pasir bisa menyebar ke mana-mana dan mengganggu pengguna jalan. Jadi kami dari pagi p u kul 0 6 . 0 0 W i t a m ul a i bersih-bersih, kalau siang hari kami tidak bisa karena macet,” ungkap Eka Merthawan. Menurutnya, fenomena gelombang tinggi hingga ke daratan jarang terjadi. Beda halnya dengan badai pasir yang kerap terjadi di Kuta. “Karakter pasir ini berat. Sedangkan badai pasir karakternya ringan. Kalau
tidak diambil nanti menyebar ke mana-mana. Kalau berdebu bahaya,” sebutnya. Birokrat asal Sempidi itu tetap siaga hingga akhir pertengahan Agustus ini. Saat ini pihaknya telah mengerahkan 50 petugas dan tetap stand by hingga fenomena lama ini berakhir. Terlebih setelah fenomena ombak besar kemungkinan akan muncul fenomena sampah pantai kiriman. “Tim URC di pantai tetap stand by sampai pertengahan Agustus mendatang. Sebab, bisa jadi setelah ini muncul sampah pantai. Kami harus tetap siaga, apalagi sudah mendekati IMF World Bank,” terangnya. Koordinator Balawista Badung I Ketut Ipel mengatakan, kendati ombak pantai sudah berangsur normal, tetapi Balawista Badung masih melakukan penjagaan ekstra. Petugas Balawista juga tetap waspada terhadap potensi yang terjadi. “Kami memasang rambu dan patroli di seputar pantai sesuai wilayah pos masing-masing. Memang ombak sudah mulai normal dan kunjungan ke Pantai juga sudah dibuka dari tadi pagi (kemarin), tapi kami tetap kerja preventif,” tegasnya. (kmb27)
Bali Post/kmb27
BERSIHKAN PASIR - Tim URC DLHK Kabupaten Badung, Jumat (27/7) kemarin membersihkan pasir laut di sepanjang jalan Pantai Kuta.
Sangat Potensial, Wisatawan India Berkunjung ke Bali Mangupura (Bali Post) -
Potensi wisatawan asal India berkunjung ke Indonesia, Bali khususnya, masih sangat besar. Potensinya sebanyak 500 juta wisatawan, dengan rincian 400 juta orang yang kaya dan seratus juta superkaya. Hal itu dikatakan Presiden MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya di sela-sela Seminar Nasional ‘’Connecting and Engaging with Indian Outbound Leisure Travelers’’, Jumat (27/7) kemarin. Menurutnya, potensi yang sangat luar biasa ini harus dikejar. Saat ini kunjungan wisatawan India ke Bali masih urutan tiga terbesar. Tetapi ini tidak menutup kemungkinan
akan menjadi yang terbesar. ‘’Sebelumnya saya pernah mengatakan turis Tiongkok sangat potensial, banyak yang tidak percaya. Sekarang apa yang terjadi? Tiongkok nomor satu wis-
man terbanyak ke Bali,’’ cetusnya. Untuk itu, potensi wisatawan India harus diantisipasi dengan baik. Apalagi Bali dengan India memang memiliki banyak persa-
Ketika Banjir Rob Mengancam Badung
BPBD ”Stand By”, PUPR Siapkan Pompa Penyedot Air BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung menyiagakan tim reaksi cepat untuk mengantisipasi dampak dari banjir rob. Biasanya bencana alam ini akan terjadi bertepatan dengan gerhana bulan. Berdasarkan informasi BMKG, gerhana bulan total dengan durasi terlama pada abad 21 ini diperkirakan akan terjadi, Sabtu (28/7) dini hari. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Ermy Setiari mengatakan akan berkoordinasi dengan jajarannya yang ada di masing-masing kecamatan guna mengambil tindakan cepat jika terjadi rob hingga ke permukiman warga. “Kami akan stand by, sehingga jika terjadi bencana tim kami akan segera turun ke lapangan,” ungkap Ermy Setiari, Jumat (27/7) kemarin. Menurutnya, pihaknya akan tetap atensi terhadap fenomena alam akibat dari gerhana bulan, bekoordinasi dengan perangkat desa yang ada di setiap kecamatan, khususnya di kawasan Kuta Selatan. “Kami akan koordinasi dengan kades, lurah, kaling, jika ada laporan akan merapat,” katanya. Terkait dampak dari gelombang tinggi yang terjadi dua hari terakhir, Ermy Setiari mengaku akan melakukan kajian. “Kalau ada warga yang terkena (bencana – red) akan ditindaklanjuti,” ucapnya. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung A.A. Gde Dalem juga mengatakan menyiagakan tim untuk mengantisipasi banjir rob. Pihaknya juga meyiagakan pompa penyedot air untuk berjaga-jaga jika banjir rob sampai masuk ke rumah warga. “Biasanya bulan purnama di barengi banjir rob dan perlu untuk diantisipasi. Untungnya tidak terjadi di musim hujan, kalau pas bulan September, Oktober, dan Desember, kemungkinan dampak rob lebih parah,” katanya. Dia mengakui pengaruh banjir rob paling besar jika terjadi bertepatan dengan musim hujan. “Jika hujan lebat saat ini, air laut naik. Kami pun tidak bisa membendung air tersebut,” pungkasnya. Sementara itu, BMKG melansir gerhana bulan total yang akan terjadi Sabtu (28/7) dini hari, durasinya berlangsung lama, yakni selama 103 menit. Peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan, hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Proses gerhana dimulai ketika piringan bulan mulai memasuki penumbra bumi yang terjadi pada pukul 00:13 WIB (01:13 Wita). Setelah itu cahaya bulan menjadi sedikit lebih redup, dibandingkan cahaya sebelum gerhana bulan terjadi. Namun perubahan ini tidak dapat dideteksi oleh mata tanpa alat. Perubahan ini hanya dapat dideteksi dari hasil perbandingan perekaman antara sebelum gerhana terjadi dengan setelah fase gerhana mulai terjadi. (par)
maan dan juga memiliki perbedaan. Oleh karena itu, perbedaan itulah yang ingin mereka cari, bukan persamaannya. ‘’Orang datang ke suatu tempat tidak melihat persamaannya, namun yang dicari adalah sesuatu yang berbeda,’’ pungkasnya. Tidak dimungkiri taksu yang dimiliki Bali sangatlah penting, karena itu merupakan kekuatan Bali. Meski demikian, Bali juga mesti memiliki strategi. Supaya dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, itu bisa disiapkan dengan matang. ‘’Taksu adalah kekuatan dasar. Selain itu ada marketing dan entrepreneurship,’’ ujarnya. Selama ini memang masih ada kendala untuk bisa mendongkrak kunjungan wisatawan India terkait dengan penerbangan langsung dari India ke Bali. ‘’Sebelumnya saya pernah mengatakan turis Tiongkok sangat potensial, banyak yang tidak percaya. Sekarang apa yang terjadi? Tiongkok nomor satu wisman terbanyak ke Bali.’’
Bali Post/kmb23
SEMINAR - Presiden MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya (tiga dari kiri) di selasela seminar Connecting and Engaging with Indian Outbound Leisure Travelers, Jumat (27/7) kemarin di Kuta.
Presiden MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya
Saat ini penerbangan Bali-India hanya tiga kali seminggu. Memang baru airline Garuda saja yang melakukan penerbangan langsung ke Mumbai-Bali. ‘’Kuncinya adalah airline. Saya mendapat konfirmasi dari kementerian, semua airline diajak kerja sama,’’ ungkapnya. Selain penerbangan, kendala lain adalah kurang memahami market. Menurutnya, mengerti customer tidak boleh hanya mengerti tentang satu hal saja. Dalam marketing, katanya, ada tiga hal yang harus dipahami, yakni customer, produk, dan brand. ‘’Cari customer bukan asal dari India. Tetapi India yang mana yang dicari. India yang ada di Australia kita tak terpikirkan. Padahal potensinya luar biasa,’’ tandasnya. Pihaknya berpendapat, promosi wisatawan India juga dilakukan di negara lain. Menurutnya, banyak anak India yang sekolah di Australia. Hal itu sebenarnya harus dipahami. Jangan sampai monoton promosi ke India, sementara masih ada kendala yang dihadapi. ‘’Sebenarnya bisa kita lakukan promosi pada negara lain yang banyak dikunjungi orang India,’’ katanya. (kmb23)
Rem Blong, Bus Bayi Dalam Kardus Ditemukan di Rumah Warga Pariwisata Terguling
Mangupura (Bali Post) Penemuan bayi perempuan menggegerkan warga Banjar Panca Yasa, Desa Mengwitani, Badung, Jumat (27/7) kemarin. Bayi dalam kardus tersebut ditemukan di areal rumah I Nyoman Sadia (54). Selanjutnya bayi tersebut dibawa ke RSUD Mangusada, Badung. Di dalam kardus juga ditemukan surat, satu kotak susu SGM 150 gram, dua pasang sarung tangan bayi, dua pasang kaos kaki bayi, satu baju bayi, satu dot bayi dan ari-ari yang dibungkus tas plastik putih. Kapolres Badung AKBP
Yudith Satriya Hananta mengatakan, dari keterangan Ni Ketut Sukarni (44), pukul 03.30 Wita dia terjaga dari tidurnya karena mendengar gonggongan anjing. Selanjutnya Sukarni melihat keadaan di luar rumah dan setelah itu kembali tidur. Berselang 30 menit kemudian, Sukarni terjaga lagi karena mendengar suara rintihan bayi dari arah timur atau dapurnya. Dia langsung membangunkan suaminya untuk mencari sumber suara rintihan bayi tersebut. Setibanya di timur dapur, mereka melihat tangan
bayi bergerak-gerak dari dalam kardus air mineral. Sukarni langsung mengambil kardus yang berisi bayi tersebut dan ditaruh di atas meja dapur. Kejadian tersebut dilaporkan ke Klian Dinas Banjar Panca Warga dan diteruskan ke Babhinkamtibmas Desa Mengwitani untuk penanganan lebih lanjut. “Bayi tersebut saat ini dalam perawatan di RSUD Mangusada. Kami masih menyelidiki pembuang bayi tersebut, yaitu menyisir kos-kosan dan klinik bersalin di seputaran TKP,” tegasnya. (kmb36)
Bali Post/ist
BAYI - Bayi perempuan ditemukan di rumah warga kini dirawat di RSUD Mangusada.
di Jimbaran
Mangupura (Bali Post) Peristiwa bus terguling kembali terjadi, Jumat (27/7) kemarin di Jalan Raya Uluwatu. Bus pariwisata berpenumpang 20 orang ini diduga mengalami rem blong. Ketut Gede Ardana, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, mengungkapkan keseluruhan korban merupakan wisatawan asal Tiongkok. Selain penumpang, turut menjadi korban yakni sopir bus, kernet, guide, dan team leader. Dijelaskannya, bus dengan nomor polisi DK 9521 JZ diduga mengalami rem blong. Akibatnya, bus tidak bisa dikendalikan dan keluar dari lintasan jalan. “Saat kejadian bus melalui tikun-
gan dan turunan tajam. Bus nahas itu akhirnya terhenti terguling setelah membentur tembok rumah warga,” ucapnya. Bus mengalami kerusakan cukup parah dan posisinya miring. Sebanyak 12 personel Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar turun ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Semua penumpang dikatakan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Kasih Ibu. “Data yang kami dapat dari pihak rumah sakit, bahwa semua korban hanya mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan penanganan medis,” ungkapnya. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Rekam Medis Stikes Wira Medika Bali Dikunjungi Pembina PORMIKI Pusat
PROGRAM D-3 Perekam dan Informasi Kesehatan Stikes Wira Medika Bali merupakan program studi baru. Tahun ini merupakan tahun kedua. Sebagai program studi baru telah diupayakan berbagai hal untuk meningkatkan kualitas lulusan dan legalitas. Salah satunya menjalin kerja sama baik dengan wahana praktik, narasumber maupun pengakuan terhadap organisasi profesi (OP). Suatu kehormatan bagi Stikes Wira Medika Bali dikunjungi oleh pembina Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (PORMIKI) Elise Garmelia, Ph.D. Kunjungan ini selain sebagai kehormatan dimanfaatkan pula untuk memperoleh pembinaan demi kualitas lulusan nantinya. Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. dalam sambutannya menyatakan, prodi baru tentunya ingin memperoleh masukan dari berbagai pihak, sehingga keberadaan prodi memiliki legalitas, mampu bersaing secara sehat dengan kompetensi dan unggulannya. ‘’Profesi Perekam Medik dan Infomasi Kesehatan ini belum banyak dikenal oleh kalangan masyarakat, sekiranya dapat diberikan arahan dalam sosialisasi khususnya melalui organisasi profesi PORMIKI di daerah,’’ ujarnya. Kunjungan pembina PORMIKI ke Stikes Wira Medika Bali selain anjangsana juga terkandung maksud untuk mendekatkan dan mengenalkan diri bahwa profesi ini memiliki peran penting dalam tatanan kesehatan. ‘’Prinsipnya
DIKUNJUNGI - Stikes Wira Medika Bali dikunjungi oleh Pembina Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (PORMIKI) Elise Garmelia, Ph.D. kami sangat men-support keberadaan program studi baru RMIK di Stikes Wira Medika Bali,’’ papar Elise Garmelia dalam sambutannya. Pada kesempatan yang sama, seorang mahasiswa yang telah bertemu pembina PORMIKI menyampaikan kesan dan pesannya bahwa tidak ragu lagi dengan keberadaan prodi ini dan meningkatkan keyakinannya bahwa dirinya tidak salah pilih melanjutkan studi di Stikes Wira Medika pada Program Studi RMIK,’’ ungkap Kadek Mariani. Dirinya optimis ke depan prodi ini akan menjadi pilihan utama bagi adik-adik yang melanjutkan studi. ‘’Bukannya kami ingin melihat bukti, tapi kami telah menjadi bukti,’’ tambahnya. Dengan berkembangnya dunia dan kebutuhan akan proses informasi yang cepat dan tepat serta kemudahan akan pelayanan yang
akan mewujudkan kualitas kesehatan yang baik di Indonesia, rekam medis berkembang menjadi salah satu jurusan yang paling dicari. Perekam medis dapat bekerja di rumah sakit, puskesmas, klinik dokter, dinas kesehatan dan lain sebagainya. Di beberapa negara, perekam medis dibayar dengan sangat tinggi. Di Australia, perekam medis mendapat upah untuk setiap kode yang telah mereka kode per jam. Beberapa penelitian terkait pengakuan dari beberapa lulusan rekam medis, lulusan rekam medis memiliki peluang yang besar di dunia kerja dan akan terus berkembang. Lulusan rekam medis jarang bahkan sepertinya belum ada yang menganggur. Saat ini, sebelum mereka mengajukan lamaran pekerjaan, sudah ada beberapa instansi kesehatan yang menawarkan pekerjaan. (ad1522)
Seratus Seniman Muda Meriahkan Gelar Budaya Dies Natalis Undwi
DWIJENDRA adalah gudangnya seniman muda berbakat. Serangkaian Dies Natalis ke-36, Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar, Jumat (27/7) kemarin menggeber gelar budaya. Gelar budaya melibatkan 100 lebih seniman muda Dwijendra dari siswa SMA, SMK Dwijendra dan duta seni perwakilan enam fakultas di Undwi. Gelar budaya dibuka Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Hadir Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., para wakil rektor dan dekan di lingkungan Undwi. Usai membuka acara, Rektor Undwi mendapat kejutan dari mahasiswa dan BEM. Mahasiswa menyerahkan hadiah kue ulang tahun karena saat itu Putu Dyatmikawati tepat berusia 60 tahun. Para mahasiswa dan dosen secara spontanitas memberi kado ultah, ucapan selamat dan lagu panjang umur. Gelar budaya diawali penampilan fragmen tari mahasiswa FKIP Undwi dengan garapan ‘’Alpaka Guru’’. Disusul fragmen tari mahasiswa FT dengan tema ‘’Mencintai Seni Arsitektur Bali’’. Sementara anak-anak SMA Dwijendra mementaskan tari Surya Candra dan SMK Dwijendra menampilkan tari Sangyang Sembah, dilanjutkan penampilan duta fakultas lainnya. Ketua Panitia Dies Natalis yang juga WR III Undwi Drs. Ida Bagus Rai, M.Si. didampingi WR I Dr. Putu Gde Putu Eri Suardana, M.Erg. dan
HADIAH - Rektor Undwi Putu Dyatmikawati mendapat hadiah kue ultah ke-60 saat acara gelar budaya Dies Natalis ke-36 Undwi. WR II Dra. Ni Made Suarningsih, M.Si. mengungkapkan, gelar budaya diadakan untuk menumbuhkan seniman muda dalam berkarya dan berprestasi. Mahasiswa juga dilibatkan dalam Lomba Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Puncak Dies Natalis digelar Sabtu (28/7) ini. Rektor Undwi Putu Dyatmikawati mengungkapkan rasa terima kasihnya bahwa gelar budaya direspons positif oleh kalangan siswa dan mahasiswa. Program ini dikoordinasikan oleh BEM Undwi bekerja sama dengan semua unit di Dwijendra, termasuk dukungan dari Yayasan Dwijendra. Gelar budaya ini akan terus dilakukan sebagi salah satu unggulan Dwijendra muda. Makanya peserta dibebaskan menampilkan potensi
seninya baik dari Bali maupun daerah lainnya. Dia yakin dalam budaya kita ditemukan seni dan dalam seni ditemukan kebudayaan yang khas. Keduanya mengandung nilai–nilai keindahan. Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Candra Jaya memberi apresiasi positif anak muda Dwijendra ikut serta dalam kesemarakkan pesta seninya Dwijendra. Ada dua hal yang ditekankan di acara ini. Pertama, mengajak Dwijendra Muda mencintai semua seni dan tradisi sesuai visi Yayasan Dwijendra yang berbasiskan budaya dan sastra agama Hindu. Kedua, memberi pemahaman soal pluralisme kehidupan melalui seni. Makanya saat gelar budaya juga ditampilkan seni dari luar Bali seperti tari Lombok, Flores dan Sumba. (ad1525)
SMPN 2 Denpasar di Lomba PKTP Se-Denpasar
Siswa Buat Obat Herbal Antikanker, Guru Nihil Merokok
SMPN 2 Denpasar tampil penuh percaya diri ketika dinilai sebagai duta Denpasar Utara pada lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat Kota Denpasar, Jumat (27/7) kemarin. Sekolah ini juga menjadi duta Kota Denpasar dalam lomba Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) se-Provinsi Bali. Tim Penilai Lomba PKTP yang dipimpin Ni Nyoman Sriani, S.P. begitu tiba di depan sekolah langsung disambut dengan baleganjur, tari Hanoman dan yel-yel PKTP sekolah setempat. Kedatangan tim diterima Kepala SMPN 2 Denpasar Mercy Victoria Gigir, SPd., M.M. bersama Ketua Komite K.G. Berata Yasa, S.H., Camat Denut Wayan Lodra, S.E., M.Si. Kasek Mercy Victoria Gigir didampingi Wakasek Dra. Ni Wayan Muliastini, M.PSi., I Putu Seneng, S.Pd., I Nyoman Gede Wiastra, S.Pd., M.Pd. dan Farid, M.Pd. menegaskan, warga SMPN 2 Denpasar tampil penuh percaya diri. Siswa SMPN 2 Denpasar juga menampilkan yel-yel dan aneka hidangan serta obat herbal dari buah lokal yang bisa dipakai mencegah berbagai jenis kanker, di antaranya jus buah naga, jamu tradisional alias loloh, gebogan buah Bali, puding sayur kelor dan jus daun pepaya. Semuanya untuk mencegah kanker prostat, kanker payudara, stroke dan jantung. Juga ada poster dan kerajinan hasil olahan sampah menjadi barang bernilai ekonomis tinggi. Mercy mengungkapkan, siswanya secara mandiri sudah melakoni
SAMBUT - Kepala SMPN 2 Denpasar Mercy Victoria Gigir dan Camat Denut Wayan Lodra menyambut kedatangan tim penilai lomba PKTP. upaya pencegahan terhadap kanker. rohani melalui aneka ekstra, lewat Mereka selain menjadi juru bicara yoga, persembahyangan, pesantian, sekolah kepada teman-temannya geguntangan dan seni lainnya. ke kelas, juga menjadi panutan di Pembinaan PKTP membawa rumah dan di masyarakat. Salah hasil. Siswa dan guru SMPN 2 Densatu keunggulan sekolah ini yakni pasar nihil dalam penyakit kanker, kantin sekolah diawasi secara merokok, narkoba dan pergaulan ketat sehingga tak sampai beredar bebas. Inilah yang dia sebut sebmakanan yang bisa menyebab- agai bentuk menyelamatkan masa kan kanker. Para siswa juga giat depan anak bangsa. Warga SMPN meneliti soal kanker dan penyem- 2 Denpasar juga bersinergi dengan buhannya. puskesmas dan kepolisian serta Program PKTP diterjemahkan didukung oleh komite sekolah. Ini dalam bentuk baca puisi, sosialisasi sesuai dengan moto sekolah ‘’Prestalewat majalah dinding, penyuluhan si penting, jujur yang utama’’. dan simulasi PKTP, toga, loloh, Ketua Tim Penilai Ni Nyoman paduan suara dan yel-yel, admin- Sriani menegaskan, pendidikan dan istrasi PKTP, pengolahan sampah kesehatan adalah aset dan investasi serta penegakan disiplin. Program guna melahirkan generasi yang ini disinergikan dengan program cerdas dan berbudi luhur. Lomba Pemkot Bersih dan pola hidup ini mengajak generasi muda sebagai sehat. Selain itu, warga sekolah agen perubahan guna mewujudkan dibina kesehatan fisik, mental dan masyarakat sehat. (ad1526)
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
Seminar Nasional ’’Ekologi Ilmu Administrasi Publik Hadapi Tantangan Globalisasi’’
Prodi MAP PPs Unwar Perbarui Kurikulum Sesuai Kebutuhan Publik
BEKERJA sama dengan Indonesian Association For Public Administration (IAPA), Program Studi Magister Administrasi Publik (Prodi MAP) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) menggelar Seminar Nasional dengan tema ‘’Ekologi Ilmu Administrasi Publik di Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi: Perspektif Kebijakan Publik dan Manajemen Pemerintahan Daerah’’ di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Unwar, Jumat (27/7) kemarin. Seminar menghadirkan tiga narasumber yaitu Prof. Dr. Drs. Johanes Basuki, M.Si. dari STIA LAN Jakarta, Andy Fefta Wijaya, MPA., Ph.D. dari Universitas Brawijaya Malang dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali yang juga akademisi Unwar Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Sebagai moderator Dr. Drs. I Wayan Gede Suacana, M.Si. Seminar nasional dibuka oleh Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., dihadiri Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., beserta Sekretaris PPs Unwar, dekan di lingkungan Unwar, Kaprodi di lingkungan PPs Unwar, serta dosen MAP dan Fisip Unwar. Peserta berasal dari perwakilan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Swagati Cirebon, STIA Mataram, Universitas Brawijaya Malang, Undiknas Denpasar, Universitas HKBP Nommensen, Universitas Halmaha, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Nurtanio Bandung, Universitas Hangtuah Surabaya, Universitas Parahyangan, Universitas Papua Barat, Universitas Muhammadiyah
SEMINAR - Narasumber dan panitia penyelenggara berfoto bersama pada seminar nasional di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Unwar. Mataram, Universitas Panji Sakti gan zaman dan kebutuhan yang Singaraja, Universitas Danayu Ikh- diinginkan masyarakat terhadap sanuddin Sulteng, serta mahasiswa lulusan MAP. Kurikulum pembelaMAP dan Fisip Unwar. jaran yang tidak mengikuti selera Ketua Panitia Dr. Drs. A.A. Gede masyarakat, prodinya tidak bisa Raka, M.Si. mengatakan, seminar berkembang. ;;Hubungan ke luar nasional ini merupakan awal untuk dibangun, kekuatan dan kelemahan persiapan menuju borang akredi- di dalam juga harus diperhatikan. tasi tahun 2022. Pihaknya berharap Kami masih lemah di dalam. Kuripengisian borang akreditasi tahun kulum kami belum sesuai tuntutan 2022 bisa dimajukan lebih awal yang diminta oleh zaman. Apa yang dari jadwal, karena Prodi MAP menjadi aspirasi publik terhadap telah siap dinilai akreditasinya. lulusan kami akan dimasukkan ke Apalagi Prodi MAP PPs Unwar dalam kurikulum, dengan harapan telah menjalin hubungan kerja lulusan mahasiswa MAP bisa mesama luar negeri dengan 14 negara menuhi kebutuhan dan keinginan serta sudah melakukan berbagai publik,’’ ujar Gede Raka. kegiatan akademik lainnya sepWakil Rektor I Unwar I Nyoman erti seminar, workshop dan kuliah Kaca mengatakan, seminar nasional umum di tingkat regional, nasional yang diselenggarakan oleh Prodi dan internasional. MAP sangat memenuhi syarat seSeminar nasional ini juga di- bagai seminar nasional. Sebab, adakan sebagai langkah untuk pesertanya lebih dari 10 perguruan pembaruan kurikulum yang akan tinggi dan narasumbernya berasal disesuaikan dengan perkemban- dari tiga provinsi. (ad1530)
FKIK Unwar Lantik 44 Dokter Baru
Kelulusan Capai 88 Persen, Dokter Baru Diharapkan Dukung Tenaga Kesehatan di Luar Bali
FAKULTAS Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) melantik 44 dokter pada Upacara Pelantikan Dokter ke-11 Angkatan IV di Grand Mutiara Ballroom Hotel Nikki Denpasar, Jumat (27/7) kemarin. Pelantikan dilakukan oleh Dekan FKIK Unwar dr. I G.N. Anom Murdhana, Sp.FK. Hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bali Bali dr. I Made Adi Wiguna, M.Kes., Bendahara Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Cokorda Raka Istri Indrawati, S.E., Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., Wakil Rektor II Unwar Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M., Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM., Wakil Dekan I FKIK dr. I Wayan Darwata, MPH., Wakil Dekan II FKIK dr. Agus Santosa, Sp.THT-KL., MARS., Wakil Dekan III FKIK dr. I Made Sarmadi, MARS., pejabat struktural di lingkungan FKIK Unwar dan para orangtua dokter yang dilantik. Dekan FKIK Unwar I G.N. Anom Murdhana mengatakan, upacara pelantikan dokter FKIK Unwar merupakan pelantikan dokter ke-11 dari angkatan IV tahun 2012. Sebanyak 44 orang dokter lulus dari 50 orang mengikuti tes uji kompetensi. Tes uji kompetensi ini terdiri atas dua tes, yakni tes kompetensi komputer (CBT) dan tes keterampilan (OSCE). Untuk tes keterampilan, mahasiswa FKIK Unwar lulus 100 persen. Jumlah 44 dokter yang lulus menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelulusan pada empat tahun terakhir tetap berada di angka di
LANTIK - Dekan FKIK Unwar I G.N. Anom Murdhana melantik 44 orang dokter baru pada Upacara Pelantikan Dokter Ke-11 Angkatan IV di Grand Mutiara Ballroom Hotel Nikki Denpasar. atas 80 persen. ‘’Saat ini angka kelulusan kami mencapai 88 persen. Saya harapkan kami bisa mempertahankan prestasi ini dan akan meningkatkannya lagi,’’ ungkapnya. Murdhana menambahkan, FKIK Unwar telah terakreditasi B dan sudah dapat merekrut mahasiswa 150 orang. Kendati demikian, pihaknya tetap berpedoman pada kualitas dengan membatasi kuota penerimaan mahasiswa 110 orang saja. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan kualitas lulusan yang lebih profesional. Wakil Rektor I Unwar I Nyoman Kaca sangat mengapresiasi prestasi FKIK Unwar yang meluluskan dokter dengan persentase 88 persen. Ini menunjukkan FKIK Unwar telah berhasil membuktikan prestasi luar biasa, sebab input dan output hampir seimbang. ‘’Ke depan mari
kita tingkatkan lagi. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama, bertanggung jawab dengan stakeholder dan khususnya orangtua mahasiswa,’’ jelasnya. Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Bali I Made Adi Wiguna, lulusnya 44 mahasiswa kedokteran dengan persentase 88 persen merupakan titik awal keberhasilan FKIK Unwar. Ke depan, perolehan persentase kelulusan mesti ditingkatkan lagi hingga mencapai 100 persen, sehingga bisa mendukung tenaga kesehatan yang profesional untuk pembangunan kesehatan di Bali. ”Kuota di Bali sudah melebihi standar yang ditetapkan. Saya harapkan dokter-dokter baru ini mencari peluang ke luar. Ke luar dari Bali bukan berarti meninggalkan tanah kelahiran, tetapi bentuk pengabdian kepada negara,’’ tukasnya. (ad1527)
Tiket.com Makin Serius Garap Pasar Perhotelan di Bali
TIKET.com membuka kantor representatifnya yang baru di Bali di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Jumat (27/7) kemarin. Kantor baru ini merupakan relokasi dari kantor sebelumnya yang berlokasi di Jalan Dewi Sri, Kuta, yang beroperasi sejak 2013. Menurut Chief Marketing Officer & Co-Founder tiket.com, Gaery Undarsa, pembukaan kantor representatif di Bali merupakan upaya tiket. com untuk lebih serius menggarap pasar Bali, khususnya industri perhotelan. Potensi pertumbuhan penjualan kamar hotel di Bali sangat besar dan sejauh ini tiket.com memperoleh pertumbuhan pendapatan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Disebutkannya, pertumbuhan hotel yang listing di tiket.com mulai mengalami peningkatan sejak 2016. Saat ini jumlah pertumbuhannya mencapai delapan kali lipat. ‘’Pertumbuhan hotel ini cukup besar. Pelanggan yang beli tiket pesawat dan kereta api di tiket.com mulai beli sekalian dengan kamar hotel,’’ ujarnya. Selain membuka kantor representatif di Bali, rencananya dibuka pula kantor di Surabaya, Makassar dan Medan. Sebelumnya, kantor sejenis sudah dibuka di Yogyakarta. Pembukaan kantor representatif ini untuk mendekatkan diri dengan pelaku perhotelan. ‘’Kalau bicara ho-
PERESMIAN - Pimpinan tiket.com menggunting pita tanda peresmian beroperasinya kantor representatif yang baru di Bali. tel, sangat tergantung dengan relasi. Setiap hari harus kontak dengan hotel. Butuh local present di destination, makanya kami mendirikan kantor representatif di Bali,’’ papar Gaery Undarsa. Untuk kerja sama hotel, ia menyatakan di Bali dan NTB jumlahnya sudah mencapai sekitar 4.000 hotel. Pihaknya menargetkan ke depannya tiket.com yang merupakan bagian dari perusahaan blibli. com ini akan fokus di penjualan kamar hotel karena melihat besarnya peluang industri ini di Bali. ‘’Kami berharap melalui kantor representatif ini, tiket.com bisa makin fokus
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
meningkatkan penjualan hotel dengan memfasilitasi dan mempermudah para calon rekanan bisnis kami,’’ katanya. Kantor representatif tiket.com di Bali terdiri atas tiga lantai. Masingmasing lantai memiliki fungsi yang berbeda-beda. Lantai tiga digunakan sebagai ruangan untuk bersantai bagi karyawan dan rekanan bisnis yang berasal dari kalangan perhotelan. ‘’Kami memiliki pedoman 3F dalam bekerja, yakni fast, flexible, friendly, sehingga kantor representatif ini juga dibuat dengan ambience yang lebih kasual dan santai,’’ pungkas Gaery Undarsa. (bns1)
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
Info seremonial
Pastika Harapkan Kesenian Bali Bisa Merespons Perkembangan Zaman PERKEMBANGAN teknologi dan informasi yang cukup pesat harus disikapi oleh semua pihak, tedak terkecuali kalangan seniman terutama dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Meskipun berkiprah di dunia seni, ISI harus bisa merespons perkembangan zaman, jangan sampai tertinggal. Hal itu ditegaskan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang juga Ketua Dewan Penyantun ISI Denpasar saat menghadiri rapat Dewan Penyantun ISI Denpasar di The Royal Pitamaha Ubud, Gianyar,
Jumat (27/7) kemarin. ‘’Kita tahu perkembangan zaman begitu pesat. Jika tidak responsif dan proaktif, kita akan terkaget-kaget, terdadak dan di sana kita akan hancur,’’ jelas Pastika dalam rapat yang juga dihadiri oleh para seniman dan budayawan Bali serta tokoh Puri Ubud. Peranan ISI sebagai pusat pengembangan, pelestarian dan inovasi seni Bali sangat diperlukan, agar kesenian Bali bisa terdepan serta dinikmati masyarakat luas hingga mancanegara. ‘’Namun, kita tetap
DISAMBUT – Gubernur Bali Made Mangku Pastika (dua dari kiri) disambut peserta rapat Dewan Penyantun ISI Denpasar di The Royal Pitamaha Ubud.
tidak boleh keluar dari akar budaya dan agama karena di sanalah roh kesenian Bali,’’ katanya. Pada bagian lain, Pastika mengatakan tentang usaha para dewan penyantun serta anggota ISI Denpasar merumuskan visi dan misi ISI Denpasar karena periode pertama akan berakhir tahun 2019. ‘’Ini kita lagi membicarakan mau ke mana kita, apa yang akan mau kita capai di dunia kesenian di tengah-tengah persaingan dan perkembangan global. Program yang dirancang harus jelas, visi dan misi harus realistis, namun tetap berpedoman pada dasar hukum yang memayunginya agar tidak terjadi masalah di kemudian hari,’’ papar Pastika. Sementara itu, Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum. menyatakan, rapat Dewan Penyantun ini juga serangkaian rapat persiapan Dies Natalies XV ISI yang akan diselenggarakan besok di ISI Denpasar. Rapat seperti ini merupakan agenda tahunan. Pihak ISI selalu minta arahan dari Dewan Penyantun untuk perkembangan ISI ke depan. ‘’Karena bagaimanapun Dewan
Penyantun beranggotakan para pakar yang ahli di bidangnya. Ada unsur pemerintah, budayawan, seniman dan akademisi,’’ jelasnya. Ia menambahkan, tahun 2019 akan menjadi akhir tahap pertama ISI Denpasar menjadi Center of Excellent Kesenian Bali berbasiskan kearifan lokal, sehingga perlu disusun langkah strategis berikutnya yang akan menandai periode berikutnya. ‘’Visi-misi sebelumnya sudah tercapai melihat akreditasi 11 dari 14 program studi sudah menjadi unggulan di Indonesia, serta branch marking ISI saat ini sudah menjadi sasaran studi banding dalam negeri bahkan luar negeri,’’ imbuhnya. Setelah berhasil dengan visi-misi sebelumnya, Arya Sugiartha menyampaikan akan menyusun visi-misi periode 2020-2040, yang tentu saja tetap menjadikan ISI sebagai pusat kesenian dan kebudayaan namun tetap memperhatikan perkembangan zaman. ‘’Era digital sangat pesat, sehingga menyusun visi dan misi tentu saja tidak mudah. Untuk itu, kami perlu masukan dari Dewan Penyantun,’’ tandasnya. (ad1520)
Stikes Bali Wisuda 198 Ahli Madya Kesehatan
100 Peluang Kerja Menunggu di Jepang BERTEPATAN dengan purnama karo, Jumat (27/7) kemarin, Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. mewisuda 198 lulusan Ahli Madya Kesehatan. Mereka terdiri atas 155 Ahli Madya Keperawatan dan 43 Ahli Madya Kebidanan. Acara wisuda dihadiri Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka dan pengurus Pormasi. Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa mengungkapkan rasa bangganya karena 33% Ahli Madya Kebidanan lulus dengan predikat pujian dan 67% lulus dengan predikat sangat memuaskan. Pada Ahli Madya Keperawatan, 12% lulusan lulus dengan predikat pujian dan 88% lulus dengan predikat sangat memuaskan. Lulusan terbaik Ahli Madya Kebidanan yakni Pande Nyoman Trisna Dewi (3,84), Ni Luh Kadek Widi Surya Astriani (3,81) dan Ni Made Puspita Sari (3,78). Lulusan terbaik Ahli Madya Keperawatan adalah Ni Putu Intan Lestari (3,95), Ni Ketut Ayu Apriani (3,93) dan Ni Luh Ayu Sulistiani Tresna Dewi (3,89). Mereka yang diwisuda akan diangkat sumpahnya pada 30
Agustus mendatang. Sesuai amanat UU No.36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan UU No.38 Tahun 2018 tentang Keperawatan, setiap lulusan harus lulus Uji Kompetensi Nasional. Uji kompetensi lulusan Ahli Madya Kebidanan dilakanakan 26-27 Oktober 2018 dan Ahli Madya Keperawatan digelar 12-13 Oktober 2018. Putu Darma Suyasa juga melaporkan, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Stikes Bali yang berjalan baik, seimbang, berkualitas dan taat asas. Lembaga yang dipimpinnya menjadi tuan rumah pelaksanaan National University
Debating Championship tingkat Kopertis Wilayah VIII dan wakil Stikes Bali maju ke tingkat nasional. Ini merupakan bukti nyata bahwa Stikes Bali merupakan sebuah institusi yang kredibel dan berkualitas dari segi sarana dan SDM. Tercatat 1.033 orang mendaftar sebagai calon mahasiswa baru. Di bidang penelitian, Stikes Bali selama dua tahun ini mengelola 84 judul penelitian dan 20 kegiatan pengabdian dengan dana dari Dikti, yayasan, partner univesity dan dana desa binaan. Kegiatan Student and Faculty Exchange menjadi program unggulan di Stikes
WISUDA - Ketua Stikes Bali Putu Darma Suyasa saat mewisuda 198 lulusan Ahli Madya Kebidanan dan Keperawatan.
Bali. Peserta pertukaran mahasiswa ini ikut menghadiri acara wisuda. Selain itu, kata Putu Darma, Stikes Bali terus menjalin kerja sama dengan institusi pengiriman tenaga kerja ke Jepang, seperti Yayasan Bina Mandiri ASEAN dan Hapinesu Fukushikai berkaitan dengan kegiatan magang dan belajar bahasa Jepang yang dimulai 2018. Ketua YPPLPK Bali Ida Bagus Arka menekankan, lulusan Stikes Bali jangan hanya diam dan menjadi jago kandang. Lowongan bagi 100 bidan dan perawat Stikes Bali ditunggu bekerja di Jepang, namun yang mendaftar baru 36 orang. Orangtua mesti mendukung anaknya bekerja di Jepang karena pengalaman di sana akan mempermudah mereka bekerja di Bali. ‘’Budaya Bali tetap ngumpul itu harus mulai dikikis,’’ ujarnya. Kepala L2Dikti Wilayah VIII dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabag Keuangan I Wayan Sudarma, S.Sos., M.AP. menyatakan, lulusan PT harus tangguh dan cerdas membaca peluang. Untuk bisa sukses, mesti menggarap pasar luar negeri. (ad1524)
Bentuk Sikap Dasar Profesi Bidang Hospitality dan Pariwisata
STP Bali Inagurasi Mahasiswa Baru Peserta PSDP
SEKOLAH Tinggi Pariwisata (STP) Bali, Jumat (27/7) kemarin menggelar inagurasi kepada 780 mahasiswa baru, setelah selama seminggu mengikuti masa orientasi di kampus setempat. Kegiatan masa orientasi yang diberi nama Pembinaan Sikap Dasar Profesi (PSDP) ini, selain untuk memperkenalkan kehidupan kampus, mahasiswa baru juga diberikan pembinaan karakter. PSDP ini diharapkan bisa membentuk sikap dasar profesi di bidang hospitality dan bidang pariwisata bagi mahasiswa baru. Ketua STP Bali Dewa Biomantara didampingi Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan Nyoman Sudiksa dan Ketua Panitia PSDP I Ketut Adhi Astawan menyatakan, kegiatan PSDP di STP Bali berbeda dibandingkan lembaga pendidikan tinggi lain. PSDP di Kampus STP Bali lebih banyak bergerak di bidang hospitality.
Oleh karena itu, karakter atau sikap-sikap positif menjadi prioritas bagi calon insan pariwisata yang profesional. Kegiatan PSDP ini, menurutnya, sangat penting dan wajib diikuti oleh mahasiswa. Untuk itu, sebelum mahasiswa baru mengikuti pendidikan di STP Bali, sikap-sikap positif harus ditanamkan sejak dini. Hal itu sangat penting untuk nantinya mereka bisa menjadi orang yang betul-betul profesional di bidang pariwisata. Untuk menunjukkan profesionalisme, pihaknya akan selalu mengedepankan programprogram yang mendukung profesionalisme ini. Seperti memberikan pembinaan Emotional Spiritual Quotient (ESQ). ‘’Kami ingin padukan sikap karakter dan spiritualnya agar mereka bisa menjadi orang yang berguna dan menjaga nama lembaga di kemudian hari,’’ ujar Biomantara. Tahun 2018 ini, jumlah ma-
CENDERAMATA - Ketua STP Bali Dewa Biomantara (kanan) menyerahkan cenderamata kepada anggota Brimob pada penutupan PSDP di kampus setempat.
hasiswa baru ada peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2017. Tahun 2017, STP Bali menerima mahasiswa 720 orang, sedangkan tahun 2018 ini menerima 780 orang. ‘’Animo masyarakat untuk kuliah di STP Bali cukup tinggi. Di sisi lain, dari segi sarana dan prasarana masih kurang, terutama tenaga dosen,’’ ungkapnya. Program Pendidikan (Prodi) yang paling diminati atau paling favorit adalah Program Ad-
ministrasi Perhotelan. Hal ini karena mahasiswa prodi tersebut nantinya diproyeksikan dan disiapkan untuk menjadi calon general manager (GM). Kemudian prodi yang diminati berikutnya adalah Program Tata Boga. Seni kuliner ini memang favorit karena banyak mahasiswa dari prodi ini ingin menjadi chef yang terkenal. “’’Kalau dilihat STP Bali ini kekuatannya di Tata Boga atau seni kuliner,’’ pungkas Biomantara. (ad1523)
5
Rancang Visi Tahap II Tahun 2020-2040
ISI Denpasar Gelar Rapat Dewan Penyantun DALAM rangka merancang visi strategis tahap II tahun 2020-2040, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar didampingi para pimpinan institusi menggelar rapat dengan tujuh Dewan Penyantun ISI Denpasar yang dipimpin Ketua Dewan Penyantun Made Mangku Pastika di Ubud, Gianyar, Jumat (27/7) kemarin. Rancangan visi strategis tahap II dilakukan mengingat visi ISI Denpasar tahap I yaitu ‘’Menjadi Pusat Unggulan (Centre of Excellence) Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal’’ telah sukses terealisasi dan akan berakhir tahun 2019 mendatang. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum. mengatakan, indikator keberhasilan ISI Denpasar dalam mencapai visi tahap I di antaranya 11 dari 14 program studi (prodi) sudah terakreditasi nilai A, demikian pula institusinya. Dari segi kualitas lulusan, hasil riset menunjukkan rata-rata lulusan ISI Denpasar sudah bekerja dua bulan setelah diwisuda. Indikator lainnya, banyak perguruan tinggi luar negeri yang melakukan studi banding ke ISI Denpasar, serta dosen-dosen asing berlomba-lomba ingin mengajar tanpa dibayar di kampus yang terletak di Jalan Nusa Indah, Denpasar, ini. ‘’Kita ini (ISI Denpasar - red) ibarat gula yang sedang manis-manisnya,’’ ujarnya usai rapat. Rapat Dewan Penyantun digelar setiap tahun melibatkan unsur pemerintah, akademisi, seniman dan tokoh masyarakat untuk mendapatkan masukan terkait menentukan arah lembaga ke depannya. Apalagi dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, pihaknya bertekad mengemas ISI Denpasar layaknya Desa Wisata Ubud. ‘’Tadi ada masukan dari Dewan Penyantun, contohnya di Ubud ini. Desa yang sangat kental
tradisinya, tapi modern. Nanti kita pikirkan lagi bagaimana mengemasnya. Apalagi tugas kita bukan hanya mengembangkan, tetapi mengemban seni dan budaya itu sendiri,’’ tukas Arya Sugiartha. Ketua Dewan Penyantun Made Mangku Pastika menekankan, seni dan budaya merupakan roh dari pariwisata Bali. ISI Denpasar yang merupakan institusi pendidikan pengembang dan pelestarian seni dan budaya perlu berhati-hati dan penuh strategi dalam merancang langkah ke depan untuk tetap menjadi pencetak seniman dan budayawan andal. Sebagai pusat kajian dan pengembangan seni di Bali, ISI Denpasar harus bisa merespons
perubahan dengan cepat. Jika tidak, Bali akan terlindas oleh perubahan itu sendiri. Oleh karena itu, Mangku Pastika mengajak para pimpinan institusi untuk berinovasi dan mengadaptasikan kearifan lokal dengan budaya luar melalui kemasan yang indah, tanpa terlihat adanya pertentangan budaya. Rapat Dewan Penyantun ISI Denpasar yang berlangsung dua jam juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I.B. Anom Bhasma, tokoh Puri Kesiman Anak Agung Kusuma Wardhana, anggota Dewan Penyantun Cokorda Putra Sukawati, Prof. Wita, Prof. Bandem, Nyoman Nuarta, serta sejumlah akademisi dan pakar seni. (ad1521)
RAPAT - Ketua Dewan Penyantun Made Mangku Pastika bersama Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Sugiartha, sejumlah akademisi dan pakar seni saat rapat Dewan Penyantun di Ubud.
OPINI
6
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Risiko Ragu-ragu Dalam Berpolitik SETELAH masa reformasi, ada pelajaran penting yang harus mendapat perhatian bagi jagat politik Indonesia. Sejak tahun 2004, ketika pemilihan presiden langsung pertama kali dilakukan, dinamika politik yang menjadi perhatian adalah calon wakil presiden. Jika calon presidennya sudah pasti, entah itu Susilo Bambang Yudhoyono atau Joko Widodo, yang menjadi pusat perhatian adalah wakil presiden. Ini dikatakan merupakan salah satu sifat lucu dari politik Indonesia. Seharusnya yang sulit adalah memunculkan figur presiden karena menjadi tokoh paling penting di sebuah negara itu memerlukan orang yang benar-benar mempunyai kemampuan kompleks. Ia harus berani, mempunyai kemauan, dapat mengendalikan diri, bisa tertawa dalam keadaan sedih dan seterusnya. Tetapi di Indonesia, memunculkan calon presiden gampang tetapi yang sulit justru memunculkan wakil presidennya. Ini lucu! Dalam konteks pasangan paket, ini menandakan bahwa seorang calon presiden ternyata tidak siap. Bukan sekadar untuk siap memilih pasangan tetapi juga siap menerima segala risiko yang akan terjadi manakala menghadapi pemilihan. Presiden jelas mempunyai gerbong. Sebagai lokomotif, jelaslah ia akan disalahkan kalau kemudian gagal. Tetapi sebagai seorang calon presiden yang sudah berani mencalonkan diri, ya mestinya berani mengambil segala risiko tersebut. Memang benar, bahwa hitunghitungan politik pada akhirnya membuat segala pemilihan untuk menjadi pejabat itu menjadi rumit. Inilah yang membuat pilihan untuk mencari pasangan sebagai calon wakil presiden selalu menimbulkan dinamika. Sejak tahun 2004 sampai sekarang. Seni bertarung sebagai pasangan calon presiden dapat dikatakan mirip dengan pertarungan ganda, entah di tenis atau di bulu tangkis. Memasangkan ini mungkin sulit karena itu perlu waktu yang lama untuk mengetahuinya. Dunia bulu tangkis, terutama ganda mampu memberikan pembelajaran bagi politik Indonesia. Dalam permainan bulu tangkis, tidak boleh pemain ganda itu mendadak dipasangkan. Mereka harus tahu karakter masing-masing, terutama karakter permainan dan perilaku. Jika ini telah berhasil, pastilah berhasil juga di sebuah kejuaraan. Dalam politik, permainannya terkadang mirip dengan dunia olahraga. Karena itu, tidak salah kalau politik belajar dari dunia olahraga. Mencari pasangan calon wakil presiden seharusnya tidaklah mendadak. Ia harus diintip sejak jauh-jauh hari, dibina, kemudian dicoba diajak bermain bersama. Tentu dalam dunia politik yang dimaksudkan bermain itu adalah berdiskusi untuk mencari solusi terhadap masalah politik. Jika waktunya sudah lama untuk permainan ini, maka bukan tidak mungkin akan klop pasangannya. Pada dunia politik Indonesia, calon wakil presiden ini sering dikaitkan dengan jumlah dukungan massa dari calon wakil tersebut. Pertanyaannya, apakah memang benar demikian untuk pemilihan presiden? Bukankah pemilihan presiden berbeda dengan pemilihan anggota DPR(D) yang secara mudah dapat dilihat hubungan partai dengan massanya. Dalam pemilihan presiden, hubungan partai tersebut bisa hilang. Dan mereka berbalik menuju figur pasangan, atau figur pribadi. Tentu saja figur ini juga dilandasi oleh persepsi dari masyarakat. Dan persepsi itu dilandasi oleh prestasi yang pernah dilakukan oleh figur. Dari konteks itu, kita pandang bahwa calon presiden tidak usah ragu-ragu dalam memilih pasangan calon wakil presiden. Bahkan, semakin lama menetapkan pasangan, rakyat akan semakin tahu kualitasnya dan kecocokan di antara pasangan lebih ketemu. Demi hal ini, harus kita katakan bahwa belum tentu partai politik tersebut akan berhubungan langsung dengan perolehan suara dalam pemilihan. Dalam waktu beberapa hari ke depan, kita akan melihat siapa yang menjadi calon wakil presiden di Indonesia pada pemilu 2019 nanti. Generasi baru mendatang akan mendapat hiburan bahwa dalam sejarah Indonesia, ada masa ketika calon presiden ragu-ragu memilih calon wakil presiden. Sekali ragu-ragu, rakyat akan menjauh.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Saatnya Menjaga Pesisir
Cuaca buruk di pesisir belakangan ini membuat banyak kegiatan ekonomi terhambat. Nelayan juga tak bisa menjalankan profesinya. Melihat kondisi kawasan pesisir belakangan ini, ke depan, tampaknya kita perlu melakukan pendekatan yang lebih alami di alam pesisir. Mohon kepada pemerintah daerah, kabupaten/ kota dan provinsi melakukan program pemberdayaan dan perlindungan pesisir secara lebih terencana. Ini penting diperhatikan mengingat di bentangan kawasan pesisir banyak tempat suci, pura, dan kawasan publik untuk kegiatan ritual. I Gede Wiradana Buleleng, Bali
Cerdas Memilih DPD
Berdasarkan data sementara yang ada kini ada 22 calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Bali. Memilih empat wakil dari sederet nama populer yang menjadi calon DPD tentu bukan pekerjaan gampang. Namun, saya tetap berharap kita cerdas memilih calon wakil rakyat. Jangan sampai utusan yang kita pilih tak berkontribusi untuk kepentingan Bali. Sebagai calon pemilih, saya tetap berharap para calon DPD melakukan sosialisasi diri secara lebih intensif. Tunjukkan kinerja dan bukti Anda layak mewakili kami. Mudah-mudahan para pemilih ke depan bisa menggunakan hak pilihnya secara bijak. Mari kita pilih DPD yang pantas untuk Bali. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Sikap Partai Demokrat, Posisi PKS, dan Tuan Guru Bajang Sudah dapat lebih dipastikan bahwa calon presiden yang akan bertarung pada tahun 2019 adalah Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Pada pihak Joko Widodo ada enam partai politik yang sudah menyatakan dukungannya. Sedangkan pada Prabowo Subianto, Gerindra sudah pasti mendukung. Dan yang cukup mengejutkan adalah dukungan dari Partai Demokrat. Prabowo berdiri berdampingan dengan Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu yang menyiratkan bagaimana dekat hubungan keduanya. Tentu saja juga karena dilatari oleh karier militer. Tetapi secara politik yang kelihatan adalah bahwa Prabowo kemungkinan besar bersedia mengakomodasi tuntutan dari Partai Demokrat, yaitu menjadikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden.
Oleh GPB Suka Arjawa kan tetapi, meski demikian, belum ada keputusan resmi dari kedua belah pihak untuk memilih calon wakil presiden. Ini menarik karena kelihatan kedua pihak masih menunggu saat yang tepat untuk memberikan kepastian. Apa artinya ini? Bagi Joko Wododo, waktu tunggu ini hanyalah sebuah cara untuk mematangkan pihaknya demi mendapatkan suara lebih banyak. Beberapa survei yang dilakukan memperlihatkan bahwa posisinya masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kompetitornya. Akan tetapi, dibandingkan dengan posisi Susilo Bambang Yudhoyono ketika mencalonkan diri menjadi presiden tahun 2009, posisi Joko Widodo masih lebih rendah. Karena itu, perlu waktu untuk mendulang suara lagi agar lebih mantap dalam pemilihan tahun depan. Yang paling kelihatan dari keunggulan Joko Widodo ini adalah adanya dukungan dari enam partai politik, yaitu PDI Perjuangan, Golkar, PPP, PKB, NasDem, dan Hanura. Keenamnya ini sudah mantap dan tidak akan pindah tempat lagi. Tokohtokohnya juga siap menunggu, apakah dipilih sebagai calon wakil
presiden atau tidak. Muhaimin Iskandar mungkin masih suka menyatakan ambisinya, akan tetapi itu hanyalah trik untuk melindungi ambisinya yang tinggi menjadi wakil presiden (ia sampai memasang baliho di mana-mana untuk hal ini). Dengan tetap menyatakan diri optimis dipilih oleh Joko Widodo, ia akan tersematkan oleh cita-citanya sendiri di mata pendukung PKB dan juga NU. Artinya, dilihat dari citra diri, Muhaimin akan tetap dipandang sebagai pemimpin yang teguh mempertahankan keinginannya, meski untuk calon wakil presiden tetap Joko Widodo yang mempunyai kuasa. Sedangkan lima lainnya, tidak ada yang mengutarakan hal itu karena memang tidak secara terang-terangan menyatakan ingin menjadi wakil presiden (seperti misalnya dengan memasang spanduk). Dengan saling berhadapannya dua calon presiden ini, dan juga dengan saling berhadapannya dukungan terhadap kedua calon tersebut, menjadi kesempatan bagi rakyat untuk melakukan pilihan dan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menilainya. Keberanian Joko Widodo untuk melakukan pertemuan dengan
para pimpinan partai pendukungnya beberapa waktu lalu, bukan saja bermakna sebuah ketegasan dari sikap partai pendukungnya itu tetapi juga mempunyai arti melakukan pendekatan psikologis. Setelah pertemuan dengan partai pendukung, sudah jelas dikatakan bahwa satu calon wakil presiden sudah ada di kantong presiden. Ini juga diungkapkan oleh beberapa pemimpin partai pendukung. Artinya, sudah jelas presiden memilih satu orang. Kemungkinan besar dari salah satu pemimpin partai politik pendukung, tetapi ada juga kemungkinan dari luar partai pendukung. Dari sinilah, pertemuan itu mengandung pendekatan psikologis. Presiden kemungkinan melakukan pembicaraan dari hati ke hati kepada seluruh pemimpin agar tidak kecewa apabila kelak di antara mereka ada yang tidak terpilih menjadi wakil presiden. Demi membangun Indonesia, agar masing-masing pimpinan tersebut legowo menerima kenyataan nanti. Bisa jadi pula saat itu, presiden menyiratkan juga ada kemungkinan wakil presiden dari luar partai. Siapa tahu Tuan Guru Bajang. Jika yang terakhir ini terjadi, akan menjadi kejutan politik di Indonesia, akan tetapi
rasional. Setelah tampil bersamanya Prabowo Subianto dengan Susilo Bambang Yudhoyono, maka gambaran politik sedikit menjadi lebih jelas. Tetapi masih kelihatan raguragu, terutama dari pihak Partai Demokrat. Meski kedua tokoh itu telah berfoto bersama tetapi masih belum ada kepastian pada waktu itu bagi Partai Demokrat untuk bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto. Malah ini menyiratkan sindiran atau malah tantangan kepada koalisi Joko Widodo: bahwa jika Joko widodo tidak mengajak AHY sebagai wakil presiden, partai ini siap untuk berkoalisi dengan Prabowo. Begitu kira-kira makna foto tersebut. Akan tetapi, yang tidak diperhitungkan di sini adalah Partai Keadilan Sejahtera. Partai ini seolah dibiarkan mengambang baik oleh Gerindra maupun Demokrat. Padahal, PKS mempunyai kekuatan signifikan yang mampu “mengakhiri” pemilihan umum presiden setahun lebih awal. PKS sering mempunyai sikap pragmatis, rasional, dan sedikit oportunis dalam melihat peluang di pemerintahan. Maka jika tokoh Gerindra dan Demokrat asyik berfotoan, bukan tidak mungkin PKS akan terbang ke kubu Joko Widodo. Dalam konteks pemahaman bahwa politik adalah upaya untuk mencari peluang, tidak sulit bagi PKS untuk berbalik arah ke Joko Widodo. Ini merupakan peluang politik untuk dapat berkiprah di pemerintahan. Isu tentang dukungan PKS ke kubu ini, dilatari oleh kondisi politik seperti itu dan kelengahan kubu GerindraDemokrat yang membiarkan mereka mengambang. Apabila hal ini terjadi, maka boleh dikatakan pemilu presiden 2019 sudah selesai. Mayoritas pendukung akan
SKM dan Sengkarut Ketahanan Pangan
Baru-baru ini, publik dihebohkan oleh polemik susu kental manis (SKM). BPOM menerbitkan edaran yang ditujukan untuk produsen, importir, dan distributor serta analognya produk susu kental manis. Dalam surat edaran nomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 itu dituliskan aturan tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3). Pasca-surat BPOM terbit diketahui kandungan gula pada susu kental manis jauh lebih besar melebihi kandungan susu asli. Polemik SKM ini menambah daftar panjang sengkarut masalah ketahanan pangan. Sebagai negara agraris, semestinya Indonesia berketahanan pangan. Permasalahan ketahanan pangan bersifat klasik, antara lain dalam hal produksi dan ketersediaan, distribusi, kemiskinan, serta konsumsi dan keamanan pangan (Nugroho, 2009). Fakta di lapangan masih jauh panggang dari api. Swasembada pangan yang pernah diraih pada era orde baru dan kepemimpinan SBY, kini kembali menjadi mimpi. Impor beras tercatat dilakukan dari Vietnam, Thailand, Myanmar, India, dan Pakistan. Pada tahun 2014, Indonesia mengimpor beras 1,225 juta ton atau naik hampir
Oleh Ribut Lupiyanto dua kali lipar dari 650 ribu ton pada 2013. Sedangkan dari sisi produksi sebenarnya tergolong besar, tetapi jumlah permintaan beras melebihi produksi tersebut. Indonesia menempati urutan pertama negara konsumen beras terbesar, yaitu 102 kg/kapita/ tahun (BPS, 2014). Konsumsi tersebut melebihi negara Asia, seperti Korea yang hanya 60 kg/kapita/tahun, Jepang 50 kg/ kapita/tahun, Thailand 70 kg/ kapita/tahun, dan Malaysia 80 kg/kapita/tahun. Hal ini disebabkan beras menjadi bahan pangan pokok masyarakat Indonesia. Tantangan utama dalam ketahanan pangan adalah stabilisasi harga. Tugas ini dibebankan pemerintah kepada Perum Bulog. Angin segar baru diperoleh Bulog dalam menjawab tantangan. Bulog baru saja mendapatkan kepemimpinan baru di tangan Budi Waseso alias Buwas. Buwas terkenal cerdas dan tegas yang moncer sejak menjabat Kabareskrim Polri hingga Kepala BNN. Kepemimpinan berkarakter tersebut penting dihadirkan di Bulog. Pembelajaran kurang baik datang dari Menteri Perdagan-
gan. Pernyataan kontroversial dan dianggap kurang bermutu keluar menanggapi kenaikan harga beras. Mendag dengan enteng menyatakan bahwa jika ingin beras tidak mahal, maka diminta ditawar. Sontak pernyataan ini ditanggapi nyinyir publik. Buwas mesti tidak mencontohnya dan menunjukkan kepemimpinan berkarakter yang santun sekaligus solutif. Sengkarut ekonomi politik pangan penting segera dijawab melalui revitalisasi kebijakan yang komprehensif. Pertama, kebijakan mesti pro-petani kecil bukan pengusaha besar. Subsidi bagi petani dalam hal pupuk dan bantuan peralatan pertanian penting terus ditingkatkan. Pemerintah melalui Bulog juga penting meningkatkan kemampuan membeli yang lebih tinggi dengan tidak semata berorientasi bisnis. Petani mestinya dibebaskan menjual kepada siapa pun dan dengan harga berapa pun mengikuti mekanisme pasar. Petani memiliki hak untuk memilih demi kesejahteraannya. Kedua, implementasi mekanisme insentif-disinsentif sektor pertanian penting segera dilaku-
kan. Petani ke depan mestinya diposisikan seperti raja. Negeri ini berutang budi dan mengandalkan petani demi pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus kebutuhan ekologis sebagai efek positif aktifnya lahan pertanian. Ketiga, kebijakan operasional program terkait intensifikasi dan ekstensifikasi pangan penting guna peningkatan produktivitas. Pertanian dapat dikembangkan dengan pengelolaan terpadu melalui varietas unggul dan upaya modern. Keempat, distribusi pangan mesti diawasi dan dikelola dengan mempertimbangkan konsumen sekaligus produsen lokal. Keran impor mesti dikendalikan agar harga lokal tidak terjun bebas. Indonesia merupakan negeri agraris di samping negeri maritim. Keberadaan ratusan gunung api menjadi penambah faktor penyubur tanah. Eksistensi negeri agraris mesti dipertahankan dari kekurangan ketersediaan hingga keamanan pangan. Pangan turut memengaruhi kesehatan, kecerdasan, hingga kualitas SDM. Globalisasi dan MEA membutuhkan daya kompetitif dan pangan menjadi salah satu faktor yang dituntut kontribusinya.
tersedot menuju kubu Joko Widodo. Upaya utak-atik posisi wakil presiden di Mahkamah Konstitusi, juga kelihatan akan mentah, apa pun hasilnya. Di sini terkesan citra agar Jusuf Kalla kembali menjadi wakil presiden untuk ketiga kalinya. Memang dari konteks itu kelihatan kalau Partai Demokrat masih ragu-ragu, dan hal inilah yang nampaknya dipakai momen baik oleh koalisi Joko Widodo dan kemungkinan juga oleh PKS sekarang atau nanti. Soal keraguan itu akan menjadi pelajaran penting bagi partai politik di Indonesia ke depan. Partai ini mempunyai banyak pertimbangan. Ada kesan, di satu sisi ingin melihat ke pemerintahan karena bagaimanapun Susilo Bambang Yudhoyono, di samping sebagai presiden, telah belasan tahun di pemerintahan jika dimasukkan pula pengalaman sebagai menteri. Bagaimanapun “nikmatnya” pemerintahan ini ikut mendorong keinginan partai untuk terlibat dalam pemerintahan. Tetapi pada sisi lain, “putra mahkota” Partai Demokrat, AHY, dituntut terlalu tinggi, yakni menjadi wakil presiden. “Gengsi” inilah yang kemudian terlihat adanya jual mahal dan akhirnya bermuara pada sikap ragu-ragu tersebut. Padahal, apabila Demokrat mau sedikit bersabar, misalnya pilihan politiknya ikut berkoalisi dengan Joko Widodo, akan ada cerita lain. Jika koalisi ini menang kelak di tahun 2019, kursi menteri untuk AHY. Bukankah sang “putra mahkota” ini masih muda, masih punya waktu banyak untuk bermanuver dan menari-nari dalam dunia politik. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
POJOK Anggaran penanganan sampah di Bali sangat minim. - Sampah dianggap tak untung. *** Bali hanya mampu pasok 8% kebutuhan daging sapi. - Tantangan bagi Pemda. *** Gubernur Bali terpilih segera bangun pusat kebudayaan. - Program lain jangan dilupakan.
Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
7
Gelombang Tinggi, Keamanan di DTW Tanah Lot Diperketat Tabanan (Bali Post) Manajemen DTW Tanah Lot Tabanan sempat menutup akses menuju pantai karena ombak besar. Penutupan tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan wisatawan saat berkunjung ke DTW tersebut. Hingga Jumat (27/7) kemarin, gelombang laut masih tampak tinggi. Tetapi para wisatawan tampak turun ke pantai menikmati pemandangan laut dan Pura Tanah Lot. Manager DTW Tanah Lot Ketut Toya Adnyana, Jumat kemarin mengatakan, akses pantai memang sempat ditutup. Tetapi kembali dibuka, mengingat gelombang sudah tidak terlalu tinggi. “Gelombang sempat tinggi bahkan bisa mencapai enam meter. Namun saat ini sudah mulai turun sehingga wisatawan diperbolehkan turun ke pantai, cuma harus waspada,” ujarnya. Untuk menjaga keselamatan pengunjung, pihak manajemen memperketat pengawasan dan pemantauan para wisatawan, terutama yang berada di pesisir pantai. Sebanyak 20 life guard
diturunkan untuk berjaga di bibir pantai. Lanjut Toya, gelombang tinggi yang terjadi saat ini memang fenomena tahunan. ‘’Setiap tahun memang selalu terjadi gelombang tinggi. Pihak BMKG juga sudah memberikan informasi mengenai gelombang tinggi ini. Kondisi ini akan berlangsung hingga akhir Juli,’’ ujarnya. Meski gelombang sedang tinggi dan akses menuju ke pantai sempat ditutup, tidak menyurutkan minat wisatawan untuk datang berkunjung ke DTW Tanah Lot. Menurut Toya, sewaktu akses menuju pantai ditutup, wisatawan tidak melakukan protes dan sepertinya maklum karena penutupan dilakukan untuk keselamatan mereka selama berkunjung. Sementara itu, kunjungan wisatawan selama bulan Juli hingga tanggal 25 mencapai 270.706 orang. Wisatawan domestik mencapai 111.335 orang. Sementara wisatawan mancanegara mencapai 159.371 orang. (kmb24)
Bali Post/kmb24
GELOMBANG - Wisatawan mancanegara tampak mengambil foto di bibir pantai Tanah Lot. Gelombang tinggi tidak menyurutkan niat wisatawan untuk turun ke pantai.
Truk Tangki Jatuh ke Sungai, Dua Tewas Tabanan (Bali Post) -
Arus lalu lintas di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di jembatan Sungai Yeh Nu, Banjar Penyalin, Desa Samsam, mendadak melambat, Jumat (27/7) kemarin. Pasalnya, pengendara banyak yang berhenti ingin melihat truk tangki yang jatuh ke sungai atau dari jembatan setinggi kurang lebih 15 meter.
RINGSEK - Kondisi truk tangki ringsek setelah jatuh ke sungai.
Bali Post/kmb28
SOSOK Pembenahan Sistem Perpajakan PAJAK merupakan salah satu penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Pemkab Tabanan berupaya melakukan pembenahan sistem perpajakan untuk mengoptimalkan pajak-pajak yang belum tergali dan memaksimalkannya. Salah satunya dengan belajar ke Pemkot Malang. Kabag Humas Tabanan Putu Dian Setiawan memaparkan, sistem perpajakan Tabanan yang saat ini sudah baik adalah pajak BPHTB dan Pajak Bumi dan Bangunan. ‘’Namun ada beberapa objek pajak yang masih belum tergarap maksimal, salah satunya pajak rumah makan atau restoran,’’ ujarnya dalam acara pertemuan Tim Pekan Informasi Pembanguan Daerah, Jumat (27/7) kemarin. Pembelajaran ke Pemkot Malang yang akan digelar pada minggu kedua bulan Agustus ini, diharapkan bisa memberikan informasi dan ilmu mengenai sistem pajak modern. ‘’Seperti diketahui, Pemkot Malang memiliki sistem perpajakan yang modern. Karenanya, kita sebagai kabupaten penyangga Kota Denpasar mencoba mencari informasi dan belajar untuk mendapatkan ilmu sehingga bisa nantinya diterapkan di Tabanan,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, rumah makan atau restoran di Tabanan cukup banyak dan banyak pula yang beromzet tinggi. Sayangnya hingga sekarang masih belum ada pengelolaan pajaknya. Selain itu, juga masih diperlukan langkah pendataan pajak hotel dan restoran (PHR) sehingga punya database yang baik dan diketahui potensi pajak yang bisa diterima. Diharapkan lewat studi banding ke Pemkot Malang nanti bisa ditemukan langkah yang tepat untuk menggali dan memaksimalkan hal tersebut. (san)
Agung Ngurah Putra Wiradana saat dikonfirmasi mengatakan keduanya mengalami luka yang cukup parah diduga akibat benturan keras. Seperti dialami Nyoman Sudiana (50), kernet truk, mengalami luka di sekujur tubuh, tangan kanan luka lecet terkelupas, pendarahan hidung kiri dan kelainan bentuk di kepala bagian kiri serta bagian dada kiri serta tulang belikat. Sementara Komang Sudarta (41), sopir tangki, mengalami luka lebam di wajah kiri, kelainan bentuk di kepala bawah bagian kiri, patah lengan kiri dan luka terbuka di bagian selangkangan, paha kiri atas kelainan bentuk, yang diduga patah. (kmb28)
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, truk DK 9532 AZ itu mengalami lakalantas sekitar pukul 03.30 Wita. Sopir dan kernetnya tewas di lokasi kejadian. Dari identitasnya diketahui mereka adalah I Nyoman Sudiana (50) alamat Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya, Denpasar dan I Komang Sudarta (41) asal Lingkungan Pebukit, Karangasem. Kasatlantas Polres Tabanan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari mengatakan, peristiwa kecelakaan ini didu-
ga terjadi lantaran sopir mengantuk. “Diduga mengantuk, kemudian kehilangan kendali hingga truk yang dikemudikan terjun ke sungai, karena sebelum jembatan memang tikungan tajam,” ucapnya. Sebelum kejadian, kendaraan ini datang dari arah jurusan Gilimanuk menuju Denpasar. Namun saat tiba di lokasi kejadian, tepatnya memasuki jalan turunan dan tikungan tajam ke kanan, diduga pengemudi mengantuk dan kaget hingga mengerem mendadak dan membanting
setir ke kanan. Akibatnya, kendaraan terguling sampai terseret dan menabrak pagar pelindung jembatan, kemudian truk jatuh ke dasar sungai. Dia menyebutkan, setelah dilakukan evakuasi yang dilakukan polisi, PMI, dan BPBD Tabanan, dua orang warga dinyatakan meninggal, karena mengalami luka parah dan sudah dibawa ke BRSU Tabanan. Dari hasil pemeriksaan luar, Kasubid Rawat Darurat dan Tindakan Medik BRSU Tabanan dr. Anak
Tabanan (Bali Post) Warga yang melintas di simpang empat Banjar Dadakan, Desa Abiantuwung, Jumat (27/7) kemarin digegerkan aksi salah seorang kakek yang mengamuk sembari membawa pisau. Karena dianggap meresahkan warga yang melintas, kakek yang menggunakan kain sarung warna coklat dengan kemeja putih tersebut akhirnya diamankan dan diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Tabanan. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui kakek tersebut adalah Putu Made Cakra, berusia 61 tahun asal Kecamatan Kediri. Bahkan aksi ‘‘melumpuhkan’’ kakek ini juga sempat ramai di instagram. Dalam video berdurasi sekitar tiga menit tersebut terlihat petugas kepolisian dari satuan lantas dibantu sejumlah petugas keamanan tengah berupaya menenangkan Cakra yang terus mengamuk dan berteriak. Cakra pun berhasil diamankan dan diserahkan kepada Satpol PP Tabanan untuk penanga-
nan selanjutnya. Kasat Pol PP Tabanan I Wayan Sarba saat dikonfirmasi membenarkan jika anggotanya menerima laporan adanya warga yang mengamuk sambil membawa pisau dan meresahkan di wilayah Banjar Dadakan, Desa Abiantuwung. “Setelah mendapat informasi, anggota langsung turun dan menyerahkan Cakra ke Dinas Sosial,” ucapnya. Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Nyoman Gede Gunawan juga membenarkan ada penyerahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ke kantornya sekitar pukul 09.00 Wita. “Waktu pastinya tidak tahu, yang pasti pagi tadi (Jumat kemarin, red) Cakra ini dibawa petugas satpol ke kami,” ucapnya. Setelah diserahkan, pihaknya langsung melakukan pendataan dan mengirimkan langsung ke RSJ Bangli. “Di kantor memang tidak ngamuk, cuma memang ngemigmig terus, jadi kita bawa langsung ke RSJ Bangli,” terangnya. (kmb28)
DIAMANKAN - Made Cakra saat diamankan petugas Satpol PP Tabanan, lanjut diserahkan ke Dinsos Tabanan.
Ngamuk Bawa Pisau, Seorang Kakek Diamankan
Bali Post/ist
Di-”pasupati”, Tiga Ratus Penari Inti Rejang Ratu Segara Tabanan (Bali Post) Setelah hampir tiga bulan proses latihan dan penyempurnaan tarian Rejang Ratu Segara, akhirnya Jumat (27/7) kemarin sebanyak 300 penari inti dipasupati di Pura Penyawangan Tanah Lot, Tabanan. Usai melakukan pasupati yang diisi dengan melakukan persembahyangan bersama, para penari inti ini kemudian pentas sebagai bagian dari gladi resik yang akan digelar tanggal 15 Agustus mendatang dengan melibatkan 1.800 penari. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang juga pencetus tari Rejang Ratu Segara di sela-sela latihan mengatakan para penari inti inilah yang nantinya akan mengajarkan ke penari lainnya di tiap-tiap kecamatan.
“Jadi mereka kita pasupati dulu, agar mendapatkan taksu, karena tarian ini merupakan tari sakral,” ucapnya. Dikatakannya, tari Rejang Ratu Segara memang dibuat khusus sebagai bentuk cinta akan seni dan persembahan kepada Ratu Segara. Tarian ini bermakna sebagai simbol rasa syukur terhadap ibu pertiwi, karena kehidupan berasal dari beliau dan sebagai bentuk kasih, rasa terima kasih kepada alam. “Tarian ini kita persembahkan pada sang ibu pertiwi yang sudah memberikan kemakmuran dan kesejahteraan menjaga tanah air, sekaligus mengajegkan Jagat Bali dan Nusantara. Tari Rejang Ratu Segara digambarkan sebagai bentuk kesenian yang penuh rasa,
estetika dan keindahan kehadapan Batara-Batari (Ratu Segara) yang berstana di Pura dan Pantai Tanah Lot. Dibantu dua orang koreografer andal putra daerah Tabanan yakni I Wayan Juana Adi Saputra (Dadong Rerod) dan I Wayan Muder, diharapkan tari kreasi ini tampil agung, sakral dan kejawen. Sehingga selaras dengan kondisi alam Pura dan Pantai Tanah Lot yang memang bersifat sakral dan penuh dengan aura mistis. Berbeda dengan tari Bali umumnya, para penari Rejang Ratu Segara mengenakan busana khusus berupa baju kebaya warna putih, kamben (kain) warna hijau, dan selendang warna hijau, sesuai dengan kesukaan Ratu Segara. Penari nantinya juga akan
menggunakan hiasan bunga mawar dan memakai ronce sedap malam, ciri khas Ratu Segara (penguasa laut). Durasi tarian pun dirancang hanya 11 menit dengan rata-rata penari berusia 18 tahun. Karena tarian ini merupakan tarian sakral, maka selama pementasan jika terjadi karauhan pada penari, tidak boleh serta merta tarian dihentikan, bahkan yang tidak bersangkutan juga dilarang masuk ke dalam areal para penari. Bahkan tarian sakral ini akan dipentaskan pada pukul 18.18 Wita. “Meski demikian, tetap ada petugas yang akan berjagajaga di pinggir pantai mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat pementasan tanggal 18 Agustus mendatang,” pungkas Bupati Eka. (kmb28)
Bali Post/kmb28
REJANG - Usai dipasupati, para penari inti Rejang Ratu Segara pentas di areal Pura Tanah Lot, sebagai kesiapan sebelum geladi resik jelang pementasan 18 Agustus mendatang.
BULELENG
8
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
BUDI DAYA TEMBAKAU Musim kemarau menjadi kesempatan bagi petani di Buleleng untuk membudidayakan tembakau Virginia. Budi daya ini menjadi andalan pertanian di Bali Utara. Komoditas itu bahkan mampu menghasilkan tembakau berkualitas yang dibutuhkan pabrik rokok di Indonesia. Sejak digeluti sampai sekarang, keberhasilan usaha tani ini dominan ditentukan oleh faktor cuaca.
Bali Post/kmb38
Picu Kerusakan Jalan, Proyek Pamsimas di Kubutambahan Nyoman Swatantra
Bali Post/kmb38
Ribuan UKM Tidak Berizin
Gratis dan Bisa Diurus di Kecamatan
Singaraja (Bali Post) – Penekun usaha kecil dan menengah (UKM) di Buleleng enggan mencari izin usaha yang digelutinya. Buktinya, dari sekitar 32 ribu UKM yang tercatat di daerah ini, 26 ribu pelaku UKM belum mencari izin usaha. Sebenarnya, izin usaha itu cukup diurus di Kantor Camat dan tanpa dipungut biaya. Namun, kemudahan itu sepertinya tidak langsung membuat penekun UKM di daerah ini tertib administrasi terkait izin usaha itu. Dari data yang dikumpulkan di Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Koperasi-UKM), Jumat (27/7) kemarin, tahun 2017 lalu, ditemukan 6.584 UKM yang sudah memiliki izin usaha. Namun, sisanya sebanyak 26.323 UKM, sampai sekarang belum mencari izin. Ribuan UKM ini bergerak pada sektor perdagangan, perindustrian, pertanian, dan juga sektor jasa. Dari penelusuran itu disebutkan penekun UKM itu terkesan mengabaikan izin usaha itu sendiri. Padahal, kebijakan pemerintah dewasa ini justru sangat mempermudah pelayanan izin UKM ini. Pasalnya, izin itu sudah bisa diterbitkan di kecamatan. Selain itu, mudah, syaratnya hanya cukup KTP, Kartu Keluarga, dan juga mengisi blangko. Tidak dipungut biaya alias gratis. Meski demikian, kesadaran penekun UKM untuk tertib administrasi perizinan, masih kurang. “Masih ada anggapan izin itu tidak penting. Juga ada anggapan kalau usaha itu sudah jalan ya sudah cukup dan tidak perlu mencari izin lagi,” katanya. Di sisi lain, mantan Kepala Dinas Pertanian
(Distan) Buleleng ini mengatakan, meski izin UKM ini sederhana, namun memiliki peran penting dan membantu masyarakat dalam upaya mencari kredit di perbankan atau lembaga lainnya untuk mendapatkan modal. Apalagi, sekarang pemerintah tidak diizinkan menyalurkan dana hibah bantuan sosial (bansos) kepada lembaga yang berorientasi bisnis. Sehingga setiap orang yang bergerak di bidang UKM, hanya dapat mengakses permodalan dari perbankan itu sendiri. Dan lembaga penyalur kredit modal usaha itu mewajibkan syarat izin UKM itu di samping aset usaha sebagai agunan. Peluang penekun UKM di daerah juga terbuka mendapat kan suntikan modal dari pemerintah. Pemerintah bersama Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB), akan menyiapkan permodalan, namun lagi-lagi salah satu syarat program ini bisa diakses kalau usahanya itu sudah mengantongi izin dan terdaftar dengan legal. Karena itu, Swatantra menyarankan apa pun jenis usahanya, diharapkan mencari izin. Hanya dengan cara itu usahanya itu terdaftar dan pemerintah sendiri bisa melakukan pembinaan, sehingga UKM sebagai penggerak ekonomi daerah bisa berjalan baik. “Kami sudah sering sampaikan izin ini bisa dijadikan agunan selain aset usaha itu. Kalau sekarang penekun UKM jadi “malas” mencari izin ya kami kesulitan memfasilitasinya, untuk mendapatkan suntikan modal. Sebab, mengandalkan bantuan sarana prasarana hibah dari bansos seperti pemerintah dulu, saat ini tidak bisa,” jelasnya. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) –
Jalan desa yang menghubungkan antara Banjar Dinas Tukad Ampel dengan Desa Bulian kondisinya rusak parah. Kerusakan ini bukan karena faktor usia atau bencana alam, tetapi justru akibat proyek Pembangunan Sarana Air Bersih Masyarakat (Pamsimas) yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Atas kerusakan jalan tersebut, warga yang tergabung dalam pangempon Pura Pande Kubutambahan menuntut BWS agar menepati komitmennya memperbaiki kerusakan jalan akibat proyek tersebut. Sebelum warga protes, pada 2016 lalu, BWS melaksanakan proyek Pamsimas dengan membangun bak penampungan (reservoar) di Kubutambahan. Selain itu, BWS juga menanam pipa air bersih dengan diameter pipa sekitar satu meter di pinggir jalan itu. Akibat penggalian itu, lapisan aspal jalan sepanjang sekitar 500 meter itu pun dibongkar. Setelah proyek berlalu, justru lubang bekas galian itu hanya ditimbun menggunakan material tanah. Sama sekali tidak dilapisi aspal. Atas kondisi itu, warga mengeluh karena tidak nyaman melintasi jalan yang rusak akibat galian pipa itu. Selain itu, ketika musim kemarau seperti sekarang, debu bekas galian tanah itu diterbangkan angin sehingga mengganggu lingkungan di sekitarnya. Bahkan, ruas jalan ini pun menjadi rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) kalau pengendara tidak berhati-hati melintas di jalan vital tersebut.
Klian Desa Pakraman Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Jro Pasek Ketut Warkadea, Jumat (27/7) kemarin mengatakan, pada saat pembongkaran itu, BWS menyatakan akan melapisi aspal yang telanjur dibongkar itu. Sayangnya, hingga sekarang, komitmen BWS itu tidak terealisasi. Karena itu, dia pun tidak menyalahkan warganya yang mengeluh karena jalan itu memang rusak. Jro Pasek Ketut Warkadea mengaku, saat ini pihaknya telah melaporkan kerusakan jalan itu ke Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Ini karena sesuai surat tertanggal 26 Juli 2018, BWS berjanji memperbaiki jalan tersebut. Tetapi sampai sekarang janji itu tidak terealisasi, sehingga warga merasa dirugikan. “Sempat koordinasi ke BWS, tetapi belum ada tanggapan. Kami minta jalannya diperbaiki, sebab kalau dibiarkan akan membahayakan pengguna
jalan,” katanya. Warga Mengeluh Hal senada diungkapkan salah satu krama pangempon Pura Pande, Gede Anggastia. Dia mengatakan, bukan saja warga umum yang sering melintasi di jalan itu mengeluh, akibat jalan rusak tersebut. Krama pengempon pura ketika beraktivitas juga merasa tidak nyaman terutama ketika melaksanakan upacara yadnya di pura. “Janji-janji akan diperbaiki ternyata belum juga ditepati. Ketika kami tanyakan ada jawaban dari BWS bahwa jalan ini saat digali tidak diaspal. Faktanya jalan ini di-hotmix pemerintah daerah,” tegasnya. Perbekel Desa Kubutambahan Gede Pariadnyana mengaku sejak mulai menjabat sebagai perbekel desa, warganya banyak yang mengadukan kerusakan jalan itu. Dia sendiri sudah pernah melakukan koordinasi dengan instansi terkait proyek itu. Hanya,
sampai kemarin, pihaknya belum mendapat tanggapan dan kapan kepastian bekas galian pipa itu diaspal. Tidak ingin hal-hal buruk terjadi di lapangan, warganya secara swadaya kemudian menambal lubang bekas galian pipa itu dengan campuran beton. Hanya, karena minimnya dana swadaya, penambalan itu dilakukan hanya pada bagian yang dianggap membahayakan pengguna jalan. Upaya ini dilakukan karena jalan ini memperlancar penjualan hasil pertanian dari Bulian dan Kubutambahan.
Agar masalah ini tidak menjadi polemik berkepanjangan, Pariadnyana mendesak siapa pun instansi yang terkait proyek itu, segera memperbaiki jalan yang sebelumnya sudah diaspal hotmix itu. Dengan demikian, warga atau krama pangempon pura tidak lagi terganggu ketika akan melintasi jalan tersebut. “Jalan ini untuk lalu lintas umum selain penghubung ke kawasan pertanian. Karena pembongkaran itu dibiarkan, warga meminta diperbaiki dan kami banyak menerima protes warga,” tegasnya. (kmb38)
Bali post/kmb38
KRAMA MENGELUH – Jalan penghubung Desa Kubutambahan dengan Desa Bulian rusak akibat bekas galian pipa Pamsimas BWS Bali-Penida tidak kunjung diaspal. Akibatnya, warga dan krama pangempon Pura Pande mengeluh dan menuntut BWS memperbaiki kerusakan jalan tersebut.
Rencana Jalan Baru Batas Kota Singaraja
Pemkab Segera Tunjuk ’’Appraisal’’
Bali Post/kmb38
Ketut Suparta Wijaya
Singaraja (Bali Post) – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng melakukan persiapan pembebasan lahan proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani. Pemkab segera akan menunjuk tim jasa penilai pertanahan alias Appraisal. Dengan cara itu, pembahasan lahan untuk tahap pertama seluas 11,05 hektar itu secepatnya bisa dilakukan. Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya, Jumat (27/7) kemarin, mengatakan verifikasi terhadap rekanan penyedia jasa appraisal sudah dilakukan Unit Layanan Pengadaan (ULP)
Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Buleleng. Rekanan itu konon berkantor di Solo, Jawa Tengah (Jateng). Selain mempersiapkan tim appraisal PUPR, pihaknya juga sudah melakukan konsultasi publik, terkait proses pembebasan lahan itu. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, tim appraisal bisa ditunjuk, sehingga pembebasan lahan itu sudah bisa dilakukan sesuai komitmen pemkab sendiri yang memang bertanggung jawab mempersiapkan lahan itu,” katanya. Sesuai desain megaproyek shortcut, jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani itu, kata Suparta Wijaya, memer-
lukan lahan 10,05 hektar. Lahan ini seluruhnya berlokasi di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Dari sosialisasi dan pendataan, terungkap, tanah yang terkena jalur proyek itu adalah lahan milik sekitar 20 kepala keluarga (KK) warga di Desa Pegayaman. Situasi di atas lahan itu ditanami tanaman produktif seperti kopi, cengkeh, dan tanaman keras lainnya. “Dari desain terbaru itu yang terkena jalur proyek ini sepenuhnya ada di sana (Pegayaman). Kita sudah dekati warga pemilik lahan itu, tinggal menunggu tim penilai pertanahan saja untuk memastikan harga tanah
yang akan kita bebaskan itu,” jelasnya. Ditanya sumber anggaran pembebasan lahan itu, kata Suparta Wijaya, dari alokasi APBD tahun 2018, PUPR diberikan dana untuk pembebasan lahan proyek jalan baru batas kota itu senilai Rp 10 miliar. Persediaan dana ini belum diketahui apakah mencukupi atau tidak. Jika belum mencukupi, kata Suarta Wijaya, ada rencana dikucurkan dari APBD Perubahan tahun ini yang dirancang ada penambahan anggaran Rp 12 miliar. Dengan demikian, kewajiban menyiapkan lahan bisa dipenuhi pemkab dalam setahun anggaran ini. (kmb38)
Kasus Pidana Keimigrasian WNA
Kuasa hukum warga negara Nigeria Charles George Albert membacakan permohonan gugatan praperadilan pada sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Jumat (27/7) kemarin. Pada intinya, tim kuasa hukum tersangka itu menyebut penyidikan, penetapan, kemudian penahanan tersangka oleh Imigrasi Singaraja itu cacat hukum formil. Karena itu, pihak kuasa hukum tersangka menuntut agar Imigrasi mencabut status tersangka warga negara Nigeria itu. Bagaimanakah sesungguhnya latar belakanga kasus yang membelit warga negara asing (WNA) itu?
Diduga Penegakan Hukumnya Tak Lazim SIDANG praperadilan perdana yang berlangsung kemarin itu dipimpin hakim tunggal Ni Made Dewi Sukrani, S.H. Kuasa hukum tersangka diwakili I Wayan Mudita, S.H., M.Kn., Wirasanjaya S.H., M.H., CLA., Kadek Dewanta S.H. dan Adv. I Nyoman Ardana, S.H. Sedangkan Kepala Kantor Imigrasi Singaraja diwakili Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Thomas Aries Munandar. Wirasanjaya yang dikonfirmasi usai sidang menyebutkan, kasus yang dialami kliennya itu janggal. Pasalnya, proses penyidikan, penetapan, penahanan, dan penyitaan itu dinilai cacat hukum formil. Dia mencontohkan, surat penahanan (sprinthan - red) yang dikeluarkan Imigrasi dan pihak Lapas Singaraja itu tanggal terbitnya berbeda, namun nomor sprint-nya sama. Surat perpanjangan penahanan selama 40 hari itu merujuk sprinthan tanggal 8 Mei 2018. Padahal, saat kleinnya dititipkan di Lapas Singaraja untuk menjalani penahanan pertama itu menggunakan sprinthan tertanggal 17 mei 2018. “Banyak yang cacat hukum
formil, sehingga kami dari tim kuasa hukum tersangka menuntut pihak termohon (Imigrasi) untuk mencabut status klien kami sebagai tersangka dalam kasus yang disebut-sebut dugaan pelanggaran keimigrasian itu,” katanya. Hal senada diungkapkan anggota tim kuasa hukum
tersangka Made Mudita. Dia mengatakan, termohon melakukan tindakan sewenang-wenang dan dinilai melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang justru dilakukan pihak penegak HAM itu sendiri. Dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melalui perpan-
jangan tangannya pihak Imigrasi. Alasan mengapa sewenang-wenang, karena PNS yang ditugaskan di Imigrasi Singaraja itu melakukan administrasi penegakan hukum yang tidak lazim. Dalih termohon tidak menahan tersangka dan sebaliknya mendetensi. Sesuai UU No. 6 Tahun 2011 dan turunnya
Bali Post/mud
GUGATAN PRAPERADILAN – PN Singaraja menyidangkan perdana gugatan praperadilan penanganan kasus warga negara Nigeria yang diduga melanggar tindak pidana keimigrasian, Jumat (27/7) kemarin.
peraturan pemerintah (PP) menyebutkan bahwa yang bisa didetensi adalah orang yang melakukan pelanggaran administrasi keimigrasian. Artinya, bukan orang yang melakukan tindak pidana keimigrasian itu. “Termohon praperadilan, tersangka itu sebetulnya melanggar tindak pidana keimigrasian tetapi dibilang deteni. Kalau demikian berarti melanggar administrasi keimigrasian. Dan saksinya harus dideportasi, tetapi kenapa klien kami justru ditahan dan disangkakan melanggar tindak pidana keimigrasian,” tegasya. Sementara itu, Thomas Aries Munandar belum memberikan tanggapan atas permohonan gugatan praperadilan yang diajukan tim kuasa hukum tersangka itu. Dia mengatakan, poin permohonan kuasa hukum tersangka itu semuanya akan dijawab pada sidang lanjutakan Senin (30/7) pekan depan. Terkait proses hukum tersangka, Thomas mengaku tidak menghalangi proses penanganan kasus tersebut. Itu artinya, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sudah disusun dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja
itu tinggal menunggu proses persidangan saja. “Untuk permohonan ini nanti kami akan jawab. Sekarang, kita siapkan jawabannya itu. Walau ada praperadilan, kasus tersangka itu tetap kami tangani kendati dalam proses persidangan,” tegasnya. (mud)
Untuk permohonan ini nanti kami akan jawab. Sekarang kita siapkan jawabannya itu. Walau ada praperadilan, kasus tersangka itu tetap kami tangani kendati dalam proses persidangan. Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Thomas Aries Munandar
GIANYAR
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
9
Periksa Berkas Perbekel Nyaleg, KPU Mesti Cermat Gianyar (Bali Post) Empat perbekel yang nyaleg mendapat sorotan dari Panwaslu Gianyar. Ketua Panwaslu Gianyar I Wayan Hartawan mengingatkan agar keempat perbekel ini memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku jika ingin maju dalam Pileg 2019, salah satunya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perbekel. Menurut Hartawan, Jumat (27/7) kemarin, pihaknya menunggu proses verifikasi berkas bacaleg yang dilakukan oleh KPU Gianyar. Panwaslu pun kembali menekankan agar proses ini dilaksanakan dengan cermat, sesuai ketentuan Peraturan KPU. Adapun syarat mundur bagi perbekel maupun ASN harus segera disetorkan ke KPU. ‘’Tahapan administrasi sampai 30 Juli ini untuk melengkapi. Nanti verifikasi 1 sampai 7 Agustus,’’ terangnya. Apabila saat verifikasi nanti, masih ada perbekel yang belum mundur atau menyerahkan surat pengunduran diri, maka akan langsung berhadapan dengan Panwaslu. ‘’Manakala ditemukan ada yang tidak benar tidak sesuai ketentuan, maka kami mengklarifikasi KPU,’’ tegasnya. Hartawan pun mengingatkan para perbekel untuk segera mencantumkan surat pengunduran diri dalam berkas pencalegan mereka. Pihaknya tidak ingin ada kekeliruan dalam proses penelitian berkas para perbekel yang nyaleg. Sebelumnya, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Gianyar Ketut Suweta menyatakan pihaknya sudah memproses surat pengunduran diri keempat perbekel tersebut. ‘’Semua ini tentu segera kami proses sesuai aturan pengunduran diri, sehingga apa yang diinginkan bisa segera dilakukan oleh yang bersangkutan,’’ ucap Suweta. (kmb35)
Petugas Gabungan Sidak Duktang di Desa Saba Gianyar (Bali Post) Petugas gabungan menggelar sidak penduduk pendatang (duktang) di wilayah Desa Saba Kecamatan Blahbatuh pada Kamis (26/7) malam. Sidak ini melibatkan 35 personel gabungan dari Badan Kesbanglinmas, Satpol PP, Disdukcapil Gianyar, TNI dan Polri. Petugas menyasar tempat-tempat kos yang dihuni duktang. Hasilnya, sejumlah duktang tanpa identitas berhasil terjaring. Sidak yang dikomandoi Kabid Trantib Satpol PP Gianyar Anak Agung Putra berlangsung mulai pukul 20.00 Wita. Awalnya petugas berkumpul di wantilan Pura Segara Desa Pakraman Saba. Dari wantilan itu, para petugas yang sudah dibagi beberapa kelompok menyebar ke beberapa lokasi yang ditentukan. Lokasi utama yang disasar ialah wilayah di sepanjang
Jalan By-pass I.B. Mantra. Di lokasi itu petugas mengecek 97 lembar surat kependudukan berupa KTP sebanyak 87 lembar dan surat keterangan (Suket) pengganti KTP sebanyak 10 lembar. Mereka yang tidak memiliki Suket langsung didata di Kantor Desa Saba. Tim gabungan juga mengarah ke permukiman warga Saba. Ada 38 orang terjaring, dengan perincian 33 orang memiliki KTP namun tidak terdata di kantor Desa dan lima orang tanpa identitas sama sekali. ‘’Lima penduduk tanpa identitas itu langsung diamankan untuk selanjutnya diberi pembinaan,’’ ujar Anak Agung Putra yang dikonfirmasi, Jumat (27/7) kemarin. Dijelaskannya, sidak duktang ini dalam rangka penertiban administrasi penduduk di wilayah Desa Saba. Kegiatan secara umum berlangsung lancar dan aman. (kmb35)
Bali Post/ist
SIDAK DUKTANG - Petugas gabungan melaksanakan sidak duktang di wilayah Desa Saba, Kamis (26/7) malam.
Bali Post/nik
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan yang lalu-lalang di kawasan Ubud.
Okupansi Hotel Lampaui 70 Persen Gianyar (Bali Post) Tingkat hunian atau okupansi hotel dan homestay di Kabupaten Gianyar khususnya Ubud mengalami peningkatan. Bahkan di akhir Juli, rata-rata okupansi di atas 70 persen. Hal itu diungkapkan Ketua Ubud Home Stay Asosiasi (UHSA) I.B. Wiryawan, Jumat (27/7) kemarin. Menurutnya, saat ini ada sejumlah homestay yang hampir 100 persen okupansinya. Okupansi tinggi
diperkirakan bertahan hingga Agustus. Wisatawan yang menginap di homestay di Ubud dominan asal Eropa, khususnya Eropa timur seperti Swedia dan Belgia. Sementara untuk Belanda, Prancis dan lainnya, masih terpantau tinggi. ‘’Jadi ini seperti konsumen baru yang datang ke Ubud, sementara Belanda, Jerman dan lainnya masih tetap setia tinggal di Ubud,’’ katanya. Selain itu, wisatawan Aus-
tralia juga cukup banyak tinggal di Ubud. Sementara wisatawan Asia khususnya Tiongkok dominan datang ke Ubud hanya untuk melancong, sementara untuk menginap mereka lebih memilih di Bali Selatan. ‘’Jarang ada wisatawan Tiongkok yang menginap, kalau pun ada palingan hanya sehari,’’ ujarnya. Lantaran peningkatan okupansi ini, pria yang akrab disapa Gus De mengakui
sejumlah homestay meningkatkan tarif kamar. Dari yang awalnya sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per malam, menjadi Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu. Bahkan untuk kamar yang paling mahal bisa dipasang tarif hingga Rp 600 ribu per malam. Hal senada disampaikan Kadisparda Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta. Dia menyebutkan okupansi hotel dan Tiongkok di Ubud sudah menyentuh 70 persen. Kun-
jungan wisatawan juga meningkat. ‘’Terutama di Ubud bisa dilihat dari keramaian di restoran, di Puri Ubud hingga di Pasar Seni Ubud,’’ ucapnya. Ramainya kunjungan wisatawan juga terlihat di seluruh objek wisata yang dikelola Pemkab Gianyar, terutama objek wisata Pura Tirta Empul. ‘’Kalau kunjungan saja itu masih didominasi Tiongkok,’’ katanya. (kmb35)
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Gianyar Dewa Nyoman Bawa mengakui, pihaknya belum bisa menerapkan full day school, meski sekolah dengan 918 siswa ini menerapkan satu shift. ‘’Biar nanti tidak hanya label saja sekolah full day school, tapi penerapannya tidak tepat, jadi belum,’’ jelasnya. Ada sejumlah kendala yang menyebabkan sekolah yang berdiri di atas lahan 48 are ini belum bisa menerapkan sistem full day school, seperti persoalan sarana prasarana. ‘’Misal, kita untuk aktivitas olahraga masih terbatas. Tidak bisa di lingkungan sekolah saja, kami harus ke Lapangan Astina,’’ ungkapnya. Selain kendala sarana prasarana, pihaknya juga mengalami kendala dari segi SDM. Sekolah ini memiliki 50 guru, terdiri dari 40 PNS dan 10 guru honor. Jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan mengajar di sekolan ini. Akibat dua persoalan tersebut, pihaknya hingga kini belum bisa melakukan penataan jam belajar hingga pukul 15.00 Wita. Padahal penataan
jam belajar hingga sore menjadi poin penting dalam penerapan full day school. ‘’Nah karena sarana tidak siap, kami pun kesulitan menata jam hingga sore itu. Intinya supaya tidak mubazir,’’ tegasnya. (kmb35)
”Full Day School” Belum Bisa Diterapkan
Gianyar (Bali Post) -
Hingga kini full day school belum bisa diterapkan di seluruh sekolah di Kabupaten Gianyar. Terdapat sejumlah kendala yang menghambat penerapan sistem lima hari belajar tersebut, seperti kurangnya sarana dan prasarana serta keterbatasan jumlah guru. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Made Suradnya, Jumat (27/7) kemarin, mengaku sudah membujuk sejumlah SMP dan SD menerapkan sistem ini. Namun karena sejumlah kendala, akhirnya hal tersebut
belum bisa terealisasi. ‘’Kalau untuk tingkat SMP di Gianyar dominan sekolah kita masih double shift, sehingga tidak memungkinkan pembelajaran lebih dari pukul 13.00 Wita, karena ruangan akan dipakai siswa pada shift kedua,’’ katanya. Sementara yang masih satu shift adalah SMPN 1 Gianyar. Namun sekolah ini pun masih terkendala dalam persiapan sarana dan prasarana, belum lagi keterbatasan dalam jumlah SDM guru. ‘’Sejak tahun
lalu sebenarnya kita coba siapkan satu percontohan sekolah full day school. Tapi setelah kita cek bersama dengan pihak sekolah, kesimpulannya juga belum memungkinkan,’’ katanya. Demikian pula tingkat SD, pejabat asal Kecamatan Blahbatuh ini juga mengaku belum bisa memaksa pihak sekolah menggelar full day school. ‘’SD belum bisa juga, kalau SMP belum ada percontohan. Kita tidak berani memaksakan yang SD,’’ ujar Suradnya.
Penjual Keripik Sembunyikan SS di Bungkus Tempe Gianyar (Bali Post) Empat penyalahguna narkoba dibekuk jajaran Satresnarkoba Polres Gianyar. Menariknya, upaya yang dilakukan pelaku untuk mengelabui petugas terbilang cukup unik. Pelaku yang seorang penjual keripik berinisial Uci, menyembunyikan narkoba jenis sabu-sabu (SS) di dalam bungkus tempe. Kasatresnarkoba Polres Gianyar AKP I Gusti Putu Dharmanatha mengungkapkan, satu paket klip kecil berisi serbuk SS disisipkan dalam bungkus tempe. Hal ini dilakukan pelaku yang merupakan janda dua anak tersebut untuk mengelabui petugas saat penggerebekkan pada Selasa (24/7) malam. ‘’Ketika itu Uci panik hendak digeledah saat melintas di Jalan Kartini, Lingkungan Candi Baru, Gianyar,’’ kata Dharmanatha saat press release di Mapolres Gianyar, Jumat (27/7) kemarin. Dikatakannya, penangkapan terhadap wanita 45 tahun itu setelah penyelidikan selama tiga pekan lebih. Petugas mendapatkan informasi awal bahwa di Lingkungan Candi Baru ada peredaran narkoba jenis SS. Setelah cukup informasi, petugas pun mencegat Uci di jalan.
Uci digeledah oleh Polwan. Termasuk barang belanjaannya dalam satu kresek dicek oleh petugas. ‘’Dalam kemasan tempe, kami dapati sabu seberat 0,1 gram neto,’’ ungkapnya. Saat diinterogasi polisi, Uci men-
gaku memperoleh barang haram itu dari temannya yang berinisial WH (33). Tidak berselang lama polisi melakukan perburuan terhadap WH. WH diringkus di kamar kosnya di seputaran Gianyar. Di lokasi itu petugas berhasil mengamankan SS
Bali Post/nik
TERSANGKA - Kasatresnarkoba Polres Gianyar AKP I Gusti Putu Dharmanata menunjukkan empat tersangka kasus narkoba.
seberat 0,08 gram. Dikatakan Dharmanatha, barang bukti ini ditemukan berada di atas kasur milik WH. Setelah diinterogasi lebih mendalam, keterangan WH pun mengarah pada tersangka berinisial MUR yang berperan sebagai pemasok. ‘’Kita langsung pancing dia (MUR - red) untuk ngirim barang ke Pasar Sindu Desa Sayan, tempat WH berjualan,’’ jelas Dharmanatha. Benar saja, MUR datang ke Pasar Sindu dengan membawa empat paket SS sekaligus. Tanpa babibu, petugas langsung mengamankan montir yang tinggal di Jalan Mataram, Gang Samuantiga Nomor 6, Kelurahan Legian, Kuta, Badung itu. ‘’Saat digeledah, kami temukan empat paket sabu dengan berat total 0,67 gram neto,’’ jelas Dharmanatha. Selain tiga tersangka tersebut, Satresnarkoba Gianyar juga mengamankan seorang perempuan berinisial MI (27) asal Banyuwangi pada Rabu (13/6) lalu. SPG kosmetik ini ditangkap setelah mengalami lakalantas hingga sempat mendapatkan penanganan medis di RS Ganesha, Celuk. MI kedapatan membawa narkotika jenis ekstasi (inex) seberat 0,1 gram. (kmb35)
JEMBRANA
10
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
Jual Kayu, Gede Diamankan Polisi
Negara (Bali Post) Akibat menjual kayu sengon milik orang lain, seorang warga asal Desa Mendoyo Dangin Tukad Kecamatan Mendoyo, Gede A (50), dibekuk jajaran Polsek Mendoyo. Pelaku nekat menjual sejumlah pohon sengon seharga puluhan juta rupiah kepada Heri Setiawan (41) asal Banyuwangi. Kapolsek Mendoyo Kompol I Gusti Agung Sukasana melalui Panit 1 Reskrim Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara, Jumat (27/7) kemarin, mengatakan pelaku Gede A ini diamankan dan dijerat pasal tentang penipuan. Tersangka sebelumnya menghampiri Heri Setiawan (41) yang saat itu sedang menebang kayu sengon di salah satu kebun warga yang berlokasi di Lingkungan Munduk Anyar Kelurahan Tegalcangkring. Gede A menawarkan beberapa kayu sengon yang diakuinya miliknya di tiga lokasi berbeda di Munduk Anyar, Tegalcangkring. Kemudian Heri mengecek lokasi dan disepakati harga jual kayu-kayu sengon di tiga lokasi itu Rp 63 juta. Sebelum menebang, pelaku sempat menerima uang tanda jadi serta pembayaran secara bertahap. ‘’Total yang sudah dibayar korban kepada pelaku lima puluh tiga juga rupiah,’’ terangnya. Sedangkan sisanya Rp 10 juta akan dibayar setelah seluruh kayu ditebang. Setelah dibayar itu, Heri kemudian melakukan penebangan yang diakui tersangka. Di dua lokasi penebangan dilakukan dengan lancar. Tetapi saat penebangan di lokasi ketiga, tiba-tiba masalah muncul. Seseorang datang melarang Heri menebang dan mengatakan kayu-kayu tersebut miliknya. Kayu-kayu itu ternyata miliki Made Mangku Arsana (50) asal Petapan Persidi, Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo. Tak ingin masalah menjadi panjang, korban tak jadi menebang kayu sengon di lokasi tersebut dan mencari pelaku. Namun, saat dihubungi melalui telepon dalam keadaan tidak aktif. Akhirnya Heri mencari pelaku dan menemukannya. Kepada korban, pelaku mengakui kayu sengon di lokasi ketiga itu bukan miliknya tetapi milik Mangku Arsana. Pelaku akhirnya dilaporkan ke Polsek Mendoyo dan diamankan petugas. (kmb26)
BLOKIR - Warga kembali meminta TPA ditutup dengan memblokir pintu masuk TPA Peh, kemarin.
Warga Blokir Jalan Masuk ke TPA Peh
Negara (Bali Post) –
Protes penutupan TPA Peh di Desa Kaliakah kembali dilakukan warga, Jumat (27/7) kemarin. Warga berkumpul untuk memastikan jalan masuk TPA yang diblokir tidak dibongkar. Warga juga sempat mengusir truk sampah yang hendak masuk ke TPA. Keinginan warga tetap bulat untuk menutup TPA itu. Sejak beberapa hari ini warga sengaja memblokir pintu masuk TPA menggunakan sejumlah benda yang ada.
Bali Post/ist
PELAKU - Pelaku yang melakukan penipuan menjual kayu sengon milik orang lain diamankan di Mapolsek Mendoyo.
Sehari sebelumnya atau Kamis (26/7) malam, puluhan warga sempat berkumpul di rumah salah satu warga. Mereka sepakat menolak lantaran sudah tak tahan dengan dampak buruk TPA bagi lingkungan. Bahkan mereka mengaku akan menghadang bila ada upaya membuka jalan masuk yang diblokir. Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret yang datang di tengah pertemuan warga ini berupaya menenangkan warga agar tidak bertindak anarkis. Namun dalam
pertemuan itu tetap tidak terdapat titik terang. Warga tetap bulat meminta TPA ditutup. Aksi ini merupakan aksi susulan yang dilakukan beberapa waktu lalu, saat TPA mengalami kebakaran. Hingga pada Jumat siang kemarin, warga kembali turun memastikan agar TPA ini tetap diblokir. Perbekel Kaliakah Made Bagiarta mengatakan warga memang keberatan terkait TPA Peh ini. Dan hal ini sudah seringkali disampaikan ke Pemkab Jembrana. Aksi pemblokiran pintu masuk ini
Produksi Terbatas, Harga Telur Melambung
Negara (Bali Post) – Harga sejumlah komoditi dari unggas di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jembrana sejak beberapa hari belakangan ini melonjak. Seperti harga telur ayam yang menembus harga Rp 1.500 per butir dan daging ayam Rp 45 ribu per kilogram. Melonjaknya harga ini diduga dikarenakan terbatasnya produksi akibat cuaca yang terjadi belakangan ini. Dari pemantauan yang dilakukan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana, Jumat (27/7) kemarin, diketahui adanya kenaikan harga telur ayam yang mulanya Rp 1.100 per butir, rata-rata naik menjadi Rp 1.500 per butir. Daging ayam yang awalnya Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram. Sejumlah pedagang mengatakan untuk stok daging ayam masih memenuhi kebutuhan, namun diakui harganya naik. ‘’Sebelumnya Rp 35 ribu per
Bali Post/olo
CEK HARGA – Sejumlah petugas dari Dinas Koperindag Jembrana mengecek harga di Pasar Umum Negara, kemarin. kilo, sekarang rata-rata sudah Rp 40 ribu. Karena memang tidak ada barangnya,’’ Sri Amami, salah satu pedagang di Pasar Umum Negara. Begitu halnya dengan harga telur, beberapa pedagang mengaku sudah mendapatkan harga Rp 1.400 per butir dari produsen atau pengepul. Sementara itu, Kepala Ko-
perindag Jembrana I Made Gede Budhiarta membenarkan adanya kenaikan sejumlah komoditi di pasar tradisional itu khususnya telur. Hal ini dipicu terbatasnya produksi, sehingga para pedagang juga sudah menerima harga dari produsen tinggi. Khusus produksi telur ayam, Jembrana masih tergantung dengan daerah
lain seperti dari Pulau Jawa maupun dari kabupaten lain di Bali. Namun, dari pemantauan, menurutnya, tren harga sudah mulai berangsur turun. Di Pasar Umum Gilimanuk, harga telur sudah mulai turun Rp 1.200 per butir. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Sutama menambahkan, terbatasnya produksi telur ayam ini kemungkinan dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama masih kecilnya pasokan dari luar, sementara di Jembrana untuk kebutuhan telur masih jauh dibandingkan jumlah peternak ayam petelur. Dari catatan Dinas Pertanian, di Jembrana baru ada 15 peternak telur dengan produksi rata-rata 20 ribu telur per hari. Jumlah tersebut hanya sepertiga dari jumlah permintaan masyarakat. ‘’Selain itu juga ada aturan dari pemerintah yang melarang penggunaan obat pada ayam, sehingga perkembangannya agak lambat,’’ terangnya. (kmb26)
Pedagang Tewas Tabrak Truk Mogok Negara (Bali Post) Akibat menabrak bagian belakang truk tangki semen curah, Jumat (27/7) kemarin di Banjar Tembles, Desa Penyaringan, seorang pengendara sepeda motor tewas. Kecelakaan out of control yang terjadi di jalan raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya Km 80-81 itu terjadi pada dini hari sekitar pukul 04.00 Wita. Diduga pengendara sepeda motor Honda Vario DK 3070 ZI, Marni (39), tak melihat ada truk yang parkir di badan jalan akibat mogok itu. Pengendara motor yang merupakan pedagang asal Desa Delodberawah tewas di tempat setelah kendaraannya terperosok hingga di kolong bawah truk. Sedangkan yang dibonceng, Ngatini (45) asal Kelurahan Dauhwaru, dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka berat. Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan ini bermula dari truk tangki semen curah H 1840 FP yang dikemudikan Rafik (63) asal Krasaan, Probolinggo mogok. Truk yang sebelumnya melaju dari arah barat (Gilimanuk) itu
mengalami kerusakan mesin. Oleh sopir truk, selanjutnya di belakang truk dipasangi tanda menggunakan batang pisang kecil serta menghidupkan dua lampu hazend sebagai tanda peringatan. Korban yang mengendarai sepeda motor dari arah barat menuju Pasar Yehembang menabrak bagian belakang truk itu. Kondisi jalan di lokasi menurun, beraspal baik dan pagi itu suasana masih gelap. Diduga korban pengendara motor tidak melihat ada truk yang berhenti di badan jalan itu. Sepeda motor melewati tanda truk mogok sehingga terjatuh dan terseret ke dalam kolong truk. Pengendara sepeda motor tewas di tempat setelah berbenturan keras dengan badan truk bagian belakang bawah. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiatmoko dikonfirmasi membenarkan kecelakaan yang mengakibatkan satu korban jiwa serta satu orang luka berat di Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Saat ini kasus lakalantas tersebut masih ditangani Sat Lantas Polres Jembrana. (kmb26)
Bali Post/olo
Bali Post/olo
TERPEROSOK - Sepeda motor yang menabrak truk mogok di Tembles masuk di kolong truk. Salah seorang anggota Satlantas Jembrana mengecek kondisi kendaraan tersebut. Akibat kecelakaan ini, pengendara motor tewas.
dilakukan spontan oleh warga, karena sudah tak tahan dengan dampak negatif dari TPA. Sementara itu, dari pengamatan kemarin, dampak dari ditutupnya TPA Peh ini banyak truk sampah yang terparkir. Begitu juga tumpukan sampah di TPS dan kontainer-kontainer yang tersebar menumpuk tak terangkut. Seperti yang terlihat di Pasar Umum Negara, Pendem dan beberapa titik lainnya di kota Negara. Sementara itu, truk-truk sampah yang sudah penuh muatan sampah terparkir
di sebelah Kantor Dinas Pendapatan yang bersebelahan dengan rumah jabatan Bupati Jembrana. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana I Ketut Kariadi Erawan dikonfirmasi mengatakan sulit kemungkinan untuk menutup satu-satunya TPA di Jembrana. Pemindahan TPA, menurutnya, bukan solusi, namun untuk meminimalisir tumpukan sampah-sampah di TPA, dinas tengah membangun sistem pengelolaan sampah rumah tangga. Dalam menjalankan sistem tersebut tujuannya untuk meminimalisir sampah ke TPA dengan pengelolaan sampah di tiap desa/kelurahan. Adanya TPA di sana sudah sesuai RTRW (Rancangan Tata Ruang dan Wilayah).
Kendati dilakukan pemindahan TPA, akan tetapi sampah tetap menumpuk di TPA akan tetap menjadi masalah. Saat ini juga upaya membuat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 3R (Reduce, Reuse & Recycle) di masing-masing kecamatan sedang dilakukan. Tahun ini dilakukan di Kecamatan Negara, seperti di Kelurahan Lelateng dan Kecamatan Jembrana di Desa Dangin Tukadaya. Pemkab mencarikan solusi terbaik bagi warga masyarakat lingkungan Peh agar saling memahami terhadap keberadaan TPA dan tidak ada yang merasa dirugikan. ‘’Pada prinsipnya akan diadakan perbaikan sarana dan prasarana infrastrukturnya,’’ terang mantan Camat Negara ini. (kmb26)
PIODALAN – Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Sekda Jembrana Made Sudiada dan jajaran bersembahyang bersama saat pamelaspasan dan piodalan di Pura Jagatnatha, kemarin.
Bupati Artha Hadiri Upacara ’’Pamelaspasan’’ dan ’’Piodalan’’ di Pura Jagatnatha
SETELAH rampung perehaban beberapa bangunan dan tembok panyengker, panitia dan pangempon Pura Jagatnatha Kabupaten Jembrana menggelar upacara pamelaspas sekaligus karya piodalan. Karya yang berlangsung selama tiga hari, Kamis (26/7) hingga Minggu (29/7), diawali dengan upacara pacaruan dan pamelaspas yang berlangsung pada Kamis dan upacara panyineban berakhir pada Minggu (29/7). Saat puncak karya yakni, Purnamaning Sasih Karo, Jumat (27/7) kemarin umat Hindhu se-Kabupaten Jembrana berbondong-bondong ngaturang sembah bhakti di utama mandala Pura Jagatnatha. Di tengah-tengah membeludaknya pamedek termasuk dari kalangan siswa, Bupati I Putu Artha bersama istri Ny. Ari Sugianti Artha, istri Wabup Ny. Arini Kembang Hartawan, istri Ketua DPRD Ny. I Ketut Sugiasa serta Sekda I Made Sudiada beserta istri juga ikut berbaur ber-
sama warga masyarakat untuk menghaturkan sembah bhakti kehadapan Ida Batara yang berstana di Pura Jagatnatha. Sekretaris Pangempon Pura Jagat Natha I Komang Ariawan mengatakan, karya piodalan sekaligus dirangkai dengan upacara pamelaspas beberapa bangunan yang ada di Pura Jagatnatha. ‘’Dengan telah selesainya rehab terhadap beberapa bangunan pura dan tembok panyengker, pangempon Pura Jagatnatha menggelar upacara pamelaspas terhadap beberapa bangunan pura yang telah selesai direhab. Selain itu, secara rutin kita menggelar upacara piodalan di Pura Jagatnatha yang jatuh pada Purnamaning Sasih Karo,’’ ujarnya. Ariawan juga mengaku, kalau karya akan dilaksanakan selama tiga hari dan berakhir hingga Minggu (29/7) besok. Dudonan (rangkaian) karya diawali dengan upacara pacaruan dan pamelaspas yang
dilangsungkan pada hari Kamis (26/7) di utama dan nista mandala. Sedangkan puncak piodalan dilangsungkan tepat pada Purnamaning Sasih Karo, Jumat kemarin, dengan melakukan persembahyangan yang di-puput Ida Sulinggih dari Geria Manistutu, Melaya,’’ tegasnya. Sementara itu, Bupati I Putu Artha usai melakukan persembahyangan mengatakan, selama prosesi pamelaspas dan piodalan berlangsung, hendaknya selalu didasari rasa lascarya. ‘’Semua bentuk upakara dan upacara, apalagi upacara piodalan di Pura Jagatnatha ini tentu kita harapkan umat selalu didasari oleh rasa penuh ikhlas dan lascarya. Dengan rasa hening tanpa pamrih, Ida Hyang Widhi yang berstana di Pura Jagatnatha tentunya akan selalu memberikan tuntunan dan sinar suci kepada kita dan masyarakat Kabupaten Jembrana selalu dalam keadaan teduh dan damai,’’ pungkasnya. (ad1532)
Karangasem
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
11
SOSOK Beri Warga Dauh Pangkung ’’Jali’’ WILAYAH Seraya dikenal tandus. Meski demikian, masyarakatnya cukup kreatif. Seperti masyarakat di Banjar Dinas Dauh Pangkung, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, cukup banyak yang bergelut di bidang kerajinan. Akan tetapi, mereka masih terkendala pemasaran. Demikian disampaikan Klian Banjar Dinas Dauh Pangkung I Nyoman Ranji Asmara saat ditemui di Yayasan Permata Bali, Selasa (24/7) lalu. Minimnya akses jalan, air dan listrik, membuat perkembangan wilayah setempat sedikit tersendat. Selama ini, warga setempat juga berkreativitas melalui kerajinan anyaman daun lontar dan ate. Tetapi, warga setempat masih kesulitan untuk memasarkan hasil kerajinannya. “Masyarakat kami butuh prosedur pemasaran ke luar yang jelas. Ini yang membuat nilai kerajinan masyarakat kami masih rendah,” katanya. Dia ingin ada yang bisa memfasilitasi warganya terkait masalah pemasaran ini. Agar, hasil kerajinan warga bisa bernilai lebih tinggi. Dari 316 kepala keluarga yang ada di banjar ini, mayoritas kurang mampu. Sejak dulu, siapa pun yang menjadi pemimpin, baik itu di wilayah desa, hingga banjar dinas, selalu menekankan agar meminta bantuan ‘’jali’’ (jalan, air, dan listrik). Infrastruktur itu yang masih amat kurang, termasuk pemasaran produk hasil olahan kerajinan. “Sejak dulu, setiap tokoh di sini tidak pernah meminta beras, mi instan, dan bentuk sembako lainnya. Kami selalu bicara, berikan kami ’jali’ dan bantu fasilitasi masyarakat, agar sektor UMKM juga semakin berkembang,” pintanya seraya berharap ada yang mendengar aspirasinya dan menindaklanjuti harapannya. (gik)
Pelabuhan Tanah Ampo
Tak Kunjung Beroperasi, Pemancing Kian Ramai Puluhan miliar rupiah sudah dihabiskan untuk membangun Pelabuhan Tanah Ampo, Kecamatan Manggis. Akan tetapi, sampai sekarang pelabuhan yang diproyeksikan untuk kapal pesiar itu tak kunjung beroperasi. Sepanjang alur dermaga ini malah kondisinya makin kumuh saja terjadi korosi. Di sana, setiap hari hanya dipenuhi pemancing. Bagaimanakah cerita proyek besar Pelabuhan Tanah Ampo itu hingga sekarang belum juga rampung lebih-lebih mewujudkan ekspektasi pemerintah dapat menampung kapal pesiar itu?
PELABUHAN Tanah Ampo itu dibangun mulai 2006 dengan cara patungan. Selain kucuran dana dari pemerintah pusat, juga ada suntikan dari Pemprov Bali termasuk Pemkab Karangasem sendiri. Pusat membiayai proyek di sisi laut, provinsi membiayai pembangunan terminal, dan pemerintah kabupaten mengurus masalah lahannya. Selama bertahun-tahun, proyek itu mangkrak. Sebetulnya, yang sangat diharapkan hadirnya kapal pesiar. Akan tetapi, sejauh ini masih belum ada kapal pesiar yang sudi singgah. Setelah diusut, ternyata fasilitas dermaga itu kurang panjang. Selama mangkrak, pelabuhan lebih banyak digunakan untuk aktivitas memancing. Sementara gedung terminal difungsikan sebagai Posko Induk Penanganan Erupsi Gunung Agung. Banyaknya pemancing di lokasi, diikuti pendirian warung-warung kecil di sepanjang dermaga itu. Realitas itu benar-benar membuat suasana di sepanjang alur dermaga semakin kumuh saja. Tak ada upaya penertiban atau imbauan dari pihak terkait. Meski di sekitar dermaga sudah terpasang, larangan pemancing memasuki lokasi dermaga. “Saya mancing ke sini hampir setiap hari. Enak mancing di sini, bukan saja suasananya juga relatif gampang dapat ikan. Karena itu, saya terkadang sampai menginap,” kata salah seorang pemancing dari Gianyar, Made Nuaba, Kamis (26/7) lalu. Agar investasi yang ditanam pemerintah pusat, provinsi, dan juga kabupaten itu tidak sia-sia, Pemkab Karangasem sudah meyakinkan pemerintah pusat agar mengucurkan dana, untuk pembangunan breakwater dan jetty ramdor (dermaga skoci). Kali ini, Kementerian Perhubungan menyuntikkan dana segar Rp 4,8 miliar. Selanjutnya, breakwater itu dibangun memanjang sepanjang 135 meter dari pertengahan dermaga ke arah barat. Kedua proyek itu bertujuan agar dermaga itu bisa disandari perahu skoci. Sebelumnya, proyek tambahan breakwater dan jetty ramdor sudah dimulai tahun lalu, tepatnya 18 Agustus 2017 dengan anggaran awal Rp 49 miliar. Dengan terbangunnya breakwater dan jety ramdor, kapal pesiar apalagi yang berukuran besar tetap akan lego jangkar di tengah perairan. Breakwater dan jety ramdor itu dibangun untuk memberi akses perahu skoci terutama dari sisi keamanan guna menyiasati kuatnya arus laut perairan Tanah Ampo itu. (gik)
”Saya mancing ke sini hampir setiap hari. Enak mancing di sini, bukan saja suasananya juga relatif gampang dapat ikan. Karena itu, saya terkadang sampai menginap.” Warga yang suka mancing di Dermaga Tanah Ampo Made Nuaba.
Bali Post/gik
MELAYANI PEMANCING - Warung-warung berdiri bebas di atas dermaga Tanah Ampo, untuk melayani kebutuhan pemancing di lokasi.
JUKUNG RACE - Di Pantai Tulamben, Kecamatan Kubu digelar Jukung Race yang mengundang antusias penonton.
Bali Post/kmb
Dalam Bayang-bayang Cuaca Buruk
’’Tulamben Jukung Race’’ Sedot Wisatawan Amlapura (Bali Post) Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir ini sempat menimbulkan kekhawatiran pelaksanaan Tulamben Jukung Race. Namun, kekhawatiran itu tak jadi kenyataan. Sebab, lomba yang dilaksanakan di Pantai Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Jumat (27/7) kemarin, tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu menyedot animo wisatawan. ‘’Lautnya landai, kondisi ombak sangat mendukung. Lomba akhirnya berjalan lancar tanpa hambatan cuaca,’’ ungkap Kepala Dinas Pariwisata Karangasem I Wayan Astika. Lomba Jukung Race itu merupakan salah satu kegiatan Festival Pesona Tulamen yang diarahkan untuk meningkatkan gairah sektor pariwisata di Kecamatan Kubu dan Kabupaten Karangasem secara umum. Festival Pesona Tulamben itu dilaksanakan sampai Minggu (29/7) besok, juga menampilkan beragam
kuliner khas Karangasem selain atraksi seni budaya. Malam kemarin, parade budaya yang menampilkan beragam potensi seni dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Pelaksanaan kali ini merupakan yang kedua kalinya. Untuk Jukung Race, melombakan jenis jukung tradisional dengan 100 peserta dan 50 jukung. Jukung Race itu merupakan lomba kecepatan dengan menggunakan biduk ataupun layar sebagai tenaga pendorongnya. Melalui pertarungan sengit, I Ketut Budi dari Kel-
ompok Nelayan Mina Bahari akhirnya keluar sebagai juara pertama disusul Gede Selamat dari Mina Segara sebagai juara kedua, dan Nengah Takur dari Penyimpenan sebagai juara ketiga. Cukup banyak wisatawan asing yang menonton lomba adu cepat jukung nelayan itu. Salah satunya seorang turis yang menginap di satu vila di wilayah Banjar Batudawa, Tulamben. Turis itu antusias menyaksikan Jukung Race karena dinilai sangat unik dan juga menarik. ‘’Saya sengaja datang ke sini (Pantai Tulam-
ben) untuk Jukung Race ini,’’ ungkapnya dengan bahasa Indonesia seadanya. Kadis Pariwisata Wayan Astika mengatakan, Festival Pesona Tulamben diselenggarakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Tulamben. Event tersebut dikemas dalam bentuk pesta rakyat yang menampilkan potensi Tulamben dan sekitarnya. Menampilkan aktivitas bahari para nelayan dan kegiatan pelestarian terumbu karang. Ada juga kegiatan edukatif melibatkan para siswa se-Kubu berupa kegiatan menggugah rasa cinta pada lingkungan. Festival Pesona Tulamben itu juga sebagai salah satu upaya recovery pariwisata Karangasem pasca-aktivitas Gunung Agung. ‘’Event ini dilaksanakan bukan karena Tulamben
memiliki potensi alam bawah laut yang indah, malah potensi Tulamben, jauh lebih dari sekadar itu,’’ jelasnya. Senada dengan Astika, tokoh-tokoh masyarakat Tulamben juga menilai Festival Pesona Tulamben itu menjadi salah satu sarana untuk mensosialisasikan potensi Tulamban kepada masyarakat luas. Bendesa Adat Beluhu I Komang Sartika mengakui Kecamatan Kubu termasuk Tulamben punya potensi galian C, namun cukup banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata. ‘’Kita ingin sektor pariwisata di Tulamben ini kembali menggeliat. Pariwisata sangat berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat di sini,’’ katanya. (kmb)
Bupati Berbaur Menari Rejang Renteng Pemkab Gelar ’’Majaya-jaya’’ di Pura Penataran Nangka
BERTEPATAN dengan Purmana Sasih Karo, Jumat (27/7) kemarin, dilaksanakan piodalan di Pura Padmasana Kantor Bupati Karangasem. Berbeda dengan piodalanpiodalan sebelumnya, pujawali kali ini diiringi tarian Rejang Renteng yang dibawakan para pegawai dan para pejabat daerah termasuk Bupati IGA Mas Sumatri. Piodalan kapuput Ida Pedanda Gede Oka Kemenuh dari Geria Sudikaton Kemenuh Karangasem dan Ida Pedanda istri Anom Bawana dari Geria Jelantik Budakeling. Selain Rejang Renteng, piodalan juga diiringi tari Rejang Dewa dan Topeng Sidakarya. Sebelum prosesi persembahyangan, juga ada dharma wacana oleh Ida Pandita Mpu Acarya Nanda. Dalam dharma wacananya, Ida Mpu Acarya Nanda mengupas hakikat pelaksanaan
yadnya dan persembahyangan. Bahwa yadnya yang utama bukan banten yang besar, tapi seberapa jauh umat dalam memaknai yadnya tersebut. ‘’Dalam mantra subacita disebutkan, sembahyang adalah benar-benar menyerahkan diri kepada Tuhan. Ketika tubuhmu kau jadikan yadnya saat itu atman-mu tersucikan,’’ tuturnya. Mpu Acarya Nanda juga mengajak jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Karangasem mensyukuri apa pun yang telah diperoleh. Hindari keinginan berlebih karena itu akan menyengsarakan dan mengganggu kinerja sebagai aparatur pemerintahan. Pengetahuan spiritual mesti diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, penari Rejang Renteng merupakan utusan dari masing-masing
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karangasem. Rejang Renteng menjadi tari wali penutup sebelum persembahyangan bersama. Di antara ratusan penari juga tampak Bupati Mas Sumatri. Orang nomor satu di Bumi Tanah Aron itu tak hanya berbaur dengan penari lainnya tetapi cukup piawai membawakan setiap gerakan tari. Selepas piodalan Pura Padmasana Kantor Bupati yang berakhir sekitar pukul 11.00 Wita itu, Bupati bersama para pejabat terkait mengikuti upacara majaya-jaya di Pura Penataran Nangka Linggih Ida Batara Gunung Agung di Banjar Nangka, Desa Buanagiri, Kecamatan Bebandem. Ritual majaya-jaya itu sebagai rangkaian awal dari karya agung yang akan dilaksanakan September mendatang. (ad1528)
REJANG RENTENG - Tari Rejang Renteng menjadi salah satu tari wali dalam piodalan di Pura Padmasana Kantor Bupati Karangasem.
Ketua Dewan Apresiasi Pengukuhan Forum Komunikasi Klian Banjar Adat di Sibetan SELURUH Klian Banjar Adat se-Desa Adat Sibetan, Kecamatan Bebandem, sepakat menghimpun diri dalam lembaga, organisasi Forum Komunikasi Klian Banjar Adat Darma Wakya. Setelah terbentuk, kepengurusan mereka itu akhirnya dikukuhkan oleh Klian Desa Adat Sibetan I Wayan Subadra di Pura Bale Agung Sibetan, Jumat (27/7) kemarin. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi hadir sebagai undangan. Sumardi sangat mengapresiasi terbentuknya forum ini. Menurutnya, forum ini akan membuat komunikasi antarklian banjar adat menjadi lebih baik. Total ada 20 banjar adat, se-Desa Adat Sibetan. Antara lain Banjar Adat Triwangsa, Kereteg, Tengah Mantri, Kutabali, Pengawan, Telugtug, Telaga, Dukuh, Kalanganyar, Mumbul, Yeh Bunga, Abiantihing, Galih, Untalan, Pangleg, Kubu Pangi, Yeh Kori, Tanah Ampo, dan Batuampin. Jumlah ini cukup banyak, karena Desa Adat Sibetan wilayahnya cukup luas, yakni mencakup dua desa dinas, baik Desa Sibetan maupun Desa Jungutan. Tampil sebagai Ketua Forum adalah I
BERIKAN SELAMAT - Ketua DPRD karangasem Nengah Sumardi saat memberikan selamat kepada seluruh anggota klian banjar adat, usai dikukuhkan di Pura Bale Agung Sibetan. Gusti Lanang Taman (Ketua I) dan I Made Sumardana (Ketua II). Sedangkan Sekretaris: I Nengah Karsa Winaya (Sekretaris I) dan I Gusti Lanang Gita (Sekretaris II). Untuk Bendahara yakni : I Wayan Sudarma (Bendahara I) dan I Nengah Sadia (Bendahara II). I Gusti Lanang Taman yang merupakan Klian Banjar Adat Tri Wangsa itu mengatakan organisasi ini sangat tepat dibentuk saat ini. Sebab, wilayah Desa Adat Sibetan ini sangat luas. Dikatakan, masing-masing klian banjar adat memegang peranan penting, dalam setiap kegiatan adat. Karena
itu, perlu adanya kesamaan persepsi setiap pengambilan keputusan. Dengan cara itu, maka pembinaan kepada krama di setiap banjar adat juga diyakini akan merata. Dengan cara itu, keberadaan desa adat ke depan akan semakin lestari. “Semoga organisasi ini dapat mendorong pembangunan desa dan masyarakat adat di desa. Kami sudah punya beberapa program bagus untuk itu,” kata Gusti Lanang Taman. Klian Desa Adat Sibetan, I Wayan Subadra, menyambut baik terbentuknya forum ini. Forum ini sangat bagus dalam upaya menjalin komunikasi un-
tuk memecahkan berbagai persoalan di desa adat. Sebab, kegiatan adat di Desa Adat Sibetan cukup banyak. Baik kegiatan menyangkut parahyangan, palemahan, termasuk pawongan. Terkait parahyangan, pelaksanaan aci tiap tahunnya sudah berjalan cukup baik. Dengan adanya forum ini, maka selanjutnya setiap kekurangannya ke depan, dapat disempurnakan lagi. Demikian juga program mengenai pawongan, perlu dilakukan lebih banyak pembinaan langsung kepada masyarakat. Ini juga sebagai bentuk proses dalam menghimpun aspirasi krama. Sementara untuk palemahan, dia mengaku bersyukur sudah ada program prona. Tetapi, dia meminta pelaksanaannya perlu dikawal bersama-sama. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi menilai terbentuknya forum komunikasi ini sudah menjadi petunjuk ida sesuhunan. Sumardi yang merupakan salah satu tokoh masyarakat setempat, selama ini melihat di setiap banjar adat kerap terjadi perbedaan pandangan maupun pendapat dalam pelaksanaan adat di Desa Sibetan. Dia percaya fo-
rum ini akan mampu memberi solusi kebuntuan itu. Forum ini tentu merupakan perpanjangan tangan lembaga desa adat. Sehingga, nantinya kegiatan adat bisa berkesinambungan dan tidak ada stagnan alias kendala dengan kondisi situasi masing-masing banjar adat. “Selamat atas terbentuknya forum komunikasi ini. Selanjutnya, silakan jalankan program-program yang sudah disepakati. Tunjukkan tanggung jawab bersama dalam melaksanaan kegiatan adat di desa adat. Mengingat Desa Adat Sibetan ini cukup luas,” pinta Sumardi. Seluruh anggota klian banjar dinas sebanyak 36 orang (termasuk wakil klian) kompak hadir di Pura Bale Agung Sibetan itu. Selain itu juga hadir seluruh pemangku se-Desa Adat Sibetan, prajuru adat dan seluruh perwakilan lembaga adat lainnya hingga perwakilan dari desa dinas, baik Sibetan maupun Jungutan. Seluruhnya punya pandangan sama bahwa keberadaan forum komunikasi ini amat diperlukan dalam upaya menjaga dan melestarikan adat istiadat di Desa Adat Sibetan khususnya. (ad1529 )
KLUNGKUNG
12
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
Layanan Belum Optimal
Kenaikan Tarif Kapal Roro Ditunda Semarapura (Bali Post) Kenaikan tarif penumpang kapal roll on roll off (Roro) Nusa Jaya Abadi yang melayani penyeberangan Nusa Penida, Klungkung – Pelabuhan Padangbai, Karangasem tengah dikaji Dinas Perhubungan Klungkung. Hal tersebut tidak diberlakukan mulai tahun ini lantaran pelayanan belum optimal. Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra menyatakan kenaikan itu harus berimbang dengan pelayanan yang diberikan kepada penumpang. Jika melihat belakangan ini, kapal Roro itu beberapa kali tidak beroperasi karena rusak. Belum lagi beberapa hari terakhir akibat cucaca buruk. “Beberapa hal itu yang menjadi alasan penundaan kenaikan tarif. Sekarang masih mencari solusi bagaimana supaya transportasi lancar,” jelasnya baru-baru ini. Kenaikan itu hanya pada tarif dari Pelabuhan Nusa Penida karena lebih murah dengan Pelabuhan Padangbai. Misalnya orang, untuk dewasa membayar Rp 27.300 per
orang. Sedangkan penumpang dari Padangbai Rp 31 ribu. Perbedaan itu terjadi karena perbedaan komponen, salah satunya jasa pelabuhan yang tidak tercantum. “Soal tarif juga harus melihat pergub. Jadi harus dilihat mendetail. Supaya pemerintah tidak dirugikan dari sisi pendapatan. Begitu juga dari legal hukumnya bisa terpenuhi,” katanya. Berdasarkan hitung-hitungan kasar, kenaikan tersebut di kisaran 17 persen. Ditegaskan, kebijakan ini untuk mengmbangi berbagai perubahan, salah satunya inflasi. “Tarif saat ini sudah berlaku sejak 2014. Jadi, wajar melakukan evaluasi penyesuaian tarif,” imbuhnya. (kmb45)
Masih Rendah, Kesadaran Ngurus Dokumen Kependudukan Semarapura (Bali Post) Kepemilikan dokumen kependudukan masyarakat terus digenjot Pemkab Klungkung. Hal tersebut dikarenakan kesadaran mengurus masih tergolong rendah. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klungkung I Komang Darma Suyasa menyampaikan hal itu, Jumat (27/7) kemarin. Dokumen tersebut seperti e-KTP, KK, akta kelahiran, akta perkawinan, dan akta kematian. Dijelaskan, sejauh ini muncul kecenderungan pengurusannya ketika hendak digunakan untuk melengkapi administrasi lain. “Kalau tidak ada keperluan, masih enggan untuk mengurus. Kesadarannya masih rendah,” ungkapnya. Menggenjot itu, pelayanan tak hanya berlangsung di kantor dinas, tetapi juga jemput bola ke desa-desa menggunakan sepeda motor. “Yang sudah masuk server 150 orang, ternyata yang datang hanya sepuluh,” ucapnya. Menyikapi hal tersebut, kata Suyasa, sosialisasi ke masyarakat terus dilakukan. Untuk akta kelahiran juga menyasar sekolah dan bekerja sama dengan rumah sakit. Sementara untuk akta perkawinan dengan pemerintah desa dan adat. “Sosialisasi terus berlanjut. Kami menekankan dokumen kependudukan ini penting. Harus diurus jauh-jauh hari. Apalagi dalam waktu dekat ada pemilu. E-KTP penting,” tegasnya. Khusus untuk e-KTP, berdasarkan data sampai Juni 2018, yang telah melakukan perekaman mencapai 158.899 orang dari 161.181 orang. Sementara untuk akta kelahiran, baru menyentuh 52.283 orang dari 62.372 orang usia 0-18 tahun. Tahun ini, kerja Disdukcapil bertambah. Akan ada pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA). Sebagai tahap awal, pemerintah pusat memberikan blangko dua ribu keping. Kepemilikan kartu ini untuk mewujudkan keakuratan data kependudukan, perlindungan dan pelayanan publik serta pemenuhan hak konstitusional warga negara. “Untuk blangko selanjutnya dianggarkan daerah. Yang diberikan pusat sifatnya perangsang,” ujar Suyasa. (kmb45)
RORO - Kapal Roro yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai ke Nusa Penida (PP).
BUPATI Klungkung, I Nyoman Suwirta, menghadiri kegiatan padat karya infrastruktur berupa pembukaan badan jalan di Dusun Kanginan Desa Paksebali Kecamatan Dawan, Jumat (27/7) kemarin. Sebagai tanda dimulainya kegiatan padat karya infrastruktur tersebut, Bupati Suwirta menyerahkan peralatan kerja secara simbolis dan melakukan peletakan batu pertama di lokasi kegiatan. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung I Gede Kusuma Jaya menjelaskan, kegiatan padat karya merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mengutamakan penyerapan tenaga kerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu yang sifatnya sederhana. Kegiatan yang dilaksanakan Jumat kemarin, dengan nama Padat Karya Infrastruktur bertujuan menyediakan infrastruktur sederhana untuk menunjang kegiatan sosial ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat
yang tidak memiliki pekerjaan (pengangguran), setengah bekerja (setengah pengangguran) dan masyarakat miskin dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Adapun panjang jalan yang dibuka yakni sepanjang 640 meter dengan lebar 4 meter. Kegiatan melibatkan tenaga kerja sebanyak 88 orang, dengan rincian tenaga bantuan/ pangayah sebanyak 80 orang dengan upah Rp 65.000/hari, Kepala Kelompok 4 orang dengan upah Rp 70.000 dan tukang 4 orang dengan upah Rp 75.000. Kegiatan padat karya infrastruktur ini akan dilaksanakan selama 12 hari. Disampaikan juga oleh Kusuma Jaya bahwa untuk membiayai kegiatan padat karya infrastruktur ini, sumber anggaran yang digunakan berasal dari Dana Tugas Pembantuan (TP) Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik
Indonesia tahun 2018. Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan padat karya infrastruktur yang dilaksanakan di Dusun Kangin Desa Paksebali ini bertujuan untuk membuka akses jalan untuk masyarakat. Dengan dibukannya akses jalan ini, diharapkan dapat memudahkan masyarakat setempat dalam memasarkan hasil pertanian, perkebunan, maupun peternakan. Bupati Suwirta juga berharap pelaksanaan kegiatan padat karya infrastruktur dapat diselesaikan dengan baik. Pada akhir sambutannya, Bupati Suwirta menyerahkan peralatan kerja secara simbolis dan melakukan peletakan batu pertama di lokasi kegiatan. Hadir dalam acara kemarin, Camat Dawan Anak Agung Gede Putra Wedana dan Perbekel Desa Paksebali I Putu Ariadi serta undangan terkait lainnya. (ad1531)
Bali Post/kmb45
DOKUMEN - Suasana pengurusan dokumen kependudukan di Disdukcapil Klungkung beberapa waktu lalu.
Berdalih Waktu Mepet
Festival Semarapura Batal Semarapura (Bali Post) Keinginan masyarakat Kabupaten Klungkung untuk menyaksikan Festival Semarapura tahun ini harus pupus. Acara yang menginjak tahun ke-4 itu dipastikan batal. Waktu mepet disebutsebut menjadi alasan. Padahal, anggaran telah dialokasikan Rp 1,117 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta mengakui itu, Jumat (27/7) kemarin. Pejabat asal Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod ini menjelaskan, jika event ini dilaksanakan bulan-bulan ini dirasa sangat sulit karena berbenturan dengan sejumlah kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73. “Jadinya, untuk festival ditiadakan,” jelasnya. Sebelumnya, acara ini dijadwalkan terlaksana pada April. Hanya, karena ada perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, diputuskan untuk ditunda. Sesuai konsep awal, sasaran lebih banyak untuk pemberdayaan masyarakat yang menggeluti Usaha Mikro Kecil Mengengah (UMKM), pelestarian seni budaya dan promosi destinasi pariwisata maupuan city tour. Selain pameran, rencananya juga dimeriahkan pentas Tari Telek yang melibatkan ribuan penari. Sementara itu, untuk Festival Nusa Penida, direncanakam berlangsung Oktober. Sejauh ini belum ada persiapan berarti. Sukasta menyatakan baru ada rapat-rapat kecil. “Rapat kecil sudah berjalan,” sebutnya. Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya mengatakan biasanya acara tersebut dikoordinasikan oleh Dinas Pariwisata, namun belum ada. “Belum ada dikoordinasikan. Sesuai hasil evaluasi tahun lalu, acara ini supaya dipersiapkan lebih awal supaya bisa promosi. Tetapi sampai sekarang kami belum tahu tempatnya di mana,” ucapnya. Pembatalan Festival Semarapura sangat disayangkan anggota Komisi I DPRD Klungkung I Made Jana. Hal tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakkonsistenan pemkab dalam memperkenalkan potensi daerah, terutama bidang pariwisata. “Ini sangat disayangkan. Anggaran sudah kami setujui. Tidak pernah mengubah usulannya. Tetapi justru ada ketidakkonsistenan dari Dinas Pariwisata selaku penyelenggara,” katanya. Politikus Partai Demokrat ini pun menyatakan untuk Festival Nusa Penida harus dipersiapkan beberapa bulan sebelumnya. Bukan beberapa pekan yang menunjukkan kesan sebatas seremonial. Dinas Pariwisata menurutnya, harus sudah mempromosikan bertepatan dengan musim liburan. “Acaranya ini implikasinya banyak. Salah satunya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kunjungan wisatawan. Seharusnya, persiapan lebih kencang lagi. Ini sebagai media promosi,” tegasnya. (kmb45)
Kunjungan Wisatawan ke Nusa Penida Berangsur Pulih
Bupati Suwirta Hadiri Kegiatan Padat Karya Infrastruktur di Desa Paksebali
Pembukaan Akses Jalan Diharapkan Mudahkan Pemasaran Hasil Pertanian
INFRASTRUKTUR - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri kegiatan padat karya infrastruktur berupa pembukaan badan jalan di Dusun Kanginan, Desa Paksebali Kecamatan Dawan, Jumat (27/7) kemarin.
Bali Post/kmb45
Semarapura (Bali Post) – Kunjungan wisatawan ke Kepulauan Nusa Penida mulai berangsur-angsur pulih, setelah sempat anjlok akibat buruknya kondisi cuaca di laut beberapa hari terakhir. Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Klungkung Wayan Sukadana mengungkapkan sejak Kamis (26/7) sore, sudah mulai ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida yang menyeberang melalui kapal Roro maupun fast boat. “Sudah mulai ada kunjungan. Tapi belum normal. Jumlahnya tidak sebanyak hari biasa,” kata Sukadana, Jumat (27/7) kemarin. Dikatakannya, cuaca buruk yang terjadi selama beberapa hari lalu hingga berdampak pada ditundanya aktivitas penyeberangan di laut, telah menyebabkan tingkat kunjungan wisatawan ke Nusa Penida merosot hingga 60 persen. Banyak wisatawan yang memilih membatalkan kunjungannya karena khawatir dengan kondisi gelombang laut yang cukup tinggi. Tak hanya berpengaruh pada menurunnya kunjungan wisatawan, buruknya cuaca, kata Sukadana, juga berdampak pada tersendatnya pasokan logistik untuk kebutuhan hotel dan restoran. Dirinya mengaku sempat kekurangan stok bahan makanan seperti telur, roti, sayur, dan buah karena pasokan seret akibat adanya penundaan penyeberangan. “Contohnya untuk membuat pancake dan lainnya itu kan perlu banyak telur. Kita kesulitan sejak beberapa hari ini. Kadang lagi ada, kadang tidak, jadi pasokannya tersendat-sendat,” ujarnya. Untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang menginap di Nusa Penida, dirinya mengaku sering menyiasatinya dengan cara menitipkan bahan makanan lewat kapal Roro. Namun sejak Kamis (26/7) sore, Sukadana mengatakan kunjungan wisatawan ke Nusa sudah berangsur pulih. Seiring sudah beroperasinya beberapa angkutan penyeberangan, kunjungan wisatawan ke Nusa Penida mulai mengalami peningkatan. Untuk datang ke Nusa Penida, wisatawan ada yang menyeberang menggunakan kapal Roro dan ada juga yang menggunakan fast boat dari wilayah Sanur dan Kusamba. “Peningkatan sudah mulai ada,” ujarnya. Pihaknya berharap, dalam beberapa hari ke depan, kunjungan wisatawan ini bisa terus pulih dan kembali normal. Terlebih bulan Juli-Agustus merupakan musim liburan (high session). Untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai kondisi cuaca dan jadwal penyeberangan, dirinya berharap wisatawan yang hendak berkunjung ke Nusa Penida dapat mengecek informasi melalui website yang disediakan penyedia fast boat. “Harapan kami, wisatawan bisa mendapat informasi yang tepat sebelum menyeberang. Salah satu caranya dengan mengecek dulu website-website fast boat, sehingga dapat info up to date per hari, per waktu. Misalnya pagi tadi, boat Gangga mengatakan kondisi laut sudah baik dan ada penyeberangan, otomatis wisatawan bisa menggunakan itu sebagai acuan informasi untuk menyeberang ke Nusa Penida,” katanya. (kmb40)
Nelayan Lokal Tak Melaut
Aktivitas Pemindangan di Kusamba Tetap Normal Semarapura (Bali Post) Cuaca buruk yang melanda laut sejak beberapa hari terakhir ini tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas pemindangan ikan di Sentra Pemindangan Kusamba. Meski nelayan lokal di pesisir Klungkung absen melaut selama beberapa hari, aktivitas pemindangan tetap berjalan normal. Seperti yang terlihat Jumat (27/7) kemarin. Beberapa orang buruh pemindang ikan nampak sibuk bekerja, mengolah ikan-ikan segar di kios masing-masing. Ikan diolah dengan memasukannya ke dalam keranjang lalu dibumbui garam sebelum kemudian direbus. Jenis ikan yang diolah berupa ikan tongkol dengan ukuran sedang. Salah seorang buruh pemindang ikan, Kadek Rus, mengakui, aktivitas pemin-
dangan di Sentra Pemindangan Kusamba selama ini tetap berjalan seperti biasa. Meskipun cuaca di laut sejak beberapa hari terakhir buruk hingga membuat banyak nelayan tak berani melaut. Dikatakannya, untuk memproduksi pindang, tidak selalu mengandalkan hasil tangkapan nelayan lokal. Bahan baku ikan selama ini banyak didatangkan dari luar, seperti daerah Amed dan Seraya Karangasem, dan dari Nusa Penida. “Kadang juga didatangkan dari Benoa. Jadi, pemindangan bisa tetap jalan,” ujarnya. Dalam sehari, dirinya bersama beberapa buruh pemindang lain di tempatnya bekerja biasa memproduksi pindang hingga 400 keranjang. Bahkan jika pasokan ikan melimpah, produksi pindang bisa lebih dari itu. Hal yang sama juga di-
ungkapkan buruh pemindang ikan lainnya, Dewa Ayu Reni. Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini tidak berpengaruh terhadap aktivitas pemindangan ikan di Kusamba. Sebab, meski pasokan dari nelayan lokal saat ini sangat minim, namun bahan baku ikan segar masih bisa dipasok oleh pengusaha pemindangan dari nelayan di luar Klungkung. Seperti Jumat kemarin, ikan-ikan yang diolahnya merupakan hasil tangkapan dari nelayan di Karangasem dan Nusa Penida. “Selalu ada saja pasokan ikan dari Karangasem,” ujarnya. Namun, karena pasokan ikan saat ini tidak begitu banyak, harganya sedikit mengalami kenaikan menjadi Rp 5.000 per ekor. “Kalau pasokannya banyak, biasanya satu ekornya harganya Rp 4 ribu,” ujarnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
PINDANG - Aktivitas pemindangan di Sentra Pemindangan Kusamba.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dicari Admin Wanita,Berpengalaman dan Mekanik,Spd Motor. Bw Lmran ke Kecak Motor Jl.Ry Pdg Luwih No.166 Dalung/412106
B.BP.001.07.18.0001399
!!!Dicari PRT Max 30Th Tdr Dlm Gaji 2,2Jt Hub.081239337135
B.BP.001.07.18.0001481
(1)Music Teacher (2)Computer Teacher (3)Pre-School Teacher (4)Geography Teacher.Min.S1, Experienced,Can Speak English. CV to jobapplybali@gmail.com
Dcr Sopir dan Tenaga Serabutan utk Laundry Hub.085100616229 / 082144992463
B.BP.001.07.18.0001508
Dcr Staff Laki Tdr dlm, jaga Anjing.SMS ke 089517608000 B.BP.004.07.18.0001356
Dcr Tkg Bersih Rmh+Kebun u/Rmh Tinggal,Dtng Lgsg Jl.Sarinande No.1A Seminyak, 730410 B.BP.004.07.18.0001513
Dicari Pelaksana Lapangan Proyek.SMK/S1.Hub.08123812789 B.BP.001.07.18.0001507
Dibutuhkan Staff Admin berpengalaman yg bisa komputer (microsoft office); rajin, jujur bertanggung jawab dan bisa bekerja di bawah tekanan. Tlp.(0361) 289742 CV: asahrd2018@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001484
Dicari Penjahit & Pengepul utk Garment Hub.087783275758
B.BP.001.07.18.0001354
Dicari Tukang Potong Freland u/Garment Hub:08124627175 B.BP.004.07.18.0001496
B.BP.004.07.18.0001498
Bumbu Bali Membutuhkan Driver, Barman,Bar Traineer.kirim CV ke : info@balifoods.com
B.BP.101.07.18.0001500
Cari Sopir Pickup Hub. Jl.Sidakarya 157 Perum Calista A12A
B.BP.001.07.18.0001417
G.05
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com
G.06
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001311
G.07
B.BP.004.07.18.0001402
Dicr Admin & Supervisor Pnglmn Bdg Distribusi.Tlp:0361-412216
Dcr Arsitek Pnglaman Min 1Th Hub:Iswa Graha(0361) 8461169 Jln Batuyang Private Residence No.1 Batubulan
B.BP.001.07.18.0001489
Dicr Penerjemah Inggris To Bhs Indonesia Gj 5Jt/Bln,(Wnt) Jam Kerja 09.00-18.30/081936902189
B.BP.001.07.18.0001278
Dcr Mekanik Hub.082236182035 0361-722222 PT.AutoBagus Utama
B.BP.001.07.18.0001486
Dicr Sopir Pribadi Punya SIM A Hubungi:Jln Kartini No.80 Dps
B.BP.001.07.18.0001505
B.BP.001.07.18.0001491
B.BP.001.07.18.0001478
Dicari Pembantu Rumah Tangga Gaji 1,5Jt Hub.089653508588 B.BP.001.07.18.0001501
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
G.04
Dcr Admin,Supir,Tenaga Tk. Bangunan,Hub:08123676218
Dicari Pembantu Rumah Tangga Pulang Pergi Hub.081805828222
G.02
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001490
Dcr Segera PRT Tinggal Dalam, Bisa Masak Hub:082147074673
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com
Dcr Admin Pengalaman mengerti Pajak & Sales Max28Th & SPG Kopi Luwak Hub.085100619419
B.BP.001.07.18.0001272
G.01
G.03
Dbthkn Segera:Sales Pemasaran Chemical ke Hotel,Rest,Bengkel Villa,dll. Pengalaman Min 1th dibidangnya.Lamaran Segera dibawa ke Jl.Nangka Utara Gang Belibis No.38 Hub:422235 Jam Kerja 8 Pagi - 5 Sore
Dcr SPG,Max.28th Min.SMA,Jujur Rajin,Mau Belajar, Penempatan Discovery Shopping Mall Kuta Hub.Lusi 082144355655
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
Dibthkan admin dan supervisor laundry, Pecatu, pengalaman kerja diutamakan,081806088880
B.BP.031.07.18.0001488
Dibtuhkan Sgr 3 org Staf Admin L/P,Min SLTA,Single,Max.26 Th, Bisa Komputer,Lam:Jl.Suwung Batan Kendal No.33 Dps 08164722107 Pak Komang B.BP.001.07.18.0001471
Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.07.18.0001485
SERVICE
Dicari SPG & SPB untuk Shop di Labuan Sait Padang2 Pecatu.Krm E: hr@indonesiasurfaris.com
B.BP.031.07.18.0001482
Dicari Staff Jaga Counter Food Court 2 Org + Tempat Tinggal Lokasi Panjer Hub:085738007888 B.BP.001.07.18.0001469
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 1.8Jt SMS.0816571027 B.BP.004.07.18.0001454
SERVICE
B.BP.001.07.18.0001281
Dicr Wnt Lulusn SMK Pariwisata Tata Boga,B.Inggris Aktif Blm Menikah Max21Th.Hub:Villa Kubu Jasmine Jln.Pantai Pererenan No.156ABadung.Hp:08179746856
B.BP.001.07.18.0001442
Distro NGK:Kep Cabang,Salesman /Girl, Adm Wnt, Bedahulu IV/12 Dps Email:herryy.hr@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001487
Kasir/Kolektor Max30Th.Hub:Kop Megah Sejahtera/085101411031 B.BP.001.07.18.0001432
SERVICE
Looking for Balinese Male Staff for Int’l Property Agency,to Search for Land. Good English,Basic Comp.Able to Drive Car.Send CV to ebenyamin@exotiq or Call.081558002553 B.BP.004.07.18.0001450
PT.BPR Tulus Mbthkn Staff Oprasional & Mrktng,Lmrn Krm ke Jl. By Pas Ngr Rai Pertokoan Teras Bali 11/bpr.tulus@yahoo.com B.BP.001.07.18.0001475
PT.Balicepat Membutuhkan Sales Area Koordinator, Supervisor Operasional, Jl.Buluh Indah 99X / hrd@balicepat.com
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
TOYOTA
Vellfire 2.4 Th’12+Alphard G’ 09 Htm Hub.464168,081999315168 B.BP.141.07.18.0001510
DICARI MOBIL Dicari Mobil Pribadi APV,Xenia Avanza,Pick Up Hp.081238161854 B.BP.001.07.18.0001433
DICARI TANAH Cari Tanah 1 s/d 5 Hektar Wil.Tabanan.Hub:085100540851 B.BP.001.07.18.0001439
B.BP.004.07.18.0001499
Dijual tnh 2Kav @2Are Jl.Ciung WanaraVI/1AHb.Own.08118888810
B.BP.001.07.18.0001277
Djl Tanah L.130m2 Gang Pipit, Batubulan. Hub:081916253882
B.BP.001.07.18.0001474
DIJUAL RUKO
B.BP.001.07.18.0001441
Dijl/Dikont.6 Ruko Baru 3Lt Jl. Mahendradata Hub.085237077978
Sopir Bujang tidur dalam pengalaman Hub 08123861941
B.BP.001.07.18.0001494
B.BP.001.07.18.0001512
Supervisor Produksi Melinting Kertas.Wnt Pglmn 1-2Th Min SMA Deadline,Disiplin,Teamwork & Quality Control Wnt Pglmn Min 1Th Min SD/SMP,Teliti,Rajin Hub:PT.Marbin d/a Balifunworld Jln.Lettu Wayan Sutha II, Br. Peninjoan , Batuan Sukawati. WA:08122860760(Tidak Telepon)
DIJUAL VILLA Dijual Villa,Ds.Gubug Tabanan LT12Are,3KT,Kolam Renang Pinggir Sungai, Jalan Aspal BUC, Hub.081558002553
B.BP.004.07.18.0001449
RUPA-RUPA Dcr!! Kapal barang.bahan viber Ukuransktr 12x3m.Surat Lengkap Hub/WA Jason.08113322217
B.BP.001.07.18.0001384
HONDA
B.BP.001.07.18.0001515 SUZUKI
Grand Vitara Sportivo Th’09 Hitam Antik Hub.081238116467 B.BP.141.07.18.0001509
ELEKTRONIK
B.BP.001.07.18.0001495
Djl/Kont Rmh 2Lt4KT Pool Jl.Tkd Pakerisan Panjer085237077978
20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud-Bali CP +6281318685007,No Brokerage
Semadi Putra Cari Karyawan Adm min SMK Hub.0811388912
Mobilio ECVT Matic’2014 AsBali Pjk sd Sep’19,Mls,082146144533
Dikont Rumah 2Lt 3KT Jl.Subak Dalem Gg XXIV Hub.085237077978
B.BP.001.07.18.0001493
B.BP.001.07.18.0001386
DIJUAL MOBIL
B.BP.004.07.18.0001497
DIJUAL TANAH
PT.Sinarmonas Industries Bali Dibutuhkan Sales Merketing Min SMA, Max 35 Th. Emil:sales.bali@sinarmonas.com Alamat:Jln Gatsu Tengah No.18A
B.BP.001.07.18.0001511
B.BP.004.07.18.0000141
Rmh Gdg Arjuna 12 SHM di Saba 9A Badung 2.7 M 081217800900
DISEWAKAN RUMAH
B.BP.001.07.18.0001506
Dcr Sls(min D3)pengalaman min. 2th diBidnya,bersedia ditugaskan Lk,CV,Foto,SIM C.Lam.lkp ke hrd.primas@gmail.com
DIJUAL RUMAH Dijual Rmh Jl.Palma Jimbaran DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:08174792678/081805374433
B.BP.031.07.18.0001483
DIJUAL RUMAH BUC Rumah Jl.P.MoyoBgs 082144159825
B.BP.001.07.18.0001502
1.Dijual Rmh.LT.100m2 di Kel. Bitera,Gianayar.2.Dijual Tanah & Bangunan,LT.290m2. Di Jl.Patih Jelantik,Gianyar. Hub.Telp.(0366) 91054
B.BP.004.07.18.0000913
Membangun/Renov.BiayaMurah/Cepat.Hub:CV.Bramana Jl Raya Mambal-Ubud.Tl:469158/08123950012
B.BP.001.07.18.0001337
KEHILANGAN Hlg 3 Sertifikat Tnh HM-9224No.Bidang 00103,HM-9225-No Bidang 00105,HM-9226-No Bidang 00104 a.n Pura Dalem,Kerobokan
B.BP.001.07.18.0001477
BIRO JASA
Jl Rmh Bukit Sanggulan Kediri Tbn. 350Jt Nego Hub:0811387525
Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWP SIUP IMB 081338344155
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.07.18.0001276
B.BP.001.07.18.0000914
BANGLI
14
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
Bangli Sabet Penghargaan TPID Terbaik Nasional (Jawa-Bali)
TAK JELAS - Hampir setahun dibangun, pengoperasian Gedung TIC tak jelas.
Bali Post/kmb41
Pengoperasian Bangunan TIC Tak Jelas
Dewan Desak Bupati Ambil Sikap Tegas Bangli (Bali Post) Revitalisasi gedung pesanggrahan di sebelah timur Pasar Singamandawa Kintamani yang rencananya digunakan tempat Tourism Informatian Centre (TIC) oleh Disparbud Bangli, hampir setahun selesai dibangun. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kejelasan pemanfaatan gedung tersebut. Atas kondisi itu, dewan mendesak OPD terkait supaya segera mengoperasikan bangunan tersebut agar tidak mubazir. Anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa, Jumat (27/7) kemarin, menilai lokasi TIC tidak strategis. Mestinya TIC dibangun di tempat yang strategis seperti di Penelokan, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Kintamani bisa lebih mudah mengakses informasi terkait pariwisata Bangli, khususnya Kintamani. Sementara keberadaan TIC di belakang pasar, maka wisatawan kesulitan mencari lokasi tersebut karena berada di dalam dan tidak terlihat dari jalan raya. ‘’Kita rasa lokasi TIC itu
tidak tepat. Semestinya Disparbud bisa mereka-reka terkait lokasi yang tepat untuk TIC. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Kintamani bisa dengan mudah mendapatkan informasi terkait kepariwisataan di Bangli khususnya Kintamani. Jika TIC berada di timur Pasar Singamandawa, wisatawan tak tahu jika di sana ada TIC,’’ tegasnya. Dia menuding ini tidak memiliki perencanaan yang matang, sehingga tidak ada tindak lanjut yang jelas setelah bangunan selesai. ‘’Ini jelas merugikan daerah karena ban-
yak uang yang dipakai membangun tapi ujung-ujungnya pemanfaatnya tidak jelas,’’ terangnya. Ia menambahkan, dengan kondisi sekarang ini sejatinya eksekutif dalam hal ini bupati bisa melakukan evaluasi terkait program yang dirancang masing-masing OPD. Bupati harus berani memberikan peringatan yang keras kepada OPD-OPD yang membuat program tidak jelas. Supaya ke depannya tidak ada lagi program yang peruntukannya tidak pasti seperti TIC ini. Sementara itu Kabid Bina
Objek Disparbud Bangli I Wayan Bona mengatakan, pihaknya tahun ini berencana melakukan pengisian sarana dan prasarana berupa meja, kursi, komputer dan perlangkapan lainnya sebagai sarana penunjang. “Kita akan segera lakukan pengisian sarana dan prasarana. Setelah sarana lengkap kita akan serahkan kepada LWG sebagai petugas di TIC nanti,” ujar bona. Lokal Working Group (LWG) adalah orang-orang yang tergabung dalam organisasi kepariwisataan yang ada di masing-masing desa di Kintamani. LWG inilah yang bakal diminta untuk mengelola TIC tersebut. Maka dari itu, pihaknya berharap LWG ini supaya terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) jika ditunjuk untuk mengelola TIC. (kmb41)
SETELAH sebelumnya menyabet penghargaan Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik Kawasan Indonesia Timur (KIT), Pemerintah Kabupaten Bangli di bawah kepemimpinan Bupati I Made Gianyar dan Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta kembali menorehkan prestasi di tingkat Nasional. Kali ini Kabupaten Bangli naik kelas, sehingga dianugerahi penghargaan Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berprestasi tingkat Nasional (Jawa-Bali). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo kepada Bupati Made Gianyar saat membuka dan memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (26/7). Bupati Bangli I Made Gianyar mengaku bangga karena secara berturut-turut Bangli menyabet TPID terbaik. ‘’Tahun lalu, kita ditetapkan sebagai yang terbaik di Kawasan Indonesia Timur. Tahun ini, kita naik kelas dan ditetapkan sebagai TPID terbaik di kawasan Jawa-Bali. Tentu ini sangat membanggakan,’’ ujarnya. Ia juga menambahkan, keberhasilan Bangli menyabet TPID terbaik tahun ini, tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerah yang mendukung pengendalian harga melalui Penerbitan Instruksi Bupati Bangli Nomor 8 Tahun 2017 tentang Tim Pengendali Inflasi Desa/Kelurahan (Desa/Kelurahan Peduli Inflasi). Selain itu, melaksanakan sosialisasi (capacity building) terhadap seluruh pemerintahan desa di Kabupaten Bangli mengenai Instruksi Bupati Bangli Nomor 8 Tahun 2017 tentang Tim Pengendali Inflasi Desa/ Kelurahan (Desa/Kelurahan Peduli Inflasi). Pelaksanaan kerja sama antardesa melalui
TPID - Bupati Bangli I Made Gianyar saat menerima penghargaan Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berprestasi tingkat nasional (JawaBali) dari Presiden Joko Widodo. Badan Usaha Milik Desa, sesuai dengan Peraturan Bupati Bangli Nomor 68 Tahun 2016 tentang Badan Usaha Milik Desa Bersama. Setiap desa melalui SK Perbekel (Kepala Desa) telah membentuk Tim Pengendalian Inflasi Desa, serta Pengembangan Kawasan Bawang Merah seperti perluasan lahan bawang merah seluas 40 ha, pembentukan demplot bawang merah bekerja sama dengan Bank Indonesia, pemberian bantuan kepada para petani berupa sarana produksi berupa benih, pupuk, dan obatobatan. Peningkatan SDM petani melalui SLPHT (Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu), SLGAP (Sekolah Lapangan Good Agriculuture Practice), SLGHP (Sekolah Lapangan Good Handling Practice). Hilirisasi Produk Bawang Merah sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahap pertama (2015-2019), yaitu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam pada industri hulu berbasis agro) dan kerja sama dengan PT Pusat Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Gunung Mas Lestari. ‘’Penghargaan ini merupakan buah kerja keras dari seluruh tim dan seluruh masyarakat Bangli, yang berkecimpung dalam menekan inflasi
daerah. Oleh karenanya, ke depan, kita minta koordinasi dan kerja sama dalam pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Bangli bisa terus ditingkatkan. Karena hal ini akan dapat mendorong iklim investasi yang baik untuk kesejahteraan masyarakat Bangli,’’ tutupnya. Presiden Joko Widodo dalam arahannya menekankan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk mendukung pengelolaan stabilitas makro ekonomi, khususnya melalui pengendalian inflasi dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pembangunan infrastruktur terus didorong pemerintah, tidak hanya di Jawa, tetapi juga di seluruh wilayah nusantara. Di samping itu, juga perlu dilakukan perbaikan neraca transaksi berjalan melalui peningkatan produk berbasis ekspor maupun substitusi impor, termasuk sektor pariwisata. ‘’Kita juga mendorong investasi dan pembangunan infrastruktur konektivitas serta kemudahan berusaha melalui penyederhanaan dan percepatan perizinan antara lain dengan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat, murah, dan memberi kepastian (Online Single Submission/OSS),’’ ujar Jokowi. (ad1518)
Wabup Sedana Arta Terima Kunjungan Istri Panglima TNI di Penglipuran
Bali Post/kmb41
BALIHO - Petugas kepolisian saat membersihkan baliho dan spanduk kedaluwarsa.
Diberangus, Baliho dan Spanduk Kedaluwarsa Bangli (Bali Post) Petugas kepolisian dari jajaran Polsek Susut memberangus baliho dan spanduk kedaluwarsa, Jumat (27/7) kemarin. Penertiban ini dipimpin langsung Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Ketut Karyawan. Pembersihan baliho dan spanduk menyasar jalur utama wilayah Kecamatan Susut yang dimulai dari perbatasan Kelurahan Kawan dengan Desa Susut. Kemudian dilanjutkan simpang tiga Demulih serta menyusuri jalan jalur utama wilayah Kecamatan Susut. Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Ketut Karyawan mengatakan, dalam pembersihan ini, pihaknya menyasar spanduk dan baliho yang sudah tidak layak karena kondisi yang sudah rusak, using, dan robek yang bertuliskan ucapan selamat hari raya serta spanduk lainnya yang waktunya telah lewat atau sudah kedaluwarsa. Kata dia, kegiatan ini bertujuan membantu Satpol PP dalam rangka menjaga kerbersihan wilayah. ‘’Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif dalam rangka menjelang Hari Kemerdekaan RI dan menjelang event internasional Asian Games 2018 dan Annual Meeting World Bank 2018 serta menegakkan Perda No. 2 Tahun 1990 tentang Kebersihan Lingkungan Hidup dan Ketertiban Umum guna menciptakan suasana kota yang tertib dan bersih,’’ ujarnya. (kmb41)
WAKIL Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Ibu Sariasih Sedana Arta, Jumat (27/7) kemarin menerima kunjungan istri Panglima TNI Ny. Nanny Hadi Tjahyanto beserta aggota Persatuan Istri Prajurit (Persit) Markas Besar (Mabes) TNI di Desa Wisata Penglipuran. Turut hadir mendampingi dalam kunjungan ini Dandim 1626 Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, M.Sc. dan Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta pada kesempatan itu mengaku senang dan bergembira menyambut kehadiran Ny. Nanny Hadi Tjahyanto beserta rombongan di Kabupaten Bangli. Menurutnya, kehadiran istri orang nomor satu di tubuh TNI ini akan memberikan dampak positif bagi Bangli. Terlebih kunjungan ini dilaksanakan di sejumlah objek wisata, yang salah satu lokusnya adalah Desa Wisata Penglipuran. Tentu ini bisa menjadi media promosi gratis bagi pariwisata Bangli. Karena kehadiran is-
tri Panglima TNI ke Bangli, menandakan Bangli memiliki daya tarik tersendiri serta sangat aman dan layak untuk dikunjungi. Selain itu, melalui kunjungan ini, paling tidak secara nasional, keberadaan Bangli akan lebih dikenal. ‘’Kita menyambut baik beliau (Ny. Nanny Hadi Tjahyanto) di Kabupaten Bangli. Mudah-mudahan beliau betah, sehingga pada kesempatan berikutnya, kembali bisa mengunjungi Bangli,’’ harap Sedana Arta. Sementara itu, Ny. Nanny Hadi Tjahyanto juga mengaku senang dan bahagia bisa berkesempatan berkunjung ke Kabupaten Bangli, utamanya Desa Wisata Penglipuran. Menurutnya, desa ini (Penglipuran) sangat bersih dan tertata rapi. Baik dari penataan desa maupun rumah penduduk. ‘’Saya sangat kagum dengan desa ini. Begitu bersih dan sangat rapi,’’ ujarnya. Setelah sempat mengelilingi kawasan desa seperti hutan bambu di belakang desa, rumah tradisional dan ber-
KUNJUNGAN - Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Ibu Sariasih Sedana Arta, Jumat (27/7) kemarin menerima kunjungan istri Panglima TNI Ny. Nanny Hadi Tjahyanto beserta anggota Persatuan Istri Prajurit (Persit) Markas Besar (Mabes) TNI di Desa Wisata Penglipuran. interaksi dengan masyarakar lokal, Nanny Hadi Tjahyanto mengaku belum puas menikmati suasana Desa Wisata Penglipuran. Ia mengaku akan berkunjung kembali, bahkan
berkeinginan untuk menginap. ‘’Saya senang dengan suasana desa ini. Begitu bersih dan alami. Lain kali saya ingin datang lagi untuk menginap,’’ tutupnya. (ad1517)
15
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
UT Tanda Tangani Nota Kesepahaman dengan Empat Perguruan Tinggi di Bali
MOU - Penandatanganan MoU antara UT dan empat perguruan tinggi di Bali di UPBJJ UT Denpasar. UNIVERSITAS Terbuka (UT) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Rektor Universitas Udayana (Unud), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) dan Ketua STIMIK Primakara di Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Denpasar, Jumat (27/7) kemarin. Acara diawali sambutan Rektor UT, kemudian penandatanganan MoU dan penyerahan cenderamata. Rektor UT Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. mengatakan, sesuai arahan Menristek Dikti untuk melaksanakan program distance education, program ini sangat penting dalam rangka
meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi. APK pendidikan tinggi adalah anak–anak berusia 18– 23 tahun. Saat ini capaian APK Indonesia baru 31,2 persen, jauh ketinggalan dibandingkan negara lain seperti Malaysia 38 persen, Thailand 42 persen dan Singapura 78 persen. ‘’Rata–rata APK di kawasan Asia sekarang 40 persen,’’ imbuhnya. Menristek Dikti berharap agar APK yang semula 31,2 persen bisa meningkat menjadi 40 persen pada tahun 2022. ‘’Kalau programnya biasa–biasa saja, konvensional, tidak mungkin target angka ini tercapai. Karena perguruan tinggi
konvensional tatap muka, mereka tidak mungkin menerima jumlah mahasiswa yang besar karena sangat terkait dengan rasio dosen dan mahasiswa, sedangkan tenaga dosen sangat terbatas,’’ bebernya. Cara yang paling memungkinkan agar target ini tercapai adalah dengan memanfaatkan skema/pendekatan pembelajaran jarak jauh atau distance education. Dalam hal ini UT telah berpengalaman selama 34 tahun menyelenggarakan pendidikan distance education. ‘’UT sudah sangat berpengalaman menyelenggarakan online learning,’’ tandas Ojat Darojat. Oleh karena itu, Menristek Dikti berharap agar UT bekerja sama dengan seluruh perguruan tinggi (PT), baik negeri maupun swasta, agar memiliki kapasitas menyelenggarakan pendidikan jarak jauh. UT harus berbagi pengalaman dan pengetahuan yang selama ini diperoleh, supaya para dosen atau tenaga pendidikan sama– sama memiliki kemampuan teknik skill menyelenggarakan pendidikan online learning. Payung kerja sama ini adalah Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tetapi nanti akan mengerucut pada pembelajaran jarak jauh terutama online learning. ‘’Mereka tetap kuliah di tempat mereka atau bentuk
kerja samanya bisa macam– macam mungkin nanti. Yang pertama bisa saja mahasiswa itu mengambil mata kuliah secara online di UT seperti yang dilakukan IPB. Tapi untuk berikutnya bisa saja mereka membuka pendidikan jarak jauh. Dosen dan tenaga pendidikan mereka kita latih untuk menyelenggarakan pendidikan online learning,’’ jelasnya. Perkuliahan di ruang–ruang kelas seperti saat ini, interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa sudah tidak lagi relevan. ‘’Sekarang mulai masuk teknologi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan interaksi akademis secara virtual. Nah, itu yang akan kita lakukan dengan seluruh perguruan tinggi tersebut,’’ ujarnya. Selama 34 tahun menyelenggarakan distance education khususnya e– learning, perkembangannya sangat bagus. Karena pesertanya semakin tahun semakin meningkat di era revolusi industri 4.0 ini dan generasi milenial. ‘’Banyak sekali siswa fresh graduate SLTA yang masuk ke UT, dari 10 persen menjadi 30 persen. Artinya sekarang banyak siswa lulusan SLTA yang tertarik belajar secara online,’’ pungkas Ojat Darojat. (ad1519)
Daging Impor
‘’Kalau kita sudah mampu membuat daging
berkualitas setara dengan daging impor, berarti pasar pariwisata yang semula mengimpor, bisa menyerap daging lokal. Bahkan sudah ada peraturan yang
mengatur untuk kewajiban menyerap daging lokal. Jadi ini nanti yang akan menjadi peluang untuk pemasaran daging sapi ke hotel atau restoran,’’
ujarnya. Program ini akan terus berlanjut, karena produksi daging sapi harus meningkat seiring dengan tingkat konsumsi masyarakat. (kmb42)
Pembebasan Lahan Shortcut itu ditarget selesai 2019 dengan anggaran mencapai Rp 165 miliar lebih dari APBN. Untuk pembebasan lahan sudah diselesaikan oleh Bupati Buleleng. Pihaknya juga akan mengupayakan agar shortcut 3-4 di Bedugul bisa dikerjakan 2019. Termasuk bisa didanai pula oleh APBN sebesar Rp 230 miliar di luar pengadaan tanah. ‘’Kami akan berupaya ber-
temu dengan Menteri PU untuk bisa dibantu dari APBN. Kalau bisa 100 persen, atau setidaknya 50 persen APBN dan 50 persen APBD Provinsi. Terburuk kalau tidak dapat dari APBN, kami akan siapkan dari APBD Provinsi,’’ jelas mantan anggota DPR-RI ini. Selain itu, Koster juga meminta BBPJN untuk membuat skema jalur mulai dari titik 1 sampai 10. Mengingat, tim transisi secara khusus menyiapkan masterplan untuk pembangunan infrastruktur
darat, laut dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi di wilayah Bali. ‘’Kami ingin agar jalur ini tuntas dalam waktu tidak terlalu lama. Paling lama 2020 semua sudah nyambung,’’ tegasnya. Selain infrastruktur, tim transisi juga tengah menyusun bahan berkaitan dengan legislasi. Salah satu yang menjadi prioritas adalah revisi Undangundang No.64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali,
NTB, dan NTT menjadi Undang-undang tentang Provinsi Bali. ‘’Target selesai akhir tahun 2018, sehingga 2019 awal paling lambat sudah bisa kami sampaikan kepada pemerintah, DPR, dan DPD-RI. Kami sudah siapkan bahan untuk itu. Kemudian juga sejumlah perda yang jadi prioritas harus diselesaikan, dan pergub untuk sejumlah kebijakan yang akan kami jalankan dalam waktu cepat,’’ jelasnya. (kmb32)
Anggaran Minim Anggaran untuk penanganan soal sampah juga tidak pernah menunjukkan jumlah menggembirakan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali dalam sebuah wawancara di media beberapa waktu lalu menyatakan penanganan sampah, anggaran dari APBD hanya Rp 4 miliar. Sementara di daerah lain, anggaran penanganan sampah bisa mencapai Rp 30 miliar. Sepertinya sudah menjadi hal umum di Bali, masalahmasalah penting dibiayai dengan anggaran cekak. Beruntung Bali pada tahun 2018 ini akan menjadi tuan rumah Annual Meeting IMFWB berpusat di kawasan Nusa Dua. Lokasi TPA Suwung yang terlihat jelas dari jalan tol di mana delegasi negara asing melaju dari arah Bandara
Internasional Ngurah Rai ke Nusa Dua dipastikan menjadi ganjalan, merusak citra keindahan Pulau Bali. TPA Suwung yang menjadi muara sampah dari Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan ini pun harus direvitalisasi dengan dana mencapai Rp 250 miliar dalam waktu tiga tahun mulai akhir 2017 hingga 2019 supaya tidak membuat malu pemerintah Indonesia. Dari 32,46 hektar TPA Suwung, 22,46 hektar akan digunakan untuk ecopark dan sisanya untuk sanitary landfill management dan waste to energy. Termasuk di dalamnya rencana pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar sampah. Bagi sejumlah kalangan, mempermak TPA Suwung bukanlah solusi jangka panjang persoalan sampah di Bali, karena hanya menanggulangi persoalan di kawasan Bali ba-
gian selatan saja. Sementara daerah lainnya, seperti Jembrana, Buleleng dan Karangasem, sampah akan tetap jadi masalah. Di Jembrana saja misalnya, TPA Peh Desa Kaliakah, Negara terus menuai protes karena sering terbakar dan dampaknya cukup besar bagi lingkungan. Warga meminta pemerintah setempat memindahkah TPA tersebut. Pemerintah dipastikan pusing mengurus masalah sampah yang memang bikin susah, apalagi dananya juga dianggarkan dengan ogah-ogahan. Memang tidak mudah untuk menuntaskan masalah sampah, apalagi jika hanya diserahkan kepada pemerintah. Sampah adalah problem kompleks yang bisa dituntaskan dengan langkah kebersamaan. Masyarakat memegang peranan yang sangat penting karena bertanggung jawab pada rantai pertama persoa-
lan. Perlakuan yang benar dari setiap warga terhadap sampah mungkin akan menuntaskan sekitar 80 persen persoalan. Langkah paling mudah tentu dengan membuang sampah tidak secara sembarangan, terutama ke sungai. Sayangnya langkah mudah ini justru menjadi sangat sulit. Kebiasaan membuang sampah sembarangan sangatlah kuat nyaris sulit diubah. Modernisasi boleh saja telah merasuki, tetapi ternyata perlakuan terhadap sampah tidak menunjukkan perkembangan berarti. Mungkin karena sampah itu sesuatu yang tak berguna, sehingga diperlakukan dengan sembarangan atau dalam bahasa Bali disebut dengan istilah campah. Warga Bali harus waspada, karena campah ngurus sampah bisa jadi berakibat tulah pada ibu pertiwi. * I Nyoman Winata
Siswa SMK Mesti Cerdas Tangkap Inspirasi Bisnis
Bali Post/025
Dra. Ni Ketut Nuka
Denpasar (Bali Post) Siswa SMK mestinya cenderung berpikir menjadi tenaga siap kerja dan membuka usaha. Sejak menjadi siswa, mereka harus cerdas menangkap inspirasi bisnis di lingkungannya. Tak masalah dikatakan pebisnis kelas teri, karena pengusaha besar juga dimulai dari usaha kecil-kecilan. Hal itu diungkapkan pengamat pendidikan yang juga Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka, Kamis (26/7). Dikatakannya, anak muda Bali khususnya yang dididik di SMK tak boleh diam di pemikiran serba instan dan menunggu pekerjaan. Sebaliknya, mereka harus jeli mulai
sekarang melihat pasar usaha mandiri. Ni Ketut Nuka yang juga guru kesenian SMKN 5 Denpasar menyatakan, para guru juga perlu memotivasi sekaligus memberi inspirasi bisnis bagi siswa. Guru Program Keahlian Produktif (PAP) seharusnya memberi contoh bahwa usaha mandiri itu penting untuk menggarap sektor informal di Bali yang cenderung direbut warga luar Bali. Cerdas menangkap inspirasi bisnis ini juga dia tanamkan di SMK PGRI 5 Denpasar. Siswa dipadatkan teori kewirausahaan lima jam per minggu dan diperkuat dengan program magang. Makanya hampir 40 persen dari 2.000 lebih siswanya kini sudah menggeluti dunia usaha. Sekalipun kecil dan dianggap remeh oleh sebagian orang, siswa yang memiliki pekerjaan saat masih belajar akan menjadi SDM yang tangguh. Menurutnya, banyak siswanya di program keahlian Akomodasi Perhotelan bergabung membuka usaha bersama cleaning service ke rumah-rumah. Ada juga yang membuka warung menjual es kepal dan ice pop. Di Tata Boga, ada yang bisnis nasi yasa, nasi jingo Bali dan kue pie. Ada pula yang membuka laundry, floweriest, catering dan wed-
ding organizer. Mereka ini bisa menuntaskan biaya pendidikan di sekolah sambil bekerja. ‘’Jadi, anak muda SMK tak boleh malu menjalani pekerjaan kecil begini,’’ ujarnya. Ni Ketut Nuka juga sering mentransfer ilmu dan pengalamannya kepada peserta didiknya. Guru tari ini bisa mandiri seperti sekarang karena cerdas melihat peluang dan tekun menjalankan tugas. Jika lulusan SMK program tari saat ini hanya diam menunggu pekerjaan, sangat mustahil bisa maju. Mereka harus kreatif memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menjadi job creator atau menciptakan lapangan kerja. ‘’Saya dulu hanya berbekalkan tape dan kaset sudah bisa membuka kursus tari,’’ tegasnya. Ditambahkannya, lulusannya sudah disiapkan untuk bekerja dan melanjutkan studi. Mereka dicetak menjadi SDM yang berkarakter, cerdas secara intelektual, emosional dan sosial. Mereka boleh saja bekerja kepada orang lain, namun minimal tiga tahun sudah harus naik menjadi bos alias pengusaha mandiri. ‘’Kalau ingin kaya, jangan mau terus menjadi buruh. Harus loncat menjadi wirausaha mandiri,’’ tandasnya. (025)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Sabtu Wage, 28 Juli 2018
Kiper Adan Gagalkan Tiga Penalti Singapura Kiper pengganti Atletico Madrid, Antonio Adan, menggagalkan tiga penalti sebelum mencetak sepakan penalti penentu kemenangan ketika sang juara Liga Europa itu mengalahkan Arsenal. Sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 dalam pertandingan pembukaan International Champions Cup di Singapura, Kamis (26/7). Tim Atletico yang minim pengalaman membuka keunggulan pada babak pertama ketika Luciano Vietto mencetak gol melalui sundulan kepala sebelum Arsenal menyamakan kedudukan setelah turun minum melalui gelandang muda Emile Smith Rowe. Paris St Germain (PSG) adalah tim lain di turnamen ini, dan sang juara Prancis akan menghadapi Arsenal di tempat yang sama pada Sabtu, sebelum menutup ajang ini dengan menghadapi Atletico pada Senin. Arsenal memilih untuk menurunkan tim yang cukup kuat, yang dihuni rekrutan baru Bernd Leno di posisi kiper dengan menepikan Petr Cech, sedangkan Hector Bellerin, Aaron Ramsey, Alexandre Lacazette, dan Pierre-Emerick Aubameyang tampil sejak awal untuk ‘’The Gunners’’. Sementara itu, Atletico tidak diperkuat para pemain yang tampil di fase lanjutan Piala Dunia dan bukan kejutan saat melihat tim Liga Inggris
mendominasi penguasaan bola dan wilayah, ketika mereka terlihat memaksimalkan kecepatan mereka di kedua sayap. Manajer baru Unai Emery juga memberi peran gelandang tengah kepada rekrutan baru Matteo Guendouzi, dan pemain muda Prancis itu tampil penuh percaya diri sejak awal bersama kompatriotnya Lacazette untuk memaksa Jan Oblak melakukan sepasang penyelamatan ketika Arsenal menggebrak untuk mendapatkan gol pembukaan. Runner-up Liga Spanyol itu mampu menahan gempuran dan mengincar lawan melalui serangan balik, dan mampu membuka keunggulan pada menit ke-41. Angel Correa merupakan arsitek gol tersebut ketika ia menggebrak di sayap kanan dan mengirim umpan tarik yang disambar Vietto dengan sundulan mendatar, untuk kemudian melewati Leno sebelum kiper asal Jerman itu dapat bereaksi. Cech dimasukkan saat turun minum ketika kedua tim mengganti kiper mereka
RD Mundur dari Sriwijaya FC
Palembang (Bali Post) Rahmad Darmawan (RD) secara resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Sriwijaya FC yang sudah ditanganinya sejak Desember 2017 lalu. Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid, di Palembang, Sumsel, Jumat (27/7) kemarin, mengatakan surat pengunduran diri Rahmad Darmawan secara resmi diterima klub pada Kamis (26/7). ‘’Memang benar, surat sudah kami terima. Saya sebagai sekretaris perusahaan sudah melaporkan ke Direktur Utama Muddai Madang yang kebetulan saat ini masih berada di London,’’ kata Faisal. Terkait kelanjutan klub setelah pengunduran diri Rahmad Darmawan ini, Faisal mengatakan sudah menunjuk pelatih pengganti yakni Subangkit, yang sebelumnya melatih Tim U-19. ‘’Subangkit sudah latih tim senior untuk persiapan melawan Borneo, di Padang 29 Juli 2018. Rencananya tim berangkat besok ke Padang,’’ kata Faisal. Sementara itu, hengkangnya Rahmad Darmawan dari Sriwijaya FC santer dikabarkan menyusul dilepasnya delapan pemain oleh manajemen klub, yang notabene merupakan pemain ‘’gerbong’’ pelatih. Sebelumnya, Rahmad mengatakan dirinya mengajukan sejumlah syarat untuk tetap bertahan yang harus dipenuhi klub. Namun, terhitung tanggal 25 Juli, Ramad Darmawan menyatakan dirinya sudah tidak lagi bersama Sriwijaya FC, melalui surat pengunduran diri resmi. Sementara itu, netizen sejak kemarin pagi dihebohkan dengan munculnya surat pengunduran diri Rahmad Darmaawan, yang tersebar di media sosial instagram melalui salah satu akun pribadi. Dalam surat itu, Rahmad Darmawan memaparkan alasannya mengajukan pengunduran diri, namun surat tersebut tidak ditandatangani. Sementara berdasarkan keterangan Faisal Mursyid, surat yang diterima perusahaan sudah ditandatangani dan ada meterai. (ant)
Murray dan Azarenka Dapat ”Wild-Card’’ Washington Mantan petenis peringkat satu dunia Andy Murray dan Victoria Azarenka mendapatkan wild card, untuk tampil di Cincinnati Terbuka bulan depan. Demikian kata panitia penyelenggara. Murray mengundurkan diri dari Wimbledon tahun ini, dengan mengatakan pinggang kanannya masih belum siap, untuk tuntutan-tuntutan di Grand Slam. Hal itu terjadi setelah petenis Skotlandia itu kembali bermain di Queen’s Club pada Juni, menyusul absen hampir selama setahun karena cedera yang memerlukan operasi di Auastralia pada Januari. Juara Grand Slam dua kali Azarenka, yang menjuarai Cincinnati Terbuka pada 2013, akan kembali tampil untuk pertama kalinya sejak 2016 ketika ia meneruskan kebangkitannya menyusul pertarungan hukum terkait putranya Leo tahun lalu. ‘’Resume untuk Vika dan Andy benar-benar dapat berbicara sendiri,’’ kata Direktur Turnamen Andre Silva. ‘’Menurt saya banyak penggemar tenis yang ingin melihat mereka kembali ke lapangan, dan kami senang dapat menawarkan wild card kepada keduanya untuk bermain di Western and Southern Terbuka,’’ tambahnya. Sebanyak tujuh petenis lain, tiga putra dan empat putri, akan mendapatkan wild card untuk turnamen ini, yang dimulai pada 11 Agustus, sekitar dua pekan sebelum AS Terbuka dimulai pada 27 Agustus. (ant/rtr)
Antonio Adan Bali Post/google
dan Arsenal mampu segera menyamakan kedudukan, ketika pemain 17 tahun Smith Rowe menggebrak dan melepaskan tembakan jarak jauh melewati kiper pengganti Atletico Adan. Kiper Arsenal segera harus kembali beraksi ketika Guendouzi kehilangan bola di tepi kotak penalti, dan Cech melakukan penyelamatan ganda dari upaya Kevin Gameiro dan Rodri ketika Atletico mencoba
kembali meraih keunggulan pada menit ke-60. Pertandingan ini menjadi berlangsung alot, ketika kedua tim mencari gol kemenangan menyusul sejumlah pergantian pemain pada babak kedua. Namun tidak satu tim pun mampu mendapatkannay sampai Atletico menang 3-1 pada adu penalti. Adan mampu menggagalkan eksekusi
Piala Menpora
Tim Putri PFA Targetkan ke Semifinal Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Paradise Football Angels (PFA) Bali mematok target lolos ke babak semifinal pada Liga Sepak Bola Wanita Piala Menpora 2018 di Stadion Beji Mandala, Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan, Badung, 11-15 Agustus nanti. Selain tim tuan rumah Bali yang diwakili PFA, juga kontestan lainnya seperti SoE Generation (NTT), Bondowoso Putri (Jatim), Persijap Kartini Jepara (Jateng), tim Asprov DKI dan Jakarta 69, GFC Foundation (Sulsel). Pembina PFA I Gusti Agung Putu Nuaba di Denpasar, Jumat (27/7) kemarin menyatakan, Piala Menpora akan melibatkan delapan tim dan diperkirakan menyedot pemain berikut ofisial yang berkunjung ke Pulau Dewata mencapai 200 orang. ‘’Lokasi stadion merupakan objek wisata yang berdekatan dengan Dreamland Beach dan sunset Pura Uluwatu,’’ sebut Agung Nuaba. Dijelaskannya, selama bergulirnya hajatan Piala Menpora, pada babak penyisihan grup memerlukan 12 kali pertandingan, ditambah delapan kali pertandingan babak final, hingga totalnya dilaksanakan 20 kali
pertandingan. Yang membanggakan, Asprov PSSI Bali menerjunkan tim pengawas dalam pelaksanaan teknisnya, sehingga berjalan secara fair-play, dan senantiasa menjunjung tinggi sportivitas. Selain itu, Asprov PSSI Bali juga telah melaporkan kepada PSSI Pusat bahwa kompetisi ini mencatat database, mulai mendata seluruh pemain, juga menyajikan laporan kepada stakeholder, dan manajemen tim, berisi pencapaian fundamental pemain, seperti jumlah rata-rata sentuhan bola di setiap posisi, jumlah kesalahan passing, jumlah kesalahan kontrol bola, jumlah shooting on target. ‘’Semuanya akan tercatat dengan menggunakan sistem IT berbasis android, sehingga bermanfaat untuk memantau pemain bertalenta dan berbakat, guna menuju jenjang profesional,’’ ungkap Agung Nuaba. Menurutnya, persiapan penyelenggaraan hampir rampung, mulai venue, fasilitas pendukung seperti penginapan dan transportasi lokal. ‘’Penyelenggaraan event ini berkaitan dengan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, khususnya pembinaan sepak bola wanita di Indonesia,’’ ungkapnya. (022)
Bali Post/ist
SEMIFINAL - Tim sepak bola putri PFA selaku wakil Bali mematok target lolos ke babak semifinal pada Liga Sepak Bola Wanita Piala Menpora 2018, di Stadion Beji Mandala, Pecatu, 11-15 Agustus mendatang.
Timnas Kabaddi AG ”Try-Out’’ ke India
Denpasar (Bali Post) Timnas Kabaddi Asian Games (AG) melakukan try-out ke India mulai Senin (9/7) lalu, dan dijadwalkan tiba di Bali pada Senin (30/7) lusa. Tercatat 25 atlet yang melakukan try-out terdiri atas putra (13) dan putri (12), didampingi pelatih asal India Chajju Ram Gorat. Manajer Timnas Kabaddi AG Ida Bagus Gana Putra di Dnpasar, Jumat (27/7) kemarin menjelaskan, para atlet memilih berlatih di Kota Bhiwani Haryana. Cuaca di Kota Bhiwani Haryana cukup panas mencapai 40 derajat Celsius, sehingga perlu adaptasi pada hari pertama,’’ ujar Ida Bagus Gana. Selanjutnya, para atlet sudah bisa menyesuaikan diri dengan iklim setempat dan mulai fokus berlatih. ‘’Kami bersyukur anak-anak latihan teknik pagi hari, dan sore hari melakukan serangkaian uji coba,’’ tuturnya. Dia patut berbangga sebab di Bhiwani Harya terdapat banyak klub kabaddi, dan biasa diajak latih-tanding. Bagus Gana mengakui para pemain kabaddi timnas AG mengalami kemajuan pesat selama berlatih dan ditempa di India. Setelah mengalami kemajuan signifikan, Bagus Gana berani mematok medali di ajang hajatan multi-event empat tahunan antarbangsa se-Asia di Jakarta, Agustus nanti. Bali Post/ist ‘’Kami menargetkan yang penting kabaddi bisa menyumTIMNAS — Para pemain timnas kabaddi putri Asian Games bang medali dulu,’’ katanya. Ia pun mengakui persaingan (AG) melakukan serangkaian uji coba dan program latihan cabor kabaddi indoor di Asian Games cukup ketat. Apalagi, peserta putra 12 dan 13 tim di sektor putri. (022) di India.
Henrik Mkhitarayan, Joe Willock, dan Eddie Nketiah, sebelum ia menjadi eksekutor untuk membukukan penalti kemenangan. ‘’Menurut saya, kami benar-benar tampil bagus di bawah asuhan manajer baru. Kami menekan dengan baik dan menciptakan banyak peluang, namun tidak mampu mengalahkan mereka,’’ kata kapten Arsenal Ramsey pada wawancara pascapertandingan. (ant/rtr)
Terkait Ozil, DFB Akui Terdapat Kesalahan
Berlin Ketua Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel pada Jumat (27/7) kemarin mengatakan, ia semestinya menjelaskan bahwa rasisme tidak dapat diterima, setelah gelandang Mesut Ozil mengundurkan diri dari tim nasional, dengan menyatakan bahwa terdapat ‘’rasisme dan tidak dihormati’’, karena akar Turkinya. Ozil, yang bermain untuk klub Liga Inggris, Arsenal, dikritik karena berfoto dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Mei. Ozil dan Ilkay Gundogan, rekannya di timnas Jerman, yang juga berfoto dengan Erdogan, dicemooh oleh para penggemar Jerman pada pertandingan-pertandingan pemanasan, sebelum Piala Dunia di Rusia. Grindel menolak tuduhan-tuduhan Ozil bahwa DFB bersikap rasis, namun mengatakan dirinya menyesal bahwa foto-foto itu telah disalahartikan untuk menjustifikasi ‘’kata-kata rasis’’. ‘’Pada peninjauan kembali, sebagai presiden, saya semestinya menjelaskan apa yang nyata bagi saya secara pribadi dan bagi kami sebagai asosiasi, menyatakan bahwa semua bentuk rasisme tidak tertahankan, tidak dapat diterima, dan tidak dapat ditoleransi,’’ ucapnya dalam pernyataannya. Keputusan pemain 29 tahun itu untuk mengundurkan diri dari timnas memicu perdebatan publik di Jerman mengenai hubungan mereka dengan komunitas imigran terbesar. Ozil merupakan anggota kunci tim yang menjuarai Piala Dunia 2014 dan terpilih lima kali sebagai Pemain Terbaik Jerman melalui jajak pendapat publik. Sejumlah politisi dan pemimpin komunitas Turki, menuntut Grindel, mengundurkan diri, namun sebagian lain mengatakan klaim-klaim rasisme Ozil tidak tepat. (ant/rtr)
Pebasket Odom Berniat Tampil di Cina Washington Lamar Odom, yang terakhir kali bermain bola basket profesional lima tahun silam, mengumumkan melalui Instagram pada Jumat (27/7) kemarin bahwa dirinya akan kembali bermain dengan tim yang belum diumumkan namanya di Cina. Menulis dari Rotterdam, Belanda, mantan forward Los Angeles Lakers itu berkata, ‘’Saya akan bermain di Cina! Tuhan begitu baik! Terima kasih Tuhan, karena telah memberikan saya kesempatan lain di hidup saya, dan terima kasih kepada para penggemar untuk cinta dan dukungan Anda selama tahun-tahun yang berat itu. Jangan pernah menyerah dan tetap percaya pada Tuhan Yang Maha Esa yang dapat menciptakan keajaiban yang Anda harapkan. Bola basket dan anak saya selalu menjadi cahaya dalam hidup saya, dan inilah fokus saya saat ini.’’ Odom (38) kemudian berterima kasih kepada Stephon Marbury, karena telah menjadi inspirasi saya. Marbury menikmati delapan tahun masa kerja di Asosiasi Bola Basket Cina, setelah bermain selama 13 tahun di NBA. Sejak ia terakhir kali tampil di NBA untuk Los Angeles Clippers pada 2012/2013, Odom berjuang melawan ketergantungan obatobatan. Ia kembali menjadi bahan pemberitaan pada 2015, ketika ia menghabiskan beberapa hari, karena koma setelah ditemukan tidak sadarkan diri di suatu losmen murah di Nevada. Saat itu ia diasingkan dari istrinya, Khloe Kardashian, meski keduanya sempat bersatu kembali sebelum bercerai pada 2016. (ant/rtr)