Skip to main content

Edisi Selasa 28 Agustus 2018 | balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

Reklamasi Teluk Benoa Gagal

Pergerakan 5 Tahun tolak Reklamasi

Kemenangan Rakyat Bali

26 Desember 2012 SK Gubernur Bali nomor 2138/02-C/HK/2012 tentang Pemberian Izin dan Hak Pemanfaatan Pengembangan dan Pengelolaan Perairan Teluk Benoa.

Denpasar (Bali Post) -

27 Juni 2013

NI MA

Pe

rp

re

s

51

/

s

li a it

MI SI

E -S

Pesepak bola dunia Christiano Ronaldo menanam mangrove di Taman Hutan Rakyat (Tahura) di Teluk Benoa bersama SBY, pejabat di Bali dan pengusaha.

16 HALAMAN

NOMOR 11 TAHUN KE 71

E N - AK AD

ap

k

20

14

16 Agustus 2013 Gubernur Bali cabut SK No: 2138/02-C/HK/2012 dan menerbitkan SK No. 1727/01-B/HK/2013 tentang Izin Studi Kelayakan Rencana Pemanfaatan, Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa kepada PT TWBI selama dua tahun.

Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) mengumumkan kemenangan masyarakat Bali atas Teluk Benoa di Sekretariat Walhi Bali, Senin (27/8) kemarin. Ini menyusul kegagalan PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) untuk mereklamasi Teluk Benoa seluas 700 hektar. Mengingat, izin lokasi yang dikantongi TWBI dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah habis masa berlakunya pada 25 Agustus lalu. Amdal juga belum dinyatakan layak oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sepanjang lima tahun ForBALI menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Bali dan Kantor DPRD Bali. Massa ForBALI juga menggelar aksi di depan Istana Presiden di Jakarta. Bahkan bendera ForBALI Tolak reklamasi juga sempat dibentangkan di Amerika Serikat.

25 Agustus 2018

2 September 2013

1 Maret 2014

Hasil kajian Unud bahwa reklamasi Teluk Benoa tidak layak.

Koordinator aksi Sidakarya ditahan di Polda Bali. Karena ada ancaman dan makian di spanduk bercap jempol darah. Sebelumnya ratusan warga melakukan aksi cap jempol darah menolak reklamasi Teluk Benoa.

Izin lokasi rencana reklamasi Teluk Benoa yang dimiliki PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) berakhir 25 Agustus 2018. Sampai tanggal tersebut izin Amdal belum diperoleh PT TWBI. Koordinator ForBALI Gendo Suardana pastikan reklamasi Teluk Benoa batal sementara, sebab Perpres 51/2014 belum dicabut.

Koordinator ForBALI I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana mengatakan, lima tahun perjuangan masyarakat Bali untuk menolak reklamasi Teluk Benoa dapat diakhiri dengan kemenangan. Kemenangan ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh masyarakat untuk terus mengkritisi pembangunan yang dilakukan secara tidak adil. Sekaligus menjadi pembelajaran bagi penguasa dan pengusaha yang hendak berinvestasi di Bali agar tidak semena-mena dan memperhatikan kepentingan lingkungan hidup, serta melibatkan masyarakat secara penuh. Pihaknya secara khusus berterima kasih kepada KLHK yang telah secara objektif melakukan proses penilaian amdal dengan berpatokan pada peraturan, prosedur, dan pedoman penilaian amdal. ‘’Kepada seluruh masyarakat, kami harapkan kemenangan ini tidak memadamkan sikap kritis kita karena ke depan masih ada PR agar Perpres No.51 Tahun 2014 dapat dibatalkan atau Presiden menerbitkan aturan hukum baru yang memastikan Teluk Benoa kembali menjadi kawasan konservasi,’’ jelasnya. Hal. 15 Kawasan Sarbagita

’’Kemenangan ini adalah milik semua pejuang. Bukan hanya di Bali tetapi seluruh pejuang yang sedang mempertahankan hak hidup dan masa depan mereka. Kemenangan ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi ini adalah pemantik agar setiap orang terusmenerus menjaga alam demi kehidupan yang lebih baik.’’ Gendo Suardana

Kumandangkan Lagu ’’Bali Tolak Reklamasi’’ LAGU ‘ ’ B a l i T o l a k Reklamasi’’ yang terbilang fenomenal ini berkumandang di Sekretariat Walhi Bali, Senin (27/8) kemarin. Tepatnya setelah ForBALI mengumumkan kemenangan masyarakat Bali atas Teluk Benoa. Lagu ini dulu diciptakan oleh trio folk, Nosstress, pada 2 Agustus 2013 sekitar pukul 3 sore di Lapangan Renon. Gitaris dan juga vokalis N o s s tress Komang Gunawarma alias Kupit menuturkan, saat itu dirinya tidak sengaja membaca postingan aktivis Mitra Bali yang bernama Gung Alit di facebook. Postingan itulah yang kemudian dibuat menjadi lirik lagu, hanya dalam waktu 30 menit saja. ‘’Seminggunya lagi kita aksi di DPRD, lagu itu

’’Bangun Bali subsidi petani Kita semua makan nasi Bukannya butuh reklamasi Keputusan bau konspirasi Penguasa pengusaha bagi komisi Konservasi dikhianati’’

Bali Post/eka

Komang Gunawarma

pertama kali dinyanyikan di sana. Terus didengar sama Jerinx (drummer SID - red) lagunya. Lagi beberapa hari direkam di studionya Bobby (Vokalis SID - red). Klipnya juga langsung jadi, rekamannya juga kita undang saja tementemen musisi Bali sama lain-lainnya yang mau, mereka datang saja tanpa tahu lagu. Langsung kita tempel-tempel saja di studio itu liriknya,’’ tuturnya mengenang. (kmb32) REKLAMASI Koordinator ForBALI Wayan ‘’Gendo’’ Suardana, Senin (27/8) kemarin, menggelar konferensi pers terkait gagalnya reklamasi Teluk Benoa.

Bali Post/eka

Kalahkan Malaysia, Komang Harik Sabet Emas RUSSIA GEORGIA

CYPRUS

China JAPAN INDONESIA

LEBANON ISRAEL JORDAN

JAPAN

TURKEY ARMENIA AZERBAIJAN

SYRIA

UZBEKISTAN TURKMENISTAN

IRAQ

SAUDI ARABIA

NORTH KOREA

KAZAKHSTAN

IRAN KUWAIT

QATAR

AE

MONGOLIA SOUTH KOREA

KYRGYZSTAN TAJIKISTAN

CHINA

AFGHANISTAN

TAIWAN

PAKISTAN

NEPAL

OMAN

perolehan medali SEMENTARA Asian games 2018 YEMEN

INDIA

MYANMAR

BANGLADHES

LAOS

THAILAND

BRUNEI

MALAYSIA

SRI LANKA

KOREA IR IRAN THAILAND INDIA KHAZAKHTAN CHINESE TAIPEI MALAYSIA UZBEKISTAN

PHILIPPINES

VIETNAM

CAMBODIA

NO No.

negara NEGARA

MALDIVES

China 1 Jepang 2 Korea Selatan 3 Indonesia 4 Iran 5 Chinese Taipei 6 Korea Utara 7 Thailand 8 India 9 Uzbekistan 10 Kazakhstan 11 Bahrain 12 13 Hong Kong 14 Uni Emirat Arab 15 Mongolia 16 Filipina 17 Malaysia 18 Kirgistan 19 Singapura Hal. 15 Qatar

total g emas s perak b perunggu INDONESIA

EAST TIMOR

78 41 28 22 16 11 11 9 7 6 6 4 3 3 3 3 2 2 2

69 34 32 15 15 12 6 9 10 11 8 3 7 6 2 0 7 5 4

40 52 38 27 14 16 7 32 20 12 28 2 15 3 5 11 6 9 10

Bali Post/ant

BERLARI - Pesilat Indonesia Komang Harik Adi Putra berlari membentangkan bendera Merah Putih usai mengalahkan pesilat Malaysia Mohd Al Jufferi Jamari dalam babak final kelas E putra Asian Games 2018, Senin (27/8) kemarin. Atlet asal Bali ini memberi kontribusi medalai emas pada kontingen Indonesia. Sebelumnya pesilat putri asal Bali Cok Istri menyumbang medali perunggu.

Jakarta (Bali Post) – Pesilat Indonesia Komang Harik Adi Putra meraih medali emas setelah menumbangkan pesilat andalan Malaysia Mohd Al Jufferi Jamari di babak final cabang olahraga pencak silat di ajang Asian Games ke-18 tahun 2018. Komang meraih skor 4-1 di kelas E putra 65kg-70kg yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (27/8) kemarin. Sejak babak pertama dimulai, Komang berhasil menguasai jalannya pertandingan. Bahkan, Komang berhasil dua kali membanting Mohd Al Jufferi hingga terjatuh. Menjatuhkan lawan merupakan poin tertinggi dalam pertandingan pencak silat, yakni tiga poin. Di babak ini, Komang unggul dengan perolehan poin 10-1, 10-2, 10-2, 8-3, dan 12-4. Di babak kedua, pesilat Malaysia berusaha bangkit dan melakukan seranganserangan kepada Komang. Serangan yang dilancarkan pun berhasil mengenai tubuh Komang. Poin yang diperoleh Mohd Al Jufferi lebih tinggi dibandingkan Komang yakni 17-9, 8-4, 12-6, 12-5, dan 12-

8. Pesilat Malaysia unggul di babak kedua. Di babak ketiga, kedua pesilat saling serang. Pukulan, tendangan terus dilancarkan agar memperoleh poin. Mohd Al Jufferi pun sempat unggul, namun Komang berhasil membalikkan keadaan. Dua detik lagi laga usai, tepatnya 01:58, Mohd Al Jufferi mundur dari pertandingan karena menganggap wasit juri tidak adil dalam memberikan penilaian. Di belakang arena, tepatnya ruang pemanasan untuk atlet Mohd Al Jufferi sempat meluapkan emosinya dengan memukul bangunan yang terbuat dari triplek hingga jebol. Mohd Al Jufferi terlihat emosi dan marah-marah hingga sempat ditenangkan oleh pelatihnya. Mohd Al Jufferi mengaku dirinya meluapkan kemarahannya itu lantaran tidak menerima poin yang diberikan oleh wasit juri. ‘’Saya tidak marah dengan pesilatnya atau pendukungnya, tapi saya marah dengan wasit karena tidak memberikan nilai dengan adil,’’ kata Mohd Al Jufferi yang menyayangkan keputusan wasit tersebut. (ant)


DENPASAR

2

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

25 Pelanggar Perda Digiring ke Sidang Tipiring

FIGUR Cegah HIV/AIDS ANGKA kasus HIV/AIDS di Bali terus peningkatan. Pengidap penyakit mematikan inipun berasal dari berbagai kalangan, tak terkecuali pelajar. Hal itu diungkapkan Kasubdin Advokasi Konseling Yayasan Maha Bhoga Marga Alvonso Novika, Senin (27/8) kemarin. Di era 1980-an silam, penyakit ini banyak ditemukan pada pasangan homo seksual. Kemudian di era 1990-an meluas pada pengguna narkoba suntik. Sementara saat ini dominan pada hetero seksual. “Khusus untuk yang kami dampingi, semua kalangan sudah pernah. Baik itu kalangan bawah, menengah, atas, pejabat, dan lain-lain. Dari sisi usia, saat ini cenderung usia produktif. Bahkan sekarang cenderung mulai ke anak-anak sekolah, karena mungkin akibat pergaulan,” jelasnya. Ia mengingatkan, HIV sangat sulit dideteksi. Terutama pada seseorang yang secara fisik kelihatan sehat. Jika seseorang memiliki prilaku seks yang berisiko, sebaiknya sesegera mungkin memeriksakan diri. ‘’Misalnya berganti-ganti pasangan, dia sendiri mungkin tidak tahu kalau dia sedang terinfeksi HIV,’’ ujarnya sembari menambahkan, hingga saat ini jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang mendapat pendampingan Yayasan Maha Bhoga Marga sekitar 190 orang yang berasal dari lima kabupaten di Bali. (eka)

Samskerta Dinotsavasya Kedua PERAYAAN Hari Sanskerta dilaksanakan di Aula LPMP Bali, Senin (27/8) kemarin. Perayaan yang dihadiri sekitar 300 peminat Sanskerta ini berlangsung meriah. Sebab, pada perayaan itu dipentaskan tarian (nrtiam), percakapan (shambasam), gitam (lagu) dan juga seni drama (natakam). Semuanya menggunakan bahasa pengantar Sanskerta. Untuk seni dramanya bahkan sudah pernah pentas secara internasional pada World Wisdom Meet, beberapa bulan lalu. Ketua Yayasan Dvipantara Sanskrtam Pandita Agni Premadas mengatakan, perayaan ini merupakan peringatan kedua yang lahir bertepatan Purnama Sravanam tahun lalu. Sejauh ini sudah tercatat 505 pecinta bahasanya Veda itu, setelah diprogramkan 39 kali yugapar sibiram di lima tempat berbeda yakni di Plaga, Kiyadan, Sesetan, Sading dan Centre SSG Tegeh Kori. Bahkan centernya sudah terbentuk di sejumlah kabupaten/kota, minus Jembrana dan Buleleng. Sudah pula dibangun Markandeya Veda Widjnana Gurukulam di atas lahan 49 are di Kuta, Sibetan, Bebandem, Karangasem. ‘’Secara bertahap, Bahasa Sanskerta mulai diminati,’’ ujar Pandita Agni Premadas seraya menambahkan, jumlah pengajarnya hingga saat ini sudah 11 orang. Mereka antara lain Jero Made Suyasa, Mangku Krishna dan Hira Jhamtani. (ram)

Topik : TPA Suwung akan Disulap Jadi ”Ecopark”

Denpasar (Bali Post) Pelanggar perda tak pernah jera. Terbukti, beberapa kali dilakukan sidang tipiring dan para pelanggar dijatuhi sanksi berupa denda, pelanggaran masih tetap terjadi. Seperti yang terlihat Senin (27/8) kemarin. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali menggiring 25 orang pelanggar perda ke sidang tipiring yang digelar di Kantor Camat Denpasar Timur. Sidang Tipiring yang dipimpin Hakim Sri Wahyuni Ariningsih, S.H., M.H. didampingi Panitera I Gusti Ayu Aryati Saraswati, S.H. dan I Made Manis ini menjatuhkan denda mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta kepada 25 pelanggar perda. Rinciannya, tujuh orang merupakan pelanggar Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR), tiga orang parkir sembarangan, dua orang pelanggar IMB, satu orang membuang sampah sembarangan, satu orang pembuang limbah ayam dan 11 orang pembuang limbah babi. “Yang datang dalam sidang ini hanya sebagian, karena secara keseluruhan yang ditangkap tangan oleh Tim DLHK dan Satpol PP Kota Denpasar sebanyak 44 orang. Bagi yang tidak hadir

saat ini, maka akan disidang di Pengadilan Negeri Denpasar,” ujar Wisada di sela-sela sidang kemarin. Menurut Wisada sidang ini harus dilakukan dalam upaya pencegahan pencemaran yang dilakukan oleh masyarakat Denpasar, guna mewujudkan Kota Denpasar bersih yang lestari sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2015. Ia Mengatakan, pelanggar yang ditangkap pihak DLHK sebanyak 22 orang. Ada yang membuang sampah tidak pada tempatnya, membuang limbah tahu, limbah ayam dan limbah lainnya. “Khusus pembuang limbah yang membandel, dalam sidang kali ini kami panggil lagi karena tidak melaksanakan standar pengelolaan limbah sesuai standar. Namun ada di antara mereka yang tidak datang, maka akan dilakukan sidang tipiring di Pengadilan Negeri Denpasar,” ujarnya. Jika setelah di sidang tipiring ternyata masih tetap membandel, pihaknya akan menutup paksa peternakan tersebut. Sehingga masyarakat yang bermukim di wilayah itu tidak merasa terganggu. Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, sidang tipiring kali ini berkolaborasi dengan

Bali Post/ist

TIPIRING - Suasana sidang tipiring yang digelar di Kantor Camat Dentim, Senin (27/8) kemarin. DLHK Kota Denpasar. Jenis pelanggar yang diajukan oleh Satpol PP Kota Denpasar meliputi tujuh orang pelanggar KTR, tiga orang pelanggar parkir dan dua orang pelanggar perda IMB. Pada sidang tipiring kemarin, hakim menjatuhkan

denda Rp 150 ribu kepada pelanggar KTR, pelanggar salah parkir di denda Rp 500 ribu, bangunan gedung tanpa IMB didenda Rp 1 juta ditambah ongkos pekara Rp 2 ribu. Sayoga menegaskan, sidang tipiring ini harus digelar secara berkelanju-

tan karena sidang ini sebagai langkah pembinaan. “Kegiatan ini untuk memasyarakatkan atau mensosialisasikan peraturan daerah agar masyarakat paham bahwa di daerahnya ada aturan yang mengatur,” tegasnya. (kmb12)

limpahkan kewenangannya sebagai pengembang kepada PLN. “Saat ini sedang dilakukan pra feasibility study atau studi kelayakan,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, anggota Komisi IV DPRD Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada menilai penataan dengan pola sanitary landfil seluas 22 hektar sangat baik. Namun, ia mengingatkan agar pengerjaannya tidak dilakukan dengan tergesagesa. Karena, bila dilakukan dengan tergesa-gesa, dikhawatirkan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat setempat. “Jika melihat rencana penataan TPA Suwung dengan dana Rp 262 miliar, sebaiknya memang jangan tergesa-gesa mengejar target, karena berlangsungnya IMF

Word Bank Forum. Apalagi ini telah dilandasi kajian teknis dan kebutuhan anggaran yang cukup besar. Ini harus kita maklumi, ketimbang dikerjakan setengahsetengah disulap hanya untuk kepentingan event IMF Word Bank, tapi kualitas hasil akhirnya tidak maksimal. Lebih bagus hasil akhirnya berkualitas maksimal untuk penataan lingkungan yang lebih bagus dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan perkembangan pariwisata Bali di masa yang akan datang,” ujarnya. (kmb12)

TPA Suwung akan Disulap Jadi ”Ecopark”

Denpasar (Balu Post) -

Penataan TPA Suwung yang dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR mulai digarap. Menariknya, TPA seluas 32,46 hektar tersebut tidak lagi untuk membuang sampah secara keseluruhan. Namun, lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membuang sampah hanya 10 hektar. Sedangkan lahan seluas 22 hektar akan dijadikan ecopark. Lahan ini dirancang untuk menjadi objek wisata baru di Bali. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar I Ketut Wisada mengatakan hal itu, Senin (27/8) kemarin. Menurut Wisada, proyek yang penggarapannya dilakukan Satker PLP ini dirancang rampung pada 2021 mendatang. Secara umum, penataan ini akan dilakukan dengan menanam pohon, sehingga lahan itu akan berfungsi sebagai hutan. Namun bukan hanya difungsikan sebagai hutan semata, tapi juga untuk tempat berwisata. “Rancangannya sebagai objek wisata baru,” ujarnya. Wisada mengatakan, lua-

san areal yang akan dimanfaatkan untuk ecopark ini mencapai 22 hektar. Sisanya yakni 10 hektar akan dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Artinya, tempat untuk membuang sampah nanti akan berada di lahan tersebut. Dari 10 hektar yang dikelola untuk sampah, sekitar lima hektar akan difungsikan untuk areal mesinnya. Ditanya terkait dampak bagi pembuang sampah,

Wisada mengatakan masih aman. Meskipun lahannya sedikit, namun karena akan diproses dengan teknologi waste to energy (WTE) yang pada akhirnya menghasilkan energi listrik, membuang sampah masih tetap terakomodir. “Tempat untuk membuang sampah masih tetap aman, bahkan lebih baik dari sekarang,” jelasnya. Untuk menggarap teknologinya tersebut, kata Wisada, Kementerian ESDM telah me-

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

”Grand Opening” Prodia Food Health Laboratory Dewan Setujui Penetapan Ranperda Perubahan APBD Kota Denpasar 2018 Jadi Perda di Jalan Danau Buyan, Sanur PRODIA Food Health Laboratory membuka gerai di Jalan Danau Buyan Nomor 10, Sanur, Denpasar, Senin (27/8) kemarin. Laboratorium ini merupakan laboratorium kesehatan masyarakat (kesmas), berbeda dengan laboratorium yang telah ada yaitu laboratorium klinik. Laboratorium kesmas Prodia ini melayani pemeriksaan cemaran mikrobiologi dalam bahan pangan, minuman dan air bersih, peralatan makan/masak dan lain-lain. Selain itu, juga melayani pemeriksaan cemaran kimia dan fisika dalam bahan pangan, minuman dan air bersih, air industry dan lain-lain. Director Prodia Occupational Health Institute (OHI) Dr. Bertha Pangaribuan, M.Si. menyampaikan, gerai ini merupakan gerai ketiga Prodia OHI. Namun dari sisi unit layanan, ini merupakan unit layanan yang keempat. “Untuk layanan Prodia OHI, gerai ini merupakan yang pertama di Bali. Selebihnya ada di luar Bali,” ujarnya. Menurut Bertha Pangaribuan, Prodia OHI merupakan anak perusahaan dari Prodia utama. “Yang besar kan Prodia lab kliniknya, yang banyak dikenal masyarakat. Kita (Prodia OHI) masih baru dari tahun 2009, sehingga memang benar-benar baru di bidang kedokteran okupasi,” ungkapnya. Bertha Pangaribuan menambahkan, Prodia OHI mempunyai bisnis di bidang kedokteran okupasi. Unit-unit layanannya ada okupasional health center yaitu klinik, toksikologi industri dan food health lab. Food health lab bentuk perizinannya berupa lab kesmas. Lab klinik biasanya melayani diagnosis penyakit. Sedangkan lab kesmas melayani kesehatan masyarakat, seperti pada makanan, minuman, lingkungan, sanitasi hyegiene. Bertha Pangaribuan menambahkan, Bali merupakan jembatan Indonesia ke dunia internasional.

GRAND OPENING - Suasana grand opening Prodia Food Health Laboratory di Jalan Danau Buyan, Sanur, Senin (27/8) kemarin. Oleh karena itu, Bali khususnya Denpasar menjadi tujuan pertama pembukaan gerai Prodi Food Health Laboratory ini. Targetnya adalah industri pariwisata. Karena industri ini berhubungan langsung dengan turis, di mana turis membutuhkan makanan dan minuman di tempatnya berwisata. Prodia menawarkan layanan pemeriksaan food health untuk restoran, hotel, pemasok. Bertha Pangaribuan mengatakan, Prodia Food Health Laboratory memiliki lima tenaga yang siap melayani customer. Yaitu analis kesehatan ada tiga orang, gizi satu orang, farmasi khususnya kimia klinik satu orang. Prodia Healty Laboratory hadir dengan kualitas hasil yang lebih baik, dengan pemeriksaan yang benar, SOP yang benar, dan staf yang benar. Ia berharap dengan adanya Prodia Food Health Laboratory bisa membantu para penyaji makanan dalam memeriksa keamanan pangan untuk tamunya. “Karena kita menyajikan hasil yang lebih akurat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. mengatakan, Kota Denpasar mengucapkan terima kasih kepada Prodia karena melengkapi laboratorium kesehatan masyarakat yang ada di Denpasar. Dikatakan, Dinas Kesehatan Kota Denpasar tidak hanya mengawasi dan membina usaha hotel, restoran dan rumah makan, tapi juga industri rumah tangga (IRT) pangan. Di samping itu juga pengawasan terhadap supply air PDAM, dan penyedia air minum isi ulang. Sri Armini mengatakan, pariwisata merupakan sektor utama penunjang perekonomian Bali. Wisatawan yang datang ke Bali tidak hanya perlu wisata tapi juga makan dan minum di tempat wisata itu. Makanan itu harus terjaga kebersihannya, baik dari saat pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan dan distribusi. “Rantai itu yang harus diawasi agar apa yang dimakan memenuhi standar kesehatan. Sehingga peran lab kesmas ini sangat penting,” ujarnya. (ad1248)

SELURUH fraksi di DPRD Kota Denpasar menyetujui pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar Tahun 2018 menjadi Peraturan Daerah (Perda). Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede yang dihadiri Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Sekda AAN Rai Iswara, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, serta undangan lainnya di Ruang Sidang DPRD Kota Denpasar, Senin (27/8) kemarin. Di mana dalam Perubahan APBD Tahun 2018 pendapatan anggaran daerah setelah perubahan menjadi Rp 2,06 triliun lebih, meningkat 1,01 persen atau Rp 20 miliar lebih dari Rp 2,040 triliun lebih pada anggaran induk. Dalam kesempatan tersebut, seluruh fraksi menyetujui Ranperda Perubahan APBD 2018 untuk ditetapkan menjadi perda. Hal tersebut terungkap melalui pandangan umum fraksi yang diawali oleh Fraksi Demokrat yang dibacakan I Made Sukarmana. Fraksi Demokrat dapat menerima Ranperda Perubahan APBD Tahun 2018 menjadi Perda. Selain memberikan masukan terhadap APBD, Fraksi Demokrat juga mengapresiasi Pemerintah Kota Denpasar karena terdapat kenaikan rasio anggaran belanja langsung dari 44,42 persen ditahun 2016, dan 48,41 persen di tahun 2017 menjadi 50,8 persen di tahun 2018. Semakin tingginya belanja langsung ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap belanja pembangunan dan pengembangan sarana prasarana terkait peningkatan pelayanan pada masyarakat juga semakin tinggi. Fraksi Gerindra dalam pandangannya yang dibacakan I Wayan Narsa menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Pemkot Denpasar. Termasuk juga dalam penyusunan APBD yang terus menerus dalam penyusunannya berdasarkan arah kebijakan umum, strategi APBD dengan kondisi dan

PENETAPAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dan Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede saat Sidang Paripurna Penetapan Ranperda Perubahan APBD Tahun 2018 di Ruang Sidang DPRD Kota Denpasar. potensi daerah dengan memperhatikan prinsip anggaran yaitu transparansi, akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas. Fraksi Hanura dalam pandangan umum yang dibacakan I Gede Made Arya Jembawan menyampaikan tidak ada permasalahan yang substansial terhadap materi Ranperda tersebut, sehingga menyatakan setuju penetapan rancangan itu menjadi perda. Sehingga upaya dalam memberikan layanan maksimal kepada masyarakat dapat segera dimaksimalkan. Fraksi PDI-P dalam pandangan umumnya yang dibacakan Eko Supriadi menyampaikan, pada sisi belanja pada perubahan anggaran 2018 yang terdiri atas belanja langsung sebesar Rp 1,98 triliun lebih atau 50,78 persen dan belanja tidak langsung sebesar Rp 1,13 triliun lebih atau 49,22 persen. Sehingga Ranperda tersebut sudah sesuai dengan prinsip dasar dari PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Hal senada juga disampaikan Fraksi Golkar dalam pandangan

umum yang dibacakan Putu Metta Dewinta Wandy dan menyatakan setuju pengesahan Ranperda Perubahan APBD 2018 menjadi Perda. Fraksi Golkar juga menyampaikan perbandingan belanja langsung dengan belanja tidak langsung dalam Ranperda Perubahan APBD 2017 telah menunjukkan keberpihakan pada rakyat. Hal ini harus terus didorong untuk kemajuan pembangunan Kota Denpasar. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi sinergitas, koordinasi, komunikasi dan kerja sama antara eksekutif dan legislatif sehingga Ranperda Perubahan APBD Tahun 2018 ini dapat ditetapkan sesuai dengan mekanisme. Sinergitas ini merupakan upaya bersama dalam rangka mewujudkan komitmen pelayanan kepada masyarakat. “Semua saran dan masukan akan ditindaklanjuti sesuai dengan urgensi dan manfaatnya sebagai pertimbangan dalam penyempurnaan dan pelaksanaan program berikutnya, guna mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” katanya. (ad1249)


BADUNG

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

SOSOK Pendidikan Vokasi POLITEKNIK Negeri Bali merupakan satu-satunya perguruan tinggi politeknik terbesar di Bali. Bahkan bisa dikatakan terbesar di Indonesia bagian timur. Dengan menyelenggarakan pendidikan vokasi, lulusannya diharapkan siap langsung bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Oleh karena itu, kesiapan fisik serta disiplin mahasiswa harus disiapkan lebih awal sejak masa orientasi. Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB) Ir. Made Mudhina, M.T. menyampaikan hal itu di sela-sela pembukaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (Lankka) XXIX tahun 2018 PNB.Menurutnya, Politeknik merupakan salah satu bentuk pendidikan yang pas untuk negara yang sedang membangun seperti Indonesia. Sehingga ke depan yang menjadi prioritas kebijakan pemerintah adalah pendirian pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi akan terus direvitalisasi dan jumlahnya akan diperbanyak sesuai dengan arahan Presiden. “Dengan semakin banyaknya pendidikan vokasi di Indonesia, maka akan tersedia lebih banyak SDM yang siap bekerja dengan kompetensi yang mampu bersaing,” kata Mudhina yang akan mengakhiri masa jabatan sebagai Direktur pada September ini. (edi)

Berlanjut, Proyek RSUD Mangusada Dianggarkan Rp 262 Miliar

Mangupura (Bali Post) –

Pemerintah Kabupaten Badung melanjutkan kembali pembangunan gedung baru RSUD Mangusada di Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi. Proyek multiyears ini rencananya terdiri atas tiga blok, yakni blok D, blok F, dan blok G dengan anggaran Rp 262 miliar lebih. Seperti diketahui, dalam upaya pengembangan rumah sakit nanti ada tiga gedung baru yang akan dibangun, yakni gedung blok D, blok F, dan blok G. Gedung D rencananya akan digunakan untuk poliklinik dengan sistem cluster dan ruang rawat inap untuk kelas II dan kelas I. Kemudian gedung F dimanfaatkan untuk pusat onkologi pelayanan khusus kanker, ruangan pelayanan eksklusif seperti pelayanan bayi tabung, dan ruangan

khusus rawat anak. Ruang penghubung kedua blok ini akan digunakan untuk ruangan operasi emergency. Sedangkan blok G untuk pusat pelayanan cuci darah, di mana saat ini ada 300 pasien yang rutin melakukan cuci darah. Blok ini juga menjadi pusat manajemen untuk pendidikan dan pengembangan, dapur serta laundry. Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Badung IGA Arinda Trisnawati, saat dikonfirmasi Senin (27/8)

Bupati Giri Prasta Tutup Buduk Festival 2018

Harapkan Perbekel dan Bendesa Adat Bersatu untuk Kesejahteraan Masyarakat

FESTIFAL - Bupati Nyoman Giri Prasta menyerahkan hadiah kepada para pemenang saat menutup Buduk Festival 2018, di Lapangan Ketut Ridis Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Minggu (26/8). BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta secara resmi menutup Buduk Festival 2018, di Lapangan Ketut Ridis, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Minggu (26/8). Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPRD Badung IB Alit Argapatra dan I Kadek Sudarmaja, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta, Camat Mengwi IGN Gede Jaya Saputra, Perbekel Buduk I Ketut Sudarsana, Bendesa Adat Buduk IB Ketut Purbanegara, Karang Taruna serta tokoh masyarakat. Dalam penutupan, Bupati diberi kehormatan untuk menandatangani lukisan hasil karya penyandang disabilitas. Bupati juga menyerahkan piala kepada para pemenang serta bantuan sebesar Rp 30 juta. Bupati Giri Prasta sangat pengapresiasi kegiatan Porsenides Buduk yang dikemas dalam Buduk Festival 2018. Hal

3

ini telah membuktikan persatuan dan kesatuan masyarakat di Desa Buduk terjalin dengan baik. Kata Bupati, bahwa kegiatan ini merupakan menyatunya Pemerintahan Desa selaku purusa dan Desa Adat selaku pradana. Desa mempunyai tugas pelayanan, pemberdayaan, pembangunan dan kepemerintahan dengan wadah ekonominya, BUMDes. Sementara Desa Adat telah mempunyai bagan parahyangan, pawongan dan palemahan. Dengan implementasinya adat, agama, tradisi, seni dan budaya, wadah ekonominya yaitu BUMDa, melalui LPD. “Kalau purusa dan pradana ini menyatu pasti masyarakat akan sejahtera dan bahagia. Ke depan Buduk ini kami akan jadikan salah satu contoh (role model) untuk kebersamaan antara Perbekel dengan Bendesa Adat. Untuk itu kami pastikan

akan membangun wantilan dan kantor bendesa adat di Buduk ini,” terangnya. Lanjut dikatakan, saat ini Bupati telah melakukan klasifikasi desa, mana desa yang maju, berkembang maupun desa kategori berdikari (mampu berdiri di atas kaki sendiri). Nanti dilihat dari tingkat angka kemiskinan, pengangguran, pendapatan per kapita masyarakat. Bila desa mampu melaksanakan program dalam upaya pengentasan kemiskinan maupun pengangguran, Pemkab Badung akan men-support dan memberikan reward melalui tambahan dana untuk desa. Mengenai penanganan sampah, Bupati juga mengapresiasi langkah yang telah diambil dengan memanfaatkan sampah menjadi karya seni. Upaya ini patut ditingkatkan, dan diharapkan di tahun 2019 Desa Buduk telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Ketua Karang Taruna Desa Buduk I Made Slamet Wiyasa selaku Ketua Panitia, melaporkan Buduk Festival ini merupakan pengembangan dari Porsenides Desa Buduk yang dilaksanakan setiap tahun. Di mana setiap dua tahun sekali dikemas dalam tema Buduk Festival. Adapun kegiatan yang telah digelar dalam Buduk Festival yang dihelat mulai awal bulan Agustus, seperti kejuaraan tenis meja Buduk Open, kejuaraan sepak bola U-11 dan U-14, kejuaraan bola voli se-Desa Buduk dan kejuaraan sekolah bola voli. Selain olahraga, juga digelar bidang seni meliputi utsawa dharmagita, lomba tari sekar jepun, lomba makendang tunggal dan lainnya. Di bidang pelatihan dilaksanakan workshop mengenai pengolahan sampah plastik menjadi karya seni. (ad1251)

kemarin, membenarkan pembangunan gedung baru RSUD Mangusada sudah berproses di LPSE. Proyek yang bersumber dari APBD ini akan dikerjakan tiga gedung sekaligus. “Tinggal menunggu pemenang tender saja baru proyek dikerjakan. Karena proyek yang akan dikerjakan tiga gedung sekaligus, maka pembangunannya bersifat tahun jamak,” ungkapnya. Dirut RSUD Mangusada dr. Nyoman Gunarta saat dihubungi menyambut baik

pembangunan gedung baru sudah berproses lantaran gedung terdahulu telah lama dibongkar. “Saat ini rumah sakit masih kekurangan rawat inap untuk pasien, jadi diharapkan proyek bisa segera dikerjakan,” katanya. Pembangunan gedung baru tersebut, kata dr. Gun telah disosialisasikan kepada masyarakat umum sejak tahun lalu. Sosialisasi juga dalam rangka memohon permakluman, apabila nanti ada masyarakat yang kurang nyaman saat aktivitas pembangunan. “Ke depannya (RSUD Mangusada – red) betul-betul menjadi smart hospital, menjadi rujukan bagi masyarakat,

dan menjadi role model bagi rumah sakit daerah lainnya,” sebutnya. Berdasarkan dokumen tender yang terpublikasi di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), tender pembangunan gedung D, F, dan G telah dibuka sejak 23 Agustus 2018. Tender sendiri berakhir hingga 5 September 2018. Lima hari setelah tender resmi dibuka, sudah ada 26 rekanan yang menyatakan berminat atas proyek tersebut. Proyek yang dinahkodai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, diperkirakan akan terealisasi tuntas dalam tiga tahun ke depan. (kmb27)

FGD Matangkan Pembentukan URCP2T Berbasis Badung 112

Wujudkan Pelayanan Pengaduan yang Cepat dan Tepat

MENINDAKLANJUTI pembahasan pembentukan Unit Reaksi Cepat Pelayanan Publik Terpadu (URCP2T), Pemerintah Kabupaten Badung, Senin (27/8) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pembentukan URCP2T. FGD dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Asisten Administrasi Umum Cok Raka Darmawan, Kasubdit Infrastruktur Keperluan Khusus Pitalebar Kementerian Kominfo, Harapan Takaryawan serta Pimpinan Perangkat Daerah, bertempat di ruang Kriya Gosana, Puspem Badung. Sekda Badung Adi Arnawa menekankan, bahwa FGD ini sebagai salah satu upaya menyamakan persepsi dan mendapatkan masukan sehingga pembentukan URCP2T di Badung dapat berjalan dengan baik. Diharapkan dengan terbentuknya URCP2T ini, akan mampu meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat Badung. Unit Reaksi Cepat yang ada di masing-masing daerah dapat diintegrasikan dalam sebuah sistem di Kominfo. Dan ke depan sistem ini akan dilengkapi dengan aplikasi melalui smartphone sehingga pengaduan dapat dikelola dengan baik, dengan cepat dan mudah diberitahukan ke masingmasing perangkat daerah untuk ditindaklanjuti. “Sebetulnya di masing-masing OPD sudah memiliki Tim URC dan sudah berjalan, namun masih parsial, untuk itu kita ingin terintegrasi dalam satu sistem dan satu pintu di Kominfo. Sehingga pengaduan masyarakat baik mengenai kegawatdaruratan maupun pelayanan publik lainnya dapat secepatnya mendapatkan penanganan,” tegasnya. Sekda juga mengatakan, dalam menangani pengaduan ini dibutuhkan dua klasifikasi, yaitu pertama mengenai kegawatdaruratan dan kedua

FGD - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Asisten Administrasi Umum Cok Raka Darmawan dan Kasubdit Infrastruktur Keperluan Khusus Pitalebar Kementerian Kominfo, Harapan Takaryawan saat acara Focus Group Discussion (FGD) pembentukan URCP2T di Puspem Badung, Senin (27/8) kemarin. terkait pelayanan publik. Untuk itu, saat ini sedang dipersiapkan dengan matang baik aplikasi, sumber daya manusia, serta menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga nantinya perangkat daerah yang akan menindaklanjuti sudah betul-betul siap. Dengan persiapan ini diharapkan sistem dapat dilaunching pada puncak peringatan HUT Ibu Kota Badung, Mangupura, November nanti. Kasubdit Infrastruktur Keperluan Khusus Pitalebar Kementerian Kominfo, Harapan Takaryawan didampingi Kadiskomifo Badung I Wayan Weda Dharmaja, menerangkan pihaknya akan siap memfasilitasi pembangunan Badung 112 di Kabupaten Badung. Hal ini menurutnya sebagai salah satu langkah inovatif dari Badung dalam upaya meningkatkan pelayanan pengaduan dan penanganan bagi

masyarakat. Menurutnya, di Kabupaten Badung penanganan kegawatdaruratan maupun pelayanan publik sudah berjalan dengan baik dengan adanya URC di masing-masing OPD. Namun kali ini Pemkab Badung ingin menyatukan semua itu melalui layanan darurat 112. “Layanan kedaruratan kita akan buatkan 112. Sementara untuk pelayanan publik akan dibuatkan khusus oleh Diskominfo,” katanya. Dijelaskan, Kementerian Kominfo akan menyiapkan nomornya 112, nanti akan dikoordinasikan dengan rekan-rekan semua operator. Dari masyarakat cukup menelepon ke 112, langsung terhubung ke Dinas Kominfo Badung dan Kominfo akan mengkoordinasikan kepada OPD. “Kami akan bantu, dukung dan siap melatih call center yang ada, serta operator yang akan melakukan kegiatan tersebut,” tambahnya. (ad1252)

Auditor di Era Disruptif

Harus Beradaptasi dengan Perubahan Zaman Mangupura (Bali Post) Disrupsi sering dianggap gangguan dalam sebuah bisnis. Namun disrupsi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Terkadang datangnya bisa diterka, tetapi kadang disrupsi menghantam di saat yang tidak terduga. Hal inilah menjadi tantangan terbesar bagi auditor internal untuk bisa melihat disrupsi dalam bentuk yang sebenarnya. “Bisa melihat apa yang akan menghampiri kita dan bisa memberikan masukan yang bermanfaat bagi organisasi untuk mengelola disrupsi,” kata Vice President Institute of Internal Auditors Indonesia, Angela Simatupang, saat memberikan keterangan terkait IIA Indonesia National Conference 2018, Senin (27/8) kemarin di Kuta. Dikatakannya, apapun profesinya harus bisa beradaptasi dengan perubahan zaman. Terlebih lagi profesi yang dituntut untuk bisa membantu mengarahkan jalannya organisasi secara berkelanjutan, termasuk profesi yang berada dalam fungsi audit, manajemen risiko dan kepatuhan. Berpikir kreatif bagi auditor internal merupakan suatu keharusan. Namun ini bukan berarti mengubah tujuan dari fungsi itu sendiri. Justru profesi ini harus fokus bergerak sesuai misinya, yaitu untuk meningkatkan dan melindungi nilai organisasi dengan memberikan asuransi, advis dan wawasan yang objektif dan berbasis risiko. Pada konferensi tahun ini mengusung tema “Nurturing Agile Internal Auditors in Disruptives Times” akan dihadiri sekitar 500 orang, dan menghadirkan lebih dari 26 pembicara dari Indonesia serta dari luar negeri. The Institute of Internal Auditors Indonesia (IIA Indonesia) akan berlangsung dari 28-29 Agustus. (kmb23)

PENATAAN DAM - Sejumlah pekerja melakukan penataan dam estuari, Senin (27/8) kemarin.

Bali Post/edi

Diprioritaskan, Pengerukan Sedimen di Dam Estuari Mangupura (Bali Post) Penataan dam estuari oleh Balai Wilayah Sungai Bali-Penida (BWS-BP) berjalan sesuai jadwal. Lingkup pengerjaannya yaitu rehab validasi dan peningkatan. Selain peningkatan fungsi waduk sebagai penyedia air baku PDAM, proyek ini juga untuk menangani banjir dan pembersihan sampah. ‘’Untuk pembersihan sampah, kini armadanya sudah siap, baik alat maupun tenaga kerjanya,’’ kata Kasatker Pembangunan Bendungan BWS Bali Penida Ir. I Putu Sudana Sp, Senin (27/8) kemarin.

Sudana mengatakan, struktur proyek ini banyak menggunakan material precast. Sementara untuk trashrack atau rak sampah yang merupakan barang impor, saat ini masih menunggu kedatangan. Di lokasi proyek yang terlihat adalah pengerjaan pemancangan struktur di pinggir bendungan. ‘’Hingga akhir tahun ini belum kelihatan wujud bangunannya secara keseluruhan, sebelum dipasang alat-alatnya. Tetapi saat ini strukturnya sudah jalan semua,’’ ucapnya. Kini yang digarap adalah beberapa bagian fisik utama,

yakni pengerukan sedimen. Itu tetap dioptimalkan karena volumenya sangat besar. Selain itu, pembuatan bangunan melintang di sungai yang bertujuan untuk mengatur kecepatan arus sehingga mengurangi pengendapan atau sedimentasi tengah digarap. ‘’Di atasnya nanti akan dibangun jalan penghubung,’’ ucapnya. Pada bagian hulu, terdapat kolam pengendapan yang sudah selesai dikerjakan. Untuk pengerjaan saluran pengarah pada bagian barat waduk yang akan dipasang, panjangnya sekitar 200 meter dan leb-

arnya 20 meter. Saluran ini untuk mengarahkan sampah yang masuk ke waduk. ‘’Pada saluran itu nanti terdapat trashrack. Sedangkan pada bagian hilir saluran itu terdapat bendung gerak. Fungsinya, untuk menjaga ketinggian airnya supaya air laut tidak masuk ke waduk,’’ katanya. Guna mempermudah pengawasan, nantinya bendungan ini akan dilengkapi kantor operasional. Tidak hanya itu, setelah semuanya selesai dikerjakan, akan disiagakan alat-alat penunjang yang bisa dioperasikan untuk

mengeruk sedimen dan membersihkan sampah. Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung Ketut Golak menjelaskan, kapasitas air baku di dam estuari sebesar 425 liter per detik dan akan ditingkatkan lagi menjadi 500 liter per detik. Hal ini mengingat kebutuhan air bersih untuk kawasan Kuta Selatan terus meningkat. ‘’Untuk tetap menjaga kualitas air baku, kami belum lama ini melakukan pemasangan pintu air intake, untuk menyaring sampah,’’ katanya belum lama ini. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

Lankka XXIX Tahun 2018 Beri Gubernur Pastika Yakin Bisa Tingkatkan Pemahaman Sistem Pendidikan di PNB Kualitas Pendidikan Siswa ”Launching’’ Sistem Pembelajaran Kelas Maya

PENGEMBANGAN sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi (e-learning) berupa kelas maya ke depan tidak akan memengaruhi pembentukan karakter para siswa yang terbangun oleh hubungan secara langsung antara guru dan siswa. Hal ini justru dapat memantapkan pembelajaran ilmu pengetahuan bagi para siswa karena tidak tergantung batas waktu, ruang maupun tenaga pendidik, dan pembentukan karakter pun bisa dilaksanakan secara penuh saat jam pelajaran di ruang kelas. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat me-launching secara resmi Kelas Maya Jejaring Jelajah Kreativitas Bali (Jejak Bali) besutan Dinas Pendidikan Provinsi Bali, di ruang rapat Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (27/8) kemarin. ‘’Bukan berarti hubungan antara guru dan siswa tidak ada, justru lebih banyak waktu bagi guru dan siswa dalam pembentukan karakter karena pembelajaran bisa dimantapkan dan dipadatkan dengan mengikuti pelajaran di mana saja, kapan saja, kepada siapa saja dan dari siapa saja. Karena memanfaatkan teknologi, para siswa bisa belajar di luar jam sekolah, memilih mata pelajaran yang dikehendaki maupun bisa memilih tenaga pendidiknya walaupun berbeda sekolah,’’ tegas Pastika seraya menyatakan sistem tersebut juga bisa memberikan pemerataan kualitas dan kemajuan pendidikan secara menyeluruh. Menurut Pastika, teknologi membangun demokratisasi, karena tidak hanya dinikmati oleh sekolah-sekolah yang infrastrukturnya menunjang yang berlokasi di perkotaan. Kalau infrastrukturnya dibangun,

tentu sekolah-sekolah yang di pelosok pun bisa merasakannya, tidak memandang kaya atau miskin. Tidak hanya sekolah-sekolah di Denpasar atau Badung, sekarang yang di Nusa Penida atau Karangasem kualitasnya akan sama. Lebih jauh, Pastika menyampaikan pencanangan sistem e-learning tersebut merupakan satu langkah besar dalam menentukan arah pembangunan SDM, karena akan memasuki satu era baru yang penuh risiko dan tantangan yang luar biasa terutama menghadapi revolusi industri 4.0 yang dinilai bisa mengubah struktur dan tatanan peradaban manusia. ‘’Siap tidak siap, mau tidak mau, harus kita laksanakan,’’ pungkas Pastika. Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud RI Gogot Suharwoto menyatakan launching sistem pembelajaran e-learning oleh Pemprov Bali sejalan dengan program pemerintah pusat terutama terkait menghadapi revolusi industri. ‘’Kehidupan kita sudah dipastikan tidak bisa lepas dari teknologi, untuk itu dunia

pendidikan pun harus bisa mengikuti,’’ ujar Gogot seraya menyatakan ujung tombak penerapan sistem tersebut yakni para guru, untuk itu para guru diharapkan bisa meningkatkan kualitas dirinya. Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusumawardhani bahwa pengembangan sistem e-learning dapat mengubah prinsip pembelajaran yang dari awalnya guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar. Yakni pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, dan siapa saja adalah peserta didik. Lebih jauh, ia menyampaikan dari 333 SMA dan SMK se-Bali yang menjadi kewenangan Pemprov, saat ini sebanyak 328 sekolah di antaranya 129 SMA-SMK negeri dan 199 SMA-SMK swasta sudah terdaftar mengikuti sistem tersebut. Dari jumlah sekolah yang terdaftar adapun jumlah guru yang terdaftar sebanyak 5.133 orang, siswa sebanyak 29.670 orang dan kelas maya yang sudah dibuat sebanyak 15.721 kelas. (ad1246)

COI 2018 Stikes Bali Diikuti 548 Mahasiswa Baru

POLITEKNIK Negeri Bali (PNB), Senin (27/8) kemarin menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (Lankka) XXIX tahun 2018 di lapangan kampus setempat. Kegiatan untuk mengawali dimulainya tahun ajaran baru ini dibuka Direktur Politeknik Negeri Bali Ir. Made Mudhina, M.T. ditandai pelepasan burung. Menurut Ir. Made Mudhina, M.T., Lankka ini diharapkan dapat memberikan bekal kepada mahasiswa untuk memahami sistem pendidikan di Politeknik. Kegiatan ini dikombinasikan dengan kegiatan fisik serta orientasi di ruangan. Untuk itu, selama masa orientasi ini, sangat diperlukan persiapan fisik mereka untuk dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Sehingga, kata Mudhina, setelah Lankka selesai, mahasiawa PNB bisa paham bahwa mereka masuk di lingkungan pendidikan vokasi. Karena, menurutnya, sistem pendidikan vokasi memang sangat berbeda dengan sistem pendidikan akademik. ‘’Kami tidak ingin mahasiswa kami ketika mulai kuliah di PNB, berperilaku seperti kuliah di pendidikan akademik. Karena sangat beda sekali. Lankka ini harapan kami bisa memberikan bekal lebih awal kepada mereka,’’ ujarnya usai pembukaan Lankka XXIX PNB. Lanjut Mudhina, ketika nanti mereka sudah belajar sebagai mahasiswa, diharapkan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Terutama untuk menguasai kompetensi dalam persaingan di dunia industri maupun di tempat kerja. ‘’Setelah melaksanakan pembelajaran di kelas, di lab dan sebagainya, harapan kami agar bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Bangun kebersa-

LANKKA - Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB) Ir. Made Mudhina, M.T. (tiga kanan) bersama jajaran melepas burung menandai dibukanya kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus (Lankka) XXIX tahun 2018, Senin (27/8) kemarin. maan demi susksesnya pelaksanaan Suprapto, S.H., LL.M. menyampaipembelajaran,’’ harapnya. kan, kegiatan berisi konten pengemTidak hanya itu, mahasiswa baru bangan wawasan dari mahasiswa juga diharapkan menjunjung tinggi baru tentang perguruan tinggi terunama almamater, tidak tercoreng tama proses pembelajaran di PNB. oleh kegiatan kemahasiswaan yang Selain itu, juga komitmen dan rasa barangkali dapat merugikan nama bertanggung jawab kepada proses lembaga bahkan nama baik ma- pembelajarannya nanti. ‘’Lankka ini hasiswa itu sendiri. Dalam hal ini juga sebagai salah satu syarat untuk juga diberikan pemahaman terkait bisa mengikuti wisuda setelah lulus wawasan kebangsaan. Dengan nanti,’’ ujarnya. penekanan NKRI merupakan harga Diikuti oleh sebanyak 1.731 mati. Untuk itu, rasa kesatuan orang peserta, terdiri dari 1.065 sebagai warga Indonesia, NKRI, orang tata niaga dan 666 orang Pancasila dan UUD ‘45 harus dipe- dari teknik, Lankka XXIX 2018 gang teguh untuk melaksanakan mengangkat tema ‘’Sebagai langkah segala kegiatan sehari-hari. ‘’Mari awal menuju mahasiswa dasiplin kita bersama-sama saling menghar- dan berdaya saing’’. Tujuan Lankka gai dan menghormati kepada umat ini adalah menguatkan peserta lain dan berbagai suku yanga ada di untuk lebih mengetahui tata tertib PNB,’’ ucapnya. dan kondisi umum dari kampus. Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan berlangsung dari tanggal Lankka XXIX Tahun 2018 Putu Adi 27-30 Agustus 2018. (ad1254)

Paparkan ”A School Management to Build a Strong Hospitality and Tourisme Manpower’’

Jadilah Orang Hebat di Era Industri Pendidikan 4.0 Ketua STPBI Jadi ”Keynote Speaker’’ di Waseda University Tokyo Jepang SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali memperkokoh diri sebagai PTS bidang kesehatan yang berkualitas dan terpercaya. Hal ini disebabkan kampus ini mampu menjaga budaya mutu, sehingga jumlah mahasiswanya meningkat tiap tahun. Tahun 2018 Stikes Bali menerima 548 mahasiswa baru, naik 100 orang dibandingkan tahun 2017 dan mulai Senin (27/8) kemarin mengikuti Campus Orientation and Inaguration (COI) di Kampus Stikes Bali. COI dibuka Kepala L2Dikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa bersama Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka dan Ketua Stikes Bali Gede Putu Darma Suyasa, S.Kep., M.Ng., Ph.D. ditandai penyematan atribut COI dan pelepasan balon. COI berlangsung tiga hari hingga 29 Agustus 2018. Sebelumnya, Minggu (26/8), diadakan pertemuan dengan orangtua mahasiswa guna membahas langkah-langkah strategis dalam rangka menyukseskan program pendidikan di Stikes Bali. Gede Putu Darma Suyasa menjelaskan, mahasiswa baru Stikes Bali tahun ini terdiri dari 216 orang pada Prodi Sarjana Keperawatan, 74 orang Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anastesiologi, 26 orang Prodi Ahli Madya Keperawatan, 27 orang Prodi Ahli Madya Kebidanan, 46 orang Program Alih Jenjang Prodi Sarjana Keperawatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari lulusan perawat D-3 Keperawatan untuk melanjutkan ke jenjang S-1 Keperawatan Ners. Sebanyak 59 orang program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). COI mengambil tema ‘’Menjadi

LEPAS BALON - Kepala L2Dikti Wilayah VIII Prof. Dasi Astawa bersama Ketua YPPLPK Bali Ida Bagus Arka dan pengurus yayasan, Gede Putu Darma Suyasa melepas balon dibukanya COI Stikes Bali 2018. mahasiswa yang cerdas, optimis dan inovatif’’. Cerdas, kata Darma Suyasa, bermakna sempurna perkembangan akal budinya untuk berpikir dan mengerti. Optimis bermakna berpengharapan/berpandangan baik dalam menghadapi segala hal. Inovatif berarti menghasilkan sesuatu yang baru. Ketiga hal tersebut merupakan prinsip dasar yang sangat penting untuk bersaing di zaman globalisasi ini. COI diisi pengenalan sistem pendidikan tinggi, pengenalan sistem kampus dan orientasi sistem pendidikan, juga program bela negara dan pengabdian masyarakat berupa kerja bakti di lingkungan kampus, dan penanggulangan bencana oleh BPBD Kota Denpasar. Selain itu, Stikes Bali ikut bersama lembaga pendidikan kesehatan di Indonesia mengumpulkan dana Rp 114 juta lebih untuk bantuan korban gempa

bumi di Lombok. Saat itu juga diperkenalkan kepengurusan YPPLPK Bali yang diketuai Drs. Ida Bagus Arka, Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. sebagai pembina, Drs. I Nyoman Murdana, MBA., M.M. sebagai sekretaris, Drs. I Wayan Sandiyasa, A.Md.Kep. sebagai bendahara, Bagus Wayan Oka, B.Sc. sebagai pengawas, I Made Sudika, SKM., M.M. sebagai pengawas. Sementara itu, Dasi Astawa memaparkan soal tantangan pendidikan tinggi di era industri 4.0. Manfaatkan kemajuan TI ini menjadi orang kaya. Jadilah orang hebat di era industri 4.0 dengan cara terus berinovasi, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja lugas. Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka meminta tunjukkan diri sebagai mahasiswa Stikes Bali yang penuh disiplin dan pelayanan penuh senyum. (ad1250)

Service Motor Honda di Dealer Berlogo Astra Motor

Dapatkan Promo Jasa Service Hanya Rp 7.300

MASIH dalam suasana momen Hari Kemerdekaan RI, jaringan dealer Astra Motor mengadakan promo jasa service seharga Rp 7.300 hingga Jumat, 31 Agustus 2018. Dengan tema ‘’Semangat Merah Putih Astra Motor’’, promo ini dilakukan di 120 AHASS di dealer berlogo Astra Motor di seluruh Indonesia. Retail Division Head Astra Motor Budi Astono mengatakan bahwa program ini dijalankan bersamaan dengan momentum HUT ke-73 RI. Promo ini diharapkan dapat memberikan nilai lebih kepada konsumen setia Astra Motor. ‘’Sebagai bentuk apresiasi bagi pengguna sepeda motor Honda, Astra Motor memberikan promo service lengkap dan service ringan senilai Rp 7.300 di momen Hari Kemerdekaan kali ini,’’ ujar Budi Astono. Budi melanjutkan, untuk mendapatkan promo ini caranya cukup mudah. Konsumen hanya perlu menambahkan akun resmi @ astramotor di aplikasi LINE yang dimiliki. Kemudian, tunggu pesan dari akun @astramotor yang berisikan voucher promo service Rp 7.300 atau konsumen bisa mendapatkannya pada fitur timeline. Setelah mendapatkan voucher promo service, konsumen bisa membawa sepeda motor Honda kesayangannya ke dealer Astra Motor terdekat untuk mendapatkan layanan sesuai promo yang tertera di voucher.

KETUA Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. baru-baru ini diundang menjadi salah satu dari tiga keynote speaker pada International Conference on Industry, Business, Social Sciences di Waseda University, Tokyo, Jepang, Kamis (23/8) lalu. Pada konferensi internasional tersebut, Made Sudjana khusus membahas tentang Hospitality, Tourism, and Sport Management dengan materi ‘’A School Management to Build a Strong Hospitality and Tourisme Manpower’’ di hadapan 200 peserta dari berbagai penjuru dunia. Made Sudjana mengatakan, materi yang dibawakan khusus tentang bagaimana pendidikan di Indonesia dan Bali pada khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja yang profesional di bidang tourism dan hospitality, sehingga mampu bersaing dalam dunia global. Khusus untuk Bali, ia memaparkan bahwa Bali tidak mempunyai sumber daya alam, namun Bali mempunyai pariwisata berbasis budaya. Konsep pendidikan di Bali lebih menekankan pada pariwisata budaya. Melalui pariwisata budaya Bali terbukti lebih unggul. Selain itu, Made Sudjana juga menjelaskan tentang bagaimana peran pemerintah terhadap pariwisata budaya di Bali, khususnya di dalam meningkatkan kualitas kompetensi sumber daya manusianya (SDM). Selain diberikan pelatihan dan ijazah, kompetensi SDM di Bali juga telah diuji Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). ‘’Ini sudah kita lakukan di STPBI. Lulusan anak didik kami diberikan dua sertifikat. Satu dari kampus dan satu dari LSP yang telah kami miliki,’’ tandas I Made Sudjana, Senin (27/8) kemarin. Pada kesempatan itu, Made Sudjana juga menjelaskan proses pembelajaran dan pelatihan yang dilakukan sekolah pariwisata di Bali. Dikatakan, proses pembelajaran dan pelatihan di Bali pada umumnya telah melakukan sinergi antara praktisi dengan akademisi. Khusus di STPBI, anak didiknya dikirim ke universitas luar negeri, terutama ke Amerika selama satu tahun mengikuti trainning melalui program J1 dan juga ke Kanada, Jepang, Thailand, Malaysia dan Singapura. STPBI juga ditunjang fasilitas lengkap seperti hotel. Selama memaparkan materi, dikatakan, para peserta sangat antusias dengan pendidikan pariwisata di Bali. ‘’Para peserta cukup antusias terhadap pendidikan dan fasilitas pariwisata yang ada di Bali yang membanggakan. Beberapa di antara dari mereka yang belum pernah ke Bali, setelah saya putarkan video tentang destinasi pariwisata yang

keynote speaker - Ketua STPBI Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. saat menjadi keynote speaker pada ‘‘International Conference on Industry, Business, Social Sciences’’ di Waseda University, Tokyo Jepang, Kamis (23/8) lalu. ada di Bali, mereka ingin ke Bali, bahkan beberapa peserta yang sudah pernah dua kali, tiga kali ke Bali juga tetap ingin ke Bali,’’ tukasnya. Oleh karena itu, ke depan pihaknya berharap pendidikan pariwisata yang di Bali lebih ditingkatkan untuk menciptakan SDM Bali yang lebih berkualitas dan profesional. Sehingga pariwisata Bali bisa lebih berkualitas, baik dari segi pelayanan, sarana-prasarana maupun destinasi yang dijual lebih unik dengan tetap berlandaskan pariwisata budaya. ‘’Kita ingin pendidikan pariwisata di Bali menjadi lokomotif pendidikan pariwisata nasional, bahkan dunia,’’ harapnya. (ad1255)

Jalan-jalan Bareng ”Influencers’’ ala TAUZIA Hotels Regional Bali

Voucher promo wajib ditunjukkan kepada Service Advisor saat melakukan pendaftaran service. Selain itu banyak promo menarik yang dapat dinikmati konsumen yang telah menambahkan akun LINE @astramotor, seperti diskon sparepart sebesar 17 persen untuk item tertentu dan voucher undian sebanyak 73 jas hujan Astra Motor yang dibagikan setiap minggu selama bulan Agustus. Tanpa terkecuali, Astra Motor Bali selaku main dealer motor Honda wilayah Bali juga ikut menyelenggarakan program ini. Untuk masyarakat Bali yang ingin menikmati

program ini, dapat mengunjungi 8 jaringan AHASS Astra Motor yang tersebar di wilayah Bali di antaranya Astra Motor Cokroaminoto, Astra motor Teuku Umar, Astra Motor Sesetan, Astra Motor Gunung Sanghyang, Astra Motor Ubud, Astra Motor Gianyar, Astra Motor Singaraja, dan Astra Motor Tabanan. Saat ini dealer Astra Motor memiliki 167 jaringan penjualan di seluruh Indonesia, di mana 120 sudah dilengkapi oleh fasilitas AHASS dengan mekanik yang mumpuni. Untuk mengetahui lokasi tepatnya, konsumen bisa mengunjungi www. astramotor.co.id. (bns1)

PADA hari Sabtu, 25 Agustus 2018, jaringan TAUZIA Hotel di Bali mengadakan TAUZIA Detox. Acara yang diadakan selama satu hari ini diisi dengan berbagai aktivitas yang seru untuk para 25 influencers di Bali dengan latar belakang yang beragam, mulai dari fashion, lifestyle, travelling hingga foodie. Acara ini dimulai dengan sarapan dan cooking class di HARRIS Hotel Seminyak, Instagram Photo Competition sebelum makan siang di Maison Aurelia Sanur. Kemudian dilanjutkan dengan membuat kerajinan tangan (Upcycling) di POP! Dewi Sri. Pada Sabtu sore, TAUZIA Hotels dan para influencers berpartisipasi dalam kegiatan sosial yakni melepas anak penyu atau tukik di Bali Sea Turtle Society yang berlokasi di Pantai Kuta. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari TAUZIA Hotels dan para influencer untuk

turut menjaga kelestarian alam di Bali. Kemudian acara ini diakhiri dengan makan malam di rooftop FOX HARRIS Jimbaran Beach. ‘’Setiap brand di bawah naungan TAUZIA memiliki konsep yang unik. Program TAUZIA Detox

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

memberikan kesempatan bagi para influencer untuk merasakan secara langsung atmosfir Simple - Unique – Friendly di setiap Hotel TAUZIA,’’ ungkap I Nyoman Wirayasa, GM Cluster TAUZIA Hotel Regional Bali. (ad1247)


Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

info seremonial

Wisuda XI Akbid Kartini Bali

5

Senator RI Terima Anugrah Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia

Lulusan Telah Dibekali Shri Arya Wedakarna Minta Umat Hindu dan Keterampilan dan Kompetensi Bidan Kristen Bekerja Sama Lawan Radikalisme AKADEMI Kebidanan (Akbid) Kartini Bali menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Diploma 3 Kebidanan Angkatan XI di Agung Room, Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Senin (27/8) kemarin, diikuti 68 wisudawan. Sebelumnya juga telah digelar Yudisium dan Pelepasan pada 23 Mei 2018, dilanjutkan Angkat Sumpah Profesi 20 Agustus lalu di Kampus Akbid Kartini Bali. ‘’Terima kasih kami ucapkan kepada orangtua, stakeholder, dosen, alumni, dan seluruh pihak karena dukungannya, sehingga proses pendidikan angkatan XI ini sampai pada pengujung dengan diselenggarakannya wisuda kali ini,’’ ujar Direktur Akbid Kartini Bali Ni Made Darmiyanti, S.ST., M.Keb. saat membacakan Laporan Pendidikan dalam Wisuda XI. ‘’Kami berharap bekal yang telah didapatkan selama mengikuti proses pembelajaran, baik di kelas maupun di lapangan, dapat digunakan di kehidupan masyarakat yang penuh dengan tantangan,’’ imbuhnya. Lulusan atas nama Ni Kadek Pemudi Mahayani meraih IPK tertinggi 3,79. Disusul Ayu Putri Sri Rahayuning Suamba dengan IPK 3,74 di posisi terbaik kedua, dan Ni Luh Putu Diana Laras Devy di posisi ketiga dengan IPK 3,57. Lulusan terbaik mendapatkan beasiswa dari PT BNI (Persero) Tbk. Menurut Darmiyanti, para lulusan selama enam semester mendapatkan pendidikan vokasi bidan dengan komposisi 60 persen praktik dan 40 persen teori. Mereka juga telah melaksanakan praktik, tersebar pada sejumlah rumah sakit di Bali.

SIDANG SENAT - Akademi Kebidanan (Akbid) Kartini Bali menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Diploma 3 Kebidanan Angkatan XI di Agung Room, Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Senin (27/8) kemarin. Baik rumah sakit pemerintah, swasta maupun rumah sakit bertaraf internasional. Akbid Kartini Bali telah menyandang akreditasi B secara prodi dan institusi yang mencerminkan kualitas mumpuni. Itu sebabnya, para wisudawan diyakini dapat bersaing di dunia kerja. ‘’Mereka juga telah dibekali dengan keterampilan, selain kompetensi bidan yang telah dikuasai,’’ jelasnya. Saat ini, lanjut Darmiyanti, Yayasan Kartini Bali sedang fokus untuk perubahan bentuk institusi dari Akademi menjadi Politeknik Kesehatan Kartini Bali. Hal itu pun dibenarkan Ketua Yayasan Kartini Bali Dr. Dra. Wayan Karthi Suthardjana, M.M. ‘’Sedang dalam proses, sudah divisitasi oleh Dikti. Kami targetkan tahun ini sudah berubah menjadi Politeknik Kesehatan,’’ ujarnya. Karthi berharap Akbid Kartini Bali terus meningkatkan mutu pendidikan. Selama ini pi-

haknya memang belum menerima keluhan dari para pemakai layanan pendidikan di kampus. ‘’Yang jelas, Akbid Kartini Bali meningkatkan mutu supaya pelayanan menjadi lebih bagus dan dicintai masyarakat. Kalau bisa berkembang lagi menjadi universitas, kenapa tidak? Itu cita-cita saya,’’ ujar mantan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali dua periode mulai 1998 hingga 2000 ini. Sementara untuk para wisudawan, Karthi berharap mereka tidak cepat puas setelah menyandang gelar D-3. Namun, mereka harus selalu meningkatkan kualitas diri. Acara wisuda kemarin juga diisi dengan pengambilan sumpah dan penandatanganan lafal sumpah wisudawan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Made Suwitra. Ada pula sambutan dan pengarahan dari Kepala L2DIKTI Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. (ad709)

Digelar di Bali

APCP Ke-16, APCPN Ke-6 dan ASMIPS Ke-9 ASIA Pacific Congress of Pediatric (APCP) ke-16 digelar di Bali. Selain APCP juga digelar Annual Scientific Meeting of Indonesian Pediatric Society (ASMIPS) ke-9 dan Asia Pacific Congress of Pediatric Nursing (APCPN) ke-6. Ketiga event tersebut berlangsung dari tanggal 25 – 29 Agustus 2018 di BNDCC, Nusa Dua. Sebanyak 4.300 partisipan hadir, di samping 180 pembicara yang mempresentasikan makalahnya. Total 39 negara terlibat antara lain Australia, Algeria, Bangladesh, Brazil, Kanada, Belgia, Kamboja, Cina, Taipei, Kostarika, dan Mesir. President of Indonesian Pediatric Society Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K)., FAAP. Mengatakan, pertemuan membahas Sustainable Development Goals (SDGs) agar berjalan dan bagaimana mengatasi ketidaksamarataan di negara Asia Tenggara. ‘’Kita membahas imunisasi, bayi baru lahir, penyakit tidak menular, ilmu–ilmu baru, dan lain-lain,’’ ungkapnya. Ribuan topik dibahas dalam tiga event besar itu. Abstrak penelitian di bidang kesehatan anak pun jumlahnya hampir 900. Semua abstrak tersebut akan dipresentasikan baik dalam seminar, workshop, oral presentasion maupun poster. Ada empat fokus program dari tiga event itu yaitu : 1.000 hari pertama kehidupan termasuk imunisasi, bayi baru lahir, ASI eksklusif, dan skrining bayi baru lahir. Hari kedua, soal penyakit tidak menular pada anak, termasuk obesitas pada anak. Fokus ketiga adalah TBC anak di mana Indonesia

BUKA KONGRES - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali membuka kongres dengan pemukulan kentongan diiringan dengan peserta lain. terbesar nomor dua di dunia. Fokus keempat adalah masalah remaja termasuk soal kehamilan pada remaja, remaja merokok, dan hak anak juga dibahas. Indonesia memiliki kasus infeksi yang banyak menghabiskan biaya penanganan. Namun penyakit noninfeksi juga membutuhkan biaya besar jika tidak dideteksi. Misalnya kanker anak, tiroid anak, diabetes, penyakit ginjal anak. Ia berharap Indonesia belajar dari negara lain. Namun negara lain juga bisa belajar dari Indonesia. President of Asia Pacific Pediatric Association Naveen Thacker mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang berkumpulnya dokter anak se-Asia Pasifik. Pihaknya mendapat tantangan baru, seperti kampanye vaksin MR yang dilakukan di Indonesia. ‘’Kami ingin saling berbagi pengalaman dan dapat belajar satu sama lain,’’ ujarnya. President of International

Pediatric Association Zulfiqar Ahmed Bhutta mengatakan, kawasan Asia Pasifik sangat penting karena merupakan salah satu wilayah yang memiliki proporsi terbesar dari sisi jumlah anak. Di wilayah Asia Pasifik, diperkirakan 40 persen dari total kelahiran mengalami kematian. Masalah lainnya adalah derajat kesehatan anak juga buruk. Banyak negara di wilayah Asia yang telah membuat kemajuan dan telah mampu mengurangi angka kematian anak. Namun setelah itu mereka juga mengalami banyak tantangan dalam kehidupan mereka. Anak-anak ada yang berada dalam situasi konflik, perang, pengungsian, dan dipengaruhi oleh penyakit menular. ‘’Jadi kami percaya bahwa Asia Pasifik adalah wilayah yang baik untuk mencapai tingkat kesehatan yang lebih baik,’’ ujarnya. (ad1242)

Makin Terancam, Situs dan Ritus Budaya Bali Perlu Diselamatkan

Denpasar (Bali Post) Peduli terhadap situs sebagai warisan budaya leluhur, perkumpulan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) kini terus menyiapkan diri untuk merancang program-program edukasi dan pendampingan guna menyelamatkan situs budaya yang semakin hari semakin terancam di Bali. Perkumpulan yang di dalamnya terdiri dari berbagai profesi dan kalangan terkait ini tergerak untuk bersamasama peduli dan menjaga situs budaya Bali. Setelah diresmikan tanggal 15 Agustus 2018 lalu, kini sejumlah agenda pun telah dan sedang dilaksanakan. Di antaranya mematangkan struktur organisasi dan pemberdayaan anggota, edukasi tentang situs dan ritus kepada masyarakat luas lewat berbagai kegiatan, mendata dan mengkaji warisan budaya benda dan tak benda. ‘’Anggota kami berkumpul dengan panggilan rohaninya ingin aktif menjaga, melestarikan, dan berbagi pengetahuan tentang situs budaya, serta bisa bersinergi dengan masyarakat dan lembagalembaga terkait. Sasaran jangka pendeknya adalah menghentikan terjadinya penghancuran situs-situs seperti pada Pura-pura tua yang belakangan marak terjadi,’’ tandas Ketua BPJ Made Bakti Wiyasa, Senin (27/8) kemarin. Menurut Bakti Wiyasa, perkumpulan BPJ menyadari bahwa upaya untuk menumbuhkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat khususnya di Bali terhadap nilai-nilai luhur dalam peninggalan berupa situs maupun ritus tersebut merupakan sebuah pekerjaan yang tidak mudah.

Upaya ini harus dilakukan secara terus-menerus dengan penuh komitmen dan konsistensi. ‘’Kini semangat pelestarian pada tinggalan budaya leluhur berupa situs dan ritus kuno sedang bertumbuh. Semoga gerak kesadaran dan pelestarian ini mampu mengerem pembongkaran pura kuno, struktur candi kuno, dan diputusnya ritus kuno tidak lagi terjadi,’’ tukas Bakti Wiyasa. Perkumpulan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) diresmikan oleh Judi Wahjudin, M.Hum.(Kasubdit Seni dan Program Evaluasi Perencanaan Direktorat PCBM) selaku perwakilan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud bersama Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali Drs. I Wayan Muliarsa. Peresmian dilaksanakan di Kantor BPCB Bali, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Rabu (15/8) lalu. Judi Wahjudin mengatakan, kebudayaan memang harus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, sehingga peran serta masyarakat untuk melestarikan budaya sangat penting untuk dilakukan. Apalagi, menurut UUD 1945 Pasal 32 (1) menyebutkan, negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Kemudian, UU Pemajuan Kebudayaan mengamanatkan tentang tata kelola serta penguatan ekosistem kebudayaan. (win)

KERJA keras di bidang politik tokoh Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam menjaga keberagaman khususnya dalam hubungan kerja sama Hindu-Kristen di Indonesia, akhirnya diganjar dengan penghargaan oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Yusuf Mujiono (Ketua Umum Pewarna) dan disaksikan langsung Prof. Thomas Penturi (Dirjen Kristen Kementrian Agama RI), Pendeta Gomar Gultom (Sekretaris PGI), Pendeta Rony Mandang (Ketua Umum Persatuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia/ PGLII) serta tokoh-tokoh gereja Indonesia. Yusuf Mujiono menyatakan sosok Dr. Arya Wedakarna dianggap simbol Bali yang telah menjaga hubungan baik antara Hindu dan Kristen, dan diharapkan mampu menjadi di tingkat nasional. Mengapresiasi penghargaan ini, Dr. Arya Wedakarna yang juga Senator DPD-RI Utusan Bali menyampaikan bahwa kerja sama antara umat Hindu dan Nasrani adalah suatu kehendak zaman, hal ini disebabkan karena adanya satu situasi

urgen yang diperlukan oleh bangsa ini khususnya dalam hal penyelamatan ideologi Pancasila. ‘’Tokoh Hindu dan Nasrani perlu mengingatkan umatnya, bahwa menjaga keutuhan NKRI dengan ideologi Pancasila adalah puncak perjuangan dari seluruh anakanak Tuhan, karena karunia yang didapat oleh umat saat ini, semuanya bersumber pada Pancasila. Tapi jika umat Hindu dan Nasrani lalai, bisa jadi Indonesia berubah menjadi negara agama dalam waktu dekat,’’ ungkap Wedakarna yang juga President The Hindu Center of Indonesia. Ke depan, Wedakarna mengimbau kerja sama mutual

antara umat Hindu dan Nasrani di segala bidang. ‘’Saya akui selama ini banyak ada dinamika dan gesekan kecil antarumat di lapangan, misalkan masalah oknum misionaris atau masih adanya diksi-diksi yang menjauhkan hubungan Hindu dan Kristen, tapi itu bisa diselesaikan dan diredam dengan pendekatan persuasif dan ahimsa (tanpa kekerasan). Dan mulai saat ini, saya sendiri akan terdepan bersama-sama berjuang menjaga harmonisasi hubungan Hindu dan Kristen tidak saja di Pulau Dewata tetapi di Indonesia. Satu goalnya adalah kerja sama mutual antara Hindu dan Kristen, baik Protestan maupun Katolik

di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan sebagaimana amanat Tri Sakti Bung Karno,’’ ungkap Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF– PBB ini. Ia pun meminta agar umat Hindu dan Kristen di Bali untuk melupakan perbedaan yang ada selama ini, dan bersatu padu membantu pemerintah melawan gerakan radikalisme. ‘’Kita bangkitkan lagi kerja sama tokoh pendiri bangsa pada 1945 khususnya saat menolak Piagam Jakarta. Waktu itu pahlawan nasional dari Bali yakni Mr. Gusti Ketut Pudja bekerja sama dengan erat dengan tokoh Nasrani dan Indonesia Timur. Jika dulu leluhur kita berjuang untuk meletakkan ideologi Pancasila, kini di zaman milenial ini tugas kita menjaga Pancasila dari rongrongan kaum radikalisme. Peran enam provinsi yakni Bali, NTT, Sulawesi Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat harus bersatu padu penghalang berdirinya negara agama di Indonesia. Setelah hari ini kerja sama akan semakin konkret,’’ pungkas Senator Arya Wedakarna yang juga Warga Kehormatan Pensacola Florida, Amerika Serikat ini. (ad1240)

Pelanggan Telkom di Denpasar Terima Hadiah Undian IndiHome Paket Penuh Berkah 2018

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom) kembali menyerahkan hadiah kepada pelanggan Telkom di Denpasar pemenang Undian Program Promo IndiHome Paket Penuh Berkah 2018 atas nama Elina dengan nomor IndiHome 17240122xxxx. Hadiah undian Program Promo IndiHome Paket Penuh Berkah berupa 1 paket umroh senilai Rp 25 juta ditambah voucher Blanja.com senilai Rp 5 juta diserahkan oleh EVP Telkom Regional 5 Jatim Bali Nusra Suparwiyanto kepada pelanggan dalam event IndiHome Jazz Traffic yang berlangsung di Surabaya, Minggu (26/8). Sebelumnya bertempat di tujuh lokasi Regional Telkom yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar, Telkom secara serentak mengundi Program Promo IndiHome Paket Berkah pada tanggal 9 Agustus 2018 lalu. Promo IndiHome Paket Berkah merupakan salah satu bentuk apresiasi Telkom kepada masyarakat khususnya pelanggan IndiHome, Program Promo ini

HADIAH - EVP Telkom Regional 5 Jatim Bali Nusra didampingi Deputy EVP Marketing dan SM Marketing Telkom menyerahkan hadiah Paket Penuh Berkah kepada Pelanggan di Denpasar. berlaku untuk setiap pasang baru IndiHome periode 1 Mei sampai dengan 31 Juli 2018. Untuk Telkom Regional 5 Jatim Bali Nusra pemenang undian Program Promo IndiHome Paket Penuh Berkah ini, selain diraih pelanggan Telkom Witel Denpasar atas nama Elina, juga diraih pelanggan Telkom Witel Singaraja atas nama Ida Bagus Pramanabawa.

GM Witel Denpasar Komang Widnyana Karang mewakili Management Telkom Witel Denpasar mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang telah berlangganan layanan IndiHome, khususnya Program Promo IndiHome Paket Penuh Berkah. ‘’Kami juga mengucapkan selamat kepada pelanggan yang beruntung menjadi pemenang,’’ ujarnya.

Komang Karang menjelaskan, Program Promo IndiHome Paket Penuh Berkah merupakan salah satu bentuk apresiasi Telkom kepada pelanggan sekaligus untuk meningkatkan penetrasi internet di Indonesia guna meningkatkan digital experience yang dapat mendukung implementasi digital lifestyle keluarga Indonesia. Program Promo IndiHome Paket Penuh Berkah merupakan paket internet dengan speed 10 Mbps yang dapat diperoleh dengan harga Rp 330.000. Setelah Program IndiHome Paket Penuh Berkat berakhir, program promo ini dilanjutkan dengan Program Promo IndiHome Paket Merdeka periode 1 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2018 dengan paket IndiHome speed 20 Mbps bundling add on (Inditainment Lite, Indisport 2, HOOQ, Catchplay) yang dapat diperoleh dengan harga Rp 400.000. ‘’Aktifkan Layanan Add On melalui aplikasi mobile myIndiHome dan menangkan grand prize Indihome Paket Merdeka berupa rumah dan mobil yang nanti akan diundi,’’ ujar Komang Karang. (bns2)

MUBAZIR — Suasana lengang di Terminal Ubung setelah turun status menjadi tipe C. Lahan yang luas menjadi mubazir, sehingga diusulkan tampung pedagang bermobil.

Terminal Ubung Diusulkan Tampung Pedagang Bermobil

Wali Kota Tunggu Kajian

Denpasar (Bali Post) – Usulan Terminal Ubung dijadikan tempat menampung pedagang bermobil, diapresiasi Wali Kota Denpasar. Hanya, rencana tersebut harus dilakukan berdasarkan kajian yang matang. Karena itu, perlu ada kajian secara menyeluruh, sehingga dampak lainnya akan diketahui pula. ‘’Saya kira itu ide bagus. Hanya perlu kita kaji dululah. Bagus itu,’’ ujar Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra usai siding paripurna DPRD, Senin (27/8) kemarin. Pada sidang DPRD kemarin, Fraksi Demokrat dalam pemandangan umumnya yang dibacakan I Made Sukarmana, S.H. kembali menyoroti kondisi Terminal Ubung. Menurutnya, setelah turun status menjadi tipe C, semakin sepi. Mengingat bus AKAP tidak lagi mangkal di terminal tersebut. Karena hanya untuk angkutan dalam kota, lahan yang luas menjadi mubazir. Di sisi lain, Pemkot Denpasar belum memanfaatkan terminal tersebut secara maksimal, sehingga pihaknya mengusulkan agar lahan tersebut juga dimanfaatkan

untuk menampung pedagang bermobil. Fraksi Demokrat mendorong pemerintah melakukan kajian untuk memindahkan pedagang bermobil dan pedagang tumpah yang ada di beberapa ruas jalan. Terlebih, pedagang tersebut memanfaatkan badan jalan untuk berjualan, seperti di Jalan Gajah Mada, Sulawesi, Jalan Kartini dan sekitarnya. ‘’Kami mengusulkan agar Terminal Ubung dijadikan tempat menampung mereka,’’ ujar Sukarmana membacakan pandangan akhir fraksinya. Sebelumnya, usulan seperti ini juga

sudah disampaikan sejumlah anggota dewan lainnya, seperti Kadek Agus Arya Wibawa, Susruta Ngurah Putra serta Eko Supridi. Susruta mengatakan, Terminal Ubung luasnya sangat memadai untuk kegiatan lainnya di luar fungsi terminal. Mengingat, karena statusnya terminal tipe C, maka kendaraan yang mangkal di terminal itu juga tidak banyak. ‘’Ada lahan yang terbuang cukup luas. Ini perlu dipikirkan untuk dimanfaatkan secara maksimal,’’ ujar politisi Demokrat ini. Dikatakan, saat ini banyak lokasi yang dijadikan areal berdagang oleh pedagang bermobil. Baik di badan jalan maupun di pelataran pasar. Bila lokasi sudah ditetapkan, maka semua lokasi pedagang bermobil harus ditertibkan. Hal ini untuk menciptakan Denpasar yang lebih nyaman. Bukan hanya itu, perolehan pendapatan dari pedagang bermobil semakin jelas dan bisa lebih dioptimalkan. (kmb12)


OPINI

6

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Guru Milenial

PENYELENGGARAAN pendidikan pada era milenial sekarang ini, penuh sentuhan dan pemanfaatan teknologi. Terlebih lompatan teknologi informasi (TI) benar-benar membuka era kesejagatan, riuhnya dunia maya. TI memberi kemudahan akses tak terbatas ruang/tempat dan waktu, termasuk di dunia pendidikan. Semua orang kini dituntut untuk melek informasi. Terlebih lagi bagi tenaga pendidik (guru dan dosen), yang dituntut harus selangkah lebih awal tahu dari peserta didiknya (murid/mahasiswa). Mendidik generasi milenial pada era now ini, dituntut kehadiran seorang guru milenial pula. Inilah pendidikan milenial yang memanfaatkan kecanggihan teknologi secara maksimal dan optimal. Jika ini bisa dicapai, maka pemerataan pendidikan di seluruh tanah air akan cepat terwujud. Guru milenial paling tidak haruslah tahu informasi terkini yang berkembang di masyarakat (global). Meski, tidak harus detail mengetahuinya, apalagi terkait hal-hal spesifik seperti tren gaul anak didik. Pengetahuan akan informasi lebih diarahkan sesuai bidang/mata pelajaran yang mereka pegang. Mengingat, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus bahkan demikian pesatnya. Termasuk di bidang pendidikan, semua sekolah sekarang ini diarahkan bisa menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Tenaga pendidik yang gagap teknologi (gaptek) dan tidak bisa mengikuti perkembangan TI, tidak hanya dianggap kurang gaul. Tetapi, telah gagal pada bidang yang digelutinya. Mengingat, tenaga pendidik ini yang diharapkan menjadi agen perubahan. Bagaiamana bisa disebut agen perubahan jika guru sendiri tidak cepat mengikuti perubahan yang terjadi. Menjadikan guru sebagai agen perubahan, pemerintah berkewajiban mempersiapkan SDM guru atau tenaga pendidik milenial. Entah melalui sebuah pendidikan singkat (diklat), atau merancang kurikulum perguruan tinggi pencetak guru milenial. Jika sistem (kurikulum)-nya telah disiapkan, SDM tenaga pendidiknya juga siap, kewajiban pemerintah berikutnya menyediakan atau menyiapkan fasilitas penunjangnya. Penyediaan perangkat seperti komputer lengkap dengan jaringan internetnya, wajib hukumnya pada zaman pendidikan milenial. Demikian halnya perangkat (alat) ajar lainnya, mulai dari bahan ajar dan sejenisnya, haruslah berbasis teknologi. Hanya, saat ini hal ini belum bisa dipenuhi semua. Misalnya saja tenaga guru, di samping kurang merata dari sisi jumlah, juga dari kualifikasi terutama yang berbasis TI. Hal ini bisa dimaklumi, karena alasan kondisi geografis dan keuangan negara. Namun jika berbicara kualifikasi, dengan kecanggihan TI yang terbukti menembus batas ruang dan waktu, ini seharusnya tidaklah menjadi alasan. Mengingat, telah ada e-learning, kuliah jarak jauh dan sebagainya. Terlebih bila mengingat belajar sepanjang masa atau pendidikan seumur hidup, tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Semua ini masih menjadi kendala pendidikan milenial. Tidak semua guru mampu memiliki perangkat penunjuang pendidikan milenial ini. Belum lagi jika berbicara masalah suprastruktur seperti ketersediaan jaringan internet sebagai salah satu kunci keberhasilan pendidikan milenial berbasis TI ini. Menjadi sebuah tantangan dan harapan ke depan, pemerintah mampu menyiapkan dan menyediakan pendidikan milenial ini. Karena dengan pendidikan milenial ini, pemerataan pendidikan di tanah air cepat terwujud. Yang bisa segera dilaksanakan, mengubah pola pikir tenaga pendidik dari konvensional menjadi berbasis TI hingga menjadi guru milenial. Hanya guru milenial yang kini bisa diharapkan menjadi agen perubahan, seperti yang dicita-citakan bersama.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Terus Menjaga Alam Bali Kepastian reklamasi Teluk Benoa tak bisa berjalan telah disampaikan Gubernur terpilih Wayan Koster. Ini merupakan berita gembira bagi rakyat Bali, khususnya yang menentang reklamasi. Tetapi, secara khusus lewat media ini, saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada rakyat Bali khususnya generasi muda Bali yang telah getol menyuarakan penolakan atas reklamasi ini. Perjuangan panjang selama lima tahun ForB ali dan Pasubayan Bendesa yang menentang reklamasi akhirnya terwujud. Mudah-mudahan, pascakepastian ini, gerakan kita menjaga Bali tak pernah surut. Saya juga sangat yakin jika alam juga berpihak pada kepentingan Bali. Sebagai warga Bali, saya juga berharap ke depan proyek-proyek besar yang berpotensi menimbulkan polemik di Bali agar disikapi secara jernih. Pemimpin Bali hendaknya tetap mendengar aspirasi rakyat Bali. Kekuasaan jangan digunakan untuk membuat rakyat Bali berjuang melawan sikap pemimpinnya. Tampaknya, kita perlu tetap bersinergi dan bersatu menjaga Bali. Mudah-mudahan ke depan, ruang publik dan aspirasi rakyat Bali benar-benar bisa dikelola dengan baik. Jika ini bisa dibudayakan dalam mengelola kepemimpinan, saya juga yakin aksi protes atau demo besar-besaran tak akan terjadi. Kuncinya, dengarkan rakyat bicara lalu jabarkan dan komunikasikan. Pemimpin perlu membuka mata dan telinga lebar-lebar sehingga kekuasaan yang terbatas waktu bisa dikelola dengan baik. Jangan sampai kesalahan mengelola kekuasaan, rakyat Bali mengingat pemimpinnya dengan catatan khusus. Mari jaga alam Bali untuk keharmonisan dan kedamaian hidup di tanah Bali. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Menjadikan Guru sebagai Agen Perubahan Perubahan yang sangat cepat menghadirkan tantangan dalam dunia pendidikan. Dalam hal ini, guru memegang peranan penting dalam penyiapan generasi muda yang mampu menghadapi berbagai tantangan zaman meskipun materi, media, model, dan metode pembelajaran sudah berubah sangat drastis belakangan ini. Peran guru tetap tidak tergantikan.

Oleh I Wayan Kerti

A

kan tetapi, kita mungkin kurang menyadari bahwa hanya guru yang merdeka yang bisa mengubah wajah pendidikan. Guru haruslah merdeka baik dalam berpikir, bersikap, maupun dalam bertindak. Guru yang tidak merdeka dalam berpikir, bersikap, dan bertindak pada hakikatnya diibaratkan seperti robot belaka. Merdeka yang dimaksud di sini bukan berarti guru bebas segalanya dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Kaum guru merdeka dalam koridor yang telah digariskan oleh pemerintah melalui amanat undang-undang sesuai visi dan misi pendidikan nasional kita. Guru-guru diharapkan berpikir dan bersikap merdeka dalam memilih media pembelajaran, bahan ajar, bukubuku reprensi, metode, maupun model-model pembelajaran sebelum bertindak di depan kelas sesuai tuntutan situasi dan kondisi di lingkungan sekolahnya. Menyadari hal itu, pemerintah melalui Kemendikbud sebenarnya terus berupaya mendorong peningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru. Berbagai upaya dilakukan, misalnya melalui; pendidikan, diklat, workshop,

seminar-seminar, sampai pemberian tunjangan sertifikasi guru. Bahkan, secara rutin Pemerintah (Kemendikbud) melaksanakan pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi, dengan harapan semakin banyak guru yang mampu menyiapkan peserta didik menjadi generasi emas Indonesia. Mengapa pemilihan guru yang berprestasi dan berdedikasi juga dianggap memiliki manfaat dalam meningkatkan mutu pendidikan? Jawabannya adalah bahwa guru yang berprestasi dan berdedikasi itu nantinya diharapkan mampu menjadi agen perubahan di setiap daerahnya, serta menjadi roel model (teladan) di daerahnya masing-masing. Kegiatan guru berprestasi dan berdedikasi yang setiap tahun rutin dilaksanakan, mulai pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai pendidikan menengah, termasuk perwakilan sekolah Indonesia di luar negeri (SILN) diharapkan dapat sekiranya dapat dijadikan sebuah pembelajaran, dan bukan sekadar kompetisi yang menghasilkan juara. Di samping itu, antarguru berprestasi juga diharapkan dapat menjalin komunikasi dengan semangat saling berbagi wawasan serta pengetahuan agar dapat mempercepat pemerataan mutu

pendidikan. Pada akhirnya, tujuan utamanya adalah mempererat rasa kesatuan dan persatuan bangsa melalui pendidikan. Strategi lain yang juga telah disiapkan oleh pemerintah melalui Kemendikbud telah menggulirkan tiga kebijakan besar dalam rangka menyiapkan generasi emas penerus bangsa pada era yang semakin global, yaitu: Pertama adalah gerakan literasi nasional, yaitu gerakan literasi yang bukan hanya terkait baca tulis, tetapi juga terkait dengan informasi literasi teknologi, khususnya digital. Penguasaan teknologi, informasi, sumber daya, dan bisnis diharapkan mampu membawa negara bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kedua, pembelajaran abad ke-21 yang salah satunya diupayakan melalui Kurikulum 2013. Pada Kurikulum 2013 menyaratkan empat kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap peserta didik, yakni: kompetensi untuk berpikir kritis (critical thinking); kemudian kemampuan berkomunikasi, baik melalui media interaksi secara langsung (communication); kemampuan berkolaborasi dan bekerja sama (collaboration); dan terakhir adalah kreativitas untuk meng-

hasilkan inovasi (creativity). Masa depan yang tidak pasti dan ditandai dengan perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang mendorong pemerintah melakukan pengembangan dan penguatan kurikulum. Ketiga adalah pendidikan karakter. Penguatan pendidikan karakter peserta didik itu penting karena mereka merupakan generasi penerus bangsa. Bahwa banyak orang yang cerdas tetapi gagal, itu karena mereka umumnya tidak memiliki karakter yang baik. Pendidikan karakter tidaklah bisa diceramahkan, tetapi harus ditumbuhkan dan dibiasakan melalui contoh dan keteladanan dari bapak dan ibu gurunya. Untuk itu, pendidik menjadi kunci utama keberhasilan program pendidikan karakter (PPK) yang digulirkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017. Sebagai agen perubahan, guru hendaknya tidak cepat puas dan terus meningkatkan kompetensinya. Upaya itu bisa ditempuh melalui peningkatan kualifikasi pendidikan, mengikuti diklat, seminar, workshop secara mandiri, atau membeli buku-buku referensi dengan menyisihkan sedikit penghasilannya. Sayangnya, justru guru-guru yang sudah menikmati TPG banyak yang merasa berada pada “zona nyaman” sehingga ada rasa enggan untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, maupun sekadar membeli buku untuk menambah wawasan dan pengetahuannya. Oleh karena guru sangat diandalkan sebagai agen perubahan bangsa ini, maka sudah semestinyalah kita sebagai kaum

Sinergi Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat

Pendidikan karakter dalam konteks sekarang ini sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, pencurian, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi dan yang lainnya. Banyak pihak yang menuding krisis moral ini disebabkan oleh kegagalan pendidikan karakter di sekolah. Sekolah memang bertanggung jawab dalam membentuk karakter selain mencetak siswa yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, perlu disadari bahwa pembentukan karakter tidak akan berhasil jika hanya dibebankan pada sekolah. Keluarga dan lingkungan masyarakat jelas memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pembentukan karakter. Keluarga merupakan tempat pembentukan karakter anak yang utama, terlebih pada masa-masa awal pertumbuhan mereka. Keluarga memiliki investasi sikap yang tidak dapat tergantikan oleh peranan lembaga lain. Ikatan emosional ayah dan ibu merupakan sebuah pengalaman tak tergantikan yang menjadi modal dasar pertumbuhan emosi dan kedewasaan anak. Keluarga menjadi sebuah tempat bagi anak-anak dalam menerima pendidikan nilai. Anak-anak banyak belajar dari cara berpikir, cara berbicara, dan cara bertindak

Oleh I Made Nuryata, S.Pd., M.Pd. orangtua mereka. Orangtualah yang menjadi model peran pertama dalam hal pendidikan nilai. Singkatnya, orangtualah yang menjadi tempat pertama pembentukan karakter anak. Tingkah laku orangtua mempunyai efek yang sangat dalam terhadap perilaku anak. Itulah yang menuntut orangtua agar menjadi model perilaku yang baik. Ketika orangtua sering melontarkan umpatan pada saat marah, jangan heran jikalau umpatan tersebut ditiru oleh anak pada saat menemui masalah yang relatif sama. Orangtua perlu membangun pengaruh positif kepada anak dengan cara bertindak dan memberikan teladan yang baik. Secara tidak langsung, anak akan meneladani tindakan yang dilakukan orangtuanya. Pada saat orangtua memperlakukan orang lain dengan kebaikan dan kemurahan hati, itu sama halnya dengan memberi pelajaran atau menunjukkan nilai menghargai sesama kepada anak. Sebaliknya, ketika orangtua terkesan mementingkan diri sendiri, anak akan belajar memperlakukan orang lain dengan cara serupa, bahkan lebih buruk. Jadi, tingkah laku atau teladan orangtua cenderung akan memberikan blue print pada anak dibandingkan semua nasihatnya.

Masalah pendidikan di keluarga dan sekolah tidak bisa lepas dari nilai-nilai sosial budaya yang dijunjung tinggi oleh semua lapisan masyarakat. Setiap masyarakat, di mana pun berada pasti memiliki karakteristik sendiri sebagai norma khas di bidang sosial budaya yang berbeda dengan masyarakat yang lain. Norma-norma yang terdapat di masyarakat harus diikuti oleh warganya dan norma-norma itu berpengaruh dalam pembentukan karakter warganya dalam bertindak dan bersikap. Peran lingkungan dalam pendidikan karakter nantinya akan membentuk setiap anak sesuai dengan lingkungan sekitar. Apabila lingkungan sekitar selalu memberikan contoh yang buruk, maka akan membentuk kepribadian anak yang buruk juga. Namun, jika lingkungan selalu memberikan segala contoh yang baik, maka akan membentuk kepribadian anak semakin baik. Suasana lingkungan yang selalu saling membantu dan menolong sesama yang kesusahan akan membentuk individu untuk bersikap yang serupa dengan lingkungan sekitar. Rasa afeksi yang ada di lingkungan sekitar akan membentuk anak untuk bisa memiliki kepribadian yang penuh dengan rasa empati, adil,

mudah bergaul, suka menolong, lebih bertanggung jawab, menghormati, dan penuh kasih sayang pada sesama. Namun sebaliknya, jika lingkungan di sekitar tidak memperlihatkan rasa kasih sayang, maka seorang anak akan tumbuh dengan perilaku yang tidak baik seperti sering ikut dalam tawuran, bersikap tidak menghargai teman atau melakukan bullying, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan berbagai hal buruk lain yang dipelajari dari lingkungan sekitar. Lingkungan juga merupakan fondasi penting dalam urusan pendidikan sosial budaya di mana akan ada banyak nilai budaya yang bisa dipelajari. Seorang individu nantinya akan belajar tentang nilai toleransi dalam kehidupan sehari hari, saling menghormati berbagai kebudayaan lain, lebih tanggap dalam melestarikan budaya, lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan dan tentunya lebih memiliki rasa kebersamaan dan peduli pada tanah airnya. Pendidikan karakter haruslah melibatkan semua pihak yaitu keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah yang lebih luas (masyarakat). Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyambung kembali hubungan dan educational networks yang nyaris terputus antara ketiga lingkungan pendidikan ini.

guru menyadari akan hal itu. Kaum guru mau tidak mau harus terus belajar dan berlatih sesuai tuntutan perkembangan zaman. Pemanfaatan berbagai kelompok profesi seperi; MGMP, KKG, atau organisasi profesi guru lainnya, diharapkan dapat menjadi wadah para guru untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, karena belajar sesama guru merupakan hal penting untuk meningkatkan kompetensi guru. Ada ungkapan yang mengatakan, “Ketika seorang guru tidak belajar lagi, maka ia tak pantas untuk mengajar. Ketika seorang guru tidak menulis dan membaca buku, maka dia sebenarnya kehilangan hak untuk mengajar.” Ungkapan di atas tentu cukup “menampar” kita sebagai kaum guru. Karena sejatinya, menjadi guru yang diandalkan sebagai agen perubahan mesti belajar lagi, lagi, dan lagi. Marilah menjadi guru yang terus belajar dan menginspirasi. Untuk itu, sinergi antara guru dengan unit-unit terkait, utamanya yang membidangi masalah pendidikan sangat penting untuk dilakukan dan diperkuat. Hal itu dimaksudkan untuk melengkapi pengelolaan dan pembinaan di setiap satuan pendidikan, serta penyelarasan berbagai program pada setiap pemangku kebijakan yang membidangi pendidikan. Dalam hal ini, dukungan para guru juga sangat diperlukan karena pendidikan sesungguhnya juga dibangun secara komprehensif bukan parsial dan berjalan sendiri-sendiri. Penulis, Guru SMP Negeri 1 Abang, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP, MTs, dan Satap Kabupaten Karangasem

POJOK

TPA di Suwung, Denpasar akan disulap menjadi ‘’ecopark’’.

- Tak ada udang di balik ‘’ecopark’’. *** Investor akhirnya gagal melakukan reklamasi Teluk Benoa. - Perjuangan rakyat Bali selamatkan Bali. *** Kalau tidak dicabut, Perpres 51/2014 tetap jadi ancaman Bali. - Waspada jangan tertipu.

Penulis, guru SMKN 1 Manggis, Karangasem

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7 TABANAN Cegah Siswa ”Karauhan”, SMPN 1 Marga Gelar ”Guru Piduka” Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

GURU PIDUKA - Upacara guru piduka di SMPN 1 Marga yang digelar Minggu (26/8).

LPD Meliling

Kelola Pengangkutan Sampah dan Rintis Pasar Rakyat

SAMPAH menjadi permasalahan serius setiap desa, tidak terkecuali di Desa Meliling. Terlebih masyarakat masih dominan membuang sampahnya ke sungai, pakarangan ataupun membakarnya. LPD Meliling melihat kondisi ini sebagai peluang untuk pengembangan usaha sekaligus mengatasi permasalahan lingkungan dengan membuka jasa pengangkutan sampah. Setelah tiga tahun beroperasi, usaha pengangkutan sampah LPD Meliling mulai terlihat hasilnya. Terobosan pengelola tak berhenti di sana. Pengembangan usaha terus dilakukan. Kini mereka tengah merintis pasar rakyat. Tidaklah mudah mengembangkan unit usaha. Hal itu diakui Ketua LPD Meliling Nyoman Duantara, Senin (27/8) kemarin. Dicontohkannya, di tahun pertama layanan pengangkutan sampah belum bisa menghasilkan. Bahkan usaha ini harus disubsidi. Namun berkat kerja keras dan komitmen semua pihak, di tahun kedua usaha ini mulai menggeliat. ‘’Tahun kedua sudah mulai balance dan tahun ketiga sudah memberikan keuntungan,’’ ujarnya. Pengelolaan sampah diakuinya masih sebatas layanan pengangkutan sampah. LPD yang berdiri sejak tahun 1994 ini mengenakan tarif berbeda-beda, tergantung sedikit banyaknya sampah yang dihasilkan. Misalnya untuk pedagang, biaya pengangkutan sampah dikenakan tarif mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 100.000 per bulan. Warga yang tinggal di perumahan atau warga pendatang dikenakan tarif Rp 15.000 per bulan. Sementara untuk warga Desa Adat Meliling dikenakan tarif Rp 10.000 per bulan. Sampah diangkut dengan truk dengan tiga petugas kebersihan. Petugas kebersihan digaji penuh oleh LPD Meliling. Dengan adanya usaha pengangkutan sampah,

wilayah Desa Meliling lebih bersih dan tentu mengurangi sampah yang dibuang sembarangan ke sungai. Usaha lain yang dikembangkan LPD Meliling selain usaha simpan pinjam yakni layanan pembayaran listrik dan telepon. Bahkan LPD Meliling sedang mengembangkan usaha pasar rakyat yang saat ini sedang dalam pembangunan los. Jika tidak ada kendala berarti, pasar rakyat akan dibuka tahun 2019. ‘’Pasar rakyat ini diharapkan selain bisa memasarkan produk UKM yang ada di Desa Meliling, juga sekaligus sebagai media untuk menjual hasil bumi Desa Meliling,’’ ujarnya. Meski aset belum terlalu besar, menurut Duantara, LPD Meliling tetap bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa adat. Setiap tahunnya, 20 persen keuntungan LPD diberikan ke desa adat. ‘’Tiap tahun selalu ada keuntungan meski belum besar. Diharapkan dengan pengembangan usaha dan dukungan masyarakat adat, LPD Meliling bisa semakin berkembang,’’ ujarnya. Baru-baru ini LPD Meliling mendapatkan penghargaan di puncak peringatan HUT ke-70 Bali Post sebagai LPD terbaik dalam penerapan IT. Menurut Duantara, dalam melancarkan pelayanan kepada nasabah, pihaknya selalu menerapkan teknologi. Terlebih dalam waktu dekat LPD di Bali akan disatukan oleh satu teknologi. ‘’Mengenai ini kami terus melakukan uji coba sesuai dengan modul yang diberikan,’’ ujarnya. (kmb24)

Nyoman Duantara

Bali Post/san

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post) Karauhan yang sempat dialami sejumlah siswa SMPN 1 Marga usai pementasan tari Rejang Sandat Ratu Segara, masih menjadi perhatian khusus pihak sekolah. Meski kini seluruh siswa penari sudah dalam kondisi stabil pascadilakukannya pengobatan dan pangelukatan saat Purnama Katiga, Minggu (26/8) lalu, pihak sekolah tetap menggelar upacara guru piduka. Prosesi ini dirangkaikan dengan upacara ngeraja singa/menek taruna bagi pelajar yang lakilaki dan ngeraja selawa untuk yang perempuan dan upacara upanayana. ‘’Upacara menek kelih ini memang rutin kami gelar tiap tahun. Yang beda, kali ini kami isi juga dengan upacara guru piduka untuk mencegah hal serupa (karauhan) terulang,’’ ucap Kepala SMPN 1 Marga I Made Suasta, Senin (27/8) kemarin. Dikatakannya, upacara guru piduka merupakan inisiatif sekolah dan orangtua siswa, sebagai bentuk permohonan maaf pada yang berstana di sekolah jika ada kesala-

han serta memohon tuntunan dalam proses pembelajaran. Upacara ini juga untuk memohon anugerah karahayuan dan keselamatan. Terkait upacara upanayana, ini dimaksudkan untuk memperkuat keyakinan siswa agar tidak terpengaruh hal-hal negatif serta menajamkan kemampuan belajar. Diakui Suasta, pascapementasan tari Rejang Sandat Ratu Segara, dari 18 penari SMPN 1 Marga, enam di antaranya sempat mengalami karauhan pada Selasa (21/8) lalu. Setelah dilakukan pengobatan dan panglukatan di Kediri, kondisi mereka membaik. ‘’Bahkan saya ajak semua siswa penari baik yang karauhan atau tidak agar semua bersih ditangani,’’ jelasnya. Sementara itu, posko layanan pengobatan bagi siswa yang masih mengalami karauhan, masih tetap dibuka hingga kemarin. Jumlah yang datang berobat mulai berkurang. Terdapat sejumlah siswa yang diantarkan guru, seperti 17 siswa SMPN 4 Baturiti. Namun dari 17 siswa tersebut, tidak semuanya dalam kon-

disi karauhan. ‘’Hanya ada dua siswa yang sebelumnya karauhan, sementara yang lainnya memang sengaja kami ajak untuk dicek juga kesehatannya. Semuanya penari,’’ ucap Kepala SMPN 4 Baturiti I Ketut Sutrisna. Dikatakannya, fenomena karauhan memang kerap terjadi di sekolahnya bahkan sebelum pementasan tari Rejang Sandat Ratu Segara. Pasalnya, sekolah yang dipimpinnya berada di lingkungan yang cukup angker. ‘’Jadi memang kerap terjadi karauhan bahkan sebelum pementasan. Kebetulan ada posko pengobatan sekalaniskala, kami ingin tahu apa penyebabnya,’’ ucapnya. Sisia perguruan Siwa Murti Bali Cabang Kediri Jero Mangku Made Astawa menjelaskan, selama empat hari melakukan pengobatan, dari sekian siswa yang datang memang dominan akibat nonmedis ataupun sakit bebainan yang memang dimiliki sebelum menari tari Rejang Sandat Ratu Segara. ‘’Awalnya sebelum nari sudah ada gejala. Hanya setelah menari mulai keluar,’’ ucapnya. (kmb28)

kan evaluasi SAKIP pada Pemerintah Kabupaten Tabanan. Sesuai Perpres No. 29 Tahun 2014 ada dua hal pokok yang menjadi kata kunci yaitu kinerja dan kerja. Kinerja berkaitan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai sedangkan kerja berkaitan dengan strategi atau cara untuk mewujudkan tujuan dan sasaran melalui program atau kegiatan. “Penilaian terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah diharapkan mampu mewujudkan governance culture yang mampu menjawab tantangan zaman dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan publik secara adil dan bijaksana melalui sejumlah perubahan seperti transformasi budaya birokrasi, peningkatan kinerja instansi,

transparansi dan optimalisasi serapan anggaran yang akuntabel.” ungkapnya. Dijelaskan, komponen yang dinilai dalam evaluasi akuntabilitas kinerja adalah perencanaan kinerja dengan bobot 30 persen, pengukuran kinerja dengan bobot 25 persen untuk menilai kemampuan unit kinerja dengan bobot 25 persen untuk menilai kemampuan unit kerja, pelaporan kinerja dengan bobot 15 persen, evaluasi kinerja dengan bobot 10 persen dan capaian kinerja dengan bobot 20 persen. “Pemerintah Kabupaten Tabanan telah memperoleh nilai 62,47 dengan predikat B dalam evaluasi SAKIP tahun sebelumnya. Dengan demikian, evaluasi tahun ini diharapkan dapat memperoleh nilai BB,” imbuhnya. (kmb28)

SAKIP Penting dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

Tabanan (Bali Post) –

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sangat penting dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Sistem akuntabilitas kinerja merupakan integrasi dari sistem perencanaan, penganggaran dan pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. Mengingat begitu pentingnya sistem akuntabilitas kinerja ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan terus mengambil langkah nyata dalam penguatannya serta mendukung sepenuhnya kegiatan penilaian untuk mengetahui perkembangan dan memperoleh arahan perbaikan. Hal tersebut diungkapkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutannya saat menghadiri Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tabanan, Senin (27/8) kemarin di aula Kantor Camat Kediri. “Upaya-upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efisien, dan akuntabel perlahan-lahan membuahkan hasil. Beberapa

tahun terakhir ini laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI,’’ ungkap Bupati Eka. Dijelaskan, peningkatan SAKIP juga terlihat, di mana tahun lalu penilaian dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memperoleh predikat B. “Di sisi lain, dalam penyelenggaraannya pelayanan publik pada

kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2017, inovasi angkutan siswa Trans Serasi telah berhasil masuk pada Top 99 dan saat ini sedang berproses untuk nominasi Top 40,” jelasnya. Sementara itu, Inspektur Provinsi Bali I Wayan Sugiada menjelaskan, Inspektorat Provinsi Bali mendapatkan pelimpahan t uga s d ari Kem ent eria n Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk melaku-

SAKIP - Bupati Tabanan saat menghadiri evaluasi SAKIP Tabanan, Senin (27/8) kemarin di aula Kantor Camat Kediri.

Bali Post/kmb28

Serapan KUR Tembus 80 Persen Tabanan (Bali Post) Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu produk perbankan yang sangat diminati masyarakat Tabanan. Buktinya, penyerapan kredit dengan bunga tujuh persen per tahun ini telah mencapai 80 persen. Karena tingginya penyerapan KUR, bank penyalur KUR berencana menambah alokasi kredit. Salah satu bank penyalur KUR di Tabanan adalah Bank BRI. Menurut Kepala Bank BRI Cabang Tabanan Anditya Mahendra Krishna, penyaluran KUR di Tabanan lewat BRI sudah mencapai

80 persen per Juli 2018. Hingga bulan tersebut, total realisasi KUR mencapai Rp 445 miliar. ‘’Adapun rinciannya, penyaluran KUR mikro mencapai Rp 385 miliar, sedangkan untuk realisasi KUR retail mencapai Rp 70 miliar,’’ ujarnya, Senin (28/8) kemarin. Serapan yang besar ini meski baru memasuki pertengahan tahun, menggambarkan bahwa masyarakat Tabanan cukup besar dalam memanfaatkan KUR sebagai pengembangan usaha maupun meningkatkan produktivitas usaha.

Kata Mahendra, selama ini perdagangan dan pertanian menjadi sektor yang dominan menyerap KUR. Kondisi ini sesuai dengan karakteristik Kabupaten Tabanan yang merupakan sentra pertanian. Tingginya penyerapan KUR juga diiringi dengan tingginya kesadaran masyarakat dalam pemenuhan kewajiban dalam pembayaran kredit. Hingga saat ini, kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dari KUR di BRI Tabanan masih terkendali. ‘’Meski masih dalam posisi terkendali, guna mencegah

terjadinya kredit bermasalah untuk KUR ini kami tetap menerapkan prinsip kehatihatian dengan melakukan asessment kepada setiap calon nasabah KUR. Selain itu, rutin melakukan pendampingan atau monitoring ke nasabah,’’ jelasnya. Hal serupa diungkapkan Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan I Gusti Ngurah Supardi, S.E., M.M. Kata dia, per Juli total realisasi penyaluran KUR di BPD Bali Cabang Tabanan sudah berada di angka Rp 59 miliar atau di kisaran 95 persen dari alokasi. Predik-

sinya, hingga akhir Agustus nanti alokasi KUR untuk di Kabupaten Tabanan akan mencapai 100 persen. Besarnya serapan ini membuat pihak BPD Tabanan berencana untuk mengusulkan penambahan alokasi KUR, guna memenuhi pengajuan dari sejumlah calon debitur KUR. Melalui penambahan alokasi ini diharapkan semua kalangan usaha di Tabanan yang mengajukan dan belum mendapatkannya, bisa mendapatkan kredit berbunga rendah dari pemerintah ini. (kmb24)

Warga Binaan Lapas Bercocok Tanam SAMBIL menunggu masa hukuman berakhir, warga binaan di Lapas IIB Tabanan mengisi waktu dengan hal-hal positif. Selain dibekali keterampilan seperti membuat kerajinan koran bekas, warga binaan ini juga mengisi waktunya dengan bercocok tanam. Lahan yang digunakan untuk bercocok tanam seluas 40 are, berlokasi di Banjar Baleran Desa Dajan Peken Tabanan. Lahan yang dinamakan asimilasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) open camp Tabanan ini oleh warga binaan Lapas Tabanan ditanami terong, labu, kacang panjang, kangkung, ketela dan tanaman lainnya. Tidak hanya

itu, warga binaan pemasyarakatan Tabanan juga diajarkan memelihara ikan dan berternak kambing. Salah satu warga binaan Lapas Tabanan, Wayan Sangka mengatakan banyak hal positif yang bisa didapat dengan kegiatan bercocok tanam ini. Selain menghilangkan stres, ia juga mendapatkan ilmu dan informasi mengenai cara bercocok tanam dan keterampilan di bidang pertanian lainnya. ‘’Tidak hanya sekadar bercocok tanam, kami juga diajarkan memelihara ikan dan ternak kambing,’’ ujarnya. Hal yang sama diungkapkan Made Subandi. Warga

binaan Lapas Tabanan ini mengaku sudah hampir satu tahun delapan bulan melakukan cocok tanam di kebun Lapas. Biasanya mereka mulai berkebun pada pukul 07.30 Wita dan pulang kembali ke Lapas Tabanan sekitar pukul 16.00 Wita. Kegiatan ini diakuinya mengurangi rasa bosan dan stres. ‘’Terus terang bosan dan stres hilang. Sebab, kami tidak selalu melihat tembok dan jeruji. Jadi pikiran bisa tenang,’’ ujarnya. Ia memaparkan, banyak hal yang diajarkan seperti cara bercocok tanam, mulai dari pembibitan, masa tanam hingga pemupukan. Sementara itu, Kalapas

Tabanan I Putu Murdiana menyampaikan, setiap hari sebanyak empat sampai lima orang warga binaan di Lapas Tabanan melakukan aktivitas bercocok tanam ini. Namun, tidak sembarang napi yang dapat melakukan kegiatan ini. Harus melalui tahap seleksi. ‘’Syaratnya adalah napi tersebut sudah menjalani setengah masa tahanan,’’ ujarnya. Syarat lain yang menjadi penilaian utama adalah perilaku dan kelakuan warga binaan ketika berada di dalam Lapas. ‘’Syarat lain, mereka harus memiliki skill dan kemauan untuk bekerja. Saat mereka bekerja ada petugas lapas

LAPAS - Warga binaan Lapas IIB Tabanan saat bercocok tanam di kebun lapas setempat. yang mengawasi,’’ ujar Murdiana. Hasil dari kebun ini akan dibawa ke Lapas IIB Tabanan. Biasanya dalam sehari sayur yang bisa dipanen baik itu terong, kangkung, kacang

panjang dan sayuran lainnya mencapai 40 kg. Dengan kegiatan ini, pihaknya berharap tidak ada pengangguran baru ketika warga binaan tersebut ke-

Bali Post/kmb24

luar dari lapas. Kegiatan itu juga dapat membantu mereka menghilangkan rasa kejenuhan, bosan, stres dan memacu semangat mereka untuk lebih bekerja. (san)


BULELENG

8

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

Soal DBHCT

BKD Belum Terima Permohonan Amprah Anggaran Singaraja (Bali Post) – Tersendatnya realisasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tahun 2018 karena Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng belum menerima usulan amprah dana dari Dinas Pertanian (Distan) Buleleng. Karena tidak ada amprah, sehingga anggaran DBHCT untuk petani melalui program yang disusun Distan itu sampai Senin (27/8) kemarin, belum direalisasikan. Saat ini, dana senilai Rp 300 juta itu masih tersimpan di rekening Kas Daerah. Sekretaris BKD Buleleng, Sutraeni, yang dimintai konfirmasi membenarkan pihaknya belum menerima permohonan anggaran DBHCT tersebut. Dia mengatakan, berdasarkan petunjuk teknis (juknis) dan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) anggaran DBHCT itu dialokasikan untuk membiayai program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Pembelian cangkang kemiri buat bahan bakar kompor pengering daun tembakau, dan pengadaan pupuk. Sebenarnya, pada awal tahun ini, APBD sudah disahkan, penerima dana dapat mengajukan amprah anggaran ke BKD. Hanya, dirinya tidak mengetahui secara pasti mengapa amprah anggaran itu tidak kunjung masuk. Padahal, saat ini sudah menginjak pertengahan tahun. “Sesuai juknis DBHCT itu dialokasikan untuk program bidang kesehatan dan hanya Rp 300 juta saja program di Distan. Dana itu masih di Kas Daerah dan mengapa dana itu belum direalisasikan, karena tidak ada amprah dari pelaksana program,” katanya. Atas kondisi ini, Sutraeni sudah berkoordinasi ke Distan untuk menyampaikan bahwa anggaran DBHCT itu sudah bisa diamprah. Walaupun sudah dikomunikasikan, namun tetap saja tidak ada tindak lanjut yang berarti. Dia sendiri juga heran karena program yang sudah disusun dan diikuti penyusunan DIPA itu malah tidak dilaksanakan. Karena itu, pihaknya mengingatkan agar masalah ini segera ditindaklanjuti dan tidak dibiarkan menjadi polemik berpanjangan. “Kalau tidak diamprah sampai tutup tahun ini, konsekuensinya dana yang sudah diplot itu akan masuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa). Kami harapkan ini ditindaklanjuti,” tegasnya. Terancam Gagal Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah program yang mendukung budi daya tembakau Virginia tahun ini terancam gagal. Ini karena jatah DBHCT 2018, Rp 300 juta tidak kunjung direalisasikan. Seharusnya, dana itu cair April 2018, mulai mengawali masa penanaman bibit. Namun, anehnya sampai mendekati masa pemetikan daun, dana tersebut justru tidak jelas kapan akan direalisasikan. Beberapa program tersebut seperti SL-PHT untuk pembelian bahan bakar kompor pengering tembakau, dan pengadaan pupuk. Ketiga program ini nyaris gagal lantaran dana yang digunakan membiayai tidak kunjung cair. Bahkan, saat ini beberapa kelompok petani sudah mulai melakukan pemetikan daun pada awal masa panen. Tak pelak, muncul kesan kalau dana baru itu bisa dicairkan setelah tahapan budi daya tembakau itu usai. Selain realisasi molor, proporsi pembagian dana pusat ini terkesan timpang. Betapa tidak, dari total DBHCT Rp 3,3 miliar untuk menunjang program budi daya tembakau hanya Rp 300 juta. Sisanya, dialokasikan untuk program bidang kesehatan. Atas masalah tersebut, petani melalui Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Buleleng sempat berkoordinasi lisan dengan DPRD Buleleng. Selain itu, perwakilan petani berencana akan mengadukan masalah ini. Pihaknya juga mendesak agar DPRD memperjuangkan regulasi yang mengatur pembagian pemanfatan DBHCT di tahun berikutnya. (kmb38)

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347

Bali Post/kmb38

RENCANA RASIONALISASI - Banggar DPRD bersama TAPD membahas rencana rasionalisasi anggaran di masing-masing OPD, Senin (27/8) kemarin.

Tuntaskan Program Rutin 2018

TAPD Pangkas Anggaran Program OPD Singaraja (Bali Post) -

Demikian terungkap ketika Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) di gedung DPRD Buleleng, Senin (27/8) kemarin. Rapat dipimpin Ketua Banggar Gede Supriatna, S.H. bersama Wakil Ketua Ketut Susila Umbara, Ketut Wirsana, serta angggota Banggar. Sementara eksekutif dipimpin Asisten Administrasi Umum Ketut Asta Semadi, Kepala Bappeda Litbang Gede Dharmaja, dan Sekretaris BKD Buleleng Sutraeni.

Anggota Banggar DPRD Putu Tirta Adnyana mengatakan, rancangan pemangkasan anggaran di masing-asing OPD itu tergolong tinggi. Dengan estimasi kebutuhan anggaran hingga Rp 45 miliar, sehingga setiap OPD harus memangkas anggaran senilai Rp 1,5 miliar. Situasi ini dipastikan memicu pelaksanaan program kegiatan pemerintah dalam beberapa bulan mendatang menjadi minim. Dia mendapat kabar kalau anggaran sebesar itu dialokasikan untuk menutupi gaji ke-13 dan gaji ke-14 senilai Rp 37,5

miliar. Selain itu, dana itu juga untuk membayar gaji guru kontrak, pembayaran pajak penerangan jalan, dan dana bagi hasil pengelolaan objek wisata yang juga harus dipenuhi. Rasionalisasi anggaran yang cukup besar itu kata Tirta Adnyana, akan berdampak pada pelaksanaan program kerja OPD itu sendiri. Ujungujungnya, hal itu akan berpengaruh pada capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang telah disepakati. Untuk itu, politisi asal Desa Bondalem, Tejakula

ini meminta agar pemerintah lebih cermat terkait penyusunan perencanaan. “Saya kira ke depan perlu dicermati penyusunan program. Jangan sampai ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) terlalu besar seperti tahun ini. Akhirnya, ada pemotongan program dan ini berarti perencanaan kita deviasinya tinggi,” katanya. Kepala Bappeda Buleleng Gde Dharmaja mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran anggaran di semua OPD. Sebenarnya, pemerintah bisa menggunakan dana Silpa tahun 2017 untuk menutupi kekurangan anggaran itu, sehingga rasionalisasi anggaran itu tidak terlalu besar. Tahun 2017 lalu, Silpa tercatat Rp

Singaraja (Bali Post) – Pimpinan DPRD Buleleng menyetujui pemilihan calon Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng. Persetujuan itu tertuang pada Surat Keputusan (SK) No. 2 Tahun 2018 tanggal 27 Agustus 2018. Dewan setuju tiga nama Direksi PD Pasar Buleleng untuk selanjutnya mereka dilantik menjadi direksi definitif. Persetujuan ini diterbitkan setelah lembaga dewan membahas usulan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan mengkaji hasil seleksi perekrutan calon direksi itu. Panitia Seleksi (Pansel) perekrutan itu diketuai Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. bersama

dua orang akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Sesuai SK tersebut, dewan menyetujui Made Agus Yudi Arsana sebagai direktur utama (dirut), Putu Dana Harta menjadi direktur operasional (dirops), dan Putu Suardhana ditugaskan menjadi direktur keuangan (dirkeu). Menyusul persetujuan itu, dewan mempersilakan Bupati agar melantik tiga calon direksi itu sebagai penjabat definitif periode 2018-2023. Dengan semakin cepatnya mereka dilantik, maka direksi “anyar” ini dapat segera melaksanakan tugas-tugasnya mengelola belasan pasar tradisional di Bali Utara itu.

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, S.H. usai rapat membahas pelaksanaan APBD Buleleng tahun 2017 di gedung dewan Senin (27/8) kemarin, mengatakan, perekrutan calon direksi PD Pasar oleh pemerintah daerah itu sudah berjalan dengan baik. Pansel sudah mengedepankan prinsif transparansi. Ini terbukti dari berkas usulan nama-nama calon direksi yang diajukan Bupati sepenuhnya mempertimbangkan nilai saat calon direksi itu mengikuti semua tahapan seleksi. Dengan hasil itu, pihaknya optimis kalau tiga direksi baru ini mampu mengelola perusahaan dengan optimal. Juga

dipercaya mampu memenuhi target yang sudah disusun bersama pemilik perusahaan. “Proses perekrutannya sudah sangat baik. Kita juga lihat usulan calon direksi yang kita setujui itu sudah berdasarkan pertimbangan hasil seleksi yang dilakukan pansel dengan mengedepankan transparansi,” katanya. Setelah DPRD menyetujui usulan calon direksi PD Pasar itu, pemerintah daerah sekarang mempersiapkan SK Bupati tentang pengangkatan Direksi PD Pasar itu. Dipastikan dalam waktu dekat ini, Agus Yudi Arsana, Putu Dana Harta, dan Putu Suardhana akan dilantik menjadi pejabat yang definitif. (kmb38)

Program yang sudah disusun oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terpaksa dipangkas. Pasalnya, Pemkab Buleleng memerlukan anggaran Rp 45 miliar untuk menuntaskan beberapa kegiatan rutin pada tahun ini. Karena itu, rata-rata anggaran di setiap OPD dikurangi Rp 1,5 miliar.

BUDI DAYA sere wangi sekarang ini mulai digeluti petani di Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak. Petani di desa itu menanam sere wangi, dengan sistem tanaman tumpang sari. Hasil budi daya ini dijual kepada pabrik penyulingan yang sudah dibangun di wilayah Gerokgak. Usaha tani ini mendapat program pendampingan dari Yayasan Bali Organik Association (BOA) dan Laboratorium Biologi Ta-

nah Konsentrasi Tanah dan Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud). Ketua Yayasan BOA Ni Luh Kartini di sela-sela upacara melaspas bangunan penyulingan sere wangi belum lama ini mengatakan, sebelum budi daya ini dilakukan pihaknya dan Fakultas Pertanian Unud melakukan kajian untuk mengetahui kontur tanah kering di Desa Sumberkelampok dan seki-

Bali Post/mud

SERE WANGI – Lahan kritis di Kecamatan Gerokgak potensial ditanam sere wangi. Selain kuntur tanah yang cocok ditanami sere wangi, komoditas ini bisa diserap oleh pabrik penyulingan yang sudah dibangun pihak ketiga di Gerokgak.

Gede Supriatna, S.H.

DPRD Setujui Direksi PD Pasar

Budi Daya Sere Wangi Potensial Ditanam di Lahan Kritis Lahan kritis di Buleleng mulai digarap serius oleh pemerintah daerah yang melibatkan pihak ketiga. Terbukti, lahan kritis yang tersebar di Kecamatan Gerokgak sekarang sudah dijadikan areal pengembangan budi daya tebu untuk bahan gula pasir. Setelah itu, muncul budi daya sere wangi. Tanaman itu juga potensial ditanam di atas lahan kritis Buleleng Barat. Bagaimanakah dan untuk material apakah budi daya sere wangi itu?

93 miliar. Anggaran itu hanya bisa dimanfaatkan senilai Rp 265 juta. Sisanya, sudah diarahkan untuk program khusus yang diatur dalam petunjuk teknis (juknis). Selain itu, ada juga sumber pendapatan baru. Seperti dana bagi hasil pajak kendaraan dari Pemprov Bali dan dana perimbangan. Hanya, itu belum juga bisa memenuhi kebutuhan anggaran yang ada. Untuk menutupi kebutuhan anggaran pada sisa tahun ini, pemerintah akan melakukan rasionalisasi anggaran. “Selama Silpa bebas itu nilainya kecil sekali. Malah lebih kecil dari asumsi di APBD induk. Pada induk proyeksikan Silpa bebasnya kami rencanakan Rp 17 miliar,” jelasnya. (kmb38)

tarnya. Dari penelitian itu menunjukkan, tanaman sere wangi itu baik ditanam dan mampu tumbuh subur walaupun kontur tanahnya gersang dan berbatu. Hasil positif lainnya, budi daya sere wangi itu menggunakan sistem tumpang sari. Maksudnya, sere wangi itu ditanam di sela-sela tanaman kelapa, pohon sengon, jagung, ketela rambat, dan beberapa jenis palawija lainnya. “Dengan menanam sere wangi di sela-sela kebun kelapa, jagung atau palawija lainnya, petani akan mendapat penghasilan dari menjual sere wangi. Sedangkan, tanaman lainnya mampu tumbuh dengan sangat baik tanpa mengganggu tanaman utama,” katanya. Sere wangi itu, kata Ni Luh Kartini, mampu tumbuh hingga usia lima tahun sejak penanaman bibit. Tanaman bisa dipanen sejak umur enam bulan. Panennya bisa dilakukan setiap tiga bulan sekali. Dengan demikian, setiap rumpun sere wangi itu, para petani bisa panen 19 kali. Rata-rata satu hektar lahan mampu menghasilkan hingga dua ton sere wangi yang siap untuk disuling. Dari produksi itu, petani dapat menjual sere wangi kepada pabrik penyulingan Rp 500 setiap satu kilogram. Setiap satu kali panen, petani mendapatkan hasil kebun mencapai Rp 10 juta untuk satu hektar lahan. “Ini yang juga mendorong petani semangat menanam sere wangi, karena mereka tidak saja menunggu hasil kelapa atau panen jagung, namun dari menjual sere wangi ini mendatangan hasil tambahan untuk keluarga,” jelasnya. (mud)

Bali Post/kmb38


GIANYAR

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

9 Dukung Penggunaan Bahan Ramah Lingkungan

Pemkab Pesan Sedotan Bambu

Memukau, Patung Penari Baris dari Anyaman Bambu Gianyar (Bali Post) Sebuah patung anyaman bambu ukuran jumbo berwujud penari Baris, kini sedang dikerjakan di Banjar Kelodan, Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring. Karya seni setinggi 6,5 meter dengan lebar 8,5 meter ini dibuat oleh seniman I Gusti Arya Udianata, dibantu sejumlah rekannya. Karya seni ini akan dipajang untuk menyemarakkan salah satu festival musik di Bali. Ditemui di lokasi pembuatan, Senin (27/8) kemarin, Arya Udianata mengungkapkan, patung anyaman bambu ini menghabiskan sedikitnya 300 batang bambu. Karya seni ini dikerjakan sejak awal Agustus lalu. “Ada dari pihak manajemen (festival musik - red) yang berteman sama teman saya yang kebetulan seniman patung juga. Dia diminta membuat sket patung baris, lalu diserahkan kepada saya untuk mengeksekusi,”

kata suami dari Luh Putu Devi Gangga ini. Meski telah ada sketsa patung, kata pria yang akrab disapa Rahmanini, pembuatan patung anyaman penari Baris berukuran jumbo ini dominan menggunakan insting dan imajinasinya. “Sketsanya berupa baris secara umum, diminta ukuran besar. Setelah saya eksekusi, jadinya seperti ini,” katanya. Dalam mengerjakan patung anyaman bambu ini, ia mengaku tidak bekerja sendiri. Ada tujuh orang temannya ikut membantu. “Tim sketsa ada Aswinoaji dan Kadek Agus Mediana, tim manajemen ada Dita. Sedangkan tim kreatif, saya dibantu Kadek Baskara, Edi Karisma, Akang, Sofia, Bebi, Andy dan Bli Rahde,” jelas Arya Udianata. Menurut Arya Udianata, setiap tim punya tugas masing-masing. Yang terpenting dari karya ini adalah membuatnya terlihat hidup.

Dalam artian, perakitan klakat yang dikaitkan dengan kawat harus pas. Ditanya mengenai biaya, Arya Udianata enggan berkomentar. Sebab, ada pihak manajemen yang mengetahui secara detail. “Saya dan kawan-kawan hanya mengeksekusi. Bahan-bahan disiapkan oleh panitia,” tegasnya. Arya Udianata mengatakan, patung ini akan menginap di areal Garuda Wisnu Kencana (GWK) sekitar 10 hari. Informasinya akan ditempatkan pada area artis camp. “Artis camp itu area istirahatnya para artis pengisi acara,” terangnya. Setelah acara berakhir, patung Baris ini akan kembali ke kampung halamannya di Tampaksiring. Namun, Arya Udianata mengaku belum memikirkan akan diapakan karya jumbo pertamanya ini. “Kalau ada yang berminat, bisa saja dijual, karena di sini tempat juga tidak memungkinkan,” katanya.

Arya Udianata memperkirakan patung dari anyaman bambu ini tahan sekitar sebulan jika diletakkan di ruang terbuka (outdoor). Sebaliknya, jika disimpan di ruangan tertutup, diperkirakan bisa tahan selama satu tahun. Terlebih jika dipolesi vernis. “Yang sekarang ini kan murni ulatan (anyaman - red). Tidak ada tambahan vernis maupun cat. Jadi, semuanya alami,” ujar alumni SDN 4 Tampaksiring, SMPN 1 Tampaksiring dan SMAN 1 Ubud ini. Arya Udianata mengakui, selama proses pembuatan bagian demi bagian dari patung ini, cukup banyak masyarakat Gianyar yang berdatangan. Tak hanya warga lokal, turis mancanegara juga banyak yang menyukai patung ini. “Mereka datang melihat, memuji dan tak lupa selfie. Saya sendiri merasa senang karena mereka yang datang untuk melihat karya ini tampak sangat antusias,” tegasnya. (kmb35)

hari. “Yang berperan aktif untuk melakukan upaya penanganan sampah juga banyak, seperti berdirinya Kelompok Bayad Asri di Kecamatan Payangan yang serius membantu menangani masalah sampah,” katanya. Menurut Kujus Pawitra, DLH selama ini sudah menggalakkan berbagai program untuk menarik partisipasi berbagai komponen dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam upaya penanganan sampah. “Kita rutin selipkan edukasi dan sosialisasi tentang pengelolaan sampah, seperti mengelola kebersihan antarkantor, hingga program desa sadar lingkungan,” tegasnya. Sebelumnya, Ketua Komunitas Griya Luhu Gianyar I.B. Mandara Brasika mengatakan, sedotan organik yang dicetuskan ini berbahan bambu buluh. Untuk tahap awal, pihaknya baru memproduksi sekitar 200 batang. Pihaknya juga mulai mengedukasi generasi muda peduli lingkungan, khususnya pramuka agar beralih menggunakan sedotan berbahan organik ini. “Kami optimis sedotan bambu ini cukup potensial dipakai maupun dipasarkan di Bali. Saat ini, 200 batang sedotan atau pipet organik produksi Griya Luhu sering dijadikan bahan edukasi dan suvenir pada acara lingkungan,” katanya. Mandara Brasika berharap, sedotan organik tersebut bisa digunakan di hotel dan restoran. Mereka diminta agar punya komitmen dan konsisten menggunakan sedotan maupun bahan-bahan organik lainnya. “Karena ketika lingkungan rusak, wisatawan akan berpikir berulang kali untuk berkunjung ke Bali,” katanya mengingatkan. (kmb35)

Tinggi, Kasus Perceraian di Gianyar

Gianyar (Bail Post) Kasus perceraian yang ditangani di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Gianyar relatif tinggi yakni mencapai ratusan kasus. Bahkan, ada kecenderungan kasus perceraian ini mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penyebabnya dominan berkutat pada percekcokan yang terus-menerus, hingga akhirnya pisah ranjang. Hanya segelintir dari ratusan kasus itu yang bisa berujung pada perdamaian.

Bali Post/ist

MENGAMANKAN - Jajaran Polda Bali mengamankan sejumlah ayam aduan saat melakukan penggerebekkan di arena sabung ayam di wilayah Kelurahan Bitra, Gianyar, Minggu (26/8) lalu.

Polda Bali Gerebek Arena Sabung Ayam

Gianyar (Bali Post) Polisi melakukan penggerebekkan terhadap penyelenggaraan sabung ayam, Minggu (26/8) sore. Menurut informasi, penggerebekkan ini dilakukan pada arena sabung ayam di kawasan Kelurahan Bitra, Kecamatan Gianyar. Tak pelak kedatangan jajaran Polda Bali pada Minggu sore tersebut menggegerkan para bebotoh atau penggemar sabung ayam yang berlangsung di lokasi tersebut. Pada kesempatan tersebut, polisi mengamankan sejumlah ayam aduan yang selanjutnya dibawa ke Mapolda Bali. Dikonfirmasi Senin (27/8) kemarin,

Gianyar (Bali Post) Kampanye pengunaan sedotan bambu yang digaungkan Komunitas Griya Luhu mendapat respons positif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dikepalai I Wayan Kujus Pawitra ini memastikan produk ramah lingkungan itu akan digunakan pada seluruh kantor di lingkungan Pemkab Gianyar. “Saya tugaskan kabid dan kasi ke sana untuk memesan sedotan ramah lingkungan ini agar bisa diperkenalkan dan digunakan pada kantor OPD yang lain. Terobosan seperti ini perlu dimulai dari pemerintah. Kita harus memberikan contoh, seperti halnya trobosan mengonsumsi snack tanpa kemasan plastik,” ujar Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra, Senin (27/8) kemarin. Tidak hanya itu, sedotan bambu ini akan diperkenalkan ke seluruh sekolah di Kabupaten Gianyar, yang dikaitkan dengan program Adi Wiyata. “Melalui program ini, kita sosiasilasikan tentang pengolahan dan penanganan sampah, serta memperkenalkan produk ramah lingkungan,” katanya. Kujus Pawitra menambahkan, DLH Gianyar akan bersurat ke sejumlah pengusaha di Kabupaten Gianyar untuk turut serta menggunakan sedotan ramah lingkungan ini. “Kita harapkan semakin banyak yang mengunakan produk ramah lingkungan. Dengan begitu, tentunya akan terjadi pengurangan sampah plastik,” tegasnya. Kujus Pawitra mengaku bersyukur di Kabupaten Gianyar ada banyak pihak yang mendukung program penanganan sampah, baik itu dalam wujud kreativitas produk atau barang sehari-

Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo membenarkan adanya penggerebekkan kegiatan sabung ayam di kawasan Kelurahan Bitra, Minggu sore lalu. Namun, ia mengaku belum bisa membeberkan terkait detail penggerebekkan tersebut. “Itu Polda. Nanti Kabid Humas Polda yang menyampaikan seperti apa,” ujar perwira melati dua di pundaknya ini. Disinggung terkait penyelenggaraan sabung ayam yang marak di wilayah Gianyar, Priyanto Priyo Hutomo kembali menyatakan belum bisa menjawab hal tersebut. “Kita tunggu instruksi dari Polda. Mohon bersabar,” tegasnya. (kmb35)

I.B. Ari Suamba

Bali Post/kmb35

Dikonfirmasi Senin (27/8) kemarin, Humas PN Gianyar I.B. Ari Suamba mengatakan, berdasarkan data dalam dua tahun terkahir memang terjadi peningkatan jumlah kasus perceraian. Sesuai data 2016, dari total 168 perkara perdata yang masuk ke PN Gianyar, 127 di antaranya adalah perkara perceraian. Pada 2017, dari 223 perkara perdata yang masuk ke PN Gianyar, tercatat ada 194 merupakan perkara perceraian. Sementara hingga Agustus tahun ini tercatat sudah ada 132 perkara perceraian yang masuk ke PN Gianyar dari total 162 perkara perdata. “Berdasarkan data dua tahun

terakhir, kasus perceraian memang selalu mendominasi. Jumlahnya selalu di atas seratus kasus,” ujarnya. Dari ratusan data kasus perceraian itu, kata Ari Suamba, paling banyak terjadi akibat percekcokan yang terus-menerus terjadi. Selain itu, penyebabnya juga ada karena salah satu pihak meninggalkan pasangan selama dua tahun berturut-turut. “Ada juga alasan karena pihak ketiga, tapi detail itu tidak bisa saya jabarkan. Apalagi sesuai asas persidangan, perkara perdata tertutup untuk umum,” katanya. Sementara untuk hak asuh ada yang diberikan

ke pihak ayah atau ibu, tergantung kepada siapa yang dianggap layak dan mampu mengasuh anak. “Terkait hak asuh anak, ada juga dipertimbangkan status ke-purusa-annya dalam perkawinan tersebut,” kata Ari Suamba. Menurut Ari Suamba, dari ratusan perkara perceraian itu, ada juga yang sepakat damai dan mencabut gugatan perceraian. Namun perdamaian itu persentasenya sangat kecil. Berdasarkan data 2017, hanya ada dua perkara perceraian yang akhirnya sepakat damai. “Untuk tahun ini ada satu perkara yang sepakat damai,” katanya. (kmb35)

DPRD Gianyar Umumkan Paslon Mahayastra dan Agung Mayun sebagai Bupati dan Wabup Gianyar Terpilih SETELAH sebelumnya ditetapkan dalam rapat pleno KPUD Kabupaten Gianyar, Calon Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Gianyar I Made Mahayastra, SST.Par., M.AP. dan Anak Agung Gde Mayun, S.H. sebagai pasangan Calon Bupati dan Wabup Gianyar Periode 2018-2023 terpilih dengan porelehan suara 193,923 suara, mengalahkan pasangan calon Tjokorda Raka Kerthyasa, S.Sos., M.Si. dan Pande Istri Maharani Prima Dewi, S.E., M.M. dengan jumlah suara akhir sebesar 93,336 suara. Menindaklanjuti hal tersebut, DPRD Kabupaten Gianyar melaksanakan Rapat Paripurna Istimewa Pengumuman Hasil Penetapan Pasangan Bupati dan Wabup Gianyar terpilih di Gedung DPRD Kabupaten Gianyar, Senin (27/8) kemarin. Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta, dihadiri Plh. Bupati Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Wakil

DPRD Kabupaten Gianyar I Made Togog dan I Ketut Jata, Calon Bupati dan Wabup Gianyar terpilih I Made Mahayastra, SST.Par., M.AP. dan Anak Agung Gde Mayun, S.H. serta pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar. Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta mengatakan, sesuai dengan surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor SE.120/2033/ Otda tanggal 22 Maret 2017 tentang Pengesahan Pengangkatan dan Pemberhentian Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota point 2 huruf a menyebutkan bahwa DPRD Kabupaten mengumumkan dalam Rapat Paripurna Istimewa Hasil Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih oleh KPU Kabupaten. Rapat Paripurna Istimewa dilaksanakan setelah DPRD Kabupaten Gianyar menerima Keputusan KPU Kabupaten Gianyar Nomor: 126/Pl.03.7-Kpt/5104/Kpu.Kb/

Vii/2918 tanggal 26 Juli 2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gianyar Tahun 2018. Tagel Winarta menambahkan, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar direncanakan dilaksanakan 20 September mendatang di Provinsi Bali. Sedangkan keesokan harinya, 21 September, DPRD Kabupaten Gianyar pada Sidang Paripurna juga akan melaksanakan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar terpilih dirangkaikan dengan pelantikan pengurus PKK Kabupaten Gianyar, Dekranasda, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Gianyar serta penandatangan MoU dengan Kabupaten Badung. Pada pelantikan nanti, juga akan diundang seluruh tokoh-tokoh masyarakat, baik itu klian dinas, klian adat, bendesa, perbekel, camat, forum SKPD sebagai ucapan terima kasih karena pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Gianyar sudah berjalan dengan lancar. “Kami di Gianyar juga

menerima masukan-masukan, dan secara protokoler kita akan punya Bupati dan Wakil Bupati baru. Sudah barang tentu sebagai ucapan terima kasih, karena pelaksanaan Pilkada sudah berjalan aman, baik dan lancar. Jadi, kita akan undang seluruh tokoh-tokoh masyarakat,” katanya. Sementara itu, Calon Bupati Gianyar terpilih I Made Mahayastra ditemui seusai sidang mengatakan, setelah ditetapkan nanti secara resmi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gianyar, hal pertama yang akan dilaksanakan yakni membuat Peratuan Daerah (Perda) Rencana Pembangunan Jagka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai dasar pelaksanaan visi dan misi yang telah disampaikan kepada masyarakat secara luas. Salah satunya, dalam kurun waktu dekat akan melaksanakan kelanjutan RS Sanjiwani dengan alokasi anggaran Rp 140 miliar dalam dua tahun penganggaran. Kelanjutan yang dimaksud adalah

menuntaskan atau mengganti gedung-gedung lama dengan gedung baru. Sementara untuk saat ini diprioritaskan pembangunan bed sebanyak 300 lebih. “Kelas tiga yang sebelumnya delapan bed kita akan jadikan empat bed. Kelas dua sebelumnya empat bed, kita jadikan dua bed. Kelas satu hanya satu bed, termasuk kelas VVIP. Termasuk ada President Suite Room sekarang, karena kita ada Istana Negara. Siapa tahu ada pejabat negara seperti menteri yang mendadak sakit, kita sudah siap menangani itu,” katanya. Untuk lebih memantapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kata Mahayastra, pada tahun 2020-2021 akan dibangun Rumas Sakit Daerah di daerah Payangan dengan merubah status Puskesmas Payangan, karena saat ini sudah 44 bed. Tinggal nanti untuk pembangunan lab dan IGD, sehingga bagi rumah sakit yang tidak bisa menerima bisa dirujuk ke Rumah Sakit Dae-

MENERIMA - Bupati Gianyar terpilih I Made Mahayastra saat menerima ucapan selamat dari para anggota DPRD Gianyar. rah. “Untuk program kesehatan gratis, jangkauannya kita akan perluas. Yang sebelumnya kita gratiskan sampai di tingkat RS Sanjiwani, sekarang yang sudah mendapat rujukan dari RS Sanjiwani kita gratiskan

sampai ke RS Sanglah. Kita anggarkan kurang lebih Rp 5 miliar sampai dengan Rp 10 miliar untuk pertama dulu. Kalau kurang, kita tambah di anggaran perubahan,” tegas Mahayastra. (ad1253)


JEMBRANA

10

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

Jalan Nasional Rusak

Tukang Ojek ”Online” Nyaris Jadi Korban Negara (Bali Post) Kerusakan jalan nasional di jalur Denpasar-Gilimanuk belakangan ini semakin parah. Kendati ada pengaspalan dan pelebaran jalan di wilayah Melaya, namun di ruas jalan nasional lainnya terlihat banyak berlubang. Bahkan lubangnya semakin melebar. Seperti yang terlihat di Yehembang dan Mendoyo serta di dalam Kota Negara yang sebelumnya diperbaiki dengan tambal sulam. Kondisi jalan rusak paling parah berada di jembatan Sebual, Desa Dangintukadaya, Jembrana. Bahkan di titik tersebut sering kali menyebabkan pengendara motor jatuh. Yang teranyar, pada Senin (27/8) dini hari. Seorang tukang ojek online dari Loloan Jembrana mengalami kecelakaan dan nyaris menjadi korban jiwa. Warga setempat mengatakan saat kejadian tukang gojek itu datang dari barat dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Karena suasana masih gelap, jalan yang mencekung dan terdapat gumpalan aspal itu tidak terlihat. Akibatnya korban terpental sekitar 15 meter. “Syukur tidak ada mobil atau truk lewat, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya. Adanya kejadian itu, warga hanya memberikan tanda silang di gundukan aspal tersebut. “Ini kerusakan sudah lama, hampir setahun lebih belum ada penanganan. Dulu pernah dipasang drum sebagai penanda dan tiang peringatan di lajur jalan sisi utara (arah Denpasar). Tapi belakangan tidak ada lagi,” ucapnya. Ketut Tama, seorang warga Mendoyo mengatakan lubang itu tepat berada di tengah sehingga sulit dihindari. Khususnya sepeda motor yang biasanya melaju kencang dari arah Gilimanuk. Apalagi jalan yang berlubang itu sebagian berada di atas jembatan. Khawatirnya bila tidak segera ditangani, lubang semakin lebar dan tembus di bawah jembatan. Selain itu di sekitar jembatan tersebut sebelumnya sering dipasangi pembatas jalan oleh petugas lantaran sering digunakan untuk parkir truk. Warga berharap agar jalan rusak tersebut segera ditangani dan diperbaiki sehingga tidak menimbulkan korban lagi. Sementara itu, Kadis PU Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Jembrana I Wayan Darwin saat dikonfirmasi kemarin mengatakan, pihaknya sudah pernah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) untuk perbaikan jalan nasional yang rusak tersebut. (kmb26)

TPI – Suasana di TPI Pengambengan yang mulai ramai lantaran hasil tangkapan ikan nelayan di Selat Bali mulai meningkat.

Bali Post/olo

Periode Januari-Juni

Meningkat, Hasil Tangkapan Nelayan Capai Rp 30,7 Miliar Diperkirakan, dalam semester pertama (JanuariJuni) lalu, nilai hasil tangkapan nelayan mencapai Rp 30,7 miliar. Atau hampir mendekati nilai selama dua semester (Januari-Desember) di tahun 2017 lalu, yakni Rp 34 miliar. Dari pengamatan Senin (27/8) kemarin, akti-

vitas sektor kelautan di Pengambengan mulai menggeliat. Sedikit berbeda dengan suasana dua tahun belakangan ini yang masuk paceklik ikan. Sejak dua bulan terakhir jenis produksi tangkapan ikan mulai beragam yang didominasi ikan layang dan tongkol. Sejumlah nelayan di

PPN Pengambengan, mengungkapkan tangkapan ikan dirasakan naik mulai Mei. Bahkan berlanjut hingga Agustus dan sampai saat ini. Raden Dayat (22) mengatakan jenis ikan yang paling banyak ditangkap adalah jenis layang dan tongkol. Dengan bertambahnya hasil

tangkapan nelayan ini berdampak pada aktivitas di TPI. Beberapa belantik (makelar jual ikan), buruh panol (tukang angkat ikan) dan pedagang ikan hingga truktruk ikut terkena dampak. Paling tidak mereka bisa kembali bekerja. Ditambahkan, selain ikan layang dan tongkol, saat ini juga sudah mulai terlihat ikan lemuru, namun belum terlalu banyak. Hasil tangkapan lebih banyak masih didapatkan di wilayah perairan Jimbaran, Badung.

DALAM rangkaian pujawali Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Desa Taman Sari, Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana, mengadakan kegiatan ritual bhakti panganyar. Bhakti panganyar yang digelar, Senin (27/8) kemarin merupakan serangkaian pujawali agung yang berlangsung di pura tersebut pada Purnama Sasih Katiga, Minggu (26/8). Pada panganyar tersebut, selain dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Ny Ari Sugianti Artha, Sekda Made Sudiada, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jembrana, juga turut hadir Bupati Klungkung Nyoman Suwirta beserta rombongan. Bupati Artha menyampaikan ritual

bhakti panganyar tersebut sebagai wujud srada bhakti umat ke hadapan Ida Batara (Tuhan Yang Maha Esa) yang berstana di pura tersebut. Selain itu, menurut Bupati Artha kegiatan ngaturang bhakti panganyar merupakan rangkaian dari kewajiban Pemkab Jembrana dalam memperkokoh spiritual umat. Melalui bhakti panganyar itu, diharapkan masyarakat dan pemerintah senantiasa mendapat tuntunan dalam melanjutkan pembangunan serta perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, Ketua Panitia Odalan I Wayan Madik Kesuma menyatakan rangkaian upacara pujawali sudah berlangsung dari Juli dan puncaknya pada 26 Agustus pada Purnama Sasih ketiga.

Menurut Madik, pujawali yang ke-13 kalinya ini pada puncaknya dihadiri kurang lebih 7.000 pamedek. Madik mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian dan kesediaan Pemkab Jembrana yang datang menghaturkan panganyar. Pada panganyar tersebut, Pemkab Jembrana menghaturkan punia yang diterima Ketua Panitia. Selain melakukan bhakti panganyar, rombongan Pemkab Jembrana juga mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada anjungan Provinsi Bali. Tujuannya adalah untuk mematangkan persiapan promosi pariwisata dan kerajinan khas Jembrana yang akan dihadiri duta besar negaranegara asing yang akan digelar pada 26 hingga 28 Oktober 2018. (ad1243)

JABAT TANGAN - Bupati Jembrana I Putu Artha berjabat tangan bersama panitia pujawali Pura Parahyangan Agung Jagatkarta saat menyerahkan punia dari Pemkab Jembrana, Senin (27/8) kemarin.

Negara (Bali Post) -

Meningkatnya hasil tangkapan para nelayan di Selat Bali berdampak pada aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Sejak sebulan terakhir, aktivitas penimbangan dan jual beli ikan mulai ramai. Kondisi itu juga berimbas pada tenaga kerja (buruh) dan pedagang yang ikut merasakan perputaran uang. Bali Post/olo

JALAN RUSAK – Jalan nasional di Sebual, Dangintukadaya yang rusak setelah sebelumnya sempat ditambal.

Sementara itu, berdasarkan data dari PPN Pengambengan di semester pertama tahun 2018, produksi hasil tangkapan ikan mencapai 1.961 ton. Bahkan diperkirakan hasil tangkapan tahun ini akan naik dibandingkan tahun lalu. Kasi Operasional PPN Pengambengan Erlina membenarkan adanya peningkatan hasil produksi tersebut. Melihat hasil tangkapan sampai Agustus, dipastikan tahun ini hasil produksi akan meningkat dibanding tahun sebelumnya. (kmb26)

RSU Negara Bakal Berubah Jadi UPT Dinkes Pemkab ”Mapenganyar” di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta

Negara (Bali Post) Rumah Sakit Umum (RSU) Negara yang saat ini berstatus Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) akan berubah. UPTD yang secara struktural saat ini berada langsung di bawah bupati, kini akan disesuaikan. Artinya, rumah sakit ini akan di bawah Dinas Kesehatan, seperti fasilitas pelayanan kesehatan lainnya puskesmas. Hal tersebut menindaklanjuti diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah. Ini dilakukan setelah resmi diberlakukannya penyesuaian Unit Pelayanan Teknis (UPT) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jembrana. Penyesuaian struktur UPT ini akan berdampak juga pergeseran pejabat yang saat ini memegang jabatan pada fasilitas pelayanan kesehatan itu. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Jembrana I Putu Suasta, Senin (27/8) kemarin, tak menampik adanya penyesuaian regulasi dari pemerintah pusat itu. Regulasi itu berupa Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur UPTD, di mana di dalamnya termasuk RSU Negara dan puskesmas. Dengan penyesuaian UPT itu, UPTD RSU Negara berada langsung di bawah Diskes Jembrana. Saat ini memang masih menjadi tanggung jawab bupati. Namun, nantinya setelah penyesuaian, UPTD ini akan berada di bawah Diskes. Direktur yang akan bertanggung jawab kepada Kepala Diskes seperti halnya dengan UPT Puskesmas saat ini. Terkait formasi pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan plat merah ini diakui juga akan mengalami perubahan. Di mana untuk jabatan Direktur RSU Negara dan kepala puskesmas yang saat ini dijabat pejabat struktural akan digantikan pejabat fungsional. Ditambahkan Suasta, saat ini ada 10 puskesmas masih dipimpin pejabat struktural eselon IV. Sedangkan Direktur RSU Negara masuk eselon III. Pejabat fungsional, berarti jabatan Direktur RSU Negara nantinya akan diisi dokter atau dokter gigi. Sementara kepala puskesmas hanya boleh diisi tenaga kesehatan. Selain itu, seluruh pejabat di bawah structural RSU dan puskesmas masih tetap berlaku dengan pejabat struktural. Misalnya, kepala puskesmas tetap ada Kasubag TU dan di bawah Direktur RSU Negara ada Kabag TU dan Kasubag maupun Kabid dan Kasi dengan jabatan struktural. Untuk pejabat yang formasinya akan disesuaikan itu, pihaknya menyerahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jembrana. Pengisian jabatan, baik Direktur RSU Negara dan puskesmas ini hanya penempatan dari struktural jadi fungsional. Tetapi pejabat yang menjabat nanti akan di-SK-kan oleh bupati dan tugasnya sama. Meskipun ada pergeseran struktur ini tidak memengaruhi RSU sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan akreditasi pada fasilitas kesehatan yang berperan sebagai UPTD pelayanan ini. (kmb26)

Bali Post/ist

Fokus dalam Pengembangan Masyarakat

PLN Bali Gelar Pelatihan di Desa Blimbingsari

Bali Post/ist

PELATIHAN – Pembukaan pelatihan kerajinan tempurung kelapa bagi KUB di Desa Blimbingsari kemarin. Pelatihan ini digelar selama enam hari kerja sama antara PLN Distribusi Bali dan BDI Denpasar. TURUT serta dalam upaya pengembangan masyarakat, PLN Distribusi Bali melalui PLN Peduli menggelar pelatihan pembuatan kera-

jinan batok kelapa di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Jembrana. Bekerjasama dengan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dan

Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, pelatihan yang digelar selama enam hari dibuka pada Senin (27/8) kemarin di Kantor Desa Blimbingsari. Manajer PLN Rayon Gilimanuk, Oscar Praditya dalam sambutannya menyampaikan pelatihan ini merupakan bentuk dukungan PLN dalam pengembangan ekowisata di Desa Blimbingsari. “Kami berharap setelah pelatihan ini, Desa Blimbingsari dapat menjadi contoh bagi desa lainnya”, ujar Oscar. Pelatihan yang berlangsung hingga Sabtu (1/9) mendatang, mendatangkan instruktur dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Siswanto. Oscar berharap setelah pelatihan ini kelompok di Desa Blimbingsari mampu memproduksi dan memasarkan secara mandiri berbagai produk kerajinan yang dibutuhkan pasar. Kepala Seksi Penyelenggaraan Diklat BDI Denpasar Made Artana manyampai-

kan bentuk kerjasama PLN Distribusi Bali dengan BDI Denpasar ini berupa sharing cost. Di mana PLN menggelontorkan bantuan senilai Rp 35 juta untuk penyediaan bahan baku dan alat-alat, sedangkan BDI Denpasar memberikan pelatihan selama enam hari. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Jembrana TNBB Ali Purwanto mengatakan PLN dan TNBB memiliki visi yang sama, yaitu ingin meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. “Masyarakat akan memiliki keahlian khusus yang dapat memberikan nilai tambah. Untuk itu manfaatkan waktu pelatihan sebaik mungkin”, ucap Ali. Sementara itu, Bupati Jembrana yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Sosial Putu Cahyadi menyambut baik CSR yang digelar PLN Distribusi Bali ini. Menurutnya pelatihan ini merupakan

hal yang sangat bagus dalam memberdayakan masyarakat lokal sekaligus memanfaatkan sumberdaya alam yang ada. Di Kabupaten Jembrana sendiri, kelapa merupakan komoditas yang cukup banyak dihasilkan, sehingga batok kelapa sebagai bahan utama pembuatan kerajinan mudah diperoleh oleh masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Bali, I Gusti Ketut Putra juga menginformasikan kepada masyarakat bahwa PLN memberikan diskon tambah daya sebesar 50% untuk semua golongan tarif tegangan rendah dan paket layanan sambungan sementara dengan membayar Rp 170.845 (sudah termasuk 80 kWh) berlaku hingga 31 Oktober 2018. Tak lupa Putra juga mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layanglayang dekat dengan jaringan listrik untuk menghindari gangguan. (ad1256)


Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

KARANGASEM

11

SOSOK Garap dari Hulu hingga Hilir PETANI khususnya di Karangasem usianya memasuki 40-50 tahun. Fakta itu membuat cemas Dinas Pertanian terkait kelangsungan sektor pertanian ke depannya. Tahun ke tahun, pertanian dikhawatirkan terancam kian minimnya petani. Untuk menggairahkan pertanian, Dinas Pertanian kembali melaksanakan Festival Subak di Bugbug, 1-3 September mendatang. Kadis Pertanian I Wayan Supandi, Senin (27/8) kemarin, mengatakan Festival Subak itu digelar untuk kedua kalinya. Kegiatan ini dilakukan guna melestarikan subak-subak yang ada di Karangasem. Lewat kegiatan ini, pihaknya bisa melakukan pembinaan terhadap para subak. Subak itu sejatinya bermuatan filosofi Tri Hita Karana. Parahyangan, ketika aci diberikan kepada Sang Pencipta atas segala anugerah yang kita terima. Pawongan melalui pembinaan supaya organisasi subak itu bisa lebih bagus. Palemahan-nya diwujudkan lewat bantuan sarana produksi guna meningkatkan usaha tani itu. Termasuk juga mensinergikan pertanian dan pariwisata. Kegiatan itu kata Supandi, untuk mengedukasi anakanak dan generasi muda khususnya, agar mereka mau berkecimpung di dunia pertanian. Pasalnya, sekarang ini yang berkecimpung di sektor pertanian yang tersisa hanya orang tua yang umurnya memasuki 40-50 tahun. Anak-anak mudanya enggan bergelut di sektor pertanian. Justru lebih banyak terjun di sektor pariwisata. Jadi, jika tidak diedukasi sejak awal, maka dalam kurun waktu 10 tahun ke depan akan terjadi krisis petani. “Kita mengedukasi anak-anak dengan cara memperkenalkan teknologi pertanian. Dari sana setidaknya ditanamkan motivasi agar mereka nanti- nya mau menjadi petani. Dari sini bisa dibukakan ekonomi kreatif berbasis p e r ta n i a n , ” ungkapnya. Mendukung s e k t o r pertanian, pihaknya rutin m e m berikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke pa da petani. Seperti traktor, a l a t panen padi dan alat-alat lainnya. “Bantuan sarana mem a n g wajib diberikan sebagai media produksi. Sebab, kita ingin menggarap petani dari hulu sampai ke hilir,” ujar Supandi. (eka)

Bali Post/kmb41

AKTIVITAS GALIAN - Kendati sudah ada surat imbauan dari Bupati Karangasem untuk menghentikan aktivitas galian C di Selat, tetapi hal itu masih berjalan.

Penambangan Galian C Ilegal

Bupati Keluarkan Surat Penghentian Aktivitas Amlapura (Bali Post) -

arkan izin itu belum ada.

Kasat Pol. PP Karangasem Wage Saputra, Senin (27/8) kemarin mengungkapkan, surat yang dikeluarkan Bupati nomor 331.1/3 72/Satpol PP/ Setda/2018 tentang Penghentian Aktivitas Galian Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan. Surat itu merujuk Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Usaha Pertambangan dan Batuan dan Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 17 Tahun 2012 tentang RTRW. Selain itu, dasarnya, menindaklanjuti hasil rapat anggota DPRD Karangasem tanggal 23 Juli. Maka dengan ini, pihaknya meminta seluruh pengusaha yang tidak memiliki izin dan masih melakukan

Legal Opini dan Diskresi “Untuk menangani masalah transisi ini, kejaksaan mengeluatkan Legal Opini (LO). Dan kejaksaan menyarankan supaya bupati mengeluarkan diskresi. Untuk diskresinya masih berproses. Jika diskresi itu sudah terbit, Dinas PU, DLH dan Perizinan baru bisa memberikan kajian ke provinsi. Perizinan provinsi menerbitkan izin galian. Setelah izin galian terbit kemudian kabupaten diberikan kewenangan terkait pemungutan pajak galian tersebut,” jelasnya. Saat ini, pemkab belum bisa melakukan punggutan karena mereka belum mengantongi izin tersebut. Satpol PP Karangsem sejauh ini, kata Saputra, hanya bisa mengingatkan dan mengimbau para pengusaha galian C itu dengan surat dari bupati. Sejauh ini, pihaknya belum bisa berbuat banyak. Sebab, belum ada perda yang

Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri telah mengeluarkan surat terkait penghentian aktivitas penggalian terhadap para pengusaha galian C ilegal di Selat dan juga Bebandem. Kendati sudah ada imbauan sebelumnya, akan tetapi aktivitas penambangan itu masih saja dilakukan oleh para pengusaha galian C di wilayah tersebut. aktivitas, agar segera menghentikan aktivitas penggaliannya. Apabila surat itu tidak diindahkan, maka akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku. “Surat ini turun per 1 Agustus,” ungkapnya. Saputra menambahkan, pascaturunnya surat ini, pihaknya telah meneruskan ke sejumlah instansi terkait. Seperti Satpol PP Provinsi, Gubernur Bali, DPRD Bali, Polres Karangasem dan lembaga lainnya di Karangasem. “Baru saja imbauan itu turun, maka surat itu sudah saya sampaikan ke instansi terkait yang ada di Karangasem juga di provinsi,” katanya. Pihaknya juga sudah sempat melakukan pertemuan secara langsung dengan Satpol PP

Provinsi. Pertemuan itu untuk membahas persoalan ini guna mencari solusi terbaik. Hanya, regulasi untuk itu belum nyambung. Perda tentang izin itu sudah ditetapkan. Akan tetapi, mekanisme untuk mencari izin, harus mencari rekomendasi dari bupati. Hal itulah yang belum bisa dibawa oleh pengusaha. Sehingga permohonan izin itu belum bisa diterbitkan. Sebab, saat ini di kabupaten masih memproses revisi Perda RTRW. Hasil kajian itu sampai saat ini belum turun dari pusat. Karena hasil kajian itulah yang nantinya bakal dipergunakan untuk menyusun Perda revisi RTRW ini. Karena itu, Dinas Perizinan belum bisa memberikan rekomendasi. Kewenangan untuk mengelu-

mengatur dalam hal melakukan tindakan nyata kepada para pengusaha galian itu. “Kita hanya bisa imbau mereka lewat surat saja,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya, kendati sudah ada imbauan kepada pengusaha galian C lewat surat bupati, akan tetapi dirinya tidak memungkiri aktivitas galian di wilayah itu masih tetap beroperasi. “Sampai sekarang, aktivitas galian C itu masih beroperasi. Kita sudah melakukan langkah-langkan tertentu. Caranya dengan mengingatkan pengusaha galian C itu agar sementara waktu tidak melakukan galian dulu sambil menunggu regulasi. Tapi mereka tetap saja masih melakukan aktivitas. Sudah ada sih beberapa pengusaha yang sadar. Mereka mau menghentikan aktivitasnya,” terangnya sembari berharap Polda Bali bisa turun ke lapangan, ikut membantu menertibkan aktivitas ini. Karena ini sudah menyangkut ranah hukum. (kmb41)

Duda Timur Berprestasi Spektakuler

Desa Pertama di Indonesia Kantongi Lima Muri

DESA Duda Timur, Selat, Karangasem kembali menyabet tiga Muri. Ketiga Muri itu diserahkan di Vila Putung, Sabtu (25/8). Sebelumnya, desa ini juga telah mendapat dua Muri dan satu penghargan sebagai penggagas. Muri kali ini sebagai Desa Pertama yang Memiliki Data Posisi “Real Time” Penduduk Berdasarkan Golongan Darah dalam Jaringan. Muri kedua, sebagai Desa Pertama yang Menggunakan Program Administrasi Sm@rt Budgeting. Selain itu juga meraih Muri sebagai Desa Pertama yang Menggunakan “Cash Management” dalam Pengelolaan Keuangan Desa. Dengan tambahan tiga Muri ini, Desa Duda Timur merupakan desa yang pertama di Indonesia mengantongi prestasi spektakuler lima Muri. Penyerahan Muri itu dihadiri Taufik Madjid, S.Sos., M.Si., Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT. Rombongan Dirjen tiba di Vila Putung pukul 12.33 Wita. Rombongan langsung diterima Bupati Karangasem IGA Mas

Sumatri, Camat Selat Komang Danu dan juga Perbekel Duda Timur I Gede Pawana. Nampak hadir juga anggota Komisi VI DPR-RI I Gede Sumarjaya Linggih atau Demer. Selain itu, hadir juga anggota DPRD Karangasem dapil Selat I Wayan Suparta. Sekretaris Balilatfo, Jajang Abdullah, S.Pd., M.Si., Direktur Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Drs. Syahrul, M.Si., Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Dr. Suprapedi, M.Eng.Sc., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai ASN Dr. Sumarlan, M.Si., Direktur Peningkatan Sarana dan Prasarana Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Agus Kuncoro, S.Sos., M.Si. Selain dari kementerian hadir juga pihak BNI 46 Denpasar. Sementara Gubernur Bali diwakili Kadis Pemerintahan Desa Ketut Lihadnyana. Dirjen Taufik Madjid, memberikan apresiasi kepada Bupati Karangasem yang telah mendorong program pembangunan desa itu. Taufik menyebutkan, Duda Timur merupakan salah satu desa lokomotif peruba-

han. Hal ini terjadi karena kreativitas Kepala Desa dan juga warganya. “Ada tiga Muri tambahan kali ini. Prestasi itu benar-benar sangat luar biasa,” ujarnya. “Aplikasinya sampai berbasis golongan darah. Prestasi ini belum pernah ada di Indonesia,” ujarnya bangga. Pelayanan publik di Duda Timur ini sudah mampu mengemban amanat UU No. 6 tentang Desa. Perjalanan Desa Duda Timur meraih lima Muri sekarang ini prosesnya relatif panjang dan berliku. Usaha ekstra keras itu telah dilakukan sejak delapan bulan lalu. Bahkan saat aktivitas Gunung Agung naik dan warga mengungsi, pendataan terus dilakukan. Bupati Karangasem Mas Sumatri memberikan apresiasi atas prestasi yang ditunjukkan Duda Timur. Dirinya berharap prestasi yang diraih Duda Timur, dalam membangun Desa itu bisa dicontoh desadesa lainnya di Karangasem. Apa yang dilakukan di Duda Timur itu sejalan dengan misi pemerintah Karangasem yang ingin mendekatkan pelayanan masyarakat ke desa bahkan

banjar. Sebelum penyerahan Muri, dilakukan pemaparan terkait smart desa oleh Soni Danu Suara. Smart desa launching pada 1 Februari 2018, kemudian 16 Mei 2018 memperoleh 2 Muri. Soni mengakui kalau visi teknologi smart desa, sejalan dengan Nawa Cita, yakni membangun dari desa. Smart desa itu merupakan ide dan teknologi baru untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Smart desa ini juga bisa beroperasi tanpa ada jaringan internat. Smart desa juga mendukung gerakan nasional nontunai. Sistem pembayarannya di Indonesia bisa menghemat sekitar 30 triliun per tahunnya. Ini karena omzet visa dan master card di Indonesia saat ini mencapai sekitar 30 ribu triliun. Fokus gerakan nontunai itu dituntut menyediakan sebuah mesin atau perangkat, yang harganya cukup mahal. Dengan smart desa, bisa melakukan semua ini dengan biaya murah. Yang tidak kalah penting fitur smart desa, juga bisa ada fitur antivisual inteligen. Fitur itu bisa melacak saudara jauh

begitu juga keluarga yang ada di luar daerah. “Misalnya kita ke Jakarta. Kita ingin tahu siapa keluarga di sana bisa dilacak dengan smart desa ini,” ujarnya. Sehingga saudara yang sebelumnya tidak pernah dikenal bisa ditemukan nantinya. Smart desa itu juga tahu klasifikasi data penduduk. Bahkan, sampai di satu rumah dengan tingkat sosial berbeda. Kalau aplikasi ini digunakan kepala daerah, maka akan bisa tahu kondisi daerahnya. Aplikasi ini juga bisa mencari tahu warga dengan golongan darah tertentu dan juga umur tertentu. Smart desa juga bisa membuka rekening di bank tanpa perlu ke kantor bank. Rekor Indonesia tersebut diserahkan Ngardi Yusuf, Senior Manajer Muri. Kemudian pada Sabtu (25/8) juga diberikan tiga rekor sekaligus untuk Perbekel Duda Timur I Gede Pawana. Dengan gebrakan pembangunan dari desa menurut Dirjen, sekarang ini Indonesia sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Kemiskinan di Indonesia tinggal 9,25 persen atau 25 juta jiwa penduduk.

SERAHKAN MURI - Penyerahan Muri kepada Perbekel I Gede Pawana oleh Dirjen Taufik Madjid, S.Sos., M.Si. didampingi Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. Penurunan ini juga karena kebijakan fiskal dengan dana desanya. Selain itu juga disebabkan sumber pendapatan lainnya lebih baik. Penurunan angka kemiskinan di desa juga sangat signifikan, yakni 1,2 juta. Kemiskinan di desa ada 15 juta jiwa. Lima tahun mendatang, angka kemiskinan itu bisa ditekan sampai lima persen.

Terkait ketimpangan sosial, diakui memang ada sedikit kenaikan yakni 0,04 persen di desa. Orang miskin di desa sudah tambah sejahtera. Namun, orang kaya di desa juga ada yang bertambah kaya. Sehingga ketimpangan ini masih terjadi. Dengan dana desa itu, pemerintah ingin menjadikan warga desa sebagai pelaku utama pembangunan. (ad1241)

Dinsos Disorot

Pencairan Bansos Dituding Tebang Pilih

Bali Post/gik

RAPAT KERJA - Kepala Dinas Sosial Karangasem Puspa Kumari saat hadir pada rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Karangasem.

Kinerja Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem terus mendapat sorotan. Tidak hanya soal penanganan pengungsi, tetapi juga soal realisasi bansos tak terencana untuk warga miskin. Sebab, sudah berbulan-bulan permohonan bansos yang diajukan masyarakat itu, belum juga bisa terealisasi. Semakin banyak munculnya keluhan masyarakat. Hal itu membuat Komisi IV DPRD Karangasem memanggil Kepala Dinas Sosial, Puspa Kumari, dalam rapat kerja, Senin (27/8) kemarin. Kenapa hal seperti itu bisa terjadi apa alasannya?

SEBELUMNYA, Puspa Kumari sempat mangkir dalam pemanggilan serupa, sehingga menimbulkan ketegangan. Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, Nyoman Musna Antara, mengatakan respons Dinas Sosial dalam menyelesaikan masalah itu dinilai sangat lamban. Dana sudah dianggarkan, tetapi kenapa realisasinya sangat lama hingga berbulan-bulan. “Bahkan, masyarakat kami ada yang sampai menggadalkan KTP untuk pinjam uang di rentenir. Apakah data yang kami setorkan sudah ditindaklanjuti. Isunya ada yang cair. Ada juga yang tidak. Kenapa bisa begitu,” katanya. Realitas seperti itu membuat Komisi IV DPRD Karangasem sangat kecewa. Bahkan, ada kesan tebang pilih, hingga membuat proses pencairan bansos itu tidak sesuai

mekanisme dan urutan. Sebab, justru masyarakat yang difasilitasi dewan, bansosnya tidak terencana karena itulah tidak kunjung cair. Apalagi, masyarakat yang tidak ada mengawalnya. “Apakah karena kami yang mengajukan, sehingga disetop. Ini seleksi alam, apa seleksi politik,” tegas politisi Golkar ini. Anggota DPRD Karangasem lainnya, Komang Rena, juga mengeluhkan hal serupa. Sampai enam bulan lebih mengurus dananya belum juga cair. Padahal, inilah satu-satunya yang bisa digunakan untuk bantuan kesehatan masyarakat yang tak tertanggung BPJS. Apalagi sekarang sudah tak bisa memanfaatkan rekomendasi Dinas Sosial untuk ke BPJS. “Saya sampai nunggu enam bulan. Masalahnya apa, kat-

anya diverifikasi, tetapi siapa yang memverifikasi. Sibuk urus bencana, tak bisa lagi jadi alasan,” tegas politisi asal Rendang ini. Kepala Dinas Sosial, Puspa Kumari yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan total permohonan yang masuk hingga 27 Agustus, sudah mencapai 119 orang. Jumlah tanggungannya bahkan menyentuh angka Rp 620,6 juta. Setelah dikaji langsung oleh Dinas Sosial, total dana bansos tak terencana yang harus dibayarkan kepada pihak rumah sakit, menjadi Rp 424,8 juta. Permohonan yang sudah disetujui Bupati Karangasem, baru 81 orang. Jumlah uangnya setara Rp 337,1 juta. Sedangkan, yang sudah siap cair baru untuk tanggungan 35 orang. Total tanggungannya Rp 119,7 juta. Pihaknya mengaku sudah

berupaya mendorong agar prosesnya berlangsung lebih cepat. Dia juga meluruskan pihaknya sama sekali tidak ada maksud tebang pilih. Sebab, semua permohonan yang masuk, langsung diajukan kepada bupati. Terkait turunnya persetujuan data penerima dari bupati, sepenuhnya bukan menjadi kewenangannya. Melainkan hal itu merupakan kewenangan bupati. Tidak berlakunya rekomendasi Dinas Sosial ke BPJS, pihaknya juga menyayangkan hal itu. Sehingga Puspa Kumari menegaskan akan berupaya melakukan komunikasi kembali dengan pihak BPJS. “Kami masih memohon, agar rekomendasi kami masih diterima,” tegasnya. Dari 35 permohonan yang cair, nilai realisasinya dikatakan sudah sesuai nilai permohonan yang diajukan.

Termasuk ada permohonan lainnya yang juga dimohonkan oleh pihak rumah sakit. Sebagian besar berupa biaya pengobatan dan biaya hidup, dengan mencantumkan surat terutang dari rumah sakit. Untuk diketahui, dulu ada istilah rekomendasi emergensi dari Dinas Sosial untuk membantu warga kategori miskin. Khususnya warga yang belum punya atau belum ter-cover KIS (Kartu Indonesia Sehat). Namun, belakangan ada istilah baru, untuk menampung warga ke dalam Data Base Terpadu (DBT). DBT itu mencatat warga miskin yang belum ter-cover KIS. Tetapi, faktanya beberapa kasus yang ditemukan dari konstituennya, banyak warga miskin justru belum masuk ke DBT tersebut. Dia mencontohkan dua warganya, (gik)


KLUNGKUNG

12

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

FIGUR Tunjukkan Sapta Pesona PEMERINTAH pusat melalui Kementerian Pariwisata tengah merancang sepuluh Bali “baru” untuk mendulang kunjungan wisatawan. Hal tersebut diyakini tidak akan memengaruhi eksistensi pariwisata di Kabupaten Klungkung yang menjadi bagian Bali. Optimisme kunjungan setiap tahunnya bisa mencapai target masih tertanam kuat. “Kami yakin itu tidak memengaruhi. Masih berjalan seperti biasa,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta, belum lama ini. Pejabat asal Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod ini mengatakan, pariwisata di Klungkung, khususnya Kepulauan Nusa Penida memiliki ciri khas tersendiri, terutama dari sisi bentang alam. “Tidak semua daerah memiliki potensi sama. Klungkung memiliki kekhasan dan keunikan. Ini yang ditunjukkan,” sebutnya. Namun ditegaskan, menggeliatkan sektor ini, peran masyarakat sangat diperlukan. Perlu secara bersama-sama untuk menunjukkan sapta pesona, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. “Itu yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pengelola. Pasti akan bisa bersaing,” katanya. Ditambahkan, mendukung kunjungan wisatawan juga, pada anggaran perubahan diusulkan penyusunan sepuluh perencanaan untuk delapan objek wisata. Lima ada di Nusa Penida dan tiga di Klungkung daratan. Itu berupa pembangunan fasilitas, seperti toilet dan parkir. Ada juga pagar pengaman untuk objek wisata bertebing. “Kami ingin ke depan pariwisata semakin baik. Tetap melakukan pembenahan,” imbuhnya. (sos)

Orok di Saluran Irigasi Gegerkan Warga

Semarapura (Bali Post) Puluhan warga berkerumun di pematang sawah Subak Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Senin (27/8) pagi kemarin. Mereka penasaran terhadap adanya temuan orok di tengah saluran irigasi. Kedatangan warga itu berlangsung silih berganti sesaat setelah informasi tersebut beredar. Beberapa juga ada yang berdesakan untuk menyaksikan lebih dekat. Orok perempuan itu pertama dilihat Kepala Dusun Penasan I Made Parwata sekitar pukul 08.00 Wita. Ketika itu, ia yang mengendarai motor hendak mengantar istrinya, Wayan Srijani, ke sawahnya untuk memetik bunga pacah. “Setelah di sini (TKP - red), saya lihat sesuatu. Awalnya dikira bangkai anak babi. Tapi setelah didekati, ternyata orok,” ujarnya. Saat itu, ia memanggil petani I Nyoman Sukirta. Namun langsung lemas baru sekilas melihat. Temuannya itu pun langsung disampaikan ke Bendesa Adat Penasan dan Bhabinkamtibmas. Warga pun langsung berdatangan ke TKP. “Ini juga langsung dilaporkan ke polisi,” tuturnya. Disampaikan lebih lanjut, jalur di TKP itu cukup ramai dilintasi warga. Pihaknya pun belum mendapat informasi siapa ibu kandung orok tersebut. “Kalau di dusun kami ada yang mengandung. Tetapi belum ada yang lahir,” jelasnya. Pascatemuan itu, Parwata bersama subak akan mengkoordinasikan dengan adat terkait upacara yang akan dilakukan. Sesaat setelah mendapatkan informasi, polisi pun datang untuk melakukan olah TKP dan membawa orok tersebut ke RSUD Klungkung untuk diidentifikasi. Dikonfrmasi terpisah, Direktur RSUD Klungkung I Nyoman Kesuma mengatakan, panjang orok yang masih utuh itu 25,5 cm, dengan berat 600 gram dan mengalami luka lecet pada salah satu kakinya. “Diperkirakan umurnya lima sampai enam bulan,” sebutnya. Kasat Reserse Kriminal Polres Klungkung AKP I Made Agus Dwi Wirawan mengungkapkan kasus tersebut ditangani Polsek Banjarangkan. Namun demikian, pihaknya turut mem-back-up. Dijelaskan, penyelidikan tengah dilakukan dengan menggali keterangan di masyarakat maupun Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan bidan di sekitar TKP. “Sedang penyelidikan. Mudah-mudahan segera terungkap,” pungkasnya. (kmb45)

Bali Post/sos

OROK - Polisi tengah menunjukkan orok di saluran irigasi Subak Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan yang mengejutkan warga, Senin (27/8) pagi kemarin.

Retribusi Pasar Disesuaikan

Pedagang Minta Perhatian Pemkab Lebih Maksimal

Semarapura (Bali Post) -

Retribusi pasar yang dikelola Pemkab Klungkung disesuaikan dan mulai berlaku mulai awal September 2018. Pedagang pun tak keberatan terhadap hal itu. Hanya, pemkab dituntut untuk mengimbanginya dengan peningkatan kualitas pelayanan. Kepala UPT Pasar Klungkung I Komang Widyasa Putra menjelaskan, penyesuaian tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pasar, yang di dalamnya tertuang retribusi dapat ditinjau kembali setiap tiga tahun sekali. “Dari sisi peraturan, memang diperkenankan,” jelasnya, Senin (27/8) kemarin. Selain itu, kebijakan tersebut juga didasari pertimbangan lain, yakni semakin baiknya ekonomi masyarakat ditandai dengan aktivitas pasar yang semakin ramai

dan penambahan jumlah pedagang, terutama di pelataran. “Pemkab juga sudah melakukan revitalisasi pasar,” ungkapnya. Sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Perda Nomor 17 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pasar, retribusi di Pasar Semarapura, untuk kios dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000, los dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 dan pelataran dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000. Sementara itu, untuk Pasar Kusamba untuk kios dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000, los

Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 dan pelataran dari Rp 1.000 menjadi Rp 2.000. “Kenaikannya hanya Rp 1.000. Tidak banyak,” jelas Putra. Khusus untuk di Pasar Galiran, untuk kios tetap Rp 5.000, los Rp 4.000 dan pelataran Rp 3.000, masih sama seperti sebelumnya. Selain itu, ada retribusi baru untuk pelataran tengkulak sebesar Rp 5.000, pedagang musiman Rp 1.000 dan untuk pedagang bermobil Rp 25.000. Khusus untuk Pasar Mentigi, Nusa Penida, retribusi pedagang pelataran yang sebelumnya Rp 1.000 menjadi Rp 2.000, kios dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 dan los dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000. “Penyesuaian hanya untuk pasar yang dikelola pemkab saja. Ada empat itu,” katanya. Disampaikan lebih lanjut,

Jarum jam menunjukkan pukul 15.00 Wita, air laut di wilayah ini nampak surut. Nampak kebiruan, dengan ombak kecil yang jauh di dalam. Ketika itu, dari ketinggian, terlihat sangat banyak petakan layaknya keramba. Masingmasing panjangnya sekitar 10 meter dan lebar 5 meter. Itu dibuat dari kayu yang ditancapkan. Sangat banyak, hingga memunculkan kesan kokoh. Di dalamnya berisi jaring menyelimuti bebatuan kecil yang tak

layanan. Begitu juga dalam mempromosikan produk Usaha Kecil Menengah (UKM). “Kalau naik seribu, kami tidak masalah. Tetapi mohon juga untuk promosi lebih luas lagi untuk produk-produk unggulan Klungkung, seperti endek. Sekarang sudah ada wisatawan yang masuk ke pasar. Nanti ada IMF, semoga ada imbasnya kesini,” katanya. Belakangan ini, katanya persaingan pasar semakin ketat. Belum lagi adanya serbuan produk serupa dari luar daerah yang kualitasnya belum tentu sama. Jika itu terus dibiarkan, dikhawatirkan akan berimbas pada pedagang lokal. “Perlu juga perlindungan untuk produk lokal. Kualitas endek Klungkung bagus-bagus,” ucapnya. (kmb45)

Diduga, Mantan Napi Lolos DCS Semarapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung telah mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) Pemilihan Legislatif (Pileg). Namun, setelah jadwal masukan dan tanggapan masyarakat berakhir, muncul informasi adanya seorang calon yang diduga menjadi mantan narapidana (napi) kasus narkoba. Yang bersangkutan disebut-sebut tidak melengkapi persyaratan sebagai mana yang diatur, salah satunya pengumuman di media massa. Berdasarkan informasi, calon tersebut berasal dari Partai Hanura yang masuk Dapil Kecamatan Dawan. Ketua KPU Klungkung I Made Kariada menjelaskan track record caleg tersebut diketahui dari seseorang yang sempat bersama di penjara. Hal itu disampaikan melalui surat pada 24 Agustus lalu. “Ini muncul

setelah jadwal masukan dan tanggapan masyarakat berakhir,” jelasnya, Senin (27/8) kemarin. Pria asal Desa Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini menyebutkan, informasi itu tetap ditindaklanjuti, sudah dikoordinasikan dengan KPU Provinsi Bali dan Bawaslu. “Kami menunggu rekomendasi Bawaslu. Itu juga menjadi temuannya,” katanya. Ketika verifikasi berkas berjalan, pada Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), tidak ada dijelaskan yang bersangkutan pernah berkasus. Demikian juga dengan surat yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Klungkung. “Karena seperti itu, jadinya tidak ada pengumuman di media massa,” ungkap Kariada. Komisioner KPU Klungkung Anak Agung Istri Rai Diah Utari mengatakan, KPU belum bisa memastikan nasib caleg tersebut

lantaran belum ada rekomendasi dari Bawaslu. ”Kami ingin semakin cepat selesai semakin baik,” katanya. Sementara itu, Ketua Bawaslu Klungkung I Komang Artawan mengaku telah melakukan penelusuran ke Rumah Tahanan (Rutan) Klungkung. Terungkap, caleg tersebut berinisial NGAA yang sempat penjara 4 tahun atas kasus narkoba. “Kami segera merekomendasikan ke KPU agar yang bersangkutan melengkapi persyaratan sebagai mantan napi,” terangnya. Ketua DPC Partai Hanura Klungkung I Wayan Suyasa menyatakan, belum menerima informasi resmi soal itu. Namun demikian, caleg tersebut dibenarkan maju melalui Hanura. “Ya namanya ada. Masuk dapil Dawan. Tetapi saya belum dapat informasi resmi. Jadinya belum bisa melakukan apa,” pungkasnya. (kmb45)

Sulit Sumringah, Berjuang Melawan Kemelut lagi terendam air. Itu dijadikan sebagai tempat budi daya rumput laut. Ada juga tali sebagai pengikat. Sinar matahari tak lagi menyengat. Sejumlah petani pun datang. Sebagian besar sudah uzur. Berjalan pelan masuk ke petakan itu. Ada yang membawa peralatan layaknya linggis. Itu digunakan untuk mencongkel bebatuan kecil di yang tertanam kuat di bawah rumput laut yang berwarna hijau. Tujuannya supaya air bisa menggenang. Beberapa juga ada yang membawa keranjang bambu. Ukurannnya cukup besar. Pelan tapi pasti, langsung jongkok dan memanen. Butuh waktu cukup lama untuk memenuhi itu. Lalu menaruhnya di atas ban dalam yang mengapung. Ukurannya juga cukup besar. Ketika panen sudah banyak, ditarik ke pinggir. Dibawa ke tempat penjemuran dengan dijunjung. Beberapa juga ada

kebijakan ini tengah disosialisasikan ke pedagang. Diakui, diharapkan bisa diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan. “Ada yang menyampaikan lampu di pasar mati. Diharapkan bisa segera diperbaiki. Itu saja. Secara umum tidak ada mempersoalkan,” terangnya. Khusus untuk target retribusi, tahun ini mencapai Rp 6,1 miliar. Sampai semester I, realisasinya mencapai Rp 3,1 miliar. Pada 2019, target dirancang menjadi Rp 7,1 miliar. “Dengan penyesuaian retribusi ini, tentu target tahun depan naik,” imbuhnya. Seorang pedagang di Pasar Semarapura, Ni Putu Suratni mengaku tak keberatan dengan kenaikan retribusi itu. Namun demikan, pemkab diharapkan bisa semakin maksimal memberikan pe-

Pileg 2019

Melihat Petani Rumput Laut di Desa Suana

PETANI di Dusun Semaya, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida yang sempat berhenti membudidayakan rumput laut kembali bangkit. Senyumnya masih sulit sumringah. Mereka masih harus berjuang melawan kemelut.

Bali Post/sos

KIOS - Kios di Pasar Semarapura. Pemkab akan menaikkan retribusinya per September.

Bali Post/sos

yang memikul. Nampak kuat, tak peduli dengan bebatuan yang saat diinjak membuat kaki sakit. Rumput laut itu masih terikat dengan tali. Lalu dilepas sedikit demi sedikit. Aktivitas itu salah satunya dilakukan petani, Wayan Tokal. Ia pun bergumam. Melontarkan keluhan akan hasil panennya. Tak sesuai harapan. Banyak rumput lautnya yang menguning dan membusuk. “Hasilnya tak bagus. Banyak busuk,” tuturnya, baru-baru ini. Hal itu, katanya akibat cuaca yang tak bersahabat. Kadang panas

PETANI - Petani rumput laut di Dusun Semaya, Desa Suana, Nusa Penida.

menyengat, kadang pula hujan. Ia pun tak bisa menangani itu. Hanya bisa pasrah. “Biar tidak banyak rusak, terpaksa panen lebih awal,” katanya. Sepetak, panennya hanya kisaran 50 kilogram. Beda jauh ketika cuaca baik, kisaran 200 kilogram. Di tengah hal itu, harga jualnya tak terlalu mahal. Yang basah Rp 6 ribu per kilo dan kering Rp 10 ribu. “Hasil turun. Ini terjadi dari gelombang besar,” ucap petani yang rambutnya sudah memutih ini seraya menambahkan kesulitan bibit juga masih menghantui. “Bibit yang sekarang ini sisa

dulu,” imbuhnya. Petani lain, Wayan Sukerni juga turut gigit jari. Dikatakan, petani sejatinya baru beberapa bulan bangkit. Memulai untuk kembali budi daya. “Dulu sempat tidak menanam. Terus lanjut lagi. Tapi hasilnya kurang bagus,” terangnya. Ia pun menceritakan masa lalu pertanian ini. Digeluti sebagian besar masyarakat pesisir. Pantai di wilayah itu tak ada lengang. Hasil panen juga berlimpah. Itu tak sebatas terjual di dalam negeri. Tetapi juga merambah ekspor. “Kalau sekarang masih ada pengepul, tetapi jualnya sampai ke Denpasar dan Surabaya,” ucapnya. Mendongkrak penghasilan, petani pun memutar otak. Rumput laut diolah menjadi beraneka produk, seperti krupuk dan dodol. Ini pun telah berhasil dipasarkan. “Produksinya lancar. Itu untuk menambah hasil,” pungkasnya. (sos)

Bali Post/sos

I Made Kariada

Bali Post/sos

I Komang Artawan


Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari D3 Wanita Accounting Pengalaman Bs Excel Bhs. Inggris Aktif.Lamaran Bawa ke TOP9 Furniture Jl.By Pass Ngurah Rai No.836 Suwung Kauh B.BP.153.08.18.0001235

Reception Dcr u/Fitnes Sanur Pnampilan Menarik,081802987999 B.BP.153.08.18.0001236

!Db CookHelper Pastry 2-2.5Jta +Mes/Makan/Tips.Top Cafe Jimb WA.081337555397 B.BP.004.08.18.0001219

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto PastiBrangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.08.18.0001184

Cr PRT Wnt u/Rmh Tgg Dps.Gj 1.5Jt,Rajin&Jujur. 08123872326 B.BP.004.08.18.0001217

Dbthkn sgr Reservasi staff.Hub Happy Bali Tour, 081999379595 B.BP.001.08.18.0001046

Dcr 2 Satpm,3 Tk.Kbn, 3 Bersh Villa/Msk Hub.Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Krbkn, 4731979 B.BP.154.08.18.0001227

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS

Dcr Admin.Komputer,Bhs Inggris Standar,Penglman tdk Diutamkan Gaji,U.Makan,BPJS.08170001985 B.BP.001.08.18.0001215

Dcr Cook for Chara, SPG for Clothing Store,English,Waiter/ss for Living Well Resto Hub.081237312321 / WA

B.BP.004.08.18.0001218

Dcr HK Pria Kirim CV ke arthursuitesbali9393@gmail.com /Bawa Lmrn ke Jl.Sri Kresna No. 939/03619345860/087850401714

B.BP.004.08.18.0001223

Dcr Min Lls SMU utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj. 0811380028

B.BP.821.08.18.0000541

Dcr PRT Wnt KTP Bali Jl.G.Salak Hub.08129229286

B.BP.154.08.18.0001225

Dcr Security L/P Min SLTA CV lkp:Puri Cendana Seminyak H.0361732947/081212886674 B.BP.001.08.18.0001226

Dcr Sopir + Kernet SIM A Kirim Galon, Kuta, 082144877778 B.BP.001.08.18.0001167

Dcr Sopir Bus & Pariwisata B. Inggris Hub.Merrys 0361238041 B.BP.001.08.18.0001230

Dicari Guru yg Fasih Berbahasa Inggris. Hub.0811398772 B.BP.001.08.18.0001228

SERVICE

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

Dcr Sopir(Pria)Min.SMA Usia 20 s/d 30 Thn.Memiliki SIM B1 Brpnglmn,Disiplin.Krm CV ke PT.Liqtro Sanurbali Jl.Ry Pel. Benoa Gg.Sinar Mutiara Indah (0361)710971, 710972, 710973, 0878 6233 2606 Email: marketing@liqtrosanurbali.com

*Dicari Waiter/es utk Kunti 2 / Kunti3 Restaurant 087862228987 B.BP.166.08.18.0001239

Dicari Cleaning Service Pria untuk Hammerhead Gym Jl.Nakula Kuta,Seminyak Call:0811388661 B.BP.001.08.18.0001216

Dicari Waiter/s dan Cook untuk D’Wika Resto di Jl.Dewi Sri No.19.Hubungi : 0822-3643-0607

B.BP.001.08.18.0001118

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

B.BP.031.08.18.0001220

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com G.07

Tenaga SMTA-SMK punya SIM C untuk tenaga serabutan produksi air RO untuk di Kuta. Lamaran ke SMS 0818621818

G.01

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

G.08

Sopir SIM A untuk distribusi air, Lamaran ke SMS 0818621818

G.02

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com G.03

G.09

Satpam/Waker tamat SMP/SMA. Lamaran ke SMS 0818621818 G.10

Tukang masak ikan bakar khas Jimbaran dan Klungkung. Lamaran ke SMS 0818621818 G.11

DIJUAL MOBIL HONDA

Cook, Barista, Waiter. Lamaran ke SMS 0818621818

G.12

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

BMW

Djl BMW X5 XDrive 301AT Abu2 Metalik KM41200 Th’2009 Istmwa Jarang Pakai Hub.08123812222 B.BP.153.08.18.0001238 MERCEDEZ

*Mercy E260 Th’2004 AsDK Tgn1* **Telp.0361-464168** B.BP.141.08.18.0001231 PORSCHE

*Porcshe Boxter Th’2012* **Hub.081238116467** B.BP.141.08.18.0001233 TOYOTA

*Alphard G Th’2017 KM3500* *Vellfire ZG’12 H081353696360* B.BP.141.08.18.0001232

Grand Inova Diesel MT’12 + ‘10 AT As DK H.081236009045 / Krdt

DIJUAL TANAH Djl Tnh 2A Dalung Permai Blok GG2 Blkng Clandys 08123803153

B.BP.001.08.18.0001042

Djl Tnh Plus Rmh 3,3Are Pandak Gede Kediri Tbn, 085100817836

B.BP.154.08.18.0001234

Tanah 3,5Are Pengiyasan Gang 3 Sanur 700Jt/A Ng,085857442601

B.BP.001.08.18.0001221

KARANGASEM

Dj Tnh di Jl.Surapati Gg.Sedap Malam 125Jt/Are H.087863255258

B.BP.001.08.18.0000965

DISEWAKAN GEDUNG Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2, 08123812222

B.BP.153.08.18.0001237

B.BP.001.08.18.0001222

RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH Djl Rmh Kos2an 5KT,LT 106m2 Jl. MataramKutaH.087888375445WA B.BP.154.08.18.0001224

Rumah 45/80 Perum Taruna Mas Blok A/3 Jl.Taruna Jaya Kediri Tabanan450Jt/Nego,085738336949 B.BP.001.08.18.0001212

Brio Matic 2014 Silver, Low KM Hub:082237796069/Lngsg Pemilik

Rumah Perum Dewata Permai Blok A3/12 Sading 087862380090 (TP)

B.BP.001.08.18.0001213

B.BP.001.08.18.0001210

Bantu Murah Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.08.18.0000895

Privat Inggris,Jerman,Belanda Prancis.Hubungi:081246088160 B.BP.001.08.18.0001214

KEHILANGAN Hilang BPKB No.H05319040-O DK 6632 IS An. I Ketut Sukra

B.BP.001.08.18.0001209


BANGLI

14

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

Digugurkan, Ranperda Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Bangli (Bali Post) –

Satu dari tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang digodok Pansus II DPRD Bangli digugurkan, yaitu Ranperda tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Digugurkannya ranperda tersebut karena dinilai mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan Ranperda tentang Penanganan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang kini juga tengah digodok Pansus II.

Bali Post/kmb40

RAPAT PARIPURNA - Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata, didampingi dua Wakil Ketua, yakni I Komang Carles dan I Nyoman Basma saat memimpin rapat paripurna internal DPRD Bangli dengan agenda penyampaian laporan pansus terhadap 7 buah Ranperda, Senin (27/8) kemarin.

Dalam rapat paripurna internal DPRD Bangli dengan agenda penyampaian laporan pansus terhadap 7 buah Ranperda yang digelar Senin (27/8) kemarin, Ketua Pansus II DPRD Bangli I Nyoman Budiada menyebutkan ada tiga ranperda yang digodok, yaitu Ranperda tentang Perlindungan dan Jaminan Sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (yang kemudian diubah judulnya menjadi Ranperda tentang Penanganan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial), Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dan Ranperda tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Dari hasil konsultasi yang dilakukan ke pusat, satu dari tiga ranperda, yakni Ranperda tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan digugurkan alias tidak bisa dilanjutkan pem-

bahasannya. Dijelaskan Budiada, sesuai masukan dari pihak Kementerian bahwa pengentasan kemiskinan bukan menjadi tanggung jawab penuh Dinas Sosial, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan di daerah dan desa secara terpadu. Oleh karenanya, ranperda menyangkut hal itu dibuat terpadu oleh OPD terkait di daerah sesuai terbentuknya tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah (TKPKD), yang langsung diketuai pimpinan daerah. Dikatakan juga bahwa berdasarkan masukan Direktur Penanganan Fakir Miskin, ranperda tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan digugurkan, karena punya maksud dan tujuan yang sama dengan Ranperda tentang Penanganan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Jika Ranperda ini dipaksakan untuk disahkan

nantinya akan ada ranperda ganda. “Kalau dipaksakan Ranperda tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan disahkan menjadi perda, juga akan sia-sia karena nilai kebijakannya sudah masuk dalam BAB V ranperda lain diperjelas secara gamblang,” jelas Budiada. Sementara itu, Ketua Pansus I Wayan Wedana menyampaikan ada tiga Ranperda yang ditangani Pansus I, yakni Ranperda tentang Ketertiban Umum, Ranperda tentang Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dan Ranperda tentang Perubahan Status Kelurahan Menjadi Desa. Untuk membahas ketiga ranperda tersebut pihaknya sudah beberapa kali mengadakan rapat baik internal maupun rapat kerja dengan eksekutif. Tak hanya itu, pihaknya juga mengadakan konsultasi ke Ditjen Bina Desa, Kementerian Dalam Negeri. Sementara itu Ketua

Pansus III, I Ketut Suastika, mengatakan, ranperda yang ditangani Pansus III, yakni Ranperda tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat menjadi Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Bank Daerah Bangli. Pihaknya berterima kasih kepada eksekutif yang telah secara intensif membahas ranperda tersebut dan dengan senang hati memberikan informasi, penjelasan dan masukan serta saran. Dikatakan Suastika, setelah dilakukan pengkajian dan pembahasan secara mendalam berdasarkan kunjungan kerja ke kabupaten/ kota sebagai studi komparatif, melakukan konsultasi ke pemerintah pusat dan melakukan rapat kerja dengan pihak eksekutif, pihaknya berpendapat bahwa Ranperda tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat “Bank Pasar” Kabupaten Bangli menjadi Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Bank Daerah Bangli dapat ditetapkan sebagai peraturan daerah. (kmb40)

Wabup Sedana Arta Resmikan Rumah SMPN 2 Bangli Diverifikasi untuk Warga Korban Banjir Bandang Tim Adiwiyata Provinsi Bali Maju ke Tingkat Nasional

VERIFIKASI - Tim Adiwiyata Provinsi Bali didampingi Kepala SMPN 2 Bangli Ida Bagus Gede Wardana saat melakukan verifikasi dan penilaian sekolah adiwiyata tingkat nasional di SMPN 2 Bangli, Senin (27/8) kemarin. SMPN 2 Bangli, Senin (27/8) kemarin kedatangan Tim Verifikasi Adiwiyata Provinsi Bali. Kedatangan tim ini untuk memverifikasi sekaligus memberikan sejumlah masukan jelang penilaian sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Kedatangan tim yang dipimpin Sekretaris Tim Adiwiyata Provinsi Bali Putu Goantika Binastra disambut Kepala SMPN 2 Bangli Ida Bagus Gede Wardana, para guru dan siswa setempat. Turut hadir dalam acara tersebut tim Pembina Sekolah Adiwiyata Kabupaten Bangli. Kepala SMPN 2 Bangli Ida Bagus Gede Wardana dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejalan dengan realisasi empat komponen utama sekolah Adiwiyata, telah dilaksanakan berbagai kegiatan di SMPN 2 Bangli. Untuk komponen kebijakan berwawasan lingkungan, sudah tertuang dalam visi SMPN 2 Bangli yakni terwujudnya warga sekolah yang beriman,

bertaqwa, berprestasi, berilmu dan berbudaya, berlandaskan Tri Hita Karana. Serta Misi sekolah yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan. Disamping itu, kebijakan berwawasan lingkungan juga tertuang dalam KTSP dan dalam penyusunan RKAS. Sementara untuk komponen kurikulum berbasis lingkungan sekolah, SMPN 2 Bangli telah melaksanakan pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran yaitu dalam kegiatan outdoor, pengintergrasian PLH yang membahas materi dan persoalan lingkungan hidup dalam mata pelajaran, pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya dan pengembangan kegiatan kokurikuler maupun ekstra kulikuler dan penelitian siswa untuk meningkatkan pengetahuan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup. Dalam komponen kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, SMPN 2 Bangli telah memiliki sejumlah kader

di antaranya kader penggerak masyarakat, kader kebersihan lingkungan dan halaman, kader pengelolaan sampah, dan lainnya. “Banyak sekali kegiatan kreatif dari daur ulang sampah yang dilakukan siswa dan menjadi hasil karya yang bernilai tinggi,” jelasnya. Sedangkan untuk komponen pengelolaan sarana pendukung yang ramah lingkungan, SMPN 2 Bangli telah mengusahakan ketersediaan sarana untuk pendidikan lingkungan hidup salah satunya dengan mewujudkan sekolah sebagai kawasan bebas rokok dan kawasan bebas narkoba. SMPN 2 Bangli juga melakukan upaya penghematan sumberdaya alam serta peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat serta pengembangan sistem pengelolaan sampah. Ida Bagus Wardana berharap, melalui verifikasi ini, SMPN 2 Bangli mampu mendapat nilai di atas 72 sehingga lolos menjadi Sekolah Adiwyata Nasional dan selanjutnya ditetapkan menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Sementara itu, Sekretaris Tim Adiwiyata Provinsi Bali Putu Goantika Binastra di sela-sela kegiatan kemarin menyampaikan kegiatan verifikasi ini dilaksanakan untuk mengecek secara langsung kondisi sekolah sekaligus memberikan masukan terhadap kekurangan-kekurangan yang ada sehingga mampu memenuhi kriteria sebagai sekolah adiwiyata nasional. Dikatakannya, dari hasil verifikasi di lapangan, SMPN 2 Bangli dinilai sudah sangat memenuhi kriteria yang ditentukan. Pihakya selaku Pembina Adiwiyata berharap dan berkeyakinan SMPN 2 Bangli mampu lolos dan ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata nasional serta menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri. (ad1245)

Diabetes Tak Kunjung Sembuh

Petani Gantung Diri Bangli (Bali Post) Diduga putus asa lantaran sakit diabetesnya tak kunjung sembuh, seorang petani di Desa Dausa, Kintamani memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban I Ketut Misi (58), ditemukan tewas tergantung di sebuah pondokan di desa setempat, Senin (27/8) kemarin. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus gantung diri tersebut diketahui oleh seorang saksi sekitar pukul 09.00 wita. Ketika itu saksi hendak membawakan nasi untuk korban di pondokan. Saat masuk ke dalam pondokan, saksi terkejut lantaran melihat korban dalam kondisi tewas dengan leher tergantung pada kayu iga-iga. Saksi yang panik langsung berlari memberitahu

kejadian tersebut kepada anggota keluarganya yang lain. Selanjutnya, secara bersamasama, tubuh korban diturunkan. Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kintamani. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Kintamani langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi. Dikatakan Sulhadi, berdasarkan pemeriksaan luar jenazah dibantu perawat puskesmas setempat, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ditemukan tanda-tanda umum korban meninggal akibat gantung diri seperti adanya bekas jerat pada leher. Sementara itu, berdasarkan

keterangan saksi dan pihak keluarga, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri lantaran putus asa sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Semasa hidupnya, korban sering mengeluhkan sakit diabetes yang dideritanya. “Korban sering mengeluhkan sakit diabetes yang dideritanya sejak kurang lebih 10 tahun terakhir dan sudah sering mengungkapkan niatnya bunuh diri karena sakit yang diderita tidak kunjung sembuh,” terangnya. Kasus gantung diri yang dilakukan korban I Ketut Misi menambah panjang daftar kasus bunuh diri di Kabupaten Bangli. Berdasarkan data terakhir Polres Bangli, dari Januari hingga Juli tahun, angka kematian akibat bunuh diri telah mencapai 23 kasus. (kmb40)

PULUHAN rumah yang dibangun Pemkab Bangli untuk merelokasi korban bencana alam banjir bandang di Dusun Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan Kintamani diresmikan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Senin (27/8) kemarin. Acara peresmian dihadiri Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra, perwakilan BPBD Provinsi Bali, Kalak BPBD Kabupaten Bangli, Kadis PUTRPerkim, Kadis Kesehatan, Perbekel Desa Batur Selatan dan masyarakat setempat. Wabup Sedana berharap, di rumah yang diresmikan ini, warga dapat memulai aktivitas baru dengan penuh semangat tanpa ada risiko ancaman bencana. Wabup Sedana Arta saat membacakan sambutan Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan, sebagaimana yang diketahui pada tahun 2017 lalu “Kabut Hitam” pernah menyelimuti Kabupaten Bangli. Cuaca ekstrem berupa hujan deras secara terusmenerus berdampak pada terjadinya bencana tanah longsor dan banjir bandang yang menimbulkan korban jiwa di beberapa desa di Kintamani. Tak hanya korban meninggal dunia dan luka-luka, bencana juga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian milik masyarakat dan infrastruktur milik pemerintah seperti jalan dan jembatan. Kejadian bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang di Kintamani, menurut Sedana Arta tidak terlepas dari letak geografis dan struktur ta-

nah di Kintamani berupa wilayah pegunungan dengan kelabilan tanah yang sangat berisiko tinggi saat musim hujan. Dalam rangka mempercepat pemulihan dampak bencana, telah dilakukan langkah-langkah percepatan dengan harapan situasi dan keadaan masyarakat kembali seperti sedia kala. Perencanaan yang dilakukan dalam masa transisi darurat bencana menuju ke pemulihan dini adalah dengan merelokasi rumahrumah atau permukiman warga yang berada di zona merah KRB menuju ke lokasi yang aman dari ancaman bahaya. “Dengan diresmikannya rumah warga ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita bersama karena perencanaan pembangunan relokasi dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu,” terangnya. Diharapkan di rumah baru ini, warga dapat memulai aktivitas baru dengan penuh semangat tanpa ada risiko ancaman bencana. Sedana Arta juga menyampaikan bahwa untuk kegiatan relokasi warga korban bencana di Dusun Bantas Desa Songan B belum dapat dilaksanakan lantaran surat izin pemanfaatan lahan hutan bukit Payang kawasan hutan Bali Timur yang berlokasi di Dusun Serongga desa setempat masih dalam proses d i Kem ent eria n LH d a n Kehutanan. “Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama surat izinnya sudah dapat diterbitkan sehingga program relokasi rumah warga segera dapat kami laksanakan,” harapnya. Se kd a B a ng l i I d a B a-

RUMAH - Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra saat meresmikan rumah relokasi warga korban banjir bandang di Dusun Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani, Senin (27/8) kemarin. gus Gde Giri Putra selaku ketua tim transisi darurat bencana menuju pemulihan, dalam laporannya menyampaikan peristiwa tanah longsor yang terjadi pada tahun 2017 lalu menimbulkan duka yang mendalam. Atas dasar itulah Pemerintah Kabupaten Bangli membentuk tim transisi darurat bencana menuju ke pemulihan dengan harapan dapat segera membangkitkan sendi-sendi kehidupan masyarakat sehingga warga masyarakat yang menjadi korban bencana tidak terlalu larut dalam kesedihan dan kepiluan untuk kembali mampu membangkitkan ekonomi keluarga. Adapun kegiatan yang dilakukan tim transisi adalah merelokasi warga korban bencana. Disebutkannya, dari 50

KK korban banjir bandang yang harus direlokasi, 28 KK direlokasi di lahan milik desa yang diresmikan kemarin, sedangkan 22 KK direlokasi di tempat milik pribadi yang tersebar di daerah Desa Batur Selatan. Pembangunan relokasi menggunakan sistem swakelola dengan nilai setiap unitnya Rp 40 juta dengan sumber anggaran berasal dari Dana siap pakai, (DSP) BNPB RI Rp 25 juta dan Rp 15 juta dari sumbangan pihak ke-3. Sementara itu, Perbekel Desa Batur Selatan Gede Sarjana mewakili warga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Bangli dan pusat, sampai akhirnya terwujud relokasi rumah baru bagi warga korban bencana di Desa Batur Selatan. (ad1244)


15

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

DPRD Bali Sepakat Hibah Rp 258 Miliar

Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.

SDN 5 Padangsambian Rp 5.405.000 ARCHI’90 Jl. Nangka Selatan Gang Taman No.4 Denpasar Rp 5.250.000 BPR Eka Ayu Artha Bhuana Rp 3.000.000 SMA PGRI 1 Amlapura Rp 2.114.000 Allumni SMANICHI’90 SMAN 1 Bangli Rp 2.000.000 Mahasiswa Universitas Tottori Jepang (Mrs. Terada Mayu,Mrs Shigematsu Rika, Mr. Sugimoto Joji) Rp 1.500.000 A.A Oka Rp 500.000 I Putu Wirawan Rp 200.000 Ni Wayan Ary Suryathi Rp 100.000 Jumlah penerimaan hari ini Rp 20.069.000 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 304.640.867 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 324.709.867

Denpasar (Bali Post) Pembahasan mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Provinsi Bali 2019 berlangsung alot. Utamanya terkait alokasi dana hibah yang difasilitasi dewan serta program prioritas gubernur dan wakil gubernur Bali terpilih. DPRD dan eksekutif di Pemprov Bali bahkan harus

berkali-kali bertemu sebelum mencapai kata sepakat. Rapat pun selalu digelar secara tertutup. ‘’Besok (Selasa ini - red) pukul 10.00 pagi rencananya kita tandatangani KUA dan PPAS-nya dengan gubernur,’’ ujar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama usai menggelar rapat di gedung dewan, Senin (27/8) kemarin. Menurut Wiryatama, dewan sebelumnya mengu-

sulkan total hibah yang difasilitasi dewan sebesar Rp 374 miliar. Dalam hal ini, masing-masing anggota dewan mendapat jatah sekitar Rp 6 miliar. Namun, Gubernur Bali terpilih Wayan Koster hendak memangkas alokasi hibah itu agar bisa dialihkan untuk pembangunan shortcut sebesar Rp 250 miliar. Dewan khususnya dari fraksi di luar PDI-P

KPU Tak Berwenang Melarang Deklarasi #2019GantiPresiden

Jakarta (Bali Post) Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan mengatakan, KPU tidak mengatur pra-kampanye, sehingga tidak berwenang melarang deklarasi #2019GantiPresiden maupun #JokowiDuaPriode. Sesuai tahapan pemilu, KPU telah menetapkan masa kampanye pada 29 September 2018 mendatang. ‘’Keduanya bagus, itu bentuk apresiasi masyarakat terhadap pilpres dan pemilu. Tapi, bukan wewenang KPU. Sebaiknya, kegiatan masyarakat tersebut harus lewat aturan-aturan yang berlaku,’’ kata Wahyu Setiawan usai diskusi bertema ‘’Menuju Pemilu 5 Kotak’’ di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (27/8) kemarin.

SDN 5 PADANGSAMBIAN - Siswa, guru, dan staf pegawai SDN 5 Padangsambian menyerahkan titipan sumbangan untuk korban gempa Lombok ke Bali Post Rp 5.405.000, Senin (27/8) kemarin.

Penegasan itu disampaikan menanggapi fenomena acara deklarasi Gerakan #2019GantiPresiden yang menuai pro dan kontra di sejumlah daerah. ‘’Baik #2019GantiPresiden atau #JokowiDuaPeriode itu bukan termasuk media atau metode kampanye,’’ terang Wahyu. Menurutnya, kedua tagline itu tidak termasuk dalam definisi kampanye yang diatur dalam Peraturan KPU No. 24 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum. Dalam PKPU tersebut, ada beberapa metode kampanye, di antaranya pertemuan tatap muka, pertemuan terbatas, dan rapat umum. Acara deklarasi Gerakan #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode cenderung dekat dengan definisi rapat umum karena sama-sama melibatkan banyak orang di tempat umum. Namun, keduanya tidak memaparkan visi dan misi pasangan calon, sehingga tidak dapat disebut sebagai

kampanye. ‘’Itu di luar regulasi yang telah dibuat KPU meski ada kaitannya,’’ kata Wahyu. Menurutnya, gaduhnya masyarakat beberapa hari terakhir menggambarkan suatu animo politik yang tinggi menyambut Pilpres 2019. ‘’Kalau kami memandang bahwa pada satu sisi itu menggambarkan gairah masyarakat. Menunjukkan partisipasi politik yang nyata,’’ kata Wahyu. Wahyu menilai kegiatan itu merupakan hak kebebasan menyatakan pendapat yang dimiliki setiap warga negara. Apalagi Indonesia adalah negara yang menerapkan prinsip demokrasi. Kendati demikian, Wahyu mengimbau kegiatan deklarasi itu harus tetap mematuhi peraturan yang berlaku. Setiap warga yang mengumpulkan banyak orang, harus mendapat izin dari kepolisian selaku pihak berwenang. ‘‘Yang punya wewenang ya... polisi. Boleh dikasih izin atau tidak,’’ katanya. (kmb4)

Kawasan Sarbagita Dari Hal. 1

TITIPAN SUMBANGAN - Penyerahan titipan sumbangan dari SMA PGRI 1 Amlapura untuk korban gempa Lombok sebesar Rp 2.114.000.

ARCHI’90 - Perwakilan dari ARCHI’90 menyerahkan titipan sumbangan untuk korban gempa Lombok Rp 5.250.000, Senin (27/8) kemarin.

Dijelaskan, Perpres 51 adalah perubahan terbatas atau perubahan sebagian dari Perpres No.45 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan). Perpres itu hanya mengubah peruntukan Teluk Benoa yang sebelumnya kawasan konservasi menjadi kawasan budi daya. Jadi, tidak ada kaitan dengan daerah lain, apalagi daerah lain di Indonesia. Gendo juga menambahkan, izin lokasi pertama diterbitkan pada 25 Agustus 2014. Sempat diperpanjang sekali pada 2016 dan berlaku hingga 25 Agustus 2018, lantaran setiap izin lokasi berlaku dua tahun. Sepanjang izin lokasi masih berlaku, maka sepanjang itu pula amdal bisa berproses dan dinilai. Namun dalam beberapa kali kesempatan, Siti Nurbaya menyampaikan di media bahwa dokumen amdal yang disusun TWBI belum bisa dinyatakan layak. Pasalnya, amdal tersebut masih belum bisa menanggulangi dampak sosio kultural. ‘’Dalam arti, amdal PT TWBI ini tidak layak karena terjadi penolakan masif dari masyarakat Bali. Baik dari desa adat yang tergabung di Pasubayan maupun komunitas, lembaga masyarakat, dan individu yang mengirimkan nota protes atau nota keberatan atas rencana reklamasi ini,’’ ujarnya. Jelang berakhirnya perpanjangan izin lokasi, Gendo melakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang terkait. Termasuk Menteri KLHK Siti Nurbaya dan jajarannya. Hasilnya, izin lokasi sudah kadaluwarsa per 26 Agustus 2018 pukul 00.00 WIB. ‘’Jajarannya juga memberikan informasi bahwa rekomendasi masih sama yakni

menteri belum menerbitkan Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup dan belum menerbitkan izin lingkungan karena amdal-nya belum dapat menanggulangi dampak

sosio kultural. Secara otomatis maka rencana reklamasi oleh PT TWBI seluas 700 hektar di perairan Teluk Benoa batal alias gagal,’’ tegasnya. (kmb32)

Dari Hal. 1

Qatar

20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Qatar Jordania Kamboja Kuwait Vietnam Makau Lebanon Irak Korea bersatu Arab Saudi Laos Turkmenistan Tajikistan Myanmar Pakistan Afghanistan

2 2 2 2 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0

2 1 0 0 10 2 1 1 0 2 1 1 1 0 0 0

1 8 1 0 12 1 2 0 2 1 2 2 0 2 2 1

tentu bereaksi dan tidak ingin besaran hibah dikurangi lantaran proses pengajuan hibah hingga verifikasi sudah berjalan. ‘’Tadi sudah ada titik temu antara gubernur terpilih dengan fraksi-fraksi yang ada di DPRD,’’ jelas politisi PDI-P ini. Wiryatama menambahkan, total hibah yang difasilitasi dewan akhirnya disepakati Rp 258 miliar. Masing-masing

anggota mendapatkan jatah kurang lebih Rp 4 miliar. Sisa anggaran dari usulan awal ‘’direlakan’’ untuk menutupi kebutuhan shortcut. Prioritas gubernur terpilih tetap disetujui meski alokasi hibah turun dari tahun lalu. Mengingat, tujuan utama merealisasikan infrastruktur tersebut adalah untuk pemerataan pembangunan Bali Selatan dan Bali Utara. (kmb32)

Sediakan Pamandu Lagu Bisa Di-BO

Venzo Dituntut Delapan Bulan

Denpasar (Bali Post) Keberadaan sejumlah karaoke yang diduga menyediakan wanita siap di ranjang (layanan plus) di wilayah Denpasar dan Badung bukan isapan jempol. Salah satu karyawan yang KTV Tripel Eight (888), Fendi Pradana Supiyanto alias Venzo (30), Senin (27/8) kemarin dituntut hukuman delapan bulan penjara. Ia didakwa menyediakan wanita booking order (BO) dengan tarif sekali jos bernilai jutaan rupiah. Lelaki asal Surabaya itu dinilai terbukti melakukan praktik prostitusi dengan menjadi seorang Papi alias mucikari. Jaksa di hadapan majelis hakim pimpiman Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi menyatakan Venzo terbukti menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang perempuan dan menjadikannya sebagai mata pencaharian. Dalam kasus ini, terdakwa dijerat Pasal 506 KUHP. Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya Novita Anantasari dan Fitra Octora dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan akan mengajukan pembelaan atau

pledoi secara tertulis. Sebelumnya dalam dakwaan disebut, kasus ini terjadi pada 7 April 2018 dini hari. Lokasi kejadiannya di kamar nomor 3203 dan 3211 di Kuta. Terdakwa bekerja sebagai seorang ‘’Papi’’ di KTV Tripel Eight (888) sejak awal Februari 2018. Dan pada hari kejadian, ada tiga tamu yang datang ke tempatnya bekerja. Ketiga tamu itu memilih paket Gold Label. Usai melakukan pemesanan, tamu yang juga saksi dalam perkara ini kemudian masuk ke salah satu room. Saat itu datang enam orang pemandu lagu (LC). Dari enam orang itu, para saksi memilih tiga orang pemandu lagu untuk menemani karaoke. Sampai pukul 22.30, para saksi meminta kepada Venzo untuk dapat melakukan booking order (BO) layanan berhubungan badan terhadap tiga pemandu lagu yang menemani mereka. Harga yang disepakati adalah Rp 3.350.000. Ketiga pemandu lagu itu pun akhirnya diboyong ke kamar hotel dan akhirnya digerebek Kepolisian dari Polresta Denpasar. (kmb37)

Berdalih Pakai Berobat

Oknum Perbekel Diduga Korupsi APBDes

Mangupura (Bali Post) Satreskrim Polres Badung mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan APBDes Baha tahun anggaran 2016 dan 2017. Dalam kasus ini melibatkan I Putu S (57) saat menjabat Perbekel Desa Baha, Desa Mengwi, Badung dan ditetapkan sebagai tersangka sejak 19 April 2018. Hasil penyelidikan dan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), akibat perbuatan tersangka Putu S tersebut, negara dirugikan Rp 1.006.633.856. “Hasil pemeriksaan tersangka, uang tersebut digunakan biaya berobat sakit jantung dan biaya hidup. Saat ini tersangka tidak menjabat lagi,” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Senin (27/8) kemarin. Kasus korupsi ini terungkap, lanjut Kapolres, setelah pihaknya menerima laporan pada 4 Mei 2017. Selanjutnya dilakukan penyidikan oleh anggota Unit Tipikor Satreskrim Polres Badung. Selain mengumpulan alat bukti, penyidik juga berkoordinasi dengan BPKP. “Yang bersangkutan menjabat sebagai Perbekel Baha selama dua periode,” ungkap Yudith. Periode I dijabat hingga 2013, sedangkan periode II dijabat mulai 2013 dan akan berakhir 2019. Sejak menjabat sebagai Perbekel Desa Baha, pelaku membuat rekening bank atas nama Desa Baha, tujuannya digunakan penampungan dana APBDes. Pelaku lalu membawa dan menyimpan buku rekening desa tersebut. Dengan demikian, dia leluasa penarikan dana APBDes hingga berulang kali untuk kepentingan pribadinya. (kmb36)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Selasa Kliwon, 28 Agustus 2018

Indonesia Pertahankan Tradisi Emas Ganda Putra Jakarta (Bali Post) – Indonesia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut mampu mempertahankan tradisi mendulang medali emas di nomor ganda putra bulu tangkis pada ajang Asian Games setelah pada perhelatan tahun 2018 ini terjadi All Indonesian Final. Dua pasangan ganda putra Indonesia itu menang atas lawan-lawannya di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/8) kemarin. Pada Asian Games 2010 di Guangzhou, Cina, ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan mempersembahkan emas untuk kontingen Merah Putih. Empat tahun kemudian di Incheon, Korsel, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menyumbangkan gelar juara buat Indonesia. Saat Indonesia didapuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018, tradisi emas tersebut tetap dipertahankan setelah terjadi All Indonesian Final yang mempertemukan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Babak final digelar Selasa (28/8) ini. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melangkah ke final setelah menumbangkan juara dunia Li Jun Hui/Liu Yu Chen dari Cina dengan skor 21-14, 19-21, 21-13. Langkah gemilang pasangan tuan rumah tersebut diikuti rekannya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo usai mengalahkan Lee Jhe Hui/Lee

Yang (Chinese Taipei) 21-15, 20-22, 21-12. ‘’Hasil di Asian Games ini sekaligus menjadi kado ulang tahun saya. Ini adalah hasil yang bagus, karena sudah lama tidak terjadi All Indonesian Final di ganda putra pada Asian Games. Saya ucapkan terima kasih ke ganda putra untuk hasil ini,’’ kata pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi. Kevin dan Marcus mengatakan, meski harus menghadapi rekan senegara, mereka tidak akan mengendurkan permainan dan tetap bertekad menampilkan permainan terbaik. Optimisme yang sama ditunjukkan oleh Fajar/Rian yang berjanji menampilkan permainan terbaik. Kedua ganda ini baru satu kali bertemu di ajang Indonesia Open 2018 yang dimenangkan Marcus/Kevin. Tunggal Di nomor tunggal putra, final sesama pemain Indonesia urung terjadi setelah

Anthony Ginting terhenti di babak semifinal, sehingga harus puas merebut perunggu. Ginting terpaksa merelakan tiket ke final pada wakil Chinese Taipei Chou Tien Chen yang mengalahkannya 21-16, 21-23, 17-21. ‘’Saya sempat ketinggalan cukup jauh dan bisa mengejar, tetapi tidak bisa gunakan kesempatan dengan baik. Beberapa kali bola sudah saya serang, cuma defend dia bagus. Dia sudah siap di poin kritis,’’ ujarnya. Ginting tak kuasa menahan kekecewaannya karena gagal ke final. Ia bersujud cukup lama di lapangan. Indonesia hanya meloloskan Jonatan Christie ke final tunggal putra setelah membungkam Kenta Nishimoto (Jepang) dengan skor 21-15, 12-21, 21-19. Pada perebutan medali emas, Jonatan yang akrab disapa Jojo bertemu Chou Tien Chen (Chinese Taipei). Di bagian putri, Sindhu Pusarla (India) menantang pemain nomor satu dunia Tai Tzu Ying (Chinese Taipe) pada perebutan gelar juara. Tai memastikan tiket ke final setelah menyudahi perlawanan Saina Nehwal (India) 21-17, 21-14, sedangkan Sindhu membungkam Akane Yamaguchi (Jepang) 21-17, 15-21, 21-10. (ant)

Maria Londa Posisi Kelima Lompat Jauh Jakarta (Bali Post) – Atlet Indonesia asal Bali Maria Natalia Londa hanya menduduki posisi kelima pada nomor lompat jauh putri Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (27/8) kemarin. Maria yang merebut medali emas pada Asian Games 2014 di Korea Selatan membuat lompatan sejauh 6,45 meter. Kontingen Vietnam menambah raihan medali emas setelah atletnya Thi Thu Thao Bui meraih lompatan tertinggi sejauh 6,55 meter. Medali perak diraih Neena Varakil asal India dengan lompatan sejauh 6,51 meter, dan medali perunggu didapatkan Xiaoling Xu asal Cina dengan lompatan sejauh 6,50 meter. Sementara itu, tim tenis meja putra Indonesia kalah melawan Hongkong dengan

skor 0-3 pada penyisihan grup Asian Games 2018 untuk menentukan runner-up di JI Expo Hall B Kemayoran. Sebelumnya, tim putri lebih dulu tersingkir di penyisihan pul. Indonesia yang berada di Grup 3 hanya mampu membukukan dua kemenangan dari tim lemah Yaman dan Mongolia masing-masing dengan 3-0 serta kalah dari Korea Selatan dengan skor 0-3. Dalam pertandingan melawan Hongkong, Indonesia yang menurunkan Ficky Supit Santosa, Muhammad Bima Abdi Negara dan Donny Prasetyo Aji kalah baik dari kemampuan teknik, strategi permainan maupun daya juang. ‘’Dari awal sudah bisa ditebak hasilnya, kemampuan petenis meja Indonesia masih di bawah Hongkong dan Korea,’’ ujar pelatih tenis meja Indonesia Haryono Wong.

Ia menyatakan agar bisa lebih baik, usai Asian Games, petenis meja Indonesia diikutkan pemusatan latihan jangka panjang dan atlet yang sudah mulai melewati masa emas usianya seperti Ficky dan Donny perlu diregenerasi. Tim boling putri Indonesia gagal mempersembahkan medali setelah Tannya Rumimper dan Nadia Pramanik tidak mampu menembus tiga besar pada nomor master di Jakabaring Bowling Center Palembang. Kedua andalan tuan rumah itu tercecer di peringkat ke-13 dan 15. Tannya mengumpulkan skor 3.579 dan Nadia mengemas skor 3.505. Dengan hasil tersebut, tim boling Indonesia gagal memenuhi target dua medali emas. Mengomentari kegagalan tim putri Indonesia, (ant)

Tim Dayung Putra Gagal Raih Emas Palembang (Bali Post) – Tim dayung putra Indonesia yang masuk final dalam lomba dayung nomor perahu naga/canoe Traditional Boat Race (TBR) 1.000 meter Asian Games 2018 gagal meraih medali emas. Medali yang diprediksi bisa direbut dalam lomba di venue dayung Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, Sumsel, Senin (27/8) kemarin, tidak bisa diwujudkan setelah kalah tipis dengan Chinese Taipei. Tim Indonesia beranggotkan Saputra Dedi, Rustandi MY, Mulyana Andri Agus, Poliyansyah P., Monim Erwin David, Marjuki, Firmansyah Yuda, Arpan, Mehue Stuber Spens, Juana Medi, Faturahman MF, dan Akbar Rio harus mengakui keunggulan Chinese Taipei yang merebut medali emas. Indonesia harus puas mendapat medali perak, sedangkan medali

perunggu direbut Korea Selatan. Tim perahu naga Indonesia beranggotakan 12 atlet yaitu Saputra Dedi, Rustandi MY, Mulyana Andri Agus, Poliyansyah P, Monim Erwin David, Marjuki, Firmansyah Yuda, Arpan, Mehue Stuber Spens, Juana Medi, Faturahman MF dan Akbar Rio. Manajer Tim Perahu Naga Indonesia Mardinal Young mengatakan, keunggulan Chinese Taipei dalam final ini sangat mengejutkan. Lawan berat yang diprediksi sebelumnya seperti Thailand, Cina, Myanmar bisa dikalahkan tim asuhannya, namun di luar dugaan Chinese Taipei tampil prima di nomor perahu naga kelas 1.000 meter putra. Atlet Indonesia menyabet total dua perak dan satu perunggu di nomor perahu naga Asian Games XVIII yang dipertandingkan 25-27 Agustus. (ant)

Bali Post/ant

SEMIFINAL - Ekspresi pebulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian (atas) dan Muhammad Ardianto usai menundukkan Li Junhui/Liu Yuchen dari Cina pada semifinal Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/8) kemarin.

Sidan dan Dwi Yanti Optimis Sabet Emas Tim Balap Sepeda Terhenti di Kualifikasi

Bali Post/ist

Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari (kiri) dan Ni Made Dwi Yanti.

Denpasar (Bali Post) Pesilat Bali Komang Harik Adi Putra yang sukses mendulang medali emas, Senin (27/8) kemarin, menginspirasi rekannya, Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari dan Ni Made Dwi Yanti, yang turun di nomor seni ganda putri. Keduanya optimis menyabet medali yang sama di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/8) besok. Dwi Yanti yang dikontak dari Denpasar, Senin (27/8) kemarin, menyatakan bertekad mengikuti jejak Komang Harik yang berhasil menjadi juara di nomor laga kelas E (65-70 kg) putra. ‘’Kami optimis merebut emas, yang penting fokus, tampil maksimal dan percaya diri,’’ ucapnya. Mereka akan bersaing melawan wakil dari enam negara yaitu Malaysia, Singapura Thailand, Vietnam, Laos dan India. Sang Ayu Sidan menerangkan, gerakan seni silat berdurasi tiga menit. Pesilat bersenjatakan golok, toyak dan celurit. Seni ganda putri diciptakan pelatih seni PSPS Bakti Negara Wayan Selamat. ‘’Gerakannya mengalami modifikasi sedikit saja,’’ jelas Ayu Sidan yang menyabet medali emas pada PON XIX/2016 di Jabar. Ayu Sidan dan Dwi Yanti sempat dijenguk Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi usai berlatih di Padepokan Silat TMII. ‘’Pak Suwandi memotivasi supaya kami tampil all-out serta memberikan kado medali emas buat Bali dan Indonesia. Astungkara, doain semoga kami bisa menyabet emas,’’ ungkapnya saat berada di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (022)

Pengurus Terlibat Narkoba

IMI Bali Siapkan Sanksi

Denpasar (Bali Posi) Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali yang menjabat Biro Roda Dua Balap Motor Jalan Raya (Road-Race) I Putu Tresna alias Jamrud diduga terlibat kasus narkoba, dan sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar. Jajaran Pengprov IMI Bali berniat memberikan sanksi melalui rapat pengurus di Denpasar, Selasa (28/8) ini. Humas IMI Bali Gede Gordon Sukarna mengajak jajajarn pengurus IMI

Bali membahas sanksi yang tepat bagi pengurus yang tersangkut kasus narkoba, lewat prosedur dan proses yang sesuai peraturan induk organisasi IMI. ‘’Kami masih memikirkan sanksi yang setimpal, namun tetap mengacu pada AD/ART induk organisasi otomotif,’’ ucapnya di Denpasar, Senin (27/8) kemarin. Dia mengakui kasus pengurus IMI Bali yang terlibat narkoba banyak dimuat media massa. Namun, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang dijalani Jamrud. Selain mengagendakan

rapat membahas sanksi bagi Jamrud, pihaknya juga membahas rekomendasi lomba drag mobil Volkswagen (VW) yang proposalnya diajukan Bali Volkswagen Division (BVD). ‘’Untuk mengeluarkan surat rekomendasi lomba drag VW dari IMI Bali, kami harus merapatkan terlebih dahulu,’’ ujarnya. Jika IMI Bali resmi menerbitkan surat rekomendasi mengenai lomba drag VW, barulah event-nya bisa digelar. Rencananya, lomba drag VW diselenggarakan di Buleleng pada September mendatang. (022)

Jakarta (Bali Post) – Tim balap sepeda Indonesia yang turun di tiga disiplin balap sepeda track, gagal menembus babak kualifikasi balapan yang digelar di Velodrome Rawamangun, Jakarta, Senin (27/8) kemarin. Tiga nomor tersebut adalah tim sprint putri, tim sprint putra dan tim pursuit putra. Elga Kharisma/Crismonita Dwi yang diturunkan di tim sprint putri hanya mampu mencatatkan waktu terbaik kelima dari delapan tim yaitu 34,435 detik, setelah Cina, Hongkong, Korea Selatan dan Jepang. Cina dan Hongkong akan memperebutkan emas, sedangkan Korsel dan Jepang beradu cepat untuk meraih medali perunggu di final. Trio Rio Akbar/Puguh Admadi/Terry Yudha yang turun di tim sprint putra juga

harus puas di peringkat lima dengan waktu 44,895 detik. Malaysia dan Cina lolos ke final memperebutkan emas, sedangkan Korsel dan Jepang bersaing mengejar medali perunggu. Di nomor pursuit putra, tim balap Indonesia yang terdiri atas Bernard Benyamin van Aert/Projo Waseso/Nandra Eko Wahyudi/ Elan Riyadi tak lolos kualifikasi karena salah satu pembalap terjatuh di lintasan. Indonesia tidak menurunkan tim di pursuit putri. Balapan tim pursuit putri dan putra dilanjutkan Selasa ini untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke final. Tim Indonesia masih mempunyai peluang mencuri medali di sejumlah nomor balapan track seperti madison, keirin, omnium dan sprint individu yang digelar hingga 31 Agustus. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 28 Agustus 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu