Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 257 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

JUMAT PON, 18 mei 2018

Paparkan Visi-Misi di Ombudsman RI Perwakilan Bali

Mantra-Kerta Terapkan Pengaduan ’’Online’’ Pro-Bali di Seluruh Bali

PASANGAN Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), berkomitmen memberikan kualitas layanan terbaik bagi masyarakat Bali dengan akan meluncurkan pengaduan online bernama Pro-Bali. Hal itu disampaikan Cagub Rai Mantra saat memaparkan visi-misi dan program unggulan Nawacandra di hadapan para komisioner Ombudsman RI Perwakilan Bali di Kantor Ombudsman Bali, Kamis (17/5) kemarin. Pemaparan aplikasi Pro-Bali tersebut sangat mencengangkan dan membuat segenap hadirian terdiam sesaat. Menurut Rai Mantra, pengaduan online selama ini sudah dilakukan di Kota Denpasar, dan sudah terbukti sangat efektif. ‘’Denpasar sudah melakukan hal itu. Dan sudah terbukti sangat efektif. Semuanya ter-cover dengan baik,’’ ujarnya. Menurut Rai Mantra, bila terpilih menjadi Gubernur Bali, model pengaduan online dalam aplikasi Pro-Bali ini sangat penting.Biasanya dalam pengaduan online via aplikasi, telinga pejabatnya akan panas, hati panas, muka merah. Ini harus siap-siap mental. Makanya pejabat harus jujur, transparan, tidak korupsi. Hal. 15 Punya Hati

VISI-MISI - Pasangan Mantra-Kerta usai paparkan visi-misi dan program unggulan Nawacandra di Kantor Ombudsman Bali, Kamis (17/5) kemarin.

Tembak Mati Tiga Teroris

Dirlantas Langsung Raih ’’Bintang Satu’’

Bali Post/ant

PANGKAT - Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian saat menyematkan tanda kenaikan pangkat kepada anggota Provost Polda Riau Aipda JB Panjaitan, Kamis (17/5) kemarin.

KEBERANIAN Kombes Pol. Rudi Syarifudin menggagalkan serangan teroris mendapat apresiasi dari Kapolri Tito Karnavian. Rudi yang kini menjabat Dirlantas Polda Riau langsung diadiahi ‘’bintang satu’’. Tito memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada dua personel Polda Riau yang berhasil melumpuhkan empat tersangka teroris. Kapolri menyematkan langsung penghargaan tersebut kepada dua personel Polda Riau masing-masing Komisaris Besar Polisi Rudi Syarifudin dan Brigadir Kepala Polisi JB Panjaitan di Mapolda Riau, Kamis (17/5) pagi kemarin. ‘’Kombes Rudi, beliau Dirlantas yang berhasil tembak mati tiga tersangka (teroris) sekaligus,’’ kata Kapolri. Kapolri mengatakan dirinya ingin memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat kepada Kombes Rudi Syarifudin menjadi bintang satu atau Brigadir Jenderal Polisi. Namun, ia mengatakan saat ini belum tersedia jabatan bagi bintang satu, sehingga untuk sementara ia mengatakan Kombes Rudi menerima pin emas. ‘’Saya inginnya KPLB tapi karena ruang jabatan belum tersedia untuk bintang satu, sementara kita berikan pin emas,’’ ujarnya. Kombes Rudi Syarifudin merupkan anggota Polda Riau yang menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas. Pada saat kejadian, Dirlantas berhasil menembak mati tiga dari empat tersangka teroris sekaligus. Hal. 15 Serangan Teroris

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pasemetonan Ageng Dalem Blambangan Bali dan Puri Agung Bunutin Bulat Dukung Koster-Ace PASEMETONAN Ageng Dalem Blambangan (PADB) Provinsi Bali yang beranggotakan sekitar 9.600 kepala keluarga (KK) beserta Keluarga Besar Puri Agung Bunutin, Bangli, menyatakan kebulatan tekad mendukung, memilih serta memenangkan Pasangan Calon GubernurWakil Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), pada Selasa (15/5) di Puri Agung Bunutin, Bangli. Pernyataan kebulatan tekad dukungan itu dihadiri langsung Wayan Koster selaku Calon Gubernur didampingi Sang Nyoman Sedana Artha (Ketua DPC PDI-P Bangli dan Wakil Bupati Bangli), Budi Utama (anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali), Nyoman Adnyana (anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali), sejumlah tokoh masyarakat dan panglingsir Puri Agung Bunutin. Di hadapan ratusan tokoh perwakilan dari 60 dadia PADB se-Bali, Panglingsir

Puri Agung Bunutin sekaligus PADB Dewa Putu Wijaya menyebutkan bahwa Pasemeton Ageng Dalam Blambangan yang berdiri tahun 2009 telah beranggotakan 9.600 KK dengan 60 dadia yang tersebar di sembilan wilayah kabupaten/ kota di Bali. ‘’Kami semua berasal dari satu garis keturunan yakni dari Kerajaan Blambangan di Banyuwangi. Kami adalah kelompok soroh (klan) dari Jawa yang terakhir datang ke Bali. Dulunya kami tersebar di seluruh Bali, dan baru sejak tahun 2000 mulai pelan-pelan menyatukan diri. Kemudian tahun 2009, Pasemetonan Dalem Blambangan terbentuk,’’ tuturnya. Selanjutnya, ia mengungkapkan alasan mengapa PADB dan Puri Agung Bunutin mendukung Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur yang diusung PDI-P, Hanura, PKB, PPP, PAN dan PKPI tersebut. Menurutnya, visi-misi KosterAce yang tertuang dalam konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali sangat senapas dengan tujuan serta cita-cita PADB.

Rupiah 14.045/Dolar

Jakarta (Bali Post) – Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen pada Rapat Dewan Gubernur, 16-17 Mei 2018. Kebijakan ini untuk meredam dampak ketidakpastian ekonomi global yang telah menggerus nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (17/5) sore, bergerak menguat sebesar 41 poin menjadi 14.045 dibandingkan posisi sebelumnya 14.086 per dolar AS.

Bali Post/ade

87 MILIAR - Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dari terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5) kemarin. Terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun Hartono mengembalikan sisa kerugian negara senilai Rp 87 miliar. Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern itu terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta berkewajiban untuk mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil.

Jakarta (Bali Post) – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan 10 orang terduga teroris, Kamis (17/5) kemarin. Mereka diamankan di dua tempat. Delapan orang di Riau dan dua orang lagi di Cirebon. Anggota Polda Riau dan Densus mengamankan delapan orang terkait terduga teroris penyerangan Polda Riau. ‘’Upaya penggeledahan terhadap rumah para tersangka yang kemarin bisa kita identifikasi,’’ kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Syahar Diantono, di Jakarta, Kamis kemarin. Dari penggeledahan dan penangkapan itu, petugas gabungan meringkus HAN, NI, AS, SW, HD, YEP, DS dan SY alias IJ. Petugas juga menyita barang bukti berupa sepucuk senapan angin, kitab bertuliskan pandai amal dan kitab Al Hakam, sekeping VCD berjudul ‘’Umar bin Khatab’’, KTP atas nama KM, dua bilah pisau, gulungan tembaga, serta beberapa buku tentang jihad dan ISIS. Sementara itu, Densus 88 juga menangkap dua orang di Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Kamis (17/5) sore, yang diduga terlibat kasus terorisme. ‘’Telah dilakukan kegiatan penegakan hukum terduga teroris berinisial H dan S,’’ kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Agung Budi Maryoto, di Cirebon, Kamis kemarin. Agung mengatakan, dua terduga teroris itu ditangkap di wilayah Kabupaten Cirebon dan satunya lagi wilayah Kota Cirebon. ‘’Kemudian dari hasil penangkapan kami melakukan penggeledahan. Penggeledahan ini merupakan rumah kontrakan saudara J yang sudah tertangkap saat bom di Jalan Thamrin Jakarta,’’ tuturnya. (ant)

‘’Yakni menjaga kelestarian seni, adat dan budaya Bali. Terus bagaimana menjaga keharmonisan hidup antara manusia, alam dan budaya Bali sebagai satu-kesatuan yang utuh untuk menciptakan terwujudnya kesejahteraan masyarakat Bali secara sekala lan niskala,’’ jelasnya. Di samping itu, lanjutnya, Koster-Ace merupakan sosok pemimpin yang cerdas juga sudah teruji dan terbukti kiprahnya secara tulus dalam mewujudkan pembangunan Bali demi kesejahteraan masyarakat. Soal kecerdasaan sudah tak perlu ditanyakan lagi. Keduanya sama-sama bergelar doktor (S-3), sudah pasti cerdas. Kiprah sudah terbukti bukan cuma janji, misalnya Pak Koster sudah membangun ratusan wantilan sebagai salah satu simbol peradaban budaya Bali. Pak Cok Ace selain mantan bupati juga tokoh puri merupakan seniman multitalenta yang ber-taksu. Hal. 15 Jati Diri

SIMAKRAMA - Calon Gubernur nomor urut 1, Wayan Koster, saat ‘’masimakrama’’ dengan Pasemetonan Ageng Dalem Blambangan (PADB) Bali dan Keluarga Besar Puri Agung Bunutin, Bangli, Selasa (15/5) lalu.

GANTI RUGI BLBI

Densus Amankan 10 Terduga Teroris

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, Kamis kemarin mengatakan, adanya sinyal kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate) menjaga pergerakan mata uang rupiah. ‘’RDG BI kemungkinan naikkan suku bunga. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya BI mensinyalkan potensi kenai-

kan suku bunga,’’ katanya. Kenaikan suku bunga, lanjutnya, salah satunya mempertimbangkan stabilitas rupiah yang telah mengalami tekanan cukup dalam. Ada ruang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps sehingga menjadi 4,5 persen. Namun, ia mengatakan, meningkatnya ketidakpastian eksternal terutama eks-

pektasi naiknya suku bunga the Fed, ketidakpastian perdagangan AS-Tiongkok, serta isu geopolitik cenderung menjaga pergerakan dolar AS sehingga apresiasi rupiah relatif terbatas. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa pergerakan dolar AS cenderung tertahan, mengingat apresiasi dolar AS sudah cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir ini. ‘’Namun, dolar AS tetap defensif meskipun secara teknikal telah tinggi nilainya,’’ katanya. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (17/5) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi 14.074 dibandingkan posisi sebelumnya 14.094 per dolar AS. (ant)

Ekspor Bali

Pertanian Salip Sektor Kerajinan Saat ini ekspor dari Bali tak lagi dikuasai barang kerajinan. Komoditi pertanian kini menduduki posisi nomor satu. Mengalahkan sektor kerajinan. Besarnya 55,17 persen dari total ekspor pada tahun 2017. Sementara sektor kerajinan hanya 25,43 persen. KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Putu Astawa menyatakan, lesunya ekspor produk asal Bali karena daya saing pengusaha Bali lemah. Berdasarkan data statistik ekspor Bali triwulan I 2018 naik 13,71 persen (yoy). Naik, namun tidak signifikan kalau dibandingkan impor Bali. Sebab, kenaikan impor Bali triwulan I 2018 yaitu 180,36 persen (yoy). Menurut data Disperindag tahun 2017, ekspor Provinsi Bali pada tahun 2017 naik 18,34 persen. Kenaikan ini lebih rendah dari tahun 2016 yang saat itu naik 19,29 persen.

Ekspor didominasi komoditi pertanian sebesar 55,17 persen, terbesar kedua hasil kerajinan (25,43), hasil industri (18,78) hasil perkebunan 0,33 persen. Selain daya saing lemah, kemampuan penetrasi pasar ke negara lain dan memelihara pasar yang sudah ada juga belum optimal. Penetrasi pasar yang belum optimal lantaran dukungan dana yang terbatas. Maka dari itu promosi harus digencarkan. Diakuinya, kenaikan dolar berdampak bagi pengusaha yang bahan bakunya impor. ‘’Yang bahan bakunya bukan impor tentu menguntungkan,’’

pungkasnya. Memang keluhan bahan baku kerap disampaikan perajin. Pemerintah pun telah memiliki jurus KITE (kemudahan impor tujuan ekspor) untuk memudahkan pengusaha dalam mendapatkan bahan baku. Namun kesulitan bahan baku tidak hanya dialami pengusaha yang mendapatkan bahan baku dari luar negeri tetapi juga dalam negeri. (kmb42)

UNGGULAN - Buah manggis menjadi salah satu unggulan ekspor Bali di sektor perkebunan. Bali Post/dok


denpasar

2 figur

Bahas Ranperda RDTR

Pansus Minta Pihak Pelabuhan Benoa Diundang

Celah Pendapatan PEMPROV Bali baru-baru ini mengajukan Ranperda tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah. Yakni terkait peningkatan penerimaan daerah yang tidak termasuk dalam jenis pajak daerah dan retribusi daerah. “Itu kan di antaranya RS Bali Mandara, Jamkrida, BUMD dan bunga deposito. Sekarang kita mau kaji lagi,” ujar Ketua Pansus Ranperda Tjok Gede Asmara Putra Sukawati, Kamis (17/5) kemarin. Anggota Komisi II DPRD Bali ini mengatakan, pihaknya segera melakukan studi banding ke provinsi lain. Sebagai contoh, Yogyakarta yang memiliki pendapatan hampir sama dengan Bali. Pihaknya akan mengadopsi hal-hal positif dari provinsi itu untuk mengoptimalkan pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. “Meskipun pemerintah tidak mengejar keuntungan yang besar, tapi itu tetap merupakan income (pendapatan - red). Harus diupayakan juga agar tidak merugi,” jelas politisi Demokrat asal Gianyar ini. Ia menegaskan, pemerintah juga bisa mengupayakan celah pendapatan dari penyewaan aset berupa tanah dan gedung, sebagai bentuk kekayaan yang dipisahkan. (rin)

Bali Post/eka

Kumawa dan Eko Supriadi, Kamis (17/5) kemarin, mengatakan pembahasan Ranperda RDTR masih cukup panjang. Bahkan pihaknya sudah meminta kepada Dinas PUPR untuk mengundang beberapa pihak, seperti Pelabuhan Benoa. Selain itu, Pansus juga meminta Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Denpasar juga untuk diundang. “Kami ingin mendapat penjelasan kepada dua instansi ini, karena masih ada beberapa yang perlu di perdalam,” ujar Suadi Putra. Pada rapat kerja sebelumnya juga mengemuka sejumlah persoalan yang perlu dibahas lebih khusus. Seperti luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang jauh di bawah yang diamanatkan UU tentang Penataan Ruang. Kabid Penataan Ruang

Denpasar (Bali Post) – Ranperda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dibahas secara intensif oleh Pansus XV DPRD Denpasar dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Setelah sempat melakukan rapat kerja, Pansus menilai perlu meminta penjelasan dari pihak Pelabuhan Benoa terkait rencana pengembangannya karena terdapat beberapa persoalan teknis yang perlu dikoordinasikan lebih detail. Oleh karena itu, Pansus meminta Pemkot Denpasar melalui Dinas PUPR untuk mengundang pihak Pelabuhan Benoa sebelum Ranperda RDTR ini disahkan. Ketua Pansus XV Wayan Suadi Putra didampingi anggotanya, Ketut Suteja

Antisipasi Teroris

Duktang Wajib Lapor Diri Harus Digalakkan

Denpasar (Bali Post) -

Aksi teroris yang terjadi beberapa hari belakangan ini membuat Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto perihatin. Oleh karena itu, mengantisipasi aksi teroris di Bali, Pangdam mengimbau masyarakat lebih peduli terhadap perkembangan lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu, kewajiban penduduk pendatang lapor diri 1x24 jam kepada klian banjar harus digalakkan. Apalagi di Bali akan digelar konferensi IMF dan Word Bank (WB). “Kami menyampaikan keperihatinan atas terjadinya teror beberapa hari lalu yang berlangsung di wilayah Indonesia. Berkaitan dengan itu, Bali yang akan menghadapi kegiatan IMF dan Word Bank menjadi pertaruhan kehormatan bangsa, dan jangan sampai terganggu kegiatankegiatan terorisme,” ujar Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat wawancara khusus dengan Bali TV di Makodam, Kamis (17/5) kemarin. Pangdam Benny Susianto menambahkan, TNI bersama kepolisian bersinergi dengan unsur-unsur komBerita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

ponen bangsa lainnya untuk terus meningkatkan keamanan di wilayah Bali, sehingga tercipta Pulau Dewata yang aman dan kondusif. “Saya mengimbau kepada masyarakat untuk kembali lagi peduli terhadap lingkungannya. Aturan 1 x 24 jam wajib lapor diri bagi tamu-tamu yang datang di wilayah Bali harus benarbenar dilakukan,” harapnya. Pangdam Benny Susianto mengingatkan, krama Bali juga harus betul-betul peduli dengan kondisi lingkungannya, apalagi masyarakat khususnya di Denpasar sangat heterogen. Dengan demikian, diharapkan kepedulian masyarakat untuk wajib lapor ini terhadap perkembangan situasi yang terjadi di wilayahnya, menjadi langkah strategis yang

Bali Post/ist

DIPERKETAT - Penjagaan pintu masuk Mapolres Badung diperketat terkait maraknya aksi teror. mampu mencegah terjadinya tindakan-tindakan teroris di wilayah Bali. Sementara itu, Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta mengatakan, berbagai aksi teror yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia jangan sampai membuat takut. Oleh karena itu, kepolisian memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan meng-

gandeng seluruh stakeholder untuk bergandengan tangan menciptakan keamanan. “Bhabinkamtibmas bersama tokoh desa adat menggencarkan pemeriksaan yang intensif terhadap para penduduk tak permanen. Selain itu, anggota kami melakukan komunikasi dengan pengaman swakarsa, seperti pecalang dan pengamanan intern lainnya,” ujarnya. (kmb36)

Belum Penuhi Syarat

KPU Imbau Balon DPD Rampungkan Perbaikan Lebih Awal

Denpasar (Bali Post) KPU Bali mengimbau delapan bakal calon (balon) Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI yang masih belum memenuhi syarat, untuk merampungkan perbaikan lebih awal. Terutama dalam menghimpun dukungan dan melakukan input ke Sistem Informasi Perseorangan Peserta Pemilu (SIPPP), kendati masa perbaikan masih berlangsung hingga 20 Mei mendatang. “Hari terakhir memang tanggal 20 Mei pukul 24.00 Wita. Tapi karena ini adalah pekerjaan administrasi yang membutuhkan ketelitian dan keakuratan, tentu jika lebih awal diserahkan akan lebih baik. Jadi, lebih banyak waktu untuk mencermati itu,” ujar Ketua KPU Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dikonfirmasi, Kamis (17/5) kemarin. Raka Sandi mengaku sudah

memberikan supervisi dan menyamakan persepsi dengan LO atau penghubung balon DPD yang belum memenuhi syarat, dalam rapat koordinasi kemarin. Pihaknya tidak ingin ada balon DPD yang sebetulnya bisa memenuhi jumlah dukungan, ternyata tidak memenuhi syarat karena kurang memahami hal-hal teknis. Sebagian besar LO memang dikatakan sudah menghimpun dukungan baru, bahkan melebihi jumlah kekurangan sebelumnya. Sebagian lagi bahkan telah meng-input ke dalam SIPPP. “Ini kan proses masih berjalan. Secara umum mereka menyatakan kesiapannya untuk melengkapi, kemudian sedang dikerjakan. Nanti kita akan lihat perkembangannya, kalaupun ada kendala hanya pertanyaan-pertanyaan teknis menyangkut tata cara administrasi dan input ke SIPPP,”

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Duktang Wajib Lapor Diri Harus Digalakkan Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

Jumat Pon, 18 Mei 2018

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

jelasnya. Mengenai dukungan yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Raka Sandi mengatakan pihaknya sudah bersurat ke KPU-RI. Pada intinya memberikan masukan kepada KPU-RI agar memperhatikan masalah DPT ini. Pasalnya, sangat menyangkut hak masyarakat untuk memberikan dukungan. Menurut ketentuan, daftar pemilih yang dipakai adalah DPT terakhir. Bisa jadi DPT Pemilu 2015, 2017, dan 2018 terkait pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Bali. “Kami sudah cek. Memang kalau dari data, ada yang memang belum masuk dalam DPT Pilgub, tapi ada juga yang sudah. Terhadap hal ini, kami menunggu karena waktu juga masih ada. Saya sudah sampaikan agar KPU-RI memperhatikan aplikasi yang ada,” tandasnya. Sebelumnya diberitakan, delapan nama balon DPD yang belum memenuhi syarat sesuai hasil penelitian administrasi adalah Ni Made Ayu Sriwathi, I.B. Ketut Purbanegara, Ngurah Sugiarta, Sri Wigunawati, I Wayan Adnyana, I Nengah Wiratha, Gede Lanang Darma Wiweka, dan I Gusti Made Ngurah. Balon DPD yang tidak memenuhi syarat hingga masa perbaikan habis akan dinyatakan gugur dan tidak bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya. (kmb32)

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Denpasar Ir. I Gede Cipta Sudewa, M.T. mengungkapkan, ada regulasi yang berubah dalam menentukan RTH. Jika sebelumnya sawah masih bisa dimasukkan dalam luasan RTH, dalam regulasi baru sawah tidak bisa dimasukkan ke dalam RTH. Akibat kebijakan tersebut, luasan RTH di Denpasar sangat minim karena berada jauh di bawah yang diamanatkan dalam UU Penataan Ruang, yakni 20 persen. Sedangkan Denpasar hanya memiliki 5,83 persen saja. Namun, masih ada peluang yang bisa digunakan untuk memperluas RTH di Denpasar. Salah staunya yakni menetapkan sawah dijadikan status PL 1 atau penggunaan lain. Syaratnya, yakni harus

ada peraturan yang menetapkan sawah ke dalam LP2B atau lahan pertanian pangan berkelanjutan. “Ini yang harus kita lakukan untuk bisa memenuhi syarat luasan RTH,” jelas Cipta Sudewa. Selain itu, kata Cipta Sudewa persoalan krusial yang mengemuka dalam peta dasar yang akan dijadikan dasar untuk Perda RDTR yakni batas-batas wilayah yang belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi riil. Namun, peta dasar ini sudah mendapat persetujuan dan telah ditanda tangani kementerian terkait. “Luasan Kota Denpasar terkoreksi sekitar 272 hektar lebih, karena alat pengukuran yang digunakan sebelumnya belum sedetail alat yang digunakan kali ini,” ujarnya. (kmb12)

Korban Kasus Penipuan ”Online” Sampai Jual Aset

Denpasar (Bali Post) Terkait penangkapan sindikat cyber fraud (penipuan online), Kepolisian Tiongkok mendatangi Polda Bali yang diterima langsung Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, Rabu (16/5). Dari pertemuan tersebut terungkap jika korban kasus tersebut sampai menjual asetasetnya untuk memenuhi permintaan pelaku. Dikonfirmasi Kamis (17/5) kemarin, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan empat anggota Kepolisian Tiongkok yang datang yaitu Yang Jin Bi, Yang Jin Zhi, Li Fu Quan dan Liu Shi Jun. Sedangkan Wakapolda didampingi Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan. “Pertemuan itu membahas keberhasilan Polda Bali dalam mengungkap kasus penipuan online, di mana pelakunya ratusan warga Tiongkok. Dua institusi kepolisian ini sepakat meningkatkan kerja sama dalam menangani tindak kejahatan lintas negara atau transnational crime seperti cyber crime, narkoba dan perdagangan manusia,” ujarnya. Pada kesempatan itu, kata Hengky Widjaja, Director of Criminal Investigation Tianjin Provincial Police Yang Jin Bi mengapresiasi Polda Bali karena mampu mengungkap tiga sindikat besar kasus cyber fraud dengan jumlah tersangka 105 orang. Selain itu, barang bukti yang diamankan juga lengkap dan bisa diper-

Bali Post/ist

KUNJUNGAN - Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha saat menerima kunjungan perwakilan Kepolisian Tiongkok. tanggungjawabkan untuk menjerat para tersangka saat diproses hukum di Tiongkok. “Yang Jin Bi menyampaikan kasus cyber fraud paling dibenci oleh Kepolisian Tiongkok, karena para korbannya akan menjual aset untuk memenuhi permintaan para tersangka. Pelaku sering merubah modus operandinya dengan mencari tempat yang baru, terutama di wilayah Asia Tenggara,” ujarnya. Sementara itu, Brigjen Sunartha menyampaikan bahwa pengungkapan kasus cyber fraud oleh Polda Bali sebanyak delapan kali. Ia berharap dengan pengungkapan ini, mempererat kerja sama antara Polda Bali dengan

Kepolisian Tiongkok. Mantan Kabinda Bali ini menyampaikan, Bali merupakan destinasi wisata dunia. Jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali menempati urutan pertama. Untuk itu, Wakapolda menyarankan agar pemerintah Tiongkok ikut melakukan pengawasan. “Bapak Wakapolda menyampaikan Polda Bali sedang gencar menertibkan administrasi wisatawan, terutama penyalahgunaan visa. Terkait kerja sama tersebut tidak hanya untuk cyber crime saja, tapi bisa berlanjut pada pemberantasan narkoba dan perdagangan manusia,” tegasnya. (kmb36)

Pemkab Badung Gelar Rakor Keamanan Wilayah

Wabup Suiasa Minta Desa/Kelurahan Bentuk Tim Terpadu

GUNA meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Badung, pemerintah desa dan kelurahan diminta untuk membentuk Tim Terpadu. “Kami minta desa/kelurahan membentuk Tim Terpadu di wilayahnya masing-masing. Hal ini untuk meningkatkan pengamanan wilayah, seiring terjadinya ancaman terorisme di tanah air,’’ tegas Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri Rapat Koordinasi Keamanan Wilayah Kabupaten Badung di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Kamis (17/5) kemarin. Rakor tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Badung, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Badung, Kandep Agama, para camat, perbekel/lurah, bendesa adat, Satgas Linmas serta unsur pecalang se-Kabupaten Badung. Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rakor yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari TNI/Polri, FKUB, hingga Satgas Linmas dan pecalang. Hal ini sangat positif dalam meningkatkan kewaspadaan, ketertiban dan keamanan wilayah Bali, khususnya Badung, agar tidak terjadi aksi terorisme. “Kami mengajak semua komponen masyarakat ikut menjaga keamanan wilayahnya. Saat ini Pemkab Badung bersama Forkompinda juga telah rutin setiap bulan melaksanakan koordinasi dan sudah sepakat membentuk Forum Antisipasi dan Pencegahan Terorisme di Badung,” terang Suiasa. Guna mengantisipasi aksi terorisme, lanjut Wabup Suiasa, Pemkab Badung telah melakukan upaya antisipasi melalui kegiatan sesuai konsep ajaran agama Hindu yakni Tri Hita

RAPAT KOORDINASI - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri Rapat Koordinasi Keamanan Wilayah Kabupaten Badung di Puspem Badung, Kamis (17/5) kemarin. Karana. Pertama, di bidang parahyangan Pemkab Badung bersama FKUB dan seluruh komponen telah melaksanakan kegiatan doa bersama di Pusat Peribadatan Puja Mandala Nusa Dua. Kedua, di bidang pawongan telah diadakan rapat koordinasi pengamanan wilayah seperti sekarang ini dengan menghadirkan narasumber dari Polresta Denpasar, Polres Badung, Kodim 1611/Badung dan Badan Intelijen Negara (BIN) wilayah Bali. Dari rakor ini, Suiasa juga minta di masingmasing Desa/Kelurahan untuk kembali melakukan rapat terkait kamtibmas dengan melibatkan tokoh agama, tokoh politik, tokoh lintas profesi termasuk

pensiunan purnawirawan TNI maupun Polri. “Kami minta para tokoh masyarakat dalam menyampaikan informasi terkait kondisi keamanan maupun informasi lainnya agar memberikan informasi yang benar dan menyejukkan, tidak provokatif bahkan kecam-mengecam,” tambah Suiasa. Ketiga, di bidang palemahan diharapkan tim terpadu di desa/kelurahan untuk meningkatkan kegiatan patroli serta rutin melakukan penertiban penduduk tidak permanen. “Kalau menemui penduduk yang tidak jelas identitasnya, jangan segan-segan menindak dan meminta segera kembali ke asalnya,” tegas Suiasa. (ad943)


Jumat Pon, 18 Mei 2018

BADUNG

3

Bupati Hadiri ”Karya Melaspas” Balai Banjar dan Pura Melanting Banjar Batu Bayan, Taman

Bali Post/kmb23

SIDANG TIPIRING - Sejumlah pelanggar perda mengikuti sidang tipiring di Kantor Camat Kuta, Kamis (17/5) kemarin.

Satpol PP Tipiringkan 71 Duktang

Mangupura (Bali Post) Guna menegakkan pelaksanaan Perda Nomor 7 Tahun 2016 tentang Ketenteraman dan Ketertiban umum, pihak Satpol PP Badung melakukan sidang tindak pidana ringan (tipiring) terhadap sejumlah pelanggar, Kamis (17/5) kemarin. Ada tiga jenis pelanggaran yang disidangkan, yaitu ketertiban usaha pariwisata, tertib jalan dan trotoar serta tertib administrasi kependudukan. Pada sidang tipiring yang digelar di Kantor Camat Kuta, tercatat 71 orang pelanggar administrasi kependudukan atau penduduk pendatang (duktang) dan 36 pelanggar usaha pariwisata, tertib jalan dan trotoar disidangkan. Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Badung IGAK Suryanegara, 71 o r a n g p e l a n g g a r a d m i nistrasi kependudukan itu mulai dari tidak memiliki identitas seperti KTP ataupun masa aktif kartu identitas dirinya sudah berakhir. Sebelumnya sidak duktang dilakukan pada tiga kelurahan yakni Kelurahan Kuta, Kedonganan, dan Seminyak. Sidak ini dilakukan masing-masing kepala lingkungan pada tiga kelurahan tersebut dengan melibatkan unsur Satpol PP, Linmas, dan dibantu oleh pihak TNI/Polri. Menurut Suryanegara, gelaran sidak tertib administrasi kependudukan ini juga berkaitan dengan kejadian teror yang terjadi di luar Bali. “Masalah ke-

amanan juga merupakan bagian dari tanggung jawab Satpol PP melalui tertib kependudukan. Dalam menjamin keamanan, kami bekerja sama dengan linmas untuk mengefektifkan patroli dan pengamanan lingkungan,” ujarnya. Tindak lanjut dari penertiban ini, kata Suryanegara, memang dilakukan melalui sidang tipiring. Dalam sidang kemarin, hakim mengganjar para pelanggar tertib usaha pariwisata dengan denda Rp 500.000 dan pelanggar tertib jalan dan trotoar dikenakan denda Rp 100.000. Sementara pendudukan yang tak melengkapi diri dengan administrasi kependudukan dikenai denda Rp 100.000. “Pelanggar yang tak sanggup membayar denda dalam satu minggu, untuk pelanggar usaha pariwisata akan dijatuhi hukuman kurungan selama satu bulan. Kalau pelanggar kependudukan tidak membayar tiga hari dijatuhi hukuman kurungan 10 hari,” tambahnya. Terkait pelanggaran usaha pariwisata yang dimaksud, karena yang bersangkutan tidak melengkapi salah satu perizinan. Atau hanya baru pada tahapan perizinan, misalnya izin prinsip, UKL/UPL, IMB dan izin operasional. “Kami mengarahkan mereka setelah sidang ini untuk datang ke Dinas Perizinan untuk mengurus izin. Dalam hal ini kami selalu mengedapankan langkah preventif dan persuasif,” tegasnya. (kmb23)

Tangkal Rabies, Pemkab Sebar Puluhan Tim Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan meningkatkan konsentrasi dalam menanggulangi bahaya rabies. Setidaknya ada 20 tim yang sudah disiagakan guna menangani kasus yang disebabkan oleh hewan penular rabies (HPR). Plt. Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Putu Oka Swadiana mengatakan, pencegahan rabies akan dilakukan melalui program vaksinasi rabies massal secara gratis. Ditargetkan 92.000 HPR, baik hewan peliharaan maupun liar akan tervaksin. Wilayah yang disasar pertama untuk tahun ini adalah Kecamatan Abiansemal. “Kami sudah membentuk 20 tim untuk program v a k s i n a s i ka l i i n i . S etiap tim terdiri dari lima orang, yakni satu orang dokter hewan, satu orang petugas pencatat dan tiga orang penangkap hewan dengan membawa jaring,” ujar Oka Swadiana, Kamis (17/5) kemarin. Menurut Oka Swadiana, program vaksinasi

akan menyasar 92.000 ekor HPR di wilayah Badung. Pemerintah setempat telah menyiapkan dana melalui APBD Kabupaten Badung mencapai Rp 1 miliar. “Ini merupakan kegiatan kesembilan yang pencanangannya sejak April lalu,” katanya. Mengenai ketersediaan vaksin, Oka Swadiana mengakui sangat mencukupi karena sudah ada anggaran dari APBD Badung sebesar Rp 1 miliar, termasuk sharing dari APBN dan APBD Provinsi Bali. “Meski belum ada kasus rabies tahun ini, namun kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies sudah dilaksanakan mulai Rabu (16/5) di Desa Bongkasa, Abiansemal,” terangnya. Oka Swadiana menegaskan, pada 2017 lalu memang terdapat delapan kasus rabies di Kabupaten Badung. Namun pada tahun 2018, tepatnya hingga pertengahan Mei ini masih nihil kasus. “Sampai 17 Mei nihil kasus. Kami berharap kasus tidak ada lagi ke depannya,” ujarnya. (kmb27)

RAMPUNGNYA pembangunan Balai Banjar dan Pura Melanting Banjar Batu Bayan, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, masyarakat setempat melaksanakan Karya Ngenteg Linggih, Melaspas, Mendem Padagingan dan Caru Rsi Gana. Rangkaian karya ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi anggota DPRD Badung I Nyoman Dirgayusa, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit sucipta, Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Surya Jaya beserta Tripika Kecamatan serta tokoh masyarakat, Rabu (16/5). Untuk meringankan beban masyarakat, Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana upakara sebesar Rp 358 juta. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan, kebanyakan waktu masyarakat habis di adat dan dana masyarakat banyak habis untuk melakukan yadnya. Oleh karena itu, pemerintah selalu hadir di tengah-tengah ma-

syarakat untuk meringankan beban krama. Di samping itu, Bupati Giri Prasta juga menyampaikan pembangunan di Kabupaten Badung berdasarkan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang mencakup lima program skala prioritas, meliputi pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, seni, adat, agama dan budaya serta pariwisata. “Program prioritas ini telah diimplementasikan melalui kegiatan bedah rumah, pendidikan dengan laptop dan seragam gratis, kesehatan gratis, santunan kematian, santunan penunggu pasien serta PBB gratis. Proses lahir, hidup dan mati dari masyarakat ditanggung oleh Pemkab Badung,” terangnya. Ketua Panitia Karya I Nyoman Sukadana melaporkan, Banjar Batu Bayan terdiri dari 46 warga pangarep dan 88 warga pangele. Pelaksanaan karya Ngenteg Linggih

MENGHADIRI - Bupati Giri Prasta saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih di Banjar Batu Bayan, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Rabu (16/5). yang puncaknya pada 17 Mei 2018, mendapat dukungan penuh dari Bupati Badung yang memberikan dana hibah sebesar Rp 358 juta. Selain itu, untuk pembangunan Balai Banjar dan Pura Melant-

ing sebesar Rp 1,6 miliar dari APBDes Desa Taman. “Kami masyarakat Batu Bayan sudah sepakat untuk mendukung program pemerintah dan arahan Bapak Bupati Badung,” pungkasnya. (ad944)


Daerah

4

Senator RI Bantu Kawal Hak Tanah Puri yang Ditempati ”Pekandelan’’

Shri Arya Wedakarna Saksikan Penyerahan Sertifikat Tanah Milik Puri Taman Marga

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E

PIALA – Wakil UKM PMI Stikes Wira Medika Bali menerima piala dari PMI Kota Denpasar setelah sukses merebut juara III dalam lomba Voscom.

Wira Medika Raih Juara Voscom Se-Kota Denpasar DALAM memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Bulan Sabit Merah Sedunia pada 8 Mei 2018, PMI Kota Denpasar mengadakan donor darah di hari yang sama yang dilaksanakan di Markas PMI Kota Denpasar. Kegiatan kemanusiaan ini diikuti oleh PMI se-Kota Denpasar. Selanjutnya pada 14 Mei, PMI Kota Denpasar mengadakan lomba Voskom (Volunteer Skill Competition). PMI Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan ini guna menunjang skill anggotanya. Lomba Voscom terdiri atas tiga

subbidang yaitu tes tulis, P3 (Praktik Pertolongan Pertama) dan Presentasi tentang cara penanganan bencana/konflik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ALB (Anggota Luar Biasa) se-Kota Denpasar. Hadir Ketua PMI Provinsi Bali, Ketua PMI Kota Denpasar dan KSR se-Kota Denpasar. Salah satu anggota ALB PMI Kota Denpasar adalah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) KSR Stikes Wira Medika Bali. Berkesempatan menjadi peserta lomba Voscom, UKM KSR Stikes Wira Medika Bali mengukir prestasi sangat membanggakan

B R A N D I N G D I S I N I

karena berhasil meraih juara III. Ketua Stikes Wira Medika Bali I Dewa Agung Ketut Sudarsana mengatakan, UKM PMI Stikes Wira Medika Bali merupakan UKM yang sangat terstruktur dan sudah lama aktif dalam setiap kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI Kota Denpasar, sehingga sangat pantas merebut juara. ‘’Jangan pernah puas dengan prestasi. Harus selalu berjuang dan optimis mendapatkan prestasi terbaik baik regional, nasional maupun internasional,’’ ujar Ketut Sudarsana. (ad947)

Sidang Kasus Narkoba

Jro Jangol Susul Istrinya Dituntut 15 Tahun

C E R I T A S U K S E S

Jumat Pon, 18 Mei 2018

Bali Post/eka

SIDANG - Terdakwa Jro Gede Komang Swastika (Mang Jangol) menuju ruang sidang di PN Denpasar. Denpasar (Bali Post) Sempat tertunda beberapa waktu lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Narapati dkk., Kamis (17/5) kemarin akhirnya membacakan tuntutan perkara narkoba dengan terdakwa Jro Gede Komang Swastika alias Jro Jangol. Mantan Wakil Ketua DPRD Bali dari Partai Gerindra ini oleh jaksa dituntut hukuman penjara selama 15 tahun pidana dan denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan penjara. Itu artinya terdakwa ikut menyusul tuntutan istrinya, Ratna Dewi, yang terlebih dahulu dituntut 15 tahun penjara oleh jaksa

dari Kejari Denpasar. Jaksa mengatakan, Jro Jangol terbukti bersalah terkait kasus dugaan permufakatan jahat dan jual-beli narkotika jenis sabu-sabu. Terdakwa Jro Jangol telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik, sebagaimana dalam ketentuan Pasal 114 ayat (1) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ‘’Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, untuk menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 15 tahun penjara dikurangi sepenuhnya selama terdakwa berada dalam tahanan,’’ ucap jaksa Dewa Arya Lanang Raharja saat membacakan tuntutan. Dalam dakwaan jaksa disebutkan bahwa mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jualbeli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I. Jaksa Dewa Arya Lanang di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi terlebih dahulu menyampaikan sejumlah pertimbangan. Yang memberatkan, terdakwa adalah Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali yang seharusnya memberikan contoh teladan bagi masyarakat. Terdakwa masuk dalam daftar pencarian orang dan perbuatannya bertentangan dengan upaya pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas segala jenis peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika. Sementara yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan berstatus sebagai tulang punggung keluarga. Terhadap tuntutan itu, terdakwa melalui tim penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan atau pledoi. ‘’Kami akan mengajukan pembelaan tertulis pada sidang selanjutnya,’’ ujar Iswahyudi didampingi Rinata selaku kuasa hukum Jro Jangol. (kmb37)

Oknum Notaris Dihukum Dua Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan jual-beli tanah yang merugikan korban Rp 3,2 miliar, oknum notaris terdakwa Ni Ketut Alit Astari, Kamis (17/5) kemarin dihukum selama dua tahun penjara dikurangi masa penahanan. Wanita berusia 43 tahun ini oleh majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 374 KUHP atas penggelapan. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar sebelumnya, JPU I Made Mudita sempat menghadirkan saksi korban yaitu Tugiman dan Sri Haryani. Dalam keterangannya, korban Tugiman mengaku

awalnya ditawari membeli sebidang tanah di kawasan Jalan Taman Giri Mumbul, Kuta Selatan, Badung, sekitar tahun 2013 lalu. Korban mendatangi terdakwa sebagai notaris yang berkantor di Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar. Dari keterangan notaris saat itu, tanah yang akan dibeli korban seluas 19 are adalah miliknya. Tanah itu didapat dari upah mengurus pensertifikatan milik I Made Rupit dan I Ketut Kasir. ‘’Saya langsung buat ikatan jual-beli dan menyerahkan uang tanda jadi kepada notaris Rp 257 juta,’’ jelas korban. Setelah itu, selama rentang waktu 2013, korban membayar secara bertahap tanah tersebut kepada Notaris Ketut Alit hingga total pembayaran keseluruhan Rp

3.257.000.000. ‘’Uang itu ada yang dibayar secara cash (tunai) dan transfer rekening,’’ lanjut saksi korban. Setelah pembayaran lunas, korban menanyakan sertifikat tanah tersebut. Namun, pihak notaris selalu berkilah dan terus menjanjikan sertifikat. Karena tak kunjung diberikan, korban mendatangi rumah notaris dan bertemu dengan suami notaris. Dijelaskannya, sertifikat tanah tersebut masih dijaminkan pada seseorang bernama Debora. ‘’Waktu itu suami notaris yang cerita. Ada Bu Alit (terdakwa) juga waktu itu,’’ ungkap korban Tugiman dan istrinya kala itu. Oleh karena tak kunjung mendapatkan sertifikat, korban akhirnya memilih melaporkan kasus ini ke Polda Bali. (kmb37)

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya turun tangan setelah mendapatkan pengaduan dari Panglingsir Puri Taman Marga, Tabanan, terkait dipersulitnya penyerahan sertifikat tanah oleh sejumlah kantor pemerintah. Ceritanya berawal dari hadirnya A.A. Dharma Adi, S.H. dan A.A. Adhiwara Putra, S.H. mewakili keluarga besar Puri Taman Marga untuk bertemu dengan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di Istana Mancawarna Tampaksiring dengan tujuan menceritakan kendala yang dihadapi oleh pihak puri terkait hak puri tentang tanah milik puri yang ditempati oleh sejumlah pekandelan. Dalam pertemuan di Istana Mancawarna, Shri Arya Wedakarna memberikan sejumlah petunjuk dan nasihat kepada panglingsir puri terkait beberapa dokumen dan hal teknis yang diperlukan untuk meyakinkan pihak BPN dan kepala desa terkait status tanah dimaksud sembari berjanji turun langsung ke Marga. Astungkara, setelah pertemuan di Tampaksiring dan dengan arahan DPD-RI Bali, akhirnya proses penyerahan sertifikat tanah dimaksud bisa dilaksanakan lebih cepat dari jadwal RDP DPD-RI. Kini, pihak puri telah

PURI MARGA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama A.A Dharma Adi, S.H. (Panglingsir Puri Taman) dan Angga Puri di Marga, Tabanan. mendapatkan haknya dengan diserahkannya sertifikat oleh pihak berwenang. Pihak puri menyampaikan banyak terima kasih atas perhatian Shri Arya Wedakarna. ‘’Kami atas nama keluarga besar Puri Taman Marga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pengawalan terkait duwe puri ini ke hadapan Shri Gusti Arya Wedakarna. Dengan pengaruh beliau, astungkara hal ini bisa diselesaikan dengan baik dan kini puri telah mendapatkan haknya. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,’’ ungkap A.A. Dharma Adi, panglingsir puri. Ditemui usai persembahyangan di Merajan Puri Taman, Shri Arya Wedakarna mengapresiasi kinerja BPN Tabanan

dan Kepala Desa Marga yang telah menjalankan prinsip kehati-hatian sekaligus mengingatkan bahwa ada wilayah yang seharusnya tidak dicampuri oleh aparat pemerintah. ‘’Semoga hal ini bisa jadi pelajaran, bahwa ada urusan internal keluarga atau puri yang seharusnya tidak dicampuri terlalu jauh oleh BPN dan desa. Seperti bagaimana urusan pekandelan yang sesungguhnya sudah dilakukan secara turun-temurun oleh leluhur di puri. Jangan sampai program baik milik Presiden Joko Widodo yakni menyediakan akses tanah yang mudah untuk rakyat malah dipersulit. Syukurlah dengan pengawalan DPD-RI, semua ini sudah selesai. Niki berkat leluhur semua,’’ ujar Shri Arya

Wedakarna. Sebelum melakukan pertemuan di Kantor Desa, Senator Wedakarna menyempatkan hadir masimakrama di Puri Taman Marga dan diterima oleh Ratu Aji dan Ratu Biang serta angga puri. Untuk menjaga Sesana Ksatria Dalem, Shri Arya Wedakarna hadir berdoa di Merajan Puri sebelum beramah tamah. ‘’Tiang senang sekali hubungan kekerabatan antara Puri Tegeh Kori dan Puri Taman Marga terjalin dengan baik. Pesan tiang mohon dijaga semua aset puri, karena puri adalah banteng agama Hindu dan budaya Bali. Jika puri di Bali hancur, agama Hindu akan musnah. Tiang mohon rapikan semua aset duwe tengah dan pertahankan sampai titik darah penghabisan karena pertiwi (tanah) adalah harta paling berharga yang merupakan simbol dari kedaulatan puri. Tiang akan dukung terus perjuangan semeton puri. Ini bagian dari Satyagraha,’’ papar Shri Arya Wedakarna. Sebelum berakhirnya acara, Wedakarna menyerahkan seperangkat lampu kristal Chandeliers asal Eropa kepada pihak Puri Taman untuk memperindah puri. Tradisi menyerahkan kristal ini kerap dilakukan para raja/ratu di masa lalu dan bertahan hingga ratusan tahun. (ad948)

Kasus Meninggalnya Pelajar SMP

Pelaku Kekerasan Seksual Terancam Hukuman Mati

Tabanan (Bali Post) Setelah proses yang cukup panjang akhirnya kasus kekerasan seksual hingga menyebabkan korban LDGS (14), pelajar SMP, meninggal dunia oleh pelaku Gung De Wiradana, memasuki tahap baru. Kamis (17/5) kemarin dilakukan penyerahan tahap kedua tersangka berikut barang bukti kejahatan ke Kejari Tabanan setelah penyidikan dan pemberkasan di kepolisian dianggap tuntas. Terdakwa dijerat Pasal 81 ayat 5 dan Pasal 76d UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman mati. Penyidik Polres Tabanan menyerahkan terdakwa dan barang bukti kepada Kasi Pidum Rizal Sanusi dan Jaksa Penuntut Umum Made Rai Joni, Ratri dan Kadek Diah sekitar pukul 11.00 Wita. Setelah penyerahan, terdakwa diperiksa di ruang pemeriksaan Pidum Kejari Tabanan. Namun, penyerahan tahap kedua secara resmi baru

dilakukan sekitar pukul 14.00 saat penasihat hukum terdakwa, I Made Artayasa, tiba di Kejari Tabanan. Kasi Pidum Rizal Sanusi membenarkan adanya penyerahan tahap kedua kasus persetubuhan yang menyebabkan LGDS meninggal dengan terdakwa berikut barang bukti berupa kasur, bantal, dan pak-

aian korban. Bahkan, terdakwa Gung De Wiradana langsung dimintai keterangan sampai penasihat hukumnya datang mendampingi dalam pemeriksaan. ‘’Kami hanya menanyakan seputar proses kejadiannya termasuk kondisi kesehatan terdakwa. Selama pemeriksaan terdakwa bersifat kooperatif dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan,’’ katanya. Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 81 ayat 5 dan Pasal 76d dengan ancaman minimal 10 tahun, maksimal hukuman mati termasuk hukuman kebiri. ‘’Ancaman hukumannya memang sampai hukuman mati sesuai dengan UU yang baru karena korbannya anak-anak dan sampai meninggal,’’ jelas Rizal Sanusi.

Ditanya hal yang meringankan, Rizal menyebut sejauh ini tidak ada. Namun, diakuinya, terdakwa kooperatif saat diperiksa dan mengaku menyesal meski wajahnya datar sekali tanpa ekspresi. Untuk sementara, terdakwa dititip di Lapas Tabanan selama proses pemberkasan dan pembuatan dakwaan. ‘’Sebelum Lebaran, kami rencanakan kasusnya sudah dilimpahkan ke pengadilan,’’ ucapnya. Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, I Made Artyasa, menyatakan terkejut akan pasal yang dikenakan pada kliennya. Meski demikian, pihaknya akan terus mendampingi terdakwa. ‘’Ancaman pasal itu memang seperti itu, nanti kita lihat di pengadilan,’’ tandasnya. (kmb28)

Bali Post/kmb28

KE LAPAS - Terdakwa Gung De Wiradana (kiri) saat dibawa ke Lapas Tabanan usai pemeriksaan di Kejari Tabanan.

Tanah Pemprov Bali Dikelola Kabupaten/Kota

Minim Kontribusi, Berpotensi Hilang

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bali saat ini memiliki sekitar 4.000 bidang tanah di seluruh kabupaten/kota. Kendati hampir semuanya telah bersertifikat, pengelolaannya oleh pemerintah kabupaten/ kota malah menimbulkan kerancuan. Terutama menyangkut kontribusi terhadap pendapatan Pemprov Bali yang hampir tidak ada atau sangat minim. Jika dibiarkan, tanah-tanah itu juga berpotensi hilang. ‘’Sekarang pengelolaannya masih di kabupaten dan sering tidak jelas. Artinya, berpuluh tahun tidak jelas kontribusinya. Padahal sebenarnya ada aturannya itu. Sekian persen hasilnya untuk kabupaten, sekian persen untuk provinsi,’’ ujar Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai mengajukan Ranperda Penggunaan Tanah Penguasaan Pemerintah Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (15/5) lalu. Menurut Pastika, kontribusi dari tanah penguasaan Pemprov Bali selama ini sangat kecil, sehingga hampir tidak terasa. Oleh karena itu, perlu ada penyesuaian terhadap Perda Provinsi Tingkat I Bali Nomor 2 Tahun 1992 tentang Pemakaian Tanah yang Dikuasai oleh Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Bali. Dengan demikian, pengelolaan tanah-tanah itu

tidak saja memberikan manfaat bagi pemerintahan, tetapi juga ada kepastian bagi masyarakat penggarap serta kelestarian tanah itu sendiri. ‘’Kalau tidak diurus, lama-lama bisa hilang. Ada sertifikat tapi tanahnya tidak ada, kan kacau. Sudah jadi rumah atau jadi apa, kami tidak tahu, ini repot,’’ imbuhnya. Kekhawatiran Gubernur Bali cukup beralasan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Bisa saja di atas tanah Pemprov Bali berdiri bangunan yang tidak bisa digusur atau dipindahkan dengan mudah. Sebagai bentuk antisipasi, pihaknya terus mencari tanah-tanah penguasaan Pemprov Bali di seluruh kabupaten/kota. ‘’Setelah dicari, dipasangi pelang. Setelah dipasangi pelang, urus sertifikatnya. Itulah yang kami lakukan selama ini,’’ tandasnya. Ketua Pansus Ranperda Penggunaan Tanah Penguasaan Pemerintah Daerah I Ketut Tama Tenaya melihat memang masih banyak ada kerancuan dalam pengelolaan tanah-tanah negara, termasuk tanah dana bukti dan tanah milik Pemprov Bali. Selama ini di lapangan tak sedikit tanah negara atau pemerintah yang ditempati oleh banjar, menjadi perumahan masyarakat dan sebagian dikelola oleh

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

desa. Keberadaan ranperda nantinya akan memperjelas status tanah-tanah itu, di samping kontribusinya. ‘’Tanah Pemprov Bali yang diberikan pengelolaannya kepada kabupaten/kota, bisa hibah atau kontrak. Semua sudah ada aturan mainnya, jangka waktu dan nilainya. Tapi ini banyak yang rancu, karena di beberapa titik kami temukan tanah pemprov banyak diduduki masyarakat tanpa kontrak. Artinya, lama-lama bisa lenyap,’’ sebut Ketua Komisi I DPRD Bali ini. Tama mencontohkan di Kelurahan Benoa terdapat 4 hingga 8 hektar tanah Pemprov Bali sudah diduduki masyarakat dan menjadi permukiman kumuh. Siapa yang mengontrakkan tanah itu pun tidak jelas. Contoh-contoh seperti ini memerlukan pendataan lebih lanjut karena bisa menimbulkan sengketa. Seperti aset Pemprov di Bali Hyatt yang sampai saat ini masih bersengketa lantaran persoalannya dibiarkan sejak lama. ‘Kalau itu bisa dimanfaatkan optimal, sumber penghasilan ada untuk pemprov. Potensinya miliaran dengan catatan nilai kontrak atau sewa diperbarui melalui pembahasan ranperda. Selama ini terlalu kecil karena mengacu aturan lama,’’ pungkasnya. (rin)


daerah

Jumat Pon, 18 Mei 2018

5

Proyek ”Underpass’’ Simpang Tugu Ngurah Rai

Fokus Pengerjaan Penggalian dari Sisi Utara ke Selatan Mangupura (Bali Post) Progres pembangunan underpass simpang Tugu Ngurah Rai per tanggal 16 Mei 2018 sudah mencapai 62 persen. Kini, fokus utama pekerjaan penggalian dari sisi utara ke sisi selatan. Dari pantauan di lokasi proyek, penggalian di dalam bundaran untuk tunnel atau terowongan sudah tembus. Selanjutnya dikerjakan lantai underpass dan dinding. Ditemui di lokasi proyek, Kamis (17/5) kemarin, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Nyoman Yasmara mengatakan, pada akhir Mei ini, pihaknya akan melakukan penataan landscape di sekitar bundaran dan menyelesaikan pos untuk kontrol pompa. ‘’Sebelum Lebaran, frontage diharapkan sudah bisa berfungai maksimal. Kami optimis akhir Agustus underpass sudah dapat difungsikan,’’ ujarnya. Di dalam bundaran, kata Yasmara, akan dikembalikan fungsi taman seperti sebelumnya. Untuk penataan landscape akan ada penataan taman termasuk lighting-nya. Di sisi selatan karena menyangkut Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP), maka tidak diperbolehkan menempatkan lampu penerangan

jalan umum (LPJU) dengan ketinggian. ‘’Hanya cahaya di bawah. Penempatan lampu akan dilakukan di dinding underpass,’’ terangnya. Taman di dalam bundaran nantinya akan menjadi kawasan private dan bukan untuk umun. Karena di kawasan bundaran akan ada akses vital seperti ruang ventilasi, sehingga bila untuk area umum tentu sangat rawan bagi underpass. ‘’Yang bisa masuk hanya untuk pemeliharaan taman dari DKP dan petugas jaga pompa,’’ pungkasnya Untuk mengatasi genangan saat hujan, pada underpass akan dipasang lima pompa. Empat pompa difungsikan dan satu pompa sebagai cadangan. Guna mengatur sirkulasi udara di dalam tunnel, pada langi-langit underpass dipasangi lubang ventilasi 16 titik. Untuk akses masyarakat di zona 3 lengan utara sisi barat menuju ke Pura Karangasem sudah disiapkan pelikan crossing dan akses penyeberangan. Tunnel atau terowongan underpass panjangnya 132 meter, lebar 18 meter dan tingginya 5,2 meter. Panjang underpass secara keseluruhan 712 meter. Dinding underpass akan dihiasi dengan ornamen-ornamen yang berkaitan dengan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai. (kmb23)

Danrem Baru Dijabat Albertus Magnus

Denpasar (Bali Post) Suasana Makorem 163/Wira Satya berbeda dari biasanya. Personel Korem berjejer menyambut kedatangan Danrem yang baru yaitu Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi, S.IP., M.Si., Kamis (17/5) kemarin. Kolonel Albertus menggantikan pejabat sebelumnya, Kolonel Arh. I Gede Widiyana. Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Inf. Ida Bagus Diana Sukertia mengatakan, Danrem yang baru disambut tradisi Tepung Tawar di Makorem, Jalan Sudirman, Denpasar. Tradisi ini merupakan tradisi satuan yang berlangsung rutin setiap ada pejabat baru yang akan memimpin Korem. ‘’Makna dari tradisi Tepung Tawar sebagai penghormatan terhadap tamu atau warga baru atau Atiti Pranam dengan harapan akan tercipta hubungan harmonis antara manusia dan Tuhan, sesama manusia dan alam semesta seperti konsep Tri Hita Karana,’’ ujarnya. Setelah itu, Kolonel Albertus Magnus mencium Dhuaja (bendera) Korem 163/Wira Satya serta dikukuhkan sebagai warga baru Korem. Sesuai rencana, serah terima jabatan Danrem akan dilaksanakan Sabtu (19/5) besok di Makodam IX/Udayana dipimpin Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto. Albertus Magnus merupakan alumni Akademi Militer Tahun 1991 yang mengawali karier di Batalyon Arhanud Sedang (Arhanudse) 13/BS Pekanbaru, Riau. Seiring perjalanan waktu dan jenjang kariernya, sejumlah jabatan pernah dipercayakan kepadanya, antara lain Danyon Arhanudse 6/F/1 Kodam Jaya, Dandim 1414/Tator Korem 142/Tatag Kodam XIV/Hasannudin (sebelumnya Kodam VII/Wirabuana) tahun 2010, Danmen Arhanud 1/F Kodam Jaya tahun 2014 dan Kepala Departemen Manejemen (Kadep Jemen) Seskoad tahun 2016. Ia kemudian diberikan kepercayaan oleh TNIAD sebagai Danrem 163/Wira Satya terhitung mulai 17 April 2018. (kmb36)

Bali Post/kmb23

TEMBUS - Tunnel atau terowongan proyek underpass simpang Tugu Ngurah Rai sudah tembus dari ujung utara ke selatan.

Gubernur dan DPRD Tak Perlu Komentari Janji-janji Paslon Denpasar (Bali Post) – Ombudsman RI Perwakilan Bali mengingatkan Gubernur dan DPRD Bali untuk tidak ikut mengomentari janji-janji dari pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali 2018. Janji-janji yang dilontarkan paslon kepada publik merupakan sesuatu yang wajar pada masa kampanye. Penilaian terhadap janji-janji tersebut lebih baik diserahkan kepada masyarakat. ‘’Bisa saja paslon mengatakan mau kasi Rp 1 miliar per desa pakraman. Saya kira itu adalah janji yang wajar disampaikan kepada publik. Tidak ada yang salah dengan itu,’’ ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab di Denpasar, Kamis (17/5) kemarin. Menurut Umar Ibnu Alkhatab, pejabat seperti gubernur atau ketua DPRD tidak perlu sampai memberikan kritik jika janji-janji paslon itu dinilai tidak realistis. Begitu pula sebaliknya. Apalagi gubernur dan ketua DPRD dalam posisi masih menjabat. Itu sebabnya mereka tidak boleh sampai ikut memberikan penilaian terhadap paslon. ‘’Calon kan punya janji dan mereka menjanjikan apa saja boleh kok. Menjanjikan besok jalan di Bali mulus, silakan. Namanya

juga janji. Soal realistis atau tidak, itu kan nanti masyarakat yang melihat. Ini terlalu muluk-muluk, pasti omong kosong. Kan begitu saja,’’ paparnya. Para pejabat seperti gubernur dan ketua DPRD, kata Umar Ibnu Alkhatab, lebih bagus hanya mencermati dan melihat. Yang terpenting lagi, turut membantu penyelenggara pemilu khususnya KPU Bali supaya Pilgub Bali berjalan dengan baik dan lancar. Di sisi lain, Ombudsman juga melakukan pengawasan terhadap visi dan misi paslon terkait pelayanan publik. Utamanya mengenai upaya atau langkah-langkah yang akan dilakukan paslon dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ‘’Pelayanan publik itu kan banyak aspek. Ada pelayanan publik dasar, misalnya kesehatan, pendidikan. Kami akan

lihat sejauh mana implementasi dari janji-janji itu,’’ jelasnya. Menurut Umar Ibnu Alkhatab, Ombudsman berkepentingan melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap hal itu agar publik ke depan bisa menagih janji-janji tersebut. Sebab, umumnya setelah ada paslon terpilih, publik sering kali lupa. Kalaupun ada yang menuntut, pemerintah juga belum tentu akan cepat merespons. ‘’Kalau Ombudsman yang ngomong, pasti menjadi perhatian,’’ imbuhnya. Pihaknya tidak hanya mengawasi visi dan misi paslon, tetapi juga penyelenggara pilgub yakni KPU dan Bawaslu Bali dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Apakah keduanya sudah mengakomodasi kepentingan publik, serta ada atau tidaknya hal-hal yang mengganggu jalannya pilkada. Sejauh ini Ombudsman melihat KPU dan Bawaslu masih berjalan dengan baik dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. ‘’Sejauh ini masih baik. Kami lihat Bawaslu misalnya mengambil langkah tegas terhadap PNS yang ikut kampanye. Mer-

Kandidat Bukan Simbol Perubahan

Pilgub Bali 2018 Kurang Bergairah

Bali Post/ist

TRADISI - Tradisi penyambutan Danrem 163/Wira Satya yang baru, Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi, S.IP., M.Si.

PLN Distribusi Bali

Targetkan 5.875 Pelanggan Tambah Daya Denpasar (Bali Post) PLN Distribusi Bali menargetkan 5.875 pelanggan melakukan tambah daya. Secara nasional, targetnya adalah 300.000 pelanggan. Sementara per April 2018, pelanggan PLN Distribusi Bali sebanyak 1.348.469 pelanggan. Untuk mencapai target tersebut, PLN memiliki program Gemerlap Lebaran 2018. Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan I Gusti Ketut Putra, Kamis (17/5) kemarin, mengatakan program ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat. Pada program ini, PLN akan memberikan tambah daya gratis (diskon 100 persen) biaya penyambungan bagi pelanggan tempat ibadah. Sementara untuk pelanggan umum, bisa mendapatkan diskon 50 persen biaya penyambungan, baik pelanggan rumah tangga, bisnis maupun pelanggan lainnya. Menurutnya, itu tidak termasuk penyesuaian uang jaminan langganan (UJL). Tambah daya dibatasi hanya sampai 197 kVA (197.000 VA) terhadap semua tarif, tidak berlaku untuk tegangan menengah 200 kVA ke atas. Program ini berlaku mulai 17 Mei sampai 30 Juni. Dikatakannya, seperti tahun sebelumnya pada saat Lebaran, penurunan atau kenaikan konsumsi listrik tidak terlalu signifikan. Meskipun banyak orang Muslim yang mudik, juga ada kunjungan ke Bali sehingga mendongkrak konsumsi listrik. Justru yang memengaruhi tingkat konsumsi listrik adalah cuaca. ‘’Saat cuaca panas biasanya konsumsi naik karena pemakaian AC tinggi,’’ imbuh Ketut Putra. Deputi Manajer Strategi Pemasaran PLN Bali I Ketut Adi Artika menambahkan, program Gemerlap Lebaran 2018 bertujuan meningkatkan penjualan dan memberikan apresiasi pada pelanggan. ‘’Dalam menyambut Lebaran, kami memberikan diskon khususnya pelanggan yang tambah daya diskon 50 persen semua tarif. Khusus rumah ibadah diskon 100 persen, sehingga saat ada event besar tidak perlu lagi tambah daya,’’ bebernya. (kmb42)

Denpasar (Bali Post) — Tiga bulan sudah kampanye pemilihan Gubernur Bali digelar, namun suasana demokrasi tidak begitu terasa. Pilgub Bali 2018 ini dinilai kurang begitu bergairah. Antusiasme publik di Pulau Dewata justru lebih terlihat saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Faktor ketiadaan kandidat yang dianggap publik akan memberi harapan perubahan menjadi salah satu penyebab. Publik juga tidak memiliki rasa ikatan yang kuat terhadap kandidat yang bertarung. Demikian disampaikan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Udayana I Made Anom Wiranata, S.IP., M.A. di Denpasar, Kamis (17/5) kemarin. Menurutnya, kandidat pasangan cagub-cawagub yang bertarung saat ini bukanlah sosok yang menjadi pemberi harapan dan menjadi simbol perubahan. Contoh kandidat yang menjadi simbol pemberi harapan adalah SBY pada Pilpres 2004 dan Jokowi pada Pilpres 2014. ‘’Pada Pilgub Bali tidak ada yang outstanding atau sesuatu luar biasa. Tidak ada kandidat yang memiliki ikon sebagai orang yang tegas dan berani dalam melakukan perubahan serta berintegritas,’’ katanya. Faktor lainnya, lanjut Anom, adalah apatisme yang tertanam di benak publik. Mereka secara umum menilai hidupnya tidak akan terpengaruh siapa pun kandidat yang menang pada Pilgub Bali yang digelar 27 Juni mendatang. ‘’Hidup mereka akan normal seperti biasa,’’ ujarnya. Selain itu, rakyat umum juga kurang

memiliki rasa kemelekatan identitas dengan kandidat. Bahkan, rasa kemelekatan identitas dari banyak orang Bali justru sangat marak pada Pilgub Jakarta. ‘’Orang Bali percaya Ahok sama dengan harapan mereka untuk menghancurkan korupsi. Ada kemelekatan antara harapan publik dan tokohnya, walaupun tokohnya bertarung di daerah lain,’’ jelas Anom. Tim Sukses Oleh karena tidak ada kemelekatan antara harapan publik dan kandidat, tak ada gairah untuk membela dengan gigih kandidatnya. Menurut Anom, dalam Pilgub Bali ini pembelaan justru lebih banyak dilakukan oleh tim suksesnya atau pengurus partai pengusung. ‘’Masyarakat di suatu desa mungkin saja memilih kandidat tertentu karena bupati atau anggota dewan dari partai pengusung telah atau akan memberikan bansos pada desanya. Namun, mereka belum tentu membela dan mempromosikan kandidat dengan gigih, karena tidak ada perasaan bersama antara pemilih dan kandidat. Dalam konteks itu yang ada hanya transaksi,’’ paparnya. Anom juga menilai visi dan misi kandidat Gubenur dan Wagub Bali tidak jauh berbeda dan cenderung normatif. Para pemilih akan cenderung mengamati siapa yang serius dengan janjinya. Ketika pemilih ragu atau skeptis dengan keseriusan janji-janji kandidat, di situlah akan terjadi kegamangan atau kurangnya gairah untuk terlibat dan perdebatan isu kampanye di kalangan masyarakat umum. (kmb14)

eka kemudian memanggil, mengklarifikasi. Ada juga yang sudah diberikan tindakan disiplin. Kami awasi itu saja dan mengecek ke bawah benar tidak Bawaslu memanggil,’’ tegasnya. (kmb32)

2.396 Warga Belum Rekam E-KTP Singaraja (Bali Post) – Penduduk yang wajib memiliki KTP di Kabupaten Buleleng masih banyak yang belum melakukan perekaman e-KTP. Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng mencatat 2.396 penduduk yang belum melakukan perekaman data kependudukan. Kendati belum belum melakukan perekaman, penduduk yang sudah berumur 17 tahun ke atas itu dipastikan tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada pencoblosan Pemilihan Gubernur/ Wakil Gubernur (Pilgub) Bali 2018 pada 27 Juni mendatang. Kepala Disdukcapil Buleleng Putu Reika Nurhaenai, Kamis (17/5) kemarin mengatakan, saat penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) oleh KPU belum lama ini, 2.772 penduduk belum melakukan perekaman eKTP. Penduduk ini sudah tercatat dalam data base Disdukcapil. Mereka tetap bisa nyoblos pada pilgub mendatang menggunakan Surat Keterangan (Suket) pengganti e-KTP.

Setelah penetapan DPT itu, Disdukcapil terus menggenjot perekaman data kependudukan dengan sistem jemput bola ke desa-desa. Hasilnya, 376 warga sudah melakukan perekaman e-KTP atau tinggal menyisakan 2.396 orang. “Layanan jemput bola yang kami lakukan tidak saja perekaman e-KTP dan pencetakan e-KTP, tetapi juga memberikan pelayanan akta massal untuk warga,” katanya. Menurut Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, warga yang belum melakukan perekaman e-KTP sempat khawatir akan kehilangan hak pilihnya. Oleh karena itu saat penetapan DPT pihaknya berkoordinasi dengan Disdukcapil. Warga yang memiliki hak pilih tetapi belum melakukan perekaman dikelompokkan untuk mendapatkan surat keterangan untuk pencoblosan Pilgub 2018. “Kami sudah sampaikan yang belum perekaman itu sudah masuk data base kependudukan, sehingga tetap bisa mencoblos,” jelasnya. (kmb38)

Elpiji yang Beredar di Bali 35-40 Persen Oplosan Denpasar (Bali Post) Di Bali penjualan elpiji nonsubsidi 40 metrik ton per hari. Dari penjualan tersebut diprediksi hanya 60 persen yang menggunakan produk resmi Pertamina. Sisanya sekitar 35-40 persen merupakan elpiji oplosan. Sales Executive LPG Bali PT Pertamina Rainier Axel Gultom mengatakan, pengoplosan biasanya terjadi di level pengecer. Rantai distribusi Pertamina dari SPBE ke agen kemudian pangkalan resmi dijamin tidak akan terjadi pengoplosan. ‘’Mereka tercipta bukan karena niat, tapi karena pasarnya ada. Bali merupakan user terbanyak karena merupakan daerah pariwisata. Pasar ada bukan berarti ada yang meminta tapi sistemnya mereka menawarkan ke hotel-hotel,’’ ujarnya, Kamis (17/5) kemarin. Dengan pengoplosan, oknum tersebut bisa menjual dengan harga lebih murah dibandingkan harga resmi Pertamina. Namun, dari sisi kes-

elamatan sangat berisiko. Pengoplosan tentunya dilakukan dengan cara tidak standar. Sementara pengisian di sarana fasilitas Pertamina sudah pasti terjaga tepat isi dan kualitasnya. ‘’Mereka tidak memiliki stasiun pengisian resmi. Sudah pasti pakai cara manual tradisional. Ini taruhannya banyak sekali bocor, sangat rentan sekali tabung tidak masuk ke bengkel pemeliharaan,’’ bebernya. Tabung yang sudah mulai rusak, baik secara visual maupun kualitas oleh Pertamina akan selalu dicek dan pasti dimasukkan ke bengkel pemeliharaan. ‘’Mereka tidak punya itu, jadi kualitas tabungnya tidak terjaga,’’ imbuh Axel Gultom. Dari sisi ekonomis, isi tabung juga tidak sesuai, bisa berkurang 1-2 kg. Misalnya tabung 12 kg bisa saja berisi 10,5 kg atau 11 kg. Selain itu, margin yang didapatkan sangat tinggi. Misalnya harga resmi elpiji dari Pertamina untuk tabung 12 kg adalah Rp 142

ribu. Pengoplos bisa menjual lebih murah yaitu Rp 110 ribu. ‘Mereka mendapatkan margin sekitar Rp 2030 ribu, sedangkan ongkos produksi Rp 60 ribu. Berarti untungnya 100 persen,’’ bebernya. Maka dari itu, Axel Gultom mengimbau masyarakat utamanya kalangan pengusaha hotel dan restoran untuk membeli elpiji di 22 agen resmi Pertamina di Bali. Ke-22 agen elpiji resmi nonsubsidi ini bisa menyuplai ke seluruh wilayah Pulau Dewata. Mengingat hotel dan restoran biasanya menggunakan tabung 50 kg, maka tidak disarankan membeli di luar agen resmi. Ciri-ciri tabung yang dioplos adalah pada tabung 5,5 kg dan 12 kg tidak menggunakan seal caps berupa hologram dan barcode. Seal caps-nya masih memakai stiker atau seal caps 3 kg. Sementara pada tabung resmi Pertamina ukuran 50 kg memakai segel timah. (kmb42)

Bali Post/kmb42

Rainier Axel Gultom


OPINI

6

Jumat Pon, 18 Mei 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bersama Melawan Ancaman Kemanusiaan TERORISME telah menjadi ancaman serius kemanusiaan. Negeri ini tentu tak boleh lalai menghadapi hal ini. Untuk menumpas terorisme, rakyat memberikan mandat kepada pemerintah untuk menumpas ancaman terhadap kemanusiaan dengan cara-cara yang lebih tegas. Langkah negara menindak teroris, jangan pernah tersandera kepentingan politik. Mengayomi dan menjaga rasa aman masyarakat haruslah menjadi tanggung jawab utama negara ini. Terorisme yang membuat kita belakangan ini resah dan waswas adalah bentuk kejahatan terorganisasi. Kini, saatnya negeri ini membuat gerakan bersama dan merangkul semua elemen untuk menghadapi terorisme. Kepolisian yang selama ini menjadi harapan rakyat memberantas terorisme harus kita dukung. Penyanderaan ruang gerak kepolisian dalam menindak terorisme dengan dalih kepentingan politik harus dilawan. Politisi yang tak sejalan dengan gerakan masyarakat dalam memberantas terorisme haruslah diberikan sanksi moral. Mereka jangan terlalu diberikan rasa dan ruang untuk terus membangun opini terbalik untuk kepentingan-kepentingan kelompok dan politiknya. Saatnya kita memiliki politisi yang berpihak pada kepentingan publik dengan membangun ruang komunikasi yang sehat dengan semua pihak. Upaya melawan terorisme sebagai kejahatan melawan kemanusiaan tentu saja tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga seluruh warga masyarakat. Sungguh konyol jika masyarakat tidak aktif mematahkan kekuatan kaum teroris. Peran publik dalam hal ini justru akan sangat strategis dalam konteks deteksi dini ancaman terorisme. Yang jelas, negeri ini harus bersatu melawan terorisme, tanpa kecuali. Sekali lagi, kita jangan pernah memberikan rasa simpati kepada teroris. Jika kita telusuri lagi, negeri ini sudah terlalu lama menjadi sasaran terorisme. Kita tentu harus mengambil pelajaran penting dari hal ini. Sudah banyak polisi yang menjadi korban terorisme. Mereka dibunuh bahkan dibantai. Polisi justru menjadi salah satu target terorisme. Untuk itulah, kita harus memberikan hak-hak yang lebih jelas kepada kepolisian melakukan tindakan dalam menumpas terorisme. Ruang gerak mereka harus kita lindungi dengan UU yang jelas dan terukur. Prinsipnya untuk urusan menindak terorisme, kita harus membangun kesepakatan bersama. Kita jangan memberikan ruang kepada mereka. Ini patut menjadi catatan khusus. Sudah saatnya kita lebih tegas menindak terorisme dengan kekuatan yang ada. Kita punya polisi dan TNI. Dua kekuatan besar ini patut dan mendesak kita gerakkan untuk melawan terorisme. Artinya, secara kekuatan negara jauh lebih siap. Dengan komitmen yang sama dan bersatunya kekuatan TNI dan polisi dalam menindak terorisme, kita semestinya bisa hidup aman dan nyaman. Kita juga harus berperan untuk tidak memberikan ruang pada kejahatan untuk mengobrak-abrik rasa aman kita. Negara harus hadir dalam memberikan rasa aman pada warganya, termasuk warga asing yang ada di negeri ini. Atas dasar itu, kewaspadaan terhadap ancaman terorisme tidak boleh surut. Apalagi kaum teroris dapat melancarkan serangan kapan saja dan di mana saja. Tidak ada bangsa dan negara yang bebas dari ancaman teroris. Meskipun bahaya terorisme bersifat global, upaya melawannya harus dilakukan lebih keras di Indonesia. Tidak seperti negara-negara tetangga, ancaman terorisme di Indonesia terkesan lebih mencolok.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Pengamanan Kegiatan Publik Sehubungan dengan maraknya aksi terorisme dengan beragam modusnya, saya berharap pemerintah dan DPR segera menetapkan RUU Terorisme menjadi UU. UU ini hendaknya memberikan ruang kepada pihak berwajib melakukan penindakan kepada pihak-pihak yang dicurigai berpotensi melakukan tindak pidana terorisme. Saya berharap rasa aman masyarakat dan stabilitas negeri ini menjadi hal pertama yang menjadi pertimbangan. Saya juga berharap semua pihak berkontribusi memberikan informasi kepada aparat terkait jika ada hal-hal yang mencurigakan di sekitar kita. Kenali tetangga kita dan waspada. Ajakan ini mungkin sudah sering kita dengar. Saatnya, sekarang melakukan hal tersebut agar kita merasa nyaman. Saya juga mendukung jika tindakan tegas atau tembak mati terhadap terorisme dilakukan jika mereka melawan saat ditangkap. Satu hal lagi yang saya harapkan dilakukan aparat keamanan adalah memberikan jaminan keselamatan atau setidaknya melakukan langkah-langkah antisipasi yang tepat terhadap kegiatan-kegiatan yang menghadirkan massa. Kegiatan publik hendaknya mendapat perhatian serius untuk menghindari menyusupnya teroris pada kegiatan massa. I Putu Sudarma Denpasar, Bali

Terorisme Musuh Bangsa! Indonesia kembali berduka. Kota Pahlawan, Surabaya, diguncang aksi terorisme. Tiga gereja menjadi sasaran aksi biadab yang tak bisa dibenarkan oleh ajaran agama apa pun itu. Aksi terorisme itu terjadi hanya beberapa hari pasca-insiden di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob) di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ini menjadi bukti nyata bahwa kita tak boleh lengah. Dan memang, kita tak boleh menebarkan ketakutan, namun kewaspadaan wajib untuk terusmenerus disebarkan.

Oleh Ridwan Nanda Mulyana

L

edakan terjadi di tiga gereja. Yakni di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuno. Ledakan pertama terjadi di Gereja Maria Tak Tercela, yaitu pada sekitar pukul 07.30 WIB. Adapun dua ledakan lain, berjeda masingmasing 5 menit setelah ledakan pertama. Hingga artikel ini dibuat, menurut data yang dilansir dalam www.balipost.com (13/5/18, pukul 12:10), terdapat 9 orang yang tewas. Rinciannya, ada 3 orang di GKI Diponegoro, 4 orang di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela dan 2 orang dari gereja di Arjuno. Masyarakat Indonesia pun juga merespons dengan sangat cepat. Berita bahkan juga foto dan video, banyak dibagikan dan tersebar di dunia maya, khususnya melalui media sosial (medsos). Bijak Menyebar Kabar Bagi mereka yang berniat untuk menyebarkan berita terkini guna membangun empati dan solidaritas, kita patut mengapresiasinya. Namun, masyarakat pun mesti diajak untuk bertindak bijak dan dewasa, bahwa menyebarkan konten gambar atau video korban duka –dalam bencana atau musibah apa pun—harus berhati-

hati untuk tidak disebarkan secara sembarangan. Selain untuk menghormati para korban, serta keluarga korban, aksi belasungkawa memang tak perlu ditunjukkan dengan menyebarkan gambar atau video kondisi korban secara sembarangan. Sebab, yang terjadi malah bisa kontra produktif. Target aksi terorisme ialah untuk menyebarkan ketakutan dan mengondisikan ketidakstabilan, menyebarkan konten dengan serampangan justru –disengaja atau tidak— bisa ikut mendukung niat para perancang aksi teror itu. Belum lagi kalau itu mengandung unsur hoax yang bisa memperunyam keadaan. Karenanya, mengerem jarijemari kita agar bisa bijak dalam menyaring konten-konten yang disebar di medsos, harus terus ditradisikan. Termasuk untuk tidak terprovokasi, terpolitisasi, atau pun terpolarisasi untuk menyudutkan pihak tertentu, yang akhirnya malah akan menenggelamkan kita pada kegaduhan baru, namun tidak menyelesaikan masalah atau meringankan derita korban. Insiden terorisme, bencana atau musibah semacam apa pun, jelas tak boleh membuat bangsa ini takut, apalagi jatuh. Justru, hal seperti ini harus menjadi momentum dan media untuk membangun dan semakin memperkuat

solidaritas bangsa. Sebagaimana yang sering disuarakan banyak kalangan, termasuk oleh orang pertama di tanah air, Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa: kita tak boleh takut! Tentu, ungkapan itu tak boleh sekadar gerutu. Insiden yang menggugurkan lima anggota Densus 88 dan hampir kaburnya 155 tahanan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, serta tiga bom gereja di Surabaya ini menjadi cambukan keras agar kita selalu awas. Bukan dengan menyempitkan dan menyudutkan aksi biadab ini sebagai gerakan keagamaan, namun menegaskan bahwa terorisme adalah musuh kemanusiaan dan ujian kebangsaan kita, yang harus dihadapi bersama! Semua pihak yang bernalar waras tentu mengutuk aksi kekerasan, apalagi pembunuhan apa pun bentuknya, dan dengan alasan apa pun. Dalam hal ini, benar apa yang dikemukakan oleh Wakil Sekretaris Umun Persekutuan Gerejagereja Indonesia (PGI) Pendeta Krise Gosal, bahwa kekerasan tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Sebaliknya, kekerasan hanya akan mengakibatkan kehancuran dan menciptakan lingkaran kekerasan baru. Banyak contoh daerah atau negara yang hancur karena itu. Suriah, menjadi salah satunya. Masyarakat harus tenang, dan

pihak berwenang, tentu mesti mengendalikan keadaan. Pararel dengan upaya untuk mencari, menangkap, dan menghukum dengan setimpal dalang dari tragedi ini, para korban pun tak boleh luput dari perhatian. Penanganan dari mulai penyembuhan luka fisik hingga psikis (trauma) harus dilakukan. Dalam upaya tersebut, menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, meminta Kementerian Kesehatan dan kementerian terkait untuk memastikan bahwa penanganan terhadap korban dilakukan secara cepat dan tepat. Hal itu memang penting, agar para korban dan pencari keadilan lainnya bisa merasakan kehadiran negara dan solidaritas bangsa. Pada tataran penanganan terorisme secara keseluruhan, menarik kiranya untuk mencermati pendapat dari Noor Huda Ismail. Pertama sebagai war of movement, yaitu mereka yang melakukan konfrontasi langsung melalui aksi kekerasan, termasuk dengan aparat. Dalam proses internalisasi kebencian agar menggumpal menjadi suatu kepercayaan, dan biasanya dinuansakan agama, para teroris pun memakai labeling tertentu. Kedua adalah war of position, yaitu para teroris dan pendukungnya yang melakukan per-

Realitas Demokrasi Keberadaan partai politik dalam sebuah negara demokrasi tentu adalah sebuah keniscayaan. Partai politik merupakan salah satu elemen penting dari sebuah mesin demokrasi. Salah satu fungsi utama partai politik adalah untuk menyeleksi dan mengusung para kandidat yang bakal diikutsertakan dalam ajang pemilihan umum, baik itu untuk kepentingan pemilihan legislatif

Oleh Djoko Subinarto maupun eksekutif, di level nasional dan level lokal. Para kandidat yang telah terseleksi kemudian ditawarkan kepada publik calon pemilih dengan harapan agar publik menjatuhkan pilihan kepada mereka pada saat pemungutan suara dalam pemilihan umum dilangsungkan. Mereka yang akhirnya terpilih lewat mekanisme pemilihan umum itu harus memikul tanggung jawab untuk senantiasa menyuarakan dan mendahulukan kepentingan rakyat, tanpa kecuali. Akan tetapi, dalam realitas demokrasi kita selama ini, mereka yang telah terpilih, seperti biasa, kerap melupakan tanggung jawab tersebut. Alih-alih menyuarakan dan mendahulukan kepentingan rakyat, yang cenderung disuarakan dan didahulukan malah kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok. Indonesia sendiri saat ini menjadi negara demokrasi ketiga terbesar di dunia di belakang India dan Amerika Serikat. Kita tentu saja patut bersyukur bahwa benih-benih demokrasi yang kita semai terus tumbuh dan berkembang di negeri ini. Kendatipun demikian, harus kita akui bahwa terus tumbuh dan berkembangnya benih demokrasi di republik ini tampaknya masih belum membawa perubahan signifikan kepada kehidupan rakyat kebanyakan. Pada titik ini, demokrasi kita

baru mampu membawa perubahan pada segelintir kelompok masyarakat (elite). Sejauh ini, demokrasi kita sebatas menjadi alat transaksi kepentingan jangka pendek dan bukan menjadi alat bagi proses menyejahterakan rakyat. Demokrasi yang kita jalankan selama ini masih merupakan demokrasi formal prosedural, dan bukan demokrasi substantif yang memprioritaskan kepentingan rakyat. Salah satu penyebabnya yaitu partai-partai politik kita sejauh ini sebatas menjadi kendaraan kaum elite dalam memburu rente dan kekuasaan. Selama ini, kebanyakan orang berbondong-bondong masuk ke partai politik bukan untuk mengabdi sepenuh hati demi rakyat, bangsa dan negara, tetapi cuma untuk mencari kedudukan dan uang. Ujungnya, biaya politik kita menjadi terlalu mahal dan politik uang serta korupsi politik sukar sekali dihindari. Partai-partai politik yang diharapkan menjadi wahana bagi perjuangan ideologi yang militan dibonsai menjadi sekadar wahana bagi perjuangan-perjuangan jangka pendek yang sifatnya transaksional dan personal. Pada kondisi seperti ini, para anggota partai politik menjadi orang-orang yang cenderung sangat pragmatis. Pengabdian, kesetiaan, idealisme dan komitmen terhadap suatu ideologi yang harus mereka perjuangkan nyaris tidak ada lagi di

Penulis, esais cum jurnalis

‘’Insiden terorisme, bencana atau musibah semacam apa pun, jelas tak boleh membuat bangsa ini takut, apalagi jatuh! Justru, hal seperti ini harus menjadi momentum dan media untuk membangun dan semakin memperkuat solidaritas bangsa!

Demokrasi dan Kepentingan Rakyat

Lima belas partai politik telah dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilihan Umum 2019. Kelima belas partai itu adalah Partai Amanat Nasional, Partai Berkarya, Partai Bulan Bintang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Gerakan Perubahan Indonesia, Partai Golongan Karya, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasional Demokrat, Partai Persatuan Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Solidaritas Indonesia. Dari kelima belas partai tersebut, empat di antaranya merupakan pemain baru di arena politik kita. Mereka adalah Partai Berkarya, Partai Gerakan Perubahan Indonesia, Partai Persatuan Indonesia dan Partai Solidaritas Indonesia. Pertanyaannya kemudian adalah: mampukah partaipartai politik yang lolos sebagai peserta Pemilihan Umum 2019, terutama partai-partai yang baru, membawa perubahan lebih signifikan bagi jagat politik kita?

lawanan dengan “budaya tandingan” (counter culture) atas arus budaya yang ada. Yang dimaksud dengan “budaya” di sini ialah seluruh aktivitas yang mendukung gerakan mereka dalam berkonfrontasi. Menurut hemat penulis, dua hal di atas dapat menjadi titik tolak dalam upaya penanganan terorisme atau yang biasa disederhanakan dengan istilah deradikalisasi. Intinya, upaya fisik dengan mencari, menangkap, dan mengadili (penegakan hukum) para pelaku dan dalang aksi teror, harus dibarengi dengan “langkah intelektual dan kebudayaan” dalam memerangi paham-paham terorisme. Bentuknya tentu ada banyak. Namun yang pasti diperlukan ialah dengan tidak melabeli aksi teroris dengan label keagamaan, karena jelas bahwa agama apa pun tidak membenarkan aksi pembunuhan dan penghancuran kedamaian lainnya. Yang kita perlukan adalah solidaritas kebangsaan dan kemanusiaan, di mana hal itu tak akan bisa terwujud bila kita tak saling merangkul satu sama lain. Itu dimulai dari saling berempati dengan merujuk pada satu rasa yang sama: sesama anak bangsa dan hamba Tuhan yang harus saling mencintai, bukan membenci apalagi melukai.

benak mereka. Menghadapi pemilihan umum pada tahun 2019 mendatang, partai-partai politik yang yang telah dinyatakan lolos dan berhak mengikuti konstestasi dalam ajang Pemilihan Umum 2019 setidaknya harus mampu menjawab tiga tantangan berikut ini. Tantangan pertama, mampukah mereka membawa semangat dan perubahan baru bagi jagat kepartaian kita, sehingga menumbuhkan kepercayaan rakyat yang lebih besar terhadap keberadaan partai politik di negeri ini? Tantangan kedua, mampukah mereka menjadi mesin penggerak terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik serta terciptanya keadilan sosial dan keadilan ekonomi yang selama ini rakyat idam-idamkan namun belum kunjung mewujud? Tantangan ketiga, mampukah mereka menjadi rahim bagi lahirnya para pemimpin bangsa yang hanya fokus memikirkan bagaimana memajukan negara dan bangsa serta menyejahterakan rakyat negeri ini secara merata dan seadil-adilnya? Akhirnya, semoga partai-partai politik pemenang Pemilu 2019 mendatang dapat membawa angin perubahan yang lebih signifikan berupa kian membaiknya kehidupan berbangsa dan bernegara kita sekaligus meningkatnya kesejahteraan rakyat negeri ini, yang notabene sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam bangunan negara demokrasi.

POJOK Nilai ekspor Bali, pertanian salip sektor kerajinan. - Nasib petani tetap tertinggal. *** BI naikkan suku bunga, redam dampak ketidakpastian ekonomi. - Nasib rakyat juga tak pasti. *** Ombudsman ingatkan pejabat jangan komentari janji paslon. - Apalagi terkesan memihak.

Penulis, kolumnis lepas, alumnus Universitas Padjadjaran

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Pon, 18 Mei 2018

Cegah ”Overload”, TPA Mandung Terapkan Sistem ”Controlled Landfill” Tabanan (Bali Post) -

Sampah masih menjadi persoalan pelik di sejumlah daerah. Begitu juga di Kabupaten Tabanan. Jika tidak segera dicarikan solusi, dikhawatirkan dalam jangka panjang akan membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar khususnya di semua Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Termasuk TPA Mandung yang berlokasi di Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan.

Bali Post/kmb28

TPA - Kondisi TPA Mandung dengan rata-rata volume sampah mencapai 250 hingga 300 meter kubik per hari.

Sosok Linmas Mulai Diaktifkan PASCASERANGAN teroris yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini membuat seluruh satuan pengamanan lebih mengintensifkan fungsi dan perannya. Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa yang selama ini terkesan mati suri, mulai diaktifkan kembali. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba menyampaikan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya telah berkeliling memberikan pembinaan di tiap desa, khususnya dalam upaya membangkitkan kembali peran Linmas yang selama ini mati suri, bahkan banyak yang sudah tidak berfungsi semestinya. Menurutnya, Linmas memiliki banyak fungsi strategis khususnya dalam pengamanan di tingkat desa. Selain untuk menjaga keamanan lingkungan, sekaligus juga mengantisipasi adanya teroris. Khususnya di tempat kost maupun kantong penduduk pendatang. “Petugas Linmas dan aparat desa inilah yang mengenal betul wilayah mereka masing-masing, diharapkan juga ikut memonitor dan mengamati tiap pergerakan warga, jika ada yang mencurigakan segera laporkan untuk segera ditangani,” ucapnya, Kamis (17/5) kemarin. Linmas sendiri, kata Sarba sesuai dengan Permendagri Nomor 84 Tahun 2014 memiliki lima tugas strategis, di antaranya membantu penanggulangan bencana, membantu mewujudkan keamanan ketertiban dan ketenteraman di masyarakat, membantu kegiatan sosial masyarakat, membantu menjaga keamanan, ketertiban selama penyelenggaraan pemilu, dan membantu upaya pertahanan negara. “Semua lini bersinergi tidak hanya Polri, TNI dan Satpol PP, melainkan semua unsur pengamanan di tingkat desa juga diefektifkan,” ucapnya. Tidak hanya mengefektifkan kembali peran Linmas, penertiban administrasi penduduk pendatang dikantong penduduk juga terus digencarkan Satpol PP Tabanan. Bahkan jelang arus mudik yang menjadi tradisi jelang Lebaran juga menjadi atensi. (bit)

Program Pamsimas 2019

Masih Proses Penentuan Desa Penerima

Tabanan (Bali Post) Tabanan mendapatkan bantuan program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) sejak tahun 2014. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi. Pada tahun 2019 Tabanan kembali memperoleh program ini. Saat ini sedang dalam proses penjaringan untuk menentukan desa mana saja yang memenuhi syarat mendapatkan program ini. Kepala Bappelitbang Tabanan yang juga Sekretaris Pokja Sanitasi dan Air Minum I.B. Wiratmaja, Kamis (17/5) kemarin, mengatakan program Pamsimas di Tingkat Nasional telah dilaksanakan melalui program Pamsimas I dan II, dan dilanjutkan melalui program Pamsimas III. Dalam pelaksanaan program Pamsimas III tahun 2017-2018 Kabupaten Ta-

banan mengikuti program ini bersama-sama dengan empat kabupaten lainnya di Bali. Saat itu jumlah desa penerima program sebanyak 25 desa di lima kecamatan dengan jumlah dana sebesar Rp 8.750.145.750, yang terdiri atas Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dari dana APBN, dana APBD Kabupaten Tabanan, APBDes, in cash dan in kind masyarakat. Wiratmaja melanjutkan, dari tahun 2014 hingga 2018 jumlah desa yang telah mendapatkan program Pamsimas sebanyak 45 desa di embilam kecamatan dengan kondisi infrastruktur berfungsi baik. Dari 45 desa tersebut, 19 desa sudah mencapai akses 100 persen air minum, 15 desa sudah mencapai akses 100 persen sanitasi, 10 desa sudah mencapai akses air minum dan sanitasi 100 persen. Kabupaten

Tabanan ditetapkan sebagai Kabupaten Pamsimas Terbaik Nasional yang diperoleh oleh Desa Munduktemu. Agar program pamsimas kembali sukses, sosialisasi Program Pamsimas III tahun 2019 akan segera dilakukan. Tujuannya adalah untuk menjaring desa sasaran program Pamsimas 2019. ‘’Sesuai dengan arahan dan target pusat diharapkan tahapan penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) adalah pada Oktober 2018. Maka kabupaten Tabanan diharapkan sudah melakukan sosialisasi pada bulan Mei 2018,” ujar Wiratmaja. Secara umum kriteria desa sasaran Pamsimas adalah desa yang cakupan akses air minum aman dan sanitasi aman masih rendah. Selain itu, prevalensi penyakit diare atau penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan tergolong tinggi berdasakan data puskesmas. Dalam pelaksanaannya Pamsimas dikelola oleh desa, di mana setiap sambungan rumah tangga memiliki meteran air seperti layanan PDAM. Masyarakat membayar kepada pengelola untuk pemakaian air sesuai dengan yang digunakan. Hasil dari Pamsimas ini akan masuk ke kas desa. Jadi program Pamsimas selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di perdesaan, juga sebagai pemasukan untuk desa. (kmb24)

Di TPA ini volume sampah setiap hari rata-rata 250 hingga 300 meter kubik. Dengan luas lahan yang tidak begitu luas, dikhawatirkan TPA menjadi overload sehingga tidak bisa lagi menampung sampah dari masyarakat. Mengatasi hal itu TPA Mandung mengambil beberapa langkah, khususnya dalam mencegah overload setidaknya selama lima tahun ke depan. Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini, Kamis (17/5) kemarin, mengatakan saat ini lahan TPA Mandung yang bisa menampung sampah kurang lebih dua hektar. Sementara ada 32 are yang masuk lahan nonaktif. Di lahan nonaktif ini, kata Sukartini dilakukan proses penataan. Sampah dipadatkan kemudian ditimbun dengan tanah dan ditutup dengan plastik enviro cover. Pemakaian plastik enviro cover yang baru diterapkan tahun 2017, kata Sukartini sangat membantu penghematan volume tanah yang dipakai dalam

penanganan sampah di TPA Mandung. Penghematannya bisa mencapai 40 persen. Saat ini anggaran membeli tanah untuk menimbun sampah di TPA Mandung dialokasikan Rp 31.625.000. ‘’Cara ini dilakukan agar sampah cepat teregradrasi dan akhirnya menurunkan ketinggian sampah. Jika sudah turun, lahan nonaktif ini bisa diaktifkan kembali,’’ ujar Sukartini. Pengelolaan sampah dengan menimbunkannya dengan tanah dan memadatkannya dengan alat berat disebut pengelolaan sampah metode controlled landfill. Masih dalam sistem controlled landfill, dalam pengelolaan sampah di TPA Mandung terutama mencegah terjadinya kebakaran akibat gas metan di lahan yang nonaktif, pihak TPA memasang pipa penyalur gas metan. Gas metan ini kemudian disalurkan ke beberapa titik kompor gas yang ada di TPA Mandung dan digunakan untuk memasak. Saat ini ada

27 pipa yang terpasang di areal nonaktif. Sementara untuk mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah cair atau dikenal dengan licit, TPA Mandung juga telah menyediakan kolam. Limbah licit ini ditampung di empat kolam penampungan. Selain menangani areal nonaktif, lanjut Sukartini, penataan juga dilakukan di areal aktif dengan terus melakukan pemadatan sampah menggunakan alat berat. Sampai saat ini ketinggian sampah dari titik terbawah di TPA Mandung mencapai 20 meter. Sementara jika dilihat dari permukaan, ketinggiannya mencapai lima meter. Kata Sukartini, tindakan pengelolaan sampah dengan metode controlled landfill ini setidaknya bisa memperlambat overload TPA dalam lima tahun ke depan. Ia menambahkan, jika tidak dilakukan penanganan maka overload akan terjadi lebih cepat yaitu dalam rentang waktu dua tahun. (kmb28)

masih berada di usia produktif. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila, Kamis (17/5) kemarin mengatakan, selama ini dalam mendapatkan layanan kesehatan pasien lansia mendaftar dan menunggu bersama-sama dengan pasien lainnya. ‘’Dari kondisi psikis dan fisik pasien lansia tidak sama dengan pasien usia produktif dan memerlukan perlakuan khusus. Karenanya, kami membuka poliklinik geriatri,’’ ujarnya. Menurut Susila, alur un-

tuk pelayanan pasien lansia ini akan ada dua arah. Jika pasien mendapatkan rujukan dari Puskesmas, maka akan langsung dirujuk ke Poliklinik Geriatri. Jika belum mendapat rujukan, maka pasien lansia ini akan diarahkan ke Poliklinik sesuai keluhan penyakitnya. “Misalnya jika penyakit dalam dibawa ke poli penyakit dalam. Di sana jika mereka ada keluhan geriatri seperti susah makan, gangguan psikis dan lainnya, maka akan dirujuk ke Poli Geriatri dan

untuk kunjungan selanjutnya mereka akan mengunjungi Poli Geriatri,” jelas Susila. Nantinya di Poliklinik Geriatri semua penyakit yang diderita pasien lansia dilayani di sana. Jadi untuk pemeriksaan, dokter spesialislah yang mendatangi poli Geriatri bukan sebaliknya. “Jadi, jika perlu spesialis bedah maka dokternya yang datang. Pasien cukup menunggu di Poli Geriatri, jadi tidak perlu ke mana-mana lagi,” ujar Susila. (kmb24)

BRSU Kembangkan Poliklinik Geriatri Tabanan (Bali Post) Kunjungan pasien ke Poliklinik BRSU Tabanan ratarata mencapai 700 pasien per hari. Dari jumlah ini, sekitar 30 persennya masuk dalam kategori lansia atau usia 60 tahun ke atas. Hal ini menjadi pertimbangan BRSU Tabanan untuk mengembangkan poliklinik Geriatri. Pasien lansia ini dikumpulkan secara khusus dalam satu poliklinik, sehingga tidak perlu mengantre dan mengunjungi beberapa layanan layaknya pasien yang


KARANGASEM

8

Jumat Pon, 18 Mei 2018

Pemeriksaan Diperketat

Nihil, Temuan Mencurigakan

Bali Post/kmb31

PERIKSA IDENTITAS - Petugas saat melakukan pemeriksaan identitas warga di Pelabuhan Padangbai, Karangasem.

Forki Gelar Gashuku

SEBANYAK 250 karateka mulai kelompok pemula sampai senior direncanakan mengikuti gashuku (latihan bersama) yang digelar Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Karangasem di GOR Gunung Agung Amlapura. Selain untuk pembinaan atlet, gashuku juga diarahkan untuk memupuk kebersamaan antarsesama atlet yang berasal dari beberapa perguruan. ‘’Gashuku akan kita laksanakan selama dua hari. Semua perguruan kita undang untuk menghadirkan atlet-atletnya,’’ ungkap Ketua Umum Forki Karangasem I Nengah Sudana Wiryawan, Kamis (17/5) kemarin. Gashuku akan dilaksanakan mulai Sabtu (19/5) besok sampai Minggu (20/5) lusa. Pesertanya berasal dari perguruan yang bernaung di bawah Forki Karangasem yaitu KKI, Lemkari, Inkai, dan Inkanas. Penasihat Forki Karangasem I Gede Sumantara Adi Prenata direncanakan membuka kegiatan rutin tahunan tersebut. (kmb)

Polisi-TNI Bergandengan Tugas Cek Duktang Amlapura (Bali Post) Sejumlah aksi terorisme yang terjadi belakangan ini disikapi jajaran aparat keamanan di Karangasem dengan melakukan pengecekan penduduk pendatang. Seperti yang dilaksanakan Polsek dan Koramil Rendang, Kamis (17/5) kemarin, mereka bergandengan tugas memantau aktivitas duktang di wilayah Desa Rendang. Seperti usaha jasa cuci motor dan mobil milik I Wayan Durus di Banjar Langsat, yang mempekerjakan tiga orang penduduk pendatang yaitu Tohir (29), Ahmad Choirul Ruzikin (21), dan Muhamad Yasin (25). Ketiga penduduk pendatang itu berasal dari Lumajang, Jawa Timur. Ketiga pekerja itu tak hanya diminta menunjukkan kartu identitasnya, tetapi juga diberikan pengarahan singkat tentang pentingnya tertib administrasi kependudukan. ‘’Ketiganya memiliki kartu identitas berupa KTP,’’ terang Iptu Putu Arsana yang memimpin giat penertiban tersebut. Pemantauan duktang merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan aparat keamanan di Karangasem. Pada kondisi normal, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa menjadi ujung tombaknya. Namun, pada kegiatan kemarin, selain Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga didukung personel polsek. Humas Polres Karangasem AKP Herson Juanda mengatakan, kualitas dan intensitas pengamanan di Karangasem memang diperketat menyusul sejumlah aksi terorisme di Jawa dan Sumatera. Selain melalui pengecekan duktang, pengamanan wilayah juga dilakukan dengan memperketat pengamanan di Pelabuhan Padangbai yang notabene sebagai pintu masuk Bali dari wilayah Indonesia Timur. ‘’Untuk masalah duktang, kita juga berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat,’’ katanya. Kapolres Karangasem AKBP IGN Agung Ade Anom Panji sebelumnya juga mengatakan pengetatan pengamanan di Karangasem dilakukan dengan melakukan penebalan personel baik untuk kegiatan patroli maupun yang disiagakan di objek-objek tertentu. Peningkatan kualitas pengamanan untuk memberikan rasa aman baik kepada masyarakat maupun para wisatawan. ‘’Kita juga lakukan penambahan perlengkapan personel. Dan, sejauh ini Karangasem masih sangat kondusif,’’ ujarnya. (kmb)

Amlapura (Bali Post) Maraknya serangan bom di sejumlah daerah di Indonesia, membuat seluruh personel polisi kian siaga. Objekobjek vital seperti Pelabuhan Padangbai, Mapolres, hingga Mapolsek menerapkan standar keamanan tinggi. Itu dilakukan mengantisipasi masuknya jaringan terorisme, senjata api, bahan peledak, senjata tajam, dan peredaran gelap narkotika. Sejak pemeriksaan secara ketat itu diterapkan pascakerusuhan Mako Brimob, dipastikan belum ada temuan yang mencurigakan. Meski Bali sejauh ini tergolong masih aman, tetapi pihak kepolisian tidak menurunkan konsentrasi sedikit pun. Seperti yang dilakukan di Pelabuhan Padangbai. Seluruh penumpang kendaraan maupun orang, diperiksa ketat oleh Tim Sabhara Polres Karan-

gasem. Satuan Sabhara memeriksa kendaraan, orang, maupun barang bawaan guna memastikan keadaan tetap aman. Langkah itu dilakukan guna mencegah masuknya bahan berbahaya seperti peledak serta barang terlarang narkoba. Polisi juga memeriksa identitas penumpang, melalui pemeriksaan KTP. Pemeriksaan itu dilakukan dengan tim terpadu gabungan TNI dan lembaga terkait di pemerintah daerah, seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Kawasan Pariwisata Amed juga tidak luput dari pemeriksaan yang dilakukan petugas Polsek Abang. Polisi melakukan pemeriksaan untuk memberi rasa aman kepada wisatawan yang hendak melakukan penyeberangan ke objek wisata Gili Trawangan, Lombok. Pengamanan serupa juga dilakukan untuk penyeberangan fastboat

Bali - Lombok yang memuat penumpang wisatawan asing yang akan berangkat dari Pantai Jemeluk, Desa Purwakerthi tujuan Gili Terawangan, Lombok. “Sampai saat ini tidak ada,” jelas Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom, Kamis (17/5) kemarin. Peningkatan pengamanan juga dilakukan di Pura Agung Besakih oleh jajaran Polsek Rendang. Sejauh ini, wisatawan yang ditemui mengaku masih percaya keamanan Bali. Penilain itu didasarkan keseriusan jajaran kepolisian memeriksa orang-orang di tempat tempat strategis, dan yang dicurigai. Peningkatan keamanan ini dilakukan serempak di semua kecamatan, mulai Polsek Kota Karangasem, Abang, Kubu, Manggis, Rendang, Selat, Bebandem, dan Sidemen. (kmb31)

Berdayakan Ekonomi Mikro

Pelaku UKM Didorong Membentuk Koperasi

Amlapura (Bali Post) Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) cukup banyak di Karangasem. Sayangnya, mereka bekerja sendiri-sendiri, sehingga belum terorganisasi untuk dapat dibantu dan dikembangkan lebih baik. Melihat persoalan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Karangasem mendorong pelaku UKM yang selama ini bekerja secara mandiri agar segera membentuk kelompok-kelompok usaha. Diharapkan, pelaku UKM bisa membuat koperasi yang memiliki badan hukum resmi. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Karangasem I Gede Ngurah Yudiantara mengatakan hal itu di selasela acara bimbingan teknis kegiatan pemberdayaan usaha mikro di Wantilan Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kamis (17/5) kemarin. Agenda Dinas Koperasi dan UKM itu mendapat apresiasi luar biasa dari pelaku UKM. Hal itu terlihat dengan hadirnya puluhan pelaku UKM. Pihaknya mendorong, agar para pelaku UKM ini bisa menghimpun diri membentuk kelompok. Strategi itu dinilai efektif, agar pemberdayaan UKM itu lebih mudah dilakukan. “Kami ingin mengarahkan pelaku UKM, agar selangkah lebih maju, sehingga mereka bisa bekerja lebih efektif,” katanya. Pihaknya menyadari, para pelaku UKM ini mampu

menggerakkan dan memberdayakan ekonomi mikro di desa-desa. Sebab, sektor usaha mikro kecil menengah ini, cukup banyak bergerak di sektor perdagangan, hingga industri kecil. Seperti olahan makanan, kerajinan tenun, hingga handycraf. Selain itu, usaha mikro kecil ini relatif lebih mudah dilaksanakan, khususnya yang bergerak di bidang pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Banyaknya pelaku usaha mikro kecil di Karangasem itu tidak terlepas dari luas wilayah dan potensi unggulan yang ada di masing-masing wilayah kecamatan. Hal itu hendaknya dapat dijadikan peluang bagi masyarakat dalam rangka mengoptimalkan pemberdayaan usaha mikro kecil. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri usai membuka kegiatan tersebut mengatakan, dengan usaha

kerajinan masyarakat itu digairahkan, maka secara tidak langsung akan berimbas pada menurunnya angka kemiskinan. Sebab, pemberdayaan UKM itu menitikberatkan pada penyiapan lapangan kerja, pengembangan sektor ekonomi berbasis kerakyatan. Untuk tujuan itu, Bupati Mas Sumatri menegaskan, pihaknya sudah membuat MoU dengan pemerintah pusat terkait pelaksanaan program KUR di Karangasem. Tujuannya untuk memberikan pinjaman dengan bunga ringan kepada pelaku usaha mikro kecil sebagai tambahan modal usaha maupun investasi guna menunjang jalannya usaha yang dilaksanakan. Sehingga dapat lebih berkembang dan maju. Dengan adanya program KUR ini, pihaknya berharap pelaku usaha mikro kecil

tidak lagi m engeluhkan kekurangan modal kerja. Karena persyaratan pengajuan pinjaman KUR sangat mudah dan prosesnya c e p a t . “Jadikan bimbingan ini untuk membuat terobosan baru. Usaha yang digeluti ini kan sama di bidang menenun. Saya berharap mereka bisa

menghimpun diri. Jika sudah dibentuk suatu kelompok usaha, tentu usaha ini akan lebih berkembang. Pasalnya, akan lebih banyak yang akan mengelola ke arah lebih baik,” kata Mas Sumatri seraya meminta Dinas Koperasi dan UKM untuk membantu tujuan tersebut dan memantau perkembangannya. (kmb31)

I Gede Ngurah Yudiantara

Bali Post/kmb31

Satpol PP Usir Pedagang Tanaman Hias Keliling Amlapura (Bali Post) Kehadiran pedagang keliling faktanya cukup membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan yang dicari. Namun juga menjadi fakta bahwa banyak pedagang keliling itu aktivitasnya justru mengganggu ketertiban umum. Contohnya, personel Satpol PP Karangasem, Kamis (17/5) kemarin, terpaksa mengambil sikap tegas terhadap dua orang pedagang tanaman hias keliling. Alasannya, mereka berjualan di area depan

Tugu Pahlawan Ciung Wanara, Amlapura. Tugu Pahlawan Ciung Wanara itu sebelumnya sudah ditetapkan sebagai area steril yang wajib bebas dari aktivitas pedagang kaki lima termasuk pedagang bunga keliling. Karena statusnya sebagai bukti sejarah perjuangan bangsa, spanduk jenis apa pun dilarang dipasang di sana. Tanda larangan itu sudah terpasang, namun kedua pedagang bunga keliling yang masing-masing membawa mobil bak terbuka itu

sama sekali tidak mengindahkannya. Mereka bukan sekadar parkir untuk beristirahat tetapi sekalian menjual barang dagangannya. Tempat itu memang terlihat strategis untuk berjualan. Selain itu, sejuk karena ada pohon perindang. Kedua pedagang tanaman hias itu sejatinya sudah sering mangkal di tempat tersebut, tepatnya di pinggir ruas Jalan Diponegoro. Sebelumnya, aktivitas ilegal yang mereka lakukan itu selalu saja luput dari pantauan

aparat. Namun, berbeda halnya dengan kemarin. Patroli Satpol PP memergoki ketika mereka baru saja memarkir kendaraannya. Personel Satpol PP yang terkesan muncul mendadak itu kontan membuat kedua pedagang bunga itu tak bisa berkutik. Untungnya, Satpol PP itu tidak langsung mengambil langkah represif. Kedua pedagang itu hanya diusir. Mereka diminta segera pergi. Sebelumnya mereka diberi peringatan, jika nekat mangkal lagi di tempat yang sama,

maka dipastikan akan ditindak sesuai peraturan yang ada. Danton Satpol PP I Wayan Sukarma yang memimpin patroli itu mengatakan area di depan Tugu Pahlawan Ciung Wanara tidak boleh ada aktivitas pedagang kaki lima dan sejenisnya. Itu karena kawasan tersebut berada di jalan protokol sebagai gerbang keluar-masuk Kota Amlapura sehingga kehadiran pedagang kaki lima berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas. (kmb)

Membedah Aplikasi ’’Smart Desa’’

Mengubah Kesulitan Jadi Kelebihan Tidak disangka pilot project aplikasi ‘‘Smart Desa’’ di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, mendapat pengakuan nasional. Bahkan, bisa menyabet tiga rekor Muri. Ini tidak terlepas dari inovasi yang dilakukan di desa. Sejarah terciptanya aplikasi ini cukup unik. Karena mengubah kesulitan klasik di desa terhadap teknologi, menjadi kelebihan aplikasi itu sendiri, dibandingkan aplikasi pada umumnya, yang selalu terpaku pada jaringan internet. Bagaimanakah mekanisme kerja aplikasi itu? Mengapa bisa running tanpa jaringan internet? PADA umumnya penerapan aplikasi ini sama dengan aplikasi lainnya. Aplikasi ini diunduh di google play. Kemudian pengguna (user

Bali Post/gik

PIAGAM MURI - Pawana (kiri) dan Sonny dengan piagam rekor Muri, usai menjelaskan cara kerja aplikasi smart desa ini. -red) mendaftar menggunakan NIK dan nama lengkap sesuai KTP. Jika sudah terdaftar, maka tinggal login saja untuk masuk dan mengetahui isi di dalam aplikasi tersebut. Di sana, ada 36 vitur. Bagi pemerintah desa, aplikasi ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan gambaran desa. Mulai dari visi, misi, prestasi, kuliner, tempat wisata dan lainnya yang lokasinya terkoneksi map digital. Den-

gan aplikasi ini, perangkat desa juga bisa mengetahui kejadian kriminalitas, bencana alam, kecelakaan dan segala aktivitas yang dilaporkan warganya. Selain itu, juga bisa melakukan komunikasi audio atau visual dengan warga dan petugas tanpa batas jumlah peserta. Aplikasi ini kadang dimanfaatkan untuk menyebar pengumuman kepada warga. Yang penting adalah desa itu mempunyai data warga

akurat dan ter-update secara real-time. Bahkan, lengkap dengan statistiknya. Dengan demikian, pengguna aplikasi itu alias warga setempat dapat mengetahui posisi keluarga secara realtime, temasuk mengetahui kejadian di sekitarnya. Seperti kecelakaan, kriminalitas, bancana alam dan lainnya. Istimewanya, tidak perlu antre untuk menyelesaikan keperluan administrasi desa, dan masih banyak lagi, manfaat yang didapat warga Desa Duda Timur itu. Dari sekian manfaat aplikasi ini bagi desa tidak aneh desa itu membuat penasaran banyak kalangan, karena aplikasi itu bisa bekerja tanpa jaringan internet. Fungsi ini, rupanya memang ada, khususnya untuk kepentingan input data dari lokasi di rumahrumah warga yang tidak ada jaringan internetnya. Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana, mengatakan awalnya kendala inilah yang memacu pembuatan aplikasi ini. Setelah digarap bekerja sama dengan PT Saebo Technology, akhirnya ketemu

solusinya. Caranya adalah dengan mengintegrasikan melalui teknologi map digital. Teknologi ini tanpa menggunakan teknologi GPS yang memanfaatkan sinyal satelit untuk terhubung dengan aplikasi. “Ya aplikasi ini memang tidak memakai GPS. Kalau GPS masih memakai satelit, kalau ini tidak. Ini hanya menggunakan map digital,” kata Pawana, Rabu (16/5) lalu. Dengan map digital ini, rumah penduduk langsung tertandai untuk mendapatkan lokasi rumahnya. Setelah tertandai, petugas bisa memasukkan data penduduk tersebut ke aplikasi, langsung dari titik rumah penduduk itu sendiri. “Cara bekerjanya misalnya begini, petugas melakukan pendataan warga miskin di suatu tempat. Di sana tidak ada jaringan internet. Biasanya kendalanya di sana, sudah tidak bisa memasukkan data ke aplikasi. Tetapi, dengan alat peta digital kami ini, maka kami bisa masukkan datanya. Kemudian secara otomatis ter-update di aplikasi

Smart Desa ini,” terang Ketua Forum Perbekel Provinsi Bali ini. Sistem seperti inilah yang belum ada di Indonesia. Sehingga, setelah dicoba di Desa Duda Timur, itu sebagai desa binaan PT Saebo Technology, langsung mendapat apresiasi dari Muri dengan penghargaan tiga rekor Muri. Salah satunya, sebagai Desa Pertama yang Menggunakan Aplikasi Kependudukan Tanpa Jaringan Internet Online. Untuk vitur lainnya, dikatakan, hampir sama cara kerjanya dengan aplikasi umumnya. Harus ada jaringan internet. Termasuk, bagi warga yang hendak melihat data di dalamnya maupun melaporkan kejadian atau masalah sosial, keamanan dan lainnya ke aplikasi, harus terhubung dengan jaringan internet. Direktur PT Saebo Technology Sonny Kastara Daniswara menambahkan, dengan peta digital itu, aplikasi ini bisa melakukan pemetaan secara akurat. Sebab, di dalam satu keluarga pun kadang situasinya bisa berbeda. Ada ke-

luarganya mampu, ada yang miskin. Sehingga, kepentingan input data pada saat itu juga berbeda. Di dalam peta digital ini ada empat warna. Setiap warna mewakili data tingkat kesejahteraan warga. “Smart Desa saat launching enam bulan, sudah jauh berbeda dengan yang sekarang. Sudah banyak penambahan konten, seperti penambahan smart budgetting, smart lelang, smart catalog bahkan smart UMKM. Jadi, kami bisa bekerja sama dengan BUMDes di seluruh Indonesia. Ke depan, kami rancang agar BUMDes di seluruh Indonesianya bisa menggarap pasarnya itu secara online. Ini untuk pembangunan desa pada masa mendatang,” katanya. Sukses dengan terobosan ini, pihaknya sudah merancang hal-hal baru di dalam aplikasi smart desa ini. Bahkan, dia optimis sampai Agustus 2018 nanti, akan ada tiga rekor baru yang bisa didapat Desa Duda Timur lagi, dalam hal penerapan aplikasi ini. Rekor apalagi itu? Masih dirahasiakan. (gik)


Jumat Pon, 18 Mei 2018

GIANYAR

9

Rakor TPID

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

Bali Post/wan

PASAR - Seorang pedagang di Pasar Umum Gianyar tengah melayani konsumen. Menjelang hari raya, harga kebutuhan bahan pokok cenderung naik. Berbagai faktor menjadi penyebabnya.

PPDB Jalur Keluarga Tidak Mampu

Verifikasi Harus Cermat Gianyar (Bali Post) -

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan berlangsung dalam waktu dekat. Sejumlah kebijakan pun sudah disiapkan pemerintah. Khusus PPDB jalur keluarga tidak mampu, kebijakan ini dinilai bisa digunakan siswa dari keluarga kurang mampu dari zona I untuk memenuhi kuota sekolah pilihan. Hal itu diungkapkan Ketua PGRI Gianyar Wayan Gabra, Kamis (17/5) kemarin. Menurut Gabra, semasih ada kuota di sekolah pilihan, siswa dari jalur tidak mampu bisa dimasukkan. Hal ini mengingat penerimaan siswa dari keluarga kurang mampu yang ada di zona I sekolah pilihan, menjadi prioritas. Bahkan batas minimal dari jalur ini ditetapkan sebesar 20 persen dari kuota di sekolah pilihan. ‘’Tetapi kalau tidak dapat 20 persen ya jangan dipaksakan,’’ katanya. Meski demikian, dia menegaskan, penggunaan jalur ini membutuhkan verifikasi yang cermat. Tujuannya, memastikan siswa benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu. ‘’Tentunya kan juga ada bukti tertulis, bahwa yang bersang-

kutan memang KK kurang mampu yang ada di zona I sekolah pilihan. Dan yang mengunakan jalur ini hanya bisa memilih satu sekolah,’’ terangnya. Sementara untuk jalur zonasi, kini menggunakan daerah terdekat meskipun itu melewati batas kabupaten/ kota. Misalnya, SMA Negeri 1 Gianyar atau Dosman batas zona I-nya meliputi Kecamatan Gianyar, Blahbatuh dan Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung. Jadi, siswa yang berasal dari zona I itu akan menjadi prioritas penerimaan di SMA Negeri 1 Gianyar. Sementara untuk zona II di sekolah ini meliputi 12

kecamatan, tujuh di antaranya merupakan kecamatan di Kabupaten Gianyar dan sisanya beberapa kecamatan di Kabupaten Badung, Bangli, Klungkung dan Karangasem. ‘’Tentunya sekolah yang bersangkutan wajib untuk terlebih dahulu memprioritaskan siswa dari zona I,’’ tegasnya. Selain Dosman, ada pula SMA Negeri 1 Tampaksiring yang zona I-nya melewati batas kabupaten, yakni Kecamatan Tampaksiring, Tegallalang dan Kecamatan Susut (Bangli), SMA Negeri 1 Ubud yang zona I-nya melintasi enam wilayah yakni Kecamatan Ubud, Payangan, Sukawati, Tampaksiring, Tegallalang dan Kecamatan Abiansemal, Badung.

‘’Padahal sebenarnya hanya sedikit kawasan di Kecamatan Abiansemal yang dekat dengan Ubud. Tapi keseluruhan Abiansemal dimasukkan dalam zona I sekolah kami,’’ ungkapnya. Sementara SMA negeri lainnya hanya berkutat di seputaran Kabupaten Gianyar. Gabra menambahkan, bila dalam satu sekolah pilihan jumlah pendaftarnya sudah melebihi kuota, barulah akan digunakan jalur NEM. ‘‘Jadi, NEM ini hanya akan difungsikan untuk menyeleksi siswa dalam memenuhi kuota,’’ katanya. Hal ini juga berlaku untuk siswa yang menggunakan jalur prestasi. Bila dua orang siswa memiliki skor yang sama dalam prestasi, maka akan digunakan NEM sebagai tolok ukur terakhir. ‘’Jadi, dengan ini jalur NEM sudah tidak ada lagi dan beberapa SMA yang selama ini dinilai favorit dipastikan akan menggunakan NEM untuk seleksi,’’ ujarnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Menjelang hari raya, harga kebutuhan bahan pokok cenderung naik. Hal ini salah satunya disebabkan tingginya ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah, infrastruktur dan distribusi pangan yang masih belum optimal, produksi pangan lokal Gianyar yang rentan dengan gangguan cuaca serta peningkatan tekanan permintaan terutama pada hari raya dan hari libur. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar Dewi Hariani dalam rapat koordinasi (rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gianyar, Kamis (17/5) kemarin. Pada rakor yang digelar di ruang rapat Bappeda dan Litbang Gianyar tersebut, Dewi Hariani yang juga Ketua Panitia Koordinasi

menyampaikan, terdapat 10 komoditas dengan harga paling sering bergejolak seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, daging babi, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai rawit merah, cabai rawit besar dan ikan tongkol. Di Kabupaten Gianyar, sektor utama penyumbang inflasi adalah komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, daging babi dan bawang merah. Pada rakor tersebut dibahas berbagai persoalan serta rumusan solusi mengantisipasi melonjaknya harga dan ketersediaan stok komoditas bahan pokok di pasaran selama bulan Ramadan dan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan Penjabat Bupati Gianyar I Ketut Rochineng mengatakan, dalam menjaga stabilitas harga dan stok bahan pokok selama Ramadan dan

menjelang Galungan dan Kuningan, Pemkab Gianyar telah melakukan berbagai langkah antisipasi. ‘’Selama ini, berdasarkan data dan dari kunjungan ke sejumlah pasar di Gianyar, harga beberapa kebutuhan pokok masih tetap terkendali. Meski demikian, kami tetap juga melakukan langkah antisipasi selama hari raya berlangsung dengan tetap mengadakan operasi pasar dan pasar murah di beberapa titik,’’ tegas Rochineng. Lebih lanjut Rochineng meminta TPID Kabupaten Gianyar tetap berperan aktif dalam mengendalikan inflasi dengan mengambil langkahlangkah antisipatif seperti pemantauan stok bahan pokok. ‘’Kita wajib menjaga stabilitas harga, ditambah pengendalian informasi dengan instansi terkait melalui forum koordinasi TPID,’’ tegasnya. (kmb35)

sosok Edukasi Pelanggan MESKIPUN mendapat penolakan dari sejumlah pihak, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gianyar dipastikan akan tetap konsisten dengan kenaikan uang denda sesuai surat edaran PDAM Gianyar nomor PDAM.66/S.Edaran/III/2018. Hal ini dilakukan tidak lain untuk mengedukasi pelanggan yang selama ini menunggak membayar rekening air. ‘’Ini tidak lain tujuannya untuk mengedukasi pelanggan,’’ tegas Dirut PDAM Gianyar Made Sastra Kencana, Rabu (16/5). Dijabarkan, dari total 57.497 pelanggan PDAM Gianyar, tercatat 49 ribu lebih pelanggan yang melakukan pembayaran tepat waktu. Sisanya sebanyak 8.132 pelanggan menunggak pembayaran. Tunggakan itu nilainya mencapai Rp 1,6 miliar. ‘’Kalau sekarang yang 49 ribu ini ikut menunggak, apa yang kita gunakan bayar operasional seperti bayar listrik,’’ katanya. Sastra mengklaim dengan penaikan uang denda rekening ini, jumlah pelanggan yang menunggak mulai menurun menjadi 6.653. Dikatakan, hal ini dipengaruhi kenaikan denda. ‘’Jadi, kita ingin mengedukasi pelanggan. Selanjutnya dana dari pembayaran ini pastinya hanya digunakan untuk pembelian peralatan dan ongkos tenaga kerja yang melakukan perbaikan,’’ jelasnya. (nik)

Simpan SS, Pedagang Kain Kapolres Ajak Semua Komponen Jaga Kerukunan Diamankan Polisi Antisipasi Terorisme

Gianyar (Bali Post) Beruntunnya serangan teror di Indonesia, menjadi fokus aparat kepolisian. Jajaran Polres Gianyar pun melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat, pecalang dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Gianyar di aula Mapolres Gianyar, Kamis (17/5) kemarin. Pada kesempatan itu, seluruh instansi sepakat untuk bergandengan tangan menghadapi aksi teror. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menyatakan, pertemuan itu untuk menyikapi secara bersama aksi teror yang sudah memakan korban jiwa, baik masyarakat dan aparat kepolisian. ‘’Kita berkumpul menyikapi serangan teror yang kini terjadi. Sekarang Polri melaksanakan siaga satu,’’ tegasnya. Kapolres mengajak semua pihak bergandengan tangan menghadapi ancaman teror. Dia juga meminta seluruh komponen masyarakat menjaga keharmonisan dan kerukunan. Dia juga meminta supaya setiap malam para pecalang di tingkat desa bersama polisi ikut mengecek penduduk pendatang.

Bali Post/ist:

PERTEMUAN - Suasana pertemuan sejumlah komponen masyarakat di Mapolres Gianyar. Yang tidak kalah penting, kini banyak beredar video maupun akun media sosial yang sengaja menyebar hoax atau menyebar kebencian untuk menghasut masyarakat berbuat anarkis. ‘’Mari kita take down atau delete bersamasama agar tidak menimbulkan kecemasan,’’ tegasnya. Priyo mengakui, tindakan sejumlah akun di media sosial

bukan perwakilan kelompok agama apapun, melainkan sengaja dibuat untuk merusak persatuan dan keanekaragaman di NKRI. Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gianyar Dewa Alit Mudiarta mengajak seluruh komponen menjaga keamanan. ‘’Mari kita sebagai umat beragama membina karakter

yang baik dan menolak semua bentuk teror,’’ jelasnya. Dia menambahkan, Gianyar merupakan salah satu ikon wisata dunia. Itu terbukti dari banyaknya turis ke Gianyar. Untuk itu, semua komponen masyarakat harus menjaga kerukunan umat beragama. ‘’Memberikan masukan dan memberikan binaan,’’ ungkapnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Seorang pedagang kain bernama Rudi harus berurusan dengan polisi. Dia diamankan lantaran menyimpan satu paket sabu-sabu (SS). Saat ini Rudi menjalani pemeriksaan di Polres Gianyar. Kasat Resnarkoba Polres Gianyar AKP Gusti Dharmanatha saat press rilis, Kamis (17/5) kemarin, menjelaskan bahwa Rudi sudah cukup lama terdeteksi sebagai pengguna narkoba. Petugas pun melakukan pengintaian ke tempat tinggal Rudi di lingkungan Candi Baru, Kelurahan Gianyar.

‘’Setelah mendapat kesempatan, pelaku langsung diringkus pada Jumat 11 Mei 2018,’’ katanya. Dikatakannya, pelaku tidak bisa berkutik saat mendapat penggrebekkan yang dilakukan sekitar pukul 23.00 Wita. Selanjutnya, polisi menggeledah pakaian yang dikenakan pelaku. Saat itu barang tidak ada di tubuh pelaku. Namun setelah didesak, pelaku mengaku lalu mengambil SS di belakang rumahnya. ‘’Di rumahnya kami temukan sabu-sabu yang dibungkus plastik kecil seberat 0,20 gram neto,’’ jelasnya.

Mendapati temuan itu, Rudi langsung dibawa ke Polres Gianyar untuk dimintai keterangan. Polisi juga menyita paket SS dan sebuah hp merek Nokia yang diduga digunakan memesan barang haram tersebut. Atas perbuatannya itu, Rudi bisa dijerat dengan UU Narkotika. Namun mengingat kecilnya jumlah barang bukti, maka pelaku bisa diarahkan ke assessment atau rehabilitasi. ‘’Pelaku mengaku menggunakan sabu-sabu untuk penyemangat saja. Pelaku belum mau mengakui di mana memperoleh SS itu,’’ katanya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Jumat Pon, 18 Mei 2018

KMP Labitra Adinda Terbakar di Selat Bali Seluruh Penumpang Selamat

Negara (Bali Post) -

KMP Labitra Adinda yang berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang, Kamis (17/5) kemarin terbakar. Kapal yang mengangkut 25 penumpang tersebut terbakar saat hendak bersandar di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 15.20 WIB. Beruntung semua penumpang, termasuk awak kapal dalam keadaan selamat. Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Heru Wahyono membenarkan salah satu kapal penumpang yang melayani penyeberangan Selat Bali terbakar, yakni KMP Labitra Adinda. Berdasarkan manifest yang dicatat oleh otoritas pelabuhan, selain 25 penumpang kapal (termasuk kru) juga mengangkut belasan kendaraan. Di antaranya truk besar dan tronton, masing-masing lima unit, sepeda motor dua unit dan satu unit kendaraan keluarga (mobil). “Hari ini kapal itu sudah melakukan dua kali trip (penyeberangan bolak-balik antarpelabuhan),” katanya. Pihaknya juga belum mengetahui pasti penyebab kebakaran itu. Namun seluruh penumpang sudah dievakuasi di Hotel Manyar, Ketapang, Banyuwangi. Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jembrana Komang Sudiarsa saat dikonfirmasi terpisah mengaku telah mengirimkan sejumlah personel ke TKP. “Informasi terakhir, kapal sudah disandarkan (Pelabuhan Ketapang) dan seluruh penumpang dievakuasi, masih proses pemadaman,” tambahnya. Salah satu penumpang, Ahmad Jazuli mengisahkan sebelum api berkobar sempat terdengar ledakan dari belakang kanan kapal. Setelah itu api menjalar naik dari bawah dek. “Saat kejadian saya tidur di mobil. Lalu, terdengar ledakan, kemudian asap tebal sudah membubung,” kata warga asal Gatsu Barat, Denpasar ini. Pria ini mengaku paling terakhir naik ke atas anjungan. Kala itu, dia dibangunkan dan ditarik saudaranya. “Saat itu asap tebal sudah memenuhi dek bawah. Saya naik ke

atas dengan susah payah karena pandangan terganggu,” jelasnya. Dalam kondisi kritis, kata Ahmad, kru kapal membagikan pelampung ke seluruh penumpang. Selang 15 menit kemudian, datang bantuan dari KMP Karya Maritim II. Kapal ini mendekat. Kemudian seluruh penumpang dan kru kapal dievakuasi. Tim Basarnas dan Satapolair juga membantu proses evakuasi penumpang. Proses evakuasi, lanjut Ahmad, sempat terganggu ombak tinggi. Para penumpang terpaksa meloncat dari pintu darurat di samping anjungan kapal, lalu dievakuasi ke kapal karet Basarnas. Kepanikan juga dialami Sugiyanto, penumpang asal Purwoharjo, Banyuwangi. Pengendara motor ini mengaku saat kejadian berada di dek atas. Motornya di parkir di dekat pintu keluar kapal. Tak ada curiga sedikit pun. Dia mulai panik ketika mendengar teriakan dari kru kapal. “Katanya kapal terbakar, semua wajib pakai pelampung,” kisahnya. Sementara itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman menegaskan kebakaran kapal ini dilaporkan pukul 14.05 WIB.” Kapal hendak sandar di dermaga Ketapang, lalu muncul percikan api dan terbakar,” katanya. Menurutnya, kapal mengangkut 18 penumpang dan 12 kru kapal. “Kita fokus ke evakuasi kendaraan yang masih terjebak di kapal. Setelah itu, baru menunggu hasil pemeriksaan,” pungkasnya. (kmb26/udi)

Operasi Duktang, Jaring Belasan Warga Tanpa SKTS Negara (Bali Post) – Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan di Kabupaten Jembrana, petugas Satpol PP Jembrana bersama desa/kelurahan belakangan ini menggencarkan operasi penduduk pendatang (duktang) di wilayahnya. Selain operasi duktang, sejumlah kantor pemerintahan juga mendapat penjagaan ekstra ketat, termasuk di Kantor Bupati Jembrana. Sejak pekan lalu, operasi kependudukan dilakukan secara bergilir di sejumlah desa/kelurahan yang diketahui banyak ada tempat tinggal sementara, baik tempat kos maupun rumah kontrakan. Seperti yang dilakukan Kamis (17/5) kemarin, operasi menyasar di wilayah Kelurahan Loloan Timur. Dalam operasi tersebut petugas dari kelurahan mendapati 13 warga yang melanggar kependudukan, yakni tidak mengantongi Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS). Mereka selanjutnya diberikan pembinaan dan diminta untuk mengurus SKTS. Sekretaris Lurah Loloan Timur Sukron Hadi Wijaya mengatakan, operasi ini dilakukan menyikapi kondisi yang terjadi belakangan ini. Operasi melibatkan unsur di kelurahan, termasuk Babinsa dan Babhinkamtibmas setempat. Sekaligus juga pengawasan lingkungan sekitar. Selain operasi kependudukan, terkait pengamanan di lingkup kantor-kantor pemerin-

tahan juga diperketat. Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Sekda Made Sudiada mengecek langsung pos penjagaan yang ada di belakang Kantor Bupati. Pengecekan mendadak ini bertujuan memeriksa kesiapan personel, khususnya Satpol PP. Bupati Artha mengimbau agar personel penjaga yang terdiri dari Satpol PP, Inspektorat, BKD untuk tidak lengah serta menjalankan protap penjagaan dengan baik. “Jangan sampai ada kejadian yang tidak kita inginkan. Jangan hanya menunggu perintah, namun ambil inisiatif. Kita juga sebagai pimpinan daerah juga akan terus memperhatikan hal ini,” ungkap Bupati Artha. Bupati juga mengimbau agar pen-

jagaan juga tidak diskriminatif dalam memeriksa tamu yang datang ke kantornya. “Semua tamu harus diperiksa dengan baik. Meskipun tamunya tamu VIP, penjaga harus tetap menjalankan tugasnya,” imbuhnya. Sementara itu, Kasatpol PP I Gusti Ngurah Rai Budhi mengatakan sesuai arahan bupati penjagaan di gedunggedung pemerintahan juga lebih detail dan menambah personel, khususnya Satpol PP. Dari pendataan, dalam sehari jumlah kunjungan tamu ke kantor bupati rata-rata 40-50 orang. Selain pengamanan di perkantoran pemerintahan juga dilakukan razia yang melibatkan desa/kelurahan setempat. (kmb26)

Bali Post/olo

OPERASI – Operasi kependudukan yang digelar di Kelurahan Loloan Timur, Kamis (17/5) kemarin. Ada belasan duktang yang diamankan karena tidak mengantongi SKTS.

Kapal Dibuat di Korea KMP Labitra Adinda yang terbakar saat berlayar dari Gilimanuk, Kamis (17/5) kemarin, ternyata belum lama beroperasi di penyeberangan Selat Bali. Informasi yang dihimpun Bali Post, kapal di bawah bendera PT Karya Maritim Indonesia ini dibuat di Korea, tahun 2010. Kapal yang biasa sandar di dermaga LCM ini mulai beroperasi di Ketapang-Gilimanuk mulai tahun 2011. “Kami ini manajemen tangan ketiga. Mulai kita operasikan tahun 2011 di Ketapang-Gilimanuk,” kata salah satu kru kapal yang menolak dikorankan. Dia memastikan, kondisi kapal san-

Negara (Bali Post) – Cuaca buruk masih terjadi di pesisir pantai di Jembrana. Sejak tiga hari belakangan, ombak tinggi disertai angin kencang terus melanda dan merusak rumah serta menghancurkan infrastruktur jalan. Teranyar, giliran perahu nelayan yang pecah dihantam gelombang tinggi. Seperti yang terjadi di perairan Perancak, Kecamatan Jembrana, Rabu (16/5) lalu. Dua perahu milik nelayan hancur diterjang ombak. Ketika itu, para nelayan hendak menyandarkan perahunya. Meski sempat tenggelam, para nelayan berhasil menyelamatkan diri, sedangkan perahunya hancur. Selain perahu, ombak juga memutuskan sejumlah pelampung yang dipasang di perairan antara Air Kuning dengan Perancak. Pelampungpelampung itu dipasang para peneliti di Balai Riset dan Observasi Laut (BPOL) untuk alat ukur kualitas air. Dari pengamatan di Pantai Perancak, Kamis (17/5) kemarin, kini terlihat tidak ada nelayan yang berani melaut. Mereka memilih libur karena cuaca yang tidak menentu. Apalagi sehari sebelumnya sudah ada dua perahu yang hancur diterjang ombak. “Sekarang (kemarin-red) sudah tidak ada lagi nelayan

Belum Berhasil Atasi Paceklik Ikan ada ikan), sangat sulit menentukan ikan,” tandasnya. Sejatinya memang para nelayan selerek telah dikenalkan dengan teknologi mencari ikan menggunakan GPS dan pelikan yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Riset dan Observasi Laut (BROL). Namun, belum merata semuanya menggunakan berpatokan melalui teknologi itu. “Sebagian besar juga belum dapat mengetahui atau membaca peta tersebut (teori). Akan lebih mudah kalau informasi itu dibahasakan seperti petunjuk yang mereka tahu, misalnya dari pelabuhan berapa kilo sampai dan lain-lain,” terang pria asal Perancak ini. Selain itu, dari beberapa nelayan yang mencoba berpatokan melalui

Bali Post/olo

PERAHU SELEREK – Sejumlah perahu selerek berjejer di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.

gat layak. Sebab, selalu lolos uji petik maupun pemeriksaan dokumen dan kelayakan pelayaran. Bentuk kapal yang panjang, mirip kapal landing craft tank (LCT) merupakan kondisi asli dari pabrik. Sementara itu, David Ariyanto menceritakan dirinya yang pertama kali melihat api dari arah kamar mesin. “Saya sempat semprot dengan alat pemadam. Tapi, api malah membesar, muncul asap tebal,” jelasnya. Karena api membesar, pihaknya langsung melaporkan kejadian ini ke kapten kapal. Akhirnya, kru kapal menyerukan

ke seluruh penumpang untuk menyelamatkan diri. Pria ini meyakini, api dipicu korsleting listrik. Sebab, kondisi mesin sangat stabil. Jika kebakaran akibat mesin, lanjutnya, kapal dipastikan akan meledak. “Kalau ini, apinya kecil, lalu merembet ke atas,” ujarnya. Saat pertama berkobar, api nyaris menyambar sebuah mobil yang parkir di dekat kamar mesin. Setelah itu, pihaknya tidak tahu lagi kondisi kapal. Sebab, sibuk menyelamatkan dokumen kapal dan membantu evakuasi penumpang. (udi)

Giliran Perahu Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Teknologi GPS dan Pelikan

Negara (Bali Post) – Hampir dua tahun ini nelayan selerek (purse seine) Selat Bali mengalami paceklik ikan. Nelayan yang mengincar ikan lemuru itu meyakini beberapa faktor yang menyebabkan tidak adanya ikan. Upaya menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS) dan berpatokan pada peta penangkapan ikan (pelikan) ternyata tidak selalu berhasil. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana I Made Widanayasa, Kamis (17/5) kemarin, mengatakan nelayan selerek dalam mencari ikan umumnya selama ini berpatokan pada insting dan pengalaman. Dengan petunjuk tukang panggung atau nakhoda yang duduk di atas bagian kapal. “Dengan kondisi paceklik ini (tidak

Bali Post/olo

peta tersebut, diketahui tidak seutuhnya valid. Menurut mereka, peta itu hanya mengetahui potensi ikan bukan mendeteksi ikan jenis tertentu. Selain itu juga hanya menggambarkan situasi radius 10 meter dari permukaan air, tidak sampai ke dalam. “Peta itu kan sebenarnya mendeteksi planton yang memang sering dimakan ikan lemuru. Logikanya memang pasti ikan mencari makanan di sana. Tapi sebenarnya tidak secara langsung mendeteksi ikan,” terangnya. Dari pengalaman, nelayan yang mengikuti data peta yang berlaku untuk satu minggu itu bisa memang ada ikan, bisa juga tidak. Sulit teori, hanya mengetahui di mana posisi menentukan ke mana harus mencari posisi itu. Sementara itu, berdasarkan data statistik triwulan 2018 terkait pelikan dari Balai BROL, jumlah unduhan peta untuk jenis ikan lemuru paling rendah dibandingkan jenis lainnya. Peta ini berisikan informasi prediksi daerah penangkapan ikan palagis tertentu (cakalang, lemuru dan tuna mata besar) di perairan Indonesia berdasarkan hasil analisis data citra satelit dan model oseanografi. Selama Januari hingga Maret, untuk jenis lemuru total unduh 534 kali dengan jumlah terbit rata-rata 7-6 kali sebulan. Sedangkan peta untuk cakalang yang terbit secara rutin tujuh hari diunduh 969 kali. Dan tuna mata besar, 1.208 kali unduh dengan penerbitan peta rutin setiap hari. (kmb26)

yang melaut. Anginnya cukup kencang,” kata Ketut Darna, salah seorang nelayan. Sejak pagi, ombaknya cukup tinggi dan disertai angin kencang. Sementara dua nelayan yang perahunya hancur diterjang ombak, nampak mulai memperbaikinya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun para nelayan ini tidak bisa beraktivitas lantaran kondisi perahu yang hancur. Kedua perahu itu terbalik digulung ombak seusai melaut. Kedua korban, I Ketut Purtama asal Banjar Tibu Keleneng dan I Nengah Wartama asal Banjar Lemodang, Perancak, mengatakan sejatinya saat melaut kondisi cuaca masih cerah. Untuk itu, banyak nelayan yang pergi melaut. Namun, di saat hendak kembali ke darat, ombak mulai besar dan disertai angin. Kepala Kewilayahan Banjar Lemodang I Nengah Budi Astawan membenarkan adanya gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Dua perahu yang rusak itu memang hendak mendarat di Pantai Perancak, masuk wilayah Banjar Lemodang. Kedua nelayan yang tergulung ombak itu berhasil ke tepian dan diselamatkan warga yang saat itu sedang ramai menunggu perahu-perahu turun.

“Tidak ada korban jiwa, tapi perahu rusak terutama katir dan mesin juga terendam air,” tambahnya. Selain merusak perahu ombak besar kemarin juga mengakibatkan sejumlah pelampung yang sengaja dipasang untuk penelitian lepas. Pelampung itu tersangkut di bebatuan karang yang masuk wilayah Banjar Mekarsari. Pihak BPOL yang kantornya berada di Desa Budeng, mengaku telah berkoordinasi dengan Desa Perancak terkait alat-alat untuk mengukur kualitas air yang hanyut tersebut.

Dari informasi, alat ukur yang dipasang itu merupakan satu di antara enam alat serupa yang dipasang di enam titik di seluruh Indonesia. Sementara itu, dari informasi Stasiun Klimatologi Negara, mencatat untuk angin di darat dalam lima hari terakhir kecepatan maksimum antara 10-15 knot (15-28 km/jam). Sedangkan di laut, untuk perairan Selatan Bali angin dapat mencapai 25 knot (45 km/jam). Pada Mei ini angin cukup kencang rata-rata antara 5-20 knot. (kmb26)

Bali Post/olo

HANCUR – Sejumlah warga di Banjar Lemodang, Perancak berusaha menyelamatkan perahu milik nelayan yang hancur tergulung ombak.

Kesulitan Pasokan Gabah, Usaha Penggilingan Padi Melesu

Negara (Bali Post) – Sejak dihentikannya bantuan dana talangan dari APBN dan APBD Provinsi untuk Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), rupanya berdampak pada kelangsungan usaha di sektor pertanian tersebut. Di Jembrana, dari sebelumnya ada belasan usaha, namun saat ini tercatat hanya enam yang masih aktif. Selain pasokan modal juga karena situasi yang terjadi sejak akhir tahun lalu sebelum panen raya. Di mana para pengusaha kesulitan mendapatkan pasokan gabah. Ditambah lagi persaingan yang ketat dengan beras produksi dari luar Bali. Dengan demikian, usaha ini pun semakin melesu. Ketua Perpadi Jembrana Putu Sentana, Kamis (17/5) kemarin, mengungkapkan kondisi belakangan ini diakui sangat mempengaruhi usaha penggilingan padi. Dari belasan anggota Perpadi di Jembrana, kini hanya enam yang aktif. Itu pun dengan rata-rata produksi satu ton per jam. Di bawah itu sudah sangat sulit bertahan. “Banyak faktor, terutama persaingan dengan beras dari luar Bali. Harus diakui saat tertentu kami (Perpadi) kesulitan mendapatkan bahan (gabah kering). Kalau sekarang stok masih sisa panen raya (bulan) April,” terang Sentana. Tak jarang beberapa pengusaha terpaksa mencari gabah hingga

ke luar Bali, baik di Pulau Jawa maupun Lombok. Faktor lain juga terkait permodalan. Di mana mulai tahun ini, dana talangan berupa Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP) sudah tidak ada lagi. Di tahun sebelumnya, Perpadi Jembrana mendapatkan kucuran dana LUEP untuk modal itu sebesar Rp 4,5 miliar bagi 12 usaha penggilingan. Sekarang tanpa bantuan itu, usaha-usaha ini harus mencari modal sendiri. “Kami juga tidak tahu persis kenapa tidak ada lagi (bantuan). Tetapi kami berusaha untuk pinjam (modal) ke bank. Kami bertahan untuk memenuhi permintaan langganan,” tambah pemilik usaha

penyosohan beras di desa Kaliakah ini. Untuk bulan ini pasokan beras masih aman hingga sebulan ke depan. Khusus di tempatnya, masih ada stok gabah kering sebanyak 200 ton. Dengan produksi rata-rata lima ton per hari, maka untuk sebulan ke depan stok tersebut dipastikan habis. Namun, masing-masing pengusaha sudah memiliki lokasi mendapatkan gabah. Selain permodalan dari DPM-LUEP, di Jembrana untuk sektor pertanian masih memiliki dana talangan lainnya yang bersumber dari APBD kabupaten. Namun bedanya, dana talangan yang difungsikan untuk menjaga kestabilan harga itu diberikan untuk Koperasi Unit Desa (KUD). (kmb26)

Bali Post/olo

PABRIK – Salah satu pabrik penggilingan padi di Jembrana yang saat ini masih memiliki stok gabah kering.


BULELENG

Jumat Pon, 18 Mei 2018

11

SOSOK Perhatikan Seniman

KESEJAHTERAAN seniman belakangan ini mengundang perhatian berbagai kalangan. Pasalnya, perhatian pemerintah terhadap jasa dan pengabdian seniman masih perlu ditingkatkan. Bahkan, tak jarang masih ada kesan kalau keberadaan seniman dilupakan. Atas kenyataan ini, banyak pihak yang meminta agar pemerintah dan pihak terkait memberi perhatian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan seniman. Harapan ini diungkapkan olah putra seniman sekaligus perintis seni Bondres Buleleng almarhum Drs. Made Ngurah Sadika (Susik Bondres), Gede Arya Darmadi, belum lama ini. Pria pemilik nama sapaan Cimcim ini mengaku, selama ini seniman baru bisa menikmati hasil dari manggung musiman. Sementara di luar itu, seniman kebanyakan harus mengandalkan hasil sampingan yang memang digelutinya di luar profesi. “Sebagai putra almarhum seniman, melihat bahwa seniman ini bisa hidup ketika ada momen Pesta Kesenian Bali (PKB) atau beberapa event seni lain. Di luar itu, seniman praktis hanya mengandalkan penghasilan sampingan yang mereka geluti,” katanya. Seniman yang bergabung dalam Sanggar Sunari Bajra ini mengusulkan, pemerintah lebih serius memerhatikan jasa dan pengabdian seniman. Selain dalam bentuk material, juga dalam bidang kesehatan. “Mudah-mudahan ke depan perhatian lebih kepada seniman itu bisa ditingkatkan. Seniman tidak seterusnya menghibur, namun pada situasi tertentu perlu juga dihibur,” tegas Darmadi. (mud)

Jelang Hari Raya

Harga Kebutuhan Pokok Stabil Singaraja (Bali Post) Memasuki bulan puasa dan jelang hari raya Galungan, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Buleleng masih stabil. Demikian juga dengan pasokan. Hal tersebut terungkap dalam pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Buleleng di Pasar Anyar, Kamis (17/5) kemarin. Harga ayam masih kisaran Rp 40 ribu per kilogram, bertahan sejak dua bulan lalu. Pasokannya juga masih tergolong lancar. “Sebelum Nyepi, kisaran Rp 35 ribu. Setelah itu jadi Rp 40 ribu dan stabil sampai sekarang. Penjualan masih biasa,” ujar seorang pedagang, Luh Suarmiasih. Sementara itu, cabai masih bertengger pada harga Rp 23 ribu per kilogram. Tergolong murah jika dibandingkan sebelumnya yang menyentuh angka Rp 30 ribu. Bawang merah masih Rp 28 ribu, bawang putih Rp 30 ribu. “Harga bumbu dapur biasa-biasa saja. Malah ada yang turun,” ucap pedagang, Luh Penyarikan. Perempuan paruh baya ini menyatakan pada bulan puasa tahun lalu, lonjakan harga terjadi pada beberapa komoditas. Sama halnya jelang Galungan. “Itu karena pasokan terganggu,” imbuhnya. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Buleleng I Ketut Suparto menyampaikan, dalam pantauannya lonjakan harga terjadi pada telur, dari kisaran Rp 37 ribu menjadi Rp 44 ribu per krat. “Kalau untuk yang lain masih stabil,” jelasnya. Pasokan juga dinyatakan masih aman di tengah adanya hari raya ini, termasuk elpiji yang kebutuhannya diprediksi akan meningkat. “Untuk elpiji, kalau kurang, akan dipasok lagi,” sebutnya. Di sisi lain, mantan Kabag Ekbang Setda Buleleng ini mengungkapkan, dalam rentetan hari raya, konsumen perlu waspada terhadap produk kedaluwarsa, salah satunya parcel. “Ini juga kami pantau. Konsumen sebelum membeli, sebaiknya periksa dulu,” tandasnya. (kmb45)

Bali Post/kmb45

NORMAL - Harga kebutuhan pokok pada bulan puasa dan menjelang Galungan masih normal. Demikian juga pasokannya. Tampak pedagang di Pasar Anyar, Buleleng, Kamis kemarin.

PPDB SMP

Seribuan Siswa Terancam Tak Tertampung di Negeri Singaraja (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP tahun ajaran 2018/2019 segera berlangsung. Sistemnya masih mengacu pada Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017, salah satunya berdasarkan zonasi. Seribuan orang berpotensi tidak diterima di sekolah negeri. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Buleleng I Gede Suyasa mengatakan, sesuai Permendikbud itu, penerimaan siswa SD dan SMP melalui tiga jalur. Yakni 90 persen berdasarkan zonasi, prestasi dan khusus masing-masing 5 persen. “Jalur khusus ini mungkin yang banyak dipertanyakan, yaitu masalah perpindahan orangtua, dari TNI/Polri, dari PNS, dari penyelenggara negara. Jadi, ini sangat khusus. Tetapi sudah diberikan lima persen,” jelasnya, Kamis (17/5) kemarin. Sistem tersebut, kata pejabat asal Tejakula ini, sudah dijabarkan lebih teknis lagi. Ini segera dibahas bersama Komisi IV DPRD Buleleng maupun Dewan Pendidikan. Setelah dipahami, langsung disosialisasikan kepada seluruh kasek maupun pemerintah desa. “Drafnya sudah ada. Minggu depan akan kami bahas dan diputuskan supaya seluruhnya memahami dan mengerti,” tegasnya. Pendaftaran direncanakan berlangsung pada 20 sampai 24 Juni 2017. Sesuai data, lulusan SD yang berpeluang ke jenjang SMP mencapai 11.992 orang. Namun, melihat jumlah ruang kelas belajar sekolah negeri termasuk Satu Atap (Satap) sebanyak 341 unit, dengan hitungan sementara kapasitas 32 orang setiap rombel, yang bisa tertampung 10.912 orang. Artinya, ada 1.080 orang yang terancam harus melanjutkan pendidikan ke swasta. “Ini sudah disiapkan sekolah swasta. Bahkan sudah ada menerima,” ungkapnya. Pada penerimaan ini, Suyasa memperkirakan ada sedikit persoalan di SMPN 2 Grokgak. Itu berpeluang kelebihan siswa akibat sejumlah masyarakat keberatan menyekolahkan anaknya di swasta, seperti yang terjadi tahun lalu. “Tahun lalu sudah diberikan solusi, bikin di Pejarakan Satap. Tapi begitu sudah mau berjalan, perbekel, tokoh masyarakat datang, menyampaikan tidak bersedia menyekolahkan di sana. Akhirnya diterima di SMPN 2 Grokgak. Empat rombel jadi kapasitasnya lebih,” terangnya. Namun, mengantisipasi persoalan, tahun ini sudah dilakukan pembangunan ruang kelas belajar baru dengan swakelola. “Semoga ini bisa mengatasi. Tahun selanjutnya, kami usulkan lagi untuk penambahan ruang kelas,” sebutnya. Terkait jenjang SD, dinyatakan tidak ada persoalan. Ketersediaan ruang kelas sudah sebanding dengan jumlah peserta didik. “Bahkan, ada yang kekurangan siswa,” kata mantan Kabag Humas Bali Post/kmb45 dan Protokol Setda Buleleng ini. (kmb45) I Gede Suyasa

TUJUAN WISATA - Salah satu daerah tujuan wisata di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Bali Post/kmb45

SDM dan Anggaran Masih Jadi Persoalan Pengelolaan DTW

Singaraja (Bali Post) Daerah tujuan wisata (DTW) di Kabupaten Buleleng mencapai puluhan, tersebar di sejumlah lokasi. Namun, dalam pengelolaannya masih terkendala sumber daya manusia (SDM), di samping anggaran. Kepala Dinas Pariwisata Buleleng I Nyoman Sutrisna menyampaikan hal itu, Kamis (17/5) kemarin. Bendesa Pakraman Buleleng ini mengungkapkan, pemkab telah melakukan inventarisasi dan identifikasi DTW, termasuk desa wisata. Pada 2017, tercatat 86 objek. Bertambah dari sebelumnya yang hanya 26 objek. Seluruhnya sudah dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 430 Tahun 2017 dan sudah disosialisasikan

kepada pemerintah desa maupun DPRD Buleleng. “Desa wisatanya juga sudah diperbupkan,” ungkapnya. Penetapan sebagai DTW tak lepas dari sudah adanya kunjungan wisatawan maupun penataan dari desa. Bahkan, beberapa sudah ditangani langsung oleh kelompok sadar wisata. “Itu ada wisata alam dan spiritual,”

jelasnya. Mendukung perkembangan objek itu, pemkab telah melakukan pembenahan, salah satunya pada sarana, seperti toilet yang menjadi kebutuhan penting wisatawan. Hanya, jumlah yang disasar belum mampu secara keseluruhan. “Tahun lalu, pembangunan toilet di beberapa objek sudah jalan. Tahun ini ada

lagi,” ungkapnya. Di balik gerakan itu, pengelolaan belum seluruhnya berjalan mulus. SDM yang menjadi nakhoda, kualitasnya masih ada yang belum mumpuni. Ini terus disikapi dengan memberikan pembinaan. “Desa wisata juga akan dibuatkan forum. Ini akan mempermudah lagi dalam komunikasi,” jelasnya. Tak hanya itu, anggaran juga masih menjadi persoalan, sehingga menghambat pembangunan. Pemkab tak bisa berbuat banyak menangani ini karena anggaran juga

terbatas. “Tetapi kami tetap upayakan untuk mengusulkan dana ke pusat. Ada juga melalui proposal bansos, baik dewan maupun bupati. “CSR dari investor juga ada untuk beberapa lokasi. Ini sangat membantu,” sebut Sutrisna. DTW itu, imbuhnya, sangat diandalkan sebagai magnet kunjungan wisatawan yang tahun ini ditargerkan 850 ribu orang, baik domestik maupun asing. “Optimis ini bisa tercapai dengan berbagai upaya yang pemkab lakukan. Ada festival maupun promosi lainnya,” tandasnya. (kmb45)

Orientasi Kehumasan ke Pemprov Kaltara

Pemkab Cari Pembanding Penyempurnaan Pembangunan dan Pertanian MENCARI pembanding dalam pengembangan pembangunan di daerah tampaknya tidak saja ke daerah yang sudah mapan. Sebaliknya, daerah yang baru berkembang pun dijadikan sasaran dalam mencari pembanding dan sharing kebijakan dalam membangun daerah. Itu dilakukan Pemkab Buleleng yang sengaja menyasar Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dalam Orientasi Kehumasan tahun 2018, Kamis (17/5) kemarin. Dalam orientasi kali ini, pemkab ingin mencari pembanding dalam pengembangan infrastruktur, potensi pertanian perkebunan, ketahanan pangan, dan manajemen kesiapsiagaan bencana. Rombongan orientasi dipimpin Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Drh. Nyoman Surya Temaja, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Gusti Ketut Sukertiya, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketut Susila, Camat Busungbiu Made Supartawan, dan Kabag Humas dan Protokol Sekkab Buleleng

Ketut Suarmawan. Rombongan diterima Wakil Gubernur Kaltara H. Udin Hianggio, B.Sc. didampingi Penjabat (Pj) Sekda Pemprov Kaltara, H. Saiful Herman, M.Ad. Wakil Bupati Sutjidra mengatakan, alasan menyasar Pemprov Kaltatara adalah karena secara umum kondisi wilayah daerahnya mirip dengan di Kaltara. Terutama dalam potensi pertanian perkebunan, kawasan pesisir dan sungai. Dari orientasi ini, Wakil Bupati ingin mencari referensi kebijakan yang dijalankan Pemprov Kaltara yang dijadikan bahan kajian menyempurnakan pengembangan beberapa potensi tersebut. “Kami ke sini (Pemprov Kaltara red), karena daerah ini baru berkembang, namun mampu membangun infrastruktur dan mengembangkan potensi daerahnya. Ini penting karena daerah yang baru lima tahun saja sudah berkembang, sehingga langkah yang dilakukan di sini bisa kita jadikan referensi pengembangan pembangunan di daerah kita,” katanya. Menurut Sutjidra, pengembangan infrastruktur dan

CENDERAMATA - Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. (kanan) menyerahkan cenderamata kepada Wakil Gubernur Kaltara H. Udin Hianggio, B.Sc. dalam Orientasi Kehumasan, Kamis (17/5) kemarin. pertanian serta perkebunan di Buleleng sudah berjalan dengan baik. Hanya, karena persoalan anggaran dan sejumlah kendala teknis lain, kebijakan pembangunan di bidang itu perlu ditingkatkan. Dia mencontohkan, perbaikan jalan dan jembatan masih ada yang harus digarap dalam sisa masa kepimpinannya kedua. Selain itu, penanganan pertanian dan perkebunan juga masih perlu kebijakan yang fokus, sehingga dua

potensi ini ke depannya bisa memberi kesejahteraan bagi masyarakatnya. Demikian juga penanganan bantaran beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) perlu kebijakan yang bisa menjaga lingkungan dan memberikan ruang bagi warga dalam memanfaatkan potensi itu sebagai pendukung sektor pariwisata di Buleleng. “Itu di antaranya perlu penanganan serius ke depan ini dan harapan kami dengan mencari pembanding seperti ini dinas terkait yang dilibatkan ini bisa

mencuri ilmu dalam menyempurnakan kebijakan kita di daerah,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltara, H. Udin Hianggio, B.Sc. mengatakan, meski sudah banyak yang menyebut daerahnya berkembang pesat, namun banyak hambatan pengembangan dalam pembanguan di Kaltara. Dia mencontohkan, pengembangan potensi di bidang industri energi, gas, dan batubara yang belum dikelola dengan optimal. Sementara, bidang pertanian terutama budi daya kelapa sawit juga belum optimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak hanya itu, sektor pariwisata yang belum digarap maksimal. Menyusul hal ini, Wakil Gubernur merencanakan akan belajar balik ke Pemprov Bali termasuk ke Buleleng. “Kita ini masih belajar karena provinsi ke-34 dan baru lima tahun. Masih banyak yang kami kembangkan dan dari kunjungan seperti ini sangat baik dan bagi kami juga ingin mencari pembanding ke Bali atau Buleleng, utamanya dalam bidang pariwisata,” tegasnya. (ad945)

Ketika Ruangan Kelas SDN 4 Pancasari Terendam

Melawan Dingin, Puluhan Siswa Belajar di Balai Banjar LUAPAN air Danau Buyan tak hanya merendam lahan pertanian. Namun, beberapa ruangan SDN 4 Pancasari juga terendam. Puluhan siswanya terpaksa belajar di balai banjar. Seperti apa situasinya? Disambangi Rabu (16/5) pagi, siswa SD yang berlokasi di Dusun Dasong ini tengah sibuk mengikuti proses belajar mengajar. Beberapa di antaranya ada yang berbincang-bincang, mengutarakan berbagai hal. Mereka tampak sangat akrab. Ketika itu, udara cukup dingin. Kabut tipis tampak menyelimuti permukaan Danau Buyan. Bergerak ke berbagai penjuru terhempas angin semilir. Di tengah situasi itu, tampak sejumlah siswa tengah belajar di bangunan yang tak terlalu besar. Berada sekitar 50 meter di sebelah barat. Tempat itu adalah sebuah balai banjar. Ada dua ruangan yang disekat

menggunakan tripleks. Dindingnya juga ada dari plastik transparan. Angin berembus bebas ke dalam ruangan melewati celah atap tanpa plafon. Siswa yang masih sangat belia itu banyak yang mengenakan jaket, menunjukkan udara kurang bersahabat. Namun berbanding terbalik dengan semangatnya belajar. Banyak yang mengacungkan tangan. Menandakan sudah selesai menjawab latihan soal. Mereka kelas I dan II. Jumlahnya 33 orang. Mereka pindah karena ruang belajarnya dipakai siswa lain yang ruangannya terendam air Danau Buyan.

Bali Post/sos

BALAI BANJAR - Siswa SDN 4 Pancasari belajar di Balai Banjar Dusun Dasong.

Guru setempat, Made Raka, menuturkan situasi itu sudah berlangsung beberapa pekan. Diakui, suasana ruang belajarnya tak sehangat sebelumnya. “Kalau di sini angin lebih mudah masuk. Cukup dingin. Tapi kadang-kadang terasa biasa,” ujarnya. Meski demikian, animo peserta didiknya untuk belajar tidak pudar. Tidak ada

yang absen. Berjalan seperti biasa. “Sangat antusias belajarnya,” ucap guru agama ini. Ruang belajarnya kini sudah jauh lebih baik. Sebelumnya berlangsung di teras sekolah. Hanya berdinding plastik lembaran. Terasa kurang nyaman. Rasa dingin lebih menyusup. “Ada sekitar dua minggu belajar di sana, lalu pindah ke sini,”

ucapnya. Keinginan untuk kembali ke ruangan sebelumnya sangat besar supaya bisa berbaur dengan siswa lain. Di samping lebih merasakan kenyamanan. “Genangan air sudah surut. Ruangan sudah dibersihkan. Mudah-mudahan sebelum ujian sekolah bisa kembali,” tandasnya. (sos)


KLUNGKUNG

12

Sikapi Penambangan Ilegal di Eks Galian C

Satpol PP Turun, Belasan Penambang Diberikan SP

Gandeng FKUB, Bersinergi Tingkatkan Kewaspadaan

Semarapura (Bali Post) – Menyikapi banyaknya peristiwa yang mengganggu keamanan dan kondusivitas belakangan ini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Klungkung menggelar rapat koordinasi (rakor). Dalam rakor yang juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klungkung, seluruh komponen masyarakat diminta untuk bersinergi meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga keamanan dan mencegah terjadinya konflik. Dalam rakor yang dipimpin Pjs. Bupati Klungkung I Wayan Sugiada, Kamis (17/5) kemarin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klungkung Wayan Sujana menyampaikan ada beberapa hal yang berpotensi menimbulkan terjadinya konflik sosial di masyarakat. Di bidang pendidikan, salah satu hal yang berpotensi menimbulkan konflik, yakni penerimaan peserta didik baru. Di tahun politik 2018 ini, pihaknya juga meminta seluruh pihak mewaspadai terjadinya konflik, terlebih di Kabupaten Klungkung akan ada hajatan pemilihan kepala daerah (pilkada). Di bidang pangan, juga tidak menutup kemungkinan terjadi konflik akibat pengaruh peningkatan harga kebutuhan pokok. “Semua potensi ini perlu kita waspadai bersama,” ujar Sujana. Terkait situasi keamanan belakangan ini, Sujana mengajak semua komponen untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan deteksi dini. Keamanan lingkungan perlu ditingkatkan dengan melakukan kegiatan pendataan penduduk pendatang (duktang). Tak hanya itu saja, Sujana mengingatkan peredaran narkoba juga perlu diwaspadai bersama. “Kewaspadaan dan deteksi dini perlu ditingkatkan untuk menjaga Klungkung tetap kondusif,” katanya. Sementara itu, Wayan Sugiada dalam kesempatan itu meminta seluruh komponen bersinergi menjaga Klungkung agar tetap aman dan kondusif. Seluruh instansi, kata Sugiada, diminta siaga dan waspada untuk menjaga Klungkung tetap aman, tertib dan terjaga dari ancaman keamanan. (kmb40)

Bali Post/ina

RAKOR - Suasana rapat koordinasi (rakor) FKPD Klungkung yang digelar, Kamis (17/5) kemarin.

menjadi Rp 1.700. Tak hanya telur ayam, harga telur bebek pun mengalami hal yang serupa. Harga telur bebek sebelumnya Rp 2.500 per butir, kini Rp 2.800 per butir. “Kalau harga ayam kampungnya turun. Dari sebelumnya Rp 1.700, tetapi sekarang harganya Rp 1.200 per butir,” katanya, Kamis (17/5) kemarin. Menurut Sudiasih, naiknya harga telur ayam belakangan ini terjadi karena pengaruh bulan Ramadan. Di mana saat ini permintaan telur

Bali Post/ina

PEDAGANG - Seorang pedagang telur di Pasar Galiran sedang menunggu pembeli.

Semarapura (Bali Post) – Maraknya aktivitas penambangan pasir di eks galian C Klungkung sejak beberapa bulan terakhir disikapi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung. Pada Kamis (17/5) kemarin, sejumlah petugas Satpol PP turun langsung ke lokasi penambangan pasir ilegal tersebut. Mereka tidak langsung melakukan tindakan, namun melayangkan surat peringatan (SP). Dalam SP itu, para penambang diminta untuk segera menghentikan aktivitas penambangan tersebut. Saat ke lokasi, petugas menemukan ada 14 orang penambang yang sedang melakukan aktivitas. “Setelah dilakukan pendataan, mereka rupanya kebanyakan orang dari luar Bali,” kata Sekretaris Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung Komang Agus Putra Sanjaya. Ia menjelaskan, pihaknya sengaja tidak membubarkan mereka. Sebab, pihaknya menjalankan aturan yang berlaku dengan memberikan SP terlebih dahulu. Jika peringatan pertama tidak dihiraukan, akan dilanjutkan dengan SP kedua dan ketiga. Apabila para penambang ini tetap membandel, barulah akan dilakukan tindakan tegas. “Makanya kami imbau kepada mereka agar segera hentikan aktivitas penambangan itu,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran I Nyoman Yasa menambahkan, setelah memberikan SP pertama kemarin, pihaknya akan kembali turun ke lokasi penambangan, tujuh hari kemudian. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas penambangan di lokasi eks galian C tersebut. Dikatakan, kedatangannya ke lokasi penambangan, pihaknya melihat ada sejumlah truk yang keluar masuk. Hanya saja pihaknya mengaku tidak bisa menertibkan karena tidak ada dasar hukumnya. “Aturan menindaknya tidak ada. Kami tidak bisa menggunakan asas logika,” ucapnya. Sebagaimana diketahui, aktivitas penambangan pasir di eks galian C kembali marak sejak beberapa bulan terakhir. Maraknya aktivitas penambangan itu terjadi lantaran lokasi tersebut banyak dipenuhi pasir pasca-erupsi Gunung Agung. Pemerintah Kabupaten Klungkung menganggap keberadaan aktivitas penambangan pasir di eks galian C telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) 2/2010 tentang Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Hidup, serta melanggar Peraturan Bupati Klungkung 2/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Eks Pertambangan Bahan Galian Golongan C. (kmb40)

Panwaslu dan sebagian lainnya merupakan laporan dari warga. Terhadap pelanggaran kode etik yang terjadi khususnya yang dilakukan ASN dan perbekel, pihak Panwaslu telah mengeluarkan rekomendasi yang ditujukan kepada Pjs. Bupati Klungkung, Gubernur Bali. Sementara terkait pelanggaran yang dilakukan seorang bendesa, Panwaslu menindaklanjutinya dengan memberikan peringatan tertulis. “Pelanggaran tindak pidana sejauh ini masih nihil,” ujarnya. Artawan menerangkan untuk mence-

gah terjadinya pelanggaran di sisa masa kampanye ini, baik yang dilakukan ASN, perangkat desa, masyarakat maupun paslon, pihaknya terus memberikan imbauanimbauan. Dengan adanya imbauan ini, pihaknya berharap kejadian pelanggaran yang terjadi selama ini bisa dijadikan pelajaran bagi semua pihak. “Masyarakat saat ini sudah mulai jeli. Setiap ada tindakan yang mengarah kepada pelanggaran, disampaikan ke Panwaslu. Dan kami sangat mengapresiasi hal ini,” imbuhnya. (kmb40)

Masa Kampanye, Panwaslu Catat Sejumlah Pelanggaran Semarapura (Bali Post) – Sejumlah pelanggaran mewarnai masa kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klungkung. Sesuai catatan yang dikantongi Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Klungkung, bentuk pelanggaran yang terjadi sepanjang masa kampanye beragam. Mulai dari pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK) hingga kode etik yang dilakukan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat desa. Ketua Panwaslu Kabupaten Klungkung I Komang Artawan, Kamis (17/5) kemarin, mengatakan sejak dimulainya masa kampanye pada 15 Februari lalu, hingga saat ini telah mencatat adanya sejumlah pelanggaran yang terjadi. Pada pelanggaran pemasangan APK, kedua paslon melakukan hal itu. Hanya, pihaknya

tidak menyebut secara pasti jumlah total pelanggaran APK yang terjadi. “Pelanggaran APK kebanyakan terjadi saat awal-awal masa kampanye. Kalau saat ini tidak ada. Tindak lanjut terhadap pelanggaran APK, kami sudah memintanya ke tim kampanye agar diturunkan,” terangnya. Selain pemasangan APK, Artawan

menambahkan pihaknya mencatat pelanggaran kode etik dan disiplin yang dilakukan empat ASN dan dua perangkat desa (kepala desa dan bendesa). Semua pelanggaran kode etik tersebut sudah diproses. Artawan menyebut dari keenam pelanggaran kode etik itu, sebagian merupakan hasil temuan pihak

Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Perairan Nusa Penida

Semarapura (Bali Post) – Sesosok mayat ditemukan mengapung di sekitar perairan Manta Bay Nusa Penida, Kamis (17/5) kemarin. Mayat yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan bagian wajah hancur, tangan hilang dan tidak bisa dikenali lagi. Belum diketahui siapa identitas mayat tersebut. Guna memastikannya, jenazah

Pasokan Turun, Harga Telur Naik Semarapura (Bali Post) Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran mengalami kenaikan sejak seminggu terakhir. Salah satunya telur ayam yang kini harganya menembus Rp 1.500 per butir. Salah seorang pedagang telur di Pasar Galiran Wayan Sudiasih mengakui adanya kenaikan harga telur ini. Sebelumnya, harga telur Rp 1.200 per butir, namun kini Rp 1.500 per butir. Demikian juga telur ayam ukuran super, juga mengalami kenaikan dari Rp 1.500

Jumat Pon, 18 Mei 2018

ayam meningkat untuk kebutuhan pembuatan kue dan makanan lainnya. Banyak peternak di Bali mengirim telurnya ke luar Bali seperti Jawa dan Lombok, sehingga pasokan ke Pasar Galiran menurun. Dampaknya, harganya naik. “Kenaikan harga telur sudah biasa terjadi kalau bulan puasa dan dekat Lebaran. Kalau sudah pertengahan puasa, biasanya turun lagi,” ujarnya. Naiknya harga telur saat ini, diakui berdampak pada turunnya penjualan. Saat harga normal, telur ayam dagangannya bisa laku terjual hingga 500 butir. Sedangkan dengan harga saat ini, telur ayam hanya laku terjual 300 butir. Sementara itu, selain telur, harga daging ayam juga mengalami kenaikan. Per kilogramnya, daging ayam dijual pedagang dengan harga Rp 40 ribu. Made Riani, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Galiran mengatakan naiknya harga ayam belakangan ini berpengaruh pada lesunya penjualan. “Biasanya saya ngirim 40 kilogram ke Nusa Penida. Sekarang tidak ngirim karena sepi permintaan,” ujarnya. (kmb40)

Ms. X itu langsung dibawa ke RS Sanglah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat tersebut ditemukan warga sekitar pukul 11.00 Wita. Saat ditemukan, mayat dalam posisi mengambang terombang-ambing di tengah laut. Bahkan, mayat itu sempat terbawa arus yang cukup ekstrem hingga ke perairan sebelah barat Pulau Nusa Lembongan.

Oleh warga, penemuan mayat tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Atas laporan itu, petugas Polsek Nusa Penida langsung menindaklanjutinya dengan menghubungi Pos Basarnas Nusa Penida. Selanjutnya informasi tersebut diteruskan ke Tim Basarnas Kantor Denpasar. Upaya evakuasi dilakukan dengan menggunakan boat RIB Basarnas dengan

kekuatan personel sebanyak 6 orang. Sekitar pukul 13.40 Wita, tim Basarnas berhasil mengevakuasi mayat tersebut. Oleh pihak Basarnas, jenazah korban dibawa ke Pelabuhan Benoa dan selanjutnya dikirim ke RS Sanglah menggunakan mobil ambulans untuk penanganan lebih lanjut. Kapolsek Nusa Penida Kompol Ketut Suastika saat dikonfirmasi membe-

narkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan dari hasil identifikasi, mayat tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan. Kondisi mayat cukup sulit dikenali karena bagian wajahnya sudah hancur dan salah satu tangannya hilang serta rambut rontok. “Jenazah sudah dievakuasi ke RS Sanglah Denpasar melalui Pelabuhan Benoa,” kata Suastika. (kmb40)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Pon, 18 Mei 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr PRT,Housekeeping, OB, Supir, SMA, Tel.081529922938 B.BP.004.05.18.0000933

Dicari Security Bersertifikat Bw Lamaran Lsg ke Puri Kelapa Jl.Segara Ayu No.1 Sanur Hub:(0361) 286 135

B.BP.001.05.18.0000916

Adm.Marketing(D3/S1),Pngiriman (SMK),Single,SIM C&A Lam Lkp: Jaya Motor-Jl.Setia Budi 21 Dps

B.BP.004.05.18.0000931

Dcr Graphic/Web-Design/3D, S1 Pglm 3 Th, hrd@melali-mice.com

B.BP.004.05.18.0000934

Dcr Kary.Pria,Mak 25’th, bisa Bhs Inggris Hub:081338704422

B.BP.001.05.18.0000907

Dicari Marketing,wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id

G.01

Coco Group Bali Looking For - Asst.Accounting Manager - Asst.Operation Manager *Min 1 year experience in the same position in retail industry,CV send to hrm@cocogroupbali.com

B.BP.803.05.18.0000922

Dcr Tk.Jahit/Potong/Mote,Pglmn utk Butik diRenon,083119980802

Dicari Sopir u/ Laundry, Jl.Pralina No.22Dps.081936094135 Sgr

Dcr Tkg Tato yang Brpengalaman Hub. +6281338720450 Ibu Dewi

Dicari:Therapist Sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5Jt+16Rb/Jam Instv Cleaning Servis,L/P (2,5Jt+500 Rb Instv) Pengalaman Min 1Th. Lamaran Ke Bodyworks Spa. Jl . Kayu Jati No.2 Petitenget.735058

B.BP.001.05.18.0000908

B.BP.004.05.18.0000942

Dcri Admin,Wanita (Blm Menikah) krm lmrn ke Jl.Gunung Galunggung No. 9 Tk.Buah WS B.BP.031.05.18.0000923

Dcri Front Office Cleaning Service Hub.085238311111 B.BP.001.05.18.0000936

Yamaha Bisma Dicari: 1.Sopir 2.S1 Ek/SMA/D1. Hubungi:Teuku Umar 142 DPS B.BP.001.05.18.0000918

Dcr Karyawati utk Rumah Makan Tidur Dalam Jl.Nangka Selatan No.168 Tlp:081547124100

B.BP.001.05.18.0000903

Dcr Krywati u/Apotik. Kirim Lam ke Jl.Mertasari 108 Sidakarya

B.BP.001.05.18.0000803

Dcr Sgr Sopir Pribadi bisa Matic Hub.081236155572

B.BP.154.05.18.0000935

Dcr Spv,Sales,Teknisi STM Gj+Bns+Kms+BPJS,Lam PT.PMA Bedahulu XVII/7, Dps

!Staf Bersih Rmh Kost,Pria,Max 24th,Tinggal Dlm/085238203818 B.BP.001.05.18.0000912

Accountant needed for international travel. Min.5 years experince. English speaking. Send letter of application and resume to: receptifindo@gmail.com

Dcr Tenaga Pasang Baja Ringan berpengalaman. Hub: CV.Adrian Pratama Jl.Gn.Agung 144B Dps

Dibthkan Accounting Brpglmn u/ Restaurant. Hub:087861864937 Email:apartments@inivie.com

Dcr Tenaga Serabutan Pria max 23th,rajin,jujur Hub:CV.Adrian Pratama Jl.Gn.Agung 144B Dps

Dibutuhkan Segera Leader Cleaning Service Berpengalaman Min.1Thn Tlpn.081238010461

B.BP.004.05.18.0000871

SERVICE

B.BP.004.05.18.0000622

Bookkeeper Parttime, exp bs English 2x/seminggu 1-1,5jt/bln 08123932061,082146990665Diana B.BP.001.05.18.0000941

Dcr Tiketing Wnt Lmr Rama Duta Diponegoro 150 B-4 Tlp:244433

Sales Marketing,Telemarketing, Tkang Las Listrik: 085103167222 B.BP.001.05.18.0000515

Wanted Local Diving Instructor (Good English is Required) & Equipment staff (English isn’t required/young & Single male preferred) for diving company in Legian. Honest positive careful & Enthusiastic person contact at 08123814964 or info@divecenterbali.com

HONDA

Dcri Tk Potong yg brpengalaman Hub:Indah Garment 0361-463708

B.BP.001.05.18.0000913

B.BP.001.05.18.0000801

All New Jazz’16 Pmk AT Pth 235 Freed PSD’12/160J,085100856999

Dcr Staff Acc,FO,Securiti;SMK, D1,S1.CV:balisky2017@yahoo.com

B.BP.001.05.18.0000911

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto pasti Brangkat,Line WA081375409869&087754689692

Dicr Acc Wnt Tmt Poltek u/Rest Hb:lielie86emerentia@gmail.com

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.05.18.0000902

B.BP.001.05.18.0000932

B.BP.001.04.18.0001538

B.BP.001.05.18.0000745

Dcr Sopir Pribadi,Bujangan,Tdr Dlm,Bisa Matic H.081338623037

B.BP.821.05.18.0000770

B.BP.001.05.18.0000937

B.BP.001.05.18.0000751

B.BP.001.05.18.0000906

B.BP.004.05.18.0000929

B.BP.141.05.18.0000939

MAZDA

Mazda CX7 GT Putih’2010 AsBali 225Jt Bs Tkr,085100856999 Prbd B.BP.141.05.18.0000940 TOYOTA

Alphard’13 Putih GS BuildUp dr bru,Jrg Pake,Prbdi, 08123861941 B.BP.001.05.18.0000904

Dilelang Alphard Th’2003 Plat Jakarta Hub.089619874461

RUPA-RUPA Kredit/Take Over Srtfkt Proses Cepat Tdk Ribet Dana Talangan Hub.082144394889

B.BP.001.05.18.0000919

Djl tanah kav di kota Denpasar Hub:08123600422 / 0811398086

B.BP.001.05.18.0000917

Tanah 1,3 Are di Munggu SHM Aspek Perum Hub.081337141817

B.BP.001.05.18.0000926

B.BP.001.05.18.0000910

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.08123985172/085337370228 B.BP.001.05.18.0000623

Tanah 26 Are Sunset Road Utama Seminyak.Hubungi:085100867168

B.BP.004.05.18.0000927

Tanah 7,5Are Jl.D.Tempe Jual Cepat Butuh Dana 08123861941

B.BP.001.05.18.0000905

Tanah,Bonus Gudang Ls.2,82 Are Hrga 320Jt/Are Nego Jl.Sentanu Peguyangan Kaje H.081236788999 B.BP.001.05.18.0000760

Tnh Kavling Sempidi 1Are 300Jt Hub.082339715190/085337830090 B.BP.001.05.18.0000900

DIJUAL RUKO Djl Cpt & Murah Ruko 2 Unit Jl. Tegal Wangi II/34 Sesetan Densel Hrg .2M Hub.087864154888 TP

B.BP.030.05.18.0000454

Djl Ruko Kertawijaya Blok A1/ BuluhIndah26CDps085100867168 B.BP.004.05.18.0000928

PENGUMUMAN Bahwa berdasarkn akta pernyataan keputusan rapat PT.Jaya Kencana Amerta Tgl .14 Mei 2018, No.11, yg dibuat dihadapan Made Sudartana.SH.MSc.MBA.Notaris Kab.Klk,modal dasar distor dan ditempatkn Perseroan tlh diturunkn.Pengumuman ini dilakukan utk memenuhi ketentuan UU No.40 th.2007 Ttg Perseroan Terbatas

Cuci Gudang Alat Fitnes Second Hub.08123634805/082131234798

B.BP.001.05.18.0000915

Terima Kasih Atas Terkabulnya Doa Novena Tiga Salam Maria

BIRO JASA

KEHILANGAN

Rmh Kost’an 2A,6Kmr,Hrg1,5M Jl Griya Anyar Gg.32/081916477325

Urus Lap Pajak SPT Tahunan,PPN Pasport,SIUP,NPWP:082146461910

Hilang Buku KIR PickUp DK-8083 -EBAn.HermanHub.082340865857

B.BP.001.05.18.0000814

B.BP.001.05.18.0000925

B.BP.001.05.18.0000059

B.BP.001.05.18.0000909

BENGKEL LAS

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.05.18.0000766

B.BP.001.05.18.0000901

DIJUAL RUMAH

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

RUPA-RUPA

FOTO COPY

DIJUAL TANAH Dijual Tanah Los Pantai Lovina 78,80 Are Hub.081338711109 BUC

Dcr sgr:Sekretaris,Accounting (Bs. bhs.Inggris)&Tukang Jahit Gaji Bgs+BPJS Tlp.(0361)755204

B.BP.001.05.18.0000914

Free

BIRO JASA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dicari Karyawati Usia Max 30Th Bag. Administrasi Umum,Lulusan SMA/SMK. Kirim Lamaran ke CV. Surya Buana, Jln.Sekar Sari 23 Kesiman Dps Hub:081933012164

DIJUAL RUMAH

ALUMINIUM

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.165.05.18.0000869

B.BP.001.05.18.0000899


BANGLI

14

Jumat Pon, 18 Mei 2018

Tak Ada Tindak Lanjut

Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Ibarat Macan Ompong

Bangli (Bali Post) -

Perda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak di Bangli ibarat macan ompong. Bukan tanpa sebab, usai diketok palu tahun 2016, pelaksanaan perda tidak dibarengi komitmen pemkab dalam hal anggaran sehingga sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak mampu ditangani dengan baik. Hal itu diungkapkan Sekretaris LBH Apik Bali Luh Putu Anggreni, Kamis (17/5) kemarin. Anggreni menyampaikan, tujuan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak tidak lain sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam menjamin perlindungan bagi warganya, khususnya perempuan dan anak. Namun, nyatanya di lapangan

justru berbanding terbalik. Perda Nomor 18 tahun 2016 ini tidak ada tindak lanjut dari Pemkab Bangli. DPRD selaku penggagas perda ini juga terkesan melempem dalam mengawal anggaran untuk pelaksanaan perda. Dalam perda terdapat

kelembagaan yang disebut Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Lembaga ini bertugas untuk turun ke lapangan mengadakan sosialisasi, hingga memberikan pendampingan terhadap kasus-kasus KDRT maupun pel-

ecehan seksual. Karena perda ini merupakan salah satu indikator Kabupaten Layak Perempuan dan Anak, seharusnya ditindaklanjuti dengan memberikan anggaran pada P2TP2A agar mampu menggelar upaya sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan terhadap kasus KDRT dan pelecehan. ‘’Yang terjadi, anggaran di P2TP2A justru Rp 0,’’ tegasnya. Dia menjelaskan, P2TP2A tidak memiliki anggaran dikarenakan Pemkab Bangli tidak memiliki dana. PAD

Bangli kecil. Seharusnya Pemkab Bangli sadar, bahwa penting untuk menganggarkan dana karena kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan bencana kemanusiaan. Sementara itu, Perbekel Desa Awan, Kintamani Sang Nyoman Putra Erawan berpandangan, alasan Pemkab yakni PAD Bangli yang kecil, sejatinya bukanlah alasan yang tepat. Menurutnya, jika Pemkab sudah mengetahui PAD Bangli kecil, wajibnya ditelusuri penyebab PAD

Bangli kecil sehingga dapat diperbaiki. ‘’Yang menyebabkan PAD kecil apa? Kok terus-terusan tiap tahun alasan sama, tapi tidak jelas akar masalahnya. Apa perusahaan daerah yang mogok, masyarakat yang tidak taat bayar pajak, atau mungkin pariwisata yang kurang bagus dan lain sebagainya? Dengan begitu, maka bisa ditarik kesimpulan,’’ terangnya. Menurutnya, pemerintah daerah dalam hal ini wajib dan tegas dalam hal angga-

ran. Sebab, pemberian edukasi perlindungan perempuan dan anak di tingkat keluarga sangatlah penting untuk meminimalisir terjadinya KDRT. ‘’Pembinaan ini kaitannya dengan mental. Mulai mendidik anak hingga membina keluarga sehingga tidak sampai terjadi tindak kekerasan. Jika data KDRT semakin meningkat, apa mungkin Bangli ini akan maju? Maka dari itu, ini alasan kami di desa awan menganggap pembinaan ini sangat penting,’’ tegasnya. (kmb41)

Jalan Jebol di Selat Peken Belum Diperbaiki Bangli (Bali Post) Meski sudah setahun jebol, hingga kini jalan yang menghubungkan Banjar Selat Peken dengan Banjar Desa Selat Tengah, Kecamatan Susut, belum diperbaiki. Kondisi itu mengundang kekhawatiran warga setempat karena dikhawatirkan kerusakan kian parah dan bisa menimbulkan korban. Pantauan di lapangan, kondisi jalan tersebut sangat mengkhawatirkan. Kerusakan kian parah diperkirakan akibat digerus air saat musim hujan lalu. Kendaraan roda empat sulit melintasi ruas jalan tersebut. Selain itu, dinding pengaman jalan juga mulai tergerus. ‘’Kita harap pemerintah segera melakukan perbaikan. Jangan sampai jalan ini jebol semakin parah,’’ ungkap Ketut Bitra, warga setempat, Kamis (17/5) kemarin. Warga lain, Wayan Kariasa mengaku telah mengkoordinasikan masalah jebolnya jalan tersebut ke Dinas PUTRKP Kabupaten Bangli. Pihaknya ingin jalan tersebut diperbaiki secepatnya, mengingat jalan ini sangat vital menghubungkan dua banjar. ‘’Karena takut jadi korban, pengendara terpaksa melintas di sisi utara. Saat hujan kondisinya becek,’’ jelasnya. (kmb41)

JEBOL - Jalan Jebol di Selat Pekan.

Bali Post/nan

Antisipasi Radikalisme dan Terorisme

Masyarakat Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Bali Post/nan

BAMBU - Warga membeli bambu sebagai bahan baku pembuatan penjor.

Bambu Penjor Mulai Diburu Warga Bangli (Bali Post) Penjual bambu musiman marak bermunculan jelang perayaan hari raya Galungan. Masyarakat pun mulai banyak yang memburu bambu dan bahan baku penjor serta sarana upacara lainnya. Penjual bambu di LC Uma Aya, I Wayan Sukania, Kamis (17/5) kemarin mengungkapkan, bambu penjor yang dijualnya didatangkan dari wilayah Suter, Kintamani dan Pempatan, Rendang. Bambu yang dijualnya memiliki kualitas yang baik untuk penjor. ‘’Kalau tinggi bambu yang saya jual untuk Galungan yakni 12 meter. Sementara kalau bambu untuk upacara

karya tingginya hanya 7 meter,’’ ucap pria asal Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang, Bangli ini. Harga bambu yang dijualnya bervariasi, mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 100 ribu. Bambu yang paling mahal merupakan bambu jenis petung. Jumlah bambu yang dijualnya mencapai 800 batang. Selain bambu penjor, dia juga menjual penjor jadi yang sudah siap dipasang yang dibanderol seharga Rp 300 ribu. Penjor jadi dibuatnya sesuai pesanan. Pembeli bambu penjor merupakan langganannya dari wilayah Bangli hingga Klungkung dan Gianyar. Ber-

dasarkan pengalaman sebelumnya, konsumen biasanya membeludak H-3 Galungan. ‘’Saat Galungan sebelumnya, tiga hari menjelang Galungan, bambu yang saya jual ludes dan saya memesan lagi,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dikatakannya, usaha ini dilakoninya sejak tahun 2012, berawal dari sejumlah tetangga yang memintanya mencarikan bambu untuk bahan penjor. Setelah pesanan semakin banyak yang datang, akhirnya Sukania memutuskan untuk menjual bambu penjor sampai saat ini. ‘’Kala itu saya mencari bambu di daerah Pengotan,’’ jelasnya. (kmb41)

Bangli (Bali Post) Sebagai bentuk antisipasi dan reaksi terhadap aksi terorisme yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air, Bupati Bangli I Made Gianyar, Polres Bangli dan Kodim 1622/Bangli beserta seluruh komponen masyarakat Bangli menggelar deklarasi dan pernyataan sikap perangi aksi terorisme di Kabupaten Bangli yang dipusatkan di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Kamis (17/5) kemarin. Sebelum deklarasi, digelar doa bersama untuk para korban kebrutalan teroris di Mako Brimob, Surabaya dan Riau. Bupati Made Gianyar menyampaikan, sekarang ini bangsa Indonesia kembali mengalami tantangan dari terorisme. Untuk menghadapi ancaman itu, pihaknya mendeklarasikan pernyataan sikap memerangi aksi terorisme. Deklarasi tersebut selanjutnya harus disebarluaskan kepada keluarga, sahabat dan seluruh lapisan masyarakat

agar selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Apabila ada yang mencurigakan, segera hubungi pihak berwajib. ‘’Kita minta masyarakat selalu peduli dan waspada lingkungan sekitar. Kalau ada yang mencurigakan, segera lapor ke pihak berwajib,’’ pintanya. Pria asal Bunutin, Kintamani itu menjelaskan, setiap kemajuan pasti ada peluang dan cobaan. Apa yang terjadi saat ini merupakan sebuah cobaan untuk kemajuan bangsa ke depan. Cobaan ini harus mampu dihadapi dan diantisipasi dengan baik. Pihaknya berharap aksi teror yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya, Jawa Timur dan Riau tidak sampai terjadi di daerah lain. ‘’Kita tidak ingin kegiatan yang sangat keji itu akan terjadi di Kabupaten Bangli. Untuk itu kita mengajak semua pihak bisa memahami isi peryataan sikap ini. Sekarang saatnya kita saling memberikan perhatian dan peduli terhadap

lingkungan,’’ tegas Gianyar. Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengingatkan, secara nasional, bangsa Indonesia pernah mengalami tragedi bom dan yang masih terngiang di ingatan adalah bom Bali I yang terjadi tahun 2002 lalu. Teror bom ini berdampak buruk bagi perekonomian khususnya pariwisata Bali. Bahkan untuk memulihkan kondisi tersebut, memerlukan waktu dua hingga tiga tahun. ‘’Kita mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program pemerintah untuk melawan paham radikal. Apabila sudah berdampak signifikan terhadap keamanan negara, maka aparat pemerintah dibantu TNI dan Polri bisa melakukan tindakan hard power. Sedangkan kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari deradikalisasi, soft power. Dalam soft power ini, kita sama-sama menyatakan sikap menolak paham radikal dan terorisme,’’ jelasnya.

Sementara Dandim 1626/ Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka akibat aksi teroris. Ia juga mengutuk seluruh aksi teror dengan alasan apapun karena hal itu sangat membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dia pun mengajak semua lapisan masyarakat agar tidak gentar terhadap terorisme. ‘’Kita mengajak semua pihak baik tokoh adat, tokoh agama dan seluruh lapisan masyarakat, bahwa aksi terorisme ini harus kita hadapi bersama. Mari tingkatkan soliditas di antara kita, tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Untuk memerangi radikalisme, cegah dini dan deteksi dini adalah kunci yang paling ampuh. Sehingga tidak ada satupun titik di wilayah Kabupaten Bangli yang disusupi oleh radikalisme,’’ tegasnya. (kmb41)

Bali Post/nan

DEKLARASI - Deklarasi perangi terorisme yang dilangsungkan di Lapangan Kapten Mudita, Kamis (17/5) kemarin.

Persyaratan Rumit, Perekrutan KPPS Sepi Peminat

Bali Post/nan

SOSIALISASI - Sosialisasi yang dilaksanakan KPU Bangli di Kelurahan Kubu, Bangli.

Bangli (Bali Post) Perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli sepi peminat. Tak hanya itu, banyak pelamar yang mengundurkan diri. Penyebabnya, persyaratan untuk menjadi anggota KPPS dinilai rumit. Hal itu terungkap saat pelaksanaan sosialisasi KPU di Kelurahan Kubu, Bangli, Kamis (17/5) kemarin. Dalam kesempatan itu, salah seorang anggota PPK Kintamani mengungkapkan, banyak calon KPPS yang mengeluh karena direkomendasikan menjadi KPPS. Dia menyebut, banyak yang mengundurkan diri lantaran harus memenuhi sejumlah

persyaratan seperti surat keterangan sehat, riwayat hidup, ijazah dan lainnya. Menurutnya, dari 48 desa di Kecamatan Kintamani, yang mengumpulkan persyaratan hanya 11 desa. Masalah serupa juga terjadi di Kecamatan Bangli. PPK Bangli mengungkapkan, selain surat keterangan sehat, calon anggota KPPS juga terkendala foto. Banyak yang belum mengumpulkan foto. Ketua KPU Bangli Dewa Lidartawan mengungkapkan, banyak warga yang direkomendasikan justru menolak dijadikan KPPS karena persyaratannya rumit. Atas kondisi itu, hingga kemarin, KPPS di puluhan desa di Kabupaten Bangli belum terbentuk. Dia menjelaskan, perekru-

tan KPPS sebagai penyelenggara di tingkat TPS memang sangat sulit. Bahkan di beberapa desa, sama sekali tak ada pendaftar. Warga yang direkomendasikan menjadi KPPS oleh perbekel maupun klian juga banyak yang menolak. ‘’Memang karena ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya surat keterangan sehat sehingga banyak pelamar yang mengundurkan diri. Melalui pertemuan bersama perbekel, PPK dan stakeholder terkait, kami ingin mendapat masukan. Kades juga kita harapkan untuk bisa membantu,’’ katanya. Kata dia, jika sampai Sabtu (19/5) mendatang ada KPPS yang belum terbentuk, akan dilakukan perekrutan

tahap kedua. Karena sulit mencari warga yang mau ngayah menjadi KPPS, pihaknya sampai membuat terobosan membantu materai dan pembuatan surat keterangan sehat. Terobosan ini diakui cukup efektif untuk mendapatkan KPPS. ‘’KPPS yang dibutuhkan di tiap TPS jumlahnya tujuh orang dan ditambah dua petugas keamanan,’’ terangnya. Komisioner KPU, Putu Ariyanti mengungkapkan, berdasarkan data pemilih pascaditetapkannya DPT, masih terdapat warga yang belum mengantongi e-KTP. Saat ini tercatat 657 warga Bangli yang belum masuk database. Data tersebut akan kembali diturunkan ke masing-masing desa untuk mengecek kepastian warga tersebut. (kmb41)


manuk

15

Jumat Pon, 18 Mei 2018

WARUNG GLOBAL

Penunggak PHR Harus Ditindak

DI BUMI Panji Sakti, Buleleng, terdapat 179 hotel dan restoran. Itu belum termasuk vila. Tak dimungkiri, masih ada hotel dan restoran yang menunggak pajak. Tanpa memandang siapa pemilik hotel maupun restoran atau vila tersebut, Kawan Global berharap agar hotel dan restoran yang menunggak pajak segera diberikan sanksi. Jika sudah melanggar aturan harus diberikan tindakan tegas. Demikian pendapat Kawan Global yang bergabung dalam acara Warung Global, Kamis (17/5) kemarin. Fera di Tabanan menjelaskan, sebenarnya rakyat tak menghindari pajak, karena saat ini perekonomian sedang lesu, maka penjualan agak sepi tak salah jika pajaknya tidak bisa terbayarkan ke daerah atau negara. Meski demikian, ia tetap berharap pemerintah memberikan kebijakan dengan memberikan keringanan dalam pembayaran pajak tersebut dengan

cara mencicil setelah itu pajak yang sudah masuk jangan diselewengkan. Febri di Denpasar juga membenarkan mengenai kondisi ekonomi dan pariwisata saat ini. Ia pun menambahkan, agar wajib pajak diberikan keringan saja, karena situasi saat ini sedang sepi. Mengenai sanksi sebaiknya jangan ditutup atau disita usahanya. Karena hal itu

akan menimbulkan pengangguran. Ayu di Petang dan Arya di Denpasar sangat setuju jika penindakan penunggak pajak ini harus tegas. Jangan tebang pilih. Jangan takut dengan siapa pemilik hotel atau restoran tersebut. Sebab, menurut mereka, pajak yang tertunggak ini sudah dibayar oleh konsumen dan merugikan rakyat. (sikha)

KMP Labitra Adinda

Sebelum Terbakar Terdengar Ledakan

PENUMPANG - Kondisi penumpang KMP Labitra Adinda yang selamat setelah kapal yang ditumpanginya terbakar, Kamis (17/5) kemarin. KAPAL Motor Penumpang (KMP) Labitra Adinda terbakar di Selat Bali, Kamis (17/5) kemarin. Kapal nahas ini terbakar ketika hendak sandar di Dermaga LCM Ketapang, Banyuwangi, sekitar 400 meter dari bibir dermaga. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh penumpang selamat, termasuk kru kapal. Dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik dari kamar mesin. Salah satu penumpang, Ahmad Jazuli, mengisahkan sebelum api berkobar sempat terdengar ledakan dari belakang kanan kapal. Setelah itu api menjalar naik dari bawah dek. ‘’Saat kejadian saya tidur-tiduran di mobil. Lalu, terdengar ledakan, kemudian asap tebal sudah membubung,’’ kata warga asal Gatsu Barat, Denpasar ini. Pria ini mengaku paling terakhir naik ke atas

anjungan. ‘’Saat itu asap tebal sudah memenuhi dek bawah. Saya naik ke atas dengan susah payah karena pandangan terganggu,’’ jelasnya. Dalam kondisi kritis, kata Ahmad, kru kapal membagikan pelampung ke seluruh penumpang. Selang 15 menit kemudian, datang bantuan dari KMP Karya Maritim II. Kapal ini mendekat. Setelah itu, seluruh penumpang dan kru kapal dievakuasi. Tim Basarnas dan Satapolair juga membantu proses evakuasi penumpang. Proses evakuasi, lanjut Ahmad, sempat terganggu ombak tinggi. Para penumpang terpaksa meloncat dari pintu darurat di samping anjungan kapal, lalu dievakuasi ke kapal karet Basarnas. Ada juga yang langsung meloncat dari dek atas ke kapal penyelamat. ‘’Suasana benar-benar panik, apalagi api dengan cepat membesar dari be-

lakang,’’ kisahnya. Ahmad berharap mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikannya bersama keluarga tak sampai dilalap api. Kepanikan juga dialami Sugiyanto, penumpang asal Purwoharjo, Banyuwangi. Pengendara motor ini mengaku saat kejadian berada di dek atas. Motornya diparkir di dekat pintu keluar kapal. Tak ada curiga sedikit pun. Dia mulai panik ketika mendengar teriakan dari kru kapal. ‘’Katanya kapal terbakar, semua wajib pakai pelampung,’’ kisahnya. Dia bersama sang istri langsung memakai pelampung, lalu meloncat dari dek ke kapal penyelamat. Seluruh penumpang dan kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Kobaran api merambat dari dek bawah merembet ke anjungan. Bagian dalam anjungan kapal ludes terbakar. Untungnya, api tak sampai merembet ke dek kendaraan. Hingga pukul 17.30 WIB, tim pemadam masih berusaha menjinakkan amukan si jago merah. Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman menegaskan kebakaran dilaporkan pukul 14.05 WIB. ‘’Kapal hendak sandar di Dermaga Ketapang, lalu muncul percikan api dan terbakar,’’ katanya. Menurutnya, kapal mengangkut 18 penumpang dan 12 kru kapal. Kapal yang dinakhodai Singgih ini juga mengangkut 5 truk besar, 5 truk kecil, 1 kendaraan pribadi dan 2 motor. (udi)

Bali Post/ant

RUMAH TERORIS - Polisi berjaga saat berlangsung penggeledahan di rumah terduga teroris di kawasan Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/5) kemarin. Penggeledahan dalam rangka penyelidikan lanjutan pascapenangkapan terduga teroris di rumah tersebut.

Terorisme Bukan Produk Instan Jakarta (Bali Post) – Mantan narapidana teroris yang menjadi praktisi deradikalisasi Ali Fauzi Manzi mengatakan, terorisme bukan sebuah produk instan yang lahir dari sebuah keputusan tunggal melainkan hasil dari proses panjang. ‘’Bukan sim salabim. Perlu proses panjang yang perlahan-lahan mendorong seseorang berkomitmen pada aksi kekerasan atas nama Tuhan,’’ kata Ali dalam sebuah diskusi publik tentang

Sementara Brigadir Kepala JB Panjaitan yang memperoleh kenaikan pangkat menjadi Ajun Inspektur Dua (Aipda) merupakan anggota PS Hartip II Provost Polda Riau. Dalam insiden serangan teroris pada Rabu (16/5) pagi itu, JB Panjaitan yang biasa

bertugas jaga di lobi Mapolda Riau berhasil menembak mati salah satu tersangka. ‘’Brigadir Panjaitan yang saat itu sedang jaga, berani ambil langkah. Kemudian satu tersangka berhasil ditembak mati. Maka saya berikan juga penghargaan KPLB dari Brigadir menjadi Ajun Inspektur Dua,’’ jelas Kapolri. Lebih jauh, selain dua

mereka yang pernah mengalami penyakit ini. Saya salah satunya,’’ kata salah satu pelaku Bom Bali itu. Ali mengatakan aksi-aksi teror yang terjadi dalam waktu belakangan, seperti di Surabaya dan Riau, bukan sebuah rekayasa melainkan dilakukan oleh orang-orang yang mengaku mujahidin yang sedang berjihad. Ali menjadi salah satu pembicara diskusi publik bertema ‘’Memutus Mata Rantai Gerakan

Terorisme, Mungkinkah?: Kegagalan dan Keberhasilan Deradikalisasi’’ yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Selain Ali, pembicara lainnya adalah Koordinator Tim Riset Program Prioritas Nasional Membangun Narasi Positif Kebangsaan LIPI Cahyo Pamungkas dan Direktur Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PSAD) Paramadina Ihsan Ali Fauzi. (Budi Suyanto)

Punya Hati Dari Halaman 1 “Kalau hati panas, tensi tinggi, muka merah, itu tanda baik. Karena itu tanda dia masih memiliki hati untuk rakyatnya. Sebab, bila tidak punya hati, maka ini jenis pemimpin yang tidak tahu malu, takut dikritik, takut menerima pengaduan dan seterusnya,’’ ujar cagub yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) itu. Sebab, menurutnya, dalam pengaduan online itu, bisa saja ada masyarakat yang sakit, tidak ada obat di puskesmas, bahkan ada yang minta uang. Ada juga masyarakat yang mengadukan tentang trotoar rusak, jalan rusak, got mampet, banjir, sampah, limbah dan sebagai. ‘’Jadi, kalau mau menjadi gubernur harus siapsiap,’’ ujarnya.

Menurutnya, dalam ProBali nanti bisa didapatkan banyak keuntungan. Pengaduan langsung online, diterima oleh pejabat yang bersangkutan. ‘’Kita sudah masuk era smart city. Jadinya semuanya harus berbasis teknologi. Banyak keuntungan yang kita dapatkan. Pemimpin yang meninggalkan teknologi akan tertinggal jauh,’’ ujar Rai Mantra seraya menyebut beberapa manfaat antara lain dari sisi efisiensi waktu, tenaga, biaya. Tinggal klik Pro-Bali, tulis atau sampaikan keluhan, kirim. Selesai. Keuntungan lain adalah keterlibatan kontrol sosial mayarakat dan tanpa biaya. Masyarakat bisa download aplikasi sendiri. Lalu laporkan berbagai kejadian yang ada. Alurnya sangat jelas. Masyarakat silakan mengirimkan pengaduan melalui aplikasi Pro-Bali.

Petugas atau operator menerimanya, kemudian materi itu diteruskan kepada staf atau instansi terkait. Dan tidak berapa lama akan ada tindak lanjut, berupa staf turun langsung ke lapangan. Kalau ada pekerjaan yang segera diselesaikan maka hari itu pula akan diselesaikan. ‘’Pengalaman di Denpasar, akhirnya semua unsur terlibat, mulai warga, kepala lingkungan, kepala dusun, kepala desa, camat dan sebagainya. Jadinya kontrol publik lebih besar ketimbang tidak ada Pro-Bali,’’ tandas Rai Mantra. ‘’Best Practice’’ Di bagian lain, Rai Mantra menegaskan, best practice dari Pro-Bali adalah ProDenpasar yang sudah berjalan baik. Pengakuan atas keberhasilan penerapan ProDenpasar datang dari lemba-

ga berkompeten dalam bentuk berbagai penghargaan. Penghargaan itu antara lain diberikannya kesempatan Rai Mantra presentasi di KPK tentang Layanan Izin Satu Atap Denpasar yang akhirnya jadi Role Model Nasional 2010. Pemkot Denpasar yang dipimpin Wali Kota Rai Mantra meraih LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) tertinggi di Bali dari KPK RI pada Januari 2018. Pada tahun 2016 Rai Mantra sebagai Wali Kota Denpasar meraih Predikat Kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik dari ORI. ‘’Model yang diterapkan di Denpasar dan telah ditetapkan sebagai 10 besar Nasional Layanan Publik Pertama di Bali akan kami terapkan di seluruh kabupaten di Bali,’’ tandas Rai Mantra. (kmb)

Jati Diri

Serangan Teroris Dari Halaman 1

deradikalisasi, di Jakarta, Kamis (17/5) kemarin. Ali mengibaratkan terorisme sebagai sebuah penyakit yang sudah berkomplikasi. Terorisme tidak tunggal tetapi saling berkaitan. Karena itu, penanganan terorisme tidak bisa melalui metode tunggal tetapi harus melibatkan banyak aspek, perspektif dan metodologi. ‘’Ibarat penyakit yang sudah komplikasi, perlu dokter spesialis dan kampanye pencegahan oleh

personel berprestasi itu, Kapolri juga memberikan penghargaan KPLB kepada dua personel yang terluka dalam insiden serangan tersebut. Sementara anggota Polda Riau Haji Ipda Auzar yang gugur dalam insiden serangan teroris tersebut terlebih dahulu menerima kenaikan pangkat menjadi Iptu Luar Biasa Anumerta Auzar. (ant)

Dari Halaman 1

‘’Jadi beliau berdua, bagi kami yang paling tepat dan mampu untuk memimpin Bali ke depan yang penuh dengan berbagai tantangan dan persoalan akibat globalisasi,’’ paparnya. Ditegaskannya lagi, dengan berbagai tantangan ke depan, agar Bali tidak kehilangan jati dirinya namun tetap

mempertahankan keunikan budayanya sebagaimana sudah dikenal dunia, maka Koster-Ace dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai pilihannya. ‘’Selain dukungan dan pilihan, kami semua juga mendoakan agar Pak Koster dan Cok Ace selalu sehat dan terpilih sebagai Gubernur serta Wakil Gubernur Bali pada 27 Juni 2018 nanti. Karena kami berharap,

Bali selain sebagai cahaya penerangnya Indonesia, juga cahaya penerang peradaban dunia,’’ imbuhnya. Calon Gubernur Wayan Koster merasa sangat gembira menerima sambutan dan dukungan luar biasa dari PADB dan Puri Agung Bunutin. ‘’Suksma ping banget sampun nyarengin titiang. Sampun mendoakan titiang. Astungkara tiang lascarya

ngayah sekala lan niskala untuk membangun Bali dan menyejahterakan masyarakatnya,’’ ujarnya. Usai itu acara ditutup dengan simbolisasi pencoblosan pasangan calon nomor 1 dan penegasan pernyataan kebulatan tekad mendukung, memilih serta memenangkan Koster-Ace pada pencoblosan Pilgub Bali yang dilaksanakan tanggal 27 Juni 2018 nanti. (kmb)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Jumat Pon,

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

18 mei 2018

Penantian Panjang Torres Bersama Atletico Lyon Penyerang Atletico Madrid Fernando Torres mengakhiri penantian panjangnya untuk meraih trofi bersama klub tempat ia menghabiskan sebagian besar kariernya, ketika klub Spanyol itu menjuarai Liga Europa dengan kemenangan 3-0 atas Olympique de Marseille, Kamis (17/5) kemarin. Torres yang akan menyelesaikan masa kerja keduanya di Atletico pada akhir musim ini, ketika kontraknya habis, menggantikan pencetak dua gol Antoine Griezmann pada menit ke-90, dan mengangkat trofi bersama kapten Gabi.

Bali Post/afp

PANJANG - Penanian panjang bomber Atletico Madrid Fernando Torres guna mengantarkan klubnya menjuarai Liga Eropa, pascamenang 3-0 atas Olimpique de Marseille, Kamis (17/5) kemarin.

Buffon Bakal Cabut dari Juve

Milan Kiper Italia Gianluigi Buffon, yang disebut-sebut banyak orang sebagai pemain terbaik di posisinya, akan memainkan pertandingan terakhirnya untuk Juventus setelah 17 tahun berkarier di klub itu, ketika mereka menjamu Verona di Liga Italia. Kiper 40 tahun itu, yang telah memenangi sembilan gelar Liga Italia bersama Juventus, termasuk tujuh gelar terakhir secara berturut-turut, mengumumkan pensiunnya dari olahraga ini pada konferensi pers yang berlangsung pada Kamis (17/5) kemarin. Buffon, yang berkali-kali meneteskan air mata, mengatakan sampai dua pekan silam, ia telah menyiapkan akhir karier bermainnya, namun berubah pikiran setelah mendapatkan sejumlah proposal ‘’yang sangat menarik’’. ‘’Pertandingan terakhir saya untuk Juventus. Menurut saya itulah cara terbaik untuk mengakhiri petualangan indah ini,’’ tuturnya. ‘’Sampai beberapa hari yang lalu sudah jelas bahwa saya akan berhenti bermain. Sekarang, terdapat beberapa proposal yang sangat menarik,’’ sambungnya. Buffon telah merencanakan untuk mengakhiri kariernya pada Piala Dunia 2018, yang akan menjadi turnamen akbar keenamnya. Namun, Italia secara mengejutkan gagal lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1958. Sang kiper merupakan sosok yang loyal kepada klub asal Turin ini, menolak meninggalkan mereka, bahkan ketika mereka terdegradasi ke Serie B pada 2006 menyusul skandal pengaturan pertandingan Calciopoli, yang juga membuat dua gelar Liga Italia mereka dicopot. Buffon mengatakan, ia tidak mempertimbangkan untuk bermain bagi tim di liga yang lebih rendah. ‘’Saya tentu saja bukan seseorang yang berpikir bahwa merupakan hal yang tepat untuk mengakhiri karier di divisi level ketiga atau keempat. Saya adalah binatang yang kompetitif dan saya tidak akan hidup atau merasa nyaman di situasi seperti itu,’’ jelasnya. Juventus menjuarai liga dan Piala Italia musim ini, gelar ganda mereka untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Namun mereka juga menelan pil pahit saat disingkirkan Real Madrid dari perempatfinal Liga Champions, di mana klub ibu kota Spanyol itu menang melalui penalti pada fase akhir pertandingan. Buffon diusir keluar lapangan, karena memprotes keputusan tersebut dan kemudian melampiaskan kemarahannya terhadap wasit Michael Oliver. ‘’Ini merupakan musim dengan beberapa penurunan mengejutkan,’’ kata Buffon. (ant/rtr)

Ia tersenyum tipis ketika berjalan ke arah para penggemar Atletico, sambil memegang trofi dengan satu tangan. Torres telah mendukung Atletico sejak masih berusia lima tahun. Ia bergabung ke akademi mereka, ketika ia masih anak-anak, melakukan debut tim pertamanya pada usia 17 tahun pada 2001 ketika mereka masih bermain di divisi kedua Spanyol. Ia menginspirasi mereka untuk kembali ke strata tertinggi, dan menjadi kapten klub. Namun meroketnya penampilannya berbarengan dengan periode mengecewakan untuk Atletico, yang harus hidup di bawah bayang-bayang tim sekota Real

Madrid. Torres begitu jauh dari meraih trofi apa pun ketika ia berpisah dengan Atletico, pada konferensi pers, yang penuh cucuran air mata pada 2007, untuk mengumumkan bahwa ia pindah ke klub Liga Inggris Liverpool. Ia masih berada di Inggris, ketika Atletico menyudahi puasa trofi selama 14 tahun, dengan mengalahkan Fulham dengan skor 2-1 untuk menjuarai Liga Europa 2010, dan sedang berada di Chelsea, ketika bekas klubnya itu memenangi lima trofi dalam dua tahun di bawah asuhan Diego Simeone, yang berpuncak pada kesuksesan menjuarai Liga

Del Piero Cari Bibit Pesepak Bola di Sumut

Medan (Bali Pst) Legenda sepak bola Italia, Alessandro Del Piero, meyakini Sumatera Utara memiliki banyak bibit pemain sepak bola berbakat yang siap dibina menjadi pemain andal. ‘’Saya sangat yakin di Indonesia khususnya di Sumatera Utara banyak terdapat bibit berbakat. Kalau bibit itu dibina sejak dini bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia bisa masuk Piala Dunia,’’ katanya di Medan, Sumut, Kamis (17/5) kemarin. Mantan pemain Juventus tersebut datang ke Medan, salah satunya untuk mencari pemain berbakat untuk dibina menjadi pemain profesional di Belgia. Tidak hanya itu, ia juga selama dua hari akan menjalani sejumlah kegiatan, seperti coaching clinic, talent scouting, fun football, meet and greet, dan fund raising for Sinabung. Pemain yang turut mengantarkan Italia juara Piala Dunia 2006 itu juga akan terlibat langsung dalam meet and great sekaligus pengumpulan dana (fund rising) untuk korban Sinabung. ‘’Saya tahu Medan dan Sumut karena di Seri A ada pemain kelahiran Sumut, Radja Nainggolan. Saya ingin lihat langsung potensi pesepak bola di Sumut yang saya yakin banyak memiliki bakat-bakat hebat seperti Radja,’’ katanya. Pencarian pemain berbakat ini

Alessandro Del Piero sebelumnya telah dilakukan di Papua dan Maluku, dan kali ini giliran anak-anak Sumut bertalenta di bidang sepak bola unjuk gigi mengolah si kulit bundar, untuk dibina dan menjadikan pemain profesional ke depannya di Belgia. ‘’Sepak bola Sumut dikenal dengan rap-rap. Bagus kalau gaya permainan itu dijaga dan dikombinasikan dengan main cepat,’’ jelasnya. Sementara Presiden Pro Duta FC, yang mendatangkan Del Piero ke Medan, Sihar Sitorus, men-

Jamu Arema

Andhika Otong Bertekad Menangkan BU Mangupura (Bali Post) Tim Bali United (BU) akan menjamu Arema FC pada kompetisi sepak bola Liga 1 tahun 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Jumat (18/5) malam ini. Pasca-Tim Serdadu Trudatu kalah beruntun tiga kali, pemain berposisi sayap kiri Made Andhika Otong Wijaya bertekad memenangkan timnya. Caranya, kata Andhika Otong, timnya harus tampil habis-habisan meladeni tim berjuluk Singo Edan. ‘’Kami bersama rekan setim sudah bertekad tampil maksimal hingga memenangkan laga, sebagai kado spesial buat Semeton Dewata,’’ ucap putra kandung Asisten Pelatih BU Made Pasek Wijaya ini. Pelatih Kepala Bali United Widodo Cahyono Putro, di Kuta, Badung, Kamis (17/5) kemarin, mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan secara matang dalam pertandingan menghadapi Arema

FC. ‘’Dalam pertandingan ini ada juga beberapa pemain yang absen turun, antara lain Yabes Roni. Namun demikian, pemain lain semuanya bisa memperkuat pertandingan menghadapi Arema,’’ katanya. Ia mengatakan dalam pertandingan tersebut pola pengembangan dan strategi penyerangan ke areal lawan, sudah persiapkan oleh semua pemainnya. ‘’Walau bermain di kandang sendiri yang didukung ribuan suporter, tetapi kami harus tetap waspada dan bermain secara kompak menghadapi lawan tersebut,’’ ucapnya. Widodo Putro menyatakan anak asuhnya akan berjuang secara maksimal, sehingga mampu memetik kemenangan yang disaksikan ribuan penonton yang dikenal Semeton Dewata. Sementara itu, pelatih kepala Arema FC Milan Petrovic mengaku anak asuh-

nya sudah latihan secara maksimal. Dalam pertandingan kali ini ingin memperbaiki kekurangan dalam laga sebelumnya. Karena sebelumnya strategi dan permainan kurang maksimal. ‘’Mudah-mudahan dengan kehadiran saya sebagai pelatih yang baru tiba 40 hari, bisa memperbaiki strategi para pemainnya. Saya pun sudah melakukan adaptasi dan koordinasi dengan pelatih lainnya dalam memperbaiki permainan tim Arema,’’ ucapnya. Milan Petrovic lebih lanjut mengatakan pihaknya dalam pertandingan kali ini ingin melihat dan mengevaluasi kekurangan selama ini yang dilakukan para pesepak bola. ‘’Kami ingin memperbaiki permainan tim kami, yang sebelumnya mengalami penuruan dalam pertandingan. Waktunya kami ingin memperbaiki kekurangan dan kelemahan tim Arema,’’ ujarnya. (ant)

HABIS-HABISAN — Pemain yang berposisi sayap kiri Bali United Made Andhika Otong Wijaya bersama rekan setimnya bakal tampil habis-habisan demi sebuah kemenangan saat menjamu tamunya, Arema Malang, dalam lanjutan Kompetisi Liga 1, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (18/5) malam ini.

Bali Post/wan

Bali Post/google

gatakan kehadiran Del Piero selama dua hari di Medan, memberikan motivasi dan determinasi bagi anak-anak yang memiliki bakat dan pesepak bola profesional asal Sumatera Utara terus berkiprah dan mengharumkan nama daerah dan bangsa. ‘’Kepedulian dan sikap saling asah, asih, asuh itu penting. Del Piero sudah mencontohkan. Dia menginspirasi banyak pihak untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak tidak mampu dan penyandang disabilitas,’’ katanya. (ant)

Spanyol pada 2014. Torres memenangi Liga Champions, Piala FA, dan Liga Europa bersama Chelsea. Akan tetapi, belakangan mengakui bahwa ia benar-benar merasa lapar untuk merayakan kesuksesan dengan klub masa kecilnya, di mana ia kembali ke sana pada Januari 2015, dan perkenalannya ke publik saat itu dihadiri oleh 40.000 penggemar. Ia hampir mengukir kesuksesan yang menjadi impian pada final Liga Champions 2016 melawan Real Madrid, ketika timnya kalah adu penalti oleh rival sekota. Pengaruh Torres mengecil sejak kekalahan itu, dan ia tidak banyak dimainkan pada musim ini, di mana pelatih Diego Simeone telah menyatakan pada Februari bahwa ia tidak ingin mempertahankan sang pemain setelah musim ini. Namun, pria Spanyol 34 tahun itu memiliki prestasi terakhir untuk dirayakan bersama klub yang sangat ia cintai itu, dan yang memulangkannya kembali ada 2015 ketika kariernya berada di titik nadir. (ant/rtr)

Pliskova Rusak Kursi Wasit

London Petenis nomor lima dunia Karolina Pliskova yang marah dan kehilangan kendali, memukulkan raket ke kursi wasit setelah dia kalah 6-3, 3-6, 5-7 dari Maria Sakkari pada pertandingan putaran kedua Italia Terbuka, Kamis (17/5) kemarin. Pliskova marah kepada wasit Marta Mrozinska setelah smes dia dinyatakan keluar saat skor 30-30 pada kedudukan sama kuat 5-5, di set terakhir, dan lawannya petenis Yunani meraih kemenangan game sebelum pertandingan berakhir. Petenis Ceko itu berbicara dengan Sakkari di net sebelum mendekati Mrozinska, untuk mengulurkan tangan sebelum dia memukulkan raket ke kursi wasit. Sementara itu saudara kembar Pliskova, Kristyna, yang juga petenis peringkat 100 besar dunia, di sosial media mengecam Mrozinska. Seperti yang pernah saya lihat, maka saya berharap Marta Mrozinska tidak pernah akan menjadi wasit di berbagai pertandingan saya atau Karolina lagi blacklistforever,’’ demikian seperti yang ditulis oleh petenis berusia 26 tahun itu di Twitter. (ant/rtr)

Moyes Tinggalkan West Ham

London Manajer West Ham United David Moyes meninggalkan klub setelah berakhirnya kontrak jangka pendeknya, mereka mengatakan pada Kamis (17/5) kemarin. Moyes yang berusia 55 tahun menggantikan Slaven Bilic yang dipecat pada November tahun lalu, membawa klub Liga Inggris (Premier League) yang terancam degradasi itu ke posisi ke-13. ‘’Setelah menelaah situasi dan merefleksikannya saat musim telah selesai, kami merasa sekarang ini waktunya untuk berjalan ke arah yang berbeda,’’ kata wakil ketua klub David Sullivan dalam sebuah pernyataan. (ant/rtr)

Payet Diragukan Tampil di PD Lyon Harapan pemain internasional Prancis Dimitri Payet untuk dapat tampil di Piala Dunia (PD) mendapat hantaman keras pada Kamis (17/5) kemarin, ketika kapten Olympique de Marseille itu harus meninggalkan lapangan pada pertandingan final Liga Europa dengan dugaan cedera paha. Kondisi kebugaran Payet diragukan untuk dapat tampil di final melawan Atletico Madrid, setelah absen ketika timnya bermain imbang 3-3 di markas Guingamp, namun dinyatakan bugar untuk bermain sehari sebelum pertandingan puncak di Lyon. Ia menangis saat meninggalkan lapangan pada menit ke-32 untuk digantikan Maxime Lopez. Mantan gelandang West Ham itu merupakan sosok kunci pada laju Prancis menuju final Piala Eropa 2016, meski ia belum tampil lagi untuk timnasnya sejak kemenanan 2-1 atas Belarus pada 10 Oktober. Pemain 30 tahun itu mencuri perhatian untuk dapat kembali dipanggil pelatih Didier Deschamsps dengan penampilan gemilang, yang mencakup menginspirasi Marseille ke final Liga Europa. Namun cederanya mungkin mengakhiri peluangnya untuk tampil di turnamen akbar itu. (ant/rtr)

Dimitri Payet

Bali Post/afp

Edisi 18 mei 2018 | Balipost.com  

BI Naikan Suku Bunga Acuan

Edisi 18 mei 2018 | Balipost.com  

BI Naikan Suku Bunga Acuan

Advertisement