Skip to main content

Edisi 26 Agustus 2017 |Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

SUARA NTB

16 HALAMAN NOMOR 139 TAHUN KE 13

E-mail: hariansuarantb@gmail.com

SABTU, 26 AGUSTUS 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

ANGGOTA DPRD NTB mengaku kecewa dengan kinerja SKPD lingkup Pemprov NTB yang dinilai lamban dalam mengeksekusi program. Dewan cukup terkejut mengetahui masih ada ribuan paket proyek non UPL (penunjukan langsung/PL) yang belum dieksekusi. ‘’Padahal laporannya ke kita semua baikbaik saja. Saya tanya, dijawab hanya tersisa ratusan paket yang belum,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD NTB, H. Wahidin HM Noer, SE pada Suara NTB, Jumat (25/8) kemarin. Diketahui, berdasarkan data yang diperoleh Suara NTB, bahwa dari 4.967 jumlah paket proyek non ULP, sampai tanggal 25 Agustus ini, masih tersisa 1.824 paket yang belum dieksekusi. Sementara yang masih dalam proses sebanyak, 652 paket. Menurut, Wahidin, sebelumnya S K P D memberikan lapor a n p a d a pihak Dewa n , haRaihan Anwar

nya menyampaikan hal yang baik-baik saja. Karena beberapa minggu lalu, saat Komisi IV melakukan rapat evaluasi dengan bagian ULP, tidak pernah muncul angka ribuan paket proyek tersebut. ‘’Saya jadi kaget sampai ada ribuan paket ini, kenapa bisa begitu besar? Karena kemarin pas evaluasi ndak ada muncul, saya tanyakan juga, dijawab ada, tapi angkanya ada ratusan. Ndak sampai ribuan. Ini saya baru tahu dari anda. Sampai saya berikan ultimatum, data ini ndak boleh dirubah, maksudnya laporan ini tetap,’’ katanya. Wahidin mengkhawatirkan lambannya serapan anggaran tersebut berpengaruh pada pemotongan DAU. Karena pemerintah pusat sudah memberikan ultimatum pada setiap daerah yang memiliki serapan anggaran rendah, akan dipotong DAU-nya. ‘’Ini soal serapan anggaran, karena akan dipotong DAU kita. Bersambung ke hal 15 H. Wahidin HM Noer

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/dok)

Dewan Kecewa

Hingga Agustus, 1.824 Paket Proyek PL Belum Dieksekusi OPD

Mataram (Suara NTB) Pelaksanaan proyek non lelang atau Penunjukan Langsung (PL) masih banyak yang belum dieksekusi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Data emonev Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (APP dan LPBJP) Setda NTB hingga 25 Agustus 2017, sebanyak 1.824 paket proyek PL yang belum diproses. Dari total APBD Murni 2017 yang mencapai Rp 5,008 triliun, jumlah proyek PL yang tersebar di seluruh OPD lingkup Pemprov NTB sebanyak 4.967 paket senilai Rp 412

miliar lebih. Dari jumlah paket PL sebanyak itu, baru dikerjakan atau sudah kontrak sebanyak 2.557 paket senilai Rp 319,6 miliar lebih. Sementara yang masih dalam pros-

es sebanyak 652 paket senilai Rp 91,3 miliar lebih. OPD yang masih banyak belum mengeksekusi proyek PL, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dik-

bud) sebanyak 445 paket senilai Rp 8 miliar. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana sebnayak 191 paket senilai Rp 4,2 miliar. Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) sebanyak 266 paket senilai Rp 11,3 miliar. Sisanya ada OPD yang belum mengeksekusi sebanyak 50 paket, 40 paket dan 2 paket.

Kepala Biro APP dan LPBJP Setda NTB, Ir. Swahip, MT yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (25/8) siang kemarin menjelaskan untuk proyek yang dilelang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) semuanya sudah tuntas dari OPD. Dari 302 paket yang dilelang senilai Rp 774 miliar lebih, sebanyak 268 paket senilai Rp 719 miliar lebih yang selesai lelang. Bersambung ke hal 15

TO K O H Tekan Pernikahan Dini BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan NTB menggandeng Pondok Pesantren (Ponpes) untuk menekan angka pernikahan dini di daerah ini. Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. H. Makripudin, M.Si menyatakan, selama ini Ponpes memang sudah terlibat dalam upaya mencegah pernikahan dini. Namun, pelibatan itu tidak tidak dilakukan secara penuh. “Selama ini memang Ponpes sudah terlibat tapi hit and run. Artinya kita datang ke Ponpes, setelah itu pergi, ndak ada tindaklanjut,” katanya ketika dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Jumat (25/8) siang kemarin. Bersambung ke hal 15 H. Makripudin (Suara NTB/nas)

(Suara NTB/bul)

SENTRA STROBERI - Wilayah Sembalun, Lombok Timur merupakan sentra perkebunan stroberi terbesar di NTB. Saat ini, sedang berlangsung musim panen dan menjadi destinasi wisata yang diminati pengunjung. Menyadari tingginya peminat, pemilik kebun stroberi memberi kesempatan wisatawan untuk ikut memetik buah stroberi dengan membayar tiket Rp 10.000, pengunjung sudah bisa memetik buah segar ini.

Digagalkan, Penyelundupan Kayu Sonokeling ke Cina Mataram (Suara NTB) Tim Satgas Pencegahan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) berhasil menggagalkan penyelundupan kayu sonokeling (dalbergia latifolia) Jumat (25/8) kemarin. Jenis kayu olahan yang habitatnya semakin sedikit karena diburu negara negara Eropa itu, rencananya akan diselundupkan ke Cina. Kini barang bukti dan kendaraan pengangkutnya masih ditahan di Makodim 1614/Dompu. ‘’Barang bukti tersebut diduga hasil penebangan liar, diambil secara tidak sah atau tidak menggunakan dokumen sesuai peraturan,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ist)

DISITA - Satgas P3H menunjukkan truk pengangkut kayu sonokeling yang disita Jumat kemarin.

Kasus ”Fiberglass” Bima

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 dari perbuatan rekanan. Mataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Sementara ini, penyidik DiDugaan mark up pada 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 pengadaan sampan fiber- treskrimsus Polda NTB sudah 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 glass pada Dinas PU Kabu- menetapkan tersangka dug1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 paten Bima baru menetap- aan korupsi pengadaan sam1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 kan satu tersangka. Kasus pan fiberglass Kabupaten 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 ini sempat jadi sorotan pi- Bima tahun 2012 ini hanya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 hak DPRD Kabupaten Bima kepada TR yang diketahui 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 soal tak disentuhnya rekan- aktif sebagai Kepala BPBD 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 an. Padahal proyek ini bisa Kabupaten Bima. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 menyimpang, tidak lepas Bersambung ke hal 15 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012

Polda NTB Bantah Selamatkan Rekanan

Penanganan Kekeringan di NTB Ibarat Menumpah Air di Atas Pasir Mataram (Suara NTB) Kalangan pimpinan DPRD NTB mengaku prihatin dengan bencana kekeringan yang berakibat kekurangan air bersih di daerah ini. Dewan menilai, penanganan kekeringan yang dilakukan selama ini ibarat menumpah air di atas pasir. Sudah banyak langkah dan upaya penanganan yang dilakukan seperti membangunn sumur bor. Namun, penanganan yang dilakukan tersebut belum membuahkan hasil. ‘’Kita seperti menumpah air

di atas pasir. Menurut saya yang paling penting adalah penyebab kekeringan ini kita selesaikan. Hujan tak turun itu kalau dosa manusia sudah banyak. Termasuk rusaknya hutan,’’ kata Wakil Ketua DPRD NTB, TGH. Mahalli Fikri dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (25/8) siang kemarin. Ia mengatakan, gubernur bersama aparatur pemerintahan sudah melakukan kajian dan berpikir menangani kekeringan ini. Bersambung ke hal 15

Pembangunan Sumur Bor APBD dan APBN di Provinsi NTB 2009-2016


SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

SUARA MATARAM

Halaman 2

Puncak HAN di Mataram

Penguatan Karakter Anak Harus Dimulai dari Keluarga Berdampak Ekonomis PEMKOT Mataram dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membangun jembatan penghubung antara Kelurahan Dasan Agung dengan Kelurahan Kebon Sari. Proyek jembatan senilai Rp 2 miliar lebih itu tengah mulai dikerjakan oleh rekanan. Dan, tentu berdampak ekonomis bagi masyarakat setempat. Lurah Kebon Sari, M. Faisal dihubungi lewat ponselnya, Jumat (25/8) mengungkapkan, pembangunan jembatan (Suara NTB/dok) penghubung dua M. Faisal wilayah Kebon Sari dan Dasan Agung dinilai sangat bagus. Sebab, proyek itu akan dirasakan dampak ekonomisnya oleh masyarakat terutama warga yang hendak beraktivitas ke pasar. “Masyarakat tidak perlu muter jauh kalau mau belanja atau berjualan ke pasar,” kata Faisal. Jembatan yang nantinya diperuntukan bagi pejalan kaki dan sepeda motor sebenarnya aspirasi yang disampaikan masyarakat ke Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh beberapa waktu lalu. Walikota kemudian merespon permintaan masyarakat dengan mempertimbangkan akses manfaat serta kepentingan publik. Kelurahan Kebon Sari memiliki gagasan atau program jangka panjang. Dimana, jembatan dibangun dengan nilai artistik itu dipadukan dengan Kali Jangkok sebagai ikon wisata. “Ini nanti akan jadi nilai tambah ikon wisata,” paparnya. Ikon wisata dimaksud, pihaknya berencana membangun spot selfie bagi kalangan remaja bahkan orangtua sekalipun. Nantinya akan dikemas dengan ornamen serta gambar - gambar bernilai seni. Bahkan rencana ke depan lanjutnya, bila memungkikan Dinas PUPR menyiapkan foto board di jembatan. Artinya, ini akan menambah keindahan Kali Jangkok. Faisal menambahkan, manfaat jelas akan dirasakan oleh masyarakat setempat. Industri Kecil Menengah (IKM) akan tumbuh subur seiring populernya ikon baru tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan wisatawan dari luar mencoba menikmati spot selfie itu. “Saya kira nanti banyak manfaatnya juga bagi peningkatan ekonomi,” tambahnya. Yang perlu diantisipasi kata dia, keamanan di lokasi itu. Jangan sampai, masyarakat menyalahgunakan sehingga berimbas terhadap hal negatif. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas itu sebaik -baiknya demi peningkatan ekonomi masyarakat setempat. (cem)

Mataram (Suara NTB) Peringatan puncak Hari Anak Nasional (HAN) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram terlaksana dengan sangat meriah. Kegiatan HAN yang mempunyai pesan “Saya Anak Indonesia Saya Gembira” dihadiri oleh Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana didampingi istrinya, ND Kinnastri Mohan Roliskana dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mataram, Hj. Suryani Ahyar Abduh, Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia, Kepala DP3A, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany serta siswa - siswa tingkat SD, SMP, dan SMA se Kota Mataram. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menegaskan, HAN paling penting adalah penguatan fungsi keluarga. Keluarga menjadi cermin keberlangsungan masa depan

anak. Sebab, baik buruknya kepribadian anak sangat dipengaruhi rapuh atau kuatnya kehidupan keluarga. Disamping terpenuhinya hak anak. Ada spirit komponen bangsa untuk bertanggungjawab dan berkewajiban terpenuhinya pemenuhan hak anak. Maka anak - anak harus optimal, hidup cerdas dan berkarakter, berakhlak mulia dan kecintaan pada tanah air. “Saya rasa tema ini bagus. Karena bagaimana pun juga semua harus dimulai dari keluarga,” kata Mohan ditemui usai menghadiri peringatan HAN, Jumat (25/8). Dalam hal pemenuhan hak anak, Pemkot Mataram telah memiliki komitmen terhadap hal itu. Bahkan, telah ada ukuran sehingga Kota Mataram terbaik sebagai Kota Layak Anak tingkat pratama, penyelenggaraan akta, dan forum anak terbaik. Artinya, indikator jadi ukuran tentang komitmen anak telah dipenuhi.

Mohan menambahkan, beberapa rekomendasi kesepakatan beberapa hal berkaitan dengan kota yang layak dan sehat untuk dihuni. Itu nanti akan dioperasionalkan berbagai macam aturan. Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany menjelaskan, peringatan Hari Anak Nasional adalah hari yang diperingati se - Indonesia pada tanggal 23 Juli setiap tahun dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anak secara keseluruhan. Peringatan HAN diresmikan dengan Keppres RI Nomor 44 tahun 1984. Ia menambahkan, puncak HAN diharapkan pemerintah bersama dengan lapisan masyarakat, swasta dan dunia usaha secara aktif untuk meningkatkan kepedulian dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak - hak anak tanpa diskriminasi. Selain itu, harus memastikan segala hal yang terbaik untuk anak dalam pertum-

(Suara NTB/cem)

TANDATANGAN PETISI - Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana bersama istri, ND Kinnastri Mohan Roliskana, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mataram, Hj. Suryani Ahyar Abduh menandatangani petisi menolak iklan rokok. buhan dan perkembangan sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas tinggi. “Anak anak ini kan aset bangsa. Mereka harus dijaga dan penuhi hak - haknya,” terangnya. Dewi mengatakan, HAN sengaja diundur karena ingin dirangkaikan dengan HUT

Kota Mataram ke 24. Berbagai macam lomba telah dilaksanakan mulai tingkat TK, SD, SMP, dan SMA. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dunia usaha, lembaga, media, dan seluruh masyarakat Kota Mataram. (cem/*)

(Suara NTB/ars)

GELIAT EKONOMI - Keramaian di sisi jalur bypass yang terhubung dengan bundaran Lingkar Selatan, Kota Mataram. Sejak jalur ini dibuka, ada geliat ekonomi baru, menjadi cara lain masyarakat memanfaatkan pembangunan infrastruktur daerah.

Panggil BPJS KABAR bahwa sejumlah rumah sakit swasta di Kota Mataram terancam gulung tikar akibat putusnya kerjasama dengan BPJS (Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial) kesehatan, mendapat tanggapan serius dari kalangan wakil rakyat di parlemen. Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir, S.Kep., yang dimintai komentar terkait hal ini, tidak menyangkal kondisi tersebut. Untuk itu, komisi yang membidangi masalah keseha(Suara NTB/fit) tan itu berencana akan H. Muhir memanggil kembali pihak BPJS, Dikes Kesehatan dan rumah sakit swasta. “Makanya BPJS ini jangan single fighter,” sesalnya. Masyarakat, kata dia, harus dibebaskan memilih, mana yang menjadi keinginan dari masyarakat. Sehingga masyarakat benar - benar puas menghadapi pelaksanaan pelayanan kesehatan. Termasuk pelayanan kesehatan di puskesmas, rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta. Muhir menekankan kepada BPJS untuk segera merangkul rumah sakit swasta untuk mengcover pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena, lanjut politisi Golkar ini ini, tidak mungkin masyarakat hanya akan mendatangi rumah sakit milik pemerintah. “Kalau seperti itu, akan terjadi overload,” katanya menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Jumat (25/8). Apalagi saat ini RSUD Kota Mataram sedang melakukan pembenahan sehingga tidak bisa hanya mengandalkan rumah sakit pemerintah. “Makanya di sini kita harapkan BPJS harus cerdas,” imbuhnya. Pemerintah, lanjut dia, harus melakukan penekanan terhadap BPJS. “BPJS tidak boleh egois. Jangan semata - mata melihat kepentingan pribadi atau seseorang,” ungkapnya. Sehingga ada kesan kalau rumah sakit swasta dilupakan. “Perlu diingat bahwa BPJS ini adalah milik masyarakat,” katanya. Pasalnya, selama ini rumah sakit swasta cukup berkontribusi dalam membantu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Kan ndak mungkin pemerintah ini menyediakan lima sampai enam rumah sakit,” pungkasnya. Karena, anggaran tidak memungkinkan untuk menyediakan lebih dari satu rumah sakit pemerintah. Untuk itu, harus dibantu dengan rumah sakit swasta. “Kami imbau BPJS agar segera melakukan kerja sama dengan rumah sakit swasta,” pintanya. Muhir mengaku, sebelumnya dewan sudah pernah memanggil BPJS, Dikes Kota Mataram dan rumah sakit swasta yang putus kontrak dengan BPJS. Hanya saja saat itu belum ada titik temu. Oleh karena itu, Komisi IV memandang perlu dilakukan pemanggilan ulang terhadap BPJS. “Dan itu akan kita (Komisi IV) tindak lanjuti dengan mendatangi BPJS pusat,” tutupnya. (fit)

Fraksi PDIP Desak Eksekutif Audit Kinerja PDAM Giri Menang Mataram (Suara NTB) Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram mendesak eksekutif melakukan audit terhadap kinerja PDAM Giri Menang. Desakan ini menyusul besarnya investasi yang ditanamkan Pemkot Mataram kepada PDAM Giri Menang. Outputnya dianggap tidak sebanding dengan besarnya deviden yang diperoleh Pemkot Mataram. Demikian anggota Fraksi PDIP, I Wayan Wardana SH., kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Jumat (25/8) kemarin. Menurut Wardana, kinerja PDAM tidak hanya diukur berdasarkan komposisi kepemilikan saham tapi juga jumlah pelanggan. Selama ini, meskipun komposisi saham Lobar lebih tinggi daripada Kota Mataram, tetapi jumlah pel-

anggan PDAM Giri Menang sebagai besar berasal dari Kota Mataram. Audit ini nantinya bisa menjadi cikal bakal Kota Mataram memiliki PDAM sendiri, tidak lagi bergabung dengan Lobar. Fraksi PDIP mendorong Pemkot Mataram memiliki PDAM sendiri. “Ini jelas sekali jumlah pelanggan terbanyak di Kota Mataram,” sebutnya. Karena selama ini perhitungan pembagian

dividen semata mata diukur dari komposisi kepemilikan saham. Namun di luar itu, PDIP ingin agar kinerja berupa jumlah pelanggan menjadi modal tersendiri bagi PDAM. Sehingga beberapa waktu lalu muncul wacana mendirikan PDAM sendiri. “Mungkin kita bisa merintis seperti itu,” tandasnya. Sehingga ke depan kinerja PDAM benar benar sehat dan mampu memberikan dampak

(Suara NTB/dok)

H. Mohan Roliskana

bacakan jawaban eksekutif terhadap pemandangan umum fraksi fraksi menyampaikan bahwa pembagian dividen disesuaikan dengan jumlah komposisi modal saham yang dimiliki. Dimana pada tahun 2016 komposisi kepemilikan saham Kota Mataram 36 persen dan Lombok Barat 64 persen. Nominal ini berdasarkan hasil audit akuntan publik untuk tahun buku 2016. Selain itu, juga sudah dilakukan audit kinerja oleh BPKP perwakilan Provinsi NTB. “Berdasarkan hasil audit kedua lembaga tersebut, akan dilakukan RUPS untuk penetapan besarnya dividen masing masing pemegang saham. (fit)

Dinas Perikanan Tolak Bantuan Gelar Pesta Rakyat, Mesin Pendingin SKPD Urunan

Mataram (Suara NTB) Meski ada signal pengajuan mesin pendingin dan pembuat es dari Kementerian Perikanan. Justru, Pemkot Mataram khususnya Dinas Perikanan menolak bantuan itu dengan alasan tak tersedianya lahan. Selain lahan, kata Kadis Perikanan Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Sujihartini tingginya biaya operasional dan listrik juga menjadi alasan tidak mengajukan bantuan mesin pendingin ke Kementerian Perikanan. Justru, ia tertarik dengan revitalisasi mesin pendingin berkapasitas 10 ton daripada membangun kembali. “Memang ada bantuan tapi

harus ada sharing lahan. Kita tidak ada lahan sehingga tidak menerima mesin pendingin itu,” katanya, Kamis (24/8). Ia mengaku, ada empat pengusaha lokal yang memiliki mesin pendingin tersebut. Artinya, akan sia - sia bilamana Pemerintah Pusat membangunkan kembali. Dibandingkan dengan hasil tangkapan nelayan relatif minim. Kebanyakan ikan ditampung baik di cold storage milik Dinas Perikanan di Lingkungan Batu Gepeng Kelurahan Ampenan Utara dan milik pengusaha berasal dari Lombok Timur, KLU dan Pulau Sumbawa. Kecuali sambung mantan Sekdis Sosial, Kementerian Peri-

kanan melakukan revitalisasi. Dari sisi penganggaran relatif minim dibandingkan membangunan dari awal. Artinya, hanya beberapa bagian rusak yang akan diperbaiki, sehingga menekan penggunaan anggaran. Ia mengaku, telah mengajukan proposal untuk revitalisasi mesin pendingin itu. Pihak dari kementerian telah mempelajari proposal tersebut. “Kita sudah usulkan revitalisasi. Sekarang sedang dikaji,” tuturnya. Sementara waktu, nelayan menyimpan ikan hasil tangkap mereka di mesin pendingin milik pengusaha dan sebagian milik pemerintah. Ini biasanya untuk pemenuhan pemindang ikan di Ampenan. (cem)

Paparan Asap Rokok Jadi Ancaman Anak di Mataram Mataram (Suara NTB) Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menegaskan, paparan asap rokok saat ini menjadi ancaman serius anak di Kota Mataram. Dari segi kesehatan akan terganggu termasuk peluang anak meniru kebiasaan orangtua mereka. “Paparan asap rokok jadi ancaman anak,” kata Mohan, Jumat (25/8). Menurut Mohan, ini sangat berbahaya bagi keberlangsungan generasi muda. Dan, tentu akan jadi atensi Pemkot Mataram dengan membuat

positif kepada masyarakat dan juga pemerintah. Wardana mengatakan bahwa dengan kondisi saat ini, sangat memungkinkan Kota Mataram memiliki PDAM sendiri. Mengenai sumber mata air, Pemkot Mataram tidak perlu risau. “Kan itu sudah diatur oleh negara melalui pasal 33 UUD 1945. Bumi, air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya sebesar besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat,” katanya. Artinya, tidak bisa sebuah sumber mata air diklaim sebagai milik daerah tertentu. Menanggapi desakan itu, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana saat mem-

regulasi secara khusus. Regulasi itu akan dilihat sejauh mana pelaksanaannya, agar tidak bertentangan dengan peraturan sebelumnya. Termasuk larangan pemasangan iklan rokok menjadi rekomendasi suara anak Kota Mataram akan jadi pertimbangan untuk mewujudkan tekad itu. “Mereka (anak-anak, red) telah lakukan survei iklan rokok. Nanti kita bahas soal itu,” ujarnya. Reklame rokok mengisi ruang publik tak dapat dihin-

dari. Terutama di warung, reklame, taman - taman dan titik lainnya. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Satuan Polisi Pamong Praja pernah melakukan razia iklan rokok di Kota Mataram. Beberapa iklan rokok itu telah diturunkan dan tidak diperpanjang izinnya. “Ada sebagian kita sudah turunkan dan kita minta tidak diperpanjang izinnya,” kata Kepala DP3A Kota Mataram, Dra.

Hj. Dewi Mardiana Ariany. Disamping itu, anak - anak juga telah melakukan gerakan menurunkan dan mengganti iklan rokok dengan imbauan. Menurut Dewi, iklan rokok besar pengaruhnya terhadap keinginan anak untuk mencoba. Dengan harga murah dan mudah diakses di warung warung menyebabkan anak belajar merokok. Hal-hal seperti ini semestinya harus dihindarkan, sehingga butuh peran serta masyarakat, dunia usaha, dan stakeholder lainnya. (cem)

Mataram (Suara NTB) Berbagai agenda akan dilaksanakan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mataram ke 24. Peresmian smart city, peletakan batu pertama monumen AMAN dan pesta rakyat. Pesta rakyat itu menyiapkan 5.000 porsi makanan untuk masyarakat yang hadir. Namun, untuk 5.000 porsi makanan itu, dibebankan ke masing - masing SKPD. SKPD harus urunan menyiapkan 100 porsi makanan. Ketua Panitia HUT Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura ditemui, Jumat (25/8) mengaku, dilibatkannya SKPD menyiapkan masing-masing 100 porsi makanan karena keterbatasan anggaran APBD untuk melaksanakan kegiatan pesta rakyat dalam rangkaian HUT Kota Mataram. Anggaran HUT ini telah dialokasikan, tapi tidak cukup dengan banyaknya kebutuhan serta padatnya acara. “Terpaksa kita minta SKPD mengeluarkan sama - sama 100 porsi makanan,” katanya. Mahmuddin yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menyebutkan, 5.000 porsi makanan itu disiapkan bagi masyarakat Kota Mataram yang akan menghadiri acara puncak. Selain menentukan jumlah urunan, panitia juga menentukan jenis menu makanan yang disajikan ke masyarakat. “Kitamintaharusberkuah.Jangan seperti tahun lalu masyarakat pada berebut kemudian yang terakhir tidak kebagian,” ujarnya.

(Suara NTB/dok)

H. Mahmuddin Tura Puncak HUT Diundur Padatnya agenda HUT ke 24 Kota Mataram sehingga Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh kata Mahmuddin, meminta puncak peringatan HUT diundur, Sabtu (9/9). Sebab, ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Momen itu dinilai tidak tepat dalam suasana ibadah. “Pak Wali minta diundur sampai tanggal 9 September,” tambahnya. Disamping itu, 20 artis yang rencananya turut memeriahkan HUT Kota Mataram batal dihadirkan. Menurutnya, tidak memungkinkan 20 artis yang bakal mendeklarasikan anti narkoba itu disisipkan dengan padatnya agenda. Pemkot Mataram nantinya akan menjadwalkan pada kesempatan waktu berbeda. “Kalau kita paksakan tidak bisa karena agenda HUT saja sudah padat. Coba nanti kita akan koordinasikan dengan BNN supaya kita siapkan waktu yang lain saja,” demikian Mahmuddin. (cem)


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

Halaman 3

Jelang Idul Adha Putusan MA Bisa Jadi Bom Waktu MAHKAMAH Agung memutuskan untuk membatalkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 tahun 2017 yang sudah terlaksana per 1 Juni 2017. Putusan MA tersebut justru dikhawatirkan akan memicu reaksi lain di lapangan, bila transportasi daring (online) beroperasi leluasa. Keberadaan transportasi berbasis layanan online belum lama ini, telah menimbulkan reaksi di kalangan pelaksana jasa transportasi kon(Suara NTB/bul) vensional. Beberapa Antonius Zaremba Mustafa Kamal penyedia jasa transportasi berbasis online disweeping. Tentunya hal itu rentan mengganggu kondusivitas daerah. Karena itu, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB ikut lantang menyuarakan agar putusan MA tentang pembatalan PM 26 tahun 2017 dibatalkan. “Sedang dicari jalan keluar, DPD Organda se Indonesia juga kaget MA memutuskan pembatalan PM 26. Kalau kita (Organda NTB) carikan upaya hukum, bagaimana melawan keputusan MA dengan jalur lain,” kata Ketua Organda NTB, Antonius Zaremba Mustafa Kamal. Pengacara ini menegaskan, putusan MA tersebut sebagian besar Organda menolaknya. Artinya sangat leluasa bagi transportasi berbasis layanan online untuk beroperasi, tanpa harus dikenakan pajak-pajak dan ketentuan pengikat, seperti yang diberlakukan kepada transportasi konvensional. “Kita sedang komunikasi dengan seluruh DPD Organda di Indonesia. Kemarin pas Mukernas kita tidak menyangka ada judicial review, oleh pemilik aplikasi, Grab, Uber,” ujarnya. Dengan putusan MA, ia melihat justru pemerintah yang diatur, bukan pemerintah yang mengatur. Padahal, PM 26 adalah perpanjangan dari UU 22 tahun 2009 tentang UU lalu lintas dan angkutan jalan. “Kita sayangkan putusan MA,” demikian Anton. Alasannya, putusan MA tersebut justru akan memperkaya pemilik aplikasi, yang notabenenya adalah bukan orang-orang dalam negeri. Sementara, transportasi konvensional sebagai bisnis milik orang pribumi terancam akan hidup seadanya. Organda sendiri berdiri sejak tahun 1962. Lalu tahun 1967 telah melakukan kerjasama kemitraan dengan pemerintah. Saat ini sudah 50-an tahun usia kerjasama dengan pemerintah, sementara angkutan yang menggunakan layanan online yang seumur jagung justru mengalahkan kerjasama yang demikian kokoh tersebut. PM 26 menurutnya sudah objektif, dengan konvensional sudah berjalan dengan baik di daerah, demikian juga transportasi berbasis online sudah siap mengikuti aturan pemerintah. (bul)

Alfamart Latih Pelaku UMKM di Lobar Giri Menang (Suara NTB) Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Barat Jumat (25/8) mendapat pelatihan dari Pihak retail modern, Alfamart. Pelatihan dengan tajuk “Manajemen Retail Modern” ini berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Lobar di Giri Menang, Gerung. Selain memberikan pelatihan, pihak Alfamart juga membagikan sejumlah paket sembako kepada fakir miskin dan anak yatim yang ada di Dusun Aiq Ampat, Kelurahan Dasan Geres. Pembagian sembako ini sebagai bentuk dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari Alfamart. Branch Manajer Alfamart NTB Banny Febrianto mengungkapkan, dalam rangka menampung produk UMKM, bahkan Lobar dijadikan pilot project secara nasional. Sebagai komitmen perusahaan terhadap dunia UMKM, kata Danny, retail modern dan tradisional harus bersinergi, tumbuh, dan maju bersama untuk melayani kebutuhan masyarakat. “Bentuk sinergi yang telah kami lakukan dan sudah berjalan antara lain melalui program Outlet Binaan Alfamart atau OBA,” jelas Danny di hadapan para peserta dan jajaran Pemerintah Kabupaten Lobar. Melalui OBA ini, menurut Danny akan menjadikan toko kelontong seperti mini market (dressed up warung), baik dari sisi tampilan atau display barang maupun performance secara umum agar pembeli menjadi lebih nyaman saat berbelanja. Menurut Danny, pelatihan yang melibatkan pelaku UMKM ini digelar secara rutin tiap tahun di setiap kabupaten/kota melalui jaringan Alfamart. Kata Danny, bagi pelaku UMKM yang belum memiliki usaha, ilmu manajemen retail modern ini bisa dipakai dari sisi cash flow hingga cara pengkategorian dan pemilihan barang di toko. Danny mencatat, data per 31 Juli 2017, di NTB tercatat sekitar 1.700 orang member pedagang binaan Alfamart melalui program Store Sales Point (SSP). Dari data ini, 110 orang di antaranya berada di Lobar. Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar, H. Moh.Taufiq usai membuka pelatihan menyatakan, pihaknya sudah harus terlibat di dalam pemanfaatan teknologi informasi. Suka tidak suka katanya, masalah bertransaksi dan berinteraksi saat ini harus memanfaatkan teknologi. “Ini perlu diperkenalkan kepada pelaku IKM kita, supaya jangan menjual produk hanya dengan cara manual,” katanya. Sekda juga mengimbau pelaku UMKM di Lobar supaya jangan kalah bersaing dengan daerah-daerah lain, padahal mutu dan kualitas produk Lobar tidak kalah dengan daerah lain. Cuma kalah di marketing. ‘’Ke depan Alfamart tidak hanya menjual produk dari luar, tapi menjual produk yang datang dari asli Lombok Barat,” harapnya di hadapan Kepala Disperindag Lobar, H.Agus Gunawan serta seluruh peserta pelatihan. Salah satu peserta pelatihan, Komariah mengaku, selama ini dia memasarkan produknya secara offline. Dengan adanya penjualan online yang difasilitasi Disperindag Lobar bekerjasama dengan retail modern, maka sangat membantu UMKM memasarkan produknya. “Kalau berproduksi masih bisa, tapi kalau susah memasarkannya, ya untuk apa,” kata ibu yang tetap eksis memproduksi usaha keripik (bonggol pisang, red.) (her/*)

(Suara NTB/her)

DILATIH - Pelaku UMKM di Lobar dilatih oleh pihak Alfamart.

Stok Elpiji dan BBM Aman

Mataram (Suara NTB) Mengantisipasi kenaikan konsumsi elpiji 3 Kg di Bulan Agustus 2017, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 1438 H, Pertamina Marketing Operation Region V menambah pasokan produk elpiji subsidi ini hingga 78 persen di atas kebutuhan konsumsi normal di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Hal ini didasari oleh tren peningkatan kegiatan dan tradisi masyarakat saat musim keberangkatan haji hingga hari lebaran Idul Adha tiba. Area Manager Communications & Relations Jatimbalinus, Rifky Rakhman Yusuf mengatakan dari pengalaman tahuntahun sebelumnya, peningkatan konsumsi elpiji 3 Kg ini disebabkan oleh tradisi masyarakat yang mengadakan pengajian, syukuran dan hajatan bagi anggota keluarganya yang pergi beribadah haji. “Penambahan pasokan sebesar 78 persen ini kami rasa dapat mencukupi peningkatan konsumsi elpiji 3 Kg yang ada, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Rifky. Dengan penambahan 78 persen ini, maka volume elpiji 3 Kg yang disalurkan Pertamina MOR V untuk wilayah Jatim Bali Nusra pada Bulan Agustus 2017 ini mencapai 7,7 Juta Metrik Ton atau sekitar 2.592.000 tabung. Rifky menghimbau agar masyarakat yang mampu untuk tidak menggunakan produk elpiji 3 kg ini, karena produk subsidi ini dikhususkan untuk masyarakat kurang mampu dan usaha kecil. “Untuk masyarakat mampu kami mengimbau agar dapat menggunakan

(Suara NTB/ist)

ELPIJI - Pengisian elpiji di salah satu SPBE produk elpiji non subsidi seperti produk Brightgas 5,5 Kg. Selain itu, kami juga mengingatkan agar masyarakat lebih memperhatikan aspek safety dalam penggunaan elpiji, dengan mengikuti instruksi penggunaan yang terdapat pada tabung,” ujar Rifky. Sementara itu, untuk konsumsi BBM, Rifky menambahkan, tidak terdapat pen-

ingkatan konsumsi yang signifikan. “Saat ini konsumsi BBM masih dalam kisaran normal, untuk Bulan Agustus 2017, konsumsi Gasoline mencapai 347.252 KL dengan ratarata konsumsi harian sebesar 17.363 KL, sedangkan untuk konsumsi Gasoil sebesar 157.011 KL dengan ratarata konsumsi harian sebesar 7.851

Coca Cola Konsisten Dukung Pembangunan Indonesia

KL,” jelasnya. Namun demikian, Pertamina tetap mengantisipasi jika nantinya terdapat peningkatan konsumsi BBM. “Kami pastikan stok BBM aman, saat ini ketahanan stok BBM di wilayah MOR V masih dalam kondisi aman dengan rata-rata ketahanan sekitar 20 hari,” demikian Rifky. (bul)

Bank Mandiri Genjot Sektor Konsumer Tanjung (Suara NTB) Bank Mandiri berupaya untuk mendorong pembiayaan sektor konsumer sejalan dengan perkembangan masyarakat di segmen menengah nasional. Hingga triwulan II-2017, pembiayaan Bank Mandiri ke segmen konsumer banking mencapai Rp 91,3 triliun, tumbuh 20,03% secara year on year. Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi menjelaskan, untuk mendukung keinginan tersebut, perseroan akan meningkatkan pembiayaan ke sektor properti dan kepemilikan kendaraan serta di sektor kartu kredit. Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan bisnis konsumer pada tahun ini. Segmen KPR misalnya, tumbuh 13,82% menjadi Rp 31,5 triliun. Sedangkan segmen autoloan tumbuh 24,95% menjadi Rp 23,7 triliun dan kartu kredit tumbuh 9,6% menjadi Rp 9,6 triliun. “Seiring dengan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat, kami tentu ingin menjadikan segmen konsumer ini sebagai sumber pertum-

Mataram (Suara NTB) Perayaan 17 tahun kehadirannya, Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Indonesia. Selain berfokus pada penguatan di 3 dimensi utama SDG, yakni Pembangunan Sosial, Pembangunan Ekonomi dan Pembangunan Lingkungan Hidup, CCFI secara khusus menekankan komitmennya untuk mendorong pencapaian pilar ke-17 dari SDG, yakni Partnership for The Goals yang mengusung pendekatan kemitraan strategis (Suara NTB/ist) Pemerintah – Perusahaan COCA-COLA - Salah satu kegiatan dalam rangka memperingati – Masyarakat sebagai 17 tahun Coca-Cola Foundation Indonesia. tema utamanya. Tepat 8 Agustus 2000, CCFI dila- berikan inspirasi serta pelatihan sepak bola profehirkan sebagai sebuah perwujudan sional pada hampir 15.000 remabersama dari kesatuan sistem Coca- ja di lebih dari 640 desa berdekaCola di Indonesia, Coca-Cola Indone- tan dengan kawasan di mana sia dan Coca-Cola Amatil Indonesia pabrik Coca-Cola Amatil Indonesebagai mitra pembotolannya, untuk sia beroperasi. membentuk yayasan non-profit, yang Pada dimensi pembangunan didesain guna mendukung serta pemberdayaan masyarakat (commemberikan dampak nyata bagi pen- munity empowerment), Program ingkatan kesejahteraan masyarakat PERPUSERU, sebuah kolaborasi Indonesia yang berkelanjutan. antara CCFI dan Bill Melinda “Pada perayaan kali ini, kami ber- Gates Foundation, telah mensama-sama menegaskan komitmen stransformasi hingga akhir tahun untuk terus menghadirkan program- 2016, 568 perpustakaan di 102 program berkelanjutan yang selaras kabupaten dan 233 desa di seludengan apa yang menjadi upaya Pe- ruh Indonesia menjadi Communimerintah untuk mencapai target SDG ty Learning Center berbasis IT. di Indonesia,” Ujar Chief Executive of Melalui program ini, diharapkan Coca-Cola Foundation Indonesia pada akhir tahun 2018 nanti, 10 Titie Sadarini. juta penduduk Indonesia bisa Selama lebih dari satu dekade ini mendapatkan manfaat dan memiberbagai program telah dijalankan liki keterampilan baru menuju kedalam tiga dimensi utama, peningka- mandirian ekonomi. tan kesejahteraan individu (wellbeKhusus untuk pemberdayaan ing), pemberdayaan masyarakat dan kaum perempuan Indonesia, Cocaperempuan (community empower- Cola juga mengimplementasikan ment), serta perlindungan alam, bagian dari Global Program khususnya terkait dengan sumber 5by20, yang menargetkan pemdaya air (environment & water stew- berdayaan ekonomi melalui penardship). ingkatan kemampuan dari 5 juta “Kami melihat, setidaknya 10 pengusaha perempuan pada tahun dari 17 pilar SDG yang ada telah ter- 2020. Selain memiliki dimensi pecakup dalam berbagai program lestarian lingkungan, Program kami, dari mulai Program Indonesia Coca-Cola Forest yang diinisiasiSeGar & Coke Kicks terfokus pada kan Coca-Cola Amatil Indonesia Jumat, 25/08/2017 upaya menciptakan generasi Indone- sejak 2014 telah menanam lebih sia yang lebih aktif dan sehat, Pro- dari 6.800 pohon dan menyumgram PERPUSERU, Coke Forest, bangkan lebih dari 300.000 pohon dan 5by20 yang terfokus pada pem- pada masyarakat. berdayaan dan penciptaan kesempaPada dimensi perlindungan tan kerja baru, hingga program-pro- alam, secara konsisten Coca-Cola gram yang terfokus pada penyelama- menjalankan komitmen Water tan sumber air dan pelestarian Neutral-nya untuk mengembalilingkungan seperti halnya Program kan jumlah air yang terpakai ‘Lumbung Air’ dan Bali Beach Clean dalam proses produksi kembali Up,’’ imbuh Titie. ke alam dan masyarakat. MelaPada dimensi pembangunan dan lui Program Sumur Resapan peningkatan kesejahteraan individu ‘Lumbung Air’, lebih dari 1 mil(wellbeing), Program Indonesia SeG- iar liter air telah dikembalikan ar (Sehat & Bugar), sejak 2013 Coca- ke bumi melalui intervensi lebih Cola telah melengkapi 22 taman kota dari 4,000 sumur resapan di berdi Jakarta, Bandung dan Bogor, den- bagai daerah tangkapan air di Ingan fasilitas olahraga luar ruang (out- donesia. door gym) untuk warga, di samping Program Bali Beach Clean Up melakukan serangkaian pelatihan telah diimplementasikan secara dan penyuluhan tentang pentingnya konsisten oleh Coca-Cola Amatil hidup aktif ke lebih dari 50 SMP/ Indonesia lebih dari 10 tahun dan SMA serta pelatihan Exercise is setidaknya telah berhasil meMedicine ke para tenaga kesehatan ngumpulkan hampir 35 juta kilodan dokter. gram sampah dari 9,7 kilometer Program Coke Kicks telah mem- pesisir pantai di Bali. (bul)

buhan perseroan. Untuk tahun ini, kami sendiri berharap bisa mengakselerasi pertumbuhan kredit konsumer hingga di atas 20% hingga akhir tahun nanti,” ujarnya. Salah satu strategi yang didorong, tambahnya, adalah meningkatkan kolaborasi dengan Bank Mandiri group, termasuk lebih dari 2.600 kantor cabang dan sekitar 3.000 jaringan mikro di seluruh Indonesia. “Khusus di KPR, kami juga menawarkan program suku bunga 6% fix 1 tahun dan 6,5% fix 2 tahun di developer tertentu,” tambahnya. Sementara untuk segmen Autoloan, jelasnya, pembiayaan yang dilakukan Mandiri Tunas Finance dan Mandiri Utama Finance akan didukung pola refferal atau pemberian referensi dari jaringan cabang Mandiri serta via jaringan mobile apps. “Untuk kartu kredit, kami ingin mendorong adanya perubahan mindset nasabah dari kartu kredit sebagai alat utang, menjadi alat intermediasi yang bisa memudahkan nasabah dalam bertransaksi,” katanya. (lin)


SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Semen Pinjaman dan Bantuan TKW

Selektif Terbitkan Paspor KANTOR Unit Imigrasi Lombok Timur mencatat ribuan orang dibuatkan paspor tiap bulannya. Dari jumlah itu, sebagian besar didominasi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Ada juga untuk urusan umroh, haji dan pelancong. Paspor pelancong diakui kerap menjadi tameng dari para TKI non prosedural atau ilegal. Menyikapi hal itu, pihak kantor unit imigrasi yang berada di Lotim sebagai kantongnya TKI ini mencoba memperketat prosedur pembuatan paspor. “Syarat pembuatan paspor pelancong ini kita perketat,” tegas Plt Kepala Unit Imigrasi Lombok Timur Yogi Saputra Pribadi Kosasih, Jumat (25/8). Dalam hal ini, ujarnya, hal yang harus dipenuhi adalah harus ada penjamin di negara tujuan. Selain itu harus melampirkan tiket pulang pergi dan melewati tahapan wawancara yang selektif. Tidak lolos wawancara ini diyakinkan akan tertolak secara sistem permohonan pembuatan paspornya. Negara tujuan pelancong banyak ke negeri jiran Malaysia. Namun ada juga ke Singapura dan Hongkong. Diperketatnya syarat pembuatan paspor pelancong ini karena memang paling rentan disalahgunakan untuk keperluan lain. Termasuk untuk bekerja di negara tujuan. “Ini salah satu langkah kita cegah TKI non prosedural,” tegas Yogi. Dalam proses pembuatan paspor ini, diyakinkan tidak lagi mengenal calo. Adanya pihak-pihak yang sering berada di kantor imigrasi mengurus pembuatan paspor itu, karena sudah mengantongi izin. Izin dimaksudkan adalah adanya kartu identitas yang dimiliki sejumlah perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS). Disebut jumlah para tenaga dari PPTKIS itu sebanyak 10 orang lebih. Satu orang diakui bisa membawa puluhan permohonan paspor. “Ada yang membawa 5-20 orang, kita di Imigrasi tidak membatasi,” akuinya. Para tenaga yang membantu para calon TKI dari kalangan perusahaan itu diyakinkan sudah resmi. Tenaga-tenaga tersebut bukanlah seorang calo. “Mereka pasti marah kalau disebut calo,” imbuhnya. Biaya pembuatan paspor ini pun sangat murah, yakni hanya Rp 355 ribu untuk umum. Sedangkan paspor TKI lebih murah lagi Rp 155 ribu. Semua uang tersebut masuk menjadi bagian dari penerimaan Negara bukan pajak (PNBP). Sementara di lapangan, muncul informasi jika pihak yang membantu pembuatan paspor menarik jauh lebih besar dari biaya pembuatan paspor resmi. Ada yang menarik Rp 1,5 juta per orang untuk biaya paspor. Diakui kesannya memang menjual nama imigrasi. Akan tetapi, pihak imigrasi tidak bisa menindak yang bersangkutan, karena sudah tidak lagi menjadi kewenangan bagian imigrasi. (rus)

Yogi Saputra Pribadi Kosasih (Suara NTB/rus)

Menuju Tiga Gili Lewat Satu Pintu Tanjung (Suara NTB) Kebijakan penarikan tiket melalui satu pintu menuju 3 Gili akan mulai diterapkan pada 2018 mendatang. Hal ini seiring kesepakatan lintas instansi dan lembaga yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU), melibatkan Dinas Perhubungan Kelautan Perikanan (Dishublutkan), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kantor UPP Syahbandar Pemenang dan Koperasi Karya Bahari (KKB). Demikian dikemukakan Kepala Dishublutkan KLU, Agus Tisno, Jumat (25/8). Kepada koran ini, Agus menjelaskan ke empat lembaga penerintah dan non pemerintah itu sudah duduk bersama membahas MoU Tiket Satu Pintu pada Kamis (24/8) lalu. Dari pembahasan masing-masing pihak, memiliki pandangan yang relatif sama dalam memingut retribusi. “Dalam rapat (Kamis) kemarin, kita sepakat untuk membuat MoU (Nota Kesepahaman) antar lembaga untuk pengelolaan Tiket Satu Pintu. Sebagai tindak lanjut kita akan bahas kembali teknisnya pada hari Senin depan,” ujar Agus Tisno. Sejak dilantik sebagai Kadishub definitif, mantan Plt. Kadis Naker PM PTSP KLU ini mengaku telah merancang pola penyederhanaan penarikan retribusi melalui keberadaan tiket menuju 3 Gili. Caranya, lintas lembaga akan memasang portal penarikan retribusi melalui karcis masuk di satu titik yang belum disepakati. Dalam hal ini Dishub dibebankan untuk membangun portal dimaksud pada APBD murni 2018. Selanjutnya retribusi akan ditarik oleh staf pada dinas teknis yang ditunjuk atau disepakati dalam item teknis MoU. Untuk diketahui, Pemda KLU dan Kantor Unit Syahbandar Pelabuhan Bangsal Pemenang seolah “rebutan” objek parkir. Pemkab menarik retribusi pada objek parkir untuk roda dua dan roda 4 via Dishub, serta menarik retribusi masuk kawasan wisata via Disbudpar. Melalui Perda 5 tahun 2010, ditetapkan besaran retribusi parkir masing-masing Rp 1.000 untuk roda 2 dan Rp 2.500 untuk roda 4. Pada perda yang sama, ditetapkan objek masuk kawasan wisata bagi pengunjung sebesar Rp 2.000 per orang wisdom dan Rp 5.000 per orang wisman. Sementara Syahbandar Pelabuhan Bangsal melalui PP 15 tahun 2016 menarik pas kendaraan (termasuk uang parkir) sebesar Rp 4.000 bagi roda 4 semua jenis. Apabila seluruh retribusi di satu titik mulai diterapkan, maka pengunjung wisdom dengan membawa sepeda motor akan membayar retribusi sebesar Rp 3.000, ditambah karcis boat ke 3 Gili. Jika pengunjung lokal membawa roda 4, maka akan membayar lebih mahal yakni Rp 8.500,- dengan rincian Rp 2.500 untuk parkir, Rp 2.000 untuk beban memasuki objek wisata dan Rp 4.000 dari beban syahbandar. Agus Tisno menambahkan dengan pemberlakuan Retribusi Satu Pintu ini bisa membuat kawasan wisata bangsal lebih tertib, meminimalisir keluhan, hingga meningkatkan PAD yang selama ini masih diasumsikan rendah oleh publik. (ari)

25 Tahun Inaq Asruni Tinggal di Pondok Tengah Kebun Hidup serba kekurangan seolah terbiasa di alami Inaq Asruni (45 tahun). Perempuan paruh baya asal Dusun Pawang Karya, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan ini, setiap hari dihimpit kesusahan. Ekonomi yang rapuh dan tidak adanya harta peninggalan almarhum suami, Nyakranem, membuatnya bertahan hidup apa adanya. Seperti apa kehidupannya? SANDAL jepit yang dikenakannya berpacu dengan debu ketika Inaq Asruni menyambut koran ini di kediamannya, Jumat (25/8). Bergegas ia mengambil tikar, mempersilakan duduk. Setengah membungkuk, ia masuk ke gubuk teramat sederhana tempatnya selama ini tinggal membuatkan kami kopi. Ya, di kebun milik saudara tertuanya ini, ia telah menghabiskan 25 tahun tinggal di sini. Bersama suami ia habiskan 10 tahun. Sepeninggal suami hingga sekarang, ia habiskan 15 tahun hidup bersama kedua anaknya, Muhamad Gozali (26) dan Karniati (19). Kini anak sulungnya telah menikah. Namun ia sungkan tinggal bersama anak dan menantu, karena himpitan ekonomi yang mereka hadapi setali tiga uang. Sejak Gozali masih kecil, ia sudah ditempa ujian. Ditinggal suami, ia terpaksa berjuang membesarkan kedua anaknya. Kerja pun serabutan asalkan halal. Dari buruh petik jagung, angkut kelapa, memacul, membuat tikar pandan atau membuat atap daun kelapa. Tikar dan atap ia jual, sebagiannya ia pakai untuk kebutuhan sendiri. “Di sinilah saya tinggal. Siang hari, seberapapun lebatnya hujan angin saya di sini. Saat malam hari hujan, saya baru pulang itu pun kalau bisa bangun,” kisahnya. Kediaman Inaq Asruni bukan rumah, melainkan hanya pondok berukuran 2x2,5 meter. Tiang peyangga pondok dari Bambu dan Kayu Banten set-

desa yang membentuk panitia pemilihannya,” terang Kepala DPMD Lotim, H. M. Juaini Taofik, pada Suara NTB. Mantan Asisten I Setda Kabupaten Lotim ini meyakini, jumlah panitia pilkades yang akan terbentuk hingga pekan depan akan terus bertambah. Karena dari agenda di Dinas PMD akan segera melakukan bimtek terhadap panitia pilkades di 159 desa yang akan menyelenggarakan pilkades tahun ini. “Minggu depan jumlah desa yang membentuk panitia pilkades akan semakin deras

(Suara NTB/ari)

MISKIN - Inaq Asruni dan anaknya Gozali (kanan), warga miskin di KLU yang membutuhkan bantuan pemerintah. 1998 lalu. Karena alasan ekonomi, ia memilih membantu orang tua menjadi buruh. Usia anak-anak ia gunakan untuk bekerja serabutan sebagai kuli panjat kelapa, buruh pikul jagung atau jambu mete, hingga sebagai porter memikul barang bawaan para tamu yang mendaki Gunung Rinjani. Himpitan ekonomi membuat mereka hanya bisa pasrah. Terutama ketika Karniati - sang adik, mengidap sakit. Hingga akibat sakitnya itu, Kar kini mengidap gejala stres. Pembawaannya menjadi tidak normal. Keterbatasan lapangan kerja dan rendahnya pendidikan, membuat Gazali memberanikan diri merantau ke Kalimantan. Padahal usianya saat itu masih remaja. Dua tahun di sana nyaris tak memberi penghasilan berarti. Ia kemudia pulang kampung dan melanjutkan perantauan. “Pulang dari Kalimantan saya ikut orang-orang ke Malaysia. Di sana cuma 7 bulan

karena saya berangkat tidak resmi. Untuk berangkat resmi tidak mampu karena tak ada biaya,” ujanya. Kini pekerjaan utamanya masih buruh serabutan, sembari ia memelihara sapi milik mertuanya. Ia berharap dari memelihara sapi ini bisa merubah ekonominya. Bersama media ini, terjun langsung Ketua Gerakan Rakyat (GR) 10.000, Asmuni Bimbo. Ia langsung tergerak membantu membuatkan Inaq Asruni sebuah rumah sederhana. Jumat kemarin, pondok itu akan dibongkar. Selanjutnya akan dibuatkan rumah sederhana seukuran 3x5 meter di areal berlainan pemberian saudara tertua Inaq Asruni. “Kita Bismillah saja, semoga ada donasi yang masul untuk membantu ibu ini. Sampai hari ini baru terkumpul Rp 1,472 juta. Ini sumbangan dari 2 orang, satunya TKW KLU yang kerja di Arab Saudi yang dikirim via transfer, dan satu lagi Ibu Kabid di Bappeda KLU,” katanya.

“Untuk membangun fondasi, kita gunakan semen pinjaman. Kita berani pinjam karena kondisi Ibu Asruni sangat mendesak dan membutuhkan. Kita berdoa saja semoga ada lagi bantuan lain karena kekurangan masih banyak, termasuk seng, batako dan atap,” katanya lagi. Usut punya usut, Inaq Asruni sebenarnya belum masuk sebagai penerima bantuan program RTLH era bupati lama. Sementara di pemerintahan sekarang ini, diketahui 2 tahun terakhir RTLH mandek karena masalah administrasi yang tidak beres. Kediaman Inaq Asruni sendiri sudah pernah dikunjungi beberapa kali oleh petugas verifikasi, namun aneh hingga kini belum dibantu. “Saya sangat bersyukur dengan bantuan ini, dan saya yakin warga yang lain tidak akan cemburu karena mereka semua tahu kondisi Inaq Asruni,” ujar Plt. Kadus Pawang Karya, Samsul Hakim. (ari)

Kelebihan Volume Pembayaran akan Dibawa ke Sidang MTPTGR Selong (Suara NTB) Pascaaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu terungkap ada sejumlah temuan kasus. Di antaranya terjadi kelebihan volume pembayaran. Sejumlah instansi yang mengalami temuan ini sudah mulai ada yang mengembalikan. Namun dilaporkan ada yang belum tuntas. Terhadap yang belum tuntas, Inspektorat Lotim siap akan membawanya ke ranah persidangan Majelis Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MTPTGR). Sebelum melalui sidang MPTGR ini, yang bersangkutan yang melakukan kelebihan volume pembayaran atau kekurangan pekerjaan ini akan dipanggil dulu oleh Inspektorat. “Intinya sebagian rekomendasi BPK itu sudah ditindak-

lanjuti,” tegas Inspektur pada Inspektorat Lotim, Haris. Kepada Suara NTB, pihaknya terkait yang belum, utamanya pengembalian uang atas kelebihan pembayaran itu saat ini sedang dalam proses pencatatan. Diketahui di antara yang mengalami kelebihan pembayaran adalah proyek pembangunan sejumlah pasar. Sebagian dari pihak terkait menyangkut kelebihan pembayaran ini sudah melakukan pengembalian. Ditegaskan,

seluruh sisa yang belum dikembalikan wajib hukumnya dikembalikan. “Itu sudah menjadi temuan BPK dan wajib hukumnya dikembalikan,” ucapnya. Besaran nilai yang belum kata Inspektur ini belum dikalkulasi. Inspektorat Lotim akan siapkan batasan waktunya nant setelah dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. “Nanti kita akan panggil menyuruh mereka segera mengembalikan, setelah itu mereka kita akan

Kekeringan, Bisnis Penjualan Air Laku Keras Selong (Suara NTB) Kekeringan yang terjadi setiap tahun di Lombok Timur (Lotim) bagian selatan dianggap sudah terbiasa terjadi. Akibat kekeringan yang berujung pada krisis air bersih ini dimanfaatkan juga oleh sejumlah orang yang berjiwa bisnis. Bisnis penjualan air yang dipastikan laku keras. Salah satu pebisnis penjualan air bersih ini adalah H. Muhammad Mansyur. Kepada Suara NTB, H. Mansyur yang juga kepala Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lotim mengaku setiap hari mengantarkan air ke sejumlah titik perkampungan menggunakan mobil tangki berukuran 5.000 liter. Harga satu tangki dibeli Rp 250 ribu. Air satu mobil yang dipakai ini bisa digunakan warga dalam waktu sepekan. Harga air ukuran 5.000 liter itu katanya saat ini sudah turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kalau sebelumnya

Panitia Pilkades akan Dilatih Selong (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dalam waktu dekat ini akan melakukan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) terhadap panitia Pilkades di Lotim. Pasalnya, dari 159 desa di Lotim yang akan melakukan pilkades serentak tahun 2017 ini, tercatat sudah 20 desa yang membentuk panitia pilkades. “Untuk pilkades, dari 159 desa yang akan menyelenggarakan pilkades. Dari laporan yang masuk hampir sudah 20

inggi 2 meter. Dinding dan atap pondok semua dari daun kelapa. Kadang atap daun kelapa pun ia gunakan sebagai dinding. Sekadar untuk menghalau angin, katanya. Atap dan dinding sebagian sudah bocor. Tandan pohon labu merambat di atas atap. Di bagian lantai pondok, ia membuat tungku dari batu bata. Seumpama tikar di gelar di dalamnya, ujung tikar menyentuh tungku. Malam hari saat hendak tidur, tak lupa api tungku dipadamkan. Perempuan kelahiran Suradadi, Lombok Timur ini mengikuti kedua orang tuanya transmigrasi ke Lombok Utara tahun 1980-an hingga menetap sampai saat ini. “Saat anak saya masih kecil saya menghidupi mereka apa adanya. Sampai sekarang, kadang kalau tidak ada uang untuk beli beras saya masak ubi dan keladi,” katanya. Kini anaknya sudah besar, dan Gozali pun sudah menikah. Kepada koran ini, Gozali mengaku telah beberapa kali mengajak ibundanya tinggal bersamanya. Walaupun kediamannya pun seadanya. Hanya sesekali waktu Inaq Asruni bersedia mengikuti kemauan anaknya. “Saat malam hari, sesekali ikut kami mengikuti kemauannya. Ibu memang minta dibuatkan rumah lain, tapi mau bagaimana lagi, saya sudah tidak ada daya,” lirih Gozali. Profesi Gozali belum memungkinkan untuk membantu orang tuanya. Sejak ia kecil keluarganya serba kekurangan hingga sekolah pun ia tamatkan di SD kelas IV. Itu sekitar tahun

karena pada hari Senin, jadwal untuk bimtek sudah terbentuk,” ujarnya. Juaini Taofik mengungkapkan, untuk panitia pilkades dapat berasal dari perangkat desa, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda yang nantinya dapat ditetapkan lewat musyawarah desa yang dipimpin oleh BPD. Setelah ditetapkan, barulah daftar panitia pilkades di 159 desa itu diserahkan ke kabupaten untuk diberikan pelatihan. “BPD-lah yang bersidang dalam penetapan panitia pilkades ini,” jelasnya. (yon)

(Suara NTB/rus)

BISNIS AIR BERSIH - Distribusi air bersih di wilayah Jerowaru beberapa waktu lalu. Kekeringan di Lotim bagian selatan dimanfaatkan sejumlah orang untuk menjual air pada warga yang dilanda kekeringan. Sudah bertahun-tahun penRp 300 ribu,” ucapnya. Penurunan harga air ini ka- anganan krisis air bersih dentanya disebabkan banyak gan cara membeli. Harapan muncul pelaku bisnis baru. besarnya bisa teratasi secara Terbanyak dari Desa Pemon- permanen. Camat Jerowaru, Lalu Zugkong. Banyaknya pesaing membuat harga diturunkan. lkifli mengakui belasan desa Saat ini kemampuan armada di wilayah kecamatannya itu milik H. Mansyur bisa menga- saat ini mengalami krisis air ntarkan dua kali saja dalam bersih akibat kekeringan. Aksehari. Tidak seperti tahun se- tivitas distribusi air bersih belumnya yang bisa lebih ban- dari berbagai instansi sudah yak yang bisa diantar ke ru- mulai dilakukan. Kekeringan yang terjadi mah-rumah penduduk. Air diakui menjadi kebutu- tiap tahun ini memang bisa dihan mendasar penduduk. Se- hadapi oleh masyarakat denlaku kepala desa akuinya gan cara membeli air. Meski sesekali ia mengantarkan air demikian, diupayakan ada secara gratis ke sejumlah war- penanganan permanen sehingga yang membutuhkan. Seper- ga musibah krisis air bersih ti hajatan keluarga yang past- tidak terjadi lagi. Pemerintah daerah sudah inya membutuhkan air yang banyak. “Kita juga tetap antar- mempersiapkan untuk memkan dan bagi-bagikan secara bangun sejumlah sumur bor. gratis warga kita,” imbuhnya. Sudah dilakukan survey Persoalan krisis air bersih geolistrik dan dipastikan ada di desa-desa yang berada di air didalam tanah yang akan ujung selatan Lotim diharap- diangkat menjadi sumber air kan bisa segera teratasi. bagi warga. (rus)

minta membuat surat pernyataan batasan waktu pengembaliannya,” ungkapnya. Selama batasan waktu ini tidak dipenuhi, maka baru kemudian dilakukan sidang majelis. “Bita bisa isa dibawa ke majlis kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak dipenuhi,” tegas Haris. Selanjutnya, di antara yang sedang dalam proses saat ini adalah upaya menagih rekanan Labuhan Haji yang belum mengembalikan uang muka proyek pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji yang batal dilaksanakan. Proses penagihannya saat ini sedang dalam proses gugatan ke pengadilan.

Tahapan berikutnya dalam proses penyelesaian hasil temuan BPK tersebut, kata Haris setelah semua prosedur dilalui oleh pemkab Lotim maka akan dikembalikan lagi ke BPK. Apakah ada indikasi tindak pidana atau hanya perdata menjadi kewenangan dari BPK. “Kalau tidak ada tindak pidana, maka perdata kita proses,” paparnya. Soal tindak pindana itu harus memenuhi unsur. Tidak bisa hanya didasari indikasi. Namun harus memenuhi kerugian Negara atau tidak baru bisa ditarik ke ranah pidana. “Indikasi kerugian ada atau tidak, kalau tidak ada bisa dilarikan ke perdata karena bisa menyangkut administrasi,” ujarnya. (rus)

Satu JCH Lotim Meninggal di Mekkah Selong (Suara NTB) – Satu Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi. JCH tersebut atas nama Amaq Marhan alamat Desa Batuyang Kecamatan Pringgabaya. Selain itu, dua lagi gagal berangkat, karena hamil dan mengalami penyakit gagal ginjal. Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (25/8), Kasi Urusan Haji dan Umrah pada Kementerian Agama Lotim, H. Sahudin, menjelaskan, JCH meninggal tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5. Ia meninggal satu hari setelah berada di Mekkah. Yang bersangkutan meninggal karena sakit, pasalnya dari segi faktor usia 72 tahun dan termasuk dalam JCH risiko tinggi. Sementara untuk yang batal berangkat 1 orang, dikarenakan terindikasi hamil selama tiga minggu pada saat tiba di asrama haji Mataram, JCH ini berasal dari Desa Lenek Lauk Kecamatan Aikmel. Sementara yang tertunda pemberangkatannya satu orang dari Teros Kecamatan Labuhan Haji, karena terindikasi gagal ginjal. “Jadi JCH yang meninggal satu orang, satu batal berangkat dan satu pemberangkatannya tertunda,” sebutnya. Sementara hingga sekarang ini, Sahudin menjelaskan jika JCH asal Lotim masih sehat. Untuk pemberangkatan sendiri sudah tuntas dengan pemberangkatan terakhir yakni sebanyak 162 orang yang masuk dalam kloter 9 dengan pemberangkatannya masuk dalam kloter campuran, bergabung dengan Kabupaten Loteng, Kota Bima dan Kabupaten Bima. Dikatakannya, pengawasan

(Suara NTB/yon)

H. Sahudin terhadap JCH terus dilakukan, karena dari tanah air setiap kloter didampingi lima petugas, yakni satu ketua kloter, satu dokter dan dua orang petugas medis dan lainnya. Selain itu, ada juga istilahnya petugas non kloter yang mengawasi kondisi JCH baik dari Kementerian Agama RI maupun dari tim kesehatan. Disebutkannya Sahudin, dari 1.053 JCH asal Lotim, jumlah yang masuk dalam kategori risiko tinggi persentasinya sekitar 5 persen yang didominasi oleh faktor usia rata-rata di atas 60 tahun. Namun, katanya, berdasarkan informasi yang didapatkannya hingga, Kamis malam, JCH asal Lotim tetap dalam kondisi sehat dan menjalankan segala rukun haji sebagaimana mestinya. “Untuk yang meninggal nantinya akan dapat asuransi, dengan besaran sekitar biaya pemberangkatan ibadah haji. Sedangkan untuk pemakamannya biasanya dilakukan di sana, (Mekkah, red),” tutupnya. (yon)


SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

Verifikasi GTT Tuntas PEMERINTAH Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah menuntaskan verifikasi terhadap guru honor calon penerima SK Bupati tahun ini. Dari 2.900 lebih guru yang diverifikasi hanya 2.600 lebih guru yang dinyatakan lulus verifikasi. Sisanya sebanyak 300 lebih guru dinyatanya tidak memenuhi syarat sebagai guru tidak tetap (GTT) untuk menerima SK Bupati Loteng. (Suara NTB/dok) Hal itu diungkapkan H.M. Nursiah Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada Suara NTB, Jumat (25/8). Para guru honor yang tidak lolos verifikasi sebagai GTT tersebut, rata-rata dikarenakan masa mengabdi yang kurang dari ketentuan. Termasuk basis ilmu guru honor bersangkutan. Di mana banyak guru honor tersebut latar belakang pendidikan sarjana umum bukan sarjana kependidikan seperti yang dipersyaratkan. Namun demikian, para guru honor yang tidak memenuhi syarat tersebut tidak perlu berkecil hati, pemerintah daerah tetap akan memberikan SK Bupati, tapi bukan SK GTT melainkan SK sebagai tenaga administrasi sekolah serta tenaga perpustakaan. Itu artinya, para guru honor yang tidak lolos verifikasi, masih bisa mengabdi di sekolah setempat walautidak lagi sebagai guru. “Tapi inikan hanya persoalan teknis peng-SK-an saja. Kalau kemudian sekolah setempat ternyata kekurangan guru. Tenaga admnistrasi dan perpustakaan tersebut diperbolehkan untuk mengajar,” ujarnya. Terhadap GTT penerima SK Bupati Loteng itu nantinya, konsekuensinya Pemkab Loteng mau tidak mau harus menyiapkan insentif berupa honor. Dan, itu sudah dianggarkan oleh Pemkab Loteng pada APBD Loteng tahun 2017 ebesar Rp 4 miliar dengan besaran honor yang akan diterima GTT penerima SK Bupati Loteng, masing-masing sebesar Rp 100 per bulan. Memang dari sisi honor, jumlah yang diberikan oleh Pemkab Loteng tersebut masih sangat jauh dari kata memadai, karena memang kemampuan anggaran daerah masih sangat terbatas. Tapi yang paling penting sesungguhnya yakni SK Bupati Loteng. Di mana SK tersebut nantinya bisa menjadi dasar bagi GTT untuk mengajukan sertifikasi guru non PNS ke pemerintah pusat. “Untuk bisa mengajukan sertifikasi, GTT harus ada pengakuan dari kepala daerah berupa SK Bupati. Jadi SK Bupati tersebut sangat menentukan,” tegasnya. Kalau kemudian GTT tersebut bisa lolos proses verifikasi, maka pendapatan yang diperoleh akan lebih besar lagi. Jauh lebih besar dari honor yang diterima dari pemerintah daerah. “Untuk SK Bupati Loteng sendiri, saat ini sudah selesai disusun. Tinggal ditandatangi Bupati Loteng. Begitu selesai ditandatangi, SK-nya akan langsung kita bagikan,” janjinya. (kir)

SUARA PULAU LOMBOK SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Laman Tidak Aktif, Sekda ’’Warning’’ Belasan Kadis Giri Menang (Suara NTB) – Sekda Lombok Barat (Lobar) H. Muh. Taufiq memberikan warning terhadap 17 kepala SKPD yang tidak memiliki website atau laman, sehingga tak bisa diakses masyarakat. Salah satu dari belasan SKPD tersebut adalah Dinas Perizinan yang nota bene bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kondisi ini mendapatkan sorotan dari KPK, karena dinilai pelayanan perizinan di Lobar tidak maksimal. 17 SKPD yang merah ini sebut sekda seperti Sekretariat Daerah, DPMPTSP, BP3KAB, Dinas Permukiman dan Perumahan, Sekwan, Damkar, DLH, Dispora, BPKAD, DKP, dinas pertanian, Disnaker, Kantor Camat Gerung, Sekotong,Narmada, Kediri, Kuripan. “Ada 17 SKPD yang merah, karena belum menyusun laporan PPID. Kenapa tidak punya web, kenapa tidak pernah lapor PPID? Apakah karena belum dibentuk atau kenapa? Ini perlu penjelasan,’’

tegas sekda, Kamis (24/8) lalu. Penyerahan laporan PPID ini, jelasnya, bulan Oktober, sehingga masih ada waktu bagi SKPD. Namun demikian ia menyoroti kenapa banyaknya SKPD yang merah, karena belum menyusun laporan PPID dan belum memiliki laman. Ironisnya lagi, Dinas Perizinan tidak memiliki laman, hal ini pernah dipertanyakan oleh KPK ketika ada rakor. “Waktu kita rapat dengan KPK, kok perizinan tidak punya website, itu pertanyaan KPK seolah

ngolok. Kok perizinan tidak punya web?” tukas sekda. Sekda pun meminta klarifikasi ke masing-masing SKPD, termasuk Asisten III Setda Lobar yang bertanggung jawab terkait laporan PPID, ia mempertanyakan apakah Asisten III sudah mengumpulkan aparatur untuk menyusun laporan ini. Menurutnyan jangan-jangan isi laporan PPID yang dibuat juga tidak sesuai. PPID ini sendiri berbeda dengan LPPD, jika LPPD diketahui mana SKPD yang belum

(Suara NTB/dok)

H. Muh. Taufiq melaporkan. Seharusnya tegas sekda, SKPD ini dijelaskan format pengisian PPID supaya tidak salah dan tidak sekedar hanya membuat laporan PPID saja. Sebab jangan sampai

PPID ini Lobar tidak lagi mendapatkan penilaian baik dari provinsi, sebab sebelumnya prestasi PPID Lobar melorot, awalnya juara, namun tertinggal saat ini. Menjawab hal ini Kepala Dinas Kominfo Lobar Budi Darmajaya mengakui sejauh ini ada SKPD baru, sehingga belum membuat laporan. Namun ada SKPD yang sudah melapor namun tidak sesuai dengan formatnya. Diakuinya, SKPD yang sudah memiliki laman sebanyak 19 SKPD, itupun ada yang aktif dan tidak aktif serta ada yang belum punya. Dari 19 OPD, jelasnya, sebagian besar ada yang tidak aktif. Hanya beberapa saja yang aktif dan diupdate dengan data terbaru. Selain itu, ada OPD yang memiliki laman, namun masih ada di pihak ketiga. (her)

Tahun 2020, Loteng Diprediksi Kekurangan 2.500 Guru SD Praya (Suara NTB) Jumlah guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten Lombok Tengah (Loteng), khususnya guru SD, setiap tahun terus berkurang. Menyusul banyaknya guru SD yang memasuki masa purna bakti. Di satu sisi, penerimaan guru PNS baru hingga saat ini belum juga ada kejelasan. Jika kondisi ini terus berlangsung, diprediksikan pada tahun 2020 mendatang Loteng bakal mengalami kekurangan guru SD sebanyak 2.500 orang. “Tahun lalu kita sudah kehilangan 102 orang guru SD karena pensiun. Tahun ini, jumlah guru SD yang pensiun lebih banyak lagi mencapai 140 orang,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng, H. Sumum, S.H.M.H., kepada Suara NTB, Jumat (25/8). Pihaknya sudah melakukan tabulasi data terkait jumlah guru SD yang akan pensiun sampai tahun 2020 mendatang dan, jumlah guru SD yang akan pensiun mencapai 2.499 orang lebih. “Ini yang pensiun normal. Belum kita hitung yang meninggal,” jelasnya. Dengan kata lain, kalau kemudian penerimaan guru PNS baru tidak kunjung dibuka, maka kekurangan guru SD di Loteng bakal semakin parah, sehingga pihaknya berharap pemerintah pusat bisa segera membuka kran penerimaan guru PNS untuk menutupi kekurangan guru yang terjadi tersebut. Ia menjelaskan, saat ini tercatat ada 596 SD di Loteng dengan kebutuhan guru minimal sebanyak 4.887 orang. Sementara guru aktif yang ada sekarang ini hanya 3.187 orang. Artinya, untuk saat ini Loteng sudah kekurangan sebanyak 1.700 guru SD. Terhadap persoalan ini, pihaknya sudah mengajukan formasi kebutuhan guru SD baru ke pemerintah pusat. Dan, diharapkan penerimaan guru PNS baru bisa segera dibuka supaya kekurangan guru SD khususnya di Loteng tidak semakin parah. Terhadap kekurangan guru SD, pihaknya berupaya menutupi dengan mengoptimalkan guru honor yang ada. Kepala sekolah juga tetap diberikan tugas untuk mengajar. Tapi cara ini tentunya tidak bisa selama bisa diharapkan. Karena dari sisi pengajian, pemerintah daerah belum mampu memberikan nilai memadai.(kir)

Sengketa Pilkades Ombe, Bupati Kalah di PTUN Giri Menang (suara NTB) – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram mengabulkan sejumlah permohonan pemohon dalam kasus sengketa Pilkades Ombe Baru. Beberapa point yang permohonan yang dikabulkan yakni meminta SK penetapan Kepala Desa (Kades) Prasino Ilman dicabut. Dasar hukumnya karena ada tahapan yang menyalahi prosedur. Bupati H Fauzan Khalid yang dikonfirmasi terkait hal ini menyatakan, bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima putusan PTUN tersebut secara resmi, sehingga pihaknya belum menentukan apa langkah yang akan ditempuh. Namun besar kemungkinan pihaknya akan melakukan banding.”Bisa kita lakukan banding kan,” kata bupati. Dalam konteks persoalan ini, pihaknya tak ingin berat sebelah artinya terkesan pro ke A atau ke B. Namun pihaknya akan melakukan langkah sesuai dengan ketentuan yang bisa dilakukan pemda. Kades Prasino Ilman dikonfirmasi wartawan mengatakan, beberapa point dalam putusan PTUN tersebut yakni mencabut SK Bupati nomor 15 kolom 8 atas nama dirinya. Dasar hukumnya, karena ada proses yang tidak dilalui. Karena proses dari BPB yang langsung ke Pemda untuk penyerahan hasil rekapitulasi suara pilkades tersebut. Meskipun tahapan ini dilalui, namun berita acara tidak ada, sehingga tahapan ini seolah tak dilalui. “Itu saja pertimbangan hakim terkait pencabutan SK,”imbuhnya. Sedangkan terkait permohonan pelantikan H Mazni (selaku pemohon) dilantik sebagai Kades Ombe Baru ditolak artinya tidak dikabulkan PTUN. Karena terkait surat suara sah dan batal itu bukan kewenangan PTUN, sehingga ia tetap menang satu suara pada pilkades lalu. Hanya saja proses yang perlu diperbaiki. Terkait putusan ini, pihaknya akan melakukan banding, sehingga putusan ini akan gugur dengan sendirinya. Karena putusan itu belum bisa dilaksanakan, jika pihaknya mengajukan banding. “Kami akan banding, draf banding tengah kita buat,”jelasnya. Sejauh ini kata Ilman, naskah putusan PTUN sudah diminta pengacaranya mengambil di PTUN. (her)

(Suara NTB/her)

KERING - Warga yang tinggal di perbukitan mengalami kekeringan. Sekarang ini, Lobar masuk dalam siaga darurat kekeringan, sehingga harus serius ditangani.

Titik Kekeringan di Lobar Terus Bertambah Giri Menang (Suara NTB) – Akibat musim kemarau yang melanda sejumlah daerah mengalami bencana kekeringan. Sejauh ini berdasarkan aduan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui surat permintan bantuan air bersih, terdapat penambahan desa yang mengalami kekeringan. Dari sebelumnya dua desa yakni Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung dan Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan. Satu desa masuk usulan untuk droping air bersih yakni Dusun Batulayar Utara Desa Batulayar Barat. ‘’Daerah yang terkena dampak bencana kekeringan ini diprediksi bertambah, sebab sejumlah desa yang mengalami kekeringan belum melapor ke BPBD, khususnya di daerah Utara Lobar,’’ ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Hartono Ahmad,

Jumat (25/8). Dikatakan Hartono, sejauh ini belum banyak daerah mengalami kekeringan di Lobar, sehingga Lobar masih dalam kategori siaga darurat kekeringan.”Ada penambahan tiga desa yang dilanda kekeringan, saya kira terus bertambah daerah yang terkena kekeringan ini,” kata Hartono. Menurutnya, sejauh ini hasil identifikasinya ada seumlah daerah di Batulayar yang mengalami kekeringan, namun belum melapor. Pihaknya bisa saja mendroping air, namun pihaknya perlu menunggu laporan agar tidak menyalahi ketentuan. Ia mengklaim, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya kondisi kekeringan di Lobar masih taraf tidak mengkhawatirkan, bahkan kondisi saat itu warga masih memungkinkan bercocok tan-

am. Baik menanam padi dan sebagian palawija. Bahkan air yang ada di sumur-sumur masih ada. Namun diakui, masyarakat mengalami krisis air bersih, khusus masyarakat yang tinggal-tinggal di atas (perbukitan). Ia menuturkan, dalam waktu dekat ini BPBD berencana melakukan drop air bersih yang bersumber dari dana anggaran BPBD dan bantuan dari sejumlah instansi terkait. Rencananya dimulai pada tanggal 4 September 2017 mendatang sebanyak 90 kali. Ia juga menyayangkan, kondisi kekeringan kerap terjadi tiap tahunnya. Mengenai hal itu, solusi dalam jangka pendek adalah dengan pembangunan sumur bor, kemudian mencari mata air yang ada di atas gunung untuk kemudian dipasangkan pipa hingga ke permukiman penduduk. (her)

DD dan ADD Desa Mambalan Terancam Tidak Cair Giri Menang (suara NTB) – Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari terancam tidak mendapatkan Dana desa (DD) dan ADD tahun 2018, lantaran Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tidak terlaksana. Pihak desa sudah melaksanakan musrenbangdes, namun tidak diakui masyarakat, lantaran dinilai cacat secara prosedural. Untuk menyikapi hal ini, kalangan Komisi I DPRD Lombok Barat (Lobar) meminta pemda dalam hal ini Dinas Pemerintahan Desa (PMD) untuk turun tangan mengambil alih. ‘’Sebab jangan sampai pembangunan di desa tersebut tidak jalan, karena DD dan ADD tidak digelontorkan,’’ ujar anggota Komisi I DPRD Lobar H. Rauhul Amin, Jumat (25/8). Menurut politisi Golkar ini, menindaklanjuti hearing warga sebelumnya komisi I sudah turun ke desa setempat untuk memantau langsung pelayanan di desa setempat. Hasil pantauan komisi I jelas politisi asal Lingsar ini, pelayanan publik tidak normal di desa setempat. Artinya pelayanan publik terganggu semenjak mencuat persoalan prona di desa setempat. Pihaknya mendapati banyak warga yang mau membuat surat ke desa, terpaksa tidak terlayani, karena tidak ada aparatur desa terkait. Kepala Dinas PMD Lobar L, Edi Sadikin mengaku DD dan ADD Desa Mambalan terancam tidak cair tahun depan. Namun pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar anggarannya bisa dieksekusi. (her)

Pelindo III Bantah Abrasi di Sekotong Tunggu Kesiapan Akibat Reklamasi Proyek Presiden, Peluncuran KEK Giri Menang (suara NTB) – Pelindo III Pelabuhan Lembar membantah jika abrasi yang terjadi di wilayah Telaga Lupi Sekotong diakibatkan reklamasi proyek Gili Mas di Lembar. Abrasi pantai di wilayah itu disebabkan dampak alam, akibat pasang surut air laut yang biasa terjadi. Pihak Pelindo memiliki data pasang surut air laut yang menggambarkan tidak ada air pasang yang ekstrem, baik setelah dan sebelum reklamasi tersebut. GM Pelindo Baharudin dan jajaran memberikan penjelasan secara rinci dan ilmiah terkait kondisi pasang surut air laut sehingga mengikis pantai di kawasan Sekotong. “Itu (abrasi) bukan disebabkan reklamasi, namun akibat air laut pasang surut. Tidak ada kaitan dengan reklamasi, bisa lihat didata karrna kami punya data pasang surut air laut, “ kata Baharudin, Kamis (24/8). Dijelaskan, berdasarkan data pasang surut yang berlaku secara nasional. Dalam data ini, jelasnya, tidak pernah terjadi air pasang yang ekstrem hanya pernah terjadi hanya se-

Mandalika Ditunda

(Suara NTB/her)

JELASKAN - GM Pelindo III Lembar Baharudin bersama jajaran menjelaskan terkait abrasi Pantai Sekotong. tahun sekali mencapai 2 meter namun itu bukan akibat reklamasi. Namun air laut surut pun hingga 0,2 meter, sehingga terlihat batu karang di laut. Logikanya kata Baharudin, jika reklamasi menyebabkan air naik, maka tentu dermaga yang ada akan hanyut juga. Menurutnya kejadian ini air pasang biasa saja. Persoalan ini mesti segera ditangani oleh pemda, sebab abrasi di kawasan itu jangan sampai terjadi abrasi lebih parah, sehingga menggerus air laut pasang tersebut. Menurut petugas Pandu

Pelabuhan Pelindo III Kapten Syaeful Anwar, berapapun ditambah tanah ke dalam laut tidak akan menyebabkan air laut naik, sebab secara teori air laut naik karena pencairan es di Kutub Utara dan Selatan. Menurutnya, terkikis pinggiran pantai disebabkan air laut pasang (naik). Namun air laut tidak saja pasang namun bisa saja surut bahkan hingga 0,2 meter sehingga terlihat karang yang ada di laut. “Kalau mau buktikan pasang surut air laut, pasang saja bambu lihat pada saat air pasang dan surut,’’ imbuhnya. (her)

Praya (Suara NTB) Rencana peresmian peluncuran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dipastikan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Karena masih harus menunggu kesiapan kehadiran Presiden Ir. H. Joko Widodo yang direncanakan akan meresmikan secara langsung peluncuran KEK Mandalika. Demikian disampaikan Deputy Project Director Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), H. Adi Sujono, kepada Suara NTB, Jumat (25/8). Ia menjelaskan, semula peluncuran akan dilaksanakan pada Senin (28/8) besok. Namun hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, awal pekan kemarin peluncuran diputuskan untuk ditunda sembari menunggu kesiapan waktu dari Presiden Joko Widodo. “Pak Presiden ingin hadir langsung untuk peluncuran KEK Mandalika. Tapi masih harus menunggu kesiapan waktu,” jelasnya. Pemerintah pusat masih mengatur jadwal dari Presiden. Baru kemudian waktu peluncu-

ran KEK Mandalika ditentukan. “Jadi kapan peluncuran KEK Mandalika akan dilakukan, tunggu informasi dari pemerintah pusat. Karena untuk waktu, pemerintah pusat yang mengatur. Sesuai agenda dan kesiapan presiden,” tegasnya. Meski peluncuran KEK Mandalika ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, tapi untuk penggunaan Masjid Agung Mandalika tetap sesuai agenda. Di mana nantinya Masjid Agung Mandalika akan mulai digunakan pada tanggal 1 September sebagai tempat pelaksanaan Salat Idul Adha. “Untuk penggunaan Masjid Agung Mandalika, nanti ibu Menteri BUMN yang akan meresmikan penggunaannya,” jelas Adi. Disinggung kesiapan peluncuran KEK Mandalika sendiri, Adi menegaskan sejauh ini sudah siap. Kawasan KEK Mandalika juga sudah dinyatakan siap. Untuk memastikan hal itu pemerintah pusat sudah turun mengecek kesiapan lokasi yang akan diresmikan peluncurannya secara langsung. (kir)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

Halaman 6

Kerjasama Disnakeswan Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Pelajari Pengembangan Sapi, Bupati PALI Berkunjung ke Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebagai kabupaten peternakan, program pengembangan sapi di Sumbawa dinilai berhasil. Hingga membuat beberapa daerah di Indonesia tertarik untuk datang dan belajar ke Sumbawa. Seperti Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan, yang datang mempelajari pengembangan ternak besar khususnya ternak sapi di Sumbawa, Jumat (25/8) kemarin. Rombongan Bupati PALI, H. Heri Amalindo diterima Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi bersama Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa dan sejumlah pejabat lainnya. Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi dalam sambutannya menyampaikan, Sumbawa salah satu kabupaten yang menjalankan program Bumi Sejuta Sapi, penyumbang terbesar populasi ternak, sehingga Sumbawa sangat berperan dalam mendukung swasembada daging. Dari sisi pertanian Sumbawa juga penyumbang beras terbe-

sar di NTB. Selain itu, potensi jagung juga cukup besar. Dalam hal ini Sumbawa memiliki program integrasi jagung dan Sapi (Gema JIPI). Selain sapi, Sumbawa juga ada ternak kerbau dan kuda. Termasuk juga madu hutan. Untuk ternak kerbau Sumbawa sudah menjadi kabupaten kerbau. Dimana sejarahnya sejak zaman Belanda Sumbawa sudah mengekspor kerbau ke luar negeri. Hanya saja, setelah masuknya sapi bali, kerbau tersisihkan. Hal ini dimungkinkan karena kondisi cuaca yang panas sementara kerbau membutuhkan air. Kemudian masyarakat mencari yang lebih praktis. Karena di Sumbawa sistem beternak tidak dikandangkan, tetapi menggunakan pola LAR (padang pengembalaan). Pola peternakan yang ada di kabupaten Sumbawa itu pola LAR (padang pengembalaan). Meskipun demikian, pihaknya di Sumbawa juga mengembangkan jagung dan sektor pertanian lainnya. Dimana diharapkan masyarakat supaya memulai secara profe-

DPMD Dalami Kasus Nikah Siri Oknum Kades di Brang Rea Taliwang (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbawa Barat saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap kasus nikah siri yang dilakukan oleh oknum Kades SR salah-satu desa yang ada di Kecamatan Brang Rea. Hal tersebut dilakukan sebagai salah-satu pertimbangan terhadap pemberian sanksi terhadap oknum kades tersebut. Kepala DPMD Sumbawa (Suara NTB/dok) Barat, Drs. Mulyadi, M.Si, JuMulyadi mat (25/8) kemarin mengatakan, sebenarnya dalam kasus ini, nikah di bawah tangan itu tidak mempunyai sanksi karena secara agama juga sudah dibenarkan. Kalau diberikan sanksi, oknum Kades ini juga bukan merupakan PNS sehingga perlu dilakukan pendalaman terhadap kasus ini. Sementara terhadap polemik yang terjadi di masyarakat akibat kasus ini, pihaknya juga sudah turun lapangan untuk melakukan pemberian pemahaman. Jangan sampai di kemudian hari akan menjadi bumerang dalam pelaksanaan program pembangunan yang ada di desa. “Polemik di masyarakat tetap ada dalam kasus ini. Tetapi kita tetap mencoba memberikan pengetahuan kepada masyarakat sehingga tidak melakukan hal-hal yang sifatnya anarkis,” ungkapnya. Dikatakannya, dalam pendalaman terhadap kasus ini, pihaknya juga akan segera melayangkan surat panggilan terhadap oknum kades tersebut untuk bisa memberikan klarifikasi. Sedangkan untuk pemberian sanksi terhadap oknum ini, belum ada aturan yang cukup jelas mengatur masalah tersebut. Tetapi yang jelas, dari hasil pendalaman yang dilakukan, tetap akan dilaporkan terlebih dahulu sebagai acuan pemberian hukuman nantinya. Apakah akan dilakukan riksus oleh Inspektorat atau cukup diselesaikan di tingkat desa. “Kita akan segera layangkan surat panggilan kepada oknum kades tersebut untuk bisa memberikan klarifikasi, terkait kasus yang menimpanya,” ungkapnya. Ia menambahkan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya sudah turun ke masyarakat setempat untuk memberikan pemahaman dan himbauan. Supaya riakriak kecil yang ada tidak meluas yang mengakibatkan terjadinya konflik ditingkat desa yang lebih luas lagi. Sementara itu, terkait kondisi desa yang ada saat ini sudah kondusif hanya segelintir orang saja yang masih mempermasalahkan masalah ini. “Kondisi desa saat ini masih aman, tetapi kami juga tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing isu yang menyesatkan,” tandasnya. (ils)

Perbup Larangan Bawa HP ke Sekolah Mulai Disusun Taliwang (Suara NTB) Konsep Peraturan Bupati (Perbup) yang akan mengatur tentang larangan membawa HP ke sekolah bagi siswa mulai disusun oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) setempat. Plt. Kepala Dinas Dikbudpora KSB, Drs. Tajuddin mengatakan, saat ini pihaknya tinggal merampungkan draf Perbup tersebut sebelum kemudian diajukan ke bupati untuk mendapat penetapan. “Hampir selesai. Kalau tidak ada halangan minggu-minggu depan sudah sampai ke tangan bupati konsepnya,” terangnya kepada media ini. Ia menjelaskan, setelah terbitnya Perbup tersebut pihaknya akan langsung menindaklanjutinya ke seluruh sekolah. Agar setiap sekolah segera menerapkan di internalnya masing-masing. “Nanti tanpa terkecuali sekolah harus menerapkannya sebab itu sudah menjadi ketentuan,” timpalnya. Tajuddin menyatakan, pada dasarnya ketentuan larangan membawa HP dan berbagai jenis gawai lainnya bagi siswa telah diterapkan oleh sebagian sekolah. Hanya saja penerapannya belum dijalankan dengan ketat sehingga ketentuan tersebut masih banyak dilanggar oleh para siswa. “Nah harapan kita dengan terbitnya Perbup nanti, sekolah lebih ketat lagi menerapkannya,” timpalnya. Selain kebijakan internal sekolah, Dinas Dikbudpora selaku leading sektor diklaim Tajuddin, sudah kerap menyarankan kepada sekolah untuk membuat aturan tersebut. Dalam sejumlah kesempatan, kepada kepala sekolah maupun guru, dinas mensosialisasikan dampak membawa HP bagi siswa ke sekolah. Di mana tidak hanya mengganggu kegiatan belajar tetapi juga mampu membawa dampak negatif bagi anak. “Kita selalu sampaikan hal ini. Terutama soal bahanya seorang anak dengan bebas menggunakan HP tanpa kontrol sekolah dan orang tua,” klaimnya. Penerbitan aturan larangan membawa HP ke sekolah bagi siswa itu sebelumnya dicetuskan langsung oleh wakil bupati KSB, Fud Syaifuddin, ST. Wabup menginstruksikan agar segera dibuat aturan baku agar ketentuan tersebut dapat berlaku di seluruh jenjang sekolah tanpa terkecuali. Bahkan Wabup memperluas larangan tersebut tidak saja kepada siswa tetapi juga bagi guru untuk tidak membawanya masuk dalam kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. “Nanti dalam Perbup harus masuk diatur juga soal ketentuan guru tidak boleh bawa HP masung ke dalam ruang kelas apapun alasannya,” tandas Wabup beberapa waktu lalu. (bug)

(Suara NTB/arn)

TUKAR CINDERAMATA - Bupati PALI dan Sekda Sumbawa saling tukar cinderamata. sional memelihara ternak dengan cara dikandangkan. Hanya saja masih tetap menggunakan sistem LAR. Dijelaskan Sekda, bantuan ternak kepada masyarakat juga diintervensi melalui APBD. Disamping juga bantuan dari Kementerian Desa PDT dan transmigrasi dan dari pihakprovinsi. Untuk diketahui selain Sapi Bali, di Sumbawa juga ada Sapi Sumbawa, Kuda

Sumbawa, dan Kerbau Sumbawa. Di Sumbawa juga sudah menggunakan sistem IB. Dari hasil IB sapi yang berumur satu bulan sudah mencapai harga belasan juta. Sekda berharap dengan kerjasama dan silaturahim seperti ini tetap berlanjut di masa-masa yang akan datang untuk kemajuan masyarakat di dua kabupaten. Sementara itu, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir

(PALI), H. Heri Amalindo menyatakan, pihaknya sudah lama ingin datang ke Sumbawa. Karena pihaknya mendengar untuk ternak khusus sapi sangat luar biasa di Sumbawa. Melihat potensi tersebut, sehingga pihaknya tertarik utuk belajar ke Sumbawa terkait pengembangan ternak sapi. Dijelaskannya, di Kabupaten Pali masih banyak lahan yang luas. Memiliki luas 184.000 Km2, dengan jumlah penduduk 202.000 dan banyak pendatang dari Jawa, Bali, Padang, dan lainnya. Dengan adanya lahan yang luas, sehingga 76 persen masyarakat menjadi petani karet. Namun karena harga karet anjlok, masyarakat menjadi bingung. Sehingga pihaknya berfikir bagaimana supaya lahan luas yang banyak dan hampir ribuan hektar kosong tersebut dimanfaatkan masyarakat. “Kami lihat dan dengar sistem peternakan LAR disini itu bagus, dan kami ingin seperti itu. Ada komponen masyarakat kami yang ingin beternak seperti ini. Makanya kami bertekad ingin meli-

hat bagaimana pola dari peternakan ini,” terangnya. Pihaknya sudah dua tahun mencoba mengajak masyarakat beternak sapi. Mengingat APBD tidak bisa, maka dengan modal sendiri membeli 50 ekor sapi. Setelah dipelihara sekitar lima bulan kemudian dijual Rp 14 – 15 juta. Pihaknya berharap, dengan kedatangan ke Sumbawa nantinya pihaknya bisa memberikan masukan kepada masyarakat untuk beternak. Mengingat harga daging di daerahnya sangat luar biasa mencapai Rp 160 ribu perkilogram.”Makanya kami inginkan ada semacam kerjasama atau lainnya, agar kami bisa memasukkan sapi-sapi dari sini untuk kabupaten kami. Sehingga kedepannya di kabuapten kami harga daging tidak terlalu tinggi dan masyarakat dapat menjangkau harga daging tersebut. Kami ingin melihat bagaimana cara beternak disini. Karena disini daerah satu juta sapi, maka kami ingin bagaimana daerah kami juga bisa seperti ini,” tukasnya. Sementara Kadis Peternakan Kabupaten Sumbawa, Ir.

Thalifuddin, M.Si menjelaskan peternak di Sumbawa kebanyakan menggunakan cara ekstensif atau ternaknya dilepas ke LAR (padang pengembalaan). Sekarang peternak sudah mulai menggunakan sistem semi intensif. Namun dalam jangka panjang suatu saat lahan akan berkurang, sehingga mau tidak mau harus intensif. Sehingga pihaknya sudah membuat program baru yang menjadi unggulan yakni Gema Jipi, Integrasi jagung dan sapi. Dimana sebenarnya selain jagung, juga ada lantoro sehingga menjadi integrasi jagung, lantoro dan sapi. Limbah jagung nantinya akan dihancurkan menunakan mesin untuk dijadikan pakan. Selain itu, pihaknya juga mempunyai program yang lebih besar yakni Sumbawa Beff. Daging sapi Sumbawa yang menjadi brand. Diharapkan bukan hanya ternak yang kita kirim, tetapi daging. Dimana satu hari saja bisa 120 ekor dikirim ke luar daerah. Termasuk ternak yang dipotong 7 sampai 8 ekor perhari. (ind/arn/*)

KSB Layangkan Surat Kepada Pengurus Parpol Terkait LHP BPK Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat saat ini sudah melayangkan surat kepada semua pimpinan Partai Politik (Parpol) untuk bisa menyelesaikan apa yang menjadi atensi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum lama ini. BPK juga memberikan waktu penyampaian laporan pertanggungjawaban sampai dengan tanggal 31 Januari tahun 2018 mendatang untuk bisa diselesaikan. Apabila tidak diselesaikan, maka bantuan dana parpol di tahun 2018 terancam tidak akan dicairkan sebagai sanksi akibat kelalaian tersebut. “Saya sudah bersurat kepa-

da semua pengurus Parpol di Sumbawa Barat untuk bisa melaporkan hasil pertanggung jawaban terhadap penggunaan dana Parpol yang sudah diberikan. Kita berharap tidak ada Parpol yang rugi (tidak dicairkan bantuan dana Parpol tahun 2018) karena kelalaian tersebut,” ungkap Inspektur Inspektorat Sumbawa Barat Ir. H. Ady Maulud-

din M. Si kepada Suara NTB, Jumat (25/8). Dikatakannya, untuk bantuan dana Parpol di tahun 2016 tahun 2017 masih tetap sama yakni sekitar Rp 420 juta kepada 12 parpol. Namun besaran jumlah anggaran yang diterima oleh masing-masing parpol ini sangat berbeda tergantung jumlah kursi yang dimiliki di DPRD. Adapun kisa-

ran bantuan dana mulai dari angka Rp 23 juta sampai dengan angka Rp 53 juta. Sementara kegunaan dari pemberian bantuan dana parpol untuk pembinaan para kader Parpol sekitar 60 persen dan 40 persen sisanya dihajatkan untuk administrasi kepartaian. Seperti melakukan studi banding ataupun keperluan partai lainnya. Hanya saja selama ini ratarata Parpol di KSB masih sering lalai dalam penyerahan LPJ penggunaan anggaran. “Kalau terima uang ya monggo dipertanggung jawabkan jangan sampai menunggu

(Suara NTB/dok)

H. Ady Mauluddin sanksi,” ungkapnya. Seraya mengharapkan kepada semua pengurus parpol untuk bisa bekerja sesuai aturan yang telah ditetapkan. (ils)

Raih Beasiswa

15 Pelajar SMKN 2 Sumbawa Besar Dilepas ke Cina Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak lima belas pelajar SMKN 2 Sumbawa Besar yang merupakan angkatan ketiga memperoleh beasiswa pendidikan ke Cina. Keberangkatan mereka dilepas secara resmi Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Aparatur Ir. A. Yani, Jumat (25/8) kemarin, di kantor Bupati Sumbawa. Dalam pelepasan yang juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Kadis Dikbud, guru dan orang tua siswa serta calon mahasiswa, A. Yani menyampaikan apresiasinya kepada SMKN 2 Sumbawa Besar yang telah membangun program kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Cina. Sehingga, pada 2017 ini sebanyak 15 orang siswa dapat menerima beasiswa. Pemerintah sangat menyadari, keberhasilan untuk meningkatkan kemajuan daerah hanya dapat dilakukan apabila kualitas SDM cukup baik. Sebagai salah satu aset bagi daerah untuk menghadapi globalisasi dan era

masyarakat ekonomi ASEAN yang menuntut kompetisi di segala bidang. Sekaligus dalam rangka lebih mengoptimalkan pelaksanaan otonomi daerah. “Mengingat kemampuan APBD dalam pengajuan dana beasiswa di daerah masih terbatas maka keberadaan berbagai sumber beasiswa baik itu dari pemerintah pusat maupun dari luar negeri harus lebih disosialisasikan agar siswa siswi kita dapat termotivasi untuk mengejarnya. Apalagi dalam berbagai kesempatan anak-anak kita, para generasi muda Sumbawa, telah mampu membuktikan prestasinya baik di bidang pendidikan maupun olahraga pada lingkup regional maupun nasional,” ujarnya. Pihaknya berharap keberhasilan ini menjadi contoh dan teladan yang baik bagi siswa siswi lainnya untuk terus berupaya meningkatkan prestasi akademiknya. Serta kepada siswa yang mendapatkan beasiswa agar kesempatan emas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi peningkatan pengetahuan, wawasan dan kompetensi. (arn)

(Suara NTB/arn)

KE CINA - Suasana pelepasan pelajar yang memperoleh beasiswa belajar ke Cina, Jumat (25/8), di kantor Bupati Sumbawa.

Kerjasama Bidang Promosi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa dengan Harian Suara NTB

Berbagai Etnis Dilibatkan dalam Pawai Budaya FPM 2017 Sumbawa Besar (Suara NTB) Festival Pesona Moyo (FPM) Tahun 2017 mulai dilaksanakan pada tanggal 10 September mendatang ditandai dengan pembukaan malam hari di Kantor Bupati Sumbawa. Berbeda dengan tahun sebelumnya acara pembukaan akan dipisah dengan kegiatan pawai budaya yang dilaksanakan di hari berikutnya pada tanggal 11 September. Menariknya, selain rute yang diubah, pawai budaya kali ini tidak hanya akan diramaikan oleh seluruh kecamatan, tetapi juga akan diikuti berbagai etnis yang ada di Sumbawa untuk menampilkan budayanya masing-masing. Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Ar-

dian Pranata Ilham, S.STP, Jumat (25/8) kemarin menyampaikan, pihaknya telah menggelar rapat pertemuan terkait kegiatan tersebut di Ruang Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa pada Kamis (24/8). Dalam Pertemuan yang dibuka Kepala Dinas diundang camat se-Kabupaten Sumbawa, organisasi Wanita baik PKK,GOW, Darma Wanita dan Kelompok Cinta Berkain. Termasuk berbagai etnis yang ada di Kabupaten

Ardian Pranata Ilham

Sumbawa. Dimana Pawai Budaya akan dilaksanakan pada tanggal 11 September waktu sore hari. Dalam pawai budaya, pihaknya berusaha lebih maksimal mengemas kegiatan sedemikian rupa, supaya lebih baik dari tahun sebelumnya. Selain untuk menambah nilai jual, juga untuk membuat Festival Pesona Moyo (FPM) lebih berkesan di mata masyarakat. “Untuk Pawai Budaya tahun ini kita berusaha lebih maksimal, jangan sampai penilaian masyarakat bahwa FPM begitu-begitu saja. Sehingga kita buat berbeda,” terangnya. Rute kegiatan pawai budaya nantinya akan berbeda. Dimulai dari Kantor Bupati Sumbawa dan finis di depan Kodim 1607 Sumbawa. Agar masyarakat bisa terkonsentrasi di suatu tempat dan kemeriahan pawai budaya dapat terlihat. Kemudian panggung kehormatan yang dulunya berada di star, sekarang di

balik berada di tempat finis. Sehingga masing-masing kontingen pawai budaya bisa menunjukkan atraksinya di depan panggung kehormatan. “Jadi betul-betul pawai budaya mengena nilai budayanya. Tidak sekedar jalan tetapi peserta menunjukkan atraksi budayanya,” kata Bang Ian sapaan akrab Kabid Pemasaran Pariwisata Dispopar Sumbawa. Diakuinya, antusiasme para camat dan organisasi wanita sangat besar untuk mendukung FPM ini. Terutama terhadap Pawai Budaya untuk menampilkan berbagai macam tema budaya yang ada. Selain organisasi wanita dan kecamatan, juga hadir berbagai etnis yang ada di Kabupaten Sumbawa. Baik Jawa, Tionghoa, Bugis, Sulawesi Selatan, Padang Minang, Madura, Timur (Flobamora) dan lainnya. Meskipun sebagai pendatang, berbagai etnis ini juga diberikan kesempatan menampilkan atraksi budayanya

dalam Pawai budaya. Karena mereka juga sudah menjadi bagian dari masyarakat Sumbawa. Dalam hal ini pihaknya mencoba menonjolkan bahwa Kabupaten Sumbawa sangat terbuka. Dimana dengan keanekaragaman suku bangsa yang ada di Kabupaten Sumbawa bisa hidup berdampingan, rukun tanpa saling menyinggung perasaan masing-masing yang dapat memecah belah. “Jadi kita menunjukkan Kabupaten Sumbawa dan masyarakat Sumbawa pada khususnya itu bisa menerima dan bisa membaur dengan etnis lain,”pungkasnya. Disisi lain Ian menjelaskan, selain kegiatan Pawai Budaya ini juga ada Camp Jambore. Yakni Kemah Konservasi di Tanjung Menangis yang dilaksanakan KSDA Kabupaten Sumbawa. Dimana dalam FPM ini tidak hanya menjual kekayaan budaya saja. Tetapi juga menjual destinasi pariwisata di daerah ini. (arn/ind*)


SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

Bupati Bima Beri Sinyal Ganti Pejabat Tersangka Korupsi Bima (Suara NTB) Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri merespon pernyataan Ketua Komisi I DPRD, Sulaiman M.T. SH, yang meminta agar mengambil sikap tegas secara moral, terhadap sejumlah pejabatnya yang ditetapkan tersangka kasus korupsi. “Tentu akan disikapi. Sembari menunggu proses hukum yang saat ini sedang berjalan,” kata Bupati, melalui Kabag Humas Protokol Setda Pemkab Bima, Armin Farid S.Sos, kepada Suara NTB, Jum’at (25/8). Menurutnya, meski sejumlah pejabat telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi. Namun sampai saat ini, belum dilakukan penahanan. Bupati, kata Armin, meminta agar mereka tetap kooperatif. “Bupati mendorong agar persoalan ini hingga selesai. Tidak akan menghambat proses hukum yang akan berjalan,” katanya. Diakuinya, persoalan tersebut akan menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah daerah setempat, agar betul-betul tertib administrasi. Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang mengarah ke persoalan hukum. “Kasus-kasus yang melibatkan pejabat ini akan menjadi atensi dalam rangka menekankan penting penataan dan perbaikan administrasi kedepan,” katanya. Selain itu, Bupati juga mengimbau seluruh jajaran bawahannya terutama pada pegawai OPD yang pimpinannya ditetapkan tersangka, untuk fokus dan tidak terganggu konsetrasinya melayani masyarakat. “Himbauan Bupati harmonisasi tetap terjaga sehingga fokus melayani masyarakat,” terangnya. Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Sulaiman M.T. S.H, meminta keberanian Bupati Bima, Hj. Indah Indah Dhamayanti Putri, untuk mengambil langkah tegas terhadap bawahannya, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Sulaiman mengatakan, walaupun pejabat tersebut, baru ditetapkan sebagai tersangka, dan belum mendapat putusan inkract (hukum tetap.red) dari Pengadilan. Namun Bupati bisa memberikan sanksi moral. “Bupati berani mengambil sikap terhadap para pejabatnya yang melanggar, apalagi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi,” kata Politisi Gerindra ini kepada Suara NTB, Rabu (23/8). Menurutnya, berdasarkan informasi yang diketahuinya. Dua orang pejabat eselon II ruang lingkup Pemerintah kabupaten Bima ditetapkan sebagai tersangka masing-masing dalam kasus pengadaan sampan fiberglas 2012 dan Kopi tambora 2009. “Belum lagi ada sejumlah bawahannya, yang tersangkut kasus korupsi Pol PP 2015. B u p a t i harus bisa menilai persoalan ini,” ujarnya. (uki) Hj. Indah Dhamayanti Putri (Suara NTB/uki)

PT. STM Hentikan Eksplorasi, IPPKH Tak Diperpanjang Dompu (Suara NTB) PT. Sumbawa Timur Maining (STM) memberhentikan kegiatan eksplorasinya. Hal itu menyusul tidak diperpanjangnya Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) oleh pihak kementerian, sesuai Pasal 34 ayat 3 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P50 Tahun 2016 yang berbunyi perpanjangan IPPKH untuk kegiatan survei atau eksplorasi hanya dapat diberikan dua kali. Dan PT. STM sudah mendapatkan izin perpanjangan tersebut selama dua kali. “Yang jadi maslah sekarang adalah PT. STM itu adalah kontrak karya ditandatangani antar negara, di sana berlaku masa eksplorasi untuk kotrak karya adalah dapat diperpanjang setiap 12 bulan, jadi tidak ada batas. Sedangkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang minerba membatasi masa eksplorasi itu hanya 8 Tahun, tapi yang dimaksud 8 Tahun ini untuk IUP bukan kontrak karya,” jelas Kabag Perekonomian, Sukarno kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (25/8). Jika kemudian kontrak karya tersebut akan disesuaikan menjadi IUP maka 8 Tahun batas eksplorasi tersebut bisa diperoleh. Namun mengingat PT. STM saat ini tengah fokus memperoleh cadangan yang layak untuk dikerjakan mereka tetap dengan status awalnya yakni kontrak karya. Kondisi ini lanjut Sukarno, menghalangi menteri kehutanan untuk menerbitkan perpanjangan. Menurutnya, dalam persoalan ini titik persoalan mendasarnya ada pada Permen LHK, sebab IPPKH itu hanyalah izin tambahan. “Izin usahanya itu kontrak karya tadi, kalau kemudian kontrak karya itu ada kawasan hutanya berarti diperlukan IPPKH-nya. Kalau kawasan hutan tidak ada IPPKH tidak ada,” ujarnya. Pengajuan agar segara diperpanjangnya IPPKH ini sudah dilayangan pihak PT. STM, namun belum direspon oleh meneteri LHK. Karenanya kegiatan operasional khusus dikawasan hutan terpaksan dihentikan pihak perusahaan. Sementara diluar kawasan hutan mereka masih bisa melakukan survei. Sukarno menyebutkan, luas kawasan hutan yang digunakan untuk kegiatan eksplorasi tersebut berdasarkan keputusan BKPM menteri lingkungan hidup, untuk hutan lindung 14.000 Ha, hutan produksi tetap 1.400 Ha, hutan produksi terbatas 1.820 Ha dan area penggunaan lahan di luar kawasan hutan yakni 2.40 Ha. “Wilayah operasional mereka itu berada di kawasan hutan, titik eksplorasinya itu semua ada di sana,” ungkapnya. Atas persoalan tersebut PT. STM kini memiminta Pemda Dompu untuk membicarakan persoalan ini ke pihak kementerian, dan ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan yang akan dilakukan waktu dekat ini. Karena bagaimana pun keberadaan PT. STM tersebut telah banyak memberi mafaat bagi pembangunan daerah. “Kami juga harus menjaga stabilitas ekonomi dan membangkitkan akselarasi pembangunan. Ini memberikan pengaruh terhadap pergerakan ekonomi di wilayah itu (Kecamatan Huu, red),” pungkasnya. Sebelumnya, manajemen PT STM, Ir H Iswan kepada Suara NTB saat dihubungi, Kamis (24/8) kemarin, membenarkan IPPKH yang diperpanjang setiap tahunnya telah berakhir masanya 17 Agustus 2017 lalu. Perpanjangan izin sudah diajukan sejak lama, namun perpanjangan izinnya belum keluar. “Mengingat izin yang baru belum diterbitkan, maka PT STM menangguhkan semua kegiatan eksplorasi di dalam kawasan hutan,” katanya. Penangguhan ini, lanjuta H Iswan, PT STM telah menghentikan semua kegiatan eksplorasi yang ditetapkan. “Saat ini sedang melakukan demobilisasi semua personil dan peralatan pengeboran dari kawasan hutan,” ungkapnya. Ia pun mengungkapkan, tidak ada karyawan PT STM yang diistirahatkan atau dirumahkan akibat penangguhan semua kegiatan eksplorasi. Namun para karyawan ini bekerja di areal staging camp yang berlokasi di Desa Marada Kecamatan Huu. (jun/ula)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Dewan Tak akan Keluarkan Rekomendasi Tuntutan CPNS K2 Dompu (Suara NTB) Tuntutan Solidaritas Oentuk Sahabat (SOS) 390 CPNS K2 Dompu agar DPRD mendukung pengembalian mereka sebagai CPNS pasca putusan PTUN Mataram dengan mengeluarkan rekomendasi Dewan tidak akan diberikan. Jawaban BKN terkait nasib 118 dari 134 CPNS yang menggugat Bupati atas pembatalannya sebagai CPNS juga didengar sendiri oleh perwakilan SOS 390 CPNS K2 Dompu. “Mereka dengar langsung. Dari hasil itu, ndak mungkin kita keluarkan lagi rekomendasi. Rekomendasi apalagi? Nanti kita dibilang bodoh. Kita sudah dengar langsung penjelasannya,” kata Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos kepada Suara NTB saat dikonfirmasi, Kamis (24/8). Dijelaskan Yuliadin, kehadiran perwakilan DPRD Dompu ke BKN merupakan bentuk dukungan terhadap K2 Dompu. Nasib 134 CPNS Dompu yang telah dibatalkan NIP-nya oleh BKN dan telah ditindak lanjuti oleh Bupati dengan keluarnya SK pembatalan sebagai CPNS. “(Ibarat) Pencabut nyawa itukan di (BKN) sana. Biar seribu rekomendasi, tidak ada artinya,” ungkapnya. Putusan PTUN Mataram yang memenangkan 118 orang penggugat atas Bupati Dompu terkait pembatalan SK CPNS-nya, dikatakan Yuliadin, menjadi ranah Bupati sebagai pengambil kebijakan dan tergugat. Pihaknya tidak bisa mengintervensi, terlebih itu sudah ada putusan hukum

yang telah berkekuatan hukum. “Sebenarnya, tanpa rekomendasi kita, itu hak Bupati untuk menindak lanjutinya,” jelasnya. Soal penganggaran gaji dalam APBD Perubahan 2017, dikatakan Yuliadin, hal itu dengan sendirinya bila NIP-nya sudah dikembalikan. Penganggaran itu tidak bisa oleh Dewan, bahkan Bupati sebelum ada NIP. Penerbitan NIP akan diikuti dengan kewajiban pemerintah pusat mengalokasikan anggaran. “Itukan secara otomatis (akan dianggarkan bila ada NIP),” katanya. Terkait surat ke BPKP untuk meminta dilakukan audit investigasi ulang, dikatakan Yuliadin, tergantung kebutuhannya dan sejauh ini pihaknya belum berpikir untuk meminta dilakukan audit investigasi. “Kalau soal itu, kita lihat kebutuhannya untuk apa? Karena itu soal kebutuhan. Kita si belum berpikir ke arah sana,” terangnya. Pada Kamis (24/8) pagi, Solidaritas Oentuk Sahabat (SOS) 390 CPNS K2 Dompu

Pejabatnya Diduga Tertangkap Mesum di Mataram, BKD Dompu Membantah Dompu (Suara NTB) Kepala Bidang Pengadaan dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dompu, Asrarudin, SH membantah dugaan adanya pejabat di lembaganya yang tertangkap mesum di salah satu kamar hotel di Mataram. Informasi yang kini ramai diperbincangkan di media sosial itu dianggap tidak benar. Bahkan ia menentang para pihak yang berusaha mencoreng nama baik lembaganya segera membuktikan kebenaran informasi tersebut agar tidak membuat gaduh di tengah masyarakat. “Iya. Saya membantah itu, kalau memang yang menggulirkan informasi ini (benar, red), silahkan kemukakan buktibukti, jangan bikin liar seperti ini,” katanya kepada wartawan di kantornya, Jumat (25/8). Namun demikian, Asrarudin tidak menyangkal adanya oknum ASN Dompu yang tertangkap dalam operasi gabungan Satpol PP Provinsi Mei 2017 lalu. Oknum itu ialah Sa salah seorang pegawai di Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun). Hal tersebut berdasarkan surat Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh Amin, SH, MSi yang ditunjukan kepada Bupati Dompu Nomor : 300/ 311/POLPP/VI/2017 perihal pengawasan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dimana dalam

poin ke empat surat tersebut, diperintahkan kepada Kepala SKPD/BKD untuk memberikan hukuman atau sanksi terhadap ASN yang terjaring razia pekat oleh Satpol PP Provinsi 24 Februari dan 12 Mei 2017. “Nah sekarang kita harus memberikan sanksi terhadap oknum ASN inisial Sa. Pada saat itu, Sa diamankan di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Batulayar Senggigi. Saya tidak bisa menyebutkan apakah dia bersama perempuan atau tidak. Tapi sesuai dengan BAP bahwa yang bersangkutan disangkakan telah melakukan tindakan yang bisa menjatuhkan kredibilitas pegawai negeri sipil,” jelasnya. Menindaklanjuti surat dari wakil Gubernur tersebut lanjut Asrarudin, Bupati sudah meminta inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap Sa, dan Sa pun sudah memberikan keterangan. Hanya memang laporan hasil pemeriksaan belum diterima pihaknya guna memutuskan sanksi apa yang akan diberikan terhadap yang bersangkutan. “Sanksi dari Bupati itu dasarnya memang harus ada LHP, tetapi memang LHP itu kan hanya saran Inspektorat, misalnya hukuman sedang penuruna pangkat satu tingkat selama satu tahun, bisa jadi juga Bupati dengan pertimbangan lain dan sesuai fakta bisa lebih berat,” pungkasnya. (jun)

Kodim Dompu Rencanakan Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Veteran Dompu (Suara NTB) Komandan Kodim 1614/ Dompu, Letkol CZI. Arief Hadiyanto, S.IP berencana membangun rumah layak huni bagi para veteran. Hal itu mengingat masih terdapat beberapa mantan penjuang Kemerdekaan RI tersebut yang tinggal di rumah kumuh, bahkan tak ubahnya kandang ternak. “Saya menitikan air mata melihat kehidupan salah satu veteran di Kecamatan Kempo. Rumahnya seperti kandang ternak, gubuk beralaskan tanah dan tidur di atas susunan papan yang digelari tikar. Sementara dulu mereka telah berjuang mengorbankan jiwa dan raganya untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan kita,” ungkapnya kepada Suara NTB di Makodim, Kamis (24/8). Dadim menuturkan, Rumah tersebut sama sekali tidak memiliki sekat antara kamar tidur, dapur dan ruang tamunya. Tanpak raut wajah haru dan bangga dari sang pejuang ketika melihat kehadiranya. Dan saat itu lanjut dia, ia pun mempersilakan veteran tersebut untuk menaiki mobil yang ditumpanginya untuk berkunjung ke Makodim guna persiapan HUT RI Ke 72. “Karena saya anggap bapak itu yang lebih layak naik mobil yang saya pakai, karena

bapak itu adalah pejuang dan saya harus menghormatinya,” jelas Arif Hadiyanto. Rencananya rumah yang akan dibangun untuk veteran ini semi permanen, terpenting kata Dandim, layak untuk dihuni dan memenuhi syarat ukuran dan kesehatan. Kalau pun ada dana yang besar dipastikan Kodim akan membangunkanya rumah permanen. Terkait sumber anggaran pembangunan, Dandim mengatakan hal ini akan dikoordinasikan dengan banyak pihak seperti Pemkab Dompu, dana CSR BUMN dan korporasi swasta dan donatur lain yang mau menyumbang. Selain itu beberapa veteran juga hingga saat ini belum memiliki surat keputusan (SKEP) dari Panglima Kodam, sehingga dana tali asih dan sosial lainnya tidak bisa dinikmati, namun saat ini syarat mendapatkan SKEP tersebut sedang diusahakan organisasi veteran (LVRI) dan tinggal menunggu hasilnya. “Saya akan perjuangkan rumah mereka sebagai veteran, karena veteran tersebut masih hafal bagaimana perjuangannya dan para saksi mereka masih ada. Kalaupun atasan saya marah, saya siap bertanggung jawab,” tegasnya. (jun)

(Suara NTB/ula)

DIBONGKAR - Bekas tenda SOS 390 CPNS K2 Dompu yang melakukan aksi pendudukan kantor Dewan dengan mendirikan tenda. Namun terpal tenda yang didirikan sudah dibongkar dan berjanji akan kembali melakukan aksi Senin depan. bertenda di kantor DPRD menyusul belum ditindaklanjutinya tuntutan mereka soal rekomendasi politik terkait nasibnya. Ada tiga tuntutan SOS 390 CPNS Dompu, di antaranya kembalikan haknya sebagai CPNS sesuai amar putusan PTUN Mataram, au-

dit investigasi kembali soal kerugian negara, dan penganggaran ulang gaji 134 CPNS K2 di APBD Perubahan 2017. Tapi pada Jumat (25/8) pagi kemarin, massa tidak terlihat di tenda yang didirikannya di balkom gedung kantor DPRD. Diduga massa telah mem-

bubarkan diri sejak Kamis malam. Namun mereka berjanji akan kembali melakukan aksinya Senin (28/8) mendatang. “Mereka membubarkan diri sejak tadi malam. Tapi katanya akan kembali aksi Senin depan,” kata salah seorang pegawai Sekretariat Dewan. (ula)

Berkas 110 PTT Dikembalikan Dikes ke BKD Bima (Suara NTB) Berkas atau dokumen administrasi, 110 Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kesehatan telah dikembalikan oleh Dinas Kesehatan (Dikes) ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bima, belum lama ini. Kasubag Umum Kepegawaian Dikes Kabupaten Bima, Lesa Yuniastu S.Ip, kepada Suara NTB, Jum’at (25/8), mengaku, berkas atau dokumen administrasi, 110 PTT daerah tersebut sebelumnya dilakukan pengecekan oleh pihaknya. “Pengecekan kelengkapan ijazah dan Surat Tanda Registrasi (STR) kesehatan. Tapi sekarang sudah dikembalikan dan semuanya lengkap,” katanya. Menurutnya, pengecekan berkas atau dokumen seratusan PTT tersebut, sebelum dikeluarkan Surat Keterangan (SK) pengangkatan oleh Bupati dianggap wajar. Karena selain itu, juga untuk mengenali PTT yang sudah lolos.

“Biar saling kenal antara satu sama lain. Apalagi bekerja dalam satu atap. Hal ini wajar menurut kami,” katanya. Ia menambahkan, tenaga kesehatan yang terdiri dari bidan, penyuluh kesehatan, gizi operator dinyatakan lolos seleksi PTT daerah awal Februari 2017 lalu. Sediannya mereka direncanakan akan ditempatkan di Desa dan Puksesmas. “Lokasinya penempatan sudah sesuai dengan formasi yang dibutuhkan. Jadi sekarang tinggal menunggu keluar SK saja,” katanya. Sebelumnya, 110 PTT Kesehatan di Bima, belum menerima SK pengangakatan, setelah dinyatakan lulus akhir bulan Februari 2017 lalu. Imbasnya selama tujuh bulan terakhir ini nasibnya masih terkatung-katung dan belum menerima gaji. Salahseorang PTT Kesehatan kagetori bidan, mengaku bingung dengan sikap pemerintah daerah yang belum mengeluarkan SK. Pasalnya sejumlah syarat administrasi telah dilengkapinya beberapa waktu yang lalu.

“Kami sudah dinyatakan lulus seleksi sebagai PTT daerah sejak Februari lalu. Tapi sampai sekarang Sknya belum dikeluarkan,” ungkapnya kepada Suara NTB, Jum’at (18/8). Sementara, Kepala BKD Kabupaten Bima, Drs. H. Abdul Wahab, membenarkan, hingga saat ini, pihaknya belum mengeluarkan SK PTT tersebut. Kendalanya kata dia, masih ada penyesuaian. “Saat ini kita lagi penyesuaian. Tapi konsep petikan naskahnya sudah tiga bulan yang lalu dibuat tinggal ditandatangan saja,” katanya. Menurut dia, penyesuaian tersebut dengan melakukan pengecekan kembali apakah jumlah PTT yang dinyatakan lulus itu, telah sesuai dengan kategori atau formasi yang diinginkan. “Saat ini kita turunkan kembali kepada Dinas Kesehatan (Dikes). Untuk dicek kembali apakah sudah tepat atau masih ada kekurangan,” pungkasnya. (uki)

BWS dan Pemda Saling Tunggu Soal Pembebasan Lahan Bendungan Tanju Dompu (Suara NTB) Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I yang bertanggungjawab atas pembangunan mega proyek Rababaka kompleks di Dompu dan akan melakukan pembebasan lahan warga di daerah genangan bendungann Tanju belum juga ada titik temu. Karena pembebasan lahan tersebut akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Dompu dan anggarannya disiapkan oleh BWS. Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Dompu, H Yuhasmin, MSI yang dihubungi, Jumat (25/8) kemarin, mengaku belum mendapatkan koordinasi dan surat dari BWS soal rencana pembebasan lahan warga di daerah genangan bendungan Tanju. “BWS ini miskomunikasi dengan kita, saya nggak pernah dihubungi. Saya tidak tahu siapa yang dihubungi di Pemda. Seharusnya yang proaktif mereka, karena yang punya tanggungjawab,” katanya. Diakui H. Yuhasmin, masih ada lahan warga yang belum dibebaskan di area genangan bendungan Tanju dan saluran irigasi. Hasil kesepakatannya, BWS akan menyiapkan anggaran dan Pemda yang akan melakukan proses pembayaran sesuai standar harga. “Memang skemanya gitu. Tapi kalau kita nggak dikasi tau infonya, gimana kita bisa infokan ke masyarakat kapan mau dibayar, pastinya kita nggak tahu,” ungkap Yuhasmin yang sedang berada di Mataram ini. Seharusnya, kata Yuhasmin, BWS memberikan info

yang pasti dengan bersurat kepada Pemda Dompu atau berkoordinasi. Sementara dirinya tidak mengetahui harus menghubungi siapa, karena tidak mengenal pihak BWS. Sementara sebelumnya Kepala BWS Nusa Tenggara I, Ir Asdin Julaidy, MM, MT mengaku, sudah 1 bulan pembangunan bendungan Tanju terhenti pekerjaan akibat dihadang warga yang menuntut lahannya di daerah genangan air bendungan tersebut yang belum dibebaskan. Pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp.1,8 M untuk pembebasan lahan, termasuk pembebasan lahan untuk salurah irigasi hingga saluran kiri akan disiapkan anggarannya oleh BWS. Karena mekanisme pencairan anggaran, sehingga dibutuhkan waktu dan kesiapan Pemda untuk membayarkannya kepada warga. “Karena Pemdalah yang menghitung (nilai harga tanah), Pemda yang punya wilayah. Kami hanya minta tetap didampingi oleh Kepolisian dan Kejaksaan,” harapnya usai pertemuan di kantor Bappeda Dompu, Selasa (22/8) lalu. Pembangunan bendungan Rababaka kompleks yang direncanakan akan berakhir di akhir 2018 ini direncanakan akan dimajukan di akhir 2017 dan saat ini

kemajuan fisiknya sudah 60an persen. Dimajukan waktu penyelesaian pembangunan karena direncanakan, bendungan Rababaka kompleks ini akan diresmikan juga oleh Presiden RI, Joko Widodo. Pembangunan bendungan Rababaka kompleks yang terdiri dari bendungan Tanju yang akan menampung air hingga 19 juta meter kubik dan mengairi lahan irigasi seluas 2.300 ha dan bendungan Mila menampung 9 juta meter kubik air yang akan berfungsi sebagai eksisting bendungan Rababaka saat musim kemarau. Selain dua bendungan ini, juga dibangun saluran penghantar sepanjang 16 KM dan terowongan sepanjang 662 meter. (ula)

H. Yuhasmin (Suara NTB/ula)


POLHUKAM

SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

Halaman 8

Cari Balon Wagub

Suhaili Tidak Mau Terburu-buru pada Pilkada NTB kali ini ingin menang. Sehingga penentuan pasangan calon kepala daerah yang akan diusung harus matang. Jelas peta dan potensinya untuk menang. Tidak asal pilih, tanpa ada pertimbangan yang matang. Disinggung siap figur terkuat untuk mendampingi pada Pilkada NTB mendatang, Suhaili menegaskan tidak perlu mengungkapkan. Di media masa sudah banyak beredar. Tapi dari namanama yang beredar tersebut

Praya (Suara NTB) Ketua DPD I Partai Golkar NTB yang juga salah satu bakal calon (balon) Gubernur NTB, H.M. Suhaili FT., mengaku belum menentukan sikap siapa figur yang akan digandeng sebagai balon Wakil Gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB mendatang. Kendati sudah mengantongi beberapa nama kandidat pendamping, pihaknya ingin mempersiapkan matang-matang sebelum menentukan pendamping.

PRAPERADILAN sebagai upaya membatalkan proses hukum karena ada kesalahan prosedur penanganan kasus oleh Aparat Penegak Hukum (APH), sebenarnya bukan hal yang tabu. Kesan di masyarakat, ketika kasus pidana ditangani kejaksaan, kepolisian atau penegak hukum lain, para pihak pasrah mengikuti alur proses hukum itu. Padahal ruang “perlawanan” melalui praperadilan masih bisa dilakukan. Umaiyah “Kalau sudah menyangkut kesalahan prosedur dan kewenangan, maka tersangka punya hak untuk melakukan praperadilan,” kata Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB, Dr. Umaiyah, SH.,MH kepada Suara NTB, Kamis (24/8). Selama ini praperadilan hanya pada ranah prosedur. Karena polisi maupun jaksa bisa saja melakukan kesalahan ketika penangkapan, penahanan, penyelidikan dan penyidikan oleh tersangka. Melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK), jangkauan praperadilan itu diperluas pada ranah kewenangan. Bila dalam rangkaian proses hukum seperti penangkapan, penahanan, penyelidikan dan penyidikan itu dirasa bukan jadi domain APH tersebut, maka pihak yang dijadikan tersangka bisa ajukan praperadilan. Dalam konteks ini tergambar dalam upaya yang pernah dilakukannya belum lama ini, dengan mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka Kepala BPR Sumbawa Ikhwan. Karena tindakan kliennya masuk ranah perbankan, sehingga polisi dianggap tidak berwenang. Praperadilan pun dikabulkan hakim dan tersangka bebas. Untuk itu kepada masyarakat pencari keadilan, dia mengingatkan bahwa mereka punya hak untuk praperadilan apabila ada yang salah dalam empat proses tadi. Jika proses penyelidikan, penangkapan dan penyidikan salah, maka akan linier dengan kesalahan dalam penetapan tersangka “Sebab tersangka ini kan hasil dari penyelidikan dan penyidikan tadi. Kadang masyarakat tidak tahu soal ini,”ujarnya mengingatkan. (ars)

Pilkada NTB 2018

(Suara NTB/ndi)

Penyebar SARA di Medsos Diawasi Ketat Mataram (Suara NTB) Penyebaran kampanye yang menyinggung suku agama ras dan antargolongan (SARA) di media sosial (medsos), salah satu domain baru pengawasan Badan Pengawasan Pemilu (Bapilu) pada Pilkada serentak 2018. Bawaslu akan memberikan pengawasan ketat kampanye di medsos. Jika ditemukan kampanye berbau SARA, maka tidak segan-segan akan dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH). M. Afifudin Demikian ditegaskan oleh Komisioner Bawaslu RI, M. Afifudin, M. Si, pada wartawan di Mataram, Jumat (25/8). Dikatakan, dalam Undang-Undang kepemiluan yang terbaru, Bawaslu diberikan tugas tambahan untuk mengawasi secara aktif aktivitas kampanye di media sosial, mulai pelaksanaan pilkada serentak 2018 ini. “Nah ini bagian dari tugas baru Bawaslu untuk bertanggungjawab mengawasi secara aktif akun media sosial. Jika ada ditemukan seseorang melakukan kampanye SARA, maka akan langsung dilaporkan ke kepolisian,” katanya. Pengawasan di media sosial itu diterapkan, berangkat dari pengalaman pelaksanan Pilkada serentak tahun 2017 ini, khususnya di pilkada DKI Jakarta. Di mana kampanye berbau SARA sangat masif dilakukan, dan berpotensi memecah belah masyarakat. “Kampanye hitam di media sosial ini sangat luar biasa. Pengalaman di DKI, baru bangun tidur, kita langsung menerima kampanye hitam, dan ini fakta. Untuk itu Bawaslu harus lebih hati-hati dan cermat dalam bertindak. Termasuk juga penggunaan tempat ibadah sebagai tempat kampanye harus diawasi betul,” ungkapnya. Ia mengatakan bahwa , penggunaan kampanye dengan isu SARA di NTB juga sangat berpotensi. Oleh karena itu, perlu pengawasan yang lebih ekstra. “Perlu disosialisasikan juga pada masyarakat, supaya tidak sembarang melakukan provokasi di media sosial, karena itu bisa dibawa ke ranah hukum,” ujarnya. (ndi)

“Soal figur yang akan jadi pendamping kita tidak mau terburu-buru. Persiapan harus benar-benar matang terlebih dahulu. Baru menentukan pendamping,” tegas Suhaili kepada wartawan di

Praya, Jumat (25/8). Meski tidak menyebut nama, Suhaili mengaku setidaknya sudah ada tiga nama figur calon pendamping yang tengah dipertimbangkan untuk digandeng di Pilkada

NTB mendatang. Namun untuk penentuannya masih menunggu kajian dan analisasi. Terkait potensi dan peluang menang masing-masing kandidat calon pendamping tersebut. Menurutnya, Partai Golkar

Labfor Denpasar Ambil Sampel Puing Kebakaran Gudang PLN Mataram (Suara NTB) – Penyelidikan kebakaran gudang PLN NTB di Tanjung Karang melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Denpasar. Sejumlah sampel bekas kebakaran diuji forensik. Tim Labfor Polri Cabang Denpasar memulai olah TKP, Jumat (25/8) sekitar pukul 08.00 Wita. Tim tersebut didampingi Inafis Polres Mataram untuk mengambil sampel puing sisa kebakaran yang menghanguskan puluhan stok gulungan kabel tegangan menengah itu. Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah NTB, Fitriah Adriana menjelaskan, pengerahan tim labfor itu untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. “Jadi yang diambil tadi sampel tanah, kabel, semua bekas kebakaran,” ujarnya ditemui di sela-sela olah TKP. Ia menambahkan, sampel tersebut masih akan diuji kembali secara forensik di laboratorium. “Menurut informasi dari kepolisian sampel akan diuji di Denpasar. Hasilnya kita masih diminta menunggu karena membutuhkan waktu,” terangnya. Selama kurun waktu pengujian itu, sambung dia, TKP masih harus tetap disterilkan. “Tidak boleh ada kegiatan apa-apa agar tidak merubah kondisi TKP,” kata Fitri. Sementara Kapolres Mataram, AKBP Muhammad menerangkan, hasil Labfor nantinya akan membuat terang penyebab kebakaran tersebut. “Nanti kita cocokkan juga, yang dari

(Suara NTB/why)

AMBIL SAMPEL - Tim Labfor Polri Cabang Denpasar mengambil sampel puing kebakaran di gudang PLN NTB Tanjung Karang, Jumat (25/8). Pengambilan sampel itu dalam rangka olah TKP mengungkap penyebab kebakaran. Labfor, yang dari CCTV. Dari mana asal api pertama kali untuk mengungkap penyebab kebakaran,” jelasnya. Gudang PLN NTB di Tanjung Karang, Jalan Sultan Salahudin, Sekarbela terbakar, Rabu (28/3) sore lalu. Api membakar gulungan kabel ber-

bahan karet dan tembaga di pojok belakang gudang. Bahan tersebut membuat api sempat sulit dipadamkan. Kebakaran baru bisa dipadamkan Kamis (24/8) dini hari dengan bantuan lima unit mobil pemadam kebakaran kota Mataram, mobil pemadam PLTU

Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota Dilantik Mataram (Suara NTB) Sebanyak 30 orang anggota baru Panwaslu 10 Kabupaten/Kota se-NTB dilantik, Jumat (25/8). Mereka diingatkan supaya mulai menyiapkan diri untuk mengemban tugas baru sebagai pengawas pilkada serentak 2018. Sebab, tugas berat sudah menunggu di depan mata. Demikian anggota Bawaslu RI, M. Afifudin, M. Si, saat memberikan sambutannya usai pengambilan sumpah jabatan anggota Panwaslu Kabupaten/Kota. “Tantangan kita sudah di depan mata, kita dihadapkan pada tanggungjawab besar, karena akan mengawasi proses pilkada serentak, yakni pilkada Kabupaten/Kota, Pilgub dan persiapan pemilu 2019 sekaligus,” ujarnya. Afifudin menyerukan agar semua anggota Panwaslu berkomitmen kuat untuk menjaga dan memastikan proses pilkada tetap berkualitas. Sebab, jika prosesnya berkuakitas, maka hasilnya pun sangat kecil kemungkinan akan bermasalah. “Untuk itu jangan segan segan berkonsultasi dengan Bawaslu provinsi dan pusat, agar nantinya apa-apa yang dilakukan itu tetap dalam koridornya dan tidak melanggar aturan. Sebab, saat ini semuanya serba transparan,” ujarnya. Yang tidak kalah penting menurut Afif, bahwa Panwaslu harus dekat dengan semua elemen masyarakat

Oknum Polisi Diduga Terima Suap Mataram (Suara NTB) – Propam Polda NTB memproses satu oknum polisi panitia penerimaan Bintara Polri 2017. Oknum tersebut diduga menerima sogokan dari orang tua peserta untuk jaminan kelulusan. Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti mengungkapkan, oknum anggota yang enggan ia sebutkan inisialnya itu sedang menjalani pemeriksaan Propam. “Dugaan keterlibatan anggota masih ditangani Propam. Ada satu oknum anggota Polri,” bebernya ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/8). Pemeriksaan yang masih berlangsung membuat penanganan kasus itu belum memiliki gambaran yang cukup. Namun, ia memastikan oknum anggota tersebut bakal disanksi bilamana terbukti. Tindakan awal yang diambil setelah kasus itu mencuat awal Agustus lalu, yakni dengan tidak meluluskan peserta seleksi yang diduga menyuap panitia. “Empat orang peserta digugurkan. Ini orang tuanya yang diduga melakukan suap tersebut,” jelas Tri Budi. Dugaan suap itu terjadi pada saat proses seleksi memasuki fase penentuan tahap akhir. Proses final penentuan kelulusan peserta seleksi. “Sebetulnya peserta itu lulus. Tapi karena orang tuanya menyogok, maka digugurkan,” imbuhnya. Ia menerangkan, nilai suap yang diberikan orang tua peserta seleksi kepada oknum anggota tidak menjadi pertimbangan. Hal itu tidak berpengaruh karena dugaan pelanggaran sudah terjadi. “Tidak dipermasalahkan berapapun nilainya, dia (oknum polisi) menerima sesuatu untuk menjanjikan kelulusan, ya diproses,” kata Tri Budi. Pendidikan pembentukan Bintara Polda NTB 2017 sudah dimulai. 162 siswa yang lulus menjalani pendidikan selama tujuh bulan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting. Dari hasil supervisi, 190 peserta seleksi dinyatakan memenuhi syarat. Namun, Wakapolda NTB, Kombes Pol Imam Margono menyampaikan ada empat peserta yang digugurkan. Lantaran terindikasi melakukan suap yang diinisiasi orang tua masingmasing. Empat peserta itu, yakni dari dua peserta seleksi Bintara tugas umum, satu peseta Polwan, dan satu Bintara tugas khusus teknologi informasi. (why)

(Suara NTB/ndi)

AMBIL SUMPAH - Ketua Bawaslu NTB, Khuwailid sedang mengambil sumpah 30 orang anggota baru Panwaslu kabupaten/kota, di Mataram, Jumat. dalam melakukan fungsi pengawasannya. Jangan sampai Panwaslu mengambil jarak dari masyarakat. Sebab, Panwaslu hanya dengan tiga komisioner, sangat mustahil bisa melakukan pengawasan secara menyeluruh. Oleh karena itu, bantuan dari masyarakat sangat penting. “Dengan tiga orang, tidak mungkin diawasi semua. Oleh karena itu harus bersama dengan rakyat, karena kita tidak bisa apa-apa tanpa rakyat. Oleh karena itu saya harapakan bisa bersinergi bersama,” serunya. Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi NTB, Khuwailid, MH, dalam sambutannya memberikan kepercayaan penuh kepada para

anggota Panwaslu yang baru, dalam menjalankan amanah menjaga marwah pemilu dengan sebaik-sebaiknya. Khuwailid menyerukan agara para komisioner baru itu secepatnya beradaptasi, karena banyak tugas berat yang sudah menunggu. “Kami berharap pada anggota baru saja yang dilantik, untuk bersiap, karena agenda sudah menunggu, yakni penandatangan hibah anggaran segera diselesaikan,” katanya. Dalam proses pelantikan itu, juga dihadiri oleh Gubernur NTB yang diwakili oleh Asisten I Setda pemprov NTB, Dr. M. Agus Patria, SH, MH, dan juga Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M. Coom. (ndi)

Kasus Nuril

(Suara NTB/dok)

Jaksa Sebut Hakim Terpengaruh Tekanan Publik Mataram (Suara NTB) – Vonis bebas Baiq Nuril Maknun belum berkekuatan hukum tetap. Jaksa melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Jaksa berpendapat putusan tersebut dipengaruhi intervensi publik. Memori kasasi atas putusan bebas Nuril, terdakwa penyebaran konten asusila yang tidak terbukti bersalah di Pengadilan Negeri Mataram dilayangkan jaksa pertengahan pekan ini. “Pernyataan kasasi sudah kita sampaikan, memori kasasinya juga sudah kita berikan ke pengadilan negeri Mataram,” ungkap Kasi Pidum Kejari Mataram, Safwan Wahyopie, kemarin. Dalam memori kasasi tersebut, dicantumkan alasan jaksa tidak menerima putusan bebas yang dijatuhkan hakim Albertus Usada terhadap Nuril akhir Juli lalu.

“Karena hakim terpengaruh dengan tekanan publik atas perkara tersebut,” ungkap Safwan. Nuril mendapat dukungan masyarakat, di antaranya elemen pejabat Pemprov NTB, Wakil Walikota Mataram, LSM, serta gabungan wanita yang tergabung dalam koalisi #SaveIbuNuril. Koalisi tersebut menggalang dukungan dari masyarakat, selain upaya hukum gratis dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum FH Unram, yang dibidani Joko Jumadi, serta belasan advokat. Safwan menambahkan, pihaknya juga merangkum keterangan saksi yang terungkap dalam persidangan tidak menjadi pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut. “Hakim juga mengabaikan keterangan saksi-saksi,” terangnya. Ditemui terpisah, Humas Pengadilan Negeri Mataram, Didiek Jatmiko mem-

Jeranjang, water canon Polda NTB, dan mobil pemadam Dinas Sosial NTB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. PLN memastikan kebakaran tidak menganggu pasokan listrik ke pelanggan. (why)

Seleksi Bintara

benarkan telah disampaikannya memori kasasi perkara UU ITE dengan terdakwa Nuril dari jaksa Kejari Mataram. “Sudah ada penyataan kasasinya. Begitu juga memori kasasinya. Kita sudah layangkan pemberitahuan kepada terdakwa tentang kasasi itu,” ujarnya. Pihaknya masih menunggu tanggapan dari terdakwa mengenai kontra memori kasasi atas memori kasasi jaksa. “Kalau sudah lengkap akan segera kita sampaikan ke MA. Kan itu juga ada batas waktunya,” pungkas Didiek. (why) Didiek Jatmiko

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/ars)

Masyarakat Bisa Praperadilan

belum ada yang dipilih. Dan, belum ada yang dicoret. Dengan kata lain, namanama figur pendamping yang ada tersebut masih punya peluang yang sama untuk diusung. Tinggal proses finalisasi saja. Sembari menunggu waktu yang tepat. “Tunggu saja waktunya. Yang jelas, belum ada yang kita pilih. Dan, belum ada yang kita coret. Semua punya peluang untuk kita usung pada pilkada mendatang,” pungkas Bupati Loteng ini. (kir)


SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

Jendela Sastra

Halaman 9

Beser dan Tiang Bendera Toni Lesmana Siapapun, aku atau kau atau siapa saja, pasti akan panik dan terkencing-kencing juga jika mengalami kejadian yang menimpa Beser tadi pagi. Ia masih tidur nyenyak setelah semalaman berhasil menuntaskan sebuah cerita pendek yang menurutnya cerita terbaik yang pernah ditulisnya. Ia tidur jam 5 pagi dan jam 7 pagi pintu kamarnya dijebol orang-orang kampung. Kamarnya dipenuhi teriakan-teriakan kemarahan. Ia terguling dari kasur kecilnya, bangun dan mendapati orang-orang memenuhi kamar, sebagian berdiri di atas ranjang sambil mengacung-ngacung parang, golok, clurit, dan cangkul. Beser masih terkantukkantuk tapi celananya langsung basah. Ngompol. Belum sempat ia bangkit berdiri. Seseorang menariknya. Menyeret dengan kasar. Di ruang tamu Beser kembali kencing dalam celana, melihat segalanya sudah hancur. Kursi, lemari, komputer, lukisanlukisan. Buku-buku berhamburan. Pecahan kaca jendela berserakan. Pintu depan bahkan lenyap. Nah, aku atau kau atau siapa saja, apalagi jika punya penyakit jantung tentu sudah mampus jika mengalaminya. Tapi Beser termasuk kuat, entah jika ia menganggap masih dalam dunia mimpi, ia hanya ngompol sekalipun ngompol yang tak henti-henti. Ia terus digusur ke arah halaman rumah. Beberapa orang membawanya ke arah tiang bendera kebanggaannya. Tubuhnya segera diikat dengan tali. Dan dikerek layaknya bendera. Begitu sampai di puncak, terdengar lagi teriakan-teriakan. Lebih ramai, lebih keras. Orangorang dengan beragam senjata teracung ke udara. Sebagian melempari rumah Beser. Di puncak tiang bendera Beser terus-menerus kencing di celana. Ia tidur lagi sambil ngompol. Teriakan-teriakan ganas membangunkannya lagi. Tentu, aku atau kau atau siapa saja, ingin tahu apa kesalahan Beser. Itu juga pasti yang menyeruak dalam pikiran kantuk Beser. Bagaimana tiba-tiba saja menjadi sasaran kemarahan para penduduk sekampung. Kemarahan yang total dan dahsyat. Dan nyaris brutal. Baru sebulan Beser datang ke kampung itu. Sengaja ia memilih rumah itu untuk dikontrak, ia kadung jatuh hati dengan bentuk rumah yang mungil dan unik. Rumah bambu yang terpencil di sudut kampung, rumah yang sudah sejak lama ia idam-idamkan. Namun bukan itu sebenarnya, alasan paling kuat untuk tinggal di sana adalah karena adanya tiang bendera yang besar dan tinggi di depan rumah itu. Tiang bendera yang bentuknya mirip dengan yang terdapat di depan gedung bupati. Besar, kokoh, dan tinggi. Ia sangat tertarik dengan keberadaan tiang bendera itu. Kontras dengan bentuk rumah. Entah apa yang ada dalam pikiran pemiliknya ketika membuatnya. Pemilik rumah adalah se-

orang kakek tua bekas pejuang yang sangat mencintai bendera, yang belum lama pindah untuk tinggal bersama anaknya di kota. Begitu Beser dengar saat membayar uang kontrakan untuk satu tahun ke depan. Ada kebiasaan Beser yang aneh sejak tinggal di rumah itu, mungkin semacam obsesi masa kecil yang akhirnya dapat terlaksana dengan nyaman. Ia senang mengerek dan menggantungkan benda-benda di tiang bendera itu. Kali pertama datang, ia mengerek kursi bambu ke puncak tiang. Membiarkannya tergantung seharian. Esoknya ia mengerek ember. Esoknya lagi bantal. Begitu terus berlanjut. Setiap benda di rumah mendapat bagian. Beser akan duduk di teras rumah dari pagi hingga siang, ditemani rokok dan kopi, menatap benda yang tergantung di puncak tiang. Seperti sedang menatap sesuatu yang indah. Matanya berbinar, bibirnya tersenyum. Raut wajah kebahagiaan kanak-kanak. Sementara itu dari siang sampai esok paginya Beser akan lenyap ke dalam rumah, tak keluar lagi. Benar-benar lenyap ditelan rumah bambu. Desas-desus merebak tentang kebiasaan aneh Beser. Apalagi dia orang baru. Kelakuan yang tentu saja tak pernah dilakukan oleh aku atau kau atau siapa saja. Orang-orang kampung lekas mencari tahu siapa sesungguhnya Beser. Jangan-jangan orang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa. Orang-orang, para tetangga Beser, awalnya merasa aneh dan terganggu dengan kelakuan Beser, namun setelah mengetahui bahwa Beser adalah seorang seniman sekaligus sastrawan, mereka menganggap itu adalah hal wajar. Wajar jika Beser bertingkah seperti orang gila. Lama kelamaan malah mereka asyik menerka-nerka barang apa yang akan digantung esok harinya. Seperti menunggu kejutan. Mereka akan terpingkalpingkal, atau cukup tersenyum, atau mengeryitkan dahi, atau melotot, atau menggeleng-geleng kepala. Itu terjadi setiap pagi. Mereka akhirnya justru terhibur dengan kebiasaan aneh Beser. “Dasar seniman!� “Ada-ada saja cara orang mencari ilham!� “Besok mungkin dia akan menggantung ranjang!� “Berani bertaruh? Menurutku besok dia akan menggantung komputer.� “Siapa takut!� Kampung yang tentram itu akhirnya mempunyai permainan judi baru: menebak barang apa yang akan digantung oleh Beser. Mereka selalu datang pagi hari untuk memastikan tebakan mereka benar atau salah.Tak jarang ada

(Odilon Redon / pinterest.com)

yang sengaja datang ke dukun agar menang taruhan. Bagi yang berjiwa dagang, mereka berlomba mendirikan warung di depan rumah Beser. Namun pagi tadi, pagi yang sial, pagi yang terkencing-kencing. Orang-orang yang datang berkumpul lebih banyak dari biasanya. Dan mereka datang serentak dengan kemarahan. Pagi tadi hari senin, dan baiknya kita mundur sehari. Hari minggu. Tepatnya jam 7 pagi. Beser duduk di kursi bambu sambil merokok dan sesekali menyeruput kopi hitam. Nikmat sekali. Senyumnya mengembang dan matanya berbinar-binar menatap kompor yang tergantung di pucuk tiang bendera. Para tetangga, atau tepatnya para pengunjung berkerumun di warung seberang rumahnya. Mereka juga ada tersenyum bahagia, ada juga yang semaput karena kalah taruhan. Anak-anak terpingkal-pingkal sambil menunjuk kompor. Mereka para pengunjung

itu akan datang bergantian. Sebagian pergi sebagian lagi datang. Selalu ada pengunjung sampai siang menjelang. Tepat ketika semua pengunjung pergi, biasanya jam 12, ketika pemilik warung membereskan barang dagangannya kemudian singgah sebentar ke rumah Beser untuk memberikan pesanan rutin Beser untuk keperluan tiap harinya. Begitulah, ketika pemilik warung pergi, dan Beser berdiri untuk masuk ke rumah. Tiba-tiba datang seorang pedagang keliling yang menjual berbagai alat-alat dari mulai sapu, pisau, golok, clurit, palu, bahkan batu asahan. Nampak kelelahan memikul barang dagangan. Pedagang itu masuk begitu saja ke halaman rumah Beser. Menurunkan pikulan dan duduk di teras. Dan begitu melihat kompor yang tergantung di atas tiang bendera, dia mendadak tertawa terbahakbahak sampai terguncangguncang tubuhnya. Lenyap sudah raut lelah yang tadi ha-

dir di wajahnya. Pedagang itu terus tertawa sambil memegangi perut hingga akhirnya tersungkur jatuh. Beser tersenyum. Tapi lama-lama ia terganggu juga dengan ekpresi yang berlebihan itu. Tentu untuk menghentikannya cukup dengan memborong barang dagangannya.Beser melihat ke sekeliling, sampah berserakan, rumput sudah meninggi di halaman. Halaman yang sebenarnya cukup untuk menanam bunga atau tanaman apa saja. Tiba-tiba ia juga teringat beberapa lukisan dan piagam penghargaan yang masih menumpuk dan belum terpasang. Ah, betapa ketika pindah Beser tak membawa alat-alat sialan yang ternyata kini dibutuhkan. Tanpa banyak basa-basi ia memborong barang dagangan yang menumpuk dalam pikulan. Membayarnya. Membawa barang yang dibeli dan menyimpannya di samping rumah. Setelah itu ia masuk rumah,

tepatnya lenyap ditelan rumah. Meninggalkan pedagang yang keheranan karena ada pembeli yang memborong hampir setengah dari barang dagangannya bahkan tanpa tawar-menawar dan meminta kembalian. Pedagang itu berpikir, Beser adalah malaikat yang didatangkan tuhan. Namun ia cepat menghapus kembali pikirannya ketika melihat kompor yang tergantung di tiang bendera. Ia pergi sambil tertawa. Tertawa keras dan bahagia. Sampai di sini, aku atau kau atau siapa saja, tentu bertanya-tanya apa hubungan pedagang itu dengan kejadian pagi yang penuh kencing. Apakah ia semacam intel atau mata-mata yang kemudian menyebar berita tak sedap tentang siapa sebenarnya Beser ke seluruh kampung, hingga kemarahan begitu saja tersulut dan membabi-buta. Tidak seperti itu, karena pedagang keliling itu, sehabis dari rumah Beser, malah berkhotbah panjang tentang kebaikan Beser ke setiap rumah. Dan orang-orang yang mendengarkannya tentu setuju dengan isi khotbahnya, sebab semenjak kedatangan Beser mereka diberi hiburan segar oleh Beser setiap hari. Siang itu, setelah memborong barang-barang, Beser duduk di depan komputer. Ia hendak memulai menulis cerita yang berjudul Riwayat Kompor. Belum sempat menuliskan isi pikirannya. Ia terganggu dengan ingatan pada barang-barang yang baru dibelinya. Ia bangkit dan berjalan ke jendela. Dilihatnya barangbarang yang baru dibelinya. Menumpuk di pinggir rumah. Ia teringat lagi lukisan dan piagam. Nalurinya lebih mengajaknya untuk memasang apa semestinya terpasang. Ia berjalan gelisah. Bolak-balik. Membongkar laci. Tersenyum menemukan secepuk paku. Tak lama ia nampak sedang memegang palu dan memukul paku-paku di tiang kayu. Lukisan-lukisan serta piagam penghargaan lekas terpasang dengan komposisi yang menarik. Beser menikmati hasil pekerjaan. Tersenyum puas. Maksud hati hendak meneruskan cerita yang tadi tertunda, Beser mendengar suara gaduh di luar, ia mengintip, nampak orang-orang lewat sambil memanggul bambu. Bambu seukuran untuk tiang bendera biasa. Ia membuka pintu. “Besok hari besar, Om Beser! Sebaiknya halaman ini dibersihkan untuk menyambut hari besar kita.� Seseorang berteriak sambil menunjuk halaman rumah. Beser tergerak hatinya. Sekalipun ia lupa ada perayaan apa esok hari. Ia memang terlalu serius bekerja sehingga lupa terhadap apapun. Mengingat dirinya yang pelupa, Beser memutuskan untuk langsung membersihkan halaman. Dengan arit baru Beser menyabit rumput, menumpuknya di sudut agar esoknya mudah dibawa oleh petugas pembawa sampah yang da-

tang setiap pagi. Belum selesai seluruhnya, dalam pikiran Beser berkelebat sebuah adegan yang menarik untuk cerita yang sedang ditulisnya. Bahkan seluruh cerita nampak jelas dalam kepalanya. Ia berlari ke dalam rumah, khawatir cerita itu mendadak lenyap lagi. Setelahnya, aku atau kau atau siapa saja, bisa menduga apa yang kemudian dilakukan oleh Beser. Ia duduk di depan komputer, jarinya menari hingga lupa waktu. Lupa segala. Detik terus bergulir, menit menjelma jam. Jam berlarian. Siang menjadi sore, sore menjadi malam, malam menjadi subuh. Beser duduk di depan komputer. Ia lupa menyalakan lampu. Lupa makan. Lupa minum. Lupa merokok. Tenggelam dalam tingkah cerita yang dikarangnya. Tepat jam 5 pagi, ia menarik napas panjang. Seperti seseorang yang telah sampai pada tujuannya. Begitu lega. Ia berdiri. Teringat pada lampu yang belum dinyalakan. Terkejut waktu melihat jam di dinding. Ia berlari ke arah halaman. Ke arah tiang bendera. Menurunkan kompor. Menyimpannya di dapur. Kelimpungan sebentar. Seperti mencari-cari sesuatu. Matanya terbentur pada arit yang menindih palu di meja komputer. Cepat tangannya meraihnya. Berlari lagi ke halaman. Jarinya cekatan mengikat palu dan arit. Mengereknya dengan mata terkantuk-kantuk hingga tergantung di puncak tiang bendera. Ia ikat kembali tali agar yang dikerek tetap berada di puncak. Setelah itu ia sedikit limbung diserbu kantuk. Kembali ke rumah, masuk ke kamar dan tidur. Sial sesial-sialnya bagi Beser yang pelupa itu. Hari ini sesungguhnya adalah hari kemerdekaan. Hari dimana semestinya yang dikerek di tiang bendera adalah bendera. Seperti apa yang sekarang berkibar di setiap puncak tiang-tiang bendera yang ada di seluruh kampung. Beser yang tergantung dan terkantuk-kantuk sambil tak henti kencing itu kini menatap bendera yang berkibaran di mana-mana. Tak lama terdengar sirine polisi menjerit-jerit dan mendekat. Teriakan-teriakan kemarahan semakin menjadi-jadi. Kejadian selanjutnya, aku atau kau atau siapa saja, barangkali akan dengan mudah membayangkan apa yang kemudian terjadi pada Beser. Beser yang pelupa.Bahkan ia telah lupa benda apa yang dikereknya pagi tadi sebelum ia jatuh tidur.Benda yang justru kemudian menyebabkan ia tergantung di puncak tiang bendera kesayangannya..*** Kedungpanjang, 2016 Toni Lesmana lahir di Sumedang, 25 November 1976. Kumpulan cerpennya antara lain Jam Malam Kota Merah (2012).

Gustu Sasih di luar biloq songkang, 1 ini di luar biloq songkang. ada hal-hal kecil di luar akal. ada hal-hal besar di luar akal. murung selasaku. tanggal-tanggal merah berjatuhan dan meredup. sesekali agustus merambat dengan lumayan jahat. apa yang di pikiran joko, tak terpikirkan oleh bambang. apa yang diminta tokoh aku, tak dimiliki oleh si unyu salwa. dirobek selaput daranya, agis tak menangis sejadi-jadinya. si soleha saodah sudah ditahu warna pahanya. sudah campah, bu, apa-apa di sini, juga harga diri yang kalau di biloq songkang kita jaga dengan keris dan tombak. di sini, tak seperti hari kemarin. guide nyambi tukang tipu. pemabuk tambah buruk. ada yang menyeret nursaat ke tikungan gelap. ada yang menghakimi najamudin dan jumaenah yang memelihara api di kamar pengantin. bayang-bayang siat ada di sejumlah kelokan hari, tapi tak pernah tiba siatnya. bundel lampau moyang dicuci di kantor-kantor pemerintah dan swasta, di pusat perbelanjaan, di tempat tongkrongan dan hiburan, di kafe dan restoran, di hotel. hingga putih. hingga jadi jadah. 2017

soal kau-dia bagaimana dengki itu lahir dari bisik, tak seperti itu kau menetas di linimasaku. beringin dingin di bawah kenari: muasal kelam di dapur rahmi. kau-dia telah memilih ladang tanpa akar, musim dingin tanpa air. tak kau baca. tak kau raba. senin nyemplung ke dalam botol jadi vodka. angin jahat tumpah di mataram. matahari hitam berenang ke dalam wajan, mangkuk, cangkir, piring toilet, garasimu, tempat tidurmu, mushollamu, podiummu, dasan agungmu. kau-dia terjebak di rumah sendiri, sebab ada yang hilang, sebab ada yang migrasi ke dalam kau-dia: buaya murung tak kasat mata. 2017

tak seperti seharusnya di luar biloq songkang, 2 ada golok. ada tuak. ada penjual es. ada bunyi mesin. ada dering ponsel. ada remaja jatuh cinta. ada tramadol. ada jalan berlubang. ada ibu hamil. ada tuan guru baca doa. ada anak-anak minta susu. ada kapak diasah gustu. itam! aku ragu. jangan-jangan ini semata upaya menunggu kalah. biji ditanam, tumbuh masalah. sumur digali, hingga tanpa dasar. air beriak, ma’mum tayamum. cuaca bercampur bala. lampu padam. katib endah pulang tak berkuda. “kuda telah menjelma warak,� katanya. dari celah gunungsari, tampak jelas, senja miring ke barat laut, ke arah manusia. bisa jadi ini tanda binasa, atau wabah psikologis yang gusar. “gustu, kau tak boleh lupa. ini bukan biloq songkang. ini di luar biloq songkang. besok akan terjadi perang akbar. entah siapa menunggu kalah.� 2017

apa yang bisa dikenang dari suara babi dalam kandang. nguik binal merantau ke dalam aku-kau. kita yang sendiri dan kedinginan, mengambil apa saja sebagai upaya berlindung dari pukulan dan benturan. “di luar pekarangan, tempat piknik dibikin dari bunga-bunga cantik yang didatangkan dari taman-taman langit,� katamu. tak ada bulan, apalagi matahari. tak ada malaikat. hanya debar dada yang ternyata bisa melebihi kesakralan kenangan yang telah tua melekat, yang membukit. derit panjang dari utara dan selatan, tak bisa kita sangkal, tak mau kita tangkal. kita jadi dadu yang dungu. kita jadi pion tanpa spion, yang tak sekali-sekali ingin ke belakang, yang enggan pulang. ini bukan kutukan seperti dalam dongengan. ini bukan akibat dirapalnya mantra-mantra. ini hanya soal aku-kau yang selalu ingin mengukur jarak yang tak dekat, yang jauh dari tubuh. 2017

Gustu Sasih tinggal di Gunungsari, Lombok Barat. Telah menerbitkan kumpulan puisi konkret berjudul Puisi 2 Dimensi (LeutikaPrio, 2015).


PENDIDIKAN Merajut Indikator Patut, Patuh, Patju Melalui Mamiq Sajim

SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

Halaman 10

Oleh: Dr. H. Umar Said, SH., MM. (Ketua STIE AMM Mataram) DARI analisa yang telah dilansir melalui Harian Umum Suara NTB, tanggal 24 Agustus 2017 yang lalu, nama Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan, SH., MH., putra Lombok Barat yang sering dipanggil Mamiq Sajim dan nama ini sudah tidak asing lagi baik di kalangan birokrasi Pemerintah Daerah Lombok Barat dan Pemerintah Provinsi NTB, karena dia telah mengabdi pada kantor pemerintahan ini selain dari segi keturunan dan tempat kelahirannya. Dia dilahirkan di Lombok Barat tepatnya di Kota Gerung dan hidup pada keturunan kalangan birokrasi (pengabdian kepada negara) yang selalu memegang adat istiadat dalam lingkungan masyarakat yang Patut, Patuh, dan Patju. Masyarakat tersebut memiliki sejarah tersendiri dan juga nilai-nilai kepatuhan yang selalu dipertahankan dan dipelihara sepanjang masa oleh setiap anggota masyarakatnya dalam kehidupan sehari-hari. Bila kita menengok sejarah peradaban di Indonesia utamanya daerah Jawa, maka golongan-golongan atau masyarakat yang masih meme-

lihara atau mempertahankan tradisi yang patuh yang merupakan suatu wawasan kehidupan keluarga dengan masyarakat saling membahu serta menghargai, sehingga dapat dikatakan memiliki kulturasi bentuk persekutuan atau kelompok geneologis teritorial. Seperti halnya kehidupan Lalu Sajim yang telah terikat sejak kecilnya dalam kehidupan patuh tersebut. Sehingga simbol Patut, Patuh, Patju yang diungkapkan terdahulu merupakan penjelmaan dari sifat kehidupannya. Dia sangat menyadari bahwa lambang yang ada di pemerintahan Lombok Barat pernah terpasang pada seragamnya ketika ia menjadi PNS di Lombok Barat yang juga dibakukan dalam Peraturan Pemerintah Daerah (Perda) Lombok Barat No.3 Tahun 1970. Hal ini membuat hatinya menjadi tergelitik, mengapa motto Patut, Patuh, Patju ini belum dapat mensejahterakan masyarakat Lombok Barat. Dia melihat adanya kesenjangan kehidupan masyarakat yang ditandai dengan kemiskinan yang tampak di hadapannya. Maka dengan adanya pen-

Juara III LSS Nasional SETELAH mengikuti serangkaian penilaian yang cukup panjang, Madrasah Aliyah (MA) Muallimin NW Pancor akhirnya berhasil masuk menjadi juara dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional. Sekolah ini berhasil meraih juara III, sementara juara I diraih oleh, SMAN Batu Papan, DIY dan Juara II dari salah satu SMAN di Denpasar, Bali. Kepala MA Muallimin NW Pancor, Munawar, MPd, pada Suara NTB mengaku cukup bangga atas prestasi yang ditoreh tersebut, meskipun pada dasarnya juara I menjadi incaran bagi madrasah yang berada di bawah naungan Yayasan (Suara NTB/yon) Pendidikan Hamzanwadi PonMunawar dok Pesantren Darunnahdlatain (YPH-PPD) NW Pancor ini. “Alhamdulillah kita berhasil meraih Juara III untuk LSS tingkat nasional,” ujarnya, Jumat (25/8). Diakui Munawar, persaingan dalam LSS tingkat SMA-sederajat mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional cukup ketat, terutama di tingkat nasional yang penilaiannya langsung dilakukan oleh empat kementerian. Artinya penilaian yang dilakukan tingkat nasional cukup objektif dan sungguh luar biasa. “Kita bersaing seluruh Indonesia, alhamdulillah kita bisa berkontribusi dengan mendapat juara III di lomba sekolah sehat ini,” ucapnya. Dalam keberhasilan MA Muallimin NW Pancor meraih juara dalam LSS tingkat nasional, diakuinya hal tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik pemerintah daerah Kabupaten Lotim maupun provinsi. Selain itu, manfaat dari LSS tersebut sangat besar, terutama dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat baik di lingkungan sekolah, terlebih di tengah-tengah masyarakat. “Keberhasilan MA Muallimin NW Pancor meraih juara III LSS tingkat nasional, tidak terlepas dari keterlibatan Pemda Lotim maupun provinsi dengan adanya pembinaan-pembinaan terkait program LSS ini,” sebutnya. Bahkan, dengan berhasil MA Muallimin NW Pancor lolos ke tingkat nasional mewakili NTB dalam LSS bahkan berhasil meraih juara III. Imbasnya yang sekarang dirasakan oleh MA. Muallimin yakni banyak sekolah-sekolah yang berkunjung ke MA Muallimin NW Pancor untuk melakukan studi banding dalam rangka mengikuti LSS, seperti SMPN 3 Masbagik dan sejumlah sekolah lainnya. Disebutkan Munawar, Juara 1 SMAN Batu Papan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Juara II SMAN dari Denpasar Bali, dan Juara III MA Muallimin NW Pancor. Selanjutnya, juara Harapan 1 SMAN 1 Berangin Kalimantan. “Kita juara tiga untuk pencapaian terbaik dan kita satu-satunya madrasah yang ikut khususnya tingkat SMA-sederajat,” jelasnya. Dengan diraihnya juara tiga ini, katanya, diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kondisi yang ada, karena MA Muallimin NW Pancor merupakan ikon serta rujukan wisata sekolah sehat khususnya untuk NTB. (yon)

galaman kerja baik di Kabupaten Lombok Barat dan di Provinsi NTB serta pengalaman lainnya yang dimodali ilmu yang diperoleh sebagai seorang Doktor Ilmu Hukum, maka ia ingin merajut kembali elemen-elemen Patut, Patuh, Patju untuk dapat dijadikan sebagai suatu indikator keberhasilannya. Pembangunan di Lombok Barat dengan merajut elemenelemen Patut, Patuh, Patju yang telah putus selama ini tidak mendapat perhatian oleh para pemangku jabatan. Sebab tidak mungkin dapat diteruskan apabila tidak dibekali oleh suatu pengalaman yang telah dilalui sebelumnya. karena masyarakat yang merupakan kaum muda (generasi penerus) nampaknya tidak memperoleh secara utuh apa arti motto Patut, Patuh, Patju yang diwariskan oleh para pendahulunya. Di sini nampak adanya suatu kesenjangan yang harus segera diatasi. Hal-hal inilah yang menimbulkan pertanyaan besar bagi Lalu Sajim sebagai Doktor Ilmu Hukum. Siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap masyarakat Lombok Barat atas kesenjangan ini?

Tidak banyak partai yang berpikir sejauh itu. Di kala itu partai Golkar sebagai salah satu partai politik yang dilihat telah melihat gejala-gejala yang akan terjadi. Sehingga para sesepuh Golkar segera mengambil inisiatif dengan cara mengadakan rapat untuk menentukan langkah sikap terhadap jumlah calon yang dilihat telah mendaftar melalui partai Golkar Tingkat 1 NTB. Rapat tersebut mendapatkan hasil mengenai prioritas utama agar Lalu Sajim menja-

di satu-satunya calon yang dipercayakan untuk mewakili Golkar berkompetisi dengan calon lain dalam pemilihan Bupati Lombok Barat pada tahun 2018 yang akan datang. Para sesepuh ini telah mengadakan rapat dan mengambil keputusan pada tanggal 22 Agustus 2017 di kediaman Drs. H. L Mudjitahid dengan peserta rapat yang dihadiri para sesepuh Golkar; masing-masing yaitu Brigjen H. Abdul Kadir, Drs. H. L Azhar, Drs. H. L Mudjitahid, L Mesir Suryadi, SH., L Syamsir SH., dan Drs. H. L Hartawa. Sedangkan Drs. H L Serinata tidak sempat hadir, tetapi menitip salam untuk mufakat. Jadi partai politik harus cermat dalam berpikir untuk menjangkau setidaknya selama lima tahun kedepan dalam dukungannya. Apabila salah mendukung atau menempatkan orangnya menjadi pimpinan untuk masa lima tahun, maka partai akan menanggung akibat dari serangan masyarakat pemilih. Ketidakberhasilan pimpinan yang telah dipercaya akibat karena tidak jelasnya visi dan misi yang harus diselesaikan dalam jangka lima tahun. Karena itu

Rektor Minta Mahasiswa Selesai Tepat Waktu Mataram (Suara NTB) Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. H. Mutawalli, MAg., meminta kepada seluruh mahasiswa baru yang berhasil masuk pada tahun ini untuk dapat menyelesaikan studi tepat waktu. ‘’Mahasiswa yang dapat selesai tepat pada waktunya akan memberikan kebahagian kepada orang tua,’’ ujarnya saat memberi sambutan pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) tahun 2017 di Kampus I UIN Mataram. Lebih jauh Mutawalli, menjelaskan untuk bisa selesai tepat waktu, sudah menjadi kewajiban mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademiknya dengan belajar dan kuliah yang rajin. “Anakanakku sekalian, silakan kalian semua mengasah diri, meningkatkan kapasitas diri di UIN Mataram,” imbuhnya. Selain itu, Mutawalli juga mengingkatkan kepada semua mahasiswa baru untuk meluruskan niat dalam

menuntut ilmu di kampus UIN Mataram. “Masuk UIN, silakan anak -anakku luruskan niat, masuk di sini niatkan ibadah kepada Allah SWT, agar apa yang kalian dapatkan bisa bermanfaat di kemudian hari,” tuturnya. Hal senada disampaikan Dekan FSEI UIN Mataram, Dr. Musawwar, jika tidak ada alasan bagi mahasiswa untuk tidak selesai tepat waktu. Diutarakan Musawwar bahwa agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya, mahasiswa harus mampu menyelsaikan tiga aspek yang terkandung dalam tri darma perguruan tinggi meliputi aspek pendidikan, pengabdian dan penelitian. Dijelaskannya, aspek pendidikan seperti mampu

menyelsaikan seluruh beban satuan kredit semester (SKS) yang diprogramkan tiap semester. Sementara aspek pengabdian meliputi kemampuan menyelesaikan program kuliah kerja partisipatif (KKP) ke tengah masyarakat. Sedang aspek penelitian yaitu kemampuan menyelesaikan skripsi. “Jadi kalau mampu menyelesaikan tiga hal ini maka lulus sudah,” jelasnya. Tahun ini UIN Mataram berhasil merekrut 2.825 mahasiswa dari semua jurusan yang ada di UIN Mataram. Adapun rinciannya, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 1.266 mahasiswa, Fakultas Syariah 1135 mahasiswa dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) 424 mahasiswa. (dys)

STAHN Gde Pudja Mataram Gelar Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa PKL Mataram (Suara NTB) Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan pembekalan dan pelepasan mahasiswa yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) tahun akademik 2017/2018, Jumat (25/8) di Rektorat STAHN Gde Pudja Mataram. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi duta STAHN Gde Pudja yang mengharumkan nama perguruan tingi, serta berkarya dengan etika yang baik dan menjalin silahturahmi dengan institusi jejaring.

Ketua Panitia PKL mahasiswa STAHN Gde Pudja, I Gusti Ayu Aditi, SH., M.H., dalam laporannya, mengatakan PKL merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa yang sudah menempuh 120 SKS. Melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga untuk mengasah keterampilan, wawasan dan daya nalar. “Sehingga nantinya dapat mengatasi masalah yang ada di masyarakat,” katanya. Pelaksanaan PKL pada tahun ini, kata Aditi, diikuti 17 mahasiswa yang terdiri dari dua orang dari Program Studi (Prodi) Dharmasastra, tujuh orang dari Prodi Dharma Duta, dan delapan orang Prodi Brahma Widya. Mereka akan melaksanakan PKL selama tiga bulan. Lokasi PKL bertempat di PN Mataram, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Mataram, Kantor Wilayah Kementerian Agama Lombok Barat dan Pasraman Suranadi. Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Putu Listiawati, SE.,Ak.,MM., dalam sambutannya menyampaikan, PKL merupakan kegiatan setiap tahun dari STAHN Gde Pudja atau institusi pendidikan tinggi. “Tuntutannya tidak hanya belajar di kampus secara teori, tetapi dituntut juga nantinya untuk mampu berinteraksi, melihat situasi bagaimana di lapangan sesuai bidang yang diambil,” katanya. Ia melihat orientasi dari kegiatan ini untuk meningkatkan profesionalitas lulusan STAHN Gde Pudja. Karena itu perlu kerjasama

seluruh lini, baik seluruh dosen dan dosen yang melakukan pembekalan. Ia menginginkan mahasiswa diberikan pembekalan tentang teknis penting di lapangan. “Bagaimana orientasi awal, diterangkan mengenai sikap mental dan kemampuan teknis yang didapatkan di kampus untuk diterapkan di lapangan,” katanya. Dosen yang memberikan pembekalan sendiri dari Ketua Prodi masing-masing. Putu Listiawati menekankan, terpenting adalah sikap mental para mahasiswa yang mengikuti PKL. Terutama kedisplinan diri, siap memambantu, dan menunjukkan bahwa mahasiswa PKL STAHN Gde Pujda Mataram merupakan duta dari perguruan tinggi. Ia juga meminta dosen pendamping atau Pembina dapat melakukan tugasnya dengan baik dalam mendampingi mahasiswa. Mereka diharapkan dapat hadir kapanpun dibutuhkan, sehingga mahasiswa nanti tidak bingung melapor ketika dapat masalah di lapangan. “Terpenting bagaimana membuat mahasiswa kita siap di masyarakat,” katanya. Ia berpesan agar mahasiswa menunjukkan nilai-nilai ajaran Dharma Hindu dengan tepat. Dari situ akan membawa kesan yang positif untuk institusi STAHN Gde Pudja Mataram. Sehingga dari tahun ke tahun STAHN Gde Pudja Mataram semakin dikenal, karena mampu meluluskan mahasiswa yang memiliki nilai-nilai takwa, etika, bertanggung jawab. (ron/*)

(Suara NTB/ron)

LEPAS - Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Ni Putu Listiawati melepas mahasiswa PKL di Kampus STAHN Gde Pudja Mataram, Jumat (25/8).

sikap sesepuh Golkar yang juga mantan para pejabat baik di kabupaten maupun provinsi dan pusat, melihat motto Patut, Patuh, Patju yang dimiliki Lombok Barat akan berjalan dengan baik apabila terjalinnya hubungan batin antara motto, Patut, Patuh, Patju dengan masyarakatnya. Dikarenakan Motto ini adalah falsafah pembangunan bagi masyarakat Lombok Barat, maka disadari bahwa motto Patut, Patuh, Patju akan berbeda dengan kecakapan teknis. Kecakapan teknis ini didapat dengan menggunakan alat dan akal (akal lahir). Sedang sifat motto Patut, Patuh, Patju didapat dengan menggunakan rasa atau bathin. Jadi jelas, membangun kecakapan teknis dapat dilakukan atas penyesuaian panca indera dan akal lahir seperti membangun sifat-sifat patuh seperti apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin terdahulu yaitu adanya gerakan pembangunan kepada seluruh desa-desa di Lombok Barat dengan membentuk (OM-TRIPAT). Sebagai contoh secara praktis, kecakapan teknis dan bathin telah digerakkan di se-

tiap desa, yaitu dengan menggerakkan seluruh organisasi, pemuda daninstansi bersamasama bergotong-royong membangun desa. Penjadwalan dan pembiayaan panitia (OM-TRIPATPDT) yang merupakan elemenelemendari motto Patut, Patuh, Patju kini sebagian telah hilang ditelan zaman. Maka berdasarkan kekhawatiran inilah nampaknya para sesepuh dan mantan pejabat ini menyimpulkan untuk mengutus seorang yang mengerti serta didukung oleh ilmu pengetahuan. Dia adalah Dr. H. Lalu Sajim Sastrawan. Jadi keberadaan Lalu Sajim selaku calon yang didukung oleh para sesepuh Golkar melalui penilaian secara objektif dan melihat fakta. Menurut Lalu Sajim bahwa ia telah memperoleh dukungan yang datang dari berbagai partai, antara lain Partai Nasdem, Hanura, PDI Perjuangan, PBB dan Golkar. Maka dengan banyaknya dukungan, partai-partai tersebut menyatakan kepercayaannya bahwa dia akan dapat maju bersaing secara sehat dalam pemilihan bupati 2018 mendatang. (Bersambung)

O2SN Tingkat Nasional,

Tiga Siswa Berprestasi Lobar Wakili NTB Giri Menang (Suara NTB) Tiga atlet setingkat Sekolah Dasar (SD), Kamis (24/8) siang lalu meminta restu Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid bersama orang tua untuk mengikuti lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).Event tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diselenggarakan dalam rangka mencari bibit-bibit atlet baru yang berbakat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat (Dikbud Kab. Lobar) Drs. M. Hendrayadi mengatakan, Lobar mengutus Agatha Bunga Y. H ikut bertanding di cabang renang putri dan renang putra atas nama Nagatha Excelian Y. H. Keduanya dari SDN 1 Tamansari Gunung Sari. Cabang berikutnya adalah bulutangkis putra atas nama Muh. Sauqi Rizky Al Gadri dari

SDN 1 Bagekpolak Barat. Di tingkat SMP, Lobar diwakili Clara Ika Larasati untuk Lomba Mata Pelajaran IPS. Pada kesempatan itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid berpesan agar atlet cilik itu membuat bangga daerah dengan mampu menorehkan prestasi. Para atlet ini akan berlaga di dua cabang olahraga yaitu cabang renang dan cabang bulu tangkis. “Atlet renang dan bulu tangkis ini tidak hanya membawa nama Lobar saja, tapi juga membawa nama Provinsi NTB,” pesannya. Hal terpenting yang juga disampaikan oleh Fauzan adalah agar mereka tidak lupa dengan kewajiban sebagai pelajar. “Walaupun sebagai atlet, jangan pernah lupa belajar yang tekun untuk menambah wawasan. Yang namanya belajar itu tidak boleh ditinggalkan,” pesan Fauzan. (her)

(Suara NTB/ist)

BERSAMA - Bupati Lobar didampingi Kadis Dikbud bersama siswa wakili NTB di ajang O2SN tingkat nasional.

Murid SDIT Al-Madani Dituntut Hafal Quran Mataram (Suara NTB) Berdasarkan visi sekolah yang ingin menjadikan lembaga pendidikan sekolah dasar terbaik dalam mendidik siswanya agar berakhlak mulia, berpengetahuan. Tidak hanya itu, terampil dalam hidup sesuai pertumbuhan dan perkembangan usianya, maka murid SDIT AlMadani ditargetkan untuk memiliki hafalan Quran sesuai dengan tingkatan kelas. Pihak sekolah pun mengagendakan program muroja’ah Alquran tiap hari sebagai bagian dari upaya menghafal Quran dan tentunya untuk dapat membentuk karakter murid. Kepala SDIT Al-Madani M. Tuzri, SHI., mengungkapkan masing-masing murid dituntut mampu menghafal Quran sesuai dengan kelasnya. Untuk murid kelas satu maksimal satu juz, kelas dua maksimal dua juz, kelas tiga maksimal tiga juz, kelas empat maksimal empat juz, siswa duduk di bangku kelas lima maksimal lima juz dan siswa kelas enam maksimal enam juz. “Mewujudkan keinginan tersebut, sekolah memprogramkan kegiatan muroja’ah Quran yang dilaksanakan setiap hari,” ujar Tuzri menjelaskan.

Adapun jadwal muroja’ah untuk kelas satu dan dua kegiatan muroja’ah dilaksanakan pada pagi hari jam 08.00. Adapun untuk kelas tiga hingga kelas enam kegiatan muroja’ah dilaksanakan mulai pagi, siang dan sore. Sementara lebih lanjut dijelaskan Tuzri, surat-surat yang dibaca merupakan surat yang telah ditentukan pihak sekolah. Masing-masing mereka memiliki target yang harus diwujudkan. Diharapkan keberadaan SDIT Al-Madani sebagai penyelenggara pendidikan dasar umum dan Islam mampu membentuk karakter, sikap dan perilaku sesuai tuntunan anak dalam Islam serta memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Masih menurut Tuzri, SDIT Al-Madani berada di bawah naungan Pondok Pesantren Islam Terpadu Al-Madani yang merupakan pondok pesantren yang memadukan dua konsep pendidikan, yaitu keislamanan dan kemodernan. Islam dalam indahnya Alquran dan Sunnah, dan modern dalam penyesuaian pada ilmu pengetahuan umum dan teknologi (Iptek) (dys)


Halaman 11

SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

Mataram (Suara NTB) Impian Andrian mengukir prestasi di level Asia Tenggara akhirnya bisa diwujudkan. Atlet asal Kabupaten Bima ini sukses meraih medali perunggu di nomor 400 meter gawang putra di SEA Games di Kuala Lumpur, Malaysia, 22 Agustus 2017. Meski hanya mampu meraih medali perunggu namun peraih medali emas PON XIX tahun 2016 ini sangat bersyukur atas torehan prestasinya. Dengan raihan medali perunggu itu Andrian berharap bisa membanggakan Almarhum ibunya yang sudah mendukungnya menjadi atlet sejak kecil. Dan Andrian berhasil membanggakan nama negaranya di level Asia Tenggara. Andrian yang dikonfirmasi Suara NTB melalui akun Facebooknya, Jumat (25/8) kemarin mengatakan bahwa keberhasilan mengukir prestasi di SEA Games bukan yang pertama kali. Namun sebelumnya Andrian juga pernah meraih medali perunggu di SEA Games tahun 2015, perak di SEA Games 2013 dan perunggu di SEA Games 2011. Prestasi Andrian dimulai sejak usia remaja. Sejak usia remaja, dia selalu mengukir prestasi di kejuaraan tingkat remaja sehingga diapun dipromosikan sebagai atlet PPLP NTB. Sukses di tingkat remaja nasional, Andrian menjadi salah satu mantan atlet PPLP NTB yang pernah menorehkan prestasi di level nasional. Terakhir Andrian berhasil meraih medali emas di PON /2016. Kemudian di SEA Games 2017 Andrian meraih medali perunggu dengan catatan waktu 51.52 detik, sedangkan medali emas diraih oleh atlet Filipina, Eric Shauwn Cray dengan catatan waktu 50.03 detik dan medali perunggu diraih Quach Cong Lich dari Vietnam dengan waktu 50.05 detik. Ketua Pengprov PASI NTB, H. Suhaimi mengatakan bahwa prestasi atlet NTB di kancah nasional hingga Internasional tidak lepas dari peran PPLP NTB. Pasalnya sejumlah atlet NTB yang juara di atletik merupakan mantan atlet PPLP NTB. “Prestasi anak-anak tidak lepas dari Peran PPLP NTB. Karena sebagian besar atlet atletik yang berprestasi di level internasional merupakan mantan atlet PPLP NTB,” ucapnya. Untuk membawa prestasi olahraga lebih baik lagi, kedepan NTB tidak hanya memiliki PPLP, namun harus ada PPLM yang membina atlet yang berstatus mahasiswa. (fan)

Fadlin dan Iswandi Persembahkan Medali Perak untuk Indonesia Mataram (Suara NTB) Setelah sukses meraih satu perak dan satu perunggu di level Asia Tenggara, atlet asal NTB kembali menambah pundi-pundi medali untuk tim atletik Indonesia. Dua pelari jarak pendek NTB, Iswandi dan Fadlin berhasil membawa tim estafet 4x100 meter Indonesia meraih medali perak di SEA Games, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (25/8). Fadlin dan Iswandi yang tergabung dalam tim estafet 4x100 meter putra berhasil mencatat waktu terbaik kedua 39.05 detik. Sementara medali emas diraih oleh tim estafet Thailand dengan catatan waktu 38.90 detik. Keberhasilan kedua atlet NTB di ajang tingkat Asia Tenggara itu disaksikan langsung oleh Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto dan Ketua Umum Pengprov PASI NTB, H. Suhaimi SH. Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto SH dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya membenarkan bila kedua atlet NTB itu berhasil mengangkat marwah bangsa Indonesia melalui prestasi olahraga. Iswandi dan Fadlin sukses mengibarkan bendera Indonesia saat penyerahan medali emas, perak dan perunggu di SEA Games 2017. “Alhamdulillah dua atlet kita berhasil menyumbang medali perak untuk tim estafet 4x100 meter Indonesia,” ucap H. Andy Hadianto seraya menambahkan bahwa dirinya saat itu bersama ketua umum Pengprov PASI NTB, H. Suhaimi SH untuk mendukung enam atlet NTB yang bertanding di SEA Games. Selain itu hadir juga beberapa pengurus Pelatda Mayung 2017. Sebagaimana diberitakan sebe-

Mataram (Suara NTB) Toko olahraga Galaxy Sport bersama inline fun skate

LOWONGAN

SALON

DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080)

AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100-300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

SALON Al Beauty Salon & Spa,promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hny 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing(fc strika wjah+akupuntur prut)hny 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain,Hp: 081907050543 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/ 082147428836

lumnya bahwa ada enam atlet asal NTB yang bertanding di SEA Games. Mereka adalah Ahmad Zigi Zaresta Yuda, Andrian, Fadlin, Iswandi, I Gusti Bagus Saputra dan Ardiansyah.

Sebelumnya Ahmad Zigi Zaresta Yuda telah sukses meraih medali perak di kelas Kata (seni gerak ) cabor karate. Selanjutnya Andrian meraih medali perunggu di 400 meter gawang ser-

ta Iswandi dan Fadlin meraih perak di estafet 4x100 putra. Sementara I Gusti Bagus Saputra dan Ardiansyah akan bertanding, Minggu (27/8) di cabor balap sepeda dan muay thai. (fan)

Galaxy Sport Gelar Lomba Sepatu Roda Bersama Mbah Supri

Andrian

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007

(Suara NTB/fan)

ESTAFET - Tim lari estafet putra Indonesia Iswandi (kiri), Eko Rimbawan (kedua kiri), Fadlin (kedua kanan) dan Yaspi Bobi berfoto selepas berlaga dalam nomor estafet 4x100 meter putra SEA Games XXIX di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (25/8).

Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati

akan menggelorakan kembali olahraga sepatu roda di Kota Mataram. Mereka akan menggelar lomba sepatu roda di Lantai II (dua) Mataram Mall, 27 Agustus mendatang. Panitia Lomba Sepatu Roda, Tije Satria putra Kusuma yang didampingi rekannya, Indra Karya Ilham yang diwawancara Suara NTB ketika berkunjung di Kantor Harian Suara NTB, Jumat ( 25/8) kemarin mengatakan lomba sepatu roda yang digelar oleh komunitas sepatu roda di Kota Mataram itu

SALON Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan)

LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081

KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4

Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443

SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha

Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

bakal berlangsung meriah. Pasalnya salah satu artis pencinta sepatu roda asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Supriyanto Al Amin Sukri juga

(Suara NTB/fan)

Medali Perunggu Buat Almarhum Mama

HILANG HILANG STNK R2 HONDA VARIO DR6399CS NOKA/ NOSIN : MH1KF1111HK917723/KF11E-1917978 AN. I NYOMAN PANDRA HILANG DISEKITAR RUMAH SAKIT UDAYANA DENPASAR BALI HILANG STNK R2 HONDA DR4675HK NOKA/NOSIN : MH1JF5131CK572187/ JF51E-3570730 AN. LALU USNAIN HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM HILANG STNK R2 YAMAHA DR2804AW NOKA/NOSIN : MH35TL0025K179949/ 5TL-180498 AN. GD EKA SUKRAYANA HILANG DISEKITAR KOTA MATARAM HILANG BPKB R4 DR651AG NOKA/NOSIN : MHRRE17407J-700636/ R20A1-3901637 AN. DRS MACHFUD AHMAD HILANG DISKEITAR JL. PAHLAWAN LOTENG

LOWONGAN AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBTHKAN Kryawati untk Salon Kecantikan.Diutamakan yg Mnguasai Smua Prwtan Rambut dan Kulit. Brpngalaman Mnimal 1 Thn dibidangnya. Brpnampilan Mnarik usia 18-30 Thn dan Mmiliki Kndraan Sndiri. Berminat hub. Yuni Salon Jl. dr. Stomo No. 18 Krg. Baru, Mtrm. HP : 087865155031 DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.

Mbah Supri akan ikut serta memeriahkan lomba balap sepatu roda itu. Namun sebelum memeriahkan lomba sepatu roda, Supriyanto Al Amin Sukri yang biasa disapa Mbah Pri itu akan melakukan touring melilingi Kota Mataram bersama 30-an peserta atau komunitas sepatu roda di Pulau Lombok. Tour keliling Kota Mataram menggunakan sepatu roda dilakukan pria berusia 64 tahun itu akan mengambil star di Depan Mataram Mall pukull 08.00 Wita pagi hari menuju Lampu merah jln Panca Usaha - belok kiri menuju lampu merah jln. Sriwijaya - menuju SPBU dekat Mapolda NTB - tembus Jalan Lang-

ko dan kembali finis depan Mataram Mall. “Jadwal touring keliling Mataram Mbah Pri bersama komunitas sepatu roda akan di gelar besok (tanggal 26 Agustusred). Tour keliling nanti akan dikawal oleh polisi daerah (Poplda),” ucap Tije. Selanjutnya, untuk lomba sepatu rodanya akan digelar, Minggu ( 27/8) esok. Lomba sepatu roda tingkat regional NTB itu akan mempertandingkan kelas race atau balapan dengan tiga kategori usia. Di kategori satu melibatkan atlet berusia 7 hingga 9 tahun. Kemudian kategori dua melibatkan usia 10-13 tahun dan terakhir kategori umum atau bebas usia. (fan)

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

LOWONGAN Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela.

GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alatalat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc


SUARA NTB

Sabtu, 26 Agustus 2017

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Sahmad Darmi, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Sabtu, 26 Agustus 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


OPINI

SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

Halaman 14

Lowongan Pekerjaan dan Standar Ganda Intelektualitas di Masyarakat Memaksimalkan Prinsip Fleksibilitas PENUNJUKAN Langsung (PL) dalam pelaksanaan proyek bernilai kecil seharusnya menjadi mekanisme yang melahirkan kecepatan. Mekanisme PL sebenarnya mengandung semangat fleksibilitas. Dan dalam dinamika, fleksibilitas biasanya akan mendorong akselerasi yang hasil akhirnya berupa kecepatan. Namun, birokrasi tampaknya memang tidak bergerak berdasarkan hukum fisika semacam itu. Di Pemprov NTB, fleksibilitas kerja yang diwujudkan melalui mekanisme PL ternyata juga tidak membuat proses pelaksanaan kerja menjadi cepat. Kondisi ini terlihat jelas dengan masih banyaknya proyek PL yang belum dieksekusi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Seperti diketahui, Data e-monev Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (APP dan LPBJP) Setda NTB hingga 25 Agustus 2017, terdapat 1.824 paket proyek PL yang belum diproses. Ini jumlah yang cukup mengerutkan kening. Dari total APBD Murni 2017 yang mencapai Rp 5,008 triliun, jumlah proyek PL yang tersebar di seluruh OPD lingkup Pemprov NTB sebanyak 4.967 paket dengan nilai Rp 412 miliar lebih. Dari jumlah paket PL sebanyak itu, baru dikerjakan atau sudah kontrak sebanyak 2.557 paket senilai Rp 319,6 miliar lebih. Sementara yang masih dalam proses sebanyak 652 paket senilai Rp 91,3 miliar lebih. Sebagai sebuah kesatuan, OPD-OPD di lingkup Pemprov NTB memang harusnya bergerak dalam ritme yang seragam. Namun, prinsip ini pun sebenarnya tidak sepenuhnya diadaptasi. Ada OPD yang karena memiliki kepemimpinan dan struktur organisasi yang baik bisa mengeksekusi programnya dengan sigap. Sebaliknya, OPD lain ada yang berjalan lamban dan santai sehingga penyelenggaraan program pun tidak bisa lancar. Proses pengawasan kinerja OPD seharusnya dimaksimalkan jika melihat adanya OPD yang lamban mengeksekusi programnya. Namun, pengawasan pun ternyata membutuhkan proses yang tidak sederhana di lembaga birokrasi. Seperti disampaikan Kepala Biro APP dan LPBJP Setda NTB, Ir. Swahip, MT kepada Suara NTB, Jumat (25/8) siang kemarin, setiap hari ada perubahan data pelaksanaan proyek. Namun, sayangnya data ini tidak diunggah oleh OPD ke sistem e-monev. Walhasil, sistem e-monev yang digembor-gemborkan akan membawa birokrasi ke level digital pun terlihat bak berjalan di atas kertas. Di sisi lain, DPRD NTB yang juga memiliki fungsi pengawasan ternyata luput mengawasi kinerja aparatur Pemprov NTB selaku mitranya. Entah bagaimana prosesnya, setiap laporan realisasi pekerjaan dan anggaran yang diterima DPRD NTB rupanya tidak memperlihatkan adanya persoalan serius. Menurut Ketua Komisi IV DPRD NTB, H. Wahidin HM Noer, SE, setiap kali digelar evaluasi, laporan yang disampaikan terkait persoalan ini menggambarkan bahwa semua berjalan baik-baik saja. Tak heran jika Anggota DPRD NTB pun mengaku terkejut dan kecewa dengan kinerja SKPD lingkup Pemprov NTB yang dinilai lamban dalam mengeksekusi program. (*)

Oleh : ALAH satu kegiatan yang masih wajib dilakukan manusia adalah bekerja. Entah bekerja menggunakan ototnya atau otaknya. Kedua-duanya bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Akan tetapi, sebagian besar penduduk di bumi lebih suka bekerja menggunakan otot. Mari kita persempit lagi luas jumlah penduduknya menjadi seputaran Pulau Lombok di Indonesia. Masih juga otot menjadi primadona. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lowongan pekerjaan di bidang tersebut. Dewasa ini, dengan semakin canggihnya teknologi yang berkembang— semacam internet—mencari pekerjaan bukan lagi hal yang sulit. Ada banyak informasi lowongan pekerjaan yang bisa ditemukan di sana. Di internet, mesin pencari menawarkan jutaan situs perusahaan dengan lowongan sesuai kebutuhan. Terlebih lagi dengan hadirnya sosial media yang semakin terorganisir memudahkan kita semua untuk mengklasifikasi informasi apa saja yang kita butuhkan. Ada sebentuk grup dan komunitas yang bisa diikuti jika ingin mencari informasi dan berdiskusi. Salah satunya adalah grup informasi lowongan pekerjaan. Suatu hari, saya masuk ke akun sosial media milik pribadi dan berselancar di salah satu grup informasi tersebut. Setiap hari hampir ada puluhan lowongan pekerjaan di seputaran Pulau Lombok. Itu baru di satu grup. Ada banyak grup serupa di sosial media yang sama. Bisa dibayangkan betapa terbantunya kita semua dengan adanya jaringan ini. Melihat banyaknya informasi, saya membacanya dengan seksama. Ada lowongan menjadi kasir toko kelontong, supir sebuah perusahaan kecil, guru di lembaga bimbingan belajar (bimbel), pramusaji dan koki di restoran, dan masih banyak lagi. Lowongan pekerjaan di sana tidak hanya sebatas dari perusahaan swasta, tapi juga dari badan usaha milik negara (BUMN) dan tidak jarang juga ada informasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dalam lowongan pekerjaan tersebut terdapat syarat-syarat yang harus dimiliki calon pekerja. Salah satunya adalah standar lulusan pendidikan. Tapi ada juga yang tidak mencantumkannya—dengan asumsi pekerjaan tersebut lebih mementingkan keahlian dan pengalaman calon,

RADIO

Ilda Karwayu

(Komunitas Akarpohon Mataram) atau memang itu adalah pekerjaan yang bisa dilakukan siapa saja. Standar lulusan pendidikan yang banyak dicari adalah Sarjana Strata 1 (S1) dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat. Dan, benar adanya bahwa kedua lulusan ini mendominasi status pendidikan pekerja di Kota Mataram. Namun dari keduanya, lulusan yang paling banyak dicari adalah SMA sederajat. Hal ini cukup mengganggu pikiran saya. Bukan hal yang salah, memang. Akan tetapi, tidak bisa kita pungkiri bahwa hal ini memiliki dampak besar bagi generasi muda; Yakni keinginan besar untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Tujuan Manusia Bersekolah Sekolah, kata orang dulu, disebut sebagai cara manusia untuk menuntut ilmu. Mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Jika sudah menempuh tangga pendidikan yang tinggi, pada akhirnya, manusia akan menjadi makhluk dengan tingkat intelektual tinggi pula. Gelar yang didapatkan setelah lulus sekolah adalah bukti tingkat intelektual tersebut. Idealnya demikian. Secara kontras, Pulau Lombok saat ini tidak memandang pendidikan seperti itu. Saya mempersempit lingkup dengan pandangan demikian karena dalam grup lowongan pekerjaan di sosial media tersebut diperuntukkan untuk masyarakat Pulau Lombok. Sekolah dan tingkat intelektualitas tidak lagi memiliki benang merah yang terang warnanya dan dicari-cari. Justru sekolah dan pekerjaanlah yang dicari masyarakat di sini. Mari kita jabarkan; Sejak kecil, sebelum berangkat ke sekolah kita dibekali kalimat, “Belajar yang pinter biar lulus. Terus dapet kerja.” Mungkin ada juga yang membawa kalimat, “Belajar yang tekun supaya ilmunya berkah,” sebagai bekal. Itu bagus. Tanpa disadari anak-anak berangkat sekolah dengan bekal pikiran mereka masing-masing. Setelah lulus sekolah, mereka “dituntut” untuk mencari penghidupan yang layak. Di sini, standar manusia hidup layak adalah terpenuhinya kebutuhan primernya—disusul dengan sekunder dan tersier. Semuanya. Dan,

semuanya dapat dipenuhi dengan memiliki alat tukar: uang. Cara mendapatkan uang adalah dengan bekerja. Maka dicarilah sebuah pekerjaan yang memberi uang sebagai upah. Bisa jadi bekal pikiran masingmasing yang dibawa anak-anak semasa sekolah adalah “Bapak Ibu saya ini orang ndak mampu. Saya harus bantu biar bisa makan,” ditambah dengan bekal orangtuanya pula yang mengekor di belakang pikirannya. Maka terciptalah angan-angan setelah lulus sekolah harus cari kerja. Ditambah lagi dengan lingkungan sosial yang berbondong-bondong menyuntikkan stigma macam itu ke urat nadi masing-masing. Sehingga tradisi “Usai sekolah harus cari kerja” secara besar-besaran mendarah daging. Maka, tujuan manusia bersekolah adalah bukan untuk menuntut ilmu semata, melainkan untuk mendapat pekerjaan. Lombok masih masuk dalam kategori masyarakat menengah ke bawah dan masyarakatnya didominasi oleh golongan pekerja otot. Dalam dunia kerja, pekerja otot menerima upah tidak lebih banyak dari pekerja otak. Hal ini menjadi penjelas atas kategori di atas. Mengapa hal ini bisa terjadi? Pekerja otot di sini tidak hanya mereka yang bekerja mengandalkan fisik semata. Tetapi juga mereka yang bekerja mengoperasikan sesuatu tanpa perlu melakukan inovasi secara berkala. Pegawai. Pelayan. Ini bisa dikerjakan oleh siapa saja asal berpengalaman. Karena tidak dituntut untuk menciptakan inovasi, maka pekerjaan yang dilakukan kerap sama saja setiap hari. Inilah yang menjadi alasan logis pekerja otot mendapat upah dengan jumlah di bawah pekerja otak. Pekerja otak dituntut untuk berinovasi secara berkala. Peneliti. Arsitek. Hal ini baru dapat dilakukan oleh mereka yang telah menempuh pendidikan di atas SMA. Meski kenyataannya di beberapa kasus hal ini tidak selalu benar—semisal sebagai penulis atau guru di pondok pesantren, namun istilah “Gelar membuktikan tingkat intelektualitas” masih berlaku di masyarakat. Standar ganda ini sungguh merepotkan! Sekolah, pengalaman, pengetahuan, gelar akademik, intelektualitas, inovasi, stigma masyarakat, adalah titik-titik gumpalan dalam benang

merah yang saling berhubungan. Dari kekusutan ini, solusi yang bisa ditawarkan kepada masyarakat— khususnya generasi muda—adalah tetap lanjutkan sekolah! Peluang beasiswa dari segala penjuru dunia saat ini sudah terbuka lebar untuk kita semua. Kondisi ekonomi yang buruk bukan lagi alasan untuk tidak melanjutkan sekolah. Pekerjaan tidaklah sulit ditemukan dan diciptakan jika kita sudah memiliki bekal di dalam diri. Menciptakan keseimbangan antara pekerja otot dan pekerja otak di pulau ini sangat diperlukan untuk meningkatkan status masyarakat; Beranjak menjauh dari kategori menengah ke bawah menjadi menengah ke atas. Hal ini sangat mungkin terjadi andai masyarakat mau menciptakan lingkungan sadar pendidikan. Karena anak-anak sekolah tidak akan mampu melanjutkan sekolah jika orangtua, guru, masyarakat tidak mendukung. Dalam jangka panjang, lowongan pekerjaan akan makin beragam karena telah muncul inovatorinovator yang menciptakan dunia kerja baru. Mereka adalah generasi dengan intelektualitas tinggi. Generasi yang meretas standar ganda intelektualitas di masyarakat.

Hingga Agustus, 1.824 paket proyek PL belum dieksekusi OPD Realisasi proyek terancam molor

***

Penanganan kekeringan di NTB ibarat menumpah air di atas pasir

Butuh perencanaan matang dan cerdas

RADIO

***


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 26 Agustus 2017

Manfaatkan Bendungan Pandanduri

Wabup Tegaskan Perlu Adanya Pabrik Pengolahan Air Selong (Suara NTB) – Krisis air bersih yang melanda masyarakat di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus dicarikan solusinya oleh Pemda Lotim. Bahkan, keberadaan Bendungan Pandanduri akan dimaksimal fungsinya, salah satunya perlunya untuk membangun pabrik pengolahan air. “Ke depan, krisis air bersih ini kita kendalikan dengan memanfaatkan keberadaan bendungan Bendungan Pandanduri. Salah satunya dengan membangun pabrik pengolahan air,” ujar Wabup Lotim, H. Haerul Warisin, Jumat (25/8). H. Iron-sapaan akrabnya menegaskan, pabrik pengolahan air sangat penting dibangun untuk (Suara NTB/dok) mengolah air Bendungan PanH. Haerul Warisin danduri, sehingga layak diminum oleh masyarakat khususnya di wilayah selatan. Karena saat ini, sumber air atau mata air di Kabupaten Lotim kecil, bahkan semakin kecil seiring dengan rutinnya pendistribusian air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah selatan. Untuk itu, dengan membangun pabrik pengolahan air untuk memanfaatkan Bendungan Pandanduri, ke depan air tersebut dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Lotim di wilayah selatan, karena pada dasarnya merupakan tanggung jawab dari sumber air yang ada di Pandanduri. Sementara dari wilayah Tete Batu dan Pringgajurang, tanggung jawabnya untuk di wilayah tengah begitupun untuk wilayah timur maupun utara. Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Lotim, H. Napsi menyebutkan, dari data awal jumlah kecamatan yang dilayani akan kebutuhan air bersih sebanyak 9 kecamatan, akan tetapi wilayah yang benar-benar kronis mengalami kekeringan sebanyak 7 kecamatan yakni, Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sakra Timur, Sakra Barat, Suela, Sembalun dan Sambelia. (yon)

Tekan Pernikahan Dini Dari Hal. 1 Untuk itu, mulai tahun ini pihaknya melibatkan Ponpes secara berkesinmabungan dan terstruktur. BKKBN dan Ponpes secara bersama-sama mengembangkan pedoman terkait dengan pendewasaan usia perkawinan. Pedoman itu ditulis dari dan oleh Ponpes. Pihaknya tidak ingin memaksakan penggunaan pedoman yang berasal dari pusat. “Oleh karena itu pedoman itu kita susun bersama Ponpes. Dan sekarang pedoman itu sudah selesai dan akan kita kirim ke Ponpes untuk ditindaklanjuti,” terangnya. Selama ini, kata Makripudin, pedoman disusun oleh pusat kemudian dikirim ke daerah untuk dilaksanakan. Padahal, katanya hal itu be-

lum tentu sesuai dengan kearifan lokal, yakni situasi dan kondisi Ponpes. Ia menyebutkan ada 10 tema yang ditulis oleh pimpinan Ponpes se-NTB yang didiskusikan. Nantinya, akan dicetak dan disebar ke Ponpes yang ada di daerah ini. ‘’Kita berharap dengan seperti ini maka peran Ponpes akan meningkat untuk mendewasakan usia perkawinan,’’ harapnya. Ia menyebutkan, sebanyak 10 Ponpes yang dilibatkan untuk tahun ini. Masing-masing kabupaten/kota dilibatkan satu Ponpes. Pihaknya menargetkan, tahun 2019 mendatang semua kecamatan ada Ponpes yang dilibatkan dalam mendorong peningkatan usia perkawinan ini. (nas)

Polda NTB Bantah Selamatkan Rekanan Dari Hal. 1 Dijelaskan Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti, penyidik saat ini sedang mendalami keterangan TR yang sudah diperiksa Senin pekan lalu. ‘’Yang namanya korupsi pengadaan barang dan jasa, tidak mungkin sendirian. Ada pihak lain yang ikut bekerja,’’ katanya Jumat (25/8). Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB yang sebelumnya mengambil alih kasus ini dari Polres Bima Kota, akan mengagendakan pemanggilan rekanan untuk membidik tersangka baru, berkaitan dengan penerapan pasal 55 KUHP atau penyertaan perbuatan pidana korupsi. Tersangka dimintai keterangan mengenai perannya mengatur tender proyek se-

nilai Rp 1 miliar itu. Mencermati modus penyimpangan dalam kasus itu, ada peluang ditetapkannya tersangka lain. ‘’Penyidik baru memeriksa tersangka TR untuk mark upnya. Kalau sendiri tidak mungkin ada pihak lain bekerja,’’ tegas Tri Budi saat ditanya kesan posisi rekanan yang aman dalam kasus ini. Untuk itu, pengembangan dari pemeriksaan tersangka TR, pihak lain yang berkaitan langsung dengan pengerjaan proyek yakni rekanan akan dipanggil untuk diperiksa. ‘’Semua yang berkaitan dengan proses pengadaan barang akan dipanggil untuk pemeriksaan. Termasuk rekanan,’’ jelasnya. Indikasi tindak pidana korupsi dalam kasus yang merugikan negara Rp 159,8 juta itu diduga ada ketidaksesuaian spesifikasi sampan. (ars)

Penanganan Kekeringan di NTB Ibarat Menumpah Air di Atas Pasir Dari Hal. 1 Bahkan sudah ada kesimpulan untuk kebutuhan mengatasi kekeringan di NTB dibutuhkan anggaran sekitar setengah triliun. Namun, Mahalli tidak yakin dengan mengalokasikan anggaran sebesar itu akan efektif. ‘’Saya yakin itu tidak akan efektif juga, kalaupun anggaran itu ada,’’ katanya. Ia menambahkan, upaya jangka panjang dalam penanganan kekeringan ini sudah dipikirkan eksekutif. Bahkan sudah banyak cara dan uang yang dihabiskan, bagaimana agar kekeringan tidak terulang tiap tahun. ‘’Sudah banyak yang diakukan, bangun sumur bor dan sebagainya. Dengan kekeringan ini kan artinya tidak bisa menghasilkan apa yang kita harapkan,’’ tandasnya. Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, sebanyak 318 desa pada 71 kecamatan dilanda kekeringan. Dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 127.940 KK atau 640.048 jiwa. Rincian daerah yang terdampak kekeringan di sembilan kabupaten/ kota di NTB. Yakni Lombok Barat sebanyak 25 desa dengan

jumlah jiwa yang terdampak 20.034 jiwa, Lombok Utara 18 desa dengan jumlah masyarakat terdampak 33.138 jiwa. Selanjutnya, Lombok Tengah 82 desa, dengan jumlah masyarakat terdampak 282.793 jiwa, Lombok Timur 48 desa dengan jumlah masyarakat terdampak 153.681 jiwa. Kemudian, Sumbawa Barat 10 desa dengan jumlah masyarakat terdampak 18.775 jiwa, Sumbawa 60 desa dengan jumlah masyarakat terdampak 84.998 jiwa, Dompu 25 desa dengan jumlah masyarakat terdampak 19.189 jiwa, Kota Bima delapan desa dengan jumlah masyarakat terdampak 2.835 jiwa dan Bima 42 desa dengan jumlah masyarakat terdampak 24.608 jiwa. Kekeringan yang melanda kabupaten/kota di NTB tak dipungkiri akan menambah beban masyarakat miskin akan semakin berat. Namun, Pemprov mengklaim kekeringan tidak akan menambah jumlah masyarakat miskin. Untuk meringankan beban masyarakat miskin, Pemprov menyatakan mendistribusikan 30 ribu liter air bersih setiap hari. (nas)

Halaman 15

Hakim Nakal Diproses MA Mataram (Suara NTB) Komisi Yudisial (KY) sudah mengeluarkan rekomendasi atas dugaan pelanggaran Kode Etik Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), termasuk yang bertugas di NTB. Dari 33 kasus yang masuk dalam catatan, diantaranya dari hakim yang bertugas di NTB. Hanya saja putusan sanksi itu ada di Mahkamah Agung (MA). Sementara KY masih menunggu sampai di mana perkembangan putusan tersebut. ‘’Intinya rekomendasi kami sudah sampaikan ke MA. Tapi sampai sekarang saya belum monitor, apakah sanksi itu sudah dijatuhkan atau belum,’’ kata Komisioner KY RI, Dr. Sumarto, SH.,M.Hum kepada Suara NTB, Jumat (25/ 8) di Mataram. Hakim terlapor yang diberikan usulan sanksi karena terbukti melanggar KEPPH, dari 33 orang terlapor yang dijatuhi sanksi, mayoritas karena melakukan kesalahan pengetikan (typo error), bersikap tidak profesional, tidak berperilaku adil dilakukan, kasus selingkuh dan tidak menjaga martabat. Dia menyebutkan, pada se-

mester I periode Januari-Juni 2017, KY menerima 712 laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran KEPPH dan 761 surat tembusan. Dibandingkan pada periode JanuariJuni 2016, jumlah itu mengalami penurunan, yaitu 830 laporan masyarakat dan 964 surat tembusan. “Kemungkinan tren ini disebabkan karena pemahaman masyarakat tentang pelanggaran KEPPH semakin baik dan berkualitas,” jelasnya. Tak disebutkan, berapa hakim yang direkomendasikan dijatuhi sanksi dari NTB. Hanya sedikit dibocorkan oleh kantor penghubung KY NTB, dari 33 orang direkomendasi-

kan disanksi itu ada diantaranya yang bertugas di NTB melakukan pelanggaran sedang. Menurut Sumarto, untuk pelanggaran sedang, sanksinya bisa dibebas tugaskan atau non palu enam bulan, penurunan pangkat dan penurunan gaji. Tapi persoalannya semua hakim yang direkomendasikan dijatuhkan sanksi itu, berkasnya masih di MA. Pihaknya sebenarnya mempertanyakan ini, karena sanksi belum juga turun. Rupanya tidak hanya semester I tahun 2017, rekomendasi sanksi untuk tahun 2016 juga belum turun, sehingga praktis hakim bermasalah tetap bekerja sep-

Gubernur Terbitkan SK Pengangkatan 28 CPNS Guru Garis Depan Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menerbitkan Surat Keputusan (SK) No : 813.3/ 429/BKD/2017 tentang pengangkatan 28 CPNS Guru Garis Depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di lingkup Pemprov NTB. 28 CPNS Guru Garis Depan ini ditempatkan pada jenjang SMA/SMK pada enam kabupaten di NTB. Penyerahan SK Gubernur tersebut dilakukan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurahman, M.Si, Jumat (25/8) siang kemarin. Ia mengatakan, rekrutmen CPNS Guru Garis Depan ini dilakukan Kemendikbud secara nasional sebanyak 6.296 orang, yang ditempatkan di 14 provinsi dan 93 kabupaten di Indonesia. Di mana, NTB memperoleh alokasi sebanyak 28 orang. Fathurahman menyebutkan 28 CPNS Guru Garis Depan itu akan ditempatkan di Lombok Barat sebanyak 1 orang, Lombok Utara 2 orang, Lombok Timur 1 orang. Selanjutnya, Sumbawa 7 orang, Dompu 5 orang dan Bima 12 orang. “Untuk penggajian Guru Garis Depan ini, dibebankan pada APBD Pemerintah Provinsi NTB,” tuturnya. Ia menjelaskan, program Guru Garis Depan ini sebagai jawaban pemerintah dalam memperhatikan anak-anak didik di daerah terpencil dan sulit dijangkau. Dengan cara mendekatkan sekolah dengan

(Suara NTB/ist)

SK CPNS - Penyerahan SK CPNS kepada salah satu Guru Garis Depan yang di tempatkan di NTB. mereka, baik mencakup sarana prasarana maupun ketersediaan tenaga pengajar yang berkompeten. Salah satu permasalahan yang terjadi di NTB terkait dalam pembangunan pendidikan, adalah masih kurangnya jumlah guru dan masih belum meratanya penempatan guru, khususnya di daerah terpencil. Untuk itu, melalui program Guru Garis Depan ini, Pemprov menaruh harapan besar. ‘’Dengan beragam disiplin ilmu yang dimiliki disertai oleh komitmen yang tinggi oleh GGD, akan mampu meningkatkan secara signifikan kualitas pendidikan di NTB secara keseluruhan,” harapnya. Fathurahman menambahkan, kunci keberhasilan pelaksanaan pengabdian Guru Garis Depan ini nantinya, tidak hanya tergantung pada kemampuan inovasi dalam mengajar sema-

ta. Melainkan juga harus ditunjang dengan kemampuan adaptasi lingkungan sekitar. Terlebih lagi Guru Garis Depan yang ditempatkan di NTB, berasal dari luar NTB. Tentu harus senantiasa memperhatikan adat istiadat setempat, sehingga mampu dikolaborasikan untuk menumbuhkembangkan semangat dan komitmen masyarakat sekitar untuk memberikan pendidikan yang memadai bagi anak-anak, melalui sekolah-sekolah yang ada. “Metode pembelajaran yang dikembangkan, hendaknya harus bervariasi dan terintegrasi dengan budaya setempat. Sehingga anak-anak didik akan mudah menyerap ilmu pengetahuan baru. Sekaligus menambah minat mereka untuk terus mengembangkan potensi dirinya,” katanya. (nas)

Pilkada NTB 2018, Demokrat Gerilya Lobi DPP Parpol ke Jakarta Mataram (Suara NTB) – DPD Partai Demokrat NTB sedang bergerilya melobi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik (Parpol) ke Jakarta terkait dengan Pilkada 2018 mendatang. Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri mengatakan pada Senin mendatang dirinya akan ke Jakarta untuk melobi salah satu DPP parpol tertentu. “Wajib kita melobi DPP parpol lain. Wajib dan kita tetap melobi. Besok Senin saya juga ke DPP Parpol tertentu. Semua, Gerindra kita lobi, Golkar kita lobi, PKB kita lobi. Kalau bisa selesai, kan calon tunggal kita,” katanya ketika dikonfirmasi Suara

NTB di Kantor Gubernur, Jumat (25/8) siang kemarin. Mahalli mengatakan, bakal calon kepala daerah tertentu berpikir akan ada calon tunggal dalam Pilkada NTB 2018 mendatang. Maka Partai Demokrat juga berpikir demikian. “Orang berpikir calon tunggal, jangan anggap kami tak berpikir calon tunggal. Kita kan ngerti pemilu. Jangan anggap kita tidur,” kata mantan Ketua KPU NTB ini. Ia menjelaskan, meskipun sudah ada bakal calon gubernur yang mengklaim telah memperoleh rekomendasi dari DPP Parpol, namun itu belum final. Menurutnya, pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur disebut final jika

sudah mendaftar di KPU. “Sekarang boleh dia pegang rekomendasi, itu belum laku dan bermanfaat. Kecuali sudah daftar di KPU,” katanya. Mahalli menambahkan, pada pekan depan sudah ada gambaran awal mengenai calon kepala daerah yang akan diusung Partai Demokrat. Untuk deklarasi pasangan calon diperkirakan pada September mendatang. “Kami Insya Allah Ahad sudah ada kesimpulan hasil survei Lombok Barat, Selasa untuk provinsi dan Lombok Timur ada kesimpulan surveinya. Sesudah itu baru kita pastikan tanggalnya deklarasi,” tandasnya. (nas)

Digagalkan, Penyelundupan Kayu Sonokeling ke Cina Dari Hal. 1 Ir. Madani Mukarom, B.ScF., M.Si, melalui tim Satgas P3H, Astan Wirya, SH.,MH, kepada Suara NTB, Jumat. Kayu tersebut diduga dari kawasan hutan negara kelompok hutan Topo Rompu RTK 65 dan kawasan hutan negara kelompok hutan Pajo RTK. 42. Dua kawasan ini merupakan wilayah kerja BKPH Topo Pajo Madapangga Rompu Waworada, Kabupaten Dompu dan Bima. Dari hasil pemeriksaan detail isi fuso tersebut berupa 270 batang kayu sonokeling. Volume sekitar 9,003 meter persegi. Tersangka dalam kasus ini masih diburu, terkait dugaan pelanggaran Pasal 83 ayat 1 huruf b Jo Pasal 12 huruf e dan atau Pasal 88 ayat 1 huruf a Jo Pasal 16 dan atau Pasal 87 ayat 1 huruf c Jo pasal 12 huruf m dan atau pasal 94 ayat 1huruf huru a dan c Jo Pasal 19 huruf a dan d UU 18 tahun 2013 tentang P3H, Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana.

Madani menduga, upaya penyelundupan kayu itu ke Cina dikendalikan jaringan atau sindikat mafia kayu internasional. Namun dugaan ini masih terus diselidiki. Dugaan menguat bahwa kayu jenis sonokeling ini memang diburu karena merupakan bahan olahan menjadi komuditas ekspor. Sementara ketentuan angkutnya wajib menggunakan SATS-DN dan SATS-LN oleh Kemen LHK RI. Diduga praktik yang dilakukan adalah dengan nota angkutan kayu kebun sebagai modus operandi. Langkah Tim Satgas dan penyidik LHK NTB saat ini sedang melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan. ‘’Diantaranya telah dilakulan penyitaan dan penetapan sita dari PN Dompu, dengan jaksa peneliti dari jaksa Kejati NTB,’’ jelasnya. Saat ini penyelidikan masih terus berlanjut, dengan meminta keterangan sopir untuk menelusuri sumber atau pemilik kayu.

Lacak Balak Sebelumnya, tiga cukong kayu sudah ditangkap. Barang bukti puluhan kubik kayu yang disita, didalami dengan memastikan sumbernya dari kawasan hutan. Untuk itu, tim penyidik LHK NTB melakukan lacak balak Senin (20/8) lalu. Mereka berkoordinasi dengan penyidik, Korwas untuk memenuhi P19 dari jaksa peneliti Kejati NTB terkait berkas perkara tersangka cukong Dar bin Abd alias DM dan SJ Als Edo (SJ). Barang bukti hasil kejahatan yang telah diamankan sebelumnya berupa 51 batang kayu olahan berbagai jenis. Lokasi TKP penebangan yang dilakukan pengecekan di dalam Kawasan Hutan Negara RTK. 1 Rinjani. Selanjutnya pengembangan penyidikan akan ada tersangka baru dalam perkara tersebut. Sementara tersangka DM dan SJ diketahui sudah habis masa penahanannya selama 20 hari, sehingga Kejati NTB memperpanjang masa penahanannya menjadi 40 hari. Saat ini tersangka masih ditahan di Rutan Mapolda NTB. (ars)

erti biasa. Mestinya, kata dia MA segera menyampaikan keputusan sanksi atas rekomendasi diberikan. Apabila ada yang tidak sependapat dengan isi rekomendasi itu, mestinya dibicarakan. “Kalau memang ada perbedaan pendapat soal sanksi yang dijatuhkan, ini yang mestinya dibahas bersama kami,” tandasnya. Jangan sampai ada kebuntuan komunikasi sehingga tujuan utama untuk memproses hakim nakal dan menciptakan peradilan bersih sulit tercapai. Namun demikian dia berharap bukan karena kendala beda pendapat, tapi hanya soal menunggu waktu. Contemp Of Corut Usai menjadi pemateri pada workshop “Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim” di Mataram Jumat (25/8), dia menjelaskan soal

tema tersebut yang dikenal dengan istilah contempt of court (COC). Dari NTB pihaknya menerima laporan perbuatan merendahkan martabat hakim saat sidang di pengadilan. Dia berharap masyarakat sebagai bagian dari proses peradilan, dapat menjaga marwah pengadilan dengan tidak melakukan intimidasi saat persidangan. Agak miris menurutnya, jika yang melakukan itu adalah aparat penegak hukum (APH) yang terlibat dalam persidangan, yakni Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun pengacara. Ini memang jadi tugasnya untuk mengedukasi masyarakat, agar menjadikan hakim sebagai sosok ideal dalam menjatuhkan putusan. Harus ada persepsi dari masyarakat bahwa masuk di pengadilan itu harus menang. Ini kemudian memotivasi melakukan berbagai cara, termasuk upaya menyuap hakim. (ars)

Program Unggulan Kurang Perhatian Mataram (Suara NTB) Anggota Komisi II Bidang perikanan dan kelautan DPRD NTB, Ir. Busrah Hasan, MM, menyesalkan kurangnya keberpihakan Pemprov NTB dalam menggarap potensi unggulan sapi, jagung, rumput laut (Pijar). ‘’Khususnya potensi rumput laut kita masuk ke dalam kategori program unggulan pemerintah dan potensinya terhampar dari Ampenan hingga ke ujung Sape sana. Namun sayangnya kenapa Pemprov NTB hanya menganggarkan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk penguatan salah satu program unggulan ini,’’ kritik politisi Golkar ini. Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB ini mengatakan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 500 juta itu, pihaknya mengaku sangat pesimis program unggulan ini dapat berkembang di NTB. Padahal menurutnya, potensi budidaya rumput laut ini sangat berdaya guna dalam meningkatkan aspek perekonomian masyarakat NTB. “Padahal yang namanya program unggulan itu semestinya harus menjadi program prioritas yang harus diperhatikan secara

sungguh-sungguh. Kenapa ditetapkan menjadi program unggulan kalau tidak diperhatikan secara sungguh-sungguh,’’ tanyanya. Pihaknya menyarankan kepada Pemprov NTB agar lebih memberikan ruang gerak yang besar kepada pimpinan SKPD terkait, untuk membangun koordinasi dengan pihak pemerintah pusat dalam mendatangkan anggaran penguatan dan pengelolaan budidaya rumput laut ini. “Jika Pemprov memiliki kendala anggaran, maka solusinya adalah pihak SKPD itu bisa ‘’menjual’’ gagasannya di Kementerian terkait untuk mendapatkan anggaran yang lebih besar. Kelemahan lain dari Pemprov NTB menurutnya adalah tidak menempatkan para pejabatnya sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Sehingga banyak program yang tidak berjalan maksimal. “Ini juga yang menjadi kendala sehingga potensipotensi ini tidak bisa digarap secara baik. Saya melihat banyak orang-orang hebat di pemerintah tidak difungsikan sehingga banyak potensi perikanan dan kelautan kita yang tidak bisa tergarap secara baik,” pungkasnya. (ndi)

Dewan Kecewa Dari Hal. 1 Kita akan kena penalti dan ini sangat merugikan NTB kalau sampai terjadi,’’ tegasnya. Untuk itu katanya, ini harus segera dicarikan solusinya. ‘’ Di SKPD mana dia proyek ini tersebar, jangan sampai ini jadi Silpa, karena kalau sampai ribuan paket, berpotensi jadi Silpa,’’ katanya. Sementara Anggota Komisi II, Raihan Anwar, M. Si, menduga ribuan paket proyek

non ULP tersebut masih belum bisa diproses karena kesalahan dalam perencanaan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan revisi terhadap program tersebut dan diajukan ulang di APBD-P. ‘’Misalnya saya ada punya asrpirasi jembatan, dengan anggaran Rp 190 juta, ternyata pas mau dikerjakan. Oleh konsultan, ndak bisa dikerjakan, karena anggarannya tidak mencukupi. Oleh karena itu diajukan ulang,’’ ujarnya. (ndi)

Hingga Agustus, 1.824 Paket Proyek PL Belum Dieksekusi OPD Dari Hal. 1 Sisanya sebanyak 6 paket senilai Rp 3,2 miliar masih dalam tahap verifikasi dokumen dan 28 paket senilai Rp 52 miliar lebih sedang dalam proses lelang. “Artinya, di OPD sudah tidak ada lagi dokumen-dokumen lelang,” katanya. Sementara itu mengenai ribuan paket proyek PL yang masih belum dikerjakan OPD, Swahip mengatakan sudah ada perubahan data. Ia mengatakan, sebanyak 1.824 paket proyek PL yang masih belum dieksekusi OPD merupakan data Juli lalu. Ia mengklaim OPD masih belum meng-upload proyek-proyek yang sudah dikerjakan. “Makanya saya akan evaluasi lagi tentang jumlah pekerjaan penunjukan langsung itu. Tentang SPK-SPK yang seribu paket sekian itu. Itu sejak bulan Juli itu-itu saja datanya. Nanti sore (kemarin, red) kita akan hubungi seluruh yang punya admin di masingmasing OPD, untuk segera di-

upload realisasinya,’’ katanya. Ia mengatakan setiap hari ada perubahan data. Namun, tidak diupload oleh OPD ke sistem e-monev. Ia yakin saat ini jumlah paket proyek PL tersebut sudah berada di bawah seribu paket yang belum dieksekusi OPD. Swahip menambahkan, pihaknya bukan saja memantau proyek-proyek yang lelang saja. Namun juga proyekproyek PL. Tetapi ia mengaku tidak bisa mengawasi secara langsung ke OPD. Pemantauan yang dilakukan sifatnya monitoring saja. Sementara yang mengetahui secara detail realisasi proyek PL tersebut adalah OPD masingmasing. “Kalau masalah pengawasan kita selalu meminta, bukan hanya Pokir saja. Paket yang lelang juga, selalu kita meminta teman-teman di OPD mengawasi secara ketat. Kami hanya melihat secara makro. Yang tahu persis adalah instansi teknis,” pungkasnya. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 26 Agustus 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257 (Suara NTB/her)

BONGKAR - Personel Satpol PP Lobar membongkar lapak PKL di kawasan wisata Senggigi.

Jelang Festival

PKL di Senggigi Diangkut Paksa Giri Menang (suara NTB) – Jelang agenda tahunan Festival Pesona Senggigi (FPS), pihak pemda melalui dinas Pariwisata mulai mempersiapkan pelaksanaan even ini jauh-jauh hari. Dinas terkait bersama Satpol PP dan pihak Kecamatan Batulayar, Kamis lalu mulai membersihkan atau clean up kawasan pantai. Lapak PKL yang menjadi keluhan di kawasan wisata setempat ditertibkan paksa, termasuk perahu nelayan. Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Ispan Junaidi, Jumat (25/8) memaparkan bahwa pihaknya sudah memulai persiapan dengan membersihkan kawasan pantai. “Kita sudah clean up area, sebelumnya sudah kita lakukan sosialisasi ke masyarakat baik itu PKL maupun komunitas nelayan di kawasan tersebut,” ungkapnya. Dikatakan Ispan, clean up kawasan itu merupakan satu keharusan. Bagaimana tidak, keberadaan PKL dan parkir nelayan di bibir pantai Senggigi cukup menganggu. “Ada kesan jorok dan menimbulkan gangguan. Di sanalah kita (Pemerintah) hadir atas nama kenyamanan dan keamanan kawasan pariwisata,” sambungnya. Terkait Pesona Senggigi itu, dia menyebutkan, event Pesona Senggigi akan dilaksanakan selama sepekan yakni pada 16 September hingga 23 September 2017 ini. “Ada berbagai macam kegiatan yang akan digelar seperti tarian tradisional sebanyak 18 jenis tarian di lima venue utama,” jelasnya. Lima venue yang dimaksud antara lain di depan Sentosa hotel, Sasaku, Aruna Senggigi Hotel, Senggigi Square dan di Pasific Hotel. “Di tempat-tempat itu akan digelar berbagai pertunjukan termasuk lomba-lomba olah raga dan kesenian. Termasuk juga festival jazz,” imbuhnya. Pihaknya juga akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Pariwisata Berkelanjutan. Nantin-

ya, beberapa perwakian negara akan turut hadir seperti Korea, Australia, Afrika dan juga dari Saudi Arabia. “Kami perkirakan pesertanya mencapai 100 sampai 150 orang. Nanti Menteri Pariwisata sendiri yang akan menjadi Keynote Speaker utama,” pungkasnya. (her)

Pegadaian Gelar Program Amanah Merdeka dengan Servis Motor Gratis Mataram (Suara NTB) Memperingati HUT RI yang ke-72, Pegadaian mengadakan program Amanah Merdeka denga memberikan servis motor gratis bagi para nasabah. Acara ini dilaksanakan dari tanggal 24-26 Agustus 2017 yang bertempat di seluruh kantor cabang Pegadaian. “Ini merupakan kedua kalinya acara seperti ini diadakan setelah bulan Juni kemarin,” kata I Gusti Agung Made Indayuni, Asisten Manajer Penjualan Pegadaian Ampenan. Ia menambahkan, saat pertama kali diadakan, program servis motor gratis hanya dilakukan di satu kantor cabang tiap kabupaten.

“Karena respon masyarakat sangat bagus,makanya kami mengadakannya kembali dan serempak di tujuh kantor cabang Pegadaian seperti di CPS Cakranegara,CPS Pasara Renteng,CP Masbagik,CP Ampenan,CP Gerung,CP Mataram,dan CP Kopang,” ujarnya, Jumat (25/8). Acara ini kata Agung, merupakan bentuk loyalitas Pegadaian kepada para nasabah yang telah bertransaksi menggunakan semua produk jasa Pegadaian terutama produk Amanah. Amanah sendiri merupakan kredit kepemilikan kendaraan bermotor baik baru ataupun bekas. “Program ini

merupakan program dari kantor pusat, bukan program kantor cabang,”ujarnya. Pegadaian mengadakan kerjasama dengan Astra Motor untuk memberikan servis sepeda motor. “Servis motor serta ganti oli diberikan secara gratis,”katanya. Untuk mendapatkan servis gratis ini, nasabah hanya perlu membawa bukti transaksi di pegadaian. “Berlaku untuk semua transaksi apa saja,juga dengan membawa KTP dan STNK motor,” tukas Agung. Jika tidak memiliki bukti transaksi, nasabah bisa mendapatkannya dengan membuka rekening tabungan emas selama even berlangsung

Suasana service gratis bagi nasabah Pegadaian pemilik sepeda motor.

atau dengan membeli produk MPO minimal senilai Rp 20 ribu. Servis motor mulai diadakan dari jam 08.00-16.00 wita di semua kantor cabang. “Di hari pertama kemarin, ratarata ada 30-40 pengunjung di setiap kantor cabang yang datang mengikuti acara ini,”kata Agung. Masyarakat mengetahui adanya acara tersebut melalui sosialisasi via media serta pemb e r i tahuan di masingmasing kantor cabang.

Ke depannya, Pegadaian akan terus mengusahakan adanya acara serupa. “Melihat dari antusias masyarakat yang merupakan nasabah Pegadaian pada acara ini yang sangat bagus. Sekaligus ini sebagai bentuk reward Pegadaian terhadap para nasabah,” kata Agung. (uul/*)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook