16 HALAMAN
NOMOR 315 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat umanis, 20 juli 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Tak Masuk Dalam Daftar Bacaleg PDI-P
Bali Post
SEJAK 1948
Bangga pada Budaya Bali BUDAYA Bali terkenal ke seantero dunia. Itu tak terbantahkan. Dalam konteks itu peran krama Bali (pengusung budaya) sangatlah besar. Magnet budaya Bali yang besar itu telah dijadikan ikon pariwisata Bali yang berbasis budaya. Wisatawan mancanegara dan domestik berdatangan, tertarik keunikan budaya dan adat istiadat krama Bali. Ini membuat pariwisata maju, perekonomian menggeliat, devisa bertambah. Pertanyaannya, sudahkah pengusung budaya Bali mendapatkan perhatian sepadan dari apa yang telah dilakukan selama ini? Pertanyaan ini penting dijawab sejujurnya. Jika belum, perhatian itu perlu ditingkatkan. Kita tak ingin lagi mendengar cerita bahwa seniman Bali pentas di hotel naik truk, bayarannya pun rendah. Sementara pelaku seni lainnya dihargai lebih, dengan fasilitas yang bagus. Ke depan pengusung budaya Bali mesti diberikan apresiasi yang tinggi daripada stakeholders karena perannya yang vital dalam melestarikan budaya. Hasil dari aktivitas pariwisata mesti dikembalikan sewajarnya untuk memperkuat taksu budaya Bali. Desa pakraman sebagai wadah berkesenian, sudah sepatutnya juga dikucuri anggaran maksimal untuk melestarikan seni budaya dan adat istiadat. Sanggar-sanggar seni dan lembaga pendidikan seni juga harus mendapat perhatian lebih karena telah mencetak insan-insan seni. Demikian juga seniman, terlebih yang telah banyak berkontribusi dalam memajukan dan mengembangkan seni budaya. Mereka harus mendapat perhatian. Bisa berupa bantuan dana. Sumbernya bisa diplot dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Penghargaan Wija Kusuma dan penghargaan Pengabdi Seni yang diberikan pemerintah dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB), itu sudah bagus. Sebab, para seniman telah berdedikasi tinggi, memajukan dan mengembangkan seni budaya Bali. Selain diberikan penghargaan pada momen tertentu, masa tua mereka juga mesti diperhatikan, mengingat peran yang diemban begitu mulia. Hal. 15 Jati Diri
Sejumlah Pengurus PAC dan DPC Klungkung Mundur KISRUH di tubuh PDI Perjuangan Klungkung tak hanya berhenti pada pengunduran diri pengurus PAC dan sembilan ranting di Kecamatan Banjarangkan, namun kepengurusan di DPC juga turut bergejolak. Ada yang sudah mengundurkan diri, termasuk sebagai kader. Penyebabnya pun sama, karena ketidakpuasan dalam proses pencalegan. Pengunduran diri dilakukan Wakil Ketua Bidang Buruh, Tani dan Nelayan, I Nengah Soma. Ditemui Kamis (19/7) kemarin, Soma mengatakan hal tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap proses pencalegan yang diikutinya. Namanya justru tidak mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat. Malahan, orang-orang baru yang belum berbuat untuk partai bisa lolos. ‘’Saya mengundurkan diri sebagai pengurus DPC PDI-P dan sekaligus mengundurkan diri sebagai kader. Alasan prinsip dan mendasar. Sebagai bentuk kekecewaan, saya yang jadi pengurus DPC, sama sekali tidak ada rasa penghor-
matan dalam proses rektrutmen pencalegan di Kabupaten Klungkung,’’ tegasnya. Sikapnya itu sudah disampaikan secara tertulis ke DPC, termasuk tembusan ke DPD, DPP maupun PAC untuk diketahui secara transparan dan terbuka. Kartu tanda anggotanya juga telah dikembalikan. ‘’Saya selaku kader dari dulu terbuka dan tidak ada permainan. Saya masuk baikbaik, keluar juga baik-baik,’’ ungkapnya. Ketidakpuasan juga dirasakan Wakil Ketua Bidang Politik dan Komunikasi I Komang Karnawan. Hal. 15 Beda Sekali
Anak Agung Gede Anom
AKSI pengunduran diri kader karena tak masuk daftar caleg seperti dianggap hal biasa. Sebab, partai memiliki kriteria kader atau nonkader yang bisa masuk daftar. Intinya, mereka dianggap punya kemampuan untuk mendulang suara. PDI Perjuangan, misalnya. Partai moncong putih itu memiliki beberapa kriteria untuk menentukan siapa saja yang berhak diajukan sebagai calon legislatif. Baik di DPRRI, DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. Itu sebabnya,
caleg yang diajukan tidak saja kader yang memiliki jabatan struktural di partai, bisa pula wajah baru yang bahkan sebelumnya bukanlah kader banteng. ‘’Ada yang di struktur dan incumbent tidak dicalonkan kembali, itu sudah ada penilaiannya di partai. Partai punya penilaian tersendiri dari suatu proses yang panjang,’’ ujar Ketua Fraksi PDI-P di DPRD Bali I Kadek Diana, Kamis (19/7) kemarin. Menurut Diana, penilaian yang dilakukan bukanlah
penilaian kemarin sore. Melainkan sudah dilakukan selama yang bersangkutan menjabat di struktur partai atau menjadi anggota dewan. Tentu mereka sudah melewati berbagai proses politik seperti Pilpres 2014, Pileg 2014, Pilgub Bali, serta pilkada di kabupaten/kota. Kalau mereka meraih prestasi agak kurang, sangat kurang atau biasa-biasa saja di dapilnya, maka partai mempertimbangkan mereka untuk tidak maju pada Pileg 2019. ‘’Kepentingan partai yang
I Nengah Soma
I Komang Karnawan
Diutamakan yang Mampu Dulang Suara utama adalah mendongkrak perolehan suara partai dari pemilu sebelumnya. Itulah kajian strategis partai sebagai tolok ukur pemasangan caleg,’’ jelas politisi asal Gianyar ini. Untuk wajah baru, kata Diana, juga dipilih yang diperkirakan mampu mendongkrak popularitas dan perolehan suara partai. Seperti di tingkat nasional, ada artis yang digaet sebagai ‘’wajah baru’’. Ada pula akademisi, budayawan, agamawan, dan tokoh adat termasuk di Bali. Ada caleg yang direkrut dari kalangan
wartawan, birokrat atau eks kader partai lain. Diana tak menampik ada kader yang memilih mundur ketika tidak didaftarkan sebagai bakal caleg dari PDI-P, yakni Ketua PAC PDI-P di Klungkung. Menurutnya, persoalan ini harus dicermati secara jernih dan bijaksana. Jangankan ketua PAC, di tingkat DPRD Bali saja bahkan ada incumbent yang tidak dicalonkan lagi. ‘’Jadi, selaku kader harus siap karena kita kan berserah kepada partai,’’ tandasnya.(kmb32)
SBY Kelelahan
Bali Post/ant
JENGUK SBY - Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla menjenguk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta, Kamis (19/7) kemarin.
Survei LIPI
Soal Suap PLTU
Jakarta (Bali Post) – Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan sebanyak 12,7 persen masyarakat menginginkan Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden Joko Widodo dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. ‘’Pertanyaan terbuka terkait dengan cawapres, sebanyak 12,7 persen responden menginginkan cawapres Jokowi adalah Prabowo,’’ kata peneliti LIPI Wawan Ichwanuddin dalam pemaparan survei bertajuk ‘’Partisipasi Politik, Kepemimpinan Nasional, dan Masa Depan Demokrasi’’ di
Jakarta (Bali Post) – KPK memeriksa Menteri Sosial Idrus Marham sebagai saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap kesepakatan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1, Kamis (19/7) kemarin. ‘’Hari ini sebenarnya saya juga ada undangan di DPR, ya… bersama beberapa menteri di Komisi IX. Akan tetapi, karena saya juga dapat undangan dari KPK, saya harus hormati dan saya harus penuhi undangan pada hari ini karena saya anggap penting. Oleh karena itu, saya hadir di sini,’’ kata Idrus saat tiba di Gedung KPK RI, Jakarta.
Prabowo Cocok Dampingi Jokowi Jakarta, Kamis (19/7) kemarin. Nama-nama lain yang dinilai layak mendampingi Jokowi adalah Anies Baswedan dengan persentase 11 persen, Gatot Nurmantyo 10,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 8,1 persen, dan Jusuf Kalla 7,2 persen. Sementara itu, tokohtokoh yang dinilai dekat dengan kalangan santri, seperti Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD hanya memperoleh 4,7 persen dan 3,3 persen. Untuk cawapres Prabowo Subianto, nama teratas adalah Anies Baswedan dengan persentase 23,1 persen, Gatot
Nurmantyo (20 persen), AHY (15,7 persen), TGB Zainul Majdi (5,9 persen), dan Wiranto (3,8 persen). ‘’Nama Jokowi pun muncul sebagai pilihan cawapres Prabowo. Namun, angkanya hanya 2,5 persen,’’ ujarnya. Ia juga memaparkan tingkat keterpilihan Jokowi di perdesaan unggul dibandingkan Prabowo, yaitu sebesar 60 persen, sementara Prabowo 24,7 persen. Di kalangan masyarakat perkotaan, Jokowi juga lebih unggul dengan 52,2 persen, sedangkan Prabowo 33,3 persen. (ant)
Jakarta (Bali Post) – Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie mengatakan Presiden keenam RI sekaligus Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menderita sakit infeksi ginjal. ‘’Sakit di ginjal katanya. Infeksi di ginjal. Karena kecapekan barang kali,’’ ujar Aburizal seusai menjenguk SBY di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, Kamis (19/7) siang. Aburizal mengatakan, SBY belum sembuh sepenuhnya tetapi wajahnya cerah. Ia berharap SBY cepat sembuh dan bisa segera keluar dari rumah sakit. ‘’Beliau belum sembuh, tapi SGOT (serum glutamic pyvuric transaminase) dan SGPT (serum glutamic oxaloacetic transaminase) sudah menurun. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini bisa keluarlah gitu. Tapi alhamdulillah wajahnya cerah,’’ kata Aburizal. Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan doa untuk kesembuhan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang dirawat di RSPAD Gatot Subroto. ‘’Ya tadi saya dengan Pak JK, dengan ibu, menjenguk Pak SBY, dan beliau kita lihat juga sudah membaik, lebih sehat dan kita berdoa bersama agar Pak SBY cepat diberikan kesembuhan,’’ kata Presiden, Kamis kemarin. Presiden bersama Ibu
Negara Iriana Jokowi telah menjenguk SBY bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut keterangan Deputi Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Presiden Jokowi dan Wapres JK disambut langsung oleh staf pribadi SBY, Ossy Darmawan. Presiden kemudian menuju ruangan perawatan SBY yang berada di lantai tiga bangsal kepresidenan. Di lantai itu, Presiden disambut oleh Kepala RSPAD Gatot Subroto dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad. Selama sekitar 15 menit Presiden berada di dalam ruangan tempat SBY dirawat. Presiden Jokowi menjelaskan selama di ruang perawatan, dirinya bersama SBY membahas tentang masalah kesehatan. ‘’Ya… ngobrol penyakit beliau. Tadi beliau menyampaikan katanya kecapekan,’’ kata Presiden. Mantan presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat itu dirawat di RSPAD sejak 17 Juli 2018. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan sebelumnya menjelaskan SBY kelelahan setelah berkunjung dari Pacitan dan Yogyakarta. SBY dirawat di RSPAD sejak Selasa (17/7), karena kelelahan setelah melakukan kunjungan ke Pacitan dan Yogyakarta. (ant)
Idrus Marham Bersaksi untuk Eni Maulani Idrus mengaku diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. ‘’Nanti materinya apa? Saya belum bisa menyampaikan kepada teman-teman semua. Saya percaya KPK itu tidak melakukan di luar aturan jadi pasti aturannya biasanya tiga hari sebelumnya sudah diterima,’’ kata Idrus. Namun, Idrus tidak menjelaskan mengenai apa yang ia ketahui mengenai kasus tersebut. ‘’Nanti ya, saya kira sudah, ya, sudah ditunggu,’’ ungkap Idrus.(ant)
Bali Post/ade
DIPERIKSA - Mensos Idrus Marham usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7) kemarin.
DENPASAR
2 Pasangan Pembunuh Bayi Kembar Ditangkap di NTT Denpasar (Bali Post) Beredar informasi bila pasangan pembunuh bayi kembar yang ditemukan di Jalan Ratna Gang Werkudara, Denpasar Timur (Dentim) berinisial VKR alias F ditangkap oleh Unit Jatanras Polres Mabar di Desa Pacar Kecamatan Pacar, NTT, Rabu (18/7) lalu. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo saat dikonfirmasi Kamis (19/7) kemarin, membenarkan hal tersebut. ‘’Nanti kita sidik sejauhmana keterlibatannya,’’ tegasnya. Sedangkan Kapolsek Dentim AKP I Nyoman Karang Adiputra mengatakan, pascapenemuan jasad bayi kembar tersebut dan diketahui F kabur ke kampungnya, Kanitreskrim Iptu Ario Seno Wiboko langsung berkoordinasi dengan rekannya yang bertugas di Polres Mabar, NTT. Dari hasil koordinasi itulah VKR ditangkap. Penyidikan atas kasus pembunuhan bayi kembar terus dikebut penyidik Polsek Dentim. Namun mengingat di Polsek Dentim tidak ada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), kasus ini akan dilimpahkan ke Polresta Denpasar. Oleh karena itu, tersangka D sesegera mungkin dibawa ke Polresta. ‘’Selain kami tidak punya Unit PPA, perintah pimpinan, kasus ini agar dilimpahkan ke Polresta Denpasar,’’ kata AKP Karang Adiputra. Namun pihaknya masih melengkapi berkas kasus ini sebelum dilimpahkan ke Polresta. Menurutnya, tersangka D kondisinya semakin membaik dan sudah bisa diperiksa. ‘’Beberapa hari D dirawat di Rumah Sakit Trijata dan sekarang kondisinya sudah pulih. Dia sudah resmi kami tahan,’’ ungkapnya. (kmb36)
Bali Post/rah
DITAHAN - Tersangka menuju ruang pemeriksaan.
Tari Gandrung di Banjar Ketapian Kelod
Berawal dari Adanya ”Gerubug” Denpasar (Bali Post) Tari Gandrung atau Tari Gandrangan yang diiringi gamelan gandrung, merupakan sebuah tari pergaulan yang sangat sakral. Pada zaman dahulu, seluruh penarinya adalah laki-laki. Sejarahnya tidak terlepas dari adanya gerubug di wilayah Banjar Ketapian Kelod, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur. Kala itu suasana banjar tidak nyaman karena masyarakat banyak yang jatuh sakit. ‘’Dari masalah itu, Jero Mangku Gede Pura Batur pada saat yang dulu itu berinisiatif nunas ica ring Ida Sesuhunan yang ada di wewengkonan Bali. Dari pawisik yang beliau terima, beliau nunas paica dari Ida Batari sane malinggih di Petitenget, ring Pura Dalem Meguwung lan Pura Dalem Ped,’’ ujar Jero Mangku Dalang Ketut Netra di sela-sela pementasan Tari Gandrung oleh Sekaa Eka Budaya untuk ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis (19/7) kemarin. Menurut Jero Mangku, paica atau anugerah yang diberikan berupa kesenian gandrung. Kondisi di banjar pun berangsurangsur menjadi baik dan nyaman. Hingga sekarang masyarakat tetap melanjutkan tradisi leluhur yang sudah mulai eksis sekitar tahun 1.800-an itu. Koordinator Sekaa Eka Budaya I Made Sudiana mengatakan, selain Tari Gandrangan ada pula garapan berupa tabuh pategak, Tari Surya Kanta, dan Tari Telek. Tari Surya Kanta merupakan tarian palegongan yang berarti sinar yang selalu terang benderang tidak pernah redup. Tarian ini mengambil tema Arjuna Tapa. Sementara Tari Telek baru pertama kali dipentaskan di ajang PKB. Mengisahkan tentang kerinduan Batara Siwa kepada Batari Giri Putri (Dewi Uma) yang menghilang dan menjelma ke dunia sebagai Dewi Durga. Kemudian diutuslah Batara Iswara, Batara Brahma, dan Batara Wisnu ke dunia untuk mencari Bhatari Giri Putri supaya kembali ke Siwa Loka. Perjalanan Batara Iswara pergi ke empat penjuru dunia mencari Dewi Durga ditarikan dalam empat penari bertopeng putih yang dikenal dengan telek. Pencarian Batara Brahma ditarikan dengan penari bertopeng merah (jauk) dan topeng penamprat. Kemudian Bhatara Wisnu ditarikan dengan penari bertopeng hitam (Banaspati Raja). Ketiga utusan tidak berhasil membujuk Batari Giri Putri. Hingga akhirnya Batara Siwa yang turun sebagai Batara Ludra yang merasuki badan barong agar bisa bertemu dengan istrinya yang telah menjadi Durga. (kmb32)
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
Mendesak, Pendidikan Lingkungan Masuk Kurikulum Diintegrasikan dengan Mata Pelajaran Lain
Denpasar (Bali Post) -
Pendidikan lingkungan sangat mendesak dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan di seluruh jenjang pendidikan, khususnya SD, SMP dan SMA/SMK. Apalagi pencemaran lingkungan masih menjadi salah satu permasalahan serius di Indonesia, termasuk Bali. Berbagai prilaku dan gaya hidup masyarakat yang cenderung merusak lingkungan terjadi di mana-mana, sehingga kualitas lingkungan makin memburuk. Guna mengubah prilaku dan menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli lingkungan, pendidikan formal dinilai sangat strategis untuk kepentingan tersebut. Ketua PGRI Bali Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. dan Kepala SMPN 4 Denpasar Drs. I Wayan Dhania, M.Pd. mengatakan hal itu, Kamis (19/7) kemarin. Dengan mendapatkan pendidikan lingkungan sejak usia dini, kedua praktisi pendidikan ini berharap generasi Indonesia di masa depan mampu memperlakukan lingkungan secara bijaksana, alias tidak mengeksploitasi lingkungan secara membabi-buta. ‘’Realita yang ada di lapangan, kasuskasus pencemaran masih cukup marak. Untuk meminimalisasi hal itu, memang sudah saatnya gerakan peduli lingkungan itu ditanamkan melalui jenjang pendidikan formal. Penyampaian materimateri terkait pendidikan lingkungan tersebut memang bersifat urgent,’’ kata Wenten
Aryasuda. Menurut Kepala SMP PGRI 2 Denpasar ini, pendidikan lingkungan tidak mutlak harus dikemas dalam satu mata pelajaran tersendiri. Materi yang ditujukan menggugah kesadaran dan kepedulian generasi muda untuk melestarikan dan menyelamatkan lingkungan tersebut, bisa diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Sebagai contoh, pendidikan lingkungan bisa disisipkan ke dalam satu bahasan dalam mata pelajaran IPA untuk jenjang pendidikan SD dan SMP serta mata pelajaran Biologi untuk jenjang pendidikan SMA/SMK. Khusus
untuk daerah Bali, pendidikan lingkungan juga sangat kontekstual jika dimasukkan pada mata pelajaran Agama Hindu, karena penganut Hindu di Bali sudah sangat akrab dengan konsep Tri Hita Karana yang di dalamnya juga mengajarkan umat Hindu untuk mewujudkan harmonisasi hubungan antara manusia dengan lingkungannya. ‘’Menurut saya, pendidikan lingkungan itu bisa diintegrasikan dengan mata pelajaran yang sudah ada, sehingga proses transfer ilmu bisa lebih cepat dilakukan tanpa harus menunggu perubahan kurikulum pendidikan secara ke-
GANDRUNG - Pementasan seni gandrung duta Kota Denpasar di Taman Budaya, Kamis (19/7) kemarin.
JADWAL PESTA KESENIAN BALI XL-2018 Jumat, 20 Juli 2018 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Prembon inovatif: Paguyuban Seni Arja Prembon Kakul Gondang, Br. Dangin Uma Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Tabuh dan Tari Klasik Semara Pagulingan: Komunitas SeniBaturenggong, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kabupaten.Badung Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : Fragmentari “Kunang-kunang
Ngabe Api”: Sanggar Alit Sundari, Desa Batuyang, Kabupaten Gianyar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Wayang Bondres: Sanggar Wayang Sambroli, Duta Kabupaten Buleleng Pukul : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Teater ModernBali “Jaya-Prana Tatwa”: Sanggar Samart, Kota Denpasar Pukul : 20.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Tari dan Musik Khas Kalimantan Timur: Dewan Kesenian Balikpapan, Kalimantan Timur.
‘’Di SMPN 4 Denpasar, kami memang menyelenggarakan ekstrakurikuler Lingkungan Hidup untuk mengimpun siswa-siswa yang memang memiliki minat khusus di bidang lingkungan. Nantinya siswa-siswa yang memilih ekstrakurikuler inilah yang diharapkan tampil sebagai kader-kader pelestari lingkungan yang bergerak secara aktif dalam kegiatan-kegiatan pelestarian dan penyelamatan lingkungan,’’ jelasnya. Dhania menegaskan, upaya untuk mengubah prilaku masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungan itu memang harus diawali dari bangku sekolah. Nantinya kepedulian serupa diharapkan meluas di kalangan keluarganya untuk selanjutnya menyebar juga kepada masyarakat sekitarnya. (kmb13) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
”Mendem Padagingan” di Pura Desa dan Puseh Karang Dalem II
Wabup Suiasa Serahkan Dana ”Upakara” Rp 1,8 Miliar
KARYA - Wabup Suiasa menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Ngusabha Desa lan Ngusabha Nini di Pura Desa dan Puseh Desa Bongkasa Pertiwi, Rabu (18/7).
MASYARAKAT Br. Karang Dalem II, Desa Adat Karang Dalem melaksanakan Karya Ngenteg Linggih, Ngusabha Desa lan Ngusabha Nini di Pura Desa dan Puseh Desa Bongkasa Pertiwi. Karya ini dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta, Tripika Kecamatan Abiansemal, Pengelingsir Puri Ubud, Penglingsir Griya Gede Bongkasa, Perbekel Bongkasa Pertiwi I Made Suarjana dan tokoh masyarakat, Rabu (18/7). Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mendem padagingan di palinggih Padmasana yang dilanjutkan dengan melakukan persembahyangan bersama. Wabup Suiasa menyampaikan, melakukan upakara yadnya dapat dipakai sebagai rasa bersyukur terh-
adap Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas berkatnya kita mendapatkan keselamatan. Selain itu yadnya sebagai ungkapan terima kasih dan memohon tuntunan dalam kehidupan seharihari. “Dengan melakukan yadnya dapat dipakai untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan,” katanya. Untuk meringankan beban masyarakat, Wakil Bupati Badung mapunia berupa dana hibah sebesar Rp 1,8 miliar. S ementara itu, K etua Panitia I Gusti Agung Made Karya melaporkan, dana yang dihabiskan untuk melaksanakan karya ini berasal dari urunan krama setiap bulan sebesar Rp 100 ribu setiap KK, dan terkumpul sebanyak Rp 600 juta, bantuan Kantor Desa Bongkasa Pertiwi Rp 1 miliar dan punia. (ad1032)
Umat Dipersilakan ”Ngayah” Memahat Pelang Nama Pura Besakih Denpasar (Bali Post) Pura Besakih merupakan hulunya Pulau Bali. Terdapat 25 kompleks pura yang disucikan di lereng barat daya Udaya Parwata alias Gunung Agung. Selain Pura Penataran Agung yang menjadi pusat persembahyangan umat, juga ada Pura Basukihan, Pura Pengubengan, Peninjoan, Pura Dalem Puri, Pura Catur Dala, Catur Lawa dan lainnya. Sayangnya belum semua pura berisikan pelang nama. Terkait hal tersebut, terlebih menyongsong upacara Panca Wali Krama yang akan dilaksanakan tahun depan, Bendesa Besakih Jero Mangku Widiarta yang ditemui di Denpasar Kamis (19/7) kemarin, mengatakan
pihaknya akan segera menuntaskan pembuatan pelang nama di masing-masing pura, termasuk membuat nama untuk palinggih yang kecil-kecil. Di proses ini, pihaknya berharap dan mempersilakan umat yang memiliki skill di bidang memahat bisa turut serta ngayah. Jero Mangku Widiarta yang didampingi Sekretaris Bendesa Nyoman Sudarsana menjelaskan, pelang Pura Agung Besakih yang didesain cukup besar akan berisikan deskripsi asal-usul pura, termasuk penanaman panca datu oleh Rsi Markandeya di Pura Basukihan. Direncanakan juga masterplan, denah pura, kawasan, medal nuntun termasuk rangkaian aci-aci. ‘’Letak pelang Pura Agung
Besakih di sebelah barat Pura Basukihan, persis di samping tangga naik ke kompleks pura,’’ terang Jero Mangku Widiarta. Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada dua pemimpin daerah Bali terpilih, Dr. Wayan Koster dan Tjokorda Oka Ardhana Sukawati alias Cok Ace ketika bertemu saat sembahyang di Besakih, terkait perkembangan pembangunan di Pura Besakih. ‘’Dengan adanya pelang nama itu, para pamedek akan tahu persis identitas 25 kawasan pura di Besakih, berikut palinggih yang kecil-kecil. Selain itu, setelah ada petunjuk larangan, hanya yang bertujuan bersembahyang saja boleh ke pura, diyakini tidak ada lagi turis yang jahil naik ke palinggih,’’ ujarnya.
PHDI Dukung Pembangunan Pura di Tiongkok Bali Post/eka
seluruhan. Untuk saat ini, pendidikan Lingkungan itu memang sangat urgent untuk diajarkan kepada para siswa. Jangan menunggu kerusakan lingkungan makin parah baru melakukan gerakan penyadaran,’’ katanya. Hal senada dilontarkan Kepala SMPN 4 Denpasar I Wayan Dhania. Menurut kepala sekolah di sekolah penyandang status Adiwiyata Mandiri ini, pendidikan lingkungan tidak harus berbentuk mata pelajaran tersendiri. Namun untuk memperdalam pengetahuan siswa di bidang lingkungan hidup, proses penguatannya bisa diberikan pada mata pelajaran pengembangan diri atau ekstrakurikuler yang diposisikan sebagai pilihan. Artinya, siswa-siswa yang memiliki minat khusus untuk bergerak di bidang penyelamatan lingkungan bisa memilih ektrakurikuler tersebut untuk memperkuat materi yang telah didapatnya pada mata pelajaran yang terintegrasi dengan pendidikan lingkungan.
Denpasar (Bali Post) Tidak lama lagi sebuah pura akan berdiri di Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kabar mengenai rencana pendirian pura ini datang dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali yang diundang langsung ke RRT pada 30 Juni hingga 8 Juli lalu. Pura tersebut nantinya digunakan sebagai tempat persembahyangan umat Hindu yang menetap di RRT, sekaligus memperkuat hubungan budaya Tiongkok dan Bali. Ketua PHDI Bali Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., Kamis (19/7) kemarin mengungkapkan, saat di Tiongkok pihaknya berdialog seputar seni, bu-
daya dan pendidikan. Sementara terkait pembangunan pura baik secara konsep dan teknisnya akan dibahas di internal Konjen RTT. Pihaknya pun menyambut baik rencana pembangunan pura tersebut. Apalagi pemerintah RRT memiliki komitmen besar untuk memfasilitasi pembangunan tempat persembahyangan bagi umat Hindu yang ada di Tiongkok. Bahkan, untuk mematangkan konsep pembangunan pura di Tiongkok, kajian mendalam dilakukan baik terkait aspek fungsional hingga ikatan sosial budaya antara Bali dan Tiongkok yang sudah terjalin sejak lama. Sudiana merespons positif
Topik : Mendesak, Pendidikan Lingkungan Masuk Kurikulum
rencana pembangunan pura tersebut. Bukan tanpa alasan, sebab selama delapan hari kunjungan di Tiongkok, banyak informasi seputar Hindu yang diperolehnya di sana. Mulai dari kampung etnis Bali yang masih beragama Hindu, para TKI, profesional hingga mahasiswa Hindu yang menetap di Tiongkok. Kurang lebih 100 ribu umat Hindu yang tinggal di Tiongkok yang multietnis. Sejauh ini, tempat ibadah umat Hindu di RRT secara umum belum ada. Selama ini persembahyangan dilakukan di tempat tinggal masingmasing. Untuk mematangkan perencanaan pembangunan, rencananya dalam waktu dekat pemerintah Tiongkok akan memfasilitasi umat Hindu setempat untuk bertandang ke Bali menemui PHDI untuk membahas secara detail pura yang akan dibangun. ‘’Pertemuan tersebut nantinya lebih fokus pada teknis pembangunan pura, skema pembiayaan hingga model puranya seperti apa. Termasuk siapa yang malinggih di pura tersebut. PHDI Bali siap memberikan sumbangan desain pura,’’ ujarnya. (win)
Ditambahkan, siapapun kawula muda yang bisa memahat di atas batu granit, dipersilakan ikut ngayah bersama agar pelang nama pura berikut nama-nama palinggih bisa cepat selesai. ‘’Kami persilakan umat, krama, bakta, para pelajar SMK, siapapun yang mau ikut ngayah, mempersembahkan skill-nya melalui karmayoga memahat nama-nama 25 pura di kawasan Besakih di atas granit. Segala peralatan akan dipersiapkan,’’ katanya. (ram)
Pemkot Rancang Lelang Jabatan Denpasar (Bali Post) – Proses pengisian jabatan strategis di Pemkot Denpasar harus melalui beberapa tahapan. Hal ini mengingat pengisian posisi khususnya di eselon II harus melalui lelang jabatan. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Denpasar I Ketut Mister, menyampaikan hal itu Kamis (19/7) kemarin. Rai Iswara mengungkapkan, apa yang diamanatkan pusat harus dilakukan. Dia pun menyatakan proses lelang jabatan memerlukan waktu paling tidak dua atau tiga bulan. ‘’Kalau sampai lima tahun itu baru lama. Ini kan bisa dua bulan sudah beres,’’ ujarnya. Saat ini, sejumlah posisi jabatan strategis tingkat eselon II di lingkungan Pemkot Denpasar masih lowong. Posisi tersebut kini masih diisi Pelaksana Tugas (Plt). Posisi yang lowong itu lebih banyak bersentuhan dengan program di masyarakat, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Perhubungan. Sebelumnya, anggota Komisi I DPRD Denpasar dari Fraksi Golkar Drs. Wayan Duaja mengharapkan Wali Kota segera mengisi posisi-posisi tersebut dengan pejabat definitif. ‘’Saya kira perlu segera diisi sejumlah jabatan yang kini masih lowong. Kalau hanya dipegang Plt, kebijakan strategis tidak bisa dilakukan, sehingga berdampak pada pelayanan di masyarakat,’’ ujar politisi dari Denpasar Barat ini. Duaja mengatakan, bukan saja di tingkat kepala dinas, sejumlah posisi di jajaran kepala bagian dan kepala bidang juga banyak yang belum diisi pejabat definitif. Padahal posisi tersebut sangat besar dampaknya terhadap pelayanan kepada masyarakat. ‘’Tidak perlu nunggu tahapan Pilkada rampung. Sekarang saja kan sudah bisa. Apalagi Wali Kota sudah usai cuti,’’ ujarnya. (kmb12)
BADUNG
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
3
Angkat Tema ”Giri Amertaning Bhuana”
Festival Budaya Pertanian Badung Pecahkan Rekor MURI FESTIVAL Budaya Pertanian Kabupaten Badung, kembali digelar di Tukad Bangkung, Petang, Kamis (19/7) kemarin. Festival kali ketujuh yang dihelat pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian dan Pangan ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan memajangkan 84 hasil pertanian Badung di sepanjang jembatan tertinggi Asia itu. Ajang tahunan tersebut dihadiri oleh Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, dan jajaran Muspida di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada MURI yang telah mencatat salah satu kegiatan yang dihadirkan dalam Festival Budaya Pertanian ke-7 dalam rekor Indonesia. “Saya berterimakasih dengan diberikannya penghargaan dari MURI. Kami berharap penghargaan yang diperoleh bisa ditingkatkan lagi hingga ke tingkat dunia,” ujarnya. Menurutnya, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Badung, pemeritah akan mewujudkan Badan Pangan. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan masyarakat petani. “50 hektar sampai 500 hektar pun (lahan
pertanian - red) tidak masalah. Petani akan menjadi komisaris untuk memenuhi kebutuhan hotel, memenuhi konsumsi masyarakat Badung, termasuk Bali bahkan Indonesia,” ungkapnya. Dengan adanya kerja sama pemerintah dan masyarakat petani, diharapkan tidak terjadi alih fungsi lahan, sehingga sektor pertanian dapat dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Saya berharap petani harus menjadi tuan di rumahnya sendiri,” ucapnya. Dikatakan, pemerintah juga telah memutuskan mencari tenaga ahli di bidang pertanian, baik peternakan hingga pertanian holtikultura. Bahkan petani yang ingin belajar ke luar negeri akan dibiayai sepenuhnya. “Petani yang mau belajar ke Bangkok misalnya untuk belajar pertanian akan kami biayai, pulang dari sana yuk kita bangun Badung sama-sama,” katanya. Selain di sektor pertanian, Bupati Giri Prasta juga telah mengeluarkan sejumlah program untuk meringakan beban masyarakat. Seperti kesehatan gratis, PBB gratis, dan pendidikan gratis. “Ini contoh sederhana meringankan beban komunal, seperti iuran yang dikeluarkan masyarakat dalam pembangunan dan pembuatan upakara, itu tugas saya. Kalau sudah itu dilakukan, pastinya masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang lagi. Dengan begitu, dana yang dimiliki dapat dikelola oleh rumah tangga, maka ekonomi masyarakat Badung menin-
Bali Post/kmb23
OMBAK - Kawasan Water Blow Nusa Dua ditutup sementara untuk pengunjung akibat ombak besar, Kamis (19/7) kemarin.
Ombak Besar, Kawasan ”Water Blow” Ditutup Sementara
Mangupura (Bali Post) Tempat wisata water blow yang berada di Pulau Peninsula, kawasan ITDC Nusa Dua, ditutup sementara, Kamis (19/7) kemarin karena ombak cukup besar sejak Rabu (18/7) malam. Managing Director The Nusa Dua ITDC I Wayan Karioka mengatakan, penutupan sementara ini dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Apabila terjadi angin kencang, kawasan tersebut akan ditutup sementara sampai kondisi angin kembali normal. “Penutupan itu dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Seperti sebelumnya, pernah terjadi kecelakaan di lokasi tersebut pada saat angin kencang,” terangnya, Kamis kemarin. Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, saat ini pihaknya sudah melakukan penataan di kawasan water blow tersebut. Di lokasi
tersebut sedang dibangun observation deck/gardu pandang untuk menyaksikan water blow dari jarak yang aman. Bangunan ini disiapkan di dekat pintu masuk menuju water blow. Pada observation deck ini nantinya juga akan dilengkapi dengan petugas pengawas yang stand by selama 24 jam. Dengan ketinggian sekitar dua meter, ini nantinya berbentuk terbuka, yang ditempatkan agak jauh dari bibir tebing yang terlindung dari hempasan ombak. Diakuinya, pada Rabu (18/7) malam, kondisi angin juga sangat kencang. Untuk itu, sejak Kamis (19/7) pagi kawasan water blow sudah ditutup sementara untuk pengunjung. Dikatakannya, pengunjung ke kawasan water blow sudah semakin banyak. Perkiraan kunjungan per hari saat kondisi biasa bisa mencapai 1.000-1.500 orang. Sedangkan saat high season bisa mencapai 2.0002.500 pengunjung. (kmb23)
Pesona Pura Taman Ayun Pikat Wisatawan Mangupura (Bali Post) – Pesona Pura Taman Ayun yang terletak di Kecamatan Mengwi Badung, mampu memikat wisatawan asing maupun mancanegara. Peninggalan Raja Mengwi yang kini diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO itu mampu menarik ribuan wisatawan setiap harinya. Terlebih, berkunjung ke Taman Ayun hanya merogoh kocek Rp 20 ribu untuk wisatawan mancegara dewasa dan Rp 10 ribu per orang untuk anak-anak. Selain itu, untuk wisatawan domestik Rp 10 ribu per orang untuk dewasa dan Rp 5 ribu per orang untuk anak-anak. Penglingsir Puri Ageng Mengwi AA Gde Agung saat ditemui belum lama ini mengatakan tingkat kunjungan ke objek wisata yang dibangun pada abad ke-17 tetap stabil, bahkan cenderung meningkat meski saat Gunung Agung erupsi. “Wisatawan yang berkunjungan ke Taman Ayun dominan merupakan wisatawan mancanegara. Perhitungannya, 80 persen wisatawan mancanegara dan 20 persen wisatawan domestik, baik yang datang dari kota-kota besar di Indonesia maupun dari wilayah Bali sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah kunjungan setiap harinya rata-rata mencapai 1.000 wisatawan. Namun, beberapa bulan terakhir dapat mencapai 1.500 wisatawan setiap harinya. Capaian ini mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung. “Harapan saya Taman Ayun sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO tetap menjadi salah satu tujuan wisata. Dengan begitu, dapat membantu mendongkrak kunjungan wisatawan untuk datang ke Pulau Bali. Terlebih pada tahun 2018, Pemkab Badung menargetkan tingkat kunjungan wisatawan mencapai tujuh juta,” terangnya. Dengan terselenggaranya “Taman Ayun Barong Festival Regeneration & Superstar”, diyakini wisatawan semakin banyak berkunjung. Seperti halnya perhelatan serupa tahun lalu yang dikunjungi 2.000 wisatawan selama pelaksanaan Taman Ayun Barong Festival. “Malah, ada yang sengaja datang siangnya kemudian pergi dan datang lagi malamnya karena tahu ada acara. Mudah-mudahan yang sekarang ini bisa lebih dari tahun sebelumnya. Apalagi sekarang ada pameran foto dan lukisan,” pungkasnya. (kmb27)
gkat, kemiskinan di Badung juga menurun sampai 0 persen,” harapnya. Senior Manager MURI Yusuf Ngadri, mengapresiasi program Pemerintah Kabupaten Badung dalam memajukan sektor pertanian. Terlebih telah mendapatkan penghargaan di tingkat nasional. “Kami telah mencatat 8.508 rekor MURI, dan festival pertanian ketujuh ini akan menjadi bagian dari rekor tersebut. Kegiatan ini juga akan tercatat dalam buku MURI pada tahun depan,” ungkapnya. Sementara Ketua Panitia Festival Budaya Pertanian Kabupaten Badung, Putu Oka Swandiana dalam laporannya mengatakan Festival Budaya Pertanian sebagai media implementasi program nawacita dalam penguatan program prioritas PPNSB khususnya di bidang pangan, budaya dana pariwisata. “Ke depan kegiatan festival ini dilengkapi dengan konsultan bisnis, selain kegiatan yang telah berjalan seperti sekarang ini,” ungkapnya. Kehadiran konsultan bisnis dalam festival pertanian, diharapkan dapat menggarap potensi ekonomi produk pertanian di Kabupaten Badung, sehingga mampu menjadi ikon unggulan dan dapat merambah pasar nasional, bahkan pasar internasional. Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara petani dengan pihak ketiga, seperti perbankan dan sektor usaha pertanian. (ad1033)
FESTIVAL - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta membuka Festival Budaya Pertanian Kabupaten Badung ke-7, bertempat di Tukad Bangkung Petang. Kegiatan tahunan ini ditandai dengan penancapan keris.
INFO SEREMONIAL
4
A WIP Fakultas Sastra Unwar Lepas 32 Mahasiswa Asing K Bukti Unwar Telah Diakui Dunia T Pendidikan Internasional ional seperti sate dan lawar bagi I yang laki-laki,’’ tandasnya. Dikatakannya, WIP ‘’Batch III’’ V ketiga kalinya ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, dalam perjalanannya seI lama satu semester hampir tidak ada komplain dari mahasiswa. Ini T menandakan kualitas pengajaran dan pembelajaran berjalan baik serta dosen-dosen yang mengajar A telah menunjukkan kualitasnya dalam mentransfer ilmu, knowledge-nya memakai bahasa lnggris, S menyiapkan materi dalam bahasa S E R E M O N I A L P R O F I L E
DILEPAS - Sebanyak 32 mahasiswa WIP ‘’Batch III’’ Fakultas Sastra Unwar dilepas oleh Dekan Fakultas Sastra Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. pada acara Graduation Day International Students di Ruang Sri Kesari Warmadewa Mandapa. WARMADEWA International Program (WIP) Fakultas Sastra Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Graduation Day International Students ‘’Batch III’’ di Ruang Sri Kesari Warmadewa Mandapa, Kamis (19/7) kemarin. Sebanyak 32 mahasiswa asing dilepas dari 23 perguruan tinggi di Eropa, di antaranya Jerman, Prancis, Austria, Belgia, Finlandia dan Swiss. Pelepasan mahasiswa Internasional WIP Fakultas Sastra Unwar ‘’Batch III’’ merupakan bukti nyata bahwa Unwar semakin berkibar di dunia pendidikan internasional. Pelepasan dilakukan oleh Dekan Fakultas Sastra Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. bersama para Wakil Dekan Fakultas Sastra Unwar. Acara ini dihadiri Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM, Asia Exchange, Sekretaris Program Pascasarjana Unwar,
Kabag Internasional Office Unwar, pejabat struktural di lingkungan Fakultas Sastra, serta dosen dan pegawai di lingkungan Fakultas Sastra Unwar. Dekan Fakultas Sastra Unwar Prof. Nyoman Kardana mengatakan, 32 mahasiswa dari 23 kampus di enam negara Eropa mengikuti perkuliahan selama satu semester di Fakultas Sastra Unwar. Selama mengikuti perkuliahan 4-5 bulan, mereka ditawarkan sembilan mata kuliah. Masingmasing memilih 5-7 mata kuliah yang disesuaikan dengan program studi yang diikuti di kampus di negara asalnya. Di samping belajar di kelas, mereka juga diberikan kesempatan mengikuti workshop excursion dan diajak berkunjung ke beberapa objek wisata di Bali. ‘’Kami juga berikan mereka kesempatan belajar menari Bali, gamelan Bali, membuat canang sari atau gebogan bagi yang perempuan serta belajar membuat makanan tradis-
Apresiasi Keberanian Polisi, BRI Dukung Pembuatan Film ’’22 Menit’’
C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Inggris, termasuk pelayanan administrasinya sangat baik. ‘’WIP akan menjadi program unggulan di fakultas dan universitas. Ini salah satu bukti bahwa Warmadewa sudah go international karena banyak mahasiswa dari mancanegara percaya belajar di Unwar selama satu semester. Ini menjadi bukti nyata bahwa Unwar diakui secara internasional,’’ tukasnya. Wakil Rektor I Unwar Nyoman Kaca menyatakan, WIP merupakan salah satu program tahapan dalam rangka menuju Unwar Go Global tahun 2034. Salah satu poin yang harus dilakukan yaitu melakukan kerja sama dengan dunia internasional, seperti mendatangkan mahasiswa dari berbagai negara untuk mengikuti studi di Unwar. ‘’Ini merupakan tonggak capaian yang harus kita lakukan, sehingga visi ini (Unwar Go Global 2034) bisa lebih cepat terwujud. Salah satu indikator bahwa suatu universitas sudah go international adalah adanya mahasiswa asing. Indikator ini telah kita penuhi,’’ ujarnya. Pihaknya berharap ke depan Fakultas Sastra Unwar yang selama ini mengelola WIP terus meningkatkan kualitas diri. Khusus kepada mahasiswa yang dilepas diharapkan bisa menjadi duta bagi temannya dan siapa saja di negaranya masing-masing, sehingga dapat menjadi magnet tersendiri untuk pengembangan Unwar ke depan. (ad1010)
NONTON BARENG - BRI dan jajarannya berfoto bersama Wakapolda Bali dan jajarannya sebelum nonton bareng dimulai. BANK BRI mengapresiasi penuh keberanian para polisi dalam menanggulangi aksi teror yang terjadi pada Januari 2016 silam di Thamrin, Jakarta Pusat. Keberanian aparat keamanan bahumembahu bersama masyarakat ini mendorong sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita dari Buttonijo Films berkerja sama dengan Bank BRI mengangkat kisah tersebut dalam film singkat berjudul ‘’22 Menit’’. Film ini dibintangi oleh Ario Bayu yang berperan sebagai Ardi, anggota pasukan antiterorisme kepolisian yang mempertaruhkan nyawanya demi mengamankan ibu kota dari ledakan bom. Berkat kesigapan tim dan bantuan dari seorang polisi lalu lintas bernama Firman (Ade Firman Hakim), pelaku serangan bom bisa diamankan dalam waktu 22 menit. Peristiwa berakhir dengan singkat, tetapi insiden mematikan tersebut mengubah hidup orang banyak untuk selamanya. Selain cerita tentang Ardi dan Firman, ‘’22 Menit’’ juga menghadirkan sudut pandang mereka yang ikut terjebak dalam situasi mencekam. Beberapa di antaranya adalah office boy bernama Anas (Ence Bagus), dua karyawati bernama Dessy (Ardina Rasti) dan Mitha (Hana Malasan), serta Shinta (Taskya Namya) yang merupakan kekasih Firman. Eugene dan Myrna yang bekerja
sama dengan penulis naskah Husein M. Atmojo dan Gunawan Raharja memang berniat mengangkat nilai-nilai kemanusiaan yang terkait dengan peristiwa tersebut. Meski inspirasinya diambil dari kisah nyata, Eugene menegaskan bahwa ‘’22 Menit’’ tidak dimaksudkan sebagai dokumentasi kejadian itu. ‘’’Ketika diajak terlibat dalam proyek ini, kami langsung mengiyakan, karena karya anak bangsa ini menceritakan betapa epiknya perjuangan polisi melawan teroris kala itu,’’ katanya. Sutradara Eugene mengungkapkan, film ini sedikit didramatisir pada beberapa bagian dari peristiwa bom Thamrin untuk keperluan bercerita lewat medium film. ‘’Kami berniat menyuguhkan sajian teknologi canggih ke layar lebar,’’ ungkapnya. Tim produksi ‘’22 Menit’’ menggarap film berdurasi 75 menit ini secara serius. Menurut Myrna yang telah melakukan penelitian di Kepolisian RI selama setahun sebelum produksi dimulai, pihak Buttonijo melakukan konsultasi secara rutin dengan aparat demi akurasi naskah dan adegan. Sejumlah aktor yang terlibat adegan baku tembak diwajibkan mengikuti boot camp agar bisa tampil meyakinkan. Buttonijo juga membangun maket kedai kopi dan pos polisi dalam ukuran nyata 1:1 untuk diledakkan secara
sungguhan. ‘’Kami menggunakan CGI untuk banyak adegan action. Contohnya adegan baku tembak antara polisi dan teroris. Lalu, karena ledakan kedai kopi dan pos polisinya beneran, kami juga harus pakai green screen untuk menggambarkan situasi Thamrin saat itu,’’ jelas Myrna. Untuk urusan musik, Buttonijo menggaet komposer Andi Rianto yang hasil karyanya sudah tidak diragukan lagi. Andi gembira bisa bergabung dengan tim kreatif ‘’22 Menit’’. ‘’Jalan cerita ‘22 Menit’ sangat menarik dan adegannya sangat bercerita. Apalagi adegan-adegan action-nya. Saya berharap sentuhan scoring yang saya buat mampu menghadirkan sisi emosional dari film ini,’’ ujar Andi. Hiruk-pikuk ibu kota yang menjadi sorotan dalam film ‘’22 Menit’’ juga ikut tergambar melalui alunan lagu ‘’Jakarta’’ yang dibawakan secara syahdu oleh Semenjana. Menurut Satrio Pinandito dari Semenjana, lagu yang diambil dari album mereka berjudul ‘’Kalimatera’’ ini diciptakan sebagai wujud rasa sayang terhadap kota yang telah membesarkannya. Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis BRI Kanwil Denpasar Hery Santoso mengatakan, BRI ikut menyatakan dukungannya terhadap film ‘’22 Menit’’ sebagai karya anak bangsa yang patut mendapat apresiasi tinggi. ‘’Kami turut senang dan bangga dapat menjadi bagian dari film ‘22 Menit’ yang tidak hanya menghadirkan kualitas hiburan yang menjanjikan dan bertutur secara jujur, tetapi juga menunjukkan secara nyata kualitas teknologi dan pasukan yang dimiliki Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan bangsa ini,’’ katanya saat pemutaran perdana film ‘’22 Menit’’ di Bali, Kamis (19/7) kemarin. Bank BRI sebagai salah satu lembaga keuangan terbesar di Tanah Air merasa terpanggil untuk berperan aktif bersama pemerintah dalam memerangi bibit radikalisme dan terorisme. Salah satunya melalui medium film yang digarap secara jujur dan tidak menggurui, sehingga mudah diterima oleh masyarakat sekaligus menunjukkan dukungan BRI terhadap perkembangan industri film nasional. (ad1042)
PKB Ikut Satu Dapil, Hanya Dua Caleg Amlapura (Bali Post) Empat partai politik (parpol) dipastikan absen pada perhelatan Pileg 2019 di Karangasem. Pasalnya, sampai batas akhir pendaftaran Selasa (17/7) lalu, parpolparpol tersebut tak mendaftarkan bacalegnya ke KPU Karangasem. PKB yang awalnya disangsikan ikut bertarung baru melakukan pendaftaran pada detik-detik akhir penutupan pendaftaran. Keempat parpol yang dipastikan
tidak bertarung memperebutkan kursi di DPRD Karangasem yakni PKPI, PAN, PBB dan PPP. Sementara PKB baru mendaftar sekitar pukul 23.30 Wita atau hanya berselang 30 menit sebelum masa pendaftaran ditutup. Dari berkas pencalegan yang diajukan ke KPU, PKB hanya akan bertarung di Dapil I Kecamatan Karangasem, itu pun hanya dengan dua caleg. Anggota KPU Karangasem Putu Deasy Natalia, Rabu (18/7)
lalu, membenarkan ada empat parpol yang tidak mendaftarkan bacalegnya. Terkait PKB, dua bacaleg yang didaftarkan sudah memenuhi 30 persen kuota perempuan. ‘’PKB mendaftar paling akhir, hanya dua bacaleg, satu laki-laki dan satu perempuan,’’ terangnya. Dari 12 parpol yang melakukan pendaftaran, ada 357 bacaleg yang akan bertarung memperebutkan 45 kursi yang tersedia di DPRD Karangasem. (kmb31)
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
Senator RI Motivasi Warga dan Karang Taruna di Festival Tista 2018
Wedakarna Berharap Wisatawan Domestik Berbelok ke Kerambitan Cicipi Kuliner Babi ADA pepatah kuno yang mengatakan bahwa indentitas budaya sebuah suku bangsa dikenal dari bagaimana mereka menghargai makanan khas. Menurut pandangan para ahli, makanan Bali adalah paling rumit dan paling banyak jumlah keragamannya di Indonesia. Ini tentu membanggakan, bahwa sejumlah produk makanan Bali sudah mulai menasional. Ini disampaikan oleh Senator DPD-RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat memberikan sambutan pada Festival Kuliner Berbahan Sukla di Desa Tista, Kerambitan, Tabanan. Ia disambut oleh I Gede Pande Yogianto Sutanaya (Ketua Karang Taruna Tunas Harapan), I Made Suardana Putra (Perbekel Desa Tista) dan I Made Sumerta (Bendesa Adat Desa Tista). Senator termuda asal Bali ini pun disambut oleh ratusan warga Desa Tista di Lapangan SD 1 Tista, tempat acara Festival Tista diselenggarakan. Sebelumnya, panitia mengajak Senator Arya Wedakarna berkeliling ke seluruh stan kuliner yang melibatkan ibu-ibu PKK, yang sebagian besar terbuat dari bahan daging babi. ‘’Ini kali kedua tiang datang ke Festival Tista, acaranya semakin bagus dan terorganisir. Salut akan usaha Karang Taruna yang selalu getol menjalankan idealisme ngayah dan jengah khususnya terhadap makanan khas Bali. Ini pemudapemuda yang diharapkan oleh bangsa untuk bisa memimpin Tabanan dan Bali ke depan. Mulailah menempa diri dari kegiatan lokal seperti ini dan tentu harus konsisten. Artinya, jangan sampai festival ini punah, terus saja adakan. Belajarlah ilmu organ-
DESA TISTA - Senator RI Dr. Arya Wedakarna (tengah) bersama generasi muda Hindu di Desa Tista, Kerambitan, Tabanan. isasi dan ilmu keuangan di acara ini. Ini prinsip gotong royong yang baik. Saya puji peran Karang Taruna Tunas Harapan dan Sekaa Teruna Teruni serta dukungan Perbekel dan Bendesa Adat,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. Ia memberikan pesan bahwa ke depan jalur Kerambitan akan menjadi jalur utama wisata ke barat dan utara Bali, dan berharap memanfaatkan potensi meraup manfaat ekonomi kreatif jika dikembangkan sejak dini. ‘’Desa Tista ini terkenal dengan daging babinya. Olahan daging babinya tidak ditemukan di tempat lainnya dan sangat berciri khas. Tiang minta agar muncul pengusaha-pengusaha muda yang membuat warung–warung kuliner babi. Segmentasi banyak, bisa diambil dari wisatawan domestik yang menggunakan jalur darat yang datang dari Gilimanuk
menuju ke Badung. Jika dibuat pusat kuliner besar, mereka akan berbelok ke Kerambitan untuk mencari kuliner babi,’’ ujar Gusti Wedakarna. Ditambahkannya, pada zaman sekarang justru konsumen yang mencari warung. Tren ini harus ditangkap pengusaha muda. ‘’Saya minta anak muda Tista, jangan semua jadi pegawai dan mulai latih jadi pengusaha. Jadilah wirausaha muda. Hidup jangan terlalu hedon, sederhana saja, yang penting punya banyak tabungan. Zaman sekarang, membuat warung tidak perlu menyewa ruko, cukup buat usaha di rumah. Jika enak, akan dicari oleh konsumen. Semoga Tista menjadi desa terhebat dalam bidang kuliner. This is Satyagraha,’’ papar Gusti Wedakarna yang juga Pembina Gerakan Sukla Satyagraha. (ad1039)
Lomba Sekolah Sehat
Tim Penilai Tingkat Nasional Terkesan dengan Penyambutan SMKN 5 Denpasar SMKN 5 Denpasar mengikuti penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional, Kamis (19/7) kemarin. Lima orang dari tim penilai tingkat nasional datang menilai. Mereka terkesan dengan penyambutan SMKN 5 Denpasar yang ramah dan hangat. Diawali di pintu masuk SMKN 5 Denpasar, tim penilai disambut hangat Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Sri Armini, M.Kes. diiringi tarian dan salam dari siswa SMKN 5 Denpasar. Tim penilai kemudian diarahkan ke ruang aula yang cukup luas dan kembali disambut dengan tarian yang merupakan ikon SMKN 5 Denpasar. Ketua Tim Penilai Tingkat Nasional dr. Christina Manurung mengatakan, lomba ini dimaksudkan untuk memotivasi sekolah serta tim pembina di tingkat kecamatan, kabupaten/ kota dan provinsi untuk lebih termotivasi mengembangkan program UKS. ‘’Karena dari hasil evaluasi, kita belum melihat UKS itu sebagaimana yang diharapkan di sekolah. Jadi, kita harapkan dengan adanya lomba ini bisa memotivasi agar lebih bergerak untuk mengembangkan program UKS di sekolah,’’ ujarnya. UKS tidak hanya milik Kementerian Kesehatan. Yang mengayomi UKS ada empat kementerian dan jajarannya, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan serta Kementerian Agama. ‘’Jadi, semua ini harus betul-betul berkoordinasi untuk bisa mengembangkan program UKS. Karena kalau hanya satu jajaran atau satu sektor yang bergerak, yang lain tak bergerak, itu enggak bisa,’’ tandasnya. Kepala SMKN 5 Denpasar I Made Buda Astika, S.Pd., M.Pd. mengaku telah menyiapkan SMKN 5 Denpasar lebih dari lima bulan untuk mengikuti LSS.
DISAMBUT – Ketua Tim Penilai Tingkat Nasional Christina Manurung (kiri) disambut dengan hangat oleh tim LSS Bali, Kota Denpasar dan SMKN 5 Denpasar. Sejak diberikan tugas menjadi Kepala SMKN 5 Denpasar lima bulan lalu, ia bergerak mulai dari penataan infrastruktur, yaitu pengecatan, kebersihan dan melengkapi yang belum ada. Taman ditata agar bersih dan asri, semua ruangan dibersihkan dan dilengkapi fasilitas kebersihan. Yang paling penting adalah penyiapan SDM. ‘’Karena dalam penilaian semua lini dinilai. Tidak hanya taman, infrastruktur tapi juga SDM-nya,’’ tegasnya. Sejak tahun 2005, SMKN 5 Denpasar telah memiliki UKS, sehingga dasar-dasar sekolah sehat telah dimiliki. Setiap murid dibekali dasar-dasar hidup bersih dan bersih. Dimulai dengan mengubah budaya anak–anak didik terutama terbiasa hidup sehat, bersih, selalu memperhatikan lingkungan, selalu memberi contoh dan menjadi contoh bagi adik–adik kelas yang datang, begitu juga di masyarakat. ‘’Yang terpenting kami ingin mengubah pola makan sehat. Di kantin sejak saya bertugas tidak ada lagi menjual makanan yang terbungkus dari plastik, berwarna.
Kami tingkatkan pemanfaatan hasil bumi, pertanian dan perkebunan,’’ bebernya. Ilmu dan dasar-dasar sekolah sehat semakin dimantapkan sejak SMKN 5 Denpasar diberikan tugas mewakili Kota Denpasar mengikuti LSS di tingkat provinsi. ‘’Sekitar tiga tahun terakhir ini kami mantapkan sehingga berhasil menembus juara I tingkat provinsi dan hari ini mewakili Bali ke tingkat nasional,’’ imbuh Buda Astika. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Adi Wiguna, M.Kes. mengatakan, pihaknya menyeleksi sekolah untuk ikut LSS tingkat Nasional dengan menyeleksi dari tingkat kabupaten, kemudian dilanjutkan kompetisi di tingkat provinsi. ‘’Kami mendapatkan empat juara di tingkat provinsi yaitu TK, SD, SMP dan SMA. Untuk tingkat SMA/K yaitu SMKN 5 Denpasar,’’ jelasnya. Dari segi fisik, pengetahuan dan pengelolaan UKS, SMKN 5 Denpasar yang paling baik dan siap mengikuti LSS tahun ini. (ad1036)
Cegah Kecurangan
Disperindag Lakukan Tera Ulang Timbangan
Denpasar (Bali Post) Alat ukur berupa timbangan yang digunakan para pedagang selalu mendapat pengawasan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar. Pengawasan ini dilakukan dengan cara tera ulang timbangan pedagang, seperti di Pasar Pedungan II, Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Pedungan, Denpasar Barat, Rabu (18/7) lalu. Tera ulang ini untuk mengukur keseimbangan timbangan agar pedagang dan pembeli tidak saling curiga saat transaksi. Pimpinan Sidang Tera Ulang Timbang Disperindag Kota Denpasar I.B. Putu Pertama Putra mengungkapkan, pihaknya melakukan tera ulang untuk memberikan rasa nyaman kepada pembeli. Sebab,
yang paling rentan adanya kecurangan yakni timbangan yang keseimbangannya tidak sesuai standar. Tera ulang dilakukan langsung di pelataran pasar dengan melibatkan 10 petugas dari Bidang Metrologi dan Standarisasi Kota Denpasar. Disperindag juga melibatkan pihak ketiga untuk melakukan perbaikansecara fisik timbangan yang mengalami kerusakan dan tidak seimbang. Bila ditemukan timbangan yang tidak seimbang, petugas langsung melakukan perbaikan. Dengan reparasi itu diharapkan pembeli dan pedagang bisa nyaman dalam bertransaksi. ‘’Di sini kami langsung lakukan reparasi untuk pedagang yang timbangannya tidak sesuai standar. Hari ini pedagang yang mengikuti sidang 13 orang mulai pukul 09.00 sampai 12.00
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Wita,’’ ujarnya. Pertama mengungkapkan, di pasar tersebut terdapat 13 pedagang yang melakukan tera dengan 64 anak timbangan, 14 timbangan meja dan 2 timbangan pegas yang seluruhnya dilakukan reparasi. Pihaknya melakukan penyetelan dan justir melibatkan pihak ketiga yang biayanya ditanggung sendiri oleh pemilik timbangan. ‘’Kami Disperindag yang memfasilitasi untuk tera ulang. Mereka istilahnya disidangkan. Bagi yang tidak sesuai alat timbangannya dilakukan reparasi. Jika sudah sesuai akan dikembalikan lagi,’’ imbuhnya. Tera ulang rencananya dilakukan di 50 pasar di Kota Denpasar. Saat ini pihaknya sudah menyelesaikan sekitar 26 titik pasar untuk melakukan sidang tera ulang. (kmb12)
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
daerah
5
Penumpang Bus Dikeroyok di Terminal Mengwi
Mangupura (Bali Post) Kericuhan terjadi di Terminal Mengwi, Selasa (17/7). Penumpang bus, Hendro Budi Santoso (34), diduga dikeroyok oleh Jayandika alias Gondrong (39) dan Iswandi alias Wandi (35). Pemicunya karena korban menolak tawaran pelaku untuk ngojek. Kedua pelaku ditahan di Mapolres Badung. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kasatreskrim AKP Made Pramasetia, Kamis (19/7) kemarin mengatakan, hasil penyidikan terungkap pada waktu kejadian pukul 17.30 Wita korban tiba di TKP dari Banyuwangi menumpang bus CWM. Setelah turun dari bus, korban berprofesi sebagai mekanik ini menuju keluar terminal karena sudah dijemput istrinya. Saat itulah korban ditawari ojek oleh pelaku tetapi ditolak karena sudah dijemput. ‘’Pelaku bilang korban sombong karena tidak menggunakan jasa ojeknya. Saat korban membuka helm yang dipakainya, langsung ditendang oleh salah satu pelaku dan mengenai pinggang sebelah kanan,’’ ujarnya. Beberapa saat kemudian datang lagi teman pelaku dan berusaha memukul korban, tetapi berhasil ditangkis. Ternyata pelaku ini tidak puas dan mengejar pelapor sambil menantang untuk berkelahi. ‘’Tak terima ulah pelaku itu, korban langsung melapor ke Mapolres Badung yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh. Kedua pelaku langsung ditangkap,’’ kata Kapolres. AKBP Yudith mengimbau agar semua pihak menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Badung, termasuk di Terminal Mengwi. ‘’Marilah kita bersama-sama menjaga keamanan,’’ tegasnya. (kmb36)
Diduga Bunuh Diri
Mayat Duwin Mengapung
Mangupura (Bali Post) Karyawan dan warga sekitar Central Parkir Kuta, Kamis (19/7) kemarin dikagetkan dengan penemuan mayat mengapung di sungai selatan jembatan di Jalan Patih Jelantik, Kuta, Badung. Setelah dievakuasi oleh petugas BPBD Badung, warga dan kepolisian, kondisi mayat sudah membiru. Saat dicek isi tasnya ada KTP-nya dan tertera atas nama Duwin Hopen Sihaloho (28) yang alamat tinggalnya di Desa Kapuk RT 017/RW 012, Kodya Cengkareng, Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. ‘’Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kemungkinan korban bunuh diri karena sakitnya tak kunjung sembuh. Di tasnya juga ditemukan kartu berobat Puskesmas Kuta II,’’ ungkap Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Aan Saputra. Dari keterangan Emiliana Halek (28), cleaning service (CS) Central Parkir Kuta, pukul 09.30 Wita, dia membersihkan areal Central Parkir sebelah barat. Saat wanita asal NTT ini berada di dekat sungai, dilihatnya ada mayat dalam posisi mengambang. Selanjutnya dia memberi tahu rekan kerjanya, Huru Dari dan Ketut Arnata. Ketut Arnata (38), sekuriti Care Guard Kuta Central Park, setelah diberi tahu ada mayat mengapung, langsung menuju Kantor DLLAJ untuk melaporkan kejadian itu dan diteruskan ke Polsek Kuta. Selanjutnya Arnata menuju TKP dan memang benar ada mayat mengapung di sungai mengenakan baju blue jeans, celana hitam, kaos warna cokelat dan pakai tas selempang. Beberapa menit kemudian petugas Polsek Kuta dan BPBD Badung tiba di TKP. Mayat korban lalu dievakuasi ke tepi sungai, selanjutnya dibawa ke RSUP Sanglah. ‘’Penyebab pasti meninggalnya korban, kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim Forensik RSUP Sanglah. Dugaan awal korban bunuh diri,’’ tegas mantan Kanitreskrim Polsek Denpasr Barat ini. (kmb36)
NIM Berpotensi Tergerus
Suku Bunga Acuan Naik Dalam Waktu Singkat
Denpasar (Bali Post) Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dalam waktu singkat hingga kini menjadi 5,25 persen akan membuat Net Interest Margin (NIM) perbankan tergerus. Pengamat ekonomi Nyoman Sender menyampaikan, dengan kenaikan suku bunga acuan, secara teoretis suku bunga bank komersial mestinya menyesuaikan dengan suku bunga funding atau lending-nya. ‘’Tapi dalam praktik tidak selalu demikian,’’ ungkapnya, Selasa (17/7). Jika perbankan menaikkan suku bunga funding (tabungan/ deposito), namun suku bunga lending-nya (pinjaman) tetap, ada kecenderungan NIM-nya menurun. Bagi bank hal ini dapat diatasi sebagian dengan mengurangi biaya operasional melalui kebijakan efisiensi dalam batas tertentu. Hanya, tidak mudah bagi dunia perbankan melakukan hal itu. Untuk dapat mempertahankan ketertarikan masyarakat menyimpan dananya, bank hendaknya menyesuaikan suku bunga funding sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan BI. ‘’Kalau dinaikkan sedapat mungkin tidak melebihi kenaikan suku bunga lending. Yang harus kerja keras nantinya adalah bank- bank komersial, mesti bekerja lebih efisien karena ada potensi NIM menipis,’’ ujar Nyoman Sender. Menurutnya, NIM yang sedikit turun tidak akan menjadi masalah bagi perbankan, asalkan bank melakukan upaya meningkatkan pendapatan misalnya dengan ekspansi kredit. Apalagi dengan adanya pelonggaran LTV, bank bisa melakukan ekspansi kredit. Kesempatan ekspansi kredit dengan pelonggaran LTV ini tetap harus berhati-hati atau prudent agar NPL dapat terjaga. Secara persentase profit bank memang bisa turun sedikit, namun secara angka absolut keuntungan bank bisa meningkat asal efisiensi dan NPL dapat dijaga. (kmb42)
Pemilik Pengoplos Elpiji Tersangka
Mangupura (Bali Post) Tim gabungan Pemkab Badung, Pertamina dan Polres Badung, Rabu (18/7) lalu menggerebek gudang pengoplos elpiji di Perum Umasari, Banjar Sengguan, Desa Buduk, Mengwi. Terkait kasus ini, polisi mengamankan pemilik usaha berinisial AIN (51) dan ditetapkan sebagai tersangka. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kasatreskrim AKP Made Pramasetia, Kamis (19/7) kemarin, mengatakan penggerebekan itu dilakukan sekitar pukul 12.00 Wita. Dari hasil penggerebekan tersebut, petugas memergoki beberapa karyawan gudang sedang mengoplos isi tabung elpiji 3 kilogram ke 12 kilogram. ‘’Pelaku, saksi dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Badung,’’ tegasnya. Pihaknya mengamankan barang bukti 363 buah tabung elpiji 3 kilogram, 184 buah tabung gas 12 kilogram, satu timbangan elektronik dan 82 buah stik untuk memindahkan isi tabung. ‘’Pelaku memiliki usaha yang melakukan kegiatan pemindahan isi elpiji dari tabung 3 kilogram merupakan subsidi ke dalam tabung elpiji 12 kilogram
atau nonsubsidi. Selain itu, yang bersangkutan tidak memiliki izin dari pemerintah terkait,’’ tegasnya. (kmb36)
PANORAMA - Sejumlah pengunjung menikmati keindahan panorama alam saat matahari terbenam di objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu.
Di Objek Wisata Uluwatu
Perlu Ada Fasilitas ”Emergency’’ dan Penunjang Disabilitas
Mangupura (Bali Post) Sejumlah fasilitas penunjang untuk kenyamanan pengunjung sangat diperlukan di objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu, seperti fasilitas untuk pengunjung disabilitas dan keadaan emergency. Anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan I Made Sumerta, Kamis (19/7) kemarin, mengatakan fasilitas ini memang belum ada, dan perlu disiagakan di sana. Seperti mobil ambulans dan kendaraan buggy untuk mempercepat akses nenuju area parkir. ‘’Ini sangat mendesak. Kami sudah mengusulkan satu mobil ambulans, dua mobil buggy sejenis mobil golf yang berukuran besar untuk bisa digunakan saat keadaan emergency,’’ pungkasnya. Dikatakannya, ambulans maupun buggy ini nantinya bisa digunakan untuk wisatawan atau pamedek yang memang memerlukan saat kondisi emergency maupun untuk membantu pengunjung disabilitas. Bahkan, apabila terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh hewan kera, ini juga bisa digunakan untuk membantu mempercepat proses
evakuasi. ‘’Ini juga bisa digunakan untuk kebutuhan saat terjadi kecelakaan. Karena seperti diketahui, di kawasan tersebut juga ada potensi kecelakaan akibat adanya hewan kera,’’ katanya. Sumerta yang juga Bendesa Adat Pecatu ini menambahkan, pada saat piodalan fasilitas ini juga bisa dimanfaatkan untuk pamedek yang sakit atau memang memerlukan bantuan. Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap agar pemerintah mengecek infrastruktur di sana. Karena selama ini infrastruktur untuk pengunjung disabilitas memang belum ada. Seperti jalur atau tempat untuk pengunjung disabilitas. Selain itu, pos-pos kesehatan untuk memberikan pertolongan pertama juga sangat diperlukan. Termasuk juga sarana dan prasarana lain untuk mendukung objek wisata. Termasuk juga keberadaan
hidran air juga perlu diperbanyak untuk antisipasi kebakaran. ‘’Fasilitas untuk kebutuhan mendesak ini, kami harapkan bisa direalisasikan pada anggaran perubahan tahun ini,’’ harapnya. Terkait dengan kebutuhan air, pihaknya juga sudah mengusulkan pengadaan dua mobil tangki air. Karena seperti diketahui kawasan ini merupakan kawasan tandus yang sangat minim air. Bahkan, dari data yang ada, hampir setiap tahun pihak pengelola kawasan mengeluarkan dana Rp 360 juta lebih untuk membeli air. ‘’Dana yang dikeluarkan setiap tahun cukup besar. Untuk itu, kami usulkan sebanyak dua mobil tangki air. Selain bisa untuk kebutuhan air untuk pengunjung, juga bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman saat musim kemarau,’’ terangnya. Sementara untuk penataan kawasan juga akan segera dilakukan. Namun pihaknya mengharapkan penataan bisa dilakukan secara menyeluruh bukan parsial. Penataan berskala besar akan dilakukan di tahun 2019. (kmb23)
Belasan Duktang Tanpa Identitas Bersaing Rebut Kursi DPRD Terjaring di Abiansemal dan Petang Mantan Birokrat Nyaleg Lewat Partai Demokrat
Lawan Empat ”Incumbent’’ Bangli (Bali Post) Persaingan dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang di Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bangli dipastikan bakal berlangsung sengit. Pasalnya, dari enam kursi DPRD yang diperebutkan, empat petahana yang memiliki pengaruh kuat di wilayahnya kembali diterjunkan partai politik (parpol) pengusungnya. Mantan pejabat eselon II juga turut bersaing lewat Partai Demokrat. Mantan birokrat yang turut memperebutkan kursi DPRD Bangli adalah Dewa Suparta. Sebelum pensiun dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM, pejabat asal Banjar Griya, Kelurahan Kawan, Bangli ini pernah menjabat Kadisperindag, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Kepala Kesbangpolinmas serta Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Selain itu, pernah enam kali menduduki posisi Kepala Bagian (Kabag) di Setda Bangli yakni Kabag Humas, Kabag Umum, Kabag Sosial (kini Kesra), Kabag Pembangunan, Kabag Ekonomi dan Kabag Kepegawaian. Dewa Suparta mengaku tergugah hatinya maju sebagai calon anggota legislatif karena sangat prihatin dengan kondisi kota Bangli. Terlebih lagi kandidat ba-
caleg yang mewakili wilayah kota sangat minim. ‘’Ketika Dapil Bangli masih digabung dengan Tembuku, anggota Dewan kebanyakan dari Tembuku. Jadi, tidak ada Dewan yang memfasilitasi bantuanbantuan di wilayah kota,’’ ucapnya, Kamis (19/7) kemarin. Dikatakannya, dibandingkan dengan wilayah kecamatan, kondisi kota Bangli jauh terbelakang. Ia mencontohkan masalah trotoar yang tidak kunjung kelar. Oleh karena itu, untuk memperjuangkan hak masyarakat kota, dirinya berkomitmen maju lewat parpol besutan SBY. ‘’Di kecamatan-kecamatan semua jalan sudah di-hotmix, sedangkan di kota Bangli trotoarnya rusak parah,’’ ujarnya. Disinggung peluang dalam perebutan kursi, Dewa Suparta mengatakan persaingan di Dapil Kota Bangli cukup ketat. Dia harus bersaing dengan empat petahana yakni Wayan Wedana (PKPI), Madya Yani (PDI-P), Wayan Jamin (Gerindra) dan Nengah Darsana (Golkar). Selain melawan incumbent, dirinya juga harus berebut suara dengan dua mantan ajudan Bupati dan Wabup Bangli yang diusung PDI-P. ‘’Saya optimis bisa meraih simpati masyarakat. Kalau mau pasti bisa,’’ tegas Suparta. (kmb41)
Mangupura (Bali Post) – Keberadaan penduduk pendatang (duktang) pascaperayaan Lebaran terus mendapatkan pengawasan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung. Alhasil tim yustitusi, Kamis (19/7) dini hari berhasil mengamankan belasan duktang tanpa memiliki identitas bermukim di wilayah Kecamatan Abisemal dan Petang. Tim yang terdiri dari Satpol PP, TNI/Polri, Kasi Trantib, Babinsa, Perbekel, BPD, Limas dan Pecalang Desa menyisir setiap kecamatan menggelar sidak. ‘’Sidak ini menjaring sebanyak 14 penduduk pendatang tanpa identitas,’’ ujar Kasat Pol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara. Menurutnya, sidak yang dilakukan merupakan kegiatan rutin sebagai kelanjutan dari pascalebaran yang telah berlalu di bulan. Penertiban diawali di wilayah terminal dan bergerak di awal Juli di masing- masing kecamatan, desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Badung, dengan melibatkan perangkat desa setempat, seperti Limas, LPM, adat, pecalang serta organisasi lainnya. ‘’Kali ini kami adakan di tiga desa, yaitu Desa Petang Kecamatan Petang, Desa Sibang Kaja dan Desa Sibang Gede Kecamatan Abiansemal dan untuk sidang tipiringnya dilakukan di Kantor Camat Abiansemal,’’ katanya. Hasil sidak, tim gabungan berhasil menjaring 14 orang, yaitu dua orang di Desa Petang, empat orang di Desa Sibang Kaja dan delapan orang di Desa Sibang Gede. Mereka dikenakan Pasal 28 ayat 1 junto Pasal 32 ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Badung No. 7 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. ‘’Kami akan tetap melakukan sidak-sidak seperti itu, apalagi berkaitan dengan adanya events besar di Badung, khususnya Bali,’’ tegasnya. Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Suryajaya mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut, karena keamanan adalah hal yang sangat penting dan merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. ‘’Kami sangat mendukung langkah Satpol PP. Kita menginginkan agar seluruh masyarakat di Abiansemal benar-benar memberikan datanya yang sah berkaitan dengan identitas diri, sehingga kondisi wilayah benar-benar kondusif,’’ jelasnya. (kmb27)
OPINI
6
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Membangun Kesadaran Manjaga Lautan BAGI Bali, dampak sosial ekonomi laut begitu strategis. Tak hanya terkait sosial budaya, lautan juga menjadi sumber ekonomi strategis. Setidaknya, pariwisata tumbuh di Bali juga karena kuatnya dukungan alam lautan. Pariwisata pun diyakini telah menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Bahkan, kalimat ini seolah menjadi doktrin mengingat nyaris semua orang fasih bicara hal tersebut. Dalam konteks pelestarian dan pewarisan budaya, laut bagi masyarakat Bali bukan hanya pelengkap ekosisten alam. Laut memiliki peran strategis bagi kehidupan budaya dan tradisinya. Laut juga menjadi tempat yang disucikan karena diyakini memberikan keseimbangan hidup makrokosmos. Untuk itulah, orang Bali sangat setia menjaga lautnya dan menentang segala aksi yang bersinggungan dalam artian perilaku negatif terhadap lautan. Dalam konteks pariwisata dan nilai keekononomian, laut adalah harta karun yang tak terhingga karena bisa menghidupi banyak orang. Mungkin tak berlebihan jika dikatakan, semua kehidupan menggantungkan hidup pada kandungan alam laut. Untuk itu pula, maka sangat relevan jika kita juga harus memiliki kepekaan, kepedulian dan pembelaan terhadap laut. Pembelaan tentu bukan dalam arti mengawal laut tanpa kompromi. Laut hendaknya kita jaga dengan pendekatan yang lebih adaptif, dalam artian pengelolaan potensi laut tak sampai menghancurkan ekosistem laut itu sendiri. Kehidupan ekosistem di laut merupakan sebuah aset yang dapat mendatangkan wisatawan. Dihitung secara pasti atau berdasarkan perkiraan, ditengarai ada 35 persen wisatawan yang datang ke Bali tertarik pada keindahan alam laut. Konsentrasi kunjungan wisatawan ke pesisir terjadi di bentangan garis pantai di Kuta, Sanur, dan wilayah Kuta Selatan. Bahkan, objek wisata baru berbasis pantai banyak mendunia dalam waktu singkat. Di antaranya Pantai Pandawa, Tulamben dan pantai-pantai di kawasan Nusa Penida. Kawasan strategis pantai ini telah menjadi primadona baru bagi kepariwisataan Bali. Sadar atas potensi laut sebagai daya dukung ekonomi dan kebudayaan Bali, tentu menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaga laut. Kita jangan mengelola ambisi berlebihan apalagi serakah atas lautan. Kelolalah laut dengan pendekatan berkelanjutan, bukan dengan keserakahan. Dengan pendekatan bersahabat dengan laut, kita yakin bahwa alam juga akan memberikan kehidupan lebih berkualitas kepada kita. Artinya, mari kita jaga laut Bali tanpa harus terjebak pada kepentingana-kepentingan ambisius yang berpotensi merusak laut. Hal lain yang perlu kita pahamai adalah menjaga laut dari pencemaran. Manusia boleh saja melakukan beragam aktivitas di lautan. Namun, ada hal-hal mendasar yang harus kita jaga. Sebut saja, ancaman sampah plastik. Isu terkait kumuhnya alam bawah laut di Bali akibat tingginya pencemaran sampah plastik haruslah diatasi. Isu ini jangan dianggap sepele. Walaupun mata kita tak melihat langsung, namun keprihatinan terhadap kondisi alam bawah laut Bali layak dicermati. Mari kita lakukan gerakan menjaga laut dengan melakukan budaya hidup tertib kelola sampah. Jangan membuang sampah ke sungai yang muaranya ke laut. Tak hanya sampah, kini hal mendasar yang juga harus diantisipasi adalah meluasnya abrasi di pesisir Bali. Laporan terakhir menyebutkan, abrasi terus mengganas. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali mengidentifikasi 187 Km dari 430 Km garis pantai di Pulau Dewata mengalami abrasi akibat kenaikan air laut, perubahan arus laut dan beberapa bagian akibat ulah manusia. Wilayah terterjang abrasi nyaris merata di seluruh Bali. Ini tentu harus kita sikapi secara serius pula. Kita tak boleh abai menjaga laut Bali. Jika perubahan garis pantai diterjang abrasi karena alam, mungkin sulit kita kendalikan. Namun, kontribusi manusi yang memicu terjadinya abrasi tentu sangat mungkin kita kendalikan. Jadi, sekali lagi jangan mengambil keputusan yang berpotensi merusak laut. Manusia harus tetap sadar bahwa menjaga alam untuk keberlangsungan ruang hidup generasi berikutnya harus tetap dilakukan. Manusia harus memiliki keyakinan bahwa alam bisa melakukan perlawanan terhadap perilaku buruk manusia terhadap alam.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kapan Gubernur Bali Dilantik?
Saya sering mendengar banyak orang bertanya, kapan Gubernur Bali terpilih dilantik? Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali terkait hal ini. Penjelasan dari Pemda Bali juga belum ada. Hal ini penting dijelaskan agar masyarakat tak bertanya-tanya. Mudah-mudahan Bali tak ditangani Plt. setelah berakhirnya masa tugas Gubernur Bali Mangku Pastika tanggal 28 Agustus mendatang. Yang jelas, kami menunggu informasi tersebut. I Komang Dwipayana Putra Denpasar, Bali
Laut, Bali dan Kerentanan Iklim Indonesia
Bali, pulau kecil yang dikelilingi lautan indah yang menarik wisatawan mancanegara, merupakan tempat yang sempurna untuk menunjukkan dilema Indonesia sebagai negara “korban” perubahan iklim yang kecanduan bahan bakar fosil. Di satu sisi, Bali dikelilingi laut – dan dengan demikian terancam kehilangan area yang signifikan jika laju kenaikan air laut sebagaimana diprediksi IPCC (98 cm pada 2100) tidak dimitigasi.
Oleh Margaretha Quina
D
ampak sosial ekonomi tak terhindarkan, mengingat pariwisata, tulang punggung ekonomi Bali, sangat dihidupi oleh keanekaragaman flora fauna, iklim tropis, keindahan bentang alam, dan utamanya: keseimbangan interaksi manusia dengan alamnya. Di sisi lain, Bali harus menghadapi ambisi pembangunan yang dimotori bahan bakar fosil – seperti pembangunan PLTU Celukan Bawang yang berbahan bakar batu bara – kontributor utama perubahan iklim. Namun, Bali bukan satu-satunya unit kehidupan yang terancam di Indonesia. Sebuah studi oleh Universitas Gajah Mada memperkirakan setidaknya Indonesia akan kehilangan 2.000 pulau dan 42 juta rumah sebelum 2050. Selain itu, mimpi bahari Indonesia terancam terhempas badai tropis dan cuaca ekstrem lainnya yang akan makin meningkat frekuensinya. Belum lagi musim menangkap ikan dan pola migrasi ikan yang kian tak pasti. Begitu pula dalam pemba-
karan batu bara dan sumbangan emisi gas rumah kaca – Bali tidak sendirian. Setidaknya, 21.000 MW pembangkit berbahan bakar batu bara akan dibangun di seluruh Indonesia sebagai bagian dari proyek ambisius 35.000 MW Presiden Joko Widodo. Rencana ini akan menambah secara signifikan emisi gas rumah kaca Indonesia, yang kini telah menggantungkan 57,22% pasokan energi nasionalnya pada 83 juta ton batu bara setiap tahunnya. Belum banyak perubahan di tingkat nasional yang Indonesia aktualisasikan untuk menyelamatkan pulau-pulau seperti Bali – atau lebih tepatnya, 2/3 teritori kita yang berupa lautan. Namun, telah banyak seremoni, deklarasi, dan komitmen-komitmen baru, yang Indonesia janjikan untuk mengendalikan dampak perubahan iklim. Sebagian tertoreh jelas dalam sejarah Bali. Pada 2007, Bali menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB yang melahirkan Rencana Aksi Bali dan menyepakati, antara lain, pengurangan
emisi gas rumah kaca serta pengembangan dan pemanfaatkan teknologi yang bersahabat dengan iklim. Indonesia juga telah membuat Rencana Aksi Nasional Gas Rumah Kaca pada tahun 2011 beserta inventori GRK dan mekanisme monitoring, pelaporan dan verifikasinya. Puncaknya, pada 2017, Indonesia meratifikasi Perjanjian Paris mengenai perubahan iklim yang mengikat secara hukum dan mengajukan komitmen (disebut Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional atau “NDC”) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 29% pada 2030 – tanpa syarat (atau 41% dengan bantuan internasional). Namun, lebih dari satu dekade sejak Rencana Aksi Bali, pengurangan emisi GRK Indonesia baru mencapai 11% dari business as usual (KLHK, 2017), yang hampir seluruhnya berasal dari sektor tata guna lahan (LULUCF). Kebakaran hutan dan lahan jelas bukan titik pencemar yang mudah dikendalikan. Ironisnya, sulitnya pengendalian emisi karbon dari sektor tata guna lahan juga disebabkan
dampak perubahan iklim. Pada el nino 2015 misalnya, kebakaran hutan dan lahan menyebabkan pembengkakan emisi karbon dalam sekejap, melesatkan Indonesia sebagai kontributor karbon dalam jumlah terbesar tahun tersebut – 97% dari 884 juta ton CO2 global – sejak kebakaran 1997. Indonesia sesungguhnya memiliki sektor lain yang lebih mudah dikendalikan – yaitu sektor energi, sekarang merupakan peringkat kedua dalam hal emisi GRK nasional. Namun, apakah kita akan mampu mencapai target reduksi emisi 29%, ketika sektor energi jelas akan mengalami lonjakan kontribusi emisi GRK dari pembakaran bahan bakar fosil? Mampukah kita memenuhi ambisi bauran energi terbarukan 23%, ketika transisi ke energi terbarukan tidak didukung dengan intervensi pasar yang memungkinkan kompetisi EBT dengan bahan bakar fosil? Sekalipun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memiliki instrumen yang diklaim dapat menjamin rencana pembangunan yang konsisten dengan RAN GRK Indonesia, instrumen untuk memastikan konsistensi ini pada level tapak tetap diperlukan. UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah menyediakan– dan sesungguhnya, memandatkan – instrumen tersebut: Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Amdal yang dimandatkan UU PPLH untuk menganalisis dampak penting, selama ini telah men-
Menanti Orkestra Politik Gubernur Bali
Terpilihnya Gubernur Bali periode 2018-2023 dalam pilkada serentak 2018, menjadi harapan baru bagi seluruh krama Bali. Era baru Bali benar-benar dinanti sebagai realisasi janji kampanye. Bali dengan alamnya yang istimewa, dihuni manusia Bali yang hebat, beserta budayanya yang luar biasa; saat ini sedang mengalami perubahan. Intervensi pariwisata yang tidak tepat telah membawa sebagian manusia Bali mengalami perubahan perilaku menjadi tidak lagi memegang teguh prinsip dasar orang Bali. Sebagian budaya Bali punah dan alam pun rusak. Perlu ada revitalisasi Bali secara menyeluruh, mulai dari manusia, alam, dan budaya Bali. Konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjadi filosofi yang ditawarkan dalam membangun Bali. Pembangunan Bali dalam konteks lokal, nasional, dan global. Terpeliharanya alam dan budaya Bali, terpenuhinya kebutuhan dasar dan aspirasi krama Bali, serta terpetakannya masalah Bali yang merupakan tantangan sekaligus harapan. Dalam mengelola Bali ditawarkan pola pembangunan One Island One Management. Pembangunan Bali yang terintegrasi dalam pola satu kesatuan wilayah, dengan satu manajemen dan tata kelola. Manajemen pembangunan yang terpadu di seluruh Pulau Bali, dalam satu kesatuan langkah dan cara pandang. Realisasi janji-janji kampanye tersebut merupakan harapan yang dinanti segenap krama Bali dari gubernur pilihan mereka. Ada harapan kehidupan yang lebih baik. Utamanya di wilayah-wilayah Bali yang selama ini masih tertinggal tingkat kesejahteraan masyara-
Oleh Ir. Dharma Gusti Putra Agung Kresna katnya. Ketidaksetaraan ekonomi di antara sembilan kabupaten/ kota dalam wilayah Provinsi Bali memang selama ini menjadi isu kesejahteraan masyarakat Bali. Kesenjangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah Bali, begitu terasa antara wilayah Bali Selatan dengan wilayah Bali lainnya. Hal ini akibat limpahan dolar yang mengalir di Bali Selatan seiring kedatangan para wisatawan asing. Bahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung di wilayah Bali Selatan, lebih tinggi dibanding PAD Provinsi Bali. Provinsi Bali yang berada dalam satu pulau dengan 8 kabupaten dan 1 kota, bukanlah sebuah wilayah yang luas. Dengan luas sekitar 5.600 km2 dan jumlah penduduk lebih kurang 3.900.000 jiwa, Bali adalah wilayah yang relatif kecil. Namun, dengan wilayah pemerintahan yang terbagi dalam sembilan kabupaten/ kota, tentu dibutuhkan manajemen pembangunan yang terpadu agar diperoleh tingkat kesejahteraan masyarakat yang merata. Hal ini menjadi tidak mudah untuk dilakukan, jika mengingat bahwa otonomi pemerintahan daerah di Indonesia berada di kabupaten/kota, bukan berada di tingkat provinsi. Gubernur Bali sebagai kepala daerah di tingkat provinsi harus dapat menyelaraskan segala bentuk Peraturan Daerah Provinsi dan Peraturan Gubernur dengan Peraturan Daerah Kabupaten/ Kota dan Peraturan Bupati/Wali Kotanya. Hal ini agar kebijakan manajemen pembangunan Bali dalam satu kesatuan pulau dapat
terlaksana dengan baik, sementara otonomi pemerintahan daerah di tingkat kabupaten/kota juga tetap dapat berjalan. Eksplorasi berkepanjangan terhadap manusia, alam, dan budaya Bali atas nama pariwisata yang menghasilkan aliran dolar, harus tetap terkendali agar tidak berubah menjadi eksploitasi. Perekonomian Bali adalah ekonomi yang berbasis pada kebudayaan sebagai hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Masyarakat Bali harus tetap bersifat komunal penuh kemitraan. Revitalisasi pembangunan satu Pulau Bali yang terintegrasi dalam pola satu kesatuan wilayah, dengan satu manajemen dan tata kelola –dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan secara merata bagi segenap krama Bali-, akan dapat dilakukan dengan berpegang pada pedoman sebagai berikut. Pertama, dibutuhkan adanya grand design Bali. Grand design ini dibutuhkan agar semua pemangku kepentingan (stakeholders) memiliki pemahaman yang sama akan dibawa ke mana Bali di masa depan. Seluruh sembilan bupati/wali kota beserta DPRD kabupaten/kota, bagaikan pemegang 9 (sembilan) alat musik yang berbeda berjuluk otonomi daerah. Mereka secara bersama harus membawakan “lagu” berjudul ‘’Grand Design Bali’’. Masing-masing kabupaten/kota akan menghasilkan “suara” yang berbeda-beda, namun tetap dengan lagu yang sama. Lagu dengan genre culturally driven. Di mana jika ada benturan antara ekonomi dengan kebudayaan, maka kebudayaan
harus menjadi prioritas utama. Kedua, adanya road map Bali. Peta jalan sebagai jabaran langkah grand design ini, akan menjadi panduan semua pihak dalam menjalankan grand design Bali. Road map akan memandu seluruh aparat pemerintah daerah di sembilan kabupaten/kota untuk tetap berada dalam satu kesatuan irama langkah tindakan kebijakan. Segala bentuk peraturan daerah kabupaten/kota beserta Peraturan Bupati/Wali Kota harus selalu berada dalam koridor road map Bali. Road map bagaikan “partitur” yang menjadi panduan para bupati/wali kota dalam memainkan “lagu” Grand Design Bali. Ketiga, ketegasan dan konsistensi Gubernur Bali. Gubernur sebagai kepala daerah di tingkat provinsi harus mampu mengendalikan dan mengontrol seluruh sembilan bupati/wali kota beserta DPRD kabupaten/kotanya, tanpa mengabaikan otonomi yang dimiliki kabupaten/kota. Sementara itu, semua kesepakatan dalam bentuk Peraturan Daerah Provinsi dan Peraturan Gubernur, harus tetap dapat dijalankan secara tegas dan konsisten. Menata Bali ke depan, harus kita jalankan dengan sistem pembangunan ekonomi Bali yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berkesinambungan; di seluruh pelosok Pulau Bali. Semua stakeholders harus bergerak dengan irama yang sama, dalam satu komando. Mengikuti “partitur” yang berpedoman pada tradisi sosial-budaya krama Bali. Gubenur Bali bagaikan dirigen yang memimpin Bali Orkestra dengan membawakan lagu bertema ‘’Tri Hita Karana’’.
egasikan dampak terpenting dan terbesar bagi lingkungan hidup: perubahan iklim. Preseden dari belahan dunia lain mendukung penggunaan amdal sebagai instrumen analisis dampak perubahan iklim. Pada pertengahan 2017, sebuah pengadilan tinggi di Afrika Selatan mengejutkan dunia dengan membatalkan izin PLTU Batubara 1 x 660 MW karena amdal pembangkit tersebut gagal menganalisis dampak perubahan iklim yang ditimbulkan. Kasus serupa juga sedang berjalan untuk pertama kali di Indonesia – di Bali, dalam gugatan masyarakat Celukan Bawang dan organisasi lingkungan Greenpeace Indonesia yang menuntut dicabutnya izin lingkungan PLTU Celukan Bawang. Alasannya, dampak perubahan iklim tidak dipertimbangkan dalam amdal. Di beberapa negara lain, analisis dampak perubahan iklim merupakan kewajiban hukum dalam pembangunan proyek yang menghasilkan emisi GRK signifikan. Daftar negara lainnya yang telah melakukan analisis dampak perubahan iklim cukup mengejutkan – seperti Pakistan dan Fiji, selain tentunya negara-negara maju seperti Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Dalam perimbangan kekuasaan, pengadilan – di mana pengambil kebijakan dan rakyat kecil berhadapan setara – terkadang merupakan satu-satunya ruang dialog di mana perbaikan kebijakan eksekutif dapat didorong secara partisipatif. Masyarakat pesisir Bali telah memulai dialog konstruktif agar pemerintah Indonesia lebih berhati-hati dalam menakar dampak perubahan iklim – agar laut tetap menghidupi, bukan membunuh. Penulis, Indonesian Center for Environmental Law
POJOK
Tak masuk bacaleg, sejumlah pengurus PAC dan DPC PDI-P Klungkung mundur. - Ini memang urusan kursi dan kekuasaan. *** Jenguk SBY di RSPAD, Presiden Jokowi obrolkan masalah kesehatan. - Kesehatan lebih penting dari uang. *** Syarat lolos bacaleg, kader diyakini mampu mendulang suara. - Dulang suara perlu uang.
Penulis, arsitek dan pemerhati tata ruang
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
7
Berkas Bacaleg Banyak Kurang Lengkap Dari Foto hingga Legalisir Ijazah Tabanan (Bali Post) Setelah pendaftaran dan penyerahan berkas bakal calon legislatif (bacaleg) ditutup Selasa (17/7) pukul 24.00 Wita, KPU Tabanan disibukkan dengan kegiatan verifikasi administrasi. Dari hasil verifikasi sementara, Ketua KPU Tabanan Ni Luh Darayoni saat dikonfirmasi Kamis (19/7) kemarin, mengatakan memang masih ada sejumlah masalah pada berkas pendaftaran. Rata-rata belum ada legalisir pada ijazah bakal caleg dan SKCK, serta kurang foto. “Ada memang beberapa berkas yang masih harus dilengkapi,” ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, sesuai Peraturan KPU RI No.5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan No. 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019, pendaftaran dan verifikasi calon anggota DPR, dan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, setelah tahapan pendaftaran bacaleg berakhir pada tanggal 17 Juli kemarin, selanjutnya dilakukan verifikasi. Verifikasi itu menyangkut kelengkapan administrasi daftar calon dan bakal calon pada tanggal 5 sampai 18 Juli 2018. Penyampaian hasil verifikasi kelengkapan administrasi daftar calon dan bakal calon kepada partai politik peserta pemilu pada 19 sampai 21 Juli 2018. Perbaikan daftar calon dan syarat calon anggota serta pengajuan bakal calon pengganti anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota pada tanggal 22 sampai 31 Juli 2018. Verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota pada tanggal 1 Agustus sampai 7 Agustus 2018. Penyusunan dan penetapan DCS (Daftar Calon Sementara) anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota pada tanggal 8 Agustus sampai 12 Agustus 2018. “Penyusunan DCT anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota akan dilaksanakan 14 September sampai 20 September, dan pengumuman DCT tanggal 21 September sampai 23 September 2018. (kmb28)
Bali Post/kmb24
TINGGI - Gelombang tinggi membuat nelayan memilih tidak melaut. Dalam foto tampak gelombang tinggi di Pantai Yeh Gangga, Tabanan.
Gelombang Tinggi, Nelayan Yeh Gangga Tak Melaut Kabupaten Tabanan I Ketut Arsanayasa, Kamis (19/7) kemarin, mengatakan setiap tahun wilayah perairan Tabanan mengalami siklus gelombang tinggi. Pihaknya memperkirakan kondisi ini akan terus berlanjut hingga akhir bulan Juli. Karenanya, nelayan telah diberikan informasi dan peringatan untuk tidak melakukan aktivitas
melaut selama siklus gelombang tinggi masih berlangsung. ‘’Tidak hanya melaut, kami juga menyarankan dan memperingati agar tidak melakukan aktivitas lain di laut seperti berenang. Sebab, gelombang tinggi yang terjadi saat ini juga menimbulkan arus yang kuat dan berbahaya bagi perenang terutama yang masih pemula,’’ jelas Arsanayasa.
Dikatakan, dari pengamatan di Pantai Yeh Gangga, rata-rata gelombang laut mencapai 3 hingga 4,5 meter. Ketinggian ini menyebabkan air laut menyentuh jalan. Untuk itu, pihaknya juga mengimbau kepada para nelayan menjauhkan jukung dan alat tangkap dari bibir pantai agar tidak ikut terseret gelombang.
Ada tiga perbekel di Tabanan yang masuk daftar bakal calon legislatif (bacaleg) pada Pileg 2019. Sesuai aturan KPU dan UU Desa No. 6 Tahun 2016 pasal 15 dan Perda tentang Desa, seorang perbekel yang nyaleg wajib mundur dari jabatannya. Di Tabanan, dari informasi yang santer terdengar ada tiga perbekel aktif yang ikut nyaleg, namun belum mengajukan surat pengunduran diri secara resmi kepada Bupati c.q. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).
surat keterangan dari instansi yang menyatakan bahwa surat pemberhentian sedang diproses. Ini sesuai UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU No. 20 Tahun 2018. “Kita sampaikan aturannya, bahwa yang bersangkutan (perbekel, red) harus membuat surat pernyataan pengunduran diri disampaikan ke instansi terkait dan KPU,” ucapnya. SK
pemberhentian dari bupati harus sudah diterima KPU hingga H-1 setelah DCT atau pada tanggal 19 September. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Dalam sepekan terakhir, para nelayan memilih tidak melaut. Pasalnya, gelombang laut sedang tinggi. Diperkirakan gelombang tinggi yang merupakan siklus tahunan ini akan berlangsung hingga akhir Juli mendatang. DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesai (HNSI)
Tiga Perbekel Nyaleg Belum Ajukan Surat Pengunduran Diri
Tabanan (Bali Post) -
RDKK Pupuk Subsidi Masih Fokus pada Tanaman Padi Tabanan (Bali Post) Pemerintah memberikan pupuk bersubsidi berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Lewat RDKK ini petani merancang kebutuhan pupuk untuk tanaman pertaniannya. Namun di Tabanan RDKK masih difokuskan pada tanaman padi. Ketika menanam palawija maupun hortikultura, beberapa petani mengeluh tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Padahal, jika dibuat RDKK-nya sejak awal, kebutuhan pupuk subsidi untuk tanaman palawija atau hortikultura dibantu alokasinya. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, Kamis (19/7) kemarin mengatakan, dalam siklus penanaman petani diusulkan untuk menyelingi tanaman palawija ataupun hortikultura setelah menanam padi. Siklusnya bisa dua kali padi, setelah itu palawija atau hortikultura. Dalam siklus penanaman ini, ternyata masih sedikit subak yang membuat RDKK pupuk subsidi untuk tanaman palawija ataupun hortikultura. Petani di Tabanan lebih fokus dalam membuat RDKK untuk tanaman padi. ‘’Sebenarnya jika petani dalam satu subak itu kompak untuk menanam satu jenis tanaman hortikultura atau palawija dan dibuat RDKK-nya, akan mendapatkan alokasi pupuk subsidi,’’ ujarnya. Sayangnya, karena tidak ditentukan jenis tanamannya, usai panen padi biasanya petani menanam hortikutura atau palawija secara bebas. Ada yang menanam sayur, jagung, kedelai, bawang merah, lombok ataupun bunga. ‘’Kalau seragam tentu lebih mudah membuat RDKK-nya. Tidak seragam pun sebenarnya bisa, asal RDKK-nya sesuai aturan. Pasti akan difasilitasi. Hanya sekarang subak mau membuatnya atau tidak,’’ jelas Wiadnyana. Lanjut Wiadnyana, setiap tanaman memiliki anjuran komposisi dalam pemakaiannya. Sehingga setiap tanaman prosentase pupuknya berbeda. Sementara untuk penyerapan pupuk bersubsidi sendiri, kata Wiadnyana ada beberapa daerah yang di bawah 50 persen, namun ada yang sudah di atas 70 persen. Penyerapan pupuk bersubsidi katanya akan mengalami puncaknya pada Oktober hingga Desember untuk tanaman padi dan bulan Agustus untuk perkebunan. ‘’Pusat menargetkan penyerapan pupuk subsidi di Bali sebanyak 60 persen hingga Juni. Sementara puncak penyerapan Agustus untuk perkebunan dan Oktober hingga Desember untuk tanaman padi. Ini kita sudah konsultasikan ke pusat melalui provinsi, sehingga tidak terjadi pemotongan kuota nantinya,’’ jelas Wiadnyana. (kmb24)
Ketiga perbekel tersebut yakni Perbekel Desa Timpag Kecamatan Kerambitan I Gusti Wayan Sukawahana, Perbekel Desa Banjar Anyar Kecamatan Kediri I Made Budiana, dan I Wayan Wiryana, Perbekel Desa Kuwum Kecamatan Marga. “Memang ada yang sudah menyampaikan secara lisan, tetapi belum mengajukan secara resmi,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Roemi Listyowati, Kamis (19/7) kemarin. Terkait hal itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan KPU terkait dengan syarat-syarat yang dikeluarkan KPU. “Tentu saja syaratsyarat yang mereka butuhkan harus kami layani, tetapi kami belum dapat informasi terkait syarat apa saja yang dibutuhkan oleh KPU, nanti petugas saya suruh koordinasi
lagi,” terangnya. Jika ketiga perbekel tersebut dipastikan terus melaju ke perhelatan pileg, secara otomatis sesuai undang-undang dan aturan yang ada mareka sudah harus mengundurkan diri. Nantinya posisi mereka akan diisi oleh penjabat sementara (PJ) yang ditunjuk oleh bupati sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh camat setempat. “PJ ini statusnya PNS dan akan menjabat sampai dengan pelantikan perbekel baru,” pungkasnya. Ditemui terpisah, Ketua KPU Tabanan Ni Luh Darayoni mengakui dari DPMD sudah melakukan koordinasi terkait aturan perbekel yang nyaleg. Mereka harus melengkapi surat pengunduran diri, tanda terima surat pengunduran diri dari instansi bersangkutan dan
0361-812519
Polsek Kediri
0361-812280
Polsek Marga
0361-8946155
Polsek Kerambitan
0361-8943991
Polsek Selemadeg
0361-8943669
Polsek Pupuan
0362-71110
Polsek Penebel
0361-819194
Polsek Baturiti
0368-21110
Polsek SelTim
0361-8509985
Damkar
0361-812113
BPBD
0361-7809054
PDAM
0361-9311213,
0361-9311706
BRSU Tabanan UGD RSU Tabanan RS Kasih Ibu
0361-811027 0361-819810 0361-3005757
Memang ada yang sudah menyampaikan secara lisan, tetapi belum mengajukan secara resmi. Terkait hal itu, kami akan melakukan koordinasi dengan KPU terkait dengan syarat-syarat yang dikeluarkan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Roemi Listyowati
Belum Banyak UMKM Urus HKI
Tabanan Polres Tabanan
Karena tidak bisa melaut, nelayan saat ini mengisi waktunya memperbaiki maupun menyiapkan alat tangkap. Terlebih awal Agustus saat gelombang diramalkan sudah mereda merupakan musim lobster. ‘’Dari pengalaman sebelumnya, musim lobster dimulai Agustus hingga April,’’ ujar Arsanayasa. (kmb24)
Bali Post/kmb24
UMKM - Kopi Leak merupakan salah satu produk UMKM di Tabanan. Pemerintah saat ini mendorong UMKM mengurus HKI.
Tabanan (Bali Post) Tabanan memiliki setidaknya 39.000 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terjun di berbagai bidang usaha, seperti jasa, produk makanan dan minuman, sandang dan kerajinan. Guna melindungi merk UMKM sekaligus meningkatkan nilai produknya, pemerintah pusat meluncurkan program pembiayaan gratis untuk pengurusan HKI (Hak Kekayaan Intelektual), seperti hak merek dan hak cipta maupun sertifikat halal bagi UMKM seluruh Indonesia. Program yang dimulai sejak tahun 2015 ini masih belum banyak dilirik UMKM di Tabanan. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah, Kamis (19/7) kemarin mengatakan, dari 39 ribu UMKM tidak semua memerlukan pengurusan hak merk maupun hak cipta. Sebab ada yang terjun dalam dunia jasa. Pengurusan HKI yang didorong adalah UMKM yang terjun dalam usaha produk makanan dan minuman maupun produk kerajinan dan pakaian. Sejak tahun 2015 hingga tahun 2018, lanjut Dalem
Tresna, terdata 103 UMKM yang diusulkan untuk mengikuti program pengurusan HKI secara gratis ini. Dari jumlah tersebut, 80 mengurus hak merk, sembilan mengurus hak cipta dan 14 mengurus sertifikat halal. Hasilnya, dari 103 yang diusulkan, sudah terbit sebanyak 15 pengusulan yang terdiri atas 12 hak merk dan tiga hak cipta. Sementara sertifikat halal masih belum terbit dari jumlah yang diusulkan. Diakuinya dalam mengurus HKI ini membutuhkan waktu cukup lama di pusat. Sebab pengusulan HKI ini tidak hanya UMKM dari Tabanan saja tetapi secara nasional. ‘’Dari pengalaman pengajuan HKI untuk UMKM di Tabanan saja membutuhkan waktu kurang lebih tiga tahun baru terbit. Ada HKI yang diusulkan tahun 2015 baru terbit tahun 2018,’’ jelas Dalem Tresna. Mengenai masih sedikitnya UMKM yang mau mengurus HKI ini dikarenakan banyak yang memiliki mindset jika produknya tidak dijual ke luar Tabanan ataupun ke luar Bali. ‘’Masih ada pelaku UMKM tidak berpikir untuk mengembangkan
pasarnya ke luar Tabanan dan Bali. Sehingga merasa tidak perlu mengurus HKI. Padahal ini sangat penting, terutama untuk melindungi usaha mereka serta peningkatkan kualitas produknya,’’ ujarnya. Dicontohkannya, untuk UMKM usaha makanan dan minuman yang mengurus HKI tentu dalam persyaratannya harus memiliki Izin Pangan Rumah Tangga (IPRT) yang diurus ke Dinas Kesehatan. Jika sudah memiliki IPRT, artinya produksinya sehat dan aman. Ini menjadikan jaminan pelaku usaha dalam menjual produksinya ke pasaran. Dengan adanya merk, maka pelaku usaha UMKM akan semakin mudah menjual produknya di pasaran dan menjadi tanda pengenal ke konsumen. Kesempatan mengurus HKI, lanjut Dalem Tresna, harus dimanf aatkan secara maksimal oleh pelaku UMKM. Sebab, seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah. Jika secara individu pengurusan HKI dikenakan biaya dari Rp 200 ribu hingga Rp 4 juta, tergantung jenis pengurusannya. (kmb24)
BULELENG
8
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
Verifikasi Berkas Bacaleg
Bali Post/kmb38
HARGA MELONJAK - Harga telur dan daging ayam broiler sejak satu minggu terakhir mengalami lonjakan secara signifikan. Akibatnya, transaksi penjualan dua komoditas ini turun karena konsumen beralih ke komoditas lain.
Pasokan Menurun
Harga Telur dan Daging Ayam Melonjak Singaraja (Bali Post) – Sejak satu minggu terakhir, harga telur dan daging ayam di beberapa pasar tradisional di Buleleng naik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Ini terjadi karena pasokan dari peternak menurun. Akibat lonjakan harga tersebut, pedagang pun mengeluh karena penjualan mereka turun akibat konsumen beralih ke komoditas lainnya. Seorang pedagang, Nyoman Gunung, Kamis (19/7) kemarin mengatakan, harga telur sebelumnya Rp 38.000 tiap kerat yang berisi 30 butir. Sekarang harganya naik menjadi Rp 42.000 per kerat untuk telur ayam broiler ukuran kecil. Sedangkan ukuran lebih besar atau bisa yang disebut telur super harganya mencapai Rp 44.000 per kerat. Telur itik (bebek - red) juga mengalami hal yang sama. Sebelumnya, harga telur itik Rp 75.000, sekarang naik menjadi Rp 80.000 per kerat. Demikian juga telur ayam kampung juga naik Rp 65.000 per kerat. Sejak kenaikan itu, Nyoman Gunung mengaku penjualannya mengalami penurunan signifikan. Kebanyakan konsumen mengurangi membeli telur. Bahkan, ada yang beralih ke komoditas lainnya. ‘’Saat saya beli harganya sudah naik. Kami tidak tahu apa sebabnya. Karena dari pemasok harganya naik. Ya, kami juga patok harga ke konsumen naik,’’ katanya. Hal yang sama juga terjadi untuk daging ayam. Harga daging ayam sekarang antara Rp 40.000 sampai Rp 45.000 tiap kilogramnya. Padahal sebelumnya, harga daging ayam di pasaran Rp 32.000 per kilogram. Kenaikan ini juga membuat penjualan daging ayam sedikit turun dibandingkan sebelumnya. Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng Ketut Suparto membenarkan harga telur dan daging ayam naik. Suparto mengatakan sejak terjadi kenaikan, dirinya sudah melakukan penelusuran di lapangan. Hasilnya, kenaikan komoditas ini karena produksi telur dan daging di peternak turun. Ini karena pengaruh musim kemarau dan ayam tidak bisa bertelur optimal ketika musim kemarau. Selain itu, dia mendapat informasi kalau peternak terpaksa menaikkan harga jual telur atau ayam hidup. Hal itu disebabkan harga pakannya ikut melonjak. ‘’Kami sudah pantau dan memang harga telur dan daging ayam naik sejak seminggu ini. Pasokan masih aman, namun jumlahnya tidak sebanyak pasokan sebelumnya karena memang produksi di peternak turun,’’ katanya. Saat ini, kata Suparto, pihaknya masih melakukan survei harga. Jika dalam beberapa hari ke depan, harganya terus melonjak dan persediaan semakin turun, maka Disdagprin bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan menggulirkan operasi pasar telur atau juga daging ayam. ‘’Kami masih survei dan kalau lonjakan harganya semakin tinggi, operasi pasar akan kami lakukan bersama TPID,’’ jelasnya. (kmb38)
Tingkatkan Akuntabilitas Pemerintahan
Singaraja (Bali Post) – Dalam upaya meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah, Pemkab Buleleng mengggelar sosialisasi penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Sosialisasi ini digelar selama dua hari, Kamis (19/7) dan Jumat (20/7) ini. Sekab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. usai membuka sosialisasi itu mengatakan, laporan akuntabilitas sistem kinerja itu menjadi perhatian pusat. Karena itu, upaya meningkatkan dan mempertahankan kinerja pemerintahan harus senantiasa digenjot. Makanisme kinerja yang baik itu penting dilakukan semua pihak. Apalagi, hasil uji dan juga evaluasi dari pemerintah pusat dalam hal ini, Pemkab Buleleng mendapat poin B. Pihaknya mengingatkan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar dapat memahami SAKIP itu. “Kita harus lebih serius menjalankan kinerja pemerintahan agar bisa nilainya terdongkrat menjadi dobel B,” pintanya. Asisten Administrasi Pemerintahan Sekkab Buleleng Made Arya Sukerta, S.H. mengatakan, seluruh perangkat daerah wajib mengetahui fungsi SAKIP dalam manajemen pemerintahan. Ini untuk mencapai akuntabilitas kinerja pemerintah yang berorientasi peningkatan pengetahuan, keterampilan, membuat agenda program secara strategis dan juga pelaporan kinerja yang baik. “Tahun 2017 sesuai hasil penilaian, SAKIP kita dapat nilai B, ke depan harus lebih ditingkatkan lagi menjadi predikat BB,” harapnya. (kmb38)
Rusak Berat, Ruang Guru SDN 3 Sukasada
Singaraja (Bali Post) – Guru SDN 3 Sukasada belakangan ini terpaksa menempati ruangan yang kurang nyaman. Hal itu disebabkan bangunan yang sejak lama difungsikan untuk ruang guru dan juga ruang kepala sekolah itu rusak berat. Bahkan, pada musim hujan sebelumnya, guru dan kepala sekolah harus mengungsi menempati ruang perpustakaan yang ada di sekolah itu. Pasalnya, ruang mereka kebanjiran akibat bocor dan plafonnya jebol. Tidak itu saja, toilet untuk siswa dan guru di sekolah itu juga mengalami hal serupa. Kepala SDN 3 Sukasada A.A. Ayu Bintang Marhaeni, Kamis (19/7) kemarin, mengatakan ruang guru dan kepala sekolah ini berukuran 6 x 4 meter persegi. Sejak kerusakan terjadi, ruangan itu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik sudah lebih dari satu tahun. Karena itu, kalau terjadi hujan, guru harus memanfaatkan ruang perpustakaan. Meski tidak representatif, pihaknya terpaksa menggunakan ruangan tersebut. Ini karena upaya perbaikan belum bisa direalisasikan. Selain itu, ruangan toilet di sekolah juga tidak layak pakai. Di SD itu ada 270 murid memanfaatkan dua unit toilet. Sedangkan dua unit toilet tidak bisa difungsikan akibat rusak parah. “Kondisi ini telah dilaporkan secara tertulis. Bahkan, pihak Disdikpora sudah melakukan survei. Karena belum ada perbaikan, sekarang ini kami terpaksa menggunakan ruang itu, menunggu realisasi perbaikan,” tegasnya. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) mengatakan, pihaknya telah menugaskan konsultan untuk menghitung biaya untuk perbaikan ruang guru tersebut. Total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan itu mencapai Rp 600 juta. Apakah perbaikan dilakukan 2018 atau tahun depan, Suyasa mengaku masih memastikan kondisi anggaran APBD Perubahan 2018. Alasannya, karena tahun ini, anggaran terserap untuk perbaikan kerusakan sekolah akibat bencana alam. (kmb38)
KPU Temukan Bacaleg Didaftarkan di Dua Parpol Singaraja (Bali Post) –
Pascapenutupan batas akhir pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD, sejauh ini KPU Buleleng telah menyelesaikan penelitian dan verifikasi berkas yang diajukan oleh 14 partai politik (parpol) itu. Hasilnya, KPU menemukan satu orang bacaleg didaftarkan di dua parpol berbeda. Atas penemuan itu, KPU masih menunggu keputusan rapat pleno, apakah bacaleg yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat atau sebaliknya. Ketua KPU Buleleng Gede Suardana di ruang kerjanya, Kamis (19/7) kemarin, mengatakan satu nama bacaleg yang didaftarkan di dua parpol itu belum diumumkan. Hanya, dari penelitian dan verifikasi yang dilakukan, ada nama bacaleg yang mendaftar di dua parpol berbeda. Demikian pula dua parpol yang mencalonkan satu nama bacaleg itu juga belum diumumkan. Sejauh ini, KPU masih menunggu keputusan rapat pleno dan penandatanganan berita acara hasil penelitian dan verifikasi berkas bacaleg yang dijadwalkan Jumat (20/7) ini. ‘’Kami tidak menyebut nama dulu. Kami masih menunggu
rapat pleno. Yang jelas, sesuai regulasi yang mengatur, bacaleg yang sah itu adalah satu orang bacaleg itu hanya didaftarkan oleh satu parpol yang tercatat sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019,’’ katanya. Temuan lain dalam penelitian dan verifikasi berkas administrasi bacaleg, lanjut Suardana, adalah bacaleg yang berlatar belakang perbekel desa yang masih aktif. Namun, yang bersangkutan belum menyerahkan surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatannya saat ini. Dari informasi yang berkembang di lapangan, ada tiga bacaleg yang sekarang ini menjabat perbekel desa
masih aktif. Malah ketiganya ‘’nyaleg’’ lewat partai besar. Sesuai ketentuan, pejabat pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan perbekel desa wajib melampirkan surat pernyataan mengundurkan diri dari pejabat berwenang paling lambat 19 September 2018. Kalau sampai batas waktu itu tidak melampirkan surat pernyataan mengundurkan diri pada berkas itu, maka secara otomatis KPU tidak akan menetapkan bacaleg itu menjadi caleg. ‘’Ini juga saya tidak menyebut nama. Pastinya, kami temukan bacaleg dari perbekel desa yang belum menyerahkan
surat pernyataan pengunduran dirinya. Kita tunggu sampai batas akhir menyerahkan surat pengunduran diri pada 19 September 2018 mendatang,’’ katanya. Di sisi lain, temuan yang paling banyak dari hasil penelitian dan verifikasi adalah berkas administrasi yang belum disahkan atau dilengkapi surat pendukung. Suardana mencontohkan, ijazah bacaleg yang belum dilegalisasi oleh lembaga penerbit ijazah yang bersangkutan. Selain itu, dalam berkas itu ada nama bacaleg yang dilengkapi gelar pendidikan, namun setelah dipelajari belum ada ijazah yang mendukung terbitnya gelar tersebut. Tidak itu saja, masih ada berkas bacaleg yang belum melengkapi surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Atas semua temuan itu, KPU memberikan kesempatan kepada parpol peserta pemilu melakukan perbaikan berkas
mulai Sabtu (21/7) besok hingga Selasa (31/7) mendatang. Setelah batas waktu perbaikan ini KPU baru akan mengumumkan apakah bacaleg itu dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS) atau memenuhi ayarat (MS). Seperti diberitakan sebelumnya, KPU menerima bacaleg DPRD Buleleng 472 dari 16 parpol di Buleleng. Rinciannya 192 orang bacaleg perempuan dan 280 bacaleg laki-laki. Dua parpol yakni PKS dan PKPI tidak mendaftarkan bacalegnya hingga pendaftaran ditutup Selasa (17/7) pukul 24.00 Wita yang lalu. Rincian bacaleg dari 14 parpol yakni Perindo 45 orang, NasDem 45 orang, PDI Perjuangan 45 orang, Demokrat 45 orang, PSI 41 orang, Golkar 45 orang, PKB 11 orang, Gerindra 45 orang, Garuda 28 orang, PBB 3 orang, Hanura 45 orang, PAN 19 orang, PPP 12 orang, dan Berkarya 43 orang. (kmb38)
Dipicu Penurunan Gaji
Karyawan RS KDH Bross Mengadu ke Disnakertrans Sejumlah karyawan Rumah Sakit Karya Dharma Husada (KDH) Bross Singaraja, Kamis (19/7) kemarin mengadu ke kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Buleleng. Mereka keberatan karena gaji karyawan di sana diturunkan dari perjanjian kontrak yang ditandatangani sebelumnya. Penurunan gaji pekerja kontrak ini karena rumah sakit telah diambil alih oleh manajemen Rumah Sakit Bali Royal yang menjadi Rumah Sakit KDH Bross Singaraja. Bagaimanakah latar belakangnya sehingga karyawan sampai mengadu ke Disnakertrans? SEBENARNYA ada sekitar 50 pekerja yang statusnya pegawai kontrak. Mereka merupakan karyawan saat masih manajemen Rumah Sakit KDH. Sejak beralih kepemilikan dan perubahan manajemen, gaji puluhan pekerja jauh di bawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Buleleng. Tidak terima keputusan manajemen KDH Bross Singaraja, karyawan itu mengadukan masalah ini kepada Disnakertrans. Sayang, pengaduan yang ditindaklanjuti dengan mediasi mendatangkan pihak manajemen KDH Bross itu gagal menemukan titik temu. Ketut Eyik bekerja sebagai sopir ambulans menuturkan, perselisihan ini terjadi sekitar April 2018 lalu. Saat itu dirinya diberi tahu oleh manajemen bahwa pekerja yang terikat perjanjian dengan manajemen KDH akan dievaluasi. Kebijakan manajemen KDH Bross menyatakan gaji pekerja kontrak Rp 800.000 per bulan. Dia meminta digaji Rp 1,5 juta per bulan. Namun, pihak manajemen KDH Bross Singaraja tidak menyetujui. Eyik kemudian mengadukan perselisihan itu kepada manajemen KDH Bross di Denpasar. Tetapi, gagal menemukan titik temu, sehingga langkah terakhir meminta Disnakertrans memfasilitasi penyelesaian masalah
tersebut. Penurunan yang signifikan itu membuat para karyawan kecewa. Pasalnya, dia sebelumnya mendapat gaji pokok dan tunjangan Rp 2 juta per bulan. Atas keputusan manajemen itu, Eyik berusaha bertahan karena pada saat itu kalau tidak menandatangani perjanjian gaji yang baru, manajemen tidak mencairkan tunjangan hari raya (THR) Galungan. ‘’Manajemen sedang mengevaluasi dan waktu itu saya dan temanteman terpaksa menerima sebab kalau tidak THR tidak akan cair. Dulu, gaji pokok saja Rp 1,7 juta dan tambah uang lembur atau tambahan saat mengantar pasien, sebulan saya dapat gaji Rp 2 juta, dan sekarang saya dikasi Rp 800.000 per bulan,’’ keluhnya. Lain lagi diungkapkan pekerja kontrak sebagai perawat, Nyoman Budiarsa. Pria asal Desa Padangbulia, Sukasada itu mengaku kontraknya baru berjalan enam bulan di bawah manajemen KDH Bross. Dia mendapat gaji pokok Rp 1.100.000 ditambah tunjangan profesi Rp 350.000, sehingga dirinya mendapat gaji Rp 1.450.000 per bulan. Rekan sesama perawat kontrak lama digaji Rp 2 juta per bulan. Budiarsa merasa resah dengan keputusan manajemen mengevaluasi pembayaran gaji yang dinilai merugikan
pekerja itu. ‘’Tidak tahu pekerja dengan kontrak setelah KDH Bross akan dievaluasi juga sama teman-teman yang sudah duluan di sana. Sebab, gajinya beda-beda walau bidang tugasnya sama seperti perawat. Ada teman yang sudah kontrak lama dan akan berakhir bulan September ini digaji Rp 2 juta,’’ katanya. Atas keresahan yang terjadi, pekerja KDH Bross Singaraja menuntut perusahaan agar bersikap profesional membayar gaji pekerja berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah. Pekerja ini menuntut gaji Rp 1,7 juta per bulan di luar tunjangan dan jasa lain. ‘’Kalau kami digaji Rp 800.000 apakah cukup dan sesuai UMK dan KHL. Harusnya perusahaan siap dengan semua risiko jangan di untungnya saja tapi kalau rugi ya… hak kami dikorbankan dengan cara tidak baik seperti ini,’’ jelas Ayik sembari diiyakan pekerja lain. Menanggapi keberatan pekerja itu, Manajer Reprsentatif Rumah Sakit KDH Bross Singaraja dr. Gede Harsa Wardana mengatakan, keputusan evaluasi gaji ini karena rumah sakit sedang peralihan manajemen yang baru. Sejak diambil alih Agustus 2017, evaluasi manajemen dilakukan selama setahun. Dalam penyesuaian manajemen ini, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan pembayaran gaji pegawai kontrak Rp 800.000. Namun, pekerja di bidang-bidang lain, sebut dr. Harsa, sudah mengikuti standar UMK. Penyesuaian itu, kata dr. Harsa Wardana, dilakukan karena pihaknya masih mencari formula pengupahan yang baik dan tidak merugikan rumah sakit dan pekerja itu sendiri. Hanya, dia belum menyetujui permintaan pekerja yang mem-
Bali Post/kmb38
KEBERATAN GAJI DIPANGKAS - Pekerja Rumah Sakit KDH Bross Singaraja mengadu ke Disnakertrans karena gaji mereka dipangkas sejak rumah sakit berganti kepemilikan. inta gaji Rp 1,7 juta per bulan dengan alasan masih dibahas pihak owner dan pemegang saham. ‘’Kami sudah sampaikan evaluasi ini karena kami masih melakukan pengalihan manajemen dan kalau kita lihat dari manajemen lama memang belum ada SK pengupahan jelas, sehingga dengan peralihan kepemilikan ini, owner bersama pemegang saham termasuk menawarkan kepada pekerja untuk sementara dinolkan dulu,’’ katanya. Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dewa Putu Susrama mengatakan, kalau perselisihan ini tidak bisa
diselesaikan, perusahaan bisa mengajukan penangguhan pembayaran gaji dengan standar UMK. Sebelum penangguhan itu disetujui, pemerintah akan melakukan audit untuk menentukan perusahaan merugi atau sebaliknya. Keputusan perselisihan di provinsi ini diputuskan oleh Gubernur Bali. ‘’Kalau digaji Rp 800.000 itu jelas melanggar dan kebijakan perusahaan itu bisa dibatalkan secara hukum. Saat ini kami masih memfasilitasi mediasi untuk diselesaikan di daerah, tapi kalau tetap gagal, ini bisa dilanjutkan ke provinsi dan perusahaan akan diaudit,’’ jelasnya. (mud)
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
GIANYAR
9
Gelombang Laut Tinggi
BPBD Imbau Nelayan Tak Melaut Gianyar (Bali Post) -
Dalam beberapa hari terakhir, gelombang laut khususnya di kawasan perairan Kabupaten Gianyar sedang tinggi-tingginya. Bahkan, nelayan di Ketewel nyaris meregang nyawa, Rabu (18/7) lalu akibat perahunya terhempas gelombang setinggi sekitar tujuh meter. Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar mengimbau nelayan untuk sementara waktu tidak melaut. Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya, Kamis (19/7) kemarin, mengungkapkan imbauan agar nelayan tidak melaut di tengah kondisi gelombang tinggi, sudah disampaikan jajarannya yang bertugas di lapangan. Pihaknya tidak ingin ada nelayan yang mengalami musibah saat melaut, apalagi sampai kehilangan nyawa. ‘’Tetapi kadang nelayan yang memiliki pengalaman lebih, biasanya tetap memaksa melaut. Tapi kita tetap berupaya mengimbau agar ditahan dulu melautnya sembari menunggu kondisi gelombang lebih bersahabat,’’ katanya. Dijelaskannya lebih lanjut, di beberapa kawasan di Pulau Jawa, telah ter-
jadi musibah perahu nelayan yang terbalik dihantam gelombang besar. Pihaknya berharap hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi nelayan di Gianyar untuk lebih memperhatikan keselamatan. ‘’Jangan sampai ada korban jiwa. BPBD Gianyar sendiri tetap waspada di titik-titik pantai. Selain itu, kami tetap melaksanakan patroli,’’ tegasnya. Sementara itu, seorang nelayan I Nyoman Lencod pada Rabu lalu hampir meregang nyawa setelah perahu yang ia bawa dihantam gelombang hingga terbalik. Tinggi gelombang siang itu sekitar tujuh meter. Musibah yang dialami nelayan 45 tahun asal Banjar Rangkan Desa Ketewel
itu dipicu mesin perahu yang mati saat gelombang tinggi. Lencod mengaku lupa memompa mesin sebelum melaut. Kondisi yang belum stabil membuat mesin rusak saat dihantam gelombang tinggi. ‘’Saking kerasnya hantaman gelombang, perahu yang saya kemudikan sendiri itu sampai terbalik,’’ ungkap Lencod saat ditemui di kediamannya, kemarin. Saat kejadian secara spontan bapak dua anak ini melompat tanpa memakai pelampung ataupun alat keselamatan lainnya. Ia pun sempat berpikir akan kehilangan nyawa. ‘’Terlebih dahulu saya jatuh tepat pada gulungan ombak. Berkali-kali rasa tubuh saya ditarik gulungan ombak,’’
ungkapnya. Diperkirakan kala itu ia sempat tenggelam sekitar dua menit. Dia tetap berusaha keras berenang ke tepian dengan mengikuti arah gulungan ombak yang menuju bibir pantai. Perjuangannya berenang melawan ganasnya ombak berlangsung sekitar 20 menit. Ia berhasil ke tepian dengan napas terengah-engah. Setelah di darat, Lencod mendapati lutut kaki kirinya dan tangan mengalami luka lecet. ‘’Untung gak kena mesin pas di air,’’ ujarnya. Setelah mengalami musibah itu, Lencod yang hobi mancing ini mengaku masih trauma untuk kembali melaut. Apalagi belakangan ini gelombang laut cukup ekstrem. Lencod tak pernah mengira akan mengalami musibah itu. Dari kejadian ini, pihaknya pun berharap adanya bantuan alat keselamatan dari pemerintah. Terlebih dir-
inya sudah tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (Kube) Segara Windu, Banjar Rangkan, Ketewel. Dikatakannya, selama ini sekretariat Kube dikunjungi petugas dari instansi terkait. Namun sejauh ini petugas hanya sebatas mengecek hasil tangkapan nelayan. Hingga kini Kube yang beranggotakan 82 nelayan ini hanya memiliki satu alat keselamatan berupa pelampung. ‘’Alat itupun tentunya tidak maksimal digunakan karena sekali melaut bisa belasan hingga puluhan nelayan yang berangkat,’’ keluhnya. (kmb35)
NELAYAN - I Nyoman Lencod, nelayan asal Ketewel yang nyaris tewas akibat perahunya terempas gelombang tinggi.
’’Grand Opening’’ Krisna Bali Souvenir Center Blangsinga
PENYEMATAN PIN - Kepala BNNP Bali menyematkan pin kepada relawan antinarkoba.
Peringatan HANI di Gianyar
BNN Galakkan Gerakan Melawan Narkoba
BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Balai Budaya Gianyar, Kamis (19/7) kemarin. Peringatan HANI bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar menyatukan tekad demi mewujudkan tatanan kehidupan yang terbebas dari narkoba. ‘’Seharusnya HANI diperingati tanggal 26 Juni, namun karena bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, maka baru bisa dilaksanakan hari ini,’’ ujar Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa. Menurutnya, HANI memiliki makna keprihatinan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Maka dari itu, dibutuhkan suatu gerakan untuk menyadarkan seluruh masyarakat. Hal ini untuk membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas narkoba. Dia menyatakan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan suatu kejahatan luar biasa. Sebuah kejahatan yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Kepala BNNP Bali Irjen Pol. Putu Gede Suastawa mengatakan, pararem desa sangat efektif menekan peredaran narkoba. Ia pun mengimbau agar setiap desa memiliki pararem antinarkoba. ‘’Pararem dalam hal ini merupakan suatu hukum adat yang diharapkan mampu mengingatkan masyarakat untuk menjauhi narkoba,’’ katanya. Suastawa juga menyampaikan, guna mempercepat pembuatan pararem, bisa dengan mengumpulkan para bendesa untuk diajak berdiskusi serta diberikan contoh pararem yang ada dan telah diterapkan di beberapa desa pakraman. Pararem tidak terlepas dari desa, kala dan patra berikut local genius di masing-masing wilayah desa pakraman. Referensi pararem yang sudah bisa disesuaikan oleh desa pakraman yang belum memiliki pararem antinarkoba. Dengan pararem, diharapkan ada peran aktif dari pecalang, relawan dan yowana untuk mencegah narkoba. Mewakili Pj. Bupati Gianyar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Ida Ayu Cahyani Widyawati mengatakan, sebagai salah satu upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba khususnya di Kabupaten Gianyar, telah dibentuk relawan antinarkoba di berbagai kalangan komunitas masyarakat bahkan sampai lingkungan sekolah. Ke depan relawan antinarkoba diharapkan menjadi penggerak penyebarluasan informasi tentang bahaya penggunaan narkoba. Sementara itu, peringatan HANI tahun ini dirangkaikan penyematan pin bagi relawan oleh Kepala BNNP Bali dan penyerahan piagam penghargaan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. (bns1)
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianyar - 947261 BNN Kab. Gyr. - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289 Koramil Blahbatuh - 941167 K o r a m i l Te g a l l a l a n g 974792 Koramil Tampaksiring -
901601 Koramil Sukawati - 297564 Koramil Ubud - 975314 Koramil Payangan - 974793 Siaga Lantas/ TMC Gianyar - 945820 Polsek Gianyar - 944510 Polsek Blahbatuh - 941165 Polsek Tampsiring - 901110 Polsek Tegallalang - 901575 Polsek Sukawati - 298723 Polsek Ubud - 975316 Polsek Payangan -974794 Unit Kesehatan Matra - 972913 Ambulan Pelayanan Sosial - 945322
PEMILIK Krisna Oleholeh Gusti Ngurah Anom atau yang akrab disapa Ajik Cok Krisna membuka outlet baru di Desa Blangsinga Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Grand opening Krisna Bali Souvenir Center dilaksanakan pada Rabu (18/7) malam. Pembukaan itu dihadiri Tenaga Ahli Bidang Manajemen Strategis Kemenpar RI Priyantono Rudito, Bupati Buleleng I Putu Agus Suradnyana, Asisten I Setda Gianyar Wayan Suardana, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, puluhan tokoh masyarakat serta para guide dari Jawa dan Bali. Priyantono Rudito pada kesempatan itu mengucapkan selamat atas pendirian Krisna Bali Souvenir Center. Dikatakannya, keberadaan pusat oleh-oleh merupakan poin penting dalam industri pariwisata. ‘’Karena itu saya menyambut baik dibukanya Krisna
GRAND OPENING - Suasana grand opening Krisna Bali Souvenir Center yang berlokasi di Desa Blangsinga Kecamatan Blahbatuh. ini. Selain itu, daya tarik desa ini pasti akan bisa meningkat,’’ katanya. Menurutnya, dibukanya pusat oleh-oleh ini juga akan membuat industri kreatif bergairah, yang sekaligus bisa menjadi penghasil pendapatan daerah terbesar. Ia juga mengatakan,
keberadaan Krisna Bali Souvenir Center ini akan menambah nilai Bali di sektor pariwisata. ‘’Bali sesungguhnya sudah punya kekuatan secara kultur dan nature. Sekarang dengan keberadaan ini, akan menambah nilai Bali sebagai daya tarik,’’ jelasnya.
Pihaknya pun berharap keberadaan Krisna Bali Souvenir Center ini dapat menambah daya tarik wisata, sehingga target kunjungan 20 juta wisatawan tahun ini dapat tercapai. ‘’Harapan kita, ini mendapat sambutan baik dan kita semakin mencintai kekayaan bangsa
sendiri, karena di sini ada banyak nilai, tidak hanya kultur tetapi juga activity,’’ ungkapnya. Sementara itu, Ajik Cok Krisna berharap berdirinya Krisna Bali Souvenir Center di Desa Blangsinga dapat turut serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. ‘’Saya berdoa kepada teman-teman semua, semoga Krisna berjalan lancar. Dan saya yakin, desa di sekitar ini ekonominya juga akan meningkat,’’ ujarnya. Dipaparkannya, Krisna Bali Souvenir Center berdiri di atas lahan seluas tiga hektar. Dipilihnya lokasi tersebut, karena Gianyar merupakan tempat kelahiran orangtua dari Ajik Cok Krisna. ‘’Kalau saya kelahiran Singaraja, kalau ayah saya kelahiran di sini. Makanya saya ingin mengabdi untuk tanah leluhur saya yang di Gianyar,’’ tegasnya. (ad1034)
KB GRATIS - Pelayanan KB gratis yang digelar Kodim 1616/Gianyar di Pasar Umum Payangan, Kamis (19/7) kemarin.
Bali Post/nik
Kodim Gelar Pelayanan KB Gratis
Gianyar (Bali Post) Kodim 1616/Gianyar bekerja sama dengan Pemkab Gianyar menggelar operasi bakti KB di depan Pasar Umum Payangan, Gianyar, Kamis (19/7) kemarin. Pelayanan KB gratis ini pun diikuti antusias ibu-
ibu yang berasal dari lokasi tersebut. Di lokasi itu, warga mendapatkan sejumlah pelayanan KB seperti pemasangan KB IUD, pemeriksaan KB pria (MOP) dan pemeriksaan Implan. Dandim 1616/Gianyar Letkol
Kav. Asep Noer Rohkmat menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud partisipasi TNI dalam rangka membantu masyarakat di perdesaan terkait masalah KB. ‘’Kami bekerja sama dengan pemerintah secara berkesinambungan
dengan memanfaatkan program KB,’’ katanya. Sinergi ini pun akan terus dilanjutkan, terlebih masih banyak ibu-ibu yang belum ber-KB terutama di pelosok perdesaan. ‘’Melalui jajaran Babinsa Kodim 1616/ Gianyar, kami berupaya
mendata dan memberikan informasi kepada pihak BKKBN terutama PLKB yang berada desa, bila ada ibu-ibu yang belum menggunakan alat kontrasepsi maupun yang berniat memasang alat kontrasepsi,’’ katanya. (kmb35)
Sehari, Satpol PP Amankan Dua ODGJ
Gianyar (Bail Post)Satpol PP Gianyar mengamankan dua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam sehari, Kamis (19/7) kemarin. Kedua ODGJ diamankan dari dua tempat berbeda, yakni Kelurahan Bitera dan Kelurahan Beng. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gede Agusnawa menjelaskan, awalnya petugas menerima laporan dari petugas di Kelurahan Bitera terkait keberadaan ODGJ berinisial DAJ yang mengganggu ketertiban umum.
Sejumlah petugas yang dikomandoi Wayan Nasta pun langsung bergerak mendatangi rumah yang bersangkutan di Banjar Pacung Kelurahan Bitera, sekitar pukul 12.30 Wita. Ketika didatangi petugas, DAJ sempat mempertanyakan maksud kedatangan petugas. Bahkan perempuan 40 tahun itu meminta surat tugas petugas Satpol PP. Tidak hanya itu, putri dari DAJ turut mempertanyakan kedatangan petugas, teru-
tama terkait laporan yang menyebut ibunya gila. ‘’Malahan putrinya ini yang teriak marah-marah. Mungkin karena tidak terima ibunya disebut gila, apalagi sampai didatangi petugas,’’ ungkap Cokorda Agusnawa. Cokorda Agusnawa menyebutkan, saat didatangi petugas DAJ nampak normal. DAJ malah sempat menenangkan putrinya yang naik pitam dan memarahi petugas. Namun pihak keluarga yang lain dan petu-
gas dari Kelurahan Bitera membenarkan DAJ memang mengalami kelainan jiwa. DAJ sudah sekian kali berteriak histeris di jalan sehingga meresahkan warga setempat. ‘’Makanya petugas tetap membujuk agar dia bersedia dibawa ke RSJ Bangli. Dan setelah cukup lama dibujuk, akhirnya dia mau diajak ke RSJ,’’ katanya. Tidak berselang lama, Satpol PP Gianyar kembali menerima laporan mengenai ODGJ. Kali ini laporan berasal
dari Kelurahan Beng. Disebutkan, gangguan kejiwaan pria berinisial KK berusia 41 tahun di kelurahan setempat kembali kumat. Petugas pun diminta untuk membantu mengamankannya. ‘’Kalau penangkapan orgil di Kelurahan Beng ini berjalan dengan lancar, karena memang sudah mendapat persetujuan pihak keluarga agar tidak mengganggu lingkungan sekitar,’’ kata Cokorda Agusnawa. (kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
Bali Post/olo
Operasi Duktang di Delodberawah
Puluhan Cewek Kafe Tanpa SKTS Diamankan Negara (Bali Post) –
Puluhan pelayan kafe di Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, terjaring operasi kependudukan, Kamis (19/7) kemarin. Operasi ini dilakukan untuk mengantisipasi serbuan penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas dan tujuan yang jelas. Petugas pun menyasar sejumlah tempat kos di Delodberawah. Hasilnya, ada 25 orang yang sebagian besar cewek kafe ini diamankan dan kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Jembrana.
Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2015 tentang Administrasi Kependudukan, setiap penduduk pendatang yang menetap dan bekerja di wilayah Kabupaten Jembrana harus melengkapi Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS). “Operasi ini terus kami lakukan untuk mengantisipasi penduduk tanpa identitas atau tujuan yang tidak jelas di Jembrana pascaa-
rus balik lalu,” ujar Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma. Dari puluhan orang yang terjaring, satu di antaranya laki-laki. Sedangkan sisanya berasal dari luar Bali dan bekerja sebagai pelayan kafe di wilayah Delodberawah. “Mereka rata-rata memiliki KTP, tapi belum mengurus SKTS. Padahal
terus dilakukan untuk pengendalian serbuan duktang, di samping juga mengantisipasi aksi teror. Sebelumnya operasi serupa juga dilakukan di sejumlah kecamatan, khususnya di tempat-tempat tinggal sementara seperti rumah kos dan kontrakan. Selain diminta untuk melengkapi SKTS, mereka juga diberikan sanksi administrasi sesuai perda yang berlaku. (kmb26)
TMMD di Delodberawah
SOSOK Tangkap Peluang Kelistrikan PASCAPELIMPAHAN sejumlah unit usaha retribusi ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Perusahaan Daerah (Perusda) Jembrana perlahan mulai merangkak. Beberapa unit usaha dijajakinya, salah satunya yang sudah berjalan adalah bidang IT Solution. Tak berhenti sampai di sana, perusahaan plat merah ini belakangan juga berupaya menangkap peluang kelistrikan dengan bahan bakar yang ramah lingkungan. Salah satu yang rencananya hendak diterapkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTG). “Kebutuhan kelistrikan skala kecil untuk siang hari yang nantinya kami sasar. Tetapi dengan energi surya. Selain ramah lingkungan juga bisa digunakan untuk percontohan,” kata Direktur Perusda Jembrana Gusti Kade Kusuma Wijaya. Untuk permulaan, yang paling potensial adalah pemenuhan kebutuhan listrik di Pemkab Jembrana. Lahan yang digunakan untuk solar cell juga telah diperhitungkan. Memanfaatkan lahan terbuka yang ada di sekitar pemkab. Salah satu contohnya, yakni areal parkir yang lapang menggunakan solar cell di atap peneduh parkir kendaraan. Sehingga ada dua fungsi, selain untuk lahan parkir juga sebagai PLTS. Akan tetapi, Perusda bersama investor yang hendak menanamkan modal untuk PLTS itu masih melakukan survei kebutuhan listrik serta perhitungan break event point (BEP). “Kalau dari PLN di sini menyambut baik, karena pasokan listrik bersumber dari energi yang ramah lingkungan. Bilamana ada kelebihan, kita juga bisa kerjasamakan,” tambah pria asal Yehembang Kangin ini. Dengan adanya PLTS untuk kebutuhan pasokan listrik di pusat pemerintahan ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. (olo)
Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Delodberawah
Negara (Bali Post) Kasus HIV/AIDS yang ada di Kabupaten Jembrana saat ini ibaratkan fenomena gunung es. Artinya yang terdata hanya sekian, akan tetapi, faktanya lebih banyak dari yang terdata. Guna mencegah penyakit ini semakin banyak, peran serta masyarakat dari berbagai kalangan sangat diperlukan. Sosialisasi bahaya dan dampak penularan penyakit HIV/AIDS harus terus digencarkan. Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Binkesmas Dinas Kesehatan Jembrana dr. I Wayan Sujana saat sosialisasi di Balai Kantor Desa Delodberawah, Kamis (19/7) kemarin. Karena hanya terlihat di permukaan, peran serta semua pihak, terutama orangtua kepada anak-anaknya sangat penting. Penyuluhan dengan mengundang warga dan remaja anak usia remaja atau pelajar SMA ini juga dinilai bagus. Para remaja yang merupakan generasi muda sangat rentan dalam bergaul dengan lawan jenisnya. “Ketidaktahuan mereka tentang HIV/AIDS akan sangat rawan bagi diri mereka sendiri serta berpeluang terhadap terjangkitnya virus HIV,” terang Sujana yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jembrana ini. Penyuluhan yang diikuti kalangan siswa SMA di Mendoyo dan mahasiswa ini merupakan salah satu kegiatan non-fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa ke-102 di Delodberawah.
Areal Parkir Kantor Bupati ”Overload”
Negara (Bali Post) – Areal parkir yang berada di belakang Kantor Bupati Jembrana belakangan ini semakin penuh, bahkan sudah overload. Seperti yang terlihat, Kamis (19/7) kemarin sejumlah mobil yang semestinya parkir di sisi timur, terpaksa memenuhi pinggir jalan yang semestinya untuk sepeda motor. Kondisi ini sering terjadi, apalagi di saat jam sibuk kantor atau rapat gabungan. Lantaran areal yang disediakan khusus mobil penuh, terpaksa mobil-mobil diparkir di sekitar parkir sepeda motor. “Bagaimana lagi (parkir) sudah penuh. Kalau parkir di luar, pasti ditindak,” kata Made Astina, salah seorang warga yang hendak ke Kantor Perizinan kemarin. Kondisi ini juga sering dikeluhkan
sudah hampir dua bulan menetap dan bekerja di sini (Delodberawah - red),” tandas Tarma mewakili Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi. Saat operasi, ada dua orang yang mengantongi SKTS, namun masa berlakunya sudah habis. Setelah didata, mereka selanjutnya diberikan waktu untuk mengurus SKTS. Menurut Tarma, operasi ini akan
warga lainnya yang berkepentingan ke Pemkab Jembrana. Bahkan mereka terpaksa memarkir hingga di luar areal parkir yang disediakan. Ada yang memanfaatkan lahan kosong di lapangan tenis dan depan lapangan Pecangakan. Padahal areal parkir ini sejatinya bukan hanya untuk menampung kendaraan dari Pemkab saja. Tetapi juga instansi lain yang kebetulan berada di areal civic center, namun lahan parkir terbatas. Tak jarang beberapa mobil milik pegawai nampak diparkir di timur taman Pecangakan dan sekitar Pura Jagatnata lantaran keterbatasan lahan parkir. Sejumlah pejabat maupun pegawai yang bertugas di luar civic center juga mengaku sering mendapati areal parkir mobil yang sudah overload. Terutama saat-saat tertentu seperti kegiatan
Bali Post/olo
PENYULUHAN - Siswa SMA dan mahasiswa serta masyarakat Delodberawah mengikuti penyuluhan HIV/AIDS, Kamis (19/7) kemarin. Penyuluhan dengan tema “Sinergitas TNI dan Mahasiswa dalam Pengenalan Bahaya serta Pencegahan HIV/AIDS di Kalangan Remaja” tersebut juga dihadiri Wadan Satgas TMMD ke 102 Mayor Inf. Ngakan Made Marjana. Made Marjana yang menjabat Kasdim 1617/Jembrana ini mengatakan pelaksanaan penyuluhan HIV/AIDS dilaksanakan dalam rangka kegiatan non-fisik melibatkan Dinas Kesehatan Jembrana dan didukung aparat desa dan mahasiswa KKN. Penyuluhan HIV/AIDS diberikan kepada siswa-siswi SMA dengan hara-
pan agar mengetahui sejak dini bahaya penyakit ini dan bagaimana menghindarinya. “TNI hadir di tengah-tengah masyarakat dalam bentuk program TMMD. Tetapi di luar itu, Babinsa yang sudah ditempatkan di desa-desa sudah mendukung dan turut andil dalam sosialisasi di lapangan,” imbuhnya. Ia berharap, kegiatan sosialisasi bekerja sama dengan Pemkab dan LSM HIV/ AIDS Kabupaten Jembrana bermanfaat untuk masyarakat Delodberawah sehingga kasus tersebut lambat laun dapat ditekan secara bersama-sama. (kmb26)
Gedung Eks Perusda
rapat bersama maupun pertemuan yang melibatkan banyak instansi. Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa saat dikonfirmasi membenarkan kondisi parkir sudah overload. Untuk mengantisipasi ketika penuh, petugas Dinas Perhubungan mengalihkan mobil parkir di tanah lapang depan lapangan Pecangakan. Sedangkan untuk sepeda motor dialihkan ke sebelah Kantor Pertanahan ATR/BPN Negara dan Kantor Pajak. Diakui juga di sekitar civic center belum ada lahan yang representatif untuk menambah sarana parkir. Satu-satunya lahan yang memungkinkan yakni di sekitar rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati. (kmb26)
Bali Post/olo
OVERLOAD - Kondisi areal parkir yang ada di belakang Kantor Bupati Jembrana. Terlihat areal parkir itu penuh dengan kendaraan alias overload.
Disulap Jadi Parkir Mendopo Kesari Negara (Bali Post) Gedung eks Perusda Jembrana yang berada di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara sudah bongkar. Gedung ini rencananya akan disulap menjadi areal parkir Mendopo Kesari. Sementara, Kantor Perusda Jembrana rencananya akan dipindah ke gedung baru bertingkat di depan PDAM, Jalan Udayana, Negara. Dari informasi, sejak akhir Juni 2018, gedung yang di depannya terdapat prasasti itu telah dibongkar. Bangunan yang sebelumnya berdiri tegak, kini sudah terlihat lapang. Berdasarkan pengamatan, Kamis (19/7) kemarin areal itu sudah ditata dan ditanami pohon. Sejumlah pekerja juga sedang bekerja. Anggaran untuk penataan areal parkir itu sebanyak Rp 198 juta lebih. Sejumlah pekerja yang ditemui mengungkapkan areal tersebut akan digunakan sebagai tempat parkir. Sehingga kendaraan yang sebelumnya parkir di sekitar Mendopo Kesari tidak amburadul/krodit. Setiap ada kegiatan yang diselenggarakan di Mendopo Kesari itu sering padat. Lantaran areal parkir yang sangat terbatas, sehingga banyak kendaraan
parkir di badan jalan, baik di jalan Denpasar-Gilimanuk maupun di sisi timur areal Mendopo. Bangunan yang dibongkar itu, sebelumnya dimanfaatkan untuk kegiatan pusat pemerintahan tahun 19802000. Namun setelah pusat pemerintahan di pindah di Dauhwaru (civic center), gedung tersebut sempat digunakan untuk guest house. Hingga terakhirnya untuk kantor Perusda Jembrana. Kepala Dinas PU Pena-
taan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Jembrana I Wayan Darwin membenarkan areal eks gedung Perusda Jembrana itu nantinya akan digunakan untuk parkir Mendopo Kesari. Apalagi di Mendopo sering ada kegiatan sehingga parkir bisa diarahkan ke tanah lapang itu. “Mendopo memang belum ada areal parkir sehingga sering krodit sehingga eks Perusda itu kita pakai areal parkir,” tandas Darwin. (kmb26)
Bali Post/olo
BONGKAR – Gedung eks Perusda Jembrana yang dibongkar dan akan digunakan untuk areal parkir Mendopo Kesari.
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
KARANGASEM
11
Penggalian Dana Karya Panca Bali Krama di Pura Sad Khayangan Lempuyang Luhur DI Pura Sad Khayangan Lempuyang Luhur, Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem akan dilangsungkan Karya Panca Bali Krama, Tawur Tabuh Gentuh, Labuh Gentuh, Danu Kertih, dan Segara Kertih, 20 Januari 2019. Puncak Karya Panca Bali Krama itu bertepatan dengan Purnama Sasih Palguna, Redite Kliwon Biyantara. Ketua Panitia Dr. Wayan Artha Dipa, M.H. mengatakan, akibat minimnya pendanaan yang ada, pihaknya memohon bantuan kepada umat dan bakta sedharma. Dalam surat permohonan dana itu juga diketahui Sekretaris I Nyoman Siki Ngurah, Perbekel Desa Tribuna Made Pasek, Bendesa Desa Adat Purwayu Nyoman Jati, Camat Abang Gusti Nyomang Darsana termasuk Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Pura Lempuyang Luhur termasuk pura tertua di Bali, yang juga merupakan stana Ida Batara Hyang Gni Jaya selain Hyang Ishwara. ‘’Lempuyang Luhur merupakan pura penghuluning watek dewata, tempat pemujaan seluruh umat Hindu Khayangan Jagat, sebagaimana dimuat di 7 lontar yakni Lontar Kuntara Kanda Dewa Purana Bangsul, Lontar Usana Bali, Lontar Brahmanda Raja Purana, Babad Pasek, Prasasti Sading C, Lontar Sangkul Putih, dan Lontar Padma Buwana,’’ jelas Dr. Wayan Artha Dipa yang juga Wakil Bupati Karangasem. Pura Lempuyang Luhur berada pada ketinggian 700 mdpl yang dilengkapi kompleks pura yang menjadi satu-kesatuan yakni Pura Pesimpenan, Pura Penataran Agung, Pura Penyician Telaga Emas, Pura Pasar Agung, dan Pura Puncak Lempuyang Luhur. Adapun pujawali di pura itu dilaksanakan setiap enam bulan sekali pada hari Wraspati Umanis Wuku. ‘’Untuk pendanaannya, kami alokasikan dari bantuan Pemkab Karangasem, Pemprov Bali, dan pemerintah pusat melalui Menteri Agama c.q. Dirjen Bimas Hindu serta dana punia dari umat dan semua pihak,’’ ujarnya. Kepada yang akan menyumbangkan dana dipersilakan mengirimkan ke No. Rekening Dana Punia: 022.02.02.45112-4. An Panitia Karya Panca Bali Krama. Bisa juga Ketua Harian I Nyoman Jati, 081 338 658 215. Sekretaris I Nyoman Siki Ngurah, 081 338 390 990. Sekretaris II, I Wayan Santra, 081 338 424 981. Termasuk Panitia Penggalang Dana, Putu Gede Mahendra Giri, 081 236 550 571. (ram)
PENUMPUKAN PENUMPANG - Cuaca buruk mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Padangbai.
Ombak Rusak Puluhan Jukung di Seraya Timur Terjadi Antrean Panjang di Padangbai
Amlapura (Bali Post) Ombak laut yang relatif besar menghantam wilayah pesisir di Desa Seraya Timur, Kamis (19/7) dini hari kemarin. Peristiwa itu mengakibatkan puluhan jukung nelayan rusak ringan hingga berat. Bahkan, empat jukung hilang terbawa arus laut. Dari informasi yang dihimpun, kerugian terbanyak dialami nelayan di Banjar Tukad Tiis. Di sana sedikitnya 76 jukung rusak mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Nelayan setempat tidak sempat menyelamatkan jukung–jukung mereka, karena kejadiannya dini hari. Cuaca buruk dengan angin kencang itu sebetulnya sudah terjadi sejak petang. Namun puncaknya sekitar pukul 03.00 Wita. Nelayan baru mengetahui kondisi jukung-jukung mereka hilang setelah mengecek pagi-pagi. Saat itu, ombak sudah surut.
Bali Post/gik
DIKELILINGI KOLAM IKAN - Salah satu unit bangunan lokasi ngaben massal di Banjar Kreteg, Desa Sibetan, Bebandem. Bale wantilan dikelilingi kolam ikan.
Sisi Lain Ngaben Massal di Sibetan
Ngaben Nasional dan Desain Luar Biasa Dulunya merupakan areal persawahan. Namun, disulap bak tempat elite masa kini. Sejak masuk hanya sedikit terkesan bahwa di sana merupakan lokasi ngaben massal. Sebab, beberapa unit bangunannya seperti dibuat permanen. Malah, setiap warga yang datang, berujar sangat menyayangkan, kalau tempat ini nantinya dibongkar setelah selesai ngaben. Bagaimanakah keunikan prosesi ngaben massal di Sibetan, Bebandem itu?
AREAL tempat pengabenan ini sesungguhnya adalah persawahan di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Agenda ngaben massal ini digelar setiap lima tahun sekali oleh Pretisentana Sira Arya Kanuruhan, yang merupakan gelaran ngaben tingkat nasional. Ketua Panitia Ngaben Massal Komang Kisid yang ditemui di lokasi, Kamis (19/7) kemarin, mengatakan ngaben massal ini merupakan yang keempat kalinya setelah tiga pelaksanaan sebelumnya berjalan sukses. Areal lokasi ngaben seluas sekitar 1,5 hektar itu lengkap dengan kawasan parkir yang sangat luas. Desain item tempat bangunan di dalamnya dibuat tak biasa. Mulai dari pewaregan, genah pesandekan, wantilan, bale gong, bale penyanggra tamu, bale dangin, bale panjang, bale pawedaan hingga bale kehormatan untuk tamu VIP pejabat, sulinggih maupun Ida Dalem. “Semua bangunan itu kami kerjakan selama 34 hari,” kata Ketua Panitia Ngaben Massal, Komang Kisid. Hampir semua unit bangunan itu menggunakan bahan bambu yang beratapkan alang-alang. Bambu-bambu ini disusun sedemikian rupa, sehingga membentuk tempat elegan dan nyaman. Desainnya bak rumah makan terkenal lengkap view Gunung Agung. Desain tempatnya tertata rapi dan asri, sehingga tak memunculkan kesan kekroditan di lokasi, meski setiap harinya datang ribuan warga dari seluruh Bali maupun luar Bali. Mengantisipasi agar areal ngaben massal itu tidak berlumpur, panitia juga menurunkan lebih dari 700 truk pasir ke lokasi. Sehingga, meski hujan sekalipun tetap terasa nyaman di lokasi pengabenan ini. Bahkan, untuk mendukung kenyamanan, di sekitar bale wantilan itu juga dikelilingi kolam ikan, lengkap berikut tanaman hiasnya. Tampak seperti tanaman bunga ber-
pot dan bunga anggrek. Melihat desain yang demikian, banyak yang mengira tempat ini akan dibuat permanen. Bahkan, ada yang mengira selesai ngaben, tempatnya akan dipakai rumah makan. Sebab, desainnya mirip sejumlah rumah makan terkenal di Bali. Tetapi, semua perkiraan warga itu keliru. Soalnya, sebagaimana pengalaman tahun-tahun sebelumnya, selesai rangkaian ngaben nanti, maka seluruh unit bangunan semipermanen ini akan dirobohkan lagi. Tidak hanya bangunannya, dasar bangunan yang sudah nampak memakai beton, juga akan dibongkar dan dikeruk menggunakan alat berat. Areal itu akan dikembalikan lagi menjadi persawahan dan digarap oleh petani penggarap setempat. “Merobohkan lebih mudah dari membangunnya. Pengalaman periode sebelumnya gampang merobohkannya,” seloroh Kisid didampingi tokoh-tokoh masyarakat setempat, seperti Wayan Geredeg dan Nengah Sumardi. Ngaben massal di Sibetan melibatkan 52 dadia. Total yang ikut ngaben ada 184 sawa dan 152 ngelungah. Serangkaian agenda ngaben massal ini, Kamis (19/7) kemarin, digelar ritual meras cucu. Sementara puncak acara ngaben massal rencananya berlangsung Jumat (20/7) ini. Salah satu warga setempat, Nengah Dayuh, sangat bersyukur adanya agenda ngaben massal secara rutin ini. Selain sangat positif untuk mempererat hubungan simakrama antar-pasemetonan, pelaksaaan ritual secara bersama-sama ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam bidang kesejahteraan masyarakat. ‘’Dengan bersama-sama tentu lebih hemat, mengurangi beban biaya karena jika sendiri-sendiri butuh biaya yang tidak sedikit,’’ ungkapnya. (gik)
Bali Post/kmb
Salah seorang petugas penyuluh perikanan asal Seraya, I Kadek Artana, mengatakan umumnya kerusakan terjadi pada bagian kantir jukung. Tetapi banyak pula yang rusak pada badan jukung. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu. Kejadian itu diperkirakan menimbulkan kerugian hingga Rp 400 juta. ‘’Angka pastinya belum diketahui, karena sedang dilakukan pendataan,’’ ka-
tanya. Kondisi serupa juga menimpa nelayan di pantai Banjar Tukad Item, Seraya Timur. Di sana, ombak merusak satu buah jukung kayu dan satu jukung fiber serta menghanyutkan dua unit mesin tempel. Kerugiatan ditaksir Rp 50 juta. Nelayan yang jukungnya masih utuh memutuskan tidak melaut karena diperkirakan cuaca buruk masih akan terjadi
dalam satu sampai dua hari ke depan. Ombak dan gelombang tinggi di perairan Selat Lombok juga memberi dampak serius terhadap aktivitas di Pelabuhan Padangbai. Sejak Rabu (18/7) siang, pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan sudah menutup dermaga rakyat dan menghentikan aktivitas penyeberangan fast boat ke Pulau Gili Trawangan, Lombok Utara.
Untuk sementara, penutupan dermaga rakyat itu diberlakukan sampai Jumat (20/7) ini. Cuaca buruk juga melumpuhkan aktivitas penyeberangan Feri Padangbai-Lembar, Lombok. Kedua dermaga terlebih dermaga II yang posisinya menjorok ke tengah perairan praktis tidak bisa beroperasi. Kondisi itu mengakibatkan terjadi penumpukan dan antrean panjang kendaraan sampai di By-pass I.B. Mantra. Manaher Operasional ASDP Padangbai I Wayan Rosta mengatakan, antrean panjang itu terjadi karena sejak pukul 24.00 Wita hingga sore kemarin, Pelabuhan Padangbai hanya memberangkatkan dua kapal feri dari kondisi normal 16 trip. Mengantisipasi kondisi cuaca yang tidak bersahabat tersebut, pihak ASDP sudah berkoordinasi dengan
kepolisian dan instansi terkait di Klungkung agar menahan kendaraan-kendaraan tujuan Padangbai. ‘’Selama penyeberangan tertunda, kendaraan tujuan Padangbai kita harapkan menepi di sepanjang By-pass I.B. Mantra,’’ katanya. Sebelumnya, KSOP Padangbai I Made Sudarma mengaku terus memantau perkembangan cuaca berkoordinasi dengan BMKG. Informasi dari BMKG, menurut dia, cuaca buruk dengan gelombang tinggi di perairan Selat Lombok, diperkirakan masih akan terjadi sampai hari ini. ‘’Ketinggian gelombang di tengah perairan berkisar 1 – 3 meter. Gelombang tinggi seperti itu memang berbahaya bagi pelayaran terlebih kapal kecil seperti fast boat,’’ jelasnya. (kmb)
Ketua Dewan Hadiri Prosesi ’’Meras Cucu’’ Ngaben Massal di Sibetan KETUA DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, menghadiri prosesi ritual meras cucu serangkaian upacara ngaben massal warga Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan se-Karangasem, Kamis (19/7) kemarin. Ritual yang mengandung filosofi pertemuan terakhir antara roh yang akan diupacarai dengan generasi penerus keluarga itu dilaksanakan di tempat peyadnyan, di Banjar Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Sumardi berbaur bersama warga pasemetonan yang berasal dari 52 dadia Arya Kenuruhan se-Kabupaten Karangasem. Prosesi ritual juga disaksikan para penglingsir pasemetonan Sira Arya Kenuruhan seperti I Komang Kisid dan Penglingsir Pusat, I Wayan Geredeg. Selain itu, juga hadir beberapa anggota DPRD Karangasem lainnya
seperti I Nyoman Rena. Prosesi meras cucu itu dipimpin sulinggih Siwa-Buda yaitu Ida Pedanda Gede Putra Lusuh, Ida Pedanda Istri Buruan, dan Ida Pedanda Oka, dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Sumardi sangat mengapresiasi terlaksananya upacara ngaben secara massal tersebut. Selain hemat dari sisi biaya, pelaksanaan ngaben secara massal juga diyakini mampu peningkatkan rasa kekeluargaan di tengah-tengah masyarakat. ‘’Dewasa ini, banyak kelompok warga dan desa adat yang menempuh sistem ngaben secara massal. Ini bagus sebagai cerminan gotong royong, meningkatkan rasa kekeluargaan baik di kalangan kelompok dadia maupun yang lebih luas,’’ katanya. Sumardi juga berharap
kekompakan yang terbina dalam pelaksanaan ngaben massal ini bisa diimplementasikan juga dalam kehidupan sehari-hari. Karangasem kata Sumardi, tak hanya membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk bisa maju, tetapi juga memerlukan situasi kondusif. Diyakini, situasi kondusif itu akan tercipta jika masyarakatnya bisa bersatu dan bergerak dalam semangat kebersamaan yang guyub. Ngaben massal pasemetonan Sira Arya Kanuruhan Karangasem ini mengikutkan 184 sawa yang didukung sedikitnya 1.185 Kepala Keluarga. Puncak ngaben massal ini akan dilaksanakan Jumat (20/7) ini di kuburan Desa Adat Sibetan. Setelah ngaben massal ini akan dilanjutkan ritual atma wedana pada 9 September 2018. (ad1038)
UPACARA MERAS CUCU - Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi menghadiri upacara meras cucu serangkaian upacara ngaben massal pasemetonan Sirya Arya Kanurunan Karangasem di Banjar Kreteg, Desa Sibetan, Bebandem.
Pemkab Gelar Pelayanan Terpadu ’’Goes To Banjar’’ di Manggis
PEMKAB Karangasem menggelar Pelayanan Terpadu Goes to Banjar di Kecamatan Manggis, Kamis (19/7) kemarin. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi jajaran Kepala OPD terkait berkesempatan hadir pada acara tersebut. Kegiatan yang berlangsung di areal Kantor Camat Manggis, Gedung Sabha Langa, Banjar Dinas Tanah Ampo, Desa Ulakan itu ramai didatangi warga, hal itu menyebabkan gedung itu dipenuhi warga Kecamatan Manggis. Kepala DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Karangasem I Wayan Putu Laba Erawan menyampaikan pelaksanaan Pelayanan Terpadu Goes To Banjar ini adalah untuk memudahkan, mengintegrasikan, dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di Karangasem sampai ke tingkat banjar. Program ini sebagai implementasi Program Unggulan ‘’Nawa Satya Dharma’’ yaitu Peningkatan Pelayanan Perizinan terutama untuk Usaha Mikro Kecil melalui Program Pelayanan Goes to Banjar. Adapun jenis layanan pada kegiatan pelayanan terpadu Goes to Banjar ini sebanyak 157 jenis layanan. Di antaranya 98 jenis layanan perizinan dan 59 jenis layanan nonperizinan. Jumlah petugas yang terlibat dalam pelayanan itu
lik (MPP). Sinergi pelayanan ini diakui memang sangat memudahkan masyarakat. Sebab, warga tidak perlu jauh-jauh lagi urus dokumen. Terdapat juga Public Safety Center (PSC) yaitu pelayanan gawat darurat medis 24 jam. ‘’Kami dari pemerintah daerah juga telah menyiapkan Kartu Karangasem Sehat (KKS) dan juga Kartu Karangasem Cerdas (KKC) yang akan diberikan kepada warga masyarakat Kecama-
PELAYANAN GOES TO BANJAR - Bupati Mas Sumatri saat hadir dalam kegiatan pelayanan terpadu Goes to Banjar yang di pusatkan di Kecamatan Manggis. sebanyak 180 orang. Jumlah total masyarakat yang terlayani mencapai 1.412 orang. ‘’Melalui Pelayanan Terpadu Goes to Banjar ini, pemerintah hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat sampai tingkat banjar-banjar. Kegiatan ini termasuk pelaksanaan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya road show ke Kecamatan Selat dan Sidemen. Rata-rata warga sangat antusias diadakannya kegiatan pelayanan terpadu goes to banjar ini,’’ katanya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menegaskan, kegiatan pelayanan terpadu Goes to Banjar itu
adalah bagian dari program Pemkab Karangasem yang tertuang dalam ‘’Nawa Satya Dharma’’. Kegiatan itu dilaksanakan semata-mata untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat agar mendapatkan pelayanan dengan mudah dan cepat. Di antaranya dalam kaitan pengurusan surat akta kelahiran, Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), perizinan dan dokumen administrasi lainnya. Latar belakang diadakannya program ini untuk mempercepat proses kemakmuran masyarakat terkait adanya kegiatan Mall Pelayanan Pub-
tan Manggis,’’ ujarnya. Mas Sumatri berharap dengan adanya fasilitas pelayanan terpadu Goes to Banjar ini dapat memberikan kemakmuran kepada masyarakat. ‘’Saya berharap dengan difasilitas Pemkab Karangasem, antara lain lewat agenda Goes To Banjar ini dapat membuat rakyat makmur dan juga memiliki kemampuan lebih dibandingkan lainnya,’’ tutur Mas Sumatri. (ad1035)
KLUNGKUNG
12
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
Gelombang Tinggi
SOSOK Generasi Muda Berkarakter
KASUS yang melibatkan generasi muda belakangan cukup banyak. Seperti halnya narkoba. Belum lagi ada pergaulan negatif seperti aksi geng motor, balapan liar, tawuran antarpelajar. Hal demikian, menurut Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, menjadi bumerang untuk bangsa dan negara. Akan sulit maju, dan kalah bersaing dengan negara-negara lain. Menyikapi hal itu, pendidikan karakter dan moral perlu terus digalakkan. “Pendidikan karakter penting. Ini juga untuk menumbuhkembangkan jiwa patriotisme,” ujarnya saat membuka perkemahan Satuan Inti (Satin) Palang Merah Remaja (PMR) Wira Angkatan XII tahun 2018 di Lapangan Tembak Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kamis (19/7) kemarin. Wabup asal Desa Akah Kecamatan Klungkung ini menilai kegiatan perkemahan menjadi salah satu media pendidikan karakter. Sebab di dalamnya diisi serangkaian kegiatan positif dan mampu mengembangkan kreativitas. Di samping itu, juga mampu menumbuhkembangkan rasa sosial dan solidaritas sesama anggota dan masyarakat umum. “Organisasi penting. Generasi muda bisa mengalihkan perhatian untuk kegiatan negatif,” sebutnya. Perhatian terhadap generasi muda telah diberikan pemkab. Seperti halnya mewadahi potensi yang dimiliki, baik dalam bidang olahraga maupun seni. Itu diharapkan bisa diimbangi oleh orangtua dan pemerintah desa maupun adat. “Yang seperti ini harus saling mendukung. Apalagi orangtua yang paling dekat dengan anak,” imbuhnya. (sos)
Pasokan Berkurang, Harga Telur Melonjak
Pelabuhan Ditutup, Puluhan Warga Batal Menyeberang Semarapura (Bali Post) Keinginan sejumlah warga untuk menyeberang dari Klungkung daratan menuju Kepulauan Nusa Penida, Kamis (19/7) kemarin, harus pupus. Menyusul penutupan pelabuhan lantaran diperkirakan terjadi gelombang tinggi. Meski ditutup tidak ada rasa keberatan yang diutarakan para pengguna jasa transportasi ini. Berdasarkan pantauan di Pelabuhan Tribhuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, terlihat sejumlah penumpang sedang menunggu di ruangan tunggu. Beberapa juga ada yang membawa barang. Sementara itu, loket tiket tutup. Seorang warga yang hendak menyeberang, Ni Nyoman Parti, mengaku tidak tahu adanya penutupan tersebut. “Tiang datang jam enam pagi. Maunya biar bisa paling awal menyeberang. Ternyata tidak ada boat. Katanya tutup,” tuturnya. Mengetahui hal itu, ia bersama keluarganya hanya bisa
berserah, menunggu perkembangan situasi selanjutnya. “Katanya penutupan sampai besok (hari ini - red). Jadinya sekarang menunggu situasi saja. Mudah-mudahan segera buka,” ucapnya. Menunggu perkembangannya, ia memilih untuk menginap di rumah keluarganya di Desa Kusamba. “Numpang dulu di rumah keluarga. Sambil nunggu perkembangan situasi. Kemarin tiang ada ke Denpasar. Ada upacara,” katanya. Perempuan asal Desa Batununggul ini mengaku tak mengetahui informasi penutupan. “Tidak tahu,” imbuhnya.
Bali Post/sos
TELOR - Suasana di Pasar Galiran Klungkung. Nampak pedagang tengah menjual telur yang harganya melonjak sejak sepekan lalu.
Bali Post/ist
PROGRAM - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memaparkan program Bima Juara dan TOSS di Ruang Sri Wijaya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Kamis (19/7) kemarin.
PROGRAM inovasi Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara) dan Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Pemkab Klungkung mendapat apresiasi dari panelis Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, Jakarta, Kamis (19/7) kemarin. Setelah Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memaparkan secara detail di Ruang Sri Wijaya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Sesi pertama, Bupati Suwirta didampingi Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Gde Juanida memaparkan, keunggulan program Bima Juara dan pada sesi kedua tentang TOSS didampingi Ketua Sekolah Teknik (STT)
Lukisan yang sangat detail ini banyak terpajang pada galeri di Desa Kamasan. Tak hanya yang baru rampung. Namun juga sudah berusia beberapa tahun. Warnanya sangat khas. Merah dan kecoklatan berpadu apik. Ada yang menawarkan nuansa hutan. Mengikuti pola yang telah terbentuk sebelumnya. Nampak sangat hidup. Sangat indah dipandang. Karya itu bukanlah hanya sekadar ungkapan seni. Rangkaian gambar sejumlah tokoh mengandung sebuah cerita. Ada menunjukkan atraksi heroik di medan perang. Ada seolah sedang memberikan petuah. Diambil dari berbagai
gaku nakhoda tidak berani menentang prakiraan gelombang tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Keamanan yang diutamakan,” ucapnya. (kmb45)
PLN Jakarta Dr. Ir. Supriadi Legino. Ketika itu, seorang panelis menanyakan keberhasilan program jika diterapkan di daerah lain di Indonesia. Bupati Suwirta menegaskan sangat bisa. Namun, dibutuhkan sebuah komitmen. “Kedua program ini telah berjalan di Kabupaten Klungkung. Saya yakin bisa dilaksanakan di daerah lain,” tegasnya. Usai pemaparan, Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini merasa bangga program yang digagas itu masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik. “Setelah lama tidak terdengar, kini Kabupaten Klungkung telah mampu berbicara tingkat nasional melalui program ini. Ini juga
mendapatkan apresiasi dari panelis,” ungkapnya seraya menambahkan, program tersebut bisa masuk 40 besar. Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa mengatakan, wawancana ini tak sebatas untuk mencari 40 besar. Namun juga untuk menumbuhkan jiwa kompetitif dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Pada presentasi, kehadiran kepala daerah menjadi hal yang sangat penting. “Kehadirannya bukan sekadar simbol. Tetapi bentuk komitmen nyata mengenai dukungan terhadap inovasi pelayanan publik yang dipresentasikan,” ucapnya. (ad1040)
Masuk sebagai Koperasi Berprestasi
Kopas Srinadi Kembali Sabet Penghargaan Tingkat Nasional
KOPERASI Pasar (Kopas) Srinadi Klungkung tak hanya berhasil menyabet penghargaan dari pemerintah kabupaten maupun Provinsi Bali. Tetapi juga dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM kategori Koperasi Berprestasi. Ketua Kopas Srinadi Klungkung Ngakan Made Nata, Kamis (19/7) kemarin mengatakan, penghargaan tingkat nasional yang diserahkan Presiden Joko Widodo pada 12 Juli lalu itu menjadi sebuah kebanggaan, sekaligus mendampingi penghargaan serupa yang diraih pada 2016. “Meraih penghargaan ini harus bersaing dengan koperasi lain, termasuk yang ada di Bali. Kopas Srinadi masuk kategori berprestasi,” jelasnya. Berdiri sejak 1985, koperasi ini mengemban misi untuk turut berperan dalam peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut masih tetap berjalan. Sampai saat ini sudah ada sembilan
Bali Post/ist
PENGHARGAAN - Ketua Kopas Srinadi Ngakan Made Nata (kanan) berjabat tangan dengan Presiden RI Joko Widodo, 12 Juli lalu, dalam penyerahan penghargaan koperasi berprestasi. unit usaha yang digarap. Yakni simpan-pinjam, grosir, swalayan mini, percetakan dan konveksi, swalayan bangunan, elektronik dan furniture, supermarket inti,
wisata tirta, bengkel dan radio. Sangat berbeda dengan kebanyakan koperasi yang biasanya hanya menggarap unit simpan pinjam. “Perlu proses dan mana-
Dulu Dicari, Kini Mencari cerita, seperti Mahabharata dan Ramayana. Sesekali, seniman juga menuangkan idenya yang berasal dari cerita binatang atau tantri. Karyanya ada dipadukan dengan hal-hal keagamaan maupun ajaran yang dikutip dari lontar. Menawarkan nilai-nilai filsafat yang kuat. Sebelum bom Bali pertama, karya seni yang telah menjadi
bauan dari instansi terkait,” jelasnya. Aktivitas lumpuh juga terjadi pada pengangkutan material bangunan maupun lainnya. Seorang penjaga gudang, Gusti Ketut Wija men-
Panelis Apresiasi Program Bima Juara dan TOSS
Cerita Pelukis Wayang Kamasan
LUKISAN wayang Kamasan tak asing lagi di telinga masyarakat Bali. Sebuah karya seni yang sejak lama menjadi kekayaan Kabupaten Klungkung. Di balik tampilannya yang klasik, lukisan ini kaya akan cerita. Sangat sarat akan makna.
Bali Post/sos
SUASANA - Suasana di Pelabuhan Tribhuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Kamis (19/7) kemarin.
Presentasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik
Pemkab Belum Siapkan Penanganan
Semarapura (Bali Post) Harga telur ayam di Kabupaten Klungkung beberapa hari terakhir melonjak signifikan. Pedagang menduga sebagai imbas pasokan yang berkurang. Kondisi demikian menyebabkan penjualan melesu. Berdasarkan pantauan di Pasar Galiran, Kamis (19/7) kemarin, harga telur ayam ras mencapai Rp 48 ribu per krat. Jauh meningkat dari sebelumnya yang hanya kisaran Rp 38 ribu. Sedangkan untuk harga telur ayam kampung mencapai Rp 60 ribu, dari sebelumnya kisaran Rp 45 ribu. Seorang pedagang, Nengah Ardana, mengatakan harga tersebut menjadi yang termahal dirasakan sejak dirinya menjadi pedagang. “Kenaikan harganya banyak sekali,” ucapnya. Kondisi demikian berlangsung sejak sepekan lalu. Tak diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab. “Mungkin karena pasokan menurun. Yang dijual sekarang sisa sebelumnya,” katanya. Gejolak harga menyebabkan konsumen hitung-hitungan untuk membeli. Seperti halnya Putu Suwandewi. “Harganya mahal. Dulu biasanya paling tinggi Rp 1.200 per butir. Sekarang sampai Rp 2.000-an,” katanya. Ia berharap hal ini tidak berlangsung lama. “Mudah-mudahan pemerintah bisa mencarikan solusi,” imbuhnya. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Mustika mengatakan, kenaikan harga terjadi di seluruh wilayah di Bali. Hal tersebut salah satunya akibat lonjakan harga pakan sebagai imbas pelemahan rupiah. “Infonya beberapa pakan diimpor. Sekarang harganya melonjak. Jadi berimbas pada harga jual telur. Termasuk juga daging ayam,” katanya. Hal tersebut belum bisa disikapi pemkab. Sulit ditekan dengan pasar murah. “Ini harganya mahal memang dari tingkat peternak. Sulit kalau buat pasar murah. Tetap mahal dapat harganya,” terangnya. (kmb45)
Berbekal keinginan untuk bisa menapaki kampung halaman, beberapa calon penumpang juga memilih beralih ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem, mencoba menyeberang dengan kapal roll on roll off (roro). Penjaga tiket, Made Yustina, menyebutkan ada puluhan warga yang batal menyeberang. Soal penutupan pelabuhan sudah disampaikan sebelumnya. “Sudah disampaikan. Tadi pagi juga. Tidak ada yang protes. Sudah dimengerti. Untuk info sementara, penutupan sampai besok (hari ini - red). Tetapi kami tetap menunggu im-
warisan leluhur ini tak hanya diminati masyarakat lokal. Wisatawan mancanegara juga tak sedikit memesan. Ada yang datang langsung ke galeri. Pelukis pun dibuat tersenyum sumringah. Pelukis Made Sukanta merasakan masa-masa itu. “Pesanan nyambung terus,” tuturnya, Selasa (17/7). Dari penjualannya, pelukis tak sulit memenuhi kebutuhan
hidup. Pundi-pundi rupiah mengalir. Meski tak terlalu banyak, tetapi lancar. “Benarbenar mengandalkan hasil penjualan itu untuk hidup,” katanya. Pascabom Bali pertama, sektor pariwisata terpuruk. Berimbas pada penjualan lukisan ini. Penjualan merosot. Benar-benar merasa sulit. Niat beralih ke pekerjaan lain terhalang keterampilan
MELUKIS - Demonstrasi melukis wayang Kamasan di Kertha Gosa.
Bali Post/sos
yang terbatas. Cukup lama berserah dengan keadaan. Pria 50 tahun ini pun mencoba bangkit. Tiga tahun lalu, Pemkab Klungkung menggulirkan program demonstrasi melukis di Kertha Gosa. Sekaligus sebagai media promosi. Kesempatan ini pun tak disia-siakan. Bersama puluhan pelukis mencoba peruntungan. “Dulu dicari wisatawan, sekarang kami yang mencari,” ungkapnya. Di Kertha Gosa, ia mendapat giliran setiap 25 hari sekali. Tergolong lama memang. Tetapi tetap disyukuri karena masih ada jalan untuk mengais rezeki. Satu, dua lukisan dengan harga ratusan ribu rupiah bisa terjual. “Biasanya ada saja yang beli. Kalau tidak dapat giliran, melukis di rumah. Kadang ada pesanan untuk hiasan plafon,” jelasnya. Keinginannya untuk menekuni lukisan ini karena merasa terpanggil untuk melestarikan, di samping karena hobi yang ampuh untuk menghilangkan penat. “Karena lukisan ini, nama desa terkenal. Saya beruntung diwarisi. Ini harus dilestarikan. Regenerasi juga masih berjalan,” imbuhnya. (sos)
jemen baik untuk bisa membangun unit usaha ini,” katanya. Aset yang dimiliki telah mencapai Rp 232.201.519.848. Cenderung meningkat setiap tahun. Demikian pula dengan jumlah anggota yang telah menyentuh angka 12.651 yang notabene pedagang. Hal tersebut memosisikannya masuk dalam seratus koperasi skala besar se-Indonesia. “Untuk jumlah unit usaha sudah cukup. Sekarang kami dalam posisi mengefektifkan atau memaksimalkan pelayanan,” sebut ketua yang pernah menyabet penghargaan Bhakti Koperasi tahun 2012 dari Kementerian Koperasi dan UKM serta tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo pada 2015. Kehadiran koperasi yang kantornya berlokasi di Pasar Galiran ini telah mampu menyerap 304 tenaga kerja. Di dalamnya terdapat generasi muda. Meski sudah tergolong
besar, penerimaan anggota tetap dilakukan. Syaratnya sangat mudah, dengan simpanan pokok Rp 25 ribu. “Kami tidak mau memberatkan. Biasanya ada koperasi yang simpanan awalnya besar,” katanya. Tak dimungkiri, perekonomian yang melesu menjadi tantangan untuk eksistensi koperasi. Menghadapi itu, pihaknya telah melakukan langkah-langlah inovatif terhadap bentuk usaha yang dijalankannya. Selain itu, juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan. “Kami tetap optimis bisa menghadapi tantangan ini. Dengan situasi seperti sekarang, saingan banyak, kami juga menawarkan bunga lebih murah. Sesuai hasil evaluasi, Sisa Hasil Usaha (SHU) cenderung naik. Kami sangat bersyukur dengan usia koperasi yang sudah 33 tahun, masih bisa bertahan,” pungkasnya. (ad1037)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Staff Reservation & Crew Boat Hub Jl.Tirta Ening No.1 Sanur Tlp.288829
B.BP.153.07.18.0000843
Urgent Staf Operasional u/Legal Service Min:SMU,Email: erlina.bcentrum@gmail.com
B.BP.004.07.18.0000960
Dcr Tk.jahit &Tk.Cheking utk garment Lam.Jl.Pemuda IV/17 Renon T.0361-236453 / 264637
Dbutuhkan Business Development F/M, FG/Experience. CV : dwi.ulandari@murni.co.id
Dcr Sopir Pribadi Tdr Dlm bs Matic Bujang H.081999660972
B.BP.001.07.18.0000947
Dcr PRT Tdr dlm, Sopir Pglm2Th Tamat SMA Hub.085829145389
Dcr Teknisi Laki2 SMK/Sdrjt Rajin,Jjr,Tnggung Jwb.Master Selam ByPas Ngr Rai 314 SNR/283138
Dcr u/Farmasi,Pengirim& Gudang Pria,SMA Punya Motor.Lamarn ke PT.BKS Jl.Bung Tomo V/14 Dps
Dicari:Finishing dan Penjahit dlm utk Garmen di Dalung.Hub: 081.7471.5471,081.337.799.215
B.BP.001.07.18.0000946
B.BP.004.07.18.0001030
B.BP.001.07.18.0000988
B.BP.001.07.18.0000881
B.BP.004.07.18.0001017
B.BP.001.07.18.0000851
Dcr Lls SMU-S1 utk Guru PG/TK ada Diklat. Lgs Krj. 0811380028
B.BP.821.07.18.0000638
!!!Admin & Penagihan.CV krm ke personalia_27@yahoo.com
B.BP.001.07.18.0000868
Urgent 6Bedroom Villa Looking for Female Buller & DW must be good English send CV to 081246 29122 manager@Villatjitrap.com
G.05
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com G.06
B.BP.004.07.18.0000837
Cari Sopir Prwisata utk Mbl Hiace WA. 082247008888 Btbulan
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0001024
Dbthkn Sales&Admin Perush Distributor Minuman.Krm Lmrn PT. Berkat Perkasa Jl.Ry Sempidi 18A Br.Kangin Sempidi/8450682
G.07
Dcr Pembantu RT,Tdr Dlm yg bs naik spd mtr,081237651088 Dps
Dcr Tukang Perak Max.30Th Hub.08113990076
Dcr Sales L/P D3/SI min.23Th, B.Ing.Lisan/Tulis. Masterselam Bypas Ngr Rai 314 Sanur 283138
Dcri Sales Min SMA SIM A 4 Org dan Sopir Min SMA SIM A 4 Org SMS ke 085211999974
B.BP.001.07.18.0001029
Dcr Adm online,Sales,Sopir bisa matic,B1,Teknisi STM Gj+Bns+Kms+BPJS Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7, Dps
Villa in Seminyak-Canggu,Look for GRO,FO(DW),Therapist,FB Service.CV:bali_sky@yahoo.com
B.BP.821.07.18.0000917
B.BP.001.07.18.0000971
B.BP.001.07.18.0000882
DIJUAL RUMAH
BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
FOTOCOPY
BIRO JASA
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
G.04
B.BP.001.07.18.0000877
BIRO JASA
G.02
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692
B.BP.001.07.18.0000744
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
G.03
BPR.SEN butuh AO,Kabag Kredit, Kabag Oprasional,Admin(Wnt)Max 35th Hub:423974, Jl.Thamrin 23
Dcr Tng Pelaksana Proyek & Drafter(Gmbr Bngnn)Tmtn SMK (Pglm tdk diutmkn) Hub: 085100434106 WA
G.01
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com
B.BP.001.07.18.0000937
B.BP.001.07.18.0000846
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
B.BP.004.07.18.0000476
B.BP.004.07.18.0001015
Villa in Seminyak Look Security CV:Jl.Gatsu I/XVII No.12 B.BP.001.07.18.0000972
Dibtuhkan secepatnya Gardener villa untk area Seminyak.Rajin & brpnglaman. Tlp.0361 289742 CV: asahrd2018@gmail.com B.BP.001.07.18.0000886
Dibutuhkan Guru Bhs. Indonesia SD.Syarat:S1 PGSD/Sastra Indonesia.Denpasar Children Centre.Telpon(0361)725725 B.BP.001.07.18.0000998
Medical Representative-S1-4Jt L/P,CV:kantorbali77@gmail.com B.BP.001.07.18.0000875
Dibutuhkan Guru Olahraga SD. Syarat:Pria, S1 FKIP Olahraga. Denpasar Children Centre. Telpon(0361) 725725 B.BP.001.07.18.0000997
Dibutuhkan Villa Coordinator. menguasai bahasa Inggris. Memiliki pengalaman dibidang yang sama. Tlp.0361 289742 CV: asahrd2018@gmail.com
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
DAIHATSU
3Lantai BUC 990Jt 3KT Jimbaran 1,2Are Deal Bln ini08123816666
Dijual Xenia Th 2014,Hitam, Asli DK Hub:0811396995
B.BP.001.07.18.0001013
MAZDA
Mazda2 Tpe’R Th’13,Merah,As DK Hrg130Jt Nego Hub.081337975454
B.BP.001.07.18.0000995
B.BP.001.07.18.0000887
B.BP.004.07.18.0001020
Dijual Rumah Jl.Teuku Umar Dps LT 4,34are,2LT,LD 12m2.Panjang 36m2LB660m2Hub.081236794728 B.BP.001.07.18.0001001
Jl:Rmh 2A Lt2 LB 200m2 Jl. Taman Wedasari Hp:0811398154 B.BP.001.07.18.0001026
Dicari Karyawati Serabutan utk WarungMakanHub.081999564725
KOST
Dicari Mekanik u/Bengkel Mobil Hub:0361-722222/082236182035
Kost2an Aktif 19Kmr,LT 10A,Msh ada tnh Kosong 3A.Hrg 4,5M Lok Jl .G.Agung Dps HP:087761724888
B.BP.001.07.18.0001009
B.BP.001.07.18.0000991
B.BP.001.07.18.0001003
Dicari PRT Makan tidur dalam, Gaj i 2Jt Hub.087861633886
DIJUAL TANAH Dijual Tnh Kav Seririt Bllng DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:081338183031/081805374433
B.BP.001.07.18.0000970
Dicari Quality Control Furniture Pengalaman. Info: www.yunibali.com/vacancy
B.BP.004.07.18.0000132
Tnh 10Are Alila Pecatu,5A Saba Gyr Bs OverKredit/085238316633
B.BP.004.07.18.0000959
Dicari Sales & Admin By Email:chandra.silvy@gmail.com
B.BP.001.07.18.0000896
Tnh 850m free Bagn 13KM A.Yani BUC 490Jt/Are.DO 08123816666
B.BP.001.07.18.0000951
Dicari Sopir,Penjahit,TkPatrun Serabutan Hub:082237777767
B.BP.004.07.18.0001019
DIJUAL RUKO
B.BP.004.07.18.0000687
BU Cpt Sewa/Jual Ruko 2Lt SHM 103m2 Tepi Jl Besar Cokroaminoto Nego Tdk Mahal 087856227779
Dicri 2 guru wanita PGTK bs B.Inggris Hub.0811398772 B.BP.001.07.18.0001022
Kary/ti Kasir&Adm bs Kompt Min SMA:081236648152/087854906940
B.BP.033.07.18.0001014
RUPA-RUPA
B.BP.001.07.18.0000996
Krywti u/prodksi Kue Sopir SIM A,C,PRT Tdr luar 08123836575
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
B.BP.001.07.18.0001025
Sales Representative(SR) Penempatan di Area Tabanan dan Klungkung.Kirim CV dan Lamaran Kerja Ke:nadiaulfi6@gmail.com Atau Hubungi:083129680790(WA) B.BP.001.07.18.0001007
Urgent. Dbtuhkan Staff Tukang/ Kepala Tukang(Mandor) brpglaman Gaji Tinggi. Tlp.0361 289742 CV: asahrd2018@gmail.com B.BP.001.07.18.0000885
B.BP.001.07.18.0000778 TOYOTA
Avanza G13 Htm Mls Spt.Br AsDK Ex Dokter Bs Krdt 085104708484
B.BP.001.07.18.0000999
Rush S TRD Ultimo’17 Htm AsDK Gran AvanzaG’16,08123806257Krd B.BP.001.07.18.0001028
DICARI MOBIL Dcr Truck Roda 4 atau 6 Segala Merk Th’10-16 Hub.081338324935
B.BP.001.07.18.0001011
Badut,MC,Sulap,Dekorasi Balon, Games,MurahKeren,081338544255 B.BP.001.07.18.0000871
Property adalah Kebutuhan bagi Setiap Orang&Perusahaan.Bergabunglah dgn Winning Team Kami mjd Profesional Real Estate Agen.Kirim CV ke : ljhookerkuta@gmail.com Jadilah The Winner B.BP.004.07.18.0001016
BANGLI
14
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
Dua Sekolah Terapkan ’’Full Day School’’ Bangli (Bali Post) Dua sekolah di Kabupaten Bangli, yakni SMAN 1 Kintamani dan SMKN 2 Bangli mulai menerapkan program full day school pada tahun ajaran baru ini. Dengan penerapan program tersebut, kegiatan belajar mengajar di dua sekolah tersebut dilaksanakan hingga sore hari. Kepala SMAN 1 Kintamani Ketut Ada diwawancara Kamis (19/7) kemarin mengatakan, program full day school diterapkan untuk memberikan sesuatu yang lebih kepada siswa. Selama ini kegiatan belajar mengajar di sekolahnya dilaksanakan dari pukul 07.30 sampai pukul 14.20 Wita. Meski jam belajar sudah berakhir, terkadang ada siswanya yang masih melaksanakan kegiatan belajar secara mandiri hingga sore hari. Pihaknya menilai kegiatan belajar yang selama ini dilakukan siswanya tersebut kurang memberikan hasil maksimal karena jarang terkontrol guru. Mengingat tidak ada kewajiban bagi guru untuk mengajar sampai sore hari di sekolah. “Dengan full day school ini kami mencoba memberikan sesuatu lebih kepada siswa. Semua kegiatan belajar siswa nantinya ada dalam pengawasan guru,” terangnya. Dikatakan Ada, dalam penerapan program full day school yang rencananya efek-
tif dilaksanakan mulai pekan depan, nantinya para siswa akan diberi pelajaran tambahan menyangkut pelajaran tertentu yang terkait dengan lomba-lomba yang sering diikuti sekolah. Selain itu dalam program ini, para siswa juga diberikan pedalaman materi yang nantinya berguna membantu siswa dalam melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya. Sebagaimana yang dirancang, dalam program full day school ini, para siswa nantinya akan belajar di sekolah mulai pukul 07.30 hingga 15.30 Wita. Setelah jam belajar berakhir, siswa juga akan diberikan kegiatan pengembangan diri (ekstrakulikuler) hingga pukul 17.00 Wita, tergantung pelatih. Ada memastikan, meski kegiatan belajar berlangsung sampai sore hari, namun para siswa tidak akan kelelahan. Sebab kegiatan belajar akan dirancang menyenangkan sehingga tidak membuat siswa jenuh. Dalam program full day school, siswa nantinya hanya akan belajar di sekolah selama lima hari dalam seminggu, yakni SeninJumat. “Program ini sebelumnya sudah kita sosialisasikan ke seluruh siswa maupun orang tua siswa,” ujarnya. Dikatakan Ada, karena baru dilaksanakan untuk pertamakalinya, program full day school ini masih tahap diuji coba selama enam bu-
lan. Jika program ini dapat berjalan bagus dan efektif, tentunya akan dilanjutkan. Namun jika tidak, akan dilakukan evaluasi. Kepala SMKN 2 Bangli Wayan Suparta mengatakan, tujuan penerapan full day school di SMKN 2 Bangli, yakni memberikan waktu lebih banyak kepada para siswa untuk beristirahat dan berinteraksi dengan orang tua atau temannya yang ada di luar lingkungan sekolah. Dengan full day school ini, nantinya para siswa hanya akan belajar formal di sekolah selama lima hari yakni Senin-Jumat. Sementara hari Sabtu hanya akan diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian pada hari Minggu, para siswa bisa memiliki waktu luang untuk beristirahat dan berinteraksi dengan keluarganya di rumah. “Kalau selama ini hari Minggu mereka kan diisi dengan kegiatan ekstra. Jadi dengan full day school ini siswa bisa punya waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan keluarganya. Harapan kami dengan interaksi tersebut dapat menumbuhkan mental anak-anak. Mereka jadi bisa lebih merasa terpantau, merasa lebih bertanggung jawab ke orang tua. Korelasinya, perilaku belajar mereka di sekolah menjadi lebih termotifasi,” jelasnya. (kmb40)
Pipa Disapu Banjir Bandang
PDAM Rugi Ratusan Juta Rupiah Bangli (Bali Post) Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bangli mengalami kerusakan hingga ratusan meter. Atas kejadian tersebut, PDAM diperkirakan mengalami kerugian material mencapai ratusan juta rupiah. Direktur PDAM Bangli I Wayan Gde Yuliawan Askara, Kamis (19/7) kemarin, mengungkapkan banjir bandang merusak sekitar 750 meter pipa air. Perbaikan dilakukan dengan membeli 108 batang pipa besi untuk dilakukan penyambungan. “Kita pilih pakai pipa besi agar lebih kuat,
mengingat keberadaannya berada di jurang. Jika memakai pipa plastik maka akan cepat rusak,” ungkapnya. Atas peristiwa tersebut pihaknya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Sebab, selain untuk membeli pipa, juga dipakai biaya ongkos tukang untuk menyambung pipa, termasuk ongkos suplai air yang dilakukan hampir setiap hari kepada pelanggan memakai mobil tanki. “Kita memang belum menghitung secara pasti berapa kerugian akibat bencana ini. Jika dilihat kerugian material mencapai ratuan juta,” jelasnya. Disinggung realisasi perbaikan jaringan pipa yang
rusak akibat banjir bandang, Yuliawan menegaskan penyambungan pipa sudah selesai dilakukan. Hanya saat ini pihaknya masih harus melakukan pembersihan karena masih tertutup lumpur. “Sekarang kita masih menguras lumpur banjir dulu. Setelah itu air baru bisa kembali disalurkan. Kita harap dua hari pendisitribusian air bersih ke pelanggan kembali normal,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, sampai saat ini penyaluran air bersih kepada pelanggan yang terganggu tetap dilakukan. Sehingga, pelanggan tidak sampai kesulitan air bersih. (kmb41)
Bali Post/kmb41
DOKUMEN - Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan saat menyerahkan hasil penelitian dokumen administrasi Pemilu 2019, Kamis (19/7) kemarin.
Banyak Parpol Tak Lampirkan Syarat Pendaftaran Bacaleg
Bangli (Bali Post)Pascapendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) Pemilu 2019 yang dilakukan 11 parpol, KPU Bangli langsung melakukan pemeriksaan kelengkapan pendaftaran masing-masing parpol. Dari hasil verifikasi yang telah dilakukan, banyak parpol yang tidak melengkapi syaratsyarat pendaftaran. Atas kondisi itu, pada Kamis (19/7) kemarin, KPU menyerahkan hasil penelitian dokumen administrasi Pemilu 2019 kepada masing-masing parpol untuk segera dilengkapi. Ketua KPU Bangli Dewa
Agung Lidartawan, Kamis kemarin mengungkapkan, hasil administrasi ke masing-masing parpol dilakukan setelah pihaknya menerima pendaftaran bacaleg yang dilakukan masing-masing parpol. Kata Lidartawan, dirinya sengaja mencari hari pertama untuk penyerahan hasil penelitian dokumen administrasi karena berharap supaya mereka memiliki waktu yang lebih untuk melakukan perbaikan termasuk melengkapi persyaratan yang masih belum lengkap. “Kita harap mereka langsung melakukan konsultasi
dengan kami selama dua hari ini dan mengecek hasil verifikasi apa-apa saja persyaratan yang masih kurang supaya segera dilengkapi,” ucapnya. Lidartawan menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian dokumen administrasi, banyak bacaleg yang tidak melengkapi persyaratan pendaftaran, di antaranya belum melampirkan KTP, ijazah yang belum dilegalisir, surat keterangan sehat, surat keterangan dari pengadilan dan persyaratan yang lainnya. Bahkan, ada bacaleg yang didaftarkan hanya melampir-
SMP Satap di Subaya Mubazir
Tak Ada Guru, Siswa Belajar di SMPN 7 Kintamani
Bangli (Bali Post) – SMP satu atap (satap) yang didirikan Pemkab Bangli di Desa Subaya, Kintamani terkesan mubazir. Pasalnya, meski sudah ada sekolah, siswa di desa setempat masih harus melanjutkan pendidikan di SMPN 7 Kintamani dengan jarak yang lumayan jauh. Hal itu terjadi lantaran SMP satap yang mulai dioperasikan pemerintah sekitar tahun 2015, tidak memiliki guru sejak setahun terakhir.
Bali Post/kmb41
SUPLAI AIR - PDAM Bangli saat mendistribusikan air bersih kepada pelanggan.
Perbekel Subaya Nyoman Diantara, Kamis (19/7) kemarin, mengungkapkan SMP satap di Subaya sejak hampir setahun terakhir tidak memiliki guru yang jelas. Karena itu, siswa yang bersekolah di SMP satap terpaksa dititipkan untuk belajar di SMPN 7 Kintamani, yang merupakan sekolah induknya. “Siswa baru tahun ini juga sekolahnya di SMPN 7 Kintamani. Beberapa ada yang sekolah ke Denpasar,” ujarnya. Dijelaskan Diantara, untuk menuju SMPN 7 Kintamani yang lokasinya berada di Desa Sukawana, jarak
Marak, Alih Fungsi Lahan Hutan Konservasi Bangli (Bali Post) – Alih fungsi lahan hutan konservasi di Kintamani marak terjadi. Lahan hutan kian banyak beralih fungsi menjadi lahan perkebunan. Berdasarkan pantauan Kamis (19/7) kemarin, lahan hutan konservasi yang mengalami alih fungsi berada di sepanjang jalur pendakian ke Gunung Batur. Dari kaki hingga ke arah lereng gunung (di dekat Pura Pasar Agung), lahan hutan yang pengelolaannya berada di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) itu, kini banyak yang disulap menjadi perkebunan tomat, cabai, bawang dan sayuran. Tak hanya itu, di sekitar perkebunannya warga juga membuat beberapa cubang yang dipakai sebagai tempat penampungan air untuk menyiram tanaman. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali Sulistyo Widodo saat dikonfirmasi siang kemarin tak menampik kondisi itu. Dia mengakui bahwa lahan hutan konservasi yang dikelola pihaknya banyak yang berubah fungsi menjadi perkebunan tomat, bawang dan sayuran. Namun, berapa luas lahan hutan yang mengalami alih fungsi, Sulistyo
Bali Post/kmb40
HUTAN - Lahan hutan konservasi di lereng Gunung Batur yang dialihfungsikan menjadi perkebunan. belum bisa memberikan data pasti. Pihaknya mengaku kini masih melakukan pendataan terkait hal itu. Sulistyo menjelaskan, sebelum dikelola BKSDA sesuai SK Menteri 2014 lalu, lahan hutan konservasi tersebut dulunya berstatus hutan produksi terbatas. Pengelolaannya dulu berada di bawah Dinas Kehutanan. Dengan status hutan produksi terbatas, warga ketika itu diperbolehkan memanfaatkannya untuk ditanami tanaman perkebunan holtikultura. “Memang dulu dibolehkan. Istilahnya tumpang sari
atau perhutanan sosial. Dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat,” terangnya. Namun, sejak berubah status menjadi hutan konservasi, kawasan tersebut dilarang untuk dimanfaatkan warga sebagai lahan perkebunan. Meski sesuai aturan sudah ada larangan tegas, namun Sulistyo mengaku bahwa pihaknya tidak bisa langsung menghentikan begitu saja aktivitas pertanian yang dilakukan warga penggarap di kawasan hutan tersebut. “Kita tidak bisa semena-mena mengeluarkan mereka,” ujarnya.
kan pasfoto. Jadi, persyaratan yang lainnya bisa dilengkapi sekarang ini. “Batas waktu penyerahan kelengkapan administrasi pendaftaran ini pada 31 Juli mendatang pukul 24.00 Wita. Kita tidak ingin mereka hadir di akhir-akhir batas waktu yang diberikan. Apalagi datang beberapa menit sebelum pukul 24.00 Wita. Kita tidak ingin hal itu kembali terjadi. Semua persyaratan wajib dipenuhi masing-masing calon. Jika persyaratan belum dilengkapi kita tidak bisa tetapkan DCS,” ucapnya. (kmb41)
BKSDA harus melakukan pendataan menyangkut seberapa banyak jumlah penggarap yang ada, dan seberapa ketergantungan mereka terhadap lahan di kawasan hutan. BKSDA juga harus memastikan apakah para penggarap tersebut selama ini memang tidak punya lahan garapan pribadi sehigga memanfaatkan lahan hutan. “Kita juga harus punya program jelas terkait upaya mengelola kawasan hutan konservasi sesuai aturan yang ada,” ujarnya. Dalam upaya mengantisipasi sekaligus menekan maraknya pengalihfungsian lahan hutan konservasi, Sulistyo mengaku pihaknya selama ini terus melakukan kegiatan patroli/operasi pengamanan kawasan, baik yang dilakukan secara mandiri maupun gabungan. Selain itu, pihaknya juga akan terus berupaya memberikan pembinaan kepada warga agar tidak membuka lahan pertanian baru di kawasan hutan. “Untuk sementara ini kita masih lakukan inventarisasi dan menentukan langkah/program berikutnya dalam upaya rehabilitasi mengembalikan hutan sesuai fungsinya,” imbuhnya. (kmb40)
yang harus ditempuh anakanak di Desa Subaya cukup jauh. Kurang lebih sekitar 9 kilometer. Karena jauhnya jarak yang harus ditempuh, pihaknya pun berharap Pemkab Bangli dapat memperhatikan hal itu. Pemerintah diharapkan segera melengkapi SMP satap dengan tenaga pengajar yang memadai. “Informasinya pemerintah akan segera mengisi guru di sini, katanya tinggal menunggu penugasan. Tapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujarnya. Disampaikan juga oleh Diantara bahwa saat awal dioperasikan tahun 2015,
kegiatan belajar mengajar di SMP satap berjalan seperti biasa. Guru yang mengajar saat itu didatangkan dari SMPN 7 Kintamani. Namun, dalam perjalanannya, kegiatan belajar sempat macet karena tidak pernah ada guru yang datang mengajar. Setelah dimohonkan ke Pemkab, kegiatan belajar bisa kembali normal. Pemkab kembali menugaskan beberapa guru untuk mengajar di sana. “Tapi sejak setahun lalu tidak ada guru lagi,” imbuhnya. Sementara itu, Kadisdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja saat dikonfir-
masi terpisah mengatakan bahwa pada tahun ajaran yang lalu, jumlah siswa di SMP satap hanya 7 orang. Karena jumlah siswa sedikit dan kondisi jalan saat itu yang masih rusak, kegiatan belajar mengajar dipindah dan dilaksanakan di SMPN 7 Kintamani. Hal itu, kata Suteja sudah berdasarkan kesepakatan antara siswa dan guru. Mengenai kegiatan belajar mengajar di SMP satap tahun ajaran baru ini, Suteja mengatakan pihaknya masih akan mengecek jumlah siswa SMP di Subaya. Jika jumlah siswa sekitar 10-15, pihaknya akan mengkomunikasikan kembali agar kegiatan belajar bisa dilaksanakan di SMP satap. “Kemungkinan kami akan kirim guru ke sana,” katanya. (kmb40)
15
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
Diperkirakan, Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Jakarta (Bali Post) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2018 akan berada pada 5,1 persen (year on year/yoy) atau batas bawah sasaran bank sentral di 5,1-5,5 persen karena penurunan kontribusi dari kinerja ekspor. ‘’Pertumbuhan ekspor yang terindikasi tidak sekuat prakiraan awal karena dipengaruhi tren harga komoditas global yang menurun,’’ kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (19/7) kemarin.
Perry Warjiyo
Hingga bulan keenam ini kinerja ekspor Indonesia belum sesuai ekspektasi. Hasil dari ekspor di Juni hanya 13 miliar dolar AS atau menurun 19,8 persen dibanding ekspor Mei 2018. Dengan begitu, sepanjang Januari-Juni 2018, ekspor Indonesia hanya 89 miliar dolar AS, yang terdiri dari nonmigas 79,38 miliar dolar AS dan ekspor migas 8,67 miliar dolar AS. Sedangkan impor secara keseluruhan mencapai 89,04 miliar dolar AS di paruh pertama tahun ini. ‘’Itu telah memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi 2018 yang diprakirakan mendekati batas bawah kisaran proyeksi BI 5,1-5,5 persen,’’ ujarnya. Meski kontribusi ekspor menurun, bank sentral tampak optimistis konsumsi rumah tangga bisa membaik. Untuk triwulan II 2018, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik tidak akan meleset jauh dari perkiraan sebelumnya
di 5,2 persen. Pertumbuhan di kuartal II didorong oleh perbaikan konsumsi rumah tangga karena melimpahnya stimulus fiskal seperti pencairan gaji ke-13, dan juga laju inflasi yang terjaga. Indikator dunia usaha dan konsumen pun menunjukkan akselerasi roda perekonomian, meski masih terbatas. Untuk investasi riil, bank sentral melihat akselerasi proyek infrastruktur akan menjadi daya tarik bagi investor. Sebelum rapat dewan gubernur Juli 2018 ini, BI dengan mantap memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2 persen atau titik tengah sasaran bank sentral di 5,1-5,5 persen. Sementara untuk pertumbuhan kredit, BI masih moderat mempertahankan target 10-12 persen (yoy) dengan dana pihak ketiga (DPK) bank bertumbuh 9-11 persne (yoy). (ant)
Jati Diri Selain memajukan dan mengembangkan seni budaya, seniman juga mengemban fungsi edukasi. Selain menghibur (tontonan), mereka juga memberikan tuntunan (edukasi) dengan harapan bisa dimaknai oleh pecinta seni untuk memperkuat jatidiri. Tidak mudah goyah menghadapi budaya global yang begitu dahsyatnya menggempur sendi-sendi kehidupan. Den-
gan memiliki benteng nilai budaya yang kuat, diharapkan generasi muda milenial imun terhadap ekses negatif budaya global. Di sisi lain, agar budaya kita terus lestari, gelar seni mesti sesering mungkin diselenggarakan dengan melibatkan generasi milenial. Aktivitas seni budaya di desa pakraman, sekolah, kampus, dan area publik mesti makin digalakkan, selain melalui hajatan PKB. Dengan demikian generasi muda kita makin
mencintai seni budaya warisan leluhur. Dengan makin akrab dengan seni dan budaya yang dimiliki, diharapkan akan ada keterpanggilan untuk melestarikannya dan memiliki kebanggaan terhadap budaya Bali. Dengan lestarinya seni budaya maka nilai-nilai kearifan lokal akan makin lestari pula. Nilai-nilai kearifan lokal ini diharapkan dijadikan ‘’sesuluh’’ dalam menjalankan kehidupan. Dengan memiliki karakter yang kuat disertai
penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai, diharapkan SDM Bali andal dalam menghadapi persaingan global. Selebihnya, dengan semakin akrab dengan seni, kita berharap budi semakin halus dan kepekaan sosial kita semakin tumbuh. Demikian pula budaya gotong royong dan sikap olas asih terhadap sesama akan makin tinggi dan perlakuan kita terhadap alam akan makin baik. * Made Subrata
Beda Sekali
Ia yang mengikuti proses pencalegan dari dapil Kecamatan Banjarangkan, justru bergeser ke Klungkung. ‘’Saya di PDI-P, boleh dikatakan berkeringatlah. Dalam pencalegan, setiap rapat, Ketua DPC mengatakan tidak ada tekanan, lobi-lobi. Semua akan diserahkan ke DPP. Seolah itu kita terima dengan baik. Kenyataannya datang beda sekali. Saya dicantumkan dapil Kecamatan Klungkung. Padahal awal nama saya masuk Banjarangkan,’’ bebernya. Kebijakan tersebut diterima. Namun dalam hati kecilnya, curiga ada permainan. ‘’Kalau memang nama-nama itu dikirim ke DPP di Jakarta, harusnya turun nama saya di Banjarangkan. Kok bisa nikung di Kecamatan Klungkung. Siapa yang bermain,’’ sebutnya. Keinginan untuk mundur dari kepengurusan DPC PDI-P juga terlontar dari Wakil Ketua Bidang Organisasi, Dewa Gede Anom Samudra. Namun, ditegaskan, itu bukan buntut tidak dapatnya rekomendasi dari DPP dalam pencalegan, melainkan karena kesibukannya mengurus usaha. Selain soal rekomendasi dan dapil, ketidakpuasan terhadap pencalegan juga dipicu persoalan nomor urut. I Wayan Misna dari dapil Nusa Penida yang duduk sebagai bendahara di DPC justru mendapat nomor 2. Sementara untuk bakal calon pendatang baru mendapat nomor 1. ‘’Mekanisme proses pencalegan tidak jalan. Kalau sesuai AD/ART, semestinya tiang kan ditaruh nomor 1. Tapi ditaruh nomor 2. Saya ikut di struktur dua periode. Jadi bendahara DPC. Sesuai hasil kongres, kalau di dapil tidak ada struktur di
atasnya, bendahara yang nomor 1,’’ jelasnya. Meski demikian, politikus yang masih sebagai anggota DPRD Klungkung ini tidak mengambil langkah untuk mundur. ‘’Ya… mangkel juga. Tetap ikut di pileg, nama kan sudah masuk. Ya… jalani saja,’’ imbuhnya. Sebelumnya, Ketua PAC PDI-P Banjarangkan Ngakan Nyoman Kencana juga menyatakan mundur. Langkah tersebut juga dii-
kuti Ranting Desa Timuhun, Tohpati, Bumbungan, Tusan, Bakas, Tihingan, Getakan, Banjarangkan, dan Nyangelan. Ngakan Kencana mengatakan sikapnya itu tak lepas dari ketidakpuasan terhadap pencalegan yang dinilai tidak berjalan sesuai mekanisme. Seperti dirinya, yang telah lama bergabung dalam struktur justru terpental. Padahal namanya telah diusulkan DPC. Khusus di Banjarangkan, sede-
ret nama yang disetorkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung justru nama-nama baru. ‘’Saya tidak lolos,’’ ungkapnya. Ketua DPC PDI-P Klungkung Anak Agung Gede Anom tak terlalu mempersoalkan hal tersebut. Alasannya, semua itu merupakan kewenangan DPP. Jika nantinya ada protes dan melayangkan surat resmi pengunduran diri, maka DPC akan mengambil sikap. (kmb45)
Stabilkan Rupiah
BI Kaji Aktifkan Kembali SBI
Jakarta (Bali Post) – Bank Indonesia (BI) mengkaji pengaktifan kembali Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertenor 9 dan 12 bulan guna menambah portofolio yang dapat menyerap modal asing, sehingga dapat menjadi instrumen untuk menstabilkan rupiah. ‘’Kami ingin memperluas instrumen, kemungkinan reaktivasi SBI, sedang dikaji. Dalam waktu dekat kami akan umumkan. Sudah di pipeline,’’ ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (19/7) kemarin. SBI merupakan instrumen moneter yang dihentikan penerbitannya pada Agustus 2017 untuk tenor 9 dan 12 bulan. Lima tahun sebelumnya, BI juga menghentikan penerbitan SBI di bawah tenor sembilan bulan untuk
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya dan Atma Wedana (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Khrisna (1)
08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Dialog Interaktif Dinas Kebudayaan Provinsi 10:00 Wita Parameter 10:30 Wita DW TV 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Mahadewi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya dan
Atma Wedana (5) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif Reiki Ling Chi 17:05 Wita Folk Song 17:05 Wita Kartun Ball Khrisna (2) 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita
kata Mirza. Reaktivasi SBI, kata Mirza, menjadi opsi penajaman instrumen pasar keuangan agar lebih menarik investor asing. Di sisa tahun, tekanan ekonomi global akan semakin deras. Hal itu membuat BI harus menambah instrumen pasar keuangan agar Indonesia lebih atraktif di mata investor asing. Bank sentral juga berencana menerbitkan instrumen baru pasar uang bernama ‘’Indonia’’ yang berbasis transaksi untuk meningkatkan kredibilitas acuan suku bunga di pasar keuangan. Indonesia akan digunakan untuk transaksi bertenor satu hari (overnight). Perry mengatakan BI akan menerapkan instrumen baru itu pada akhir Juli 2018. (ant)
WARUNG GLOBAL
Swasta Jangan Berkecil Hati
Sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 memicu kekacauan di sejumlah daerah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 dianggap sebagai muara kegaduhan tersebut. Sistem zonasi ini mulanya diterapkan sebagai strategi pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses dan mutu pendidikan secara nasional. Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Kini kisruh PPDB menemui babak baru lagi. Beberapa kabupaten di Bali, menurut temuan Ombudsman Bali, ada intervensi politik dalam kisruh ini. Selain itu BMPS di beberapa kabuaten kehilangan ratusan siswa akibat dibukanya gelombang II PPDB sekolah negeri. Spontan Kawan Global yang turut bergabung dalam acara dialog interaktif Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Kamis (19/7) kemarin, memberi tanggapan atas situasi itu. Berikut rangkuman selengkapnya. Saran Fera di Tabanan, sebaiknya sekolah negeri tidak membuka gelombang II lagi. Biarlah bersekolah di swasta. Mengenai intervensi politik, ia berharap para politikus tidak melakukan intervensi. Mengenai pembukaan gelombang II, Suardana di Tabanan melihat wajar-wajar saja. Kenapa sekolah negeri paling banyak diincar karena lebih murah biayanya dari sekolah swasta. Mengenai temuan Ombudsman, ia berharap segera ditindaklanjuti jangan hanya menemukan atau menerima aduan saja. Pada topik-topik sebel-
Jumat, 20 Juli 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
lebih mengelola hot money atau modal asing yang rentan keluar. Setelah penerbitan SBI dihentikan pada Agustus 2017, BI menggantinya dengan SDBI dan juga term deposit. Jika SBI kembali diaktifkan, maka instrumen untuk menyimpan modal asing akan bertambah, selain dari obligasi, deposito, dan saham. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menambahkan, bila SBI 9 bulan dan 12 bulan diterbitkan maka SDBI 9 bulan dan 12 bulan dihentikan sementara penerbitannya. ‘’Perbedaaannya, SDBI pembeli domestik, kalau SBI bisa domestik dan asing. Kebijakan ini terkait dengan bagaimana kita menarik aliran modal dari luar negeri,’’
Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Bali Now Diabemed Bali Bartender Competition Berita dan Bincang Terkini Solusi Alternatif Rumah Sehat 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita
umnya yang juga pernah membahas soal kisruh PPDB, Werdha di Gianyar malah tertawa geli ada gelombang II, karena sebelumnya sekolah negeri sudah penuh (kuota). Kenapa malah menerima siswa lagi dengan membuka gelombang II? Kalau demikian adanya sebaiknya semua sekolah disamakan saja statusnya, tak ada lagi swasta. Dari temuan ombudsman ini jadi kelihatan siapa yang sebernanya ‘’memaksakan kehendak’’. PPDB selalu terjadi setiap tahun, mestinya kalau benar-benar bekerja, kasus serupa tak akan per-
nah terulang. Pendidikan selalu jadi polemik. Demikian Nyoman Mastra di Gianyar mengomentari. Menurutnya, terlihat jelas kompetisi antara negeri dan swasta. Hanya, ia berharap agar siswa tidak dijadikan lahan untuk mencari untung. Mestinya lebih melihat tujuan dari pendidikan itu sendiri. Sementara pendengar dari Petang, Ayu, menyarankan agar para guru swasta tidak berkecil hati, justru tetap bertanggung jawab berara pun jumlah siswa yang dididik. (sikha)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Umanis, 20 Juli 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Alisson, Kiper Termahal di Dunia Liverpool – Liverpool mendapatkan kiper andalan AS Roma, Alisson Becker. Kamis (19/7) kemarin, Alisson sudah berada di tempat latihan Liverpool untuk menjalani tes medis sebagai syarat bergabung dengan The Reds. Liverpool merekrut Alisson dari AS Roma dengan mahar 66 juta euro atau sekitar Rp 1,1 triliun. Harga tersebut membuat kiper asal Brazil tersebut menjadi penjaga gawang termahal sejagat. Alisson akan dikontrak selama lima tahun oleh Liverpool. Rekor termahal sebelumnya dipegang Ederson saat transfer ke Manchester City senilai 34 juta pound pada 2017. Alisson menjadi pemain keempat yang didatangkan Juergen Klopp di bursa transfer ini setelah sebelumnya Naby Keita, Fabinho, dan Xherdan
5 Kiper Termahal di Dunia 1. Alisson Becker - 75 juta euro (AS Roma menuju Liverpool, 2018) 2. Gianluigi Buffon - 53 juta euro (Parma menuju Juventus, 2001) 3. Ederson Moraes - 40 juta euro (Benfica menuju Manchester City, 2017) 4. Manuel Neuer - 30 juta euro (Schalke 08 menuju Bayern Muenchen, 2011) 5. Jordan Pickford - 28,5 juta euro (Sunderland menuju Everton, 2017)
Shaqiri. Alasan The Reds berburu kiper lagi adalah karena belum mumpuninya kualitas Loris Karius yang saat ini menjadi kiper utama. Di final Liga Champions musim lalu, Loris Karius menjadi salah satu penyebab kekalahan Liverpool dari Real Madrid. Dia melakukan blunder fatal, hingga membantu El Real menang dengan skor akhir 3-1. Saat latihan pramusim Liverpool, Karius kedapatan melakukan blunder lagi. Oleh karena itu, Greme Souness bilang bahwa Juergen Klopp memang butuh tambahan kiper berkelas. ‘’Manajer ada di posisi sulit. Dia ingin bersikap loyal, dia ingin terlihat melakukan hal yang tepat pada Karius. Tapi, kalau anda mereka menghadapi pertandingan besar lagi dan dia membuat anda kecewa lagi, lalu semua orang akan memberi kritik ke manajer,’’ kata Souness. Dipilihnya Alisson tentu bukanya tanpa alasan. Penampilan gemilangnya bersama AS Roma memang membuat banyak klub besar mengincarnya. Tetapi apakah seorang kiper dapat berharga semahal itu? Apalagi seorang kiper yang berasal dari Brazil, negara yang terkenal dengan kemapuan mencetak golnya.
Spekulasi bahwa Brazil yang jarang punya kiper bagus sudah jadi pembicaraan yang umum tahun ke tahun. Orang Brazil terlahir untuk memainkan bola dengan kaki, bukan menggunakan tangan. Demikian kira-kira keadaannya. Brazil tentu saja pernah punya banyak kiper top, tetapi level mereka tidak sebaik para outfield player yang dipunya pada era yang sama. Claudio Taffarel membantu Brazil jadi juara dunia tahun 1994. Tetapi setahun sebelum turnamen dimulai dia pindah dari Parma ke tim kecil Reggiana. Di tahun 2000-an ada Dida yang mengantar AC Milan jadi juara Liga Champions. Tetapi dia dianggap sebagai titik lemah Rossoneri di periode tersebut. Dida bukan penjaga gawang utama Brazil saat merjuarai Piala Dunia 2002. Gawang Tim Samba dikawal Marcos (Palmeiras) ketika itu. Sampai awal 2017 Brazil masih kesulitan mencari kiper utama untuk tampil di Piala Dunia 2018. Alisson masih jadi pelapis di AS Roma, sementara Ederson Moraes di Benfica sama sekali belum punya jam terbang banyak di level internasional. Di kompetisi lokal Brazil pilihannya ketika itu juga tak banyak. Weverton (Atletico Paranaense), Alex Muralha (Flamengo) dan Marcelo Grohe (Gremio) dinilai kurang mumpuni oleh Claudio Taffarel, pelatih kiper skuad Brazil. Tetapi dalam satu tahun kondisinya berubah drastis. Alisson tampil
spesial bersama AS Roma. Sementara Ederson menjadi kiper termahal setelah Manchester City menebusnya dari Benfica. Dia malah langsung mempersembahkan titel Premier League. Keduanya mendadak jadi kandidat utama kiper Brazil untuk Piala Dunia 2018. Alisson terpilih menjadi kiper utama karena dia adalah kiper dengan jumlah penyelamatan paling banyak kedua di lima kompetisi teratas Eropa musim lalu. Cuma David de Gea yang punya angka lebih tinggi. Alisson juga punya karakteristik sebagai kiper modern. Dia tak cuma piawai memakai tangan, tetapi juga hebat memainkan kaki. Dia adalah ball playing goalkeeper. ‘’Dia membuat penyelamatan sulit terlihat mudah,’’ sanjung Gianluigi Buffon. Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco dibuat terpana oleh Becker di awal-awal kedatangan dia ke Stadion Olimpico. Hal utama yang disoroti Di Francesco adalah ketenangan Becker di bawah mistar gawang. ‘’Pele-nya penjaga gawang,’’ sanjung Taffarel. Jadi, harga Rp 1 triliun lebih tampaknya sesuai dengan kualitas Alisson. (kmb33/afp)
MAHAL - Kiper Brazil Alisson menjadi kiper termahal dunia setelah pindah ke Liverpool dari AS Roma dengan nilai 1,1 triliun rupiah
Hamilton Perpanjang Kontrak London – Pebalap asal Inggris, Lewis Hamilton, resmi memperpanjang kontrak bersama Mercedes hingga musim 2020 dan mendapat gaji yang sangat fantastis dari tim asal Jerman tersebut. Hamilton mengatakan kesepakatan perpanjangan kontrak dengan Mercedes sudah tercapai sejak lama. Namun, pembalap 33 tahun itu dan Mercedes baru meresmikannya saat ini. ‘’Perpanjangan kontrak ini pada dasarnya hanya formalitas karena saya dan Toto Wolff sudah duduk bersama saat musim dingin lalu, jadi senang bisa meresmikan dan mengumumkannya,’’ ujar Hamilton. Hamilton sebelumnya sempat dikabarkan akan bergabung dengan Ferrari tahun depan. Tetapi, juara dunia F1 empat kali itu mengatakan Mercedes adalah tim yang tepat baginya. ‘’Saya yakin Mercedes adalah tempat yang tepat bagi saya untuk tahun-tahun ke depan. Meski kami meraih sukses bersama sejak 2013, tapi Mercedes tetap lapar akan gelar,’’ ucap Hamilton. ‘’Saya sudah menjadi bagian dari keluarga balap Mercedes selama 20 tahun dan saya tidak pernah lebih bahagia daripada saat bersama tim saya saat ini,’’ sambung pembalap kelahiran Stevenage, Inggris itu. Dengan menandatangani perpanjangan kontrak bersama Mercedes, Hamilton diklaim akan mendapat gaji 40 juta pound atau setara Rp 754 miliar per tahun. Jumlah itu membuat Hamilton tetap menjadi atlet asal Inggris dengan gaji tertinggi di dunia. Hamilton bersama dua pmbalap lainnya, Sebastian Vettel (Ferrari) dan Fernando Alonso (McLaren), merupakan tiga pembalap dengan gaji tertinggi di ajang F1. Memperkuat Mercedes sejak 2013, Hamilton berhasil merebut tiga gelar juara dunia F1 pada 2014, 2015, dan 2017. Sedangkan satu gelar juara dunia lainnya direbut Hamilton saat memperkuat McLaren pada 2008. (kmb33/afp)
Zohri Pernah Lebih Memilih Sepak Bola Jakarta (Bali Post) – Juara dunia atletik U-20, Lalu Muhammad Zohri, rupanya pernah lebih mementingkan main sepak bola. Ia fokus ke atletik usai termotivasi seniornya. Lalu Zohri sedang menjadi buah bibir setelah mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara dunia junior nomor lari 100 meter. Di balik itu, ada masanya ia pernah lebih mementingkan olahraga lain. ‘’Dulu waktu sekolah, saya pernah bolos karena saya lebih mementingkan sepak bola dibanding atletik,’’ kata Lalu di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (19/7) kemarin. ‘’Tapi kemudian memilih atletik karena termotivasi dengan senior saya, Sudirman Hadi (Olimpian 2016 di Rio de Janeiro, Brazil),’’ imbuhnya. ‘’Sebenarnya sudah enggak ingin jadi pemain sepak bola karena di kampung saya sepak bola tak berkembang sama sekali. Mungkin tak ada pengurus dan pelatihnya juga,’’ ujarnya. Di dunia atletik, pemuda kelahiran Lombok, NTB pada 18 tahun lalu itu sudah menorehkan sejumlah prestasi. Sebut saja di Kejuaraan Nasional Antar-PPLP pada November 2017, emas di Kejuaraan Asia Atletik Junior 2018, dan kini di Kejuaraan Dunia Atletik Junior.
‘’Sejak juara dunia adalah hal yang luar biasa bagi saya. Saya bersyukur sekali. Semoga bisa menjadi motivasi untuk atlet lain. Mungkin semua berjasa: pelatih yang mendidik saya, dan semua yang mengurus saya dan memberangkatkan ke kejuaraan ini,’’ ujarnya. (ant)
I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani
Manajer Wanita
DI BALIK kesuksesan tim Putra Tresna Bali menjuarai Kompetis Liga 3 Rayon Bali 2018, terdapat sosok wanita yang berperan besar. Dia adalah I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani yang menjabat manajer tim sekaligus pemilik klub. ‘’Saya selalu menerapkan disiplin kepada para pemain,’’ ucap wanita kelahiran Tabanan, 10 Februai 1971 ini. Agung Kusuma Wardani meminta kepada skuad Putra Tresna agar senantiasa disiplin dalam segala hal, mulai disiplin waktu, latihan, sampai bermain di lapangan hijau.
‘’Kami menyiapkan tim ini selama sebulan,’’ ungkap wanita asal Jero Kukuh, Delod Rurung, Tabanan ini. Agung Kusuma Wardani terketuk untuk menjadi manajer, mengingat sang putra I Gusti Agung Ngurah Yuda juga hobi main bola. Pascajuara Liga 3 Rayon Bali, langkah Putra Tresna berikutnya adalah melakoni laga zona Bali dan Nusra, dan akan meladeni tim juara Rayon NTB dan NTT. ‘’Sejauh ini kami belum tahu calon lawan, sebab di provinsi lain kompetisi sedang diputar, dan belum diketahui juaranya. Selain itu kami juga belum menerima regulasi,’’ katanya. Saat ini Putra Tresna berkekuatan 21 pemain. ‘’Kalau masih bisa menambah pemain, saya juga ingin tambah lagi,’’ jelasnya. Dia mengakui, tiap tim kontestan Kompetisi Liga 3 Rayon Bali pasti mematok target juara. ‘’Astungkara tim kami bisa juara. Putra Tresna ingin melakoni kompetisi sampai ke putaran nasional,’’ tuturnya. Bahkan, jika memungkinkan Putra Tresna berniat mengajukan diri menjadi tuan rumah ketika laga zona Bali dan Nusra. ‘’Kami ingin mengusulkan supaya Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar dipakai home-base,’’ katanya. Apalagi, stadion yang selama ini biasa dipakai Bali United menjamu tamunya sangat layak. ‘’Hubungan kami dengan Bali United harmonis, terbukti beberapa pemain kami U-19 juga direkrut Tim Serdadu Tridatu,’’ terangnya. (nel)