20 HALAMAN
NOMOR 23 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost
minggu Wage, 11 September 2016
Pengemban Pengamal Pancasila
kita, karenanya sebagian besar tidak pernah bisa mencapainya. Karena kita tidak bisa mencapai target yang tidak jelas. Sebagian lagi menaksir secara sembarangan saja dan biasanya menjadi sangat tidak akurat, misalnya menjadi besar sekali. Sedemikian besar harga mimpi kita, sehingga akal sehat kita menafikan. Karenanya kita tidak pernah memulai langkah-langkah pencapaiannya. So, how much the price of
Soal Penangkapan Gung Tu
Kuasa Hukum Pertanyakan SPDP
our dreams? Ketika bicara mengenai hidup yang saya impikan, pertama adalah saya menginginkan hidup yang berkecukupan. Saya menginginkan hasil investasi saya (passive income) mencukupi kebutuhan basic saya dan keluarga saya. Bayar cicilan rumah, cicilan mobil, biaya makanan, biaya sekolah anak-anak, bayar listrik dan bayar asuransi kesehatan, supaya kalau ada yang sakit, sudah ada yang menanggung.
mekanik. Hidup akan menjadi lebih hidup. Nah…berapa harga mimpi saya tadi? Hmm… kalau dihitung dengan standar sekarang, mungkin saya butuh 20 juta sebulan (rumah sudah tidak nyicil, mobil juga kagak). Biaya rumah tangga ternyata kagak banyak-banyak amat, saya sudah cek sama orang rumah. Ternyata yang mahal itu bukan basic cost-nya, tapi kalau kita pergi makan katakanlah ke Sushi Tei. Kalau rata-rata investasi yang gampangan saja (deposito bisa memberikan 8% pa after tax), maka saya membutuh-
Kan enak yah…, kalau basic requirement hidup saya itu sudah ter-cover dari hasil investasi. Jadi, saya tidak lagi harus bekerja. Bukannya saya tidak mau bekerja, tapi mempunyai pilihan untuk tidak harus bekerja merupakan sebuah berkah yang buat saya adalah pencapaian yang luar biasa. Kalau saya sebel sama bos, saya bisa ‘pecat’ dia. Dengan ‘posisi’ seperti ini, hidup buat saya menjadi berbeda. Hidup menjadi penuh pilihan. Kita tidak menjadi
Jakarta (Bali Post) -
Mulai Sabtu (10/9) kemarin, Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin resmi menjabat Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) menggantikan Komjen Pol. Budi Gunawan yang kini mengemban tugas sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Tidak Terbit
Wayang Wong Tejakula Diakui UNESCO BULELENG memang layak dijadikan sebagai salah satu daerah di Bali yang kaya dengan kesenian unik dan sakral. Salah satu kesenian itu adalah wayang wong (wayang orang -red) yang merupakan kesenian unik dan disakralkan oleh umat Hindu di Desa Tejakula Kecamatan Tejakula. Untuk melestarikan kesenian dari ujung timur Buleleng ini, selain dipentaskan pada upacara di pura pemaksan di desa setempat, kesenian yang setiap pementasannya mengambil cerita Rayamayana ini kini mulai sering dipentaskan dalam beberapa event lokal maupun nasional. Pelestarian semakin optimal dengan pengakuan UNESCO yang mengkategorikan Wayang Wong Tejakula sebagai warisan budaya dunia. Gede Komang salah satu penari wayang wong yang dituakan belum lama ini menceritakan, kesenian wayan wong ini semula berasal dari tarian gambuh. Saat itu, penarinya tidak menggunakan penutup muka (tapel -red). Tarian ini dibawakan dengan serasi yang memadukan antara gerak penari dan lantunan tabuh gong. Pementasan tari gambuh ini sempat ditonton dari kalangan kerajaan di Kabupaten Bangli sekitar abab ke-18. Rupanya, penonton dari kalangan raja yang diingat dengan nama Anak Agung ini tertarik dengan penampilan tarian gambuh. Saat itu, dia menyumbangkan sebuah tapel untuk penari. Pemberian tapel itu kemudian menginspirasi penari gambuh untuk mengombinasikan tari gambuh menjadi wayang wong. “Sejak itu, rupanya tapel itu menginspirasi untuk mengubah tarian gambuh menjadi kesenian wayang wong dan sampai sekarang tapel pemberiannya itu disakralkan bersama tapel-tapel yang lain,” katanya. Sejak dikreasikan menjadi kesenian wayang wong, lanjut Gede Komang, penari dan penabuhnya pun semakin bersemangat untuk mengembangkan dan melestarikan kesenian wayang wong. Tapel dari tokoh-tokoh wayang yang dimainkannya terus dilengkapi dan dipelihara. Hal. 19 Piodalan
kan induk investasi sebesar 3 miliar. Betul ya? Kalau induk investasinya 3 miliar, kemudian return-nya 8% pa; maka setahun investasi saya itu memberikan hasil Rp 240 juta atau Rp 20 juta sebulan. Voila..! That’s the the price of my dream. Tapi… bagaimana kalau mimpi hidup kita bukanlah begitu, bagaimana kalau kita hanya ingin hidup bahagia? Tentunya akan lebih sulit menghitungnya, saya tidak bisa menghitung berapa bahagia itu. Bahagia mah tidak bisa dihitung. Hal. 19 Hidup Bahagia
Wakapolri Langsung Kerja
PENANGKAPAN aktivis ForBALI, I Gusti Putu Dharmawijaya yang akrab dipanggil Gung Tu, menjadi polemik di masyarakat. Meskipun Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto, Kamis (8/9) lalu, telah menegaskan dalam rangka penegakan hukum. Beberapa saksi dan ahli pidana diperiksa. Jika ada yang keberatan terkait penangkapan itu, Kapolda mengaku siap dipraperadilankan. Pasal disangkakan terhadap tersangka Dharmawijaya yaitu pasal 24a junto pasal 66 Undang-undang nomor 24 tahun 2009 dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta. Menyikapi hal itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Dharmawijaya, Made “Ariel” Suardana, Sabtu (10/9) kemarin, menegaskan pihaknya akan mengadukan tindakan pengambilan paksa terhadap Gung Tu kepada Kapolri, Propam Mabes Polri, Irwasum Mabes Polri, Kompolnas, Komisi III DPR-RI, Komnas HAM, hingga ke Presiden. Pengaduan itu akan dilakukan berjenjang mulai Senin (12/9) lusa. Hal. 19 Segera Kirim Surat
Terkait dengan hari raya Idul Adha 1437 Hijriyah yang merupakan libur nasional, maka Bali Post pada tanggal 12 September 2016 tidak terbit. Bali Post kembali terbit seperti biasa mulai 13 September 2016. Oleh karena itu, pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
’’How Much is The Price of Our Dream(s)?’’ SETIAP orang mempunyai mimpi akan hidup yang diinginkannya. Tapi tidak semua orang bisa menjelaskan, berapa harga mimpinya itu. Menentukan how much is the price of our dreams? adalah langkah pertama dalam mewujudkan mimpi itu sendiri. “Segala sesuatu yang dapat kita ukur, dapat kita capai atau dapat kita tingkatkan pencapaiannya.” Sebagian besar dari kita tidak pernah punya clarity berapa harga mimpi-mimpi
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
BPM/ade
SERTIJAB - Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian (kiri) melakukan salam komando bersama Wakapolri Syafruddin dan Wakapolri yang lama Jenderal Pol. Budi Gunawan usai sertijab Sabtu (10/9) kemarin.
Syafruddin yang sebelumnya memimpin Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol) menjadi Wakapolri setelah melakukan serah terima jabatan di Ruang Rapat Utama Markas Besar Polri, Jakarta, Sabtu kemartn yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Selain bersumpah untuk setia, dia juga berjanji tidak akan melakukan praktik KKN dan gratifikasi serta senantiasa bekerja demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, bukan kepentingan pribadi serta golongan. Sebelum menjadi orang nomor dua di Polri, Komjen Pol. Syafruddin pernah mengisi beberapa jabatan penting dalam kariernya, antara lain Ajudan Wapres Jusuf Kalla pada tahun 2004,
Wakil Polda Sumatera Utara, Kapolda Kalimantan Selatan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam Polri) dan mulai menjabat Kalemdikpol pada 2015. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan hasil konsultasi dengan Presiden Joko Widodo dan menteri terkait, kompetensi dan pengalaman bertugas di berbagai tempat dan posisi adalah pertimbangan utama diangkatnya Syafruddin menjadi orang nomor dua di Polri. “Wakapolri sudah pernah berkarier di posisi operasional, komando dan pendidikan selama kariernya. Selain itu juga memiliki hubungan yang baik dengan pihak internal dan eksternal Polri,” ujar Kapolri. Hal. 19 Merasa Nyaman
Wayang Wong Digempur Zaman Beri Ruang dan Waktu
BPM/ist
EKSIS - Banyak yang mengkhawatirkan wayang wong di Bali akan punah digilas zaman ternyata tetap eksis.
SEKAA wayang wong di Bali, zaman dulu cukup banyak. Namun seriring zaman, satu per satu tak ada penerusnya. Lantas kesenian itu hilang ditelan zaman dan dilupakan. Kini, sekaa wayang wong bisa dihitung dengan jari. Di Karangasem tercatat masih tiga sekaa wayang wong yakni di Pura Dadia Batur Paketan di Banjar Tengah, Selumbung, Desa Ban dan Duda. Wayang wong di banjar ini sudah dibantu revitalisasinya berkat bantuan dari sebuah perguruan tinggi di Denpasar November
2015 lalu. Sekaa wayang wong ini masih tetap berjalan, karena terkait tari wewalian yang mesti ditarikan saat upacara tertentu di pura itu. Selama ini, sebelum ada revitalisasi pementasan wayang wong baik mengambil lakon Mahabharata maupun Ramayana, kerap digelar semampunya agar
karya berjalan. Namun setelah ada revitalisasi warga setempat senang, karena ternyata wayang wong di tengah globalisasi dan seni instan saat ini, kalau digarap dan ditarikan dengan baik, tetap mampu memukau penonton. Buktinya saat pementasan sekaa wayang wong menampilkan lakon ‘’Karebut Kumbakarna,’’ mampu memukau warga setempat. Hal. 19 Penari Tertua
PARIWISATA selalu mempertemukan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda, baik dalam nilai, norma, kepercayaan, kebiasaan, seni dan budaya. Bahkan, pertemuan itu sering menimbulkan benturan. Hal tersebut disebabkan adanya latar belakang perbedaan prinsip antara budaya pariwisata (global) yaitu lebih mengedepankan kapitalis (uang) dan budaya Bali yang lebih kental dengan kehidupan spiritualnya. Bali yang dijadikan daya tarik wisata utama dunia, karena adanya sifat saling membutuhkan, ternyata tidak terjadi benturan. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu dapat membuat hubungan antara kedua belah pihak yang berbeda terbangun dalam sebuah integrasi harmoni. Artinya, terbangun sebuah relasi yang sehat dan saling memahami antara kedua belah pihak, karena masing-masing pihak mengenal dan memahami situasi dan kondisi pihak lain. Suatu hal yang patut dicatat dan direnungkan adalah bahwa Bali mengglobal tidak terlepas dari eksistensi keindahan alam dan keunikan dan keaneka-
Oleh Dr. A.A. Gede Raka, M.Si. ragaman seni budaya yang dimiliki dan sarat dengan nilai-nilai kearifan lokalnya. Tentu saja awalnya untuk promosi ke luar negeri adalah melalui pergelaran seni budaya, baik dalam seni arsitektur maupun seni pertunjukan (tari dan tabuh). Saat ini, Bali berada di era pariwisata global yang dicirikan dengan tingginya tuntutan pasar (konsumen). Dengan demikian, bagi para pebisnis pariwisata yang cerdas membaca tuntutan pasar, mereka cenderung mengikuti kebutuhan konsumen. Hal. 19 Alami Degradasi
Di Balik Lestarinya Wayang Wong
Ada Pewisik Mewariskan Turun-temurun
WAYANG wong pada dasarnya adalah seni pertunjukan topeng dan perwayangan dengan pelaku-pelaku manusia atau orang (wong). Dalam membawakan tokoh-tokoh yang dimainkan, semua penari berdialog, semua tokoh utama memakai bahasa Kawi sedangkan para punakawan memakai bahasa Bali. Pada beberapa bagian pertunjukan, para penari juga menyanyi dengan menampilkan bait-bait penting dari kekawin.
BPM/mud
Gede Komang penari wayang wong.
Kepala Dinas Pariwasata dan Kebudayaan Tabanan, Wayan Adnyana, mengatakan wayang wong adalah salah satu kesenian yang sakral yang tidak bisa dipertunjukkan secara bebas namun hanya pada upacaraupacara tertentu yang memang
membutuhkan pertunjukan ini. Di Bali sendiri menurut Adnyana ada dua jenis wayang wong yaitu Wayang Wong Ramayana, dan Wayang Wong Parwa. Wayang Wong Ramayana kemudian disebut wayang wong saja, adalah dramatari perwayangan
yang hanya mengambil lakon dari wira carita Ramayana. Hampir semua penari mengenakan topeng. Diiringi dengan gamelan batel wayang yang berlaras slendro. Jenis wayang wong inilah yang ada di Tabanan yaitu di Desa Tunjuk, Kelating dan Marga dan Apuan. Dalam melestarikan kesenian wayang wong, pihaknya melakukan pembinaan rutin dan turut mengaktifkan keikutsertaan para seniman di PKB. Tahun ini dikirim seniman dari Kelating. Hal. 19 Untuk Wisatawan
REGENERASI - Wayang wong bisa eksis karena regenerasi.
BPM/ist
DAERAH
2
Minggu Wage, 11 September 2016
Anak-anak TK Dikenalkan Disiplin Berlalu Lintas
FIGUR
MoU dengan Timor Leste
KADIN Bali akan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Kadin Timor Leste, Selasa (13/9) lusa. Langkah ini dilakukan mengingat hubungan Bali dengan Timor Leste sangat istimewa karena banyak masyarakat yang berpendidikan di sana sekolahnya di Bali. Dalam MoU tersebut juga akan direalisasikan perdagangan antarkedua pihak yaitu Bali dan Timor leste. ‘’Selain kerja sama perdagangan juga akan dilaksanakan kerja sama dalam bidang pariwisata,’’ ujar Ketua Umum Kadin Bali, A.A. Ngurah Alit Wiraputra, Sabtu (10/9) kemarin. Ia mengatakan saat ini Timor Leste akan mempersiapkan negaranya akan menjadi destinasi wisata beyond Bali.Dikatakannya, di sana sedang di bangun kawasan wisata permainan ketangkasan dan kasino serta beberapa resor yang akan dapat menjadi kawasan yang sangat menarik. Selain kerajinan dan industri kecil menengah dari Bali yang sangat diminati di sana juga perlu kiranya pengusaha kita untuk berdagang produk pertanian seperti kopi dan cokelat serta yang lainnya. Kebutuhan akan kayu cendana dan gaharu di Bali juga kita bisa datangkan dari Timor Leste. Pengusaha Bali juga perlu menjajaki investasi kuliner dan yang lainnya yang bisa kita kembangkan di Timor Leste. ‘’Selain kebutuhan akan pangan, masyarakat Timor Leste juga membutuhkan sandang berupa pakaian dan garmen. Peluang di sana masih sangat terbuka bagi pengusaha di Bali,’’ ujar mantan Ketua Umum Kadin Badung ini. Dijelaskannya kerja sama ini dijembatani oleh Universitas Udayana, yang alumninya banyak memegang jabatan strategis di Timor Leste. (dir)
Peras Pedagang, Tiga Preman Dibekuk
Negara (Bali Post) – Tiga orang preman yang memalak pedagang di Pasar Adat Pergung dibekuk jajaran Polres Jembrana, Jumat (9/9) malam. Modus pelaku, mengaku sebagai anggota salah satu ormas dan meminta sejumlah uang dalam rangka HUT ormas tersebut Oktober nanti. Setelah diselidiki polisi, ternyata mereka sudah dikeluarkan dari ormas tersebut. Salah satu korban, Andi Lala (25), asal Lumajang, Jatim di stan pakaian mengaku sempat didatangi tiga orang yang tak dikenalnya. Ketiganya mengaku anggota ormas dan langsung meminta uang tanpa menunjukkan proposal atau surat dalam bentuk apa pun. Oleh korban awalnya diberikan uang Rp 100 ribu, namun pelaku meminta tambahan lagi Rp 50 ribu. Akhirnya dengan terpaksa korban menyanggupi permintaan tersebut. Korban selanjutnya melaporkan aksi pemerasan ini ke Polres Jembrana. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan dengan berbekal ciri-ciri ketiga orang yang disebutkan korban. Setelah berhasil melacak, polisi membekuk ketiganya. Mereka di antaranya IKS (48) asal Pendem, IGKH (32) asal Pergung, dan Ags (29) asal Nganjuk, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana, Sabtu (10/9) kemarin, membenarkan penangkapan tersebut. Setelah dikonfirmasi dengan organisasi Laskar Bali di Jembrana, ternyata dua di antara pelaku ini sudah diberhentikan jauh hari sebelumnya karena perilaku yang sama. Polisi juga mengantongi Surat Keputusan pemberhentian keduanya dari organisasi. “Dua pelaku itu sudah dipecat, proposalnya juga palsu dibuat sendiri mengatasnamakan ormas,” ujarnya. Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti di antaranya proposal palsu yang mengatasnamakan Laskar Bali dan uang tunai sebesar Rp 450 ribu. Polisi menurutnya masih mendalami kasus ini. Ketiga pelaku dijerat pasal 368 yo pasal 65 yo pasal 378 KUHP tentang pengancaman dan pemerasan serta unsur penipuan. (kmb26)
BPM/olo
DIAMANKAN – Pelaku yang memalak sejumlah pedagang di Pasar Adat Pergung diamankan polisi.
BPM/kmb
SAHABAT ANAK - Program Polisi Sahabat Anak yang dilakukan Polantas Polres Jembrana untuk mengenalkan rambu-rambu lalu lintas dan disiplin berlalu lintas kepada anak-anak TK.
Negara (Bali Post) Disiplin berlalu lintas perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat khususnya anak-anak. Karena pelanggaran berlalu lintas menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. “Jadi, kami akan terus kenalkan disiplin berlalu lintas kepada anak-anak TK,” kata Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Adi Sulistiyo Utomo seusai gerakan program Polisi Sahabat Anak Sabtu (10/9) kemarin. Kegiatan diikuti anakanak TK Kemala Bhayangkari dan Tk Raudhatul Athfal Permata Imam. Dikatakan Kasat Lantas
kegiatan Polisi Sahabat Anak ini dalam rangka pembinaan dan pengenalan disiplin berlalu lintas sejak usia dini kepada anak-anak TK. Baik pengenalan berupa rambu-rambu lalu lintas, taman lalu lintas serta keliling kota dengan menggunakan kendaraan dinas Polri sehingga tertanam disiplin berlalu lintas sejak usia dini serta menambah kecintaan anak-anak terhadap Polri. Pihaknya berharap kegiatan ini benar-benar bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat sehingga angka kecelakaan bisa ditekan. (kmb)
Galian C di Yehembang Kembali Diprotes Warga Mediasi Mentok
Negara (Bali Post) Warga kembali protes terhadap adanya galian C di Yehembang, Mendoyo. Protes warga dilayangkan warga melalui BPD Yehembang terhadap aktivitas galian C di dua banjar yang ada di Desa Yehembang Kauh, Mendoyo yang menimbulkan kerusakan jalan dan senderan serta mengotori lingkungan. Adanya protes tersebut kemudian dimediasi oleh Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Komang Sukasana bersama para kanitnya. Pihak warga Yehembang yang keberatan terhadap aktivitas galian C tersebut diwakili oleh Ketua BPD Yehembang Gusti Ngurah Anom dan beberapa anggota BPD lainnya. Sedangkan dari pengusaha galian C, keduanya hadir yakni Ketut Artawan dan Gede Putra Wibawa. Warga melalui Ketua BPD Yehembang menuntut agar kerusakan jalan dan senderan drainase yang jebol segera diperbaiki. Pemilik galian juga diwajibkan memerintahkan para sopir truk pengangkut material galian untuk menutup bak truknya
dengan terpal agar tidak mengotori lingkungan. Ketua BPD Yehembang, Gusti Ngurah Anom, Sabtu (10/9), mengatakan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dan pengusaha galian tetap membandel, maka warga melalui aparat desa dan pihak kepolisian akan menutup sementara galian C tersebut. Mendengar tuntutan tersebut, kedua pengusaha galian C berjanji memperbaiki jalan yang rusak termasuk senderan yang jebol paling lambat minggu pertama pada bulan Oktober mendatang. Ketut Artawan salah satu pengusaha galian C mengatakan pihaknya tidak akan melayani truk yang tidak mau menutup
muatannya dengan terpal. “Intinya kami akan patuh,” ujarnya. Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Komang Sukasana saat dikonfirmasi membenarkan dalam mediasi yang berlangsung di Mapolsek Mendoyo tersebut telah ada kesepakatan antara warga yang diwakili Ketua dan anggota BPD Yehembang dengan pengusaha galian C. Menurutnya, jam operasional galian C tersebut juga telah disepakati, yakni mulai pukul 12.00 wita hingga pukul 13.00 wita tiap harinya. Pihaknya cepat mengambil langkah dengan memediasi kedua belah pihak karena pihaknya tidak menghendaki ada hal-hal yang tidak diinginkan di masyarakat. “Syukurlah sudah ada kesepakatan di antara mereka,” jelas Sukasana. Dikatakannya jika kesepakatan tersebut diingkari oleh pengusaha galian C dan kembali menuai protes dari warga, maka pihaknya bersama aparat desa akan melakukan penutupan sementara aktivitas galian C tersebut. (kmb)
BPM/jay
PENGUNDIAN - Acara pengundian kupon dana punia berhadiah Rabu (7/9) lalu di jaba Pura Hulundanu Batur.
Pengundian Dana Punia Berhadiah Panca Wali Krama di Songan Berjalan Sukses
Bangli (Bali Post) Setelah terjual sekitar 25 ribu lembar lebih kupon dana punia berhadiah, panitia penggalian dana Panca Wali Krama Pura Hulundanu Batur di Songan, melakukan pengundian kupon dana punia berhadiah, Rabu (7/9) lalu di jaba Pura Hulundanu Batur di Songan. ‘’Atas asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa, kami dari Panitia Karya Agung Upacara Panca Wali Krama, Pura Hulundanu Batur, Desa Pakraman Songan, sudah kita lakukan pengundian kupon berhadiah ini,’’ ucap Ketua Pengggalian Dana, Nyoman Ariana, Sabtu (10/9) kemarin. Dikatakan, acara pengundian kupon berhadiah disaksikan oleh para pejabat terkait seperti Bupati Bangli yang diwakili Kadis Perhubungan Gede Artha, Notaris,
Polsek Kintamani, Kepala Dinas Sosial Pemkab Bangli, Kepala Desa Songan A, Kepala Desa Songan B, Peduluan Desa Pakraman Songan, Panitia dan disaksikan juga oleh masyarakat. ‘’Hasil pemenang undian ini telah dilakukan Waarmerking oleh notaris Bapak I Putu Herry Wirasuta, S.H., M.Kn. Acara dimeriahkan Prasida Band dan group lawak Nong Nong Kling. Ariana yang juga dosen di D4 Pariwisata Unud ini, menyebutkan bagi pemenang untuk segera menghubungi panitia dengan menunjukkan bukti kupon dan bukti identitas (KTP, SIM, atau bukti indentitas lainnya) untuk dilakukan verifikasi dan validasi para pemenang. ‘’Dan apabila hadiah tidak diambil selambat-lambatnya sejak pengundian yaitu dari tanggal 7 September 2016 sampai dengan tanggal 28 Oktober
2016, maka hadiah tersebut akan menjadi milik Pura Hulundanu Batur, Desa Pakraman Songan, Kecamtan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali,’’ jelasnya. Sementara atas partisipasi masyarakat Hindu senusantara, pihak panitia mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangsihnya memberikan punia, melalui dana punia kupon berhadiah. ‘’Semoga atas kebaikan hati dan ketulusan umat semua pihak, mendapatkan berkah yang berlimpah,’’ ujar Ariana. Para pemenang dalam undian berhadiah ini adalah pemegang kupon nomor 030278, 003657, 019021, 001484, 004433, 021995, 017401, 024748, 017650, 017645, 017644, 017288, 023389, 026654, 030371, 005601, 039168, 026316, 016812, 017537. (asa)
BPM/kmb
MEDIASI - Mediasi permasalahan galian C yang dilakukan oleh Kapolsek Mendoyo.
Gema Perdamaian 2016 Terdiri dari 14 Kegiatan
Denpasar (Bali Post) Dalam rangkaian event Gema Perdamaian (GP) yang akan dibuka Rabu (21/9), sebelumnya dilakukan sarasehan internal panitia baik SC maupun OC pada Sabtu (10/9) kemarin. Gema Perdamaian tahun ini yang merupakan GP ke-14 tahun, terdiri dari 10-14 acara yang berbeda. Ketua Paniti GP, Jero Jemiwi, mengatakan, sarasehan internal ini bertujuan untuk mengakrabkan antarpanitia bukan saja akrab secara pertemanan, tapi juga akrab secara hati, batin. “Sehingga dalam sarasehan damai ini kita membahas dulu, sebelum kita menyuarakan damai itu keluar nanti. Jadi, kita harus paham dulu di dalam, damai itu menurut kita kan bedabeda. Jadi, sarasehan internal ini memberikan pemahaman bahwa kita memiliki pemahaman yang berbeda tetapi bagaimana dalam pandangan yang berbeda itu kita berdamai dengan diri kita sendiri, dengan orang-orang terdekat kita,” paparnya. Pada 21 September merupakan pembukaan GP yang juga merupakan hari perdamaiam dunia. Pada hari itu akan diadakan sarasehan khusus para tokoh. Panitia GP akan mengundang 300 tokoh baik tokoh agama, sosial, politik, budaya, ekonomi, pariwisata, ormas, dll. Dari 300 tokoh, maksimum 30 tokoh akan diminta pendapatnya tentang perspektif damai menurut masing-masing tokoh
selama tiga menit. “Bukan dialog tapi monolog, dan saya yakin karena yang hadir para intelektual dan tokoh, akan ada dialog batin dari perspektif dari masing-masing tokoh itu, disampaikan dalam tiga menit,” ujarnya. Pada tanggal 24 dan 25 September dilaksanakan donor darah dan berbagai lomba seperti lomba foto, lomba karya tulis ilmiah, lomba menciptakan puisi dan membacakan puisi. Lalu pada tanggal 1-2 Oktober, dilaksanakan gotong royong kebersihan yang disebut GP clean and green. Dan puncak acara pada 8 Oktober melibatkan puluhan komunitas seni, kampus, organisasi pariwisata, dan masyarakan umum. Made Suryawan, salah satu SC mengatakan, damai diperlukan setiap orang. Karena damai tidak menghasilkan uang sehingga banyak yang melupakan tujuan damai tersebut. Maka dari itu, melalui gelaran event diharapkan ada damai. “Karena damai itu pasti indah, dia adalah platform keindahan, penciptaan, dan menghargai keberagaman,” jelasnya. Puncak Gema Perdamaian dilakukan pada hari Sabtu terdekat di bulan Oktober sebelum tanggal 12 Oktober sehingga Puncak GP jatuh pada Sabtu (8/10). “Kita tahu tanggal 12 Oktober tahun 2002 adalah tanggal terjadi bencana kemanusiaan, terjadi bom di Kuta,” katanya mengingatkan. (kmb42)
BPM/eka
PERDAMAIAN - Saresehan gema perdamaian di Desa Wisata Kertalangu, Denpasar, Sabtu (10/9) kemarin. Gema perdamaian ini dilakukan untuk mengingatkan kembali akan pentingnya perdamaian dalam kehidupan manusia.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Wage, 11 September 2016
SEREMONIAL
3
Daihatsu Gelar Turnamen Bulu Tangkis ’’Daihatsu ASTEC Open 2016” Semarang (Bali Post)Daihatsu bekerja sama dengan ASTEC (Alan dan Susi Technology) menyelenggarakan turnamen bulu tangkis “Daihatsu ASTEC OPEN 2016”. Turnamen bulu tangkis yang dalam agenda Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ini berlangsung sejak 18 April hingga 15 Oktober 2016, di tujuh kota besar di Indonesia, yaitu Medan, Makassar, Surabaya, Solo, Semarang, Palembang dan Jakarta. Kota Semarang merupakan kota ke lima dalam turnamen ini. Helatan akbar ini akan diselenggarakan pada 7 hingga 10 September 2016, bertempat di GOR USM Semarang. Daihatsu merasa terpanggil untuk berkontribusi dalam mencetak bibit-bibit muda bulu tangkis sebagai olahraga populer di Tanah Air. Hal ini selaras dengan tagline Daihatsu Sahabatku yang ingin menjadikan Daihatsu sebagai Sahabat bangsa Indonesia. ASTEC adalah organisasi sekaligus merek peralatan bulu tangkis yang didirikan 12 tahun silam oleh Alan Budikusuma dan Susy Susanti, pasangan legendaris dan peraih perdana Emas Olimpiade di Barcelona 1992. Kejuaraan ini dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan umur, yaitu emula, remaja, taruna, dewasa dan veteran. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu diselenggarakan di Jakarta, tahun ini Turnamen tersebut diselenggarakan di tujuh kota dengan nama “Daihatsu ASTEC Open”. Hingga kini turnamen ini telah diikuti oleh 2.216, total peserta dan telah dilaksanakan di empat kota, yaitu di Medan pada 20 hingga 23 April 2016, diikuti 530 peserta. Di Makassar pada 27 hingga 30 April 2016, diikuti 507 peserta, dan di Surabaya 27 hingga 30 Juli 2016, diikuti 527 peserta, dan 23 Agustus di Solo yang diikuti 653 peserta. Setelah Semarang, turnamen ini akan berlanjut di kota Palembang. Partai final akan mempertandingkan para juara dari setiap kota dan akan berlangsung di Jakarta pada 9 hingga 15 Oktober 2016, di Stadion Soemantri Brodjonegoro. “Melalui Turnamen Bulu tangkis “Daihatsu ASTEC OPEN 2016”, kami ingin mendukung perkembangan bulu tangkis di Indonesia. Daihatsu berharap Turnamen ini dapat melahirkan atlit muda bulu tangkis yang mampu berkiprah di ajang bulu tangkis nasional maupun internasional,” ujar Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor. (bns1)
NGATUR AYAH - Masyarakat Desa Pakraman Gelgel menghaturkan ayah mempersiapkan upacara puja wali di Pura Dasar Bhuana Gelgel.
Puja Wali Ida Batara Pura Dasar Gelgel
’’Pamedek” Mulai Datang Melaksanakan Persembahyangan
Semarapura (Bali Post)Menjelang Karya Pemacekan Agung Puja Wali Ida Batara di Pura Dasar Bhuana Gelgel, sejumlah pamedek sudah mulai berdatangan untuk melaksanakan persembahyangan. Untuk persiapan puja wali, masyarakat Desa Pakraman Gelgel yang terdiri dari 28 banjar ngayah, yakni makena pengangge ring palinggih ida batara, Sabtu (10/9) kemarin. Dalam mempersiapkan pelaksanaan puja wali, prajuru desa pakraman telah mempersiapkan sistem eagar pamedek dapat dengan nyaman menghaturkan bakti. Rektor IIK Medika Persada Bali, Prof. Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM membuka workshop evaluasi dan peningkatan mutu pembelajaran program studi farmasi klinis.
IIK Medika Persada Bali Gelar ’’Workshop” Pembelajaran Farmasi Klinis Denpasar (Bali Post)Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali menggelar workshop evaluasi dan peningkatan mutu pembelajaran program studi farmasi klinis, Sabtu (10/9) kemarin. Pada workshop tersebut mengundang pembicara dari prodi farmasi Universitas Udayana sebagai pembina prodi farmasi di IIK Medika Persada Bali, Dr. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si., Apt. Rektor IIK Medika Persada Bali Prof. Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM., mengatakan, workshop prodi farmasi dilaksanakan dalam rangka penyiapan perkuliahan di IIK Medika Persada Bali, mengingat prodi farmasi yang paling diminati di antara prodi lain. IIK Medika Persada Bali mendapat mahasiswa baru sebanyak 3 kelas masingmasing berisi 50 mahasiswa. “Oleh karena itu, kurikulum, pembelajaran perkuliahan harus sudah siap. Rasio dosen juga sudah terpenuhi, jauh di atas rasio yang ditentukan oleh Dikti,” ujarnya. Saat ini dosen tetap di prodi farmasi IIK Medika Persada Bali berjumlah 10 orang, dosen tidak tetap sekitar 10 orang. Sehingga dosen farmasi jumlahnya lebih dari 20 orang. Mengingat IIK Medika Persada Bali melakukan pendidikan farmasi pertama kalinya, sehingga diharapkan ketua prodi menyusun perkuliahan semaksimal mungkin agar menghasilkan output yang paling baik. “Kita persiapkan sarana dan prasarana, praktek dan sebagainya, diharapkan tiga sampai empat semester siap, ready for use,” tandasnya. Prodi farmasi di IIK Medika Persada Bali berbeda dengan prodi farmasi di PT lainnya, karena prodi farmasi IIK Medika Persada Bali merupakan farmasi klinik sedangkan farmasi yang lain lebih banyak keilmuan. “Farmasi kita langsung dipraktekkan oleh ahli farmasi kita ke RS, klinik, yang langsung berhubungan dengan pemakaian tenaga farmasi itu sehingga orientasi kita lebih ke farmasi klinik dan farmasi masyarakat,” jelasnya. Dr. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si., Apt., pembina prodi farmasi IIK Medika Persada Bali menjelaskan, dirinya diminta untuk membangun farmasi di IIK Medika Persada Bali, membawa prodi farmasi menjadi terakreditasi A. “Saya sangat bersedia, bukan karena melihat lembaga tapi melihat agar apoteker Indonesia menjadi berkualitas yang terstandar baik nasional maupun internasional,” ujarnya. Dikatakan di era MEA tidak lagi melihat lulusan dari lembaga pendidikan negeri atau swasta, tapi melihat profesi kesehatan secara menyeluruh. “Sebagai pendidik di perguruan tinggi farmasi Indonesia, kita harus saling bahu membahu membangun kualitas lulusan nantinya agar bisa bersaing di era MEA dan global. Karenanya saya diminta dari awal membangun kerangka pendidikan yang terdiri dari softskill dan hardskill,” tukasnya. Dalam rangka membentuk hardskill mahasiswa, yayasan yang lebih banyak berperan menyiapkan gedung, lab dan sebagainya. Sementara softskill menjadi tugasnya dan akan terus dipacu agar memenuhi standar yang setara, sesuai dengan akreditasi yang diinginkan IIK Medika Persada Bali. Softskill lainnya, yaitu membentuk kerangka kurikulum yang memenuhi standar kerangka kurikulum yang ditetapkan oleh menteri, kemudian dari menteri diterjemahkan oleh asosiasi pendidikan farmasi Indonesia yang mana dirinya masih sebagai pembina bidang wilayah Jawa Timur, Bali Nusa Tenggara. “Sehingga saya punya tugas, tanggung jawab untuk membina agar tidak terjadi ketimpangan lulusan, outcome, hasil didikan sarjana farmasi nanti yang dikeluarkan oleh IIK Medika Persada Bali,” jelasnya. (ad371)
Jero Bendesa Pakraman Gelgel I Putu Arimbawa menyampaikan, prajuru Desa Pakraman Gelgel telah mempersiapkan segala keperluan untuk pelaksanaan puja wali. Klian banjar bersama prajuru Desa Pakraman telah mempersiapkan seluruh keperluan puja wali dan juga sistem antrean. Arimbawa menyampaikan, sistem antrean akan dilakukan dalam tiga tahap.
Antrean pertama dilakukan di luar pura untuk pengambil kartu antrean. Pamedek mulai datang melaksanakan persembahyangan. Selanjutnya antrean kedua dilakukan pada madya mandala yang terbagi menjadi dua bagian dengan pagar besi. Terakhir antrean dilakukan pada pintu masuk utama mandala. Pada satu gelombang antrean akan tertampung sampai
1.200 orang sesuai dengan kapasitas utama mandala. Prajuru desa pakraman juga telah mempersiapkan pos informasi dan pelayanan kesehatan untuk pelayanan kepada masyarakat. Selain itu juga disiapkan kamar mandi yang baru diselesaikan tahun ini di sebelah barat pura. Sesuai dengan runtutan puja wali, pada Minggu (11/9) ini akan dilaksanakan nedunang ida batara yang dilaksanakan oleh pemangku pamucuk, diikuti pemangku pangayah Ida Ratu Pasek, Pemangku Pangayah Ida Ratu Pande dan dari pesamuhan pemangku werdi semaya, pukul 11.00 Wita. Puja Wali di Pura Dasar Bhuana Gelgel ini dilaksanakan setiap enam sasih pada Soma Kliwon Wuku Kuningan atau pada Senin (12/9).
Pada puja wali ini ida betara katurang nyejer selama tiga hari hingga Kamis (15/9). Pihaknya menegaskan upacara ini merupakan pujawali untuk seluruh ida betara yang berstana di Pura Dasar Bhuana Gelgel. Setelah puja wali ini, Pura Dasar Bhuana Gelgel juga akan dilaksanakan pangusabaan pada purnama sasih kapat pada Sabtu 15 Oktober 2016, mendatang. Pada upacara ngusaba yang dilaksanakan tiap tahun ini juga akan dilaksanakan pawintenan di Pura Dasar Bhuana Gelgel yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Bali. “Kami telah membuka pendaftaran untuk pelaksanaan pawintenan di LPD Desa Pakraman Gelgel, maksimal sebanyak 350 peserta,” tuturnya. Untuk pelaksanaan pawintenan, banten
akan ditanggung oleh panitia penyelenggara. Sementara itu, Pasedahan Desa Pakraman Gelgel Jero Made Suryawan menyampaikan harapannya kepada masyarakat luas untuk tetap melaksanakan persembahyangan di Pura Dasar Bhuana Gelgel. Mengingat pihaknya banyak menerima informasi adanya selebaran untuk tidak melaksanakan persembahyangan di Pura Dasar Bhuana Gelgel. “Banyak yang bertanya langsung ke kami karena adanya isu dan selebaran bahwa di Pura Dasar Gelgel tidak dilaksanakan puja wali. Dengan ini kami sebagai prajuru Desa Pakraman Gelgel menyampaikan bahwa puja wali pada Soma Kliwon Kuningan tetap dilaksanakan,” pungkasnya. (dwa)
Pameran Felice Jewellery
Cincin Black Diamond Rp 1,999 Juta Denpasar (Bali Post) Felice Jewellery menggelar pameran perhiasan emas dan berlian mulai Minggu (11/9) hingga Kamis (15/9) mendatang. Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto, Denpasar. Untuk pameran kali ini,. ada hadiah istimewa berupa handphone android yang akan diberikan kepada pelanggan yang membeli cincin black diamond 1 carat. “Untuk cincin black diamond 1 carat kami beri harga promo Rp 1,999 juta, mendapatkan hadiah langsung handphone android,” ujar sales Felice Jewellery, Ahmad Bazari, kemarin. Menurut Ahmad, cincin black diamond atau berlian hitam menjadi salah satu produk unggulan Felice saat
ini. Black Diamond ini didatangkan langsung dari Afrika, yang sudah dikenal menghasilkan berlian kualitas terbaik. Dipadukan dengan emas putih, cincin black diamond 1 carat inipun tampilanya menjadi lebih mewah dan elegan. “Kami juga memberikan harga promo untuk berlian fashion Rp 9,999 juta dan man’s ring Rp 15 juta,” imbuhnya. Ahmad menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, kemudian gelang, dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Selain itu dapatkan juga promo one price Rp
1,499 juta berupa anting, cincin, dan pendant. “Setiap pembelian perhiasan akan mendapatkan sertifikat. Kalau nanti customer ingin mereparasi perhiasannya, tinggal menunjukkan sertifikat ini. Reparasi bisa dalam bentuk memperbesar atau memperkecil ukuran cincin, memasang permata yang lepas, dan renew seperti baru lagi,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, Felice lebih banyak mengeluarkan desain klasik atau abadi yang selalu cocok dipakai kapan saja dan tidak membosankan. Felice juga ingin menghilangkan kesan bahwa berlian itu mahal. Tapi bukan berarti harga murah yang ditawarkan mempunyai kwalitas murahan. (bns2)
Pembukaan Lovina Festival Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Buleleng Singaraja (Bali Post)Lovina Festival (Lovfest) berlangsung lima hari, 10-14 September 2016 dengan mengusung tema “The Hidden of Lovina’’, memiliki arti kecantikan Lovina yang tersembunyi. Pemerintah Kabupaten Buleleng meningkatkan kunjungan pariwisata berbeda di Bali utara. Destinasi Lovina menjadi ikon pariwisata unggulan dan kebanggaan masyarakat Buleleng. Event Lovfest dirangkai untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Buleleng. Lovfest diharapkan mampu memberi ruang kesenian terhadap seniman muda di Buleleng menjadi lebih aktif dan eksis. “Kegiatan berkesenian di Buleleng makin berkembang dan bergeliat semenjak dilakukan festival-festival. Kami berharap Lovina Festival dan festival lainnya di Buleleng terus meningkat dan berkembang ke depannya,” ujar Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T., Sabtu (10/9) kemarin. Pemerintah berupaya mem-
bangun kerja sama antar komponen pariwisata dan swasta. Kerja sama pariwisata di masa mendatang perlu dikawal dan dijalin komprehensif. Melalui Lovina Festival dengan pemusatan kegiatan di Pantai Binaria atau depan patung lumba-lumba sebagai pusat pertunjukan parade kesenian, hiburan dan musik. “Lovfest terselenggara diharapkan mampu menjadi sektor penggerak dan peningkatan gairah pariwisata di Buleleng. Seluruh komponen diharapkan ikut meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata ke Buleleng,” imbuh Bupati Suradnyana. Bupati yang ngetran disapa PAS ini menambahkan, tourism is different menjadi pembenda pengembangan pariwisata di Bali utara dengan daerah lainnya di Bali. Ia menekankan bersama-sama menciptakan lingkungan pariwisata yang bersih dari sampah. Kondisi lingkungan yang bersih dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. “Selain dari sek-
tor pertanian, sektor pariwisata dapat menjadi perhatian untuk dikembangkan. Saya harap sektor pariwisata mampu menggerakkan ekonomi Buleleng ke depannya,” katanya didampingi Kadisbupar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM., dan udangan lainnya. Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Kementerian Pariwisata RI Prof. I Gede Pitana, menyampaikan pesan Presiden RI Joko Widodo dalam sidang kabinet paripurna, di mana negara menjadi sebuah korporasi dan perlu memiliki kor bisnis. Sehingga dapat memiliki arah jelas dalam menetapkan posisi dalam pengembangan branding pariwisata. “Kebudayaan dan pariwisata di Indonesia menjadi kebanggaan. Lewat peningkatan pariwisata diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata ke depan juga mampu meningkatkan devisa negara mengalahkan sektor lainnya,” ucapnya. Pihaknya mengapresiasi
PEMBUKAAN - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., berharap dengan pembukaan Lovina Festival mampu meningkatkan kunjungan wisman, wisdom dan perekonomian masyarakat di Buleleng, Sabtu (10/9) kemarin. Pemkab Buleleng menyelenggarakan Lovfest. Festival ini diharapkan mampu mengenalkan keunggulan dimiliki suatu daerah. Baik di luar negeri maupun di dalam negeri festival ampuh meningkatkan nama daerah. “Event festival mampu men-
jadi ikon untuk mendatangkan wisatawan. Event digelar memberi motivasi kepada masyarakat lokal dalam mengembangkan festival. Selain itu, event mampu merevitalisasi dan melestarikan kesenian yang ada di daerah,” tegas Pitana. (adv)
4
Minggu Wage, 11 September 2016
Mengenal Skoliosis PENTING namun sering terlupakan. Kesehatan tulang belakang sangat krusial untuk menopang kegiatan kita seharihari. Tidak hanya untuk mendukung pergerakan, tapi juga melindungi organ-organ tubuh kita agar tetap berada di posisi seharusnya dan supaya dapat berfungsi dengan baik. Salah satu masalah tulang belakang yang sering tidak kita sadari atau hiraukan adalah skoliosis atau kelainan tulang belakang yang berubah bentuk dari lurus menjadi melengkung, yang cenderung berbentuk huruf ‘S’. Skoliosis adalah salah satu jenis kelainan tulang belakang yang melengkung ke arah samping kanan atau kiri secara tidak normal, sehingga membuat tulang belakang tampak seperti huruf S atau C. Skoliosis sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu bentuk kelainan pada tulang belakang. Skoliosis pada awalnya menyerang anakanak di bawah usia 10 tahun dan akan berkembang secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia. Biasanya skoliosis akan lebih banyak dijumpai pada anak yang berjenis kelamin perempuan daripada laki-laki. Skoliosis yang terjadi pada anakanak memerlukan pemantauan ekstra untuk melihat perkembangan skoliosis itu sendiri, mengingat skoliosis berkembang secara progesif. Gejala Gejala skoliosis dapat dilihat dari perubahan penampilan dada, pinggul, atau bahu. Berikut ini adalah gejala-gejala skoliosis yang dapat dilihat dari penampilan fisik. Salah satu pinggul tampak lebih menonjol, penderita skoliosis mungkin condong ke satu sisi, salah satu bahu lebih tinggi, salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol. Skoliosis juga dapat menyebabkan nyeri punggung, meski tidak semua penderita skoliosis mengalami hal ini. Penderita skoliosis dewasa lebih sering mengalami nyeri punggung yang biasanya terletak di titik lengkungan terjadi. Hal ini diakibatkan oleh makin parahnya lengkungan tulang belakang. Sakit yang dialami penderita skoliosis sangat beragam. Beberapa penderita skoliosis ada yang mengalami rasa sakit yang menjalar dari tulang belakang ke kaki, pinggul, dan bahkan hingga tangan, terutama saat mereka sedang berjalan atau berdiri. Selain itu ada yang merasa sakit saat duduk atau berdiri. Rasa sakit mereda jika mereka berbaring dengan punggung lurus atau pada salah satu sisi tubuh. Sebagian penderita skoliosis ada yang mengalami nyeri punggung secara konstan, bagaimanapun posisi mereka. Selain nyeri punggung, penderita skoliosis yang parah juga bisa mengalami kesulitan bernafas. Skoliosis juga dapat mempengaruhi
sistem saraf jika ujung saraf tertekan oleh salah satu atau lebih tulang belakang yang melengkung. Hal ini dapat menyebabkan kaki terasa kebas atau lemah, inkontinensia atau tidak mampu menahan buang air kecil maupun besar. Gejala skoliosis pada anak mungkin tidak disadari karena biasanya tidak menyebabkan rasa sakit dan kemunculannya perlahan-lahan. Jika Anda menduga anak Anda mengalami gejala skoliosis segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyebab Kebanyakan penyakit skoliosis tidak bisa dicegah karena sering kali kondisi ini tidak diketahui penyebabnya. 1) Skoliosis idiopatik. Kasus skoliosis yang tidak diketahui penyebab pastinya disebut idiopatik. Menurut penelitian, sekitar sepertiga penderita skoliosis idiopatik terkait faktor genetika, skoliosis idiopatik diderita sebanyak 80 persen dari jumlah penderita skoliosis. 2) Skoliosis degeneratif. Skoliosis degeneratif terjadi akibat kerusakan bagian tulang belakang secara perlahan-lahan. Skoliosis tipe ini menimpa orang dewasa karena seiring bertambahnya usia, beberapa bagian tulang belakang menjadi lemah dan menyempit. Selain itu ada beberapa penyakit atau gangguan yang berhubungan dengan tulang belakang yang bisa menyebabkan skoliosis degeneratif, seperti osteoporosis, dan kerusakan tulang belakang yang terjadi akibat operasi. 3) Skoliosis kongenital. Skoliosis kongenital atau bawaan disebabkan oleh tulang belakang yang tidak tumbuh dengan normal saat bayi dalam kandungan.
bisa dilakukan untuk melihat sudut lengkung tulang belakang atau sudut cobb, dan memastikan diagnosis skoliosis. Dokter ortopedi mungkin akan menyarankan tes lanjutan jika dibutuhkan, seperti CT scan atau MRI. Perawatan Perawatan skoliosis yang dilakukan akan didasari kepada tingkat keparahan, usia, lokasi, dan pola lengkungan, serta jenis kelamin penderita. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut. 1) Observasi. Observasi dengan x-ray dapat dilakukan setiap enam bulan untuk memantau perkembangan lengkungan. Kebanyakan skoliosis yang diderita anak-anak tidak parah dan tidak memerlukan perawatan karena tulang yang melengkung bisa kembali normal seirirng perkembangan anak. 2) Obat. Perawatan dengan
menggunakan obat-obatan biasanya diberikan kepada penderita skoliosis dewasa dan bertujuan untuk meredak rasa nyeri. 3) Penyangga. Penyangga diperlukan untuk menghentikan lengkungan tulang belakang bertambah parah dan biasanya diberikan kepada penderita skoliosis anak-anak yang parah atau yang memiliki sudut lengkung lebih dari 20 derajat. Penyangga diberikan hanya kepada anak-anak dalam usia pertumbuhan. Walau tidak bisa menyembuhkan skoliosis, memakai penyangga bisa mencegah skoliosis bertambah parah. 4) Operasi. Operasi hanya dilakukan jika perawatan skoliosis lainnya tidak sukses dan lengkungan tulang belakang sudah lebih dari 50 derajat. Operasi akan memperkuat tulang belakang dengan menggunakan sekrup dan tangkai baja. Walau jarang terjadi, namun operasi memiliki beberapa risiko, seperti
pasien mengalami pergeseran tangkai baja, infeksi, serta kerusakan saraf. Komplikasi Komplikasi akibat skoliosis dapat terjadi jika tidak ditangani dengan baik, namun hal ini jarang terjadi. Berikut ini adalah beberapa komplikasi skoliosis yang mungkin terjadi. Masalah jantung dan paru. Pada skoliosis yang parah atau yang tulang belakangnya melengkung lebih dari 70 derajat akan mengalamin kesulitan bernapas dan jantung akan kesulitan untuk memompa darah keseluruh tubuh sebagai akibat tertekannya jantung dan paru-paru oleh rongga dada. Masalah punggung. Nyeri punggung jangka panjang dan arthritis biasanya menimpa orang dewasa yang saat kecil menderita skoliosis. ldr. Nyoman Gede Bimantara
Diagnosis Skoliosis dapat didiagnosis oleh dokter dengan cara pemerikasaan fisik pada bahu, tulang belakang, tulang rusuk, dan pinggul untuk melihat apakah ada yang tampak menonjol dari salah satu bagian tersebut. Selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan saraf, seperti memeriksa kenormalan reflex tubuh, sensasi dan kekuatan otot. X-ray
Eksistensi Arja Cilik Dalam Melestarikan Bahasa Bali di Desa Keramas
BAHASA merupakan alat komunikasi bagi warga masyarakat. Bahasa juga merupakan identitas suatu bangsa, suku bangsa dan masyarakat tertentu yang menggunakannya. Di sisi lain bahasa juga bisa berfungsi sebagai alat pemersatu seperti yang tertuang dalam sumpah pemuda butir ketiga yang berbunyi ”Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Di samping itu, di Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa memiliki bahasa yang berbeda-beda, ada bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Sasak, bahasa Bali, dan lain-lain. Bahasa Bali merupakan bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat Bali. Bahasa Bali merupakan identitas orang Bali. Dalam bahasa Bali masyarakat berkomunikasi dengan menggunakan tatanan kebahasaan bahasa Bali. Namun, akhir-akhir ini penggunaan bahasa Bali mulai berangsur-angsur surut. Ini terbukti banyak kalangan warga Bali yang mulai jarang menggunakan bahasa Bali yang benar sebagai alat komunikasi. Para remaja, anak-anak, bahkan orang tua lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang menurut pandangan mereka lebih mudah dalam berkomunikasi. Ini terjadi di kalangan masyarakat kota dan pedesaan. Kalau ini terjadi secara terus menerus maka bahasa Bali akan terancam mengalami kepunahan. Banyak cara yang sudah dilakukan dalam melestarikan bahasa Bali seperti; melalui pendidikan formal, non formal dan melalui seni budaya Bali. Seni dan budaya Bali merupakan suatu media yang digunakan untuk melestarikan bahasa Bali. Banyak seni dan budaya Bali yang berperanan dalam melestarikan bahasa Bali seperti; megeguritan, pertunjukan wayang, drama gong, bondres, dan seni arja. Seni arja merupakan seni klasik yang terdapat di Bali. Seni ini merupakan teater tradisional Bali yang diiringi tarian yang dialognya menggunakan bahasa Bali. Namun, akhir-akhir ini seni arja mulai jarang digemari di
kalangan generasi muda, tua maupun anak-anak. Kenyataan ini menandakan seni arja terancam eksistensinya. Di daerah Bali terdapat tempat-tempat seni arja seperti; di Tabanan, Badung, dan Gianyar. Kabupaten Gianyar terkenal dengan julukan kota seni. Seni arja merupakan sebuah seni yang berkembang di Kabupaten Gianyar. Salah satu desa yang merupakan gudang seni arja di Kabupaten Gianyar adalah Desa Keramas. Di Desa Keramas seni arja berkembang dengan baik terdapat dua jenis arja yang terdapat di Desa Keramas yaitu arja dewasa dan arja cilik. Arja cilik adalah arja yang dimainkan oleh yang berusia antara 6-13 tahun yang dialognya menggunakan bahasa Bali. Terdapat dua sanggar seni arja cilik di Desa Keramas, yaitu Sanggar Seni Mumbul Sari dan Sanggar Seni Arja Cilik Siwalatri. Oleh karena itu perlu dikaji eksistensi arja cilik dalam melestarikan bahasa Bali di Desa Keramas. Eksistensi Arja Cilik Arja merupakan seni teater tradisional Bali yang dialognya berbahasa Bali dan ditembangkan secara macepat. Menurut fungsinya, arja digolongkan ke dalam kelompok Tari Balih-balihan karena berfungsi sebagai media hiburan. Pengambilan nama arja berasal dari bahasa Sansekerta “reja” yang kemudian mendapat awalan “a” sehingga menjadi “areja” dan akhirnya berubah menjadi Arja yang berarti keindahan atau mengandung keindahan (Atmadibrata, Enoch. 1983). Arja diduga berkembang sekitar tahun 1814, yaitu pada pemerintahan I Dewa Gde Sakti di Puri Klungkung, saat diadakannya upacara pelebon yang dilakukan oleh I Gusti Ayu Karangasem. Upacara pelebon besar-besaran ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk raja-raja seluruh Bali (Ginarsa. 1989). Pada saat itu atas prakarsa I Dewa Agung Mangis asal Gianyar dan Dewa Agung Jambe digelarkan untuk pertama kalinya Arja. Ketika itu Arja dikenal dengan nama Dadap dan lakon yang dipertunjukkan adalah Limbur. Dadap adalah nama sejenis pohon dan juga berarti perisai. Arja mengambil lakon yang
bersumber pada cerita-cerita Panji, hanya kadangkala mengambil lakon dari cerita lain seperti Jayaprana, Pakang Raras, Sampik, Rare Angon dan lain sebagainya (Soedarsono. 1972). Adapun tiga fase penting dari perkembangan Arja adalah sebagai berikut; 1) Arja Doyong : yaitu Arja tanpa iringan gamelan yang dimainkan oleh satu orang, 2) Arja Gaguntangan : yaitu Arja yang memakai gamelan Geguntangan dengan jumlah pelaku lebih dari satu orang, 3) Arja Gede : yaitu Arja yang dibawakan oleh antara 10 sampai 15 pelaku dengan struktur pertunjukan yang sudah baku seperti yang ada sekarang (Ghayut. 2011). Adapun tokoh-tokoh sentral dalam pementasan arja yaitu Galuh, Desak (Desak Rai), Limbur, Liku, Panasar, Mantri Manis, Mantri Buduh, Punta dan Kartala, Inya (Condong) (Jelantik.1982). Di Desa Keramas tersimpan berbagai kebudayaan yang sampai saat ini masih tetap dikembangkan. Berdirinya sanggar-sanggar arja di Desa Keramas menggambarkan bahwa salah satu kesenian di Desa Keramas adalah seni arja. Untuk mengembangkan kesenian arja kepada generasi muda maka dibentuklah sanggar Arja Cilik yaitu Sanggar Tari Arja Tirta Mumbul Sari oleh Ni Made Wati tahun 1995 dan Sanggar Tari Siwaratri oleh Ni Wayan Latri tahun 2012 . Sanggar-sanggar ini telah menghasilkan penari-penari arja cilik yang kemudian akan diarahkan untuk melakoni arja dewasa. Pada sanggar arja cilik didominasi oleh anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang sampai saat ini telah mencapai 7 generasi penerus, data tersebut sesuai dengan hasil wawancara bersama narasumber yang berperan sebagai pemilik sanggar arja cilik sekaligus pelatih arja cilik, Ni Made Wati. Berdasarkan hasil wawancara bersama tokoh arja yaitu I Putu Berata menyatakan bahwa sama halnya dengan tari arja dewasa, tokoh-tokoh di dalam arja cilik memiliki kesamaan dengan tari arja dewasa, seperti arja yang dimainkan oleh 7 orang juga disebut keprembonan dan arja yang dimainkan oleh 11 orang disebut dengan arja lekad seperti condong, sedangkan cerita yang dibawakan pada arja cilik umumnya mengenai perkembangan
sejarah seperti Raja Pala, Sampik Ingtai, ataupun cerita yang telah disiapkan sendiri, namun pada arja cilik cerita yang dibawakan bersifat lebih singkat dibandingkan dengan arja dewasa, dikarenakan agar para penari lebih mudah untuk menghapalkan naskah yang akan dibawakan. Tembang Tembang yang umumnya berbahasa Bali dinyanyikan dalam pementasan arja cilik yaitu tembang macapat seperti, pupuh Dandang (sedih), pupuh Sinom (romantis), pupuh Pangkur (hati memuncak), pupuh Semarandana (sedih), pupuh Durma (marah), pupuh Ginada (sedih) (Saputra. 1992). Dari pembagian lagu barulah dapat berlanjut pada olah gerak tari pada setiap karakter. Pada pementasan arja cilik awalnya tidak diiringi oleh gamelan yang disebut Geguntangan, kemudian saat ini mulai berkembang dengan diiringi oleh gamelan Gong Kebyar, sesuai dengan hasil wawancara bersama tokoh arja Ni Made Wati. Gerak tari pada arja cilik berpatokan pada gerak tari dasar sedangkan kostum yang digunakan oleh penari disesuaikan dengan karakter yang dimiliki pada setiap tokoh. Dalam pembelajaran arja cilik berbeda halnya dengan pemebelajaran tari Arja dewasa. Adanya arja cilik di Desa Keramas menambah nuansa baru pada perkembangan kesenian di Bali. Dengan adanya arja cilik menambah peran generasi muda dalam mengembangkan kebudayan yang telah ada karena arja cilik didominasi oleh anak muda yang berusia dari 7 tahun hingga 13 tahun seperti yang dinyatakan oleh Ni Wayan Latri sebagai pembina tari di Sanggar Siwaratri sekaligus merupakan salah satu tokoh seniman arja. Beliau juga menyampaikan bahwa arja cilik yang berkembang di Desa Keramas telah mencapai 7 generasi. Dengan adanya antusias dari anak-anak penari membuat sanggar arja tersebut dapat bertahan hingga saat ini.
dari bahasa yang diucapkan dan nama Bali yang dimiliki. Seperti dalam penggalan lagu yang dinyanyikan oleh Enno Lerian sebagai berikut” Si Made, si Ketut dari mana, Bali” jika bahasa Bali mulai punah ke manakah kita mencari identitas Bali? Untunglah di Desa Keramas berkembang arja cilik yang dialognya berbahasa Bali dan tembang macepat. Sehingga pembelajaran bahasa Bali dapat dilakukan melalui seni budaya arja cilik. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh Jero Mangku Made Rawi , seorang seniman arja pemeran tokoh punta yang menyataan ”Arja cilik punika becik pisan anggen ngajegan basa Baline. Duaning ring arja cilik alit-alit kaurukang mabasa Bali alus lan madia. Yan dados tityang nunas mangda pemerintahe ngemanggehan arja cilik mangda basa Baline ajeg.” Artinya, arja cilik sangat baik digunakan melestarikan bahasa Bali. Karena pada arja cilik anak-anak diajarkan berbahasa Bali alus dan madia. Kalau boleh saya mohon pemerintah agar melestarikan arja cilik supaya bahasa Bali lestari. Hal senada juga dikemukakan oleh Ni Wayan Latri bahwa dalam melatih anak-anak bermain dalam arja cilik terlebih dahulu diajarkan berbahasa Bali lisan, berdialog dalam bahasa Bali. Menurut seorang Guru Bahasa Bali yang bernama I Gede Pramana menuturkan bahwa arja cilik dapat dijadikan sebagai wahana dalam pembelajaran bahasa Bali, karena hampir semua dialog dalam arja cilik menggunakan bahasa Bali. Hal ini didukung oleh Ni Kadek Ari Tariyani seorang pelaku arja cilik bahwa dia merasakan terbiasa berbahasa Bali setelah ikut belajar arja cilik di sanggar seni arja cilik Siwalatri. Berdasakan uraian di atas dapat dikatakan bahwa eksistensi arja cilik berperan penting dalam melestarikan bahasa Bali. Oleh karena itu dimohon kepada generasi muda, masyarakat dan pemerintah agar melestarikan seni arja cilik sehingga bahasa Bali juga dapat dilestarikan.
Melestarikan Bahasa Bali Bahasa Bali merupakan identitas masyarakat Bali. Orang luar Bali akan mengenal orang Bali
lI Wayan Subudi Yasa, SMPN 1 Gianyar, Pemenang ESAI Tingkat SMP Olimpiade Humaniora VIII FIB Unud
Syahwat KITA baru saja merayakan hari raya Galungan, akan disusul dengan hari raya Kuningan. Bagi umat Hindu di Bali, sudah menjadi tradisi, bahwa “komunikasi” yang lancar antarkeluarga besar bisa terjalin dengan “apik” jika ada upacara keagamaan.
Sungguh nikmat rasanya berkumpul bersama, setelah pontang-panting mengikuti irama kehidupan modern, yang jujur saja sangat melelahkan. Kebersamaan terkikis dengan cepat karena harus “bersaing” keras dengan perubahan zaman. Manusia modern yang dianggap berhasil itu adalah manusia yang bisa menunjukkan status sosialnya melalui “kebendaan”. Mapan secara ekonomi, dengan bukti fisik: lokasi rumah, merek mobil, gadget dan banyak hal, yang sifatnya sangat duniawi. Seolah kesejahteraan dan kebahagiaan itu hanya bisa diwacanakan atau dibahasalan lewat materi saja. Efeknya? Ternyata korupsi juga makin jadi wabah, lebih ganas dari isu penyebaran virus zika dari Singapura, yang sudah dideteksi dengan memasang alat pengukur suhu tubuh di bandara. Buktinya (4/9) KPK menangkap Bupati Bayuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian dan sejumlah pejabat pemerintah kabupaten itu, yang diduga menerima suap ijon proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Bayuasin tahun anggaran 2017. Yang menyedihkan, sang Bupati ditangkap sedang menjalanankan ibadah pengajian untuk menunaikan ibadah haji pada 7 september. Tega sekali. korupsi uang pendidikan? Di mana hati dan pikiran mereka? Haru Di tengah manusia yang tidak bisa menahan syahwat “merampok” hak orang lain. Kita masih bisa terharu membaca berita sebuah harian di ibu
kota menulis khusus dengan judul, “Polisi Peduli, Jalan Sepi, Penyelamat Anak Putus Sekolah”, bercerita tentang sekelompok warga di Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka mengajar anak-anak miskin di daerah itu, juga memutus rantai “putus sekolah” Kerja keras dari Aiptu Ririn Nurfiah dan suaminya Aiptu Darmawan perjuangan untuk menyelematkan anak dari putus sekolah sudah berjalan 10 tahun dan berhasil merangkul 33 anak untuk dididik. Bagaimana syahwat para koruptor dan tega “menyunat” dana pendidikan justru untuk beribadah? Apakah mereka tidak memiliki syahwat rasa malu? Tidak memiliki syahwat untuk berbagi dengan tulus ikhlas? Masak sih syahwat mereka hanya diisi: uang, uang, uang…..uang. Syahwat berpikir bangsa ini memang harus mulai ditata ulang. Banyak orang ribut ketika sepak terjang Sri Mulyani yang melakukan “bersih-bersih” dengan melakukan pemangkasan anggaran. Bahkan ketika pemangkasan juga dilakukan untuk lembaga penelitian, para peneliti panik. Bahkan merasa pemotongan dana riset membuat bangsa Indonesia tidak bisa bersaing.
yang ada selama ini menghasilkan inovasi yang berguna bagi kehidupan masyarakat? Kita semua menyadari bahwa tidak ada negara yang bisa bersaing untuk maju dan mengalahkan bangsa-bangsa lain tanpa mampu meningatkan kualitas manusianya, tanpa riset yang baik. Untuk Indonesia, riset memang diperlukan dan mendesak adalah inovasi di bidang pangan, energi, dan otomotif. Semoga persoalan dana riset ini juga benar-benar tertata dengan baik. Para ilmuwan pun mampu berguna bagi masyarakat. Belum tuntas pangkas memangkas, kita terpukul juga dengan hasil bersih-bersih Sri Mulyani, ada dana lebih Rp 23,3 triliun diantaranya merupakan over budget atau dana berlebih. Sebab, anggaran guru yang tersertifikasi ternyata tidak sebanyak itu. Nah lo.
Riset Pertanyaannya, sudahkah dana riset
Buku Apakah syahwat untuk korupsi sudah begitu ganasnya? Di tengah hiruk pikuk kita masih punya orang- orangorang militan seperti, Nirwan Ahmad Arsuka, pendiri Pustaka Bergerak, yang menjambatani anak-anak yang tidak terjangkau dengan lalu lintas transportasi
menawarkan buku-buku untuk dibaca. Kerja Nirwan, memberi angin segar bahwa masih ada yang memiliki syahwat tulus, bekerja untuk mengajari anakanak, betapa indahnya hidup jika diisi dengan hal-hal indah. Jika anak-anak ini bisa menghargai hidup, buku mengajarkan mereka untuk membuka “jendela” baru. Wawasan, yang kelak akan berguna untuk menambah satu tingkat pengetahuan mereka dengan membawa, mengenal dunia lain, selain kehidupan mereka sendiri. Dan rutinitas yang telah mereka jalani. Mencintai buku, tentu kita berharap syahwat generasi muda ini terbentuk dengan baik, betapa berharganya membeli buku dibanding berlomba membeli gadget terkini. Ingatan rasanya harus digiring lagi ke masa lalu. Pidato Bung Karno pada HUT RI tahun 1952: … kita ini dihinggapi empat macam krisis. Pertama, krisi politik, yang banyak orang tidak lagi percaya pada demokrasi. Kedua, krisis alat-alat kekuasaan negara. Ketiga, krisis cara berpikir dan meninjau. Keempat, krisis moral. Tetapi sebagai rakyat apakah kita masih bisa berharap jika kita mendengar info terakhir, politikus DPR memperbolehkan calon yang divonis “hukuman percobaan” bisa ikut Pilkada. Ah… Harapan harus tetap kita tabur. Untuk anak-anak kita, dan kelanjutan bangsa ini. Rasanya masih terasa suasana Galungan, kebersamaan itu… Betapa mahal dan nikmatnya. Semoga pikiran yang bersih datang dari hati yang bersih juga. lOka Rusmini
5
Minggu Wage, 11 September 2016
Film
Ketegangan Sebuah Sidang Judul Film : The Whole Truth Sutradara : Courtney Hunt Penulis Skenario : Nicholas Kazan Pemain : Keanu Reeves, Renee Zellweger, dan Gugu Produksi : PalmStar Media Release :2016
BELAKANGAN ini publik di Indonesia disuguhkan dengan tayangan sidang racun sianida. Sidang yang berlarut-larut. Film, kali ini cukup cocok untuk memberi sedikit “hiburan” tentang sebuah kejahatan dari seorang pengacara. Keanu Reeves, di balik wajah tampannya bermain cukup gemilang sebagai pengacara bernama Richard Ramsay, bekerja pada kasus yang sulit untuk membela Mike Lassiter berusia tujuh belas tahun (Gabriel Basso), yang merupakan tersangka pembunuhan ayah kayanya (Jim Belushi). Ramsay mendata bantuan seorang pengacara muda, Janelle (Gugu Mbatha-Raw), yang bertekad untuk menemukan kebenaran tentang apa yang terjadi hari itu. Selain Keanu Reeves, pemain juga termasuk Gabriel Basso, Gugu Mbatha-mentah, Renée Zellweger (dia memainkan peran ibu Mike) dan Jim Belushi. The Whole Truth, film drama thriller mendatang yang disutradarai oleh Courtney berburu berdasarkan naskah oleh Nicholas Kazan. Siapakah sesungguhnya pembunuh dalam film ini? Menarik dan menegangkan. (osi)
Kekuasaan Seorang Editor Buku
Judul Film Sutradara Penulis Skrenario Pemain Produksi Release
: Genius : Michael Grandage : A. Scott Berg : Colin Firth, Jude Law, dan Nicole Kidman :Companies : Juni 2016 DI Indonesia tugas editor buku biasanya tidak banyak memiliki peran penting. Film ini, sangat cocok ditonton oleh penulis buku di Indonesia, tentang pentingnya peran editor buku. Film ini bergenre biografi yang diadaptasi dari sebuah novel dengan judul Max Perkins: Editor of Genius yang merupakan karya dari A. Scott Berg. Bisa dibilang novel yang diangkat menjadi film Genius ini merupakan novel yang fenomenal terbitan tahun 1978. Genius adalah sebuah film drama biografi yang mengharukan tentang persahabatan kompleks dan hubungan profesional transformatif antara editor buku termasyur dunia Maxwell Perkins dan kehidupan besar sastrawan terkenal Amerika, Thomas Wolfe. Pada film ini Nicole Kidman memerankan sebagai Aline Bernstein, seorang costume designer yang punya hubungan penuh gejolak dengan Wolfe, Laura Linney berperan sebagai Louise Perkins yaitu istri Max dan dramawan yang berbakat, Guy Pearce memerankan sebagai F. Scott Fitzgerald dan Dominic West berperan sebagai Ernest Hemingway. Kita menemukan sisi kemanusian juga egois dan persahabatan yang terjalin sangat mengharukan. (osi)
Pohon Merah
CERPEN Setiap orang di desa tak akan pernah lupa kisah pohon merah yang hanya tumbuh disini. Kisah yang berulang diceritakan ketika bulan September datang disertai musim penghujan yang dingin. Bocah-bocah nakal yang selalu mengelap ingus dengan punggung tangan akan berhenti berlarian dan duduk bersila di kaki nenek-nenek mereka. Kisah ini berawal dari seorang bunga desa yang jadi idaman siapa saja. Jepun, adalah gadis cantik yang mempesona saat berjalan dengan kaki telanjang, di jalanan yang belum beraspal. Tubuhnya diciptakan dengan sempurna, garis wajah beserta isi-isinya, lekuk pinggang, bulatan betis dan tentu saja senyum merona bagai rekah bunga. “Cepatlah. Telat sedikit saja kita tak akan dapat tempat.” “Tunggu! Aku belum pakai parfum dan sarung baru.” “Ha ha ha buat apa? Ia tak akan mencium bau badanmu. Melirik saja belum tentu.” Itulah percakapan atau perdebatan yang selalu terjadi di setiap rumah. Para lelaki berdandan rapi. Para perempuan kusut masai, memoles bedak berlapis-lapis, memberi gincu merah pada bibir, memakai wewangian macam-macam tapi tak ada satupun yang mampu menandingi kecantikan Jepun. Panggung sederhana dibangun di lapangan yang biasa dipakai anak-anak lelaki bermain bola. Lampu sentir dinyalakan, terangnya cukup menyilaukan. Kursikursi diletakkan sembarangan. Buat apa ditata rapi jika nanti pasti akan dikoyak-koyak oleh warga yang berebut posisi paling strategis untuk menonton Jepun. Malam menjelang. Keributan terjadi karena para lelaki berebut kursi. Perempuan muda berteriak tidak karuan minta perhatian. Para istri menarik lengan suami, bahkan ada yang membawa tali untuk mengikat agar mereka tak menyelinap ke belakang panggung. Musik mengalun lembut. Seketika keributan berhenti seakan waktu telah membeku. Jepun melangkah pelan, memulai tarian. Tiap pasang mata terpana, gerak gemulai sang penari. Meliuk berputar. Jemari lentiknya adalah mantra pelumpuh. Lirikan matanya bagai hentakan yang membuat dada berdebar. Bibir merahnya adalah garis tipis yang melengkung indah, dan senyumnya hadiah kebahagiaan yang tak kalah rupawan. Sajian tarian yang hanya lima menit itu mempengaruhi pikiran setiap orang. Tarian usai. Jepun kembali ke belakang panggung kemudian keributan lagi-lagi terdengar. Keributan itu berlanjut bahkan ketika mereka telah rebah di ranjang masing-masing. Jepun adalah mimpi indah bagi para lelaki. Di dalam hati, pikiran dan juga jiwa, mereka berharap bisa memperistrinya. Kecantikan itu hanya akan menjadi milik sang suami. Bila perlu Jepun akan dikunci di dalam kamar yang hanya bisa dimasuki cahaya matahari. Di desa, Jepun hidup seorang diri setelah ditinggal mati neneknya. Orang tuanya pergi entah kemana. Di satu pondok pinggiran desa dengan halaman yang cukup luas, ia biasa mengajari anak-anak menari. Tak ada yang berani mendekati kediamannya setelah pukul 7 malam karena ada sebuah desas desus yang beredar. Selalu ada penampakan aneh yang bergantungan di sebuah pohon besar di tengah halaman rumahnya itu. Tak ada yang tahu jenis apa pohon itu dan tentu saja tak ada dari mereka
Oleh Ni Luh Putu Rastiti
yang berani menebangnya. Tapi bagi Jepun, pohon itu adalah satu-satunya perlindungan sehingga tidak ada lelaki nakal yang bernyali besar mendekatinya. Akan tetapi ia adalah muasal sumpah serapah para wanita yang menginginkan cinta. Di malam-malam gelap, di sudut-sudut kamar, selalu terdengar bisik-bisik yang menyumpahi agar Jepun segera mati. Lalu para lelaki akan kembali berebut perhatian mereka. Hanya persaingan di antara wanita dengan kecantikan yang sama rata, yang biasa-biasa saja. * Malam itu, pertunjukan tari kembali digelar. Namun kali ini berbeda karena akan ada pegawai kabupaten yang datang menonton. Kursi yang biasanya berantakan, diatur rapi. Para lelaki yang seyogyanya ribut menjadi begitu sepi, seakan mereka telah dimantrai agar tetap menutup mulut. Pun para perempuan. Mereka duduk berhimpitan, seolah sangat takut sesuatu akan membuat mereka lenyap begitu saja. Seperti sebuah upacara, pertunjukan malam itu begitu khusyuk. Pesona Jepun membius, kesempurnaan gerak tubuhnya tak pernah membuat bosan meski sudah puluhan kali disaksikan. Usai pertunjukan, pegawai kabupaten datang ke belakang panggung. Ia berbisik di telinga Jepun. “Jepun, tak ada lelaki yang tidak mengagumimu. Lihat mata-mata melotot penuh nafsu yang seolah ingin menelanjangimu.” Jepun diam. Ia bertanya-tanya kemana arah obrolan ini. “Kau perlu seorang pelindung. Lelaki yang kuat dan punya kuasa.
Perempuan sepertimu hanya dilahirkan untuk lelaki seperti itu.” “Apa yang sebenarnya ingin Bapak katakan?” “Penguasa di kabupaten kita ingin meminangmu.” Wajah ramahnya berubah merah, seakan-akan sinar merah menerangi tubuhnya dan membuatnya garang. “Dia sudah punya tiga istri bahkan beberapa anaknya telah memberikan cucu padanya.” Hampir saja Jepun lepas kendali dan meneriakkan tidak tahu diri pada lelaki yang berdiri angkuh di depannya. Pegawai kabupaten itu tidak bereaksi. Ia tersenyum, lalu mengedipkan mata pada Jepun dan berlalu begitu saja. Keesokan harinya, datang iringiringan pelamar ke rumah Jepun. Ia sungguh terkejut, tak menduga bahwa lelaki itu akan datang padanya tanpa rasa malu. Dengan garang ia mengusir rombongan yang hendak melamarnya itu. Sang pelamar adalah pejabat kabupaten yang utusannya datang kemarin malam. Pejabat tinggi berusia 50 tahun dan sudah memiliki 3 istri. * Beberapa hari kemudian, orangorang mulai melupakan kejadian itu. Ada sesuatu yang lebih besar tengah terjadi tidak hanya di desa tapi di seluruh negeri. Malam menjadi begitu mencekam. Tidak ada yang berani bersuara. Semua orang dilarang mengangkat wajah mereka. Anak-anak bersembunyi di kolong ranjang. Para suami istri berpegangan tangan, komat
kamit berdoa. Hanya telinga yang bebas mendengar. Sekumpulan lelaki merangsek masuk di salah satu rumah, memanggil sebuah nama, lalu terdengar suara tubuh diseret. Sesekali terdengar bunyi benturan. Tangisan tertahan. Ucapan perpisahan. Pelukan penghabisan.Tapi tak ada suara manusia. Hanya pergumulan dalam diam. Hanya malam yang leluasa menyaksikan. Tepat tengah malam, jeritan perempuan memecah kesunyian. Jeritan kesakitan namun bukan penyerahan. Tangisan yang meronta bukan karena ketidakberdayaan melainkan perlawanan. * Tidak pernah ada malam sepanjang kemarin. Jarum jam seakan melambat bagai gerak keong sekarat. Beberapa lelaki datang ke rumah-rumah yang ditinggalkan satu atau dua anggota keluarganya. Mereka menunjuk ke suatu tempat di pinggir desa. Lalu keluarga yang ditinggalkan berbondongbondong kesana. Ada lima puluhan gundukan tanah basah. Mereka menggali gundukan itu. Ketika seorang mengenali mayat yang dikubur disana tangis tertahan bagai gema liar yang tidak bisa dikendalikan. Tapi mereka tidak sanggup melawan, mereka tidak mampu menuntaskan dendam. Sampai pada gundukan tanah terakhir, mereka tidak menemukan apa-apa. Tiba-tiba seseorang berseru, “Di mana Jepun?” Beberapa lelaki berlari menuju pondok kecil tempat Jepun tinggal. Pondok itu berantakan. Dari kejauhan, sebuah selendang merah melilit pohon besar itu. Sementara di halaman, kain dan kebaya robek tercecer di lantai. Tapi tak ada tanda-tanda keberadaannya. Ia seperti lenyap begitu saja. Yang tersisa di benak orang-orang hanya jeritannya yang berulang terdengar kemarin malam. * Hari-hari berikutnya terjadi keanehan. Kesedihan adalah wabah yang tak ada penyembuhnya. Dendam adalah bangunan ambisi yang harus dituntaskan. Jika dendam tak terbalas maka kedamaian tidak pernah tercipta. Pagi yang sunyi dikejutkan oleh teriakan kesakitan Pak Jarwo. Seluruh tubuhnya berubah merah, bahkan bola matanya. Rambutnya mengeriting seperti terbakar. Bau hangus tercium tapi tak ada api, tak ada asap. “Panas…. Panas…….” teriaknya. Setelah beberapa menit seperti itu, ia langsung jatuh, tak bergerak. Mati. Lalu dari pusarnya tumbuh tunas, entah tanaman apa. Kejadian itu berlangsung di seluruh desa. Sekitar lima belas orang mengalami hal yang sama. Hari ini menjadi saat berkabung dan perayaan pembalasan dendam sekaligus. “Merekalah orang-orang yang menjemput lalu membantai orang-orang yang dituduh komunis.” “Tapi bagaimana dengan Jepun, dimana dia?” Pertanyaan itu selalu hadir tiap kali bulan Oktober datang bersama deras hujan dan langit yang gemuruh. Setiap tahun tunas itu tumbuh dan menjadi besar. Warnanya merah, semerah darah. Tapi aromanya seperti bunga jepun atau kamboja. Pohon merah itu menjulang, tegak menantang, seakan menjadi monumen pengingat yang tidak boleh dilupakan.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Adi Wiryadarma
GAB Sanjaya
Windhu Segara
K. Ngurah
W.G. Sumarta
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Persoalan rumit akan dapat terselesaikan di minggu ini karena bintang Anda lagi mujur-mujurnya sehingga selalu ada saja jalan untuk meraihnya. Walaupun segalanya sudah kelihatan tenang ada baiknya jika tetap waspada dan teliti. Karier: Jangan sembrono karena keberhasilan yang sudah didepan mata bisa hancur berantakan. Kesehatan: Selama pikiran Anda selalu diliputi ketegangan dan kecemasan, maka jangan diharap kesehatan Anda bisa terjamin 100 persen. Keuangan: Jangan terlalu berambisi dan kurang memikirkan masa depan, ingatlah bahwa kesulitan dan kebutuhan tidak berlaku untuk saat ini saja melainkan juga di waktu yang akan datang. Asmara: Kenangan manis itu tiba-tiba muncul kembali dan ini merupakan cobaan untuk Anda, namun jangan sampai terhanyut. Aquarius Peruntungan: Hindari membuat keputusan penting di minggu ini, karena banyak kejadian yang tak terduga yang cukup merepotkan, sehingga waspadalah, jangan sembrono apalagi meremehkan persoalan yang ada. Karier: Jangan dianggap remeh perintah atasan jika tidak ingin ada gangguan dalam karier Anda. Kesehatan: Hadapilah hidup ini dengan proporsional, tak perlu melebih-lebihkan karena hanya dengan menjaga keseimbangan maka kesehatan badan tetap selalu bisa terjaga dengan sendirinya. Keuangan: Pertahankan situasi yang stabil ini dengan tetap rajin melakukan inovasi dan kreasi baru. Asmara: Tidak ada kata menyerah sebelum meruntuhkan hatinya yang keras bagaikan batu itu. Pisces Peruntungan: Usahakan untuk tidak asal bicara tanpa dipikir panjang dulu, karena bisa berdampak luas jika ada orang yang sampai tersinggung dengan ucapan Anda. Ingatlah bahwa suasana di sekeliling Anda saat ini lagi panas, sehingga perlu untuk menghindari segala bentuk konfrontasi. Karier Siramlah selalu hati Anda dengan kesabaran dan doa, karenahanya dengan itulah maka Karier Anda akan tetap dapat selamat. Kesehatan: Kebersihan makanan yang tampaknya harus lebih diperhatikan jika lagi jajan makanan di luar, jangan hanya menuruti selera saja. Keuangan: Pemasukan di minggu ini masih tinggi sehingga Anda bisa bernapas lega. Asmara: Berlakulah seperti biasanya, tidak perlu over acting, karena itu akan memicu pertengkaran saja. Aries Peruntungan: Usahakan untuk konsisten dengan pendapat sendiri, akan tetapi tidak ada salahnya jika mendengarkan pendapat orang, siapa tahu itu justru akan mendatangkan keuntungan buat Anda. Karier : Di minggu ini perlu dipikirkan tentang hubungan dengan partner kerja yang kurang harmonis, sehingga bisa ditemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya sehingga bisa kembali enjoy dalam bekerja. Kesehatan: Tidak ada salahnya jika Anda mencari udara yagn lebih segar dan tenang untuk meredakan pikiran Anda yang tampak tegang sekali. Keuangan: Masih sulit untuk melepaskan diri dari bayang-bayang pemborosan. Asmara: Masih penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan, pertahankan terutama emosi harus tetap dijaga. Taurus Peruntungan: Suasana di minggu ini cukup menggairahkan maka dari itu pandai-pandailah memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, jangan sampai Anda sia-siakan sehingga terbuang percuma. Apalagi usaha yang Anda rintis selama ini kini mulai membuahkan hasilnya. Karier: Perlu konsentrasi tinggi untuk mempertahankan dan mengembangkannya segala ide dan rencana supaya menjadi lebih baik. Kesehatan: Aktivitas yang menguras tenaga sebaiknya bisa diimbangi dengan istirahat yang cukup. Keuangan: Tetaplah berhemat sekalipun pemasukan tampak lancar dan ada peningkatan. Asmara: Tak perlu emosi bila melihat segala hal yang menjengkelkan, tersenyum sajalah. Gemini Peruntungan: Di minggu ini mengalah saja, sebab sengotot dan sengoyo apapun usaha Anda, tetap tidak akan menang. Biarkan ini semua berjalan sewajarnya tanpa ada campur tangan yang nantinya malah membuat rugi diri sendiri. Karier: Dengan kesabaran maka segalanya akan dapat berjalan lancar dan tenang. Kesehatan: Agak batuk dan pilek, untuk itu coba dihindari minuman dingin. Keuangan: Pemborosan yang perlu diwaspadai di minggu ini agar keuangan bisa tetap stabil. Asmara: Hindari pikiran seperti anak kecil yang cepat marah bila ada yang tidak sesuai di hati. Cancer Peruntungan: Kalau memang harus mengulang dari nol tidak jadi masalah. Daripada Anda bingung dan tidak bisa berbuat apa-apa. Anggap saja ini sebagai permulaan yang akan membawa kepada pintu kemenangan. Karier: Kejadian yang lalu biarkan berlalu, sekarang ini hadapi yang sudah berada di depan mata. Kesehatan: Kondisi badan yang lagi menurun di minggu ini akan mempengaruhi gairah dan motivasi kerja menjadi berkurang. Keuangan: Bersabarlah tak perlu terlalu memaksakan diri, kondisikan dulu dengan keuangan Anda. Asmara: Buatlah suasana untuk lebih menyenangkan dan penuh canda tawa. Leo Peruntungan: Jangan biarkan masalah yang ruwet terbengkalai begitu saja, harus segera diambil langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan semua itu. Perhitungkan dengan benar masalah untung dan ruginya. Karier: Tidak perlu malu ataupun gengsi untuk mengatakan masalah yang sebenarnya. Kesehatan: Anjuran dokter sebaiknya benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan, agar kondisi badan tetap selalu sehat. Keuangan: Pemasukan masih seret untuk itu tetaplah berhemat. Asmara: Rileks saja dalam menghadapinya, tidak perlu tegang seperti itu. Virgo Peruntungan: Bintang suram rupanya menghantui perjalanan Virgo di minggu ini sehingga segalanya tidak bisa dipaksakan dan jika mau sabar dan banyak mengalah maka akan selamat dan rencananya masih bisa diharapkan berhasil sekalipun bukan minggu ini namun tanda-tanda kesuksesan sudahlah nampak. Karier: Jangan sampai kehabisan ide untuk itu galilah sebanyak mungkin dari alam pikiran Anda. Kesehatan: Kondisi badan juga tampak cukup segar dan bertenaga, sehingga dalam beraktivitas tidak sampai mengalami gangguan. Keuangan: Jangan main hantam karena itu akan memusingkan Anda nantinya. Asmara: Jika bintang suram sedang melAnda lebih baik banyak senyum menghilangkan emosinya serta pandai-pandai mengambil hatinya agar suasana tetap harmonis. Libra Peruntungan: Minggu ini segalanya sudah berubah dan setidak-tidaknya awan gelap telah pergi berlalu dan berganti sinar terang yang benderang oleh sebab itu jangan lewatkan begitu saja kesempatan baik ini. Karier: Maju terus dengan penuh keyakinan dan jangan mundur sebelum tempur. Kesehatan: Kecemasan yang terlalu berlebihan hanya akan membikin makan dan tidur menjadi tidak normal dan tidak teratur. Keuangan: Mulai stabil dan normal kembali, jika ada keinginan bisa tercukupi saat ini karena pemasukan cukup tinggi. Asmara: Suasana minggu ini menyenangkan dan upayakan tetap happy dengan cara tidak terlalu banyak ngatur dan berusaha selalu menghargai pendapatnya. Scorpio Peruntungan: Minggu ini akan mendapat kegembiraan hati terutama di sektor keuangan, untuk itu jangan lupa sujud syukur agar semakin besar rezekinya. Rencana perjalanan jauh jika dilaksanakan minggu ini hasilnya lumayan dan pergi menagih pun akan mendapat hasil yang menyenangkan. Karier: Semua lagi menyoroti diri Anda, untuk itu tak perlu salah tingkah. Biasabiasa saja dan hindari membuat kesalahan sekecil apapun. Kesehatan: Tetaplah disiplin dalam menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. Keuangan: Tak perlu cemas, karena pemasukan cukup lancar dan menjanjikan. Asmara: Pucuk di asmara ulam tiba, demikianlah suasana minggu ini yang akan dialami dan semuanya ini datang dengan tiba-tiba. Sagitarius Peruntungan: Peluang yang terbuka lebar di minggu ini sebaiknya jangan sampai disia-siakan, maka dari itu semangat jangan sampai mengendor karena pikiran kosong. Maju terus dengan tenang dan yakin. Karier: Masalah bersumber dari diri Anda sendiri yang kurang yakin dengan kemampuan diri sendiri. Kesehatan: Harus bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan itu, jangan biarkan pikiran kalut dan emosi mangacaukan segalanya. Keuangan: Jangan takut untuk bertindak tegas jika memang ada kebocoran walaupun hal itu cukup banyak menimbulkan pertentangan. Diasuh Oleh Asmara: Semua orang pasti ada kelebiPutri Wong Kam Fu han dan kelemahannya, jadi tidak etis Berlaku jika Anda membanding-bandingkan 11 - 17 September 2016 dengan yang dulu di hadapannya.
Minggu Wage, 11 September 2016
Weda Wakya
Berderma adalah Berdharma Satahasta samahara sahasrahasta samkira Krtasya karyasya ceha sphatim samavaha (Atharva Veda 3.24.5) “Wahai manusia kumpulkan kekayaan dengan seratus tangan (satahasta), dan kemudian melalui seribu tangan kamu sumbangkan kepada orang yang membutuhkannya (samkira). Dapatkanlah hasil yang penuh dari pekerjaanmu (krtasya karyasya) dan keahlianmu (sphatim samavaha) di dunia ini (ceha).” Orang-orang suci dan kitab-kitab suci senantiasa memberikan bimbingan serta arahan kepada umat manusia untuk bertindak mendekati kesempurnaan tindakan sebagai insan Tuhan. Kejelian cara tangkap pesanpesan serta arahan suci tersebut yang sangat perlu ditingkatkan oleh setiap insan manusia. Kalau tidak, pesan dan arahan tersebut hanya akan menjadi penghias bibir untuk enak dituturkan. Tuhan menitipkan ribuan bahkan jutaan sifat-sifat indah kepada insanNya. Diperlukan kejelian untuk menerima dan menumbuhkembangkan sifat-sifat indah tersebut, yang orang bisa dapatkan dengan berdoa terus kepada Tuhan agar kita jangan dijauhkan dari jalanNya. Kata “titipan” yang dimaksud adalah mengingatkan kita semua bahwa jikalau sifat-sifat mulia tersebut tidak dipelihara dan ditumbuhkembangkan oleh manusia, maka Tuhan akan mengambil kembali sifat-sifat mulia tersebut dari diri orang tersebut. Akhirnya orang akan menyesali keterlambatannya mengerti keutamaan sifat mulia tersebut. Setelah sifatsifat mulia pergi meninggalkan dirinya, maka sifat-sifat kebinatanganlah yang akan berkembangbiak. Dalam keadaan seperti itu, orang akan menjadi apa yang orang-orang suci khawatirkan, yaitu “manusya-rupena mrgas caranti”, bahwa ia akan menjadi binatang bergerak dalam badan manusia. Salah satu sifat termulia dari sifat-sifat termulia manusia adalah sifat dermawan. Jika kata derma berasal dari kata dharma, maka ia menunjang arti dan makna serta keutamaan jiwa dermawan. Dharma berarti kewajiban suci sebagai umat manusia. Kewajiban suci terhadap kesempurnaan hidup material spiritual pribadinya, kewajiban suci terhadap Tuhan dan kewa-
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa jiban suci terhadap lingkungan secara luas dan universal. Seperti halnya gunawan berarti orang yang memiliki jiwa baik (guna), demikian pula dermawan (dharmavan) berarti orang yang memiliki kewajiban suci memberi dan menyumbang demi kebaikan yang lain. Kitab suci Atharva Veda mengagungkan sifat dermawan “Om sata-hasta samahara sahasrahasta samkira...”, -- kumpulkanlah harta kekayaan dengan seratus tangan tetapi dermakanlah ia dengan seribu tanganmu. Kata derma di dalam bahasa Sanskerta dan kitab suci Veda adalah DANA (a pada da adalah dirgha atau huruf panjang). Veda tidak mengajarkan ber-DANA atau berderma hanya dalam bentuk uang. Derma dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Derma dalam bentuk uang/harta benda dinamakan Artha-dana. Derma dalam bentuk ilmu pengetahuan dinamakan jnana-dana atau Vidya-dana. Derma dalam bentuk bekal moral spiritual dinamakan Dharma-dana. Derma dalam bentuk memberikan makanan kepada orang dinamakan Anna-dana. Derma dalam bentuk memberikan (mengawinkan) anak perempuan kepada lelaki pantas, bertanggung jawab dan suci dinamakan Kanya-dana, dan banyak jenis dana (derma) lagi. Akan tetapi, puncak dari segala deerma atau dana adalah Jivana-dana atau mendermakan keseluruhan hidup termasuk nyawa kepada Tuhan YME. Dalam hal ini, jivana-dana tidak berarti orang bunuh diri atau menghilangkan nyawanya demi Tuhan melainkan ia mempersembahkan seluruh hidup dan kegiatannya hanya dan hanya demi Tuhan YME (ity atmanam samarpaye). Berderma di dalam tradisi Veda adalah kewajiban. Derma adalah kegiatan mulia yang dilakukan dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih. Derma dilakukan hanya sebagai derma dan bukan demi pahala. Derma juga hendaknya dilakukan dengan kecerdasan yang baik. Derma yang diberikan kepada yang tidak tepat bahkan akan menjatuhkan hidup manusia kita. Derma yang sadar tanpa sadar mendukung orang
bertambah malas, bodoh, jahat dan lain-lain bukanlah derma. Derma yang dilakukan untuk mendapatkan dukungan suara dalam pemilu bukanlah derma. Ia hanyalah sebuah jual-beli biasa, sebagaimana kita menyerahkan uang kepada orang sebagai pembayaran atas cabai atau benda lain yang kita ambil dari orang itu. Derma yang tepat diyakini akan memberikan kehidupan baik, mulia dan penuh rezeki kepada yang bersangkutan. Sebaliknya, derma yang tidak tepat bahkan akan menyebabkan orang merosot kepada kemiskinan. Kitab Wrehaspati Tattwa juga memberikan penegasan akan kepentingan derma sebagai bagian terpenting dari Dharma/agama berdampingan dengan sifat-sifat mulia lainnya seperti menjaga tradisi suci yang mensejahterakan lahir batin umat manusia (shila), melaksanakan korban suci/homa/ agni hotra (yajna), melakukan pertapaan (tapa), mempraktikkan yoga sampai pencapaian samadhi dan lain-lain (Shila yadnyam tapo danam... dharmasyeke vinirnayah). Kitab Manava Dharma Shastra bahkan menempatkan sifat derma sebagai kegiatan terpenting dilakukan pada zaman Kaliyuga (zaman Edan) di zaman kita hidup sekarang ini, yaitu jenjang waktu 432000 tahun, yang baru terlewatkan sekitar lima ribu tahunan (tapah param krta-yuge, tretayam jnanam ucyate, dwapare yajna evahur, danam ekam kalau yuge). Kitab-kitab Catur Veda menekankan bahwa orang-orang yang tekun berderma adalah orangorang beruntung, bijaksana, akan memperoleh surga setelah meninggal. Orang-orang rajin berderma tidak akan pernah menderita dan akan selalu berada di dalam lindungan Tuhan YME. Berderma merupakan cara terbaik untuk memanfaatkan harta kekayaan di jalan yang benar dan Tuhan akan menganugrahkan rezeki lebih kepada orang yang suka berderma. Mereka yang suka berderma tidak pernah menyesal dan putus asa. Mereka memberikan derma dengan perasaan tulus ikhlas dan yang menerima derma dengan penuh rasa hormat, keduanya akan memperoleh surga setelah meninggal (yo’rcitam pratigrhnati, dadaty arcitam eva ca, tavubhau gacchatah svargam). Akhirnya kitab Sarasamuccaya memberikan banyak penjelasan tentang kesadaran berderma. Mereka yang tidak mempergunakan kekayaannya untuk berderma sesungguhnya adalah orang yang sudah mati, hanya be-
danya ia masih bernafas. Derma yang dilakukan, hasilnya akan dinikmati oleh orang bersangkutan. Derma tidak pernah gagal. Dalam tradisi leluhur, berderma adalah salah satu cara untuk menyucikan diri. Kitab suci Veda sangat menekankan kepentingan berderma. Hampir di seluruh literatur Veda kita akan menemukan ajaran bagaimana pentingnya melakukan derma dalam hidup ini. Derma yang dilakukan dengan tulus ikhlas tanpa pamrrih sedikit pun akan mampu menyucikan jiwa orang dan pada akhirnya setelah meninggal akan mengantarkan kepada tempat tujuan sangat utama yang penuh dengan ketenangan dan kedamaian. Selain itu, juga disebutkan bahwa dari seluruh derma, derma ilmu pengetahuan suci adalah derma terbaik. “Na coraharyam na ca rajaharyam, na bhratr-bhajyam na ca bharakari, vyaye krte vardhata eva nityam, vidya-dhanam sarvadhana-pradhanam” – bahwa derma atau vidya-dana adalah dhana (harta benda) sesungguhnya harta benda. Sebab, harta benda lainnya semua akan ditinggalkan di dunia ini setelah meninggal, sedangkan harta benda berupa jiwa dermawan khususnya berderma ilmu pengetahuan suci akan tetap bersama orang setelah meninggal sekali pun. Selain itu, selama berada di dunia ini, harta benda itu tidak akan pernah hilang dari dirinya. Sebab, harta benda itu tidak bisa dicuri oleh maling, juga tidak bisa dirampas oleh Raja/ Pemerintah, saudara-saudara pun tidak bisa membagi-baginya, dan anehnya.., jumlah harta benda tersebut akan semakin bertambah-tambah semakin yang bersangkutan memberikan (mendermakan) kepada orang lain. Itulah kekayaan yang sebenarnya kekayaan. Harta kekayaan menurut kitab suci ada tiga jalan keluarnya, yaitu Dana (didermakan), bhoga (dinikmati), dan nasa (ilang dengan sendirinya atau diambil orang). Terdapat tata cara “pemakaian” harta benda dituntunkan oleh kitab suci Veda, khususnya untuk penggunaan pertama dan kedua, alias dinikmati untuk kesejahteraan dan kebahagiaan hidup kita beserta keluarga, atau juga sebagian didermakan demi kesejahteraan dan kebahagiaan yang lain. “Satahasta samahara sahasrahasta samkira” – giatlah mengumpulkan harta benda dengan ratusan tangan, tetapi giat pulalah melakukan derma (dana-punia) dengan ribuan tangan. Itulah cara hidup yang indah berbahagia menurut ajaran kitab suci Veda.
MIMBAR AGAMA
Haji dan Kurban, Meneladani Ibrahim Redaktur Khusus MIMBAR
ISLAM H. Kusnadi Musthofa “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (Q.S. an-Nisaa’ [4]: 125). Hari ini, Ahad, 9 Dzulqo’idah 1437 Hijriyah bertepatan dengan 11 September 2016, adalah bagian dari hari-hari spesial bagi umat Islam yang berada di berbagai penjuru bumi. Mereka yang sedang menunaikan ibadah haji, sedang menjalani aktivitas puncak dalam ibadah haji mereka, yaitu wukuf di padang Arafah, Saudi Arabia. Sedangkan bagi yang tidak sedang berhaji, hari ini mereka sedang menunaikan puasa sunnah Arafah. Baik yang sedang menunaikan ibadah haji maupun yang tidak, mereka sama-sama melakukan kegiatan taqarrub ilallah atau mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan agar dapat meraih ampunan dan rahmat-Nya. Pada hakikatnya, baik berhaji maupun melakukan kurban penyembelihan hewan, adalah meneladani Nabi Ibrahim ‘alahissalam. Melalui kedua jenis ibadah ritual itulah, diharapkan pelakunya dapat mewujudkan akhlak-akhlak mulia yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim, seperti meningkatnya kepedulian sosial terhadap mereka yang memerlukan bantuan, khususnya dari kalangan masyarakat miskin maupun anak yatim, maupun meningkatnya kesungguhan dalam berjuang menebarkan kedamaian dan keselamatan di muka bumi ini. Tentu saja dalam melaksanakan setiap kegiatan ibadah, mesti
didasari dengan sikap ikhlas. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT pada Surah an-Nisaa’ yang dikutip di atas, sikap ikhlas adalah hal pokok yang mendasar dalam beragama. Kerelaan (ikhlas) adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar dalam mengabdi (beribadah) kepada Tuhan. Apabila keikhlasan seseorang tercemar, maka resikonya suatu amal tidak akan diterima. Riya’, yakni melakukan suatu perbuatan dengan mengharapkan pujian manusia, oleh Rasulullah SAW disebut sebagai syirik (menyekutukan Tuhan), dan karenanya suatau amal kebaikan sebagus apa pun, tetap saja ditolak, apabila tidak disertai sikap ikhlas semata-mata karena Allah. Hal yang juga mendasar dalam aktivitas pengabdian kepada Allah SWT adalah mengerjakan kebaikan. Pengamalan agama seseseorang dinilai behasil apabila membuahkan kebaikan dalam bentuk apa pun. Apakah kebaikan untuk diri sendiri maupun orang lain. Baik kebaikan dalam berkatakata, bersikap, maupun dalam hal melakukan perbuatan yang bermanfaat. Bahkan Rasulullah SAW menegaskan, “Yang paling baik di antara kamu adalah yang bermanfaat (banyak berbuat kebaikan) bagi sesama manusia”. Persyaratan lainnya apabila seseorang ingin dianggap berhasil dalam beragama adalah mentauhidkan (mengesakan) Allah dengan semurni-murninya sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Semua aktivitas hidupnya dengan penuh keikhlasan hanya ditujukan untuk mengabdi kepada Zat yang dieesakan, Allah SWT. Bahkan cinta utamanya hanya ditujukan kepada-Nya, bukan kepada yang lain. Tidak mengutamakan cinta kepada anak, isteri, harta dan “aksesoris” dunia lainnya. Sebagaimana disampaikan sebelumnya, melaksanakan ibadah haji dan berkurban hewan, pada hakikatnya adalah mengikuti jejak sang teladan, Ibrahim ‘alaihissalam. Itulah bukti ketaatan dan cinta kepada Tuhan. Yang berhaji, meninggalkan keluarga dan harta bendanya demi suatu ketaatan dan cinta kepada
Khaliqnya. Yang berkurban hewan, “memotong” cintanya kepada dunia (yang mungkin berlebihan), seraya membuktikan cintanya kepada tuhannya. Dampak positifnya adalah memberi manfaat bagi sesama manusia dengan membagikan daging kurban yang ada. Sedangkan soal haji, menurut Rasulullah SWA, di antara ciri haji mabrur (haji yang diterima), adalah menebarkan salam (kedamaian), berkata-kata santun dengan kalimat-kalimat yang baik apabila berbicara, dan memberi makan orang miskin. Lagi-lagi, buah suatu ketaatan (ketakwaan) adalah mampu memberi manfaat dan kebaikan bagi manusia. Jika kebaikan (amal shaleh) itu ternyata tidak ada atau belum juga muncul, maka ketakwaan seseorang layak dipertanyakan. Mari, kita kembali mempelajari dan berusaha meneladani sang idola, Ibrahim ‘alaihissalam, orang yang cerdas, pemimpin yang terpercaya, dermawan dan santun. Bapak Tauhid, pelopor dalam mengesakan Allah, yang juga sangat mencintai tuhannya. Kalangan ahli sejarah mencatat, dalam enam ribu tahun terakhir, hingga saat ini, berbagai pemeluk agama di dunia begitu menghormati, bahkan mengidolakan sosok
teladan itu, seperti pemeluk Yahudi, Nasrani, dan Islam. Sungguh, di berbagai zaman, selalu saja diperlukan munculnya sosok-sosok berbudi pekerti luhur seperti Ibrahim‘alaihissalam, cerdas, jujur, berani dalam menegakkan kebenaran, namun juga berkarakter santun, dan dermawan. Betapa banyak orang cerdas, namun tidak jujur. Tidak sedikit pula orang yang berani, namun tidak mampu bersikap santun, malah mudah mengumbar kata-kata kasar penuh cercaan, yang muncul kemudian bukan kedamaian dan perbaikan, tapi justeru permusuhan dan pengerusakan. Bagaimanapun peluang untuk disayangi Allah SWT, sebagaimana yang dia lakukan bagi Ibrahim ‘alaihissalam, selalu terbuka bagi kita semua, sepanjang diri kita mau mengikuti Bapak Tauhid yang namanya sedemikian harum sepanjang sejarah kemanusiaan yang ada, yaitu Ibrahim khalilullah (Ibrahim kesayangan Allah). Semakin banyak orang yang mengikuti jejak Ibrahim yang lemah lembut dan hanif (cinta kepada kebenaran), tentulah akan semakin baik bagi kehidupan kita saat ini, maupun bagi anak-anak keturunan kita.
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Karate adalah kegemarannya. Putra tunggal pasangan I Nyoman Teer dengan Ni Kadek Siti ini tinggal di Jalan Cokroaminoto Gg. Angsoka II/28 Denpasar, sekarang duduk di kelas IVA SD NO. 1 Ubung. Putu Sathya Restu Muliawan, lahir 10 September 2006. Sathya sedang berbahagia merayakan ulang tahunnya yang ke-10. Semoga panjang umur, sehat selalu dan murah rezeki serta berguna bagi orang-orang di sekitarmu.
Redité Wagé, 11 September 2016
Bali L e m b a r
Bencingah
B a s a
7
B a l i
MAMUKUR – Ring sajeroning upacara Mamukur, majanten ngawigunayang sampi gading ring parikrama Murwa Daksina. Pamargin punika wantah parikrama ngwaliang Sang Atma mangda prasida mawali malih ka Siwa Loka.
Ida Pedanda Gede Kemenuh
Mawali ring Rasa
NGAMARGIANG kahuripan manados krama Hindu satmaka nugesang yéning kahuripan krama setata kasarengin antuk makudang-kudang parikrama upacara yadnya sané sujatinné wantah tetuek utawi pamargi saking sastra suci agama sané katami saking leluhur. Punika kamargiang nénten ja sangkaning rasa mapaksa sakéwanten wantah kapatutan utawi swadharma sané kamargiang madasar rasa bhakti sané tulus majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sangkaning kadasarin antuk rasa tulus miwah lascarya punika, kramané setata ngrasayang yéning Ida Sang Paramakawi setata lédang mapaica ring krama utamanipun ri kala ngamargiang karya utawi upacara yadnya malarapan antuk makudang-kudang parindikan sané soleh utawi ngangobin manah sané lantas kasuksmayang olih krama inucap. Sinalih tunggil upacara sané patut kamargiang krama wantah upacara Mamukur sané sinalih tunggil parikramanipun Murwa Daksina ngawigunayang sampi gading ping tiga. Ring kahuripan krama Bali, kabaosang becik tur kaaptiang pisan yéning sampi gading inucap prasida meju miwah ngenceh tatkala ngamargiang parikrama punika napi malih tatkala ngranjing ka wewidangan suci balé pradnyanné. Ida Pedanda Gede Kemenuh ngandika, indik jakti utawi nénten jakti kahanan inucap durung prasida kapastikayang santukan sujatinné punika wantah kahanan sané arang pisan kapanggih ring sajeroning parikrama Murwa Daksina. Sangkaning arang ngawinang krama marasa angob tur nyantenang yéning kahanan punika wantah paica lewih saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa majalaran antuk lelemekan sampi gading inucap. “Becik utawi kaon kahanan punika mawali malih ring rasa miwah pikayunan kramané soang-soang. Napi malih yéning krama Hindu ring India majanten lelemekan sampi punika jagi kaambil akidik tur kadagingin ring gidatnyané. Kahanan inucap nyihnayang yéning punika wantah kawiaktian saking makasami krama Hinduné.” Ida Pedanda saking Gria Gede Sembung malih nagingin, tatkala parikrama Murwa Daksina, nénten wénten tata-titi utawi uger-uger sané patut becik pisan kairing sakéwanten pinaka parikrama sané kamargiang ring wewidangan suci sinah krama sané kasebelan utawi keni cuntaka nénten dados ngranjing mrika. Sios punika malih Ida ngandikayang sané tatkala punika taler patut kaicalang olih kramané wantah rasa taler pikayunan sané nénten becik ring raga soang-soang, minakadi momo, kroda, miwah sané siosan. Duaning sujatinné parisolah punika nénten mabinayan sareng kasebelan utawi kacuntakan. Dadosné patut pisan kramané numbuhang rasa miwah pikayunan sané suci, ening, miwah lascarya mangda pamargi yadnyané prasida becik. Tatkala katunasang indik parikrama sané patut kamargiang ri kala sampi gading inucap sampun mati, Ida ngandika yéning sampi inucap nénten malih kabaosang dados sampi upacara sajabaning wantah beburon ubuh-ubuhan biasa kémanten. Dadosné parikrama sané kamargiang mawali malih ring rasa miwah pikayunan sang sané madué sampi gading inucap. “Yéning jagi kadol dados kémanten. Utawi jagi katanem kémanten dados. Majanten punika manut saking rasa sang sané nuénang duaning nénten wénten tata-titi sané patut kamargiang ngeninin indiké punika,” asapunika Ida Pedanda ring Gria Gede Sembung, Mengwi, Badung ngandika. (wan)
(44)
Sampi Gading
BPM/wan
Ngénter Sang Atma Mawali ka Siwa Loka SAJERONING ngamargiang upacara agama Hindu, ketah pisan ngawigunayang beburon pinaka sarana upakara. Parindikan inucap santukan kauningin beburon madué kalewihan soangsoang taler mawiguna mangda karya utawi yadnya sané kamargiang prasida kawastanin puput. Indik soroh beburon inucap minakadi ayam putih siungan, bébék mabulu sikep utawi asu belang bungkem sané ketah pisan kaolah tur kawigunayang dados ulam caru miwah papendeman ring sajeroning upacara. Sangkaning kahanan asapunika majanten kramané ngrereh wiadin numbas beburon inucap yadiastun méweh pisan kapolihang utawi pangarganipun mael. Tios punika, wénten taler beburon sané mabuat pisan
kawigunanipun ring upacara sakéwanten nénten katampah utawi kawigunayang dados bebantenan. Sinalih tunggil beburon inucap wantah sampi gading. Sampi gading wantah soroh sampi sané awak, tenggek, cunguh kantos ka layahipun mawarna coklat gading. Manut pangandika Ida Pedanda Gede Kemenuh saking Gria Gede Sembung, sampi inucap kawigunayang tatkala kamargiang karya Mamukur utawi Nyekah, kamargiang ri kala Mapurwa Daksina utawi Murwa Daksina. Pamargin punika manados sinalih tunggil parikrama utama ring sajeroning yadnya duaning punika wantah parikrama ngwaliang Sang Atma ka Siwa Loka tur kaénter olih sampi gading sané wantah niyasa utawi
petapakan saking palinggihan Ida Bhatara Siwa sané maraga lembu. Sios ring sampi gading, sané taler prasida kawigunayang inggih punika sampi sané mawarna selem. “Ring pakraman sané ketah kapanggih dados patapakan saking palinggihan Ida Bhatara ring karya Mamukur utawi Nyekah punika akéhan wantah kalih soroh, inggih punika sampi gading sané muani utawi sampi mawarna selem sané lua,” asapunika pangandika Ida Pedanda. Ida taler nagingin malih, tatkala punika sampi gading majanten kapayasin mangda prasida masaih utawi makacihna lembu palinggihan Ida Bhatara Siwa. Asapunika taler kabaosang olih I Nyoman Kunuk, krama Br.
Kekeran, Selanbawak, Marga, Tabanan sané ngupapira taler dados pangangon sampi gading puniki. Dané maosang, tatkala ngamargiang parikrama Murwa Daksina, sampi gading taler pangangonnyané kapayasin antuk udeng miwah saput saking wastra tetoron putih wiadin kuning. Sios punika sampi inucap taler kadagingin antuk kalung sané kagantungin jinah bolong 600 kepeng. Wénten taler sané ngicénin slongsong ring tandukipun. Kalung inucap kabaosang dané wantah kapatutan saking nguni pinaka bebaktan saking sampi gading inucap. Duaning kajantenang karya inucap nénten kabaosang jangkep tur puput yéning sampi gading sané ngiterin balé pradnyan nénten kadagingin
kalung. Nyoman Kunuk malih maosang, ri kala nedeng ngamargiang parikrama Murwa Daksina, ketah pisan dané ngicén tetedan minakadi padang gajah miwah sané siosan. Tetujonnyané wantah mangda sampi gading punika nénten ngambis utawi ngamah don-donan utawi piranti upakara sané kacingak tetedan. “Sios punika, tetujonné wantah mangda sampé gading tiangé prasida majalan alon-alon tatkala parikrama Murwa Daksina. Yadiastun asapunika, sujatinné sampi gading tiangé nénten naenin rengas sapunapi ja akéh krama tatkala punika utawi ageng suara gegambelanné irika,” asapunika Nyoman Kunuk maosang sinambi makenyem. (wan)
Ngupapira Sampi Gading
Lekadnyané Nénten Kajantenang, Genahipun Kapasahang SANGKANING kawigunan sampi gading mabuat pisan ring upacara Mamukur utawi Nyekah, majanten sampi punika wantah soroh sampi sané luwih tur kaaptiang pisan ring pakraman. Sangkaning punika majanten sang sané nuénang manados pangangon ring parikrama upacara Murwa Daksina ring sajeroning upacara inucap. Yadiastun asapunika, nénten makasami krama sané madué sampi lua nglekadang utawi jagi nuénang godél sané manados sampi gading. Punika mawinan durung majanten krama sané ngupapira sampi utamanipun sampi lua prasida polih selah ngupapira tur dados pangangon sampi gading. Pedanda Gede Kemenuh ngandikayang kahanan lekad sampi gading wantah nénten prasida kajantenang utawi kapastikayang sadurungnyané.
Dadosné tatkala sampi lua sané kaupapira punika prasida nglekadang godél gading, sinah punika wantah parindikan sané aget pisan duaning durung majanten jagi kapolihang utawi kapanggih olih krama sios sané taler ngupapira sampi lua. Sampi gading sané lekad tur kawigunayang dados pangénter sang atma wantah sampi muani, sakéwanten yéning marupa sampi selem majanten ipun wantah sampi lua. “Manawita indik godél utawi sampi gading sané lekad punika wantah sampi lua, punika wantah kahanan sané arang pisan kapanggihin ring pakraman tur majanten wantah paica lewih saking Ida Hyang Paramakawi, ” asapunika Ida ngandika. Kahanan sané pateh taler kabaosang I Nyoman Kunuk. Kabaosang yéning sampi gading lua sané kaupapira wantah
kalekadang olih inannyané sané marupa sampi biasa, boya sampi gading. Sampi gading sané kaupapira punika, risampuné dané ngupapira kalih warsa langkungan, tur sampun mamanakan kantos ping kalih, godél sané kalekadang nénten wénten sané marupa sampi gading sajabaning wantah sampi Bali biasa. Sangkaning punika dané ngawiaktinin yéning nuénang sampi gading wantah rejeki sané nénten prasida kapaksayang utawi kagaénin tur nénten prasida kakelidin. Katakénin indik kawigunanipun sios saking kawigunayang ring upacara, dané maosang yéning sampi gading inucap taler dados kanggén matekap ring carik. Ngeninin indik parikrama ngupapira, Nyoman Kunuk maosang nénten ja mabinayan sareng sampi Bali siosan. Sakéwanten indik genah utawi badanyané
patut pisan kapasahang saking sampi siosan duaning kirang becik yéning kadadosang asiki. Yadiastun sujatinné nénten wénten kapatutan mangda kadi asapunika, nanging dané maosang sakadi sané ketah kapanggih ring pakraman sampi Bali pacang sayan berag yéning kadadosang asiki sareng sampi
gading. “Sangkaning kahanan punika mawinan kramané saking nguni taler tiang masahang genah sampi gading sareng sampi sané siosan. Yadiastun asapunika tiang nénten rumasa méweh ngupapira . Sané mautama wantah sampi puniki nénten pacang adol tiang,” asapunika dané nugesang. (wan)
NGURAH Jelada sareng Arniek malih ngranjing madandan ka kamar tamu. Ningalin kawéntenan kamar miwah perabotan sané wénten irika lintang saderana Arniek matakén. “Tungurah, akuda nyéwa kamaré niki. Yadin saderana nanging cukupan bresih lan tan kuciwa bandingang ring kos-kosané di Denpasar. Napi Tungurah mula ngraga driki?” “Yén umahé ané abungkul cenik ténénan, ipidan druén paman tiangé dugasé dadi perawat di RSU driki. Nanging kayang mangkin kari raganné dadi nganggon yén nuju ka Amlapura utawi ada kulawarga masekolah driki. Tiang amung mayah yéh ajak listrik dogén kurang lebih Rp.75.000,ngabulan. Mawanan tiang sing bani ngajak anak lén bareng driki. Nanging ngoyong di kota tusing ja amung mayah yéh lan listrik dogén. Biaya hidup sesai, SPP, buku-buku, lan piranti sekolah lénan paling hémat masih ngonyang kanti Rp. 300.000,- déréng anggon pakéan. Niki suba tiang masak padidi lan baas kirimanga uli
jumah 50 kg anggon sangu jakan kanti pat bulan. Kanggoang asal payu masekolah,” baos Ngurah Jelada. Luh Suwarni bengong, yéh paningalanné padelengdeng mireng caritan gélanné sedih. “Nyidaang ja Tuajiné ngrereh jinah tigang atus ngasasih, padahal angganné petani?” “Sujatinné Tuaji berat ngulehang pipis bulanan Arniek, nanging mula paman tiangé, ajinné Ayu Citra ané ngicén sangu bulanan malu uli gajihné. Ngapidan ja yén mupu di carik lan tegalé mara ulihang sasidan-sidan. Cara mara niki puponan kutus bulan amung nyidang mayah utangé atenga. Kénkén kadén yén kanti telung tiban. Eda Arniek sedih yén kapaksa tiang putus sekolah. Apa kadén bakat jemak gaéné buin pidan?” tuturné Ngurah Jelada alon. “Oh, nika saking ajinné Ayu Citra dong mutang, boya ja patulung? Dadinné tulung-tulung mentung? Dumadak Tungurah ten matunggu saking dados panaur utang bin pidan. Ooh Sayang... prihatin banget ragan Tungurahé,”
Arniek ngelut gélanné saking tan tahen. “Sing kénkén Niek. Tuaji enu mautsaha kénkén carané ngatasin kasulitané ené. Kayang Buda Kliwoné buin petang dina tiang lakar mulih, ada odalan di Mrajan. Dumadak kayang ento ada galah jalan keluar, yadiastun yén harus pindah sekolah utawi kursus.” “Pokokné Tungurah sampunang ngambul, syukur yén dados pindah ka SMK, yén kapaksa ngulang malih amasa ka SMK ten kénkén. Napi Tungurah kayun yén pindah ka Denpasar masuk soré di PGRI apang nyidang semengané makarya di toko, usaha napi ja?” aturné Arniek kari ngelut gélanné ngasih-asih. “Di Swasta ten kénkén Tu asal ma Ijazah.” “Matur suksma Sayang. Tetimbangmu sanget ngidupang semangat malajah tiangé.” Ngurah Jelada nyingakin jamé sampun jam roras siang. Disné sampun lakar ngajengang. Raganné matangi malihin lemari makan. “Sayang, né pesuang. Ayo ngajeng malu seadané.” Luh Suwarni nulungin ngamedalang ajengan, jangan,
lan darangé baktana ka meja makané. “Tungurah ten kirangan nyanan yén mangkin tiang ngébogin ngajeng deriki?” “Maksud Arnieké kénkén. Apa makan di luar, sing kanggo masakan tiangé? Utawi takut seduk kuangan nyang buin asopan? Apa sedih yén kanti madaar apiring ajak dadua?” “Oooh Tungurah, sampunang ngandika kénten Sayang ngaé manah tiangé nyag ajur makepingkeping. Tiang nyak nunas napi ja icén Tungurah. Kaling ké marupa nasi tulén, pitui nasi cacah sela mabé uyah tabia kadi pandikan Tungurahé tiang nyadia. Tiang tulus ngayah kén Tungurah. Ooh usan Ratu ngandika kénten,” Luh Arniek meluk gélanné nangis sigsigan. Toyan panonné melusin dadanné Ngurah Jelada sané taler nangis saking bahagia. “Nah lamun kénten jalan maem malu apang sing énggalan tengai,” pandikanné alon. Sang kalih mangkin malinggih mareparepan. Luh Suwarni nagingin piringné ajengan miwah darang
nasiné makekalih. Raris alonalon ngesop ajengan sambil saling sledétin. “Tungurah nggih dong mimbuh malih. Tiang jaga mimbuh, jaen pisan kangkungé niki. Sambel goréng témpené telasang tiang nggih,” aturné Luh Suwarni ngimbuhin nasiné. “Béh mara ada ajak marengin ngajeng jag sing marasa piringé bresih,” Ngurah Jelada makenyem nyerahang piringné dagingina imbuh ajengan lan darang ring gegélanné. Usan ngajengang Luh Suwarni nampedang ajengan lan darangé ka lemari makan. Piring lan gelasé sané momos umbaha, meja makané lapina raris ngambil woh anggur sané baktana ituni wadahina piring genahanga ring kamar tamu. Ngurah Jelada amung kenyem. “Nggih dong ayunang angguré, manis kok,” Luh Suwarni ngepik asiki nampekanga ka cangkemné Ngurah Jelada. “Nggih enggangang, tiang mayunin. Niki sané paling manis.” (Masambung)
KAPASAHANG – Mangda nénten ngamedalang pikobet sané nénten kaaptiang, beciknyané tatkala ngupapira sampi gading genah utawi badanipun patut kapasahang saking genah utawi bada sampi siosan.
Upacara
8 Bebantenan Tetuek Rainan Galungan
Redité Wagé, 11 September 2016
NGAYAH-Nglawang pinaka tradisi ngurukang yowana madué budaya ngayah, ngajegang seni tari miwah ngukuhang budaya saling simpangin gumanti metu wasana harmonis.
Budha Kliwon Dungulan ngaran Galungan patitis ikang jnana Samadhi, galang apadang, maryakena sarva byaparaning idep. INDIKÉ punika kaunggahang ring sajeroning Lontar Sundari Gama. Artosnyané: Budha Kliwon Dungulan kawastanin Galungan, dedehang masikiannyané rohani mangda prasida ngamolihang papineh utawi pikayunan galang apadang pinaka wentuk dharma sajeroning angga, taler ngicalang rasa sempuut ring pikayunan sané rumasuk ring wentuk adharma. Rainan Galungan wantah rerainan umat Hindu sané kapakélingin nyabran nem bulan apisan, manut ring kalender pananggalan Bali jatuh ring raina Buda Kliwon Dungulan. Galungan yukti sampun dados tetamian budaya Bali, nanging sujatiné pangawit upacara puniki kamargiang ring Jawi duk masa kajayaan Hindu. Kruna Galungan sajeroning basa Jawa Kuna maartos jaya/menang, artos saking pakéling rainan Galungan puniki nénten tios pinaka pakéling kajayan/kemenangan dharma nglawan adharma, pakéling kajayan manusa nglawan wentuk-wentuk utawi polah adharma utamanipun ri soang-soang anggan, taler ngaturang rasa parama suksma tur angayubagia majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané ngripta bhuwana agung. Antuk kawéntenané punika, prasida kacutetang yéning rainan Galungan wantah pakéling kawijayan/kemenangan dharma nglawan adharma. Sujatinnyané, napi sané kasengguh dharma punika? Sajeroning satua Mahabharata, Rsi Bhisma maosang ring Sang Yudhistira indik makasami parilaksana sané nyinahang rasa welas asih Ida Sang Hyang Widhi punika sané kasengguh dharma, sawaliknyané yéning parilaksana sané prasida ngwetuang rasa brangti, kroda, biyut saha sané tiosan punika sané kasengguh adharma. Wantah dharma sané prasida ngawinang i manusa madué polah/sifat Dewata. Mangda prasida ngamolihang kawijayan dharma puniki, wénten makudang-kudang reruntutan upacara sané patut kamargiang, luiré: ngamargiang upacara Sugihan Tenten, Sugihan Jawa, salanturnyané Sugihan Bali, Panyekeban, Panyajaan, Panampahan, salanturnyané ring upacara pamucuk ring rainan Galungan. Reruntutan upacara usan rainan Galungan inggih punika Umanis miwah Pahing Galungan Kawijayan dharma nglawan adharma sané kapakélingin nyabran nem bulan apisan puniki kategesin pisan ring kabisan i manusa sajeroning ngeret kama, indria, momo angkara, sifat rajas tamah sajeroning anggan i manusa, nénten maparilaksana kaon ring anak tiosan, taler sifat-sifat raksasa sané wénten ring anggan patut pisan kakasorang. Kawijayan dharma sané kabaosang inggih punika prasida nglawan sifat-sifat raksasa sané wénten sajeroning angga, tur prasida nyinahang rasa welas asih majeng ring anak tiosan, nyinahang sifat satwika, taler prasida ngripta kahuripan sané tentram, raharja, shanti jagadhita inggian majeng ring pahrayangan, palemahan, taler ring sesamén manusa.
(Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
Nglawang
Nglestariang Tari miwah Ngukuhang Budaya Saling Simpangin
PARIKRAMA kramané salami runtutan nyanggra Galungan makanten abot. Ri kala Galungan umat Hindu nglaksanayang pamuspan. Ngawit Umanis Galungan parikrama ngawit biasa malih. Lumrahnyané krama ri kala Umanis Galungan milihin malancaran sareng kulawarga. Ri kala nyoréang makanten sakatah sekaa nglawang sampun medal ring margi nyolahang barong kaabih sekaa gong. Tradisi nglawang wantah ikon Galungan, sajabaning penjor. Saking sakatah ikon sané nyiriang Galungan inucap, tradisi nglawang rumasuk sering kajantosang olih krama tur pinih mapaiketan sareng pawongan (paiketan becik pantara manusa sareng manusa).
Cihna manusa kacunduk sareng manusa, sané madué umah sareng tamiu. Sakadi manut I Gusti Ketut Widana, penulis buku agama Hindu, sajeroning bukunyané “Lima Cara Beryadnya Dalam Agama Hindu”. Katlatarang, nglawang tetujon filosofis-nyané mangda para Bhuta Kala antuk sekancan kekuatannyané mangda mawali ka asalnyané. Lianan punika, sajeroning buku punika katlatarang taler, nglawang ketah kalaksanayang ngawit Buda Pon Wuku Sungsang utawi Sugihan Pangenten. Sajeroning pamarginnyané, ring sakatah daérah ring Bali sané madué tradisi nglawang, nglawang kalaksanayang malarapan ngiterin
désa, karemba olih alit-alit kantos yowana sinambi nyolahang tari wali barong jangkep sareng gambelannyané. Nglawang taler jalaran nguningayang kesenian tari ngawit alit. Wraspati Umanis Dungulan utawi Umanis Galungan (8/9) lintang, wantah pinaka raina tradisi nglawang puniki ramia kalaksanayang. Minakadi kakantenang wawu puniki ring Bangli miwah Dénpasar. Sekaa nglawang inucap rauh ka margi, ngiterin désa sinambi singgah ring lawang (pamesuan) krama sadoh margi sane kalintangin sekaa nglawang. Ri kala nglawang kamargiang, sané nuénang lawang umah puniki ketah medal sinambi ngaturang canang madaging sesari. Tetu-
jonnyané mangda wasana kasucian barong prasida kaserep olih pakarangan paumahan genahé nglawang. Nglawang, sajabaning madué tetujon filosofis, tradisi nglawang taler madué tetujon nglestariang tradisi kasenian sané mapaiketan sareng rerainan Hindu. Taler, sajeroning numbuhlimbakang jiwa makasenian sapisanan cihna nguningin palemahan. Nguningin palemahan iriki nenten sawates nguningin lingkungan kémanten, taler rumasuk nguningin krama. Lepas saking nilai filosofis miwah kaseniannyané, tradisi nglawang patut tetep kakukuhang. Duaning, tradisi nglawang pinaka cihna/simbol sané madaging piteket panyamabrayan.
Kabaosang asapunika, santukan kacingakin saking pamarginnyané ngrauhin lawang/umah warga, ri kala punika pakedék pakenyung pantara warga sareng sekaa nglawang makanten pisan. Indik punika sampun nyihnayang tetujon nglawang taler ngicén piteket mangda ring déwék krama metu sikap saling ajiang, saling uningin, miwah saling uratiang. Gumanti kahuripan harmonis prasida tetep ajeg ring soangsoang padéwékan krama. Sajeroning tradisi Hindu sujatinnyané akéh pisan nilai sané prasida kapolihang. Yadiastun kemasannyané lokal nanging nilainnyané limbak. Nglawang ritualnyané saderana nanging tegesnyané patut katelebin. (yan)
Atur Piuning
Karya Pamacekan Agung Pujawali Ida Bhatara ring Pura Dasar Buana MADASAR ring asil parum Prajuru Désa, para utusan banjar sa-Désa Pakraman Gélgél, Ida Pangeling miwah Ida Bendésa Pura Dasar Buana, Prajuru Subak, Pamangku Pamucuk Pura Dasar Buwana, miwah Pasamuan Pamangku Werdi Semaya, Kelihan Pecalang, para pangayah miwah angganing tiosan (Dishubinfokom, Puskesmas, Babinsa, Babin Kamtibmas, LPD) sané kamargiang daweg raina Redité, 28 Agustus 2016 lintang ring Wantilan Pura Dasar Buwana, sampun kapolihang pamutus indik pamargin Karya Pamacekan Agung Pujawali Ida Bhatara ring Pura Dasar Buana antuk tata laksana sakadi ring sor puniki. Pula-pali sarana upacara sampun kamargiang ngawit raina Saniscara, 10 September 2016 antuk parikrama makena panganggé ring palinggih Ida Bhatara. Kalanturang ring raina mangkin antuk parikrama mapaolahan upakara olih prajuru utusan banjar miwah para pangayah. Ring raina puniki taler kamargiang pula-pali nedunang Ida Bhatara olih Dané Pamangku Pamucuk kairing Pamangku Pangayah Ida Ratu Pasek, Pamangku Pangayah Ida Ratu Pande, miwah saking pasamuan Pamangku Werdi Semaya kalanturang ngiasin miwah nglinggihang Ida Bhatara. Upacara puncak karya Pa-
macekan Agung Pujawali Ida Bhatara kamargiang ring raina Soma, 12 September 2016 sinarengan Pujawali ring Pusering Jagat miwah ring Pura Balé Agung Désa Pakraman Gélgél. Salanturnyané, Ida Bhatara katuran utawi nyejer salami tigang raina tur pacang kasineb ring raina Wrehaspati, 15 September 2016. Prawartaka karya metuéling majeng krama sané pacang pedek tangkil mangda ninutin tata titi sané sampun kacumpuin luiré: kapertama, pamedek sané rauh makta sepéda montor utawi mobil mangda ngranjing saking pempatan Désa Tojan nganginang tur salanturnyané nginutin petugas sané majaga. Kaping kalih, Pamedek sané rauh antuk bus mangda parkir ring dauh pempatan Désa Tojan, sané makta mobil mangda parkir ring Lapangan Gor Sweca Pura, miwah pamedek sané rauh makta sepéda montor mangda parkir ring pateluan Désa Gélgél. Kaping tiga, pamedek sané pacang ngamargiang pamuspan tur ngranjing ka utama mandala pacang ngawigunayang kartu sané karemba olih pecalang, antuk punika sadurungnyané para pamedek mangda ngambil kartu ring jaba sisi kalér. Kaping pat, para pamedek mangda tinut ring tata sukerta mabusana ka pura. Majeng sané lanang satios makampuh taler mangda
ngawigunayang destar. Sané istri mangda ngawigunayang busana utawi kebaya sané malengen panjang taler nénten ngawigunayang kamen jadi. Tios punika, rambut taler mangda rapi, nénten magambahan. Indik genah minakadi toilet, wastafel, miwah parantenan magenah ring sisi kauh Pura Dasar Buana. Indik pos layanan informasi magenah ring Lapangan Sweca Pura, pateluan Désa Gélgél, miwah ring Madya Mandala Pura Dasar Buana. Majeng ring pamedek sané kayun utawi pacang makemit, sampun kasayagayang genah ring wantilan anyar Pura Dasar Buana utawi ring Madya Mandala. Sakadi asapunika atur piuning sané kaunggahang mangda krama sauninga taler prasida kapikayunin sadurung Ida Dané pedek tangkil ring Ida Bhatara ring Pura Dasar Buana Gélgél salami karya kamargiang. Parindikan sané durung tatas kauningin prasida katakénang majeng ring Bendésa Pakraman Gélgél, Jero Bendésa Putu Arimbawa ring nomor 081339328395 utawi sareng Pasedahan Désa Pakraman Gélgél, Jero Made Suryawan ring nomor 081338999399. Dumogi asung waranugrahan Ida, samian angganing nemoning karahayuan saha karya sané kamargiang sida sidaning don. (r)
Satua
Olih : Madé Taro
I Cecek Cenik
ELEK pesan kenehné I Kijang krana ia teka dorinan tekén I Cecek. Sakéwala ia kekeh tusing nyak ngaku kalah. Ia tusing percaya tekén I Cecek. Ulian ento, I Kijang nagih apang pacentokané ento kaulang buin cepok. Né jani uli punyan kayuné ento nganteg di tiang balé banjaré. I Cecek nyanggupin tantangané I Kijang. Disubané ada préntah, I Kijang malaib becat pesan, cara mimis palaibné. Jani suryanaké boya tekén I Kijang dogén, nanging masi tekén I Cecek. Disubané bakal neked tiang balé banjaré, I Kijang nyerit, “Cecek, ija Cai?” “Icang dini, cek...cek...cek...!” sautné I Cecek uli duur tiangé. Suryakan para penontoné makejang sig I Ceceké. Ulian ento, I Cecek ané menang. Yapitui I Cecek ané menang tur maan selah Nampak I Kijang, I Cecek tusing lakar malaksana buka kéto. I Cecek menang boya ulian kuat, sakéwala ulian dueg ngéka daya. Awai satondéné lombané kalaksanayang, soroh bangsa ceceké mapupul di langit-langit balé banjaré. Bangsa ceceké makanti apang ngidaang menang nglawan I Kijang. Cecek-cecek ané tusing malomba mengkeb di tongosé malomba. Ada ané ngoyong di tiangé kanti di umah kayu ané paek uli pagehané. Cecek ané ada di punyan kayuné malénan tekén cecek ané ada di tiangé. I Cecek meled nyatuayang ane seken teken I Kijang unduk ia ngidang menang nglawan I Kijang. Daya upaya ento jalananga apang I Kijang tusing sombong, tusing banggi lan nyapa kadi aku tekén buron lénan. Sakéwala mara I Cecek lakar maekin I Kijang, I Kijang suba magedi uli balé banjaré. I Kijang lebih mamilih idup di alasé bandingang tekén marasa lek ulian kalahang cecek. (Puput)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU WAGE, 11 SEPTEMBER 2016
Conte Berharap The Blues Fokus
9
HAL 10
Guardiola Tak Benci Ibra
Manchester Manajer Manchester City, Josep Guardiola, menegaskan bahwa dirinya tak pernah berniat buruk kepada Zlatan Ibrahimovic saat masih di FC Barcelona. Dalam buku otobiografinya, I am Zlatan (2014) Ibrahimovic mengisahkan hubungan kelamnya dengan Guardiola saat di Barcelona. Ibrahimovic mengaku pernah sampai beradu argumen dengan Guardiola, tepatnya saat Barcelona disingkirkan Inter Milan pada Liga Champions 2009-2010. Tak hanya itu, Ibrahimovic pun tak senang dengan perlakuan istimewa Guardiola terhadap Lionel Messi. Hal itu akhirnya diklarifikasi oleh Guardiola. “Ibrahimovic menggunakan bukunya untuk menjelaskan yang dia yakini. Saya selalu bertatap muka untuk membicarakan segala hal dengannya,” ujar Guardiola, Sabtu (10/9) kemarin. “Saya tak pernah menggunakan media untuk menjelaskan apa yang saya inginkan darinya,” katanya lagi. Meskipun dinilai buruk oleh Ibrahimovic, Guardiola tidak marah. Sebaliknya ia malah melemparkan sanjungan kepada Ibrahimovic. Menurut Guardiola, Ibrahimovic merupakan tipe pemain yang bisa memberikan dampak signifikan dalam sebuah laga. Selain itu, Ibrahimovic pun dinilai sanggup beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru. “Saya mempunyai rasa hormat yang besar kepada Ibrahimovic atas apa yang sudah dilakukannya di dunia sepak bola,” tutup Guardiola.(kmb33/ap)
RAYAKAN GOL - Kelechi Iheanacho merayakan gol yang dicetaknya ke gawang MU. BPM/rtr
BPM/rtr
REBUT BOLA - Kapten Manchester United Wayne Rooney berebut bola dengan pelatih Manchester City, Pep Guardiola dalam Derby Manchester, Sabtu (10/9) kemarin.
Manchester is Blue Manchester –
Derby panas Liga Premier yang mempertemukan Manchester United dan Manchester City berakhir dengan kemenangan City dengan skor tipis 2-1. Memang laga ini sangat dinantikan banyak pecinta bola, sebab selain dihiasi skuat berharga mahal, pertandingan ini mempertemukan dua pelatih hebat Jose Mourinho dan Jose ‘Pep’ Guardiola.
BPM/rtr
BERSALAMAN - Dua pelatih yang dianggap terhebat pada masa ini, Jose MOurinho(kiri) dan Pep Guardiola bersalaman jelang dimulainya Derby Manchester.
BPM/rtr
CETAK GOL - Blunder yang dilakukan kiper City yang baru direkrut dari Barcelona, Claudio Bravo yang membuat Zlatan Ibrahimovic mencetak gol bagi MU.
BPM/rtr
GOL - Kevin de Bruyne mencetak gol pertama Manchester City dalam Derby Manchester.
Dalam pertemuan ini, The Special One harus mengakui keunggulan Guardiola. Gol yang dicetak Kevin de Bruyne dan Kelechi Iheanacho membuat Setan Merah harus bertekuk lutut di kandangnya sendiri. Dalam pertandingan yang digelar di Old Trafford, Sabtu (10/9) kemarin, tensi tinggi berlangsung sejak awal. Saling serang terjadi. Dalam pertandingan kali ini Manchester City menunjukkan dominasi baik dalam hal penguasaan bola maupun perolehan peluang. Dicatat Premier League, mereka menguasai 60,7
persen permainan dan melepaskan enam tembakan ke arah gawang. Sementara itu, Manchester United cuma melancarkan tiga tendangan tepat sasaran. Pada sepuluh menit pertama, Manchester United masih terlihat solid membendung tekanan dari tim tamu. Hanya kelengahan Daley Blind pada menit ke-15 membantu Manchester City untuk mengakhiri kebuntuan. Bola tandukan Iheanacho meluncur di depan wajah Blind, tetapi langsung disambar De Bruyne. Pemilik nama terakhir memasuki gawang dan menak-
lukkan David De Gea dalam duel satu lawan satu. De Bruyne dan Iheanacho kembali menjadi antagonis untuk publik Old Trafford 21 menit berselang. Bola tembakan De Bruyne sempat membentur tiang sebelum disontek Iheanacho untuk menggetarkan gawang. Tertinggal dua gol, Manchester United coba meningkatkan intensitas serangan. Hanya tak satu pun usaha dari open play membuahkan hasil. Tim asuhan Jose Mourinho terbantu kesalahan Claudio Bravo dalam mengantisipasi umpan
silang. Alhasil bola liar disambar Zlatan Ibrahimovic menuju gawang yang tidak terkawal. Di awal babak kedua, Jose Mourinho melakukan perubahan. Jesse Lingard dan Henrikh Mkhitaryan yang tampil gugup dan sering kehilangan bola akhirnya diganti. Ander Herrera dan Marcus Rashford masuk menggantikan keduanya. United bermain dengan 4-3-3 dan tampil lebih baik dari pada babak pertama. Kendati begitu, sejumlah peluang yang mereka dapatkan gagal berbuah menjadi gol. Ibrahimovic beberapa kali melepaskan tendangan voli, tetapi hampir semuanya tak mengarah tepat ke sasaran. Pada menit ke-69, Rashford akhirnya mencetak gol, tetapi gol tersebut dianulir. Bola
tendangan Rashford membentur Ibrahimovic yang sudah berada dalam posisi offside. Tak kunjung bisa mencetak gol, Mourinho akhirnya memasukkan Anthony Martial dan mengambil risiko bermain dengan tiga bek. Pep Guardiola meresponsnya dengan memasukkan lebih banyak pemain bertahan, termasuk Pablo Zabaleta yang menggantikan De Bruyne di menit ke-89. Hingga peluit panjang berbunyi, kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan. Kemenangan dengan skor 2-1 ini membuat Manchester City kokoh di puncak klasemen. Pasukan Josep Guardiola mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan atau unggul tiga angka dari Manchester United. (kmb33/rtr)
BOLA MANIA
10
Minggu Wage, 11 September 2016
Prakiraan Susunan Pemain Swansea City (4-2-3-1): Fabianski; Naughton, Fernandez, Amat, Kingsley; Cork, Fer; Barrow, Sigurdsson, Routledge; Llorente. Chelsea (4-1-4-1): Courtois; Ivanovic, Cahill, Terry, Azpilcueta; Kante; Willian, Oscar, Matic, Hazard; Costa.
Imbang, Emery Tetap Puas
Head to Head 09/04/16 Swansea City 1 - 0 Chelsea FC 08/08/15 Chelsea 2 - 2 Swansea City 17/01/15 Swansea City 0 - 5 Chelsea 13/09/14 Chelsea 4 - 2 Swansea City 13/04/14 Swansea City 0 - 1 Chelsea 26/12/13 Chelsea 1 - 0 Swansea City
PARIS – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Unai Emery tetap tenang meski anak asuhnya hanya bermain imbang ketika melawan Saint-Etienne pada pekan keempat Ligue 1. Menurut Emery, dirinya tetap puas dan optimistis akan kiprah anak asuhnya. Pada pertandingan yang diadakan di Parc des Princes tersebut, Les Parisiens sebenarnya sudah terlebih dulu unggul pada menit 67 melalui Lucas Moura. Namun kelengahan di menit-menit akhir harus dibayar mahal dengan kebobolannya gawang Kevin Trapp oleh Robert Beric. Beric ujung tombak asal Slovenia, berhasil lolos dari pengawalan dua pemain belakang PSG dan dengan leluasa mengontrol umpan lambung Kevin Malcuit dari sisi kiri pertahanan tuan rumah dan mengakhirinya dengan tendangan jarak pendek. Dalam pertandingan ini, pelatih PSG Unai Emery tidak menurunkan striker Edinson Cavani sejak awal. Pemain Uruguay yang kini menjadi top skor di Pra-Piala Dunia 2018, zona Amerika Selatan dengan lima gol itu baru masuk pada menit ke-68 menggantikan Hatem Ben Arfa. Hanya meraup satu poin membuat klub kaya raya tersebut kini masih tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan tujuh poin dari empat laga. Pada pertandingan selanjutnya, PSG akan menghadapi SM Caen. “Saya adalah pelatihnya dan saya bertanggung jawab. Saya adalah orang yang menuntut pemain saya untuk melakukan sesuatu. Saya tidak marah,” ujarnya, Sabtu (10/9) kemarin. “Saya cukup puas dengan pertandingan dan hasilnya. Saya tidak hanya mencari hasil pada momen negatif seperti ini. Saya seorang yang optimistis. Ini adalah soal bagaimana tetap bekerja. Saya ingin para pemain tetap seperti musim lalu,” jelasnya. (kmb33/ap)
(EPL) (EPL) (EPL) (EPL) (EPL) (EPL)
Lima Laga Terakhir Swansea City 06/08/16 Swansea City 1 - 0 Stade Rennais (Friendly) 13/08/16 Burnley 0 - 1 Swansea City (EPL) 20/08/16 Swansea City 0 - 2 Hull City (EPL) 24/08/16 Peterborough United 1 - 3 Swansea City (EFL Cup) 27/08/16 Leicester City 2 - 1 Swansea City (EPL) Lima Laga Terakhir Chelsea 07/08/16 Werder Bremen 2 - 4 Chelsea (Friendly) 16/08/16 Chelsea 2 - 1 West Ham (EPL) 20/08/16 Watford 1 - 2 Chelsea (EPL) 24/08/16 Chelsea 3 - 2 Bristol Rovers (EFL Cup) 27/08/16 Chelsea 3 - 0 Burnley (EPL)
UJUNG TOMBAK - Diego Costa menjadi ujung tombak andalan Chelsea saat melawat ke kandang Swansea malam nanti.
Hukuman untuk Madrid Aneh
Madrid – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengecam hukuman larangan transfer yang dijatuhkan kepada klubnya. Menurut Zidane, hukuman dari FIFA itu aneh. Komite Banding FIFA telah menolak banding yang diajukan Madrid dan Atletico Madrid. Karena banding ditolak, kedua klub pun dilarang merekrut pemain baru dalam dua bursa transfer mendatang. Artinya, mereka baru bisa melakukan aktivitas transfer lagi pada Januari 2018. “Saya tak memahaminya dan itu mengganggu saya. Itu absurd,” ucap Zidane terkait hukuman untuk klubnya. “Klub ingin ini segera berubah dan saya harap akan begitu,” katanya, Sabtu (10/9) kemarin. Hukuman larangan transfer ini dijatuhkan FIFA kepada Madrid dan Atletico pada Januari 2016. Hukuman itu kemudian ditangguhkan sembari menunggu hasil banding yang diajukan kedua klub. Kedua klub pun masih bisa berbelanja pemain pada musim panas ini. Hukuman yang dijatuhkan kepada Madrid dan Atletico terkait adanya pelanggaran dalam aktivitas transfer pemain di bawah umur 18
tahun. Anak-anak Zidane yang sekarang bermain di tim muda Madrid: Enzo, Luca, Theo, dan Elyaz, kabarnya menjadi salah satu alasan jatuhnya sanksi. “Anak-anak saya lahir di sini dan menghabiskan sepanjang hidup mereka di sini. Jadi, absurd kalau mereka tak boleh bermain sepak bola,” kata Zidane. Namun sang pelatih sama sekali tak merisaukan sanksi larangan transfer yang dijatuhkan FIFA terhadap timnya. Menurut Zidane, Madrid tetap memiliki skuat yang mumpuni meski tak bisa menambah pemain pada dua atau tiga musim ke depan. Saya memiliki daftar pemain-pemain besar. Saya senang dengan pemain yang ada saat ini dan sebaliknya. Jika kami harus memiliki tim yang sama untuk dua atau tiga tahun mendatang, itu bukan masalah,” ujar Zidane. Kendati begitu, Zidane berharap ada solusi positif untuk menyelesaikan kasus pelanggaran pembelian pemain di bawah umur. Madrid tak akan berdiam diri setelah banding mereka ditolak Komite Banding FIFA. Mereka akan segera membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). (kmb33/ap)
London –
Derby Manchester menjadi pertandingan paling panas akhir pekan ini. Manajer Chelsea, Antonio Conte sampai berpesan kepada anak asuhnya agar tetap berkonsentrasi kepada laga mereka sendiri.
BPM/ap
JATUH - Striker Bayern Munich, Robert Lewandowski terjatuh saat diterjang oleh pemain Schalke Sead Kolasinac saat kedua kesebelasan bertemu, Sabtu (10/9) kemarin.
Bayern Menang Susah Payah
Gelsenkirchen – Robert Lewandowski mencetak satu gol dalam kemenangan 2-0 Bayern Munich atas Schalke 04 pada lanjutan Bundesliga. Lewandowski menyebut hasil positif itu sebagai sebuah kemenangan penting. Bayern berhasil meraih kemenangan meski kesulitan untuk menembus pertahanan Schalke. Dua gol Bayern baru tercipta setelah pertandingan melewati menit ke-80. Lewandowski dan Joshua Kimmich menjadi penentu kemenangan Bayern atas Schalke dalam laga yang dihelat di Veltins Arena, Sabtu (10/9) dini hari kemarin. Kendati lebih dominan dalam ball possession hingga 68 persen, Bayern cuma bikin dua shot on goal dari 18 percobaan. Sementara tuan rumah membuat sembilan percobaan dengan dua yang tepat sasaran. “Laga itu sangat intensif dan sangat menarik. Kami tahu sedari, di awal kami memang harus sabar dalam laga itu,” kata Lewandowski. “Saya sangat gembira kami bisa meraih kemenangan. Tidak pernah mudah bermain di sini, makanya ini menjadi sebuah kemenangan yang penting buat kami,” tutur dia. Hal senada juga diungkapkan pelatih Carlo Ancelotti. “Laga itu cukup sulit. Tim lawan menyuguhkan permainan yang sulit ketimbang prediksi saya,” kata Ancelotti. “Schalke membuat banyak masalah di atas lapangan. Apalagi pada 60 menit awal pertandingan. Kemudian kami meningkatkan inten-
sitas permainan dan berhasil dengan sebuah gol yang diceploskan Lewandowski. Schalke memang tampil lebih bagus di babak pertama, kemudian kami bisa tampil lebih sip di babak kedua. Laga itu cukup bagus dan sangat intensif, menarik untuk kedua tim,” tutur dia. Kemenangan itu menjadi kemenangan kedua Bayern di Bundesliga musim ini. Di pekan pertama mereka menjalani laga yang relatif lebih mudah hingga membukukan kemenangan besar 6-0 atas Werder Bremen. (kmb33/ap)
The Blues akan menantang Swansea di Liberty Stadium pada matchday keempat Premier League malam nanti. Chelsea tengah dalam misi mencari kemenangan pertamanya atas The Swan setelah dalam dua pertemuan terakhir gagal menang. The Blues diimbangi Swansea 2-2 di Stamford Bridge dan kemudian kalah 0-1 saat melakoni laga away. Sejauh ini, Chelsea menunjukkan hasil-hasil bagus dengan meraih tiga kemenangan dari pekan-pekan awal liga Inggris. Mereka pun bercokol di posisi kedua papan klasemen dengan nilai sempurna (9 poin). Namun Conte menyimpan kekhawatiran menjelang duel dengan Swansea itu. Adalah pertandingan antara Manchester United dengan City di Old Trafford yang juga bergulir pada hari Sabtu (10/9) kemarin sebagai penyebabnya. “Kita semua tahu kalau akhir pekan ini akan bergulir laga besar antara United dangan City. Tapi saya rasa kali ini kami harus tetap berfokus kepada pertandingan kami sendiri. Sebab kami menyadari mengh-
adapi Swansea itu akan menjadi pertandingan yang berat,” kata Conte. “Kami akan menghadapi tim dengan organisasi yang bagus dan manajer yang berkualitas. Makanya penting buat kami untuk berfokus kepada diri sendiri dan tak memedulikan laga lain. Kami tahu derby Manchester adalah laga yang menarik dan kami akan tetap menikmatinya. Tapi bagaimanapun lebih penting buat kami untuk berkonsentrasi kepada pertandingan sendiri,” imbuhnya. Ketajaman Diego Costa bisa diandalkan The Blues. Costa akan menjadi ujung tombak Chelsea. Penyerang kontroversial itu sedang onfire setelah mengemas dua gol dan satu assist dalam tiga penampilannya di Premier League. Conte semakin mendapat angin segar setelah timnya sukses mendatangkan dua pemain di hari terakhir bursa transfer, yakni Marcos Alonso dan David Luiz. Meski demikian, keduanya nampaknya masih belum akan dimainkan sejak menit awal di laga ini. Sementara itu situasi berbeda dialami Swansea
yang menelan dua kekalahan di tiga laga awal Premier League musim ini. Manajer Francesco Guidolin harus segera menemukan bentuk terbaik timnya jika tak ingin kehilangan poin lagi di tangan Chelsea. Leroy Fer akan menjadi salah satu andalan bagi Guidolin. Meski berposisi sebagai gelandang tengah, namun Fer cukup menakutkan untuk pertahanan lawan. Kemampuannya dalam mencetak gol sudah terbukti di awal musim ini, di mana ia telah menciptakan dua gol dalam tiga pertandingan. Musim lalu Swansea banyak berharap kepada Andre Ayew dan Gylfi Sigurdsson untuk mencetak gol ke gawang lawan, namun dengan meningkatnya performa Fer kali ini, The Swans akan memiliki alternatif lain sebagai pemecah kebuntuan mereka. Barisan pertahanan Chelsea wajib mewaspadai pergerakan gelandang asal Belanda ini. Mampukah Chelsea menjaga kesempurnaan mereka di awal musim ini atau justru Swansea yang menjadi pematah rekor positif tim tamu? Kita nantikan bersama. (kmb33/rtr/ap)
Zinedine Zidane
BPM/rtr
Minggu Wage, 11 September 2016
GELANGGANG
11
Berguru ke Jepang, Pejudo PON Makin PD Denpasar (Bali Post)-
Tercatat trio pejudo PON Bali yakni Kadek Rakyanda Adyatama (-90 kg), Putu Wiradamungga Adesta (-81 kg), serta Kadek Adi Wirawan (-73 kg) telah berguru ke Jepang selama dua pekan, persisnya di Kota Fukuoka. Mereka mengaku makin percaya diri (PD) atau self confidence-nya makin tinggi menghadapi lawan-lawan mereka di PON nanti.
BPM/ist
JUARA III - Para taekwondoin Dojang Warrior yang merebut juara III pada Kejurnas Taekwondo Moks Open 2016, di Cibubur, Jabar, 2-4 September lalu.
Taekwondoin Dojang Warrior Jimbaran Juara III
Mangupura (Bali Post)Para taekwondoin Dojang Warrior Jimbaran, Badung, Bali keluar sebagai juara III dalam Kejurnas Taekwondo Nawa Gita Institut Moks Open 2016, di Cibubur, Jabar, 2-4 September lalu. Tim Dojang Warrior yang menurunkan 14 atletnya pulang membawa 5 keping emas, 2 perak, dan perunggu. Kelima medali emas dipersembahkan Ananda Adhi Santria Putra (pemula -26 kg), Ketut Aditya Adi Widyantana (pra kadet -30 kg), I Gede Ananda Dino Jordi Destira (kadek -33 kg), Palvasha Mumtaz (kadek -29 kg), serta Ni Made Permata Sari (kadet -51 kg). Sedangkan 2 perak disumbangkan Theresia Melati (kadek -41 kg, dan Komang Aditya Widyana Putra (junior -45 kg). Empat perunggu diperoleh melalui atletnya Putu Indra Dharma Putra (pra kadet -32 kg), Kadek Yoga Dwipayana (kadet -37 kg), Ni Kadek Dian Purwitayanti (kadet -44 kg), serta I Putu Aditya Dwiatmika (junior -51 kg). Selain merebut juara III, seorang atlet Dojang Warrior yakni Ni Made Permata Sari dinobatkan menjadi atlet terbaik. Ketua Dojang Warrior Made Mikeyadnya menjelaskan, pihaknya bangga terhadap perjuangan atlet asuhan Sabeum Iqsan yang mampu menorehkan prestasi gemilang pada event bergengsi yang melibatkan total 1.800 atlet dari 117 dojang. (r)
Kadek Rakyanda di Denpasar, Sabtu (10/9) kemarin menerangkan, dirinya bersama Adesta dan Adi Wirawan selama berada di Negeri Matahari Terbit dilatih Satoshi Ishida. ‘’Kami diajak keliling dojo seperti di SMA, perguruan tinggi, termasuk dojo tempat bekerja para karyawan,’’ terang Kadek Rakyanda, peraih emas di kelas 66 kg saat PON Riau 2012 silam. Dijelaskannya, dirinya makin banyak menimba ilmu sebab diajak keliling dojo guna melakukan latihtanding bersama pejudo Jepang. ‘’Saya kira judo ini memang dituntut harus banyak melakukan spar-
ring-partner, bertujuan menambah teknik dan strategi menghadapi lawan, sebab tiap pejudo memiliki tipikal dan karakteristik sendirisendiri,’’ tutur pejudo kelahiran Mataram, NTB, 8 Juni 1995 ini. Ia pun mengakui makin banyak memiliki variasi teknik bantingan untuk menjatuhkan lawan. Kadek Rakyanda sudah berhitung calon yang dihadapi di kelasnya mulai Horas Manurung (Jabar, peraih emas tiga kali SEA Games), Jeremy Pantouw (DKI), serta Deden Setiadi (Jabar). Namun Rakyanda sama sekali tak gentar meladeni mereka. Apalagi Horas Ma-
nurung dan Jeremy Pantouw merupakan pejudo yang sering diajak sparring ketika sama-sama menghuni pelatnas. ‘’Jadi saya sudah tahu betul teknik, gaya, dan tipikal mereka bertanding,’’ ucapnya. Karena itu dirinya sepulang dari Jepang makin optimis mampu menaklukkan mereka, namun tak boleh takabur, apalagi meremehkan lawan. ‘’Astungkara, doakan saja saya bisa menjadi yang terbaik,’’ ucapnya. Oleh sebab itu, Rakyanda tak mau obsesinya menjadi beban. ‘’Saya justru ingin tampil lepas dan berjuang maksimal untuk memberikan kado terbaik buat Bali,’’ jelas dia. (022)
Indra Sjafri Ingin Hasil Terbaik
PERAK - Tim Futsal PON Bali menargetkan medali perak di PON Jabar.
BPM/ist
AAN Mahendra (kiri) bersama Ida Bagus Putra Negarayana.
BPM/022
Dijamu PBFC
Delapan Karateka KKI Berlaga di PON Futsal Targetkan Medali Perak di PON
Denpasar (Bali Post)Tercatat delapan karateka dari Kushin Ryu M Karatedo Indonesia (KKI) Bali berlaga di PON Jabar. Mereka adalah Aditya Putra Tama (84 kg), AA Aprilia Pratama (-76 kg), I Gusti Agung Putra Handayana (-67 kg), Komang Bintara Putra (-60 kg), Agus Putra Bimantara (-55 kg), Eka Purnama (-48 kg), Reza Wirasati (+68 kg), serta Sumantri WP (kata). Penasihat Pengprov KKI Bali Ida Bagus Putra Negarayana di Denpasar, Sabtu (10/9) kemarin menegaskan, pihaknya bangga KKI Bali juara dalam Kejurnas 2016, dengan menyabet 10 emas. Ia berharap di ajang PON nanti karateka KKI selain dituntut berprestasi juga memiliki mental baja. Sementara Ketua Umum Pengprov KKI Bali AAN Mahendra menjelaskan, karateka KKI diminta berjiwa militan Kushin Ryu. Menurut Agung Mahendra, pola yang selama dari atasan ke bawahan dirombak menjadi dari bawah ke atas. Ia pun sempat bertemu dengan Ketua Umum PB KKI Osman Sapta Odang yang menyetujui pola dari bawah ke atas ini. Bahkan, lanjut Agung Mehendra, Osman Sapta justru mengapresiasi ide-ide cemerlang dari provinsi, selanjutnya ditindaklanjuti KKI Pusat. Karena itu dirinya bakal menerapkan pola kebersamaan dan kegotongroyongan. ‘’Semua elemen harus mampu memberikan kontribusinya,’’ pesannya. (022)
Kadek Rakyanda Adyatama
Denpasar (Bali Post)Tim Futsal PON Bali menargetkan medali perak saat melakoni PON XIX Bandung, Jawa Barat, 1630 September. Target yang dicanangkan itu cukup realistis, mengingat peta kekuatan masing-masing provinsi cukup merata, plus kualitas pemain yang dimiliki Bali cukup berkualitas. “Kalau sesuai grade tim futsal menghuni grade III, itu artinya KONI Bali memberikan target medali perunggu. Akan tetapi, kami menargetkan medali perak di PON,” kata Nasser Attamimy di Denpasar, Sabtu (10/9) kemarin. Nasser mengatakan, den-
gan modal semangat kedaerahan tim futsal Bali yang paling tinggi. Pasalnya, tim Futsal PON Bali mulai dari pemain pelatih semuanya asli lokal Bali. Itu juga menjadi salah satu kelebihan untuk menunjukkan kalau pemain lokal bisa bersaing dan mampu memberikan yang terbaik bagi tanah kelahiran sendiri. “Jatim mendatangkan pelatih dari luar daerah. Kaltim juga mencari pelatih luar. Bahkan ada beberapa provinsi merekrut pemain dari luar daerah,” paparnya. Menurut Nasser, melihat hasil Pra PON putaran kedua di Samarinda lalu, Bali baru mengetahui empat provinsi yang kekuatannya sudah di-
BPM/kmb41
baca, mengingat saat putaran II berada satu grup dengan mereka. Di mana keempat daerah itu, yakni Maluku Utara, Papua Barat, Kaltim dan Kalbar. Jadi provinsi yang menjadi rival berat untuk mewajudkan medali perak nanti datang dari Papua Barat dan tuan rumah Jabar. Di mana saat itu Bali hanya mampu meraih kemenangan dengan Maluku Utara saja. Dan lawan berat kala itu Papua Barat. Sementara saat bertemu Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, Bali kalah lantaran nonteknis. di PON Bali segrup dengan Jabar, Papua Barat, Maluku Utara, dan Kalsel. (kmb41)
Denpasar (Bali Post)Bali United (BU) bakal melakoni laga tandang pertama pada putaran kedua ke markas Pusamania Borneo FC (PBFC) dalam lanjutan Kompetisi Soc cer Championship 2016, di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (11/9) ini. Pelatih kepala Bali United Indra Sjafri menjelaskan, laga kontra tuan rumah Pusamania Borneo FC merupakan pertandingan pertama tim di luar kandang pada putaran kedua. Dilaga ke-19 ini, mantan arsitek Timnas U-19 itu ingin timnya bisa meraih hasil yang terbaik. “Ini laga ke-19 kami di TSC. Kalau berbicara angka 19, pastinya angka yang memiliki sejarah bagi saya. Untuk itu saya berharap di pertandingan Minggu ini tim bisa meraih yang terbaik. Yang penting di pertandingan nanti tim bisa bermain dengan maksimal untuk raihan poin,” ungkap
Indra Sjafri, Sabtu (10/9) kemarin. Sedangkan pemain anyar Bali United Abdul Rahman mengatakan, pihaknya tidak gentar meski bermain di kandang PBFC. Yang terpenting, di setiap pertandingan yang dilakoni Bali United bisa meraih poin. “Semua pemain pasti ingin jika timnya menang. Begitu juga dengan kami yang pasti bakal tampil all out untuk berusaha mendapatkan hasil yang baik,” jelas Abdul Rahman. Sementara Asisten pelatih Pusamania Borneo FC Basri Badusalam mengaku, semua pemainnya siap berjibaku. Apalagi tampil di kandang, wajib bisa mengamankan poin penuh. “Harus bisa tiga poin di kandang. Karena kami ingin memperbaiki peringkat dari papan bawah. Jadi di laga kandang kami harus memberikan hasil yang positif. Untuk itu, raihan tiga angka wajib diwujudkan,” kata Badusalam. (kmb41)
Voli Pantai Dipatok Tembus ke Final Denpasar (Bali Post)Tim voli pantai PON Bali bermaterikan Putu Juniartha Wibawa dan Made Vandim Sanjaya Putra dipatok melaju sampai ke final pada PON ke19 di Jabar. Ketua Umum Pengprov PBVSI Bali AA Bagus Ngurah Agung di Denpasar, Sabtu (10/9) kemarin mengemukakan, pihaknya cukup realistis membebani mereka sampai melaju ke laga pamungkas. Pasalnya, persiapan yang matang selama tiga bulan ditangani pelatih Wayan Indrawan. ‘’Mereka berlatih di pantai Jungutbatu, Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung,’’ tutur Agung Bagus Ngura Agung ini.
Di sisi lain, Manajer Tim Voli Pantai PON Bali Nyoman Sudiantarayana menegaskan, di ajang Pra-PON pasangan Juniartha/Vandim tebus ke semifinal, termasuk evaluasi terakhir pada event di Sidoarjo, Jatim mereka juga tembus ke babak empat besar.
Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Mangkok ini menegaskan rival terberat datang dari NTB, Jatim, dan DIY. ‘’Kondisi Juniartha dan Vandim saat ini dalam kondisi siap tempur dan kami optimis mereka mampu menyumbang medali,’’ tandas Mangkok. (022)
BPM/ist
Tim voli pantai PON Bali
BPM/ist
TERBAIK - Tim Bali United ingin meraih hasil terbaik saat bertandang ke markas Pusamania Borneo FC, pada putaran kedua lanjutan Kompetisi Soccer Championship di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (11/9) ini.
LAGA
12
Lorenzo Raih ‘‘Pole’’ di Mizano
San Marino Valentino Rossi sempat mendominasi sesi latihan bebas GP San Marino yang berlangsung di Sirkuit Misano, Italia, Sabtu (10/9) kemarin. Pebalap Movistar Yamaha itu menjadi yang tercepat di FP pertama dan keempat.
Jorge Lorenzo
BPM/rtr
Namun pebalap asal Italia itu tidak mampu mempertahankan performanya. Ketika menjalani kualifikasi, The Doctor harus puas berada di urutan kedua, karena rekan setimnya Jorge Lorenzo yang berhasil meraih pole position. Lorenzo menjadi pebalap paling cepat dengan catatan waktu 1 menit 31.868 detik dan kecepatan tertinggi 290 kpj. Sementara Rossi 1 menit 32.216 detik dengan top speed 289 kpj. Di belakang Rossi ada Maverick Vinales yang membukukan catatan waktu terbaik 1 menit 31.381 detik. Selanjutnya diisi Marc Marquez, Michele Pirro, Andrea Dovizioso. Performa Marquez ketika kualifikasi lebih buruk dibanding latihan bebas. Padahal pebalap Repsol Honda itu sempat menjadi tercepat pada saat sesi latihan bebas ketiga. Sementara Lorenzo, ketika menjalani latihan bebas memang sudah mengaku kalau dirinya mulai nyaman lagi dengan motornya. “Saya sangat senang sekali karena setelah sekian lama akhirnya bisa merasa nyaman lagi dengan setingan motor dan saya bisa balapan lagi seperti yang saya inginkan dan saya mampu mempertahankan kecepatan itu,” ujar Lorenzo. Memang dalam beberapa balapan terakhir Lorenzo tampil kurang meyakinkan. Patut ditunggu bagaimana performa sang pembalap dalam race hari ini. (kmb33/rtr)
Minggu Wage, 11 September 2016
AS Terbuka
Wawrinka Tantang Djokovic di Final
New York – Stanislas Wawrinka harus melewati duel ketat dengan Kei Nishikori di semifinal AS Terbuka, sebelum melaju ke final untuk menantang Novak Djokovic. Pada duel yang dihelat di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Sabtu (10/9) kemarin Wawrinka harus tertinggal di set pertama sebelum menang empat set dengan 4-6, 7-5, 6-4, dan 6-2. Di set pertama Wawrinka memimpin lebih dulu 40-0, dengan sebuah ace. Kei Nishikori lantas dua kali menyamakan skor jadi 2-2 sebelum berbalik unggul 4-2 lewat sebuah break. Wawrinka sempat menahan hingga 4-5 sebelum sebuah voli serta ace dari Nishikori menutup set ini dengan skor 6-4. Masuk di set kedua, Nishikori memimpin lebih dulu 2-0 sebelum Wawrinka berbalik unggul 3-2. Lewat sebuah forehand, Nishikori menyamakan skor jadi 3-3 di gim keenam.
Sebuah pukulan backhand dari Wawrinka membuatnya memenangi gim ketujuh. Setelah itu, kedua petenis saling kejar-mengejar skor sebelum pukulan Nishikori yang keluar garis membuat Wawrinka merebut set kedua dengan 7-5. Di set ketiga, Wawrinka dengan mudah melaju setelah memimpin 4-1 atas Nishikori sebelum hujan menghentikan pertandingan di posisi 4-3 untuk Wawrinka. Selepas itu, Nishikori mampu menyamakan skor jadi 4-4 sebelum Wawrinka menutup set ini dengan 6-4. Masuk di set penentuan, Wawrinka makin tak terhadang karena dia dengan mudah unggul 4-2. Di gim kedelapan, Nishikori berpeluang memperpanjang napasnya di laga ini sebelum Wawrinka memaksimalkan kelelahan lawannya dan menang 6-2. Di final, Senin (12/9) dini hari nanti Wawrinka akan menantang Djokovic yang mengalahkan Gael Monfils. (kmb33/rtr)
Sastra
Redité Wagé, 11 September 2016
I Kaki Dengkil
Atma Putus
SAMPUN makudang-kudang Panampahan Galungan kalintangin antuk I Kaki Dengkil, nanging pastika prasida antuk ngwilangin. Wantah tuuhipuné pitung dasa sané mangkin, wawu ja pasasur Panampahan Galungan lintangina, wantah ulung dasa, sinah wawu petang dasa. Nembé, ring Panampahan Galungané puniki I Kaki Dengkil ngical. Saking semengan sesampuné lawaré puput adonanga antuk pianak tur cucunné, makasami ngrerehin nénten kapanggihin. Biyuta antuka Panampahan Galungané puniki santukan buut nyerepang Ipun. Mangkin sampun wengi. Mapagang raina Buda Kliwon Dungulan sané dahat mabuat ring sajeroning Naimita Karmané. Yadnya sanunggil wilangan subha déwasa. Kantos masem lawaré, I Kaki Dengkil durung kaserep ring dija kawéntenané. Kulkul banjaré sampun katepak mangda wargi Tepisiringé sayaga nyerepang I Kaki Dengkil. Wénten sané makta céng-céng, kempul, tur kendang. Sénter pakebyar-byar nyundarin sarwa srebi, sarwa pamucuné. Nangin I Kaki Dengkil durung kapanggihin. Wénten sané nyengguhang Ipun engkebang mamedi, wénten sané nyengguhang kelem ring tukadé, naler wénten nyengguhang ulung ring abingé. Nanging wénten naler sané maboya, nganikaang Ipun luas ka Kuthanegara, nakti Gunung Agung utawi ka purané singid. Nénten uningina I Kaki Dengkil jalan mula ring kubonné ngwilangin Panampahan Galungan, ngorok siap, nglawar... asapunika kamanten. Matimpal lawar, saté, bé genyol, tuaké inem makudang-kudang caratan, makudang-kudang waluh kantos wengi. Nénten lali magénjékan, papak-papak bakat carca. I Doglagan mangkin éling ring kakinné wantah sampun Galungan, pastika I Kaki Dengkil nénten jagi doh saking kubonné, saking pamerajané. Santukan sanunggil Galungan I Kaki Dengkil iteh mahbah babad leluhuré raris ngitungang mangda lelintihané nénten putung. Nyabran Galungan, Ipun nyambut leluhuré makasami jagi tedun. Leluhuré kangen ring lawar Galungané? Sinah nénten, santukan sampun maraga pitara pitri, wantah macecingak kamanten. Ngaksinin sentanané sané girang ngaturang yadnya. Ngaksinin sentanané uleng mabhakti ring Merajan Kamulan, Merajan Pajenengan, tur ring Pura Désa. Santukan éling asapunika, I Doglagan murunang déwék ngaturang mangda wargi Banjaré usan sampun maseserep. Santukan mangkin I Kaki Dengkil sampun ring jumah, ring kubonné sedekan ngwédang. Kliang banjaré nyumekenang. “Sajan to Doglagan! Cai tanggung jawab nah...! Lamun kanapa kuda, da orahanga wargi banjaré tusing dira! Tusing enyak mélanin anaké ané sedekan katibén wancana!” Kliang banjaré nyumekenang mangda I Doglagan sumeken ring paminehné. “Lamun nénten precaya, ngiring Guru aksinin!” I Doglagan saharsa mémpéng tangan kliang banjaré mangda nyarengin ngaksinin ring umahé. Rauh ring Merajan Kamulané, sayuwakti panggihina I Kaki Dengkil makidung ring ajeng Balé Pangarumané nyambut leluhuré sané tedun saking Suarga Loka. Riantukan asapunika, kliang banjaré raris nganikain warginé mangda mantuk. Pagrimik wargi banjaré. Wénten sané maosang sampun polih nuréksa ka kubon I Kaki Dengkilé nanging nénten wénten irika. Pitananga I Kaki Dengkil midep ngenah-ical. Makasami kacluag, pamuputné I Kaki Dengkil sayaga ring Balé Pangarumané wenginé puniki, iteh ngawarga sari. Nuntun déwata-déwatiné mangda tedun. I Doglagan nénten purun ngusakasik, kaonina kakinné ka jaba, matuakan ring lénengé sakadi Panampahan Galungané sané lintang. Lawar, bé genyol, saté, tuak punika kamanten kasuksman Panampahan Galungané? Kenjekan iteh ngawarga sari, makedémpyang sodaané runtuh saking Balé Pangarumané. I Kaki Dengkil makesiab. Pitananga méongé ngrisak, nanging nénten pangihina. Kenjekan nampedang sodaané sané runtuh punika, piragina Bagus Gedé ngékék ica. Jailé kantun kamanten sakadi dawegé nyeneng. “Kaki... niki tiang... kenjekan mabalih atma putus turéksana tekén Sang Jogor Manik. Sakondéné durusanga ngranjing ka Suarga Loka, magenepan takonina Sang Atma Putus. Apa seken ia Atma Putus? Kéto pascatné Sang Hyang Suratma, nu masé keda-keda tekén sumekené Sang Atma Putus? Apa buin Sang Suratma ngelah ancangan Bhagawan Panyarikan malingga di banjar? Nu masé sangsaya? Nyandang... apa buin akimé, sinah nu belogan oo Kaki?” Asapunika Bagus Gedé ngandika. I Kaki Dengkil kantun kesyeng-kesyeng bayuné santukan sodaané runtuh saking Balé Pangarumané. Ring manah I Kaki Dengkil matakén. Durung ngroras, durung maligyaang, dados Bagus Gedé mrasidayang kincak-klincak, ulah-ulih ka sekala? “Béh Kaki cara tusing nawang dogén... tiang nu bébas né... sawai-wai waspada, buin pidan lakar dengkeka tekén Kingkara Balané!” Asapunika Bagus Gedé piragina nganika. I Kaki Dengkil ngacepang mangda Bagus Gedé dados Atma Putus. Lamun nénten Atma Putus, Atma Aniti Krama napi. Mangda gelis ngranjing ka Suarga Loka! Sajan ja kénten? Santukan solahé di mrecapada dadi engkebang. Kadenang melah, pamuputné corah. Sampunang ja Bagus Gedé... gubernuré, bupatiné, walikotané, tur danéswarané... durung karuan niti krama tur putus! Ngih ja buktiang.... (Jelantik)
Langité Galang Nyalang Nyoman Manda BINTANG érang manandang pada binal kelap-kelip. Anginé nylisih ngambuang kasih. Pasisi batu kaang pada matembang nimpalin tandak ombak madampyak saling jangkuak sambung sinambung niman bias magélanan. Karasa kalewihan pasisi Kutampiné mabiyur-biyur nambur patran jagat Penidané. Biasané yan suba paak bulan purnama liu para daha terunané ngayah mlajah nyutri di nataran jaba Pura Segara lan ada masi ané mlajah makidung. Yan unduk mlajah ngayah nyutri wiadin makidung liu tusing bani lémpas karena yén kanti sing bisa dadi sing ngelah tongos yan ada upacara di sahanan pura ring désa Kutampi. Petengé ento ritatkala bulan nyamita manis lan gending ombaké matalung-talung nutdut sang angayat kasih manandan pada manyapa.
“Bakal terus mulih jani Luh?” Wayan Sadia maakin Luh Suwarti ané nuju ka pasisi. “Yih Beli Wayan.” Makenyem ia mara nepukin anak teruna ané maakin déwékné “Luh bakal mulih jani?” “Ngudiang tiang mulih.” “Baan Luh magésoan kadén Beli bakal mulih.” “Timpalé enu mlajah makidung.” “Luh sing mlajah makidung?” “Ento jani gantin bajang cerik ané mara jani nyumuin mlajah.” “Sedeng luunga,” nguntul Wayan Sadia ngomong. “Dadi kéto?” “Beli ngantosang Luh.” “Dadi kéto?” “Ada antosang Beli?” “Apa?” “Lanturan ané dibi,” ia neneng anak bajang ané majujuk di arepané lan awakné
13
marasa kena tritisan yéh pasih baan keplésan ombaké. “Lanturan apa Beli?” “Dibi Beli ngantosang Luh di batan waruné dugas ngayah di banjar,” ia neneng anak bajang ané janjang rengkiang ento. “Oooo.” “Dadi maooooo?” “Mara tiang inget.” Makenyem ia nolih anak truna ganggas polos ento. “Nanging Beli….” “Nanging kénkén Luh?” “Tiang engsap.” “Dadi énggal pesan engsap.” “Engsapé dadi ajak inget.” “Tuah ja kéto miriban….” “Miriban apa Beli,” “Beli tuah anak nyangéngét,” nguntul ngreres ia mamunyi. “Apa sangéngétang Beli?” “Bulan.” “Makejang anaké nyangéngét nolih bulan ,” “Keneh Beliné makita ngorahang?” polos Wayan Sadia ngomong. Munyi ané lamun yané ané ngranayang Luh Suwarti nyak lan demen yan paakina tekén anak trunané ené “Dadi Luh engsap?” “Engsap?” Luh Suwarti sada seken nolih anak truna ento. “Luh nyanjiang Beli maang ngidih senteng gadang,” ia ngancan mépét anak bajangé ento. “Baan entoné tiang sing taén engsap,” makenyem ia nyautin patakon anak trunané ento. “Luh jani masenteng gadang lumut,” Wayan Sadia neneng senteng anak bajangé ento. “Tiang satia wacana Beli?” “Yén kéto?” “Ené ané bakal idih Beli?” Luh Suwarti napak bajuné lan di bangkiangné malilit senteng Tenganan Pagringsingan laut embusa adéng-adéng sada malinder lan ritkala ia malinder awakné makaplug ajak anak trunané ento ané nadak sara ngisi limané. “Néh Beli,” ia ngenjuang sentengé lan ngenah paningalané sada memilas . Limané enu kagisi. “Suksma Luh nanging Beli momo….” “Dadi tumbén jani mabikas sing melah,” Luh Suwarti nyangéngét nolih paningalan anak truna ané mamilas pesan cara mapangidih sarat . “Limané ené bakal idih Beli,” sing baanga masaut laut ia ngaba liman Luh Suwarti ka tangkahné. Limané ento
Aswamédha Parwa
Piteket Ida Rsi Naradha Olih : I K. Satria, S.Ag SAMPUN sué kekalih Brahmana punika mabebaosan, sakémaon durung taler puput bebaosanidané sangkaning maosang tutur kasuksmané punika. Sané mangkin kacaritayang malih Brahmana Lanang mawali ngandikain Brahmana Istri antuk tutur kasuksmané sané banget mawiguna. “Sané mangkin durus pirengang satua parindikan Catur Hotra (upacara yadnya). Uduh Adi, Brahmana Istri I Déwa, sané mangkin Beli pacang nyatuayang parindikan rahasya jnana sané dahat utamayanga olih para brahmanané. Uduh Adi, sapatutnyané I Déwa sampun uning parindikan kawéntenan jagaté puniki sané kaliput olih patpat sané pinaka unteng. Makasami punika raris sané ngawinang wénten yadnya utawi pandita pamuput yadnya. Sinunggilnyané wantah sarana sané kapertama, karma utawi pakaryan sané kaping kalih, pangater utawi média sané kaping tiga, miwah kalanggengan sané kaping untat. Sané kabaosang sarana boya wantah irung, lidah, panyingakan, carma, miwah karna sané taler kabaosang panca indria sané kalanturang malih olih kawéntenan pangresep miwah manah sané sida nyangkepang dados pepitu. Saking kawéntenané punika raris iraga prasida molihang kasuksman indik Panca Tan Matra sané nglanturang dados unteng pangresep miwah unteng manah sané kalanturang antuk pamargin laksana utawi karma. Sami wantah pinaka sarana kanggén ngruruh sané kabaosang sujati. Sané mangkin sané kabaosang Jiwatman wantah sané nénten malih keni pinyungkan indriané. Maka pepitu punika sané ngawinang wénten pangraksa pacang ngamargiang sekancan swadharma pamekas pangaptinnyané wantah ngamolihang karahayuan. Sang sané sampun malajah, wantah pacang ngicén pangresep sané pateh sakadi para déwatané sané sampun sida ngrauhin nyaksiang sekancan upacara yadnyané. Pamargin yadnya sampun sakadi sané kabaosang ring sastra saha sané kaptiang olih parajanané. Punika mawinan sekancan yadnya sané sampun katurang majeng ring para Jiwatman pacang nerus nuju Sang Hyang Sangkan Paraning Dumadi. Sami sané kauningin olih I Panca Indria pacang ngawinang lédang ring pikayunan i manusa utawi sané maurip ring jagaté puniki duaning sampun manut ring sajeroning manah miwah ring sajeroning pangresepnyané. Samian punika katurang majeng ring daging yadnya tur kaptiang sida nemu karahayuan. Sami sané madaging tur wénten wantah ngruruh kasukan. Indria sané wénten taler pacang molihang kasukan sujati. Sujatiné sané ngawianng wénten pamargi sakadi panca indria sané molihang suka sangkaning molihang tetujonnyané wantah kawicaksanan sané ngawiang. Sajabaning punika wantah nénten prasida pacang molihang kerti ring jagaté. Punika sané ngawinang manusa sané setata loba pamekas ring sarwaning ajeng-ajengan wantah pacang nemuang ala, sakémaon sané sampun nyihnayang kapatutan wantah pacang nemu karahayuan utawi phala sané becik.” “Olih anak sané kantun awidya, wantah awidyané punika sané ngawinang makasami indriané nénten naenin puput ring pangraksan
kama. Sami pacang ngaptiang saha nemuang yéning sampun sapatutnyané. Sami sang sané awidya wantah maosang sané wénten ring jagaté pinaka druwennyané. Punika sangkaning kapetengan ring angga sarirannyané saha nénten madué kautaman utawi kawicaksanan ring angga sarirané. Punika sané ngawinang sang sané tamas wantah ngajeng tur kawigunayang nyenengin sarirané kémanten. Sang wicaksana nénten pacang ngajeng ajengan sané nénten becik ring sarirané. Taler nénten pacang ngajeng yéning sampun wantah kanggén ngagegang tamas sané wénten ring angga sarirannyané. Sang wicaksana setata ngajengang ajengan sané ngawinang becik tur mawiguna ring angga sarirannyané. Akedik karma sané nénten becik nénten pacang kamargiang sangkaning sampun utama ring angga tur éling ring angga sarirannyané. Sami sané kamanahang, kalaksayanag, miwah sané kabaosang sampun nunggal saha nénten malih pacang matulak ring pamargin sastra. Punika taler sekancan karma sané wénten kamargiang olih sang maraga wicaksana wantah katurang majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Brahman). Duaning sané kamargiang pacang katurang majeng ring Ida Sang Brahman, punika sané ngawinang sang wicaksana punika kabaosang Yogin, utawi sang sané pageh ngelarang tapa brata yoga samadhi.” “Punika wantah pinaka silih sinunggil pamargi kanggén nyegjegang Sang Hyang Agama, turmaning nyegjegang angga sarirané. Liana punika Sang Hyang Sastra pacang setata ajeng ring angga sariran sang wicaksana. Ring pamargin yadnyané punika, pacang mamargi yoga sané dahat utama kawéntenanyané. Prana pacang wénten irika pinaka sarana sané mautama. Apana sané mamargi wantah pacang nyegjegang kawéntenan susastrané ring padéwékan. Tur nénten pacang kaiket malih olih sekancan larané sané wénten ring angga sarirané. Kaélingan miwah pikayunan punika pacang dados Hotri Adhwayyu miwah Hotri Udgatri. Sami susastrané wantah pacang dados kapatutan. Sujatiné sami sané wénten ring sarirané sané pinaka sarana ngelarang yadnya ring angga sarirané. Nanging olih kramané sané nénten waged ring sastra wantah pacang ngastiti Ida Sang Hyang Narayana malarapan antuk mantra-mantra sané wénten ring Reg. Weda. Duk riin akéh yadnyané mamargi malarapan antuk sarana beburon sané kanggén yadnya. Sané mangkin, sampun kapatutang indik para janané mangda mayadnya malarapan antuk ngeret sarwaning indria sané wénten ring angga sarira pinaka yadnya sané mautama lianan ring ngamargiang sekancan yadnya sané ngawigunayang beburon punika. Lianan ring punika patut taler nguncarang mantra sané tiosan sané wénten ring angga sarira mangda molihang karahayuan, ngrastiti Hyang Narayana pinaka kapatutan sangkaning Ida sané nyaksiang sekancan mauripé.” Kadi asapunika pangandikan Ida Brahmana mautama mapiteket majeng ring strinidané, Brahmana Istri. ***
karasa ngejer patuh ajak gejeran tangkah anak truna ané matekelan ento. “Kénkén Luh?” “Ah.” “Luh pedih?” “Pelih Beli sing mabikas melah?” “Ah.” “Yén Luh pedih ampurayang Beli pongah ngancan singal,” Wayan Sadia ngelébang liman Luh Suwartiné ané tunian gisina tekekanga pesan lan mangambrés lek nuju ka bibih pasihé. Ombaké sada gedé ngaplésang kancut kambéné. Luh Suwarti makesiab lan nyingcingang kambéné nuju ka bibih pasihé. “Beli…,” ia nyagjag lan ngalungang seléndang pagringsingan di baong anak trunané ento. “Seken Beli nyak nganggo sléndang tiangé?” “Luh sing percaya?” “Ah Beli….” “Uling pidan kenyel paningalan Beliné ngrépé déwék Luhé, sabilang wai tuah kenyem Luhé bungah di keneh Beliné,” ia ngelut bangkiang rengkiang anak bajang ané limané magantung sig baong anak trunané ento. “Yén pantes anak luh nanjaang awakné pidan tiang suba makita matanja sig Beliné,” ia sanget ngelut baong anak trunané ento.” “Luh,” ngejer ajaka dadua. “Beli,” ngejer ajaka dadua lan ombaké mageblur lan kambéné pada belus kanti tak entud. “Beli tresna tekén Luh,” “Tiang masi tresna tekén Beli,” muanané makakeb sing tangkah anak truna ané ngelut tekek bangkiangé. Ombaké ngancan ngedénang. “Luh….?” “Beli,” jeg sagét teka ombak sada gedé lan Luh Suwarti nyréndéng. Sing makeneh buin Wayan Sadia lantas nyangkol anak bajang lantas ia nuju ka pasisi ka bibih bias lan ombaké. “Luh?” Ia negakang anak bajang ento di bias ané enu ngelut baongné. “Beli,” Luh Suwatri sada lek lan ngelésang limané uling baong anak truna ento. “Ombaké ngancan ngedenang Beli,” ia ngusap muané ané kaplésang yéh pasih. “Ombaké ngancang ngedénang kéto masi….” “Apa Beli?” Luh Suwarti ngisi liman anak truna ané suba ngigel di kenehné “Keneh Beliné?” “Kénkén Beli?”
“Ngancan ngedénang makita ngelahang keneh Luhé,” ia makenyem neneng muan anak bajang ento. “Tiang masi kéto Beli sesukat iraga bareng mabalih arja di Pura Dalem?” “Beli masi kéto?” “Malah sasukat ento tiang was-was…..” “Dadi kéto?” Wayan Sadia ngisi liman Luh Suwartiné. “Tiang was-was sing nyén ada anak maluin?” “Beli masi was-was sing nyén kedekina awak bendéga lacur ngedotang anak bajang jegég.” “Tiang sing ja kéto Beli.” ”Ah” “Tresnan tiang tuah tresna nulus, tresna saking manah sujati, sing ja tiang nolih kasugihan,” “Yén kéto…. Luh nampi padéwékan Beliné buka kéné?” “Nyandang buin sautin tiang petakon Beliné?? “Suksma Luh, saking nulus Beli tuah tresna tekén déwék luhé.” “Tiang masi kéto,” ia ngeling lan nyalélég sig tangkah anak trunané ento. “Beli sayang tékén Luh kayang kawekas,” “Tiang ngidih eda pesan Beli nyén ngalihin déwék tiangé,” ia ngelut anak truna ané jani suba majangkepan kenehné. “Beli nyadia ngayahin Luh ahidupan.” “Beli,” ombak gédé mageblur nimpa déwékné ajaka dua. Luh Suwarti ngelut gélané ané tekek masi ngelut déwékné. Ia makenym bangun ajaka dua madandan tangan majalan nuju ka tanggun biasé ajak palemahan désané. Girang ia madanda alon. “Tiang tuah ngedotang acepok kanti kawekas sing ada suudné.” “Beli masi kéto, tuah pegat angkian Beliné malasang keneh Beliné ajak Luh.” “Eda tiang kuluk-kuluka Beli.” “Luh sing percaya tekén Beli?” “Ngudiang sing,” sing nyidaang ia nglanturang munyiné karena ia suba tekek geluta. Ombaké ngancan ngedénang duén. Ia nandan gélané nyisir pasisi nuju ka désa. Munyin ombak matangguran kadi bareng demen nglayutin keneh bajang truna ané sedeng majalan madandan tangan nuju ka désa. Bintang di langit mlinyar kumenyar ngambelin peteng ané suba masayuban dedet.
Saking Langit Bali Galungan Galah becik nangun astiti bhakti Anggén ngamargiang yasa kérti Lascarya pinaka dasar bhakti ring Widhi Utsaha miara dharma sané sujati Nunas ica mangda rahayu lan sukerta Geginan urip dados manusa ring marcapada Ahimsa anggén imba ri kala malaksana Nincapang kautaman idup nyujur moksa lan jagadhita
Jaga Piara
I Nyoman Agus Sudipta
Saja Dija koné magenah Yén suba kenehé pageh Puguh ngambel swadarma Satya jroning ati Diastun nengil di muncuk langité paling tegeh Yapitui nongos di segar paling dalem Diapin ngoyong di tanggun guminé paling joh Pasti lakar inget setata Tekén apa dadi semaya Gisi melahang gelut tekekang Tegul keretang Baan benang-benang kapitresnan Eda kanti ilang Semangat mentik pidan Kembang nyabran rahina ring tengahing padma hredaya Jaga piara! I Komang Alit Juliartha
Kruna
14
Ni Made Wikandina Putri
Cerakén
Juara Doa Tingkat Nasional
Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
msСmmã*,
SENENG nyarengin lomba sasukat kelas IV SD, ngawinang Ni Made Wikandina Putri madué pengalaman nyarengin lomba. Lomba sané kamiletin Wikan–sapunika dané sering kasambat–lomba sané nganggén Bahasa Sanskerta. Lomba sané minab nénten akéh yowana sané seneng. Nanging nénten asapunika majeng siswi kelas XI MIPA 1 SMAN 3 Dénpasar. Manut ABG sané embas ring Klungkung, 2 Oktober 2000, dané éling pisan majeng piteket sinunggil gurunnyané yéning meled kaloktah polihang prestasi. Nanging sajeroning molihang prestasi nénten dangan. Nanging wénten asiki tips saking gurunyané punika, galilah potensi diri sané nénten kaduéning anak tios. Yéning indiké punika prasida kapolihang, prestasi sampun kaarepin. “Titiang setata éling baos gurun titiang punika. Pilihan tiang wantah ring bidang agama. Sinunggilnyané utsawa dharma gita, rumasuk melafalkan doa sarahina-rahina sané akéh nganggén Bahasa sanskerta,’’ baosnyané. Prestasi pinih becik taler kapolihang. Wikandina Putri prasida molihang juara kapertama tingkat nasional katagori lomba pelafalan doa sehari-hari, ring ajang bergengsi Jambore Pasraman nasional (Jampasnas) kaping pat ring Kota Yogyakarta wawu puniki. Akéh pengalaman sané sampun kapolihang. Utamannyané sesampun prasida ngasorang duta saking Provinsi NTB miwah Jawa Tengah. Wikan taler kaloktah seneng nyeritayang pengalaman. Rumasuk pengalamannyané kantos dados juara tingkat nasional. Mangda kaangkenin punika nénten dangan. Mangda prasida medal pinaka sané pinih becik ring tingkat nasional, wénten sakatah paletan lomba sané patut kamiletin. Ngawit lomba tingkat kecamatan, kabupaten kota kantos provinsi. Putri kaping kalih saking tigang semeton puniki nyeritayang patut ngafalang pitung doa sajeroning Bahasa Sanskerta. Doa inucap minakadi doa sesampun matangi, doa pacang masucian, doa sadurung ngajeng, doa sesampun ngajeng, doa malajah, doa sadurung sirep, doa ri kala ngelokin nak sakit miwah doa ri kala melayat. Yadiastun pangawitnyané Bahasa Sanskerta inucap nénten sering kapiragi, nanging rasa meled uning ngawinang Wikan sayan jemet malajah. Targetnyané dané meled nguningin makasami. Napimalih indik punika mautama tur patut kalaksanayang umat Hindu. Yéning saihang sareng malajahin Bahasa Inggris miwah bahasa asing lianan, malajah Bahasa Sanskerta punika dangan-dangan méweh. Matiosan sareng Bahasa Inggris, sané prasida kaplajahin malarapan nonton film miwah lagu-lagu bahasa Inggris. Nanging nénten asapunika sareng Bahasa Sanskerta, sané madué tingkat kesulitan. Aget Wikan sampun malajahin ngawit alit, gumanti kata-kata wiadin kalimat sané wénten sajeroning doa inucap sampun nénten asing malih. Wikan éling, yéning prestasi sané sampun kapolihang puniki sangkaning sokongan rerama sané setata sabar ngabih Wikan latihan. Sapunika taler guru-gurunyané ring SMPN 6 Dénpasar miwah guru-gurunyané ring SMAN 3 Dénpasar. Rumasuk sawitrannyané ngangkenin kawagedannyané sajeroning bahasa Sanskerta. Antuk katelebannyané latihan pamuputnyané prasida ngiringang molihang juara nasional. Majeng Wikan sujatinnyané ngastawa utawi doa pinaka kapatutan umat. Sasukat alit sampun patut kaajahin doa, gumanti dados kebiasaan. Nguningayang Bahasa sanskreta patut kauningayang ngawit yusa kari alit, gumanti alit-alit biasa sareng Bahasa Sanskerta. Doa punika mabuat pisan, sadurung ngawitin sinunggil paindikan. (ast/yan)
Mas Kumambang 10.m\)lis*,
Mangelisang, nuruputÉrisÐebji,
nuruput raris ka béji, mbÊsi;mkÉms/, mabresih makramas, p\Þ¡ktenÓoyh)n&,
panglukatan toya ening, \ÏpienãjimmnÓË. Ngarepin béji mamantra. 11.wuusßsirm/, Wus masiram, r&j)erom\Ðinßslin/,
ring jero mangkin masalin, mbusnhz(, mabusana anyar, mwsÓËh)nÑ)ká)r&s&, mawastra endek geringsing, mk)bysutÉssk/.
makebaya sutra Sasak. 12.p)pysn/, Pepayasan, s)\Ðe\h)msuæin*l&, sengkangé emas sinangling, g)l*mhukirn/,
gelang maukiran, ngginimk)kli;,
Naga Gini makekalih,
Isin Gumi
kzÇie\mptÉcin. kancingé mapatra Cina.
”Lovina Féstival” Sinunggil Utsaha Nincapang Kunjungan Wisatawan MAKUDANG-kudang utsaha sampun kamargiang Pemkab Buléléng mapaiketan ring pelestarian adat miwah budaya taler pariwisata ring wewidangan Buléléng utamannyané nincapang kunjungan wisatawan ka genah-genah wisata unggulan ring Bali Utara. Sinalih tunggil genah wisata unggulan ring Buléléng minakadi wisata bahari Pantai Lovina sané pinaka targét wisatawan inggian domestik, lokal, miwah mancanegara. Pemerintah maprakanti
sareng Disbudpar Buléléng nglaksanayang Lovina Festival ngawit tanggal 10 rauh ring 14 September 2016, tetujonnyané nénten tios mangda prasida nincapang kunjungan wisatawan ring Bali Utara. Parindikan inucap kategesang olih Kepala Dinas Kebudayaan lan Pariwisata Buléléng, Ir. Nyoman Sutrisno, MM wawu puniki. Parindikan inucap kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wrehaspati, 08
September 2016 lintang. Gung Surya, Lovina Indiké punika wantah rerincikan becik pisan tur patut ngamolihang panampén taler sokongan saking samian angganing. Santukan malarapan pagelaran Lovina Festival ring tengahing obyék wisata pacang ngawinang wisatawan inucap jangkep ngamolihang suguhan inggian seni budaya, miwah indik pelestarian adat Bali. Tunas titiang
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
Bahasa Indonésia
1.
wastra
1.
wsÓË,
1. kain
2.
wijil
2.
wijil/,
2. keluar
3.
wikan
3.
wikn/,
3. pintar
4.
windu
4.
winѡ,
4. kosong
5.
wira
5.
wir,
5. berani
6.
wirang
6.
wiir*,
6. membela
7.
wisia
7.
wisê¾,
7. racun
8.
wit
8.
wiit/,
8. asal
9.
wusan
9.
wuusn/,
9. selesai
10.
wuwu;,
10. tambah
10. wuwuh
Redité Wagé, 11 September 2016
taler majeng Pemkab Buléléng, ring parikrama puniki mangda taler kauningayang indik sejarah kawéntenan Lovina. Made Artana, Pedawa Lovina Festival prasida kadadosang selah nyinahang kawéntenan pariwisata Lovina sané kasub antuk wisata baharinnyané. Napi malih ring acara inucap madaging kolaborasi seni budaya khas Buléléng. Tios nglestariang kasenian taler pacang prasida nincapang pangrauh wisatawan manca negara miwah domestik. Kémahon tunas titiang indik galah nglaksanayang festival sampunang mépét, santukan wawu pisan Buléléng wusan ngamargiang Bulfés, yéning mrasidayang mangda wénten galah embangnyané. Gst. Komang Adnyana, Penarungan Antuk kamargiang acara punika, makéh potensi sané kaduénang soang-soang pangabih ring Lovina prasida kamedalang. Asapunika taler sekaa-sekaa kasenian prasida nyinahang kawagedannyané makasenian antuk ngwéntenang pagelaran seni ring acara inucap. Kahanan punika majanten pacang ngawi Lovina sayan kaloktah rauh ring dura negara. Wus kamargiangnyané festival puniki, manahin titiang patut naler kamargiang panuréksan napiké iusnyané becik napi kaon majeng panglimbak pariwisata ring Buléléng. (ama)
Karya Agung Panca Wali Krama Tri Kahyangan Jagat Pura Hulundanu Batur Désa Pakraman Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli MALARAPAN Asung Kerta Waranugraha Ida Bhatari Déwi Danuh sané malinggih ring Pura Hulundanu Batur, Désa Pakraman Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, prawartaka karya jagi ngamargiang Karya Agung Panca Wali Krama 2016 sané dudonannyané sampun kakawitin daweg tanggal 3 Agustus kantos 29 Oktober 2016 sané jagi rauh. Mangda ida dané uning ring dudonan karya sané pacang kamargiang ring Pura Hulundanu Batur gumanti umat prasida pedek tangkil ngaturang bhakti, puniki kauningayang dudonan karya sajangkepnyané. Nemoning raina puniki Redité Wagé Kuningan, 11 September 2016 kamargiang éédan nyukat genah tawur. Salanturnyané Sukra Pon Medangsia, 30 September 2016 kamargiang pepada malik sumpah. Raina Saniscara Wagé Medangsia, 1 Oktober 2016 kamargiang upacara malik sumpah, mlaspas méru, miwah mendem padagingan. Dudonan salanturnyané nemoning Anggara Paing Pujut, 4 Oktober 2016 kamargiang pula-pali nuur tirta panyaksi karya. Raina Sukra Kliwon Pujut, 7 Oktober 2016 kamargiang pula-pali ngamedalang Ida Bhatara. Raina
Saniscara Umanis Pujut, 10 Oktober 2016 kamargiang éédan melasti, mapakelem ring Danu miwah Gunung Batur, miwah pamendak karya. Raina Buda Kliwon Pahang, 12 Oktober 2016 kamargiang mapepada tawur Panca Wali Krama. Raina Wrehaspati Umanis Pahang, 13 Oktober 2016 kamargiang tawur Manca Wali Krama. Dudonan upacara salanturnyané Sukra Paing Pahang 14 Oktober 2016 kamargiang pepada karya ngusaba kapat miwah ngaturang subhakti atos. Nemoning puncak karya ring raina Saniscara Pon Pahang, 15 Oktober 2016 kamargiang upacara ngenteg linggih, Ida Bhatara ka paselang, Ida Bhatara memasar, miwah Ida Bhatara ka parayungan. Raina Redité Wagé Krulut, 16 Oktober kantos raina Soma Kliwon Krulut, 17 Oktober 2016 kamargiang panganyar saking panitia. Raina Anggara Umanis Krulut, 18 Oktober 2016 katurang panganyar saking Kabupaten Badung. Raina Buda Paing Krulut, 19 Oktober 2016 katurang panganyar saking Kota Dénpasar. Raina Wrehaspati Pon Krulut, 20 Oktober 2016 katurang panganyar saking Kabupatén Jembrana. Raina Sukra Wagé Krulut, 21 Oktober 2016 katurang panganyar
Kabupaten Tabanan. Raina Saniscara Kliwon Krulut, 22 Oktober 2016 kamargiang éédan makebat daun, nyenukin, ngebekin, miwah Rsi Bojana. Salanturnyané ring raina Redité Umanis Merakih, 23 Oktober 2016 katurang panganyar saking Kabupaten Buléléng. Raina Soma Paing Merakih, 24 Oktober 2016 katurang panganyar saking Kabupaten Karangasem. Raina Anggara Pon Merakih, 25 Oktober 2016 katurang panganyar saking Kabupaten Gianyar. Ring raina Buda Wagé Merakih, 26 Oktober 2016 kamargiang nangun ayu. Raina Wrehaspati Kliwon Merakih, 27 Oktober 2016 katurang panganyar saking Kabupaten Klungkung. Raina Sukra Umanis Merakih, 28 Oktober 2016 kamargiang panyineb olih Kabupaten Bangli, Prani olih Kabupaten Bangli, miwah Ida Bhatara ngluhur. Éédan pinih untat ring raina Saniscara Paing Merakih, 29 Oktober 2016 kamargiang nganyut, mapawilangan, miwah maguru piduka. Wantah asapunika atur piuning sané prasida katurang majeng umat Hindu sami. Antuk kalédangan ida dané prasida pedek tangkil ngrauhin upacara inucap, prawartaka karya wantah ngaturang parama suksma. (r)
Pamacekan Agung LIMANG raina risampuné nglaksanayang rainan suci Galungan, nemoning raina Soma Kliwon wara Kuningan, ring raina punika kabaos Pamacekan Agung. Pamacekan Agung wit saking baos Pamacekan miwah Agung. “Pamacekan” mateges nancebang (menancapkan sesatau), Agung mateges Ageng, mulia, miwah utama. Selehin saking teges filosofis-nyané “Pamacekan Agung” mateges ring raina punika parajanané kapetuéling mangda kawijayaan utawita kamenangan sané sampun kapolihang ring sajeroning nglawan adharma punika kadadosang titi bukti “tonggak” kebangkitan kesadaran angga sarira turmaning mangda kukuh, mangda éling miwah sayaga, prasida nglémpasang angga sarira saking momo angkara. Sajeroning cakepan suci Lontar Dharma Kahuripan kabaosang: ”Pamacekan Agung nga, panincepan ikang angga sarira maka sadhanang tapasya ring Sanghyang Dhar-
ma”, tegesnyané: Pamacekan Agung, kabaos asapunika wantah ngulengang angga sarira antuk sarana tapa uleng kayuné majeng ring Sanghyang Dharma. Pamacekan Agung wantah tapasya utawi janji ring angga sarira mangda prasida nyujuh sané kabaos dharma, sajeroning pamargi ngupapira kahuripan mangdané kawijayaan utawi kamenangan sané sampun kapolihang nénten kagoda olih ahamkara. Sajeroning Pamacekan Agung wantah panji-panji dharma katancepang, miwah kaajegang mangdané makasami meseh-meseh sané rauh saking sisi anggga sarira utawita saking
angga sarira mangda nénten madué kakuatan sané prasida nglemahang kahuripan parajanané. Sajeroning raina punika manancepang miwah neguhang pikayunan majeng ring Ida Sanghyang Widhi Wasa sajeroning pamargin kahuripané kapungkur wekas mangda dharma sané kanggén titi pangancan. Ring raina punika, umat Hinduné ngaturang segehan ring tengah pakarangané miwah ring lebuh, sané kaaturin Sang Kala Tiga Galungan miwah pangiringnyané mangda mawali turmaning ngwéhin karahayuan. (I Nangah Konten)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Wage, 11 September 2016
Keserakahan Gordon Gekko * Memuja Hidup dengan Kerja (1)
“Engkau berhak melakukan tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan, tetapi engkau tidak berhak atas hasil perbuatan. Jangan sesekali pun menganggap dirimu penyebab hasil kegiatanmu, dan jangan terikat pada kebiasaan tidak melakukan kewajibanmu.” Sloka II.47 Bhagawad Gita itu kini menjadi sedemikian termasyhur di seantero jagat. Wejangan Sri Krishna kepada Arjuna di tengah medan pertempuran keluarga Kuru itu menggema terus, melampaui batas ruang geografis, menembus batas zaman bergenerasi-generasi, memeluk hati insan manusia tanpa sekat etnis, bangsa, warna kulit, latar budaya—dan juga kaveling agama. “Bhagawad Gita menjelaskan evolusi batin manusia dengan sangat jelas dan sistematis, evolusi batin yang dapat mengangkat derajat manusia. Ia adalah intisari filsafat perenial yang paling jelas dan lengkap. Karena itu, ia penting bagi seluruh umat manusia, bukan terbatas bagi India saja,” sambut filsuf Barat, Aldous Huxley. Di Timur, di tanah asalnya, Gita tak henti mengalirkan inspirasi semangat hidup. “Bhagawad Gita memberi landasan spiritual bagi keberadaan umat manusia. Ia adalah panggilan (bagi seluruh umat manusia) supaya berkarya dan menunaikan kewajibannya di dunia dengan tetap memperhatikan tujuan spiritual semesta yang jauh lebih penting dan mulia,” tutur Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru. Di Barat, tempat revolusi industri telah begitu melambungkan manusia ke keberlimpahan material, Gita kini justru menjadi pusat referensi manajemen bisnis para eksekutif. Setelah tak jua menemukan rasa bahagia mendalam dengan keberlimpahan materi duniawi, dengan mengikuti jurus seni perang model panglima perang Cina yang hidup kira-kira 500 SM, Sun Tzu, kini kalangan pebisnis di belahan
dunia Barat justru mulai berpaling pada Gita wejangan Sri Krishna. “Zaman telah berubah. Para eksekutif bisnis kini meninggalkan ajaran seni perang Sun Tzu dan beralih mengikuti petunjuk Bhagawad Gita yang penuh kedamaian,” simpul majalah mingguan internasional, Business Week, edisi Indonesia, 15-33 November 2006. Dalam cermatan Business Week, era ketika Gordon Gekko, tokoh dalam film Wall Street keluaran 1987, dengan bangga mengutip Sun Tzu telah pudar. Bhagawad Gita kini justru mulai menggeser posisi The Art of War karya Sun Tzu sebagai referensi manajemen. Gekko, yang diperankan sangat gemilang oleh aktor kawakan Michael Douglas itu, dalam suatu rapat para pemegang saham berdiri angkuh dengan setelan jas necisnya yang mahal dan rambut tersisir rapi ke belakang. Tanpa rasa malu, eksekutif angkuh ini berkoarkoar memaparkan doktrin kapitalisme era tersebut. “Keserakahan,” kata Gekko, “adalah hal yang baik. Keserakahan adalah hal yang tepat. Keserakahan benar berfungsi.” Setelah jeda sejenak, Gekko melanjutkan, “Keserakahan mengklasifikasi, membedah, dan merupakan pengejawantahan esensi semangat evolusi…” Setelah semua peserta rapat terdiam oleh ‘sihir’ doktrinnya, sang eksekutif perusahaan Teldar Paper ini pun menegaskan, “Keserakahan, ingat kata-kata saya ini, tidak hanya akan menyelamatkan Teldar Paper, tetapi juga perusahaan lain yang berada di ujung jurang kebangkrutan, yang bernama Amerika Serikat.” ldeprabas
Keteladanan Pedanda Made Sidemen l Memuja Hidup dengan Kerja (4)
PERNAH, suatu hari, pengarang sastra Bali asal Sanur, Denpasar, Ida Pedanda Made Sidemen, ditemui oleh warga desa di kawasan Kecamatan Kuta Selatan. Warga dua desa menyatakan kepada sang pendeta tak memiliki uang buat membeli emas guna dijadikan elemen dasar (padagingan) bangunan suci. Sang pendeta penekun yoga ini sontak beranjak, mengambil medali emas penghargaan yang diberikan oleh Presiden Soeharto. Medali yang sehari-hari tergantung di dinding rumahnya itu lantas dibagi dua, masing-masing sepotong buat satu desa. Warga kedua desa tersentak. Tapi, Ida Pedanda Made tetap bergeming, tak bereaksi apa-apa—biasa-biasa saja. “Daripada medali emas itu hanya tergantung di tembok, lebih bagus dijadikan padagingan, dapat bermanfaat untuk lebih banyak orang,” sang pendeta memberi alasan. Tindakan, kerja, perbuatan, atau berkarma tanpa pamerih, tanpa kemelekatan akan imbalan, itu sesungguhnyalah bukan mimpi, apalagi ilusi semata. Dia bisa nyata, amat sangat nyata, ada, dilakonkan dalam kehidupan sehari-hari, di lingkungan terdekat kita. Kerja tanpa pamerih bukanlah kemustahilan—bahkan di zaman kapitalisme dengan ukuran-ukuran serba material, kebendaan, sekarang ini.
Cuma, tindakan tanpa pamerih itu, kini, mungkin saja terasa kian langka, manakala uang dijadikan sebagai alat tukar paling menentukan—bahkan cenderung satu-satunya, sehingga hidup menjadi tidak ada yang gratis, sebaliknya justru serba membayar (mayah) dengan uang, bukan ngayah. Yang kerap terjadi kemudian, bukan kerja tanpa pamerih, sebagaimana divisikan Gita, justru sebaliknya: menebar pamerih sebanyak-banyaknya tanpa bekerja apa-apa. Ini seakan membenar-benarkan prinsip ekonomis, efisien, dan efektif dalam pengertian umum yang belum diubah hingga kini: pengeluaran sekecil-kecilnya untuk mendapatkan pemasukan sebesar-besarnya—bukankah ini sesungguhnya tak adil? Korupsi materi merajalela dahsyat di seantero negeri ini—meskipun KPK sudah memberi bukti nyata memenjarakan ratusan kepala daerah, politisi, hingga menteri—justru karena kebanyakan orang, di semua bidang kehidupan, telah korup di dalam pikirannya masing-masing. Dari otak yang korup, sungguh mustahil lahir tutur kata, kebijakan, apalagi integritas tindakan nyata yang bersih, murni, sebagai sesembahan dan pemujaan. Di sini, Tuhan, sloka-sloka kitab suci, maupun tempat ibadah justru acap dipelintir buat membenarbenarkan aksi kaya pamerih model Gordon Gekko. ldeprabas
lMade Edy Arudi Di Kota Terasing
lAchmad Obe Marzuki
: mela dewi
Hari ini ingin aku bawakan tumpahan Gerimis yang mengalir dari dedaun Dan cemara hotel dari ponselku Kehadapanmu di malam bermandi cahaya Rembulan, pinggir jendela Ingin juga aku menyapamu ‘’Selamat malam..’’ kataku sambil Menghela rambutmu yang tak tersentuh Jemariku sewindu ini Lihatlah.... sisa gerimis ini indah bukan!! Penuh kilau, sarat kata yang tidak sempat kueja Saat ku menernak rindu Di kota penuh banjir ini Hari ini ingin aku melihatmu lagi Tapi senyummu terhalangi gedung tinggi, bebukitan kerdil, Dan pikuk burung kota ini Hari ini getar batang hati, Risau, mengering menjadi patahan-patahan ranting Aku merindumu Mela Dewi
lMade Edy Arudi Orang Asing Malam pucat di bawah pohon akasia Dengan dedaun menggurat warna coklat Pertanda letihnya pergulatan dan penantian Sebelum akhirnya tersungkur dalam dekapan ibu-tanah Aku melihat matamu tersesat Entah di persimpangan mana, mencari nama-nama jalan Yang pernah kau telusuri Dengan kekasihmu dulu Aku melihatmu lagi berjubah sarung warna memar Pada pagi gerimis, sebelam traffic light Menunggu lampu merah,’ Menengadahkan tangan dengan bahasa-bahasa luka Yang makin borok Di curam jalan takdirmu Seminggu, Waktu mengalir sederas terik ini Aku tak menemuimu lagi Di persimpangan-persimpangan Di pikuk ocehan burung kota Merindukah aku???
Dengan Malam Para Malam BEGINILAH jika harus mengutarakan padamu. Engkau malam. Bukan aku tak tau bagi kebanyakan orang malam tempat paling menakutkan, dunia malam memiliki manusia yang bermental baja untuk mengutip tiap langkahnya. Tetapi banyak juga diantara manusia yang tidak tau aturan, pada malam mereka gemar untuk menghancurkan etika dan moral yang membelenggunya. DAN KETIKA aku menemui kekasih. Kekasih mengatakan ‘’Jika malam telah turun ke dadanya, melelapkan orang-orang istirah. Para malam berkeliaran bagai menggerayangi desahan pencuri, mengendap, mengendus seperti para perampok menjalankan aksinya. Apakah malam akan tetap memberikan rezeki untuknya! atau malam akan tetap menawarkan gincugincu yang tersaji pada etalase kota saat matahari mulai terbenam!’’ MALAM telah merangkai sepinya dan mengutarakan manusia terlelap. Karena hantu-hantu mulai berkeliaran menggerayangi malam berselimut gelap, menempel pada dinding, memasuki tiap ruang kosong, menduduki gedung-gedung pemerintahan, bahkan bisa berada dalam kepala kita menjadi sosok menakutkan, dan menghasut menajdi seorang pecundang. TAPI aku nyatakan padamu. Malam bukanlah kebejatan atas kehadirannya saat menggoda atau didiskriminasi ma-
lMade Edy Arudi Di Dermaga Buleleng Di dermaga terakhir Aku menernak Sepi Merindui - kekasih purba yang dulu melepas nafas muda Untuk Singaraja, tanah wit tercinta Kubiarkan angin menertawakanku Yang tertawan menanti setiap kabar-beritamu Bersama angin laut Yang melintas di sudut punggung restoran remang Di atas ringkih langkah baris gelombang Sebelum akhirnya malam bercadar Menyembunyikan rembulan, Menyamarkan ingatanku tentang ringis dan pedihmu Tapi mataku nyala mercusuar, memberi tanda Jika kau tersesat dalam remang ini Dan aku masih menepikan hati Mengharap langkahmu terseok Datang memenuhi janji Untuk pesta hari ulang tahun kota ini.
Dari Sun Tzu ke Sri Krishna
l Memuja Hidup dengan Kerja (2) SETELAH beranak-pinak bertahun-tahun, keserakahan model Gekko itu pun kini mulai ditanggalkan—karena ongkos akibat keserakahan itu sungguh tak terkira: kehancuran ruang hidup dan kehidupan bersama umat manusia. Keserakahan, nyatanya, tidak bermanfaat bagi pertumbuhan hidup dan kehidupan. Keserakahan niscaya menghancurkan. Setelah terbukti tak sanggup menghamparkan kebahagiaan sejati, doktrin Gordon Gekko, yang menjadi penghayat jempolan ajaran Sun Tzu itu pun, lamatlamat tinggal hanya kenangan. Bagi Sun Tzu, tujuan utama hidup adalah memenangkan perang dengan menundukkan musuh. Untuk mencapai tujuan utama itu, Anda dibenarkan berbuat culas, curang, menggelar tipu muslihat. Begitulah keserakahan bekerja secara pasti, mengantarkan manusia menuju titik kehancuran. Jenuh dengan jurus keserakahan memenangkan pertempuran perang, orang-orang kini mulai berbelok arah, merunut jalan kesadaran—bahkan kapitalisme pun belakangan ini mengenal kesadaran, conscious capitalism, yang berlandaskan rasa kepercayaan (trust) dan kesatuan-utuh (integrity) pikir, kata, dan laku. Dalam pada itulah, sebagaimana dilaporkan Business Week, Gita menjadi referensi utama. “Bhagawad Gita, naskah kuno Hindu, sepertinya lebih sesuai dengan semangat masa kini. Ia lebih fokus pada pikiran dan tindakan, bukan pada hasil,” simpul Business Week. Sri Krishna dalam Gita memang tidak mengajak manusia berkutat pada cecabang, apalagi ranting-ranting masalah. Dia menusuk langsung ke akar penyebab munculnya masalah, yakni pikiran (citta) dan tindakan atau perbuatan (karma). Dalam kondisi manusia normal-normal saja, setiap tindakan atau karma niscaya meninggalkan bekas, jejak, pada pikiran. Namun, tidak berarti agar terlepas, terbebas dari bekas karma, manusia lantas sama sekali tidak bertindak. Sebagaimana dikutipkan dalam sloka di awal tadi, Gita bahkan secara tegas tak mematutkan—apalagi menganjurkan— orang untuk tidak berkarma (akarma). Tugas mulia, kewajiban utama manusia hidup justru adalah berkarma. Tanpa berkarma, bahkan hidup pun sungguh tak mungkin. Bahkan, Krishna pun sangat terang dan jelas mengakui diri-Nya juga tak bebas dari berkarma. Karena itu, Krishna menganjurkan: berkarmalah sesuai dengan kewajibanmu (swadharma)—itulah dinamakan swakarma, sesuai dengan prinsipprinsip keprofesionalan. Profesional dalam swadharma masing-masing, sekecil apa pun, jauh lebih mulia, agung, dan tepat tinimbang mengerjakan swadharma orang lain, sebesar dan sehebat apa pun. Dalam semangat Gita, setiap orang sebaiknya dan sepatutnya menjadi besar dalam swadharma-nya masingmasing. ldeprabas nusia hanya terbungkus sisi gelap. Juga bukan untuk para bandit atau mereka yang gandrung meruntuhkan etika dan moral! tergiang akan seorang sahabat yang bertanya padaku, di manakah kau dapatkan ketenangan itu? lalu kukatakan padanya ‘’Dengan malam, karena bagiku malam adalah yang memberikan ketenangan pada sebuah kejernihan puisi yang menyublime sekaligus akan mengkristal. Begitulah ujarku jika mampu merenungi hakikat malam, semua akan menjadi realitas dalam kontemplasi. Selamat menempuhnya.
lAchmad Obe Marzuki
Berlari di Bawah Bayang Mimpi KEMARIN sore aku masih mengingatnya. Tentang beberapa mimpi yang melayang bagai layang-layang putus di langit petang, gelisah dan menggelinjang tak tentu arah. Hingga pada suatu hari membuat aku ingin berlari sesuai kecepatan kaki angin membawa jauh dari kutukan mimpi yang ternyata membuatku semakin takut menghadapi bayang lalu yang selalu memburuku tiap detak jarum jam menjadi sebentuk virus yang terus menerus memenuhi ruang di kepalaku. ‘’Ini gila’’ kata kekasih. Sungguh benar apa yang dikatakannya dulu. Aku hanya berputar-putar dalamkamuflase. SEBENARNYA sebelumnya aku pernah memasukanya mimpi-mimpi itu kedalam tumpukan kardus yang tersimpan di dalam gudang lama. Tapi mengapa setelah sepi dan rindu menentang, seperti igauan malam yang iseng dengan gerimis yang tiba-tima bertandnag hanya untuk mengusik. Lalu berusaha membawa pergi dan berlari mengejar untuk dapat menemuiku yang akan menjauh entah dimana. Disinilah semua menjadi di pertanyakan. ‘’siapa yang salah? Aku atau Kita? Atau siapa? Aku juga tidak mengerti apa-apa’’ kata kekasih ketika saat itu. AKU RASA tidak juga, karena rindu melilit dan mengeras pada diri, kemudian menghilang begitu saja. Ini sudah sangat tidak normal dalam ukurannya. Tapi taukah apa yang sebenarnya tersimpan di tumpukan mimpi-mimpi basi itu. Bahwa harapan dulunya terbakar secara pelanpelan abunya yang selalu membawa harapanbaru. Disini betapa tidak menyadarinya diriku ketika perenungan telah mengurai hingga sampai pada klimaksnya, walau awalnya seperti bahan tugas sekolah yang membosankan. ternyata tak diduga semuanya tertulis suatu malam di satu kedai sudut taman jalan Kota, Kopi hitam, secarik kertas dan aku sendiri.
lAchmad Obe Marzuki
Menangkap Kunang-kunang Kota MENYAKSIKAN malammu dari berbagai sutu, bagai tak pernah lelah bergerak memainkan setiap peran yang penuh warna-warni. Gemerlap hiasan di jantungmu begitu banyak orang datang untuk mem-
Saat Ni Reneng Menari l Memuja Hidup dengan Kerja (3)
YANG terpenting kemudian, dalam visi Gita, bukan apa yang akan dikerjakan, lalu bagaimana hasilnya, melainkan: bagaimana orang akan mengerjakannya, dengan semangat bagaimana orang mengerjakannya? Di sinilah Sri Krishna lewat Gita menyorot langsung akar muasal masalah kelahiran manusia yang bertubuh, yakni: pikiran. Jika saat berkarma pikiran ini terikat pada hasil yang akan didapat, diperoleh—terlebih hasil material maupun psikologis duniawi—atas tindakan itu, berarti orang yang berkarma ini belum sadar. Hasil akhirnya justru adalah daur samsara, kelahiran berulang-ulang, dari satu keterikatan ke keterikatan lain. Logika matematisnya: manakala pikiran bermuatan, entah positif ataupun negatif, bukan nol, maka dia akan senantiasa menyisakan hasil atas setiap tindakan. Hanya manakala pikiran nol, tanpa muatanlah, tindakan tak akan membekas, layaknya jejak burung terbang di angkasa lepas. Itu dinamakan niskama karma. Itu sebab, Gita menggariskan solusi akurat: berkarmalah tanpa mengharapkan hasil, imbalan-imbalan yang di luar, seperti honor tinggi, ketenaran, liputan pers, gengsi, kemenangan, dan seterusnya. Kegagalan atau keberhasilan sepatutnya diterima sama, rata (samatwam)—orang Bali menyebut dangsah, asah, patuh, rata. Gagal atau berhasil bukanlah urusan mendesak dan penting yang ditentukan oleh yang berbuat. Itu seyogyanya disadari sebagai kaveling kuasa sang Maha Penyebab Maha Penentu, Hyang Maha Agung Maha Hidup.
Kewajiban orang yang berkarma hanyalah mengerjakan sebaik-baiknya, dengan tanpa beban. Untuk dapat mengerjakan sebaik-baiknya tentu diperlukan persiapan dan kesiapan—tak mungkin dengan asal-asalan atau sekadarnya. Dengan begitu, berkarma akan dirasakan sebagai bentuk pemujaan kepada Hyang Agung Maha Hidup, sehingga dorongan kerja dengan sendirinya datang dari ketulusmurnian terdalam. Bukan karena dorongan-dorongan dangkal dari luar. Boleh jadi itulah yang oleh para tetua Bali masa lampau dinamakan ngayah, bekerja tanpa berharap imbalan (mabayah). Atau, ada tuara—dibayar atau tidak dibayar tetap sama. Lewat kerja ngayah, penari-penari sepuh, seperti I Kakul, Ni Reneng, I Geruh, penabuh I Lotring, atau undagi serba bisa sekelas Lempad, pelukis Gus Made Poleng, dan masih banyak lagi sezaman mereka, berkarya sepenuh jiwa. Kerap ujung kisah hidup para seniman pangayah generasi ini, dan juga sebelumnya, terbelit kemiskinan materi dan sakit-sakitan. Tapi, mereka tetap girang, penuh energi hidup, manakala ditemui, diajak menuturkan profesi yang dilakoni. “Saat ngayah menari saya tak lagi teringat apa pun, kecuali memusatkan perhatian penuh pada tarian. Badan ini bergerak, bergetar, mengalir, begitu adanya, serasa Ida Batara (Dewata) menapak di sini,” begitu penari Legong Bali tenar asal Desa Kedaton, Denpasar, Ni Reneng, kerap bertutur, menunjuk ubun-ubunnya, manakala ditemui di hari-hari menjelang akhir hayatnya. ldeprabas
Denting Jam...
AKU TAK AKAN PERNAH bertanya kau di mana. Sebab kau akan selalu datang dengan balon warna warni dan manisan merah jambu, meski hanya sebatas ke dalam mimpi malam hari. Kemudian akan kita nikmati dingin malam, seakan kau nyata di dalamnya. YA, INGIN AKU DATANG padamu, saat hari jadi sepucat si mati, saat kota hanya mimpi malam hari dan bulan hanya punya sekelip cahaya kuning yang muram. Ingin aku datang padamu, saat dingin hari membuatku gigil. Dan hanya ada selimut coklat tua yang tipis di uung kamar. Lalu, seakan datang dari arah yang jauh, denting jam berulang mengingatkanku tak akan kutemui kau hari ini di sudut yang ini. Kemudian dengan apa kita ulangi semenit lalu itu. lNPS Rainia Rastiti
SEMENIT LALU kita bebaskan kelu itu. Bicara tak henti tentang apa saja yang kita lewati. Sekilas saling memangang, lalu tersenyum dan membiarkan keheningan mengalunkan ceritanya sendiri. Lalu jalanan seolah mengisahkan kesenduannya masing-masing. Dan kita dengarkan dengan seksama, sebab kadang kita tak lagi punya cerita. Diam-diam kulihat rona merah muda wajahmu, selintas senyum yang mengakhiri tiap kalimat yang kauusapkah. Lalu kusimpan satu fragmen itu dalam ingatan yang hangat dan menyenangkan. Semenit lalu, kita bebaskan sendu itu dalam gurau yang tak juga selesai meski malam sepenuh larut dan berulang kali kita menguap dalam gaduh tawa bersama. Dengan apa kita akhiriri menit yang sejenak ini. Masih ada ribuan jalan yang ingin kita susuri. Tapi waktu telanjur berhenti di tengah kita, dan dengan senang hati ia tunjukkan jalan dimana seharusnya kita menepi. MUNGKIN MALAM INI memang bukan punya kita sepenuhnya, sebab waktu masih saja membuat kira ragu untuk pulang tepat pada saat yang kita inginkan. Tapi bukankah waktu pula yang menggoda kita untuk melewati tiap jengkal perjalanan dengan suka cita dan juga cerita-cerita. Mungkin malam ini adalah sepenuhnya milik waktu. Yang berulang datang tapi tak pernah pergi dari sini. AKU MEMBAYANGKAN sebuah kota dimana hujan selalu datang. Hujan yang mengiringi orang-orang yang dengan riang memandangnya sambil duduk berteduh di atas-atap jerami, di antara hamparan hijau yang terbentang-bentang, juga gadis berkepang yang menaruh bunga-bunga di patung batu samping jalan. TAPI HANYA JALANAN yang demikian panjang, seakan menggodaku untuk menyusurinya, namun bersamaan mencela dan berkata, ‘’Kau butuh penanda yang jauh lebih banyak dari yang dapat kaubayangkan.’’ JIKA SEBUAH KOTA tak lebih merupakan pergumulan yang tak habis antara yang silam, yang terlupakan, dengan yang diangankan, hari-hari mendatang, bagaimana mimpi mengambil wujudnya? Apakah melesat menakutkan bagai hantuhantu masa lalu atau mengejar-ngejar seperti roda yang tak kunjung berhenti berputar? Aku tak akan tergoda pada aneka warna yang ditunjukkan dunia di luar sana, sebab di dinding kamarku yang mungil telah kulukis wajahmu dengan bibir tipis yang manis, gurat mata dengan cahaya jernihnya yang riang, meski aku tahu telah berpuluh minggu lalu, kau pergi. perjuangkan hidupnya dalam perjalanan waktu. Sehingga aku tak mampu lagi berpikir jika suatu saat nanti tubuhmu tak dapat menampung tumpukkan manusia yang menggelayutimu. DI ANTARA jembatan layang yang berkelok, di antara pantulan cahaya kunang-kunang yang menghiasi malam. Kutelusuri mulai dari gedung-gedung kaca hingga rongga yang menembus ketiakmu, hanya untuk kumengerti seekor kunang yang memajang dirinya di setiap sudut jalan. Apakah hidup begitu mudah, ketika diri harus pasrah menghadapi keadaan. KUTEMUKAN seekor kunang sedang menjatuhkan air matanya. Entah apa yang dirasa, aku masih dalam sebentuk tanya untuk mendapatkan sebuah jawab. Mungkin luka sedang menjadi layar biru yang terbentang luas di hadpaannya, terpancang kokoh antara langit dan bumi. Sementara orang-orang tak menolehnya. Malam semakin tinggi, semakin dingin untuk mengurai luka itu. Gumpalan awan sedikit demi sedikit bergeser, seolah membentuk lukisan paling indah di angkasa raya ini. SEEKOR KELELAWAR keluar dari persembunyiannya. Menghampiri dan menyelimuti kunang-kunang itu dengan sayapnya. Lalu menjelang pagi kelelawar membawanya pergi kesebuah hotel yang tak jauh dari persembunyiannya. Dan rebahlah seekor kunang dalam tangkapan kelelawar.
Yang Pasi.... APA sesungguhnya makna kesakitan. Wajah-wajah putus asa di lorong-lorong kumal yang seakan ditinggalkan. Orangorang yang mengaduh di kamar-kamar, kadang mengumpat, menangis lirih, berteriak meski tahu tak ada guna. APAKAH yang lampau adalah yang tertinggalkan. Kenangan adalah waktu yang usai dan terlupakan. APA YANG dibayangkan pepohonan ketika angin bertiup dari tenggara. Lalu menghempas pelan hela-helai daunnya ke jalanan, tanpa pernah tahu di musim ke berapa ia akan kembali datang dan kapan ia akan menghilang mencari tikungan lain yang lebih lapang. Apa yang dibayangkan tangkai mawar ketika kupu-kupu aneka warna datang entah dari mana hinggap di mawar yang rekah, lalu seketika kelopak itu jatuh layu. Hanya meninggalkan harum yang sejenak, kemudian menyatu dengan angin bebas. Lenyap. LALU SEMUA akhirnya menyatu. Kota seperti bayangan yang merindukan tubuhnya. Matahari lekas pergi meninggalkan warna gelap yang kusam dan menjemukan. Lampu-lampu jalan tak lebih naya senyala kunang-kunang, berkelip seakan setitik lagi habis sudah cahayanya. DAN DI MANA aku bediri. Sejauh yang kulihat hanya sunyi, sebatas yang kudengar hanya lirih. Apa aku juga telah menjelma bayang. Pada akhirnya menyatu dengan debu, terbawa udara entah kemana, dan bahkan tak ada kenangan yang tersisa. Ternyata kematian hanya napas yang sehela, lalu pergi tiba-tiba entah kenapa. SATU DENYUT adalah simpang antara yang hidup dan yangmati. Jeda sesaat berarti harap yang pupus, dan kemudian mati adalah kenyataan yang mulanya ditangisi dan akhirnya beku sebagai kenangan. BERULANG kali kau berkata, menangis bukanlah tanda ketakberdayaan, tapi adakah makna yang lain di balik tangisan di hadpaan kematian selain ketidakberdayaan itu sendiri. DI SINI aku melihat tangisan bukan sekadar air mata yang tumpah lalu basah begitu saja tapi lebih sebagai ucapan selamat jalan dengan sepenuh kesadaran bahwa perjumpaan kemudian hanyalah angan yang tak mungkin diwujudkan. Dan kenyataan sesungguhnya adalah, kematian sudah tentu menyisakan kelaraan pada mereka yang ditinggalkan. YA, DI SINI di ruang segiempat ini, kulihat neraka yang jauh lebih menakutkan dibanding cerita di buku agama. Terasa malaikat bersayap kelabu berjalan perlahan, duduk di tiap sudut. Memandang tiap orang seakan ia adalah burung pemangsa yang tak jemu mengitari angkasa. Mereka kadang menatapku dengan mata memerah jambunya, Wie, lalu aku berjalan lurus saja, di tengah rintih, di tengah tangis sakit yang tak pernah selesai. PERNAHKAH kau memikirkan kematian seperti yang kulakukan saat ini. Apakah kau juga merasa bahwa kematian tak hanya menakutkan tetapi juga menyianyiakan? Bagaimana kita hadapi kematian yang demikian Dhi? lNPS Rainia Rastiti
NASIONAL
16
Minggu Wage, 11 September 2016
Pesta Teluk Ambon 2016
Ajang Promosi Wisata Maluku
BPM/udi
BAKAR - Sejumlah kader GP Ansor membakar kartu peserta Konfercab GP Ansor Banyuwangi, Sabtu (10/9) kemarin.
Konfercab GP Ansor Diwarnai Aksi Bakar Kartu Peserta
Memanasnya konfercab sudah terasa sejak dimulainya kegiatan. Sejumlah calon peserta gagal masuk lantaran dianggap tak memenuhi syarat administrasi. Suasana makin tegang saat pembahasan tata tertib konfercab. Hujan interupsi bermunculan dari sejumlah pengurus kecamatan dan ranting. Puncaknya, saat Ketua Panitia Konfercab, Nawawi menyatakan syarat administrasi salah satu calon ketua, H. Ikhwan Arief, tak sah. Salah satunya, terkait keabsahan SK saat menjabat Ketua PAC Wongsorejo.
Melihat kebijakan ini, sejumlah peserta langsung protes. Suasana bertambah tegang. Meski dihujani protes, panitia bersikukuh, konfercab tetap berlanjut. Lalu, pemilihan digelar secara aklamasi. Merasa tak adil, tujuh pengurus anak cabang (PAC) dari tujuh kecamatan langsung keluar arena konfercab. Aksi ini diikuti hampir separuh peserta konfercab dari pengurus ranting atau tingkat desa. “Kami merasa ada penjegalan dari salah satu calon. Yang aneh, kenapa baru saat konfercab dinyata-
kan tak sah. Padahal, sudah dipublikasikan di media ada dua calon yang maju,” kecam Hadiyul Ikdam, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Giri. Menurutnya, soal keabsahan SK menjadi wewenang DPP, bukan panitia. Dia mengaku, banyak pengurus ranting yang menolak kebijakan panitia, sehingga ikut walk out. Begitu keluar konfercab, mereka yang walk out langsung membakar kartu peserta konfercab dan lembaran dokumen yang diberikan panitia. Aksi ini dilakukan di depan pintu masuk konfer-
cab. Mereka menuding, ajang konfercab tak sesuai peraturan dasar dan peraturan rumah tangga organisasi. “Kami juga menyesalkan, Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jatim terkesan membiarkan,” kecamnya. Pihaknya mengancam akan melaporkan hasil konfercab ini ke DPP GP Ansor. Sementara itu, aksi bakar kartu peserta ini tak memengaruhi proses konfercab. Akhirnya, pemilihan digelar melalui aklamasi. Peserta yang tetap bertahan memilih Syukron Makmum sebagai Ketua periode 2016-2020. Adik Bupati Banyuwangi, Abdulah Azwar Anas, ini akan kembali memimpin untuk kedua kalinya. Sebelumnya, konfercab sempat digelar Mei lalu, namun deadlock. (kmb30)
Negara (Bali Post) Guna meningkatkan kepedulian pada sesama dan kepekaan terhadap lingkungan, Ketua Bhayangkari Jembrana Rosita Dwi Friliana dan Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Adi Sulistiyo Utomo, Sabtu (10/9) kemarin, mengajak anggota untuk blusukan
ke sejumlah warga kurang mampu di Jembrana. Dengan berjalan kaki dari jalan raya menuju beberapa warga kurang mampu, ibuibu istri polisi ini tidak sungkan untuk blusukan ke kebun dan menuju gubuk warga kurang mampu. Beberapa KK yang dikun-
jungi di antaranya gubuk dua lansia Dadong Nengah Madri (80) dan adiknya Ketut Mandri (75) di Sawe Rangsasa, Kelurahan Dauh Waru Jembrana, gubuk keluarga Ibu Rieza (34) yang mengidap kanker kulit dan memiliki dua orang anak dan kini hamil lagi di Dusun Kombading Pengambengan Negara serta kakek telantar Guntoro (80) yang tinggal di emperan ruko di terminal manuver Gilimanuk. Rosita mengatakan pihaknya juga menekankan kepada anggota Bhayangkari untuk selalu menerapkan gaya hidup apa adanya dan sederhana. Sehingga pihaknya mengajak anggota untuk mengunjungi warga kurang mampu sehingga bisa selalu bersyukur dan peduli sesama. Demikian juga setelah arisan tidak dipakai untuk kegiatan makan-makan atau
kegiatan yang menghamburhamburkan uang namun ditabung dan pihaknya lebih banyak melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan. Seperti mengunjungi keluarga anggota Polri yang sakit serta tidak mampu. Dengan kepekaan dan kepedulian pada sesama ini katanya pihaknya ingin anggota untuk mensyukuri rezeki dan apa yang sudah dimiliki. Menurutnya jangan sampai karena untuk memenuhi keinginan kemudian memengaruhi kinerja suami dengan melakukan hal-hal yang melanggar aturan dan ketentuan/hal-hal negatif. “Jadi, antarteman harus saling mengingatkan. Kami juga sebagai ketua atau pengurus Bhayangkari juga memberikan contoh,” jelasnya. Pihaknya berharap kegiatan mengunjungi keluarga tidak mampu ini bisa rutin dilaksanakan. (kmb)
Banyuwangi (Bali Post) Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyuwangi di SMK NU Genteng, Banyuwangi, Sabtu (10/9) kemarin, berlangsung panas. Ajang pemilihan kursi ketua ini diwarnai aksi walk out dan pembakaran kartu peserta. Pemicunya, para peserta memprotes ditolaknya pencalonan salah satu kandidat. Meski panas, proses pemilihan tetap berlanjut.
AJANG promosi kekayaan alam dan budaya di ibu kota Maluku ini menjadi puncak perhelatan akbar bertajuk Festival Teluk Ambon 2016. Mengusung tema ‘’Alam Beta Indah’’, masyakarat Maluku dan wisatawan tumpah ruah menyaksikan gelaran pesta rakyat selama tiga hari ini. Eksotisme bahari Indonesia Timur memang tak habis dijelajah. Birunya laut dan putihnya pasir pantai seakan menjadi magnet tersendiri untuk mengundang kita kembali menikmati panorama bumi Tanah Air beta. Adalah Festival Teluk Ambon 2016, sebuah gelaran akbar tahunan di kota yang terkenal dengan julukan “Ambon Manise” ini memukau wisatawan tak hanya dari segi alam tetapi juga pesona budaya dan sejarahnya. Sejak gelaran pertama kali diadakan tahun 2006, event tahunan yang dimulai pada 8 September dan berakhir pada 10 September itu terselenggara atas kerja sama Pemerintah Provinsi Maluku dan Kementerian Pariwisata. Alam Beta Indah dipilih menjadi tema sebagai bentuk representasi pulau indah nan subur yang tersohor semenjak lampau berkat hasil rempah yang melimpah. Tema tersebut juga memberikan semangat dan dorongan dari Kementerian Pariwisata bagi setiap daerah untuk tak henti menggali dan mempromosikan potensi wisata masing-masing. Bukan tanpa alasan pes-
ta rakyat ini rutin dilakukan. Festival Teluk Ambon sengaja dibuat untuk memamerkan kecantikan kota yang memiliki segudang potensi istimewa termasuk menarik minat pelancong berkunjung baik domestik maupun internasional. Di samping menumbuhkan investasi dan perluasan bisnis pariwisata. Acara ini juga dipercaya mampu mempererat tali persaudaraan dan nasionalisme baik bagi warga Maluku sendiri dan seluruh rakyat Indonesia. Tak ada sekat di antara warga. Mereka bersatu dalam memeriahkan pesta rakyat ini. Parade budaya dan parade perahu serta perlombaan mendayung perahu bercadik menggunakan pakaian khas Maluku atau disebut Semang baik oleh kaum pria dan wanita menjadi rangkaian acara penutupan puncak Festival Teluk Ambon 2016. Gubernur Maluku, Said Assagaff, mengatakan, Festival Pesta Teluk Ambon 2016 merupakan ajang untuk mempromosikan pariwisata di Maluku khususnya Kota Ambon. “Dengan kegiatan ini, kita ingin mempromosikan pariwisata di Maluku agar lebih dikenal luas,” kata Said Said Assegaff menjelaskan, melalui festival ini diharapkan akan ada banyak wisatawan yang berkunjung ke Ambon. Ajang itu juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Maluku, selain untuk mempertegas
Maluku sebagai daerah yang kaya akan destinasi wisata. “Tentu dengan promosi pariwisata ini kita berharap akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Ambon,” katanya. Harapan yang sama juga diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku, Rosmin Tutupoho. Melalui event tahunan ini, pihaknya ingin mempromosikan Maluku sebagai daerah tujuan wisata nasional, bahkan dunia. Rosmin mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan kunjungan 20.000 wisman. Ia mengatakan, sejauh ini wisatawan yang berkunjung ke Maluku lebih banyak didominasi oleh wisatawan asal Belanda, Australia, Jerman, dan sejumlah negara Asia lainnya. Untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Maluku, Rosmin mengaku pemerintah daerah terus berupaya membenahi sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan di Maluku. Untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Maluku, Rosmin mengaku pemerintah daerah terus berupaya membenahi sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan di Maluku. Selain itu, sejumlah festival juga terus digelar untuk menarik minat kunjungan wisatawan ke Maluku. “Tentu dengan memperbaiki akses dan infrastruktur pariwisata serta promosi yang dilakukan secara gencar maka harapan untuk itu akan semakin baik,” kata Rosmin. (nik)
Istri Polisi Blusukan ke Sejumlah KK Miskin
BPM/kmb
MISKIN - Istri polisi/anggota Bhayangkari Jembrana mengunjungi beberapa warga KK miskin di Jembrana.
Lebih dari 70 Persen
Orang Depresi Berat, Ingin Bunuh Diri
Denpasar (Bali Post) Banyak kasus bunuh diri baik dengan gantung diri, minum racun atau bahkan membakar diri. Hal itu lantaran setiap orang berpotensi mengalami gangguan jiwa. Namun, potensi untuk bunuh diri lebih banyak dialami oleh orang yang mengalami depresi berat. Jenis depresi ada yang ringan, sedang, dan berat. Ciri orang depresi adalah kehilangan minat akan sesuatu, sedih, mudah lelah. “Yang biasanya hobi jalan-jalan, menjadi tidak berminat lagi, ke kantor, ke kampus malas. Itu kriteria utama orang depresi. Jika ada kriteria atau gejala tambahan seperti sulit konsentrasi, putus asa, pesimis, sulit tidur ditambah dengan keinginan mati atau bunuh diri, itu namanya depresi berat,’’ kata dr. Luh Nyoman Alit Aryani, Sp.Kj., dokter konsultan di bidang psikiatri adiksi RSUP Sanglah, belum lama ini. Pada orang yang depresi berat, keinginan bunuh diri sangat besar. Lebih dari 70 persen orang yang depresi berat, ujungnya ingin mati karena rasa putus asanya yang dialami. Sedangkan orang yang mengalami depresi ringan, kemungkinan ada sekilas pikiran mati tapi belum ke
ide untuk bunuh diri. Gejala depresi ringan sampai sedang biasanya mengalami gejala somatik seperti nyeri kepala, pusing, yang disebut depresi terselubung. “Makanya orang depresi banyak datang ke puskesmas, neurologi, penyakit dalam karena mengeluh sakit, padahal dari pemeriksaan fisiknya normal, tapi mengeluh sakit,” tandasnya. Orang bunuh diri pada dasarnya ada beberapa penyebabnya. Namun, yang benar-benar bunuh diri, memang disebabkan gangguan jiwa. Ada juga karena gangguan kepribadian yang membuat emosinya tidak stabil. Gangguan jiwa yang dialami berupa depresi, sedih yang mendalam dan lama, ada juga yang mengalami gangguan jiwa berat seperti psikotik, skizofrenia. “Ada halusinasi, waham, ada suara yang didengar yang membuatnya pesimis dan bunuh diri,” jelasnya. Prevalensi orang dengan skizofrenia, satu persen dari seluruh komunitas. Sementara prevalensi yang bunuh diri diakui dirinya belum memiliki data. Potensi gangguan jiwa tergantung dari faktor gen, biologis, pola asuh, lingkungan, penyakit seperti psikosomatis. “Misalnya dia mengalami penyakit gastritis yang lama,
sehingga menjadi depresi. Begitu juga dia mengalami depresi, merangsangnya menjadi mengalami sakit,” tukasnya. Selain faktor penyakit, gangguan jiwa juga disebabkan faktor dari sejak dalam kandungan misalnya ibu mengalami perdarahan, terlilit tali pusar dan juga faktor tekanan, dan lingkungan, zatzat di otak terganggu. Mengalami gangguan jiwa tidak bisa hanya karena satu faktor namun ada proses. Misalnya dari gen sudah memiliki bakat gangguan jiwa ditambah dengan faktor lingkungan dan pola asuh, maka bisa saja mengalami gangguan jiwa. (kmb42)
BPM/may
dr. Luh Nyoman Alit Aryani, Sp.KJ.
BPM/nik
PENDAYUNG - Sejumlah pendayung dengan perahu mereka bersiap-siap mengikuti lomba dalam rangka Festival Teluk Ambon 2016.
Bawaslu Bali Petakan Daerah Rawan Konflik di Pilkada Buleleng
Singaraja (Bali Post) Pesta demokrasi dalam Pilkada Buleleng 2017 diprediksi akan terjadi konflik. Konflik antarpendukung maupun kandidat tidak dapat dilepaskan dalam hajatan lima tahunan tersebut. Maka itu, Bawaslu Bali melakukan sosialisasi untuk memetakan potensi rawan konflik di Bali Utara. Menurut pimpinan Bawaslu RI, Daniel Zuchron, di sela-sela pembukaan sosialisasi pengawasan pemilihan partisipatif dalam rangka Pilbup Buleleng 2017, peran Bawaslu dan KPU menggunakan UU Pemilihan Kepala Daerah sebagai dasar penyelenggaraan pemilihan kepala daerah. Penyelenggaran tetap menerima masukan dari berbagai kalangan, tetapi fakta pelanggaran UU berlaku tetap ditindak secara tegas. “Kami dan KPU menggunakan undangundang tersebut sebagai patokan dalam bekerja,” ujarnya Jumat (9/9) lalu. Daniel saat itu didamp-
Minggu, 11 September 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It 08.45 Bali Channel Tourst TV 09.05 Taman Sari TK Widya Kumara 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV 10.30 Lila Cita
Sekaa Nardir Nirmala Sarwa Ada (1) 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 Bali Channel Tourist TV 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti 18.00 Puja Trisandya
18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Folksong 21.30 Berita dan Bincang Terkini 22.35 Ajeg Bali 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Drama Gong Cedil Calon Gubernur (1) 23.05 Solusi Alternatif Herbal Putih 23.30 Bali Channel Tourist TV 24.00 Lejel Home Shopping
ingi Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ir. H.M. Lukman Edy, M.Si., Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T., Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Buleleng, dan undangan lainnya. Daniel menambahkan, pemaparan pemetaan potensi konflik dilakukan di depan pemerintah dan DPR RI. Tercatat dari tujuh Pemilihan Gubernur dan 94 Pemilihan Bupati/ Wali Kota, Buleleng tidak termasuk memiliki kerawanan tingkat tinggi. Sebab dalam hal penyelesaian masalah masyarakat Buleleng masih mengedepankan musyarawah dan komunikasi yang baik. “Bawaslu menilai histori dari Buleleng ataupun sampai sekarang sudah mengalami pertumbuhan dan perbaikan,” tam-
bahnya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, mendekati hajatan Pilkada Buleleng perlu dilakukan penguatan dalam konsep pengawasan di lapangan. Melihat pengalaman penyelenggaraan pilkada bisa dijadikan acuan dasar perubahan konsep pengawasan terukur dan sistematis. “Konsep pengawasan harus diubah dan diperketat sehingga bisa menghasilkan demokrasi yang berkualitas,” ujarnya. Bupati PAS menegaskan, peningkatan atau perubahan pengawasan mengedepankan aspek jujur dan adil dan aspek pembangunan mampu terpenuhi. “Kedua aspek tersebut bisa dipenuhi jika pengawasan itu berjalan sistematis dan terukur,” tegasnya. (kmb34)
Minggu Wage, 11 September 2016
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
PMA Kerobokan Cari Admin+Photo Shop Full/ Part-Time Hub.087761686237 Email:info@de-lighting.com
B.BP.141.09.16.0000244
Sardine Restaurant Looking for Experienced Gardener Must Speak English Send CV in English and Photo to Jl.Petitenget 21 Tlp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com
B.BP.141.09.16.0000242
Dicari HK KTP Bali di Kerobokan Sms ke 087760077714
B.BP.004.09.16.0000225
Dcr Krywti Min SMU utk Ditempatkan di Jembrana(Diutamakan Domisili Jembrana)Hub: 085100258485,085100136962
A.BP.001.09.16.0000377
“Need an assistant for accessories company at Tegal Cupek,Kerobokan.Speak and write English fluently, know Excel very well,serious. Please send CV,photo and identity card to wati.indahlokakarya@gmail.com B.BP.004.09.16.0000228
Dicari Head Housekeeper di Kerobokan Sms ke 087760077714
B.BP.004.09.16.0000226
Sardine Restaurant Looking for Waitress,Bartendress, Security,Must Speak English Send CV in English and Photo to Jl.Petitenget 21 Tlp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com
B.BP.141.09.16.0000241
Perusahaan Villa Management mencari Staff Akunting Brpglmn dibidangnya dengan Pendidikan Diploma/Sarjana. Kirim CV & photo ke findjobbali@gmail.com
A.BP.001.09.16.0000401
Dibthkn:SPG/GRO.Syrt:Wnt,Min. SMU.Bawa Lam+CV ke HRD Puri Group, Jl.Raya Kuta No.46A Br.Abianbase,Kuta. Email:hrd@thebanjarbali.com Telp.0361-757725
B.BP.004.09.16.0000222
Black Penny Villas Gili Terawangan Island Need:Restaurant Mgr. Min 1 Year Experience.Please Submit your CV:corp-hrm@tropic algroupbali.com,ph:0361-775211 ext.101
B.BP.101.09.16.0000236
Bth Cepat!!Staf Ktr,2Acounting 4Gudang,1Receptionist,6Marketi ng,1 OB,1 Spv,Gaji 2-4Jt/Bln Lmrn Lgs Bw Jl.Buluh Indah 91D dekat SPBU
Butuh Krywti Loundry Gaji,Mes, Bonus085738032274/085953801451
Dcr Pengawas Lap.u/proyek min. STM Sipil Arsitek,085100883990
Cr Karyawan/ti utk Restoran di Dps Min SMU/K Hub.081916638777
Dcr QS,Administrasi dan sopir. Hub.0361-413324 / 0361-419869
Bth Sgr Kry/ti sbb:1.Adm Keu. Min.D3-S1 Ekonomi 2.Washing, Driver&Vallet(SIM A) 3.Sale Office(SMA)Pnpmln Mnrik Lam Bw Lsg ke PT.GHM Jl.By.Pass Ngr Rai No.5 Pesanggaran Dps Hp.081337161777/085735360180
Dbthkn staf IT min SMK/D1 IT Lmrn ke Jl.Batanghari 11 Dps
Dcr Sales,Pnd SMU/Sdrjt Hub:0361-262221
Dcr Admin utk Garment Pengalaman L/P Max 30 Th Bs.Computer Gaji Bgs E:infojob_garmen@yaho o.co.id HP:085100050706
Dcr Security,Houskeping,Bw CV ke Ktr Siaga86 Jl.PendidikanNo 62,Dps T710644 Hp081316361234
A.BP.001.09.16.0000232
A.BP.001.09.16.0000380
A.BP.001.09.16.0000355
A.BP.001.09.16.0000396
A.BP.001.09.16.0000273
A.BP.001.09.16.0000331
Dbthkan Sales & Sopir SIm A/B Min SMA Umur Maks 35Th Krm Lam ke PT.Gunung Slamat Tlp.410188 B.BP.001.09.16.0000219
Dcr Bartender Waiter/es Lam ke Puri Bali Indah Restaurant Jl.Melasti 17 Tlp.08123802169 0361751644 Interview Minggu dan Senin Jam 13.00
A.BP.001.09.16.0000387
Coco Group Looking for: IT Manager,Chief Engineering, Asst.HR Manager,Store Manager (5org),Store Supervisor(50org) Team Leader(150org)Recruitment Supervisor,HRStaff,EDP,SPG/SPB (250org)min.1 years experience Walking interview at Jl.Batur Raya No.33 Tman Griya Jimbaran start from 09.00AM-03.00PM
Dcr FO Wanita dan Cook Laki2 Bs Bhs Inggris Hub:08123912010
A.BP.001.09.16.0000333
Dcr Graphic Designer & Accounting Hub.081936071174
A.BP.001.09.16.0000001
Dcr Marketing Cargo&Garment S1 English&Excl cs@balisarong.com
B.BP.004.09.16.0000223
B.BP.803.09.16.0000182
Dcr Pembantu RT Pngalaman gaji menarik,serius H.085100883990
A.BP.001.09.16.0000407
A.BP.001.09.16.0000406
A.BP.808.09.16.0000323
A.BP.001.09.16.0000320
A.BP.001.09.16.0000354
Dcr Tkg pria,u/bersih2 kost2an serius,jujur, Hub.085100883990
Dcr:Reseptionist,HK(PA-inroom) Puri Asih Htl,Jl.Pantai Kuta 40 Kuta
A.BP.001.09.16.0000342
Dibth Sgr:Chief Engineering/ Maintenance,Butler,Villa Spv/ Mgr,Exp Min.1Th,Max 30 Thn Penampilan Menarik,CV ke: hr@nagisa-bali.com lina@nagisa-bali.com
A.BP.001.09.16.0000337
Dibutuhkan 1 org Dokter Umum Untuk Klinik Dwi Karya Jl.Raya Kerobokan Hub:085237238866
Dcr krywan kurir Badung Dps gaji 2jt Hub.081246861251
Dicari Pengasuh Balita Hub.081805652629
A.BP.001.09.16.0000376
B.BP.004.09.16.0000246
Dcr pembantu masak,waiter, lancar Ing,Ada Gaji,Tip,bonus,Lok Legian 081236109808,0818553392 A.BP.001.09.16.0000265
Dcr:Dokter Umum(STR),Apoteker, Kasir,Akunting,Administrasi, Marketing,RSU Graha Asih.Jln. Bypass Ngrh Rai 33X.Kuta-Bali A.BP.001.09.16.0000329
A.BP.001.09.16.0000395
Exp.Company(PT.RBI)need Acctg& purchasing. Send CV to komang_ Dcr:Tng Ktr,Bersih2,Serabutan, Rawat Tmn.T.738849/08113993949 ribek@yahoo.com / 085237415511 A.BP.001.09.16.0000328
Dcr karyawan laundry Siap Kerja dan Jujur H.081916255912
A.BP.001.09.16.0000405
Dicari segera pegawai laundry di Ubud Hub.08123874947
A.BP.001.09.16.0000370
A.BP.001.09.16.0000404
Dicari Penjahit/Pengepul utk Kaos Hub Hp.08123678295
A.BP.001.09.16.0000382
Dicari Tkg.Patrun Pnglmn Min.3Th,Hub:081999452377
A.BP.001.09.16.0000356
Urgent Waitress,Waiter&Captain Sent to:np1707@icloud.com or 081337007815 A.BP.001.09.16.0000316
A.BP.001.09.16.0000399
Feather & Find Looking for SPG, Happy,Fun Personality, Trustworthy & Dependable. Good Salary.Call:085737410738, office@FeatherandFind.com
B.BP.004.09.16.0000203
House Keeping ke Sidoi Hotel Jl.Benesari,Kuta T.0361-756522
A.BP.001.09.16.0000391
Htl in Legian Urgently needs sales&marketingexecutive.Send CV:hrd_resort@melastibali.com 755971, 3009990
A.BP.001.09.16.0000257
Job Vacancy Holding Company Spv,Chef,Waiter/ss,Cook Helper Sales&Mkt,Cashier,StockerSPB/ SPG,Qualifications:M/F Able to Work w/Team Fresh Graduates Are Welcome,Good English,Hard Worker & Good Personality Work Exp.for Spv&Chef.Send Email to sridani@greenbowl-indonesia.com / 0361-4723225
A.BP.001.09.16.0000346
Krywn/ti u.Ayam Goreng Min SMA P.Belitung Dps 081237393993
A.BP.001.09.16.0000362
Kuta townhouses looking for driver&admin pajak please send cv derrick@kutatownhouses.com 082144450099 for interview
Dcr sgr Tnga SPG/SPB, Kasir dan Helper, syarat: SMU/SMK, Pria/ Wanita, umur maks. 25th.Lam ke KKB Bali Mart, Jl Kepundung No. 61 A dps atau Email: kkb_jobvacancy@yahoo.com
G.01
Tng Pria utk Warung Makan Buka Pembantu Apartemen Wnt Tinggal Malam ada Mess H.081999418841 B.BP.141.09.16.0000245 Dalam Gj.1,5Jt Dps,08123805181 A.BP.153.09.16.0000411 Tropical Group needs:Acct Staff, Quarzia Boutique in Seminyak Purchasing Staff.Send Cv:cor Looking for Senior SPG.Good p-hrm@tropicalgroupbali.com / Experience,Fluent English. corp-hrd@tropicalgroupbali.com CV to malas@quarzia.it / Ph:0361-775211 ext.101 (0361)736644,Good Salary B.BP.004.09.16.0000227
B.BP.004.09.16.0000165
Receptionist Needed Female 25 -35 Years Requirements: Excellent English,Ability to Organise and Set Schedules. Familiar with Social Media and Able to Operate Computer (Word and Excel).Email CV to: shenoasupatra@yahoo.com
B.BP.004.09.16.0000188
The Griya Villas & Spa Bunutan Butuh Yoga Teacher,Spa Spvsr, Asst Operation Manager CV:info@thegriya.com
A.BP.012.09.16.0000308
B.BP.101.09.16.0000235
Tropical Rest Looking for:Restaurant Mgr/Spv.Sous Chef,Receptionist,Waiter/ss,Cook.Send CV: corp-hrm@tropicalgroupbali.com/ corp-hrd@tropicalgroupbali.com Ph:0361-775211 ext.101 B.BP.101.09.16.0000234
Urg required FO for Villa @Petitenget T:4739659 B.BP.004.09.16.0000224
Urgent Staff Garment Fresh Graduated Komputer081338278481 A.BP.001.09.16.0000281
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Terios TX MT Adventure’2012 MITSUBISHI Djl Pajero Dakar 2013 KM 20rb Silver Pribadi Hp.087862977999 A.BP.001.09.16.0000381 PutihMulus 385Jt H:08179743799 B.BP.820.09.16.0000221 SUZUKI
Ertiga GX Th’2013 Silver Tgn 1 Asli Bali 085333124554 A.BP.001.09.16.0000359
Grand Vitara’08 JLX 2.0 Hitam A/T AsBali trwat H.08123927007 A.BP.001.09.16.0000325 DAIHATSU
Ayla X’15 Putih 103Jt+Brio’14 Htm 119Jt TT/Krd,087860856999 B.BP.141.09.16.0000239
Xenia Li+’10Htm AsDK VR17+TV3 BanBr2 Miror+Sensor08123964757
HONDA
Jazz RS Th’13 Hitam Matic DK 185Jt Nego H.081805307706 B.BP.141.09.16.0000243
Jazz IDSi’2006 AsBali Manual Htm 103Jt Brg Prbd085100856999 B.BP.141.09.16.0000240 ISUZU
Jual Isuzu Panther’95 Hub:0811392551 A.BP.001.09.16.0000338 TOYOTA
Agya TRD S Th’2014 Tgn 1 Hitam Asli Bali 08123605780
A.BP.001.09.16.0000410
SALON
DIJUAL MOBIL
A.BP.001.09.16.0000358
SERVICE
Inova V’05 manual bensin plat DK,Tkd Balian 16 Renon,238153
A.BP.001.09.16.0000389
DICARI MOTOR * 081248789760 * Beli Motor Bks Sgl Merk,Djmput
Jual Rumah LT.9,27Are Lokasi RUPA-RUPA MOTOR Pantai Saba,Hub.Pemilik Ducati Diavel 2013 Black,Full Rizoma Mls,085953937000,Murah 082144181122/081999930611 A.BP.001.09.16.0000322
A.BP.001.09.16.0000293
KOST Kost Elite Sanur Lt.6A Room 30 Hub:08179771537/085100113104
Rumah Jl.Anyelir(Pusat Kota Dps) 4KT,2KM,Grs,085953937000murh
A.BP.001.09.16.0000388
A.BP.001.09.16.0000408
B.BP.164.09.16.0000237
Dijual Sebidang Tanah Min ± 2 Are di Jalan Pantai Starlight Lovina Bali Hub.0811396755
Jual Tanah 1,5Are Lok Jln.Subak Dalem XXIII BUC Nego Hp:087860923939
A.BP.001.09.16.0000240
A.BP.001.09.16.0000385
A.BP.001.09.16.0000374
A.BP.169.09.16.0000313
DISEWAKAN TEMPAT Disewakan Tempat Usaha Cocok Untuk Toko,Restaurant,Spa Atau Dll,Di Jalan Raya Lovina Singaraja Lovina Hub.087860901559
Jl Tnh 224m2 Hrg 475Jt/AreNego Tnh 1Are Pnggr Jl Raya Sibang Lok Muding Krb Hb.081238762722 DIJUAL RUKO dkt Jembatan 081237070478 BUC DIJUAL RUMAH A.BP.001.09.16.0000365 A.BP.001.09.16.0000239 A.BP.001.09.16.0000397 A.BP.001.09.16.0000321 Ruko Baru 2Lt Daerah Sesetan Tanah 11 Are di Werdi Buana 50Jt Cash Back Rumah siap huni A.BP.001.09.16.0000402 !!!Karma Kandara Sinaran Surga KONTRAKTOR @1M Hub:08123983100 Mengwi Hub: 08170081688 DISEWAKAN RUMAH di Gubug Tabanan 081337380202 A.BP.001.09.16.0000394 10A dkt laut view 081338977777 DIJUAL MOTOR A.BP.001.09.16.0000368 Borong Rumah Jadi,Bahan Plus A.BP.001.09.16.0000398 Dktrk Rmh Jl.P Serangan I SangA.BP.001.09.16.0000269 Tn8A PuriGading Jmbr Strgs cck Djl Rmh 2A Bumi Santi Bjr MenUpah Hp/WA:0811301502 HONDA DIJUAL TANAH lah 45Jt Perth Hub.08123873650 BUC Tanah 2,16Are Jln.Pidada II Villa/Rmh 350jt/A,087862392060 B.BP.817.08.16.0001232 Honda CBR 150 CBU Hitam’2012 guntur Btbln 800Jt 085792762397 Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & A.BP.001.09.16.0000378 A.BP.001.09.16.0000400 Ubung Dps 700jt/A,08155741999 A.BP.001.09.16.0000357 95 Jt/A Bs Kredit 087862450004 Fulvar Ninja Mono ABS Merah’14 Rmh 4KTdr,3Kdi,Lantai2,Jl.Tkd. A.BP.001.09.16.0000383 Tnh Nempil 250Jt/A Jl.Besakih KURSUS Djl Rmh PuriGading LT.84m2 SHM A.BP.001.09.16.0000302 Fulvar,Jl.Jayagiri XI/11 Renon Badung 20/Bln 4Jt H08123991174 Pmogan08123871809/081337569788 Jl Tnh 10A Jln Utama Tegal LB51m2 Minimalis H.695jt nego Les Inggris Percakapan Private Jual Rugi 1-2A Sempidi Tegeha A.BP.001.09.16.0000390 A.BP.001.09.16.0000248 A.BP.801.09.16.0000372 Hub: 08113864130 Group Zoe 08129213241 Jl5m Pav 350JtNgo,081337332121 Cupek Umalas BUC 081236830088 Rmh Jl.Ry.Sempidi Gg.Ilalang YAMAHA A.BP.001.09.16.0000375 DISEWAKAN TOKO A.BP.001.09.16.0000303 A.BP.001.09.16.0000345 A.BP.001.09.16.0000287 II/25,3KT,2KM,Dpr,R.Kel, Ruang Yamaha Soul GT 125’2016 ssmsat Griyaloka Tabanan,Pasti Untung Jl Tnh 131m2 Lok Sltn SMPN7 Kav Mrh Mulai 1A Sading,Abian Surin Snart English/Bimbel Jl Dikontr Wr Luas 8x4 mtr Jl Beribulan 4,KM4rb lbh,081239333606 Super Murah / BUC 081932236003 Tamu,Teras,Grs H.082144397676 base,Canggu,Munggu087860432230 M.Maning Dps 081236830088 ngkit Gulingan H 087861632375 T.Banyupoh28 Panjer08123873650 A.BP.001.09.16.0000386
B.BP.004.09.16.0000195
RUPA-RUPA
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
A.BP.001.09.16.0000379
18
REKREASI
Minggu Wage, 11 September 2016
Pertanyaan Mendatar
1
2
9
Kunjungan Dominan Turis Eropa
5
6
7
10
11 14
12
13
15
16
17
18 19
20
21
22
24
23
25
26 28
31
29
27
30
32
33
34 35
36
KUPON TTS No.263 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 263 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 17 September 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 25 September 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 261 Mendatar 1. Portal 5. Apotek 8. Alias 9. Kantin 11. Registrasi 13. sampur 15. Rungu 18. Baa 20. Panda 21. Ketekok 23. Rapsodi 24. Etnal (Lante) 26. KKN
Objek Wisata Pura Kehen
4
8
Menurun
1. Penumpang kapal atau pesawat terbang 2. Janin 3. Susah atau rasa terhalang melakukan sesuatu 4. Suhu tubuh melebihi normal 5. Sawah (Bali) 6. Sri langka 7. Tidak menentukan sikap 11. Siap siaga 12. Kakek (Cina) 13. Deretan orang/barang yang menunggu giliran untuk dilayani 15. Air suci 17. Kumpulan lagu-lagu dalam satu rekaman kaset/CD 21. Ikan yang kerap dibudidayakan 23. Nama lain Drupadi 25. Ibu 27. Kata ganti orang kedua tunggal 29. Pohon kelapa 30. Khayalan 32. Dewi padi
3
SPT2016
1. Perang pena 4. Berkelakuan buruk atau jahat 8. Tenteram dan damai di hati (Jawa) 9. Congkak 10. Surat Muatan 11. Garis besar atau denah 14. Istana Olahraga 16. Dibalik : Berada dalam kesadaran/ akal budi 18. Lambung 19. Nafas (Bali) 20. Tarian pergaulan yang berasal dari Kuba 22. Sajak lirik yang berisi pujian terhadap seseorang 24. Pesan atau perintah 26. Penyakit kekurangan butir-butir darah merah 28. Udara yang bergerak 31. Pendidikan 33. Bahan-bahan untuk persajian atau banten (Bali) 34. Bagian antara dua buku yang berdekatan 35. Dibalik : Batang menjalar yang terdapat di dalam tanah 36. Bisikan hati
TTS Bali Post
28. Ambar 30. Denada 33. Kolesterol 36. Keladi 38. Ngung 39. Indung 40. Uar-uar
Menurun 1. Poor 2. Telinga 3. Laut 4. Kirana 5. Askis (Siksa) 6. THT 7. Kontraktor
10. NEM 12. Elu 14. Antena 16. NPWP 17. Untold 18. Badik 19. Aksen 22. Kolb (Blok) 25. Amtenar 27. Kultus 29. Ayo 31. Ana 32. Aking 34. Sagu 35. Luer 37. Led
Pemenang TTS No. 261 1. Ayu K. D. Jl. Raya Sesetan No. 247, Denpasar Selatan (80223) 2. Ni Kadek Tari Br. Apuan Kelod, Susut, Kab. Bangli (80515) 3. I Made Sudarma Yadnya Kantor BMKG Wilayah III Denpasar, Jl. Raya Tuban,Kab. Badung (80362) 4. Ni Luh Wati Jl. Waribang Gg. Gunung Bekul No. XX, Denpasar 5. Putu Agus Wijaya Br. Bringkit, Desa Kaba-kaba, Kediri, Kab. Tabanan 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : I Komang Sukra Winaya Alamat : Jl. Tukad Petanu Gg. Murai 7 Kertasari, Sidakarya, Denpasar (80119)
PURA Kehen, Bangli dikenal sebagai peninggalan zaman kerajaan. Pura ini dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata oleh Pemkab Bangli. Lalu, di tengah banyaknya wisata spiritual di Bali, bagaimanakah kunjungan ke pura yang berlokasi di Kelurahan Cempaga belakangan ini? Pura Kehen menjadi salah satu warisan leluhur yang sangat dibanggakan masyarakat Bangli. Pura yang berada di kaki Bukit Bangli ini tampak megah saat dipandang dari jalan raya. Gapura berbahan batu padas nampak menjulang tinggi berhiaskan ukiran rumit. Tak hanya itu, pancaran nuansa klasik terasa masih sangat kental. Jalan masuk yang berundag, juga diapit dengan patung gajah yang berukuran besar. Hampir sama dengan aslinya. Ada pula patung mirip tokoh pewayangan yang seolah-olah turut menjaga keindahan pura itu. Suasana sejuk alam pegunungan sangat terasa di Pura ini. Di halaman Madya Mandala juga tumbuh pohon beringin besar yang konon sudah berumur ratusan tahun. Tak ada yang berani menebang pohon secara sembarangan.
Maklum karena itu disakralkan. Pemanfaatannya hanya diizinkan untuk keperluan upacara yadnya. Keindahan yang ditawarkan tak hanya itu. Dari madya mandala juga terlihat indahnya pesona Kota Bangli yang masih asri dengan hijaunya pepohonan. Setelah ditelusuri, bangunan di utama mandala juga tak kalah megahnya. Sejumlah meru berjajar, berbalut ukiran berisi sentuhan cat prada. Mata menjadi tak ingin berhenti memandang. Berkat potensi yang dimiliki itu, pura yang masuk sebagai cagar budaya ini dijadikan salah satu objek wisata oleh pemkab. Pengelola objek wisata setempat, I Ketut Arta, menuturkan daya tarik yang dimiliki Pura Kehen memang mampu menghipnotis wisatawan mencanegara untuk berkunjung. Dominan berasal dari Eropa. Di tengah banyaknya
objek wisata yang menawarkan pura sebagai salah satu tujuan, tak mengakibatkan pura yang sudah masuk sebagai cagar budaya ini kehilangan taring. “Kunjungan masih tetap ada. Meski banyak ada objek wisata serupa, itu tidak mempengaruhi. Yang dicari wisatawan adalah keunikannya,” jelasnya belum lama ini. Pengunjung yang datang, kata dia biasanya terlebih dahulu berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran yang jaraknya tidak begitu jauh. Pada musim liburan, jumlah kunjungan mencapai ratusan orang per hari. Daya tarik pura ini ada pada bentuk bangunannya yang masih kental akan ukiran khas Balinya. Selain itu, pura ini juga memiliki sejarah tersendiri untuk Kabupaten Bangli. “Ini kan pura tua, itu yang menjadi salah satu daya tarik,” imbuhnya. (sos)
BPM/sos
PURA KEHEN - Suasana Pura Kehen yang dijadikan objek wisata oleh Pemkab Bangli, menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini.
PANTAI KEROBOKAN - Pesona keindahan alam Pantai Kerobokan Kecamatan Sawan. Penataan optimal ke depan berpeluang meningkatkan kunjungan wisatawan.
Miliki Hamparan Alami, Pantai Kerobokan Menjadi Primadona Memilik hamparan yang alami, dijadikan sebagai suatu keunggulan untuk berwisata ke pesisir. Dan itu pula dimiliki masyarakat Desa Kerobokan Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Hamparan alami pantai ini menjadi primadona untuk dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Ramainya kunjungan tersebut diharapkan ditopang dengan penataan, khususnya dalam menjaga kebersihan pantai. Sehingga secara ekonomis, ke depannya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa setempat. Harapan itu sejatinya tidaklah muluk-muluk, karena pantai ini juga menjadi piliham kunjungan alternatif berlibur, khususnya dalam melepaskan lelah setelah beraktivitas. Tak pelak, mereka yang berwisata ke sana, tidak hanya wisatawan lokal. Namun, tamu asing juga sudah tampak ke sana, untuk melihat panorama Pantai Kerobokan. Menurut Kepala Desa Kerobokan, Putu Wisnu Wardana, penting dilakukan penataan menuju areal pantai ini. Ia menaruh harapan wisatawan lebih mudah menjumpai pantai dengan melihat petunjuk arah atau plang nama tersedia. Selain itu, mulai dibangun open stage yang diharapkan dapat memberi ruang pementasan seni budaya apabila memiliki hajatan. “Jadi agenda terdekat kami mulai menggarap open stage pementasan seni budaya. Diharapkan open stage tersebut bermanfaat sebagai ruang hiburan bila terdapat suatu acara,”
ujarnya dikonfirmasi, beberapa waktu yang lalu. Pihaknya menjelaskan, pada anggaran perubahan 2016 berdasarkan pengajuan ke pemerintah kabupaten tahun 2016. Anggaran perubahan diperkirakan mendapat bantuan Rp 200 juta untuk pembangunan jalan melingkar. Bilamana terdapat keramaian membludak diharapkan mampu mengurai kemacetan setempat. “Kami ajukan bantuan dana ke kabupaten dan selanjutnya sudah berkoordinasi ke desa dinas dan desa adat. Anggaran diperuntukan untuk penataan supaya objek wisata unggulan. Kabarnya anggaran telah mendapat veri-
fikasi dan hanya menunggu persetujuan dari perubahan anggaran di kabupaten,” jelasnya. Ia belum mengetahui persis kapan anggaran turun. Namun, tersiar informasi anggaran penataan di Pantai Kerobokan diperkirakan turun Oktober 2016. Sembari menunggu anggaran, masyarakat terus melakukan penataan dengan meningkatkan kebersihan, termasuk memperindang taman yang ada. “Kami berencana membuat delapan sampai sepuluh kios kuliner dan penataan irigasi. Saat ini pendapatan dari retribusi parkir pengunjung dikelola desa pakraman,” paparnya. (kmb34)
19
Minggu Wage, 11 September 2016
Segera Kirim Surat Dari Hal. 1
“Kami LSM di Bali dan Jakarta serta Desa Adat akan mengirim surat pengaduan tersebut. Kami melihat bahwa Polda Bali diduga melabrak mekanisme due proces of law and fair trial,” tegasnya. Pelanggaran mekanisme itu yakni pertama, pemanggilan yang tidak patut. Surat panggilan tersangka diatur dalam pasal 112 ayat (1) KUHAP. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa penyidik yang melakukan pemeriksaan, dengan menyebutkan alasan pemanggilan secara jelas, berwenang memanggil tersangka dan saksi yang dianggap perlu untuk diperiksa dengan surat panggilan yang sah dengan memerhatikan tenggang waktu yang wajar antara diterimanya panggilan dan hari seorang itu diharuskan memenuhi panggilan tersebut. Dalam penjelasan pasal 112 ayat (1) KUHAP dijelaskan bahwa surat panggilan yang sah adalah surat panggilan yang ditandatangani oleh pejabat penyidik yang berwenang. Kedua, lanjut Suardana, untuk menetapkan tersangka, pihak penyidik harus menerbitkan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP)sebagai pemberitahuan kepada jaksa, kemudian dilanjutkan proses penyidikan untuk memperoleh nama-nama yang dijadikan tersangka. “Silakan lihat Keputusan Jaksa Agung RI No. 518/A/J.A/11/2001 tang-
gal 1 November 2001 tentang Perubahan Keputusan Jaksa Agung RI No. 132/JA/11/1994 tentang Administrasi Perkara Tindak Pidana. Setelah itu, penyidik memanggil tersangka serta saksi-saksi untuk diperiksa,” ungkapnya. Ketiga, berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Dharmawijaya, apakah menurunkan bendera kemudian menaikkannya kembali merupakan penghinaan pada Bendera Merah Putih? Atas dasar itulah, pihaknya minta Kapolda agar segera mengeluarkan SP3 terhadap kasus itu. Selain itu, pihaknya berharap Kapolda bersikap imparsial dalam menangani kasus tersebut, serta tidak terpengaruh oleh desakan pihak-pihak yang ingin mengkriminalisasi para aktivis lingkungan hidup yang sedang berjuang menyelamatkan lingkungan hidup. Selanjutnya menginstruksikan kepada jajarannya seluruh Bali untuk menghentikan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan yang dilakukan secara sistematis, serta harus memastikan dan menjamin rehabilitasi para korban yang terhadapnya telah dilakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan penyitaan. Selain itu, Kapolda juga diminta menginstruksikan agar seluruh aparat kepolisian yang berada di wilayahnya mematuhi Peraturan Kapolri No. 8 tahun 2009 (Standar HAM Kepolisian) dan peraturan
Piodalan Dari Hal. 1
Hanya, waktu itu pementasannya pada saat akan digelar upacara piodalan di Pura Pemaksan Desa Tejakula dan memenuhi undangan pementasan di pura-pura besar di Bali. Pura di luar Buleleng yang menjadi langganan dan harus mementaskan kesenian wayang wong adalah Pura Dangka Ratu Gede Sambangan, Pura Khayangan Dangsil, dan Pura Beji. “Itu beberapa pura yang selalu mementaskan wayang wong, ketika akan menggelar piodalan dan kami sebagai penari tidak pernah menolak karena sifatnya pementasan untuk alam niskala, dan kami tulus ngayah untuk pentas,” tegasnya. Dalam perjalanannya, kesenian wayang wong mulai pentas di luar kepentingan ritual di pura. Menurut Gede Komang, bagi penari dan penabuhnya pentas dalam artian bukan untuk kepentingan niskala adalah satu kesempatan untuk melestarikan dan memperkenalkan kepada publik terhadap kesenian wayang wong. Sehingga sekitar tahun 1970-an, akhirnya dibentuk sanggar seni Wayang Wong Teja Murti Tejakula. Sanggar ini terdiri dari 30 orang penari dan ditambah 15 orang penabuh. Sejak dibentuk, sanggar ini mulai mementaskan tarian wayang wong dalam event lokal seperti Pesta Kesenian
Bali (PKB), maupun event promosi pariwisata yang dilakukan pemerintah daerah di luar daerah. “Ini sebagai pengembangan dan bagi saya kalau lebih sering dipentaskan, kesenian ini akan lebih banyak dikenal dan otomatis akan bisa dilestarikan,” imbuhnya. Setiap pementasannya, lanjut Gede Komang, wayang wong selalu menampilkan cerita pewayangan tersohor yakni Ramayana, pementasannya terkadang mengambil satu episode saja dengan durasi 2,5 jam . Bagaimana dengan ketertarikan generasi penerus untuk mempelajari tarian wayang wong, kata Gede Komang, tarian sakral ini secara otomatis sudah memiliki penerus. Hal ini dibuktikan dengan anak atau cucu dari penari dan penabuh wayang wong yang tertarik untuk meneruskan kesenian yang menjadi warisan leluhurnya. Hal ini juga dikuatkan dengan adanya kepercayaan di kalangan warga kalau seseorang mencoba tidak mau meneruskan kesenian ini, maka bisa saja hidupnya akan tidak bahagia seperti mengalami sakit. “Karena ini menjadi kesenian sakral dan sifatnya turun-temurun. Jadi, penerus itu pasti ada dan sekarang saja sudah ada anak-anak atau cucu-cucu dan keponakan kami yang ikut menari atau menabuh,” jelasnya. (mud)
Alami Degradasi Dari Hal. 1
Sebagai dampaknya adalah bahwa pembangunan pariwisata yang berlandaskan budaya Bali (pariwisata budaya) tidak dimungkiri mengalami degradasi menuju ke budaya pariwisata, yaitu lebih mengedapankan kepada tuntutan budaya global yang cenderung mengubah sifat kearifan budaya lokal. Sebagai contoh nyata yang tampak saat ini di Bali adalah bermunculan karya seni kontemporer (seni pertunjukan), seni patung ala luar negeri dan lain-lain yang membuat semakin terpinggirkannya kesenian tradisional Bali. Itu semua merupakan tantangan dalam upaya menjaga kesinambungan budaya sekaligus kesinambungan pariwisata Bali. Yang menarik adalah seni pertunjukan wayang wong sebagai salah satu warisan kesenian tradisional yang disakralkan di Bali, beberadaannya sangat langka dan dapat dihitung dengan jari. Dua sentra wayang wong yang masih eksis di Bali sampai saat ini adalah Wayang Wong Desa Tejakula, Buleleng dan Wayang Wong Desa Telepud, Tegallalang, Gianyar. Kedua bentuk kesenian ini sudah sering menjadi misi kesenian Bali ke luar negeri. Oleh karena disakralkan, maka ketika pentas di luar negeri yang ditampilkan adalah duplikatnya. Diyakini bahwa wayang wong di kedua desa tersebut tetap eksis dan berkelanjutan karena keberadaannya dibutuhkan untuk upacara keagamaan di kedua desa tersebut. Artinya sepanjang Agama Hindu eksis di Bali, wayang wong
dikedua desa tersebut tetap hidup walaupun zaman telah berubah. Di Tekakula, Buleleng, wayang wong disakralkan dan dipuja di Pura pemaksan dan dipentaskan untuk melengkapi upacara piodalan di pura tersebut. Yang menarik keanggotaan sekaanya yaitu selain berasal dari Tejakula juga berasal dari mereka yang sembuh berobat dengan mohon doa di pura tempat wayang wong tersebut disungsung. Mereka berkaul bila sembuh, mereka akan ikut sebagai sekaa penari wayang wong. Saat ini, jumlah anggota sekaanya 70 orang. Karena dibutuhkan untuk upacara keagamaan, anggota sekaanya selalu diregenerasi secara turuntemurun. Lebih meyakinkan tetap eksis adalah setiap ada event besar Pesta Kesenian Bali, wayang wong Tejakula selalu diberi ruang dan waktu untuk dipergelarkan. Sama halnya dengan di Desa Tejakula, wayang wong di Desa Telepud juga selalu dipergelarkan setiap ada upacara keagamaan di pura di tempat wayang wong tersebut di-sungsung. Demikian pula tentang keanggotaan sekaanya tetap diadakan regenerasi, sehingga tetap eksis berkesinambungan. Ketika ada Pesta Kesenian Bali, melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, wayang wong Desa Telepud diikutsertakan pentas sebagai duta Kabupaten Gianyar. Yang menarik di Telepud adalah kini penarinya dari kalangan muda. Penulis adalah budayawan yang juga Kaprodi MAP Unwar
perundang-undangan lainnya yang menjamin perlindungan, pemenuhan dan penghormatan HAM dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya. “Kami juga minta Kapolda Bali agar memastikan terjaganya keamanan, perlindungan, penghormatan dan HAM setiap warga masyarakat yang ada di wilayah Bali. Selain itu, memastikan berlangsungnya proses hukum yang sejalan dengan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM. Semua proses harus dilakukan sesuai tuntutan terhadap kinerja polisi yang profesional dalam melindungi dan melayani warga, bukan dalam rangka kepentingan birokrat apalagi pengusaha pendukung reklamasi Teluk Benoa,” tandas Ketua Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia (LABHI) Bali ini. Apakah ada rencana mempraperadilan Kapolda? “Nanti kita kaji dan sedang dirapatkan oleh tim. Kita ingin mental pejabat negara agar lebih humanisme dalam penegakan hukum,” ucapnya. Terkait pasal yang disangkakan kepada Dharmawijaya, menurut Suardana, semua perbuatan itu (terkait lambang negara) sandarannya niat dan maksud merendahkan dan menghina. Sepanjang tidak ada maksud dan niat sesuai undang-undang itu sebenarnya tidak bisa dipidana. Terkait penyidikan kasus Dharmawijaya, pihaknya masih menunggu langkah penyidik Polda selanjutnya. (rah)
Penari Tertua Dari Hal. 1
Salah satu penari tertua dari Sekaa Wayang Wong di Selumbung itu, yakni Wayan Nurasih (65). Pria petani berbadan kurus dan kecil itu mengaku sejak muda dirinya sudah ngaturang ayah menari wayang wong. Dia kerap tampil sebagai Sangut. Selain di Selumbung, wayang wong juga ada di Desa Ban, serta di Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem Wayan Purna beberapa hari lalu menyampaikan, pihaknya berupaya memprogramkan revitalisasi sekaa wayang wong itu. Seperti di Desa Ban, wayang wong penarinya tinggal beberapa orang. ‘’Itu perlu direvitalisasi, dengan melatih kader penari penerusnya,’’ katanya. Sekaa wayang wong juga pernah ada di Banjar Gede, Desa Subagan. Namun seingat tokoh masyarakat banjar setempat IGM Tusan, sekaa wayang wong itu hanya bertahan sampai sekitar Gunung Agung meletus (tahun 1963). Kini, sulit juga diteruskan atau direvitalisasi, karena sudah tak diketahui di mana tapelnya. Masih Eksis Di Bangli kita mengenal seniman wayang wong asal Desa Sulahan Kecamatan
Susut, yakni I Dewa Gede Bakti. Dia menjelaskan sesuai klasifikasinya, wayang wong termasuk dalam genre tari bebali (semi-sakral). Wayang wong biasanya dipentaskan di pura saat dilaksanakan upacara keagamaan. Berdasarkan lakonnya, wayang wong dibedakan menjadi dua yakni wayang wong Ramayana dan wayang wong parwa. Wayang wong Ramayana adalah pertunjukan wayang wong yang lakonnya diangkat dari epos Ramayana. Sementara wayang wong parwa menceritakan epos Mahabarata. Biasanya, dalam pementasan wayang wong parwa para penarinya tidak menggunakan properti tapel (topeng) sebagaimana pementasan wayang wong Ramayana. Lanjut dijelaskannya, dalam pementasannya para penari wayang wong berdialog menggunakan dua bahasa yakni bahasa Kawi dan bahasa Bali. Bahasa Kawi banyak digunakan oleh penari yang memerankan tokoh utama. Sementara bahasa Bali dipakai oleh penari yang memerankan tokoh sebagai punakawan. “Punakawan ini perannya paling susah. Selain harus menampilkan lelucon dia juga berperan sebagai penerjemah,” jelasnya. Menurut seniman yang menjabat sebagai sekretaris di Dinas Kebudayaan dan
Hidup Bahagia Dari Hal. 1
Namun, bukankah kalau mau berbahagia hidup harus cukup dulu? Atau enggak? Bagaimana dengan kesehatan? Ya kalau mau sehat, makan yang benar, berpikir yang benar, istirahat yang benar dan olahraga yang benar jawabnya. Bagaimana kalau saya menginginkan life style yang lebih wow! Kagak cukup Rp 20 juta mah…heheheh…ya hitung sendiri dah… how much is the price of your dream life. Tapi…kalau saya boleh memperjelas, financial plan-
ning is not about the money sich. It’s about having choices; about freedom. It’s about being able to live life on your terms, not anybody else’s. And that’s more spiritual than just mere economics. Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu yang merayakan dan Selamat Hari Raya Idul Adha 1437 H bagi umat Islam yang merayakan. Salam, www.alexpchandra.com
Pariwisata (Disbudpar) Bangli ini, meski wayang wong sudah ada sejak zaman Raja Waturenggong, namun hingga saat ini kesenian tersebut diakuinya masih eksis. Hal ini terbukti dari masih adanya pementasan wayang wong dalam upacara keagamaan di sejumlah pura di beberapa desa di Bangli. Bahkan, Dewa Bakti meyakini kesenian wayang wong ini akan tetap bertahan, mengingat di beberapa desa, properti berupa tapel yang digunakan dalam pementasan wayang wong merupakan due/sungsungan warga yang harus ditarikan saat pelaksanaan upacara. “Seperti di Desa Sulahan, wayang wong tetap dipentaskan karena tapelnya merupakan sungsungan krama,” terangnya. Namun, Dewa Bakti mengakui bahwa untuk meregenerasi penari wayang wong di beberapa desa saat ini cukup sulit. Biasanya generasi muda saat ini jarang tertarik mempelajari kesenian ini lantaran dirasa sulit untuk mempelajari bahasa Kawi termasuk bahasa Bali. “Syukur-syukur di Desa Sulahan, minat generasi muda untuk menjadi generasi penerus penari wayang wong tetap tinggi, sehingga wayang wong masih bisa eksis hingga saat ini” ujarnya. (bud/ina)
Untuk Wisatawan Dari Hal. 1
Menurutnya, untuk membina generasi muda dilakukan dengan mendorong seniman saat ini untuk meneruskan ilmunya. Sebab, kesenian ini biasanya diturunkan dari generasi ke generasi. Di Tejakula, wayang wong menjadi salah satu tontonan menarik wisatawan lokal dan mancanegara. Kelompok atau pelaku kesenian di Desa Tejakula kemudian membuat topeng wayang wong duplikat bersifat profan. Padahal pentas wayang wong asli membutuhkan waktu lima tahun menghabiskan cerita kanda Ramayana, sedangkan topeng profan hanya sebagian kecil dari alur cerita dipentaskan. Ini dilakukan untuk menjaga nilai kesakralan wayang wong Tejakula. Pentasnya setiap hari Umanis Galungan dan apabila ada upacara besar di Pura Pemaksaan Desa Tejakula. Untuk topeng duplikat boleh dipentaskan dalam bentuk profan mengisi pementasan acara hiburan atau festival,” ujar tokoh masyarakat Desa Tejakula Drs. Gede Komang, M.Si., yang juga penasihat sekaa wayang wong Teja Murti ini, Sabtu (10/9) kemarin. Hal senada diutarakan Prajuru Pura Dangka Tegal Mas Desa Pakraman Tejakula, Nyoman Tangkas, wayang wong asli beberapa waktu lalu tampil
dalam upacara ngambek. Upacara ngambek digelar sebagai simbol pembersihan candi dan gelung kori sebagai upacara mautama. “Di upacara ngambek inilah wayang wong asli ikut dipentaskan. Hanya wayang wong asli berusia ratusan tahun boleh dipentaskan bukan topeng yang profan,” tuturnya. Tokoh masyarakat Tejakula Gede Suarsana menceritakan, tradisi wayang wong tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat Tejakula. Ia rutin berlatih bersama pemain wayang wong lain memantapkan gerak tari dan gamelan. Selain itu, perlu keahlian makekawin, mekidung memakai bahasa Kawi sesuai alur cerita lakon Ramayana. Suarsana sering memainkan peran Sugriwa dalam pentas wayang wong. “Setiap melakukan pentas harus dijiwai penuh. Karena itu, kami rutin berlatih sebelum pentas di pura. Pentas wayang wong menjadi bagian dari melestarikan tradisi di Desa Tejakula,” imbuhnya. Pemain wayang wong dipercaya memiliki karismatik. Mereka seolah-olah mendapat pawisik turun-temurun untuk melestarikan kepada generasi di bawahnya. Jika tidak mematuhi kepercayaan untuk ngiring, konon generasi yang tidak melestarikan dapat mengalami sakit atau kesulitan menghadapi kehidupan ke depannya. (san/dgk)
Merasa Nyaman
Dari Hal. 1
Tito juga mengaku merasa nyaman dengan Syafruddin karena pernah satu kelas saat menempuh pendidikan pada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Hubungan yang sudah terjalin baik itu diharapkan
dapat memperlancar tugas kepemimpinan di tubuh Polri. “Mari bersama-sama membangun Polri dan mengembalikan citra baik polisi di masyarakat,” kata Tito. Kapolri meminta mantan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian itu langsung
bertugas dengan tanggung jawab pertama Syafruddin ikut memimpin dan mengawasi pelaksanaan operasi pengamanan arus mudik dan balik, dari sebelum hingga setelah Idul Adha. “Setelah dilantik hari ini, Wakapolri langsung bisa bekerja,” tutur Tito. (ant/kmb)
balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Wage, 11 September 2016
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Vasudeva Khutumbakam
MUSIK
BPM/ist
Senin Malam, Ebiet G. Ade Hibur Masyarakat Bali
SIAPA yang tidak mengenal Ebiet G. Ade. Pelantun lagu ‘‘Berita kepada Kawan’’ ini, Senin malam (12/9), akan menghibur masyarakat Bali. Dia akan manggung tunggal di panggung terbuka Ardha Candra Denpasar mulai pukul 19.00 wita serangkaian memeriahkan hari raya Galungan dan Kuningan, serta Idul Adha. Aksinya kali ini dirangkaikan dengan pementasan seni fragmen soal kisah cinta Ida Ayu Srimben hingga lahirnya Bung Karno yang disiarkan langsung Bali TV. Masyarakat pun bisa menyaksikan kedua pergelaran seni ini secara gratis. Kepada media, pemilik nama lahir Abid Ghoffar bin Aboe Dja’far itu mengaku ingin sekali ke Bali dan dapat menghibur masyarakat Bali dengan tembangtembang lawasnya. Apalagi di acara nanti juga penuh nuansa nasionalisme tentang lahirnya putra sang fajar Bung Karno. ‘’Saya pernah menyanyi di Museum Bung Karno, kali ini ingin tampil di depan publik Bali,’’ ujarnya. Seniman yang satu ini lebih suka disebut penyair legendaris Indonesia. Ebiet G. Ade, Pria yang lahir di Wanadadi, Banjarnegara, 12 April 1955 ini dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu balada. Ciri khas setiap lagu yang dibawakannya adalah syair yang sarat akan makna. Lagunya tidak melulu bertema cinta, tapi juga bercerita tentang alam, sosial-politik, bencana, religius, romantika keluarga, serta duka derita kaum pinggiran. Lewat lagu yang diciptakannya, ia berusaha menyampaikan pesan dan nilai moral. (sue)
HARI raya Galungan yang senantiasa jatuh pada Budha Kliwon Dungulan yakni setiap 210 hari dirayakan umat Hindu, khususnya di Bali, selalu berlangsung khidmat namun penuh kegembiraan. Ada yang menganggap hari suci ini sebagai hari kemenangan dharma atau kebajikan atas adharma atau kelancungan. Hal itu dikaitkan dengan kata “Galungan“, yang konon berarti menang perang yang dihubungkan dengan kisah Mayadenawa. Ada pula yang berpendapat Galungan sebagai perayaan dan penghormatan terhadap para leluhur yakni mantan manusia yang menjadikan generasi yang merayakannya. Syukur, perbedaan pendapat guna memaknai hari suci tidak membelah umat Hindu Bali dalam berbagai aliran atau sekte. Penjor yang berdiri tegak di depan setiap gerbang rumah, sejak hari Penampahan hingga Penelaan Galungan menjadi bukti bahwa keharmonisan masyarakat tetap terjaga. “Manusia Bali sejak dahulu kala menghargai perbedaan pandangan terhadap berbagai hal di masyarakat. Pancasila sebagai cermin keharmonisan yang digali dari khazanah budaya, nilai dan kepercayaan orang Indonesia oleh Bung Karno, sebenarnya sudah ada di Bali sejak abad ke-10. Pura Kerta Negara Gambur Anglayang di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng adalah bukti nyata. Tempat suci yang dibangun pada tahun 914 Masehi tersebut, di samping memuja Siwa sebagai manifestasi Tuhan, di sana juga ada beberapa palinggih buat menghormati kepercayaan agama lain. Palinggih untuk Ratu Mekah, Ratu Solo, Ratu Pasundan, Ratu Pemelayu, dan Ratu Subandar adalah bangunan suci yang ada di pelataran tengah pura, sebagai wujud bahwa bineka tunggal ika, bukanlah gagasan baru bagi orang Bali. Budayawan yang juga agamawan Emha Ainun Najib alias Cak Nun yang pernah berkunjung ke
sana, sempat mengimbau para pemimpin di Jakarta, agar belajar kebinekaan dan multikulturalisme dari Bali. Jadi, bila ada perbedaan dalam memaknai sebuah hari suci, menurutku, bukan hal yang bisa memecah belah kerukunan masyarakat. Sah-sah saja kalau ada yang menganggap Galungan sebagai hari kemenangan dharma atas adharma, juga tidak salah bila ada yang berpandangan bahwa Galungan adalah hari penghormatan pada para leluhur,“ ulas Rubag. “Memang sangat memalukan bila mengaku diri manusia modern, namun sangat alergi terhadap perbedaan sedangkan para leluhur kita yang hidup seribu tahun silam mampu rukun dalam perbedaan. Kedua pandangan yang terkesan berbeda dalam memaknai Galungan tersebut bila direnungkan secara mendalam merupakan dua opini yang saling melengkapi. Saat ini, kita sering menyaksikan kegaduhan dan konflik di masyarakat, yang tidak jarang berakhir dengan percikan darah dan korban nyawa. Padahal penyebabnya adalah masalah sepele. Setelah kejadian yang sebenarnya tidak diinginkan pihak-pihak yang terlibat, baru muncul penyesalan. Apalagi setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata ada hubungan kekerabatan atau nyama braya di antara mereka, yang tidak sempat dipikirkan saat emosi membakar ubun-ubun. Andai saja tidak semua waktu digunakan untuk memanjakan ego dan kepentingan sendiri, namun disisakan sedikit buat kemaslahatan orang lain, tentu benturan antara masyarakat akan berkurang. Orang enggan menganggap Galungan sebagai kemenangan dharma atas adharma, karena keselamatan dan nyawanya terancam setiap saat akibat ego dan ambisi meledak-ledak dari sesamanya. Padahal dari bibir mereka yang mengaku paham urusan agama sering terlontar ucapan, ‘Vasudeva khutumbakam‘ yang konon berarti, kita semua
brolan BALE BANJAR ARIDUS bersaudara. Bila kemenangan dharma atas adharma ditinjau dari sudut upaya menaklukkan ego dan ambisi sendiri, aku setuju pendapat itu,“ ujar Kadek Wahyudita. “Kalau makna Galungan kita analogikan dengan tujuan pendidikan, kemenangan dharma atas adharma, diandaikan saja sebagai tujuan instruksional umum yang disingkat TIU. Hal yang masih merupakan idealisme atau cita-cita tersebut akan tercapai bila tindakan nyata berupa penghormatan terhadap leluhur sebagai tujuan instruksional khusus atau TIK dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Kenyataannya TIK lebih mendominasi suasana Galungan, di mana fokus perayaan berlangsung di sanggah atau pemerajan yang ada di rumah tua setiap keluarga. Anggota keluarga yang berdomisili jauh, bahkan yang berada di luar pulau, saat Galungan berupaya pulang agar bisa bersembahyang di depan kemulan yakni altar suci untuk pemujaan arwah leluhur. Bahkan tidak jarang mereka juga melakukan persembahyangan di Pura Dadya dan Pura Kawitan, sebagai tempat berstana arwah nenek moyang mereka. Kalau ada anggota keluarga yang belum diaben namun dikubur saat meninggal, maka setelah menghaturkan sesajen di Pura Kahyangan atau Dalem, mereka menghaturkan sesajen yang disebut punjung di atas nisan. Setelah arwah dianggap usai menyantap persembahan dan sesajen
dilebar, anggota keluarga yang duduk mengitari nisan makan bersama sisa persembahan itu,“ tutur Pacet Sudiarsa. “Kalau saja persembahyangan di tempat suci keluarga dihayati secara lebih mendalam, agaknya egoisme dan ambisi untuk mendominasi orang lain akan berkurang. Apalagi ujaran Vasudeva khutumbakam yang berarti kita semua bersaudara, sebenarnya bukan sekadar slogan atau kata-kata bersayap. Mungkin di tingkat sanggah atau pemerajan, cakupan bersaudara masih belum luas, namun di tingkat dadya dan kawitan spektrum kekeluargaan kita sangat luas. Mungkin di Bali hierarki keluarga berdasarkan hubungan darah umumnya kita kenal hanya sampai buyut yakni orang tuanya kakek. Namun di Jawa hierarki tersebut sampai tingkat ke-18. Dimulai dari anak, putu, buyut, canggah, wareng, udhek-udhek, gantung siwur, grogak senthe, debog bosok, galih asem, gropak waton, cendheng, giyeng, cumpeng, ampleng, menyaman, menyamenya, dan trah tumerah. Bila semua istilah ini kita miliki dan camkan dengan baik, apa Vasudeva khutumbakam masih di-
anggap omong kosong? Kukira, kesadaran bahwa kita semua bersaudara akan tumbuh dan niat untuk mencelakai orang lain dengan berbagai cara akan tertunda atau lenyap. Pramasanti yang sering diucapkan saat mengakhiri wacana atau sembahyang, kukira, tidak dibutuhkan lagi, karena atmosfer kedamaian selalu mengitari kehidupan kita. Dalam suasana damai tidak cocok lagi bicara soal menang dan kalah!“ papar Bakti Wiyasa. “Benar, Galungan sebagai hari suci, rasanya kurang cocok dikaitkan dengan cerita Mayadenawa yang melahirkan ungkapan ‘kemenangan dharma atas adharma’. Sebab itu mitos atau fiksi, bukan sejarah karena dalam sejarah Bali tidak ada tokoh atau raja dengan nama itu. Bila Mayadenawa adalah nama untuk menyindir raja Bedulu, Asta Sura Sri Ratna Bumi Banten, agaknya itu terlalu mengadaada. Apalagi ada yang mengatakannya berkepala babi, sehingga disebut Bedahulu. Stigma jelek dilekatkan pada raja Bedahulu, lantaran dia dikalahkan pasukan Majapahit tahun 1343 di bawah komando Gajah Mada. (aridus)