Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 199 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin Umanis, 12 Maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Konser ’’Salam Dua Jari’’ Guncang Gianyar Seniman Sampaikan Harapan agar Pemimpin Bebas Korupsi

Bali Post/kmb

KEBULATAN TEKAD - Calon Gubernur Bali nomor urut 1 Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. pada acara deklarasi kebulatan tekad memenangkan pasangan Koster-Ace serta paslon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Bagus Oka–I Ketut Mandia (BAGIA) di Desa Selat, Klungkung, Sabtu (10/3).

Di Klungkung, Koster-Ace Siap Bangun Kampus Akademi Komunitas Negeri PASANGAN Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KosterAce), menegaskan siap membangun kampus akademi komunitas negeri atau sistem pendidikan setingkat diploma satu (D-1) dan diploma dua (D-2) di Kabupaten Klungkung. Untuk pelestarian adat, tradisi, seni dan budaya, Koster-Ace juga berencana akan membangun pusat kebudayaan Bali yang akan dilengkapi dengan museum, covention center dan panggung modern. Hal itu terungkap saat acara deklarasi kebulatan tekad memenangkan pasangan Koster-Ace serta paslon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Bagus Oka–I Ketut Mandia (BAGIA) oleh masyarakat Desa Selat, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Sabtu (10/3). Menurut Cagub yang diusung

PDI-P, Hanura, PAN, PPP, PKB dan PKPI ini, pihaknya tidak saja melaksanakan program pendidikan 12 tahun secara gratis, juga akan membangun akademi komunitas, program pendidikan setara D-1 dan D-2 di Gumi Serombotan. ‘’Nanti kampusnya akan dibangun di atas lahan milik Pemprov Bali. Kemudian pembangunan gedungnya berasal dari APBN, dan operasional diambil dari APBD,’’ jelasnya. Kampus sejenis, menurutnya, telah dibangun di sejumlah kabupaten di Bali. Misalnya di Kabupaten Jembrana telah dibangun akademi komunitas untuk program pendidikan bidang kelautan dan perikanan. Di Kabupaten Gianyar telah dibangun untuk program bidang pariwisata dan perhotelan serta keperawatan. ‘’Jadi setelah lulus SMA dan SMK, mereka nanti tidak perlu lagi harus kuliah jauh-jauh ke Denpasar.

datang bisa memperhatikan kreativitas para seniman. Selain perhatian terhadap seniman Bali, ia juga mengharapkan pemimpin Bali yang jujur, bicara apa adanya dan yang pasti bebas korupsi. ‘’Kita punya harapan akan lahirnya pemimpin yang lebih baik di masa mendatang. Pemimpin yang tidak bohong, kata dan perbuatan harus sejalan dan pastinya bebas korupsi,’’ kata Jhony Agung. Musisi Jhony Agung juga mengatakan kehadirannya memeriahkan konser dua jari itu untuk lebih memperkenalkan sosok Rai Mantra. Bagi musisi beraliran reggae ini, Rai Mantra adalah sosok sahabat sekaligus pemimpin baik yang sudah lama ia kenal. ‘’Saya ke sini untuk memperkenalkan sahabat saya Rai Mantra, bagi saya beliau orang baik yang wajib kita dukung,’’ katanya. Jhony Agung mengaku menaruh harapan besar kepada putra dari mantan Gubernur Bali Prof. I.B. Mantra itu. Ia pun meminta bila Rai Mantra menjadi pemimpin, tetap dengan sosok sederhana seperti saat menjadi Wali Kota Den-

pasar. ‘’Harapan saya hanya satu jadi pemimpin mendatang agar tidak seperti raja, sadarlah bahwa pemimpin ini pembantu rakyat, tetaplah jadi pemimpin yang baik dan tidak korupsi,’’ katanya. Mendengar aspirasi seniman ini, Rai Mantra menegaskan siap mengemban kepercayaan yang diberikan para seniman. Terutama memperhatikan perkembangan seni dan antikorupsi. ‘’Saya siap menerima kepercayaan dari para seniman, dan yang paling penting kita bersama-sama perangi korupsi,’’ tegas Rai Mantra. Untuk bidang seni, Rai Mantra bersama pasangannya Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) mempunyai program unggulan Nawacandra yang salah satunya dengan membangun art center di seluruh kabupaten di Bali. Rai Mantra sendiri mendapat dukungan dari ratusan seniman di Bali yang tergabung dalam wadah Komunitas Taksu Seni Bali. Mereka kemudian menggagas konser ‘’Salam Dua Jari’’. Hal. 19 Taksu Budaya

Bali Post/kmb

DUA JARI - Calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bersama istri hadir pada konser musik bertajuk ‘’Salam Dua Jari’’ di Lapangan Astina, Gianyar, Minggu (11/3) kemarin.

PD Rekomendasikan Pelonggaran Pajak

Pemilu Jangan Ganggu Kerukunan Cirebon (Bali Post) – Presiden Joko Widodo kembali berpesan agar hiruk-pikuk pemilu, baik pemilu kepala daerah, pemilu legislatif maupun pemilu presiden 2019, tidak mengganggu kerukunan antarwarga di daerah masing-masing. ‘’Pilkada, pemilu legislatif, pilpres hanya pesta demokrasi lima tahun, coblos saja, setelah itu ya… rukun kembali,’’ kata Jokowi di hadapan sekitar 3.000 warga penerima sertifikat tanah dari lima kabupaten dan kota wilayah Jawa Barat di Gedung Pertemuan Radian Kabupaten Cirebon, Minggu (11/3) kemarin. Presiden menyebutkan sebentar lagi ada agenda politik pesta demokrasi yaitu ada pilkada, pemilu legiskatif dan Pilpres 2019. ‘’Saya titip, jangan sampai karena beda pilihan, kita jadi tidak rukun, kita jadi tidak bersaudara, tidak rukun antartetangga, antarkampung, jangan sampai tidak saling sapa hanya karena beda pilihan,’’ katanya. Ia menyebutkan Indonesia merupakan negara besar dengan beragam suku bangsa, bahasa dan agama. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan Singapura yang hanya memiliki empat suku atau Afghanistan yang hanya memiliki tujuh suku. Sementara mengenai penyerahan 3.000 sertifikat pada Minggu ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil menjelaskan, penerima berasal dari lima kabupaten/kota di Jabar yaitu Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu. (ant)

Cukup di sini saja (Klungkung). Kasihan, apalagi mereka dari keluarga tidak mampu. Itu tujuannya,’’ terangnya. Namun untuk jenis program pendidikannya, lanjutnya, akan disesuaikan dengan potensi masing-masing kabupaten. ‘’Nanti kita pelajari apa yang cocok. Dan kalau satu jalur, akan lebih mudah direalisasikan,’’ tandas Koster. Untuk pembangunan pusat kebudayaan Bali tersebut direncanakan akan dijadikan sebagai destinasi pariwisata baru. ‘’Nantinya bisa kita jual sebagai paket wisata baru bersama dengan objek wisata lainnya,’’ ujarnya. Selain itu, pembangunan pusat kebudayaan Bali dengan pola terpadu ini, guna melengkapi fasilitas pertunjukan di Bali yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata seni dan budaya. Hal. 19 Panggung Tertutup

GIANYAR diguncang hentakan musik dan gegap-gempita puluhan ribu generasi milenial. Konser bertitel ‘’Salam Dua Jari’’ mengguncang Lapangan Astina yang berada di jantung kota Gianyar, Minggu (11/3) petang. Konser yang digelar Komunitas Taksu Seni Bali, semakin meriah ketika Joni Agung and Double T membawakan sejumlah tembang reggae. Mendengar hentakan musik reggae spontan anak-anak muda ini berjingkrak mengikuti irama. Sesekali mereka menyanyikan lirik lagu yang dibawakan Jhony Agung. Di sela-sela lagu, Jhony Agung berorasi tentang proses pilkada yang sedang berlangsung di Bali. Calon gubernur nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra hadir dan tampil di panggung langsung dielu-elukan penonton. Pada kesempatan ini dia mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh para seniman Bali secara langsung. Para seniman melalui Jhony Agung menyampaikan beberapa harapan kepada Rai Mantra. Dia berharap pemimpin Bali men-

Bogor (Bali Post) –

Mewujudkan Indonesia yang lebih baik, Partai Demokrat (PD) berpendapat ada lima sasaran besar yang harus diperjuangkan dan kemudian dicapai oleh negara serta pemerintah Indonesia. Lima sasaran besar itu menyangkut lapangan kerja, pendapatan dan daya beli, berantas kemiskinan, hubungan antara negara dan rakyat serta kerukunan sosial lebih baik. Untuk mencapai lima sasaran besar itu, Demokrat merekomendasikan sembilan strategi yang harus dijalankan. Salah satunya pelonggaran pajak. Demikian Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidato politiknya di sela acara penutupan Rapimnas Demokrat, Minggu (11/3) malam.

Bali Post/ant

BERSAMA - Agus Harimurti Yudhoyono bersama Presiden Jokowi, Sabtu (10/3), di Bogor.

Ia mengatakan, Partai Demokrat memberikan penghargaan yang tinggi kepada Presiden Joko Widodo bersama jajaran Kabinet Kerja atas berbagai hasil serta prestasi yang telah diperoleh pemerintah selama tiga tahun memerintah. ‘’Dengan tulus kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Presiden Jokowi dan pemerintah, dengan harapan segala capaian tersebut dapat dijaga dan bahkan ditingkatkan,’’ ujarnya. Namun, kata AHY, Demokrat juga mengingatkan bahwa sejumlah perma-

Korban Longsor di Banjar Bantas

Janji Relokasi Tak Kunjung Terealisasi

Bali Post/dok

LONGSOR - Sebuah rumah tertimbun tanah longsor di Kintamani, setahun lalu. Bencana tanah longsor yang terjadi dini hari itu menewaskan 13 orang di tiga lokasi.

Sudah lebih dari setahun, musibah bencana alam tanah longsor dan banjir bandang yang merenggut 13 korban jiwa di Kintamani. Namun hingga saat ini, perbaikan terhadap kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan belum sepenuhnya tuntas dilakukan pemerintah. Demikian juga dengan rencana relokasi para korban bencana tanah longsor, khususnya di Banjar Bantas Desa Songan, sampai sekarang tak kunjung terealisasi.

BENCANA tanah longsor yang terjadi Jumat 10 Februari 2017 dini hari, melanda tiga titik yakni di Banjar Bantas Desa Songan, Desa Awan dan Desa Sukawana. Di Banjar Bantas, bencana tanah longsor menelan paling banyak korban jiwa yakni tujuh orang. Sementara di Desa Awan dilaporkan empat orang warga meninggal tertimbun longsor dan satu korban meninggal di Desa Sukawana. Di hari yang sama musibah banjir menerjang puluhan rumah di Banjar Yeh Mampeh Desa Batur Selatan. Tidak ada korban dalam bencana banjir di Yeh Mampeh saat itu. Jumlah korban bencana alam kembali bertambah satu orang menjadi total 13 korban menyusul terjadinya musibah longsor di Desa Subaya pada Sabtu 11 Februari 2017. Selain menelan korban jiwa, musibah tanah longsor dan banjir di sejumlah titik kala itu, juga mengakibatkan kerusakan rumah, infrastruktur seperti jalan, jembatan termasuk lahan pertanian. Hal. 19 Upaya Pemulihan

salahan dan kekurangan di sana-sini masih dirasakan dan dihadapi rakyat. Oleh karena itu, Demokrat mendorong pemerintah untuk terus melakukan perbaikan dan bekerja lebih gigih lagi, sehingga memperoleh pencapaian lebih baik lagi di sisa akhir masa bakti. AHY mengatakan untuk dapat mewujudkan Indonesia yang lebih baik, Demokrat berpendapat ada lima sasaran besar yang harus diperjuangkan dan kemudian dicapai oleh negara serta pemerintah Indonesia. Hal. 19 Daya Beli


denpasar

2

Senin Umanis, 12 Maret 2018

BMKG akan Ukur Kualitas Udara Saat Nyepi

figur Dikembangkan di Seluruh Bali PELANGGARAN aturan keimigrasian semakin marak. Untuk warga negara Cina saja pelanggarannya mencapai 40 kasus pada tahun 2017. Pelanggaran yang dilakukan seperti izin tinggal yang habis dan penyalahgunaan izin tinggal wisata yang digunakan untuk bekerja. Oleh karena itu, Imigrasi Klas I Khusus Ngurah Rai membuat Aplikasi Pelaporan Orang Asing Next Generation (APOA NG). Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Ari Budijanto mengatakan, sejak Desember 2017 lalu Imigrasi Klas I Khusus Ngurah Rai telah menerapkannya dalam rangka uji coba. Hasilnya ditemukan satu WNA yang melakukan skipper (tamu meninggalkan hotel sebelum melunasi semua kewajibannya - red) di daerah Pantai Kuta. Sebelumnya Imigrasi membagikan aplikasi ini ke hotel. WNA yang akan menginap paspornya di-scan dengan android. Dalam waktu kurang dari dua detik akan terbaca oleh aplikasi tersebut. Kemudian pihak hotel mengirim ke Imigrasi. Di Imigrasi data lengkap WNA tersebut akan muncul. “Saat ini aplikasi ini baru diterapkan oleh 200 hotel di Kuta Utara, Kuta Tengah dan Selatan. Tahun 2018 Kakanwil Kemenkum ham akan menerapkannya di seluruh Bali. Semua tempat penginapan yang menampung orang asing akan diberikan aplikasi ini,” katanya. Ia menambahkan, selama ini pelanggaran yang banyak dilakukan WNA adalah overstay. Namun dari sisi hotel yang sering dirugikan adalah skipper. “Nginep enggak bayar, lalu pindah ke hotel lain. Dengan aplikasi ini hotel bisa mendeteksi keberadaan WNA tersebut. Sehingga aplikasi ini selain berfungsi untuk imigrasi, juga berfungsi untuk hotel, kepolisian, pariwisata, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, karena bisa mendapatkan data yang lengkap,” ujarnya. Selain diterapkan di Bali, katanya, Dirjen Imirgrasi juga sedang mengembangkan sistem ini secara nasional. Dengan kata lain, Imigrasi Ngurah Rai termasuk yang menerapkannya untuk pertama kali. (may)

Operasi Keselamatan Agung

Dua Orang Tewas di Jalan

Denpasar (Bali Post) Operasi Keselamatan Agung 2018 dimulai 1 Maret dan berlangsung selama 21 hari ke depan. Sejak operasi tersebut digelar hingga Sabtu (10/3) lalu, di wilayah Polresta Denpasar tercatat delapan kasus kecelakaan lalu lintas dan dua orang tewas di jalan. Oleh karena itu, upaya preemtif terus dilakukan guna menekan angka kecelakaan, termasuk menyasar warga negara asing (WNA) yang mengendarai kendaraan. Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawary Ismail saat sosialisasi Operasi Keselamatan Agung 2018 di Park 23 di Jalan Kediri, Kuta, belum lama ini menyampaikan, operasi tersebut lebih mengutamakan kegiatan preemtif berupa kegiatan pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat. Mengingat pentingnya tertib berlalu lintas, saat sosialisasi tersebut pihaknya juga menyediakan pelayanan perpanjangan SIM. ‘’Kami tetap dan selalu mengingatkan, mari stop pelanggaran, stop kecelakaan dan utamakan keselamatan untuk kemanusiaan,’’ tegasnya. Sementara itu, Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana mewakili Kapolresta Kombes Pol. Hadi Purnomo berharap undangan yang hadir dan masyarakat Bali harus memberi contoh yang baik terutama kepada warga negara asing (WNA) di wilayah Kuta. ‘’Kita sebagai orang lokal harus memberikan contoh yang baik, bukan malah memberikan contoh yang tidak baik. Mereka (WNA - red) akan meniru hal tersebut,’’ ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, AKBP Artana membacakan sambutan Kapolresta yaitu Polri bersama stakeholder terkait berharap dapat mewujudkan negara yang tertib berlalu lintas. Maka dari itu, Polri termasuk Polresta memandang perlu dilaksanakannya operasi tersebut. Tujuannya guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Mencermati hal tersebut di atas, lanjut Artana, maka dipandang perlu melakukan teknik, taktis dan praktis. ‘’Perlu kita cermati penyebab kecelakaan lalu lintas, yaitu melawan arus, menggunakan HP, berboncengan lebih dari satu, pengendara belum cukup umur, melebihi batas kecepatan dan berkendara saat mabuk. Dengan melakukan penegakan hukum dalam operasi tersebut dapat tercipta ketertiban berlalu lintas, menekan angka kecelakaan dan lain-lain,’’ tegasnya. Di pengujung acara dilakukan pelepasan balon oleh Wakapolresta Denpasar didampingi semua undangan. Selain itu, Wakapolresta asal Tabanan ini melepas touring klub motor, dilanjutkan dengan sosialisasi Waka Satlantas Polresta Denpasar AKP Sumadra tentang tujuh fokus road safety yaitu melawan arus, tidak memakai sabuk keselamatan, tanpa helm, pengendara di bawah umur, melebihi kecepatan, berkendara dalam keadaan mabuk dan menggunakan HP saat berkendara. (kmb36)

Bali Post/ist

ALAT PENGUKUR - Suasana pemasangan alat pengukuran parameter cuaca dan kualitas udara saat Nyepi.

Denpasar (Bali Post) Bali mendapat perhatian dari Mabes Polri terkait pemberantasan narkoba. Oleh karena itu, Ditresnarkoba Polda Bali menggelar sweeping ke tempat hiburan malam di wilayah Denpasar dan Kuta, Sabtu (10/3) lalu. Alhasil diamankan satu orang pengguna narkoba. Ketua Tim Operasi AKBP Debby Asri Nugroho mengatakan, pihaknya akan terus melaksanakan operasi ini sesuai perintah dari Kabareskrim Mabes Polri dalam upaya memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Bali. Dalam operasi tersebut, anggota Ditresnarkoba di-back-up BNNP Bali, Satuan Brimob, Ditsabhara dan Biddokes, merazia tempattempat hiburan malam yang berada di wilayah Denpasar

dan Kuta, Badung. Tempat dugem yang disisir yaitu Karaoke Exekutif Club di Jalan Imam Bonjol, Bar & Discotique Move On di Jalan Patih Jelantik dan Diskotek New Star di Jalan Gunung Saputan. Dari operasi tersebut, petugas mengamankan satu orang pengunjung yang kedapatan membawa narkoba jenis ekstasi sebanyak 1,5 butir. Barang bukti tersebut ditemukan di dalam saku celananya. Selain itu, petugas juga men-

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

gamankan 10 botol minuman beralkohol yang tidak dilengkapi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). ‘’Barang bukti yang kami amankan langsung dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ ujar AKBP Debby Asri Nugroho. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Bali Post/ist

RAZIA - Tim gabungan Polda Bali dan BNNP Bali saat menggelar razia tempat hiburan malam.

Catatan Peradilan di Denpasar

Korupsi di Angka Setahun, Narkoba Capai 20 Tahun

DUA perkara yang menjadi atensi publik adalah kasus korupsi dan pidana narkoba. Korupsi yang mewabah kerap disebut kejahatan luar biasa. Sementara narkoba sudah dijadikan isu nasional karena Indonesia sudah masuk darurat narkoba. Namun dari sisi hukuman yang diterima para pelaku, dua kasus tersebut menunjukkan angka yang mencolok. Hukuman bagi para koruptor masih berkutat di angka satu tahunan, sementara kasus narkoba sudah menghukum pelakunya hingga 20 tahun penjara. Yang menarik lagi, jika melihat pidana korupsi, walau hukuman satu tahun atau lebih sedikit, jarang yang melakukan upaya hukum banding. Jaksa cenderung menerima karena jaksa juga menuntut berkisaran satu tahun lebih. Contoh kasus korupsi yang dituntut hingga divonis tahunan

adalah kasus korupsi APBDes, bantuan BKK, kasus tahura, korupsi sapi dan masih banyak perkara lainnya. Sementara kasus narkoba pelakunya mesti klepekklepek. Contoh kasus 19 ribu butir pil ekstasi hingga membuat Diskotek Akasaka tutup. Walau empat terdakwa yakni Dedi Setiawan, Iskandar, Budi Liman dan Willy dihukum masing-masing 20 tahun penjara, jaksa sepertinya belum terima. Jaksa memilih banding atas vonis 20 tahun tersebut. Tim jaksa yang mendapatkan rentut langsung dari Kejaksaan Agung sebelumnya menuntut keempat terdakwa dengan pidana seumur hidup. Inilah yang kemudian menjadikan alasan jaksa untuk banding. ‘’Kami nyatakan banding. Untuk vonis keempat terdakwa, kami banding,’’ tegas Kasipidum Kejari Denpasar Arief Wirawan, belum lama ini. Seiring dengan hebohnya pen-

angkapan pelaku narkoba dengan barang bukti berton-ton, belakangan ini memang pengadilan dan kejaksaan selaku penuntut memberikan hukuman cukup berat bagi para pelaku yang ditengarai melakukan upaya pemufakatan jahat dalam tindak pidana narkoba. Selain kasus 19 butir ekstasi di mana pelakunya kompak dihukum 20 tahun, ada beberapa kasus yang dihukum berat. Misalnya kasus prekusor dengan terdakwa Putu Ruly Wirawan dan Mohammad Hifni alias Cak Ni. Terpidana dituntut 18 tahun penjara oleh jaksa dan majelis hakim memutuskan menghukum kedua terpidana dengan penjara 15 tahun. Kasus ganja 18 kilogram, terdakwanya dihukum 17 tahun, kasus 9.675 pil ekstasi yang melibatkan Sukron Wardana dan Stiefani Anindya Hadi sedikit mujur. JPU Ketut Sujaya yang menuntut terdakwa supaya dihukum 18 tahun, majelis

hakim hanya menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun. Pekan kemarin, kasus narkoba juga membuat terdakwa menangis. Diduga terlibat jaringan narkoba yang sumber barangnya dari Lapas Kelas IIA Denpasar di Kerobokan, Raynaldi Pangestiko yang kelahiran Cepu tahun 1994 lalu dituntut hukuman penjara selama 18 tahun. Majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adya Dewi juga menghukum Maulid Ardiyanto alias Ardi (29) dengan pidana penjara selama 12 tahun. Terdakwa dijerat atas kasus sabu-sabu seberat 62,24 gram. Vonis hakim itu lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya JPU Putu Oka Surya Atmaja menuntut supaya majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun. Masih banyak perkara narkoba yang cukup

membuat pelakunya shock atas hukuman yang diterima. Namun ada pula beberapa yang barang buktinya nol koma, hanya diganjar tahunan penjara. Bahkan dua kasus orang asing yang cukup menyita perhatian media asing adalah kasua Isaac dan Joshua. Dua kasus narkoba tersebut sama-sama harus ‘’dibebaskan’’ dari penahanan Lapas Kerobokan karena mempunyai penyakit bipolar dan kejiwaan. Sedangkan kasus narkoba orang asing yang sempat kabur dari Lapas Kerobokan, yakni Christian Beasley hukumannya separo dari tuntutan jaksa. Jaksa menuntut supaya hakim menghukum terdakwa selama 10 tahun, hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi justru menjatuhkan hukuman setengahnya. Hakim hanya menghukum terdakwa Christian dengan pidana penjara selama lima tahun. (asa)

Lomba Ogoh-ogoh Mini Se-Bali

Jaya Negara Minta Dijadikan ’’Event’’ Tahunan Pemkot Denpasar PELAKSANAAN Hari Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 dan malam Pangerupukan identik dengan pawai ogoh-ogoh, berbagai kegiatan serta aktivitas dilaksankan oleh sekaa teruna (ST) di Denpasar. Seperti kegiatan unik

yang dilaksankan oleh ST Dharma Putra Banjar Beraban, Desa Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat dengan menyelenggarakan Lomba Ogoh-ogoh Mini se-Bali yang dibuka langsung oleh Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara

FM 96,5

web E-mail

dugul dan Koramil Singaraja. Jadi, total ada enam lokasi pengukuran. Kali ini ada penambahan lokasi yakni di Banyuwangi. Sebelumnya hanya dilakukan di lima lokasi di wilayah Bali,’’ kata Eko Heriyanto ketika dikonfirmasi, Minggu (11/3) kemarin. Eko Heriyanto mengatakan, pengukuran yang dilakukan di Banyuwangi untuk mengetahui apakah ada kenaikan polutan dan partikulat atau kualitas udara ambien (kualitas udara yang diukur di udara bebas/ pemukiman - red) sehubungan dengan perpindahan manusia menjelang Nyepi. Secara umum dalam pengamatan ini, katanya, dari peralatan yang dipasang di wilayah Bali relatif sama dengan tahun sebelumnya. Hanya ada penambahan lokasi di luar Bali yakni di Banyuwangi. ‘’Itu tujuannya untuk mengetahui, apakah ada kenaikan dari kualitas udara ambien di sekitar wilayah Banyuwangi, di mana menjelang Nyepi banyak terjadi perpindahan manusia dari Bali,’’ ujarnya. Eko Heriyanto menambahkan, pengukuran akan dilakukan mulai Senin (12/3) hingga Jumat (16/3) mendatang. Pengukuran tersebut untuk mengetahui kondisi saat harihari normal di wilayah sekitar Bali. Sedangkan pada saat hari raya Nyepi atau Sabtu (17/3), akan dilakukan pengukuran dan akan dibandingkan dengan hari biasanya. (kmb23)

Mabes Polri Awasi Pemberantasan Narkoba di Bali

081 337 032 965, (0361) 819446

Topik : Mabes Polri Awasi Pemberantasan Narkoba di Bali Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5

Denpasar (Bali Post) – Perayaan Nyepi di Bali merupakan kejadian yang sangat spesial, karena aktivitas manusia berhenti total. Terkait dengan hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 mendatang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali melakukan pengukuran parameter cuaca dan kualitas udara. Ada dua komponen kualitas udara yang akan diukur yaitu gas rumah kaca (GRK) dan partikulat atau debu. Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk membuktikan dengan data bahwa aktivitas manusia secara nyata berkontribusi kepada kenaikan gas rumah kaca dan zat-zat tercemar. Keadaan itu di Bali sangat spesial, karena tidak ada aktivitas manusia di satu pulau ini selama sehari penuh. Pengamatan seperti ini sudah pernah dilakukan pada tahun 2013, 2015, 2017 dan dilanjutkan pada tahun 2018 ini. Menurut Koordinator Lapangan Tim Pengukur GRK Eko Heriyanto, sebelum melakukan proses pengukuran, Tim GRK mulai melakukan instalasi peralatan sajak Sabtu (10/3) lalu. Peralatan yang sudah diinstal berada di Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Klimatologi Jembrana dan Balai Wilayah III Denpasar. ‘’Hari Minggu ini (kemarin - red) kami lanjutkan pemasangan peralatan di Stasiun Karangasem, Koramil Be-

MENINJAU - Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram (kiri) saat meninjau penyelenggaraan Lomba Ogohogoh Mini se-Bali di Banjar Beraban Desa Dauh Puri Kauh, Minggu (11/3) kemarin.

yang ditandai dengan pengguntingan pita, Minggu (11/3) kemarin. Lomba ini memperebutkan piala bergilir Wali Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Wali Kota Jaya Negara yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram menyambut baik serta mengapresiasi setinggi-tingginya lomba ogoh-ogoh mini se-Bali yang diselenggarakan oleh ST Dharma Putra tersebut. Menurutnya, kegiatan positif ini selaras dengan semboyan ‘’Denpasar Kotaku Rumahku’’ yang menitikberatkan pada peran masyarakat untuk aktif berkreasi dan berinovasi, sehingga terwujudnya kebahagiaan masyarakat di Kota Denpasar. Selain itu, dalam visi dan misi Kota Denpasar yang tertuang dalam Padmaksara Kota Denpasar terdapat lima program, di antaranya pemberdayaan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya. Tentunya dalam kegiatan lomba ogoh-ogoh mini se-Bali ini secara langsung ST Dharma Putra sudah membantu komitmen dari Pemkot Denpasar dalam hal pelestarian budaya yang di dalamnya juga ada ekonomi kreatif. ‘’Yang terpenting, kegiatan

ini mampu memberikan edukasi kepada anak-anak ditambah lagi terdapat pementasan dalang cilik. Di sini nuansa-nuansa spirit pelestarian budaya sudah lahir pada event ogoh-ogoh mini se-Bali ini,’’ kata Jaya Negara sembari mendukung kegiatan ini sebagai event tahunan dari Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan karena pihaknya berkeinginan kegiatan lomba ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan. Salah seorang juri dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Gede Anom Ranuara mengatakan, pihaknya sangat terkesan serta mengapresiasi lomba ogoh-ogoh mini se-Bali. Kegiatan seperti ini perlu diberikan motivasi untuk peningkatan kreativitas. Dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan moralitas dan mentalitas anakanak guna menjadi kreator bahkan motivator, sehingga memicu adanya ekonomi kreatif dan pelestarian budaya itu sendiri. Adapun kriteria yang dinilai dalam lomba ini yakni kreativitas, ekspresi, penggunaan bahan dan keserasian. Sementara itu, Ketua ST Dharma Putra Made Arya Mahendra didampingi Ketua Panitia I.B. Japa

Suyoga mengatakan, kegiatan ini merupakan yang keempat kalinya, di mana awal penyelenggaraannya di tahun 2015. Pertama-tama pihaknya hanya menyasar daerah di Denpasar saja, namun lamakelamaan dengan adanya peningkatan peserta di setiap tahunnya, pihaknya kemudian sepakat untuk mengadakan lomba ogoh-ogoh mini se-Bali terbuka dan untuk umum. Lomba ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para penggemar ogoh-ogoh mini di Bali. Tahun ini jumlah peserta sebanyak 47 dan untuk mekanisme pendaftaran pihaknya memungut biaya sebanyak Rp 100 ribu per ogoh-ogoh dan memperebutkan piala bergilir Wali Kota Denpasar. ‘’Kami berharap dari kegiatan lomba ogoh-ogoh mini se-Bali ini akan menjadi sebuah ikon baru dan event tahunan di Denpasar, serta menunjang pelestarian budaya dan ekonomi kreatif itu sendiri,’’ kata Arya Mahendra. Selain lomba ogoh-ogoh mini se-Bali ini, juga ada stan kuliner masyarakat setempat dan sejumlah pementasan serta pementasan wayang oleh dalang cilik Narendra. (ad565)


BADUNG

Senin Umanis, 12 Maret 2018

3

Giri Prasta Tanda Tangani Prasasti di Puri Penarungan

Beberkan Program Gaji untuk Lansia Umur di Atas 70 Tahun BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menandatangani prasasti saat menghadiri peresmian tembok panyengker Puri Penarungan, Desa Penarungan, Mengwi, Sabtu (10/3). Hadir pada acara tersebut tokoh masyarakat yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Bagus Alit Sucipta, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Jaya Saputra, Perbekel Penarungan, Bendesa Adat dan prajuru Banjar Adat serta masyarakat se-Desa Penarungan dan Cemenggon. A.A. Gede Putra selaku Panglingsir Puri Penarungan mewakili angga puri menjelaskan, pembangunan tembok panyengker puri ini bisa terlaksana berkat bantuan dari Pemkab Badung. “Pembangunan panyengker ini bisa rampung berkat

bantuan Bapak Bupati Badung yang memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Total pembangunan ini menghabiskan dana Rp 900 juta,” ujarnya. Dikatakan juga bahwa pasemetonan Merajan Puri Penarungan terdiri dari 30 kepala keluarga dengan 132 jiwa. Mewakili angga puri, Agung Putra menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Bupati Giri Prasta. Pasalnya, kebijakan Bupati asal Pelaga ini benar-benar dirasakan keberadaannya oleh masyarakat Badung. “Berkat Pak Bupati masyarakat Badung sejahtera. Kami mewakili angga puri siap mendukung segala kebijakan dan program Pemerintah Kabupaten Badung,” tegasnya. Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat

Penarungan Made Widiada. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan Badung tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Badung, namun juga Bali. “Di Penarungan bantuan Bapak Bupati sudah sangat luar biasa. Tidak hanya membantu wantilan, tapi juga pembangunan yang lain. Jadi, tidak berlebihan kalau masyarakat Penarungan selalu mendukung Bapak Bupati,” ujarnya. Widiada mengajak masyarakat Penarungan untuk selalu mendoakan agar pemerintahan Giri Prasta ini berjalan lancar, sehingga bisa berbuat lebih lagi untuk masyarakat Badung. “Selaku masyarakat kami mendoakan Bapak Bupati selalu sehat, sehingga bisa terus bekerja untuk masyarakat Badung,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Giri Prasta memuji bersatunya angga puri dengan masyarakat Penarungan. Kata dia, persatuan ini harus terus dijaga. “Kami bangga Puri dan masyarakat di Penarungan bersatu. Ini artinya masyarakatnya sejahtera,” ujar Giri Prasta. Dengan persatuan yang ada ini, lanjut Bupati Giri, pihaknya tidak akan canggung dalam memberikan bantuan dan motivasi untuk desa ini. “Kalau sudah bersatu untuk urusan pembangunan pemerintah yang menanggung,” katanya. Dalam kesempatan itu, Bupati Giri Prasta membeberkan alasan memberikan bantuan kepada puri yang ada di Badung. Menurutnya, puri adalah salah satu benteng pelestarian adat dan budaya yang ada di

Bali. Jadi harus dilestarikan sehingga tetap ajeg. Ini juga sudah menjadi komitmennya untuk melestarikan seni, adat, budaya dan agama Hindu melalui program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dengan lima skala prioritas. Dalam kesempatan itu Giri Prasta juga mengungkapkan salah satu program barunya, yakni memberikan santunan kepada para lansia yang berumur lebih dari 70 tahun. Pemberian gaji kepada lansia ini, katanya, tengah dibahas dan akan segera direalisasikan. “Program ini tidak ada di Indonesia, kecuali di Badung. Masyarakat umur 70 atau 72 ke atas akan kami gaji. Sekarang kami sedang buatkan legal opinion-nya. Ini sebagai bentuk perhatian

MENANDATANGANI - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menandatangani prasasti saat menghadiri peresmian tembok panyengker Puri Penarungan, Desa Penarungan, Mengwi, Sabtu (10/3). dan kepedulian kami pada orang tua, sehingga hari tua

mereka bahagia,” tukas Giri Prasta. (ad562)

Bupati Giri Prasta Buka Parade Ogoh-ogoh Desa Pelaga Harapkan Pelaksanaan Nyepi di Badung Berjalan Baik dan Aman

MEMBUKA – Dengan membunyikan kulkul, Bupati Giri Prasta secara resmi membuka Parade Ogoh-ogoh di Lapangan Desa Pelaga, Minggu (11/3) kemarin. MENYAMBUT Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1940, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung menggelar Parade Ogoh-

ogoh di Lapangan Desa Pelaga, Minggu (11/3) kemarin. Parade Ogoh-ogoh Desa Pelaga dibuka secara resmi oleh Bupati Badung I

Nyoman Giri Prasta, ditandai dengan membunyikan kulkul. Parade ogoh-ogoh Desa Pelaga dilaksanakan mendahului dari hari Pangerupukan, namun saat Pangerupukan arak-arakan ogoh-ogoh juga tetap dilaksanakan. Bupati Giri Prasta yang juga warga Desa Pelaga ini sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan parade ogoh-ogoh Desa Pelaga menyambut hari suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1940. Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pelaga dan sekaa teruna se-Desa Pelaga yang telah melaksanakan dan ikut serta dalam pawai ogoh-ogoh ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam melestarikan seni, adat, agama, tradisi dan budaya di Kabupaten Badung.

Pemkab Hibahkan Puluhan Jukung dan Mesin Mangupura (Bali Post) -

Pemerintah Kabupaten Badung akan mengibahkan puluhan jukung dan mesin tempel kepada kelompok nelayan di wilayah Badung. Bantuan ini guna meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Badung Putu Oka Swadiana mengatakan, program itu telah dianggarkan dalam APBD 2018. Ditegaskan, pengadaan jukung fiber dan mesin tempel telah masuk tahap tender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung. “Ya, sedang ditender. Anggaran pengadaan bersumber dari APBD Badung Tahun 2018. Pagunya senilai Rp 1.410.000.000,00,” ujar Oka Swandiana, Minggu (11/3) kemarin. Menurut pria yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pertanian dan Pangan Badung ini, pengadaan puluhan mesin dan jukung merupakan hibah yang akan diserahkan kepada pihak ketiga, yakni masyarakat. “Total ada sebanyak 23 unit jukung fiber ukuran tujuh meter yang akan dihibahkan nanti. Termasuk sebanyak 24 unit mesin tempel 15 PK. Ban-

tuan diberikan untuk meningkatkan produkstivitas hasil tangkapan ikan,” terangnya. Oka Swandiana berharap, bantuan yang diberikan nanti bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan. “Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi aktivitas nelayan,” katanya. Oka Swandiana menambahkan, pengadaan hibah tersebut telah masuk tahap tender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung. Tender resmi dibuka pada tanggal 8 Maret 2018 dan akan ditutup pada 20 Maret 2018 mendatang. Hingga Minggu kemarin sudah ada sekitar 13 rekanan yang menyatakan berminat atas tender tersebut. “Kami harap tidak ada kendala dalam proses tender, sehingga penyerahan bantuan bisa cepat,” tegasnya. Seperti diberitakan sebel-

umnya, selain bantuan dalam bentuk barang, nelayan di Gumi Keris juga menikmati asuransi. Pemberian asuransi jiwa akan memberikan perlindungan bagi para nelayan. Di Badung tercatat 1.700 nelayan tradisional. Mereka tersebar di kawasan Kedonganan, Jimbaran, Kelan dan Cemagi. Keuntungan dari program tersebut, apabila nelayan meninggal di laut mendapat santunan Rp 200 juta. Namun bila meninggal di darat hanya mendapat Rp 150 juta. Adapun untuk biaya pengobatan kecelakaan saat melaut maksimum Rp 20 juta. Persyaratan untuk memperoleh asuransi cukup mudah, yakni memiliki kartu nelayan dan surat pernyataan memang sebagai nelayan. Nelayan juga tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun, sebab premi langsung ditanggung pemerintah pusat. (kmb27)

Bali Post/wan

WISATAWAN - Sejumlah wisatawan asing sedang menikmati liburan di kawasan Kuta, Badung.

Bupati Giri Prasta menjelaskan, dalam rangkaian Nyepi ada beberapa upacara yang patut dilaksanakan. Pertama, upacara Tawur Kasanga untuk di Badung dilaksanakan di Catus Pata Mengwi sebagai titik nol Kabupaten Badung. Setelah itu di desa adat juga melaksanakan tawur. Malamnya dilaksanakan pangerupukan dengan pawai ogoh-ogoh. “Pelaksanaan pangerupukan ini kami minta masyarakat menjaga keamanan wilayah masing-masing sehingga tidak terjadi musibah. Untuk itu, 536 sekaa teruna di Badung agar ikut berperan dalam menjaga kasutreptian pawai ogoh-ogoh,” jelasnya. Sehari setelah pangerupukan merupakan puncak hari suci Nyepi dengan melaksanakan Catur Brata Panyepian yaitu amati karya, amati geni, amati

lelungan dan amati lelanguan. Nyepi tahun ini bertepatan dengan hari raya Saraswati. “Kami minta tokoh dan prajuru dalam melaksanakan Saraswati tersebut agar sudah selesai sebelum jam 6 pagi,” tegasnya. Pada Umanis Nyepi atau Ngembak Geni, biasanya melaksanakan kegiatan dresta langu, pagelaran seni budaya yang sakral, pembacaan awig-awig baru serta magibung (makan bersama) dapat diisi Jegeg Bagus Bungan Desa. “Bila dapat melaksanakan rangkaian Nyepi dengan kegiatan tersebut, ini sudah sesuai dengan sastra agama,” tambahnya. Terkait dengan Pawai Ogoh-ogoh Desa Pelaga yang diisi dengan penilaian, Bupati Giri Prasta mengharapkan sekaa teruna dapat mengikuti pawai dengan

baik dan yang terpenting dapat menerima keputusan para juri dari Listibiya Badung. Guna mendukung kegiatan tersebut, Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan Rp 5 juta kepada masingmasing peserta yang terdiri dari delapan sekaa teruna se-Desa Pelaga. Plt. Perbekel Pelaga Ni Luh Eka Deviyani men gatakan, Pawai Ogoh-ogoh Desa Pelaga tahun ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan implementasi dari visi-misi Perbekel Pelaga dalam mengajegkan seni, adat dan budaya Bali. Melalui pawai ini diharapkan sekaa teruna dapat meningkatkan ikatan pasemetonan di antara sekaa teruna yang ada di Desa Pelaga. “Untuk kegiatan ini Desa Pelaga juga memberikan dana motivasi untuk masing-masing sekaa

teruna sebesar Rp 2,5 juta, “ jelasnya. Ketua Panitia Dewa Ngakan M. Merta Ekayasa menambahkan, untuk kegiatan Parade Ogoh-ogoh Desa Pelaga ini dianggarkan dari dana APBDes Pelaga sebesar Rp 250 juta, di mana masing-masing sekaa teruna mendapat dana Rp 15 juta. Tujuan dari kegiatan ini, guna melestarikan seni, budaya, adat dan agama serangkaian hari raya Nyepi. Parade ogohogoh akan dinilai oleh Tim Listibiya Badung. Dilakukan tiga jenis penilaian, pertama bentuk ogoh-ogoh dan temanya, kedua keutuhan baleganjur dan keserasian dan penilaian ketiga, fragmentari. Ketiga jenis penilaian tersebut untuk juara I meraih hadiah masing-masing Rp 10 juta, juara II Rp 8 juta dan juara III Rp 6 juta. (ad560)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Rohis SMK TI Bali Global Denpasar

Gelar Lomba Bernuansa Islami Tingkat SMP/MTs Se-Bali

BUKA LOMBA – Kasek Gusti Made Murjana bersama Wakasek dan Pembina Rohis saat membuka lomba bernuansa Islami tingkat SMP/MTs se-Bali yang digelar Rohis SMK TI Bali Global Denpasar, Minggu (11/3) kemarin. KEROHANIAAN Islam (Rohis) adalah salah satu bentuk kegiatan yang bergerak dalam pengembangan kegiatan keislaman di bawah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMK TI Bali Global Denpasar. Kali ini, Rohis SMK TI Bali Global Denpasar merayakan milad kelima dengan suasana berbeda daripada tahun sebelumnya. Rohis SMK TI Bali Global Denpasar menyelenggarakan aneka lomba menarik bernuansa Islami tingkat SMP/MTs se-Bali, Minggu (11/3) kemarin. Lomba dibuka Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. Gusti Made Murjana, M.Pd. Pembina Rohis SMK TI Bali Global Denpasar Ainul Mubsiroh, S.Pd., M.Pd. mengatakan, lomba yang diadakan untuk menyemarak-

kan Milad meliputi pidato, kaligrafi, puisi, dongeng Islami, Tartil Qur’an, Tahfidz Qur’an, ranking I, pop religi, dangdut religi dan fashion show. Lomba diikuti sekitar 180 siswa SMP/ MTs se-Bali. Menurutnya, lomba ini bertujuan melatih siswa belajar berorganisasi, bertanggung jawab dan menumbuhkan kreativitas siswa. Ini sesuai dengan tema yang diangkat yakni ‘’Tunjukkan Kreativitasmu’’. Di samping itu, untuk memperkenalkan SMK TI Bali Global Denpasar yang beralamat di Jalan Tukad Citarum No.44 Denpasar dan fasilitasnya kepada calon siswa baru. Mubsiroh didampingi pembina Rohis lainnya yakni Drs. Supardi, M.Pd. dan Hafidul Muhsin, M.Pd., M.HI. menambahkan, SMK TI Bali Global

adalah sekolah yang sangat mengedepankan toleransi dan menghargai sesama dalam balutan 18 pendidikan karakter bangsa untuk menumbuhkan budi pekerti. Ia menyampaikan terima kasih kepada lembaga dan kepala sekolah telah memfasilitasi siswa beragama Islam untuk melaksanakan kegiatan keagaman, ibadah serta difasilitasi mushola yang cukup representatif. Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Gusti Made Murjana mengapresiasi pelaksanaan aneka lomba yang diselenggarakan Rohis SMK TI Bali Global Denpasar. Keberadaan Rohis dinilainya sangat positif untuk membina pemikiran dan pemahaman di kalangan pelajar, sehingga selaras dengan ajaran dan aturan agama Islam yang sesungguhnya. Ia membenarkan sikap toleransi antarumat beragam di SMK TI Bali Global Denpasar yang sangat tinggi. Pihak sekolah selain memberi kebebasan siswa non-Hindu beraktivitas dan berkegiatan, juga menyediakan tempat ibadah untuk setiap agama yang membuat para siswa non-Hindu tersebut lebih bisa merasakan kebebasan beribadah. Hal ini mendongkrak rasa toleransi dan pemahaman tentang keberagaman. Murjana menambahkan, SMK TI Bali Global Denpasar yang berada di bawah naungan Yayasan Widya Dharma Shanti, kini memiliki student body 1.400 siswa lebih tersebar pada lima keahlian yakni RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), TKJ (Teknik Komputer Jaringan), MM (Multimedia) Animasi dan DKV (Desain Komunikasi Visual). (ad561)

Senin Umanis, 12 Maret 2018

Bapor Korpri Badung Terima Kunjungan Bapor Korpri Malang

Disambut dengan Pertandingan Persahabatan

TERIMA KUNJUNGAN - Ketua Bapor Korpri Badung Made Sutama (tengah) didampingi Sekretaris A.A. Rahmadi menerima kunjungan rombongan Bapor Korpri Kota Malang. BADAN Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Bapor Korpri) Kabupaten Badung, Jumat (9/3) lalu mendapat kunjungan spesial dari Bapor Korpri Kota Malang, Jawa Timur. Rombongan Bapor Korpri Kota Malang yang terdiri atas 50 orang dipimpin oleh

Ketua Bapor Korpri Kota Malang Sapto. Mereka diterima langsung oleh Ketua Bapor Korpri Badung I Made Sutama didampingi Sekretaris A.A. Rahmadi, Kepala Dinas Perhubungan A.A. Yuda Dharma dan Kabag Umum Setkab Badung Nyoman Suardana.

Yudisium LVIII FH Unwar

Skripsi Dicek Turnitin, 52 Persen Lulusan Raih ’’Cumlaude’’

Unhi Denpasar Gelar Seminar Internasional ’’Bali Hinduism, Tradition and Interreligious Studies’’

MOU - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. menandatangani MoU dengan International Consersium for Religious Studies (ICRS) UGM pada seminar internasional. UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar Seminar Internasional bertajuk “’’Bali Hinduism, Tradition and Interreligious Studies’’ di Gedung Rektorat Kampus Unhi, Sabtu (10/3). Seminar menghadirkan Dr. Martin Lukito Sinaga (National Agency for the Implementation of Pancasila) sebagai keynote speaker dan tiga narasumber yaitu Dr. Abhishek Joshi dari International Center for Cultural Studies (ICCS) India, Dr. Hezri Adnan dari Fellow at Malaysian Academy of Sciences dan Dr. Dicky Sofjan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada kesempatan itu juga ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Unhi Denpasar dan International Consersium for Religious Studies (ICRS) UGM sebagai bentuk kerja sama untuk penguatan agama dan kebudayaan. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. men-

gatakan, tujuan digelarnya seminar internasional untuk menjadikan Unhi Denpasar sebagai universitas yang excellence di Indonesia dan pusat pengkajian serta pengembangan budaya Hindu Indonesia yang sesuai dengan visi Unhi Denpasar. Seminar ini terkait dengan agama, budaya dan seni yang merupakan ciri khas Unhi Denpasar, sehingga mengundang pakar-pakarnya untuk sharing pengalaman penelitian. ‘’Tema ‘Bali Hinduism, Tradition and Interreligious Studies’ sangat menarik kita bahas di Unhi yang sesuai dengan kondisi Indonesia. Sebab, Indonesia dengan pluralisme dan berbagai agama, bagaimana antaragama ini saling toleransi. Oleh karenanya, Unhi-lah yang memulai membahas toleransi antaragama sehingga bisa hidup bertoleransi,’’ tandas Prof. Damriyasa. Ia melanjutkan, mahasiswa yang menempuh pendidikan di Unhi

Denpasar tidak hanya beragama Hindu, tetapi juga non-Hindu. Ini membuktikan bahwa Unhi Denpasar tidak hanya menerima mahasiswa yang beragama Hindu tetapi juga yang beragama di luar Hindu. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk memasukkan nilai-nilai budaya Hindu ke dalam berbagai disiplin ilmu, sehingga dipahami oleh mahasiswa lintas agama. Tujuannya agar budaya Hindu di Bali lebih berkembang dan dipahami dengan adanya peneliti dari mahasiswa lintas agama. Unhi Denpasar saat ini telah membangun pusat-pusat kajian dan penelitian termasuk Global Center for Balinology. ‘’Global Center of Balinology sangat penting dibangun. Sebab, begitu kita membahas tentang Balinology, bukan berarti kita menggali potensi budaya Hindu Bali saja, tetapi juga bagaimana aspek energi dan lingkungan yang konsepnya digunakan secara global ada di dalam Hindu ,’’ tambahnya. Meurut Ketua Dewan Pengurus Yayasnan Pendidikan Widya Kerthi Unhi Denpasar Prof. Dr.Phil. I Ketut Ardhana, M.A., Unhi Denpasar memang basisnya agama dan budaya Hindu Bali, namun tidak menutup diri dari agama dan budaya lain. Membuka diri dan melakukan dialog dengan agama dan kebudayaan lain akan lebih memperkaya pemahaman diri dalam beragama dan berbudaya, sehingga timbul rasa saling pengertian dan rasa kebersamaan di atas perbedaan. Hal ini sangat penting dalam mencari modal sosial untuk melanjutkan pembangunan. (ad568)

’’Try Out’’ Siswa SD di SMP Nasional Denpasar

Diikuti Ribuan Peserta, Dibagi Dua Gelombang

ANTUSIAS - Pelajar dari 31 SD antusias mengikuti ‘’try out’’ di SMP Nasional Denpasar, Minggu (11/3) kemarin. MENJADI program rutin tiap tahun, SMP Nasional Denpasar menggelar try out untuk siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kota Denpasar, Minggu (11/3) kemarin. Berhubung peserta membeludak mencapai 1.227 siswa, kegiatan dibagi menjadi dua gelombang. Lokasi yang sangat strategis di Jalan Tukad Yeh Aya No.15, Denpasar Selatan (Densel), membuat sekolah ini menjadi pilihan para orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya. ‘’Siswa yang ikut try out kali ini dari 31 SD di wilayah Densel, Denpasar Barat dan Denpasar Timur,’’ kata Kepala SMP Nasional Denpasar Ni Putu Supadmi, S.Pd. Sebelum kegiatan berlangsung, pihaknya memperagakan beberapa ekstrakurikuler

yang ada di SMP Nasional Denpasar, di antaranya yoga, pencak silat dan makidung. Sementara ekstrakurikuler yang tidak sempat ditampilkan, dewan guru memajang foto-fotonya. Para peserta sangat antusias melihat pameran foto, baik bidang akademik maupun nonakademik. Gelombang pertama dilaksanakan mulai pukul 07.30 Wita dan gelombang kedua dimulai pukul 11.30. Sebelum gelombang kedua dimulai, para peserta diperkenalkan profil SMP Nasional Denpasar di bawah naungan Yayasan Perdiknas Denpasar. Pihak sekolah menyampaikan semua fasilitas yang dimiliki sekolah dan program kerjanya. ‘’Paling tidak sebelum melanjutkan pendidikan lebih tinggi, khususnya ke SMP

dan kalau mereka memilih SMP Nasional, sudah kenal dan paham lingkungan sekolah serta apa yang ada di yayasan ini,’’ ujarnya. Try out difokuskan pada tiga mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia dan IPS supaya bisa membantu siswa mengerjakan soal-soal saat ujian di SD. Pihaknya menargetkan mendapat 320 siswa baru atau 10 rombongan belajar (kelas). Menurutnya, jumlah siswa baru di SMP Nasional terus meningkat. Begitu juga prestasi di bidang akademis dan nonakademis. Prestasi yang diraih di antaranya tim kriket menjadi juara II dan III, sedangkan futsal menyabet juara II di Piala Wali Kota. Selain itu, merebut juara I lomba senam yang diselenggarakan perusahaan asuransi. Yang membedakan SMP Nasional Denpasar dengan yang lain adalah ditunjuk Kemendikbud sebagai sekolah pendidikan keluarga. Selain itu, barubaru ini di-launching sebagai sekolah yang menyenangkan. ‘’Dalam artian sekolah pendidikan keluarga. Anakanak mendapat pendidikan keluarga di rumah, sedangkan yang belum didapat di rumah, kami berikan di sini. Oleh karena itu, sinergitas yang baik antara sekolah dan keluarga harus diperkuat,’’ ucap Supadmi. SMP Nasional Denpasar merupakan rumah kedua bagi para siswa sehingga harus diperlakukan seperti keluarga. Selain itu, sekolah ini satusatunya di Densel berbasis budaya. Ke depan, pihaknya mempersiapkan diri melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (ad566)

Dalam kunjungannya di Badung, Bapor Korpri Kota Malang dijamu dengan berbagai pertandingan persahabatan mulai dari cabang olahraga tenis lapangan, catur hingga bulu tangkis. ‘’Kami sangat bangga dapat berkunjung ke Pemkab Badung. Di samping melakukan kegiatan olahraga, juga dapat menimba ilmu bagaimana cara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang Pajak Hotel dan Restoran,’’ ujar Sapto. Ketua Bapor Korpri Badung I Made Sutama dalam kesempatan tersebut juga menyatakan sangat bangga atas kunjungan Bapor Korpri Kota Malang. ‘’Kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan. Di samping berolahraga untuk menyehatkan jasmani, kegiatan ini sebagai upaya untuk menjalin hubungan antara Kota Malang dan Kabupaten Badung. Semoga dalam waktu singkat kami bisa melaksanakan kunjungan balasan ke Kota Malang,’’ ungkapnya. Pertandingan bulu tangkis dan tenis lapangan dimenangkan Bapor Korpri Badung, sedangkan pertandingan catur dimenangkan Bapor Korpri Kota Malang. (ad563)

YUDISIUM - Dekan Fakultas Hukum Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. (dua dari kanan) saat Yudisium Sarjana LVIII Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Warmadewa. PROGRAM Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Yudisium Sarjana LVIII Periode Semester Ganjil Tahun 2017/2018 di Agung Room Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Sabtu (10/3) lalu. Yudisium diikuti 189 orang yang seluruhnya meraih IPK di atas 2,75. Sebagian besar lulusan yakni 98 orang (52 persen) bahkan mendapat predikat cumlaude (dengan pujian). Sisanya 83 orang (44 persen) meraih predikat sangat memuaskan dan 8 orang (4 persen) mendapat predikat memuaskan. ‘’Lulusan termasuk sangat bagus dan yudisium kali ini menggembirakan karena baru pertama kali kami menerapkan sistem turnitin. Semua skripsi mahasiswa dicek melalui turnitin agar terhindar dari plagiarisme yang oleh undangundang memang diwajibkan,’’ ujar Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. Menurutnya, tercapainya sasaran mutu lulusan tidak lepas dari dukungan tenaga dosen, tenaga kependidi-

kan dan sarana-prasarana pembelajaran serta atmosfer akademik yang kondusif. Tercatat 57 tenaga dosen tetap yang terdiri atas 2 guru besar, 20 doktor, 7 kandidat doktor dan 28 dosen S-2 serta 9 tenaga kependidikan yang 80 persennya telah S-1. ‘’Ada juga dosen luar biasa dari unsur guru besar Unud, birokrat Pemda Provinsi Bali serta praktisi penegak hukum seperti hakim, jaksa, advokat dan notaris. Pendidikan sekarang tidak hanya menuntut knowledge, tapi juga bagaimana kemahiran dan keterampilan melalui skill yang harus ditingkatkan di samping attitude,’’ jelasnya. Budiartha menambahkan, Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali yang menaungi Unwar juga memberikan fasilitas berupa gedung sekretariat berlantai empat yang sangat representatif. Ditambah lagi gedung kuliah yang memadai dan parkir luas yang dikondisikan supaya proses pembelajaran berjalan efektif. ‘’Lulusan atau alumni kami harapkan tidak mencari pekerjaan sebagai job seeker, tapi mudah-mudahan semua

bisa menciptakan pekerjaan sebagai job creator,’’ ungkapnya. Pihaknya akan terus mengupayakan kerja sama dengan perguruan tinggi lain, termasuk di luar negeri. Selama ini FH Unwar telah menjalin kerja sama dengan Charles Darwin University (Australia), Tripura University (India), Maharishi University (Amerika Serikat), Neigata University (Jepang), Thammasat University (Thailand), Universiti Teknologi Mara (Malaysia), Universitas Dili (Timor Leste) dan empat universitas di Rusia. Sementara kerja sama dengan perguruan tinggi di Korea, Belanda, Vietnam dan Kamboja sedang dijajaki. ‘’Kerja sama itu bukan hanya hitam di atas putih, tapi kami sudah mencoba mengimplementasikan dengan mengundang mereka dalam international conference. Sementara dihadiri oleh empat negara dengan 56 paper, sudah cukup bagus untuk mendorong dosen kami agar bisa menulis karya ilmiah secara internasional bahkan nanti diplublikasi,’’ paparnya. Budiartha melanjutkan, kerja sama juga diimplementasikan dalam bentuk join research, pertukaran mahasiswa ke Jerman dan magang di Australia. Di sisi lain, pihaknya melaksanakan pendidikan mediator, pendidikan khusus profesi advokat dan pelatihan legal drafting. Itu sebabnya lulusan mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah sebagai pendukung kompetensinya. Di samping memantapkan Prodi S-1 Ilmu Hukum, pihaknya juga memiliki Prodi Magister Ilmu Hukum dan Magister Kenotariatan. Saat ini tengah diproses pengusulan Prodi Profesi Advokat dan sampai 2019 diharapkan bisa mengusulkan pembentukan Prodi S-3 Doktor Ilmu Hukum. (ad564)

BPR Group Sri Partha Bersih-bersih di Pantai Padanggalak

Sambut Tahun Baru Çaka 1940 dan ’’Pakiyisan’’ Umat Hindu

FOTO BERSAMA - Direksi dan Komisaris BPR Group Sri Partha foto bersama usai kegiatan bersih-bersih dan menyerahkan CSR di Pantai Padanggalak. BPR Group Sri Partha (Bank Perkreditan Rakyat Sri Partha) yang terdiri atas BPR Sri Partha, BPR Gangga, BPR Ashi, BPR Pusaka, BPR Tish bersama serumpun keluarga besar Properti Omatta Vilage, Partha Sedana, Koperasi Mustika dan Bopby ’76 melaksanakan kegiatan bakti sosial bersih-bersih di Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur, bertemakan ‘’Bali Clean Up’’. Selanjutnya dilakukan CSR (Corporate Social Responsibility) imbauan tidak membuang sampah sembarangan dengan memasang papan tanda larangan di areal Pantai Padanggalak dan menyerahkan tempat sampah serangkaian hari Pamelastian/ Makiyis bagi umat Hindu di Pantai Padanggalak pada Rabu (14/3) lusa sekaligus pelaksanaan upacara Tapa Brata Panyepian Tahun Baru Çaka 1940. ‘’Semua kegiatan dilaksanakan dengan harapan alam semesta beserta seluruh isinya terjaga kelestariannya,’’ jelas Ketua Panitia

Bersih-bersih dan CSR BPR Group Sri Partha Ni Made Dwi Aryawati, S.P. yang juga Direktur Utama BPR Gangga Denpasar. Ia berharap semua kegiatan yang dilaksanakan ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi kebersihan Pantai Padanggalak dan sekitarnya, sehingga bisa dinikmati oleh wisatawan. Pantai Pedanggalak yang berada di wewidangan Desa Adat Kesiman merupakan tempat suci untuk melaksanakan upacara spiritual/ keagamaan bagi masyarakat Bali, sehingga kebersihannya harus selalu dijaga dengan baik. Aryawati menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan/wati/SDM di masing-masing BPR Group Sri Partha yang siaga dan aktif melaksanakan kegiatan bersih-bersih. Donasi dan CSR diserahkan secara simbolis kepada Jro Bendesa Adat/Pakraman Kesiman Drs. I Made Karim diwakili oleh I Nyoman Widastra. Sementara kenang-kenangan

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

diserahkan kepada Ketua Penataan Kebersihan Pantai Padanggalak di bawah naungan Banjar Kedaton, Kesiman I Wayan Sukra dan kepada Kepala Desa Kesiman Petilan I Wayan Mariana. Semua kegiatan disaksikan langsung oleh Pemilik/Owner/Penasihat BPR Group Sri Partha I Nyoman Pegug dan I Wayan Gatha serta Penasihat BPR Group Sri Partha I Nyoman Pegug. Nyoman Widastra atas nama seluruh krama Desa Adat Kesiman mengucapkan terima kasih kepada seluruh SDM BPR Group Sri Partha atas kepeduliannya terhadap kebersihan dan CSR-nya untuk Pantai Padanggalak. Menurutnya, Pantai Padanggalak memang berada di wewidangan wilayah Desa Adat Kesiman, tetapi milik bersama umat Hindu di Bali. Bakti sosial dan CSR BPR Group Sri Partha di Pantai Padanggalak diikuti oleh para direksi masing-masing BPR yaitu I Ketut Diri Adnyana, S.E. dan A.A. Ernawati, S.E. (BPR Ashi), Ni Made Dwi Aryawati, S.P. (BPR Gangga), I Ketut Kadi, S.E., I Made Dharmendra, S.T., I Ketut Mariatmaja, S.E., Ketut Sedanayasa, S.H., A.A. Gde Sayang Adnyana, S.H. (BPR Sri Partha), I Made Budha, S.E. dan I Wayan Tama, S.E. (BPR Pusaka), Komisaris Utama BPR,, Ashi I Made Meiarthayasa, MBA., Komisaris BPR Gangga I Nyoman Dhasmiartha, MBA. dan Ni Made Suratni, S.E., Komisaris BPR Sri Partha I Made Meiarthayasa, MBA. dan Ida Ayu Puspawati, S.E., Komisaris BPR Tish I Ketut Oka Antara, S.E. dan A.A. Asri Mahadewi, S.S., Komisaris BPR Pusaka Ni Wayan Yuniarthi, S.E., M.M. dan Ni Made Sarmi. (ad567)


Senin Umanis, 12 Maret 2018

daerah

Senator Beri Target Jembrana Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Shri Arya Wedakarna Minta Pemkab di Bali Naikkan Anggaran untuk Guru Honorium SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasterapura Suyasa III menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana serta Kementerian Agama Kabupaten Jembrana mengadakan pertemuan dengan hampir 200 kepala SD dan SMP negeri dan swasta seKabupaten Jembrana. Bertempat di Gedung Kesenian Bung Karno, Kota Negara, Senator Arya Wedakarna menyampaikan sejumlah permasalahan tenaga pendidik di Indonesia terkait pengawasan UU tentang Guru dan Dosen. Ia menyatakan saat ini DPDRI khususnya Komite III Bidang Pendidikan terus mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terkait perbaikan sistem dalam hal kesejahteraan guru di samping mempertegas wewenang tenaga pendidik dan pimpinan sekolah dalam peraturan pemerintah (PP) dan perpres. ‘’Saya akui banyak kebijakan tentang guru yang harus disempurnakan. Terkait peran kepala sekolah yang tidak mengajar di kelas misalnya, terus didorong agar kepala sekolah fokus pada pengembangan prestasi akademik dan nonakademik siswa. Di satu sisi kesejahteraan guru perlu ditingkatkan. Selama ini kesejahteraan antara guru PNS dan guru honorium sangat jauh berbeda. Saya ingin semuanya diperhatikan. Khusus untuk guru honor, saya minta agar pemerintah kabupaten/kota meningkatkan jumlah APBD untuk membantu guru honor yang kini rata–rata Rp 250.000–Rp 600.000 per bulan. Saya kira secara aturan hal itu dimungkinkan. Ada ribuan guru honorium yang saat ini sedang diperlakukan tidak adil oleh sistem. Ini jadi perhatian DPD-RI,’’ ungkap

5 Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Sosialisasi Pilgub Bali Lewat Kesenian Tradisional

Singaraja (Bali Post) – KPU Provinsi Bali bekerja keras menggenjot tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali 2018. Mereka melakukan berbagai sosialisasi untuk mencapai tujuan itu. Salah satunya dengan mementaskan beberapa jenis kesenian tradisional warisan leluhur yang diipusatkan di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Minggu (11/3) kemarin.

KEPALA SEKOLAH - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (kanan) di hadapan kepala SD dan SMP se-Kabupaten Jembrana. Gusti Wedakarna. Terkait dana BOS, pihak DPD-RI terus mendesak pemerintah untuk memperbaiki sistemnya khususnya untuk wilayah Provinsi Bali. ‘’Sampai hari ini dana BOS tidak bisa digunakan untuk mendukung proses kegiatan agama, ritual dan kebudayaan di sekolah. Ketika ada upacara agama di sekolah, pihak sekolah terpaksa memungut iuran. Seharusnya pemerintah peka terhadap kebutuhan daerah, tidak bisa seluruh wilayah disamaratakan. Kita akan bereskan dalam rapat kerja dengan menteri pada tahun sidang 2018 ini, begitu juga pembuatan LPJ dana operasional dan BOS yang standarnya terus berubah. Banyak kepala sekolah sekarang lebih fokus mengurus LPJ keuangan karena takut kena BPK dan KPK dibanding memperhatikan prestasi anak didiknya. Ini perlu ketegasan di pusat,’’ tandas Gusti Wedakarna. Dalam pertemuan tersebut juga mengemuka kritik Senator Arya Wedakarna terkait lambatnya langkah Pemkab Jembrana mengajukan sekolah berbasis Hindu tingkat SD, SMP dan SMA sesuai Peraturan Menteri Agama No.56

Tahun 2014. ‘’Jembrana jangan kalah dengan Gianyar yang sudah punya SMP Hindu dan Buleleng yang punya STAH. Di Jembrana tanah banyak, lalu apa sulitnya membangun sekolah Hindu? Saya prihatin dengan Jembrana, seakan-akan sudah kehilangan ciri khas Bali dan kehinduannya. Jangan sampai umat lain berhasil membuat sekolah berbasis agama dengan semangat, tapi umat Hindu malah tertinggal,’’ ujarnya. Shri Arya Wedakarna minta Bupati Jembrana dan Kepala Kemenag Jembrana segera menindaklanjuti. Ajukan saja SD, SMP dan SMA, urusan lobi– lobi ke Presiden, ke menteri dan ke dirjen urusan Senayan. Jangan sampai Jembrana tertinggal. ‘’Ini otokritik saya untuk Jembrana khususnya dalam urusan pendirian sekolah Hindu. Saya maunya SD, SMP dan SMA Hindu, bukan sekadar pasraman atau TK. Ini penting karena Jembrana adalah pintu gerbang Bali. Saya minta 2018 sudah diajukan. Ini hak kabupaten, kita harus rebut anggaran pendidikan di pusat. Jangan memble,’’ tegas mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad569)

Kesenian tradisional yang dipentaskan termasuk seni Genjek Kolok dari Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Pementasan ini cukup berhasil, sebab warga Desa Tamblang dan sekitarnya antusias menyaksikan seni tradisional tersebut. Selain hiburan, warga mendapat informasi terkait tahapan pilkada serentak dan pendidikan pemilih tentang pentinggnya hak suara bagi setiap warga yang tercatat sebagai daftar pemilih. Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi di sela-sela kegiatan mengatakan, pertimbangan sosialisasi lewat pementasan kesenian tradisional karena metode ini dianggap mudah diterima dan keberadaannya dekat dengan masyarakat. Apalagi kesenian juga dipentaskan oleh para seniman berkebutuhan khusus (disabilitas), sehingga tujuan KPU terkait informasi tahapan pilkada serentak dan pentinggnya hak suara itu bisa dimengerti. Sasaran akhirnya adalah partisipasi pemilih meningkat dibandingkan hajatan politik sebelumnya. “Buleleng banyak punya banyak warisan seni tradisional dan unik, sehingga KPU Bali bersama KPU Buleleng mengangkat pentas budaya untuk mensosialisasikan tahapan pilkada serentak dan pendidikan pemilih menyangkut hak suara dalam menentukan pemimpin untuk lima tahun ke depan,” katanya. Menurut Raka Sandi, partisipasi pemilih di Bali berdasarkan data pada gelaran politik terdahulu sudah masuk dalam situasi baik yakni di atas 70 persen. Akan tetapi khusus untuk pemilih di Buleleng, partisipasinya tergolong rendah. Atas kondisi ini, KPU dan jajarannya menggenjot sosialisasi dan mendidik pemilih, sehingga

Bali Post/ist

KESENIAN - Kesenian tradisional khas Buleleng dipentaskan KPU sebagai media sosialisasi dan pendidikan pemilih menjelang pilkada serentak di Desa Tamblang, Kubutambahan, Buleleng, Minggu (11/3) kemarin. partisipasi pemilih baik di kabupaten dan Bali secara menyeluruh meningkat dibandingkan hajatan politik pada tahun-tahun sebelumnya. Hal senada diungkapkan Ketua KPU Buleleng Gede Suardana. Menurutnya, sosialisasi lewat pentas budaya di Desa Tamblang adalah tahapan sosialisasi di tingkat kabupaten. Sementara sosialisasi di setiap desa dan kelurahan (148) serta sembilan kecamatan saat ini masih berlangsung hingga memasuki hari

Siswa SD Mengambang di Kolam Renang

Seniman Galang Dana untuk ”Susik’’ Bondres

Mangupura (Bali Post) Acara tamasya anak-anak panti asuhan di ITDC, Nusa Dua, Badung, berujung duka. Dermon Holo (7), pelajar SD kelas I, ditemukan mengambang di kolam renang Surf & Turf Restaurant The Bay, Sabtu (10/3) lalu. Upaya memberikan pertolongan sudah dilakukan tetapi nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Menurut Kanitreskrim Polsek Kutsel Iptu Andi Yaqin, Minggu (11/3) kemarin, dari keterangan Pendeta Togar Sitorus (51) yang beralamat di Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar Selatan, pada Sabtu pukul 13.32 Wita, dirinya tidak melihat korban dalam rombongan saat makan siang. Ia kemudian menyuruh salah satu anak asuhnya, Justine, mencarinya. ‘’Justine menemukan korban mengambang di kolam renang. Kejadian itu membuat rombongan tersebut panik,’’ ungkapnya. Tubuh korban langsung dievakuasi ke pinggir kolam. Togar Sitorus berusaha mengeluarkan air melalui mulut korban. Selanjutnya datang pihak manajemen tempat tersebut dan membawa korban ke RS BIMC Nusa dua. Setibanya di rumah sakit dan diperiksa, tim medis mengatakan korban sudah meninggal dunia. ‘’Kami masih memeriksa saksi-saksi terkait kejadian ini,’’ ujar Andi Yaqin. (kmb36)

Nilai Ekspor Gerabah NTB Turun 26 Persen

Mataram (Bali Post) – Dinas Perdagangan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat nilai ekspor kerajinan gerabah pada 2017 mencapai 44.185 dolar AS atau turun 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai 59.711 dolar AS. Kepala Seksi Ekspor Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan NTB Rahmat Wira Putra di Mataram, Minggu (11/3) kemarin, mengatakan penurunan nilai ekspor tersebut disebabkan permintaan dari pembeli luar negeri sedikit melemah. “Pelemahan permintaan terlihat dari volume permintaan 13,2 ton atau berkurang 3,31 persen dibandingkan tahun 2016 sebanyak 13,66 ton,” ujarnya. Negara tujuan ekspor gerabah NTB pada 2017 adalah Italia senilai 22.179 dolar AS, Amerika Serikat 8.285 dolar, Australia 7.270 dolar dan Kanada 6.449 dolar. Seluruh gerabah yang diekspor merupakan hasil produksi PT Lombok Pottery. Perusahaan ini memiliki jaringan bisnis dengan sesama pengusaha kerajinan di sejumlah negara. “Ekspor gerabahnya tercatat di daerah karena Lombok Pottery membuat surat keterangan asal (SKA) di Dinas Perdagangan NTB,” katanya. Menurutnya, nilai ekspor gerabah NTB sebenarnya lebih besar. Pasalnya, ada beberapa pengusaha kerajinan yang mengirim melalui eksportir di Bali, dengan pola kemitraan. Namun, penerbitan SKA sebagai syarat agar bisa diekspor ke luar negeri harus dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan Bali, sehingga tercatat sebagai ekspor komoditas di Pulau Dewata. “Ada yang masih mengekspor gerabah melalui daerah lain. Tapi mungkin volumenya relatif sedikit karena memang pasar gerabah di luar negeri masih agak sepi,” ucapnya. Wira mengatakan, agar salah satu kerajinan yang pernah jaya di era 1980-2000 tersebut tetap eksis, pemerintah perlu terus memberikan pembinaan kepada para perajin. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan oleh Dinas Perdagangan, tetapi juga Dinas Perindustrian NTB, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah NTB. Pembinaan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten yang memiliki sentra kerajinan gerabah, seperti Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. “Hal terpenting dalam menjaga keberadaan kerajinan gerabah adalah kualitas desain. Bahkan, terkadang pembeli dari luar negeri yang menentukan desainnya sebelum mereka berani memesan barang,” paparnya. (ant)

pencoblosan pada 27 Juni mendatang. Terkait sosialisasi mengangkat kesenian tradisional, ia meyakini materinya akan lebih mudah diterima warga, sehingga sasaran akhirnya partisipasi pemilih bisa meningkat daripada pelaksanaan pilkada lalu yang hanya 54 persen. “Kami harap dengan mengangkat potensi seni seperti ini, warga bisa mengerti tahapan pilkada dan meningkatkan partisipasi pemilih,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

DIINTEROGASI - Petugas (kanan) menginterogasi pelaku penggelapan sepeda motor.

Gelapkan Motor Sewaan, Pemuda Ditangkap Mangupura (Bali Post) Anggota Polsek Kuta Selatan (Kutsel), Badung, menangkap I Putu Niartawan (31) di kampungnya di Jembrana, Sabtu (10/3) lalu. Pasalnya, Niartawan menggelapkan dua motor sewaan yang kemudian digadaikan. Kanitreskrim Polsek Kutsel Andi Yaqin mengatakan, dua motor tersebut milik Nandari (34) dan baru dilaporkan Selasa (6/3) lalu. Wanita yang beralamat di Perum Kori Nuansa Blok XVII, Ungasan, Kutsel ini melaporkan bahwa tersangka Niartawan menyewa dua unit motor Honda BeAT dan Honda Vario, Selasa (23/1) lalu. Pelaku mendatangi Rent Motor Bike miliknya di Toko Maju Mapan, Un-

gasan. ‘’Setelah batas waktu penyewaan, tersangka tidak mengembalikan motor korban. Malah menggadaikan motor tersebut kepada orang lain,’’ tegasnya, Minggu (11/3) kemarin. Setelah menerima laporan itu, polisi melacak keberadaan pelaku dan ternyata ada di kampungnya. Pada Sabtu pukul 01.00 Wita, petugas langsung menangkapnya. Selanjutnya petugas mencari motor milik korban. Pengakuan pelaku, motor Honda Vario tersebut digadaikan di Jalan Bikini, Denpasar seharga Rp 1,5 juta, sedangkan Honda BeAT digadaikan di Jalan Taman Giri Mumbul seharga Rp 2 juta. ‘’Alasan pelaku uangnya dipakai biaya hidup sehari-hari,’’ tegas Andi Yaqin. (kmb36)

PERINTIS Matahari Department Store, Hari Darmawan, yang ditemukan tewas di Sungai Ciliwung, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3) setelah dilaporkan hilang sejak Jumat (9/3) malam lalu, dikenal sebagai sosok pengayom. Semua karyawan yang menjadi satu tim kerja dianggapnya sebagai keluarga. “Beliau tidak hanya mengayomi, tetapi juga memotivasi karyawan bahwa kami tidak hanya karyawan tapi merupakan bagian dari keluarga. Yang jelas seperti tidak ada jarak antara atasan dan karyawan. Beliau selalu memotivasi, kita harus maju bersama, jangan merasa jadi karyawan bawah,” tutur Store Manager Matahari Duta Plaza Jalan Dewi Sartika, Denpasar, Kadek Suwardana, Minggu (11/3) kemarin. Menurutnya, Hari Darmawan merupakan sosok pekerja keras dan ulet. Almarhum tidak menempatkan diri sebagai owner perusahaan ritel raksasa itu, melainkan membaurkan diri seperti keluarga. “Bapak sangat bersahaja. Siapa pun yang mengenalnya pasti akan sangat kehilangan. Beliau tidak pernah marah kepada karyawannya. Kalau ke daerah-daerah termasuk Bali, selalu dengan spirit tinggi. Bercerita tentang

pengalamannya dan ingin menularkannya. Tidak pernah mengkritik bagaimana kinerja kami, tapi memberi kritik membangun,” paparnya. Suwardana mengaku terakhir bertemu dengan Hari Darmawan satu tahun lalu di Bandara I Gusti Ngurah Rai sebelum ke Jakarta. Ia berangkat sendiri, tanpa ajudan atau pengawal. ‘’Sangat sederhana pokoknya. Makanya saya sangat kaget mendengar berita beliau meninggal,” tandasnya. Jenazah pria berusia 77 tahun ini disemayamkan di Rumah Duka Kerta Semadhi, Cargo, Denpasar. Jenazahnya akan dikremasi di Krematorium Kerta Semadhi Mumbul, Nusa Dua pada Rabu (14/3) lusa. Pemilihan tempat kremasi di Bali sesuai amanat Hari Darmawan yang disampaikan kepada keluarganya sebelum meninggal. Berdasarkan pantauan, puluhan karangan bunga ucapan belasungkawa dari kerabat dan sahabat, hingga rekanan bisnis almarhum Hari Darmawan sudah berjejer di Rumah Duka Kertha Semadi. Sejumlah karyawan dan manajemen Matahari Duta Plaza Jalan Dewi Sartika, Denpasar, tampak menunggu kedatangan jenazah. (may)

Hari Darmawan Merupakan Sosok Pengayom

Singaraja (Bali Post) – Sekitar 50 orang seniman lokal Buleleng turun ke jalan, Minggu (11/3) kemarin. Seniman pribumi yang mengatasnamakan diri Singaraja Musik For Unity (Simfony) ini menggalang dana di areal Lapangan Taman Kota dan Pasar Anyar Singaraja untuk membantu kesembuhan seniman sekaligus tokoh yang berjasa mengangkat Bondres Buleleng Drs. Made Ngurah Sadika atau yang lebih dikenal dengan nama ‘’Susik’’. Pekerja seni di Bali Utara yang menggalang dana itu seperti Jem Tatto, beberapa artis dan musisi di bawah binaan Gede Kurniawan, Bondres Rare Kual, Yogi Kancil dan pemain pantonim. Sekaa Drum Buleleng turut menunjukkan kreativitasnya. Alhasil, warga antusias menyumbangkan sedikit dananya untuk membantu meringankan kebutuhan keluarga seniman Susik yang kini tergolek lemas karena penyakit diabetes dan gagal ginjal. Koordinator Penggalangan Dana Putu Dedy Yastika mengatakan, aksi penggalangan dana ini wujud kepedulian seniman dan musisi lokal Buleleng terhadap tokoh sekaligus penggiat Bondres Buleleng. Aksi ini bukan sekadar mengumpulkan dana, namun juga ingin mengajak semua komponen masyarakat agar peduli dan bersama-sama mendoakan agar Susik disembuhkan dari penyakitnya. Usai penggalangan dana, mereka langsung ke rumah Susik di Jalan Kresna, Kelurahan Kendran, Singaraja. ‘’Kami prihatin terhadap Bapak Sadika atau Susik yang sedang sakit. Kami mengajak semua pihak bersamasama mendoakan agar beliau segara sembuh dan kembali menghibur serta terus membangkitkan Bondres Buleleng agar tetap lestari dan semakin dikenal,’’ kata Dedy Yastika. (kmb38)


OPINI

6

Senin Umanis, 12 Maret 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kualitas Pendidikan Jangan Dipertaruhkan ZONASI dan sekolah gratis, dua hal yang kini banyak dibicarakan. Keduanya menyangkut dunia pendidikan. Keduanya pula diyakini akan memeratakan kualitas pendidikan di negeri ini. Tak hanya secara kualitas juga pemerataan fasilitas sekolah. Zonasi merupakan sistem penerimaan peserta didik baru. Jadi tidak ada kesempatan untuk milih-milih sekolah unggul yang ada di luar zonasi. Tidak ada lagi sekolah unggul atau favorit. Semuanya sama. Tidak ada lagi sekolah yang mengklaim bisa menghasilkan siswa cerdas. Sebab, ‘’bahan baku’’ yang diterima juga sama; tidak merata secara kecerdasan. Ada siswa cerdas, ada pula yang kurang kecerdasannya. Tahun lalu sistem ini mulai diperkenalkan. Ketika itu banyak yang protes. Namun pemerintah rupanya kekeh dengan sistem tersebut. Akhirnya masyarakat pun mengalah. Mereka menyekolahkan anaknya di tempat sesuai zonasi yang ditentukan. Demikian pula sekolah gratis. Kebijakan ini disambut gembira oleh masyarakat, utamanya mereka yang berpendapatan menengah ke bawah. Namun di sisi lain kurang mendapat sambutan pengelola sekolah. Mereka menilai sekolah gratis akan mengurangi inovasi untuk menghasilkan siswa yang inovatif. Pendidikan gratis juga akan memangkas anggarananggaran yang selama ini digunakan untuk membuat program terobosan untuk meningkatkan kualitas siswa. Baik menyangkut keilmuan, pendidikan karakter maupun muatan lokal lainnya. Namun sekali lagi pemerintah juga tak bergeming. Program pendidikan gratis tetap dilaksanakan dengan konsekuensi anggaran pendidikan dalam APBD maupun APBN ditingkatkan. Semua negara di dunia mengakui bahwa pendidikan akan mampu membawa bangsanya lebih baik. Pendidikan pula yang mampu mengangkat kualitas hidup warga negaranya dari kemiskinan. Oleh karenanya setiap bangsa yang ingin maju dan membebaskan warganya dari cengkraman kemiskinan dan kebodohan, menjadikan pendidikan sebagai ‘’kunci’’ sukses utama. Sebab, tanpa pendidikan yang berkualitas sangat tidak mungkin menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pula. Harus diakui, pascareformasi, perhatian terhadap dunia pendidikan di negeri ini jauh lebih baik. Salah satu yang dapat dijadikan tolok ukur adalah ditetapkannya anggaran pendidikan 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja nasional/ daerah. Walaupun banyak daerah yang belum menaati aturan yang dituangkan dalam undang-undang pendidikan tersebut, namun harus diakui bahwa berangsur-angsur lebih baik dari sebelumnya. Selain itu ada upaya terus-menerus dari daerah untuk memperbaiki komposisi APBD-nya utamanya dalam anggaran pendidikannya. Terlepas dari komitmen anggaran yang diwajibkan pemerintah, namun harus diakui para petinggi pendidikan masih mencari-cari pola untuk memajukan pendidikan di negeri ini. Sudah banyak hal diterapkan. Namun perubahan terus pula dilakukan. Tentu yang menjadi pertaruhan kita adalah mutu SDM ke depan. Jangan sampai mereka dijadikan kelinci percobaan. Apalagi saat ini anak didik sudah keberatan beban dalam mengikuti proses belajar mengajar. Secara kasatmata, kita lihat bagaimana siswa begitu sibuk dengan berbagai kegiatan inti maupun ekstrakurikuler di sekolah. Tidak hanya karena beban mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak fokus terhadap apa yang nanti mereka hadapi di jenjang pendidikan selanjutnya, juga berbagai kegiatan lain yang sejatinya tidak berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan si anak. Karenanya komitmen memajukan bangsa melalui pendidikan harus digelorakan di semua komponen bangsa. Sebab, diyakini dengan pendidikan baik akan menghasilkan SDM yang baik pula.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Kehilangan Kontak Teman

Sebagai sahabat dan teman seperjuangan, saya merindukan sahabat-sahabat saya. Sayangnya saya kehilangan kontak mereka. Lewat surat pembaca ini saya berharap bisa menemukan kontak rekan saya di antaranya; (1) I Nyoman Widja. Guru SD asal Kalapaksa, Singaraja. Kami berpisah di SD Sembung, Kec. Mengwi, Kab. Badung, tahun 1953 karena saya dipindahkan ke SD Pandakgede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Sejak itu hubungan kami terputus. (2) I Ketut Kodu. Guru SD Penyalin Tabanan asal Banyuning, Singaraja. Kemi berpisah di Asrama Jero Beng Tabanan tahun 1955, ketika saya memutuskan tinggal di Pandakgede supaya dekat dengan sekolah. Ingat Pak Well? (3) I Ketut Merta. Guru SMP Negeri asal Singaraja. Tahun 1955 pernah mengajar di SMP Negeri Tabanan, kemudian pindah ke SMP Negeri 1 Denpasar. Kalau tidak salah beliau di tahun 1956/1957 mengajar Ilmu Ukur. Di mana bapak sekarang? Bagi bapak/ibu atau keluarga beliau yang kebetulan dapat membaca surat saya ini dan mengetahui keberadaan beliau bertiga. Mohon hubungi saya di telepon (0361) 829034 dan HP 085 737 372913. Atas kesediaan saudara memberikan informasi, saya ucapkan terima kasih. Wayan Cekug Br. Pasekan, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung

Optimalisasi Debat Publik

Pemberitaan kampanye Pilkada Bali lebih marak dari pilkada di Kabupaten Klungkung dan Gianyar. Namun saya yakin para kandidat melakukan startegi masing-masing dalam merayu pemilih untuk merapat. Terlepas dari itu, saya tetap berharap para fanelis saat debat publik bisa menggiring kandidat menelorkan solusi untuk berbagai masalah Bali. Kandidat jangan terjebak isu-isu sekadar untuk menarik simpati pemilih. Jauh dari pada itu, kandidat harus menjawab permasalahan Bali terutama dalam membangun keseimbangan pembangunan Bali Selatan dan Utara. Tak hanya itu, infrastruktur Bali dan pengawalan tata ruang Bali juga harus jelas. Mohon KPU bisa mengelola debat publik untuk kepentingan optimalisasi pelibatan masyarakat Bali untuk memilih. Ni Kadek Dwiyani Gianyar, Bali

Tumbangnya Kultus Sekolah Unggul Beberapa perubahan penting sedang terjadi, memicu tumbuhnya harapan dan kegembiraan sosial terkait dunia pendidikan. Zonasi dan sekolah murah/gratis, dua kebijakan pendidikan mulai mengubah pandangan keliru masyarakat. Zonasi membongkar pengkultusan sekolah tertentu sebagai sekolah paling hebat, karena memiliki hak istimewa hanya membuka pintu bagi siswa unggul. Sementara itu, sekolah murah/ gratis membabat kebijakan-kebijakan yang didasarkan kepada prinsip bahwa “prestasi bisa dibeli”.

Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. onasi sebagai aturan atau sistem penerimaan peserta didik baru dianggap merugikan siswa cerdas. Mereka tidak bisa lagi diterima di sekolah kumpulan siswa hebat belaka dan memandang sebelah mata siswa bodoh. Orangtua siswa cerdas berpandangan, jika anak mereka diterima di sekolah yang sesuai zonanya, yaitu sekolah biasa saja, maka anaknya akan semakin bodoh karena ditulari oleh lingkungan siswa bodoh. Syukurnya pemerintah bergeming terhadap resistensi masyarakat. Zonasi tetap dijalankan walaupun mungkin dengan berat hati, terutama oleh sekolah-sekolah yang selama ini hanya menerima siswa unggul. Zonasi membuktikan dengan sangat jelas bahwa siswa hebat atau cerdas sama sekali bukan karena guru. Bukan! Tetapi karena memang faktor siswa dan dukungan keluarga. Zonasi juga “menelanjangi” para guru yang jemawa mengklaim segala prestasi siswa adalah karena dirinya. Mereka mengeluh dan putus asa menghadapi siswa bodoh di sekolahnya yang harus diterima. Maka, guru-guru ini tidak lagi mengajar seluruh siswa yang bercahaya “mutiara”. Kehebatan sekolah hingga saat ini belum bisa ditentukan oleh

Z

guru, namun yang paling menentukan adalah potensi siswa hebat. Harap mafhum, kiranya karena sangat langka guru yang hebat. Artinya, masih ada cerita panjang untuk meragukan kualitas profesional guru-guru. Zonasi akan memberi kesempatan bagi pemerataan perkembangan sekolah yang bertumpu pada faktor kehebatan siswa. Hal ini sangat ditentukan oleh potensi-potensi siswa yang ada di suatu zona. Hal inilah yang menjadi tujuan sistem zona. Pemerintah sedang menghancurkan bangunan pandangan lama masyarakat terhadap sekolah yang terkultus sebagai sekolah hebat dengan hak istimewa hanya mau menerima siswa unggul. Zonasi juga tengah menghancurkan sikap sekolah yang sangat diskriminatif terhadap siswa bodoh. Zonasi menyebar merata potensi-potensi unggul siswa sesuai pemetaan wilayah dalam zona-zona tertentu. Kekuatan pemerintah menjalankan kebijakan zonasi ini akan terus melemahkan resistensi masyarakat terhadap zonasi. Kelak masyarakat akan sadar bahwa siswa berkembang unggul bukan karena sekolah dan guru. Tetapi karena potensi siswa dan dukungan orangtua. Kultus sekolah unggul yang terbentuk dan dipercayai selama ini oleh masyarakat sangat keliru, mengingat hanya sekolah tertentu yang terpandang. Hanya

guru-guru yang mengajar di sekolah unggul itu saja patut dihormati. Masyarakat harus menerima zonasi ini dengan mengikuti prinsip yang dikembangkan oleh pemerintah, untuk menunjukkan bahwa di sekolah manapun bisa tumbuh siswa-siswa berprestasi hebat. Hal ini sangat bergantung pada potensi siswa. Jadi, prestasi siswa di sekolah unggul itu bukan karena guru. Kasarnya, dan hal ini mesti direnungi oleh orangtua siswa, para guru hanya mengakui kehebatan siswa. Dalam sasonggan Bali perilaku tersebut diungkapkan: negakin tain kebo. Pada umumnya, seorang guru telah mengajar di sekolah selama belasan tahun. Guru di sekolah unggul pun demikian. Maka zonasi bagi guru di sekolah unggul adalah pengalaman baru yang mengejutkan, bagaimana rasanya mengajar siswa bodoh. Hal ini menjadi titik balik yang merasa jadi guru hebat. Mereka menerima kondisi siswa yang bervariasi ini untuk lebih arif sebagai guru profesional. Mereka menghadapi siswa dalam variasi tinggi tingkat dan kualitas potensi. Sebelum masa zonasi diberlakukan, guru-guru di sekolah terkultus unggul atau hebat, cenderung memiliki beban lebih ringan dari guru di sekolah nonunggul. Guruguru di sekolah unggul cenderung berdalih bahwa ini sekolah unggul, maka siswalah yang harus

belajar dan berusaha sendiri. Yang pontang-panting adalah siswa dan orangtuanya. Maka siswa bertambah cerdas sebagai usaha mandiri. Di atas kondisi demikian, para guru di sekolah unggul memiliki rasa percaya diri tinggi dalam pergaulan. Mereka seperti menikmati kemuliaan dan kehormatan sosial. Padahal ini semua semu! Esai ini bermaksud mengajak para guru untuk lebih arif menerima kenyataan aneka potensi siswa. Secara empiris, guru bersemangat mengajar di kelas dengan kumpulan siswa pintar. Guru sangat tertarik dengan siswa-siswa wangi, cantik, ganteng, anak-anak keluarga terhormat, kaya, atau terpandang. Hal ini memang manusiawi. Namun tidak bisa tergelincir sampai membentuk sikap diskriminatif terhadap siswa-siswi antagonis keadaan tersebut. Tidak boleh dalam pikiran guru ada bangunan skemata keberpihakan dikhotomik kategorial pada siswa yang nyaris sempurna. Guru harus bersikap adil dan jujur bahwa sekolah adalah rumah bagi siswa dengan berbagai potensi. Bahkan guru harus lebih bekerja keras membantu siswa-siswa yang mengalami berbagai kemunduran. Siswa yang cerdas dan memiliki motivasi yang bagus sebenarnya sangat sedikit memerlukan peranan guru. Guru lebih banyak diperlukan oleh siswa-siswi “kelas bawah”. Maka dengan bercermin pada jiwa atau landasan keadilan dan pemerataan pada sistem zonasi ini, seyogyanya guru tidak hanya mengajar dalam pengertian formal tetapi lebih banyak tergerak hati dalam membantu siswa-siswi bawah. Guru dapat mengenali siapa mereka, dengan mendekatinya secara manusiawi, berbicara dari kedalaman jiwa untuk membuka pintu hati siswa tersebut. Guru harus

Meneropong Ajeg Bali di Tahun Baru Çaka 1940

SESUNGGUHNYA ajeg itu sama dengan konsisten. Seperti misalnya alam perputaran bumi mengelilingi matahari (solar system) atau bulan mengelilingi bumi (lunar system), atau gabungan keduanya (sistem lunisolar); arah pergerakannya konsisten, ajeg, tidak terpengaruh oleh kekuatan apa pun. Konsistensi perputaran alam tersebut kemudian dijadikan sistem dalam perhitungan hari/ bulan/tahun oleh manusia di bumi, misalnya tahun Çaka, Hijriah, Masehi, dan atau perputaran jarum jam, termasuk perputaran datangnya hari-hari suci, seperti Natal, Idul Fitri, Imlek, Waisak dan atau hari suci menyambut tahun baru Çaka dalam religi Bali yang disebut Nyepi. Dalam konteks religi Bali, selain memiliki hari suci Nyepi, ada banyak hari yang disucikan dalam kalender Bali, seperti Saraswati, Pagarwesi, Galungan, Kuningan, Tumpek Landep dll. Juga harihari piodalan di berbagai pura kahyangan jagat, seperti Besakih, Andakasa, Lempuyang, Silayukti, dsb. dan atau pada pura keluarga (kawitan/paibon). Sebagaimana diketahui, perhitungan datangnya hari Nyepi berbeda dengan perhitungan datangnya hari-hari suci dalam kalender Bali. Hari Nyepi menggunakan hitungan sasih (bulan) dalam tahun Çaka, datang setiap tahun pada tanggal 1 sasih Kedasa. Sedangkan hari-hari piodalan diberbagai pura tersebut datang setiap tujuh bulan atau setiap 210 hari, karena mengunakan hitungan Wariga. Dengan demikian, menjadi logis hari Nyepi bisa datang bersamaan dengan hari-hiri suci pada berbagai pura dimaksud. Seperti yang

Oleh I Wayan Sariasa terjadi di tahun Çaka 1940 ini, hari Nyepi dan Saraswati datang bersamaan pada hari Saniscara Umanis Watugunung, tanggal 17 Maret 2018. Kedua hari suci tersebut disuci-muliakan dengan pelaksanaan ritualnya masingmasing, kalau boleh dikatakan; suasananya berlawanan satu sama lain. Pelaksanaan hari Nyepi dalam rumusan catur berata Nyepi berlangsung dalam suasana kosong hening sepi, diam, tidak ada gerakan kerja, seperti tidak ada kehidupan. Sedangkan ritual hari suci Saraswati tidak akan bisa terlaksana dengan antar dan lancar jika dilakukan dengan cara berdiam diri tanpa ada gerakan kerja. Keadaan ini menjadi bagai makan buah simalakama jika dijalankan keduanya dan atau salah satunya. Walau demikian, bagi PHDI melalui kebijakannya Nomor 01/Kep/Pesamuan Madya PHDI Bali/XII/2017; kedua hari suci tersebut tetap dilaksanakan, dengan cara menggeser waktu pelaksanaan prosesi ritual hari Saraswati dari yang biasanya selama ini, yakni sudah harus puput sebelum jam 06.00, sebelum matahari terbit. Kebijakan PHDI tersebut sepertinya darurat menggunakan pergantian hari dalam hitungan tahun Hjriah atau tahun Masehi. Karena sebagaimana dipahami, pergantian hari dalam tahun Hijriah terjadi sejak saat setelah magrib atau sandyakala dan dalam hitungan tahun Masehi ter-

jadi sejak setelah jam 0.00 (tengah malam). Sedangkan dalam hitungan ajeg Bali yang menggunakan hitungan Pawarigaan, pergantian hari terjadi sejak setelah jam 06.00 Wita. Dengan demikian, manjadi maklum PHDI dengan kebijakannya tersebut di atas adalah demi terlaksananya kedua hari suci dimaksud, dan saat-saat itu memang sudah dalam periode hari Sabtu dalam hitungan tahun Hijriah atau Masehi dan juga belum waktunya Nyepi. Karena pelaksanaan Nyepi secara dresta ada jeda waktu selama 12 jam sejak setelah selesainya ritual Tawur Agung Kasanga, yang harus puput sebelum sandyakala pada tanggal 30 sasih Kasanga (akhir tahun Çaka), dan baru dilaksanakan 12 jam kemudian sejak setelah jam 06.00 pagi. Jika kebijakan PHDI tersebut dikatakan ajeg mengunakan hitungan berdasarkan Wariga, berarti pelaksanaan ritual hari suci Saraswati ditahun Çaka 1940 berlangsung masih pada posisi hari Jumat atau Sukra Kliwon, bukan Sansicara Umanis Watugunung. Dan tentu juga sudah disadari; tidak hanya hari Saraswati saja bisa bertemu bersamaan dengan hari Nyepi, tapi juga hari-hari suci lainnya dalam religi Bali tersebut di atas. Suatu saat nanti, harihari suci seperti Galungan, dll. atau piodalan di Pura Silayukti, dan lainnya tersebut di atas dapat dipastikan akan bersamaan datangnya dengan hari Nyepi. Jika keadaan ini terjadi, sebagai

penganut religi yang ajeg Bali, bagaimana harus menjalaninya? Apakah harus darurat menyesuaikan menggunakan hitungan pergantian hari yang non-ajeg Bali dan mengabaikan perhitungan pewarigaan agar dua hari suci yang berlangsung di hari yang bersamaan bisa dilaksanakan keduanya, walau spiritual dan ritualnya berbeda sama sekali, ataukah darurat menjalankan salah satu dari keduanya? Sesungguhnya dalam religi Bali sudah memiliki nilai yang ajeg Bali untuk mengkoridori keadaan yang dilematis tersebut, yakni dengan melaksanakan ritual ngaturang Piuning atau Guru Piduka pada hari sebelumnya, memohon kepada Tuhan untuk tidak menjalankan salah satu dari kedua hari suci dimaksud, dan dengan melalui koridor dimaksud diyakini sudah menjalankan keduanya. Yakin akan bernilai lebih magis jika ritual Mapiuning atau Guru Piduka dimaksud dilaksanakan bersamaan dengan waktu pelaksanaan ritual Tawur Agung Kasanga. Oleh karena itu, untuk tetap ajeg dalam bereligi Bali, keadaan dilematis yang pasti akan terjadi tersebut seyogianya diantisipasi sejak dini dengan suatu pedoman umum dan teknis oleh fungsi terkait. Pedoman yang masih dalam koridor ajeg Bali, bernilai konsisten, tidak goyah, tidak kacau, tidak “gam” atau Bali yang ber-”agama”. Bukankah “agama” itu berasal dari kata “gam” yang ketika ditambah awalan “a” itu berarti tidak kacau dan tetap ajeg adanya?

bisa masuk ke dalam relung jiwa siswa dan bekerja dari dalamnya, dengan penghayatan, penghargaan, pemahaman tinggi. Pada konteks inilah guru menjadi pendidik yang arif dan tidak lagi mengeluh dan menyalahkan siswa-siswi bodoh atau siswa-siswi kelas bahwah. Jika bertandang ke sekolah, bergaul, mendengar perbincangan di ruang guru ketika jam istirah, maka guru sering sekali mengeluhkan, meremehkan, memandang rendah, dan ujungnya menyalahkan siswa-siswi yang bodoh itu, yang jumlahnya bisa mencapai 80 persen. Mengapa guru tidak menerima kondisi tersebut sebagai sebuah panggilan jiwa dan ikhtiar profesionalisme? Mengapa mereka harus direndahkan? Mengapa mereka semua harus disalahkan? Sebaliknya, guru berdiskusi bersama secara teratur untuk menemukan pendekatan, metode dan teknik mengajar yang cocok dalam usaha bersama membantu mereka mencapai tujuan belajar yang sebenarnya, yang bukan berupa angka-angka nilai hasil katrol. Guru tidak juga boleh memandang hal itu sebagai “nasib” sosial. Guru harus menghadapi dan mengubahnya, sekecil apapun usaha dan hasilnya. Maka penting kiranya merenungkan kerendahan hati dan sekaligus keagungan maha tinggi ucapan Budha, “tidak perlu memindahkan batu besar tetapi sudah sangat berharga bisa memindahkan sebutir pasir”. Maka dengan itulah guru harus mendukung sistem zonasi ini, menjadi lebih realistis dan menyimpan segala keluhan dan sikap menyalahkan siswa yang bodoh. Tugas guru membantu mereka mencapai perubahan penting dan bermakna dalam hidupnya. Penulis: Dosen Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali.

POJOK Demokrat rekomendasikan perlonggar pajak. - Apalagi untuk ekonomi kecil. *** Kata Jokowi, pemilu jangan sampai mengganggu. - Peringatan bagi elite politik. *** Janji relokasi Banjar Bantas tak kunjung terealisasi. - Janji tinggal janji.

Penulis, Pemerhati Budaya Bali Tinggal di Jakarta.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Umanis, 12 Maret 2018

Pihak Desa Desak Dana PIK untuk Infrastruktur

Bapelitbang Arahkan untuk Pemberdayaan Tabanan (Bali Post) Program pembangunan yang dikemas pemerintah acapkali tidak sejalan dengan keinginan masyarakat. Seperti halnya program Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) yang merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk anggaran stimulan. Di sisi lain, masyarakat justru berharap program tersebut diarahkan untuk infrastruktur yang mendukung sektor pertanian. Seperti diungkapkan Perbekel Desa Kukuh, Marga, Tabanan, I Made Sugianto, Minggu (11/3) kemarin. Dia tidak sependapat jika dana PIK untuk program pemberdayaan seperti arahan dari Bapelitbang Kabupaten Tabanan. Kepala desa yang baru menjabat empat bulan tersebut menilai dana PIK paling tepat untuk pembangunan infrastruktur. Dikatakan, besaran dana PIK di Kecamatan Marga misalnya yang mencapai Rp 3,2 miliar lebih, jika dibagi rata dengan 16 desa masing-masing desa dapat Rp 200 juta. Dana itu baru bisa dicairkan pada tahun 2019. ‘’Bapelitbang Kabupaten Tabanan mengarahkan dana itu untuk pemberdayaan. Padahal di lapangan, desa membutuhkan perbaikan infrastruktur, utamanya jalan usaha tani,’’ ungkap Sugianto, Minggu kemarin. Menurut Sugianto, saat ini dana PIK belum tepat untuk pemberdayaan. Meskipun pemberdayaan sangat penting. Menurutnya, program pemberdayaan lebih baik memanfaatkan dana desa. Sementara dana PIK fokus untuk jalan usaha tani. Apalagi saat Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Marga, Bapetlitbang dinilai belum matang dengan tema ‘’Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Progresif Sektor Hulu dan Profitable Sektor Hilir’’. ‘’Temanya bagus, tapi penyampaiannya tidak dimengerti oleh perbekel. Lebih sederhana dan mudah dimengerti kalau dana itu diarahkan untuk perbaikan saluran irigasi maupun jalan usaha tani,’’ tandas Sugianto. Ia pun mengaku sering turun ke sawah bertemu petani dan melihat langsung kondisi jalan usaha tani. Menurut petani, mereka dulu bisa perbaiki saluran irigasi dengan memanfaatkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Provinsi Bali. Dana BKK hanya bisa untuk perbaikan di Bedugul (Pura Subak - red). Sehingga para petani sangat berharap bantuan berupa perbaikan saluran irigasi dan perbaikan jalan usaha tani. ‘’Permintaan petani di desa kami yakni perbaikan infrastruktur. Kami berharap Pemkab Tabanan bisa mengubah keputusannya, toh temanya tetap ke pertanian,’’ pinta Sugianto. Di sisi lain, Kepala Bapelitbang Tabanan IB Wiratmaja saat dikonfirmasi menjelaskan jika pemerintah daerah saat ini tengah berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan mengawali pengembangan di sektor hulu. ‘’Program ini diarahkan untuk pemberdayaan seperti proses pembibitan, pematangan lahan, pemupukan, panen dan pengolahan harus benar,’’ ucapnya. PIK, dijelaskan Wiratmaja merupakan stimulan untuk mendukung sektor pertanian khususnya pemberdayaan petani. Sementara untuk perbaikan infrastruktur sebenarnya bisa menggunakan dana lain, misalnya saja dana desa ataupun sumber dana dari APBD. Dana PIK boleh digunakan untuk infrastruktur sepanjang mendukung sektor pertanian. ‘’Kami tidak melarang membangun infrastruktur. Apa pun boleh dilakukan asal mendukung sektor pertanian,’’ tandasnya. Satu hal lagi yang ditegaskan Wiratmaja, jika dana PIK tidak bisa dibagi rata untuk setiap desa, tetapi sesuai dengan proposal yang diajukan masyarakat dan kelayakannya dinilai. ‘’Itu dikompetisikan, desa yang membuat program lebih bagus dan layak bisa mendapatkan lebih atau sebaliknya. Jadi tidak dibagi rata,’’ jelasnya. Diharapkan dengan program yang dibuat sebuah desa memberikan dampak positif bagi desa sekitarnya. Sehingga desa diharapkan membuat program yang baik yang bisa memberikan keuntungan bagi masyarakat. ‘’Jika sekarang jalan desa diperbaiki, apakah jalan desa bersentuhan langsung dengan sektor pertanian, itu yang harus diperhatikan,’’ pungkasnya. (kmb28)

Desa Pakraman Didorong Buat ”Pararem” Larang Pentas Joged Porno Tabanan (Bali Post) Citra kesenian Joged Bumbung akhir-akhir ini terus tercoreng akibat banyaknya pentas tari yang awalnya untuk pergaulan ini berbau pornografi. Upaya mengembalikan citra Joged Bumbung terus diupayakan melalui dukungan semua pihak. Salah satunya yakni melalui pararem di desa pakraman yang melarang digelarnya tarian Joged Bumbung porno. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan Ngurah Supanji dalam workshop dengan tema “Tingkatkan Soliditas Bersama Antar-Umat Beragama untuk Mewujudkan Kepekaan Sosial, Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI”. Workshop tersebut dilangsungkan di Ruang Rapat lantai tiga Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (10/3). Workshop merupakan rangkaian kegiatan memperingati Ulang Tahun ke30 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Tabanan. Kegiatan ini diharapkan mampu mengembalikan pakem-pakem seni dari Joged Bumbung, seperti layaknya tarian joged pertama-kalinya diperkenalkan dalam pergaulan masyarakat Bali. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan Ngurah Supanji menjelaskan, dipilihnya Joged Bumbung sebagai bahan workshop tidak lain karena tercorengnya citra jogged bumbung akhir-akhir ini akibat banyak sekali bergeliat jogedjoged porno. “Joged bumbung awalnya adalah tari pergaulan, berkembang dan terus berkembang sehingga banyak yang mulai keluar dari pakem-pakemnya, dan

bahkan banyak yang mengarah ke porno. Tarian ini tidak lagi memberikan pendidikan, tidak lagi memberikan tuntunan moral. Justru malah merusak moral, karena sudah melanggar dharmaning sesolahan”, kata Supanji. Dijelaskan juga, dengan begitu gencarnya hujatan kebencian baik di dunia maya dan media sosial, pihaknya berharap bisa menemukan kesepahaman dan kesepakatan lagi untuk dijadikan pedoman bersama. ”Dan hari ini kita sepakat kembalikan Joged Bumbung ke kaidah seni tari aslinya, dengan mendorong desa pakraman menerbitkan pararem melarang Joged Bumbung porno. Mendorong kepedulian pihak kepolisian dalam upaya mengawasi pornografi dan porno aksi. Karena yang kena sanksi nantinya adalah penari,

sekaa, pengibing, pengunduh dan yang nanggap,” jelasnya. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tabanan menambahkan, klasifikasi tarian Bali itu sekarang sudah tidak ada atau mulai ditinggalkan. Tarian yang semestinya bukan untuk di pura, dipaksakan di pura. Dan para penari umumnya, seenaknya, hanya ingin supaya ada yang tertawa dengan meruntuhkan martabat dan wibawa orang, itu disebabkan karena kebutuhan dan selera pasar saat ini.

Hal serupa juga dilontarkan Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra, “Kita kembalikan dan tempatkan kembali cita rasa seni yang ada sesuai fungsinya masing-masing”, imbuhnya. Workshop dihadiri Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Sekkab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Ketua WHDI Tabanan Ny. Putriningsih Ariwangsa, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan IGN Supanji, Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra, dan Kepala Kementerian

Agama Tabanan, serta seluruh undangan yang beserta hadir saat itu. Workshop sehari tersebut semakin meriah dan berlangsung dengan suka-cita. Saat workshop berlangsung, ada pementasan satu penari Joged Bumbung, di mana penari menari dengan sangat eloknya meski tanpa embel-embel pornografi. Dan bahkan saat itu Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan Ny. Putriningsih Wirna Ariwangsa terlibat selaku pengibing. (kmb28)

Segera Dibangun Rumah Makan Desa

BUPATI Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menerima audiensi Perusahaan Daerah (PD) Dharma Santika Tabanan, Jumat (9/3) di ruang kerjanya. Kedatangan PDDS pada hari itu untuk menyampaikan perkembangan rencana pembangunan Rumah Makan Desa di Tanah Lot yang saat ini sedang disusun Detail Engineering Design (DED)-nya. Terkait hal tersebut, Bupati Eka memberikan apresiasi yang positif, pihaknya berharap menu yang dijual di Rumah Makan Desa mengangkat kuliner Tabanan, terutama kuliner yang sudah terlibat dalam Festival Kuliner Tanah Lot 2017 lalu. ‘’Rumah Makan Desa ini harus menjadi representasi Tabanan, yang bisa menggali potensi dan mengangkat kuliner khas daerah Tabanan. Dengan merangkul usaha kuliner di Tabanan kita akan menjadikan usaha kaki lima

AUDIENSI - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menerima audiensi Perusahaan Daerah (PD) Dharma Santika Tabanan, Jumat (9/3), di ruang kerjanya terkait pembangunan Rumah Makan Desa di Tanah Lot. menjadi bintang lima. Saya juga ingin mengetes cita rasa untuk menu yang akan dijual,’’ ungkap Bupati Eka. Bupati Eka juga akan mengomunikasikan ke DPRD tentang konsep rumah makan

Dibutuhkan Rp 2,5 Miliar, Dianggarkan Hanya Rp 1,5 Miliar didampingi Sekdis I Made Kristiadi belum lama ini mengungkapkan, sejak program ini diluncurkan sudah mendapat sambutan antusias masyarakat Tabanan. Setiap tahun dana yang disiapkan selalu habis terserap dan dipastikan kurang. Sehingga bagi warga yang belum dapat, terpaksa ditunda dan akan dicairkan pada tahun anggaran berikutnya. Sama halnya dengan tahun sebelumnya, di tahun 2017 anggaran Santimas sudah habis sampai bulan November. Dan sekitar 150 pemohon di tahun 2017 nantinya akan di-cover di tahun anggaran 2018. Sayangnya di tengah banyaknya pemohon, tahun 2018 untuk program

Bali Post/kmb28

JOGED - Atraksi tarian joged memeriahkan HUT ke-30 WHDI Tabanan.

Tanah Lot Angkat Kuliner Khas Tabanan

Dana Santunan Kematian

Tabanan (Bali Post) Program Santunan Kematian Masyarakat (Santimas) yang dibuat Pemkab Tabanan sejak beberapa tahun terakhir sangat diminati masyarakat. Terbukti setiap tahun seluruh dana yang tersedia tersedot habis bahkan kurang. Anggaran Santimas di tahun 2017 sebesar Rp 1,5 miliar, bahkan sudah habis di bulan November 2017 kemarin. Ini berarti kebutuhan masyarakat akan santunan ini tidak semuanya dapat dipenuhi dari dana yang telah dianggarkan. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan I Gusti Agung Rai Dwipayana

7

TABANAN

Santimas lagi-lagi dianggarkan dana sebesar Rp 1,5 miliar. ‘’Untuk 150 pemohon yang belum ter-cover di 2017, bisa terealisasi tahun ini,’’ ucapnya. Mantan Kabag Kesra ini menambahkan, program ini sangat dirasakan masyarakat. Meski nilainya tidak besar hanya Rp 1 juta, namun sangat membantu warga. Untuk itu pihaknya berharap agar program ini dapat terus berjalan dan dananya semakin meningkat. Menurutnya, dengan permintaan yang terus meningkat, dibutuhkan dana sekitar Rp 2,5 miliar per tahun agar semua permohonan bisa dibantu pada tahun berjalan. ‘’Idealnya sekitar Rp 2,5 miliar

baru mencukupi,’’ katanya. Disebutkan, untuk proses permohonan dana Santimas ini tidaklah sulit. Pemohon tinggal membuat surat keterangan kematian yang formatnya sudah ada di desa diketahui camat. Surat tersebut dibawa ke Disdukcapil dan kelengkapan persyaratan untuk diproses. ‘’Kalau syaratnya sudah lengkap, segera bisa dicairkan lewat rekening,’’ pungkasnya. Ia juga mengakui ada juga masyarakat yang enggan mengurus Santimas dan lebih memilih mengurus akta kematian saja. Karena pengurusan Santimas dibatasi selama 30 hari setelah kematian. (kmb28)

Bali Post/kmb28

SANTIMAS - Suasana pelayanan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tabanan.

ini dan diharapkan nanti bisa di-support tentang penambahan penyertaan modal daerah untuk pembangunannya. Lebih lanjut pihaknya meminta PDDS untuk terusmenerus berkomunikasi dan

berkoordinasi agar pembangunan Rumah Makan Desa ini dapat berjalan lancar. ‘’Terus lakukan komunikasi dan koordinasi, diharapkan setiap minggu untuk dapat memberikan progres serta mengonsultasikan perkembangan Rumah Makan Desa ini,’’ ucapnya. Dalam audiensi tersebut, Bupati Eka mengarahkan agar produk BUMDes dan UMKM Tabanan bisa dijadikan suvenir setiap ada kunjungan studi banding dari luar. Bupati juga mengapresiasi PDDS yang merencanakan membangun toko oleh-oleh dan coffe shop di areal parkir BUMDa. ‘’Dengan begitu produk Tabanan akan semakin dikenal,’’ ujarnya. Bupati Eka juga menambahkan, terkait kontrak SPK dengan 13 toko modern, di mana saat ini baru turun perbupnya. ‘’Pertemuan terkait pembahasan toko modern nanti akan dilakukan, saya

minta OPD terkait untuk memfasilitasi pertemuan ini agar bisa segera,’’ imbuhnya. Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah Dharma Santika Putu Sugi Darmawan mengungkapkan, saat ini proses pembangunan Rumah Makan Desa sampai pada tahap pembuatan denah lokasi serta gambar 3 dimensi yang akan terus disempurnakan agar mencerminkan suasana desa di Tabanan. ‘’Kami juga sudah mendesain interior agar sesuai konsep Rumah Makan Desa. Setelah itu baru akan didetailkan lagi tentang pembiayaan yang akan dibutuhkan untuk membangun rumah makan tersebut,’’ ungkapnya. Pihaknya berharap dalam satu bulan DED sudah selesai sehingga bisa melangkah ke proses pembangunannya. ‘’Mudah-mudahan setelah hari raya Nyepi sudah bisa kami eksekusi pembangunannya,’’ imbuhnya. (ad559)


KARANGASEM

8

Senin Umanis, 12 Maret 2018

Gara-gara Erupsi Gunung Agung

Muni Stres, Pilih Minggat dari Rumah Amlapura (Bali Post) Diduga karena tekanan psikologis dampak dari erupsi Gunung Agung, seorang wanita paruh baya asal Banjar Dangin Pasar, Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, minggat dari rumahnya. Ni Ketut Muni (54) sudah menghilang sejak Sabtu (3/3) lalu. Keberadaan Muni hingga Minggu (11/3) kemarin belum diketahui secara pasti. Bukan hanya karena sudah lama tak pulang yang membuat keluarga Muni cemas. Mereka sangat khawatir karena dia pergi berbekal sebilah pisau dapur. Ada ketakutan bahwa Muni yang stres sejak awal-awal kejadian pengungsian akan mengakhiri nyawanya sendiri. ‘’Begitu kejadian pengungsian, dia (Muni - red) seketika menunjukkan perilaku yang tak biasa. Dia pergi Kamis siang, tak bilang mau pergi ke mana,’’ ungkap I Komang Sujati (30), keponakan Muni, saat melapor ke Mapolsek Rendang. Sujati melapor Kamis (8/3) lalu atau lima hari setelah Muni menghilang. Sebelum melapor, dia bersama keluarga dan sejumlah warga sudah berusaha melakukan pencarian. Terakhir kali Muni meninggalkan rumah diketahui memakai celana panjang berwarna putih, tapi bajunya tidak jelas. Rambutnya sebahu sudah mulai beruban, tinggi badannya sekitar 162 cm. Kapolsek Rendang Kompol I Nengah Berata, Minggu (11/3) kemarin, membenarkan pihaknya sedang menangani laporan orang hilang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Berata mengaku sudah mengerahkan anak buahnya melakukan penyisiran di tempat-tempat yang biasa dilalui ataupun disinggahi korban. Pencarian dibantu warga dan keluarga korban. Pencarian juga dilakukan di tempat-tempat yang dianggap rawan seperti di aliran sungai yang biasa dilalui Muni, seperti Sungai Tuug dan Sungai Tinggaan di Rendang, Pencarian juga dilakukan sampai perbatasan Sungai Segah di Banjar Segah, Desa Nongan, namun sampai saat ini hasilnya masih nihil. ‘’Belum ada titik terang. Besok (hari ini - red) kita lanjutkan lagi,’’ katanya. Berata mengakui bahwa berdasarkan keterangan pihak keluarga, Muni disebutkan mengalami gangguan kejiawaan. Kondisi itu dialami sejak empat bulan terakhir, tepatnya sejak Gunung Agung mulai mengalami erupsi. ‘’Terlapor belum menikah dan selama ini kerja serabutan. Setelah erupsi dia tak punya pekerjaan lagi, mungkin itu yang membuat dia stres,’’ ungkapnya. (kmb)

Kapolres Karangasem Promosi Jabatan ke Jateng Amlapura (Bali Post) Belum genap setahun bertugas di Karangasem, Kapolres Karangasem AKBP I Wayan Gede Ardana harus meninggalkan Bumi Lahar. Kapolres asal Padang Tunggal, Selat, Karangasem ini, promosi jabatan baru k e P o l d a J a t e ng s e bagai Kabag Binkar ROSDM. Posisinya sebagai Kapolres Karangasem kabarnya akan digantikan oleh AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres BanBali Post/kmb31 gli. AKBP I Wayan Gede Ardana AKBP Gede Ardana saat dihubungi mengakui perihal adanya tugas baru bagi dirinya itu. Dia menegaskan, setiap tugas baru harus diemban dengan penuh tanggung jawab. ‘’Ya, naik eselon. Promosi ke Jateng, untuk jenjang karier ke depan,’’ kata Ardana, Minggu (11/3) kemarin. AKBP Gede Ardana resmi bertugas ke Karangasem sejak 24 Mei 2017 lalu. Kepindahannya dari Karangasem tergolong cepat karena belum genap setahun bertugas di Karangasem. Selama bertugas, Kapolres bersama jajaran forkompinda lainnya di Karangasem lebih banyak disibukkan dengan penanganan dampak erupsi Gunung Agung, khususnya mengevakuasi masyarakat di daerah rawan bencana yang membandel tak mau mengungsi. Tugas lainnya juga sekaligus mengamankan daerah rawan bencana, agar tidak ada warga yang nekat mendekati Gunung Agung kala itu. Selain dampak erupsi Gunung Agung, selama bertugas di Karangasem AKBP Gede Ardana juga direpotkan dengan persoalan pelik galian C di Karangasem serta adanya pro-kontra masalah depo pasir. Hingga kini persoalan tersebut cenderung memanas dan sempat saling hadang antara sopir dari Karangasem dan Buleleng. Selama AKBP Gede Ardana bertugas di Karangasem, situasi bumi lahar relatif aman. Tidak ada gejolak yang mengganggu keamanan dan stabilitas wilayah Karangasem. Belum diketahui, kapan proses Sertijab Kapolres baru akan digelar di Polda Bali. AKBP Gede Ardana sendiri juga sudah membenarkan kalau penggantinya dari Polres Bangli. (kmb31)

Bali Post/kmb31

HAMA - Seorang petani sedang melakukan kegiatan untuk mengatasi serangan hama tungro yang mengancam panen mereka. Hektaran sawah di dua subak terancam gagal panen.

Serangan Hama Rusak Hektaran Tanaman Padi

Amlapura (Bali Post) Kesulitan petani menghadapi serangan hama, tak kunjung bisa diatasi. Ancaman gagal panen kini kembali menghantui para petani di dua subak di Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem. Subak tersebut masing-masing di Subak Gatep dan Subak Ulunsui. Hektaran tanaman padi milik warga di dua subak ini daunnya tiba-tiba menguning seperti terbakar akibat terjangan angin Sasih

Kaulu dan serangan hama tungro. Salah satu petani di Subak Ulunsui I Made Guru, Minggu (11/3) kemarin mengungkapkan, dia dan petani lainnya mengaku sudah mengeluarkan biaya yang cukup banyak guna menyelamatkan tanaman padinya. Namun itu tidak banyak berpengaruh. Akhirnya para petani di dua subak ini hanya bisa pasrah, dan berharap serangan hama ini bisa tertangani. Sementara

luas lahan pertanian yang terserang hama dan terjangan angin sasih kaulu mencapai dua hektar lebih. Berbagai upaya telah dilakukan olehnya dan petani di dua subak tersebut untuk mengatasi serangan hama tungro yang cukup ganas. Yakni dengan melakukan pemupukan dan penyemprotan pembasmi hama. Namun, usaha itu seolah tidak mempan dan tanaman padi petani tetap saja rusak. Selain hama tungro terjan-

gan angin sasih kaulu juga cukup berpengaruh pada rusaknya tanaman padi petani. “Angin kaulu-nya yang menyebabkan daunnya menguning, selain itu juga karena serangan hama tungro,” kata Made Guru, belum lama ini. Sementara itu terkait dengan ancaman gagal panen yang sudah di depan mata ini, dia dan petani lainnya di dua subak ini berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, utamanya

soal kesulitan pangan yang dihadapi petani. Mengingat hampir sebagian besar petani di desa ini hidup dari hasil pertanian. “Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah,” ucapnya. Hama tungro menjadi salah satu hama yang paling membuat para petani di dua subak ini galau. Karena kendati para petani di subak ini sudah mengatur masa tanam, namun tetap juga hama ini menyerang. (kmb31)

Alasan SDN 5 Bugbug Layak Di-’’regrouping’’

Jumlah Siswa Sudah Tak Penuhi Standar Minimum Amlapura (Bali Post) -

Rencana untuk me-regrouping SDN 5 Bugbug sudah bergulir sejak setahun lalu dan sudah disepakati seluruh komponen di Desa Bugbug. Desakan regrouping didasarkan alasan, selain adanya rencana jangka panjang dalam pembangunan desa setempat, SDN 5 Bugbug jumlah siswanya setiap tahun terus menurun. Tahun 2017/2018, jumlah siswa kelas I hanya delapan orang. Ini dinilai sudah tidak memenuhi Standar Pemenuhan Minimum (SPM). Data yang diperoleh dari dokumen usulan regrouping pihak Desa Bugbug, dalam empat tahun terakhir, jumlah siswa di sekolah ini terus menurun. Menurut tokoh pendidikan di desa setempat, Wayan Merta, M.Pd., dalam situasi seperti ini pelaksanaan kegiatan belajar jelas menjadi tidak efektif. Sekolah ini sudah tidak representatif untuk dipertahankan. ‘’Kalau kita pakai asas efektivitas, jelas sekolah ini sudah harus di-regrouping,’’ kata Merta saat ditemui di sekitar SDN 5

Bugbug, belum lama ini. SPM merupakan tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar, sekaligus sebagai acuan dalam perencanaan program dan penganggaran pencapaian target masing-masing daerah kabupaten/kota. Oleh karena itu, pihaknya juga mendesak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Karangasem untuk segera bersikap terhadap usulan pihak desa yang sudah disampaikan sejak 18 Juli 2017 lalu. Sebab, sampai sekarang pihak desa belum menerima

jawaban atau tanggapan Dinas Pendidikan secara resmi terhadap usulan tersebut. Seluruh aparat desa sudah duduk bersama membahas permasalahan ini, bahkan sudah membuat kajiannya untuk ditelaah Dinas Pendidikan Karangasem. ‘’Tidak usah khawatir dengan pendidikan anak-anak. Di Desa Bugbug masih ada empat SD lainnya. Lokasinya juga tak terlalu jauh,’’ tegas Merta. Sebagaimana diberitakan, Desa Bugbug Kecamatan Karangasem mengajukan

permohonan untuk me-regrouping SDN 5 Bugbug. Permohonan tersebut sudah disampaikan melalui surat resmi Perbekel Desa Bugbug sejak Juli tahun 2017 lalu kepada Bupati Karangasem. Tetapi sampai sekarang, belum mendapat respons dari OPD terkait, terutama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem. Permintaan untuk meregrouping sekolah ini, melihat animo siswa yang ingin bersekolah di sana, setiap tahun terus menurun. Selain itu, merespons aspirasi masyarakat setempat yang berkembang, tempat itu rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangunan gedung baru Perbekel Bugbug lengkap dengan kantor perangkat

desanya. Terlebih, sesuai dengan tuntutan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bahwa semua perangkat desa harus memberikan pelayanan yang teritegrasi satu kantor dengan staf perbekel. Pihak Disdikpora Karangasem melalui kepalanya, I Gusti Ngurah Kartika, belum memberikan lampu hijau dengan pertimbangan masih ada siswa di SDN 5 Bugbug, meski jumlahnya sedikit. Kecuali memang sama sekali tidak ada siswa lagi yang bersekolah, kemungkinan dilakukan regrouping masih terbuka. ‘’Banyak aspek yang harus dipikirkan. Kami berharap Desa Bugbug bisa bersabar, karena kami masih mengkajinya lagi,’’ tegas Gusti Kartika. (kmb31)

Atasi Masalah Harga Anjlok, Produk Olahan Salak Digenjot Dilema yang dihadapi petani biasanya adalah mengenai harga yang fluktuatif. Namun yang pasti, di saat panen raya harga produk pertanian anjlok. Strategi yang paling umum diterapkan dalam kondisi seperti ini adalah dengan mengolah buah hasil panen menjadi produk olahan agar nilai ekonomisnya terjaga. Seperti yang dilakukan petani salak di Karangasem di bawah binaan Dinas Pertanian Karangasem. Harga buah salak saat ini sedang berada di level rendah karena di pasaran harus bersaing dengan buah-buahan lokal lain yang juga sedang musim panen. Meskipun harga sedang anjlok, petani salak di Karangasem tetap tak kehilangan pasar terlebih jenis salak gula pasir yang memiliki tekstur dan rasa yang unik. ‘’Salak gula pasir tetap paling laku, memang saat ini harganya ada di kisaran Rp 10 ribu per kilogram,’’ ujar Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Karangasem I Komang Cenik, Minggu (11/3) kemarin.

Cenik mengatakan, Januari sampai Maret harga salak memang biasanya agak merosot, namun berdasarkan pengalaman setelah Maret harga akan berangsur-angsur normal. Perbaikan harga biasanya tak hanya berlaku untuk salak gula pasir, tapi juga salak biasa yang kini mulai banyak dimanfaatkan untuk membuat produk olahan. Salak produksi petani Karangasem diklasifikasikan dalam tiga kelompok kualitas yakni A, B dan C yang diukur berdasarkan ukuran buah. Salak kualitas A dan B

langsung dipasarkan dalam bentuk buah segar, sedangkan kualitas C yang harga dasarnya lebih murah diolah menjadi berbagai jenis produk olahan mulai dari kripik, manisan hingga pia salak. ‘’Yang kualitas C harganya sekarang di kisaran Rp 1.500 per kilogram. Dipilih menjadi bahan baku produk olahan karena lebih ekonomis,’’ ungkap Cenik. Pria berbadan tambun ini mengatakan saat ini di Karangasem sudah banyak tumbuh industri rumah tangga yang berbasis buah salak. Industri rumah tangga yang memanfaatkan buah salak tak hanya ada di daerah-daerah penghasil salak, tapi juga di kecamatan lain. Salah satunya KWT Putri Mandiri di Kecamatan Sidemen yang memproduksi berbagai jenis oleh-oleh berbahan dasar salak termasuk teh kulit salak. Hadirnya industri-industri kecil itu su-

dah mampu menyerap sekitar 20 persen total produksi salak Karangasem. Selain usaha binaan Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian Perdagangan, belakangan juga mulai tumbuh usaha mandiri yang memproduksi camilan setengah jadi. Usaha sejenis di antaranya ada di wilayah Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem dengan bahan dasar salak kualitas C. Produk olahan setengah jadi itu dipasok untuk pasar Surabaya. ‘’Daging salak dipecah menjadi dua, lalu disimpan dalam tong, digarami. Usaha ini menyerap cukup banyak tenaga kerja,’’ jelas Cenik. Sementara untuk jenis salak gula pasir, Cenik mengatakan permitaan masih sangat tinggi. Tingginya permintaan itu pula yang membuat petani di Karangasem tidak membuat produk olahan dari salak gula pasir. (kmb)

OLAHAN SALAK - Beragam produk olahan dari buah salak ditampilkan dalam sebuah acara di Karangasem.


GIANYAR

Senin Umanis, 12 Maret 2018

9

Diduga Pungli, Klian Banjar Diringkus Polisi

Gianyar (Bali Post) Satgas Tindak UPP Saber Pungli Kabupaten Gianyar mengamankan Klian Banjar Margasengkala Desa Bedulu berinisial Nyoman S. Pria 47 tahun ini diringkus saat berada di kantor Desa Bedulu pada Jumat (9/3). Nyoman S diduga telah melakukan pungli penerbitan dokumen kependudukan. MELASTI - Upacara melasti di Pura Tirta Empul, Minggu (11/3) kemarin.

Bali Post/nik

Rangkaian Karya di Pura Penataran Sasih

”Melasti” Digelar di Pura Tirta Empul

Gianyar (Bali Post) Ribuan krama Desa Pejeng mengikuti upacara melasti di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Minggu (11/3) kemarin. Upacara ini digelar serangkaian karya padudusan di Pura Penataran Sasih. Usai melasti, Ida Batara Sasuhunan Pura Penataran Sasih akan dihaturkan upacara panyineban. Ditemui di sela-sela upacara, Bendesa Pakraman Jero Kuta Pejeng Cokorda Gde Putra Pemayun menerangkan, tempat untuk prosesi melasti ini dipilih secara bergiliran

setiap tahun. Jika tahun ini dilangsungkan di Pura Tirta Empul, tahun depan melasti dilangsungkan di Pura Penataran Sasih atau diistilahkan ngubeng dan tahun berikutnya melasti ke Pantai Masceti, begitu seterusnya. ‘’Kebetulan juga prosesi melasti ini bersamaan dengan melasti serangkaian hari raya Nyepi,’’ jelasnya. Sementara, untuk prosesi melasti kemarin, ribuan warga Pejeng telah bersiap di Pura Penataran Sasih sekitar pukul 07.00 wita. Selain Ida Batara Pura Penataran Sasih

dan Ida Batara Sasuhunan di Pura-pura di Jero Kuta Pejeng, prosesi melasti di Pura Tirta Empul ini juga diikuti Ida Batara Sasuhunan Manca-manca (luar Desa Pakraman Jero Kuta Pejeng). ‘’Sedikitnya ada sebanyak 10 sasuhunan yang ikut dalam prosesi melasti ini,’’ jelasnya. Sekitar pukul 08.30 wita, prosesi melasti dimulai dengan di-puput Ida Pedanda Wayahan Bun dari Geriya Sanur, Pejeng. Setelah melakukan persembahyangan bersama, seluruh prosesi melasti pun usai sekitar pukul 11.20

Menambah Daya Tarik

MANDALA Wisata Samuan Tiga dahulu merupakan tempat pertunjukan kesenian yang ramai dikunjungi wisatawan. Berlokasi di kawasan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Blahbatuh, kawasan ini dulu cukup

terkenal. Namun sayang, kini tempat yang diresmikan oleh Presiden ke-2 RI Soeharto ini justru terbengkalai. Padahal di lokasi tersebut masih terdapat ukiran karya maestro seperti Lampad. Bagi calon Bupati Gianyar Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah, secara geografis kawasan ini sangat strategis untuk dikembangkan mengingat satu jalur dengan tempat wisata spiritual seperti Pura Penataran Sasih dan Pura Tirta Empul di Kecamatan Tampaksiring. Daya tarik Mandala Wisata Samuan Tiga yang sudah ada seperti ukiran dan lukisan, perlu dilestarikan dan diperkenalkan ke wisatawan. Namun, guna mengoptimalkan kawasan ini, revitalisasi

wita. Selanjutnya, krama kembali ngiring Ida Batara mawali budal. Ida Batara Sasuhunan Pura Penataran Sasih diiring dari Pura Tirta Empul dengan berjalan kaki sampai di kawasan bukit. Hal ini dilakukan karena, di sejumlah perempatan dan persimpangan di sepanjang jalur tersebut, dilangsungkan sejumlah prosesi. ‘’Usai melasti, Ida Batara Sasuhunan Pura Penataran Sasih akan dihaturkan upacara panyineban,’’ katanya. (kmb35)

Informasi dihimpun, penangkapan ini berawal dari informasi mengenai adanya oknum perangkat Banjar Margasengkala yang mampu menerbitkan KTP dan KK penduduk dari luar wilayah. Satgas Tindak UPP Saber Pungli Kabupaten Gianyar yang melakukan pendalaman informasi ini, akhirnya mengantongi identitas Nyoman S. Tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deny Septiawan akhirnya melakukan penangkapan terhadap Nyoman S yang merupakan Klian Dinas Banjar Margasengkala. Saat penangkapan di kantor Desa Bedulu, Jumat siang sekitar pukul 11.30 Wita itu, Nyoman S diketahui baru saja menerima uang sebesar Rp 400 ribu untuk penerbitan KK atas nama Oktaf Daeng Sewang Solder. Polisi yang mendapati temuan ini, lantas membawa Nyoman S dengan barang bukti ke Mapolres Gianyar. Sementara itu, Perbekel Desa Bedulu Ketut Rinata mengaku tidak tahu persis peristiwa penangkapan terhadap Klian Dinas Banjar Margasengkala. Namun, ia membenarkan penangkapan terhadap Nyoman S. ‘’Ya, dia memang klian di sini. Yang jelas, sekarang dia ada di rumah. Sementara dia kena wajib lapor,’’ ucapnya. Ketut Rinata juga mengaku sempat berkun-

perspektif

sangat penting dilakukan. Revitalisasi kawasan juga harus didukung branding serta marketing yang kuat agar mampu menjadi tempat wisata pilihan wisatawan. ‘’Harus mempunyai spesialisasi. Dan pemerintahlah yang bisa menggerakkan,’’ terangnya. Dengan penataan yang tepat, diyakini tidak hanya mampu menarik minat wisatawan mancanegara, tetapi juga wisatawan lokal yang ingin mengetahui kekayaan budaya. ‘’Di sini yang penting SDM. Guide harus stand-by memberikan penjelasan historis, minimal buku kecil untuk marketing,’’ jelasnya. Cok Ibah pun berkomitmen menjalankan visi Kertha-Maha terkait pelestarian budaya untuk situs Mandala Wisata Samuan Tiga. (kmb35)

jung ke rumah Nyoman S pada Minggu (11/3) pagi kemarin. Dia bermaksud mengonfirmasi penangkapan yang dilakukan terhadap Nyoman S. ‘’Saya sempat ketemu tadi pagi di rumahnya, ya menanyakan ini (dugaan pungli - red),’’ katanya. Disinggung terkait kebenaran Nyoman S bisa menerbitkan dan memungut bayaran untuk pembuatan KTP dan KK, Rinata mengaku tidak tahu-menahu terkait hal itu. Ia mengatakan, masih menunggu hasil pemeriksaan aparat kepolisian. ‘’Ini masih diusut oleh aparat kepolisian. Seperti yang meminta mengurus surat, itu kan dicocokkan,’’ katanya. Rinata mengungkapkan, Banjar Margasengkala Desa Bedulu memang didominasi penduduk pendatang. Jumlah penduduk pendatang di kawasan ini diperkirakan sudah mendekati 250 KK. Sementara penduduk lokal hanya 80 KK. Disinggung terkait aturan penerbitan kartu kependudukan untuk warga pendatang, Rinata menegaskan, sesuai aturan hal itu dimungkinkan sepanjang memenuhi sejumlah persyaratan seperti surat pindah dan sudah bertahun-tahun tinggal di suatu wilayah. ‘’Aturan memang membolehkan sepanjang persyaratan itu dipenuhi, apalagi sekarang e-KTP pasti single dan tidak akan bisa membuat ganda,’’ tegasnya. (kmb35)

Topik : MANDALA WISATA SAMUAN TIGA

Pemindahan Ukiran Lampad

Mandala Wisata Samuan Tiga sudah lama terbengkalai. Berbagai kendala pun akan mengganjal upaya revitalisasi kawasan tersebut. Maka dari itu, calon Bupati Gianyar Made Mahayastra menyebutkan, pilihan yang masih memungkinkan justru menyelamatkan kekayaan budaya di dalamnya. Mantan Wakil Bupati Gianyar ini menyampaikan, ukiran karya maestro Lampad yang disimpan di Mandala Wisata Samuan Tiga perlu dipindahkan. Dalam artian, ukiran itu disimpan di museum yang nantinya tidak hanya mampu

menjadi daya tarik pariwisata tetapi juga edukasi bagi generasi berikutnya. Bagi Mahayastra, ukiran tersebut memiliki nilai historis. Jika diukur dengan materi, nilainya sangatlah tinggi. ‘’Ukiran itu merupakan karya Lampad, yang lukisannya saja bisa bernilai miliaran rupiah,’’ ungkapnya. Ke mana sebaiknya ukiranukiran itu dipindah? Mahayastra mengaku ke depan akan mencarikan tempat yang representatif. ‘’Mandala Wisata ini kan dekat de-

ngan pura. Saya kira kurang pas di sana. Tapi, karya ukiran ini harus diselamatkan,’’ katanya. (kmb35)


JEMBRANA

10 SOSOK

Senin Umanis, 12 Maret 2018

Hijaukan Gang SEJUMLAH upaya menghijaukan pekarangan gang-gang di sejumlah kelurahan digalakkan. Salah satunya di Kelurahan Pendem yang saat ini sudah 17 gang dilakukan penataan melibatkan partisipasi masyarakat. Gang-gang sempit yang dulunya kumuh, kini ditata dengan berbagai ornamen yang mengesankan kebersihan. Seperti mengecat warnawarni tembok gang, mural hingga penanaman tanaman toga dan hias. Termasuk gang-gang sempit di sekitar Bali Post/olo Pasar Umum Negara yang dulunya kumal, kini mulai terlihat bersih. Lurah Pendem I Wayan Putra Mahardika mengatakan upaya menjadikan gang hijau ini merupakan ide dari Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Kelurahan Pendem yang wilayahnya berada di perkotaan padat dan banyak gang ini, menurutnya, memang memiliki beragam latar belakang warga. Sehingga dalam upaya menata, memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Hingga saat ini dari total 27 gang di seputaran kota, sudah ada 17 gang yang ditata dengan swadaya masyarakat. “Yang agak sulit (penataan) awalnya di belakang pasar, tapi setelah kami intens akhirnya warga sadar untuk menata gang mereka,” tandas pelatih dan mantan atlet basket ini. Dalam melakukan penataan, selain mengecat tembok, warga juga melakukan penataan dengan menanam berbagai tanaman dengan pot-pot kreasi. Di antaranya memanfaatkan bahan-bahan bekas, seperti botol plastik hingga panci masak. “Kesemuanya berawal dari swadaya, awalnya hanya satu gang yang difokuskan. Akhirnya warga di gang lain pun terpacu untuk mengikuti, hingga sekarang berjumlah 17 gang,” tandasnya. Untuk memacu warga, pihak kelurahan melombakan penataan gang-gang tersebut. Selain di Pendem, sejumlah kelurahan lain di Jembrana yang memiliki permukiman padat dan gang sempit juga mulai melakukan penataan tersebut. (olo)

Kebun Raya Jagatnata

Masih Lengkapi Koleksi Pohon Negara (Bali Post) – Menjelang dibuka akhir tahun nanti, Kebun Raya Jagatnata mulai diperbanyak koleksi tanaman. Sejumlah tanaman yang di antaranya untuk keperluan upakara dan usada mulai didatangkan dan ditanam. Salah satunya yang terlihat adalah koleksi pohon kelapa. Dari total 25 jenis kelapa, di Kebun Raya yang berlokasi dekat dengan Civic Center ini sudah tertanam sekitar 10 jenis kelapa langka. Misalnya nyuh bojog, nyuh rangda, nyuh cakra, nyuh semulung, dan lain-lain. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, Minggu (11/3) kemarin mengatakan, hingga saat ini Kebun Raya Jagatnata masih mengumpulkan koleksi tanaman yang akan ditanam. Jumlah tanaman nantinya akan menyesuaikan dengan luas areal kebun raya. Selain mengoleksi dengan mencari, kebun raya juga memberikan kesempatan masyarakat menginformasikan tanaman yang dibutuhkan. Khususnya tanaman endemik, yang di antaranya untuk keperluan usada dan upakara. Mantan Sekretaris Kecamatan Mendoyo ini mengungkapkan tim dari LIPI dan Kebun Raya Bedugul akan mengecek di Kebun Raya Jagatnata untuk melakukan eksplorasi. Melalui eksplorasi ini nantinya akan diketahui jumlah tanaman yang akan dibutuhkan untuk ditanam. Berbeda dengan kebun raya lainnya di Bali, Kebun Raya Jagatnata ini kendati arealnya yang tidak terlalu luas, namun jenis tanaman diplot tematik yakni untuk keperluan usada dan upakara. Saat ini bangunan fisik, seperti gedung dan sejumlah fasilitas dalam areal Kebun Raya sudah selesai. Tinggal menunggu melengkapi dengan koleksi tanaman sesuai tematik tersebut. (kmb26)

Bali Post/olo

LOKASI MAKIIS - Pantai Delodberawah inilah yang akan digunakan sebagai tempat upacara melasti yang baru. Sebelumnya, upacara melasti dilaksanakan di timur kolam renang Delodberawah.

Lokasi ”Melasti” di Pantai Delodberawah Digeser

Muncul Kejadian Aneh, Pohon di Pinggir Pantai Tak Bisa Dipotong PELAKSANAAN melasti di Pantai Delodberawah tahun ini akan sedikit berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya. Lokasi melasti yang dulunya berada di ujung timur pantai, kini digeser tepat di pintu masuk atau selatan Patung Duyung. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan enam desa pakraman yang akan menggelar upacara melasti di Pantai Delodberawah. Sejak akhir pekan lalu, Desa Pakraman Delodberawah selaku tuan rumah mulai melakukan persiapan dan pembersihan lahan yang akan digunakan sebagai pamelastian. Bendesa Pakraman Delodberawah, I Nengah Milodana, Sabtu (10/3) siang, mengatakan ada berbagai pertimban-

gan dipindahkannya lokasi melasti di Pantai Delodberawah. Di lokasi lama yang berada di timur kolam renang Delodberawah, selain sempit dan kurang representatif, juga sering tergenangi air akibat banjir rob. “Sejak awal, memang di sinilah (lokasi baru) digelarnya pamelastian. Sekarang kami pindah lagi ke sini,” ujar Milodana. Menurutnya, di lokasi baru ini merupakan kawasan tenget (angker). Banyak kejadian aneh ditemui, termasuk saat pembersihan yang dilakukan desa akhir pekan lalu. Sejumlah pohon yang tumbuh di pinggir pantai (lokasi pamelastian yang baru) ini tidak bisa dipotong. Setiap warga yang

hendak memotong menggunakan mesin pemotong, muncul berbagai halangan. Mulai dari sulitnya menyalakan mesin pemotong hingga mata gergaji yang patah saat digunakan memotong. Padahal diameter pohon tersebut ukurannya tergolong kecil. Karena itu, pihaknya memutuskan untuk tidak melanjutkan pemotongan, termasuk pohon-pohon yang ambruk akibat tergerus abrasi. “Awalnya kita berencana memotong semua. Tapi dengan berbagai kejadian tersebut, kami putuskan untuk membiarkan. Hanya membersihkan lahan sekitar,” tambahnya. Bendesa mengakui di sepanjang pinggir pantai ini angker. Di malam tertentu, di

pantai yang lokasinya dekat setra itu terlihat sosok dua perempuan cantik bertubuh tinggi dan berambut panjang. Warga meyakini, sosok dua perempuan halus ini merupakan penunggu di pantai itu. Beberapa kali, warga yang berjualan di lokasi itu mengaku kerap melihat sosok dua perempuan cantik tersebut. Ke depan, Milodana yang sudah kedua-kali menjabat ini berharap di lokasi melasti baru ini terus dilakukan penataan. Seperti senderan pantai untuk melindungi pantai dari abrasi, serta Patung Dewa Baruna. Sehingga menambah aura positif di Delodberawah. Diawali dengan pemindahan lokasi pamelastian yang lebih dekat dari jalan masuk.

Terkait dengan pemindahan lokasi pamelastian ini, Desa Pakraman Delodberawah sejak akhir pekan lalu melakukan pembersihan lokasi. Sedangkan untuk lima desa lainnya yakni Tegalcangkring, Munduk Anyar, Pergung, Mendoyo Dangin Tukad dan Mendoyo Dauh Tukad juga diminta menyiapkan keperluan masing-masing. Pantai Delodberawah merupakan salah satu pantai yang akan digunakan melasti di Kecamatan Mendoyo. Selain di Delodberawah, pantai lainnya yang digunakan di antaranya pantai Pengeragoan, Pangyangan, Pekutatan, Medewi, Rambut Siwi, Penyaringan, Yeh Kuning, Pengambengan, Pebuahan dan Candikusuma. (olo)

Polisi Dalami Kasus Pembuangan Orok di Pebuahan

Negara (Bali Post) –

Pascapenemuan orok di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jumat (9/3) siang, polisi mengamankan pasangan yang diduga pelaku. Informasi yang dihimpun, para pelaku ini pasangan anak di bawah umur yang merupakan pelajar SMA. Polisi masih mengembangkan kasus ini dan terus melakukan olah TKP.

Bali Post/olo

KEBUN RAYA – Halaman depan dan pintu masuk Kebun Raya Jagatnata. Kebun raya yang berada di dataran rendah ini masih akan dilengkapi sejumlah koleksi tanaman tematik.

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana (0365) 3944 Kejari Negara (0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN (0365) 41135

Kantor Agama (0365) 41087 Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai seizin Kapolres Jembrana, Minggu (11/3) kemarin, mengatakan hingga kemarin polisi masih melakukan pendalaman. Menurutnya, pengungkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Pelaku pertama yang diamankan yakni NK dan berlanjut kemudian pasangannya, AS. Terungkapnya kasus ini dari informasi masyarakat bahwa di rumah pelaku perempuan ada kejadian tersebut. Polres juga sudah memintai keterangan kedua pelaku. Dari pemeriksaan sementara kedua pelaku sengaja menggugurkan janin tersebut dengan meminum obat keras. Saat itu janin

lahir di kamar mandi. Saat kejadian itu, kondisi rumah sedang kosong. Status keduanya merupakan pelajar SMA. Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman termasuk meminta keterangan saksi-saksi. Pihaknya juga mengirim jasad orok bayi ke RSUP Sanglah, Denpasar untuk diautopsi. Autopsi tersebut diperlukan guna mengetahui, usia bayi, perkiraan kapan kematiannya dan penyebab kematian. Kejadian penemuan orok di pinggir Pantai Pebuahan, Banyubiru ini sempat menggegerkan warga sekitar, Jumat (9/3) siang. Mayat bayi tersebut ditemukan di pinggir Pantai Pebuahan, tepatnya sebelah barat lesehan

Pondok Waru Kecamatan Negara. Saat ditemukan, mayat orok itu terdampar di pinggir pantai. Warga setempat menduga orok tersebut sengaja dibuang oleh orangtuanya hingga akhirnya terdampar di pesisir Pantai Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Diperkirakan bayinya sudah meninggal tiga hari sebelumnya lantaran banyak bagian tubuhnya yang hilang. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter di RSU Negara fisik orok tersebut memiliki panjang rambut bayi 1 cm, tinggi 30 cm sampai lutut. Beberapa bagian di antaranya lutut kaki dan daun telinga hilang. Begitu juga dengan kondisi kepala hancur. (kmb26)

AKP Yusak A. Sooai

Bali Post/olo

Kerusakan Tak Kunjung Diperbaiki

Dewan Ingatkan Ancaman Pidana bagi Penyelenggara Jalan Negara (Bali Post) – Kendati terus menuai keluhan dari para pengguna hingga mengakibatkan sejumlah korban, namun perbaikan jalan belum dilakukan hing-

ga saat ini. Padahal sesuai Undang-undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara wajib segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang berpotensi

Bali Post/olo

JALAN – Kondisi Jalan Udayana di Kota Negara yang merupakan jalur jalan nasional. Ada beberapa lubang di jalan tersebut, namun hingga kini belum ada perbaikan.

menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Seperti yang terjadi di Jalan Protokol Udayana, Negara. Selama dua pekan terakhir, sudah banyak menimbulkan kecelakaan karena ada lubang di tengah jalan. Pada Sabtu (3/3) lalu, seorang ibu hamil mengalami pendarahan setelah ban motornya terperosok ke lubang tersebut. Seminggu kemudian, pada Sabtu (10/3) sore lalu, ada juga pengguna jalan mengalami kecelakaan di jalan yang sama. Pengendara motor tersebut mengalami cedera ringan setelah terjatuh dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara. Diduga korban mengalami kecelakaan setelah menghindari lubang di jalan tersebut. Ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya di jalur jalan nasional tersebut. Baik dari

arah Denpasar maupun Gilimanuk, di sepanjang Jalan Udayana ini banyak terdapat lubang-lubang berdiameter kecil, namun sangat membahayakan. Dari pengamatan selama sepekan ini, memang ada perbaikan dari pihak penyelenggara. Namun, yang ditambal hanya di Jalan Sudirman. Sementara di Jalan Udayana yang telah menimbulkan sejumlah kecelakaan justru tidak diperbaiki. Hingga Minggu (11/3) kemarin tercatat lebih dari lima lubang yang menganga belum ada sentuhan perbaikan atau ditambal, baik dari arah Gilimanuk maupun sebaliknya. Wakil Ketua Komisi C DPRD Jembrana I Putu Kamawijaya, Minggu (11/3) kemarin, mengatakan pihak yang berwenang semestinya harus segera menindaklanjuti hal tersebut. Apalagi banyak

muncul keluhan dan dampak akibat rusaknya jalan tersebut. Pihaknya juga mengingatkan pasal 24 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkuran Jalan. Apabila belum dilakukan perbaikan, penyelenggara wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak. Lebih lanjut, politisi Demokrat ini juga mengingatkan adanya ancaman pidana kurungan dan denda apabila tidak segera memperbaiki hingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. “Jalan ini kewenangan di pusat, harus segera ini ditangani. Apalagi kita punya Anjungan Cerdas Jalan Nasional Rambut Siwi. Tapi jalan nasionalnya hancur,” kritiknya. Selain di Jalan Udayana, masih banyak lagi jalan yang rusak di sepanjang jalan DenpasarGilimanuk. Namun tidak ada tanda peringatan. (kmb26)


Senin Umanis, 12 Maret 2018

BALI DWIPA

11

Berbarengan dengan Nyepi

Persembahyangan Saraswati Dilakukan Sebelum Pukul 06.00

Denpasar (Bali Post) Hari raya Nyepi tahun ini berbarengan dengan hari raya Saraswati. PHDI Bali telah mengeluarkan edaran mengenai waktu pelaksanaan dua hari raya umat Hindu itu. Dalam hal ini, perayaan Saraswati dilaksanakan terlebih dulu sebelum pukul 06.00 pada 17 Maret 2018. Mulai pukul 06.00 di hari yang sama hingga pukul 06.00 keesokan harinya barulah dilaksanakan Nyepi. Kepala Bidang Urusan Agama Hindu Kementerian Agama, Kanwil Agama Provinsi Bali Made Jendra di Denpasar, Minggu (11/3) kemarin, mengatakan Nyepi tahun ini sangatlah spesial karena berbarengan dengan hari Saraswati. Hal ini mungkin saja terjadi dalam ratusan tahun sekali. “Kami mengajak seluruh umat Hindu untuk melaksanakan Catur Brata Panyepian dengan sebaik-baiknya dan persembayangan Saraswati dilaksanakan sebelum pukul enam pagi sebagaimana edaran yang telah disampaikan,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali A.A. Gede Geriya. Pihaknya mengajak masyarakat khususnya umat Hindu untuk melaksanakan hari raya Nyepi sekaligus Saraswati dengan mematuhi pedoman yang ada. “Dengan demikian, pelaksanaan Nyepi sekaligus Saraswati akan berjalan lancar,” ujarnya. Sebelumnya, Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana mengimbau seluruh sekolah agar tidak merayakan hari Saraswati secara besarbesaran. Hari turunnya ilmu pengetahuan itu cukup dirayakan dengan menghaturkan pejati dan tanpa menggunakan gamelan. Pejati bisa dihaturkan oleh penjaga sekolah atau orang yang berada di sekitar sekolah. “Kalau kita dari Parisada sudah memberikan surat edaran. Upacara Saraswati yang bertepatan dengan Nyepi, hari itu kan kebetulan libur dan seluruh sekolah memang sudah diimbau supaya tidak melaksanakan hari raya Saraswati secara besar-besaran dan tidak melibatkan anak-anak sekolah untuk datang ke sekolah,” ujarnya. Sudiana menambahkan, perayaan Saraswati harus sudah selesai dilakukan pada pukul 06.00 pagi, karena setelah itu sudah masuk hari raya Nyepi. “Ngedas lemah, matahari sudah memerah di timur sudah bisa melaksanakan upacara Saraswati dan jam 6 sudah harus selesai,” jelasnya. (kmb32)

Bali Post/nan

BANTAL - Krama Desa Pakraman Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli melaksanakana upacara Ngusaba Bantal di Pura Ratu Ayu Melasem, Minggu (11/3) kemarin.

’’Ngusaba Bantal’’ di Desa Penglipuran

Wujud Syukur Atas Anugerah yang Melimpah KRAMA Desa Pakraman Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli, melaksanakana upacara Ngusaba Bantal di Pura Ratu Ayu Melasem, Minggu (11/3) kemarin. Upacara yang rutin dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada Sasih Kasanga ini digelar setelah warga melakukan panen padi. Uniknya, jajan bantal yang bakal dihaturkan sama sekali tidak boleh dicicipi pembuatnya maupun keluarga. Upacara ini dilakukan sebagai ungkapan puji syukur kepada Ida Ratu Melasem atas segala anugerah yang dilimpahkan selama ini. ‘’Dalam upacara ini, sarana utama banten

yang dipersembahkan berupa jajan bantal yang dilengkapi buah-buahan dan canang,’’ ujar Bendesa Adat Penglipuran I Wayan Supat kemarin. Jajan bantal ini dibuat dengan beras dan ketan dari hasil panen padi warga. Upacara dilaksanakan setelah warga panen raya padi. ‘’Pelaksanaannya menghindari Pasah, Soma dan Sukra,” ucapnya. Menurut Supat, jajan bantal ini dibuat dalam dua warna yaitu putih dan cokelat. Jajan bantal warna cokelat diisi gula aren merah. Sedangkan jajan bantal putih tidak diwarnai. Jajan ini dibungkus menggunakan daun enau. Termasuk bahan canang-

nya juga dibuat dari daun enau, tidak memakai janur. Dipilihnya daun enau sebagai pembungkus bantal karena sudah menjadi kepercayan dan tradisi. Lanjut Supat, sesuai dengan keyakinan, jajan bantal sebelum dihaturkan sama sekali tidak diperbolehkan dicicipi oleh pembuat maupun keluarga yang lain. “Jika misalkan ada anaknya yang meminta jajan untuk dicicipi, maka jajan bantal lebih dulu harus dijatuhkan ke tanah. Kalau bantal sudah jatuh ke tanah, maka dianggap sudah kotor dan tidak layak dihaturkan,” katanya. Dalam persembahannya, setiap tanding banten minimal

Bali Post/kmb45

OGOH-OGOH - Lomba ogoh-ogoh di Kabupaten Klungkung, Minggu (11/3) kemarin.

dilakukan setiap dua tahun sekali tepatnya setiap Sasih Katiga. “Yang membedakan pelaksaan Ngusaba Bantal ini adalah kalau di Pura Rayu Ayu Melasam saat petabuhan hanya dilakukan oleh krama perempuan saja. Sementara untuk di Pura Pingin petabuhan dilaksanakan krama laki-laki dan ditambah dengan bangun ayu menggunakan daging sapi dan waktu upacaranya dilaksanakan tepat pukul 24.00 Wita. Sedangkan di Pura Ratu Ayu Melasam tidak ada tambahan bangun ayu dan waktunya upacaranya digelar pagi hari,” terang Wayan Supat. (nan)

Bali Sasaran Empuk Sindikat ’’Skimming’’

Lomba Ogoh-ogoh Diselipi Pesan Pilkada Damai

Semarapura (Bali Post) Lomba ogoh-ogoh menyambut hari raya Nyepi berlangsung di Kabupaten Klungkung, Minggu (11/3) kemarin. Acara tahunan yang diikuti tujuh peserta ini memantik ribuan warga untuk menonton. Menariknya, pesan yang disampaikan tak sebatas berkaitan dengan carita rakyat. Namun juga terselip untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Lomba yang terpusat di depan Monumen Puputan Klungkung ini berlangsung semarak. Diikuti Desa Tangkas, Gunaksa, Satra, Pikat, Bakas, Negari dan Ped. Sejatinya dijadwalkan mulai pukul 16.00 Wita. Namun terjadi keterlambatan sekitar 45 menit. Desa Satra yang sejatinya pentas pertama justru belum siap. Yang terlihat hanya ogoh-ogohnya saja. Sekaa baleganjur dan lainnya tak nampak. Sesuai informasi, seluruhnya masih persiapan. Pementasannya pun dipindahkan menjadi terakhir. Meski demikian, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan tak surut. Cerita yang tersirat pada ogoh-ogoh raksasa itu berbeda-beda. Salah satunya Ki Dalang Bricek. Persembahan Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Diceritakan di Desa Bungkalan, wilayah Kerajaan Bangsul ada seorang dalang bernama Ki Dalang Bricek. Ia sangat pintar, memiliki keahlian tabib dan ilmu bela diri. Rakyat pun menjadi sangat simpati. Ketenarannya melebihi Raja Bangsul, Prabu Watu Lumbang. Hal itulah yang membuat Prabu Watu Lumbang iri dan merasa tersaingi. Timbullah pikiran untuk menjatuhkan kewibawaannya. Lalu diundang Ki Dalang Bricek untuk ngawayang di halaman puri. Rakyat diperintahkan untuk menonton. Diperintahkan agar tidak ada yang tertawa saat mendengar cerita lucu. Jika mengingkari akan dibunuh. Rakyat pun tunduk pada perintah itu. Ki Dalang Bricek merasa aneh akan suasana itu. Kemudian memohon anugerah Batara Agni supaya diberikan jalan memecahkan persoalan ini. Itu pun dikabulkan. Ia memiliki ide merobek kelir dan mengeluarkan kepala sambil mengigit ayam panggang. Tanpa sadar, Prabu Watu Lumbung tertawa terbahak-bahak dan akhirnya dibunuh rakyat. Setelah itu Ki Dalang Bricek menggantikan sebagai raja. Di luar cerita inti, pementasannya juga diselingi pesan-pesan untuk pilkada. Masyarakat diminta untuk cerdas memilih, sesuai hati nurani dan bersikap damai. “Karena kebetulan bertepatan dengan pilkada. Jadi diisi pesan yang mengajak masyarakat menjaga situasi kondusif,” ungkap pembaca sinopsis I Wayan Sumanaya. Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung Komang Sukarya menjelaskan, lomba ini sebagai bentuk pelestarian budaya dan bagian kreativitas seni masyarakat. Hanya karyanya tidak diperkenankan berbau politik. “Bahannya juga harus ramah lingkungan. Tidak boleh memakai styrofoam,” tegasnya. (kmb45)

diisi sebanyak 22 buah jajan bantal yakni 11 jajan bantal berwarna putih dan 11 warna cokelat sesuai dengan arah mata angin. ‘’Berdasarkan kepercayaan ditambah dua lagi atas dan bawah, sehingga manjadi 11 buah,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, selain dilaksanakan di Pura Ratu Ayu Melasem, Ngusaba Bantal juga dilaksanakan di Pura Dalam Pingit. Kata dia, Ngusaba Bantal di dua pura ini tujuannya hampir sama. Jika Ngusaba Bantal di Pura Ratu Ayu Melasem dilaksanakan setiap tahun sekali tepatnya pada Sasih Kasanga, sedangkan Ngusabe Bantal di Pura Pingit

Bali Post/ist

TATAP MUKA - Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Akhmad Jamal Juliarto saat tatap muka dengan puluhan bendesa adat wilayah Denpasar.

Cegah Berita ”Hoax” Saat Nyepi

Polda Kumpulkan Bendesa Adat

Denpasar (Bali Post) -

Menjelang hari raya Nyepi, Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Akhmad Jamal Juliarto bertatap muka dengan Forum Bendesa Adat Kota Denpasar di Kantor LPD Desa Pakraman Penatih, Denpasar Timur, Sabtu (10/3). Di hadapan 35 bendesa adat, Kombes Akhmad Jamal menyampaikan pesan-pesan kamtibmas bahwa tugas kepolisian selama ini sangat terbantu dengan keberadaan desa adat. Terlebih keberadaan pecalang yang dalam melaksanakan tugas selalu bertangung jawab. “Bali sangat istimewa karena adanya desa adat. Oleh karena itu, bila desa adat aman berarti Bali juga aman,” ujarnya. Menurut Dir. Intelkam, belakangan ini banyak kejadian di beberapa daerah di Indonesia, terutama munculnya pihak tidak bertanggung jawab yang berusaha membenturkan kelompok dengan kelompok, suku dengan suku maupun agama. Namun, ia bersyukur hal-hal seperti ini tidak muncul di Bali dan tingkat kerawanannya juga kecil. “Walau demikian, desa adat harus tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Bila ada kegiatan mencurigakan segera laporkan supaya secepatnya ditindaklanjuti. Kami juga mengimbau supaya

penduduk pendatang agar dipantau untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. Sementara itu, terkait pilkada serentak, Akhmad Jamal berharap desa adat turut serta menjaga kondusivitas. Selain itu, mengantisipasi timbulnya konflik yang bisa mengotori Bali sebagai daerah tujuan pariwisata. “Mari kita laksanakan pilkada ini secara damai. Kalau menemukan pelanggaran, silakan laporkan kepada pihak berwenang yang telah dibentuk yaitu Gakkumdu. Dengan demikian pesta demokrasi bisa berjalan dengan aman, lancar, serta melahirkan pemimpin sesuai harapan masyarakat,” ungkapnya. Apalagi saat ini berita hoax terus bermunculan. Ia pun berharap bendesa adat bersama warganya

memerangi berita hoax tersebut di media sosial dan jangan mudah terpancing. “Kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi berita hoax. Mari kita bersama-sama menciptakan Bali yang aman dan gemilang,” tandas Ahmad. Sementara itu, Ketua Forum Bendesa Adat Kota Denpasar I Wayan Butu Antara menyatakan dukungan dan mengapresiasi atas kinerja Polda Bali selama ini. Dengan kerja keras tersebut tercipta situasi kamtibmas yang kondusif dalam perayaan Nyepi dan pilkada. Menurutnya, desa adat di Denpasar terus berupaya menciptakan rasa aman dan tertib dalam menjalankan swadharma agama serta swadarma negara, agar tenteram dan shanti. (kmb36)

Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli tahun ini menganggarkan dana untuk pengadaan mobil dinas baru sebanyak 48 unit. Rencananya puluhan mobil tersebut dibagikan untuk pimpinan OPD, camat dan para kabag. Kepala Bagian Umum Setda Bangli Made Mahindra Putra saat dikonfirmasi, Minggu (11/3) kemarin mengatakan pengadaan 48 unit mobdin baru kini masih dalam proses. Pembelian mobdin baru tersebut dilakukan melalui sistem e-purchasing. Dikatakan Mahindra Putra, mobil baru yang kini dibeli Pemkab adalah Inova, Avansa, dan mobil double cabin. Mobil Inova rencananya akan dibagi-

kan untuk pimpinan OPD, sementara Avansa akan dibagikan untuk kepala bagian. Khusus mobil dinas berjenis double cabin akan diberikan kepada Camat Kintamani karena alasan medan di wilayah Kintamani yang lumayan berat dibanding kecamatan lainnya. “Double kabinnya nanti untuk Camat Kintamani karena medannya di sana (di Kintamani) kan lumayan. Kalau camat lainnya dapat Inova,” jelasnya. Total anggaran untuk membeli 48 unit mobil dinas baru tersebut telah disiapkan Rp 14,9 miliar lebih. Jika proses pengadaan lancar, diperkirakan pada April nanti mobil tersebut sudah bisa dibagikan. Mahindra mengatakan, pengadaan mobil ini sebenarnya

sudah sempat direncanakan tahun 2016. Namun karena ada kebijakan Bupati untuk menyelesaikan program lain yang lebih prioritas, maka rencana pengadaan mobil dinas pada saat itu ditunda. “Pengadaan mobil dinas baru ini kami tuangkan lagi dalam renstra 2018,” jelasnya. Ditambahkan Mahindra, dengan dilakukannya pengadaan mobil dinas baru, nantinya mobil dinas lama yang masih layak pakai akan dijadikan sebagai kendaraan operasional bantuan di OPD, terutama yang selama ini masih kekurangan kendaraan. Sementara untuk mobil dinas yang sudah tua dan tidak layak pakai akan dilakukan penghapusan untuk mengurangi biaya pemeliharaan. (kmb40)

Pemkab Bangli Beli 48 Unit Mobil Baru

BALI sebagai tujuan wisata dunia tak hanya dikunjungi turis mancanegara berduit, tapi ada juga sindikat kriminal. Mereka melancarkan aksinya di Pulau Dewata ini. Selain narkoba, kasus skimming atau pencurian data nasabah bank banyak yang melibatkan warga negara asing (WNA) di Pulau Seribu Pura ini. Kasus teranyar yakni tiga orang warga negara Turki berinisial KT, MMA dan KD terkait kasus skimming. Mereka ditangkap di wilayah Canggu, Kuta Utara dan Kuta oleh tim Subdit III Ditreskrimum Polda Bali. Kanit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali Kompol I Wayan Wisnawa A, S.IK., M.Si., Minggu (11/3) kemarin, angkat bicara terkait maraknya sindikat skimming beraksi di Bali. Menurutnya, Bali merupakan daerah wisata sehingga menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan tersebut. Sindikat ini kebanyakan beraksi di daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing. Selain Bali, kasus serupa kerap terjadi di Jakarta dan Lombok. “Sasaran mereka sejatinya saldo tabungan orang asing yang nilai kursnya tinggi. Jadi mereka ini pilih-pilih nasabah bank yang ingin dikuras tabungannya,” tegas mantan Kapolsek Sukawati, Gianyar ini. Oleh karena itu, perwira asal Karangasem ini mengimbau kepada masyarakat semakin berhati-hati dalam melakukan transaksi di ATM. Kompol Wisnawa membeberkan beberapa tips sebagai upaya antisipasi agar tidak jadi korban. Hal-hal yang perlu dilakukan nasabah bank yaitu hati-hati saat menekan PIN, karena kadang-kadang pelaku memasang kamera tersembunyi untuk mengetahui passwordnya. Hindari menggunakan ATM di daerah lampunya redup atau sepi, karena pelaku menyasar lokasi pengawasan yang lemah untuk memasang alat skimming. Nasabah bank

dianjurkan memeriksa saldo rekening secara teratur dan apabila ada penarikan uang yang aneh segera laporkan ke pihak bank. “Jangan terlalu sering mengakses akun bank Anda karena rentan dibobol. Terakhir, daftarkan di bank Anda setiap transaksi menggunakan dua jenis otentikasi,” pintanya. Ke depan, karena seringnya kejahatan skimming terjadi di Bali, maka Unit Cyber Crime akan membentuk Satgas Antikejahatan cyber yang melibatkan tim Cyber Polda Bali, vendor masing-masing ATM dan pihak bank. “Semoga setelah terbentuk Satgas tersebut kejahatan skimming bisa dicegah dan ditekan. Sejak saya menjabat Kanit Cyber mengungkap dua kasus ini yaitu di Gianyar dan Buleleng, jumlah pelakunya empat orang,” harap mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. Sementara akademisi bidang pariwisata Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par., CHE. mengatakan kecanggihan teknologi yang digunakan sindikat tersebut sudah diantisipasi oleh pengusaha perbankan dan pengelola destinasi. Namun kembali lagi, permasalahan intelligent destination management perlu terus ditingkatkan dan diso sialisasikan. Intelligent destination management adalah upaya pengelola destinasi, baik pemerintah maupun swasta yang berkecimpung dalam industri pariwisata dengan memanfaatkan big data yang dimiliki oleh intelijen internasional. Hal ini perlu disinergikan oleh pihak kepolisian kepada pengelola destinasi untuk mengantisipasi ada warga asing kategori penjahat atau buronan masuk Bali. “Ya... pasti (sindikat skimming - red) merusak citra pariwisata Bali. Hal ini bisa dicegah dengan sinergi informasi intelijen dengan keamanan destinasi,” ujarnya. (rah)

Bali Post/rah

Bali Post/rah

Kompol I Wayan Wisnawa A.

Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par.


KLUNGKUNG

12

Senin Umanis, 12 Maret 2018

Objek Wisata di Nusa Penida

Sepuluh Titik Dinilai Rawan Kecelakaan Semarapura (Bali Post) Perkembangan objek wisata di Kepulauan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung beberapa tahun belakangan semakin pesat. Ini menjadi andalan pemkab untuk mencapai target kunjungan wisatawan tahun ini yang mencapai 478.169 orang. Di tengah kondisi itu, rawan kecelakaan masih menghantui sejumlah objek. Hal tersebut tak terlepas dari kondisinya bertebing dan cukup curam. Upaya pengamanan dengan pembangunan pagar juga belum berjalan maksimal. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu penyebab.

Bali Post/sos

OBJEK WISATA - Objek wisata di Nusa Penida. Masih ada yang belum dilengkapi pengaman berupa pagar sehingga rawan kecelakaan.

Kadis Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta, Minggu (11/3) kemarin menjelaskan, berdasarkan data terakhir, di kepulauan The Blue Paradise Island itu terdapat 15 objek wisata. Dari jumlah itu, terdapat sepuluh titik yang perlu diwaspadai. Pasalnya itu masuk kategori bahaya dengan kondisi geografis yang bertebing. Be-

Ni Nengah Werni

Menyambung Hidup dengan Menjual Salak Gula Keliling Kota ERUPSI Gunung Agung telah mengubah nasib warga yang bermukim di lerengnya. Tak hanya mengharuskan mengungsi. Namun juga kehilangan berbagai mata pencaharian. Bangkit dari itu, bekerja membanting tulang menjadi jalan yang harus ditempuh. Seperti halnya Ni Nengah Werni asal Dusun Perang Sari, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat. Ia mengais rupiah dengan berjualan salak keliling di kota Semarapura. Hari menginjak siang, suasana kota Semarapura, Klungkung mulai terlihat sibuk. Masyarakat lalu-lalang beraktivitas. Tak terkecuali di kantor-kantor pemerintahan. Pegawai dengan seragam sama membuat laporan pekerjaan. Di tengah situasi itu, pintu gerbang di sisi barat kantor bupati juga terbuka lebar. Terlihat sosok perempuam berjalan masuk. Badannya tergolong gemuk. Mengenakan baju dengan warna yang mulai memudar. Menjinjing keranjang bambu cukup besar. Di dalamnya berisi buah salak terbungkus plastik putih. Tangannya memegang erat. Supaya tak jatuh. Menoleh kanan dan kiri ruangan yang diwarnai kera-

maian. Saat melihat, langsung disambangi. Menawarkan supaya membeli. Itulah aktivitas Werni setiap hari. “Saya jual salak gula pasir,” ucapnya, baru-baru ini. Pekerjaannya itu dilakoni sejak dirinya bersama keluarga mengungsi di Lingkungan Kemoning Kelurahan Semarapura Klod, sesaat setelah peningkatan aktivitas Gunung Agung. Kini gunung tertinggi di Bali itu sudah “menjinak”. Ia pun kembali ke kampung halaman. Namun, beban hidupnya yang berat, mengharuskannya tetap berjualan salak di bumi serombotan. “Pekerjaan tak ada lagi. Ternak juga sudah terjual. Tidak dapat penghasilan apa. Jadi pilih tetap jualan di sini,” katanya. Aktivitasnya itu berjalan setiap hari. Kadang mulai pagi hingga siang. Kadang pula dari siang hingga sore. Langkah kakinya kencang. Tak hanya menyusuri kantor-kantor pemerintahan. Namun juga seputaran kota. Melawan panasnya terik matahari sudah biasa baginya. Cucuran keringat sudah menjadi sahabat. Tak ada keluhan yang terlontar. “Kalau dulu di desa kerja jadi petani,” ucapnya.

Salak ini bukan miliknya, namun orang lain. Ia hanya menjadi penjual. Per kilo Rp 20 ribu. Dari segi rasa, tak diragukan. Sangat cocok dengan namanya, salak gula pasir. Bentuknya kecil dan manis. Sekali berjualan bisa laku paling sedikit 20 kilo. “Kadang tiang pulang ke Karangasem. Kadang numpang tinggal di Kemoning. Salaknya dibawakan ke sini,” tutur perempuan murah senyum ini. Hasil yang didapatkan memang tak begitu besar. Namun itu tetap disyukuri. Bisa untuk menyambung hidup di tengah nihilnya pekerjaan di desa. Di tengah beban hidup yang sulit, istri I Nengah Rauh ini mengaku bisa sedikit bernapas lega. Dua anaknya sudah bekerja di Denpasar. Walau upah yang diterima tidak seberapa. “Daripada diam di rumah juga bingung,” ujarnya. Memenuhi kebutuhan keluarga, suaminya juga turut membanting tulang. Menggeluti berbagai pekerjaan demi mendatangkan pundi-pundi rupiah. Ia pun berharap situasi segera kembali normal. “Kemarin ada lagi gempa beberapa kali. Khawatir juga tinggal di rumah,” tandasnya. (sos)

berapa di antaranya yakni Pasih Uwug (Broken Beach), Atuh, Melenteng, Devil Tear dan Klingking. “Tempatnya tersebar di sejumlah lokasi. Tapi yang paling banyak di Nusa Gede. Ini bertebing,” ungkapnya. Objek tersebut diakui belum sepenuhnya dilengkapi pagar pengaman. Partisipasi masyarakat dalam pemban-

gunannya belum maksimal. Khusus untuk di objek Devil Tear telah dilakukan oleh Asita Bali dan Bali Liang sepanjang 170 meter dari total panjang sekitar 350 meter. “Kalau peran masyarakat sudah ada. Tapi belum maksimal. Itu karena bahan pagar cukup mahal. Dari pelaku pariwisata sudah ada yang membantu,” katanya. Khusus pembangunan oleh

Topik : penanganan sampah

pemkab, pejabat asal Lingkungan Kemoning Kelurahan Semarapura Klod ini mengaku perencanannya dilakukan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) dan terealisasi 2019. “Kalau sekarang kan tidak memungkinkan. Karena anggaran sudah jalan. Di perubahan akan dibuat perencanaannya,” jelasnya. Mengantisipasi kecelakaan, sementara pada objek tersebut hanya dipasangi rambu imbauan. Ini pun mendapat dukungan dari pelaku pariwisata dan juga kepolisian. Sejak awal tahun, tercatat sudah ada tiga wisatawan asing jatuh ke tebing di Nusa Penida. Menanggapi sejumlah tragedi itu, Sukasta menya-

takan tak seluruhnya akibat pengamanan yang kurang maksimal. Namun ada karena wisatawan yang tak menghiraukan petunjuk. “Wisatawan masih ada yang mengabaikan keselamatan. Padahal sudah ada imbauan,” tegasnya. Anggota DPRD Klungkung I Made Jana sempat menyebutkan aspek keselamatan pada objek wisata harus benar-benar diperhatikan. Jika itu terabaikan, dikhawatirkan kejadian serupa terulang lagi dan berimbas pada kunjungan wisatawan ke depannya. “Kalau tak ada langkah pencegahan dan kejadian serupa terulang lagi, dikhawatirkan berdampak negatif terhadap kepariwisataan,” ungkapnya. (kmb45)

SOLUSI

Gunakan Teknologi Tepat

PERSOALAN sampah masih membelit Kabupaten Klungkung. Gerakan menciptakan lingkungan bersih telah sering dikampanyekan. Namun, belum mampu memberikan perubahan signifikan. Itu tak hanya untuk

sampah di daratan, namun juga laut. Jika kondisi ini terus berlanjut, tentunya akan berakibat semakin buruk. Penanganannya, langkah apa yang ditawarkan pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang? Cabup nomor urut 1, Tjokorda Bagus Oka, menilai persoalan sampah harus dituntaskan. Strateginya pun telah dipersiapkan. Ia memandang perlu ada edukasi berkelanjutan dari masyarakat selaku penghasil sampah.

Ini tak hanya terpaku pada pembuangan. Namun juga pemilahan. “Edukasi yang penting. Masyarakat harus bisa memilah. Sampah plastik harus ditempatkan khusus. Kemudian pemkab menerapkan sistem. Ambil itu sesuai dengan waktu yang ditentukan,” ungkapnya. Langkah pegolahan juga dinilai tepat untuk dilakukan. Namun itu bukan melalui Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) seperti yang diterapkan pemkab saat ini. Menurutnya itu hanya sebatas program seremonial yang terkesan tidak ada kegiatan. Bahkan disebut hanya percobaan. “Sekarang

banyak bilang TOSS. Tapi saya lihat tidak ada kegiatan apa. Sekarang kan namanya percobaan. Seperti yang di Sente, tidak jalan,” sindirnya. Menurutnya, pengolahan sampah harus dilakukan dengan sentuhan teknologi yang lebih tepat dan mampu memproduksi dalam jumlah banyak. “Kalau dijadikan pupuk saja, akan tidak bisa optimal, karena cara pengolahan tidak sebanding dengan jumlah sampah. Ini perlu teknologi lebih tepat. Kalau tidak segera, nanti berpuluhpuluh tahun lagi, kita akan kesulitan,” tandasnya. (sos)

Genjot Penerapan TOSS CABUP nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, mengatakan penanganan sampah dengan metode TOSS menjadi solusi yang tepat. Penerapannya akan terus digenjot hingga menyasar seluruh desa, baik di Klungkung daratan maupun Kepulauan Nusa Penida. “Kami targetkan seratus persen desa menerapkan ini untuk menangani sampah,” tegasnya. Penerapan metode ini tidak sulit. Pengolahan sampah dilakukan dengan peuyeumisasi,

briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio activator. Kurun waktu tiga hari, bau sampah akan hilang dan dalam 10 hari volumenya akan berkurang. Selanjutnya dibentuk menjadi briket dan pellet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak dan energi listrik dengan menggunakan gasifier. Selan positif untuk penyelamatan lingkungan, juga akan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat dan

desa. “Pellet bisa dijual. Ini akan bisa memberikan pendapatan untuk desa. Menjadi sumber ekonomi kreatif,” tegasnya. Tak hanya itu, program yang telah diterapkan di dua belas desa ini juga mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Ini pun secara otomatis akan bisa berkontribusi dalam upaya peningkatan taraf hidup. “Pro-

gram ini tak hanya berdampak pada lingkungan. Namun juga ke aspek lain,” tandasnya. (sos)

L.0001252-BLS-1


EKONOMI

Senin Umanis, 12 Maret 2018

13

Jokowi Dorong Program Padat Karya Tunai PRESIDEN Joko Widodo berharap kementerian melaksanakan program padat karya tunai dalam rangka perbaikan sarana di daerah dan meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat. ‘’Semuanya kami harapkan akan masuk ke padat karya tunai,’’ kata Presiden Jokowi usai meninjau Program Padat Karya Irigasi dan Pengerasan Jalan Pertanian di Desa Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (11/3) kemarin. Ia menyebutkan pada 2018 ini di seluruh Indonesia ada sekitar 5.000 lokasi proyek padat karya tunai. Namun jumlah itu baru berasal dari Kementerian PUPR. ‘’Kita belum bicara Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, semuanya kami harapkan akan masuk ke

padat karya tunai,’’ katanya. Menurut Jokowi, saat ini pelaksanaan program tersebut telah berjalan 1,5 bulan dan akan dievaluasi setelah tiga bulan. ‘’Kalau ini memang memberikan efek kenaikan konsumsi, memberikan efek kepada perbaikan-perbaikan jalan produksi, irigasi dan memperbaiki juga daya beli, ya akan kita tingkatkan lagi,’’ katanya menanggapi kemungkinan kenaikan anggaran untuk program itu. Sementara mengenai Program Padat Karya Tunai di Desa Kempek, Presiden menjelaskan program itu untuk peningkatan jalan produksi sawah dan peningkatan irigasi. ‘’Ini utamanya untuk jalan produksi sawah, yang tanah kemudian diperkeras. Juga yang kedua, memperbaiki saluran irigasi dan kita harapkan juga airnya

bisa mengalir ke sawah tanpa hilang ke mana-mana,’’ katanya. Ia menyebutkan, pekerja yang terlibat dalam proyek itu sebanyak 105 orang, upah untuk pembantu tukang sebesar Rp 80 ribu per hari dan tukangnya Rp 100 ribu per hari. ‘’Saya kira baik. Tukangnya Rp 100 ribu, pembantu tukang Rp 80 ribu, umumnya di sini memang begitu, 80 ribu dan 100 ribu,’’ katanya. Ia berharap pelaksanaan semua proyek padat karya tunai di semua lokasi dapat berjalan lancar. ‘’Saya harapkan di semua titik seperti ini. Jadi di Kabupaten Cirebon ada 43 titik seperti ini. Semuanya dikerjakan, yang paling penting, bisa menambah daya beli masyarakat yang ada di desa, di daerah sehingga konsumsi juga akan bisa ikut naik,’’ kata Jokowi. (ant)

Bali Post/ant

PADAT KARYA - Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan padat karya tunai di Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (11/3) kemarin. Program padat karya berupa pembangunan saluran irigasi tersebut untuk meningkatkan produksi pertanian dan daya beli masyarakat yang ada di desa.

Vietnam Saingi Kopi Indonesia Jakarta (Bali Post) –

Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan berharap Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi Indonesia. ‘’Saya mengucapkan selamat atas terbentuknya Dekopi, semoga dapat menjadi jembatan antara petani dengan dunia usaha dan pemerintah,’’ kata Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan pada acara ‘’Pencanangan Hari Kopi Nasional dan Ikrar Pengurus Dewan Kopi Indonesia (Dekopi)’’ di Kota Tangerang Selatan, Minggu (11/3) kemarin.

Tanaman kopi yang dikelola petani.

Bali Post/dok

Pada acara tersebut, disampaikan pencanangan dan usulan ditetapkannya Hari Kopi Nasional serta Ikrar Pengurus Dewan Kopi Indonesia yang dipimpin Anton Apriantono. Hadir pada acara tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta para pengurus Asosiasi Perkopian

Indonesia. Menurut Zulkifli, Indonesia memiliki keunggulan komparatif di dunia internasional untuk hasil perkebunan, seperi, kopi, lada, dan cengkeh. ‘’Indonesia adalah negara besar dan berada di daerah khatulistiwa. Dengan kondisi tersebut, maka Indonesia me-

miliki lahan perkebunan sangat luas serta kualitas hasil panennya terbaik,’’ katanya. Pada kesempatan tersebut, Zulkifli juga menceritakan masa lalunya di Lampung, yakni dibesarkan dalam keluarga petani perkebunan. Orangtuanya adalah petani kopi dan cengkeh. ‘’Waktu SMA saya pin-

Gerai Markobar Segera Rambah Manila

Minim, WP OP Melaporkan SPT

Penerimaannya Kurang dari 1 Persen Denpasar (Bali Post) Per 9 Maret 2018, dari 162.093 Wajib Pajak (WP) di Kanwil DJP Bali, baru 41,5 persen WP yang telah melaporkan kewajiban perpajakannya atau 60.229 WP. Dari 41,5 persen, kurang dari 1 persen wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) yang baru melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Kepala Kanwil DJP Bali Goro Ekanto mengatakan, di negara maju porsi pembayaran WP OP jauh lebih besar daripada WP badan usaha. ‘’Di Indonesia ini kurang dari 1 persen seluruhnya. Jadi artinya memang ada masalah di kepatuhan sukarela WP OP,’’ ungkapnya saat acara spectaxculare, Minggu (11/3) kemarin. Maka ke depan ia akan fokus menggarap WP OP ini karena penerimaannya sangat minim. Target penerimaan pajak diakui tidak dibedakan berdasarkan WP OP dan WP badan usaha. Namun secara total target penerimaan Kanwil DJP Bali tahun 2018 Rp 10,5 triliun. Naik Rp 500 miliar dari target tahun lalu. Meskipun tahun 2017 peneriman Kanwil DJP Bali tidak memenuhi target, namun tahun ini targetnya dinaikkan. Karena diakui tiga bulan tahun kemarin, kondisi

Gunung Agung memengaruhi dunia usaha di Bali, sehingga memengaruhi penerimaan pajak. Namun saat ini kondisinya dikatakan mulai pulih, sehingga penerimaan pajak khususnya bulanan diharapkan juga lebih maksimal. ‘’Tahun kemarin tidak masuk penerimaannya, kurang lebih 83 persen dari target,’’ ungkapnya. Ia menyayangkan pelaporan WP OP yang minim. Padahal data masyarakat kelas menengah di Indonesia sangat tinggi. Ia mengatakan jumlahnya jutaan. ‘’Orang sudah bisa ke luar negeri. Tapi kalau lihat pembayaran pajaknya, masih banyak yang belum,’’ selorohnya. Maka, ia mengimbau WP OP agar melaporkan SPT dan membayar sesuai dengan penghasilan yang sebenarnya. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang patuh dan secara sukarela membayar pajak yang sebenarnya. Dengan begitu bisa meningkatkan kontribusi penerimaan pajak khususnya WP OP. Mengingat batas waktu pelaporan SPT WP OP adalah sampai 31 Maret untuk tahun pajak 2017. Maka ia mengimbau WP untuk lebih awal melaporkan untuk menghindarkan dari gangguan dan sanksi. Jika

terlambat melaporkan atau membayar, maka akan dikenakan sanksi administrasi Rp 100.000. Bagi karyawan yang telah dipotong gajinya oleh pemberi kerja juga harus melaporkan SPT-nya. ‘’Kalau itu umumnya nihil. Tapi kalau karyawan itu juga punya usaha, dia pasti jadi kurang bayar dan itu harus dilaporkan,’’ ungkapnya. Usaha-usaha UMKM tarif pajaknya 1 persen dari omzet. ‘’Kalau bulan lalu misalnya omzetnya Rp 10 juta, jadi 1 persen dari Rp 10 juta membayar setiap bulan menggunakan ATM. Dan bukti struk pembayarannya di ATM itu sudah merupakan laporan bulanan,’’ jelasnya. Semua data keuangan masyarakat, termasuk data keuangan di bank saat ini telah masuk ke kantor pajak. ‘’Otomatis datanya akan masuk ke pajak. Jadi data keuangan orang kaya-kaya pasti akan masuk ke pajak. Mumpung ini self assesment, tolong menyampaikannya sendiri dan membayar sendiri,’’ imbaunya. Pelaporan SPT saat ini lebih mudah karena bisa melalui internet yaitu e-filling. Begitu juga dengan pembayaran bisa menggunakan e-billing melalui ATM transfer. (kmb42)

Kementerian PUPR Minta Pemda Jangan Perlambat Investasi Denpasar (Bali Post) Setiap tahun kebutuhan rumah baru di Indonesia mencapai 800.000. Sedangkan backlog perumahan di Indonesia 7,6 juta masyarakat yang belum mempunyai hunian yang layak. Kementerian PUPR menargetkan dapat menekan backlog menjadi 2,2 juta tahun 2019 dengan program sejuta rumah. Direktur Jenderal Penyediaan Rumah Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, program sejuta rumah mustahil akan terwujud tanpa bantuan dari semua pihak khususnya pemerintah daerah (pemda). Program sejuta rumah ini perlu dorongan dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Terutama dalam hal perizinan bagi pengembang. ‘’Kadang di daerah belum sinkron dengan kebijakan pusat,’’ ujarnya, Minggu (11/3) kemarin saat peresmian rusunawa di Denpasar. Dukungan pemda terutama dalam hal perizinan agar investor tidak diperlambat untuk menanamkan investasi. ‘’Agar bisa dipermudah, dipercepat. Bahkan Kota Pontianak bisa mengeluarkan IMB dalam waktu 5,6 jam. Itu sebagai contoh dan sudah kami berikan penghargaan,’’ ungkapnya. Ia menjelaskan, rumah itu terdiri dari rumah formal dan rumah informal. Rumah formal dibangun oleh pemerintah melalui APBN salah satunya adalah rusunawa. Sedangkan rumah informal adalah rumah yang dibangun masyarakat secara mandiri. Pemerintah baru bisa mengurangi backlog

perumahan sekitar 30 persen dengan bekerja sama dengan Bank BTN melalui subsidi silang, FLPP, dll. Sementara sisanya 50 persen partisipasi para pengembang swasta dalam menutupi kekurangan rumah tersebut. Rumah formal seperti rusunawa diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia mengimbau pemda, jika ada masyarakat yang belum memiliki rumah dengan penghasilan di bawah Rp 4 juta tau tidak tetap, dapat mengusulkan untuk mendapatkan rumah susun. Dikatakan, kualitas rumah susun yang dibangun saat ini berbeda dengan yang dulu. Seperti lantai keramik kini diganti dengan lantai sejenis granit, furniture-nya sudah seperti apartemen. ‘’Kalau dulu masuk rusun males karena kumuh. Sekarang setara apartemen,’’ tandasnya. Selain rusunawa, rumah formal adalah asrama, dll. Juga ada program rumah khusus (informal) misalnya rumah landed. Jika memiliki lahan yang luas, rumah landed bisa diterapkan. Sementara di Bali harga lahan sangat mahal, lebih mahal dari Jakarta. Untuk nelayan yang rumahnya terkena dampak abrasi, tidak layak huni, lingkungan tidak sehat, pemda bisa mengusulkan untuk membangun rumah dengan tipe 36. Asalkan lahannya ada. ‘’Kemudian untuk yang di perbatasan dengna membangun pos-pos, kami sudah bangunkan rusunawa. Kami datangkan pengembang supaya bisa menjadi kawasan perkotaan,’’ bebernya. (kmb42)

dah dari Lampung ke Jakarta, juga tidak lepas dari niat untuk usaha kopi,’’ katanya. Zulkifli melihat perkebunan kopi di Indonesia mengalami penurunan, karena banyaknya lahan perkebunan yang berubah fungsi menjadi persawahan maupun permukiman. Bahkan saat ini, katanya, kopi Indonesia mulai tersaingi dengan produksi kopi dari Vietnam. Zulkifli berharap Dekopi dapat menggunakan aksesnya untuk berkontribusi meningkatkan kesejahteraan petani kopi. (ant)

Bali Post/ant

PRODUK KULINER - Putra pertama dan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming (kiri) dan Kaesang Pangarep (kanan), menunjukkan produk kuliner varian terbaru mereka di Markobar, Cikini, Jakarta, Minggu (11/3) kemarin.

GERAI Martabak Kota Barat (Markobar), bisnis kuliner yang dikelola putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, segera dibuka di Manila, Filipina. ‘’Targetnya tahun ini, sekarang sedang pengurusan izin usaha,’’ ujar Gibran dalam pembukaan gerai kolaborasi Sang Pisang X Markobar, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (11/3) kemarin. Menurut Gibran, Filipina adalah pasar yang sangat potensial untuk produk martabak aneka rasa miliknya, karena masyarakat setempat menyukai makanan berasa manis. ‘’Markobar sering ikut pameran di Manila dan orang Filipina sangat antusias,’’ ujarnya. Dikutip dari website markobar1996.net, jenis kudapan manis yang berasal dari Solo ini adalah bisnis generasi kedua yang dipegang oleh Arif Setyo Budi, dan kemudian dikembangkan oleh Gibran sejak 2015. Bermula dengan konsep kaki lima, Markobar kini terus berkembang dan memiliki 33 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Presiden Jokowi sendiri sempat merasa terkejut saat mengetahui putranya memilih berjualan martabak dibandingkan meneruskan usaha furniture yang telah dirintisnya. Jokowi awalnya tidak setuju anaknya berjualan martabak, semakin terkejut ketika usaha Gibran berkembang semakin pesat, bahkan melampaui usaha furniturenya. Tidak lebih dari lima tahun, brand value Markobar berkembang lima kali lipat dibandingkan pabrik furniture yang ditekuni Jokowi selama 27 tahun. ‘’Baru lima tahun brand value pabrik yang saya miliki dengan brand value Gibran kalah,’’ ujar Jokowi. Selain Markobar, Gibran juga mengelola usaha lain, yaitu Katering Chilli Pari, produk jas hujan Tugas Negara Boss, dan produk aplikasi permainan Hompimpa Games. (ant)

Perang Dagang AS-Eropa Masih Bisa Dihindari Berlin – Perang dagang Eropa dengan Amerika Serikat masih bisa dihindari, kata Menteri Perekonomian Jerman Brigitte Zypries pada Sabtu (10/3). Dia mengharapkan perundingan di antara kedua pihak itu di Brussel pada akhir pekan ini dapat mencegah pemanasan keadaan. Pada Kamis lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor sebesar 25 persen untuk baja dari 10 persen untuk aluminum. Kebijakan itu ditentang keras oleh sejumlah sekutu Washington, termasuk Uni Eropa dan Jepang. Perwakilan Dagang Amerika Serikat Robert Lighthizer akan bertemu dengan kepala komisi dagang Uni Eropa Cecilia Malmstrom. Selain itu, secara terpisah, dia akan menemui Menteri Perdagangan Jepang Hiroshige Seko di tengah kekhawatiran akan ancaman perang dagang dunia akibat kebijakan Trump. Zypries, kepada stasiun radio Deutschlandfunk, mengatakan bahwa hingga saat

ini belum ada tarif yang telah diberlakukan dan masih terlalu dini untuk membicarakan kemungkinan terjadinya perang dagang. ‘’Namun kita telah sampai pada sebuah situasi di mana kejadian-kejadian awal bisa menjadi serius,’’ katanya. Zypries mengatakan bahwa Uni Eropa tengah berupaya menyelesaikan sengketa dagang ini melalui perundingan. ‘’Masih ada perundingan yang tengah berlangsung, sehingga dengan demikian hal ini masih berada dalam domain diplomasi, bukan perang,’’ katanya. Sang menteri mengatakan bahwa usulan kebijakan tarif dari Trump merupakan pelanggaran atas aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan bahwa Jerman akan berkoordinasi dengan Komisi Eropa untuk membicarakan bagaimana langkah terbaik untuk merespons kebijakan Trump. ‘’Tentu saja, kami bisa membawa persoalan ini ke WTO. Sebagai tambahan, kami juga akan memikirkan kebijakan balasan,’’ kata Zypries.

Enggartiasto Lukita Sebelumnya, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita juga mengingatkan agar Amerika Serikat dapat melakukan perdagangan secara bebas dan adil, serta jangan melakukan hal yang berpotensi memicu perang dagang di tingkat internasional. Perang dagang global

Bali Post/dok

d a p a t t e r j a d i b i l a b e r bagai negara melakukan tindakan balasan dengan menaikkan tarif impor dari Amerika Serikat. Bila hal ini merajalela, maka harga beragam produk konsumsi bisa meningkat, yang akibatnya menggerus daya beli dan melemahkan ekonomi global. (ant)


BULELENG

14

Senin Umanis, 12 Maret 2018

Penyelam Pungut Sampah di Pantai Kaliasem

Singaraja (Bali Post) – Pesisir Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar menjadi tempat aksi bersih-bersih sampah di bawah laut, Minggu (11/3) kemarin. Sejumlah penyelam bersama nelayan, akademisi, pengusaha wisata bahari, polisi, dan TNI terlibat dalam aksi sosial ini. Dalam aksi itu penyelam memungut sampah yang mengotori zona taman terumbu karang dan biota laut di perairan yang berada dekat dengan kawasan wisata Pantai Lovina. Sekitar dua jam aksi berlangsung, sampah yang berhasil dipungut dari dalam laut tidak terlalu banyak. Hasil ini menunjukkan pesisir Lovina dan daerah penyangganya seperti di Kaliasem, kondisi lautnya masih terjaga dari pencemaran sampah plastik. Salah satu penyelam, Gede

Iwan Setiabudi, mengatakan ekosistem bawah laut di pesisir Kaliasem masih tergolong bagus. Ini terbukti ketika dirinya ikut menyelam tidak banyak sampah yang berhasil dipungut dari bawah laut. Padahal intensitas hujan masih tinggi, semestinya volume sampah di pantai akan menumpuk. Apalagi memasuki Sasih Kaulu dan Kasanga, sampah kiriman mengancam kelestarian laut di Bali Utara. “Harapan kami lingkungan bawah laut di Lovina ini terus terjaga, sehingga pertumbuhan terumbu karangnya tidak terancam. Ini membutuhkan kepedulian semua komponen. Sampah tidak menumpuk di satu lokasi saja, tetapi akan menyebar tergantung arus laut itu sendiri,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan

Kebersihan (DLHK) Buleleng Nyoman Genep mengatakan, aksi penyelam ini masih dalam rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018. Aksi pembersihan di bawah laut dilakukan karena pencemaran sampah plastik dapat merusak pertumbuhan terumbu karang. Plastik menutupi terumbu karang, sehingga pertumbuhannya lambat atau bahkan ada yang mati karena dampak pencemaran plastik dalam waktu lama. “Di pantai ini karena muara sungainya agak jauh, pencemaran sampah plastik tidak terlalu banyak. Tapi berbeda dengan di wilayah Banyuasri sampai di Kampung Kajanan yang dekat dengan muara sungai, sampahnya masih mengancam kelestarian laut di sana,” katanya. (kmb38)

Polisi Bagikan Helm Gratis kepada Anak-anak

Singaraja (Bali Post) – Unit Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng membagikan helm gratis kepada pengendara yang melintas di Jalan Ngurah Rai Singaraja, tepatnya di depan Lapangan Taman Kota Singaraja, Minggu (11/3) kemarin. Helm gratis ini lebih banyak diberikan kepada anak-anak di bawah umur yang ikut berkendara. Selain membagikan 50 buah helm kepada anak-anak, polisi juga menyosialisasikan

tata tertib berlalu lintas untuk menekan angka lakalantas yang belakangan ini masih tergolong tinggi. Aksi simpatik ini juga dikaitkan dengan sosialisasi Operasi Keselamatan Agung 2018. Kasatlantas AKP Adi Sulistiyo seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. di sela-sela pembagian helm gratis kemarin menjelaskan, aksi ini untuk mengedukasi setiap pengendara sepeda motor atau yang dibonceng agar tetap menaati tata terbit

Bali Post/ist

SIMPATIK – Jajaran Satlantas Polres Buleleng menggelar kampanye simpatik dengan membagikan helm gratis kepada pengendara di bawah umur, Minggu (11/3) kemarin.

berlalu lintas. Hal ini karena perilaku pengendara atau penumpang masih belum sadar mengikuti tata tertib berlalu lintas di jalan raya. Pihaknya ingin menyadarkan pengendara, sehingga sasaran akhir bagaimana kasus kecelakaan lalu lintas akibat perilaku yang tidak tertib itu dapat ditekan. “Kami harapkan pengendara semakin taat aturan di jalan raya. Sehingga dapat meminimalisir angka kecelakaan yang terjadi di daerah kita,” katanya. Di sisi lain, AKP Sulistiyo mengatakan, dari pengamatan di lapangan ada sejumlah pelanggaran bersifat fatal dan membahayakan pengguna jalan lain. Di antaranya pelanggaran rambu lalu lintas atau melawan arus, berkendara dalam keadaan mabuk, bermain HP saat berkendara, tidak menggunakan safety belt, pengendara di bawah umur, melanggar batas kecepatan (ngebut), serta tidak menggunakan helm termasuk penggunaan helm namun tidak dikaitkan. “Perilaku yang sering melanggar ini kita akan kampanyekan terus agar dimengerti dan tidak dilanggar. Sebab, selain membahayakan pengendara juga memicu orang lain celaka,” tegasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

TERENDAM – Sebanyak 75 rumah warga di Dusun Bukit Sari, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak terdampak banjir. Banjir ini diawali hujan deras pada Sabtu (10/3) hingga malam hari, sehingga air di DAS Tukad Saba meluap hingga merendam rumah warga dan jalan Singaraja–Gilimanuk.

Puluhan Rumah di Pengulon Terendam Banjir

Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 75 rumah warga di Dusun Bukit Sari, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak terendam banjir, Sabtu (10/3) lalu. Banjir ini terjadi karena volume air hujan di Tukad Saba yang melintasi wilayah ini begitu besar. Air kemudian meluap dan merendam puluhan rumah warga dengan ketinggian air sekitar 1 meter. Selain itu, banjir juga merendam ruas jalan nasional Singaraja–Gilimanuk hingga memicu kemacetan arus kendaraan yang melintas dari kedua arah. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan wilayah Desa Pengulon dan sekitarnya dilanda hujan deras sekitar pukul 16.00 Wita. Tingginya intensitas hujan di daerah ini mengakibatkan daerah aliran sungai (DAS) Tukad Saba tidak mampu mengalirkan air karena volumenya terus meningkat. Air pun meluap kemudian menggenangi rumah warga yang dilintasi DAS tersebut. Awalnya air hanya merendam pakarangan warga. Namun semakin lama luapan air terus bertambah deras hingga ketinggian air di rumah warga pun sekitar satu meter. Situasi ini membuat warga tidak bisa berbuat banyak. Perlengkapan rumah tangga mereka pun ikut terendam. Hingga Minggu (11/3) kemarin, dari puluhan

rumah tinggal, empat rumah warga yang masih terendam air. Aparat desa dan warga pun berusaha mengalirkan air dengan mesin penyedot air bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Perbekel Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak Drs. I Nyoman Juliana di lokasi kejadian kemarin mengatakan, saat banjir warganya sempat mengungsi di rumah kerabatnya. Dia pun saat itu sudah menyarankan warga untuk tinggal sementara di aula kantor desa. Sejumlah perlengkapan seperti alas tidur hingga logistik untuk memasak sudah disiapkan. Akan tetapi, karena warga memilih numpang di rumah kerabatnya untuk sementara belum ada warga yang men-

gungsi di kantor desa. “Mulai malam kemarin (Sabtu 10/3 - red) kami persilakan warga tinggal sementara di kantor desa. Logistik juga sudah disiapkan dan ibu-ibu PKK desa juga sudah siap memasak untuk keperluan warga yang terdampak banjir,” katanya. Menurut Juliana, penyebab banjir di desanya itu karena curah hujan tinggi hingga aliran air di DAS Tukad Saba meluap. Sebenarnya luapan air itu bisa dialirkan lewat irigasi subak yang ada. Celakanya irigasi itu kurang terawat dan permukaannya dangkal karena tersumbat sampah dan endapan sedimentasi. Kondisi ini membuat air meluber ke mana-mana, termasuk merendam rumah warganya sendiri. Hal yang sama juga terjadi pada gorong-gorong di sisi

Jalan Singaraja-Gilimanuk. Saluran yang tersumbat dan mendangkal itu membuat air meluap hingga menggenangi jalan. Atas kondisi ini, Juliana bersama perangkat desa dan warga serta instansi terkait lain melaksanakan gotong royong membersihkan irigasi atau gorong-gorong yang tersumbat. Upaya ini diakuinya hanya penanganan darurat agar kalau kembali hujan, maka air tidak kembali meluap seperti yang terjadi sebelumnya. Sementara untuk penanganan lanjutan, desa akan kembali mengajukan bantuan perbaikan irigasi dan gorong-gorong, baik ke kabupaten atau kepada Pemprov Bali. “Besok (Senin 12/3 - red) kami bersama warga dan instansi lain untuk membersihkan irigasi yang tersumbat itu. Kami juga akan laporkan sekaligus mohon bantuan untuk penanganan permanen, sehingga daerah kami tidak menjadi langganan banjir ketika hujan,” jelasnya. (kmb38)


15

Senin Umanis, 12 Maret 2018 Jadwal Pertandingan --------------- Liga Spanyol ----------------------------------------Selasa (13/3) dini hari Deportivo Alaves vs

Real Betis

--------------- Liga Inggris -----------------------------------------Selasa (13/3) dini hari Stoke City vs

Manchester City

Madrid -

--------------- Liga Jerman ----------------------------------------Selasa (13/3) dini hari Werder Bremen vs

Koln

--------------- Liga Champions -------------------------------------Rabu (14/3) dini hari Manchester United vs AS Roma vs

Sevilla Shakhtar Donetsk

Kamis (15/3) dini hari Besiktas vs Barcelona vs

Bayern Munich Chelsea

Hasil --------------- Liga Spanyol -----------------------------------------Eibar Sevilla Getafe Malaga

vs vs vs vs

Real Madrid Valencia Levante Barcelona

1-2 0-2 0-1 0-2

--------------- Liga Inggris -----------------------------------------Manchester United Everton Huddersfield Town Newcastle United West Bromwich West Ham United Chelsea

vs vs vs vs vs vs vs

1. Man City 2. Man Utd 3. Liverpool 4. Tottenham 5. Chelsea 6. Arsenal 7. Burnley 8. Leicester 9. Everton 10. Watford 11. Brighton 12. Bournemouth 13. Newcastle 14. Swansea 15. Huddersfield 16. West Ham 17. Southampton 18. Crystal Palace 19. Stoke 20. West Bromwich

29 30 30 29 30 29 30 30 30 29 30 29 30 30 30 30 30 30 29 30

25 3 1 83-20 20 5 5 58-23 17 9 4 68-34 17 7 5 55-24 17 5 8 52-27 13 6 10 52-41 11 10 9 27-26 10 10 10 45-43 10 7 13 35-49 10 6 13 39-47 8 10 12 28-40 8 9 12 34-44 8 8 14 30-40 8 7 15 25-42 8 7 15 25-50 7 9 14 36-57 5 13 12 29-44 6 9 15 28-48 6 9 14 28-54 3 11 16 23-47

Liverpool 2-1 Brighton & HA 2-0 Swansea City 0-0 Southampton 3-0 Leicester City 1-4 Burnley 0-3 Crystal Palace 2-1 78 65 60 58 56 45 43 40 37 36 34 33 32 31 31 30 28 27 27 20

Pencetak gol : 24 - H. Kane (Tottenham), Mohamed Salah (Liverpool) --------------- Liga Jerman ------------------------------------------Bayern Munich Hoffenheim Hertha BSC Hannover Bayer Leverkusen

vs vs vs vs vs

Hamburg SV Wolfsburg Freiburg Augsburg Borussia M’gladbach

6-0 3-0 0-0 1-3 2-0

--------------- Liga Prancis ------------------------------------------PSG Bordeaux Dijon Lille Nantes Rennes

vs vs vs vs vs vs

Pemanasan Jelang Lawan Chelsea

Metz 5-0 Angers SCO 0-0 Amiens SC 1-1 Montpellier 1-1 Troyes 1-0 Saint-Etienne 1-1

Turnamen Jenesys 2018

Garuda Muda Hadapi Vietnam di Final

Jakarta (Bali Post) Gol tunggal penyerang Sutan Diego Armando Zico berhasil membawa tim nasional U-16 menaklukkan Jepang 1-0 di babak semifinal Turnamen Jenesys 2018 yang digelar di Jepang, Minggu (11/3) kemarin. Tim Garuda Muda melaju ke final menghadapi Vietnam. Bagi Sutan Zico, ini adalah gol keempatnya di turnamen dan membuat dia untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak timnas U-16 di kompetisi tersebut. Partai final digelar pada Senin (12/3) ini, timnas U-16 Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam yang menundukkan Thailand di empat besar melalui adu penalti. Pelatih tim nasional U-16 Indonesia Fakhri Husaini pun menyambut gembira kemenangan anak-anak asuhnya karena Jepang merupakan tim yang kuat. ‘’Semoga ini semakin memotivasi anak-anak untuk terus tampil lebih baik lagi. Masih banyak yang harus dibenahi, meski hasil akhirnya cukup memuaskan,’’ kata Fakhri. Di laga itu, kedua tim bermain dengan tempo tinggi sejak menit pertama. Akan tetapi, gol baru tercipta di babak kedua tepatnya di menit ke-54. Sutan Zico yang baru masuk di paruh kedua berhasil menuntaskan umpan yang dilepaskan oleh Supriadi. Skor 1-0 pun bertahan hingga pertandingan selesai. Adapun Turnamen Jenesys (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths) 2018 diikuti 12 negara yaitu tuan rumah Jepang dan 11 negara Asia Tenggara yaitu Indonesia, Myanmar, Malaysia, Filipina, Kamboja, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos dan Timor Leste. Timnas U-16 Indonesia menganggap turnamen ini sebagai pemanasan sebelum berlaga di dua turnamen penting pada 2018 yaitu Piala AFF U-16 2018 pada 30 Juli-1 Agustus 2018 di mana Indonesia sebagai tuan rumah dan Piala Asia U-16 2018 di Malaysia, 20-30 September 2018. (ant)

Minus Lionel Messi, Barcelona masih mampu mengatasi tuan rumah Malaga dan menang 2-0 pada pertandingan kompetisi Liga Spanyol, Ming-gu (11/3) kemarin. Kemenangan tandang tersebut menjadi pemanasan tepat bagi tim Katalan itu menghadapi Chelsea di Liga Champions, Kamis mendatang.

Luis Suarez dan Philippe Coutinho menjadi penentu kemenangan Barca yang masih tidak terkalahkan di liga. Barca memimpin klasemen dengan 72 poin, unggul 11 poin atas peringkat kedua Atletico Madrid yang akan menjamu Celta Vigo, Senin dini hari. Messi absen pada pertandingan liga untuk pertama kalinya pada musim ini karena alasan keluarga. Bagaimanapun, Barca tidak begitu merindukan sang bintang saat melawan Malaga, yang penyerangnya Samu Garcia diusir keluar lapangan pada menit ke-30 dan menelan kekalahan beruntun ketujuh di liga. Suarez menanduk umpan silang dari Jordi Alba untuk membawa Barca unggul pada menit ke-15 pada pertandingan di Stadion La Rosaleda. Mantan rekan setimnya di Liverpool, Coutinho, mengemas gol kedua pada menit ke-28 dengan sepakan tumit dari jarak dekat setelah aksi impresif dari Ousmane Dembele. Malaga mampu menciptakan dua peluang pada babak pertama, namun mereka

tidak dapat menaklukkan kiper Barca Marc-Andre ter Stegen. Kiper Malaga Roberto Jimenez tetap sibuk pada sisi lain lapangan dan mampu menggagalkan upaya Paulinho, Samuel Untiti, dan Dembele. Sedangkan Suarez mendapatkan kartu kuning yang berarti ia diskors untuk pertandingan Barca selanjutnya melawan Athletic Bilbao. Real Madrid berada di peringkat ketiga dengan 57 poin, setelah menaklukkan Eibar dengan dua gol dari Cristiano Ronaldo. Penyerang Portugal itu mencetak gol untuk pertandingan ketujuhnya secara beruntun di semua kompetisi. Ronaldo mengemas gol pada menit ke-34 setelah menguasai bola umpan jarak jauh Luka Modric. Ivan Ramis menyamakan skor untuk Eibar ketika ia mengungguli Sergio Ramos untuk menanduk bola masuk gawang Real dari tendangan sudut pada menit ke-50. Bagaimanapun, Ronaldolah menyambut umpan silang dari Dani Carvajal di kotak penalti melalui sundulan tanpa dapat dihentikan kiper

Bali Post/rtr

TEMBAKAN BEBAS - Pemain Barcelona Luis Suarez (kanan) dan Jordi Alba menyiapkan tembakan bebas saat melawan Malaga di kompetisi Liga Spanyol, Minggu (11/3) kemarin. asal Serbia pada menit ke-84. Ia mencatatkan gol ke-13-nya dari tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi. Valencia menduduki peringkat keempat di klasemen dan bersiap kembali ke Liga Champions. Tim Kelelawar Hitam itu menang 2-0 di kandang Sevilla dan membuka selisih

11 poin dengan tim Andalusia itu di peringkat kelima. Pemain internasional Spanyol Rodrigo Moreno mencetak gol pada masingmasing babak untuk memberikan kekalahan kandang ketiga dalam waktu kurang dari dua bulan kepada Sevilla. Pasukan Vincenzo

Montella akan mengunjungi markas Manchester United pada Rabu dini hari pada pertandingan kedua 16 besar Liga Champions. Tim papan bawah Levante mengakhiri laju 15 pertandingan tanpa kemenangan dengan menaklukan Getafe 1-0. (kmb39/rtr/ant)

Bayern Munich Gekati Gelar Juara Berlin Bayern Munich semakin mendekati gelar keenamnya secara beruntun di kompetisi Liga Jerman usai menghancurkan Hamburg 6-0, Minggu (11/3) kemarin. Bagi Hamburg, hasil ini mendekatkan klub itu terdegradasi untuk pertama kalinya dalam sejarah Bundesliga. Robert Lewandowski mencetak tiga gol dalam pertandingan ini dan gagal mengeksekusi penalti ketika ia mencapai 100 gol untuk Bayern. Franck Ribery menyumbang dua gol dan Arjen Robben satu gol. Tambahan tiga poin itu membawa Bayern kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 20 poin dari peringkat kedua Schalke yang menang 1-0 di markas Mainz. Dengan delapan pertandingan tersisa, Bayern hanya perlu dua poin saja untuk mengamankan gelar juara.

Tim asuhan Jupp Heynckes berpeluang memenangi gelar juara akhir pekan ini bila menang di markas RB

London Penyerang Arsenal PierreEmerick Aubameyang menyumbang satu gol saat timnya menggulung Watford 3-0 pada pertandingan Liga Utama Inggris, Minggu (11/3) kemarin. Arsenal memerlukan kemenangan ini untuk meningkatkan kepercayaan diri para pemainnya jelang laga melawan AC Milan di Liga Europa. Shkodran Mustafi mencetak gol pembuka dengan memanfaatkan tembakan bebas Mesut Ozil pada menit ke-8. Setelah Aubameyang menjebol gawang tim tamu menit ke-59, gelandang Hen-

rikh Mkhitaryan tampil impresif dengan membukukan gol pamungkas the Gunners menit ke-77. Ini menjadi gol ke-5 dari enam pertandingan. Kiper Petr Cech juga tampil mengesankan dengan membuat sejumlah penyelamatan. Gawangnya juga aman dari penalti Troy Deeney yang membuat kiper Rep. Ceko itu membukukan 200 clean sheet. Kemenangan ini belum mengubah posisi Arsenal di klasemen sementara dengan menduduki posisi ke-6. Dengan raihan 48 poin, tim asuhan Arsene Wenger itu masih tertinggal 8 poin dari Chelsea

Bali Post/rtr

GELAR - Penyerang Bayern Munich Robert Lewandowski (kiri) dan Arturo Vidal melakukan selebrasi saat mencukur Hamburg 6-0 pada pertandingan Liga Jerman, Minggu (11/3) kemarin. Memerlukan satu kemenangan lagi, Bayern mendekat gelar juara. Leipzig dan Schalke kalah di markas Wolfsburg. Laga di Allianz Arena ini menjadi cerita menyedihkan

bagi Hamburg yang kerap kalah dengan skor besar. Sebelumnya tim asuhan Bernd Hollerbach kemasukan 50 gol pada delapan pertandingan terakhirnya di Bayern, termasuk dua kekalahan dengan skor 0-6, dua kekalahan 0-8, dan satu kekalahan 2-9. Hamburg, satu-satunya tim yang selalu berpartisipasi dalam 55 tahun sejarah Bundesiga, kini akan harus bekerja ekstrakeras agar mampu mempertahankan rekor bertahan di Bundesliga. Mereka saat ini menghuni peringkat ke-17 dari klasemen berisi 18 tim dan tertinggal tujuh poin dari Mainz untuk posisi spot playoff degradasi. ‘’Itu bukan sepak bola yang ingin saya lihat,’’ kata pelatih Hamburg Bernd Hollerbach. Bayern mengoleksi 66 poin, sedangkan Schalke 04 memiliki 46 poin, sedangkan Bayer Leverkusen naik ke

peringkat ketiga dengan 44 poin, berkat keberhasilannya mengalahkan Borussia Moenchengladbach dengan skor 2-0 berkat gol-gol dari Lucas Alario dan Julian Brandt. Hoffenheim menambahi masalah vfL Wolfsburg dengan kemenangan 3-0 yang membuat lawan mereka terpuruk di peringkat ke-15, dan unggul selisih gol atas Mainz. Nico Schulz dan Serge Gnabry mencetak gol untuk tim peringkat ketujuh Hoffenheim, sebelum Joshua Guilavogui mencetak gol bunuh diri. Sedangkan Hertha Berlin dan Freiburg bermain imbang tanpa gol. Michael Gregoritsch membukukan dua gol untuk memimpin Augsburg menang 3-1 di markas Hannover 96. Tuan rumah membalas melalui sepakan jarak jauh dari Salif Sane. (kmb39/rtr/ant)

Aubameyang Antar Arsenal Gulung Watford di posisi ke-5 klasemen. Arsenal akan memainkan pertandingan Liga Europa, Jumat mendatang melawan AC Milan di Stadion Emirate. Di laga pertama di San Siro, Arsenal menang 2-0. (kmb39/rtr)

SALTO - Penyerang Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang salto di udara saat merayakan gol. Laga di Stadion Emirates, Minggu (11/3) kemarin dimenangkan Arsenal 3-0 atas Watford.

Bali Post/rtr


olah raga

16

Senin Umanis, 12 Maret 2018

SMES - Pebola voli putri Bandung Bank BJB Pakuan Aprilia S Manganang (atas) melakukan smes yang coba ditahan oleh pebola voli putri Jakarta Pertamina Energi Kyla Elizabeth Richey (kiri) dan Asih Titi Pangestuti Bali Post/wan

KENA WAJAH - Seorang petinju (kiri) melayangkan bogem dan mengenai wajah lawannya pada babak final Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota IX/2018, di Panjer, Minggu (11/3) kemarin.

Murad Taklukkan Ricky dengan TKO

Denpasar (Bali Post) Petinju tuan rumah Kota Denpasar Adrianus Murad Bunga sukses menaklukkan lawannya, Ricky M (Badung), pada final kelas 56 kg senior kejuaraan Tinju Piala Wali Kota IX/2018, di Panjer, Minggu (11/3) kemarin. Sejak ronde pertama, meskipun berbekal teknik bertinju yang minim, kedua petinju spontan jual-beli pukulan. Akibatnya, baik Murad maupun Ricky dari wajahnya mengucurkan darah segar. Kedua petinju sempat diperiksa dokter Suputra, namun Ricky tak mampu melanjutkan laga di atas ring, hingga Murad dinyatakan menang Technical Knock Out (TKO) pada ronde kedua. Usai laga, Murad menyatakan dirinya terpaksa harus meladeni pertarungan keras, mengingat lawannya Ricky bertipe fighter. ‘’Saya juga harus tampil fighter sejati, guna memenangkan laga,’’ tutur petinju kelahiran Kupang, NTT, 9 September 1993 ini. Ia mengaku baru setahun ini berlatih tinju di Sasana Adi Swandana Boxing Camp (ASBC). ‘’Meskipun baru berlatih setahun, saya kira tak ada kata terlambat, dan saya ingin berkarier di tinju amatir,’’ ucap Murad. Hasil lainnya, Joshua (Denpasar) menang atas D. Mahendra (SMP Dwijendra), di kelas 38 kg junior. Jeckil J (Denpasar) mengalahkan Hendrawan (Jembrana) di kelas 44 kg junior. Petrus (Denpasar) menundukkan Fahrizal (Jembrana) di kelas 46 kg junior, Hananta (Banyuwangi) menang atas Yogi Prakarsa (Banyuwangi) di kelas 69 kg junior. Carles Bria (Denpasar) mengalahkan Anggito (Denpasar) di kelas 49 kg senior. Wilcan (Badung) menundukkan Putu Jaya Giri (Jembrana) di kelas 52 kg senior. Julius Babu (Denpasar) menang TKO atas Agung Mahendra (Klungkung) di kelas 60 kg senior, Tomy (Denpasar) mengalahkan TKO Sanjaya (MP) pada ronde kedua di kelas 64 kg senior, Hendrikus (Denpasar) menekuk Vincent (MP) di kelas 69 kg senior, Maha Putra (MF) menang atas Cakti Dwi (MF) di kelas 75 kg senior. Sedangkan di sektor putri, Emma Ekayanti (MBC) mengalahkan Sifa Mutialiva (Denpasar) di kelas 48 kg, dan Marisha Apriliyan (Denpasar) menundukkan Nurul intan (MBC) di kelas 50 kg. Terpilih sebagai petinju terbaik Carles Bria dan Emma Ekayanti, sedangkan petinju favorit Dede Mahendra dan Marisha Apriliyan. Ketua Pengkot Pertina Kota Denpasar Made Muliawan Arya mengemukakan, pihaknya ingin olahraga adu jotos ini masuk ke sekolah-sekolah hingga dipertandingkan pada Porjar. ‘’Saya kira tahun pertama, eskhibisi dulu tak masalah,’’ sebut pria yang akrab dipanggil De Gadjah ini. (022)

(kanan) saat pertandingan Proliga 2018 Seri II Putaran II di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (11/3)kemarin. Tim voli putri Jakarta Pertamina Energi dikalahkan tim putri Bandung Bank BJB Pakuan dengan skor 0-3 (20-25, 21-25 dan 18-25).

Bank BJB Berpeluang Raih Gelar

Bali Post/ant

Palembang (Bali Post) -

Tim putri Bandung Bank BJB Pakuan mengalahkan Jakarta Pertamina Energi pada lanjutan kompetisi bola voli Proliga 2018 di Gedung Olahraga Palembang Sport and Convention Center, Palembang, Minggu (11/3) kemarin, dalam tiga set langsung 3-0 (25-20, 25-21, 25-18). Bank BJB sebagian besar pemainnya musim lalu membela Jakarta Elektrik PLN ini, membuka peluang merebut gelar juara putaran kedua. Apalagi pekan depan Bank BJB akan bermain di kandangnya sendiri. Kemenangan atas Pertamina ini membalas kekalahan yang mereka derita

pada putaran pertama lalu. Bagi Pertamina, kekalahan ini merupakan yang pertama bagi finalis Proliga 2017 tersebut. Bahkan, sebelumnya Pertamina tidak pernah kehilangan satu set pun. ‘’Saya tidak kecewa karena kami kalah. Justru ini menjadi bahan pe-

Ni Putu Pande Lisa Primasari

Bali Post/ist

Bali Post/wan

PUKUL - Psereta Turnamen Piala Wali Kota IX/2018 melepaskan servis kepada lawannya di Lapangan Tenis KONI Bali, Minggu (11/3) kemarin.

tim sepak bola putri yang turun di sebuah kompetisi. Sebelum tim terbentuk, pihaknya terlebih dahulu akan menggelar kejuaraan-kejuaraan kecil sepak bola putri di daerah seperti yang dilakukan di Jakarta melalui Jakarta Equal Festival 2018 yang diikuti oleh beberapa tim yang ada di ibukota dan sekitarnya. ‘’Event kecil seperti ini harus banyak dilakukan. Harapannya bisa di tiap provinsi. Ini juga bisa dijadikan cikal bakal tim sebelum liga sepak bola perempuan digelar,’’ kata Ratu Tisha menambahkan. Dengan banyak turnamen, kata Tisha, tim yang ada di masing-masing daerah bisa dimerger dengan tim peserta Liga 1, sehingga akan mempercepat proses pembentukan tim putri yang diharapkan pada 2019 kompetisi sepak bola putri bisa digelar seperti kompetisi Liga

Denpasar (Bali Post) Petenis Gung De Agung yang turun di KU-10 dan Kadek Ema di KU-12 sukses mengawinkan gelar tunggal dan ganda pada Kejuaraan Tenis Piala Wali Kota IX/2018, di Lapangan Tenis KONI Bali yang berakhir, Minggu (11/3) kemarin. Tiga petenis lainnya juga sukses mengawinkan gelar tunggal dan ganda. Di tunggal Gung De Agung mengalahkan Arya Dhika, sedangkan di ganda Gung De Agung/Arya Dhika menaklukkan Komang Sujana/Ananta. Sementara Kadek Ema di tunggal menaklukkan Ida Ayu Tirta Maheswari, dan di ganda Kadek Ema/Aninda Lohita Nila menundukkan Ni Putu Satya Rikayanti/Kadek

Vina Surya P. Tiga petenis lagi yang mengawinkan gelar juara yakni Ariel Wahyu dan Komang Gina di KU-14, dan Ratu Rangga di KU-16. Ariel Wahyu juara tunggal menundukkan Putu Agasi Pranata, serta Ariel Wahyu/Deovan Gita mengalahkan Kevin Candra/ Lucky Candra. Komang Gina di tunggal menang atas Ni Made Shinta Junia, dan di ganda Komang Gina/Shinta Junia menaklukkan Manik Rakarna/Imelya Dewi. Ratu Rangga di tunggal KU-16 mengalahkan Akda Wijaya, dan diganda Ratu Rangga/Akda Wijaya menundukkan Kadek Adi/Made Pranata. Untuk juara tunggal KU12 Oliver Jonson. Juara tung-

gal KU-16 Ratu Rangga dan Desak Monica. Juara tunggal KU-18 Agus Satria dan Komang Sri Maryati. Juara ganda KU-10 Sasmita Ayu/Kadek Elena. Juara ganda KU-12 Kadek Hendra/N. Surya. Sementara juara ganda KU-18 Ngurah Bende/Ari Sanjaya dan Gilda RH/Cantika. Ketua Umum Pengkot Pelti Kota Denpasar Ketut Dirga menyatakan pihaknya ingin kejuaraan ini ditingkatkan lagi pada tahun depan menjadi Turnamen Diakui Pelti (TDP), sehingga atlet yang turun berhak mendapatkan Peringkat Nasional Pelti (PNP). ‘’Tujuan, kejuaraan tenis Piala Wali Kota ini, untuk menjaring bibit petenis Denpasar,’’ jelasnya. (022)

Puluhan Pemanah Tradisional Berkompetisi di Gianyar

Gianyar (Bali Post) Enam puluhan pemanah tradisional ambil bagian dalam kejuaraan Gianyar Traditional Archery Competition, Sabtu (10/3). Mengambil tempat di Lapangan Bata Anyar, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, event ini diharapkan bisa semakin populer dan dipertandingkan di event lokal maupun nasional. Ketua Umum Pengprov Perpani Bali IGMB Wisnu Mataram dalam sambutannya mengingatkan agar panitia melibatkan para stakeholder dalam menyelenggarakan sebuah event, sehingga kegiatan ini semakin luas pesertanya dan lebih dikenal masyarakat. ‘’Selain itu, sebagai olahraga rekreasi, panahan tradisional merupakan kegiatan positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan hobi,’’ kata Wisnu Mataram sambil mengingat tentang ancaman narkoba yang begitu besar pada generasi muda. Ia juga berjanji memperjuangkan panahan tradisonal ini bisa dipertandingan di events daerah hingga nasional. Namun untuk mencapai itu itu diperlukan du-

kungan dari lembaga-lembaga terkait serta organisasi ini pula. Kejuaraan ini dibuka dengan pelepasan anak panah pertama oleh Wisnu Mataram pada sasaran di jarak 15m. Event ini mempertandingan kategori Sekolah Dasar A (kelas 1-3) dengan raget sejauh 10m, SD B (kelas 4-6) target: 15m, SMP: 20m, SMA/Umum: 30. Selain perorangan, peserta yang berdatangan dari Badung, Denpasar, tuan rumah Gianyar, Tabanan, Bangli dan Singaraja, juga turun di nomor beregu. A.A. Istri Trisna Maharenhi PD menjuarai nomor SD A putri dengan mengumpulkan 302 poin. Di posisi kedua Hope Beatrix Nastassia (260 poin) dan ketiga Faith Dinnarose (220). Sementara di kategori putra juara pertama direbut I made Restu Alden (108) disusul Kadek Wijaya Putra (106) dan Putu Krisna Arkananta (66) Pemenang SD B putri adalah Pande Putu Gina Putri (234). Juara kedua dan ketiga direbut Yurika Sachi Renata (184) dan I Gst. Ayu Puspadyanti (103). Putu Narendra Sukarya menjuarai SD

Klub Liga 1 Diminta Segera Bentuk Tim Putri Depok (Bali Post) Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) meminta tim peserta kompetisi Liga 1 segera memiliki tim putrid, mengingat induk organisasi sepak bola dunia atau FIFA maupun AFC mulai fokus dalam mengembangkan sepak bola wanita. ‘’Memang belum sekarang. Namun, proses pembentukan harus berjalan. Kami harapkan tahun depan masing-masing tim Liga 1 sudah mempunyai tim putri,’’ kata Sekjen PSSI Ratu Tisha di sela pembukaan Jakarta Equal Festival 2018 di National Youth Training Center, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Minggu (11/3) kemarin. Menurutnya, membangun tim putri memang memerlukan perjuangan. Untuk itu pihaknya akan melakukan road show ke masing-masing tim terkait persiapan membangun

‘’Kemenangan ini membuat peluang kami juara putaran kedua menjadi sangat terbuka. Namun, kami tidak mau terlena karena ada dua pertandingan lagi. Kami ingin memuaskan penonton di Bandung, markas kami,’’ kata Octavian. Kedua tim sama-sama sudah mendapatkan tiket ke final four. Pada pertandingan lainnya, Gresik Petrokimia harus mengakui kehebatan Jakarta Elektrik PLN 0-3 (1625, 16-25, 24-26). Kekalahan itu membuat peluang Petrokimia ke babak final four menjadi sangat berat. (ant)

Lima Petenis Kawinkan Gelar

Perenang Pande Lisa Sabet 9 Emas di Singapura

Semarapura (Bali Post) Perenang andalan Bali dari Klub Takahide Swimming Centre (TSC) Klungkung, Ni Putu Pande Lisa Primasari, mendulang sembilan keping medali emas pada Kejuaraan Renang Asia Kelompok Umur (KU) bertajuk ‘’Singapore National Age Group (SNAG) Swimming Championship 2018’’, di Kolam Renang OCBC, Singapura, yang digelar sejak Jumat (9/3) lalu dan berakhir Minggu (11/3) kemarin. Pande Lisa menyabet 9 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Pande Lisa yang turun di KU kelahiran 2007 ini merebut emas antara lain di 100 meter gaya kupu-kupu, catatan waktunya 01 menit 12,54 detik, dan ini merupakan waktu terbaik dari sebelumnya 01:14,78. Emas berikutnya dipersembahkan Pande Lisa di nomor gaya ganti 400 meter, dengan catatan waktu 05:40,88, sedangkan limit sebelumnya 05:45,00. Pande Lisa juga menyumbangkan emas di nomor gaya bebas 200 meter, limit waktunya 02.24.38, catatan waktu sebelumnya 02:26.65. Selain itu, Pande Lisa merebut medali perak di nomor gaya dada 100 meter, dengan catatan waktu 01:21,13. Atas hasil ini, atlet kelahiran 2007 itu dinobatkan menjadi perenang terbaik. (022)

lajaran bagi kami semua, sehingga tidak terlena saat babak final four nanti. Hari ini memang Bank BJB bermain sangat bagus. Kami akan memperbaiki diri untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya,’’ kata pelatih Pertamina M Ansori. Pelatih Bank BJB Octavian gembira dengan kemenangan tersebut. Apalagi, tim yang dikalahkan merupakan tim tangguh seperti Pertamina, yang tidak pernah kalah dan kehilangan set. Hasil tersebut akan membuat kepercayaan diri timnya meningkat.

1 putra. ‘’Agustus nanti kami akan terjun langsung ke daerah maupun ke tim Liga 1 untuk persiapan pembentukan tim sepak bola putri. Semoga langkah yang kami lakukan bisa terealisasi dengan baik,’’ kata sekjen PSSI putri pertama di Indonesia itu.

Lahirnya kompetisi sepak bola putri, menurut Tisha, adalah modal besar untuk pembentukan tim nasional. Selama ini, yang dilakukan hanya pemanggilan pemain berdasarkan turnamen. Itu pun jumlahnya tidak banyak. Dengan adanya kompetisi, maka dinilai akan lebih mudah.(ant)

B putra dengan perolehan 267 poin. A.A. Bagus Gangga Paramarta Prema di posisi kedua dengan 253 poin dan Made Ananda Rama Daiva di posisi ketiga dengan 238 poin. Soffian dan memenangkan kategori SMP putra dan bagian putri Trikumala Wardani menjadi juara pertama dengan raihan 277 poin disusul AA Ustri Intan Suwandari (264) dan I Gst Ayu Indrayanti (100). Sandiaz Antonio menjuarai kategori Umum dengan mengumpulkan 263 poin. Gst. Gede Andika Yasa di posisi kedua dengan 252 poin dan Teguh di tempat ketiga dengan 242 poin. Gayatri berhak atas juara I kategori umum putri dengan 98 poin diikuti Evi Fana (94) dan Ida Ayu Purnama Ningsih (82). Juara beregu putra direbut I Gst. Gede Andika Yasa, Bambang Hariyadi dan I Gst. Ngurah Budi Paramarta yang berjaya di lintasan 6 dengan mengumpulkan 125 poin. Juara beregu putri direbut A.A. Istri Dewi, Yurika dan Indrayanti dengan 25 poin. (kmb39)

Bali Post/kmb39

ANAK PANAH - Peserta Gianyar Traditional Archery Competition di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, bersiap melepaskan anak panah.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Umanis, 12 Maret 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dcr T.Jarit Brpglmn Hub.PT.Bintang Bling-Bling.081916679388

LOWONGAN !!! All jobs Available send CV mail@concordservices-bali.com Fin/Acc,Resort Mgr,S&M Mgrs, PM,Inv/Stock Mgr, GM Manufact, HRD Mgr, IT Mgr,Dive Instruct. www.concordservices-bali.com Call 0878760279780

B.BP.154.03.18.0000553

Dcr Sales,Spv,Teknisi STM,Gj+ Bns+Komisi+BPJS,Lam PT.PMA, Bedahulu XVII/7 Dps B.BP.821.03.18.0000430

Dicari Karyawati Pnglmn Bidang Admin&Pembukuan.H:081353070199 Email:yoesmaradewi@gmail.com

B.BP.004.03.18.0000542

B.BP.001.03.18.0000428

“Dicari Peg Wnt/Pria Jl.Cemara Beach No.3 Tmt SMP/SMA/Sdrt Hub.081944804054/288761

B.BP.004.03.18.0000547

Dbthkan Staf Convinience Store di Pullman Hotel, 087863104822

B.BP.001.03.18.0000461

Dcr 2Satpam,3T.Kbn,3 Org Brsih Villa/bsMasak,Hub.Villa Ayu Br. KuwumKauhKrbkn,4731979/736353

B.BP.154.03.18.0000552

Dcr Krywati Admin bs komputer& bhs.Inggris u/Tour&Travel. Krm CV ke:dok.services@yahoo.com

B.BP.001.03.18.0000515

Sgr Adm Wnt single bs Komputer Gaji+Service lokasi Tabanan, 085792221010, 082235773495

B.BP.004.03.18.0000556

Dcr Plaksana Lapngn & Sopir u/ Proyek Singaraja Hub:420800/ 422700 / 081558409999 B.BP.001.03.18.0000467

Dcri Gr Skolh Fashion Designer Full Time/Partime.081547674509 B.BP.001.03.18.0000248

Dibutuhkan Segera PRT Cewek u/ RumahdiSanur.SMS:08123877799

Dicari Sales,Wanita max. 40thn Min tmtn SMA,lebih baik bisa Bhs Mandarin,Penmpln mnrik, rjn,jjr,Gj 4/jt Brtggjwb, pnmptn Discovery Shopping Mall,Kuta Hub.Lusi 0361-769780

Griya Santrian a beach resort Urgently needs 1 Spa Manager,1 PA Cleaner,1 Driver,1 S&M Manager,1 Coffeshop SPV,Bartender &Barista,Waiter,General Runner 1yrs Experience same Position, Good English,Please Send Your Application and CV by Email to hrm-griya@santrian.com or assthr-griya@santrian.com B.BP.001.03.18.0000517

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.02.18.0001458

Dcr dr.Umum&dr.Gigi u/Klink di Pecatu.Via HP/WA:082147133211

B.BP.001.03.18.0000514

NISSAN

Nisan March 1.2AT Merah 2014 Tg1, 150Jt Ng H.085100463365 B.BP.001.03.18.0000476

B.BP.001.03.18.0000459

ALUMINIUM

WC

BERGARANSI KLOSET, WASTAFEL, BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR

BENGKEL LAS

0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000620-brj

SERVICE SERVICE BENGKEL LAS Free

n

Desig

SERVICE Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

SERVICE

FOTO COPY

DIJUAL TANAH

SUZUKI

Tnh 4A LC Gatsu VI H.jl.8m aspl Dpn Kntr PU Kodya 087861354151

B.BP.001.03.18.0000057

B.BP.001.03.18.0000544

TOYOTA

PROPERTY

AvzG08 slv SprIstw Jl.Tegal CupekGg.Wayang15/3,081246285612

KPR/K Beli Tanah Bunga Mulai 0.94%/BlnMenurun082237079487

B.BP.001.03.18.0000555

B.BP.001.03.18.0000546

DIJUAL RUMAH

ARSITEKTUR

Djl Rmh kontrakan 2LT terdiri dari 6kmr dgn fasilitas lngkap Jln.Celagi Basur-Jimbaran,Link tenang,Hub.0811386044 (WA)

Gbr.IMB,R.Tinggal,Vila,3D,Ruko Gbr.Rencana,dll. 081337230907 B.BP.001.03.18.0000181

B.BP.001.03.18.0000431

Hanya Dg595jt sdhDpt Rmh S.huni Jl.Siulan Penatih, 081558041018 B.BP.164.03.18.0000551

DIJUAL TANAH *** 146A Langgahan Batas Payangan View Cantik, Lsg Sungai,55Jt/A WA:08123943177 B.BP.001.03.18.0000396

Djl Tnh LC di Bypass Kediri,Jl. Sukarno-Hatta,Masuk 50m,Luas 4are, Hub.081338649788 B.BP.001.03.18.0000432

Djl Tnh 24Are,Baturiti Tbn Hrg 20Jt Nego,H:08123665040 BU.TP B.BP.001.02.18.0001020

T.10A dkt Pantai 50m Jln Utama Soka-Tbn 952Jt/A.085257539923 B.BP.004.03.18.0000550

Tnh 10A Jl.Cargo GatsuBrt+4 Rk DpnKampusDyanapura085100705680 B.BP.001.03.18.0000545

Tnh 13,35Are,Hrg.180Jt/A Nego BahaMengwi,SHM,Hub.0818351789 B.BP.001.03.18.0000377

TOUR

RUPA-RUPA

JASA KURAS

LIMBAH MELAYANI MAMPET

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dilelang Suzuki Ertiga GL’13 Asli Bali Hub:089619874461

DIJUAL MOBIL

BALI WANGI BIRO JASA

Informasi pasang iklan Telepon

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertifikat T.08123985172 / 412815 B.BP.001.03.18.0000524

Saya Siap Bantu Nyusun Laporan PajakSPT Tahunan082146461910 B.BP.001.03.18.0000005

SERVICE Service TV Panggilan Hub.081558167440 B.BP.001.03.18.0000549

DIJUAL RUMAH


BANGLI

18

Senin Umanis, 12 Maret 2018

Bupati Made Gianyar Buka ”Speed Erawang Adventure Trail” Ke-3 SEDIKITNYA 1.000 offroader ikut ambil bagian dalam event Speed Erawang Adventure Trail (SEAT) ke-3 yang diselenggarakan Desa Pakraman Suter dan Abang Batudingding, Kintamani, Minggu (11/3) kemarin. Acara yang dibuka langsung Bupati Bangli I Made Gianyar di jaba Pura Tuluk Biyu tersebut di antaranya dihadiri Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma, Danramil Kintamani Kapten Inf. Wayan Legawa, Kepala Desa Abang Batudingding I Made Diksa dan sejumlah tokoh masyarakat desa setempat. Bupati Bangli I Made Gianyar pada kesempatan itu mengaku sangat mengapresiasi penyelenggaraan SEAT. Menurutnya, trail adventure saat ini cukup digandrungi oleh masyarakat. Selain itu, banyak manfaat yang bisa

didapatkan dengan menggelar event ini seperti promosi destinasi pariwisata, menambah teman, rekreasi serta meningkatkan adrenalin. ‘’Untuk promosi pariwisata, bisa memilih rute yang tepat. Apalagi kawasan tiga desa, Desa Suter, Abang Songan dan Abang Batudingding merupakan kawasan wisata yang masuk program nasional, Local Working Group (LWG),’’ ucapnya. Menurut Bupati Made Gianyar, event SEAT merupakan salah satu dari atraksi pariwisata. Karena peserta yang mengikuti ajang ini adalah untuk mencari kesenangan, hobi maupun mencari kebahagiaan. Sama halnya dengan orang berwisata untuk mencari kebahagiaan. Oleh karena itu, pihaknya ingin SEAT memiliki kalender pariwisata tersendiri

untuk pengembangan wisata desa. ‘’Melalui SEAT maupun event yang lainnya, ke depannya mampu mendorong dan memperkenalkan destinasi pariwisata yang ada di wilayah Bangli,’’ kata pria asal Bunutin, Kintamani itu. Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara SEAT Wayan Darmadi mengatakan, Speed Erawang Adventure Trail merupakan event tahunan yang sudah berlangsung sebanyak tiga kali. Menurutnya, dari pelaksanan SEAT pertama hingga ke tiga ini, antusias peserta untuk mengikuti ajang ini semakin meningkat. ‘’Kita sangat berbangga karena selain diikuti offroder lokal Bali, juga hadir peserta dari luar Bali yang ikut meramaikan event ini termasuk peserta turis asing juga ikut ambil bagian yang

semakin menambah semarak penyelenggaraan SEAT ke-3. Semoga ke depannya peserta yang ikut bisa lebih banyak lagi,’’ harap Darmadi. Lebih lanjut dikatakannya, event ini semakin seru karena rute yang dilalui lebih banyak melewati medan berpasir. Jarak tempuhnya mencapai 53 km. Adapun rute yang dilalui, yakni start dari Jaba Pura Tuluk Biyu menuju Banjar Suter, Peselatan, Bakung, Beluhu, Alas Andang, Kubakal, Penaga, Landih dan kembali finish di tempat start. ‘’Untuk menambah atusias peserta, panitia juga menyediakan berbagai jenis hadiah hiburan dengan hadiah utama dua unit sepeda motor Honda Revo. Sedangkan pemenang ditentukan berdasarkan pengundian nomor tiket,’’ tegas Darmadi. (ad558)

MEMBUKA SEAT - Bupati Bangli I Made Gianyar saat membuka event Speed Erawang Adventure Trail (SEAT) ke-3 yang diselenggarakan Desa Pakraman Suter dan Abang Batudingding, Kintamani, Minggu (11/3) kemarin.


19

Senin Umanis, 12 Maret 2018

Daya Beli

WARUNG GLOBAL

Tepat, Langkah Badung Tak Beri Bantuan untuk Perusuh Ogoh-ogoh GUNA kelancaran dan keamanan perayaan Nyepi, Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung bertindak tegas. Jika sampai ada sekaa teruna (ST) yang terlibat kericuhan saat Pangerupukan, khususnya saat mengarak ogoh-ogoh, Disbud mengancam tidak akan memberikan bantuan lagi ke depannya. Hal itu ditegaskan Kadisbud Badung Ida Bagus Anom Bhasma, Jumat (9/3). Ia mengajak seluruh masyarakat untuk fokus melaksanakan Catur Brata Panyepian, dengan tidak melakukan hal-hal yang mengganggu kesucian. Sikap ini mendapat apresiasi positif dari kawan global yang bergabung dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Bagaimana saja tanggapan para pendengar, berikut rangkuman selengkapnya. Wayan Dedo di Tabanan menyarankan agar semua menjaga kondusivitas saat Nyepi. sementara Winaja di Denpasar menyampaikan bahwa pemicu dari pengarakan ogoh-ogoh ,sehingga jadi ricuh itu salah satunya adalah minuman keras. Ia mengakui memang cukup sulit menertibkannya. Untuk itu ia berharap aparat keamanan terus memberikan imbauan sekaligus mengawasi. Selain itu, menyalakan kembang api dan mercon juga sering jadi biang kerok. Ini juga harus ditertibkan. Suardana di Tabanan menyarankan keamanan harus dinomorsatukan. Apalagi pengarak ogoh-ogoh sebagian besar anak muda yang masih labil dalam menjaga emosi. Untuk itu, bukan hanya saat mengarak saja, tetapi sepanjang malam pangerupukan, keamanan harus tetap terjaga. Febri di Denpasar menyatakan Badung memang luar biasa. Salah satunya diwujudkan dengan membantu STT dalam pembuatan ogoh-ogoh. Bantuan itu sebagai bukti Pemkab Badung telah menumbuhkembangkan kreativitas anak muda Bali. Ia berharap daerah lain juga melakukan hal yang sama. Selain penyetopan dana bantuan, jika terjadi rusuh saat mengarak ogoh-ogoh, berikan sanksi sosial juga. Memang sangat rawan terjadi bentrok, terlebih di tahun politik.

Ide untuk tidak lagi memberi bantuan bagi pembuat rusuh merupakan langkah yang sangat bagus. Beratayasa di Sangeh menilai ini sangat positif, bukan menakut-nakuti. Memang sangat rentan terjadi bentrok atau rusuh, entah karena miras, sentimen pribadi bahkan yang rawan adalah ini tahun politik. Untuk itu, ia mengusulkan sebelum diberikan sanksi berupa dana bantuan disetop, sebaiknya dicari dulu siapa pelaku pembuat kerusuhan/bentrok tersebut, dan dikenakan sanksi. Jika semua menaati prosedur, maka semua akan berjalan aman dan lancar. Sugik di Mambal menyatakan sebaiknya tidak mengonsumsi miras dan mari kita jaga kesucian hari raya Nyepi ini. Arya di Denpasar menyatakan bahwa pengaruh miras memang sangat besar memicu bentrok saat mengarak ogoh-ogoh. Untuk itu aparat keamanan mesti ikut turun. Ancaman berupa tak mendapatkan bantuan lagi dinilai Werdha di Gianyar memang bagus. Ia sangat berharap agar kreativitas anak muda melalui pembuatan ogoh-ogoh ini jangan sampai mencederai esensi atau makna dari hari suci Nyepi itu. Selain tidak diberikan bantuan lagi, sanksi lain bisa berupa tidak diikutsertakan lomba ogoh-ogoh misalnya. (sikha)

Upaya Pemulihan Dari Hal. 1

Pascamusibah bencana alam terjadi, pemerintah telah melakukan upaya pemulihan. Secara bertahap kerusakan infrastruktur yang diakibatkan dari longsor di sejumlah titik diperbaiki. Pemerintah juga menyiapkan rumah yang aman untuk merelokasi warga korban bencana yang tinggal di kawasan zona merah bencana. Dari total 76 KK yang rencananya direlokasi, pemerintah baru bisa menyiapkan 50 unit rumah untuk merelokasi 50 KK warga Yeh Mampeh Desa Batur yang menjadi korban banjir. Rumah untuk 50 KK tersebut sudah tuntas dibangun di wilayah Desa Batur Selatan sekitar pertengahan Februari lalu menggunakan dana DSP (Dana Siap Pakai) dan sumbangan pihak ketiga. Pemindahan ke 50 KK warga Yeh Mampeh pun tinggal menunggu hari baik. Sementara terkait rencana perelokasian 26 KK warga Banjar Bantas Desa Songan yang menjadi korban tanah longsor, sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah. Rencana perelokasian untuk korban bencana di Banjar Bantas sampai sekarang masih berkutat pada proses pembebasan lahan. Sejumlah korban bencana tanah longsor di Banjar Bantas pun kerap mempertanyakan janji rencana relokasi tersebut. Mereka sangat berharap relokasi bisa segera dilakukan agar bisa mempunyai tempat tinggal yang layak, aman dan tak lagi harus mengungsi di balai desa saat kondisi cuaca buruk. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli I Wayan Karmawan mengakui bahwa hingga saat ini proses pembangunan rumah untuk merelokasi 26 KK warga Banjar Bantas belum bisa dilakukan. Kendalanya adalah belum terbitnya izin terkait pembebasan lahan hutan dari Kementerian Kehutanan. Sesuai rencana, korban bencana di Banjar Bantas akan direlokasi ke lahan seluas 30 are di Banjar Serongga Desa Songan. Guna mempercepat proses turunnya izin tersebut, Karmawan men-

gaku telah melakukan kooordinasii dengan tim dari Kementerian Kehutanan. ‘’Menurut informasi hasil kajian sudah masuk ke meja menteri. Jadi, pada intinya kita menunggu saja. Semoga secepatnya bisa diterbitkan,’’ katanya. Sementara terkait realisasi proposal bantuan dana bencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan tanah longsor yang telah diajukan ke BNPB sejak Februari tahun lalu, Karmawan mengatakan bahwa sampai sekarang pihaknya masih menunggu realisasi proposal bantuan dana tersebut. Pihak pusat sejauh ini sudah melakukan verifikasi ke lapangan terkait usulan bantuan tersebut. Adapun total nilai usulan kegiatan yang diajukan dalam proposal mencapai Rp 32 miliar lebih meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi DPT Jalan Batur-Masem, jembatan Selulung-Kembangsari, jembatan Blancan-Bukih, jembatan Siakin-Pinggan, jembatan Pinggan-Alas Metaum, jembatan menuju Pura Tirta Yeh Mampeh, DPT jalan Dalem-Awan, DPT jalan Kembangsari-Tanah Gambir, jalan Penelokan-Bubung Kelambu,

jalan Bantang-Campetan, jalan Siakin-Pinggan, dan jalan Peludu-Belancan. Selain jalan dan jembatan, sejumlah lahan pertanian/perkebunan yang rusak terkena bencana juga diusulkan untuk direhabilitasi dan direkonstruksi di antaranya lahan pertanian/ perkebunan di Desa Batur Selatan seluas 33,69 ha, Desa Songan A 15,92 ha, Terunyan 37,22 ha, Buahan 50 ha, Batur Utara 9,625 ha, Kedisan 1,17 ha, Batur Tengah 0,96 ha, Songan B 0,67 ha, serta desa Subaya, Siakin dan Sukawana yang usulannya sesuai lampiran RAB. (kmb40)

Dari Hal. 1

Lima sasaran besar itu yakni lapangan kerja tersedia lebih banyak; pendapatan dan daya beli masyarakat lebih tinggi; kemiskinan makin berkurang; hubungan antara negara dan rakyat serta kerukunan sosial lebih baik; keadilan, kebebasan dan keamanan lebih baik. Dia lalu melanjutkan, untuk mencapai lima sasaran besar itu Demokrat merekomendasikan sembilan strategi yang harus dijalankan. Sembilan strategi yang dimaksud adalah pertama pelonggaran pajak. Demokrat memandang dalam keadaan pertumbuhan ekonomi melambat dan sektor riil yang belum sepenuhnya pulih, diperlukan pelonggaran pajak, bukan penggenjotan pajak. Pemerintah dinilai perlu memberikan insentif fiskal bagi dunia bisnis yang mampu menciptakan banyak lapangan kerja. Kedua, pembangunan infrastruktur perlu dilanjutkan namun tidak terbatas pada sektor pekerjaan umum dan perhubungan, melainkan juga mencakup seluruh sektor, dengan melibatkan BUMN dan swasta, serta APBN dan dana swasta agar membuka lapangan kerja lebih besar dan meningkatkan daya beli masyarakat. Ketiga, mengembangkan UMKM dan kewirausahaan sebesar-besarnya, sehingga membuka lapangan kerja lebih luas serta meningkatkan daya beli masyarakat. Pengemban-

gan ini juga harus memikirkan mengenai munculnya ekonomi baru di tengah berkembangnya teknologi digital. Keempat, menaikkan gaji pegawai, termasuk gaji PNS, guru, anggota TNI/Polri serta upah buruh, dan pendapatan masyarakat secara umum secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun pasca-Pemilu 2019. Pelonggaran pajak yang dilakukan diharapkan mendorong perusahaan untuk menaikkan gaji pegawainya. Kelima, meningkatkan program penanggulangan kemiskinan dengan program-program bantuan kepada kaum miskin dan kurang mampu. Keenam, meningkatkan dan memperluas layanan kesehatan dan pendidikan. Ketujuh, meningkatkan kerukunan antarsesama elemen masyarakat serta meningkatkan hubungan kemitraan yang baik antara negara dengan masyarakat. Kedelapan, melanjutkan upaya menjaga stabilitas politik dan keamanan publik dengan tetap memberikan kebebasan yang bertanggung jawab. Kesembilan, melakukan penegakan hukum secara tegas, adil dan bebas kepentingan politik. AHY mengatakan, jika pemerintahan Jokowi memandang positif rekomendasi Demokrat itu dan merasa tidak perlu menunggu selesainya Pemilu 2019, maka Partai Demokrat sangat siap membantu dan bekerja sama dengan pemerintah untuk mewujudkannya. (ant)

Panggung Tertutup Dari Hal. 1

‘’Nanti akan kita lengkapi dengan covention center, museum, panggung terbuka berkapasitas 25 ribu tempat duduk, juga panggung tertutup yang dilengkapi teknologi modern. Baik itu teknolgi pertunjukannya, saounds system serta lighting modern,’’ jelasnya. Untuk lokasinya direncanakan menggunakan lahan milik Pemprov Bali yang banyak tersebar di wilayah Bali dan belum terkelola secara optimal. ‘’Kita gunakan aset pemprov yang belum terkelola agar bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,’’ katanya.

Sub. Badung 089629266361 | Sub. Tabanan 087860701455 | Sub. Gianyar 081237773563 Sub. Bangli 085238056500 | Sub. Klungkung 081916268341 | Sub. Jembrana 081936083440 Sub. Buleleng 081933117962 | Sub. Karangasem 085338534631 C.0000171-RPA-08

Pada bagian akhir, Koster kembali menekankan, untuk mempercepat pembangunan di Klungkung diperlukan kepemimpinan satu jalur antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Dengan begitu, pembangunan di semua sektor bisa disinergikan soal prioritas maupun sumber pendanaannya. Untuk mempercepat proses pembangunan diperlukan pola satu jalur, satu alur, satu pengelolaan pembangunan di Klungkung. ‘’Kalau BAGIA dan Koster-Ace jadi bupati dan gubernur, saya sudah komitmen akan memprioritaskan pembangunan Klungkung,’’ tegas Koster. (kmb)

Taksu Budaya Dari Hal. 1

Adapun artis dan band yang terlibat adalah Ayu Maenah & Nana Viana, Joni Agung & Double T, Coki Netral, Bintang feat Lebri Partami, Kis, Bona Alit & Ocha Taksu, The Rocknest, The Crazy Horse, The Small Axe, Rajes n Band & Rah Tut XXX, Parade Band Gianyar, RastaFlute Singapadu dan Wayang Inovatif Genta Wisesa. Koordinator komunitas Taksu Seni Bali Agung Bagus Mantra alias Gus Mantra mengatakan konser ini adalah bentuk semangat seniman Bali mengawal taksu budaya Bali. Semangat tersebut kemudian dipersembahkan kepada Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra atau Rai Mantra yang maju sebagai

calon gubernur Bali tahun 2018. ‘’Konser ini digelar berbasiskan semangat kebersamaan dalam mengawal taksu budaya Bali yang dititipkan kepada calon pemimpin Bali yaitu sahabat kami Rai Mantra,’’ kata Gus Mantra. Dalam konser ini seniman juga ingin menyampaikan pesan politik bermartabat. Kalah atau menang dihadapi secara terhormat. Politik sesungguhnya bisa dijalani dengan senyum dan kegembiraan. Bukan saling menghujat, apalagi sekadar adu kekuatan. ‘’Apa yang kami persembahkan sesuatu yang terbaik bagi Bali, ingin membagikan sesuatu yang menyejukkan. Gaungkan politik damai harmoni di tengah keberagaman,’’ kata Gus Mantra. (kmb35)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

SENIN UMANIS, 12 MARET 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

OTOMOTIF Tampil Lebih Fresh, Berlekuk Desain Agresif

Bali Post/iah

WARNA BARU - All New Yaris hadir dengan warna baru Citrus Mica Metallic. Toyota Astra Motor (TAM) meluncurkan produk ini pada Sabtu (10/3) lalu di Sanur, Denpasar. Toyota Astra Motor (TAM) meluncurkan All New Yaris di Bali pada Sabtu (10/3) di Sanur. Sejumlah fitur baru dan perubahan dihadirkan pada produk hatchback Toyota ini. Lalu seperti apa tampilannya? Menurut Executive GM Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi, setelah peluncuran All New Rush, Toyota kembali meluncurkan produk baru. Ia mengatakan 2017 merupakan tahun yang menantang untuk dunia otomotif. “Toyota Indonesia market share-nya lebih dari 34 persen, posisi nomor satu. Kami juga ingin nomor satu tahun ini,” katanya. Guna meningkatkan penjualan, ia mengutarakan Toyota berupaya menghadirkan produk-produk baru. Salah satu model yang cukup

diminati adalah Yaris yang keberadaannya sudah 10 tahun. “Yaris mendapat respons positif di masyarakat. Di Bali sendiri lebih dari 4 ribuan unit telah terjual. Market share sangat baik di Bali di atas 30 persen,” ujarnya. Ia berharap adanya All New Yaris akan bisa meningkatkan dominasi Yaris di market hatchback. Banyak perubahan yang dihadirkan dalam All New Yaris. “Bagian depan berubah total. Stability control dan kabin juga lebih senyap. Selain enak berkendara juga nyaman bagi penumpang,” paparnya. Selain itu, All New Yaris lebih hemat BBM. Fuel efficient sekitar 10 persen dari yang lama. Ditambahkan Operation Manager Auto2000 Wilayah

Kalimantan-Bali, Biyouzmal, All New Yaris hadir dengan warna baru, Citrus Mica Metallic. Selain itu ada 6 warna lainnya, yakni Silver Metallic, Gray Metallic, Red Mica Metallic, Orange Metallic, Super White, dan Attitude Black Mica. Keberadaan All New Yaris diharapkan bisa meningkatkan market share di Bali. “Karena warna-warna yang dihadirkan cukup eye catching, All New Yaris diharapkan bisa menjadikan posisi Toyota kembali di nomor satu untuk segmen hatchback,” jelasnya. Sapta Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Denpasar, mengatakan ada tiga perubahan besar yang dilakukan pada All New Yaris ini. Perubahan itu ada pada eksterior, interior, dan fitur keamanannya. Di eksterior ada perubahan lumayan banyak, desain berubah signifikan. Tampak depan lebih fresh, ada lekukan desain yang agresif. Terkesan lebih sporty. “Grille di atas bemper menggunakan warna baru, yakni black piano,” paparnya. Ada juga perubahan pada lampu depan, didesain kekinian. LED ada strip warna putih yang menarik. Desain lekukan tajam yang paling menonjol adalah velg. Velg menggunakan two tone color. “Di belakang banyak perubahan. Lampu belakang gunakan LED ada strip warna merah. Menambah kesan sporty. Bemper sudah model baru. Antena yang dulu warna hitam sekarang menggunakan antena model shark fin,” ulasnya. Dari sisi interior, jok sisi

pengemudi desainnya sudah diubah semi bucket sehingga kenyamanan sopir saat duduk lebih maksimal. Jok belakang juga diubah posisi sudutnya, agar penumpang di belakang bisa lebih nyaman posisinya. “Desain dashboard berubah total dengan warna black piano. Yang menarik lagi, cup holder ada lampunya. AC-nya sudah elektrikal,” jabarnya. Head unit juga mengalami banyak perubahan. Disematkan software terbaru yang advance. Bisa langsung konek dengan handphone. Menggunakan dua konektivitas, wifi dan weblink. Handphone bisa jadi remote head unitnya. “Odometer layarnya lebih canggih karena menggunakan TFT. Fiturnya banyak,” kata Sapta. Sementara dari sisi keamanan, jauh lebih aman dengan adanya 7 airbag dari

sebelumnya 4 unit. Vehicle stability control (VSC) juga disematkan sehingga lebih stabil. “Baik tipe manual maupun automatic dilengkapi hill start assist. ABS dan fitur safety-nya setara dengan mobil high-end,” jelasnya. All New Yaris hadir dalam tiga grade, yakni TRD Sportivo, G, dan E yang masingmasing dengan transmisi otomatis (CVT) dan Manual 5-speed (MT). Tak hanya itu, New Yaris menggunakan velg 16” alloy dengan two-tone agar selaras dengan desain eksterior secara keseluruhan. Kepala Cabang Auto2000 Denpasar, Haris Prasetya, mengatakan selama ini Yaris cukup diminati konsumen Bali. Penjualannya mencapai 50 hingga 60 unit per bulannya. “Saat ini yang indent sudah mencapai 15 unit. Untuk All New Yaris, kami menargetkan penjualan hingga 60 unit,” katanya. (iah)

Bali Post/iah

PELUNCURAN - Manajemen Toyota Astra Motor (TAM) dan Auto2000 usai jumpa pers peluncuran All New Yaris pada Sabtu (10/3) lalu di Sanur, Denpasar.

”Black Panther” Raih 1 Miliar Dolar

Film megahit “Black Panther” produksi Disney berhasil meraih 1 miliar dolar AS dalam pemutarannya secara global. Disney menyatakan Sabtu (10/3) lalu bahwa prestasi itu berdasarkan perhitungan penjualan tiket. Laporan penjualan tiket “Black Panther” itu diumumkan setelah 26 hari film yang disutradarai Ryan Coogler itu rilis di seluruh dunia. Disney mencatat bahwa film yang dibintang Chadwick Boseman dan Michael B. Jordan ini merupakan film kelima dari dunia Marvel yang mencapai sukses 1 miliar dolar AS. Sebelumnya, “The

Avengers,” “Avengers: Age of Ultron,” “Iron Man 3,” dan “Captain America: Civil War” juga meraih pencapaian itu. Secara domestik, film ini telah mencapai penjualan tiket sebesar 521 juta dolar AS. Film ini menduduki posisi kedua di kategori film superhero yang mencapai raihan itu dan melewati “The Dark Knight.” (iah/ap)

Black Panther - Film megahit “Black Panther” produksi Disney berhasil meraih 1 miliar dolar AS dalam pemutarannya secara global.

Komang Dana

Cacat Fisik Tak Urungkan Niat Bernyanyi

Komang Dana, lelaki kelahiran Kelurahan Sangkaragung, 27 April 1980, terlahir dalam kondisi cacat fisik. Sejak kecil Mang Dana, demikian dia sering dipanggil, harus tergantung dengan orang tuanya karena harus dimandikan dan diambilkan makanan. Namun, seiring bertambahnya usia, Mang Dana melatih diri untuk bisa makan sendiri dengan menggunakan kakinya. Mang Dana sebenarnya ingin melakukan hal yang lebih banyak lagi sehingga tidak tergantung dengan orang tuanya. Namun kondisinya tidak memungkinkan. Tuhan memang maha adil. Meski cacat fisik, putra ketiga pasangan suami istri Nengah Tosen dan Wayan Lasi ini, memiliki suara merdu. Sejak usia 10 tahun, ia mulai belajar menyanyi lagu pop Bali dari hanya mendengarkan kaset atau rekaman. Mang Dana tidak pernah sekolah. Pernah masuk SLB namun hanya dua hari. Setelah menguasai beberapa lagu, Mang Dana yang bersuara merdu ini mengikuti beberapa perlombaan dan berhasil menjadi juara. Mang Dana tergabung dalam sebuah grup musik di Jembrana yang mengajaknya menyanyi jika ada undangan. Namun, bayaran menyanyi juga hanya Rp 100 ribu. Bahkan lebih sering “ngayah” atau tidak dibayar. Undangan menyanyi juga tidak rutin. “Ini saja dua bulan tidak dapat undangan nyanyi,” katanya. Otomatis, kehidupannya juga tergantung dari orang tuanya yang hanya seorang buruh di sawah. Mang Dana sebenarnya ingin berbuat lebih untuk membahagiakan orang tuanya dan mandiri. Berkat kebaikan teman-temannya, ia pernah melakukan rekaman khusus untuk album dengan judul lagu “Tanah Wayah”. Latihan menyanyi dilakukannya secara otodidak. Dia berharap job untuk menyanyi bisa lebih sering lagi datang sehingga dia memiliki masa depan lebih cerah. (kmb)

Edisi 12 Maret 2018 | Balipost.com  

Headline : PD Rekomendasikan Pelonggaran Pajak

Edisi 12 Maret 2018 | Balipost.com  

Headline : PD Rekomendasikan Pelonggaran Pajak

Advertisement