20 HALAMAN
NOMOR 59 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Jembatan Kuning di Nusa Lembongan Ambruk
Delapan Tewas, 18 Luka-luka Semarapura (Bali Post) -
Satu-satunya jembatan yang menghubungkan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, Minggu (16/10) sore kemarin ambruk. Sedikitnya delapan orang tewas dan belasan warga luka-luka. Tragedi ambruknya Jembatan Kuning itu terjadi bertepatan dengan Nyepi Segara di Nusa Penida. Ambruknya jembatan yang dibangun tahun 1994 itu diduga akibat tidak kuatnya menahan beban warga yang melintas secara bersamaan pada saat piodalan di Pura Bakung dekat jembatan tersebut. Perbekel Desa Jungut Batu Made Gede Suryawan membenarkan hal itu. Ada puluhan orang melintas saat jembatan tersebut ambruk. Ia belum mengetahui secara pasti berapa korban tewas dalam peristiwa itu. ‘’Saya saat ini berada di puskesmas untuk membantu dan mengecek korban,’’ katanya ketika dihubungi sekitar pukul 20.00 Wita. Dari informasi di lapangan, warga yang jatuh dari jembatan tersebut beberapa di antaranya melintas dengan sepeda motor. ‘’Banyak yang meninggal, sekarang masih melakukan pencarian. Saya saat ini sedang di puskesmas,’’ tutur Gede Suryawan yang saat dikonfirmasi masih mengecek kondisi korban di Puskesmas Nusa Penida II Desa Jungut Batu. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat dikonfirmasi mengakui telah mendengar informasi tersebut. Pihaknya pun sebelumnya sudah melakukan pengecekan terkait kondisi Jembatan Kuning karena mendapatkan informasi bahwa sejumlah tali sling jembatan telah putus. Ia juga sudah mengingatkan warganya agar tidak melewati jembatan tersebut secara bersamaan. ‘’Kemarin (12 Oktober) saya telah melihat tali sling putus maka kita turun. Kekhawatiran perbekel dan saya pun terbukti. Sebelum kejadian, warga naik jembatan secara bersamaan saat piodalan di Pura Bakung,’’ bebernya. Hal. 19 Masih Dirawat
Bali Post/ist
AMBRUK - Jembatan Kuning pasca-ambruk, Minggu (16/10) sore kemarin. Sedikitnya delapan orang tewas dalam peristiwa tersebut.
Ikon Nusa Lembongan, Tempat Ber-’’selfie’’ Ria Jembatan Kuning merupakan ikon Nusa Lembongan. Jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 1,5 meter dibangun tahun 1994. Tidak ada yang tahu pasti makna warna kuning jembatan ini. Namun warga sekitar mengidentikkannya dengan warna Partai Golkar yang saat itu menjadi partai penguasa. Saking uniknya, Jembatan Kuning sering dijadikan tempat selfie baik oleh wisatawan asing maupun nusantara. Bahkan tidak jarang generasi muda setempat yang pulang kampung dari merantau sering ber-selfie ria di tempat itu. JEMBATAN ini merupakan akses satu-satunya menuju Nusa Ceningan. Jembatan ini hanya dapat dilalui satu sepeda motor saja. Bila berpapasan, salah satu pengendara harus mengalah dengan berhenti di bibir jembatan. Ada dua buah tali sling utama disambungkan dengan sekitar 80 tali sling serabut yang menghubungkan antara tali sling utama dan badan jembatan. Alas jembatan terdiri dari balok kayu
Bali Post/dwa
BAHAYA - Petugas memasang rambu peringatan bahwa jembatan ini rawan jebol. Tanda ini dipasang Dishub Klungkung pada 12 Oktober lalu, pascaditinjau Bupati Suwirta. NUSA LEMBONGAN - Jembatan Kuning merupakan satu-satunya penghubung Nusa Lembongan-Nusa Ceningan. Setelah jembatan itu ambruk kedua Nusa itu hanya bisa dicapai melalui jalur laut. Bali Post/dok
ditopang dengan rangka besi. Bila melalui jembatan ini menggunakan sepeda motor sangat dirasakan suara kayu bergesekan dan sepeda motor terasa bergoyang. Saat Nusa Penida Festival II yang diselenggarakan tahun 2015, sempat terjadi tali sling terputus akibat warga beramairamai berada di atas jembatan untuk berfoto. Hal. 19 Dilakukan Perbaikan
OTT KPK di Kebumen
Dua Tersangka, Empat Saksi Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap siapa saja yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kebumen, Jawa tengah (BP, 16/10). Dalam OTT yang dilakukan di beberapa lokasi di Kebumen tersebut, KPK menetapkan dua orang tersangka dan empat orang berstatus saksi. Kedua tersangka adalah YTH (Yudhi Tri H), Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen, dan Sigit Widodo (SGW), PNS Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kebumen. Sementara empat orang sak-
si yang juga diamankan, meliputi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen Andi Pandoyo, dua anggota DPRD Kabupaten Kebumen Dian Lestari dan Hartono, serta pihak swasta yang merupakan anak perusahaan dari Osma Group bernama Salim. ‘’Perkara ini berhubungan dengan masalah APBD 2016 yang ada di Kabupaten Kebumen, khususnya di Dinas Pendidikan yang akan diberikan uang sebesar Rp 4,8 miliar,’’ kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Kantor KPK, Minggu (16/10) kemarin. Hal. 19 Dinas Pariwisata Sigit Widodo, PNS.
Marc Marquez
MotoGP
Jepang – Pembalap tim Honda, Marc Marquez, mengamankan gelar juara dunia MotoGP ketiganya dalam empat tahun dengan menjuarai Grand Prix Jepang, di Motegi, Minggu (16/10) kemarin, setelah pesaing terdekatnya Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo terjatuh dan tidak menyelesaikan balapan. Kemenangan pembalap asal Spanyol berusia 23 tahun itu di Motegi memberi dia keunggulan 77 poin yang tidak mungkin dikejar lagi atas pembalap Italia Rossi, yang mengawali balapan dari posisi terdepan namun tergelincir masuk ke area berpasir pada awal balapan. Setelah menjadi pembalap termuda yang menjuarai balapan dan gelar juara dunia MotoGP pada musim pertamanya pada 2013, kemenangan Marquez di Jepang membuatnya menjadi pembalap termuda yang meraih tiga gelar. Dia mencapai finis hampir tiga detik di depan pembalap Ducati Andrea Dovizioso dan pebalap Suzuki Maverick Vinales, di posisi ketiga. Dengan Rossi, juara tujuh kali kelas utama, keluar dari persaingan lebih cepat, Lorenzo membutuhkan untuk finis setidaknya di posisi keempat agar peluangnya untuk mempertahankan gelar tetap hidup. Hal. 19 Posisi Ketiga
Bali Post/ant
Yudi Tri Hartanto, anggota DPRD.
Pungli Rp 10.000-an Diurus Jokowi
Bali Post/rtr
Marquez Juara Dunia
Bali Post/ant
Bali Post/ant
BARANG BUKTI - Petugas memperlihatkan barang bukti uang yang disita ketika melakukan OTT kasus dugaan suap proyek pendidikan Pemkab Kebumen, Jateng, di gedung KPK Jakarta, Minggu (16/10) kemarin.
Surakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menegaskan akan memberantas pungutan liar (pungli) hingga ke bawah, bahkan pungli yang hanya Rp 10.000 akan dia urusi. ‘’Bukan hanya Rp 500.000 atau Rp 1 juta, urusan Rp 10.000 pun akan saya urus,’’ kata Jokowi dalam acara penyerahan 3.515 sertifikat tanah program strategis 2016, di Surakarta, Minggu (16/10) kemarin.
Hal ini dia ungkapkan menanggapi beberapa kritikan terhadap pengungkapan pungli di Kementerian Perhubungan yang nilainya kecil untuk ditangani Presiden. ‘’Bukan urusan uangnya. Banyak yang sampaikan ke saya, Pak Presiden kemarin di Kementerian Perhubungan hanya ada uang berapa juta saja diurus. Bukan hanya urusan kecil seperti itu, yang lebih kecil pun akan saya urus,’’ tegas
Jajak Pendapat
Perlu Pembenahan Berantas Pungli PRAKTIK pungutan liar (pungli) kini dibidik. Pelakunya pun diisyaratkan langsung dipecat. Peranyataan perang terhadap pungli yang dilontarkan Presiden Joko Widodo memberi harapan segar lahirnya birokrat bersih dan sistem layanan publik yang transparan. Isyarat Presiden ini pun berembus kencang. Sejumlah kepala daerah dan jajaran kepolisian juga ikut menyatakan perang terhadap praktik pungli. Menyikapi hal ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat seminggu belakangan ini. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon kepada responden. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, dominan responden menyatakan dukun-
gannya terhadap langkah pemerintah memberantas pungli. Tercatat 79,02 persen responden menyatakan setuju dan mendukung pemerintah langsung memecat pelakunya. Responden menilai pungli telah menjadi budaya birokrat yang selama ini jarang tersentuh. Praktik pemerasan terselubung dengan imbalan percepatan proses dan kemudahan administrasi ini nyaris terjadi di semua lembaga pelayanan publik. Sayangnya, rakyat dan pengusaha sebagai korban pungli juga jarang mengadu. Rakyat, menilai itulah sistem yang berlaku pada masanya. Kini, dengan langkah nyata pemerintah menangkapi dan memecat birokrat pungli, responden yakin gerakan ini akan berhasil. Pemerintah juga diingatkan agar transparan
kepada warganya dalam pengurusan berbagai syarat administrasi baik untuk kepentingan usaha, sekolah termasuk bekerja. Di lain pihak, 17,69 persen responden mengaku pesimis gerakan ini akan berhasil. Masalahnya baik pengawasan dan pelaku praktik pungli selama ini nyaris satu jaringan. Bahkan, sistem pungli pun nyaris sudah menjadi kesepakatan bersama sehingga alurnya pun jelas. Ironisnya praktik pungli berlangsung bertahun tahun dan tak tersentuh. Responden mengatakan gerakan ini berpotensi gagal jika pemerintah tak membenahi model pengawasan internal di masing-masing institusi. Hal. 19 Terkesan Ragu
Jokowi. Menurut Jokowi, yang kecilkecil ini justru sangat menjengkelkan dan meresahkan, sehingga harus dibangun budaya yang baik dan cepat. ‘’Memang kecil. Tetapi kalau dari Sabang sampai Merauke, ada di kantor instansi, pelabuhan dan jalan raya, kalau dihitung bisa puluhan triliun (rupiah),’’ ungkapnya. Hal. 19 Awasi Pelayanan
DENPASAR
2
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Curi Mobil, Mahasiswa Ditembak
Tolong Suami, Istri ’’Terjun’’ ke Sumur Korban Diduga Epilepsi
Denpasar (Bali Post) Komplotan pencuri mobil diburu tim Resmob Polresta Denpasar hingga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (12/10) lalu. Para pelaku yakni Diki Arlan Hardiansyah (20), Irvan Koswara (18), Ocha Herlina (17) dan Rida Refeni (18) dibekuk saat turun dari kapal. Karena melawan, tersangka Diki dan Irvan berstatus mahasiswa ini ditembak di kaki kirinya. ‘’TKP-nya di perusahaan pemasaran televisi berbayar di Jalan Buana Kubu Gang Pengalasan. Kami baru merilis kasus ini karena masih dikembangkan,’’ kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard, Minggu (16/10) kemarin. Selain itu, komplotan maling ini juga mencuri dua laptop di TKP. Kasus ini baru dilaporkan, Rabu (12/10) pukul 18.00 Wita. ‘’Kami yakin arah kaburnya pasti ke Jawa, maka dari itu anggota saya perintahkan langsung ke Gilimanuk,’’ ujarnya. Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk, ternyata mereka sudah naik kapal. Tim Resmob langsung menyusul dengan menumpang kapal dan akhirnya ditangkap di Pelabuhan Ketapang. ‘’Barang bukti sudah kami amankan semua. Kasus ini sedang diproses penyidik,’’ kata mantan Kapolsek Kuta Utara ini. Adapun perannya, lanjut Reinhard, tersangka Diki asal Bandung ini yang mempunyai ide pencurian. Selain itu, dia masuk ke kantor dengan mencongkel pintu ruangan menggunakan obeng, mengambil laptop dan membawa kabur mobil Gran Max pick-up. Sementara Irvan juga ikut menyusun aksi dan saat beraksi bertugas memantau situasi dari luar TKP. Tersangka Ocha dan Ida, saat kejadian membantu membawa barang curian dan ikut mengawasi dari depan TKP. Menurut perwira asal Sumatera Utara ini, kasus itu dilaporkan Ni Putu Ayu Rismawati (38). Awalnya, seorang karyawan bernama Mega masuk ke kantor dan dilihat pintu sudah rusak. Selanjutnya dicek ke dalam, ternyata dua laptop raib. ‘’Ada saksi yang melihat mobil tersebut dikemudikan tersangka Diki. Selain itu, Diki sempat bertanya kepada warga cara menyeberang di Gilimanuk. Dari sana kami menyimpulkan jika pelakunya mereka,’’ ungkapnya. (kmb36)
DENPASAR
& SEKITARNYA
Kasus Pelanggaran Keimigrasian SETELAH putusan selanya menolak gugatan praperadilan, kasus pelanggaran keimigrasian dengan terdakwa Carmine Sciaudone asal Italia mulai pemeriksaan saksi-saksi. Jaksa penuntut umum (JPU) I Gusti Ayu Rai Artini dan Agus Suraharta memeriksa saksi dari petugas Imigrasi. Petugas tersebut membenarkan bahwa dia melakukan penangkapan terhadap terdakwa berdasarkan bukti-bukti dalam rekaman video saat terdakwa melakukan aktivitas di atas Kapal Dragon 310 dan beberapa foto. Selain itu, Franceco Baffa yang merupakan rekan dari terdakwa, juga sudah dihadirkan dalam persidangan, pekan lalu. Jaksa Gusti Ayu Rai Artini, Jumat (14/10) lalu membantah keras bila kasus yang menjerat terdakwa ini hanya gara-gara terdakwa menyambung sebuah kabel. “Kasusnya tidak sesepele itu. Terdakwa ini selain melanggar izin tinggal, izin tinggal yang dimiliki juga sudah tidak berlaku lagi,” jelas Rai Artini. (asa)
Suara Denpasar & Badung Rencana DPRD Denpasar Jalan-jalan ke Tiga Benua Prihatin dengan adanya rencana DPRD Denpasar jalan–jalan ke tiga benua dengan anggaran Rp 77 miliar. Zaman sudah canggih dengan teknologi yang sangat tinggi, ada internet untuk mengakses berbagai informasi dari berbagai negara dan benua, kenapa harus pergi jauh–jauh? Akan lebih bijak jika uang sebanyak itu digunakan untuk membangun Denpasar, karena masih banyak dana yang dibutuhkan. Arya, Denpasar
Pemimpin Minta Maaf, Luar Biasa Demo di Jakrta luar biasa. Ahok memang ceplas-ceplos. Namun saat salah sudah meminta maaf, itu artinya sudah menyadari kesalahannya. Seorang pemimpin sampai minta maaf, itu sangat luar biasa. Sosok Ahok pantas diperhitungkan oleh bangsa Indonesia. Ahok adalah WNI dan kelahiran Indonesia, layak sebagai pemimpin. Jika dia mampu, kenapa tidak? Febri, Denpasar Wilson, Denpasar
Pungli di Segala Lini Terima kasih kepada pemerintah yang telah mengawasi dan menindaklanjuti masalah pungli. Selama ini masyarakat banyak diberatkan oleh berbagai pungli, hampir di segala lini. Yande, Mengwi
Ciutkan Partai
Seperti kata pepatah, patah tumbuh hilang berganti. Seperti itulah keberadaan partai–partai di Indonesia. Jika partai dibiayai negara, sementara negara masih banyak utang, kenapa keberadaan partai tidak diciutkan? Kak Kumpi, Mengwi
Hakim Jangan Terlena Dalam menjatuhkan hukuman, agar hakim tidak terlena dengan air mata buaya. Terdakwa jatuh sakit adalah hal yang manusiawi, tidak ada alasan untuk hukum menjadi lemah karena itu. Ketut Dawi, Abiansemal
(0361) 819446, 081337032965 FM 96,5
Topik : beras bulog dititip di rumah warga Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Bali Post/kmb23
PARALAYANG - Sejumlah atlet paralayang turut ambil bagian pada acara pemecahan rekor Muri di kawasan wisata Gunung Payung, Kabupaten Badung, Minggu (16/10) kemarin. Atlet paralayang berhasil memecahkan rekor Muri dengan 110 atlet terbang, sebagai rangkaian dari kegiatan Sidang Umum ke-110 Federasi Aeronaumatika Internasional (FAI) di Bali. Atraksi ini juga menjadi tontonan para wisatawan yang berwisata ke Bali.
Soal Usia Perangkat Desa
Kadus Bisa Menjabat hingga Usia 60 Tahun Denpasar (Bali Post) -
Keresahan di kalangan perangkat desa terutama kepala dusun (kadus) muncul pascaberlakunya UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Mengingat, dalam UU tersebut ada kerancuan soal usia perangkat desa. Bahkan atas kondisi tersebut, sejumlah perwakilan kepala dusun di Depasar sempat mendatangi Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMD) Denpasar, beberapa waktu lalu. Mereka meminta kejelasan dan kepastian soal usia yang diperbolehkan untuk menjabat kepala dusun. Kini, BPMD Denpasar sudah memastikan usia kepala dusun yang sudah menjabat pada saat UU ini keluar, bisa sampai memasuki usia 60 tahun, sepanjang masyarakat setempat masih menginginkan orang tersebut menduduki posisi dimaksud. ‘’Sudah ada surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Sekretaris Dirjen yang menyatakan kepala dusun yang sudah menjabat bisa diteruskan hingga usia 60 tahun,’’ ujar Kepala BPMD Denpasar I Made Mertajaya saat ditemui di gedung Sewaka Dharma Lumintang usai pelantikan dan pengukuhan perbekel se-Kota Denpasar, belum lama ini. Mertajaya mengingatkan kepada perangkat desa untuk tidak ragu terkait usia yang sebelumnya masih simpang-siur. Karena
dengan surat edaran itu, pemerintah daerah sudah bisa memberlakukan kebijakan dengan pasti. ‘’Sepanjang masih dikehendaki oleh masyarakat setempat, kepala dusun bisa menjabat hingga usia 60 tahun,’’ katanya. Sebelumnya, pemberlakuan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menimbulkan pertanyaan di kalangan kepala dusun. Terutama, soal usia yang diperbolehkan menduduki posisi kepala dusun. Karena dalam UU Desa terdapat dua pasal dengan pengertian yang berbeda. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan perangkat desa ini. Seperti yang terlihat di Denpasar, puluhan kepala dusun dari berbagai desa di Denpasar, Senin (8/8) lalu meminta penjelasan terkait kerancuan Pasal 50 dan Pasal 53 UU No. 6 Tahun 2014 tersebut. Mereka mendatangi
Kantor BPMD Kota Denpasar. Kepala Dusun Dangin Peken, Sanur Kauh, I Made Kartika, menyebutkan pihaknya merasa ada keraguan dalam menyikapi UU tersebut. Terutama, masalah usia seorang kepala dusun. Ia menyebutkan, ada kerancuan antara Pasal 50 ayat 1 hurup B yang menyatakan usia kepala dusun antara 20 tahun sampai 42 tahun. Sedangkan pada Pasal 53 ayat 2 hurup A menyebutkan perangkat desa yang diberhentikan karena telah genap berusia 60 tahun. ‘’Ini yang membuat kami dan rekan-rekan bingung,’’ katanya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
INI kejadian yang boleh dibilang cukup dramatis. Bagaimana tidak, Ayu Aniari (30) ikut masuk sumur demi menolong suami tercintanya yang jatuh ke dalam sumur, Minggu (16/10) kemarin. Namun sayang, meski telah berusaha keras menolong, nyawa suaminya, Wayan Budiana (47), tetap tak bisa diselamatkan. Waktu itu, Ayu sedang sibuk memasak di dapur. Tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara benda jatuh ke sumur rumahnya di Jalan Pulau Ambon Gang Marmut Nomor 5, Denpasar Barat. Ayu langsung lari ke sumur dan ternyata suaminya, Wayan Budiana (47), di dalam sumur dengan posisi kepala di bawah. Ia langsung terjun ke sumur kedalaman 4 meter itu untuk menolong suaminya. ‘’Kejadiannya pukul 10.30 Wita. Setelah menerima laporan kejadian itu, anggota kami langsung ke TKP,’’ tegas Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana. Wisnu menambahkan, dari keterangan Ayu, saat nyebur ke dalam sumur kedalaman air setinggi dada orang dewasa. Ia mengaku tidak kuat mengangkat suaminya dan langsung teriak minta tolong. Teriakan Ayu didengar Suparta (29). Ia langsung melihat ke dalam sumur dan dilihat Ayu berusaha mengangkat korban. Suparta langsung memanggil warga sekitar TKP. Putu Suryawan (50), tetangga korban, bergegas menuju TKP setelah mendengar tetangganya minta tolong. Setibanya di sana, ia turun ke dalam sumur membatu Ayu mengangkat korban. Waktu
itu, dilihat mulut korban mengeluarkan buih. ‘’Selanjutnya warga datang ke TKP. Warga berhasil mengevakuasi korban dari dalam sumur menggunakan tali. Keterangan saksi Bapak Agung, saat dibawa ke RSUP Sanglah korban sudah meninggal,’’ ungkapnya. Terkait kejadian itu, pihaknya sudah minta keterangan saksi-saksi. ‘’Penyebab korban jatuh ke sumur masih didalami,’’ kata mantan Kasat Reskrim Polres Badung ini. Selanjutnya, mayat korban dibawa ke Instalasi Forensik RSUP Sanglah. Ayu, istri korban, ketika di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah menuturkan, suaminya termasuk orang yang polos. ‘’Kenapa dia tega meninggalkan anaknya, kenapa dia begitu,’’ ucapnya menyesali kepergian suaminya. Ayu menuturkan, pagi hari suaminya masih terlihat biasa saja. ‘’Dia bilang hanya ingin cuci muka, namun saya larang untuk menimba air lagi karena air sudah dari keran,’’ tuturnya. Namun ternyata, suaminya tetap menimba air di sumur dan selanjutnya diketahui sudah jatuh. Ayu pun langsung mengambil tangga untuk turun menyelamatkan suaminya dan berusaha membalikkan. Namun, suaminya sudah tidak sadarkan diri. Dia mengatakan waktu itu suaminya masih hidup. Informasi di lapangan menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat epilepsi. Korban meninggalkan dua orang anak, anak pertama perempuan masih SMA dan anak kedua laki-laki masih SMP. (rah/may)
Pergerakan Wisatawan Susah Dipantau
Penyakit ’’Impor’’ Gampang Masuk Bali Denpasar (Bali Post) Indonesia khususnya Bali banyak mendapat penyakitpenyakit kiriman atau penyakit ‘’impor’’ dari luar negeri. Seperti baru-baru ini ada Zika, sebelumnya Mers-cov, ebola, dan lain-lain. Penyakit impor ini berkaitan dengan pergerakan orang seperti migrasi dan wisata. ‘’Contohnya Zika, awalnya dari Amerika Latin, berkembang dan menyebar ke seluruh dunia, lalu sampai di Singapura, dan di Indonesia pernah dilaporkan ada. Karena Indonesia, khususnya Bali, berpotensi terinfeksi zika, karena vektornya sama, virusnya ada, makanya dikhawatirkan masuk Bali, sehingga dilakukan deteksi dengan alat thermoscanner,’’ beber Kepla Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM) Unud dr. I Made Ady Wirawan, MPH., Minggu (16/10) kemarin. Dalam mengantisipasi penyakit tersebut, katanya, Indonesia masih mengalami kendala. Yaitu kemampuan mendiagnosis suatu penyakit kurang. ‘’Mungkin banyak yang kena zika tapi tidak tahu, karena zika lebih ringan dari DB. Tetapi jika mengenai ibu hamil, barulah dampaknya terlihat fatal karena anak mengalami mikrocephali. DB, zika, cikunguya gejalanya hampir sama, tetapi memang ada yang khas. Jika tidak dilakukan pemeriksaan darah, kita tidak tahu, itu keterbatasan kita,’’ paparnya. Selain itu, lanjutnya, kenda-
la yang dihadapi adalah model surveilans/pengamatan penyakit. Model surveilans terutama yang berkaitan dengan wisata, sulit karena terkait dengan pergerakan orang sehingga sulit memantau bergerak ke mana, dari mana, membawa apa dan ke mana. Sebab, penyediaan data surveilans yang berkaitan kesehatan wisatawan tidak tersedia. ‘’Kendala ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga di negara maju,’’ tandasnya. Namun di negara maju, katanya, dapat diminimalisir dengan membuat jejaring antarpemegang kebijakan yang disebut metode geosentinel. Metode itu dikembangkan di Amerika, diadopsi di Eropa, sehingga negara maju itu meskipun surveilans susah dilakukan, tetapi setidaknya bisa memantau data penyebaran penyakit melalui migrasi atau wisatawan itu. Artinya, penyebaran penyakit bisa diminimalisir dengan metode surveilans tersebut. ‘’Kalau kita, memang pembentukan jejaring kita belum dilakukan. Kalau geosentinel memang ada center-center tertentu. Jika ada traveler itu kena suatu penyakit, itu dilaporkan, jadi orang tahu wisatawan itu bergerak kemana,’’ jelasnya. Kendala lainnya, yaitu sosialisasi ke masyarakat masih belum optimal. ‘’Mungkin sudah dilakukan, tetapi metode yang tepat agar semua tercover, itu belum,’’ imbuhnya. (may)
Sisi Lain Aktivitas di TPA Suwung
Ada Pemulung, Peternakan Sapi dan Babi TEMPAT pembuangan akhir (TPA) sampah di Suwung, Denpasar Selatan, semakin krodit. Tumpukan sampah terutama sampah plastik, semakin menggunung. Bahkan akibat sudah terlalu tinggi, beberapa blok sudah tidak dioperasikan lagi. Artinya, blok tersebut sudah tertutup untuk aktivitas pembuangan sampah baru. Kabid UPT TPA DKP Kota Denpasar A.A. Raka mengungkapkan, TPA di Suwung ini setiap harinya dibanjiri sampah mencapai sekitar 1.000 ton. Sampah tersebut berasal dari Denpasar 60 persen dan Badung 40 persen. Sementara proses pengolahan sampah di TPA tersebut belum ada. Dengan demikian, sampah yang datang pasti ditumpuk begitu saja. Beruntung, di dalam areal TPA ada beberapa yang ikut mengais rezeki dengan menjadi pemulung. Kehadiran pemulung ini sangat membantu mengurangi sampah plastik yang mereka ambil untuk dijual. Karena beberapa sampah
plastik yang dibuang, masih bisa dimanfaatkan kembali. Selain pemulung, aktivitas yang sangat mencolok di tempat pembuangan sampah itu yakni beternak sapi. Ratusan sapi dilepasliarkan di kawasan seluas 30 hektar itu untuk mencari makan sendiri. Meski berada di tempat pembuangan sampah yang tidak ditumbuhi rumput, kondisi sapi-sapi yang berkeliaran di lokasi itu cukup gemuk. Tak hanya peternakan sapi, kini di sekitar TPA Suwung juga dimanfaatkan sebagai peternakan babi. Hanya, peternakan babi ini sempat dikeluhkan karena limbahnya sempat masuk pekarangan warga saat musim hujan. Akibatnya, pekarangan dan air warga jadi tercemar hingga menyebabkan gatal-gatal. Karena itu, diusulkan agar peternakan babi ini direlokasi ke bagian atas TPA seperti halnya peternakan sapi di sana. Klian Adat Banjar Pesanggaran yang mewilayahi TPA Su-
wung Wayan Widiada, S.H., M.H. mengatakan, aktivitas warga yang beternak sapi maupun babi di sekitar TPA sebenarnya akibat dari keberadaan TPA tersebut. Karena warga yang
berada di sekitar TPA sekitar 60 KK tersebut, tidak ada pilihan lain lagi. Beternak sapi maupun babi ini adalah sebuah pilihan karena tidak memungkinkan lagi melakukan aktivitas lain-
nya. ‘’Kita beruntung masih ada warga yang bisa beraktivitas di sekitar TPA,’’ katanya saat menerima kunjungan Fraksi PDI-P DPRD Denpasar, beberapa waktu lalu. (ara)
Bali Post/ara
SAPI - Ratusan sapi yang dipelihara dengan cara dilepasliarkan di areal TPA Suwung untuk mencari makan dari sampah yang ada.
Badung
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
3
Hari Libur, Wabup Suiasa Tetap Layani Masyarakat SETELAH menghadiri beberapa kegiatan, guna memastikan pelayanan terhadap masyarakat berjalan dengan baik, Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa, Minggu (16/10) kemarin meninjau pelayanan perekaman e-KTP oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung di Desa Kutuh, Kuta Se-
latan. Hadir pada kesempatan tersebut, Perbekel Desa Kutuh Wayan Purja, Camat Kuta Selatan, Kepala Disdukcapil Badung I Nyoman Soka, beserta para Klian Desa Kutuh. Wabup Suiasa memberi apresiasi kepada jajaran Disdukcapil yang telah melakukan pelayan perekaman e-KTP dengan sistem jemput bola. Namun
E-KTP - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Minggu (16/10) kemarin meninjau pelayanan perekaman e-KTP oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Badung di Desa Kutuh, Kuta Selatan.
demikian, pihaknya terus berupaya untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. ‘’Kita ingin semua masyarakat Badung terekam e-KTP. Data kependudukan ini sangat penting, karena semua akan terkait program pemerintah untuk masyarakat Badung,’’ kata Suiasa. Wabup Suiasa senantiasa mengusahakan kehadirannya di tengah masyarakat kendati hari libur. Seperti pada mingguminggu sebelumnya, mantan Wakil Ketua DPRD Badung tersebut tak pernah absen hadir di tengah masyarakat. ‘’Kita juga pastikan semua berjalan dengan baik, yang bisa dipercepat ya… dipercepat, termasuk yang mudah agar dipermudah,’’ tegasnya. Meski demikian, mengenai cetak setelah perekaman dilakukan, kata Suiasa, semua tergantung pusat. Mengingat, blangko cetak e-KTP disediakan oleh pusat. ‘’Kita mohon bagi masyarakat yang belum terekam agar dilakukan perekaman terlebih dahulu, baik di kantor camat maupun di Disdukcapil. Ini sangat penting, jadi semua warga harus terekam,’’ harapnya. (ad559 )
Badung Utara Paling Rawan Bencana
Mangupura (Bali Post) Bencana alam akibat curah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, masih mengancam Kabupaten Badung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung memetakan daerah yang paling rawan adalah wilayah Badung Utara. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Badung A.A. Rai Adnyana meminta masyarakat mewaspadai bencana alam yang kemungkinan terjadi. Sebab, adanya korban jiwa akibat bencana alam tidak terlepas dari kurangnya kesiapan masyarakat dalam melakukan persiapan dini untuk menghadapi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. ‘’Masyarakat seperti di Petang, Abiansemal, termasuk di Mengwi, masuk zona rawan longsor termasuk pohon tumbang. Sedangkan kawasan Badung Selatan seperti Kuta Utara, Kuta, Kuta Selatan, masuk daerah rawan banjir dan tsunami. Untuk itu, masyarakat kami minta
waspada, jadi harus lebih waspada,’’ ujar Rai Adnyana, Minggu (16/10) kemarin. Menurutnya, beberapa kejadian bencana selama Oktober 2016 diharapkan jadi pembelajaran agar masyarakat tak lengah. Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan kini telah memasuki musim penghujan. ‘’Jadi, kami imbau masyarakat yang berada di daerah rawan bencana lebih berhati-hati,’’ ucapnya. Dikatakannya, BPBD kini semakin intens berkoordinasi dengan instansi terkait. Dengan harapan, dapat meminimalkan bila sewaktuwaktu terjadi bencana, dan bila bencana datang juga cepat dapat penanganan. ‘’Kami pun menyiapkan tim reaksi cepat (TRC) yang siaga 24 jam di kantor,’’ sebutnya. Selain kesiapan personel, BPBD Badung pun kini juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan harapan dapat mengurangi risiko bencana. (kmb27)
Implementasi PPNSB dan Nilai-nilai Pancasila
Bupati Giri Prasta Kucurkan Bantuan Rumah Sehat dan UEP
PROGRAM perlindungan sosial yang dicanangkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, yang merupakan implementasi Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB), akan memberikan jaminan sosial bagi krama Badung dalam seluruh siklus kehidupan dari lahir, hidup, mati. Bantuan peningkatan kualitas rumah sehat dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS) adalah bagian dari program perlindungan sosial tersebut. Tahun anggaran 2016 ini, Pemkab Badung mengalokasikan total anggaran Rp 22,5 miliar untuk kedua kegiatan ini. Penyerahan bantuan peningkatan kualitas rumah sehat dan UEP kepada RTS dilakukan langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta kepada penerima bantuan. Sabtu (15/10), penyerahan bantuan untuk Kecamatan Petang dipusatkan di Desa Kiadan, dan Minggu (16/10) kemaarin penyerahan bantuan untuk Kecamatan Abiansemal dilakukan di Wantilan Desa Taman. Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Ketua K3S Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Kepala Bappeda dan Litbang I Wayan Suambara, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja I.B. Dirga, Kepala Dinas Kebudayaan I.B. Anom Basma, Kabag Ekonomi Dewa Joni Asta Brata, Camat Abiansemal Putu Thomas Yuniarta. Bupati mengatakan sengaja bertatap muka langsung dengan penerima bantuan, ingin mengetahui secara langsung persoalan-persoalan sosial ekonomi kemasyarakatan, yang nanti akan ditangani melalui berbagai program/ kegiatan. Bupati juga menegaskan, penerima bantuan harus benar-benar mempergunakan sesuai dengan peraturan. Dana rumah sehat hanya boleh digunakan untuk memperbaiki kondisi rumah agar sehat dari berbagai aspek. Demikian pula dengan bantuan UEP, hanya boleh digunakan sebagai modal melaksanakan usaha kecil. Dengan usaha mandiri ini, bisa menjadi wahana bagi keluarga masing-masing untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas kehidupannya. ‘’Dengan program kegiatan ini yang merupakan bagian dari program perlindungan sosial, seluruh krama Badung menjalani kehidupannya yang sehat, terpenuhi ke-
BANTUAN - Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan peningkatan kualitas rumah sehat dan Usaha Ekonomi Produktif kepada Rumah Tangga Sasaran di Badung. butuhan sandang, pangan dan papannya. Artinya, seluruh masyarakat dapat menikmati kehidupan yang aman dan sejahtera sesuai dengan tujuan dari implementasi Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Kabupaten Badung dan penerapan nilai-nilai Pancasila,’’ jelas Bupati. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja I.B. Dirga menjelaskan, program peningkatan kualitas rumah sehat sesuai Keputusan Bupati Badung Nomor 1205/02/HK/2016 tertangal 22 April 2016. Untuk program ini, tiap Rumah Tangga Miskin (RTM) mendapat anggaran masing-masing Rp 30.000.000.
Untuk Kecamatan Petang menyasar 113 RTM dengan total anggaran Rp 3.390.000.000 dan Kecamatan Abiansemal 231 RTM dengan anggaran Rp 6.930.000.000. Pada program bantuan UEP kepada RTM, dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Badung Nomor 1204/02/HK/2016 tertanggal 22 April 2016. Program ini dilaksanakan pada lima kecamatan dengan bantuan yang diberikan kepada masing-masing RTM Rp 7.500.000. Untuk Kecamatan Petang menyasar 115 RTM dengan total bantuan Rp 862.500.000, Kecamatan Abiansemal menyasar Rp 232 RTM dengan anggaran sebesar Rp 1.740.000.000. (ad558)
Bali Post/wan
DIVING - Seorang petugas penyewa jasa diving di kawasan Tanjung Benoa memandu sejumlah wisatawan untuk berangkat diving. Selain diving, wisatawan yang berkunjung ke Bali juga senang menikmati berbagai atraksi wisata bahari seperti paralayang dan lainnya.
PDAM Badung Dibidik Kasus ’’Water Meter’’ Mangupura (Bali Post) Isu bahwa penegak hukum membidik sejumlah kasus di Pemkab Badung, ternyata tidak hanya pada tiga sektor. Setelah pengadaan pakaian Porprov, pengadaan komputer dan irigasi di Petang, aparat penegak hukum rupanya juga membidik kasus di PDAM Badung. Informasi yang didapat, Minggu (16/10) kemarin, yang dibidik yakni masalah pengadaan water meter (meteran air) di PDAM Tirta Mangutama Badung. Kasipenkum Humas Kejaksaan Tinggin (Kejati) Bali Ashari Kurniawan yang dimintai konfirmasi atas informasi tersebut, mengaku belum menerima laporan dari Pidsus Kejati Bali. Meski demikian,
dia selaku penegak hukum juga sudah mendengar informasi tersebut. Untuk itu, dia akan mengatensi informasi yang berkembang dengan tindak lanjut pengumpulan data (puldata). ‘’Semua informasi kami
tampung. Jika memang ada indikasi ke arah sana, tentu akan dilakukan puldata,’’ jelasnya. Informasi lainnya bahwa pengadaan water meter ini diduga ada penggelembungan. Meteran tipe R100 yang dibeli PDAM Badung seharga Rp 297 ribu. Jumlah meteran air yang dibeli Pemkab Badung dalam kurun waktu 2016 sebanyak 2.200 unit. Dalam pelaksanaannya, ada dugaan mark-up harga per unit meteran. Atas informasi tersebut, pihak PDAM Tirta Mangutama Badung belum dapat dimintai konfirmasi. Sebelumya,
Kasipenkum bersama Kasi Penuntutan Pidsus Kejati Bali Wayan Suardi menjelaskan bahwa ada tiga sektor dugaan penyimpangan di Pemda Badung yang sedang dibidik kejaksaan. Pertama soal pengadaan baju Porprov yang saat itu dilangsungkan di Buleleng. Kedua, soal pengadaan komputer tahun 2013 dan yang ketiga soal irigasi di Petang. Pengadaan baju itu, kata Suardi, dinilai janggal karena justru setelah Porprov selesai. Karenanya, pihak kejaksaan mengaku menemukan adanya keanehan. (kmb37)
Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Penyuluhan ke Banjar-banjar Dinilai Efektif
PADA umumnya masyarakat berpandangan bahwa masalah kesehatan hanya bersifat kuratif atau pengobatan. Sementara tindakan preventif berupa pencegahan, masih kurang dilakukan. Hal ini tentu menjadi kendala upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. ‘’Artinya, ketika sakit mereka hanya memikirkan mau berobat ke mana, apakah punya jaminan kesehatan BPJS atau JKBM, apakah pemerintah masih menjamin, dan seterusnya,’’ beber Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal itulah yang menyebabkan masyarakat menolak agar JKBM dihapus. Pihaknya pun terus berupaya mengubah mindset tersebut ke arah promotif dan preventif (pencegahan penyakit). ‘’Kita harus berpikir bagaimana caranya agar kita tetap sehat. Paradigma itu disebut paradigma sehat,’’ jelasnya. Maka dari itu, pihaknya terus berupaya untuk melakukan edukasi agar masyarakat sadar pentingnya sehat, mau melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mampu melaksanakannya dalam kehidupan sehari-harinya. Penyuluhan yang dilakukan pun harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar masyarakt mudah menerima, dan tentunya masyarakat mau mengimplementasikannya. Kepala Prodi Kesehatan Masyarakat (PSKM) Unud dr. I Made Ady Wirawan, MPH. menilai, upaya promotif dan preventif berupa penyuluhanpenyuluhan melalui banjarbanjar adat dan dengan caracara tradisional lebih efektif. Secara umum, sense of community
masyarakat Bali tinggi. Artinya, dengan adanya sistem banjar mereka sangat kuat, jadi upayaupaya pencegahan, promosi kesehatan memang kuat jika dilakukan melalui banjar, karena kepercayaan masyarakat terhadap banjar sangat kuat. ‘’Jadi, beberapa program kita memang dijalankan lewat situ (banjar). Seperti pencegahan keracunan minuman oplosan, lewat banjar menggunakan media tradisional seperti bondres,’’ ujarnya. Karakter masyarakat yang memang adatnya kuat itu, bisa dimanfaatkan untuk upaya promosi sehingga masyarakat lebih aware terhadap situasi, lebih paham dengan apa yang terjadi di tempatnya sehingga materi penyuluhan dapat diterima masyarakat. ‘’Karena
kalau menggunakan penyuluhan model biasa, mungkin gampang membosankan dan tidak masuk,’’ imbuhnya. Ia menilai penyuluhan melalui banjar lebih dapat diterima masyarakat, namun perlu dilakukan riset yang lebih mendalam terkait hal tersebut. Selama ini pihaknya memang berasumsi, pendekatan melalui banjar dianggap lebih bisa diterima. Namun sejauh mana efektivitasnya, memang belum dievaluasi. Berdasarkan aspek penerimaan, dari programprogram yang dijalankannya, dinilai baik. Sementara itu, program penyuluhan dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota, menurutnya, tersampaikan semua ke masyarakat. ‘’Artinya sampai ke masyarakat, cuma sejauh mana masyarakat bisa
menerima itu, saya tidak punya data karena itu harus dievaluasi,’’ imbuhnya. Dinkes pendekatannya memang ke banjar yaitu sistem komunitas paling kecil. Masyarakat di banjar juga dinilai lebih bisa menerima penyuluhan yang unsur pemberdayaannya sedikit. Seperti PIN Polio di Bali yang terbilang sukses karena sosialisasi Dinkes. Namun jika penyuluhan yang sifatnya pemberdayaan misalnya mengajak masyarakat untuk melakukan 3M plus, itu dinilai agak lebih susah karena mengajak untuk melakukan sesuatu yang kompleks. ‘’Kalau hanya sebagai penerima saja, partisipasi yang sifatnya tidak terlalu kompleks, mungkin partisipasi masyarakat lebih tinggi,’’ imbuhnya. (may)
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L
info seremoniAL Usai ’’Melaspas’’ Gedung C
C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Peduli terhadap Sesama
SMP PGRI 2 Denpasar Kini Fokuskan IIK Bali Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di YPAC Bali Pembinaan dan Pengembangan Kreativitas
PRASASTI - Ketua YPLP Madiadnyana, Nyoman Winata, Gede Wenten Aryasuda dan Made Suada saat menandatangani prasasti gedung C SMP PGRI 2 Denpasar. SMP PGRI 2 Denpasar kini makin lengkap dalam hal penyiapan sarana dan prasarana. Bertepatan dengan Purnama Kapat, Sabtu (15/10), keluarga besar SMP PGRI 2 Denpasar melaspas gedung C. Upacara pamelaspas alit di-puput Jero Mangku Nendra. Saat itu juga ditandatangani prasasati gedung baru oleh Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Ketua PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. dan Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. Kasek Wenten Aryasuda tampak tersenyum lebar menerima para tamu undangan karena tak terpikirkan di tengah kondisi ekonomi makro yang kurang baik dan persaingan yang sangat ketat dia mampu membangun gedung C empat lantai senilai Rp 1,8 miliar. Bangunan ini sekaligus menjadi kebanggaan hasil usaha maksimal dan berkualitas. Untuk itu, di acara itu dia mengajak para guru syukuran guna memaknai bahwa tantangan ke depan makin berat dan harus dijawab dengan budaya mutu. Budaya mutu ini, kata Wenten Aryasuda yang juga Ketua PGRI Bali ini, dimulai dari penyiapan sarana dan prasarana sekolah yang memadai dan SDM guru
berkualitas. Dengan lengkapnya sarana dan prasarana, kini SMP PGRI 2 Denpasar fokus pada pembinaan dan pengembangan kreativitas siswa. Ini dia lakukan untuk menyiapkan pendidikan berkualitas di SMP PGRI 2 Denpasar guna membentuk SDM Bali berkualitas, sekaligus menyiapkan generasi emas 2025. Makanya, dia berkomitmen tak mau mengecewakan orangtua siswa dengan cara memberi biaya pendidikan terjangkau serta mampu memberi pelayanan dan fasilitas berkualitas. Dijelaskan, gedung lantai empat dipakai untuk ruang multimedia dan lab komputer. Bahkan, kursus komputer di sekolah ini tanpa dipungut bayaran. Sementara lantai tiga dipakai ruang apresiasi seni dan budaya siswa. Lantai dua dipakai utuk perpustakaan yang lengkap dan luas dan lantai dasar untuk lab IPA. Dengan demikian, sekolah ini sudah memiliki 33 ruang belajar sesuai dengan jumlah kelompok belajar. Ini yang menguntungkan masyarakat karena semua siswa masuk pagi seperti sekolah negeri. Yang menarik, sebagain ruang belajar kini dilengkapi dengan AC dan LCD. Bahkan, SMP PGRI 2 Denpasar dikenal sekolah yang sejuk karena berstatus sekolah imbas Adi Wiyata dan Wawasan Wiyata Mandala. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. menekankan, SMP PGRI 2 Denpasar termasuk sekolah lengkap dan berkualitas. Dengan fasilitas yang lengkap dan semua siswa masuk pagi, membuat sekolah ini diincar oleh masyarakat. Dia salut Kasek Wenten Aryasuda mampu memupuk kebersamaan sehingga bisa membangun tiap tahun. Inilah yang dimaksud sekolah maju dan berkembang. Makanya, tepat sekolah ini kini fokus untuk mencetak prestasi dan pendidikan berkualitas. Ketua PGRI Kota Denpasar Nyoman Winata juga bersyukur bahwa sekolah swasta tak kalah hebatnya dalam menyiapkan sarana pendidikan yang lengkap dan berkualitas. Rasa bangga juga diungkapkan Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. bahwa sekolah yang lengkap adalah sekolah yang berkualitas. Dengan sarana yang memadai, siswa dan guru bisa berkreasi. (ad1083)
Meskipun Tembus Target 22,76 Persen Pertumbuhan
Bali Konsisten Terus Berpromosi P R O F I L E
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
MESKIPUN sering memenangkan banyak anugerah pariwisata dunia dan mencatat 22,76 persen pertumbuhan di tahun 2016 (Januari hingga Agustus), Bali tetap konsisten untuk terus berpromosi. Kamis (6/10) lalu di Jakarta, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali mengundang puluhan business partner Jakarta untuk makan malam bersama sambil mendapatkan informasi terkini tentang destinasi di Bali, konektivitas penerbangan, atraksi wisata baru, hotel dan restoran yang sedang populer diminati wisatawan. BPPD Bali tidak sendiri berpromosi, melainkan menggandeng Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung serta industri pariwisata di Bali seperti Garuda Wisnu Kencana, Holiday Inn Baruna, Toya Devasya, Mahagiri Group, Bali Mandira, DoubleSix Seminyak, Samabe Group, Taman Mesari, The Grand Luley, Ombak Sunset, Ekajaya Fast Boat dan Garuda Indonesia. ‘’Pada tanggal 7-9 Oktober 2016, kami sebagai Badan Promosi membawa industri dari Bali untuk bergabung dalam agenda tahunan Garuda Indonesia yaitu Garuda Travel Fair yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center yang telah dikunjungi lebih dari 100.000 pengunjung dan terus meningkat setiap tahunnya. Tugas Badan Promosi adalah menciptakan pasar di mana para pelaku industri terfasilitasi dengan baik, sehingga terjalin kerja sama yang diharapkan antara pembeli dan penjual. Bali sangat memahami bahwa dalam suatu kegiatan promosi penting sinergi semua pihak, itulah
KONSISTEN - Bali tetap konsisten untuk terus berpromosi. Kamis (6/10) lalu di Jakarta, BPPD Bali mengundang puluhan business partner Jakarta untuk makan malam sambil mendapatkan informasi terkini tentang destinasi di Bali. alasan kesuksesan pariwisata di Bali 2012 di mana diamanatkan sebagai dan bagaimana business partners badan koordinator seluruh kegiatan luar negeri dan business partners promosi pariwisata swasta maupun se-Nusantara juga erat mendukung pemerintah dengan target peningpariwisata Bali,’’ pungkas Micky katan kunjungan wisatawan demi Irfandi selaku General Manager tujuan menyejahterakan rakyat. Garuda Indonesia di Bali yang juga Partisipasi Bali pada pameran menjabat sebagai Dewan Penentu pariwisata di Jakarta awal OkKebijakan BPPD Bali. tober ini membawa misi edukasi Tercatat Januari hingga Au- dan juga promosi, sehingga potensi gustus 2016, Bali meraup ke- wisatawan yang besar di ibu kota datangan langsung 3,19 juta Jakarta tertarik untuk langsung wisatawan mancanegara dan 6,5 membeli tiket penerbangan ke juta wisatawan nasional. Bali me- Bali serta paket-paket menginap, nembus target peningkatan 22,76 aktivitas air, belanja, tour dan persen atau tertinggi se-ASEAN. atraksi wisata selama di Bali. Peta Badan Promosi Pariwisata Daer- Kuliner Bali dicetak ribuan lemah Bali dibentuk sesuai Peraturan bar dan dibagikan khusus untuk Presiden Nomor 10 Tahun 2009 mengangkat kearifan lokal warung tentang Pariwisata dan Peraturan tradisional serta restoran ternama Gubernur Bali Nomor 10 Tahun pilihan keluarga. (ad1084)
Made Urip Kawal Nasib Penyuluh Perikanan di Bali Peralihan Status Penyuluh ke Pusat Belum Jelas
AUDIENSI - Drs. I Made Urip, M.Si. (pegang mike) menerima audiensi para penyuluh perikanan se-Bali yang tergabung IPKANI DPD Provinsi Bali, Sabtu (15/10). ANGGOTA Komisi IV DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kembali turun menyerap aspirasi ke daerah dengan bertatap muka dengan para penyuluh perikanan di Bali yang mengadukan nasibnya, akibat status PNS-nya akan ditarik ke pusat. Aspirasi itu disampaikan saat audiensi para penyuluh perikanan seluruh Bali yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (IPKANI) DPD Provinsi Bali di Volkano III Toya Bungkah, Kintamani, Bangli, Sabtu (15/10). Selama ini, makin banyak pertanyaan, sejauh mana sudah langkah pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Kepegawaian Nasional, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan untuk proses peralihan penyuluh perikanan PNS daerah yang akan ditarik ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal ini sesuai amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, di mana dalam urusan konkuren dijelaskan bahwa proses tersebut akan segera dilakanakan. ‘’Penyuluh Perikanan Seluruh Indonsia sekarang galau dan gundah-gulana akan masa depannya berkaitan dengan ditariknya penyuluh perikanan ke pusat per 1 Oktober lalu. Oleh karena itu, seluruh penyuluh butuh kepastian, apakah tetap di daerah ataukah di pusat? Karena ada surat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan belum menganggarkan dalam APBN 2017 untuk penyuluh,’’ ujar Made Urip di depan ratusan peserta dari Ikatan Penyuluh Perikanan Provinsi Bali serta anggota penyuluh dari
semua kabupaten/kota se-Bali. Seperti diketahui, Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri Nomor 120/5935/SJ tentang Percepatan Pelaksanaan Pengalihan Urusan berdasarkan Undangundang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah tertanggal 16 Oktober 2015 menegaskan kembali perihal yang sama. Namun, sayangnya proses pengalihan tersebut dari daerah menjadi pegawai pusat juga belum jelas sampai saat ini, sehingga Made Urip mengaku siap mengawal nasib para penyuluh perikanan di Bali. Sebagai anggota DPR-RI yang bermitra dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Made Urip juga berjanji akan menyampaikan aspirasi dan keluhan penyuluh kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti. Karena penyuluh memegang peranan strategis dalam meningkatkan produktivitas pangan sekaligus menjaga ketahanan pangan. ‘’Selain itu. penyuluh juga menyampaikan informasi tentang perikanan, transfer teknologi dan membina kelompok-kelompok tani ikan. Aspirasi ini harus ditindaklanjuti pemerintah pusat,’’ jelas Ketua DPP PDI Perjuangan itu. Mendengar keseriusan Made Urip untuk memperjuangkan nasib para penyuluh perikanan di Bali, Ketua Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia Provinsi Bali Ni Made Rastini mengaku bangga dengan perhatian wakil rakyat yang terpilih empat periode itu. Seluruh penyuluh perikanan di Bali berharap pemerintah pusat tetap memperhatikan keberadaan penyuluh perikanan di daerah. Mengingat salah satu tugas dari kelembagaan penyuluhan sangat vital di tingkat pusat sesuai amanah UU No.16 Tahun 2006 adalah menyelenggarakan pengembangan penyuluhan, pangkalan data, pelayanan dan jaringan informasi penyuluhan. Selain itu, dari beberapa data dan informasi di perikanan yang dimiliki Bali juga memberikan gambaran bahwa sesungguhnya masih banyak masalah atau kendala yang dihadapi pembangunan perikanan dan kelautan di Bali baik darat maupu budi daya. Salah satu masalah tersebut yang selalu menjadi ganjalan misalnya database potensi sumber daya ikan yang dijadikan dasar perencanaan pemanfaatan. Sejumlah kalangan terutama para nelayan dan pembudi daya ikan menilai bahwa kekurangan yang masih ada ini sesungguhnya bisa terbantu jika program penyuluhan masih efektif atau sebaiknya direvitalisasi. ‘’Keberadaan penyuluh perikanan sangat penting di daerah. Oleh karena itu kita harap Pak Urip bisa memperjuangkan keberadaan kita di daerah,’’ tandasnya. (ad561)
INSTITUT Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali, Minggu (16/10) kemarin menggelar pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Bali, Jimbaran. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari Dies Natalis I IIK Bali. Wakil Rektor III dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha, MHA. yang ditemui usai menyerahkan bantuan mengatakan, pada pengabdian kepada masyarakat ini, pihaknya juga mengajak para mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus. Pada kesempatan tersebut, selain menyampaikan bantuan, pihaknya juga melakukan pendampingan psikologi yang disampaikan oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Psikologi. Melalui kegiatan sosial ini, Lanang Rudiartha berharap nantinya IIK Bali akan lebih dikenal oleh masyarakat dan IIK Bali lebih maju dan dicintai masyarakat. Sehingga ke depannya institusi ini bisa berperan mendidik putra-putri Bali maupun luar Bali, dalam rangka meningkatkan institusi pelayanan kesehatan. ‘’Kami bersyukur, bahwa setahun berdirinya IIK Bali sudah bisa melakukan pengabdian kepada masyarakat. Ini merupakan kegiatan ulang tahun yang sederhana tetapi tidak mengurangi makna semangat untuk bersatu, semangat untuk maju dalam rangka meningkatkan IIK Bali,’’ ujarnya. Pihaknya mengajak semua orang untuk ikut serta memupuk jiwa dan memberikan perhatian terhadap saudara-saudara kita. ‘’Kita tidak akan hidup sempurna, walaupun mewah sekalipun, kalau belum ikut memberikan perhatian atau peduli
terhadap sesama,’’ ungkapnya. Dikatakannya, kunjungan sosial ini dilakukan untuk lebih meningkatkan dan mengikat tali kekeluargaan dengan YPAC Bali. Kegiatan ini diharapkan bukan sebagai kunjungan yang terakhir. Namun, mudah-mudahan setiap ada kesempatan IIK Bali akan membantu yayasan, sebagai dasar solidaritas. ‘’Semoga kerja sama seperti ini bisa diteruskan sehingga YPAC bisa langgeng dan maju terus. Ke depan, kami berharap IIK Bali nantinya bersama civitas akademika bisa menjadi donatur tetap,’’ harapnya. Rudiartha juga mengajak semua pihak yang sehat dan mempunyai nasib lebih beruntung agar berbagi kepada saudara-saudara yang belum beruntung. Pihaknya sangat menaruh hormat dan mengapresiasi kepada pengurus dan juga guru di YPAC karena semangat pengabdian dan mengajarnya yang luar biasa. ‘’Kami berharap yayasan ini bisa maju terus dan berkembang. Saya bangga mendengar kalau ada
alumni YPAC yang berhasil meraih prestasi di luar,’’ tegasnya. Sekretaris YPAC Bali Putu Nitiyasa menyampaikan terima kasih kepada pihak IIK Bali. Menurutnya, bantuan seperti ini tentu sangat membantu dalam rangka kemajuan YPAC dan juga Panti. ‘’Kami juga mengharapkan tidak hanya kelembagaan saja, namun kepada masyarakat luas agar ikut lebih peduli kepada anak-anak yang kurang beruntung,’’ katanya berharap. Menurutnya, yayasan yang berdiri sejak tahu 1975 ini, saat ini memiliki siswa sebanyak 45 orang dengan beberapa jenis kelainan. Seperti tunadaksa, tunagrahita, ada yang tunadaksa dan tidak bisa bicara, atau IQ-nya yang tidak bagus. Meski memiliki kelainan, namun banyak juga dari mereka yang memiliki kelebihan bahkan bisa meraih prestasi. Seperti yang diraih salah satu alumni YPAC yang berhasil mendapat medali di Brazil beberapa waktu lalu. (ad1086)
BANTUAN - Suasana penyerahan bantuan dari pihak IIK Bali kepada perwakilan YPAC Bali, Jimbaran, Minggu (16/10) kemarin.
Unhi Gelar Upacara ’’Majaya-jaya’’
Calon Wisudawan Diharapkan Bisa Lebih Dewasa DALAM rangka melepas 294 orang calon wisudawan yang terdiri dari wisudawan Program S-1 sebanyak 242 orang, S-2 sebanyak 47 orang dan S-3 (doktor) 5 orang, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar upacara Majaya-jaya di Pura Maha Widya Mandira, Kampus Unhi Denpasar, Minggu (16/10) kemarin. Upacara yang di-puput oleh Ida Pedanda Istri Raka dari Geria Mundeh Kesiut Kawan, Kerambitan, Tabanan itu dihadiri oleh seluruh civitas akademika Unhi dan seluruh calon wisudawan. Wisuda Unhi yang kedua pada tahun 2016 ini akan digelar di Hotel Westin, Nusa Dua, Senin (17/10) hari ini. Wakil Rektor I Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si. mewakili Rektor Unhi mengatakan, upacara Majaya-ja-
ya merupakan upacara rutin yang dilakukan sebelum digelarnya pelepasan calon wisudawan. Upacara ini bertujuan untuk menandai kedewasaan dan kemenangan (jaya) mahasiswa yang selama kurang lebih delapan semester mengikuti proses pendidikan di Unhi agar menjadi sarjana yang sujana. ‘’Upacara Majaya-jaya merupakan bagian dari siklus kehidupan di kampus Unhi. Artinya, setiap mahasiswa yang akan dilepas pasti akan mengikuti upacara ini, mulai dari sistem rekrutmen mahasiswa baru yang dilaksanakan dengan upacara Upanayana. Setelah itu, mulailah mereka mengikuti perkuliahan di masing-masing fakultas dan sampai akhirnya selesai mengikuti studi selama kurang lebih delapan semester. Untuk melepas
MAJAYA-JAYA - Suasana upacara ‘’Majaya-jaya’’ di Pura Maha Widya Mandira Kampus Unhi Denpasar dalam rangka pelepasan calon wisudawan, Minggu (16/10) kemarin.
mereka, maka diadakan upacara Majaya-jaya pada hari ini yang berarti kemenangan. Menang yang dimaksud dalam konteks ini adalah menang di dalam menyelesaikan studi saat mereka bisa menyelesaikan semua proses tantangan dan rintangan dalam mengikuti proses pendidikan dan ketika itulah mereka dikatakan menang,’’ ujar Suda. Dalam konteks Hindu setiap masa peralihan, kata Suda, baik dari manusia masih bayi hingga dewasa pasti dilaksanakan suatu upacara untuk menadai kedewasaan manusia itu sendiri. Begitu juga pada saat manusia menjalani proses pendidikan dalam kehidupannya. Oleh karena itu, upacara Majaya-jaya ini sangat penting dilakukan untuk menandai kedewasaan seorang mahasiswa sebelum dilepas menjadi sarjana. Sehingga mahasiswa bisa bersikap dan berpikir lebih dewasa dari sebelumnya. Pihaknya berharap, setelah calon wisudawan dilepas ke lapangan, mereka bisa menghadapi segala tantangan dan rintangan, bisa bersikap dewasa, bisa menjaga nama baik almamater dan yang terpenting bisa merebut dan meraih lapangan pekerjaan. Dengan begitu, bisa membanggakan dirinya sendiri, orangtua dan lembaga. ‘’Sebab, harapan semua orang ketika selesai menempuh pendidikan adalah untuk bekerja. Saya kira itu yang menjadi gol utama dari proses upacara ini,’’ pungkasnya. (ad1085)
Pelantikan DPW PPNI Bali
Dewan Pertimbangan PPNI Berharap Pengurus Baru Kembangkan Sikap Melayani PELANTIKAN Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Bali berlangsung di Desa Wisata Kertalangu, Kesiman, Minggu (16/10) kemarin. Pada pengurus DPW PPNI Bali yang baru ini, I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes. terpilih menjadi Ketua DPW PPNI Provinsi Bali masa bakti 2016-2021. Dalam sambutannya, Ketua DPW PPNI Bali terpilih I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma mengatakan, pengurus PPNI Bali yang baru merupakan hasil musyawarah wilayah. Muswil yang diadakan sebelumnya tanggal 25 September lalu hanya menentukan Ketua DPW PPNI Provinsi Bali. Selanjutnya, dibentuk tim formatur untuk menyelesaikan tugas membentuk kepengurusan. ‘’Kita kembalikan usulan itu ke pusat untuk di-SK-kan di DPP PPNI Pusat, kemudian SK sudah disahkan dan sekarang pelantikan,’’ paparnya. Visi-misi PPNI Bali nantinya tidak bisa terlepas dari visi-misi DPP PPNI Pusat, yaitu PPNI haruslah dicintai oleh pemerintah, disayang oleh anggota dan disegani oleh organisasi profesi yang lain. Untuk mewujudkan visi-misi tersebut, PPNI Bali memiliki program yang tidak jauh lepas dari PPNI Pusat. Program tersebut terkait dengan konsolidasi internal PPNI Bali. Pihaknya akan melakukan pemetaan keanggotaan karena pencatatan keanggotaan saat ini berbasis online. Hampir semua kabupaten/kota sudah menyelenggarakan Workshop SIMK agar nantinya para anggota
PPNI dapat meng-update data keanggotaan melalui integrasi SIMK online. Selain itu, visi-misi ke depannya yaitu terkait isu-isu yang saat ini berkembang. ‘’Yaitu perawat sekarang sudah memiliki UU Keperawatan, UU Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, tentu tugas kita mengawal itu sebenarnya. Terkait dengan aturan turunannya, itu yang nanti akan mengatur bagaimana kita berkehidupan berkebangsaan terkait posisi perawat itu sendiri,’’ ujarnya. Demikian juga untuk pengembangan dan pengawalan Peraturan Perundang-undangan No.38 Tahun 2014 yang sudah terbit. Aturan turunan dari UU tersebut dirasa belum sampai ke DPW Provinsi Bali dan masih banyak PR lagi ke depannya yang harus dikerjakan. Ketua Dewan Pertimbangan DPW PPNI Drs. Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. yang juga Ketua
DPW PPNI Provinsi Bali masa bakti 2011-2016 itu mengatakan, dalam menjalankan tugasnya, pengurus baru harus memulainya dengan membangun kebersamaan, kolegalitas, karena PPNI Provinsi Bali merupakan organisasi profesi sehingga harus didasari dengan rasa kolegalitas yang tinggi. Dari kebersamaan itu, program-program yang telah dibuat melalui muswil bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ia juga menyarankan untuk melakukan perubahan pendekatan khususnya pada anggota. ‘’Bagaimana paradigma pengurus ini bisa menempatkan diri sebagai pelayan anggota, bukan sebagai penguasa. Kalau sikap melayani dikembangkan melalui organisasi profesi, kita berharap perawat yang bekerja, berhadapan langsung dengan masyarakat terbiasa terbina untuk mengembangkan sikap pelayanan itu juga,’’ paparnya. (ad1087)
PELANTIKAN - Ketua DPW PPNI Provinsi Bali membacakan sumpah pelantikan kepada anggota kepengurusan yang baru.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L C E R I T A S U K S E S S T R A T E G I P R O F I L E S E J A R A H D I C A T A T D I S I N I
info seremoniAL
Undhira Tuan Rumah Konferensi Internasional ACUCA
KONFERENSI - Para delegasi Konferensi Internasional ACUCA foto bersama dengan Rektor Undhira beserta jajarannya. Undhira dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi tersebut. SEBANYAK 71 delegasi dari 39 perguruan tinggi di 10 negara mengikuti konferensi internasional ACUCA yang berlangsung Kamis-Minggu, 13-16 Oktober 2016 di Universitas Dhyana Pura Bali (Undhira). Delapan negara yang terwakili dalam konferensi dwi tahunan ini adalah Jepang, Taiwan, India, Hongkong, Thailand, Filipina, Korea, Australia, Amerika Serikat, dan Indonesia. Pada Konferensi ACUCA yang ke-21 kali ini Undhira dipercaya menjadi tuan rumah bekerja sama dengan Presidium ACUCA periode 2014-2016 yaitu Universitas Parahyangan Bandung (Unpar). Tema yang diambil dalam pertemuan kali ini adalah spiritualitas lokal dan kehidupan keseharian dalam konteks pendidikan tinggi. Dalam rangkaian kegiatan konferensi ini, dua pembicara utama
yaitu Fr. Prof. Dr. Peter C. Phan dari Georgetown University, Amerika Serikat dan Prof. Dr. Bernard AdeneyRisakota dari Indonesian Consortium for Religius Studies di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengajak para pimpinan perguruan tinggi yang hadir untuk lebih mengenal nilai-nilai spiritualitas lokal, dialog antarumat beragama, dan pengembangan karakter yang di dalamnya juga termasuk nilai keimanan serta nilai budaya masyarakat di mana masing-masing perguruan tinggi berkiprah. Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS. menyatakan kebanggaan Undhira dipercaya menjadi tuan rumah konferensi internasional ACUCA ke-21 ini. Rektor Nyandra berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi semua peserta dan dapat menjadi sarana membangun jejaring dan
kerja sama antarperguruan tinggi secara internasional. Hal ini juga sesuai dengan visi dari Universitas Dhyana Pura yakni menjadi teladan unggulan dan berperan aktif dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa dengan sistem pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Pertukaran mahasiswa antarperguruan tinggi dalam keanggotaan ACUCA adalah salah satu program kerja organisasi tersebut. Dr. Made Nyandra berharap setiap tahun masing-masing universitas dapat mengirim dan menerima mahasiswa untuk saling belajar lokalitas dan budaya yang berbeda. Saat ini Universitas Dhyana Pura memiliki 7 jurusan dengan 14 program studi yang telah terakreditasi yakni Jurusan Manajemen dan Bisnis dengan Program Studi S-1 Manajemen dan D-3 Manajemen Pemasaran, Jurusan Psikologi dengan Program Studi S-1 Psikologi, Jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan Program Studi S-1 Pendidikan Guru Kuliner dan Program Studi S-1 PG-PAUD, Jurusan Sastra Inggris dengan Program Studi S-1 Sastra Inggris, Jurusan Bioteknologi dengan Program Studi S-1 Biologi, Jurusan Komputer dengan Program Studi S-1 Sistem Informasi dan S-1 Teknik Informasi dan Jurusan Kesehatan dengan Program Studi S-1 Fisioterapi, S-1 Perekam dan Informasi Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, dan Ilmu Gizi. Di samping itu, saat ini Undhira juga sudah memiliki satu program studi baru yaitu D-4 Manajemen Perhotelan. (ad1080)
Sukmawati Resmikan Prasasti Sukarno Heritage di RSUP Sanglah
PADA zaman mengisi kemerdekaan, Presiden Soekarno mencurahkan kasih sayangnya pada kaum marhaen dengan membangun berbagai pusat kesehatan rakyat, salah satuya pendirian rumah sakit milik pemerintah pusat di seluruh Indonesia. Bung Karno sadar bahwa tidak mungkin membangun bangsa jika tidak ada generasi yang sehat. Dan Bali sebagai daerah kesayangan Bung Karno, beliau mendirikan RS Sanglah pada tahun 1959 sebagai wujud dari kecintaan pada rakyat Bali. Maka dari itu pada tahun 2010, The Sukarno Center Tampaksiring telah memberikan Sertifikat The Presiden Sukarno Heritage List (TPSHL) kepada RSUP Sanglah. Dan kini setelah enam tahun berselang, di bawah kepemimpinan manajemen yang komunikatif, diresmikanlah Prasasti Sukarno yang dilakukan oleh Kanjeng Ibu Sukmawati Soekarno Putri. Didampingi Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Presiden The Sukarno Center) dan manajemen direksi RSUP Sanglah yang dipimpin dr. I Wayan Sudana, M.Kes. (Dirut RSUP Sanglah), putri bungsu Bung Karno itu didaulat untuk memotong pita sebagai tanda peresmian Prasasti Bung Karno untuk RSUP Sanglah. ‘’RSUP Sanglah adalah simbol Bung Karno di Bali. Pada tahun 1959, di saat situasi politik bangsa dan pemberontakan-pemberontakan dalam negeri masih menjadi ancaman bangsa ini, Bung Karno masih menyempatkan membuat jejak sejarah untuk Bali yakni RS Sanglah. Dibangun dengan kesederhanaan oleh Bung Karno, dan ini menjadi simbol kemerdekaan bangsa. Saya minta RSUP Sanglah agar menerapkan manajemen cinta kasih, melayani anak bangsa dari mana pun tanpa diskriminasi. Perlakukan
5
Utsawa Bali Sani Ke-7 Unhi
Jadi Ikon, Lomba Mapang Barong Makin Diminati RESPONS masyarakat atau generasi muda pencinta seni terhadap perhelatan Utsawa Bali Sani (UBS) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) sangat membanggakan. Perhelatan budaya yang rutin digelar setiap tahun serangkaian Dies Natalis Unhi itu semakin diminati. Hal itu paling tidak tampak dalam lomba mapang barong dan kendang tunggal. Pesertanya semakin bertambah. Bahkan pada pelaksanaan UBS ke-7 yang mengambil tema ‘’Taru pramana amerthaning bhumi’’, lomba yang yang menjadi ikon itu diikuti 40 peserta. Ketua Panitia UBS Prof. Dr. E. Dewi Yuliana, Minggu (16/10) kemarin mengatakan, serangkaian Dies Natalis Unhi ke-53, wisuda sarjana, Utsawa Bali Sani (UBS) ke-7 dan pujawali di Pura Mahawidya Mandira Unhi, Unhi menyelenggarakan berbagai kegiatan lomba baik itu dalam bidang karya ilmiah, olahraga maupun seni. Terkait dengan seni, salah satu yang dilombakan dan menjadi ikon Unhi adalah lomba mapang barong dan kendang tunggal. Lomba tersebut mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat. Terbukti pesertanya bertambah dari tahun ke tahun. ‘’Pada UBS pertama kali digelar, pesertanya hanya 10. Namun pada penyelenggaraan ke-7 pesertanya membeludak mencapai 40 peserta. Bahkan, jika dulunya dalam lomba tersebut peserta menggunakan barong milik Unhi, sekarang masing-masing peserta membawa barong sendiri. Ini sebuah kemajuan dalam UBS, khususnya dalam lomba mapang barong,’’ ujar Prof. E. Dewi Yuliana yang Wakil Rektor III Unhi. Sementara itu, Guru Besar Unhi yang mantan Rektor Unhi Prof. Dr. IBG Yudha Triguna ketika dimintai komentar terkait pelaksanaan UBS menyampaikan, sejak pertama UBS dilaksanakan, pihaknya bercita-cita menempatkan lomba mapang barong (LMB) dan jauk diiringi makendang tunggal (MT) menjadi ikon UBS. Jika saat pertama dilaksanakan, LMB dan KT hanya diikuti kurang dari 10 peserta. Setelah 7 tahun, lomba tersebut diikuti lebih dari 40 peserta (kategori remaja dan dewasa). Itu pun karena alasan teknis dan biaya, panitia terpaksa membatasi jumlah peserta. Mantan Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI ini menambahkan, tatkala dilaksanakan pertama kali, barong Unhi selalu digunakan oleh semua peserta. Sementara sekarang umumnya para peserta membawa sendiri barong mereka. Hal ini tentu berkaitan dengan pembiasaan menggunakan barong sendiri, persoalan penjiwaan karakter barong dan sebaganya. ‘’Fakta ini sekaligus
menunjukkan bahwa respons masyarakat atau generasi muda pencinta barong, jauk, dan kendang, terhadap UBS luar biasa. Ini juga dapat berarti Universitas Hindu Indonesia telah mampu memberi stimulan positif terhadap tumbuh kembang serta lestarinya satu unsur kebudayaan Bali,’’ ujarnya. Unhi sebagai masyarakat akademiki dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Agama dan Kebudayaan berusaha mengaktualisasikan gagasan itu dalam bentuk kerja nyata ikut membangun peradaban. Lanjut Prof. Yudha Triguna, melihat demikian antusiasnya minat generasi terhadap LMB dan KT, maka pemerintah seharusnya lebih sensitif membantu, memperhatikan, dan memberi stimulan terhadap kegiatan sosial seperti ini. ‘’Saya yakin Unhi tidak bisa bekerja sendiri -- terlebih Unhi tidak memiliki dana APBD/APBN untuk membiayai kegiatan UBS terus-menerus. Pemerintah secara proaktif seharusnya melihat potensi yang ada dalam masyarakat untuk menggugah semakin kuatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan kebudayaan dan peradaban,’’ ujarnya. (ad1078)
MAPANG BARONG - Salah satu penampilan lomba mapang barong pada UBS ke-7 Unhi.
Dari Seminar Internasional OJS di Undwi
P-ADRI Dorong Semua Dosen Masukkan Karya Ilmiah ke Pijar
RESMIKAN – Sukmawati Soekarno Putri bersama Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna dan dr. I Wayan Sudana, M.Kes. (Dirut RSUP Sanglah) saat meresmikan prasasti Presiden Sukarno Heritage List. kaum marhaen, orang sakit dan keluarganya dengan sebaik–baiknya. Dan selangkah lagi RSUP Sanglah akan menjadi RSUP Dr. Ir. Soekarno. Saya akan bicara ke Presiden RI,’’ kata Sukmawati Soekarno. Dalam kesempatan itu, Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna juga menyampaikan harapan agar RSUP Sanglah segera berbenah dalam pelayanan. ‘’Menjadi pemimpin RS Sanglah tidak perlu dari orang hebat. Cukup orang yang komunikatif dan bersahaja. Saya hadir di sini memberikan dukungan pada kepemimpinan RSUP yang baru. Laksanakan Nawa Cita Jokowi dengan baik, laksanakan Tri Sakti Marhaenisme dengan baik dan astungkara para direktur, direksi dan SDM di sini akan mendapatkan karier yang baik. Saya selaku Komite III Bidang Kesehatan DPD-RI selalu memantau perkembangan Sanglah. Jangan ulangi kesalahan dan kele-
mahan manajemen lama dan segera perbaiki citra RS Sanglah dengan kinerja. Urusan teknis, anggaran, dan kebijakan, wakil rakyat Bali di Senayan siap membantu dan berjuang. Yang penting layani rakyat Bali dengan baik,’’ ucap Senator Gusti Wedakarna. Dalam kesempatan itu, The Sukarno Center memberikan medali kepada dr. I Wayan Sudana, M.Kes. (Dirut) yang dinilai berjasa untuk membangun simbol Bung Karno. ‘’Sudah lebih dari 50 tahun RSUP Sanglah berdiri, baru di bawah kepemimpinan beliau ada foto Bung Karno ada simbol Bung Karno dan ini hebat. Saya akan bawa berita baik ini ke Jakarta. Terima kasih sudah menempatkan simbol pahlawan nasional Bung Karno dengan layak. Semoga RSUP Sanglah bisa membangun nama baik di Indonesia,’’ imbuh Sukmawati Soekarno. (ad560)
SMK PGRI 5 Denpasar ’’Pelaspas’’ Gedung Baru Senilai Rp 6 Miliar
PUNIA - Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Ni Ketut Nuka didampingi Wayan Darya Kusuma menerima punia dari Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana di sela-sela upacara ‘’melaspas’’ gedung baru. SEKOLAH PGRI di Kota Den- linggih sejak seminggu lalu. Sepasar kini berlomba memberi pe- mentara upacara macaru Rsigana layanan yang terbaik. SMK PGRI dilakukan Jumat (14/10) lalu. 5 Denpasar yang dikenal sebagai Tuntasnya pembangunan fisik gesekolah favorit swasta di Bali kini dung baru ini membuat dia lega dan memiliki gedung baru di Jalan Keny- bersyukur karena di tengah persaineri senilai Rp 6 miliar. Gedung baru gan yang ketat ini tantangan terberat tersebut di-pelaspas bersamaan den- tersebut mampu dilewati SMK PGRI gan upacara piodalan di parahyan- 5 Denpasar dengan lancar. gan SMK PGRI 5 Denpasar pada Makanya dia mengatakan upacpurnama kapat, Sabtu (15/10). ara ngenteg linggih dimaknai sebaUpacara di-puput Ida Pedanda gai rasa syukur warga SMK PGRI Made Oka Pasuruan. Upacara di- 5 Denpasar dengan kebersamaan awali persembahyangan bersama mampu membangun secara mandiri. dipimpin Kepala SMK PGRI 5 Sekolah yang memiliki 1.769 siswa Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka di- ini kini memiliki 24 ruang kelas dan dampingi Ketua YPLP Kota PGRI sejumlah lab. Gedung lantai empat Denpasar Drs. I Nengah Madiad- dipakai untuk ruang lab dan aula, nyana, M.M. dan Ketua Komite lantai tiga untuk ruang kelas baru, SMK PGRI 5 Denpasar Drs. lantai dua diperuntukkan untuk Wayan Darya Kusuma, M.Pd. ruang guru, lab kitechen, dan lantai Kasek Ni Ketut Nuka men- dasar untuk parkir. gungkapkan warga SMK PGRI 5 Dia menegaskan dengan tuntasDenpasar sudah sibuk nyanggra nya pembangunan gedung baru ini, piodalan lan upacara ngenteg Ni Ketut Nuka kini fokus pada pen-
ingkatan mutu pendidikan. Dengan fasilitas yang lengkap pihaknya bisa meningkatkan proses pembelajaran berkualitas sekaligus untuk mencetak lulusan berkualitas. Ketua Komite Wayan Darya Kusuma menambahkan, fasilitas yang serba lengkap ini membuat jajaran SMK PGRI 5 Denpasar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Apalagi sekolah berstatus SMK harus padat dengan penguatan life skill dan soft skill guna mencetak lulusan berkualitas. Dengan lulusan berkualitas ini pula yang membuat SMK PGRI 5 Denpasar dikejar oleh masyarakat. Makanya dia memberi apresiasi berbagai gebrakan telah dilakukan SMK PGRI 5 Denpasar. Ke depan dia tinggal melakukan rehab lab kitchen agar tampil lebih modern. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. mengacungkan jempol atas kerja keras serta perjuangan kasek, guru dan komite SMK PGRI 5 Denpasar yang sukses mulai dari pengadaan lahan sekolah hingga membangun secara berkualitas. Ini menunjukkan bahwa sekolah ini hidup dan direspons positif oleh masyarakat. Ia berharap kasek, guru dan siswa bersinergi untuk kemajuan lembaga dan menjalankan tugas sebaik-baiknya sebagai ciri SDM profesional. Sementara itu, Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada kenyatakan SMK PGRI 5 Denpasar semakin unggul dalam sarana dan kualitas. Dengan kelengkapan sarana dan prasarana akan membuat guru dan siswa lebih berkreasi. (ad1082)
UNIVERSITAS Dwijendra (Undwi) semakin menunjukkan eksistensinya ikut berperan dalam meningkatkan SDM dosen, termasuk dalam penelitiannya. Tahun ini Undwi Denpasar dipercaya sebagai penyelenggara dan tuan rumah Seminar Internasional Online Journal System (OJS). Seminar dan pelatihan OJS ini kerja sama Undwi Denpasar dengan Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (P-ADRI), UMAHA dan UNWAHA serta tujuh PT lainnya di Indonesia. Pelatihan OJS dibuka Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., Sabtu (15/10) malam di kampus Undwi. Putu Datmikawati mengungkapkan minggu ini seminar menampilkan kerynote speakers Direktur Kompetensi dan Karier Dosen Kemenristek Dikti Prof. Dr. Bunjamin Mahtub dan Direktur Beasiswa LPDP Kemenkeu Abdul Kahar. Selain seminar, juga dilantik kepengurusan P-ADRI Cabang Bali dan Jatim. Untuk P-ADRI Cabang Bali diketuai Dr. Gede Sedana, Dekan FP Undwi. Putu Dyatmikawati juga mengungkapkan, dengan kehadiran P-ADRI ini dia ingin mendorong dosen untuk segera melakukan OJS untuk semua jenis penelitian dan karya ilmiah lainnya. Dengan OJS ini, hasil penelitian para dosen bisa diakses oleh semua warga dunia. Bahkan nilai manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. Ia mengakui untuk dosen Undwi, mereka baru memulai, sehingga perlu dimotivasi lagi.
BERSAMA - Rektor Undwi Putu Dyatmikawati bersama Ketua P-ADRI Achmad Fathoni Rodli di sela-sela Seminar OJS.
Makanya di seminar ini mereka diberi pelatihan tata cara memasukkan artikel ke jurnal P-ADRI yang diberi nama Pijar yakni Publikasi Ilmiah Dalam Jaringan. Dengan demikian para dosen tak harus menunggu artikelnya dimuat dan menebus secopus. Sebab, jurnal Pijar milik P-ADRI didukung 4.000 PT di Indonesia. Ketua P-ADRI Dr. Ahmad Fathoni Rodli membenarkan bahwa kehadiran P-ADRI untuk ikut mendorong para dosen memuat hasil penelitiannya ke jurnal terakreditasi nasional dan internasional. ‘’Ini sudah menjadi kewajiban dosen sehingga karyanya tak hanya di atas meja,’’ ujarnya. Selain itu, katanya, kehadiaran P-ADRI juga mendorong agar dosen di Indonesia untuk termotivasi mengejar guru besar. ‘’Jangan sampai puas di S-2 dan S-3 saja, harus mampu meraih guru besar,’’ terangnya. Achmad Fathoni Rodli menambahkan, kepengurusan P-ADRI akan terus dibentuk di semua daerah. Saat ini sudah terbentuk delapan cabang dan akan road show ke seluruh Indonesiaa. Dia ingin para dosen yang dulunya terkotak-kotak dalam organisasi yang parsial, kini bersatu demi kepentingan bersama. Dia mengaku selama ini karya ilmiah para dosen belum banyak dipublikasikan akibat keterbatasan. Faktor pertama, jika dicetak banyak memerlukan biaya mahal. Kedua, belum ada sistem yang membantu para dosen nyaman mengirim ke jurnal, apalagi selama ini mereka sangat sulit menembus jurnal terakreditasi. Ketiga, faktor kelemahan dosen bersangkutan. Namun demikian aturan menteri yang baru kini mewajibkan semua karya ilmiah dosen harus dipublikasikan. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. mendukung semua program Undwi Denpasar untuk menggelar agenda seminar yang mampu meningkatkan mutu dosen dan iklim akademik di kampus. Apalagi isu yang diangkat strategi menembus jurnal. ‘’Mempublikasikan karya ilmiah ini sudah menjadi kebutuhan sekaligus kewajiban dosen,’’ ucapnya. Dosen Fakultas Hukum Undwi ini menambahkan, selain seminar menampilkan pembiacara tingkat nasional juga mendatangkan pembicara dari luar negeri seperti Belanda dan Korea. Mereka memiliki kompetensi tinggi untuk bisa menembus jurnal terakreditasi internasional. (ad1081)
Ida Ayu Ngurah Di-’’diksa’’ dengan Bhiseka Ida Pedanda Istri Ngurah Kemenuh SEJAK 17 tahun silam setelah lebar-nya Ida Pedanda Istri Oka, praktis di Geria Gde Timbul Selat, Kecamatan Selat, Karangasem tidak lagi ada pedanda. Selama kurun waktu yang cukup panjang tersebut masyarakat menunggu dengan sabar hadirnya pemimpin umat di wilayah tersebut. Baru pada Saniscara Pon Pahang yang bertepatan dengan rahina Purnama Kapat, digelar upacara padiksan (dwi jati) dari salah satu pangelingsir geria yang memiliki nama welaka Ida Ayu Ngurah (55). Hal tersebut disampaikan Prawartaka Karya Ida Bagus Oka Gunastawa di sela-sela prosesi upacara, Sabtu (15/10). Tokoh masyarakat asal Geria Ulon Jungutan ini menambahkan bahwa upacara padiksan ini dilaksanakan serangkaian dengan upacara ngenteg linggih dan nubung daging di Pemerajan Ageng Pejenengan. Tahapan upacara yang sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu didukung penuh pangiring dan pangayah dari 72 dadia yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Selat, Bebandem, Karangasem, Kubu dan Sidemen serta yang berdomisili di luar Karangasem. ‘’Kami bahu-membahu bersama seluruh umat mulai dari pemugaran pemerajan sampai pelaksanaan upacara ini,’’ ungkap I Gusti Lanang Putra, salah seorang tokoh masyarakat setempat. Sementara rangkaian upacara padiksan sudah dimulai sejak 28 September 2016 pada Buda Umanis Medangsia yaitu Pawintenan Ageng. Diksa Pariksa dilaksanakan pada Anggara Paing Pujut, 4 Oktober 2016. Di hari Redite Paing Pahang tepatnya 9 Oktober 2016 dilaksanakan upacara Mapinton ke Pemerajan Ida Pedanda Nabe. Puncak karya padiksan pada Saniscara Pon Pahang, 15 Oktober 2016 seusai upacara ngenteg linggih nubung daging di Pemerajan Ageng Pejenengan. Prosesi padiksan diawali dengan persembahan pecanangan oleh calon nanak kepada nabe. Bertindak selaku Guru Nabe adalah Ida Pedanda Gde Made Buruan dari Geria Ulon Jungutan, Kecamatan Bebandem. Sedangkan Guru Waktra Ida Pedanda Gde Oka Pinatih dan Guru Saksi yakni Ida Pedanda Gde Oka Tianyar yang keduanya juga berasal dari Geria Ulon Jungutan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Antusiasme ribuan masyarakat dan sisya yang hadir sejak pagi menggambarkan kerinduan mereka
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
untuk lahirnya seorang pedanda anyar di Geria Gde Timbul. Ida Ayu Ngurah merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, memilih hidup tidak berumah tangga sehingga beliau juga bergelar Pedanda Istri Kania. Usai seluruh rangkaian upacara padiksan Ida Pedanda Nabe memberikan anugerah Bhiseka yakni Ida Pedanda Istri Ngurah Kemenuh. Tampak hadir ikut menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, Ketua Harian PHDI Karangasem, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem. Bupati Karangasem dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelahiran (dwi jati) Ida Pedanda Istri Ngurah Kemenuh, sehingga semakin banyak yang ikut mendoakan alam semesta khususnya Kabupaten Karangasem. ‘’Kami ikut bersyukur semoga jagat raya semakin menuju kedamaian dengan semakin banyak yang turut mendoakan setiap hari,’’ pungkas Bupati perempuan pertama di Karangasem ini. (ad1079)
padiksan - upacara padiksan (dwi jati) dari salah satu pangelingsir geria yang memiliki nama welaka Ida Ayu Ngurah.
OPINI
6
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memandirikan Sektor Pertanian Harus Jadi Komitmen Bersama
PERTANIAN Bali sudah jauh dari kata ideal. Jargon ‘’pariwisata berbasis pertanian’’ hanya wacana. Tak pernah ada upaya konkret untuk mewujudkannya. Tak salah kalau generasi muda menjauhi pertanian. Terbukti ketika talk show pertanian di Buleleng. Hanya segelintir generasi muda yang mengaku sebagai petani. Bahkan ketika dilempar pertanyaan: siapa orangtua yang hadir di sini mencita-citakan anaknya sebagai petani? Satu pun tak ada yang angkat tangan dari ratusan petani yang hadir saat itu. Itu artinya sektor pertanian, belum menjadi daya tarik. Termasuk mereka yang sudah tua. Mereka baru menggeluti sektor pertanian apabila sudah tak ada pekerjaan lain atau sudah pensiun. Makanya, cita-cita memandirikan pertanian di Indonesia, sungguh sangat sulit. Perlu usaha yang sangat keras. Tak hanya SDM juga penyiapan regulasi serta komitmen pemerintah. Untuk menjadikan pertanian Indonesia lebih mandiri maka para petani harus lebih berdaya dan lebih didukung oleh pemerintah. Sebagai petani, tak sekadar bisa mengolah tanah atau bercocok tanam. Itu tidak cukup. Mereka juga harus memiliki konsep bisnis yang lebih dikenal dengan agrobisnis. Artinya, ketika mereka mengolah pertaniannya, petani mampu menjadi seorang pebisnis di bidang pertanian. Salah satunya adalah mengatur penggunaan lahan serta memilih bibit yang cocok dengan kebutuhan pasar. Pemerintah pun demikian. Tidak cukup hanya memberikan anggaran. Pemerintah harus pula memberikan perhatian lebih kepada para petani. Seperti memberikan penyuluhan, pola tanam, pendidikan mengenai pertanian dan industri pertanian. Memberikan anggaran kemudian melepasnya, tidak akan cukup untuk para petani di negeri ini. Sebab, hal itu menyebabkan mereka tak mandiri dan bantuan akan mubazir. Selain itu tidak akan memberikan nilai tambah kepada mereka. Kebijakan pemerintah tak hanya soal bibit, pupuk dan harga pangan. Selektivitas importasi pangan juga harus dipikirkan dan dipertimbangkan dengan matang. Apabila ada pangan yang mampu dibuat, dikelola dan mampu dihasilkan oleh petani kita, maka impor pangan tersebut tak diperlukan. Ketika semua hal itu dapat dilaksanakan oleh pemerintah dan petani, maka saat itulah pertanian Indonesia bisa mandiri dan berdaulat dalam bidang pangan. Untuk mewujudkan kedaultan pangan yang selama ini digaungkan pemeritah, sinergitas antarkomponen sangat diperlukan. Sebab, tugas itu bukan tanggung jawab petani. Bukan pula hanya pemerintah. Tetapi semua komponen harus merasa bertanggung jawab mewujudkan hal tersebut. Lembaga perbankan, misalnya. Selama ini petani sangat kesulitan untuk mengakses bank untuk meminjam kredit. Sebab, bank lebih suka melayani kredit konsumtif. Seperti kredit sepeda motor atau alat rumah tangga lainnya. Petani sangat sulit mendapat kredit untuk budi daya pertanian. Apalagi mereka tidak mempunyai agunan. Karenanya sektor keuangan juga harus bersinergi di dalam memudahkan pelaku pertanian untuk mengakses finansial dengan berbagai skema yang tidak berbelit-belit. Pemerintah harus mendorong sinergitas tersebut. Sebab, pembangunan pertanian yang terintegrasi, akan memberikan kemudahan dalam perdagangan produkproduk pertanian. Demikian pula akan terjadi efisiensi sekaligus menjadi insentif bagi pelaku usaha tani dan perdagangan, termasuk industri untuk menggeliatkan sektor pertanian. Kebijakan yang terintegrasi sangat penting untuk diselenggarakan secara kontinu sehingga kedaulatan pangan segera dapat terealisasi. Hal itu penting menjadi penekanan karena sektor pertanian dalam artian luas yang meliputi pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan hingga kini masih tertinggal dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Siapa Peduli Nelayan? Di Bali cerita tentang nelayan minim bahkan sangat jarang didengar. Padahal potensi kelautan Bali juga tak kalah jauh dengan pendapatan di sektor pertanian. Selama ini yang saya dengar dan baca tentang nelayan paling korban hilang atau setidaknya tak bisa melaut karena cuaca buruk. Ke depan saya berharap Dinas Kelautan dan Perikanan di Bali atau instansi yang membawahinya bicara banyak tentang potensi maritim Bali. Ketika pertanian mulai didengar masalahnya, walaupun belum ada bukti nyata birokrat akan bergerak, setidaknya sudah ada kepedulian. Lalu siapa peduli nasib nelayan Bali? Untuk itu, saya juga berharap agar akademisi Bali, pengusaha dan media bicara tentang potensi kelautan Bali. Apa masih mungkin nelayan Bali bertahan ketika lahannya banyak dikelola untuk bisnis pariwisata. Apa masih ada ruang untuk menambatkan perahu bagi nelayan ketika pemilik hotel juga berkuasa atas pesisir di depan area hotelnya? Ini yang saya pikir perlu dibicarakan juga. Saya berharap ada gambaran yang lebih jelas dari kabupaten di Bali tentang potensi perikanan Bali. Jika memang prospeknya bagus dan ada dukungan permodalan, Bali berpeluang memiliki badan usaha adat BUMDes dengan bisnis utamanya adalah pengolahan ikan. Untuk itu, DPRD Bali dan kabupaten/ kota agar berkoordinasi. DPRD Bali jangan hanya bicara perda tetapi tak pernah mau melihat nasib pemilihnya. Sekali-sekali para legislator gelar dialog terbuka dengan nelayan Bali. Gunakan dana reses dan dana kunjungan kerja untuk mengunjungi pemilih. Jangan hanya jalan-jalan lalu hilang ketika ada warga datang mengadu. Jadilah politisi yang akomodatif dan aspiratif. Agung Cahyadi D. Gianyar, Bali
Membangun Integrasi Pertanian dan Pariwisata
Mendekati Bali the last paradise oleh Hickman Powell dalam buku berjudul ‘’The last paradise: An American’s Discovery of Bali in the 1920’’, ternyata tanah Bali belum mencerminkan tanah surga bagi seluruh penghuninya. Gambaran ini mencuat dalam Talkshow ‘’Udayana Membangun Bali’’ yang diselenggarakan Universitas Udayana bekerja sama dengan Bali Post dan Bali TV yang ditayangkan Jumat (30/9) pukul 20.30 Wita, di mana dikotomi pembangunan sektor pertanian dan pariwisata menjadi isu menarik diperbincangkan. Dikotomi tersebut berujung pada opini manakah yang lebih penting sektor pertanian atau sektor pariwisata? Jawabannya dapat ditebak, akademisi pertanian akan mengatakan sektor pertanian yang lebih penting, sementara akademisi pariwisata akan berpendapat sebaliknya.
Oleh I Made Sarjana
P
erdebatan itu mengindikasikan bahwa pola pikir egosektoral masih melekat kuat dalam mengkaji atau merencanakan pembangunan Bali dan asas gotong royong dalam proses pembangunan mulai memudar. Jika semua pihak memang memikirkan bagaimana membangun Bali secara menyeluruh, seimbang dan berkesinambungan maka perdebatan semacam itu sepatutnya tidak lagi mengemuka, karena sejatinya sektor pertanian dan pariwisata sama-sama penting menyokong perekonomian Bali. Kedua sektor tersebut tidak dapat berdiri sendiri tetapi saling ketergantungan satu sama lain. Pariwisata dapat bekembang pesat di Bali karena adanya budaya masyarakat agraris berkembang baik di pulau seribu pura ini. Banyak wisatawan berkunjung ke Bali untuk menikmati pemandangan alam berupa persawahan, panorama pegunungan selain belajar tentang budaya berupa kehidupan sehari-hari, kesenian daerah, serta yang lainnya. Sebaliknya, pariwisata yang sudah menjadi leading sector perekonomian Bali dalam beberapa dekada belakangan juga berdampak positif terhadap pembukaan pangsa pasar produk pertanian dan peluang kerja bagi masyarakat Bali. Jika pembudidayaan komoditas pertanian tanpa dikaitkan dengan kebutuhan sektor pariwisata otomatis harga produknya akan anjlok. Secara historis pembangunan pariwisata Bali dilandasi keikhlasan dan kegotongroyongan
yakni pemerintah, pemangku kepentingan di bidang pariwisata serta masyarakat yang terkena dampak pariwisata bahu-membahu mendorong kepariwisataan itu berjalan baik. Keberadaan sektor pariwisata di Bali disyukuri sebagai anugerah dari Tuhan, mengingat Bali tidak memiliki kekayaan alam berlimpah seperti hutan dan gas bumi, tetapi memiliki pemandangan alam dan kekayaan seni budaya yang bisa dijual kepada wisatawan. Peneliti Jepang Shinji Yamashita merekam perjalanan Bali sebagai destinasi pariwisata dalam buku ‘’Bali and Beyond’’ yang diterbitkan tahun 2003 mengungkapkan pariwisata di Bali sejak tahun 1920-an atau masa pendudukan Belanda di Indonesia. Kehadiran pariwisata telah mengubah citra Bali dari semula dikenal sebagai kawasan penghasil budak (kaum pekerja rendahan) yang ulet dan tekun menjadi daerah tujuan wisata. Artinya, pariwisata telah mengangkat harkat dan martabat Bali setara dengan daerah lain yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Pelajaran yang dapat dipetik dari rekam jejak perkembangan pariwisata di Bali yakni proses pembangunan memang tidak akan mencapai kemajuan jika hangat di tataran wacana namun ‘’dingin’’ dalam karya nyata. Boleh jadi kehadiran pelukis, penulis, ataupun fotografer internasional seperti Miguel Covarrubias, Gregor Karause, atau Thomas Raffles yang turut andil mempromosikan pariwisata Bali di kancah internasional di masa lampau tidak terjadi
jika kreativitas mereka dibatasi dan/atau mereka telah berhitung harus mendapatkan keuntungan ekonomi dari kontribusinya tersebut. Karenanya, perdebatan yang bersikap dikotomi selayaknya ditutup mulai saat ini, dan kita rembuk bersama mencari solusi atas konsekuensi negatif akibat pembangunan pariwisata yakni berupa kesenjangan pendapatan/pembangunan antarsektor dan antarwilayah. Masyarakat di kawasan pariwisata mampu meraup rezeki lebih baik, di daerah nonpariwisata pendapatannya sangat rendah. Sejumlah kabupaten di Bali seperti Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar disebut kabupaten kaya karena pariwisata, sedangkan kabupaten lain masih berkutat meningkatkan PAD akibat rendahnya kunjungan wisatawan. Integrasi pertanian dan pariwisata yang diusung Fakultas Pertanian Universitas Udayana sebagai bidang kajian unggulan, menjadi solusi mengatasi permasalahan di atas. Dalam konteks ini, keterlibatan semua pihak dalam membangun pariwisata, utamanya pelibatan masyarakat lokal seluas-luasnya dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan pariwisata akan menjadi faktor kunci pembangunan pariwisata. Pengalaman penulis melakukan kajian pariwisata berbasis masyarakat mulai dari Desa Wisata Penglipuran, Desa Wisata Guliang Kanging (keduanya di Kabupaten Bangli), Desa Pemuteran (Buleleng), Desa Umabian (Tabanan) hingga ke Desa Wisata Candirejo (Magelang, Jateng) membuktikan bahwa masyarakat lokal yang diberi ruang yang cukup untuk berkreasi membangun desanya akan mampu mentransformasi desanya dari desa miskin menjadi desa berpendapatan tinggi karena mampu menciptakan peluang usaha dan peluang bisnis bagi masyarakatnya. Pendapat Bendesa Adat Guliang Kangin Ngakan Putu Suarsana layak untuk disimak kendati desanya sudah banyak dikunjungi wisatawan, di mana masyarakat sudah dapat meraup penghasilan tambahan untuk keluarganya dari kegiatan menyewakan kamar rumahnya sebagai home stay, atau upah dari partisipasinya dalam atraksi ngulat keranjang, matekap di sawah, menari dan magambel/menabuh yang disuguhkan untuk wisatawan. Masyarakat
Suara Mahasiswa Pemblokiran Aplikasi Gay dan ’’Streisand Effect’’ KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika melakukan pemblokiran terhadap aplikasi gay. Adapun dari 18 aplikasi yang beredar, tiga aplikasi gay diblokir sejak 15 September 2016 antara lain aplikasi BoyAhoy, Grindr dan Blued. Langkah ini dilakukan oleh Kominfo setelah berkoordinasi dengan pengembang platform tersebut dan berdasarkan keputusan rapat tim panel bersama karena dianggap mempromosikan LGBT. Pemblokiran aplikasi atau situs/blog yang mempromosikan radikalisme, perilaku seks menyimpang, penipuan dan sebagainya, bukan kali pertama dilakukan oleh Kominfo. Awal tahun lalu, Kominfo bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menutup 24 situs yang dianggap memiliki konten radikal. Kebijakan pemblokiran selalu menimbulkan gejolak di masyarakat. Hal ini disebabkan tidak ada parameter yang jelas dalam proses pemblokiran tersebut. Dampaknya, pemblokiran tersebut justru dianggap sebagai bentuk pemberangusan kebebasan berpikir dan berpendapat yang melanggar hak asasi manusia (HAM). Hal ini terjadi saat pemblokiran situs radikal yang dianggap berafiliasis pada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Padahal, situs-situs yang diblokir tersebut justru secara konten bertentangan dengan propaganda ISIS. Bahkan menurut pakar teknologi komunikasi Onno Purbo pada
akun twiternya mengatakan bahwa pemblokiran situs radikal akan ‘’membunuh’’ kreativitas masyarakat. Lalu bagaimana dengan pemblokiran aplikasi gay beberapa waktu lalu? Sebagai negara hukum, maka apa pun yang dilakukan pemerintah harus berlandaskan pada aturan hukum. Pemblokiran aplikasi gay perlu dikaji dan ditelaah secara lintas sektoral sebelum kemudian diputuskan untuk ditutup. Pada kasus aplikasi gay ini, Kominfo telah melakukan langkah-langkah komprehensif dengan membentuk tim panel yang terdiri dari ahli-ahli berbagai bidang, sehingga pada akhirnya memutuskan memblokir tiga aplikasi gay. Tetapi, apakah kemudian pemblokiran ini mampu menghentikan penyebaran LGBT? Apakah cara terbaik melakukan pembinaan terhadap kaum LGBT dengan memberangus setiap aktivitasnya? Pemblokiran situs radikal ataupun aplikasi gay faktanya justru menimbulkan Streisand Effect. Teori ini diperkenalkan pertama kali oleh Mike Masnick. Sederhananya Efek Streisand ini menunjukkan bahwa semakin kita ingin menghilangkan, menyembunyikan, memblokir, atau menyensor sebuah konten atau informasi di internet atau dunia maya, maka yang terjadi seringkali adalah sebaliknya. Upaya tersebut justru akan membuat konten atau informasi tadi akan semakin menyebar secara luas. Nama Streisand sendiri diambil dari nama selebriti tersohor Amerika Bar-
bra Streisand. Ceritanya Barbra tidak suka foto rumah mewahnya di Malibu difoto dan dipajang di www.pictopia. com. Kemudian pada 2003 dia menuntut fotografer Kenneth Adelman dan www. pictopia.com secara hukum karena melanggar privasi dan meminta foto tersebut dihapus. Namun yang terjadi kemudian justru foto tersebut tersebar dari sebelumnya yang hanya enam orang hingga mencapai 420 ribu orang. Sejak saat itu, fenomena sejenis disebut Streisand Effect. Lalu, bagaimana dengan pemblokiran aplikasi gay yang baru-baru ini terjadi? Nampaknya, pemblokiran aplikasi gay pun akan mengalami nasib yang sama. Publikasi media tanpa proses edukasi yang cukup, justru akan semakin memopulerkan aplikasi-aplikasi gay yang ada (masih terdapat lainnya bahkan akan aplikasi gay yang belum di blokir), bahkan akan semakin menginspirasi orang untuk membuat aplikasi-aplikasi gay terbaru atau sejenisnya. Artinya, setiap pemblokiran dan penutupan suatu informasi, selalu akan berhadapan dengan Streisand Effect. Sehingg, pemerintah sebagai pihak yang memiliki otoritas melakukan pemblokiran atau penutupan akses informasi, perlu melakukan upaya-upaya komprehensif agar efek Streisand dapat dikendalikan.
setempat dipastikan tidak akan meninggalkan aktivitas bertani, karena aktivitas petani dan pertanianlah yang menjadi roh pengembangan pariwisata di desanya. Oleh sebab itu, masyarakat Guliang Kangin tertantang untuk mencari inovasi baru untuk diterapkan di usaha taninya (sawah) agar aktivitas pariwisata dapat berkelanjutan. Pendapat ini mencerminkan sinergitas sektor pertanian dan pariwisata harus segera diimplementasikan, dan peran Universitas Udayana sangat nyata dibutuhkan oleh masyarakat Bali. Secara parsial masing-masing fakultas di Unud memang telah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi baik pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, karena tidak teroganisir lintas fakultas dan tidak berkesinambungan, maka hasilnya menjadi tidak begitu terasa di lapangan. Misalnya, fakultas pariwisata melakukan pendampingan atau pembinaan desa wisata, sementara fakultas pertanian melakukan pendampingan tentang teknis bertani dalam waktu dan tempat berbeda. Kenyataannya, peran masing-masing fakultas itu dibutuhkan di satu desa dalam kurun waktu yang sama. Kondisi yang tidak nyambung ini mestinya dapat diatasi oleh pimpinan universitas dengan membuat desa dampingan yang melibatkan ahli-ahli lintas disiplin ilmu dengan program yang lebih nyata dan terukur. Perlu ada kebijakan tingkat universitas yang meramu langkah strategis membangun integrasi pertanian dan pariwisata dengan melibatkan ahli-ahli dari seluruh fakultas untuk melakukan pendampingan terjun ke kawasan potensial yang berkembang untuk kawasan wisata perdesaan atau agrowisata. Jika ego sektoral antardisiplin ilmu di perguruan tinggi dapat diselesaikan secara bijak maka kontribusi Universitas Udayana sebagai universitas tertua dan terbesar untuk pembangunan Bali tidak lagi dipertanyakan. Sinergi semacam ini diharapkan mampu menopang eksistensi Unud dan Dirgahayu Unud ke-54 pada 29 September 2016. Penulis, mahasiswa S-3 Pariwisata Universitas Udayana/Peneliti pada Konsorsium Riset Pariwisata Universitas Udayana
POJOK DPD Golkar Bali titip 10 ton beras Bulog di rumah warga. - Hati-hati dekat pilkada. *** Presiden Jokowi sebut korupsi kecil-kecil akan diurusnya. - Korupsi besar dimulai dari kecil-kecilan. *** Jajak Pendapat: perlu pembenahan sistem berantas korupsi. - Lebih penting mental aparat dibenahi.
Penulis, mahasiswa Magister Media dan Komunikasi FISIP Universitas Airlangga
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI
JALAN KAKI Sejumlah pelajar perempuan mengenakan pakaian adat Bali berjalan kaki saat pulang dari sekolah di Desa Songan, Kintamani, Bangli, Sabtu (15/10) .
http://facebook.com/balipost
Balipostcom Balipostcomwww.iklanbalipost.com
balipost (152rb Like) (81rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.485 Follower) (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Balipost Baliposton onGadget Gadget
Bali Post/wan
www.iklanbalipost.com
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
Figur
KAPAL IKAN Kapal pengangkut ikan dari Sapeken, Madura, Jawa Timur, mendominasi sandar di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Sementara kapal dari daerah lain belum banyak yang bongkar muatan ikan di PPI. Foto diambil barubaru ini.
Ancaman Bangsa BERBAGAI ancaman menghantui keutuhan NKRI saat ini. Ancaman tersebut bukan lagi seperti pemberontakan dan perang, melainkan menggerus moral serta rasa cinta tanah air anak bangsa. Oleh karena itu, pemerintah khususnya TNI terus menggaungkan bela negara agar seluruh komponen bangsa menyadari akan ancaman tersebut. Hal itu disampaikan Kasdim 1611/Badung Mayor CZI Dedi Haryadi saat ceramah bela negara dan cinta tanah air dalam rangka kegiatan non-fisik TMMD ke-97 di Bale Banjar Puseh, Pedungan, Jumat (14/10) lalu. Menurut Kasdim, ancaman itu berasal dari dalam dan luar. Ancaman dari luar yaitu penghancuran moral dan budaya bangsa melalui disinformasi, propaganda, peredaran narkotika dan masuknya budaya asing terutama mempengaruhi generasi muda. Selain itu, upaya menguasai sumber daya alam melalui eksploitasi tidak terkontrol yang berdampak pada rusaknya lingkungan. “Kalau ancaman dari dalam seperti memudarnya jiwa persatuan dan kesatuan sehingga muncul gerakan-gerakan saparatis. Selain itu, timbulnya keresahan sosial disebabkan ketimpangan kebijakan ekonomi dan pelanggaran hak asasi manusia,” ujarnya.Bela negara itu, lanjut Mayor Dedi, definisinya sikap dan perilaku warga negara dalam menjaga NKRI dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu harus dikembangkan dan dipupuk rasa bela negara ini dengan cara cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara serta rela berkorban demi bangsa dan negara. “Yang terpenting adalah moralitas anak bangsa harus dijaga dan diarahkan. Apalagi saat ini lagi trend tawuran antarsiswa sekolah, pesta miras, pergaulan bebas, tidak hormat kepada orangtua dan guru, bolos sekolah dan pesta narkoba. Mari bersama-sama, bersatu padu melindungi, membimbing dan mendidik anak-anak muda kita agar bisa sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan,” ujar Dedi. (rah)
Minim, Pelaku Industri Kayu Kantongi Sertifikat SVLK Tabanan (Bali Post)Saat ini belum banyak pelaku industri kecil menengah (IKM) yang bergerak di sektor pengolahan kayu memiliki Sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Kepala Disperindag Tabanan, IB Made Wirawan, Minggu (16/10) kemarin mengungkapkan, saat ini di Disperindag Tabanan tercatat hanya tiga unit usaha yang mengantongi sertifikat SVLK dari 231 unit usaha industri kayu. Unit usaha tersebut bergerak di bidang pembuatan rumah knock down dan mebel tempat sembahyang yang merupakan salah satu komoditi yang diekspor Kabupaten Tabanan saat ini. Sementara itu, unit usaha industri kayu di Tabanan terdiri atas usaha penggergajian kayu
dengan jumlah usaha 153 unit, industri kerajinan ukiran dari kayu bukan mebel mencapai 55 unit usaha dan industri furnitur dari kayu mencapai 21 unit usaha. Selain itu, terdapat juga industri wadah dari kayu 1 unit usaha dan industri barang bangunan dari kayu sebanyak 1 unit. Sementara total keseluruhan IKM yang bergerak di segala sektor usaha tercatat di Disperindag Kabupaten Tabanan mencapai 752 unit, dengan memperkerjakan 6.382 orang tenaga kerja.
Napi Lapas Diduga Kendalikan Narkoba Denpasar (Bali Post)Polisi mendatangi salah satu minimarket di Jalan Sunset Road, Kuta, Jumat (14/10) lalu untuk menangkap pecandu narkoba berinisial MAJ (22). Namun MAJ beralamat di Jalan Yudistira, Basangkasa, Kuta sempat berontak saat ditangkap. Hasil penggeledahan di saku kiri celananya diamankan satu paket sabu-sabu (SS). Dia mengaku membeli narkoba itu dari napi Lapas Mediun, EB. “Tersangka mengaku bekerja sebagai satgas pengamanan desa. Memang tersangka sempat berontak waktu ditangkap, tapi dia tidak bisa mengelak karena di saku celananya ada sabu-sabu,” kata Kasat Resnarkoba Polresta, Kompol Gede Ganefo, Minggu (16/10) kemarin. Menurut Ganefo, terungkapnya kasus ini hasil pengembangan tersangka KS yang ditangkap duluan. Petugas memancing tersangka MAJ untuk transaksi dengan memanfaatkan KS. Saat itu disepakati satu paket SS Rp 500.000 dan tempatnya di TKP. Sesuai perpanjian, Jumat pukul 15.00 Wita tersangka tiba di TKP dan masuk ke salah satu minimarket. Polisi langsung masuk ke sana dan langsung menyergap tersangka. Melihat petugas datang, tersangka kaget dan sempat melawan. Tapi upayanya itu sia-sia karena satu paket SS ditemukan di saku kiri celana panjangnya. MAJ mengaku membeli barang bukti tersebut sehari sebelumnya seharga Rp 1,5
7
Bali Post/ist
DITANGKAP - Para tersangka sering nyabu dan menjual SS. Mereka ditangkap di wilayah Badung dan Denpasar. Mereka membeli sabu-sabu dengan patungan. juta dari seseorang melalui HP mengaku bernama EB dan berada di Lapas Madiun. Ia membeli barang terlarang itu patungan dengan temannya, GAD masing-masing Rp 750.000. Paket SS itu diambil di Jalan Pengubengan, bersama GAD berprofesi sebagai satpam villa. Selanjutnya MAJ dan GAD sempat menggunakan SS di Jalan Drupadi, Seminyak. Sisa SS dibagi menjadi 3 paket. Awalnya tiga paket SS dibawa GAD, tapi karena MAJ punya pembeli, satu paket diambilnya. “Berdasarkan pengakuan MAJ, GAD ditangkap di tempat kerjanya di Jalan Saraswati II, Basangkasa, Kuta, dengan barang bukti dua paket sabu-sabu. Waktu ditangkap tersangka GAD sedang asyik
nonton film kartun film Naruto di HP-nya,” ungkapnya. Selain itu, petugas juga menangkap pedagang ayam DWP (30) di Jalan Cokroaminoto, Ubung, Denpasar Utara. Polisi mengamankan satu paket SS. Barang terlarang itu menurut tersangka dibeli dari NA, beralamat di Buduk, Mengwi, seharga Rp 300.000. Berdasarkan pengakuan DWP, petugas menangkap NA (25), karyawan bengkel sepeda motor di rumahnya. Selain itu, polisi mengamankan 2 paket SS. “Tersangka DWP sering nyabu bersama NA. Mereka pesta sabu-sabu di rumah NA. Sekarang ini lagi tren pesta sabu-sabu, oleh karena itu mohon awasi keluarganya jangan sampai terjerumus narkoba,” tegas Ganefo. (kmb36)
Wirawan melanjutkan, terhadap IKM yang belum mengantongi SVLK pihaknya terus melakukan sosialisasi di lapangan dan mengarahkan agar bergabung membentuk kelompok yang tujuannya untuk menghemat biaya dalam pengurusan SVLK karena memang untuk pengurusan sertifikat tersebut cukup mahal. Terlebih para pelaku usaha kerajinan kayu yang belum kantongi SVLK ini dominan merupakan kalangan usaha kecil dengan orientasi pasar domestik. ‘’Faktor pangsa pasar yang menyasar dalam negeri ini yang menjadi alasan keengganan pengusaha untuk mengurus SVLK. Sebab, SVLK memang difokuskan pada produk kayu yang diekspor,’’ ujarnya. (kmb24)
Bali Post/kmb24
IKM - Salah satu pelaku industri kecil menengah (IKM) yang bergerak di sektor pengolahan usaha dengan bahan baku kayu.
Jaga Keamanan Bali
Aparat Sudah Sewajarnya Gandeng ’’Pacalang’’ SEBENTAR lagi kegiatan akbar dilakukan oleh kepolisian dunia di Bali pada November mendatang, yaitu Sidang Umum Interpol ke-85 yang dihadiri kepolisian dari 190 negara. Selain itu, menjelang akhir tahun 2016, Bali dibanjiri wisatawan asing saat perayaan hari raya Natal dan tahun baru. Tentu perhelatan besar ini memerlukan pengamanan ekstra, supaya kegiatan dapat berjalan lancar tanpa gangguan sekecil apapun. Hal itu diungkapkan kriminolog Dr. Gede Made Swardhana, S.H., M.H., Minggu (16/10) kemarin. Kata Swardhana, dunia akan mencatat bila pengamanan dan penyelenggaraan kegiatan terganggu pelaksanaannya. Jika ini terjadi jelas citra Bali akan terpuruk. “Untuk itu mari bersama-sama kita menyukseskan setiap event yang terjadi di Bali, dengan cara menjaga keamanan dengan keterlibatan seluruh warga masyarakat. Apalagi Sidang Interpol dihadiri polisi dunia,” tegasnya. Kepolisian daerah Bali be-
serta jajarannya tentu teramat sibuk untuk mengamankan kegiatan tersebut. Ada rahasia di balik keberhasilan mengamankan berbagai event nasional dan internasional selama ini, karena Polda Bali dibantu oleh petugas keamanan masyarakat Bali yang dikenal dengan pacalang. Petugas keamanan lokal inilah yang menyeleksi masyarakat yang dia tahu masyarakat tersebut adalah sebagai anggota warga atau warga tamiu (pendatang). Sesuai dengan Undangundang RI Nomor 2 Tahun 2002, lanjut akademisi Unud ini, sudah dijelaskan tugas pokok Polri yaitu memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Polri diberikan kekuasaan yang sangat besar yang tidak diberikan kepada institusi lain, yaitu kekuasaan fisik untuk mencampuri kebebasan para
anggota masyarakat. Diberikannya “kekuasaan” di pundak Polri, maka seharusnya visi misi Polri baik yang terdahulu maupun di masa mendatang diharapkan tetap profesional, bersih, bermoral yang tergelar di semua kegiatan masyarakat untuk memberikan pelayanan dengan berperilaku mahir, terpuji dan patuh hukum. “Kita berharap terbangun budaya kelembagaan bertumpu pada budaya pelayanan masyarakat, sumber daya manusia Polri dengan prinsip FIRST yaitu friendly (bersahabat), informed (berpengetahuan), responsive (cepat tanggap), service oriented (berorientasi pelayanan) dan trustworthy (terpercaya),” ungkapnya. Di lain sisi, sesungguhnya polisi senantiasa dibutuhkan masyarakat. Di era transisional sesungguhnya tidak mudah menjadi seorang polisi. Menghadapi masyarakat, mereka harus bersikap ramah dan ber-
Gede Made Swardhana
Ahmad Hadiana
tindak bijak. Kepada penjahat mereka harus selalu waspada. Sementara itu, praktisi hukum Ahmad Hadiana menegaskan, selama ini kepolisian dan TNI banyak dibantu pacalang terutama menjaga kamtibmas dan pengamanan event yang sering digelar di Bali. Menurutnya itu sangat bagus, karena aparat keamanan harus menggandeng petugas keamanan lokal, apalagi pacalang itu di bawah naungan desa adat. “Saya melihat pacalang sudah maksimal perannya menjaga Bali. Perannya sangat besar dan mereka masih disegani masyarakat Bali karena jujur dan tulus dalam melaksanakan tugas,” ujarnya. Oleh karena itu, baik kepolisian dan TNI sudah sewajarnya menggandeng pacalang dalam rangka menjaga keamanan Bali. Apalagi menjelang akhir tahun ini, jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan mengusik Bali sebagai tujuan wisatawan dunia. Sebenarnya, lanjut pengacara asal Kerobokan, Badung ini, menjaga keamanan Bali jadi tanggung jawab kita bersama, baik warga asli, pendatang maupun turis. Namun ada saja mengusik ketenangan dan keamanan Bali demi kepentingan pribadi, kelompok dan golongan. “Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga keamanan dan melestarikan budaya serta alam Bali. Ini jadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya. (rah)
BANGLI
8 SOSOK
Triwulan III
Realisasi Pembangunan Gagal Capai Target
Berbasis IT GUNA menangani persoalan di lapangan secara cepat, demikian juga dengan input maupun output data, Pemkab Bangli perlu mengurangi cara manual. Langkah mengarah ke pemanfaatan information technology (IT) perlu digeliatkan. ‘’Selama ini kalau mengeluarkan data masih terbilang lambat. Harus bongkar berkas. Ini perlu diubah. Harus berbasis IT,’’ ungkap Ketua Komisi III DPRD Bangli I Ketut Suastika, Minggu (16/10) kemarin. Pemanfaatan IT, katanya, juga akan memudahkan memberikan infomasi dari jarak jauh. Tidak ada lagi kata untuk menunda-nunda. Di samping itu, cara ini juga akan mampu menyediakan data secara rapi dan akurat. ‘’Misalnya, dinas kesehatan, ditanya berapa jumlah bayi yang lahir bulan ini, tinggal buka saja langsung tahu. Tidak lagi mengira-ngira. Begitu juga dengan instansi lain,’’ ujarnya. Politisi PDI-P ini menyebutkan, cara ini sudah sering disampaikan ke eksekutif tetapi belum ditindaklanjuti. Alasannya pun belum diketahui secara pasti. Meski demikian, cara-cara yang lebih inovatif diharapkan bisa diterapkan ke depannya. ‘’Tiga kali saya jadi dewan, ini selalu disampaikan. Berbasis IT itu penting,’’ tandasnya. (sos)
Pemkab Akui Sulit Entaskan Kemiskinan Struktural Bangli (Bali Post) Kemiskinan struktural masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Bangli. Di samping karena pendidikan yang rendah, persoalan ini muncul akibat minimnya keterampilan yang dimiliki warga bersangkutan. Pengentasan kemiskinan tak bisa hanya mengandalkan satu instansi melainkan harus melalui sinergi berbagai pihak alias keroyokan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangli I Nengah Sukarta, Minggu (16/10) kemarin. Berdasarkan data tahun 2015, jumlah rumah tangga miskin (RTM) mencapai 11.055 KK atau 35.821 jiwa. Angka ini sebagian besar merupakan RTM struktural dalam artian menurun ke keturunan berikutnya. ‘’Sampai sekarang, itu masih terjadi. Sangat sulit dientaskan,’’ ujarnya. Rendahnya tingkat pendidikan secara otomatis mengakibatkan pemikiran warga untuk melangkah ke hal yang lebih baik jadi terbatas. Alhasil mereka pun tetap hidup serba kekurangan. ‘’Sekarang orang tuanya sudah miskin, anaknya tidak sekolah. Jadinya tidak bisa berpikir apa yang harus dilakukan ke depannya. Akhirnya mereka mengikuti nasib orang tuanya. Setelah nikah tinggal di gubuk, masuk RTM lagi,’’ tuturnya. Selama ini, pengentasan kemiskinan telah dilakukan dengan sejumlah upaya seperti optimalisasi Program Keluarga Harapan (PKH), bedah rumah, UEP dan Kube. Selain itu ada pula pemberian jaminan sosial melalui KIS, KIP, KKS, dan program lainnya. Akan tetapi bantuan tersebut seperti tak membuahkan hasil. Penurunan angka kemiskinan setiap tahunnya terbilang sangat kecil. Menyikapi hal itu, mantan Kepala SMAN 1 Kintamani ini mengaku akan segera berkoordinasi dengan SKPD terkait seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Peridustrian dan Perdagangan. Instansi ini akan digandeng dalam melakukan pembinaan. ‘’Dinas Sosial lebih fokus menangani bantuan saja. Untuk itu kami perlu bantuan instansi lain. Harus keroyokan,’’ pungkasnya. Anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa mengungkapkan, dalam pengentasan kemiskinan perlu ada langkah lebih nyata dari Pemkab. Tidak hanya sebatas mengintensifkan penggelontoran bantuan. Lebih dari itu, perlu ada sebuah diagnose penyebab warga bersangkutan hidup miskin. Jika itu sudah jelas, maka perlu ada pemetaan program-program yang akan diberikan. ‘’Bupati sudah mewacanakan ini. Hari pengentasan kemiskinan sudah ada. Itu perlu ditindaklanjuti secara serius,’’ tegasnya. (kmb45)
Bangli (Bali Post) Realisasi pembangunan Pemkab Bangli pada triwulan III bernasib sama dengan realisasi keuangan, yakni gagal mencapai target. Hal tersebut disebabkan karena adanya penundaan dan pembatalan sejumlah kegiatan lantaran terganjal persoalan aset. Anggaran yang diplot terpaksa digeser ke APBD perubahan. Kepala Bagian Pembangunan Setda Bangli I Wayan Sugiarta, Minggu (16/10) kemarin, menjelaskan target realisasi pambangunan pada triwulan III tahun ini mencapai 71 persen. Namun berdasarkan laporan yang disampaikan seluruh
SKPD, realisasinya hanya 66,35 persen. ‘’Realisasinya masih di bawah target,’’ katanya. Hal tersebut, kata dia akibat adanya sejumlah kegiatan yang batal terealisasi. Seperti penataan sejumlah objek wisata yang ditangani Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata lantaran terbelit persoalan aset. ‘’Pembangunan yang batal itu sebagian besar karena status aset,’’ tegasnya. Lebih lanjut mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli ini mengatakan, anggaran kegiatan yang
dibatalkan ini bersumber dari APBD induk. Supaya tak mubazir, anggaran tersebut terpaksa digeser untuk kegiatan lain di APBD Perubahan. ‘’Pak bupati juga meminta realisasi pembangunan supaya lebih digenjot pada anggaran perubahan,’’ ucapnya. Kondisi serupa sebelumnya juga terjadi pada serapan keuangan. Realisasinya hanya 46,87 persen. Hal ini pun menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD Bangli I Nyoman Basma. Su-
paya tak terulang lagi di masa mendatang, mekanisme pelaksanaan program pada anggaran perubahan oleh eksekutif harus lebih baik. SKPD diminta tidak lagi berkutat pada tataran perencanaan, tetapi harus sudah mengarah ke action. ‘’Serapan itu harus lebih dimaksimalkan pada perubahan ini. Beberapa persoalan aset sudah tuntas. Jangan lagi hanya jalan pada perencanaan. Tapi action yang penting,’’ tegasnya. (kmb45)
Wabup Sedana Arta Hadiri ”Mapepada Agung” Pura Pucak Penulisan UPACARA Mapepada Agung serangkaian Karya Pengurip Pala Bungkah Pala Gantung lan Pala Sarina di Bali Kabeh di Pura Pucak Penulisan Gunung Wangun Urip Kintamani, Sabtu (15/10) lalu tak hanya dihadiri masyarakat setempat. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta juga turut ngaturang bhakti di pura setempat. Dikatakan Sedana Arta, kehadirannya pada upacara yang bertepatan dengan purnama kapat itu sebagai bentuk wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena telah memberikan anugerah untuk umat Hindu, khususnya di Bangli. ‘’Ini sebagai bentuk wujud bakti. Masyarakat Bangli sudah diberikan anugerah yang luar biasa,’’ katanya. Rangkaian upacara ini dipersiapkan secara swadaya oleh masyarakat. Hal itu, kata dia, sangat perlu MAPEPADA - Wabup Sedana Arta menghadiri upacara Mapepada Agung di Pura Pucak Penulisan, Sabtu (15/10) lalu.
diapresiasi. Ke depan pemerintah juga berupaya mendukung upacara ini terutama dari sisi biaya. Pria asal Desa Sulahan, Susut ini juga menyebutkan, Pura Pucak Penulisan menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang sangat baik untuk dijadikan bahan edukasi terutama bagi generasi muda. Oleh karenanya, perlu ada langkah penataan yang berkelanjutan supaya bisa menjadi salah satu tujuan wisata sebagai pendukung kawasan Geopark Batur yang telah ditetapkan menjadi salah satu warisan dunia oleh UNESCO. ‘’Pura ini harus dijaga. Ini sangat penting untuk Bali. Peninggalan sejarahnya sangat banyak,’’ tegasnya. Sementara itu, Bendesa Adat Desa Sukawana Mangku Tresna mengatakan, upacara ini dikuti seluruh bebanuan Pura Pucak Penulisan yakni Desa Sukawana, Desa Selulung, Desa Kintamani dan Desa Bantang. Pihaknya berharap kepada seluruh umat Hindu se-Bali agar bisa tangkil ke pura ini untuk memohon jagat Bali senantiasa diberikan kedamaian dan ketenteraman. (ad556)
Kukuhkan Karang Taruna di Terunyan
Wabup Sedana Arta Ajak Generasi Muda Membangun Daerah MEMBANGUN daerah tak hanya bertumpu pada peran pemerintah. Sebagai penerus bangsa, generasi muda juga memiliki kewajiban untuk itu. Demikian ditegaskan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat mengukuhkan Karang Taruna Semara Jaya Taru Menyan, Desa Terunyan, Kintamani, Minggu (16/10) kemarin. Dikatakan Sedana Arta, di era yang semakin maju, pembangunan daerah harus terus digencarkan supaya ke depannya semakin baik dan berkualitas. Dalam mewujudkan itu, perlu disadari bahwa generasi muda memiliki peran yang cukup besar. Guna mengakomodir gagasan dan aksi pemuda salah satunya dapat dilakukan melalui organisasi karang taruna. ‘’Organisasi ini berperan penting untuk pembangunan daerah. Ini mitra kerja pemerintah,’’ tegasnya. Mengingat perannya yang sangat penting, karang taruna
diharapkan tidak jalan di tempat tetapi mampu menyiapkan program-program unggulan salah satunya berkaitan dengan potensi alam dan adat istiadat. Supaya bisa berkelanjutan, program ini nantinya bisa diusulkan ke pemerintah daerah. ‘’Program kerja disesuaikan dengan potensi wilayah Desa Terunyan. Itu juga harus mampu mendukung kawasan geopark,’’ tegasnya. Guna mewujudkan generasi muda yang unggul, Sedana Arta mengaku akan terus melakukan pembinaan yang melibatkan beberapa instansi pemerintah dengan harapan karang taruna ini bisa menjadi contoh untuk daerah lainnya. ‘’Pembinaan terus dilakukan. Ini penting untuk regenerasi,’’ ungkapnya. Sementara itu, Ketua Karang Taruna Semara Jaya Taru Menyan I Nengah Kastawan menjelaskan, mengawali pengukuhan ini jumlah a ng g ot a ny a m enca p a i 1 5 3
KARANG TARUNA - Wabup Sedana Arta foto bersama dengan karang taruna di Desa Terunyan usai pengukuhan, Minggu (16/10) kemarin. orang. Organisasi ini diharapkan bisa sejalan dengan komitmen Wabup yakni mampu
Diduga Terpeleset Saat Mendaki
WN Inggris Tewas di Dasar Tebing
Bangli (Bali Post) Warga negara asing (WNA) ditemukan tewas di dasar sebuah tebing di Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kintamani, Minggu (16/10) kemarin. Kondisi korban sangat mengenaskan dengan lukaluka di sekujur tubuh. Diduga, bule Inggris ini jatuh dari atas tebing karena terpeleset saat mendaki. Kapolres Bangli AKBP Danang Beny Kusprihandono saat mengikuti proses evakuasi menjelaskan, korban bernama Daniel David (26). Berdasarkan infomasi yang diterima dari warga Banjar Dukuh, sebelum korban diketahui tewas, pada Sabtu (15/10) sekitar pukul 19.00 Wita, beberapa warga yang sedang melayat melihat cahaya senter di pertengahan bukit. Karena menduga itu orang kesasar, warga juga membalas pula dengan nyala senter. ‘’Setelah itu, warga melihat sinar di bukit tersebut jatuh. Tadi pagi (kemarin-red) seorang warga bersama pemilik sepeda motor yang disewa bule itu memastikan hilangnya cahaya tersebut. Ternyata itu berasal dari senter WNA yang ditemukan telah tewas,’’ jelasnya seraya menyebutkan korban terperosok diduga akibat terpeleset.
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Saat ditemukan, kondisi WNA kelahiran 1990 itu sangat mengenaskan. Dia mengalami cidera kepala berat, tangan kirinya patah dan beberapa bagian tubuhnya luka dan berdarah. Sebagai tindak lanjut, mayat korban langsung dilarikan ke RSUP sanglah untuk dititipkan sembari menunggu
konfirmasi dari kedutaan. ‘‘Untuk penyebab kejadiannya, kami masih meminta keterangan dari sejumlah saksi,’’ papar Kapolres. Sementara itu, I Putu Dana warga Desa Buahan, Kintamani yang merupakan pemilik sepeda motor yang di sewa menuturkan, korban mendaki seorang diri. ‘’Ia sewa motor
untuk jalan-jalan di sekitar danau. Ternyata dia mendaki,’’ tuturnya. Selain kepolisian, proses evakuasi juga dibantu TNI, BPBD Provinsi dan Kabupaten, Basarnas Denpasar dan warga sekitar. setelah berlangsung sekitar tiga jam, Sekitar 17.00 Wita, jazad korban sampai di Banjar Dukuh. (kmb45)
membantu pembangunan daerah, khususnya untuk daerah Terunyan. ‘’Mudah-mudahan
dengan adanya organisasi ini, Terunyan bisa semakin baik,’’ ucapnya. (ad557)
GIANYAR
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Jasad Orok di Saluran Irigasi Gegerkan Warga Tulikup Gianyar (Bali Post) Di tengah suasana gotong royong, warga digegerkan dengan temuan jasad orok berjenis kelamin laki-laki yang mengambang di saluran irigasi Banjar Kembangan Desa Tulikup, Minggu (16/10) kemarin. Polisi yang mendapat laporan ini masih melakukan penyelidikan. Informasi dihimpun, penemuan orok ini terjadi sekitar pukul 06.45 Wita. Kala itu Kadek Yuda bersama warga lainnya sedang melakukan gotong-royong membersihkan lingkungan Banjar Kembangan. ‘’Pagi tadi (kemarin-red) saya bersama warga lainnya melaksanakan kegiatan rutin membersihkan lingkungan,’’ ucap Yuda. Saat membersihkan rumput di sekitar saluran irigasi, pria 35 tahun ini melihat benda seperti boneka bayi mengambang di saluran irigasi. Namun ketika diperhatikan ternyata itu mayat orok berjenis kelamin laki-laki. ‘’Jelas terkejut sekali dengan temuan ini, langsung saja saya berteriak memanggil warga lain. Kemudian secara bersamaan kami angkat ke pinggir,’’ ungkapnya. Berdasarkan pantauan, jasad orok tersebut mengalami sejumlah luka lebam dan kulit terkelupas pada bagian tubuhnya, seperti luka terkelupas pada pipi kiri, lutut kanan, telinga kanan serta luka robek pada perut kanan yang membuat usus terurai ke luar. Aparat Polsek Gianyar yang menerima laporan ini langsung terjun ke lokasi. Kapolsek Gianyar Kompol Adnan Pandibu menjelaskan, orok berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan penuh luka. Selanjutnya petugas membawa temuan tersebut ke RSU Sanjiwani untuk dilakukan visum. ‘’Dari pemeriksaan dokter sementara, mayat tersebut berukuran panjang 35 cm dengan berat 800 gram. Sementara untuk umur belum bisa dipastikan, karena menunggu dokter spesialis anak,’’ terangnya. Terkait penyebab luka pada tubuh orok tersebut, polisi juga masih menunggu kepastian dari rumah sakit apakah akibat kesengajaan atau tergores akibat lama mengalir di saluran irigasi. Selain itu, kini jajarannya gencar melakukan penyelidikan. ‘’Ini masih kita lakukan penyelidikan. Semua anggota sudah bergerak ke lapangan mendeteksi pelaku yang tega melakukan ini. Kami juga melakukan pengecekan kehamilan di sejumlah bidan dan rumah sakit,’’ tandasnya. (kmb35)
Soal City Hotel Tak Terapkan Arsitektur Bali
Pemkab Diminta Tingkatkan Pengawasan Gianyar (Bali Post) Sidak DPRD Gianyar terhadap pembangunan hotel di Jalan Andong, Ubud yang disainnya tidak menggunakan arsitektur Bali mendapat sorotan dari PHRI Bali. Pemkab Gianyar pun diharapkan selektif dalam memberikan izin serta meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan di lapangan. Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengakui, besarnya potensi Ubud sebagai daya tarik wisata berbanding lurus dengan minat investor menanamkan modal melalui pembangunan akomodasi pariwisata. Dari kondisi ini ia pun mendesak Pemkab Gianyar selaku pemegang kebijakan untuk melakukan kontrol lebih ketat. ‘’Di sini kita melihat pasarnya ada. Sekarang kontrolnya yang harus ditingkatkan,’’ tegas tokoh Puri Ubud ini. Ditekankan, Pemkab Gianyar harus melakukan controlling terhadap pengeluaran izin sehingga pertumbuhan akomodasi yang tidak memperhatikan kearifan lokal bisa dibendung. ‘’Perizinan terpadu Gianyar saya kira sudah lengkap. Tinggal prosesnya untuk pengeluaran izin di Ubud harus lebih selektif dan memperhatikan lingkungan sosial,’’ tuturnya, Minggu (16/10) kemarin. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini juga mengingatkan dampak negatif pembangunan City Hotel terhadap pengusaha lokal di Ubud, khususnya dalam perbandingan harga. ‘’Warga lokal kita rata-rata punya kamar hanya sepuluh, harus bersaing dengan investor membangun hotel dengan seratus kamar lebih. Ini jelas tidak fair. Di sini saya harapkan pemerintah memperhitungkan kondisi sosial masyarakat Ubud,’’ ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi I DPRD Gianyar melakukan sidak ke pembangunan salah satu hotel berbintang di seputaran Jalan Raya Andong, Selasa (11/10). Dari sidak tersebut, dewan menemukan banyak penyimpangan dari izin yang telah diberikan pemerintah. Salah satunya disain hotel yang lebih pada kesan arsitektur City Hotel. Sementara arsitektur Bali pada bangunan tersebut hampir tidak ada. ‘’Inilah yang saya minta kepada tim untuk melakukan kajian lagi terkait realisasi dari izin pembangunan hotel. Apalagi sesuai aturan, akomodasi di Gianyar khususnya Ubud wajib menggunakan arsitektur Bali,’’ kata Ketua Komisi I DPRD Gianyar Nyoman Artawa Putra. (kmb35)
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianya r - 947261 BNN Kabupaten Gianyar - 946122 PLN - 947166
Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289 Koramil Blahbatuh - 941167 Koramil Tegallalang - 974792 Koramil Tampaksiring - 901601 Koramil Sukawati - 297564 Koramil Ubud - 975314 Koramil Payangan - 974793 Siaga Lantas/TMC Gianyar - 945820 Polsek Gianyar - 944510 Polsek Blahbatuh - 941165
9
Bobol Plafon dan Larikan Motor Polisi
Tahanan Polsek Ubud Kabur dari Sel
Gianyar (Bali Post) -
Seorang pelaku pencurian, Aji Wijayanto (21) kabur dari sel tahanan Polsek Ubud, Sabtu (15/10) dini hari. Pelaku asal Jawa ini diketahui kabur dengan membobol plafon sel tahanan, kemudian melarikan sepeda motor milik anggota polisi yang diparkir di asrama Polsek Ubud. Informasi dihimpun menyebutkan, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 Wita pelaku sempat dicek oleh petugas Polsek Ubud. Kala itu Aji Wijayanto masih terlihat tidur. Namun beberapa waktu kemudian pelaku diketahui sudah menghilang. Kondisi plafon di dalam sel rusak akibat dijebol. Saat bersamaan, satu unit sepeda motor Honda Vario
di asrama Polsek milik anggota Bhabinkamtibmas Desa Peliatan, Wayan Sukarta juga lenyap. Diduga sepeda motor tersebut dibawa kabur pelaku karena kunci nyantol. Jajaran Polres Gianyar yang mengetahui informasi ini pun langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan perburuan. Namun hingga Minggu (16/10)
petang belum membuahkan hasil. Sementara seorang tahanan lainnya yang masih mendekam di sel tahanan Polsek Ubud kini dipindahkan ke Rutan Kelas IIB Gianyar. Kanit I Satreskrim Polres Gianyar Ipda I G.N. Winangun yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan seluruh jajaran Polres Gianyar dikerahkan
untuk melakukan pencarian. Sejumlah titik perbatasan pun sudah menjadi atensi pengawasan seperti terminal hingga pelabuhan. Dugaan sementara Aji Wijayanto masih berada di Bali. Aji Wijayanto diringkus Unit Reskrim Polsek Ubud sekitar sebulan lalu. Dia diketahui sudah beraksi di wilayah Ubud, Denpasar dan Badung. Dari tangan pelaku diamankan puluhan barang bukti curian seperti Hp, laptop hingga kamera. Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.
Berdasarkan hasil intrograsi, pelaku sudah belasan kali melakukan aksi pencurian. Di wilayah Ubud, pelaku sudah beraksi di empat TKP. Para korban rata-rata wisatawan mancanegara. Modus yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya cukup rapi. Pelaku menginap di sebuah hotel, bungalow atau villa yang banyak tamu wisatawan mancanegara. Selama menginap dia mengambil kesempatan mengintai mangsa. Ketika korban lengah, pelaku langsung mengambil barang berharga korbannya. (kmb35)
Koster Resmikan Wantilan Desa Adat Benawah KRAMA Desa Adat Benawah Desa Petak, Kecamatan Gianyar, Sabtu (15/10) melaksanakan upacara macaru, melaspas dan mendem padagingan bangunan wantilan desa adat setempat. Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi X DPR-RI Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., Wakil Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra dan panglingsir Puri Gianyar A.A. Ngurah Mayun. Wantilan Desa Adat Benawah bisa terwujud berkat perjuangan Wayan Koster. Anggota Badan Anggaran DPR-RI yang kini siap-siap bertarung memperebutkan kursi gubernur Bali tersebut selama ini memang dikenal rajin menurunkan bantuan pembangunan wantilan atau gedung serba guna ke Bali. ‘’Bangunan ini total telah menghabiskan anggaran Rp 900 juta, di mana Rp 650 juta
merupakan bantuan dari Bapak Koster tahun 2016 ini. Sisanya hasil pinjaman dari LPD,’’ ungkap Bendesa Adat Benawah Made Ardita. Wantilan yang belum finising ini berdiri di atas tanah seluas 8 are. Pihaknya berharap untuk menyelesaikan bangunan yang digunakan untuk berbagai kegiatan krama Desa Adat Benawah ini bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Gianyar. ‘’Kami mewakili krama menyatakan terima kasih atas bantuan Bapak Wayan Koster, serta kesediaannya hadir dalam upacara,’’ katanya sembari menambahkan, atas bantuan KBS (Koster Bali Satu) ini diakuinya sangat meringankan beban masyarakat. Wabup Mahayastra juga mengungkapkan, atas fasilitasi Wayan Koster sejumlah desa adat di Gianyar, salah
satunya Desa Adat Benawah telah berhasil membangun wantilan. ‘’Atas perjuangan Bapak Wayan Koster, warga kami di Desa Adat Benawah bisa mewujudkan wantilan yang representatif. Kami dari pemerintah siap memberikan bantuan untuk menyelesaikan bangunan wantilan ini,’’ katanya. Pihaknya berharap wantilan ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan adat atau kegiatan bermanfaat lainnya. Sebelum melakukan persembahyangan bersama dengan krama, Koster yang juga Ketua DPD-PDI Perjuangan Bali ini melakukan prosesi mendem padagingan di palinggih Padma wantilan. Koster dan Mahayastra juga sempat menyerahkan punia yang diterima langsung Bendesa Adat Benawah Made Ardita. (ad1089)
WAYAN KOSTER - Anggota DPR-RI Wayan Koster saat menghadiri karya di Desa Adat Benawah, Desa Petak, Kecamatan Gianyar, Sabtu (15/10).
Sosialisasi P4GN
BNNP Bali Gandeng Seniman Bondres
BERBAGAI upaya dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali dalam mensosialisasikan bahaya narkoba. Salah satunya dengan menggandeng para seniman di sekaa bondres Dwi Mekar Singaraja, saat sosialisasi di wantilan Pura Puseh Desa Pakraman Blahbatuh, Jumat (14/10) malam. Berkat sosialisasi melalui bondres, kegiatan yang bertemakan ‘’Desiminasi Informasi Sosialisasi P4GN Melalui Media Non Elektronik (Pelajaran Seni Budaya) Kepada Kelompok Masyarakat’’, ini mampu menarik minat warga yang usai melaksanakan persembahyangan di Pura Puseh Desa Pakraman Blahbatuh. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. mengatakan, dipilihnya sosialisasi di Desa Belahbatuh karena pertimbangan kepadatan penduduk. Dikatakan pula berdasarkan data belum ada penyalah guna narkoba yang terdeteksi di seputaran Desa Blahbatuh. ‘’Makanya di sini kami melakukan sosialisasi agar ke depannya Desa Pakraman Blahbatuh dan sekitarnya ini tetap bersih dari narkoba,’’ jelasnya. Sementara pagelaran Bondres Dwi Mekar Siangaraja terealisasi berkat kerja sama BNN dengan
yayasan BANI (Barisan Anti Narkotika Indonesia). Ditambahkan sosialisasi dengan metode ini akan lebih rutin dilaksanakan di sejumlah tempat. ‘’Melalui Bondres pesan anti narkoba disampaikan kepada masyarakat dengan penuh gelak tawa, nanti mereka juga bisa mempraktekkan bagaimana ciri-ciri penyalah guna narkoba. Melalui cara ini tentu kita harapkan masyarakat dapat lebih paham,’’ tuturnya. Suastawa menjelaskan, selama ini anggapan di masyarakat narkoba hanya menimbulkan halusinasi rasa senang dan bahagia. Padahal itu hanya dampak klinis. ‘’Dampak lebih besar setelah tiga bulan mengkonsumsi ini adalah impoten permanen, berpikir tidak waras dan mempercepat kematian. Makanya ini disampaikan melalui bondres agar masyarakat lebih paham,’’ tegasnya. Lebih lanjut ia berpesan bila ada masyarakat yang melihat ciri-ciri penyalahguna narkoba agar segera melapor ke polisi atau ke kantor BNN kabupaten. ‘’Kalau ada yang melihat penyalahguna agar segera melapor. Kewajiban ini sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009,’’ tegasnya. (ad555)
SOSIALISASI - Pergelaran bondres Dwi Mekar Singaraja saat menyosialisasikan P4GN di Wantilan Pura Puseh Desa Pakraman Blahbatuh, Jumat (14/10) malam.
KLUNGKUNG
10
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Nyepi Segara
Tradisi untuk Jaga Keseimbangan Laut WARGA Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, menggelar ritual Nyepi Segara, Minggu (16/10) kemarin. Tradisi untuk menjaga keseimbangan di laut ini digelar serangkaian upacara ngusaba di Pura Batumedau yang jatuh pada Budha Kliwon Pahang, Rabu (12/10) lalu. Pura Batumedau di-empon 20 desa pakraman yang merupakan wilayah dangin bantas (wilayan Nusa Penida bagian timur). Tradisi Nyepi Segara mengakibatkan semua aktivitas di perairan Nusa Penida lumpuh selama 24 jam. Tidak hanya nelayan yang tidak boleh melaut, namun semua penyeberangan menuju Nusa Penida ditutup sehari. Panitia Ngusaba Jero Mangku Nyoman Dunia mengatakan Nyepi Segara di Nusa Penida sangat berkaitan dengan ngusaba di Pura Batumedau. Upacara ngusaba merupakan rangkaian pembersihan bhuana alit dan bhuana agung khususnya di segara. Upacara ngusaba digelar setiap tahun sekali saat sasih Purnama Kapat dilaksanakan secara bergilir di Pura Penataran Ped dan Pura Batumedau. “Tahun ini digelar di Pura Batumedau yang puncaknya Rabu lalu,” katanya. Upacara ngusaba diawali Batara Turun Kabeh, dilanjutkan upacara memasar, mapepade, puncak ngusaba, dan pakelem di segara. Setelah itu baru dilaksanakan Nyepi Segara. Tradisi ini ditandai dengan tidak adanya aktivitas sehari penuh di perairan Nusa Penida. “Tidak hanya nelayan, aktivitas penyeberangan menuju Nusa Penida juga ditutup selama 24 jam termasuk wisata bahari,” ujar Nyoman Dunia. Serangkaian Nyepi Segara, kegiatan di sejumlah pelabuhan penyeberangan lumpuh total. Kondisi ini terlihat di Pelabuhan Desa Kusamba, Dawan, Klungkung. Tiga pelabuhan yang ada di sini, yakni Pelabuhan Tribuana, Banjar Bias dan Kampung Kusamba, sangat sepi. Aktivitas lengang sejak pukul 06.00 Wita. Akibatnya, barang-barang dagangan banyak menumpuk di sekitar pelabuhan. Penumpukan barang paling banyak terlihat di Pelabuhan Banjar Bias, Kusamba. Tidak hanya material bangunan berupa pasir, semen, batako, besi dan kayu, namun juga galon air dan tabung gas. Sebagian buruh angkut barang mengisi waktu dengan memasukkan pasir ke dalam karung agar mendapatkan upah. “Selama satu hari semua aktivitas penyebarangan dihentikan serangkaian Nyepi Segara. Besok (Senin ini) baru normal kembali,“ jelas pengelola Gangga Express, I Nyoman Landep. Hal senada dikatakan Unit Pelayanan Teknis Penyeberangan Nusa Penida, I Dewa Gede Agus Swarmahendra. Pihaknya menerima surat edaran dari panitia terkait adanya Nyepi Segara. Menindaklanjuti surat edaran tersebut, trip penyeberangan menuju Nusa Penida dihentikan selama 24 jam. Kegiatan wisata bahari di perairan Nusa Penida juga terhenti selama Nyepi Segara. Semua armada wisata bahari yang mengangkut wisatawan tidak diperkenankan menyeberang ke Nusa Penida. “Selama Nyepi Segara segala bentuk aktivitas wisata bahari diistirahatkan,“ sebut I Wayan Bagiayasa, salah seorang karyawan World Diving Lembongan. (kmb)
DILIRIK - Keindahan pantai dan wisata bahari di Nusa Penida dilirik investor untuk membangun hotel bintang lima.
Bali Post/dwa
Empat Hotel Bintang Lima akan Dibangun di Nusa Penida
Semarapura (Bali Post) –
Minat pengusaha perhotelan untuk berinvestasi di Nusa Penida sangat tinggi. Ini terlihat dari adanya sejumlah investor yang berencana berinvestasi di wilayah kecamatan itu. Sedikitnya empat hotel bintang lima segera dibangun. Hanya, keterbatasan air dan listrik membuat hotel-hotel berkelas tersebut sulit direalisasikan dan beroperasi nantinya. Tim Ahli Pemkab Klungkung I Nyoman Sudipa, Minggu (16/10) kemarin, menjelaskan investasi yang akan ditanam keempat investor tersebut mencapai Rp 1 triliun. Pembangunan tidak akan mengalami kendala mengingat tempat yang dipilih berada di Kawasan Efektif Pariwisata (KEP).
PT Cavendish membangun di Dusun Semaya, Desa Suana, Hotel Condrad di Dusun Karangdawa, Desa Bunga Mekar, Hotel Manta di Dusun Karang, Desa Pejukutan, dan satu hotel bintang lima lagi direncanakan di kawasan Pasih Uug, Dusun Sompang, Desa Bunga Mekar. Dikatakannya, keempat
hotel akan berdiri di KEP sehingga tidak melanggar aturan sepadan pantai. Para investor dapat leluasa menempatkan hotelnya untuk mendapatkan pemandangan indah pantai di Nusa Penida. Status Nusa Penida sebagai kawasan pariwisata ikut membuat investor berminat mengembangkan usahanya
di pulau yang terkenal dengan wisata bahari Kawasan Konservasi Perairan (KKP) ini. Menurut Kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Klungkung Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, sejumlah investor telah mengurus izin prinsip. Yang pertama masuk tahun 2015 adalah PT Cavendish. ‘’Pemkab Klungkung sedang gencargencarnya mempromosikan Nusa Penida kepada investor. Promosi ini mendapat sambutan baik dari investor mengingat Nusa Penida su-
dah terkenal dengan wisata baharinya,’’ katanya. Akan tetapi, Pemkab Klungkung masih memiliki pekerjaan rumah terkait minimnya suplai air dan listrik di Nusa Penida. Di sisi lain, air dan listrik merupakan faktor utama dalam berinvestasi. Air sangat penting untuk melaksanakan pembangunan. Begitu juga saat beroperasi, air menjadi kebutuhan utama bersama listrik. “Air dan listrik menjadi pertimbangan utama investor serta akses jalan yang terbatas,” imbuh Jumpung. (dwa)
Gorong-gorong Tersumbat Bali Post/kmb
ISI WAKTU - Sebagian buruh di Pelabuhan Kusamba, Dawan, Klungkung, memasukkan pasir ke karung untuk mengisi waktu.
Polisi Pungli akan Ditindak Semarapura (Bali Post) – Untuk menghindari terjadinya aksi pungutan liar (pungli) di lingkungan Polres Klungkung khususnya di bidang pelayanan masyarakat, Wakapolres Kompol Nengah Sadiarta mengajak seluruh personel melaksanakan dan mematuhi instruksi Kapolri Tito Karnavian terkait pemberantasan pungli. Untuk meniadakan aksi pungli di semua unit pelayanan yang ada di Polres Klungkung, Sadiarta mengingatkan personelnya untuk selalu bekerja dengan baik dan tidak pamerih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Polres tidak akan segan-segan menindak dan memberikan sanksi bagi anggota yang kedapatan dan terbukti melakukan pungli kepada masyarakat,’’ katanya, Minggu (16/10) kemarin. Wakapolres mengharapkan tidak ada anggota Polres Klungkung dan jajaran Polsek terlibat pungli atau melakukan menyelewengkan kewenangan. Semuanya harus sesuai prosedur dalam memberikan pelayanan. Jangan ada kesan mencari-cari kesalahan, tetapi harus sesuai fakta. “Masyarakat boleh melaporkan ketika ada penyimpangan yang dilakukan oleh anggota Polri. Semua akan ada sanksinya sesuai aturan yang ada,” tegas Sadiarta. (dwa)
Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung
(0366) 21115
Polsek Klungkung
(0366) 21090
Polsek Dawan
(0366) 23181
Polsek Banjarangkan
(0366) 23180
Polsek Nusa Penida
(0366) 5382838
RSUD Klungkung
(0366) 21172
RSU Bintang
(0366) 25241
PMI Klungkung
(0366) 21442
Damkar Klungkung
(0366) 22655
PDAM Klungkung
(0366) 21336
Rumah Warga Besang Kangin Kebanjiran Semarapura (Bali Post) – Belasan rumah warga di wilayah Besang Kangin, Kelurahan Semarapura Kaja, Klungkung, kebanjiran akibat hujan deras yang terjadi beberapa jam, Minggu (16/10) dini hari kemarin. Ini diakibatkan tersumbatnya gorong-gorong di sebelah barat Makodim 1610/Klungkung oleh sampah dan bambu. Banjir yang menimpa warga Besang Kangin mulai terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Air dari Subak Toya Akah yang melintas dari utara menuju Besang Kangin meluap ke jalan. Banjir tidak hanya menggenangi jalan, namun juga merendam belasan rumah warga. Rumah warga yang terendam banjir posisiya di bawah jalan. Air baru mulai surut setelah aparat desa bersama petugas DKP turun tangan sekitar pukul 09.00. Rumah warga yang paling parah terendam banjir berada di bagian selatan jalan. Hampir 10 rumah warga di tempat ini terendam air setinggi betis orang dewasa. Kondisi terparah dialami rumah Putu Suarta, Made Pande dan Nen-
gah Wardana. Rumah mereka cukup lama terendam banjir karena ada warga yang sengaja menutup saluran air di depan rumahnya sehingga air tidak lancar masuk ke goronggorong. “Kalau setiap hari begini kami keberatan. Sudah kebanjiran malah ada yang menutup saluran air,” kata seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya. Lurah Semarapura Kaja, Wayan Budarsana, mengakui wilayah Besang Kangin diterjang banjir. Banjir terjadi karena gorong-gorong di sebelah barat Makodim tersumbat dipenuhi sampah dan bambu. Air Subak Toya Akah yang datang dari utara tersumbat sehingga meluap ke jalan serta masuk ke rumah warga yang rumahnya di bawah jalan. “Kami bersama pak camat dan petugas DKP sudah turun menanganinya sehingga banjir bisa diatasi,” jelasnya. Budarsana mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas PU untuk menangani masalah banjir di wilayah Besang Kangin. Menurutnya, gorong-gorong di sana sangat
Bali Post/ist
BANJIR - Rumah warga di wilayah Besang Kangin, Kelurahan Semarapura Kaja, Klungkung, terendam banjir, Minggu (16/10) kemarin. kecil, sehingga perlu diperlebar agar air yang datang dari Subak Toya Akah bisa berjalan lancar. “Kalau bisa saluran gotnya dibongkar lagi dan diperlebar agar saluran air bisa normal kembali,” ungkapnya. Pohon Tumbang Sementara itu, musibah pohon tumbang terjadi di Jalan Angsoka persisya di
sebelah selatan Pasar Hewan Galiran, Klungkung, sekitar pukul 06.00. Sebuah pohon kelapa setinggi 12 meter tiba-tiba tumbang ke tengah jalan. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pohon kelapa tumbang menimpa senderan kios penjualan ayam yang membuat akses Jalan Angsoka macet beberapa jam karena melintang di tengah jalan.
Petugas BPBD Klungkung yang dikoordinir Putu Widiada langsung turun melakukan evakuasi dengan memotong pohon tersebut dengan mesin senso hingga arus jalan bisa lancar. Ia belum bisa menafsir berapa besar kerugian yang terjadi dalam kejadian tersebut. “Kami masih melakukan pengecekan,’’ sebut Kepala Pelaksana BPBD Klungkung itu. (kmb)
BULELENG
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
11
Sepuluh Ton Beras Bulog Dititipkan di Rumah Warga Singaraja (Bali Post) – Sekitar 10 ton beras Bulog tanpa dokumen ditemukan tersimpan atau dititipkan di salah satu rumah warga Banjar Dinas Karang Sari Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak. Keberadaan beras senilai Rp 80 juta itu mengundang tanda tanya dan dikhawatirkan beras itu ilegal.
Bali Post/kmb38
ALIH FUNGSI – Selama tiga tahun terakhir sawah di Kabupaten Buleleng menyempit seluas 120 hektar.
Selama Tiga Tahun
Alih Fungsi Sawah 120 Hektar Singaraja (Bali Post) – Alih fungsi sawah di Kabupaten Buleleng selama tiga tahun terakhir tercatat 120 hektar. Sawah yang telah beralih fungsi itu bisa saja bertambah pada tahun berikutnya. Melindungi sawah yang masih produktif ini diperlukan upaya baik oleh pemerintah maupun komponen masyarakat petani itu sendiri. Data dikumpulkan di lapangan menyebutkan, luas sawah di Buleleng 10.789 hektar. Dari jumlah itu selama tiga tahun berturut-turut terjadi alih fungsi sawah seluas 120 hektar. Dari pengamatan di lapangan sawah yang beralih fungsi umumnya sawah yang tidak produktif karena irigasinya tidak memadai, sehingga usaha taninya tidak berlanjut. Lahan sawah yang murni beralih fungsi menjadi perumahan atau dijual untuk bisnis tanah kavling. Sawah yang beralih fungsi menjadi bangunan atau di-kavling tercatat seluas
Pilkada
40 hektar. Selain itu, ada 80 hektar sawah mengalami alih fungsi komuditas tanaman dari padi menjadi lahan perkebunan seperti anggur, kacangkacangan, dan beberapa tanaman perkebunan lain. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Buleleng Ir. Nyoman Swatantra, M.MA., Minggu (16/10) kemarin mengatakan dibandingkan dengan luas sawah secara kesluruhan, alih fungsi di daerahnya belum masuk fase mengkhawatirkan. Sawah yang beralih fungsi itu memang usaha taninya tidak bisa dijalankan karena dukungan irigasi persawahan yang tidak mendukung. Ini seperti sumber mata air sulit dialirkan ke persawahan dan kalau dibuat sumur bor memerlukan biaya mahal yang tidak mampu disediakan oleh petani itu sendiri. Atas fakta ini, pemilik tanah tidak bisa disalahkan untuk menjual tanah pertanian yang memang
tidak produktif untuk menjadi perumahan atau menjadi komuditas bisnis tanah kavling. “Kita lihat dari data yang ada itu 40 hektar saja sawah yang tidak produktif telah beralih fungsi, dan 80 hektar lagi terjadi alih komuditas dari padi menjadi kacang-kacangan atau tanaman lain,” katanya. Menurut Swatantra, kendati angka alih fungsi lahan sawah di daerahnya belum masuk fase mengkhawatirkan, namun kondisi ini tidak bisa dianggap enteng. Lahan sawah yang memang tergolong masih produktif kondisinya terancam dan bisa saja akan menyempit karena beralih fungsi. Untuk itu, langkah nyata yang digalakkan belakangan ini adalah melakukan intensifikasi lahan pertanian dengan pengembangan varietas unggul untuk menambah produktifitas lahan. Salah satu program ini menerapkan pola tanam yang dikenal dengan istilah tandur jajar legowo (Jarwao) dua satu.
Peningkatan produktivitas lahan ini diyakini akan menambah semangat petani untuk tetap mengelola lahan mereka tanpa harus menjual kepada pengembang perumahan atau pebisnis tanah kavling. Selain itu, pendampingan petani untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit terus digenjot melalui program sekolah lapang (SL) dan menyiapkan program subsidi pupuk dan bantuan sarana prasarana pertanian. Tidak itu saja, Distanak belakangan ini mulai melakukan upaya pencegahan alih fungsi lahan sawah yang dikategorikan produktif. Langkah itu adalah mengarahkan kelompok subak untuk memasukkan aturan dalam pararem wagiawagi subak. Pendekatan dengan teknik ini diyakini efektif mengendalikan laju alih fungsi lahan sawah, karena aturan secara adat akan lebih mengikat petani mengikuti aturan yang sudah disepakati bersama. (kmb38)
Senin Ini, Hari Terakhir Verifikasi Faktual Paket Surya
Singaraja (Bali Post) Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, S.Pd., M.Si., mengatakan proses verifikasi faktual bakal calon jalur perseorangan diharapkan berjalan normal pada 12 – 17 Oktober. Tim pemenangan paslon Paket Dewa Nyoman Sukrawan – Gede Dharma Wijaya melakukan verifikasi di masyarakat dengan pantauan PPK dan PPS. “Verifikasi faktual perbaikan bakal calon perseorangan masih berlangsung terakhir, 17 Oktober 2016 hingga pukul 24.00 Wita. PPS akan melayani proses verifikasi dukungan untuk bakal calon perseorangan,” ujarnya ditemui, Minggu (16/10) kemarin. Pihaknya melakukan koordinasi bersama jajaran KPU menjelang pembuatan berkas berita acara. Hal itu untuk menunjukkan hasil dicapai
bakal paslon perseorangan setelah belum lama ini mengumpulkan foto kopi KTP perbaikan tahap II. “Kalau sudah memenuhi proses sampai waktu akhir, KPU dan PPS akan membuat berita acara hasil rekap verifikasi bakal paslon perseorangan. Pendukung yang tidak dapat dihadirkan LO (tim penghubung paslon-red) di tingkat desa, maka statusnya tidak memenuhi syarat atau dicoret di hari terakhir,” ucapnya. Memudahkan verifikasi faktual kolektif di lapangan, sejatinya peranan LO amatlah penting. Sebab, tidak sedikit hasil verifikasi administrasi jumlah minimum dukungan perbaikan dan sebaran dukungan paslon perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya mencapai 49.892 KTP tersebar di sembilan ke-
camatan. “Semisal ada desa tidak ada LO-nya, dan belum pernah mendatangkan atau mengumpulkan pendukungnya, konsekuensi selanjutnya dukungan di formulir B.1-KWK dianggap tidak memenuhi syarat,” katanya. Ditanya sudah berapa persen pelaksanaannya verifikasi faktual, Gede Suardana belum memberi jawaban lebih jauh. Dia masih mengikuti proses di lapangan. KPU sendiri belum memeriksa penghitungan ulang dan belum saatnya KPU melakukan penghitungan yang akan dilakukan 17 Oktober 2016. “Kalau mengenai proses rekapitulasi hasil rekap di tingkat kecamatan akan berlangsung 18-19 Oktober, pukul 24.00 Wita. Tim penghubung di tingkat kecamatan dapat menghadirkan pendukungnya ke kecamatan untuk mengaju-
kan keberatan, jika pendukung dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) karena tidak dihadirkan dalam rekap di desa,” tandasnya. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) Bakal calon petahana Putu Agus Suradnyana, S.T. - dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. sudah mengajukan surat cuti kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Izin cuti dan hari pertama kampanye petahana dimulai, Jumat (28/10) mendatang. KPU Buleleng belum menerima surat izin cuti petahana. “KPU Buleleng belum menerima surat izin cuti dari bakal pasangan calon petahana. Kami harapkan kalau sudah mengantongi surat izin cuti dari Gubernur,
mohon disampaikan ke KPU dan paling lambat hari pertama kampanye 28 Oktober 2016,” ujar Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, Minggu (16/10) kemarin. Ia mengingatkan bakal calon petahana maju di Pilkada Buleleng tidak berlamalama menyerahkan surat izin cuti diterima. “Bakal paslon berkewajiban menyerahkan melalui surat izin cuti. Jika ternyata di hari pertama belum menyerahkan surat izin cuti, maka akan dibatalkan sebagai peserta pemilihan
atau di diskualifikasi,” katanya. Suardana meminta, bilamana kepengurusan izin cuti belum membuahkan hasil dari pemerintah pusat atau daerah, hendaknya ditindaklanjuti sesegera mungkin. “Kalau belum mengantongi surat izin cuti, silahkan diurus. Kami belum terima sampai sekarang,” ucapnya. Sementara itu, mantan Ketua KPU Buleleng Kadek Cita Ardana Yudi mengatakan, apabila muncul dua kandidat calon Bupati Buleleng di
Pilkada 2017, dia meyakini proses demokrasi Buleleng semakin maju dan berkembang dibanding Pilkada 2012, dengan empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. “Nanti kalau memang paket Surya lolos sebagai calon dan melawan paket PAS-Sutjidra, Pilkada Buleleng saya yakin semakin demokratis. Bila dibandingkan empat calon Bupati maju di Pilkada 2012, saya harap proses demokrasi benar-benar berjalan baik dan semakin dewasa ke depannya,” ucapnya. (kmb34)
Bali Post/kmb34
Gede Suardana, S.Pd., M.Si.
KPU Belum Terima Surat Cuti Petahana
Paket Surya Lolos Verifikasi jika Penuhi Sisa 21.589 KTP Dukungan Singaraja (Bali Post) Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng akan dilakukan pada 24 Oktober mendatang. Kemudian pengundian nomor urut paslon mulai 25 Oktober dan
kampanye pertama dimulai 28 Oktober 2016. Demikian disampaikan Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, S.Pd., M.Si., Minggu (16/10) kemarin. Saat ini bakal pasangan
Bali Post/kmb34
PAKET SURYA - Dewa Nyoman Sukrawan - Gede Dharma Wijaya maju dari jalur perseorangan pada Pilkada Buleleng 2017.
calon perseorangan dalam verifikasi faktual tahap II membutuhkan minimal dukungan 21.598 KTP dari sebelumnya 49.892 KTP dukungan perbaikan diserahkan. Jika memenuhi syarat 21.598 KTP, maka bakal paslon akan ditetapkan memenuhi syarat minimal dukungan dan ditetapkan sebagai pasangan calon. Dia menambahkan, KPU Buleleng akan melakukan penundaan tahapan dan melanjutkan proses sosialisasi pendaftaran dari parpol selama tiga hari berikutnya, jika Paket Surya dinyatakan tidak lolos verifikasi tahap II. “Kalau diverifikasi faktual tahap II ini tidak memenuhi syarat minimal 21.598 KTP, dari kekurangan diverifikasi tahap I. Bakal paslon perseorangan dinyatakan tidak memenuhi syarat, karena hasil dijumlah dari verifikasi pertama 18.685 KTP
dan tidak tembus mencapai syarat minimal pengumpulan 40.283 KTP. Selanjutnya paslon perseorangan akan dinyatakan tidak memenuhi syarat dan tidak ditetapkan sebagai pasangan calon,” tambahnya. Suardana menyampaikan, bakal pasangan calon yang boleh mendaftar adalah parpol yang belum pernah mengusulkan calon ke KPU. Parpol yang sudah mengusulkan calon ke KPU baru PDI-P dan NasDem. “Nah di luar dua parpol itu masih mempunyai peluang mengusulkan calon ke KPU. Intinya calon diusung selain pasangan Dewa Nyoman Sukrawan dan Gede Dharma Wijaya. Jadi jelas keduanya tidak boleh diusulkan lagi secara berpasangan maupun individu. Artinya, bila tidak lolos dari jalur perseorangan akan dinyatakan langsung gugur,” pungkasnya. (kmb34)
Informasi dikumpulkan di lapangan, Minggu (16/10) kemarin menyebutkan, beras Bulog yang dikemas dalam karung masing-masing isi 50 kilogram ditumpuk di emper rumah warga Wayan Sarmin. Sebanyak 200 karung beras itu dititipkan, Sabtu (15/10) lalu. Pekerja menurunkan beras dari atas truk. Setelah beras diturunkan, sopir truk langsung pergi tanpa menunjukkan surat jalan. Penyimpanan beras di rumah warga kontan saja mengundang tanda tanya di kalangan warga, karena tidak ada dokumen pendukung. Jika beras itu untuk warga miskin, mengapa disimpan di rumah milik warga dan bukan di kantor perbekel atau balai banjar setempat. Tak hanya itu, warga curiga karena tidak mudah mendapatkan beras dalam jumlah besar dari Bulog. Untuk mendapatkan beras sebanyak itu Bulog mewajibkan mitra usaha yang mengambilnya. Jika mengambil dalam jumlah hingga sepuluh ton, mitra usaha bersangkutan diwajibkan bersurat kepada Divisi Regional (Divre) Bulog. Jika disetujui, baru beras itu akan keluar dari gudang Bulog. Pemilik rumah Wayan Sarmin saat ditemui di rumahnya, Minggu (16/10) kemarin, mengaku tidak tahu siapa mengirim beras itu. Saat beras kiriman itu datang, pekerja menumpuknya di emper rumahnya. Ketika ditanyakan siapa pemilik dan keperluan beras itu, Sarmin tidak mendapatkan penjelasan dari pekerja. Klian Dusun (Kadus)
BERAS BULOG – Sebanyak 200 karung beras Bulog masing-masing isi 50 kilogram dititipkan di rumah Wayan Sarmin, warga Banjar Dinas Karang Sari, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak. Pengiriman beras itu tidak dilengkapi dokumen yang lengkap, sehingga mengundang kecurigaan.
Singaraja (Bali Post) – Produksi kopi arabika di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan pada musim panen tahun ini turun dibandingkan musim panen setahun lalu. Ini terjadi karena tanaman sebagian besar telah berusia tua, sehingga produksinya tidak optimal. Selain itu, petani juga dihadapkan pada mahalnya ongkos petik kopi olah basah, sehingga keuntungan yang mereka dapatkan juga turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Demikian diungkapkan I Nyoman Puspana, petani asal Desa Lemukih, belum lama ini. Lebih jauh Puspana mengatakan, petani yang masuk anggota kelompok Manik Sari ini sejak beberapa tahun lalu mengembangkan kopi olah basah. Ada sekitar 25 orang rekan-rekannya bergabung untuk menanam bibit kopi arabika. Memasuki musim panen tahun ini, paling tinggi produksi per hektarnya tiga kwintal. Produksi kopi sebanyak itu kemudian laku dijual Rp 4.200 per kilogram. Setelah dikurangi ongkos petik Rp 1.500 per kilogram, sehingga petani mendapatkan keuntungan bersihnya hanya Rp 2.700 per kilogram. Ke-
untungan yang bisa dibilang kecil itu membuat pengembangan kopi olah basah di desanya terganggu. “Sangat kecil keuntungan yang kami dapat, karena itu belum termasuk biaya pemeliharaan, sehingga kesannya hasil penjualan kopi kami sebagian besar untuk biaya produksi,” katanya. Tidak saja persoalan biaya produksi mahal, Puspana mengaku produksi kopi di daerahnya turun dibandingkan musim panen tahun sebelumnya. Ini terjadi karena sebagian besar tanaman yang diandalkannya sekarang ini berusia tua. Pada usia tua, tanaman tidak akan optimal dalam berproduksi. Situasi ini ditambah parah dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung, sehingga produksi kebun per hektarnya maksimal hanya 3 kwintal. Atas kondisi ini, Puspana dan petani lain melakukan peremajaan tanaman. Petani terpaksa memproduksi bibit kopi secara swadaya kelompok mereka. Hanya saja, karena keterbatasan modal, pembuatan bibit secara gotong royong itu belum mencukupi kebutuhan bibit untuk selu-
Karang Sari, Desa Bayupoh Putu Suka Mahardika mengatakan, keberadaan beras di rumah warganya itu memunculkan kecurigaan. Menghindari hal yang tidak diinginkan, dia kemudian meminta penjelasan kepada pemilik rumah. Hanya pemilik rumah tidak tahu siapa yang minitipkan beras tersebut. Sementara dokumen pendukung beras itu tidak ada sama sekali. Hanya ada surat serah terima barang. “Saya coba cari tahu untuk minta penjelasan kok ada beras turun di Karang Sari dan tidak ada konfirmasi ke aparat desa. Setelah saya telusuri beras ini didistribusikan saat safari kesehatan merayakan HUT Partai Golkar,” katanya. Sementara itu, Ketua Pen-
gurus Partai Golkar Kecamatan Gerokgak Kadek Swastika mengatakan, beras itu dikirim oleh DPD Partai Golkar Bali. Beras itu akan disimpan di gudang. Karena tempat di rumah Sarmin luas, beras itu dititipkan di rumah warga untuk sementara waktu. Dia mengaku lupa menanyakan surat jalan atau dokumen lain kepada sopir pengantar. Atas kejadian ini, Swastika berjanji akan mencari surat jalan dan beras tersebut akan segera dipindahkan dari rumah Sarmin. Terkait prosedur beras Bulog itu bisa dikirim ke wilayahnya, dia mengaku tidak tahu. Hanya saat mengikuti rapat ada perintah untuk menerima kiriman beras sebanyak 200 zak. (kmb38)
Bali Post/kmb38
Produksi Kopi di Lemukih Turun
ruh anggota kelompoknya. “Kalau ada program dari pemerintah ada saja bantuan bibit. Tapi untuk mengganti tanaman yang sudah tua itu membuat bibit dengan patungan,” imbuhnya. Sementara itu data di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Buleleng menyebutkan, pengembangan kopi olah basah terus digalakkan agar petani mendapat keuntungan lebih dibandingkan mengembangkan kopi dengan kering biasa. Hanya saja, pemerintah tidak berani memaksa agar petani mau mengembangkan kopi olah basah. Sejauh ini petani diarahkan agar mencoba pengembangan kopi olah basah ini dan pemerintah memfasilitasi pemasaran produksi dengan konsumen. Saat ini sekitar 7.000 hektar kopi robusta di Kecamatan Busungbiu dikembangkan dengan teknik olah basah. Sedangkan, di Kecamatan Sawan dan sekitarnya sekitar 5.000 hektar kopi arabika juga dikembangkan dengan tehnik yang sama. Dari pengembangan itu, petani belum mampu memenuhi permintaan dengan maksimal. (kmb38)
JEMBRANA
12
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Pantai Gilimanuk Dipenuhi Sampah Kiriman Negara (Bali Post) – Sampah kiriman dari Selat Bali memenuhi Pantai Gilimanuk, Minggu (16/10) kemarin. Sampah yang sebagian besar sampah bungkus makanan minuman itu terbawa saat air laut pasang saat purnama, pada Sabtu (15/10) malam. Kondisi tersebut membuat pantai perbatasan Bali-Jawa ini terlihat jorok. Selain berhamburan memenuhi pantai, sampah juga
terlihat menumpuk. Potongan kayu dan ranting juga nampak terdampar di atas hamparan pasir. Menurut warga, sampahsampah ini terlihat Minggu pagi kemarin. Sampah ini merupakan sampah kiriman yang terbawa arus laut saat malam hari. “Tadi malam terbawa saat pasang, paginya saat air surut sampah-sampah terdampar di pantai,” tandas Agus salah satu warga. Namun, tak se-
Bali Post/olo
SAMPAH KIRIMAN – Sampah kiriman yang memenuhi pantai di Gilimanuk dipilah dan dipungut oleh sejumlah warga.
luruh sampah mengotori dan tidak bermanfaat. Sejumlah kayu dan ranting yang bercampur dengan sampah lain, dikumpulkan oleh penduduk setempat. Kayu-kayu itu dikumpulkan lantas dijual sebagai kayu bakar. Sebelum dikumpulkan, kayu-kayu itu lantas dijemur di dekat pantai. Selain warga mengumpulkan kayu, juga banyak pemulung yang mengumpulkan sampah-sampah yang bisa dijual kembali. Seperti bungkus makanan dan botol-botol. Lurah Gilimanuk, I Gede Ngurah Widiada mengatakan memang kondisi pantai di Gilimanuk sering dipenuhi sampah kiriman khususnya setelah air pasang. Sampah yang mengapung di laut, akan terbawa dan terdampar di Gilimanuk. Untuk membersihkan, selain warga yang memang mengumpulkan rongsokan untuk dijual, juga akan dibantu kelompok nelayan dan masyarakat secara gotong royong. Diharapkan pantai tidak lama dengan kondisi kotor dipenuhi sampah. (kmb26)
Gedung BUMDes Desa Kaliakah Diresmikan
Negara (Bali Post) Setelah memiliki kantor desa baru, Desa Kaliakah kini resmi memiliki gedung BUMDes. Gedung pelayanan yang bersanding dengan kantor desa itu diharapkan bisa meningkatkan pelayanan dan mendukung usaha desa. Peresmian ditandai pemotongan pita pada Jumat (14/10) malam oleh Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan disaksikan anggota DPRD Bali, I Nengah Tamba, Wakil Ketua DPRD Jembrana dan anggota, Kepala BPMPD, Camat dan Muspika. Peresmian dilanjutan dengan pamelaspasan yang digelar pada Sabtu (15/10) di-puput Ida Pedanda Geria Ketugtug. Perbekel Kaliakah, Made Bagiarta, mengatakan pembangunan gedung BUMDes dan padmasana, tembok dan dapur kantor ini diambilkan dari APBDes tahun 2015 dan 2016 senilai Rp 275 juta. Diharapkan dengan adanya gedung BUMDes ini bisa meningkatkan pelayanan usaha desa
serta memacu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa melalui usaha-usaha lainnya. “Dari usaha simpan pinjam, SHU meningkat dari tahun ke tahun. Ini menjadi momentum kami untuk meningkatkan pendapatan desa,” ujar Perbekel Bagiarta didampingi Ketua LPM, Ketut Wijaya. To-
tal aset BUMDes Kaliakah saat ini mencapai Rp 1.860.917.899. dengan kenaikan per tahun Rp 130 juta. Bagiarta mengharapkan kepada masyarakat Desa Kaliakah untuk bersama-sama BUMDes ini dengan berpartisipasi menyimpan dan kredit lewat BUMDes simpan-pinjam ini. (kmb26/k100)
POTONG PITA - Peresmian Gedung BUMDes Desa Kaliakah ditandai dengan pemotongan pita Jumat malam.
MENARA – Dua menara yang ada di Batuagung yang lokasinya berdekatan.
Bali Post/olo
Mangkrak, Enam Tower Seluler Terancam Dibongkar Negara (Bali Post) – Selain bodong (tanpa izin), di Jembrana rupanya ada juga tower seluler mangkrak. Dari hasil pendataan rutin Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Hubkominfo) ada enam menara seluler yang diketahui sudah tidak aktif alias mangkrak. Jika nantinya setelah dilakukan koordinasi dengan pihak pengelola dan tidak ada tindak lanjutnya, maka enam tower itu terancam dibongkar. Kepala Dinas Hubkominfo Jembrana, I Gusti Bagus Putra Riyadi, Minggu (16/10) kemarin mengatakan dari sekitar 109 menara yang terdata, enam di antaranya diketahui sudah tidak aktif. Menurut dia, pihaknya secara rutin melakukan pendataan dan pengecekan setiap empat bulan sekali. Keenam bangunan menara yang terkesan mangkrak itu masing-masing satu
berada di Desa Penyaringan, Desa Yeh Sumbul, Kelurahan Baler Bale Agung, Desa Melaya. Dua lainnya berada di Kelurahan Gilimanuk. Seluruh menara yang tidak aktif itu merupakan milik Mitratel. Mitratel itu menurutnya juga merupakan perusahaan yang mengelola sembilan dari 10 menara yang terdata baru dan belum berizin. Terkait dengan menara yang mang-
krak itu, pihaknya hanya menanyakan ke perusahaan bersangkutan, apakah akan diaktifkan lagi atau tidak. Selanjutnya permasalahan menara yang tidak aktif ini akan dibahas saat pembahasan rancangan Peraturan Bupati (Perbup) terkait menara. Diusulkan, ketika kondisi menara sudah lama tidak aktif akan dilakukan penertiban dengan melayangkan teguran
kepada perusahaan dan sanksinya adalah pembongkaran bangunan. Terkait pembongkaran itu bisa ditegaskan melalui ketentuan administrasi. Ketika pihak perusahaan tidak mau membongkar kendati telah diberikan teguran, maka konsekuensinya tidak akan diberikan persetujuan ketika mengajukan izin menara baru. Menurutnya, pengaturan ini perlu dilakukan memperhitungkan dampak ke depan. Sehingga bisa ditertibkan menara yang mangkrak. Apalagi saat ini pembangunan menara semakin berkembang, dengan berbagai bentuk dan semakin kecil. (kmb26)
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
KARANGASEM
13
BPD Dinilai Kurang Aspiratif
Wirna Menyatakan Bukan NATO Amlapura (Bali Post) –
PERTUKARAN PEMUDA - Desmiari (tengah), wakil Bali pertukaran pemuda ASEAN, dan Gus Lendjoe.
Belajarlah dari Thailand ORANG Bali perlu belajar dari orang Thailand. Orang Thaliland bukan saja kreatif, tetapi memiliki disiplin yang tinggi. ‘’Contoh, buah-buahan dipotong-potong dan dicampur dengan es batu. Itu mereka jual dan laris manis,’’ ujar Ni Wayan Putu Eka Desmiari, Minggu (16/10) kemarin, saat menjadi narasumber acara ‘’Anak Bangsa,’’ di Radio SWiB Karangasem. Desmi, demikian ia biasa disapa, adalah pemudi cerdas. Dia lahir di Banjar Telengan, Manggis, Karangasem. Desmi merupakan wakil Bali pada Official Delegate Think ASEAN Program. Mahasiswi semester VII Hubungan Internasional FH Unud itu, Agustus lalu mengunjungi lima negara ASEAN yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Kamboja. Desmi yang aktif di KMHDI Badung merupakan Wakil Sekretaris DPD Peradah Bali. Menurutnya, pada aspek lainnya perlu juga meniru tradisi warga Negeri Gajah Putih, yakni memiliki fanatisme yang tinggi dengan bahasa nasionalnya. Di tengah era globalisasi, negeri itu bahkan sudah siap menghadapi perdagangan bebas ASEAN (MEA), walau di satu sisi mereka sangat kental dalam kaitan mempertahankan budayanya. Seperti pegawai di kantor pemerintahan, pada hari tertentu mengenakan pakaian daerah. Para pedagang juga bangga mengunakan pakaian khas daerahnya saat melayani wisatawan. Tampil di Radio SWiB, Desmi ditemani teman dekatnya penyanyi Gus Lendjoe. Dia sudah pernah tampil sebelumnya pada Widyakustik SWiB. Desmi ketika masih sekolah di SMA Karangasem pernah juara I cerdas cermat Agama Hindu yang digelar Kantor Kementerian Agama Karangasem, serta juara Olimpiade Agama Hindu. Minggu depan Desmi akan melawat ke Jepang sebagai delegasi pertukaran pemuda di bidang kebudayaan. ‘’Pertukaran dalam misi pendidikan dan kebudayaan ke Jepang, dari Bali saya berdua dengan Desi dari Jembrana,’’ tandas Desmi. (bud/k50)
Bali Post/013
NGENTEG LINGGIH - Tari wali Topeng Sidakarya saat puncak karya ngenteg linggih dan nubung pedagingan di Pura Puseh Desa Susuan.
”Ngenteg Linggih” di Pura Puseh Susuan Amlapura (Bali Post) – Karya ngenteg linggih, mamungkah dan nubung padagingan di Pura Puseh Desa Pakraman Susuan, Karangasem, puncaknya dilaksanakan, Sabtu (15/10) lalu. Hadir saat puncak karya itu antara lain Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dan staf. Sedangkan prosesi karya di sana sudah dimulai sejak sebelumnya 9 Oktober lalu. Pangerajeg Karya Wayan Robed mengatakan selanjutnya prosesi ngaturang bhakti panganyar. Menurutnya, karya agung ngenteg linggih dan nubung padagingan kali ini termasuk karya tingkat utama. Soalnya prosesi ini baru kembali digelar setelah 100 tahun. Dari keterangan tetua desa, diperkirakan acara serupa dilaksan akan 1916 silam. Namun saat itu pelaksanaannya masih sederhana. Salah seorang tokoh masyarakat desa setempat I Gede Sandhi menegaskan, karya pada masa lalu dilakukan sederhana. Alasannya, tidak ditemukan bekas pependeman di sebelah atau di dasar palinggih. Hal itu dibuktikan ketika pihak desa setempat melakukan penggalian dalam rangka membuat dasar palinggih yang baru. Untuk karya ngenteg linggih yang merupakan karya agung kali ini, sudah dimulai sejak dua bulan lalu. Dari awal warga ngaturang ayah secara bergotong-royong. Sementara uang tunai sebagai iuran krama 167 KK masing-masing hanya Rp 350 ribu. Hal itu sebagai bentuk jatu (tanda bakti) untuk dibelikan uang kepeng. Sementara pepesuan banten yang bisa dikerjakan krama dikerjakan di rumah masing-masing. Tari wali yang dipersembahkan pada puncak karya di Pura Puseh, yakni tari Rejang Dewa, Baris Dewa dan Topeng Sidhakarya. Sebanyak delapan sulinggih mapuja (memimpin doa) pada puncak karya di Pura Puseh setempat. Diantaranya Ida Pedanda Gde Ketut Abah dari Geria Jungutan Bungaya, Ida Pedanda Jelantik Karang dari Budakeling, Ida Pedanda Karang Manuaba, serta Ida Pedanda Gde Putra Tamu, Geria Bungaya. (013)
Pihak Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Seraya, Karangasem dinilai kurang aspiratif dalam posisinya sebagai lembaga kontrol perbekel di desa itu. Sampai muncul beberapa masalah. Salah satunya sejumlah klian banjar dinas (KBD) melayangkan surat permohonan tanggapan kepada BPD terhadap kinerja Perbekel Nyoman Suardana. Penilaian itu disampaikan sejumlah KBD dalam suratnya beberapa waktu lalu. Atas penilaian itu, Ketua BPD Desa Seraya Ketut Wirna, S.H. dengan tegas membantah di depan pertemuan saat acara mediasi, Jumat (14/10) lalu di kantor perbekel setempat antara sejumlah KBD yang berseteru dengan Perbekel Nyoman Suardana. Namun, Wirna berdalih pihaknya sebagai
Ketua BPD sudah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. ‘’Kami sudah melakukan pengawasan terhadap perbekel,’’ ujar Wirna. Bahkan, tambah Wirna, BPD Seraya sudah bekerja optimal. BPD Seraya mampu membuat peraturan desa (perdes) yang sifatnya inisiatif dari
BPD, yakni Perdes soal Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). ‘’Perdes itu sifatnya inisiatif dari BPD. Produk perdes itu barangkali satu-satunya produk baru. Perdes itu kitalah dari Seraya yang membuatnya,’’ kata Wirna. Soal usaha ekonomi produktif yang dulu sempat
Jalan ke Pantai Batu Telu Hancur
Warga Seraya Minta Diperbaiki Amlapura (Bali Post) – Jalan raya ke pantai objek wisata Batu Telu Banjar Celagi, Seraya, Karangasem hancur. Bahkan jalan di sana sudah perlu diperbaiki sejak sekitar empat tahun lalu. Namun sampai kini jalan menuju laut itu belum disentuh perbaikan sama sekali. Salah seorang tokoh setempat Wayan Berata, Minggu (16/10) kemarin meminta Bupati Karangasem melalui Dinas PU memperbaiki jalan tersebut. Jalan ke Pantai Batu Telu itu, kata Berata juga merupakan akses jalan warga ke SDN 5 Seraya Tengah. Di pantai itu juga sudah ada villa-villa berdiri, karena panorama di sana memang indah. Warga juga sudah membuka restoran dan kini malah sudah ada dua toko suvenir warga di sana. ‘’Warga Seraya membuat souvenir dari patung kayu, kemudian dipajang di dua toko di sana. Mungkin nanti bertambah lagi yang membuka toko suvenir,’’ ujarnya. Jalan yang hancur itu sepanjang 3 kilometer, dari pertigaan Banjar Ijogading ke Pantai Batu Telu. Rusaknya jalan itu membuat turis yang berwisata dan menginap di Vila Batu Telu banyak yang mengeluh. Soalnya turis itu hendak berlibur untuk mencari ketenangan, tidak sedikit dalam rangka honeymoon (berbulan madu). Mereka bahkan sudah booking vila seminggu atau dua minggu sebelumnya. Namun akhirnya setelah mengetahui akses jalan itu rusak, mereka pindah ke Candidasa. Wisman itu pun
JALAN HANCUR - Jalan ke pantai objek wisata Batu Telu, Seraya hancur sejak empat tahun lalu. Warga minta perbaikan jalan. kemudian memperpendek masa tinggalnya. ‘’Padahal pengelola vila yang berizin itu sudah disiplin membayar pajak. Saat Wisman sedikit menginap, minimal bayar pajak Rp 7 juta per bulan. Hunian vila bagus malah sampai Rp 19 juta lebih per bulan. Nah, satu vila dengan tiga rumah per tahun membayar pajak sekitar Rp 300 juta,’’ ujar Berata. Kata mantan pekerja kapal ikan berbendera Peru itu, potensi daya tarik wisata di pantai-pantai Seraya relatif besar. Pihaknya kini mengumpulkan anak-anak setempat. Pulang sekolah mereka diajak belajar bahasa inggris. Tujuannya agar anak-anak Seraya ke depan tidak seperti dirinya melarat. ‘’Setelah ada vila dan sering berinteraksi dengan turis, anak-anak di banjar kami tertarik belajar bahasa asing.
Dulu anak-anak lari saat melihat turis yang datang ke desa Seraya ini. Namun kini tidak, anak-anak justru mendekati turis mengajak berkomunikasi agar cepat bisa pasih berbahasa inggris,’’ ujar Berata. Terkait hancurnya jalan ke Batu Telu, Perbekel Seraya, Nyoman Suardana mengatakan pihaknya sudah pernah menyampaikan aspirasi warganya agar jalan itu lebih cepat diperbaiki Dinas PU Karangasem. Namun, sampai kini belum terealisasi juga. Anehnya jalan ke Banjar Benesari sudah duluan dan kini sedang tahap renovasi. Di lain pihak, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri berjanji akan meninjau jalan rusak itu ke Batu Telu. ‘’Kita akan lihat dulu, seberapa hancur jalan di sana sehingga perbaikannya bisa direncanakan,’’ tandasnya. (013/k25)
menjadi masalah juga sudah dibahas dan sudah diputuskan solusinya. Soal Bumdes yang merupakan rumah bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di Seraya dulu sempat tak ada ujung pangkalnya. Tetapi akhirnya BPD menggelar rapat melakukan pembahasan. Kini, lanjut Wirna, aspirasi warga setempat soal perlunya jalan-jalan desa yang belum dibeton juga sudah dibahas. ‘’Aspirasi warga per banjar dinas sudah kita bahas. Hal rapat itu kita sampaikan. Kami harapkan 2017 jalan-jalan yang belum dibeton agar sudah ada tin-
dak lanjut pembetonan,’’ ujar Wirna. Soal perbekel sekarang ini, baru saja dia dua bulan ini dilantik. Karena baru dua bulan, otomatis pengawasan kita jadi belum bisa optimal,’’ terang Wirna. Terkait perseteruan antara sejumlah klian banjar dinas di Desa Seraya dengan Perbekel Nyoman Suardana, toh kemudian berakhir damai. Nah... perlu dicatat, munculnya perdamaian itu setelah dimediasi BPD yang diketuai Ketut Wirna. ‘’Kami bukan NATO, No Action Talk Only,’’ ujar Wirna. (013)
Gara-gara Dupa Rumah Yudana Terbakar Amlapura (Bali Post) Kebakaran mengagetkan warga Banjar Dinas Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Kubu, Karangasem, Minggu (16/10) dini hari. Api langsung melalap habis rumah milik I Made Yudana. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu yang diduga dipicu dupa. Kapolsek Abang AKP I Nyoman Sugitayasa membenarkan peristiwa tersebut. Sebelum terjadi kebakaran, korban kepada polisi mengaku sempat mebanten di dalam kamarnya sekitar pukul 19.00 Wita. Setelah dari kamar, korban melanjutnya ke warung yang lokasinya di sebelah barat rumahnya sebelum makan malam bersama keluarganya. “Korban sempat kembali ke kamarnya. Saat itu belum ada yang terbakar. Karena tak bisa tidur di kamarnya, Yudana ke rumah adiknya di I Wayan Sukerta,” katanya. Kebetulan rumah adiknya itu berada di sebelah barat rumah korban. Tak berselang lama seorang saksi mata, Nyoman Darmadi terkejut melihat rumah korban dilalap api. Dia lantas bergegas menyampaikan berita itu kepada orangtua korban Ni Nengah Suita. Melihat kobaran api sudah membesar, Sulit langsung berteriak meminta pertolongan warga untuk ikut membantu memadamkan api. Proses pemadaman cukup memakan waktu lama. Sebab, petugas Pemadan Kebakaran untuk mencari lokasi kebakaran ini cukup sulit. Karena itu terpaksa api dipadamkan secara manual oleh warga sekitarnya. Tak lama kemudian petugas pemadam kebakaran berhasil menembus medan sulit itu. Dan secepatnya membantu memadamkan api. Petugas berjibaku melakukan pemadaman di lokasi, bersama petugas dari Polsek Abang. Tidak ada korban jiwa pada kebakaran itu. Tetapi, akibat peristiwa tersebut korban kehilangan surat-surat berharga. Selain itu, tujuh ekor anak babi, uang tunai Rp 9,4 juta, dua unit rumah, serta barang berharga lainnya senilai Rp 27 juta. Soalnya tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan. Total kerugian yang dialami korban diperkirakan di atas Rp 40 juta. Setelah berhasil memadamkan api, polisi langsung meneruskan melakukan olah TKP. Hasilnya, Sugitayasa menegaskan kebakaran ini diduga dipicu dupa yang terjatuh dari tempatnya. Lama memantik api kemudian api terus membesar, dan akhirnya seisi rumah ikut terbakar. Pihaknya menghimbau, agar warga hati-hati menyalakan dupa di dalam kamar. Agar lebih aman, sebaiknya, mebanten di dalam kamar tidak memakai dupa. (kmb31)
Terlalu Pendek untuk Kapal Pesiar
Dermaga Tanah Ampo Tetap Didorong Dilanjutkan Dermaga Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Karangasem dinilai sangat vital untuk perkembangan akses transportasi ke Bali Timur. DPRD Bali mendorong agar dermaga ini bisa dituntaskan secepatnya. DPRD Bali pun berencana terus berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan RI, guna mendukung penyelesaian dermaga ini lebih cepat. Apakah keberadaan demarga Tanah Ampo ini sudah layak dan bisa menampung kapal pesiar? LEGISLATOR DPRD Bali Komang Suyasa, belum lama ini, mengatakan DPRD Bali tidak ingin melihat dermaga Tanah Ampo itu terus menerus mangkrak. Suyasa mendukung Pemkab Karangasem terus melakukan pendekatan dengan pemerintah pusat. Tujuannya, agar pemerintah pusat mengucurkan dana untuk kelanjutan pembangunan dermaga ini. “Tahun depan agar bisa benarbenar dilanjutkan lagi,” harap Komang Suyasa. Pihaknya mengakui, dermaga ini sejak awal perencanaannya kurang tepat. Politisi asal Manggis ini menilai FS dari dermaga ini kurang tepat
mengambil lokasi di sana. Hal itulah menyebabkan banyak suara sumbang menyebut dermaga ini tak layak dilanjutkan. Dikhawatirkan proyek ini menghambur-hamburkan uang pemerintah. Panjang dermaga untuk sekelas dermaga kapal pesiar dinilai terlalu pendek, sehingga sampai sekarang tak bisa dimanfaatkan. Baru-baru ini Dermaga Tanah Ampo ini sudah dilakukan uji coba oleh pemerintah pusat. Uji coba melibatkan ITB dan UI dan Kementerian Perhubungan. Hasilnya, proses uji coba berjalan lancar tapi tidak meng-
gunakan kapal pesiar. Mengenai kelanjutan pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo, Kepala Dinas Perhubungan Wayan Sutapa menegaskan, pemerintah pusat sudah komitmen menggelontorkan dana sebesar Rp 36 miliar tahun 2017, untuk pembangunan jeti ramdor dan break water. Meski anggaran yang turun cukup jauh dari DED Kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo Pemkab Karangasem, caranya penambahan kedua komponen tersebut. Jika itu dilakukan, maka pelabuhan sudah bisa beroperasi dengan baik. Sesuai DED Pemkab, anggaran yang diperlukan mencapai Rp 73 miliar. Namun karena adanya efisiensi anggaran dari pusat tahun ini, anggarannya kembali dipotong. Sehingga yang turun tahun depan hanya Rp 36 miliar. Tetapi pengembangan pelabuhan ini terus berjalan secara bertahap, hingga tahun 2018 dengan penambahan fasilitas
keamanan dan yact-yact. Untuk diketahui, aset Dermaga Tanah Ampo berasal dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Data Dinas Perhubungan Karangasem memperlihatkan pusat berkontribusi dalam bentuk dermaga senilai Rp 70 miliar. Namun setelah penghitungan aset terbaru, terdepresiasi menjadi Rp 56,2 miliar. Gedung terminal dan fasilitas penunjang pelabuhan dari Pemprov Bali senilai Rp 16,602 miliar. Penghitungan asetnya tahun 2013 sudah mencapai Rp 18,263 miliar. Sedangkan lahan zona inti lahan 1,5 hektar dari Pemkab Karangasem senilai Rp 2,625 miliar pada tahun 2006. Penghitungan asetnya tahun 2013, sudah menilai Rp 12,170 milar. Di atas tanah seluas 1,5 hektar inilah Pemprov Bali membangun seluruh fasilitasnya. Seperti Terminal Penumpang 1.350 meter persegi dan areal komersial. UPT, Pemadam, KP3, SAR, Imigrasi, Karantina,
Generator Listrik, Tangki Air dan BBM, Fasilitas Parkir, Pos Satpam dan Toilet. Bangunanbangunan ini membutuhkan pemeliharaan. Sehingga, segera harus ada kejelasan pengelolaannya. Sementara dari aspek laut, luas areal laut pelabuhan ini mencapai 98,89 hektar dengan kedalaman minimum 7,9 meter. Pada pembangunan segmen pertama panjang dermaga 154 meter dan lebar 12 meter, terdiri dari areal tempat labuh 46,20 hektar, areal tempat sandar 2,54 hektar, kolam putar 27,45 hektar, dan areal keperluan darurat 23,10 hektar. Untuk kelanjutan pembangunan, DED (Detail Engineering Design) pun sudah disusun sejak tahun lalu untuk perencanaan pengembangan pelabuhan eksisting. Berdasarkan kajian ini direncanakan dibangun pemecah gelombang dan dermaga/jetty dengan mengambil alternatif ketiga. (gik)
TABANAN
14 FIGUR Dara Manis Kelar Raskin SEBAGAI salah satu penyangga lumbung beras Kabupaten Tabanan dan daerah yang sangat potensial di bidang agrowisata karena wilayahnya merupakan kawasan pertanian dan perkebunan yang cukup luas, Kecamatan Selemadeg Timur masih mengantongi Bali Post/bit 1.510 rumah tangga miskin atau 9 persen dari jumlah KK yang terdata. Angka kemiskinan ini coba ditekan Camat Seltim I Gusti Putu Ngurah Darma Utama lewat program investasi hati yang dinamakannya ‘’Dara Manis Kelar Raskin’’ (Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengentasan Kemiskinan melalui Kelompok Arisan Masyarakat Miskin). Implementasi dari program ini adalah dibentuknya kelompok di masing-masing desa yang anggotanya terdiri atas 70 persen masyarakat rumah tangga sasaran (warga miskin) dan 30 persen pendamping. Kelompok inilah nantinya diberikan bantuan dari sisa hasil usaha SPP PNPM mandiri pedesaan kecamatan yang berjalan selama satu tahun ditambah partisipasi dari luar yang peduli terhadap masyarakat miskin seperti perusahaan melalui CSR. Berbeda dengan program lainnya yang bantuannya uang tunai, program inovatif Camat Seltim bentuk bantuannya disesuaikan kemampuan dan keterampilan kelompok seperti bibit babi, sapi atau mesin perontok padi. “Tahun ini sebagai proyek percontohan dialokasikan anggaran lebih dari Rp 100 juta untuk sembilan kelompok di masing-masing desa,” jelasnya. Tujuh kelompok menerapkan arisan ternak babi, yakni Desa Tanguntiti, Beraban, Gunung Salak, Tegalmengkeb, Bantas, Gadung Sari dan Desa Gadungan. Si penerima arisan mendapatkan bibit babi yang setelah berkembang biak selanjutnya dioper kepada warga penerima arisan selanjutnya. Arisan ternak sapi dan mesin pemotong padi juga diadakan disesuaikan dengan kondisi desanya masingmasing. (bit)
Suara Tabanan Tegakkan Supremasi Hukum
Kasus Prona di Kecamatan Penebel sudah sampai di penyidikan. Saya curiga ada upaya untuk menutup–nutupi ulah si pelaku dengan adanya pemanggilan korban ke kantor desa. Saya berharap kepada siapa pun yang menangani kasus ini agar benar–benar menegakkan supremasi hukum. Depok, Tabanan
100 Subak Terapkan Awig-awig Pelarangan Jual Lahan Sawah Jadi Bangunan Tabanan (Bali Post) –
Kabupaten Tabanan memiliki 229 subak dengan luas lahan sekitar 21 ribu hektar. Luas lahan ini mengalami penyusutan setiap tahunnya. Untuk mencegah penyusutan dan tidak beralih menjadi bangunan, Pemkab Tabanan mendorong subak-subak membuat aturan atau awig-awig mengenai pelarangan alih fungsi lahan sawah menjadi bangunan baik itu perumahan maupun tempat usaha. Hasilnya, saat ini sudah 100 subak menerapkan awigawig tersebut untuk menekan alih fungsi lahan sawah menjadi bangunan. ‘’Sosialisasi agar klausul ini dimasukkan dalam awig-awig subak terus berjalan,’’ ujar Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Tabanan I Gusti Nyoman Indrayana, Minggu (16/10) kemarin. Subak yang menerapkan pelarangan alih fungsi lahan sawah menjadi bangunan terbanyak ada di Kecamatan Penebel disusul Kerambitan, Marga, Selemadeg Raya dan
Pupuan. Selain sosialisasi untuk mendorong subak memasukkan klausul pelarangan menjual lahan sawah apalagi beralih fungsi menjadi bangunan, Pemkab Tabanan memasukkan ini sebagai syarat utama dalam lomba subak yang diadakan setiap tahun. ‘’Jadi, jika subak ingin mengikuti lomba subak, harus ada aturan pelarangan menjual lahan sawah menjadi bangunan dalam awig-awig-nya,’’ tegasnya. Setiap tahun 10 subak basah dan 10 subak abian mengikuti lomba subak tingkat kabupaten. Subak yang memenangkan lomba menerima penghargaan
berupa uang serta bantuan pemerintah lainnya serta dikirim mewakili Tabanan di tingkat Provinsi Bali. Di samping itu, diprioritaskan mendapat bantuan pertanian dari pemerintah, bantuan pembuatan sertifikasi tanah sawah dengan biaya murah dan diikutkan dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang preminya dari subsidi pemerintah. Menurut Indrayana, jika awig-awig ini tidak diterapkan oleh subak tentu lahan sawah di Tabanan sudah banyak yang diambil alih investor untuk investasi. Saat ini memang ada penyusutan, namun lebih banyak karena alih fungsi lahan sawah menjadi tegalan akibat sulitnya mendapatkan air. Atau lahan sawah diganti tanamannya dari padi menjadi sayur mayur. ‘’Ada memang yang dijadikan bangunan rumah oleh petani itu sendiri karena keluarganya terus berkembang,’’ jelasnya. (kmb24)
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Bali Post/kmb24
BUNGA - Lahan pertanian di Kabupaten Tabanan tidak hanya ditanami padi tetapi bunga dan tumbuhan lain karena beberapa subak melarang mengalihfungsikan menjadi bangunan.
”Ngenteg Linggih” di Pura Taman Sekar Angseri Tabanan (Bali Post) Usai merampungkan pembangunan Pura Taman Sekar, Banjar Tegeh, Desa Angseri, Baturiti, menggelar upacara ngenteg linggih, Sabtu (15/10). Hadir Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Manggala Karya yang juga Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, pembangunan Pura Taman Sekar dikerjakan sekitar 2,5 tahun oleh masyarakat secara gotong-royong. Upacara ngenteg linggih adalah pelaksanaan ketiga kalinya. Ini menunjukkan masyarakat tetap menunjukkan rasa persatuan dan gotong-royong. Menurutnya, upacara ini sangat
bermakna karena masyarakat dan pemerintah bersatu padu mewujudkan pembangunan yang didasari oleh rasa persatuan dan kesatuan serta penuh rasa tulus ikhlas. Semangat ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Serasi. ‘’Persatuan bukan semata ditunjukkan pada saat melakukan suatu pembangunan, tetapi sudah diwariskan nenek moyang dan diteruskan sampai sekarang,’’ kata Wiryatama. Biaya pembangunan pura berasal dari masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Tabanan dan para donatur. Bupati Eka dan Bupati Giri Prasta melakukan persembahyangan sekaligus menyaksikan prosesi ngenteg linggih. (kmb28)
Warung Global
Les Bebani Orangtua Murid JIKA sistem pendidikan bagus tentu SDM yang dihasilkan bagus pula, seperti tidak ada pungli. Koruptor juga tidak pernah mendapatkan hukuman setimpal, sehingga moralnya yang tidak bertanggung jawab akan terus menular. Made Bima Sena di Gianyar mengatakan ini dalam acara Warung Global dengan topik ‘’Sekolah Dilarang Jual Jasa Les’’ di Radio Global FM Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM dan Genta Bali FM, Sabtu (14/10). Mangku Ireng di Tabanan sangat setuju sekolah dilarang menjual jasa les. Guru sangat tahu kekurangan dan kelebihan muridnya. Apabila muridnya kurang maka guru bertanggung jawab memberikan pelajaran tambahan tanpa dipungut biaya
atau gratis dan diadakan di sekolah. Buat guru-guru yang mengambil kompentesi, Wayan Gama di Singaraja mengharapkan jangan menempuhnya pada jam-jam belajar. Ambillah pada sore hari, sehingga mata pelajaran
yang diterima anak didik tidak terlambat. Apakah kebijakan ini berlaku bagi sekolah swasta? Jika ya, Febri di Denpasar sangat setuju. Akan tetapi kembali lagi kepada orangtua murid masing-masing. Kalau ingin anaknya lebih pintar, tentu mengikuti les dengan biaya tambahan. Menurut Werda di Tegalalang, sudah ada kalender pendidikan yang harus dipertangungjawabkan oleh guru. Jangan sampai tanggung jawab ini diabaikan. Kalau ada jam tambahan sebaiknya dilakukan di sekolah, tanpa dipungut biaya dan ada yang mengawasi. Jangan sampai kebijakannya
saja bagus, tetapi realisasi di lapangan tidak ada. Apa pun kebijakan tersebut, lanjut Nyoman Mastra di Batuan, terpenting bagus untuk dunia pendidikan dan jangan dipaksakan. Orangtua sangat berperan, bila tidak mampu tidak usah dilakukan. Pendidikan bukan saja di bangku sekolah (formal), informal juga penting untuk menumbuhkan karakter anak. Angga di Denpasar mengatakan pendidikan zaman dulu tidak ada istilah les. Sistem pendidikan sekarang tidak nyambung di bursa kerja. Lulusannya kalah dibandingkan zaman dulu, padahal dari segi fasilitas sangat
bagus dan ditunjang teknologi canggih. Apakah ada proses hukumnya atau sanksi, apabila ada pelanggaran di lapangan? Pendidikan tidak hanya teori. Praktik di lapangan juga perlu sehingga implementasinya lebih nyambung. Demikian kata Arya di Denpasar. Ayu di Petang dan Wayan Agus di Nusa Dua setuju seratus persen dengan larangan menjual jasa les. Orangtua sangat terbebani dengan uang tektek benget yang membikin pusing. Aji Raka di Bangli menambahkan, jangan hanya mengimbau, guru harus betul-betul bertanggung jawab. (eka)
15
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016 Hasil Pertandingan Liga Spanyol Atletico Madrid vs Granada CF 7 -1 Barcelona vs Deportivo Coruna 4-0 Leganes vs Sevilla 2-3 Real Betis vs Real Madrid 1-6 Las Palmas vs Espanyol 0-0 -----------------------------------------------------------1 Atletico Madrid 8 5 3 0 21-3 18 2 Real Madrid 8 5 3 0 22-8 18 3 Sevilla 8 5 2 1 16-12 17 4 Barcelona 8 5 1 2 26-10 16 5 Villarreal 7 3 4 0 9-4 13 6 Las Palmas 8 3 3 2 16-13 12 7 Athletic Club 7 4 0 3 10-8 12 8 Eibar 7 3 2 2 9-7 11 9 Real Sociedad 7 3 1 3 9-9 10 10 Celta Vigo 7 3 1 3 9-11 10 Pencetak gol : 6 - Antoine Griezmann (Atletico Madrid), Luis Suarez (Barcelona). Liga Jerman Cologne vs FC Ingolstadt 2-1 Moenchengladbach vs Hamburg SV 0-0 Eintracht Frankfurt vs Bayern Munich 2-2 FC Augsburg vs Schalke 1-1 Hoffenheim vs Freiburg 2-1 Werder Bremen vs Bayer Leverkusen 2-1 Borussia Dortmund vs Hertha Berlin 1-1 -----------------------------------------------------------1. Bayern Munich 7 5 2 0 18-4 17 2. Cologne 7 4 3 0 12-4 15 3. Hertha Berlin 7 4 2 1 12-8 14 4. Borussia Dortmund 7 4 1 2 17-7 13 5. Hoffenheim 7 3 4 0 13-10 13 6. RB Leipzig 6 3 3 0 11-5 12 7. Eintracht Frankfurt 7 3 2 2 10-8 11 8. Moenchengladbach 7 3 2 2 10-10 11 9. Bayer Leverkusen 7 3 1 3 11-9 10 10. Freiburg 7 3 0 4 8-11 9 Pencetak gol : 7 - Anthony Modeste (Cologne) Liga Prancis AS Nancy-Lorraine vs PSG 1-2 Guingamp vs Lille 1-0 FC Lorient vs Nantes 1-2 Montpellier HSC vs Caen 3-2 Bastia vs Angers SCO 1-2 Nice vs Lyon 2-0 Toulouse vs Monaco 3-1 -----------------------------------------------------------1. Nice 9 7 2 0 16-5 23 2. PSG 9 6 1 2 19-7 19 3. Monaco 9 6 1 2 23-12 19 4. Toulouse 9 5 2 2 14-7 17 5. Guingamp 9 4 2 3 10-8 14 6. Olympique Lyon 9 4 1 4 15-11 13 7. Bordeaux 8 4 1 3 11-10 13 8. Angers SCO 9 4 1 4 10-10 13 9. Stade Rennes 8 4 1 3 9-10 13 10. Metz 8 4 1 3 9-15 13 Pencetak gol : 9 - Edinson Cavani (Paris St Germain)
Arsenal vs Swansea City Bournemouth vs Hull City Chelsea vs Leicester City Crystal Palace vs West Ham Manchester City vs Everton Stoke City vs Sunderland West Bromwich vs Tottenham
3-2 6-1 3-0 0-1 1-1 2-0 1-1
Liga Italia vs Udinese vs AS Roma vs Sampdoria
2-1 1-3 1-1
MotoGP 1. Marc Marquez (Honda) 42:34,610 2. Andrea Dovizioso (Ducati) +2,992 3. Maverick Vinales (Suzuki) 4,104 4. Aleix Espargaro (Suzuki) 4,726 5. Cal Crutchlow (Honda LCR) 15,049 Klasemen
poin
1. Marc Marquez 2. Valentino Rossi 3. Jorge Lorenzo 4. Maverick Vinales 5. Dani Pedrosa
273* 196 182 165 155
(Spanyol) (Italia) (Spanyol) (Spanyol) (Spanyol)
Moto2 (Kalex) 42:45,854 (Kalex) + 0,386 (Kalex) 5,863 (Kalex) 6,090 (Kalex) 16,246
Klasemen 1. Johann Zarco 2. Alex Rins 3. Thomas Luthi 4. Sam Lowes 5. Franco Morbidelli
Mantan penyerang Barcelona Isaac Cuenca secara mengejutkan membawa Granada memimpin terlebih dahulu pada menit ke-18. Namun Carasco membawa Atletico berbalik unggul melalui gol-golnya pada menit ke-34 dan 45, untuk kemudian melengkapi tiga golnya pada menit ke-61. Nicolas Gaitan mencetak gol pertamanya untuk Atletico dua menit setelah dimasukkan sebagai pemain pengganti dan kembali menyumbang gol pada menit ke-81. Sedangkan gol-gol dari Angel Correa dan gelandang Tiago jelang akhir pertandingan melengkapi pesta gol Atletico. Real melawat ke markas Betis tanpa diperkuat dua gelandang kunci Luca Modric dan Casemiro, serta kapten Sergio Ramos akibat cedera. Selain itu pasukan Zinedine Zidane juga gagal mendulang kemenangan dalam empat pertandingan di semua kompetisi sebelumnya. Raphael Varane meredakan ketegangan yang menimpa Zidane dengan menanduk tendangan bebas Toni Kroos
pada menit keempat. Karim Benzema memanfaatkan umpan kiriman Toni Kroos pada menit ke-31 untuk membawa Real memperbesar keunggulan, dan mereka menuju turun minum dengan keunggulan empat gol melalui tembakan dari bek Marcelo dan penyelesaian brilian Isco. Pemain internasional Spanyol itu melepaskan sepakan melengkung pada menit ke-62 yang memperbesar keunggula Real menjadi 5-0 dan Cristiano Ronaldo menegaskan pernyataan mengenai kekuatan sang juara Eropa dengan menyumbang gol pada menit ke-78. Alvaro Cejudo mencetak gol hiburan bagi Betis pada menit ke-55. Di Camp Nou, gelandang asal Brazil Rafinha membawa Barca memimpin pada menit ke-21 dan memasukkan gol kedua pada menit ke-36 setelah sang kiper Deportivo gagal menangkap sundulan Gerard Pique. Luis Suarez bekerja sama dengan Neymar untuk memperbesar keunggulan Barca dua menit sebelum turun minum, dan pemain pengganti
Bali Post/rtr
LIGA - Kiper Granada Guillermo Ochoa ditaklukkan pemain Atletico Madrid Yannick Ferreira-Carrasco pada pertandingan Liga Spanyo, Minggu (16/10) kemarin di stadion Vicente Calderon. Lionel Messi memaksimalkan umpan terobosan dari pemain Brazil itu untuk menyepak bola masuk ke gawang pada menit ke-58. Dengan hasil ini Atletico bertahan di puncak klasemen dengan 18 poin, sama seperti
Wozniacki Raih Gelar Ke-25
Hongkong Mantan petenis nomor satu dunia Caroline Wozniacki meraih gelarnya yang ke-25 sepanjang kariernya setelah mengalahkan Kristina Mladenovic (Prancis) 6-1, 6-7(4), 6-2 pada final Hongkong Terbuka, Minggu (16/10) kemarin. Petenis 26 tahun Wozniacki, yang akan kembali
Bali Post/rtr
ke peringkat 20 besar dunia, sedang dalam kondisi prima dengan memenangi 19 dari 22 pertandingan terakhirnya. Tetapi dia harus mengerahkan segenap kemampuan menghadapi petenis bukan unggulan Mladenovic dalam pertandingan ketat selama dua jam dan 40 menit. Meskipun petenis Den-
mark itu tampil tangguh pada awal pertandingan, Mladenovic menolak menyerah begitu saja saat dia memperlihatkan semangat bertanding dengan merebut set kedua, satu-satunya kekalahan set yang dialami Wozniacki pada turnamen itu. Wozniacki, yang menjuarai Pan Pacific Open bulan lalu, menjaga ketenangannya saat dia memperlihatkan pengalamannya untuk merebut gelar kedua tour tahun ini. Di Tianjin, petenis veteran asal Tiongkok Peng Shuai mengalahkan petenis Amerika Serikat Alison Riske 7-6(3), 6-2 pada final turnamen Tianjin Terbuka untuk merebut gelar pertama tour. Petenis 30 tahun Peng berhasil lolos 10 dari 12 break point menghadapi Riske dan menyelesaikan pertarungan ketat yang berlangsung satu jam dan 46 menit. Kemenangan ini mengakhiri enam final sebelumnya yang berakhir dengan kekalahan. (kmb39/afp/ant)
raihan Real yang berada di posisi kedua. Barcelona di posisi ke-4 dengan 16 poin. Sementara Sevilla menang dramatis 3-2 di markas Leganes berada di tempat ke-4 dengan 17 poin. Real menyiapklan diri untuk
menghadapi tim tamu Legia Warsawa pada Rabu mendatang. Sementara Sevilla menuju kandang Dinamo Zagreb. Sementara Atletico diuji Rostov pada Kamis. Barca memainkan laga sengit menantang Manchester City. (kmb39/afp/ant)
Rian/Fajar Tundukkan Unggulan Pertama Taipei Satu gelar berhasil diraih tim Indonesia pada ajang Chinese Taipei Masters 2016 lewat pasangan ganda putra Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian. Pasangan nonunggulan ini menundukkan unggulan pertama yang juga wakil tuan rumah Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin dengan skor 11-6, 11-6, 11-13, 9-11, 12-10, Minggu (16/10) kemarin. ‘’Kami senang banget bisa dapat gelar pertama di level grand prix. Semoga selanjutnya bisa naik terus levelnya dan bisa main di level super series seperti seniorsenior kami,’’ kata Fajar. Rian/Fajar membuka pertandingan dengan kemenangan di dua game pertama. Mereka tampil begitu percaya diri meng-
hadapi unggulan pertama yang didukung penuh oleh penonton di Stadion Hsing Chuang Gymnasium. Chen/Wang tak bisa mengembangkan permainan mereka dan hanya mengikuti irama permainan Rian/Fajar. Akan tetapi, Chen/Wang tak lantas memberikan kemenangan begitu saja kepada Rian/Fajar. Mereka bangkit dan memimpin pertandingan hingga 7-2. Rian/Fajar sempat menyamakan kedudukan menjadi 10-10, namun Chen/ Wang menutup game ketiga dengan kemenangan. Pada game penentuan, pasangan Taiwan kembali menerapkan permainan menyerang, namun kali ini pertahanan Rian/Fajar lebih kokoh, mereka juga jarang membuat kesalahan sendiri. Unggul 10-6, Rian/Fajar belum bisa menutup game, netting pun kembali terjadi. Sukses menerapkan pola main no lob, dua poin krusial akhirnya menjadi milik Rian/Fajar. Kemenangan itu membalas kekalahan Rian/Fajar atas Chen/Wang di Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2015.(kmb39/net)
Modal Hadapi Basel
Hasil GP Jepang
1. Thomas Luthi 2. Johann Zarco 3. Franco Morbidelli 4. Takaaki Nakagami 5. Sandro Cortese
Barcelona Tim-tim unggulan La Liga merayakan panen gol di pekan ke-8 kompetisi Liga Spanyol, Minggu (16/10) kemarin. Barcelona menaklukkan Deportivo La Coruna 4-0, Real Madrid mencukur Real Betis 6-1 dan pimpinan klasemen Atletico Madrid unggul telak 7-1 atas tim juru kunci Granada.
Petenis Denmark Caroline Wozniacki.
Liga Inggris
Juventus Napoli Pescara
La Liga Panen Gol
(Prancis) (Spanyol) (Swiss) (Inggris) (Italia)
poin 222 201 179 162 157
Moto3 1. Enea Bastianini (Honda) 39:24,273 2. Brad Binder (KTM) + 0,017 3. Nicolo Bulega (KTM) 4,002 4. Philipp Oettl (KTM) 5,119 5. Fabio Di Giannantonio (Honda) 6,288 Klasemen
poin
1. Brad Binder (Afrika Selatan) 269 * 2. Enea Bastianini (Italia) 164 3. Jorge Navarro (Spanyol) 143 4. Nicolo Bulega (Italia) 129 5. Joan Mir (Spanyol) 124 Ket. * = juara.
Paris Paris Saint Germain (PSG) menyiapkan laga Liga Champions, Rabu mendatang dengan meraih kemenangan 2-1 di markas tim juru kunci Nancy pada pertandingan kompetisi Liga Prancis, Minggu (16/10) kemarin. Kemenangan ini menjadi modal tim asuhan Unay Emry setelah Edinson Cavani mencetak gol kesembilannya pada pertandingan di Liga Prancis musim ini. PSG, yang akan menjamu Basel pada pertandingan ketiga mereka di Grup A pada Rabu dini hari, melakukan start cepat sebelum membiarkan Nancy memperkecil ketinggalan. Sang juara Liga Prancis naik ke peringkat kedua dengan 19 angka dari sembilan pertandingan, tertinggal empat angka dari pemuncak klasemen Nice, yang menang 2-1 atas Olympique Lyon. PSGa memimpin atas tim peringkat ketiga AS Monaco, yang kalah 1-3 di markas Toulouse . PSG membuka keunggulan pada menit ke-13 ketika penyerang Lucas mencetak gol melalui tendangan bebas jarak jauh. Tim tamu memerlukan waktu lima menit untuk menggandakan keunggulan. Penyerang Uruguay Cavani mememotong sundulan Michael Chretien yang tertuju kepada Ndy Assembe, dan dengan mudah menaklukkan sang kiper. Pasukan Unai Emery, yang masih jauh dari level yang mereka perlihatkan saat diasuh Laurent Blanc pada musim lalu, kemudian membiarkan Nancy mengendalikan permainan dan kemasukan gol balasan pada menit ke-55. Mantan pemain internasional Prancis Alou Diarra, yang didatangkan dari Charlton Athletic pada musim panas, mencetak gol pada penampilan perdananya dengan tandukan ke sudut atas gawang dari tendangan bebas Benoit Pedretti. Nancy terus menekan namun upaya mereka gagal membuahkan hasil, dan mereka tetap menghuni dasar klasemen dengan lima angka, dengan koleksi empat gol pada musim ini. Mistar Gawang Pemuncak klasemen Bayern Munich dua kali menyia-nyiakan keunggulan mereka
saat ditahan imbang 2-2 oleh tuan rumah Eintracht Frankfurt pada pertandingan kompetisi Liga Jerman, Minggu kemarin. Sementara Borussia Moenchengladbach gagal memanfaatkan dua penalti saat bermain imbang tanpa gol melawan Hamburg SV. Gladbach juga memiliki peluang yang menghantam mistar gawang . Sementara Hamburg SV bermain lebih dari satu jam dengan sepuluh pemain, setelah Cleber diusir keluar lapangan. Anthony Modeste, pencetak gol terbanyak di liga, mengemas dua gol tambahan untuk membawa Cologne menang 2-1 atas tim juru kunci Ingolstad, Modeste kini telah mengoleksi tujuh gol dan membawa “The Billy Goats” naik ke peringkat kedua, tertinggal dua angka dari Bayern. Arjen Robben membawa Bayern unggul pada menit ke-11 di markas Eintracht, namun tuan rumah menyamakan kedudukan dua menit sebelum turun minum, ketika Szabolcs Huszti melepaskan tembakan melewati Manuel Neuer untuk mencatatkan gol pertama timnya ke gawang tim Bavaria itu sejak 2011. Joshua Kimmich membawa Bayern kembali memimpin dari tendangan sudut pada menit ke-62, dan tuan rumah masuk ke dalam masalah yang lebih besar ketika Huszti diusir keluar lapangan karena menerima kartu kuning kedua. Namun Frankfurt menyamakan kedudukan pada menit ke-78 ketika Marco Fabian membelokkan tembakan Timothy Chandler dengan dadanya. Bayern, yang memenangi lima pertandingan pertamanya, bermain imbang untuk kedua kalinya secara beruntun. Gladbach terlihat akan meraih kemenangan ketika bek Hamburg asal Brazil Cleber membuat timnya dihukum penalti dan diusir keluar lapangan pada menit ke-25, namun eksekusi penalti Andre Hahn dapat digagalkan dengan gemilang oleh Rene Adler. “The Foals” mendapatkan hadiah penalti
keduanya pada menit ke-60 setelah Douglas menjatuhkan Ibrahima Traore. Kali ini Lars Stindl yang menjadi eksekutor, namun sepakannya menghantam mistar gawang. Adler menggagalkan upaya Fabian Johnson dan upaya Oscar Wendt mengenai tiang gawang untuk “The Foals” ketika Hamburg, yang berada satu posisi di atas juru kunci. Aletcico, mendapatkan angka kedua mereka di musim ini melalui situasi yang tidak biasa. Terdapat penalti lain di markas Hoffenheim, dimana Kramaric mengonnversinya pada menit ke-81 untuk membawa Hoffenheim menang 2-1 atas tim promosi Freiburg. Augsburg bermain imbang 1-1 dengan Schalke 04 pada pertandingan lain yang dimainkan pada sore hari. (kmb39/afp)
Penyerang PSG Edinson Cavani.
OLAHRAGA
16
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Poin Penuh di Kandang BU Kembali Terancam
Mangupura (Bali Post) -
(BP/udi)
TERBAIK - Petinju dari Pertina Jembrana Ari Lopo meraih predikat terbaik dalam pertandingan tinju amatir se-Jawa-Bali di Pangkalan TNI-AL Banyuwangi, Minggu (15/10) malam.
Piala Danlanal
Petinju Jembrana Sabet Gelar Terbaik Banyuwangi (Bali Post) Petinju asal Jembrana Ari Lopo dinobatkan sebagai yang terbaik dalam ajang pertandingan tinju amatir seJawa-Bali Piala Komandan TNI-AL (Danlanal) Banyuwangi, Sabtu (15/10) malam. Atlet dari Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Jembrana ini mengungguli puluhan petinju lain yang berlaga di Pangkalan TNI-AL (Lanal) Banyuwangi tersebut. Dia membawa pulang trofi dan uang pembinaan. Prestasi gemilang asuhan sekaligus putra dari pelatih tinju Jefri Lopo ini sangat di luar dugaan. Sebab, atlet lain dari beberapa kota di Jawa banyak yang memiliki jam terbang tinggi. Namun, dewan juri memutuskan siswa SMAN 2 Negara ini sebagai petinju terbaik. ‘’ri Lopo memang kita siapkan sebagai atlet unggulan. Dan, dia bisa membuktikannya,’’ kata Ketua Pertina Jembrana Yos M Laka Wolo usai pertandingan. Kemenangan Ari Lopo di kelas 49 kilogram ini diraih setelah mengalahkan petinju asal Ngawi, Jawa Timur dalam tiga ronde. Menurut Yos M Laka Wolo, prestasi Ari Lopo memang membanggakan Jembrana. Dalam Porprov 2015 di Buleleng, Ari Lopo menyumbangkan medali perunggu. Ajang Piala Danlanal Banyuwangi ini, katanya, sebagai uji coba dan studi banding atlet tinju Jembrana menghadapi Porprov 2017 mendatang. Pihaknya manargetkan dua emas dari cabang tinju dalam Porprov Bali mendatang. Dalam Piala Danlanal Banyuwangi, Pertina Jembrana membawa 10 atlet tinju berbagai kelas. Dari jumlah ini, empat di antaranya menyabet juara. Masing-masing Ari Lopo, Cahya Mahendra (kelas 54 kg), Angga (kelas 44 kg) dan Kadek Panji (kelas 64 kg). Setelah terjun di turnamen di Banyuwangi, mereka akan dilibatkan dalam kejuaraan serupa di HUT Kota Tabanan. Ari Lopo mengaku tersanjung dengan predikat petinju terbaik dalam kejuaraan di Banyuwangi ini. ‘’Tak menyangka, kerja keras kita bersama tim membuahkan hasil, terutama didikan ayah,’’ kata Ari Lopo didampingi sang ayah, Jefri Lopo, yang juga anggota Kodim 1617/ Negara ini. Sementara itu, petinju terfavorit diberikan kepada Rexi (Probolinggo) di kelas 46 kilogram. Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wahyu Endriawan mengatakan kejuaraan tinju amatir ini serangkaian HUT ke-71 TNI. ‘’Tujuannya, menyaring atlet tinju muda, khususnya di Banyuwangi,’’ katanya. Meski baru pertama kali, peserta yang ikut membeludak. Dari target awal 15 partai, membengkak menjadi 23 partai. Pertandingan ini juga dimeriahkan kehadiran atlet tinju wanita dari Ngawi dan Pasuruan, Jawa Timur. ‘’Kita akan agendakan pertandingan tinju amatir ini setiap tahun, sehingga banyak atlet muda yang terjaring,’’ kata Letkol Laut (P) Wahyu Endriawan. (kmb30)
BN Klungkung Latih Tanding Melawan Gianyar Semarapura (Bali Post) Lama mati suri, DPC Bakti Negara (BN) Klungkung mencoba membangkitkan diri dengan menggelar latih tanding menantang DPC BN Gianyar, Minggu (16/10) kemarin di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kania. Pada latih tanding tersebut masing-masing DPC melibatkan 90 pesilat. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Harian DPD BN Bali Bagus Sucipta, Ketua Harian IPSI Bali Dewa Nyoman Patra dan pengurus masing-masing DPC BN Klungkung dan DPC BN Gianyar. Ketua DPC BN Klungkung Nengah Ariyanta mengakui selama ini perguruan BN di Klungkung sempat mati suri. Pembinaan di setiap ranting dan kegiatan organisasi lainnya sama sekali tidak jalan akibat vakumnya organisasi. Latih tanding kali ini, menurutnya, selain untuk menyiapkan regenerasi atlet, juga untuk memberikan kesempatan kepada para pesilat untuk menambah jam terbangnya. ‘’Dengan adanya kepengurusan baru, saya kumpulkan ranting-ranting yang ada, saya buat kegiatan latih tanding ini,’’ demikian Ariyanta. Ariyanta bersama pengurus DPC lainnya optimis Perguruan BN di Klungkung akan bangkit dan berkembang mengingat potensi di setiap desa cukup tinggi. Hanya perlu adanya upaya untuk mengaktifkan kembali pendekar-pendekar di setiap kecamatan untuk mau mengajar dan menularkan pengetahuannya ke generasi muda. Ketua Harian DPD BN Bali Bagus Alit Sucipta menyambut positif dan mendukung kegiatan yang dilakukan pengurus DPC BN Klungkung. Menurut Bagus Sucipta, pengurus DPC BN di Bali bisa meniru apa yang dilakukan di Klungkung. ‘’Semestinya semua DPC bisa melaksanakan latih tanding secara berkesinambungan,’’ kata Bagus Alit Sucipta. Ketua Harian IPSI Bali Dewa Nyoman Patra pun berharap kegiatan latih tanding semacam ini bisa diagendakan rutin. ‘’Kalau mereka sudah terbiasa bertanding, tentunya prestasi bisa didongkrak. Ini juga merupakan salah satu media untuk melakukan regenerasi,’’ jelas Dewa Nyoman Patra. (dwa)
Harapan tuan rumah Bali United (BU) untuk meraih poin penuh di kandang sendiri kembali terancam. BU akan kedatangan pemimpin klasemen sementara Torabica Soccer Championshif, Madura United, Selasa (18/10) besok. Tim berjuluk Laskar Sape Kerab mencatat 14 kemenangan dalam 23 pertandingan dan memimpin klasemen dengan raihan 47 poin. Tim asuhan yang bermarkas di Bangkalan itu sering meraih poin maksimal di kandang lawan. ‘’Kami akui lawan memang berat. Apalagi mereka konsisten
dan trennya selalu positif,’’ ungkap asisten pelatih Bali United, Eko Purdjianto, Minggu (16/10) kemarin. Eko Purdjianto menjelaskan, dengan kondisi itu, Gede Sukadana dkk. memang terancam. Meski begitu, dirinya tetap optimis menghadapi tamunya nanti. ‘’Kita akan berusaha tampil maksimal
dan kerja keras dulu, untuk dapat poin penuh, setelah kehilangan beberapa poin,’’ tegas Purdjianto. Pelatih asal Semarang, Jawa Tengah itu menambahkan, ketemu tim papan atas bisa saja menjadi motivasi lebih untuk bisa mengalahkan. Meskipun kini keangkeran Stadion Kapten
Wayan Dipta Gianyar mulai pudar karena beberapa kali justru menelan kekalahan di markasnya sendiri. ‘’Mudahmudahan dengan kick off pukul 15.00 Wita ada hikmahnya, dan Bali United bisa menang,’’ harap Purdjianto. Sementara itu, pelatih Kepala Bali United Indra Sjafri menegaskan, timnya sudah bertekad untuk bisa ambil poin penuh di laga kandang, meskipun ketemu Madura United yang dikenal ganas di kandang lawan.
Pelatih eks Timnas U-19 itu telah menyiapkan strategi baru. Namun itu menyesuaikan dengan permainan lawan di awal-awal. Tetapi secara prinsif pemain telah diinstruksikan untuk terus menekan. ‘’Mudah-mudahan setiap peluang bisa efektif menjadi gol. Karena tim sudah sepakat untuk bangkit, jadi kemenangan adalah harga mati. Mudah-mudahan bisa terwujud,’’ tegas Indra Sjafri jelang laga di Stadion Dipta, Gianyar. (kmb41)
Kejurnas Grasstrack
Danrem dan Dandim Buleleng Siapkan Piala
Bali Post/kmb39
JUARA - Tim putri SMAN 8 Denpasar (Smapan) sukses menjuarai Kejurprov Softball 2016 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Minggu (16/10) kemarin. Sementara di kelompok putra pemenangnya adalah SMAN 1 Abiansemal (Smanab).
Kejurprov Softball 2016
Tim Softball Smapan dan Smanab Juara
Denpasar (Bali Post) Tim softball putri SMAN 8 Denpasar (Smapan) dan tim putra SMAN 1 Abiansemal (Smanab) keluar sebagai juara dalam Kejurprov Softball 2016, di Lapangan Kompyang Sujana yang berakhir Minggu (16/10) kemarin. Juara II untuk tim softball putri adalah SMAN 1 Kuta Utara (Sakura), dan juara III SMAN 5 Denpasar (Smanela). Juara II tim softball putra direbut SMAN 2 Tabanan (Bisma), dan juara III Sakura. Sedangkan kategori klub, juara tim putranya Golden Wing A, disusul Jalak Bali, serta Golden Wing B.
Ketua Panpel Soenardjan menegaskan, kejurprov ini untuk mewadahi atlet softball yang selama ini berlatih baik di sekolahnya maupun klubnya. Soenardjan berharap ke depan sekolah dan klub di Bali makin banyak lagi yang menggeluti softball dan baseball. ‘’Jadi, Pengprov Perbasasi Bali bakal rutin menyelenggarakan turnamen,’’ ucapnya. Sementara Hideki Otsuki yang mengembangkan olahraga softball di Bali mengemukakan, melalui kejurprov ini, pihaknya bisa memantau perkembangan softball di Pulau Dewata. ‘’Saya bersyu-
kur makin banyak siswa dan pelajar di Bali yang menekuni softball ini,’’ tutur Hideki yang memantau selama pelaksanaan kejurprov. Ia menyimpulkan, kualitas permainan siswa Denpasar lebih menonjol. Maklum, softball cukup lama berkembang di ibu kota Provinsi Bali ini. Sebaliknya, permainan tim Tabanan dirasakan kurang, sebab softball baru berkembang di daerah lumbung beras itu. ‘’Saya ingin softball berkembang pesat di Bali, dan hampir ada klub di sekolah maupun klub di seluruh kabupaten dan kota di Bali,’’ demikian obsesi Hideki. (022)
Denpasar (Bali Post) Kejurnas Grasstrack putaran IV Region III (Bali, NTB, NTT) bakal dihelat di Sirkuit Jatimas, Bengkala, Buleleng, 22-23 Oktober nanti. Danrem 163/Wirasatya Kol. (Inf) Nyoman Cantiasa, S.E. menyiapkan piala tetap kepada juara sport-trail sampai dengan 150 cc, sedangkan Dandim 1609/Buleleng memberikan piala kepada juara Free For All (FFA) 250 cc open. Koordinator Komisi Region III IMI Ustav Sasha, di Denpasar, Minggu (16/10) kemarin menjelaskan, Piala Danrem dan Dandim Buleleng sebagai wujud pembinaan teritorial (binter) kepada masyarakat sampai ke pelosok pedesaan. Dijelaskannya, untuk kejurnas tersebut ada enam kelas yang diperlombakan yakni pemula 115 cc, junior dan senior 110 cc dan 130
cc, serta campuran sport dan trail 150 cc. ‘’Selain itu, kami menyiapkan 10 kelas lagi,’’ ujar pria yang akrab disapa Wawan ini. Wawan menerangkan, sebelumnya kejurnas putaran I di Praya (NTB) Juni lalu, kemudian putaran II di Sikka (NTT) Agustus, serta putaran III di Ngada Flores, NTT, 1-2 Oktober lalu. ‘’Untuk juara region, berhak tampil di grandfinal antarregion di Brebes, Jateng, November ini. Di Indonesia ini, totalnya enam region,’’ ungkapnya didampingi Juri Pengprov IMI Bali Herry Boedi Oetomo. Peta kekuatan pembalap antarregion, kata Wawan, cukup merata dan berimbang. Misalnya Kadek Candra, Yahmani, Tona, Putu Roy Nugraha, Ditha, Komang Arya, dan Dede (Bali). Cecep dan Abang (NTB), serta Christo Londong (NTT). (022)
Soal Surat Mandat PS Badung untuk Kongres PSSI
Nama Graha Wicaksana Dicatut Mangupura (Bali Post) Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana menyatakan tidak tahumenahu mengenai namanya yang disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima mandat dari PT Sepakbola Badung Bali (PT SBB) untuk mengikuti Kongres PSSI di Jakarta, 17 Oktober 2016. Bahkan, Graha Wicaksana menyebut namanya sengaja dicatut. ‘’Saya tidak pernah diajak bicara mengenai hal ini. Tak pernah ada komunikasi dari pihak PT SBB mengenai surat mandat ikut Kongres PSSI,’’ kata Graha Wicaksana di Kuta, Minggu (16/10) kemarin. Graha Wicaksana juga menyatakan tidak tahu-menahu mengenai namanya yang disebutsebut sebagai direktur di PT SBB. ‘’Kapan saya diangkat jadi direktur? Saya tidak tahu sama sekali,’’ kata Graha Wicaksana. Karena itu, Graha Wicaksana meminta agar pihak PT SBB menjelaskan masalah ini secara terbuka, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan dan kecurigaan di kalangan klubklub dan pihak terkait lainnya. Menurut Graha Wicaksana, selama ini PT SBB tidak membangun komunikasi yang baik sehingga menimbulkan gejolak secara internal. Mantan Ketua LPM Kelurahan Kuta ini menuturkan dirinya sudah berkali-kali meminta agar diadakan rapat melibatkan pihak terkait di PS Badung. Akan tetapi, pihak PT SBB selalu mengulur-ulur waktu, bahkan menyatakan rapat akan digelar setelah Kongres PSSI. Hal itu, kata Graha Wicaksana, sangat aneh. ‘’Karena komunikasi yang buruk ini, muncullah gejolak internal di PT SBB, terutama dengan pemegang saham yang lain. Saya tak mau nama saya dibawa-bawa ke dalam pusaran konflik itu,’’ tegas Graha Wicaksana. Dia mengingatkan PS Badung merupakan milik masyarakat Badung, bukan milik perseorangan. Lisensi yang dipegang PT PS Badung juga bukanlah lisensi untuk perseorangan tetapi milik Pengcab PSSI Badung bersama Pemkab Badung. Oleh karena ketentuan mengharuskan lisensi dipegang PT, maka didirikanlah PT SBB. Itu artinya, PT SBB harus bekerja secara sinergis dengan masyarakat sepak bola Badung. ‘’Kami berharap PT SBB siap mengelola PS Badung,’’
kata Graha Wicaksana. Namun, harapan itu masih belum bisa diwujudkan. Graha mencontohkan pelaksanaan Piala Soeratin yang seharusnya diselengarakan PT SBB, tetapi terpaksa diambil alih oleh Askab PSSI Badung karena tidak ada kejelasan dari pihak PT SBB. Selama gelaran Piala Soeratin, sama sekali tidak ada kontribusi dari PS SBB. ‘’Apakah ada bantuan dari pusat kepada PT SBB untuk menyelenggarakan Piala Soeratin, kami tidak pernah mendapat informasi yang jelas. Ini mesti transparan agar semua menjadi jelas karena hal ini menjadi pertanyaan temanteman,’’ kata Graha Wicaksana. Faktanya, tegas Graha Wicaksana, gelaran Piala Soeratin yang diambil alih Askab PSSI Badung dilaksanakan secara bergotong-royong di antara masyarakat pecinta sepak bola Badung, didukung Wakil Ketua Askab Badung I Wayan Sugita, Bupati Badung I Nyoman Giri Prastha dan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. PT SBB praktis belum pernah menjalan kompetisi seperti yang diamanatkan. (022/k100)
Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana.
Bali Post/wan
LOMBA TEROMPAH - Warga Desa Dangin Puri Kangin bersemangat mengikuti lomba balap terompah pada Pekan Olahraga Desa Dangin Puri Kangin yang berlangsung di Stadion GOR Ngurah Rai, Minggu (16/10) kemarin.
Pordes Dangin Puri Kangin
2.000 Peserta Ikuti Jalan Sehat Denpasar (Bali Post) Sekitar 2.000 peserta mengikuti jalan sehat serangkaian Pekan Olahraga Desa (Pordes) Desa Dangin Puri Kangin 2016, yang mengambil garis start dan finis di Lapangan Barat Stadion Ngurah Rai. Jalan sehat dilepas Kades Dangin Puri Kangin IGN Putrawan, dan peserta melewati rute jalan Merpati, Jalan Mawar, Jalan Gadung, dan Jalan Supratman, d a n ke m b a l i ke S t a d i o n Ngurah Rai. ‘’Peserta jalan sehat dari warga, siswa maupun pegawai dari sekolah dan instansi di lingkungan Dangin Puri Kangin,’’ jekas Ngurah Putrawan. Selain jalan sehat, acara juga dimeriahkan lomba olahraga seperti tarik-tambang, hadang (megala-gala), tajog, dan terompah. ‘’Bagi tim juara kami kirim ke Pekan Olahraga Kota (Porkot) Denpasar,’’ jelas Ngurah Putrawan. Dijelaskannya, Pordes yang mengambil tema ‘’Dengan Pordes Kita Tingkat-
kan Partisipasi Masyarakat Peduli Desa dan Semangat Menyama-Braya’’ juga dirangkaikan launching gerakan masyarakat peduli jentik (gema petik), serta gelas mandiri. ‘’Gema petik ini, masyarakat tiap keluarga berkoordinasi dengan koordinator di tiap banjar dan dusun, agar rutin melaporkan keberadaan jentik di rumahnya, berikut dengan jumantik. Upaya ini kami lakukan demi pentingnya kesehatan,’’ paparnya. Selain itu, gelas mandiri yakni mengajak masyarakat supaya mengelola sampah secara swakelola dan mandiri. ‘’Tujuannya, agar warga yang tersebar pada tujuh banjar dan dusun ini, menjaga kebersihan lingkungannya dengan mengelola sampah,’’ pesannya. Pordes juga dimeriahkan ekshibisi zumba dance dan lagu-lagu dangdut, drumband dari SD 2 Saraswati, serta hadiah utama door prize berupa Honda Beat bagi beruntung. (022)
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris
Salesman/Girl Gaji 3Jt Hub.082147591197 (tdk SMS)
A.BP.001.10.16.0000025
Dbth Krywn Admin Counter Laki2 PT.Indocandle Jl.Tk Batanghari XIV No.10 P.8955977-78
!!!Urgent! Butuh 10 terapis wanita di Renon&Canggu,Gj Menarik+Bonus+Lembur+THR Telp:9002588,081239621123
A.BP.001.10.16.0000157
Cari Krywti Bersih2 Rumah Sunset Road SMS 081239995037
Dcr Llsn SMU Max23Th u/Kru Bandara Ada Diklat 081933063868
Dcr Staf Cook,Cook Helper, Steward Hub:082146768685
Cr PRT Serius Krj tinggal dlm Gaji 1,3jt Tlp.089509255504
Dcr Mandor+Tkg,T.Sipil/Arsitek Pngws Lapangan / 081238541121
Dcr Tk Kirim Brg,Setting com, Finishing u.Percetakan, 9352986
Dcr PRT u/Jaga Anak 5Th,Masak, Cuci, Gaji 1,5Jt/Bln tdr dlm Hub:Liana 081332572282 Imbo Residen Jl.ImamBonjol 386Kav17
A.BP.001.10.16.0001059
Dibthkn:CookHelper utk Avocado Cafe di Jl.Pantai Batu Bolong No.69B Canggu.CV kirim purnama @motionfitnessbali.com / 085739080424
Dcr Tkng Kbn yg pintar juga perbaiki rumah,listrik, potong pohon Seminyak 0361-733544
A.BP.001.10.16.0001016
Dicari Pembantu utk Vila Sanur Serius Tinggal Dalam Sedikit English Hub:081338639511
A.BP.001.10.16.0000952
A.BP.001.10.16.0000678 ***A.BVC Kerja Diluar Negri ResCr PRT Wnt Bs Mtr Tgl Dlm+Sopir A.BP.001.10.16.0001046 mi utk Semua Usia,Resto Hotel Dcr Room Maid(min SMA)Lam: Kebun081337903069,085953774417 Srbt Bs Mtc H.085238127777 A.BP.004.10.16.0001056 IndiHotel Jl.DanauBuyan33Sanur B.BP.166.10.16.0000553 Cr kary Receptionist Diutmkn A.BP.001.10.16.0001075 Bth Driver Kasir Pramuniaga bs Shift Siang Hub:Winer Gym Urg Required FO,Waiter/ss, Lmrn Krm.Jl.Raya Seminyak No. Jl.Gatsu Tmr 21,087761797670 Bartender for Villa 19 /Tlp.0361 730977(Urgent) A.BP.001.10.16.0001058 @Petitenget T:4739659 A.BP.001.10.16.0000951 Cr pembantu RT,Tdr dlm,Pribadi B.BP.004.10.16.0000450 Bth Sgr Sales ke Hotel2,Sopir Gaji 1,6juta H.087862100888Dps Dbthkn waiter/s,Cook,Roomboy SIM A/B,Staf Umum(Cowok)Min. A.BP.001.10.16.0001055 Cook helper&Bartender Brpglman Peng.1Th Fas:GP,UM,U.Lembur, Cr: 3 Sopir Kanvas SMA Serius CV.SeaSafari Cruise Jl.Dermaga Instf,Bonus,THR,BPJS,dll.yang Hub:081337306169/087762158658 Benoa/hrd@seasafaricruises.com Serius Sgr Bw Lam ke Jl.Nangka A.BP.001.10.16.0001053 A.BP.001.10.16.0001049 Dcr Acctg min.D3/S1 Akunt.Lam. Utr Gg.Belibis No.38 (Jam Krj) Dcr English Tour Driver Siap Jl.Bedahulu 35A Dps,8449831/13 Tlp:0361-422235 NaikGrab,081933029900 BaliDedy A.BP.001.10.16.0001000 A.BP.001.10.16.0000937 A.BP.001.10.16.0001073 Dcr Cleaning Service&Krywan/ti ** Gaji 2,5Jt 085338424651 ** Butuh Segera!Spa Therapist utk Rajin&Jujur Hub:082147594588 Yoga Retreat Villa.Ubud(3 Org) SPG Toko/Ksir/Admin/Pramuniaga A.BP.001.10.16.0000820 A.BP.001.10.16.0000622 Min.21Th,Pengalaman min.1Th, Dcr Karyawan Pria Min.SMU/SMK Female Adm/Asst,CAP Adobe-PS. Bs Bhs.Inggris.Lamaran:Kumara Hub:Toko Istana Motor,Denpasar CV to Jl.By Pass Ngurah Rai 601 Sakti,Jl.Suweta-Ubud/T.972685/ Gatsu Barat 358A/081-236715011 A.BP.156.10.16.0000979 recruitmen@zenjiwaraga.co.id A.BP.001.10.16.0001031 !!! All Jobs Available Send CV B.BP.145.10.16.0000543 Dcr Security,HK,SPG,Bw CV ke mail@concordservices-bali.com Cari Krywti Artshop SunsetRoad Ktr Siaga86,Jl Pendidikan No62 Call 769073 Mon-Friday 9am-5pm SMS 081239995037 Dps T.710644,HP:081316361234 B.BP.004.10.16.0000504
A.BP.001.10.16.0000953
A.BP.001.10.16.0000908
A.BP.001.10.16.0000882
A.BP.001.10.16.0001066
A.BP.001.10.16.0000843
Dcr: Reseptionist/FO,HK,Puri Asih Htl,Jl.Pantai Kuta 40,Kuta
A.BP.001.10.16.0000970
A.BP.001.10.16.0000969
Restau Kerobokan,Tkg Bakery/ Pastry,Wnt Kounter Kasir,tanpa pglmn dilatih dg cara profesional,087861378730
Dicari Sopir Pribadi SIM A, lokasi kerja Denpasar,Hub:Jln. Danau Buyan No.13 Sanur/ Dicr Speak Chinese Services Hp.081338014944(0361)982602/ A.BP.001.10.16.0001057 PT.Neverneverland Travel Adi dgn copy KTP dan SIM Segera!Bth 1 PIC,2 Tim Leader, 0361-757636/08113869543 paling lambat 22 Oktober 2016 6Sales.GjMenarik+Bonus+UM+THR B.BP.004.10.16.0000495 A.BP.004.10.16.0001020 Dicr T Pembantu Rmh Tangga Dikarangasem T.085792723723 Dicari:FO Good English,8469103 Tinggal dlm Hub.087730517255 A.BP.165.10.16.0000701 / E:ecosferahotel@yahoo.com A.BP.001.10.16.0001063 A.BP.001.10.16.0000874 Snow House Bth Karyawan/i Max. Dibthkan Sgr Teknisi Coffee Kuta:Mexican Cook,Waitr/s(3Jt) 35Thn,Min.SMU,Pnmpilan Menarik Machine Pria min SMU/STM&Staf Bawa Lamaran Langsung Tg 20-21 Bartnders-Kasir-Spa08123807241 Mrktng Wnt min SMU Bid.Mknan& Okt2016 Jam 10.00-14.00 Jl.Ry A.BP.001.10.16.0001023 Mnuman bs B.Ing.Lmr Krm ke Looking for Bartender&Waitress Ubud No.888x CP:082227339922 Istana Regency L-16,Jl.By Pass A.BP.001.10.16.0000824 for Brazilian Aussie BBQ Resto Ngr Rai-Psnggaran Bali T722154 Suami-Istri krj RT,Srabutn Lk, Call 082144450099 for Appoitm tgebali@global-foods.com TkCat krajinan besi.0811392860 A.BP.001.10.16.0000894 ent derrick@kutatownhouses.com A.BP.001.10.16.0001035 B.BP.004.10.16.0000547 Dicari Staff Accounting untuk Perusahaan PMA yg Brpengalaman Looking for social media manag Urgent.Accounting SMK/D3/S1/S2 0361-4490319 & 082134356114 er. sanurbeachgrove@gmail.com Email:tab_consultant@yahoo.com
Dcr Penjahit Dalam,Tk.Sample, Tk.Cek/QualityChecking,Tk.Overdek,Akunting,Pengepul Jahit. di Jl.P.Ambon No.25 S, Dps. Hub.081298337776
A.BP.001.10.16.0001061
A.BP.001.10.16.0000237
Dcr QS Berpengalaman PT.Dika Email dharmaintikarya@yahoo. com Tlp.081239693760
A.BP.001.10.16.0000964
Dcr Sales,IT.Gj+Kms+Bns+BPJS Lam PT.PMA,Bedahulu XVII/7 Dps
B.BP.804.10.16.0000462
Dcr Security Brsertifikat(SMA) IndiHotel Jl.DanauBuyan33Sanur
A.BP.001.10.16.0001074
Hotel di Payangan cari Engineering,FO & Waitress. Kirim CV,Lamaran Segera ke rijasaagung_hrd@yahoo.co.id
A.BP.001.10.16.0000997
A.BP.001.10.16.0001029
Lowongan 1.Manager 2.Sales 3.Teknisi 4.HK 5.Receptionist min.D3/D4 Perhotelan (1,2) Menguasai OTA(1,2) Good in English(1,2,5) min.SMK Perhotelan (4,5) Pengalaman min.1thn di Hotel(1,2,4,5) kirim CvLengkap Lmrn ke:hrd@hotelratnabali.com
B.BP.004.10.16.0000497
A.BP.001.10.16.0000912
A.BP.001.10.16.0000982
A.BP.001.10.16.0000948
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post !!081558041018 Djl Rmh Mnmls Siap Huni 2Lt di Gatsu Timur
DAIHATSU
Djl Terios TX Htm Mnl Des’14 AsBali Istimewa H:085339072222
B.BP.141.10.16.0000550
!Rumah LT 220m Full Bangunan dekat Terminal Ubung dpn Hotel Batukaru 725JtNego082147027777
A.BP.001.10.16.0000988
Jual Xenia’12 Type X Jok Kulit 125Jt Nego Hub.081353078889
B.BP.166.10.16.0000554
A.BP.001.10.16.0000831
Dijual Rmh 2KM Siap Huni 650Jt Bs KPR Dalung Hub:081934371675
ISUZU
Panther PickUp’2015 Htm AC Power Staring 134Jt,081353220100
A.BP.001.10.16.0000770
Djl Perum Taman Giri-Nusa Dua L.132m2,L.125m2,LB.200m2, LB.165m2 Tlp.081934310335, 081936072348, (0361) 466840
A.BP.001.10.16.0001062
SUZUKI
Karimun Wagon GS’2015 Putih AsBali Brg Prbadi,085100871119
A.BP.001.10.16.0000580
B.BP.141.10.16.0000552
Djl Tnh Kav 1Are,Jln 5m-Paving SHM-Dalung 450Jt.081916444170
DISEWAKAN TANAH Dswkan Tanah di Jimbaran 081337112202,08563734043
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
SERVICE
BAHAN BANGUNAN
TOUR
PELUANG BISNIS
PERCETAKAN
BIRO JASA
A.BP.001.10.16.0000935
DIJUAL RUKO Ruko Mrh,Pst Kota Dps,Mahendra data,081338282678,081337388558
A.BP.001.10.16.0000822
RUPA-RUPA Krd Tnp Anggunan Kusus Karyawan,081236800429-081999034543
A.BP.001.10.16.0000694
ARSITEKTUR Perencanaan-PembangunanRumah , Ruko,Vila,Gbr 3D,Gbr IMB, Interior Dll Hub:081916433040
B.BP.164.10.16.0000463
A.BP.001.10.16.0000763
A.BP.001.10.16.0001030
A.BP.001.10.16.0000693
A.BP.001.10.16.0000695
DIJUAL MOTOR
Djual Tanah 3,6Are Jl.Bedahulu XVIII Hub:081246204689
A.BP.001.10.16.0000170
Djl Rmh&Ruko KediriGarden Type Djl Cpt Szk Splash Th’11Manual DIJUAL TANAH 50,60,80, Jl.Ry.Nyitdah Tbn Hub.087861773170,085298977359 Tyt Etios’13 Hitam FV VR17, TV Sading Dijual Tanah 1,85Are Hub.(0361)466840,081934310335, A.BP.001.10.16.0001064 Audio 21Rb KM 085103174643 bu Global 625Jt Nego,081237682727 085100919617 Estilo’07 Gold VR15 SmstBr 67Ng A.BP.001.10.16.0001065 B.BP.164.10.16.0000548 A.BP.001.10.16.0000583 P.Saelus2Kamboja7/085101850689 DICARI MOTOR Jual Rugi 1-2A Sempidi Tegeha A.BP.001.10.16.0001076 Perum Tedung Sari,Abian Base R3 Htm M/T AsBal Pribadi 2013 “081916157168” Gyr LT.6,5are LB350m2.H.466842 Jl5m Pav 350JtNgo,081337332121 Body Original 087860339094 A.BP.001.10.16.0001004 Beli Vario,Scopy,Beat&sgl merk 081934310335,081936072348 A.BP.001.10.16.0000946 A.BP.001.10.16.0000816 Kwanji Kaja Tanah SHM 1,25Are A.BP.001.10.16.0000579 Wagon GS15Htm KM13Rb AsDK 102Ng Global 525Jt Nego,081237682727 P.Saelus2Kamboja7/085101850689 DISEWAKAN RUMAH B.BP.164.10.16.0000549 A.BP.001.10.16.0001077 DIJUAL RUMAH Rmh Lt.3,KT 6,KM 3,Gdng 1,Gras Djl Tanah 2 Are,Hook Ds.Kesiman TOYOTA **Rumah Murah 2Kamar,harga 2 Mbl Cck utk Usaha Jl.Belimbing Kerta langu 450 Jt/Are,Tngah Yaris S’2008 Matic Silver DK mulai 255Jt,Candidasa,Dp5Jt Dja Tanah L.1,85Are Jl.Teratai 30 Dps Hub:081339260989Perumahan Hub.085338305110 Tabanan Hub:Hp.081390253702 VIP Mlus Skl,085100856999 Prbd 081337388558,081338282678 087861148936 B.BP.141.10.16.0000551
ALUMINIUM
A.BP.001.10.16.0001013
Dcari Property macet di Bank/ Kena Rentenir Sms 087760451006 A.BP.001.10.16.0001071
Kredit Hingga 15M Proses 3Hari Setya 082146267246 A.BP.001.10.16.0000938
SIUP Pajak Tax Amnesti SPT Th NPWP PasportHP.081.338.344.155 A.BP.001.10.16.0001067
Terima Kaih Atas Terkabulnya Novena Tiga Salam Maria B.BP.004.10.16.0000494
KURSUS **Fun Private English**Simple Conversation Hub:081999231246 A.BP.001.10.16.0001070
AC
RUPA-RUPA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
SALON
Free
n
Desig
SERVICE Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
FURNITURE
ANUGERAH DEWATA
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
SERVICE
FOTOCOPY SERVICE
KONTRAKTOR DIJUAL MOBIL SERVICE
SPA
EKONOMI
18
Kesadaran Masyarakat Berasuransi Makin Tinggi Jakarta (Bali Post) Industri asuransi jiwa Indonesia mencatat kinerja pertumbuhan yang kuat. Hal itu mencerminkan makin tingginya kesadaran masyarakat berasuransi. ‘’Kita berharap lebih banyak lagi masyarakat berasuransi, sehingga mereka dan keluarga terlindungi saat terjadi risiko tak terduga seperti sakit, kecelakaan, dan meninggal dunia,’’ kata Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim, di Jakarta, Minggu (16/10) kemarin. Pertumbuhan yang kuat ini, kata Hendrisman, sekaligus menunjukkan komitmen tinggi industri asuransi jiwa fokus kepada pertumbuhan bisnis yang dilandasi penyediaan berbagai produk perlindungan keuangan dan investasi jangka panjang yang dibutuhkan masyarakat. Indikator pertumbuhan, kata Hendrisman, terlihat dari total klaim dan manfaat yang dibayarkan. Pada kuartal kedua tahun ini, katanya, klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi mencapai Rp 44,7 triliun. Jumlah itu meningkat 3,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 43,16 triliun. Total pendapatan industri asuransi jiwa pada periode yang sama meningkat hingga 42 persen menjadi Rp 99,88 triliun dari sebelumnya Rp 69,97 triliun. Realitas itu, kata Hendrisman, didukung meningkatnya total pendapatam premi bisnis baru sebesar 10,8 persen menjadi Rp 43,41 triliun
dan total premi lanjutan sebesar 9 persen menjadi Rp 31,19 triliun, serta meningkatnya hasil investasi menjadi Rp 21,92 triliun, dan pendapatan lainnya sebesar 32,9 persen menjadi Rp 2,03 triliun. Secara terpisah, PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) menggelar Final Sprint untuk meraih pencapaian maksimal di akhir tahun. Kegiatan rutin tahunan itu dinilai efektif memacu semangat para tenaga pemasaran untuk mengejar target yang sudah dicanangkan. ‘’Acara ini digelar untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para tenaga pemasaran untuk mengejar target penjualan,’’ ujar Presdir Sun Life Financial Indonesia Elin Waty. Pada acara yang digelar di Solo, dihadiri 1.000 agen, insurance advisor, dan partnership distribution Sun Life dari berbagai daerah di Indonesia itu, Elin mengatakan event ini dinilai sangat istimewa. Sebab, untuk pertama kalinya diikuti tim dari bancassurance
partnership, pasca-integrasi CIMB Sun Life ke Sun Life Financial Indonesia. ‘’Ini tentu menjadi hal baru, karena mereka bisa saling mengenal dan memiliki semangat yang sama,’’ tambahnya. Elin menambahkan, Final Sprint sangat efektif mendongkrak kinerja perusahaan. Hal itu sudah terbukti dari hasil di tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, setelah Final Sprint, kontribusi pendapatan di kuartal keempat bisa melonjak hingga 30%. ‘’Kuartal keempat selalu menjadi penentu. Jika tanpa Final Sprint, kontribusi di kuartal keempat hanya sekitar 10 persen. Sementara tahun ini, industri asuransi nasional tengah menghadapi tantangan berat seiring lesunya perekonomian,’’ kata Elin. Menyinggung kinerja, Elin mengatakan, premi Sun Life tumbuh 11,8%, atau 15,2% di atas industri. Biasanya, pertumbuhan Sun Life selalu 20% di atas industri asuransi nasional. Khusus kanal distribusi Sun Life meraih pertumbuhan signifikan 145%. Hal itu terjadi karena adanya mitra baru yakni Bank Commonwealth. Jumlah penerimaan premi Sun Life, kata Elin, sebesar Rp 586,4 miliar dan premi bisnis baru Rp 388,3 miliar, dari total aset Rp 6,72 triliun. Sementara klaim 2015 tercatat Rp 521 miliar. Sedangkan 2016 total klaim hingga kuartal kedua Rp 242,6 miliar. (010)
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Tahun 2020
Rasio Elektrifikasi Bali 100 Persen
Denpasar (Bali Post) PLN Bali menargetkan dapat mewujudkan rasio elektrifikasi Bali 100 persen tahun 2020. Hal itu dikatakan General Manager PLN Distribusi Bali Sandika Aflianto pada kegiatan jalan santai PLN Distribusi Bali dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke-71, Min ggu (16/10) kemarin. Acara itu mengusung tema ‘’Kerja Nyata Terangi Negeri’’, PLN menunjukkan komitmennya melalui berbagai program kelistrikan.
‘’Semoga PLN semakin lebih baik ke depan,’’ ujarnya. Dalam rangkaian kegiatan HLN yang jatuh 27 Oktober, PLN mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menyemarakkan peringatan HLN ke-71. Kegiatan jalan santai itu merupakan rangkaian HLN disemarakkan tiga ribu peserta yang terdiri dari pegawai PLN, anak perusahaan, keluarga besar masyarakat kelistrikan Indonesia, mitra PLN, hingga pensiunan PLN. Selain itu, untuk mendukung
generasi muda melakukan halhal positif melalui olahraga dan seni, PLN memberikan dana pembinaan kepada siswa-siswi SMKN 5 Denpasar dan SMAN 3 Sukawati yang aktif di kegiatan seni baleganjur dan pertandingan kempo remaja. Rangkaian kegiatan HLN lainnya berupa pekan olahraga antarunit PLN Regional Jawa Bagian Timur dan Bali. Antara lain acaranya sepeda santai yang akan berlangsung minggu depan. (may)
Margin Insentif SPBE Tidak Wajar
Jakarta (Bali Post) Margin insentif atau keuntungan yang diterima pengusaha stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) sudah tidak wajar. Margin itu tidak sesuai keadaan ekonomoi sekarang ini. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi menilai hal itu di Jakarta, Minggu (16/10) kemarin. ‘’Biayanya sebesar Rp 300 per kilogram isi ulang gas. Sudah 10 tahun angka tersebut tidak naik. Padahal Presiden Joko Widodo terus menggemborkan pembangunan infrastruktur. Sementara 500 unit SPBE yang dibangun harus terus melayani masyarakat,’’ keluh Eri Purnomo. Margin harga yang relevan saat ini paling tidak menyentuh angka Rp 600 sampai Rp 700 per kilogram isi ulang gas elpiji. Menurutnya, kurangnya insentif yang ditawarkan, membuat
tidak banyak pengusaha berkeinginan membangun SPBE dibandingkan SPBU. Sebab, kisaran biaya investasi pembangunan satu unit SPBE ditaksir sebesar Rp 50 miliar. Biaya itu untuk daerah kecil, bukan kota Jakarta. ‘’Subsidi elpiji ini selalu menjadi problem. Sebab, sebagian elpiji masih impor. Itu berarti terus menguras devisa. Keefisienan subsidi sistem terbuka masih rawan kebocoran. Hal itu yang membuat masalah terus berkembang,’’ kata Eri. Menyambut terpilihnya Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beserta Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM, ia mempunyai harapan agar mafia migas harus terus diberantas. Diminta juga agar Jonan segera beradaptasi secara cepat. Alasannya, mantan Menteri Perhubungan itu sebelumnya tidak memiliki latar belakang di bidang migas. (ant)
19
Senin Kliwon, 17 Oktober 2016
Klinik Jnana Marga
KO Setengah Ronde
Bali Post/ant
JALAN SANTAI - Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ibu Negara Iriana dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo jalan santai pada hari bebas kendaraan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/10) kemarin.
Masih Dirawat Dari Hal. 1 Menurut informasi dari Kepala BPBD Kabupaten Klungkung Putu Widiada, sedikitnya ada delapan orang meninggal dunia. Ditambah lagi sedikitnya ada 18 orang mengalami luka-luka yang dirawat di Puskesmas Nusa Penida II. Hingga berita ini ditulis, warga sekitar dibantu dengan aparat desa masih melakukan pencarian korban. Bupati Suwirta berjanji akan ke lokasi, Senin (17/10) pagi ini. Ia juga
mempertegas akan mempercepat perbaikan jembatan yang masih menjadi aset provinsi tersebut. Mengingat Pemkab Klungkung juga sudah membuat perencanaan untuk jembatan baru yang menghubungkan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Begitu juga untuk Jembatan Kuning pihaknya juga telah merencanakan untuk perbaikan di tahun 2017 dengan anggaran Rp 200 juta. ‘’Kondisinya sekarang putus total tidak ada kendaraan yang bisa menyeberang ke Nusa Ceningan,’’ pungkas Bupati. (dwa)
Dinas Pariwisata Dari Hal. 1 Kemudian, sambungnya, ada komunikasi antara pihak pengusaha yang berkantor di Jakarta, yang diwakili oleh Salim itu, dengan SGW sebagai PNS Dinas Pariwisata agar yang bersangkutan dapat memenangkan proyek tersebut. ‘’Ada kesepakatan awal, seharusnya nilai yang diterima adalah 20 persen dari Rp 4,8 miliar. Namun kemudian, berdasarkan kesepakatan, yang akan diterima nantinya adalah sebesar Rp 750 juta,’’ ujar Basaria. Menurut Basaria, pada Sabtu (15/10) pukul 10.30 WIB penyidik KPK mengamankan YTH di rumah pengusaha swasta di Kebumen. Dari tangan tersangka, penyidik menyita uang senilai Rp 77 juta. Lalu, sekitar pukul 11.00 WIB, penyidik mengamankan SGW di kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen. Setelah itu, penyidik mengamankan sejumlah pihak lain, yaitu Adi Pandoyo, Dian Lestari, Hartono dan Salim yang diduga mengetahui peristiwa tersebut di beberapa lokasi di Kebumen. ‘’Selain uang, penyidik juga menyita barang bukti lain berupa buku tabungan dan bukti elektronik. Pemberian tersebut berkaitan dengan izin proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen yang ada di
dalam APBD Perubahan 2016 oleh pengusaha swasta,’’ tutur Basaria. Dia mengungkapkan pada Oktober 2016, DPRD Kabupaten Kebumen telah menetapkan APBD Perubahan 2016, termasuk anggaran untuk Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga sebesar Rp 4,8 miliar yang akan dimanfaatkan untuk pengadaan buku, alat-alat peraga dan TIK. Saat ini, kedua tersangka dan keempat saksi tersebut dibawa ke Jakarta. Setelah dilakukan penangkapan dan gelar perkara. KPK memutuskan YTH serta SGW sebagai tersangka dan dikenai Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 dan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara itu, dia menambahkan, saat ini tim penyidik KPK juga masih terus melakukan pencarian terhadap Direktur PT Osma Group yang bernama Hartoyo. ‘’Untuk saat ini, Hartoyo belum dapat dijadikan tersangka, masih berstatus sebagai saksi. Kami masih mencari Hartoyo dan meneliti perusahaannya, yaitu Osma Group yang beralamat di Jakarta,’’ tambah Basaria. (ant)
Posisi Ketiga Dari Hal. 1 Pembalap Spanyol yang mengalami kecelakaan dalam latihan Sabtu lalu tetapi bisa kembali ke trek untuk start di posisi ketiga, bertarung untuk menempel
ketat Marquez. Tetapi Lorenzo berada dalam tekanan Dovizioso dan balapannya berakhir di gravel saat tersisa lima putaran. Kejuaraan MotoGP akan berlanjut ke Phillip Island, Australia, pekan depan. (ant)
Dilakukan Perbaikan Dari Hal. 1 Akibat kejadian tersebut pada akhir tahun 2015 sempat dilakukan perbaikan. Namun perbaikannya tidak menyeluruh, karena anggaran yang digunakan Rp 200 juta. Kondisi jembatan yang telah berumur ini sebenarnya sudah tidak layak untuk digunakan. Hal ini dirasakan karena sejumlah bagian dari Jembatan Kuning mengalami karat. Bahkan karatan tersebut ditemukan juga pada tali sling yang menghubungkan antara badan jembatan dan juga tali sling utama. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pun telah mengecek
ke lapangan untuk mengetahui kondisi jembatan sebelum pelaksanaan piodalan di Pura Bakung. Pasalnya, dia mendapat informasi bahwa dua tali sling yang menyambungkan badan jembatan dan tali sling utama, dua di antaranya terputus. Waktu yang telah mepet ini pun membuat Pemkab Klungkung hanya dapat berupaya untuk mencegah warga melewati jembatan secara beramai-ramai, dengan memberikan informasi atau pun pemasangan rambu larangan yang dilakukan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Klungkung pada Rabu (12/10) lalu. (dwa)
PARA lelaki, tanyakan pada wanita, apa yang mereka inginkan dari seorang pria? Tidak bisa disangkal lagi, jika salah satu keinginan mereka adalah memiliki pasangan yang bisa menjadi pria perkasa saat melakukan aktivitas tersembunyi, yaitu bercinta. Dan pria tahu betul akan hal itu. Dalam kehidupan berumah tangga hubungan seksual bisa dikatakan sebagai bumbu yang bisa membuat hubungan berjalan hangat dan mesra sepanjang waktu. Selain untuk mendapatkan keturunan dan pemenuhan kebutuhan biologis, tujuan utama bercinta dan selalu menjadi mimpi tiap pasangan adalah meraih puncak kenikmatan (orgasme). Salah satu hal yang dapat membuktikan kejantanan seorang pria adalah jika dia bisa mendapatkan ereksi yang kuat dan lebih lama ketika sedang berhubungan intim yang juga adalah sebuah syarat untuk mencapai puncak kenikmatan. Karena ada sebagian wanita sangat sulit mendapatkan orgasme saat bercinta, bahkan mungkin ada beberapa wanita yang belum pernah merasakan puncak kenikmatan sama sekali. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah pekerjaan yang berat bagi setiap pria di mana mereka wajib dan dituntut untuk mampu memberikan kenikmatan yang berlipat pada pasangan mereka saat menjalani aktivitas bercinta. Jika dilihat dari fakta yang ada kebanyakan pria justru mengalami penurunan performa. Banyak pria yang merasa lelah bahkan tidak sanggup memberikan ronde tambahan seperti yang diinginkan pasangan. Jangankan ronde tambahan mereka justru KO setengah ronde. Menurut ahli seksual dan terapis Klinik Jnana Marga, I Nengah Edy Warsita, ereksi yang lebih lama bisa membantu seorang pria untuk membuat pasangannya orgasme berkali-kali. Meningkatkan kesehatan tubuh adalah sebuah cara paling sederhana yang selalu dianjurkan oleh pemilik Klinik Jnana Marga ini kepada setiap pasiennya. Karena dalam tubuh yang sehat darah akan mengalir lancar termasuk ke organ intim. Inilah hal utama untuk memaksimalkan kemampuan ereksi seorang pria. Pemilik Klinik yang beralamat di Jalan Gatot Subroto I, Gang Jnana, Denpasar,
I Nengah Edy Warsita telepon 085102111600 ini juga tak henti–hentinya menyarankan untuk menghentikan kebiasaan buruk sekarang juga. Walau aktivitas seksual adalah ranah pribadi dan tersembunyi, namun ketika bermasalah sebaiknya tidak usah berpikir panjang dan merasa malu, segera mengunjungi dokter atau ahli seksual. Klinik Jnana Marga dengan metode terapi Janur Sakti dan Piramida adalah tempat yang tepat untuk menyelesaikan segala masalah yang berhubungan dengan kesehatan seksual, seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah, hyperseksual (menyeimbangkan energi seksual), infertilitas (susah memiliki anak), menambah ukuran Mr.P. dan lain-lain. Sudah terdaftar di Dinas Kesehatan Denpasar dengan izin nomor 448.3/3.PT.29.VI.12/DIKES. Dan sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisonal Indonesia (Ipatri). Buka setiap hari dari senin sampai Sabtu pkl. 10.00 – 17.00 Wita. (ad1088)
Awasi Pelayanan Dari Hal. 1 Dia menegaskan akan mengurus, mengontrol, dan mengawasi pelayanan masyarakat agar berjalan baik dan terbebas dari pungli, walaupun nilai kecil sekalipun. ‘’Kalau urusan yang gede, yang miliar, yang triliun itu urusan KPK, tetapi yang urusan kecil-kecil
biar urusan saya. Urusan Rp 10.000 enggak apa-apa,’’ katanya. Jokowi ingin memastikan Indonesia akan terbebas dari pungli, baik untuk urusan sertifikat tanah, SIM, KTP, izin-izin lain. ‘’Jangan sampai ada pungli. Kalau bayar enggak apa-apa tapi resmi. Kalau bayar Rp 50.000 ya… harus
bayar, tapi jangan harusnya gratis dipungut, hati-hati,’’ katanya. Jokowi mengatakan, pemberantasan pungli ini agar masyarakat Indonesia tenang dan pelayanan di semua instansi pemerintah berjalan baik dan prosesnya cepat. ‘’Keinginan saya hanya itu gak ada yang lain,’’ katanya. (ant)
Terkesan Ragu Dari Hal. 1 Selama ini, pengawasan internal melibatkan orang dalam sehingga ada kesan ragu, rikuh dan malas mengambil langkah tegas terhadap sistem pungli di institusinya. Hal lain, perang terhadap pungli tak akan efektif jika calo masih gentayangan. Sering kali praktik pungli ini melibatkan calo yang berkoneksi dengan birokrat pemegang kuasa terhadap layanan publik. Sementara itu, 3,29 persen
responden mengaku belum bisa memberikan sikap terkait hal ini. Selain gerakannya belum masif, sistemnya pun belum jelas. Responden menilai pungli tak bisa hanya ditindak dengan menangkapi pelakunya, melainkan harus ada pembenahan sistem dan mentalitas birokrat. Responden berharap pemberantasan pungli ini harus dijabarkan oleh birokrat dan ada ruang bagi rakyat untuk mengadu langsung ke pihak berwenang. (dir)
Raja Somadatta Balaskan Dendam kepada Satyaki
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta
(Edisi Tiga Ratus Enam Puluh Empat) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
RAJA Somadatta berkata kepada pangeran Satyaki dengan sangat tegas. ‘’Aku bersumpah Oh Satwata, demi dua orang putraku, itu demi orang yang sayang kepadaku. Demi semua perbuatanku yang bermanfaat. Jika sebelum malam ini lewat, aku tidak membantaimu, yang begitu sombong akan kepahlawananmu, dengan putra-putra, saudara-saudaramu yang lebih muda, Jishnu, putra Pritha, tidak menyediakan perlindungan kepadamu. Kemudian biarlah aku tenggelam ke dalam neraka yang menakutkan itu. Oh orang celaka dari keluarga Vrishni!’’ Setelah mengucapkan kata-kata ini, Raja Somadatta yang perkasa, dipenuhi kemarahan. Dia kemudian meniup terompet kerangnya, dengan keras dan mengeluarkan sebuah raungan singa. Kemudian Satyaki yang matanya seperti kelopak bunga lotus dan gigi-giginya seperti seekor singa itu, juga dipenuhi kemarahan. Pahlawan yang berkuatan besar itu mengucapkan kata-kata ini kepada Somadatta, ‘’Oh engkau dari keturunan Kuru. Apakah aku bertempur dengan engkau atau yang
lain-lainnya. Dalam hatiku aku tidak pernah mengalami ketakutan sedikit pun. Jika engkau dilindungi semua pasukan-pasukan. Engkau bertarunglah dengan aku. Dalam hal ini aku tidak akan, bahkan berkenaan menderita kesakitan apa pun. Oh engkau dari keturunan Kuru! Aku selalu mematuhi adat kebiasaan ksatria. Karena itu, engkau tidak dapat menakut-nakuti aku dengan hanya kata-kata atau ucapan-ucapan yang isinya menistakan yang baik. Jika, Oh raja, engkau ingin bertarung dengan aku. Tolong hari ini berbuat kejamlah kepadaku. Dan seranglah aku dengan panah-panah tajammu. Dan aku juga akan menyerang engkau. Putramu, prajurit kereta perkasa, Bhurisrava oh raja, telah aku bantai. Demikian juga Salad an Vrishasena, telah dihancurkan olehku. Engkau hari ini, juga akan terbantai berikut sanak saudaramu. Tetaplah dengan tekadmu. Karena engkau, oh Kaurava, dilengkapi kekuatan besar. Engkau telah terbantai, sebagai akibat energi Prabu Yudhishthira yang benderang bergambar terompet. Namun,
Yudhishthira selalu murah hati. Dirinya sangat terkendali, dan hatinya suci, welas asih, rendah hati, cerdas, dan pemaaf. Namun dengan Aku, engkau akan bertemu kehancuran bersama Karna dan juga putra Suvala. Aku bersumpah di kakinya Krishna. Demi, semua perbuatan baikku yang kini dipenuhi kemarahan. Aku dengan panah-panahku akan membantai engkau berikut putra-putramu pada pertempuran ini. Jika engkau melarikan diri dari pertempuran, kemudian engkau memilih keselamatan. Setelah saling menyapa sengit satu dengan lainnya. Dengan mata merah dalam kemarahan, mereka ksatria utama dari manusia itu, mulai menembakkan panah-panah mereka satu dengan lainnya. Kemudian dengan seribu buah kereta, dan sepuluh ribu ekor kuda-kuda, Duryodhana menempati posisinya di tempat strategis. Duryodhana, mendukung penuh Raja Somadatta, Sakuni juga, dipenuhi kemarahan. Raja Mandra ini bersenjatakan setiap macam senjata. Sakuni juga dikelilingi putra-putra, cucu-cucu sebagaimana juga
saudara-saudaranya yang setara Dewa Indra itu sendiri dalam keberanian. Saudara ipar paduka, oh raja muda dalam tahun-tahun. Badannya keras seperti halilintar. Tetapi, Dia memiliki kebijaksanaan seratus ribu ekor kuda dan semangat utama bersamanya. Dengan semua ini, dia mendukung pemanah perkasa, Raja Somadatta. Dilindungi prajurit-prajurit perkasa itu, Somadatta menutupi pangeran Satyaki dengan awanawan panah-panah dashyat.
Setelah menyaksikan Satyaki ditutupi awan-awan panah-panah lurus, Panglima perang Pandava Dhrishtadyumna meneruskan menuju ke arahnya dalam kemarahan. Putra Raja Drupada iu ditemani kekuatan pasukan besar. Kemudian, oh raja, suara yang muncul dari kedua kelompok besar itu saling menyerang satu dengan lainnya. Baku serang sengit itu menyerupai banyak lautan yang dihempas kemarahan oleh badai menakutkan. (bersambung)
Sloka 10.17 Katham vidyam aham yogims tvam sada paricintayan kesu kesu ca bhavesu cintyo ‘si bhagavan maya Bagaimanakah aku harus mengenal-Mu, oh yogin, apakah dengan meditasi yang berkesinambungan? Dengan dalam bentuk apakah Dikau, oh Tuhan Yang Pengasih, harus kubayangkan Dikau ini?
16 Pages
194 Number 8th year Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
ost.co.id e-mail: info_ibp@balip ost.com. ternationalbalip
st.com. http://epaper.in
rnationalbalipo
L O N A A T I E R N I N T
online: http://www.inte
Monday,
Monday, October
17, 2016
Tilda SwinCumBritish actors Benedict ton and pose during a berbatch film “Doctor of promotion in Hong Kong, Strange” 13, 2016. China October
Yip REUTERS/Bobby
miere of Global pre ange’ ‘Doctor Str ng Kong Ho opens in
and Marvel Derrickson Kevin tor Scott producer
executive ch said at Cumberbat relished Studios Stephen Feige. h plays actor Benedict Strange” he who loses Cumberbatc - British film “Doctor neurosurgeon HONG KONG of his new Strange, a hands in a car accident premiere It’s bold and the use of his the world of sorcery, the world first role as a superhero. film. It’s big. obviously, playing his
a Marvel new, visually and discovers his mentor. Kong of it,” very and screaming the tone with Swinton play in Hong week in it is some of premiere Amid fireworks The film will 27, one but also red carpet internight, on October Novemfans at the on Thursday based he said. who gained the cinemas U.S. release on Cumberbatch for his role in Hong Kong said the film was before its was joined ber 4. (rtr) CumberbatchAmerican comic national acclaim “Sherlock”, direcon a popular TV series Tilda Swinton, Marvel offering. co-star a classic of fulfilled everything from by “It sort have imagined Jl. D.Tamblingan that you could Sanur
You can
ional Bali
find Internat
Post at:
Jl. D.Tamblingan Sanur Cafee 18 Ramayana Jl. D.Tamblingan Sanur Cafee Sari Kuta Jl. Bakung 19 Smirnof Jl. D.Tamblingan Sanur Kuta Hotel Jl. Pantai 20 Legwa Jl. D.Tamblingan Sanur Club Tanduk Cafee 1 Kuta Beach the Coffe Bear 21 Nu Laser Jl. Camplung Kuta Jl. D.Tamblingan Kuta Book Sari 17 DKerobokan Hotel 2 Wen Dys Jl. Bakung 22 Ganesa Jl.Petitenget Paradiso Bali Daiving Legian Kuta 17E Kerobokan 3 Seminyak 23 All For Jl. Padma 23 Jl.Petitenget Klod Resort&Spa 4 Ramayana 24 Barocca 17C Kerobokan Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 Legian Resort&Spa Jl.Petitenget 9 Kerobokan Klod 5 The Lokha 25 Lantern Emtertaiment Jl. D.TamblinganA Sanur Jl.Petitenget Live Sport No. 106 Dps No.126 6 66 Corner 26 Shearlock 140 Jl. Raya Puputan Jl. D.Tamblingan Grill No 148 7 Leghawa 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan 68 Mandala Renon Renon No dan Restoran 148 Jl. Raya Niti Jl. D.Poso 8 Retno Barr 28 Kopi Made Mandala No. No. 50D Manan Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. D.Poso 9 Elkomedor 29 Dimsum Jl. Mohamad No. 39 Scret No.88 Renon Jl. D.Poso 10 Malaika 30 Furama Jl. Merdeka Sanur Subah Renon Denpasar Jl. D.Poso 11 Snack Shack 31 Warung Wuruk 184 khas Gilimanuk Sanur Jl. Hayam Lokal Jl. D.Poso 12 Warung 32 Ayam Betutu Sanur Jl. D.Poso 13 Cokro Cafee 33 Bali Bakery Sanur Jl. D.Poso 14 T.J.Bar Sanur 15 J & N Kebab D.Tamblingan Jl. Bar 16 Goanna 17 Batu Jimbar
October
17, 2016 t After turbulen week, Trumpof revisits talk ‘rigged election’ Page 6
Messi injury threatens absence a World Argentin Cup hopes Page 8
s on reassure Thai PM on; smooth successi n after coronatio king’s funeral Page 13
Govt policy ening causes weak Bali economy of
- Weakening GIANYAR today exglobal economy sectors. Howslowdown pands to many be caused ever, the economic said not to in Bali is due to government “Weakby this, but tourism sector. policy to does not merely affect economy local government of Bali,” ening globalIt is the policy of Resour tourism. the economic weakening Hotel and in resulting of the Indonesia Bali, Tjokorda (PHRI) of said Chairman taurant Association occurs as Ardana Sukawati. condition foreign Oka Artha that this He describedgovernment allowing in Bali. the to operate a result ofwith large capital local entrepreneurs investors only a few capital deposited In the meantime,As a result, theof employees and get the chance. on the salaries a few local only belongs to in Bali is of capital small amount . entrepreneurs Economy...2 on page continued Kambayashi AP Photo/Shizuo the 2016 to secure of Tokyo, of Japan north the MotoGP in Motegi, as he won Motegi circuit staff Ring with team at the Twin Prix center, celebrates Grand Motorcycle Marc Marquez, Japanese Spain’s MotoGP 2016. title, at the Oct. 16, Sunday,
Marquez wins third MotoGP title after Motegi drama
P rd MotoG z wins thi Marque Motegi drama title after This combiname extra motivation.focussed.”
prescame underDovizg But Lorenzo price a hard-chargin in the expensive very sure from his race ended I paid an after a is last year ioso and five laps to go that consistency with to learn But I learned.” vicsec- gravelend skid. p, now a important. front nearly three
rider heads MotoGP kept me really He finishedDucati rider Andrea The championshi for Marquez, next the of his third Japanese tionAlready the youngest Maverick tory procession race and secured onds ahead Island, Australia winning theand Jorge to win a MotoGPseason in 2013, Dovizioso, with Suzuki’s Marc Marquez to Phillip Sunday by Rossi maiden made years on Honda rider title in his triumph in Japan three Vinales third. the seven-times week.(rtr) ip in four rivals Valentino With Rossi,champion, quickly also be heard to seal loschampionsh after his nearest News can had Marquez’s at Global said Spaniard the him the youngest premier class Lorenzo needed in “Bali Image” from 9.30 Grand Prix crashed out. ps. Marquez his 96.5 seal both The 23-year-old p to Lorenzo out of contention, championshi Radio FM am. Listen to better to keep chance to Lorenzo fourth or to handle gave him 10.00 an outside the championshi how to finish only alive. IP STANDINGS: win at Motegi lead over ing year taught him who suffered title defence title but his CHAMPIONSH 77-point pole last POINTS to enjoy practice The Spaniard, pressure. an unassailablewho started on I forget to high. crash in 273 to the POS RIDERMarquez was “Sometimes terrifying Italian Rossi,the gravel early. and 196 pressure Marc year a Saturday but returned grid, 1 because the a big help this on but slid intoyear is really hard third on the 182 Valentino Rossi touch of 2 maximum... The team was “Every the pressure.you track to qualify 165 Jorge Lorenzo give your keep within I felt, when 3 them I forget battled to you always the pressure of the with real champion is 155 Maverick Vinales 4 Okay, you Marquez. “A but this year, 124 Dani Pedrosa in the beginning high,” can keep the pressure. again but 5 especially 116 really really Andrea Dovizioso same mistakes 6 can do the season, was reporters. 106 Cal Crutchlow told it gave 7 Marquez pressure but 96 Pol Espargaro 8 “I felt more 84 Andrea Iannone 9 Hector Barbera 10
until FM at http:// Global Radio ten2myat globalfmbali.lis streaming or live video and http:// radio.com lfmbali.com li. http://radiogloba nel/global-fm-ba
balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
ustream.tv/chan
SENIN KLIWON, 17 OKTOBER 2016
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Panji Kuning ’’Comeback’’ NAMA Panji Kuning tidak asing lagi bagi penggemar lagu pop Bali. Setelah hampir tujuh tahun vakum, kini penyanyi lawas dengan nama asli I Ketut Joni Artha ini mulai menggarap album baru. Rencananya, mini album penyanyi asal Desa Legian, Kuta ini bakal menyapa penggemarnya paling lambat awal 2017 mendatang. Dalam album mini terbarunya tersebut, rencananya akan ada sekitar delapan lagu, di mana beberapa di antaranya diambil dari lagu pada album sebelumnya yang paling populer. ‘’Ya, lama sekali tidak ngeluarin album. Sekarang masih tahap penggarapan,’’ ujar penyanyi yang mulai aktif di dunia tarik suara sejak 1996 silam itu. Sekitar tiga bulan lalu, Panji Kuning sudah mulai melepas satu single yang diberi judul ‘’Ojek Istimewa’’ yang temanya masih seputaran tentang percintaan. Lagu ‘’Ojek Istimewa’’ rencananya akan dimasukkan dalam album mininya tersebut. Meskipun sudah bisa dinikmati di beberapa stasiun radio lokal di Bali, namun single ‘’Ojek Istimewa’’ belum dibuatkan video klipnya. ‘’Mungkin video klipnya nanti barengan dengan rilis album,’’ ujar pelantun lagu ‘’Pulang Kampung’’ yang terakhir kali mengeluarkan album pada tahun 2009 silam bertajuk ‘’Murah Rezeki’’. (win)
Geliatkan Desa Wisata
Perlu Terobosan Lebih Inovatif SEJAK dua tahun lalu, Pemkab Bangli sangat getol membentuk desa wisata. Jumlahnya telah mencapai 25 lokasi. Terobosan ini salah satunya dimaksudkan untuk memberikan pendapatan untuk desa bersangkutan. Realitanya, desa wisata yang berkembang dan dikenal wisatawan hanya segelintir. Lalu, langkah apa yang perlu diambil pemerintah menyikapi hal tersebut?
Panji Kuning
Bali Post/ist
Desa wisata yang dibentuk Pemkab Bangli tersebar di tiga kecamatan, yakni Bangli, Tembuku dan Kintamani. Beberapa desa wisata juga jaraknya berdekatan, dapat ditempuh dalam hitungan menit. Realita menunjukkan, yang mampu berkembang hanya segelintir. Itu pun karena di dalamnya ada masyarakat yang menekuni dunia pariwisata. Sementara yang lainnya hanya menyandang status saja sebagai desa wisata. Namanya tidak tenar di telinga wisatawan. Harapan bisa membangun desa dari retribusi wisatawan rupanya masih jauh dari harapan.
Kondisi yang demikian menjadi sorotan anggota DPRD Bangli, I Wayan Jamin. Langkah yang dilakukan Pemkab Bangli untuk membentuk desa wisata terkesan tidak didukung grand design. Untuk menggeliatkannya, perlu ada langkah-langkah yang lebih inovatif, bukan hanya menyuguhkan hal yang monoton. Tidak ada terobosan yang mengikuti tren wisatawan. ‘’Pembentukan itu harus didukung dengan langkah-langkah yang inovatif,’’ tegasnya, Minggu (16/10) kemarin. Politisi Gerindra ini menjelaskan, langkah inovatif itu tak semata-mata bagaima-
na memaksimalkan pengelolaan keindahan alam yang ditawarkan saja. Belakangan ini, sektor pertanian telah mampu menjadi daya tarik wisatawan. Bangli sangat kaya akan itu. Demikian juga dengan sektor industrinya, seperti bambu yang sangat variatif. Hal inilah yang bisa dijadikan pendukung desa wisata tersebut. ‘’Desa wisata tak harus menawarkan keindahan alam saja. Tetapi, potensi yang lain bisa dipertontonkan. Bangli memiliki banyak potensi tersebut. Ini yang bisa dipadukan dengan desa wisata itu,’’ katanya. Guna mewujudkan itu, sangat sulit jika hanya di-
lakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) saja. Tetapi, perlu ada dukungan dari SKPD lain, menyesuaikan dengan bidangnya. ‘’Menggarap desa wisata itu harus lintas sektoral. Dinas pertanian memberikan pembinaan budi daya komoditi,’’ ujar Jamin. Wakil rakyat asal Desa Landih, Bangli ini menegaskan, desa wisata itu tak hanya penting kaitannya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Tetapi, lebih dari itu harus mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. ‘’Beberapa desa wisata juga lokasinya berdekatan. Pemkab juga perlu merancang wisata paket,’’ imbuhnya. Kepala Disbudpar Bangli I Wayan Adnyana mengakui desa wisata itu harus dikelola lebih inovatif. Pihaknya pun
TEROBOSAN - Desa Wisata Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Bangli yang sering dikunjungi wisatawan. Guna makin menggeliatkan potensi desa wisata itu, Pemkab Bangli diminta mencari terobosan yang lebih inovatif. memandang dalam pengembangannya harus melibatkan lintas sektoral. Hal ini pun sudah mulai dilakukan. ‘’Potensi lain yang ada di sana sudah kami jajaki. Dengan dinas pertanian sudah sempat turun. Nanti juga akan kami koordinasikan dengan Disperindag karena ada beberapa desa wisata yang memiliki potensi industri rumah tangga,’’ ungkapnya. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan Bangli Ni Wayan Manik menyebutkan, hampir seluruh desa wisata sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian. ‘’Pembinaan untuk petani di desa wisata makin diintesifkan. Ini sangat berkaitan. Pertanian juga bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,’’ tegasnya. (sos)