Skip to main content

Edisi Rabu 1 Agustus 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 327 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Hadapi Pelemahan Rupiah

Bali Post

SEJAK 1948

Harus Belajar dari Masa Lalu Lima tahun sudah krama Bali berjuang untuk menyelamatkan Teluk Benoa. Panjang memang. Mereka sudah berkali-kali bertemu wakil rakyat. Mereka juga turun ke jalan ratusan kali. Bahkan sampai ke Jakarta. Tujuannya hanya satu, rencana reklamasi Teluk Benoa dibatalkan. Perjuangan mereka belum happy ending. Masih perlu waktu 25 hari. 25 Agustus 2018 nanti, merupakan batas akhir apakah rencana ini jadi atau tidak. Namun, mereka tak pernah lelah, apalagi menyerah. Tekad untuk menyelamatkan tanah Bali tetap mereka kobarkan. Bali harus dijaga. Tak hanya budayanya, juga tanah Bali termasuk manusianya. Apalagi dikaitkan dengan pariwisata, tentu penjagaan Bali menjadi sangat penting. Sebab, sedikit saja ada gangguan, kunjungan wisatawan langsung drop. Contoh Bom Bali I dan II. Keduanya, menyebabkan pariwisata Bali mati suri. Bahkan sebelumnya, isu muntaber dan penyakit ‘’massal’’ lainnya, juga memengaruhi kunjungan wisatawan ke Bali. Menjaga pariwisata Bali berarti menjaga tanah Bali. Gumi Bali harus diselamatkan dari tangan-tangan investor yang rakus lahan. Sebab, keajegan Bali tidak semata dari sisi budaya, juga tetap terpeliharanya lingkungan dan pertanian Bali. Karena budaya Bali tak bisa lepas dari kehidupan pertanian. Sebuah fakta betapa Bali kini menghadapi dilema akibat terancam arogansi investor rakus lahan. Mereka sematamata memandang Bali sebagai sumber pengembangan bisnis dengan prospek keuntungan yang menggiurkan. Hal ini patut diwaspadai. Harus ada upaya yang masif dari pemerintah dah krama Bali. Keduanya harus bersinergi mencegah pengalihan kepemilikan lahan secara besar-besaran. Semua pihak harus tetap mewaspadai ancaman investor yang hanya mementingkan keuntungan finansial. Mereka harus direm. Cara mengeremnya tak sebatas membatasi pembangunan hotel atau membebaskan PBB untuk petani. Para investor harus dipaksa menghormati kearifan lokal Bali. Hal. 15 Mesti Dipahami

Waspadai Ancaman Gelombang Tinggi Jakarta (Bali Post) – Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) Pusat Dwikorita Karnawati meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman gelombang tinggi di sejumlah perairan wilayah Indonesia. ‘’Sejumlah perairan masih berpotensi gelombang tinggi mencapai 4 - 6 meter,’’ kata Dwikorita dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (31/7) kemarin. Gelombang dengan ketinggian 4-6 meter atau sangat berbahaya yang berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Simuelue hingga Mentawai, perairan selatan Jawa Timur hingga Sumba dan perairan selatan Pulau Sumba. Seperti diketahui, dampak gelombang tinggi melanda perairan Indonesia kembali menelan korban pada Minggu (29/7) dengan terjadinya kecelakaan tenggelamnya kapal kayu Berkat Ilahi di Perairan Sape sekitar pukul 08.00 Wita. Berdasarkan hasil analisis pola angin antara pukul 08.00-11.00 Wita dari arah tenggara dengan kecepatan angin berkisar antara 18-27 km/jam (kategori risiko sedang). Selain itu, jika dilihat dari

hasil analisis pemodelan gelombang, tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut berkisar antara 3,0 – 4,0 meter (kategori tinggi-sangat tinggi). ‘’Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap gelombang tinggi, menunda penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang mereda dan kapal-kapal, terutama perahu nelayan dan kapal-kapal kecil agar tidak memaksakan diri melaut,’’ tandas Dwikorita. Lebih lanjut, Dwikorita menerangkan, hasil analisis BMKG bahwa adanya fenomena Mascarene High yang cukup persisten di Samudera Hindia bagian selatan (barat daya Australia) yang diduga mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah Samudera Hindia, khususnya selatan Jawa hingga selatan NTT. Tinggi gelombang di wilayah tersebut didominasi oleh gelombang panjang (swell) yang dipropagasi oleh fenomena tersebut, sedangkan meningkatnya ketinggian gelombang di Laut Banda dan Laut Arafuru diakibatkan adanya peningkatan kecepatan angin timuran hingga 36 km/jam. (ant)

Mantan Koruptor

Jokowi Minta Menterinya Tak Main-main Bogor (Bali Post) – Nilai tukar rupiah sebulan ini fluktuatif dan cenderung mengalami pelemahan. Atas kondisi itu, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya serius menghadapi situasi pelemahan nilai tukar rupiah dan kondisi negara yang membutuhkan cadangan dolar saat ini. ‘’Saya tekankan lagi bahwa situasi negara saat ini butuh dolar. Oleh sebab itu saya minta seluruh kementerian/lembaga betul-betul serius, tidak main-main menghadapi ini. Semua harus serius menghadapi ini,’’ kata Presiden saat memimpin Rapat Terbatas dengan topik ‘’Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa’’ di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa

Barat, Selasa (31/7) kemarin. Dalam rapat yang dihadiri jajaran menteri kabinet, Presiden mengatakan, perlu implementasi berbagai rencana yang telah dibahas sebelumnya. Presiden juga meminta persoalan itu tidak hanya terus-menerus dibahas dalam rapat tetapi minim pelaksanaan. Hal. 15 Pengendalian Impor

Saya tidak mau lagi bolak-balik rapat, bolak-balik rapat, tapi implementasi tidak berjalan baik.

Evakuasi Pendaki Tuntas

Jakarta (Bali Post) – Sebanyak 1.091 pendaki Gunung Rinjani telah berhasil dievakuasi setelah sebelumnya terjebak saat terjadi gempa bumi 6,4 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (29/7) pagi. ‘’Sejak tanggal 29 hingga 31 pagi total yang berhasil dievakuasi 1.091 jiwa. Sebanyak 1.090 jiwa selamat dan satu meninggal dunia,’’ kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di kantor BNPB di Jakarta, Selasa (31/7) kemarin. Hal. 15 Segara Anak

EVAKUASI - Pendaki Gunung Rinjani Suharti (kanan) berpelukan dengan adiknya setelah berhasil dievakuasi dan tiba di Lapangan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7) kemarin.

Perundingan Bagi-bagi ’’Jatah’’ TIDAK ada kawan dan lawan abadi; yang abadi ialah kepentingan, kepentingan untuk maju, kepentingan untuk menang, kepentingan untuk jadi presiden. Jadi semua itu mungkin saja. Itu prinsip politik. Demikian pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait pertemuan pimpinan parpol seminggu belakangan ini. Selain soal cawapres, pertemuan pimpinan parpol juga membahas bagi-bagi ‘’jatah’’ apabila menang nanti. Terkait dengan Partai Demokrat, Kalla mengatakan, posisi Partai Demokrat saat ini fleksibel dan mudah untuk mencari koalisi, mengingat pada Pemilu 2014 lalu partai tersebut terlihat lebih netral. Hal itu dikatakan Jusuf Kalla untuk menanggapi rencana pembentukan koalisi antara Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya

(Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). ‘’Jadi semua mungkin saja (terjadi). Jadi koalisi itu cocok-cocokan. Memang pada Pemilu 2014, Partai Demokrat lebih netral, jadi mudah untuk ke kiri dan ke kanan sekarang,’’ kata Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (31/7) kemarin. Dalam sepekan terakhir, pertemuan antarpetinggi Partai Demokrat, Partai Gerindra, PAN dan PKS terjadi untuk membicarakan koalisi dan rencana mengusung pasangan capres-cawapres sebagai lawan Presiden Joko Widodo selaku petahana di Pemilu 2019. Dengan berlakunya syarat dukungan paling sedikit 20 persen kursi partai atau gabungan partai di Dewan Perwakilan Rakyat

Hingga hari terakhir masa perbaikan syarat caleg yang diberikan KPU kepada parpol, masih terdapat lima bakal caleg yang terindikasi sebagai mantan napi koruptor. Kelima caleg itu yaitu dua berasal dari Partai Golkar dan tiga berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sekretaris Dewan Pakar DPP Partai Golkar Firman Subagyo menyatakan, Golkar menyatakan caleg yang memiliki latar belakang narapidana korupsi hari ini akan dipenuhi. Sementara Ketua DPP PKB Lukman Edy juga memastikan telah mengganti tiga bakal caleg PKB yang akan memperebutkan kursi DPR-RI itu diganti, karena tidak memenuhi syarat lantaran berstatus mantan terpidana korupsi. (kmb4)

(DPR), Jusuf Kalla menjelaskan, maka partai politik yang terdaftar di Pemilu 2019 harus berkoalisi untuk memenuhi syarat tersebut. ‘’Dari koalisi yang ada, dapat diperkirakan bahwa kemungkinan itu hanya dua (pasangan) calon, karena itulah maka dua ini harus mengatur. Memang kesulitannya adalah banyak yang ingin jadi wakil presiden,’’ tuturnya. Menurut Jusuf Kalla, pertemuan semacam itu wajar terjadi di masa menjelang pendaftaran capres-cawapres karena lebih membahas mengenai pembagian ‘’jatah’’ kekuasaan jika memenangi Pemilu. ‘’Sehingga harus terjadi perundingan, power sharing yang dirundingkan itu sebenarnya. Jadi kalau menang nanti bagaimana, posisi masing-masing nanti seperti apa,’’ ujarnya. (ant)

Bali Post.ant

…pertemuan semacam itu wajar terjadi di masa menjelang pendaftaran capres-cawapres karena lebih membahas mengenai pembagian ‘jatah’ kekuasaan jika memenangi pemilu.

Jusuf Kalla

Hadapi Kontestasi Pilpres 2019

SBY Siap Jadi Mentor Prabowo

KPU Coret Lima Bacaleg Jakarta (Bali Post) Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyatakan mencoret lima bakal caleg DPR-RI yang diketahui mantan terpidana kasus korupsi. Keputusan itu diambil di tengah proses uji materi terhadap Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur larangan mantan koruptor menjadi caleg masih berlangsung di MA. Wahyu menegaskan, KPU tidak ingin berandai-andai terhadap putusan MA yang belum juga keluar meski masa perbaikan syarat bakal caleg sudah ditutup pukul 24.00 Selasa (31/7) malam. ‘’Kami terus bekerja sesuai dengan tahapan dan tidak bisa menunggu sampai dengan putusan pengujian itu terjadi,’’ tegas Wahyu.

Jokowi

Bali Post/ant

PKS - Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri sebelum melakukan pertemuan tertutup, Senin (30/7) malam.

Jakarta (Bali Post) – Gerindra sudah sepakat menjalin koalisi dengan Partai Demokrat. Bahkan dalam Pilpres 2019, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siap menjadi mentor Prabowo, yang disiapkan menjadi calon presiden. Wakil Sekjen Partai Demokrat Putu Supadma Rudana mengatakan, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat meminta SBY untuk menjadi mentornya dalam menghadapi kontestasi Pilpres 2019. ‘’Prabowo sendiri memohon dan meminta SBY untuk menjadi mentornya,’’ kata Putu, Selasa (31/7) kemarin. Permintaan itu dikatakan Prabowo saat bertemu SBY di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Senin (30/7). Putu mengatakan bahwa Prabowo sering menyampaikan bahwa SBY merupakan figur panutan-

nya dan berterima kasih atas kesediaan SBY mau berbagi pengalaman dalam upaya memenangkan Prabowo pada pilpres mendatang. ‘’Saya lihat Prabowo sangat santun dalam berkomunikasi dengan SBY. Begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, mutual respect terjaga dengan baik,’’ ujarnya. Anggota Komisi X DPR-RI itu menegaskan bahwa SBY sudah menyatakan kesiapannya dan komitmennya memberikan kontribusi terbaiknya bagi perubahan di Indonesia dengan menjadi mentor Prabowo. Ia mengatakan bahwa pada Pemilu 2014 Demokrat tidak bersikap. Namun, pada Pemilu 2019, partainya akan ambil bagian berkoalisi bersama Partai Gerindra, PKS, dan PAN. SBY sebagai Ketum Demokrat, lanjut Putu, diajak berperan strategis untuk pemenangan pada Pilpres 2019 karena pengalamannya sangat menentukan dalam konteks pertarungan tersebut.

Sementara itu, langkah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang hadir di tengahtengah Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, akan menjadikan kontestasi tersebut semakin menarik karena di pilpres lalu Demokrat tidak ikut serta. ‘’Jangan lupa, tahun 2014 Demokrat dan SBY belum menggunakan kemampuannya untuk turun dan saat ini kami turun dengan seluruh kemampuan. Jadi pertandingan ulang ini akan menarik,’’ kata Hinca. Dia mengatakan, kontestasi Pilpres 2019 akan sama dengan lima tahun lalu yaitu capresnya yang bertanding adalah Prabowo dan Joko Widodo, namun yang berbeda saat ini adalah kehadiran Demokrat dalam koalisi Prabowo. Menurutnya, kehadiran SBY secara langsung dalam kontestasi Pilpres 2019 membuat mesin partai secara otomatis bergerak untuk memenangkan kontestasi. (ant)


DENPASAR

2 FIGUR Gencarkan GPN BANK Indonesia sedang gencar melaksanakan program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Program ini untuk mendukung efisiensi sistem pembayaran dan keamanan nasabah. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana mengatakan masih terdapat fragmentasi, inefisiensi dan risiko keamanan yang dihadapi konsumen. Platform sistem pembayaran juga masih bersifat eksklusif, sehingga belum mampu menyediakan ekosistem layanan yang dapat saling melayani. ‘’Ilustrasi paling sederhana yang sering kita jumpai adalah masih banyaknya deretan mesin ATM di mall dan berjejernya mesin-mesin EDC di kasir supermarket,” ungkapnya, belum lama ini. Untuk itulah GPN digencarkan. GPN adalah suatu sistem yang menghubungkan berbagai pembayaran elektronik atau transaksi nontunai pada semua instrumen bank dalam suatu sistem pembayaran. ‘’Masyarakat tidak perlu lagi mencari mesin EDC dari bank yang sama dengan kartu yang dimiliki, karena semua kartu yang diterbitkan oleh penerbit domestik dapat terhubung dengan satu mesin EDC,’’ jelasnya. GPN diharapkan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dan memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran dengan biaya yang lebih rendah. Biaya yang lebih rendah tersebut dapat dinikmati oleh pedagang (merchant) dan pembeli. Manfaat yang dirasakan oleh merchant adalah penurunan merchant discount rate yang semula berkisar dua persen sampai dengan tiga persen menjadi hanya satu persen. Sementara masyarakat pemegang kartu dapat menikmati turunnya biaya administrasi. Bahkan untuk penerima bantuan sosial pemerintah, GPN mengenakan MDR sebesar 0 persen. Dengan begitu, penerima manfaat atau bantuan tidak dikenakan biaya untuk melakukan pencairan. (may)

Dokter Gadungan Diadili

Denpasar (Bali Post) Ni Made Kunti (30), wanita asal Puluk-Puluk, Tabanan, yang menipu dengan kedok sebagai dokter spesialis dengan nama dr. Della, Sp.DB., Selasa (31/7) kemarin diadili di PN Denpasar. JPU I Kadek Wahyudi Ardika di hadapan majelis hakim PN Denpasar menguraikan peristiwa yang menimpa korban yang merupakan pasutri, Ni Wayan Lasmi (66) dan I Made Rundah (72), beralamat di Jalan Imam Bonjol Gang 106B, Denpasar Barat. Jaksa mengatakan, terdakwa diduga melakukan aksinya dari Desember 2017 hingga Mei 2018. Kasus yang menimpa korban berawal pertengahan Desember 2017. Made Rundah berkunjung ke rumah Made Anton, sebelah rumah Nyoman Sampun saat menghadiri undangan pernikahan di Jalan Iman Bonjol. Saat itu Rundah bercerita bahwa istrinya menderita kanker payudara dan harus dioperasi. Terdakwa Ni Made Kunti yang mendengarkan pembicaraan tersebut lantas memperkenalkan diri sebagai dokter ahli bedah. Terdakwa mengaku bisa mengobati Ni Wayan Lasmi tanpa operasi. Atas pengakuan itu, Rundah tertarik mengobati penyakit Lasmi ke dokter gadungan tersebut. Seminggu kemudian, terdakwa mendatangi rumah korban di Jalan Imam Bonjol dan memeriksa Lasmi. Saat itu terdakwa datang lengkap dengan jas putih dan nametag ala dokter. Sejak itulah, setiap pekan dokter gadungan datang dan berpura-pura mengobati Lasmi dengan membersihkan serta memberikan obat kapsul warna cokelat. Setiap ke sana dokter gadungan itu minta biaya perawatan Rp 5 juta plus biaya obat antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Terdakwa tercatat melakukan pengobatan atau kunjungan rumah pasien sebanyak 30 kali. Lantaran penyakit tak kunjung sembuh, keponakan korban, Putu Manurah Pratama, curiga dan menyelidiki identitas dokter bedah tersebut. Dan dari sanalah diketahui bahwa dr. Della itu gadungan. Aksi dokter gadungan tersebut lantas dilaporkan ke polisi. (kmb37)

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

Sindikat Narkoba Jaringan Jakarta-Bali Terungkap

Polda Sita 1 Kg Narkoba dan Senpi Denpasar (Bali Post) -

Tim gabungan Ditresnarkoba dan Satgas Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) Polda Bali mengungkap sindikat narkoba jaringan JakartaBali, Selasa (31/7) kemarin. Tiga pelaku diamankan yakni Ali Wafa alias Franky (28), Mohammad Rahman (30) dan Fathorrahman (35) di depan Polsek Negara, Jembrana. Dari kasus ini, polisi menyita barang bukti sabu-sabu (SS) seberat 1.020,1 gram bruto, satu pucuk senjata api (senpi) jenis Cis Revolver, satu pucuk senpi berbentuk pulpen, enam butir amunisi dan satu buah timbangan. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, pengungkapan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi masyarakat bahwa ada pengiriman narkoba dalam jumlah besar ke Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk. Petugas melakukan pengintaian berdasarkan ciri-ciri pelaku. Sekitar pukul 00.00 Wita, polisi melihat mobil Honda Jazz hitam DK 1243 DU ke luar dari pelabuhan dan langsung dikejar. Berselang 30 menit kemudian, mobil tersebut berhasil dihadang di depan P ol s ek N egar a di Jalan Raya DenpasarGilimanuk. Polisi langsung mengepung mobil tersebut. Dari dalam mobil ditangkap tiga pelaku. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan diamankan dua paket plastik klip besar berisi SS di

dalam sarung pembungkus jok. Barang terlarang tersebut diakui Franky adalah miliknya. Saat diinterogasi, Franky mengaku mendapatkan SS dari seseorang berinisial AE di Jakarta. Tim gabungan kemudian melakukan pengembangan ke tempat kos Franky di Jalan Gelogor Indah IB, Denpasar Selatan. Polisi kembali mengamankan 11 paket klip kecil SS di dalam lemari milik Franky. ‘’Di TKP pertama (penangkapan) diamankan barang bukti sabu-sabu seberat 1.001 gram bruto atau 991 gram neto, sedangkan di TKP kedua (rumah Franky) disita sabu-sabu seberat 4,92 gram bruto atau 2,92 neto,’’ tegas Kombes Hengky. Pengembangan terus dilakukan dan selanjutnya dilakukan penggeledahan d i ka m a r k o s t e r s a n g ka Fathorrahman, sekitar pu-

Bali Post/ist

DITANGKAP – Sindikat narkoba Jakarta-Bali ditangkap dengan barang bukti seberat 1.020,1 gram bruto, senpi dan peluru. kul 04.00 Wita di Jalan Pulau Yoni, Gang Perumahan Pemogan Indah, Denpasar Selatan. Di kamar tersebut ditemukan kotak yang di dalamnya berisi 14 bendel plastik bening, korek api, satu pipet kaca, dua sendok pipet dan satu isolasi bening. Polisi juga mendapatkan satu plastik berisi tujuh paket yang sudah dilakban kuning seberat 7,76 gram

bruto. Sedangkan dari tas pinggang disita satu plastik di dalamnya berisi tujuh paket SS dilakban warna merah dengan berat keseluruhan 6,42 gram bruto. Saat memeriksa tas berwarna hitam di kamar tersebut, polisi kaget saat melihat satu pucuk senpi Cis Revolver, satu pucuk senpi berbentuk pulpen, enam butir amunisi dan satu buah timbangan.

‘’Saat ini para pelaku dan barang bukti sudah diamankan di kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali. Ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan,’’ ujarnya. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Gubernur Pastika Terima Penghargaan WIKAN Award 2018 MANGKU Pastika masih tetap semangat walau beberapa hari lagi sudah tidak menjabat Gubernur Bali. Dia tampak sumringah ketika menerima WIKAN Award dari Yayasan Kesejahteraan

Korpri Provinsi Bali (YKKPB). Gubernur Made Mangku Pastika mendapatkan penghargaan Widya Karya Nugraha Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi

WIKAN AWARD - Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima penghargaan WIKAN Award dari YKKPB.

Bali (YKKPB) pada Malam Puncak Penganugerahan WIKAN Award, serangkaian HUT YKKPB ke-34 yang dilangsungkan di Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa, Selasa (31/7) kemarin. Ketua YKKPB Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnu Murti, M.Si. mengatakan, WIKAN Award adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada tokoh masyarakat Bali yang memiliki komitmen dan kontribusi dalam meningkatkan kecerdasan sumber daya manusia di wilayah Bali serta memiliki kontribusi terhadap Universitas Warmadewa. ‘’Beliau dikenal membangun sekolah Bali Mandara yang saat ini ada sepuluh alumninya di Warmadewa,’’ kata Wisnumurti soal terpilihnya Gubernur Made Mangku Pastika sebagai

salah satu penerima WIKAN Award. Atas penghargaan tersebut, Mangku Pastika pun menyampaikan apresiasinya. ‘’Jika WIKAN diartikan pintar, maka saya merasa belum pintar. Masih banyak yang lebih pintar di sini. Tapi kalau ini bermaksud bahwa saya telah memberikan perhatian yang cukup kepada pendidikan, maka saya berterima kasih atas penghargaan ini,’’ kata Pastika. Pastika menjelaskan, pendidikan sangat penting untuk memutus garis kemiskinan. Ia mengingatkan, pendidikan harus memihak kepada masyarakat miskin. ‘’Yang paling punya kompetensi untuk memotong kemiskinan adalah pemerintah,’’ katanya. Ia menambahkan, Provinsi Bali beruntung memiliki

YKKPB yang mendirikan Universitas Warmadewa untuk memajukan pendidikan di Bali. Keberadaan universitas swasta seperti Universitas Warmadewa, membantu pendidikan di Bali yang tak bisa dipenuhi hanya oleh universitas negeri. Dengan bertambahnya umur, Pastika berharap YKKPB bisa lebih memberikan manfaat khususnya terhadap dunia pendidikan untuk kesejahteraan masyarakat Bali. Selain Widya Karya Nugraha, pada malam yang sama juga diserahkan penghargaan Nayaka Widya Nugraha kepada civitas yang berprestasi di tingkat internasional dan Satya Karya Nugraha Pratama, Uttama dan Mahottama kepada pegawai yang sudah bekerja selama 15 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. (ad1730)

Kisruh Penataan Lapangan Lumintang

Penatih Jadi ”Pilot Project” Pemprov Diminta Memediasi Pelimpahan Aset Kawasan Bebas dari Narkoba

Denpasar (Bali Post) Narkoba bisa menjerumuskan siapa saja, tanpa mengenal status, profesi, jabatan dan usia. Peredarannya pun semakin masif. Periode Januari-Juli tahun ini saja Satresnarkoba Polresta Denpasar menahan 300 orang dalam kasus narkoba. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo menjelaskan, sudah banyak kasus yang membuktikan bahwa narkoba bisa menjerumuskan siapa saja. Dia mencontohkan, Satresnarkoba Polresta Denpasar menahan 17 tersangka yang masih remaja. Salah satu pelakunya yaitu mahasiswa kampus ternama di Bali dan orangtuanya berprofesi sebagai dokter. ‘’Ini fakta. Keluarganya sejahtera karena orangtuanya dokter, anaknya kuliah di universitas ternama. Tapi karena salah pergaulan, pakai narkoba dan ditangkap,’’ ucapnya belum lama ini. Oleh karena itu, Polresta khususnya Satresnarkoba melakukan terobosan dengan melaksanakan program Pencanangan Kawasan Bebas dari Narkoba. Program dimulai dari Kelurahan Penatih, Denpasar Timur. Kegiatan yang dominan dihadiri generasi muda tersebut dilaksanakan di Wantilan Pura Dalem Pelagan, Penatih, Dentim. ‘’Kami sedih melihat kondisi ini, semakin banyak orang asli Bali terlibat narkoba. Untuk itu kami ingin mengajak para bendesa adat, lurah, klian dan tokoh masyarakat, tokoh agama, agar ikut memerangi narkoba. Dan, para Bendesa dan Klian di Kelurahan Penatih siap memerangi peredaran narkoba,’’ tegasnya. Kelurahan Penatih adalah pilot project dan selanjutnya dilakukan di daerah lainnya secara bertahap. ‘’Imbauan saya kepada masyarakat, jangan coba-coba menyentuh apalagi mencoba narkoba. Dampaknya sudah jelas yaitu kesehatan, rumah tangga berantakan dan meninggal dunia. Dunia pendidikan, termasuk ke universitas akan kita sasar juga. Kalau SMA dan SMP sudah kami masuki,’’ ujarnya. Terkait anak dokter jadi pengguna narkoba, Kapolresta membayangkan betapa sedih orangtua bersangkutan. Padahal mereka berharap kelak anaknya minimal bisa berprofesi sama dengan orangtuanya. Oleh karena itu, Kombes Hadi mengimbau para orangtua untuk melakukan antisipasi sedini mungkin. ‘’Karena salah pergaulan, orangtuanya sibuk dengan pekerjaannya. Mari kita jaga, awasi dan didik anak kita sebaik mungkin,’’ tegasnya. (kmb36)

Topik : BUMDes Dituntut Mampu Berinovasi

Denpasar (Bali Post) – Kisruh penataan Lapangan Lumintang menjadi pelajaran dalam pengelolaan aset pemerintah. Terlebih, saat ini masih banyak aset-aset Pemkab Badung yang berlokasi di wilayah Kota Denpasar. Beberapa dari aset tersebut sudah dipinjam pakai. Selain Lapangan Lumintang, masih ada sekitar 12 lahan dan bangunan yang sudah dipinjampakaikan Badung kepada Denpasar. Mengacu pada persoalan Lumintang, Pemprov Bali diharapkan dapat memediasi agar ada pelimpahan aset berlaku secara permanen. Hal ini ditegaskan anggota Komisi I DPRD Denpasar I Made Sukarmana, S.H. di kantornya, Selasa (31/7) kemarin. Sukarmana yang didampingi sejumlah rekannya mengungkapkan, kasus lapangan Lumintang semestinya tidak terjadi, sebab pihak yang terkait adalah antarpemerintah. Politisi Demokrat asal Banjar Bun ini menegaskan, bercermin

dari kasus tersebut, pihaknya berharap ada langkah strategis yang bisa ditempuh oleh Pemkot Denpasar, Pemkab Badung, serta Pemprov Bali. Ketiga pemerintah ini harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik dalam pengelolaan aset. Apalagi Pemprov juga memiliki aset yang tersebar di kabupaten/kota di Bali. ‘’Saya mengusulkan agar bisa duduk untuk membicarakan pengelolaan aset yang komprehensif. Artinya, lahan yang ada di Denpasar diserahkan pengelolaannya kepada Denpasar. Sedangkan aset yang ada di Badung, serahkan kepada Badung untuk memanfaatkannya,’’ katanya. Bila pola sekarang diterapkan seterusnya, pemerintah akan habis waktu untuk mengurus aset. Apalagi ada beberapa aset yang tidak terurus karena sudah tidak dimanfaatkan lagi sebagai kantor. ‘’Saya banyak melihat ada aset Pemkab Badung maupun Pemprov Bali yang tidak terpakai di

Denpasar. Kenapa ini tidak bisa dilimpahkan atau dihibahkan saja ke Denpasar? Apalagi ini antarpemerintah,’’ jelasnya. Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Denpasar Wayan Mariyana Wandhira menyatakan, pihaknya akan melakukan penelusuran pelimpahan hak aset pada saat awal terjadinya pemisahan wilayah Denpasar dan Badung. Saat pemisahan, Denpasar b e l u m m e m i liki wakil rakyat, sehingga tidak tahu seperti apa prosesnya. (kmb12)

Revitalisasi Pasar Kerta Waringin Sari

Sedot Anggaran Rp 5,7 Miliar Denpasar (Bali Post) Setelah sukses merevitalisasi 33 pasar tradisional, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar kembali merevitalisasi satu pasar tradisional yakni Pasar Kerta Waringin Sari di Anggabaya, Kelurahan Penatih. Kegiatan yang bertujuan untuk meng gerakkan sektor ekonomi kerakyatan ini, diharapkan menjadi solusi pembangunan ekonomi desa. Hal ini terungkap saat pelaksanaan rapat sosialisasi pembangunan Pasar Kerta Waringin Sari di kantor Disperindag Denpasar, GSD Lumintang, Selasa

(31/7) kemarin. Revitalisasi Pasar Kerta Warungin Sari ini dilakasanakan menggunakan Dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan RI dengan nilai pengadaan fisik Rp 5,7 miliar dan pengawasan Rp 140 juta. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar I Wayan Gatra didampingi Kabid Perdagangan, Laksmi Saraswati usai rapat mengatakan, saat ini pasar tradisional masih menjadi sektor penting dalam menggerakkan ekonomi terutama di dalam kota sehingga revitalisasi pasar tradisional di Kota Denpasar sangat pent-

ing untuk memaksimalkan pengembangan ekonomi kerakyatan. ‘’Dengan adanya revitalisasi pasar, tentu akan membuat kepercayaan masyarakat akan pasar tradisional meningkat, dan tentunya akan memberikan dapak positif terhadap perkembangan pasar ke depannya,’’ ujar Gatra. Dia mencontohkan Pasar Sindu yang berlokasi di Desa Sanur. Pasar ini sebelumnya identik dengan becek dan bau tak sedap. Namun setelah direvitalisasi, pasar tersebut justru diminati masyarakat, bahkan wisatawan mancanegara yang sedang berwisata

di daerah Sanur. Hal semacam ini dapat diwujudkan di Pasar Kerta Waringin Sari, apalagi kawasan Subak Anggabaya merupakan salah satu destinasi wisata agro tengah kota. ‘’Pada prinsipnya, kami di Pemkot Denpasar selalu mendukung revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar sebagai upaya mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat,’’ imbuhnya. Sementara itu, Ketua TP4D Kota Denpasar Agus Sastrawan menjelaskan, pengawasan pelaksanaan proyek fisik Pasar Ker-

ta Waringin Sari ini telah dimulai sejak tahap awal pelelangan hingga proses serah terima nanti. Pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemkot Denpasar yang secara cepat dan tepat melaksanakan koordinasi guna memaksimalkan beragam proyek pembangunan fisik di Kota Denpasar. ‘’Kami mengapresiasi dan mendorong seluruh pelaksanaan proyek di Denpasar senantiasa memperhatikan asas baik dan benar, sehingga dalam pelaksanaannya selalu sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang berlaku,’’ ungkapnya. (kmb12)


Rabu Pon, 1 Agustus 2018

BADUNG

3

FIGUR Keselamatan Mutlak Diperhatikan BEBERAPA waktu lalu terjadi kebakaran di Pelabuhan Benoa yang menghanguskan puluhan kapal ikan. Untuk itu, masalah keselamatan maupun antisipasi terhadap kebakaran dengan kesiapan alat pemadam kebakaran sangat diperlukan. Anak buah kapal (ABK) yang mengawaki kapal, baik itu kapal ikan maupun kapal penumpang, mesti selalu mengantisipasi hal itu. Komandan Pangkalan TNIAL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko mengatakan, masalah keselamatan mutlak harus diperhatikan karena menyangkut nyawa manusia. Tidak hanya itu, kejadian kebakaran kapal juga perlu diantisipasi. Seperti kebakaran yang terjadi di Pelabuhan Benoa. Antisipasi ke depan, pihak Lanal Denpasar terus melakukan sosialisasi terhadap para pemilik kapal maupun kru ABK. Selain itu, juga bekerja sama dengan instansi terkait. ‘’Sosialisasi dalam hal bagaimana langkah-langkah untuk menyiapkan alat keselamatan dan alat pemadam kebakaran,’’ ujar Henricus di sela-sela acara coffe morning, Selasa (31/7) kemarin. Para ABK ini, mau tidak mau harus memperhatikan segala peralatan keselamatan. Seperti alat pelampung, sistem kelistrikan, dan mesin. Itu merupakan tanggung jawab dari kru ABK maupun pemilik kapal. ‘’Kami juga saat ini sudah mendata setiap kapal, bagaimama alat keselamatannya, bagaimana alat pemadam kebakaran, kemudian apakah kapalnya layak jalan atau tidak,’’ ujarnya. (edi)

Produk Pertanian Pelaga Mampu Bersaing

Mangupura (Bali Post) – Produk pertanian Desa Pelaga, Kecamatan Petang, dinilai mampu bersaing di pasar lokal Bali hingga luar negeri. Perbekel Pelaga I Gusti Lanang Umbara, S.Sos., Selasa (31/7) kemarin mengungkapkan, produk pertanian Desa Pelaga sangat beragam. Namun secara garis besar, pihaknya menekankan pada tiga produk, yakni jeruk, jambu kristal dan asparagus. Dari sisi kualitas, jeruk dan jambu kristal yang dikembangkan di Pelaga sudah bagus. Bahkan, dia menyebut kualitasnya tak kalah dengan daerah lain yang sudah lebih dulu terkenal. ‘’Kami berani bersaing dengan produk-produk luar,’’ ujarnya. Sementara mengenai asparagus, Lanang Umbara menyatakan, konsumen tidak perlu lagi meragukan kualitasnya. Sebab, asparagus Pelaga sudah diakui secara internasional. Asparagus Pelaga bahkan mendapatkan predikat nomor 1 di kawasan Asia Tenggara. ‘’Itu (asparagus - red) yang jadi tren dan kami jadikan ikon Desa Pelaga,’’ jelas Ketua Forum Perbekel se-Kabupaten Badung ini. Sebagai ujung tombak pemerintahan di desa, Lanang Umbara terus berusaha membantu petani. Sesuai arahan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, pihaknya mengupayakan pembinaan, pemberdayaan dan bantuan permodalan secara berkelanjutan. Pihaknya juga mengantisipasi agar petani tidak dipermainkan oknum-oknum nakal. ‘’Ini kami lakukan agar masyarakat bangga menjadi petani,’’ tegasnya. (eka)

Bali Post/eka

PETANI BUNGA - Petani tengah memetik bunga gumitir di Belok Sidan, Badung belum lama ini. Bunga hasil pertanian di kawasan ini dijual ke beberapa pasar di Denpasar dan Badung. Selain untuk sarana upacara, bunga ini juga kerap dipakai sebagai hiasan pada suatu acara.

Puluhan Jabatan Fungsional Lowong Mangupura (Bali Post) -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung membuka peluang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menduduki jabatan fungsional tertentu. Setidaknya, ada 59 jabatan fungsional yang terbuka bagi PNS yang memenuhi syarat. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung I Gede Wijaya mengatakan, peluang untuk berkarier dalam jabatan fungsional dibuka oleh pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan penyesuian (inpassing) dalam jabatan fungsional bagi PNS yang memenuhi syarat. ‘’Dari 88 jabatan itu, baru terisi 29

jenis jabatan, sehingga masih kosong 59. Ini menunjukkan peluang PNS Badung untuk berkarir dalam jabatan fungsional tertentu terbuka semakin luas,’’ ujar Wijaya, Selasa (31/7) kemarin. Menurut Wijaya, terdapat 154 jabatan fungsional tertentu yang telah ditetapkan oleh Men-PAN RB. Sementara di Badung berdasarkan Perbup Nomor 69 Tahun 2017 tentang

Sekda Adi Arnawa Buka Pasamuhan Madya PHDI Kabupaten Badung SEKRETARIS Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Pasamuhan Madya PHDI Kabupaten Badung di Puspem Badung, Minggu (29/7) lalu. Acara tersebut dihadiri Ketua PHDI Provinsi Bali Gusti Ngurah Sudiana, Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adi Putra, Ketua Dharma Upapati Ida Pedanda Gede Ketut Putra Timbul, Ketua WHDI Kabupaten Badung Ni Ketut Suas Isyudayani, para sulinggih dan pemangku di Kabupaten Badung. Sekda Adi Arnawa sangat mengapresiasi pelaksanaan Pasamuhan Madya PHDI ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan umat mulai berpikir bagaimana untuk menjaga umat Hindu ke depan. Melalui lembaga PHDI ini, diharapkan pula dapat mengantarkan umat untuk menjadi umat Hindu yang baik sesuai tatwa-tatwa yang

ada. ‘’Kami mempersilakan PHDI membuat programprogram yang baik untuk umat dan kami pemerintah akan siap mendukung,’’ jelasnya. Melalui pesamuan ini diharapkan pula akan melahirkan rumusan bagi PHDI untuk membuat rekomendasi kepada Pemkab Badung dalam rangka kebijakan pemerintah di bidang keagamaan. Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Badung Gede Rudia Adi Putra menyampaikan bahwa dalam pasamuhan ini ada tiga hal yang menjadi pokok bahasan yang berkaitan dengan agama dan keagamaan. Pertama, berkaitan dengan upacara kematian, upacara pengabenan dan waktu/sengker, sehingga dengan demikian tidak terjadi hambatan bagi umat dalam melaksanakan upacara pitra yadnya. Kedua, ada seruan kepada umat

MEMBUKA - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Pasamuhan Madya PHDI Kabupaten Badung di Puspem Badung, Minggu (29/7) lalu. khususnya masyarakat Badung, bagaimana bhisama dan ketentuan yang telah dilaksanakan dan dilakukan oleh Parisada agar digerakkan kepada umat semua. Ketiga yaitu rekomendasi sekaligus permintaan ke-

pada pemerintah daerah, terutamanya dana-dana yang digunakan untuk kegiatan upacara yang menggunakan dana pemerintah agar melibatkan Parisada dan para sulinggih yang ada di Parisada. (ad1715)

Sikapi Narkoba Dikirim Lewat Paket

BNNP Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Ekspedisi BNNP Bali mengumpulkan pimpinan perusahaan jasa pengiriman barang (ekspedisi) di Hotel Puri Nusa Indah Denpasar Timur, Selasa (31/7) kemarin. Keg-

iatan itu dalam rangka menyikapi maraknya narkoba yang dikirim melalui jasa tersebut. Ini merupakan salah satu upaya menekan penyelundupan barang ter-

WORKSHOP - BNNP menggelar workshop melibatkan pimpinan perusahaan ekspedisi dan akomodasi pariwisata.

larang tersebut ke Bali. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menyampaikan, selain pimpinan perusahaan ekspedisi, pihaknya mengundang pimpinan usaha jasa transportasi, hotel d an yayasan yang bergerak di bidang narkotika. Workshop ini mengusung tema pengembangan kapasitas P4GN di lingkungan swasta. Bali sebagai daerah pariwisata, katanya, sangat dilirik sebagai lahan bisnis dan tempat wisata bagi wisatawan mancanegara. Untuk itulah peserta workshop sebagai sektor utama dalam pelayanan jasa pengiriman barang serta sarana transportasi harus tahu, mengerti, dan memahami tentang narkoba. Berdasarkan penelitian Puslitkes UI bersama Puslidatin BNN, prevalensi penyalahguna narkoba di Bali tahun 2017 berada pada ranking 23 dari 34 provinsi

di Indonesia, yang mana tahun sebelumnya ranking 11. Data rehabilitasi berdasarkan profesi tahun 2017, karyawan swasta berada pada urutan tertinggi sebagai penyalahguna narkoba yaitu sebanyak 167 orang atau 58 persen. ‘’Kami berharap setelah kegiatan ini para peserta bisa mengimplementasikan pencegahan di bidang narkotika, khususnya dilingkungan kerja swasta. Menjadi agent action BNN dalam memerangi narkoba, salah satunya dengan ikut berpartisipasi aktif membantu penanggulangan penyalahgunaan narkoba melalui coorporate social responsibility (CSR) atau kegiatan lainnya,’’ ungkapnya. Selain itu, peserta juga diminta melakukan deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja melalui tes urine serta membentuk Satgas Antinarkoba di lingkungan kerja masingmasing. (bns1)

Jenis Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemkab Badung, telah ditetapkan sebanyak 88 jabatan fungsional di Badung, dari sebelumnya 73 jabatan fungsional. Pengembangan karier PNS melalui jabatan fungsional tertentu diarahkan untuk meningkatkan kualitas profesional berdasarkan kompetensi spesialistik dan bersifat mandiri dalam menjalankan tugas jabatan.

‘’Jabatan fungsional tertentu pada hakikatnya adalah seseorang yang menikmati tanggung jawab hasil pelaksanaan tugas dan kewenangan pelaksanaan tugas secara mandiri,’’ ujarnya. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini berharap hal tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan maksimal oleh PNS, mengingat ke depan pemerintah secara

bertahap akan mengurangi jabatan struktural eselon III, IV dan V serta memperbanyak pemangku jabatan fungsional tertentu. ‘’Ini dilakukan pemerintah dalam mewujudkan birokrasi yang kaya fungsi dengan struktur organisasi yang datar, yang juga merupakan amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,’’ tegasnya. (kmb27)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

Petakan Seni dan Budaya Agustus 2018, Mahasiswa Stikom Bali Ratusan Mahasiswa ISI Denpasar KKN di Badung Utara Mulai Magang Kerja di Jepang JELANG perayaan Dies Natalis ke-16, Stikom Bali kembali menampilkan prestasi membanggakan. Pasalnya, tepat pada Sabtu (4/8) mendatang, perguruan tinggi swasta terbaik di Bali-Nusra ini sukses memberangkatkan mahasiswanya magang kerja ke Jepang. Mereka akan ditempatkan pada berbagai bidang industri di Jepang seperti pertanian dan teknologi. Program ini merupakan hasil kerja sama Stikom Bali, LPK Darma dan Sento Cooperative Kyoto. Konsul Jenderal Jepang Hirohisa Chiba dalam sambutannya pada acara pembukaan Japanese Festival ke-3 di lobi Stikom Bali, Sabtu (28/7) lalu, mengungkapkan dukungan penuh terkait program magang ke Jepang ini. ‘’Saya mendukung penuh program ini. Sangat bagus orang-

orang pintar bisa datang ke Jepang untuk magang kerja dan semua yang magang ke Jepang harus legal. Usai kontrak kerja, semua harus kembali lagi ke Bali, kembali membangun Bali dan Indonesia,’’ ungkapnya. Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, Ak., M.Si. mengatakan akan menyiapkan dan terus meningkatkan skill para mahasiswa dan peserta magang ke Jepang agar siap bersaing dalam dunia industri di Jepang. Japanese Festival merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Japanese Community of Stikom Bali. J-Fest kali ini mengambil tema ‘’Mugen no Natsuyasumi’’ yang artinya musim panas yang tidak terbatas. Kegiatan berlangsung selama dua

BERSAMA - Konsul Jenderal Jepang Mr. Hirohisa Chiba (tiga dari kiri) foto bersama Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Ida Bagus Dharmadiaksa (tiga dari kanan) serta pejabat struktural STMIK Stikom Bali.

hari, 28-29 Juli 2018, diisi acara festival kebudayaan Jepang, expo, hiburan, aneka lomba mulai singing contest, menggambar original charcter, menggambar manga, hingga lomba cosplay parade. Sementara itu, Direktur LPK Darma Drs. Dede Heryadhy, M.M. menjelaskan, LPK Darma adalah sebuah lembaga pelatihan kerja milik Stikom Bali yang khusus mendidik dan melatih para lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi sebagai calon peserta magang di Jepang. Dalam hal ini, LPK Darma sudah menjalin kerja sama dengan mitra bisnis di Jepang, yakni Sento Cooperative Kyoto, sebagai lembaga penyalur calon peserta magang dari LPK Darma. ‘’Ada dua jalur untuk mengikuti magang kerja di Jepang. Pertama, jalur umum, siapa saja bisa ikut asal dinyatakan lulus tes wawancara oleh pihak Sento Cooperative Kyoto, tes fisik dan tes kesehatan. Jalur ini cocok untuk lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin memiliki penghasilan setelah tamat pendidikan menengah tersebut. Kedua, jalur sebagai mahasiswa Stikom Bali. Untuk jalur kedua ini, Anda harus berstatus mahasiswa Stikom Bali minimal satu tahun kuliah barulah boleh ikut magang ke Jepang,’’ jelasnya. Dede Heryadhy menambahkan, mahasiswa yang mengambil program ini dijamin status mahasiswanya di Stikom Bali tidak akan hilang. Sebab, selama magang di Jepang, perkuliahan tetap bisa berjalan menggunakan e-learning. (ad1716)

RATUSAN mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Petang dan Abiansemal, Badung. Pembukaan dan serah terima peserta KKN dilakukan di Balai Subak Abian Sari Boga, Kiadan, Plaga, Selasa (31/7) kemarin. Tema yang diambil kali ini ‘’KKN ISI Denpasar 2018 membangkitkan desa melalui keunggulan seni dan budaya’’. Mulai tahun ini, fokus KKN pada tiga luaran, yakni program unggulan, satu artikel ilmiah tentang pengabdian atau program unggulan dan data potensi seni desa setempat. Nantinya ketiga hal tersebut akan dikemas dalam video dokumenter versi 5 menit. KKN yang diikuti 406 mahasiswa ini dilakukan selama sebulan penuh di 13 desa di Kecamatan Abiansemal dan 7 desa di Kecamatan Petang. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum. menerangkan, selain merupakan program kampus, ini juga untuk memperkuat pemetaan seni dan kebudayaan di Kabupaten Badung. Namun, karena keterbatasan jumlah mahasiswa, proses pemetaan sementara dilakukan di dua kecamatan saja. Dalam pelaksanaannya, peserta KKN selama satu bulan penuh berada di masyarakat dan tidak diizinkan pulang. Kalau meninggalkan tempat KKN, peserta diharapkan minta izin dari kepala desa setempat. Hal ini dilakukan karena pihak kampus ingin mendekatkan diri peserta dengan

desa. ‘’Jadi, untuk mengajari mereka bisa menjadi tamu yang baik, bisa bekerja dengan orang lain yang baik dan bisa mengabdi dengan baik di desa orang lain. Dengan demikian kepala desa pun kami mohon memberikan penilaian terhadap anak-anak, selain dosen pembimbing yang akan mengadakan sidak sewaktuwaktu,’’ tegas Sugiartha. Kegiatan KKN mahasiswa ISI Denpasar disambut baik Perbekel Desa Plaga I Gusti Lanang Umbara. Ia berharap mahasiswa yang melakukan KKN dapat memberikan hal positif terhadap seni dan kebudayaan yang ada dan berkembang di desa setempat. Hal ini sejalan dengan imbauan Bupati Badung agar senantiasa

menjaga, mengembangkan dan melestarikan seni, adat dan budaya. Sebab, Bali tidak bisa lepas dari seni dan budaya, bahkan menggantungkan hidup dari seni, adat dan budaya. Selaku Ketua Forum Perbekel Kabupaten Badung, Gusti Lanang Umbara juga berharap agar peserta KKN dengan masyarakat desa dapat bersinergi membuat suatu kegiatan yang bersifat positif. Seremonial serah terima mahasiswa KKN ISI Denpasar juga dihadiri Sekretaris Disdikpora Badung, Kadis Pengembangan, Masyarakat dan Desa Badung, Kadisbud Badung, Camat Petang dan Abiansemal beserta kepala desanya, dan undangan lainnya. (ad1711)

PESERTA KKN - Rektor ISI Denpasar Prof. I Gede Arya Sugiartha (dua dari kanan) menyerahkan daftar nama peserta KKN 2018 di Petang, Badung.

444 Calon Mahasiswa Jalur Mandiri Ikuti Seleksi di ISI Denpasar Prodi MM PPs Unwar Segera Terapkan Sistem Pembelajaran E-Learning International Seminar Of Contemporary Research On Business & Managemen 2

PROGRAM Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Prodi MM PPs Unwar) menggelar International Seminar Of Contemporary Research On Business & Managemen 2 (ISCRBM 2) dengan tema ‘’The Challenges of Digital Distance Learning in Business Education’’ di Auditorium Widya Sabha Uttama, Selasa (31/7) kemarin. Seminar oleh Aliansi Pengelola Magister Manajemen Indonesia (APMMI) ini melibatkan 67 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia, serta mengundang beberapa perguruan tinggi di kawasan Asia, seperti Thailand, Taiwan, Malaysia, Filipina, Singapura, Rusia dan Timor Leste. Seminar internasional yang dibuka oleh Asisten I Pemprov Bali Dr. Drs. Ida Bagus Kade Subiksu, M.M. mewakili Gubernur Bali ini menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Prof. Dr.

Rina Indiastuti dari Kemenristek Dikti, Prof. Fumio Itoh (President of ABEST 210) dan Dr. I Nyoman Wardi, M.Si. (Unud). Hadir Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. beserta jajaran, Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. beserta Wakil Rektor I, II dan III Unwar, Ketua APMMI Dony Abdul Chalid, Ph.D., Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., Ketua Prodi MM PPs Unwar Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E., M.Si., Sekretaris MM PPs Unwar Dr. Ni Wayan Sitari, S.E., M.M. dan dosen Prodi MM PPs Unwar. Ketua Prodi MM PPs Unwar Putu Ngurah Suyatna Yasa mengaku bangga dan terhormat ditunjuk secara aklamasi sebagai tuan rumah penyelenggaraan ISCRBM 2. Pasalnya, Prodi MM PPs Unwar

SEMINAR - Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti (lima dari kanan) didampingi Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana (empat dari kanan), beserta jajaran berfoto bersama narasumber dan tamu undangan lainnya pada Seminar Internasional ISCRBM 2.

baru masuk anggota APMMI tahun 2017 dan merupakan anggota termuda di APMMI. Ia berharap seminar ISCRBM2 ini bisa menjadi batu loncatan bagi Prodi MM PPs Unwar untuk menyiapkan digital distance learning (e-learning) dalam proses pembelajaran. Saat ini Prodi MM PPs Unwar telah mencanangkan untuk menerapkan e-learning pada semua proses pembelajaran pada awal tahun 2019 mendatang. Dalam proses pembelajaran tidak lagi menggunakan ruang kelas, tetapi mahasiswa cukup kuliah di rumahnya memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi. Begitu juga dalam evaluasi mahasiswa, dapat dilakukan lewat program e-learning. Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana mengatakan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sangat penting dalam proses pengelolaan institusi, terutama dalam proses pembelajaran. Ia berharap melalui seminar internasional ini proses pembelajaran di Unwar akan bisa mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi informasi. Dengan begitu, dunia mengetahui bahwa Unwar itu ada dan telah berkolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia dan luar negeri. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali A.A. Gede Oka Wisnumurti berharap seminar internasional ini dapat mendorong dan meningkatkan daya pikir dan kemampuan SDM Unwar dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, melalui sistem digital distance learning. Dengan demikian, SDM Unwar mampu menunjukkan karya-karya akademiknya melalui paper dan bisa menjadi narasumber dalam forum-forum internasional. (ad1717)

KPP Madya Denpasar pada Juli 2018 telah melakukan survei secara acak kepada Wajib Pajak terdaftar dari seluruh Bali untuk menilai kinerja pelayanan publik selama tahun 2018. ‘’Survei ini dilakukan sebagai bahan evaluasi kami untuk tetap menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan,’’ ujar Kepala KPP Madya Denpasar I Made Artawan. Pertanyaan survei berfokus pada kepuasan atas kinerja pelayanan public, baik dari segi sistem, sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana. Salah satu fokus penilaiannya terkait dengan Kebijakan Pelayanan yaitu kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi pelayanan dan hasil Survei Kepuasan Masyarakat. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh 44% jawaban bernilai Sangat Baik, 42% responden menilai Baik, sedangkan masing-masing 13% dan 1% lainnya menjawab Cukup Baik dan Sedang. Fokus lain dalam survei adalah Profesionalisme Sumber Daya Manusia KPP Madya Denpasar. Kriteria penilaiannya mengenai

kinerja Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) di KPP Madya Denpasar. Sebesar 45% Wajib Pajak yang menilai survei memberikan nilai Sangat Baik, 39% bernilai Baik, 15% responden menjawab Cukup Baik, terakhir 1% Wajib Pajak merasa kinerja SIPP di KPP Madya Denpasar termasuk Sedang. Secara keseluruhan 45% responden menilai Kinerja Pelayanan Publik KPP Madya Denpasar Sangat Baik, 40% menjawab Baik, 14% Cukup Baik dan terdapat 1% masuk kriteria Sedang. Dari hasil survei juga diperoleh data kritik dan saran dari seluruh responden. Untuk memberikan pelayanan terbaik, Artawan juga menyampaikan sudah menempel papan maklumat pelayanan di Kantor KPP Madya Denpasar. ‘’Isi Maklumat Pelayanan tersebut adalah, ‘Dengan ini, kami menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan dan apabila tidak menepati janji ini, kami siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku’,’’ ungkapnya. (ad1718)

Hasil Survei Kinerja Pelayanan KPP Madya Denpasar Memuaskan kecepatan menyelesaikan tugas, kesigapan petugas, serta sikap dan perilaku dalam memberikan pelayanan. Lebih dari setengah responden (51%) menilai kemampuan petugas Sangat Baik, 39% WP menjawab Baik dan terdapat 10% responden merasa pelayanan pegawai KPP Madya Denpasar sudah Cukup Baik. Sementara itu, responden juga menilai kesiapan Sarana dan Prasarana di lingkungan KPP Madya Denpasar. Sekitar 39% jawaban menunjukkan nilai Sangat Baik, sebanyak 42% menilai sarana dan prasarana telah Baik, WP yang menilai Cukup Baik sebanyak 17%, sedangkan masih terdapat 2% responden yang merasa kesiapan sarana dan prasarana tergolong Sedang. Kemudahan akses layanan Konsultasi dan Pengaduan juga merupakan aspek yang dinilai. Sejumlah 34% jawaban termasuk nilai Baik, 55% penilai memberikan nilai Sangat Baik, sedangkan 11% lainnya menilai layanan Konsultasi dan Pengaduan termasuk Cukup Baik. Sisi terakhir yang dinilai adalah

SETELAH menyelesaikan penerimaan mahasiswa baru lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar tahun 2018, ISI Denpasar kembali melakukan seleksi. Sebagai penerimaan mahasiswa lanjutan, Selasa (31/7) kemarin ISI Denpasar melakukan tes penerimaan mahasiswa jalur mandiri. Menurut Wakil Rektor I ISI Denpasar Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes., dalam seleksi kemarin sebanyak 444 pendaftar atau calon mahasiswa jalur mandiri mengikuti tes. Dari jumlah ini, sisa kuota yang tersedia hanya 363 orang. ‘’Tes seleksi ini bagian ketiga. Untuk tes SNMPTN dan SBMPTN sudah keluar hasilnya siapa-siapa yang diterima,’’ tandasnya. Dijelaskannya, jalur mandiri kuotanya sampai 30% dari jumlah penerimaan mahasiswa keseluruhan, sedangkan ISI Denpasar mempunyai daya tampung 625 orang. Lantas, apakah perbedaan penerimaan SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri? Prof. Artayasa didampingi Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Kerja Sama Drs. I Gusti Bagus Priatmaka, M.M. menjelaskan, jalur SNMPTN biasanya jalur prestasi yang jumlahnya 30%. Jumlah yang mendaftar jalur SNMPTN tahun ini 119 orang. Yang paling banyak jatahnya adalah jalur SBMPTN yakni 40%. Yang mendaftar jalur ini di ISI Denpasar sebanyak 877 orang dan

dinyatakan lulus 246 orang. Jurusan yang tersedia di ISI Denpasar adalah Seni Tari, Seni Kerawitan, Seni Pedalangan, Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, Seni Musik, Seni Rupa Murni, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Kriya Seni, Fotografi, Desain Fashion dan Televisi dan Film. Dari semua jurusan tersebut, menurut Prof. Artayasa, yang langka di ISI Denpasar adalah jurusan Pedalangan. ‘’Kami membuka jurusan ini sekaligus ingin mempertahankan dan mengembangkan budaya kita. Jarang universitas lain menyediakan ilmu seni pedalangan,’’ sebutnya. Salah satu calon mahasiwa jurusan Pedalangan yang kemarin

mengikuti seleksi adalah I Nyoman Separma. Pria asal Tamblang, Buleleng, yang kini berusia 50 tahun tersebut mengatakan dirinya memang ada keturuan dalang dari pamannya. Untuk mempertajam ilmu pedalangan, dia memilih belajar di ISI Denpasar. Yang juga menjadi motivasi besarnya ketika mendaftar di ilmu pedalangan karena pamannya seorang dalang dan tidak ada mewarisi. Separma makin sreg menekuni dunia dalang ketika didatangi almarhum pamannya lewat media mimpi. Itu ketika dirinya sakit. Sekitar sebulan kemudian dia dibisiki ‘’Jemak wayange, jalanang wayange ne. Nto be mekade Nyoman sakit,’’ tuturnya. (ad1719)

PANTAU TES - Wakil Rektor I ISI Denpasar Prof. I Nyoman Artayasa didampingi Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Kerja Sama I Gusti Bagus Priatmaka saat memantau tes ujian masuk lewat jalur mandiri.

Eliminasi Campak dan Rubella Tahun 2020

Diskes Bali Laksanakan Imunisasi Measles dan Rubella (MR)

MEASLES atau disebut juga campak merupakan salah satu penyakit membahayakan dan mematikan yang disebabkan virus mudah menular melalui batuk dan bersin. Mudahnya penularan meningkatkan kasus dengan cepat dan berpotensi terjadi wabah dan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sementara itu, penyakit yang gejalanya mirip campak adalah rubella. Penyakit ini menjadi sangat berbahaya karena dapat masuk melalui plasenta sehingga menginfeksi janin dalam kandungan dan mengakibatkan abortus atau kelainan bayi yang lahir seperti kelainan jantung, mata, pendengaran dan saraf. Dari tahun 2010 sampai 2015 diperkirakan terdapat 23.164 kasus campak dan 30.463 kasus rubella. Data ini diperkirakan tidak menunjukkan realitas sebenarnya mengingat banyak kasus yang tidak dilaporkan. Upaya penanggulangan kedua penyakit tersebut dilakukan melalui pemberian imunisasi. Berdasarkan penelitian, imunisasi campak memberikan 85% kekebalan pada anak, sedangkan pemberian imunisasi campak bersamaan dengan rubella dapat meningkatkan kekebalan pada anak menjadi 93%. Pemberian imunisasi campak bersamaan dengan rubella juga menjadi sangat efisien karena diberikan bersamaan. Dengan pertimbangan di atas, Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali mulai Agustus hingga September melaksanakan kegiatan pemberian imunisasi MR secara massal atau dikenal dengan kampanye MR. Se-

mentara introduksi imunisasi MR adalah pelaksanaan imunisasi MR terintegrasi dengan program imunisasi rutin pada anak dilakukan Oktober sampai Desember 2018. Kampanye dan introduksi MR dilakukan untuk mendukung eliminasi campak dan pengendalian kasus rubella/CRS pada tahun 2020. Tujuan khususnya untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella, memutuskan penularan virus, menurunkan angka kesakitan dan menurunkan kejadian CRS pada bayi baru lahir. Adapun sasaran kampanye MR yang akan dilakukan di 120 puskesmas seluruh Bali ini berjumlah 897.050 orang anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun tanpa melihat status imunisasi,

riwayat penyakit campak dan rubella sebelumnya. Sasaran per kabupaten/kota, tiga yang tertinggi adalah Kota Denpasar 192.990 anak (21,5%), Buleleng 147.980 anak (16,5%) dan Badung 137.460 anak (15,3%). Sementara sasaran terendah adalah Kabupaten Klungkung sebanyak 36.635 anak (4,1%). Pelaksanaan kampanye dan introduksi imunisasi MR terdiri atas delapan langkah, yakni pengumpulan perkiraan data sasaran untuk perencanaan logistik, advokasi dan sosialisasi, pengumpulan data dasar lainnya, promosi pelaksanaan kampanye dan introduksi MR, pelaksanaan, pencatatan dan pelaporan hasil pelaksanaan, pemantauan dan penanganan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), monitoring dan evaluasi. (ad1720)

KAMPANYE MR - Peserta Workshop Petugas Imunisasi dalam rangka kampanye Measles-Rubella (MR) Tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Rabu Pon, 1 Agustus 2018

Info seremonial

Giliran SMP PGRI 2 Denpasar Dinilai Tim PKTP

PKTP - Ketua Tim Penilaian Lomba PKTP Ny. Selly Rai Mantra didampingi Kadis Kesehatan dan Kepala SMP PGRI 2 melakukan pemantauan hasil karya siswa yang terkait dengan kegiatan pencegahan penyakit kanker. LOMBA pelaksanaan Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat sekolah telah dilakukan sejak beberapa hari. Tim Penilai PKTP yang diketuai Ny. Ida Ayu Selly Rai Dharmawijaya Mantra, Selasa (31/7) kemarin melakukan penilaian di SMP PGRI 2 Denpasar. Sebelumnya tim sudah melakukan kegiatan serupa di sejumlah sekolah yang ikut lomba PKTP. Hadir dalam penilaian tersebut di antaranya Kepala Dinas Kesehatan, Camat Denpasar Timur, Lurah Sumerta, pengurus PGRI dan undangan lainnya. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar I Gede Wenten Aryasuda mengatakan,

sekolah yang merupakan lembaga pembentuk SDM sehat sewajarnya dilibatkan dalam lomba PKTP seperti ini. Melalui lomba ini, sekolah mendapat pendampingan dari pihak terkait seperti puskesmas, kecamatan dan instansi terkait lainnya. Pihaknya siap dinilai, semoga bisa menjadi yang terbaik. Di sisi lain, Camat Denpasar Timur Dewa Made Puspawan menyatakan, kegiatan lomba PKTP ini digelar setiap tahun. Kali ini SMP PGRI 2 Denpasar berkesempatan dinilai oleh tim PKTP. Pihaknya melihat semangat yang luar biasa dari jajaran sekolah SMP PGRI 2 ini

menyiapkan diri menghadapi lomba ini. ‘’Saya melihat energy semangatnya luar biasa,’’ katanya. Ketua Tim Penilaian PKTP yang juga Ketua YKI Denpasar Ny. Selly Rai Mantra mengungkapkan, penanggulangan kanker harus dilakukan terpadu. Keterpaduan ini meliputi siswa, lingkungan, guru dan semua orangtua untuk bisa menerapkan pola hidup sehat. Untuk bisa terhindar dari kanker, siswa harus diberikan pendidikan tentang bahaya kanker. Lingkungan sekolah juga harus sehat. Kantin sekolah tidak menjual makanan yang mengandung 5P, yakni pengenyal, pengawet, penyedap, pemanis dan pewarna. Dijelaskannya, kanker merupakan penyakit tidak menular. Kini, pemerintah fokus menanggulanginya, karena angka kesakitan dan kematian akibat penyakit ini semakin meningkat. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap informasi tentang kanker bisa disebarkan ke masyarakat, sehingga bisa terhindar dari penyakit ini. Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. menilai sangat positif kegiatan lomba seperti ini. Namun, lomba ini bukan semata mencari siapa yang menang dan kalah. Yang lebih penting adalah sosialisasi terhadap bahaya kanker yang mesti dihindari. Melalui lomba ini, siswa bisa mengetahui kiat-kiat agar dapat terhindar dari penyakit yang membahayakan ini. (ad1721)

Kementerian Pertahanan RI Adakan Lomba Parade Cipta Tanah Air

Raih Juara I, Mahasiswa Mahendradatta Wakili Bali ke Nasional

BERSAMA - Mahasiswa Universitas Mahendradatta Kadek Mia Pamyari dan I Wayan Epa Jayantika bersama WR III Unmar dan WD III FE Unmar. KERJA keras dan konsisten tampaknya memberikan keberuntungan bagi I Wayan Epa Jayantika dan Kadek Mia Pamyari dari tim Universitas Mahendradatta (Unmar) yang didapuk menjadi juara pertama dalam Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat perguruan tinggi se-Bali yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Universitas Udayana, Sabtu (7/7) lalu. Lomba PCTA merupakan lomba tahunan yang melibatkan siswa SLTA dan mahasiswa di setiap daerah di Indonesia. Juara pertama akan diutus mewakili provinsi asalnya

pada lomba PCTA tingkat nasional dan berkompetisi dengan provinsi lainnya. Dalam lomba ini, peserta mempresentasikan karya esai dan video serta menampilkan keterampilan minat dan bakat yang mereka miliki di hadapan dewan juri. Dengan karangan esai berjudul ‘’Narkoba Sang Penjajah Merah Putih’’ dan video berjudul ‘’Pusaka Pulau Dewata’’ yang menggambarkan indahnya situs-situs bersejarah sepanjang aliran Sungai Pakerisan, Tampaksiring, Gianyar, tim Mahendradatta berhasil memikat dewan juri. Tidak berhenti pada karya esai dan video, pada babak keterampilan

para peserta diwajibkan menampilkan salah satu bakat dan minatnya di bidang seni tari, musik, puisi, pantun dan menyanyi, tim Unmar tampil memukau dengan tari kontemporer yang memadukan tembang Bali, seni topeng dan gerak eksplorasi tari Bali. ‘’Senang sekali bisa sukses membawakan tarian ini. Meski berdurasi sangat singkat, tarian ini penuh makna. Di dalamnya terdapat penggabungan antara seni topeng, tembang dan tari Bali itu sendiri,’’ ungkap I Wayan Epa Jayantika yang alumni SMK Kertayasa. Lomba yang diselenggarakan selama satu hari ini selanjutnya menghimpun seluruh peserta untuk bergabung ke dalam wadah alumni PCTA Bali. Kol. Inf Ketut Budiastawa, S.Sos., M.Si. selaku pejabat PKP Provinsi Bali dalam sambutannya mengungkapkan sangat bangga dengan antusiasme seluruh peserta. Berhasilnya tim Unmar keluar sebagai juara pertama dalam Lomba PCTA tingkat Provinsi Bali tentu banyak PR yang harus dikerjakan. Mulai dari menyiapkan materi yang akan dilombakan di tingkat nasional hingga persiapan mental yang harus dilakukan. ‘’Banyak persiapan yang harus dilakukan, mengingat kita akan membawa nama Provinsi Bali sekaligus Universitas Mahendradatta di tingkat nasional. Ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk bisa mengharumkan Bali. Kami mohon doa restu dan dukungannya,’’ jelas Kadek Mia Pamyari. (ad1713)

5

FPMIPA IKIP PGRI Bali Lepas 144 Sarjana

Lulusannya Disiapkan Adaptif dengan Perubahan Zaman DEKAN Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA (FPMIPA) IKIP PGRI Bali Dra. Ni Nyoman Parmithi, M.M., Selasa (31/7) kemarin melepas 144 sarjana. Sarjana yang dilepas masing-masing 80 orang dari Prodi Pendidikan Matematika dan 64 orang Prodi Pendidikan Biologi. Hingga kini alumni FPMIPA mencapai 2.256 sarjana. Acara yudisium dihadiri Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., Ketua Yayasan PT IKIP PGRI Bali Dr. IGB Artanegara, S.H., M.H., M.Pd. dan para wakil rektor. PD I FMIPA Drs. I Wayan Sudiarsa, M.Si. mengatakan, rata-rata lulusan kali ini menyelesaikan studi selama empat tahun dengan IPK rata-rata 3,39. Tampil sebagai lulusan terbaik Putu Ayu Karuniawati dari Matematika (3,96) dan Ni Luh Wayan Ayuning Prdanyawati dari Biologi (3,83). Kini, FPMIPA memiliki 524 mahasiswa aktif, empat dosen S-3 dan sejumlah dosen sedang menempuh S-3. Dekan Nyoman Parmithi didampingi pembantu Dekan Drs. I Wayan Sudiarsa, M.Si., Ni Putri Sumariani, S.P., M.MA., Edy Hermawan, S.Pd., S.Kom., M.T., Kajur Matematika Dr. I Wayan Eka Mahendra, S.Pd., M.Pd. dan Kajur Biologi Drs. Nengah Sukawidana, M.Si. mengakui PMIPA menjamin masa depan lulusannya. Pasalnya, semua lulusan FPMIPA tak hanya diberikan kompetensi untuk

YUDISIUM - Dekan FPMIPA IKIP PGRI Bali Dra. I Nyoman Parmithi, M.M. (kanan) beserta wakil dekan saat meyudisium sarjana baru. mengajar menjadi guru, namun juga kompetensi lain bidang kewirausahaan. Untuk itu, dia mengharapkan lulusannya terus mengisi diri dan menambah keterampilan serta adaptif dengan perubahan zaman. Selain menerapkan kurikulum berbasis KKNI, lulusan FPMIPA IKIP PGRI Bali disiapkan menjadi pengusaha. Mereka bisa membuka bimbingan belajar, hydroponic, usaha jamur dan usaha agrobisnis lainnya. Meski demikian, mereka dicetak menjadi guru profesional di bidangnya. Ini sesuai visi dan misi Kemenristek Dikti bahwa lulusan PT dituntut berkualitas dan mampu beradaptasi dengan segala bentuk perubahan, mandiri, inovatif serta

mampu menjadi pengabdi yang tangguh bagi diri, keluarga, lingkungan serta bangsa dan negara. Untuk menjadi guru Matematika dan IPA yang profesional, kata Parmithi, FPMIPA IKIP PGRI Bali memberikan bekal kompetensi empat pilar pendidikan. Empat pilar tersebut yaitu learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu), learning to be (belajar untuk menjadi sesuatu) dan learning to live together (belajar untuk hidup bersama). Rektor IKIP PGRI Bali I Made Suarta mengakui lulusan IKIP PGRI Bali dewasa ini selain disiapkan menjadi guru profesional, juga sebagai wirausaha muda. (ad1724)

Publikasi Program Kreativitas Mahasiswa, Mahasiswi STPBI Raih ’’Best Presenter’’ dan ’’Best Paper’’

TIM research STPBI kembali berjaya dalam ajang ilmiah tingkat nasional. Bertujuan mempublikasikan hasil penelitian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2018, Ni Made Ayu Natih Widhiarini dan Ni Nengah Ariastini selaku ketua tim dari masingmasing bidang PKM Karsa Cipta dan Penelitian Sosial Humaniora ternyata mampu bersaing dengan 110 peserta dari 40 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang pesertanya didominasi oleh dosen S-2 dan S-3 melalui Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu yang diselenggarakan oleh Universitas Stikubank, Semarang, 25 Juli lalu. Natih yang juga mahasiswa berprestasi tingkat nasional tahun 2018, berhasil meraih Best Presenter dan Ariastini sukses merebut best paper. ‘’Tujuan utama kami sebenarnya adalah untuk publikasi saja, agar hasil penelitian kami bisa dimuat dalam prosiding Ber-ISBN dan dibaca oleh banyak orang. Kami tidak tahu ada pemilihan best presenter dan best paper. Apalagi ketika masuk ke ruangan seminar, kami sedikit terkejut dan gugup karena peserta seminar didominasi oleh bapak/ibu dosen yang tentunya memiliki grade jauh sekali di atas kami. Tak disangka, kami dapat jackpot dari kegiatan ini,’’ terang Natih selaku Ketua Tim PKM

RAIH BEST – Ni Made Ayu Natih Widhiarini dan Ni Nengah Ariastini masing-masing meraih Best Presenter dan Best Paper di ajang ilmiah nasional. Karsa Cipta. ‘’Kami tidak menyangka bisa seberuntung ini. Tentunya ini tidak lepas dari peran pembimbing kami, Bapak I Made Trisna Semara yang selalu memberikan arahan dan masukan. Kami sebenarnya hanya perwakilan dari tim karena kebetulan kami ketua timnya. Sebenarnya kami dibantu oleh anggota lain yaitu Feby Devira dan Eni Oktaviani sebagai anggota. Jadi, ini keberhasilan dan keberuntungan bersama,’’ imbuh Ariastini sebagai Ketua Tim pada PKM Penelitian Sosial Humaniora.

Saat presentasi paralel berlangsung, Natih mempresentasikan hasil kegiatan karsa cipta yang berjudul ‘’Strategi Pengembangan Pertanian Garam Palungan sebagai Living Museum Dalam Pengembangan Pariwisata Budaya dan Edukasi di Desa Tejakula’’. Sementara Ariastini, rekan satu timnya bertugas mempresentasikan hasil penelitian PKM sosial Humaniora dengan topik ‘’Strategi Pengembangan Mepantigan sebagai Atraksi Wisata Budaya Dalam Pengembangan Sport Tourism di Bali’’. (ad1714)

Perayaan HUT Ke-44 Prama Sanur Beach

Prama Sanur Beach Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 HOTEL Prama Sanur Beach merayakan hari ulang tahunnya (HUT) yang ke-44, Minggu (29/7) lalu. Perayaan ditandai pelepasan balon ke udara dan pemotongan tumpeng sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab, hotel yang berlokasi di pinggir Pantai Mertasari, Sanur ini telah berhasil membuktikan dirinya layak dan telah mendapatkan pengakuan terbaik dalam memberikan pelayanan kepada tamu selama 44 tahun. Ketua Panitia I Ketut Darmawan mengatakan, berbagai rangkaian perayaan HUT ke44 Prama Sanur Beach telah dilakukan. Di antaranya,

pada 20 Juli 2018 tim hotel memberikan santunan ke Panti Sosial Tresna Werdha Wana Sraya dan SMKN 3 Denpasar. Santunan diberikan sebagai bentuk dukungan kepada komunitas sekitar, mempererat hubungan kekeluargaan antara manajemen Prama Sanur Beach dengan masyarakat dan dapat digunakan untuk melancarkan kegiatan mereka. Sementara itu, pada puncak acara juga dilakukan berbagai rangkaian acara. Diawali jalan sehat, dilanjutkan dengan pelepasan tukik yang melibatkan seluruh karyawan dan tamu-tamu hotel. Selain itu, mengadakan program

donor darah, pengecekan kesehatan dan mata gratis, mengundi berbagai jenis doorprize dan hadiah menarik lainnya untuk para karyawan. ‘’Saya berharap pada HUT ke-44 ini seluruh karyawan lebih termotivasi untuk bekerja sama dan saling bahu-membahu dalam suasana kekeluargaan untuk memberikan pelayanan terbaik untuk hasil terbaik serta tercapai masa depan yang lebih cerah,’’ ujar Darmawan. Sementara itu, GM Prama Sanur Beach Marcel Driessen merasa senang karena Prama Sanur Beach telah berhasil menunjukkan eksistensi di dunia perhotelan selama 44

tahun. Keberhasilan ini akan dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya. ‘’Perayaan hari ini diadakan sebagai penghargaan ke seluruh karyawan atas dedikasi dan kerja keras dalam memajukan Hotel Prama Sanur Beach serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,’’ tandas Marcel Driessen. Direktur Utama PT Mirtasari Hotel Development Bambang Sujatmiko menilai di usianya yang ke-44 tahun, Prama Sanur Beach masih terbilang muda. Ke depan diharapkan bisa lebih sukses dan okupansinya lebih meningkat dengan team work yang selalu memberikan pelayanan terbaik. Apalagi, kondisi Bali belakangan ini

terganggu dengan kondisi alam yang tidak bersahabat. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh karyawan tetap optimis menghadapi rintangan alam tersebut. Dikatakannya, menghadapi industri 4.0, Prama Sanur Beach telah siap bersaing. Apalagi sistem IT yang digunakan di Prama Sanur Beach telah disesuaikan dengan perkembangan zaman dan SDM untuk mengoperasikannya telah disiapkan. Jadi, ke depan Prama Sanur Beach siap bersaing secara sehat dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan jumlah okupansi kunjungan wisatawan ke Prama Sanur Beach. (ad1722)

POTONG TUMPENG - Direktur Utama PT Mirtasari Hotel Development Bambang Sujatmiko bersama GM Prama Sanur Beach Marcel Driessen memotong tumpeng pada perayaan HUT ke-44 Prama Sanur Beach, Minggu (29/7) lalu.


OPINI

6

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Momentum bagi Pelaku UMKM Bali SEMUA jenis UMKM di Bali sempat mengeluh dikejar-kejar oleh petugas pajak. Sejumlah pengelola koperasi mulai dari tingkat banjar hingga desa adat juga kelimpungan serta serbaragu bertindak memungut pajak deposito dan tabungan nasabah-nya. Sebab, mereka ini sebelumnya tak terbiasa dengan budaya membayar pajak. Di sisi lain, ketika pajak disosialisasikan ke krama, banyak mendapat resistensi alias penolakan. Alasannya, mengapa uang milik warga banjar dibawa ke pusat, lagi pula tak semua petugas pajak bersih dari korupsi. Semua itu benar adanya. Petugas pajak dibenarkan secara hukum memungut semua jenis usaha mikro dan menengah terkena pajak. Masyarakat pun seharusnya sadar akan hal itu karena apa pun bentuk penghasilan kita harus kena pajak penambahan nilai. Nah soal yang terakhir yakni petugas bebas dari korupsi ini yang kita tak bisa jamin. Namun, kita yakin Kemenkeu kini sedang gencar menindak aparatnya yang tak berintegritas. Di tengah kegalauan itu, Presiden Jokowi meluncurkan penurunan PPh final UMKM yang semula 1 persen menjadi 0,5 persen. Penurunan pajak ini dilakukan setelah melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) No.46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu. Hal ini langsung direspons Direktorat Jenderal Pajak yang memperkirakan potensi penerimaan pajak dari UMKM akan berkurang hingga Rp 1,5 triliun pada 2018. Hal ini imbas diberlakukannya PP Nomor 23/2018 tentang Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM. Kendati demikian, dampak penurunan itu hanya sementara. Dalam jangka menengah panjang, kebijakan itu dapat berdampak positif pada perekonomian. Presiden Jokowi menegaskan tujuan penurunan pajak UMKM adalah untuk meringankan biaya agar pelaku usaha UMKM tumbuh. Pelaku usaha mikro meloncat jadi usaha kecil, usaha kecil naik jadi usaha menengah, dan usaha menengah naik jadi usaha besar. Presiden Jokowi benar karena kebijakannya pro-rakyat kecil. Apalagi sektor UMKM menyumbang hampir 97 persen untuk negara. Sementara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyebutkan tiga dari enam belas subsektor industri kreatif, yaitu kuliner, fashion, dan kriya paling menikmati penurunan tarif pajak penghasilan final pelaku UMKM yang semula 1 persen kini menjadi 0,5 persen. Pelaku UMKM di Bali, patut berbangga karena ketiga subsektor tersebut semuanya digarap di Pulau Dewata sehingga peluang memanfaatkan penurunan tarif tersebut cukup besar. Pelaku UKM di Bali mestinya menyambut gembira kebijakan penurunan PPh final UMKM menjadi 0,5 persen oleh pemerintah. Kebijakan tersebut dapat memicu kompetisi bisnis UMKM lebih bergairah, terutama di sektor usaha produktif sekaligus mempercepat UMKM naik kelas. Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum penurunan pajak ini akan lebih bergairah lagi bisnis yang dilakukan oleh pelaku UMKM yang bergerak di sektor produktif. Selain itu, pertumbuhan UMKM di Indonesia akan lebih berkembang dan bisa memberikan kekuatan untuk bisa berdaya saing dengan gempuran produk dari luar. Kita semua seharusnya mendorong pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut sehingga insentif pajak itu dapat dialihkan untuk kepentingan pengembangan usaha atau investasi.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Tumpukan Tanah di Tukad Wos Proyek pembangunan vila kini marak di sekitar Tukad Wos, Gianyar. Sebagai warga Gianyar, saya berharap agar tanah perataan tanah tidak dibuang ke aliran sungai. Hal ini saya lihat di sekitar jembatan yang menghubungkan jalur Tegallalang-Keliki. Di sebelah utara jembatan kini tumpukan material tanah menutupi badan sungai. Sungai pun kelihatan kotor. Ini jelas berisiko jika turun hujan. Mohon pihak terkait melakukan pengecekan dan pendataan atas pembangunan fasilitas pariwisata di sepanjang jalur sisi barat di Tukad Wos. Apakah pengerukan lahan ini sudah berizin atau belum? Atau apakah pembangunan fasilitas pariwisata di kawasan dekat tebing sungai memang sudah ditoleransi? I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Kehilangan Kontak Saya, Janis Baumanis, kehilangan kontak dengan anak saya Gatis Baumanis. Adapun ciricirinya, tinggi 190 cm, kulit putih. Ia telah meninggalkan Green Spirit Villa, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar tanggal 28 Mei 2018 tanpa pesan sejak pukul 22.00 Wita. Saya sebagai orangtuanya mencarinya dan sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Bagi pembaca yang melihat atau mengetahui keberadaannya mohon menginformasikan ke Polsek Ubud Hp: 08164713182/0361975316. Janis Baumanis Alamat sementara di Bali, di Desa Sayan Kaja, Ubud

Pajak Tuntas, UMKM Naik Kelas Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin menunjukkan perannya dalam pertumbuhan ekonomi negara. Dominasi sektor UMKM dalam beberapa tahun terakhir semakin meningkat. Pada tahun 2017, jumlah unit usaha UMKM tercatat 98,8% dari total unit usaha dengan serapan tenaga kerja 96,99% dari total tenaga kerja. UMKM juga telah menyumbangkan 60,3% dari jumlah Produk Domestik Bruto.

Oleh Dian Anggraeni

D

emikian pula dengan data penerimaan pajak. Dari tahun ke tahun, kontribusi sektor UMKM dalam penerimaan pajak semakin meningkat. Selama tiga tahun terakhir saja, statistik penerimaan pajak dari sektor UMKM menunjukkan grafik yang terus meningkat. Penerimaan pada tahun 2015 sebesar 3,4 triliun kemudian 4,4 triliun pada tahuh 2016 dan 5,7 triliun pada tahun 2018. Peran strategis sektor UMKM ini tentu memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Harmonisasi pengaturan dari berbagai instansi terkait dengan pengembangan UMKM menjadi suatu keharusan. George J. Stigler dalam Mandala Harefa (2008: 206), mengatakan bahwa “regulasi adalah seperangkat aturan yang dimaksudkan untuk memberikan perlindungan dan manfaat untuk masyarakat pada umumnya atau pada sekelompok masyarakat”. Pemerintah secara bersamasama melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan UMKM yang tangguh dan mandiri serta dapat berkembang untuk mewujudkan perekonomian nasional yang kukuh. Instansi yang terlibat dalam hal ini adalah Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Bappenas, BUMN juga institusi keuangan baik bank maupun nonbank. Dukungan paling

besar selama ini diberikan dalam bentuk dukungan dana ataupun kemudahan akses dana. Pajak yang selama ini dianggap sebagai urusan yang paling rumit dan menyusahkan, kini hadir menawarkan kemudahan bagi UMKM. Kemudahan dalam bentuk tarif yang rendah, cara penghitungan, pelunasan, dan pelaporan yang mudah, dikemas dalam peluncuran Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018. PP Nomor 23 Tahun 2018 mengatur bahwa tarif PPh atas UMKM adalah 0,5%, terhitung sejak 1 Juli 2018. Tarif istimewa ini berlaku atas penghasilan dari usaha yang jumlahnya tidak melebihi 4,8 miliar selama satu tahun. Selain penurunan tarif, cukup banyak pokok perubahan yang diatur oleh PP Nomor 23 Tahun 2018, yang menuntaskan berlakunya aturan terdahulu yakni PP Nomor 46 Tahun 2013. Sebelumnya, wajib pajak orang pribadi yang melakukan usaha perdagangan atau menyerahan jasa dengan menggunakan sarana atau prasarana yang dapat dibongkar pasang atau menggunakan tempat umum tidak termasuk subjek PP Nomor 46 Tahun 2013. Artinya, para pedagang keliling atau pedagang yang menggunakan gerobak tidak masuk di dalam pengaturan pengenaan PPh final atas UMKM. Kini pengecualian pengenaan tarif PPh final atas UMKM menekankan kepada wajib pajak

yang memilih untuk menghitung pajaknya dengan tarif umum, yakni tarif yang diatur dalam pasal 17 UU PPh. Artinya, selama wajib pajak menjalankan usaha dengan omzet setahun di bawah 4,8 miliar dan tidak memilih menggunakan tarif umum, maka ia harus melaksanakan kewajiban pembayaran/pemungutan PPh berdasarkan aturan ini. Lebih lanjut, PP Nomor 23 Tahun 2018 juga mengaktifkan alarm waktu bagi penggunanya. Tarif 0,5% ini hanya dapat dinikmati dalam periode tertentu. Bagi orang pribadi, alarm akan berbunyi tujuh tahun lagi atau tujuh tahun sejak ia terdaftar menjadi wajib pajak, jika status wajib pajak baru disandang setelah PP ini lahir. Periode yang diberikan lebih pendek untuk badan usaha. Badan usaha berbentuk CV/firma/koperasi diberi waktu empat tahun, sedangkan badan hukum berbentuk PT tiga tahun. Jika periode waktu yang diberikan sudah berlalu, maka wajib pajak harus menggunakan tarif umum. Penggunaan tarif umum yang diatur dalam pasal 17 UU PPh merupakan cara paling adil untuk menentukan pajak yang terutang. Pasal 17 UU PPh mengatur pengenaan tarif pajak atas penghasilan yang didapat dari pengurangan biaya-biaya terkait atas peredaran bruto. Akibatnya, jika usaha wajib pajak mengalami kerugian, maka tidak ada pajak yang dibayarkan. Namun sebe-

lum menggunakan tarif pasal 17 dibutuhkan pembukuan yang dapat menyuguhkan data penjualan dan biaya-biaya secara detail. Pengaturan bahwa semua wajib pajak yang menjalankan usaha dengan omzet di bawah 4,8 miliar merupakan subjek PP Nomor 23 Tahun 2018 dalam periode tertentu, mengundang berbagai opini di masyarakat. Keluhan yang disampaikan oleh pelaku UMKM terutama karena adanya perluasan subjek. Kini, semua orang pribadi yang melakukan usaha dengan omzet di bawah 4.8 dimasukkan ke dalam lingkup subjek PP Nomor 23 Tahun 2018. Karena memang jiwa dari PP Nomor 23 Tahun 2018 adalah untuk mendorong masyarakat berperan dalam ekonomi formal. Belum lagi pembatasan waktu bagi pemanfaatan tarif rendah dan mudah ini. Apabila jangka waktu sudah terlewati maka wajib pajak harus menggunakan tarif pasal 17 dalam menghitung pajaknya. Artinya, pada saat itu, wajib pajak badan sudah harus mampu menyelenggarakan pembukuan atau bagi wajib pajak orang pribadi minimal memilki pencatatan sederhana mengenai omzetnya. Pajak yang awalnya tampil membawa angin segar dengan memberikan kemudahan bagi UMKM, ujung-ujungnya seolah kembali membuat kening berkerut. Padahal sesungguhnya, PP Nomor 23 Tahun 2018 ini menyimpan banyak kebaikan untuk para pelaku UMKM. Periode waktu yang ditentukan dimaksudkan untuk memberikan waktu yang cukup bagi UMKM untuk belajar menyelenggarakan pembukuan. Selain untuk kepentingan penghitungan penghasilan bersih yang akan dijadikan dasar penghitungan pajak, pembukuan dibutuhkan untuk menunjukkan performa perusahaan. Ketika perusahaan berkeinginan mem-

perluas usaha dan membutuhkan suntikan dana, maka dalam skala tertentu pihak bank akan meneliti sehat atau tidaknya perusahaan melalui laporan keuangan. Laporan keuangan tentunya disusun berdasarkan pembukuan yang berisi jurnal-jurnal dari setiap transaksi. Pembukuan yang rapi juga akan membantu pelaku usaha untuk lebih tertib dalam penggunaan kas atau sumber daya yang lain. Hal ini tentu bermanfat dalam menjaga pelaku usaha dari kebangkrutan karena tidak cakap dalam mengelola keuangan. Tidak perlu juga menambah kerutan di kening ketika membayangkan sulitnya menyelenggarakan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan. Pada era digital seperti sekarang, telah tersedia aplikasi pembukuan khusus untuk UMKM. Aplikasi tak berbayar ini dapat dengan mudah diunduh dari gawai yang kini sudah menjadi barang yang selalu berada dalam genggaman setiap orang. Tinggal klik di setiap perintah, aplikasi ini akan mengantarkan seorang pelaku UMKM menjadi mahir pembukuan bak sarjana akuntansi. Tak berhenti di neraca dan laporan laba rugi, aplikasi ini bahkan membantu menyelesaikan tugas UMKM sampai kepada pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Bergegas membenahi diri, terus belajar dan berupaya meningkatkan usaha, agar bisa naik kelas ke jenjang yang lebih tinggi. Para UMKM seluruh pelosok negeri, teruslah bersinar menjadi primadona ekonomi bangsa. Manfaatkan segala kemudahan yang diberikan untuk meningkatkan daya saing dan kompetensi. Jadilah pahlawan APBN melalui sumbangsih pada pertiwi. Penulis, Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Kanwil DJP Bali

Asian Games 2018 dan Momok Sampah POJOK

Pelaksanaan Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Polemik masih banyak mengemuka di ranah publik. Salah satunya menyikapi langkah DKI Jakarta yang menutup sungai dekat perkampungan atlet dengan kain jaring hitam. Lepas dari pro dan kontra upaya di atas, memang di lapangan banyak kondisi yang menimbulkan dilema tetapi harus segera diputuskan langkah untuk menyikapinya. Problematika dilematis yang hadir antara lain kemacetan, kriminalitas, sampah, dan lainnya. Sampah menjadi momok serius jelang Asian Games 2018. Terutama adalah sampah plastik yang kurang terkelola, antara lain di jalan, fasilitas umum, sungai, dan lainnya. Hampir semua barang keseharian terbuat dari plastik. Manusia nyaris tidak ada yang bisa lepas dari plastik. Tidak berlebihan jika bumi sudah disebut sebagai planet plastik. Plastik merupakan benda yang sulit dan sangat lama terurainya. Dampak polusinya dengan dimikian besar dan berbahaya. Bumi diprediksi akan dihuni oleh sekitar Sembilan miliar jiwa pada 2050. Indonesia sendiri kini memiliki penduduk sekitar 260 juta jiwa. Statistik demografi ini memiliki kerentanan penyebab masalah ekologi jika tidak diantisipasi sejak dini. Manusia mesti menjadi bagian dari solusi permasalahan bumi. Jika tidak mampu, maka justru akan menjadi masalah terbesar yang ditanggung bumi. Tugas bersama adalah mendidik dan menyadarkan seluruh manusia untuk beraksi nyata menjaga bumi. Seiring kemajuan zaman,

Oleh Ribut Lupiyanto tuntutan modernitas adalah sisi praktis dan ekonomis termasuk dalam hal penggunaan barang. Implikasinya produksi barang berbahan plastik terus tumbuh pesat. Nyaris tidak ada manusia yang terbebas dari plastik atau barang berbahan plastik. Geyer (2017) menyebut bumi sudah menjadi planet plastik. Jurnal Science Advances memaparkan penelitian yang menyebutkan sembilan miliar ton plastik telah diproduksi sejak 1950. Kecepatan produksi plastik selalu meningkat, setengah dari sembilan miliar ton plastik tersebut baru diproduksi selama tiga belas tahun terakhir. Mayoritas plastik dirancang untuk dibuang. Produksi sampah plastik di Indonesia berdasarkan data Statistik Persampahan Domestik Indonesia (2014) mencapai 5,4 juta ton per tahun. Angka ini merupakan 14 persen atau peringkat kedua dari total sampah domestik. Menurut data Jambeck (2015) diperkirakan 3,32 juta ton limbah plastik belum terkelola baik. Solusi yang paling efektif adalah mengubah ketergantungan kita terhadap plastik (Geyer, 2017). Apresiasi patut diberikan kepada pemerintah atas berbagai upayanya mereduksi limbah plastik. Beberapa waktu lalu, pemerintah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Meskipun pada perjalannya kebijakan ini kurang efektif dijalankan. Pemerintah pusat hingga daerah juga terus mendorong tumbuhnya komu-

nitas pengelola sampah seperti bank sampah. Infrastruktur pengelolaan sampah juga dikembangkan misalnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Inovasi juga dikembangkan dan didukung pemerintah. Inovasi mutakhir adalah penggunaan limbah plastik sebagai campuran aspal yang dikembangkan Kementerian PUPR. Preservasi jalan nasional mencapai 47.000 kilometer. Jika satu kilometer jalan butuh 3 ton plastik, maka perlu limbah plastik 140.000 ton. Terbaru, pemerintah berupaya menekan dari aspek ekonomi. Yaitu rencana adanya regulasi pemberlakuan cukai plastik. Pemerintah memprioritaskan plastik dibandingkan beberapa barang kena cukai (BKC) baru yang rencananya akan diterapkan pemerintah. Kemenkau dalam APBN 2018 memasukkan target realisasi penerimaan negara dari cukai baru yaitu sekitar Rp 500 miliar. Pengenaan cukai plastik diharapkan menjadi awal bagus untuk pengendalian sampah plastik. Pemerintah perlu melakukan diversifikasi cukai agar tidak terlalu bergantung pada penerimaan cukai rokok. Cukai plastik dapat menjadi salah satu diversifikasi tersebut. Namun, target ekonomi tidak boleh mendominasi target ekologi. Alih-alih membatasi, karena target penerimaan keuangan jangan sampai justru mendorong produksi sampah lebih besar. Sinergi diperlukan antar-in-

stansi dan antar-regulasi guna menekan produksi limbah plastik. Indonesia baru mampu menyediakan kapasitas produksi plastik yang dapat terurai secara alami (biodegradable plastik) ini sebesar 200 ribu ton per tahun. Pemerintah mengakui masih kesulitan untuk menghapus penggunaan produk plastik secara keseluruhan. Untuk menekan produksi plastik yang susah terurai, maka pemerintah salah satunya terus menggenjot produksi plastik yang mudah terurai. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menargetkan peningkatan produksi plastik ramah lingkungan lima persen per tahun. Inisiatif lain yang bisa didorong adalah memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), mendaur ulang sampah plastik (recycle), serta mengembalikan ke alam melalui penguraian alami. Pemerintah penting mengembangkan dan mendukung riset terapan yang inovatif terkait pengelolaan limbah plastik. Dunia akademik dan lembaga penelitian dapat berkontribusi nyata dalam upaya tersebut. Sektor industri juga penting didorong hingga ditekan untuk menggunakan biodegradable plastik. Pemberdayaan masyarakat dapat dioptimalkan melalui edukasi hingga menggerakkan melalui komunitas. Sektor swasta penting didorong mendukungnya. Akal-akalan mesti dihindarkan, misalnya sekadar pemenuhan kewajiban, pemanfaatan iklan, dan lainnya.

Pemkab Buleleng hitung ganti rugi tanah untuk shortcut Mengwi-Buleleng. - Ganti untung untuk rakyat. *** Kata Mangku Pastika, pendidikan penting untuk entaskan kemiskinan di Bali. - Pesan untuk gubernur baru. *** Presiden Jokowi minta menterinya jangan main-main atasi pelemahan rupiah. - Jangan lengah dan ambil langkah.

Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

BUMDes Dituntut Mampu Berinovasi Tabanan (Bali Post) -

Meningkatkan perekonomian masyarakat desa, Pemkab Tabanan membentuk BUMDes yang saat ini sudah berjumlah 90. Produk-produk BUMDes ini akan disalurkan melalui BUMDa, dalam hal ini Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS). Saat ini baru 20 BUMDes yang produknya disalurkan oleh PDDS. Agar produknya diminati pasar, BUMDes harus mampu melakukan inovasi dalam menciptakan produk.

KEMASAN - Proses pengemasan produk BUMDes di Gudang Kemasan PDDS Tabanan.

Bali Post/kmb24

BPBD Sosialisasi Kota Tangguh Bencana 2018 Tabanan (Bali Post) – Guna melindungi dan menyelamatkan warga terpapar ancaman bencana, pemerintah kabupaten/kota perlu melakukan pembangunan dalam rangka meningkatkan ketangguhan warganya dari ancaman bencana di masa depan. Untuk itu, Pemkab Tabanan atas arahan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kabupaten Tabanan menggelar Sosialisasi Kota Tangguh Bencana Tahun 2018 di Desa Sesandan, Tabanan, Selasa (31/7) kemarin. Kepala Pelaksana BPBD Tabanan Ngurah Sucita menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemda dan para pemangku kepentingan dalam menilai kebutuhan dan kapasitas mereka saat ini dan di masa mendatang. Selain itu, untuk mempertemukan semua pemangku kepentingan dalam menyusun strategistrategi dan tujuan-tujuan besar bersama membangun satu pemahaman holistik

tentang status kota termasuk hubungan mereka satu sama lain, serta mengidentifikasikan kebijakan-kebijakan dan intervensi yang akan meningkatkan ketangguhan kota. Sementara Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutannya yang dibacakan Sekkab Wirna Ariwangsa menegaskan, mengantisipasi dan melindungi masyarakat dari segala ancaman, perlu melaksanakan pembangunan yang didasari atas analisis mendalam akan risiko bencana, baik risiko terhadap jiwa manusia, kerusakan lingkungan maupun aset-aset vital masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal masyarakat setempat. ‘’Seperti diamanatkan dalam Undang-undang 24 Tahun 2017 Pasal 5, pemerintah dan pemerintah daerah merupakan penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana,

dengan menggandeng dunia usaha dan masyarakat seperti yang dimaksudkan dalam lambang segitiga biru pada simbol penanggulangan bencana,’’ tegasnya. Dikatakannya, saat ini banyak bencana yang menimpa Bali, khususnya Tabanan. Mulai dari erupsi Gunung Agung yang tiada henti, gelombang pasang di pesisir pantai selatan, dan angin kencang. Dan itu mungkin akan terus terjadi serta juga sangat sulit diprediksi meskipun sudah dalam jangkauan Badan Meteorologi dan Geofisika, sewaktu-waktu kehendak alam berlainan dengan ramalan cuaca. ‘’Oleh karena itu, saya mengajak bapak-ibu sekalian yang terlibat langsung untuk kita selalu bisa menjalin koordinasi sebelum dan setelah bencana. Secepatnya mengambil langkah inovatif, sehingga bisa mengambil langkah-langkah atau upaya-upaya agar tidak timbul bahaya yang lebih besar,’’ katanya. (kmb28)

Rehabilitasi Narkoba di Lapas Tabanan Tabanan (Bali Post) Selama satu bulan, tiga puluh warga binaan Lapas Tabanan telah mengikuti kegiatan rehabilitasi, dengan harapan bisa membantu mereka lepas dari ketergantungan narkoba. Kegiatan rehabilitasi tersebut, Selasa (31/7) kemarin ditutup. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan, narkoba merupakan musuh bersama karena perusak seluruh sendi-sendi dalam kehidupan masyarakat. Bagi warga binaan yang sebelumnya sudah ketergantungan narkoba, tentu membutuhkan waktu untuk benar-benar bisa keluar dari lingkaran gelap narkoba yang menjeratnya. “Tentunya harus dilaksanakan upaya bersama-sama dan terpadu antarinstansi dan unsur masyarakat agar pelaksanaan rehab dapat berdaya guna dan berhasil guna,” ucapnya. Lebih lanjut dikatakan, selama rehabilitasi, 30 orang narapidana dari kasus dan pecandu narkoba telah dilakukan berbagai kegiatan seperti konseling, penyuluhan tentang bahaya narkoba, HIV/AIDS, TBC dan kesehatan lainnya, dinamika kelompok, Wawasan Kebangsaan, pembinaan mental rohani, yoga, keterampilan kerja, olahraga, dan lainnya. Narasumber kegiatan beker-

Bali Post/ist

NARKOBA – Acara penutupan kegiatan rehabilitasi narkoba di Lapas Tabanan. ja sama dengan BNN Provinsi Bali, Kanwil Kemenkum HAM, Pemkab Tabanan, Kodim 1619, Polres Tabanan, Dinas Kesehatan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, LSM dan unsur-unsur dari masyarakat. Sementara itu, pelaksana program rehabilitasi narkoba di Lapas Tabanan, dr. Tresnadewi juga mengatakan, selama masa rehabilitasi, para warga binaan peserta rehab juga diisi kegiatan Family Support Group (FSG) yakni proses pemulihan seorang warga binaan pengguna narkoba juga sangat penting memerlukan dukungan keluarga,

mengingat adiksi merupakan suatu kronic relapsing disease (penyakit otak kronis) yang membutuhkan dukungan semua pihak untuk proses pemulihannya. Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs Putu Suastawa, pada kesempatan itu juga mengapresiasi pelaksanaan rehab narkoba yang dilaksanakan oleh jajaran Lapas Tabanan. Dari post dan pascarehab terdapat hasil test urine peserta rehab adalah negatif narkoba. Ini menandakan bahwa pecandu narkoba di Lapas Tabanan telah terbebas dari jeratan narkoba. (kmb28)

Direktur PDDS Tabanan Putu Sugi Darmawan, Selasa (31/7) kemarin, mengatakan belum semua BUMDes di Tabanan memiliki produk olahan yang bisa dijual. Ada yang masih bergerak di bidang pengelolaan sampah atau masih ada yang belum berjalan maksimal dan dalam proses menentukan potensi desa yang bisa dijadikan produk bernilai jual. Lanjut Sugi, pihak PDDS tidak hanya membantu dalam hal menjual produk-produk BUMDes ini, tetapi juga memberikan saran dan masukan bagi BUMDes agar produk yang mereka kelola bisa diminati pasar. ‘’Sebenarnya kami siap menerima produk dari BUMDes. Kami carikan pasarnya,’’ ujar Sugi. Menurut-

nya, produk yang ditawarkan ke pasar tidak serta-merta diterima. Pasti ada kekurangan dan kadang ada yang tidak diminati. Di sinilah PDDS memberikan masukan kepada BUMDes, baik dari segi pengolahan produknya agar sesuai minat pasar maupun kemasannya. ‘’Selalu ada celah untuk bisa memasarkan produk. Sekarang tinggal BUMDesnya apakah mau menerima masukan dan berinovasi,’’ jelas Sugi. Bagi BUMDes yang sudah memiliki produk dan kualitasnya sesuai harga pasar namun belum memiliki kemasan yang baik, PDDS memiliki gudang kemasan yang memfasilitas produkproduk ini.

PDDS juga memberi produk BUMDes yang belum memiliki nama produk seperti kopi maupun VCO. PDDS membeli secara curah dan kemudian mengkemasnya di Gudang Kemasan. Selama setahun berjalan dan memiliki kerja sama dengan 150 toko dalam hal penjualan produk BUMDes, diakui Sugi, sudah mulai ada keuntungan meski masih terpakai untuk biaya operasional. Diharapkan dengan resminya penerapan perbub mengenai toko modern, akan semakin banyak lagi permintaan dan produk BUMDes yang disalurkan BUMDa. Saat ini produk BUMDes yang paling diminati adalah beras konvesional, kopi dan kripik belut. (kmb24)

Imunisasi Massal MR Dilaksanakan Mulai Agustus

Bali Post/ist

BENCANA - Sosialisasi kota tangguh bencana yang digelar Pemkab Tabanan.

Tabanan (Bali Post) Setelah imunisasi JE secara massal digelar pada MaretApril 2018, Tabanan kembali melakukan imunisasi massal Campak dan Rubella atau imunisasi MR pada Agustus hingga September mendatang. Sasaran imunisasi massal ini sama dengan JE yaitu anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Karena memiliki sasaran yang sama, prosedur pelaksanaan imunisasi MR ini pun sama. Anak usia sekolah disasar langsung oleh petugas ke sekolah-sekolah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan puskesmas per kecamatan. Sementara untuk anak bukan usia sekolah bisa langsung mendatangi posyandu dan puskesmas terdekat. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Selasa (31/7) kemarin, mengatakan setelah melaksanakan imunisasi massal JE yang tercapai 100 persen lebih dari target, maka AgustusSeptember ini kembali dilaksanakan imunisasi massal MR. Penyakit campak dan rubella, diakui Suratmika, masih ditemukan di Tabanan, meski

tidak bersifat spordadis dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Biasanya yang terkena ini karena daya tahan tubuhnya tidak baik dan belum mendapatkan imunisasi MR sebelumnya. Imunisasi MR sendiri dulu belum menjadi imunisasi dasar. ‘’Tetapi tahun ini imunisasi MR sudah menjadi imunisasi dasar,’’ ujar Suratmika. Pemberian imunisasi MR tidak hanya sekali tetapi ada booster-nya agar membentuk ketahanan tubuh yang maksimal. Imunisasi pertama saat anak usia enam bulan dilanjutkan saat usia 18 bulan dan terakhir enam tahun. Imunisasi MR, lanjut Suratmika, diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan, seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan. Serta melindungi dari penyakit campak yang merupakan salah satu penyakit paling menular pada manusia dan paling banyak menyerang anak-anak. (kmb24)

Integritas dan Independensi Jadi Bahan Evaluasi KPU Tabanan (Bali Post) Masalah integritas dan independensi dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam menjalankan tugas selama Pilgub 2018 lalu menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pemilihan umum lainnya ke depan. Pasalnya, saat tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang digelar Juni 2018 ditemukan ada petugas yang menyampaikan ajakan pada pemilih disertai nomor urut calon. ‘’Secara umum pelaksanaan Pilgub Bali 2018 sudah berjalan lancar, tetapi memang pada proses tahapan ada sejumlah kendala yang perlu kita atensi dan perbaiki ke depannya,’’ beber Ketua KPU Tabanan Ni Luh Darayoni saat evaluasi dan apresiasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018, Selasa (31/7) kemarin. Kendala tersebut seperti permasalahan data akibat sistem, logistik khususnya distribusi C6 dan kekurangan C6, yang tentunya menjadi perhatian agar ke

depan tidak terjadi lagi. Meski demikian, Darayoni mengakui kinerja PPK saat melaksanakan tugas sebagai penyelenggara di tingkat kecamatan sudah berjalan baik. Bahkan hubungan koordinasi dengan KPU juga sudah bagus, terbukti proses sudah berjalan sesuai harapan, lancar dan damai. ‘’Tentu saja kami mengapresiasi kerja keras petugas di kecamatan,’’ ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, KPU Tabanan juga memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terkait tercapainya tingkat partisipasi pemilih yang melebihi target 80 persen yang ditetapkan KPU Tabanan. Namun dari 10 kecamatan memang ada dua kecamatan yang tingkat partisipasinya belum bisa memenuhi target yakni Baturiti dengan angka 75,42 persen dan Penebel dengan angka 78,90 persen. Sedangkan tiga kecamatan dengan tingkat partisipasi tinggi yakni Kecamatan Marga dengan angka 89,45 persen, Kecamatan Kerambitan dengan angka 85,80

Bali post/kmb28

APRESIASI - Evaluasi dan apresiasi Pilgub Bali tahun 2018 di kantor KPU Tabanan. persen dan Kecamatan Seltim sebanyak 85,75 persen. ‘’Bagi kecamatan yang tingkat partisipasi pemilihnya masih kurang, ke depan pihak KPU akan terus gencarkan sosialisasi, tetapi

untuk dua kecamatan ini faktor penyebab selain letak wilayahnya di pegunungan, banyak warga yang saat itu berkebun dan kerja di luar daerah,’’ pungkasnya. (kmb28)

Rapikeler dan Selai Salak

Antarkan Tabanan Raih Penghargaan Tabanan (Bali Post) Inovasi Rapikeler (Ramuan Pijat Keperawatan Komplementer) dan Selai Salak (Sehat Mulai dari Sanitasi Layak) dan Seppama (Sistem Manajemen dan Keluarga Sehati Teleregistrasi dan Telekonsultasi) merupakan terobosan di bidang kesehatan yang mengantarkan Tabanan meraih juara umum dalam Tenaga Kesehatan Teladan Terbaik se-Provinsi Bali tahun 2018. Tabanan meraih juara I kategori Dokter Umum, Keperawatan dan Kesling. Atas prestasi ini Tabanan akan

diberikan penghargaan oleh pusat di tingkat nasional di Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika mengungkapkan keberhasilan tenaga kesehatan teladan Tabanan di provinsi karena hasil kerja keras mereka yang telah membuat inovasi-inovasi hebat. Inovasi tersebut di antaranya Inovasi Rapikeler yang diraih Puskesmas Selemadeg Barat dalam kategori Bidan oleh Ns. I Made Wikantra, inovasi Selai Salak dalam kategori Kesling oleh Ni Ketut Sulastri dan kat-

egori Dokter Umum oleh dr. Wayan Arya Putra Manuaba di Puskesmas Selemadeg Barat mengeluarkan inovasi Seppama. Tidak hanya meraih juara umum, untuk kategori lainnya, Tabanan juga menorehkan prestasi, antara lain juara II dalam kategori Promkes dengan inovasi Ber-Rok-Rapi (Berhenti Merokok dengan Ramuan dan Pijat), Juara III dalam kategori Farmasi dengan inovasi Stiker Penanda ED dan Pelayanan Informasi Obat Melalui IT, Kategori Analis dengan inovasi Skrin-

ing Pemeriksaan Darah HIV pada Suami Ibu Hamil, dan kategori bidan dengan inovasi Kader Telinga Mas dan Sidamil (Sistem Informasi Data Ibu Hamil). Juga juara IV dalam kategori Gizi, dan juara VI dalam kategori dokter gigi. Bupati Eka dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh para tenaga kesehatan Tabanan, serta berharap inovasi ini dapat diadopsi oleh puskesmas lainnya. Diharapkan inovasi-inovasi

Bali Post/kmb24

TATAP MUKA - Tenaga kesehatan berprestasi Tabanan saat tatap muka dengan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti. ini juga harus gencar disosialisasikan, khususnya kepada generasi muda. Bupati Eka menambahkan, ke depannya inovasi-

inovasi mengenai kesehatan terus dilakukan dan harus dibuat sesuai dengan keadaan dan SDM Tabanan. ‘’Jangan lupa untuk selalu

menyelipkan budaya kearifan lokal, kebersamaan, gotong royong dalam programprogram yang dilakukan agar berhasil,’’ ujarnya. (kmb24)


BULELENG

8 Calon Direksi PD Pasar Adu Visi dan Misi Singaraja (Bali Post) – Lima orang calon Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng akan mengadu visi dan misi mereka Rabu (1/8) ini. Presentasi ide-ide kreatif dan program-program aplikatif itu ditunggu dalam upaya memajukan perusahaan yang akan dipimpinnya itu. Presentasi itu merupakan bagian tahapan seleksi yang diupayakan transparan akan dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) Perekrutan Direksi PD Pasar Buleleng itu. Kelima calon direksi yang sudah lolos administrasi itu yakni Drs. Putu Dana Harta, Made Agus Yudiarsana, S.H. (direksi incumbent), I Putu Suardhana, S.E., Mistatik, S.P. dan Dewa Nyoman Dharma Suyasa, S.P. Selain mengadu visi dan misi, kelima calon ini akan mengikuti tes wawancara di hadapan tiga penguji yakni Ketua Pansel yang juga Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. dan dua orang akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) masing-masing Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, M.S., Kons. serta Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa, M.Si. Ketua Pansel Perekrutan Direksi PD Pasar Dewa Ketut Puspaka mengatakan, tes wawancara dan presentasi visi misi ini untuk menentukan siapa dari kelima calon itu yang layak dipilih menjadi direksi definitif. Pihaknya hanya ditugaskan melaksanakan seleksi berdasarkan penilaian materi seleksi. Dari presentasi visi misi, serta komitmen calon lewat tes wawancara akan diketahui gagasan atau kiat-kiat jitu yang diprogram kelima calon direksi itu dalam memimpin perusahaan yang mengelola belasan pasar tradisional itu. Apalagi, Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) mencari Direksi yang memiliki kemampuan memimpin dan melakukan manajemen keuangan perusahaan. “Siapa yang akan dipilih itu kembali kepada kewenangan pimpinan kita,” jelasnya. (kmb38)

GOR Bhuana Patra Telan Dana Rp 540,09 Juta

Singaraja (Bali Post) – Gedung Olahraga (GOR) Bhuana Patra di Jalan Udayana, Singaraja dalam empat bulan ke depan akan ditutup. Penutupan itu dilakukan karena akan ada proyek perbaikan yang menelan anggaran Rp 540,09 juta. Perbaikan ini disebabkan atap gedung bocor dan lantai sudah rusak, sehingga tidak nyaman lagi untuk menggelar pertandingn atau latihan olahraga. Perbaikan GOR Bhuana Patra itu kini mulai dikebut. Proyek perbaikan lantai dan atap malah sudah mulai dikerjakan. Diharapkan, proyek itu tuntas dalam empat bulan ke depan. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pembongkaran lantai keramik di pelataran GOR itu. Pada sisi timur dipasangi seng, agar tidak ada warga yang masuk ke areal GOR selama proses pengerjaan proyek itu. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa, Selasa (31/7) kemarin, mengatakan proses perbaikan GOR itu harus dituntaskan dalam kurun waktu empat bulan ke depan. Sehingga GOR itu bisa digunakan kembali untuk kegiatan latihan rutin untuk beberapa cabang olahraga. Terlebih sejumlah cabang olahraga sudah mulai mempersiapkan atlet sebelum berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2019 mendatang. Sesuai anggaran yang disiapkan, perbaikan itu fokus pada bagian atap dan lantai. Sedangkan, untuk flooring lapangan tidak termasuk jenis pekerjaan pada proyek itu. ‘’Perbaikan utama itu di bagian atap sampai bangunan bawah. Keramik di selasar yang sudah rusak diganti,’’ katanya. (kmb38)

Luas Lahan Cengkeh 7.800 Hektar

Fluktuasi Produksi Terjadi Relatif Tinggi Singaraja (Bali Post) –

Buleleng dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang produksi cengkeh terbaik di Bali. Desa penghasil cengkeh di daerah ini ada di tujuh kecamatan dengan luas lahannya mencapai 7.800 hektar. Sejak beberapa tahun terakhir ini, produksi cengkeh dari Buleleng mengalami fluktuasi yang tinggi. Fluktuasi produksi itu disebabkan cuaca buruk, sehingga tanaman cengkeh itu tidak bisa berbunga dengan maksimal. Dari data Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, produksi cengkeh Buleleng dalam tiga tahun berturut-turut sebagai berikut: rinciannya, tahun 2015 total produksi cengkeh di Bali Utara itu sebanyak 4.000 ton. Memasuki 2016 produksinya naik 6.000 ton dan tahun 2017 lalu produksinya kembali terjun bebas menjadi 250 ton cengkeh kering. Bukan saja dari produksi naik turun, perkembangan harga cengkeh di tingkat petani juga mengalami hal serupa. Meski demikian, fluktuasi harga cengkeh belum menimbulkan kerugian besar bagi petani. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Nyoman Genep, Selasa (31/7) kemarin, mengatakan produksi cengkeh itu tidak bisa diprediksi secara pasti. Ini karena budi daya tanaman ini sangat tergantung kondisi cuaca. Dia mencontohkan, seperti pada tahun 2017 lalu, saat itu sebetulnya memasuki musim panen raya. Namun akibat curah hujan berkepanjangan dan intensitas tinggi yang melanda wilayah Buleleng, menyebabkan banyak cengkeh gagal berbunga. Tanaman tampak rimbun saja akibat kelembapan tinggi. Hal itu justru memicu pertumbuhan daunnya jadi subur. Situasi ini mengakibatkan produksi cengkeh melorot dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ‘’Fluktuasi produksi cengkeh ini tidak bisa dihindari. Produksi cengkeh itu tergantung cuaca, terutama ketika tanaman memulai musim berbunga. Walau terjadi penurunan, petani kita belum ada yang rugi besar sebab harga

masih stabil. Untuk harga, hanya terjadi sedikit penurunan dibandingkan tahuntahun sebelumnya,’’ katanya. Birokrat asal Desa Panji, Sukasada itu menambahkan, meskipun produksi cengkeh itu tergantung dukungan cuaca, namun pola pemeliharaan dan pemupukan tanaman harus diperhatikan oleh petani. Apalagi ada ancaman serangan penyakit Jamur Akar Putih (JAP) masih ditemukan di beberapa desa di Buleleng, sehingga kebersihan areal kebun dan tingkat kelemba-

Petani kita dua kali mengalami masa sulit. Namun tahun ini, semua tanaman cengkeh itu tampak berbunga. Saya optimis produksi cengkeh di Bali ada prospek cerah dan berpeluang kembali seperti sebelumnya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI), I Ketut Budiman

Bali Post/kmb38

PRODUKSI CENGKEH BERFLUKTUASI – Gangguan cuaca mengakibatkan produksi cengkeh di Buleleng berfluktuasi. Tahun 2017 lalu produksi cengkeh kering di daerah ini hanya 250 ton. Padahal tahun sebelumnya, produksi tercatat hingga 6.000 ton. pan tanah itu harus baik. Strategi yang bisa dilakukan dengan cara perabasan rumput atau gulmanya sehingga pencahayaan ke batang dan akar tetap terjaga dengan baik. Upaya lainnya dengan cara mengoptimalkan pengendalian JAP. Petani dianjurkan menambah sari-sari makanan untuk membantu perkembangbiakan jamur Trichoderma yang dikenal sebagai musuh alami JAP. Pemupukan berimbang wajib dilakukan oleh petani, sehingga upaya itu diharapkan kembali bisa mendongkrak produksi cengkeh Buleleng. ‘’Kami juga mengupayakan pembinaan, selain itu memperbanyak demplot untuk pengendalian JAP dengan Trichoderma itu sendiri,’’ jelasnya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) I Ketut Budiman mengatakan, produksi cengkeh turun drastis terjadi pada 2015 dan tahun 2017. Situasi ini tidak bisa dihindari

Buleleng Tetapkan Rekanan Hitung Ganti Rugi Tanah Proyek Jalan Mengwi-Singaraja Pembahasan lahan proyek pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja – Mengwitani yang dialokasikan Rp 10 miliar itu akan dilakukan bulan ini. Pemkab Buleleng menunjuk rekanan untuk menghitung nilai ganti rugi tanah milik warga yang terkena jalur proyek itu. Rekanan Sih Wiriadai dan Rekan akhirnya ditetapkan sebagai pemenang lelang Konsultan Jasa Penilaian Publik (KJPP - red) seharga Rp 186.224.500. Perusahaan yang beralamat di Surakarta, Jawa Tengah (Jateng) itu selanjutnya mendapat tugas untuk menafsirkan berapa nilai ganti rugi tanah pada proyek jalan baru batas kota itu sejauh 1,9 kilometer itu. Kapan penafsiran harga tanah itu harus kelar dan apakah luas tanah 10,5 hektar itu berpeluang meningkat dari bujet Rp 10 miliar sebagaimana dialokasikan Pemkab Buleleng? SEKRETARIS Kabupaten (Sekab) Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. didampingi Kepala Bagian (Kabag) Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Putu Adiptha Ekaputra mengatakan di ruang kerjanya, Selasa (31/7) kemarin, pagu anggaran pengadaan lelang menafsirkan harga tanah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) itu sebesar Rp 250 juta. Dari jumlah itu, harga perhitungan sendiri (HPS) ditetapkan senilai Rp 192.392.000. Pekerjaan ini ditawar oleh empat perusahaan

KJPP yang semuanya dari luar daerah. Dari empat rekanan itu, Sih Wiriadi dan Rekan ini menawar di bawah HPS, sehingga BLP menetapkan pemenang lelangnya. Dari lelang KJPP ini, Dinas PUPR itu mampu menghemat anggaran senilai Rp 63.775.500. Setelah menandatangani kontrak, selama 30 hari rekanan itu selanjutnya bertugas menghitung harga tanah, bangunan, dan tanaman produktif seperti kopi, cengkeh, dan bunga pecah seribu yang ditanam di atas lahan milik warga itu. ‘’Setelah proses penan-

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

Bali Post/kmb38

MENGHITUNG HARGA TANAH - Dinas PUPR Buleleng telah menetapkan rekanan KJPP yang akan menghitung harga tanah, bangunan, dan tanaman di atas lahan yang dilewati proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani. datanganan kontrak dengan Dinas PUPR itu, rekanan itu diberikan waktu menghitung nilai ganti rugi ini sebulan penuh,’’ katanya. Di sisi lain, Adiptha Ekaputra mengatakan, lelang rekanan KJPP ini sempat gagal pada pengumuman pertama. Ini karena KJPP merupakan perusahaan langka. Namun jasanya banyak diperlukan oleh pemerintah maupun swasta. Saat berkas lelang diumumkan secara online, rekanan sudah mengajukan penawaran. Hanya, rekanan itu tidak mengikuti tahapan lelang selanjutnya. Pasalnya, karena mengikuti tender di

daerah lain. BLP memutuskan lelang pertama gagal. Tidak ingin pembebasan lahan itu tertunda-tunda, BLP kembali mengumumkan lelang KJPP dan berhasil menetapkan rekanan pemenang lelang. ‘’Perusahaan model ini sangat langka. Namun banyak yang memakai, sehingga lelang pertama itu sempat gagal. Pengadaan tanah itu mendesak, karena itu kita tenderkan hingga dua kali. Sekarang, pemenangnya sudah ditetapkan,’’ jelasnya. Kepala Dinas PUPR Ketut Suparta Wijaya mengatakan, saat ini pihaknya masih

menyiapkan dokumen administrasi untuk penandatanganan kontrak pekerjaan itu. Dalam beberapa hari ke depan, penandatanganan kontrak itu ditargetkan kelar, sehingga rekanan mulai menghitung harga tanah, bangunan, dan tanaman di atas lahan yang akan dibebaskan oleh pemerintah. Dari desain proyek jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani dengan panjang 1,9 kilometer itu memerlukan lahan sekitar 10,05 hektar. Lahan ini milik 20 kepala keluarga (KK) warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. ‘’Setelah nanti dihitung kita baru tahu apakah anggaran pembebasan lahan yang disiapkan Rp 10 miliar lewat APBD 2018 cukup dan kalau kurang, skema kami adalah menyiapkan tambahan dalam APBD Perubahan di tahun ini Rp 12 miliar,’’ jelasnya. (mud)

akibat cuaca yang sangat tidak bersahabat. Akibat situasi ini, rata-rata produksi cengkeh di Bali 5.000 ton per tahun. Sedangkan tingkat nasional rata-rata produksinya antara 100 sampai 110 ton tiap tahun. Walau sempat melorot, namun dia optimis produksi cengkeh di Bali termasuk di Buleleng tahun ini terdongkrak lebih baik. Optimisme itu dibuktikan dengan hasil pantauannya belakangan ini, rata-rata tanaman cengkeh itu berbunga lebat. ‘’Petani kita dua kali mengalami masa sulit. Namun tahun ini, semua tanaman

cengkeh itu tampak berbunga. Saya optimis produksi cengkeh di Bali ada prospek cerah dan berpeluang kembali seperti sebelumnya,’’ katanya. Terkait kualitas cengkeh, Budiman menyebut cengkeh Bali banyak diperlukan pabrik-pabrik rokok besar di Indonesia, karena kualitasnya tergolong baik dibandingkan cengkeh luar. Dengan adanya kelebihan itu, petani memiliki posisi tawar lebih, ketika hendak menjual hasil tanaman mereka. Fakta itu mengindikasikan, petani cengkeh Bali lebih berpeluang mendapat keuntungan. (kmb38)


Rabu Pon, 1 Agustus 2018

GIANYAR

9

Antisipasi Kecurangan

Disperindag Gelar Tera Ulang di Pasar Payangan

Bali Post/nik

TERA ULANG - Suasana tera ulang di Pasar Payangan.

Gianyar (Bali Post) Sejak ditetapkan mandiri untuk tera sendiri mulai pertengahan tahun lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar terus menyasar pasar untuk melakukan tera ulang. Hal ini juga dalam rangka memastikan tidak ada kecurangan dalam proses jual beli. Pada Senin (31/1) kemarin, tera ulang dilakukan di Pasar Payangan, Kecamatan Payangan. Kepala Disperindag Gianyar I Wayan Suamba menjelaskan, tera ulang di Pasar Payangan kali ini merupakan yang ke-18, dari 45 kali sidak tera ulang yang diagendakan tahun ini. Suamba berharap Kepala Pasar setempat mampu menggugah pedagang agar rutin melakukan tera ulang, karena tidak ada gu-

nanya mencurangi timbangan. Menurutnya, tera ulang memberikan dampak saling menguntungkan antara pedagang dan konsumen. ‘’Pedagang diuntungkan dengan timbangan yang pas, karena bisa terjadi pada timbangan yang sudah kurang pas sebagai alat ukur menjadi berlebih. Hal ini tentu merugikan pedagang,’’ kata Suamba. Kemudian, konsumen dapat pula diuntungkan dengan diadakan tera ulang ini, karena satuan yang pas atau tidak kurang dari jumlah yang ditentukan dalam pembelian barang. Dijelaskannya lebih lanjut, tera mandiri di Kabupaten Gianyar dimulai tahun 2012. Pada 2013 dan 2014 dilakukan diklat pentera serta persiapan lainnya, sehingga mulai 2 Desember 2014 Gianyar

ditetapkan sebagai Daerah Tertib Ukur (DTU). Pada 2015, Disperindag melakukan pembenahan dengan menyiapkan alat dan SDM. Hingga akhirnya pada 26 Mei 2017, Kabupaten Gianyar mendapatkan Surat Keterangan Kemampuan Pelayanan Tera/Tera Ulang (SKKPTTU) dan pada 10 Juli 2017 ditetapkan mandiri untuk tera sendiri. Sementara itu, Kepala Pasar Payangan Wayan Eka Jaya menyambut baik langkah Disperindag, karena dengan diadakannya tera ulang, akan terbangun suatu kepercayaan konsumen untuk berbelanja di Pasar Payangan. Menurutnya, pedagang di Pasar Payangan rutin dan tertib melakukan tera setiap tahunnya. (kmb35)

Ditonjok Bos Vila, Petugas PLN Lapor Polisi Gianyar (Bali Post) Polisi sedang menyelidiki kasus penganiayaan yang dialami seorang petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Gianyar. Karyawan PLN itu dipukul seorang pemilik vila di kawasan Ubud, hanya karena si pemilik vila tak terima dibawakan surat tagihan tunggakan pembayaran listrik. Humas PLN Bali Gusti Putra yang dikonfirmasi, Selasa (31/7) kemarin, membenarkan adanya laporan pihak PLN ke Polres Gianyar. Namun, ia mengakui kasus tersebut adalah kesalahpahaman semata, sehingga diperkirakan kasus ini akan berujung damai. Sementara berdasarkan informasi di lapangan, petugas PLN itu awalnya mengantarkan surat tagihan listrik ke salah satu vila di Ubud. Surat tagihan itu diberikan lantaran pihak vila menunggak pembayaran listrik. Namun bos vila tersebut malah tersinggung, hingga berujung aksi pemukulan. Pukulan itu sebenarnya sempat ditepis, namun kejadian ini tetap mencoreng lembaga PLN, hingga akhirnya dilaporkan ke polisi. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Menurutnya, sejumlah pihak terkait kasus ini sudah diperiksa. ‘’Masih kami proses, pemeriksaan saksi sudah dilakukan,’’ katanya. Dugaan sementara, kasus tersebut terjadi akibat kesalahpahaman. Meski demikian, polisi tetap melakukan pendalaman atas kasus ini. (kmb35)

Curi Beras, ODGJ Diamankan Polisi Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), I Wayan Sukadana. Pasalnya, pria asal Desa Bona Kecamatan Blahbatuh itu nekat mencuri dua karung beras di salah satu warung sembako di Banjar Pedapdapan Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kamis (26/7) lalu. Kapolsek Tampaksiring AKP I Made Tama, Selasa (31/7) kemarin mengatakan, pihaknya telah memproses kasus tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sukadana dikenakan tindak pidana ringan (tipiring). Dalam waktu dekat Sukadana pun akan disidangkan. Hanya dia tetap dipertimbangkan untuk dirawat di RSJ. ‘’Sementara saat ini, yang bersangkutan sudah kita kembalikan pada keluarga,’’ jelasnya. Sepengetahuan AKP Made Tama, Sukadana memang hobi mencuri. ‘’Dulu saat saya masih jadi Kanit di Polsek Kota Gianyar, dia juga berulah. Kita amankan, tapi diserahkan kembali pada keluarga karena punya riwayat gangguan jiwa,’’ terangnya. Ditambahkannya, polisi harus ekstra hatihati saat melakukan interogasi terhadap ODGJ. Sebab, tidak sedikit di antara mereka yang tiba-tiba kumat dan mengamuk, seperti halnya Sukadana. ‘’Awalnya dia ngamuk-ngamuk diajak ke Polsek. Lalu kita kasih sebatang rokok, baru dia senyum-senyum,’’ ungkapnya. (kmb35)

Bali Post/wan

TANAM PADI - Seorang petani menanam padi di Batubulan, Sukawati. Areal pertanian di kawasan ini terus menyempit akibat pesatnya pembangunan perumahan.

Wisata Ayunan Wajib Kantongi Izin

Gianyar (Bali Post) Kasus tewasnya Patrick Jean Pierre Bouchard (52) di wisata ayunan di Desa Tegallalang masih menjadi perhatian Pemkab Gianyar. Pemerintah menegaskan, seluruh pengelola wisata ayunan harus mengurus izin. ‘’Semua pengelola wajib segera mengurus izin wisata aktivitas ayunan, dengan melengkapi berbagai persyaratan,’’ ucap Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, Selasa (31/7) kemarin. Wisnu Wijaya melihat saat ini wisata ayunan menjamur di Kabupaten Gianyar, khususnya Desa Tegallalang. Namun diakuinya, belum semua fasilitas pariwisata itu memiliki izin. ‘’Maka dari itu, pemerintah juga akan segera melakukan pendataan wisata ayunan,’’ katanya. Pihaknya juga mengeluarkan surat untuk menghentikan sementara operasional usaha wisata ayunan tempat tewasnya

Eks Penyalah Guna Narkoba Dapat Bantuan Sembako Gianyar (Bali Post) Narkoba berdampak negatif terhadap para penyalah gunanya. Tidak hanya dampak psikologis, tetapi juga secara ekonomi. Hal ini diungkapkan Kasi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar Nyoman Ari Prasetia, Selasa (31/7) kemarin. Ari Prasetia menjelaskan, cukup banyak eks penyalah guna narkoba yang jatuh miskin. Harta bendanya habis demi narkoba. ‘’Beberapa dari mereka bisa dikatakan jatuh secara psikis dan ekonomi,’’ katanya. Terkait kondisi ini, pemerintah melalui Dinas sosial Kabupaten Gianyar memberikan bantuan sembako kepada 20 eks penyalah guna narkoba. Pemberian bantuan dilaksanakan di kantor BNNK Gianyar, Selasa (31/7) kemarin. Bantuan sembako itu diserahkan oleh Kepala Dinas Sosial Gianyar Made Watha, Kepala BNNK Gianyar yang diwakili Kasubag Umum BNNK Gianyar I Wayan Eka Suardana bersama Kasi Rehabilitasi BNNK Gianyar I Nyoman Ari Prasetia. Isi paket sembako berupa beras sebanyak 20 kg, mi

instan sebanyak satu dus, kopi, gula dan minyak kelapa. Menurut Ari Prasetia, bantuan sembako itu merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah melalui Dinas Sosial dan BNNK Gianyar untuk memotivasi mantan penyalahguna narkoba. ‘’Agar mereka tidak terjerumus lagi, sehingga bisa berguna bagi keluarga dan masyarakat,’’ ujarnya. Pemberian sembako dikhususkan bagi eks penyalahguna narkoba yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dalam hal ini, pihaknya telah mengantongi data mantan penyalahguna narkoba dari keluarga kurang mampu. Setelah BNNK menyeleksi siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan, baru kemudian dijadwalkan pemberian sembako. Selain memberikan sembako dari Dinas Sosial, BNNK Gianyar juga memberikan keperluan lain bagi eks pecandu narkoba. Bantuan yang diberikan berupa pelatihan life skill dan program pascarehab. ‘’Program yang diberikan disesuaikan dengan minat dan bakatnya,’’ ungkap Ari Prasetia. (kmb35)

Patrick Jean Pierre Bouchard. ‘’Ya, kita minta agar dihentikan sementara, sebelum memenuhi sejumlah persyaratan. Selain itu, juga karena kemarin ada kejadian wisatawan meninggal,’’ katanya. Sementara itu, Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kabupaten Gianyar mengagendakan pemanggilan terhadap pemilik atau pengelola wisata ayunan tempat meninggalnya Patrick

pada Kamis (2/8) besok. Kadisparda Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta mengatakan, pihaknya akan menghadirkan ahli ayunan guna mengkaji kelayakan fasilitas wisata tersebut. Pertemuan akan digelar di kantor Camat Tegallalang. Mereka akan membahas kategori jasa wisata swing atau ayunan, safety priority, perizinan dan sanksi hukum jika terjadi pelanggaran. ‘’Tujuannya juga

untuk sosialisasi, agar masyarakat yang ingin melanjutkan usaha harus memenuhi persyaratan, terutamanya terkait safety,’’ tegasnya. Ari Brahmanta menyebutkan, sejauh ini belum ada standar keamanan untuk wisata ayunan di lokasi tersebut. Dari laporan yang ia terima, insiden juga diduga terjadi akibat kurangnya pengawasan pihak pengelola, sehingga korban sendiri yang membantu anaknya yang ketakutan menaiki ayunan maut itu. ‘’Dari segi kedalaman juga, ini berbahaya. Mungkin karena itu anaknya takut hingga sang ayah membantu,’’ ujarnya.

Pejabat asal Ubud ini juga mengakui bahwa saat ini wisata swing mulai menjamur. Terkait kondisi ini, pihaknya pun berencana membuat regulasi terkait izin fasilitas pariwisata tersebut. Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengungkapkan, atas kasus tewasnya Patrick, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pemilik wisata ayunan. ‘’Ada sekitar lima saksi yang diperiksa,’’ jelasnya. Sejauh ini pihaknya masih mendalami kasus ini. Belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka. (kmb35)

Banjar Dlodtunon Dokumentasikan Tari Topeng Gambuh

SEKAA gambuh di Banjar Dlodtunon Desa Batuan Kecamatan Sukawati mendokumentasikan tari Topeng Gambuh di Pura Puseh lan Desa Batuan, Minggu (29/7) sore. Tari Topeng Gambuh ini merupakan kreativitas Sekaa Gambuh Banjar Dlodtunon yang mengkolaborasikan tari topeng klasik dengan tari Gambuh klasik di kawasan setempat. Koreografer tari Topeng Gambuh Wayan Purnawan menjelaskan, tari Topeng Gambuh yang ada di Banjar Dlodtunon ini intinya merupakan pengembangan atau kreativitas seni dan budaya di masyarakat. ‘’Unsur Gambuhnya ada di Desa Batuan dan tari topeng juga yang ada di Desa Batuan,’’ katanya. Dari kreativitas itu, Sekaa Gambuh Banjar Dlodtunon melakukan penyatuan pementasan sebagai tari Topeng Gambuh. Lakon cerita yang dibawakan tetap menggunakan cerita tari Gambuh, yakni perjalanan Raden Panji. ‘’Cerita masih tentang Raden Panji yang ada di Jawa, yang datang ke sejumlah kerajaan,’’

TOPENG GAMBUH - Tari Topeng Gambuh yang dipentaskan di Pura Puseh lan Desa Batuan, Minggu (29/7) lalu. jelasnya. Selain masih mengambil cerita yang sama, pakem tarian Gambuh tetap dipertahankan. Yang berbeda, para penari mengenakan topeng Gambuh. ‘’Makanya ini kita namakan tari Topeng Gambuh,’’ tegasnya.

Penari Topeng Gambuh berjumlah 16 orang. Tidak hanya itu, dalam tarian ini juga dimasukkan tari Rejang Dewa, Baris Gede dan Rejang Renteng. ‘’Karena tari ini dipersembahkan untuk upacara, makanya ini dijadikan satu pementasan, satu persembahan

seni,’’ ungkapnya. Lantaran tari Topeng Gambuh merupakan pengembangan seni baru, pihaknya berharap bisa mendaftarkan hak cipta atas karya seni ini. ‘’Sebagai kreativitas yang belum pernah ada, maunya ini kita patenkan sebagai warisan di Banjar Dlodtunon supaya bisa terus dilestarikan oleh generasi berikutnya,’’ katanya. Sekretaris Sekaa Gambuh Banjar Dlodtunon Nyoman Adi Artana menambahkan, melalui pendaftaran hak cipta, pihaknya berharap tari Topeng Gambuh lebih eksis. ‘’Kami berupaya menunjukkan bahwa kami ada dan ini warisan di Banjar Dlodtunon Desa Batuan,’’ ujarnya. Ditambahkannya, selama ini tari Gambuh sudah rutin ditarikan di Pura Tri Kahyangan Desa Batuan, termasuk juga di Pura Kahyangan Jagat lainnya. Mempersiapkan tarian ini, pihaknya pun tidak butuh waktu lama. ‘’Kalau hanya mematangkan tarian untuk dokumentasi ini, kita hanya butuh beberapa hari,’’ jelasnya. (ad1712)


JEMBRANA

10

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

Warga Terdampak Kesulitan Air Bersih

PDAM Tak Pungut Biaya Negara (Bali Post) Memasuki musim kemarau, debit air dari sungai yang digunakan untuk keperluan air minum jauh menurun. Hal tersebut berdampak pada pasokan air bersih di permukiman warga. Seperti yang terjadi di Banjar Sekarkejula, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Sejak dua bulan belakangan ini, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Direktur PDAM Tirta Amerta Jati Jembrana Ida Bagus Kerta Negara, Selasa (31/7) kemarin, mengatakan di wilayah Banjar Sekarkejula yang mengalami gangguan pasokan air memang dicover PDAM. Namun, sumber air yang digunakan merupakan air gravitasi (air sungai). Selama dua bulan terakhir ini, debit air sungai tersebut turun sampai 70 persen. “Akibat musim kemarau panjang, kami ambil kebijakan dengan tidak memungut rekening (pelanggan yang tak terpasok air),” terangnya. Saat ini PDAM Jembrana mengandalkan sumber air dari sumur bor yang dimiliki sebanyak 35 unit. Air yang diproduksi dari jumlah tersebut sebanyak 20 liter per detik. Sejak lima tahun terakhir, ada penambahan sumur bor sebanyak 5 unit. Namun di beberapa wilayah jangkauan masih memanfaatkan air baku dari aliran sungai seperti di Yehembang, Pangkung Apit dan Pangkung Biah, Penyaringan serta Yeh Satang. Selain di Yehembang, pemanfaatan air baku dari air permukaan juga dilakukan di Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Khusus di Kecamatan Mendoyo masih kurang 20 liter per detik dan di Kecamatan Pekutatan kurang 4 liter per detik. Dampak menurunnya debit air akibat musim kering ini dirasakan masyarakat saat jam puncak, terutama di daerah dataran tinggi. Salah satunya di permukiman warga di Banjar Sekarkejula, Desa Yehembang Kauh. Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga yang menggantungkan air bersih dari PDAM, sejak dua bulan belakangan kesulitan mendapatkan air. Air yang mengalir dari keran kadang tiga hari, bahkan lima hari sehari. (kmb26)

Bali Post/olo

Belum Kantongi IMB

Proyek Pembangunan Vila di Perancak Dihentikan

Negara (Bali Post) – Proyek pembangunan vila di bantaran Sungai Perancak dihentikan petugas Satpol PP Kabupaten Jembrana. Proyek tersebut dihentikan lantaran belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tak hanya itu, petugas juga menjaring para pekerja yang diketahui belum mengurus Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS).

Ida Bagus Kertha Negara

Bali Post/olo

Keunikan Pantai Karangsewu

Pengembangan Objek Wisata Mengedepankan Bahan Alami SELAIN Teluk Gilimanuk, objek wisata alam yang belakangan tengah dikembangkan di ujung barat Gilimanuk adalah Pantai Karangsewu. Meskipun sama-sama mengandalkan pemandangan alam pantai yang tenang berpadu dengan gugusan bukit Prapat Agung, namun ada perbedaan konsep pengembangan yang dilakukan. Pantai Karangsewu yang berdampingan dengan PLTU Gilimanuk menonjolkan kesan alami, mengingat lokasinya berada di Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Untuk itu, dalam pengembangannya sangat minim menggunakan bahan berbeton atau bangunan permanen. Sejak memasuki pintu gerbang di kawasan tersebut, tak terlihat pola jalur jalan menuju pantai, apalagi beraspal. Sepanjang jalan menuju pinggir pantai masih berbentuk gundukan-gundukan tanah yang berdebu saat musim kering. Bahkan di saat air laut pasang, sebagian lahan yang posisinya rendah tergenangi air rob mirip sungai. Untuk itu, pengunjung dipaksa mencari jalan lain yang tidak tergenang. “Di sana memang aliran air saat pasang, termasuk deretan pohon mangrove ini,” terang Suban, salah satu nelayan. Dalam pengelolaan sejumlah spot berfoto juga mengedepankan bahan alami. Papan-papan peringatan dan tulisan hampir semuanya berbahan kayu. Dibandingkan dengan Teluk Gilimanuk, perahu yang melayani berwisata air juga bisa dihitung dengan jari. Pihak TNBB masih membatasi hanya khusus para anggota kelompok nelayan yang di penyanding TNBB. Suban yang sebelumnya mengandalkan menangkap ikan, kini sudah memiliki sampingan. Perahunya digunakan untuk berwisata mengelilingi sekitar pantai. “Ada pemasukan di luar mencari ikan. Sekarang sudah mulai banyak yang ke sini. Terutama akhir pekan,” terangnya. Selain melayani para pengunjung, kelompok nelayan di sekitar Gilimanuk ini juga diwajibkan menjaga keamanan sekitar. Baik terkait kebersihan hingga orang yang masuk kawasan. Pantai Karangsewu memiliki keunikan dibandingkan pantai lain di Bali. Selain air yang tenang, hamparan tanah di pinggir pantai bergantung musim. Saat musim kemarau, pemandangan didominasi cokelat kering dengan hanya beberapa pohon yang hijau. Sedangkan di saat musim hujan, hamparan tanah lapang hijau menyerupai lapangan bola. Seperti karakteristik hutan musim yang merupakan salah satu jenis hutan di TNBB. Di sekitar kawasan ini juga menjadi habitat berbagai fauna termasuk burung Curik Bali atau Jalak Bali. Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna mengatakan, penataan tahun ini mulai dilakukan untuk menunjang pariwisata di Karangsewu. Diakui untuk jalan tidak menggunakan aspal, melainkan paving blok. Pengembangan sarana pariwisata di antaranya adalah pembangunan pedestarian untuk pengembangan wisata, pembuatan landmark, pembuatan shelter/ sekepat di areal Karangsewu, pos pantau dan perbaikan dan pengembangan dermaga wisata. Selain itu juga pagar yang dibuat untuk di sekitar Karangsewu. “Dengan pengembangan dermaga ini harapannya bisa diberdayakan untuk kegiatan mangrove tour,” ujarnya. (olo)

Bali Post/olo

OBJEK WISATA - Pantai Karangsewu yang dikembangkan menjadi objek wisata di wilayah TNBB.

Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi melalui Kepala Bagian Penegakan Perundang-undangan Daerah I Made Tarma, Selasa (31/7) kemarin, membenarkan pihaknya menghentikan pengerjaan pembangunan vila tersebut karena belum ada IMB. Sebelumnya petugas curiga terhadap aktivitas pembangunan vila di pinggir sungai tersebut.

Dari informasi para pekerja yang sebagian besar dari Jawa Timur ini, pengerjaan proyek itu sudah berlangsung sejak sepekan lebih. Saat ini masih proses pembangunan pondasi dan membuat lubang yang nantinya difungsikan untuk kolam. “Sudah seminggu ini (dikerjakan-red). Rencananya untuk vila,” kata salah satu pekerja kemarin. Saat ditanyakan terkait

izin membangun, pihak pengawas pembangunan tidak bisa menunjukkannya. Mengetahui hal itu, petugas Satpol PP meminta agar pengerjaan dihentikan dulu sebelum bisa menunjukkan izinnya. Sementara Tarma menerangkan tanah seluas 10 are tersebut sudah mengantongi sertifikat hak milik (SHM). Perbekel Perancak I Nyoman Wijana yang datang

langsung ke lokasi mengatakan, pembangunan akomodasi wisata ini masih dalam proses pengurusan IMB. Meski pembangunannya di antara mangrove, dari data yang ada, lahan yang digunakan untuk vila itu sudah bersertifikat 10 are. Begitu juga lahan yang memanjang di sebelah lokasi yang dipenuhi pepohonan mangrove dengan total luas kurang lebih satu hektar. “Sudah bersertifikat semua, mangrove ini tumbuh sendiri. Bukan tanah Negara,” tandas Wijana. Menurutnya, lahan ini sebelumnya merupakan aset desa pakraman yang selanjut-

nya menjadi hak milik sekitar tahun 2004 lalu. Meski merupakan tanah milik, pihaknya menyayangkan jika para pekerjanya sebagian besar menggunakan tenaga dari luar Desa Perancak. Padahal secara aturan di desa (Perdes) diwajibkan memberdayakaan masyarakat lokal minimal 70 persen. “Ya...ini saya lihat tukangnya sebagian besar bukan dari warga lokal. Kalau untuk pekerjaan seperti ini warga di sini juga bisa. Mungkin terbentur karya ngenteg linggih kemarin banyak warga yang sibuk. Nanti akan kami tertibkan,” terang Wijana. (kmb26)

DPRD Sahkan Ranperda APBD 2017

Bupati Artha Minta Perangkat Daerah Terus Melakukan Inovasi

SETELAH melalui pembahasan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, baik legalitas maupun realisasi APBD 2017 serta mencermati LHP BPK RI, akhirnya DPRD Kabupaten Jembrana menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017 menjadi Peraturan Daerah (Perda). Pengesahan ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Jembrana tahun anggaran 2017 itu, ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Ketua DPRD I Ketut Sugiasa dan Bupati Jembrana I Putu Artha dalam sidang Paripurna bertempat di ruang sidang utama DPRD, Selasa (31/7) kemarin. Di hadapan Ketua DPRD I Ketut Sugiasa, Wakil Ketua I Wayan Wardana dan Kade Darma Susila serta para anggota DPRD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, termasuk para pimpinan OPD,

Bali Post/ist

JABAT TANGAN – Bupati Jembrana I Putu Artha dan Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa berjabat tangan seusai menandatangani berita acara penetapan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017. Bupati Artha minta kepada seluruh perangkat daerah untuk selalu melakukan perbaikan dan perubahan serta terobosan, baik yang bersifat teknis administratif maupun kebijakan strategis serta

mengambil langkah-langkah inovatif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “DPRD sebagai mitra dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten

Jembrana hingga saat ini telah terjalin kerja sama yang sangat baik. Pelaksanaan APBD tahun 2017 masih ada beberapa kelemahan. Namun demikian, ke depan tentu kelemahan-kelemahan itu dapat diperbaiki dengan mencarikan solusi yang komprehensif. Untuk itu, kepada seluruh perangkat daerah agar melakukan perbaikan dan terobosan dan langkahlangkah inovatif sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,“ ujarnya. Terkait dengan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Jembrana tahun anggaran 2017, khususnya pendapatan daerah, oleh pimpinan gabungan komisi yang dibacakan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutarmi, mengatakan, pendapatan daerah pada tahun anggaran 2017 terealisasi sebesar 98,77 persen. “Ini dibagi dalam tiga pendapatan yakni, PAD, Dana Perimbangan dan lain-lain

pendapatan daerah yang sah. Tahun 2017 ditarget sebesar Rp 1.201.592.435.477,18. Terealisasi sebesar Rp 1.186.843.211.312,62 atau realisasi pendapatan daerah tidak mencapai target sebesar Rp 14.749.224.164,56,“ jelas Sutarmi. Di akhir penyampaiannya, Sutarmi menegaskan pertanggungjawaban bupati terkait pelaksanaan APBD tahun anggaran 2017, sudah dilaksanakan dengan baik. Pasalnya, laporan keuangan Pemkab Jembrana telah disajikan secara wajar serta telah sesuai standar akuntansi pemerintah. “Dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan BPK, kami menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajarannya atas raihan terbaik selama empat tahun berturut-turut. Kami harapkan prestasi ini ke depan agar terus dapat dipertahankan,“ pungkasnya. (ad1727)

Carikan Solusi Penanganan Sampah

Wabup Kembang Gelar Rakor di TPA Peh UNTUK mempercepat solusi penanganan sampah di TPA Peh, Wakil Bupati (Wabup) Jembrana I Made Kembang Hartawan melaksanakan rakor (rapat koordinasi), Selasa (31/7) kemarin. Tidak hanya dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, namun juga diikuti Sekda Made Sudiada, Kepala Bappeda Litbang Ketut Swijana Asisten Administrasi Umum Nengah Ledang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Wayan Darwin serta sejumlah staf di lingkungan Pemkab Jembrana. Rapat tersebut membahas secara detail penanganan sampah di Jembrana yang bisa dilaksanakan dalam waktu singkat. Dalam rakor tersebut, Wabup Kembang memutuskan untuk mengambil sejumlah langkah cepat yang dilaksanakan hari itu juga dalam penanganan sampah tersebut. Dalam jang-

ka pendek yakni pembuatan TPS 3R di kecamatan. Hal ini harus segera dituntaskan. Kemudian Wabup Kembang memerintahkan Sekda membawa alat berat (eskavator) untuk membuat saluran drainase agar melancarkan aliran limbah sampah. “Keterlibatan OPD lain seperti PU, Bappeda, bahkan hingga Sekda dalam penanganan ini karena sampah tidak bisa hanya oleh satu OPD. Namun, harus bergerak bersama, mulai dari perencanaan hingga anggaran. Bagi saya ini merupakan kejadian luar biasa yang harus ditangani secara luar biasa pula,” kata Kembang. Wabup Kembang juga mengambil sejumlah langkah yang nantinya akan dilaksanakan pada APBD Perubahan 2018. Sejumlah langkah yang diambil berupa pembangunan tempat pemilahan sampah, tempat pengelolaan kompos untuk sampah organik dan tempat pengolahan sampah biomasa untuk sampah anorganik. Dan yang paling utama

pembuatan masterplan TPA dan pembangunan jalan di areal TPA Peh. “Semua akan diambil dalam waktu singkat pada anggaran perubahan yang memiliki jangka waktu pendek ini. Namun nantinya akan berdampak dalam jangka panjang,” ujarnya. Selain infrastruktur, langkah cepat di bidang kesehatan juga diambil. Yaitu dengan memberikan cek kesehatan reguler bagi warga penyanding TPA, termasuk juga kartu kesehatan gratis berupa KIS. Kembang menambahkan, seusai melaksanakan rakor ini ia akan melaporkan hasilnya kepada Bupati I Putu Artha. “Sebagai Wakil Bupati, saya akan melaporkan kondisi ini kepada Bapak Bupati sebagai pemegang kebijakan. Karena hal ini tentunya memerlukan keputusan dari Bapak Bupati, baik itu menyangkut kebijakan dan anggarannya. Termasuk juga langkahlangkah jangka pendeknya,” imbuh Kembang. Sementara itu, Sekre-

Bali Post/ist

RAKOR – Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Sekda Jembrana dan sejumlah OPD saat menggelar rapat koordinasi di TPA Peh membahas penanganan sampah. taris Dinas LH Dewa Gede Ary Candra Wisnawa mengatakan, pada prinsipnya apa yang diarahkan Wabup Kembang akan segera ditindaklanjuti. Hal-hal yang memungkinkan untuk segera dilaksanakan akan segera dilaksanakan. “Yang sifat-

nya urgensi nantinya akan kita laksanakan terlebih dahulu. Yang jelas TPA harus berkelanjutan penanganannya. Ke depan kita akan membuat master plan yang nantinya akan menjadikan TPA lebih representatif,” ungkapnya. (ad1728)


Rabu Pon, 1 Agustus 2018

Karangasem

11

Peduli Korban Bencana Gempa

BPBD Salurkan Bantuan ke Lombok Timur

Amlapura (Bali Post) Bencana gempa bumi di Lombok Timur hingga merenggut 15 korban jiwa itu mengundang duka, simpati mendalam dari berbagai kalangan. Belum lagi ratusan korban luka-luka yang kini sangat memerlukan uluran tangan. Untuk membantu penanganan dampak bencana di Lombok Timur itu, personel BPBD Karangasem langsung berangkat ke Lombok Timur lengkap membawa berbagai jenis bantuan, Senin (30/7) lalu. Personel BPBD Karangasem itu langsung bergerak cepat, mengangkut berbagai macam kebutuhan untuk pengungsi korban gempa. Bantuan tersebut, antara lain 1.500 selimut, 1.000 matras, dan 100 tenda keluarga. Seluruhnya diangkut dari Posko Tanggap Darurat Tanah Ampo, Manggis, menggunakan truk yang menyeberang melalui Pelabuhan Padangbai. “Kebetulan stok kita sangat banyak di Posko. Mereka saudara kita di Lombok Timur, NTB benar-benar sangat membutuhkan saat ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa. Pihaknya tergerak mengambil insiatif seperti ini, karena benar-benar merasakan bagaimana berada di dalam situasi bencana. Arimbawa mengaku belajar banyak dari penanganan bencana erupsi Gunung Agung. Bergerak di bidang kemanusiaan, semangat saling membantu itu harus tetap menjadi landasan menjalankan tugas-tugas mulia itu. “Misi kemanusiaan itu tak kenal batas,” tegasnya. Sementara untuk dampak gempa, khususnya di Karangasem, tak ada laporan kerusakan selain satu palinggih roboh di Banjar Bias Lantang, Desa Purwakerthi. Di samping itu, beberapa bangunan gentingnya berjatuhan. Pihaknya meminta masyarakat Karangasem tetap meningkatkan kewaspadaan, agar terhindar dari dampak bencana alam, seperti gempa bumi maupun erupsi Gunung Agung. (kmb31)

Bali Post/kmb

TINGGALKAN PENGUNGSIAN - Warga Telung Buana bersiap-siap meninggalkan tempat pengungsian mereka di Banjar Jangu, Desa Duda, Kecamatan Selat.

Merasa Gunung Sudah Landai

Pengungsi Telung Buana Pulang Kampung

Amlapura (Bali Post) Warga Banjar Telung, Desa Sebudi, Selat yang sejak 3 Juli lalu mengungsi karena erupsi Gunung Agung, Selasa (31/7) kemarin memutuskan untuk pulang kampung. Mereka meninggalkan tempat pengungsian karena merasa aktivitas vulkanik Gunung Agung sudah landai.

Bali Post/kmb31

KEBUTUHAN PENGUNGSI - Petugas BPBD Karangasem saat mengangkut kebutuhan pengungsi korban gempa dari Posko Tanah Ampo.

Gara-gara Sakit Gigi, Sukri Gantung Diri

Amlapura (Bali Post) Sakit yang tak kunjung sembuh kerap menjadi alasan munculnya kasus gantung diri. Namun, kejadian di Banjar Asak Tengah, Desa Pertima, Karangasem, menjadi sangat miris karena pemicunya terkesan sepele. Ni Nengah Sukri (51), Selasa (31/7) kemarin, nekat gantung diri, ditengarai hanya gara-gara sakit gigi. Korban menjerat lehernya menggunakan selendang hijau di ventilasi dapurnya. Saat keluarganya tahu, korban sudah tidak bisa ditolong lagi. ‘’Saya baru pulang dari kebun. Berusaha saya bantu turunkan. Namun saat itu istri saya sudah tak bernyawa,’’ ungkap suami korban, I Wayan Runata (52). Runata pulang dari kebun setelah menyabit rumput, sekitar pukul 11.30 Wita. Tidak banyak yang dia bisa diperbuat, begitu mengetahui korban sudah tak bernyawa. Kemudian, Runata buru-buru melapor ke kepala dusun. Tubuh korban yang sudah mulai kaku itu baru diturunkan setelah aparat Polsek Karangasem selesai melakukan olah kejadian perkara. Humas Polres Karangasem AKP Herson Djuanda mengatakan, penyelidikan tak menemukan unsur keterlibatan orang lain dalam kematian korban itu. Berdasarkan hasil penyelidikan serta hasil visum tim medis, dipastikan wanita paruh baya itu tewas karena gantung diri. ‘’Informasi dari pihak keluarga, korban menderita sakit gigi menahun,’’ terangnya. Sementara itu, Rumana mengatakan korban menderita sakit gigi sudah cukup lama. Sudah berkali-kali diobati namun korban masih saja mengeluh giginya terus saja sakit. Selain pengobatan medis, korban juga sudah beberapa kali dibawa ke dukun, namun hasilnya sama saja. Sakit gigi korban, tetap saja tidak kunjung ada perubahan, justru makin parah saja. Petani ini mengaku kebingungan oleh sakit yang diderita sang istri itu. Namun, dia tak menyangka sang istri akan memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. ‘’Mengeluh giginya sakit hampir setiap saat. Kendati demikian, saya tidak pernah berpikir akan berakhir seperti ini,’’ ujarnya. (kmb)

‘’Sudah cukup lama kami di pengungsian. Sekarang kondisi gunung sudah agak normal,’’ ujar I Made Putra, Koordinator Pengungsi Banjar Telung Buana, di Banjar Jangu, Desa Duda, Selat. Pasca-erupsi dengan lontaran lava pijar awal Juli lalu, warga Telung Buana mengungsi di dua lokasi. Sebagian warga menempati wantilan Banjar Jangu di Desa Duda. Di sana terdapat 184 pengungsi termasuk 27 lansia dan 24 anak-anak. Selain di Jangu, sebagian warga Telung Buana 22 KK yang terdiri dari 108 jiwa itu mengungsi di Banjar Lusuh Kangin, Desa Peringsari,

Selat. Sebagai antisipasi, barang-barang perlengkapan pengungsian seperti terpal, tikar, kasur, dan alat memasak masih ditinggalkan di tempat pengungsian. Sebelum pulang, diadakan acara pelepasan yang dihadiri pihak pengurus masing-masing desa dan juga relawan Pasebaya Gunung Agung. Pengungsi itu mulai meninggalkan tempat pengungsiannya pukul 15.30 Wita menggunakan kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah begitu peduli kepada kami, terlebih kepada

semeton (warga) di Jangu,’’ ungkap Made Putra. Tak Sabar Ingin Pulang Di tengah suasana haru juga ada raut kegembiraan wajah-wajah warga pengungsi tersebut. Mereka mengaku sudah tidak sabar untuk bisa pulang kampung. Namun sebelum bergeser menuju kampung halamannya, pihak Pasebaya yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah daerah dalam hal mitigasi dan edukasi kepada masyarakat kaki gunung itu memberikan sedikit pesan moral. Selain itu, juga sembako yang sifatnya cepat kedaluwarsa dibagikan kepada

Bali Post/kmb

dengan alat pengamanan diri terutama masker. Radio komunikasi juga agar selalu dalam posisi aktif. Itu penting untuk memantau perkembangan kondisi Gunung Agung yang disampaikan di frekuensi Pasebaya Agung. ‘’Apabila aktivitas Gunung Agung kembali naik, silakan semeton kembali ke pengungsian,’’ ujar Perbekel Peringsari I Wayan Bawa. Sementara itu, aktivitas Gunung Agung beberapa hari belakangan ini didominasi embusan saja. Pada periode enam jam kedua kemarin, terhitung pukul 06.00 Wita sampai 12.00 Wita, terjadi dua kali embusan. Selain itu, juga terekam adanya gempa vulkanik dangkal dan tektonik jauh. PVMBG masih merekomendasikan zona bahaya pada radius 4 km dari puncak gunung. (kmb)

Janji Bersih dari KKN

Polisi Teken Pakta Integritas Amlapura (Bali Post) Jajaran Polsek di lingkungan Polres Karangasem memproklamirkan tekad bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Janji untuk bersih dari praktik-praktik tidak terpuji itu dituangkan dalam bentuk pakta integritas. Rencananya, pendeklarasian Pakta Integritas itu akan dilaksanakan secara maraton di masing-masing polsek. Polsek Kubu menjadi yang pertama, disusul Polsek Abang dan polsek-polsek lainnya. Sebelumnya, janji bersih dari KKN, sudah diawali dengan penandatanganan pernyataan serupa oleh Polres Karangasem. Penandatanganan pakta integritas di masing-masing Polsek

itu disaksikan para tokoh masyarakat, unsur Forkompinca, tokoh agama dan tokoh adat dan forum perbekel. Kapolsek Abang AKP I Nyoman Wiranata, Selasa (31/7) kemarin, mengatakan penandatanganan pakta integritas, untuk memberi keyakinan kepada publik, bahwa Polri bersungguh-sungguh dan siap memberikan pelayanan yang terbaik. ‘’Dengan penandatanganan pakta integritas itu, kami telah siap menjadi instansi yang bersih dengan predikat zona integritas,’’ tegasnya. Penandatanganan pakta integritas itu merupakan tindak lanjut dari keputusan bersama Kapolri dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi No. 1 Tahun 2018. Keputusan tersebut mengatur tentang tata cara pembangunan Zona Integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani. Di Polsek Manggis, penandatanganan pakta integritas itu dipimpin Kapolsek Kompol Ketut Sudiarta. Untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani itu, Kompol Sudiarta meminta dukungan semua stakeholder dan seluruh masyarakat. Menurut dia, misi tersebut baru akan terwujud jika seluruh masyarakat juga ikut mengimplementasikan tindakan bersih dari unsur-unsur KKN. (kmb)

Bali Post/kmb

BERSIH KKN - Polisi proklamirkan pakta integritas bersih KKN di Polsek Manggis.

Soal Galian C Tak Berizin

Kejari Terbitkan LO, Sarankan Pemkab Lakukan Diskresi Persoalan kupon putih itu ternyata merupakan sebagian kecil dari polemik galian C ilegal di Karangasem. Terkait persoalan itu, Kejari Amlapura atas permintaan Pemkab Karangasem sudah menerbitkan LO (Legal Opinion). Isinya meminta Bupati Karangasem segera menerbitkan diskresi melalui Peraturan Bupati, agar setiap kebijakan yang diambil OPD mengenai perizinan pendukung itu sebagai bagian proses pengajuan izin ada payung hukumnya. Apakah perlu diterbitkan kebijakan khusus alias diskreasi meski dikeluarkan oleh Pemkab Karangasem terkait mendapat solusi efektif dari permasalahan itu?

KASUS GANTUNG DIRI - Polisi melakukan olah kejadian perkara kasus gantung diri di Banjar Asak Tengah, Desa Pertima, Karangasem.

para pengungsi. Ketua Pasebaya Gede Pawana didampingi Sekretaris Wayan Suara Arsana mengaku sangat menghargai keinginan warga Telung Buana untuk pulang kampung. Namun, pihaknya berpesan agar warga tetap menjaga kewaspadaan, jika sewaktuwaktu ada perubahan situasi. Warga diharapkan secepatnya bergeser ke tempat aman. Seruan itu dipertegas karena Banjar Telung Buana posisinya paling dekat dari radius berbahaya 4 km yang direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). ‘’Kalau merasa situasi tidak nyaman, maka silakan bergesar ke tempat yang lebih aman,’’ ingatnya. Pawana juga meminta kepada warga Telung Buana, agar selalu membekali diri

KAJARI Amlapura I Nyoman Sucitrawan mengatakan hal itu saat ditemui di kantornya, Selasa (31/7) kemarin. Sucitrawan menyinggung soal LO, setelah melakukan perpanjangan MoU dengan Pemkab Karangasem, pada acara HUT ke-58 Adhyaksa di Aula Kejari Amlapura, Selasa kemarin. MoU ini menyangkut urusan perdata dan tata usaha negara. Misalnya meminta pendapat hukum atau LO. “Terakhir, pendapat hukum yang diminta adalah soal maraknya galian C tak berizin. Kami sudah berikan itu,” katanya. Menurutnya, para pengusaha galian C ilegal itu bukan malas mengurus izin, melainkan karena belum adanya kejelasan soal regulasi. Sebab, mengacu Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan, yang dikeluarkan Pemprov Bali, tidak tercantum adanya batas ketinggian. Namun di sisi lain,

Perda Nomor 17 Tahun 2012 tentang RTRW Karangasem, disebutkan masih ada batas ketinggian 500 meter dpl. Sehingga, ketika lokasi galian

C yang dimohonkan izin oleh pengusaha melebihi batas ketinggian sebagaimana tertuang pada RTRW, maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan

Bali Post/gik

KAJARI - Kajari Amlapura I Nyoman Sucitrawan didampingi Kasi Pidsus Andri Kurniawan saat ditemui di Kantor Kejari Amlapura.

Terpadu Satu Pintu Karangasem pun tidak bisa mengeluarkan IPL maupun IPR. Dengan demikian, implikasinya izin operasional dari Pemprov Bali itu pun kemudian tidak akan kunjung keluar. Pihaknya melihat, kalau hal itu dibiarkan terus-menerus maka akan terus terjadi kegamangan atau kekosongan. Sehingga, melalui LO-nya, perlu dipikirkan ada kebijakan khusus dari kepala daerah atau diskresi. “Diskresi ini bisa berupa terbitnya peraturan bupati. Dengan adanya diskresi, maka OPD terkait itu bisa bekerja dengan tenang, karena sudah ada payung hukum di atasnya,” tegasnya. Disinggung soal perlunya revisi Perda Nomor 17 Tahun 2012 tentang RTRW Karangasem, agar selaras dengan Perda yang diterbitkan provinsi, dinilai prosesnya terlalu lama. Maka, sambil menunggu proses revisi perda, perlu dilakukan kebijakan diskresi ini. Sebab, jika pemerintah daerah

menunggu hasil revisi perda yang saat ini masih mandeg, pemerintah akan semakin banyak kehilangan pendapatan asli daerah, dari sektor galian C itu. Dengan situasi seperti sekarang, pendirian galian C ilegal pun akan semakin tak terbendung. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi pada prinsipnya mendukung isi LO tersebut. Menurutnya, eksekutif tidak boleh membiarkan lebih lama lagi kegamangan seperti ini terus saja terjadi. Sehingga, Pemkab Karangasem bisa kembali menarik pendapatan asli daerah dari pengelolaan sumber daya alam galian C tersebut. “Kalau kebijakan diskresi diambil eksekutif, nanti akan ada verifikasi lagi dari Gubernur Bali. Kami tidak bisa menjamin, apakah Gubernur itu juga akan setuju atau tidak. Kita tunggu saja. Menurut saya itu bagus, bisa menarik kembali pendapatan daerah dari sektor galian C,” tegasnya. (gik)

”Kalau kebijakan diskresi diambil eksekutif, nanti akan ada verifikasi lagi dari Gubernur Bali. Kami sendiri tidak bisa menjamin, apakah Gubernur itu juga akan setuju atau tidak. Kita tunggu saja. Menurut saya itu bagus, bisa menarik kembali pendapatan daerah dari sektor galian C.” Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi


KLUNGKUNG

12

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

Cuaca Buruk

SOSOK Pendidikan Kewirausahaan

KETERSEDIAAN lapangan kerja belakangan ini semakin sedikit. Jika pun ada, saat mencarinya harus bersaing ketat dengan orang banyak. Mengacu pada hal itu, sangat perlu adanya gerakan kewirausahaan. Hal ini yang tengah digalakkan SMAN 1 Dawan, Kabupaten Klungkung. “Kami ingin lulusan memiliki bekal ketika terjun di masyarakat. Pengetahuan kewirausahaan salah satunya,” ungkap Kasek setempat, I Made Mardika, Selasa (31/7) kemarin. Program tersebut masuk dalam kurikulum pendidikan, dengan menyasar seluruh angkatan. Tenaga pendidiknya pun ada secara khusus dan pembelajarannya terjadwal layaknya pelajaran lain. “Di Kurikulum 2013, ini diatur. Kalau di sekolah kami, sudah berjalan dua tahun,” ucapnya. Usaha yang diajarkan menyesuaikan dengan potensi tempat tinggal peserta didik. Jika berasal dari Desa Kusamba, diarahkan pada pengolahan ikan laut. Sementara dari Desa Besan, membuat olahan yang berbahan gula merah. “Pada intinya mereka didorong bagaimana bisa memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan tempat tinggalnya menjadi produk yang nilai jualnya lebih tinggi,” kata Mardika. Sejak awal berjalan, pendidikan ini mendapat respons positif dari siswa. Produk yang dihasilkan juga telah banyak dibeli guru maupun oleh siswa lain. Untuk pemasaran keluar, sekolah belum memfasilitasi. “Yang terpenting kami merangsang dulu untuk produksi. Memberikan pemahaman. Sekarang baru terjual di dalam sekolah saja,” jelasnya. Sebagai pencetak generasi penerus bangsa, pendidikan karakter juga menjadi perhatian sekolah ini dan wajib untuk diberikan. “Biarpun siswa pintar, tetapi tidak berkarakter, kan rugi juga,” ucapnya. Demikian juga halnya dengan pendidikan seni budaya, tetap diimplementasikan sebagai salah satu upaya pelestarian. “Sekolah sebisa mungkin mewadahi minat dan bakat siswa,” imbuh Kasek asli Klungkung ini. (sos)

Harga Kebutuhan Pokok di Nusa Penida Masih Stabil

Semarapura (Bali Post) Cuaca buruk di Selat Bali menyebabkan pendistribusian berbagai kebutuhan, seperti beras dari Klungkung daratan menuju Kepulauan Nusa Penida beberapa hari terakhir terganggu. Meski demikian, hal tersebut belum mengakibatkan lonjakan harga. “Harga kebutuhan pokok masih stabil. Meskipun cuaca seperti ini,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Mustika, Selasa (31/7) kemarin. Dihadapkan situasi seperti ini, pedagang di kepulauan The Blue Paradise Island itu sudah berhitung. Pasokan barang saat cuaca baik jumlahnya ditambah. “Penyeberangan dari

pelabuhan tradisional memang terganggu. Tetapi dengan roro tetap berjalan. Tidak sampai terjadi kelangkaan kebutuhan pokok di sana,” ucapnya. Diakui, sampai saat ini masih terjadi perbedaan harga sejumlah kebutuhan dengan Klungkung daratan. Namun, ditegaskan itu sudah berlangsung sejak dulu. “Kalau harga di Nusa Penida lebih mahal dari daratan,

memang ada. Tetapi cenderung stabil. Tidak ada kenaikan akibat cuaca buruk,” ulasnya lagi. Hal tersebut dibenarkan pedagang di Nusa Penida, Dewa Made Nusantara. “Kebutuhan pokok banyak untuk memenuhi hotel. Kemarin pasokan sudah ditambah. Untuk jaga-jaga saat penyeberangan terganggu,” tuturnya. Kabag Ekonomi Setda Klungkung I Ketut Sena

mengatakan, terganggunya penyeberangan berpeluang mengakibatkan lonjakan harga. Menyikapi itu, dalam waktu dekat dilaksanakan pasar murah, berupa beras, minyak goreng dan telor. “Ini dilaksanakan di tiga desa sebagai upaya menjaga kestabilan harga,” jelasnya. Sementara itu,

khusus pasokan bahan bakar minyak (BBM), menurut Camat Nusa Penida I Gusti Agung Putra Mahajaya, masih normal. “Masih seperti biasa. Tidak ada terganggu. Penyeberangan dari Padangbai, Karangasem menggunakan LCT,” imbuhnya. (kmb45)

Pembagian Bansos Rastra Kacau

Pemerintah Desa Diminta Bersikap Tegas Semarapura (Bali Post) Pembagian bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) di Desa Besan, Kecamatan Dawan yang kacau telah ditelusuri Pemkab Klungkung. Menyikapi hal itu, pemerintah desa diminta bertindak tegas. Artinya, berani mencoret penerima yang sudah tergolong mampu. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana mengatakan, bantuan kebutuhan pokok tersebut harus diterima oleh warga yang berpenghasilan rendah. Bukan justru yang sudah mampu, apalagi telah memiliki usaha. “Inilah perlunya kita duduk bersama daripada aparat yang terbawah. Jangan ewuh-pakewuh. Kalau memang tidak layak untuk mendapatkan, silakan diganti. Harus bertindak tegas,” ucapnya, Selasa (31/7) kemarin. Tak hanya itu, masyarakat yang sudah mampu juga harus malu ketika menerima. Jangan ini dijadikan kesempatan mencari keuntungan yang secara tak langsung merebut hak masyarakat miskin. “Legowolah. Bantu saudara kita yang lebih membutuhkan. Jangan memanfaatkan kesempatam ini. Baru dapat, terus diam,” katanya. Sejauh ini, persoalan demikian baru terkuak di Desa Besan saja. Diharapkam tak terjadi lagi di desa lain. “Sejauh ini infonya baru di sana saja. Itu pun karena ada info dari media. Mudah-mudahkan tidak ada lagi,” sebut pejabat asal Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung ini. Menjaga keakuratan jumlah penerima, imbuhnya pemerintah desa juga perlu lebih gencar turun melakukan pendataan. Ini tak hanya untuk mendukung Bansos Rastra, tetapi juga yang lain, seperti Program Keluarga Harapan (PKH). “Jangan sampai ada manipulasi data. Tidak dibenarkan Undang-undang. Data perlu terus di-update. Itu dibahas nantinya dalam Pilkel atau Musdes,” imbuhnya. Seperti berita sebelumnya, warga Banjar Kanginan, Desa Besan Ni Wayan Mastri sejak setahun lalu tidak lagi mendapatkan bansos rastra. Padahal hidupnya masih serba kekurangan. Bantuan tersebut sejatinya sangat diharapkan untuk pengganjal perut bersama anak dan mertuanya yang sudah uzur. “Padahal tiang tidak punya apa. Dari setahun tak dapat,” tuturnya. Tak diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab. Pemerintah desa tak pernah memberitahunya. Dalam hatinya sering bertanya-tanya. Menjawab rasa penasaran itu, ketika ada pembagian, ia datang ke Balai Banjar. Lokasinya cukup dekat dengan rumahnya. Tetapi, upaya itu tak membuahkan hasil. Tetap pulang dengan tangan hampa. Hal serupa juga terjadi pada keluarga Nengah Sirta. Ia pun tak tahu apa yang menjadi penyebab putusnya bantuan nasional itu. Sekretaris Desa Besan Nengah Widiana menjelaskan, dua warganya itu sudah sempat diusulkan ke pemerintah pusat berdasarkan hasil musyawarah desa (Musdes) 2017 untuk mendapatkan bantuan tersebut. Namun, sesuai data yang diterima, namanya tidak tercantum. Justru penerimanya ada yang tergolong mampu dan memiliki usaha. Hal tersebut pun diakui. Pihak desa mengaku dilema jika itu diputus karena dikhawatirkan memicu polemik. “Kami sudah rencanakan tahun ini ada Musdes lagi. Data akan diverifikasi. Kalau saat Mudes 2017, hanya ada pengusulan tambahan saja. Tidak sampai diatur siapa yang layak dapat dan tidak,” pungkasnya. (kmb45)

Ida Bagus Anom Adnyana

Bali Post/sos

Bali Post/sos

MOBIL - Sejumlah mobil pengangkut BBM terlihat berada di atas LCT. Cuaca buruk yang melanda beberapa hari terakhir tak memengaruhi pendistribusian kebutuhan pokok.

Antisipasi Wisatawan Kecelakaan di Nusa Penida

Pengawasan Objek Wisata Perlu Diperketat Semarapura (Bali Post) Adanya sejumlah wisatawan yang jatuh di tebing Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung hingga memicu korban jiwa, menjadi sorotan kalangan legislatif. Mengantisipasi adanya korban susulan, Ketua Komisi I DPRD Klungkung I Nengah Mudiana mendesak pemkab dan pihak pengelola untuk memperketat pengawasan. “Pemkab dan pengelola objek wisata, termasuk pemerintah desa perlu bekerja sama. Harus ada komunikasi. Pengawasan perlu diperketat,” ungkapnya, Selasa (31/7) kemarin. Politikus Partai Gerindra ini menilai jika kejadian

serupa sering terjadi, berpotensi memengaruhi citra pariwisata. Akan muncul stigma Nusa Penida tak aman. “Ini yang perlu dicegah. Pemkab punya balawista. Ini perlu disiagakan di setiap objek wisata yang rawan. Ikut memberikan pemahaman kepada wisatawan,” ucapnya. Solusi pencegahan jangka panjang juga perlu disiapkan dengan pembangunan pagar. Sesuai data, wisatawan yang terjatuh sejak awal 2018 akibat terhempas ombak saat selfie mencapai 6 orang. Terbaru, wisatawan asal Itali, Salvatore De Rosa di tebing Blue Lagoon, Nusa Lembongan. Beruntung korban tak neregang nyawa, hanya mengalami patah kaki

kiri. Sebelumnya juga ada wisatawan asal Tiongkok Qiu Wei. Ia jatuh di Objek Angle Billabong saat selfie dan meninggal dunia. Selain itu ada wisatawan Tiongkok, Liang Wanchang di objek wisata Devil Tear, Nusa Lembongan dan meninggal dunia. Wisatawan asal Cina Wu Shanshem dan Yang Lin juga turut menjadi korban. Mereka terperosok di Devil Tears, Nusa Lembongan. Selain akibat ombak, warga Rusia Keren Tatarenko juga jatuh ke tebing di Desa Bungamekar setinggi sekitar 200 meter akibat sepeda motor yang ditungganginya oleng saat melintasi jalan berkerikil. (kmb45)

Bali Post/sos

ANGLE BILLABONG - Objek wisata Angle Billabong yang menjadi lokasi wisatawan jatuh terempas ombak saat selfie.

Cerita Warga Ketika Ombak Besar Menerjang

Dari Kerusakan Bangunan hingga Tak Lelap Tidur OMBAK besar masih melanda kawasan pesisir Kabupaten Klungkung, Selasa (31/7) kemarin. Fenomena alam ini tak hanya memicu kerusakan bangunan, tetapi membuat warga waswas. Beberapa hari belakangan ini mereka juga tak bisa tidur lelap. Jarum jam menunjukkan pukul 09.00 Wita. Suasana di Pantai Pesinggahan, Kecamatan Dawan nampak berbeda. Jukung milik nelayan terparkir. Satu pun tidak ada yang digunakan melaut. Ombak juga lebih ganas. Berdebur dan menghempas hingga menyusup pada pasir kering yang jaraknya cukup jauh. Waktu makin beranjak. Kepungan ombak makin meluas. Sejumlah warga hanya bisa menyaksikan itu. Ada yang tengah membersihkan pasir yang masuk ke rumah. Menggunakan skop, memindahkan ke luar pekarangan. Ia adalah I Nengah Samba Yasa. Pria 38 tahun ini menuturkan ombak tak hanya menghempaskan pasir. Minggu (30/7) siang juga merobohkan pagar rumah-

nya yang terbuat dari batako. Panjangnya ada sekitar lima meter. “Air laut langsung masuk. Pagar diterjang sampai roboh,” tuturnya. Tak hanya itu, ombak juga turut menghanyutkan sarana upacara ngeroras yang akan berlangsung 12 Agustus mendatang. Merugi, sudah pasti. Ia kembali mengeluarkan uang untuk membeli. “Banyak yang hanyut. Harus beli lagi,” ucapnya. Bertahun-tahun tinggal di tempat itu, baru kali ini terjangan ombak sangat besar dan waktunya paling lama. Dulu hanya dua sampai tiga hari. Hempasannya juga masih jauh dari permukiman. “Tumben seperti ini. Biasanya tidak,” kata pria yang berprofesi sebagai nelayan ini. Situasi alam

yang tak bersahabat membuatnya tak bisa menangkap ikan. Beberapa hari terakhir, terpaksa beralih menjadi buruh. Meski hasilnya tak seberapa, tetap disyukuri. “Tidur juga tidak bisa. Khawatir malam ada ombak,” imbuhnya. Hanya berjarak beberapa meter dari rumah itu. Ombak juga memporak-porandakan bangunan milik warga I Wayan Gede Sukadana. Dinding dapurnya yang terbuat dari triplek, sebagian lepas. Halamannya juga penuh dengan pasir. Benar-benar memprihatinkan. “Banyak rusak. Dapur paling parah,” tuturnya. Saat diterjang, ia bersama istrinya lari ke tempat aman. Kini, untuk bisa beristirahat, sementara menumpang di salah satu bangunan tambak udang. Jaraknya tak begitu jauh. “Karena waswas, jadi cari tempat aman dulu. Tidak berani di sini,” terangnya. Pekerjaannya telah hilang. Menangkap ikan tak dilakukan lagi sejak beberapa hari lalu. Ia hanya bisa pasrah, berharap

OMBAK - Rumah warga Desa Pesinggahan yang diterjang ombak.

Bali Post/sos

cuaca segera membaik. “Padahal sekarang ikan banyak. Tapi cuaca seperti ini, tidak bisa melaut,” ucap pria berperawakan sedang ini. Kerusakan juga terjadi pada gubuk yang

dibangun sejumlah nelayan. Dinding terbuat dari gedek banyak lepas. Di dalamnya juga dipadati pasir. “Jukung juga ada beberapa yang rusak,” imbuh Sukadana. (sos)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN *Dcr Sopir SIM A+B1 u/PT.Sukma Sari Cargo Hub.081338781418

B.BP.166.07.18.0001708

*Job Jepang Exmagang,Australia Korea085903685252-081337428380

B.BP.166.07.18.0001709

BVC Kerja Luar Ngeri resmi biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti brangkat Line WA081375409869&087754689692

Dcr Staff Acc pria SMK/Diploma Kirim CV Jl.Gatsu I/XVII No.12

Dcr Tng utk Tkg Potong Ayam + Sopir serius Hub.081916196888

Dcr Tmt SMK Akunt Sbg Staf Keu Tmt S1/SMK Sipil Sbg GS,SM,Log Plaksana&Admin.Hb:PT Adi Murti Plawa37Dps/224109/0811397565

Dcri Sales UPVC Sldng Door Kitchen Set dr Almunium Gaji+Incntv+ada Mtr fadjarlontoh1@gmail.com

B.BP.001.07.18.0001705

B.BP.001.07.18.0001546

B.BP.001.07.18.0001682

B.BP.004.07.18.0001690

B.BP.001.07.18.0001679

Dcr Therapist Wanita Brpnglmn/ Tidak,Hub:Ayu Spa 081338279478

B.BP.001.07.18.0001677

Cr PRT Pribadi Tinggl dalam P. Misol Tlp/SMS/WA:081999038555

B.BP.001.07.18.0001674

G.03

Cr Pembantu/PRT Tinggal dalam u/Pribadi Hub.082144258029

Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com

B.BP.001.07.18.0001689

Cr:FO,BelBoy,HK,Driver,Loundry Enginering,Scurity u/Htl E:new arenahotelkutabali@gmail.com

G.04

Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com

B.BP.164.07.18.0001583

Dcr Adm Sales,Sopir bisa matic B1,TeknisiSTMGj+Bns+Kms+BPJS PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7, Dps

G.05

B.BP.821.07.18.0001503

B.BP.001.07.18.0001696

Dcr Krywti u/Laundry Gj .Mnrik bs Tdr dlm Hub.087861070289 Dcr Tng Satpam u/Bengkel Nusa Dua,Srtfikat Satpam Max.45Th Hub.085103979791

B.BP.001.07.18.0001695

Cari Staff Opr Cargo.Hub Email Putra@chesscargo.id (CMS Gedung Pelni Tuban/Hp:085100515665)

B.BP.001.07.18.0001668

Dicr Karyawan Lulusan SMA/SMK Hub:08124678427/081337665417

B.BP.001.07.18.0001667

Need PatternMaker for Boutique International Brand, speak English,can to grading spec. Call 08113899556 / 08113800492

B.BP.001.07.18.0001703

BIRO JASA

SPA

DIJUAL RUMAH

SERVICE

FOTO COPY

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

SUZUKI

Dijual Rumah Lok.Dalung Permai LT 1 Are HP:081999482575

S.Vitara JLX’09 AT Istw KM44Rb Hitam Hub.464168/081999315168 B.BP.141.07.18.0001700

B.BP.004.07.18.0001692

Dibutuhkan Staff Admin berpengalaman yg bisa komputer (microsoft office);rajin,jujur bertanggung jawab dan bisa bekerja di bawah tekanan. Tlp.(0361) 289742 CV: asahrd2018@gmail.com

Dijual Tanah Kav, Buana Raya, Padang Griya Hub.0811398086

B.BP.001.07.18.0001671

Lahan Luas 3Are Datar Lingk Ramai Lok.Mumbul Nusa Dua Hp.087860945466/081999456721

B.BP.001.07.18.0001484

B.BP.001.07.18.0001704

Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809

B.BP.001.07.18.0001676

Dicari Pembantu Gj.1,5 yg antar dpt 500 T.081805481810/487612

B.BP.001.07.18.0000043

B.BP.001.07.18.0001697

DIJUAL RUKO

Dicari Team Promosi (Wanita) & Sopir (SIM A) Hub:08123963394

Dijual Ruko Batubulan Kangin DP 10% Bunga Krd 0.9% Perbln Hub:082236881191/081805374433

B.BP.001.07.18.0001686

Dicari Tenaga Cuci Mobil&Motor Disediakn Mess Hp.087765063420

B.BP.004.07.18.0000146

B.BP.001.07.18.0001678

RUPA-RUPA

Sales Pglmn Bhn Bangunan,Gj,Komisi,U.Mkn,Transp.085648921797

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

B.BP.033.07.18.0001688

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com

Ymh Bisma Dicr:1.SMA/D1/S1 Ek. 2.Mekanik Hub:T.Umar 142 Dps

Dicari Petugas Kebersihan / Cleaning Services Berpengalaman Min2Thn diHotel/Sejenisnya Gaji mulai dg 2Jt.Lmaran ke Ladang Gallery Jln.Raya Kedampang 101. 08980891555

DIJUAL MOBIL

B.BP.004.07.18.0001694

B.BP.001.07.18.0001578

KEHILANGAN

B.BP.001.07.18.0001680

BPKB K 05417396-O DK 3987 FK an.PT.Tibi Mega Bali

B.BP.001.07.18.0001685

B.BP.001.07.18.0001666

BPKB K02724740-O DK 1642 FF an.PT Graha Pancuranmas

Dicari Sopir Matik Hubungi:081808830830

B.BP.001.07.18.0001476

B.BP.001.07.18.0001684

HONDA

TOYOTA

HRV 1.5E Putih AT Tgn I KM20rb 260jt Hub.WA:089654948499

AvanzaG’2011 Silver AsBali Mls Prbd,082341251453/081933610070

B.BP.033.07.18.0001698 NISSAN

Nissan Navara Dobel Cabin 4WD Th’2015 Istw Hub.081999315168 B.BP.141.07.18.0001699

Rmh/Villa LT2&Pool,Seaview,5KT F.Furnish,Jimbarn,085935208386

B.BP.001.07.18.0001472

Dicari Karyawati Bersih2 Toko, DaerahLegian.SMS:081239995037

Sopir & Karywn Laundry Dps Tmr Hub.085103000250/087781002006

B.BP.001.07.18.0001675

DISEWAKAN RUMAH

DIJUAL TANAH

G.07

B.BP.001.07.18.0001691

B.BP.001.07.18.0001272

Dicari Tukang Kebun Berpengalaman Min 2Thn di Hotel/Sejenisnya.Gaji mulai dg 2Jt.Lmaran ke Ladang Gallery Jln.Raya Kedampang 101. 08980891555

Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com

G.06

Dcr Krywn Sopir, Lam Jl.Bedahulu 35A Dpsr Tlp.0361-8449813

Dcr SPG,Max.28th Min.SMA,Jujur Rajin,Mau Belajar,Penempatan Discovery Shopping Mall Kuta Hub.Lusi 082144355655

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

B.BP.004.07.18.0001553

B.BP.004.07.18.0001637

G.01

G.02

Butuh SPG & Sopir untuk Bakery Hub.081321123422

Dcr PRT tdr Dlm,Supir,Pglm 2th Tamat SMA Hub.085829145389

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.07.18.0001701

DICARI MOTOR 081 338 294 465 Beli Motor Bekas Segala Merk

B.BP.001.07.18.0001710

Hlg BPKB No.B0241243-G DK 1553 OY An.Ni Ketut Sarmiyati B.BP.001.07.18.0001672

HlgBPKBNo.C5850434-ODK302AI A.n I Nyoman Radius Adi Wijaya B.BP.001.07.18.0001673

HlgBPKBNo.K12235244-ODK7039 FT An.Dewa Made Yulia Ariana B.BP.001.07.18.0001670


BANGLI

14 Bupati Pimpin Rapat Forkompinda di Taman Pecampuhan Pancakatirta Sekaligus Kukuhkan Pokdarwis

BUPATI Bangli I Made Gianyar memimpin rapat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) di Taman Pecampuhan Pancakatirta Desa Pakraman Sala, Desa Abuan, Susut, Selasa (31/7) kemarin. Dalam rapat yang dihadiri jajaran Forkompinda, Ketua PHRI, dan sejumlah pelaku pariwisata lainnya, Bupati sekaligus mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Taman Campuhan Pancakatirta. Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan penataan lingkungan menjadi hal penting dalam pengelolaan pariwisata. Penataan lingkungan diharapkan tidak hanya sebatas di areal objek wisata tetapi juga seluruh lingkungan yang menjadi konsep ajaran agama termasuk kahyangan tiganya. Made Gianyar sangat mengapresiasi konsep pembangunan Taman Setra di Desa Pakraman Sala. Menurutnya penataan setra sebagaimana yang dilakukan masyarakat Sala, perlu ditiru. “Sebab bagaimanapun saatnya nanti manusia akan semua menuju ke sana, seharusnya tempat itu juga menjadi tempat yang indah, nyaman dan tidak menyeramkan sebagaimana kuburan pada umumnya. Ini merupakan sesuatu hal yang patut kita ketuktularkan sehingga penataan lingkungan tidak hanya pada wilayah yang kita tempati di alam nyata saja tetapi juga seluruh lingkungan yang menjadi konsep ajaran agama yaitu kahyangan tiganya,” katanya. Made Gianyar dalam kesempatan itu berharap semua desa yang ada di Kabupaten Bangli agar dapat memanfaatkan ADD dengan sebaikbaiknya untuk pembangunan

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

Pemkab Kaji Rencana Pengajuan Pinjaman Daerah Bangli (Bali Post) –

Pemerintah Kabupaten Bangli tak mau terlalu banyak melakukan pemangkasan kegiatan untuk mnutupi devisit APBD Bangli Tahun 2018. Sesuai kesepakatan dengan pihak DPRD, langkah yang akan ditempuh adalah dengan melakukan pinjaman daerah. Saat ini Pemkab Bangli tengah mematangkan rencana itu dengan melakukan kajian mengenai mekanisme dan prosedur peminjaman.

RAPAT - Bupati Bangli I Made Gianyar saat memimpin rapat Forkompinda sekaligus mengukuhkan Pokdarwis Taman Campuhan Pancakatirta di Taman Pecampuhan Pancakatirta Desa Pakraman Sala, Selasa (31/7) kemarin. infrastruktur baik Parahyangan, Pawongan maupun Palemahan. Terkait dengan sudah dilaksanakan pengembangan potensi alam berupa wisata spiritual dan dikukuhkannya Pokdarwis Taman Campuhan Pancakatirta di Desa Pakraman Sala, diharapkan hal itu akan menjadi spirit masyarakat untuk membangun dari desa. “Diharapkan ke depan hal ini akan menjadi gema yang luar biasa bagi Kabupaten Bangli dengan keunggulan pariwisata alam dan spiritualnya yang tidak ada duanya,” katanya. Bendesa Adat Sala Ketut Kayana selaku Ketua Pokdarwis Taman Campuhan Pancakatirta menyampaikan, Pokdarwis yang dibentuk merupakan kumpulan dari masyarakat sadarwisata atau peduli dengan keberadaan dari potensi wisata yang ada di lingkungaannya masing-masing. Sebelumnya seperti sekarang, keberadaan tempat wisata taman campuhan dikelola hanya

untuk kebutuhan masyarakat setempat. “Saat awal dibuka setahun terakhir masih masa transisi namun sejalan dengan perkembangan baik melalui media sosial, dari mulut ke mulut wisatawan sudah banyak berdatangan baik domistik maupun mancanegara yang ingin melakukan panglukatan. Sehingga sudah saatnya keberadaan tempat wisata ini harus dikelola secara serius melalui wadah, lembaga atau organisasi yang kita kenal dengan Pokdarwis,” jelasnya. Disampaikannya bahwa tujuannya dibentuknya Pokdarwis adalah untuk menjaga transparansi dan meningkatkan kebersamaan untuk menjaga dan mengelola kawasan Taman Pecampuhan demi kesejahteraan bersama. “Dengan diresmikannya pokdarwis ini pola kerja dari pengelolaan wisata spiritual Taman Pecampuhan Pancakatirta yang ada di Desa Pakraman Sala bisa lebih terarah dan transparan,” kata Kayana. (ad1726)

Sekda Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra saat ditemui, Selasa (31/7) kemarin mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan kajian melalui bagian hukum terkait rencana Pemkab mencari pinjaman daerah. Hal yang dikaji meliputi mekanisme, prosedur peminjaman, termasuk bank yang akan dituju. Sesuai kesepakatan dengan DPRD rencananya besaran dana yang akan dipinjam, yakni Rp 81 miliar. “Sekarang kita tengah lakukan pengkajian,” ungkapnya. Dijelaskan Giri Putra, munculnya rencana mencari pinjaman daerah disebabkan adanya belanja yang berlebih. Untuk membiayai belanja tersebut, silpa yang dimiliki daerah tidak mencukupi, sehingga terjadi kekurangan anggaran.

Berdasarkan hasil rapat bersama DPRD, Pemkab Bangli memutuskan untuk mencari pinjaman daerah dibanding terlalu banyak merasionalisasi kegiatan. Alasannya karena sebagian besar kegiatan yang telah dirancang dalam APBD 2018 bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Awal dasar telaahan kami ke Bapak Bupati, kita harus lakukan rasionalisasi kegiatan yang ada. Akan tetapi karena mungkin dipandang Pak Bupati dan DPRD, belanja-belanja yang akan kita rasionalisasi bersentuhan dengan kepentingan masyarakat, akhirnya jalan yang dipilih adalah dengan melakukan peminjaman daerah,” jelasnya. Lanjut Giri Putra, sesuai peraturan pemerintah yang mengatur terkait peminja-

man daerah, jangka waktu peminjaman disesuaikan dengan sisa masa jabatan bupati. Peminjaman tidak boleh melebihi sisa masa jabatan, agar jangan sampai nantinya memberatkan atau meninggalkan utang ke pemimpinan selanjutnya. Sebelumnya, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kuta Parwata didampingi Wakil Ketua Komang Carles, Senin (30/7), mengatakan terkait rencana mencari pinjaman dana ke bank tersebut, Bupati Bangli I Made Gianyar sudah menyampaikannya ke DPRD Bangli dalam rapat koordinasi. Dijelaskan Kutha Parwata, munculnya rencana mencari pinjaman ke bank tersebut karena Pemkab Bangli kini tengah mengalami kekurangan anggaran untuk

pembiayaan kegiatan APBD 2018. Sebagian dana yang dimiliki di tahun ini telah diarahkan untuk membayar beberapa kegiatan tahun sebelumnya, di antaranya dana sertifikasi guru triwulan ke-4 tahun 2017 lalu dan utang kegiatan infrastruktur dari kegiatan Dinas PUTRPerkim sesuai perintah BPK. “Berdasarkan hasil penghitungan, kita kekurangan dana Rp 81 miliar,” terangnya. Lanjut disampaikannya, dalam rapat koordinasi tersebut Bupati Made Gianyar sempat memberikan dua opsi usulan untuk menutupi kekurangan anggaran. Pertama, Bupati mengusulkan agar dilakukan pemangkasan anggaran kegiatan dalam APBD 2018. Kedua, Bupati mengusulkan agar mencari pinjaman ke bank yang memang memungkinkan untuk dilakukan Pemkab. Dari dua opsi usulan tersebut, DPRD Bangli sepakat dengan usulan terakhir, yakni mencari pinjaman ke bank. (kmb40)

Jumlah KK Miskin Diklaim Turun Sejak Tiga Tahun Bangli (Bali Post) Angka kemiskinan Kabupaten Bangli masih cukup tinggi. Berdasarkan data terakhir, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bangli saat ini mencapai 8.995 KK. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengklaim meski masih berada pada angka 8.995 KK, namun data kemiskinan di Kabupaten Bangli dalam kurun tiga tahun terakhir telah mengalami penurunan signifikan hingga 18,6 persen. Sedana Arta mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Bangli pada tahun 2015 lalu jumlah KK miskin di Bangli mecapai 11.055 KK. Dalam tiga tahun terakhir, kemiskinan di Bangli berhasil diturunkan sebanyak 2.060 KK atau 18,6 persen. Dari total 8.995 KK penduduk miskin di Bangli yang tersisa saat ini tersebar di empat kecamatan. Dengan rincian 1.244 KK berada di Kecamatan Bangli, 1.718 KK berada di Kecamatan Tembuku, 1.711 KK berada di Kecamatan Susut dan 4.322 KK berada di Kecamatan

Kintamani. Dijelaskan Sedana Arta, tingginya angka kemiskinan di Kecamatan Kintamani disebabkan sebagian besar masyarakat di sana tinggal di wilayah balik bukit yang secara akses cukup terpencil. Untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Bangli, pihaknya sejak tahun 2011 sudah menerapkan kebijakan pengalokasian Alokasi Dana Desa (ADD) yang besar. Di mana hingga tahun 2018 ini, satu desa di Bangli rata-rata bisa mendapatkan kucuran ADD hingga Rp 1 miliar lebih. Selain itu, Pemkab Bangli juga fokus terhadap pembangunan infrastruktur jalan. Ditargetkan jalan kabupaten yang menghubungkan desa-desa di Bangli tuntas di-hotmix pada tahun 2020 mendatang. Wabup asal Sulahan ini menambahkan selain ADD yang besar dan program hotmix masuk desa, untuk memerangi kemiskinan di Bangli, pihaknya juga telah membuat berbagai program inovasi. Di antaranya program Kamis sebagai hari pengentasan kemiskinan. Dimana dalam

program ini Pemkab Bangli turun ke wilayah yang kantong kemiskinanya tinggi. “Di sana kita pelajari penyebab utama masyarakat miskin, kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai program kegiatan,” jelasnya. Selain itu, Pemkab juga mempunyai program Nyama Anyar dan Oka Anyar. Dalam program Nyama Anyar ini, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, pejabat eselon II, II, IV sampai kepala sekolah wajib memiliki keluarga pra sejahtera binaan. “Khusus untuk Bupati, wajib memiliki lima keluarga binaan. Wakil Bupati tiga keluarga binaan, eselon II wajib memiliki dua keluarga binaan,” jelasnya. Sedangkan untuk program Oka Anyar, lanjutnya, guruguru di Kabupaten Bangli diwajibkan membina siswa yang berpotensi putus sekolah. Selain itu, Pemkab juga memiliki program bedah rumah dan berbagai pelatihan keterampilan bagi KK miskin. “Melalui program ini, kita targetkan kemiskinan di Bangli secara bertahap bisa diturunkan,” tandasnya. (kmb40)

PENELOKAN - Objek wisata Penelokan.

Dukung Perkembangan Pariwisata

Pemerintah Diminta Genjot Infrastruktur Bangli (Bali Post) Sektor pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Bangli. Jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik ke gumi sejuk ini setiap tahunnya terus meningkat. Melihat kondisi itu, Pemerintah Kabupaten diminta terus menggenjot pembangunan infrastruktur untuk mendukung kemajuan di sektor pariwisata tersebut. Ketua PHRI Bangli I Ketut Mardjana mengungkapkan, tingkat kunjungan ke Bangli khususnya ke objek wisata Kintamani terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sektor pariwisata ini sebagai basis ekonomi bagi masyarakat Bali khususnya Bangli, seharusnya betul-betul mendapat

Disperindag Diharapkan Ikut Bantu Perajin Pasarkan Produk Bangli (Bali Post)Kerajinan yang dihasilkan masyarakat Bangli cukup banyak dan bervariasi. Namun, sejauh ini mereka masih terkendala pemasaran. Oleh karena itu perajin meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli supaya ikut serta membantu memasarkan hasil kerajian mereka. Harapan itu dilontarkan salah seorang perajin asal Banjar Tegalasah Kaja, Desa Tembuku, Bangli, Dewa Nyoman Rai Sudiasa. Dewa Sudiasa mengatakan, selama ini yang menjadi kendala utama adalah masalah pemasaran hasil produk. Hal itu terjadi, lantaran perajin yang ada di Bangli cukup banyak sehingga membuat persaingan semakin ketat. ”Banyaknya perajin jelas mempengaruhi hasil penjualan. Karena banyak pelanggan yang sebelumnya membeli produk ke sini, beralih ke perajin lainnya karena di sana banting harga,” ujarnya. Dia berharap pemeritah terkait bisa mendata dan mengontrol perajin di lapangan dengan baik bera-

pa jumlah perajin yang ada di Bangli. Termasuk dalam proses pemasaran Disperidag juga harus ikut membantu. Ia berharap semua perajin di Bangli supaya difasilitasi dalam pemasaran produknya. Lebih lanjut dikatakannya, sulitnya pemasaran di tengah persaingan yang semakin ketat, kata dia, banyak perajin yang beralih profesi menjadi buruh bangunan. Karena mereka tidak bisa lagi melanjutkan usaha mereka lantaran sulit dalam pemasaran. Kadis Perindag Bangli I Nengah Sudibia mengatakan, langkah-langkah yang sudah diambil untuk pemasaran hasil produk perajin di Bangli salah satunya dengan mengikutkansertakan perajin dalam pameran-pameran. Selain itu, jelas Sudibia, pihaknya juga mengiformasikan lewat liflet, web dan membina perajin memasarkan produk lewat IT. “Kita juga melakukan pembinaan mutu produk yang dihasilkan para perajin. Kita juga harapkan agar perajin selalu berinovasi agar memiliki daya saing di pasaran,” jelasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

Bali Post/kmb41

KERAJINAN - Hasil kerajinan yang dihasilkan perajin di Tembuku, Bangli.

perhatian lebih, salah satunya dengan pembangunan infrastruktur untuk mendukung kemajuan pariwisata. “Sekarang ini infrastruktur masih kurang memadai, mulai dari jalan dan yang lainnya. Jadi, kita berharap pemerintah kabupaten segera membangun infrastruktur yang bagus untuk menujang kemajuan pariwisata di Bangli. Sehingga pariwisata ke depannya bisa lebih baik lagi dan kunjungan lebih meningkat lagi,” ucapnya belum lama ini. Selain pembangunan infrastruktur, pihaknya juga berharap pembangunan harus memiliki regulasi atau aturan yang jelas. Sebab, sampai saat ini belum ada kejelasan peraturan terkait pembangunan restoran dan yang lainnya.

Kalau aturan dilanggar pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas. “Ini yang harus menjadi atensi pemerintah kabupaten terkait pembangunan infrastruktur. Sehingga zona-zona ekonomi yang boleh dibangun dan mana yang tidak. Selain itu, jangan sampai sektor ekonomi satu mematikan yang lain. Harus saling mendukung. Karena ini sering tumpangtindih akibat belum adanya aturan yang jelas. Jadi ini yang harus diperhatikan pemerintah dengan serius,” pintanya. Sementara itu, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyatakan, komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pariwisata sudah semakin jelas ke depannya. Karena berbagai rencana besar

telah dirancang untuk mendukung pengembangan Batur Global Geopark di Kintamani. Kata dia, sesuai dengan perencanaan di seputaran Danau Batur membutuhkan anggaran yang cukup besar kisaran Rp 300 miliar dalam membangunan infrastruktur. Ini merupakan anggaran yang cukup besar untuk menata kawasan pariwisata agar lebih baik lagi. “Dengan komitmen tinggi bahwa sektor pariwisata akan mendatangkan multiplier effect yang begitu besar, maka kita akan wujudkan pembangunan tersebut. Mudah-mudahan dua sampai tiga tahun ke depan pariwisata di Kintamani dan segala infrastruktur pendukung bisa kita wujud nyatakan,” tegas Sedana Arta. (kmb41)


15

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

STPBI-SPB Laksanakan PSDP

Sosialisasi Perpres No.16 Tahun 2018

Melatih Disiplin, Fisik, dan Mental Kuat Langkah Premmiere Dalam Mendukung

BUKA PSDP - Ketua STPBI dan Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun membuka PSDP, Selasa (31/7) kemarin. SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) dan Sekolah Perhotelan Bali (SPB) melaksanakan Pendidikan Sikap Dasar Profesi (PSDP). PSDP dilaksanakan selama lima hari. Kegiatan dibuka secara resmi dengan pelepasan burung dan balon pada Selasa (31/7) kemarin. PSDP diikuti 1.440 mahasiswa baru. Ketua Panitia PSDP I Gusti Made Suka Arnawa mengatakan, kegiatan PSDP dilaksanakan selama lima hari. Setengah hari di lapangan, setengah hari di kampus. Di

lapangan dilaksanakan pelatihan fisik bekerja sama dengan Brimob Polda Bali. Tujuannya untuk melatih disiplin, fisik, dan mental mahasiswa baru. Sementara di kampus dilaksanakan kegiatan ceramah dari BNN, industri pariwisata dan alumni. Oleh industri, diperkenalkan etika profesi di bidang pariwisata. ‘’Di lapangan kita melatih disiplin dengan kegiatan baris berbaris, team work. Kita sarankan datang pagi untuk melatih kedisiplinan dan waktu. Karena di bidang pariwisata disiplin waktu itu sangat penting,’’

ujarnya. Ketua STPBI I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT. menuturkan, insan pariwisata harus memiliki fisik dan mental kuat. Diharapkan generasi muda yang sudah menjatuhkan pilihan pada dunia pariwisata dan perhotelan memiliki fisik dan mental yang kuat. ‘’Karena kita akan mempersiapkan mereka bekerja tidak hanya di Bali tapi juga luar negeri,’’ ujarnya. Untuk bisa bersaing secara internasional dengan bangsa-bangsa lain di dunia, maka dibutuhkan disipilin, fisik dan mental kuat. Maka setiap menerima mahasiwa baru STPBI melatih fisik dan mental mereka. Kerja sama dengan Brimob Polda Bali diakui bukan berarti mendidik mereka secara militer. Brimob Polda Bali sangat mengerti dan memahami cara mendidik kedisiplinan dan mental anak-anak mahasiswa baru. ‘’Porsi pelatihan fisik disesuaikan dengan porsi mahasiswa, sehingga kami tidak khawatir,’’ tandasnya. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Drs. I Nyoman Astina mengatakan, tantangan mahasiswa baru ke depan yang paling krusial adalah

kemampuan berbahasa Inggris. ‘’Tetapi dari sisi skill dan kemampuan mereka melakukan sesuai dengan bidang itu mendapat pujian,’’ ungkapnya. Kekurangan dalam kemampuan bahasa Inggris dipahami karena mahasiswa lebih banyak berbahasa Bali ketika di rumah dan berbahasa Indonesia di tempat lain. ‘’Tidak seperti Malaysia, Vietnam, Thailand kesehariannya menggunakan bahasa Inggris. Ini perlu dibangun kondisi yang mendukung terutama di kampus,’’ tandasnya. Maka dari itu ia akan menerapkan English Week setiap minggunya di kampus. Mahasiswa dan dosen diwajibkan menggunakan bahasa Inggris di kampus. Dengan PSDP diharapkan dapat mengubah karakter dari tamatan SLTA untuk siap menjadi insan pariwisata yang berkarakter kuat, tangguh, disiplin, dengan ramah tamah, senyum, tegur sapa, greeting, tepat waktu, aware dengan lingkungan. ‘’Ini yang kita ingin bangun walaupun di kelas ada mata kuliah khusus untuk pembinaan sikap dasar profesional seorang insan pariwisata,’’ cetusnya. (ad1729)

SMP PGRI 2 Denpasar Dinilai Tim PKTP

Nyonya Selly Mantra Puji Siswa Grisda Pintar Soal Kanker

SAMBUT - Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Gede Wenten Aryasuda bersama Camat Dewa Puspawan menyambut tim penilai lomba PKTP yang dipimpin Nyonya I.A. Selly Mantra. SMP PGRI 2 Denpasar kini sedang naik daun. Hampir semua program pemerintah diaplikasikan dengan menggunakan model di sekolah ini. Seperti program polisi masuk sekolah, jaksa masuk sekolah dan kini sebagai duta Denpasar Timur pada Lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) tingkat Kota Denpasar. Selasa (31/7) kemarin, SMP PGRI 2 Denpasar dinilai oleh Tim Penilai Lomba PKTP. Yang istimewa penilaian langsung dilakukan Ketua Tim Penilai dan Ketua YKI Nyonya I.A. Selly Dharmawijaya Mantra. Begitu

tiba di depan sekolah, tim sudah disambut dengan paduan swara dan yel-yel PKTP SMP PGRI 2 Denpasar alias Grisda. Kedatangan tim disambut Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. dan Camat Dentim Dewa Puspawan, S.IP. Nyonya Selly Mantra langsung menguji wawasan siswa Grisda yang memamerkan berbagai olahan tanaman obat menjadi loloh, obat, puding hingga makananan lainnya. Mendengar penjelasan yang benar dan

lengkap, Nyonya Selly Mantra didampingi Kadiskes Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.M. memuji anak-anak Grisda sangat pintar soal kanker dan pencegahannya. Kasek Gede Wenten Aryasuda menegaskan, setiap mengikuti lomba warga sekolahnya selalu menyiapkan diri dengan baik sehingga tampil allout dan penuh percaya diri. Di ajang tersebut siswa SMP PGRI 2 Denpasar juga menampilkan hidangan serta obat herbal dari buah lokal yang bisa dipakai mencegah berbagai jenis kanker. Di antaranya jus buah naga, jamu tradisional alias loloh, makanan dari daun kelor, puding dan jus daun pepaya. Menariknya, semua temuan itu diperkuat dengan hasil penelitian oleh siswa yang tergabung dalam esktra KIR dan dipaparkan lewat media oleh ekstra jurnalistik. Semua hasil olahan siswa bermanfaat untuk mencegah kanker prostat, kanker payudara, stroke dan jantung. Menurutnya, siswanya secara mandiri sudah melakoni upaya pencegahan terhadap kanker. Mereka selain menjadi juru tutor teman sebaya di kelas, juga menjadi panutan di rumah dan di masyarakat baik dalam penanaman obat (toga) maupun kampanye antirokok.

‘’Setiap siswa wajib mampu menciptakan keluarga tanpa rokok,’’ tegas Aryasuda yang juga Ketua PGRI Bali. Salah satu keunggulan sekolah ini yakni kantin sekolah diawasi secara ketat, sehingga tak sampai beredar makanan yang bisa menyebabkan kanker. Para siswa dan guru juga giat meneliti soal kanker dan penyembuhannya. Program PKTP juga diterjemahkan dalam bentuk baca puisi, sosialisasi lewat majalah dinding, penyuluhan dan simulasi PKTP, paduan swara, administrasi PKTP, pengolahan sampah serta penegakan disiplin. PKTP pun disinergiskan dengan program ‘’Pemkot Bersih’’ dan pola hidup sehat dari Diskes. Sekolah ini memiliki tiga program unggulan yakni Gebyar Budaya, Grisda Art Competition, Grisda Computer Competition dan pasraman. Semua diarahkan guna mencapai visi sekolah yakni unggul dalam akademis berbasiskan agama dan budaya. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana mengaku bangga sekolah PGRI banyak dipilih menjadi duta lomba. Ini menandakan sekolah PGRI berkualitas dan dipercaya masyarakat. (ad1723)

Gubernur Pastika Harap Peserta Sespimti Polri Jadi Pemimpin yang Promoter

TERIMA – Gubernur Bali Made Mangku Pastika (tengah depan) menerima peserta Sespimti Polri di Gedung Praja Sabha Kantor Gubernur Bali. GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika berharap agar peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri ke depannya bisa menjadi pemimpin yang promoter yaitu pemimpin yang profesional, modern dan terpercaya. Harapan tersebut disampaikan Gubernur Pastika saat menerima tujuh peserta Sespimti Polri Dikreg 27 Tahun Anggaran 2018 di Gedung Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (31/7) kemarin. ‘’Kalian adalah perwira pilihan yang terpilih dari seluruh Indonesia. Pendidikan ini sangat penting untuk bekal

nantinya saat menjadi seorang pemimpin. Jangan leha-leha, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebaik-baiknya. Jadilah kalian pemimpin yang promoter, bukan hanya jadi pemimpin di lingkungan TNI atau Polri, tapi bisa jadi pemimpin untuk bangsa ini,’’ imbuhnya. Lebih jauh dalam arahannya, Pastika menyampaikan, dewasa ini perkembangan Polri baik dari segi peralatan, sumber daya manusia dan sistemnya banyak mengalami kemajuan. Hal ini memberi nilai plus terhadap kinerja Polri. Dengan berbagai kemajuan

yang dimiliki Polri diharapkan akan dapat meningkatkan kontribusi serta pelayanan kepada masyarakat dan bangsa. Pastika juga menekankan kepada para peserta Sespimti terkait pentingnya penegakan hukum dalam masyarakat. Jangan hanya terhenti sampai penindakan lapangan, namun ditindaklanjuti dengan penegakan hukum. Pastika pun menekankan pentingnya sinergitas antarsemua pemangku kepentingan dalam menciptakan keamanan di tengah masyarakat. Menjawab pertanyaan salah satu peserta terkait upaya masyarakat Bali dalam menjaga nilai adat dan budaya di tengah arus globalisasi, Gubernur Bali menyampaikan bahwa pelestarian adat dan budaya Bali tidak terlepas dari konsep Tri Hita Karana serta penguatan desa-desa adat yang ada di Bali. Desa adat inilah yang memiliki tugas menjaga tradisi, adat, budaya dan agama. Tidak itu saja, pelestarian adat dan budaya juga didukung penuh dengan penganggaran dari pemerintah. ‘’Kita memiliki komitmen yang tinggi dalam penguatan adat dan budaya berdasar pada Tri Hita Karana. Inilah yang

membuat adat dan budaya Bali tetap ajeg hingga dewasa ini,’’ tuturnya. Sementara itu, Supervisor KKDN Sespimti Polri Irjen Pol. Drs. Suroso Hadi Siswoyo, M.Si. menyampaikan, kunjungan peserta Sespimti Polri ke Bali serangkaian kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) yang dilaksanakan selama lima hari mulai 30 Juli hingga 3 Agustus 2018. Peserta Sespimti akan melakukan penelitian dan pencarian data dalam upaya meningkatkan kemampuan kepemimpinan yang profesional, modern dan terpercaya melalui democratic policing guna mengantisipasi dampak dinamika politik dan ekonomi global dalam mendukung pembangunan nasional. Dalam acara yang turut dihadiri sejumlah pendamping KKDN Sespimti Polri dan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Bali Jayadi Jaya, juga diisi dengan pemaparan terkait program pembangunan daerah Bali dan capaian kerja selama 10 tahun yang disampaikan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra. (ad1725)

Pemerintah Wujudkan Transparansi

PENJELASAN - Business Development Manager AMD Brando Lubis menjelaskan tentang AMD Ryzen PRO. DI ERA pemerintahan Presiden Joko Widodo, berbagai kebijakan baru untuk peningkatan layanan pemerintahan berbasis teknologi terus digalakkan. Salah satunya, pemerintah telah mendorong gagasan baru dalam aturan pengadaan barang dengan mendorong setiap sektor pemerintahan untuk melaksanakan pembelian dengan e-purchasing yang akan meningkatkan transparansi dalam proses pengadaan barang. Mendukung inisiatif pemerintah tersebut, CV Solusi Arya Prima atau lebih dikenal dengan Premmiere.co.id salah satu dari 27 penyedia barang di e-katalog, pada Selasa (31/7) kemarin menggelar acara seminar dan talkshow bertemakan ‘’Proses Belanja Efisien Melalui E-Purchasing E-Katalog LKPP’’. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perbaikan dalam pengelolaan keuangan negara melalui proses pengadaan yang dilaksanakan pemerintah daerah dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik atau katalog LKPP. ‘’Kami menyambut baik dicanangkannya Perpres No.16 Tahun 2018, di mana pemerintah mendorong proses pengadaan barang berbasis teknologi. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi kinerja

instansi terkait dan menciptakan transparansi bagi semua pihak,’’ kata A.M Ishak dari Premmiere.co.id. Inisiatif diselenggarakannya program sosialisasi periode kedua ini tak lain karena besarnya antusiasme pengguna di periode pertama. Pada program periode kedua ini kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan di 30 kota. Kegiatan sosialisasi e-katalog ini tak lepas dari dukungan para mitra pemasok barang di e-katalog seperti AMD, produsen prosesor kelas dunia. Business Development Manager AMD Brando Lubis menjelaskan, AMD menawarkan solusi enterprise yang menampilkan komputer notebook dan PC antara lain Lenovo dan HP yang telah menggunakan prosesor AMD Ryzen PRO. Didasari dengan arsitektur AMD Zen core, Prosesor Ryzen PRO dirancang terutama untuk sektor enterprise dan publik, teknologi AMD GuarMI memungkinkan keamanan silicon level mutakhir mulai dari power on hingga power off yang membantu melindungi terhadap ancaman yang jumlahnya terus bertambah. Prosesor Ryzen PRO memberikan kualitas dan keandalan tingkat komersial untuk menjamin umur panjang platform agar siap untuk melakukan

komputasi di masa depan. Pengelolaan canggih yang berstandar terbuka membantu mengamankan bisnis agar tidak terkunci dalam solutions yang dimiliki. Teknologi mutakhir, seperti SenseMI dan hingga 8 processing cores, memberikan terobosan tingkat respons untuk sebagian besar aplikasi kelas enterprise dan alur kerja multi tasking. Terlebih lagi, sistem pengaturan standar berbasis DASH yang memampukan akses cepat dan mudah dari jarak jauh, dan diagnosa in band dan out of band yang dapat dengan mudah terintegrasi ke dalam perangkat Anda tanpa mengunci Anda pada software berbayar yang menambah harga tanpa memberikan manfaat. Fitur enkripsi pengamanan memori yang transparan juga memberikan OS dan aplikasi enkripsi DRAM independen tanpa membutuhkan modifikasi software yang tidak akan membebani performa. Diselenggarakannya kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan program ekatalog menjadi prioritas utama dalam proses pengadaan barang. Dengan demikian efisiensi dan transparansi yang menjadi tujuan utama Perpres No. 26 Tahun 2018 dapat terealisasi lebih cepat. (ad1731)

Pengendalian Impor ‘’Saya tidak mau lagi bolak-balik rapat, bolak-balik rapat, tapi implementasi tidak berjalan baik,’’ katanya. Pada kesempatan itu, Presiden meminta dua hal penting yang menurutnya utama dan perlu diperha-

tikan bersama-sama yaitu pengendalian impor dan peningkatan ekspor. Terkait peningkatan ekspor, Presiden menekankan perlu ada strategi detail termasuk produk potensial ekspor yang perlu diperkuat dan ditingkatkan volumenya. ‘’Dan fokus melihat kendala yang dihadapi eksportir di nega-

ra yang jadi tujuan utama ekspor kita,’’ katanya. Ia mengatakan, belum lama ini bertemu dengan sejumlah eksportir kecil, sedang, dan besar. ‘’Ada beberapa hal yang secara detail saya sampaikan. Kalau memang ada hambatan perdagangan saya minta segera selesaikan,’’ katanya. (ant)

Mesti Dipahami Ibaratnya; di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung. Mereka tidak boleh seenaknya. Ada aturan yang mereka mesti pahami dan taati. Kearifan lokal Bali yakni Tri Hita Karana, salah satu contohnya. Dalam konteks ini investasi berbasis alam, seperti reklamasi Teluk Benoa patut direaksi dengan pendekatan kearifan lokal. Apakah kepentingan finansial, kolega, politik dan hal-hal lainnya harus dikedepankan dalam hal ini? Tentu tidak. Dalam mengelola tawaran investasi, Bali harus banyak belajar dari pengalaman masa lalu. Bali harus menyeimbangkan kepentingan

sosial religius dan reaksi publik yang menyertai perjalanan rencana investasi besar ini. Pemimpin Bali tak boleh berlindung hanya pada asas aturan yang notabene bisa direvisi untuk kepentingan investor. Pemimpin Bali harus lebih banyak mendengar dan turun ke masyarakat. Pemimpin harus sejalan dengan rakyatnya, bukan malah mengabaikan harapan warganya. Terlebih bicara soal ruang bagi kehidupannya. Dalam konteks rencana reklamasi Teluk Benoa, keberpihakan pemimpin Bali dan semua elemennya terhadap alam Bali haruslah menjadi prioritas. Pemimpin Bali mestinya bertindak dan mengambil keputusan yang arif dan bijak untuk kepentingan kesejahteraan

masyarakat Bali tanpa harus mengorbankan ruang sosial religiusnya. Untuk itulah Bali harus banyak mulat sarira untuk lebih arif dalam mengelola Bali. Dalam konteks pengawalan terhadap alam Bali, tentunya semua elemen di Bali juga punya hak suara yang sama. Hak bicara ini mestinya dikelola dengan kepentingan-kepentingan yang holistik dalam mengawal Bali ke depan. Kita tak bisa hanya mengejar kepentingan-kepentingan finansial lalu mengabaikan hak–hak mendasar krama Bali atas ruangnya di tanah Bali. Untuk itu, mari kita bersama-sama merenung dan berbuat untuk mendedikasikan kehidupan kita untuk mengawal Bali. * Wirata

Segara Anak

Dia memaparkan rincian pendaki yang dievakuasi yaitu sebanyak 723 warga negara asing (WNA) dan 368 warga negara Indonesia (WNI). Menurutnya, proses evakuasi dilakukan 244 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, relawan,

Dalmas, Mapala, Basarnas, SAR yang sudah bergerak sejak 29 Juli 2018 setelah gempa terjadi. ‘’Hari ini memang ada enam pendaki WNI yang masih ada di Danau Segara Anak, tim evakuasi gabungan bergerak sejak tadi malam dan sudah menemukan enam pendaki,’’ jelasnya. Sementara posisi Muham-

mad Ainul Takzim, pendaki yang meninggal dunia di Gunung Rinjani asal Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, masih pada posisi sebelumnya. Jenazah dievakuasi dengan helikopter. Dalam proses evakuasi, tim gabungan menemukan tujuh warga lokal di Gua Susu. Hari ini tiga korban dievakuasi dengan helicopter, sedangkan

10 orang yang terdiri dari dua porter dan satu penunjuk jalan dievakuasi lewat jalur darat. Pada Minggu (29/7) pagi, terjadi gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali. BNPB mencatat hingga Selasa kemarin korban meninggal dunia menjadi 17 orang. (ant)

G. 0001438-RPA-01


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Rabu Pon, 1 Agustus 2018

Belum Datangkan Pemain Top

Pelatih Madrid Tidak Risau

PENGGANTI Striker Vinicius Jr. diharapkan mampu menggantikan sosok Ronaldo di Real Madrid.

Miami –

Setelah ditinggal Cristiano Ronaldo, Real Madrid belum kunjung mendatangkan pemain top lain. Kendati begitu, pelatih baru Madrid Julen Lopetegui tidak terlalu risau. Tantangan besar dihadapkan pada Madrid usai melepas Ronaldo

ke Juventus. Selama sembilan tahun diperkuat bintang Portugal itu, Los Blancos telah meraih sukses besar, termasuk ketika menjadi penguasa Eropa empat kali dalam lima tahun terakhir. Pascakehilangan amunisi terhebatnya, El Real baru merekrut Alvaro Odriozola dari Real Sociedad dan kiper Ukraina Andriy Lunin. Sedangkan transfer Vinicius Junior telah dilakukan sejak 2017 sekalipun si pemain baru bergabung pada tahun ini. Eden Hazard, Willian, Thibaut Courtois, Kylian Mbappe, dan Neymar merupakan nama-nama pemain top yang kerap dikaitkan dengan Madrid di sepanjang bursa transfer. Akan tetapi, pilihan Madrid semakin menipis setelah Mbappe dan Neymar dipastikan bertahan di Paris St. Germain, sedangkan Chelsea tidak akan melepas Courtois sebelum mendapatkan kiper

pengganti yang sepadan. Jendela transfer sepak bola Spanyol akan ditutup pada 1 September 2018. Masih ada sebulan penuh bagi Madrid untuk menggaet pemain-pemain incaran, tetapi sekalipun tidak ada pemain baru lagi Lopetegui tetap optimistis menatap musim 2018/19. ‘’Kami senang dengan skuad yang kami punya dan yakin kami bisa bersaing untuk semua target kami, dan itu tidak bisa dengan cara lain lagi di Real Madrid,’’ ujar Lopetegui, Selasa (31/7) kemarin. ‘’Kami menginginkan tim yang hebat di atas lapangan. Kalau seorang pemain tidak datang ataupun pergi, saya akan menjadi pelatih yang bahagia. Kami tidak akan membicarakan tentang kemungkinan-kemungkinan. Dengan skuad yang kami punya, kami akan mampu menghadapi tuntutantuntutan Real Madrid,’’ dia menjelaskan. Tanpa Ronaldo di lini depan, Madrid akan mengandalkan trio Karim Benzema, Gareth Bale, dan Vinicius Junior. Memang masih ada Bale dan

Benzema yang selama ini jadi rekan Ronaldo di lini depan, tetapi peran mereka berdua lebih banyak sebagai ‘’pelayan’’ Ronaldo. Apalagi Bale banyak diganggu cedera dan Benzema tak lagi setajam dulu. Ketiganya memang dimaksimalkan selama awal latihan pramusim ini dan sepertinya akan jadi trio penyerang Madrid sebelum kedatangan striker baru. Vinicius akan menggantikan peran Ronaldo di sisi sayap kiri dengan modal kecepatan, dribel, dan kegesitannya. Model main Vinicius saat ini mengingatkan publik pada Ronaldo ketika awal kariernya bersama MU. Dalam formasi 4-3-3 itu, Dani Ceballos dan Marcos Llorente menopang dari lini tengah dibantu kuartet Alvaro Odriozola, Lucas Vallejo, Javi Sanchez, dan Theo Hernandez dengan Keylor Navas di bawah mistar. Tiga pemain inti lain seperti Nacho, Toni Kroos, Lucas Vazquez, dan Marco Asensio belum akan main penuh karena baru balik dari liburan. Patut disimak seperti apa kerja sama Bale, Benzema, dan Vinicius di lini serang Madrid. Bukan tak mungkin ketiganya akan tampil menjanjikan asalkan Lopetegui bisa memaksimalkan potensi mereka masing-masing. (kmb33/afp)

Kontingen Porad Kodam Raih 10 Medali Denpasar (Bali Post) Kontingen Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad) Kodam IX/Udayana yang dipimpin Danrindam Kolonel Inf. Windiyatno meraih peringkat ke-6 dan meraih 10 medali, di antaranya tiga medali emas. Porad berlangsung selama seminggu di Magelang, Jawa Tengah. Kontingen Kodam tiba di Bali, Selasa (31/7) kemarin dan disambut Kepala Staf

Kodam (Kasdam) Brigjen TNI Kasuri mewakili Pangdam di Makodam, Denpasar. Kasdam saat membacakan amanat Pangdam menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan kontingen Porad Kodam IX/Udayana. Apalagi mampu meraih prestasi membanggakan yaitu peringkat ke-6 dari 17 peserta Porad. Keber-

hasilan ini hendaknya dapat dijadikan sebagai cambuk untuk memacu semangat dan lebih giat berlatih, sehingga nantinya dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi dalam Porad mendatang ataupun pada events lainnya. ‘’Berlatihlah secara kontinu dan dilandasi disiplin serta arahan yang benar, maka kemampuan kalian akan semakin meningkat,’’ ujarnya.

Kontingen Porad Kodam meraih 3 medali emas, 3 medali perak dan 4 medali perunggu. Atas prestasi tersebut kontingen Porad Kodam mendapatkan uang pembinaan dari Kasad Rp 75 juta. (kmb36) PORAD - Kedatangan kontingen Porad Kodam IX/Udayana disambut meriah di Makodam, Denpasar.

Fulham Permanenkan Mitrovic

Bali Post/ist

PEMANASAN -- Skuad PS Badung melakukan gerakan pemanasan di areal Hotel Dubai, Sumenep, menjelang laga melawan Persewangi Banyuwangi di Stadion Ahmad Yani, Sumenep, Rabu (1/8) sore ini.

Lawan Persewangi, PS Badung Redam Emosi Mangupura (Bali Post) Tim PS Badung usai memetik 3 poin setelah mengalahkan PS Sumbawa Barat 3-0, Minggu (29/7) lalu, Nengah Repot Sulendra dan kawan-kawan kembali meladeni Persewangi Banyuwangi dalam lanjutan Kompetisi Liga 3 Putaran Nasional, Grup VII, putaran pertama, di Stadion Ahmad Yani Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (1/8) sore ini. Pelatih Kepala AAK Bramastra yang dikontak di Hotel Dubai, Sumenep, Selasa (31/7) kemarin menjelaskan, pihaknya bersama asuhannya telah menyaksikan laga antara tuan rumah Perssu Sumenep melawan Persewangi, Sabtu (28/7) lalu, dan berakhir dengan skor 0-0. Ia menilai permainan anak-anak Persewangi cenderung keras menjurus kasar. ‘’Oleh karena itu, saya instruksikan agar anak-anak mampu meredam emosinya,’’ pesannya. Agung Bramastra lebih memilih asuhannya tampil dingin, agresif, gesit dalam mengejar bola, tak perlu berlama–lama menggiring bola. ‘’Saya lebih memilih anak-anak bermain lincah dan menghindari benturan keras,’’ ujarnya. Jika asuhannya mampu meredam emosi dan lincah, dirinya yakin Tim Keris kembali bisa memetik kemenangan. ‘’Astungkara, doakan saja PS Badung kembali bisa menundukkan Persewangi,’’ harapnya. Apalagi, jika Tim Keris bisa menaklukkan Persewangi, otomatis poin 6 di tangan, dan makin memuluskan langkah PS Badung melaju ke babak berikutnya. ‘’Modal nilai 6 tinggal menghadapi tuan rumah Pesssu Sumenep, Jumat (3/8) lusa, dan putaran kedua di Badung kami bertekad menyapu bersih poin di kandang,’’ katanya. Sebagai persiapan, para pemain PS Badung berlatih di Hotel Dubai Sumenep dan di Stadion Ahmad Yani, kemarin. (022)

Newcastle – Striker timnas Serbia, Aleksandr Mitrovic, akhirnya berhasil dipermanenkan oleh klub promosi Liga Inggris, Fulham, dari Newcastle United setelah tampil hebat saat berstatus sebagai pemain pinjaman. Transfer ini dipastikan berhasil setelah Aleksandr Mitrovic setuju menandatangani kontrak berdurasi lima musim atau hingga Juli 2023 bersama Fulham. Harga pembelian striker berusia 23 tahun itu sebesar 24,7 juta euro atau sekitar Rp 417 miliar.

Keberhasilan transfer ini disambut gembira oleh Aleksandr Mitrovic karena dirinya sangat bersyukur bisa lepas dari Newcastle United, klub di mana ia gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya. Selama dipinjam Fulham pada paruh kedua 2017-2018, Aleksandr Mitrovic berhasil mencetak 12 gol dari 17 laga Championship. Saya gembira bisa kembali. Saya sangat senang, bahagia, dan bangga akhirnya bisa berada di sini lagi dan secara resmi menjadi pemain Fulham,’’ ucap Mitrovic, Selasa (31/7) kemarin.

‘’Fulham adalah klub besar dan musim lalu kami berhasil membuat sejarah. Kami melakukan banyak hal besar dan saya ingin melanjutkan semuanya. Kami ingin terus membuat hal-hal besar. Dengan dukungan fans, saya pikir Fulham bisa jauh melangkah,’’ tutur striker utama timnas Serbia di Piala Dunia 2018 itu. Transfer Aleksandr Mitrovic ini menjadi yang ke-5 dilakukan Fulham jelang musim 20182019 setelah sebelumnya memboyong Jean Michel Seri, Fabri, Maxime Le Marchand, dan Andre Schuerrle. (kmb33/afp)

Denpasar (Bali Post)Tim futsal SMAN 5 Denpasar (Smanela) dan SMAN 1 Kuta (Smansaku) mengalahkan lawan-lawannya pada hari pertama turnamen futsal antar-SMA se-Bali di GOR Lila Bhuana, Selasa (31/7) kemarin. Tim futsal Smanela menekuk SMAN 1 Kuta Selatan (Kutsel) dengan skor tipis 2-1, dan Smansaku mengalahkan SMK PGRI 6 dengan skor 6-1.

Hasil lannya, SMAK Soverdi menang besar atas lawannya SMK PGRI 1 dengan skor 8-2, dan SMA PGRI 2 Denpasar menekuk SLUA Saraswati dengan skor 5-2. Salah seorang panpel, Daniswara, menyatakan pihaknya menggelar kejuaraan serupa pada 16 kota di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Tegal, Solo, Mataram, Samarinda, dan Lampung. ‘’Bagi tim juara untuk tingkat SMP dan SMA

bakal mewakili provinsinya pada babak grandfinal di Kediri, Jatim, Desember mendatang,’’ ujarnya. Daniswara menambahkan, untuk tingkat SMA dan SMK melibatkan 15 tim, ditambah lima tim SMP dan empat tim putri. Menurut Daniswara, melalui event ini diharapkan muncul bibitbibit bertalenta pemain futsal dari kalangan siswa SMP dan SMA/SMK. (022)

Tim Futsal Smanela dan Smansaku Petik Kemenangan

World Championships 2018

Anthony Berharap Ulangi Prestasi di Nanjing Nanjing – Kota Nanjing ternyata punya kesan tersendiri bagi Anthony Sinisuka Ginting. Pemain asal klub SGS PLN Bandung ini meraih medali perunggu Youth Olympic 2014 yang diselenggarakan di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Empat tahun kemudian, Anthony kembali ke Nanjing di turnamen level senior dalam kejuaran paling bergengsi, World Championships 2018. Ia berharap dapat mengulang suksesnya, minimal sama dengan empat tahun lalu. ‘’Ya waktu tiba di Nanjing, teringat empat tahun lalu, kota ini memang berkesan buat saya. Mudah-mudahan sekarang bisa dapat hasil yang bagus, minimal sama dengan empat tahun lalu, dapat perunggu,’’ ujar Anthony, Selasa (31/7) kemarin. Anthony melewati rintangan pertama dengan menyingkirkan Suppanyu Avihingsanon (Thailand) dengan skor 21-19, 21-14. Game pertama berlangsung cukup alot, kedua pemain terus berkejaran angka hingga poin-poin kritis. ‘’Memang agak ramai di game pertama, karena masih menyesuaikan dengan permainan lawan. Walaupun saya sudah pelajari permainannya lewat video, tapi di lapangan pasti beda lagi. Beberapa kali saya salah antisipasi baca pengembalian lawan,’’ ungkap Anthony. Di babak kedua, Anthony kemungkinan besar akan bertemu dengan Kanta Tsuneyama dari Jepang. Ini merupakan pertemuan pertama Anthony dan Tsuneyama di pertandingan level senior. Di level junior, Anthony unggul 2-1 dalam skor pertemuannya dengan Tsuneyama. Pada ajang Asia Junior Championships 2014, Anthony dikalahkan Tsuneyama dengan skor 13-21, 15-21. Anthony kemudian membalas di World Junior Championships 2014 dengan skor 21-13, 21-5. Pada babak perempatfinal Youth Olympic 2014, Anthony kembali mengalahkan Tsuneyama dengan laga rubber game, 21-8, 14-21, 21-12. (kmb33/afp)

Bali Post/ist

ANTAR-SMA — Suasana hari pertama turnamen futsal antar-SMA/SMK se-Bali, di GOR Lila Bhuana, Selasa (31/7) keamrin.

Anthony Sinisuka Ginting

Bali Post/r


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 1 Agustus 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu