16 HALAMAN
NOMOR 340 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Ibunda Wayan Sugiarta ’’Shock’’, Langsung Masuk RS Bali Post
SEJAK 1948
Bali ’’Menari’’ MEMASUKI era 1990an, barangkali bisa disebut sebagai tonggak di mana masyarakat Bali lewat beberapa pemerhatinya mulai sadar, ngeh, peduli tentang daya dukung Bali sebagai satukesatuan entitas. Saat itu memang sudah mulai tampak jelas suasana serta hiruk-pikuk pembangunan berbagai fasilitas pariwisata. Beberapa orang mulai eling tentang pentingnya rambu-rambu, batasanbatasan, aturan-aturan soal kawasan peruntukan. Hal ini sangat penting karena daya dukung (carrying capacity) Bali sangatlah terbatas. Tidak bisa di berbagai tempat dibangun fasilitas utama ataupun penunjang pariwisata. Tidak hanya keterbatasan lahan, juga ada hal pembatas yang juga mestinya dipahami serta dilaksanakan. Batasan yang ditimbulkan oleh kondisi sosio-kultural masyarakat setempat yang juga dijiwai oleh agama Hindu. Itulah sebabnya peraturan tata ruang serta kawasan dijiwai agama Hindu serta local genius. Pembicaraan soal kemampuan daya dukung Bali, menyangkut lahan, air bersih, jumlah penduduk, kompetensi penduduk dan lainnya cukup mengemuka. Namun, entahlah, persoalan konservasi lama-lama kok semakin hilang diganti dengan konversi. Persoalan carrying capacity diplesetkan menjadi crying capasity. Alih-alih mengimplementasikan moratorium, malahan yang berkembang justru semacam imperium. Jadi, Quo vadis Bali? Belum lagi soal konversi lahan produktif sawah serta tegalan yang mesti rela berganti wajah menjadi kawasan permukiman atau sejenisnya. Lahan sawah semakin menyempit dan lapangan kerja yang akrab dengan lumpur ini semakin tidak menarik lagi bagi kalangan muda. Generasi milenial kini, barangkali kalau ditanyakan soal sawah, jawabannya tidak akan selengkap serta sedetail generasi zaman old yang memang benar-benar akrab dengan kehidupan agraris. Hal. 15 Telah Berubah
Sebelum Kejadian, Istri Sempat ’’Video Call’’
Mendengar kabar kecelakaan pesawat yang dialami anaknya, ibunda Wayan Sugiara, Ni Kadek Nyampuh (62), shock berat hingga sesak napas. Riwayat sakit jantung yang dimilikinya membuat dia harus dilarikan ke Rumah Sakit Prima Medika, Sabtu (11/8) malam. Ditemui Senin (13/8) kemarin di Rumah Sakit Prima Medika saat mendampingi mertuanya dirawat, Komang Sri Maheni (37) – istri Wayan Sugiarta – menuturkan, sehari sebelum kecelakaan pesawat yang terjadi Sabtu (11/8), Wayan Sugiarta (45) sempat berkomunikasi dengannya melalui video call. Lewat video call itu ia melihat wajah suaminya berbeda dari hari-hari biasa. Dalam percakapan itu suaminya mengungkapkan kerinduan pada keluarganya. ‘’Dia juga sempat berpesan untuk menjaga ibu,’’ ungkapnya terkenang. Komunikasi melalui tele-
pon kerap dilakukan bersama suami. Bahkan di pagi hari, sebelum suaminya berangkat bekerja di hari kejadian, chatting masih dilakukan. Namun terakhir ia bertemu langsung dengan suami sebulan lalu pada 18 Juli 2018. Karena pada waktu itu Wayan Sugiarta dipindah tugas ke Papua. Kata Sri, mendapat tugas di Papua, Wayan Sugiarta merasa senang. ‘’Karena memang orangnya suka alam, tempat-tempat yang masih asri. Jadi ketika dapat tugas ke sana dia senang sekali,’’ kata Sri diiyakan adik kandung Wayan. Hal. 15 Sesak Napas
Penyuka Binatang
Bali Post/ist dan kmb41
Wayan Sugiarta (alm)
Dari kanan: istri, ibu, ayah dan keponakan Wayan Sugiarta.
KEPERGIAN Co-pilot Wayan Sugiarta yang meninggal dalam insiden pesawat Dinomin Air PK HVQ yang jatuh di pegunungan Bintang, Papua, menyisakan duka yang amat mendalam bagi pihak keluarga. Kepergian Sugiarta untuk selama-lamanya itu memang tak pernah diduga sebelumnya oleh pihak keluarga. Ni Wayan Suparmi, bibi alamarhum, Senin (13/8) kemarin mengungkapkan, informasi kecelakaan pesawat diberikan
langsung oleh pihak perusahaan. ‘’Setelah mendapatkan informasi bahwa pesawat yang ditumpangi Wayan Sugiarta hilang kontak, saya hanya bisa berdoa agar dia selamat. Karena informasinya bagian belakang pesawat yang lebih dulu jatuh, sehingga saya berpikir co-pilot yang berada di depan kemungkinan masih selamat. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain,’’ ujarnya berlinang air mata. Suparmi menuturkan, Sugiarta merupakan sosok yang sederhana.
Rajin pulang ke kampung apabila ada upacara atau acara keluarga. ‘’Kalau ada waktu libur pasti datang. Terakhir pulang saat upacara pengebenan neneknya, 15 Juli 2018,’’ ujarnya. Wayan Sugiarta juga penggemar binatang. ‘’Dia memang hobi memelihara anjing. Setiap pulang pasti ngurus anjing,’’ terangnya. Terkait pelaksanaan upacara, dia menegaskan, belum bisa memastikan sekarang, karena masih membicarakan dengan tetua adat. (kmb41)
Prabowo Pilih Perang daripada Disuntik
PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.
Keluarga Besar Parada Badung, Jl. Mudutaki II Gatsu Barat Rp 2.500.000 ANAHATA Rp 1.697.000 AA Gede Wintara Rp 1.500.000 Ni Putu Candrayani Rp 1.000.000 KSP Mekar Sari Rp 665.000 Rama Tours Operation Department Rp 540.000 Dw Md Merta Sedana Rp 500.000 Sasra Rp 500.000 I Nyoman Sukerta Rp 500.000 I Wayan Gede A Rp 500.000 Perkumpulan Praktisi Ling Chi Bali (PPLB) Rp 500.000 I Wayan Bagiastra Rp 500.000 I Nyoman Pariadi Rp 300.000 I Komang Dany Sutr Rp 300.000 CARISA Family Rp 250.000 I Nyoman Kariasa Rp 250.000 Kadek Nopa Dwipaya Rp 200.000 I Gede Sumertha Rp 200.000 Made Sudiri, Jl. Sakura Denpasar Rp 200.000 I Ketut Gede Sunar Rp 150.000 I Gusti Ngurah Oka Rp 100.000 Kadek Mirah Rp 100.000 Komang PM Rp 100.000 I Made Panji Ananda Pahlawan, Br.Kedaton Kesiman Rp 100.000 Ni Wayan Bunga Pandansari, Br. Kedaton Kesiman Rp 100.000 I Nyoman Purnawan Rp 88.000 I Komang Widana Rp 50.000 I Nyoman Lanang Putra Pandu, Br.Kedaton,Kesiman Rp 50.000 I Ketut Baskara Meguna, Br. Kedaton Kesiman Rp 50.000 Jumlah penerimaan hari ini Rp 13.490.000 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 27.089.867 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 40.579.867
Bali Post/ant
LAMBAIKAN TANGAN - Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno melambaikan tangan usai pemeriksaan awal tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8) kemarin.
Jakarta (Bali Post) Pasangan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/8) kemarin. Prabowo datang ke RSPAD Gatot Soebroto didampingi keponakannya yang juga anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo. Sedangkan Sandiaga tidak terlihat didampingi istrinya, Nur Asia, ataupun anaknya. Kepada wartawan, Prabowo bercerita tentang ketakutannya dengan jarum suntik. Apabila diminta memilih, mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus mengaku lebih baik memilih terjun ke medan perang ketimbang harus bertemu dengan dokter, terutama jarum suntik. ‘’Saya mantan tentara yang takut dokter, terutama takut suntik saya, lebih baik suruh terjun saja,’’ kata Prabowo terkekeh usai menjalani pemeriksaan kesehatan. Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan, dirinya harus mengikuti serangkaian perintah dokter sebelum menjalani panjangnya rentetan tes kesehatan. Ia mengaku sempat kelaparan karena harus berpuasa selama delapan jam. ‘’Saya diperintah oleh dokter untuk puasa dari jam 8 malam, enggak biasa saya, biasa makan jam 10 malam, saya jadi enggak tidur, kelaparan. Tapi, karena perintah dokter enggak berani saya melanggar,’’ ujar Prabowo. Sementara itu, Sandiaga memuji kualitas pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter gabungan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan RSPAD yang sudah sekelas internasional. Ia pun berharap tes kesehatan kali ini dapat berjalan lancar. ‘’Profesional banget pemeriksaannya. Jadi, kita terima kasih nih sama semua dokter, luar biasa ini kelas dunia fasilitasnya, mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,’’ kata Sandi.(kmb4)
Orang Bali Harus Bersatu
Made Mangku Pastika
Bali Post/dok
ADA yang berbeda dari peringatan HUT ke-60 Provinsi Bali tahun 2018. Pasalnya, provinsi yang dibentuk sejak 14 Agustus 1958 silam ini akan segera berganti kepemimpinan. Gubernur Bali Made Mangku Pastika akan mengakhiri masa jabatan selama dua periode akhir Agustus ini. Selanjutnya, Bali dipimpin Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, perjuangan Bali masih belum selesai. Justru semakin bertambah. Oleh karena itu, orang Bali harus bersatu. ‘’Orang Bali harus bersatu, apa pun soroh, apa pun asal, apa pun profesi. Itu saja pesan yang mau saya sampaikan. Jadi, orang Bali itu sedikit. Kita harus bersatu. Kalau kita bertengkar, orang lain yang akan mengambil alih. Kita rugi sendiri,’’ ujarnya
kepada Bali Post, belum lama ini. Di pengujung masa jabatan, Pastika justru terkaget-kaget sendiri dengan sejumlah capaian yang menurutnya tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bekerja dengan sungguh-sungguh, sabar, dan ikhlas (lascarya) menjadi kunci Pastika tetap bisa bertahan di tengah tantangan dan hambatan yang ada. Ia sendiri tidak pernah merasa telah membuat sesuatu yang besar. Semuanya adalah hal-hal sederhana yang muaranya adalah keberpihakan pada masyarakat miskin. Seperti tergambar dalam program Jamkrida, Simantri, Bedah Rumah, dan Gerbangsadu. Simantri khususnya dibuat agar orang Bali mau kembali bertani. Sebab sekarang, petani rata-rata sudah berusia di atas 50 tahun. Hal. 15 Bedah Rumah
DENPASAR
2
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
Pascaterbakarnya Pasar Anyar Sari
Relokasi Pedagang Dirancang di Lima Titik Denpasar (Bali Post) -
Pemkot Denpasar bersama instansi terkait memberikan perhatian serius terhadap penanganan pascakebakaran di Pasar Anyar Sari, Sabtu (11/8) lalu. Pemkot Denpasar bersama PD Pasar Kota Denpasar telah merancang lima titik yang akan menjadi tempat relokasi bagi para pedagang. Hal ini terungkap saat rapat koordinasi antarOPD terkait penanganan Pasar Anyar Sari pascaterbakar yang dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar I Made Toya di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (13/8) kemarin. Toya mengatakan, Pemkot Denpasar sesuai dengan arahan pimpinan berharap proses relokasi dapat dilaksanakan secepat mungkin. Kendati demikian, dalam pelaksanaannya harus tetap memperhatikan aturan yang berlaku sesuai dengan aturan perundang-undangan. ‘’Semua pihak sepakat untuk menangani dampak terbakarnya Pasar Anyar Sari secepat mungkin. Hal ini lantaran pasar merupakan sektor ekonomi terbawah yang merupakan motor penggerak ekonomi kerakyatan,’’ ujarnya.
Toya menambahkan, beragam upaya telah dilaksanakan, yakni dengan merancang proses pembangunan pasar darurat bagi para pedagang terdampak kebakaran. Langkah awal terus dimaksimalkan dalam upaya memastikan kelancaran operasional di Pasar Anyar Sari tetap berjalan sebagaimana mestinya. ‘’Saat ini kami mengupayakan anggaran relokasi masuk pada APBD Perubahan, sembari menunggu waktu pelaksanaan karena harus mengikuti tahap pembahasan antara eksekutif dan legislatif.
PD Pasar Kota Denpasar telah melaksanakan beragam uapaya guna memastikan proses jualbeli di Pasar Anyar Sari berjalan dengan lancar,’’ paparnya. Terkait pembangunan kembali, kata Toya, pihaknya bersama seluruh jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar serta OPD terkait akan memperjuangkan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan RI guna merivitalisasi Pasar Anyar Sari yang kini termasuk dalam pasar dengan golongan Tipe C. Sementara itu, Dirut PD
Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranata mengatakan, pihaknya saat ini telah merancang lima titik yang akan menjadi lokasi pasar darurat pascakebakaran. Kelima titik tersebut merupakan kawasan lapang yang masih berada di sekitar pasar. Bahkan, pascakebakaran telah dilakukan koordinasi guna memberikan ruang bagi para pedagang terdampak kebakaran untuk kembali berjualan. Sambil menunggu proses anggaran untuk melakukan relokasi, pihaknya telah melaksanakan relokasi tahap I, di mana para pedagang diberikan ruang untuk berjualan di kawasan Pasar Anyar Sari yang masih lapang. Selain itu, kata Kompyang Wiranata, pihaknya juga telah mengupayakan relokasi tahap II dengan menata lima lokasi agar representatif digunakan
Peringati HUT Ke-70 ’’Bali Post’’
Astra Motor Bali Gelar Servis Gratis
Denpasar (Bali Post) Sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) Honda untuk Bali dan apresiasi kepada konsumen setia pemakai sepeda motor Honda, Astra Motor Main Dealer Bali menggelar kegiatan servis gratis. Bertempat di Kantor Bali Post, Senin (13/8) kemarin, kegiatan ini diperuntukkan bagi insan pers di lingkungan Bali Post. Menurut Sri Mayuni selaku
Corcom Astra Motor Bali, servis gratis ini digelar serangkaian peringatan HUT ke-70 Bali Post tanggal 16 Agustus dan juga memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73 tanggal 17 Agustus. ‘’Momen ini merupakan saat yang tepat untuk memberikan kado sederhana dari kami sebagai wujud terima kasih kepada pelanggan, khususnya rekan-rekan media massa atas support-nya selama
ini,’’ ujarnya. Untuk menunjang kelancaran acara ini, Astra Motor Bali menggunakan Mobil Service Keliling yang difungsikan untuk servis kunjungan bagi group customer. Sebanyak 20 unit motor karyawan Bali Post mendapat layanan servis dan
ganti oli gratis dengan ketentuan tahun produksi motor dari tahun 2012 hingga 2017 untuk all type. Pada kegiatan ini, sebanyak tiga mekanik yang sudah berpengalaman diturunkan untuk memberikan pelayanan servis terbaik bagi pelanggan. (kmb23)
(0361) 7400391, 812987 FM 96,5
Topik : Kuota JKN PBI Ditambah untuk 10 Ribu Jiwa Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Bali Post/kmb23
SERVIS GRATIS - Kegiatan servis sepeda motor gratis yang digelar Astra Motor Main Dealer Bali serangkaian peringatan HUT ke-70 Bali Post, Senin (13/8) kemarin.
Serahkan Santunan kepada Istri Co-Pilot Wayan Sugiarta
Jasa Raharja Sambangi Keluarga Almarhum di RS
SANTUNAN - Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali Huntal Parulian Simanjuntak menyerahkan santunan kepada istri Co-pilot Wayan Sugiarta, Ni Komang Sri Maheni. RESPONS cepat dilakukan PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali menindaklanjuti jatuhnya pesawat Dimonim Air PK-HVQ Tipe PAC 750XL milik PT Martha Buana Abadi di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.
Pada peristiwa tragis itu, salah satu korban meninggal yaitu Co-pilot Wayan Sugiarta asal Banjar Pande Besi, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Senin (13/8) kemarin, keluarga almarhum terma-
suk istrinya, Ni Komang Sri Maheni (37), berada di Rumah Sakit (RS) Prima Medika karena ibu almarhum dirawat di sana. Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali Huntal Parulian Simanjuntak didampingi Kabagops Triadi menyambangi keluarga almarhum di RS Prima Medika di Jalan Diponegoro, Sesetan, Denpasar dalam rangka menyerahkan santunan yang diterima langsung Sri Maheni. Melihat keluarga almarhum yang sangat terpukul dan bersedih, terutama ibu kandung almarhum yang shock berat hingga harus dirawat di RS, Huntal Parulian sangat prihatin sekali. ‘’Kami dari Jasa Raharja turut berduka cita atas kejadian ini. Setidaknya niat baik dari negara ada dan kami sebagai perpanjangan tangannya untuk memberikan santunan kepada ahli waris almarhum,’’ ujarnya. Usai menyerahkan santunan, Huntal Parulian mengatakan, pihaknya melakukan pembayaran santunan tersebut kepada ahli waris
korban yaitu istri almarhum. ‘’Sesuai Undang-undang Nomor 33 Tahun 1964 junto Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1965, semua alat angkutan penumpang umum dijamin Jasa Ra harja. Dengan demikian, tugas kami menyerahkan santunan kepada istri almarhum sebagai ahli waris sebesar Rp 50 juta sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Tahun 2017,’’ ungkapnya. Meskipun kejadiannya di Papua, katanya, penyerahan santunan tetap dilakukan di Bali. ‘’Istri korban kan ada di Bali, maka dari santunannya kami serahkan di sini (Bali - red). Dana santunan tersebut langsung ditransfer ke rekening istri korban,’’ ujarnya. Sementara itu istri almarhum, Sri Maheni, mengucapkan terima kasih atas kepedulian Jasa Rahajara tersebut. ‘’Kami mengucapkan terima kasih banyak. Kami tidak menghitung dari nilainya tapi karena kepedulian dan atas perhatian ini kami sangat bersyukur,’’ ucapnya. (ad638)
sebagai pasar darurat sembari menunggu anggaran untuk relokasi pedagang. ‘’Beragam upaya terus kami lakukan. Salah satunya adalah relokasi sementara baik tahap I dan II sebelum anggaran relokasi dari
Pemkot Denpasar dapat digunakan. Intinya, proses jual beli dan mekanisme pasar sebagai ujung tombak perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar dan maksimal,’’ tegasnya. (kmb12)
FM 96,5
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Hubungi telepon 0361-7400391.
Ditandai ’’Nancep Kayonan’’, Rai Mantra Buka Sesetan Karnaval II Ajak Libatkan Segala Elemen Gali Potensi dan Jaga Kearifan Lokal
TANCAPAN ‘’Kayonan’’ Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menandai pembukaan Sesetan Karnaval II di Lapangan Arga Soka, Sesetan, Minggu (12/8) malam. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI, Pekan Olahraga Kelurahan, HUT LPM Kelurahan Sesetan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi seluruh kalangan di segala elemen masyarakat untuk berekspresi sebagai upaya menggali potensi dan menjaga kearifan lokal. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Pariwisata Kota Denpasar MA Dezire Mulyani, Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar I Gede Semara, anggota DPRD Kota Denpasar I Made Setiadi, Camat Denpasar Selatan I Wayan Budha, unsur Forkompinda, Lurah Sesetan Ni Ketut Sri Karyawati, Bendesa Pakraman Sesetan, serta seluruh lapisan masyarakat di wilayah Sesetan. Ketua Panitia Sesetan Karnaval II Made Suarta saat diwawancarai mengatakan, pada gelaran Sesetan Karnaval II ini terdapat empat bidang yang dikolaborasikan. Seperti halnya bidang ekonomi, olahraga, seni budaya dan pendidikan, sehingga potensi-potensi yang ada di Kelurahan Sesetan mendapatkan ruang dalam berkreativitas. ‘’Melalui kegiatan ini kami harapkan keempat bidang tadi (seni budaya, olahraga, ekonomi dan pendidikan) dapat terkolaborasikan dengan baik dan mampu menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam mendukung tumbuh kembangnya ekonomi kreatif,’’ paparnya. Dari empat bidang tersebut, Suarta mengatakan, untuk bidang seni budaya turut difasilitasi pawai dengan menampilkan beragam kesenian yang ada di masing-masing banjar.
MEMBUKA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menancapkan Kayonan tanda dibukanya Sesetan Karnaval II di Lapangan Arga Soka, Sesetan, Denpasar, Minggu (12/8). Selain itu, turut dipentaskan beragam kesenian yang salah satunya adalah Janger Lansia. Pada bidang olahraga turut dilaksanakan beragam lomba yang tergabung dalam Forum Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) pada sajian Porkel Keluruhan Sesetan. Untuk bidang ekonomi, dalam gelaran kali ini turut disediakan 20 stan dan beberapa stan pendukung guna mewadahi UMKM lokal dalam memasarkan produknya. Khusus di bidang pendidikan, turut dilaksanakan beragam lomba dan penyuluhan yang berkaitan dengan pendidikan formal maupun nonformal. ‘’Karena partisipasi masyarakat terus meningkat, maka pengembangan kegiatan terus dilaksanakan dalam upaya memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menggali potensi, serta melestarikan dan mengembangkan seni budaya di Sesetan,’’ ungkapnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi gelaran Sesetan Karnaval II tahun 2018 ini dengan mewadahi
beragam bidang pemberdayaan masyarakat. Seperti halnya bidang seni budaya, ekonomi, olahraga dan pendidikan. Rai Mantra mengatakan, kegiatan semacam ini sangat efektif dan patut ditiru kelurahan/ desa lain di Kota Denpasar dalam memberikan ruang bagi masyarakat dalam menggali potensi sekaligus melestarikan seni dan budaya Bali. Selain itu, sinergitas antarlembaga adat dan dinas tentu sangat baik dalam menggali potensi desa menuju kesejahteraan masyarakat. Rai Mantra menambahkan, dalam setiap gelaran karnaval atau festival, hal yang penting untuk diperhatikan yakni kearifan lokal. Sehingga nilai budaya, nilai ekonomi, nilai sosial serta nilai lingkungan dalam sebuah daerah dapat tumbuh dan bermanfaat dengan maksimal. ‘’Jadi dalam setiap sajian kegiatan, tentu yang penting untuk ditunjukkan adalah kearifan lokal di tengah derasnya arus modernisasi sebagai upaya menjaga tradisi, kesenian dan budaya Bali khususnya Kota Denpasar yang adiluhung dan mataksu,’’ jelasnya. (ad630)
DENPASAR DAN SEKITARNYA
Dialog Interaktif Bali TV
BALI TV bekerja sama dengan The Marhaenisme Institute dalam rangka menyambut HUT Provinsi Bali dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI menggelar kerja sama acara Dialog Interaktif di Bali TV secara Live edisi Agustus, Selasa (14/8) hari ini pukul 16.00 – 17.00 Wita. Dialog interaktif ini menghadirkan narasumber Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (Senator DPD/ MPR-RI sekaligus Direktur The Marhaenisme Institute). Adapun tema yang diusung adalah ‘’HUT ke-60 Provinsi Bali Momentum Tepat Mengganti UU Provinsi Bali’’.
Selama ini perjuangan untuk menyempurnakan produk UU tentang Pembentukan Provinsi Bali No. 64 Tahun 1958 tetap menjadi agenda utama dari para pemimpin Bali dan wakil rakyat Bali di Senayan. Khusus di era reformasi sejak tahun 1998, desakan agar Bali menjadi istimewa dan mendapatkan otonomi khusus semakin terganjal akibat politik Jakarta sentris yang selalu menghalangi lahirnya produk legislasi dari Bali. Kini harapan agar Bali kembali mengajukan UU tentang Bali kembali bergeliat dengan adanya Gubernur/Wakil Gubernur Bali satu jalur. Lalu seperti apa perjuangan di Senayan
terkait dengan RUU Bali ini? Dan bagaimana dampak dari penolakan sejumlah partai politik, khususnya parpol bernuansa agama terkait dengan RUU Otsus Bali yang sempat diajukan pada DPDRI periode 2009-2014? Dan apa pengaruh Gubernur Satu Jalur dengan perkembangan pengajuan RUU Bali ini serta kenapa umat Hindu di Bali perlu memenangkan Presiden Joko Widodo untuk dua periode terkait dengan perubahan UU No.33/2014 tentang Perimbangan Keuangan Pusat Daerah dan Penggantian UU No.64/1958 peninggalan zaman Bung Karno? Semua akan dijawab dalam perspektif Marhaenisme. (r)
Peringatan Harlah Ke-89 Shri Wedastera Suyasa (14-8-1929)
Tokoh Politik PNI yang Berani Melawan PKI, Pemimpin di Zaman Bung Karno
BERTEPATAN dengan peringatan HUT Provinsi Bali yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2018, di hari dan waktu yang sama rakyat Bali khususnya kaum Marhaenis juga tengah memperingati hari lahir (harlah) ke-89 dari salah seorang tokoh besar paling dikenal yang merupakan bagian dari sejarah perpolitikan di Tanah Dewata khususnya pada zaman perjuangan PNI dan di zaman Bung Karno, yakni Shri I Goesti Ngoerah Wedastera Soeyasa atau yang lebih akrab dipanggil sebagai Shri Wedastera Suyasa. Tokoh besar asal Puri Tegeh Kori Penyaringan Mendoyo, Jembrana ini dikenal sebagai pemimpin besar Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bali kerap dikaitkan memiliki kedekatan dan kesamaan karakter dengan Presiden Soekarno.
Salah satu bukti kedekatannya adalah dengan dibangunnya sejumlah simbol dan peninggalan dari sejarah bangsa di Bali yang merupakan hasil pemikiran dan diskusi antara Bung Karno dengan Shri Wedastera Suyasa, di antaranya Universitas Udayana, Universitas Marhaen (Mahendradatta), RS Sanglah, Istana Presiden Tampaksiring, Landasan Pacu Airport Ngurah Rai, kawasan Wisata Sanur dengan Grand Bali Beach, Parisada Hindu Dharma, serta ide untuk melestarikan Museum Puri Lukisan di Ubud. Demikian diungkapkan oleh Sukmawati Soekarno Putri (putri Bung Karno) dalam sambutannya terkait Hari Lahir Shri Wedastera Suyasa. “Saat saya masih anak-anak hingga remaja, Bung Karno sering menceritakan sosok
Shri Wedastera Suyasa saat kunjungan ke Bali. Dia adalah tokoh PNI yang paling dipercaya oleh Bung Karno dan paling disayangi. Buktinya beliau diangkat menjadi DPR GR/ MPRS dari PNI. Bapak Wedastera adalah sosok bangsawan Bali yang memiliki nilai-nilai kesederhanaan, keberanian dan juga kejujuran. Termasuk konsistensinya terhadap Bung Karno di masa sulit,” ungkap Sukmawati Soekarno. Ia mengatakan, pada zaman orba banyak yang mencari selamat karena tekanan rezim Soeharto, tapi itu tidak berlaku bagi sosok Shri Wedastera Suyasa. “Anak muda sekarang harus tahu sejarah (Jas Merah). Dulu zaman Golkarisasi di Indonesia termasuk di Bali, sosok Shri Wedastera Suyasa adalah sosok yang paling berani menantang
orde baru. Beliau tetap teguh melanjutkan perjuangan Universitas Marhaen walau diancam-ancam oleh orba dan militer. Beliau kuat bertahan dan berani. Sayang sekali, waktu itu banyak tokoh PNI di Bali yang cari selamat, bergabung dengan partai fusi sampai tega meninggalkan ajaran Bung Karno. Terkait dengan sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) di Bali, Sukmawati mencatat bahwa tokoh PNI Shri Wedastera Suyasa sangat berjasa dalam melindungi kaum marhaen. Dari saksi sejarah dan yang saya tahu, salah satu kisah heroik dari Shri Wedastera Suyasa adalah berani menentang tokoh-tokoh PKI yang berkuasa saat itu. Bahkan, di Penyaringan sampai ada kejadian bentrok fisik antara PKI dan PNI pendukung We-
dastera. Tentu rakyat Bali tidak akan lupa dengan aksi heroik perkelahian fisik Shri Wedastera Suyasa dengan pemimpin Bali saat itu di podium Lapangan Puputan Badung. Pendukung PNI saat itu sangat luar biasa. Beliau menyelamatkan banyak nyawa. Entah apa yang terjadi saat itu jika di zaman kudeta Soekarno 1965-1967 tidak ada Shri Wedastera Suyasa di Bali,” ungkap Sukmawati Soekarno yang Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme. Acara peringatan Harlah ini akan dipusatkan di Kampus A Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) pada hari ini dengan sejumlah agenda, di antaranya pembacaan Kitab Bhagawad-Gita, Renungan Sejarah Shri Wedastera Suyasa dan ramah tamah pemuda marhaen. (ad631)
SUKARNOIS – (Kanan) Almarhum Shri Wedastera Suyasa (tokoh PNI Bali/pendiri Universitas Marhaen/pendiri Parisada Hindu/Ketua Umum Arya Tegeh Kori/Anggota DPRGR-MPRS RI/Ketua Umum DPP AMHI/Yayasan Dharma Dutta) bersama (tengah) Ny. Indira Gandhi (Perdana Menteri Republik India) didampingi (kiri) Ny. Dr. Sharada Rani (International Academy of Indian Culture) di Madras, India.
BADUNG
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
3
Sekda Adi Arnawa Pimpin Rapat Pembentukan Unit Reaksi Cepat SEKRETARIS Daerah Kabupaten Badung Adi Arnawa memimpin rapat pembentukan Unit Reaksi Cepat di ruang Krya Gosana Lt. III, Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, Senin (13/8) kemarin. Pembentukan URC ini dalam rangka mempercepat respons time terhadap keluhan atau pengaduan masyarakat. Rapat tersebut dihadiri para Staf Ahli Bupati, Asisten Administrasi Umum, Inspektur Kabupaten Badung, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah serta para Camat se-Kabupaten Badung. Sekda Badung Adi Arnawa menyampaikan dibentuknya unit reaksi cepat ini sebagai tindak URC - Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Adi Arnawa memimpin lanjut dari instruksi Bupati Barapat pembentukan Unit Reaksi Cepat (URC) di ruang Krya Gosana dung dalam rangka percepatan Lt. III, Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, Senin (13/8) kemarin. pelayanan di Kabupaten Badung.
Lagi, Pencopet Spesialis WNA Ditembak Mangupura (Bali Post) Polsek Kuta terus memburu pencopet yang selama ini meresahkan warga negara asing (WNA) yang melintas di Jalan Legian, seputaran Monumen Ground Zero, Kuta. Dua pelaku, Hamson (32) dan Sabran (34), dibekuk di Jalan Kubu Anyar Gang Semangka, Kuta, Jumat (3/8). ‘’Kedua pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas dan sempat mencoba melarikan diri. Tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Panit I Reskrim Iptu Budi Artama
melakukan tindakan tegas kepolisian terukur dengan cara melumpuhkan (tembak kaki) kedua pelaku,’’ kata Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadlianshah, Senin (13/8) kemarin. Salah satu korban yang melapor yaitu Rajput Abhisekh Chandrakesh (25) yang menginap di Hotel Park Regis di Jalan Raya Kuta, Badung. Pada Jumat (3/8) pukul 03.30 Wita, korban melintas di Jalan Raya Legian, tepatnya selatan Monumen Ground Zero. Tiba-tiga empat pria ti-
Bali Post/ist
DITEMBAK - Kaki komplotan copet ini ditembak petugas karena melawan.
dak dikenal menghampirinya sambil menawarkan ojek. Ada juga yang merangkul korban tetapi tidak dihiraukan. Setelah beberapa meter dari TKP, korban hendak mengambil HP yang disimpan di dalam saku celana, ternyata hilang. ‘’Atas kejadian itu, korban melapor kehilangan Iphobe 8 senilai Rp 11,2 juta ke Polsek Kuta. Anggota kami langsung melakukan penyelidikan,’’ ungkap Kapolsek. Berdasarkan laporan tersebut, Iptu Budi bersama anggotanya melakukan olah TKP dan mencari informasi serta saksi. Akhirnya polisi berhasil mengantongi ciriciri pelaku. Tim gabungan Polsek Kuta dan Ditreskrimum Polda Bali pada hari yang sama pukul 10.00 Wita penangkapan Sabran di Jalan Kubu Anyar Gang Semangka, Kuta. Selanjutnya polisi menangkap Hamson di Jalan Udayana Taman Ambungan, Jimbaran, Kuta Selatan. Hasil interogasi, komplotan copet ini mengaku beraksi sebanyak delapan kali dari Maret hingga Agustus 2018. Sasarannya Iphone dibawa WNA dan hasil curian tersebut dijual dari Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. (kmb36)
Bupati menginginkan adanya sebuah media yang bertugas untuk melayani keluhan maupun persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. “Unit Reaksi Cepat yang dibentuk ini akan satu pintu, sehingga semua pelayanan kepada masyarakat dapat dieksekusi dengan respons time yang cepat. Kami inginkan ke depan tidak terlalu banyak pintu, hanya cukup satu pintu tapi sudah bisa melayani dengan baik,” terangnya. Diharapkan, URC dapat diluncurkan bertepatan dengan HUT Mangupura pada November mendatang. “URC Terpadu ini akan di-launching Bapak Bupati pada HUT Mangupura, sehingga masyarakat yang ingin mengadukan sesuatu terkait pelayanan, silakan
ke URC akan dengan cepat ditindaklanjuti oleh masing-masing perangkat daerah,” jelasnya. Sementara itu, Kabag Organisasi Setda Badung I Wayan Wijana menjelaskan, dasar hukum pembentukan URC, yaitu Peraturan Bupati Badung No. 50 Tahun 2013 tentang pedoman pengelolaan pengaduan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Dalam peraturan ini salah satu pasal diatur unit reaksi cepat penanganan pengaduan (URC P2). Dengan terbentuknya URC Terpadu ini masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta agar menyiapkan rancangan keputusan bupati tentang pembentukan URC, standar operasional prosedur
internal. “Perangkat daerah yang belum mempunyai URC diharapkan pula segera membentuknya,” katanya. Sementara tugas pokok URC, seperti memberikan pelayanan 24 jam terhadap peristiwa atau pengaduan masyarakat dengan respons yang cepat dan tepat. Mengkoordinasikan dengan URC Dinas/Badan lainnya apabila diperlukan bantuan penanganan peristiwa atau pengaduan masyarakat serta memberikan bantuan kepada URC Dinas/ Badan lainnya dalam penanganan peristiwa maupun pengaduan masyarakat. “Setelah rapat koordinasi ini, akan dilanjutkan dengan Focus Group Discution terkait URC pada 27 Agustus nanti,” pungkasnya. (ad632)
info seremoniAL
4
Puncak ’’Atma Wedana’’ Desa Kedonganan
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
Upacara Pembukaan ’’Mahasisya Upanayana 2018’’
Unhi Denpasar Ingin Jadi Pusat Bupati Giri Prasta Dukung Penuh Kegiatan Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya Pengembangan dan Pengkajian Budaya Hindu HARI ini, Selasa (14/8), Desa Adat Kedonganan melaksanakan puncak Karya Atma Wedana yaitu Murwa Daksina serangkaian upacara ngaben bersama, Atiwa-tiwa dan Atma Wedana tahun 2018. Upacara ngaben bersama yang biasa digelar setiap tiga tahun sekali ini, memang bertujuan meringankan beban masyarakat. Sebelum puncak Atma Wedana ini dilaksanakan, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama sejumlah anggota DPRD Badung dan sejumlah unsur pemerintahan menghadiri kegiatan tersebut, Senin (13/7) kemarin. Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta juga menyerahkan punia sebesar Rp 1,6 miliar. Ditemui usai penyerahan punia, Bupati Giri Prasta mengatakan, pihaknya selaku Bupati Badung akan mendukung sepenuhnya terkait kegiatan adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Apalagi tatanan adat seni dan budaya ini memang sudah dilakoni dengan baik di Desa Adat Kedonganan. ‘’Ini adalah salah satu bentuk kebersamaan, gotong royong desa adat untuk menunaikan swadharma. Saya amat sangat mendukung program ini,’’ pungkasnya. Dikatakannya, pemerintah sepenuhnya memberikan bantuan untuk kegiatan seperti ini dengan harapan, masyarakat Kedonganan tidak perlu lagi mengeluarkan iuran untuk pembiayaan. ‘’Kalaupun ada yang memiliki uang, tetap itu diharapkan digunakan untuk keper-
NGABEN BERSAMA - Bupati Giri Prasta (tengah) didampingi Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si. saat menghadiri serangkaian upacara ngaben bersama, Atiwa-tiwa dan Atma Wedana tahun 2018 Desa Kedonganan. luan keluarga. Tugas saya adalah membanu kepentingan dan kebutuhan masyarakat Badung, dan meringankan dan membantu kebutuhan komunal,’’ ucapnya. Sementara itu, Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si. ditemui di sela acara mengatakan, pihaknya selaku bendesa adat menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung. Dana ini, menurut Mertha, nantinya akan digunakan penuh untuk membiayai kegiatan ini. ‘’Yang jelas masyarakat kami tidak dikenai biaya alias gratis,’’ ujarnya. Karena ini merupakan keputusan bersama, ini akan terus dilaksanakan
rutin setiap tiga tahun sekali sesuai dengan apa yang sudah disuratkan dalam pararem desa. Melalui ngaben bersama ini, salah satu tujuan utama memang untuk meringankan beban masyarakat. Karena seperti diketahui upacara ngaben secara umum membutuhkan dana yang besar. Selama ini, kegiatan seperti ini memang dibiayai oleh usaha milik desa adat yaitu melalui LPD Desa Adat Kedonganan. Yang mana diambil melalui produk Simpanan Upacara Adat (Sipadat) dan juga lembaga/usaha yang lainnya. ‘’Untuk kegiatan tahun ini, seluruh biaya sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1,6 miliar. (ad637)
Hadirkan Anggota Komisi X DPR-RI Putu Supadma Rudana
Stiman TP 45 Gelar Kuliah Umum ’’Pengembangan Ekonomi Kreatif’’
KULIAH UMUM - Anggota Komisi X DPR-RI Dapil Bali Putu Supadma Rudana saat memberikan Kuliah Umum ‘’Pengembangan Ekonomi Kreatif’’ di Stiman TP 45 Denpasar, Senin (13/8) kemarin. DALAM rangka HUT Ke-61 Yayasan Taman Pendidikan 45 Denpasar, Sekolah Tinggi Managemen Taman Pendidikan 45 (Stiman TP 45) Denpasar menggelar Kuliah Umum bertemakan ‘’Pengembangan Ekonomi Kreatif Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Pariwisata di Daerah Bali’’, Senin (13/8) kemarin. Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari anggota Komisi X DPR-RI Dapil Bali Putu Supadma Rudana. Putu Supadma Rudana mengatakan, selaku anggota Komisi X DPR-RI, saat ini pihaknya berfokus dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Bali. Pihaknya mengakui bahwa Yayasan TP 45 Denpasar telah memberikan konstribusi besar dalam peningkatan SDM yang berkualitas di Bali. Putu Rudana pun akan terus menjembatani Yayasan TP 45 Denpasar agar terus diberikan
dukungan oleh pemerintah pusat. Apalagi, SDM menjadi aset terbesar bagi Indonesia ke depannya. ‘’Saat ini pengembangan SDM belum dikelola dengan baik dari kebijakan pemerintah pusat yang saat ini berfokus pada pembangunan infrastruktur, padahal potensi SDM generasi sangat potensial untuk dikembangkan. Inilah yang menjadi poin penting saya perjuangkan di tingkat pusat, karena SDM Bali harus dikembangkan, sehingga mampu bersanding dan bersaing dengan SDM-SDM dari negara-negara maju,’’ ujar Putu Supadma Rudana. Hal ini sangat penting dilakukan, karena Bali tidak mempunyai kekayaan sumber daya alam (SDA) seperti daerah lainnya. Sehingga potensi SDM Bali, potensi pariwisata, potensi budaya dan potensi ekonomi kreatif harus jadi kekuatan dalam
pembangunan Bali. ‘’Narasi-narasi inilah yang kita gaungkan kepada anak-anak didik kita di Bali sebagai SDM Bali ke depannya, sehingga mereka mampu menarasikan kemuliaan Bali yang penuh kearifan lokal ke tingkat dunia,’’ tandas politisi Demokrat ini. Untuk meningkatkan ekonomi kreatif kepada anak didik, pihaknya di Komisi X DPR-RI senantiasa memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu dan berprestasi. Dalam setahun ini, khusus di Bali telah diberikan 10.000 bantuan beasiswa dari tingkatan SD, SMP, SMA/SMK, bahkan beasiswa Bidikmisi kepada anak-anak kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Pemerhati Pendidikan, Perempuan dan Anak Cok Istri Anom Pemayun, S.H., M.H. mengatakan, kuliah umum pengembangan ekonomi kreatif sangat penting diberikan kepada anak-anak didik untuk meningkatkan daya inovasi dan kreativitas anak-anak. ‘’Kuliah umum ini sangat baik untuk menggugah minat kerja anak-anak untuk ke depannya setelah tamat sekolah untuk bisa berinovasi secara kreatif,’’ ujar Cok Istri Anom Pemayun. Sementara itu, Ketua Stiman TP 45 I Wayan Wenten, S.Sos., S.E., M.M. mengapresiasi kuliah umum yang diberikan anggota Komisi X DPR-RI. Diharapkan melalui kuliah umum Pengembangan Ekonomi Kreatif ini anak-anak didiknya mempunyai pola pikir mandiri dan berwirausaha, sehingga ke depan bisa lebih maju untuk membangkitkan kesejahteraan perekonomian bangsa. (ad636)
ST Catur Abadi Banjar Dualang Rayakan HUT Ke-36 Bupati Giri Prasta Minta Generasi Muda Bangun Kualitas dan Mutu
ANNIVERSARY - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Anniversary Sekaa Teruna (ST) Catur Abadi Banjar Dualang, Desa Sibanggede, Sabtu (11/8) malam lalu. ANNIVERSARY ke-36 Sekaa Teruna (ST) Catur Abadi Banjar Dualang, Desa Sibanggede yang mengambil tema ‘’Implementasi Tri Hita Karana Generasi Muda Dalam Berorganisasi’’ berlangsung Sabtu (11/8) malam lalu. Acara ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, anggota DPRD Badung Putu Alit Yandinata, Sekcam berserta Tripika Kecamatan Abiansemal serta tokoh masyarakat, bertempat di Balai Banjar Dualang. Giri Prasta dalam sambutannya menyampaikan, swadharma yang dilaksanakan selaku bupati yakni untuk meringankan beban pribadi masyarakat dan beban komunal masyarakat melalui program pendidikan gratis, kesehatan gratis, PBB gratis, membebaskan masyarakat dari peturunan, memperbaiki pura, piodalan, pembelian gong, membuat wantilan
dan membuat pasar. ‘’Kalau semua ini telah dibantu, masyarakat tidak perlu mengeluarkan peturunan, dengan tujuan agar dana yang dimiliki masyarakat dapat dikelola di rumah tangga masing-masing, sehingga ekonomi menjadi meningkat dan kemiskinan menurun,’’ katanya. Saat ini pemerintah melaksanakan pembangunan SMA pada anggaran perubahan di Kecamatan Abiansemal secara multi years sampai tahun 2019 dan langsung penerimaan siswa baru dapat ditampung. ‘’Pada tanggal 17 Agustus 2018 ini, kami akan me-launching bagi masyarakat berumur 60 tahun ke atas yang sakit permanen akan digaji dan berumur 72 tahun ke atas juga diberikan gaji,’’ ucapnya. Lebih lanjut Giri Prasta menyampaikan harapan kepada ST Catur Abadi tidak mabuk-mabukan yang
dapat mengganggu ketertiban umum dan menjauhkan diri bahaya narkoba maupun narkotika serta menjaga rasa persatuan dan kesatuan. Untuk memotivasi, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan sebesar Rp 20 juta dan secara pribadi Rp 15 juta serta titipan dari Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta Rp 5 juta. Sementara itu, Ketua ST Catur Abadi Dewa Made Guna Arsa melaporkan mengangkat tema HUT tahun ini yaitu ‘’Implementasi Tri Hita Karana Generasi Muda Dalam Berorganisasi’’ diharapkan sekaa teruna dapat melaksanakan organisasi tersebut sesuai filsafat Tri Hita Karana. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung yang selalu mendukung kegiatan para pemuda di Badung. Kami melalui ST Catur Abadi juga siap mendukung program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat,’’ ungkapnya. Serangkaian HUT ke-36 berbagai kegiatan dilaksanakan, seperti sosialisasi HIV/AIDS, persembahyangan bersama Khayangan Tiga Sibanggede, gotong royong, jalan sehat dan acara malam puncak HUT. ‘’Ucapan terima kasih kami kepada para sponsor yang ikut serta mendukung suksesnya acara HUT yaitu Yth. Bapak I Putu Alit Yandinata dan Bapak I Bagus Alit Sucipta, Honda, LPD Sibang Gede, Karang Taruna Pangestu Hayu, Green Village, Sibang Big Tree Farm, Huskey, MSF, BEEN, RUSH, Wiek Flow Sho, Fresh Care, Yana Collection, Vitamin,’’ pungkasnya. (k250)
SEBANYAK 720 orang mahasiswa baru program Sarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar mengikuti Upacara Pembukaan Mahasisya Upanayana Tahun Akademik 2018/2019 di Lapangan Kampus Unhi Denpasar, Senin (13/8) kemarin. Kegiatan Mahasisya Upanayana ini akan berlangsung selama lima hari dan ditutup secara resmi pada 17 Agustus mendatang dengan melaksanakan penyerahan secara simbolis mahasiswa baru dari Rektor Unhi Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. kepada masing-masing dekan fakultas di lingkungan Unhi Denpasar. Sebelumnya juga telah dilakukan upacara Pawintenan Saraswati dalam rangkaian upacara Mahasisya Upanayana. Ketua Panitia Mahasisya Upanayana 2018/2019 I Ketut Mona Arsika, S.Ag., M.Si. menjelaskan, kegiatan upacara Mahasisya Upanayana merupakan kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019. Selama kegiatan ini berlangsung akan diisi ceramah-ceramah dari berbagai narasumber. Di antaranya dari Kepala Lembaga Layanan Dikti (L2Dikti) Wilayah VIII Bali-Nusra, Polda Bali tentang bela negara, BNNP Bali tentang bahaya narkoba, dan juga dari BPJS Kesehatan. Di samping itu, kegiatan ini juga diisi dengan materi-materi pengenalan kampus dari pimpinan Unhi, pimpinan fakultas, UKM, maupun dari BEM. ‘’Kegiatan Mahasisya Upanayana juga akan mengadakan kegiatan pengabdian pada masyarakat, yaitu dengan melaksanakan kegiatan ngaturang ayah atau mareresik di Pura Kahyangan Tiga dan juga
Mahasisya Upanayana - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama Wakil Rektor I, II, III dan Ketua Panitia melepas balon ke udara sebagai tanda dibukanya upacara ‘’Mahasisya Upanayana’’ Unhi Denpasar Tahun Akademik 2018/2019 di Lapangan Unhi Denpasar, Senin (13/8) Kemarin. Setra Desa Adat Tambawu pada tanggal 15 Agustus nanti. Pada Minggu, 9 September nanti rencananya kami juga akan melaksanakan kegiatan Tirtayatra ke Pura Kancing Gumi, Desa Sulangi, Kecamatan Petang, Badung,’’ tandas Mona Arsika. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, Unhi Denpasar mempunyai visi menjadi universitas unggulan di Indonesia. Hal ini akan dicapai dengan mengacu pada beberapa indikator dan target-terget rencana strategis Unhi Denpasar. Salah satunya adalah dengan meningkatkan nilai akreditasi institusi dan program studi. Di samping juga mengacu pada kualitas dan kuantitas riset yang dilakukan, serta output dan outcome lulusan yang dihasilkan Unhi Denpasar. ‘’Semua ini penting dilakukan sebagai acuan
penilaian terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas institusi Unhi Denpasar ke depannya,’’ ujar Prof. Damriyasa. Di era perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat saat ini, dikatakan, segala informasi tentang perkembangan yang ada di Unhi Denpasar sudah bisa diakses oleh masyarakat umum. Apalagi, selain mempunyai visi menjadi universitas unggulan di Indonesia, Unhi Denpasar juga mempunyai visi ingin menjadi pusat pengembangan dan pengkajian budaya-budaya Hindu di tingkat regional. ‘’Di samping juga ingin menjadi universitas unggulan di Indonesia juga tidak melupakan nilai-nilai dan konsep-konsep budaya Hindu yang kita kembangkan di Universitas Hindu Indonesia,’’ pungkasnya. (ad642)
Beri Edukasi Berbasis Lingkungan, DLHK Gelar Sekolah Sungai
SUNGAI - Suasana kegiatan sekolah sungai yang digelar DLHK Denpasar, Senin kemarin. GUNA memberikan edukasi tentang lingkungan kepada masyarakat khususnya anak-anak, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melaksanakan Sekolah Sungai yang dilaksanakan selama tiga hari, 13 - 15 Agustus 2018. Kegiatan yang diikuti ratusan siswa SD dan SMP di Kota Denpasar ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat di dalam mewujudkan sungai yang bersih, sehat, produktif dan lestari. Demikian diungkapkan Kepala DLHK Kota Denpasar Ketut Wisada saat membuka pelaksanaan Sekolah Sungai di Bantaran Sungai Bindu, Senin (13/8) kemarin. Wisada mengatakan, sekolah sungai merupakan program belajar mengenai seluk-beluk sungai
dengan segala aspeknya, yang berbasis komunikasi untuk para pegiat sungai, siswa, pemda dan tentunya masyarakat. Kegiatan ini juga akan dilakasanakan di beberapa sungai seperti Dam Tukad Bindu, Tukad Ayung (Perumahan Benculuk Indah), Hilir Tukad Ayung (Dam Karet, Selatan Lapangan Tembak), Tukad Badung, dan hilir Tukad Loloan Mertasari. Melalui sekolah sungai, masyarakat dapat menyadari berbagai potensi bahaya dari sungai sehingga warga bisa melakukan berbagai antisipasi untuk pengurangan resiko bencana khususnya sungai. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengedukasi siswa tidak hanya di ruang kelas tetapi praktik langsung di lapangan. ‘’Ke depan kami berharap masyarakat
melalui anak-anak memiliki kesadaran untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri serta dapat menjadi pelopor kebersihan di rumah, sekolah dan lingkungan sekitar,’’ harap Wisada. Koordinator Pembina Yayasan Tukad Bindu I.B. Alit mengatakan, penataan Tukad Bindu ini merupakan terjemahan dari program Pemerintah Kota Denpasar yang bekerja sama dengan pihak desa maupun warga di seputaran Sungai Bindu yang ingin mewujudkan lingkungan yang bersih dan sungai yang bersih. Berbagai kegiatan telah dilakukan, salah satunya Sekolah Sungai. Lebih lanjut I.B. Alit yang juga panglingsir di Banjar Ujung Kesiman ini berharap ke depannya kegiatan ini terus dilakukan. ‘’Kami berharap seluruh Kota Denpasar maupun Bali dapat memiliki lingkungan seperti ini. Kalau manusia ingin sejahtera harus memiliki kedekatan dengan lingkungan dan dapat diknimati semua orang yakni menjadi tempat rekreasi, tempat masyarakat mencari penghidupan melalui UKM, kuliner, seni dan budaya serta menjadi sarana edukasi berbasis lingkungan,’’ jelasnya. Sementara salah seorang siswa SMP Widya Sakti Denpasar, Gede Adi Saputra (13), mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. Selain itu di sini juga diperkenalkan tumbuhtumbuhan langka dan perkebunan yang nantinya dapat kami adopsi di rumah maupun sekolah. ‘’Kalau bisa kegiatan kayak gini sering-sering dilakukan,’’ ujar Adi Saputra. (ad641)
Siswa Mengenal Nusantara
Pemprov Lepas 23 Peserta dari Bali ke Kalimantan Timur
PEMPROV Bali melepas 23 siswa SMA, SMK, dan SLB sebagai peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang dikirim ke Kalimantan Timur, di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (13/8) kemarin. Secara bersamaan, Pemprov Bali juga menerima 23 peserta SMN dari Kalimantan Timur yang akan mengikuti sejumlah kegiatan di Pulau Dewata yang berlangsung mulai 12 hingga 20 Agustus mendatang. Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Danang Suryono mengatakan, SMN merupakan rangkaian dari kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri yang diinisiasi Kementrian BUMN. Di Bali, kegiatan ini diselenggarakan oleh 3 BUMN yakni PT Asuransi Jiwasraya, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan PT Hotel Indonesia Natour (HIN). ‘’Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, meningkatkan wawasan kebangsaan, menambah wawasan sosial budaya, edukasi, dan kewirausahaan bagi generasi muda, sekaligus pengenalan kepada BUMN,’’ ujarnya. Selain SMN, lanjut Danang, kegiatan jalan sehat bersama juga akan digelar pada Sabtu (18/8) mendatang yang akan diikuti sekitar 2.500 peserta dari BUMN dan warga Kota Denpasar di Lapangan Renon. Ketua Panitia Pelaksana Wiwik Prihatini mengatakan, peserta SMN merupakan siswa dari keluarga kurang mampu namun berprestasi, baik akademis maupun nonakademis. Seleksi awal dilakukan Dinas Pendidikan, sedangkan seleksi akhir oleh BUMN dalam bentuk wawancara. ‘’Kalau di Bali, terpilih 23 anak dari
6.000 siswa setingkat SMA. Jadi beruntung sekali mereka bisa terpilih,’’ ucapnya. Wiwik menambahkan, para peserta akan mengikuti banyak kegiatan di antaranya dua hari bersama TNI, kunjungan atau pengenalan sosial budaya, kegiatan terkait lingkungan, kunjungan ke BUMN dan lembaga pendidikan, kegiatan entrepreneurship, serta upacara HUT Ke-73 Republik Indonesia. ‘’Kalau anak-anak Kalimantan Timur di Bali ini, mereka akan mengunjungi Puri Blahbatuh, kemudian melakukan kegiatan terkait dengan lingkungan dalam bentuk konservasi burung kokokan dan pelepasan penyu di Pulau Serangan,’’ ujar Kepala Bagian Komunikasi Korporat Sekretariat Perusahaan PT Asuransi Jiwasraya ini. Selain itu, lanjut Wiwik, para peserta dari Kalimantan Timur juga akan mengunjungi Jiwasraya, RNI dan HIN, SMKN 1 Denpasar dan Universitas Udayana. Terkait entrepre-
neurship, mereka diagendakan mengunjungi Rumah Kreatif BUMN milik PT PLN. Kemudian, mereka akan melakukan pula kegiatan berbagi buku. ‘’Mereka harus membuat laporan yang intinya adalah kesan, pesan mereka selama mengikuti SMN, baik di Bali maupun di Kalimantan Timur. Laporan itu nanti akan dikumpulkan dalam bentuk buku dan kami sampaikan ke Kementerian BUMN sebagai bagian dari laporan kegiatan SMN,’’ imbuhnya. Asisten Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Dewa Putu Sunartha menilai SMN sebagai kegiatan yang positif. Terutama dapat memupuk rasa persaudaraan antardaerah. ‘’Betapa besar dan beranekanya adat dan budaya bangsa kita. Dengan ini diharapkan peserta dapat lebih menumbuhkan dan memupuk rasa kebanggaan generasi muda sebagai penerus bangsa Indonesia,’’ ujarnya. (ad635)
PELEPASAN - Suasana seremoni Siswa Mengenal Nusantara yakni pelepasan peserta SMN dari Bali ke Kaltim, dan penerimaan peserta SMN dari Kaltim di Bali.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
info seremonial
Peringatan HUT Ke-60 Provinsi Bali
Bali Mandara, Fondasi Kokoh Keberlanjutan Pembangunan Bali PROVINSI Bali tahun ini berusia 60 tahun, tepatnya pada 14 Agustus mendatang. Kali ini peringatan HUT Provinsi Bali terasa istimewa. Tidak saja menandai 10 tahun masa kepemimpinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang mengusung Bali Mandara. Bali kini juga telah memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih yakni Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. ‘’Bali Mandara telah meletakkan fondasi kokoh untuk keberlanjutan pembangunan Bali. Sepuluh tahun berjalan, visi Bali Mandara diaktualisasikan dalam sejumlah program unggulan yang hampir secara keseluruhan bermuara pada upaya pengentasan kemiskinan,’’ ujar Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra dalam siaran pers, Jumat (10/8). Program unggulan itu, lanjut Mahendra, antara lain bedah rumah, JKBM yang kini terintegrasi ke JKN, Gerbangsadu, Simantri, dan Jamkrida. Bedah rumah misalnya, telah tercapai sebanyak 26.000 unit dari target awal 20.000. Kemudian ada 217 unit Gerbangsadu yang dibentuk, serta 703 unit Simantri hingga tahun 2017. ‘’Sementara untuk membangkitkan usaha ekonomi produktif, Pemprov membentuk PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara. Hingga akhir tahun 2018, PT JBM telah menjamin 12.654 nasabah dengan plafon kredit yang dijamin mencapai Rp 6.950.724.822.908,’’ imbuhnya. Mahendra menambahkan, di bidang kesehatan, Pemprov telah merealisasikan RS Bali Mandara, membangun gedung extension RS Mata Bali Mandara, dan meningkatkan fungsi puskesmas dengan mendirikan sejumlah RS Pratama. Di bidang pendidikan, ada SMA dan SMK Negeri Bali Mandara. Kemudian untuk penguatan agama, tradisi, adat, dan budaya, diwujudkan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Masingmasing Rp 225 juta per desa pakraman dan Rp
50 juta per subak/subak abian. Upaya pelestarian seni dan budaya tercermin pada konsistensi pelaksanaan Pesta Kesenian Bali. ‘’Di era kepemimpinan Gubernur Pastika bahkan digagas dua event baru yang digelar di Taman Budaya yaitu Bali Mandara Mahalango, Gelar Seni Akhir Pekan Nawa Natya untuk memberi ruang bagi para seniman dan budayawan unjuk kreativitas, sehingga seni dan budaya Bali tetap ajeg serta lestari,’’ terangnya. Secara makro, Mahendra menyebut capaian Program Bali Mandara berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan PDRB per kapita, Indeks Gini Ratio, Indeks Pembangunan Manusia dan Angka Harapan Hidup. Persentase angka penduduk miskin dan pengangguran terbuka juga mengalami penurunan cukup signifikan dalam satu dasawarsa terakhir. ‘’Melalui politik anggaran yang diterapkan, selama masa kepemimpinan Gubernur Pastika berhasil meningkatkan APBD Bali hingga lebih dari lima kali lipat,’’ pungkasnya. (ad643)
PT Hanawa Mobilindo Utama
Authorised Dealer Wuling Motors Area Bali
KEBERADAAN PT Hanawa Mobilindo Utama merupakan dealer mobil Wuling pertama di Bali, beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur No. 234 Tohpati, Kesiman, Denpasar Timur, beroperasi sejak tahun 2017. Beberapa penghargaan telah dicapai PT Hanawa Mobilindo Utama, di antaranya The Best Quick Respond untuk after sales dan The Best Sales di tahun 2017 yang diraih oleh Sales Consultant Kadek Yasa. Menurut Sales Manager PT Hanawa Mobilindo Utama Cabang Bali Ketut Dedy Mahendra, pihaknya sangat memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Bali. Untuk itu PT Hanawa Mobilindo Utama ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyaratkat Bali khususnya customer Wuling, baik sales maupun aftersales. Saat ini Wuling sudah meluncurkan dua produknya di kelas MPV yaitu Wuling Confero dan Wuling Cortez, di mana kedua produk ini sangat diterima oleh masyarakat Indonesia dan Bali pada khususnya. Dengan harga yang kompetitif dan kualitas produk yang sangat baik, di mana kedua line up Wuling tersebut memiliki kelebihan dari sisi fitur keselamatan dan
kenyamanan di atas kompetitor sekelasnya. Untuk menjaga rasa aman dan kepercayaan customer, PT Hanawa Mobilindo Utama memberikan penawaran yang sangat menarik, baik sales maupun aftersales, di antaranya program free services selama 3 tahun atau 50.000 km termasuk jasa dan parts. ‘’Program ini sangat memanjakan customer Wuling, di mana selama 3 tahun atau 50.000 km, customer dibebaskan dari biaya perawatan berkala. Layanan on call 24 jam emergency services, akan memberikan rasa aman untuk semua pelanggan Wuling di Bali, harga original part 20 persen lebih murah dibandingkan dengan kompetitor,’’ tutur
Dedy Mahendra. Dikemukakan juga bahwa Wuling sangat serius berinvestasi di Indonesia. Terbukti PT SGMW Motors Indonesia telah membangun pabrik seluas 60 hektar yang terintegrasi dengan vendor-vendor penyedia spareparts, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Indonesia, dengan nilai investasi mencapai Rp 10 triliun yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Sejak diresmikannya pabrik Wuling di Cikarang, sampai saat ini Wuling telah menjual 13.170 unit kendaraan dan memiliki jaringan 71 dealer yang tersebar di seluruh Indonesia dan dalam tahun ini akan bertambah menjadi 80 dealer. (bns1)
Senator RI Puji Kinerja Jajaran Polres Buleleng Redam Isu SARA
Perusakan ”Palinggih’’, Wedakarna Minta Pemilik Kos–kosan Selektif Terima ”Tamiu’’ SEMPAT heboh di media sosial tentang perusakan palinggih milik umat Hindu di Banjar Mumbul Kelurahan Banjar Jawa Kecamatan Singaraja, Buleleng, akhirnya membuat Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir di bumi Panji Sakti. Disambut Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Mikael Hutabarat, S.H., S.IK., Kompol A.A. Wiranata K, S.H., M.M. (Polres), Ngurah Adnyana (Camat Buleleng), Made Trisnawati (Kelurahan) dan sejumlah aparat. Senator Arya Wedakarna (AWK) langsung meninjau lokasi di mana palinggih Pangijeng Karang dihancurkan oknum pemuda yang juga tercatat sebagai mahasiswa Undiksha Singaraja. Selain meminta penjelasan serta penanganan dari aparat Polri, Senator Arya Wedakarna juga bertemu dengan pihak masyarakat dan keluarga pemilik lahan. Terhadap hal ini, Senator Wedakarna meminta masyarakat tenang, dan jangan terpancing isu SARA dan menyerahkan masalah kepada aparat keamanan. ‘’Saya memuji kinerja jajaran Polres Buleleng dan Polsek Singaraja
lingkungan pendidikan terus berubah dengan sangat cepat. Terjadi era disruption, pe-
hal ini sudah ditangani dengan baik. Dijelaskan bahwa si perusak mengalami gangguan kejiwaan dan tidak ada maksud untuk mengganggu kerukunan beragama. Kebetulan si oknum pelaku berasal dari luar Bali. Semoga kondisi Buleleng kondusif,’’ ungkap Wedakarna. Selain mendapat penjelasan dari aparat, Senator AWK juga menerima informasi bahwa kini mahasiswa yang kebetulan seluruhnya adalah non-Hindu sudah tidak lagi kos di tempat tersebut, tugu palinggih sudah didirikan
kembali dan diupacarai dengan swadaya. ‘’Ke depan pemilik kos di Singaraja termasuk di Bali agar lebih selektif dalam menerima mahasiswa. Jangan karena demi dapat uang kos, tapi keselamatan parahyangan menjadi taruhan. Harus agak selektif dan diberikan pengertian khususnya penghuni kos yang berasal dari luar Bali, tentang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Prinsip kaum pendatang di Bali harus tunduk pada prinsip di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung,’’
Raih Juara I LKP Berprestasi Tingkat Nasional Rumpun Teknik BPLE Tiara Course Denpasar kembali meraih penghargaan bergengsi yang mengharumkan nama Bali. Kali ini BPLE Tiara Course meraih juara I sebagai Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) berprestasi tingkat Nasional kategori Rumpun Teknik. Penghargaan itu diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat acara Gelar Karya Kursus dan Pelatihan serta Job Fair, di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Sabtu (11/8). Dalam acara tersebut Mendikbud Muhadjir Effendy juga memberikan penghargaan kepada 19 pemenang Lomba Kompetensi Peserta Didik, Lembaga Kursus dan Pelatihan, serta Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Terbaik tahun 2018, termasuk di dalamnya kepada BPLE Tiara Course. Sementara itu, pemenang Lomba Lembaga Kursus dan Pelatihan Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2018 adalah Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Budi Mulya Dua Culinary School, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, memenangkan lomba kategori Rumpun Kerumahtanggaan; LKP Ama-
Siapkan Generasi Muda Hadapi Globalisasi Pendidikan negara serta pencegahan radikalisme. Materi ketiga adalah Pendidikan Tinggi di Indonesia dan kegiatan akademik di Universitas Udayana. Materi keempat, nilai budaya, tata krama, dan etika keilmuan. Materi kelima organisasi, kegiatan kemahasiswaan dan PKM. Materi keenam, layanan, fasilitas kemahasiswaan dan kerja sama Universitas Udayana. Materi ketujuh, Layanan Sistem Informasi Universitas Udayanan (IMISSU) dan materi kedelapan adalah melalui KKN mahasiswa Unud berdayakan masyarakat desa. Rektor Unud Prof. Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) mengucapkan selamat kepada maba karena telah berhasil masuk Unud. Ini tentu karena kerja keras dan sungguh-sungguh yang dilakukan maba. Mengingat untuk masuk perguruan tinggi sangat ketat. Sesuai tema PKKMB 2018, tujuannya adalah menyiapkan generasi muda untuk menghapi globalisasi pendidikan dalam revolusi industri 4.0. ‘’Untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi kegagalan atau tidak tamat tepat waktu,’’ ujarnya. Adanya perubahan lingkungan dari dunia SMA ke dunia kampus membutuhkan persiapan yang matang dari mahasiswa baru yaitu dengan PKKMB. ‘’Bagaimana menyusun KRS, memperoleh transkrip nilai, dan sebagainya. Karena kami sudah berbasis online,’’ bebernya. Untuk dapat mengikuti perubahan itu kuncinya adalah bersiap menghadapi perubahan. ‘’Bagaimana menghadapi perubahan yang dilalui setelah duduk di perguruan tinggi,’’ imbuhnya. Lingkungan khususnya
ARAHAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Jajaran Polres Buleleng saat meninjau TKP perusakan palinggih di Banjar Jawa, Singaraja.
ungkap Gusti Wedakarna. Kepada warga yang memiliki tempat usaha dan kos– kosan, Wedakarna meminta agar puing-puing bekas penghancuran palinggih yang telah di-pralina segera dilarung ke pantai. ‘’Akhir-akhir ini cukup banyak masalah terkait dengan penolakan termasuk penghancuran palinggih Hindu di Bali, apa pun alasannya tetap saja tidak pantas dilakukan di Bali, terlebih selama ini umat Hindu sudah sangat toleran. Tempo hari muncul penolakan palinggih di SD Denpasar, kemudian penolakan palinggih di Jembrana dan kini di Singaraja ada kasus ini. Semoga ini menjadikan warga adat lebih mulat sarira. Mungkin ini teguran dari Sang Hyang Widhi bahwa ada yang salah dengan manajemen kependudukan di Bali ini. Kita akan carikan solusi terusmenerus dan jika bisa diredam,’’ pungkas Dr. Arya Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF–PBB ini. Selain tentang perusakan palinggih, warga Banjar Jawa juga menitip aspirasi kepada Senator RI terkait dengan jalan umum yang rusak dan mengganggu aktivitas warga. (ad645)
Mendikbud Anugerahkan Penghargaan kepada BPLE Tiara Course
Unud Gelar PKKMB 2018, Diikuti 4.758 Maba
UNIVERSITAS Udayana melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2018 pada Senin (13/8) kemarin di Aula Widya Sabha, Kampus Bukit, Jimbaran. PKKMB tahun ini diikuti 4.758 mahasiswa baru. Terdiri dari 444 orang dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), 547 orang dari Fakultas Kedokteran (FK), 495 orang dari Fakulras Hukum (FH), 770 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 299 orang dari Fakultas Pertanian (FP), 171 orang dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), 649 orang dari Fakultas Teknik (FT), 390 orang dari Fakultas MIPA (FMIPA), 132 orang Fakultas Peternakan, 124 dari Fakultas Kedokteran Hewan, 178 dari Fakultas Pariwisata, 313 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), 123 orang dari Fakultas Kelautan dan Perikanan. Ribuan mahasiswa baru ini dibagi dalam 48 gugus, masing -masing gugus terdiri dari 100 orang. Ketua Panitia PKKMB 2018 Prof. Dr. I Nyoman Gde Antara, M.Erg. mengatakan, tema PKKMB 2018 adalah menyiapkan generasi muda menghadapi globalisasi pendidikan dalam revolusi industri 4.0. Tujuan diselenggarakannya pengenalan kehidupan kampus adala agar para mahasiswa baru lebih mudah dapat beradaptasi dengan proses pembelajaran dan kehidupan akademik di Universitas Udayana. Dalam PKKMB yang berlangsung satu hari ini diberikan materi tentang pembinaan kesadaran bela negara, kehidupan berbangsa dan program unggulan Menpora. Materi kedua yaitu meningkatkan kesadaran kehidupan berbangsa dan ber-
5
rubahan yang cepat dalam era globalisasi pendiddikan dalam revolusi industri 4.0. (ad644)
PENGHARGAAN - Mendikbud Muhadjir Effendy saat menyerahkan penghargaan kepada Direktur BPLE Tiara Course di Yogyakarta. nah Husada, Kota Probolinggo, Jawa Timur, memenangkan kategori Rumpun Kesehatan; LKP Solocom, Kota Surakarta, Jawa Tengah, memenangkan kategori Rumpun Jasa; LKP BPLE Tiara Course, Kota Denpasar, Bali, memenangkan kategori Rumpun Teknik; dan LKP Wisma Bahasa, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, memenangkan kategori Rumpun Bahasa. ‘’Saya mengucapkan se-
lamat untuk kesuksesan para pemenang. Prestasi tersebut akan menjadi modal dalam memberikan pelayanan, lebih percaya diri, serta kreatif dalam memajukan pendidikan kursus dan pelatihan,’’ ujar Mendikbud saat pemberian penghargaan tersebut. Direktur BPLE Tiara Course Made Ernita Kurniawati, BBA., MBA., Senin (13/8) kemarin mengatakan, satu kebanggaan bagi BPLE Tiara Course bisa
mewakili dan mengharumkan nama Bali di kancah pendidikan dan pelatihan di tingkat nasional. Prestasi ini adalah hasil kerja keras tim BPLE Tiara Course yang senantiasa berupaya meningkatkan kualitas lembaga sehingga dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter dan berdaya saing. ‘’Dengan prestasi yang dicapai tentunya menjadi motivasi untuk BPLE terus berkarya menjadi lebih baik lagi ke depannya,’’ ujar Ernita Kurniawati yang Wakil Ketua 1 DPD HILLSI Bali. Sebelumnya, BPLE Tiara Course juga ditetapkan sebagai lembaga pendidikan teknik terbaik yang diberikan Wali Kota Denpasar. BPLE Tiara Course yang terakreditasi A juga penerima penghargaan sebagai lembaga pelatihan kerja (LPK) berprestasi di bidang pelatihan dan produktivitas dari Kementerian Tenaga Kerja RI. BPLE juga mendapat penghargaan Business Challenges Award 2015, kategori The Best Training Education & Service Excellent Of The Year dari Achievement Center yang bekerja sama dengan Tre Uno Event Management. (ad647)
OPINI
6
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Bijak Menjabarkan Wawasan Kebangsaan NASIONALISME. Kata ini tergolong kata yang sangat familier bagi kebanyakan warga negeri ini. Selain sering diucapkan, kata ini juga sarat makna. Bahkan, bagi warga bangsa Indonesia, nasionalisme mestinya menjadi hal wajib untuk dijabarkan dan dilaksanakan. Menjaga rasa nasionlisme bahkan menjadi sangat strategis bagi kita, terlebih kita berada dalam lingkungan yang beragam budaya, tradisi, dan keyakinan. Keragaman inilah yang perlu kita satukan dengan rasa nasionlisme. Untuk menjaga dan membangun serta menumbuhkan terus rasa nasionalisme, maka rasa kebangsaan haruslah dipupuk. Bangsa ini mestinya membudayakan wawasan kebangsaan dengan segala cara dan di setiap kesempatan. Mengingat tanpa wawasan kebangsaan yang memadai, maka sangat mustahil juga rasa nasionalisme akan menjadi pijakan bagi warga negeri ini untuk secara sadar dan tulus menjaga bangsanya. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan penyatuan dari berbagai golongan tentu memerlukan spirit nasionalisme untuk menjaganya. Untuk itulah, upaya menggali nasionalisme dan wawasan kebangsaan kita lakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami gagasan, konsep, dan pandangan yang disampaikan oleh para pemikir pada masa lalu. Di samping melalui dokumen kesejarahan, gagasan, konsep, dan pandangan tersebut juga dapat ditelusuri melalui karya-karya budaya. Yang pasti, kita tentu harus memahami bahwa nasionalisme adalah roh yang menggerakkan semua elemen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nasionalisme terbentuk dari interaksi antar-elemen di dalam suatu bangsa dan tanggapan bangsa itu terhadap lingkungan, sejarah, dan cita-citanya. Belakangan ini, tantangan menjaga rasa nasionalisme dan kebangsaan adalah fenomena yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Ancaman diistegrasi bangsa ini tentu harus kita hadapi dengan kembali meneguhkan komitmen berada dalam NKRI serta dengan sadar dan terus-menerus mengingatkan penduduk negeri tentang wawasan kebangsaan. Di sinilah perlunya rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan dimiliki oleh generasi muda. Ini diharapkan dapat mengatasi tantangan kemajemukan yang ada. Kita harus menyadari bahwa konsep nasionalisme dan wawasan kebangsaan mengacu pada kesadaran suatu warga negara akan pentingnya ketunggalan bangsa. Konsep tersebut bersifat ideologis dan disosialisasikan kepada setiap anggota (warga) negara. Menyadari hal ini, maka sikap-sikap fanatisme berlebihan terhadap golongan harus dilebur. Semua elemen bangsa ini hendaknya memosisikan dan memberdayakan potensi yang ada tanpa sekat-sekat perbedaan baik itu agama, kewilayahan, dan dukungan politis. Jika ini sampai menjadi rujukan dalam mengelola kekuasan, maka patut dicatat dan dipertanyakan tentang wawasan kebangsaan dan nasionalisme pemimpin kita. Sadar atau tidak, yang pasti sampai saat ini masih ada pemimpin kita yang mengelola kekuasaannya berdasarkan kepentingan keberlanjutan kekuasaannya. Pengabaikan atas potensi dan dedikasi bawahannya sering terjadi. Ini juga salah satu bentuk pengingkaran terhadap nasionalisme dalam konteks keberagaman. Fakta bahwa ada banyak orang yang kini bekerja di satu kabupaten, namun berasal dari luar kabupaten ‘’diabaikan’’ masih terjadi. Orang-orang merasa terpinggirkan karena tak punya akses dalam konteks kekuasaan bisa kehilangan harapan untuk menjadi abdi negara yang profesional. Untuk itu, penting ada kebijakan dari penguasa untuk tidak terjebak fanatisme kewilayahan. Pengakuan dan memberikan ruang yang sama kepada semua abdi negara tanpa membedakan daerah asal penting dilakukan. Pemimpin hendaknya menjadi teladan dalam mengelola kebinekaan dalam konteks optimalisasai pencapaian tujuan pemerintahan. Setidaknya, ini bisa kita maknai sebagai penjabaran wawasan kebangsaan. Oleh karena itu, pemimpin dan warganya perlu memahami dan menjabarkan penguatan karakter bangsa. Ini hendaknya dipahami sebagai bagian dari proses penyadaran kembali tentang nilai-nilai mulia yang kita miliki sebagai sebuah bangsa. Tanpa adanya pemahaman dan kesediaan menjabarkan rasa nasionalisme ini, maka wawasan kebangsaan hanya jargon yang tak akan efektif untuk menangkal disintegrasi bangsa.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Penerangan dan Kualitas Jalan Saya baru-baru ini mengantar rekan dari Jakarta bermalam di Ubud. Suasana kunjungan wisatawan saat itu di Ubud tergolong sangat ramai dan banyak wisatawan lalu-lalang di jalanan. Namun, di beberapa sudut, tampaknya Ubud perlu melakukan pembenahan. Pemerintah Kabupaten Gianyar harus turun dan memetakan wilayah wisata di kawasan ini. Pertama yang ingin saya sampaikan adalah jalan dari Penestanan menuju Ubud. Jalannya sangat sempit dan dilintasi dua jalur mobil. Dampaknya bisa ditebak yakni kemacetan. Bersamaan dengan itu, saya lihat wisatawan yang biasa berjalan kaki, nyaris berdesak-desakan dengan mobil macet untuk bisa lewat. Kesannya tak ada kenyamanan bagi wisatawan jika melintas di jalur ini. Mestinya, daerah lintasan wisatawan terlebih menjadi jalur jalan-jalan wisatawan dibuat nyaman. Trotoar harus jelas atau pelintasan kendaraan juga harus dikelola dengan baik. Hal kedua, adalah penerangan di jalur ini sangat minim. Bahkan, pas tikungan di sebelah Penestaaan suasananya kurang terang. Terlebih ketika terjadi papasan dua kendaraan, jalur ini menjadi sangat mengkhawatirkan. Artinya, kenyamanan melintas di jalur ini perlu mendapat perhatian. Untuk itu, pemerintah daerah mestinya harus melihat wilayahnya dengan detail. Terlebih daerah Ubud yang merupakan penghasil pendapatan. Tak hanya di jalur ini, tempat melintas wisatawan di sejumlah lokasi, saya lihat trotoarnya tak jelas. Ini perlu diperhatikan untuk kenyamanan wisatawan dan kenyaman kita bersama. Dede Sunardi Jakarta Utara
Kebebasan yang Mempersatukan Bangsa Tahun ini, 73 tahun yang lalu, Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Para pendiri bangsa dan seluruh rakyat Indonesia meyakini betapa persatuan bangsa itu sangat penting. Perjuangan untuk meraih kemerdekaan diraih dengan senjata yang disebut persatuan. Pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus kali ini, seluruh anak bangsa harus merenung dalam. Jika tidak, berbagai perhelatan bangsa, pemilu legislatif (pileg), pemilu presiden (pilpres) yang sudah dalam tahapan, berpotensi besar mengikis rasa persatuan bangsa.
Oleh I Gede Ariyasa
M
edia massa, serta media sosial, hampir setiap hari, menyuguhkan berbagai tayangan, komentar, yang membuat kegaduhan dan meracuni persatuan bangsa. Keadaan ini diperuncing lagi oleh perseteruan para elite politik dengan membawa kebenaran masingmasing. Komentar, bahkan ceramah-ceramah umum yang berbau suku, antargolongan, ras, dan agama (SARA) menjadi santapan rutin. Ini sungguh ironis, kebebasan yang mencabik-cabik rasa ibu pertiwi sebagian besar rakyat Indonesia. Ada indikasi kebebasan saat ini banyak dipakai sebagai alat perjuangan suatu kelompok. Atas nama kebebasan, mereka mengorbankan persatuan bangsa yang tidak mudah diperoleh. Dengan begitu mudahnya komentar-komentar bahkan ceramah-ceramah yang dilakukan atas nama kebebasan justru memporakporandakan persatuan bangsa. Begitu mudahnya orang-orang menghina lambang-lambang negara atas nama kebebasan tanpa merasa bersalah. Katanya, itu semua sah-sah saja dan tidak melanggar hukum dan demokrasi. Ketika negara bertindak, komentar miring pasti bermunculan. Bahwa itu melanggar hak asasi manusia (HAM), demokrasi, penistaan agama, dan lain sebaginya. Masyarakat
seolah-olah diberi pembelajaran bahwa itu benar dan boleh. Bahkan, seolah-olah apa saja dilakukan atas nama agama adalah sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Ini sungguh-sungguh kebebasan yang kebablasan. Kebebasan yang tidak mempersatukan bangsa dan negara adalah kebebasan yang kebablasan. Momen Hari Kemerdekaan yang ke-73 tahun ini, mengajak semua anak bangsa untuk merefleksi diri masing-masing akan makna kebebasan itu. Bahwa kebebasan yang kita peroleh saat ini adalah kebebasan yang diperoleh dan dititipkan pendiri bangsa ini. Adalah pengkhianat bangsa ketika ucapan, tingkah laku kita justru mengoyakngoyak kebebasan bangsa dan negara. Setiap anak bangsa harus kembali merenung dalam sejenak, bahwa kita dilahirkan di tanah air Indonesia yang sama-sama kita cintai. Tidakkah rasa itu masih ada di hati kita? Ataukah hanya tersisa rasa kemunafikan dan syahwat untuk berkuasa. Adalah pada era otonomi daerah yang banyak memunculkan sikap feodal dari para pemimpin. Banyak yang merasa menjadi raja dan berhak mengatur daerah seenak hatinya. Bahkan, fanatisme kedaerahan menampikkan peran orang dari luar daerahnya. Membangun pemerintahan seperti membangun kerajaan. Banyak peraturan diakali untuk diatur demi mem-
bangun kekuasaan yang semakin menggurita. Rasa malu dan dosa seolah sudah tidak berarti lagi. Adalah momen 17 Agustus, bahan refleksi kita semua untuk kembali pada jati diri bangsa Indonesia. Dalam konteks pileg dan pilpres yang dilakukan bersamaan, semua harus dapat menahan diri. Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah harga mati. Persatuan bangsa tidak boleh dikorbankan hanya untuk memenuhi ambisi dan syahwat berkuasa segelintir orang. Semua nuansa pileg dan pilpres harus diniatkan untuk persatuan bangsa. Apa pun alasannya, para elite politik, tokoh agama, tokoh bangsa dalam konteks pileg dan pilpres harus tetap mempersatukan bangsa dan negara. Ada dua sisi yang mungkin kita bangsa Indonesia dapat mengambil pembelajaran dari hal ini. Sisi positifnya, rakyat Indoneisa mungkin akan dibiasakan dengan perbedaan. Ini akan memperkuat daya tahan rakyat Indonesia ketika persatuan itu sebagai harga mati. Seiring dengan bertambahnya waktu, rakyat akan dapat memilih dan memilah mana yang baik dan benar. Jika ini terjadi maka Indonesia menjadi negara yang kuat dengan rakyat yang tahan uji dan tahan banting. Sedangkan sisi negatifnya adalah ketika bibit perpecahan menjadi awal dari bubarnya republik ini. Tentu ini tidak kita kehendaki
dan harus diwaspadai oleh kita semua. Bahwa, kebebasan hendaknya tetap dilakukan dengan niat dalam konteks persatuan bangsa dan negara. Ketika niatnya tetap memakai referensi persatuan dan kemajuan bangsa, maka itu adalah baik. Tetapi ketika itu diboncengi oleh kepentingan pribadi dan golongan, ini yang berbahaya. Berbicara niat maka ini hanya diketahui oleh pelakunya. Ketika apa yang terucap tidak sesuai dengan niatnya maka itulah kemunafikan. Ketika masyarakat telah tercerdaskan, maka mereka akan ditinggalkan. Siapa pun yang meniatkan kebebasan yang tidak mempersatukan akan terkubur dan ditinggalkan. Bahwa pendiri bangsa ini menyatakan kemerdekaan Indonesia berdasarkan atas karunia Tuhan Yang Maha Esa. Ini artinya kebebasan yang dirasakan oleh manusia Indonesia saat ini adalah karunia Tuhan. Jika demikian adanya, siapakah yang berani berniat berkhianat terhadap kemerdekaan dan kebebasan Indonesia? Itu artinya, cepat atau lambat mereka akan tersingkirkan dari bumi nusantara ini. Oleh karenanya, momen Hari Kemerdekaan kali ini harus menjadi refleksi penting
Oleh Ribut Lupiyanto ngan keanggotaan parpol. Penyikapan beragam muncul atas putusan MK ini. Yusril (2018) mengatakan bahwa putusan MK itu tidak otomatis menggugurkan calon anggota DPD-RI yang sudah mendaftarkan ke KPU. Penyebabnya adalah putusan MK itu keluar setelah tahapan pendaftaran. Sementara Bivitri (2018) berpendapat sebaliknya. Batasan calon DPD dinyatakannya ketika sudah menjadi daftar calon tetap. Prosesnya antara lain pendaftaran, verifikasi, daftar calon sementara, kemudian baru daftar calon tetap. DCT menjadi acuan seseorang fix disebut sebagai calon anggota DPD. KPU diharapkan menindaklanjuti putusan MK dengan memastikan calon anggota DPD. Yaitu memberikan dokumen tambahan berupa surat keterangan kepada calon anggota DPD bahwa mereka sudah mengundurkan diri dari kepengurusan partai politik. Ketentuan tersebut didasarkan pada pasal 266 Undangundang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pasal tersebut menjelaskan bahwa seseorang menjadi calon anggota DPD-RI berstatus definitif apabila sudah masuk ke dalam tahapan daftar calon tetap. Daftar calon tetap akan ditetapkan pada tanggal 20 September 2018. MK menampik putusannya bermotif politik. Putusan MK me-
mang berimplikasi politik karena menyangkut proses politik secara langsung. MK menegaskan putusan MK mengenai pelarangan pengurus partai mendaftar sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI telah berdasarkan koridor hukum dan konstitusi. Melalui putusan ini, MK mengembalikan hakikat keberadaan DPD-RI sebagai representasi daerah atau teritori sebagaimana desain ketatanegaraan yang dikehendaki oleh Undang-Undang Dasar 1945. DPD merupakan lembaga tinggi negara yang cukup strategis. Representasi anggota secara kedaerahan menjadi penting guna mengoptimalkan pembangunan daerah. Meskipun harus diakui dibanding lembaga tinggi negara, khususnya DPR, kewenangan DPD masih terbatas dan jauh di bawahnya. Aspirasi publik guna menguatkan peran dan kewenangan DPD mulai ada secercah harapan, meskipun belum sempurna. Selama ini, DPD masih menjadi rumah kedua bagi parpol selain DPR. Kondisi menunjukkan sistem bikameral atau dua kamar (DPR dan DPD) di Indonesia gagal. Keterwakilan daerah secara faktual menjadi menipis. Pihak yang diuntungkan adalah parpol dan pemerintah. Pemerintah akan mudah mendekati DPD melalui parpol. Jumlah anggota DPD yang merupakan anggota parpol di-
Penulis, guru SMPN 1 Abang, Guru Ajeg Bali, Ketua PGRI Kabupaten Karangasem
”Ada indikasi kebebasan saat ini banyak dipakai sebagai alat perjuangan suatu kelompok. Atas nama kebebasan, mereka mengorbankan persatuan bangsa yang tidak mudah diperoleh. Dengan begitu mudahnya komentar-komentar bahkan ceramah-ceramah yang dilakukan atas nama kebebasan justru memporakporandakan persatuan bangsa.”
Masa Depan DPD Pascaputusan MK
Masa depan yang lebih baik bagi Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI mulai ada secercah harapan dan jaminan. Hal ini menyusul keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 30/PUU-XVI/2018. MK memutuskan pengurus partai politik tidak diperbolehkan mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD. Gugatan diajukan warga negara bernama Muhammad Hafidz pada April 2018 dan diputus pada 23 Juli 2018. Hafidz memohon MK menguji materi Pasal 182 huruf l Undangundang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap UUD 1945. Kondisi ini membuka harapan publik agar DPD lebih independen dan optimal dalam menjalankan kinerjanya. Putusan MK menegaskan pengurus partai politik tidak diperbolehkan mendaftarkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah. Apabila tetap ingin mendaftarkan diri, maka yang bersangkutan harus mundur terlebih dahulu dari partai politik. Putusan ini positif bagi masa depan DPD. Meskipun belum memenuhi harapan publik yang menghendaki agar DPD murni terbebas dari keanggotaan parpol bukan sekadar pengurus. KPU tetap memperbolehkan kader parpol untuk maju menjadi calon anggota DPD. Hal ini dikarenakan tidak ada aturan tertulis yang melarangnya dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Syarat untuk menjadi calon anggota DPD. Tidak ada satu pun yang menyinggung lara-
bagi siapa saja di Republik ini. Namun, kita semua tidak boleh kemudian menampikkan usaha untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Semua komponen bangsa dari tingkatan apa pun, harus mengingat ikrar suci bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. Semua upaya yang merongrong keutuhan itu harus diantisipasi dan bila perlu harus ditumpas segera. Kita suka kebebasan dan perdamaian tetapi kita lebih mencintai kemerdekaan dan keutuhan NKRI ini. Inilah kata kunci sebagai anak bangsa untuk mempertahankan NKRI ini. Momen Hari Kemerdekaan 17 Agustus harus mengingatkan kita semua sejauh mana kita sudah ke luar dari rel. Merefleksi seberapa banyak kita sudah menanam bibit-bibit kebaikan untuk bangsa ini. Atau sebaliknya sebarapa besar kebencian yang telah kita tanamkan pada anak-anak negeri. Apa pun dalil kebebasan kita, apakah itu politik, hukum, demokrasi, HAM, atau apa saja, semunya harus didasari oleh kebebeasan yang memersatukan.
perkirakan lebih dari 50% dari total 132 orang anggota. Hal ini dibuktikan dengan pengakuan Partai Hanura. Sejak Ketua DPD Oesman Sapta Odang terpilih menjadi Ketua Umum DPP Hanura, dikabarkan 70 anggota DPD masuk partai tersebut. Apresiasi patut diberikan kepada KPU yang cepat menindaklanjuti Putusan MK. Persyaratan pendaftaran anggota DPD di Pemilu 2019 sudah ditambah surat pernyataan bukan pengurus parpol. Hal yang perlu diwaspadai adalah upaya penyiasatan putusan MK tersebut. Anggota DPD secara de jeru memang tidak tercantum dalam kepengurusan parpol. Namun secara de facto, berpotensi tetap ada yang menjalankan fungsinya seperti kepengurusan parpol. Hal ini disebabkan terkadang di lapangan batasan antara kader dan pengurus parpol sangat tipis. Sedangkan anggota DPD masih diperbolehkan menjadi kader asal bukan pengurus parpol. Parpol dituntut komitmennya menjalankan Putusan MK demi optimalisasi demokrasi. Beberapa anggota DPD dari unsur parpol sebagian merupakan kader potensial di parpolnya. Tentu sangat kehilangan bagi parpol, jika akan total menghentikan kiprahnya mengurusi parpol. Di sinilah ujian komitmen dari parpol dan justru menjadi tantangan agar menguatkan kaderisasinya sehingga bisa melahirkan kader-kader baru yang siap menggantikannya sebagai pengurus. Parpol tentu
akan rugi apabila nekat mengaktifkan anggota DPD sebagai pengurusnya, meskipun diamdiam. Jika nantinya ketahuan dan terbukti, maka mendapat ancaman dimundurkan sebagai anggota DPD. Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)
POJOK
Selasa hari ini, Pemerintah Daerah Bali berulang tahun ke-60. - Dirgahayu rakyat Bali, jayalah Bali. ***
Akibat alih fungsi lahan, target luas tanam di Bali tak terpenuhi. - Akibat kejar dolar. *** Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2018 lebih baik dari tahun lalu. - Masih perlu lebih baik lagi.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
Pascagempa
Lima Belas Warga Lombok Mengungsi ke Tabanan
Tabanan (Bali Post) Khawatir terhadap kondisi Lombok yang masih kerap dilanda gempa,membuat 15 orang warga memilih hijrah ke Bali untuk sementara waktu, tepatnya ke Banjar Bantas Bale Agung Desa Bantas Selemadeg Timur. Keputusan mengungsi sementara ke Bali karena salah satu warga Lombok ini berasal dari Bali. ‘’Saya warga sini, hanya menikah ke Lombok. Ini rumah orangtua,’’ kata Kadek Yogiani (30). Dia mengajak suaminya, Antik Tri Permana (30), serta kerabat dari suaminya untuk pindah sementara ke Bali sambil menunggu kondisi di Lombok kondusif. ‘’Selama ini tidur di luar. Kasihan anakanak yang masih kecil. Jadi sampai kondisi aman pindah dulu ke Bali untuk sementara,’’ ujar Yogiani. Total yang diajak mengungsi termasuk dirinya dan suami ada 15 orang. Enam di antaranya masih balita. Rombongan berangkat lewat laut pada Sabtu (11/8) pukul 13.00 dan tiba di Bali pukul 00.00 wita, Minggu (12/8). Menurut Yogiani, ia bersama suami bekerja mengelola hotel dan vila di Gili Trawangan. Saat
gempa terjadi, ia dan suami sedang bekerja. ‘’Gempa pertama tanggal 29 Juli masih bertahan. Setelahnya terjadi gempa dalam skala kecil. Namun gempa lebih besar pada 5 gustus lalu yang diinfo akan terjadi tsunami, membuat masyarakat khawatir. Apalagi gempa susulan masih sering terjadi sehingga waswas kalau tetap ada di sana,’’ tuturnya. Meski dalam kondisi mengungsi, Yogi dan suami tidak berpangku tangan. Mereka menggalang bantuan untuk membantu masyarakat Lombok. Menurutnya, bantuan pertama berupa kebutuhan pokok, susu, pampers, dan baju sudah dikirim. Saat ini, pihaknya sedang menggalang bantuan kedua. Dari informasi yang ia dapatkan, saat ini masyarakat di Lombok sangat membutuhkan terpal dan selimut selain kebutuhan pokok. ‘’Mereka kekurangan terpal dan selimut. Semua masyarakat yang dekat dengan titik gempa memilih tidur di luar,’’ tuturnya. Karena bangunan hotel yang ia kelola rusak akibat gempa, untuk sementara operasional hotel diberhentikan setidaknya sampai
tanggal 15 September. Apalagi saat ini Gili Trawangan sedang tidak boleh menerima tamu. ‘’Saat ini ditutup dulu untuk wisatawan sampai kondisi kondusif. Istirahat dulu sampai setidaknya tanggal 15 September. Ada beberapa renovasi karena bangunan hotel ada yang rusak,’’ tutur Yogi. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tabanan, Nyoman Gunawan, mengakui mengetahui informasi adanya pengungsi dari Lombok. Menurutnya, petugas dari Tagana sudah datang ke lokasi langsung untuk mengecek. ‘’Dari laporan sementara, rencananya warga tersebut ada yang mau pindah ke Jawa. Jadi akan dipantau terus. Jika memerlukan kebutuhan pokok, pasti dibantu dalam bentuk sembako,’’ ujar Gunawan. (kmb24) MENGUNGSI – Sejumlah warga Lombok memilih mengungsi ke Banjar Bantas Bale Agung, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan pascagempa, Minggu (5/8) Lalu.
Kuota JKN PBI Ditambah untuk 10 Ribu Jiwa
Tabanan (Bali Post) -
Pemerintah menargetkan setidaknya 95 persen masyarakat dalam suatu daerah ter-cover JKN, baik itu JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun JKN Mandiri. Di Tabanan, dari sekitar 450 ribu masyarakat, baru 72 persen yang ter-cover JKN, baik itu JKN PBI maupun Mandiri. Untuk mencapai angka 95 persen, tahun 2018 ini, Pemkab Tabanan lewat APBD menganggarkan premi JKN untuk sepuluh ribu jiwa. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Senin (13/8) kemarin, mengatakan sebelumnya lewat anggaran APBD Provinsi dan APBD Kabupaten telah ditanggung premi JKN untuk 56.240 jiwa. Premi Rp 23.000 untuk kelas III, sekitar 51,04 persen ditanggung provinsi dan 48,96 persen ditanggung Kabupaten Tabanan. ‘’Masih ada sekitar 23 persen dari target 95 persen masyarakat Tabanan belum tertanggung JKN. Karenanya
selain anggaran join antara pemprov dan kabupaten, Pemkab Tabanan lewat dana APBD Kabupaten tahun 2018 ini menanggung premi secara full untuk kelas III bagi 10 ribu jiwa,’’ ujar Suratmika. Dikatakan, 10 ribu jiwa ini akan menyasar pemangku pura tiga kahyangan di setiap desa adat serta masyarakat yang masuk dalam kategori 40 persen kurang mampu dan tidak mampu dari total penduduk yang belum masuk
dalam pendataan sebelumnya. Pendataan untuk 10 ribu jiwa ini sedang dalam proses di desa. Sebab, hingga saat ini, dari kouta 10 ribu jiwa, yang terisi baru sekitar 370 orang. ‘’Saat ini sedang dilakukan pendataan di masing-masing desa. Nantinya akan diteruskan ke Dinsos yang memfasilitasi ke BPJS. Dari BPJS akan diverifikasi sebelum akhirnya keluar kartunya,’’ jelas Suratmika. (kmb24)
’’Masih ada sekitar 23 persen dari target 95 persen masyarakat Tabanan belum tertanggung JKN. Karenanya selain anggaran join antara pemprov dan kabupaten, Pemkab Tabanan lewat dana APBD Kabupaten tahun 2018 ini menanggung premi secara full untuk kelas III bagi 10 ribu jiwa.’’ Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika
Lebih Menguntungkan
Peternak Pilih Usaha Pembibitan Babi
Tabanan (Bali Post) Saat ini peternak memilih usaha pembibitan babi (kucit) dibandingkan penggemukan babi. Pasalnya, dari perhitungan harga jual dengan biaya produksi, pembibitan babi dipandang lebih menguntungkan. Salah seorang peternak babi di Tabanan, I Nyoman Ariadi (48), asal Yeh Gangga Sudimara, Tabanan mengatakan, saat ini ia lebih fokus pada pembibitan babi. ‘’Duaduanya saya jalani. Ternak pembibitan dan penggemukan. Tetapi sekarang lebih fokus ke pembibitan karena lebih menguntungkan,’’ ujarnya, Senin (13/8) kemarin. Saat ini harga bibit babi dengan umur antara 35 sampai 40 hari sekitar Rp 800 ribu per ekor untuk eceran. Sementara untuk grosiran atau
borongan di kisaran harga Rp 750 ribu per ekor. Harga ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan penggemukan. Meski demikian, lanjut Wakil Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (Gupbi) Daerah Bali ini, ia tetap melakukan usaha penggemukan babi. ‘’Soalnya, usaha ternak penggemukan sudah ditekuni sejak lama. Harga jual babi hidup juga tinggi. Saat ini harga babi hidup dengan berat 100 kilogram ke atas mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan dengan berat di bawah 100 kilogram berkisar Rp 32-33 ribu per kilogramnya,’’ ujarnya. Hal senada disampaikan peternak babi lainnya, I Gusti Putu Winiantara. Peternak babi asal Banjar Tandan, Gubug, Tabanan mengakui usaha pembibitan babi saat ini
Tabanan (Bali Post) Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat di suatu daerah. Menekan AKI dan AKB, BRSU Tabanan menerapkan langkah perlindungan ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila dalam acara penilaian Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) tingkat Provinsi Bali, Senin (13/8) kemarin, mengatakan moto BRSU Tabanan dalam menekan AKI dan AKB adalah Quick Detect, Quick Response, dan Zero Death. Moto ini adalah implementasi sepuluh langkah perlindungan ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna menuju rumah sakit sayang ibu dan bayi. ‘’Dalam moto ini selain layanan juga ada serangkaian inovasi dalam berbagai tingkatan untuk
menekan angka kematian ibu dan bayi sampai terendah,’’ ungkapnya. Untuk menekan AKI dan AKB, telah dibuat kebijakan tertulis manajemen yang mendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi dan menyelenggarakan pelayanan antenatal termasuk konseling kesehatan maternal dan neonatal seperti ANC, kelas ibu hamil, layanan poliklinik laktasi, konseling-screening HIV dan senam ibu hamil. ‘’Langkah-langkah lainnya meliputi penyelanggaraan persalinan bersih dan aman serta penanganan pada bayi baru lahir dengan inisiasi menyusui dini dan kontak kulit ibu bayi, menyelenggarakan pelayanan obstetrik dan neotonal komprehensif. Menyelenggarakan pelayanan adekuat untuk nifas, rawat gabung termasuk membantu ibu menyusui dengan benar, dan langkah-langkah lainnya,’’ jelas Susila. Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya men-
relatif lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan penggemukan. Diakui, saat ini memang fokus melakukan pembibitan karena permintaan bibit babi sangat tinggi. ‘’Saat ini saya memelihara 40 indukan dan rencana ditambah menjadi 50 ekor,’’ ucapnya. Disebutkan, dengan perbandingan harga pakan, vaksinasi untuk indukan babi dengan hasil penjualan kucit saat ini relatif memberi untung lebih banyak. Asumsinya, keuntungan ini bisa tercapai jika seekor indukan sekali beranak menghasilkan enam ekor anak babi. ‘’Kalau perhitungan dengan harga pakan dan biaya produksi yang dihabiskan, maka jadi impas jika satu indukan memiliki minimal enam ekor anak,’’ sebutnya.
Kalau anak babi di bawah enam ekor dipastikan peternak merugi untuk hitungan satu indukan. Namun, sangat jarang indukan babi beranak kurang dari enam ekor kecuali ada sesuatu permasalahan seperti penyakit dan faktor lainnya. ‘’Biasanya babi beranak antara 10 sampai 11 ekor bahkan bisa lebih,’’ katanya. Ditambahkan, dengan harga bibit babi saat ini yang relatif tinggi, memang memberikan keuntungan yang memadai untuk peternak. Pihaknya berharap kondisi ini dapat bertahan. Selain itu juga berharap harga pakan juga tetap stabil di kisaran harga Rp 425 sampai 430 ribu per sak, sehingga upaya pembibitan babi yang dilakukan bisa memberikan hasil yang memadai. (kmb24)
BRSU Tekan AKI dan AKB
Bali Post/kmb24
TIM PENILAI - BRSU Tabanan saat menerima tim penilai GRSSI-B Provinsi Bali, Senin (13/8) kemarin. gatakan, angka kematian ibu dan bayi di Tabanan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Data ini menjadi salah satu bukti bahwa seluruh tim BRSUD Tabanan sudah berkomitmen dengan baik dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Sanjaya berpesan agar dalam mencegah kematian ibu dan bayi harus juga bersinergi
dari hulu ke hilir. ‘’Mencegah kematian ibu dan bayi harus berintegrasi dari hulu ke hilir. Berikan pemahaman dari ibu hamil sampai melahirkan. Dengan adanya puskesmas di seluruh kecamatan, bisa dilakukan sosialisasi dan koordinasi, sehingga apa yang menjadi tujuan dapat berjalan dengan baik,’’ ungkapnya. (kmb24)
Bali Post/kmb24
Gelar ’’Focus Group Discussion’’
Dinas Koperasi dan UKM Susun ’’Roadmap’’ Strategi Pengembangan UKM
GUNA memperoleh masukan dan informasi terkait penyusunan roadmap strategi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah berbasis potensi lokal di kawasan Nikosake, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan melaksanaan focus group discussion (FGD) di Wantilan Desa Sanda, Kecamatan Pupuan, Senin (13/8) kemarin. Hadir dalam acara tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana, Kepala Bapelitbang Ida Bagus Wiratmaja, Kepala Dinas Koperasi dan UKM A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah, OPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tabanan, Direktur PD Dharma Santika I Putu Sugi Darmawan, dan para perbekel di kawasan Nikosake. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah mengatakan di kawasan Nikosake setiap desanya memiliki potensi lokal seperti Desa Belimbing dengan niranya, Desa Munduk Temu dan Desa Sanda dengan kopinya, Desa Lumbung Kauh dengan kelapanya dan Desa Wanagiri dengan salaknya. Dikatakan, roadmap strategi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah berbasis potensi lokal di kawasan Nikosake ini meliputi enam aspek yaitu memperkuat kelembagaan, menyiapkan sarana dan prasarana, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mempermudah perizinan usaha, penguatan akses permodalan dan terakhir memperluas akses pemasaran. Pengembangan dan pemberdayaan di kawasan Nikosake menyasar sektor sekunder. Pada sektor ini,
FGD - Focus group discussion (FGD) penyusunan roadmap strategi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah berbasis potensi lokal di kawasan Nikosake, Senin (13/8) kemarin. tahapan pengolahan produk hasil pertanian dilakukan. ‘’Dalam sektor sekunder inilah, hasil pertanian diolah. Untuk mengolah ini tentu diperlukan kelompok yang dibentuk UMKM atau kelompok pengolah hasil,’’ ujarnya. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tabanan Wayan Miarsana mengatakan, potensi di bagian barat Kabupaten Tabanan adalah di sektor pertanian. Oleh karenanya, harus dilestarikan dengan didukung kemajuan teknologi. ‘’Kehidupan pertanian harus lestari, dinamis dan didukung kemajuan teknologi. Karenanya ke depan, kapasitas dan kompetensi SDM pertanian kita harus ditingkatkan,’’ ucap Miarsana. Sementara itu, produksi pertanian di Tabanan cukup melimpah, sehingga diperlukan konsep pemasaran yang berdasarkan analisis kebutuhan pasar. ‘’Kita harus memulai konsep analisis kebutuhan pasar, siapa yang memproduksi, siapa
yang mengolah dan siapa yang memasarkan nantinya. Jadi, konsep itu sudah terbangun. Mari kita bangun komitmen bersama,’’ ajaknya. Sementara itu, Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan Ida Bagus Wiratmaja menambahkan, untuk sektor primer adalah petani sebagai penghasil bahan baku, di sektor sekunder adalah pengolah hasil, dan sektor tersier adalah pemasaran. ‘’Di sektor sekunder inilah dibutuhkan kelompok pengolah hasil,’’ ucapnya. Wiratmaja melanjutkan bahwa pabrik atau pengolahan tidak ada di BUMDes. Pengolahan adanya di masyarakat, sehingga nilai tambahnya ada di masyarakat. BUMDes adalah distributor. ‘’BUMDes tidak boleh jual ke pasar bebas, harus dijual ke BUMDa. Dan BUMDa-lah yang bertugas menjual produk-produk ini. Dalam sistem ini harus ada perdagangan yang jujur, harus ada kesepakatan harga,’’ tegasnya. (ad640)
BULELENG
8
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
Paket Sembako untuk Pasien di RSUD
Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 190 paket sembako dibagikan kepada pasien yang dirawat di RSUD Buleleng dan juga para lanjut usia (lansia) di Desa Pemaron, dan Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Senin (13/8) kemarin. Paket sembako itu diserahkan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) bersama Dinas Sosial (Dinsps) dan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Buleleng. Di RSUD Buleleng, para pasien itu dirawat Ruang Cempaka, Kamboja, Sakura, dan Ruang Melati. Mereka
diberi bingkisan berisi sejumlah barang untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Saat menyerahkan parcel itu, Ketua K3S Ny. Aries Suradnyana bersama Ny. Ayu Wardhany Sutjidra berinteraksi dengan pasien. Pasien dan juga penunggu tampak tersenyum setelah dikunjungi pejabat pemerintahan itu. Saat bertemu para lansia di Desa Baktiseraga dan Desa Pemaron, Ny. Aries Suradnyana dan Ny. Ayu Wardhany Sutjidra selalu menyapa para lansia dengan penuh kasih dan keakraban. Mereka juga menyelipkan lawakan untuk menghidupkan suasana dan
mengajak para lansia itu tetap beraktivitas mengisi hari tua. Ny. Aries Suradnyana mengatakan, bantuan sembako ini sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap pasien yang kurang mampu dan juga para lansia. Paket sembako ini diharapkan bisa meringankan keperluan sehari-hari. Selain itu, kunjungan ini mengajak semua komponen masyarakat termasuk pasien dan lansia untuk sama-sama dalam suasana sukacita menyambut HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2018. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Jajaran TNI Batalion 900 Rider SBW bersama anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang menggelar aksi peduli sosial dengan menyumbang sembako, obat-obatan, pakaian layak pakai untuk korban gempa di Lombok. Komandan Yonif 900 Rider SWB, Letkol Inf. Toni, Ming-
gu (12/8) lalu, mengatakan, bencana gempa dahsyat di Lombok itu dirasakan sampai di Buleleng. Gempa itu bukan saja menimbulkan korban jiwa juga kerusakan infrastruktur dan situasi truma berat bagi warga. Atas kondisi ini, TNI turut prihatin dengan bencana alam tersebut.
Meringankan beban dan penderitaan para korban, pihaknya dan Persit Kartika Chandra Kirana menyumbangkan bantuan sembako, obat-obatan, dan pakaian untuk korban. “Ini bentuk kepedulian kami dan mudahmudahan bisa dimanfaatkan untuk para korban,’’ ujar Letkol Inf. Toni. (kmb38)
Yonif 900 Rider SBW Gelar Aksi Sosial
Dana Penanganan Kerusakan Rumah Akibat Bencana Alam Dipangkas Buleleng yang disangga wilayah sangat luas kenyataannya rawan terjadi bencana alam. Akan tetapi, hal itu nampaknya belum diimbangi kesiapsiagaan terutama dari sisi penyiapan dana penanganan korban bencana alam. Terbukti, anggaran yang dialokasikan untuk kerusakan rumah penduduk yang disebabkan bencana alam tahun 2019 itu dialokasikan hanya Rp 150 juta. Tercatat, anggaran ini turun dibandingkan jatah dana tahun sebelumnya 2018, sebanyak Rp 191 juta. Sebetulnya, berapa dan lembaga apa yang cocok menangani korban bencana alam itu? DEMIKIAN terungkap ketika Komisi I DPRD Buleleng menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perumahan Permukiman Pertanahan (Perkimta), Senin (13/8) kemarin. Rapat itu merupakan persiapan sebelum dewan membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Induk 2019. Rapat dipimpin Ketua Komisi I Putu Mangku Mertayasa bersama anggotanya. Sedangkan, pihak eksekutif dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perkimta Buleleng Komang Surattini. Putu Mangku Mertayasa mengatakan, anggaran untuk penanggulangan kerusakan rumah atau fasilitas umum (fasum) akibat bencana alam itu idealnya ditingkatkan dari alokasi anggaran tahun ini. Itu penting untuk mengantisipasi kemungkinan bencana alam mendatang. Seperti pengalaman beberapa tahun terakhir. Apalagi, kerusakan rumah penduduk akibat banjir dan tanah longsor beberapa tahun lalu itu sampai sekarang penanganannya belum tuntas. Ini karena alokasi anggarannya tidak optimal. Sedangkan tingkat kerusakannya tergolong tinggi.
Anggaran untuk perbaikan rumah akibat bencana alam itu bervariasi antara Rp 20 juta sampai Rp 30 juta tiap satu unit rumah. Pengalaman tersebut setidaknya bisa dijadikan pertimbangan penting untuk mengalokasikan anggaran yang lebih memadai, sehingga perhatian kepada korban bencana alam betul-betul maksimal dan bebas dari kesan penanganan lambat, akibat alasan klasik alias anggaran yang tidak memadai. “Saya juga tidak mengerti mengapa dirancang turun. Dan kemungkinan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) ada pertimbangan lain. Sementara untuk penanganan kerusakan akibat bencana alam terdahulu saja belum tuntas padahal anggaran perbaikannya tahun ini Rp 191 juta. Lucunya malah tahun depan diturunkan menjadi Rp 150 juta,” katanya. Selain menyoroti dana perbaikan rumah akibat bencana alam, legislator asal Desa Banjar, Kecamatan Banjar itu menambahkan, anggaran untuk penanganan kerusakan rumah akibat bencana alam lebih cocok diberikan kepada Dinas Perkimta. Karena lembaga itu memiliki tugas dalam hal perumahan atau permukiman penduduk. Lembaga ini pun diberikan fungsi untuk
mem-verifikasi secara detail terkait kondisi setiap rumah penduduk yang rusak akibat bencana alam. “ Kal au s aya c oc ok nya dana penanganan perbaikan rumah akibat bencana itu ke Dinas Perkimta. Sebab lembaga ini tahu bagaimana memverifikasi untuk menentukan layak dan tidaknya warga akan diberi bantuan perbaikan rumah, dengan berbagai pertimbangan detail,” jelasnya. Mangku Mertayasa mengaku khawatir dengan pengisian jabatan perbekel yang ditinggalkan oleh pejabatnya ikut kompetisi Pemilihan Legislatif (Pileg). Pengisian jabatan perbekel melalui musyawarah desa (musdes) rawan akan memicu konflik sosial di lapangan. Untuk itu, diriny a m e na wa rka n a g a r pergantian perbekel yang ikut nyaleg dilakukan setelah tahapan pileg dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. “Kami akan memberikan kajian terkait masalah ini kepada Bupati, sebab bagaimanapun hajatan politik nasional (pileg dan pilres) harus dinomorsatukan, sehingga jangan sampai situasi ini memunculkan konflik sosial karena harus memilih perbekel karena ditinggal ikut pileg,” jelasnya. (mud)
Bali Post/kmb38
RAPAT DENGAR PENDAPAT – Komisi I DPRD Buleleng menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (13/8) kemarin, di gedung dewan.
Bali Post/kmb38
OVERLOAD – Volume sampah yang terus bertambah membuat kapasitas TPA Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan sekarang overload.
TPA Bengkala ’’Overload’’
Pemilahan Sampah Belum Optimal Singaraja (Bali Post) – Pemilahan sampah organik dan non-organik belakangan ini belum optimal. Setiap hari, produksi sampah di Bali Utara itu sepenuhnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Bahkan, situasi ini sekarang memicu areal TPA itu overload. Kalau tidak segera ditangani secara sistematis, dikhawatirkan situasi itu menimbulkan masalah serius, terkait penanganan sampah yang dilakukan pemerintah daerah. Data di lapangan menyebutkan, TPA Bengkala itu setiap hari menerima kiriman volume sampah dari pengelola bank sampah atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) lebih dari 150 meter kubik. Sampah itu berasal dari beberapa desa di Buleleng. Kota Singaraja termasuk pemasok sampah terbesar, nyaris 150 meter kubik setiap harinya. Sayang, volume sampah sebanyak itu belum dipilah antara sampah organik dan non-organik. Akibatnya, daya tampung TPA Bengkala itu sekarang ini overload. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Putu Ariyadi Pribadi usai rapat di gedung DPRD, Senin (13/8) kemarin, tidak menampik kalau kapasitas TPA Bengkala, sekarang ini overload.
Menurutnya, pemilahan sampah dari desa atau kelurahan itu belum berjalan optimal. Karena itu, kapasitas TPA itu masih memungkinkan menampung sampah yang mengandung residu. Namun faktanya, kata Ariyadi Pribadi, kalau pemilahan sampah itu belum maksimal. Belum sepenuhnya sampah itu dibuang ke TPA. “Situasinya memang overload. Pasalnya, sampah itu belum dipilah, sehingga hal itu yang membuat kapasitas di TPA itu tidak mampu menampung volume sampah yang terus meningkat,” katanya. Mantan Camat Gerokgak itu menambahkan, atas kondisi ini DLH telah menyiapkan program untuk menggenjot kembali utamanya proses pemilahan sampah di desa atau kelurahan. Pihaknya
akan melibatkan aparat terkait termasuk melibatkan Tim Penggerak (TP) PKK. Upaya ini dilakukan dengan cara mengedukasi bagaimana sampah yang datang dari hulu alias rumah tangga agar sudah dipilah. Sehingga yang akan dibuang ke TPA adalah sampah yang mengandung residu. Sedangkan sampah yang biasa didaur ulang. Selanjutnya dijadikan kompos. Sampah itu bisa diolah melalui bank sampah atau TPST. Selain itu, pengoperasian mobil untuk pengangkutan sampah di desa-desa akan dievaluasi agar armada tersebut betul-betul difungsikan untuk menunjang penanganan sampah di desa. Hal ini disebabkan, karena angkutannya masih pinjam pakai. “Ini yang akan kami genjot. Kami akan berkoordinasi
dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) bagaimana desa itu bisa beperan mengoptimalkan pemilahan sampah lewat kerja sama yang baik. Desa sekarang ini punya anggaran melalui Alokasi Dana Desa (ADD),” katanya. Terkait upaya penambahan areal TPA Bengkala, Ariyadi Pribadi menyebut penambahan areal TPA itu sudah diprogramkan. DLH sudah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 2 miliar untuk membeli lahan. Hanya, berapa luasan yang bisa dibeli dengan anggaran yang disediakan, hal itu belum bisa dipastikan. Alasannya, tergantung harga pasaran tanah di lapangan. “Kebijakan anggaran untuk perluasan TPA itu sudah ada. Dan sekarang masih berproses sesuai kebijakan pimpinan. Kita tidak tahu dengan anggaran segitu, jadi berapa are lahan yang bisa kita beli. Dan hal itu sekarang ini masih menunggu kebijakan pimpinan,” jelasnya. (kmb38)
Lebih dari Dua Ribu Mahasiswa Baru Undiksha Jalani Masa OKK SEBANYAK 2.990 mahasiswa baru Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mengikuti masa Orientasi Kehidupan Kampus (OKK), Senin (13/8) kemarin. Ribuan mahasiswa itu berasal dari tujuh fakultas dan 45 jurusan di Undiksha itu akan menjalani masa OKK selama empat hari. OKK itu dilangsungkan dari tanggal 13 sampai 16 Agustus 2018. Materi OKK secara umum sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya, tahun ini mahasiswa baru itu dituntut memahami sekaligus dapat mengaplikasikan misi besar Undiksha sebagai perguruan tinggi unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana di Asia Tenggara tahun 2045. Pembukaan OKK itu dipusatkan di lapangan upacara Kampus Tengah Undiksha Jalan Udayana Singaraja. OKK itu dibuka Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes. mewakili Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. Acara itu dihadiri para Dekan, Ketua Jurusan, dan juga pimpinan organisasi kemahasiswaan. Wakil Rektor III, I Gusti Ngurah Pujawan, mengatakan pelaksanaan OKK di kampusnya, dijamin bebas dari praktik perpeloncoan. Ini dibuktikan dengan tidak ada anggapan mahasiswa senior dan junior. Sebaliknya, segenap mahasiswa baru dan mahasiswa yang sudah lebih dahulu menempuh studi di Undiksha itu diharapkan hidup berdampingan dengan damai dan saling pengertian antara satu dengan lainnya. Bahkan, satu kebanggaannya sekarang ini adalah mahasiswa Undiksha berasal hampir dari semua provinsi di Tanah Air. Kondisi ini pun
PEMBUKAAN MASA OKK – Sebanyak 2.990 mahasiswa baru dari tujuh fakultas dan 45 jurusan di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Senin (13/8) kemarin mengikuti pembukaan masa OKK Tahun Akademik 2018-2019. membuat julukan baru bagi Undiksha adalah “Bhineka Ganesha”. Nama besar ini tidak lepas karena dari 34 provinsi di Tanah Air, tercatat sudah dari 24 provinsi mahasiswa yang menempuh studi di Undiksha ini. “Kami menjamin tidak ada perpeloncoan. Yang kami tekankan kepada panitia adalah bagaimana membangun kehidupan kampus oleh segena civitas akademika yang ada, agar bisa hidup rukun. Hal itu agar sejalan dengan julukan kami sekarang “Bhineka Ganesha” karena mahasiswa yang kami didik di sini hampir datang dari semua provinsi di Tanah Air dan selama ini Undiksha menjaga kebinekaan itu sendiri,” katanya. Di sisi lain, Ngurah Pujawan mengingatkan, publik di Buleleng termasuk para orang tua mahasiswa itu untuk sama-sama mengawasi
jalannya OKK tahun ini. Hal ini sangat penting untuk sama-sama membangun koordinasi dan komunikasi, sehingga kalau menemukan materi OKK yang di luar panduan yang sudah ada, diingatkan untuk mengomunikasikan dengan jajaran Undiksha. Ini penting untuk menghindari munculnya kesan tidak baik di masyarakat. Hal itu bisa saja nantinya mengganggu citra dan nama baik Undiksha yang sekarang sudah semakin “bersinar” sebagai perguruan tinggi terbesar di Buleleng. “Katakanlah ada anak agak ‘cengeng’. Kemudian ia menginformasikan hal berkaitan OKK kami harapkan dikomunikasikan, sebab nama baik lembaga ini harus kita jaga bersama. Jangan buru-buru menyebarkan lewat media sosial (medos),” jelasnya. Ketua Panitia OKK, I Kadek Swartana Putra, men-
gatakan selama empat hari, mahasiswa baru itu mengikuti kegiatan OKK yang dibagi dalam kegiatan dalam ruangan dan juga di luar ruangan. Dalam ruangan, mahasiswa baru mendapat materi sosialisasi tentang wawasan kebangsaan dan juga kepemimpinan. Pengenalan perencanaan studi, dan sosialisasi PKM. Sedangkan materi di luar ruangan, seperti mahasiswa baru itu mengikuti pengenalan UKM lewat parade, pembinaan kedisiplinan melalui baris berbaris, gelar budaya nusantara, sosialisasi ormawa, penyerahan mahasiswa oleh rektorat kepada masingmasing dekan dan ramah tamah. “Dari semua kegiatan itu, nantinya akan ditentukan berapa mahasiswa yang dinyatakan lulus OKK, dengan dibuktikan sertifikat,” jelasnya. (ad633)
GIANYAR
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
9 ”Homestay” Menjamur di Luar Ubud
SOSOK Kualitas SDM Pariwisata KUALITAS sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata di Kabupaten Gianyar saat ini ternyata masih menjadi persoalan. Tentunya, kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk mendapat pembenahan. Terlebih, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar, khususnya Ubud, saat ini sedang berada di puncak. Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Kadisparda) Kabupaten Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta mengatakan, sektor pariwisata sesungguhnya hampir digerakkan seluruh kawasan di Kabupaten Gianyar. Tidak hanya destinasi namun juga akomodasi. ‘’Kita lihat kini di beberapa desa mulai membuka destinasi baru, yang bisa menjadi tujuan wisatawan,’’ katanya. Ia mengakui, masyarakat Gianyar sangat antusias dalam mengembangkan sektor pariwisata. Namun, kuatilas SDM masih menjadi persoalan yang harus dibenahi secara serius. ‘’Jadi, persoalan kita adalah dalam peningkatan kualitas SDM. Walaupun ada peningkatan fisik, kalau kualitas SDM tidak ditingkatkan, ini bisa memengaruhi citra pariwisata itu sendiri,’’ katanya mengingatkan. Ditegaskan, pihaknya sudah berupaya melakukan sosialisasi hingga pembinaan ke desa, khususnya yang saat ini sedang membuka destinasi wisata baru. ‘’Paling sering kami sampaikan adalah pelayanan kepada tamu yang datang, serta menjaga kebersihan lingkungan terutama kebersihan toilet,’’ ujar pejabat yang akrab disapa Gung Ari ini. Ia menambahkan, pesan ini juga penting untuk pengelola akomodasi terutama homestay yang kini sedang tumbuh di sekitar Ubud. Dikatakan, homestay yang kini banyak dibuka di rumah penduduk harus dikelola dengan profesional. ‘’Hal ini penting untuk mengelola pariwisata yang berkesinambungan, sehingga turis tidak hanya ramai hari ini, namun juga seterusnya,’’ tegasnya. (nik)
AKTIVITAS - Wisatawan mengikuti aktivitas pada salah satu homestay di Ubud.
KPPAD Usulkan Lokasi Gerak Jalan yang Aman
Gianyar (Bali Post) Lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Kabupaten Gianyar memang perlu dievaluasi. Selain memastikan kesehatan para peserta, faktor keselamatan peserta juga wajib diperhatikan lantaran kegiatan itu digelar di jalan raya yang padat lalu lintas. Salah satu solusinya, kegiatan tersebut bisa memanfaatkan sepanjang By-pass Dharma Giri dan jalur itu bisa ditutup sementara selama kegiatan berlangsung. Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Made Ariasa mengatakan hal itu, Senin (13/8) kemarin. Menurut Ariasa, pemanfaatan jalur By-pass Dharma Giri memang bisa menjadi salah satu solusi dalam menjamin keselamatan peserta gerak jalan. “Kan bisa dipilih melaju dari jalur depan Lapangan Astina menuju By-pass Dharma Giri. Selanjutnya, balik jalur lainnya di by-pass ini,” katanya menyarankan. Ariasa menambahkan, kalaupun jalur tersebut harus ditutup untuk sementara waktu untuk kegiatan gerak jalan, pengguna jalan yang lain bisa memanfaatkan jalur alternatif dengan jarak tempuh tidak jauh berbeda. “Apabila nanti peserta menggunakan jalur yang khusus untuk gerak jalan, sudah pasti akan lebih aman, dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” katanya. Ariasa juga menilai, kegiatan gerak jalan yang selama ini menggunakan jalan umum sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Selain itu, juga berisiko untuk peserta, terlebih pengendara di jalan raya merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai karakter.
“Bagaimana kalau anak didik kita ini diserempat pengguna jalan yang arogan? Belum lagi risiko dari polusi kendaraan yang tidak baik untuk anak,” katanya. Selain itu, Ariasa juga mengusulkan dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI tidak hanya dimeriahkan dengan gerak jalan. Namun juga bisa ditambah event inovatif lainnya yang berlandaskan seni dan budaya dengan lokasi kegiatan terfokus di By-pass Dharma Giri atau Lapangan Astina. “Bisa ditambah dengan pameran yang bertemakan kemerdekaan. Jadi, masyarakat yang datang bisa merasakan momen baru, tidak monoton hanya gerak jalan,” tandasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gianyar A.A. Gde Agung mengatakan, pihaknya sudah menjamin keselamatan peserta saat berlomba gerak jalan. “Sepanjang rute yang dilalui sudah dijaga oleh petugas Satpol PP Gianyar dan tenaga medis yang selalu siaga menjaga setiap kemungkinan yang terjadi,” katanya. Kendati begitu, kata Agung, sejumlah usulan yang disampaikan KPPAD akan dijadikan masukan dalam evaluasi peringatan HUT Kemerdekaan RI pada tahun berikutnya. Ditegaskan, pihaknya akan menyampaikan usulan tersebut kepada pimpinan tertinggi di Pemkab Gianyar. Sementara itu, kegiatan lomba gerak jalan berakhir Senin (13/8) kemarin. Lomba terakhir ini diikuti 46 peserta SD se-Kabupaten Gianyar. Rute hampir sama seperti tahun lalu, yakni peserta dilepas di di depan Open Stage Balai Budaya Gianyar dan finish di depan Puri Gianyar. Jarak tempuhnya 4 kilometer dengan alokasi waktu 90 menit. (kmb35)
Bali Post/ist
Gianyar (Bali Post) Homestay menjadi salah satu pilihan yang saat ini cukup banyak diminati wisatawan. Akomodasi pariwisata yang memanfaatkan rumah penduduk ini kini berkembang pesat tidak hanya di kawasan Ubud, namun juga menjamur di kecamatan lain seperti Tegallalang dan Sukawati. Ketua Ubud Home-Stay Asosiasi (UHSA) I.B. Wiryawan mengatakan hal itu, Senin (13/8) kemarin, Menurut Wiryawan, perkembangan homestay di Tegallalang cukup tinggi. Fenomena serupa juga terjadi di seputaran Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati. Dikatakan, minat wisatawan untuk tinggal pada homestay di dekat kawasan Ubud ini pun cukup tinggi. Apalagi, saat ini sebagian besar homestay di kawasan Ubud sudah penuh. Namun untuk di luar kawasan Ubud, seperti Tegallalang dan Sukawati, minat terhadap homestay masih minim. “Mungkin kondisi ini juga disebabkan dari manajemen homestay itu sendiri yang belum optimal,” katanya. Wiryawan menambahkan, pihaknya di asosiasi memastikan pengelolaan homestay kualitas modern, namun tetap menawarkan aktivitas tradisional yang berbasis seni dan budaya. “Jadi, homestay menawarkan pengalaman tinggal di rumah masyarakat Bali, wisatawan bisa menikmati kuliner hingga mengikuti langsung aktivitas budaya dan keseharian sebagai masyarakat Bali,” katanya. Wiryawan menegaskan, perlu adanya persamaan persepsi terkait pengelolaan homestay. Dikatakan, salah satu yang menjadi persoalan adalah homestay masih dianggap sebagai destinasi murah yang bisa menjadi pilihan wisatawan. “Masih ada pandangan seperti itu, bahwa homestay adalah destinasi murah. Tapi, kenyataannya tidak demikian,” tegasnya. Wiryawan menambahkan, saat ini wisatawan yang menginap pada homestay di kawasan Ubud dominan asal Eropa, khususnya Eropa Timur seperti Swedia dan Belgia. Sementara untuk wisatawan Eropa lainnya seperti Belanda dan Prancis juga terpantau tinggi. “Jadi, ini seperti konsumen baru yang datang ke Ubud. Sementara Belanda, Jerman, dan lainnya masih tetap setia tinggal di Ubud,” ujarnya. Selain itu, wisatawan Australia juga cukup banyak tinggal di Ubud. Sementara wisatawan Asia khususnya Tiongkok dominan datang ke Ubud hanya melancong, sedangkan untuk menginap mereka lebih memilih di Bali Selatan. “Jarang ada wisatawan Cina yang menginap. Kalaupun ada paling-paling hanya sehari,” katanya. Berdasarkan peningkatan okupansi ini, Wiryawan mengakui sejumlah homestay meningkatkan nilai sewa kamar per malam. Dari yang awalnya sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu, menjadi Rp 350 hingga Rp 400 ribu. Bahkan, untuk kamar yang paling mahal bisa dipasang tarif hingga Rp 600 ribu per malam. (kmb35)
Tak Penuhi Syarat, Sembilan Bacaleg Gugur Gianyar (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar sudah melakukan rekapitulasi jumlah bakal calon anggota DPRD Gianyar yang akan maju di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Berdasarkan hasil verifikasi, dipastikan ada sembilan bakal calon legislatif (bacaleg) yang tidak memenuhi syarat (TMS). Mereka yang tidak memenuhi keabsahan dokumen bakal calon ini dinyatakan gugur dan dihapus dari Daftar Calon Sementara (DCS). Berdasarkan data verifikasi perbaikan keabsahan dokumen bakal calon anggota DPRD Gianyar, dari 340 bacaleg, tercatat 331 bacaleg yang memenuhi syarat. Sementara sisanya, sembilan bacaleg dipastikan TMS. Anggota Komisioner KPU Gianyar I Putu Agus Tirta Suguna membeberkan sembilan bacaleg yang TMS. Pertama dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Dapil 1 atas nama I Made Suarsana. Alhasil, dari lima nama yang diajukan, hanya empat calon yang memenuhi syarat untuk selanjutnya akan ditetapkan sebagai Daftar Calon Tetap (DCT). Bacaleg yang paling banyak TMS berasal dari Partai Berkarya yakni tiga orang. Masing-masing I Wayan Sunarta dan Ida Ayu Nyoman Anggreni dari Dapil 1, serta Ni Made Muliati dari Dapil 2. ‘’Untuk sisa calon perempuan masingmasing dapil Partai Berkarya ini dinyatakan lolos, karena masih memenuhi 30 persen dari calon yang diajukan per dapil,’’ katanya. Selain itu, ada pula Partai Garuda yang seorang calonnya, I Made Sudiantara dari Dapil
3 dinyatakan TMS. Sementara dari Partai Gerindra ada dua calonnya yang TMS yakni I Gusti Ngurah Jelantik (Dapil 2) dan Ni Wayan Widnyani (Dapil 4). Bacaleg yang TMS juga tercatat dari Partai Demokrat, I Wayan Dedi Putra (Dapil 2). ‘’Kalau yang dari Demokrat ini karena memang mengundurkan diri sebagai calon dan tidak diganti oleh partainya hingga batas waktu yang ditetapkan,’’ ujar Agus Tirta Suguna. Sementara dari Partai Hanura tercatat seorang calon masuk dalam daftar TMS yakni I.B. Ketut Alit Awidya. Sementara bacaleg yang juga Ketua DPC Hanura Gianyar Dewa Ketut Alit Budiana yang meninggal beberapa waktu lalu, dinyatakan berkasnya memenuhi syarat. ‘’Bapak Dewa Budiana ini fix memenuhi syarat. Mengingat beliau sudah meninggal dunia, kami masih menunggu kelanjutan dari Partai Hanura, apakah akan diganti atau dibiarkan sebelum penetapan DCT,’’ katanya. Agus Tirta Suguna menambahkan, sembilan nama yang sudah TMS ini dipastikan tidak bisa diperbaiki lagi. Dengan kata lain, mereka sudah gugur
Bali Post/kmb35
PILEG - Anggota Komisioner KPU Gianyar I Putu Agus Tirta Suguna menunjukkan tahapan pileg di Kantor KPU Gianyar. dalam DCS Pileg 2019 mendatang. ‘’Lantaran TMS, mereka secara otomatis gugur dan tidak bisa dimasukkan dalam DCS,’’ tegasnya. Menurut Agus Tirta Suguna, kesalahan bacaleg yang TMS ini sebagian besar karena persyaratan mencalonkan diri yang
tidak lengkap. Mereka juga tidak melakukan perbaikan untuk kelengkapan persyaratan calon p er 31 Juli kem arin. ‘’Sampai batas waktu yang ditentukan, sejumlah kekurangan itu tidak dilengkapi sehingga mereka dipastikan gugur,’ tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
SOSOK Lebih Banyak Seniman Lokal
DARI tahun ke tahun, pelaksanaan HUT Kota Negara yang menyuguhkan berbagai kegiatan dan pentas kesenian terus dievaluasi. Termasuk event yang dikemas dalam Jembrana Festival (J-Fest) tahun ini dibuat berbeda dibanding event serupa tahun lalu. Kendati muatan kegiatannya hampir sama, namun dikemas berbeda dengan mengedepankan keterlibatan seniman lokal. “Lebih banyak libatkan seniman lokal. Misalnya, pertunjukan wayang kulit, ada masukan masyarakat agar dilibatkan juga wayang kulit dari Jembrana. Tahun ini kita berikan ruang untuk pentas,” ujar Bupati Jembrana I Putu Artha. Dalam J-Fest tahun ini, beberapa perlombaan seperti lomba penjor dievaluasi. Bila tahun-tahun sebelumnya langsung jadi, kini para peserta dari seluruh desa/kelurahan di Jembrana berkumpul di Taman Pecangakan. Untuk itu, proses pembuatan penjor hingga terpasang dinilai langsung. Dengan begitu mengasah bakat dan keterampilan masing-masing desa. “Apa yang menjadi aspirasi masyarakat menjadi evaluasi setiap tahun. Kita akomodir talenta lokal,” tandasnya. Selama kurang lebih dua bulan, J-Fest yang dirangkai dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI menyajikan berbagai kesenian dan perlombaan. Baik yang bernuansa khas Jembrana maupun olahraga. Seperti Makepung Bupati Cup, sampan tradisional, merpati terbang tinggi, layang-layang, pameran industri dan kerajinan, jegog, wayang, calonarang, pentas band serta teater/drama modern. Rangkaian J-Fest ini nantinya ditutup dengan pawai budaya. Dalam pawai yang menjadi pemungkas J-Fest itu, selain potensi lokal Jembrana juga akan dimeriahkan kesenian dari daerah lain di Bali maupun luar Bali. (olo)
Bali Post/olo
OMBAK – Terjangan ombak di pesisir Lingkungan Jineng Agung, Gilimanuk, Senin (13/8) kemarin. Akibat terjangan itu, ada empat rumah warga yang mengalami kerusakan.
Diterjang Ombak, Empat Rumah Warga Rusak
Negara (Bali Post) Cuaca buruk yang melanda Jembrana, tidak hanya mengganggu aktivitas penyeberangan Selat Bali, namun ternyata juga merusak rumah warga. Seperti yang terjadi di Lingkungan Jineng Agung, Gilimanuk, Senin (13/8) kemarin. Hembusan angin yang kencang membuat ombak tinggi dan menerjang sejumlah rumah warga. Akibatnya, tercatat empat rumah mengalami kerusakan.
Kesenian Jegog Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Nasional
Negara (Bali Post) Menjelang HUT ke-123 Kota Negara, Kabupaten Jembrana mendapatkan hadiah manis di bidang kebudayaan. Kesenian Jegog kini telah diakui sebagai warisan budaya nasional. Kesenian berbahan dasar bambu itu diakui menjadi kesenian asli asal Jembrana. Hal ini diakui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana I Nengah Alit, Senin (13/8) kemarin. “Warisan budaya nasional yang menyatakan bahwa Jegog memang berasal dari Kabupaten Jembrana. Menyebut Jegog tentunya adalah Jembrana. Jegog sebagai warisan budaya non benda,” kata Alit. Pengajuan Jegog menjadi warisan budaya ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Namun baru tahun ini diakui secara sah. Alit didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Putu N. Sutardi mengatakan, perlu berbagai kajian untuk memastikan Jegog ini menjadi warisan budaya nasional. Selain berbagai literasi dan jurnal, juga kajian riil keberadaan Jegog di Jembrana. Mulai dari proses pembuatan (pencarian bahan bambu yang tepat), penyelarasan suara, hingga memainkannya. Selain Jegog, atraksi Makepung sudah lebih dulu tercatat sebagai warisan budaya nasional. Sutardi mengatakan, selain kedua kesenian itu, rencananya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga akan mendaftarkan kekayaan budaya non benda lainnya dari Jembrana. Salah satunya kudapan jaja bendu. Namun, hal ini memerlukan penelitian yang mendalam. Seperti halnya dengan Jegog dan Makepung. Dengan tercatatnya Jegog menjadi warisan budaya nasional, tentunya kesenian ini akan sulit diklaim daerah atau negara lain. Apalagi kesenian Jegog ini tidak hanya berkembang di Jembrana, melainkan juga sampai ke Jepang dan Amerika. Seperti diketahui, asal mula Jegog muncul sekitar tahun 1912 di Dusun Sebual, Desa Dangin Tukadaya oleh Kiang Geliduh. Awalnya alat musik ini merupakan sarana untuk memanggil masyarakat berkumpul dan bergotong royong. Lambat laun, Jegog bergeser menjadi perangkat gambelan. Dan hingga kini menjadi instrumen untuk seni pertunjukan dan hiburan. Gambelan yang terbuat dari bambu ini memiliki karakter suara yang khas dan dapat beradaptasi dengan musik apapun. Dalam pelestariannya, Jegog sebagai alat musik dengan karakter suara dan fisik gambelan tidak hanya di kalangan sekaa dewasa. Secara berkelanjutan pembinaan pada kesenian Jegog terus digulirkan hingga ke kalangan muda. Hampir di setiap sekolah, khususnya sekolah lanjutan seperti SMP, SMA dan SMK di Jembrana memiliki gambelan Jegog. Bahkan di beberapa sekolah memberikan porsi khusus untuk siswa menggeluti seni tabuh ini. (kmb26)
Bali Post/olo
JEGOG - Salah satu sekaa menabuh gamelan Jegog. Tahun ini Jegog telah diakui menjadi warisan budaya yang berasal dari Kabupaten Jembrana.
Tak hanya rumah, tembok pagar juga hancur. Begitu pula jalan penghubung antarlingkungan putus. Abrasi juga terjadi di sejumlah titik. Kondisi ombak tinggi itu mulai dirasakan warga sejak Senin pagi. Warga masih bertahan di rumahnya kendati air sudah mulai masuk ke pekarangan rumah. Benteng penahan ombak yang bebera-
pa waktu lalu dipasang rupanya tak dapat membendung terjangan ombak. Bahkan beberapa karung berisi pasir yang ditumpuk ikut tergerus ombak. Dari informasi yang dihimpun kemarin menyebutkan, empat rumah warga yang rusak diterjang ombak yakni milik Nengah Gigi, Wayan Molek, Komang Ba-
lon dan Kadek Oka. Kemudian jalan yang sebelumnya menghubungkan permukiman dengan Pasar Umum Gilimanuk juga sudah putus. “Tidak tahu sampai kapan (terjangan ombak) ini. Biasanya dua sampai tiga hari ombak tinggi seperti ini. Kami hanya bisa pasrah,” kata salah seorang warga. Meski berbagai upaya te-
lah dilakukan untuk mengantisipasi dampak abrasi itu, namun tidak berhasil. Satusatunya cara yakni dibangun pengaman pantai. Saat ini baru beberapa meter dibangun senderan menggunakan batu amor. Sementara di titik yang sebagian besar dihuni puluhan KK, baik di Lingkungan Jineng Agung maupun Lingkungan Asri, belum tertangani. Hampir setiap tilem kondisi ombak tinggi terjadi di Gilimanuk dan mengakibatkan abrasi. Kepala Lingkungan Jineng Agung Gede Yasa membenarkan kondisi tersebut. Dari pengalaman sebelumnya,
kondisi seperti ini akan terjadi hingga tiga hari ke depan. Prakiraan cuaca dari Stasiun Klimatologi Jembrana menyebutkan, ada peringatan dini potensi angin kencang di Selat Bali. Sementara Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Jembrana Agit Setiyoko mengatakan, di Selat Bali bagian selatan, angin bertiup antara 10-20 knot dengan kecepatan maksimal hingga 30 knot. Sementara tinggi gelombang antara 0,5 hingga 2,5 meter. Sedangkan di Samudera Hindia selatan Bali, gelombang mencapai 3,5 meter. (kmb26)
Angin Kencang di Selat Bali
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kembali Buka-Tutup Negara (Bali Post) – Angin berembus kencang kembali terjadi di Selat Bali. Bahkan, embusan angin mencapai 4-30 knot itu
sudah berlangsung sejak, Sabtu (11/8) lalu. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Guna
Bali Post/olo
PENYEBERANGAN – Suasana di Pelabuhan Gilimanuk. Sejumlah kapal bersandar saat terjadinya penundaan penyeberangan.
mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, otoritas pelabuhan melakukan penundaan penyeberangan hingga beberapa kali. Sistem buka-tutup pelabuhan ini dilakukan demi mengindari kecelakaan laut. Sejak Sabtu siang, sudah terjadi beberapa kali penundaan penyeberangan. Termasuk juga pada Senin (13/8) dini hari. Angin kencang yang terjadi di perairan Ketapang, Banyuwangi, penutupan dilakukan mulai, Minggu (12/8) pukul 21.30 Wita. Penyeberangan baru dibuka kembali pada Senin pukul 01.30 Wita. Dari informasi STC Pelabuhan Gilimanuk, kekuatan angin mencapai 4-30 knot dengan tinggi gelombang antara 0,25 meter hingga 1,25 meter. Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas III Gilimanuk Nyoman Suryanta mengakui pihaknya menerapkan sistem buka-tutup.
Sejak Sabtu siang tercatat sudah tiga kali dilakukan penutupan. “Benar sempat ditutup, karena angin kencang. Pada Minggu, pukul 21.30 Wita sampai Senin pukul 01.50 Wita,” katanya. Penutupan tersebut berlangsung sekitar kurang lebih empat jam. Dampaknya memang sempat terjadi penumpukan kendaraan. Tetapi sistem buka-tutup ini harus dilakukan untuk memastikan penyeberangan aman. Jalur penyeberangan di Selat Bali ini, menurut dia, cuacanya tidak bisa ditebak. Kendati jaraknya hanya sekitar 7 mil, namun cuaca, baik di perairan Ketapang maupun Gilimanuk dalam seketika bisa berubah. Karena itu, baik UPP maupun para nahkoda terus mengupdate cuaca dari BMKG. Pada akhir pekan, arus kendaraan yang hendak keluar Bali cukup padat, ter-
masuk Minggu malam. Baik itu kendaraan pribadi, truk maupun bus umum. Bahkan, antrean kendaraan barang (truk) hingga keluar parkir pelabuhan, tepatnya di depan Pasar Gilimanuk atau sekitar satu kilometer. Namun, antrean kendaraan itu berangsur berkurang setelah pelabuhan dibuka. Kapal-kapal yang sudah mengangkut kendaraan dan penumpang langsung diberangkatkan. Sementara kapal yang mengapung di tempat aman melanjutkan bongkar muat. Sekitar pukul 05.00 Wita, seluruh kendaraan bisa tertampung di dalam areal parkir pelabuhan. Sementara itu, dari informasi BMKG Negara, kecepatan angin di Selat Bali maupun pesisir selatan Pulau Bali memang kencang. Kecepatan angin hingga 30 knot. Ini sangat berdampak, baik untuk kapal nelayan maupun kapal ferry. (kmb26)
Dua Pencuri Burung Ditangkap Negara (Bali Post) – Setelah melakukan penyelidikan selama seminggu, Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk akhirnya berhasil mengungkap kasus pencurian burung. Dua pelaku yakni berinisial AR (26), warga Sumbersari, Desa Melaya dan HAS (20) asal Pangkung Dedari, Desa Melaya ditangkap, Minggu (12/8). Dari kedua tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Tak hanya burung, tetapi juga satu unit sepeda motor. Pengungkapan kasus ini berdasarkan hasil lidik polisi. Sebelumnya, polisi menerima laporan dari Tuti Novianti (41), warga Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk. Korban mengaku kehilangan burung kesayangannya jenis murai. Kuat dugaan, burung miliknya itu dicuri pelaku pada Minggu (5/8) dini hari lalu. Atas laporan korban itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, pelakunya mengarah ke AR. Setelah adanya bukti
kuat, pelaku AR berhasil dibekuk. Pelaku yang bekerja di Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk ini tak bisa berkutik. Dari rumahnya ditemukan belasan ekor burung kicau berbagai jenis. Di antaranya burung murai (1 ekor), burung kenari (5 ekor), burung lovebird (5 ekor), cucak rante (1 ekor) dan burung cucak hijau (1 ekor). Sementara tiga ekor burung lainnya diakui pelaku sudah dijual ke kios pakan burung di Dusun Melaya Kerajan, Desa Melaya seharga Rp 500 ribu. Banyaknya burung yang ditemukan, tentu polisi terus mengembangkan kasusnya. Pelaku AR mengaku tak sendirian mencuri burungburung tersebut. Namun, ada rekannya (pelaku HAS) yang ikut terlibat. Berdasarkan pengakuan AR itu, polisi kembali mengejar HAS. Akhirnya HAS juga berhasil ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Dari tangan HAS, polisi menyita barang bukti sepeda motor Honda Beat DK 2096 ZW yang digunakan untuk beraksi.
Kedua pelaku pun digiring ke Polsek Kawasan Laut Gilimanuk untuk diproses lebih lanjut. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa didamp-
ingi Kanit Reskrim AKP Komang Mulyadi saat dimintai konfirmasinya, Senin (13/8) kemarin membenarkan penangkapan kedua pelaku tersebut. Pihaknya masih
terus mengembangkan kasusnya. Untuk sementara kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (kmb26)
Bali Post/olo
DIAMANKAN – Kedua pencurian burung saat diamankan di Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Senin (113/8) kemarin.
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
KARANGASEM
11 ”Karangasem Magending 2” Meriahkan HUT Ke-73 RI
POHON TUMBANG - BPBD Karangasem saat membersihkan pohon tumbang.
Bali Post/kmb41
Pohon Tumbang Timpa Tiang Listrik
Arus Lalin Terganggu 30 Menit
Amlapura (Bali Post) Pohon tumbang terjadi di Dusun Muntig, Desa Amerta Bhuana, Selat, Karangasem, Senin (13/8) kemarin. Tumbangnya pohon itu ke jalan raya dan juga menimpa jaringan listrik milik PLN. Akibatnya, arus lalu lintas di lokasi sempat terganggu selama 30 menit. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa saat dikonfirmasi, Senin (13/8) kemarin, mengatakan pascamenerima laporan dari Perbekel Amerta Bhuana, te-
lah terjadi pohon tumbang. Pohon itu menimpa kabel listrik milik PLN dan menutupi badan jalan menuju Pura Pasar Agung Sebudi. Pihaknya langsung menerjunkan sejum-
lah petugas untuk menangani pohon tersebut. “Pohon tumbang itu terjadi pukul 12.05 Wita. Pohon itu tumbang disebabkan sudah tua dan lapuk,” ucapnya.
Atas kejadian itu, kata Arimbawa, memang sempat membuat arus lalu lintas terganggu. Pasalnya, kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melintas lantaran badan jalan itu dihalangi tiang listrik dan juga pohon. Untuk membersihkan pohon yang tumbang itu, pihaknya mengerahkan TIM TRC BPBD ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan
Amlapura (Bali Post) Ajang ‘’Karangasem Magending 2’’ kembali memeriahkan HUT RI tahun ini, setelah sukses pada pelaksanaan tahun sebelumnya. Sebanyak 59 peserta bersaing menjadi yang terbaik pada ajang olah vokal yang diselenggarakan KNPI Karangasem, bekerja sama dengan Karang Taruna Karangasem dan Pemkab Karangasem. Agenda tetap tahunan tersebut, tahun ini, dipusatkan di Panggung Terbuka lokasi Pameran Pembangunan, Lapangan Mandala Wikrama Saraswati, Jalur 11 Padangkerta, Senin (13/8) kemarin. Lomba diperuntukkan bagi putra-putri Karangasem kelompok umur 13 sampai 25 tahun. Tahun ini, difokuskan pada kelompok umur, agar benar-benar bisa menjaring penyanyi muda berbakat Karangasem. Ketua Panitia Karangasem Magending 2, Gusti Ngurah Setiawan, mengatakan sambutan masyarakat Karangasem tak kalah antusias dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Bedanya, pada event Karangasem Magending 2, pelaksanaannya dilakukan selama sehari. “Semua kegiatan kami pusatkan di sini,” kata Gusti Ngurah Setiawan yang juga Sekretaris KNPI Karangasem ini. Dari puluhan peserta ini, Gusti Setiawan menambahkan, akan diseleksi menjadi sepuluh besar, yang akan tampil kembali pada malam hari. Mereka akan tampil untuk yang kedua kalinya, sebelum dinyatakan menjadi yang terbaik dalam ajang ini. Para peserta mampu tampil maksimal di hadapan dewan juri. Salah satunya, Karangasem Magending 2 menghadirkan juri penyanyi top lagu pop Bali asal Karangasem, Ary Kencana. “Kita harus berdayakan potensi bermusik kita,” tegas tokoh pemuda Karangasem ini. Ketua Karang Taruna Karangasem, I Gusti Subagiartha, menambahkan, lomba Karangasem Magending 2 ini, diharapkan bisa sebagai sarana mengarahkan anak-anak muda Bumi Tanah Aron, membuka dan mengasah potensi diri. Sehingga tidak terjerumus ke hal-hal yang bersifat negatif. (kmb31)
dengan satu armada dan peralatan lengkap. Pembersihan pohon itu juga dibantu PLN Karangasem, TNI, dan masyarakat setempat. “Arus lalin di lokasi itu memang sempat terganggu hingga 30 menit. Penanganan pohon itu bisa diselesaikan sekitar 25 menit. Arus lalin saat ini sudah kembali normal dan lancar,” jelas Arimbawa. (kmb41)
Tingkatkan SDM ASN
Pemkab Gelar Lomba Cerdas Cermat Kepegawaian REFORMASI birokrasi di era keterbukaan ini belum bisa disikapi secara optimal oleh ASN-PNS. Ditengarai masih ada sebagian di antara kita terbelenggu pola lama. Sehingga jadinya sulit menerima perubahan secara dinamis. Fakta di lapangan ditemukan PNS lupa/terlambat mengurus haknya. Seperti kenaikan pangkat, kenaikan jabatan, kenaikan gaji berkala, taspen, mengurus KPE, Karis/Karsu, PI dan bahkan lupa/terlambat mengurus pensiunannya. Faktanya, masih ditemukan PNS yang melanggar kewajibannya. Seperti terlambat masuk kantor/malas. Bahkan sering tidak masuk kantor. Sering izin, melanggar hukum, menghujat tanpa dasar, membocorkan rahasia negara. Selain itu, mengingkari kode etik ASN dan lain-lain. Disadari atau tidak, semua perilaku, kontra produktif seperti itu akan merugikan dirinya dan negara. Hal tersebut disampaikan Kepala BKPSD Karangasem Gusti Gede Rinceg, Senin (13/8) kemarin. Menurutnya, berdasarkan penelusuran BKPSD, simpulan sementara
bahwa perilaku ASN tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman dalam manajemen kepegawaian. Sehingga perlu dibuatkan inovasi pembelajaran. Di antaranya melalui “Lomba Cerdas Cermat Kepegawaian”. Gusti Rinceg menambahkan, untuk memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan RI tahun 2018, Lomba Cerdas Cermat Kepegawaian ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan aparatur pengelola kepegawaian, baik dalam keterampilan manajerial maupun sikap mental masing-masing peserta. Sehingga nantinya mereka mampu melakukan tugas-tugas pelayanan kepegawaian dengan baik. Ia menyampaikan, sistem yang digunakan terkait lomba ini yaitu dengan menggunakan Aplikasi Kahoot. Aplikasi ini dimodifikasi dari game permainan anak-anak atas prakarsa Staf BKPSDM, Kadek Bayu Sriarsa. “Lomba ini dilaksanakan untuk memenuhi kebijakan Ibu Bupati saat memberikan pengarahan Bimtek Administrasi Kepegawaian di UPTD SKB Amlapura di Jasri
lalu. Mengingat keterbatasan kemampuan kami maka lomba ini dilaksanakan bekerja sama Kanreg X BKN Denpasar dan PT Bank Mandiri Taspen Cabang Karangasem,” ujarnya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri usai membuka lomba cerdas cermat ini mengatakan, dalam era keterbukaan ini tidak ada alternatif lain lagi bagi para OPD untuk dapat berkompetisi dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan. Kecuali penyiapan sumber daya manusia yang tangguh, mampu, bermutu, dan mumpuni dalam bidang tugasnya. Jika tidak maka ASN akan tertinggal perkembangan zaman. Sangatlah penting diketahui, terlebih bagi para pengelola administrasi kepegawaian di masing-masing OPD. Sehingga nantinya dalam melakukan pelayanan itu tidak terjebak pada pola-pola inkonstitusional dan primodialisme. Karena sebagai pelayan publik ASN dituntut mampu memberikan pelayanan yang baik. Dengan cara mengembangkan kreativitas yang kaya inovatif. Bupati Karangasem ber-
Tahun Ini, Agenda Proyek Tahap II Dermaga Tanah Ampo Dilanjutkan CERDAS CERMAT KEPEGAWAIAN - Bupati Mas Sumatri saat hadir dalam kegiatan Lomba Cerdas Cermat Kepegawaian di Wantilan Pemkab Karangasem. harap kepada semua peserta lomba dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Diharapkan, mampu bertindak sportif. Sehingga lomba ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar serta memberikan manfaat dalam melakukan tugas dan fungsi sebagai pelayan masyarakat dan menyukseskan Nawa Satya Dharma. Peserta Cerdas Cermat dii-
kuti oleh 40 OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Karangasem dengan peserta 120 orang pegawai yang menangani/membidangi Urusan Kepegawaian. Materi Cerdas Cermat ini meliputi pengelolaan administrasi kepegawaian dan pengetahuan umum. Keluar sebagai juara I DP3A, juara II Inspektorat, dan juara III RSUD Karangasem. (ad634)
Wisatawan Kagumi Kuliner Khas Bali Ada banyak cara dilakukan pelaku pariwisata untuk mempercepat proses recovery kunjungan wisatawan ke Bali. Momentum puncak kunjungan wisatawan Juli-Agustus itu dimanfaatkan untuk memulihkan kepercayaan terhadap keamanan Bali. Pendekatan yang dilakukan pun berbeda-beda. Seperti di kawasan Candidasa, Karangasem, wisatawan diajak mengikuti cooking class, untuk mengenal kuliner khas Bali. Menu khas Bali apa sajakah diberikan dalam program cooking class itu? MEMASUKI Juli - Agustus, tiap tahun memang menjadi periode sibuk kunjungan wisatawan di Karangasem. Terlebih, setelah kawasan Lombok ditimpa musibah gempa gumi, tidak sedikit wisatawan yang membatalkan kunjungan wisatanya ke Lombok. Mereka akhirnya memilih memperpanjang liburan di Karangasem. Sekretaris PHRI Karangasem I Wayan Kariasa, belum lama ini, mengatakan wisatawan asing yang memilih Karangasem, dominan berasal dari Eropa. Seperti Belanda, Jerman, Prancis, dan Inggris. Seperti yang terlihat di Ahsyana Candidasa, para turis ini nampak antusias mengenal kuliner khas Bali. Pelajarannya diawali mengenal bahan-bahannya, bagaimana metode mengolahnya, hingga mengonsumsi sendiri hasil karyanya. Material diolah menjadi menu sate lilit, tum ayam, lawar, lumpia goreng, pisang goreng, hingga tipat cantok. Jenis-jenis makanan ini cukup populer di Karangasem. Cooking class seperti ini dilaksanakan setiap hari di Le-Zat Beach Restaurant yang jadi satu tempat dengan Ashyana Candidasa. Kariasa mengatakan wisatawan, khususnya dari Belanda antusias dengan
kuliner khas Bali. Bisa jadi, hal itu mengingatkan mereka pada makanan nenek moyang mereka dulu. Bahkan, saat ini di negara-negara Eropa sudah ada beberapa tempat yang menyediakan kuliner khas Asia. Salah satunya yang favorit adalah dari Bali. “Mereka belajar di sini, nanti buku menu dan cara memasaknya jadi bekal mereka kembali ke neg-
aranya. Mereka nanti bisa mengembangkan sendiri setelah sampai di negerinya,’’ kata Kariasa. Salah satu wisatawan, Rita dan Mario, mengatakan kuliner khas Bali itu memang memiliki cita rasa berbeda. Selain itu, cara membuatnya juga terkesan unik. Dengan bahan-bahan yang masih alami. Sehingga saat berlibur selama beberapa hari di Bali,
Bali Post/kmb31
DAVID DI ATAS PANGGUNG - Salah satu peserta Karangasem Magending 2, David, saat tampil di atas panggung.
mereka menggunakan kesempatan ini untuk juga mengenal jenis-jenis kuliner khas Bali. Di samping juga menikmati keindahan alam Bali. “Mengenal dan belajar kuliner khas Bali adalah satu agenda besar. Hal itu merupakan salah satu alasan mereka datang ke Bali. Jadi, ini tak bisa dianggap sepele. Sehingga kami di Le-Zat Beach Restaurant ini menjadikan cooking class ini sebagai kesempatan memenuhi ekspektasi mereka,” tegas Kariasa. Secara umum, lanjutnya, sektor pariwisata Karangasem pada tahun
Bali Post//gik
KULINER KHAS BALI - Wisatawan asing saat belajar membuat kuliner khas Bali berupa sate lilit.
2018 ini jauh lebih bergairah dibandingkan akhir tahun 2017. Ketua PHRI Karangasem I Wayan Tama sebelumnya menambahkan, saat terjadi erupsi besar pada periode September sampai November 2017, tingkat hunian hotel terjun bebas hingga di bawah 10 persen. Saat itu banyak terjadi permasalahan dalam manajemen hotel. Bukan saja harus berhenti beroperasi, tidak sedikit yang terpaksa merumahkan sebagian karyawannya. Meski saat ini aktivitas vulkanik Gunung Agung belum reda, Tama cukup optimis tingkat kunjungan dan tingkat hunian hotel pada masa high season akan jauh lebih baik daripada kondisi sekarang. Selama tiga bulan masa high season sampai awal September, tingkat hunian diperkirakan mampu menyentuh angka 60-70 persen. (gik)
”Mengenal dan belajar kuliner khas Bali adalah satu agenda besar. Hal itu merupakan salah satu alasan mereka datang ke Bali. Jadi, ini tak bisa dianggap sepele. Sehingga kami di Le-Zat Beach Restaurant ini menjadikan cooking class ini sebagai kesempatan memenuhi ekspektasi mereka.” Sekretaris PHRI Karangasem I Wayan Kariasa
Amlapura (Bali Post) Proyek tahap II Dermaga Tanah Ampo, Kecamatan Manggis akan dilanjutkan tahun ini. Memang sempat beredar isu proyek di sana akan dilanjutkan tahun depan. Kepastian kelanjutan pengerjaan proyek itu didapat setelah Kepala Kesyahbandaran Otoritas Penyeberangan (KSOP) Padangbai Ketut Gede Sudarma menanyakan kejelasan hal itu langsung ke pemerintah pusat. Saat ini, pihaknya telah melakukan konsultasi ke pemerintah pusat. Dari hasil konsultasi itu, pengerjaan tahap II Dermaga Tanah Ampo akan dilanjutkan tahun ini. “Sebelum dilanjutkan pembangunannya, lebih dulu akan dilakukan kajian oleh pusat terkait sisa waktu sebelum akhir tahun kegiatan proyek bagian apa saja yang bisa dikerjakan lebih dulu,” ungkapnya, belum lama ini. Jika memang waktu yang tersisa, toh juga tidak mampu menuntaskan pengerjaan pembangunan semuanya, ata Sudarma, pengerjaan bakal dilanjutkan tahun 2019 mendatang. Perbaikan tahap II ini, dialokasikan anggaran Rp 48 miliar. Hanya, masih dikaji RAB-nya. Dan akan disesuaikan dalam waktu yang ada ini apa jenis bangunan yang diprioritaskan. “Tahun ini tidak bisa dikerjakan semuanya. Mengingat sisa waktu yang ada sudah mepet. Kalau tidak tuntas tahun ini pengerjaannya akan dilakukan tahun 2019,” paparnya. Lebih lanjut dikatakannya, pada tahap pertama meliputi pengerjaan sisa jetty ramdor dan break water, selain dermaganya. Sedangkan pengerjaan tahap kedua, yakni pemasangan tiang pancang jetty ramdor sebanyak 120 tiang. Selain itu, perataan tanah serta pemasangan tetra port di pinggir jetty ramdor. “Kami harap proses pengerjaan tahap II bisa berjalan lancar. Sehingga masyarakat bisa menikmati itu,” harapnya. (kmb41)
12
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
U.0000567-peng
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Staff Operation u/Travel Agent Hub.759488 / reservation.obi@gmail.com
Sebuah Perusahaan di Bid.Spa Mmbthkan Supervisor di Bagian HRD (Wanita).Syarat:Lulusan Min.D2,Max 35th,Pengalaman di Bidang HRD Min 1Th,bisa Bahasa Inggris,Computer Skill, Word + Excel.Kirim CV ke:Jari Menari,Jl.Raya Basangkasa 47, Seminyak Tlp.0361 736740, Email ke omi@jarimenari.com
B.BP.004.08.18.0000611
Dcr Accounting, mahir Exel, Diploma, pengalaman 0818346584
B.BP.004.08.18.0000501
Dcr Kolektor & Analis Kredit Domisili Tabanan Hub.PT BAM Kediri Tabanan 085100115018
B.BP.155.08.18.0000601
Dcr Krywn/ti u/Laundry Krbokan Kelod,Kuta Utara, 082147086628
B.BP.001.08.18.0000616
Dcr Sopir Pariwisata,Jujur, Basic English WA:08123841130
B.BP.004.08.18.0000579
Bella Vista Coffee & Juice Bar Look for Waiter/ss,Barista,DW, CookHelper,Pastry.SendCVDirect to Padma Utara No2 Legian Bali
B.BP.001.08.18.0000606
Dcr Sopir SIM A Tinggal Dalam Hub:085847666972/087860555275
B.BP.001.08.18.0000609
Dcr Tng Tkg Potong Ayam,Sopir& Admin Min SMK Akt,081916196888
B.BP.154.08.18.0000619
B.BP.004.08.18.0000612
Garmen Bth Segera Sopir SIM A Rajin & Jujur HP:087860964775 B.BP.001.08.18.0000446
BIRO JASA
B.BP.166.08.18.0000627
Dbthkn D3/STM Teknik/Setara, Usia Max 30Th u/Bkrj d Project Krm CV ke ancalaone@yahoo.com
B.BP.004.08.18.0000610
B.BP.001.08.18.0000600
Dicari Peg.Laundry Wil.Renon Hub.081337287307-085857318696
B.BP.001.08.18.0000624
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto PastiBrangkat Line WA081375409869&087754689692
Cr Pembantu Villa Cwek Tgl dlm Biasa Krj d Villa 081946555765
Dibth 1 org Kepala Bengkel, Hub. PT.Indo Prima WA;08113885156
B.BP.001.08.18.0000603
B.BP.154.08.18.0000618
Bth!Staf Vila&Kebun!Sanur! Ada Mes&Makan!Hub.085102077800!Cpt
Dibthkan Staff Bag.Survey Min. SMU,Gj Pkk+Tunj Kshtan+Insntve PT.Indohome Jl.Goa Gong No.9 Jimbaran 03614724320 Segera
B.BP.001.08.18.0000604
Dicr Acc Co experience min D3 Akuntansi, Kirim CV ke: hrd.bbb1996@gmail.com B.BP.001.08.18.0000542
Cr Gr Prvt Renang&B.Inggris.u/ malam,CV:hrdbali2018@gmail.com B.BP.001.08.18.0000571
Dicr Staff Akunting Laki2 Pengalaman Min D3 Akuntansi E: hrd.bbb1996@gmail.com B.BP.004.08.18.0000613
Cr Supir,Sales,Adm,Helper Gaji Besar H.081558096445/4745296 B.BP.001.08.18.0000622
Dcr Tukang Perak,usia max 35th. Hub.08113990076 B.BP.004.07.18.0001548
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
G.02
RUPA-RUPA
BENGKEL LAS
FOTOCOPY BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
DIJUAL MOBIL
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dicari Staf Vila Laki2 Tggl Dlm bisa Nyetir dan Mengerti Kebun 1 Staff Basic Bartender Hub:081338639511
B.BP.001.08.18.0000628
*Dicari Cook, Waitress Hub Telp./WA 08123929167
B.BP.001.08.18.0000625
Dcr:Kurir,Telemarketing, Teknisi. Hub.0361-239117
DIJUAL MOBIL
Needed Reservation Staff Agent Goodlooking no experience need MinSMA,OthersWA:081353989989
Over Kredit Ayla Th 2018, KeadaanMulusHub.081999618123 081999193500
B.BP.001.08.18.0000548
DAIHATSU
B.BP.001.08.18.0000602
B.BP.001.08.18.0000605
Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com
TOYOTA
Avanza G’13 AT Htm 137Jt Cash/ Krdt Jl.P.Kawe 8D,081232715398 B.BP.001.08.18.0000598
Innova Diesel AT’10 + Jazz’05 As DK KM 78 Rb 081236009045/TT B.BP.001.08.18.0000620
DIJUAL RUMAH Djl Rmh 6are Lt.2 Jl.Gelogor CarikPemoganHub.081338882895
G.03
Satpam/waker untuk tugas di wilayah Kuta. Lamaran ke email:coffeebali18@gmail.com
B.BP.004.08.18.0000285
!!081558041018 Djl Murah Rmh Mnmlis S.Huni di Tohpati Siulan
G.04
Tenaga CS laki untuk tamatan SMP. Lam. ke Warung 63, Jl. Veteran, E:coffeebali18@gmail.com G.05
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
G.01
B.BP.004.08.18.0000626
DIJUAL TANAH
Sopir SIM B1 untuk truk angkut air, tinggal wilayah Tabanan. Lam. E: coffeebali18@gmail.com
Tanah Nempil,Jl.Besakih Pondok Citra Pemogan Dps,08123871809
Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com
Tnh 1-2are/550Jt Nego Jl.Sekar Tunjung,GatimHub.081239022455
G.06
G.07
B.BP.001.07.18.0000043
B.BP.001.08.18.0000594
BANGLI
14
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
Bali Post/kmb40
LAHAN - Kondisi lahan pertanian di Tempek Tegalalang, Subak Sidembunut.
Pasokan Air Tersendat, Petani Tak Bisa Tanam Padi
Bangli (Bali Post) Sejumlah petani di Tempek Tegalalang, Subak Sidembunut, Bangli sampai saat ini tak kunjung bisa menanam padi akibat tersendatnya pasokan air pascaterjadinya bencana longsor di Dusun Cingang
Desa Kayubihi beberapa waktu lalu. Dari total 40 hektar luas sawah Tempek Tegalalang, sekitar 30 hektar di antaranya selama ini terpaksa nganggur lantaran tak mendapat air. Klian Tempek Tegalalang, Sang Ketut Rencana, Senin
(13/8) kemarin mengatakan, tersendatnya pasokan air terjadi karena alur Tukad Melangit tertutup material akibat longsor di Dusun Cingang beberapa waktu lalu. Terkait kondisi itu, pihaknya bersama krama subak lainnya sudah sempat
Produksi Benih Ikan di BBI Terganggu Bangli (Bali Post) – Macetnya pasokan air dari irigasi induk Subak Sidembunut pascabencana tanah longsor yang terjadi di wilayah hulu, berdampak pada matinya ratusan ribu ekor ikan di Balai Benih Ikan (BBI) Sidembunut. Tak hanya itu, tersendatnya pasokan air ke kolam juga berpengaruh pada terganggunya produksi benih ikan sejak dua bulan terakhir. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BBI Sidembunut Sang Made Sasak, Senin (13/8) kemarin mengatakan, macetnya pasokan air dari irigasi Subak Sidembunut ke BBI Sidembunut Central dan BBI Sidembunut Timur terjadi sejak 20 Juni lalu. Kondisi itu mengakibatkan terjadinya kematian benih dasar sebanyak 490.000 ekor dan kematian induk nila sebanyak 150 ekor di kedua BBI tersebut. “Dampaknya sangat besar. Akibat bencana tanah longsor, air yang mengalir ke BBI mengecil dan keruh. Karena oksigen di dalam kolam berkurang drastis, benih dasar kita yang sudah siap panen mati semua,” jelasnya. Dikatakan juga bahwa penggabungan induk yang tidak sesuai dengan kapasitas kolam yang dilakukan sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, mengakibatkan banyak induk ikan mengalami stres berat. Kesehatan induk ikan menjadi terganggu akibat kekurangan oksigen. Dikatakan Sasak, karena kondisi air yang keruh, banyak ikan naik ke permukaan untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Hal ini lama kelamaan menyebabkan
sihan pengerukan material, Rencana mengatakan pasokan air sempat normal. Namun, seiring terjadinya longsor susulan di wilayah hulu yang kembali menutup jalannya air, air sungai kembali keruh akibat material longsor. Karena khawatir material lumpur tebal akan mengendap di terowongan, petani subak akhirnya kembali menutup terowongan menuju subak. “Kondisi inilah yang menyebabkan sawah-sawah
kekurangan air sehingga tidak bisa ditanami padi,” jelasnya. Disebutkan Rencana, dari total 40 hektar luas sawah Tempek Tegalalang, sekitar 30 hektar sekarang masih nganggur. Dikatakannya bahwa ketika pasokan air sempat normal, petani berencana untuk melakukan penanaman dengan menyiapkan bibit padi. “Tetapi karena pasokan air kembali tersendat, petani batal melakukan penanaman.
Pemkab Baru Sebatas Konsultasi ke Kemendagri
Bangli (Bali Post) –
Isu ditolaknya rencana Pemkab Bangli untuk melakukan pinjaman daerah akhirnya ditanggapi Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan. Bali Post/kmb40
IKAN - Kondisi kolam ikan di BBI Sidembunut. terjadinya kerusakan fatal pada insang ikan. Keruhnya air juga mengakibatkan terganggunya penglihatan ikan yang menjadi salah satu sebab menurunnya nafsu makan ikan. “Kondisi air kolam yang menyusut dan oksigen di dalam kolam yang semakin menipis berdampak pada induk ikan tidak bisa berproduksi,” terangnya. Sasak mengatakan saat kondisi air masih normal, pihaknya bisa memproduksi benih dasar dua kali dalam seminggu. Dalam sekali produksi, jumlah benih dasar yang dipanen sebanyak 40 ribu ekor benih. “Sekarang nihil. Dengan kondisi seperti ini, induk ikan tidak dapat berproduksi sama sekali,” ujarnya. Lanjut dikatakannya untuk menyelamatkan induk ikan yang masih tersisa, pihaknya telah melakukan pemindahan ke BBI Serokadan sebanyak empat paket induk (1.600 ekor). Karena daya tampung dan persediaan tidak mencukupi untuk menampung 12 paket induk (4.600 ekor) induk, sisanya terpaksa dibagi untuk
ditampung di BBI Sidembunut Timur sebanyak 6 paket (2.400 ekor) dan di BBI Sidembunut Central ditempatkan sebanyak 2 paket (800 ekor). Agar induk ikan bisa bertahan hidup lebih lama pada kolam yang keruh, pihaknya melakukan upaya pemasangan aerasi di masing-masing kolam induk. Tujuannya untuk menambah pasokan oksigen dalam air. Di samping itu, untuk menambah oksigen dan sedikit menormalkan suhu air di dalam kolam, pihaknya juga berupaya dengan memutar atau memindahkan induk ikan yang dibeli Pemkab Bangli sekitar tahun 2016 lalu dari kolam satu ke kolam lainnya. Sasak mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan pasokan air dari irigasi Subak Sidembunut akan bisa kembali normal. Terkait hal itu pihaknya sudah terus melakukan koordiasi dengan Dinas PUTRPerkim Bangli baik secara resmi dengan bersurat maupun non formal. Hanya saja diakuinya belum ada kepastian. (kmb40)
Bali Post/kmb40
PENERANGAN - Kegiatan peningkatan fungsi penerangan yang dilakukan Penrem 163/ WSA melalui pembekalan kepada anggota Kodim 1626/Bangli, Senin (13/8) kemarin. peningkatan fungsi penerangan melalui pembekalan kepada para anggota Kodim 1626/ Bangli,” terangnya. Melalui pembekalan ini diharapkan nantinya kemampuan personel Kodim Bangli dalam mengelola dan menyampaikan informasi dapat meningkat sehingga memperoleh opini positif dari masyarakat. Pjs Kasdim 1626/Bangli Kapten Inf. Wayan Legawa seizin Dandim 1626/Bangli
Bibit-bibit yang sudah siap tanam terpaksa dibuang,” ujarnya. Dijelaskan Rencana, bibit tersebut dibuang karena masa produktf melebihi batas. Biasanya, padi akan produktif ditanam saat 25 hari atau maksimal 35 hari. Rencana berharap pemerintah turun tangan untuk mencarikan jalan keluar longsoran di Cingang, karena tersendatnya pasokan air sangat mengganggu masa tanam petani. (kmb40)
Soal Rencana Lakukan Pinjaman Daerah
Personel Kodim Dibekali Penguatan Fungsi Penerangan Bangli (Bali Post)Korem 163/WSA terus melakukan upaya pembenahan yang menyangkut sumber daya manusia (SDM) TNI. Salah satu dengan melaksanakan kegiatan peningkatan fungsi penerangan melalui pembekalan kepada para anggota Kodim 1626/Bangli, Senin (13/8) kemarin. Bertempat di aula Kodim 1626/Bangli, kegiatan pembekalan diikuti puluhan personel. Hadir langsung memberikan pembekalan yakni Kapenrem 163/ Wsa Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia. Dikatakan Mayor Diana, kegiatan pembekalan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan fungsi penerangan untuk mendukung tugas pokok Korem 163/Wsa dalam mengantisipasi perkembangan situasi terkini dengan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan citra TNIAD. “Penrem terus melakukan upaya pembenahan yang menyangkut sumber daya manusia (SDM). Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan
melakukan pembersihan terowongan. Untuk membersihkannya krama subak urunan hingga dua kali. Subak-subak yang menggunakan air bendungan Sidembunut dikenakan biaya dengan nilai cukup tinggi. Subak Tempek Tegalalang contohnya, saat pengerukan pertama kena urunan biaya Rp 1. 450.000. Kemudian saat pengerukan berikutnya kembali urunan biaya Rp 700 ribu. Pascadilakukan pember-
Letkol Cpn. Andy Pranoto menyampaikan kegiatan ini sangat penting untuk dicermati dan disikapi bersama, demi tercapainya peningkatan kualitas SDM Kodim 1626/ Bangli dalam membuat informasi/berita/pesan yang akan disajikan ke publik. Selain dihadiri Pjs Kasdim, kegiatan pembekalan kemarin juga dihadiri para Danramil, para Pasidim, Babinsa dan Staf Kodim 1626/Bangli. (kmb40)
Ditegaskan Suryawan, Pemkab sejauh ini belum mengajukan pinjaman daerah. Pihaknya baru sebatas berkonsultasi ke Kemendagri terkait aturan termasuk prosedur melakukan pinjaman daerah. Konsultasi ke Kemendagri dilakukan atas perintah Bupati sekitar akhir Juli lalu. Dalam konsultasi tersebut, pihaknya banyak mempertanyakan terkait pinjaman daerah. Dijelaskan oleh pihak kementerian bahwa sesuai PP 30 Tahun 2011 diatur ada tiga pinjaman daerah, yakni jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Pinjaman jangka pendek adalah terkait pinjaman untuk menutup arus kas yang harus dilunasi dalam tahun berjalan. Sementara pinjaman jangka menengah terkait dengan pembangunan infrastruktur yang tidak menghasilkan seperti pembangunan jalan dan jembatan. Sedang-
kan pinjaman jangka panjang adalah pinjaman yang sifatnya terkait dengan investasi dan menghasilkan, seperti untuk pembangunan rumah sakit, pasar, terminal dan lainnya. “Kalau mau melakukan pinjaman jangka menengah tidak boleh lebih dari masa jabatan KDH (kepala daerah). Kalau pinjaman jangka panjang dibolehkan lebih dari masa jabatan KDH,” jelasnya. Dikatakan juga bahwa untuk bisa mendapat pinjaman daerah, daerah tidak bisa langsung meminjam melainkan harus diajukan/direncanakan terlebih dahulu. Sehingga jika Bangli ingin mendapatkan pinjaman daerah untuk menutup kekurangan anggaran tahun ini, maka minimal harus mengajukannya sejak awal tahun atau tahun sebelumnya. Dia menegaskan bahwa kedatangannya ke Kemendagri baru sebatas
’’Kami tugasnya hanya koordinasi terkait peraturan. Mengenai bagaimana ke depan, kebijakan ranahnya ada di pimpinan.’’ Kepala BKPAD Kabupaten Bangli Gede Suryawan
konsultasi tentang aturan pinjaman daerah. Belum ada pengajuan pinjaman daerah. “Kami tugasnya hanya koordinasi terkait peraturan. Mengenai bagaimana ke depan, kebijakan ranahnya ada di pimpinan,” jelasnya. (kmb40)
15
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
Lahirkan Inovasi Pelayanan
Tiga Nakes Klungkung Siap Memaparkan di Kemenkes
Bali Post/ist
BERTEMU - Tiga tenaga kesehatan Kabupaten Klungkung didampngi Kadiskes Klungkung Ni Made Adi Swapatni bertemu dengan Bupati I Nyoman Suwirta sebelum presentasi inovasi di Kemenkes, Jakarta. TIGA Tenaga Kesehatan (Nakes) Kabupaten Klungkung siap mempresentasikan inovasi di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jakarta, 16 Agustus. Selain itu, juga akan menerima penghargaan sebagai nakes teladan pada puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indo-
nesia ke-73 di Istana Negara, 17 Agustus. Nakes tersebut yakni Ni Ketut Rai Sunaeti. Bidan Puskesmas Nusa Penida I ini akan mempresentasikan kopermasmoni atau komitmen pernyataan pemasangan stiker pneumonia. Pneumonia sendiri merupakan penyakit
radang paru yang sangat rentan dialami bayi dan anak berusia kurang dari lima tahun. Dengan inovasi ini diharapkan mampu menurunkan kasus. Masih dari Puskesmas Nusa Penida I, Nengah Mahendra Risanu. Analis kesehatan ini akan mempresentasikan inovasi tentang instruksi kerja laboratorium dalam bentuk visual audio elektronik. Hal ini untuk menghindari kesalahan, mempermudah analisis serta kecepatan hasil laboratorium. Sementara Drg. Dewa Ayu Purnami dari Puskesmas Klungkung I akan mempresentasikan inovasi kesehatan Gusi Gita atau gerakan terpadu sayangi gigi balita. “Selain mempresentasikan inovasi bidang kesehatan, mereka juga akan menerima penghargaan sebagai tenaga kesehatan teladan, yang akan diterima saat peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Negara,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr. Made Adi Swapatni saat mendampingi ketiganya bertemu Bupati Klungkung
I Nyoman Suwirta, Senin (13/8) kemarin.. Penghargaan tersebut, menurut mantan Direktur RSUD Klungkung ini, diraih setelah sebelumnya lolos seleksi dan meraih juara I pada pemilihan tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Bali. Saat itu Kabupaten Klungkung mengirim sembilan orang. Lima di antaranya masuk tiga besar. “Dari sembilan yang kita kirim, tiga di antaranya lolos ke tingkat Nasional,” ucapnya didampingi Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan Klungkung dr. IGA Ratna Dwijawati. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memberi apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih para tenaga kesehatan ini. Menurutnya, inovasi yang dilahirkan tidak hanya untuk menghadapi lomba, namun juga secara berkelanjutan. “Inovasi ini harus diimplementasikan dan diketoktularkan kepada rekan sejawat, sehingga inovasi bidang kesehatan dapat tumbuh merata,” tegasnya. (ad639)
Ditutup Sementara
Monumen Ground Zero Mulai Ditata
Bali Post/kmb23
PENATAAN - Kawasan monumen Ground Zero mulai ditutup sementara bagi pengunjung karena ada penataan, Senin (13/8) kemarin.
Mangupura (Bali Post) Monumen Bom Bali yang lebih dikenal dengan Ground Zero (GZ) Legian dalam tujuh hari ini akan ditutup sementara bagi pengunjung. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung sedang melakukan penataan di kawasan tersebut untuk memberikan suasana baru. Terkait penataan ini, Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan, Senin (13/8) kemarin memohon permakluman kepada wisatawan karena akses menuju monumen GZ ditutup sementara. Dikatakannya, penataan ini dilakukan karena sejak lama monumen GZ kurang mendapat penanganan secara optimal. Bahkan beberapa bagian pada pedestal, warnanya mulai memudar.
Dalam penataan ini, pihaknya menggandeng pihak swasta untuk pendanaannya. Melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), lingkup pengerjaan nanti meliputi penataan air mancur, penambahan lighting dan peremajaan pedestal. Selain itu ukiran yang ada pada pedestal akan diganti warna dengan tambahan prada. Dengan adanya penataan ini, kawasan GZ pada siang maupun malam, tetap menarik dijadikan objek foto. Karena nanti akan ditambahkan atau ada penggantian lighting, yang tentunya akan bisa membuat suasana berbeda. Tidak hanya itu, kawasan yang dulu sempat menjadi lokasi yang menyeramkan, kini diharapkan agar tidak lagi terkesan angker. (kmb23)
Telah Berubah Memang, kehidupan telah berubah. Setiap generasi ada background-nya. Ibarat sebuah foto, barangkali generasi zaman dulu, latar
belakangnya adalah areal persawahan yang hijau royoroyo. Sebaliknya, generasi kekinian, juga barangkali background- nya adalah gedung-gedung jangkung serta hutan beton. Tetapi bukan begitu persoalannya.
Sesak Napas Setelah mendapat kabar pesawat yang diterbangkan Wayan Sugiarta jatuh sekitar pukul 17.30, semua keluarga langsung shock. Termasuk ibunya, Ni Kadek Nyampuh (62), hingga mengalami sesak napas. Namun ketika itu keluarga masih berharap Wayan Sugiarta selamat karena saat mendengar kabar pesawat jatuh, tim masih melakukan pencarian. Di mata keluarga, Wayan Sugiarta merupakan sosok yang sederhana dan penyayang keluarga. Anak pertama dari tiga bersaudara itu bahkan tidak ingin mengumbarumbar bahwa dirinya seorang pilot. Rencananya jenazah Wayan Sugiarta tiba Selasa (14/8) ini. Terkait waktu tiba, Sri belum mengetahui pasti. Setelah tiba di Denpasar, jenazah Wayan Sugiarta akan langsung dibawa ke kam-
pung halamannya di Banjar Pande Besi, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Menjadi pilot merupakan cita-cita Wayan Sugiarta sejak kecil. Wayan menamatkan pendidikan di SMK Penerbangan di Surabaya. Kemudian ia kuliah di Juanda Flying School, Surabaya. Ia menamatkan studi tahun 1995. Wayan juga sempat menempuh pendidikan penerbangan di Wellington, Selandia Baru. Ia mulai menerbangkan pesawat di tahun 2007. Pada awalnya, ia ditugaskan di Pekanbaru, karena PT Sinar Mas membawahi airlines yang diterbangkan rekan Wayan bermarkas di Pekanbaru. Sang istri mengikuti suami ke mana pun bertugas. Sejak tahun 2011, sang istri menetap di Bali, tepatnya di Nusa Dua. Dari pernikahan yang berusia 12 tahun, mereka belum dikaruniai anak. (kmb42)
Setidaknya untuk Bali, ada skenario lain yang mesti dijaga dan dipertahankan. Menjaga Bali tetap ajeg dengan kondisi yang dinamis, di mana masyarakatnya yang sejahtera dengan kemampuan kompetensi yang tidak kalah dengan masyarakat lain adalah target ideal. Menjaga tata ruang yang lestari dan menjalankan kehidupan ekonomi yang berkembang di sisi yang lain tentu sebuah tugas yang sulit. Cuma, kita sudah dibekali filosofi tentang kemampuan diri. Cerita katak yang ingin menjadi sapi itu patut direnungkan. Ini menyangkut tata ruang. Bali jangan pernah disamakan atau ingin menjadi daerah yang lain. Setidaknya dalam perspektif pendekatan kuatitatif. Bali
merupakan sebuah entitas unik yang punya batasan serta keterbatasan. Ini rambu-rambunya. Sayangnya, banyak yang ingin menjadikan Bali sebagai daerah lain. Dengan berusaha membuatnya bersolek, dengan membuatnya tambah gemuk, memakai aksesoris yang justru membuatnya tampak aneh. Celakanya, masyarakat Bali ini juga tidak menyadari keanehan wajahnya sendiri. Bedak serta pupur belepotan di wajahnya. Sementara kostumnya entah model apa. Toh, kita tetap saja menari. Orang lain senang dan terus memainkan musik dengan sangat bersemangat. Kita terus menari, menari dan menari. Sampai suatu saat kita akan lelah sendiri. Dan mati. * Gde Palgunadi
Dewan Kesulitan Pagari Tanah Pemprov di Bali Hyatt
Bali Post/ist
MENINJAU - Komisi I DPRD Bali saat meninjau aset Pemprov Bali di Hotel Bali Hyatt Sanur. Denpasar (Bali Post) Komisi I DPRD Bali menepati janji untuk meninjau aset Pemprov Bali di Hotel Bali Hyatt, Sanur, Denpasar, Senin (13/8) kemarin. Dewan ingin mendapatkan gambaran mengenai lokasi objek tanah DN 71 dan DN 72. Ternyata, dalam Hak Guna Bangunan (HGB) No.4 untuk PT Wyncor Bali yang kini menguasai aset itu sudah tidak ada lagi pemisahan. Akibatnya, dewan mengalami kesulitan untuk melakukan pemagaran dua bidang tanah aset Pemprov seluas 2,5 hektar tersebut. ‘’Hamparannya jadi satu, pilahannya di dalam itu tidak ada.
Kami tidak tahu persis lokasi objeknya itu, sehingga tidak bisa dilakukan pemagaran ataupun memasang tanda,’’ ujar anggota Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana saat dikonfirmasi seusai meninjau aset di Bali Hyatt. Adnyana mengaku bertemu pula dengan kuasa hukum PT Wyncor Bali yang disebut kembali berdalil dengan menunjukkan sejumlah bukti. Salah satunya ada surat dari Menteri Agraria. Dewan sendiri masih akan mendalami dan menelusuri bukti itu. ‘’Intinya, tetap proses ini berjalan. Tadi sehabis sidak itu, kami rapat dengan tim ahli, BPN,
Biro Aset, Biro Hukum. Kami rumuskan apa langkah berikutnya,’’ jelas mantan Ketua Pansus Aset ini. Menurut Adnyana, dewan secara khusus akan lebih mendalami terkait PT dan peralihannya. Ditegaskan, pihaknya akan tetap meneruskan upaya untuk merebut kembali aset tanah itu ke tangan Pemprov Bali. Apalagi, hasil peninjauan juga sudah mulai mengerucut pada saham milik Pemprov Bali yang selama ini tidak jelas di mana dan siapa pemegangnya. ‘’Itu yang pertama. Kedua, ada proses dan prosedur yang tidak dilalui dalam mekanisme penerbitan dan perpanjangan HGB. Itu kita perdalam sekarang,’ imbuh politisi PDI-P asal Bangli ini. Paling terburuk, lanjut Adnyana, aset di Bali Hyatt akan kembali ke Pemprov Bali pada 2022. Kuasa hukum PT Wyncor Bali Ronny L.D. Janis mengatakan, Hak Pengelolaan Lahan (HPL) sudah dilepas oleh Pemprov Bali sejak 1972. Pelepasan HPL sudah cukup kuat dijelaskan melalui SK Mendagri tahun 1972. Pihaknya bahkan mengaku memiliki surat asli Mendagri yang diambil langsung dari BPN Pusat. Tanah Pemprov 2,5 haktar sudah melebur dalam keseluruhan lahan Bali Hyatt seluas 14 hektar begitu terbit HGB. ‘’Semuanya sudah menjadi satu sertifikat seluas 14 hektar itu,’’ ujarnya. (kmb32)
Bedah Rumah ‘’Sebenarnya sederhana mengentaskan kemiskinan. Kurangi pengeluarannya, naikkan pendapatannya. Mereka keluar uang banyak untuk pendidikan, kesehatan, rumah. Makanya ada bedah rumah,’’ jelas mantan Kapolda Bali ini. Di bidang pendidikan, Pastika mengaku tidak pernah terpikirkan bahwa SMA Negeri Bali Mandara yang dibuat pada masa kepemimpinannya akan menjadi sebuah program yang begitu hebat. Saat membuat
SMA Negeri Bali Mandara, ia hanya memikirkan cara agar orang miskin dapat bersekolah. Sebab, hanya dengan sekolah, orang itu bisa keluar dari kemiskinan. Hal yang sama juga dipikirkannya ketika melihat ada orang miskin yang sakit. Mereka tetap harus mendapatkan pengobatan yang benar di tengah keterbatasan finansial. Itu sebabnya, kemudian lahir program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) dan yang terakhir pembangunan RS Bali Mandara. ‘’Saya hanya berpikir banyak sekali pasien yang
tidak tertampung di rumah sakit yang ada, terutama di Sanglah. Berjubel, sehingga tidak terlayani dengan baik. Wajar saja, karena pasiennya terlalu banyak, tempatnya tidak layak,’’ ujarnya. Keberpihakan Pastika pada orang miskin mungkin saja terkesan lebay, tapi memang begitulah keyakinannya. Menurutnya, harus ada affirmative action (keberpihakan) sesuai dengan sila ke-5 Pancasila. Dengan begitu, sila-sila Pancasila yang lainnya juga dapat diimplementasikan dengan mudah. (kmb32)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Selasa Umanis, 14 Agustus 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Dua Pejudo Bali Hengkang
KONI Jatim Beri Kompensasi Rp 300 Juta Denpasar (Bali Post) Dua pejudo andalan Bali yakni Luh Eka Meidiani Pujahasita dan Tonny Rivardio Mantolas resmi dilepas KONI Bali ke Jawa Timur. Sebagai dana kompensasinya, KONI Jatim rela merogoh kocek Rp 300 juta guna memboyong kedua pejudo tersebut. Dua utusan KONI Jatim berkunjung ke Kantor KONI Bali di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Senin (13/8) kemarin. Mereka adalah Bidang Hukum dan Etika KONI Jatim Amir Burhanudin bersama pengacaranya, Bobby Wijanarko. Keduanya diterima Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi didampingi Sekum IGN Oka Darmawan.
Suwandi menuturkan, pihak Jatim bersedia memberikan dana kompensasi Rp 300 juta. Nilai nominal sebesar itu dianggapnya wajar mengingat pihak Jatim juga menanggung biaya kuliah dan uang saku, bahkan langsung memasukkan Tonny Ricardo dan Luh Eka Meidiani sebagai atlet Pelatda Jatim. ‘’Meidiani kuliah di Fakultas Teknik Kimia UPN Veteran Surabaya, sedangkan Tonny Ricardo kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa),’’ jelasnya usai pertemuan. Pihaknya tak mau mematok harga tinggi, sebagaimana nilai transfer atlet profesional. ‘’Yang penting
atlet kami diperhatikan kesejahteraannya, kuliahnya dan masuk pelatda. Kami optimis karier mereka masih bisa dikembangkan lebih baik lagi ke depannya di pembinaan Pengprov PJSI Jatim,’’ papar Suwandi. Dana Rp 300 juta bakal dibagikan kepada klub asalnya, pengkab/pengkot PJSI, Pengprov PJSI Bali dan KONI Bali. Aturan main pembagian dana kompensasi sesuai persentasenya sudah diatur. Pelepasan Tonny dan Meidiani dilanjutkan dengan surat keterangan dan administrasi yang menguatkan bahwa keduanya resmi dilepas Bali dan kini memperkuat Jatim. (022)
Bali Post/ant
FOKUS – Setelah melewati Chinese Taipei, Alberto Goncalves dan Stefano Lilipaly harus fokus menghadapi Palestina pada pertandingan kedua.
Sepak Bola Asian Games
Indonesia Fokus Messi Pimpin Barca Rebut Piala Super Hadapi Palestina Bali Post/ist
TERIMA - Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi (kiri) didampingi Sekum IGN Oka Darmawan saat menerima Bidang Hukum dan Etika KONI Jatim Amir Burhanudin bersama pengacara Bobby Wijanarko (kanan).
Tangier – Barcelona mengangkat Piala Super Spanyol untuk ke-13 kalinya di Tangier, Maroko, Minggu (12/8) malam, setelah menang 2-1 atas Sevilla berkat gol pemain sayap Ousmane Dembele dan keberhasilan kiper Marc-Andre ter Stegen menggagalkan penalti. Ini merupakan trofi ke-33 buat Lionel Messi yang menjadi kapten baru Barca menggantikan Andres Iniesta. Sevilla, runner-up Piala Raja, secara mengejutkan unggul terlebih dahulu pada pertandingan pembukaan musim melawan Barcelona, ketika Pablo Sarabia mencetak gol pada menit ke3. Video Asisten Wasit (VAR) digunakan untuk pertama kalinya di sepak bola Spanyol untuk mengesahkan gol tersebut yang awalnya di-
anggap offside. Gerard Pique menyamakan kedudukan untuk Barca tidak lama sebelum turun minum dengan menyambar bola pantul. Kompetisi ini kini tidak menggunakan format dua leg dan dimainkan di luar Spanyol untuk pertama kalinya, terlihat akan diteruskan ke perpanjangan waktu. Namun, Dembele bergerak dari luar kotak penalti dan tembakannya masuk ke bagian atas gawang pada menit ke-78. ‘’Ini merupakan pertandingan yang benar-benar sulit karena kami kemasukan gol sangat dini dan kami harus bangkit. Banyak pemain yang baru belakangan ini kembali dari liburan. Kami berkembang seiring jalannya pertandingan. Ini pertandingan menarik dan mereka juga memiliki peluang-peluangnya. Kemenangan ini bagus
karena memberi keyakinan pada apa yang dilakukan dan ini mengizinkan Anda memulai musim dengan kaki yang berada di depan,’’ ungkap pelatih Barca, Ernesto Valverde. Sevilla memiliki peluang emas untuk memaksakan perpanjangan waktu ketika mantan pemain Barca Aleix Vidal dilanggar Ter Stegen pada menit ke-89. Tetapi eksekusi penalti pemain pengganti Wissam Ben Yedder sangat lemah sehingga dengan mudah ditangkap sang kiper asal Jerman. ‘’Tim kami layak mendapat banyak kredit karena memperlihatkan bahwa kami memiliki semangat juang dan keberanian. Kami bukan hanya mendapat penalti, namun juga mengerubungi gawang mereka,’’ kata Pablo Machin, pelatih Sevilla. (ant/rtr)
Pereli Bali Turun di Kejurnas Reli Wisata Denpasar (Bali Post) Pereli Bali dipastikan turun pada Kejurnas Reli Wisata putaran II di Bali, Minggu (19/8) mendatang. Sebelumnya, empat pereli Pulau Dewata yaitu Ida Bagus Krisna, Gustra, Uce dan Adi Arta ambil bagian pada Kejurnas Reli Wisata putaran I di Surabaya, 4-5 Agustus lalu. Ketua Umum Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali Nyoman Seniweca berharap lima sampai 10 pereli Bali ikut serta pada ajang di kandang sendiri. Reli yang mengutamakan ketepatan waktu (time rally) ini menempuh jarak 200 kilometer, dilepas di garis start di Renon menuju Gianyar, Klungkung dan Bangli, kemudian balik lagi ke Denpasar. ‘’Kejurnas ini diselingi fun rally yang bertujuan menggairahkan
Bali Post/022
Nyoman Seniweca
kembali reli wisata di Bali ini,’’ terangnya di Denpasar, Senin (13/8) kemarin. Kejurnas reli ini juga dimeriahkan Kejurda Auto Gymkhana untuk menjar-
Nadal dan Halep Juara
Toronto – Rafael Nadal mengakhiri perjalanan panjang petenis muda Yunani Stefanos Tsitsipas dengan kemenangan 6-2, 7-6 (4) yang membuat unggulan teratas asal Spanyol dan peringkat satu dunia itu menjuarai tunggal putra Piala Rogers untuk keempat kalinya di Toronto, Senin (13/8) kemarin. Tsitsipas tampil di final turnamen Masters 1.000 pada ulang tahun ke-20 setelah empat kemenangan beruntun atas para petenis peringkat 10 besar. ‘’Ini adalah cara yang hebat untuk memulai musim lapangan keras. Kemenangan di Toronto begitu penting. Anda tidak dapat terlalu sering menjuarai Masters 1.000,’’ kata Nadal yang meraih gelar Masters ke-33 kalinya. Kemenangan ini membuat Nadal (32) yang juga menjuarai Piala Rogers pada 2005, 2008 dan 2013, menjadi petenis keempat di era profesional yang telah memenangi 80 gelar. Ia bergabung dengan deretan legenda tenis yakni Jimmy Connors (109), Roger Federer (98) dan Ivan Lendl (94). Di tunggal putri, petenis peringkat satu dunia Simona Halep menang 7-6 (6), 3-6, 6-4 atas Sloane Stephens (AS) untuk memenangi gelar Piala Rogers. Ini merupakan pertandingan ulangan final Prancis Terbuka pada Juni lalu yang juga dimenangkan Halep. Ia memenangi gelar Montreal keduanya dalam tiga tahun dan gelar ketiganya musim 2018. ‘’Terasa menakjubkan dapat kembali berbicara di upacara ini sebagai pemenang. Saya merasa seperti mencapai level tenis terbaik, bahkan meski saya memiliki libur lama sebelum turnamen ini dan merasa hampir mati setelah hari pertama,’’ ujar Halep. (ant/rtr)
ing atlet slalom, mengingat auto gymkhana dilombakan pada PON XX/2020 di Papua. ‘’Kami gelar kejurda dalam tiga putaran. Juaranya berhak mewakili Bali ke PraPON,’’ ujarnya. Koordinator Slalom Denny mengemukakan, Kejurda Auto Gymkhana digelar di Padanggalak, Denpasar, Sabtu (18/8) nanti. Sementara PON 2020 melombakan auto gymkhana kategori U-23 dan U-30 putra-putri. Kejurnas Reli Wisata dan Kejurda Auto Gymkhana dirangkaikan dengan event Bali Automotive Fiesta II/2018. Menurut Ketua Panpel Putu Yuda Suparsana, ajang ini merupakan arena kumpul bersama insan otomotif Bali. Pihaknya juga menyelenggarakan lomba free style serta kontes modifikasi mobil dan motor. (022)
Bekasi (Bali Post) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Luis Milla meminta skuadnya langsung fokus ke pertandingan menghadapi Palestina setelah menang 4-0 atas Chinese Taipei dalam laga Grup A cabang olahraga sepak bola putra Asian Games XVIII 2018 di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8) malam. Laga timnas Indonesia kontra timnas Palestina akan digelar Rabu (15/8) besok mulai pukul 20.00 Wita. Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, Palestina adalah tim yang berbeda dari Chinese Taipei, baik dari segi fisik maupun strategi. ‘’Kemenangan 4-0 itu baru awal. Kami harus langsung memikirkan pertandingan berikutnya,’’ ujar Milla usai laga kontra timnas U-23 Chinese Taipei. Milla menyebut Palestina tim yang kuat dan mampu keluar dari kondisi sulit. Hal itu tampak kala Palestina menaklukkan Laos 2-1 dengan dua gol pada 10 menit terakhir laga setelah tertinggal sejak babak pertama. ‘’Pertandingan ke depan akan sulit karena Palestina solid
dan memiliki fisik yang baik,’’ tuturnya. Meski begitu, Milla tidak ingin terburuburu memberikan instruksi-instruksi khusus untuk para pemainnya. Dia memilih memberikan kesempatan Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan untuk beristirahat usai laga kontra Chinese Taipei. Di bagian lain, Milla memuji penampilan tiga pemain senior Indonesia yang berusia di atas 23 tahun. Ia menilai tiga pemain seniornya yakni kiper Andritany Ardhiyasa, penyerang Alberto Goncalves dan gelandang Stefano Lilipaly menunjukkan kematangan sebagai pesepak
bola berpengalaman. Mereka juga memperlihatkan diri pantas dipanggil ke timnas U-23 dengan menunjukkan sikap profesionalisme dan kepantasan untuk menjadi contoh pemain muda lainnya. Sebelum memanggil para pemain senior, pihaknya mempertimbangkan banyak hal, termasuk sikap dan seberapa besar pengalamannya dapat membantu tim. ‘’Selain Andritany, Alberto dan Lilipaly, sebenarnya masih ada kiper Muhammad Ridho yang meski tidak masuk tim, masih berlatih bersama kami. Mereka menunjukkan profesionalisme yang baik,’’ kata Milla. Andritany memberikan ketenangan di lini belakang, sehingga Chinese Taipei tidak bisa mencetak gol meski membuat lima kali percobaan tepat sasaran ke gawangnya. Sementara Lilipaly menjadi bintang dengan dua gol yang ditorehkannya satu assist untuk gol Goncalves. (ant)
Mane Yakin Liverpool Terus Melaju London – Penyerang Liverpool, Sadio Mane, ingin timnya terus mempertahankan momentum kemenangan setelah mengawali musim Liga Utama Inggris dengan menggebuk West Ham United 4-0 di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (12/8) malam. Hasil ini melanjutkan momentum positif setelah tim besutan Juergen Klopp menorehkan tujuh kemenangan dari sembilan laga pramusim, termasuk mengalahkan Manchester City dan Manchester United pada turnamen International Champions Cup di AS. Mane mencetak dua dari empat gol kemenangan Liverpool di laga pekan pembuka tersebut, yang dilengkapi gol dari Mohamed Salah dan Daniel Sturridge. ‘’Seringkali mengawali musim bukan hal mudah, namun kami memulai-
nya dengan baik di rangkaian pramusim hampir memenangi setiap laga. Kami akan berusaha mempertahankan level ini dan terus melaju,’’ ujarnya kepada laman resmi klub. Liverpool untuk sementara memuncaki klasemen Liga Inggris. Manchester City memulai perjuangan mempertahankan gelar dengan kemenangan impresif 2-0 di markas Arsenal yang tampil di bawah asuhan manajer baru Unai Emery. Berupaya menjadi tim pertama sejak MU pada 2009 yang mampu mempertahankan gelar, sang juara bertahan berhasil membawa pulang kemenangan berkat gol-gol yang dibukukan Raheem Sterling dan Bernardo Silva. Sterling membawa City memimpin pada menit ke-15 melalui gol ke-50-nya di liga. Tidak lama setelah menggan-
tikan pemain debutan Riyad Mahrez, Bernardo Silva menambah keunggulan timnya pada menit ke-65. Bek Sokratis Papastathopoulos dan gelandang muda Matteo Guendouzi melakukan debutnya untuk Arsenal, namun tim London ini kesulitan menemukan cara untuk mengatasi ancaman City. Rekrutan baru lainnya Stephan Lichtsteiner menggantikan bek Ainsley Maitland-Niles sebelum turun minum dan pada babak kedua pemain Uruguay Lucas Torreira juga dimainkan. Pierre-Emerick Aubameyang memiliki sedikit peluang dan Alexandre Lacazette menyianyiakan satu peluang saat ber-
main beberapa sebagai pemain pengganti. ‘’Menurut saya, hari ini kami lebih baik dari mereka. Kami ingin menjadi profesional dan kami melakukannya. Kami bertahan dengan sangat baik dan merupakan tim yang sangat kompak,’’ kata Bernardo Silva kepada Sky Sports. Sementara itu, gelandang serang Olympique Lyon, Memphis Depay, mencetak satu gol pada menit ke-74 demi mengantarkan timnya membuka musim baru Liga Prancis dengan kemenangan 2-0 atas tamunya Amiens. Lyon membuka keunggulan lewat gol Bertrand Traore pada menit ke-23. (ant/rtr)