16 HALAMAN
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 7 TAHUN KE 71
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Beto Siap Hadapi Bek UEA Jakarta (Bali Post) – Penyerang tim nasional U-23 Indonesia Alberto ‘’Beto’’ Goncalves mengatakan dirinya siap menghadapi bek-bek Uni Emirat Arab (UEA) yang akan dijumpai di laga 16 besar sepak bola putra Asian Games 2018, Jumat (24/8) ini. Menurut pemain naturalisasi asal Brazil ini, Kamis (23/8) kemarin, tidak ada masalah baginya menghadapi bek-bek dengan postur tubuh yang tinggi. ‘’Di Liga Indonesia kan beknya juga tinggi-tinggi. Jadi, saya sudah biasa,’’ ujar Beto, yang bermain untuk klub Sriwijaya FC di Liga 1 Indonesia. Yang penting, lanjut atlet berusia 37 tahun dan telah mencetak tiga gol di Asian Games 2018 ini, timnas U-23 Indonesia harus bisa menjalin kerja sama yang baik di lapangan agar bisa mendobrak pertahanan UEA. Dan, keunggulan timnas U-23 Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk meneror UEA adalah kecepatan dan kemampuan individu. ‘’Mereka pasti sudah melihat bagaimana kami bermain. Oleh sebab itu, penting kerja sama di dalam lapangan dan memaksimalkan keunggulan yang kami miliki,’’ tutur Beto. Berbicara tentang berhadapan dengan bek-bek dengan berbagai ukuran postur, Beto memang telah memiliki pengalaman tersebut bersama kiprahnya di dunia sepak bola profesional yang telah dimulai sejak tahun 1999. Sampai tahun 2018, pria kelahiran Kota Belem, Brazil ini sudah pernah bermain di berbagai klub di Brazil dan Asia Tenggara, sebelum saat ini membela Sriwijaya FC di Liga 1 Indonesia. Beto sendiri sah menjadi WNI pada Februari 2018 dan dipanggil masuk tim nasional U-23 oleh pelatih Luis Milla tiga bulan kemudian. Tim nasional U-23 Indonesia akan menghadapi timnas U-23 UEA di babak perdelapanfinal Asian Games 2018 pada Jumat (24/8) ini di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat mulai pukul 16.00 WIB. (ant)
Alih Fungsi Lahan Makin Masif
Dulu 625 Ha, Kini 900 Ha/Tahun
Alih fungsi lahan, sejak dulu menjadi kekhawatiran. Kini rupanya sudah menjadi ancaman. Bayangkan saja, alih fungsi lahan mencapai 900 hektar (ha) setiap tahunnya. Meningkat hapir 50 persen dari sebelumnya 625 hektar. Ini juga menjadi ancaman bagi ketahanan pangan Bali. Lalu apa solusinya yang harus dilakukan?
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana mengingatkan, pemerintah kabupaten/kota agar terus menekan alih fungsi lahan. Kendati jumlah penduduk terus bertambah, namun jangan sampai luas lahan yang beralih fungsi ikut meningkat setiap tahunnya. Sebab, alih fungsi lahan merupakan salah satu tantangan ketahanan pangan. ‘’Kalau alih fungsi lahan makin meningkat, maka produktivitas pangan akan berkurang. Walaupun ada beberapa benih baru, inovasi teknologi, tapi tidak akan mampu mengatasi akibat dari alih fungsi lahan ini,’’ ujarnya usai menggelar rapat ketahanan pangan di Wiswasabha Pratama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (23/8) kemarin. Menurut Mardiana, saat ini ada peningkatan alih fungsi lahan dari hampir 625 hektar menjadi 900 hektar per tahun. Perlu ada
jumlah petani di bali
-Tanaman Pangan = 237.295 -hortikultura = 261.275 -perkebunan = 236.570 -peternakan = 388.318 -kehutanan = 147.690 -perikanan :
alih fungsi lahan di bali 2016
2015
496
625
jumlah produksi beras
hektar
hektar
- 2013 - 2012 ���.��� - 2014 - 2011 865.554 TON
2017
900
858.316 TON
hektar Alberto ”Beto” Goncalves
RUSSIA GEORGIA
CYPRUS
China JAPAN INDONESIA
LEBANON ISRAEL JORDAN
JAPAN
TURKEY
UZBEKISTAN TURKMENISTAN
IRAQ
SAUDI ARABIA
NORTH KOREA
KAZAKHSTAN
ARMENIA AZERBAIJAN
SYRIA
IRAN KUWAIT
QATAR
AE
MONGOLIA SOUTH KOREA
KYRGYZSTAN TAJIKISTAN
CHINA
AFGHANISTAN
TAIWAN
PAKISTAN
NEPAL
OMAN
perolehan medali SEMENTARA Asian games 2018 YEMEN
INDIA
MYANMAR
BANGLADHES
IR IRAN THAILAND INDIA KHAZAKHTAN CHINESE TAIPEI MALAYSIA UZBEKISTAN
THAILAND
PHILIPPINES
VIETNAM
CAMBODIA
BRUNEI
SRI LANKA
KOREA
LAOS
NO No.
NEGARA negara
MALDIVES
MALAYSIA
total g emas s perak b perunggu INDONESIA
EAST TIMOR
peraturan mengenai penggunaan lahan pertanian yang berkelanjutan. Sebab, Bali tidak mungkin terus mengandalkan pasokan pangan dari luar daerah. Pertanian berkelanjutan ini masih terkait dengan rencana tata ruang wilayah di kabupaten/kota. ‘’Masing-masing kabupaten/kota belum mempunyai RTRW yang jelas berkaitan dengan peruntukan lahan. Di samping itu juga banyak sekali infrastruktur sudah terbangun. Irigasi kita sudah bagus, tetapi begitu ada permukiman, (lahan) dijual oleh petani kita,’’ imbuhnya. Mardiana menambahkan, perlu dipikirkan mengenai subsidi lahan pertanian produktif seperti di Kabupaten Badung. Kemudian soal SDM di bidang pertanian, anak-anak muda perlu diberikan teknologi, inovasi, serta entrepreneurship agar mau bertani dengan wawasan agribisnis. Mengingat saat ini, SDM petani mayoritas sudah tua. Tantangan berikutnya adalah soal ketersediaan air. Beberapa daerah masih mengalami krisis seperti Buleleng bagian barat, Nusa Penida, dan sebagian Karangasem. Untuk menekan alih fungsi lahan, DPRD Bali sebelumnya telah menetapkan ranperda tentang penggunaan tanah penguasaan pemerintah daerah menjadi perda. Mantan Wakil Ketua Pansus ranperda ini, I Made Dauh Wijana, mengatakan perda secara khusus mengatur penggunaan tanah-tanah dana bukti berupa sawah dan tegalan yang digarap masyarakat dengan memorang bayar retribusi. ‘’Selama ini orang kan kita tahu tanah dana bukti Pemprov Bali itu kan orang banyak tersebar, bahkan hampir tidak terdata orang dengan jelas. Dengan orang perda ini, tentu sifatnya adalah penkemupenangkapan ikan = 9.418 orang dataan, dian pemanbudi daya = 6.403 orang faatan. Paling tidak datanya jelas, kemudian dimanfaatkan oleh siapa,’’ ujarnya. (kmb32)
TON
Kekhawatiran Itu Akhirnya Terjadi BALI telah lama hidup dari pariwisata. Selama ini persoalan Bali telah banyak dikupas dan dibahas. Bahkan, apa yang menjadi kekhawatiran 10 tahun lalu tentang kondisi Bali, kini sudah terjadi. Persoalan Bali di antaranya ketidakseimbangan pariwisata, menurunnya lama tinggal wisatawan dan persoalan kemacetan di beberapa titik. Wakil Gubernur Bali terpilih Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, mengurangi persoalan Bali bisa dijawab dengan konsep one island one management. Dengan konsep itu semua pihak akan bersatu mengatasi permasalahan dan menuju kesejahteraan bersama. Sebab, permasalahan pariwisata sudah banyak diperbincangkan. Sejak 10 tahun lebih sejak UU Otonomi Daerah digulirkan oleh pemerintah pusat, Bali sudah dapat diramalkan ke depannya. ‘’Dan apa yang kita bayangkan sejak tahun 2002 otonomi daerah digulirkan kita lihat faktanya apa yang terjadi. Apa yang kita khawatirkan dari dulu akhirnya sekarang
terjadi,’’ ujarnya, Kamis (23/8) kemarin, saat diskusi yang diselenggarakan dalam rangkaian pembukaan kantor baru MarkPlus Center for Tourism and Hospitality. Persoalan klasik menyangkut tentang kondisi pariwisata di Bali seperti ketidakseimbangan wisatawan, makin menyusutnya lama tinggal wisatawan di Bali, persoalan kemacetan di beberapa titik. ‘’Jadi di beberapa titik mengalami kemacetan, polusi, dan banyak persoalan yang kita inventarisir dari dulu,’’ ujarnya. Sejak UU Otonomi Daerah digulirkan dan memberikan kewenangan pada kepala daerah bupati/wali kota untuk memanfaatkan potensi wilayahnya secara maksimal untuk kesejahteraan rakyatnya. ‘’Inilah yang menimbulkan pembangunan Bali yang terkotak–kotak, parsial,’’ ungkapnya. Hal ini dilakukan kepala daerah untuk menekan angka pengangguran, meningkatkan PAD, menurunkan angka kemiskinan. Karena indikator itu merupakan kesuksesan seorang
pemimpin daerah. Untuk mengejar indikator tersebut, pariwisatalah yang dapat menjadi kendaraan untuk mencapainya. Tujuannya untuk meningkatkan PAD. Namun kemudian terbentur dengan UU Otonomi Daerah. Oleh sebab itu tercetuslah gagasan One Island One Management, satu pulau satu tata kelola. Turunannya adalah setidaknya memiliki tiga modal untuk mewujudkan One Island One Management yaitu, culture, anggaran, kekuatan/ kekuasaan. Semua akan bersatu padu. ‘’Persoalan yang dihadapi Bali adalah mau enggak bersatu. Yang sudah kadung merasakan nikmatnya otonomi, susah diajak berkomitmen untuk membangun Bali,’’ ungkapnya. Chairman of MarkPlus Center for Tourism and Hospitality Hermawan Kartajaya mengatakan, MarkPlus Center for Tourism and Hospitality berpartisipasi aktif dalam menguatkan pariwisata Indonesia dengan mengadakan diskusi pariwisata setiap tahun di Jakarta dan Bali. (kmb42)
857.944 - 2015 TON 853.899 TON
’’...apa yang kita bayangkan sejak tahun 2002 otonomi daerah digulirkan kita lihat faktanya apa yang terjadi. Apa yang kita khawatirkan dari dulu akhirnya sekarang terjadi.’’ Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
Guru Piduka, Doa Pemuput Karya dan Posko Pengobatan ‘’Sekala-Niskala’’ Penari Rejang Sandat Ratu Segara
SEMBAHYANG - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian selesainya Festival Tanah Lot dan Pementasan Sesolahan Ratu Segara, Kamis (23/8) kemarin.
BUPATI Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melaksanakan persembahyangan bersama untuk mengucapkan rasa syukur telah terlaksananya Festival Tanah Lot dan Pementasan Sesolahan Ratu Segara ke Pura Luhur Tanah Lot, Kamis (23/8) kemarin. Persembahyangan ini juga memohon maaf sebagai pemuput karya, apabila di dalam penyelenggaraan ada hal-hal yang negatif. Baik sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh penyelenggara ataupun dari para penari Rejang Sandat Ratu Segara. Acara persembahyangan tersebut diikuti oleh beberapa kepala sekolah, para camat dan tim panitia penyelenggara Festival Tanah Lot yang dilakukan pada pukul 14.00 Wita. Di selasela acara persembahyangan, Bupati Tabanan yang akrab
disapa Eka ini menyampaikan penjelasan kepada para wartawan terkait munculnya pemberitaan negatif pascapementasan tari kolosal Rejang Sandat Ratu Segara. Kata Eka, fenomena trance (kesurupan/karauhan) ini adalah hal yang biasa terjadi. Tidak saja di Pura Luhur Tanah Lot, juga sering terjadi di kawasan suci dan tempat ibadah yang diyakini memiliki kekuatan niskala. Trance juga merupakan unsur manunggalnya kasidian Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tidak bisa dilihat tetapi bisa dirasakan getarannya. Tarian Rejang Ratu Segara adalah tarian yang bersifat sakral. Di mana dari awal ditekankan bahwa penari yang menarikan ini dilarang ikut menari apabila sedang kotor kain ataukah ada hal lainnya yang bersifat cuntaka dan
nonteknis. ‘’Fakta di lapangan setelah menurunkan tim investigasi, bahwa dari 1.800 penari tidak ada yang absen. Semua formasi lengkap tidak tergantikan. Meski dari panitia telah menyiapkan 100 penari cadangan apabila ada yang kotor kain dan lain sebagainya. Selanjutnya dari sekian siswa yang karauhan ada yang memiliki sakit nonmedis bawaan seperti bebainan,’’ ungkap Bupati peraih Harmony Award ini. Selain itu pula, ada indikasi mereka setelah menari tidak mapamit pada saat itu, padahal sudah disampaikan oleh Bupati Eka sendiri boleh bubar setelah menari tetapi terlebih dahulu harus mapamit. ‘’Boleh bubar, tapi harus mapamit dulu,’’ ujar Bupati Eka. Jadi banyak unsur yang menjadi sebab di sini. Jadi
tidak benar bahwa pihak penyelenggara tidak bertanggung jawab. ‘’Mohon lebih bijak menanggapi masalah ini. Janganlah menyalahkan tanpa dasar yang benar. Karena seungguhnya siswisiswi ini sangat bersemangat berlatih selama empat bulan. Dan saya pun memaafkan apabila mereka tetap bersikeras tampil dengan tidak mengindahkan syarat-syarat yang sudah ditentukan dari awal,’’ tegas srikandi asal Tegeh, Angseri tersebut kepada semua pihak. Kata Eka, yang perlu diantisipasi sekarang dari pascapementasan Rejang Sandat Ratu Segara ini adalah mengupayakan agar efeknya tidak panjang dan membuat kondisi siswa segera pulih dan membaik. Hal. 15 Posko Pengobatan
DENPASAR
2
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
Prof. I Nyoman Suarka
Pelestarian Seni Budaya Tak Sebatas Wacana MELESTARIKAN seni dan budaya harus diimbangi dengan tindakan nyata, bukan sebatas wacana. Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum. telah melakukan langkah itu sejak lama, khususnya dalam bidang dharma gita. ‘’Saya terlibat dalam pembinaan utsawa dharma gita sejak 1983 sampai sekarang,’’ ujar Prof. Suarka yang Ketua Widya Sabha Provinsi Bali, belum lama ini. Dikatakannya, dalam undang-undang tentang kebudayaan, ada istilah P4 yakni pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Pelestarian budaya berkaitan dengan dharmagita, kata Prof. Suarka sudah dilakukan sebelum adanya undang-undang tersebut melalui pelestarian naskah lontar yang berisikan tentang kekawin, kidung, geguritan, parwa, dan sebagainya. Selain itu, pelestarian juga dilakukan melalui alih generasi lewat kegiatan utsawa mulai dari tingkat anak-anak, remaja, dan dewasa. Pelestarian melalui kegiatan utsawa di tingkat Provinsi Bali dilakukan setiap tahun, diikuti oleh sembilan kabupaten/kota. Sedangkan di tingkat nasional diadakan tiga tahun sekali. Koordinator Program Studi Magister Kajian Budaya FIB Udayana ini menambahkan, dharma gita dikembangkan lagi sehingga dharma wacana dan dharma widya masuk dalam ranah dharma gita. Pengembangannya pun dalam konteks kekinian. Dharmagita yang awalnya hanya dilakoni dalam konteks keagamaan di desa pakraman, sekarang sudah banyak disajikan lewat media elektronik maupun media sosial. Pemanfaatan dharma gita tidak hanya dalam praktik yadnya, tetapi juga dalam pembentukan karakter. Seperti pada orientasi guru-guru agama Hindu sebagai salah satu media penanaman karakter. Dikatakannya, minat generasi muda dalam bidang dharmagita secara statistik terus mengalami peningkatan. Apalagi sekarang banyak event yang selalu membuat acara utsawa, sehingga anak-anak ada ruang untuk mengembangkan bakat di bidang dharmagita. ‘’Anak-anak zaman now maunya ulah elah alih aluh, tidak bisa dipaksa. Ketika mereka merasa bisa mengikuti, di situ mereka akan tertarik. Sekali lagi jangan berpikir semua anak harus menekuni bidang dharma gita,’’ tegasnya. (uma)
IDK Raka Kusuma
Kembangkan Sastra Bali Modern MOTIVASI menulis, yaitu ingin memberikan sumbangan terhadap kebudayaan lewat karya sastra. Pengarang karya sastra Bali modern I Dewa Nyoman Raka Kusuma atau yang lebih dikenal dengan sebutan IDK Raka Kusuma ini, secara spesifik ingin mengembangkan sastra Bali modern agar regenerasi dapat berjalan berkesinambungan. Pria kelahiran Klungkung, 21 November 1957 ini memiliki kegemaran mengarang karya sastra Bali modern setelah menjadi guru di SD Negeri 1 Kamasan, Klungkung. Bali Post/uma Ia merupakan penIDK Raka Kusuma garang senior yang masih aktif menulis sampai sekarang. Beberapa karya sastranya seperti puisi berbahasa Bali, cerita pendek, esai, serta novelet berbahasa Bali. Selain itu, ia juga menulis puisi, cerpen dan esai berbahasa Indonesia. Karangannya terutama yang berbahasa Bali, dimuat pada rubrik Bali Orti di Bali Post dan sejumlah media. Selain dimuat di media massa, banyak karyanya yang sudah diterbitkan berupa buku, antara lain; Kidung I Lontar Rograg (1991), Sunaran Bulan Tengah Lemeng, terjemahan puisi Sapardi Djoko Damono (1999), I Balar (2006), Ngambar Bulan (2006), Sang Lelana (2010), Rasti (2010), Begal (2012), Ngantih Bulan (2013), kumpulan puisi bersama Denpasar Lan Don Pasar (2013), Batan Moning (2014), Enjung Kalyana (2014), Ngantiang Ujan (2016), Kumpulan cerpen berbahasa Indonesia, Tanah (2017) serta Kumpulan puisi berbahasa Indonesia bersama Esprit de 2 (2018). Beberapa penghargaan juga pernah diperoleh juri membaca puisi ini seperti Rancage dan penghargaan Widya Pataka. ‘’Hadiah Rancage saya terima tahun 2002 dan 2011. Widya Pataka tahun 2012 dari Gubernur Bali,’’ ujarnya. Bersinergi dengan pengarang yang berasal dari Karangasem, ia membangun sanggar yang bernama Sanggar Buratwangi, dan menjadi salah satu pengelola sanggar tersebut. Selain mengisi kesibukan dengan menulis puisi dan cerpen, bersama Sanggar Buratwangi dan Sanggar Kata, ia mengadakan Apresiasi Sastra setiap empat bulan sekali di Karangasem. (uma)
TERMINAL UBUNG - Seorang pengendara motor melintas di Terminal Ubung, Denpasar.
Bali Post/eka
Terminal Ubung Diusulkan Tampung Pedagang Bermobil Denpasar (Bali Post) – Kondisi Terminal Ubung setelah turun status menjadi tipe C, semakin sepi. Kondisi ini akibat bus AKAP tidak lagi mangkal di terminal tersebut. Karena hanya untuk angkutan dalam kota, lahan yang luas menjadi mubazir. Di sisi lain, Pemkot Denpasar belum memanfaatkan terminal tersebut secara maksimal, sehingga muncul usulan agar lahan tersebut juga dimanfaatkan untuk menampung pedagang bermobil. Usulan ini disampaikan sejumlah anggota dewan, di antaranya A.A.Susruta Ngurah Putra, Kadek Agus Arya Wibawa, serta Eko Supridi di kan-
tor DPRD Denpasar, Kamis (23/8) kemarin. Susruta mengatakan, Terminal Ubung luasnya sangat memadai untuk kegiatan lainnya di luar fungsi terminal. Mengingat statusnya terminal tipe C, maka kendaraan yang mangkal di terminal itu juga tidak banyak. ‘’Ada lahan yang terbuang cukup luas. Ini perlu dipikirkan untuk dimanfaatkan secara maksimal,’’ ujar politisi Demokrat ini. Dikatakannya, saat ini banyak lokasi yang dijadikan areal berdagang oleh pedagang bermobil, baik di badan jalan maupun di pelataran pasar. Bila lokasi sudah ditetapkan,
maka semua lokasi pedagang bermobil harus ditertibkan. Hal ini untuk menciptakan Denpasar yang lebih nyaman. Bukan hanya itu, perolehan pendapatan dari pedagang bermobil semakin jelas dan bisa lebih dioptimalkan. Sebelumnya Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sempat berkeinginan Terminal Ubung dirancang menjadi stop over atau areal parkir sementara. Dikatakan, pascapemberlakuan operasional bus– bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Terminal Ubung ke Terminal Mengwi, Pemkot Denpasar berencana merancang memanfaatkan Termi-
nal Ubung sebagai terminal stop over. Rai Mantra menegaskan, sejatinya konsep awal sudah dirancang sejak dulu untuk menghidupkan kembali Terminal Ubung yang statusnya kini terminal C. Terminal ini cukup sebagai terminal kecil kota atau stop over. Pihaknya berencana memberlakukan aturan kendaraan-kendaraan luar yang datang ke Denpasar, parkir sementara di Terminal Ubung. ‘’Seperti bus–bus pariwisata bisa memanfaatkan Terminal Ubung, dan akan digerakkan bus lebih kecil yang menjemput dan mendistribusikan masuk ke kota,’’ kata Rai Mantra.
Seperti kota-kota besar lainnya, di Jakarta misalnya, bus–bus pegawai disediakan dan kendaraan pegawai terpakir dalam satu kawasan atau terminal. ‘’Istilahnya ada tempat parkir sementara, orang dari utara kendaraannya bisa parkir di sana termasuk bus sekolah juga kita harap parkir di sana,’’ ungkapnya. Konsep pengelolaan Terminal Ubung ini sudah dipikirkan sejak dua tahun lalu. Khusus bus–bus pariwisata dari luar agar tidak memasuki wilayah Kota, pihaknya berencana mengarahkan vuntuk parkir di Terminal Ubung. (kmb12)
hukum, kita tetap melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisasi penggunaan bahan berbahaya tadi,’’ ujarnya. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, bahan berbahaya pada makanan sudah menjadi perhatian nasional. BPOM tidak bisa bekerja sendiri untuk mengatasi masalah tersebut. Perlu ada sinergi yang dibangun dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Satpol PP khususnya, diharapkan bisa ikut mengawal peredaran bahan berbahaya di masyarakat. ‘’Kita sih inginnya pembinaan, tapi dari dulu sudah pembinaan tidak mempanmempan. Nanti punishmentnya seperti apa. Sebetulnya
ini sudah pidana, sudah bisa penegakan hukum. Sudah ada UU Pangan, tidak boleh memproduksi pangan mengandung bahan berbahaya,’’ ujarnya. Adhi Aryapatni membeberkan hasil pengujian pasar jelang hari raya Galungan beberapa waktu lalu. Dari total 166 sampel makanan yang diambil di tujuh pasar dan dua terminal, 48 di antaranya atau 28,92 persen positif mengandung bahan berbahaya. Contohnya, teri Medan dan sudang mengandung formalin, serta panganan tradisional seperti jaje uli, jaje begina, gipang, dan apem mengandung rhodamin B. (kmb32)
Pemprov Siapkan Sanksi Penggunaan Bahan Berbahaya pada Makanan
Denpasar (Bali Post) -
Penggunaan bahan berbahaya seperti rhodamin B, methanyl yellow, pewarna dilarang, dan formalin pada makanan masih marak terjadi. Pelakunya terutama pengusaha mikro atau industri rumah tangga. Upaya berupa pembinaan, edukasi, dan sosialisasi untuk menghindari bahan berbahaya tak juga mempan. Gerah dengan kondisi ini, Pemprov Bali segera merumuskan regulasi serta sanksi bagi pihak-pihak yang menggunakan bahan berbahaya tersebut. ‘’Kita buat payung hukumnya dulu berupa Peraturan Gubernur (Pergub), sehingga nanti pada saat melakukan penindakan di lapangan tidak disalahkan,’’ ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana usai menggelar rapat ketahanan pangan di Wiswasabha Pratama, kantor Gubernur Bali, Kamis (23/8) kemarin. Menurut Mardiana, pergub juga disiapkan untuk menindaklanjuti Permendagri No. 41 Tahun 2018 tentang Peningkatan Koordinasi Pem-
binaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di Daerah. Namun regulasi dalam bentuk pergub belum memuat sanksi hukum. Oleh karena itu, pihaknya juga akan merumuskan perda sebagai payung hukum untuk memberlakukan sanksi. ‘’Untuk sanksi, perlu dikaji dan duduk bersama dengan Biro Hukum. Kalau ada penindakan, sanksinya berapa lama. Pelakunya kan lebih banyak dari ekonomi mikro, ini jadi masalah juga. Apakah perlu memberikan pemahaman atau penguatan modal
agar tidak menggunakan bahan berbahaya itu tadi,’’ jelasnya. Mardiana menegaskan, penggunaan bahan berbahaya tidak baik bagi kesehatan. Sebagai contoh, rhodamin yang sudah melebihi batas ambang dan terakumulasi cukup lama di dalam tubuh akan menyebabkan kanker. Sementara makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut kini banyak ditemukan pada jajanan siswa sekolah. ‘’Kasihan generasi muda kita. Sebelum ada payung
Akomodir Peserta Pertemuan IMF-WB
Panitia Sediakan Dua Ribu Bus Denpasar (Bali Post) Berbagai persiapan dilakukan jelang pertemuan IMF dan World Bank (WB) di Nusa Dua pada Oktober mendatang. Salah satunya terkait sarana transportasi peserta. Guna mengakomodir peserta yang jumlahnya sekitar 20 ribu orang, panitia menyiapkan bus sebanyak dua ribu unit. ‘’Jumlah bus sebanyak itu telah disiapkan pihak EO (event organizerred). Kami hanya menyiapkan parkir dan pengawalan,’’ tegas Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Bali AKBP Nyoman Sukasena, Kamis (23/8) kemarin. Terkait kendaraan pengawalan delegasi, kata AKBP Sukasena diperlukan 70 sepeda motor dan 50-an mobil.
Pengadaan sarana tersebut sudah diajukan ke Mabes Polri dan kemungkinan akan didrop dari Polda terdekat. ‘’Kami melakukan persiapan sejak 1,5 tahun lalu. Koordinasi dengan instansi terkait juga kami lakukan,’’ ungkapnya. Kelancaran lalu lintas di tiap rute yang akan dilalui pejabat perbankan dan ekonomi dunia ini pun jadi prioritas polisi. Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus yakni simpang Jalan Raya Kampus Unud-Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran, tepatnya di depan Politeknik Negeri Bali. ‘’Tikungan tersebut sudah dilebarkan dua meter, sehingga bus saat manuver di sana berjalan lancar,’’ ujar
mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. Upaya lain yang sedang diusulkan adalah meliburkan beberapa sekolah di wilayah Kuta Selatan pada 13-14 Oktober. Sekolah dimaksud yakni yang masuk rute lintasan delegasi IMF-WB. Di sisi lain, dia memaparkan evaluasi kecelakaan lalu lintas semester I tahun 2018. Jumlahnya mencapai 1.089 kasus, dengan korban meninggal dunia 229 orang, luka berat 103 orang dan luka ringan 1.524 orang. Kerugian material mencapai Rp 3.017.960.000. ‘’Dibandingkan tahun 2017, jumlah korban meninggal turun 11 persen, luka berat naik 11 persen dan luka ringan naik 10 persen,’’ kata Sukasena. (kmb36)
Topik : Pemprov Siapkan Sanksi Penggunaan Bahan Berbahaya pada Makanan Bali Post/rah
EVALUASI - Ditlantas Polda Bali memaparkan evaluasi semester I tahun 2018 dan persiapan jelang pertemuan IMF-WB.
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Di Tingkat Kabupaten dan Kecamatan
PHDI dan MDP Tak Punya Kantor Denpasar (Bali Post) Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba mengkritik pemerintah lantaran membiarkan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Desa Pakraman (MDP) di tingkat kabupaten dan kecamatan tak memiliki kantor. Padahal kedua lembaga tersebut memberikan pelayanan kepada umat selama 24 jam. Tamba mendapati hal ini pada saat melakukan reses di Kecamatan Melaya, Jembrana, Kamis (23/8) kemarin. Menurutnya, Kecamatan Melaya memiliki 13 desa pakraman. Namun tak satupun ada kantor PHDI maupun MDP di kawasan Bali Post/ist setempat. ‘’Tidak ada kanNengah Tamba tor, bagaimana memberikan pelayanan kepada umat? Bersyukur mereka selama ini bekerja dengan tulus membina umat. Betul-betul ngayah, 24 jam mengabdi tanpa pamrih,’’ ujar politisi asal Jembrana ini. Tamba menyampaikan, pengurus PHDI dan MDP selama ini menjadikan rumah mereka sendiri menjadi kantor. Otomatis, segala biaya yang muncul juga ditanggung mereka sendiri. Padahal menurutnya, PHDI dan MDP harus memiliki kantor yang representatif untuk memberikan pelayanan bagi umat. Jika ada generasi muda yang ingin mempelajari Weda maupun agama Hindu secara lebih mendalam, kantor tersebut juga harus dilengkapi dengan perpustakaan. ‘’Mungkin di seluruh Bali kondisinya seperti ini. Majelis Madya, Majelis Alit, Parisada, semuanya tidak ada kantor. Misalnya ada pemuda Hindu dari Kalimantan mau belajar, mendalami administrasi, manajemen Hindu seperti apa, mau belajar ke mana mereka? Apa di bawah pohon kelapa dan tidak ada data yang mendukung?,’’ kata politisi Demokrat ini. Menurut Tamba, keberadaan kantor sangat tergantung kepekaan kepala daerah masing-masing. Mestinya ada anggaran yang dipasang di APBD untuk mendirikannya, dengan menyisir anggaran yang tidak berguna. ‘’Ini penting, karena inilah pondasi kita di Bali. Mau nanya Weda, sastra Bali, ya dari sini mengalir ilmu pengetahuannya. Kantor itu harus hidup sebagai bentuk eksistensi kita di Bali sebagai umat Hindu,’’ tegasnya. (kmb32)
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
BADUNG
3
Tunjangan Rumah Bupati Komit Ringankan Beban Masyarakat dan Entaskan Kemiskinan Ketua Dewan Terancam Dicabut Buka Porsenides Desa Sedang
Mangupura (Bali Post) –
Rencana pembangunan rumah dinas bagi Ketua DPRD Badung, dipastikan berdampak pada penghapusan tunjangan perumahan. Penghapusan tunjangan ini merupakan konsekuensi dari program tersebut. Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengaku mengikhlaskan tunjangan rumah yang selama ini diperoleh demi memudahkan memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Itu adalah amanat dari Permendagri dan PP, saya wajib mengikuti. Jadi tidak masalah (tunjangan dicabut – red),” ungkap Putu Parwata, saat dikonfirmasi, Kamis (23/8) kemarin. Politisi asal Dalung, Kuta Utara itu mengatakan, rumah dinas akan memudahkan menyerap aspirasi masyarakat. Karena itu, rumah jabatan Ketua Dewan ditempatkan tidak jauh dari rumah jabatan bupati untuk memudahkan koordinasi. “Saya berharap rumah jabatan nanti dapat menampung masyarakat, karena rumah jabatan itu fungsinya menerima masyarakat. Jadi minimal ada wantilan, sehingga masyarakat nyaman menyampaikan aspirasinya,” terangnya. Politisi PDI Perjuangan Badung itu menegaskan, rumah dinas bukan untuk bermewah-mewahan, melainkan memangkas birokrasi yang selama ini terhambat lantaran aspirasi masyarakat yang disampaikan ke dewan tidak dapat ditindaklanjuti dengan jajaran eksekutif. “Jadi satu jalur, setelah ke ketua dewan aspirasi masyarakat bisa langsung disampaikan ke bapak bupati, sehingga mempersingkat proses dari birokrasi. Hari apa pun
bisa masyarakat datang, karena ada protokoler yang menerima. Saya harapkan wakil dewan juga ada rumah jabatan,” tegasnya. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan, pembangunan rumah jabatan Ketua DPRD Badung saat baru penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang dik erjakan oleh Dinas PUPR Badung. Anggaran penyusunan DED tersebut dengan nilai Pagu Paket Rp 145.000.000,00 dan nilai HPS Rp 144.483.350,00. “Semua ini dalam rangka pelayanan atau kecepatan pelayanan dan untuk efektivitas kerja. Tapi jika Ketua Dewan memilih ingin memiliki rumah jabatan, berarti dewan itu sendiri tidak dapat tunjangan perumahan,” katanya. Berdasarkan Peraturan Bupati Badung Nomor 25 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Badung Nomor 56 Tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 5 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pada Pasal 7 a y a t (3) Besaran tun jangan perumahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagai berikut: Ketua DPRD sebesar Rp 45.000.000,00 (empat puluh lima juta rupiah) setiap bulan. (kmb27)
Jalan Uluwatu-Pecatu Sering Tergenang Air Mangupura (Bali Post) Jalur sepanjang jalan raya Uluwatu Ungasan dan Pecatu saat musim hujan sering tergenang air. Pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) mengusulkan penataan ke tim perencana. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Nyoman Yasmara, Kamis (23/8) kemarin mengatakan, di sepanjang jalur tersebut, saluran drainase memang kurang maksimal. Untuk itu, pihaknya sudah bersurat ke tim Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) untuk bisa dilakukan kajian. Kajian yang dimaksud terkait dengan saluran drainase dan juga saluran pembuangannya. “Terkait drainase masih dikaji dari tim perencana P2JN. Memang di daerah itu untuk saluran pembuangannya yang susah,”
ujarnya. Saat ini pihaknya masih meminta desain dari tim perencanaan. Pihaknya berharap ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat agar jalur menuju kawasan Uluwatu tidak kembali tergenang saat hujan. “Untuk jalur Uluwatu kita sudah bersurat. Kami masih menunggu desain dari P2JN. Kalau bisa tahun depan sudah direalisasikan,” ucapnya. Dikatakannya, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeliharan di beberapa titik jalan raya Uluwatu. Pemeliharaan dimaksud yaitu pembetonan di beberapa titik tanah yang tergerus air. Kondisi tergerusnya pinggiran aspal ini menurutnya karena kondisi kemiringan jalan di sana. “Ini merupakan proyek pemeliharaan. Tidak untuk keseluruhan ruas, namun hanya beberapa titik saja,” pungkasnya. (kmb23)
Bali Post/kmb23
PEKERJA - Sejumlah pekerja membersihkan tanah yang akan dibeton agar aspal jalan tidak tergerus air.
HADIRNYA pemerintah di tengah-tengah masyarakat sebagai komitmen untuk meringankan beban pribadi maupun komunal masyarakat, sehingga dana masyarakat dapat dikelola untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga serta mampu mengentaskan angka kemiskinan. Demikian disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat membuka Porsenides Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, sekaligus launching Maskot, Lagu, Tari dan Tabuh Desa Sedang di Lapangan Geso Desa Sedang, Selasa (21/8) lalu. Porsenides yang mengangkat tema “Melalui Porsenides kita tingkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat Desa Sedang”, juga dihadiri Ketua DPRD Badung diwakili I Nyoman Dirgayusa, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta, Camat Abiansemal I Gst. Ngr. Surya Jaya berserta Tripika Kecamatan dan tokoh masyarakat. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab Badung telah menetapkan lima prioritas program pembangunan yang merupakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan
tenaga kerja, seni, adat, agama dan budaya, pariwisata dengn dukungan infrastruktur. Untuk program di Desa, Bupati mengharapkan Desa memiliki BUMDes sebagai pemberdayaan potensi masyarakat. Desa agar membuat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) agar Desa tetap bersih. Giri Prasta mengharapkan November 2018, Desa di Kabupaten Badung telah mampu menerapkan informasi teknologi (IT) yang baik, karena Pemkab Badung November ini akan me-launching 52 aplikasi di Badung. “Badung Command Center telah beroperasi, mudah-mudahan dari ujung Selatan sampai ujung Utara Kabupaten Badung sudah pasti Wifi gratis,” katanya. Sementara berkaitan dengan pelaksanaan Porsenides agar mampu menghasilkan bibit-bibit atlet dan artis yang berkualitas, dengan tetap menjaga sportivitas serta masyarakat dapat bersatu. Sementara itu, Ketua Panitia I Made Rintig melaporkan, maksud dan tujuan Porsenides Desa Sedang untuk meningkatkan prestasi para olahragawan dan seniman, untuk mendapatkan bibit-bibit yang potensial, memberikan hiburan yang segar kepada masyarakat, sebagai tempat untuk temu kangen di antara masyara-
PORSENIDES - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat membuka Porsenides Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, sekaligu s launching Maskot, Lagu, Tari dan Tabuh Desa Sedang di Lapangan Geso Desa Sedang, Selasa (21/8) lalu. kat, mempererat tali persaudaraan di antara banjar, Club, Kelompok Seni, demikian juga dengan masyarakat luas, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Di samping itu, mendukung program Pemerintah Kabupaten Badung dalam bidang olahraga dan seni, memberikan ruang gerak yang
positif bagi masyarakat agar dapat menumbuhkan sikap sportivitas dan kreativitas agar masyarakat terjauhi dari sikap radikalisme, terhindar narkoba/narkotika serta mabuk-mabukan. Porsenides ini juga dalam rangka memeriahkan HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI. (ad1056)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
Parwata Terima Audiensi BPN Badung Pemprov Gelar Malam Penganugerahan Bali Mandara Parama Nugraha 2018
AUDIENSI - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Badung audiensi dengan jajaran pimpinan Dewan Badung, Kamis (23/8) kemarin. KETUA DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta, Kamis (23/8) kemarin menerima audiensi BPN Badung yang dipimpin Samsul Bahri. Dalam kesempatan tersebut, Samsul Bahri menyampaikan audiensi dilakukan dalam rangka pembangunan Zona Integritas untuk peningkatan pelayanan publik di Kantor Pertanahan Kabupaten Badung. ‘’Dalam rangka pelaksanaan komitmen tersebut, kami selalu siap menerima bimbingan dan arahan dari Bapak Ketua beserta jajaran guna mewujudkan kantor pertanahan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan
melayani,’’ ungkapnya. Upaya peningkatan pelayanan publik yang dimaksud, jelas Samsul Bahri, dilakukan BPN dengan melaksanakan pelayanan prima sepenuh hati kepada masyarakat sesuai ketentuan dan melaksanakan pelayanan dengan mengutamakan kepuasan masyarakat. ‘’Ketiga, melaksanakan pelayanan secara profesional tanpa adanya KKN maupun gratifikasi dalam bentuk apa pun,’’ paparnya. Hal tersebut, lanjutnya, sesuai amanat Peraturan Presiden RI No. 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi dan Peraturan Menteri PAN-RB No.
52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona lntegritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Pemerintah. ‘’Berterima kasih kepada Pemda Badung yang telah membantu dan mendukung secara penuh program kami. BPN Pusat bahkan mengapresiasi kearifan lokal di Badung,’’ ujarnya. Sementara itu, Parwata mengatakan, BPN dan Dewan merupakan lembaga yang sama-sama bersifat melayani masyarakat. ‘’Sebagai pelayan masyarakat kita harus sering-sering mau mendengar permasalahan-permasalahan masyarakat di lapangan,’’ kata Parwata. Pihaknya pun mengapresiasi BPN Badung yang telah melayani masyarakat dengan baik. Kinerja BPN dalam pelayanan kepada masyarakat, katanya, sudah sangat konkret. ‘’Pada prinsipnya pelayanan kepada masyarakat sudah bagus. Saya bangga, BPN Badung ini pelayanannya sudah sangat jauh meningkat. Eranya sekarang dengan dulu jauh berbeda,’’ katanya. Program PTSL yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sudah dijalankan dengan baik oleh BPN Badung. Dirinya juga mengingatkan agar BPN dapat menyelesaikan permasalahan di masyarakat terkait pertanahan. ‘’Jangan sampai terjadi polemik. Kepentingan masyarakat harus berjalan. Masyarakat yang belum paham harus diberikan penjelasan,’’ imbuhnya. (ad1058)
Yudisium Ke-11 PPs Unwar Sangat Istimewa
Lepas 94 Orang Calon Magister, 49 Orang Magister Kenotariatan Angkatan I
Yudisium - Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. melepas calon Magister pada acara Yudisium Ke-11 Periode Agustus 2018 PPs Unwar di Agung Room Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis (23/8) kemarin. MELEPAS sebanyak 94 orang calon Magister, Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) menggelar Upacara Yudisium ke-11 Periode Agustus Tahun 2018 di Agung Room Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis (23/8) kemarin. Calon wisudawan yang dilepas Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. berasal dari dari 5 prodi yang ada di PPs Unwar. Di antaranya 15 orang dari Prodi Magister Manajemen, 11 orang dari Prodi Magister Ilmu Hukum, 11 orang dari Prodi Magister Ilmu Linguistik, 8 orang dari Prodi Magister Administrasi Publik, dan 49 dari Prodi Magister Kenotariatan. Lulusan terbaik yudisium kali ini diraih oleh Ni Luh Supadmi Indrawati, S.H., M.Kn., IPK 3.96 dengan masa studi 1 tahun 6 bulan dari Prodi Magister Kenotariatan PPs Unwar. Hadir Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr.
Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. beserta jajaran, Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., beserta Wakil Rektor I, II, dan III, Sekretaris PPs Unwar, seluruh anggota Badan Perwakilan Program Pascasarjana (BPPs), para Dekan di lingkungan Unwar, para Ketua dan Sekretaris Prodi di lingkungan Program Pascasarjana Unwar, Ketua UPM Pascasarjana, Ketua Ikadewa Pascasarjana, para pejabat struktural dan dosen di lingkungan Program Pascasarjana, beserta undangan dari para yudisiawan/yudisiawati. Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. mengatakan, upacara yudisium ke-11 sangat istimewa, sebab PPs Unwar mampu melepas 94 orang calon Magister dari 5 prodi yang ada di PPs Unwar. Bahkan, Prodi Magister Kenotariatan angkatan pertama berhasil melepas lulusan paling banyak yaitu 49 orang. Ini
merupakan prestasi yang sangat gemilang, karena lulusan akan mempunyai gelar profesi Notaris. ‘’Ke depan kami akan terus berbenah diri untuk memperbaiki hal-hal yang masih dirasakan kurang. Khusus Program Studi MKn (Magister Kenotariatan - red) ini, karena di dalam rangka meraih profesi itu (notaries - red) kami akan memfasilitasi pengajuan mereka untuk mendapatkan profesi seorang notaris. Sehingga mereka bisa menjadi notaris yang profesional,’’ tandas Prof. Suranaya Pandit. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. berharap dari 94 orang calon Magister yang dilepas, lulusan PPs Unwar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan Bali dan pembangunan Nasional. ‘’Kami juga berharap para lulusan bisa menjadi media untuk menyosialisasikan PPs Unwar kepada masyarakat. Sehingga aksesbilitas PPs Unwar bisa lebih luas dikenal oleh masyarakat lokal, regional maupun nasional, bahkan internasional. Sehingga equitas yang penting maknanya dalam peningkatan akreditasi semakin bisa diperluas,’’ ujar Prof. Widjana. Oka Wisnumurti mengucapkan selamat kepada yudisiawan dan yudisiawati. Diharapkan para lulusan dapat meningkatkan kompetensi dan mampu mengaplikasikan spirit Sri Kesari Warmadewa yang dikemas menjadi nilai-nilai Sapta Bayu kehidupan di tengah-tengah masyarakat. ‘’Saya mempunyai keyakinan, apabila spirit Sri Kesari Warmadewa dan Sapta Bayu bisa diimplementasikan oleh para lulusan Universitas Warmadewa mereka akan dapat berkompetisi dan memiliki kompetensi sesuai dengan bidang ilmunya yang kemudian diabdikan kepada masyarakat, bangsa dan negara,’’ pungkas Wisnumurti. (ad1059)
Gerakan Perdamaian Dukung Eksistensi Daerah Pariwisata
GEMA PERDAMAIAN - Gubernur Made Mangku Pastika saat menerima Panitia Gema Perdamaian ke-16 tahun 2018, Kamis (23/8) kemarin. BERBAGAI kegiatan yang bertujuan untuk perdamaian berdampak baik terhadap pemulihan daerah pariwisata yang sempat terkena bencana. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima Panitia Gema Perdamaian ke-16 tahun 2018 di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Bali, Kamis (23/8) kemarin. Pastika mengatakan semua elemen masyarakat khususnya para pelaku ekonomi pariwisata sepatutnya bersyukur dengan adanya gerakan-gerakan yang mengingatkan
akan pentingnya perdamaian. ‘’Kita harus akui bahwa pesan-pesan perdamaian seperti ini membuat kepercayaan wisatawan meningkat, sehingga recovery lebih cepat seperti yang dulu terjadi pasca-Bom Bali,’’ kata Pastika. Di tengah runcingnya perbedaan, Pastika meyakini pesanpesan perdamaian perlu disampaikan, bahkan dengan cara yang paling sederhana namun secara tulus dari hati. ‘’Pesan perdamaian itu harusnya disampaikan setiap hari, karena perdamaian itu tujuan kita. Tidak ada yang menginginkan
permusuhan. Kalaupun terjadi perang, ujungnya pasti untuk perdamaian,’’ katanya. Pastika mengatakan sudah saatnya gema perdamaian terdengar secara nasional bahkan global. Itu sebabnya ia mengusulkan agar tokoh perdamaian dunia turut diundang dalam perhelatan ini. Apalagi, ia menambahkan, Bali sudah semakin dikenal sebagai pulau perdamaian. ‘’Di Universitas Udayana sudah ada Institute for Peace and Democracy yang menguatkan posisi kita sebagai pulau perdamaian dan demokrasi, (kawasan) GWK pun diharapkan jadi markas World Cultural Forum,’’ kata Pastika. Ketua Panitia Gema Perdamaian ke-16 Kadek Adnyana mengatakan, Gema Perdamaian tahun 2018 ini akan dimeriahkan berbagai lomba seperti duta perdamaian, short movie, blog dan lomba berbasis digital lainnya. ‘’Kami harapkan nantinya ada duta perdamaian yang bisa menyebarkan pesan-pesan kedamaian ke dunia dari Bali,’’ kata Adnyana yang didampingi Steering Committee dan panitia lainnya. Acara tahun ini juga akan dimeriahkan sarasehan damai bersama para pengusaha di Bali dan puncaknya adalah kegiatan doa bersama tanggal 6 Oktober 2018 di Monumen Bajra Sandi, Denpasar. (ad1063)
MENANDAI momentum satu dasawarsa pelaksanaan Program Bali Mandara di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Pemprov akan menggelar acara Malam Penganugerahan Bali Mandara Parama Nugraha (BMPN) Tahun 2018. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam keterangan persnya, Kamis (23/8) kemarin menginformasikan, malam penganugerahan BMPN tahun 2018 akan dilaksanakan di Panggung Terbuka Arda Chandra, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (28/8) mulai pukul 18.30 Wita. Dewa Mahendra mengundang masyarakat umum untuk hadir menyaksikan acara yang akan dimeriahkan pementasan sendratari kolosal dengan lakon ‘’Parikesit Cakraninggrat’’ garapan Sanggar Paripurna Bona Gianyar pimpinan I Made Sidia. Penonton yang hadir juga akan memperoleh satu kupon doorprize dengan hadiah utama berupa dua buah sepeda motor dan hadiah menarik lainnya seperti 5 buah sepeda gunung, 4 buah LED TV, 1 buah handphone, kompor, microwave, voucher menginap di hotel bintang lima, suvenir dan beberapa goody bag. Lebih jauh Dewa Mahendra menerangkan, BMPN merupakan event tahunan yang digelar sejak tahun 2014. Menurutnya, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemprov Bali terhadap tokoh masyarakat yang memberi sumbangsih nyata melalui bidang tugas dan keahlian masing-masing dalam mengakselerasi program Bali Mandara. Sejak 2014 hingga 2017, setiap tahunnya Pemprov Bali memberikan penghargaan kepada lima tokoh. Namun tahun ini BMPN diberikan kepada enam orang penerima. Mereka terdiri dari tokoh seni, budaya, pertanian, media dan pers serta astronomi. Dewa Mahendra menambahkan, penerima BMPN dilakukan melalui seleksi yang ketat oleh tim yang melibatkan Kelompok Ahli Pemprov Bali. Tahun ini, ujar Dewa Mahendra, tim seleksi menerima lebih dari 30 nama nominator yang diusulkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Bali. ‘’Selain itu, kami juga menerima usulan nama dari masyarakat,’’ imbuhnya. Salah satu kriteria yang harus dipenuhi penerima BMPN adalah konsistensi pengabdian pada bidang tertentu demi kemajuan masyarakat dan daerah Bali minimal dalam lima tahun terakhir dan dilakukan
I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. secara terus-menerus. Kriteria lainnya, telah menunjukkan prestasi pengabdian yang diakui masyarakat sekitar, pemerintah dan dunia internasional serta menghasilkan karya inovatif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pelaksanaan BMPN kali ini terbilang istimewa karena sekaligus menjadi momentum berakhirnya masa kepemimpinan Gubernur Made Mangku Pastika. Menandai momen istimewa ini, pada malam penganugerahan BMPN 2018, Pemprov akan meluncurkan buku ‘’26 Tokoh Penerima Bali Mandara Parama Nugraha’’, yang mengulas prestasi para tokoh penerima BMPN dari tahun 2014 hingga 2018. BMPN Tahun 2018 mengusung tema ‘’Melalui Penghargaan BMPN Kita Tingkatkan Pengamalan Nilai-nilai Pancasila untuk Mewujudkan Masyarakat yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera’’. Bagi masyarakat yang tak bisa hadir secara langsung, dapat menyaksikan siaran langsung melalui RRI Denpasar, TVRI Bali yang direlay Bali TV dan live streaming di www.birohumas.baliprov.go.id. (ad1062)
PKKMB AFS Denpasar Diikuti 156 Peserta
Segera Jadi Fakultas Farmasi Bergabung dengan Unmas SEBANYAK 156 mahasiswa baru Akademi Farmasi Saraswati (AFS) Denpasar sejak Kamis (23/8) kemarin mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). PKKMB dijalankan di bawah koordinasi BEM AFS dibuka Kepala L2Dikti Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa didampingi Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Direktur Akademi Farmasi Saraswati Denpasar dan Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed.Apt. ditandai penyematan atribut peserta. PKKMB, menurut Ketua Panitia yang juga Pudir III Dr. P. Santoso S.Si., M.Biomed.Apt. diisi wawasan kebangsaan, informasi dunia kerja, pendidikan tinggi, informasi akademik, layanan administrasi dan kemahasiswaan, etika dan tata krama dan bakti sosial. PKKMB ditutup 25 Agustus besok, bertemakan ‘’Mempersiapkan Diri di Era Industri 4.0’’. Direktur AFS Denpasar Made Agus Sunadi Putra mengungkapkan, mahasiswa baru AFS Denpasar terpilih dari 250 peserta seleksi lewat jalur prestasi, bakat dan minat serta jalur tes tulis. Dia berterima kasih masyarakat mempercayakan AFS sebagai tempat studi lanjut. Untuk itu, katanya, AFS terus berkomitmen memberi jaminan mutu kepada masyarakat. ‘’Tak salah pilihan mahasiswa karena AFS satu-satunya D-3 Farmasi di Bali yang terakreditasi B,’’ tegasnya. Made Agus Sunadi Putra didampingi Pudir I I Putu Era Sandhi Kusumayuda, S.Farm., M.Phil.Apt.,
PKKMB - Kepala L2Dikti Nengah Dasi Astawa didampingi Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Bagus Ketut Lodji, Direktur AFS Made Agus Sunadi Putra dan P. Santoso saat membuka PKKMB AFS Denpasar. Pudir II Ni Nyoman Wahyu Udayani, S.Farm., M.Si.Apt., Biomed.Apt. mengungkapkan masa tunggu lulusannya adalah nol bulan alias banyak dunia kerja yang justru ngantre melamar lulusan AFS. Mahasiswa AFS juga diarahkan menciptakan lapangan kerja. Buktinya banyak mahasiswa memenangkan dana hibah Dikti sebagai wirausaha muda. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. menilai mahasiswa baru sangat tepat memilih AFS Denpasar karena mutu dan visinya mencetak lulusan yang cerdas dan berkarakter. AFS sangat laris di masyarakat karena lulusannya menjadi rebutan dunia kerja dan bisa melanjutkan ke S-1 Farmasi. Bagus Ketut Lodji menegaskan,
AFS bersama STIBA Saraswati segera menjadi fakultas bergabung dengan Unmas. Dengan bergabungnya tiga perguruan tinggi Yayasan Saraswatindi Unmas banyak hal diuntungkan. Di antaranya dipermudah oleh Dikti dalam pembukaan prodi baru dan peningkatan status. Kedua, memenuhi asas minimal setiap kampus pada 2019 berdiri di atas lahan 1 hektar dan pengembangan institusi. Sementara itu, Kepala L2Dikti Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa menyampaikan kebanggaannya lulusan SMA dan SMK memilih AFS Denpasar dan harus disyukuri karena tak semua orang bisa diterima di AFS. Untuk itu dia minta jalani PKKMB dengan baik guna menjadi orang sukses. (ad1060)
Meriahkan HUT Ke-73 RI, Foto Selfie di AHASS Bali Dapat Hadiah Menarik
KESEMPATAN menarik bagi konsumen yang memiliki hobi mendokumentasikan setiap kegiatannya atau yang suka selfie maupun wefie, kini selama periode 14-31 Agustus 2018 Astra Motor bersama dengan jaringan AHASS Bali menggelar program kontes Foto Selfie di AHASS Bali. Program yang bertemakan ‘’Senyum AHASS Untuk Indonesia’’ berlaku untuk konsumen yang mengunjungi bengkel resmi Honda seluruh Bali, untuk melakukan service motornya. Cukup dengan mengupload momen saat konsumen di AHASS, serta menyertakan caption sekreatif mungkin sesuai tema, ditambahkan dengan ‘’Ayo Service ke AHASS’’ dan mencantumkan nama lokasi service AHASS. Untuk memudahkan pencarian hasil upload, konsumen wajib menyertakan #SenyumAHASS, #73ThnIndonesia, #AyokeAHASS, #HondaFansBali dan dengan me-mention minimal 3 orang teman di instagram yang tidak boleh terkunci. Setiap peserta hanya berkesempatan menjadi pemenang satu kali. Pengumuman pemenang akan diinformasikan pada tanggal 2 September 2018 di akun @hondafansbali dan
akan dihubungi maksimal 7 hari setelah deadline upload foto. Penilaian didasarkan pada konsep foto (perpaduan gambar dan kesesuaian caption dengan tema). Manager Technical Service Astra Motor Bali Anton Prihatno mengatakan, program ini sebagai bentuk apresiasi untuk konsumen yang telah melakukan service di bengkel resmi Honda, dan memastikan sepeda motornya selalu dalam keadaan prima sehingga selalu aman saat dikendarai. ‘’Kami ingin mengajak konsumen yang memiliki hobi ber-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
foto untuk ikut program ini, siapa tahu berkesempatan untuk mendapatkan hadiah menarik. Tujuan dari program ini adalah semakin meningkatkan aktivitas keterlibatan konsumen di jaringan AHASS dan konsumen Satu Hati selalu setia bersama Honda,’’ ungkapnya. Puluhan hadiah menarik disediakan, di antaranya jaket exlusive, T-shirt dan hadiah menarik lainnya. ‘’Ayo segera datang ke AHASS dan abadikan momen saat di AHASS serta menangkan hadiah menarik persembahan dari Honda,’’ tutup Anton. (bns3)
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
info seremonial
Paguyuban Pasundan Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa di Lombok
BENCANA gempa bumi yang melanda Lombok mengundang kepedulian banyak pihak. Tak terkecuali Pengurus Pusat Paguyuban Pasundan. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, organisasi budaya ini menyalurkan ratusan paket bantuan, yang dikoordinir Paguyuban Pasundan Wilayah Provinsi Bali. Penyerahan bantuan sekaligus melepas dua armada truk yang akan mengangkut bantuan langsung ke Lombok, dilakukan di Sekretariat Paguyuban Pasundan Bali di Kuta, Kamis (23/8) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Ketua Paguyuban Pasundan Bali Kang Jaka didampingi pengurus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan Paguyuban Pasundan NTB Drs. Didik Kusnandika, M.M. selaku sekretaris dan Drs. Rony Agustian Fareki, pengurus bidang organisasi. Penyerahan juga dihadiri Pembina Paguyuban Pasundan Bali A.A. Bagus Ngurah Agung, S.H., M.M. dan AKBP Agus Sugianto. Kang Jaka menjelaskan, sebelumnya Paguyuban Pasundan Bali sudah mengirimkan bantuan ambulans. Sedangkan pengiriman paket bantuan kali ini diprakarsai pengurus pusat di bawah pimpinan Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si. Pengelolaan dan pengiriman bantuan dipercayakan kepada pengurus di Bali. ‘’Total terdapat 700 paket bantuan senilai sekitar
Rp 300 juta ditambah tiga paket obat-obatan untuk anak-anak, bantuan tunai Rp 5 juta untuk masjid, yang akan dibagikan kepada masyarakat korban gempa di empat wilayah. Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Utara masing-masing 200 paket, dan Lombok Tengah sesuai permintaan, 100 paket,’’ jelas Kang Jaka. Adapun paket bantuan yang diserahkan untuk satu KK meliputi terpal, alas tidur, lampu senter dan baterai, satu set ember dan gayung, sandal jepit, sarung laki-laki dan sarung perempuan, selimut kain, aneka biskuit, ikan asin, kopi dan mi instan. Menurut Didik Kusnandika yang juga merupakan pegawai Dinas Sosial, bantuan langsung dikirim ke Lombok melalui Pelabuhan Padangbai. Sesampainya di Lombok, bantuan akan diturunkan terlebih dahulu di Posko Pusat Bantuan, selanjutnya diangkut dengan
kendaraan yang lebih kecil ke empat titik di Lombok Timur, Barat, Tengah, dan Utara. ‘’Kalau tidak Jumat pagi, Kamis tengah malam bantuan diperkirakan sudah sampai di Lombok. Rencananya Senin akan dikirim ke masing-masing tujuan,’’ jelas Didik. Sementara itu, Rony Agustian yang bekerja di Satpol PP Provinsi NTB menambahkan, pengiriman bantuan akan diatur sedemikian rupa dengan bantuan pengawalan dari pihak keamanan dan pihak terkait lain. ‘’Jadi diharapkan bantuan bisa sampai dengan aman dan tepat sasaran,’’ ujarnya. Ditambahkan, meskipun bantuan diberikan oleh Payuban Pasundan, namun peruntukannya untuk semua korban. ‘’Bantuan untuk semuanya, namanya bencana, kita bantu siapa saja yang menjadi korban,’’ demikian Rony. (ad1057)
Tim GRSSI-B Provinsi Bali Apresiasi Program ”Japri Si Ibu’’ RSUD Wangaya TIM Penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) Provinsi Bali menilai Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Kamis (23/8) kemarin. Sebelum menilai, Tim Penilai disambut hangat Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara dan Dirut RSUD Wangaya dr. Setyawati Hartawan. Program Inovasi RSUD Wangaya yakni Japri Si Ibu atau Jalur Prioritas Ibu dan Bayi dalam kesempatan tersebut mendapatkan apresiasi dari tim penilai. Dengan adanya program tersebut pasien dapat mempersingkat waktu antrean. Yang mana dulunya bisa menunggu 48 hingga 70 menit setelah diterapkan inovasi Japri Si Ibu dan Bayi hanya membutuhkan waktu 15 menit saja. Dalam kesempatan itu, Rai Iswara mengatakan, pemerintahan yang baik harus melakukan sinergi dengan pemerintah, swasta dan lembaga sosial masyarakat dalam bidang kesehatan. ‘’Oleh sebab itu Wali Kota Rai Mantra selalu berpesan agar membangun sinergi ini untuk membangun tiga bidang bangunan mendasar yakni pendidikan, infrastruktur dan kesehatan,’’ ungkapnya.
Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar
Dukung Pelestarian Legong Klasik dan Perkuat Peneliti Muda
SEKOLAH di bawah naungan Yayasan PR Pusat Saraswati Denpasar banyak mengambil peran penting dalam pembangunan SDM Bali, baik lewat agenda seni maupun di akademik. Belum lama ini siswa SD Saraswati 1 Denpasar berhasil mementaskan sejumlah tari Legong klasik, sementara siswa SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar menjadi duta Bali di lomba penelitian tingkat nasional. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Kamis (23/8) kemarin, mendukung semua upaya SD Saraswati 1 Denpasar melestarikan seni budaya klasik berupa tari Legong. Pelestarian seni ini wajib dilakukan anak muda Bali agar tak sampai punah. Dengan seni, katanya, memperkuat pendidikan karakter anak bangsa. Untuk itu yayasan akan terbuka menerima tawaran pentas seni untuk mengisi acara di Bali. Bagus Ketut Lodji yang sedang menguatkan karakter ‘’Wirang dengan Saraswati’’ ini juga memuji siswa SMP (SLUB) Saraswati mampu menembus final OPSI (Olimpiade Penelitian Seluruh Indonesia) yang dulu bernama LPSN ke tingkat Nasional. Dia ingin terus memperkuat budaya meneliti bagi peneliti muda di lingkungan Saraswati. Sebab, SMP Saraswati 1 Denpasar sudah memiliki budaya mutu, SDM guru terbaik dan fasilitas terbaik meng-
LEPAS - Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Bagus Ketut Lodji bersama pengurus saat melepas siswa SLUB Saraswati ke OPSI tingkat Nasional. ingat animo masyarakat sangat tinggi di PPDB 2018. Legong Bapang Kepala SD Saraswati 1 Denpasar Ni Made Kuaci Sukerti, S.Pd. mengungkapkan siswanya ikut melakukan pelestarian tari klasik Legong Bapang, Legong Lasem
dan Legong Raja Cina. Semua tari ini dipentaskan Selasa (21/8) lalu mengisi acara hiburan HUT Pemprov Bali di Taman Budaya. Tari Legong Bapang akan dijadikan ikon SD Saraswati 1 Denpasar. Kuaci Sukerti menambahkan, siswanya juga meraih perunggu di Olimpiade Matematika Sains tingkat Nasional, juara I Siswa Berprestasi Putri se- Kota Denpasar 2018. Siswanya juga juara di Olimpiade IPA dan Bahasa Inggris di Spentri. Di nonakademik meraih juara II melukis, juara II tari Wiranata dan juara umum MB tingkat Nasional di Jember. Sementara itu, Kepala SMP Saraswati 1 Denpasar Dra. A.A. Adnyani, M.M. mengungkapkan siswanya langganan juara penelitian di Bali dan tingkat nasional. Tahun ini tiga siswanya yakni I Made Gantana, I Ketut Rama Adi Widhiarta dan Made Izzy Prema Dharma menjadi duta Bali di OPSI tingkat Nasional. Sekalipun gagal membawa medali, anak-anak SLUB Saraswati tampil percaya diri memaparkan penelitian berjudul ‘’Potensi Penggunaan Bahan Plastik dan Paranet dalam Desain Alat Permanen Embun di Kawasan Kintamani’’. SLUB Saraswati 1 Denpasar juga menyelenggarakan PBM bilingual -- Indonesia dan Inggris -- sejak 2006. Anak-anak kelas unggulan ini terbukti banyak menorehkan prestasi di LKT tingkat nasional dan internasional. (bns1)
Rayakan HUT Ke-28, SCTV Siaran Live 28 Jam Nonstop
Sinetron Unggulan, Pertandingan Asian Games 2018 hingga Puncak Perayaan HUT
MENYAMBUT HUT ke-28, SCTV mempertahankan tradisinya menggelar rangkaian siaran live nonstop. Terhitung mulai hari Kamis (23/8) pukul 20.30 WIB, SCTV akan hadir secara live selama 28 jam dengan menayangkan sinetron ‘’Anak Langit’’ dan dilanjutkan dengan sinetron ‘’Orang Ketiga’’ pukul 22.00 WIB dengan format yang berbeda dari sebelumnya. Jelang pergantian hari, sebuah sajian istimewa yaitu ‘’Magic 28’’ akan mengudara pukul 23.45 WIB dengan menampilkan aksi-aksi sulap dari pesulap kenamaan tanah air di antaranya Demian Aditya, Rommy Rafael, dan Joe Shandy. Program ‘’Gelora Asian Games 2018’’ akan melengkapi rangkaian siaran live pada pukul 01.30 WIB sampai dengan tayangnya ‘’Munajat 28’’ yang hadir pukul 03.00 WIB. Hadirnya Ustad Solmed, Ustad Hanan Attaki, Ustad Subki, Il & Al Aksi Asia, serta Dude Harlino yang tampil sebagai host akan memanjatkan ungkapan syukur atas karunia Illahi yang menyertai SCTV 28 tahun perjalanan hadir di tengah-tengah pemirsa Indonesia. Program berita ‘’Liputan6 Pagi’’ melanjutkan siaran live dan tampil lebih istimewa sambut HUT ke-28 SCTV di jam 05.00 WIB yang kemudian disambung dengan program ‘’Semangat Indonesia’’ pukul 06.00 WIB. Menyemarakkan pagi hari, Setia Band dan Five Minutes akan menghibur lewat program musik ‘’Hitstory’’ pukul 06.30 WIB di 24 Agustus 2018. Program signature unggulan SCTV yakni Film Televisi (FTV) Pagi juga akan hadir secara live di jam 10.00 WIB dengan judul ‘’Babe Angel’s 28 Cinta’’, dilanjutkan pro-
gram berita ‘’Liputan6 Siang’’. Sebagai Official Broadcaster Asian Games 2018, SCTV akan menayangkan ‘’Gelora Asian Games’’ pukul 12.30 WIB menyiarkan pertandingan live dari berbagai arena. Pertandingan sepak bola di mana Timnas U-23 Indonesia melawan United Arab Emirates, live pukul 16.00 WIB. David Suwarto selaku Deputy Director Programming SCTV mengungkapkan bahwa selama ini SCTV selalu menjaga komitmennya untuk tetap menjadi TV No. 1 di benak pemirsa melalui tagline-nya ‘’Satu Untuk Semua’’. Ragam sajian program terbaru senantiasa dihadirkan SCTV mulai dari drama, reality show, musik,
sports, news hingga menghadirkan film layar lebar terbaru di layar kaca untuk dapat terus dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan. ‘’Malam Puncak HUT Ke-28 SCTV Satu Untuk Semua’’ berlangsung Jumat, (24/8) pukul 18.45 WIB. Persembahan spektakuler variety show dengan tata panggung yang megah akan ditampilkan langsung dari Indonesia Convention Exhibition Hall 1 & 2 – BSD City dengan tema ‘’Bangga Berkarya Untuk Indonesia’’. Alunan musik yang terkonsep dan tertata dengan apik akan dihadirkan oleh Erwin Gutawa Orchestra. Sejumlah musisi, aktor, aktris, hingga magician tampil, di antaranya Iwan
5
Fals, Agnez Mo, Afgan, Isyana Sarasvati, Syahrini, Rizky Febian, Anji, Armada, Virgoun & Last Child, Kotak, Zaskia Gotik, Via Vallen, Dewi Perssik, Siti Badriah, Demian, Cast Sinetron ‘’Anak Langit’’, ‘’Orang Ketiga’’, ‘’Siapa Takut Jatuh Cinta’’ dan ‘’Malaikat Cinta’’, serta sederet bintang kenamaan lainnya. Andhika Pratama, Astrid Tiar, Mischa Chandrawinata, dan Marcel Chandrawinata akan memandu jalannya acara. Saksikan keseruan rangkaian siaran live SCTV selama 28 jam nonstop dengan persembahan pamungkas yaitu Malam Puncak HUT ke-28 SCTV hari Jumat, 24 Agustus 2018 pukul 18.45 WIB Live, hanya di SCTV Satu untuk Semua! (bns2)
BERSAMA - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara foto bersama dengan Ketua Rombongan Tim Penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) Provinsi Bali sekaligus Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. Kadek Iwan Darmawan, MPH., Wakil Ketua PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Dirut RSUD Wangaya dr. Setyawati Hartawan dan Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini. Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan, RSUD Wangaya selama ini selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam pelayanan kesehatan, begitu pula dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi. Menurut Rai Iswara, RSUD Wangaya juga mendukung tujuan MDG’s (Millenium Development Goals) 2015 untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Dengan penilaian ini, Rai Iswara berharap agar
tim memberikan motivasi dan pembinaan agar terus berinovasi demi memberikan pelayanan yang terbaik. Sementara itu, Ketua Rombongan Tim Penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi Provinsi Bali sekaligus Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. Kadek Iwan Darmawan, MPH. mengatakan, kriteria dalam penilaian ini ada sepuluh
langkah. Yakni komitmen kebijakan direktur, dokter spesialisnya, staf fungsional yang ada dan peralatan, sistem serta pelaksanaan pelayanan ibu dan bayinya. ‘’Tujuan dari lomba ini adalah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Karena program kita adalah ibu selamat bayi sehat dan cerdas,’’ ujarnya. Menurut Iwan Darmawan, terkait dengan pelayanan di RSUD Wangaya sudah bagus karena bisa mempersingkat waktu tunggu pasien dari 70 menit menjadi 15 menit saja karena menggunakan program Japri Si Ibu. Dirut RSUD Wangaya dr. Setyawati Hartawan berharap melalui inovasi Japri Si Ibu ini mampu memberikan manfaat, maka ibu-ibu dan bayi yang baru lahir mendapat pioritas atau diutamakan dalam antrean maupun pelayanan saat ada di RSUD Wangaya. Ia juga mengoptimalkan untuk membantu para ibu untuk bisa memaksimalkan memberikan ASI. Maka dari itu pihaknya menyediakan klinik lakstasi, dan disiapkan motivator bagaimana menyusui yang baik untuk bayi. ‘’Kami mempersiapkan bukan karena penilaian namun kami mempunyai keharusan segala sesuatu untuk mendukung penurunan angka kematian ibu maupun bayi,’’ ungkapnya. (ad1061)
Kembalikan Taksu Joged
LP2MPP ISI Denpasar Rekonstruksi Joged Pingitan REKONSTRUKSI joged pingitan di Pura Taman Limut, Pengosekan, Ubud, Gianyar telah sampai pada puncak acara, yakni pementasan hasil bersamaan piodalan pura setempat, Kamis (23/8) kemarin. Rekonstruksi yang berlangsung selama tiga bulan oleh tim rekonstruksi Lembaga Penelitian, Pengabdian, dan Pengembangan Pendidikan Institut Seni Indonesia (LP2MPP ISI) Denpasar ini berhasil menghidupkan kembali tiga tema, yaitu Bapang, Lasem, dan Calonarang. Menurut Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M.Hum., rekonstruksi merupakan upaya sistematis menghidupkan kembali kesenian langka. Upaya ini secara konsisten dilakukan setiap tahun oleh ISI Denpasar dalam dua skema, yaitu seni rupa dan seni pertunjukan. ‘’Rekonstruksi menjadi kegiatan unggulan pengabdian masyakarat ISI Denpasar yang tiap tahun bergulir di dua kabupaten. Secara terencana kegiatan ini telah berjalan sejak ISI berdiri dan intensif terprogram sejak 10 tahun terakhir,’’ terang guru besar bidang seni dan budaya ini. Koordinator Pusat Pengabdian Masyarakat LP2MPP ISI Denpasar Dr. I Ketut Muka menambahkan, untuk tahun 2018 rekonstruksi seni pertunjukan dilakukan di Pura Taman Limut, Pengosekan, Ubud menghidupkan kembali joged pingitan. ‘’Kami menggandeng dua narasumber lokal yakni Nyoman Warsa dan Dewa Putra, bersama empat instruktur yang merupakan dosen karawitan dan tari yakni I Nyoman Windha, MFA., I Ketut Parta, M.Si., Ni Nyoman Kasih, M.Sn. dan I Gusti Ngurah Sueka, M.Si.
REKONSTRUKSI - Acara penutupan Rekonstruksi Joged Pingitan Br. Pengosekan Desa Mas, Ubud, Gianyar oleh LP2MPP ISI Denpasar tahun 2018. Mereka melakukan riset pendahuluan, kemudian merekonstruksi tiga tema joged pingitan khas Pengosekan, yaitu Bapang, Lasem, dan Calonarang. Rekonstruksi ini melibatkan 19 penabuh, dan 15 penari,’’ jelas doktor kajian budaya tersebut. Rekonstruksi telah dimulai sejak 11 Mei 2018 lalu dan dilakukan selama 17 kali pertemuan selama tiga jam dua kali seminggu. Ketua LP2MPP ISI Denpasar Dr. I Wayan Kun Adnyana menjelaskan, pemilihan rekonstruksi joged pingitan dilakukan untuk menjaga taksu langgam joged sakral yang berhubungan dengan kegiatan ritual suci. ‘’Joged pingitan Oura Taman Limut keberadaannya sangat berhubungan dengan rangkaian piodalan pura setempat. Cuma kelangsungannya terkendala regenerasi penari dan penabuh. LP2MPP ISI Denpasar melalui pusat pengabdian berinisiatif untuk menghidupkan kembali pakem joged yang sebelumnya pernah ada, dengan meng-
gali sumber-sumber lisan para narasumber. Pada konteks makro perkembangan joged, rekonstruksi ini sebagai sandingan dan jawaban bahwa joged tidak selamanya sekuler dan cenderung diremehkan sebagai pertunjukan seronok,’’ papar Wayan Kun Adnyana. Klian Pura Taman Limut, Pengosekan I Nyoman Narda mengucapkan terima kasih kepada LP2MPP ISI Denpasar atas terselenggaranya kegiatan rekonstruksi joged pingitan ini. Pihaknya berkomitmen akan menjaga kelestarian seni pertunjukan sakral tersebut untuk menjadi bagian utuh dari rangkaian kegiatan ritual di Pura Taman Limut. Selain rekonstruksi seni pertunjukan joged, LP2MPP ISI Denpasar juga melakukan rekonstruksi bidang seni rupa yang berupa rekonstruksi seni lukis dulang. Rekonstruksi seni rupa ini dilangsungkan di Desa Kedui, Tembuku, Bangli yang juga dilangsungkan selama tiga bulan. (ad1055)
OPINI
6
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mengelola Kearifan demi Bangsa MERAKYAT dan sederhana. Pandangan ini mungkin menjadi pemahaman umum sebagian besar warga negara ini terhadap cara Presiden Joko Widodo mengelola kekuasaannya. Pola pemerintahannya pun bisa diikuti dan publik memahaminya dengan mudah. Yang pasti, cara-cara pemerintah selama ini menjabarkan pemerintahannya juga masih sejalan dengan aspirasi publik. Bagi kita saat ini tentu tak perlu lagi berdebat tentang untuk apa kemeriahan pembukaan Asian Games. Ini justru merupakan hal yang patut kita banggakan, terlepas dari kepentingan politik atau martabat sebuah bangsa. Apa yang disajikan anak negeri ini di hadapan 45 negara peserta patut kita apresiasi. Negeri ini telah menunjukkan jati dirinya, bahwa keberagaman di negeri ini telah menjadi kekuatan dan pesona khusus. Negeri ini memiliki kekuatan yang mahahebat untuk dipresentasikan sebagai spirit bagi Asia. Sebagian besar rakyat negeri ini tentu merasa bangga ketika pemerintahnya mampu menjadi tuan rumah yang baik pada gelaran ini. Hal lain yang patut diapresiasi dari pesta pembukaan ini adalah pemberdayaan anak negeri. Anak negeri dengan segala potensi, prestasi, dan kecakapan personalnya telah berpartisipasi langsung menjaga citra bangsa. Kita tentu tak boleh mengabaikan peran serta mereka dalam pesta ini hanya gara-gara kepentingan tentatif apalagi hanya bermuara pada kepentingan politik. Yang jelas, pemerintah telah memfisualisasikan Indonesia dengan amat cerdas dan membanggakan. Terlepas dari penilaian yang beda terhadap cara pemerintah mengelola pembukaan Asian Games, kita sebagai bagain dari ini tentu harus mendukung pemerintah sebagai tuan rumah. Seluruh rakyat harus mendukung event olahraga empat tahunan ini supaya berlangsung lancar dan sukses. Harapan kita tentu bukan sekadar prestasi, tapi pesta ini juga benar-benar menjadi milik publik. Asian Games haruslah menjadi milik rakyat, bukan hanya milik para atlet. Ajang olahraga yang mempertandingkan 41 cabang olahraga ini berdampak langsung atau tidak langsung kepada citra pemerintahan itu adalah masalah lain. Adalah wajar mendapat pujian dan dukungan jika pemerintah memang bisa menjabarkan perannya dalam hal ini. Yang kita pahami tentu tak semua kegiatan yang kini dilakukan oleh pemerintahan Jokowi adalah pencitraan atau bermuatan politik. Apa yang disajikan dalam pesta pembukaan cenderung dan dominan sebagai bentuk ekspresi anak negeri atas kebanggaannya bisa menjadi tuan rumah. Sekali lagi, kita harus lapang dada mengakui kinerja pemerintah dalam hal ini tergolong terencana dan sukses. Efek dari gelaran ini tentu bukan hanya prestasi. Secara tak langsung, negeri ini juga telah melakukan promosi pariwisata Indonesia, khususnya Jakarta, Palembang, dan kota-kota lain yang menjadi tuan rumah pesta olahraga ini. Keuntungan ekonomis lainnya juga tentu bisa kita nikmati bersama. Yang jelas, hiburan dan prestasi serta peluang ekonomi menjadi hal yang kita nikmati atas gelaran ini. Sukses Asian Games tentu akan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, utamanya di negara-negara Asia. Selain itu, harapan kita para atlet nasional untuk memberikan hasil terbaik. Untuk itu, mari kita berpikir arif dan bijak menyikapi pesta ini. Jangan semua hal dikaitkan dengan kepentingan politik. Elemen bangsa ini haruslah mengelola kearifan anak negeri untuk menjaga martabat bangsa. Maka dari itu, marilah kita dukung pemerintah untuk bisa menjabarkan peran dan tugasnya menjadi tuan rumah yang baik. Ini penting dilakukan agar negeri ini bisa diingat dan berkesan bagi kontingen negara sahabat yang hadir pada ajang olahraga ini.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Jadilah Politisi Bijak Belakangan ini, saya sering membaca dan mendengar, apa pun yang dilakukan pemerintah terus disalahkan. Yang bicara justru para politisi yang mungkin tak ada di barisan pemerintah. Sebagai rakyat biasa, saya sebenarnya tak tertarik menyimak hal ini. Namun, karena terlalu sering mencari-cari kesalahan orang, rasanya perlu juga rakyat bicara. Sebagai warga negara, sampai saat ini, saya masih merasa nyaman hidup di negeri ini. Presiden saya pikir telah melakukan tugasnya dengan baik tidak mengada-ada. Sampai saat ini, kami merasa memiliki presiden. Saat gempa Lombok Presiden ada di Lombok. Ini menurut saya hal yang benar dan wajar. Sebagai pemimpin bangsa ini, saya rasa Presiden dan jajarannya sudah melakukan kewajibannya sesuai harapan rakyat. Tentu apa yang dilakukan lima tahun pertama ini tidak bisa memuaskan semua pihak. Pasti ada pihak yang merasa lebih pintar atau merasa lebih mampu menjadi presiden. Tapi, semua itu harus dibuktikan. Untuk itulah marilah kita bicara dengan kata-kata yang bijak untuk menjaga keharmonisan bangsa. Beda pendapat tentu boleh saja, tapi etika dan kesantunan tetap harus menjadi identitas politisi. Mari menjaga bangsa ini bersama-sama, masalah kepercayaan publik kepada calon presiden tentu tak bisa dengan melempar wacana negatif, kita tetap harus sportif. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Atraksi Jokowi dalam Pembukaan Asian Games Pembukaan Asian Games yang baru lewat telah memberikan kekaguman kepada masyarakat Indonesia. Kekaguman ini sekaligus memberikan rasa bangga kepada masyarakat karena ternyata manajerial anak bangsa mampu menyuguhkan atraksi menarik bagi seluruh dunia. Tari Saman asal Aceh yang disuguhkan pada acara pembuka, luar biasa memberikan kemeriahan suasana. Tetapi di tengah demikian banyaknya yang berdecak bangga dengan penampilan para artis, ada juga yang bersuara sinis, terutama dengan penampilan “Presiden Joko Widodo” yang mengendarai sepeda motor sebagai adegan drama dalam pembukaan acara. Ada yang menyebutkan bahwa itu merupakan pembohongan publik karena presiden diperankan oleh seorang stuntman atau peran pengganti.
Oleh I Nyoman Darta
U
ntuk hal ini, biarkanlah sang komentar itu konyol memberikan komentarnya. Seperti yang dilakukan oleh Ratu Elizabeth pada Olimpade London, jelaskan tidak mungkin presiden (atau ratu) harus memerankan adegan yang sesungguhnya. Bisa dibayangkan, dalam kegiatan seharihari saja presiden harus dikawal oleh demikian banyak bodyguard untuk menjaga keselamatannya. Apalagi jika harus menjalankan peran naik sepeda motor dengan jumping jamp demikian. Presiden dan pemimpin negara harus dilindungi karena jika mengalami gangguan (sakit) misalnya, tugas kenegaraan dan pemerintahan akan terganggu. Bahwa presiden (dan ratu) bersedia diperankan seperti itu, naik moge bagi Joko Widodo melintasi jalan-jalan tikus di Jakarta, naik helikopter dan terjun bersama James Bond (oleh Ratu Elizabeth), itu merupakan sebuah peran baru bagi seorang pemimpin negara (pemerintahan) dalam hubungannya dengan interaksi sosial, berinteraksi dengan masyarakat.
Sebelum Olimpiade London 2012, tidak ada pemimpin negara yang melakukan interaksi sosial seperti itu. Seorang pemimpin haruslah mampu berinteraksi dengan masyarakat. Pemimpin pada masa lalu, boleh dikatakan jarang melakukan interaksi. Atau kalaupun kontak dengan masyarakat, sifatnya formal, kaku dan satu pihak. Misalnya raja-raja pada masa lalu, memanggil masyarakat untuk kumpul di lapangan istana. Kebanyakan dari kontak itu berisi perintah dari raja (misalnya) untuk berperang. Jarang inisiatif yang datang dari rakyat. Jadi, ini sifatnya satu pihak dan berisi perintah. Kehadiran rakyat ini juga untuk melihat sejauh mana kesetiaan rakyat kepada raja. Karena itulah bisa jadi menjadi alasan kalau di setiap istana raja, di dekat atau depannya itu ada lapangan luas. Besar kemungkinan lapangan ini adalah untuk fungsi seperti itu. Namun, interkasi raja-masyarakat dalam perkembangannya mengalami perubahan yang signifikan. Pengetahuan yang ada di masyarakat selalu berkembang
dan berubah, sehingga interaksi itu tidak harus dilakukan dengan formal dan kaku. Raja tidak harus hanya pintar memberikan perintah, tetapi meengetahui bagaimana kondisi sosial. Pemimpin harus paham bagaimana sesungguhnya kondisi yang ada secara riil di masyarakat. Itulah yang membuat ada raja yang menyamar, melakukan incognito, membaur dengan masyarakat (tetapi tidak diketahui karena telah menyamar), kemudian mencatat segala fenomena yang ada. Konon, Presiden Soeharto pernah melakukan ini. Soekarno sebelum menjadi presiden (tetapi telah mempunyai cita-cita besar), menemukan kata Marhaen, juga karena sedang melakukan incognito. Ia pergi dengan sepeda berjalan-jalan dan kemudian menemukan petani miskin yang bernama Marhaen. Modernisasi di dalam hubungan pemimpin dengan rakyat kemudian mengalami perkembangan. Pemimpin (raja, presiden), tidak hanya harus pintar membuat perintah, tidak hanya harus membuat kebijakan, tetapi juga menghibur masyarakat. Menghibur itu adalah memberi rasa senang. Kebijakan
yang adil jelas mampu memberikan rasa senang. Tetapi sudah tentu tidak semua kebijakan itu dapat berlangsung dengan adil. Maka, untuk memberikan rasa senang dan menghilangkan jarak dengan masyarakat, negara-negara demokrasi membuka kritik dari rakyat kepada pemimpinnya. Kemampuan dan kesempatan rakyat untuk memberikan saran dan kritik itu, akan memberikan rasa puas masyarakat kepada pemimpin dan pemerintahannya. Maka, keterbukaan menjadi jawaban dari etos ini, dan dipelopori oleh negaranegara demokrasi. Tentu saja hal ini juga menghibur karena dalam melakukan kritiknya, masyarakat mampu melakukanya lewat seni dan metode yang berkaitann dengan keindahan. Lebih maju lagi, sesuai dengan perkembangan zaman, pemimpin entah dia presiden atau raja, atau menteri, bukan saja mampu menghibur tetapi juga menghibur dan melekat dengan masyarakat. Ini sangat dimudaahkan dengan teknologi. Satu dasawarsa terakhir, banyak pejabat Indonesia yang bersedia main ketoprak, lenong, janger, mentas dengan disaksikan oleh masyarakat. Ini akan memberikan nuansa hiburan dan langsung lekat dengan masyarakat penonton, yang tidak lain merupakan masyarakat sendiri. Dalamm konteks inilah, harus dilihat apa yang dilakukan oleh Ratu Elizabeth dan Joko Widodo saat pembukaan pesta olahraga, Olimpiade ke-30 oleh Ratu Elizabeth dan Asian Games ke-18 oleh Joko Widodo. Pemimpin harus dekat dengan masyarakat dan mampu memberi hiburan. Apa yang dilakukan Joko Widodo adalah menghibur, betapapun itu dilakukan oleh seorang peran pengganti. Di sini, kemajuan
Menyoal Kebijakan BPJS Kesehatan
Orang miskin dilarang sakit. Judul buku satire yang dikarang Eko Prasetyo empat belas tahun silam ternyata masih relevan sekarang. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digadang-gadang menjadi solusi masih jauh panggang dari api. Memang ada perbaikan namun belum signifikan. Permasalahan SJKN kian pelik. Puncaknya kini defisit terjadi dalam pembiayaannya. Tunggakan pembayaran klaim ke rumah sakit sudah menjadi rutinitas. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyikapinya secara sempit. Mulai 25 Juli 2018, BPJS Kesehatan tidak menjamin atau menanggung tiga pelayanan kesehatan, yaitu katarak, persalinan bayi yang lahir sehat, dan rehabilitasi medik. Kebijakan ini tentu langkah mundur, menyakitkan publik, dan layak digugat. Kebijakan baru BPJS Kesehatan tertuang dalam tiga peraturan. Pertama, Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan nomor 2 tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan, kedua Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, dan ketiga Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik.
Oleh Ribut Lupiyanto Pihak BJS Kesehatan memberikan beberapa justifikasi atas kebijakan baru ini. Pertama, peraturan baru diklaim telah mengacu pada ketentuan perundang-undangan, khususnya Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Pasal 24 ayat 3 yang menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan dapat mengembangkan sistem pelayanan kesehatan, sistem kendali mutu pelayanan, dan sistem pembayaran pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas jaminan kesehatan. Kedua, kebijakan baru dilakukan agar peserta program JKN-KIS memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif, dan efisien. Efektivitas pembiayaan adalah sesuai dengan penjelasan atas Undangundang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional pasal 22 bahwa luasnya pelayanan kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan peserta yang dapat berubah dan kemampuan keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Ketiga, BPJS Kesehatan telah berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Antara lain, Kementerian Kesehatan, Asosiasi Profesi dan Fasilitas Kesehatan, Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya,
serta Dewan Pertimbangan Medis (DPM) dan Dewan Pertimbangan Klinis (DPK). Di tingkat daerah juga telah melakukan sosialisasi kepada Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan asosiasi setempat. Implikasi kebijakan baru akan luas dan memberikan efek domino. Mengingat kesehatan merupakan kebutuhan pokok seluruh warga. Marsis (2018) menyoroti implikasi tersebut lebih tajam. Pertama, kebijakan baru akan membebankan pasien dari sisi pembiayaan. Misalnya terkait pembatasan rehabilitasi medik. Pasien hanya diperbolehkan untuk melakukan rehabilitasi medik dua kali sepekan. Faktanya penyakit yang membutuhkan rehabilitasi medik lebih dari dua kali dalam sepekan cukup banyak. Kedua, kebijakan baru itu dinilai berdampak pada rumah sakit. Rumah sakit akan membatasi pelayanan sesuai dengan aturan tersebut. Marsis mengatakan, pihak rumah sakit juga tidak mau klaim pelayanan tidak dibayarkan oleh BPJS Kesehatan, karena tidak sesuai dengan aturan. Tanggapan mengalir atas keluarnya kebijakan baru. Tanggapan paling lunak datang dari Kementerian Kesehatan. BPJS diminta menunda dan mengevaluasi pelaksanaannya hingga ada kajian yang mendalam dengan melibatkan organisasi profesi sep-
erti IDI dan stakeholder terkait. Sedangkan tanggapan tegas dan keras datang dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). DJSN dan IDI tegas meminta ketiga peraturan baru untuk dicabut. Tidak ada toleransi untuk melakukan tindakan yang berupa penundaan. Defisit BPJS Kesehatan masih memungkinkan diatasi tanpa mengorbankan rakyat kecil. Pertama dengan meningkatkan iuran. Tentunya ini dapat diterapkan untuk warga yang mampu. Peningkatan mesti proporsional dan bertahap. Besarannya mesti melalui kajian dan mendengarkan aspirasi semua pihak. Kedua adalah menambah dan suntikan dana dari pemerintah. Pemerintah penting ditekan agar memberikan tambahan. Bagaimanapun layanan kesehatan adalah hak warga negara yang dijamin konstitusi. Penambahan suntikan mesti menjadi prioritas perhatian. Legislatif juga mesti mendukung penuh melalui pembahasan APBN bersama pemerintah. Terkait langsung dengan keluarnya peraturan baru BPJS Kesehatan, penyikapan darurat mesti dilakukan. Pertama, penting segera ditempuh upaya menggugat melalui jalur hukum. Saluran inin menjadi alternatif pemungkas jika BPJS Kesehatan tetap tidak mau menunda atau mencabutnya.
teknologi audio-visual, memungkinkan peran itu dilakukan oleh seorang pengganti, tetapi citra yang ditampilkan adalah seorang Joko Widodo (atau Ratu Elizabeth). Film-film kebanyakan juga amat sering dihiasi dengan peran pengganti tanpa disadari oleh pemirsanya. Itulah juga yang dilakukan terhadap Joko Widodo. Aspek yang harus dilihat adalah pada hiburannya dan bagaimana rakyat terhibur oleh peran tersebut. Di tengah kemajuan dunia telekomunikasi dan komunikasi, maka keberadaan televisi menjadi media paling ampuh untuk menyebarkannya. Hiburan ini tidak hanya dapat dinikmati oleh mereka yang membeli karcis Stadion Utama Bung Karno, tetapi oleh seluruh masyarakat Indonesia, langsung dari kamar pribadinya dan membagi senyum kesenangan dengan orang-orang terdekat (anak-istri, sanak saudara). Ini merupakan manfaat sosial tontonan yang luar biasa. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk menonton hiburan yang datang dari pemimpin mereka. Jadi, dengan demikian, tidak usah ini dikatakan sebagai penipuan terhadap publik oleh pemimpin, apalagi melakukan pembohongan publik. Terlalu jauh itu dan mungkin terlalu cemburu bagi yang mengutarakannya atau mungkin mencaricari kelemahan. Kalaupun harus dikritik, mungkin karena adegan ini idenya meniru dari peran yang dilakukan oleh Ratu Elizabeth saat Olimpiade London. Atau mungkin juga perlu dikritik Joko Widodo yang memakai sepeda motor. Agar benar-benar asli Indonesia, akan lebih baik jika Joko Widodo naik kuda. Ini akan lebih spektakuler lagi.
POJOK Alih fungsi lahan di Bali meningkat dari 625 hektar menjadi 900 hektar. - Bali kini era baru. *** Kata Cok Ace, kekhawatiran dampak pariwisata Bali akhirnya terjadi. - Kehancuran awali era baru. *** Jelang batas akhir izin lokasi, baliho tolak reklamasi makin banyak. - Batas akhir penentuan nasib Bali.
Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
7
Teater Monolog SMAN 1 Tabanan Wakili Bali ke Tingkat Nasional
MONOLOG - Siswa SMAN 1 Tabanan yang akan maju ke tingkat nasional (kanan) dalam lomba teater monolog di Banda Aceh, didampingi guru pembina.
SISWA SMAN 1 Tabanan I Putu Gede Satria Raditya mewakili Bali ke kancah nasional dalam festival lomba seni siswa nasional di Banda Aceh, 26 Agustus - 1 September 2018. Di bawah binaan guru seni I Gede Harum Gunawan, pelajar ini behasil menjadi duta Bali dalam cabang teater monolog. Ia akan membawakan naskah berjudul ‘’Ruhulel’’ karya Arthur S Nalan. Naskah yang akan dipertunjukkan ini mengangkat tema lingkungan yang saat ini bersifat universal dan relevan dengan kondisi zaman. Sutradara sekaligus guru pembina Gede Harum Gunawan mengatakan, Ruhuler mengisahkan tentang tokoh si anak Bungong. Bungong adalah anak yatim piatu yang semasa kecil diasuh oleh Mak Bungong. Mak Bungong ini adalah penjaga Pulau dan Danau Ruhuler (pulau yang sangat indah dan damai. Sayangnya pulau ini mulai dieksploitasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Pohonnya ditebang, air diambil, dan hewan ditangkap. Mak Bungong-lah yang sering mengusir orang itu pergi. Karena sering mengusik, justru Mak Bungong dibunuh dan dendamlah Si Bungong. Ia bertekad menjaga pulau itu. “Cerita ini paling tidak diharapkan bisa mengajak orang sadar kembali untuk menjaga alam,” ucapnya, Kamis (23/8) kemarin. Karena ini merupakan teater monolog, kata Harum, tentunya memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, satu orang harus bisa menghayati peran beragam macam tokoh karakter yang ada di dalam cerita tersebut. “Sulit melatih, kesulitan dalam teater adalah penghayatan, karena harus menghayati banyak tokoh. Kita latih olah suara, olah rasa, olah raga, olah jiwa. Potensi ini ada pada siswa itu sendiri. Guru tinggal memotivasi,” pungkasnya. (bit)
BRSU Kirim Tim Medis ke Lombok Tabanan (Bali Post) Bencana alam gempa bumi yang menimpa Lombok menggerakkan BRSU Tabanan untuk mengirimkan tim medisnya. Tim medis diterjunkan ke daerah yang paling membutuhkan tenaga kesehatan, yakni Lombok Utara. Tim medis ini dikirim dengan donasi karyawan BRSU Tabanan serta Rotary Club. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila, Kamis (23/8) kemarin, mengatakan tim medis yang dikirim sebanyak 11 orang, terdiri atas dokter, perawat, apoteker dan staf. Mereka akan bertugas di Puskesmas Santong yang berlokasi di
Kecamatan Kayangan Lombok Utara. “Tim sudah berangkat dan akan bertugas dari 22 hingga 26 Agustus,” ujarnya. Ia melanjutkan, tim berangkat secara sukarela dengan biaya dari donasi karyawan BRSU dan Rotary Club. Sementara untuk obatobatan yang dibawa tim medis disiapkan sebagian besar dari BRSU dan ada juga dari sumbangan karyawan sesuai permintaan kebutuhan obat dari Puskesmas Santong. “Tim medis BRSU Tabanan menggantikan tim medis yang sudah lebih awal bertugas di sana. Yaitu tim dari RSUP Sanglah yang
kemudian diganti Tim RSUD Mangusada dan sekarang digantikan oleh Tim BRSUD Tabanan,” jelas Susila. Lanjut Susila, pengiriman tim dokter juga didasarkan atas kebutuhan. Adapun dokter yang dikirim adalah dokter spesialis kesehatan jiwa, dokter spesialis penyakit dalam dan dokter umum. Dikirim juga tenaga keperawatan dan apoteker. Susila mengatakan, jika ternyata masih kurang dan dibutuhkan lagi dokter dan tim medis lainnya, maka pihak dokter, perawat dan staf di BRSU Tabanan siap diberangkatkan lagi. (kmb24)
Bali Post/kmb24
LOMBOK UTARA - Tim medis BRSU Tabanan berangkat ke Lombok Utara.
Jenazah ODGJ Tanpa Identitas Dikuburkan
Tabanan (Bali Post) Setelah hampir dua bulan tinggal di Panti Laras di Banjar Wanasara Desa Bongan, Tabanan, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGK) tanpa identitas akhirnya meninggal. Seorang ODGJ berjenis kelamin laki-laki tersebut meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan di BRSU Tabanan. Karena tidak memiliki keluarga, pihak Dinas Sosial Tabanan melakukan penguburan jenazah ODGJ tersebut. Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gunawan, Kamis (23/8) kemarin mengatakan, karena tidak memiliki identitas, ODGJ ini dinamakan David oleh petugas panti. Ia
ditemukan telantar di Tabanan sejak tiga tahun lalu. David sempat mendapatkan perawatan di RSJ Bangli sebelum tinggal di Panti Laras. Panti Laras tersebut dibangun Pemkab Tabanan, digunakan khusus merawat ODGJ. Panti Laras mengambil tempat yang dulunya merupakan rumah dinas pejabat di lingkungan Pemkab Tabanan. David mulai tinggal di panti tersebut dua bulan lalu. “Kondisinya sudah sakit-sakitan. Sempat dirawat di BRSU. Namun akhirnya meninggal, Rabu (22/8) kemarin,” ujar Gunawan. Karena tidak memiliki keluarga dan identitas pun tidak jelas, Dinsos berinisi-
atif mengubur jenazah David. Dana penguburan diberikan secara pribadi oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. “Biaya penguburan David ditanggung pribadi oleh Bupati Tabanan,” ujarnya. Jenazah David dikuburkan di Pemakaman Tunggal Sari Gerogkak. Gunawan melanjutkan, dalam menangani ODGJ tanpa identitas ini ada sebenarnya pendanaan dari Dinas Sosial yang masuk dalam dana Bencana. Selain untuk penguburan Mr. X atau jenazah tanpa identitas, dana ini juga bisa digunakan untuk memulangkan masyarakat yang telantar ke tempat asalnya. (kmb24)
Bali Post/kmb24
PENGUBURAN - Prosesi penguburan ODGJ tanpa identitas di Pemakaman Tunggal Sari Gerogkak, Kamis (23/8) kemarin.
RAPAT KERJA - Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat kerja dengan Koni Tabanan.
Bali Post/kmb28
Komisi IV Rapat Kerja dengan KONI
Anggaran Porprov Rp 30 Miliar Tabanan (Bali Post) -
Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2019 sudah kian dekat. Sejumlah persiapan telah dilakukan, baik oleh KONI Tabanan bersama panitia induk persiapan Porprov. Guna mengetahui kesiapan pelaksanaan Porprov termasuk masalah penganggaran, Komisi IV DPRD Tabanan melakukan rapat kerja dengan KONI Tabanan, Dinas Pendidikan serta Bapelitbang, Kamis (23/8) kemarin. Ketua komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga mengatakan, rapat kerja ini untuk mengetahui perkembangan persiapan pelaksanaan Porprov tahun 2019. Baik itu kesiapan penyelenggaraan, venue, anggaran termasuk kesiapan atlet Tabanan. Dikatakan, pihaknya juga ingin mengetahui anggaran yang diperlukan baik untuk penyelenggaraan Porprov, kesiapan untuk venue maupun kesiapan atlet. Bahkan pihaknya akan turun untuk mengecek venue-venue yang akan digunakan dalam 38 cabor yang akan dipertandingkan. Anggota Komisi IV Nyo-
man Suadiana lebih menyoroti tentang kesiapan atlet Tabanan yang akan diterjunkan di Porprov, termasuk target yang ingin diraih baik pencapaian medali maupun peringkat. Pihaknya berharap Tabanan mampu meraih prestasi yang lebih baik dari Porprov sebelumnya. Ketua KONI Tabanan I Dewa Gede Ary Wirawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk penyelenggaraannya. Terkait venue dikatakan akan dilangsungkan di seluruh kecamatan kecuali Selemadeg Barat. Selain itu
juga sedang dibangun GOR berstandar nasional tipe B di kompleks Stadion Debes. Sementara venue lain akan disebar di seluruh kecamatan. “Dengan konsep sport, tourism and culture, kami akan mencoba melibatkan masyarakat secara langsung dalam berbagai event olahraga di Porprov,” katanya. Pihaknya juga sudah melakukan pendataan venue yang akan dipergunakan. Selain itu, juga melakukan Bintek untuk Cabor agar siap menyelenggarakan pertandingan. Begitupun dengan atlet sudah dipersiapkan di Cabor masing-
masing. Diakui, untuk venue perlu banyak pembenahan seperti soal toilet. Begitu juga dengan penyediaan venue untuk panjat tebing serta menembak yang sedang diupayakan. Sementara terkait target, pihaknya berharap bisa meraih medali emas sekitar 20 agar mampu meningkatkan prestasi dan peringkat dari Porprov sebelumnya. Bendahara KONI I Nyoman Budiarta menyebutkan anggaran untuk kegiatan Proprov baik untuk penyelenggaraan maupun kesiapan Tabanan selaku peserta dibutuhkan anggaran sekitar Rp 30 miliar. Dari jumlah tersebut, bantuan dari KONI Bali sebesar Rp 6 miliar untuk penyelenggaraan sehingga Pemkab harus menyiapkan anggaran sekitar Rp 24 miliar. (kmb28)
BULELENG
8
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
15 Persen Tembakau Virginia Diserang Jamur Phytophtora dan Bakteri Mozaik Singaraja (Bali Post) –
Budi daya tembakau Virginia di Buleleng mengalami serangan penyakit ganas. Akibat serangan penyakit itu, lahan yang sudah ditanami tembakau mengalami kerusakan hingga 15 persen dari luas lahan keseluruhan. Serangan penyakit ini, mengakibatkan petani menelan kerugian lumayan besar. Bahkan, ada sekitar satu hektar lahan yang sudah ditanami tembakau jadi gagal panen. Untuk menekan kerugian petani itu terpaksa petani beralih menanam jagung.
Bali Post/kmb38
SERANG TEMBAKAU - Jamur phytophtora dan bakteri mozaik menyerang tembakau yang dibudidayakan petani di Bali Utara. Dari luas keseluruhan tercatat 15 hektar lahan tersereng penyakit ini dan terparah ditemukan di Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt.
Dari data yang dikumpulkan di lapangan, umumnya serangan penyakit yang disebarkan oleh jamur phytophtora dan bakteri mozaik ini ditemukan menyerang hampir di semua lahan perkebunan tembakau. Serangan paling parah ditemukan di Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt. Di desa itu, lahan seluas sekitar satu hektar terserang kedua penyakit ini dengan intensitas serangan berat. Bahkan, petani di desa ini gagal panen. Untuk mengurangi kerugian modal yang sudah dikeluarkan, petani terpaksa menanam jagung, atau jenis palawija lainnya. Sedangkan di desa lain serangan penyakitnya tergolong kecil. Namun, petani juga tidak bisa mengganti tanaman yang terserng penyakit ganas ini. Tanaman yang terserang itu pun dicabut lalu dimusnahkan untuk mengurangi risiko penyebaran yang meluas ke lahan lainnya. Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Buleleng Agung Adnyana mengatakan, jamur phytophtora itu mengakibatkan daun tembakau menguning sebelum cukup umur dipanen. Daun yang telanjur tersereng jamur itu lebih dikenal dengan istilah lanas. Sedangkan bakteri mozaik menyerang dari batang hingga daun paling atas. Akibat serangan bakteri ganas itu, pertumbuhan tembakau
menjadi kerdil. Selain itu, tekstur daunnya jadi seperti kulit keriput. Tanaman yang tersereng bakteri itu dipastikan tidak akan bisa tumbuh normal. Jika dipaksakan, maka serangan bakteri itu akan bertambah parah. Taburkan Dolomit Atas serangan kedua penyakit itu, petani bisa melakukan pengendalian dengan memusnahkan tanaman yang telanjur disereng. Untuk mencegah penularannya, petani kemudian menaburkan dolomit di bekas lubang tanaman yang tesereng itu. Hanya, langkah baru efektif dilakukan kalau intensitas serangannya termasuk kategori ringan. Hanya, laporan dari rekan sesama petani disebutkan ada areal kebun tembakau intensitas serangan penyakitnya tinggi. Atas kondisi itu, petani gagal melanjutkan usaha taninya karena tembakaunya gagal panen. Untuk menekan kerugian yang dialami, para petani kemudian mengisi lahannya itu dengan tanaman jagung atau palawija yang lainnya. “Serangan penyakit itu hampir merata. Kalau yang intensitas serangannya ringan, hal itu sudah bisa ditangani dengan cara memusnahkan tanaman yang sudah terserang. Sayangnya, yang tidak bisa diselamatkan lagi ada sekitar satu hektar. Tetapi sekarang, jenis
tanaman yang ditanam di lahan itu sudah diganti dengan jagung dan kacang-kacangan,” katanya. Di sisi lain, Agung Adnyana mengatakan, dua penyakit ini sudah menjadi penyakit langganan yang tidak bisa dibasmi secara permanen. Penyakit ini seperti tidak bisa diputus mata rantainya. Alasannya, beberapa faktor penyebab di antaranya pemakaian benih tanaman yang yang sama setiap musim tanam. Dicontohkan, sejak usaha tani ini berkembang, petani bersama mitra usaha menanam benih tembakau Virginia Cocer 48 untuk lahan yang kurang air, dan Cocer 371 di kontur tanah yang banyak airnya. Kedua jenis benih tembakau itu belum pernah diganti. Padahal, tanaman yang dibudidayakan di lapangan itu mudah diserang jamur phytophtora dan bakteri mozaik. Karena itu, dirinya sudah berkali-kali menyampaikan masukan kepada perusahaan, agar difasilitasi pemakaian bibit keluaran seri terbaru. Dengan cara itu maka kemungkinan besar bisa memutus mata rantai kedua penyakit tersebut. Hanya, upaya itu belum membuahkan hasil. Hingga tahun ini, bibit yang mudah tersereng penyakit itu tetap ditanam. Akibatnya, setiap tahun tanaman itu jadi rentan tersereng penyakit ganas. (kmb38)
Promosikan Wisata Buleleng
Cok Krisna Datangkan Artis Nasional Natasha Wilona SELAIN terus mengembangkan bisnis wisata di Buleleng, Krisna Holding Company semakin gencar saja melakukan promosi daerah tujuan wisata di Bali Utara. Promosi yang dilakukan cukup dahsyat dan luar biasa. Sebab, menghadirkan artis nasional yang dikemas dengan cara berkunjung ke objek wisata di Den Bukit, selain melakukan aksi peduli lingkungan. Seperti Kamis (23/8) kemarin, Owner Krisna Holding Company I Gusti Ngurah Anom menghadirkan artis papan atas nasional Natasha Wilona. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh anakanak muda dan orang dewasa yang ngefans dengan Natasha Wilona untuk menghadiri acara yang dikemas dalam bentuk “Meet and Great Natasha Wilona” tersebut. Karena
penggemar ingin menyaksikan artis cantik Natasha itu dari dekat, hal itu membuat para penggemar berdesak-desakan agar dapat giliran berfoto selfei, dengan artis yang sedang naik daun tersebut. Sebelum melakukan puncak acara di Krisna Eco Vilage Dusun Tegalsari, Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Natasha bersama Cok Krisna menjajal spot diving terbaik di kawasan Pulau Menjangan. Kawasan itu berada di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Natasha ditemani Cok Krisna melakukan penanaman bibit pohon cendana di kawasan Krisna Eco Vilage. Penanaman pohon ini juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Nyoman Sutisna, M.M., aparat Desa Tangguwisia dan penggiat lingkungan dan wisata Bali
Aga May Darling. Krisna Eco Vilage ini dibuka di atas lahan sekitar dua hektar. Di tempat ini, pengunjung bisa melakukan jogging pada pagi atau sore hari sambil menikmati suasana kebun jeruk dan tanaman lokal Buleleng lainnya. Objek ini juga menyediakan spotfoto selfei menarik seperti Patung Krisna di atas Kereta Kencana. Selain menanam pohon, Natasha dan Cok Krisna kemudian melakukan aksi sosial mengunjungi para lanjut usia yang menempati Panti Jompo Jara Mara Pati, Desa Kaliasem, Banjar. Selain ingin menghibur para lansia, Natasha juga membagikan bingkisan menarik untuk meringankan para lansia dari berbagai daerah di Bali tersebut. Cok Krisna mengatakan,
tujuan mendatangkan artis nasional ini sebagai salah satu terobosan agar objek wisata Bali Utara itu semakin dikenal dan menarik kunjungan wisatawan. Dengan pengembangkan bisnis wisata sendiri dan objek lainnya baik oleh kelompok masyarakat desa atau pemerintah sendiri, karena itu perlu upaya promosi agar lebih dikenal. Dan ke depannya mampu menarik lebih banyak lagi wisatawan yang datang berkunjung ke Den Bukit itu. “Saya programkan kalau bisa setiap bulan menghadirkan artis nasional. Sosialisasi seperti mampu mengenalkan potensi wisata baik yang saya kelola bersama anak, masyarakat dan juga yang dibangun pemerintah daerah,” katanya. Natasha Wilona mengaku
Tekan Laju Alih Fungsi Lahan
Pemerintah Diminta Alokasikan Insentif untuk Petani DPRD Buleleng mengusulkan agar Pemkab Buleleng memberikan insentif khusus bagi para petani yang komit mempertahankan lahannya. Insentif kepada petani itu diharapkan bisa menekan laju alih fungsi lahan di Buleleng. Pemberian insentif itu diyakini efektif dalam kaitan menjaga kesiapan ruang terbuka hijau. Selain itu, lahan pangan juga tetap terlindung. Bagaimanakah selama ini kekuatan eksekusi dari Perda Jalur Hijau itu? KETUA Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa belum lama ini mengatakan, selama ini petani memang telah berjuang cukup keras untuk mengurangi laju alih fungsi lahan itu. Di tengah dewasa ini, banyak lahan pertanian justru telah banyak beralih fungsi. Terutama lahan pertanian yang ada di tepi Jalan Raya Singaraja-Seririt. Dia mencontohkan di Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng. Di wilayah itu, banyak lahan pertanian sudah beralih fungsi. Sawah-sawah dan tegalan ‘’bereinkarnasi’’, menjadi bangunan pertokoan. Tidak heran, beberapa petak lahan akhirnya tidak produktif. Pasalnya, lahan itu tidak dapat akses air irigasi. Sementara petak lahan lainnya, ada yang berubah menjadi rawa, akibat airnya tidak bisa dialirkan ke tempat lain. Jalur, irigasi mendesak dibuat agar aliran air jadi lancar. Karena itu, mau tidak mau pemerintah, hemat Mangku Budiasa, sebaiknya memberikan insentif kepada para petani. Hal itu juga dapat dituangkan dalam peraturan daerah maupun peraturan bupati. Insentif itu diberikan sebagai bentuk penghargaan pada petani yang bersedia mempertahankan lahannya agar tetap menjadi lahan produktif.
Salah satu alternatif insentif yang bisa diberikan adalah keringanan pajak bumi kepada para petani. Bahkan tidak menutup kemungkinan petani itu bisa diberikan pembayaran nol rupiah untuk Pajak Bumi Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBBP2). Hanya dengan cara itu, mereka terpacu mempertahankan
lahan garapannya. “Bisa saja dengan sistem subsidi silang. Petani diberikan pajak nol rupiah atas pajak bumi, di tempat lainnya. Pajaknya nanti bisa ditingkatkan. Kelebihan pajak itu bisa digunakan mensubsidi petani, sehingga tidak membebani keuangan daerah,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, pemkab mengusulkan pencabutan perda jalur hijau. Pencabutan itu dilakukan sejumlah konsiderans yang dijadikan dasar hukum pembentukan perda itu telah kedaluwarsa dan dicabut pemerintah pusat. Alhasil, perda jalur hijau itu menjadi macan kertas. Alasannya, tidak memiliki kekuatan lagi
melakukan eksekusi. Di sisi lain, DPRD Buleleng masih belum sepenuh hati menyetujui pencabutan perda jalur hijau itu. Panitia Khusus (Pansus) Jalur Hijau masih khawatir kalau perda itu dicabut, nantinya bisa dimanfaatkan oleh oknum investor membuka lahan yang ada di jalur hijau itu. Karena itu, Pansus meminta agar pemerintah menyelesaikan draf Ranperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) itu serta draf Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B). Rencananya, draf ranperda itu diharapkan bisa diajukan setelah perda jalur hijau dicabut. (mud)
senang setelah mengunjungi beberapa objek wisata di Buleleng, termasuk objek wisata buatan yang dikembangkan Krisna Holding Company itu. Dia menilai pemandangan alam dan atraksi wisata di Buleleng itu tidak kalah indahnya dengan daerah lainnya di Indonesia. Justru, di Bali Utara itu dinilai sebagai daerah yang layak dikunjungi turis lokal maupun mancanegara. Masyarakatnya sangat ramah menerima kunjungan wisatawan. “Aku bangga dan tidak menyangka di sini banyak tempat indah. Warga dan fans setiaku juga sangat ramah. Pokoknya Buleleng sangat indah. Karena itu, layak dikunjungi untuk tujuan berwisata,” jelasnya. Natasha berjanji akan
TANAM POHON - Owner Krisna Holding Company I Gusti Ngurah Anom bersama Natasha Wilona melakukan penanaman bibit pohon cendana di kawasan Krisna Eco Vilage Dusun Tegalsari, Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Kamis (23/8) kemarin. menyebarluaskan potensi wisata Buleleng melalui jejaring yang dimilikinya. Dia pun tetap mengajak menjaga lingkungan dengan cara menanam pohon. Bisa juga, menjaga kebersihan lingkun-
gan, sehingga kesan alam asri dan lingkungan bersih itu terpatri di memori sehingga tidak mudah dilupakan. Harapannya, pengunjung pun lebih banyak lagi datang ke Buleleng. (bns4)
GIANYAR
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
9
Oleng Saat Naik Motor
Sepasang WNA Terperosok ke Jurang Gianyar (Bali Post) Sepasang warga negara asing (WNA), Michael Laurence (39) dan Stacey Noel (26), terjun ke jurang di Banjar Laplapan Desa Petulu Kecamatan Ubud, Kamis (23/8) kemarin. Akibatnya, dua WNA asal Amerika Serikat ini mengalami luka berat sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit terdekat. Dugaan sementara, kejadian ini akibat out of control saat mengendarai sepeda motor. Kejadian ini pertama kali diketahui warga setempat, I Wayan Sukra, yang kala itu hendak ke Pura Dalem untuk melaksanakan persembahyangan, sekitar pukul 06.30 Wita. Kala itu ia mendengar suara orang menangis dan menjerit minta tolong dalam bahasa Inggris. Setelah dicek, ternyata dua WNA mengalami luka di jurang di lokasi tersebut. Dua wisatawan ini diketahui jatuh ke jurang tersebut saat mengendarai sepeda motor Honda Scoopy DK
8257 KZ. Kejadian ini lantas disampaikan ke warga yang lain dan diteruskan ke polisi. Tidak berselang lama, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar bersama petugas Polsek Ubud tiba di lokasi untuk mengevakuasi kedua korban. Setelah proses evakuasi, dua WNA ini dilarikan ke RS Aricanti, Ubud. Kapolsek Ubud Kompol Made Raka Sugita membenarkan kejadian tersebut. Dikatakannya, penyebab WNA jatuh ke jurang diduga karena belum hapal jalan, ditambah belum mahir mengendarai sepeda motor. Akibat kejadian ini, Michael Laurence mengalami luka lecet di bagian kaki, tangan, punggung dan patah tulang pergelangan tangan kiri, bahu patah, serta pergeseran tulang pada punggung bagian kiri. Sementara Stacey mengalami tulang hidung patah, luka robek di sekitar hidung dan bengkak pada mata kanan. (kmb35) Bali Post/ist
TES URINE - Tes urine yang dilangsungkan di Makodim 1616/Gianyar, Kamis (23/8) kemarin.
Anggota Kodim Dites Urine
Bali Post/ist
CEK KONDISI - Petugas mengecek kondisi wisatawan yang jatuh ke jurang di Banjar Laplapan.
29 Agustus, Penutupan Masa Kampanye Pilkel Serentak
Gianyar (Bali Post) Puluhan calon perbekel kini tengah gencar melakukan kampanye ke banjar-banjar di masing-masing desa. Kampanye berlangsung di 24 desa di Kabupaten Gianyar yang akan menyelenggarakan pemilihan perbekel (pilkel) secara serentak pada 2 September mendatang. Masa kampanye pilkel berakhir pada 29 Agustus. Plh. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Gianyar Dewa Alit Mudiarta, Kamis (23/8) kemarin mengatakan, saat ini total ada 79 calon perbekel yang tengah sibuk berkampanye. Kampanye dilangsungkan 13-29 Agustus. Mekanisme kampanye para calon perbekel hampir menyerupai kampanye calon
kepala daerah. Kampanye diisi penyampaian program, visi-misi serta sesi tanya jawab dengan masyarakat setempat. ‘’Dalam beberapa kampanye ini, juga ada debat terkait program, sehingga menyerupai debat paslon saat pilkada,’’ ungkapnya. Kampanye berlangsung hingga 29 Agustus dengan menyasar seluruh banjar di masing-masing desa yang menggelar pilkel. ‘’Bertepatan waktu akhir masa kampanye calon perbekel, kita juga akan menggelar rapat kesiapan akhir untuk pilkel 2 September,’’ imbuhnya. Pilkel paling panas diprediksi terjadi di tiga lokasi yani Desa Belega, Blahbatuh dan Desa Mas. Sebab, di masingmasing desa ini terdapat hingga lima calon yang akan bertarung. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Upaya pencegahan peredaran narkoba terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar. Tak hanya pencegahan di masyarakat, BNNK Gianyar juga mengantisipasi peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan aparat. Salah satu upaya tersebut berupa tes urine di Makodim 1616/ Gianyar yang digelar, Kamis (23/8) kemarin. Tes urine ini guna memastikan TNI bebas
dari narkoba. Tes urine di Makodim 1616/Gianyar diikuti sekitar 40 orang, baik dari personel militer maupun PNS setempat. Dandim 1616/ Gianyar Letkol Kav. Asep Noer Rokhmat, S.E. beserta para perwira jajaran Kodim 1616/Gianyar ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut. BNNK sekaligus memberikan pengetahuan melalui penyuluhan tentang upaya P4GN dan bahaya narkoba.
Dandim Letkol Kav. Asep Noer Rokhmat mengatakan, tes urine terhadap anggota Kodim 1616/Gianyar agar tidak dijadikan beban. Kegiatan ini bertujuan mengendalikan serta tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba. ‘’Harapan saya, anggota Kodim 1616/Gianyar tidak ada yang telibat baik sebagai pengguna maupun pengedar narkoba. Apabila ada anggota yang terlibat narkoba,
ganjarannya itu sangat berat yaitu pemecatan,’’ tegasnya. Ditambahkannya, kegiatan ini sekaligus menjadi bukti kepada masyarakat bahwa jajaran Kodim Gianyar bebas dari narkoba. ‘’Hasil dari kegiatan pemeriksaan tes urine terhadap personel Kodim 1616/ Gianyar, tidak ditemukan prajurit yang menggunakan barang terlarang tersebut,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala
BNNK Gianyar yang diwakili Kasi Rehabilitasi I Nyoman Ari Prasetia, S.E. mengatakan, tes urine dilakukan kepada 40 anggota Kodim, dengan hasil semua anggota tidak ada terindikasi penyalahgunaan narkoba. ‘’Kegiatan ini merupakan bentuk pencegahan kepada para anggota Kodim 1616/ Gianyar agar tidak ada anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba,’’ katanya. (kmb35)
BNNK Ajak Camat Bentuk Desa Bersih Narkoba
Gianyar (Bali Post) -
Pembentukan Desa Bersih Narkoba merupakan salah satu upaya strategis dalam memerangi narkoba, khususnya di wilayah perdesaan. Melalui partisipasi masyarakat perdesaan, pencegahan narkoba akan lebih efektif dan efisien. Atas dasar itulah program Desa Bersih Narkoba gencar dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar. Secara khusus, BNNK Gianyar menggandeng seluruh Camat di Kabupaten Gianyar. Para Camat diajak membahas pembentukan Desa Bersih Narkoba di wilayahnya masing-masing. Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa, Kamis (23/8) kemarin mengatakan, dewasa ini kejahatan narkoba telah berkembang hingga pelosok desa. Seperti yang diistilahkan sebagai narkoterorisme yang merupakan kejahatan narkotika terorganisir. ‘’Ini yang perlu diperangi secara bersama-sama,’’ tegasnya. Menurutnya, narkoterisme sebagai kejahatan narkoba yang terorganisir, menggunakan segala cara dan upaya dalam menyebarkan narkoba. Itulah sebabnya penyalahgunaan narkoba di Bali terus meningkat. Berdasarkan
data, dari jumlah penduduk usia produktif di Bali sebanyak tiga jutaan orang, yang mengonsumsi narkoba sebanyak 62 ribu orang. Terparah pada 2016 lalu, narkoterorisme mengancam anak sekolah hingga tingkat SD. Berdasarkan hal itu pula, Bali disebut daerah rawan narkoba dan masuk 11 besar nasional. ‘’Maka semua harus tahu bagaimana cara mereka masuk dan merasuki generasi muda kita,’’ katanya. Melalui para camat, BNNK Gianyar mengharapkan bantuan untuk turut serta mendorong masyarakat memerangi kejahatan narkoba. Salah satu hal yang bisa dilakukan camat yakni memberdayakan dan mencanangkan Desa Bersih Narkoba. ‘’Melalui Desa Bersih Narkoba, kita membentuk relawan dan mendeklarasikannya peno-
lakan terhadap narkoba,’’ ungkapnya. Selain itu, perlawanan terhadap narkoba ini juga bisa dilakukan dengan memberdayakan lembaga-lembaga adat dan dinas di tingkat desa. ‘’Langkah-langkah yang diambil untuk mendorong masyarakat sehingga tidak lagi terjadi peningkatan pengguna dan peredaran gelap narkoba. Perlu mendapatkan dukungan dan harus ikut membangkitkan kreativitas anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba,’’ jelasnya. Selain membentuk Desa Bersih Narkoba, para Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mengambil peranan menjadi kader antinarkoba. ASN yang tersebar di seluruh kecamatan di Gianyar, wajib untuk menjadi relawan. (kmb35)
Sang Gede Sukawiyasa
Bali Post/nik
Pemkab Gelar ”Pamarisudha Jagat”
Bali Post/nik
PILKEL - Plh. Kepala BPMD Gianyar Dewa Alit Mudiarta saat mengecek persiapan pilkel di Desa Tulikup, Kamis (23/8) kemarin.
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianyar - 947261 BNN Kab. Gyr. - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289 Koramil Blahbatuh - 941167 K o r a m i l Te g a l l a l a n g 974792 Koramil Tampaksiring -
901601 Koramil Sukawati - 297564 Koramil Ubud - 975314 Koramil Payangan - 974793 Siaga Lantas/ TMC Gianyar - 945820 Polsek Gianyar - 944510 Polsek Blahbatuh - 941165 Polsek Tampsiring - 901110 Polsek Tegallalang - 901575 Polsek Sukawati - 298723 Polsek Ubud - 975316 Polsek Payangan -974794 Unit Kesehatan Matra - 972913 Ambulan Pelayanan Sosial - 945322
Bali Post/nik
PAMARISUDHA JAGAT - Pamarisudha jagat yang dilangsungkan di Pemkab Gianyar, Kamis (23/8) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar menggelar upacara pamarisudha jagat di Padmasana dan halaman kantor Bupati Gianyar, Kamis (23/8) kemarin. Upacara ini digelar terkait bencana gempa bumi yang terjadi secara beruntun di Lombok. Menariknya, sebelum persembahyangan digelar, terjadi gempa yang berpusat di barat daya Denpasar. Gempa yang terjadi sekitar pukul 07.00 Wita itu cukup terasa di kawasan Gianyar. Warga yang berdatangan ke kantor Pemkab Gianyar pun sempat panik. Upacara pamarisudha jagat dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Bina Mental Setda Kabupaten Gianyar Ngakan Jati Ambarsika yang ditemui di sela-sela upacara mengatakan, pecaruan pamarisudha jagat ini digelar terkait dengan adanya bencana alam gempa bumi yang berpusat di Lombok dan berdampak hingga wilayah Bali. Dikatakan, upacara penyucian bumi dilakukan sesuai dengan tingkatannya, mulai dari upacara tingkat rumah tangga, desa/kecamatan, kabupaten/
kota maupun tingkat provinsi. Upacara ditujukan kepada para dewa dan bhutakala, agar mau memaafkan ulah manusia dan menjadikan bumi ini suci dan bersih kembali. ‘’Tujuan dari upacara pacaruan ini yang paling penting adalah agar kita dijauhkan dari bencana alam. Jikapun sampai terjadi, agar dampaknya dapat diminimalisir,’’ jelasnya. Menurutnya, upacara dipuput Ida Pedanda Gede Wayahan Bun dari Geria Sanur, Pejeng. Untuk di halaman atau natah Padmasana kantor Bupati Gianyar, jenis pacaruan-nya yakni mancawarna, bebangkit dan pakoleman. Di halaman kantor Bupati Gianyar pacaruan menggunakan ayam brumbun, sedangkan di Tugun Karang macaru sarwa selem. Sementara itu, Ketua Pengurus Harian PHDI Kabupaten Gianyar I Nyoman Patra menjelaskan, upacara ini untuk mengantisipasi keresahan warga, karena dampak gempa ini cukup dirasakan oleh masyarakat di Gianyar. ‘’Kita berharap, dengan upacara ini dampak akibat gempa dapat diminimalisir baik secara sekala maupun niskala,’’ katanya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
Pantai Medewi dan Yeh Sumbul Diserbu Sampah Kiriman
Bali Post/olo
BERSIH-BERSIH – Sejumlah warga ketika melakukan aksi bersih-bersih di sekitar Pantai Yeh Sumbul. Negara (Bali Post) – Terjadinya cuaca buruk yang berlangsung akhir-akhir ini, tidak hanya merugikan nelayan lantaran tidak melaut. Namun juga berdampak pada kondisi pantai itu sendiri. Sebab, banyak pantai diserbu sampah kiriman. Hal ini tentunya membuat kondisi pantai kotor. Seperti yang terjadi di Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan dan Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo. Apalagi, pantai itu belakangan ini ramai dikunjun-
gi wisatawan, terutama penghobi selancar (surfing). Kondisi ini mendapat perhatian dari para pelaku pariwisata di pantai Medewi dan Yeh Sumbul. Mereka pun melakukan aksi bersih-bersih. Mereka menyusuri pantai dari ujung timur hingga ke barat, kurang lebih satu kilometer. “Yang paling banyak kita dapati sampah botol plastik dan bungkus makanan,” kata Agung, Kamis (23/8) kemarin. Menurutnya, sampah yang berserakan di pantai itu merupakan sampah kiriman.
Sampah itu dampak dari air laut pasang beberapa waktu lalu. Di kawasan pantai yang kini ramai dengan hotel dan penginapan itu memang sempat terdampak air laut pasang. Bahkan saat air laut naik, genangan air hingga menutupi jalan. Selain sampah, batu-batuan kerikil juga naik hingga menyelimuti pantai. Salah seorang pelaku pariwisata, Fendi mengatakan, upaya bersih pantai itu spontan dilakukan untuk menjaga pantai Medewi dan Yeh Sumbul tetap bersih. “Kita akan lakukan rutin, besok mungkin juga ajak siswa sekolah di sekitar. Kebersihan merupakan hal penting untuk menjaga pariwisata tetap menggeliat. Sebelum kita bersihkan, turis jarang mau berjemur di pantai. Sekarang sudah ada,” ujarnya. Selain di Yeh Sumbul, di Pantai Medewi dan Pekutatan juga dilakukan hal serupa. Upaya itu untuk menjaga pantai tetap bersih. Pasalnya pantai Medewi menjadi magnet bagi wisatawan luar negeri. Bahkan dalam upaya bersih pantai itu, sudah lebih dulu melibatkan siswa-siswa dan aparat terkait. Pembersihan pantai berbatu tersebut dilakukan secara berkala. (kmb26)
Daftar Bacaleg
Bali Post/olo
Gusti Ngurah Sumber Wijaya
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I Gusti Ngurah Sumber Wijaya mengakui memang ada. Di antaranya satu orang perbekel dan pihaknya sudah menerima surat usulan dari BPD desa setempat terkait rekomendasi pengunduran diri. Dalam surat itu, menyatakan bahwa pengunduran diri telah memenuhi syarat. Saat ini surat pengunduran diri tersebut sudah didisposisi dan disetujui Bupati Jembrana untuk ditindaklanjuti Sekretaris Daerah Jembrana. Pihaknya juga
tengah menyiapkan penjabat sementara (Pj.) dari kecamatan untuk mengisi kekosongan jabatan perbekel tersebut. Pengisian Pj. dilakukan lantaran jabatan perbekel hanya tersisa setahun. Lain halnya kalau sisa jabatan di atas satu tahun, maka diganti dengan pergantian antar waktu (PAW). Ia memastikan sebelum penetapan calon, SK pemberhentian perbekel sudah rampung. Di samping satu orang perbekel, pihaknya juga menerima surat permohonan pengunduran diri dari dua anggota BPD. Yakni dari Desa Manistutu dan Asah Duren. Pengunduran diri serta pemberhentian untuk kepala lingkungan (kelurahan) itu merupakan kewenangan kecamatan. Sementara untuk klian banjar (kepala kewilayahan desa) merupakan kewenangan perbekel. Dari informasi yang dihimpun, khusus untuk perangkat desa masih bisa diperoleh. Apalagi waktunya sampai pertengahan September. Yang sedikit mengganjal adalah ASN yang ikut mencalonkan diri. Sebab, izin pengunduran diri atau berhenti itu harus melalui pusat. (kmb26)
Pentaskan Teater Lakon ”Pan Balang Tamak”
Sentil Program Pengentasan Kemiskinan dan Perambahan Hutan kelompok teater di Bali Barat dalam HUT ke123 Kota Negara tahun ini mendapat ruang untuk pentas. Dua sekolah teater, Solagracia dari SMAN 1 Negara dan Teater Tanpa Nama dari SMAN 2 Negara, bergabung dengan Komunitas Kertas Budaya (KKB) Jembrana mementaskan teater modern lakon “Pan Balang Tamak” di halaman Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Rabu (22/8) lalu. Pentas drama yang disutradarai Nanoq da Kansas ini menyuguhkan lakon ‘‘Pan Balang Tamak’’ dengan mengangkat permasalahan sosial disertai kritik yang disampaikan kepada pemimpin atau raja yang sedang berkuasa.
Sedikitnya 85 orang pemain teater baik senior maupun muda terlibat dalam pentas drama selama kurang lebih satu jam tersebut. Di bawah besutan Nanoq da Kansas, pentas teater modern ini juga diselingi dengan musik-musik dari Kelompok Anak Badai. Alunan musik yang dibawakan mencerminkan suasana adegan atau perasaan para pemeran. Sehingga drama yang disuguhkan lebih menarik ditonton. Materi musik yang dibawakan beragam, mulai musik tradisional Bali (janger, makinyem, tuak) hingga lagu balada seperti ‘‘Bongkar’’ karya Iwan Fals. Selama pementasan, sering pula disertai dialog berisi sen-
Bali Post/olo
TEATER – Salah satu adegan dalam pentas teater modern Komunitas Kerta Budaya di halaman Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Rabu (22/8) malam.
Hari Raya Idul Adha
208.151 Pemudik Keluar Bali Lewat Gilimanuk
Negara (Bali Post) –
Perangkat Desa dan ASN Diminta Segera Serahkan SK Pemberhentian Negara (Bali Post) Sejumlah perangkat desa yang ikut mendaftar bakal calon legislatif (bacaleg) 2019 masih ada waktu untuk menyerahkan surat keputusan (SK) pemberhentian dari pejabat berwenang. Saat proses verifikasi hingga ditetapkannya Daftar Calon Sementara (DCS), mereka baru melampirkan surat pengunduran diri. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan, Kamis (23/8) kemarin mengingatkan agar para bacaleg dari perangkat desa, baik perbekel/kepala desa, klian banjar, kepala lingkungan dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk segera menyerahkan surat pemberhentian sebelum penetapan calon tetap (DCT). Masih ada waktu sampai 19 September mendatang. Selain perangkat desa, sejumlah bacaleg yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) juga menyerahkan surat pemberhentian sebelum penetapan calon. Bila itu tidak dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan dicoret lantaran tidak memenuhi syarat. Sementara itu, terkait adanya bacaleg dari unsur perangkat desa, Kepala Dinas
Bali Post/olo
PENYEBERANGAN – Suasana penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk beberapa waktu lalu. Jumlah kendaraan dan penumpang yang keluar Bali meningkat selama sepekan sebelum hari Idul Adha.
tilan kekuasaan terutama terkait program pengentasan kemiskinan. Selain itu juga tentang perambahan hutan, pariwisata dan masalah sosial lain. Ada juga beberapa dialog berisi humor yang mampu membuat penonton tertawa. Namun, alur cerita fokus pada ‘‘Pan Balang Tamak’’ yang merupakan salah satu cerita rakyat terkait sebuah kritik. Nanoq memilih tidak bermain di panggung megah yang ada di Gedung Kesenian Ir. Soekarno. Melainkan pentas dilakukan di halaman sejajar dengan penonton. Seusai pementasan, ia mengatakan pemanggungan lakon ‘‘Pan Balang Tamak’’ menggunakan teater kalangan. Tujuannya agar lebih dekat dengan penonton. Sebab, pesan-pesan dalam pentas merupakan persoalan kekinian yang ada di kehidupan masyarakat. Konsep “kalangan” ini merupakan model pementasan kesenian tradisional semisal joged bumbung, bondres, dan lain-lainnya. Meskipun jarang dipentaskan dalam event HUT Kota Negara, drama teater modern ini ternyata banyak menyedot perhatian penonton. Apalagi dari puluhan pemeran drama itu, lebih banyak merupakan kalangan generasi milenial. Dengan disertai iringan musik, lebih nyaman dan mempertegas adegan yang dimainkan. (olo)
Selama sepekan jelang hari raya Idul Adha, ratusan ribu pemudik keluar dari Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Dari data ASDP Unit Usaha Gilimanuk, tercatat 208.151 pemudik telah meninggalkan Pulau Dewata. Selain pemudik, jumlah kendaraan yang keluar Bali mencapai 63.941 unit. Rinciannya roda dua 29.013 unit dan roda empat 34.928 unit. Puncak terjadinya peningkatan terjadi pada Senin (20/8) dan Selasa (21/8) lalu. Pada hari normal biasanya hanya 1.500 sampai 2.000 orang. Namun, dalam dua hari itu rata-rata jumlah penumpang mencapai 30.000 hingga 35.000 orang. Kendati adanya peningkatan, pihak ASDP masih bisa menampung dengan mengoperasikan 32 kapal. Dibandingkan dengan momen serupa tahun sebelumnya, kenaikan terjadi pada jumlah penumpang. Di mana di tahun 2017 lalu, penumpang mencapai 195.492, sedangkan tahun ini naik 12 ribu orang atau tepatnya 208.151 orang. Diperkirakan hingga Minggu (26/8) ini para
pemudik ini akan kembali ke Bali. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk Solikhin, Kamis (23/8) kemarin, mengakui ada kenaikan jumlah penumpang maupun kendaraan yang keluar Bali. Dari data perbandingan tahun ini dengan tahun sebelumnya, jumlah sepeda motor (roda dua) justru menurun sekitar 310 unit. Dari tahun sebelumnya 29.323 unit sepeda motor, tahun ini 29.013. Sementara roda empat mengalami kenaikan berkisar 1.000 unit, yakni dari tahun sebelumnya 33.875 unit. Tahun ini tercatat selama sepekan mencapai 34.928 unit. “Arus penyeberangan tidak ada
masalah. Ramai lancar begitu dapat tiket sudah bisa naik kapal dan menyeberang,” pungkasnya. Sementara itu, arus kendaraan yang masuk ke Bali belum terlihat sepadat sehari sebelum Idul Adha. Baik kendaraan maupun penumpang di setiap KMP yang bersandar masih terpantau normal. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa mengatakan kemungkinan arus padat terjadi pada akhir pekan ini. “Sementara saat ini masih normal, kemungkinan mulai besok (Jumat) padat. Personel di Pos II tetap siaga untuk melakukan pemeriksaan,” kata Kompol Subawa. Terkait jumlah personel yang melakukan penjagaan dan pengawasan serta pemeriksaan, dilihat berdasarkan situasi. Bila banyak kendaraan yang masuk, maka personel cadangan akan dikerahkan untuk membantu pemeriksaan, baik surat-surat kendaraan, identitas dan barang bawaan. (kmb26)
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
Karangasem
11
SOSOK Dilarang Parkir Menginap SOAL parkir masih menjadi persoalan pelik. Banyak kendaraan yang tidak memiliki tempat parkir, memilih parkir menginap di badan jalan. Ini akan segera dilakukan penertiban, merujuk Perda nomor 4 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Karangasem Ida Bagus Suastika saat ditemui di Amlapura, Kamis (23/8) kemarin. Sebelum bergerak melakukan penertiban, pihaknya ingin melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bahwa, perda ini harus ditegakkan. Aturan tak boleh melakukan parkir menginap, tertuang jelas pada pasal 8 ayat 2. Penertiban menyasar jalan-jalan yang padat parkir menginap. Seperti akses Jalan Gajah Mada, Kesatrian, dan jalan lainnya di Kota Amlapura. “Sebelum penertiban, tentu ada peringatan. Peringatan biasanya kami berikan tiga kali. Jika tetap tak dihiraukan, mobil yang masih parkir menginap itu akan diderek,” ancam Ida Bagus Suastika. Proses penindakan nanti akan melibatkan Forum Lalu Lintas, yang di dalamnya ada dari lembaga kepolisian dan instansi terkait lainnya. Pihaknya mengakui, proses itu memakan waktu lama, dan perlu kesabaran menghadapi masyarakat. Akan tetapi, dirinya berkeyakinan bahwa proses penertiban itu adalah untuk yang terbaik bagi kenyamanan warga kota. Pelan-pelan, warga pasti bisa memahami goal ending -- tujuan akhir -- yang dilakukan. “Jadi, sebelum punya mobil, sebaiknya siapkan tempat parkirnya dulu, agar tak menganggu akses jalan,” tegasnya. (gik)
Bali Post/kmb41
BELAJAR DI TENDA - Siswa SDN 1 Tiyingtali saat belajar di tenda darurat.
Agar Proses Belajar Mengajar Lebih Efektif
Sekolah Segera Bangun ’’Wewarungan’’ Pemilu 2019
Jumlah DPT dan TPS Bertambah Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem sudah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019 mendatang, Selasa (21/8). Berdasarkan hasil rapat pleno, jumlah DPT Pemilu 2019 ditetapkan 381.568 pemilih. Jumlah itu naik 4.816 pemilih dibandingkan DPT Pilgub Bali 2018, yang jumlahnya 376.752 pemilih. Selain DPT bertambah, tempat pemungutan suara (TPS) juga bertambah. Ketua KPU Karangasem, Putu Deasy Natalia, Kamis (23/8) kemarin mengungkapkan, penambahan DPT tersebut karena ada pemilih yang saat pilgub itu ada tambahan masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). Mereka saat ini terdaftar DPT jumlahnya 123 pemilih. Penambahan juga terjadi karena pemilih pemula, yang belum cukup umur saat pilgub. Mereka itu kemudian baru umurnya cukup saat pencoblosan 17 April 2019. “Jadi, DPT yang sekarang tersusun itu dari DPT Pilgub itu jadinya ditambah pemilih pemula dan DPT Pilgub 2018,” terangnya. Terlepas dari penetapan DPT itu, Deasy tak menampik kemungkinan ada pemilih yang tercecer. Pemilih yang tidak masuk DPT. Kemungkinan tercecer itu adalah masyarakat yang sudah cukup umur memilih, namun belum melakukan rekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (KTP). Rekaman e-KTP itulah menjadi salah satu syarat pemilih. Karena itu, KPU Karangasem mengimbau masyarakat Karangasem yang sudah cukup umur untuk memilih, namun belum melakukan perekaman data e-KTP, agar segera melakukan rekaman di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem. Saat hari pencoblosan, mereka diberikan ruang menggunakan hak pilih dengan cara menunjukkan e-KTP di TPS. “Bagi yang sudah melakukan perekaman agar memastikan sebelum hari H sudah mendapatkan e-KTP. Hal itu untuk menggunakan hak pilihnya di TPS sebagai Daftar Pemilih Khusus,” terangnya. Terkait jumlah TPS, Deasy menyatakan, jika jumlah TPS pemilu lebih banyak dibandingkan Pilgub. Itu karena yang akan dicoblos lebih banyak. Yakni DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR-RI, DPD, dan pilpres. Jumlah DPT di setiap TPS itu maksimal 300 pemilih. Sedangkan, pilgub maksimal 800 pemilih. “Pilgub ada 945 TPS. Sedangkan pemilu 1.706 TPS,” tegas Deasy. (kmb41)
Putu Deasy Natalia
Kepala SDN 1 Tiyingtali Sang Putu Swandiyasa, Kamis (23/8) kemarin mengungkapkan, pascagempa semua gedung tidak dapat difungsikan untuk proses belajar mengajar. Siswa selama ini belajar di tenda darurat yang diberikan Disdikpora. Atas kondisi mem-
prihatinkan itu, pihaknya bakal segera membangun wewarungan sebagai tempat pengganti tenda itu. “Siswa tidak efektif belajar di tenda karena panas. Sehingga kita bangun wewarungan agar siswa itu tidak lagi kepanasan saat belajar dan
dapat lebih efektif mengikuti proses belajar mengajar. Kasihan, selama ini, anak-anak belajar di tenda dengan kondisi yang tidak memungkinan. Sehingga proses belajar mengajar menjadi kurang maksimal,” ungkapnya. Material seperti bambu,
kelangsah – daun kelapa yang dianyam -- untuk wewarungan, kata Swandiyasa, akan dibantu pihak orang tua. Sedangkan, proses pembangunan wewarungan-nya akan dilakukan pihak sekolah. Pihak sekolah tentu juga akan dibantu orangtua siswa. Sebelumnya, para orangtua siswa, sudah bersedia membantu pembangunan tenda demi kelancaran belajar anak-anaknya. “Pembangunan wewarungan akan dilakukan lusa (Sabtu red). Segala perleng-
Amlapura (Bali Post) Kodim 1623/Karangasem melaksanakan pembinaan fisik dan mental terhadap peserta calon seleksi prajurit bintara PK di Lapangan Mandala Wikrama Saraswati, Karangasem, Kamis (23/8) kemarin. Pasipers Kodim 1623/ Karangasem Kapten Inf. I Wayan Suatma mengatakan, ada sembilan peserta yang mengikuti pembinaan fisik dan mental calon peserta bintara PK, yang merupakan binaan Kodim 1623/Karangasem. “Peserta putra ada delapan orang dan seorang
wakil putri,’’ ungkapnya. Tes kesegaran jasmani itu kata Suatma, merupakan salah satu syarat utama menjadi prajurit TNI-AD. Selain itu, juga perlu kesiapan mental. Kesiapan mental dan fisik, memang perlu kategori baik agar dapat menjadi prajurit TNI-AD yang tangguh. Hal itu menjadi krusial agar dapat mendukung tugas pokok TNI pada umumnya. “Pembinaan fisik dan mental bagi peserta, sudah dilaksanakan sejak dua bulan lalu. Untuk mengetahui hasil binaan kita, maka perlu dilak-
sanakan pengambilan nilai garjas bagi para peserta utamanya siap secara fisik dan juga mentalnya. Kami harap seluruh peserta calon seleksi bisa lulus,” pintanya. Sembilan peserta yang melakukan pembinaan fisik dan mental itu adalah Gede Agus Putra Purnama, I Kadek Agus Ariawan, I Gede Windu Astutimor Yudhanata, Gregorius Nicholas Wowor, I Gusti Gede Diva Laksmana Megantara, Ade Pande Aryadinata, I Kadek Arya Agustina Putra, Faisal Bakri, Ni Komang Rismayanti. (kmb41)
PEMBINAAN - Peserta mengikuti pembinaan seleksi calon bintara saat mengikuti tes fisik.
Amlapura (Bali Post) Rusaknya seluruh gedung di SDN 1 Tiyingtali mengakibatkan proses belajar mengajar di sekolah itu menjadi tidak efektif. Atas kondisi itu, pihak sekolah bakal segera membangun wewarungan sebagai tempat pengganti tenda darurat. Tenda darurat itulah nantinya sebagai tempat siswa, melakukan proses belajar mengajar.
Bali Post/kmb41
Calon Seleksi Prajurit Bintara PK Dibina Fisik dan Mental
kapan utamanya material sudah ada di sekolah. Tinggal membangun saja. Kita harap pada Minggu proses pembangunan wewarungannya sudah selesai dilakukan. Sehingga Senin, anak-anak juga sudah bisa menggunakan wewarungan itu untuk menjalani proses belajar mengajar. Dengan dibangunnya wewarungan, kita berharap siswa bisa lebih nyaman mengikuti proses belajar mengajar dengan baik di sekolah,” jelasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Rusak Diguncang Gempa
Diusulkan, Bantuan Rehab Enam Sekolah ke Pusat Pasca-enam bangunan sekolah rusak berat diguncang gempa Lombok beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem melakukan langkah-langkah terobosan. Strateginya, mengajukan bantuan untuk rebab enam gedung sekolah ke pusat. Pihak Disdikpora, sangat mengharapkan bantuan itu bisa secepatnya turun, sehingga perbaikan gedung-gedung sekolah itu bisa secepatnya diwujudkan. Lalu, bagaimanakah nasib permohonan bantuan ke pusat itu? KEPALA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem Gusti Ngurah Kartika mengatakan, pihaknya memang telah mengajukan bantuan rehab terhadap enam sekolah yang mengalami rusak berat pascagempa dahsyat di Lombok itu. Gedung sekolah itu memang sudah tidak layak. Gedunggedung yang diajukan untuk direnovasi itu memang sama sekali tidak bisa difungsikan untuk proses belajar mengajar siswa dengan baik. Karena itu, solusinya, dibuatkan tenda sementara. Selanjutnya, menunggu bantuan pusat, dibuat lagi bangunan sederhana alias semipermanen menggunakan atap klangsah – daun kelapa yang dianyam.
Tujuannya, agar anak-anak bisa menjalankan proses belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif. ‘’Semua sekolah yang rusak itu sudah kami data. Perkiraan dana kerusakannya juga sudah dihitung. Sejauh ini, kami juga sudah melaporkan kerusakan sekolah lengkap dengan fasilitas yang rusak ke pusat. Kami sangat berharap, bantuan dari pusat itu secepatnya bisa terealisasi,’’ ujar I Gusti Ngurah Kartika. Enam gedung sekolah yang rusak itu memang relatif parah. Sekolah-sekolah yang rusak dan diusulkan mendapatkan bantuan dari Kemendikbud itu adalah SMPN 1 Sideman, diperkirakan pembangunannya menyedot anggaran hingga Rp 196 juta, kemudian SMPN 3
Abang ancar-ancarnya Rp 235 juta, SDN 3 Bunutan dikalkulasi Rp 391 juta lebih, SDN 1 Tiyingtali sekitar Rp 566 juta, SDN 3 Purwakerti, dan SDN 3 Duda usulannya sama Rp 196,5 juta. “Kita memang sangat berharap pemerintah pusat bisa menyetujui bantuan yang kita
ajukan ini. Semoga mekanisme persetujuannya bisa cepat, sehingga anak-anak bisa lebih tenang dan nyaman lagi mengikuti proses pembelajaran,” harap Kartika belum lama ini. Kartika menambahkan, untuk sekolah yang mengalami kerusakan ringan, seperti genting jatuh, sementara dian-
jurkan untuk menggunakan dana BOS saja. Atau bisa juga dari anggaran alokasi dana pemeliharaan ringgan. Dalam kaitan itu, pihak sekolah diminta menanggulangi untuk sementara. Harapnnya, agar proses belajar mengajar bisa berjalan baik dan juga lancar. (eka)
Bali Post/eka
REHAB SEKOLAH – Tampak petugas sedang mengamati kerusakan sekolah pascagempa di salah satu gedung sekolah yang rusak.
KLUNGKUNG
12
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
SOSOK Tindakan Cegah Dini
PERHELATAN Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 sudah mulai, termasuk di Kabupaten Klungkung. Guna mendulang simpati masyarakat supaya bisa memberikan dukungan, sejumlah bakal calon pun mulai bergerilya. Yang dilakukan tak sebatas menyambangi pusat-pusat keramaian. Namun juga memperkenalkan diri melalui baliho yang terpasang di tempat-temppat strategis. Mengingat masa kampanye belum mulai, antisipasi pelanggaran dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klungkung. “Kami telah melakukan tindakan cegah dini. Sudah bersurat ke seluruh parpol peserta pemilu untuk mengikuti aturan yang ada,” ungkap Ketua Bawaslu I Komang Artawan, Kamis (23/8) kemarin. Sejauh ini, tak ditampik sudah ada baliho bacaleg di sejumlah lokasi, lengkap dengan partai yang mengusung maupun nomor urut yang didapatkan. Namun, pihaknya tidak bisa melakukan penindakan lantaran tidak masuk kategori pelanggaran. “Yang dinamakan kampanye itu isi balihonya harus lengkap. Sampai ada visi misinya. Tetapi baliho yang terpasang sekarang, itu tidak ada. Kami bertindak sesuai norma,” sebutnya. Jika pelanggarannya berupa zonasi pemasangan, bisa ditindak. Namun, ranahnya bukan di Bawaslu, melainkan di Tim Yustisi Kabupaten. “Kalau misalnya mengganggu estetika, dan zonasinya tidak sesuai, bisa diturunkan. Tetapi bukan oleh kami,” ujarnya. Terlepas dari hal tersebut, mantan komisioner KPU Klungkung ini mengharapkan hajatan politik lima tahunan ini bisa berjalan baik, tanpa diwarnai pelanggaran sedikit pun. Parpol maupun calon perlu menjadi contoh untuk masyarakat. “Kami berharap seluruhnya mengikuti aturan,” pungkasnya. (sos)
Diduga Banyak Melanggar
Penindakan Orang Asing Jangan Hanya Wacana Semarapura (Bali Post) Tim Pengawasan Orang Asing (POA) telah dibentuk Pemkab Klungkung. Fungsinya akan dimaksimalkan dengan menyasar seluruh kecamatan sebagai bentuk antisipasi pelanggaran. Oleh Perbekel Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, I Ketut Gede Arjaya, tindakan nyatanya sangat dinanti. Bukan hanya sebatas wacana di atas meja. Khusus di Desa Lembongan yang perkembangan pariwisatanya semakin pesat, ditengarai ada sejumlah orang asing yang bekerja tanpa menggunakan visa yang sesuai. Informasi itu pun cukup sering muncul di masyarakat. “Banyak orang asing yang bekerja sebagai dive structure. Penafsiran saya, kemungkinan ada menggunakan visa bukan untuk kerja,” ungkap-
Pendistribusian Elpiji ke Nusa Penida
nya, Kamis (23/8) kemarin. Kehadiran pekerja asing yang demikian dikhawatirkan bisa mempengaruhi lapangan pekerjaan. Masyarakat lokal yang memiliki keahlian diving, justeru terpinggirkan. “Ini bisa saja berdampak pada lapangan pekerjaan,” sebutnya. Mengantisipasi adanya pelanggaran, pemerintah desa hanya bisa memberikan imbauan kepada pengelola
pariwisata supaya seluruhnya tertib administrasi. Sementara untuk langkah penertiban tidak bisa dilakukan lantaran terbentur kewenangan. “Dalam ekspektasi ini, pemerintah desa, dari segi aturan tidak bisa melakukan penertiban. Harus dilakukan imigrasi, kepolisian, dan Satpol PP,” ucapnya. Instansi tersebut sudah sempat dimohon untuk
melakukan sidak. Namun yang diterimanya hanya sebatas report yang menyatakan tidak ada pelanggaran. “Saya berharap dilakukan sidak atau apa, untuk meyakinkan orang asing itu taat aturan. Kalau melanggar, sampaikan melanggar. Keyakinannya seperti itu. Jika ada turun, saya siap mendampingi. Kalau tidak ada pelanggaran, saya terima kasih,” katanya. Sebelumnya, Kepala Kesbangpol Klungkung Wayan Sujana dalam pertemuan bersama Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan pengawasan terhadap
keberadaan orang asing akan dilakukakan di semua Kecamatan di Kabupaten Klungkung, berjalan bertahap dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait. “Semoga dengan adanya langkah-langkah seperti ini nantinya bisa mengantisipasi pelanggaran keberadaan warga asing,” ungkapnya. Bupati Suwirta pun menegaskan tim ini harus mampu bekerja maksimal. “Apapun nantinya pelanggaran yang dilakukan warga asing yang ditemui di lapangan harus dikenakan sanksi sesuai aturan yang telah berlaku,” tegasnya. (kmb45)
Strategi Petani Subak Sema Agung di Tengah Kesulitan Air
Subsidi Transportasi Tanam Palawija, Hasil Panen Dibelikan Beras Terbentur Aturan
Semarapura (Bali Post) Harga elpiji, khususnya ukuran tiga kilogram di Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung masih terpaut cukup jauh dengan wilayah daratan. Menekan itu, Pemkab berkeinginan untuk mensubsidi biaya transportasi melalui kapal roll on roll off (Roro). Namun belum bisa terealisasi lantaran terbentur aturan. “Ada keinginan seperti itu (subsidi transportasi red). Tapi aturan tak mengizinkan. Karena elpiji itu sudah dapat subsidi dari pemerintah. Jadi tidak bisa lagi ada subsidi lain,” ungkap Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, Kamis (23/8) kemarin. Pejabat asal Tabanan ini menyatakan, kebutuhan elpiji melon itu mencapai 12 truk setiap tiga minggu. Sejauh ini upaya yang bisa diambil pemkab hanya menetapkan besaran ongkos angkut dengan kapal roro, LCT dan sampan, sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali. “Bupati hanya sebatas menetapkan untuk biaya penyeberangan saja. Ini sedang dikaji. Untuk menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET), tidak,” jelasnya. Berdasarkan hasil penghitungan sementara yang dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan
Klungkung dan Bagian Ekonomi, biaya pengiriman per truk mencapai Rp 600 ribu pulang pergi (PP). Jumlah tersebut sejatinya dipandang tidak terlalu besar jika disubsidi oleh pemerintah. “Kalau dihitung, biayanya sekitar Rp 7,2 juta untuk pengiriman tiga minggu sekali. Kalau itu disubsidi oleh pemkab, per tahunnya tidak terlalu besar. Sesuai hitung-hitungan dengan dinas Perhubungan, itu juga sudah bisa menutupi biaya operasional. Kapal roro tidak rugi,” sebutnya. Disampaikan lebih lanjut, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji ini di wilayah daratan Rp 14.500. Jika didistribusian ke Nusa Penida, sesuai hitungan awal, perlu tambahan sekitar 2.600 untuk biaya transportasi menggunakan kapal Roro. Akumulasinya masih berada dibawah yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2018 tentang HET, maksimal Rp 20 ribu. “Pemkab tetap berkeinginan masyarakat tidak terlalu terbebani. Ini juga harus diputuskan hati-hati sekali. Kami juga berupaya berkomunkasi dengan pemerintah pusat supaya ada solusi untuk ini. Kalau selama ini yang dberikan subsidi hanya untuk wiilayah perintis. Nusa Penida kan tidak masuk,” imbuhnya.
Bali Post/sos
SAMPAN - Pengangkutan barang dari Pelabuhan Tribhuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan menggunakan sampan menuju Kepulauan Nusa Penida. Di sampan tersebut juga terdapat elpiji untuk memenuhi kebutuhan warga.
Berdasarkan informasi, harga elpiji 3 kilogram tingkat eceran di Nusa Gede kisaran Rp 24 ribu dan di Nusa Lembongan Rp 30 ribu. Sementara di Klungkung daratan kisaran Rp 18 ribu. Sebelumnya, anggota DPRD Klungkung asal Nusa Penida I Wayan Misna mengungkapkan, perbedaan tersebut menyebabkan pengeluaran masyarakat menjadi lebih besar. Bagi yang ekonominya menengah ke atas, hal tersebut mungkin tidak terlalu mencekik. Namun, berbeda hanya dengan yang rendah, tentu akan memberatkan. “Saat reses ini sering disampaikan. Kesetaraan harga dengan daratan sangat dinanti masyarakat. Termasuk kebutuhan lainnya,” katanya. Jika mengacu pada komitmen pemerintah, menciptakan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, hal tersebut diharapkan bisa mendapat perhatian. Menurutnya, memperlancar akses transportasi laut menjadi salah satu alternatif. Melalui itu, pendistribusian kebutuhan pokok akan terus tersambung. “Kalau sekarang untuk kapal Roro kan belum maksimal. Kami berharap ini bisa disikapi. BBM kan sudah bisa satu harga,” katanya. (kmb45)
SUBAK Sema Agung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan yang bertahun-tahun kesulitan air membuat petani meringis. Pemenuhan beras untuk konsumsi tak bisa dilakukan. Benar-benar tidak dapat mengandalkan hasil panen. Mereka lebih sering membeli.
Hamparan persawahan di subak ini cukup luas. Tengahtengahnya terdapat jalan setapak. Tak terlalu lebar. Hanya sekitar satu meter. Dari ujung barat sampai timur, nyaris tak ada tanaman padi. Lahannya kering dan keras. Oleh petani, itu ditanami palawija, seperti jagung dan kacang tanah. Cukup subur. Nampak dari daunnya yang besar-besar dan berwarna hijau segar. Beberapa petak juga ada yang ditanami cabai. Daunnya sudah menguning. Pertanda sudah lama ditanam. Buahnya banyak merah. Tinggal menunggu dipetik. Di beberapa titik, juga terlihat bunga pacah. Ada yang sudah memasuki masa panen. Tanaman itu sudah bertahun-tahun dibudidayakan petani. Bukan tanpa alasan. Kesulitan air menjadi penyebab. Padi hanya bisa ditanam sekali dalam dua tahun. Tentu pemenuhan beras untuk konsumsi masih sangat sulit. Benar-benar sulit. “Produksi beras memang sangat kecil. Petani jadi membeli untuk konsumsi sehari-hari,” ucap Klian Subak Sema Agung, I Wayan Darta, Kamis (23/8) kemarin. Pembeliannya menggunakan hasil penjualan panen palawija. Setiap musim, tergolong
menjanjikan. Apalagi bunga, yang pesanan tak pernah surut, terlebih jelang hari raya umat Hindu, seperti Galungan. “Kalau dihitung, hasil palawija lebih bagus dari padi. Lebih menjanjikan. Tetapi untuk beras, tetap diperlukan,” ucapnya. Petani di subak seluas 68 hektar ini mencapai 150 orang. Sebagian besar merupakan penggarap. Di tengah kesulitan air, mereka masih tetap bertahan. Tidak ada yang mengembalikan lahan ke pemilik. “Masih bertahan. Karena masih ada hasil dari palawija,” tuturnya. Kesulitan air akibat posisi air Sungai Bubuh yang jauh berada di bawah. Maka dari itu, dibutuhkan mesin pompa khusus yang dapat mengangkat air. Itu menggunakan solar. Selama 12 jam beroperasi, membutuhkan 24 liter. Biayanya ditanggung penuh oleh subak. “Sekarang hidup seminggu sekali. Hanya untuk mengairi sebentar saja. Supaya tanah sekadar basah saja,” sebutnya. Mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Klungkung tengah berupaya mencari solusi. Bupati I Nyoman Suwirta telah mengajukan proposal ke Pemerintah Provinsi Toyama, Jepang melalui Deputii Kon-
sulat Jenderal di Denpasar untuk mendapatkan bantuan hibah teknologi mesin pompa air. “Saat ini lahan subak Sema Agung hanya bisa ditanami dua tahun sekali, dengan bantuan mesin dari Toyama dan telah dilakukan kajian, maka akan bisa ditanami setahun sekali,” ujarnya. Kadis Pertanian Ida Bagus Juanida juga menyampaikan, pihak Toyama telah melaku-
kan survei di lokasi, dan diputuskan penggunaan mesin pompa dengan tenaga Solar Cell atau energi matahari. Mesin ini memiliki kapasitas 16,6 liter/detik dan nantinya akan mampu mengairi seperempat dari keseluruhan subak Sema Agung. “Dengan mesin dari Toyama ini diharapkan akan dapat mendukung mesin yang sudah ada sebelumnya,” ungkapnya. (sos)
Bali Post/sos
LAHAN - Klian Subak Sema Agung I Wayan Darta menunjukkan lahan pertanian yang kesulitan air.
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr: FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40,Kuta
B.BP.001.08.18.0001018
! Dcr 2PRT brsih2 Tgl Dlm G.1,5 jt, 081237903622/087861412911
B.BP.001.08.18.0001011
*Dcr Cook,Mrkting,Akuntan Wnta Sopir Hub Telp/WA.08123929167
B.BP.166.08.18.0001051
Dcr Karyawan/ti utk perusahaan Perak Hub.03618446108
B.BP.001.08.18.0000984
Dcr Penjahit berpengalaman Hubungu WA +628123818921
B.BP.001.08.18.0001029
Dicari Guru Private Renang dan Private Les Bhsa Inggris malam Kirim CV : rismasata@gmail.com
B.BP.001.08.18.0000982
Dcr SPG Min SMP,Gaji mulai dari 1,7jt/bln + Bonus Harian. Hub.Wanda Pet Shop, Jl.Gatsu Timur,0361-239981/085738037365 B.BP.001.08.18.0000974
Dicari staf database/design D3/S1,exel, corel draw, photo shop, programming.0818346584 B.BP.004.08.18.0000835
Dicari 3Guru TK&2Pembantu TPA utk TK Madhu Vidya Celuk Sukawati Hub.081239539944 Santosa
B.BP.001.08.18.0000920
Need staff Psst.Reservation English speak,have experience Travel Agency,walk interview directly in Gatot Subroto West 14x Telp:0361-430831
B.BP.001.08.18.0001024
Dicari Segera Therapis Spa Wnt di Canggu Pglmn/tdk Gj&Bns Menarik Hub.081239621123 Massaji Spa
B.BP.001.08.18.0001041
Look for Villa Supervisor/Head Butler in Canggu, Good Spoken & Written English, Computer Skills. Tlp 0811385656
B.BP.004.08.18.0001038
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DICARI MOTOR
DIJUAL TANAH
081 338 294 465 Beli Tinggi Mtr Bekas Sgl Merk
Dijual Tnh & Bgnan 3Lt,Jl.Raya Kuta,Bali SHM LT:1.075m2 cck utk Hotel & Kantor,dpn Gelael Hrg. 30M Peminat Lgsg Hub:08161876272 (Pemilik)
B.BP.001.08.18.0001053
DIJUAL RUMAH Rmh Minimalis Lt2,4KT,3KM,Ls2A Jl .Tkd.Petanu Dps/081999098517
B.BP.001.08.18.0001016
B.BP.031.08.18.0000792
Djl Tnh 1 Hektar,Petang Pelaga 25Jt/are,Hub:08123665040 BU. TP
PT.BPR Padma Dibutuhhkan Sgr AO Kredit & Customer Service Lam Krm Jl.Ry Sesetan 324 Dps
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
Tanah Kvl Di Mengwi 135Jt/A & 75Jt/A,Bs Kredit,087862450004
Sopir SIM A untuk distribusi air, Lamaran ke SMS 0818621818
Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809
Cari PRT , Tidur dalam Hub.413291/08123927619
Prshn Fintech yg sdg berkembng Mmbth putra/i daerah u/Jabatan Manager dgn syrt sbg brkt:mmlk pglm di Bank sbg CS/FD Officer slm 2th,blm mnikah/klrg, senang dunia teknologi,Penddkn min S1 Lmrn ke:recruit@danamas.co.id Plng lmbt 1minggu iklan tayang
Tenaga SMTA-SMK punya SIM C untuk tenaga serabutan produksi air RO untuk di Kuta. Lamaran ke SMS 0818621818
G.09
B.BP.001.07.18.0000043
Satpam/Waker tamat SMP/SMA. Lamaran ke SMS 0818621818
Tnh 5A cck u/Kost,Rmh Kori Nuansa Utama Jimbaran/0816295639
Cr Admin/Op Printer Pria bs Comp Min SMA, 082139313737
Salesman Executive,Max 35Th, Jl.Tunjung Danu 3 Dps.Tlp:464286
KONTRAKTOR
Cr.Senior Waitress/Bar Manager u/ area Kuta Hub.081246149843/085338517438
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
Tukang masak ikan bakar khas Jimbaran dan Klungkung. Lamaran ke SMS 0818621818
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat Line WA.081375409869&087754689692
B.BP.001.08.18.0001019
B.BP.004.08.18.0000921
Beach Rest Berawa,Need Waiters Hostess,Cashier,Good English Please. Contact:081999462978
B.BP.001.08.18.0001025
B.BP.001.08.18.0001049
B.BP.001.08.18.0001023
B.BP.004.08.18.0001039
B.BP.001.08.18.0000973
B.BP.004.08.18.0000980
Cri Wtr/s,Brista, n Baker u/ Monsieur Spoon Peng.1Thn Krm CV:anthonie@monsieurspoon.com /Jl.Raya Batu Bolong No.55 Cgu
G.01
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
B.BP.004.08.18.0001037
Dbthkn sgr Reservasi staff.Hub Happy Bali Tour, 081999379595
G.02
B.BP.001.08.18.0001046
Dcr 2 Satpm,3 Tk Kebun,3 Bersh Villa/Msk Hub.Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Krbkn Ph .4731979 B.BP.154.08.18.0001045
Dcr 3 org Karyawan utk Warung Makan Lok.Kuta Hub.08113988981 B.BP.001.08.18.0000959
Dcr Spa Therapis Woman Only u/Kila Infinity 8 Hotel Jimbaran Email:info.seronispa@gmail.com Hub:085237354021/085237003788
Dcr Adm Max 25Th Hub:Indohome Finance Jl .Cokroaminoto No.165 Ubung/Samp.Bank Mandiri Taspen
Dicari Karyawan Garmen Lulusan SMA,PunyaSIMC,H:081339689777
B.BP.001.08.18.0001034
B.BP.001.08.18.0001022
B.BP.001.08.18.0001030
Dcr Sopir Serabutan SIM A,utk Toko Bangunan Hub.08123620008
B.BP.001.08.18.0001040
Dicari Sopir Pribadi Hubungi:08180532780
B.BP.001.08.18.0001032
Dicari Tukang Sablon utk Kaos Hub.Hp:087783275758 B.BP.001.08.18.0001028
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com G.03
G.07
BIRO JASA BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
B.BP.001.08.18.0001042
B.BP.001.08.18.0000908
G.08
G.10
B.BP.001.08.18.0001035
Borong Rumah Murah,Gratis RAB +Gambar+SumurBor,087860317903
G.11
Cook, Barista, Waiter. Lamaran ke SMS 0818621818
B.BP.001.08.18.0001031
ARSITEKTUR
G.12
Yoga Desain&Arsitek:Jasa Gmbar Bangunan,IMB+Ijin,081338146376
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.08.18.0001054
BMW
BMW 323i’98 mesin, body ok tokcer 50jt Hub.081353790233
RUPA-RUPA Sulam/Shading Alis,Eyeliner, Memerahkan Bibir,Telp. 0821.1788.7374,0821.1745.4848
B.BP.001.08.18.0001048 DAIHATSU
Dilelang Daihatsu Ayla Th 2015 Asli Bali Hub.089619874461 B.BP.001.08.18.0001014 HONDA
Dijual CRV DK Tgn 1 Th 2013 Hub.082145089775 B.BP.001.08.18.0001033
Honda Jazz MMC 13 AT Putih Hub.081337177850 B.BP.001.08.18.0001026
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
B.BP.001.08.18.0000905
Djl Tnh 2A Dalung Permai Blok GG2 Blkng Clandys 08123803153
B.BP.004.08.18.0001036
DIJUAL TANAH Djl Tanah 2A 12A BU Cepat Dalung dan Buduk,082147454248 B.BP.164.08.18.0001050
Tnh Sawah 95Jt/Are Kota Dps, Mbl bs msuk 300 mtr dr Jl.Induk bs Tkr Mobil Hub.087862101243
B.BP.001.08.18.0001047
KEHILANGAN Hlg Surat Ijin Operasi Taksi DK273FD,NoIjin183/TX/KWD/2011 B.BP.001.08.18.0001020
Srtfkat Tnh HM No.847 Krobokan Kelod NIB.00766 SU No 368/2002 Luas 710m2 AN:I Nyoman Jenir B.BP.166.08.18.0001052
BANGLI
14
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
Calon Pemilih Bertambah 2.830 Orang
Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 di Kabupaten Bangli sebanyak 186.870 orang. Penetapan DPT dilakukan melalui rapat pleno terbuka yang digelar, Selasa (21/8). Dibandingkan DPT Pilgub, terdapat penambahan jumlah pemilih dalam pemilu 2019 sebanyak 2.830 orang. Sesuai berita acara tentang rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar hasil perbaikan DPSHP dan penetapan DPT Pemilihan Umum 2019, ditetapkan bahwa dari 186.870 pemilih yang ditetapkan, 94.069 di antaranya merupakan pemilih laki-laki dan 92.801 pemilih perempuan. Seluruh pemilih tersebut tersebar di empat kecamatan. Di Kecamatan Bangli, dari 9 desa/kelurahan jumlah pemilih yang ditetapkan sebanyak 40.168 orang. Mereka akan menggunakan hak pilihnya di 182 TPS. Sementara di Kecamatan Kintamani, jumlah pemilih yang ditetapkan sebanyak 77.666 orang tersebar di 48 desa. Mereka akan mencoblos di 359 TPS yang disediakan KPU. Di Kecamatan Susut, dari 9 desa yang ada, KPU menetapkan jumlah pemilih pemilu sebanyak 37.160 orang. Mereka akan mencoblos di 158 TPS. Sedangkan di Kecamatan Tembuku, KPU menetapkan jumlah pemilih sebanyak 31.876 orang dengan jumlah TPS sebanyak 144.Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan, Kamis (23/8) kemarin, mengatakan hasil rapat pleno penetapan DPT pemilu 2019 ini telah diserahkan ke seluruh stakeholder terkait. Dia mengatakan terdapat penambahan jumlah pemilih dibandingkan dengan DPT saat Pilgub lalu. “Karena sudah ditetapkannya DPT, sekarang sudah jelas berapa jumlah pemilih saat Pemilu nanti. Jumlah TPS juga sudah jelas. Logistik pemilu selanjutnya sudah bisa kita direncanakan,” terangnya. Dengan telah dilaksanakannya rapat pleno penetapan DPT ini, masing-masing partai politik (parpol) juga sudah mulai bisa mempersiapkan saksi. Lidartawan mengatakan di samping penetapan DPT, KPU Bangli dalam waktu dekat juga akan menetapkan daftar calon tetap (DCT) yang turut berkompetisi di Pil e g 2 019. Penyusunan dan penetapan DCT akan dilakukan KPU pada 1420 September. Selanjutnya DCT akan diumumkan pada 22-23 September mendatang. (kmb40)
Dewa Agung Lidartawan
Bali Post/kmb40
DILANJUTKAN - Gedung berlantai tiga di RSU Bangli dilanjutkan kembali pembangunannya tahun ini.
Bali Post/kmb40
Pembangunan Gedung di RSU Dilanjutkan Bangli (Bali Post) – Gedung berlantai tiga di RSU Bangli yang mangkrak sejak lebih dari sepuluh tahun lalu, kini dilanjutkan kembali pembangunannya. Rencananya, sebagian ruangan di gedung tersebut akan dimanfaatkan untuk ruang pelayanan khusus sulinggih. Melanjutkan pembangunan gedung tersebut, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 4 miliar. Berdasarkan pantauan Kamis (23/8) kemarin, proyek pembangunan gedung yang lokasinya berada di selatan areal RSU itu kini sedang dalam tahap pengerjaan. Sesuai papan proyek yang terpasang di dekat lokasi, pengerjaannya dilakukan oleh PT Karya Dinamis Mesari. Lama waktu pengerjaan selama 135 hari mulai 24 Juli 2018.
Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana saat dikonfirmasi kemarin mengatakan, dilanjutkannya kembali pembangunan gedung tersebut untuk pengembangan ruang pelayanan mahotama. Rencananya, pada lantai satu dan dua gedung itu akan dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan pasien khusus sulinggih. Sementara pada
lantai tiganya akan dimanfaatkan untuk ruangan pendidikan. Dijelaskan lebih lanjut, ruang pelayanan untuk pasien sulinggih disediakan sebagai bentuk penghargaan Pemkab Bangli terhadap para sulinggih. Dengan adanya gedung tersebut, nantinya pasien sulinggih yang membutuhkan perawatan ataupun
penanganan darurat akan langsung ditangani di sana tanpa harus dibawa ke IGD. “Selama ini sulinggih masih dirawat berbaur. Penyediaan ruang ini merupakan ide Bapak Bupati sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap sulinggih,” jelasnya. Dengan dilanjutkannya kembali pembangunan gedung tersebut, maka total jumlah ruang pelayanan Mahotama yang dimiliki RSU Bangli nantinya menjadi 17 unit dari yang sebelumnya hanya 7 unit. Sudiana menambahkan setelah proyek pembangunan sele-
sai, pihaknya mengupayakan melengkapi sejumlah sarana kesehatan di dalamnya seperti tempat tidur dan sebagainya, pada tahun anggaran perubahan. “Targetnya pembangunannya selesai bulan November,” ujarnya. Selain melanjutkan pembangunan gedung mangkrak, RSU Bangli pada tahun ini juga tengah membangun gedung areal utara RSU dengan nilai Rp 1,7 miliar. Pembangunan gedung berlantai tiga tersebut rencananya akan difungsikan untuk ruangan manajemen. (kmb40)
dikonfirmasi, Kamis (23/8) kemarin, mengakui bahwa sampai saat ini jabatan Ketua Komisi I masih kosong pascameninggalnya I Made Bawa. Dikatakannya, untuk mengisi jabatan ketua komisi tersebut, anggota dewan di Komisi I harus menggelar rapat internal. Dalam rapat internal itu nantinya akan diambil keputusan siapa yang ditunjuk menempati jabatan tersebut. “Komisi I baru akan menggelar rapat minggu ini,” ujar Kutha Parwata. Menurutnya, meski posisi Ketua Komisi I sampai saat ini masih kosong, namun tugas dan agenda Komisi I tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tugas Ketua Komisi yang selama ini dijalankan Made Bawa dari Fraksi PDI-P, kata Kutha Parwata, diambil alih sementara oleh Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi. “Semua agenda tetap bisa berjalan sebagaimana biasanya,” jelasnya. Diwawancara terpisah, Ketua Fraksi PDI-P I Wayan Mangku Kariasa mengatakan, untuk pengisian pimpinan Komisi I
pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke internal komisi. Dirinya selaku perpanjangan partai PDI-P hanya bisa berharap yang nantinya dipilih menjadi ketua Komisi I nanti adalah anggota Fraksi PDI-P. Jika nantinya yang menempati posisi Ketua Komisi I memang dari Fraksi PDI-P, maka mengenai siapa anggota yang akan ditunjuk juga akan diserahkan ke induk partainya. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, kursi Fraksi PDI-P di DPRD Bangli yang sejak dua bulan terakhir kosong pascameninggalnya Made Bawa, kini telah resmi diisi Wayan Artom Krisna Putra. Kader PDI-P asal Desa Songan itu resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai anggota DPRD Bangli melalui rapat paripurna istimewa pengucapan sumpah janji anggota DPRD Bangli antar waktu (PAW) yang digelar Senin (20/8) lalu. Acara pengambilan sumpah janji dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata. (kmb40)
Dilantik Gantikan Made Bawa Karya Panca Wali Krama dan Pangusabaan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Kehen Wayan Artom Tak Otomatis Duduki Ketua Komisi I
Bangli (Bali Post) – Karya Panca Wali Krama dan Pengusabaan Ida Batara Turun Kabeh rencananya akan digelar di Pura Kehen, Bangli. Sesuai dudonan karya, puncak pelaksanaan karya suci ini akan dilangsungkan pada Purnamaning Kelima, Buda Pahing Landep, 24 Oktober mendatang. Jelang pelaksanaan karya, pihak panitia terus mematangkan sejumlah persiapan, salah satunya dengan menggelar paruman melibatkan bebanuan Pura Kehen dan Pemkab Bangli. Ketua Panitia Karya Panca Wali Krama dan Pengusabaan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Kehen, Sang Made Suryawan (Sang Mangku
Gede Dalem Gede Selaungan), Kamis (23/8) kemarin menjelaskan, karya ini adalah pertamakalinya dilaksanakan di Pura Kehen. Sesuai yang termuat dalam prasasti, upacara yang selama ini rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali di Pura Kehen, yakni karya Ngusaba Batara Turun Kabeh. D i k a takan Suryawan, latar belakang dilaksanakannya Karya Panca Wali Krama dan Pengusabaan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Kehen karena kondisi jagat selama ini yang tidak menentu. Banyak bencana alam terjadi di sejumlah wilayah. Dengan pelaksanaan karya ini diharapkan dunia beserta isinya selalu mendapat kes-
elamatan dan kesejahteraan. “Jadi pelaksanaan Karya Panca Wali Krama dan Pengusabaan Ida Batara Turun Kabeh ini adalah untuk ngerastiti jagat lan sedagingnyane,” jelasnya. Jelang pelaksanaan karya tersebut, Suryawan mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan. Pada Rabu (22/8) telah digelar paruman dengan melibatkan seluruh bebanuan Pura Kehen dan Pemkab Bangli untuk lebih mematangkan tugas masing-masing selama karya berlangsung. Sesuai dudonan karya, rangkaian karya akan dimulai dengan melasti pada 19 Oktober dan berakhir dengan prosesi Ida Batara Perampian Budal
Bali Post/ist
KARYA - Paruman panitia untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Karya Panca Wali Krama dan Pengusabaan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Kehen.
ke Kahyangan Soang-soang pada 4 November mendatang. Pihaknya berharap kepada seluruh krama di Bangli untuk ikut berpartisipasi ngiasayang agar pelaksanaan karya di Pura sungsungan jagat ini bisa berjalan lancar dan sukses sesuai harapan bersama. Sementara itu, Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra selaku Penasihat Panitia Karya Panca Wali Krama dan Pengusabaan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Kehen diwawancara terpisah mengatakan merujuk dari kisah sejarah Pura Kehen, Pemkab Bangli memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menggelar upacara di pura setempat. Untuk menyukseskan pelaksanaan karya suci di Pura Kehen, Pemkab membantu baik dalam bentuk tenaga termasuk pendanaan dengan ngaturang punia Rp 1,8 miliar. Diharapkan pelaksanaan Karya Panca Wali Krama dan Pengusabaan Ida Batara Turun Kabeh yang akan digelar untuk pertamakalinya di Pura Kehen ini dapat berlangsung sukses dan lancar. “Dalam paruman kemarin, saran dan masukan bebanuan berharap karya dengan tingkatan tertinggi ini bisa dilaksanakan berkelanjutan 10 tahun atau 15 tahun sekali,” kata Giri Putra. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Dilantik sebagai anggota DPRD Bangli menggantikan I Made Bawa, tak serta merta membuat Wayan Artom Krisna Putra bisa menduduki jabatan Ketua Komisi I DPRD Bangli. Sesuai mekanisme, pengisian posisi jabatan ketua komisi ditentukan melalui rapat internal. Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata saat
Bali Post/kmb40
Wayan Artom Krisna Putra
15
Jumat Umanis, 24 Agustus 2018
PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.
Badan Pengurus Kota Oi Denpasar Raya Rp 10.000.000 Sembako,Obat-obatan, Makanan Ringan, Susu SD Saraswati Tabanan Rp 8.295.700 Kelompok Ibu-ibu MT.AR.Rohim Rp 6.086.000 Karya Damai Sidakarya Denpasar SMA PGRI Blahbatuh Rp 5.000.000 Group Tirthayatra Yadnya Sari Dps Rp 2.417.000 (Ibu Mataram) Keluarga Besar SMP Sila Chandra Batubulan Rp 2.000.000 I.G.N Kartika Rp 1.000.000 BMC (Bali Merzy Club) Rp 700.000 Staf Sekretariat DPC PD Karangasem Rp 500.000 Antrans Bali Rp 500.000 Made Sinar Rp 200.000 I Nengah Pujawan Rp 200.000 Bali Hash House Harries 2 2 dus mie instan 75 kg beras Jumlah penerimaan hari ini Rp 36.898.700 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 216.175.167 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 253.073.867
SUMBANGAN - Bali Post menerima titipan sumbangan uang dan barang yang digalang dari anggota Oi Denpasar, Badung serta masyarakat pengguna jalan di sekitar lampu merah perempatan Jl. Teuku Umar – Jl. Imam Bonjol Denpasar dengan menggelar ‘’Art Performance Peduli Lombok’’ berupa pagelaran musik dan karikatur live selama 4 hari. Barang sumbangan berupa sembako, obat-obatan, snack, susu (senilai Rp 18.000.000) serta uang tunai sebesar Rp 10.000.000. Sumbangan diserahkan langsung oleh Ketua Badan Pengurus Kota Oi Denpasar Raya Bapak Wayan Tama serta didampingi oleh masing-masing perwakilan Pengurus Kelompok Oi.
SMK PGRI BLAHBATUH - Titipan sumbangan dari SMK PGRI Blahbatuh sebesar Rp 5.000.000 diserahkan ke Bali Post, Kamis (23/8) kemarin.
SUMBANGAN - Kelompok Ibu-ibu MT. Arohim Karya Damai Sidakarya Denpasar menyerahkan titipan sumbangan untuk korban gempa Lombok sebesar Rp 6.086.000.
Posko Pengobatan ‘’Oleh karena itu, kami di pemkab bersama Yayasan Siwa Murthi Bali dan Dinas Kesehatan Pemkab beserta bagian Kesra telah menyiapkan posko pengobatan dan pemulihan sekala-niskala di Kantor Camat Kediri tepatnya di wantilan kantor Camat Kediri tanggal 24 Agustus 2018 dimulai pukul 09.00 Wita. Bagi mereka siswi-siswi para penari masih merasa tidak nyaman dan berniat untuk diperiksa dapat berkoordinasi dengan kepala
sekolah dan camatnya masingmasing untuk dikoordinasikan,’’ pintanya. Bupati Eka pun mengajak semua pihak membangun bersama-sama, karena dari niat suci akan melahirkan kekuatan yang suci dan mendamaikan semua umat sekala lan niskala. Diharapkan juga untuk menjaga kondisi tetap kondusif, agar tidak ada provokasi dan memanfaatkan kejadian ini untuk kepentingan suatu kelompok atau pribadi. ‘’Semoga dalam tiga hari ke depan, agar berjalan lebih baik dan normal kembali,’’ harapnya. (ad1064)
Bali Surga Pengedar Narkoba
Daya Beli Tinggi, Peredaran Narkoba Tinggi
Mangupura (Bali Post) Tidak bisa dimungkiri peredaran narkoba masih tinggi di Bali. Hal tersebut disebabkan daya beli masyarakat tinggi, sehingga Bali menjadi surga bagi pengedar narkoba. Oleh karena itu, upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) harus terus digalakkan. Hal itu disampaikan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat menghadiri kegiatan asistensi penguatan pembangunan berwawasan antinarkoba dengan instansi pemerintah dan swasta di Dalung, Kuta Utara, Selasa (21/8) lalu. Suastawa mengatakan, pelaksanaan kegiatan pencegahan penyalahgunaan nar-
koba diperlukan koordinasi dan keterpaduan dengan berbagai pihak, instansi pemerintah, swasta dan dunia usaha serta kerja sama dengan masyarakat yang melibatkan berbagai profesi dan disiplin ilmu. ‘’Salah satu faktor penting penunjang keberhasilan pembangunan yaitu meningkatkan sumber daya manusia mumpuni, baik dari segi kinerja maupun dari segi kepribadian,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Bagian Umum BNNP Bali AKBP I Made Pastika menyampaikan dasar dari peran serta seluruh komponen masyarakat terdapat pada UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Undang-udang tersebut mengatur jika masyarakat mempunyai kesempatan seluas-luasnya
untuk berperan serta membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahugunaan dan peredaran gelap narkotika. ‘’Bapak Presiden sudah manyatakan Indonesia darurat narkoba. Narkotika masuk ke Indonesia dari Cina, Malaysia, Nigeria dan Pakistan,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Bali AKBP I Ketut Suandika menyampaikan rencana aksi pencegahan penyalahgunaan narkoba di instansi pemerintah sangat. Peran serta instansi pemerintah dalam P4GN yaitu mengarahkan/mengimbau masyarakat tentang P4GN, menjadi tauladan dan panutan. (kmb36)
Arief Yahya Buka Boost Sanur Village Festival 2018 ”Mandala Giri”
Sanur Tetap Menjadi Model ’’Community Based Tourism’’ Boost Sanur Village Festival 2018 dengan tema ‘’Mandala Giri’’ resmi dibuka oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya, Kamis (23/8) malam. Pembukaan seremonial Boost Sanur Village Festival yang berlokasi di kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur ini ditandai dengan Penancapan Kayon Wayang yang dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Kapolda Bali Irjen Pol. Golose, dan tamu undangan lainnya, beserta pelaku pariwisata di Bali. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Boost Sanur Village Festival 2018 telah menjadi trending topic secara nasional. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong kunjungan wisatawan ke Sanur maupun Bali akan semakin meningkat. Dikatakan, saat ini kunjungan wisatawan ke Bali telah pulih pasca-erupsi Gunung Agung tahun lalu. Pemulihan ini memerlukan waktu sekitar enam bulan dan puncaknya selama Juli 2018 tercatat kunjungan wisatawan ke Bali telah mencapai 635 ribu wisatawan mancanegara (wisman). Pada kesempatan tersebut, Arief Yahya berpesan agar Sanur terus melakukan upaya pelestarian lingkungan dan budaya untuk keberlangsungan pariwisata di kawasan Pantai Matahari Terbit. ‘’Hingga kini Sanur tetap menjadi model community based tourism dan saya selalu berpesan kepada daerah lain jika ingin belajar tentang pariwisata berbasis komunitas datanglah ke Sanur,’’ ungkap Arief Yahya, Kamis malam kemarin. Ketua Umum Boost Sanur Village Festival 2018 Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan, kegiatan tahunan yang mulai digelar tahun 2006 silam ini, kini semakin bisa merasakan kedekatan dunia seni, budaya, pariwisata, dan kreatif dengan kesadaran masyarakat Sanur yang terus selalu ingin berbenah menuju yang terbaik bagi desanya. Dengan didukung seluruh warga Sanur, festival ini selalu ditunggu banyak orang yang ditandai dengan parameter semakin banyaknya peserta, meningkatnya kunjungan wisatawan, kian bertumbuhnya kreativitas baru dari warga serta bermunculannya bisnis kreatif. ‘’Kami juga meluncurkan aplikasi persewaan sepeda GoWes dan layanan digital lain yang akan membawa Sanur menerapkan gaya hidup digital yang lebih memudahkan dan memberikan benefit bagi masyarakat,’’ tandas Gede Sidharta. Gede Sidharta menambahkan, Boost Sanur Village Festival kini bukan hanya milik warga Sanur, melainkan telah menjadi kebanggaan bersama
BUKA - Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menancapkan Kayon Wayang sebagai tanda dibukanya Boost Sanur Village Festival 2018 di kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur, Kamis (23/8) malam. yang mendukung promosi pariwisata secara kolosal. Publikasi festival telah memiliki gaung nasional dan internasional serta menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara di samping warga Denpasar dan sekitarnya. Pada pembukaan Boost Sanur Village Festival 2018 juga diberikan penghargaan khusus kepada mereka yang telah memberikan kontribusi pemikiran bagi festival yang telah digelar berturut-turut selama 13 tahun ini. Mereka yang meneri-
ma di antaranya Menpar Arief Yahya, Menteri Koperasi dan UKM A.A. Ngurah Puspayoga, pakar marketing Hermawan Kartajaya, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, mantan Menpar Gede Ardika dan sejumlah tokoh Sanur. Pada kesempatan itu juga diluncurkan transportasi berbasis aplikasi yakni sepeda GoWes dan mobil listrik MetroCar. Persewaan sepeda dan mobil ramah lingkungan ini diharapkan bisa menambah kenyamanan wisatawan di Sanur. (ad1065)
Bali Post/ist
ASISTENSI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menghadiri kegiatan asistensi penguatan pembangunan berwawasan antinarkoba.
Besok, Batas Akhir Izin Lokasi
Baliho Penolakan Reklamasi Bertambah IZIN lokasi reklamasi Teluk Benoa akan habis Sabtu (25/8) besok. Apabila pemerintah tidak mengeluarkan izin Amdal-nya, maka proyek tersebut belum bisa dijalankan. Sementara itu, penolakan reklamasi juga makin menguat. Pendirian baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa terus bertambah dan semakin banyak. Pendirian baliho penolakan dilakuakan oleh desa adat dan berbagai komunitas yang tidak setuju dengan rencana reklamasi yang akan dilakukan di Teluk Benoa, terlebih izin lokasi reklamasi yang akan habis 25 Agustus 2018 mendatang sudah semakin dekat. Pada Rabu 22 Agustus baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa didirikan oleh masyarakat di Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Baliho berukuran 2,25 x 3,25 meter sebanyak tiga baliho didirikan di beberapa titik desa tersebut. Wayan Sukerta, S.Pd. selaku koordinator dalam pemasangan baliho tersebut menjelaskan bahwa pemasangan baliho ini merupakan bentuk konsistensi dari perjuangan rakyat Bali selama lima tahun. ‘’Ini merupakan sebuah konsistensi dari perjuangan rakyat Bali dalam
menolak reklamasi Teluk Benoa. 25 Agustus adalah batas akhir dari izin reklamasi yang dipegang oleh investor. Kita masyarakat Lembongan dan Ceningan akan terus berjuang dengan segala daya upaya dan siap memenangkan Teluk Benoa,’’ ucapnya. Hal serupa juga dilakukan oleh masyarakat Desa Jungut Batu. Ketut Arta Jaya yang mengoordinir pendirian baliho di Desa Jungut Batu. Ia mengatakan, pendirian baliho ini merupakan respons terhadap perjuangan rakyat dalam menolak reklamasi Teluk Benoa. ‘’Kami masyarakat Jungut Batu dengan tegas menolak reklamasi dan siap menyambut kemenangan Teluk Benoa 25 Agustus 2018,’’ tegasnya. Sebelumnya, di hari yang sama Semeton Citarum juga mendirikan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa. Koordinator pemasangan baliho I Made Sukadiana menjelaskan bahwa pemasangan ini sebagai bentuk dedikasi terhadap perjuangan rakyat yang gigih selama lima tahun lebih tanpa henti dalam mempertahankan Teluk Benoa dari ancaman reklamasi. ‘’Kami siap memenangkan Teluk Benoa,’’ imbuhnya. (r/kmb)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
24 Agus iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
jumat Umanis,
Komang Harik Adi Putra
Bali Post/ant
Komang Harik Menang Mudah
Jakarta (Bali Post) – Atlet pencak silat Indonesia Komang Harik Adi Putra menang telak 5-0 atas atlet Timor Leste David No Ano Ximenes dalam pertandingan Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (23/8) kemarin. Dalam pertandingan kelas E (65-70 kg) putra itu, Komang begitu mudah menjatuhkan lawannya. Atlet asal Bali ini tidak memberikan kesempatan kepada David untuk mendapatkan poin dari wasit juri. Ini menunjukkan bahwa David tidak pernah berhasil melesakkan tendangan, pukulan bahkan bantingan kepada Komang yang dapat menghasilkan poin bagi dirinya. Pada babak pertama, Komang memperoleh poin 10 dan di babak kedua mendapatkan poin 18 dari wasit juri. Pada babak ketiga, poin Komang terus bertambah seiring dengan serangan yang dilakukan bertubi-tubi kepada David dengan jumlah poin 33. Meski memperoleh kemenangan mudah, Komang tidak mau meremehkan lawan-lawannya. Atlet-atlet yang ada di ajang Asian Games merupakan lawan tangguh. ‘’Pertandingan begitu cepat dan di setiap waktu terus berputar. Saya harus terus melakukan serangan-serangan hingga memperoleh kemenangan,’’ katanya. Dengan kemenangan ini, sudah dua atlet pencak silat Indonesia yang berhasil maju ke babak selanjutnya. Pesilat lainnya adalah Iqbal Candra Pratama di kelas D (60-65 kg) putra. Iqbal berhasil mengalahkan Porntep Poolkaew (Thailand) juga dengan skor telak 5-0. (ant)
Dayung Sumbang Perunggu
Palembang (Bali Post) – Pedayung Indonesia yang berlomba di final kelas ganda putri (women’s pair/W2) cabang olahraga dayung Asian Games 2018 hanya mampu mempersembahkan medali perunggu. Medali pertama tim dayung nasional itu dihasilkan Julianti/Rokaya Yayah dalam final di Venue Dayung Jakabaring Sports City (JSC), Palembang, Kamis (23/8) kemarin. Medali emas diraih atlet dayung Cina Jur Ui/Lin Xinyu, sedangkan perak diperoleh Jeon Seoyeung/Kim Seo Hee (Korea Selatan). Penyerahan medali cabang olahraga dayung kelas ganda putri dilakukan Sekretaris Umum Persatuan Olahraga Dayung Indonesia Edy Suyono. ‘’Kami sudah berupaya berlomba secara maksimal, namun hanya perunggu yang bisa dipersembahkan untuk Indonesia,’’ ujar Julianti didampingi Rokaya. Pedayung Cina Zhang Liang yang turun di final nomor rowing kelas tunggal putra (men’s single sculls/M1X) juga merebut medali emas. Posisi kedua atau medali perak diraih pedayung Kim Dongyong (Korsel) dan medali perunggu disabet Arakawa Ryuta (Jepang). Atlet Cina kembali berjaya di kelas tunggal putri (women’s single sculls/W1X). Medali emas diperoleh Chen Yunxia. Medali perak untuk Huang Yiting (Chinese Taipei) dan medali perunggu diraih pedayung Kazakhstan Opachanova Aleksandra. Penyerahan medali emas kelas tunggal putra (M1X) dilakukan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, sedangkan medali kelas tunggal putri (W1X) dikalungkan Sekretaris Daerah Sumsel Nasrun Oemar. (ant)
MEDALI EMAS - Atlet panjat tebing Indonesia Aries Rahayu Susanti mengibarkan Bendera Merah Putih setelah meraih medali emas kategori kecepatan Asian Games 2018 di Palembang, Kamis (23/8) kemarin.
Bali Post/ant
Emas Pertama dari Palembang Palembang (Bali Post) – Kontingen Indonesia meraih medali emas pertama dari cabang olahraga panjat tebing Asian Games XVIII melalui atlet andalan Aries Rahayu Susanti pada nomor kecepatan putri (speed woman), Kamis (23/8) kemarin. Ini merupakan medali emas perdana tim tuan rumah dari Palembang yang menjadi kota kedua pelaksanaan Asian Games 2018. Aries membukukan waktu 7,61 detik pada final mengalahkan rekan satu timnya Puji Lestari yang mencetak 7,98 detik. Meski menjadi yang terbaik, capain Aries ini masih jauh dari rekor yang dibuatnya pada seri Kejuaraan Dunia di Chongqing, Cina, Mei 2018, yang mencatat 7,51 detik. Song Yiling dari Cina di tempat ketiga menundukkan rekan senegaranya He Cuilian.
Pertemuan dua atlet Indonesia (all Indonesian final) ini telah dielu-elukan pendukung tuan rumah yang memandati Venue Panjat Tebing, Jakabaring Sport City, Palembang, sejak partai semifinal. Aries (23) mampu mengalahkan kecepatan Song Yiling di semifinal. Saat penentuan apakah Indonesia mampu meloloskan dua atletnya ke final akhirnya tiba ketika Puji Lestari
Jakarta (Bali Post) – Perenang nasional I Gede Siman Sudartawa memperbanyak relaksasi untuk membantunya fokus menghadapi perlombaan nomor 4 x 100 meter gaya ganti estafet putra Asian Games 2018, Jumat (24/8) ini. Atlet asal Klungkung, Bali ini mengakui kurang fokus menjadi faktor utama dirinya belum berhasil menyumbang medali untuk Indonesia pada nomor 50 meter gaya punggung putra dan 100 meter gaya punggung putra. ‘’Aku pribadi memperbanyak relaksasi karena kemarin bisa dibilang lost focus juga,’’ kata Siman usai berlomba dalam final nomor 4 x 100 meter gaya ganti estafet campuran di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Rabu (22/8) malam. Pada babak final tersebut penampilan Siman bersama Ananda Evato, Glenn Victor Sutanto dan Patricia Yosita Hapsari masih belum bisa mengantarkan Indonesia ke medali kemenangan, meski catatan waktu yang dibuat yakni tiga menit 55,37 detik lebih cepat 19 detik dibandingkan babak penyisihan.
Bali Post/022
UJIAN - Peserta ujian kenaikan tingkat DAN hapkido di Denpasar, Kamis (23/8) kemarin. menekuni hapkido sudah sejak lama, minimal sekitar dua
Siman mengatakan penyebab dirinya kurang fokus adalah tekanan yang tinggi. Peraih medali emas nomor 50 meter gaya punggung putra dalam SEA Games 2017 di Kuala Lumpur ini merasa ekspektasi para pelatih dan masyarakat Indonesia untuk melihat dirinya mengantongi medali pada Asian Games 2018 sangat besar. Terlebih selama 28 tahun terakhir Indonesia belum meraih medali di cabang renang Asian Games sejak terakhir kali Richard Sam Bera memenangi medali perunggu pada Asian Games 1990 di Beijing. ‘’Kita sekarang tuan rumah, mereka mengharapkan aku dapat medali di sini,’’ ujarnya. Faktor lain yang sempat dirasa mengganggu fokusnya adalah banyaknya jumlah suporter yang memadati tribun. Selama 18 tahun berkarier dalam dunia renang, baru kali ini Siman merasa cabang olahraga favoritnya ini mendapat perhatian begitu besar dari masyarakat. Kehadiran dan dukungan penonton pada Asian Games 2018 disebutnya sangat berbeda dibandingkan saat Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 2011. (ant)
setengah tahun sampai tiga tahun. Ke depannya mereka
diharapkan menjadi pimpinan di daerahnya masing-masing. Menurutnya, peserta ujian DAN bukan hanya dari Bali, tetapi juga asal provinsi lain seperti Jatim, Kalteng dan Jabar. ‘’Pascamenempuh ujian DAN, mereka diharapkan mampu mengembangkan hapkido di daerahnya,’’ tuturnya. Sementara kursus singkat hapkido di Nusa Dua hari ini melibatkan peserta dari Sulsel, Maluku dan Sultra. Yoyok menambahkan, cabor bela diri hapkido berbeda dibandingkan cabor lainnya. Pihaknya mempunyai jurus teknik dan sistem manajemen yang berbeda. Ia optimis makin banyak masyarakat yang tertarik dan ingin menggeluti bela diri hapkido. (022)
Tim Futsal Sofitel Pesta Gol
Denpasar (Bali Post) Tim juara bertahan Sofitel Nusa Dua berpesta gol 7-1 saat menghadapi Ramada Sunset Road pada laga Grup A hari pertama turnamen futsal antarkaryawan hotel yang dihelat Bali Travel News (BTN), Bali Hotel Association (BHA) serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali di Sanur, Denpasar, Kamis (23/8) kemarin. Juara III tahun lalu The Jayakarta ung-
menghadapi He Cuilian di semifinal. Benar saja, Puji menyudahi perlawan Cuilian. Ratusan penonton yang berada di tribun sontak bersorak menandakan bahwa medali emas berhasil direbut Indonesia. ‘’Saya berusaha mengendalikan diri sendiri saja. Meski ini jauh dari catatan waktu saya, saya sangat bersyukur dan terima kasih dukungannya,’’ kata Aries sesaat setelah merayakan kemenangannya dengan menyapa penonton dan menjumpai rekan-rekannya sembari menyelempangkan bendera Merah Putih di pundak. Akan tetapi kemenangan sektor putri ini tidak diikuti kelompok putra yang menurunkan Sobri dan Aspar Jaelolo.
Siman Utamakan Relaksasi
Atlet Hapkido Jalani Ujian DAN
Denpasar (Bali Post) Atlet hapkido Bali menjalani ujian kenaikan tingkat (UKT) DAN atau DAN Promotion Test di Denpasar, Kamis (23/8) kemarin. Mereka diuji langsung oleh pendiri Hapkido Indonesia Mr. Vincentius Yoyok Suryadi. Yoyok menerangkan, peserta ujian DAN tidak cukup hanya menempuh ujian kenaikan tingkat, namun harus kembali mengikuti kursus singkat di Nusa Dua, Jumat (24/8) ini. ‘’Materi dan pembekalan ujian harus ditambahkan lagi, dilanjutkan dengan kursus singkat,’’ ujarnya. Peserta ujian DAN merangkak dari sabuk putih, hingga berhak menyandang sabuk hitam atau DAN. Mereka
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
gul atas Arya Duta juga dengan skor 7-1. Sementara runner-up tahun lalu Grand Barong memilih absen dalam turnamen tahun 2018 ini lantaran tingkat hunian di hotel tersebut cukup tinggi. Government Relation and Event Manager Andy menyebutkan, turnamen futsal antarkarywan hotel 2018 ini pesertanya membeludak hingga mencapai 40 tim. Peserta dibagi menjadi delapan grup dan tiap pul dihuni enam tim. Tim juara dan
Bali Post/ist
PEMBUKAAN — Suasana pembukaan turnamen futsal antarkaryawan hotel yang dihelat BTN, BHA dan PHRI di Sanur, Kamis (23/8) kemarin.
runner-up grup berhak melaju ke babak 16 besar, delapan besar, semifinal dan final. Andy mengaku sampai menolak tiga tim futsal yang ingin ambil bagian karena kelebihan peserta. ‘’Tim yang mendaftar 51. Jika mengacu hasil pengundian berikut bagan pertandingan hanya diperlukan 48 tim. Akhirnya dengan berat hati kami menolak tiga tim,’’ jelasnya. Tahun ini tim kontestan pendatang baru tercatat Arya Duta, Tijili Benoa, Radisson Blu Uluwatu, Indigo dan Whyndam Jiva Klungkung yang sekaligus sebagai peserta terjauh. Mereka sangat antusias menyambut turnamen yang digelar hingga Minggu (26/8) lusa ini. Kejuaraan dibuka Director Sport and Culture NHA Gunawan Cahya. Dia mengapresiasi partisipasi pekerja hotel yang di tengah kesibukannya melayani tamu, masih menyempatkan diri mengikuti turnamen futsal. ‘’Kami harap dengan terjun di ajang ini, para pekerja hotel makin sehat dan bugar. Berbekal badan yang sehat, pekerja hotel bisa meningkatkan mutu pelayanan, berjiwa sportif dan membentuk karakter,’’ ujarnya. (022)
Keduanya gugur di babak semifinal. Aspar Jaelolo ditaklukkan Zhong Qixin (Cina) yang membukukan waktu hanya berselisih satu detik darinya. Aspar 5,65 detik dan Zhong mencetak 5,64 detik. ‘’Saya kaget, dia bergerak duluan, jadi saya ikut,’’ ujar Aspar. Demikian juga Sabri yang dikalahkan Alipour Shenazanadi Fard Reza, pemegang rekor dunia nomor ini. Saat bersiap start, Sabri dinyatakan gagal karena melakukan kesalahan. Lantaran kekalahan di semifinal, pertemuan antara Aspar dan Sobri tidak dapat dihindarkan dalam perebutan tempat ketiga. Namun, kembali Sabri melakukan kesalahan saat start sehingga Aspar berhak merebut medali perunggu. (ant)
I Gede Siman Sudartawa
Bali Post/ant
Tim Kabaddi Putra Gagal ke Semifinal Jakarta (Bali Post) – Bermodalkan tiga kali kemenangan berturut-turut di babak kualifikasi, atlet Indonesia malah gagal melangkah ke semifinal cabang kabaddi Asian Games 2018 yang digelar di Gedung Teater Garuda, TMII, Jakarta, setelah dikalahkan tim tangguh Iran 24-65, Rabu (22/8) malam. Sebelumnya Indonesia juga menderita kekalahan dari Pakistan dengan skor 1140, sedangkan tiga kemenangan diraih atas Nepal 33-29, Jepang 34-26 dan Malaysia 3022. ‘’Secara kualitas Iran lebih baik dari tim Indonesia dan atlet kita banyak yang cedera,’’ kata raider Indonesia I Putu Wahyu Juniartha usai pertandingan. Menghadapi Iran, Indonesia menerapkan strategi bertahan sambil berupaya mematahkan serangan lawan, namun strategi itu kurang berhasil. Atlet Iran dengan postur tubuh lebih besar sering kali sukses kembali ke area permainan setelah menyerang hingga mendapatkan poin. Strategi itu juga terbaca oleh Iran dengan sesekali hanya menyentuh-
kan kakinya ke garis merah untuk kembali ke area sendiri menunggu serangan lawan. Indonesia menurunkan I Gede Feri Setiawan, I Ketut Sudita, I Made Arya Negara, I Wayan Halus Suandana, Ida Bagus Ketut Wipradana, I Komang Dandi Darmawan dan Aldino Indrayana. Sementara pemain pengganti Dicki Candra, Faisal Ihsan Kamil, Setya Yogasena, I Putu Wahyu Juniartha dan I Nyoman Tos Pasek Wiguna. Sementara itu, tim putri Indonesia tersingkir dari perebutan tiket ke semifinal, meski masih menyisakan satu pertandingan lagi melawan Thailand. Tim kabaddi putri Indonesia hanya mampu menang satu kali, namun kalah dari Sri Lanka 17-24 dan India 22-54. Tim putri Indonesia beranggotakan Kadek Surya Febriantari, Ni Kadek Amiariasti, Ni Putu Dewi Larasati, Ni Kadek Ernawati, Desak Gede Indah Vinda D., Ni Komang Isna Pratiwi, Ni Ketut Puspasari, Agustina Siregar, Kadek Chandra Wahyuni, Ni Made Praartini Samith, I Gusti Anak Agung Pradnyawati dan Komang Ariningsih. (ant)