HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
16 HALAMAN NOMOR 160 TAHUN KE 13
Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantbnews@gmail.com
JUMAT, 22 SEPTEMBER 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Bansos Pemprov Diusut Kejaksaan
Inspektorat Minta Dijadikan Pelajaran Mataram (Suara NTB) Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Lotim) menyelidiki dana bantuan sosial (Bansos) Pemprov NTB dari dua instansi yakni Dinas Peternakan dan Kesehatan dan Dinas Pertanian dan Perkebunan. Alokasi anggaran ini belum terpantau khusus penggunaannya, sehingga baru diketahui ketika diproses hukum. ‘’Karena ini sudah jadi domainnya Kejaksaan, ya kami
Ibnu Salim
‘’
Karena ini sudah jadi domainnya Kejaksaan, ya kami tidak bisa masuk, kecuali hanya memantau saja
tidak bisa masuk, kecuali hanya memantau saja,’’ kata Inspektur pada Inspektorat NTB Ibnu Salim, SH., M. Si, kepada Suara NTB Kamis (21/9). Berbeda situasinya jika penggunaan anggaran belum diproses penegak hukum. Pihaknya bisa melakukan pendampingan jika memang dalam perencanaan dan pelaksanaannya terdapat potensi masalah. Pada kasus Bansos yang bersumber dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (dulu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) NTB dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB ini, Bersambung ke hal 15
Bisnis GNE Sebaiknya Fokus Pengolahan Produk Unggulan PT. GERBANG NTB Emas (GNE) sebaiknya fokus mengembangkan bisnis pengolahan produk unggulan daerah. Bukan mengembangkan bisnis yang sudah dijalankan masyarakat seperti usaha pencucian kendaraan dan perbengkelan. Pemerhati Ekonomi Universitas Mataram (Unram), Dr. Firmansyah, M. Si mengatakan adanya saran dari anggota Dewan supaya GNE tidak masuk kepada bisnis yang sudah dijalankan masyarakat ada benarnya. Artinya, Pemda ingin meningkatkan perekonomian NTB, termasuk masyarakatnya. Maka, semangat didirikannya sebenarnya untuk mengisi ruang-ruang bisnis yang belum diisi oleh masyarakat. ‘’Memang perlu ditelaah, kira-kira ruang apa yang sekiranya tidak mematikan bisnis masyarakat. Tetapi ka-
lau skala bisnisnya pangsa pasar di NTB masih luas. Artinya, ketika GNE masuk tidak merubah pemasukan dari swasta, ndak masalah,” kata Firmansyah ketika dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (20/9). Kajian bisnis yang diminta DPRD, menurut Firmansyah merupakan hal positif untuk menjelaskan bagaimana prospektif perusahaan daerah tersebut ke depan. “Ketika ditambah modal atau anggaran pemerintah. Bersambung ke hal 15
Firmansyah
Dua Fraksi Tolak Tambahan Penyertaan Modal PT. GNE Mataram (Suara NTB) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PDI-P DPRD NTB menolak secara tegas rencana penambahan penyertaan modal kepada PT. Gerbang NTB Emas (GNE). Kedua fraksi ini menolak pembahasan lebih lanjut Raperda perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Perseroan Terbatas Gerbang NTB Emas. Pemprov NTB mengajukan perubahan Perda tentang PT. GNE ke DPRD. Pengajuan perubahan Perda itu kaitan dengan penambahan modal dasar PT. GNE menjadi Rp 75 miliar. Saat ini, jumlah penyertaan modal Pemprov NTB ke PTM
GNE sudah mencapai Rp 20 miliar. Dengan tambahan penyertaan modal sekitar Rp 55 miliar, PT. GNE akan mengembangkan tujuh unit usaha. Dalam rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat buah Raperda usulan Pemprov NTB, Rabu (20/9) kemarin, Juru Bicara Fraksi PKS DPRD NTB, H. L. Pattimura Parhan, S.Ag, M.HI menjelaskan alasan fraksinya menolak pembahasan Raperda tersebut. Pemprov diminta melakukan evaluasi aktivitas investasi yang dilakukan dalam dua tahun terakhir. Bersambung ke hal 15
TO K O H Tinggalkan yang Tak Baik KETUA Umum Dewan Tanfidziah PBNW, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, menyerukan kepada seluruh jemaah untuk terus menjadi lebih baik. Terutama memasuki tahun baru Islam1439 H. Memasuki tahun baru Islam tersebut, TGB-sapaan akrabnya, menyerukan kepada jemaah untuk tetap membawa identitas ke-Islam-an dan keimanan. Hal itu dikarenakan identitas ke-Islam-an merupakan modal besar bagi umat Islam. Apabila ada ungkapan bahwa sekarang harus memajukan negeri, kata Gubernur NTB ini, maka bagi umat Islam bahwa motivaTGH. M. Zainul Majdi si terbesarnya untuk memajukan negeri adalah melaksanakan perintah agama. Bersambung ke hal 15
KO M E N TTAA R
(Suara NTB/her)
BERADA - Mustimah warga Dusun Madak Belek Desa Cendimanik di gubuk reotnya.
Mustimah, Potret Kemiskinan di Pesisir Lobar
(Suara NTB/yon)
PT.GNE Sedang Restrukturisasi KINERJA PT. Gerbang NTB Emas (GNE) terus menjadi sorotan DPRD NTB. Terlebih sekarang, Pemprov NTB mengajukan perubahan Perda tentang PT. GNE untuk penambahan modal dasar perseroan minimal Rp 75 miliar. Direktur Utama PT. GNE, Drs. H. Syahdan Ilyas, MM yang dikonfirmasi Suara NTB menyatakan dibutuhkan penyertaan modal sebesar Rp 55 miliar lagi dari Pemprov NTB untuk mencapai modal dasar tersebut. Ia menyatakan bahwa memang saat ini pihaknya sedang melakukan restrukturisasi Sumberf Daya Manusia (SDM) PT. GNE. Dalam melakukan restrukturisasi ini, pihaknya bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Inspektorat dan pengawasan intern PT. GNE. “Sedang kita tata SDMnya dulu supaya dia punya kapasitas atau kemampuan untuk mengelola. SDM-nya harus benar-benar profesional. H. Syahdan Ilyas Bersambung ke hal 15 (Suara NTB/dok)
(Suara NTB/bul)
PANEN UDANG - Udang jenis vaname yang baru dipanen dari petambak udang di Lombok Tengah, Rabu (20/9). Para petani berharap sentuhan modal dari perbankan untuk pengembangan usahanya. Berita selengkapnya di halaman 3.
MUSTIMAH (35) warga Dusun Madak Belek, Desa Cendimanik, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar) adalah salah seorang warga pesisir yang hidup di bawah garis kemiskinan. Selama puluhan tahun, ia mendiami gubuk reot di pesisir pantai setempat. Kerap kali ia dilanda was-was, karena bencana banjir rob yang dikhawatirkan menerjang pemukimannya. Untuk menyambung hidup ia bersama suaminya Burhan mengandalkan jadi petani garam rebus yang penghasilannya tidak seberapa. Disambangi di gubuk reotnya belum lama ini, ia tengah duduk bersama anak bungsu-
nya di beranda rumah beralaskan bambu. Dua anaknya yang lain saat itu ke sekolah, sedangkan suaminya pergi melaut. Gubuknya yang terbuat setengah panggung, berbahan kayu dan bambu. Penyangga gubuk dari bambu sudah lapuk, sehingga nyaris roboh. Lantainya dibuat menggunakan tanah dengan atap dari asbes dan dinding terbuat dari bedek. Gubuknya tak berukuran terlalu besar, terbagi atas kamar tidur dan serambi tempat biasa ia bersama suami dan anak-anaknya bercengkrama di kala malam. Tak tampak barang berharga, Bersambung ke hal 15
Kepala OPD Banyak Absen Hadiri Rapat Paripurna Mataram (Suara NTB) – Rapat paripurna membahas empat buah Raperda usul Pemprov NTB pada Rabu (20/9) minim dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari 45 OPD yang ada, hanya dua Kepala OPD yang menghadiri rapat paripurna tersebut, yakni Kepala BPSDM NTB, H. Rusman, SH, MH dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Ir. Lalu Hamdi, M.Si. Sementara Kepala OPD lainnya absen dan hanya mengutus pejabat eselon III. Rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi dewan terhadap empat buah Raperda usul Pemprov NTB. Yakni Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Raperda tentang pemerintahan berbasis elektronik, Raperda tentang PT. Gerbang NTB
Emas (GNE) dan Raperda tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan. Dua Raperda terakhir merupakan perubahan dari Perda yang ada sebelumnya. Infomasi yang diserap Suara NTB dari salah satu pegawai yang enggan dikorankan namanya, minimnya kehadiran Kepala OPD dalam rapat paripurna itu disinyalir akibat tidak adanya Gubernur maupun Wakil Gubernur (Wagub) NTB di daerah. Pasalnya, pada saat yang bersamaan, Gubernur Dr.TGH.M.Zainul Majdi sedang berada di Jakarta dalam rangka melaksanakan tugas. Kemudian, Wagub NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si dan Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H.Sayuti,M.Sc, Ph.D bersama sejumlah Kepala SKPD sedang berada di Cina kaitannya dengan Geopark Rinjani
dan penandatangan sejumlah kerjasama. Pantauan Suara NTB, terlihat banyak kursi kosong akibat ketidakhadiran Kepala OPD dan pejabat lingkup Pemprov NTB. ‘’Pak Gubernur lagi di Jakarta, Wagub dan Sekda yang ke Cina,” kata Juru Bicara Pemprov NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STP, ME ketika dikonfirmasi, Rabu (20/9). Irnadi menjelaskan secara singkat mengenai kunjungan Wagub dan sejumlah Kepala OPD ke Cina. Ia mengatakan, Wagub akan berangkat ke Cina pada Kamis (21/9) dalam rangka penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) bidang kerjasama ekonomi, perdagangan, sains, teknologi, budaya dan olahraga di Ningsia Hui Cina. ‘’Sekda terkait dengan pengelolaan geopark,’’ tandasnya. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/nas)
KURSI KOSONG – Kehadiran Kepala OPD sangat minim terlihat dari banyaknya kursi kosong pada rapat paripurna membahas empat buah raperda usul Pemprov NTB, Rabu (20/9) lalu.
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
SUARA MATARAM
Halaman 2
Peluang Kerja Tinggi RENCANA pengembangan di kawasan selatan Kota Mataram selain sebagai pusat perkantoran, juga nantinya dikembangkan pusat perekonomian. Dengan ketersedian lahan cukup serta representatif jadi pertimbangan utama. Kebijakan itu sudah dimulai oleh Pemkot Mataram dengan merintis pembangunan beberapa organisasi perangkat daerah. Belakangan juga diwacanakan pembangunan kantor walikota nantinya digabung dengan SKPD lainnya. Menanggapi hal itu Camat (Suara NTB/dok) Sekarbela, Cahya Samudra menCahya Samudra gapresiasi kebijakan Walikota dan Wakil Walikota Mataram. Tentunya kebijakan itu harus diamankan karena tentu telah melalui kajian dan pertimbangan cukup matang. Menurutnya, pengembangan di kawasan dirasa penting. Sebab, Sekarbela masih memiliki lahan, tidak padat dibandingkan di pusat kota atau di kawasan selatan. “Sebagai pemerintah di bawah tentu kebijakan ini akan kita amankan,” kata Cahya, Rabu (20/9) malam. Dari sudut pandang kewilayahan kata Yaya, sapaan akrabnya, pengembangan di bagian selatan tentu akan memberi dampak ekonomis dan sosiologis yang sangat akan dirasakan masyarakat wilayah di selatan Kota Mataram. Dampak ekonomis dimaksud, dengan perkembangan di wilayah selatan akan menciptakan lahan pekerjaan baru yang dapat mengurangi pengangguran. Daerah - daerah atau kantong - kantong pemukiman yang dulu akses terbatas akan semakin terbuka. Searah dengan pembangunan kantor Walikota akan memacu pembangunan di sektor perdagangan dan swasta. “Semuanya bisa berkesinambungan. Perusahaan banyak berarti lapangan pekerjaan terbuka luas,” paparnya. Namun demikian kata Yaya, Pemkot Mataram khususnya instansi teknis juga perlu memikirkan peningkatan infrastruktur di kawasan selatan. Sebagai daerah hilir notabene kawasan rendah rawan terjadi genangan dan banjir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) perlu menjadi perhatian utama. Salah satunya muara sungai di Mapak yang belum dibuatkan jetti dan sering kali pasir menutup muara tersebut. “Jika kita pertanyakan itu program urgen, jawabannya adalah iya. Tapi semua tentu melalui proses,” ujarnya. Mantan Lurah Pagutan Barat ini mengharapkan, masyarakat mendukung segala bentuk program pemerintah. Kebijakan tersebut dipastikan demi kepentingan kemaslahatan masyarakat. (cem)
OPD Mesti Ditegur MASIH rendahnya serapan anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Mataram menjadi sorotan kalangan legislatif. Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Herman, AMd., kepada Suara NTB di Mataram, Kamis (21/9) mengatakan, berdasarkan hasil konsultasi, pemicu minimnya serapan anggaran ini karena adanya perubahan OPD beberapa waktu lalu. “Jadi ini karena perubahan dari OPD lama (Suara NTB/dok) ke OPD baru,” ujarnya. Herman Sehingga, dia memaklumi tahun 2017 ini sebagai tahun penyesuaian bagi semua OPD. Namun demikian, Herman menekankan bahwa hal itu bukan alasan. Karena, untuk target serapan anggaran sebetulnya sudah ada batas waktunya. ‘’Ke depan kita harapkan tidak seperti ini lagi,’’ katanya. Karena bagaimanapun, lanjut dia, kinerja OPD dilihat dari serapan anggaran. Politisi Gerindra ini tidak menyangkal bahwa fenomena minimnya serapan anggaran ini, hanya terjadi pada tahun 2017. Karena tahuntahun sebelumnya pun, hal yang sama juga terjadi. Oleh karena itu, Herman meminta kepada semua OPD, dalam mengeksekusi anggaran, tidak melihat trend. Sebab, yang selama ini terjadi, anggaran akan terserap signifikan menjelang akhir tahun anggaran. ‘’Kita berharap, pekerjaan itu tidak menumpuk di akhir tahun,’’ cetusnya. Hal itu, akan membuat OPD keteteran, selain juga mempengaruhi hasil pekerjaan. Herman menegaskan bahwa pekerjaan yang dieksekusi menjelang akhir tahun anggaran akan berdampak pada kualitas. ‘’Kita pertanyakan kualitasnya,’’ imbuhnya. Herman yakin, pekerjaan yang dieksekusi pada akhir tahun anggaran, hasilnya tidak akan maksimal. Tidak hanya terjadi pada program yang telah direncanakan eksekutif, keterlambatan mengeksekusi anggaran ini juga menyasar program aspirasi milik anggota Dewan. ‘’Kalau pokir Dewan digarap oleh semua OPD. Tapi ada juga yang belum digarap,’’ akunya. Herman menyebut, minimnya serapan anggaran ini ada hubungannya dengan kapabilitas pejabat terkait. Mulai dari kepala dinas, kepala badan maupun kepala bidang. ‘’Karena kan parameternya sudah jelas. Kan sudah ada persentasenya di tiaptiap waktu yang ditentukan. Kalau semua pimpinan OPD melihat parameter ini, targetnya pasti tercapai,’’ ungkapnya. Untuk itu Herman berharap, Sekda memberi teguran kepada OPD-OPD yang realisasi anggarannya masih rendah. Dewan, kata Herman, tidak ingin hal ini terulang di tahun 2018 mendatang. ‘’Cukup penyesuaian di tahun 2017, tahun 2018 tidak ada toleransi lagi,’’ pungkasnya. (fit)
Pol PP Razia Kos - kosan di Gomong Mataram (Suara NTB) Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Mataram dibantu aparat Kepolisian dan TNI, Rabu (20/9) malam merazia kos - kosan di Jalan Kecubung Lingkungan Gomong Kelurahan Gomong Kecamatan Selaparang. Petugas mengamankan dua pasang penghuni kos sedang asyik berduaan dengan lawan jenisnya. Selain itu, ditemukan remaja tengah mengkonsumsi miras dan tanpa memiliki identitas penduduk. Dua pasang remaja tersebut kata Kepala Bidang Trantibum dan Linmas Sat. Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati langsung dibebaskan. Menurut pengakuan orangtuanya yang dihubungi via telephone, mereka adalah memiliki hubungan keluarga. “Penghuni kos yang kita temukan berduaan di dalam kamar kita bebaskan. Sempat kita tanyai orangtua mereka dan bersumpah - sumpah kalau keduanya ada hubungan keluarga,” kata Bayu, Kamis (21/9). Bayu menambahkan, razia dibantu aparat kepolisian dan TNI juga memburu peredaran obat tramadol begitu bebas di Gomong. Peredaran obat penenang itu cukup meresahkan warga setempat karena pelaku terang - terangan bertransaksi di depan umum. Sayangnya, petugas tidak berhasil mengamankan pelaku. “Begitu kita dating, semua pada kabur,” jawabnya. Ada lima kos - kosan yang dirazia, diidentifikasi tidak memiliki izin. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang pondokan masyarakat harus mengurus izin ke kepala daerah. Petugas juga kata Bayu, dari lima kos diperiksa menemukan penghuni kos tidak memiliki kartu identitas. Mereka beralasan langkanya blanko serta sulit mengakses pelayanan di Dukcapil yang menyebabkan mereka belum memiliki KTP. “Alasannya yang begitu, blanko KTP langka. Kemudian ribet ngurusnya,” ucap Bayu meniru alasan penghuni kos. Meskipun demikian, pihaknya tetap mengamankan penghuni yang tidak mengantongi identitas. (cem)
(Suara NTB/ist)
PUSAT PEMERINTAHAN – Sebuah dump truck melintas di sebuah lahan di jalan lingkar selatan Kota Mataram, Kamis (21/9). Pemkot saat ini sedang merencanakan lahan di jalan lingkar selatan sebagai pusat pemerintahan Kota Mataram dengan membangun sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD), bahkan kalau perlu dengan menjual Kantor Walikota Mataram di dekat Pendopo Gubernur NTB.
Retribusi Pasar Belum Banyak Berkontribusi kepada PAD Mataram (Suara NTB) Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengakui bahwa realitasnya pasar hingga hari ini potensinya diharapkan sebagai sumber untuk mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum signifikan. Ini harusnya menjadi tantangan sendiri instansi teknis karena sudah beberapa kali mewacanakan menjadikan pasar sebagai perusahaan daerah dan dikelola pihak ketiga. Tapi sejauh ini, Pemkot Mataram tetap memaksimalkan kerja dinas terkait untuk melakukan pendekatan termasuk sistem dan SDM. “Tapi faktanya memang belum mendongkrak PAD dan terjadi kebocoran - kebocoran,” kata Mohan menanggapi hasil audit komprehensif Inspektorat, kemarin. Mohan menegaskan,sebenarnya tahun ini adalah tahun optimis Pemkot Mataram. Kenapa dikatakan demikian, karena pihaknya sedang menata pasar baik sistem, manajemen serta SDM. SDM itu ditekankan pada perbaikan mental aparatur di pasar. Bahkan, ada penindakan - penindakan petugas pasar sekirarnya cukup jadi pelajaran berharga di pasar. Termasuk perombakan besar - besaran petugas pasar. “Ini tahun optimis kita menata pasar. Teman - teman
”
Pandangan saya pribadi bahwa PAD nomor dua, yang penting kita tata pasar itu H. Mohan Roliskana
juga melihat kita sedang menata beberapa pasar termasuk perombakan petugas pasar, “ ujarnya. Perombakan total sambungnya, sudah dilakukan. Beberapa kali ia menyampaikan pandangan dan pemikiran tentang pola penataan pasar ke SKPD terkait. Mohan melihat ini sudah dilakukan dan tinggal menunggu hasilnya. Terhadap kebocoran PAD di tiga pasar yaitu Pagesangan,
Kebon Roek, dan Abian Tubuh. Mohan menegaskan, kebocoran itu terungkap setelah adanya audit oleh Badan Pemeriksaan Keuangan termasuk Inspektorat selaku APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah). Akan tetapi, penataan itu baru berjalan sebelum temuan auditor negara. “Itu kan temuan yang dulu. Sekarang ini baru dan sedang berjalan,” ujarnya. Terkait pembentukan Satgas, Mohan menilai belum waktunya. Jangan sampai terbentuknya satgas justru jadi beban daerah karena Pemkot harus menyiap-
KARENA sudah biasa, mereka tidak merasa takut berdampingan tempat tinggal dengan makam-makam tersebut. Apalagi kambing-kambing milik warga bebas berkeliaran mencari makan di antara makam tersebut. “Makam-makam ini sudah lama tidak ada yang urus,” kata H. Abdussalam, salah satu warga Pondok Prasi. Ia menuturkan, makam ini sudah ada sejak dulu di mana pemukiman belum sebanyak yang sekarang. “Dulu di sini sepi, hanya ada semak-belukar saja. Sampai or-
(Suara NTB/uul)
TIDAK TAKUT – Penduduk di Pondok Perasi, Ampenan, Kota Mataram ini, mengaku tidak takut melaksanakan aktivitas sehari-harinya di depan rumahnya, kendati di sampingnya tampak pekuburan warga Tionghoa. ang tidak berani lewat kalau sudah sore,” ujarnya. Salam menuturkan, sebelum banyak pemukiman di dekat makam itu, hanya terdapat 1-2 rumah yang sudah lama berdiri di sana. “Kalau ramainya mulai sejak awal 2000-an dan kebanyakan merupakan pendatang,” tukasnya. Puluhan makam yang ada di sini, kata Salam, banyak yang tidak pernah dicari kembali oleh keluarganya. “Tetapi ada juga yang sudah memindahkan jasad yang ada di dalamnya untuk dipindahkan ke pemakaman Bintaro,” ujarnya seraya menunjukkan makam yang kosong. Tetapi, walaupun begitu keadaan makam tertata rapi
kan anggaran untuk pengawasan. Ia lebih percaya bahwa dinas teknis yang menangani mampu melaksanakan itu karena perangkat pasar sedang giat bekerja. Di satu sisi, Wawali menilai potensi PAD pasar itu nomor dua. Yang penting penataan, kualitas fisik dan kenyaman
pengunjung serta kualitas pelayanan di pasar tradisional paling utama. Nantinya, pendapatan bisa secara pararel. “Pandangan saya pribadi bahwa PAD nomor dua dulu. Yang penting kita tata pasar itu. Masyarakat nyaman seiring dengan itu pendapatan pararel,” demikian ujarnya. (cem)
Pemkot Matangkan Persiapan Mutasi
Mereka Nyaman Bermukim di Sekitar Pekuburan Melongok ke pinggiran Ampenan, tepatnya di Pondok Prasi, kita akan menemukan deretan makam warga keturunan Tionghoa yang posisinya berdekatan dengan pantai. Puluhan nisan bertuliskan aksara Mandarin berada di sini. Penanggalan tahunnya pun sudah cukup tua, rata-rata sudah lebih 50 tahun. Tetapi ada yang unik di deretan makammakam ini. Deretan rumah serta tempat usaha pemindangan ikan menghiasi makam ini.
(Suara NTB/cem)
PEROMBAKAN MANAJEMEN - Pemkot Mataram khususnya Dinas Perdagangan tengah melakukan perombakan terhadap manajemen di pasar. Salah satunya di Pasar Pagesangan di Jalan Gadjah Mada, Kota Mataram ini.
karena adanya pagar pembatas yang memisahkan makam dengan jalan serta pantai. “Biar ditahu batasnya sampai mana, agar keluarga yang dimakamkan disini tahu,” tambahnya. Jika terjadi banjir rob, makam warga keturunan ini juga ikut terkena banjir. “Kenanya sampai pagar yang berbatasan dengan jalan,” kata Salam. Murniati, salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan makam, dirinya sudah puluhan tahun tinggal di situ. “Saya termasuk yang pertama tinggal di sini, saat masih semak belukar dulunya,” ujarnya. Dirinya menyewa tanah di sana yang setiap tahunnya selalu dipajak. (uul)
Mataram (Suara NTB) Dukcapil karena harus melalui Pemkot Mataram tengah me- persetujuan Menteri Dalam matangkan persiapan untuk Negeri. Kalaupun rotasi bisa dimenggelar mutasi tahap ketiga. lakukan mengingat pentingnya Badan Pertimbangan Jabatan dan pengisian di Dukcapil. Maka, Kepangkatan (Baperjakat) sedang Pemkot Mataram harus mengamelengkapi dokumen serta berkas jukan diajukan tiga nama ke Keuntuk mengkonsultasikan dua ja- menterian Dalam Negeri. Jika batan eselon II yang kosong. disetujui maka Kemendagri menDua Jabatan Pimpinan Ting- geluarkan rekomendasi pengisian gi Pratama (JPTP) kosong ad- jabatan Dukcapil. Baru, Pemkot alah, di Dinas Kependudukan Mataram menentukan satu dari dan Catatan Sipil (Dukcapil) tiga nama yang diajukan. telah berhalangan tetap. SelanSecara otomatis nantinya, jutnya, di Dinas Sosial pada pergeseran pejabat eselon II akhir Oktober telah purna tugas. tetap akan ada dua jabatan yang Walikota Mataram, H. Ah- kosong. Dua jabatan akan diisi yar Abduh dikonfirmasi men- melalui mekanisme seleksi genai rencana konsultasi ke Ko- alias pansel. Dipertegas untuk misi Aparatur Sipil Negara pelaksanaan pansel, Ahyar eng(KASN) menjawab normatif, gan memberikan tanggapan. jika pihaknya sedang memperPelaksana Harian (Plh) Badan siapkan segala administrasi un- Kepegawaian dan Pengembangan tuk itu. “Belum. Baru kita per- Sumber Daya Manusia (BKPSsiapkan,” jawabnya singkat. DM) Kota Mataram, Taufik PriyDua hal yang akan dikonsulta- ono mengaku belum mengetahui sikan Pemkot Mataram terkait kapan akan berangkat ke KASN pengisian jabatan lowong itu. Per- untuk mengkonsultasikan dua hal tama, menyangkut Peraturan itu. Sejauh ini, bePemerintah (PP) Nomor 11 lum ada perintah Tahun 2017 tentang Manadari Pejabat jemen ASN yang tidak lagi Pembina Kepemengatur sistem ring. Di gawaian dan mana, sebelumnya sistem Ketua Baperitu diatur dalam PP Nojakat. “Belum mor 100 Tahun 2010 junctahukarenadito PP 13 Tahun 2002. tunda. Saya Selanjutnya, dua SKPD juga telepone ke lowong apakah diisi langKASN. Komisung melalui panitia seleksi sionernya masih (pansel) atau cukup merodi Solo,” jawabnya. tasi pejabat saja. Ro(cem) tasi dimaksud H. Ahyar Abduh khusus jaba(Suara NTB/dok) tan Kadis
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
EKONOMI DAN BISNIS
Halaman 3
Petambak Udang Rindu Sentuhan Perbankan Praya (Suara NTB) Masyarakat petambak di kawasan pinggiran Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai bangkit. Lahan-lahan tambak mereka yang sebelumnya tidur, kini telah produktif. Secara ekonomi, perputaran yang didapatkan dianggap telah melebihi penjualan ganja. Karena itulah, mereka sangat rindu jamahan perbankan untuk menyokong tumbuh kembangnya budidaya udang vaname yang mereka galakkan. Masyarakat tiga desa, Kidang, Bile Lando, dan Desa Bangket Parak, di wilayah Kecamatan Praya Timur sedang panen udang vaname konsumsi pada Rabu (20/9). Udang hasil panenannya sehat kisaran berukuran 50 sampai 70 cm. Ada 500 KK di sana yang bergerak mengembangkan budidaya udang yang potensi pasarnya di luar negeri cukup besar. Sekitar 200 hektar potensi pengembangan tambak di tiga desa tersebut, oleh Jappa, salah satu perusahaan yang ikut berpartisipasi menggerakkan masyarakat setempat. Baru membina para petambak untuk 40 hektar. Jappa menjadikan kawasan itu sebagai percontohan pengembangan udang vaname di NTB menggunakan teknologi budidaya baru. Tambak-tambak yang sebelumnya tidur, dihidupkan kembali, dengan memanfaatkan eksavator yang di bantu oleh Kementerian Kelautan Perikanan. Mereka berharap, pada saatnya, kebutuhan
udang vaname konsumsi setelah hidupnya kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, akan mereka penuhi sendiri. “Kita hanya butuh dukungan perbankan untuk terus mengembangkan potensi budidaya udang vaname di sini,” kata Muhtahid, Ketua Gapokdakkan Sinar Vaname. Dukungan permodalan yang mereka inginkan, untuk memenuhi kelengkapan sarana dan prasarana budidaya. Di antaranya kincir, benur, pakan, dan obat-obatan. Dalam setengah hektar budidaya, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 70 juta. Jika menghasilkan produksi 10 ton hingga 12 ton, mereka akan mendapatkan nilai jual Rp 150 juta lebih. Selisih keuntungan yang didapat lebih dari Rp 50 juta dalam satu kali panen (empat bulan sekali). “Makanya kami menganggap keuntungannya lebih dari pada menjual ganja. Pembelinya kami tidak khawatir, tinggal telepon, langsung dari Surabaya datang. Belum semua men-
jadi pembudidaya karena terbatasnya modal awal,” ujarnya. Petambak udang di desa setempat bergairah menggerakkan kembali budidaya udang vaname karena perusahaan yang mendampingi mereka secara teknis, mensuplay benur, pakan dan obatobatan sebagai bentuk kemitraan. Sebelumnya petambak hanya menghasilkan 3 ton dalam satu hektar. Sekarang sudah mampu menghasilkan 10 hingga 12 ton dengan teknologi semi flog. Karena itulah besarnya pendapatan itulah, petambak udang disana sangat bersemangat. Wakil Bupati Lombok Tengah, Fathul Bahri juga mengharapkan
agar perbankan menyalurkan dana lunaknya untuk mendukung petambak udang yang pendapatannya bahkan melebihi manajer perusahaan bila budidaya dilakukan dengan baik. Ia meyakini, produksi udang vaname di daerah tersebut akan meningkat, didukung pendampingan dari perusahaan. KEK Mandalika akan menggeliat, disusul pembangunan hotel-hotel dan pendukung pusat pariwisata prioritas pemerintah itu. Artinya, dengan terbukanya ruang-raung baru pemasaran di Lombok Tengah, produksi petambak otomatis akan di lahap sendiri oleh pasar lokal.
“Kan ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa disalurkan ke sini,” katanya. Sarwono dari Jappa mengatakan, kebutuhan udang di dunia mencapai 10 persen pertumbuhannya per tahun. Sementara budidayanya hanya tumbuh 4 persen. Karena itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M. Si melalui Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Ir. Sasi Rustandi, M. Si menegaskan, pemerintah provinsi turut memberikan dukungan dalam bentuk kebutuhan sarana dan prasarana budidaya. Dukungan diberikan secara bertahap, sesuai kebutuhan
petambak. Sasi mengatakan, sebagaian dukungan juga telah disalurkan. Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB juga menyemangati pembudidaya dengan mendekatkan kepada industri keuangan. Dari potensi areal tambak NTB seluas 26.288 hektar, yang sudah dimanfaatkan 5.529 hektar. Produksi udang vaname NTB tahun 2016 sebesar 115.389 ton. “Salah satunya dengan memfasilitasi sertifikat gratis lahan-lahan milik pembudidaya. Sertifikat itulah yang dapat dijadikan agunan di bank. Udang vaname ini pasarnya cukup besar bahkan di luar negeri. Karena itu juga ini menjadi perhatian kita,” demikian Sasi. (bul)
Bank Indonesia Dorong Pengembangan Produk Turunan Ternak Mataram (Suara NTB) Bank Indonesia (BI) memberikan perhatian khusus terhadap sektor peternakan. Wujud perhatian itu salah satunya dilakukan dengan memfasilitasi pelaksanaan pelatihan pengolahan produk turunan ternak pada 1920 September 2017. Pelatihan dilaksanakan di Dusun Karang Kendal, Desa Genggela Kabupaten Lombok Utara, menghadirkan puluhan peternak dari Kelompok Ngiring Datu dan Kelompok Wanita Tani dari dusun setempat. “Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pemberian bantuan sarana pengolahan limbah ternak (biodigester) pada awal September lalu,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB, Prijono. Pelatihan pengolahan produk turunan ternak tersebut diberikan langsung oleh UD. Agam, salah satu perajin kerupuk kulit. Mulai dari pengolahan kulit sapi segar sampai menjadi kerupuk kulit yang siap dijual. Bahan baku kulit sapi tersebut diperoleh dari sapi yang dimiliki oleh kelompok. Prijono menyampaikan bahwa kerupuk kulit merupakan salah satu produk turunan dari kulit sapi yang sangat diminati oleh
masyarakat di provinsi NTB. Kerupuk kulit banyak dikonsumsi tidak hanya di rumah-rumah penduduk, melainkan juga dijual di restoran dan toko oleh-oleh. Melihat potensi yang cukup besar tersebut, BI memfasilitasi klaster binaannya untuk dapat memaksimalkan peluang yang ada, melalui pengolahan hasil produk peternakan sekaligus mendiversifikasi jenis usaha yang dimiliki. Hilirisasi produk ini juga sudah di terapkan di kelompok tani cabai di Desa Lendang Nangka Kabupaten Lombok Timur. Saat ini kelompok tersebut sudah dapat menjual cabai olahan dan jus kemasan kepada masyarakat dengan berbagai varian produk. Kondisi serupa diharapkan juga dapat diimplementasikan oleh Kelompok Ternak Ngiring Datu, mengingat pendapatan yangg diperoleh peternak dan KWT dari penjualan produk turunan jauh lebih besar dibandingkan menjual produk mentah. Di samping menfasilitasi pengembangan produk turunan, lanjut Prijono, BI tetap menekankan bahwa produk yang dihasilkan harus dilengkapi izin PIRT
(Suara NTB/Ist)
PELATIHAN - Pelatihan pembuatan kerupuk kulit dari bahan baku kulit sapi di KLU. dan Halal untuk memenuhi standarisasi pasar. Selain itu kebersihan dan kualitas produk harus dijaga sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat. “BI berharap kedepannya terus
dikembangkan inovasi dari produk turunan yang dihasilkan, agar kegiatan usaha ini dapat terus berjalan dan memberikan nilai tambah ekonomi kepada masyarakat sekitar,” demikian pesannya. (bul)
Irigasi Pertanian di NTB Masih Mencukupi Mataram (Suara NTB) Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1 memastikan ketersediaan air untuk kegiatan pertanian masih tercukupi. Selama pengaturan distribusi dilakukan dengan baik, hingga datangnya musim hujan nanti. BWS tetap melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka
mengatisipasi kekeringan. Kepala BWS Nusa Tenggara I, Ir. Asdin Julaidy.,MM.,MT. berdasarkan data yang dihimpunnya mengatakan, untuk Wilayah Sungai (WS) Lombok, tiga bendungan besar ketahanan airnya hanya menyusut 25 persen. Tiga bendungan ketersediaan airnya masingmasing Bendungan Batujai untuk
September
Rabu, 20
3.139,58 hektar, Bendungan Pengga untuk 3.569 hektar dan Pandandure untuk 5.168 hektar. Sementara untuk WS Sumbawa, penyusutan air tujuh bendungan mencapai 30 persen akibat musim kemarau. Ketersediaan air saat ini masing-masing Bendungan Mamak untuk 5.428 hektar, Bendungan Tiu Kulit untuk 1.800
hektar, Bendungan Gapit untuk 1.300 hektar, Bendungan Batu Bulan untuk 5.576 hektar, Bendungan Plara untuk 2.533 hektar, Bendungan Sumi untuk 2.798 hektar dan Bendungan Pelaparado untuk 3.895 hektar. “Untuk Juli-September MT III, palawija cukup tersedia karena curah hujan normal,” demikian Asdin. Secara detail, Asdin memaparkan pantauan kekeringan daerah irigasi di Lingkungan Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. Untuk Kabupaten Bima dan Dompu, daerah irigasi Pelaparado dengan volume tampung 17.000.000 meter kubik, ketersediaan air cukup untuk MT III dan mampu mengairi 4.193 hektar dari areal semual 2.815 hektar. Antisipasi rawan kekeringan untuk MT III ini di antaranya, daerah irigasi Risa, Kalate, Lakalo. Rawan kekeringan diperkirakan 1.200 hektar. Wilayah Dompu, dareah irigasi Rababaka, Rahalaju, Katua Komplek ketersediaan airnya mencukupi hingga MT III ini. Kekeringan perlu diantisiipasi terjadi di wilayah Kecamatan Manggalewa, Pajo, Hu‘u. Usulannya, petani agar dibantu mesin pompa, pipa dan sarana lainnya. Di Kabupaten Sumbawa, daerah irigasi Mamak Kaking ketersediaan airnya untuk Bendungan Mamak diperkirakan ketersediaan airnya berumur sekitar dua bulan, antisipasi rawan kekeringan di bagian hilir seperti Untir Malang, Untir Iwis, dan Hijrah. Untuk daerah irigasi Batu Bulan, diprediksi ketersediaan airnya juga cukup untuk memenuhi hingga MT III. Antisipaspi kekeringan bagian hilir wilayah Penyaring, Moyo Hilir dan sekitarnya. Di Kabupaten Lombok Tengah, Bendungan Jurang Sate, sebagian tolak ukur layanan irigasi terhadap beberapa daerah irigasi antara lain, Jurang Sate Hulu, Jurang Sate hilir, Jurang Batu, Praya Barat dan Penujak dengan jumlah areal 14.885 hektar. Dengan intensitas tanam lebih kurang 290 persen pertahun dengan pola tanam padi-padipalawija, dianggap ketersediaan airnya masih aman. Antisipasinya bila debit air berkurang. Bendungan Mujur II dan Katon Komplek, total luas areal 10.800 hektar, layanan irigasi untuk Lombok tengah bagian timur dan selatan/ perbatasan dengan Lombok Timut, ketersediaan airnya cukup, dengan pola tanam padi-padi-palawija. Bendungan Batujai, ketersediaan air cukup untuk melayani tiga kali tanam setahun (padipadi-palawija). Antisipasi gagal panen hanya karena persoalan hama. (bul)
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
Tunggu Respons BPKP PENYIDIK dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lombok Timur (Lotim) terus mempercepat proses penanganan kasus dugaan korupsi proyek penataan kawasan Pusuk Sembalun. Kasus yang sudah naik ke tingkat penyidikan tersebut, saat ini tengah fokus untuk penghitungan kerugian negara (PKN). Namun dalam pelaksanaan PKN ini, Polres Lotim masih menunggu respons dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan NTB. Dikonfirmasi, Rabu, (20/9), Kasat Reskrim Polres Lotim, (Suara NTB/dok) AKP. Antonius F Gea, menyebutAntonius F Gea kan, pihak dari BPKP Perwakilan NTB diagendakan untuk turun kembali ke Pusuk Sembalun kaitannya dengan melihat sejauhmana perkembangan fisik proyek tersebut. Selain ke TKP, BPKP juga diagendakan melakukan klarifikasi ke instansi terkait yang terlibat dalam pengerjaan proyek yang bersumber anggarannya dari Tuga Perbantuan (TP) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tahun 2015. “Untuk turunnya BPKP itu, kita sudah melayangkan surat dan saat ini masih menunggu tanggapan dari BPKP. Namun besar kemungkinan akan turun pada bulan ini,” ujarnya. Lebih jauh dijelaskan Antonius, turunnya BPKP untuk menelusuri dugaan korupsi pada proyek penataan kawasan Sembalun ini yang saat ini statusnya sudah dinaikkan dari tingkat penyelidikan ke penyidikan. Dalam tingkat penyelidikan, BPKP diketahui sudah turun ke TKP dengan melalukan audit investigatif yang hasilnya sudah dikantongi oleh Polres Lotim. Sementara, khusus untuk ditingkat penyidikan, nantinya materinya terkait penghitungan kerugian negara (PKN). “Saat ini kita masih menunggu respons dari BPKP. Surat menyurat sudah kita lakukan.Indikasi kerugian negara ada,” sebutnya lagi. Seiring kasus pusuk Sembalun yang masuk tahap PKN, dijelaskan pula pemeriksaan terhadap saksi-saksi oleh penyidik Tipikor Satreskrim tetap berjalan sebagaimana mestinya. Meski indikasi adanya kerugian negara dalam proyek senilai Rp 1,6 miliar yang dikerjakan oleh Dinas Pariwisata Lotim (dulu Disbudpar) itu sudah ada. Kendati demikian, penanganan kasus dugaan korupsi ini belum menngarah kepada penetapan calon tersangka. “Saat ini kita tengah fokus mendalami keterangan-keterangan saksi dengan alat bukti yang ada. Kita masih sinkronkan keterangan saksi dengan alat bukti yang ada dan belum mengarah pada penetapan tersangka,” paparnya. Adapun sejumlah pihak terkait yang sudah diperiksa maupun diagendakan dalam waktu dekat ini seperti, ULP, tukang beserta para pekerja, serta instansi terkait. Termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut diagendakan ke depan. (yon)
Masjid, Benteng Terakhir Kerusakan Zaman Selong (Suara NTB) Masjid adalah benteng kerusakan zaman. Melalui masjid bisa ditempa keimanan dan ketakwaan. Di tengah era globalisasi dengan ancaman kerusakan di segala sendi kehidupan, masjid bisa menjadi kekuatan umat. Demikian disampaikan Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru, Rabu (20/9). Menurutnya, di tengah kerusakan yang terjadi di sekitar kita, maka masjid bisa sebagai benteng terakhir. Masyarakat Suku Sasak yang dominan Muslim kata Ali BD boleh dicela oleh orang lain, karena miskin dan masjidnya saja besar. Meski demikian, ujarnya, kondisi kemiskinan di tengah masyarakat Sasak ini tidak sampai mengarah ke kufuran. “Kefakiran pintu kekufuran itu tidak berlaku bagi orang Sasak,” ucapnya. Dalam hal ini, ujarnya, meski miskin, semangat keagamaan sangat tinggi. Hal ini dilihat dari semangat membangun masjid dan tempat-tempat ibadah lainnya sangat besar. Untuk itu, masyarakat diminta tetap mempertahankan gotong royong, karena masih kuat hubungnya dengan agama. (rus)
Ke Cina, Bupati KLU Sepakati Sejumlah Kerjasama Tanjung (Suara NTB) Hubungan kerjasama Sister City antara Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Walikota Hoikou - Cina mengerucut pada sejumlah kerjasama yang disepakati. Dalam lawatan ke Cina Senin - Rabu (18-20/9), Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., - sekembalinya dari Cina, mengemukakan adanya kesepakatan yang akan ditindaklanjuti. Dikutip dari laman apkasi.org, dalam kunjungan 3 hati ini pascapenandatanganan Letter of Intent (LoI) tanggal 25 Juli 2017 di Hotel Shangrila, Jakarta yang fifasilitasi KBRI Guangzhou dan APKASI, rombongan dipimpin langsung oleh Najmul Akhyar dengan mengusung agenda menindaklanjuti Letter of Intent (LoI) yang telah disepakati serta mempertajam sektor kerjasama saling menguntungkan. Beberapa sektor yang disisir seperti sektor pariwisata, pendidikan, maritim, perdagangan, pertanian, dan lain sebagainya. Kunjungan diisi dengan meninjau ke beberapa lokasi potensi pariwisata, komoditi dan pelabuhan yang telah diagendakan oleh Pemerintah Kota Haikou. Walikota Haikou, Mr. Ni Qiang dalam pertemuan bilateral ini menyampaikan Kota Haikou merupakan salah satu kota di Cina yang memiliki permintaan komoditi kelapa cukup tinggi. Ni Qiang mengatakan akan menindaklanjuti lebih dalam perihal kebutuhan kelapa ini, khususnya suplai dari Lombok Utara. Walikota Hoikou akan mengkaji peluang ini dengan skema apakah dapat mengimpor langsung komoditi kelapa dari Lombok Utara atau membuat industri pengolahan kelapa di Lombok Utara. Dikonfirmasi perihal kunjungannya ke Cina, Bupati mengatakan di Cina pihaknya diajak ke pelabuhan mereka yang memiliki garis perdagangan langsung dengan Lombok Utara. Mereka mengapresiasi hal ini, karena jalur tersebut ternyata juga jalur (berhubungan langsung dengan) Perdagangan Jalur Sutra yang sangat bersejarah bagi dunia perdagangan Cina. “Di Haikou saya juga bersama rombongan dari tim Global Hub pusat. Kami menawarkan kepada walikota Haikou untuk bersedia bekerjasama dalam pembangunan proyek tersebut. Walikota dan tim mereka sangat tertarik terutama setelah melihat posisi NTB persis berada di tengah-tengahnya Indonesia,” ungkap Najmul Akhyar. (ari)
(Suara NTB/ist)
DISKUSI - Bupati KLU H. Najmul Akhyar (kiri) dan Walikota Haikou Ni Qiang, saat berdiskusi membahas potensi kerjasama lintas sektor yang dihadiri pemerintah dan pengusaha Cina.
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Pungutan Masuk Pantai Pink Harus Dikaji Ulang Selong (Suara NTB) Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), meminta kepada Balai Kawasan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Timur menghentikan pungutan masuk Pantai Pink yang terletak di wilayah Kecamatan Jerowaru. Pungutan tersebut diminta dikaji ulang. Alasan untuk pentingnya dikaji ulang pungutan tersebut, dikarenakan belum adanya persamaan persepsi tentang jasa usaha sebagaimana tertuang dalam Perda Provinsi No 6 Tahun 2016 tentang Pengelola Jasa Wisata. Demikian diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Lotim, H. Lalu Hasan Rahman, usai hearing bersama pihak Dinas Pariwisata (Dispar) bersama BKPHL Rinjani Timur, Rabu (21/9). Pihaknya melihat tarif masuk Pantai Pink yang begitu mahal, yakni Rp 50 ribu untuk wisata asing dan Rp 10 ribu bagi wisatawan lokal harus ditinjau ulang. Untuk itu, Sabtu besok
akan berkunjung langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung. Terkait dengan Perda ini, kata Hasan Rahman, nantinya juga akan menanyakan langsung ke Kemendagri, mengingat untuk Perda Lotim yang dulunya dibatalkan memiliki konsep yang sama dengan Perda Provinsi yang menjadi acuan dilakukan pungutan tersebut. “Kita akan pertanyakan juga ke Kemendagri, kenapa Perda Lotim dibatalkan, sementara provinsi tidak. Padahal konsepnya sama,” sambungnya. Sementara, Kepala BKPHL Rinjani Timur, Lalu Saladin, menegaskan, pengelolaan Pan-
tai Pink baru sekitar sembilan hari dikelola oleh KPL yang diambil alih dari tangan sebelumnya yang mengelola secara pribadi. Untuk itu, melalui hearing tersebut KPHL akan mencari solusi terutama terkait perbedaan Perda. “Apapun hasilnya, kita tunggu ketika turun, apakah dibatalkan atau ditunda. Kita dari KPH Rinjani selaku pengelola Pantai Pink siap untuk menindaklanjuti keputusan yang ada,”ujarnya. Dikatakannya, untuk penentuan tarif masuk pantai pink itu merupakan kewenangan provinsi dan bukan kewenangan dari KPHL. Bahkan, Perda itu lahir dari Perda perubahan yak-
(Suara NTB/yon)
HEARING - Hearing antara BKPHL Rinjani Timur, Dispar dengan Komisi IV DPRD Lotim, Rabu (20/9). ni Perda Nomor 3 tahun 2011 perubahan dari Perda Provinsi nomor 6 tahun 2017. Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas, Akhyamuddin, menegaskan masalah Pantai Pink di luar
dugaan Dispar. Bahkan menyebut dari awal Pantai Pink sudah menyimpan masalah dari dulu, sehingga Dispar mengaku bangga kepada KPHL yang bisa mengambil alih pengelolaan Pantai Pink. (yon)
Sukiman dan Najamudin Masuk Usulan PKB ke DPP
(Suara NTB/rus)
HAND TRAKTOR - Bantuan hand traktor yang diberikan kepada petani di Lotim, Rabu (20/9).
Bantuan pada Masyarakat Tidak Boleh Dipotong Selong (Suara NTB)Bupati Lombok Timur H. Moch Ali Bin Dachlan mengingatkan agar semua bantuanbantuan yang diberikan kepada masyarakat harus utuh dan tidak boleh dipotong. Bupati melihat bantuan kecil itu sangat berharga bagi masyarakat yang menerima bantuan. “Jangan sekali-kali dipotong,” tegas Bupati saat silaturahmi dan penyerahan bantuan alat mesin pertanian dan rencana penyaluran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) di Pendopo Bupati, Rabu (20/9). Selain itu, ujarnya, bantuan-bantuan yang diserahkan pun harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tidak boleh ada bantuan yang sia-sia. Bupati menyebut, bantuan seperti alat mesin pertanian, pemerintah yang memberi alat harus sesuai dengan keadaan di lapangan. Apakah alat yang diberikan itu cocok dengan kondisi di lapangan. Terkadang, bantuan dari Jakarta beda dengan kondisi di lapangan, karenanya, sebagai pejabat di daerah harus menyampaikan ide dan pikiran tersebut kepada pejabat-pejabat pusat di Jakarta. Menurutnya, kalau pikiran di daerah tidak dipakai oleh orang Jakarta, maka lebih baik tidak usah diberikan bantuan. Pembangunan itu dari bawah, pejabat di pusat itu harus bertanya dulu pejabat di daerah apa saja yang diperlukan. Selanjutnya dipertegas Bupati, DBH CHT sebesar Rp 17 miliar yang langsung diberikan kepada petani-petani tembakau ini diperintahkan agar segera disalurkan. Bantuan uang tunai diberikan ke petani itu tegasnya kembali pun tidak boleh sama sekali dikurangi. Sementara Kepala Dinas Pertanian Lotim, Zaini, menegaskan, Pemda Lotim terus berusaha memberikan bantuan kepada petani. Selain rutin selama pemerintahan Bupati Ali BD memberikan uang tunai langsung kepada pet-
Sandiaga Uno Kunjungi Jamaah NW di Pancor Selong (Suara NTB) Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Sandiaga Uno menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah di Pancor Lombok Timur (Lotim), Kamis (21/9). Kehadiran Sandiaga Uno di Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor mendapat sambutan meriah dari ribuan santri dan jamaah yang hadir. Hadir juga beberapa petinggi PBNW, seperti, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, TGH. Hasanain Juaini, Syamsul Luthfi, Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan lainnya. Selain hadir di YPH-PPD NW Pancor, Sandiaga Uno juga dijadwalkan hadir dalam deklarasi, H. Ahyar Abduh tanggal 1 Oktober 2017 bertempat di Lapangan Umum Gotong Royong Masbagik. Pada kesempatan itu, Sandiaga Uno memberikan motivasi kepada para santri untuk terus tekun dalam belajar dan menuntut ilmu. Selaku pengusaha sukses, Sandiaga menekankan menjadi santri, bukanlah penghalang dalam berkarir. Misalnya, bagi yang perempuan bisa menjadi pengusaha pengusaha kue dan lainnya, begitupun untuk laki-laki bisa bergelut di bidang otomotif. Sementara Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, menceritakan bagaimana persahabatannya dengan Sandiaga Uno yang terbangun sejak lama. Kesuksesan yang didapat oleh wakil gubernur terpilih DKI Jakarta, kata TGB, tidaklah didapat dengan upaya yang cukup mudah. Melainkan jatuh bangun sudah dilalui oleh setiap orang apabila ingin meraih suatu kesuksesan. Di hadapan para santri, TGB juga mengaku terkejut saat mengetahui Sandiaga Uno berani masuk ke ruang politik. Untuk itu, TGB mengharapkan kepemimpinan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai kepala daerah terpilih yang akan dilantik pada bulan Oktober nanti dapat bekerja dengan baik. Amanah yang diemban tidak hanya untuk rakyat Jakarta, melainkan dapat menjadi contoh kepemimpinan yang baik di Indonesia. (yon)
ani tembakau dari DBH CHT, ada juga bantuan-bantuan alat mesin pertanian untuk memudahkan kerja pada petani membudidayakan lahan pertanian. Diakui, bantuan-bantuan yang diberikan ini belum bisa menjangkau semua petani. Jumlah kelompok tani se Kabupaten Lotim mencapai 2.634. Selama menjabat sebagai kepala dinas, tecatat jumlah kelompok yang sudah diberikan baru mencapai 450. Dilihat dari jumlah alat mesin pertanian yang sudah disalurkan dari tahun ke tahun belum menyentuh semua. Harapannya dari tahun ke tahun terus ada upaya pemerintah untuk memberikan bantuan. (rus)
Selong (Suara NTB) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lombok Timur (Lotim) sudah melakukan penutupan perjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Lotim. Dari hasil penjaringan, DPC PKB mengusulkan dua figur ke DPP untuk diseleksi siapa yang layak diberikan rekomendasi. ‘’Dua figur itu, yakni H. Sukiman Azmy dan H. Najamudin,’’ ujar Ketua DPC PKB Lotim, M. Abrorni Lutfi, Rabu (20/9). Diusulkannya dua figur itu ke DPP, lanjutnya, dikarenakan yang bersangkutan sudah memenuhi syarat sebagaimana yang dipersyaratkan dalam penjaringan. Kendati proses penjaringan sudah ditutup, anggota DPRD Kabupaten Lotim ini mengungkapkan ada tim dari beberapa figur yang datang untuk mengambil formulir sekaligus mendaftar. Hanya saja, hal tersebut tidak bisa diterima, karena tim panitia penjaringan tegas untuk menolaknya. Misalnya, seperti paket Haerul Warisin dan H. Machsun Ridwayni (Harum) dan figur lain dari wilayah selatan atas nama Saparwadi. Termasuk Lale Yaquttunnafis. “Jadi H. Sukiman beserta wakilnya, H. Rumaksi, yang kita
(Suara NTB/yon)
Abrorni Lutfi usulkan ke DPP. Termasuk H. Najamudin. Untuk figur-figur yang lain tidak kita kirim,” terangnya. Meski demikian, ujarnya, hal tersebut masih belum final tergantung dari keputusan dari DPP. Apabila DPP menyarankan untuk dibukanya kembali penjaringan kepala daerah di Pilkada Lotim. Maka hal tersebut harus dilaksanakan, karena dari PKB akan mengusung figur yang layak dan memiliki elektabilitas yang tinggi. Terkait H. Najamudin dan H. Sukiman Azmy yang sudah diusulkan ke DPP, minggu ini keduanya diagendakan oleh DPP untuk mengikuti fit and proper test. Setelah dilakukan fit and proper test tersebut, barulah rekomendasi dikeluarkan oleh DPP. (yon)
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
(Suara NTB/dok)
Siapkan Program Satu Data PEMERINTAH Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai tahun ini tengah menyiapkan program Loteng Satu Data. Adanya program ini, bisa diperoleh satu data terpadu terkait semua aspek di daerah ini, seperti aspek data kependudukan hingga data kemiskinan. Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., kepada Suara NTB, Rabu (20/9), menegaskan, dalam mendukung program, ini, Pemkab Loteng bakal mengganH. M. Nursiah deng Badan Pusat Statistis (BPS) sebagai mitra. “Karena memang BPS adalah lembaga negara yang memang diakui secara resmi dan bertugas mengelola serta menyusun terkait data dan statistik,” sebutnya. Terkait rencana ini, Pemkab Loteng sudah melakukan koordinasi dengan BPS dan secara intensif akan terus berkomunikasi. “Melalui program Loteng satu data ini, nantinya bisa diperoleh satu data yang terpadu by name by address. Baik itu data kesehatan, sosial sampai data kemiskinan,” jelasnya. Data itulah yang kemudian nantinya akan menjadi acuan bagi Pemkab Loteng dalam menyusun program kerja. Termasuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemkab Loteng lainnya, sehingga data yang dipergunakan benarbenar data yang valid dan bersumber dari satu data. Dengan begitu, capaian program kerja bisa lebih optimal. Mengingat, selama ini program-program yang dilaksanakan misalnya dalam hal upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa maksimal, karena adanya perbedaan data yang digunakan oleh SKPD-SKPD yang ada dan terpadu pada satu data. Untuk itu nantinya, baik Pemkab Loteng maupun pihak BPS secara berkala akan melakukan sinkronisasi data. Kemudian data tersebut akan diverifikasi dan divalidasi juga secara berkala pula, Sehingga data yang ada sesuai dengan kondisi di lapangan. (kir)
SUARA PULAU LOMBOK
12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890
Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB
DPRD Loteng Sahkan RAPBD Perubahan 2017 Praya (Suara NTB) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Lombok Tengah (Loteng) tahun 2017 disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng pada rapat paripurna DPRD Loteng yang dipimpin langsung Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi FT, Rabu (20/9). Sebelumnya, draf RAPBDP sebelumnya dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama dengan gabungan komisi di DPRD Loteng. Sebelumnya disahkan, hasil pembahasan atas RAPBD perubahan tahun 2017 disampaikan juru bicara gabungan Komisi DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP., di hadapan Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.IP., serta pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya. Diungkapnya, selama proses pembahasan berlangsung banyak sekali dinamika. Hampir semua SKPD lingkup Pemkab Loteng anggarannya mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan target program yang ada. “Penyesuaian-penyesuaian dalam hal anggaran ini diharapkan agar capaian program kerja pemerintah daerah bisa
lebih optimal lagi,” sebutnya. Hanya saja, Tauhid mengaku masih banyak perbaikan dan pembenahan yang meski dilakukan, terutama terkait rancangan dan struktur APBD Loteng yang diakui masih belum sesuai harapan. Di mana APBD selama ini hanya menggambarkan porsi pendapatan dan belanja saja belum membuat kondisi daerah secara lebih luas. Ke depan APBD juga diharapkan bisa menjadi salah satu motor penggerak dalam upaya mendorong percepatan pembangunan di daerah ini sekaligus bisa menjadi salah satu elemen penggerak ekonomi daerah. “Ke depan APBD kita harapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan dan penggerak ekonomi daerah,” ujarnya. Secara umum alokasi anggaran bagi semua SKPD lingkup Pemkab Loteng pada APBD perubahan tahun ini, banyak yang terkoreksi. Hal itu disebabkan capaian program yang diakui belum maksimal, sehingga perlu dilakukan penguatan dengan menambahkan maupun mengalihkan alokasi anggaran yang ada tersebut ke program lain yang lebih prioritas.
(Suara NTB/kir)
RAPAT - Rapat paripurna DPRD Loteng dengan agenda menetapkan RAPBD Perubahan Loteng Tahun 2017, Rabu (20/9). Ia menjelaskan, setelah melalui proses pembahasan mulai dari tingkat Komisi kemudian gabungan komisi serta dengan mempertimbangkan usulan yang ada, maka APBD Perubahan Loteng telah ditetapkan sebesar Rp 1,9 triliun untuk pendapatan daerah dan belanja daerah sebesar Rp 2,05 trili-
Setelah Tramadol
Jamur Kotoran Hewan Ancam Generasi Muda Praya (Suara NTB) Aparat kepolisian mensinyalir penyalahgunaan masrum (jamur dari kotoran hewan, red) kini marak terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Terutama di kawasan wisata yang ada di daerah ini. Untuk itu, aparat kepolisian mulai memperketat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan jamur tersebut.
(Suara NTB/her)
PANTAU - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid memantau langsung rumah warga yang mendapatkan bantuan rumah kumuh di Banyumulek, Rabu (20/9).
Bupati Pantau Pembangunan Rumah Kumuh Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid turun langsung mengecek kualitas rumah kumuh yang dibangun melalui program RLTH di sejumlah desa baik yang didanai dari DAK pusat maupun APBD (provinsi dan kabupaten). Bupati ingin memastikan apakah rumah kumuh yang dibangun sudah diterima oleh warga dan sejauh mana progresnya di lapangan. Didamping Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman H. L. Winengan dan sejumlah jajaran serta tim pendamping, bupati mengawali kunjungan ke Dusun Bebae Desa Dasan Baru Kecamatan Kediri. Di sini, bupati isambut warga dan Plt Kades L, Supriadi bersama jajaran. Usai salat, bupati sempat berdialog dengan warga sebelum turun melihat rumah warga penerima bantuan. Salah satu penerima bantuan, Inaq Minah mengaku kaget saat bupati datang ke rumahnya. “Alhamdulillah pak, bantuan rumah kumuh sangat membantu kami,” katanya. Wanita panuh baya itu sendiri kesehariannya sebagai tukang pijat keliling, berpenghasilan hanya cukup membeli 1 kilogram beras sehari. Mendengar cerita nenek tua ini, bupati pun menegaskan komitmen pemda terus membantu masyarakat kurang mampu. Selepas dari Desa Dasan Baru, Bupati melanjutkan kunjungan ke Desa Banyumulek. Di sini bupati turun melihat rumah Hamsin warga Dusun Bayumulek Timur, kedatangan bupati dengan berjalan kaki ini pun disambut para ibu-ibu. Hamsin warga Dusun Banyumulek Timur mengaku, rumahnya baru dibangun. Ia menunggu hampir 7 tahun pengusulannya baru kali ini direalisasikan. Ia mengaku, diberikan pasir, batako, batubata, seng, spandek. Pria yang keehariannya sebagai penjual ikan hias keliling ini mengaku sangat terbantu. Sementara Kades Banyumulek H. Masnun Haris menambahkan total rumah kumuh yang dibangun di desanya sebanyak 73 unit merata tersebar di 10 dusun. Sedangkan total tersisa masih banyak mencapai 80 unit yang belum tertangani. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengaku masih banyak rumah kumuh yang belum tertangani. Karena itu ia meminta pihak pengembang ikut membantu pemda. Pemda berupaya terus berkoordinasi denga provinsi di pusat untuk penanganan rumah kumuh. “Intinya kita tangani bertahap, terus kita upayakan termasuk mendorong para pengusaha,”jelas Fauzan. (her)
Pengembang Bantu Pemda Lobar Entaskan Rumah Kumuh Giri Menang (Suara NTB) Para pengembang yang tergabung di bawah Real Estate Indonesia (REI) NTB berkomitmen membantu Pemda Lombok Barat (Lobar) untuk mengentaskan rumah kumuh di Lobar. Diperkirakan, 200 unit rumah kumuh ditarget bakal disasar oleh pengembang yang rencananya dimulai bulan November-Desember mendatang. Hal ini diungkapkan pihak REI saat bertemu Bupati Lobar Rabu kemarin di kantor Dinas Perumahan dan Permukiman Lobar, Rabu (20/9)lalu. Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman H. L. Winengan mengaku pihaknya sudah menyampaikan ke pihak REI agar membantu perbaikan rumah kumuh yang jumlahnya masih banyak di Lobar. Merespon hal, pihak REI pu menyambut baik dengan komitmen akan membangunkan 200 unit rumah kumuh yang ada di Lobar. “Kan tidak masalah kalau kita minta bantuan dari pihak REI (pengembang) untuk membangun rumah kumuh yang masih banyak di Lobar, ini kan untuk masyarakat Lobar. Kalau temantema dari REI yang bantu tidak hitung tahun angaran. Kalau kita kan harus mengacu tahun anggaran,” kata bupati. Menurutnya, jika persoalan rumah kumuh dikeroyok bersama baik pemda dan pihak terkait, seperti pengembang, maka cepat bisa diselesaikan. Merespons hal ini, Sekretaris REI NTB, Anas Amrullah mengatakan untuk menyelesaikan masalah perumahan dan pemukiman pihak REI membangun perumahan memperhatikan lingkungan agar tidak memicu persoalan baru. Di mana, untuk pengembangan membuat rumah ada site plan, ada saluran drainase. Selain itu, pembangunan perumahan di suatu kawasan juga harus dipikirkan bagaimana REI menyelesaikan dampak sosial. Jangan sampai terjadi kesenjangan akibat pembangunan tersebut, sehingga di sinilah peranan REI. (her)
Halaman 5
Demikian diungkapkan Kasat Resnarkoba Polres Loteng, AKP Muhaimin, S.H., Rabu (20/9). Saat ini pihak kepolisian mulai mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya serta dampak dari jamur jika dikonsumsi. Di mana efek yang ditimbulkan sama dengan efek yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba. “Di masyarakat memang ada yang sudah tahu efek dari jamur tersebut. Tapi ada juga yang belum tahu,” jelasnya. Melihat efek tersebut, masyarakat sekaligus juga sudah diingatkan supaya tidak mengkonsumsi jamur tersebut. Apalagi kemudian mengedarkan secara luas, jika tidak mau
berurusan dengan aparat kepolisian. “Sekarang kita memang masih tahap sosialisasi saja dulu. Tapi kalau setelah disosialisasikan, ada masyarakat yang tetap menggunakan apalagi sengaja mengedarkannya jamur ini, akan kita pidanakan,” tegasnya. Ancaman hukumannya bagi penyalahgunaan jamur masrum tersebut juga tidak mainmain. Sama hukumannya dengan mengedarkan narkoba golongan I jenis sabu-sabu. “Jadi masyarakat perlu kita ingatkan sejak awal akan bahaya serta dampak masrum. Supaya sebisa mungkin dihidari. Jangan sampai nantinya harus berurusan dengan proses hukum,” terangnya.
Diakuinya, masrum banyak ditemukan di daerah-daerah wisata, termasuk di daerah-daerah yang selama ini menjadi sentra ternak. Mengingat, jamur tersebut berasal dari kotoran hewan ternak seperti sapi. Pihaknya pun menduga, jamur tersebut kini sudah mulai disalahgunakan. Mengingat efek yang ditimbulkanya sama dengan narkoba. “Karena untuk memperoleh narkoba sulit. Harganya juga mahal. Sehingga banyak yang mulai melirik jamur ini. Hal itulah yang kita cegah. Jangan sampai menyebarluas. Yang ada akhirnya bisa membawa dampak buruk bagi masyarakat luas,” terang pria asal Lotim ini. (kir)
un, sehingga terjadi defisit anggaran sebesar Rp 112 miliar. Untuk menutupi defisit akan diambilkan dari pembiayaan netto sebesar Rp. 112 miliar. Dengan Silpa tahun berjalan diproyeksikan sebesar Rp 0, dengan begitu, struktur APBD perubahan Loteng pada posisi berimbang. (kir/*)
Fauzan Bingung dengan Pernyataan Pengurus Golkar Giri Menang (Suara NTB) Salah satu sosok yang akan maju pada Pilkada Lombok Barat (Lobar) 2018 mendatang H. Fauzan Khalid mengaku bingung dengan pernyataan pengurus Partai Golongan Karya (Golkar) DPD I NTB. Pasalnya sejumlah politisi Golkar memberikan pernyataan berbedabeda mengenai dukungan di Pilkada Lobar 2018 mendatang. Kalaupun Golkar “menutup pintu” terhadap dirinya untuk didukung pada pilkada nanti, ia sendiri tidak masalah, karena itu adalah hak partai politik. “Saya masih meragukan hal tersebut. Karena, ketika (tokoh) Golkar A, lain ngomong, Golkar B lain ngomong, mana yang benar kita belum tahu,” akunya saat dikonfirmasi, Rabu (20/9). Namun, jika benar apa yang disampaikan oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB H. Misbach Mulyadi, Fauzan menilai itu adalah hak partai tersebut. Karena itu, Bupati Lobar ini lebih mempercayakan hal-hal Golkar kepada Ketua DPD II Partai Golkar Lobar Hj. Sumiatun. Jabatannya sebagai ketua partai lebih dapat dipastikan kebenarannya. ”Untuk Golkar lebih percaya statemen Hj. Sumiatun, karena ia ketua Golkar di Lobar,” ujarnya. Menyinggung hasil survei dari Golkar, diakui Fauzan belum mengetahui sebab belum dipublikasi oleh partai berlambang pohon beringin tersebut.
Meski demikian, ia mengusulkan agar penyampaian hasil survei disampaikan langsung oleh lembaga survei itu sendiri. Sebab kalau orang survei, misalnya dirinya meminta lembaga survei itu untuk survei elektabilitas calon tertentu, termasuk dirinya, jika dirinya menyampaikan hasilnya kemungkinan pasti masih belum dipercaya. “Tapi, kalau lembaga survei yang ngomong walaupun dia yang biayai calon tertentu malah saya lebih percaya, karena menyangkut kredibilitas dia (lembaga survei) nanti,” jelas Fauzan. Fauzan tidak mempermasalahkan siapa yang membiayai lembaga survei tertentu. Hanya saja untuk penyampaian hasil survei, sebaiknya dari pihak lembaga survei tersebut yang menyampaikan. “Karena ia pertaruhkan kredibilitas lembaga surveinya,” tandasnya. Sebelumnya, Ketua Harian DPD I Golkar NTB Misbach Muyladi menyatakan Golkar memastikan mengusung kader internal untuk dicalonkan dalam Pilkada Lobar 2018. Keputusan dari DPP Golkar ini dinilai sebagai harga mati dan tak bisa ditawar lagi. Dengan demikian, maka tiga nama bakal calon non kader yang masuk dalam DPP memiliki peluang kecil untuk terpilih, antara lain, Lalu Sajim Sastrawan, H. M. Izzul Islam, dan petahana Bupati Lobar H. Fauzan Khalid. (her)
Polsek Kediri Ungkap Pencurian Mobil
(Suara NTB/her)
DOA BERSAMA - Zikir dan doa bersama di Bencingah Agung menyambut datangnya tahun baru Islam, Rabu (20/9) malam.
Tahun Baru Islam di Lobar
Dari Tabliq Akbar hingga Khataman Quran Giri Menang (Suara NTB) Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, Pemkab Lombok Barat (Lobar) menggelar berbagai kegiatan, mulai dari tabliq akbar, pawai hingga khataman Alquran, Rabu (20/9) malam. Selain itu digelar doa dan zikir bersama di sejumlah kecamatan. Puncaknya, Rabu malam ribuan masyarakat dari berbagai kalangan menghadiri zikir dan doa bersama di Bencingah Agung Kantor Bupati.
Pada acara tersebut, dirangkai pula dengan penyerahan bantuan dari Bank NTB untuk penanganan kekeringan di Lobar. Hadir dalam kesempatan itu, Bupati,Sekda, unsur FKPD dan tokoh agama. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam sambutan singkatnya mengingatkan momentum perayaan tahun baru Islam ini untuk bersama-sama bertekad mengubah hal-hal yang kurang baik menjadi lebih baik. Yang salah menjadi
benar dan yang sudah baik kita tingkatkan.”Mudah-mudahan melalui momentum menyambut tahun baru hijriah ini kita semua bisa mengambil pelajaran di balik peristiwa hijrah Baginda Nabi Muhammad SAW,” harapnya. Acara tersebut kemudian diakhiri dengan bersamasama membaca doa akhir dan awal tahun yang dipimpin TGH. Azizi Ashofi Lc Pimpinan Ponpes Jammah Islamiyah Ashofi. (her)
Giri Menang (Suara NTB) Polsek Kediri berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda empat, yang terjadi di jalan Dusun Rumah Timur Utara Kediri, 8 Maret lalu. Tim Dukep (Opsnal) dan penyidik Polsek Kediri dengan pihak Polsek Manggalewa Dompu, Sabtu (16/9) sekitar pukul 20.30 wita, berhasil mengamankan barang bukti (BB) satu unit mobil pick up jenis carry DR 9887 DE dari tangan seorang pembeli berinisial AH di Dompu. Selain itu aparat juga menemukan dugaan notice pajak STNK kendaraan diduga dipalsukan oleh pelaku. “Pengungkapan ini berawalnya dari informan kita yang ada di Dompu,” terang Kapolsek Kediri, Iptu M Ryanto MZ m saat dikomfirmasi di Mapolsek Kediri, Rabu (20/9). Menurut Ryanto pengungkapan pencurian kendaraan tersebut merupakan bagian rangkaian pengungkapan kasus pencurian truk yang terjadi di Desa Gelogor Kediri, sebelumnya. Sehingga dari perkembangan baik malalui informan maupun IT pihaknya mengetahui keberadaan BB pick up tersebut berada di Dompu. Kanit Reskrim Polsek Kedi-
ri, Ipda I Ketut Mudia menambahkan dari hasil penyelidikan dan informasi yang diperoleh mobil dengan ciri sesuai LP tersebut di temukan di wilayah Desa Lanci Jaya kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu. Pihaknya pun malakukan pengintaian selama 3 hari atas mobil tersebut dari salah seorang warga Dompu. Menurutnya dari pengecekan kendaraan tersebut diketahui bahwa plat nomor polisi yang digunakan telah diubah dari DR 9367 DE menjadi DR 9887 DE. Di mana saat dicek ternyata beralamatkan di Batulayar. “Namun setelah di cek ternyata Nomor rangka : MHYESL415GJ-761977 dan Nomor mesin : G15AID1048936, sesuai. Dan juga dilengkapi STNK dan Buku KIR atas nama Mukarol. Karena pada saat pencurian tersebut STNK dan Buku KIR tersebut berada di dalam kendaraan tersebut. AH yang berprofesi sebagai petani kini telah diamankan di Mapolsek Kediri sebagai saksi untuk pengembangan kasus. Berdasarkan keterangannya, ia mengaku mendapatkan mobil tersebut dari seseorang berinisial MN dengan status gadai. (her)
Loteng ’’Pilot Project’’ Pengentasan Anak Gagal Tumbuh Kembang Praya (Suara NTB) Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Bappenas dan Bank Dunia telah menetapkan 100 kabupaten/kota yang akan menjadi daerah percontohan dalam upaya pengentasan anak gagal tumbuh kembang mulai tahun ini. Dan, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) termasuk salah satu di antaranya. Hal itu disampaikan Sekda Loteng, H.M. Nursiah,
S.Sos.M.Si., kepada Suara NTB, Rabu (20/9). Program ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menekan jumlah anak gagal tumbuh kembang yang disebabkan berbagai aspek. “Pemerintah pusat melihat banyak kasus anak, bahkan bayi yang gagal tumbuh kembang secara optimal. Sehingga dipandang perlu ada program khusus. Untuk bisa menjamin, anak-anak di daer-
ah ini bisa tumbuh dan berkembangan secara optimal,” jelasnya. Hanya saja, pemerintah pusat masih harus menguji program tersebut untuk menentukan pola dan sistem seperti apa yang akan diterapkan. Supaya ke depannya program tersebut bisa berjalan dan hasilnya juga maksimal. Ia menjelaskan, inti program ini adalah bagaimana memberikan pengawalan terhadap potensi tumbuh
kembang anak di daerah ini. Bahkan, pengawalannya dilakukan sejak pasangan baru menikah. “Pasangan baru menikah yang masuk dalam program ini nantinya akan dikawal. Untuk bagaimana mempersiapkan anak. Sampai pada saat anak itu lahir dan bisa tumbuh serta berkembang dengan optimal,” terangnya. Nursiah menjelaskan, program itu nantinya akan melibatkan instansi terkait yang ada di daerah ini. Termasuk pula in-
stansi di pemerintah pusat. Yang nantinya akan secara terpadu melaksanakan program tersebut di daerah sasaran. Menurutnya, data kemiskinan nantinya akan menjadi acuan dalam program ini, mengingat potensi anak yang gagal tumbuh kembang banyak berasal dari kalangan keluarga kurang mampu. Data kemiskinan itu saat ini tengah divalidasi oleh pemerintah daerah supaya sesuai dengan kondisi di lapangan. (kir)
SUARA PULAU SUMBAWA Melala, Para Sandro Beradu Khasiat Minyak Sumbawa
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
Melala, proses pembuatan minyak Sumbawa oleh sandro (tabib) lazim dilakukan sejak awal Muharam. Sesuai kultur masyarakat Sumbawa yang masih kental dengan nilai keislamannya, adat barenti ko Sara’, Sara’ barenti ko kitabullah. Makanya digelar Festival Melala pada malam pergantian tahun Hijriah, yang juga bagian dari Festival Pesona Moyo (FPM) tahun ini, di lapangan Pahlawan, yang diikuti 24 sandro dari perwakilan masing masing kecamatan. TRADISI warisan leluhur, wujud kemajuan peradaban masyarakat Tana Samawa dalam pengobatan tradisional. Racikan minyak dari bahan ragam rupa akar kayu yang banyak tumbuh di alam Sumbawa. Tak heran, kalau keberlangsungan Melala ini sangat bergantung kepada kelestrian hutan di Sumbawa. Khasiat dari minyak Sumbawa dengan berbagai nama ini tak perlu ditanyakan lagi. Bahkan minyak Sumbawa sudah lebih dulu terkenal seantero nusantara. Khasiat minyak pun beragam tergantung dari bahan akar kayu. Seperti untuk menyembuhkan luka dalam maupun luka luar. Kenjantanan pria dan kesuburan wanita hingga minyak yang dapat mengobati penyakit akibat serangan sihir dan ilmu hitam. Diantara nama minyak yang
diolah malam itu, seperti Kecamatan Buer (Minyak Pio) mengobati luka bakar, keseleo, dan salah urat. Kecamatan Empang ( Rungkas Pagar ) khasiatnya menambah stamina, salah urat luka dan lain-lain dengan bahan kelapa jahe air madu, ketumbar dan ramuan akar kayu khusus. Kecamatan Rhee (Sakoat Ade Lopas) khasiatnya menambah vitalitas pria dan macho kaum adam, sakit pinggang, encok pegal linu. Bahannya dari kelapa akar kayu 44 macam,rampa genap, madu, telur ayam, cabe rawit, jahe ode. Kecamatan Moyo Hulu ( Baret Renam / Kangano ) raperis, sanyaman parana, saruris urat isi dan lainnya. Kecamatan Alas Barat ( Lipan Api ) menambah vitalitas pria, satungku urat, stroke, patah tulang, medo bangkang, silu ngering, obat luka. Bahan kelapa, akar kayu 25
macam dan lainnya. Kecamatan Tarano (Ampin Kakak), Kecamatan Lantung ( Kakele ),Kecamatan Alas ( Medo Urat ),Kecamatan Sumbawa (Sanyaman Parana), Kecamatan Lape ( Kebo Karong Buya Timal ),Kecamatan Moyo hilir (Bisa Ngaram),Kecamatan Utan ( Karasang Buya Ampo ),Kecamatan Maronge ( Ranjau Bura ),Kecamatan Labangka ( Pasak Liang Dewa),Kecamatan BatuLanteh (Kaseluk Bakat Sengelawar), Kecamatan Lenangguar (BacanPutih), Kecamatan Plampang (Sambung Nyawa)Kecamatan Lopok ( Ampo Jangi), Kecamatan Labuhan Badas ( Panan Tuja Batu ), Kecamatan Lunyuk ( Minyak Teman Tampir ), Kecamatan Unter Iwes (Minyak UI “Untuk Istri’). Camat pun antusias mendampingi setiap sandro dan asisten sandro dalam meracik minyak. Masyarakat umum pun ikut menyaksikan proses pembuatan minyak dimaksud. Bahkan diakhir Melala, masyarakat bisa langsung mencicipi dan merasakan minyak penuh khasiat tersebut. “Kita sangat mendukung kegiatan ini. Apalagi minyak Sumbawa ini sudha terkenal. Khasiatnya pun terbukti ampuh. Kita berharap prosesi Melala ini dapat terus lestari,” kata Camat Moyo
Utara, Tajuddin S.Sos. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril sebelum prosesi Melala, memberikan penghargaan kepada 24 sandro dan assistennya. Penghargaan ini penting, mengingat dalam tradisi ini terdapat empat nilai kearifan lokal yang dapat dipetik dan diwariskan kepada generasi muda. Pertama, pelestarian lingkungan hidup terutama hutan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan minyak tidak lepas dari persediaan akar kayu, atau kulit kayu serta buahnya. Hal tersebut mengisyaratkan agar terus melestarikan SDA yang dimiliki tidak melakukan penebangan kayu secara ilegal. Namun kita harus mampu menggeliatkan apotek hidup di lingkungan keluarga dan rumah tangga masing-masing. Kedua terkait kesehatan. Orang dulu dengan tumbuhan obat telah mampu membuka tabir yang diciptakan Allah. Memelihara kesehatan sangat penting. Dengan segala kemampuan dan ikhtiar, para sandro mampu membuat ramuan minyak Sumbawa dengan berbagai macam kasiat. Ketiga dari sisi ekonomi keberadaan minyak Sumbawa berdampak baik kehidupan ekonomi masyarakat. Bahkan yang digunakan selain
Halaman 6
(Suara NTB/ind)
PEMBUATAN MINYAK - Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, bersama istri sedang melihat proses pembuatan minyak di salah satu sandro wakil kecamatan. akar-akaran juga buah kelapa, madu dan bahan lainnya. Selain diproduski khusus bisa juga untuk keperluan orang banyak. Keempat, sebut Bupati, dari sisi sosial. Khasanah budaya yang telah diletakkan orang tua terdahulu harus dipelihara dan menjadi bagi-
an interaksi sosial yangmemperkuat jati diri sebagai Tau Samawa. “Inilah yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat kita khususnya para generasi muda Sumbawa,” terangnya. Yang jelas, minyak Sumbawa erat kaitannya dengan ke-
beradaan hutan. Kalau hutan terus dijarah dan pembalakan liar yang makin merajalela, maka keberlangsungan Melala juga ikut terancam. Pelestarian hutan menjadi penting dilakukan, agar tradisi mulia untuk pengobatan ini tidak ikut punah. (arn/ind)
Jadikan 1 Muharram Momentum Introspeksi Sumbawa Besar (Suara NTB) Banyak masalah yang kini menimpa daerah kita. Mulai dari peredaran minuman keras (miras) dan narkoba yang makin masif untuk merusak generasi muda. Hingga aksi pembalakan liar yang merejalela. Untuk itu, momentum pergantian tahun di 1 Muharam 1439 perlu dijadikan ajang muhasabah atau introspeksi diri.
(Suara NTB/ist)
BERTEMU - Ketum PBNU KH. Said Agil Siradj dan Wakil Bupati Sumbawa, H. Mahmud Abdullah.
Wabup Temui Ketua Umum PBNU Sumbawa Besar (Suara NTB)Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah berkesempatan bersilaturrahmi dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj, didampingi oleh sejumlah pengurus PBNU di ruang kerja Ketua Umum PBNU. Sebagaimana disampaikan Sekretaris Diskominfotik, Rachman Ansori M.Se, Kamis (22/9) kemarin, yang sebelumnya ikut mendampingi Wabup, Rabu lalu di Jakarta. Wabup yang juga Ketua PCNU Sumbawa dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa agenda yang akan dilaksanakan secara kolaburatif antara Pemerintah Daerah dan Nahdatul Ulama. Agenda dimaksud antara lain Pengajian / Tauziyah Akbar Tingkat Kabupaten Sumbawa, peletakan batu pertama Pembangunan SMK Al-Ma’arif maupun Madrasah Kader yang rencananya akan dilaksanakan pada November 2017 mendatang. H. Mo, sapaan akrab Wabup menyampaikan kepada Ketum PBNU, agenda tersebut merupakan bagian dari program aksi Sumbawa Bermartabat yang dilandasi oleh peningkatan nilai-nilai keagamaan dan pendidikan karakter masyarakat Sumbawa yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Ketum PBNU pun mengapresiasi beberapa agenda Pemerintah Daerah yang selalu berkolaborasi dengan organisasi keagamaan seperti NU. Bahkan Ketum PBNU menyampaikan kesediaannya untuk hadir ditengah-tengah masyarakat Sumbawa. “Insyaallah, kami akan hadir di Kabupaten Sumbawa sekitar tanggal 11 November 2017 mendatang,” ujar KH. Said Agil Siradj yang langsung dicatat oleh Wasekjen Sultonul Huda. Seperti dikatakan Ansori, Wasekjen PBNU menyampaikan kepada Wabup, kesediaan Ketum PBNU ini untuk hadir di Sumbawa, bertepatan dengan agenda Musyawarah Daerah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat yang akan dihelat pada perrtengahan bulan November 2017 mendatang di Lombok. (arn)
Demikian salah satu poin penting yang disampaikan penceramah, Syukri Rakhmat S.Ag, pada malam peringatan malam tahun baru Islam 1439 H, Rabu (20/9) malam, di lapangan Pahlawan Sumbawa. Beragam peristiwa penting di zaman Kenabian terjadi di bulan Muharam menandakan begitu berartinya bulan ini. Seperti tongkat Nabi Musa yang mampu membelah lautan saat menyelematkan diri dari kejaran Firaun hingga mem-
buat Firaun binasa terjadi pada Muharam. Begitu pula dengan kisah kapal nabi Nuh yang selamat setelah diterjang banjir besar juga terjadi di bulan Muharam. Tahun baru Hijriah yang diperingati setiap tahun dengan segala macam pola adat dan tradisi, bermula dari hijrahnya Rasulullah SAW. Maknanya saat ini, berhijrah dari kesalahan masa lalu, untuk menjadi lebih baik.
Sumbawa Kembali Dapat Bantuan BTS dan Akses Internet Sumbawa Besar (Suara NTB)Pemkab Sumbawa terus berupaya memenuhi kebutuhan komunikasi dan informasi masyarakat Sumbawa secara merata. Mulai dari penyediaan infrastruktur telekomunikasi seluler maupun perluasan akses internet di desa, sekolah, pesantren, puskesmas maupun areal public lainnya. Untuk itulah, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Sumbawa kembali mengajukan usulan Penyediaan Base Transceiver Station (BTS) dan Penyediaan Akses Internet melalui Program KPU/USO Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, usai Rapat Koordinasi Nasional Konektivitas TIK Wilayah Perpres 131 dan Perbatasan di Jakarta bersama Jajaran Diskominfotik Sumbawa. Setelah melalui proses validasi data dan menyelesaikan dokumen administrasi yang dipersyaratkan, dipastikan Kabupaten Sumbawa kembali akan memperoleh Program Penyedian BTS wilayah blankspot sebanyak 5 site dan 10 lokasi akses internet. Setelah melalui proses survei lapangan yang direncanakan pada bulan Oktober mendatang. “Dengan usulan ini, kami berharap agar secara bertahap tidak ada lagi wilayah yang tidak terjangkau layanan komunikasi seluler, serta dapat menjangkau akses informasi melalui internet dengan mudah” ujar Wabup, sambil berharap para pengelola akses internet baik yang telah terpasang saat ini maupun yang akan memperoleh program berikutnya dapat membuka seluas-luasnya sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengakses informasi melalui internet. Wabup juga berharap, masyarakat dapat memanfaatkan akses internet yang disediakan pemerintah dengan cerdas, aman, sehat dan produktif. Untuk mendukung aktivitas sehari-hari. (arn)
PLTU Kertasari Datangkan 6 TKA Asal Tiongkok Taliwang (Suara NTB)Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kertasari kembali mendatangkan sebanyak 6 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok. Keenam pekerja TKA itu nantinya akan ditempatkan untuk pemasangan instalasi dan mengoperasikan tabung bejana tekan PLTU. Kabid Hubungan Industrial dan Pengawas (Hiwas) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Drs. Zainuddin mengatakan, kontraktor pembangunan PLTU Kertasari telah melaporkan keenam TKA yang akan dipekerjakan tersebut kepada pihaknya. Sementara ini para TKA belum mulai bekerja karena masih menunggu kelengkapan seluruh syarat dokumen yang dibutuhkan. “Mereka sudah melapor ke kami bahwa ada enam TKA yang akan dipekerjakan khusus menangani tabung bejana tekannya,” terangnya kepada wartawan. Ia menyebutkan, dokumen TKA yang belum dilengkapi itu berupa data transfer keimigrasian. Sesuai ketentuan data imigrasi mereka harus ditransfer ke pihak imigrasi setempat di mana akan dipekerjakan. “Pihak imigrasi Sumbawa belum menerima data mereka. Jadi tunggu itu dulu baru mereka bisa mulai bekerja,” timpalnya.
(Suara NTB/bug)
Zainuddin Untuk syarat ketentuan ketenagakerjaan sendiri, Zainuddin mengaku, telah dilengkapi. Pihak perusahaan yang mempekerjakan para TKA telah mengantongi dokumen izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) dan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) yang diterbitkan oleh Disnakertrans KSB. “Kalau persyaratan yang menjadi kewenangan kita sudah mereka selesaikan,” urainya. Rencananya keenam TKA tersebut akan berada di PLTU Kertasari selama 1 tahun. Zainuddin mengungkapkan, pihaknya telah meminta kepada perusahaan untuk me-
menuhi ketentuan lain selama memanfatkan tenaga para pekeja asing itu. Salah satunya soal penempatan tenaga pendamping lokal. Di mana para tenaga penamping lokal itu fungsinya membantu para TKA dan upaya transfer ilmu serta transfer teknologi terhadap keahlian masing-masing TKA. “Kami ingatkan perusahaan agar jangan lagi seperti sebelumnya. Mereka pekerjakan TKA tapi tidak ada tenaga pendampingnya, padahal sesuai ketentuan soal memperjakan tenaga asing syarat itu mutlak untuk proses transfer keahlian dan teknologi kepada pekerja lokal,” tandas Zainuddin. Selanjutnya ia menyampaikan, untuk persiapan pelaksanaan pengerjaan tabung bejana tekan milik PLTU Kertasari itu. Pihak Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi NTB telah melakukan inspeksi ke lokasi. Kedatangan pengawas tersebut khusus melihat penerapan fasilitas keselamatan kerja, mengingat pekerjaan yang akan dilaksanakan sangat memiliki resiko tinggi dari sisi keselamatan. “Pengawas turun melihat sistem K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) yang diterapkan PLTU. Apakah sudah benar-benar dijalankan atau disiapkan dengan benar,” pungkasnya. (bug)
“Sebagai apapun kita, ini malam introspeksi diri, malam muhasabah. Sebagai pejabat negara atau sebagai apapun, kami mengajak hadirin semuanya mari kita sama-sama introspeksi diri. Sudah maksimalkah kita berbuat dan bekerja? Sudah optimalkah kita beribadah?” seru Syukri. Terkait konteks kekinian Sumbawa, begitu banyak masalah yang terjadi. Seperti maraknya peredaran miras dan narkoba. Bahkan sudah pada tingkat mengkhawatirkan. Pelajar dari SMP dan SMA sudah terjangkit miras dan narkoba. Bahkan ironisnya, ada pula pejabat yang terindikasi memakai narkoba. Begitu pula dengan pembalakan liar yang merusak hutan. “Jangan tanya apa penyabab panas dan kekeringan saat ini. Jelas saja karena hutan kita yang makin rusak. Anak
(Suara NTB/ind)
CERAMAH - Syukri Rakhmat memberikan ceramah terkait momentum pergantian tahun baru, 1 Muharam 1439 Hijriah, Rabu (20/9) malam, di lapangan Pahlawan Sumbawa. anak muda kita sudah mengenal miras dan narkoba. Mau jadi apa bangsa ini, kalau masalah ini tidak segera dituntaskan,” tandas Syukri yang juga Ketua KPU Sumbawa ini. Untuk itulah, Syukri kembali mengajak introspeksi diri. Memperbaiki masalah
yang ada yang saat ini. Sambil berharap kedepannya umat Islam jangan mau lagi diadu domba. Sekaligus kedepan bisa melaksanakan agenda terbaik demi kejayaan umat demi tercapainya Visi pemerintahan saat ini, Sumbawa hebat dan bermartabat. (ind/arn)
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
SUARA PULAU SUMBAWA Empat Saudara Lumpuh di Bima Bangun Pondok TPA/TPQ
Halaman 7
Masih ingat dengan empat bersaudara yang menderita penyakit aneh, di desa Rabakodo Kecamatan Woha, yang menyimpan hasrat terpendam ingin bertemu dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi?
(Suara NTB/ula)
DISTRIBUSI AIR - Kepala Kantor BPBD Dompu, Imran saat meninjau langsung pendistribusian air bersih warga di Dusun Dermaga Desa Nowa Kecamatan Woja, Rabu (20/9).
YA, mereka adalah Baharuddin (46), Sahruddin (44) Jasman (40) dan Sri Yati (36). Saat ini, mereka sedang berusaha membangun sebuah pondok Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA/TPQ) di desa setempat. Menurut, paman keempat saudara ini, Agusalim, pembangunan TPA/TPQ yang diberi nama Baharul Salam tersebut merupakan swadaya
dari pihak keluarga dan masyarakat. “TPA/TPQ ini dibangun di atas tanah seluas 9.5 x 7.5 meter. Tanah warisan kakek mereka,” kata Agusalim kepda Suara NTB, Rabu (20/9). Diakui Agusalim, keinginan membangun TPA/TPQ tersebut, sebagai bentuk pengabdian dan kecintaan terhadap masyarakat dan daerah (dou labo rasa). Di tengah
keterbatasan mereka mengalami lumpuh. “Mudah-mudahan niat dan langkah mereka ini, yang memberikan sebagian haknya untuk umat dan daerah, menjadi inspirasi bagi kita semua,” katanya. Diharapkan setelah pembangunannya. TPA/TPQ tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat. Terutama generasi penerus bangsa, sebagai wadah atau tempat belajar dan membaca Alqur’an. “Semoga apa yang mereka lakukan ini mendapatkan berkah dan dukungan dari semua pihak,” harapnya.
Baharuddin dan ketiga adiknya menderita kelainan aneh. Padahal, sebelumnya mereka dilahirkan secara normal, bahkan pernah mengenyam bangku sekolah dasar (SD). Hanya saja, tepat usia 10 tahun, tubuh mereka panas dingin. Semua badan terasa kaku dan tidak bisa bergerak normal. Yang berujung kaki dan tangan semakin lama semakin mengecil hingga sekarang. Adanya gejala itu membuat orangtua membawanya ke dokter dan rumah sakit, Bahkan sampai ke daerah Jawa, untuk memeriksa dan mengecek sakit tersebut. Han-
ya saja pihak medis mengaku mereka tidak memiliki sakit apapun. Tidak bisa ditangani secara medis, pihak keluarga terus berusaha mencari jalan keluar dengan harapan mereka bisa sembuh dan kembali normal. Yakni mendatangi dukun untuk dilakukan pengobatan secara tradisional. Usaha itu sempat membuahkan hasil. Sayangnya karena terkendala biaya, pengobatan tidak dilanjutkan hingga sekarang. Kini mereka hanya terbaring lemas dikasurnya dan dirawat oleh ibunya seorang diri. (uki)
Setelah Terhenti, BPBD Dompu Kembali Distribusi Air Bersih Dompu (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu kembali mendistribusikan air bersih bagi warga di titik – titik rawan sebagai dampak kekeringan. Persoalan anggaran akan ditangani melalui dana bantuan bencana kekeringan dari pusat di Provinsi. Namun dana APBD Perubahan 2017 juga diharapkan ikut mendukung bantuan air bersih bagi warga. Kepala Kantor BPBD Kabupaten Dompu, Drs. Imran kepada Suara NTB, Rabu (20/9) kemarin, mengaku kembali mendistribusikan air bersih bagi warga yang kesulitan air bersih. Pendistribusian air bersih kembali diawali di Larema Kelurahan Simpasai pada Selasa (19/9) dan diikuti untuk warga di Desa Nowa dan Bakajaya. “Hari ini kita salurkan air bersih untuk Nowa dan Bakajaya,” kata Imran. Diakui Imran, ada beberapa wilayah di Kabupaten Dompu rawan air bersih ketika musim kemarau dan selama ini selalu didistrikan air bersih. Seperti daerah sekitar terminal Ginte Kandai Dua Dompu, Maula dan Saleko, Manggeasi, Dorotangga, Kandai 1, Mbawi, Bakajaya, Nowa, Ranggo, Lune, Taropo Kilo, dan wilayah Kecamatan Huu. Data ini, lanjut Imran, sudah disampaikan ke BPBD Provinsi hingga BNPB. Untuk penanggulangan kekeringan tahun 2017 ini, pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran untuk Provinsi NTB dan dikelola oleh Provinsi. “Kita tinggal tunggu berapa plafonnya untuk Dompu,” jelasnya. Dalam APBD Perubahan 2017 juga diajukan anggaran untuk penanggulangan kekeringan sebanyak Rp 50 juta. Untuk menghindari tumpang tindih pembiayaan, anggaran dari APBD Perubahan akan digunakan sebagian untuk penyaluran air dan bagi tim monitoring serta evaluasi. “Karena ini bantuan langsung ke masyarakat. Mudah – mudahan ada perhatian dari Banggar Dewan dan TPAD eksekutif,” harapnya. (ula)
(Suara NTB/uki)
LOKASI PONDOK - Baharuddin (pakai kursi roda) bersama keluarga di lokasi pembangunan pondok TPA-TPQ Baharul Salam, di Desa Rabakodo Kecamatan Woha, Rabu (20/9).
Semua Puskesmas di Dompu Tak Kantongi Izin Lingkungan Dompu (Suara NTB) – Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Andi Bahtiar, ST., M. Si, melalui Kasi Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Dompu, Ardiansyah, ST, mengungkapkan, sembilan puskesmas di Dompu tak ada satupun yang mengantongi izin lingkungan. Karenanya ia meminta puskesmas segera melayangkan surat permohonan dokumen LH sebagai syarat pembuatan izin lingkungan ke pihak perizinan. “Makanya kita minta untuk membuat DokumenLH,”ujarnyakepadaSuaraNTB di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Harapan ini juga untuk menyikapi tindakan puskesmas yang melakukan pembakaran limbah medis, seperti yang diakui Puskesmas Kota. Dengan dikantonginya Dokumen LH itu, jelas Ardiansyah, maka pihaknya bisa terlibat langsung untuk memberi pembinaan soal pengolahan limbah. Sejauh ini yang sudah memiliki izin
lingkungan khususnya pusat pelayanan kesehatan barus RSUD Dompu, itupun izin pengolahan air limbahnya belum dikantongi. “Nanti kalau mereka sudah buat dokumen LH sekalian kita berikan pembinaan, semua puskesmas belum ada izin lingkungan kecuali rumah sakit tapi untuk pengolahan air limbahnya rumah sakit belum,” jelasnya. Terkait tidak dikantonginya izin lingkungan oleh sembilan puskesmas
tersebut, Dinas Kesehatan (Dikes) Dompu sebelumnya sudah mengkomunikasikan masalah ini dengan LH, terutama menyangkut anggaran yang dipakai. Hanya saja sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya, terlebih puskesma juga belum melayangkan surat pembuatan dokumen LH. “Untuk sekarang kita minta puskesmas ke LH untuk pengurusan dokumen,” jelasnya. Ardiansyah menegaskan, kalaupun sembilan puskesmas ini bersikukuh tidak membuat izin lingkungan maka para pihak yang terlibat dapat dipidanakan, hal itu sesuai amanat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang menyatakan bagi usahan atau kegiatan yang tidak memiliki izin lingkungan hidup terancam dikenakan sanksi pidana. “Wajib makanya, wajib punya izin lingkungan,” pungkasnya. (jun)
Tidak Dihadiri Termohon
Gugatan Praperadilan Kasus K2 Ditunda Hingga 28 September Dompu (Suara NTB) Sidang perdana gugatan praperadilan kasus K2 Dompu dengan termohon Kepolisian dan Kejaksaan di Pengadilan Negeri (PN) Dompu ditunda hingga Kamis, 28 September depan. Para termohon tidak hadir dalam sidang perdana, sehingga dilakukan pemanggilan ulang untuk sidang berikutnya. Wakil Ketua PN Dompu selaku humas PN, Suba’i, SH, MH kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/9) kemarin, mengungkapkan, sidang gugatan praperadilan yang diajukan Abdullah, SH, MH dari Yayasan Tambora Bangkit (YARKI) ditunda hingga 28 September mendatang karena tidak dihadiri oleh para termohon. Sidang yang dipimping langsung oleh Ketua PN Dompu, Toni Widjaya H Hilly, SH ini hanya dihadiri oleh pemohon yaitu Abdullah, SH, MH selaku kuasa dari YARKI. Sehingga sidang hanya dibuka untuk menanyakan para pihak dan ditunda pada Kamis, 28 September 2017 mendatang. Ada dua pihak yang dimohon dalam
(Suara NTB/ula)
Suba’i
praperadilan kasus K2 ini yaitu Kepolisian RI Cq Polda NTB Cq Subdin III TipikorPoldaNTBCqPolresDompuCqUnit Tipikor Polres Dompu, dan Kejagung RI Cq Kejati NTB Cq Ass Tipikor Kejati NTB Cq Kejari Dompu Cq Kasi Pidsus KejariDompu.“Sudahdipanggiljurusita. (Termohon) Tidak hadir. Tidak ada alasan(ketidakhadirannya),”ungkapSuba’i. Ketidakhadiran termohon pada panggilan pertama, diakui Wakil Ketua PN ini menjadi hal yang biasa dalam praperadilan. Panggilan pertama mereka cenderung mempersiapkan administrasi dan kebutuhan terkait gugatan praperadilan. Mereka baru akan hadir di panggilan dan sidang kedua. “Kalau tidak hadir pada panggilan kedua, hakim pemeriksanya yang mengambil keputusan. Kami yakin (termohon akan hadir pada panggilan kedua),” katanya. Berdasarkan rilis yang diajukan pemohon, kata Suba’i, mereka menguji terkait tenggat waktu melekatnya status tersangka terhadap Drs. H. Bambang M. Yasin dalam kasus dugaan korupsi pengangkatan CPNS K2 Dompu dan alat bukti yang dikumpulkan termohon 1 (Kepolisian). “(Ini) Inti dari permohonan pra peradilan,” katanya. Abdullah, SH, MH pemohon praperadilan kasus K2 mengaku, relas terkait gugatan praperadilann yang diajukan pihaknya sudah semuanya diserahkan kepada para pihak. Sehingga tidak mungkin termohon belum mengetahui. Namun ia tidak mempermasalahkan ketidak hadiran termohon karena itu menjadi haknya. “Kita lihat saja nanti (sidang berikutnya),” ungkapnya. Di luar pengadilan negera (PN) Dompu juga terdapat kelompok masyarakat yang mengatas namakan dirinya Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) menggelar aksi unjuk rasa. Massa sempat melaku-
kan orasi di atas sound sistem yang diangkut dengan mobil bak terbuka. Diantara pengunjuk rasa terdapat 3 orang yang dicat warna putih tubuhnya dan bagian depan tubuhnya bertuliskan ‘TSK sgr ditahan’, ‘P21kan TSK’, dan ‘Tahan HBY’. Ketiga orang ini juga membawa spanduk bertuliskan tiga tuntutannya. Yaitu meminta kepada Kajati NTB untuk segera P21-kan tersangka K2 Kabupaten Dompu, meminta kepada Kapolda dan Kajati NTB untuk segera menahan tersangka kasus CPNS K2 Kabupaten Dompu setelah P21 selesai, meminta kepada Kapolri dan Kapolda NTB untuk tidak melakukan mutasi/sertijab terhadap ketua/tim penyidik Bareskrim Polda NTB sebelum proses hukum kasus CPNS K2 Kabupaten Dompu selesai atau P21. Sementara Suherman, S.Pd alias Romo dalam orasinya memberikan dukungan kepada Abdullah, SH, MH yang melakukan gugatan praperadilan kasus K2 agar bisa segera dituntaskan kasusnya. “Kami mendukung para advokat yang s e d a n g menuntut agar kasus K2 Dompu segera di-P21kan,” kata Suherman. (ula)
Abdullah (Suara NTB/ula)
POLHUKAM
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
Bandar Tramadol Diancam 15 Tahun Penjara
Diusung PPP-Gerindra
Mataram (Suara NTB) – Bandar tramadol berinisial DS, asal Kamasan, Monjok, Selaparang, Kota Mataram akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Dia diancam penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.
(Suara NTB/dok)
Ahyar Tak Terpengaruh Ancaman Pemecatan dari Golkar PARTAI Golkar melalui Ketua Harian DPD I Partai Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi, sejak awal sudah memberikan penegasan bagi seluruh kadernya untuk tetap solid mengawal dan memenangkan Ketua DPD I Partai Golkar NTB, H. M. Suhaili FT, sebagai calon Gubernur NTB di Pilkada NTB 2018. Bagi yang membelot, tidak mematuhi keputusan partai, maka Golkar akan mengambil sikap tegas pada kader yang bersangkutan. bahkan sanksinya berat, yakni dipecat keanggotaanya dari partai H. Ahyar Abduh berlambang beringin. Salah seorang senior Partai Golkar yang juag mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram, H. Ahyar Abduh, telah mengambil keputusan melenceng dari ketetapan partai. Pada Rabu (20/9), Ahyar Abduh resmi didukung oleh PPP dan sebelumnya juga oleh Partai Gerindra, sebagai bakal calon Gubernur NTB. Ahyar Abduh yang dikofirmasi terkait ancaman tersebut, menangapinya santai. Ia mengaku tidak terpengaruh dengan ancaman pemecatan dari partai yang telah membesarkanya itu. “Silakan, itu urusan internal partai. Tidak ada masalah, tidak ada masalah, itu jadi urusan DPP Golkar,’’ ujar Ahyar saat dikonfirmasi usai menerima SK dukungan dari PPP. Walikota Mataram dua periode tersebut menegaskan, bahwa dirinya tetap pada pendirian awal untuk maju sebagai bakal calon Gubernur NTB di Pilkada serentak 2018, dengan atau tanpa dukungan dari Partai Golkar sekalipun. ‘’Jadi jangan jauh-jauh lah, pengalaman politik di sini, buktinya ada (kader Golkar) yang jadi kepala daerah tidak didukung Golkar. Termasuk di pusat juga begitu,’’ katanya. Apa yang dikatakan oleh Ahyar tersebut, merujuk pada pengalaman pribadinya, saat ia maju di periode keduanya di Pilkada Kota Mataram 2015 lalu. Ia pun tidak didukung oleh Partai Golkar, di mana ia sendiri ketika itu menjabat sebagai Ketua DPD II. Hal yang sama juga dialami oleh Ketua DPD I Golkar NTB, H. M. Suhaili FT. Pernah mengalami hal yang sama dengan Ahyar, di Pilkada Lombok Tengah. Terakhir disampaikan Ahyar, dengan telah resminya mendapat dukungan dari dua partai yakni Gerindra dan PPP, dan telah memastikan dirinya akan lolos melaju di Pilkada NTB 2018. Karena syarat minimal jumlah kursi telah dipenuhi oleh kedua partai. Oleh karena itu, Ahyar menegaskan dirinya siap untuk berhadapan dengan jagoan yang diusung oleh partainya sendiri (Golkar). ‘’Jadi sebagai kader partai, akan saya sampaikan bahwa saya kader Golkar. Sekiranya tidak didukung maka saya akan tetap maju. Karena ini untuk rakyat juga, jadi biarlah rakyat yang akan menentukan nanti. Siapa yang dia kehendaki untuk memimpin NTB ke depan,” pungkasnya. (ndi)
Halaman 8
Kapolres Mataram melalui Kasubbag Humas, AKP I Made Arnawa, menyebutkan, DS ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi bukti yang cukup untuk menjerat. “Dua alat bukti keterangan saksi dan keterangan ahli berdasarkan pasal 184 KUHAP, juga barang bukti yang telah diamankan sebelumnya,” ujarnya ditemui Kamis (20/9). Dua orang terkait peredaran tramadol DN (24) dan MR (25) diamankan Selasa (12/9) lalu di kantor agen pengiriman paket kilat di Karang Sukun, Mataram Timur, Mataram. Barang bukti yang diamankan 2.520 strip pil tramadol yang dikirimkan dalam dua dus, telepon genggam, dan resi pengiriman. Pil tersebut diakui DN dipesan dari Sulawesi Selatan dan dikirim dari Jakarta. Arnawa menambahkan, dari hasil gelar perkara pada Rabu (19/9) lalu, penyidik mengungkap peran DS sebagai pemilik obat daftar G yang sudah dicekal BBPOM itu. “MR hanya sebagai saksi, dia te-
(Suara NTB/why)
DISITA - Barang bukti puluhan ribu butir tramadol yang disita dari tersangka DS. mannya DS yang menyampaikan kalau barang kirimannya sudah sampai di TKP,” terangnya. DS sudah ditahan di Rutan Polres Mataram. Tersangka dijerat pasal 197 UU 36/ 2009 tentang Kesehatan juncto pasal
53 KUHP. “Ancaman penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar,” kata Arnawa. Pelaku DN, mengakui menjual tramadol menjual dalam jumlah besar kepada pengecer di bawahnya. Harg-
anya per 25 strip antara Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu. Ribuan tramadol yang itu rencananya untuk memenuhi permintaan pelanggan tetap yang berada di Gomong, Mataram. (why)
Mabes Polri Tangkap Terduga Penyelundup Bibit Lobster Mataram (Suara NTB) – Mabes Polri turun langsung ke Lombok, mengungkap kasus dugaan penyelundup bibit lobster. Tiga orang dan 2.910 ekor benih lobster diamankan. Benih tersebut diambil dari Pantai Sepi, Sekotong, Lombok Barat. Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie didampingi Kabid Humas, AKBP Tri Budi Pangastuti ditemui Rabu (20/9) membenarkan pengungkapan kasus tersebut. ‘’Benar ada penangkapan tiga orang diduga penyelundupan bibit lobster. Kita amankan di wilayah Lembar, Lombok Barat,” ujarnya. Tiga orang dimaksud antara lain, PT (22) warga Am-
penan, Mataram; SH (30) warga Jerowaru, Lombok Timur, dan TJ (35) warga Ampenan. Penangkapan yang dilakukan petugas dari Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri itu cukup alot, Selasa (19/9) lalu. Para pelaku yang mengendarai Honda Jazz DR 1059 XZ mencoba menabrakkan kendaraannya ke arah polisi yang menghadang. “Mobil itu melaju hampir menabrak petugas sehingga diberi tembakan peringatan. Karena masih melaju, ban mobil ditembak untuk menghentikan mereka,” kata Darsono. Sebelum kabur, pelaku PT yang mengendarai mobil juga sempat membuang kardus yang berisi 19
kantong benih lobster ke jalan. Dari interogasi awal, lanjut dia, benih lobster tersebut hendak dibawa ke Teluk Awang, Jerowaru, Lombok Timur. “Masih kita kembangkan siapa penerimanya ini,” ungkapnya. Kasus itu diambilalih Subdit IV Tipidter penanganannya. “Pelaku berinisial PT dia dihubungi seseorang untuk mengambil ke Sekotong. Kita masih dalami perannya apakah dia ini kurir,” ujar Darsono. Dalam kasus itu pihaknya menerapkan pasal 88 juncto pasal 16 ayat 1 dan atau pasal 100 ayat 2 huruf j UU 45/3009 tentang Perikanan dan pasal 31 ayat 1 1 juncto pasal 7 UU 16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
(Suara NTB/ist_Polda NTB)
DIAMANKAN: Bukti benih lobster dari Sekotong yang diamankan Mabes Polri di Lembar, Lombok Barat dilepasliarkan di Pantai Gading, Sekarbela, Mataram. ‘’Ancamannya penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 1,5 miliar.
Masih pemeriksaan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” tandasnya. (why)
Pilkada NTB 2018
PPP Resmi Dukung Ahyar-Mori Mataram (Suara NTB) Setelah sempat ditunda dua hari, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), akhirnya resmi menjatuhkan dukungan pada Rabu (20/9) lalu untuk Pilkada NTB 2018. Partai berlambang Ka’bah tersebut resmi mengumumkan dukungannya ke paket pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, H. Ahyar Abduh-Mori Hanafi. Surat Keputusan (SK) dukungan DPP PPP, Nomor 183/SK/ DPP/W/VIII/2017, dibacakan langsung oleh Sekretaris DPW PPP NTB, Muhmmad Akrie, yang menetapkan dukungan PPP di Pilkada NTB 2018, diberikan pada pasangan Ahyar Abduh dan Mori Hanafi. Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah, dalam sambutannya mengungkapkan sembilan alasan partainya menjatuhkan dukungan pada pasangan Ahyar-Mori. Salah satunya yakni soal pengalaman dan kemampuan Ahyar Abduh untuk memimpin yang dinilainya sudah tidak diragukan lagi. “Pak Ahyar itu sudah teruji, sejak tahun1994-2004 sebagai anggota legislatif, dan pengalamanya di eksekutif dari 2005 sampai 2010 sebagai Wakil Walikota Mataram, dan 2010 sampai sekarang sebagai Walikota Mataram. Jadi apalagi yang kita ragukan pada sosok beliau ini untuk memimpin NTB ke depan,” ujar Wartiah penuh semangat. “PPP juga sudah jalan di seluruh kecamatan dan desa seluruh NTB. Masyarakat berkehendak cagub yang paling tepat menggantikan TGB (Dr.TGH.M.Zainul Majdi) adalah TGH Ahyar,” sambungnya. Pada saat itu juga, Wartiah menyerukan pada seluruh jajaran dan kader Ka’bah, untuk tidak ragu lagi bergerak memenangkan paket pasangan Ahyar-Mori. Sebab, paket ini sudah tidak ada keraguan lagi untuk tampil bertarung di Pilkada 2018. Karena dengan dukungan Partai Gerindra dan PPP saja, syarat menimal jumlah kursi pendaftaran di KPU sudah dapat dipenuhi. “Kami komitmen mendukung paket ini. Kami tidak ingin mainmain, tetapi serius, tidak ada lagi pertanyaan. Untuk itulah kenapa PPP ingin mencuri start lebih awal. Karena PPP tidak ingin ada keraguan, kita ingin menang terhormat,’’ ucapnya. Sementara itu, bakal calon Gubernur NTB, H. Ahyar Abduh dalam sambutannya, menyampaikan terimakasinya yang sangat tinggi kepada PPP yang telah memberikannya dukungan. Menurut Ahyar, dukungan PPP tersebut, telah memberikannya satu kepastian pada dirinya, pendukung dan masyarakat untuk mulus melaju sampai tahap pendaftaran di KPU. “Bagi kami, dengan keluarnya SK ini, adalah satu keputusan politik yang memperjelas sikap dan jawaban dari parpol. Ke mana arah dukungan parpol, dalam hal ini PPP merupakan parpol pertama yang mengeluarkan SK Cagub. Untuk itu kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ucap Ahyar. “Inilah starting poin bagi kami. Untuk melakukan kegiatan politik menuju kemenangan di Pilkada NTB. Oleh karena itu, kami akan pertangungjawabkan amanh dari PPP ini,” sambungnya. Penyerahan SK dukungan PPP terhadap pasangan bakal Cagub-Cawagub Ahyar Abduh dan Mori Hanafi, tersebut dilangsungkan di Kantor DPW PPP NTB, Jalan Majapahit. Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh seluruh kader dan Ketua DPC PPP se Kabupaten/Kota NTB, juga dihadiri oleh sejumlah petinggi Partai Gerindra, seperti, Sekertaris DPD, Muhammad Sakdudin, dan anggota Fraksi Gerindra di DPRD NTB. (ndi/*)
Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah tengah memberikan orasi politik
Bakal Calon Gubernur Ahyar Abduh didampingi bakal calon Wakil Gubernur, Mori Hanafi, sedang menyampaikan orasi politik usai menerima SK dukungan PPP
(Suara NTB/ndi)
Ahyar-Mori, beserta Ketua DPW dan petinggi PPP lainnya serta Sekretaris Partai Gerindra
(Suara NTB/ndi)
Pemberian SK dukungan PPP terhadap Ahyar-Mori dihadiri oleh kader PPP
SUARA NTB
Jumat, 22 September 2017
Halaman 9
Semarak, Peringatan 1 Muharram di Gumi Selaparang Peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1439 Hijriah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Gumi Selaparang berlangsung semarak. Sejumlah rangkaian kegiatan disuguhkan memperingati momentum kebangkitan umat Islam. SEDIKITNYA 27 item kegiatan disuguhkan panitia. Diantaranya, pawai taaruf pelajar dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Lotim, pawai lampu lampion, lomba marawis, lomba qasidah. Bakti sosial di daerah rawan kekeringan dan penggalangan dana untuk membantu musibah kemanusiaan yang melanda etnis Rohingya di negara bagian Rikhine, Myanmar. Ada juga pameran Muharram selama dua pekan ke depan yang dibuka Kamis (21/9) kemarin. Rangkaian dari kegiatan Festival Muharram ini ada juga berupa pertandingan olahraga bola voli dan basket. Lomba busana muslim, lomba nyanyi solo pelajar SD dan SMP. Lomba pemilihan dai kecil, lomba pengelolaan masjid, lomba stand up comedy, gerak jalan indah, marching band dan rangkaian kegiatan lainnya. Tepat pada malam 1 Muharram 1439 atau Rabu malam, digelar acara tasyakuran di Pendopo Bupati Lotim. Ribuan warga tumpah ruah dengan sajian makan malam gratis. Sebelumnya bertempat di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, digelar acara Lotim berdzikir, yasinan dan sholawat bersama yang dilanjutkan dengan membaca doa awal
dan akhir tahun secara bersama-sama. Hadir dalam momentum peringatan kebangkitan Umat Islam seperti digaungkan Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan (Ali BD) para tuan guru se Pulau Lombok. Diantaranya, Pimpinan Ponpes Ishlahuddiny Kediri, TGH. Muchlis Ibrahim dan khusus Dr. KH. M. Ahmad Fauzi Fijani, Pengasuh Ponpes Modern Al Amin Madura. Kehadiran para tuan guru dan tokoh agama dari berbagai organisasi itu diibaratkan Bupati Lotim sebuah kongres Ulama Lombok. Berkumpulnya para tuan guru se Pulau Lombok itu diharapkan bisa berlangsung di berbagai tempat lainnya. Ali BD alias Amaq Asrul ini tegaskan, ia berdiri di atas semua kelompok. Tidak membeda-bedakan organisasi dan partai. Turut hadir Bupati Lotim periode 1993-1998, H.Moch. Sadir. Mantan Bupati Lotim itu disebut Ali BD merupakan sosok yang berjasa. Salah satunya membangun Pendopo Bupati Lotim. Pengabdian mantan bupati ini sampai sekarang dan diharapkan bisa ditiru. Tema peringatan Muharram 1439 H, menurut Ketua Panitia, H. Sahabudin adalah “Dengan Semangat Muharram
LOTIM BERDZIKIR- Memasuki tahun baru Islam, Lombok Timur menggelar acara berdzikir, bersolawat, baca yasin dan doa bersama. Doa awal dan akhir tahun di Masjid Agung Al Mujahidin Selong Kita Hijrah Menuju Islam yang Kaffah,“. Melalui peringatan
Muharram dapat memperkuat juga silaturahmi antara berb-
agai elemen masyarakat serta meningkatkan spirit umat Is-
lam dalam membangun, memelihara dan memperkuat
keutuhan Negara Kesataun Republik Indonesia. (rus/*)
Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan
Muharram Momentum Bangkit dari Keterpurukan ‚‘Muharram merupakan momentum kebangkitan umat Islam dari keterpurukan“. Pernyataan ini dsampaikan Bupati Lotim, Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan (Ali BD) dalam ceramahnya di Masjid Agung Al Mujahidin Selong di sela salat Magrib dan salat Isya pada malam tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 Hijriah, Rabu (20/9). Ali BD yang kini makin akrab disapa Amaq Asrul ini mengajak, meraih kebangkitan umat itu dengan cara meniru apa yang telah dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW. Sejarah mencatat, betapa perjuangan getir dan panjang yang penuh kesabaran dan ketabahan, namun menuai hasil yang luar biasa sebagai balasan dari Allah SWT. Selama 13 tahun di Kota Makkah dan 10 tahun di Kota Madinah Rasulullah berjuang. Selama di Kota Makkah, tidak banyak yang menjadi pemeluk Islam. Namun setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah menjadi pemimpin dunia, dengan konsep Islam Rahmatan lil Alamin, berbondong-bondong kemudian umat lain menjadi pemeluk agama yang paling diridhoi Allah SWT. Diuraikaan Ali BD, hijrah dilakukan umat Islam karena gempuran dari kafir Quraisy. Hijrah empat kali dilakukan. Hijrah pertama 70 orang ke Abesinia, namun kembali lagi ke Makkah karena mendengar Umar bin Khattab masuk Islam dan berpandangan akan berkurang musuh Islam. Tapi makin gencar dan dilakukan hijrah kedua 250 orang kembali ke Abesinia. Hijrah ketiga ke Thaif, dan hijrah ke empat ke Madinah. Hijrah pertama dan kedua, Rasululah tidak ikut serta. Rasulullah mencintai umatnya dan menyuruh umatnya menyelamatkan diri lebih dulu. Rasulullah memilih tetap di Makkah, padahal yang dicari untuk dibunuh adalah Rasulullah Hijrah ke Thaif dan Madinah, Rasulullah ikut namun berada pada rombongan terakhir. Hijrah ke terakhir ke Ma-
Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan
dinah ini atas permintaan dari Madinah itu tidak serta merta dilakukan Rasulullah. Diutus dulu intelijen untuk meneliti Madinah, setelah itu baru disimpulkan berangkat ke Madinah. Pandangan Ali BD, perjuangan Rasulullah di Madinah jangan dikira lebih mudah dari Makkah. Kota Makkah musuhnya jelas kaum kafir Quraisy. Sementara di Madinah makin sulit karena banyak agama. “Lebih rumit Kota Madinah, jadi jangan mengira Madinah lebih gampang,“ paparnya. Kota Madinah terjadi pertentangan antaragama. Terjadi perselisihan dan mengalami krisis kepemimpinan. Rasulullah SAW kemudian datang dengan Islam. Selama 10 tahun di negeri Madinah ini Rasulullah membawa perubahan yang sangat mendasar. Kepemimpinan Rasulullah di Madinah, diakui dunia. Dalam perjalanan perjuangan Rasulullah, kaum kafir Quraisy terus mengejar. Terjadi perang beberapa kali. Namun ditegaskan, perang yang terjadi itu bukan karena Islam di bawah pimpinan Rasulullah yang menyerang. Perang terjadi justru karena diserang. Perang Khanddak, Perang Badar, Perang Uhud semua diserang. “Ini kita luruskan pandangan orang barat yang menyebut Islam suka perang. Semua perang yang dilakukan Rasulullah terjadi karena diserang,“ tegas Ali Dachlan Rasulullah mengajarkan maaf, sabar dan penuh kasih sayang. Karena itulah, kebangkitan umat ini bisa dilakukan seperti yang telah diajarkan Rasulullah. Rasulullah melindungi orangorang lemah. Selama menjadi pemimpin berada di atas semua golongan. Sepak terjang pemerintah umat islam dibawah kepemimpinan Rasululullah dimaktubkan dalam Piagam Madinah. Adanya aturan yang mengatur hubungan antaragama seperti undang-undang sekarang di Indonesia, sudah diatur oleh Rasulullah. Karena itu kembali dikatakan Ali BD, sebagai bupati atau gubernur ikutilah cara Rasulullah. Agama apa saja, pemimpin itu harus melindungi siapa saja. Itulah katanya makna kaffah. Pelaksanaan Islam itu secara sempurna. Islam yang dibangun dengan ketakwaan dan kesabaran membuahkan kejayaan. Islam pernah mencapai puncak kejayaannya. Banyak pemikir Islam Ibnu Khaldun, Ibu Rusyd, Ibnu Sina dan lainnya. Ada ahli fisika, ahli sejarah, ahli matematika, ahli kedokteran. Inilah bayaran Allah SWT, di mana, dengan melaksanakan ketentuan-Nya dengan benar-benar makan akan dibayar tunai. Pascakejayaan Islam. Pascasebagian besar penduduk dunia ini memeluk Islam. Termasuk di Indonesia, Maluku, Flores itu dulu merupakan pemeluk Islam. Namun belakangan muncul Belanda yang membawa agama baru. Sama dengan kejadian Andalusia Spanyol, terjadi perubahan kemerosotan umat Islam. Kisah kemerosotan ini terjadi seperti era setelah hilangnya Ibrahim AS yang melahirkan kaum jahiliah. Perubahan itu terjadi karena tidak adanya yang menjaga. Muharram yang diambil dari momentum hijrahnya Rasulullah SAW. Bukan dari tahun kelahiran Nabi. Karena itulah, sangat tepat momentum hijrah atau berpindah ini dijadikan waktu untuk berubah. Berpindah dari keterpurukan menuju kebaikan umat. Tidak momentum lain selain Muharram yang bisa digunakan sebagai titik awal membangkitkan umat dari keterpurukan. Peringatan Muharram diingatkan Ali BD bukan karena dirinya sebagai bupati. Namun harus lahir dari kesadaran umat Islam sendiri. Indonesia sebagai daerah dengan penduduk terbesar pemeluk Islam. Harus bisa menjadikan Muharram ini sebagai satusatunya momentum kebangkitan. (rus/*)
MALAM PAWAI LAMPION-Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan saat acara malam pawai lampion
PIMPINAN PONPES ISHLAHUDDINY-Pimpinan Ponpes Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat,TGH. Muchlis Ibrahim saat menyampaikan ceramah pada acara tasyakuran
TAMU UNDANGAN -Para tuan guru, pimpinan pondok pesantren dan tokoh agama se pulau Lombok yang hadir pada malam tasyakuran Muharram di Pendopo Bupati
CERAMAH -Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan menyampaikan ceramahnya di Masjid Agung Al Mujahidin Selong
RUDAT-Kesenian Rudat ditampilkan pada malam tasyakuran sebagai bagian dari upaya melestarikan seni tradisi yang bernafaskan Islam
PAWAI TAARUF SISWA-Pawai taarruf siswa SD dan SMP menyambut Muharram
PAWAI TAARRUF SKPD -Kegiatan pawai Taarruf yang digelar menyambut tahun baru Islam di Selong
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
KTR di Sekolah Belum Efektif ROKOK berdampak buruk bagi kesehatan para perokok. Tidak saja perokok aktif, namun juga bagi perokok pasif. Bahkan, dampak buruk bagi perokok pasif jauh lebih berbahaya. Berbagai upaya dilakukan pemeritah untuk mencegah dan mengurangi dampak buruk rokok. Misalnya dengan membuat Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di semua lembaga pendidikan seperti sekolah dan kampus. Hanya saja, keberadaan KTR tersebut belum efektif menekan para perokok. Meski demikian, Kepala (Suara NTB/dys) Dikes NTB dr. Nurhandini Eka Nurhandini Eka Dewi Dewi, menilai langkah pemerintah membuat KTR di sejumlah tempat sebagai langkah maju. Memang diakui, untuk mengubah perilaku hidup seseorang tidak mudah. Dibutuhkan waktu dan proses panjang. “Mengubah perilaku itu butuh waktu tapi harus segera mulai dirubah, intinya di sana,” terangnya, Rabu (20/9). Disebutkannya, data Dinas Kesehatan NTB, 30 persen ruang di NTB belum bebas dari asap rokok. Bahkan rendahnya nilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat akibat belum terbebasnya masyarakat dari asap rokok. “Nilai PHBS kita yang paling rendah itu di komponen bebas asap rokok. Angka ruangan bebas rokok di NTB mencapai 30 persen,” sambungnya. Kini adanya KTR di lembaga-lembaga pendidikan tersebut setidaknya menjadi langkah maju bagi upaya menekan para perokok. Paling tidak, siswa, pelajar, dan guru di sekolahsekolah bebas dari rokok. “Sekarang semua sekolah (sudah) KTR. Saya bahkan sampai diprotes gara-gara ibu jadi gak bisa merokok. Artinya Tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan, (intinya) kita sudah membatasi ruang gerak,” tutupnya. (dys)
Tingkatkan Kedisiplinan Siswa Lewat Komunikasi dengan Orang Tua Mataram (Suara NTB) SMA Muhammadiyah Mataram memperkuat kedisiplinan siswa. Berbagai cara dilakukan oleh sekolah salah satunya dengan memperkuat komunikasi dengan orang tua siswa. Hal itu disampaikan Kepala SMA Muhammadiyah Mataram, Drs. Lalu Jafar. Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan, pihak sekolah sudah berdiri di gerbang sekolah sejak pukul 07.00 wita. Kalau siswa terlambat, sekolah langsung menghubungi orang tuanya. “Kita berhubungan dengan orang tua, panggil orang tuanya, komunikasi dengan orang tua siswa itu,” katanya. Beberapa waktu lalu juga dilakukan razia siswa yang keluyuran saat jam sekolah oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB. Karena itu, orang tua siswa dipanggil sekolah dan dikomunikasikan terkait hal itu agar siswa dapat diantar langsung oleh orang tuanya. Selain itu, ke depan direncanakan SMA Muhammadiyah Mataram akan menggunakan teknologi informasi untuk berhubungan dengan orang tua siswa. Nantinya absen sidik jari bisa langsung terhubung dengan hand phone (HP) milik orang tua siswa. “Rencananya seperti itu, mudah-mudahan bisa terwujud. Supaya kita dengan orang tua bisa efektif komunikasinya. Orang tua bisa langsung mengetahui kehadiran anaknya,” kata Jafar. Penguatan kedisiplinan juga dapat diperkuat melalui penguatan pendidikan karakter. Apalagi SMA Muhammadiyah Mataram juga melaksanakan lima hari sekolah atau Full Day School (FDS). Pendidikan penguatan karakter dirasa bisa dilakukan dengan efektif melalui FDS tersebut. Ia mengatakan, sejak tahun ajaran 2017/2018 ini SMA Muhammadiyah melaksanakan lima hari sekolah. “Penguatan karakter lebih intensif, baik saat ekstrakurikuler maupun intrakurikuler,” katanya. (ron)
SMPN 4 Gerung Gelar Pemilihan Ketua OSIS Secara Langsung Gir Menang (Suara NTB) Siswa SMPN 4 Gerung, Atim Adhal Fata asal Beleka Gerung mendapatkan tanggung jawab sebagai ketua OSIS baru di sekolah tersebut. Siswa kelas VIII ini terpilih menjadi Ketua OSIS setelah berhasil memenangkan pemilihan secara langsung beberapa waktu lalu. Layaknya Pilkada, para calon Ketua OSIS diberikan kesempatan untuk adu visi-misi dan turun menyampaikan program ke siswa lain untuk merebut dukungan. Langkah inilah yang diterapkan pihak sekolah setempa untuk mengajarkan peserta didiknya berdemokrasi yang baik dan santun sejak dini. “Pada pemilihan Ketua OSIS kemarin saya menang,” ujar Fata sapaan akrabnya. Menurutnya, ia berhasil mendapatkan suara terbanyak dibandingkan calon lain. SejumlaH program yang ditawarkan seperti bank sampah. Program ini untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Terkait kebersihan perlu kesadaran sejak dini. Ia pun memberi contoh dengan memulai dari dari sendiri. Ia juga memiliki visi membawa SMPN 4 Gerung menjadi sekolah kreatif inovatif, berkarakter dan berprestasi dilandasi iman dan takwa. Sedangkan misinya mendukung sekolah menjadi sekolah rujukan berpestasi. Unggul dalam akademik dan non akademik. Anak 13 tahun yang gemar berorganisasi, aktif juga di pramuka. Baru-baru ini ia memperoleh penghargaan jambore pramuka nasional di Cibubur. ‘’Dua kali saya ikut kegiatan nasional, kedua kalinya nanti di Bangka Belitung,” tuturnya. Selain pramuka, ia juga aktif di ekstra kelas olahraga seperti futsal dan sepak bola. Sementara Kepala SMPN 4 Gerung Hj. Rohanah, menegaskan, pihaknya menerapkan pemilihan OSIS secara langsung untuk mengajarkan sejak dini bagaimana demokrasi. Selain itu, pihaknya menerapkan gerakan bersih dan sehat dengan memberikan reward bagi kelas yang paling banyak memungut. Setiap hari Jumat, semua kelas secara bergiliran memungut sampah . Untuk menjaga kebersihan sekolah, pihaknya juga bekerjasama dengan petugas kebersihan di dinas terkait, sebab disadarinya sekolah dan pasar adalah penyumbang terbesar sampah. Selain itu, pihaknya sudah mengadakan rapat dengan desa, agar diadakan tangki sampah melalui ADD dan DD. Pada peringatan 1 Muharram kemarin pihak sekolah mengadakaan imtak khataman Qur’an bersama. Hal ini sesuai program Pemda yakni khataman Qur’an. Pihaknya juga sudah mengadakan lomba tata kelola kelas di mana tiap kelas menyiapkan pojok literasi kelas tempat membaca. Sehingga semua kelas sebanyak 24 ruang kelas punya pojok literasi. Di sini, disediakan buku dan lemari yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca. (her)
(Suara NTB/ist)
BERSAMA - Kepala SMPN 4 Gerung Hj. Rohanah bersama Ketua OSIS terpilih Atim Adhal Fata.
PENDIDIKAN
Halaman 10
NTB Sulit Jadi Provinsi Layak Anak Mataram (Suara NTB) Provinsi NTB dinilai masih sulit mewujudkan diri menjadi provinsi layak anak. Mengingat saat ini NTB belum keluar dari praktik pernikahan di bawah umur. Di samping itu, dari 10 kabupaten dan kota, masih ada daerah di NTB, yakni Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang belum me-launching kabupaten layak anak. Sedang dari 9 kabupaten dan kota yang sudah launching, hanya Kota Mataram yang saat ini berstatus pratama. Status pratama merupakan status paling rendah suatu daerah menuju status KLA yang merupakan status paling tinggi setelah utama dan madya. Dalam keterangan persnya, Rabu (20/9), Deputi Kementerian PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak yang juga Ketua KLA Nasional, Lenny N. Rosalin, SE, M.Sc., M.Fin., menyebut, ada 24 indikator KLA. Salah satunya ialah menurunya praktik pernikahan di bawah umur. Catatan Kementerian PPA, Provinsi NTB masih belum bebas dari praktik perkawinan di bawah umur bersama dengan provinsi lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. “Untuk NTB harus segera lakukan langlah kongkrit, karena akan pengaruhi IPM. Perkawinan di bawah umur ini salah satu indikator KLA,” ujar Rosalin usai mengisi kegiatan Workshop Percepatan Kabupaten/Kota Layak Anak Menuju Indonesia Layak Anak 2030 di Mataram, Rabu (20/9).
Diakuinya, perkawinan anak di bawah umur melahirkan indeks pembangunan daerah menjadi rendah. Selain itu aspek ekonomi juga pasti rendah. “Persoalan perkawinan di bawah umur. 14 tahun nikah bagaimana kualitas anak yang dilahirkan bagaimana. Risiko ke ibu, komplikasi, angka kematian ibu melahirkan. Aspek pendidikan anak pasti DO (drop out), aspek ekonomi, lahir anak beranak. Lalu pekerjaan apa yang bisa dikerjakan oleh anak umur SD,” sambungnya. Ditambahkan pula KLA sesungguhnya merupakan sistem pembangunan berbasis anak. Pemerintah ingin membangun KLA ini dalam rangka menuju Indonesia layak anak tahun 2030 sebagaimana yang dicanangkan oleh mantan Presiden SBY pada tahun 2010 lalu. Hanya kata dia, Indonesia baru akan terwujud menjadi Indonesia layak anak kalau provinsinya sudah layak anak. Begitupun juga provinsi dapat berstatus sebagai provinsi layak anak kalau kabupaten
dan kotanya sudah layak anak secara berjenjang. Untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak, saat ini pemerintah melibatkan 27 Kementerian dan 117 Eselon II yang menangani semua indikator KLA. Pihaknya berharap di tingkat daerah, ada rencana aksi kabupaten kota layak anak yang terintegrasi dengan RPJMD. Di samping itu juga berharap agar para kepala daerah segera mengeluarkan peraturan daerah (Perda) untuk mendukung terwujudnya KLA. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengemukakan saat ini angka gizi buruk di NTB masih sebesar 17 persen. Angka tersebut masih tinggi di atas rata-rata nasional yang saat ini berada di angka 13 persen. Sedang angka melahirkan di bawah usia 19 tahun masih sekitar 10 persen. Pulau Lombok menempati urutan paling tinggi dengan perkawinan di bawah usia 19 tahun. Angkanya mencapai 19,25 persen. Sedang di Pulau
(Suara NTB/dys)
KETERANGAN - Deputi Kemen PPPA Lenny N. Rosalin bersama Kepala Dikes NTB Nurhandini Eka Dewi dan Kadis DP3AKB NTB Hj. Hartina memberikan keterangan terkait KLA di NTB, Rabu (20/9). Sumbawa usia perkawinan rata rata sudah di atas 21 tahun. “Ada kaitannya antara nikah muda dengan melahirkan muda,” ujarnya. Lebih jauh dikatakan, praktik perkawinan di bawah umur berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan. Adanya kasus gizi buruk juga salah satu akibat dari perkawinan di bawah umur yang mengakibatkan tumbuh kembang anak yang dilahirkan belum sempurna. Begitupun risiko kematian pada ibu melahirkan. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan
Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) NTB, Ir. Hj. Hartina, MM., mengaku siap mengejar target pemerintah pusat, terutama mendorong kabupaten kota yang belum launching agar segera melaunching jadi KLA. Sedang yang sudah launching agar mempersiapkan tindak lanjut dan rencana aksi berikutnya. Diakui Hartina, salah satu yang kini jadi prioritas ialah mewujudkan berbagai indikator KLA satu persatu mulai dari hak anak mendapatkan tempat bermain yang layak, hak anak untuk memperoleh akte kelahiran, pembentukan sekolah ramah anak dan lain sebagainya. (dys)
Hotel di SMK Harus Dikemas Secara Profesional
(Suara NTB/ist)
POSE BERSAMA - Sebanyak 30 siswa SMPN 7 Mataram dan guru pendamping pose bersama dengan Penanggung Jawab H. Agus Talino dan Redaktur Pelaksana Harian Suara NTB Raka Akriyani saat berkunjung ke Redaksi Harian Suara NTB, Rabu (20/9). Dalam kunjungan ini, mereka ingin tahu lebih banyak tentang proses penerbitan berita di koran mulai dari pencarian berita oleh wartawan hingga proses percetakan.
Siswa Didekatkan dengan Peninggalan Sejarah Mataram (Suara NTB) Siswa perlu untuk mengetahui peninggalan sejarah, agar mereka dapat menghargai perjuangan dan dapat mengetahui kehidupan nenek moyangnya. Oleh karena itulah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB memancing keingintahuan para siswa dengan mengundang mereka ke museum, serta menggelar cerdas cermat tentang museum. Demikian disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan, Nasip, S.Pd., M.Pd., ditemui di Mataram, Rabu (20/9) sore. Menurutnya, pihaknya mengundang para siswa untuk menyaksikan peninggalan yang memiliki nilai sejarah. “Dalam satu
tahun ini, kita mengadakan cerdas cermat tentang museum kita lombakan tingkat provinsi dan mewakili ke nasional,” katanya. Di tingkat provinsi lomba dilakukan medio Juli lalu, sebelumnya dilakukan di daerah. Cerdas cermat itu berkaitan dengan permuseuman. Tujaunnya agar para siswa memahami tentang cagar budaya peninggalan sejarah. “Agar mereka paham bagaimana orang tua kita dulu berjuang hidup sampai keturunan ke kita, ternyata mereka dengan peralatan sederhana, kok bisa sampai sekarang,” kata Nasip. Dengan memperkenalkan tentang museum itu, diharapkan para siswa bisa menghar-
gai cagar budaya bergerak maupun tidak bergerak yang ada. Mereka juga diharapkan dapat menghargai leluhur yang sudah tidak ada. “Kalau tidak begitu, para siswa tidak mau menghargai, seolah-olah orang dulu adalah orang kolot, padahal mereka yang membesarkan kita, menjadi nenek moyang kita,” ujar Nasip. Cerdas cermat tentang permuseuman itu ternyata disambut baik siswa, Nasip bahkan terpukau dengan kemampuan mereka. Awalnya ia ragu, tapi ternyata mereka memahami tentang permuseuman. Saat ini para juara sedang dipersiapkan untuk bersaing di tingkat nasional. (ron)
Lulus Uji Kompetensi
STIKES Yarsi Serius Persiapkan Mahasiswa Mataram (Suara NTB) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yarsi Mataram serius dalam mempersiapkan mahasiswanya lulus uji kompetensi. Berbagai cara dilakukan, seperti seminar, maupun bimbingan khusus oleh dosen dan berdiskusi secara online. Salah satunya seminar yang dilakukan pada Selasa (19/9) lalu, dengan tajuk Seminar Strategi Lulus Uji Kompetensi, dengan menghadirkan pembicara Dr. I Made Kariasa, S.Kp., MM., M.Kep., Sp.KMB. Menurut Ketua STIKES Yarsi Mataram, H. Zulkahfi, S.Kep. NS., M.Kes,. seminar itu mengangkat tema menyongsong kelulusan uji kompetensi nasional periode Oktober 2017. “STIKES Yarsi serius dalam mempersiapkan mahasiswa untuk lulus uji kompetensi, salah satunya mengadakan seminar ini,” katanya. Uji kompetensi bagi tenaga kesehatan sendiri, katanya dilakukan tiga kali dalam setahun. Pihaknya mengadakan bimbingan khusus kepada mahasiswa di kampus, dilakukan oleh dosen. Dalam bimbingan itu dosen dan mahasiswa membahas dan berdiskusi soal uji kompetensi melalui online. “Kegiatan yang lain dilakukan adalah bimbingan khusus di kampus oleh dosen, bahas dan diskusi soal
(Suara NTB/ist)
SEMINAR - Seminar strategi lulus uji kompetensi yang digelar STIKES Yarsi Mataram untuk menyiapkan mahasiswa agar lulus uji kompetensi. lewat online,” jelas Zulkahfi. STIKES Yarsi Mataram memiliki empat program studi, yaitu S1 Ilmu Keperawatan, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dan Profesi Ners. Dalam upaya mengimbangi ketatnya persaingan tenaga perawat dan bidang di dalam negeri. STIKES Yarsi melebarkan sayap dengan memfokuskan mahasiswa untuk dipersiapkan ke luar negeri. Selain mengembangkan ilmu bidang keperawatan dan kebidanan, STIKES Yarsi Mataram juga menaruh perhatian untuk kajian-kajian keislaman. Hal ini sesuai dengan visi STIKES Yarsi, profesional dan Islami.
Zulkahfi menjelaskan, STIKES Yarsi Mataram memiliki sarana dan prasaraan yang sangat representatif dalam menunjang proses belajar mengajar. Seperti ruang kuliah berpendingin, laboratorium yang lengkap, perpustakaan lengkap, dan proses belajar juga ditunjang oleh sarana elektronik terbaru. Lengkap dengan gedung kuliah yang representatif. Hal itu didukung pula dengan adanya Rumah Sakit yang dimiliki oleh STIKES Yarsi, yaitu Rumah Sakit Islam “Siti Hajar” Mataram. Belum lagi dari kualifikasi pengajar. Di STIKES Yarsi Mataram memiliki dosen tetap Magister sebanyak 70 orang. (ron)
Mataram (Suara NTB) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus memiliki Ruang Praktik Siswa (RPS) yang memadai. Sejalan dengan itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB saat ini fokus pada proses revitalisasi SMK salah satunya dengan mendekatkan atau link and match antara SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Pada SMK bidang akomodasi perhotelan disiapkan untuk memiliki hotel yang dapat dikelola secara profesional melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB, L. Hasbulwadi, M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. Menurutnya hotel yang akan dikelola dengan baik itu dapat menjadi pusat bisnis dan pendidikan. Saat ini sejumlah SMK sudah membuka hotel sebagai RPS, namun belum dikelola dengan maksimal. “Itu bisa sebagai pusat bisnis dan tempat pendidikan,” katanya. Di seluruh NTB terdapat sembilan SMK yang memiliki kompetensi keahlian akomodasi perhotelan, yaitu SMKN 4 Mataram, SMKN 1 Lingsar, SMKN 1 Kutaraja, SMKN 1 Sumbawa, SMKN 3 Bima, SMKN 1 Pemenang, SMKN 1 Batulayar, SMKN 1 Praya dan SMKN 2 Sekotong. Pihaknya sudah membicarakannya dengan Bappeda, akan dilakukan diskusi terfokus bersama kepala sekolah yang memiliki kompetensi keahlian akamodasi perhotelan. “Sehingga nanti hotel yang sudah ada di SMK sebagai pusat bisnis
dan juga pusat pendidikan, bisa menerima tamu domestik dan mancanegara dengan standar yang memiliki rekomendasi,” kata Hasbulwadi. Ia menyebutkan, mekanisme yang paling tepat menggunakan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga bisa turut memberikan keuntungan bagi sekolah. “Karena itu dari dan oleh untuk sekolah,” katanya. Nantinya melalui diskusi bersama pembuat kebijakan akan dibuatkan standar harga kamar, termasuk jumlah kamar yang ada di hotel itu. Termasuk juga mengenai perekrutan pegawai juga harus jelas dan menggunakan perjanjian kontrak antara pegawai dan manajemen. Karena guru tidak mungkin mengelola hotel itu. sampai saat ini diskusi masih sifatnya internal dan belum ke publik. Menurutnya, ke depan harus dibuatkan regulasi melalui peraturan gubernur sebagai landasan di dalam melaksanakan rencana ini. “Paling tidak, nanti ada peraturan gubernur untuk landasannya,” kata Hasbulwadi. Langkah pertama yang akan dilakukan dalam menyiapkan rencana hotel di SMK itu,yaitu dengan membenahi fasilitas dan kelengkapan hotel itu sendiri. Kemudian menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelola hotel di SMK itu. serta peningkatan pengelolaan secara berkelanjutan dan evaluasi pengelolaan infrastruktur. “Harga dan sebagainya itu yang akan diatur melalui peraturan. Saat ini beberapa hotel di SMK sudah jalan, tapi pengelolaannya belum jelas. Harus dibuatkan regulasi,” pungkasnya. (ron)
Kenalkan Peserta Didik Sejak Dini ke Dunia Pemerintahan Giri Menang (Suara NTB) Sebanyak 100 anak beserta guru Kelompok Belajar Raudhatul Athfal (RA) Ya Bunayya Rabu (20/9) kemarin mengunjungi Kantor Bupati Lombok Barat (Lobar). Kunjungan siswa-siswi yang bersekretariat di Dusun Menang, Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung ini dimaksudkan untuk mengenalkan kepada para siswa tentang dunia pemerintahan khususnya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. “Kita juga menggunakan metode aktif yang dikemas dalam sentra agama. Kunjungan ini kami lakukan agar tertanam di benak anak-anak suatu cita-cita yang tinggi,” terang Lalu Erwin, Ketua RA Ya Bunayya Lobar dalam perkenalannya. RA Ya Bunayya merupakan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang menerapkan pembiasaan hidup islami melalui keteladanan, menghafal AlQur’an, Hadits dan doa harian. Staf Ahli Bidang Administra-
si Umum Setda Lobar, H. Mahyudin menyambut baik kedatangan para siswa. Dikatakannya, kegiatan semacam ini dapat menanamkan nilai positif dan mampu memberi gambaran pada anakanak, sehingga memunculkan cita-cita dalam dirinya. “Kami harap para pengajar dalam melaksanakan tugasnya mendidik anak-anak di sertai keihklasan. Tidak kalah pentingnya, mari tumbuhkan nilai kebersamaan. Hal ini dimaksudkan untuk menyatukan hati, pikiran dan perilaku,” terangnya. Lebih jauh Mahyudin mengatakan, Pemkab Lobar di bawah pimpinan Bupati H. Fauzan Khalid dalam programnya senantiasa menumbuhkan nilai-nilai keagamaan baik di lingkup pemerintahan maupun di masyarakat. “Kita punya gerakan Ayo Shalat Berjamaah, menghatamkan Alquran sebulan sekali dan sejak kemarin sampai nanti sore ini kita laksanakan peringatan Tahun Baru Islam,” pungkasnya. (her)
(Suara NTB/her)
FOTO BARENG - Peserta didik Kelompok Belajar RA Ya Bunayya foto bareng di Kantor Bupati Lobar, Rabu (20/9).
Halaman 11
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
Christoper akan Bela NTB di PON XX/2020 Mataram (Suara NTB) Petenis peringkat satu nasional, Christoper Benyamin Rungkat akan membela tim tenis lapangan NTB di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2020. Demikian dikatakan Ketua Umum Pengprov Pelti NTB, Jamaluddin Maladi kepada wartawan di Mataram, Kamis (21/9) kemarin. “Christoper siap membela NTB di PON Papua asalkan NTB menyiapkan lokasi untuk pembangunan sekolah tenis di Lombok,” ucapnya. Dikatakan Jamal, keinginan Christoper membela NTB di ajang multi event tingkat nasional itu telah disampaikan langsung oleh Christopher kepada dirinya saat penyelenggaraan Kejurnas Tenis CBR di Mataram bulan April lalu. Namun sebelum mengungkapkan keinginan membela NTB di PON Papua 2020, Christoper terlebih dahulu mengungkapkan keinginan membangun sekolah tenis di NTB. Dalam hal ini bila pengurus Pelti NTB dapat bekerjasama menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah tenis maka Christoper mengaku siap membela NTB di PON 2020. Keinginan Christoper membangun sekolah tenis di NTB ditanggapi positif oleh Jamal. Ketua Pelti NTB ini menganggap keinginan Christoper membangun sekolah tenis di NTB dapat berguna bagi pencinta olahraga tenis di NTB. Dalam hal ini putra daerah NTB dapat belajar tenis secara baik dan benar lewat sekolah tenis. Selain itu, keberadaan sekolah tenis di NTB kata Jamal akan dapat berkontribusi buat pendapatan ekonomi daerah NTB khususnya Kota Mataram, karena semua atlet luar daerah akan belajar tenis di NTB. Tidak sampai disitu, kedatangan petenis luar NTB untuk bersekolah di NTB akan membantu peningkatan sektor ekonomi daerah. Karena secara otomatis turnamen tenis nasional akan selalu di gelar di NTB. Jamal berharap, rencana pembangunan sekolah tenis di NTB itu juga mendapat respon yang positif dari KONI NTB dan Pemprov NTB. Karena dengan mewujudkan pembangunan sekolah tenis di NTB maka akan menjadikan tim tenis NTB semakin kuat menghadapi PON karena diperkuat oleh petenis nomor satu nasional. Bila Christoper Rungkat bisa mewakili NTB di PON 2020, Jamal siap memasang target dua emas di PON Papua XX di Papua 2020. Karena selain diperkuat Christoper, NTB juga akan diperkuat petenis lapis dua Indonesia asal NTB, yakni Panji Untung Setiawan dan Arif Rahman. “Kalau Christoper memperkuat tim tenis NTB, Pelti NTB siap menyumbang minimal dua emas di PON Papua 2020,” terangnya. (fan)
Cabor Non PPLP
Tarung Derajat dan Karate Layak Diperhitungkan Mataram (Suara NTB) Ada anggapan cabang olahraga di luar binaan PPLP NTB tidak mampu memberikan kontribusi medali di event nasional. Sehingga NTB pun harus mengandalkan cabor binaan PPLP NTB seperti atletik, pencak silat, voli dan taekwondo ketika tampil di event nasional. Maklum, para atlet binaan pusat pendidikan dan latihan pelajaran NTB itu selalu mempersembahkan medali di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Namun anggapan itu mungkin tidak selalu benar, karena atlet luar PPLP NTB juga memiliki kemampuan yang sama untuk mendulang medali emas di level nasional. Seperti tarung derajat dan karate yang cukup layak diperhitungkan. Atlet dari cabang olahraga tarung derajat (bukan binaan PPLP NTB), Satriawan Derajat di Popnas XIV di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), 12-20 September 2017 berhasil menyumbang medali emas. Meski bukan atlet binaan PPLP NTB, atlet asal Kabupaten Dompu itu berhasil mempersembahkan medali emas di pesta tertinggi pertandingan olahraga nasional tingkat pelajar. Dengan kegigihan, sikap disiplin, kemandirian dan semangat berlatih yang tinggi dia mampu mempersembahkan medali emas di Popnas XIV 2017. “Alhamdulillah, saya sebagai pelatih sekaligus orang tua atlet sangat bangga sekali atlet kami bisa juara. Karena dengan sumbangan satu emas
ini, perjuangan kami sebagai orang tua untuk melatih atlet menjadi tidak sia-sia,” ucap Pelatih Tarung Derajat Dompu, Sukriawan S.Sos kepada Suara NTB, via ponselnya, Kamis (21/9) kemarin. Sebagaimana diberitakan sebelum Satriawan berhasil meraih medali emas di kelas 49,1-53 Kilogram (Kg) putra di pertandingan tarung derajat ajang multi event tingkat pelajar nasional belum lama ini. Selain lewat siswa SMK Negeri 1 Dompu itu, tarung derajat juga menyumbangkan tiga perunggu lewat Arafah Derajat, M. Riski Ramadhan dan Rika Sartika. Selain cabor tarung derajat, atlet dari cabor karate, Faqih Qaromi berhasil meraih medali perak di kelas tarung putra pada Popnas 2017. Atlet asal Kota Mataram itu kalah 1-2 atas atlet Sulawesi Utara (Sulut), Muhammad Arif di babak final. “Atlet karate, Faqih Karomi meraih medali perak di Popnas 2017,” ucap Pelatih karate, Muhibit kepada Suara NTB, via ponselnya belum lama ini. (fan)
(Suara NTB/ist)
DIPELUK IBU - Atlet tarung derajat pelajar NTB, Satriawan Derajat dipeluk oleh ibunya saat meraih medali emas di Popnas XX di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), 12-20 September 2017.
Atlet NTB akan Berprestasi untuk Indonesia Mataram (Suara NTB) Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto mengatakan bahwa atlet NTB tidak hanya memasang target meraih 17 emas di Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun Andy akan mendorong atlet-atlet NTB berkontribusi menyumbang medali emas di level internasional seperti SEA Games 2017 dan Asean Games 2018. Demikian dikatakan oleh Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto SH saat di-
RUPA-RUPA Christoper Benyamin Rungkat
(Suara NTB/ist)
wawancara Suara NTB usai pelantikan pengurus KONI NTB di Hotel Lombok Astoria Mataram, belum lama ini. “Atlet NTB kedepan tidak hanya memasang target tujuh belas medali emas di PON, namun prestasi atlet NTB harus bisa ditunjukan di level internasional,” ucapnya. Direktur PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) itu melontarkan pernyataan tersebut sebagai rasa empatinya terhadap prestasi olahraga Indonesia di SEA Games 2017 yang menempati peringkat lima atau kalah
dari Malaysia, Thailand Vietnam dan Singapore. Menurut Andy perolehan medali emas Indonesia di SEA Games 2017 38 emas, 63 perak dan 93 perunggu sangat terpuruk bila dibandingkan SEA Games sebelumnya. Oleh sebab itu, setelah dilantik secara resmi sebagai ketua umum KONI NTB periode 2017-2021, Andy mengajak semua jajaran pengurus lainnya agar menyatukan tekad demi membawa prestasi olahragawan NTB berprestasi di nasional hingga
PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
HILANG HILANG BPKB R2 HONDA DR3908BH NOKA/NOSIN : MH1JB81158K240370/JB81E123798 BPKB : 2097524.O AN. ERMA YANUARNI, M.SI HILANG DISEKITAR JL. KOPERASI AMPENAN HILANG STNK R2 HONDA DR5441AM NOKA/NOSIN : MH1NFGE102K316126/NFGEE-1315509 AN. MUKHTARABIDIN, SH HILANG DISEKITAR JL. DR. SUTOMO MATARAM
GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769
event internasional. Dijelaskan Andy, perjuangan para patriot olahraga NTB kedepan tidak saja meraih medali target 17 medali emas di PON XX di Papua 2020. Namun atlet NTB kata Andy harus mampu berkontribusi memberikan sumbangsih medali emas untuk tim Indo-
HILANG STNK R2 HONDA DR6417CE NOKA/NOSIN : MH1JFF115DK124122/ JFF1E1122737 AN. HERLINA HILANG DISEKITAR JL. ADI SUCIPTO PASAR KEBON ROEK KOTA MATARAM
LOWONGAN DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekalik-sekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2 DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.
SALON Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543
LOWONGAN AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
nesia di level Internasional. “Di SEA Games 2017 atlet NTB, I Gusti Bagus Saputra berhasil meraih medali emas di cabor balap sepeda BMX. Dan saya yakin atlet NTB akan kembali menyumbangkan medali emas di Asean Games 2018”tutur dengan penuh optimis. Menurut Andy, salah satu atlet NTB yang bakal mempersembahkan medali emas di Asean Games 2018 adalah Ahmad Zigi Zaresta Yuda, salah satu atlet peraih medali perak di kejuaraan dunia karate tahun 2017. Selain itu Andy juga berharap kepada sejumlah atlet dari cabor lainnya seperti atletik, balap sepeda BMX, voli pasir bisa mempersembahkan medali emas. (fan)
SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081 Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/ 082147428836
Jumat, 22 September 2017
SUARA NTB
Halaman 12
RUKO - VILA - KOST
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Jumat, 22 September 2017
Halaman 13
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439
gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA
HUBUNGI :
081917002381
COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT
Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan
Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat
Rp. 995 Jt
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
Berubah Menjadi Lebih Baik TAHUN baru Islam atau tahun baru Hijriyah 1439 diperingati dengan cara sederhana oleh umat Islam di seluruh Indonesia, termasuk di NTB. Sebelum matahari tenggelam, umat Islam berkumpul di masjid, tempat pendidikan atau instansi pemerintah untuk membaca doa akhir tahun dan awal tahun. Meski di beberapa daerah khususnya Lombok Timur jauh sebelumnya menggelar sejumlah kegiatan, seperti pawai taaruf yang diikuti murid SD hingga siswa SMA/SMK di Lombok Timur. Belum lagi, bekerjasama dengan Dinas Perdagangan NTB menggelar pasar murah yang menjual harga kebutuhan pokok dengan harga murah. Dibandingkan dengan memperingati tahun baru masehi, peringatan Tahun Baru Islam terkesan tidak ada gaungnya. Datangnya tahun baru Islam hanya dianggap biasa saja bagi banyak orang Islam itu sendiri. Meski ada pembacaan doa akhir dan awal tahun, banyak yang menganggap ini adalah hal biasa dan tidak pernah ada. Padahal, jika kembali melihat bagaimana Nabi Muhammad SAW ditemani sahabatnya Abu Bakar As Siddiq 1438 tahun silam saat hijrah atau pindah dari Mekkah menuju Yastrib (Madinah) sekarang, menjadi tonggak awal berkembangnya agama Islam ke seluruh penjuru dunia. Setelah Nabi Muhammad SAW berhijrah, justru banyak orang yang sebelumnya menentangnya menjadi pengikut setia dan menjadi pembela Islam dalam setiap penyebarannya. Berkaca dari tahun baru Islam ini, tentu kita sebagai umat yang beriman harus lebih baik dari sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya, kita masih melakukan banyak kesalahan atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan agama, pada tahun baru ini kita harus banyak berubah. Kesalahan-kesalahan yang kita lakukan pada tahun sebelumnya diganti dengan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam di Yayasan Pendidikan Hamzanwadi di Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Pancor Lombok Timur, Kamis (21/9). Dalam hal ini, TGH. M. Zainul Majdi yang juga Ketua Dewan Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan ini, mengingatkan, jika salah satu upaya memajukan negeri adalah dengan melaksanakan perintah agama. Dalam melaksanakan perintah agama, tentu kita sebagai umat Islam harus mengedepankan kebersamaan dan menjauhi segala macam permusuhan atau tindakan yang merugikan orang banyak, baik antarumat beragama atau dengan agama lain. Banyaknya persoalan yang terjadi sekarang ini, seperti banyaknya kasus korupsi atau perbuatan yang melanggar hukum menjadi bahan evaluasi bagi kita pada momen tahun baru Islam ini. Untuk itu, pada tahun baru Islam ini menjadi awal kita berhijrah atau berubah ke arah yang lebih baik. Jangan sampai tahun demi tahun berganti, kita masih belum menunjukkan perubahan. Kita masih terus berkutat pada sikap dan perbuatan yang sama dengan tahun sebelumnya. Sementara agama mengharapkan kita terus melakukan perubahan pada diri kita agar menjadi lebih baik. (*)
OPINI
Halaman 14
Memutus Mata Rantai Kekerasan TKW ARAKNYA tindak kekerasan terhadap tenaga kerja wanita (TKW) belakangan ini membuktikan kuatnya dominasi budaya patriarki. Wanita dianggap warga kelas dua yang boleh direndahkan, dihina, bahkan dilecehkan. Kelemahan (fisik) wanita dimanfaatkan selaku sarana penambah pundi-pundi finansial. Sejumlah oknum nekat menjadikan wanita sebagai “tumbal” dalam arus bisnis global, meski dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah menerbitkan kebijakan moratorium pekerja migran. Ketika keuntungan material menjadi prioritas utama, maka jaminan keselamatan pekerja rentan dikesampingkan. Itulah mengapa, majikan kerap memperlakukan pekerja secara keji dan brutal. Perbedaan gaji dengan jumlah uang yang dijanjikan, jam kerja yang terlalu memberatkan, serta perlakuan tidak senonoh merupakan di antara permasalahan TKW yang selalu menguap ketika dibawa ke jalur hukum. Wanita juga menjadi korban tata keloladanrekrutmenpekerjayangamburadul. Dalamtaraftertentu,merekaterbelitdalam hubunganpatron-clientyangtelahmerasuk dalam dunia ketenagakerjaan. Ketergantungan pekerja migran terhadap uluran tangan para calo mengakibatkan mereka mengalamitekananmental.Dalamsejumlah kasus, penyalur kerja yang telah mencarikan lowongan serta menyediakan tiket pesawatsebenarnyatidakberniatmenolong orang-orangyangsedangbergulatmenyumpalkebutuhanperut,melainkanjustrumenjerumuskanmerekadalam“lubangkehancuran”. Selain dikompensasi sebagai utang puluhan juta rupiah, bantuan juga mesti dikembalikan lebih besar bahkan berlipat ganda. Utang dan bunga ini biasanya baru dapatterlunasiselamabertahun-tahunsetelah mereka menyisihkan gaji. Restrukturisasi Agraris Salah satu alasan mengapa wanita bekerja di luar negeri adalah keterbatasan ruang kerja. Ketika kota-kota besar (dalam negeri) enggan menampung mereka, maka beberapa negara semisal Arab Saudi, Thailand, Malaysia, Hongkong, dan Taiwan menawarkan alternatif. Selama ini, tersebar asumsi bahwa negara-negara pengimpor tenaga kerja tersebut menyediakan banyak peluang kerja
Oleh : Riza Multazam Luthfy (Peneliti Desa. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum UII Yogyakarta)
Dalam praktiknya, kerap terjadi pelanggaran terhadap batas usia yang menjadi syarat pertama para wanita yang akan diberangkatkan selaku pekerja migran. Mayoritas calon TKW berumur di bawah batas terendah persyaratan TKW. Usia yang tercantum dalam surat pengantar kepala desa bahwa calon TKW genap memenuhi persyaratan merupakan pemalsuan keterangan oleh calon TKW yang seringkali “diijon” oleh para calo atau agen TKW (Riwanto Tirtosudarmo, 2007: 284-285). bagi kaum Hawa. Di desa, persoalannya lebih kompleks. Saluran tenaga kerja di wilayah perdesaan yang awalnya menyempit, kini semakin tertutup. Restrukturisasi pertanian tradisional tengah beradaptasi dengan proses komersialisasi, industrialisasi, serta proletarisasi. Diperparah dengan minimnya solidaritas sosial akibat merangseknya nilai-nilai urban ke wilayah pedalaman, kondisi ini menyisihkan para wanita, terutama dengan skill rendah, dari ajang persaingan. Catatan historis menunjukkan, tersingkirnya wanita dari dunia kerja antara lain dikarenakan berubahnya teknik panen yang sempat menggoncang psikologi masyarakat desa tradisional. Dahulu kala, petani-petani desa tidak pernah membawa sabit saat pergi ke sawah. Dengan melibatkan hampir semua wanita desa, mereka memanen padi dengan pisau kecil (ani-ani). Sebagai imbalannya, para wanita tersebut berhak atas sebagian hasil panen (bawon). Dalam Nusa Jawa: Silang Budaya (Warisan Kerajaan-kerajaan Konsentris), Denys Lombard (1996: 57) melihat bahwa sejak dua dasawarsa silam pemilik tanah dan teknokrat revolusi hijau menilai kolotnya teknik ani-ani. Atas dasar inilah, sabit diperkenalkan kepada kaum tani dan regu buruh upahan dikerahkan untuk memanen padi. Sistem panen tradisional secara
RADIO
perlahan genap tergantikan oleh sistem tebasan yang dianggap lebih modern, namun juga mengancam kohesi sosial masyarakat perdesaan. Guna menghasilkan pendapatan lebih besar, sebelum masa panen tiba, petani melepas hasil panen kepada perantara yang disebut penebas. Lantaran tidak dibebani dengan kewajiban tradisional kepada komunitas masyarakat desa sekitar, perantara ini leluasa mengajak sejumlah kecil pekerja dan menolak pemungutan panen oleh mayoritas penduduk desa. Pekerja dituntut menggunakan sabit untuk memanen padi dan dibayar dengan uang kontan (Budi Winarno, 2003: 156). Sistem ini cukup ekonomis dan efektif, sebab mampu memangkas jumlah tenaga kerja yang berasal dari desa setempat, sementara penebas tetap menguasai bagian terbesar hasil panen. Peran Aparatur Desa Mata rantai kekerasan terhadap para wanita yang menjadi pekerja migran harus segera diputus dengan melibatkan aparatur desa. Sayangnya, pemerintah kerap menihilkan fungsi pamong desa. Padahal, para pemegang jabatan pemerintahan desa inilah yang menjadi aktor pertama dalam upaya mencegah menjamurnya kasus-kasus kekerasan yang
menimpa TKW. Proses rekrutmen wanita yang dipekerjakan di luar negeri seringkali dilakukan oleh para calo di desa asal para calon TKW. Pada umumnya, keadaan ini membuat rekrutmen berlangsung di luar jangkauan birokrasi meskipun semestinya kepala desa beserta jajarannya melakukan “filter” terlebih dahulu mengenai syarat minimal berupa batas usia calon TKW. Dalam praktiknya, kerap terjadi pelanggaran terhadap batas usia yang menjadi syarat pertama para wanita yang akan diberangkatkan selaku pekerja migran. Mayoritas calon TKW berumur di bawah batas terendah persyaratan TKW. Usia yang tercantum dalam surat pengantar kepala desa bahwa calon TKW genap memenuhi persyaratan merupakan pemalsuan keterangan oleh calon TKW yang seringkali “diijon” oleh para calo atau agen TKW (Riwanto Tirtosudarmo, 2007: 284-285).
Dua fraksi tolak tambahan penyertaan modal PT. GNE GNE belum tunjukkan kinerja terbaik
*** Petambak udang rindu sentuhan perbankan Agar terhindar dari jeratan rentenir
***
RAGAM
SUARA NTB Jumat, 22 September 2017
Halaman 15
Survei Polmark, Pasangan Farouk-Rohmi Unggul
Mustimah, Potret Kemiskinan di Pesisir Lobar Dari Hal. 1 hanya bergelantungan pakaian lusuh di dinding bedek yang bolong di mana-mana. Di sebelah gubuknya, dibuat dapur dengan dinding bedek. Dengan wajah sedikit lesu, Mustimah menceritakan kondisi sulit yang dialami bersama tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Memiliki anak 6 tak mudah baginya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, sehingga ia bersama suaminya bahu-membahu banting tulang mencari nafkah hidup. Berharap bantuan dari pemerintah sedikit sret, lantaran ini hanya memperoleh raskin sedangkan bantuan lain berupa dana tidak ada. Begitupula rumah kumuh yang ditinggalinya, tak kunjung dibantu pemerintah. Ia pun menunggu-nunggu, karena sebelumnya petugas datang memotret kondisi gubuknya. Namun sayangnya, sampai saat ini belum ada kelanjutan. “Ada program rumah kumuh, tapi saya ndak dapat. Ndak tahu kenapa,” ujarnya penuh tanda tanya. Malah katanya tetangganya yang diberikan, sedangkan dirinya disuruh menunggu entah sampai kapan. Kondisi ini memaksa ia dan suaminya untuk kerja ekstra keras. Lebih-lebih, ia memiliki 6 anak, dua di antaranya sudah menikah sedangkan tiga masih menjadi tanggungannya. Ia mengaku tak ikut program KB, karena dulu program ini tidak banyak yang tahu. Baru-baru inilah ia baru ikut program KB. Ia dan suaminya bergelut menjadi petani garam. Bahkan, ketika ada waktu luang ia pergi keliling menjual garam. Dalam sebulan ia hanya memperoleh penghasilan sebulan Rp 200-300 ribu, itupun terkadang penghasilan yang diperoleh dibawah itu. Ia akan memperoleh penghasilan lumayan, jika keliling berjualan. Penghasilan yang diproleh hanya habis untuk makan sehari-hari, selain itu untuk biaya anak-anaknya. Kadis Dinas Kelautan dan Perikanan Lobar H. Ahmad Subandi menyatakan Pemda tengah memprogramkan penanganan masyarakat miskin
di pesisir agar naik derajatnya menjadi tidak miskin lagi. Selain mengembangka program geoisolator ini, pihaknya juga mengintervensi pemberdayaan petani garam rebus. Karena dalam setahun petani garam geoisolator hanya berproduksi selama musim panas maksimal 6 bulan minimal 4 bulan. Untuk mengisi waktu para istri petani garam diberdayakan melalui sistem perebusan sebanyak 114 orang yang bergerak di sektor ini . Yang diperlukan petani garam ini, jelasnya, sarana prasarana pendukung, seperti gudang agar ketika musim panas bahan baku disimpan, begitu musim hujan bisa dipakai. Selain itu, gudang bahan baku dan garam. Para petani jelasnya didorong tidak memikirkan pasar, namun memikirkan produksi. Sebab untuk Pasar kerjasama dengan koperasi bina laut. “Kami juga harapkan selain ASN, garam juga bisa masuk ke Alfamart dan Indomart supaya tetap mendapatkan harga yang layak dan pemasaran yang pasti,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Bappeda Lobar Dr. H. Baehaqi menambahkan, untuk mengentaskan kemiskinan di daerah pesisir Pemda memprogramkan garam rakyat. Ini merupakan kabijakan dari bupati untuk meningkatkan aspek pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “Program ini untuk bagaimana mengakselerasi penurunan kemiskinan,”tegas Baehaqi. Melalui program ini, pemda jelasnya mendorong pemberdayaan masyarakat karena berbicara ekonomi kerakyatan kuncinya adalah pemberdayaan masyarakat. Pihaknya berkomitmen memperhatikan petani geoisolator sebab kapasitas produksinya luar biasa. Pihaknya akan menganggarkan dana Rp 3-4 miliar tahun depan (2018 red) untuk membangun sejumlah sarana prasarana pengembangan petani garam. (her)
Tinggalkan yang Tak Baik Dari Hal. 1 Sebagaimana dilakukan oleh, Alhmagfurlahu Maulana Syaikh, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, yang mendirikan pondok-pondok sederhana, membuat madrasah di banyak sudut-sudut kampung dan segala macam kebaikan untuk NTB maupun untuk negeri. Hal itu dilakukan sematamata motivasinya untuk melaksanakan perintah Allah. ‘’Jadi bekal-bekal yang dibawa di tahun baru ini yakni bekal identitas ke-Islam-an. Iman Islam itu harus tetap dibawa sebagai modal untuk menjalani kehidupan tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, tinggalkan yang tidak baik,’’ pesan TGB. Selain bekal iman dan Islam. TGB mengingatkan kepada para santri dan para ustadzah khususnya di lingkungan YPH-PPD NW Pancor, bekal yang lain pantas diba-
wa yakni bekal ilmu pengetahuan. Ditegaskannya, suatu kesuksesan itu ditopang oleh ilmu pengetahuan. Untuk itu, ia mengingatkan kepada para santri untuk terus dan tekun belajar dan menjadikan tahun baru Islam 1439 Hijriyah menjadi tahun untuk mengukir prestasi. Diingatkan pula bahwa segala sesuatu butuh proses. Maka dari itu, jika ingin meraih suatu kesuksesan dan hebat, maka harus menempuh proses itu. Namun dalam menjalani proses tersebut butuh kelapangan hati, butuh ketenangan hati dan sungguh-sungguh menjalaninya. Ditegaskan TGB, proses itulah yang menjadi harga dari suatu ilmu. ‘’Tempuhlah proses itu dengan cara yang baik, dengan ilmu dan adab,’’ katanya mengingatkan. (yon)
PT.GNE Sedang Restrukturisasi Dari Hal. 1 Kalau ndak, kita coret, berhentikan,” tegasnya. Menurutnya, orang-orang yang bekerja di PT. GNE dilakukan penilaian kinerja. Jika tak mampu mencapai target yang ditetapkan maka percuma dipertahankan. Untuk itu, orang-orang yang bekerja di PT. GNE harus punya kemampuan dari sisi pengetahuan. Dari perubahan-perubahan yang dilakukan selama ini, kata Syahdan, pada tahun 2016 lalu, PT. GNE memperoleh keuntungan. Dimana, sekitar Rp 745 juta dividen dari PT. GNE disetorkan ke pemerintah daerah. Ia mengungkapkan, pada tahun 2016, PT. GNE memperoleh pendapatan sekitar Rp 6 miliar. Namun, biaya operasional mencapai Rp 4 miliar. Belum lagi pembayaran pajak, gaji karyawan dan lainnya. Sehingga, keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan daerah ini sekitar Rp 1,3 miliar setahun. ‘’Biaya operasionalnya tinggi juga. Kita coba cek tahun 2016, sebesar Rp 6 miliar pendapatannya. Tapi biaya operasional Rp 4 miliar. Tinggal Rp 2 miliar. Belum bayar pajak segala macam, (pendapatan) bersihnya sekitar Rp 1,3 miliar,” ungkapnya. Dari keuntungan bersih itu, sebanyak 55 persen yang disetor menjadi dividen. Sisanya dipergunakan untuk investasi membeli peralatan dan lainnya. Syahdan menambahkan, saat ini pihaknya sedang
melakukan penataan terhadap unit-unit usaha yang dilakukan. Seperti perbengkelan modern, perluasan kawasan GNE Beton. “Ketiga, sedang saya tata perdagangan umum di sebelah timur kantor yang memadai. Serta revolusi di RPH Banyumulej. Dari sisi manajemen dan orangnya,” ucapnya. Pihaknya sedang memperluas usaha dengan penyertaan modal yang sedang diajukan tersebut. Yakni GNE Beton, GNE Perbengkelan dan Assembling, GNE Konstruksi, GNE Perdagangan Umum, GNE Agro. Khusus untuk GNE Perdagangan Umum, akan dibuat outlet-outlet di pondok pesantren, semacam retail modern. Dari beberapa usaha yang dikembangkan ini, lanjut Syahdan, GNE Beton punya prospek bisnis yang menjanjikan dengan omzet mencapai Rp 15 miliar. Dengan modal dasar sebesar Rp 75 miliar tersebut, rencananya akan dialokasikan untuk pengembangan sejumlah unit usaha. Diantaranya, GNE Beton Rp 22,5 miliar, GNE Konstruksi dan Properti Rp 5 miliar, Perbengkelan Modern dan Assembling Rp 7,5 miliar, GNE Agrobisnis dan Perdagangan Umum Rp 7,5 miliar, GNE Agrifood Rp 1,875 miliar, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rp 1,875 miliar. Serta biaya umum dan pembangunan gedung Rp 10 miliar. (nas)
(Suara NTB/ist)
Ketua DPW PPP NTB kubu Djan Faridz, H. Muhammad bersama Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi berpose bersama jajaran pengurus DPD Partai Golkar NTB, di kantor DPW PPP NTB, Rabu (20/9)
PPP NTB Kubu Djan Faridz Nyaris Final Dukung Suhaili Mataram (Suara NTB) DPW PPP NTB kubu Djan Faridz menegaskan akan mendukung pencalonan Ketua DPD Partai Golkar NTB, H. M. Suhaili FT, SH, di Pilkada NTB 2018 mendatang. Hal itu ditegaskan Ketua DPW PPP NTB kubu Djan Faridz, H. Muhammad, SH saat menerima kunjungan rombongan pengurus DPD Partai Golkar NTB, Rabu (20/9). Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, Ir. H. Misbach Mulyadi, bersama sejumlah pengurus teras DPD Partai Golkar NTB seperti Drs. H. Abdul Hafidz, Mau’ud Adam, Mufti Murad, dan sejumlah pejabat teras lainnya. “Kami sudah putuskan untuk mendukung Pak Suhaili. Kami sudah melakukan serangkaian pertemuan dengan Golkar. Dan kita intens, Golkar bertemu dengan saya. Makanya kami putuskan untuk mendukung Suhaili,” tegas H. Muhammad dalam kesempatan tersebut. Menurut Muhammad, saat ini rekomendasi untuk menerbitkan SK resmi dukungan PPP Djan Faridz kepada Suhaili sudah diajukan ke DPP PPP.
Muhammad mengakui, saat ini PPP memang masih memiliki kepengurusan ganda. Di NTB, saat ini ada dua kepengurusan, yaitu kubu Dra. Hj. Wartiah, M.Pd yang berkiblat pada kepemimpinan Romahurmuziy dan kepengurusan di bawah kepemimpinannya, yang terafiliasi ke Djan Faridz. Saat ini, kedua kubu juga masih sama-sama menunggu proses hukum atas sengketa yang belum juga tuntas. Namun, Muhammad meyakini, pihaknya masih bisa menjadi bagian dari kekuatan koalisi pengusung Suhaili di Pilkada 2018 mendatang. “Kalau kita bicara jujur, sebenarnya Pilkada ini masih ada waktu yang luang. Karena pendaftaran Januari. SK itu biasanya, pengalaman kita, SK itu, keluarnya ketika besok akan pendaftaran, baru SK keluar. Ini terjadi juga di Pilkada 2015,” ujarnya. Muhammad optimis, pada Januari nanti, pihaknyalah yang bisa menjadi pemilik legalitas dukungan untuk Pilkada 2018. “Insyaallah kita akan berjalan bersama Golkar. Karena ini hubungan yang sudah intens, sudah terjalin lama,” tegas Muhammad yang
disambut tepuk tangan para pengurus Golkar. Sementara itu, Misbach Mulyadi pun menegaskan harapannya untuk bisa mendorong koalisi yang lebih besar lagi dalam mendukung Suhaili selaku figur yang sudah resmi mengantongi dukungan DPD dan DPP Partai Golkar di Pilkada NTB 2018. “Titip salam Pak Suhaili, ada arahan dari Pusat, Bapak Nurdin Halid, sudah mengarahkan bahwa PPP (kubu Djan Faridz) harus bisa diikutsertakan dalam koalisi mendukung Pak Suhaili,” ujarnya. Menurut Misbach, harapan yang disampaikan Muhammad itu tentu akan ikut menjadi angin segar bagi pihaknya. Karena itulah, ia berharap pada Januari 2018 mendatang, arah angin politik memang telah mengarah pada tercapainya harapan tersebut. “Tentu apa yang menjadi harapan Pak Muhammad di PPP juga akan menjadi harapan kami. Semoga besok, Ketua Umum PPP, bapak Djan Faridz bisa ikut mengantarkan SK untuk Bapak Suhaili mendaftar ke KPU sebagai Calon Gubernur NTB 2018,” pungkasnya. (*)
Inspektorat Minta Dijadikan Pelajaran Dari Hal. 1 Ibnu Salim mengaku belum tahu persis. Juga soal anggaran, apakah sumbernya dari pemerintah pusat melalui daerah atau murni anggaran Pemprov NTB. Dia mengetahui ketika hanya sepintas membaca di media massa. Jika sumber anggaran Bansos itu, dipastikan bukan periode jabatannya sehingga ia tak tahu persis, apalagi alokasinya ada di masing masing SKPD tadi. ‘’Tapi akan saya coba cek, berapa anggarannya, bagaimana peruntukannya,’’ jelas Ibnu. Mengenai diusutnya penggunaan Bansos di dua dinas tersebut, menurut dia, bisa jadi pembelajaran penting SKPD. Ketika ada proses hukum, berarti ada celah pidana yang dilihat Aparat Penegak
Hukum (APH). Guna menutup celah itu, harusnya ada antisipasi lebih dini dari masing masing SKPD. Dia menggambarkan, bisa melalui permintaan pendampingan dari Inspektorat. Bahkan legitimasi lebih kuat untuk pendampingan bisa didapat dari TP4D Kejaksaan. “Supaya ketika ada potensi berisiko, kita bisa minimalisir. Tapi kalau sudah begini, (ditangani proses hukum) tentu posisi kita hanya memantau,’’ kata Ibnu memastikan pihaknya tidak akan intervensi karena sudah menjadi kewenangan Kejari Lotim. Menambahkan penjelasan sebelumnya, Ibnu Salim menegaskan soal prinsip kehatihatian saat perencanaan dan penganggaran semua kegiatan. Utamanya bantuan lang-
sung anggaran ke masyarakat atau dalam bentuk proyek. Jika potensi masalah itu dikonsultasikan lebih awal ke pihaknya atau TP4D, bisa menjadi upaya jaminan agar tidak sampai masuk ke ‘’liang’’ proses hukum. ‘’Ini dalam rangka quality assurance. Bagaimana kita mendorong analisis risiko, yang berpotensi (bermasalah) dalam pengerjaan, seperti soal waktu mepet, barang pengadaan tidak mudah didapat, “ jelasnya. Hasil koordinasi dan pendampingan itu kemudian bisa jadi pedoman teken kontrak sampai pelaksanaan kegiatan dan pembayaran. Masalah pada teknis pekerjaan dapat diminimalisir dan potensi pelanggaran pidana bisa ditiadakan. (ars)
Dua Fraksi Tolak Tambahan Penyertaan Modal PT. GNE Dari Hal. 1 Sementara itu, Fraksi PDI-P meminta dilakukan audit khusus oleh BPK mengenai likuiditas PT. GNE. Pattimura menjelaskan, tujuan pembentukan dari BUMD sesuai dengan pasal 331 UU No 23 Tahun 2014 adalah memperoleh laba/keuntungan. Dari neraca laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2016, total penyertaan modal hingga tahun anggaran 2016 bagi PT GNE adalah sebesar Rp 20,327 miliar. Dari total penyertaan modal tersebut, sejauh ini kemampuan dari PT GNE untuk memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah sebagai kekayaan daerah yang dipisahkan, belum bisa menembus 5 persen dari penyertaan modal. ‘’Pada tahun 2016, PT GNE dilaporkan hanya mampu memberikan kontribusi Rp 1 miliar atau setara 4,9 persen. Bahkan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2017 hanya bisa memberikan deviden Rp 700 juta dari Rp 1 miliar yang direncanakan pada murni 2017,” sebutnya. Dengan margin kontribusi di bawah 5 persen, kata Pattimura, masih lebih menguntungkan bagi pemerintah daerah untuk mendepositokan uangnya di bank dengan tingkat kepastian margin paling sedikit 5 persen. Kepastian margin tersebut tak perlu dibayangi oleh kecemasan atas kinerja Perusda yang belum memuaskan. “Jadi, laba seperti apa yang dijanjikan oleh PT GNE untuk
aktivitas tambahan modal dasar ini? Apalagi sebenarnya jika swasta mampu masuk ke sektor usaha yang akan digarap oleh PT GNE? Untuk apa perusahaan daerah ini berkompetisi dengan swasta,” tanyanya. Mengenai usulan perubahan besaran modal dasar, lanjutnya, tidak dilengkapi dengan studi kelayakan usaha atas rencana PT GNE untuk mengembangkan dan membangun bisnis berbasis potensi daerah, sebagaimana mandat dalam pasal 331 UU No 23 Tahun 2014. Juga tidak dilengkapi dengan analisis portofolio, analisis risiko, laporan posisi portofolio investasi; ataupun laporan hasil investasi atas kegiatan usaha PT GNE selama ini sebagaimana mandat dalam Permendagri 52 tahun 2012. Untuk mendapatkan tambahan modal bagi PT GNE bisa dengan melakukan pinjaman sebagaimana kelonggaran yang diberikan Pasal 332 UU 23 Tahun 2014. Jika PT GNE merasa yakin dengan pengembangan usaha yang akan dilakukan, jika visi bisnis PT GNE diyakini sudah berada pada jalur yang tepat, maka PT GNE bisa mengajukan langkah-langkah yang lebih berani dengan melakukan pinjaman. “Dan aktivitas penambahan modal tanpa tambahan penyertaan modal tidak memerlukan peraturan daerah sebagaimana amanat pasal 333 UU Pemda,” terangnya. Fraksi PKS juga menyatakan APBD NTB sedang dalam tekanan pada struktur belan-
ja daerah, sebagai dampak bertambahnya tugas dan kewenangan dari pemerintah daerah. Juga tekanan pada sisi pendapatan daerah akibat kondisi perekonomian nasional yang belum terlalu membaik. Atas situasi semacam itu, pemerintah daerah sebaiknya menghindari aktivitas investasi yang berisiko, apalagi sejauh ini track record kinerjanya belum meyakinkan. ‘’Jauh lebih menarik, jika pemerintah daerah memperkuat struktur modal pada lembaga keuangan. Karena selama ini kontribusinya bisa mencapai 10 persen dari penyertaan modal, dan dengan fungsi intermediasi bagi perekenomian daerah yang lebih jelas,” sarannya. Sementara itu, Juru Bicara Fraksi PDI-P DPRD NTB, Ahmad Yadiansyah, S.Sos menyatakan, sebelum Raperda perubahan tentang PT. GNE ini dibahas lebih lanjut, pihaknya meminta dilakukan audit khusus oleh BPK mengenai likuiditas perusahaan daerah ini. “Mengingat perusahaan tersebut belum memberikan kontribusi nyata terhadap daerah. Karena biaya operasional yang dikeluarkan cukup besar,” katanya. Ia menyatakan jajaran direksi dan karyawan belum memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan dan mengembangkan perusahaan milik daerah ini. “Oleh karena Fraksi PDI-P menolak membahas perubahan Perda ini sebelum dilakukan audit khusus oleh BPK,’’ tandasnya. (nas)
Mataram (Suara NTB) Peta elektabilitas menjelang Pilkada NTB 2018 kian dinamis. Sejumlah Tim Pemenangan pun merilis hasil survei yang mereka lakukan. Salah satunya dari Tim Media Farouk Muhammad yang merilis hasil survei PolMark Indonesia sebagai lembaga yang ditunjuk untuk melakukan survei opini publik di Provinsi NTB, karena dianggap lebih objektif. Dedi Supriadi dari Tim Media Farouk Muhammad menjelaskan, survai Polmark berlangsung rentang waktu 19-24 Agustus 2017. Survei dilakukan terhadap 1200 responden menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Data elektabilitas tokoh potensial calon gubernur NTB yang ditunjukkan oleh Survei Polmark hasilnya tidak jauh berbeda dengan rilis lembaga survei yang ada untuk posisi papan atas (tiga besar) dengan perolehan di atas 10%, yaitu : Ahyar Abduh (15,8%), Muh. Suhaili FT (15,3%), Ali Bin Dachlan (12,8%). Adapun posisi papan tengah dengan perolehan suara di atas 5% diraih oleh Farouk Muhammad (5,9%) dan Siti Rohmi Djalilah (5,5%). Adapun urutan berikutnya dengan peroleh suara di bawah 5% yaitu : Zulkifli Muhadi (1,8%), Zulkieflimansyah (1,0%), Lalu Rudy Irham Srigede (0,3%) Data survei di atas menyisakan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 41,6%. Menariknya adalah ketika masuk ke simulasi pasangan ditemukan hasil pasangan dengan elektabilitas tertinggi ada pada Farouk Muhammad-Siti Rohmi (8,7%), disusul Ahyar Abduh dengan pasangannya (8,5%), Ali BD dengan pasangannya (7,8%), Suhaili dengan pasangannya (6,8%) dengan undecided voters sebesar 62.2%. Bahkan, dalam simulasi bergantian pasangan calon, ternyata pasangan Farouk-Rohmi memiliki magnet elektoral yang tertinggi dibandingkan lainnya. Jika dianalisis mengapa hal itu terjadi karena pasangan Farouk-Rohmi mencerminkan representasi dua pulau di NTB. Farouk mewakili Pulau Sumbawa sementara Rohmi mewakili Pulau Lombok. Selain latar belakang basis sosialnya yang dipersepsi publik sebagai representasi Nahdatul Wathan. Kelebihan lainnya, Farouk Mu-
(Suara NTB/dok)
Prof. Farouk Muhammad hammad sudah memiliki basis suara DPD sekitar 160 ribu atau lebih dari 4 % Pemilih 2018 yang diprediksi lebih dari 3,9 juta. Siti Rohmi sendiri menempati posisi puncak elektabilitas sebagai calon wakil gubernur (11,2%) jauh selisihnya dibandingkan calon lainnya seperti Muhammad Amin (5,1%), Muhammad Syafrudin (5,1%), Lalu Gede Sakti (4,0%), Mori Hanafi (2,1%) dan Putu Selly Handayani (2,3%). Tren elektoral keduanya juga menarik untuk dianalisis. Dibandingkan calon lainnya yang memiliki popularitas dan elektabilitas personal lebih tinggi, faktor kedisukaan dan kemantapan pemilih Farouk dan Rohmi dinilai lebih efektif dibandingkan pasangan lain, dengan persentase 67,4% untuk Farouk Muhammad dan 66,1% untuk Siti Rohmi. Lalu disusul Ali BD (58,6%), Muh. Suhaili FT (58,3%), Ahyar Abduh (48,4%). Meski demikian, secara keseluruhan sampai dengan survei ini dilakukan, belum ada tokoh yang mempunyai tingkat popularitas dan kedisukaanya yang berada dalam standar minimal (di atas 20%) sebagai prasyarat kerja pemenangan. Hasil survei juga mencatat mayoritas masyarakat (78,3%) menyatakan belum punya pilihan terhadap calon Gubernur yang akan datang. Meski demikian, masyarakat antusias untuk mengikuti pemilihan, mayoritas 83% menyatakan datang dan menggunakan hak pilih. Data ini memperlihatkan dinamika politik NTB belum mengerucut pada salah satu tokoh. Dinamika politik masih membuka peluang bagi setiap individu untuk berkontestasi dan memenangkan pilkada yang akan dihelat 2018 mendatang. (*)
Kepala OPD Banyak Absen Hadiri Rapat Paripurna Dari Hal. 1 Dalam rapat paripurna tersebut, gubernur diwakili Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda NTB, Dr. M. Agus Patria, SH, MH. Ketidakhadiran gubernur maupun Wagub dalam rapat paripurna tersebut sempat mengundang interupsi dari Ketua Komisi I DPRD NTB, H. Ali Achmad, SH. Ia mempertanyakan alasan ketidakhadiran gubernur maupun Wagub yang mendelegasikannya ke Asisten I. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm yang memimpin sidang paripurna tersebut menyatakan berdasarkan informasi dari Asisten I bahwa
gubernur didampingi Sekda sedang berada di Cina terkait dengan Geopark Rinjani. Kemudian, Wagub sedang berada di Jakarta mewakili gubernur menghadiri tugas pemerintahan yang tak bisa diwakilkan kepada Asisten. “Mohon izin pada sidang paripurna hari ini yang mewakili Pak Asisten I. Kita bisa terima ya,” katanya melempar ke seluruh anggota Dewan yang hadir. Setelah anggota Dewan menyatakan setuju, kemudian rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi Dewan itu dilanjutkan. Diawali dari pemandangan umum dari Fraksi Golkar hingga giliran terakhir Fraksi Bintang Restorasi. (nas)
Bisnis GNE Sebaiknya Fokus Pengolahan Produk Unggulan Dari Hal. 1 Karena persaingan bisnis ini makin kencang, belum lagi pertimbangan kelesuan ekonomi, memang perlu analisa investasi apa yang menguntungkan,” imbuhnya. Pemprov NTB mengajukan perubahan Perda tentang PT. GNE ke DPRD. Pengajuan perubahan Perda itu kaitan dengan penambahan modal dasar PT. GNE menjadi Rp 75 miliar. Saat ini, jumlah penyertaan modal Pemprov NTB ke PTM GNE sudah mencapai Rp 20 miliar. Dengan tambahan penyertaan modal sekitar Rp 55 miliar, PT. GNE akan mengembangkan tujuh unit bisnis, salah satunya perbengkelan dan cuci kendaraan. Menurut Firmansyah, perlu ada kajian bisnis sebelum pemberian penyertaan modal itu. Sejauh mana penyertaan modal yang akan diberikan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aktivias bisnis yang dilakukan. Ia menyatakan PT. GNE memang harus berbenah. ‘’Bentuk investasi apa yang mau dikerjakan. Saya pikir untuk menganalisa perkembangan, kajian itu bagus,’’ katanya. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram ini mengatakan secara detail dirinya belum melihat perkembangan bisnis GNE. Menurutnya, GNE harus fokus mengembangkan usaha yang sesuai dengan core bisnisnya. ‘’Kalau core bisnisnya tidak menjanjikan, iya memang sebaiknya jangan dipak-
sanakan,’’ sarannya. Ia menambahkan, PT. GNE perlu melakukan inovasi bisnis. Pasalnya, hampir semua ruang-ruang bisnis sudah terisi. Jika ingin memasuki bisnis yang sudah ada, seperti perhotelan maka harus ada yang luar biasa atau punya kelebihan sehingga konsumen tertarik. Apa ruang-ruang yang bisa memberikan keuntungan. Kemudian apa support pemerintah yang bisa memberikan ruang keuntungan. Firmansyah mengatakan, pentingnya evaluasi bisnis secara berkala. Termasuk juga evaluasi terhadap SDM yang ada. Semakin ketatnya persaingan bisnis saat ini menuntut pengelola BUMD untuk berpikir keras. Menurutnya, peluang bisnis masih terbuka lebar di NTB terutama dalam pengolahan produk unggulan. Bila perlu mengolah produk-produk unggulan yang ada menjadi produk setengah jadi atau produk jadi. Hal ini, katanya, butuh koordinasi dengan SKPD terkait. Ia mengatakan, persoalan yang dihadapi selama ini kaitan dengan pasar. Dari sisi produksi sudah cukup bagus. Ketika sudah di pasar, masih belum mampu bersaing. ‘’Bicara pasar berarti kualitas produk, kapasitas. Saya sepakat kalau GNE ini bisa masuk ke produk-produk unggulan kita. Kalau itu yang kita prioritaskan, maka perputaran uang ada di daerah. Sehingga menggerakkan ekonomi masyarakat,’’ tandasnya. (nas)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Jumat, 22 September 2017
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
Pameran Muharram di Lotim, Ada Transaksi Ekonomi Selong (Suara NTB) Pameran Muharram yang berlangsung mulai Kamis (21/9) ada geliat ekonomi. Ada transaksi ekonomi sebagai nilai tambahan dari adanya peringatan Muharam. Hal ini dikatakan Bupati Lotim, H. Moch Ali BIn Dachlan saat pembukaan pameran berisi pasar rakyat dan hiburan di lapangan Nasional Selong, Kamis. Namun demkian , terpenting katanya adalah adanya perubahan sikap pada diri. Kata Hijriyah, sebagai usaha besar individu meninggalkan halhal buruk. Siapapun jadi pemerintah tidak penting. Terpenting rakyat punya kesadaran akan tingkatkan terus kegiatan peringatan Muharam. Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan mengaku menyambut penuh antusiasme dan penuh harapan atas keberlangsungan kegiatan. “Saya bergairah dan senang dalam bulan Muharram ini penuh dengan aktivitas,” katanya Bupati menyampaikan terima kasih keada rakyat Lotim yang di dalam hatinya tergetar mengingat Muharram. Lotim setiap tahun menggelarperingatan Muharram yang dikenang sebagai satu kebangkitan umat Islam seluruh dunia untuk mengisi relung hati umat manusia. Masyarakat Lotim diharap bisa mengambil peranan aktif membangun dunia dan sekelilingnya. Bangun bangsa di tengah kerusakan yang hebat. Dunia kita sekarang, orang tua menangis dengan situasi
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Rumah Pengusaha Lontong Terbakar Praya (Suara NTB) Nasib apes dialami Amaq Dian (50) warga Dusun Gunung Ripin Desa Barabali Kecamatan Batukliang Lombok Tengah (Loteng). Rabu (20/9) malam kemarin, rumah pengusaha lontong ini ludes terbakar. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta. Informasi yang diperoleh Suara NTB menyebutkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00 wita. Saat itu, istri korban tengah memasak lontong di belakang rumah menggunakan kayu bakar. Sempat ditinggal, tiba-tiba api dari tunggu kayu bakar tersebut membesar. Hingga melalap tumpukan kayu yang ada disekitarnya. Kobaran api kemudian melalap atap rumah. Kondisi rumah korban
yang sudah cukup tua membuat api dengan mudah membesar. Korban sendiri baru tahu setelah api membesar. Warga kemudian berdatangan begitu mendengar teriakan korban. Dengan peralatan seadaanya, warga berusaha membantu korban memadamkan api. Namun karena api sudah terlanjur membesar, korban dan warga tak mampu berbuat apa-apa. Nyaris seisi rumah korban taka ada satupun yang berhasil diselamatkan. Semuanya ludes dilalap si jago merah. Empat unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Loteng datang beberapa saat kemudian. Setelah berjibaku selama hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. “Dugaan awal api berasal dari tungku kayu bakar milik kor-
ban,” sebut Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, SIK., melalui Pjs. Kasubag. Humas Polres Loteng, Aipda Taufik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Baik korban maupun istri korban berhasil selamat dari kobaran api. Hanya harta benda korban yang tak bisa diselamatkan. Atas kejadian, itu korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 60 juta lebih. Adapun korban sendiri saat ini masih ditampung dirumah sanak keluargnya. Karena memang nyaris seluruh bagian rumah habis terbakar. “Polisi masih menyelidikan kejadian tersebut. Untuk memastikan penyebab kebakaran dan berapa kerugian yang dialami korban,” pungkasnya. (kir)
Dua Terduga Pengguna Narkoba Diringkus Polisi (Suara NTB/rus)
DATANGI STAND - Bupati Lotim, H.Moch Ali Bin Dachlan didampingi Sekda H. Rohman Farly, Dandim 1615 Loim Letkol Inf. Agus Setiandar saat mengunjungi stand dalam pameran Muharram, Kamis. yang dialami generasi muda. Muharram sebagai wahana menguatkan jati diri kita sebagai umat muslim. Jaga moralitas indvidu, bangsa dan umat di dunia. Terima kasih kepada aparat pemerintah Lotim yang penuh kesadaran. Kesadaran adalah dasar kemajuan. Kemajuan pembangunan adalah sebuah usaha sabar untuk mengubah situasi yang lebih buruk menjadi lebih baik. Kata Ali Dachlan, peringatan Muharram bukan berpura-pura.
Tidak ada kepentingan pribadi dan politik apapun. Tapi kesadaran yang tumbuh dari nurani diri sendiri. Sadar untuk memperbaiki bangsa. Ketua Panitia Nuso Pranoto menyampaikan, Pameran diikuti 52 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sejumlah BUMN dan BUMD serta Organisasi wanita.dan 20 kecmatan. Pameran dengan kreasinya masing-masing didukung dengan berbagai atraksi. Untuk menyemangati, akan diberikan hadiah kepada stand terbaik. (rus)
Tanjung (Suara NTB) Jajaran Polres Lombok Utara kembali meringkus warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang diduga terlibat narkoba. Kali ini giliran JP (35) dan SH alias Otong (23). Keduanya diamankan di tempat berbeda selama pelaksanaan Operasi Gatarin yang digelar Polres Lombok Utara sejak 11 September hingga 10 Oktober mendatang. JP yang berprofesi sebagai nelayan diamankan di TKP Dusun Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang. Sedangkan Otong diamanakan di TKP Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung.
Kapolres Lotara, AKBP Rifai, SH., melalui Kasat Narkoba Polres Lotara, Iptu Remanto SH, kedua kasus narkoba diungkap selama pelaksanaan operasi Ngeremrasa Gatarin. Satu kasus dengan pelaku yang diduga terlibat yakni JP diamankan petugas gabungan Polsek Pemenang dan Satres Narkoba Polres Lombok Utara. Dari tangan pelaku, Polres menemukan satu poket kristal bening yang diduga sabu seberat 0,79 gram pada 15 September lalu. “Oleh pelaku, kristal bening ini disembunyikan di bungkus rokok yang tidak ada isinya,” kata Remanto. Berikutnya, satu kasus narkoba lainnya melibatkan SH. Dalam pen-
gungkapannya, SH alias Otong diketahui membawa satu poket kristal bening diduga sabu. Remanto mengatakan, Otong ditangkap saat sedang berjalan menuju rumahnya. Saat ditangkap tersebut kristal bening yang diduga sabu digenggam pelaku. Sabu ini rencananya dijual Otong ke sopir truk yang akan melintas ke Pulau Jawa. “Dia mengaku narkobanya dipegang biar bisa dibuang kalau ada polisi datang,” sambungnya. Dari kasus ini, kedua pelaku ini dijerat pasal 112 ayat 1 UU 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun. (ari)
Bank Indonesia Boyong Petani Aren Belajar ke Garut Mataram (Suara NTB) Menindaklanjuti MoU kerjasama pengembangan gula aren pada bulan Agustus 2017 lalu, Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Pertanian), dan BPD NTB melaksanakan capacity building (peningkatan kapasitas) pengolahan gula aren dan produk turunannya. Kegiatan capacity building tersebut dilaksanakan di Kabupaten Garut Jawa Barat pada tanggal 1416 September 2017. Dengan turut serta mengajak 11 orang petani yang berasal dari tiga kelompok petani gula aren dari Kabupaten Lombok Barat, di antaranya Kelompok Bukit Tuan, LBS Mandiri, dan Kelompok Tani Desa Batu Layar. Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi pohon aren yang cukup besar. Dari potensi yang besar tersebut, sebagian besar (± 95 persen) air nira yang dihasilkan masih diolah dalam bentuk gula batok dan gula bumbung. Sementara sisanya masih dijual dalam bentuk air nira segar. Melihat kondisi tersebut, Bank Indonesia ber-
sama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berinisiatif untuk dapat mendorong peningkatkan nilai ekonomis dari produksi air nira yang sudah ada. “Salah satu cara meningkatkan nilai ekonomis tersebut adalah dengan meningkatkan produksi produk turunan air nira seperti gula aren semut,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Prijono. Untuk mencapai tujuan tersebut, langkah awal yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas SDM lokal sehingga memiliki kompetensi handal dalam pengolahan air nira. Peningkatan kompetensi SDM tersebut diwujudkan dengan melaksanakan pelatihan seperti yang dimaksudkan. Prijono mengatakan, Kabupaten Garut dipilih sebagai tujuan pelatihan karena di daerah tersebut cukup banyak kelompok tani yang berhasil mengolah produk turunan air nira menjadi gula semut. Salah satu kelompok tani yang dituju telah berhasil mengolah gula aren batok menjadi gula aren semut dengan bantuan mesin pengolahan, dengan juga tetap melakukan pembibitan pohon aren guna menjaga kebutuhan produksi
jangka panjang. Pengetahuan yang digali di Garut mencakup pengolahan dari aspek hulu (penananman pohon) hingga aspek hilir (pemasaran produk). Salah satu aspek penting agar produk turunan air nira dapat dipasarkan hingga retail modern adalah dengan penciptaan inovasi produkyangterusmenerus.Aspekpengemasan produk juga perlu diperhatikan, dimana produk harus dikemas dengan menarik sehingga diminati oleh toko oleh-oleh dan retail modern. Manajer Pengembangan UMKM BI NTB, Ni Nyoman Sariani mengatakan BI berharap agar pengembangan produk gula aren di Lombok Barat ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal. Mengacu ke roadmap pengembangan klaster gula aren, dalam jangka panjang program ini diharapkan dapat pula mendukung pariwisata NTB melalui penyediaan oleh-oleh yang berkualitas bagi wisatawan. Produk turunan yang dihasilkan seperti gula batok, gula briket, gula semut, dan gula cair juga diharapkan dapat berorientasi ekspor sehingga dapat berdampak maksimal terhadap perekonomian lokal. (bul)