Issuu on Google+

20 HALAMAN

NOMOR 145 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (157 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

sabtu wage, 14 januari 2017

BADUNG menargetkan 4,5 juta wisatawan asing. Target 2016 itu telah tercapai. Belum lagi kunjungan 6,5 juta wisatawan domestik. Jadi tahun 2016 Badung dikunjungi 11 juta wisatawan. Luar biasa. Namun kondisi itu tak berdampak positif pada hotel di Badung yang yang jumlah kamarnya mencapai 96.000. Timgkat hunianya rata-rata 65 persen. Masih di bawah nilai keekonomian. Sebab secara teori ketika tingkat hunian hotel di bawah 70 persen, maka akan terjadi perang tarif. Inilah bahayanya.

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

’’Taksu’’ Bali Harus Dijaga Ketua PHRI Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya, S.E., MBA., mengatakan, tingkat hunian kamar hotel di Bali rata-rata 65 persen. Sehingga, masih mempunyai suplay 35 persen yang harus diisi. Secara teori ketika tingkat hunian hotel di bawah 70 persen inilah yang bahaya dan akan menjadi price taker (pengambil harga), bukan price maker (penentu harga). Sehingga akan memunculkan perang tarif (price war) yang akan merugikan semua pihak, baik perusahaan, pemerintah, maupun karyawan. ‘’Kondisi inilah yang akan merugikan Bali secara keseluruhan,’’ jelasnya dalam wawancara dengan Bali Post dan Bali TV, Selasa lalu. Selain kamar hotel bertambah, lama tinggal tamu malah berkurang. Tentu hal ini berpengaruh pada tingkat hunian kamar hotel. Sehingga, diperlukan strategi yang jitu agar lama tinggal wisatawan minimal satu minggu. Apalagi, pemerintah pusat sedang gencar mempromosikan sepuluh ‘’Bali Baru’’. “Jangan sampai Bali nanti hanya

@balipostcom (4.710 Follower) http://twitter.com/balipostcom

menjadi transit, karena Bali sebagai Internasional Airport. Itu boleh saja, tetapi bagaimana kita bisa mengemas agar wisatawan bisa lebih lama tinggal di Bali. Caranya yaitu dengan terus mempromosikan Bali dan perbaikan kualitas produk dan harus bisa segera mengatasi masalah seperti kemacetan, sampah musiman dan keamanan yang harus dijaga,” tegas Suryawijaya yang juga merupakan Ketua Promosi Pariwisata Badung tersebut. Untuk masalah keamanan, kata dia, Bali kedepannya akan membentuk “Bali Security Permanent System”. Sistem ini harus diikuti oleh siapa pun yang memimpin Bali nantinya. Hal. 19 Enam Kabupaten

“Bali akan membentuk ‘Bali Security Permanent System’. Sistem ini harus diikuti oleh siapa pun yang memimpin Bali nantinya.” Rai Suryawijaya Ketua PHRI Badung.

Seputar Bali, Sabtu, 14 Januari 2017 Pukul 18.00 Wita

Bali Post/gik

Pengusaha Galian C di Karangasem

Bingung Urus Izin

SEBUDI - Salah satu lokasi galian di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, kini sepi dari aktivitas penggalian, sejak adanya upaya penertiban oleh Tim Yustisi.

PENGUSAHA galian C di Karangasem masih bingung. Usaha galian C bodong alias tak berizin sudah ditutup. Sementara yang legal, kebingungan memperpanjang izin. Sebab terjadi peralihan kewenangan perizinan dari Karangasem kepada Provinsi Bali. Seluruh perizinan dikeluarkan Provinsi Bali, kecuali IPR (Izin Pemanfaatan Ruang) dan UKL-UPL (Izin Lingkungan) yang masih diberikan kewenangan kepada Karangasem. Namun, Pemkab Karangasem tak berani mengeluarkan kedua rekomendasi itu, karena bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan. Proses permintaan izin hingga terbitnya IUP (Izin Usaha Pertambangan) diseleksi dengan sangat ketat. Ada beberapa tahapan izin lain yang harus dilalui. Seperti, Izin Usaha Galian, Izin Pemanfaatan Ruang, Izin Lingkungan, Izin Gangguan hingga Izin Mendirikan Bangunan. Sejak usaha galian C bodong ditutup di Kecamatan Selat, Rendang dan Bebandem, para pengusaha galian C kini beralih ke Kecamatan Kubu. Sebab, Kubu masih

dibuka lebar untuk usaha galian C. Tetapi, setelah para pengusaha ingin membuka usaha secara legal, mereka masih kesulitan mengurus izin. Persoalan ini sempat dikemukakan anggota DPRD Karangasem Komang Sartika, belum lama ini. Proses untuk memperoleh izin, masih terkesan dipingpong. Persoalan ini juga sempat disikapi serius Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa. Dia mengaku Karangasem

Pimpinan DPP PPP Ditangkap

Jakarta (Bali Post) – Anggota Polda Metro Jaya menangkap pimpinan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Fernita karena diduga memalsukan tanda tangan Ketua Umum DPP PPP Djan Faridz pada Rabu (11/1). “Ya betul,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta Jumat kemarin. Terhitung sejak Jumat (13/1)

paling dirugikan. Sebab, sebanyak Rp 16 miliar lebih pendapatan dari sektor pajak mineral logam dan batuan atau galian C, melayang dari PAD Karangasem tahun lalu. Ia tidak akan mau mengeluarkan rekomendasi dalam mengurus IPR dan izin lingkungan. Karena sangat berisiko bagi jajarannya di Karangasem. Hal. 19 Jadi Korban

Tantangan Ekonomi Semakin Kompleks

kemarin, penyidik Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menahan Fernita. Berdasarkan informasi pengacara Djan Faridz, Andrias Herminanto melaporkan Fernita sesuai Laporan Polisi: LO/II/2016/Diteeskrimum tertanggal 15 Februari 2016 terkait dugaan melanggar Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Hal. 19 Tanda Tangan

Kendari (Bali Post) – Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, mengatakan, ke depan tantangan perekonomian akan semakin kompleks sehingga menuntut kesiapan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. “Tahun 2016 baru saja kita lalui bersama, tahun yang penuh dengan tantangan sekaligus membuka jendela kesempatan bagi perekonomian Indonesia. Walau pemulihan ekonomi global masih lemah dan disertai ketidakpastian, namun ekonomi nasional dapat tetap tumbuh dengan stabilitas makro ekonomi yang tetap terjaga,” kata Martowardojo di Kendari, Jumat kemarin. Dia mengaku bersyukur di tengah gejolak eksternal yang ada, ekonomi Indonesia mampu menunjukkan ketahanannya dan

tumbuh 5,02 persen di triwulan III 2016. “Bahkan di beberapa provinsi seperti di Sulawesi Tenggara ekonomi masih mampu tumbuh enam persen. Capaian ini diraih seiring dengan tingkat inflasi nasional yang rendah dan terkendali yaitu di kisaran 3,02 persen. Inflasi ini berada dalam kisaran sasaran inflasi sebesar empat plus minus 1 persen dan lebih rendah dari angka 2015,” katanya. Di tengah masih lemahnya harga komoditas global, katanya, defisit transaksi berjalan serta defisit APBN 2016 dapat tetap berada di tingkat yang sehat bagi kesinambungan perekonomian. Di samping itu, katanya, nilai tukar rupiah di sepanjang tahun 2016 tercatat mengalami penguatan 2,34 persen terhadap dolar dengan volatilitas yang relatif terjaga. “Hal tersebut menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terbaik kedua di Asia setelah yen Jepang,” katanya. (ant)

Bali Post/ant

PSK - Puluhan perempuan warga negara asing (WNA) menutup wajahnya seusai operasi pengawasan orang asing di Jakarta, Jumat (13/1) kemarin. Operasi tersebut mengamankan 32 perempuan dari enam negara antara lain Vietnam, Kazakhstan, Uzbekistan, Tiongkok, Maroko, dan Rusia yang dipekerjakan sebagai pemandu karaoke dan PSK.

Agus Martowardojo


DENPASAR

2

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

FIGUR Menuju Akreditasi Internasional SETELAH menyandang akreditasi A, Universitas Udayana (Unud) tentu bisa berbangga hati. Pun demikian, untuk bisa melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi, Unud terus melakukan perbaikan dan inovasi. “Untuk tahuntahun ke depan, Unud harus Bali Post/win mempertahankan dan melanjutkan berbagai prestasi, sehingga Unud bisa menjadi World Class University. Bahkan, kami berharap bisa menuju akreditasi internasional,” kata Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPDKEMD. Dengan hasil akreditasi ini, membuat Universitas Udayana akan semakin bersemangat dalam meningkatkan kualitas kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada masa mendatang. Peningkatan kualitas ini tentunya untuk bisa menjadi universitas yang unggul di tingkat nasional maupun internasional sesuai dengan visi Universitas Udayana, yaitu Unggul, Mandiri dan Berbudaya. Ditambahkannya, sasaran Unud tahun 2009-2024 meliputi penguatan tata kelola, penguatan daya saing nasional, dan penguatan daya saing internasional. Saat ini, target yang ingin dicapai adalah untuk bisa menembus Akreditasi Internasional. Untuk itu, Unud akan terus berusaha membawa beberapa program studi agar bisa terakreditasi internasional. Misalnya, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Hewan, Ekonomi dan Bisnis, Pertanian, Sastra serta Teknik. “Semua program studi berpotensi terakreditasi internasional. Jadi, ini yang akan kita dorong,” ungkapnya. (edi)

Bali Post/eka

BERSIH SAMPAH - Seorang warga berusaha membersihkan sampah yang terdampar di Pantai Serangan, Denpasar, Jumat (13/1) kemarin. Bersih-bersih sampah ini rutin dilakukan untuk menjaga kenyamanan para wisatawan yang datang ke Serangan.

Rencana Pengembangan Pelabuhan Benoa

Kadin Minta Ada Komersial Area Denpasar (Bali Post) –

Kasus OTT Pungli di Tulikup

Tiga Tersangka Ditahan di Lapas Gianyar Bali Post/ist

DIAMANKAN - Tersangka I Made Subawa alias Step saat diamankan Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard.

Sempat DPO

Pengeroyok Turis Serahkan Diri

Denpasar (Bali Post) Sempat diburu ke kampungnya di Desa Munduk, Buleleng, pengeroyok Sarkisian Argam (31) asal Ukraina di La Favela Bar & Resto, I Made Subawa alias Step akhirnya menyerahkan diri, Jumat (13/1) kemarin. Tak tanggung-tanggung, tersangka yang sudah masuk DPO (daftar pencarian orang -red) ini menyerahkan diri kepada Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard saat berada di Mapolda Bali. “Kami sempat mencarinya ke kosnya di Denpasar dan kampungnya di Buleleng, tapi tidak ada. Entah dia takut dikejar-kejar, tersangka ingin bertemu saya untuk menyerahkan diri,” kata Kompol Reinhard. Tersangka menyerahkan diri pukul 16.40 wita. Selanjutnya, dia dibawa anggota Resmob menuju Mapolresta Denpasar. Hingga saat ini, tersangka menjalani pemeriksaan intensif. “Dari rekaman CCTV terlihat jelas tersangka melakukan penganiyaan terhadap korban,” tegasnya. Menurut Reinhard, dari rekamanan CCTV itu, banyak yang perlu didalami. “Siapa pun yang terlibat dalam kasus ini akan kami proses, termasuk indikasi adanya pembiaran kasus itu terjadi,” kata mantan Kapolsek Kuta Utara ini. Seperti diberitakan, tim Resmob Polresta Denpasar memburu pelaku pengeroyokan Sarkisian Argam (31) asal Ukraina di La Favela Bar & Resto di Jalan Oberoi, Seminyak, Kuta, Minggu (8/1) lalu. Meskipun kasus ini belum dilaporkan, alhasil tiga pelaku ditangkap yaitu I Putu Gede Septian Heriwardana (24), Anak Agung Ketut Agung Artawan (28) dan Putu Eka Nur Ardiawan, Kamis (12/1) lalu. Pelaku merupakan anggota salah satu ormas di Bali. Hanya tersangka Putu Gede sebagai satpam di bar tersebut, sedangkan satu pelaku berinisial St (Step) masih diburu. (kmb36)

Suara Denpasar & Badung

Mencoreng Citra Pariwisata Pengeroyokan dan penganiayaan tamu Ukraina oleh security di sebuah kelab di Seminyak, Kuta, dapat mencoreng citra pariwisata Bali. Apalagi hanya gara–gara kesalahpahaman bill, mengakibatkan tamu tersebut sampai cacat mata permanen. Sungguh sangat bertolak belakang dengan slogan kelab tersebut “kasih sayang”. Jika ada tamu dianggap merugikan, sebaiknya diserahkan ke pihak berwajib. Walek, Denpasar

Beri Sanksi Adat Sebagai pulau yang mengandalkan sektor pariwisata, nilai–nilai pencitraan masyarakat Bali harus selalu dijaga. Jika ada permasalahan, mohon tidak diselesaikan dengan kekerasan. Untuk membuat mereka berpikir dua kali melakukan hal negatif, jatuhkan sanksi adat kepada perusahaan atau tamu-tamu yang berusaha menghancurkan Bali dengan tindakan–tindakan negatifnya. Ireng, Bajera

085 100 400 391, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : BAHAYA, BADUNG KELEBIHAN KAMAR HOTEL Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Denpasar (Bali Post) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menerima pelimpahan tahap II kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) dugaan pungutan liar (pungli) di Desa Tulikup, Gianyar, yakni pelimpahan tersangka, barang bukti, berikut BAP, dari Polda Bali. “Ya benar, hari ini kami menerima pelimpahan tahap II kasus yang diungkap Saber Pungli,” ucap Kasipenkum Humas Kejati Bali, Ashari Kurniawan, Jumat (13/1) kemarin. Dikatakannya, dalam kasus ini ada tiga tersangka. Mereka adalah I Nyoman Pranaya selaku Perbekel Tulikup, I Gusti Ngurah Mustawan selaku klian, dan I Gusti Ngurah Raka pihak pekaseh. “Ini kasus pengurusan sertifikat hak milik atas nama I Gusti Suadana di Desa Tulikup, Gianyar,” ucap Ashari. Dalam kasus ini, tersangka dijerat pasal 12 huruf e UU No. 31 tahun 1999 tentang Pember-

antasan Tipikor, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001, jo pasal 55 KUHP. Untuk selanjutnya, kata Ashari, tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wayan Suardi, dkk. “Yang bersangkutan akan dititip di Rutan Gianyar,” tegas Ashari. Informasi lainnya, dalam perkara OTT Saber Pungli di Siyut, Tulikup, Gianyar itu, setidaknya petugas menyita Rp 30 juta uang tunai, berkas-berkas pengurusan sertifikat tanah dan tiga ponsel milik tersangka. Belum diketahui pasti, kapan kasus ini bakalan dilakukan sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar. Pasalnya, saat ini penyidik dan jaksa Suardi dan Erika bakalan menyusun surat dakwaan, lanjut dilakukan pelimpahan ke Pengadilan Tipikor Denpasar. (kmb37)

Bali Post/eka

PELIMPAHAN - Polisi membeberkan barang bukti dan tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar di Desa Tulikup, Gianyar, Jumat (13/1) kemarin di Mapolda Bali. Tersangka beserta barang bukti OTT tersebut selajutnya dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Bali.

Rencana pengembangan Pelabuhan Benoa oleh Pelindo III, mendapat perhatian jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali. Sebab, selama ini para pengusaha di Bali ini belum mengetahui pola yang dirancang dalam pengembangan Pelabuhan Benoa untuk dijadikan bertaraf international. Karena itu, Kadin minta agar Pelindo III Cabang Benoa bias merangkul pengusaha lokal, baik dalam pengembangan maupun terlibat dalam kegiatan lainnya.

Hal ini diungkapkan Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H. saat ditemui di sela-sela sosialisasi pengadaan barang dan jasa di kantor Pelabuhan Benoa, Jumat (13/1) kemarin. Alit Wiraputra mengusulkan, perlu adanya komersial area di kawasan Pelabuhan Benoa. Komersial area yang dimaksud yakni berupa pusat perbelanjaan yang bisa dimanfaatkan para tamu yang singgah di Benoa, tanpa harus Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

keluar pelabuhan. Mengingat, selama ini Pelabuhahn Benoa semakin banyak disinggahi kapal-kapal pesiar yang mengangkut ribuan wisatawan. “Ini bisa mengajak pengusaha lokal untuk merancang maupun mengelola kawasan komersial tersebut,” kata Alit Wiraputra. Dikatakannya, komersial area ini mendesak dibangun, terlebih sudah ada rencana pengembangan Pelabuhan Benoa ini bertaraf international. Meski tidak luas, namun keberadaan komersial area akan menjadi sangat penting bagi kenyamanan tamu yang singgah di Pelabuhan Benoa. Sebelumnya, jajaran

DPRD Denpasar juga mendukung rencana pengembangan Pelabuhan Benoa dengan dilengkapi pelabuhan kapal pesiar. Bahkan, rencana ini sempat dilontarkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar belum lama ini. Anggota DPRD Denpasar I.B. Ketut Kiana, S.H., Wayan Suadi Putra, S.T. serta I Made Setiadi, S.E., memberikan apresiasi positif atas rencana tersebut, sepanjang ada kajian yang jelas. Pada prinsipnya, para wakil rakyat di Denpasar ini menyambut baik apa yang akan dibangun di Benoa, sepanjang ada manfaat jelas bagi kesejahteraan warga. Namun yang paling utama dipikirkan adalah bagaimana dampak lingkungannya. Sebab, harus dipikirkan pula keberadaan terminal kapal pesiar akan menimbulkan berbagai dampak ketika sudah beroperasi. “Meskipun itu menjadi kewenangan pusat, namun kita berharap apa pun yang dibuat harus diawali dengan kajian yang jelas,” kata Suadi Putra. (kmb12)

Pola Pembahasan Ranperda Toko Modern Diubah Denpasar (Bali Post) – Pola pembahasan Ranperda tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern akan diubah. Jika sebelumnya draf Ranperda lebih dulu dibahas secara intern, kini pembahasan akan langsung mengundang pihak eksekutif. Itu dikatakan Ketua Pansus X DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka, S.S. didampingi sejumlah anggotanya, seperti A.A. Susruta Ngurah Putra, A.A. Made Sumenadi, S.H., dan AAN Gede Widiada, Jumat (13/1) kemarin. Dikatakannya, dari hasil rapat yang melibatkan anggota Pansus X, disepakati pihaknya akan segera mengundang eksekutif yang mengajukan draf ranperda tersebut. ‘’Mereka nantinya akan diminta mempresentasikan tentang spirit diusulkannya ranperda penataan dan pembinaan pasar tradisional,

pusat perbelanjaan dan toko modern. Dari penjelasan itu nantinya akan diketahui, apa yang kurang dan di mana yang perlu ditambahkan,’’ kata Warka seraya mengatakan, pertemuan dengan eksekutif dijadwalkan dilaksanakan, Selasa (24/1) pekan depan. Hal senada disampaikan anggota Pansus X, A.A. Susruta Ngurah Putra. Menurutnya, pola pembahasan yang selama ini dilakukan terkesan monoton. ‘’Sekarang kan sudah memasuki tahun baru, sehingga pola yang ingin diterapkan juga baru. Kami ingin eksekutif yang mempresentasikan apa sebenarnya yang ingin dicapai dengan diusulkannya ranperda pasar tradisional ini,’’ ujarnya. Meski belum sempat dibahas, namun berdasarkan wacana yang berkembang, ada beberapa hal yang ditekankan dalam ranperda tersebut. Salah satunya menyangkut

perizinan. Pada bab VI pasal 18, disebutkan pengelola pasar tradisional wajib mengantongi IUP2T (Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional). Sedangkan untuk pusat perbelanjaan, diwajibkan mengantongi IUPP (Izin Usaha Pusat Perbelanjaan). Sementara IUTM (Izin Usaha Toko Modern) diperuntukkan bagi minimarket, supermarket, toko serba-ada, swalayan, departemen store, hypermarket dan perkulakan. Selain itu, jarak antara pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern juga diatur. Misalnya, jarak antara pasar tradisional yang sudah ada dengan pusat perbelanjaan yang sudah ada minimal 1 km. Di samping jarak, luasan masing-masing juga diatur. Untuk pusat perbelanjaan luasnya dirancang 5.000 M2, luas lantai toko modern 400 M2 dan untuk supermarket 400 – 5.000 M2. (kmb)

Soal Warga Kampung Bugis, Serangan

Alasan Kemanusiaan, Pemkot Lanjutkan Bantuan Tenda

KASUS yang menimpa 36 KK warga Kampung Bugis, Serangan, Denpasar Selatan, berdampak kehilangan tempat tinggal pada mereka itu. Kini, warga masih berada di tempat pengungsian sementara. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar masih memberikan bantuan berupa tenda dalam rentang waktu sebulan atau sampai dua bulan. Sebab, pemberian bantuan ini sebenarnya tidak ada SOP-nya. Berbeda bila kasusnya terjadi bencana, sedangkan ini masalah pribadi. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditemui di sela-sela pelantikan 210 pejabat baru di lingkungan Pemkot Denpasar, Kamis (12/1) mengatakan, pihaknya masih memberikan bantuan tenda untuk satu atau dua bulan ke depan. Bantuan ini sifatnya kemanusiaan, karena sebenarnya bantuan untuk kasus hukum tidak

ada dalam SOP. Tidak ada dalam SOP, kata Rai Mantra, karena itu murni kasus pribadi. “Pemerintah kesulitan memberikan bantuan bila kasusnya seperti ini. Berbeda bila kasus bencana, SOP-nya jelas,” tegasnya. Dikatakannya, masalah yang terjadi di Serangan tersebut tetap dibantu dan bahkan diupayakan mediasi. Sesungguhnya, bila ada kasus seperti ini mereka bisa ditampung di rumah singgah. Mereka bisa tinggal lebih layak bila dibandingkan di tempat penampungan seperti sekarang. Sayangnya, kata Rai Mantra, Pemkot Denpasar belum memiliki rumah singgah. Bahkan, bila warga mau melakukan transmigrasi, pihaknya siap untuk memfasilitasi. “Sepanjang kemauan mereka ada, kami siap untuk memfasilitasi,” katanya. Sebelumnya, Camat Den-

pasar Selatan A.A. Gede Risnawan mengatakan, bantuan ini sifatnya sementara dan ada batas waktu sesuai koridor hukum yang berlaku. Awalnya hanya diberikan selama tiga hari, dan sesuai kebijakan Pemerintah Kota Denpasar diperpanjang menjadi selama tujuh hari. “Pada intinya Pemerintah Kota Denpasar dalam hal ini tetap membantu secara kemanusiaan. Namun bagaimanapun, kami dalam bekerja dan memberikan bantuan harus berdasarkan aturan yang ada sehingga tidak timbul masalah di kemudian hari. Dan kami juga berharap agar bisa terus menjaga komunikasi dan koordinasi sehingga tidak menimbulkan isu-isu yang meresahkan di kalangan masyarakat sehingga kondusivitas keamanan di Kota Denpasar dapat tetap terjaga dengan baik,” kata Risnawan. (ara)

Bali Post/wan

DI TENDA – Sebanyak 36 KK warga Kampung Bugis, Serangan, Denpasar Selatan masih berada di tenda-tenda penampungan sementara. Pemkot Denpasar masih memberikan bantuan tenda kepada mereka dengan alasan kemanusiaan.


Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Badung

3

Pendaftaran Calon Sekda Masih Sepi Peminat PENGUMUMAN pendaftaran calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung sepertinya masih sepi peminat. Terbukti, hingga hari kedua pendaftaran dibuka, belum ada satu orang calon pun yang mendaftar. Hal itu diakui anggota Panitia Seleksi Calon Sekda Badung, I Gede Wijaya, Jumat (13/1) kemarin. Meski belum ada yang mendaftar, Wijaya mengatakan sempat ada satu orang yang sudah menelepon pihak panitia. “Sudah ada yang menghubungi panitia via telepon, tapi belum mendaftar, hanya tanya-tanya saja,” ungkapnya. Ditanya siapa calon pendaftar tersebut, Wijaya menolak membeberkannya. “Nantilah kami kasih tahu, apalagi yang bersangkutan belum mengajukan secara resmi, baru nelepon saja. Yang pasti, orangnya dari Badung,” kata Kepala BKD Badung tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Badung, Made Sunarta mengatakan, siapa pun yang ikut seleksi pencalonan Sekda di Badung harus memiliki potensi untuk menjadi orang nomor tiga di Badung. Selain paham birokrasi, lanjutnya, calon pengganti Kompyang R. Swandika nantinya harus juga mendukung kegiatan Bupati Badung, memiliki kecocokan atau chemistry dengan Bupati dan mampu menjembatani serta mengomunikasikan antara DPRD dengan Bupati mengenai kebijakan dan juga penganggaran. “Ya, tentu harus berkompeten dan mampu menerjemahkan apa yang diinginkan Bupati untuk menyejahterakan rakyat Badung,” paparnya kemarin. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung I Kadek Sudarmaja menambahkan, mengingat Sekda akan bertugas membatu kepala daerah dalam melaksanakan program pemerintah, maka jabatan Sekda harus dipegang oleh orang yang memang mampu dan profesional. “Di samping memang wajib memenuhi syarat, seorang Sekda harus cakap dalam melaksanakan tugas,” kata Sudarmaja. Dikatakannya, jabatan sekda merupakan karier tertinggi di jajaran PNS di daerah. Karenanya, seorang Sekda harus mampu memberikan solusi kepada seorang bupati dalam mengambil kebijakan. Karenanya, Sudarmaja menaruh harapan tinggi kepada Pansel Sekda Badung untuk bekerja maksimal sehingga nantinya mendapatkan calon yang tepat untuk menggantikan Kompyang R. Swandika. Di sisi lain, bursa pencalonan Sekda Badung beberapa hari terakhir mencuatkan nama sejumlah pejabat di Badung yang katanya akan bersaing memperebutkan kursi Badung 3. Nama-nama tersebut di antaranya I Wayan Adi Arnawa (Kepala Badan Pendapatan Daerah/Pasedahan Agung), I Wayan Suambara (Kepala Penelitian dan Pengembangan), I Made Badra (Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan), dr. I Gede Putra Sutedja (Kepala Dinas Kesehatan) dan Made Sutama (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badung). Di kalangan karyawan-karyawati Pemkab Badung, nama-nama tersebut dinilai memiliki kekuatan berimbang untuk menduduki posisi sekda. (kmb)

Terkait Pengeroyokan Turis

Disparda Segera Panggil Manajemen La Favela Mangupuran (Bali Post) Kasus pengeroyokan turis Ukraina di salah satu bar di Seminyak, Kuta, dinilai telah mencoreng citra pariwisata Bali. Dinas Pariwisata Daerah Badung benar-benar menyayangkan kasus pengeroyokan turis asal Ukraina, Argam Sarkisian (32) yang dilakukan satpam La Favela Bar & Resto, Seminyak tersebut. Terlebih, kasus ini menjadi viral di media sosial. Kepala Disparda Badung Cok Raka Darmawan menilai, tindakan main hakim sendiri petugas keamanan ini semestinya tidak terjadi apabila petugas keamanan paham akan tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu, pihaknya akan memberikan teguran khusus kepada La Favela. Pihaknya segera memanggil pihak manajemen La Favela Bar & Resto. “Yang pasti, Senin depan kami akan panggil yang bersangkutan (pemilik La Favela) dan langsung akan kami beri teguran,” tegasnya ketika dihubungi Jumat (13/1) kemarin. Selain ditegur, lanjut Cok Raka Darmawan, pengelola juga akan diminta memberikan garansi pengamanan dan keamanan bagi pengunjungnya. Sebagai instansi yang membidangi pariwisata di mana bar menjadi salah satu di dalamnya, Cok Raka Darmawan mengaku sudah memberikan pembinaan menyangkut standar keamanan di seluruh usaha yang ada di Badung. Dalam pembinaan itu, ditekankan sekali masalah penggunaan petugas keamanan bersertifikat. Selain itu, setiap usaha juga harus dilengkapi CCTV dan alat keamanan lain untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi wisatawan atau pengunjung. “Untuk masalah standar keamanan, sudah rutin kami cek dan beri pembinaan. Kalau sekarang ada kejadian begini, tentu kami bersama pihak kepolisian harus lebih banyak lagi memberikan pembinaan kepada mereka,” katanya. Terkait izin usaha, Cok Raka Darmawan mengatakan La Favela telah mengantongin izin lengkap. Tidak hanya itu, jumlah tenaga keamanannya juga dikatakan sudah sesuai. “Hanya saja, prosedur penanganannya tidak benar sehingga muncul kasus,” katanya. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badung, I Made Sutama, membenarkan hal itu. “La Favela sudah berizin. Izinnya terbit tahun 2015,” kata Sutama. Seperti diberitakan, kasus pengeroyokan menimpa turis asal Ukraina, Argam Sarkisian (32) yang dilakukan satpam La Favela Bar & Resto, Seminyak, Kuta. Tim Resmob Polresta Denpasar memburu pelaku. Meskipun kasus ini belum dilaporkan, alhasil, tiga pelaku ditangkap, Kamis (12/1) kemarin. Mereka itu, I Putu Gede Septian Heriwardana (24), Anak Agung Ketut Agung Artawan (28) dan Putu Eka Nur Ardiawan. Pelaku merupakan anggota salah satu ormas di Bali. Hanya, tersangka Putu Gede sebagai satpam di bar tersebut. “Hasil penyelidikan sesuai perintah Bapak Kapolda, tersangka berhasil kami tangkap,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo didampingi Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja dan berharap pengusaha di Bali merekrut satpam profesional, bukan dari ormas. (kmb)

Bali Post/eka

SITAAN - Petugas BKIPM Kelas I Denpasar menunjukkan barang sitaan yang akan dilepasliarkan di Pantai Serangan, Denpasar, Jumat (13/1) kemarin. Sekitar 47 ekor kepiting hias, 42 kerang, 9 koral, dan 5 kima diamankan dari upaya penyelundupan ke Rusia.

Hadapi Tiga Isu

Pemprov Ajukan Ranperda Perlindungan Lingkungan Hidup Mangupura (Bali Post) Pemprov Bali mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup kepada DPRD Bali, Jumat (13/1). Perda ini dirancang untuk menggantikan Perda No.4 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup yang dinilai sudah tidak sesuai. “Permasalahan lingkungan saat ini sudah mengalami tekanan yang cukup serius. Ada tiga isu yang cukup berpengaruh terhadap masalah lingkungan di Bali,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Gede Suarjana kemarin. Menurut Suarjana, ketiga

isu adalah isu global yang dipengaruhi global warming (pemanasan global) dan isu-isu yang berkaitan dengan masalah krisis finansial global. Isu universal yang dipengaruhi jumlah penduduk, serta isu lokal. Isu global dikatakan membawa dampak terhadap lingkungan Bali seperti hujan dan kekerin-

gan yang tidak menentu. “Kemudian isu yang sifatnya universal, dipengaruhi jumlah penduduk Bali yang sekarang besar sekali ada 4 juta lebih penduduk, sementara luas Bali hanya 5.686 km persegi. Jadi dengan penduduk sekian, akan membawa dampak sosial dan dampak lokal seperti masalah kemacetan, sampah, sanitasi lingkungan, pencemaran dan kerusakan lingkungan,” paparnya. Suarjana menambahkan, proteksi terhadap lingkungan harus dilakukan menghadapi tiga isu tersebut. Ada lima aspek dalam upaya perlindungan

Hujan dan Angin Kencang, Dua Mobil Tertimpa Pohon Mangupura (Bali Post) – Hujan lebat disertai angin yang melanda kawasan Denpasar Selatan dan Timur, Jumat (13/1) sore kemarin, membuat beberapa pohon di kawasan ini bertumbangan. Di pesisir Sanur, tepatnya di kawasan Hotel Bali Beach, Sanur Paradise dan sekitarnya, tercatat enam pohon besar tumbang. Pohon beringin besar di Sanur Paradise menimpa dua mobil Suzuki APV, salah satunya bahkan sampai remuk. Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, enam pohon yang ada di parkiran Hotel Bali Beach berupa pohon waru berdiameter kurang lebih 80 cm, beberapa pohon kecil yang cukup membuat porak poranda parkiran hotel. Sementara pohon perindang di depat Museum Le Mayuer, juga disebutkan patah sehingga mengenai bangunan, namun tidak

sampai rusak. Di Hotel Sanur Paradise Plaza, pohon beringin yang cukup rindang dengan dahan yang cukup besar kurang lebih berdiamer 1 meter, juga tumbang. Karena padatnya parkir, dua mobil Suzuki APV warna putih tertimpa pohon. Satu di antaranya sangat parah. Batang pohon yang cukup besar dan berat menimpa kap mobil hingga menyebabkan mobil DK 928 DS itu remuk. Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Besarnya pohon serta batangnya yang cukup rindang, BPBD Kota Denpasar terpaksa mengerahkan seluruh Pos yang ada dibantu oleh pasukan dari Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) Kota Denpasar yang mengerahkan mobil tangganya. Pembersihan dilakukan hampir dua jam, dan pukul 18.15 wita baru selesai. (kmb)

Bali Post/ist

REMUK – Dua mobil APV yang parkir di Hotel Sanur Paradise Plaza tertimpa pohon. Salah satu mobil remuk cukup parah.

dan pengelolaan lingkungan hidup. Yakni perencanaan, pencegahan, penanggulangan, pengawasan dan penegakan hukum. Di dalamnya menyangkut pula masalah daya tampung dan daya dukung Bali. “Penyusunan perda ini satu langkah untuk membuat kajian daya dukung dan daya tampung termasuk juga KLHS. Sebab, KLHS itu salah satunya dipakai untuk menyusun tata ruang,” jelasnya. Terkait penegakan hukum, Suarjana menyebut ada sanksi administrasi dan pidana yang dicantumkan dalam

rancangan Perda. Sanksi administrasi mulai dari teguran tertulis, pencabutan izin, atau penghentian sementara kegiatan. Sementara sanksi pidana berupa denda Rp 50 juta dan 6 bulan kurungan. “Pada intinya, setiap kegiatan yang masuk ke Bali harus memperhatikan 5 aspek. Tata ruang, kemampuan daya tampung dan daya dukung, menyusun amdal, melakukan upaya rehabilitasi, dan memanfaatkan atau meningkatkan peran masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (kmb32)

Terkait UNBK

Pemerintah Didesak Segera Petakan Sekolah Mangupura (Bali Post) – Keluarnya Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengenai Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2016/2017, langsung ditanggapi anggota DPRD Badung. Mereka mendesak agar Pemkab Badung melalui Disdikpora Badung segera memetakan sekolah karena pelaksanaan ujian sudah dekat. Ketua Komisi IV DPRD Badung, A.A. Ngurah Ketut Nadi Putra, Jumat (13/1) kemarin, mengatakan, sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun yang belum harus segera didata. “Ini penting agar seluruh sekolah dapat mengikuti UNBK,” ujarnya. Bagaimana dengan bantuan perangkat komputer untuk sekolah-sekolah yang diberikan Pemkab Badung? Terhadap hal itu, Nadi Putra mengatakan hal itu masih belum mencakup seluruh sekolah yang ada. “Untuk itu, tugas pemerintah bagaimana mempersiapkan pelaksanaan UNBK. Apalagi sesuai SE Kemendibud seluruh sekolah harus melakukan UNBK,” katanya. Dikatakannya, mengingat postur APBD yang cukup gemuk, Pemkab Badung sangat memungkinkan untuk memberikan bantuan komputer untuk sekolah yang belum memilikinya. “Di Badung kan sudah ditetapkan untuk bidang pendidikan malah di atas 20 persen. Jadi, kami yakin bisa membantu, sekarang tergantung instansi teknis saja,” imbuhnya. Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, I Made Mandi, mengaku sudah mengumpulkan kepala SMA/SMK termasuk SMP untuk pemetaan kesiapan sekolah melaksanakan UNBK. Meski sudah rapat, Mandi mengatakan belum ada keputusan dan rapat akan digelar lagi Senin mendatang. “Intinya rapat tadi sosialisasi kepada kepala sekolah, karena untuk SMA/SMK misalnya bila belum siap menyiapkan komputer di sekolahnya bisa memakai komputer yang ada di sekolah terdekat, minjam di SMP pun bisa. Begitu juga sebaliknya. Makanya kami undang tadi seluruh sekolah,” terangnya. Adapun usulan dewan mengenai bantuan komputer untuk SMP, Made Mandi mengaku akan diupayakan pada APBD Perubahan tahun 2017. SE Mendikbud nomor 1 tahun 2017 yang dikeluarkan 10 Januari 2017 dan ditujukan kepada seluruh daerah seIndonesia ini mengimbau agar instansi terkait menyampaikan kesiapan pelaksanaan UNBK paling lambat 25 Januari 2017. Setiap sekolah (kecuali SLB) yang sudah memiliki komputer dengan kapasitas lebih 20 unit komputer dan satu unit server agar melaksanakan UNBK. Instansi terkait juga diminta menetapkan sekolah yang belum dapat melaksanakan UNBK di sekolah sendiri, agar siswanya mengikuti UN di tempat pelaksanaan UNBK yang berada dalam radius maksimal 5 km. Mendikbud pun telah menyiapkan aplikasi pada laman http://spasial.data.kemdikbud.go.id/unbk yang dapat digunakan untuk melakukan proses pemanfaatan bersama fasilitas komputer sekolah. Pada poin lainnya, untuk memungkinkan pemanfaatan bersama komputer yang dimiliki sekolah, madrasah maupun pendidikan kesetaraan, Kemendikbud telah menetapkan jadwal pelaksanaan UN yang berbeda untuk setiap jenjang. Untuk di Badung, beberapa sekolah yang sudah siap melaksanakan UNBK adalah SMP N 1 Petang, SMP N 4 Petang, SMP N 1 Abiansemal, SMP N 1 Mengwi, SMP N 2 Kuta Utara, SMP N 1 Kuta, SMP N 2 Kuta, SMP N 1 Kuta Selatan, SMP N 2 Kuta Selatan, dan SMP N 4 Kuta Selatan. (kmb)


DAERAH

4

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Tertinggi Nasional, Tingkat Kepatuhan Pelayanan Publik di Bali Mangupura (Bali Post) – Standar pelayanan publik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan empat kabupaten/kota di daerah ini, meraih nilai tertinggi secara nasional untuk tingkat kepatuhan. Nilai ini didapatkan melalui survei pada April-Juli 2016. “Dengan hasil ini, akan memperkuat pengawasan kami untuk lembaga pelayanan publik,” kata Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhatab kepada wartawan Antara di Denpasar, Jumat (13/1) kemarin. Menurut Umar Ibnu Alkhatab, pemerintah daerah yang masuk kategori “hijau” atau daerah yang meraih nilai kepatuhan tertinggi tingkat nasional terkait standar pelayanan publik yakni Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. ORI memberikan kategori penilaian 0-50 untuk kategori merah dengan tingkat kepatuhan rendah, 51-80 (kuning) tingkat kepatuhan sedang dan 81-100 untuk tingkat kepatuhan tinggi dengan kategori hijau. Untuk tingkat provisi, lanjut Umar Ibnu Alkhatab, yang masuk zona hijau di Indonesia sebanyak 13 provinsi dan Provinsi Bali menduduki peringkat kedelapan dengan nilai rata-rata 83,92 dari 34 provinsi di Indonesia. Untuk kategori pemerintah kota di Indonesia yang masuk zona hijau sebanyak 16 kota dengan Kota Denpasar di antaranya menduduki posisi sembilan dengan meraup skor ratarata 88,39. Sedangkan untuk pemerintah kabupaten yang masuk zona hijau di Indonesia sebanyak 15 pemkab, tiga di antaranya berasal dari Bali. Pemerintah Kabupaten Badung menduduki ranking pertama nasional dengan nilai kepatuhan rata-rata mencapai 94,16, melampaui Pemerintah Kabupaten Pinrang yang berada di posisi kedua dengan nilai rata-rata 92,48, meskip-

un daerah tersebut menjadi proyek percontohan. Pemerintah Kabupaten Karangasem mencatatkan prestasi yang mencuat karena pada survei tahun lalu masuk rapor merah, namun tahun ini menduduki peringkat ketiga dengan nilai kepatuhan ratarata mencapai 91,04. Sementara Pemerintah Kabupaten Gianyar menduduki peringkat ke-11 dengan nilai rata-rata mencapai 83,66. ORI melakukan survei secara mendadak dengan indikator standar pelayanan seperti waktu penyelesaian pelayanan, biaya, alur, sistem informasi pelayanan publik, maklumat layanan, pengelolaan pengaduan, atribut petugas, hingga ketersediaan fasilitas penunjang. Untuk fasilitas penunjang yang dimaksud seperti loket, ruang tunggu, meja pelayanan, termasuk sarana dan prasarana untuk masyarakat berkebutuhan khusus dengan rentang poin terendah dua dan tertinggi 12. Meski mendapatkan nilai rata-rata tertinggi dan masuk zona hijau, namun beberapa unit layanan di dalamnya masih ada yang mendapatkan nilai rendah dan termasuk zona kuning bahkan merah. Untuk Pemerintah Provinsi Bali, Ombudsman menyoroti unit layanan di Badan Perpustakaan dan Arsip karena dua layanan mereka mendapatkan nilai “merah” atau nilai rendah yakni 31,50 masing-masing untuk layanan peminjaman buku dan penerbitan izin penggunaan arsip. Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Bali juga masih mengantongi nilai merah yakni 41 untuk layanan pengurusan surat dukungan pengajuan proposal bantuan usaha koperasi. Untuk Pemerintah Kabupaten Badung, nihil dari nilai rapor merah. Namun masih menyisakan nilai “kuning” atau tingkat kepatuhan sedang di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan dengan nilai 54 untuk layanan penerbitan izin pembukaan kantor

cabang koperasi. Layanan pengesahan rencana kegiatan dan anggaran sekolah di Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Badung dengan nilai 62 dan layanan rekomendasi pembuatan paspor calon TKI di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dengan nilai 69. Pemerintah Kabupaten Gianyar menyisakan nilai rapor merah pada Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi untuk layanan izin operasional angkutan sewa dengan nilai 23,50 dan nilai kepatuhan sebesar 17,50 untuk tiga layanan yakni izin trayek, kartu pengawasan dan rekomendasi izin trayek. Ombudsman menyatakan bahwa nilai merah di dinas tersebut karena pada saat disurvei masih dalam masa transisi pergantian kepala dinas sehingga beberapa indikator yang menjadi penilaian tidak ditemukan. Layanan izin operasional pusat kegiatan belajar masyarakat (42,50) dan penyiapan bahan pemberian izin penyelenggaraan SMA dan SMK (42,50) di Disdikpora Gianyar juga masuk nilai merah. Nilai kuning di Pemerintah Kabupaten Karangasem di unit layanan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu untuk layanan ruang baca umum mendapatkan nilai 60, pelayanan sirkulasi (60) dan pembuatan kartu anggota (66). Sedangkan di Pemerintah Kota Denpasar nihil nilai merah, namun beberapa unit layanan menyisakan nilai kuning atau sedang yakni di Dinas Koperasi UKM untuk layanan penerbitan izin usaha simpan pinjam dengan nilai 66,50 dan layanan rekomendasi pembukaan kantor cabang koperasi (66,50). Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Denpasar untuk layanan izin operasional sekolah, izin pendirian pendidikan, pelayanan legalisir ijazah dan penerbitan izin pendidikan yang diselenggarakan masyarakat yang semuanya mendapat nilai kuning 68,50 serta layanan penetapan angka kredit jabatan fungsional kenaikan pangkat (62,50). (kmb)

Sampah Warga Amlapura Capai 132 Meter Kubik Per Hari

Amlapura (Bali Post) Meskipun tergolong kota kecil, namun produksi sampah warga Kota Amlapura termasuk tinggi, yakni mencapai 123 meter kubik per hari. Produksi sampah rumah tangga sebanyak itu cukup mengkhawatirkan karena Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Linggasana di Desa Buanagiri, Kecamatan Abang diprediksi sudah tak akan muat dalam lima tahun ke depan. “Itu sudah dengan proses pemilahan. Kalau tanpa pemilahan tentu bisa kurang dari lima tahun,’’ kata Sekretaris Dinas Kawasan Pemukiman dan Perumahan (DKPP) Karangasem I Made Hadi Susila, Jumat (13/1) kemarin. TPA Linggasana memiliki dua lokasi penimbunan sampah. Lokasi pertama seluas 2,19 hektar dan kini sudah overload (kelebihan kapasitas) dan lokasi kedua yang berjarak 50 meter dari lokasi pertama seluas 1,73 hektar. Lokasi kedua be-

lum difungsikan karena masih menunggu fasilitas pengolah sampah yang rencananya dibantu Pemprov Bali. Untungnya, di tengah produksi sampah yang cukup tinggi itu, penanganannya kini tak hanya menjadi tanggung jawab DKPP. Dengan struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru, untuk urusan sampah DKPP bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Lingkungan Hidup. Dinas PU bertanggung jawab atas pengelolaan TPA Linggasana termasuk jasa sedot tinja dan Badan Lingkungan Hidup tetap mengurusi upaya penanganan dampak sampah terhadap kelestarian lingkungan. Sedangkan DKPP yang sebelumnya dikenal dengan nama Dinas Kebersihan dan Pertamanan fokus pada penyapuan dan pengangkutan ke TPA. Hadi Susila didampingi Kasi Kebersihan I Wayan Sukarba mengatakan, dari tahun ke tahun produksi sampah ru-

mah tangga masyarakat Kota Amlapura terus mengalami peningkatan. Namun, untuk urusan penyapuan dan pengangkutan, masyarakat tidak perlu khawatir karena DKPP punya tenaga kebersihan dan armada angkut yang cukup. Saat ini, menurut dia, DKPP diperkuat 505 tenaga kebersihan dan 17 armada pengangkut yang dalam sehari melaksanakan 22 trip pengangkutan. Selain mengurusi penyapuan dan pengangkutan sampah, DKPP juga punya tugas tambahan yakni penataan kawasan pemukiman meliputi perbaikan drainase dan jalan lingkungan yang sebelumnya menjadi tugas Dinas Pekerjaan Umum. Personel DKPP yang didominasi personel eks-DKP juga bertugas melaksanakan program penataan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk tugas baru tersebut, DKPP sedang berancang-ancang menyusun pusat data perumahan tidak layak huni. (kmb)

Bali Post/kmb24

KEKURANGAN SDM – Gara-gara masih kekurangan SDM, saat ini RS Nyitdah hanya bisa melayani pasien IRD.

Terbentur SDM, Layanan RS Nyitdah Belum Maksimal

Tabanan (Bali Post) -

Setelah memiliki izin operasional sendiri pada awal tahun 2017, RS Nyitdah telah bisa menerima pasien dan tidak lagi menjadi RS perbantuan BRSUD Tabanan. Namun meski sudah bisa beroperasional sendiri, namun layanan RS Nyitdah ini belum maksimal dan hanya bisa melayani pasien di IRD. Ketidakmaksimalan layanan ini akibat kekurangan SDM baik tenaga dokter spesialis, dokter umum dan perawat maupun tenaga non-medis lainnya. Dihubungi Jumat (13/1) kemarin, Direktur RS Nyitdah dr. Nyoman Wisnu Berata, M.Kes. mengatakan, layanan Poliklinik masih belum bisa dibuka karena kekurangan SDM. Sehingga, saat ini layanan yang sudah mulai beraktivitas di RS Nyitdah adalah pelayanan IRD. Untuk tenaga dokter, medis dan non-medis di RS Nyitdah

saat ini terdiri dari 59 orang terdiri dari manajemen 10 orang, dokter tujuh orang di mana tiga di antaranya sedang tugas belajar dan perawat sekitar 20 serta sisanya adalah tenaga penunjang. Untuk penyediaan SDM ini didukung oleh BRSUD dan Dinas Kesehatan Tabanan. “Untuk kekurangan tenaga dokter spesialis, rencananya

akan dibantu oleh BRSUD. Ada juga rencana perekrutan. Untuk itu, kami sudah mengajukan permohonan perekrutan ke BKD Tabanan,” ujar Wisnu Berata. Mengenai kesiapan gedung dan alat, saat ini gedung lantai tiga dari dana APBD 2016 sudah dibangun meski belum sampai finishing. Menurut Wisnu Berata, gedung berlantai tiga ini yang sudah difinishing baru lantai III yang akan dipergunakan sebagai ruang rawat inap. Selain gedung rawat inap, ruangan untuk Poliklinik juga sudah ada. Peralatan yang urgen dan primer telah tersedia. Sementara untuk rontgen, pemeriksaan lab dan alat berteknogi lainnya akan

Jalin Kerja Sama Antarnegara di Asia Pasifik

STPBI Gelar Seminar Pariwisata SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) menyelengarakan seminar pariwisata dengan tema “Future of Hospitality and Tourism” di kampus setempat, Jumat (13/1) kemarin. Seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan pariwisata antarnegara Asia Pasifik. Ketua STPBI I Made Sudjana S.E., M.M., CHT, CHA yang ditemui di sela-sela acara mengatakan, seminar ini diikuti oleh para dosen STPBI dengan menghadirkan pembicara pakar pendidikan pariwisata dari anggota APACCHRIE. “Dari 16 orang anggota Apacchrie ini merupakan pakar pendidik pariwisata dan guru besar di bidang pariwisata Asia Pasifik,” katanya. Dikatakannya, seminar ini sebagai kegiatan awal, sebelum digelarnya konferensi ke-15 Asia Pasific Council on Hotel, Restaurant and Institu-

tional Education (Apacchrie) yang akan diselenggarakan pada Mei mendatang. “Untuk tahun 2017 ini, STPBI ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konfrensi Apacchrie yang ke-15,” katanya. Di Indonesia, lanjut Sudjana, STPBI merupakan satusatunya sekolah pariwisata Bali internasional yang menjadi anggota Apacchrie. Oleh karena itu, STPBI ditunjuk sebagai tuan rumah pada konferensi yang ke-15 nanti. “Melalui kegiatan seperti ini, banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh STPBI, misalnya bagaimana perkembangan pariwisata di negara Asia Pasifik. Ini juga sebagai ajang untuk pembelajaran, bagaimana mengembangkan pariwisata Indonesia ke depan,” jelasnya. Pihaknya berharap, melalui seminar ini, para peserta bisa mengetahui perkembangan pariwisata negara lain serta bisa menjalin kerja sama dan kolaborasi antara

SEMINAR - Suasana seminar pariwisata dengan tema “Future of Hospitality and Tourism” di Kampus STPBI, Jumat (13/1) kemarin. lembaga pendidikan pari- pendaftaran mahasiswa dari wisata di seluruh kawasan semua daerah di Indonesia Asia Pasifik. Selain itu, kerja yang ingin belajar di STPBI. sama seperti ini juga untuk Ini menandakan STPBI sudah memudahkan dalam pertu- dikenal di seluruh Indonesia. karan dosen dan mahasiswa. “Oleh karena itu, STPBI ingin Sudjana menambahkan, menciptakan generasi emas perkembangan Sekolah Ting- sesuai program dari pemeringi Pariwisata Bali Interna- tah Indonesia dan ingin mensional (STPBI) dari tahun jadikan Bali sebagai pusat ke tahun terus mengalami pedidikan pariwisata dunia,” peningkatan. Ini terbukti dari harapnya. (ad1349)

Integrasi JKBM ke JKN

Kuota PBI Kota Denpasar Tersisa 6.710 Jiwa

SETELAH penandatanganan integrasi JKBM ke JKN, Desember 2016 lalu, Kota Denpasar yang mendapat kuota 10.952 jiwa untuk penerima bantuan iuran (PBI), hingga per Januari 2017 baru 3.882 jiwa (36,65 persen) yang telah terdaftar di BPJS Kesehatan. Sehingga, masih ada 6.710 jiwa lagi yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan sebagai PBI. “Artinya belum terpenuhi kuota PBI di Kota Denpasar pada tahap awal yang akan berdampak menimbulkan keluhan di masyarakat Kota Denpasar,” ujar Kepala Bagian Organisasi Desak Nyoman Widiasih pada sosialisasi integrasi JKBM ke JKN, Jumat (13/1) kemarin. Ia menegaskan, tidak semua peserta JKBM terintegrasi menjadi peserta JKN karena terdapat sharing biaya antara Pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota dengan komposisi provinsi 45 persen dan Kota Denpasar 55 persen. Penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah tergolong sebagai peserta PBI APBD, dengan besaran iuran yaitu Rp 23.000 per jiwa per bulan dengan hak perawatan di kelas III. Perbekel/lurah dan camat diharapkan segera mengusul-

kan kembali calon peserta PBI APBD sebanyak 6.710 jiwa melalui Dinas Sosial Kota Denpasar hingga kuota Denpasar terpenuhi. Dikatakan, pihaknya akan segera melakukan distribusi kartu JKN-KIS hingga ke tangan peserta dan melakukan sosialisasi bersama-sama agar masyarakat benar-benar paham bagaimana prosedur pelayanan, hak kewajibannya sebagai peserta JKN. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Sri Armini mengatakan, peserta JKBM yang tidak mendapat jatah PBI diharapkan mendaftar menjadi anggota BPJS Kesehatan secara mandiri. Namun proses cross check data dari Dinsos ke desa/kelurahan masih terus berlangsung. Sementara itu, Setda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, program ini merupakan program pusat sehingga berbagai masalah akan dihadapi di seluruh Indonesia. “Jika ada permasalahan, jangan sampai menimbulkan ketegangan dan saling menyalahkan serta jangan melempar permasalahan kepada masyarakat dengan tidak memberikan pelayanan. Masalah itu harus diselesaikan

dengan dikoordinasikan serta ditangani sampai selesai,” ujarnya. Dengan terintegrasinya JKBM ke JKN, Rai Iswara meminta agar dokter dan BPJS kesehatan memberi-

didukung oleh BRSUD. Total dana yang diberikan dari dana APBD 2017 untuk operasional RS Nyitdah adalah Rp 10 miliar. “Dana ini untuk semua biaya operasional. Jadi, kami harus memilih layanan dan alat yang benar-benar penting karena dana ini tidak bisa menanggung semuanya,” jelas Wisnu Berata. Meski Poliklinik sudah siap dari sisi ruangan dan alat, namun belum bisa dibuka karena belum ada tenaga dokter spesialis. Untuk itu, Wisnu Berata berharap agar tenaga dokter spesialias bisa direalisasikan secepatnya. Terlebih, masyarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan terutama bagi peserta JKN. (kmb24)

kan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Saya harapkan dokter maupun BPJS Kesehatan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tegasnya. (may)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

5

Perahu Meledak, Lima Nelayan Terluka Banyuwangi (Bali Post) Apes menimpa lima nelayan di Pantai Muara Inkai Kelurahan Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (12/1) malam. Kelimanya harus dilarikan ke rumah sakit setelah perahu yang diperbaiki meledak. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kelima nelayan itu menderita luka bakar. Diduga insiden ini dipicu mesin perahu yang bocor. Kelima nelayan naas itu masingmasing Totok (56), Bambang (24), Saiful (20) dan Matlani (56), asal Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi dan Misto (45) warga Desa Badean, Kecamatan Kabat. Peristiwa pukul 20.30 WIB, bermula saat kelima korban hendak berangkat melaut. Setelah melakukan persiapan, salah satu korban, Matlani menyalakan lampu penerangan di letakkan di atas perahu. Naas ketika perahu diarahkan keluar der-

maga, mendadak terjadi ledakan. Diduga dari arah mesin genset perahu. “Dugaannya mesin bocor, bahan bakarnya meluber di dalam perahu,” kata Kasatpolair Polres Banyuwangi, AKP Subandi, Jumat (13/1). Saat bersamaan, kata Subandi salah satu korban menyalakkan korek api untuk penerangan. Kontan saja api menyambar tumpahan bahan bakar dan terjadi ledakan. Api juga membesar, menyambar kelima korban. Beruntung warga bergerak cepat memberikan pertolongan. Personel Satpolair yang siaga tak jauh dari lokasi ikut mengevakuasi para korban. Kelimanya dilarikan ke RSUD Blambangan. Dua korban, Totok dan Matlani menderita luka bakar cukup parah. Sedangkan tiga korban lain hanya luka ringan. Ketiganya hanya rawat jalan, sedang dua korban lagi harus menjalani perawatan intensif

di rumah sakit. “Dua korban yang luka serius mengalami luka bakar di kaki, tangan dan wajah. Sedang tiga rekannya hanya luka bakar ringan di kaki,” jelas Subandi yang ikut menjenguk korban di rumah sakit. Perwira asal Cluring, Banyuwangi ini menegaskan akan menyelidiki pemicu kejadian tersebut. Tim Satpolair kata dia sudah melakukan olah TKP dan memeriksa barang bukti. Pantauan di rumah sakit, dua korban yang menderita luka bakar serius mendapatkan perban hampir di sekujur tubuh. Keduanya didampingi keluarga masing-masing. Salah satu kerabat korban mengaku rencananya para nelayan ini akan melaut di sekitar Selat Bali. Mereka akan memancing dengan memanfaatkan terangnya bulan purnama. Namun apes, belum sempat menyentuh laut, perahu yang ditumpangi keburu meledak. (kmb30)

Bali Post/udi

DIPASANGI CCTV - Sungai Kalilo di Banyuwangi yang dipasangi CCTV karena rawan pencemaran limbah rumah tangga.

Bali Post/udi

DIRAWAT - Nelayan korban perahu meledak mendapat perawatan di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Kamis (12/1) malam.

Areal Pura Segara Gilimanuk Ditanami Pohon

Negara (Bali Post) Pembangunan senderan Pura Segara Gilimanuk akhirnya rampung. Pascaperbaikan, tanah di atas senderan batu amor itu kondisiya masih tampak gersang. Untuk menghijaukan areal Pura Segara itu, Jumat (13/1) pagi kemarin dilakukan penanaman pohon. Penanaman pohon jenis kamboja, sawo kecik dan ketapang itu dilakukan bergotong royong oleh Desa Pakraman Gilimanuk, Kelurahan dan Polsek Kawasan Laut

Gilimanuk. Penanaman dilakukan di sekitar tembok penyengker serta di pinggir senderan yang dulu sempat jebol. Jenis pohon yang ditanam ini sengaja dipilih yang cocok untuk tumbuh di kawasan gersang. Bendesa Gilimanuk I Ketut Galung mengatakan penanaman pohon ini dengan tujuan untuk membuat teduh sekitar pura. Sebelumnya, beberapa pohon yang melindungi sekitar areal pura ikut tergerus abrasi. Saat ini setelah senderan diperbaiki,

maka areal pura terlihat tandus. Untuk itu, kembali ditanami pohon. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Anak Agung Gede Arka berharap dengan penanaman pohon ini selain untuk perindang juga bermanfaat saat ada upacara di pura. Sedangkan, pohon ketapang dan sawo kecik, bisa membuat teduh di sekitar pura. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya ikut bergotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. (kmb26)

Rawan Pencemaran, Sejumlah Sungai Dipasangi CCTV

Banyuwangi (Bali Post) -

Pencemaran sungai akibat ulah nakal orang tak bertanggung jawab mendapat perhatian serius Pemkab Banyuwangi. Mengantisipasi aksi pencemaran, sejumlah kamera pengintai atau CCTV mulai di pasang di beberapa titik sungai. Salah satunya Sungai Kali Lo yang membelah perkotaan Banyuwangi.

Belakangan sungai ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Banyuwangi, setelah dipercantik dengan sejumlah ornamen menarik. Pemasangan CCTV ini sudah dilakukan seminggu terakhir. Targetnya, mengantisipasi aksi pencemaran sungai oleh oknum warga. Ada dua titik sudut sungai yang dipasangi CCTV. “Dalam waktu dekat kita akan tambah empat titik lagi di beberapa jalur sungai. Harapannya warga bisa dipantau jika melakukan aksi pencemaran,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (13/1) kemarin. Selain di sungai perkotaan, kata dia pemasangan CCTV juga akan menyasar sungai lain yang rawan menjadi objek pencemaran.

Seperti Sungai Kalimati, Muncar dan Sungai Rogojampi. Anas menjelaskan, pemasangan CCTV ini untuk meminimalisir aktivitas warga yang berpotensi mengotori sungai. ”Semua aktivitas bisa terlihat, mulai dari buang sampah sampai pembuangan limbah rumah tangga. Itu semua terpantau lewat kamera CCTV yang dipasang,” kata Anas. Dengan demikian, jika ditemukan warga yang melanggar bisa diketahui dengan pasti. Menurutnya budaya menghargai sungai dilakukan dalam beragam cara. Selain lewat festival dan menyulap sungai menjadi destinasi wisata, pemasangan kamera tersembunyi juga dilakukan. ”Biar orang malu kalau

terekam. Yang membuang sampah akan ditegur dan diumumkan ke publik luas,” ancam Anas. Kebersihan sungai, sambung Anas juga elemen penting dalam menunjang sektor pariwisata di Banyuwangi. Menurutnya, kebersihan sungai  ikut menentukan daya saing wisata, karena wisatawan sangat menikmati daerah yang bersih. Apalagi di Pelabuhan Boom akan dijadikan kawasan marina atau dermaga kapal pesiar. Sungai-sungai yang bermuara di Pantai Boom harus dijaga kebersihannya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Husnul Chotimah menambahkan, Sungai Kalilo menjadi target utama penanganan pencemaran. Sebab sungai ini masuk kategori empat atau sungai dengan kualitas air terendah. Airnya hanya bisa digunakan untuk pertanian dan peternakan. “Secara ekosistem, daya

dukung dan daya tampung Sungai Lo menurun akibat buangan limbah domestik. Untuk itu sungai ini menjadi prioritas untuk ditingkatkan kualitasnya,” jelas Husnul. Sungai Lo merupakan sungai yang mengaliri wilayah perkotaan Banyuwangi yang padat penduduk. Selama ini warga masih ditemui nekad membuang limbah domestik di sungai, mulai dari buang sampah rumah tangga hingga pembuangan industri tahu dan tempe. ”Pemkab Banyuwangi tahun ini membangun IPAL komunal untuk pengolahan tahu dan tempe bagi warga di sana,” jelasnya.   Untuk mengontrol kualitas air sungai, Pemkab Banyuwangi menyiapkan Perbup yang mengatur tentang pengawasan sungai. “Kita butuh SOP terkait pengawasan, pelaporan dan sanksinya yang nantinya akan diatur dalam Perbup yang masih proses penggodokkan,” pungkasnya. (kmb30)

nya Februari 2017 mendatang merupakan jadwal reshuffle alat kelengkapan Dewan. Sebab sesuai tata tertib masa kerja alat kelengkapan Dewan adalah 2,5 tahun. Lalu harus dilakukan penyegaran. Namun kata Joni, reshuffle tetap mengacu pada situasional yang ada. Kabar yang berembus, Golkar akan menggeser Ketua Komisi II yang dipegangnya. Sementara PKB disebut-sebut mengincar kursi Komisi I yang kini dipegang PDI-P. Jika PKB ngotot ingin mengambil Komisi I, PDI-P memberikan sinyal bertukar kursi dengan Ketua Badan Legislasi (Banleg) yang dipegang PKB. Jika ini terjadi, perombakan besar-besaran dipastikan terjadi di gedung wakil rakyat kota Gandrung ini. (kmb30)

karena diisi dengan membersihkn lumpur. “Aktivitas pasar menjadi terganggu karena banyak sisa lumpur. Akibatnya banyak pedagang yang tidak jualan, malah bersama-sama membersihkan lumpur di kios dan los,” kata seorang pedagang di Pasar Desa Bandungan, Sunaryo. Pihak BPBD menambahkan, mengingat data BMKG yang menyebutkan bahwa curah hujan diprediksi masih cukup tinggi selama bulan Januari 2017, maka ia meminta kepada warga yang tinggal di tepian sungai dan lereng Gunung Wilis serta Pandan untuk berhati-hati terhadap ancaman banjir dan tanah longsor yang rawan terjadi. (ant)

Perombakan AKD Banyuwangi Mulai Berembus

Ratusan Rumah Rusak

Banyuwangi (Bali Post) Perombakan atau reshuffle jajaran alat kelengkapan DPRD (AKD) Banyuwangi mulai berembus. Fraksi PKB yang terlihat cukup getol mendorong perombakan ini. Terutama susunan alat kelengkapan di tingkat Ketua Komisi. Perombakan AKD juga disebut-sebut tradisi 2,5 tahunan di internal wakil rakyat. Wakil Ketua DPRD Banyuwangi HM Joni Subagio, tak menampik adanya wacana reshuffle kelengkapan DPRD. Namun politisi PKB ini memastikan hingga pekan lalu belum ada usulan dari masing-masing fraksi di DPRD terkait reshuffle. “Sesuai tata tertib DPRD, memang ada pasal terkait pergantian alat kelengkapan Dewan. Namun hingga detik ini belum ada

Joni Subagio pengajuan dari fraksi,” kata Ketua DPC PKB Banyuwangi ini, Jumat (13/1) kemarin. Menurutnya, reposisi alat kelangkapan DPRD memang

menjadi agenda rutin. Tujuannya membuat penyegaran kinerja di masing-masing komisi. Joni menambahkan, mekanisme pergantian alat kelengkapan Dewan ini tetap menggunakan caracara demokrasi. Artinya, tetap mengedepankan azas musyawarah mufakat. Meski kata dia tak dipungkiri jalur politik lebih dominan. “Kita tetap ke depankan azas mufakat, tapi adil berkeadilan,” jelasnya. Pihaknya menjamin reshuffle ini tak akan menyentuh jajaran pimpinan DPRD. Terkait porsi jatah alat kelengkapan DPRD ini, menurut Joni tetap memperhatikan partai pemenang. Artinya, porsi besar tetap menjadi jatah partai pemenang. Menurut Joni, jika mengacu tata tertib DPRD, ideal-

angin kencang yang disertai hujan deras tersebut. “Kami masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang menjadi korban angin puting beliung, sehingga kemungkinan data bisa bertambah,” tuturnya. Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman angin puting beliung yang bisa menerjang di 31 kecamatan di Kabupaten Jember, karena cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa pekan terakhir. Data BPBD Jember mencatat selama Januari 2017 tercatat angin puting beliung menerjang Desa/Kecamatan Pakusari yang menyebabkan 315 rumah rusak dan satu orang meninggal dunia, serta belasan warga luka-luka pada 5 Januari 2017. Sementara Danramil 0824/10 Mumbulsari Kapten Kav. Tri Harjono yang mendapatkan laporan Babhinsa

Madiun (Bali Post) Banjir bandang menerjang puluhan rumah di Desa Bandungan, Kecamatan Saradan, Madiun, Kamis (12/1) malam. Sedikitnya ada 42 rumah warga terkena dampak banjir bandang hingga menyisakan endapan lumpur. Banjir bandang terjadi setelah turun hujan deras di lereng Gunung Pandan di kawasan desa setempat. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Edy Harianto, Jumat (13/1) kemarin mengatakan air sungai di desa setempat meluap akibat curah hujan yang tinggi. “Saat kejadian, air hanya menerjang selama dua jam saja. Setelah itu langsung habis, namun men-

gakibatkan sejumlah rumah rusak dan meninggalkan endapan lumpur,” ujar Edy saat ditemui di lokasi bencana. Selain melakukan pendataan, pihaknya juga memberikan bantuan terhadap para korban banjir bandang Desa Bandungan. Bantuan tersebut diantaranya, makanan nasi bungkus dan sejumlah sembako. “Kami juga akan memberikan bantuan baju layak pakai dan menyiagakan tim reaksi cepat guna mengantisipasi banjir susulan,” kata dia. Selain menerjang puluhan rumah warga, banjir bandang Desa Bandungan juga menerjang sejumlah kios dan los pasar desa setempat dan sekolah dasar. Banjir

bandang juga merusak bangunan masjid dan jembatan antardusun di desa setempat. “Hingga kini pedataan masih terus kami lakukan. Belum diketahui jumlah kerugian material akibat bencana tersebut. Soal kerusakan bangunan fasilitas umum, kami akan koordinasikan dengan dinas terkait,” terangnya. Sementara hingga menjelang sore, sejumlah warga bergotong-royong membersihkan endapan lumpur sisa dari banjir bandang yang melanda semalam. Tidak hanya di rumah, pembersihan lumpur juga dilakukan di sekolah dasar dan pasar desa setempat. Kegiatan belajar dan mengajar di SD serta aktivitas transaksi di pasar setempat terpaksa berhenti

Bali Post/olo

POHON – Anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk ikut menanam pohon di sekitar senderan Pura Segara Gilimanuk.

Angin Puting Beliung Terjang Mumbulsari

Jember (Bali Post) Ratusan rumah warga di Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (13/1) sore rusak setelah diterjang angin puting beliung. Dua warga dilaporkan mengalami lukaluka dan telah mendapatkan perawatan medis. “Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Mumbulsari yakni Desa Lampeji dan Desa Karang Kedawung hingga menyebabkan rumah warga rusak. Baik kategori rusak berat maupun rusak ringan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo kemarin. Berdasarkan data yang dihimpun Babhinsa di Koramil setempat mencatat sebanyak 130 rumah warga rusak berat hingga ringan dan dua orang mengalami luka ringan akibat

langsung turun ke lokasi bencana angin puting beliung dan mengumpulkan anggotanya. Kemudian berkoordinasi dengan aparat setempat. “Setelah berkoordinasi di tingkat kecamatan, kami mengadakan tindakan darurat yang diperlukan di lapangan,” katanya. Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf. Rudianto mengatakan pihaknya memerintahkan Danramil melakukan koordinasi dengan aparat kecamatan dan desa, mengadakan pendataan dan mengambil langkah-langkah sebagaimana mestinya. “Kami langsung berkoordinasi dengan BPBD Jember dan sejumlah pihak terkait, serta mempersiapkan anggota untuk memberikan bantuan untuk memperbaiki rumah seperti halnya di Pakusari beberapa waktu yang lalu, yakni melalui karya bakti TNI,” tuturnya. (ant)

Bali Post/udi

Banjir Bandang di Madiun, 42 Rumah Terkena Dampak

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


OPINI

6

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Kesejahteraan Publik di Era Otonomi Daerah Otonomi Daerah merupakan harapan baru untuk membangun kesejahteraan publik. Setidaknya itu, salah satu pemikiran yang menjadi landasan kebijakan dan keputusan politis ini digulirkan. Kini, setelah memasuki 13 tahun berjalan sejak ditetapkan 2004, otonomi daerah masih tetap diperdebatkan. Rasa keadilan, kesejahteraan dan hak-hak pengelolaan atas aset daerah dan potensinya masih banyak yang tumpang tindih. Ya, setidaknya, otonomi daerah dianggap belum mampu menjawab secara tuntas permasalahan kemasyarakatan termasuk masalah politisnya. Kita tentu juga paham, jika hampir sebagian besar orang mengartikan pendekatan pemerintahan dalam bentuk otonomi daerah mengarah pada kesejahteraan sosial sebagai pemberdayaan masyarakat. Kesejahteraan yang dimaksud tentu berkaitan dengan banyak hal setidaknya tingkat kesejahteraan hidup dan kewenangan daerah dalam mengelola wilayahnya secara lebih khusus. Namun, hal itu nyatanya belum bisa dijabarkan secara mudah. Banyak sandungan yang masih membuat otonomi daerah tetap diperdebatkan. Setidaknya kesetaraan bagi daerah-daerah yang tak memiliki hasil tambang dengan daerah tanpa hasil tambang. Antara daerah kaya dan daerah miskin. Hal inilah yang belakangan juga banyak diperdebatkan, ketika kontribusi pusat terhadap dukungan anggaran ke daerah dinilai masih pincang. Secara umum, pemahaman terhadap Otonomi Daerah yang dirujuk dalam UU Otonomi daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sementara daerah otonom selanjutnya disebut daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika mencermati hal ini, tentu kita memiliki pemahaman yang lebih jelas bahwa pada pengelolaan otonomi daerah ada kemandirian yang lebih utuh bagi pejabat dan birokrat daerah dalam mengelola daerahnya untuk kesejahtreaan rakyatnya. Kata kuncinya tentu bukan pada hak–hak politis melainkan hak mengelola potensi daerah untuk kesejahteraan warganya. Faktanya, sedemikian besar potensi yang ada di Bali, atau mungkin juga di daerah lainnya— pertumbuhan tingkat kesejahterannya justru tak sejalan. Di Bali yang bertumpu pada budaya dan adatnya, pariwisata tumbuh cepat. Investasi bergerak dan menjamah hampir semua ruang. Termasuk kawasan suci juga disasar. Namun, bukan itu masalah yang ingin dipertanyakan. Dengan tingkat investasi yang begitu pesat, justru kemiskinan dan ancaman marginalisasi menguat. Ini karena tak berdayanya warga lokal melakukan penguatan di sektor ekonomi. Orang Bali tersisih di era otonomi daerah. Kenyataan serupa juga terjadi di daerah-daerah yang kaya hasil tambang. Sebut saja di Papua. Pulau dengan limpahan emasnya ini justru belum mampu mensejahterakan warganya secara lebih adil. Masih ada kemiskinan dan cenderung tinggi di daerah penghasil tambang ini. Untuk itulah evaluasi terhadap pendekatan otonomi daerah harus terus dilakukan. Otonomi jangan sebatas pendekatan dan keputusan politik, namun harus bermuara pada strategi pencapaian kesejahteraan warganya.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Jalan Alternatif Penuh Lubang Saya belakangan ini sering mengantar wisatawan melintasi jalur alternatif dari objek wisata terasering Ceking Tegallalang melintasi Jlaur di Br. Gagah – Tegallalang, Gianyar. Jalur ini memang masih alami dan masih banyak persawahan. Namun, jalur yang saya lintasi bersama wisatawan banyak lubangnya. Mohon kepada pemerintah daerah untuk menambal jalur alternatif ini agar tidak membahayakan wisatawan. Terlebih lubangnya ada yang relatif besar di dekat tanjakan menuju jalan utama TegallalangKintamani. Atas perhatian pemerintah daerah Kabupaten Gianyar atas masukan saya ini, saya sampaikan terima kasih. Putu Sumantra Ubud, Bali

Pengangguran di Bali Belakangan media massa banyak menyoroti tenaga kerja dan pengangguran. Ini sangat positif untuk disuarakan dan dicarikan solusi mengingat kini banyak sarjana yang tak memiliki pekerjaaan. Kalaupun ada pekerjaan tak sesuai dengan disiplin ilmunya. Saya berharap ke depan, dengan adanya dana desa pelatihan tenaga kerja pedesaan harus digalakkan. Dana desa saya yakini dalam waktu tertentu tak akan terserap di sektor infrastruktur karena sudah jenuh. Untuk itu, perlu kecerdasan pemerintah dalam mengarahkan dana desa untuk mengatasi pengangguran. Saya juga yakini di Bali angka pengangguran terus meningkat. Gede Sudarma Denpasar, Bali

Penerapan Hukum Pertambangan di Era Otonomi Daerah Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan alam yang sangat melimpah, berbagai kekayaan alam tersebar di berbagai kawasan di Indonesia dan salah satunya yaitu sumber daya di sektor pertambangan. Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Amanat UUD 1945 ini merupakan landasan pembangunan pertambangan untuk memanfaatkan potensi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki secara optimal dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Oleh Ir. Hartana, S.H., M.H., M.M. ejak era reformasi, gagasan otonomi daerah terus bergulir, sehingga menyebabkan terjadinya pergeseran paradigma. Paradigma pembangunan yang bersifat sentralistik atau  top-down  dan hanya terfokus pada pertumbuhan ekonomi bergeser ke paradigma pembangunan yang berlandaskan prinsip dasar demokrasi, kesetaraan, dan keadilan dalam bentuk otonomi daerah. Pembahasan otonomi daerah dan peraturan pendukungnya tidak terlepas dari sistem politik yang ada. Pakar hukum tata negara Moh. Mahfud MD menyatakan bahwa permasalahan konfigurasi hukum dalam suatu rezim akan melatarbelakangi semua produk hukum yang dikeluarkannya selama berkuasa, khususnya yang mengatur permasalahan tata negara dan hukum publik. Sebenarnya, UU Pertambangan muncul pada saat konfigurasi politik demokratis yang memiliki karakter responsif atau populistik. Otonomi daerah memang memberikan kesempatan bagi daerah untuk menggali potensi bagi kepentingan daerah dan masyarakatnya. Namun, jangan dilupakan otonomi daerah tetap harus diletakkan dalam kerangka kepentingan nasional. Harus juga diperhatikan bahwa investasi pertambangan adalah investasi global, sehingga kepentingan investor lokal maupun asing harus diperhatikan.  Menurut Black Law Dictionary (1982: 847), hukum pertambangan adalah : “The act appropriating a mining claim (parcel of land containing precious metal its soil or rock) according to certain established rule”. Dijelaskan bahwa ketentuan yang khusus yang mengatur hak menambang (bagian dari tanah yang mengandung logam berharga di dalam tanah atau bebatuan) menurut aturan-aturan yang telah ditetapkan Indonesia menjadi

S

negara yang sangat potensial sebagai negara tujuan investasi dan Indonesia sampai  saat ini masih menjadi tempat yang menarik minat bagi para pemilik modal untuk melakukan investasi. Walaupun tidak sedikit pemodal dari luar masih memandang Indonesia belum mumpunin di dalam memberikan dan pelayanan berkenaan dengan kepastian hukum, hal ini dapat dilihat dalam kasus investasi dalam bidang pertambangan. Jika kita merujuk kembali dalam konstitusi Indonesia khususnya dalam Pasal 33 UUD 1945, yang menyatakan bahwa pertambangan yang dilakukan di wilayah kedaulatan Indonesia dikuasai oleh negara. Jadi jika ada pihak lain yang ingin melakukan pengelolaan dan pemanfaatan berkaitan dengan pertambangan haruslah melaksanakan kerja sama dengan pemerintah Indonesia karena pemerintahlah yang mempunyai kendali dan kewenangan untuk mengelola dan memanfaatkannya untuk kepentingan rakyat Indonesia bukan untuk segelintir orang saja. Dalam hal melakukan pengelolaan dan pemanfaatan pertambangan diperlukannya suatu izin usaha pertambangan, izin usaha pertambangan adalah wewenang yang diberikan oleh negara  melalui  pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan eksplorasi dan operasi produksi, baik terhadap bahan galian strategis, vital maupun izin galian batuan. Sejarah  kegiatan usaha dan hukum pertambangan di Indonesia tidak terlepas dari masa-masa Pemerintahan Hindia Belanda tepatnya pada tahun 1899 dengan diundangkannya Indische Mijn Wet, Stb. Tahun 1899 No.214. Kemudian pada tahun 1950 Pemerintah Hindia Belanda membentuk Komisi Khusus tujuannya untuk mempelajari dan menyusun bentuk pengaturan usaha pertambangan yang ada di negeri nusantara. Setelah pengakuan kedaulatan pada

bulan Desember 1949, semua  saham perusahaan minyak milik pemerintah kolonial Belanda dialihkan ke Pemerintah Indonesia. Pada tahun 1958, Pemerintah Indonesia mengeluarkan  Undang-Undang Nomor 86 Tahun 1958 tentang nasionalisasi perusahaan pertambangan milik Belanda. Pada tahun 1959, semua perusahaan Belanda antara lain perusahaan tambang batubara, timah, emas, dan bauksit ditetapkan pengelolaannya oleh Biro Urusan Perusahaan Tambang Negara (BUPTAN). Indonesia merupakan negara berkembang dan terbesar di kawasan Asia Tenggara yang memiliki tujuan dan arah pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan cita-cita para pendahulu kita. Cara untuk membuat masyarakat di Indonesia adil dan makmur dapat diwujudkan melalui pembangunan di berbagai bidang diantaranya adalah ekonomi. Sektor perekonomian di daerah umumnya berada pada sektor pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan dan pertambangan. Dari sektor-sektor ekonomi tersebut, sektor pertambangan sedang menjadi primadona bagai para investor untuk menginvestasikan modalnya. Keberhasilan pembangunan perekonomian di daerah melalui industri pertambangan tidaklah mudah, selain memerlukan dukungan dari berbagai pihak terkait, juga membutuhkan modal yang besar Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah dan hal ini yang membuat para investor berbondong-bondong untuk hadir di Indonesia melakukan penanaman modal khususnya dalam bidang pertambangan. Akan tetapi, para investor masih meragukan Indonesia berkaitan dengan kepastian hukum yang diterima oleh investor tersebut. Pemerintah Indonesia  harus mam-

pu  memberikan garansi kepada para investor untuk merasa nyaman dan aman dalam menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya dalam hal pengurusan izin pengurusan tambang.  Jika hal ini tidak dapat dilaksanakan dengan baik atau malah ada oknum-oknum bermain di dalamnya tentunya akan merugikan negara ini dan para investor tidak mau untuk melakukan investasi di Indonesia. Penyalahgunaan kewenangan berkaitan dengan hal ini, masih banyak dijumpai. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini telah berhasil membongkar praktek-praktek curang yang dilakukan oleh pejabat-pejabat yang mempunyai wewenang di dalam menerbitkan izin usaha pertambangan. Sebagai contoh terlihat di dalam kasus dugaan pemberian izin pertambangan yang dilakukan di daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. KPK pada saat itu menjelaskan terjadi penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin pertambangan nikel di dua kabupaten di Sulawesi Tenggara. Penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pejabat pemerintah saat itu dengan menerbitkan Surat Keputusan Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan dan Persetujuan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi. Konon dalam penerbitan surat keputusan tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku serta adanya imbalan yang diterima oleh pemerintah daerah dalam menerbitkan izin tersebut. Hingga saat ini kasus ini masih ditangani oleh KPK. Hingga saat ini usaha pertambangan merupakan sektor penunjang perekonomian Indonesia khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Jika dipergunakan dan diperuntukkan sesuai dengan aturan yang jelas dan tertib tentu amanat di dalam UUD 1945 dapat dilaksanakan untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Tentu kasus-kasus seperti ini yang masih menjadi permasalahan di negeri ini, korupsi masih menjadi momok di negeri ini. Pemerintah melalui KPK harus tegas terhadap kasus ini dan selalu mengedepankan kepentingan rakyat banyak dan membantu mensejahterakan kehidupan bangsa dengan terus mengawal pemberantasan korupsi dalam bidang izin pertambangan. Penulis, Pemerhati Masalah Pertambangan, Kandidat Doktor Ilmu Hukum FH UGM.

Membangun Daya Saing SDM Bali Oleh I Nyoman Agus Sudipta, S.Pd., M.Si Gempuran tenaga kerja asing (TKA) yang datang untuk bersaing ke Bali makin banyak. Bahkan semenjak diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) semua itu tidak terbendung. Terlebih lagi dengan adanya kebijakan bebas visa, maka invasi dari luar yang mengadu nasib memperebutkan ”gula” di tanah Bali semakin banyak. Bila masyarakat Bali tidak engeh (sadar) dan mempersiapkan diri dengan matang melalui peningkatan kompetensi untuk mampu bersaing memperebutkan ”gula”, maka tidak bisa dipungkiri masyarakat Bali menjadi penonton di rumah sendiri. Belum lagi tuntutan untuk peningkatan kompetensi bagi para tenaga kerja yang menuju pada profesionalisme menjadikankan persaingan dan perebutan tempat-tempat strategis semakin terbuka lebar. Sehingga masyarakat Bali harus mempersiapkan diri dengan baik kalau tidak ingin menjadi pecundang. Orang-orang yang datang ke Bali bukan hanya menjadi wisatawan, tetapi banyak juga di antaranya menjadi tenaga kerja. Tidak heran bila persaingan dan perebutan lahan di tanah Bali semakin ketat. Ditambah serbuan TKA semakin meningkat dengan kualitas dan profesionalisme kerja yang bersaing. Berdasarkan data dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali tercatat tenaga kerja asing di Bali terbanyak adalah warga Negara Cina sejumlah 300 orang. Dari Negara Australia 203 orang, Prancis 174 orang, Jepang 155 orang, Inggris 133 orang, Amerika 115 orang, Jerman 78 orang, dan Belanda 71 orang berdasarkan data Izin Mempekerjakan Tenaga KerjaAsing (IMTA). Dari data tersebut ternyata banyak tenaga

kerja asing yang berlomba memperebutkan ”gula” di tanah Bali. Belum lagi invasi tenaga kerja dari daerah lain secara nasional dan juga tenaga kerja asing yang ilegal. Maka bila SDM Bali tidak siap tanding jangan sampai nanti ngeling (menangis) dan ngeliling (tersingkirkan). Sulit memang untuk bisa membendung semua itu. Bahkan banyak dijumpai sekarang guide ilegal yang sulit untuk dilacak legalitasnya. Ironis memang, tetapi inilah kenyataan, sehingga SDM Bali harus jengah (malu).Artinya masyarakat Bali harus sadar dan memotivasi diri untuk maju dan ikut bersaing dengan meningkatkan kompetensi diri. Membuka wawasan dengan memanfaatkan potensi dalam diri untuk bisa dikembangkan di tengah arus persaingan yang terbuka dengan lebar. Bali sebagai pulau kecil yang didukung oleh keindahan alam, adat-istiadat dan budayanya perlu adanya kesadaran untuk menjaga dan mengembangkan semua itu. Hal ini dapat dimulai dengan membangun SDM Bali yang berkualitas. Artinya SDM Bali tetap mempertahankan ciri khas Bali sebagai identitasnya. Jangan sampai manusia Bali kehilangan identitasnya di tengah arus persaingan secara global. Maksudnya adalah orang Bali memanfaatkan keuntungan sebagai lokal genius yang sesungguhnya memahami potensi alam, adat-istiadat dan budaya Bali. Maka dari itu perlunya rasa jengah untuk nindihin Bali dengan meningkatkan kompetensi dan daya saing untuk lebih berkualitas. Jangan mau menjadi penonton dan pemain cadangan di tanah sendiri. Waktunya orang Bali berbenah dan

meninggalkan kebiasaan menjadi ”notaris” (notin tanah waris). Tanah-tanah Bali mesti dijaga jangan sampai dijual dan banyak dimiliki oleh orang dauh tukad (orang luar Bali). Alih fungsi lahan persawahan, kawasan hijau dan juga kawasan suci mesti dicegah sebagai upaya untuk menjaga dan menata Bali. Paham pragmatis mesti dikikis dari dalam diri dengan menumbuhkan motivasi untuk maju dan bersaing berlandaskan rasa jengah. Bila gaya hidup pragmatis yang dikedepankan, maka yang tersisa hanyalah penyesalan dan isak tangis anak cucu mendatang. Jangan sampai muncul hujatan, cacian dan makian terhadap kawitannya (leluhur) yang tidak mampu menjaga Bali, karena hanya mementingkan kepuasan pribadi dan keuntungan hari ini. Jangan biarkan paham kapitalis menguasai ibu pertiwi Bali. Waktunya SDM Bali berbenah dan mempersiapkan diri secara matang dan siap bersaing secara global. Di sinilah SDM Bali harus peka dan jeli dalam memanfaatkan peluang yang tentunya harus didukung oleh kompetensi yang berkualitas. Persaingan dalam hidup adalah sebuah keniscayaan, ibarat rantai makanan, siapa yang kuat, maka dia yang mampu bertahan hidup. Artinya bila masyarakat Bali tetap terlena dengan pujian dan sanjungan yang meninabobokan serta mentalitas yang pragmatis, maka jangan heran lambat laun hanya menjadi penonton. Peran-peran penting dan posisiposisi strategis dalam wilayah kehidupan masyarakat Bali akan diisi oleh orang dauh tukad (orang luar Bali). Hal ini akan terjadi bila masyarakat Bali tidak jengah (malu) dan wirang (peduli) terhadap keberlangsungan dan eksistensinya.

POJOK Kata Ketua PHRI Badung, taksi Bali harus dijaga. -Tanah Bali juga jangan dijual. *** Pengusaha galian C di Karangasem bingung urus izin. -Bukan karena biasa ilegal. *** Gubernur BI akui ekonomi ke depan semakin kompleks. -Apalagi bagi rakyat kecil.

Penulis, Guru SMK Negeri 1 Abang Karangasem

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


BALI balipost (157rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (4.710 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Jelang Berakhir

RPJMD Provinsi Bali 2013-2018 Justru akan Direvisi

Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali mengajukan revisi atas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bali Tahun 2013-2018 yang tertuang dalam Perda Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2014. Padahal, RPJMD ini masih tersisa satu tahun anggaran lagi. Pengajuan perubahan Perda dilakukan dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Bali, Jumat (13/1). Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengatakan, RPJMD Provinsi Bali saat ini telah memasuki tahun ke empat, dan masih tersisa hanya satu tahun anggaran. Namun, perubahan perlu dilakukan mencermati dinamika perkembangan kebijakan nasional. Yakni, dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang mengakibatkan terjadinya perubahanperubahan kebijakan yang mendasar. Salah satunya terjadi pergeseran kewenangan dan pembagian urusan dari pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Di samping itu adanya Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016, tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, yang personalianya juga sudah diisi. “Pengajuan ranperda ini sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk senantiasa mengoptimalisasikan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat serta mengimplementasikan prinsip good governance dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,’’ ujarnya mewakili Gubernur. Selain perubahan Perda tentang RPJMD, Pemprov Bali juga mencanangkan perubahan atas Perda Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum dan Perda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (kmb32)

’’Pengajuan ranperda ini sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk senantiasa mengoptimalisasikan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat serta mengimplementasikan prinsip good governance dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.’’ Wakil Gubernur Bali

Sudikerta.

Warung Terbakar, Kerugian Rp 150 Juta Singaraja (Bali Post) Warung milik Wayan Landra (51) warga Dusun Madan, Desa Musi, Kecamatan Gerokgak terbakar, Jumat (13/1) kemarin. Warung berukuran enam kali lima meter persegi gagal diselamatkan karena api dengan cepat membakar seisi bangunan. Selain menelan kerugian meterial hingga Rp 150 juta, pemilik warung mengalami luka bakar ketika hendak menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. Salah seorang tetangga korban, Putu Sumetra Jaya mengaku tiba-tiba saja sudah melihat kobaran api membesar di dalam warung. Warga di sekitarnya berhamburan keluar berteriak “kebakaran”. Warga berupaya memadamkan api yang telah membesar. Upaya itu gagal hingga api membakar seluruh bangunan. Api akhirnya bisa dipadamkan setelah mendapat bantuan mobil tangki air milik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang. Sementara itu korban menderita luka bakar pada bagian tubuh dan tangan hampir mencapai 30 persen. Dia terluka karena berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapat perawatan. Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. (kmb38)

CAT MARKA JALAN Sejumlah pekerja melakukan kegiatan pengecatan marka jalan di areal jalan tol, Pesanggaran, Benoa, Jumat (13/1) kemarin. www.iklanbalipost.com

Balipost on Gadget

Bali Post/wan

redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id

Sampah di Hilir akan Dikenai Retribusi

Denpasar (Bali Post) -

Pemprov Bali kini berupaya menggali potensi sumber pendapatan asli daerah baru dari pelayanan persampahan. Dalam hal ini, pengangkutan sampah dari sumbernya atau dari lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan akhir akan dikenai retribusi. Retribusi pelayanan persampahan di hilir ini akan diatur dalam rancangan Perubahan Atas Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum.

“Dahulu sampah di hilir tidak kita pungut, sekarang kita pungut. Kalau di hulu kan masyarakat ngumpulin, dibawa ke hilir di TPA regional namanya,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali, Made Santha di Denpasar, Jumat (13/1) kemarin. Menurut Santha, ada kurang lebih 4.600 meter kubik sampah yang terkirim ke TPA regional yakni TPA Suwung per bulan. Potensi pendapatan yang bisa diperoleh mencapai sekitar Rp 2,8 miliar per tahun dari retri-

busi sampah. Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retribusi jasa umum akan ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa, kemampuan masyarakat, aspek keadilan dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. Perhitungan retribusi akan meliputi biaya pengumpulan dari sumber sampah, biaya pengangkutan dari TPS ke TPA, biaya penyediaan lokasi pembuangan atau pemusnahan, sampai dengan biaya pengelolaan. “Ketika masyarakat kena

retribusi maksudnya begini, persoalan kena hitungan itu kan ada jasa yang dikeluarkan, pemerintah kan sudah berhitung dengan tarif wajar. Itu sekitar Rp 2.500 per meter kubik,” jelasnya. Santha menambahkan, selama ini provinsi sebagai penampung terakhir tidak mendapatkan apa-apa. Hanya menerima limbah sampah, serta mengeluarkan biaya dan tenaga untuk itu. Pendapatan yang didapat nantinya masuk ke kas daerah sebelumnya akhirnya dikeluar-

kan menjadi program kegiatan. Kepala Seksi Pelaksana Teknis UPT Pengelolaan Sampah, Ni Made Armadi mengatakan hasil perhitungan dana operasional dan pemeliharaan dibagi jasa layanan mendapatkan tarif retribusi Rp 2.500 per meter kubik, tanpa menghitung biaya investasi. Biaya investasi sendiri meliputi biaya konstruksi, pembuatan IPAL, dan pembuatan senderan. “Kemarin kita pakai data November dan Desember biaya operasionalnya Rp 3,6 miliar, dapat Rp 2.559, kita bulatkan menjadi Rp 2.500 per meter kubik. Itu rencananya yang subsidi, artinya tanpa kita tambah biaya investasi,” ujarnya. Armadi menegaskan, Pemprov Bali hanya memungut

7

retribusi di TPA regional saja. Ketika tidak bersifat regional, maka kewenangan memungut ada di kabupaten/kota. Seperti Buleleng, Jembrana, dan Karangasem yang mengelola sampahnya sendiri di kabupaten masing-masing. Namun, pihaknya masih akan membicarakan lebih lanjut terkait retribusi untuk Dinas Kebersihan dari pemerintah kabupaten/kota yang membawa sampah ke TPA Suwung. “Ada yang pemerintah langsung membawa ke TPA Suwung, ini masih kita bicarakan karena di aturan itu kan apakah yang pelat merah itu kena retribusi atau tidak, itu kita harus bicarakan dulu karena di Perda, sampah dari fasilitas umum dan tempat ibadah, tidak kena,” jelasnya. (kmb32)

HUT Ke-66 Dispenad

Waspadai Berita Bohong Berpotensi Merusak

Bali Post/rah

IMBAUAN - Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso menyerahkan akrilirik berisi imbauan tanpa narkoba kepada Klian Dinas Banjar Kertapala.

Budaya Bali Bisa Hancur karena Narkoba Denpasar (Bali Post) Bangsa Indonesia sedang menghadapi ancaman besar, salah satunya soal peredaran narkoba. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Budi Waseso (Buwas) mengatakan, pihaknya menerima laporan 57 orang di Indonesia meninggal karena narkoba. Oleh karena itu, memerangi narkoba harus dimulai dari keluarga, lingkungan dan pemerintah daerah. “Kalau narkotika sudah masuk, jangan harap adat, budaya dan seni lestari. Bilamana orang pakai narkotika, seni, budaya, adat dan istiadat akan hancur. Karena mereka tidak bisa berpikir normal, enggak mungkin bisa mikir seni dan budaya,” tegas Komjen Buwas saat pencanangan Kampung Bersih Narkoba di Bajar Kertapala, Penatih, Denpasar Timur, Jumat (13/1) kemarin. Saat ini, semua kelompok dan lini tersusupi narkotika. “TNI, ada pengguna dan jaringan, Polri sama saja. BNN tidak clear juga. Hampir tidak berani RT atau RW jamin nyatakan wilayahnya clear narkoba,” kata Buwas. Mantan Kabareskrim Polri ini menegaskan, narkotika akan membunuh rakyat Indonesia dengan tenang dan pelan-pelan.

Sampai saat ini, masyarakat lapor terkontaminasi narkoba lebih dari 5 juta, sedangkan tidak lapor lebih banyak lagi. Saat ini generasi muda lebih banyak mencontoh dan terpengaruh budaya barat yang modern, ketimbang budaya Indonesia. Padahal budaya tersebut tidak cocok di Indonesia, apalagi Bali. Pasalnya budaya barat identik dengan hiburan malam yang rentan pengguna narkoba. Kondisi ini yang menggiring generasi muda masuk atau terjerumus jaringan narkoba. “Ini ancaman besar narkoba terhadap negara ini. Dicanangkan kampung ini bersih narkoba membanggakan bagi saya dan jadi contoh kampung lainnya. Itu penanganan bagus dan harus dilakukan dalam memerangi narkoba bersama-sama,” tandas jenderal bintang tiga ini. Buwas ingin semua wilayah di Indonesia dibangun kampung bersih narkoba. Tidak hanya kampung tercemar narkoba, yang belum juga dijadikan sama. Selain itu, juga dibangun relawan untuk memperkuat komitmen itu dan menjadi contoh buat kampung lain di Bali. “Banjar ini yang pertama mendeklarasikan diri. Tujuannya membangun ketahanan atau

menolak penyalahgunaan atau peredaran narkoba. Maka kita harus bangun dari lini terendah yaitu kampung-kampung. Harapannya semua mendeklarasikan diri seperti kampung ini. Jika ini terjadi di semua kampung di Republik ini, kita jamin penyalah guna narkotika akan hilang,” ungkapnya. Implementasinya apakah pengawasan di kampung itu diperketat? “Bukan, tapi gencar melakukan upaya-upaya pencegahan, di mana pemudanya melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan, termasuk pendidikan dan pemahanan sisi agama. Ibu PKK juga terlibat dalam pencegahan,” tandas Buwas. Ketua Sekaa Yowana Dharma Citta Banjar Kertapala, I Gede Wira Pratama akan komit menjaga agar warga banjar jangan sampai kena narkoba. Selain itu program pelatihan dari BNNK Denpasar dan BNNP Bali akan memperkuat pengetahuan tentang narkoba. “Langkah awal dengan sosialisasi tentang narkoba dan bahayanya kepada warga. Terutama kepada anak-anak sekolah dan muda-mudi. Kami berharap semua banjar di Denpasar bisa bersih dari narkoba,” tegasnya. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Penerangan Kodam (Pendam) IX/Udayana menyelenggarakan syukuran dalam rangka memperingati HUT ke-66 Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Jumat (13/1) kemarin di Makodam, Denpasar. Dalam perayaan tahun ini ada penekanan agar mewaspadai berita bohong yang berpotensi merusak bangsa. Menurut Kapendam Kolonel Inf. J. Hotman Hutahaean, S.Sos., perayaan berlangsung sederhana merupakan suatu perubahan paradigma berpikir dalam menyikapi dan memaknai sebuah ulang tahun. Peringatan ulang tahun bukan lagi semata-mata sebagai sarana untuk meluapkan kegembiraan sesaat, namun diarahkan pada hal yang lebih bermakna dan substansial sesuai dengan sasarannya. Peringatan hari ulang tahun lebih dimaknai sebagai sebuah momentum untuk introspeksi diri, melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dapat dikerjakan dan dicapai selama kurun waktu setahun yang lalu, untuk dijadikan sebagai bahan penyempurnaan menuju kondisi yang lebih baik di masa berikutnya. Kapendam saat membacakan sambutan Kadispenad, Brigadir Jenderal TNI MS. Fadhilah, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga serta keluarga besar Penerangan, atas kerja keras yang telah dilakukan selama ini. Dengan demikian, Penerangan Angkatan Darat mampu melaksanakan berbagai tugas dengan baik dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD. Kadispenad juga menyampaikan arahan seiring perkembangan lingkungan strategis yang begitu cepat dan dinamis, peran dan fungsi penerangan menjadi semakin penting dalam mendukung pencapaian tugas pokok TNI AD. Kepentingan organisasi terhadap pengelolaan informasi secara tepat baik untuk publikasi maupun penerangan internal tidak bisa lagi dihindari atau ditunda-tunda, sehingga membuat tuntutan dan tantangan yang dihadapi oleh personel penerangan menjadi semakin berat. Kondisi ini menuntut insan Penerangan AD terus meningkatkan kualitas sumber daya yang diperlukan, baik personel, infrastruktur maupun suprastruktur, agar mampu bekerja secara lebih profesional. Di samping itu, jalinan komunikasi dan kerja sama dengan instansi terkait di berbagai bidang, juga perlu terus dibangun dan diperkuat agar mampu saling mengisi dan membantu dalam sebuah sinergitas yang kokoh. Perlu disadari arus informasi yang beredar, khususnya melalui media sosial, saat ini semakin sulit untuk dikendalikan dan sangat besar dampaknya terhadap cara berpikir maupun perilaku masyarakat, sulit untuk menyaring dan membedakan mana berita yang benar dan bermanfaat, dengan berita bohong yang berpotensi merusak. Jika hal ini tidak disikapi dengan benar, maka potensi kerusakan moral dan karakter bangsa akan sangat besar dan membahayakan. Oleh karena itu, sebagai insan Penerangan harus mampu menjadi pelopor ketahanan informasi di tengah-tengah situasi darurat informasi yang saat ini sedang melanda kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Insan Penerangan harus mampu menjadi contoh dan sekaligus sebagai penggerak kesadaran masyarakat untuk menyikapi dan mengelola informasi secara benar untuk kepentingan yang positif. “Berbagai upaya positif yang digagas masyarakat untuk mencegah kerusakan moral dan karakter bangsa akibat informasi yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, Deklarasi Masyarakat Antihoax yang dilakukan secara serentak di 6 kota tanggal 8 Januari lalu,” ujarnya. (kmb36)

Lama Tinggal Wisman Berkurang

”Taksu” Pariwisata Budaya Harus Dijaga BALI menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 4,2 juta orang pada tahun 2016. Target tersebut sudah tercapai. Pada November lalu sudah mencapai 4,4 juta kunjungan. Bahkan pada akhir tahun 2016 mencapai 4,5 juta. Namun, hal tersebut tidak serta merta berdampak positif terhadap pemenuhan akomodasi perhotelan, terutama kamar hotel di Bali yang saat ini mencapai 130 ribu kamar yang baru terpenuhi 65% saja. Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Drs. Ec. I Putu Anom, B.Sc., M.Par. menilai selain terjadinya over suplay kamar hotel di Bali, hal tersebut juga dipengaruhi adanya penurunan lama tinggal wisman yang rata-rata hanya tiga hari. Tentu fenomena ini berakibat terhadap menurunnya penerimaan PHR. Demikian juga penerimaan pelaku usaha pariwisata, karyawan dan daya beli masyarakat. “Turun-

nya lama tinggal wisman yang berkunjung ke Bali karena wisman sudah jenuh dengan kondisi krodit lalu lintas di Bali Selatan, sehingga membutuhkan banyak waktu untuk mengunjungi objek-objek wisata yang tersebar di Bali. Wisman lebih memilih berkunjung ke destinasi luar Bali seperti Lombok, Labuan Bajo dan lain-lain,” ujar Putu Anom, Jumat (13/1) kemarin. Solusi yang harus ditempuh, kata dia adalah ketegasan pemerintah daerah untuk menyetop izin pendirian sementara akomodasi pariwisata (moratorium), terutama di Bali Selatan. Apalagi melakukan proyek reklamasi Teluk Benoa untuk membangun fasilitas pariwisata yang sudah tidak layak untuk dibangun. Sebab, pembangunan akan menambah krodit di Bali Selatan yang sudah krisis air, lingkungan yang sudah rusak, kriminalitas tinggi dan kemacetan yang akan merusak citra

pariwisata Bali. Oleh karena itu, pemerintah harus memprioritaskan membangun insfrastruktur terutama jalan untuk mengurai kemacetan. “Kalau insfrastruktur sudah baik, dengan membangun jalan lingkar, short-cut, termasuk mewujudkan bandara di Bali Utara, wisatawan akan bisa lebih mudah mengunjungi destinasi wisata yang menyebar di seluruh Bali yang sebenarnya sangat potensial untuk dipromosikan baik keindahan alamnya maupun keunikan budayanya,” tandas mantan Dekan Fakultas Pariwisata Unud tersebut. Hal senada juga dikatakan Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Rai Suryawijaya, S.E.,M.B.A. Selain meningkatkan kualitas destinasi pariwisata di Bali untuk menarik minat wisatawan, kualitas SDM juga harus ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan untuk mendapatkan

sertifikat. Apalagi, menghadapi persaingan global seperti saat ini. Yang tak kalah penting juga adalah terus melakukan promosi keluar dan tetap menjaga eksistensi pariwisata budaya yang berlandaskan nilai-nilai agama Hindu, seperti Tri Hita Karana. Sehingga, taksu pariwisata Bali tetap eksis ke depannya, meskipun pemerintah sedang menggencarkan pariwisata Bali baru di seluruh Indonesia. “Konsep inilah yang harus dijaga, jangan sampai mengalami degradasi budaya. Kalau budaya Bali mengalami degradasi, maka taksu Bali akan berkurang. Sebab, wisatawan yang datang ke Bali 60 persen ketertarikannya karena budaya, karakter orang Bali yang bersahabat, dan karena alamnya yang indah dan lestari. Sehingga, ketiganya harus dijaga dan dilestarikan, sehingga taksu Bali tetap terjaga,” pungkasnya. (win)

Bali Post/ist

HUT - Perayaan HUT ke-66 Dispenad ditandai pemotongan tumpeng oleh Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf J. Hotman Hutahaean.


BANGLI

8

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Ket foto:

PANEN- Petani di Desa Belanga Kintamani sedang memanen bunga kenikir.

Bali Post/kmb40

RUSAK - Kondisi aspal jalan hotmik di Binyan yang rusak.

Belum Sebulan Rampung

Jalan Hotmik Belantih-Binyan Rusak

Bangli (Bali Post) Proyek perbaikan jalan Belantih-Binyan dengan hotmik yang baru tuntas dikerjakan akhir tahun lalu kini sudah mulai rusak. Tak hanya retak-retak, di beberapa titik aspal hotmik tersebut juga terlihat sudah mengelupas. Penyebab rusaknya aspal jalan, diduga akibat kualitas proyek yang buruk. Berdasarkan pantauan Jumat (13/1) kemarin, di beberapa titik ruas jalan, kondisi aspal terlihat sudah mulai retak-retak. Tepatnya di Banjar Binyan, terlihat beberapa titik ruas jalan yang kondisinya sudah berlubang karena aspalnya mengelupas. Tak jauh dari lokasi jalan mengelupas terdapat sebuah papan proyek jalan yang masih terpasang. Sebagaimana yang tertulis di papan, disebutkan bahwa proyek jalan hotmik dengan ruas jalan Belantih-Binyan dan ruas jalan Blancan-Mangguhu diperbaiki dengan anggaran Rp 2,746.342.000. Proyek itu dikerjakan kontraktor pelaksana CV Satya Pramana asal Karangasem. Proyek dengan tanggal kontrak 3 November tersebut dilaksanakan selama 35 hari kalender. Terkait kerusakan jalan tersebut, Pj. Perbekel Binyan Ketut Sumasana saat dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Penyebab mengelupasnya jalan itu, kata Sumasana karena sebelumnya sempat dilalui kendaraan pengangkut material aspal yang mengerjakan proyek jalan di tempat lainnya. “Jalan tersebut masih belum diserahterimakan,” terangnya, Sementara itu disinggung mengenai upaya tindak lanjut perbaikan kerusakan jalan tersebut, Sumasana mengaku sudah sempat menyampaikannya ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bangli. Hanya saja sampai sekarang belum mendapat respons. (kmb40)

Harga Bunga Kenikir Anjlok, Petani Mengeluh Bangli (Bali Post)Sejumlah petani bunga kenikir di wilayah Desa Belanga, Kintamani kini mengeluh. Masalahnya, harga bunga berwarna kuning tersebut anjlok sejak hampir seminggu terakhir. Jika sebelumnya bunga kenikir bisa dijual petani dengan harga Rp 10-15 ribu per kilogramnya, namun kini harga kenikir hanya laku dijual Rp 5-6 ribu per kilogram. Salah seorang petani gumitir di Desa Belanga, Wayan

Budiasa, Jumat (13/1) kemarin mengatakan, anjloknya harga bunga kenikir belakangan ini kemungkinan disebabkan karena pengaruh cuaca hujan. Akibat seringnya turun hujan, permintaan pedagang di pasar terhadap bunga kemitir petani mengalami penurunan. Pedagang, kata dia, enggan menyetok lama-lama bunga kemitir yang lembab karena air hujan, lantaran bisa menyebabkan bunga cepat busuk dan membuat pedagang merugi.

“Kalau sebelumnya pedagang bisa beli lima keranjang ke petani, sekarang hanya dua keranjang,” ujarnya. Budiasa juga mengatakan kemungkinan anjloknya harga kenikir saat ini juga disebabkan karena hasil panen bunga kenikir dari petani yang cukup melimpah. Selain itu, turunnya harga juga dipengaruhi jarangnya hari raya atau upacara agama belakangan ini. “Kalau ada hari raya biasanya harganya naik. Dulu bisa sampai

Dituturkan Budiasa, jumlah petani di wilayah Desa Belanga yang membudidayakan kenikirsaat ini cukup banyak. Hal ini sudah terjadi sejak hampir tiga tahun terakhir. Untuk bisa mendapatkan bibit kenikir, petani biasa membelinya di Tabanan. Per satu batang bibit dibeli seribu rupiah. Dari awal menanam sampai bisa dipanen butuh waktu selama 45 hari. “Mengenai masa tanamnya sampai 2 bulanan,” imbuhnya. (kmb40)

gani lebih lanjut. “Karena dengan mencuci dengan air, maka virus tersebut akan ikut larut ke air,” jelasnya. Untuk mempercepat penanganan, pihaknya sudah membuka rabies center dengan menyiapkan VAR di setiap puskesmas yang tersebar di Kabupaten Bangli. Itu dilakukan untuk pendekatan pelayanan. “Jika membutuhkan vaksin akan langsung diberikan VAR di puskesmas, sehingga tidak mencari ke mana-mana lagi,” tutupnya sembari menyatakan di awal tahun ini sudah ada sekitar 6-7 gigitan anjing, namun belum ada sampai positif rabies. Hal itu berdasarkan laporan langsung dari puskesmas yang menangani pasien gigitan anjing. (kmb41)

I Wayan Jimat

Pengadaan VAR Dianggarkan Rp 1 Miliar

Bangli (Bali Post) -

Dinas Kesehatan Bangli menggelontorkan dana Rp 1 miliar untuk pengadaan Virus Anti Rabies (VAR) tahun 2017. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli I Wayan Jimat mengatakan, anggaran tersebut dialokasikan di APBD Induk Kabupaten Bangli. “Jika nantinya anggaran yang disediakan masih kurang, akan diajukan lagi di APBD perubahan,” ungkapnya, Jumat (13/1) kemarin. Jimat menambahkan, sekarang ini pihaknya memiliki sebanyak 350 stok VAR untuk mengantisipasi jika nantinya terjadi gigitan anjing rabies. Dikatakannya, dengan jumlah kasus yang setiap tahunnya mulai menurun, stok yang disediakan di awal tahun ini dirasa cukup dan tidak kekurangan. “Berkaca pada kasus sebelumnya yang semakin sedikit, kami rasa VAR yang ada sekarang ini masih cukup. Semoga tidak kekurangan dari stok yang kami

sediakan. Kalau kurang bisa mencari ke Dinas Kesehatan Bali,” katanya. Dijelaskan Jimat, untuk tahun 2016 ada sebanyak 2.401 kasus gigitan anjing di Bangli. Dengan jumlah tersebut, diperkirakan dalam satu hari ada 6-7 kasus gigitan anjing. Untuk menekan kasus gigitan anjing tahun ini, pihaknya sangat berharap kesadaran masyarakat dalam memelihara anjing mereka supaya dikandangkan, diikat dan divaksinasi. Karena dengan

begitu, akan mampu mengurangi kasus gigitan anjing rabies. “Untuk tahun 2016 belum ada warga yang positif mengidap rabies. Kalau hewannya, ada positif rabies. Mudah-mudahan tahun ini kembali nihil,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan Jimat, jika nantinya ada warga yang digigit anjing, disarankan supaya luka dari gigitan supaya cepat diguyur dengan air dan dicuci dengan sabun selama 15 menit. Setelah itu langsung dibawa ke tenaga kesehatan untuk ditan-

Bali Post/kmb41

Mencuri Lagi, Residivis Ditangkap

Bangun Gedung

Dewan Dorong RSU Bangli Pinjam Uang Bangli (Bali Post)Komisi I dan III DPRD Bangli menggelar rapat kerja (raker) dengan managemen RSU Bangli, Jumat (13/1). Dalam rapat kerja yang dipimpin ketua Komisi I, Wayan Wedana tersebut, dewan meminta agar pihak RSU Bangli dapat terus meningkatkan pelayanan. Selain itu, dewan juga mendorong pihak RSU bisa membangun infrastruktur gedung rumah sakit. Komisi III DPRD Bangli Made Sudiasa usai mengikuti rapat kerja dengan manajemen RSU Bangli mengatakan, dalam rapat kerja tersebut dewan menginginkan agar RSU Bangli bisa membangun infrastuktur gedung secara modern. Dalam pembangunan gedung, pihak RSU diharapkan tidak melakukannya secara bertahap melainkan sekaligus. “Karena kalau sekarang bangun ini, tiga tahun lagi bangun itu, jadinya tidak kelar-kelar. Maunya kita RSU Bangli bisa melakukan pembangunan seperti RS Bali Mandara,” kata Sudiasa. Adapun alasan pihaknya mendorong agar RSU Bangli melakukan pembangunan infrastruktur gedung sekaligus, yakni agar pelayanan di RSU Bangli bisa berjalan dengan maksimal. Dengan adanya infrastruktur yang dibangun sekaligus termasuk penyediaan kelengkapan alat kesehatannya, maka RSU Bangli kedepannya bisa melayani pasien dengan optimal. Tidak lagi sedikit-sedikit merujuk pasien ke rumah sakit Sanglah. Sudiasa mengakui bahwa untuk bisa mewujudkan pembangunan gedung sekaligus, dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Untuk menyiasati minimnya anggaran yang dimiliki Bangli saat ini, RSU Bangli yang sudah berstatus badan layanan umum (BLU), menurut Sudiasa bisa melakukan pinjaman uang untuk pembangunan. “RSU Bangli kan menghasilkan. Kita mendorong untuk melakukan pinjaman. Kita sarankan untuk merancang, berapa pembangunan gedung di rumah sakit dan berapa anggaran yang diperlukan,” ujarnya. Menurut Sudiasa, pihak RSU juga memiliki kesepahaman yang sama dengan dewan. Dari perkiraan awal untuk melengkapi infrastruktur gedung, RSU Bangli membutuhkan sekitar Rp 150 miliar. “Itu sudah termasuk alat kesehatan yang canggih,” imbuhnya. (kmb40)

Rp 100 ribu per kilonya,” ungkapnya. Meski kini bunga kenikir hanya laku dijual di kisaran Rp 5-6 ribu per kilogram, namun Budiasa mengatakan harga tersebut tidak terlalu membuatnya merugi. Petani kenikir biasanya akan merugi kalau harga jual bunga di bawah Rp 3 ribu per kilogramnya. “Untuk penjualannya, petani selama ini menjualnya ke Badung atau kadang ada pedagang yang beli langsung ke sini,” katanya.

Bali Post/kmb41

Audiensi-Jajaran IHDN Denpasar saat audiensi dengan Bupati Bangli dan jajaran DPRD di Gedung DPRD Bangli Jumat (13/1) kemarin.

Bangun Universitas Jaya Pangus

IHDN Minta Lahan 7,5 Hektar Bangli (Bali Post)Jajaran Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar melakukan audiensi dengan jajaran eksekutif dan legislatif Pemkab Bangli, Jumat (13/1) kemarin. Bertempat di ruang sidang Gedung DPRD Bangli, dari legislatif hadir Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles, Ketua Pansus Aset Made Sudiasa dan dari pihak eksekutif hadir Bupati Bangli Made Gianyar, Sekda Ida Bagus Gede Giri Putra, Kepala Badan Keuangan Pendapatan dan Aset I Gede Suryawan. Audiensi membahas aset tanah kampus IHDN yang ada di Kubu Bangli. Rektor IHDN Denpasar Prof Dr. I Nengah Dwija mengatakan, sesuai dengan perjanjian sebelumnya, tanah seluas 6,28 hektar masih berstatus pinjam pakai selama 10 tahun. Hanya saja, dengan status tersebut pihaknya tidak bisa membangun maupun merenovasi gedung. Jika ingin membangun, maka statusnya harus diubah menjadi guna pakai. “Kalau statusnya masih pinjam pakai kami tidak bisa membangun memakai dana APBN. Maka dari itu, tujuan kami kesini supaya bupati dan DPRD Bangli bisa membantu agar status itu bisa dirubah menjadi guna pakai. Karena dengan status yang sekarang ini, jika ada gedung yang rusak kami tidak bisa perbaiki. Maka dari itulah, kami minta Bupati supaya bisa memfasilitasi, sehingga aset yang masih

disclaimer bisa diselesaikan,” ujarnya. Diungkapkan Dwija, pihaknya juga meminta Bupati Bangli agar menyediakan lahan 7,5 hektar untuk pembangunan gedung nantinya. Pasalnya, IHDN berniat merubah status dari Institut menjadi Universitas. Persyaratan dari Dirjen Pendidikan Pusat untuk membangun Universitas harus menyediakan lahan seluas 7,5 hektar. Dengan catatan sudah ada legalitas sesuai dengan aturan yang berlaku. “Jika nanti berjalan sesuai yang direncanakan, kampus IHDN di Kubu akan menjadi Universitas Jaya Pangus Bali. Semoga nantinya itu bisa direalisasikan. Karena untuk membangun itu membutuhkan kerjasama antara kami dengan Bupati dan DPRD Bangli dalam hal ini memberikan fasilitas untuk membangun. Dan jika tahun ini itu bisa diselesaikan, maka 2018 pembangunannya sudah bisa dilaksanakan,” katanya. Sementara Bupati Bangli Made Gianyar menyatakan, pihaknya sangat mendukung terkait langkah IHDN Denpasar jika ingin membangun Universitas Jaya Pangus Bali di Bangli. Hanya saja, untuk menyukseskan ini perlu langkah-langkah yang kongkret dan harus dilakukan secara bersama sama. Pihaknya tidak ingin ada masalah hukum di kemudian hari setelah ditetapkannya keputusan ini.

“Untuk mendapat persetujuan ini harus perlu dilaksanakan pertemuan teknis attara legislatif dan eksekutif. Dan seminggu kita ketemu lagi untuk mempersatukan persepsi untuk membangun Universitas Jaya Pangus di Bangli,” jelas Made Gianyar. Sementara Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles menjelaskan, untuk pembangunan itu pihaknya meminta adanya sinkronisasi sebelum mengambil keputusan. Senada dengan Bupati, pihaknya tidak ingin nantinya akan memunculkan permasalahan hukum. Pasalnya, apapun keputusan yang akan diambil membutuhkan kesepakatan bersama. Apalagi untuk memenuhi lahan 7,5 hektar itu, beberapa sekolah di dekat kampus yakni SD 4 Kubu, SMPN 2 Kubu, dan SMAN 2 Kubu harus direlokasi. “Jadi untuk memutuskan itu harus melalui keputusan bersama-sama tidak bisa memutuskan secara sepihak. Kami harap semua ini bisa diselesaikan secepatnya,” ungkap Komang Carles sembari menyatakan, aset yang sebelumnya dikelola tidak masksimal nantinya bisa dimaksimalkan untuk kemajuan Bangli. Karena jika itu dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh tidak menutup kemungkinan masyarakat luar daerah akan kuliah di Bangli. “Dengan begitu secara tidak langsung bisa mempromosikan Bangli,” ujar Carles. (kmb41)

Bangli (Bali Post) Petualangan I Putu A alias Prongot (22), residivis jambret dan pencurian kini berakhir sudah. Pria asal Banjar Padang Lumbu, Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan Buleleng itu berhasil dibekuk Satuan Reskrim Polres Bangli di pinggir jalan raya Kargo Denpasar, Kamis (12/1) malam. Berdasarkan hasil interogasi sementara, Prongot diketahui sudah melancarkan aksinya sebanyak lima kali di wilayah Bangli dan empat kali di wilayah Gianyar, Badung dan Buleleng. Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Deni Septiawan Jumat (13/1) menjelaskan, kronologi penangkapan terhadap pelaku bermula dari adanya informasi yang menyebutkan bahwa pelaku pada Kamis lalu sedang bersembunyi di wilayah Denpasar tepatnya di jalan kargo. Tim pun kemudian langsung bergerak ke jalan kargo Denpasar dan melihat pelaku sedang berada di suatu tempat. Tanpa menunggu lama, tim kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku sekitar pukul 20.00 wita. “Saat penangkapan pelaku sempat berusaha kabur, namun gagal,” terangnya. Dikatakan AKP Deni, setelah ditangkap pelaku langsung dibawa ke Polres Bangli untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil interogasi sementara, diketahui bahwa pelaku yang sudah beristri ini telah melakukan pencurian di lima TKP di wilayah Bangli di antaranya di kos-kosan wilayah lingkungan Kubu, di sebuah warung di Tanggahan Peken, Susut, di Desa Pinggan Kintamani, SMK

Kayubihi Bangli dan di Gelagah Linggah Kintamani. Tak hanya di Bangli, pelaku juga mengaku pernah melakukan aksi penjambretan dan pencurian di wilayah Gianyar, Belok Badung, Pancasari Buleleng dan di Poh Bergong Buleleng. “Pengakuan pelaku ini masih terus kita kembangkan,” jelasnya. Adapun beberapa barang bukti yang berhasil diamankan polisi yakni berupa dua unit sepeda motor, satu buah laptop, beberapa HP, dompet, beberapa KTP dan kartu jaminan kesehatan yang diduga hasil kejahatan pelaku. Perwira asal Bangka Belitung ini mengatakan saat dilakukan penggeledahan di tubuh pelaku, polisi menemukan satu buah pisau lipat dan keris. “Menurut pengakuan pelaku, keris dan pisau lipat itu sering dibawa pelaku kemana-kemana,” ungkapnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara itu, kepada sejumlah wartawan, pelaku Prongot mengaku sudah melakukan aksinya sejak tahun 2016 lalu. Selama ini sebagian barang hasil curiannya sudah dijualnya untuk dipakai berfoya-foya. Mengenai keris yang kini diamankan polisi, Prongot mengatakan bahwa keris tersebut merupakan barang warisan dari orangtuanya. Keris itu selalu dibawanya ke manapun dia pergi untuk jaga diri dan pengasihan mencari wanita. Prongot mengaku sebelum diringkus Satreskrim Polres Bangli, dirinya pernah dihukum karena kasus yang sama. (kmb40)

Bali Post/kmb40

PELAKU - Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Deni Septiawan saat menjelaskan kronologis penangkapan pelaku.


Sabtu Wage, 14 Januari 2017

GIANYAR

9

Soal Pengembalian Dana Bansos

Anggota Dewan Sebut Eksekutif Tak Cermat Gianyar (Bali Post) -

Kalangan DPRD Gianyar sangat menyayangkan ditariknya kembali dana bansos untuk Kelompok Lanjut Usia Sapta Bhuana, Desa Sanding Kecamatan Tampaksiring. Kasus tersebut dinilai murni kesalahan eksekutif.

Bali Post/ded

PENANGANAN BENCANA - Petugas BPBD Gianyar saat melakukan penanganan bencana tanah longsor yang menutup saluran irigasi di Banjar Tagtag.

Tanah Longsor Tutup Saluran Irigasi di Tagtag Gianyar (Bali Post) Peristiwa tanah longsor terjadi di Banjar Tagtag Desa Manukaya Kecamatan Tampaksiring, Jumat (13/1) kemarin. Tidak ada korban jiwa, namun material tanah longsor menutup saluran irigasi Subak Saraseda. Kepala Pelaksana BPBD Gianyar A.A. Oka Digjaya menjelaskan, tanah longsor di Tagtag terjadi sekitar pukul 07.00 wita. Penyebabnya diduga akibat kondisi tanah setempat labil. Sebagai upaya penanganan, pihaknya telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gianyar. Hingga sore kemarin, tim masih bertugas di lokasi kejadian. ‘’Petugas sudah mengecek dan melakukan langkah penanganan. Peristiwa tersebut nihil korban jiwa dan kerugian,’’ katanya. (kmb25)

Anggota Komisi III DPRD Gianyar Ida Bagus Nyoman Rai, Jumat (13/1) kemarin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja instansi terkait. Menurutnya, penarikan kembali dana bansos ke kas daerah adalah kesalahan fatal pemerintah. Ini menandakan kelemahan di birokrasi dan bukan kesalahan masyarakat. ‘’Masyarakat sebagai pemohon tidak bisa disalahkan. Kalau mereka memohon dana dan dikasih, lalu ditarik kembali, itu kan artinya pihak pemberi yang salah. Dalam kasus ini instansi terkait yang gagal paham soal aturan. Mereka tidak cermat di proses ini,’’ kritiknya. Dijelaskannya, permohonan bansos dari masyarakat harus melewati sejumlah tahapan. Setelah diajukan, proposal tersebut diverifikasi. Proposal yang lolos verifikasi baru boleh dianggarkan di APBD untuk kemudian dicairkan. ‘’Prosesnya rumit dan perlu waktu lama. Dalam perjalanannya bisa jadi proposal itu bolak-balik ke tangan

masyarakat untuk direvisi supaya memenuhi syarat,’’ katanya. Lebih lanjut dia menyatakan, ke depan, persoalan seperti ini jangan sampai terulang. Eksekutif harus lebih cermat memproses permohonan dana bansos dan hibah. Jangan ada lagi bantuan ditarik ke kas daerah lantaran ketidakcermatan, sebab hal itu akan menimbulkan preseden buruk bagi Pemkab Gianyar. Pihaknya pun berharap ada solusi bagi kelompok masyarakat yang bantuannya dikembalikan ke kas daerah. Disinggung apakah persoalan ini muncul akibat adanya desakan dewan agar pemerintah segera mencairkan dana bansos-hibah akhir tahun lalu, pria yang akrab disapa Gus Rai ini menampiknya. ‘’Kita di dewan rasional saja. Kalau tidak memungkinkan, jangan dikeluarkan dananya. Kita hanya ingin pemerintah bergerak cepat tapi tetap sesuai aturan. Justru saya pikir kesalahan ini karena eksekutif over confidence,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas

Pendidikan Kabupaten Gianyar menarik kembali bantuan senilai Rp 15 juta yang diserahkan kepada Kelompok Lanjut Usia Sapta Bhuana. Perbekel Desa Sanding Dewa Mahendra menyebutkan, pihaknya sekitar seminggu lalu mendapat surat yang pada intinya meminta dana bansos itu dikembalikan lantaran Kelompok Lansia Sapta Bhuana tidak berbadan hukum. ‘’Isi surat ini yang saya herankan, karena dari surat ini nampak kelompok lansia kami yang salah,’’ keluhnya. Dikatakannya, bila memang pemberian bansos tidak bisa diberikan kepada lembaga yang tidak berbadan hukum, seharusnya disampaikan sejak awal. Namun proposal permohonan bantuan dari Kelompok Lansia Sapta Bhuana ini malah dibiarkan masuk dan memperoleh bantuan setelah empat kali direvisi. Kepala Dinas Pendidikan Gianyar Made Suradnya membenarkan dilakukan penarikan bansos di Desa Sanding. Dikatakannya, dari sekian bantuan hibah dan bansos yang sudah diberikan melalui Dinas Pendidikan, ada dua bantuan yang ditarik. ‘’Alasannya karena tidak berbadan hukum,’’ jelasnya. (kmb25)

Antisipasi Balap Liar dan Lakalantas

Polres Gelar Patroli ”Blue Light Kijang Zebra”

Disparda Lirik Potensi Pasar Wisatawan India Gianyar (Bali Post) Disparda Gianyar melirik potensi kunjungan wisatawan India. Pasalnya trend kunjungan wisatawan asal negara tersebut tiap tahunnya terus meningkat. Kadisparda Gianyar A.A. Ari Brahmanta, Jumat (13/1) kemarin, mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan ke Gianyar masih didominasi dari Cina, Eropa dan Amerika. Namun belakangan, kunjungan wisatawan asal India juga terus meningkat. Hal inilah membuat pihaknya berupaya meraih pasar wisatawan India semaksimal mungkin. Menurutnya, ketertarikan wisatawan India ke Bali khususnya Gianyar tidak terlepas dari unsur kesamaan budaya. Di Gianyar sendiri banyak terdapat peninggalan-peninggalan budaya Hindu yang sangat layak untuk ditawarkan sebagai daya tarik. ‘’Jadi India kita akan garap lebih serius. Kalau yang lain seperti Malaysia, Singapura dan Thailand, mereka lebih banyak ke Jogja dan Jawa Barat. Karena itu tadi, unsur budaya termasuk wisata shopping-nya yang berkembang di Jogja dan Jawa Barat,’’ katanya. Terkait promosi pariwisata, Ari Brahmanta menyebut pihaknya akan lebih banyak bermain di dalam. Maksudnya, promosi akan dominan dilakukan lewat event-event lokal Gianyar. Selain itu, promosi juga akan dilakukan melalui kerja sama dengan PHRI, travel agent dan asosiasi pariwisata. ‘’Intinya bukan kita yang ke sana (luar daerah-red), tapi kita yang undang mereka untuk ke Gianyar. Lewat travel agent itulah kita akan promosikan Gianyar ke luar negeri,’’ jelasnya. Dalam waktu dekat Disparda akan merumuskan strategi pemasaran bersama sejumlah stakeholder pariwisata. Sejauh ini pemasaran masih menggunakan pola lama. Namun, jika nanti ada rumusan pola yang dinilai lebih efektif, maka itu yang akan diterapkan. Lebih lanjut dikatakan, untuk melengkapi daya tarik Gianyar, pihaknya menilai perlunya pengembangan wisata alternatif seperti wisata kuliner. Selain karena Gianyar punya potensi besar untuk itu berupa kekayaan kuliner tradisional, trend wisatawan kini mengincar hal-hal berbau healthy food. ‘’Ini cukup potensial juga dikembangkan. Kita akan coba garap potensi makanan organik,’’ katanya. (kmb25)

Bali Post/ded

Ida Bagus Nyoman Rai

Bali Post/wan

MUSEUM - Gedung utama Museum Subak Kabupaten Gianyar yang berlokasi di kawasan Pantai Masceti.

Soal Proyek Museum Subak

Terkendala Anggaran, Pembangunan Fasilitas Penunjang Ditunda Gianyar (Bali Post) Rencana pembangunan Museum Subak Kabupaten Gianyar tak berjalan mulus. Sejumlah fasilitas penunjang tak bisa dilengkapi tahun ini lantaran pemerintah pusat tengah melakukan efisiensi anggaran. Hal ini pun berimbas pada rencana peresmian museum yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru di Gianyar tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar I G.N. Wijana, Jumat (13/1) kemarin, mengungkapkan berdasarkan rancangan awal, tahun ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan sebagai tahapan akhir proyek museum. Kegiatan dimaksud seperti melengkapi konten atau isi museum, pembangunan helipad, rumah stil Bali, lift luar, miniatur subak dan penyediaan lahan parkir di sebelah utara museum. Hanya biaya pembangunan lahan parkir yang dianggarkan di APBD Gianyar 2017, sementara lainnya mengandalkan bantuan pusat. Pemkab Gianyar sudah men-

gajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat sebesar Rp 15 miliar untuk tahap akhir proyek museum. Namun, karena pemerintah pusat tengah melakukan pengetatan anggaran, dana yang akan dikucurkan hanya sebesar Rp 6 miliar. ‘’Dana itu hanya cukup untuk konten museum. Untuk yang lainnya belum bisa,’’ kata Wijana. Keterbatasan anggaran pusat membuat Pemkab Gianyar pun tak bisa berbuat banyak. Kegiatan tahun ini terpaksa menyesuaikan anggaran yang ada. Bahkan rencana grand opening Museum Subak terancam ditunda lantaran sejumlah fasilitas penunjang tak bisa dibangun tahun ini. ‘’Rencananya kan launching akhir 2017. Tapi karena kondisi seperti ini, kemungkinan tidak bisa. Tapi apakah nanti soft opening saja di akhir tahun atau bagaimana, akan dikaji kembali,’’ ujarnya. Meski demikian, Wijana tetap optimis fasilitas museum bisa dilengkapi. Sebab dari koordinasi pihaknya termasuk oleh

Bupati Gianyar langsung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah pusat pada intinya sangat mendukung pembangunan museum tersebut. ‘’Pihak kementerian bertekad untuk menyelesaikan pembangunan ini. Bisa jadi pembangunan akan dilanjutkan tahun 2018,’’ katanya. Lebih lanjut dijelaskan, fasilitas seperti miniatur subak, rumah stil Bali, lift luar dan helipad dirancang sebagai daya tarik sekaligus pelengkap keberadaan museum. Helipad dan lift luar rencananya disediakan untuk tamu penting atau tamu negara. Dari bandara mereka bisa langsung menggunakan helikopter dan turun di helipad pinggir Pantai Masceti. ‘’Turun di helipad, mereka lalu naik lift luar untuk ke gedung museum. Begitu rencananya,’’ ungkap Wijana. Sementara terkait tahapan pembangunan tahun 2016 yakni finishing gedung utama museum, Wijana menyebut sudah terselesaikan. (kmb25)

Gianyar (Bali Post) Berbagai upaya dilakukan pihak kepolisian dalam mengantisipasi aksi balap liar atau trek-trekan dan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di malam hari. Salah satunya dengan menambah petugas yang berjaga dan patroli di lapangan. Di Gianyar, sejumlah ruas jalan yang kerap digunakan sebagai arena balap liar mendapat perhatian khusus kepolisian melalui patroli Blue Light Kijang Zebra. Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Gede Eka Putra Astawa seizin Kapolres AKBP Waluya, Jumat (13/1) kemarin, mengatakan pertebalan anggota Sat Lantas di lapangan saat malam hari merupakan wish commander Kapolda Bali. Dalam hal ini Polres Gianyar mulai beberapa hari lalu melaksanakan patroli Blue Light Kijang Zebra. ‘’Tujuannya adalah untuk mencegah dan mempersempit ruang gerak kemungkinan adanya trek-trekan ataupun adanya potensi laka lantas. Ini karena malam hari situasi jalan sepi dan kendaraan yang melintas cenderung berkecepatan tinggi,’’ ujarnya. Di program tersebut pihaknya menerjunkan para petugas berikut dua mobil patroli atau patwal dengan di-back up armada olah TKP di Jalan By-pass I.B. Mantra. Sementara di ruas jalan By-pass Dharma Giri dan

Bukit Jati, masing-masing satu armada patwal dan olah TKP dikerahkan. Patroli Blue Light Kijang Zebra ini dilakukan dengan rotator menyala dan sirine terbatas. Menurutnya, patroli digelar setiap hari mulai pukul 23.00 wita sampai 01.00 wita dilanjutkan kemudian pukul 02.00 wita hingga 04.00 wita. Apabila petugas menemukan aksi balap liar maka pelakunya langsung diamankan. Para petugas yang berpatroli juga akan langsung mengambil tindakan tegas dengan dibantu personel posko Polres Gianyar dan polsek setempat. Tindakan tegas pada pelaku balap liar harus dilakukan. Sebab berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, penindakan tegas terhadap pelaku balap liar di jalan raya dikenakan sanksi sesuai Pasal 297 jo. Pasal 115 huruf b tentang mengemudikan kendaraan bermotor dengan berbalapan di jalan dipidana satu tahun atau denda maksimal Rp 3 juta. Lebih lanjut dijelaskannya, kegiatan ini rutin dilaporkan kepada TMC Gianyar, Posko Gianyar termasuk posko polsek yang dilintasi untuk mendapat feed back. Tujuannya agar petugas yang berpatroli juga bisa langsung bergerak ketika ada informasi balap liar di rute patroli yang telah ditentukan. (kmb25)

Bali Post/ist

PATROLI - Para petugas Sat Lantas Polres Gianyar saat melaksanakan Patroli Blue Light Kijang Zebra.


KLUNGKUNG

10

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Air Laut Genangi Jalan di Lembongan Semarapura (Bali Post) –

Bali Post/dwa

KUNJUNGI - Made Joni Artana Aditya Putra dipangku ibunya (kiri) dikunjungi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Nyonya Ayu Suwirta.

KIS untuk Made Joni

SUDAH menginjak umur 6,5 tahun, Made Joni Artana Aditya Putra hanya bisa berbaring di pangkuan ibunya Kadek Devi (30). Meski begitu, keceriaan tetap tersirat di wajahnya yang lugu saat dikunjungi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Nyonya Ayu Suwirta di rumahnya di Banjar Bedauh, Dusun Kanginan, Desa Pesinggahan. Untuk bermain-main, Joni menggunakan tangan kiri karena tangan kanannya lemas. Jangankan berdiri di kedua kakinya, duduk sendiri saja tidak bisa. Ia hanya bisa beraktivitas di dekapan ibunya. Sebenarnya Joni lahir dalam kondisi sehat. Foto lucunya pada umur sembilan bulan masih dipampang di tembok rumah. Namun, saat berusia sembilan Joni mengalami panas disertai kejang-kejang sehingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Setelah berobat Joni kembali sehat bahkan mulai belajar duduk. Akan tetapi keadaannya berubah drastis setelah beberapa hari kemudian kepalanya mengalami pembesaran. Sang ayah Ketut Sutarjana kemudian membawanya ke rumah sakit yang ternyata anak keduanya ini didiagnosa mengalami hidrosefalus. Kondisi ini membuat pertumbuhan Joni terlambat dibandingkan anak-anak seumurannya. Saat ini ia terus menjalani pengobatan minimal setahun sekali. Dalam kesehariannya seperti makan dan aktivitas lainnya, Joni harus dibantu oleh orangtuanya. Bupati Suwirta mendatangi Joni untuk kesekian kalinya. Kali ini bupati memberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) agar ia bisa menjalani pengobatan. ‘’Pemkab Klungkung akan selalu hadir membantu meringankan beban keluarga Made Joni dan berharap ia bisa kembali normal seperti anak-anak kebanyakan,’’ katanya. (dwa)

Pembagian PHR Badung

Pemkab Godok Surat Kerja Sama Semarapura (Bali Post) –

Rencana Pemerintah Kabupaten Badung memberikan hasil dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) ke kabupaten lain belum menemukan titik temu. Masih banyak aturan yang harus disiapkan untuk melegalkan pemberian bantuan PHR secara langsung atau tanpa campur tangan Pemerintah Provinsi Bali. Pemkab Klungkung tengah menggodok surat kerja sama sebagai tindak lanjut dari rencana pembagian PHR tersebut. Bantuan PHR yang akan diberikan Badung kepada kabupaten Rp 342 miliar. Pembagian dilakukan dalam dua sistem, yakni merata dan proporsional. Enam kabupaten termasuk Klungkung mendapatkan bagian merata Rp 50 miliar, selanjutnya pembagian proporsional disesuaikan dengan jumlah rumah tangga miskin (RTM) di masing-masing kabupaten. Terkait pembagian proporsional, Kepala Bappeda Kabupaten Klungkung I Wayan Wasta dihubungi, Jumat (13/1) kemarin mengaku belum tahu berapa yang akan didapatkan oleh Klungkung. Menurutnya masih banyak yang perlu disiapkan agar pemberian PHR langsung oleh Badung itu sesuai dengan aturan. Saat ini pihaknya masih memproses surat kerja sama yang bentuknya seperti MoU. Surat ini penting sebagai legalitas pemberian penyisihan PHR. Persyaratannya tidak hanya surat kerja sama, tetapi juga izin dari Pemprov Bali termasuk mencabut MoU sebelumnya. “Pengajuan dilakukan dengan proposal. Kalau ini sudah disetujui Bupati Badung dan enam kabupaten lainnya, perlu ada izin lagi dari provinsi dan mencabut MoU yang dulu,” bebernya. Kabupaten Klungkung sebenarnya sudah lama menikmati penyisihan PHR Badung yang diberikan melalui Pemprov Bali. Klungkung memanfaatkannya untuk mengikuti Pesta Kesenian Bali (PKB) dan proyek fisik meningkatkan pariwisata, salah satunya penataan Monumen Puputan Klungkung guna menunjang program City Tour. Untuk mendapatkan penyisihan PHR, keenam kabupaten harus mengajukan proposal terlebih dulu. (dwa)

Air laut pasang di perairan wilayah Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, sejak Kamis (12/1) lalu. Naiknya air laut ini sampai menggenangi ruas jalan di tepi pantai, seperti di parkiran dan penyeberangan di sekitar Jembatan Kuning. Kondisi ini membuat warga yang sering parkir di sana harus memindahkan sepeda motornya. Wayan Bagiasa, salah seorang warga Lembongan, membenarkan hal itu. “Ketinggian air sampai 15 centimeter naik ke areal parkir. Banyak tukang ojek sampan dari Ceningan ke Lembongan kesulitan menurunkan sepeda motor,” ujarnya, Jumat (13/1) kemarin. Ia mengimbau warga tidak sembarangan memarkir sepeda motor di tepi pantai sekitar Jembatan Kuning. Sebab, air laut pasang diprediksi masih akan terjadi dalam bebehara hari ke depan. Bagiasa juga mengharapkan penumpang lebih berhatihati menyeberang dari Lembongan ke Ceningan menggunakan sampan, begitu juga sebaliknya. Sementara itu, pengerjaan perbaikan Jembatan Kuning tetap berjalan kendati air laut mengalami pasang. Akan tetapi menurut Kadis PU Klungkung I Gusti Nyoman

Supartana, pengerjaan fisik proyek jembatan yang dilaksanakan Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VIII ini molor. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Pihak BPJN Wilayah XIII, molornya penyelesaian fisik jembatan disebabkan permasalahan mobilisasi alat dan material ke lokasi. Kondisi alam yang tidak menentu termasuk pasang surutnya air laut juga mempengaruhi pengerjaan Jembatan Cinta tersebut. “Saat air laut surut, pekerja sama sekali tidak bisa mengangkut material. Jadi, kelancaran pembangunan jembatan sangat tergantung kondisi alam,’’ ujar Supartana. Meski begitu, ia menjamin proyek pembangunan Jembatan Kuning akan rampung pertengahan bulan ini. Apalagi saat ini pengerjaan sudah berjalan 90 persen. “Semoga tidak ada kendala, sehingga Jembatan Kuning segera dapat digunakan oleh warga,” tambahnya. (kmb) TERGANGGU – Pengerjaan perbaikan Jembatan Kuning yang menghubungkan Ceningan dan Lembongan terganggu kondisi alam.

Integrasi JKBM ke JKN

Bupati Siap Talangi Biaya Pengobatan RTM Semarapura (Bali Post) – Puskesmas Pembantu (Pustu) Pesinggahan, Dawan, dikujungi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Perbekel Desa Pesinggahan I Nyoman Suastika, Jumat (13/1) kemarin. Bupati mendapati kondisi pelayanan kesehatan yang sepi yang terjadi sejak awal 2017 pascaintegrasi JKBM ke JKN-KIS. Menurut Bidan Desa Pustu, Pesinggahan Ni Luh Nyoman Alit Mastriningsih, akhir tahun lalu selama dua minggu jumlah pengunjung mencapai ratusan orang. Namun memasuki awal tahun 2017, jumlah warga yang datang berobat dalam kurun waktu yang sama hanya 43 orang. Di sisi lain pihaknya tidak dapat berbuat banyak meladeni Bali Post/dwa masyarakat yang berobat dengan CEK PELAYANAN - Bupati Klungkung I Nyoman membawa kartu JKBM. Pasalnya, Suwirta (tengah) mengecek pelayanan di Puskes- kartu JKBM tidak bisa digunakan mas Pembantu Pesinggahan, Dawan, Jumat (13/1) lagi per 1 Januari 2017. Hal ini pula kemarin. yang menjadi penyebab masyarakat

Lansia Dapat Bantuan Semarapura (Bali Post) –

Melalui Mimbar Aspirasi Gema Santi yang rutin dilaksanakan setiap bulan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta beserta Nyonya Ayu Suwirta menyerahkan bantuan kepada para warga lanjut usia (lansia). Bantuan secara simbolis diberikan kepada Anak Agung Raka (80) di Puskesmas Klungkung I Gelgel, Jumat (13/1) kemarin. Walaupun bantuan hanya sekadar baju, Suwirta berharap bisa dijadikan kenang-kenangan dan bermanfaat untuk para lansia. Bupati juga menugaskan Kepala Dinas

Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ida Bagus Anom Adnyana untuk memenuhi kebutuhan lansia. “Yang paling penting para lansia harus terus semangat, terutama berolahraga secara rutin agar kesehatan tetap terjaga,” katanya. Agung Raka menyampaikan terima kasih atas kepedulian pemerintah yang sudah memberikan bantuan. “Semoga bantuan ini memberikan dampak yang positif buat kami para lansia untuk terus bersemangat menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (dwa)

utamanya yang termasuk dalam rumah tangga miskin (RTM) enggan memeriksakan kesehatannya. Bupati Suwirta minta kepada pustu dan puskesmas yang ada di Klungkung agar tetap memberikan pelayanan kepada RTM. Pihaknya siap menalangi biaya pengobatan masyarakat sambil menunggu proses verifikasi penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ini dilakukan agar masyarakat tetap bisa berobat meski tidak memegang Kartu Jaminan Kesehatan (JKN). “Jangan langsung disuruh ikut BPJS Kesehatan Mandiri. Bila

tidak punya KIS harus tetap dilayani. Komitmen ini harus nyambung ke bawah,’’ tegasnya. Bupati Klungkung juga mengunjungi Nyoman Nukariasih (35), warga yang mengalami kanker payudara. Pascamenjalani operasi, Nukariasih kini tidak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini membuat wanita yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga sebagai tukang acung di Pura Goa Lawah tersebut hidup dari belas kasihan keluarga besarnya. Sebab, suaminya I Nengah Sujana sampai saat ini tidak bekerja. Untuk meringankan beban keluarga tersebut, Bupati Suwirta mengangkat Sujana sebagai pegawai kontrak pemilahan sampah. Sujana diharapkan mau bekerja sehingga untuk memenuhi kehidupan seharihari keluarganya. (dwa)

Gantung Diri di Pohon Bayur Semarapura (Bali Post) –

Seorang warga bernama Ketut Ramiadi (22) tewas gantung diri di pohon bayur setinggi 20 meter di dekat pekarangan rumahnya di Dusun Glogor, Desa Pikat, Dawan, Klungkung. Saat ditemukan, Jumat (13/1) kemarin, jenazah korban sudah membusuk dan menyangkut di pohon, sehingga warga dan petugas kesulitan mengevakuasi. Informasi yang diperoleh di TKP, korban menghilang dari rumah sejak Rabu (11/1) lalu sekitar pukul 18.00 Wita. Jenazah korban pertama kali diketahui ibunya Ni Nengah Suri (50) sekitar 12.00. Berawal ketika Suri menghaturkan sesajen di sekitar rumahnya. Ia kaget melihat tangannya terkena tetesan darah. Ketika menengok ke atas dilihatnya tubuh anak bungsunya sudah tergantung di pohon.

Untuk menurunkan jenazah korban, petugas BPBD Klungkung yang dipimpin Putu Widiada terpaksa memotong pohon bayur setinggi 30 meter tersebut menggunakan mesin senso. Ketika pohon tumbang, jenazah ikut jatuh. Untuk mengurangi bau busuk, petugas menaburkan bubuk kopi di sekujur jenazah. Menurut Perbekel Pikat, Wayan Navi Sudarsa, jenazah korban harus dikubur hari ini. Menurut Suri, sebelum kejadian anaknya yang berpendidikan terakhir SMA menitip pesan kepada kakaknya Ni Nyoman Sulindri yang menikah ke Desa Paksebali, Dawan, dua minggu lalu. Korban meminta kakaknya tidak mencari obat lagi untuk dirinya dan tetap menjaga orangtua. “Saat itu anak saya mengaku akan membawa sakitnya sampai mati. Jadi, ia minta kakaknya agar menjaga orangtuanya,” katanya. (kmb)


Sabtu Wage, 14 Januari 2017

BULELENG

11

Pemkab Diminta Tegas Tempatkan Pedagang di Pasar Seririt Singaraja (Bali Post)-

Perbaikan Pasar Seririt sudah selesai dilakukan Pemkab Buleleng. Penempatan pedagang direncanakan berlangsung akhir bulan ini. Hal itu pun mendapat respons positif kalangan dewan. Ketua Komisi III DPRD Buleleng, Made Putri Nareni meminta pengelolaan pasar daerah itu nantinya bisa lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, penempatan pedagang juga harus dilakukan secara tegas.

Bali Post/ist

TERDAMPAR - Ikan Hiu Tutul ditemukan terdampar di sekitar dermaga Kampung Mandar Desa Sumberkima, Kamis (12/1) lalu.

Hiu Tutul Terdampar di Sumberkima

Singaraja (Bali Post) Warga Kampung Mandar, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak mendadak heboh dengan penemuan Hiu Tutul terdampar pada Kamis (12/1) lalu. Setelah warga berusaha menyelamatkan, ikan tersebut mati, Jumat (13/1) kemarin sekitar pukul 07.00 Wita. Warga pertama kali menemukan Hiu Tutul tersebut terdampar di sekitar dermaga yang bisa digunakan nelayan untuk menambatkan perahu sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu ikan masih bernafas, sehingga warga berusaha menolong dengan menarik tubuh ikan raksasa tersebut ke tengah laut menggunakan perahu. Setelah berhasil menarik, ikan itu bukannya kembali ke habitatnya, tetapi kembali ditemukan terdampar ke dekat dermaga sekitar pukul 20.00 Wita. Tubuh ikan ini kembali dihempaskan oleh ombak karena tidak mampu berenang. Pada sirip sebalah kiri terluka yang diduga akibat berkelahi dengan sesama ikan. Ikan itu mati sekitar pukul 07.00 Wita. Warga bersama polisi dan aparat terkait kemudian mengevakuasi bangkai hiu untuk dikuburkan. Uniknya, sebelum dikubur warga menghaturkan sesajen (banten) untuk mendoakan agar tidak ditemukan kembali ikan langka yang mengalami hal serupa. Kepala Satuan (Kasat) Polisi Perairan (Polari) AKP Putu Ariyana, seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawijaya membenarkan telah menerima laporan penemuan Hiu Tutul terdampar di Sumberkima. AKP Ariyana mengatakan, ikan itu ditemukan derdampar dan kondisinya lemas. Sirip sebelah kiri sudah ditemukan ada luka hingga mengeluarkan darah. (kmb38)

Dikatakannnya, Jumat (13/1) kemarin berdasarkan informasi yang diterima, perbaikan pasar yang sempat terbakar itu sudah selesai dilakukan pemkab. Hal yang masih dilakukan hanya pada pembersihan puing-puing bekas bangunan. Melihat kondisi itu, pemindahan pedagang yang selama ini berjualan di pinggir sejumlah ruas jalan direncanakan pemkab akan dimulai pada akhir bulan ini. Hal itu pun direspons positif karena dinilai sebagai salah satu cara untuk mengurangi kesan kumuh Kota Seririt. “Kalau pedagang dipindahkan, kesan kumuh akan bisa berkurang,” ungkapnya. Politisi Nasdem ini meminta pengelolaan pasar harus lebih baik dari sebelumnya. Itu tak

hanya terbatas pada penanganan kebersihan, tetapi pengawasan instalasi listrik juga perlu lebih diintensifkan. Jangan sampai bencana kebakaran kembali melanda pasar tersebut. “Pasar itu sudah berapa kali terbakar. Sekarang pengelolaan harus lebih baik,” tegasnya. Sementara itu, anggota Komisi III Kadek Sumardika mengatakan pertumbuhan pedagang di pasar seririt dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Pemindahan nantinya diharapkan dilakukan secara tegas, dalam artian lebih memprioritaskan pedagang yang sudah berjualan sebelum pasar terbakar. “Kami yakin pemkab sudah mengantongi data pedagang yang dulu. Tapi kan tidak menutup ke-

mungkinan ada pedagang baru yang ingin berjualan di sana juga. Ini harus tegas,” katanya. Politisi asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt ini juga menyebutkan pemindahan itu harus diimbangi dengan sosialisasi yang rutin. Hal ini penting untuk menghindari polemik nantinya. “Pedagang kaki lima di Jalan Gadjah Mada juga perlu diberitahu. Karena saya dengar ada yang ingin tetap berjualan di sana. Karena tempatnya strategis,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Buleleng, Ketut Suparto mengakui pemindahan pedagang itu direncanakan akhir bulan ini. Sebelum itu berlangsung, pihaknya akan menyerahkan

Singaraja (Bali Post)Petani cabai dan melon di Dusun Tegalenga dan Dusun/Desa Kalisada, Kecamatan Seririt harus menderita kerugian cukup besar, menyusul hasil panennya yang tidak maksimal. Hal tersebut dipicu, karena tanaman yang baru memasuki masa berbuah sempat terendam banjir hingga mengakibatkan pembusukkan batang. Berdasarkan pantauan di Dusun Tegalenga, Jumat (13/1) kemarin, tanaman

melon yang terhampar luas sebagian besar nampak layu. Beberapa batangnya juga nampak busuk dan buahnya yang belum memasuki masa panen layu. Perbekel Kalisada, Nyoman Bagiarta mengungkapkan tanaman melon yang demikian sebagai imbas dari banjir yang terjadi pada pertengahan Desember 2016. Saat itu air bercampur lumpur langsung masuk ke lahan pertanian dan terus menggenang. “Air itu luapan dari saluran

irigasi yang tersumbat. Senderan irigasi yang baru rampung empat bulan lalu juga turut jebol,” katanya. Lanjut dia, pascakejadian itu, pertumbuhan tanaman melon menjadi tidak normal. Secara perlahan daunnya menguning dan batangnya membusuk. Kualitas buahnya pun kurang baik. Masih muda sudah layu. Kondisi yang demikian menyebabkan petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. “Pertanian melon sam-

Bali Post/kmb38

RUSAK - Pascabanjir, kebun sayur dan strowberi milik petani di Desa Pancasari belum sepenuhnya diolah. Petani kehabisan modal, sehingga mereka pasrah dan membiarkan kebun terbengkalai.

bangunan ke bupati dan berlanjut ke PD Pasar selaku pengelola nantinya. “Sebelum pindah kami akan ada pertemuan dulu dengan instansi terkait. Terutama PD pasar yang nanti menaungi,” jelasnya.

Pedagang yang nantinya menempati pasar itu ditegaskan tetap sesuai dengan data sebelum kebakaran, sehingga dipastikan tidak overload. “Ini sudah disosialisasikan oleh PD Pasar,” pungkasnya. (kmb45)

pai hektaran. Itu semua panennya anjlok. Lebih dari setengah berkurang,” ungkapnya. Selain melon, kondisi serupa juga terjadi pada tanaman cabai. Akibat terlalu lama terendam, sebagian buahnya rontok. Parahnya lagi, kondisi itu justru terjadi saat harga cabai cukup mahal. Dihadapkan dengan persoalan demikian, petani hanya bisa pasrah. Guna mendapat penghasilan petani pun dibuat bingung. Jika ingin menanam

padi, ketersediaan air tidak mencukupi. “Sekarang petani benar-benar bingung. Kalau lahannya ditanami jagung, tanah terlalu basah. Kalau ditanami padi, malah kurang air,” ucap Bagiarta. Jika cuaca mendukung, sebut dia pertanian melon maupun cabai sangat cocok dikembangkan di daerahnya. Kualitas panen pun tergolong cukup baik. “Sayangnya cuaca sekarang kurang mendukung,” imbuhnya. (kmb45)

Tanaman Melon Terendam Banjir, Petani Merugi

Integrasi JKBM ke JKN

Hindari Warga Tercecer, Perbekel Diminta Validasi Ulang

Kehabisan Modal, Petani Biarkan Kebun Stroberinya Rusak

Singaraja (Bali Post) Petani sayur dan stroberi di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada belum seluruhnya kembali mengolah perkebunan mereka. Pasalnya, setelah banjir beberapa waktu lalu, lahan pertanian di desa ini rusak hingga total kerugiannya mencapai Rp 3,9 miliar. Untuk memulihkan kerusakan itu, petani harus menambah modal dengan mencari kredit bank. Bahkan kebanyakan petani membiarkan lahannya rusak karena tidak mampu menambah modal yang diperlukan. Pantauan di lapangan, Jumat (13/1) kemarin, lahan petani sebagian masih dipenuhi krikil, sampah plastik, dan potongan kayu yang hanyut saat banjir. Tanaman yang masih utuh belum sepenuhnya dipelihara. Tanaman tersebut sudah rusak dan kalau dipelihara hasilnya tidak seberapa. Sementara biaya untuk memulihkan jauh lebih tinggi dibandingkan hasil yang didapat. Petani pun terpaksa membiarkan lahannya terbengkelai sambil mengupayakan mencari tambahan modal dari pinjaman bank. Selain perkebunan sayur dan stroberi, pascabanjir saluran air di desa ini juga masih tampak dangkal. Salah satunya saluran air di Dusun Karma, saluran tertutup pasir dan krikil. Jika hujan volume air membesar bisa saja akan memicu air meluap dan menggenangi perkebunan warga. Saat ini warga mendapatkan informasi bahwa saluran itu akan dibersihkan oleh instansi terkait di Pemkab Buleleng. Warga berharap penanganan itu secepatnya dilakukan, mengingat curah hujan masih tinggi, kalau hujan mereka tidak lagi was-was air meluap hingga merendam tanaman sayur maupun stroberi yang selama ini dijadikan andalan untuk penghasilan. Perbekel Desa Pancasari Wayan Darsana ditemui di kantornya mengatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukan, kerugian tanaman akibat banjir mencapai Rp 3,9 miliar lebih. Sementara kerusakan materiil dan fasilitas umum tercatat sekitar Rp 200 juta lebih. Untuk membantu petani memulihkan kebun atau mengoptimalkan tanaman yang masih ada, sejauh ini belum ada pendampingan dari instansi terkait di pemkab. Program pendampingan sejatinya sangat diharapkan, karena tidak sebagian besar petani merugi. Kalau ada pendampingan untuk menyelamatkan tanaman yang ada, petani bisa saja mendapat hasil dijadikan modal kembali memulihkan areal kebunnya pascabanjir. Menurut Darsana, penanganan saluran air yang sempit dan dangkal, sejauh ini sudah ada survei dan pengukuran volume saluran yang akan diperbaiki. Informasi yang diterimanya total anggaran tahun ini untuk memperbaiki saluran yang memicu banjir sebesar Rp 1,7 miliar. (kmb38)

Bali Post/kmb45

RAMPUNG - Pasar Seririt sudah rampung diperbaiki. Pasar ini direncanakan akan ditempati pedagang pada akhir bulan ini.

Bali Post/kmb38

KAMPANYE - Calon Bupati nomor urut dua Putu Agus Suradnyana melakukan kampanye di wantilan Pura Ulun Danau Buyan, Jumat (13/1) kemarin. (kmb38)

PASS Genjot Penanganan Kerusakan Lingkungan Danau Buyan

Singaraja (Bali Post) Kerusakan lingkungan Danau Buyan akibat pendangkalan dan tutupan permukaan air oleh eceng gondok semakin mendapat perhatian serius. Selama ini pemerintah daerah telah melakukan penanganan dengan pengerukkan sedimentasi dan membersihkan eceng gondok. Tahun 2017 penanganan itu kembali dioptimalkan dengan melakukan pendekatan dengan pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan calon Bupati Buleleng nomor urut dua, Putu Agus Suradnyana saat menghadiri kampanye terbatas di wantilan Pura Ulun Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Jumat (13/1) kemarin. Kampanye lanjutan ini selain mengundang tokoh masyarakat dari delapan desa di Kecamatan Sukasada, juga dihadiri oleh grup pecinta otomotif di Buleleng. Jika bisanya rombongan kampanye menaiki bus, kali ini calon bupati Agus Suradnyana datang ke lokasi menaiki motor gede (moge-red). Tiba di arena kampanye, PASS dan calon wakil bupati Nyoman Sutjidra disambut oleh masa pendukungnya. Bahkan PASS langsung didaulat menyanyikan lagu Bali berjudul ‘’Arta Utama’’ yang diiringi oleh Band Lolot. Suasana berubah menjadi riuh seperti mirip konser musik. Masa langsung ikut berjingkrak seolah tidak ada jarak dengan PASS yang memang terkenal dekat dengan masyarakat berbagai kalangan.

Usai kampanye, Agus Suradnyana mengatakan Pancasari merupakan desa yang memiliki danau yang sejak lama terkesan terlupakan. Pendangkalan dan tutupan permukaan air oleh enceng gondok dan rumput liar lainnya merupakan persoalan lama yang tidak tertangani dengan baik. Ini terjadi karena pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk menangani kerusakan lingkungan danau tersebut. Sebaliknya, kewenangan penanganan kerusakan itu oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpu-Pera). Setelah lama danau ditinggalkan, saat memimpin Buleleng periode pertama pihaknya sudah melakukan upaya penanganan dengan memohon bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Selain itu, pemkab juga sudah melakukan penanganan dengan dana APBD melalui pembersihan eceng gondok dengan melibatkan kelompok nelayan dan warga lokal. Upaya bersama antara BWS dan pemkab ini sudah membuahkan hasil. Sedimentasi sudah berhasil dikeruk dengan menggunakan alat berat bantuan dari BWS. Sementara pembersihan eceng gondok juga sudah memberikan hasil dan kelompok nelayan mendapatkan manfaat dari hasil penjualan pupuk organik yang diproduksi dari mengolah eceng gondok menjadi pupuk. “Upaya kami saat memimpin periode pertama

sudah ada dengan bantuan pemerintah pusat. Kita juga membersihkan eceng gondok itu. Upaya saya tidak lepas dari manfaat festival yang kita lakukan untuk mengenalkan danau walau rusak, sehingga orang yang datang tahu kondisi danau dan membantu kita untuk menangani kerusakannya,” jelasnya. Untuk melanjutkan program penanganan kerusakan Danau Buyan, Agus Suradnyana berjanji kembali melakukan pendekatan politik dengan pemerintah pusat. Upaya ini lebih mengoptimalkan perhatian pemerintah pusat atas kerusakan lingkungan danau yang tidak saja menjadi sumber air Buleleng, namun menopang ketersediaan sumber air untuk kabupaten lain di Bali. Tahun 2017 ini BWS telah membantu alat berat dengan kapasitas pembersihan sedimentasi lebih besar dibandingkan yang sudah dioperasikan. Bahkan tahun 2018 mendatang pemerintah pusat menjanjikan akan membantu alat berat khusus berupa drager untuk mengoptimalkan pembersihan endapan sidimentasi dan eceng gondok. “Tahun ini pusat sudah membantu alat berat yang kepasitasnya lebih besar dan setelah saya cuti nanti kembali kami melakukan pendekatan dengan Dirjen SDA, sehingga penanganan lingkungan danau ini akan semakin cepat dituntaskan,” imbuh Agus sembari diiyakan calon Wakil Bupati Nyoman Sutjidra. (kmb38)

Singaraja (Bali Post)Integrasi Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang merupakan program Pemprov Bali ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Januari 2017 menuai keresahan sejumlah warga di Kabupaten Buleleng, karena namanya tidak ter-cover. Supaya tak terus berlanjut, pemerintah desa diminta kembali melakukan validasi. Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RPD) Komisi IV DPRD Buleleng bersama Forum Komunikasi Kepala Desa dan Lurah Buleleng, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BPJS, Jumat (13/1) kemarin. Pada rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV Ketut Wirsana, Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Komang tak menampik integrasi JKBM ke JKN itu memunculkan kekhawatiran sejumlah masyarakat yang salah satunya karena namanya tidak tercacat sehingga tidak mendapat jaminan. Namun ditegaskan masyarakat yang sudah terdata sebagai peserta JKBM itu bisa langsung mendaftar kembali di masing-masing kepala desa guna mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Masyarakat tidak usah resah. Yang dulu ikut JKBM bisa masuk ke JKN. Tinggal daftar saja,” tegasnya. Supaya seluruh masyarakat yang layak mendapatkan jaminan mampu ter-cover dan tidak ada yang tercecer, pemerintah desa dalam hal ini Perbekel diminta kembali melakukan validasi. Jika ada masyarakat yang mengalami perubahan status, seperti meninggal dunia, pindah domisili atau yang sudah memiliki KIS juga harus didata secara jelas. “Dan jika ada warga yang sakit memerlukan penanganan fasilitas kesehatan segera, sedangkan belum memiliki KIS warga tersebut bisa segera melaporkan ke Kepala Desa setempat atau langsung ke dinas Sosial,” katanya. Laporan itu, menurut pejabat asal Tejakula

ini akan dibuatkan rekomendasi untuk diteruskan ke BPJS supaya segera bisa di terbitkan kartu KIS-nya, sehingga kekhawatiran yang sebelumnya dirasakan tidak terjadi lagi. Kepala Dinas Kesehatan Buleleng I Gusti Nyoman Mahapramana menyebutkan dari 117.349 jiwa yang terdata sesuai dengan data base masih tersisa kuota. Hal itu dikarenakan banyak warga yang meningal ataupun pindah domisili. Disampaikan pula, sesuai dengan kajian pihaknya dari anggaran Rp 188 miliar pada 2017 yang terdiri atas dana pusat Rp 71 miliar, Provinsi Rp 61 miliar dan dari pemerintah Daerah Rp 56 miliar, masih terdapat kuota penerima jaminan JKN untuk Kabupaten Buleleng sebanyak 201.258 jiwa. Berdasarkan hal itu, masyarakat yang belum ter-cover diminta tidak resah. “Masyarakat tidak usah khawatir. Asalkan pendaftarannya sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan, pasti dapat,” tegasnya. Hal senada juga disampaikan Kepala Cabang BPJS Singaraja Made Sukmayanti. Kuota penerima JKN ini masih tersisa cukup banyak. Supaya masyarakat yang dinyatakan berhak bisa mendapat jaminan, peran aktif dari kepala desa untuk melakukan pendataan sesuai dengan mekanisme yang sudah ditentukan sangat diperlukan. “Sekarang tergantung pemerintah desa, aktif atau tidak melakukan pendataan,” ucapnya. Sementara itu Ketua Komisi IV Ketut Wirsana menyebutkan berdasarkan informas yang diterima, terdapat sekitar 3.200 warga yang belum terdaftar mendapat jaminan. Munculnya hal tersebut salah satunya akibat validasi yang kurang maksimal. “Melalui rapat ini, kepala desa yang hadir bisa menginformasikan kepada rekan-rekannya yang tidak hadir guna mendapatkan informasi yang sangat penting ini,” tandasnya. (kmb45)

Bali Post/kmb45

RPD - Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Buleleng bersama Forum Komunikasi Kepala Desa dan Lurah Buleleng, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BPJS, Jumat (13/1) kemarin.


JEMBRANA

12 Wabup Minta OPD Intens Koordinasi dengan Pusat Negara (Bali Post) – Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk mengintensifkan koordinasi serta komunikasi terkait beberapa proyek yang dikerjakan pemerintah pusat. Pejabat daerah harus lebih intens melakukan koordinasi atau melaporkan kepada pusat terkait permasalahan pada proyek-proyek ini. Kendati kewenangan serta aset menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, namun karena wilayah kerja berada di kabupaten sehingga koordinasi itu penting dilakukan. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat melakukan sidak proyek perbaikan jalan nasional milik pemerintah pusat bertempat di Jalan Sudirman, Jumat (13/1) kemarin. Turut mendampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup I Wayan Darwin, serta Kabid Bina Marga I Wayan Sudiarta bersama jajaran staf terkait. “Jangan sampai proyek-proyek yang tujuannya baik untuk meningkatan kualitas infrastruktur di daerah tersebut justru menambah dan memunculkan persoalan baru,“ kata Kembang. Wabup Kembang meminta koordinasi dan pengawasan karena melihat hasil pengerjaan proyek nasional di bawah Balai Besar Jalan Nasional tampak mengganggu fungsi maupun manfaat aset-aset milik daerah. Seperti pohon perindang yang tertutup hotmix, sehingga dikhawatirkan menghalangi pertumbuhan pohon tersebut. Selain itu, di beberapa titik lubang air di tepi trotoar juga tersumbat akibat proses pengaspalan sehingga mengganggu aliran air dari jalan nasional. Kepada pejabat terkait dirinya meminta agar membudayakan koordinasi dan menjalin komunikasi sedari awal. Meskipun proyek tersebut dikerjakan pusat, namun mesti ikut diawasi OPD terkait, sehingga hasilnya bisa memuaskan semua pihak. Berbagai masukan itu dinilainya perlu, karena yang paling paham mengenai wilayahnya adalah perangkat kerja di Jembrana. Sementara Kabid Bina Marga I Wayan Sudiarta mengaku telah berkoordinasi dengan pihak balai jalan untuk memperbaiki temuan tersebut. Pihak balai juga siap memperbaiki lubang-lubang saluran air yang tertutup hotmix sehingga lebih lancar. (kmb26)

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Buruh Perkosa Siswi SMK

Negara (Bali Post) -

Aksi pemerkosaan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jembrana. Seorang siswi SMK kelas XII berinisial Ni Made MJA (18), warga Melaya, diperkosa oleh I Gusti Putu Ariawan alias Alit alias Gus Ade (25), warga Banjar Tegalasih, Desa Batuagung, Jembrana. Korban digarap pelaku di dekat GOR Kresna Jvara, pada Selasa (10/1) malam. Setelah kasus ini dilaporkan ke Polres Jembrana, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku, Kamis (12/1) lalu. Rupanya, pelaku ini merupakan residivis kasus pencurian yang kini bekerja sebagai buruh serabutan. “Pelaku sudah kami amankan. Kasusnya masih didalami,” kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai seizin Kapolres Jembrana, Jumat (13/1) kemarin. AKP Yusak menjelaskan terjadinya aksi pemerkosaan ini berawal ketika korban dan pelaku berkenalan lewat BlackBarry Massager (BBM). Kuat dugaan, pelaku telah merencanakan dengan matang aksi bejatnya ini. Hal itu terlihat dari strategi pelaku. Salah satunya, pelaku menggunakan dua nama berbeda saat berkenalan lewat BBM dengan korban. Satu nama sebagai Alit dan satunya lagi Gus De. Perkenalan antara pelaku dengan korban ini terjalin sejak beberapa minggu lalu. Awalnya, pelaku mengaku bernama Gus De, tinggal di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jem-

brana. Setelah lama ngobrol lewat BBM, pelaku (Gus Ade) mengajak korban ketemuan, Selasa (10/1) sekitar pukul 21.30 wita. Ajakan pelaku pun diterima korban tanpa curiga. Untuk pertemuan itu, pelaku mengaku menyuruh temannya untuk menjemput korban. Hal itu pun yang dilakukan pelaku, korban tidak keberatan. Nah, datanglah pelaku ini ke rumah korban dan mengaku bernama Alit. “Alit dan Gus De ini sebenarnya satu orang. Saat menjemput itu, pelaku mengaku bernama Alit dan disuruh menjemput korban oleh Gus De,” terangnya. Mereka pun akhirnya keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor. Dalam perjalanan, tepatnya di lapangan Desa Pergung, Mendoyo, hujan turun sehingga mereka memilih berteduh. Di sini, korban sempat mengirim pesan lewat BBM ke Gus De dan meminta dijemput di lapangan Pergung. Karena yang dikirimi pesan berada di sampingnya, pelaku dengan sembunyi-sembunyi membalas pesan korban.

Pelaku (Gus Ade) mengatakan kalau dirinya sedang berada di Gedung Kesenian Bung Karno bersama teman-temannya. Korban dan Alit diminta menunggu dirinya di jalan desa dekat GOR Kresna Jvara. Tak berselang lama, mereka pun kembali jalan dan korban diajak ke dekat GOR

Kresna Jvara, Kelurahan Dauh Waru, Jembrana. Di tempat yang sepi dan gelap ini mereka berdua dudukduduk. Korban kembali mengirim pesan ke Gus Ade, namun tidak dibalas. Seiring berjalannya waktu, pelaku sambil merokok dan mengatakan kepada korban kalau dirinya memiliki indra keenam. Hal ini dilakukan pelaku untuk menakut-nakuti korban. Karena takut, korban pun menangis. Korban meminta kepada pelaku untuk melind-

unginya dari gangguan setan itu. Nah, kesempatan inilah yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya. Pelaku bersedia melindungi korban dan mengusir setan itu dengan syarat korban bersedia bersetubuh dengannya. Pelaku kemudian mencekik leher korban dari belakang sambil mengancam jika tidak mau diajak bersetubuh, maka korban akan dibunuh. Mendapat ancaman itu, korban pasrah sehingga pelaku dengan leluasa melampiaskan nafsunya. (kmb26/kmb)

DIAMANKAN - Pelaku pemerkosaan ketika diamankan di Polres Jembrana.

Bali Post/kmb


KARANGASEM

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

13

DPKP Petakan Kondisi Perumahan

Amlapura (Bali Post) Perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), membuat sejumlah lembaga punya tugas baru. Seperti halnya Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) menjadi Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP). Kini, lembaga ini punya tugas baru untuk melakukan pemetaan kondisi riil perumahan di seluruh Karangasem. Dihubungi Jumat (13/1) kemarin, Sekretaris DPKP I Made Hadi Susila mengatakan, proses pemetaan akan dilakukan mulai tahun ini. Tahun pertama, proses pemetaan direncanakan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Karangasem, Abang dan Bebandem. Sedangkan, sisanya menyusul pada tahun kedua. Tugas ini tergolong baru, karena sebelumnya beban tugas terkait perumahan ada pada Dinas PU bersama Bappeda. “Dari proses pendataan ini, nanti akan didapat berapa rumah layak huni dan berapa yang tidak layak huni,” katanya. Jika data riil sudah dikantongi, maka Pemkab Karangasem nantinya bisa lebih mudah untuk melakukan penanganan. Data ini, sangat penting karena selama ini Karangasem sering ditemukan rumah tak layak huni. Agar proses pemetaan ini nyambung dengan penanganan dari lembaga lain, Hadi Susila menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PU dan Bappeda Karangasem. Dengan begitu, apa yang direncanakan terhadap rumah tak layak huni, terintegrasi dengan perumahannya, sistem drainase hingga pengelolaan limbahnya. Termasuk, rumahrumah penduduk yang belum dilengkapi dengan jamban. Hadi Susila menegaskan, persoalan tak adanya jamban ini memang terkesan sederhana. Tetapi, sebenarnya implikasinya luas. Contohnya, air sungai bisa tercemar. Belum lagi limbah lain yang dibuang ke sungai. Bila air sungai tercemar dan airnya dimanfaatkan untuk konsumsi warga, di sana kesehatan warga bisa terganggu. “Jangankan di desa-desa, di dalam kota saja masih ada yang tak punya jamban sehingga buang air besar harus ke sungai,” ujarnya. Seperti diketahui, DPKP sebagai OPD baru, ada beberapa kewenangan yang dipangkas. Antara lain, kewenangan pengelolaan TPA Linggasana hingga jasa penyedotan tinja. Seluruh kewenangan itu berserta seluruh armada dan petugasnya, kini berada di bawah Dinas PU Karangasem. Selain ada yang dipangkas, namun ada juga kewenangan yang ditambah. Kini, bidang perumahan yang sebelumnya ada di bawah Bappeda, ada di bawah kewenangan DPKP. Demikian juga untuk kawasan pemukiman yang sebelumnya kewenangannya ada di Dinas PU. (kmb31)

Baru Mengurus Izin

Toko Berjaringan Diizinkan Beroperasi Amlapura (Bali Post) Baru saja ditutup karena tak mengantongi izin, lima toko berjaringan kembali dibiarkan beroperasi. Alasannya, pemiliknya telah melakukan proses pengajuan izin ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Karangasem. Dihubungi wartawan, Jumat (13/1) kemarin, Sekretaris Satpol PP Karangasem Wayan Putu Laba Erawan mengakui tetap membiarkan kelima toko berjaringan itu, yakni yang berlokasi di Jalan Ngurah Rai, Jalan Gajah Mada, Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani dan Candidasa. Dia juga membenarkan alasannya karena pemiliknya sudah mengurus izin. Menurutnya, Satpol PP membiarkan segel dibuka dan toko berjaringan itu beroperasi lagi, karena sudah ada surat dari KPPT bahwa pemilik kelima toko berjaring itu sudah melakukan proses perizinan. Laba Erawan menambahkan, masih terdapat dua toko berjaringan yang belum diberikan beroperasi. Keduanya berada di Kecamatan Rendang dan Sidemen. Keputusan itu diambil karena keduanya sama sekali tidak ada izin maupun sedang proses melakukan izin. Memang lokasi kedua toko berjaringan itu tidak sesuai dengan peruntukan, sehingga Pemkab Karangasem menolak memproses pengajuan izinnya. Sebelumnya, dalam sidak Tim Yustisi terhadap toko berjaringan pada Desember 2016 lalu, terdapat enam toko berjaringan yang disegel karena tidak memiliki izin beroperasi. Keenam toko berjejaring tersebut, di antaranya berlokasi di Jalan Gajah Mada, Jalan Sudirman, Jalan Ngurah Rai, Jalan Ahmad Yani, Candidasa dan Yeh Malet. Sidak Tim Yustisi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama di dalam Kota Amlapura, tahap kedua menyasar toko berjejaring di Candidasa dan Yeh Malet. Data yang dihimpun selama 2016, sudah terdapat 23 toko modern. Di mana 13 di antaranya sudah berizin, bermasalah 8 toko dan yang tidak memperoleh izin 2 toko yaitu yang berada di Kecamatan Rendang dan Sidemen. Sementara itu, disinggung mengenai 8 toko yang bermasalah, dia menjelaskan bahwa toko tersebut belum melengkapi izin kelengkapan, di mana toko tersebut baru memiliki HO dan izin bangunan. Lima dari delapan toko inilah yang sudah kembali beroperasi. Terkait upaya penyegelan yang marak dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Karangasem pada awal tahun ini, sebagai langkah untuk mengamankan temuan Inspektorat Daerah Provinsi Bali mengenai toko berjaringan yang menjamur di wilayah Karangasem. (kmb31)

Bali Post/kmb31

PENATAAN - Salah satu bagian penataan Kota Pusaka, open stage yang sudah selesai dibangun.

Dipertanyakan, Penataan Kota Pusaka di Lapangan Candra Buana

Amlapura (Bali Post)-

Proyek penataan Kota Pusaka yang dipusatkan di Lapangan Candra Buana, Amlapura mulai menjadi sorotan masyarakat. Aktivitas pengerjaan sudah tidak ada lagi, tapi proyek ini belum tuntas. Sementara, bagaimana nantinya pengelolaan untuk pemanfaatan tempat ini, juga masih gabeng atau belum jelas. Kondisi ini menjadi sorotan Garda Tipikor Indonesia (GTI) Karangasem. Sekretaris GTI Karangasem I Dewa Gede Juni Antara mengaku banyak menerima laporan masyarakat terkait situasi di tempat itu. Terutama saat malam hari, ada banyak kekhawatiran masyarakat terhadap tempat ini karena takut disalahgunakan anak muda yang nongkrong di sana saat malam hari. Terlebih, situasi di sekitarnya gelap karena belum adanya lampu penerangan. Sebab, hingga awal tahun 2017, pengelolaannya belum jelas.

Siapa yang mengelola, peruntukannya untuk apa, ini menjadi tanda tanya masyarakat di sekitarnya. “Sekarang tempat itu siapa yang mengelola, setiap sore banyak masyarakat datang berolahraga. Pada malam hari juga tidak kalah banyak, untuk melakukan kegiatan yang tidak jelas,” kata Juni Antara, Jumat (13/1) kemarin. Juni Antara menegaskan, setiap aset harus dipelihara dan dikelola dengan jelas. Apalagi, penataan Lapangan Candra Buana sebagai bagian dari penataan aset Kota Pusaka ini sudah

menyedot anggaran pemerintah pusat sebesar Rp 4,1 miliar. Kalau memang penataan itu sudah selesai, pemerintah daerah diminta memanfaatkannya agar tepat guna. Sebagaimana informasi awal, tempat ini rencananya akan dimanfaatkan untuk pementasan seni budaya dengan stage yang cukup mewah dan besar. Ini menjadi bagian dari rencana Pemkab Karangasem untuk memenuhi target kunjungan wisatawan sebesar 1 juta orang wisatawan per tahun. Selain itu, juga difungsikan sebagai tempat rekreasi masyarakat Kota Amlapura. Kondisi di lapangan, ada beberapa proses finishing yang belum selesai. Seperti pengerjaan satu unit bale di sebelah barat lokasi proyek, akses ke tempat parkir, finishing beberapa unit bangunan dan sarana fasilitas

umum lainnya hingga penataan kebun di areal tersebut. Taman air mini yang dibangun di tengah lokasi juga belum berfungsi. Meski banyak pengerjaan belum tuntas, tapi di lokasi sudah tidak ada aktivitas pengerjaan lagi. Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini mengubah total Lapangan Candra Buana. Dari awalnya lapangan olahraga, berubah menjadi ruang terbuka hijau yang dilengkapi stage. Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Karangasem Nyoman Sutirtayasa mengatakan, pengerjaannya memang belum selesai. Setelah berkoordinasi dengan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan di Provinsi Bali, selain proses finishing, ada satu unit Bale Pasandekan yang belum tuntas dikerjakan. Penyebabnya,

awalnya Bale Pasandekan itu direncanakan dibangun 3 meter kali 6 meter. Namun, setelah dievaluasi oleh Wakil Bupati Karangasem, akhirnya diubah menjadi ukuran 6 m x 10 m. Mengenai sisa pengerjaannya, Sutirtayasa menegaskan akan dikoordinasikan kembali antara pihak Kementerian dengan pemerintah daerah. Apakah nantinya sisa pengerjaannya akan dilakukan oleh pemerintah daerah, masih dikoordinasikan. Seperti diketahui, Karangasem masuk dalam kategori A Kota Pusaka, yakni sebagai 10 Kota Pusaka terbaik se-Indonesia. Dengan status sebagai Kota Pusaka, pemerintah daerah berharap berbagai aset Kota Pusaka seperti Tenganan Pegringsingan dan yang lainnya, tetap bisa dilestarikan. (kmb31)

Hajar Istri, Minta Ampun di Kantor Polisi Amlapura (Bali Post)Penyesalan selalu datang terlambat, seperti yang dilontarkan I Komang Sugita (43). Setelah nekat menghajar istrinya hingga babak belur, pekerja swasta asal Banjar Ancut, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem itu akhirnya mengaku bersalah. Untuk bisa mendapatkan kembali cinta sang istri, dia bahkan tak malu minta ampun di kantor polisi. Sugita ‘menghadiahi’ istrinya, Ayu Putu Semadi (27) dengan serangkaian pukulan

dan tendangan hingga mengakibatkan perempuan asal Banjar Umanyar, Desa Ababi, Kecamatan Bebandem, Karangasem itu luka memar pada lengan kiri dan kedua tangannya serta lecet pada bokong kiri dan paha kanan. Aksi penganiayaan Senin (1/1) itu, bahkan membuat ibu dua anak itu tak bisa beraktivitas sampai berhari-hari. Emosi Sugita memuncak hanya karena masalah sepele. Dia ngamuk membabi-buta karena tak senang melihat Ayu Semadi membeli sim card

telepon seluler. Sim card itu rencananya digunakan Ayu Semadi menelepon keluarganya di Ababi untuk menanyakan kondisi ibu kandungnya yang sedang sakit keras. Sugita sendiri memang sejak awal tidak setuju dengan niat istrinya tersebut. Puncak dari aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu adalah Ayu Semadi minggat ke rumah orangtua kandungnya. Itu terjadi setelah aksi penganiayaan. Dia bahkan pulang membawa anak

ANDALAN - Taman Ujung Soekasada merupakan salah satu objek wisata andalan Karangasem untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara ke kabupaten di ujung timur Pulau Bali ini.

Bali Post/dok

keduanya yang masih balita. Berhari-hari ditinggal sang istri, rupanya membuat Sugita kelabakan. Lewat mediasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Karangasem, Jumat (13/1) kemarin, keinginannya untuk berdamai dengan sang istri akhirnya menjadi kenyataan. Mediasi berlangsung di Mapolsek Selat yang juga melahirkan keputusan bahwa Ayu Semadi mencabut laporannya. “Laporan sudah dicabut dan mereka sepakat untuk rujuk lagi. Tapi

untuk sementara ini, pihak istri masih akan tinggal di rumah orangtua kandungnya,” jelas Ketua P2TP2 A Karangasem, Ni Made Rusmini. Rusmini mengatakan, P2TP2A berkepentingan pasutri itu rujuk lagi demi masa depan anak-anak mereka. Pihaknya berharap Sugita menaati janji yang dituangkan dalam surat pernyataan. “Kalau sampai berbuat lagi, surat pernyataan itu bisa menjadi dasar untuk pelaporan ke pihak berwajib,” ungkapnya. (kmb)

Serangan DB Belum Berakhir

11 Warga Jalani Perawatan di RSUD Karangasem

Amlapura (Bali Post)Kasus demam berdarah di Karangasem sudah mengalami penurunan, namun serangan “si poleng” atau nyamuk Aedes aegypti belum berakhir. Selama Januari ini cukup banyak warga yang terjangkit, 11 orang di antaranya tercatat menjalani perawatan di RSUD Karangasem. “Puncak DB terjadi Mei 2016 lalu sebanyak 606 kasus, kemudian terus menurun Desember 54 kasus. Januari ini sudah ada 11 pasien, memang jauh di bawah periode yang sama tahun 2017 sebanyak 78 kasus,” kata Humas RSUD Karangsem Sang Ayu Made Sri Damayanti, Jumat (13/1) kemarin. Jumlah penderita DB pada awal tahun 2017 ini dipastikan lebih banyak karena sejumlah pasien melakukan perawatan di rumah sakit swasta seperti RS BaliMed Karangasem. Salah satu pasiennya anggota DPRD Karangasem I Nyoman Mardana Wimbawa. Politisi asal Desa Culik, Kecamatan Abang itu masuk rumah sakit, Senin (9/1) lalu, dengan gejala demam dan sakit kepala. “Kenanya tak tahu di mana, yang jelas saya sudah kena dua kali,” ungkapnya.

Salah satu pasien yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Karangasem, yakni I Kadek Suarjana (22), berdomisisi di Gang Samsam, Jalan Untung Surapati, Banjar Kertabuana, Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem. Pekerja swasta ini juga masuk rumah sakit, Senin (9/1) lalu. “Panasnya sejak Jumat lalu, dibawa ke RS Karangasem langsung opname,” ujar kerabatnya, I Gede Buda (45). Menurut Gede Buda, selain Suarjana masih ada beberapa warga Galiran yang juga terjangkit DB. Salah satunya, seorang anak berusia enam tahun, tapi saat ini bocah tetangga Suarjana itu sudah sembuh. Musim hujan yang terjadi belakangan ini ditengarai sebagai pemicu kembali merebaknya kasus DB. Atas kejadian tersebut, warga berharap ada penanganan dari pemerintah. Di antaranya dengan melakukan fogging (pengasapan) atau mengecek jentik yang ada. Di lain pihak, pemerintah juga mengharapkan masyarakat rutin melakukan kerja bakti melaksanakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk. (kmb)


TABANAN

14 Sembahyang di Gunung Batukaru

Empat ”Pamedek” Kelelahan Tabanan (Bali Post) – Empat pamedek yang bersembahyang ke Puncak Gunung Batukaru terpaksa menghentikan pendakiannya di tengah perjalanan dan meminta pertolongan akibat kelelahan. Tim SAR memerlukan waktu hampir 14 jam untuk mengevakuasi mereka dengan aman menuruni Gunung Batukaru. Dari informasi di lapangan, Kamis (13/2), keempat pamedek, yaitu I Putu Miasa (47), Ketut Wirata (51), Wiryasa (57) dan Yeni (41) mendaki ke Puncak Batukaru melalui Pura Petali Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan tanpa pemandu. Sekitar pukul 20.15 Wita, mereka kelelahan dan kram kaki, lalu menghubungi kerabatnya untuk minta

Bali Post/ist

EVAKUASI - Proses evakuasi empat pamedek yang kelelahan saat mendaki Gunung Batukaru.

pertolongan. Pihak keluarga kemudian melapor ke Basarnas Bali dan langsung melakukan pencarian dimulai dari Puncak Petali. Setelah beberapa jam mencari, didapati keempat pamedek ada di koordinat 8.20’19.76 S–115.5’49.88 E dengan ketinggian 2.100 mdpl. Mereka kemudian dibawa turun dan 14 jam berselang tepatnya, Jumat (13/1) kemarin sekitar pukul 11.00 Wita tiba kembali dengan selamat. Yeni yang tinggal di By-pass Ir. Soekarno, Tabanan, mengaku lega setibanya di halaman Pura Luhur Bujangga, Desa Jatiluwih. Wanita yang mengenakan pakaian sembahyang berwarna putih ini melakukan pendakian bersama suami dan dua orang kerabatnya pada Kamis (12/1) pagi, sekitar pukul 08.00 Wita. ‘’Ini kali kedua saya mendaki Gunung Batukaru. Sebelumnya bersama rombongan melalui wilayah Pujungan, Pupuan,” katanya. Kasi Ops Sar Bali I Gede Darmada menyebutkan pihaknya menerima laporan terkait pendaki yang kelelahan di Gunung Batukaru sekitar pukul 20.00 Wita. Selanjutnya melakukan koordinasi dengan Polsek Penebel dan sekitar pukul 21.00 Wita, tiba di Jatiluwih tepatnya di halaman Pura Luhur Bujangga. ‘’Mereka tidak menggunakan pemandu lokal. Padahal ada saran dari Desa Adat Jatiluwih dan Polsek Penebel jika melakukan pendakian harus disertai pemandu lokal,’’ katanya. (kmb24)

Sertijab Kalapas

Murdiana Gantikan Ardana Tabanan (Bali Post) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tabanan berganti pucuk pimpinan. Kepala Lapas Ida Bagus Ardana digantikan I Putu Murdiana, mantan Kalapas Kelas II B Serui, Provinsi Papua. Ardana selanjutnya menempati posisi baru sebagai Kabid Binpas (Pembinaan, Bimbingan Pemasyarakatan, Pengentasan Anak, Informasi dan Komunikasi) di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bangka Belitung. Acara serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Aula Lapas, Jalan Gunung Agung Nomor 21 Tabanan, Jumat (13/1) kemarin. Sebagai pejabat baru, Murdiana mengemban tugas terkait masalah lapas yang kelebihan penghuni (overload) hampir 150 persen dari kapasitas normal. Murdiana berharap bisa mengatasi persoalan tersebut di kemudian hari. Salah satu programnya adalah mengikutsertakan warga binaan dalam program binaan lanjutan, sehingga lebih cepat bebas dengan memperoleh akat bersyarat seperti pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas atau akat bersyarat lainnya. Ardana mengatakan, pergantian posisi jabatan ini harus dijalani oleh

abdi negara. “Meski berat meninggalkan Tabanan, saya harus siap ditugaskan di mana saja. Ini merupakan bentuk pengabdian terbaik,” ucapnya. Ia membawa Lapas Kelas II B Tabanan sebelumnya berstatus rutan kini menjadi lapas dan dua kali melakukan rehab narkotika. Pada hari yang sama Kanwil Kemenhumkan Provinsi Bali mengadakan sidak rutin terhadap warga binaan. Menurut Kasubdiv Bina Keperawatan dan Rehabilitasi Warga Binaan Kemenhumkam Provinsi Bali I Made Astra, pemeriksaan ini untuk mengantisipasi penggunaan obat-obatan terlarang dan benda-benda seperti senjata api dan senjata tajam. (kmb28)

Bali Post/ist

SERTIJAB - Acara serah terima jabatan (sertijab) Kalapas Kelas II B Tabanan.

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Warga Tangkap Pencuri Sapi Tabanan (Bali Post) –

Nasib apes menimpa I Wayan MS (57), sopir asal Banjar Pasar Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Belum berhasil melancarkan aksinya mencuri sapi di tegalan milik Pan Wilet di Banjar Dinas Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, pria paruh baya ini lebih dulu diamankan warga dan dibawa ke pihak kepolisian. Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto dalam rilis pengungkapan kasus, Jumat (13/1) kemarin mengatakan MS beraksi pada Kamis (12/1) pukul 21.30 Wita. Saat itu seorang warga berinisial Made JL yang tengah melintas di depan tegalan/kebun milik Pan Wilet melihat tersangka berusaha melepas ikatan tali sapi dari pohon kelapa. JL lalu menghubungi anggota Bhabin Kamtibmas dan warga lainnya sembari mengawasi gerak gerik pelaku. Ketika pelaku hendak menaikkan dan mengikatkan tali sapi di bak truk DK 9323 AC, petugas kepolisian datang bersama sejumlah warga. Pelaku spontan mengurungkan niatnya dan melepas sapi di pinggir jalan. MS bermaksud melarikan diri dengan truknya, namun diteriaki

maling dan dikejar oleh warga. Pelaku berhasil ditangkap dan kemudian dibawa ke Polsek Selemadeg berikut barang buktinya. Menurut Kapolres, jajarannya masih melakukan pendalaman dari hasil pemeriksaan pelaku. “Masih tahap penyelidikan karena kemungkinan pelaku tidak sendiri dalam melancarkan aksinya. Apalagi keterangan pelaku berubahubah,” ujar Marsdianto. Dari hasil interogasi sementara, pelaku mengaku telah mencuri sapi dua kali. Aksi pertamanya dilakukan sekitar Agustus 2016 di Desa Antasari, Selemadeg. “Hasil curiannya

Bali Post/kmb28

RILIS KASUS - Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto dan jajarannya merilis pengungkapan sejumlah kasus di aula Makopolres.

Kasus Penganiayaan di Kafe

Polisi Tetapkan Lima Tersangka Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan akhirnya menetapkan lima tersangka dalam kasus penganiayaan yang melibatkan sejumlah kelompok pemuda di Café Pantra, Banjar Dinas Soka Kaja, Desa Antap, Selemadeg, dengan korban I Gusti PW (35) asal Desa Yuh Sumbul, Mendoyo, Jembrana, dan I Gusti KS (30) asal Banjar Yeh Satang, Mendoyo, Kamis (12/1) dini hari lalu. Kelima tersangka dari Selemadeg tersebut dijerat pasal 170 KUHP, yakni melakukan

dipotong dan dagingnya dijual dan sebagian lagi dikonsumsi sendiri,” jelasnya. Sementara pencurian kedua pada September 2016 di Banjar Kutuh, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selbar. Hasil curiannnya dijual Rp 2,5 juta. Pihak kepolisian mengamankan barang bukti satu unit truk DK 9323 AC yang digunakan pelaku mengangkut sapi curian, seekor sapi betina dewasa, satu kursi kayu, tali plastik warna biru sepanjang 4,40 meter dan tali plastik warna hijau. Akibat perbuatannya, MS dijerat pasal 363 pencurian dengan pemberatan ancaman pidana tujuh tahun. (kmb28)

kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang dengan ancaman pidana lima tahun enam bulan. Mereka adalah I Made NP (25) asal Banjar Dinas Bajera Kaja, IB GW (24) asal Banjar Dinas Lenganan, Desa Bajera Utara, I Made K (29) dari Banjar Dinas Singin, I Putu HM (24) asal Banjar Dinas Saraswati, Desa Bajera dan I Wayan WD (33) dari Banjar Dinas Bajera Kaja, Desa Bajera. ‘’Kelima tersangka kini ditahan di Polres

Tabanan dan masih dimintai keterangan,” beber Kapolres Tabanan AKBP Marsdianto, Jumat (13/1) kemarin. Dijelaskannya, kelima tersangka terbukti melakukan penganiayaan dan pengeroyokan hingga mengakibatkan korban mengalami luka dan tidak sadarkan diri. Sebelum datang ke Café Pantra, para pelaku mengaku minum-minuman beralkohol berupa arak tradisional di pinggir jalan di depan rumah I MD di Banjar Dinas Bajera Kaja. Oleh karena minuman habis, mereka sepakat pergi ke Café Pantra hingga akhirnya terjadi kasus tersebut. “Pelaku dan korban sama-sama dalam pengaruh alkohol. Saat itu terjadi kesalahpahaman hingga akhirnya berujung penganiayaan,” tambah Kapolres. (kmb28)

Warung Global

Masyarakat Karangasem Mesti Bangun Daerah Sendiri MESKIPUN seorang perempuan, Bupati Karangasem harus optimis dan rajin terjun ke masyarakat agar tahu apa yang menjadi keluhan di bawah. Selama ini Karangasem dicap sebagai kabupaten yang banyak pengemisnya. Julukan ini harus dihilangkan dengan memberdayakan masyarakat dan jangan korupsi. Pesan ini disampaikan Fera di Tabanan dalam acara Warung Global dengan topik ‘’Karangasem Harus Bangkit’’ di Radio Global FM Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM dan Genta Bali FM, Jumat (13/1) kemarin.

Menurut Febri di Denpasar, banyak warga Karangasem yang merantau ke daerah lain dan sangat ulet. Mereka mestinya membangun di wilayah sendiri dan memberdayakan potensi yang ada ketimbang bekerja di kabupaten atau kota lain. Bupati bersama pihak terkait mesti menyiapkan sarana dan prasarana sehingga warga Karangasem mau bekerja di wilayahnya sendiri. Bupati perempuan biasanya memiliki perhatian yang lebih sehingga optimis Karangasem akan lebih baik dari pada sebelumnya. Arya di Denpasar melihat beberapa wilayah di Karangasem sangat gersang dan tandus. Sumber air sulit dicari, padahal sumber daya alam berupa pasir sangat banyak. Kawasan tandus masih bisa dioptimalkan menjadi daerah wisata.

Karangasem harus bisa bangkit. Kemajuan suatu daerah sangat tergantung dari pemimpinnya. Jika pemimpinnya mau bekerja keras dan giat, apa yang menjadi keinginan pasti akan tercapai. Semangat ini diberikan Suardana di Tabanan. Sudiarta di Tabanan melihat wilayah Karangasem memang tandus dan gersang, tetapi ini tidak boleh dijadikan hambatan untuk maju. Terpenting masyarakat mendukung pemimpinnya menjalankan program pembangunan. Menurut Mastra di Gianyar, kalau pemerintah ingin membangkitkan sektor ekonomi harus bekerja keras dan jika ingin membangkitkan mental harus ada gerakan revolusi mental. Ini jangan hanya wacana. Karangasem sudah menjadi pusat spiritual terbesar di Bali. (sikha)


15

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Liverpool Bersaing dengan Chelsea Dapatkan Kessie

Jadwal Pertandingan Liga Spanyol Sabtu (14/1) malam Leganes vs Athletic Club Barcelona vs Las Palmas Minggu (15/1) dini hari Atletico Madrid vs Real Betis Deportivo Coruna vs Villarreal

Liverpool Liverpool mengirim pencari bakatnya untuk mengamati penampilan Franck Kessie di Piala Afrika. Namun untuk mendapatkan pemain tengah ini, the Reds harus bersaing dulu dengan klub Liga Inggris lainnya, Chelsea. Gelandang klub Italia Atalanta ini merupakan yang paling dicari di Eropa, diantara bintang-bintang muda di Serie A. Kessie bahkan menarik perhatian dari beberapa klub besar di dalam dan luar Italia. Chelsea berulang kali dikaitkan dengan kepindahan pemain berusia 20 tahun di bursa transfer Januari. Namun siap menunggu hingga jendela transfer musim panas setelah tawaran 22 juta Pounsterlingnya ditolak. Akan tetapi, niat Chelsea tersebut kemungkinan akan tersaingi ketika rivalnya di Liga Inggris Liverpool mengirim perwakilannya untuk menyaksikan gelandang bertahan tersebut beraksi di ajang Piala Afrika. Kessie sendiri akan memperkuat Pantai Gading di gelaran yang akan dilangsungkan di Gabon tersebut dan akan menjadi pemain kunci bagi unggulan turnamen tersebut. Turnamen ini akan dihiasi oleh beragam bakat sepak bola, di mana salah satunya adalah Sadio Mane yang akan bermain untuk Senegal. Atalanta sendiri tidak ingin menjual Kessie pada bursa Januari, namun diyakini siap untuk menjualnya pada penawar tertinggi pada jendela transfer musim panas. Dilansir koran Italia Corriere Dello Sport, Jumat (13/1) Liverpool tidak akan merahasiakan keinginannya untuk menyaingi Chelsea demi mendapat jasa gelandang itu, dan siap untuk menghabiskan lebih dari 35 juta poundsterling bagi bintang muda tersebut. (rtr/ant)

Minggu (15/1) malam Valencia vs Espanyol Celta Vigo vs Alaves Senin (16/1) dini hari Granada CF vs Osasuna Sporting Gijon vs Eibar Sevilla vs Real Madrid Selasa (17/1) dini hari Malaga vs Real Sociedad Liga Inggris Sabtu (14/1) malam Tottenham Burnley Hull City Sunderland Swansea City Watford West Ham United

vs West Bromwich vs Southampton vs Bournemouth vs Stoke City vs Arsenal vs Middlesbrough vs Crystal Palace

Minggu (15/10 dini hari Leicester City vs Chelsea Minggu (15/1) malam Everton vs Manchester City Manchester United vs Liverpool Liga Italia Minggu (15/1) dini hari Crotone vs Bologna Inter Milan vs Chievo Verona TERJATUH - Bek Real Madrid Marcelo (atas) mengacungkan tangan setelah rivalnya dari Sevilla Sarabia terjatuh dalam perebutan bola. Pertandingan kedua Piala Raja, Jumat (13/1) ini digelar di stadion Ramon Sanchez Pizjuan.

Minggu (15/1) malam Cagliari vs Genoa Lazio vs Atalanta Bergamo Napoli vs Pescara Sampdoria vs Empoli Sassuolo vs Palermo Udinese vs AS Roma Senin (16/1) dini hari Fiorentina vs Juventus

Real Madrid Tak Terkalahkan dalam 40 Pertandingan

Selasa (17/1) dini hari Torino vs AC Milan Liga Prancis Sabtu (14/1) malam Stade Rennes vs PSG Minggu (15/1) dini hari Angers SCO vs Bordeaux AS Nancy-Lorraine vs Bastia FC Lorient vs Guingamp Montpellier HSC vs Dijon FCO Toulouse vs Nantes Minggu (15/1) malam Nice vs Metz Caen vs Lyon Senin (16/1) dini hari Marseille vs Monaco

Madrid Real Madrid membuat rekor tak terkalahkan dalam 40 pertandingan di seluruh kompetisi di Spanyol. Tim asuhan Zinedine Zidane itu bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mampu menyamakan kedudukan 3-3 lewat gol menit akhir dari Karim Benzema di Piala Raja, Jumat (13/1).

Piala Prancis Sabtu (14/1) malam Luneville(V) vs Chambly(III) Prix-les-Mezieres(V) vs Feignies(V) Hasil Pertandingan Piala Raja Spanyol Pertandingan II, Babak 16 Besar Sevilla vs Real Madrid 3-3 (Real Madrid unggul keseluruhan 6-3) Celta Vigo Eibar

vs Valencia 2-1 (Celta Vigo unggul 6-2) vs Osasuna 0-0 (Eibar unggul 3-0)

Piala Italia Babak 16 Besar AC Milan

vs Torino

Real sempat tertinggal 1-3 pada menit ke-77 dalam pertandingan kedua babak 16 besar. Namun kapten Sergio Ramos mampu memperkecil ketertinggalan lewat tendangan penalti pada menit ke-83, setelah terjadi pelanggaran ketika Matias Kranevitter menjatuhkan Casemiro di dalam kotak penalti. Dengan sisa waktu beberapa detik Marcelo yang bekerja sama apik dengan Karim Benzema di dalam kotak penalti dan pemain asal Prancis itu mampu mencetak gol lewat tendangan kaki kanan melewati kiper David Soria. Hasil imbang ini memastikan Real maju ke babak perempat final dengan kemenangan agregat 6-3 setelah pada laga pertama di Santiago Bernabeu menang 3-0.

2-1

Pada pertandingan awal itu, Sevilla mengawali keunggulan lewat gol sundulan kepala dari Danilo pada menit ke-10, namun Marco Asensio mampu menyamakan kedudukan tiga menit memasuki babak kedua. Stevan Jovetic menambah keunggulan tim tuan rumah lewat tendangan kaki kanan pada menit ke-54 sebelum Vicente Iborra menambah gol ketiga bagi Sevilla. Real tampak bakal mengalami kekalahan pertama sejak keok dari VfL Wolfsburg di Liga Champions pada April lalu. Namun Ramos mampu memperkecil ketertinggalan sebelum pemain pengganti Benzema menyamakan kedudukan. Dengan hasil seri itu maka Real menyamai rekor Barcelona yang

juga mengukir hasil tak terkalahkan dalam waktu lama setelah tim itu menang besar 5-0 atas Granada. Undian Dalam pengundian babak perempatfinal Jumat kemarin, Real Madrid terhindar bertemu dengan seteru abadinya Barcelona. Real akan menghadapi Celta Vigo untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Sedangkan Barcelona ditantang Real Sociedad. Laga lainnya mempertemukan Atletico Madrid vs Eibar dan Alcorcon (Divisi II) vs Alaves. Pertandingan babak perempatfinal akan digelar pekan depan dan pekan berikutnya. Sementara laga final dilaksanakan pada 27 Mei. (kmb39/rtr/ant)

Konta Menangi Sydney International Sydney Petenis Inggris Johanna Konta menjuarai turnamen Sydney International, Jumat (13/1) dengan mengalahkan Agnieszka Radwanska 6-4, 6-2 di final. Gelar kedua WTA ini bagi Konta merupakan pemanasan yang tepat menghadapi grand slam pembuka Australia Terbuka. Petenis peringkat ke-10 WTA itu mencapai babak semifinal Australia Terbuka tahun lalu. Tapi musim ini ia akan menjadi ancaman petenis-petenis lain, menyusul kesuksesannya menjuarai turnamen Sydney International ini. Petenis berusia 25 tahun itu tercatat dua kali menelan kekalahan melawan Radwanska di pertemuan sebelumnya. Namun pada pertandingan kemarin Konta yang tumbuh dan menjalani masa remaja di Sydney berhasil menundukkan petenis peringkat ketiga dunia itu dalam waktu 82 menit di stadion Olympic Tennis Centre. “Saya lahir di sini, jadi kemenangan ini menjadi peristiwa yang istimewa bagi saya. Saya benar-benar bahagia,” jelas Konta yang berhasil mengatasi cuaca dengan suhu 32 derajat Celcius. Sementara Radwanska mengaku tak berdaya mencegah lawannya dari Inggris itu meraih trofi yang pernah ia menangi pada 2013. “Selamat Jo, pertandingan hari ini luar biasa. Saya tidak bisa bermain lebih baik lagi hari ini,” ujar petenis Polandia berusia 27 tahun itu. Di Australia Terbuka yang dimulai pekan depan Konta akan berhadapan dengan Kirsten Flipkens (Belgia) dan Radwanska dinatang Tsvetana Pironkova (Bulgaria) di putaran pertama. (kmb39/rtr)

Bali Post/ap

TROFI - Petenis Inggris Johanna Konta memegang trofi turnamen Sydney International.

Conte Pelatih Terbaik pada Desember

London Untuk ketiga kalinya Antonio Conte, Jumat (13/1) terpilih sebagai Pelatih Terbaik kompetisi Liga Utama Inggris untuk bulan Desember. Pelatih Chelsea itu menjadi yang pertama dalam sejarah yang meraih trofi tersebut secara beruntun (Oktober, November dan Desember). Pria berusia 47 tahun itu yang bergabung dengan Chelsea pada awal musim, memenangkan enam pertandingan Liga Utama pada Desember lalu, yakni dengan menundukkan tim tangguh Manchester City, West Brom, Sunderland, Crystal Palace, Bournemouth serta Stoke. Kemenangan itu membuat Chelsea mengoleksi 13 kemenangan beruntun dalam satu musim. Namun rekor tersebut terhenti saat the Blues ditundukan Tottenham Hotspur 0-2 pekan lalu. Pasukan Conte unggul lima poin atas peringkat kedua Liverpool. “Penghargaan ini menunjukkan bagaimana kami bekerja dengan sangat baik,” ungkap Conte yang berhasil menyisihkan rivalnya Juergen Klopp dari Liverpool, Jose Mourinho (Manchester United) dan Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur). Untuk katagori pemain, gelar Pemain Terbaik bulan Desember diraih penyerang MU Zlatan Ibrahimovic yang menghasilkan lima gol. Namun untuk goal terbaik justru didapat gelandang Henrikh Mkhitaryan yang menjebol gawang Sunderland dengan tendangan kalajengking. (kmb39/rtr)

PEMAIN - Pemain AC Milan merayakan kemenangan 2-1 atas Torino dna melaju ke perempatfinal Piala Italia, Jumat (13/1).

Tundukkan Torino, Milan Berebut Tiket Semifinal Melawan Juve Milan Sempat tertinggal lebih dahulu, AC Milan akhirnya menundukkan Torino 2-1 pada pertandingan 16 besar Piala Italia, Jumat (13/1). Selanjunya, Milan akan menghadapi Juventus untuk memperebutkan tiket semifinal. Andrea Belotti membawa Torino memimpin lebih dahulu pada laga yang digelar di stadion San Siro itu. Tim asuhan Vincenzo Montella itu membalas melalui

dua gol Juraj Kucka dan Giacomo Bonaventura yang hanya berselang tiga menit di babak kedua. “Kami bermain terlalu lamban di babak pertama. Di babak kedua kami mengubah irama permainan dan dengan tempo lambat kualitas permainan kami muncul,” jelas Bonaventura. Kemenangan ini mengantar Milan melawan juara Serioe A Juventus. Sepanjang musim ini saja, Milan dua kali mengalahkan

klub dari Turin itu yakni sekali di Serie A dan satu kali di Piala Super Italia bulan lalu. Sementara Juve menaklukkan Milan di final Piala Italia musim lalu. Juventus meraih tiket ke babak delapan besar dengan menyingkirkan Atalanta 3-2 sehari sebelumnya. Klub lain yang lolos ke delapan besar adalah Fiorentina yang menyingkirkan Chievo Verona 1-0 dan Napoli menundukan Spezia (II) 3-1 .

Pada pertandingan di San Siro kemarin, Torino mendominasi babak pertama. Belotti menyelesaikan serangan balik cepat dengan menundukkan kiper remaja Gianluigi Donnarumma dengan sekali sentuhan saja. Usaha Milan menyamakan skor baru terwujud di babak kedua lewat Kucka yang membelok umpan silang. Sementara gol Bonaventura hasil tembakan voli yang menundukan kiper

timnas Inggris Joe Hart. Hart tampil dengan kepala dibebat. Luka dikepalanya terjadi setelah terkena sepatu penyerang Milan Gianluca Lapadula. Donnaruma berhasil melakukan penyelamatan dengan menggagalkan tembakan Belotti pada menit ke-69. Upaya Torino menyamakan skor bertambah berat setelah Antonio Barreca terkena kartu kuning kedua yang kemudian berubah merah. (kmb39/ap)


OLAHRAGA

16

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Gianyar Bangun Lapangan Tembak di Mawang Gianyar (Bali Post)Gianyar berencana membangun lapangan tembak di Mawang, Lodtunduh, Ubud, sebagai venue untuk Porprov Bali, September nanti. Selain itu, gedung milik desa di Silekarang juga direhab untuk venue pertandingan, serta lapangan Astina untuk cricket. Itu dilontarkan Ketua Harian KONI Gianyar Pande Made Purwata usai rapat perdana KONI yang dipimpin Ketua Umum Ketut Jagrasunu di sekretariat KONI Gianyar, Jumat (13/1). Menurut Pande Purwata, rehab dan renovasi kecil itu untuk persiapan Porprov. Sedangkan cabor renang di Kolam Renang Tirta Arum, Blahkiuh, Badung. Pande Purwata menambahkan pihaknya tetap berpatokan pada Porprov Bali di Buleleng (2015) dengan mempertandingkan 31 cabor. ‘’Sejauh ini kami belum tahu cabor ekshibisi pada Porprov di Gianyar,’’ tuturnya. Yang jelas, lanjut dia, Gianyar tak mengikuti cabor ekshibisi angkat besi pada Porprov Bali di Buleleng. Untuk itu, selaku tuan rumah Gianyar tak melombakan angkat besi dan hanya binaraga. Pada bagian lain, Ketua Umum KONI Gianyar Ketut Jagrasunu menjelaskan, penyelenggaraan hajatan multievent dua tahunan kabupaten dan kota se-Bali memerlukan biaya Rp 17,5 miliar. Rinciannya kucuran APBD Gianyar Rp 11 miliar ditambah Pemprov Bali melalui KONI Bali Rp 6,5 miliar. ‘’Untuk ABPD Gianyar eksekutif dan legislatif sudah ketok palu pada anggaran induk tinggal verifikasi di pemprov,’’ jelas Jagrasunu. Ia pun berharap dana tersebut cair Maret nanti, sehingga proyek rehab venue bisa terealisasi sebelum pelaksanaan Porprov September nanti. Sedangkan bantuan dari Pemprov Bali lewat KONI Bali untuk penyelenggaraan Porprov di Buleleng 2015 lalu Rp 4,5 miliar. ‘‘Ya…kami berharap tambahan Rp 2 miliar,’’ ungkapnya. Berbekal dana Rp 17,5 miliar, Jagrasunu optimis penyelenggaraan Porprov bisa terwujud. ‘’Seandainya kemungkinan terjelek kami kekurangan dana akan mengajukan dana lagi pada anggaran perubahan,’’ ucapnya. (022)

Ketut Jagrasunu

Bali Posrt/022

Dewan Disiplin Kemenpora Surati Atlet Doping Jakarta (Bali Post) Dewan Disiplin Antidoping Kemenpora akan segera menyurati 14 atlet PON XIX-Peparnas XV yang dinyatakan positif doping berdasarkan hasil pemeriksaan di National Dope Testing Laboratory, India. Ketua Dewan Pengawas Cahyo Adi, Jumat (13/1) mengatakan isi surat tersebut adalah menanyakan kesediaan atlet apakah yang bersangkutan menerima hasil tes atau memilih untuk membuka sampel B, sampel urine cadangan yang memang sengaja disiapkan jika ada atlet yang keberatan dengan keputusan doping. “Surat akan kami kirimkan, Senin (16/1). Jika setuju dan menerima hasil sampel A yang menyatakan mereka doping, maka akan diteruskan ke pelaksanaan sidang,” tutur Cahyo di Gedung PP Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional (PP-ITKON) Kemenpora Jakarta. Dia melanjutkan, kalau seandainya atlet mau memastikan sampel B, Dewan mempersilakan atlet membuka segel sampel tersebut di India dan memberikan tenggat waktu sampai sekitar tiga minggu. Namun semua biaya uji sampel B itu harus ditanggung secara pribadi oleh atlet. “Total biayanya sekitar 330 dolar AS. Kalau sampel B masih positif doping, artinya dia tetap diproses. Akan tetapi jika negatif, tindakan pendisiplinan dihentikan,” tutur Cahyo. Pelaksanaan sidang sendiri ditargetkan berjalan dalam tiga minggu ke depan atau di bulan Februari. Di sana atlet akan ditanyai alasannya menggunakan zat-zat terlarang, apakah sengaja, tidak tahu, atau ada paksaan dari pihak-pihak tertentu. Lamanya sidang diperkirakan tiga bulan dan semua biaya terkait sidang termasuk transportasi dan akomodasi ditanggung pemerintah. Seandainya atlet tidak menerima vonis, bisa menaikkan kasusnya ke Dewan Banding yang akan dibentuk kemudian oleh Kemenpora. “Kalau masih tidak puas juga, setelah banding atlet bisa menyerahkan kasusnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) internasional di Lausanne, Swiss. Ini juga harus dengan biaya pribadi atlet, sedikitnya harus keluar 5.000 dolar AS,” kata Cahyo. Adapun Dewan Disiplin Anti Doping pada penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV Jawa Barat dibentuk oleh Kemenpora berdasarkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 5 tahun 2017 yang ditetapkan Menpora Imam Nahrawi pada 12 Januari 2017. Ketua Dewan Disiplin ini adalah Cahyo Adi yang pernah menjadi anggota Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). Dia dibantu oleh dua anggota yaitu dokter Haryono, spesialis penyakit dalam yang bekerja di Kemenpora dan Rizky Mediantoro, mantan atlet bowling nasional. Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S. Dewa Broto berperan sebagai pengarah dan sebagai panitera Yuni Kusmiati. (ant)

Status Ezra Walian Belum WNI

Bali Post/wan

HALAU – Pesepak bola Putra Kesiman menghadang lawannya Wisnu Putra, dalam turnamen Piala Wali Kota yang berlangsung di Lapangan Kompyang Sujana, Jumat (13/1).

Putra Kesiman Ditahan Wistra

Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Putra Kesiman ditahan imbang lawannya, Wisnu Putra (Wistra) dengan skor 2-2 dalam lanjutan turnamen Piala Wali Kota 2016 di Lapangan Kompyang Sujana, Jumat (13/1) kemarin.

Putra Kesiman unggul lebih dulu di menit ke-25. Berawal dari umpan tarik ke mulut gawang, bola kemudian disongsong Lucky Adi Nugroho dengan tandukan kepala yang memperdaya kiper Wistra Putu Suardika. Selang lima menit Wistra mampu menyamakan kedudukan melalui Kadek Prananda. Sontekan Kadek Prananda yang mengarah ke gawang gagal diantisipasi kiper Putra Kesiman Indra Bayu. Menit ke-32 giliran Putra Kesiman kembali memimpin 2-1 lewat Michel. Sayang di babak kedua Michel harus ditandu ke luar lapangan karena mengalami luka robek diatas alisnya. Semenit menjelang turun minum Wistra kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Adalah Made Fadila yang melakukan tendangan bebas keras hingga meluncur deras ke gawang dan tak mampu dihalau kiper Putra Kesiman Indra Bayu. Hingga turun minum skor imbang 2-2. Memasuki babak kedua, baik Putra Kesiman maupun Wisnu Putra saling melancarkan serangan. Namun hingga wasit Joni Parera meniup peluit

panjang skor akhir tetap imbang 2-2. Usai laga, pelatih Putra Kesiman Agus Wijaya menyatakan asuhannya mampu menciptakan sederet peluang emas, namun belum mampu memetik kemenangan. ‘’Kami akui penyelesaian akhir anak-anak masih lemah,’’ ucap Agus Wijaya. Untuk itu ke depan dirinya bakal melatih asuhannya untuk mempertajam barisan penyerang. Selain itu, para pemain Putra Kesiman juga jarang berlatih. Sementara pelatih Wistra Ari Sudaryono menyatakan pihaknya berniat mengikuti turnamen Perseden Cup U-21, tetapi sayang pemainnya sedikit yang ber-KTP Denpasar. Oleh sebab itu dirinya memutuskan Wistra ikut kejuaraan Piala Wali Kota. ‘’Kami tak memasang target pada event ini,’’ jelasnya. (022)

Klasemen Piala Wali Kota 1. Pespa 2. Peka 3. P. Kesiman 4. Wistra 5. P. Tresna 6. Kundalini

1 1 1 1 1 1

1 1 0 0 0 0

0 0 1 1 0 0

0 0 0 0 1 1

2-1 1-0 2-2 2-2 0-1 1-2

3 3 1 1 0 0

Jadwal Sabtu (14/1) Peka vs Kundalini

Madura United Tuan Rumah Piala Presiden Pamekasan (Bali Post) Klub sepak bola Madura United FC dipastikan akan menjadi tuan rumah kompetisi pramusim Piala Presiden RI 2017. “Panitia pertandingan telah menyetujui usulan MU untuk menjadi tuan rumah pada kompetisi ini,” kata manajemen Madura United FC Haruna Soemitra dalam keterangan persnya yang disampaikan melalui Media Officer klub sepak bola, Tabri Syaifullah Munir di Pamekasan, Jumat (13/1). Usulan Madura United untuk menjadi tuan rumah Piala Presiden ini karena Madura  sudah

memiliki stadion representatif untuk menggelar pertandingan, yakni Gelora Ratu Pamelingan di Kabupaten Pamekasan. Selain itu, fasilitas hotel yang memadai juga tersedia di Madura, yakni di Pamekasan, Sumenep dan Sampang. “Di Pamekasan ada dua hotel yang dinilai layak menjadi tempat penginapan pemain, Sumenep satu dan Sampang satu hotel,” kata Tabri. Ia menjelaskan, ada 20 klub sepak bola yang akan bertanding dalam kompetisi Piala Presiden 2017 kali ini.

Dari jumlah itu, empat klub diantaranya akan dipertandingkan di Madura, yakni di Stadion Gelora Ratu Pamelingan. Stadion baru ini terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan dan menjadi home base klub sepak bola kebanggan masyarakat Madura itu. Letak stadion sangat strategis karena berada di pertengahan Pulau Madura, sehingga bisa menjangkau semua suporter bola yang ada di Pulau Garam itu, baik dari Kabupaten Bangkalan, Sampang dan Kabupaten Sumenep. (ant)

pada akhir tahun lalu sudah ada kesepakatan mengenai perpanjangan kontrak,” kata Haris. Ia mengatakan, pengumuman yang dibuat manajemen Bali United dengan memperkenalkan bek Sriwijaya FC Ngurah Nanak sebagai pemain pada musim 2017 cukup membuat kesal. Terlebih pemain asal Bali itu masih terikat kontrak dengan Laskar Wong Kito sampai Maret 2017. “Walaupun status Nanak sudah bebas transfer, tentu manajemen tidak akan mempermasalahkannya. Apalagi selama ini Sriwijaya selalu memegang teguh etika transfer pemain,” katanya.

Namun ia melanjutkan, kini Nanak sudah mengumumkan secara resmi akan berseragam Bali United. “Apa yang menjadi keputusan pemain asal Bali itu tentunya mengandung konsekuensi,” kata dia. Kepergian Nanak dan TA Musafry ke tim lain membuat manajemen Sriwijaya FC murka, mengingat hampir seluruh pemain masih memiliki kontrak bersama Sriwijaya FC hingga Maret mendatang. “Saat ini kami bersama manajemen tengah rapat, namun pasti ada konsekuensi karena semua sudah diatur di kontrak dan mereka pun sudah mengetahuinya,” kata dia. (ant)

Jakarta (Bali Post) Pemain muda Ajax Amsterdam Ezra Walian belum menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan sampai kini masih menjadi warga Belanda. Kepala Komunikasi Publik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S Dewa Broto, perlu mengklarifikasi kabar yang beredar melalui daring bahwa Ezra kini resmi menjadi penduduk Indonesia. “Begitu mendengar kabar Ezra jadi WNI, saya langsung menghubungi pihak Istana Presiden. Intinya sampai sekarang permohonan Ezra masih ada di meja Presiden Joko Widodo dan belum tuntas prosesnya,” kata Gatot di Kompleks Kemenpora Jakarta, Jumat (13/1). Menurut dia, kepastian Ezra menjadi warga Indonesia harus melewati beberapa rantai birokrasi. Setelah permintaan diajukan PSSI ke Menpora Imam Nahrawi, permohonan dilanjutkan ke Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang lalu meneruskan ke Presiden Joko Widodo. Sebelum menanda tangani kepastiannya, Presiden pun harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terlebih dahulu. “Saat ini masih di Presiden, belum turun ke DPR,” ucap Gatot. Ezra Walian merupakan penyerang yang kini bermain untuk Ajax Amsterdam U-21. Pemuda berusia 19 tahun ini memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Glenn Walian yang berasal dari Manado. Ibunya adalah warga negara Belanda. Karier Ezra di Belanda bisa dikatakan cemerlang. Dia sudah pernah membela tim nasional Belanda di empat kelompok umur yaitu U-15, U-16, U-17 dan U-18. Pada tahun 2013 dia mencuri perhatian setelah mencetak lima gol untuk tim Belanda U-17 ketika berlaga di Kualifikasi Piala Eropa U-17 melawan San Marino dan membantu kemenangan timnya dengan skor 12-0. Ketika kembali ke Indonesia untuk sejenak pulang kampung pada akhir tahun 2016, dia menyatakan keinginannya untuk bisa menjadi bagian tim nasional Indonesia. PSSI pun menyambut baik hal ini dan langsung mengajukan per-

mohonan naturalisasi kepada pemerintah. Rencana PSSI Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dibawah pimpinan Edy Rahmayadi mulai menyusun program dan salah satu yang terdapat dalam surat yang dikirimkan ke Kemenpora adalah rencana pendataan pemain muda Indonesia di Eropa dan Qatar. Mereka berkeinginan untuk memperkuat timnas Indonesia. “Kemarin siang, Kamis (12/1) kami menerima surat dari PSSI yang intinya program jangka pendek dan jangka panjang. Salah satunya adalah terkait pendataan pemain yang ada di Eropa dan Qatar. Kami langsung menindaklanjuti,” kata Gatot. Menurut dia, dengan adanya rencana tersebut pihaknya langsung membuat draf surat yang ditujukan ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang salah satu poinnya adalah untuk meminta bantuan dubes di Eropa dan Qatar membantu dengan pendataan pemain Indonesia. Saat ini, kata dia pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi guna memastikan langkah yang bakal dilakukan oleh Kemenpora terkait dengan pendataan pemain muda Indonesia maupun keturunan yang tersebar di Eropa dan Qatar.  “Kami masih menunggu. Apa surat permintaan itu bakal dikirimkan oleh Kemenlu atau kami dari Kemenpora langsung bisa mengirimkan surat kepada dubes Indonesia di Eropa dan Qatar. Komunikasi terus kami lakukan,” ujar Gatot, menambahkan. Selama ini banyak muda Indonesia maupun keturunan yang bermain di liga-liga bergengsi. Bahkan banyak pula pemain yang menginginkan bisa memperkuat timnas Indonesia. Hanya saja keseluruhan pemain potensial tersebut belum sepenuhnya terdata. Terkait dengan kelanjutan pendataan yang bakal dilakukan. Gatot menjelaskan, jika semua data sudah ada selanjutnya akan diberikan kepada PSSI, termasuk proses pemilihan pemain yang bakal dilakukan naturalisasi atau program yang lain. (ant)

Nanak Pindah ke Bali United, Sriwijaya FC Berang Palembang (Bali Post) Manajemen Sriwijaya FC berang atas kepergian sejumlah pemainnya ke tim lain lantaran dibajak, mengingat telah membuat kesepakatan pada akhir tahun lalu mengenai skuat tim 2017. Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris di Palembang, Jumat (13/1) mengatakan salah satu yang membuat manajemen klub marah yakni kepindahan pemain belakang andalan, yakni Ngurah Nanak ke Bali United tanpa ada penjelasan ke klub. “Memang hak pemain, tapi setidaknya ada pembicaraan terlebih dahulu ke Sriwijaya, apalagi

Bali Post/ant

PERKENALAN - CEO Bali United Yabes Tanuri (kiri) dan Manager Pelatih Bali United Indra Sjafri (kedua kiri), dua pesepak bola yang baru bergabung dengan klub sepak bola Bali United yaitu Irfan Bachdim (kedua kanan) dan Ngurah Nanak (kanan) saat perkenalan di Kuta, Kamis lalu.

Bali Post/net

Pemain muda Ajax Amsterdam Ezra Walian.

Petembak Cok Amrita Bela Denpasar Denpasar (Bali Post)Petembak andalan Klungkung Cok Istri Amrita Purnama resmi milik Kota Denpasar, dan berhak mengusung bendera Ibu Kota Provinsi Bali pada Porprov 2017 di Gianyar, September nanti. Putusan Cok Amrita punya Denpasar bukan melalui sidang, tetapi mediasi yang dilakukan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi. Oleh karena melalui mediasi dan musyawarah mufakat sudah ditemukan titik temu, maka rencana sidang lanjutan, Senin (16/1) lusa tidak digelar. Putusan mediasi Cok Amrita milik Denpasar telah ditembuskan kepada Arbitrase dalam hal ini Bidang Hukum dan Etika KONI Bali Fredrik Billy.

Fredrik Billy menerangkan, selain Cok Amrita masih ada empat atlet lagi yang mengurus mutasi, seperti atlet gateball dan termasuk karateka Cok Istri Sanistiya Rani bakal hengkang. ‘’Kami hanya menerima tembusannya, belum tahu mereka atlet daerah mana, dan mau hengkang membela daerah mana,’’ kata Billy. Sebelumnya diberitakan, petembak Cok Amrita yang telah berumah tangga, menetap bahkan memiliki KTP Denpasar berniat hengkang ke Denpasar. Akan tetapi Klungkung masih menggandoli dan baru berniat melepas Cok Amrita pasca-Porprov di Gianyar. Karena itu Cok Amrita banding dan langsung mengurus ke KONI Bali. (022)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris

PT.BPR Mitra Balijaya Mandiri Mmbthkn Krywan utk Operasinal Marketing&S.P.I Pend Min S1. Krm Lmrn&CV ke Alamat Jl.Raya Kesambi No.103X Kerobokan Kuta Phone.0361 8448578

Cari Sopir Pick Up Hub:Perum Calista Karya Indah Blok A12A

Dcr PRT Dalam Gaji 1,4Jt lksi:Densel Hub:089632512899

Cr Admn,QS/Pelaks T.Sipil/Artc Email:made_darna@yahoo.co.id

Dcr PRT tgl didlm Jl.Maluku II Gg.1 No.1A hub.081337264042

!!Dcr PRT Tinggal Luar Gj.1,5Jt H: 081246382696, Kwanji-Dalung

Cr Manager Produksi Garmen bs Inggris,pengalaman Email Cv ke Yosi,gingersnap@gmail.com

Dcr PRT wnt max30th,tinggal luar daerah Pemogan, 08174702433

!!!!Office Boy,Umur max 25 thn mau bekerja keras, bersih, rapi loyalitas tinggi,08873318173

Cr SPG/SPB Butik area Ubud bs Inggris pengalaman Hub Bp.Jaya 081238000067

B.BP.001.01.17.0001169

B.BP.001.01.17.0001239

B.BP.001.01.17.0001255

B.BP.166.01.17.0001346

B.BP.004.01.17.0001304

B.BP.004.01.17.0001340

“Mkt Property pglmn 2th Gj3,5+ komisi-UM/Bsn 25rb/hr email CV nusapenidaland@outlook.com”

Dbthkn Staf Eng u/Hotel,Gj Tinggi, Disdiakan Mess,Meal, Service BPJS, Syrt:Pglm Maintenance AC,Water Heater,Electrical,Plumbing, Sipil,H(0361)756013/res ervation@royaltunjungbali.com

B.BP.001.01.17.0001333

Sardine Restaurant Looking for Cook, Waitress, Bartendress Must Speak English Telp.733617 Jl.Petitenget 21 Mail: sardine@sardinebali.com

B.BP.001.01.17.0000261

!!!Day Spa di Canggu butuh Therapist,Gaji Pokok + Komisi Menarik Hub.089681608588

B.BP.004.01.17.0001298

*Dicari Tng PartTime Guru Bhs* *Inggris Max25Th H.0817566499*

Dcr Sgr Sopir u.Antar Anak Sekolah.Krm Lmr Jl.Dewi Sri No.17 Gd StudiMaya Kuta 081999414577

B.BP.001.01.17.0001230

B.BP.004.01.17.0001339

Dbthkn Krywn/ti Bs Bhs Inggris &Mandarin aktif Lisan &Tulisan CV ke:hrd@seasafaricruises.com

B.BP.001.01.17.0001278

B.BP.154.01.17.0000955

Dbthkan Salesman & Sopir SIM A !!!!Security utk Proyek villa, Umur Maks 35Th Min SMA Krm Lam (diprioritaskan bersertifikat) ke PT.Gunung Slamat 410188 umur dibwh 30thn,08873318173 B.BP.004.01.17.0001299

B.BP.001.01.17.0001234

B.BP.001.01.17.0000880

Dcr Sgr Staff Reservation bisa berbahasa perancis Lam bawa lsg ke PT.Golden Kris Tours, Jl. ByPass Ngurah Rai 7 Sanur

Dcr segera karyati Artshop tmt SMA 18 s/d 30th H.081338476692 bs Inggrs LokSanur D. Tamblingan B.BP.135.01.17.0001342

Dcr,Kry/i Kop.bag.Pinjaman/ Kolektor Hub.085101411031 B.BP.001.01.17.0001107

Dcr.Kry.Wanita,Max23Th.Pend D1 Adm, kantor bisa Comp Bawa lamaran Jl.Apit Telaga No.12/16 Br.batur, Peguyangan Kaja Dps UT Hub:085100480049 B.BP.001.01.17.0001112

Dcr:Staf Kasir dan SPG Sanur Hub:081238311096

B.BP.001.01.17.0001014

Dibutuhkan Apoteker wanita utk Apotek Angka Jaya Jl.Maluku Dps Hub:Bintang 081233323499

Dcr:Tukang/Eng u Vila,bisa ReB.BP.001.01.17.0000553 parasi,AC,Plumbing,Lstrk, KonDibutuhkan Segera Adm Koperasi struksi,Gj.4jt CV segera: gm.asap mampu Berkomunikasi dgn Baik roperty@gmail.com(0361)4490319 Min SMU 082146574612 B.BP.001.01.17.0001275

Dibth.Segera:Mekanik Mobil Telp.(0361)752742 email:hmdhrd@hartonomotor.com attention:Fauzan

B.BP.001.01.17.0001293

B.BP.164.01.17.0001222

Dibutuhkan Sgr Tnga Grafik Design & tenaga Finishing Percetakan Hub:Jl.Gadung No81 Dps

B.BP.001.01.17.0001144

Dibutuhkan Tk.Jahit Sebnyknya u/Garment di Canggu Berawa 5Hr Kerja, Jam Krj 9-5sore Gj.2Jt+ Bonus+THR Hub.082247790029

B.BP.001.01.17.0001192

B.BP.001.01.17.0001246

Dibutuhkan sgr acctg wnt min SMA/SMK Lamaran email pt.kopindojaya@gmail.com / bawa lsg ke Jl.Uluwatu II No.88 Jimbaran Kuta tlp 8471958-59 Hub Ibu Ida

Dcr Sopir Brpglmn gaji 2,5Jt, u/Pngiriman Obat2an&Krywti Gj.2Jt, Jl.Tk.Irawadi Gg.XX No.3 Panjer 082145900800

B.BP.001.01.17.0001139

Dcr Sopir Srbtn u/Krm Tbng Gas Besar,Lgs ke Jl.Nusa Kambangan 190 Dps (0818553400)

B.BP.004.01.17.0000836

Dicari Adm Bs Kmptr Min Office SIM C Hub:08179728394,4744880

B.BP.001.01.17.0001221

B.BP.001.01.17.0001069

Dcr Sopir pribadi pengalaman khusus mobil mewah Gaji.1,8 juta++ Hub.0811296188

Experience Female Housekeeper, speak English, Batu Belig Ph. 087862351151

Looking for Cook,2 Yrs Exp,Pls Send CV to Kori Restaurant, Gg.Poppies 2, Legian

Dicri utk Garment d Kerobokan: Tk Sablon&Celup bs cmpur warna Teknisi Mesin Jahit utk Lycra, Checking Garment. Hub:081239622523/03618445956

Niconico Mare looking for an innovative young person for some position in Stockeeper,Design Graphic,Secretary and Marketing fields.Place your application/Cv and portfolio to jobs@niconicoswimwear.com

B.BP.004.01.17.0001261

B.BP.001.01.17.0001268

Dist Cons Goods,cari Telemarketing,Sopir B1 & Serabutan SIM C Gatsu Timur 266, Tel.413068

B.BP.001.01.17.0000907

Drafter Elektrical SMK/D3 pglm min. 1 Tahun H:082341110410 Email : hrgdaaju@gmail.com

B.BP.001.01.17.0001124

B.BP.164.01.17.0001310

B.BP.001.01.17.0001010

B.BP.001.01.17.0000945

B.BP.001.01.17.0001260

B.BP.001.01.17.0001315

B.BP.001.01.17.0001258

B.BP.001.01.17.0001277

B.BP.004.01.17.0001297

B.BP.004.01.17.0001300

PT PAG Bth Cust Service max 30 th bs Komp,Komunikasi baik, dtmptkn d Ns Dua,Email:trisna_mar yanti@yahoo.com T.423188 Thary

B.BP.001.01.17.0001041

FS Bali Corp,Bth Sgr:telemrktg MT,CRO,Syrt:P/W max 30th,minD3 Komputer, Bs Kmniksi. Email CV hrd1@firststatebali.com

Restaurant Laota Tuban(0812362 15048)Laota Jimbaran(081141185 22)Laota Sunset(081338919176) membutuhkan Cook Helper, Waiter/ss ,Cleaning Service

Freelance Marketing Deposito Koperasi 6jt/bln 081239011111

Sales L/P SMS CV:dpspersonalia @diamond.co.id/081916244598

Holycow Steakhouse,Dcr Server, Host,kasir,Pnglmn/Tdk.Bw CV lgsg ke Kuta,di Jln Dewi Sri & Renon,pertokoan Bajra Sandi/ Email CV:hrd.h.bali@gmail.com

Sales Ofice Furniture/Outlet sdh ada Merk terkenal gaji menarik 087875136637-081999298156

B.BP.001.01.17.0000910

B.BP.001.01.17.0001316

Dicari Asisten Rumah Tangga Berpengalaman Daerah MonangSatpam,min Lulusan SMA, Admin&Accounting SMK/DIII/S1 Dcr 2Checkers 1maintenance utk Maning Hub.085737317070 Bersertifikat Pelatihan B.BP.101.01.17.0001341 Diutmkn Mnguasai Prog Akunt, garment Hub:dwi 081999132225 B.BP.001.01.17.0000650 Profesi Bereferensi Baik, Email Dcr Staf Admin & Resepsionis B.BP.001.01.17.0001243 Jl.BejiAyu 9 Sminyak 0823402 Dicari Desain Interior min.SMA B.BP.001.01.17.0001270 Hrd@anovafoodusa.com/728206 90123/yahyamuhsien@yahoo.co.id Dcr : Adm,B.Gudang,Accounting. Jln.Uluwatu Pecatu Kirim CV ke /D1/D3/S1 Hub.085101687883 Hotel Rijasa Agung di Payangan B.BP.819.01.17.0001263 B.BP.001.01.17.0001134 info@balimaintenance.com Krm CV & lamaran ke YKK AP B.BP.001.01.17.0001191 cari HouseKeeping, wanita Dbthkn Sopir SIM B1 Hub.PT. B.BP.001.01.17.0001259 Bth Sgr”SPG,mark Exc,adm,coll. Jl.Imam Bonjol No.533A Dps Dicari PRT tdr Dalam Momong Kirim CV,Lamaran segera ke Bali Es Hub.081337304500 Dcr Waiter/ss,Barista,Cook B.BP.001.01.17.0001235 minSMU,Gj,komisi,THR+Ksehatan 08113800359 rijasaagung_hrd@yahoo.co.id B.BP.001.01.17.0001231 B.BP.001.01.17.0001282 Sacred Ground Jl.Double Six T.Perumahan Lam+CV lgs ke Per- Dcr Adm,Sopir&Gudang,Lam ke CV B.BP.004.01.17.0001306 Bth Inst Bhs.Ing S1 P.L 1 Mg Tristar Jl.Cargo No.24 413324 Dicari Resepsion utk spa peng Legian 0361730961 mata Cash&Credit Jln.Gatsu Tengah Job di Russia butuh 1 Wanita Lam.Wearnes SudirmanAgung C1-3 B.BP.001.01.17.0001254 min.1th.Hrs bs Bhs.Inggris dan info@sacredgroundbali.com No.264D Dps (0361) 413670 jaga ank 3,5Th,Visa kerja, gaji B.BP.001.01.17.0001218 Dcr Cashier Minimarket Renon B.BP.001.01.17.0001133 komp gaji sesuai peng min.2,5 B.BP.001.01.17.0001140 Dicari Peg.Laundry wil.Renon 700$++Hub.082147748593 SMS aja Dps, usia mak.40th. Buying Agent,Kerobokan,Cari Jt Seminyak Hub:081999626164 B.BP.153.01.17.0001343 Dcr Waitress,Housekeeping,PurHub.081337287307-085857318696 Hub:082341723399 segera B.BP.153.01.17.0001344 Admin,W,Teliti,Comp,Exp.Cargo Kerja Part Time 500rb-5jt/bln B.BP.001.01.17.0001337 chasing(max30th)bw CV ke Maya B.BP.001.01.17.0000930 Dicari SPG/B Hub.08124617053 Hub.Yeni 089516465265 wanita English,E:bali.france@yahoo.fr Dcr: HRD Admin BC Dibthkan Waitres,Cleaner,Sales Dicari: Barista Coffee, Waiter Sayang Villas,Jl.Mertasari No.1 Dcr Drafter 2D u/furniture,085 B.BP.001.01.17.0001109 atau 081353454635 B.BP.004.01.17.0001296 Hub:Tya 081916553700 Kasir,Acountant Peragawan/wati dan Tukang Masak. 100535083-arifin.tan@gmail.com TM Kerobokan Tlp:0361-732230 C’Best Resto Cari Karyawan/ti B.BP.001.01.17.0000900 Villa in Seminyak Looking for B.BP.001.01.17.0001256 bisa Bahasa Inggris, Chinesse, Kirim CV & foto terakhir ke: B.BP.164.01.17.0001311 B.BP.001.01.17.0001122 SMA/SMK Hub:Jl.Sidakarya Ruko 3 Dicari karywn pria u.mak 23th FO(M)CV to:info@annorabali.com Dcr:Housekeeping Vila Jmbrn bs Korean, Telp:082114001991 coffeeshopinbali@gmail.com Dcr House Keeping u/Hotel B.BP.001.01.17.0001170 Dcr Waitris&Superviser min SMK B.BP.001.01.17.0001269 min SD,Gj1,5-2,5jt 081802777997 B.BP.001.01.17.0000895 B.BP.004.01.17.0000308 tgldlm,msk b’fast,bsEnglish, GaJln.Raya Sempidi Hub.424633 Cari Sgr Controller Produk Spa Warung telaga’s Jl.Kartika Plaza New advertising company is B.BP.154.01.17.0001285 Dibthkan u/property di Tabanan Cari Lulusan SMA/SMK Th 2015/ B.BP.001.01.17.0001242 ji dr 2,5jt CV:gm.asaproperty@ CleaningService,Waitress,Sopir looking for 3 full-time male, Kuta, Dpn Centro 0361-757521 Dicari segera!karyawan/i Bhs Marketing P/W,Administrasi Wnt 2016 utk menjadi Administrasi gmail.com, (0361) 4490319 Dcr Manager Marketing/KA.Depo& Hb:723593/723637/082144159869 B.BP.001.01.17.0001223 scooter riders with intermediate Inggris,Gaji+komisi CV ke ktr Hub.0361-8941712 Teknik dan Asisten Teknisi B.BP.001.01.17.0001272 B.BP.001.01.17.0001135 Marketing/SalesBerpengalaman. B.BP.001.01.17.0001053 Dcr kary utk M-Mrkt Krm CV ke English skills,SIM C and reliable Highway Jl.Raya Ubud Hub. ASC LG Surya Teknik, Jl.G, Dcr Kry SMK/D3 bs mengoperasiDcr:Listing Agent Propty,pglmn, Kirim CV di Jl.Buluh Indah 88B B.BP.004.01.17.0001308 Dibthkn Marketing,Administrasi 1.experienced Sales Manager Tkd Bdng 226 Hub.08174717471 Tangkuban Perahu,087861568666 kan Ketel Uap + Bersertifikat B.BP.001.01.17.0001264 Eng,pglm,bs online Mrktg, pny Pengiriman/Sopir(08113886929) Dicr Sopir Pnglmn SIM A 759809 B.BP.001.01.17.0000958 with local business contacts. B.BP.001.01.17.0001013 Hub.PT.Sinar Sosro KPB Bali Dcr O.M Resto,Sopir B1,Sales & kendrn,Gj+kms CV+foto:gm.asapr CV:sanidatabali.hrd@gmail.com /08551417957/lgsng ke ruko Tbn email:info.skoomedia@gmail.com Dcr mrkting,Teller,SPI u/BPR Cr staff u/furniture Ubud, 085 atau Jl.Teuku Umar No.22-24 Plaza 15 Kuta Amardeepdecor 100535083-arifin.tan@gmail.com Kmenuh Sukawati Gyr0361-952502 Adm, 081805356494/081237726794 yg Sdang Brkmbang 081238170333 operty@gmail.com(0361)4490319 087862218343 B.BP.141.01.17.0001233

B.BP.001.01.17.0001068

B.BP.004.01.17.0001305

B.BP.156.01.17.0001271

B.BP.154.01.17.0001286

B.BP.004.01.17.0000792

B.BP.001.01.17.0001145

Segera Butuh 10 Terapis Spa Wanita di Canggu Gj menarik+ Bonus+Lembur+THR Tlp.9002588, 081239621123 B.BP.001.01.17.0000645

Supir+Krywti Gj Pokok+Mkn+Bns Hub:085100811446

B.BP.001.01.17.0001114

The Griya Sanur 3* Hotel Looking For Staff: Accounting, HK,FO.E:manager@thegriyasanur. com Phn: 270119

B.BP.001.01.17.0001217

Travel Agent urgent need staff speak English & comp. P.287555 Email: madehilly@yahoo.com.au B.BP.001.01.17.0000898

Tukang Jahit Konveksi Merdeka Renon Gaji Oke 0895700415789 B.BP.001.01.17.0001274

Cr Karyawati,Finishing Meuble, Sopir,max.25Th/SMA Hub:Karya Subur Gj 2,2-3Jt H.08123881899 B.BP.001.01.17.0001226

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

MERCEDEZ

Xenia’06 Xi Sporty silver 89jt Dijual Mercy S300 Th2008 Hitam Nego Pemilik Hub.085738777877 Istimewa Hub.08123677990 B.BP.001.01.17.0001301

HONDA

B.BP.001.01.17.0001167

MITSUBISHI

Jazz RS’10 Putih AT Pajak Baru Istimwa Bs Credit, 081999675175

B.BP.141.01.17.0001325

Jazz’05 Biru Muda AsBali AT PjkBaru 83Jt Crdt,081999675175 B.BP.141.01.17.0001322

B.BP.141.01.17.0001320

SALON

All New Avanza G’14 Putih MT AsBali PjkBr 164J,081999675175

DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh 2Lt 3KT Jl.Subak Dalem No.21B Hub.085237077978

B.BP.001.01.17.0001281

B.BP.001.01.17.0001303

Dktrkn Rmh Tinggal Lt2 6KT 6KM LT.3Are Lok.Batanghari Residence H:081236877777/085338267702

HONDA

Revo Abslut’11AsDK Brg Ori,Srt Lgkp,Pjk Sep 2017/087862283262

B.BP.001.01.17.0000926

B.BP.001.01.17.0001240

Dswkn rmh 150m2,lkp,3KT,RM,RT Grs2mbl,0818343141/08123851717

B.BP.164.01.17.0001313 Spd Mtr Honda Grand’97 Htm Dps kondsi Bagus Hub: 085237972999 BUC Vellfire’2011 full Option B.BP.001.01.17.0001237 Htm DK Dps Bs TT,085102510222 B.BP.164.01.17.0001314

SUZUKI

Dijual Fortuner G Diesel Matic 2012 Hitam metalic Cat Ori,Low KM,Spion Otomatis,Vcool,samsat Baru+Kunci 3,Rp.309 Juta Nego stlh lihat Hub.085739112099

B.BP.001.01.17.0001266

Ertiga GX’13 Putih+Avanza G’13 Silv Jl.Seruni 24/08123968148

B.BP.141.01.17.0001321

Djl 3 Unit Toyota HI ACE Th’12 Pth Istmw0811393881/0811398352

!Djl Rmh 65/70 Cemara Giri VIII C90 Br Kaja Dlg 082339182007 B.BP.166.01.17.0001347

Djl Kijang LGX 02 Silver DK VIP Msn/AC Bgs hub. 081338610459

Djl Rmh LT4,98m2 Candi Kuning Bedugul BUC H.0811393881 / 0811398352

Grand Innova G Manual Abu Met 2015/245Ng AsBali,0811395948

Murah!Rmh jual Dps 1,5lt,750jt Ray White Kuta Putri0817240706

B.BP.001.01.17.0001120

B.BP.166.01.17.0001348

B.BP.141.01.17.0001318

BIRO JASA

B.BP.004.01.17.0001276

SINGARAJA

DIJUAL RUMAH Djl Rmh Baru Sdh Ada yg Kntrak 1th 18jt Dalung, H.082147454248 B.BP.164.01.17.0001309

B.BP.001.01.17.0001335

APV’2010 + Ijin,Silver Phone.085237768428

ALUMINIUM

DIJUAL MOTOR

B.BP.141.01.17.0001327

B.BP.164.01.17.0001307

K.Estilo’09 Silver Pjk Baru AsBali 70Jt Crdit, 081999675175

TOYOTA

Avanza Th’2006 Type S Silver Istimewa Hub.087861555677

B.BP.001.01.17.0001324

MAZDA

Mazda CX7’10 AsBali Pjk Baru Matic Merah Istw,081999675175

Toyota Harrier’06 L Premium Hitam,Barang Istmw,08123811345

B.BP.141.01.17.0001329

Honda Brio MT’2014 Merah *****OTO 89///0811398989****** AsliBali Low KM H.081246769449 *Pajero New Dakar’2016 Putih** B.BP.141.01.17.0001319 *Harrier New Prems’2015 Hitam* All New Jazz RS’15 Putih MT *Fj.Cruiser full Spec’13 Hitam AsBali 230Jt Crdt,081999675175 *Land Cruiser ZX CBU’10 Silver B.BP.141.01.17.0001328 CRV’2014 Htm Prestige DK asli *Mercy SLK 200 AMG’2012 Hitam* 340 nego Lgs Pmlk.08123996600 *Mini Cooper 4 pintu’13 Putih* *Hardtop ful orginal’82 Coklat B.BP.001.01.17.0000916 Freed PSD’09 Putih Jok Klt TV3 *Yaris S Matic Th’2007 Hitam** Istimwa Bs Credit,081999675175 ***Bisa Kredit Bunga Murah**** B.BP.141.01.17.0001323

X-Over’2008 MT AsBali Silver Purplis Bs Credit, 081999675175

B.BP.001.01.17.0001121

B.BP.004.01.17.0001332

BIRO JASA

B.BP.001.01.17.0001076

Jual Rumah/Villa, Furnished, Pool, 2Are di Tamansari Kerobokan Telp:0816295639

B.BP.001.01.17.0001250

Rmh Lt.II 90/98 dkt Art Center Jln.SMA 3 Dps 081-999375261

B.BP.001.01.17.0001156

BIRO JASA

Kav 1A Jl.Ry.Juwet Sari Pemogan 081999843755 / 08124622492

Dijual Tanah 5Are, Jl.Nuansa UtamaII diJimbaran,View AirPort+Benoa Info:0816295639

Pandawa Golf 56 are 375Jt view Golf,Pantai 08123956100

B.BP.001.01.17.0001291

B.BP.001.01.17.0001248

Dijual Tanah 7 Are Jln Tukad Sungi No.7 bisa Lewat Tukad Badung II Renon Dps pemilik Langsung Hub:082144534000

B.BP.001.01.17.0001232

Jual Tnh JlKayujati GgSri Darma Oberoi Blkg SeminyakSquare/ Seminyak Village Plaza 4,3Are 2,3M/Are Nego Hub.08123568648

B.BP.001.01.17.0001273

DIJUAL TANAH “3,83A Lok di Glogor Carik Nyaman&strategis 087761652081 B.BP.001.01.17.0001330

B.BP.001.01.17.0001284

B.BP.001.01.17.0001173

Jual Tnh dpn Pantai Mandalika Kuta Lombok (Beach Frontland) LT2695m2 @4Jt SHM IMB Toplocation Hub.08123568648 B.BP.001.01.17.0001171

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

AC

DISEWAKAN VILLA Dikont Villa 2Lt Jl.Tiying Tutul Canggu Hub.085237077978 B.BP.001.01.17.0001302

Villa LB90 LT2-3A fas.Pool TV AC AirPanas Renon,081999567235

B.BP.001.01.17.0001279

RUPA-RUPA B.BP.001.01.17.0001257 Tnh 3,6A di Pagutan Batubln & Buka Simpanan 100Juta langsung P.Sambian 1,2A 085737952021 TP Dapat NMAX Gratis 081239011111

KOST Kost Executive di Nuansa Indah Selatan I/8,Buluh Indah,fully furnished,Fas.lkp AC,Air panas Wifi,Cable TV,dll, 081999292255

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

B.BP.004.01.17.0001345

Tnh & Bangunan Lok.Ds.Baler Bale Agung SHM 460m2/081238170333

Dikont:4 Km Tidur,Jl.Linga 12B dekat SPN Sgr Hub.0811398154

B.BP.001.01.17.0001253

DISEWAKAN TOKO Murah! OverKontrak Toko sblh Mi Kober Batubulan 20Jt/Th Uk. 2,85x8,5m Hub.081238953985 B.BP.001.01.17.0001236

DISEWAKAN GUDANG Gudang dan Toko Jln.P.Moyo 35 Hub:082144736771-0361234430 B.BP.001.01.17.0001224

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL ELEKTRONIK

B.BP.001.01.17.0000868

Invest Tnh Puri Bunga/Murah B.BP.001.01.17.0000582 Kampial Nusa Dua 1A/250Jt,dulu Tnh Sdp Malam 2,36A SHM Invest 350jt081999975168/087761616132 700Jt Global Nego 082146577807

B.BP.001.01.17.0001238

Djl Rumah Jl.Mudutaki VI Kav 7 LT.100m2 LB.0,72m2 Tegal Jaya Gatsu Barat Hub:087765274899

BU Tnh 6A View D.Buyan Bedugul Cck Villa 60Jt/A, 081239701777

B.BP.001.01.17.0001317

Tkng, Cat Tembok,Politur, Textur pasang plafon,dll.08179731814 B.BP.001.01.17.0001334

KEHILANGAN Hlg BPKB Suzuki ST 130 Futura No.A2869520-0,an:Kandatel Sgr, Jl.Letkol Wisnu No.2 Singaraja B.BP.004.01.17.0001225

KURSUS “Pendidikan singkat langsung kerja diBandara 082266087677" B.BP.004.01.17.0000944

DIJUAL MOBIL


EKONOMI

18

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Kemenhub Evaluasi Sekolah Penerbangan Jakarta (Bali Post)Kementerian Perhubungan akan mengkaji keberadaan sekolah pilot yang nantinya hanya ada beberapa sekolah penerbangan yang lulusannya memiliki strata satu atau setingkat sarjana. “Dengan memiliki strata satu, supaya ada kedewasaan, supaya punya wawasan yang lebih luas dari seorang pilot, harapan saya gitu. Saya sudah bicara dan saat ini sedang digodok,” kata Menhub Budi Karya Sumadi saat sosialisasi terkait dengan kesiapan dan kesehatan personil penerbangan sebelum mengoperasikan pesawat udara di Jakarta, Jumat (13/1) kemarin.

Bali Post/ant

SHIO- Perajin lampion shio menata lampion karakter shio di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/1). Lampion karakter shio tersebut dijual dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta tergantung ukuran dan tingkat kerumitan pembuatan.

2017, Kemenkop UKM Targetkan 1.200 WP Jakarta (Bali Post)Kemenkop dan UKM terus mendorong pertumbuhan angka wirausaha pemula (WP) dengan sasaran warga daerah tertinggal, daerah kawasan ekonomi khusus, dan daerah antar kelompok pendapatan. “Tahun ini kita alokasikan anggaran Rp 15,6 miliar untuk membantu sekitar 1.200 wirausaha pemula dengan besaran bantuan antara Rp 10-13 juta perorang,” kata Deputi Pembiayaan Braman Setyo saat diskusi dengan wartawan di Jakarta, Jumat (13/1) kemarin. Berbeda dengan tahuntahun sebelumnya, tahun ini ada beberapa syarat yang harus dipenuh calon wirausaha pemula antara lain lewat pola e-Proposal yaitu diajukan melalui website. Selain itu, kata Braman, secara individu memiliki rintisan usaha produktif minimal usahanya sudah berjalan selama enam bulan, belum pernah menerima bantuan sejenis, ada legalitas usaha atau izin usaha mikro kecil, serta memiliki rencana usaha atau bisnis plan. Braman mengatakan, bantuan wirausaha pemula ini menjadi program unggulan bertujuan untuk mengurangi kesenjangan ketenagakerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya usaha mikro. Program ini, kata dia merupakan amanat RPJMN 20152019 yang mentargetkan 1 juta wirausaha baru, di mana Kemenkop dan UKM mendapat alokasi 28.800 wirausaha baru. Menyinggung evaluasi program sebelumnya, ia mengatakan tahun 2015 lalu ditargetkan 3.560

wirausaha pemula dengan anggaran Rp 88,4 miliar, di mana realisasi mencapai 8.362 wirausaha pemula atau 33,71 persen dari target RPJM. Hasil evaluasi dan monitoring, lanjutnya sebanyak 1.874 orang dengan nilai bantuan Rp 32,8 miliar dipergunakan untuk modal kerja sebesar Rp 10,6 miliar, dan modal investasi sebesar Rp 2,1 miliar dengan perkembangan menambah tenaga kerja sebanyak 1.317 orang dari sebelumnya 20.037 orang, meningkatkan aset usaha sebesar Rp 14,1 miliar dari total aset sebelumnya Rp 22,5 miliar. Sementara peningkatan omset usaha sebesar Rp 6,1 miliar dari total aset sebelumnya Rp 14,9 miliar. (010)

Kemudian Menhub mengatakan, Kemenhub akan mengurangi jumlah sekolah penerbangan, dan ini dalam proses eliminasi, di mana yang tidak memenuhi syarat akan diberhentikan. “Ini kan menimbulkan citra buruk ada pilot yang nganggur, ada pilot yang tidak disiplin. Jadi memang kita mesti introspeksi dari sekolahnya,” kata Menhub. Upaya yang tengah dilakukan, kata Menhub akan ada tim evaluasi tetang sekolah dimaksud, dan melihat fasilitasnya sepeti apa dan dari 900 pilot yang menganggur paling banyak dari mana, sekolah mana. Ia juga tak ingin mendikotomi militer dalam sekolah transportasi dengan militer.

“Ini satu boleh militer yang satu enggak boleh. Nanti kita pikirkan baik-baik,” paparnya. Yang pasti, kata Menhub bagaimana mengelola attitude dalam keluarga dan memang ada suatu kedewasan. Sebab seketat apapun punishment dan seberat apapun attitude akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu, perlu segera dikoreksi dan dipikirkan bagimana membuat yang terbaik untuk bangsa ini dengan melihat apakah attitude mereka sudah bener. Menhub menegaskan, beberapa pihak berharap kualitas sekolah transportasi ditingkatkan, apalagi sektor udara ini sarat dengan risiko, dan safety itu

tinggi sekali. Ia juga mengatakan, segera melakukan evaluasi terhadap sedemikian banyaknya regulasi. “Jangan sampai diperbanyak kita menghambat iklim investasi, tapi dengan yang sekarang saja banyak yang melanggar,” jelasnya. Oleh karena itu, jelas Menhub, Kemenhub memang akan melakukan sesuatu mekanisme reward and punishemnt secara lebih tegas supaya ada efek jera tapi efek jera tidak diikuti dengan perbaikan juga susah. “Kita minta kepada temen-teman operator dan pelaku stakeholder aviasi sudah saatnya untuk melakukan introspeksi,” pesannya. (010)

Jelang Imlek

Wisatawan Tiongkok Diperkirakan Naik Denpasar (Bali Post)Menjelang hari raya Imlek tanggal 28 Januari nanti, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) sedang melakukan persiapan SDM yang dapat menguasai bahasa Mandarin. Imlek adalah suatu musim di Tiongkok untuk berlibur. Sementara data statistik menyebutkan ratusan juta orang Tiongkok yang keluar dari daratan Tiongkok, namun Bali hanya meraup 1,3 juta orang. Sang Putu Subaya, Ketua Umum HPI, Jumat (13/1) mengatakan di Bali sudah terdaftar 1.300 guide berbahasa Mandarin. Jumlah ini sudah cukup ketika tamu Tiongkok mengalamai peningkatan. ‘’Kami sudah ser-

ing bertemu dengan temanteman Asita. Jadi perlu ada antisipasi untuk market Mandarin jelang Imlek,” paparnya. Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, I Ketut Ardana mengatakan menjelang momen Tahun Baru China ini permintaan jasa pengiriman barang meningkat. Demikian pula permintaan paket wisata di Bali juga mengalami peningkatan. Menurutnya, berdasarkan pengalaman Imlek tahun-tahun sebelumnya, kedatangan turis Tiongkok dan Taiwan naik tajam. “Imlek biasanya membludak utamanya turis dari Tiongkok dan Taiwan. Tentunya peningkatan kunjungan akan

terjadi lagi pada Imlek yang akan datang (tahun ini),” terang Ardana. Dia mengatakan, Imlek tahun ini diprediksi akan terjadi peningkatan permintaan paket wisata, khususnya dari wisatawan Tiongkok sekitar 10 persen sampai 20 persen. Peningkatan tersebut akan terjadi dengan adanya ketersediaan penerbangan yang cukup dari sejumlah kota di Tiongkok ke Bali serta penambahan carter pesawat. (kmb42)

Budi Karya Sumadi

Bali Post/ant

Rupiah Melemah Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Jumat sore bergerak menjadi Rp 13.333, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.281 per dolar AS. Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk., Rully Nova di Jakarta mengatakan pelemahan rupiah diproyeksikan bersifat jangka pendek, mengingat fundamental ekonomi domestik relatif masih cukup kondusif. “Kurs rupiah melemah seiring dengan sebagian pelaku pasar uang di dalam negeri melakukan aski ambil untung setelah sempat menguat dalam beberapa hari terakhir. Namun fundamental ekonomi domestik yang cukup positif akan menjaga fluktuasi rupiah ke depan untuk kembali terapresiasi,” ujarnya. Ia menambahkan, perubahan Peraturan Pemerintah No.1 tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas PP No.23/2010 terkait pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara (minerba)

juga akan turut berdampak positif bagi ekonomi ke depan. “Tujuan utama dari PP itu ke depannya tentu akan berdampak positif pada negara yang akhirnya dapat memperkokoh fundamental ekonomi nasional,” katanya. Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, dolar AS yang beranjak naik di pasar valas domestik itu seiring dengan mulai meredanya kecemasan investor terhadap ekonomi AS. “Pernyataan The Fed yang tidak mengkhawatirkan perekonomian AS meredakan kecemasan terhadap aset berdenominasi dolar AS,” katanya. Kendati demikian, dolar AS bisa tertahan lajunya jika data-data ekonomi AS yang akan dirilis pada akhir pekan waktu setempat tidak menunjukkan perbaikan. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat ini mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp 13.308 dibandingkan, Kamis (12/1) Rp 13.288. (ant)


19

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

Enam Kabupaten Dari Hal. 1

Meskipun biayanya mahal, tetapi dengan PHR Badung yang tinggi akan siap membantu pemprov dan enam kabupaten lainnya di Bali untuk merealisasikan sistem tersebut. Selain itu juga meningkatkan kualitas SDM dalam menghadapi persaingan MEA dengan melakukan berbagai pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi. Sehingga, revolusi mental generasi muda bisa bangkit dan etos kerjanya semakin tumbuh dalam menghadapi persaingan global. “Kita tidak perlu menyalahkan pemerintah atau siapa pun, tetapi kita harus mencari solusinya,”tandasnya lebih

Tanda Tangan

lanjut. Ke depan, ia juga berharap, pariwisata Bali dengan kekuatan sistem budaya di atas nilai-nilai luhur Agama Hindu yang berlandaskan konsep Tri Hita Karana harus tetap dijaga. Sehingga, pariwisata Bali bisa tetap eksis. “Konsep inilah yang harus dijaga jangan sampai mengalami degradasi budaya. Kalau budaya Bali mengalami degradasi, maka taksu Bali akan berkurang. Sebab, wisatawan yang datang ke Bali 60 persen ketertarikannya karena budaya, karena karakter orang Bali yang bersahabat, dan karena alamnya yang indah dan lestari. Ketiganya harus dijaga dan dilestarikan, sehingga taksu Bali tetap terjaga,” ujarnya. (win)

Dari Hal. 1

Diungkap Argo, Fernita diduga menyuruh staf DPP PPP menyalin tanda tangan Ketum Djan Faridz dan Sekretaris Jenderal Dimyati N untuk surat B1-KWK Kalimantan Tengah sebagai dukungan terhadap pasangan Calon Gubernur Ujang IskandarJamawi. Fernita menyuruh staf Rista

Sabtu, 14 Januari 2017

Jadi Korban Dari Hal. 1

“Kalau berani kami keluarkan rekomendasi itu, maka sesuai dengan UU Nomor 26 tentang Rencana Tata Ruang dan PP 26 tentang Penataan Ruang, hukumannya lima tahun bagi yang mengeluarkan izin. Siapa yang berani mengeluarkan izin kalau begitu. Sehingga, teman-teman kami tak akan kami jadikan korban,” katanya. Undang-undang tata ruang dan pertambangan, mengancam pemerintah daerah apabila mengeluarkan izin tersebut. Dengan situasi itu, ia berharap Karangasem tak lagi dibebankan mengeluarkan rekomendasi itu. Sebaiknya langsung saja seluruhnya diproses di Provinsi Bali. Karena kewenangan Provinsi Bali, yang mengeluarkan IUP. Jika itu bisa dilakukan Pemprov Bali, maka itu sangat tepat. Wabup menegaskan, bila masyarakat diberikan menggali lagi, dia mengaku tidak mempersoalkan. Cuma, perdanya harus direvisi dulu. Terkait rencana perda ini, sudah diproses agar masalah lebih cepat diselesaikan. Upaya merevisi Perda RTRW Kabupaten ini, sudah disiapkan kajian akademik. Bahkan, FGD (Focus Group Discussion) juga sudah dilakukan hingga konsultasi awal ke pemerintah pusat. Dalam draf ranperda yang disusun berdasarkan kajian dari tim ahli yang melibatkan Universitas Udayana dan Universitas Warmadewa, batas maksimal penggalian direncanakan sampai di ketinggian 800 mdpl, atau naik 300 mdpl dari ketentuan Perda RTRW No. 17 tahun 2012 yang menyatakan batas maksimal penggalian ada di 500 mdpl.

Bulan Februari nanti, sudah masuk ke dalam konsultasi teknis. Secara prinsip, pemerintah pusat dikatakan sudah setuju. Tetapi, belum mendapatkan persetujuan secara tim dari pemerintah pusat. Dari situ nanti baru dibawa ke lembaga DPRD. “Sehingga Maret nanti sudah bisa diambil keputusan,” tegas Wabup Artha Dipa. Sebelum mengambil langkah sejauh ini, Wabup Artha Dipa juga mengaku sempat meminta legal opinion dari Kejari Amlapura. Tetapi, Kejari Amlapura tegas mengatakan hal itu (mengeluarkan rekonmendasi IPR dan UKL-UPL) tidak boleh dilakukan. Sehingga, pihaknya tetap mengambil langkah merivisi perda RTRW Kabupaten. (kmb31)

Apriyanti menyalin tanda tangan Djan Faridz di hadapan saksi Suharjo dan Adri. “Ada ucapan tanda tangan Ketum dan Sekjen di-scan saja saya (Fernita) yang bertanggung jawab,” ungkap Argo. Akibat tindakan Fernita itu, DPP PPP dirugikan karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Tengah melarang gabungan partai mencalonkan dua pasangan calon. (ant)

Bali Post/ade

KERETA API - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kanan) bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tengah) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) saat meninjau jalur kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/1) kemarin. Peninjauan tersebut dalam rangka sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan petikemas dengan kereta api rute Gedebage-JICT Tanjung Priok yang sudah dimanfaatkan sejak Juni 2016.

05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Meningkatkan Kerukunan & Kedamaian (5) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Education On Bali TV 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Mahadewi Cantik Dengan Balutan Busana Elegan 09.30 Belajar Menggambar Menggambar Kotak 10.05 Galeri Musik Indonesia 11.05 Bali Channel Tourist TV 11.30 Lejel Home Shopping 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Karya Tawur Agung Labuh Gentuh (1) 12.30 Mulat Sarira Polemik Kenaikan Biaya Administrasi Kendaraan 12.45 Eda Koh Ngomong Kenaikan Pajak Kendaraan.

13.00 Jamu Tetes HaGe 14.05 Lejel Home Shopping 14.30 Yowana Magz Juara LKTI SMAN 2 Karangasem 15.05 Parameter 15.30 Bali Channel Tourist TV & Etalase 16.05 Lila Cita Sanggar Ardha Nareswari (2) 17.05 Kreasi Anak 17.30 Gita Shanti Sekeha Shanti SD 5 Saraswati (1) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 Orti Bali 20.00 Satu Jam 21.00 Lila Cita Calonarang Ngeseng Waringin Desa Pekraman Panjer (4) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Sanggar Indra Jagadhita (1) 23.00 Solusi Alternatif Herbal Putih 23.30 Dunia Kita 24.00 Lejel Home Shopping

Ghatotkacha Bantai Raksasha Alayudha

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta

(Edisi Empat Ratus Tiga Puluh Dua)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

SETELAH melihat ilusi yang diciptakan Rakshasa Alayudha itu, lawannya yang sepadan Rakshasa Ghatotkacha meloncat tinggi. Putra Bhima itu menghancurkan ilusi lawannya itu, dengan memakai ilmu mayanya sendiri. Alayudha, setelah melihat ilmu mayanya sendiri dihancurkan oleh musuhnya, dia mulai menuangkan hujan berat dari batu-batu kepada Ghatotkacha. Hujan batu-batu mengerikan itu dihilangkan oleh Ghatotkacha yang gagah berani itu, dengan mengunakan sebuah hujan anak-anak panah. Mereka kemudian saling menghujani satu dengan lainnya, dengan berbagai macam senjata, seperti Parigha besi, tombak-tombak, gada-gada, tongkat-tongkat pendek, pemukulpemukul, Pinaka, pedang-pedang, lembing-lembing, Kampana, dan panah-panah tajam. Banyak senjata senjata berukuran panjang berkepala lebar, anak-anak panah, cakra-cakra dan kampak-kampak perang. Mereka saling serang satu lainnya. Kedua rakshasa yang sama sama sakti itu merobek-robek banyak macam pohon-pohon

yang bercabang besar. Seperti pohon Sami, Pilu, Karira dan Champaka. Oh Bharata, Inguidi, Vadari dan Kovidara yang sedang berbunga dan Arimeda, Plaksha, Banian, Peepul dengan berbagai puncak gunung dan berbagai macam logam. Suara benturan dari pohon-pohon dan puncakpuncak gunung itu menjadi sangat keras seperti raungan petir menggelegar. Sungguh, pertempuran yang terjadi antara putra Bhima dan Alayudha itu Oh raja sangat menakutkan, karena berlangsung di luar batas. Seperti perang terjadi pada zaman dahulu antara Vali dan Sugriva. Pertempuran antara dua pangeran kera-kera itu. Mereka saling menyerang menggunakan panah-panah dan berbagai macam senjata mengerikan lainnya. Mereka juga menggunakan pedang-pedang bengkok yang sangat tajam. Kemudian para Rakshasa perkasa itu menyerbu satu dengan lainnya. Rakshasa itu saling menjambak rambut satu dengan lainnya. Oh raja, kedua prajurit yang sangat besar itu menderita ban-

yak luka pada tubuh mereka. Darah dan keringat menetes ke bumi. Kelihatan seperti dua kumpulan awan-awan menghancurkan air hujan. Kemudian setelah menyerbu cepat, memutar-mutar tinggi-tinggi dan menghempaskannya ke bawah. Putra Hidimva itu memotong kepalanya yang besar. Setelah mengambil kepala itu yang dihiasi sepasang anting-anting, Ghatotkacha yang perkasa itu mengeluarkan sebuah raungan keras. Setelah menyaksikan saudara dari Vaka yang sangat besar itu terbantai oleh Ghatotkacha, keluarga Panchala dan para Pandava mulai mengeluarkan teriakan-teriakan singa. Para Pandava menabuh dan meniup ribuan genderang dan puluhan ribu terompet kerang. Hal itu menandakan kemenangan para Pandava. Disinari obor-obor di sekelilingnya, gema suara dari alat-alat musik itu kelihatan sangat gemerlapan. Putra Bhimasena yang perkasa itu kemudian melemparkan kepala Alayudha yang telah terbantai itu ke hadapan Du-

ryodhana. Duryodhana setelah melihat Alayudha yang gagah perkasa itu terbantai, menjadi, penuh kekhawatiran, untuk keselamatan semua pasukannya. Alayudha telah datang menemui Duryodhana atas kehendaknya sendiri, setelah mengingat permusuhannya yang lama dengan Bhimasena. Dia telah mengatakan kepadanya dia akan membantai Bhima, dalam kedatangannya

pada perang ini. Raja keturunan Kuru itu telah menganggap pembantaian terhadap Bhima sebagai sesuatu hal pasti. Dia telah yakin saudara-saudaranya akan berumur panjang. Setelah melihat Alayudha dibantai putra Bhimasena itu, sang prabu menganggap sumpah Bhima itu tentang pembantaian terhadap dirinya sendiri dan saudara-saudaranya telah terpenuhi. (bersambung)

Sloka 11.43 Pitasa lokasya caracarasya Tvam asya pujyas ca gurur gariyan Na tvat samo ‘sty abhyadhikah kuto ‘nyo Loka traye ‘py apratima prabhava. ‘’Karena sekarang kuketahui Dikau adalah Bapak Agung, dari semua yang di bawah dan semua yang di atas, dari semua loka di seluruh alam semesta ini! Dikau adalah guru yang paling dikagumi dan tak tertandingi di seluruh loka ini. Bagaimana mungkin ada seseorang di dunia ini yang lebih agung dari kebesaran-Mu. Dikaulah Yang Tetinggi, Tuhan kupuja, Dikau!


balipost (157rb Like) http://facebook.com/balipost

Sabtu Wage, 14 Januari 2017

@balipostcom (4.710 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Starlet Band Siap Ramaikan Belantika Musik Bali

DI tengah lesunya industri (pasar) musik di Bali akibat perkembangan teknologi yang begitu pesat, tidak serta merta menyurutkan niat generasi muda Bali untuk berkarya. Pasalnya, banyak band indie di Bali yang bermunculan dengan gaya dan ciri khasnya masing-masing tetap eksis meramaikan belantika musik Bali. Bahkan, memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan hasil karya mereka. Salah satunya adalah Starlet Band. Band bergenre rock alternatif yang dibentuk 2 Januari 2016 lalu ini segera merampungkan album perdananya yang saat ini masih dalam proses recording. Rencananya, pada album perdana mereka tersebut akan terdapat delapan hingga sembilan lagu ciptaan mereka. Namun hingga saat ini, baru tujuh lagu yang dalam proses recording. Yakni, ‘’Bali Bersatu, Nyesel, Kasmaran, Nganten Yuk, Tresna Mejohan, Bali Ajeg Lan Lestari, dan Tresna Sing Harus Ngelahang’’. Dari ketujuh lagu itu, baru dua lagu yang sudah selesai recording, yaitu ‘’Bali Bersatu’’ dan ‘’Nyesel’’ serta satu lagu dalam proses penggarapan video klip yang mengambil lokasi di kawasan Desa Selat. “Meskipun kami sebagai pendatang baru dalam dunia musik di Bali, tapi kami optimis dan siap meramaikan belantika musik Bali dari Bumi Panji Sakti,” ujar Dek Edi saat dihubungi Jumat (13/1) kemarin. Untuk memperkenalkan hasil karya mereka, band yang beranggotakan Dek Edi (vokal), Tu Gede (gitar), Tut Arta (drum), dan Bayu (bass) ini akan memanfaatkan media social untuk promosi lagu-lagu mereka. Hal ini dianggap sangat efektif agar masyarakat pencinta musik di Bali dengan cepat mengetahui hasil karya band yang bermarkas di Desa Panji Kecamtan Sukasada ini. “Saat ini, kami masih fokus merampungkan album perdana kami sambil berpromosi lewat media sosial,” katanya. Edi berharap karya yang disuguhkan nanti bisa diterima oleh masyarakat banyak, khususnya masyarakat pencinta lagu Bali alternatif. Pihaknya juga berharap musik Bali bisa terus berkembang, apa pun jenis genre musiknya. (win)

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Pasutri Berjuang Sembuhkan Anak yang Derita Sindrom Rubella

MADE Bayu Putra tampak termenung menunggu anaknya Ni Luh Gede Ellina Sri Candra yang sedang menjalani pemeriksaan CT Scan, Kamis (12/1). Virus rubella yang menyerang anaknya membuat anaknya menderita sindrom rubella. Sayangnya, ia baru mengetahui anaknya terinfeksi rubella setelah berusia 1 bulan 7 hari. Padahal, awal terinfeksi yaitu ketika istrinya, Komang Sitiari, terinfeksi virus rubella saat kehamilan 1 minggu. Selama sekitar 2 tahun, dia berjuang bersama istrinya untuk kesembuhan anaknya dan telaten merawat anaknya. Perlahan-lahan, keluhan penyakit yang dialami anaknya bisa teratasi. Pada awalnya, keluhan di mata Ellina yang muncul bintik putih merupakan awal dari katarak, bisa dioperasi. Kini gangguan pendengaran yang dialami, membuat anaknya belum bisa berkomunikasi dan masih menjadi salah satu hambatan yang belum bisa terselesaikan. Pasalnya, BPJS Kesehatan yang dipakainya tidak menanggung alat kesehatan berupa alat bantu pendengaran. “Yang ditanggung hanya biaya pemasangannya, perawatan dan lain-lainya saja,” ujarnya. Sementara itu, stimulasi agar anaknya dapat berbicara adalah sebelum berusia 3 tahun. Sehingga, ia sedang mengupayakan agar dapat membeli alat bantu pendengaran yang harganya Rp 175 juta. Ironisnya lagi, jantung Ellina juga mengalami kebocoran akibat infeksi virus tersebut.

Ellina yang lahir pada 23 Maret tahun 2013, pada waktu pertama kali pengobatan, belum ada program BPJS Kesehatan sehingga pembayaran pemeriksaan dan pengobatan dilakukan dengan pembayaran umum. Cukup banyak uang yang dihabiskan pada waktu itu, namun ia tidak menyerah. “Waktu itu belum pakai BPJS, dianjurin karena biaya tinggi pakai BPJS. Setelah terdaftar, pembayaran sampai sekarang pakai BPJS, dulunya bayar umum, jadi terbantulah. Dulu pinjam sana-sini, pokoknya habis-habisan. Kendaraan juga hampir dijual, biar ada pakai berobat. Mau operasi mata saja waktu itu, saya hanya pegang uang Rp 100.000,” tutur Bayu Putra. Bayu Putra yang sehari-hari bekerja membuka bengkel terpaksa menutup bengkelnya untuk dapat membawa anaknya kontrol ke RSUP Sanglah. Alhasil, tak ada pendapatan yang masuk. Anak pasutri yang tinggal di Banjar Senapan, Carangsari,

Petang, Badung tersebut dari sejak usia 1 bulan telah diperiksakan ke RSUP Sanglah hingga kini rutin melakukan pemeriksaan. Dalam sebulan, ia bisa cek kesehatan anaknya ke RSUP Sanglah lebih dari empat kali. Pasalnya, ada banyak bagian yang harus dikunjungi seperti THT untuk memeriksakan gangguan pendengaran yang dialami, poli mata untuk memeriksakan katarak, poli jantung untuk memeriksakan gangguan jantung bocor, neurologi untuk memeriksakan kepala anaknya yang kecil (mikrosephali), bagian anak tumbuh kembang dan bagian rehabilitasi medik. Untuk mendapat pelayanan tersebut, Bayu Putra bersama anaknya rela mengantre sejak dini hari. “Pernah berangkat dari Petang ke sini (RSUP Sanglah -red) dari pukul 03.00 karena awal adanya BPJS, kan panjang sekali antreannya,” kenangnya. Meskipun sedih dengan kondisi anaknya, Bayu Putra dan istrinya tetap berharap anaknya dapat tumbuh seperti anak lain-

Bali Indonesia Medika Citra (BIMC)

RS Khusus Bedah, Tak Hanya Layani Pasien Asing

BALI Indonesia Medika Citra (BIMC) Hospital Nusa Dua yang merupakan rumah sakit khusus bedah, tidak hanya melayani pasien asing tapi juga pasien domestik. Hal itu dibuktikan dari data statistik kunjungan pasien BIMC Nusa Dua yaitu 10-30 persen merupakan pasien domestik. “Dalam sehari bed yang operasional 21, 4 di antaranya pasien domestik,” kata Direktur Bidang Pelayanan Medis BIMC Nusa Dua dr. Eva Fauziah. Mengingat BIMC Nusa Dua pada awalnya menyiapkan

SDM untuk pasien asing, maka saat ini untuk melayani pasien lokal memerlukan penyesuaian. “Karena tujuan kita pertama kali membangun RS ini untuk mencari segmen market asing, karena kita tidak mau bersaing dengan RS lain,” jelasnya. Di kemudian hari, pihaknya mulai memikirkan tentang segmen market yang hanya untuk pasien asing menurutnya tidak bagus. Maka dari itu, pihaknya perlahan-lahan mulai membuka segmen market lokal dengan harga yang agak berbeda. “Kita memberlakukan promo produk untuk orang lokal, karena pada

awalnya kita tidak mau berperang dengan komunitas RS yang ada di sini (Bali -red),” imbuhnya. Meskipun RS khusus bedah, BIMC Nusa Dua tetap tidak boleh menolak pasien. Oleh karena itu, semua layanan kesehatan umum diterima. BIMC Nusa Dua adalah RS khusus bedah tipe B dengan kapasitas 55 bed, memiliki ICU, HD dengan layanan tambahan yaitu dental dan antiaging serta plastic surgery. Ia menuturkan, BIMC Nusa Dua berawal dari praktik dokter bersama di ujung Jalan

Simpang Siur. Tahun 2005, pindah ke gedung RS yang sekarang menjadi BIMC Kuta. Di tahun 2007, BIMC mendapat sertifikasi sebagai RS. BIMC melakukan pengembangan dengan membangun BIMC Nusa Dua tahun 2010 dibuka secara resmi Mei 2012 langsung sebagai RS tipe B, karena kapasitas RS Tipe B minimal 55. Setahun setelah RS BIMC Nusa Dua berdiri, di tahun 2013, BIMC Nusa Dua meraih akreditasi KARS Madya. Hal itu merupakan suatu pencapaian yang luar biasa baginya karena dalam waktu setahun dapat

memperoleh akreditasi. Dengan digawangi dokter umum sebanyak 16 orang, dokter spesialis sebanyak 36 orang dan perawat sebanyak 48 orang, BIMC Nusa Dua kini mantap untuk mengikuti reakreditasi selanjutnya yang akan dilakukan Februari 2017. Selain terakreditasi nasional, tahun 2014, BIMC Nusa Dua juga mengikuti internasional. Mengingat segmen market BIMC Nusa Dua adalah pasien asing dari Australia, maka akreditasi yang diikuti adalah ACHS dan berhasil meraih predikat satisficied. (may)

Bali Post/may

Ni Luh Gede Ellina Sri Candra

nya. “Perasaan pasti sedih. Tapi mau gimana lagi, harus dijalani dan tetap semangat. Istri saya juga begitu, ya jalani saja. Saya masih berharap anak kami bisa kembali normal,” ujarnya penuh harap. (may)


Edisi 14 Januari 2017 | Balipost.com