Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 27 TAHUN KE 71

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pertemuan IMF-WB Berdampak pada Pembangunan Ekonomi Bali 15.000 Delegasi

36

Rp miliar Pesawat

Rp

28 miliar

Sewa kendaraan

189

146

Rp miliar Konsumsi

Negara

886 miliar

Rp Causa Iman Karana

Bali Post/dok

Anggaran

PERSIAPAN IMF-WB sudah mencapai 91 persen. Sejumlah infrastruktur sudah selesai dibangun. Underpass sudah dibuka, patung GWK sudah dipelaspas. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali Causa Iman Karana mengatakan, infrastruktur ini akan bermanfaat untuk pembangunan ekonomi Bali. ‘’Jadi infrastruktur itu adalah manfaat langsung dari IMF-WB terhadap Bali,’’ kata Iman, Kamis (13/9) kemarin. Selain manfaat langsung itu, pariwisata Bali akan terpromosi lebih besar lagi ke kancah internasional. Karena ada 189 menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari masing-masing negara

PERTEMUAN tahunan IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia yang diselenggarakan di Nusa Dua, diyakini akan berdampak positif terhadap iklim pariwisata Bali. Perhelatan taraf internasional ini sekaligus juga menjadi pertaruhan citra pariwisata di Kabupaten Badung. Guna menjaga citra positif, pemerintah setempat telah melakukan berbagai upaya penataan dan ‘’bersih-bersih’’. Seperti penataan taman meridian, penataan arus lalu lintas, termasuk keberadaan gelandangan dan pengemis

underpass

- Anggaran: Rp 209 miliar (APBN) Rp 80 miliar (APBD Badung) - Panjang 712 meter - Tinggi 5,1 meter

akan hadir. Manfaat lainnya yaitu pertumbuhan ekonomi Bali akan terdorong dengan adanya IMF WB ini, yaitu 6,00 – 6,40 persen tahun 2018. Hal. 15 Sisi Permintaan

Badung ’’Bersih-bersih’’ (gepeng). Pemkab Badung melalui Dinas Perhubungan setempat akan mengerahkan ratusan personel Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengatur kelancaran selama event internasional berlangsung. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung A.A. Ngurah Rai Yuda Darma mengatakan telah mendapat instruksi dari pemerintah setempat dan arahan-arahan dari pusat maupun provinsi untuk turut menyukseskan perhelatan tersebut. Hal. 15 Jalur Bandara

bandara benoa tourism port ngurah rai - Rp 1,7 triliun

total anggaran

- Perluasan Apron dengan reklamasi 45 hektar - Perluasan area Check In - Angaran Rp 1,34 triliun

ing adalah pengamanan jalur yang akan dilewati delegasi. Konferensi ini akan dihadiri gubernur bank sentral dan menteri keuangan dari 189 negara. Secara keseluruhan total peserta mencapai 15 ribu orang. ‘’Untuk Satgas Walrolakir (pengawalan, rute, patroli dan parkir) saja melibatkan 2.021 orang. Sampai lokasi parkir termasuk pengamanannya kami persiapkan,’’ ujar Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana didampingi Kasubdit Dikyasa AKBP Nyoman Sukasena, Kamis (13/9) kemarin. Hal. 15 Bengkel Mobil

INDEKS Remaja Kubur Bayinya di Pekarangan Rumah Mayat orok ditemukan terkubur di salah satu rumah di BTN Gunung Sari di Jalan Tukad Buana, Desa Padangsambian, Denpasar Barat (Denbar), Kamis (13/9) kemarin. Mayat bayi itu sempat dibawa ke restoran, tempat TAS bekerja. Kini TAS mendekam di kantor polisi.

- Rp 450 miliar

Denpasar (Bali Post) IMF-World Bank Annual Meeting yang berlangsung 8-14 Oktober mendatang diperkirakan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali sekitar 15 hingga 20 persen. Panitia juga telah menyiapkan 60 paket wisata, yang 33 di antaranya ada di Pulau Dewata. Di antaranya ada Tanah Lot, Pantai Pandawa, Ulun Danu Beratan, dan Kuta. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman Dinas Pariwisata di kabupaten/kota yang nanti destinasinya sudah ditentukan ada 33. Jadi kita harapkan mereka menyiapkan infrastruktur, kebersihan lingkungan, dan sebagainya,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra. Menurut Yuniartha, peserta IMF-World Bank Annual Meeting pasti mengajak serta keluarga atau teman untuk ikut datang ke Bali. Mereka yang tidak ikut pertemuan inilah yang menjadi sasaran utama agar mengunjungi 33 destinasi dalam paket wisata. Kendati, tidak tertutup kemungkinan untuk mengunjungi destinasi lain, sehingga perlu dipersiapkan pula. Secara khusus, Yuniartha berpesan agar travel agent yang sudah ditetapkan juga membawa mereka ke pasar oleh-oleh tradisional seperti Pasar Sukawati. Dengan demikian, ada dampak yang langsung dirasakan masyarakat dari adanya IMFWorld Bank Annual Meeting. Seperti halnya 33 destinasi yang dijadikan paket wisata, masalah infrastruktur, kebersihan lingkungan utamanya dari sampah dan kebersihan toilet menjadi hal yang wajib dipersiapkan. Saat ini, lanjut Yuniartha, hotel-hotel di Nusa Dua sudah full booked untuk IMF-World Bank Annual Meeting yang akan digelar 8-14 Oktober mendatang. Para peserta diperkirakan sudah datang sejak dua minggu sebelum acara dan berada di Bali sampai dua minggu setelah acara. (kmb32)

Gubernur Wayan Koster Minta agar UMKM Dilibatkan Dalam IMF-WB 2018

Bule Naik ’’Palinggih’’ di Batukau Kasus bule naik palinggih di areal Pura Batukau menjadi atensi khusus kepolisian maupun pangempon pura. Selain ngaturang guru piduka dan prayascita untuk menyucikan kembali palinggih tersebut, polisi segera menelusuri keberadaan pelaku yang diduga berkewarganegaraan Denmark.

Halaman 7 Ribuan Bayi Derita Paru-paru Basah

Halaman 15

Bali Post/dok

DELEGASI - Objek wisata Tanah Lot menjadi salah satu paket kunjungan para delegasi IMF-WB.

Halaman 2

Ribuan bayi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menderita paru-paru basah. Ini akibat dampak dari cuaca yang tidak menentu serta kebersihan lingkungan yang tak terawat. Bagaimana cara mengetahui anak menderita paru-paru basah

penyelesaian patung gwk

Disiapkan 60 Paket Wisata, 33 di Bali

Pendataan Senjata Api KEPOLISIAN dan TNI semakin masif melaksanakan pertemuan untuk mematangkan pengamanan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB). Event ini akan diselenggarakan 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali. Polda Bali sebagai penanggung jawab pengamanan sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Bahkan, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose terus menghadiri pertemuan, baik yang diadakan di Jakarta maupun luar negeri untuk mematangkan pelaksanaan IMF dan WB tersebut. Salah satu yang terpent-

666

Rp miliar Akomodasi dari 15.000

TERIMA ROMBONGAN - Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima Chief Organizational Transformation Officer Kementerian Keuangan selaku Sekretaris Pokja Tim Persiapan Annual Meetings IMF-WB 2018 Adi Budiarso dan rombongan dalam rangka melaporkan persiapan penyelenggaraan IMF-WB 2018, di ruang kerja, Kamis (13/9) kemarin.

GUBERNUR Bali Wayan Koster minta agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lebih dilibatkan dalam perhelatan akbar International Monetery Fund (IMF) dan World Bank (WB) yang dilaksanakan di Bali 8-14 Oktober mendatang. Harapan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima Chief Organizational Transformation Officer Kementerian Keuangan selaku Sekretaris Pokja Tim Persiapan Annual Meetings IMF-WB 2018 Adi Budiarso dan rombongan dalam rangka melaporkan persiapan penyelenggaraan IMF-WB 2018, di ruang kerjanya, Kamis (13/9) kemarin. Gubernur Koster yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan bahwasannya keberadaan UMKM di Bali merupakan salah satu roda penggerak ekonomi masyarakat di samping sektor pariwisata. Untuk itu, Gubernur minta agar UMKM turut dilibatkan dalam pelaksanaan IMF-WB, sehingga dampaknya secara ekonomi akan dirasakan betul oleh masyarakat Bali khususnya

bagi para pelaku UMKM. ‘’Berikan ruang pada UMKM untuk terlibat di dalamnya, sehingga masyarakat merasakan dampaknya secara ekonomi. Bila perlu sewaktu-waktu kuliner makanan Bali juga diperkenalkan. Persiapkan semua kegiatan dengan baik, pada prinsipnya Pemprov Bali mendukung penuh dan siap menyukseskan event ini,’’ imbuhnya. Sementara itu, Adi Budiarso dalam laporannya menyampaikan bahwa perkembangan persiapan IMF-WB 2018 sampai dengan awal September 2018 telah mencapai 91 persen dan pada awal bulan Oktober diharapkan sudah rampung 100 persen. Berbagai persiapan serta koordinasi dengan stakeholders terkait terus ditingkatkan, sehingga penyelenggaraan event akbar ini akan berjalan sukses. Pertemuan itu rencananya dihadiri 189 negara dengan total delegasi asing yang diperkirakan bisa mencapai 18.000 hingga lebih dari 20.000 orang. Hal. 15 Hasil Kerajinan


DENPASAR

2 FIGUR Bali Darurat Wirausaha

Bali Post/may

BALI darurat wirausaha. Saat ini rasio wirausaha di Bali baru tujuh persen. Minimal harus ada 15 persen dari jumlah penduduk Bali yang berwirausaha. Pentingnya wirausaha karena saat ini ekonomi Indonesia, khususnya Bali sedang berada pada ketidakpastian. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan hal itu, Kamis (13/9) kemarin. Kalau rasio wirausaha ini tidak terpenuhi, katanya, akan terjadi serbuan pengusaha dari luar Bali. Hal yang dikhawatirkan yaitu menjadi penonton di daerah sendiri pun akan terjadi. Maka dari itu, ia menyasar anak-anak sekolah mulai dari SMA/SMK dan universitas untuk memberi pemahaman dan mengubah mindset

mereka. Orientasi bekerja tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini, namun yang seharusnya dilakukan generasi muda adalah menciptakan pekerjaan. “Kita tularkan mereka virus wirausaha, bagaimana menjadi wirausaha yang baik, yang tahan terhadap gempuran dari pengusaha nasional maupun internasional,” katanya seraya mengatakan, saingan pengusaha Bali tidak hanya di Bali tapi juga nasional dan internasional.Ditegaskan, darurat wirausaha karena kondisi ekonomi saat ini sedang berada pada ketidakpastian. Untuk menstabilkan ekonomi di tengah kondisi ketidakpastian, maka sektor usaha harus ditumbuhkan. Dengan menumbuhkan wirausaha minimal 15 persen, maka ekonomi Bali bisa tumbuh 7-8 persen. “Kita harapkan wirausaha ini bisa tumbuh di daerah atau kabupaten yang masih miskin. Sehingga dengan adanya wirausaha yang tangguh di daerah itu, maka akan mampu mengangkat ekonomi daerah itu sendiri,” ungkapnya. Bali sendiri masih didominasi sektor usaha akmamin (akomodasi makan mi-

num) serta perdagangan besar dan kecil. Tak heran ini terjadi karena Bali adalah daerah pariwisata yang kebutuhannya lebih banyak pada sektor tersebut. Maka dari itu, untuk menyeimbangkan ekonomi Bali agar tidak hanya bertumpu pada pariwisata, maka perlu sumber ekonomi lain seperti menumbuhkan industri kreatif, kerajinan, agrobisnis, jasa, usaha kecantikan, spa, dan lain-lain. “Produk handicraft, food and beverage, agrobisnis, produk massage untuk spa, furniture masih diperlukan. Furniture sekarang sedang tumbuh terutama di negara Arab dan Amerika Latin, Meksiko, dan Brasil,” bebernya. Menurut pria yang mencalonkan diri menjadi anggota DPR-RI Dapil Bali ini, masih banyak produk yang diperlukan dan diminati baik oleh konsumen Bali, Indonesia maupun internasional. Makanya, perlu pengusaha yang membuat produk-produk tersebut. Dengan adanya pengusaha itu, tentu pasokan produk yang dibutuhkan akan semakin banyak, inflasi terkendali, dan daya beli masyarakatpun tinggi. (may)

Dilahirkan di Kamar Mandi

Remaja Kubur Bayinya di Pekarangan Rumah Denpasar (Bali Post) Mayat orok ditemukan terkubur di salah satu rumah di BTN Gunung Sari di Jalan Tukad Buana, Desa Padangsambian, Denpasar Barat (Denbar), Kamis (13/9) kemarin. Pelakunya tak lain penghuni rumah tersebut berinisial TAS (19) dan bayi itu diduga hasil hubungan badan dengan pacarnya. Saat ini karyawan restoran tersebut diamankan di Polsek Denbar. Informasi yang diperoleh di lapangan, pelaku mengaku pada Senin (10/9) pukul 17.00 Wita merasa sakit perut dan berikan obat pereda sakit. Ia minum sebanyak tiga butir. Karena sakit perutnya tidak mau hilang, sekitar pukul 20.00 Wita pelaku ke kamar mandi. Dia mengira mau datang bulan. Setelah beberapa saat kemudian, anaknya tersebut lahir di atas kloset, dengan posisi kepala di bawah. Bayi tersebut sempat bergerak tapi tidak menangis, setelah itu tidak bergerak lagi. “Pelaku

lalu membersihkan bayi itu, lalu dibungkus dengan baju dan kain. Sebelum dikubur di pekarangan rumahnya, bayi itu disimpan dalam tas dan ditaruh di atas sofa,” ujar sumber. Pengakuan TAS saat diperiksa pada Selasa (11/9) sekitar pukul 08.00 Wita, tas berisi mayat orok tersebut dibawa bekerja di restoran di Jalan Dewi Sri, Legian, Kuta. Setibanya di tempat kerjanya tersebut, pelaku menaruh tas berisi mayat orok ini di loker. “Sepulang kerja dan setibanya di rumahnya, pelaku tidak membawa masuk tas itu tapi ditaruh di luar rumah,” kata sumber. Sekitar pukul 21.00 Wita pelaku menggali tanah di pojok rumah dekat tempat sampah nenggunakan cetok. Setelah menggali tanah sedalam 40 sentimeter, orok tersebut dikubur dan ditutup dengan genteng. Sementara keterangan ibu pelaku, PM (37), saat hendak berangkat kerja sekitar pukul 08.00 Wita ia melihat kain dan dikerubuti lalat serta mencium

819446 / 081337032965

Topik : Hutan Lindung di Kintamani Terbakar

bau busuk. Kain tersebut dilihat di pojok rumahnya, tepatnya di samping tempat sampah. Sekilas PMP melihat seperti pantat bayi, tapi dia tidak berani membuka. “PM langsung memanggil suaminya,” ungkap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Mendengar teriakan sang istri, YS (49) langsung keluar sambil membawa kayu dan digunakan membuka kain tersebut. Saat itu dilihat bagian paha orok tersebut, namun dikira paha ayam. YS tidak berani membuka kain tersebut, lalu minta tolong tetangganya. Salah seorang warga membuka kain tersebut dan ternyata mayat orok. Kasus ini langsung dilaporkan ke polisi. Pukul 09.30 Wita, petugas Inafis Polresta Denpasar dan Polsek Denbar tiba di TKP. Setelah kuburan itu digali, mayat orok perempuan tersebut langsung diangkat. Hasil olah TKP, bayi tersebut terbungkus baju warna abu-abu serta kain warna ungu. Di bawah mayat bayi terdapat ari-ari terbungkus tas plastik warna hitam. Diduga pelaku takut dan malu diketahui melahirkan oleh orangtuanya. Bayi tersebut merupakan hasil hubungan dengan pacarnya. Kapolsek Denbar Kompol Adnan Pandibu saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut. “Pelakunya sudah kami amankan dan di TKP dipasangi garis polisi,” tegasnya. (kmb36)

Diundi Setiap Enam Bulan

Nasabah Simpedes Panen Hadiah BRI BANK Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (Kanca) Denpasar Gajah Mada dan BRI Kanca Denpasar Renon betulbetul memanjakan nasabahnya. Diundi setiap enam bulan sekali, nasabah Simpedes diberikan hadiah yang berlimpah. Untuk Periode I Tahun 2018, Kamis (13/9) kemarin BRI Kanca Denpasar Gajah Mada dan BRI Kanca Denpasar Renon kembali mengundi hadiah yang begitu memukau di Hotel Puri Ayu, Denpasar. Di hadapan notaris, Dinas Sosial dan pihak kepolisian, undian yang dikocok lewat perangkat komputer itu menyertakan hadiah utama dua unit mobil Suzuki Ertiga, 12 sepeda motor, delapan LED Samsung, 10 TV LED Samsung. “Hadiah undian Simpedes selalu meningkat setiap periodenya seiring peningkatan saldo tabungan Simpedes di BRI unit manapun di kanca kami. Tentunya itu partisipasi masyarakat. Kami berharap agar menginformasikan ke sanak keluarga, teman, tetangga, kenalan dan siapapun untuk bergabung dengan kami di BRI. Percayalah, kami akan memberikan apresiasi baik dalam bunga yang selalu bersaing maupun hadiah yang semakin bertambah besar,” ujar Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Denpasar Gajah Mada I Ketut Manuartha, Kamis (13/9) kemarin. Manuartha menambahkan, BRI mempunyai jaringan yang sangat luas, yang sudah barang tentu dapat mempermudah dalam meningkatkan tabungan Simpedes. “Kami mempunyai unit kerja yang tersebar di Kota Denpasar. Untuk Kanca Denpasar Gajah Mada ada

SIMPEDES - Pemimpin Cabang BRI Denpasar Gajah Mada I Ketut Manuartha memberikan kunci mobil secara simbolis kepada pemenang undian Simpedes. sebanyak 16 BRI Unit, delapan teras yang seluruhnya sudah online,” katanya. Yang menarik, Simpedes sekarang dikemas lebih modern. Yakni bisa diambil dengan menggunakan ATM dan fasilitas mobile BRI yang juga dapat diakses melalui internet maupun handphone selama 24 jam. Undian Simpedes ini bersifat sangat lokal, karena merujuk kanca BRI bersama unit kerja supervisinya. Yakni di Kanca Gajah Mada meliputi KCP Hayam Wuruk, Unit Gatot Subroto, Unit Tohpati, Penatih, Melati, Gerenceng, Sanur, Renon, Sidakarya, Sesetan, Teuku Umar, Imambonjol, Monang Maning, Diponegoro, Unit Sudirman dan Kereneng. Sementara Kanca BRI Renon meliputi KCP Sanur, Diponegoro, Undiknas, Teuku Umar,

WR Supratman. Hadiah Simpedes dari Kanca Renon berupa sepuluh unit sepeda motor dengan berbagai type. “Kami juga mengadakan program SHL (Simpedes Hadiah Langsung) dan Semar. Yaitu program pemberian direct gift tanpa proses pengundian kepada nasabah yang melakukan penyetoran dana fresh fund ke rekening Simpedes dan bersedia diblokir dalam waktu tertentu,” ujar Manuartha. Dalam memanjakan nasabah BRI, kata Manuartha semakin meningkat saldo tabungannya, semakin banyak kesempatan memenangkan periode undian Simpedes berikutnya. Pemenang hadiah mobil Suzuki Ertiga diraih oleh Wayan Nuraja Unit Penatih dan Ni Wayan Wartini Unit Monang Maning. (ad548)

Jumat Paing, 14 September 2018

Pemanfaatan Lahan di Pelabuhan Benoa Dipertanyakan Denpasar (Bali Post) -

Rencana pengembangan Pelabuhan Benoa oleh PT Pelindo III terus mendapat perhatian sejumlah pihak. Terlebih, selama ini Pelindo III Cabang Benoa sudah melakukan pengerukan alur dan kolam pelabuhan. Selain itu, sudah ada lahan baru hasil pengurukan yang akan menjadi areal pengembangan pelabuhan. Terkait pengembangan Pelabuhan Benoa, sejumlah komponen masyarakat seperti Paiketan Krama Bali, Puskor Hindu Indonesia, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bali, serta perwakilan masyarakat Tajung Benoa mendatangi PT Pelindo III Cabang Benoa, Kamis (13/9) kemarin. Mereka diterima CEO Pelindo III Regional Bali-Nusra Wayan Eka Saputra didampingi General Manajer Terminal A.A. Gede Mataram, serta Deputy General Afair Pelabuhan Agung Kariana. Pada kesempatan tersebut, Ketua Paiketan Krama Bali Agung Suryawan mengharapkan Pelindo III Cabang Benoa jangan terlalu banyak membangun fasilitas di luar fungsi pelabuhan. Persentasenya harus lebih banyak untuk kegiatan pelabuhan. Kalupun ada lahan untuk bidang bisnis dan perdagangan, pihaknya mengharap-

kan tidak terlalu besar. Sementara itu, Ngurah Arwata sempat mempertanyakan proses keluarnya analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang dimiliki Pelindo III Cabang Benoa. Terutama terkait dengan sosialisasi kepada masyarakat pendamping, karena selama ini pihaknya belum mengetahui adanya sosialisasi terkait amdal tersebut. Menanggapi sejumlah saran tersebut, Eka Saputra menyambut positif dan akan menindaklanjutinya. Ditegaskan, pengembangan Pelabuhan Benoa ini pada intinya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna pelabuhan. Termasuk kegiatan pengerukan alur dan kolam pelabuhan, semata-mata karena tuntutan pengelola kapal-kapal cruise besar yang ingin sandar ke Bali. Terkait pembangunan fasilitas di luar kegiatan

Bali Post/ara

PERTEMUAN - Suasana pertemuan sejumlah komponen masyarakat Bali dengan pihak Pelindo III Cabang Benoa. pelabuhan, Eka Saputra mengaku tetap pada fungsi utama pelabuhan. Bahkan pihaknya menjamin tidak akan ada hotel di areal pelabuhan. “Kami bisa rugi kalau bangun hotel. Karena hotelnya kan sudah langsung di kapal itu. Jadi tidak mungkin kami membangun hotel,” jelasnya. Eka Saputra mengatakan, dalam penataan ini pihaknya tetap mengacu pada ketentuan yang diper-

bolehkan dalam UU, seperti Perda Nomor 27 Tahun 2011 tentang RTRW Denpasar. Dalam perda tersebut pengembangan Pelabuhan Benoa sudah ditetapkan mencapai 143 hektar. Saat ini luas pelabuhan hanya 58 hektar. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Kejari Musnahkan Narkoba Senilai Rp 59,1 Miliar Denpasar (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar memusnahkan

barang bukti (BB) narkotika yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap se-

Bali Post/eka

nilai Rp 59,1 miliar, Kamis (13/9) kemarin. Selain itu juga dimusnahkan belasan ponsel, puluhan senjata tajam, dan dihancurkannya satu mesin dingdong dari 31 BB hasil sitaan limpahan polisi. “Pemusnahan ini rutin dilakukan. Ini sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Paling banyak adalah narkoba yang kalau dirupiahkan bernilai hampir Rp 60 miliar,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Sila H. Pulungan. Ia mengakui kasus narkoba menjadi perhatian publik sehingga tahun ini dilakukan pemusnahan hingga dua kali. BB yang dimusnahkan kemarin adalah hasil perkara selama sepuluh bulan. “Saya berharap adanya penurunan angka kasus narkoba, karena narkoba menjadi musuh bersama,” ujarnya.

Secara terinci, narkoba yang dimusnahkan meliputi ganja seberat 1.027,02 gram, kokain 122,42 gram, hasish 2.956,83 gram, ekstasi 2.507,61 gram atau 416 butir pil ekstasi dan sabu-sabu seberat 29.778,56 gram. Di samping itu, juga ada 23 perkara tindak pidana umum berupa senjata tajam dengan jumlah barang bukti 28 buah senjata tajam. Saat disinggung soal pemusnahan satu mesin dingdong dari 31 yang diamankan, Sila H. Pulungan menyebutkan memang dari 31 BB mesin dingdong baru satu yang dihancurkan. Sedangkan sisanya yakni 30 mesin dingdong masih dititipkan di rubasan. “Baru satu, 30 masih dirubasan. Tetap kami musnahkan. Nggak ada gunanya jika tidak dimusnahkan. Setelah hari ini, kita musnahkan (30 mesin),” tegasnya. (kmb37)

Pemkot Denpasar Terima Penghargaan ”Dukcapil Hebat” Zudan Arif Apresiasi Pelayanan Dukcapil Denpasar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Denpasar menerima penghargaan “Dukcapil Hebat” dari Kementerian Dalam Negeri RI atas pengembangan inovasi dan besarnya dukungan kepala daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Penghargaan diserahkan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. bersama Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. yang diterima Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di Patra Semarang Hotel & Convention Center, Rabu (12/9). Penyerahan piagam penghargaan diberikan pada acara pembukaan Rakornas II Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2018 yang dihadiri 1.400 undangan dari perwakilan gubernur, bupati/ wali kota serta kepala Dinas Dukcapil kabupaten/kota seIndonesia. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. mengatakan, penghargaan diberikan kepada kepala daerah atas inovasi dan dukungan sebagai kepala daerah yang merupakan faktor kunci dalam mewujudkan target capaian kinerja dan kualitas pelayanan di bidang pendataan kependudukan. “Sehubungan dengan itu, melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun 2018, dilakukan penilaian dan pemberian penghargaan kategori

Dukcapil Hebat terhadap pengembangan inovasi dan besarnya pelayanan administrasi kependudukan kepada kepala daerah yang dinilai telah melakukan berbagai inovasi di daerah yang dipimpinnya,” jelasnya. Penghargaan Piagam Dukcapil Hebat yang diberikan kepada Pemkot Denpasar sebagai reward yang diberikan kepada Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang dinilai telah memberikan dukungan prima terhadap peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kota Denpasar. Penghargaan ini memiliki kriteria khusus, yakni kepala daerah yang memiliki beragam inovasi dan dukungan anggaran melalui APBD dengan daya ungkit yang besar serta dukungan kepala daerah secara langsung dalam aktivitas pelayanan administrasi kependudukan. “Kalo mau lihat pelayanan Dukcapil yang baik bisa langsung datang ke Denpasar. Kami juga sering berkunjung langsung tanpa sepengetahuan kepala daerah di sana, dan memang benar pelayanannya bagus dan patut dicontoh daerah lain,” ujar Zudan Arif. Selain Kota Denpasar yang menerima penghargaan “Dukcapil Hebat”, ada juga Kota Surabaya, Kota Madiun dan Kota Malang yang menerima penghargaan “Dukcapil Bisa”. Sedangkan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Merauke menerima penghargaan kategori “Khusus” begitu juga penghargaan “Dukcapil Selaras” diberikan kepada lembaga yang kebijakannya berdampak

PENGHARGAAN - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat menerima penghargaan Dukcapil Hebat di Patra Semarang Hotel & Convention Center, Rabu (12/9). luas terhadap peningkatan kualitas data dan dokumen kependudukan, dengan kriteria kategori adalah lembaga yang memiliki kebijakan berskala nasional dan berdampak luas terhadap peningkatan kualitas data dan dokumen kependudukan yang diberikan kepada BPJS Kesehatan. Sedangkan penghargaan “Mitra Dukcapil” diberikan kepada organisasi kemasyarakatan (ormas)/LSM/lembaga nirlaba yang berperan aktif mendukung program administrasi kependudukan yang berskala nasional dan mampu menggerakkan masyarakat dalam mendukung tertib administrasi kependudukan diberikan kepada Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI). Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar A.A. Istri Agung mengatakan, atas komitmen Wali Kota Denpasar dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara berbagai

indikator ataupun kriteria untuk pemberian penghargaan Dukcapil Hebat memang telah dipenuhi Pemkot Denpasar, seperti fasilitas gedung pelayanan, dukungan APBD, sarana pelayanan seperti mobil keliling, printer pencetakan e-KTP, berbagai inovasi yang diterapkan seperti pelayanan cepat akurat, pelayanan sistem paket yang diurus secara bersamaan dalam satu paket, pelayanan akta online, sistem Balado (Barkot Lacak Dokumen), Akuwaras, Sicemen (Sistem Cek dokumen) serta berbagai layanan inovasi lainnya. “Penghargaan ini juga menjadi motivasi untuk kami agar ke depannya selalu lebih baik, dan berkomitmen terus mendukung berbagai inovasi Wali Kota Denpasar dalam upaya meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan di Kota Denpasar,” ujarnya. (ad689)


Jumat Paing, 14 September 2018

BADUNG

3

Penetrasi Industri Rokok Makin Mengkhawatirkan Mangupura (Bali Post) -

Penetrasi industri rokok makin mengkhawatirkan. Liberalisasi rokok yang menyasar anak-anak sebagai pasar telah terjadi di Indonesia. Dari data Kementerian Kesehatan, 2 hingga 3 dari 10 anak-anak Indonesia berusia 15 sampai 19 tahun adalah perokok. Selama 15 tahun yakni sejak 2001 sampai 2016, persentase anak-anak usia 15 sampai 19 tahun yang merokok naik dari 21 persen menjadi 24 persen. Perlindungan dari tembakau bukan hanya ditujukan bagi anak-anak, tetapi juga perempuan dan kelompok rentan terdampak industri tembakau. Merujuk laporan Universitas Indonesia melalui studi keamanan sosial pada 2018, sekitar 225.700 orang di Indonesia meninggal setiap tahun karena rokok. Sekitar tujuh persen dari jumlah itu atau 15.844 orang merupakan perempuan. Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M.(K) di selasela Asia Pacific Conference on Tobacco or Health ke-12 (APACT 12th), Kamis (13/9) kemarin di Nusa Dua menyampaikan pihaknya terus mendorong pemerintah dae-

rah menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR). Karena bagaimanapun, KTR sangat penting untuk melindungi perokok pasif termasuk ibu hamil. ‘’Perempuan dan anak adalah kelompok rentan rokok. Mereka sering menjadi pihak terdampak atau perokok pasif,’’ ucapnya. Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling., M.A. mengungkapkan, isu tembakau selalu menarik untuk didiskusikan. Dari data WHO, pada 2016 jumlah perokok di dunia mencapai 1,2 miliar orang. Dari jumlah itu, 800 juta di antaranya berada di negara

berkembang. Bahkan, sebanyak 6 juta orang meninggal karena rokok dan hampir 50 persen berada di Asia Pasifik. Bank dunia memprediksi, pada 2030 tingkat kematian akibat rokok akan mencapai 10 juta orang. Dari jumlah tersebut, 70 persennya berasal dari Asia Pasifik. Menurutnya, jumlah pemain industri rokok di kawasan ini sangat sig nifikan. Sebagai catatan, di Indonesia ada sekitar 336 miliar batang rokok diproduksi hingga akhir 2017 dan diprediksi meningkat hingga 524 miliar batang pada tahun 2020. Diakuinya, penetrasi industri rokok di Indonesia sangat mengkhawatirkan.

Pada tahun 2016 sekitar 90 juta warga Indonesia merokok. Ini menjadikan Indonesia negara pengkonsumsi rokok terbesar ketiga setelah Rusia dan China. Rokok adalah ancaman laten bagi anak-anak. Dampak yang ditimbulkan karena rokok akan dirasakan ketika usia 15 hingga 20 tahun, ketika mereka menjadi produktif. ‘’Berdasarkan data PBB, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada 2014 dan momentum ini tidak akan bisa digunakan menuju sustainable development jika kita tidak berjaga dan memproteksi anak-anak dari rokok sejak dini,’’ jelasnya. Untuk itu, pihaknya akan menjaga untuk memastikan bahwa anak-anak akan terlindungi dari rokok. ‘’Untuk mencapai target itu, kami akan bekerja sama dengan Asia Pasifik guna memformulasikan kontrol terhadap rokok,’’ tambahnya. (kmb23)

Sekda Adi Arnawa Matangkan Persiapan ”Launching” Mall Pelayanan Publik SEKRETARIS Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat persiapan launching Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Badung tahun 2018, bertempat di ruang pertemuan Kriya Gosana Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Rabu (12/9) lalu. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung I Made Agus Aryawan, pimpinan OPD terkait dan perwakilan instansi vertikal seperti BUMN, BUMD dan swasta yang terdiri dari 24 instansi dan 121 layanan yang tergabung dalam Mall Pelayanan Publik. Mall Pelayanan Publik ini menurut rencana akan dilaunching Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) Drs. Syafruddin, M.Si. pada 17 September mendatang. Sekda Adi Arnawa dalam kesempatan itu menyatakan, rapat ini untuk mematangkan kembali persiapan launching Mall Pelayanan Publik yang akan diadakan di Badung. Menurutnya, masih ada beberapa hal yang perlu dikoordinasikan, terutama dengan pimpinan OPD terkait dan instansi vertikal. ‘’Ini adalah rapat koordinasi, agar launching Mall Pelayanan Publik nanti bisa berjalan dengan baik,’’ ujarnya. Dalam rapat tersebut, Adi Arnawa juga memerintahkan Kepala DPMPTSP Agus Aryawan segera bergerak meng-

RAPAT - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Kepala DPMPTSP I Made Agus Aryawan saat memimpin rapat persiapan launching Mall Pelayanan Publik di Puspem Badung, Rabu (12/9). koordinir kegiatan ini. ‘’Mall Pelayanan Publik pada Jumat ini minimal sudah siap dilaunching,” tegasnya. Sementara itu, Kepala DPMPTSP Badung Agus Aryawan menjelaskan, dasar hukum Mall Pelayanan Publik Badung ini mengacu Permenpan-RB Nomor 23 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik, KepmenPAN RB Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi Penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik, Keputusan Bupati Badung Nomor 35/01/ HK/2018, tanggal 15 Februari

2018 tentang Pembentukan Tim Kerja Mall Pelayanan Publik, Peraturan Bupati Badung tentang Mall Pelayanan Publik Nomor 11 Tahun 2018 tanggal 20 Maret 2018, MoU antara Bupati Badung dengan instansi yang bergabung dalam Mall Pelayanan Publik dan antara Kepala DPMPTSP dengan Instansi yang bergabung dengan Mall Pelayanan Publik. Agus Aryawan lebih lanjut mengatakan, perangkat daerah pada Mall Pelayanan Publik Badung berjumlah 63 layanan. Kementerian atau lembaga yang tergabung totalnya 27

layanan, sementara Badan Layanan Publik, BUMN, BUMD dan swasta berjumlah 31 layanan. Saat launching nanti, Bupati Badung akan melakukan penandatanganan MoU dengan kementerian atau lembaga atau badan layanan publik, BUMN, BUMD dan swasta yang bergabung pada Mall Pelayanan Publik yang berjumlah 14 instansi. ‘’Untuk acara seremoni launching, akan ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Manpan-RB,’’ kata Agus Aryawan. (ad690)

Pemkab Susun FS Stadion Internasional Mangupura (Bali Post) Angan-angan Pemkab Badung memiliki stadion bertaraf internasional akan segera terwujud. Pemerintah setempat kini tengah menyusun kajian kelayakan atau feasibility study (FS), termasuk perluasan lokasi pembangunan stadion di Mengwi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Badung I Made Wira Dharmajaya mengungkapkan pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut akan menjadi skala prioritas. ‘’Kajian saat ini sudah mulai dilakukan. Kami harus matangkan soal lokasi dulu,’’ ujar Wira Dharmajaya, Kamis (13/9) kemarin. Menurutnya, tahapan akan dilanjutkan dengan pembebasan lahan dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada 2019. Terkait anggaran, pihaknya masih menunggu hasil FS. ‘’2019 baru follow up dengan pembebasan lahan dan penyusunan DED,’’ ucapnya. Mantan Sekwan Badung itu menjelaskan, pengerjaan konstruksi dipastikan dikerjakan tahun 2020. Proyek ini ditargetkan rampung dalam

setahun, sehingga tahun 2021 saat perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, stadion baru ini sudah bisa digunakan. ‘’Kalau semua sudah beres (FS, pembebasan lahan dan DED - red), baru kegiatan konstruksi. Dan saya sih berharap tahun 2020 sudah ada kegiatan konstruksi, karena tahun 2021 sudah digunakan untuk Porprov,’’ terangnya. Sebelumnya, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menyebutkan, pembangunan stadion bertaraf internasional ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 600 miliar. Stadion akan dibangun di GOR Mengwi. Perluasan lahan akan menyasar bagian selatan yang menghubungkan Terminal Mengwi. Lahan baru tersebut akan digunakan untuk akses masuk stadion. Sementara untuk stadion, sepenuhnya akan menggunakan lahan GOR yang ada sekarang. ‘’Kapasitas stadion dirancang mampu menampung sekitar 20 ribu orang dengan tempat duduk yang single seat,’’ ucapnya. Dijelaskannya, pintu masuk stadion akan dibangun

dari selatan yakni dari Terminal A Mengwi. Tamu VIP akan masuk melalui basement, sama halnya dengan atlet sehingga tidak lagi masuk melalui penonton yang lain atau pintu masuk

biasanya. Stadion ini juga akan dilengkapi ruang konferensi pers, ruang ganti dan ruangan seperti stadion lainnya. Kapasitas stadion diperkirakan 20 ribu orang. (kmb27)

Bali Post/par

PENATAAN GEDUNG - Sejumlah pekerja proyek penataan gedung DPRD Badung, Kamis (13/9) kemarin memindahkan meubeler di setiap ruang komisi.

Gedung Dirombak, Dewan Ngungsi Mangupura (Bali Post) Proyek penataan ruang dan pengadaan meubeler gedung DPRD Badung tengah berlangsung. Jajaran wakil rakyat di Gumi Keris ini pun terpaksa ‘’mengungsi’’ ke ruang fraksi selama proyek ini berlangsung. Sekretaris Dewan (Sekwan) Badung I Nyoman Predangga, Kamis (13/9) kemarin mengatakan, proyek penataan senilai Rp 7,1 miliar itu dilaksanakan sejak 20 Agustus lalu, dan diperkirakan rampung sebelum 15 Desember mendatang. Menurutnya, anggota dewan untuk sementara akan berkantor di ruang fraksi masing-masing. Jajaran legislatif dicanangkan akan menempati ruang kerja mereka kembali pada Januari

2019. ‘’Untuk sementara dewan di ruang fraksi. Nanti kalau sudah selesai, satu orang akan menempati satu ruangan, lengkap dengan fasilitasnya, seperti komputer, meja, dan layar running text,’’ terangnya. Ruang komisi-komisi yang ada di lantai II gedung dewan akan dirombak total menjadi 35 ruangan. Perombakan ini akan menyediakan ruang pribadi dewan layaknya ruang kerja para legislator di DPRRI. ‘’Di Bali, Badung satusatunya punya ruang pribadi dengan ukuran 3,5 x 4 meter. Jadi, cukuplah,’’ katanya. Proyek penataan ruang dan pengadaan meubeler ruang pimpinan DPRD, ruang rapat komisi dan anggota DPRD

meliputi penataan ruang anggota DPRD, pekerjaan ruangan rapat komisi, pekerjaan meubeler, pekerjaan ruang pers conference, pekerjaan ruang cleaning service dan pekerjaan pendingin air. Proyek yang digarap Dinas PUPR Badung tersebut memiliki nilai pagu paket sebesar Rp 7,1 miliar dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 7.099.908.206,34. Lima pimpinan dewan yang meliputi Ketua DPRD, dua Wakil Ketua DPRD, Ketua BK dan Ketua Baleg akan menempati ruang kerja di lantai I. ‘’Dengan memiliki ruangan tersendiri, diharapkan dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,’’ ucap Predangga. (kmb27)

Wabup Suiasa Hadiri ”Karya” di Pura Dalem Mawospait Tibubeneng

BERTEPATAN dengan rahina Buda Kliwon Ugu, Rabu (12/9) lalu, masyarakat Desa Adat Padonan, Banjar Tibubeneng Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara melaksanakan Karya Mesilih Asih Ratu Gede Sakti lan Pujawali/Piodalan di Pura Dalem Mawospait. Karya tersebut dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, didampingi anggota DPRD Badung A.A. Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra dan I Gede Suraharja, Camat Kuta Utara AAN Arimbawa, Perbekel Tibubeneng I Made Kamajaya, Bendesa Adat Padonan serta tokoh masyarakat Tibubeneng. Ketua Panitia Pelaksana Karya I Wayan Ardana menceritakan sejarah Pura Dalem Mawospait yang ada sejak zaman keemasan Kerajaan Mengwi, tahun 1775. Menurutnya, ada hubungan antara Puri Tibubeneng dengan Puri Jero Kelodan Kerobokan. Hal ini membuat pihaknya selaku panyungsung atau pangempon pura mempunyai tugas memelihara pura sebagai wujud bhakti kepada Ida Batara, salah satunya dengan memperbaiki petapakan Ida Batara. Puncak pamelaspasan dan pemasupati dilaksanakan pada Rabu lalu di Pura Dalem Mawospait. Upacara masupati Ida Batara di-puput Ida Pedanda Putra Telaga, Geria Telaga, Sanur. Upacara ini telah dimulai

SERAHKAN BANTUAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa secara simbolis menyerahkan bantuan saat Karya Mesilih Asih Ratu Gede Sakti lan Pujawali/Piodalan di Pura Dalem Mawospait, Banjar Tibubeneng Desa Tibubeneng. sejak Anggara Umanis Uye atau 16 Januari, diawali dengan masemburang. Dilanjutkan pada Buda Kliwon Gumbreg atau 25 April dengan upacara mamunggel, Wraspati Wage Medangsia, 28 Juni dengan upacara piyasan dan Buda Kliwon Ugu dengan upacara pasupati. Pada Redite Kliwon Watugunung atau 7 Oktober dilaksanakan mesuci dan ngerehang. Dilanjutkan pada Wraspati Pon Landep atau 4 Oktober dengan mapasaran, ngeratep melaspas masupati. ‘’Untuk karya ini kami telah mengajukan permohonan kepada Pemkab Badung dan telah dibantu sebesar Rp 400 juta,’’ katanya .

Wabup Ketut Suiasa mengatakan, Pemkab Badung menyambut baik pelaksanaan upacara ngeratep, pamelaspas dan mapasupati Ida Batara Ratu Gede Sakti. Diharapkan kepada warga Banjar Tibubeneng, Desa Adat Padonan agar menjaga persatuan dan kesatuan di antara pasemetonan. ‘’Kami selaku pemerintah senantiasa akan mendukung kegiatan masyarakat, terlebih berkaitan dengan bidang seni, adat, agama dan budaya. Karena bidang tersebut menjadi salah satu prioritas program pembangunan di Badung,’’ kata Suiasa. (ad693)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Jubileum Emas Perdiknas Denpasar

Jumat Paing, 14 September 2018

Senator Resmikan Ketewel Kawasan Ramah Lansia dan Demensia

Senam Janger Emas Sampai di Tangan Menpora Wedakarna Ingatkan Anak Muda Jangan KESERIUSAN Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar untuk memasukkan Senam Janger Emas pada kurikulum sekolah mulai mendekati hasil. Pasalnya, Senam Janger Emas kini sudah berada di tangan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi. Menpora bahkan mendokumentasikan gerakan Senam Janger Emas melalui ponsel pintar pribadinya ketika diperagakan oleh guru seni di unit-unit Perdiknas Denpasar. Audiensi antara jajaran Perdiknas Denpasar dengan Menpora berlangsung di Jakarta, Kamis (13/9) kemarin. Jajaran Perdiknas Denpasar yang hadir adalah Ketua Perdiknas Denpasar AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, Sekretaris Perdiknas Denpasar sekaligus Dekan Fakultas Hukum Undiknas AAA Ngr. Sri Rahayu Gorda, Bendahara Perdiknas Denpasar sekaligus Wakil Rektor Undiknas Nyoman Sri Subawa, Direktur Sumber Daya Undiknas A.A. Ngr. Eddy Supriyadinata, Kepala SMP Nasional Denpasar Ni Putu Supadmi, Kepala SMK Teknologi Nasional Wayan Sulasmini, Kabag Keuangan Perdiknas Denpasar Cenik Kastawa,

”Tulah’’ Akibat Telantarkan Orangtua

PERDIKNAS - Dari kiri ke kanan: Nyoman Sri Subawa, AAA Sri Rahayu Gorda, AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, Menpora Imam Nahrawi, dan A.A. Eddy Supriyadinata Gorda. Staf TU Perdiknas Denpasar Desak Oka Netri, Guru Seni SMP Nasional Denpasar Raka Sukma Dewi dan Guru Seni SMK Teknologi Nasional Putu Wahyuni, serta Ricky Rachmadi yang turut membukakan akses ke Menpora. ‘’Kami masih ada di Jakarta, Senam Janger Emas sudah sampai di tangan menteri. Kami bahkan diminta demo langsung, menteri sendiri yang langsung ambil videonya,’’ ujar Tini Gorda dikonfirmasi

MENDOKUMENTASIKAN - Menpora mendokumentasikan gerakan Senam Janger Emas Perdiknas melalui ponsel pintar pribadinya saat diperagakan guru seni SMP Nasional Raka Sukma dan guru seni SMK Teknas Putu Wahyuni.

via telepon. Menurut Tini, Menpora sangat mengapresiasi Senam Janger Emas yang diciptakan guru-guru olahraga dan seni di Perdiknas Denpasar tersebut. Apresiasi ini tentu menjadi kado istimewa di tengah peringatan Jubileum Emas Perdiknas yang puncaknya jatuh pada 31 Desember mendatang. Senam Janger Emas selanjutnya akan dikaji agar ada penguatan dari Kemenpora untuk bisa masuk dalam kurikulum. ‘’Senam ini bahkan siap di-endorse secara nasional. Karya Senam Janger Emas kami dedikasikan untuk Indonesia agar ikut menambah khazanah senam kreasi kearifan lokal yang menasional,’’ jelasnya. Jika disetujui, lanjut Tini, Senam Janger Emas minimal bisa masuk dalam kurikulum sekolah di Provinsi Bali atas intervensi pusat. Namun, senam ini akan diperkenalkan juga secara nasional untuk menambah jenis-jenis senam yang ada. Pada 30 September mendatang, Menpora akan diundang untuk menghadiri Parade Senam Janger Emas Perdiknas Denpasar. (ad687)

SENATOR DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III meresmikan Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar sebagai kawasan ramah lansia. Program ini adalah satu dari tiga rangkaian program kerja sama DPD-RI Provinsi Bali dengan sejumlah institusi yakni Yayasan Panti Wreda Sejahtera, Surveymeter, Organisasi Azheimers Bali, STT Desa Ketewel, Suryani Institute For Mental Health Bali dan Desa Ketewel Gianyar dalam rangka peringatan Hari Alzeimers Internasional yang jatuh setiap bulan September. Peresmian kawasan ramah lansia ini dirangkaikan dengan penandatanganan MoU terkait kerja sama sejumlah program sosialisasi Demensia, khususnya dalam hal pelayanan sosial bagi lansia. ‘’Dalam pertemuan di Gedung Pancasila Universitas Mahendradatta beberapa waktu lalu saya banyak berdiskusi dengan para ahli bahwa gejala demensia ini memerlukan penanganan khusus dan perlu ada perhatian maksimal khususnya bagaimana memperlakukan orang-orangtua kita dengan baik. Apa yang dicontohkan Desa Ketewel ini bisa disebarkan ke seluruh Bali, bagaimana keluarga-keluarga di Bali seharusnya memperlakukan orangtua mereka,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Dalam pidatonya di depan ratusan lansia dan warga Ketewel, Senator Wedakarna meminta agar generasi muda Bali tidak menelantarkan orangtua. ‘’Saya minta kepada orangtua agar mencari menantu perempuan yang sayang mertua. Begitu juga anak laki-laki,

SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna, Cok Istri Putri Hariyani (istri Wakil Gubernur Bali), Prof. LK Suryani (Guru Besar Unud), I Nyoman Partha (anggota DPRD Bali), Dr. Ni Wayan Suriastini (Surveymeter), Cokorda Istri Inten Purwaningsih (Korwil Azheimers), Komang Sudia, S.E. (STT Ketewel). perhatian terhadap orangtua tidak boleh berkurang walau memiliki anak dan istri. Untuk anak-anak perempuan, walau sudah meninggalkan rumah tua, bukan berarti tidak boleh mengunjungi orangtua sendiri. Jangan sesekali menempatkan orangtua di panti jompo, jangan telantarkan begitu saja. Perlakukan mereka seperti para dewa. Tirulah Bung Karno yang sangat menghormati orangtua sehingga muncullah buku Sarinah yang luar biasa itu,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Secara kelembagaan, pihaknya sebagai anggota DPD-RI Utusan Bali mendorong adanya produk perundang–undangan yang lebih sempurna dan detail, termasuk melahirkan perda turunan. ‘’Kita akui UU tentang lansia perlu di-

ganti, karena sudah tidak update. Perlu ada Perda Bali tentang lansia untuk melindungi kaum lansia secara kebijakan politik. Saya harap Bali bisa memelopori hal itu. Saya beri contoh bahwa pembangunan di Bali ini tidak ramah lansia, misalkan tidak tersedianya jalan khusus bagi orangtua dengan kursi roda di Pura-pura kita dan juga di infrastruktur desa. Jika ada perda maka ada sedikit daya paksa agar fasilitas umum ramah lansia,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Acara Hari Alzheimers yang didukung penuh oleh Senator Wedakarna ini akan berlanjut pada acara Seminar Demensia di Aula RS Mata Bali Mandara tanggal 22 September 2018 dan jalan sehat tanggal 23 September 2018 (ad688)

Matrikulasi Prodi Seni S-3 PPs ISI Denpasar

Upaya Menyegarkan Kembali KIA Grand Sedona Diesel Diluncurkan di Bali Matakuliah dan Menyetarakan Bidang Ilmu PT Mobil Nasional Intim selaku main dealer KIA di Bali meluncurkan Grand Sedona Diesel di area Level 21 Mall, Denpasar, Kamis (13/9) kemarin. Mobil diesel bermesin 2200 cc on the road di Bali dipasarkan sekitar Rp 620 juta. KIA Grand Sedona Diesel hadir dengan warna snow white pearl, clear white, silky silver, black berry, deep chrome blue, panthera metal, aurora black pearl dan marsala. GM Business Development KIA Mobil Indonesia (KMI) Harry Yanto memaparkan, Grand Sedona Diesel merupakan kendaraan premium keluarga yang aman dan nyaman, memiliki tenaga maksimal hingga 200 ps pada 3.800 rpm dan torsi 45.0 kgm pada 1.750-2.750 rpm. Hal tersebut mampu digapai karena produk baru ini mengimplementasikan mesin turbo diesel 2.2L CRDI generasi ketiga. Dengan spesifikasi mesin tersebut, Grand Sedona Diesel diklaim dapat menghasilkan tenaga maksimal dan tetap irit bahan bakar terutama di segmen mobil keluarga atau MPV. Mobil ini telah menerapkan body structure Advance High Strength Steel (AHSS) dengan teknologi Host Stamped Steel guna perlindungan maksimal dan menyeluruh terhadap penumpang saat kecelakaan. Untuk kapasistas penumpang, KIA Grand Sedona Diesel mampu mengakomodasi 11 orang dikarenakan memiliki baris kursi keempat yang dapat dilipat rata dengan lantai mobil dan difungsikan sebagai bagasi. Komposisi tempat duduknya pun memiliki banyak variasi pengaturan yang dapat disesuaikan. Interiornya bernuansa abu-abu, jok berlapiskan kulit serta dileng-

PELUNCURAN - Prosesi peluncuran KIA Grand Sedona Diesel di area Level 21 Mall, Denpasar, Kamis (13/9) kemarin. kapi roll upsun shade blinds yang KIA Motor Jawa, Bali dan Sumamemberikan rasa privasi dan me- tera, Nikolas, dapat meningkatkan wah. Tidak hanya itu, mobil ini juga perkembangan KIA di level predilengkapi sejumlah fitur canggih mium. Di Bali, peminat di kelas ini seperti dual power sliding door, cukup banyak, hal itu dikarenakan smart power tailgate, dual sunroof segmentasi market-nya cukup jelas fron and rear, smart key, 6 airbags dan banyak dibutuhkan seperti kedan lainnya. luarga, perusahaan dan trevel pariTampilan eksterior, Grand Sedo- wisata kelas atas. na menggunakan new grille design Hal senada disampaikan Owner tiger-nose yang lebar dan tegak lurus PT Mobil Nasional Intim Bali, sehingga berkesan gagah, berpadu Agung Supartha. Masuknya Sedengan new projection head lamp dona ini yang membutuhkan bukan DRL LED, new projection fog lamp hanya keluarga besar saja, namun dan LED rear combination lamp juga perusahaan seperti hotel yang yang membuat mobil ini berkesan membutuhkan transportasi mewah. modern. Selain memberikan produk terbaik Grand Sedona Diesel ini diklaim pada masyarakat, KIA Mobil Indirancang sebagai mobil keluarga donesia juga berkomitmen tinggi yang menawarkan kenyamanan se- dalam pelayanannya. Salah satunya buah Multi Purpose Vehicle (MPV), melalui garansi 5 tahun-unlimited karakter tampilan Cross Utility km. Di mana gransi tersebut meruVehicle (CUV), dan kemewahan pakan garansi produk dan bukan layaknya sebuah sedan. pemilik. Jadi siapa pun pemilik moPeluncuran Grand Sedona Die- bil KIA, garansi tetap berlaku sesuai sel diharapkan Kepala wilayah ketentuan yang berlaku. (ad686)

Gerak Jalan Santai Sambut Dies Natalis Ke-34 Unwar

SEPULUH orang mahasiswa baru Tahun Akademik 2018/2019 Program Studi (Prodi) Seni Program Doktor (S-3) Pascasarjana Institut Seni Indonesia (PPs ISI) Denpasar mengikuti Matrikulasi di Ruang Sidang PPs ISI Denpasar. Kegiatan matrikulasi yang selama dua hari ini dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes., Kamis (13/9) kemarin. Ada enam materi matrikulasi yang diberikan oleh 11 dosen pembimbing. Hari pertama diberikan materi tentang Wawasan Seni dan Budaya oleh Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. dan Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., Estetika oleh Prof. Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes. dan Dr. Drs. A.A. Rai Remawa, M.Sn., materi Filsafat Seni oleh Dr. Drs. I Gusti Ngurah Seramasara, M.Hum. dan Prof. Dr. Drs. I Made Gede Arimbawa, M.Sn. Sedangkan pada hari kedua diberikan materi tentang Metodologi Penelitian Seni oleh Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar.,M. Hum. dan Kaprodi Seni S-3 PPs ISI Denpasar Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si., materi tentang Metodologi Penciptaan Seni oleh Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.ST., M.A. dan Dr. I Ketut Suteja, S.ST., M.Sn., materi tentang Bibliografi oleh Prof. Dr. I Nyoman Sedana, S.SP., M.A. dan Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn. Kaprodi Seni S-3 PPs ISI Denpasar Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si. menjelaskan, matrikulasi merupakan kegiatan akademik yang tidak bernilai SKS. Kendati demikian, matrikulasi sangat pent-

MATRIKULASI - Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes. bersama Kaprodi Seni S-3 PPs ISI Denpasar Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si. berfoto bersama para mahasiswa baru Program Seni S-3 PPs ISI Denpasar Tahun Akademik 2018/2019 pada kegiatan Matrikulasi, Kamis (13/9) kemarin. ing dan wajib diikuti oleh seluruh Seni S-3 PPs ISI Denpasar berfokus karyasiswa Program Doktor ISI pada penciptaan dan pengkajian Denpasar. Kegiatan ini dilakukan seni yang basic-nya adalah riset. Sesebagai langkah awal untuk mere- bab, riset merupakan salah satu elefresh beberapa matakuliah yang su- men pokok dalam perankingan perdah pernah diperoleh pada tingkat guruan tinggi. Mahasiswa Seni S-3 S-1 maupun S-2, serta menyetara- ISI Denpasar diwajibkan melakukan bidang ilmu. kan dua riset selama menempuh ‘’Pada prinsipnya matrikulasi Program Doktor Seni, sehingga adalah bagian dari kegiatan aka- mendukung peningkatan ranking demik yang kami laksanakan pada ISI Denpasar yang saat ini berada saat pra-perkuliahan atau sebelum pada ranking ke-62 dari seluruh perkuliahan reguler dimulai. Secara perguruan tinggi yang ada di Indoumum matrikulasi kami isi dengan nesia ke depannya. Mahasiswa Seni kegiatan penyetaraan kompetensi S-3 PPs ISI Denpasar diharapkan bidang ilmu dan pengenalan kam- dapat menghasilkan banyak artikel pus,’’ tandas Gede Yudarta. yang dimuat di jurnal nasional dan Wakil Rektor Bidang Akademik, internasional yang terindeks Scopus, Kemahasiswaan dan Alumni ISI sehingga penelitian yang dilakukan Denpasar Prof. Drs. I Nyoman Arta- bisa meningkatkan perankingan ISI yasa, M.Kes. mengatakan, Program Denpasar. (ad691)

Melalui ”Every Beauty Should Be A Masterpiece’’

Ajang Membangun Solidaritas dan Soliditas Civitas Unwar Miracle Menginspirasi Wanita Indonesia

MEMPERINGATI Dies Natalis ke-34 dan Wisuda ke-58, Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya gerak jalan santai yang melibatkan seluruh civitas akademika Unwar, unsur Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali dan seluruh mahasiswa Unwar, Kamis (13/9) kemarin. Start dari kampus, kegiatan ini melintasi rute Jalan Terompong, Jalan Narakusuma, Jalan Dewi Madri, Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Merdeka, Jalan Hayam Wuruk, dan kembali ke Jalan Terompong menuju kampus. Setelah finis, berbagai jenis lomba seperti lomba giring balon berpasangan dan lomba giring balon pakai terong berpasangan. Sementara pada hari kedua (hari ini) digelar lomba lari berpasangan kaki diikat, tangkap belut dan lari kelereng. Hari ketiga (besok), lomba nyuun jeding dan lomba oper air. Selain itu juga dilakukan kegiatan kunjungan ke sesepuh Rektor Unwar, mantan Rektor Unwar, dan panti sosial. Pada kesempatan ini juga dilakukan pembukaan Porseni. Pada malam puncak Dies Natalis, 17 September, akan dilakukan pengundian doorprize hadiah utama 1 unit sepeda motor, dan hadiah menarik lainnya seperti sepeda gunung, laptop, HP, kompor gas dan kulkas. Utuk hiburan diisi Celekontong Mas, Orkestra Laskar Sri Ksari Warmadewa, dan Padus Unwar. Sebelumnya telah dilakukan Seminar

GERAK JALAN SANTAI - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. melepas Gerak Jalan Santai dalam rangka Dies Natalis ke-34 dan Wisuda ke-58 yang melibatkan seluruh civitas akademika Unwar, Kamis (13/9) kemarin. Internasional ‘’Research Methodology in Digital Age’’. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan gerak jalan santai merupakan salah satu media silaturahmi untuk memperkuat tali persaudaraan dan fitness seluruh civitas akademika Unwar. Pada dies natalis ke-34 ini, Prof. Widjana berharap Unwar bisa lebih maju dan berkualitas. Apalagi, Unwar menganut konsep Quality Insurance dengan meningkatkan kualitas secara perlahan-lahan, berkelanjutan, namun pasti. Terbukti, saat ini Unwar telah berhasil menduduki ranking

ke-63 dari 4.500 perguruan tinggi di Indonesia dan menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia Bagian Timur. ‘’Saya berharap pada 2019 paling tidak kita masuk ranking ke-50,’’ ujarnya. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengatakan, kegiatan gerak jalan santai merupakan kegiatan rutin merayakan Dies Natalis di Unwar. Kegiatan ini sebagai ajang membangun solidaritas dan soliditas seluruh unsur yang ada di Unwar untuk meningkatkan kualitas Unwar ke depan. (bns1)

DALAM momen ulang tahun ke22, Miracle Aesthetic Clinic kembali memberikan inspirasi untuk para wanita Indonesia dengan mengusung campaign bertajuk ‘’Every Beauty Should Be A Masterpiece’’. Ini merupakan lanjutan dari campaign ‘’Unveil Your Masterpiece’’ tahun 2016 yang lalu. Founder dan President Director Miracle Aethetic Clinic Group dr. Lanny Juniarti, Dipl.AAAM., Kamis (13/9) kemarin menjelaskan, setiap wanita memiliki keunikan tersendiri dalam kecantikannya dan wanita Indonesia memiliki latar belakang ragam kecantikan yang berbeda– beda. Kecantikan wanita Indonesia haruslah diapresiasi bukan hanya karena kesempurnaan bentuk wajahnya namun juga keragaman ethnic beauty dari berbagai suku yang ada di Indonesia. Untuk mendukung campaign ‘’Every Beauty Should Be A Masterpiece’’, ia melibatkan tiga wanita Indonesia dengan latar belakang suku yang berbeda, dalam project Miracle Beauty Transformation. Ketiga wanita tersebut menjalani serangkaian perawatan di Miracle antara lain Ultherapy, Miracle Botox Cosmetic, juga Miracle Dermal Filler yang dilakukan di Miracle Jakarta, Surabaya dan Bali. Project Miracle Beauty Transformation dilakukan sejak Desember 2017 sampai dengan Juli 2018. Project ini bertujuan untuk menyempurnakan bentuk wajah ketiga wanita

tersebut. Sehingga mendekati kriteria bentuk wajah idealnya, tanpa menghilangkan kekhasan ethnic beauty-nya. ‘’Ketiganya memiliki kekhasan kecantikan wanita suku Jawa, Bali, dan Indonesia keturunan Tionghoa,’’ kata dr. Lanny. Saat ini yang menjadi tren di industri estetika adalah metode face reshaping yakni membentuk wajah seseorang menjadi lebih ideal dan proporsional. Namun untuk mendapatkan bentuk wajah yang proporsional bukan sekadar membuat wajah menjadi tirus atau hidung lebih mancung. Selain itu dalam launching campaign ‘’Every Beauty Should Be A Masterpiece’’ kedatangan juga salah satu wanita yang menjalani Miracle Beauty Transformation yaitu Putri Bulan, seorang penyanyi pop Bali yang mewakili kecantikan khas

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Bali. Sebagai seorang penyanyi ia harus dapat membawakan lagu dengan baik, mulai dari alunan nada maupun dari penampilan hingga mengekspresikan wajah untuk mencurahkan makna dari lagu tersebut. Oleh karena itu penampilan merupakan hal penting saat mempersembahkan lagu yang ia nyanyikan. Dengan sentuhan Miracle, kini dirinya mendapatkan tampilan wajah terbaik untuk mendukung profesinya sebagai seorang penyanyi. Ia merasa lebih percaya diri dengan bentuk wajahnya yang menjadi lebih V-shape. Putri Bulan juga berbagi pengalamannya saat merasakan sentuhan pelayanan khas Miracle. Ketika datang ke Miracle Denpasar, ia disambut dengan ramah oleh para staf Miracle, membuat dirinya merasa seperti di rumah sendiri. (bns2)


daerah

Jumat Paing, 14 September 2018

5

Ikuti Program Internship ke Amerika

BDM-STPBI Lepas 52 Mahasiswa

PT BALI Duta Mandiri–STPBI melepas 52 mahasiswa program internship pada Kamis (13/9) kemarin. Mereka akan menuju Miami, Amerika dan ditempatkan di dua hotel yaitu Faena Hotel dan Setay Hotel. Mereka akan berangkat sebagian pada September dan Oktober. Director PT Bali Duta Mandiri (BDM) Dr. ING Astina, M.Pd., CHT., CHA. mengatakan, persiapannya sudah 95 persn seperti visa dan dokumen pendukung. Mereka tinggal menunggu housing dan kapan seharusnya sudah ada di Amerika. PT BDM sudah mengirim mahasiswa untuk training ke Amerika sejak tahun 2010. PT BDM yang merupakan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI). ‘’Jadi sekolah ini tidak hanya mendidik mereka tapi juga mencarikan tempat bekerja di luar negeri, baik di kapal pesiar maupun di darat seperti hotel,’’ jelasnya. PT BDM merupakan satu–satunya lembaga di Bali dan di Indonesia yang diajak bekerjasama oleh partner di Amerika. Program ini tidak hanya diperuntukkan untuk mahasiswa STPBI tapi juga mahasiswa dari universitas lainnya. Lanjut Astina, program internship ini adalah cultural exchange program (pertukaran budaya). Pemerintah Amerika membuka ruang pada orang-orang di luar Amerika untuk datang ke Amerika sambil melakukan on the job training juga saling bertukar informasi budaya sejak tahun 2010. Rata–rata per tahun, PT BDM baru mampu mengirimkan 250 mahasiswa dari 1.000 orang kuota yang diberikan per tahun. Diakui ini karena kendala biaya di mana untuk dapat training di Amerika diperlukan biaya sekitar Rp 80 juta. Namun biaya ini sebenarnya akan kembali dalam waktu 4 bulan training. ‘’Mereka training dapat gaji layaknya seperti pekerja di sana, mereka tidak dibedakan. Mereka dapat gaji USD 10 – 15 per jam. Kalau di restoran mereka dapat tip. Dengan modal awal mereka ke sana, tapi kalau mereka hitung–hitungan, apa yang mereka keluarkan dan apa yang mereka dapatkan, itu jauh lebih tinggi. Belum dari sisi value, skill meningkat, kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat, mentalnya, percaya dirinya juga bagus,’’ bebernya. Selama 12 bulan mengikuti training di Amerika banyak pengalaman yang didapatkan. Ada yang langsung bekerja di sana. Bahkan mahasiswa training dari Bali, ada yang sudah menjabat posisi. Setelah training, mereka akan mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan untuk mencari pekerjaa lain di negara lain atau bekerja di tempat yang sama. (ad694)

PASAR BADUNG — Proses pembangunan Pasar Badung pascakebakaran yang terlalu lama mengundang tanda tanya sejumlah anggota DPRD Kota Denpasar terkait tidak adanya laporan progress pembangungan.

Dewan Pertanyakan Realisasi Proyek Pasar Badung

Denpasar (Bali Post) Proyek lanjutan pembangunan Pasar Badung kini sedang berlangsung. Pelaksanaan proyek dengan nilai kontrak Rp 61.803.873.000 dari pagu Rp 70 miliar ini juga mendapat atensi khusus dari DPRD Kota Denpasar. Mengingat, bangunan ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi kerakyatan. Sayangnya, realisasi progres proyek prestisius ini belum diketahui jajaran dewan. Anggota DPRD Denpasar I Made Sukarmana, S.H., Kamis (13/9) kemarin mengaku sudah banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat terkait progress dari proyek Pasar Badung. Masyarakat melihat proses pembangunan pasar yang terbakar beberapa tahun itu cukup lama. Akibatnya, banyak yang bertanya kepada dewan terkait pelaksanaan pembangunannya.

TRAINING - PT BDM-STPBI melepas 52 mahasiswa training ke Amerika.

Lagi, Wisatawan Asing Foto di Atas ”Palinggih’’

Perlu Ada Petugas Awasi Wisatawan di Areal Pura

Denpasar (Bali Post) Pariwisata Bali kembali ternoda dengan munculnya postingan seorang wisatawan asing tengah berfoto di atas palinggih. Melihat lokasinya, palinggih itu berada di areal kawasan Pura Luhur Batukaru, Desa Wangaya Gede, Penebel, Tabanan. Ironisnya, kejadian serupa pernah terjadi di sejumlah pura lain di Pulau Dewata. ‘’Hampir semua pura besar umat Hindu menjadi tujuan kunjungan wisata. Tapi tidak semua wisatawan menggunakan guide. Ada juga backpacker, dan tidak semua pura ada penjaganya. Jangan sampai pariwisata menjadi simalakama. Uang dapat, tapi kesucian Pura terganggu,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta dikonfirmasi, Kamis (13/9) kemarin. Menurut Parta, tidak masalah bila desa pakraman atau pangempon pura ingin terus mendapatkan uang dari tiket masuk pura. Namun sebaiknya perlu disiapkan pula tenaga kerja atau petugas yang secara khusus mengawasi wisatawan. Desa adat setempat bisa menggaji beberapa pangempon pura untuk melakukan tugas itu. Dengan demikian, tidak ada lagi wisatawan yang secara sembarangan naik ke atas palinggih. ‘’Ini kejadian untuk kesekian kalinya, harus ada langkah yang serius dan konkret. Sebagai antisipasi tamu yang backpacker itu, yang tidak memakai jasa guide, kita yang bentengi diri dengan menaruh orang di setiap pura kahyangan jagat untuk berjaga mengawasi aktivitas turis di areal pura,’’ jelas politisi PDI-P asal Guwang, Gianyar ini. Parta menambahkan, petugas tersebut tidak perlu bisa berbahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya. Asalkan ada gelagat wisatawan hendak menaiki palinggih, petugas itu harus bisa dengan sigap melarang untuk naik. Bisa dengan membentangkan tangan, ataupun menyerukan larangan dengan menggunakan bahasa Bali. ‘’Tinggal bilang ‘de ci menek, sing dadi’ (jangan naik, tidak boleh red) sambil membentangkan tangan, turis pasti mengerti. Bantuan untuk desa adat dari provinsi kan lumayan besar tiap tahunnya, sisihkan sedikit untuk gaji 4 orang. Pang sing makin cemer purane, campah dadi nak Bali,’’ tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra mengaku sangat menyesalkan kembali ada wisatawan yang naik ke palinggih pura. Di samping harus ada petugas yang berjaga di areal pura mana pun, perlu ada batasan sampai di mana wisatawan boleh masuk. Wisatawan mestinya dilarang masuk hingga ke utama mandala. Begitu juga harus ada batasan yang jelas mengenai waktu kunjungan wisatawan. (kmb32)

Pembangunan Terlalu Lama

Bukan hanya masyarakat, pedagang yang akan menempati pasar itu juga sudah sering bertanya. Hanya, pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan, karena belum ada informasi dari instansi terkait. ‘’Kita banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat dan juga pedagang terkait realisasi proyek tersebut. Instansi terkait, terutama Dinas PUPR harus

menyampaikan realisasinya kepada masyarakat,’’ ujar politisi Demokrat ini. Terkait realisasi proyek Pasar Badung, Plt. Kepala Dinas PUPR Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali diminta konfirmasi melelalui WA, belum dijawab. Di sisi lain, Dirut PD Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranata, S.E. saat rapat kerja bersama Komisi II dan III DPRD Kota Denpasar di ruang pertemuan DPRD setempat mengatakan setelah rampungnya pengerjaan Pasar Badung yang tinggal beberapa bulan lagi, akan dilaku-

Mahasiswa Dikeroyok Delapan Orang hingga Meninggal

Bali Post/eka

kan prosesi upacara pamelaspasan. Menyinggung pemindahan kembali pedagang dari lokasi relokasi di eks Tiara Grosir ke Pasar Badung, pihaknya mengaku telah membentuk tim yang mengurusi masalah pemindahan kembali sekitar 1.600 pedagang itu. Baik menyangkut administrasi maupun pengundian tempatnya. Salah seorang anggota Komisi III Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra menyarankan agar PD Pasar bersikap profesional serta membuat ketentuanketentuan yang harus dilakukan para pedagang untuk menata Pasar Badung menjadi pasar tradisional yang modern. (kmb12)

Dua Pelaku Berstatus Pelajar

Denpasar (Bali Post) Polsek Denpasar Selatan (Densel) merilis pengungkapan kasus pengeroyokan terhadap mahasiswa Umbu Wedo Gaung Lahallo (19) hingga meninggal dunia, Kamis (13/9) kemarin. Pelakunya delapan orang termasuk dua pelajar yaitu Gede Jessie Antara alias Dede (25), I Wayan Ade Andika Putra alias Bojes (23), Putu Yogik Saputra alias Yogi (21), Kadek Adi Indrawan alias Dek Kung (23), I Putu HS (18) status pelajar, Komang AP alias Mang Arik (17) status pelajar, Anak Agung Ngurah Merdana Wijaya (20), Ketut Agus Sukarja Putra alias Penjor (26). Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya mengatakan kronologinya adalah pada Minggu (2/9) pukul 00.05 Wita, Oktavianus Touwa Djoro (28) saat

bekerja di Jalan Teuku Umar, Denpasar, ditelepon korban memberi tahu kalau dirinya dipukul di Jalan Raya Pemogan, Densel, depan Minimarket Wahyu Jaya. ‘’Saat itu korban minta tolong, namun Oktavianus tidak bisa karena lagi bekerja. Tiba-tiba sambungan telepon terputus,’’ ungkapnya. Sekitar pukul 03.00 Wita, Oktavianus mendatangi RSUP Sangglah dan melihat korban dalam penanganan dokter karena tidak sadarkan diri. Sempat mendapat perawatan, pada Senin (3/9) pukul 19.15 Wita korban dinyatakan meninggal dunia. Kasus ini lalu dilaporkan ke Polsek Densel. Mendapat laporan kasus ini, tim Opsnal dipimpin Kanitreskrim Iptu Hadimastika melakukan olah TKP. Dari ket-

erangan saksi-saksi, salah satu pengeroyok korban biasa dipanggil Dede dan tinggal di Jalan Besakih, Densel. Setelah tersangka Dede ditangkap, giliran pelaku lainnya diringkus. ‘’Motifnya kecelakaan lalu lintas. Awalnya tersangka Dede tabrakan dengan korban,’’ kata mantan Kapolsek Kuta ini. Waktu itu Dede membonceng anaknya. Karena tabrakan itu, Dede marah-marah karena anaknya luka. Selanjutnya dia menelepon teman-temannya tersebut untuk datang ke TKP dan terjadilah pengeroyokan tersebut. ‘’Peran masing-masing pelaku ada mukul pakai helm, tangan kosong, tendang dan nginjak korban. Jadi, saat ini kasus ini tinggal melengkapi berkasnya,’’ tegas Kapolsek asal Buleleng ini. (kmb36)

Bali Post/rah

DITAHAN - Pelaku pengeroyokan seorang mahasiswa kini ditahan di Polsek Densel. Du orang di antaranya masih berstatus pelajar.

Bali Post/ist

KERJA SAMA - Pimpinan BNNP Bali, BKKBN Provinsi Bali dan Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Bali saat menandatangani kerja sama.

BNNP Bali Gandeng Kwarda Pramuka dan BKKBN

Denpasar (Bali Post) Untuk memerangi peredaran narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali serta Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Bali. Kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangi, Kamis (13/9) kemarin, di Kantor BNNP Bali, Denpasar. Perjanjian kerja sama ini ditandatangani Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ir. Catur Sentana dan Sekretaris Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Bali I Made Dana. Brigjen Suastawa mengatakan, kerja sama ini penting karena BKKBN memiliki jaringan penyuluh yang sangat luas hingga ke pelosok daerah. Selain itu, pelaksanaan kegiatan sosialisasi BKKBN juga menyasar masyarakat umum yang berfokus kepada keluarga, ibu, anak dan remaja. ‘’Mengatasi serta menangkal bahaya narkoba harus dimulai dari keluarga,’’ ujarnya. Sementara kerja sama dengan Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Bali, katanya, dilakukan mengingat Pramuka merupakan ujung tombak pembentukan karakter generasi muda. Dengan demikian Pramuka sangat tepat dijadikan relawan dan penggiat antinarkoba. Tujuan utama dari perjanjian tersebut adalah menindaklanjuti MoU antara BNN RI dan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia serta Kwartir Gerakan Pramuka Nasional untuk berkomitmen bersama dalam pemberantasan narkotika di masing-masing daerah khususnya di Bali. (kmb36)

Siasati Sempitnya Luas Garapan Petani

Perlu Kembangkan Sistem Korporasi Dalam Agribisnis

Guru Besar Unud Prof. Dr. Dewa Ngurah Suprapta Denpasar (Bali Post) Luas garapan petani padi di Bali rata-rata sempit. Hanya sekitar 0,38 hektar. Dengan luas garapan yang sempit, potensi keuntungannya relatif kecil. Diperlukan sistem korporasi untuk menyiasati kecilnya keuntungan petani, yang diwujudkan dalam bentuk konsolidasi pengelolaan lahan pertanian yang berdekatan. Guru Besar Pertanian Unud Prof. Dr. Dewa Ngurah Suprapta menyam-

paikan, dengan luas garapan petani padi di Bali yang rata-rata hanya 0,38 hektar, maka keuntungan maksimal yang diraih Rp 1.140.000 per bulan. Dengan catatan, air irigasi mencukupi dan tidak ada serangan hama. ‘’Jika satu keluarga petani memiliki dua orang anak, tentu keuntungan sebanyak itu tidak cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Karena itu banyak petani yang berusaha mencari pekerjaan lain, selain menjadi petani. Ini juga yang membuat generasi muda kurang tertarik menjadi petani,’’ ujarnya, Kamis (13/9) kemarin. Bahkan, ada fenomena menarik terjadi belakangan ini. Selain membeli pupuk dan sarana produksi lainnya, petani juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menggarap sawahnya, mulai dari mentraktor lahan, menanam padi, sampai biaya panen. Sebab, pekerjaan itu diserahkan kepada orang lain. Dengan demikian, hasil yang diperoleh petani semakin tipis. Dalam konteks ini, menurut Prof. Dewa Suprapta, perlu ada terobosan dalam agribisnis padi di Bali dengan

mengembangkan sistem manajemen korporasi atau Corporate Farming (CF). Mantan Direktur Pascasarjana Unud ini mengatakan, CF merupakan suatu bentuk kerja sama ekonomi dari sekelompok petani dengan orientasi agribisnis melalui konsolidasi pengelolaan lahan sehamparan (berdekatan) dengan tetap menjamin kepemilikan lahan. Dengan demikian, efisiensi usaha, standardisasi mutu, efektivitas serta efisiensi manajemen sumber daya dapat dicapai. Petani yang memiliki lahan dalam satu hamparan yang sama, mempercayakan pengelolaannya kepada CF dengan perjanjian kerja sama. Petani bertindak sebagai pemegang saham dan mendapatkan keuntungan atau hasil sesuai dengan luas lahan kepemilikannya. ‘’CF dibentuk berdasarkan musyawarah mufakat antarpetani sebagai anggotanya dengan memperhatikan aspek sosial dan budaya setempat. Dipimpin oleh manajer profesional, yang dipilih oleh petani serta dikelola secara transparan dan demokratis ses-

uai dengan kaidah bisnis komersial,’’ ujar peraih penghargaan Kalpataru ini. Di Bali, subak bisa dipertimbangkan untuk dikembangkan sebagai unit CF. Agar CF bisa berjalan dan sukses meningkatkan produktivitas pertanian, efisiensi penggunaan sumber daya lahan dan meningkatkan pendapatan petani pemilik lahan, perlu peran pemerintah dalam memberikan fasilitasi dan pendampingan. Kata Dewa Suprapta, CF sudah diterapkan pada tanaman padi di Ibaraki, Jepang. Usaha ini dirintis pada tahun 2004 dimulai dengan 20 hektar sawah. Nama perusahannya adalah Yokota Farm yang dikelola oleh seorang lulusan S-1 Fakultas Pertanian Ibaraki University bernama Yokota. Usaha ini berkembang sebagai respons terhadap kondisi petani di Jepang yang rata-rata usianya 68 tahun, dan generasi muda sangat jarang berminat sebagai petani. Petani yang enggan mengelola lahan sawahnya, mempercayakan pengelolaannya kepada manajemen Yokota Farm. Saat ini Yokota Farm sudah mengelola seluas 140 hektar sawah. (08)

Bali Post/Eka

SEMPIT -- Seorang petani di Bali sedang bekerja memasang jaring agar padi tidak dimakan burung di lahan garapannya yang sempit. Keuntungan petani Bali rendah gara-gara kondisi sempitnya lahan garapan. Perlu dikembangkan sistem manajemen korporasi atau Corporate Farming (CF) agar keuntungan petani meningkat.


OPINI

6 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Jangan Berkompromi dengan Koruptor KORUPSI menjadi isu strategis sepanjang tahun. Mungkin sama strategis dan populernya dengan narkoba. Perang terhadap narkoba sepanjang tahun dibicarakan, namun narkoba tetap menjadi bagian kehidupan. Demikian pula dengan korupsi. Perang terhadap kejahatan kerah putih ini pun setiap hari kita dengar. Namun, praktik korupsi tetap saja terjadi. Analog ini menjadi semakin ironis bahkan kronis ketika kita tahu pelaku korupsi selama ini adalah orang-orang yang mengelola pemerintahan. Dengan sebutan pejabat negara, mereka justru tak malu melakukan korupsi. Padahal, mereka kita yakini menyadari bahwa korupsi akan mengakhiri zona nyaman para pelakunya. Penjara bisa dipastikan rumah tahunan bagi para koruptor. Sampai saat ini memang belum pernah kita dengan koruptor di Indonesia dihukum mati, layaknya di Cina. Padahal, langkah ini layak ditiru untuk membuat calon koruptor jera. Kejatahan kerah putih sangatlah tepat jika kita posisikan sebagai kejahatan luar biasa. Selain merugikan negara, mereka juga menghancurkan citra negeri ini. Bahkan, kita sebagai rakyat tentu merasa dikhianati. Koruptor yang bertahun-tahun mendapat fasilitas negara dari uang rakyat ternyata hanya figur rakus. Ia memakan uang rakyat hanya untuk kepentingan dirinya dan koleganya. Bahkan, hanya demi menumpuk uang, koruptor melakukan mark-up anggaran. Ada sederet kasus korupsi yang menyita perhatian publik di negeri ini. Kasus Setya Novanto, mungkin merupakan ikon kasus korupsi negeri ini. Namun, drama baru korupsi kini justru melibatkan ‘’kelompok‘’ anggota dewan yang terhormat. Sebutlah kasus korupsi yang melibatkan anggota dan pimpinan DPRD Kota Malang. Ini mungkin merupakan test case semata. Mungkin juga, kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mau melakukan gebrakan yang sama, akan ada lebih banyak lagi kabupaten/kota atau provinsi yang anggota dewannya ramai-ramai masuk hotel prodeo. Diyakini atau tidak, kita punya asumsi bahwa korupsi kolektif ini terjadi di banyak lembaga dewan. Kebetulan saja, yang menjadi ‘’percontohan’’ kali ini adalah perilaku DPRD Kota Malang. Sampai saat ini, kasus DPRD Kota Malang menjadi viral semata-mata karena jumlah tersangkanya, bukan kasusnya. Ini menguatkan asumsi bahwa korupsi sudah begitu dekat dan begitu nyata di tengah-tengah kita. Menyadari hal ini, tentu gerakan pemberantasan korupsi hendaknya makin masif. Tindakan tegas terhadap pelaku korupsi sudah semestinya ditingkatkan. Jangan lagi terlalu banyak kompromi dengan koruptor. Selain melakukan tindakan tegas, penting bagi bangsa ini untuk segera menguatkan integritas dalam pengelolaan negara. Perekrutan politisi untuk menjadi bagian dari pengelolaan negara juga harus jelas. Tak hanya itu, mentalitas birokrasi juga harus dibenahi. Birokrasi dan politisi yang menduduki jabatan negara sering main mata untuk membuka peluang korupsi. Selama ini, banyaknya politikus terseret korupsi karena ada dugaan mereka harus membayar mahar kepada partainya. Bahkan, tak jarang hasil korupsi ini digunakan untuk operasional dan kegiatan partai politik. Sebut saja kasus PLTU Riau I, yang dananya juga disebut-sebut mengalir ke Munaslub Partai Golkar. Jika ini benar, maka sangat wajar jika ke depan partai politik juga harus diberikan sanksi karena keserakahan kadernya. Denda mungkin bisa diterapkan. Ke depan, jika ada kader partai tertentu terjerat korupsi, maka partainya wajib membayar denda kepada negara. Bahkan, pembubaran partai bisa saja dilakukan jika dominan pelaku korupsi dari partai tersebut. Makanya menjadi sangat relevan dan patut didukung ketika KPU melarang napi koruptor menjadi calon legislator. Ini terobosan jitu yang patut kita apresiasi.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Pengelolaan Kawasan Pelindo Otoritas Pelindo di kawasan Benoa hendaknya tidak membuat Pelindo melakukan berbagai perubahan bentangan alam sesuka hati. Pelindo tetap harus memerhatikan aspirasi warga Bali. Koordinasi dengan masyarakat dan pejabat terkait di Bali tentulah penting dilakukan pihak Pelindo untuk menghindari polemik. Artinya, perencanaan pembangunan di kawasan Pelindo III jangan sampai memancing aksi protes dari berbagai elemen di Bali. Tentunya, Pelindo jangan hanya mengejar keuntungan tetapi tetap harus memikirkan dampak dan kepentingan bersama di Bali. Otoritas atas wilayah di Benoa ini semestinya juga memberikan kontribusi bagi Bali dan masyarakatnya. Untuk itu, saya mohon Gubenur Bali Wayan Koster benar-benar mengawal komitmen Pelindo untuk tidak menjejali Bali dengan hotel di atas lahan yang kini diuruk. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Optimalisasi Taman Budaya Di tengah bergulirnya gagasan baru Gubernur Bali Wayan Koster untuk membuat gedung budaya yang lebih representatif, juga ditegaskan akan dioptimalkannya fungsi-fungsi Taman Budaya (Art Centre) di Denpasar. Sebagai masyarakat Bali, saya tentu merespons positif gagasan ini mengingat selama ini banyak pihak berharap Bali memiliki tempat yang representatif untuk pameran, kegiatan berskala internasional termasuk ruang pentas budaya yang lebih representatif untuk budaya kekinian. Ruang teknologi untuk pementasan budaya mungkin sudah selayaknya dibangun di Bali, untuk meningkatkan daya saing Bali. Kita tentu juga mengakui, selama ini Taman Budaya sangat penting artinya bagi Bali. Untuk itulah, pemberdayaan Taman Budaya ini tetap penting untuk dilakukan. Kajian untuk itu hendaknya bereorintasi pada optimalisasai ruang publik untuk masyarakat Bali. I Made Sudana Denpasar, Bali

Jumat Paing, 14 September 2018

Integritas dalam Pengadaan Barang dan Jasa Berita tentang 41 dari 45 anggota DPRD Kota Malang jadi tersangka korupsi, bukanlah berita menarik. Berita ini menjadi viral semata-mata karena jumlah tersangkanya bukan kasusnya. Menjadi penting untuk dipikirkan bersama pernyataan Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan, yang mengatakan kalau KPK sering OTT maka besar kemungkinan pejabat akan habis. Secara tidak langsung keprihatinan ini mengakui bahwa korupsi sudah begitu dekat dan begitu nyata di tengah-tengah kita.

Oleh Ni Putu Laksmi Wijayanti, S.KM., M.Erg.

S

ebagai bagian dari bangsa yang besar ini sudah selayaknya kita merenungkan semua ini untuk kemudian menjadikannya bahan diskusi dan mencari solusinya. Sesungguhnya apa yang menjadi biang kerok semua ini jarang menjadi pembicaraan. Semua pihak fokus pada subjek dan bukan pada objek. Titik tolak masalah sejatinya ada pada masalah pengadaan barang dan jasa. Di sinilah perlu sebuah kata yang sangat bertuah dalam menegakkan ketertiban dalam bernegara, yaitu integritas. Mengapa sesama anak bangsa begitu sering bertengkar? Jawabnya adalah karena integritas kita setengah hati. Mengapa orang-orang alim yang masuk ke sistem birokrasi bisa berubah beringas dan menjadi pelaku korupsi yang rakus? Jawabnya juga ada pada kata integritas. Integritas yang lips service, hanya diumbar-umbar dan dijadikan jargon kampanye namun enggan untuk dipraktikkan. Tentu pembaca ingin tahu, bagaimana caranya agar penyelenggara pemerintahan bisa memegang teguh integritasnya saat mengalami tekanan dan godaan luar? Bagaimana pula caranya jika pada saat kita perlu uang bisa menahan iming-iming janji dari rekanan? Beribu pertanyaan yang memerlukan berjuta alasan akan kita dapatkan dari siapa saja yang kita ajak berdiskusi. Berbuih-

buih mulut kita menjelaskan bahwa yang salah itu sistem. Perlu stardard operating procedure (SOP) dalam setiap tahapan proses. Perlu surat keputusan, perlu surat edaran, perlu petunjuk pelaksanaan dan agregat mati lainnya yang sesungguhnya hanya kita perlukan jika kita orang baru atau orang yang malas belajar. Banyak orang mengira, khususnya orang luar Jawa dan Sumatera bahwa gerbong-gerbong yang berderetderet itu juga dilengkapi dengan mesin penggerak. Anggapan ini masuk akal jika mengingat kereta api hanya ada di Jawa dan Sumatera. Bagai kereta, manusia juga memiliki tabiat ikut-ikutan. Ke mana pemimpin ke situlah anak buah melangkah. Kalau dulu, semua departemen memiliki visi dan misi, sehingga sering saling menabrak, saling tarik, dan baku sodok. Masuk akal kalau bangsa kita dalam waktu yang cukup lama terus berlari di tempat. Sekarang, pada zaman Pak Jokowi, yang punya visi dan misi hanya Presiden, sehingga semua departemen harus mengacu kepada Nawacita. Sebuah ide hebat yang terlambat kita pikirkan dan implementasikan. Berhasil tidaknya cita-cita bangsa ini sangat tergantung pada keteladanan para pemimpin, lokomotif yang akan menentukan masa depan kita semua. Menarik juga kehadiran Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa

Pemerintah (LKPBP) yang membina banyak Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) dulu bernama Unit Layanan Pengadaan (ULP) di tiap wilayah, sehingga ide Nawacita yang menggotong roh transparansi dan akuntabilitas dapat dilaksanakan dengan saksama. Mereka yang darahnya cepat naik, tentu menginginkan agar korupsi dihentikan sampai titik nol dan pelakunya dihukum mati. Sebaliknya, mereka yang agak moderat memiliki dua pilihan, yaitu mengurangi anggaran atau memperkecil celah-celah kelabu yang sering dimanfaatkan untuk bertransaksi. Pilihan pertama pasti jarang dipilih karena akan merugikan banyak pihak, khususnya pelaku ekonomi. Memperkecil celah-celah kelabu adalah pilihan yang baik. Caranya pun mudah. Sebagaimana analogi kereta, kita hanya memerlukan lokomotif yang andal dan mampu menghela gerbonggerbong bangsa ini menuju tujuan. Perpres 16/18 yang mengatur pengadaan barang/ jasa secara sangat lengkap dan padat tentang berbagai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dengan siapa boleh dan tidak boleh berhubungan serta hal-hal teknis yang secara logika memang harus dilakukan jika kita menginginkan ada aspek keadilan dan sesuai dengan norma-norma umum, baik norma agama, etika, maupun hukum. Jika isi buku ini dilaksanakan dengan baik, niscaya kisah

tentang habisnya anggota dewan yang terhormat di DPRD tidak akan terulang. Memang tidak semuanya bisa dijelaskan dengan gamblang. Misalnya, pelakupelaku UKPBJ yang rentan tersentuh kasus hukum, khususnya pidana. Sampai saat ini bekerja di UKPBJ seperti tidur di atas bara. Banyak dari pegawai yang ditempatkan di pos ini dengan segala alasan minta pindah atau mengundurkan diri. Mereka-mereka yang semula bernyali besar akhirnya juga merasa tidak nyaman karena kesalahan administratif ringan bisa membawanya ke hotel prodeo. Ketakutan terbesar dirasakan oleh orang-orang terdekat atau keluarga pegawai di UKPBJ, setiap berangkat kerja selalu mengingatkan anak-istri-suami bahwa sebelah kakimu ada di lembaga pemasyarakatan (lapas). Dalam perdebatan di media massa, khususnya di televisi nasional, antara LKPP dan stakeholders sering terlontar ajakan yang membesarkan hati, misalnya ”jangan takut mengambil kebijakan di UKPBJ karena saya jamin anda tidak akan dipidanakan, asalkan bekerja baik dan benar”. Kalau yang bicara KPK atau Kejaksaan mungkin ajakan ini bermakna, tapi kata-kata tersebut ke luar dari mereka-meraka yang berada di luar jalur hukum. Direktur Penanganan Permasalahan Hukum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Setya Budi Arijanta menilai sistem pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kota Surabaya adalah yang terbaik. Setya mengatakan Government Resources Management Systems milik Pemerintah Kota Surabaya memungkinkan proses perencanaan, pengontrakan, laporan, hingga pembayaran dilakukan secara elektronik dan transparan. Beberapa trik yang dapat

dilakukan untuk mengeleminasi pengaruh buruk korupsi adalah keteladanan pimpinan, SDM andal, independen, pengawasan, dan integritas. Aspek integritas mendapatkan penekanan khusus. Budayakan pola hidup sederhana. Ketika berada di luar sistem, enteng saja kita mengatakan bahwa membuang temperamen korup itu mudah. Ketika masih banyak tabungan dan warisan melimpah kita cenderung menghakimi perilaku korup sebagai aib yang semestinya tidak dilakukan. Hidup adalah perjalanan panjang, roda pedati tidak selalu berada di atas. Sekali waktu dalam kisah hidup ini akan ada saatnya keinginan untuk kaya begitu menggebu dan ada saja kebutuhan urgen yang sangat mendesak. Tentu kita ingat integritas harus dinomorsatukan, namun tarik-menarik antara idealisme dan godaan akan bertemu pada satu titik yang membawa nama baik kita tetap ajeg atau melar. Menarik untuk diamati kisah hidup keluarga presiden yang bertahan pada pola hidup sederhana. Pola hidup sederhana dan transparansi ini pula telah menjadi tekad KBS-Ace saat dilantik sebagai Gubernur Bali periode 2018-2023 di Jakarta. Sejatinya, sederhana itu tidak miskin dan tidak pula hina. Selama ini kita lebih suka meng-like status teman kita yang kaya di facebook karena membawa benih-benih masa lalu yang mengagungkan kemenangan dan kekuasaam. Seakan kita hidup harus bergantung pada mentor. Susah mengubah pola pikir kita yang kawula-gusti, mengagungkan yang satu dan meniadakan yang lain. Kita terbiasa mengelu-elukan pahlawan dan seakan semua orang harus berebut menjadi pemimpin. Penulis, staf ULP Kabupaten Badung

Sapta Dharma dalam Makhluk Hidup Ada tiga kelompok makhluk hidup yang diberi hak hidup di muka bumi oleh Sang Penciptanya, yaitu: manusia, binatang, dan tanaman; dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita tentu yakin, Tuhan dalam penciptaan makhluk hidup tidak melepas begitu saja tanpa membekali bekal agar kehidupan terus berlangsung dimuka bumi, tapi menyertakan sumber daya hidup yang dalam Sloka III.10 Bhagavad-Gita (BG) disebut kamadhuk, di dalamnya terkandung material dasar hidup yang dalam religi Bali disebut Panca Maha Bhuta. Dalam kelebihan dan kekurangannya, manusia pada hakikatnya merupakan kelompok makhluk hidup dalam golongan hewan yang paling sempurna karena lengkap memiliki idep (akal budi) selain bayu (daya bertumbuh/daya bergerak), dan sabda (suara); atau, memiliki tripramana yang imanen di dalam dirinya. Sedangkan binatang, merupakan kelompok makhluk hidup dalam golongan hewan yang tidak sempurna, karena tanpa idep namun imanen memiliki bayu dan sabda atau dwipramana di dalam dirinya. Berbeda dengan tanaman, kodratnya tanpa idep dan tanpa sabda, atau imanen di dalam dirinya hanya ekapramana, hanya memiliki bayu, dan itu pun hanya berupa daya tumbuh, tanpa memiliki daya gerak untuk bisa berpindah-pindah sendiri dari satu tempat ke lain tempat seperti pada manusia dan binatang. Atau, tanaman merupakan kelompok makhluk hidup yang paling tidak sempurna. Manusia dengan akal budi di dalam dirinya, menjadi

Oleh I Wayan Sariasa titik sentral dalam pengelolaan sumber daya hidup dimaksud bagi kelangsungan hidup semua makhluk. Karenanya, hanya manusialah yang sepatutnya menguasai tattwa, etika, dan cara dalam hubungan dengan hidup dan kehidupan. Hanya manusialah yang berkemampuan mengokupansi/mengelola tripramana yang transitif di luar dirinya, yakni: agama, anumana, dan pratiyaksa pramana (sumber daya hidup di luar dirinya). Pengerahan imanensi tripramana manusia adalah kerja, kerja, dan kerja dengan kinerja atau buah kerja berupa output/outcome/ impact yang berguna bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup ciptaan-Nya. Optimalisasi/maksimalisasi kinerja tersebut tidak cukup hanya mengandalkan tripramana yang imanen di dalam dirinya, tapi didukung oleh kesadaran terhadap kelebihan/kekurangan yang ada baik di dalam maupun di luar dirinya. Kesadaran dimaksud dikuatkan dengan keyakinan bahwa kelebihan yang ada di dalam dirinya tidak hanya untuk dirinya sendiri melainkan secara sosial untuk menggenapi kekurangan yang dialami oleh makhluk hidup lain yang ada di luar dirinya. Sebaliknya, kekurangan yang ada didalam diri diyakini akan dapat digenapi secara sosial oleh kelebihan yang dimiliki oleh makhluk hidup lain di luar dirinya. Tanaman yang terbatas hanya memiliki daya tumbuh saja di tempat tumbuhnya, sehingga bergem-

ing dalam kerjanya dengan output daun/bunga/buah; tak peduli output-nya untuk apa. Dalam konteks ini, mari kita berkontemplasi ditaman bunga atau di tengah-tengah tanaman penghasil buah (phala) baik phalagantung (kelapa, pisang, dll), phalabungkah (umbi-umbian), maupun phalawija (padi, jagung, dll). Karena output dari hasil kerja tanaman itu walau hanya memiliki ekapramana , tapi kerjanya bukan pamrih untuk dirinya melainkan dapat menggenapi kekurangan makhluk hidup di luar dirinya, terutama bagi manusia dan binatang. Terlebih bagi manusia Bali yang dalam menjalankan kehidupan beragama, keperluan sarana untuk dewa yadnya tergantung dari hasil kerja tanaman tersebut (Sloka IX.26 BG). Beda dengan binatang, output kerja dari dwipramana di dalam dirinya hanya berupa suara dan berbagai gerakan tubuh yang memperlihatkan perilaku/cara hidup yang tanpa tattwa dan tanpa etika, seperti; binatang buas, perilaku binatang yang sombong, malas, minder, ada juga binatang yang jinak, jahat diam-diam mencuri hak milik makhluk hidup lainnya seperti kucing atau tikus; bahkan tikus menjadi identitas para koruptor. Walau demikian, tidak sedikit binatang dapat menggenapi/ mengindahkan interioritas kehidupan manusia, bahkan dalam religi dan keagamaan Bali, ada yang berguna untuk menggenapi ritual bhuta nyadnya (caru). Dharma bhakti manusia

yang dilakukan dengan keluhuran akal budi adalah hakikat yadnya. Output/ outcome/impact dari sebuah yadnya adalah niskama karma (tanpa pamrih), tapi bermanfaat sebesar-besarnya bagi kelangsungan hidup semua makhluk ciptaanNya, dari generasi ke generasi, seperti dharma bhakti pada tanaman dan binatang. Namun, perbuatan manusia dalam kesadarannya seyogianya lebih mendekat kepada tanaman dari pada ke binatang. Mendekat ke tanaman bukan berarti manusia harus menjadi orang yang bergeming, acuh tak acuh dengan lingkungan hidupnya. Sebaliknya menjauh dari binatang bukan pula harus meninggalkan binatang yang bernilai guna bagi kehidupan. Kedua jenis makhluk hidup dimaksud walau tanpa berakal budi, tapi menjadi penggenap dalam kehidupan, termasuk untuk menggenapi kekurangan manusia yang berakal budi. Oleh karena itu, sebagai titik sentral di tengah-tengah makhluk hidup ciptaan-Nya, ada tujuh hal pokok perbuatan manusia yang seyogianya dilakukan dalam kesehariannya bersosial, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Yaitu : (i) saling mendoakan di hadapan kuasa-Nya, (ii) saling memaafkan, karena manusia tidak luput dari kesalahan/kekurangan. (iii) saling menolong dalam kelebihan dan kekuarangan, selalu ucapkan (iv) syukur dan (v) terima kasih kepada siapa saja yang telah menggenapi segala kekurangan dalam hidup dan kehidupan, serta (vi) selalu memohon kepada kuasa-Nya agar esok hari lebih baik dari hari ini. Juga tidak lupa untuk melakukan

(vii) mulat sarira, evaluasi diri terhadap sagala hal yang telah dilakukan/dijalani, jika ada yang tidak baik; perbaikilah, jika ada yang baik; tingkatkan terus agar esok hari menjadi semakin baik. Itulah sapta dharma keseharian hidup manusia dalam kerja, kerja, dan kerja. Penulis, pemerhati budaya Bali

POJOK

IMF dan WB akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali. - Efek ekonomi nasional. *** Badung melakukan bersih-bersih sampah dan gepeng di Kuta - Biar dolar gemerincing di Badung. *** Bali darurat wirausahawan, waspadai serbuan dari luar daerah. - Satu jalur bangkitkan wirausaha Bali.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Revitalisasi Pasar Kediri Ditargetkan Tuntas Desember

Tabanan (Bali Post) Tahun ini Tabanan sebenarnya tidak mendapatkan anggaran revitalisasi pasar tradisional dari Pemerintah Pusat, seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun berkat kerja keras Pemkab, Pemerintah Pusat bersedia mengucurkan dana revitalisasi pasar senilai Rp 5.720.000.000 yang berasal dari dana Tugas Pembantuan (TP) APBN. Dana tersebut diarahkan untuk merevitalisasi Pasar Kediri. Pembangunan Pasar Kediri sudah berjalan dan ditargetkan tuntas Desember mendatang. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tabanan Primayani, Kamis (13/9) kemarin, mengatakan dana revitalisasi pasar tahun sebelumnya berasal dari DAK. Ada enam pasar yang direvitalisasi kala itu, yakni Pasar Bajera, Pasar Pupuan, Pasar Baturiti, Pasar Marga, Pasar Penebel, dan Pasar Senganan. ‘’Tahun ini tidak ada dana dari DAK. Kemudian kami berusaha untuk mendapakan pendanaan dari pusat dan diberikan lewat Dana Tugas Pembantuan,’’ ujarnya. Dalam mendapatan pendanaan ini, Disperindag Tabanan harus me-

7

TABANAN

Jumat Paing, 14 September 2018

menuhi berbagai tahapan dan syarat seperti pengajuan proposal, ToR, RAB, DED, sertifikat lahan, soil test dan surat pernyataan lainnya. Total terdapat 13 item persyaratan yang mesti dipenuhi. Setelah semua syarat dipenuhi, melalui rapat koordinasi Februari lalu, Tabanan dinyatakan mendapatkan dana TP. Lebih lanjut dia menjelaskan, revitalisasi Pasar Kediri mencakup pembangunan 90 kios dan 160 los. Jika sudah rampung, total pedagang yang bisa ditampung sebanyak 250 pedagang. Dengan begitu, tidak ada lagi yang berjualan di pedasaran. Sebelumnya kios yang ada di Pasar Kediri sebanyak 90 unit, los sebanyak 87 unit dan 73 pedasaran. Prima menyebutkan, hal ini sesuai dengan persyaratan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan yakni revitalisasi pasar dengan dana TP harus memungkinkan semua pedagang ditampung dalam kios maupun los. Dengan telah direvitalisasinya Pasar Kediri, maka masih empat pasar lagi di Tabanan yang membutuhkan revitalisasi, yaitu Pasar Tabanan, Pasar Dauh Pala, Pasar Kerambitan, dan Pasar Candi Kuning. (kmb24)

PASAR - Kondisi tempat berjualan di Pasar Kediri yang saat ini tengah direvitalisasi.

Bali Post/san

PDDS Berencana Kembangkan Beras Ungu Tabanan (Bali Post),-

Selain beras merah dan beras hitam yang sudah jelas latar belakang dan kandungannya, Tabanan memiliki beras jenis baru yaitu beras ungu. Beras ini pertama kali ditemukan di lahan pertanian yang berada di wilayah Desa Angkah Selemadeg Barat dan dikembangkan secara personal oleh petani setempat. BUMDes Angkah kemudian mencoba menawarkannya ke Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan untuk menjadi salah satu produk pertanian unggulan yang bisa dijual. Karena silsilah beras ungu ini belum jelas, PDDS Tabanan meminta BUMDes Angkah untuk menelusuri silsilah beras ungu. Direktur PDDS Tabanan I Putu Sugi Darmawan, Kamis (13/9) kemarin memaparkan, pengembangan beras ungu masih terbatas dan dikembangkan secara personal oleh petani di Subak Angkah. ‘’Beberapa waktu lalu beras ungu ini diberikan sampelnya oleh BUMDes Angkah. Sudah coba ditanak dan rasanya hampir

Bali Post/san

BERAS UNGU - Beras ungu yang ditemukan di wilayah Subak Desa Angkah.

Rupiah Melemah

Harga Pakan Babi Dikhawatirkan Kembali Naik Tabanan (Bali Post)Kenaikan kurs dolar terhadap rupiah menyebabkan peternak babi khawatir. Hal ini dikarenakan bahan baku pakan babi dominan impor. Harga kurs rupiah yang menyentuh Rp 15.000 terhadap dolar AS, dikhawatirkan akan kembali memicu kenaikan harga pakan ternak. Peternak babi di Tabanan yang juga Wakil Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (Gupbi) Bali, Nyoman Ariadi, Kamis (13/9) kemarin mengatakan harga pakan ternak babi sudah naik beberapa waktu lalu. ‘’Tanggal 1 Agustus lalu sudah naik. Sekarang dikhawatirkan akan naik kembali,’’ ujarnya. Kekhawatiran ini berala-

san, sebab peternak sudah mendapatkan informasi dari pabrikan pakan bahwa ada rencana menaikkan kembali harga dalam waktu dekat. ‘’Dengan kisaran rupiah yang terbaru ini, pabrikan pakan sudah menginformasikan bahwa akan ada rencana menaikkan kembali harga dalam waktu dekat,’’ imbuhnya. Menurut Ariadi, selama ini naik-turunnya harga pakan oleh pabrikan memang sangat tergantung dari kurs. Beberapa bahan baku pakan ternak masih harus diimpor. Selain itu, kenaikan harga juga disebabkan naiknya harga jagung produksi dalam negeri akibat sedikitnya hasil panen. Terkait kenaikan harga

pakan ternak, peternak babi hanya bisa pasrah meski beban biaya produksi yang ditanggung makin berat. ‘’Dampak pelemahan rupiah ini memang dirasakan berbagai sektor usaha. Namun untungnya, khusus di peternakan babi kenaikan biaya produksi ini masih diimbangi dengan naiknya harga jual babi di pasaran sekarang,’’ ujar Ariadi. Harga babi di pasaran untuk kualitas super berada di kisaran Rp 35 ribu per kg atau naik dari kisaran Rp 33 ribu per kg. Sementara, babi dengan kualitas biasa berada di kisaran Rp 33 ribu sampai Rp 34 ribu per kg atau naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per kg. (kmb24)

DPT Pemilu 362.071 Pemilih

Tabanan (Bali Post)KPU Tabanan, Kamis (13/9) kemarin menggelar rapat pleno penetapan DPT perbaikan Pemilu 2019. Dari rapat pleno tersebut, diketahui DPT pemilu 2019 sebanyak 362.071 pemilih. Komisioner KPU Tabanan I Wayan Sutama menjelaskan, DPT ditetapkan pada 21 Agustus lalu sebanyak 362.242 pemilih. DPT itu kemudian kembali diverifikasi oleh KPU Provinsi, Bawaslu, parpol dan masyarakat. Tujuannya menyisir pemilih ganda. Setelah serangkaian proses, Bawaslu

Tabanan kemudian menemukan dugaan pemilih ganda dan elemen kependudukan yang salah. ‘’Sebanyak 244 ditemukan terindikasi ganda oleh Bawaslu Tabanan dan 134 terindikasi NIK dan NKK salah atau kurang lengkap,’’ jelasnya. Demikian pula setelah dicermati di operator Sidalih ditemukan data ganda sebanyak 378 pemilih. Setelah data itu disandingkan, pihaknya kemudian mengecek langsung ke masing-masing alamat yang tertera. Hasilnya, 104 di antaranya adalah data ganda dan 140 NIK sama, namun orangnya berbeda.

Bali Post/bit

RAPAT PLENO - Rapat pleno KPU penetapan DPT perbaikan Pemilu 2019.

‘’Jadi, kategori ganda sebanyak 171, sedangkan perbaikan elemen data sebanyak 185 pemilih. Sehingga data sekarang yang menjadi DPT hasil perbaikan adalah 362.071,’’ jelas Sutama. (kmb28)

sama dengan beras hitam. Hanya lebih wangi beras ungu,’’ ujarnya. Namun sebelum meluncurkan beras ungu ke pasaran, banyak proses yang harus dilalui. Salah satunya mendaftarkan beras ungu ke Badan Benih Nasional dan melakukan uji laboratorium untuk kandungannya. Se-

bagai langkah awal, PDDS Tabanan meminta BUMDes Angkah untuk melakukan penelusuran silsilah dan sejarah beras ungu. ‘’Karena beras ungu ini hanya didapati di subak wilayah Desa Angkah, jadi diminta untuk menelusuri silsilahnya dan sejarahnya terlebih dahulu,’’ ujar Sugi.

Langkah lainnya adalah melakukan penanaman demplot beras ungu di Subak Angkah seluas satu hektar yang pembiayaannya dari PDDS Tabanan. ‘’Untuk penanaman demplot ini kami masih rembug dulu dengan Pekaseh yang ada di sana. Jika disetujui, maka diuji coba seluas satu hektar,’’ papar Sugi. Pada penanaman demplot nanti, penanaman beras ungu ini juga sekaligus diberlakukan dengan menggunakan pupuk organik Jamu Maja Tani. Hasilnya akan diuji laboratorium, sekaligus mengusulkan pendaftaran beras ungu ke Badan Benih Nasional. (kmb24)

Kasus Bule Duduk di ”Palinggih” Pura Batukau

Pengelola Perbaiki Sistem, Polisi Kejar Pelaku Tabanan (Bali Post) Foto viral di media sosial wisatawan naik ke palinggih di areal Pura Batukau menjadi atensi khusus kepolisian maupun pangempon pura. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah ngaturang guru piduka dan prayascita untuk mensucikan kembali palinggih tersebut. Sementara polisi mencoba menelusuri keberadaan pelaku yang diduga berkewarganegaraan Denmark itu, termasuk pembuat dan pengunggah foto. Hal itu disampaikan dalam rapat darurat yang digagas Polsek Penebel, Kamis (13/9) kemarin. Rapat darurat itu menghadirkan seluruh jajaran terkait seperti Bendesa Adat Wangaya Gede sekaligus Ketua Umum Sad Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Batukau, Danramil Penebel, karyawan dan pecalang serta sejumlah tokoh masyarakat. Dalam rapat tersebut, Bendesa Pakraman Wangaya Gede I Gede Manu Ardana menyampaikan, kejadian tersebut di luar jangkauan pengawasan lantaran lokasi palinggih jauh dari pura utama. Berbekal pengalaman

tersebut, pihaknya selaku pengelola akan mengefektifkan pengawasan di areal Pura Batukau, khususnya pengawasan pada wisatawan yang tidak menggunakan guide. ‘’Kami juga akan memasang pintu gerbang terali di palinggih tersebut, dan memasang petunjuk agar wisatawan tidak masuk ke dalam areal palinggih,’’ terangnya. Menurutnya, palinggih tersebut merupakan genah pakiyisan atau panyungsungan subak yang dimiliki sedahan agung. Terkait saran pihak kepolisian mengenai pemasangan CCTV, pihaknya akan mempertimbangkannya dengan berkoordinasi bersama ketua pangempon pura. Sementara itu, Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan pelaku dan pengunggah foto. Dia pun berharap agar sistem keamanan pura ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang. ‘’Wisawatan cenderung tidak paham, karena mereka memiliki kepercayaan

Bali Post/bit

RAPAT DARURAT - Suasana rapat darurat menyikapi kasus di areal Pura Batukau. sendiri. Inilah yang perlu mendapat perhatian bersama, baik pengelola, karyawan maupun pecalang. Bisa juga dengan memberikan panduan ataupun memasang larangan yang mudah dipahami oleh mereka,’’ katanya. Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan postin-

gan foto wisman yang naik di atas palinggih di Pura Batukau. Foto wisatawan yang menggunakan kamen lengkap dengan destar itu berasal dari akun Instagram @tony.jarvi. Namun sayang, setelah sempat viral, akun tersebut justru sulit dilacak atau tidak aktif lagi. (kmb28)


BULELENG

8

Jumat Paing, 14 September 2018

WCD Sasar Tiga Lokasi Singaraja (Bali Post) Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI) menggulirkan program World Clean-Up Day (WCD) 2018. Gerakan bersih-bersih secara serentak di Tanah Air itu mulai dilaksanakan Sabtu (15/9) besok. Di Buleleng rencananya WCD menyasar tiga lokasi yang sudah dipilih atas instruksi pemerintah pusat. WCD ini diikuti berbagai stakeholder terkait di daerah ini. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Putu Ariyadi Pribadi, Kamis (13/9) kemarin mengatakan, sesuai instruksi dari KLHK-RI, ada tiga lokasi hajatan WCD tahun ini di daerahnya. Tiga wilayah itu meliputi kawasan Pantai Lovina, Kecamatan Buleleng. Kawasan Wisata Pantai Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, dan lingkungan Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Tiga lokasi yang disasar WCD itu, karena dari kajian dan fakta pemerintah pusat melihat tiga lokasi itu masih berkutat dengan persoalan pencemaran lingkungan. Pencemaran terutama persoalan sampah plastik. Untuk kawasan Danau Buyan, selain pencemaran sampah, persoalan pelik yang dihadapi adalah pendangkalan kawasan danau dan tidak jelasnya jarak sempadan antara danau dengan tanah warga. ‘’Mulai Sabtu (15/9) ini WCD ini digulirkan serentak di Indonesia, termasuk kita sudah memplot gerakan di tiga lokasi itu,’’ tegasnya. (kmb38)

KI Bali Visitasi PPID Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali melakukan visitasi dan monitoring ke PPID Buleleng, Kamis (13/9) kemarin. Visitasi itu adalah tahapan awal sebelum ditetapkan peringkat Badan Publik 2018 terbaik di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bali. Rombongan visitasi itu dipimpin Ketua KI Bali Gede Agus Astapa didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian (Kominfosandi) Buleleng Dr. Drs. I Ketut Suweca, M.Si. Gede Agus Astapa mengatakan, visitasi dan monitoring itu merupakan agenda rutin. Bahkan sudah memasuki agenda yang ketiga kalinya. Visitasi dan monitoring itu memang wajib dilakukan sebelum dilakukan penetapan peringkat Badan Publik yang terbuka dalam memberi pelayanan informasi publik kepada masyarakat. Sebagai sempel visitasi, rombongan KI melihat langsung layanan keterbukaan informasi publik di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil), Badan Keuangan Daerah (BKD), dan Dinas Pendidikan Olahraga (Disdikpora) Buleleng. Setiap OPD di daerah ini, kata Agus Astapa, mampu memberikan informasi publik yang diperlukan masyarakat. Terkait penetapan peringkat badan publik, Kamis (27/9), KI akan memberikan penghargaan kepada OPD yang mampu memberi pelayanan informasi terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Diharapkan melalui keterbukaan informasi publik oleh pemerintah itu, segala bentuk palayanan informasi yang diperlukan oleh masyarakat dapat terpenuhi. Selain itu KI Bali merencanakan melakukan evaluasi keterbukaan informasi ke desa. Upaya itu dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan informasi. Kepala Dinas Kominfosandi Dr. Drs I Ketut Suweca, M.Si. mengatakan, sebelum visitasi, pihaknya telah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) kepada OPD terkait dengan pelayanan informasi publik. Dari persiapan itu kemudian pihaknya mencocokan setiap dokumen PPID yang telah dikirim oleh masing-masing OPD melalui visitasi dan monitoring yang dilakukan KI Bali. (kmb38)

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt Polsek Busungbiu Polsek Gerokgak KP3 Celukan Bawang Pospol Wisata Lovina

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450 92126 92999 92842 41010

PENOLAKAN APCAT – Sejumlah komunitas menggelar konferensi dan menyuarakan penolakan terhadap APCAT ke-12 yang digelar di Nusa Dua pada bulan ini.

Mematikan IHT, Asosiasi Petani Gelorakan ’’Perlawanan’’ APACT

Singaraja (Bali Post) –

Organisasi asosiasi petani dan komunitas dari beberapa daerah di Indonesia mengeluarkan pernyataan sikap ‘’melawan’’ digelarnya Asia Pacific Confrence On Tobacco Or Health (APACT) Ke-12 Tahun 2018. Komunitas ini beralasan, agenda yang dibahas pada APACT di Nusa Dua itu dinilai akan mematikan Industri Hasil Tembakau (IHT) di Tanah Air. Beberapa organisasi masyarakat seperti Komunitas Kretek, Komite Nasional Pelestarian Kretek, Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI), dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI). Gerakan penolakan itu dikemas dalam konferensi dan peluncuran Policy Paper ‘’Pentingnya Industri Hasil Tembakau (IHT) Dalam Mewujudkan Nawa Cita dan SDG’s’’. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Munduk, Banjar. Acara itu dihadiri Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Nyoman Genep. Ketua Komunitas Kretek Aditia Purnomo mengatakan, gerakan menolak APCAT tahun 2018 sudah dilakukan secara masif. Gerakan itu melibatkan asosiasi petani komunitas dan penggiat media sosial. Hemat mereka, penolakan itu dilakukan karena agenda besar yang dibahas pada APCAT itu justru akan mematikan IHT di Tanah Air. Ini terlihat dari rencana kebijakan pemerintah pusat mendiversifikasi tanaman.

Kebijakan itu kontraproduktif, karena akan menghilangkan pemanfaatan komuditas cengkeh untuk produksi rokok kretek di Tanah Air. Cengkeh di Indonesia selama ini diserap untuk bahan rokok kretek antara 3 sampai 96 persen. Kalau nantinya serapan cengkeh yang begitu besar itu dihentikan, maka hal itu pasti menibulkan kerugian besar bagi petani. Pasalnya, produksi cengkeh tidak akan laku di pasaran. Budi daya tembakau yang selama ini diwacanakan sebagai penghalang pencapaian SDG’s, dikhawatirkan akan mematikan petani. Padahal, sejak dulu budi daya tembakau dikenal sebagai kultur budaya pertanian yang sepenuhnya dilakukan rakyat. Apalagi tembakau itu cocok dibudidayakan di musim ke-

marau. Yang mana usaha tani ini memberikan penghasilan tambahan ketika lahan persawahan tidak bisa ditanami pangan. ‘’APACT ini sudah jelas agendanya adalah kebijakan diversifikasi yang mengganti tembakau dengan tanaman lain. Faktanya, tembakau memberi manfaat besar bagi petani. Usaha tani ini memberikan hasil meskipun lahan tidak bisa ditanami tanaman pangan ketika terjadi kemarau. Cengkeh juga dapat menopang produksi kretek di Tanah Air. Kalau itu digantikan, tentu dampaknya akan mematikan budi daya tembakau dan cengkeh,’’ katanya. Budi Daya Petani Ketua APTI Pusat Suseno mengatakan, budi daya

tembakau dan cengkeh sudah menjadi kultur pertanian di Indonesia. Budi daya ini tidak sama dengan di negara lain, yakni cengkeh itu dikembangkan dengan sistem farm. Budi daya ini justru dilakukan oleh petani, bukanlah perusahaan seperti di luar negeri. Itu artinya, budi daya yang sudah menjadi kultur bangsa mampu memberi multiplier effect yang luar biasa seperti penghasilan petani, serapan tenaga kerja dari industri rokok, hingga penyumbang pajak kepada negara. Dengan fakta ini, kalau sekarang ada wacana kebijakan pemerintah mengganti budi daya tembakau atau cengkeh, maka akan memicu permasalahan sosial ekonomi yang luar biasa. Termasuk negara sendiri akan kehilangan sumber pendapatan dari pajak rokok itu sendiri. ‘’Kami terus melawan dan memang kebijakan pemerintah pusat yang terkesan mematikan IHT. Hal itu akan menimbulkan persoalan sosial, ekonomi, dan

negara sendiri kehilangan pemasukan dari IHT itu sendiri,’’ jelasnya. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Nyoman Genep mengatakan, dirinya juga khawatir kalau kebijakan pemerintah mengganti tembakau atau cengkeh untuk industri rokok. Selama ini budi daya tembakau di daerahnya sudah mulai mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca dan mahalnya operasional terutama bahan bakar kompor untuk pengeringan daun tembakau. Sedangkan cengkeh sampai saat ini tercatat luasnya lebih dari 7.000 hektar. Produksinya juga mengalami fluktuasi karena pengaruh cuaca. Di tengah situasi ini kalau ada kebijakan untuk mengganti, seperti akan dibahas di APCAT, Genep pun khawatir kalau dua komuditas ini tidak lagi memberikan penghasilan bagi petani di Bali Utara. ‘’Perlu ada pengaturan yang baik. Bukan berarti mematikan budi daya pertanian, namun ada pengaturan yang elegan,’’ pintanya. (kmb38)

Pascaputus Akibat Banjir

Pembangunan Jembatan Tukad Mendaum Tunggu Anggaran 2019 Sudah sekitar lima bulan lalu jembatan permanen di atas Sungai (Tukad -red) Medaum di Kecamatan Banjar putus. Terputusnya jembatan itu akibat diterjang banjir bandang. Sayangnya, sampai sekarang jembatan ini tidak jelas kapan akan dibangun kembali. Tidak ingin terlalu lama terhalang kondisi jembatan itu warga dari dua desa bertetangga itu gotong royong melakukan inisiatif membangun jembatan darurat sejak tiga bulan yang lalu. Apa kendalanya sehingga jembatan permanen yang diharapkan warga belum juga kunjung terwujud ? JEMBATAN darurat itu dibuat menggunakan batang bambu petung. Diameter bambu itu memang agak besar. Di atas batang bambu petung itu kemudian dipasang rangkaian bambu yang sudah dibelah. Agar tidak terlepas, setiap belah bambu itu diikat memakai kawat. Beberapa di antaranya menggunakan besi baku. Walau menggunakan sepeda motor, tetap harus waspada jika ingin melintasi jembatan darurat itu. Apalagi, saat dilintasi jembatan itu goyang-goyang. Jika tidak hati-hati bisa saja terjadi kecelakaan lalu lintas. Bagi warga Desa Gobleg dan Munduk memang sudah terbiasa melintasi jembatan darurat itu. Sebab tidak ada pilihan. Karena itu jembatan ini selalu dipergunakan. Pasalnya, merupakan akses jalan mudah dan singkat dari warga ketika mengangkut hasil panen cengkeh dan juga saat mengantar anak-anak ke sekolah. Kendati akses jem-

batan itu memiliki peran vital, pembangunan jembatan permanen hingga sekarang belum jelas. Disayangkan, usulan perbaikan pemerintah desa itu belum juga dapat tanggapan dari pemerintah daerah. Ketut Jata, seorang warga Dusun Pasut, Desa Munduk, Kamis (13/9) kemarin mengatakan, sebelum diterjang banjir bandang sekitar lima bulan lalu, dirinya masih bisa melintasi jembatan permanan dari beton itu. Sejak jembatan sementara ini dibangun, jembatan itu hanya bisa dilalui sepeda motor. Biasanya jembatan ini dilalui warga untuk mengantar anak sekolah atau hendak menuju pusat pemerintahan Desa Munduk. Namun jika musim panen seperti sekarang ini para tukang petik atau pemilik kebun ramai lalu-lalang melintasi jembatan itu. Bahkan, ketika sore hari warga pun menggunakan sepeda motor untuk mengangkut cengkeh nekat melewati jembatan.

Belum Ditanggapi Pemkab Sampai saat ini usulan pemerintah desa itu belum ditanggapi. Ia sendiri tidak mengetahui apa alasan belum disetujui. Tidak ingin terlalu lama terganggu dan harus mencari jalan alternatif yang jaraknya jauh, warga kemudian membuat jembatan darurat. Hanya, karena jembatan itu materialnya bambu, sehingga tidak nyaman dilintasi. Selain goyang akibat menahan beban berat, rangkaian bambu petung itu sudah mulai terlepas. ‘’Konon sudah diusulkan ke DPRD dan juga kabupaten, tapi entah mengapa sampai sekarang tidak diperbaiki. Jembatan darurat ini sudah tiga bulan. Malah sekarang sudah mulai rusak. Karena tidak ada pilihan dan warga sudah terbiasa, ya… tetap kami lewat sini saja. Tetapi kalau orang yang tidak biasa, memang sangat takut melintasi jembatan ini,’’ katanya. Hal senada diungkapkan Made Widiartono, warga Dusun Taman, Desa Munduk. Dia menceritakan, jembatan itu belum dibangun karena anggaran dari pemerintah yang belum mencukupi. Atas kondisi ini, dirinya terpaksa tetap melintasi jembatan darurat itu, meskipun dituntut ekstra hati-hati karena jembatan itu goyang. Pihaknya berharap pemerintah daerah memperhatikan keselamatan dan kelancaran akses warga, terutama petani yang akan mengangkut hasil panen cengkeh. Jembatan permanen itu memang perlu dibangun secepatnya. ‘’Melalui jalan alternatif, jalannya jelek. Waktu tempuh ke pusat desa lebih jauh.

Bali Post/kmb38

JEMBATAN DARURAT - Jembatan di atas Sungai (Tukad - red) Mendaum di Kecamatan Banjar putus akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Menunggu diperbaiki, warga terpaksa melintasi jembatan darurat dari batang bambu. Walaupun jembatan ini darurat terpaksa kami lintasi saja. Semoga pemberintah memberi perhatian, sehingga jembatan permanen itu bisa segera dibangun,’’ jelasnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Ketut Suparta Wijaya mengatakan, sebelumnya jembatan itu dibangun

oleh PUPR. Jembatan yang difungsikan mendukung jalan usaha tani dan penyeberangan orang itu terputus akibat bencana banjir bandang. Setelah kejadian itu PUPR telah mendata kerusakan dan mengusulkan rencana pembangunan jembatan permanen itu. Dari perhitungan kasar diperlukan dana sam-

pai Rp 500 juta untuk membangun jembatan sepanjang sekitar 40 meter itu. Hanya, karena anggaran perubahan tahun ini tidak memungkinkan, sehingga pembangunannya dianggarkan tahun 2019 mendatang. Jika tidak memungkinkan dari APBD, PUPR akan mengajukan proposal

ke Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPRRI). ‘’Usulan dari desa sudah masuk. Kita sudah cek dan menghitung berapa biaya yang diperlukan. Kalau memungkinkan bisa dibangun tahun 2019. Kami juga sudah mengusulkan ke PUPR Pusat,’’ jelasnya. (mud)


GIANYAR

Jumat Paing, 14 September 2018

9

Sambut Delegasi IMF-WB Annual Meeting

Pemkab Gelar Festival Desa Wisata Nusantara Gianyar (Bali Post)– Berbagai persiapan dilakukan Pemkab Gianyar dalam menyambut kunjungan delegasi IMF-World Bank (WB) Annual Meeting 2018, di kawasan seni ini. Selain menuntaskan pengerjaan infrastruktur, pemerintah juga akan menggelar Festival Desa Wisata Nusantara di Lapangan Ubud. Festival ini akan dibuka selama kunjungan delegasi pada pertengahan Oktober mendatang. Kadisparda Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta menerangkan, ada sebanyak 35 destinasi wisata di Bali yang bisa menjadi tujuan kunjungan delegasi IMFWB. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya berada di Kabupaten Gianyar, dan Ubud mendominasi dengan tujuh destinasi. “Ubud menjadi tujuan utama lantaran memiliki berbagai keunggulan,” kata Ari Brahmanta, Kamis (13/9) kemarin. Pejabat yang akrab disapa Gung Ari ini mengatakan, dengan menggandeng instansi terkait, pemerintah akan menyajikan sejumlah destinasi dan atraksi wisata di Ubud untuk para delegasi. Bahkan, sebuah event khusus yang menonjolkan keunikan desa wisata tengah disiapkan. “Event tersebut berupa Festival Desa Wisata Nusantara,” katanya. Menurut Ari Brahmanta, event ini disiapkan Yayasan Desa Wisata dan Disparda Kabupaten Gianyar.

Keunikan desa wisata dari berbagai aspek dan dari berbagai daerah di Indonesia akan ditampilkan dalam event yang akan dilangsungkan dari tanggal 12 Oktober sampai 15 Oktober di Lapangan Ubud tersebut. “Jadi, produk-produk yang ada di desa wisata dipamerkan untuk menyambut delegasi IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Itu inovasi masing-masing daerah,” jelasnya. Ari Brahmanta menambahkan, pihaknya sudah meminta Asita Bali agar menginformasikan dan membuat program khusus untuk kunjungan para delegasi beserta keluarganya ke festival tersebut. “Ini sudah disiapkan dan Asita yang menghandel langsung. Sumber dana festival berasal dari partisipasi masing-masing desa wisata dan didukung pemerintah daerah. Panitianya adalah para praktisi desa wisata setempat,” tegasnya. Ari Brahmanta menjelaskan, 13 destinasi yang disiapkan menjadi tujuan wisata para delegasi IMF-World Bank Annual Meeting 2018 memiliki daya tarik yang bervariasi. Ada yang menawarkan keindahan alam, pertanian, hingga kekayaan budaya. Persiapan dari berbagai aspek telah dilakukan Pemkab Gianyar, termasuk aparat keamanan. “Destinasi itu sudah siap. Kami terus pantau, karena kemungkinan ada perubahan-perubahan. Makin dekat, persiapan makin dimantapkan. Menjelang kegiatan, tentu kita akan lebih intensif,” katanya. (kmb35)

Dorong Kreativitas Olahan Ikan

Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar yang memiliki kawasan pesisir yang menyimpan potensi produksi ikan yang menjanjikan. Bahkan, tingkat produksi ikan dari nelayan mencapai 521,1 ton per tahun. Namun, dengan jumlah produksi ikan sebesar itu, justru tingkat konsumsi ikan masyarakat Gianyar sangat rendah yakni hanya puluhan kilogram per tahun. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar, produksi ikan para nelayan di kawasan seni ini mencapai 521,1 ton pada 2017. Namun, tingkat konsumsi ikan yang terdata justru masih rendah, yakni 29,8 kilogram pada tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2018 ditarget naik menjadi 29,9 kilogram. Dikonfirmasi Kamis (13/9) kemarin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan

Kabupaten Gianyar Ir. Dewi Hariani mengakui data terkait rendahnya konsumsi ikan di kawasan seni ini. Pihaknya kini berupaya mendorong kreativitas pengolahan hasil laut, demi meningkatkan konsumsi ikan tersebut. “Kami sedang berupaya mendorong kretivitas olahan ikan, sehingga konsumsi ikan bisa ditingkatkan,” katanya. Menurut Dewi Hariani, pengolahan ikan dilakukan dengan pembuatan menu-menu kekinian yang ngetren di masyarakat, seperti olahan geprek, ikan crispy dan lain-lainnya. “Kita kan tahu saat ini di masyarakat lagi gandrung dengan menu ayam geprek, kami mencoba mengganti ayam dengan ikan. Kami akan terus berinovasi membantu nelayan dengan berbagai terobosan baru agar kesejahteraan nelayan dapat ditingkatkan,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/wan

DIPERSIAPKAN - Kawasan wisata Ubud dipersiapkan untuk menyambut kunjungan para delegasi IMF-World Bank Annual Meeting 2018.

Tahap II Kasus OTT

Kepala Dusun Buahan Langsung Ditahan Gianyar (Bali Post) Polisi akhirnya menggelar tahap II kasus OTT dengan tersangka Kepala Dusun Buahan, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, I Nyoman Wirawan (33), Kamis (13/9) kemarin. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar yang menerima pelimpahan ini langsung menahan tersangka di Rutan Kelas II B Gianyar. Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, setelah beberapa bulan melakukan pengembangan, berkas perkara tersangka yang terjaring OTT ini dipastikan sudah lengkap. “Berkas sudah lengkap dan hari ini kita menggelar tahap II, yakni pelimpahan berkas dan barang bukti ke Kejari Gianyar,” jelasnya. Dalam tahap II ini, polisi juga menyerahkan barang bukti berupa dua bendel permohonan sertifikat. Untuk menyelesaikan

berkas itulah tersangka meminta uang puluhan juta kepada korban. “Kejadiannya tanggal 18 Juli lalu. Pelaku meminta sejumlah uang dari pemohon sertifikat,” katanya. Informasi pungutan liar itu pun sampai ke telinga aparat kepolisian, hingga akhirnya dilakukan OTT. Saat penyergapan, polisi mengamankan barang bukti berupa surat permohonan sertifikat dan uang tunai Rp 10 juta. “Kami juga mengamankan sebuah handphone Nokia, stem-

pel dan bantalannya. Juga ada fotokopi sislab Desa Buahan, dan keputusan Perbekel Buahan,” jelasnya. Deni Septiawan mengatakan, dalam pengurusan sertifikat tanah ini, tersangka meminta uang Rp 25 juta dari korban. Setelah dinego, disepakati harganya Rp 20 juta dengan pembayaran dicicil. “Seharusnya gratis, tidak ada pungutan,” terangnya. Beberapa bulan diinterogasi, tersangka mengaku melakukan aksi ini seorang diri. Demikian pula dari pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, belum ada menunjukkan tersangka lain dalam kasus ini. “Tersangka yang menjabat selama 1,5 tahun ini juga mengaku baru sekali melakukan pungutan,” katanya.

Sementara itu, Kasipidsus Kejari Gianyar Endra Arianto mengatakan, setelah tahap II, tersangka langsung ditahan di Rutan Kelas II B Gianyar. “Alasan subjektif dan objektif memenuhi sehingga kita lakukan penahanan di Rutan Gianyar, untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar. Kemungkinan Senin depan,” katanya memaparkan. Mengingat berkas kasus ini sudah P21, kata Endra Arianto, pihaknya tidak lagi mengotak-atik berkas tersebut. Dikatakan, pihaknya hanya akan menyempurnakan dengan menambahkan dakwaan. “Kemarin berkas ini sudah kita cek, sehingga sudah P21. Tinggal ditambah dakwaan, selanjutnya kita limpahkan ke Pengadilan tipikor,” tegasnya. (kmb35)

Polisi Dalami Kasus Pelemparan Bus

Bali Post/kmb35

BIMTEK - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar Ir. Dewi Hariani memantau bimtek pengolahan ikan pada salah satu warung di Pantai Lebih, Kamis (13/9) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Polisi masih mendalami kasus pelemparan batu terhadap tiga bus yang ditumpangi supporter Persela Lamongan. Namun belum ada perkembangan dari penyelidikan polisi. Belum diketahui identitas pelaku yang melakukan aksi pelemparan di Jalan Udayana, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Selasa (11/9) malam tersebut. Dikonfirmasi Kamis (13/9) kemarin, Kapolsek Blahbatuh Kompol Ketut Dwikora mengatakan,

Pelaku Curat Ditembak

Gianyar (Bali Post) Seorang pria asal Sumba, Mateus Muda Kura alias Okto (20), hanya bisa berjalan dengan dipapah akibat kaki kirinya menderita luka tembak. Pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) ini terpaksa ditembak oleh polisi karena berupaya kabur. Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan menjelaskan, pelaku ditangkap setelah terbukti mencuri satu unit handphone merek Samsung dan uang tunai Rp 1 juta milik korban Mujiono yang merupakan pekerja proyek di seputaran Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang. “Polisi melakukan penangkapan berdasarkan laporan korban pada tanggal 17 Agustus 2018,” kata Deni Septiawan kepada wartawan, Kamis (13/9) kemarin. Deni Septiawan menambahkan, korban Mujiono kehilangan handphone dan uang yang disimpan di dalam tas. Tim Sat Reskrim Polres Gianyar yang dipimpin Ipda Andika Arya Pratama kemudian melakukan penyelidikan. Senin (10/9)

sekitar pukul 12.00 Wita, tim yang sedang melakukan penyelidikan di sekitar TKP memeriksa buruh proyek yang sedang beristirahat. “Saat itu tim menemukan barang-barang milik korban berupa tas selempang warna coklat dan sebuah handphone merk Samsung Galaxy tipe A5 yang sesuai dengan laporan kehilangan dari korban,” jelasnya. Barang tersebut dipegang oleh tersangka asal Kampung Kalembu Leten, Desa Merekehe, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya. Saat itulah tersangka berupaya kabur, sehingga akhirnya ditembak oleh polisi pada kaki kirinya. “Ketika sedang diinterogasi, tersangka berusaha untuk kabur sehingga petugas melakukan tindakan terarah dan terukur,” ujar Deni Septiawan. Setelah berhasil dilumpuhkan, tersangka mengakui perbuatannya bersama dengan seorang temannya bernama Gabei. Teman tersangka saat ini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). “Teman tersangka masih kita buru,” katanya.

Deni Septiawan mengatakan, modus tersangka saat melakukan penurian di Villa Karya dengan mencongkel jendela triplek bedeng tempat korban tidur. Kemudian mengambil barang milik korban berupa satu buah handphone merk Samsung Galaxy tipe A5 dan tas selempang warna coklat yang didalamnya berisi uang tunai Rp 1 juta, SIM C, SIM A dan KTP milik korban serta satu buah speaker aktif. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Okto dikenakan pasal 363 KUHP ayat (1) ke-3 dan ke-4 tentang Pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman selama-lamanya tujuh tahun penjara. (kmb35)

pihaknya masih menyelidiki pelaku pelemparan pada tiga bus supporter Persela itu. “Belum ada perkembangan. Yang melihat pelaku juga tidak ada. Bus itu jalan paling belakang, itu kejadiannya pukul 20.00 Wita,” ujarnya. Tidak hanya minim saksi, petunjuk dari rekaman CCTV di kawasan itu juga minim. Dwikora mengatakan, rombongan saat kejadian total ada empat bus. Mereka pulang paling terakhir karena harus menunggu seluruh teman-temannya

berkumpul. “Namanya dari jauh, kan mereka menunggu temantemannya dulu baru jalan,” jelasnya. Selanjutnya, setelah melewati Jalan Udayana, empat bus ini jalan beriringan. Bus pertama sudah lolos, yang kena itu tiga bus lainnya. Dari hasil pemeriksaan terhadap pihak bus, pelaku ini naik sepeda motor berjalan dari arah berlawanan. Begitu berpapasan, pelaku yang naik motor itu melempari bus-bus yang melintas. “Pelakunya lari. Yang jelas berlawanan arah. Bus

ke selatan, pelemparnya ke utara, ke arah Semebaung,” jelas Dwikora. Akibat kejadian itu, bus dengan nomor polisi W 7102 UA yang dikemudikan Sugiono (45) asal Lamongan, Jawa Timur mengalami kaca depan retak. Bus dengan nomor polisi AG 7235 UV yang dikemudikan Putut Tri Suto (46) asal Lemongan mengalami kaca pecah di bagian depan. Sedangkan bus dengan nomor polisi S 7470 UA yang dikemudikan Suyono (48) mengalami kaca retak di bagian samping kanan. (kmb35)

Didatangi Ibu Angkat, Bella Lari Ketakutan Gianyar (Bali Post) Bella, bocah perempuan 11 tahun yang sebelumnya telantar di Terminal Batubulan, sempat dicari ibu angkatnya ke Mapolsek Sukawati, Rabu (12/9) malam. Namun saat melihat sang ibu angkat, bocah berkulit sowo matang ini malah lari ketakutan. “Rabu malam pas melihat ibu angkatnya, anak ini bilang tidak mau. Bahkan langsung lari ketakutan. Saat itu anak ini sampai gemetar,” ujar Kanit Reskrim Polsek

Sukawati Iptu IGN Winangun, Kamis (13/9) kemarin. Melihat kondisi itu, kata Winangun, polisi tidak bisa memediasi. Dikatakan, kedatangan wanita yang mengaku ibu angkat Bella ini tidak membawa bukti tertulis sebagai ibu angkat. “Dia tidak membawa data apa pun. Dia hanya mengajak saksi yang merupakan tetangga, dan dikatakan memang benar dia (Bella - red) anak angkat dari ibu ini,” katanya. Menurut Winangun, pihaknya kemudian menyuruh wanita tersebut datang kembali dengan membawa bukti tertulis sebagai ibu angkat. Namun hingga Kamis sore kemarin, wanita itu tidak datang ke Mapolsek Sukawati. “Belum ada datang sampai Kamis sore ini,” ujarnya. Winangun menambahkan, pihaknya berupaya mengorek informasi dari wanita asal Jember itu. Menurutnya, Bella memang sering lari dari rumah. Bella juga disebut suka mencuri, sehingga kerap kali dimarahi sang ibu angkat. “Pengakuan wanita yang mengaku sebagai ibu angkatnya, Bella katanya sering mencuri saat masih bersekolah di Lombok,” katanya.

Winangun mengaku melihat Bella seperti bocah yang depresi. Namun apa yang menyebabkan hal tersebut, belum diketahui secara pasti. Kini bocah dengan rambut lurus ini dititipkan di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2AP2KB) Kabupaten Gianyar. “Penyebab anak ini depresi, kami tidak tahu. Makanya kami meminta P2AP2KB untuk menginterogasi anak ini,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas P2AP2KB Gianyar Cokorda Bagus Trisnu mengatakan, Bella dibawa ke kantornya sekitar pukul 20.00 Wita, Rabu (12/9) malam. Pihaknya berupaya menggali keterangan dari Bella, namun belum banyak informasi yang bisa diperoleh dari bocah tersebut. “Ada perbedaan pengakuan antara Bella dengan ibu angkatnya. Kemungkinan ada sesuatu yang disembunyikan,” ujarnya. Di kantor yang berlokasi di Jalan Manik, Gianyar itu, Bella diberikan satu kamar tidur lengkap dengan bed. Namun Bella malah tidak mau tidur di kamar itu. Dia lebih memilih tidur di sofa. Selanjutnya Bella akan dipindahkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Denpasar, karena alamat ibu angkatnya ada di Denpasar. “Karena alamat ibu angkatnya di sana, jadi dalam waktu dekat Bella akan dipindahkan ke Denpasar,” katanya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Jumat Paing, 14 September 2018

SOSOK Perkuat Desa Adat PERAN desa adat sangat penting guna mempertahankan adat dan budaya Bali. Karena itu pemerintah diharapkan ikut mendorong penguatan desa adat agar tatanan budaya tidak luntur. Selain perhatian untuk para pemangku desa adat, juga infrastruktur yang dibutuhkan sebagai penunjang kegiatan kebudayaan dan adat hingga ke tingkat kecamatan. “Kita dorong agar di tiap kecamatan ada kantor untuk Majelis Alit dan PHDI kecamatan. Agar terakomodir, khususnya yang menyangkut adat dan budaya,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jembrana I Ketut Sudiasa. Menurut anggota DPRD dari Kelurahan Baler Bale Agung ini, banyak hal positif yang diambil ketika kepentingan adat diakomodir. Khususnya yang bertalian dengan agama dan budaya. Fraksi PDI Perjuangan juga tidak mengesampingkan kepentingan desa dinas. Semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat di desa, kepala desa dan perangkat desa dituntut untuk dapat memenuhinya. Untuk menunjang kerja perbekel dan perangkat desa itu, fraksi mendorong kepada eksekutif mengkaji peningkatan nafkah mereka. “Perbekel dan perangkat desa ini juga dituntut patuh terhadap perundang-undangan dalam penggunaan APBDes yang semakin besar, sehingga anggaran dapat terealisasikan dengan baik. Karena itulah kami mengusulkan agar nafkah mereka dinaikkan,” ujarnya. Menurutnya, baik desa adat maupun desa dinas memiliki fungsi dan tugas yang krusial bagi tatanan kehidupan masyarakat. Karena itu fraksi PDI Perjuangan DPRD Jembrana berkomitmen menguatkan fungsi masing-masing desa tersebut. (olo)

Diduga Belum Kantongi IMB

Proyek Rumah Bertingkat Dihentikan Sementara

Negara (Bali Post) – Petugas Satpol PP Jembrana bersama Trantib Kecamatan Mendoyo, Kamis (13/9) kemarin kembali melakukan sidak terkait perizinan. Sidak kali ini menyasar dua lokasi di Kecamatan Mendoyo, yakni di Biluk Poh, Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Yehembang. Hasilnya, petugas menemukan adanya proyek pembangunan rumah bertingkat yang diduga belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Satpol PP yang dipimpin Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Daerah Made Tarma awalnya melakukan pengecekan ke Kelurahan Tegangcangkring. Di sana ada proyek pembangunan rumah bertingkat. Di depannya terpasang baliho kampus swasta. Petugas pun merapat ke sana dan

menanyakan hal itu ke sejumlah pekerja. Para pekerja yang ditemui mengaku hanya diminta untuk mengerjakan. Sementara masalah perizinan seperti IMB, mereka tidak mengetahuinya. Atas keterangan para pekerja itu, petugas meminta kepada pengawas untuk menyetop sementara pembangunan

tersebut. Sebab, pemilik diduga belum mengantongi izin. Awalnya petugas mencurigai bangunan tersebut akan difungsikan sebagai kampus. Namun dari pengakuan pekerja bahwa bangunan bertingkat ini merupakan rumah. “Kalau baliho di depan itu kebetulan memang pemilik rumah ini punya kampus, tapi

tidak di sini,” ujar Komang, pengawas proyek. Selain di Biluk Poh, petugas penegak perda ini juga menyasar Usaha Mikro Kecil (IUMK) di sebelah barat Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Desa Yehembang. Di sini petugas memberikan teguran kepada pemilik usaha kelapa butiran lantaran barang dagangannya meluber hingga ke jalan. Dari koordinasi sebelumnya, sejatinya pihak desa melalui Kepala Kewilayahan sudah berulangkali memberikan teguran. Karena selain mengganggu jalan, juga

membuat kawasan di dekat ACJN itu terlihat jorok. Dari keterangan pemilik usaha Ni Ketut Sudarmi, sebenarnya ia sudah berupaya membersihkan kulit kelapa yang berserakan tersebut. Tetapi pihaknya meminta waktu karena tidak bisa dilakukan dalam sehari. Awalnya Sudarmi hendak membersihkan dengan cara membakar, tetapi hal tersebut tidak diperkenankan. Petugas meminta agar seluruh kelapa yang berserakan hingga ke jalan itu dibersihkan atau diangkut ke tempat lain. (kmb26)

Disempurnakan, Jumlah Perangi Narkoba, Prajurit Kodim dan Persit Dites Urine DPT Pemilu 2019 Berkurang Negara (Bali Post) Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 berkurang setelah dilakukan penyempurnaan. Jumlah total DPT yang sudah diperbaiki dan diplenokan, Kamis (13/9) kemarin, sebanyak 228.586 pemilih. Berkurang dari yang ditetapkan sebelumnya, yakni 228.707 pemilih. Perbaikan itu dilakukan lantaran ada ratusan data ganda yang ditemukan. KPU Jembrana akhirnya mencoret 121 pemilih yang diketahui ganda. Sebelumnya Bawaslu maupun KPU Jembrana setelah dilakukan pengecekan ulang mengetahui ada ratusan pemilih ganda. Dari Bawaslu ada 154 pemilih ganda dan selanjutnya direkomendasikan untuk dilakukan verifikasi faktual. Dari pengecekan langsung ke para pemilih yang terdaftar ganda itu, ada beberapa penyebab.

Komisioner KPU Jembrana Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Pengembangan SDM dan Organisasi Made Widiastra mengatakan, perbaikan DPT yang dilakukan KPU ini berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu Jembrana. Selanjutnya data pemilih ganda itu diverifikasi faktual langsung ke pemilih melibatkan partai politik. Hingga saat pleno kemarin disepakati 121 pemilih ganda dipastikan dicoret. Di sisi lain, Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan mengatakan, perbaikan DPT ini harus dilakukan guna validasi data pemilih. Sebab, diketahui data pemilih sangat dinamis. Termasuk adanya pemilih ganda yang telah dicoret. Dari verifikasi faktual memang terdata ganda, sehingga otomatis setelah dicoret jumlah DPT berkurang dari yang telah ditetapkan sebelumnya. (kmb26)

Bali Post/olo

TES URINE – Sejumlah anggota Kodim 1617/Jembrana saat mengikuti tes urine, Kamis (13/9) kemarin.

Negara (Bali Post) – Para prajurit Kodim 1617/Jembrana, Kamis (13/9) kemarin kembali melaksanakan tes urine guna memastikan apakah terindikasi pengguna narkoba atau tidak. Selain para anggota Kodim, anggota Persit Candra Kirana juga tak luput dari tes tersebut. Kasdim 1617/Jembrana Mayor Inf. Ngakan Made Marjana mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian sosialisasi dan Penyuluhan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kodim 1617/Jembrana. Tujuan utamanya untuk menghindari adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga TNI. “Tes urine ini guna memastikan anggota Kodim tidak terlibat kasus penyalahgunaan narkoba,” terangnya. Jika memang ada yang ditemukan positif sebagai pengguna narkoba, Kasdim mengaku tidak akan mentolelir anggotanya. “Kami tegas dalam hal ini. Jika ada yang menggunakan akan diberikan sanksi tegas. Sanksi pemecatan akan diterapkan apabila ada anggotanya yang terbukti terlibat dalam kasus narkoba,” terangnya. Pihaknya melakukan kegiatan ini secara terus menerus sebagai peringatan bagi anggota agar tidak terjerumus dalam kasus narkoba, baik sebagai pemakai, bandar maupun back-up bandar. Dari puluhan anggota Kodim yang dites urine semuanya dinyatakan negatif. Dokter penguji dari Dinas Kesehatan Jembrana dr. Dedi Kusmawan mengatakan, jika dilihat dari hasil pengecekan semuanya negatif. “Hal ini agar terus dipertahankan agar TNI ini benarbenar bersih dari narkoba,” ujar Dedi. (kmb26)

Diserempet Truk, Kakek Tewas

Bali Post/olo

PLENO – Rapat pleno di KPU Jembrana terkait perbaikan DPT setelah dilakukan pencoretan ratusan pemilih ganda.

Negara (Bali Post) Nasib nahas dialami Ketut Ledang (70), warga Banjar Tetelan, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana. Kakek ini meregang nyawa setelah diserempet truk kontainer di jalan umum Denpasar Gilimanuk Km 108-109, tepatnya di Banjar Taman, Desa Tuwed, Melaya, Kamis (13/9) kemarin.

Revitalisasi Pasar Pekutatan Diharapkan Rampung Bulan Depan

Negara (Bali Post) – Revitalisasi Pasar Pekutatan ditargetkan rampung bulan depan. Pengerjaan satu blok di pasar terbesar di Kecamatan Pekutatan ini kini sudah tahap pemasangan keramik dan pembuatan toilet. Pembangunan ini merupakan program revitalisasi yang tahun ini menyasar lima pasar di Jembrana. Dari pantauan, progres pembangunan ini tinggal finishing. Struktur bangunan yang menggunakan kap baja sudah berdiri. Begitu juga sekat-sekat untuk kios dan los sudah mulai terbentuk. Pengawas proyek pun menargetkan pembangunan ini sudah rampung bulan depan. Untuk itu, 40 pedagang sayur yang saat ini direlokasi di parkiran pasar akan segera bisa menggunakan

los dan kios tersebut. Berbeda dengan pasar tradisional lain di Jembrana, areal Pasar Pekutatan ini tiap bloknya mempunyai ketinggian yang berbeda pula dan dihubungkan dengan tangga yang sempit. Untuk itu, atapnya tidak sejajar seperti pasar-pasar yang lain. Kepala Pasar Umum Pekutatan Ketut Degdeg, Kamis (13/9) kemarin mengatakan, secara keseluruhan, baik kios, los maupun ruko di Pasar Pekutatan saat ini menampung 208 pedagang. “Yang blok di tengah ini menampung 40 pedagang. Setelah perbaikan selesai, mereka akan berjualan kembali di sini. Tidak ada penambahan,” ucapnya. Ia menambahkan melihat progres yang ada saat ini, tinggal pemasangan

keramik. “Kalaupun alasan cuaca, tapi itu tidak mungkin. Sebab atap sudah terpasang. Kita harapkan segera rampung,” tambah Degdeg. Pihaknya belum bisa memastikan apakah blok yang lain juga akan diperbaiki. Sesuai kontrak kerja proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 738.502.517 ini dikerjakan selama 90 hari kalender sejak 5 Juli 2018. Dengan demikian, ditargetkan pada awal Oktober 2018 sudah bisa digunakan. (kmb26)

DIPERBAIKI - Blok pedagang sayur di Pasar Pekutatan yang sedang diperbaiki.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi ketika truk kontainer yang dikemudikan Roni Wijaya (32) asal Probolinggo, Jawa Timur ini bergerak dari timur. Saat bersamaan, di depan truk melintas korban yang mendayung sepeda. Pada situasi jalan lurus dan jalannya sedikit menurun, truk dengan nopol L 9344 VW hendak mendahului

korban. Ternyata saat itu truk menyerempet korban sehingga terpental. Korban masuk ke kolong truk dan tergilas. Korban juga terseret dan berhenti di badan jalan sebelah kiri. Akibat kecelakaan itu korban mengalami luka robek pada punggung, tangan kanan, lecet pada pinggul, bengkak pada pinggang dan patah pada paha

kiri. Korban pun meninggal dunia dalam perjalanan ke RSU Negara. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Kecelakaan itu akibat kurang hati-hatinya sopir truk. Kini kasusnya ditangani Polres Jembrana. (kmb)


KARANGASEM

Jumat Paing, 14 September 2018

11

Pura Penataran Agung Gunung Agung ’’Melasti’’

Sabtu Besok, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Amlapura (Bali Post) Pura Kahyangan Jagat Penataran Agung Linggih Ida Batara Luhur Gunung Agung merupakan pura tua. Pura yang berada di Desa Pakraman Nangka, Desa Bhuana Giri, Bebandem akan melakukan prosesi melasti Sabtu (15/9) besok. Karena itu, Satlantas Polres mau tidak mau harus melakukan pengalihan arus lalu lintas. Itu penting untuk mengantisipasi terjadi kemacetan total. Sebab, prosesi melasti itu diperkirakan melibatkan 15 ribu bakta pangiring Ida Batara. KBO Satlantas Polres Iptu Gede Puja Artana, Kamis (13/9) kemarin mengungkapkan, pihaknya sejauh ini telah melakukan rekayasa pengalihan arus lalu lintas terkait prosesi melasti besok. Para pamedek nantinya dikondisikan melewati Jalan Butus-Padang Kerta, Jalan Untung SurapatiJalan Sudirman, dan Jalan Ahmad Yani termasuk Jalan

Pantai Jasri. Karena jalur itu akan ditutup, Iptu Aryana meminta masyarakat yang melintasi jalan raya dari arah Kubu menuju arah kota Karangasem itu dapat melewati jalur alternatif. Jalur alternatif yang dirancang adalah dari Kubu menuju Abang, Kihkihan, Tiying Tali, Belong, lanjut ke Gajah Mada Kota. Kendaraan dari arah Kubu menuju Denpasar bisa melewati Kubu, Ban, Selat, Rendang, Putung, Sidemen, dan Kkungkung. Sedangkan dari arah kota Karangasem menuju Denpasar, diminta melewati kota Amlapura, Jalan Ngurah Rai, Jalan Kartini, Tiying Tali, Kihkihan, Abang, Datah, Kedampal, Rendang, dan Klungkung. Sedangkan pengendara dari arah Denpasar menuju Karangasem bisa melalui jalur Klungkung, Bukit Jambul, Rendang, Ban, Kubu, dan Karangasem. Dari Klungkung, Manggis, Putung,

Rendang, Selat, Ban, Kubu dan Karangasem. “Dalam pengaman itu, kita menerjunkan sekitar 167 personel Polsek Bebandem, Polsek Karangasem. Polres juga ikut mem-back-up dengan personelnya. Penutupan jalan dilakukan secara total mulai pukul 08.00 Wita. Dalam pengamanan itu, petugas juga akan dibantu pecalang. Peralihan itu kita lakukan guna mengantisipasi kemacetan panjang. Karena pamedek yang diperkirakan ambil bagian prosesi melasti itu sebanyak 15 ribu lebih. Sementara untuk balik, informasinya akan diangkut menggunakan mobil,” ucapnya. Untuk truk pengangkut galian C, diimbau supaya tidak melintasi jalur yang ditutup di atas, khususnya di Butus, Bhuana Giri, dan wilayah Kecamatan Kubu. Penutupan akan dilakukan mulai pukul 07.00 sampai pukul 18.00 Wita. (kmb41)

Harga Kedelai Naik

Pebisnis Tahu dan Tempe Dilematis Amlapura (Bali Post) Belakangan ini, harga kedelai terus saja merangkak naik. Meningkatnya harga kedelai itu membuat pebisnis tahu dan tempe mengalami dilematis. Pasalnya, mereka berada pada situasi relatif sulit. Apakah harus menaikkan harga jual atau tidak. Jika harga tahu dan tempe itu tidak dinaikkan, maka susah menutup

harga material kedelai yang mulai mahal. Mastafa, pebisnis tahu dan tempe di Lingkungan Segara Katon, Karangasem, mengatakan hal itu, Kamis (13/9) kemarin. Harga kedelai bahkan sudah naik sejak beberapa bulan terakhir. Menurutnya, untuk membuat tahu dan tempe, terpaksa memakai kedelai impor. Belakangan ini harganya terus naik.

Bali Post/kmb41

USAHA TAHU TEMPE - Pebisnis usaha tahu dan tempe di Karangasem.

Hal itu disebabkan, sedikitnya produksi kedelai lokal. ‘’Sebelumnya, harga kedelai Rp 6.100. Tetapi sekarang ini naik jadi Rp 7.600,” ujarnya. Naiknya harga kedelai itu membuat dirinya dalam posisi dilematis. Pasalnya, jika harga tahu dan tempe itu tidak ditingkatkan, maka ia sendiri akan merugi. Di satu sisi, jika harga dinaikkan, maka pelanggan akan beralih ke yang lain. Saat ini, pihaknya masih menjual satu papan atau lempeng itu seharga Rp 50 ribu. Sedangkan, tempe dijual Rp 8 ribu per kg. “Kalau harga dinaikkan, akan kalah bersaing. Selain itu, pembeli yang juga lebih banyak kalangan masyarakat kecil, akan lari. Mereka akan tidak mau lagi membeli tahu dan juga tempe buatan kami,” ujarnya. Hal senada diutarakan Gede Sumiarta, asal Seraya. Mahalnya harga kedelai membuat dirinya susah dapat keuntungan dari hasil membuat tahu dan tempe itu. “Keuntungan yang didapat belakangan ini terus menurun. Untungnya tipis mengingat, selisih harga material dengan ongkos produksi tidak banyak,” terangnya. (kmb41)

Tekan Kecelakaan Kerja

Tenaga Kontraktor Harus Bersertifikasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem, kini sedang berupaya agar seluruh tenaga kontraktor itu melakukan sertifikasi. Hal itu merujuk amanat Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Alasannya, agar pekerja di lapangan memiliki kemampuan cukup dalam bekerja. Proses sertifikasi ini ditekankan oleh pusat, juga dalam kaitan menekan kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan korban jiwa, akibat ketidakpahaman cara bekerja yang baik di bidang jasa konstruksi itu. Lalu, bagaimanakah mekanisme memperoleh sertifikasi dan juga aplikasinya di lapangan? KABID Teknik Dinas PUPR I Gusti Ayu Nyoman Sugianti saat ditemui di kantornya, Rabu (12/9) lalu, mengatakan pemerintah sebagai penyelenggara pengawasan jasa konstruksi akan melakukan sertifikasi. Hal itu sangat penting, agar setiap tenaga, tukang, maupun buruh lainnya, dapat terlibat dengan baik pada jasa konstruksi itu. Bahkan, diharapkan, sertifikasi itu ada di setiap desa. Karena alokasi dana desa di masingmasing desa itu belakangan semakin tinggi. Tahun ini, Bali mendapat jatah 1.000 sertifikasi gratis dari pusat. Sedangkan 400 di antaranya, merupakan jatah untuk Karangasem. Ayu Sugianti menegaskan, proses seleksi itu sebetulnya sudah dilakukan di beberapa kecamatan. Seperti Kecamatan Selat, Manggis, Rendang, dan Kubu. “Selanjutnya, seleksi itu dilakukan di Kecamatan Abang 23 September nanti,” kata Ayu Sugianti.

Antusiasme warga di setiap kecamatan, dikatakan cukup tinggi. Setelah mengisi form pendaftaran, para tenaga tukang dan buruh itu langsung menjalani proses testing yang dilakukan oleh asesor dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi(LPJK). Peserta yang mengikuti testing itu diminta praktik berbagai aspek bertukangan. Sehingga, sertifikat yang dikeluarkan nantinya sesuai dengan keahliannya. “Sertifikatnya tidak satu jenis. Ada banyak jenis. Jadi, setiap aspek keahlian jasa konstruksi itu ada sertifikatnya,” jelasnya. Perlunya sertifikat itu layaknya penggunaan SIM dalam dunia berkendaraan. Jadi, kalau tidak mengantongi sertifikat keahlian, para tukang dan buruh jasa konstruksi, tidak diperbolehkan bekerja di proyek. Bahkan, jika dipaksakan, maka akan ada sanksi yang bisa diterima baik pihak pengguna jasa (pemerintah daerah) mau-

Bali Post/gik

PRAKTIK LANGSUNG - Salah satu bentuk testing berupa praktik langsung oleh asesor dari LPJK saat proses seleksi.

pun penyedia jasa (kontraktor). Malah ke depan, juga berlaku pada proyek-proyek pribadi warga. Berani memakai jasa tenaga tukang dan buruh yang tak bersertifikasi, bisa terancam sanksi. Hal itu sebetulnya mengacu amanat Undang-undang nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Model sertifikatnya nanti ada dua jenis. Bagi yang tidak sekolah, lulusan SD, SMP, hingga lulusan SMA, setelah lulus sertifikasi akan memperoleh SKT (Sertifikat Keterampilan). Sedangkan bagi tenaga yang sudah sarjana, akan mendapat SKA (Sertifikat Keahlian). Ini akan menjadi upaya standardisasi buruh hingga ke tingkat desa. Setelah proses gratis dari pusat, selanjutnya proses sertifikasi ini akan dibebankan kepada setiap kecamatan. Upaya standardisasi ini untuk menekan adanya kecelakaan kerja di lapangan, akibat pekerja tidak terampil. Ini pula upaya mencegah banyaknya pemanfaatan anak-anak menjadi pekerja kasar. “Bagi yang tidak lulus sekolah, nanti diminta melampirkan surat keterangan dari desa setempat,” tegas Ayu Sugianti. (gik)

Gelapkan Dana Rp 500 Juta

Kepala LPD Sega Ditahan Amlapura (Bali Post) Kejari Amlapura akhirnya melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan penggelapan dana LPD Sega, Kecamatan Abang I Wayan Sumadi Yasa alias Mangku Ketur, Kamis (13/9) kemarin. Penahanan itu dilakukan untuk mempercepat penanganan kasusnya. Sebab, tersangka juga sudah mengakui seluruh perbuatannya. Kepala Kejari Amlapura I Nyoman Sucitrawan, Kamis kemarin, mengatakan penahanan itu dilakukan setelah kesehatannya dicek. Selain karena sudah mengakui perbuatannya, pihaknya mengkhawatirkan ada upaya menghilangkan barang bukti. Terlebih, hal itu merupakan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang harus sesegera mungkin dituntaskan. Sehingga harus ada kepastian hukum yang cepat atas dasar putusan pengadilan yang bersifat inkrah. “Kalaupun ada pengembalian kerugian, kami tetap melanjutkan penanganan kasusnya,” tegas Sucitrawan. Setelah melakukan penahanan, berkas tersangka akan segera dilimpahkan ke pengadilan. Sehingga, dia menargetkan secepatnya berkas kasus itu tuntas. Sudah tentu, agar bisa fokus melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus

dugaan korupsi lainnya di Karangasem, Seperti dugaan pungli pengelolaan di sepuluh objek wisata dan kasus dugaan korupsi PNPM Mandiri. Selain itu, juga upaya-upaya pencegahan yang menjadi salah satu fokus program Kejari Amlapura saat ini. Hingga berita ini ditulis, proses cek kesehatan tersangka di RSUD Karangasem masih berlangsung. Belum diketahui, seperti apa tanggapan tersangka setelah Kejari Amlapura melakukan upaya penahanan. Apakah pasrah mengikuti proses hukum selanjutnya. Apa akan menunjuk pengacara untuk membantu penanganan kasus yang membelitnya saat ini. Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Amlapura sudah melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus penggelapan dana LPD Sega. Penyelidikan itu bahkan su-

dah dilakukan sejak Januari lalu. Rangkaian pemeriksaan langsung itu digelar secara maraton, mulai dari pengurus LPD, prajuru Desa Pakraman Sega, sejumlah nasabah hingga tokoh masyarakat setempat. Termasuk Ketua LP LPD Kabupaten Karangasem. Penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada pihak terkait dan 30 saksi untuk membongkar benang kusut kasus, yang sudah berembus sejak awal tahun lalu ini. Habis Judi Tajen Dari hasil penelusuran kasus ini, terungkap fakta bahwa dana nasabah yang digelapkan itu Rp 500 juta. Dana itu habis digunakan untuk keperluan judi tajen. Kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat setempat. Nasabah mencurigai ada yang tidak beres dengan pengelolaan LPD, setelah

mengaku tak bisa mencairkan tabungannya sendiri. Oknum pengurus yang dilaporkan telah melakukan penggelapan dana nasabah LPD. Ketika ia diperiksa sudah mengakui perbuatannya. Bahkan, saat menjalani pemeriksaan, juga mengakui dananya digelapkan untuk kebutuhan judi tajen. Bendesa Sega Komang Oka belum lama ini, mengatakan persoalan di LPD setempat yang melibatkan tersangka, itu sudah lama berproses di desa adat. Tetapi, pembahasan yang dilakukan secara internal di desa adat itu tidak kunjung membuahkan solusi. Karena banyak nasabah yang kecewa, akhirnya hal itu membuat persoalan ini sampai ke proses hukum di kejaksaan. Meski demikian, dia mengaku tetap menghormati proses hukum yang berlaku di Kejari Amlapura. Dia berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan. Hal itu agar menjadi pelajaran bersama terkait pengelolaan LPD. Ke depannya diharapkan bisa lebih baik lagi. (kmb31)

Pascakesurupan

SMA Saraswati Selat Mulai Dibuka Lagi Amlapura (Bali Post) Pascaperistiwa kesurupan massal siswa SMA Saraswati Selat, sekolah setempat mulai dibuka lagi. Kesurupan massal itu terjadi Rabu (12/9) lalu. Setelah itu, pihak sekolah memutuskan membuka kembali aktivitas kegiatan belajar mengajar Jumat (14/9) ini. Setelah menjalankan petunjuk rohaniwan, Kepala SMA Saraswati Selat Nengah Mertayasa berharap siswanya bisa belajar dengan nyaman dan tenang. Mertayasa yang dihubungi, Kamis (13/9) kemarin, mengatakan sesuai petunjuk rohaniwan, pihak sekolah sudah membuatkan palinggih baru di dalam sekolah. Pihak sekolah juga sekaligus macaru, untuk nyomia buthakala dan menetralisasi lingkungan sekitar. “Siswa yang sebelumnya kesurupan itu sudah mulai tenang. Semoga saat masuk sekolah lagi, tidak ada lagi yang kesurupan,” kata Mertayasa. Pihaknya mengaku juga sudah berkoordinasi dengan

pihak yayasan dan tokoh masyarakat, untuk membuka kembali aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Setelah konsultasi dan melakukan antisipasi, pihak yayasan juga sepakat agar kegiatan belajar mengajar di buka lagi,” tegasnya. Sebelumnya, selama sepekan ini sudah dua kali puluhan siswa setempat mengalami kesurupan. Terakhir, peristiwa itu kembali terjadi Rabu (12/9) lalu. Peristiwa itu menghebohkan siswa lain dan pihak sekolah, karena terjadi begitu cepat. Mertayasa mengatakan peristiwa itu terjadi usai siswa Tri Sandya bersama. Tiba-tiba 35 siswa setempat kesurupan tidak jelas penyebabnya. Mayoritas yang kesurupan itu perempuan. Saat itu, usai Tri Sandya, rencananya dilanjutkan dengan persembahyangan serangkaian aci Budha Wage di Padmasana sekolah. “Awalnya, beberapa siswa, tetapi lama-lama siswa lainnya juga ikut-ikutan,” katanya.

Orang-orang yang kesurupan itu adalah mereka yang sebelumnya, Senin lalu, juga mengalami hal serupa. Namun, jumlahnya tak sebanyak peristiwa serupa Rabu lalu. Merta menduga anakanak didiknya ini kondisinya tampak belum stabil. Untuk menangani hal itu, pihak sekolah dibantu rohaniwan dan orangtua siswa, untuk menenangkan anak-anak. Tak lama berselang, mereka akhirnya bisa sadar kembali. Guna menghindari peristiwa serupa, pihak seko lah mengambil keputusan untuk memulangkan semua siswa. Menurut hasil penanganan rohaniwan, pihak sekolah menerima petunjuk agar membuatkan palinggih. Merthayasa mengaku akan berkoordinasi lebih dulu dengan guru-guru dan pihak lainnya, sebelum mengambil keputusan untuk tindak lanjutnya. Kapolsek Selat AKP Made Sutirta juga mengaku menerima laporan adanya peristiwa kesurupan massal ini.

Pihaknya juga meminta pihak sekolah melakukan opsi terbaik, agar peristiwa serupa tak terulang lagi, bahkan bisa membahayakan orang lain. Pascakesurupan yang pertama, pihak sekolah sudah pernah melakukan upacara macaru. Palinggih Tugu Karang juga sudah dibuatkan, lengkap dengan sesajinya. Tetapi, peristiwa kesurupan itu masih terjadi. Untuk mencegah peristiwa serupa kembali terjadi, pihak sekolah memutuskan meliburkan siswa sementara, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Merthayasa menambahkan, SMA Saraswati Selat baru aktif kembali sejak tahun 2013 lalu. Saat ini, keberadaan sekolah swasta ini cukup diperhitungkan. Pasalnya, anak didiknya mampu bersaing di bidang akademik maupun non-akademik dengan SMA negeri dan swasta lainnya di Karangasem. Sekolah ini berkembang cukup pesat, memiliki 409 siswa. (kmb31)


KLUNGKUNG

12

Jumat Paing, 14 September 2018

Soal Tower Seluler Bodong

SOSOK

Desakan Dewan Belum Digubris

Museum di Hati

KLUNGKUNG dikenal sebagai kabupaten bersejarah. Beberapa peninggalan, termasuk kerajaan tersimpan di Museum Semarajaya yang menjadi satu areal dengan Kertha Gosa. Sebuah bangunan bersejarah yang sudah ada sejak zaman kerajaan Klungkung. Bangunan museum ini juga menjadi satu dengan Dinas kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung yang sekaligus menjadi penaung. Museum yang tepat ada di depan kantor Bupati Klungkung ini dibuka pada 28 April 1992, bertepatan dengan peresmian Monumen Puputan Klungkung yang menjulang tinggi di utara Kertha Gosa. Berbagai koleksi ada di dalamnya, mulai dari benda prasejarah, sejarah, tempat peralatan dan kerajinan tradisional. Jumlah keseluruhan mencapai 241 buah. Itu tak hanya melalui pengadaan. Namun juga sumbangan langsung dari masyarakat. Kepala UPTD Museum Semarajaya Cokorda Gede Nala Rukmaja mengatakan, museum ini tidak hanya untuk mempermanis sejumlah objek yang menjadi bagian city tour. Lebih penting dari itu, juga sebagai wahana edukasi. Akan tetapi, yang berminat untuk mengunjungi justru lebih banyak warga luar negeri. Sementara untuk warga lokal, tergolong minim. Guna menggugah keinginannya, diciptakan program “Atraksi Budaya Museum di Hatiku”. Siswa sejumlah sekolah dijadwalkan untuk berkunjung. Mereka tak sebatas melihat koleksi, namun juga langsung belajar mewarnai sket lukisan kamasan, menari dan menenun. “Museum ini sebagai wahana edukasi. Perlu diperkenalkan kepada masyarakat maupun anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah,” jelasnya, Kamis (13/9) kemarin. Program ini sudah berjalan sejak 2017. Diakui, tidak langsung berjalan mulus. Menyikapi itu, sosialisasi terus digencarkan langsung ke sekolah-sekolah. “Sekarang sekolah di Kecamatan Klungkung rutin mengajak siswanya berkunjung. Keinginan supaya sekolah lain ikut juga, pasti ada. Tetapi anggaran yang jadi kendala. Itu untuk pemandu melukis, pelatih tari maupun penenun,” imbuhnya. (sos)

Semarapura (Bali Post) Tower seluler bodong di Dusun Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan dan di Dusun Minggir, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung belum tersentuh penertiban. Padahal, hal itu sudah terungkap cukup lama. Kalangan dewan pun telah meminta supaya ada tindakan tegas. Meski demikian, tim yustisi pun belum menggubris desakan dewan, berdalih masih menunggu konfirmasi dari owner-nya yang identitasnya belum terungkap. “Sampai saat ini owner tower belum ada menghadap. Kami juga tak mengetahui alamatnya. Tower masih tersegel,” ungkap Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung Putu Suarta, Kamis (13/9) kemarin. Pejabat asal Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh ini menyatakan, tidak berani mengambil langkah sebelum ada klarifikasi dari owner, menghindari hal yang justru dianggap melanggar hukum. “Kalau misalnya ada pembongkaran tanpa ada konfirmasi dari pemilik, kami bisa dinilai melakukan perusakan,” ucapnya. Sejauh ini pihaknya hanya sebatas melakukan patroli rutin untuk mengantisipasi adanya aktivitas. Anggota Komisi III DPRD Klungkung Sang Nyoman Putrayasa sempat mendesak pemkab untuk bertindak tegas menyikapi itu dan tidak lembek. Menurutnya, jika terus “menyerah”, dikhawatirkan menjadi angin segar bagi para investor untuk semakin masif melakukan pembangunan yang melanggar aturan. Langkah tegas sangat perlu diambil, bahkan sampai pembongkaran. “Jangan isi ewuh-

pakewuh. Apalagi kalau isi main mata,” tegasnya. Disampaikan lebih lanjut, pembangunan harus mengacu pada peraturam daerah. Jika itu dilanggar, terlebih berada di luar zonasi, berpotensi menimbulkan kesemrawutan tata ruang. “Jangan ada lagi investor seperti ini. Tidak boleh bangun dulu baru urus izin. Untuk antisipasi, pengawasan ke depan juga harus lebih intensif,” imbuh wakil rakyat asal Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan ini. Persoalan ini juga sempat menjadi sorotan Ombudsman RI Perwakilan Bali. Itu ditindaklanjuti dengan pertemuan bersama instansi terkait. Munculnya hal demikian dinilai sebagai imbas pengawasan yang kurang optimal. Untuk diketahui, pembangunan tower setinggi puluhan meter tersebut telah melanggar Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2017 tentang Penetapan Zona Penempatan Lokasi Pembangunan dan Pengoperasian Menara. Selain itu, juga Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembangunan dan Penataan Menara Telekomunikasi Bersama. (kmb45)

Soal Perekrutan CPNS 2018

Diwarnai Manuver Minta Jatah

Bali Post/sos

TINJAU - Tim yustisi Klungkung meninjau tower bodong di Dusun Minggir, Desa Gelgel beberapa waktu lalu.

Terima Kunjungan Konjen Tiongkok

Bupati Suwirta Bahas Kerja Sama Bidang Pariwisata USAI melaksanakan sejumlah kegiatan di Kecamatan Nusa Penida, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menerima kunjungan rombongan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Denpasar diketuai langsung Mr. Gou Haodong di Ruang Rapat Kantor Bupati, Kamis (13/9) kemarin. Gou Haodong menyatakan, kunjungannya itu untuk mengenal lebih dekat Kabupaten Klungkung. Ingin mengetahui jenis kerja sama apa yang bisa dijalin. Ia yang sempat mengunjungi Museum Semarajaya dan Kertha Gosa menilai Klungkung patut disebut sebagai kota para raja dan pusat kebudayaan di Bali. Berkaitan dengan pariwisata, dilihat potensinya sangat besar dan sudah banyak dikenal wisatawan, khususnya Tiongkok. Oleh sebab itu, pihaknya berupaya membantu

pemkab dalam pembangunan infrastruktur dan menggenjot investasi, terutama bidang pariwisata. Ini pun akan dikomunikasikan dengan pengu-

saha dari negaranya. Bupati Suwirta mengharapkan dengan adanya kunjungan ini, dapat terjalin kerja sama lebih lanjut da-

lam mempercepat perbaikan infrastruktur, terutama di bidang pariwisata agar kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali, khususnya Kabupaten

Bali Post/ist

BERTEMU - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (baju ungu) bertemu dengan Konjen Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Denpasar di Ruang Rapat Kantor Bupati, Kamis (13/9) kemarin. Kerja sama bidang pariwisata menjadi salah satu hal yang dibahas.

Klungkung bisa meningkat. “Saya minta pertemuan ini dilanjutkam dengan MoU, dengan kerja sama. Kita juga diminta menyiapkan data apa saja yang diperlukan. Ini segera ditindaklanjuti. Yang paling penting, saya minta bagaimana wisatawan Tiongkok bisa sebanyak-banyaknya ke Bali, khususnya Klungkung,” sebutnya. Sebelumnya rombongan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Denpasar Mr. Gou Haodong berkunjung ke Dermaga Tribuana di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan untuk melihat sendiri proses penyeberangan dari Klungkung menuju Nusa Penida dan sebaliknya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, I Made Sudiarkajaya, Kepala Dinas Pariwisata I Nengah Sukasta dan instansi terkait lainnya. (ad 692)

Terganjal Status Lahan

Investasi di Eks Galian C Kerap Gagal Semarapura (Bali Post) Eks galian C Klungkung telah ditetapkan menjadi Kawasan Efektif Pariwisata (KEP). Namun sebagian besar investor gagal menanamkan modal di lokasi tersebut. Masih adanya ketidakjelasan status kepemilikan lahan menjadi penyebab. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Klungkung I Made Sudiarkajaya, Kamis (13/9) kemarin. Menurut pejabat asal Nusa Lembongan Kecamatan Nusa Penida ini, lahan di eks galian C seluas hampir 300 hektar ini masih ada yang dimiliki warga. Bahkan ada juga isu kepemilikan sertifikat ganda.

Hal tersebut membuat investor berpikir ulang untuk menanamkan modal. “Status kepemilikan ini yang jadi penghambat. Investor juga bingung apakah membeli lahan itu, kontrak atau apa,” jelasnya. Persoalan itu cukup sulit disikapi. Yang dilakukan hanya mengarahkan investor untuk koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Kami tidak bisa berbuat apa soal lahan itu,” katanya. Disampaikan lebih lanjut, sudah ada beberapa yang sempat berkomunikasi, menyatakan tertarik untuk investasi. Bahkan sudah ada yang mengurus izin prinsip dan lokasi. Namun itu tidak berlanjut. “Jelang membangun, batal. Ada seperti itu,”

Bali Post/sos

GALIAN C - Eks galian C di Desa Gunaksa yang masuk sebagai Kawasan Efektif Pariwisata.

katanya. Eks galian C yang berlokasi di sekitar Tukad Unda ini menjadi satu-satunya KEP di Klungkung daratan. “Kemarin ada investor dari Tiongkok, Korea dan Hongkong. Itu konsorsium. Ingin membangun panggung hiburan terbuka dan teater. Perlu lahan

sepuluh hektar. Diarahkan ke eks galian C, tapi mintanya di daerah perbatasan dengan Gianyar. Kan tidak dapat. Kalaupun ada, harus ada perubahan tata ruang,” ungkapnya. Sejauh ini, kepungan investor lebih besar menyasar Kepulauan Nusa Penida, baik

dalam negeri maupun asing. Di wilayah ini, terdapat sembilan KEP, yakni Desa Lembongan, Jungutbatu, Sakti, Pejukutan, Bungamekar, Suana, Batununggul, Ped dan Toya Pakeh. “Di Nusa Lembongan paling banyak yang investasi,” ungkap mantan Camat Nusa Penida ini. (kmb45)

Semarapura (Bali Post) Kabupaten Klungkung mendapat jatah perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Sejalan dengan munculnya informasi itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengaku mulai banyak yang “meneror”, meminta bantuan supaya bisa lolos seleksi. “Banyak yang menghubungi, minta supaya dibantu. Jangan lagi menghubungi,” tegasnya saat ditemui, Kamis (13/9) kemarin. Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini mengimbau masyarakat untuk jangan percaya terhadap janji untuk membantu. Ia pun mendengar informasi ada yang menyiapkan kunci jawaban tes. “Jangan percaya dengan isu ada yang bisa membantu. Dari sekarang saya pesan,” sebutnya. Seleksi ini menggunakan Computer Asisted Test (CAT). Diyakini akan berlangsung secara transparan. Calon pelamar pun diminta untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. “Silakan belajar dengan baik. Hanya diri sendiri yang bisa membantu. Bukan orang lain. Nanti akan saya pasang tulisan di rumah dinas. Tidak menerima pesanan nomor CPNS,” imbuhnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Klungkung I Gede Putu Winastra menjelaskan formasi CPNS sudah diserahkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) kepada Bupati Klungkung beberapa waktu lalu. Jatahnya sebanyak 176 formasi, rinciannya bidang pendidikan 70 orang, disusul kesehatan 56 orang dan teknis 50 orang. Jumlah tersebut lebih tinggi daripada pensiunan tahun ini sebanyak 141 orang. “Untuk formasi ini berdasarkan pertimbangan pusat. Jumlahnya persis dengan pensiunan tahun ini. Klungkung dapat lebih banyak karena ada untuk Rumah Sakit Pratama Nusa Penida,” jelasnya. Terkait jadwal pendaftaran maupun seleksinya, pejabat asal Tabanan ini menyatakan, masih menunggu kepastian dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Pada rekrutmen ini, pemerintah daerah tidak berperan banyak. Hanya sebatas mengumumkan tahapan dan memverifikasi administrasi. Melancarkan itu, juga dibentuk tim khusus. “Untuk tesnya kan menggunakan CAT. Nanti BKN yang menetapkan teknisnya. Untuk di kabupaten, segera bentuk tim,” ungkapnya. Jatah CPNS yang diterima itu memang masih sangat jauh dari kebutuhan yang mengacu pada analisa beban kerja (ABK) maupun jabatan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mencapai 1.800 orang. Demikian pula dengan jumlah pegawai pensiun sejak 2011 yang mencapai 989 orang. Winastra pun mengakui itu. Namun, ditegaskan, seluruhnya mengacu pada aturan pusat. “Kami mengikuti ketentuan pusat saja,” imbuhnya. Sementara itu, untuk honorer K-2 harus berbesar hati. Pasalnya tidak ada jatah perekrutan menjadi CPNS. Hal tersebut dikarenakan tidak ada yang memenuhi kualifikasi pendidikan bidang kesehatan dan kependidikan. (kmb45)


Jumat Paing, 14 September 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Sopir Pribadi di Nusa Dua yg Tinggal di Nusa Dua/Jimbaran Telp.0361 289700/081802987999

B.BP.153.09.18.0000368

Cr 2PRT+1B.Siter Gj.1,8Jt Tdr Dlm 081999776071/082237995324

B.BP.001.09.18.0000677

!!Dcr 2Karyawati,2 Cheker Pria Mekar Abadi Bangunan, Jl. By Pass 777 Jimbaran(Dekat SPBU)

B.BP.004.09.18.0000609

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat Line WA.081375409869&087754689692

B.BP.004.09.18.0000489

Bth Cpt Tk.Patrun P/W Pakaian Wnt & Bikini, Speksi, Grading Hub.(0361)8448485/081223546532 Muding Mekar - Kerobokan

B.BP.004.09.18.0000667

Buat Resto di Seminyak Waitress / Pizza / Cook SMS / WA >081338384364

B.BP.004.09.18.0000607

Butuh!Staf Villa&Staf Laundry! Cepat!Hub.085102077800!AdaMes

B.BP.001.09.18.0000643

Coco Group Bali Looking for: 1.Online Manager 2.Operation Manager 3.Asst.Accounting Manager 4.Accounting Supervisor All position Min 1 years experience. Send new CV at hrm@cocogroupbali.com

B.BP.803.09.18.0000656

Dcri Tng Srbutn Laki,Jjr,Blm Mnikah,Rjin ditmptkn di UnudJmbrn Hub.08155702438

B.BP.004.09.18.0000669

Dibutuhkan Bartender Hub.(0361)732963/08123673166

Cpt!Sales pngalaman Min 1th, Tenaga Admin wanita+sopir kirim barang.Lamaran kirim ke:Imam Bonjol 555 Kav AA-14 Denpasar

B.BP.001.09.18.0000674

Cr Krywn/ti u/Laundry Krobokan Kelod,Kuta Utara 082147086628

B.BP.001.09.18.0000683

Cr Pembantu u/Villa Jl.Kesambi Gg.Kesambi Indah I No.22 Kerobokan081337542061,081381302935 B.BP.001.09.18.0000684

Cr Sopir SIM A/B1 Hub.701696 / 081393666675 u/Tk .Bangunan

B.BP.154.09.18.0000664

Cr Sopir Transport & Staf Jaga Kost Dpt Kamar Hp:081246267171

B.BP.001.09.18.0000591

Daeler Resmi Honda Membutuhkan Kepala Bengkel yg Berpengalamn Hub .WA.08113809949

B.BP.004.09.18.0000672

Dcr Karyawan/ti Fotocopy/Print PglmHub.Wineebali,081936247579 B.BP.001.09.18.0000592

Dcr Penjahit yg berpengalaman U/Garmen Hub:8475290/8475294

B.BP.001.09.18.0000594

Dcr Satpam u/ Bengkel Nusa Dua Sertifikat Satpam, max.45th Hub.085103979791

B.BP.001.09.18.0000561

Dcr Sopir dan Karyawan Laundry Hubungi 081236002006 B.BP.001.09.18.0000679

Dcr sgr! Salesman/Girl untuk Perusahaan yg sdg membutuhkan expansi,pendapatan memuaskan. Hub.PT.ASPP, Jl.Tunjung Kuning No.1 Dps Hp:081338652526

B.BP.001.09.18.0000651

Dcr Security Bersertifikat Perempuan Min SLTA.CV lkp:Puri CendanaSeminyak,081212886674

Pria/Wnt min30-45th Supervisor Kantor Cabang Cargo diDenpasar Email:reza.hadikusumo@yahoo.com

Dibutuhkan:Office Boy/Girl utk Kantor Pengacara.Kirim CV ke: aya@vlobali.com/Telp:759722

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com

B.BP.001.09.18.0000615

B.BP.001.09.18.0000601

B.BP.001.09.18.0000655

DIJUAL MOBIL

G.01

Dicari Peg u.MiniMart DhutaMart Jl.Bedugu l No.5, 0812380040

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

B.BP.001.09.18.0000675

Dicari Profesional Trainer Private BL/Aerobic Fitnes. Kirim CV : rismasata@gmail.com

G.02

Rcpt Dcr u/Fitness Sanur Penampilan Menarik Hub.085737168071

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

Sopir Automatic Alphard,Kost, UMR,Lam:Unmar Ken Arok 10 Dps

Sopir SIM A untuk distribusi air, Lamaran ke SMS 0818621818

Pattern Maker(Garment Factory) Hub:085100050706 buddhawear.hrd@gmail.com

Cook, Barista, Waiter. Lamaran ke SMS 0818621818

B.BP.001.09.18.0000564

Dicari SPG,Min SMU,Max.28th Penempatan Discovery Shooping Mall Kuta,Gaji 2,3Jt Hub.Lusi 082144355655

B.BP.001.09.18.0000595

Dicr Butler & HK Urgent Hotel Jimbaran.Hubungi:08123954150

B.BP.001.09.18.0000642

B.BP.153.09.18.0000370

G.03

G.09

B.BP.001.09.18.0000646

B.BP.004.09.18.0000682

G.11

SERVICE

B.BP.001.09.18.0000479

B.BP.001.09.18.0000653

B.BP.001.09.18.0000641

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.09.18.0000402

Tukang masak ikan bakar khas Jimbaran dan Klungkung. Lamaran ke SMS 0818621818

DIJUAL RUMAH

Tenaga SMTA-SMK punya SIM C untuk tenaga serabutan produksi air RO untuk di Kuta. Lamaran ke SMS 0818621818 G.08

Satpam/Waker tamat SMP/SMA. Lamaran ke SMS 0818621818 G.10

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA BENGKEL LAS

SERVICE

RUPA-RUPA Free

n

Desig

SERVICE Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

FOTOCOPY SERVICE

SERVICE

B.BP.001.09.18.0000685

We are Looking forHousekkeping Staff who has Experiences and Hard Working Person.Understanding and able to Speak English Seminyak,Ubud,Sanur&Canggu Area Tlp.(0361)289742 CV: asahrd2018@gmail.com Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

Dicari Kryawati Bhs Cina,Gaji 5Jt/Centro Kuta 081916378855

Pembantu Wanita Tinggal Dalam, Gaji=1,5 Jt/bln : 082349227530

BIRO JASA

G.07

Dicari FO,Bell Boy,HK,Driver, Enggeneering,Laundry,Scurity Utk Hotel,Email:newarenahotel kutabali@gmail.com

Dibutuhkan Karyawati u/Bersih2 Di Villa Jl.Raya Pantai Berawa Gang Tunjung, Br.Tandeg,Canggu. Kerja 3Jam/Hari Gaji 800Rb/bln Hubungi:081952200394

B.BP.001.09.18.0000638

B.BP.033.09.18.0000611

Dbthkn Sgra Tnga Pria/ Wnta putus sekolah Hub.081246949395

DIJUAL RUMAH

G.12

DIJUAL MOTOR YAMAHA

Dijual Mtr NMax Pth 2016, Terawat & jarang dipakai Whatsapp 08123891212/Ay B.BP.004.09.18.0000680

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DISEWAKAN RUMAH Dikontrakan Rumah 2Lt,3KT,2KM, Dapur,Kmr Pembantu,Garase. Oasis Recident.08124684955

B.BP.001.09.18.0000654

DISEWAKAN RUKO BU Cpt Sewa/Jual Ruko 2Lt SHM 103m2 tepi Jl Besar Cokroaminoto Nego Tdk Mahal 087856227779

B.BP.033.09.18.0000668

DIJUAL TANAH Dijual Tanah 2A Dalung BU dekat Induk Hb.082 147 454 248

B.BP.164.09.18.0000681

6,8A @465Jt Ng Jl.Sulatri Kesiman-GatsuTimur,Ph.081239999747

B.BP.001.09.18.0000661

Dijual Tnh 2A Hak Milik di Sanur Pinggir Jalan Hub.0811398772

B.BP.001.09.18.0000662

T10A,LD30m.BonusKost”an Aktif. Hitung Hrg Tnh saja Rp:4.3M Lok.G.Agung Dps.087761724888 B.BP.004.09.18.0000350

Tanah Kvl di Mengwi 135Jt/A & 75Jt/A,Bs Kredit, 087862450004 B.BP.001.09.18.0000552

DIJUAL RUKO Jual / Sewa 2Ruko Imam Bonjol 75 Dps LT 4x13 LB 170m2 SHM 3,5Jt Hub.081216538279 B.BP.004.09.18.0000678

DIJUAL GUDANG Gdg Rmh Arjuna 12 SHM d Saba 9A 081217800900 2.3M B.BP.004.09.18.0000614

DIJUAL RUMAH !!!081558041018 Djl murah Rmh Mnmlis s.huni diTohpati Siulan

Rumah Lt2 Jln Tk .Balian Renon H.085100888379/081999843755

B.BP.004.09.18.0000676

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.09.18.0000028

BIRO JASA Siap Bantu Pajak SPT Tahunan & BulananNPWPSIUP081338344155

B.BP.001.08.18.0000894

PENGUMUMAN Dengan ini PT.BCN Solutions di Jl.Raya Kerobokan No.18X Kel. Kerobokan Kelod Kec.Kuta utara Badung Bali akan mengalihkan dan/atau menjual seluruh saham-sahamnya kpd pihak lain. Yg keberatan harap sampaikan surat tertulis kpd Direksi Perseroan maksimal 14 hari dari pengumuman ini.

B.BP.004.09.18.0000670

KEHILANGAN BPKB No.L07108534-O DK 7891 ER An.DD.Hermawan Kuncoro Adydyningrat Hub.081322691069

B.BP.001.09.18.0000652

Hlg 2 Sertifikat Tanah No.1237 LT 1652 m2 & No.1236 LT 3385m2 an.Yuniar Suskandani.

B.BP.001.09.18.0000596

Hlg BPKB No.H053511540 AN Ni Gst A Pt Artha Sari Dewi

B.BP.167.09.18.0000666

IMB No.687 Th’04 an.Bagus Soediana BBA,Jl.Seruni No.31 Dps B.BP.001.09.18.0000663 SINGARAJA

Dijl Rumah Murah Lokasi Lovina Singaraja BUC.Hub:087878989800

HlgBPKBA.2326514-GDK666CN AN I Dewa Nyoman Lingga Al.Jl.Ir I D Bagus Oke Gg.BandauNo.5Dpsr

B.BP.001.09.18.0000649

B.BP.009.09.18.0000665

B.BP.004.09.18.0000626


BANGLI

14

Jumat Paing, 14 September 2018

Dua Lapak Pedagang Dibongkar Satpol PP

Bali Post/ina

- Petugas Satpol PP Bangli membongkar lapak pedagang yang berdiri di badan Jalan Lettu Anom, Kamis (13/9) kemarin.

Bangli (Bali Post) – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis (13/9) kemarin, membongkar dua lapak pedagang di Jalan Lettu Anom, tepatnya di sebelah selatan Terminal Loka Crana, Bangli. Pembongkaran dilakukan lantaran lapak yang menjual makanan dan kopi tersebut mencaplok hampir sebagian badan jalan. Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma mengatakan, dua lapak itu sangat mengganggu lalu lintas. Dalam penertiban, tidak ada perlawanan dari pedagang. Pedagang yang lapaknya telah dibongkar, diarahkan berjualan di pasar eks rutan yang berlokasi di sebelah selatan terminal. ‘’Kami juga sekaligus tertibkan pedagang di barat Pasar Kidul yang memajang dagangan di trotoar. Kami minta pedagang untuk memindahkan dagangannya ke dalam dan tidak lagi menaruh dagangannya di

atas trotoar,’’ tegasnya. Dikatakan Suryadarma, penertiban pedagang ini dilakukan sebagai upaya Pemkab Bangli menyongsong penilaian Adipura. Ini juga dalam rangka menyambut kegiatan IMF-WB yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang. Selain menertibkan pedagang yang mencaplok badan jalan dan trotoar, jelang penilaian Adipura dan IMF, petugas Satpol PP selama ini melakukan penertiban terhadap baliho dan reklame yang sudah usang dan tak berizin. Untuk menertibkan baliho dan reklame, Suryadarma mengaku sudah membuatkan jadwal dan meminta data terkait reklame ke BKPAD. ‘’Beberapa hari lalu kami sudah sempat tertibkan dua baliho calon DPD yang dipasang mendahului sebelum masa kampanye. Bukan kita yang menurunkan, tapi yang memasang. Kita cuma lakukan koordinasi,’’ imbuhnya. (kmb40)

KPU Hapus Data 196 Pemilih sebanyak 324 pemilih dan dari temuan KPU sebanyak 61 pemilih. ‘’Setelah dilakukan pencermatan, dari 20.359 pemilih yang terindikasi ganda temuan parpol, tidak ada dilakukan penghapusan. Sementara dari 324 data indikasi ganda dari Bawaslu, yang dihapus 171. Dan dari 61 data KPU yang terindikasi ganda, yang dihapus 25,’’ terangnya. Dijelaskan Roy, banyaknya temuan parpol disebabkan basis data yang digunakan

Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli menghapus sebanyak 196 pemilih yang datanya ganda dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2019. Penghapusan dilakukan setelah KPU melakukan pencermatan bersama potensi data ganda DPT dengan Bawaslu dan parpol. Komisioner KPU Bangli, Roy Suparman, Kamis (13/9) kemarin, mengatakan potensi data yang terindiksi ganda dari hasil temuan parpol di Bangli sebanyak 20.359 pemilih. Sementara dari Bawaslu

Roy Suparman

adalah daftar pemilih sementara (DPS). Sementara oleh KPU, data tersebut sudah diproses dan ditetapkan menjadi DPT. Roy mengatakan, data ganda yang dihapus tersebut sebagian masuk kategori kegandaan K1 (kegandaan pemilih berdasarkan NKK, NIK, nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, status kawin, alamat dan difabel) dan sebagian lainnya masuk kategori K2 (kegandaan pemilih berdasarkan NIK, nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir dan alamat). Dengan dihapusnya data ganda tersebut, kini total jumlah pemilih yang ditetapkan KPU sebanyak 186.674 pemilih dengan rincian lakilaki 93.983 orang dan 92.691 orang perempuan. Jumlah DPTHP (DPT hasil perbaikan) ini berkurang dari DPT yang telah ditetapkan sebelumnya yang sebanyak 186.870 pemilih. ‘’Penetapan DPTHP dilakukan dalam rapat pleno terbuka Rabu kemarin,’’ kata Roy. Meski telah dilakukan penetapan DPTHP, Roy menyatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya masih menemukan data ganda. Untuk itu pihaknya berharap parpol, masyarakat dan stakeholder terkait ikut mencermati DPT untuk menuju DPT yang berkualitas. (kmb40)

Pelihara Jalak Bali, Buruh Angkut Kayu Dimejahijaukan Bangli (Bali Post) – Niat baik menyelamatkan dan merawat burung jalak Bali yang tiba-tiba datang ke rumahnya, justru membuat I Ketut Regen, warga Dusun Jehem Kaja Desa Jehem, Tembuku harus berurusan dengan hukum. Buruh tukang angkut kayu itu dimejahijaukan lantaran dianggap melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam. Sidang kasus dengan terdakwa I Ketut Regen digelar di Pengadilan Negeri Bangli, Kamis (13/9) kemarin. Sidang dengan majelis hakim yang diketuai A.A. Putra Wiratjaya beragendakan mendengarkan keterangan saksi. Saksi yang dihadirkan yakni Komang Widastra, seorang anggota Polri.

Sesuai keterangan saksi, terdakwa ditangkap polisi di rumahnya pada 28 Maret lalu. Dia ditangkap karena kedapatan memelihara jalak Bali tanpa dokumen yang sah. Jalak Bali yang ditangkap dan dipelihara terdakwa itu dikurung dalam sebuah sangkar dan disimpan di belakang rumahnya. Saksi mengatakan, jalak Bali boleh dipelihara masyarakat. Hanya harus disertai dokumen perizinan yang sah yang dikeluarkan instansi terkait. Karena merupakan satwa yang dilindungi, seharusnya terdakwa menyerahkan burung tersebut ke instansi terkait. Sementara itu, terdakwa saat ditanya majelis hakim membenarkan keterangan saksi. Dia mengaku menang-

kap burung itu sekitar Februari. Saat itu ia yang hendak memberi makan burung peliharaannya, tiba-tiba kedatangan seekor jalak Bali. Terdakwa yang merasa iba dengan burung yang kelaparan itu lantas memberikan pisang yang dimasukannya ke dalam sangkar. Rupanya, jalak Bali itu masuk dengan sendirinya ke dalam sangkar. Regen mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa burung yang diselamatkannya itu merupakan satwa yang dilindungi. Terdakwa baru mengetahui setelah polisi menangkapnya. Dia juga menyebutkan, burung itu sedang dalam keadaan terluka pada bagian kaki kanan saat ia menangkapnya. Dia pun mengaku terpaksa membuka gelang yang dipakai burung

tersebut agar luka pada kaki burung tidak membusuk. Regen yang hanya lulusan SD ini meminta hakim agar memberikan hukuman yang seringan-ringannya. ‘’Saya bersalah. Tapi saya tidak tahu bahwa perbuatan saya memelihara burung jalak Bali salah,’’ kata Regen. Sementara itu, JPU Komang Agus Sugiarta yang ditemui usai sidang menyatakan, perbuatan terdakwa melanggar UU No.5 Tahun 1990. Menurutnya, saat menemukan jalak Bali, terdakwa seharusnya langsung melaporkan ke pihak berwajib. ‘’Seharusnya jika memang saat itu kebetulan dia membawa makanan, tinggal digantungkan atau disebar saja. Kenapa musti ditangkap’’ tegasnya. (kmb40)

Bali Post/ina

SIDANG - Suasana sidang kasus penangkapan jalak Bali yang dilangsungkan di Pengadilan Negeri Bangli, Kamis (13/9) kemarin.

Bali Post/ist

TERBAKAR - Hutan lindung di Desa Songan B, Kintamani yang terbakar, Kamis (13/9) kemarin.

Lagi, Hutan Lindung di Kintamani Terbakar

Bangli (Bali Post) -

Kebakaran kembali melanda kawasan hutan lindung di Kintamani. Jika sebelumnya hutan yang mengalami kebakaran ada di wilayah Desa Kutuh, pada Kamis (13/9) kemarin, giliran hutan lindung di Banjar Pulu Desa Songan B yang terbakar. Belum diketahui pasti pemicu kebakaran. Hingga sore kemarin, warga setempat masih berusaha memadamkan api. Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Lokasi hutan yang terbakar berada di daerah Bukit Belanan Bawang. Cuaca yang cenderung panas, membuat api dengan cepat membakar pepohonan dan semak dalam hutan. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, belum diketahui pasti dari mana api berasal. Hingga sore kemarin upaya pemadaman masih terus dilakukan warga. ‘’Api belum bisa dipadamkan karena asap sangat tebal. Sampai saat ini (sore kemarin - red), warga masih berusaha memadamkan api agar kebakaran tidak sampai meluas ke permu-

kiman,’’ terangnya. Total luas hutan lindung yang terbakar di Banjar Pulu diperkirakan mencapai 5 hektar. ‘’Tidak ada korban jiwa maupun rumah penduduk akibat kebakaran tersebut,’’ ujarnya. Sementara itu, mengenai perkembangan kebakaran hutan lindung di wilayah Desa Kutuh yang terjadi pada Selasa (11/9) hingga Rabu (12/9), Sulhadi mengungkapkan, sumber api diperkirakan berasal dari arah Abasan, Desa Tejakula, Buleleng. Kencangnya tiupan angin membuat api dengan cepat merembet ke hutan lindung yang ada di wilayah Desa Kutuh.

‘’Perkembangan sampai saat ini asap masih ada di sekitar Abasan, Tejakula, Buleleng. Sementara titik api di hutan di wilayah Desa Kutuh sudah padam,’’ jelasnya. Untuk memadamkan api, upaya yang telah dilakukan, yakni berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur serta dengan BPBD Bangli. Disampaikannya, titik api yang jauh di dalam hutan dan tidak adanya akses jalan, cukup menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman. ‘’Total luas hutan lindung di Desa Kutuh yang terbakar diperkirakan mencapai 4 sampai 5 hektar,’’ imbuh Sulhadi. (kmb40)


15

Jumat Paing, 14 September 2018

PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.

Keluarga Besar SMA Negeri 2 Tabanan (Bisma) I Made Ardi Raka Suanda Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp

11.874.000 500.000

Rp 12.374.000 Rp 484.926.367 Rp 497.300.367 Bali Post/wan

GATSU BARAT Tabarakan antara truk dan sepeda motor terjadi di Gatsu Barat, tepatnya di perempatan BajatakiTunjung Sari. Tabrakan yang terjadi Kamis (13/9) kemarin pukul 20.00 Wita itu menyebabkan Andreas tak sadarkan diri. Sementara sopir truk sempat mendekati korban yang terkapar. Namun di tengah ramainya warga, sopir truk yang belum diketahui identitasnya itu pergi meninggalkan kendaraannya di TKP. Tampak korban digotong warga untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit.

Ribuan Balita di Sukabumi Terserang Paru-paru Basah SUMBANGAN - Keluarga besar SMA Negeri 2 Tabanan (Bisma) menyerahkan titipan sumbangan berupa uang tunai Rp 11.874.000, Kamis (13/9) kemarin. Sumbangan yang dikumpulkan dari guru, siswa, dan pegawai untuk korban gempa Lombok diserahkan oleh Kepala Sekolah Drs. I Gede Wayan Samba, M.Pd. didampingi Wakasek Humas Dra. Ni Komang Sumariani, Pembina OSIS Dra. Ni Putu Padmawati, dan pengurus OSIS SMA Negeri 2 Denpasar. PUNIA PURA WATU PONDONG - PONDONG, SERAYA, KARANGASEM DOMPET PUNIA PURA BALI POST BCA CABANG DPS NO:040-3966000 BRI KANTOR CABANG DPS GAJAH MADA NO: 0017-01-001274-30-8 (Bukti transfer mohon difax ke 0361-227418) Raka, Dps Kencana, Denpasar Agung, Dps AKD, Denpasar Made Sudiri Kerta Putu Agus Darmendra Pdd is Md MD I Made Muliawan Pdd is Md Is MD PDD

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp

Jalur Bandara Menurutnya, telah mempersiapkan 115 anggota untuk mengatensi di Badung Selatan. Tak hanya itu, tim yang diterjunkan juga akan di-backup dengan 30 orang personel induk dan di angkutan eks terminal 20 orang. ‘’Jadi kita atensi penuh kegiatan tersebut, sehingga dapat berjalan sukses,’’ tegasnya. Kebersihan di jalur bandara arah Nusa Dua juga mendapat perhatian khusus jajaran kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Pasukan hijau ini akan disiagakan selama IMFWorld Bank Annual Meeting pada Oktober mendatang. Kepala Dinas LHK Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, selain menjaga kebersihan, pihaknya juga telah melakukan penataan di sepanjang jalan yang akan dilalui oleh peserta IMF-WB. ‘’Petugas kami telah menangani sampah di jalur ring satu. Mereka fokus kepada tata kebersihan dan pertamanan jalur utama lapangan Lagoon Nusa Dua,’’ ujarnya. Menurutnya, kebersihan dan penataan dilakukan meliputi pohon perindang ditata total, pot tanaman yang rusak diperbaiki dan ditata ulang. Begitu juga telajakan atau got kosong milik ITDC segera ditata ulang. ‘’Selain itu di simpang Jalan Pratama ditanam bunga baru

Sukabumi (Bali Post) – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mencatat sejak Januari hingga Agustus 2018 ribuan balita di daerah ini terserang penyakit paruparu basah atau pneumonia. ‘’Paru-paru basah merupakan bagian dari insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang biasanya menyerang balita saat perubahan musim, kondisi cuaca yang tidak menentu serta lingkungan yang tidak bersih,’’ kata Pengelola Program Penanganan ISPA Dinkes Kabupaten Sukabumi Toto Joko Marsanto, Kamis (13/9) kemarin. Adapun rinciannya dari 2.922 balita yang terserang

Bengkel Mobil 500.000 500.000 500.000 500.000 100.000 100.000 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000

2.450.000 1.755.000 4.205.000

serta juga ada pengecatan. Kebersihan jalur utama akan kami awasi ketat,’’ katanya. Terkait masalah kebersihan, birokrat asal Sempidi ini mengatakan tidak mau main-main dalam penanganan. Selain jalur utama, di beberapa spot objek wisata dan lainnya juga rutin dibersihkan. Sebab, IMF-World Bank ini hajatan internasional dan masalah sampah serta penataan tanaman harus menjadi perhatian serius. ‘’Saat ini petugas menangani sampah melibatkan 700 orang petugas dengan cara manual yang tersebar di Kabupaten Badung,’’ sebutnya. Senada diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung I Gusti Agung Kerta Suryanegara. Dalam menyukseskan IMF-WB, pihaknya telah melakukan bersih-bersih di sejumlah wilayah, seperti Kuta dn Nusa Dua agar terbebas dari gepeng. ‘’Dalam menyukseskan acara ini (IMF-WB - red) kami dari awal September sudah melakukan sidak di beberapa tempat di Badung. Terutama yang kami sasar adalah gepeng,’’ ujarnya. Dia mengakui, kawasan yang menjadi tujuan utama para gepeng ini adalah daerah Kuta. ‘’Saat ini para gepeng tidak lagi berkeliaran di jalan utama. Mereka memilih gang-gang kecil agar tidak mudah terpantau dan tertangkap petugas,’’ pungkasnya. (kmb27)

Untuk memenuhi jumlah pengawalan yang dibutuhkan, pihaknya di-back-up Korlantas Mabes Polri, untuk kendaraan roda empat 35 unit, roda dua 450 unit dan personel 450 orang ditugaskan mengawaki kendaraan tersebut. Sedangkan Ditlantas Polda Bali memiliki kendaraan roda empat 62 unit dan roda dua 38 unit. Polda juga menyiapkan 176 personel untuk mengawaki kendaraan tersebut. ‘’Kami juga berkoordinasi dengan beberapa bengkel mobil, siapa tahu ada ban mobil kempes dan sebagainya,’’ tegasnya. Terkait lokasi parkir, Ditlantas Polda Bali menyiapkan 11 titik di ITDC dan bisa menampung 900 unit mobil dan bus. Sementara di GWK disediakan lokasi parkir seluas 4 hektar dan bisa menampung 500 bus serta mobil. ‘’Kegiatan IMF-WB ini terpusat di ITDC, Nusa Dua. Tapi tempat menginap peserta tersebar di wilayah Kuta, Kuta Selatan, bahkan ada di Sanur. Ada sekitar 17 hotel sudah di-booking,’’ tambah AKBP Sukasena. Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja menyampaikan, menyongsong pelaksanaan Annual Meeting IMF-WB tahun 2018, Polda Bali sudah melakukan berbagai kegiatan yang sifatnya preemtif, preventif sampai dengan penegakan hukum atau represif. Untuk kegiatan preemtif sudah dibentuk grup monitoring bencana Gunung Agung. Selain itu dilakukan pendataan senjata api, monitoring media sosial untuk menghindari berita hoax dan hate speech, serta rekayasa lalu lintas bekerja sama dengan instansi lain. Untuk kegiatan preventif, Direktorat Sabhara dan Reskrimum melaksanakan patroli malam serta razia kendaraan bermotor. Selanjutnya, mempersiapkan sumber daya manusia khususnya Polwan dengan melatih keterampilan mengendarai motor gede (moge) untuk pengawalan VIP dan VVIP. ‘’Polda Bali juga melaksanakan pelatihan menembak pistol dan dilombakan baik tingkat satker Polda maupun tingkat nasional,’’ ujarnya. (rah)

pneumonia itu pada Januari 494 balita, Februari 360 balita, Maret 330 balita, April 362 balita, Mei 328 balita, Juni 312 balita dan Juli 347 balita, Agustus 389 balita. Menurutnya, angka kasus pneumonia di Sukabumi jumlahnya tidak terlalu tinggi. Meski demikian, setiap orangtua wajib memantau kesehatan anaknya khususnya balita karena penyakit ini menyerang paru-paru yang jika telat penanganannya bisa berdampak kepada kesehatannya. Maka dari itu, orangtua harus tahu gejalanya dan deteksi dini anaknya. Cara yang paling mudah mendeteksinya yakni

menghitung napas balita yang rata-rata 60 kali/menit. Selain itu, periksa kondisi suhu tubuh anak serta cairan yang keluar dari mulut maupun hidungnya. ‘’Atau lebih baik bawa ke sarana kesehatan baik puskesmas, klinik maupun rumah sakit agar bisa segera mendapatkan penanganan dari pihak medis. Sebab, penyakit paru-paru basah cukup berbahaya jika telat pengobatan,’’ tambahnya. Toto mengatakan untuk antisipasinya, jauhkan anak dari asap rokok dan selalu melakukan progam hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memberikan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh anak. (ant)

Sisi Permintaan

Tidak hanya berdampak jangka pendek, event IMFWB juga memiliki dampak jangka panjang. Tidak hanya bagi Bali tetapi juga Indonesia. Dari sisi permintaan, ekspor barang dan jasa akan meningkat, investasi tumbuh. Diperkirakan 3.500 – 5.000 investor mancanegara akan menghadiri pertemuan tahunan itu. Konsumsi pemerintah pun akan tumbuh dengan adanya pembangunan sejumlah infrastruktur. Dari sisi lapangan usaha, dampak IMF-WB akan meningkatkan pertumbuhan akmamin, transportasi, perdagangan, infokom, konstruksi dan industri pengolahan. Mengantisipasi kebutuhan pangan saat IMF-WB, Ketua Bali Hotel Association

(BHA) Ricky Putra pun telah berkoordinasi dengan vendor yang biasa diajak bekerja sama untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat IMF-WB. Vendor tersebut telah biasa menyediakan bahan baku pangan sehari– hari untuk hotel. Seperti daging dari Australia, keju dari Prancis. ‘’Sudah ada beberapa hotel yang sudah melakukan food testing dan disetujui. Artinya kebutuhan itu betul-betul yang sudah kita provide,’’ imbuhnya. Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali, NTB dan NTT Eko Setyo Nugroho mengatakan, pada saat IMF WB, diperkirakan ada potensi perputaran uang sebesar Rp 943,5 miliar. Sebanyak 95,2 persen pengeluaran tersebut berasal dari wisatawan mancanegara dan sisanya sejumlah 4,8 persen berasal dari wisatawan lokal. (kmb42)

WARUNG GLOBAL

Penting Orangtua Memberi Contoh

PENDIDIKAN agama sangat penting ditanamkan sejak usia dini. Langkah ini perlu dilakukan untuk membangun perkembangan mental anak. cara paling gampang menanamkan pendidikan agama melalui peran orangtua dan keluarga. Sayangnya, di era teknologi ini justru peran pendidikan agama dalam keluarga belum sepenuhnya dilakukan oleh orangtua. Ini dikarenakan lemahnya kontrol dan prinsip keteladanan orangtua tidak terbangun sejak dini. Karenanya, pendidikan agama menjadi hal yang utama dalam pembentukan karakter anak. Langkah ini guna membentengi anak dari bahaya pornografi, narkoba, pergaulan bebas dan bahaya gadget. Demikian pendapat yang disampaikan Kawan Global, Kamsi (13/9) kemarin, menyikapi keprihatinan dua remaja pelaku pelaku video porno yang beredar beberapa waktu lalu. Sebagai orangtua sekaligus masyarakat pastinya sangat khawatir sekaligus prihatin dengan kasus tersebut. Fera di Tabanan, Sugik di Mambal dan Ketut Teken di Sesetan menyampaikan, zaman sekarang anak remaja agak sulit dinasihati. Orangtua dalam keluarga sangat berperan penting dalam memberikan dan menjadi contoh yang baik bagi generasinya, sekolah tempat menimpa pendidikan formal juga demikian. Pendidikan agama sangat penting, sehingga remaja kita tidak terlalu mudah dipengaruhi hal-hal buruk. Budiada di Tabanan menyampaikan bahwa pendidikan agama disampaikan dengan berbagai cara lewat drama, komedi dan lainnya. Ia sepakat bahwa peran orangtualah yang harus lebih banyak dalam penyampaian ajaran-ajaran agama agar generasi di zaman sekarang tahu sopan santun dan etika. Sementara kehadiran teknologi yang canggih, bukanlah penyebab. Kasus video porno yang diperankan anak remaja, bu-

kanlah kali pertama terjadi. Agung Purnawijaya di Blahbatuh merasa miris dengan tingkah laku dan karakter anak zaman sekarang. Jika lengah dalam pengawasan orangtua, malah lari ke hal buruk. Jika anak bilang les sekolah, sebaiknya para orangtua jangan mudah percaya, sebaiknya ditelusuri. ‘’Teknologi yang canggih, melalui telepon pintar kita harus manfaatkan untuk memantau mereka juga,’’ imbuhnya. Agak sulit memerankan orangtua zaman sekarang, keluh Bratayasa di Sangeh. Diberikan ceramah, dibilang keras, cerewet. Jika dibiarkan takutnya mereka akan mencari jalan sendiri. Sebaiknya kita sama-sama mencari solusi, bukan saling menyalahkan. Sementara Made Torek di Ubung mengatakan harus ada perjanjian dengan anak sebelum membelikan fasilitas. Misalnya, handphone tidak boleh berisi password, sehingga orangtua bisa tahu apa yang dilakukan di HP anak-anaknya. (sikha)

Hasil Kerajinan Acara tersebut juga akan diisi dengan pawai karnaval yang melibatkan banyak seniman serta Indonesia Pavillion yang akan memamerkan hasil kerajinan, infrastuktur dan pariwisata. Dalam kesempatan ini juga rencananya akan dilakukan peluncuran perangko IMF-WB oleh Presiden Joko Widodo. Pada bagian lain terkait persiapan IMF-WB, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BNPB

Wisnu Widjaja melaporkan terkait kesiapsiagaan mitigasi jika terjadi bencana selama event berlangsung. Pelatihan simulasi bencana terus dilakukan secara intensif dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait juga terus ditingkatkan. Turut hadir dalam audiensi ini, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Causa Iman Karana, perwakilan dari ITDC Nusa Dua, perwakilan Polda Bali serta perwakilan dari Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali dan Dinas Pariwisata Provinsi Bali. (ad695)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

jumat Paing, 14 September 2018

LOLOS – Pemain tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting lolos ke perempatfinal setelah mengatasi Prannoy HS dari India 21-14, 21-17, Kamis (13/9) kemarin.

Jepang Terbuka Bali Post/ist

Lima Wakil Indonesia ke Perempatfinal Tokyo – Tim bulu tangkis Indonesia mengirim lima wakilnya ke babak perempatfinal turnamen Jepang Terbuka 2018 di Tokyo. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Anthony Ginting berhasil melewati rintangan kedua dengan mengalahkan Prannoy HS (India) dengan skor 21-14, 2117 di tunggal putra, Kamis (13/9) kemarin. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan Anthony di BCA Indonesia Open 2017 saat takluk 13-21, 18-21. Mampu mengendalikan pikiran dan menjaga fokus merupakan kunci utama Anthony dalam memenangkan pertandingan ini. Ia tampil baik dengan mengontrol permainan lawan. ‘’Pertama memang dari pikiran. Sejak Asian Games kemarin, saya mainnya lebih rileks, bisa menikmati permainan. Kedua dari fokusnya, ini yang paling penting. Ketiga adalah dari segi fisik dan kekuatan tubuh secara keseluruhan,’’ ujar Anthony ketika ditanya soal faktor penunjang grafik penampilannya yang terus menanjak. Anthony berpeluang kembali berjumpa Viktor Axelsen dengan catatan pemain

Denmark ini bisa melewati Kenta Nishimoto (Jepang) di babak pertama. Anthony sementara unggul 1-0 atas Axelsen. Sementara pemain tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung akan berhadapan dengan unggulan keempat asal Thailand Ratchanok Intanon. Greysia Polii/Apriyani Rahayu menaklukkan satu dari delapan ganda putri Jepang yang tampil di kandangnya. Tiket perempatfinal diraih pasangan ranking keempat dunia ini usai mengalahkan Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata 14-21, 21-16, 21-10. Ini merupakan pertemuan pertama Greysia/Apriyani dengan pasangan ranking 10 dunia tersebut. Di perempatfinal, Greysia/Apriyani berhadapan dengan wakil Bulgaria Stefani Stoeva/Gabriela Stoeva. Pada pertemuan terakhir di All England 2018, Greysia/ Apriyani kalah engan skor 11-21, 19-21.

‘’Mau main yang maksimal dulu, tidak mau kalah. Kami akan mempersiapkan diri dan fokusnya harus ditambah lagi,’’ ujar Apriyani. Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menundukkan Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris) 23-21, 21-18 dalam waktu 45 menit. Kemenangan ini mengantarkan Praveen/Melati menghadapi Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia). Ini menjadi pertemuan ketiga mereka setelah Jerman Terbuka 2018 dan India Terbuka 2018 yang dimenangkan Praveen/Melati. Sehari sebelumnya, ganda putri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani tersingkir setelah ditaklukkan pasangan tuan rumah Misato Aratama/ Akane Watanabe pada babak pertama. Anggia/Mahadewi kalah 16-21, 18-21 dari pasangan peringkat 31 dunia itu. Ini merupakan pertemuan pertama kedua pasangan itu. Anggia/Mahadewi menyusul rekannya Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta yang dikandaskan Ayaka Sakuramoto/Yukiko Takahata (Jepang) dengan skor 13-21, 21-15, 11-21 selama 68 menit. (kmb)

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Bandung (Bali Post) – Persib Bandung mengalahkan Arema FC dengan skor 2-0 dalam Liga 1 Indonesia yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Kamis (13/9) sore kemarin. Dua gol tim tuan rumah masing-masing dicetak Atep pada menit ke-42 dan Bojan Malisic menit ke-63. Dengan hasil ini, Persib kokoh di puncak klasemen dengan mengumpulkan poin 38, unggul dua angka den-

gan Madura United (36) yang bercokol di posisi kedua dan berselisih tiga poin dengan Bali United (35) di peringkat ketiga. Sementara bagi Arema, kekalahan ini membuatnya sulit bisa menembus lima besar klasemen. Persib bermain sabar di menit-menit awal. Mereka tidak langsung berinisiatif mengurung pertahanan Arema. Tim besutan Mario Gomez lebih bermain menunggu untuk mencari celah melancarkan

serangan. Berbeda dengan Arema yang langsung menampilkan permainan agresif. Singo Edan memiliki peluang pertama melalui Dedik, namun kiper Dedi Kusnandar berhasil menggagalkannya. Kemenangan 2-0 juga dipetik Madura United atas Mitra Kukar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan. Gol pertama tuan rumah dibukukan Mamadaou Samassa pada menit ke-10 dan gol kedua dicetak penyerang Greg Nwokolo menit ke-72.

Tambahan tiga poin membawa Madura United naik ke posisi kedua menggeser Bali United. Sementara itu, tuan rumah PSM hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Barito Putera di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, Sulawesi Selatan. Paulo Sitanggang membawa Barito unggul 1-0 pada menit ke-66 yang kemudian dibalas penyerang PSM Ferdinand Sinaga ketika pertandingan memasuki menit ke-82. (ant)

Pebiliar Primada Turun di Turnamen Batu

Irwan Limardi

Bali Post/ist

Denpasar (Bali Post) Dua pebiliar anggota Program Indonesia Emas Daerah (Primada) Bali yakni Made Marsel Tirta dan Irwan Limardi diproyeksikan turun pada kejuaraan biliar terbuka bola-10 bertajuk Open 10 Ball Championship 2018 yang akan digelar di GOR Gajah Mada, Batu, Malang, 18-23 September nanti. Kejuaraan dalam rangka merayakan ulang tahun ke-17 Kota Batu itu bersifat terbuka, namun pesertanya dibatasi hanya dari dalam negeri. Pebiliar asing dipastikan tidak ambil bagian. ‘’Sebenarnya atlet yang terjaring masuk Primada tiga orang, namun seorang lagi Oei Kiem Han spesialas nomor snooker,’’ jelas Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno di Denpasar, Kamis (13/9) kemarin. Ditegaskannya, atlet Bali diterjunkan pada turnamen terbuka berhadiah total Rp 100 juta itu untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah skill. ‘’Selain itu, kami ingin atlet Bali bisa mengukur kekuatan lawan,’’ sebutnya. Dalam persiapan, Marsel dan Irwan ditangani Willy bersama Putu Pasek Swastawa. Willy berharap Marsel dan Irwan bisa tampil maksimal, sehingga dapat mengukir prestasi. Apalagi Irwan melaju sampai ke semifinal pada Spot Nine Ball Nonmaste Tournament 2018 di Cirebon, 30 Agustus – 2 September lalu. ‘’Kami harapkan Irwan dan Marsel bisa tembus babak empat besar, syukur-syukur mampu ke final atau juara,’’ ungkapnya. (022)

JUARA – Tim futsal Badung tampil sebagai juara Piala Haornas 2018.

Bali Post/ist

13 Pemain Dijaring dari Piala Haornas Denpasar (Bali Post) Turnamen futsal bertajuk Futsal Haornas Championship 2018 U-21 berlangsung di Meazza Futsal, Denpasar, 9-11 September lalu. Diikuti empat kontestan, kejuaraan ini dijuarai tim futsal Kabupaten Badung setelah memetik tiga kemenangan. Juara II direbut Bangli yang menang dua kali, disusul Buleleng yang mencatat sekali menang dan Kota Denpasar yang kalah tiga kali. Ketua Departemen Sepak Bola Asprov PSSI Bali Nasser Attamimy menyatakan, pihaknya berniat melibatkan seluruh tim futsal kabupaten dan kota di Bali, namun yang berpartisipasi hanya empat daerah. ‘’Tiap tim mengirimkan 16 pemain,’’ ujarnya di Denpasar, Kamis (13/9) kemarin.

Selama turnamen diterjunkan tim pemandu bakat yang notabene pelatih tim Bali pada PON 2016 di Jawa Barat. Mereka adalah Kocet Sugiarta, Chris Natalino dan Kadek Sudarta. Trio pelatih ini berhasil menjaring 13 pemain terbaik yang diproyeksikan untuk pembentukan tim Pra-PON 2019. Sebelumnya, tim pemandu bakat juga telah menjaring 34 pemain pada Porprov Bali XIII/2016 di Gianyar. Ke-47 pemain hasil Porprov ditambah Haornas bakal diseleksi kembali untuk menentukan yang layak membela Bali di ajang Pra-PON. ‘’Tim akan diciutkan menjadi 20 pemain. Mereka akan diberikan kesempatan melakukan uji coba ke luar Bali. Kami lebih memilih menerjunkan mereka pada turnamen level nasional,’’ papar Nasser. (022)

Edisi Jumat 14 September 2018 | balipost.com  

Headline : Pertemuan IMF-WB Berdampak pada Pembangunan Ekonomi Bali

Edisi Jumat 14 September 2018 | balipost.com  

Headline : Pertemuan IMF-WB Berdampak pada Pembangunan Ekonomi Bali

Advertisement