Skip to main content

Edisi 11 mei 2018 | Balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 250 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

JUMAT UMANIS, 11 mei 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

Alasan Rai Mantra Sejak 2014 Tolak Reklamasi Teluk Benoa (3-Habis)

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Koster-Ace Bertekad Perkuat Desa Adat

Urug Campuhan Agung, Langgar Tingkatkan Bantuan, Bangun Wantilan Se-Bali Keyakinan Masyarakat Bali SELAIN akan mengubah bentang alam secara signifikan yang akan berdampak pada keseimbangan ekosistem dan biota, dari aspek sosial budaya, reklamasi Teluk Benoa bertabrakan dengan keyakinan masyarakat Bali yang menempatkan kawasan Teluk Benoa sebagai kawasan suci. ‘’Pasalnya, teluk tersebut merupakan campuhan agung (muara besar) dari lima alur sungai yang kerap disebut sebagai Pandawa Lima. Kawasan ini merupakan kawasan penting dalam upacara Segara Kertih untuk menjaga keseimbangan alam,’’ ujar calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Rai Mantra), di Denpasar, Kamis (10/5) kemarin. Itulah satu dari beberapa alasan kenapa Rai Mantra menolak rencana reklamasi Teluk Benoa sedari awal proyek pengurukan seluas 700 hektar itu dicanangkan. Alasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting yang termaktub dalam surat kepada Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir

dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan nomor surat 500/2478/Ek tertanggal 4 Juli 2014. ‘’Atas pertimbangan tersebut, masyarakat Bali menolaknya. Sebagai wali kota pada saat itu juga kami menyampaikannya kepada pemerintah pusat melalui tata cara dan saluran

birokrasi yang ada,’’ ucap Rai Mantra yang kini berpasangan dengan Cawagub I Ketut Sudikerta. Rai Mantra menegaskan, pertimbangan keyakinan sama pentingnya dengan pertimbangan-pertimbangan lain yang ia sampaikan sebelumnya. Hal. 15 Aspek Legalitas

CALON Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster, Rabu (9/5) menggelar kampanye bersama pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung nomor urut 1, Cokorda Bagus Oka-I Ketut Mandia (BAGIA). Simakrama pasangan satu jalur ini digelar di sejumlah desa di Kabupaten Klungkung. Salah satunya di Desa Pakraman Tusan, Kecamatan Banjarangkan. Salah satu kebijakan yang digadang-gadang pasangan Koster-Ace adalah memperkuat kedudukan dan fungsi desa adat. Di hadapan sekitar seribu warga, Koster berkomitmen memperkuat kedudukan desa adat di Bali. Langkah awal yang akan dilakukannya adalah merevisi Perda tentang Desa Pakraman. Ia ingin desa pakraman yang nantinya akan diubah menjadi desa adat memiliki peran vital dalam membangun karakter, jati diri dan integritas moral orang Bali sejak dini. Desa adat nantinya berperan menempa warganya. Untuk itu, desa adat akan menjalankan empat fungsi utama. yakni pertama, menjalankan fugsi parahyangan, pawongan dan palemahan dengan awig-awig

dan pararem-nya. Kedua, melaksanakan fungsi pendidikan berbasis agama Hindu seperti PAUD dan TK. Ketiga, menjalankan pelestarian adat, budaya, seni tradisi dan kearifan lokal. Keempat, membangun perekonomian kerakyatan. ‘’Soal penganggaran, sepenuhnya menjadi tanggung

jawab Provinsi Bali,’’ kata Koster di Wantilan Desa Adat Tusan. Untuk melaksanakan hal itu, maka wantilan desa adat harus bagus dan memadai. Koster akan melakukan pendataan terhadap wantilan milik desa adat se-Bali. ‘’Semua desa adat harus punya wantilan yang bagus. Yang

sudah punya dan bagus ya… tinggal jalankan saja programnya. Yang sudah punya tapi kecil dan ingin membangun yang lebih besar, ayo kita bangun. Yang sudah rusak, mari kita renovasi menjadi bagus dan representatif,’’ tegas dia. Hal. 15 Kepentingan Adat

36 Jam Mencekam di Mako Brimob

Kerusuhan yang berlanjut penyanderaan di Mako Brimob, Kelapa Dua, berlangsung selama 36 jam. Penyanderaan baru berakhir Kamis (10/5) dini hari pukul 02.30 WIB. Bripka Iwan Sarjana yang disandera napi teroris berhasil dibebaskan. Belum diperoleh keterangan kondisi kesehatan Bripka Iwan Sarjana pascadibebaskan, termasuk tempatnya dirawat. Dalam insiden kerusuhan yang terjadi sejak Selasa (8/5) malam pukul 23.20 WIB, lima anggota Densus 88 gugur. Sementara napi teroris yang tewas satu orang. Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin menyatakan operasi penanggulangan penyanderaan yang dilakukan narapidana teroris di Rumah Tahanan Cabang Salemba Kelapa Dua Depok, Jawa Barat selesai selama 36 jam. ‘’Operasi penanggulangan berlangsung 36 jam selesai pada Kamis pukul 07.15 WIB,’’ kata Syafruddin, Kamis pagi kemarin. Syafruddin mengungkapan, narapidana teroris sebanyak 156 orang terlibat menyanderaan terhadap sembilan anggota Polri. Dari sembilan anggota

Polri yang menjadi korban penyanderaan itu, lima anggota gugur dan empat anggota mengalami luka. Diungkapan Syafruddin, operasi penanggulangan penyanderaan itu tidak memakan korban tewas dari pihak narapidana teroris. Operasi penanggulangan tersebut tidak terjadi negosiasi, kesepakatan maupun tawar-menawar antara petugas kepolisian dengan kelompok penyandera. Syafruddin memimpin langsung operasi tersebut dengan melibatkan seluruh personel dari jajaran Polri. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan sebanyak 155 tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat telah menyerahkan diri

ke pihak kepolisian. ‘’Di lokasi ada 156 tahanan. Satu tewas dan 155 yang akhirnya menyerahkan diri,’’ kata Wiranto dalam jumpa pers di Mako Brimob Kelapa Dua, Kamis pagi kemarin. Mantan Panglima TNI itu menjelaskan, pada Kamis menjelang fajar, pihak kepolisian menyerbu lokasi tahanan berkumpul. ‘’Dalam penyerbuan itu, baru 145 tahanan yang menyerahkan diri. Kemudian 10 tahanan teroris itu kembali diserbu aparat, baru kemudian mereka menyerah,’’ jelas Menko Polhukam. Kini 145 napi tersebut sudah tiba di Nusakambangan. Sementara 10 napi masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob. (kmb/ant)

Rampas Senjata Aparat

Jakarta (Bali Post) –

Bali Post/ant

SERAHKAN DIRI - Napi kasus terorisme keluar dari rutan saat menyerahkan diri di Rutan Cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5) kemarin.

Selasa (8/5) malam sekitar pukul 23.20 WIB, awal dari kerusuhan di Mako Brimob. Ketika itu napi teroris menjebol sel Blok C dan B. Setelah berhasil menjebol pintu pengaman, mereka pun merebut senjata aparat dan menyerbu tempat penyimpanan barang bukti. Di antaranya senjata api dan berbagai senjata tajam. Mereka juga menyandera enam anggota polisi dan membunuh lima orang di antaranya. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M. Iqbal di Depok, Kamis (10/5) kemarin, menduga senjata yang digunakan para narapidana terorisme dalam insiden Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat merupakan hasil rampasan dari polisi. ‘’Senjata itu diduga kuat hasil rampasan dari rekan-rekan terbaik kami yang gugur,’’ ujarnya. Mantan Kapolrestabes Surabaya itu juga menduga bahwa sejumlah senjata lainnya diperoleh para narapidana terorisme dari hasil menjebol ruang penyimpanan barang bukti. ‘’Ini akan kami pastikan, bisa saja besok sudah tahu, atau faktanya bisa sampai seminggu baru terlihat,’’ katanya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan saat menyerahkan diri kepada pihak kepolisian pada Kamis pagi, 155 tahanan itu meninggalkan 30 senjata yang kemudian diselidiki polisi. Menurutnya, senjatasenjata itu berupa pistol, benda tajam dan senjata laras panjang. ‘’Kurang lebih ada 30 pucuk. Bukan senjata organik dari kepolisian, tapi senjata sitaan dari aparat keamanan pada saat melaksanakan operasi lawan terorisme sebelumnya,’’ ungkapnya.(ant)

Bali Post/afp

KERUSUHAN - Puluhan senjata api, amunisi, dan perlengkapan antipeluru yang digunakan tahanan selama kerusuhan di Mako Brimob.

Generasi Muda Bicara Pemimpin Bali (2-Habis )

Harus Siap Tagih Janji Kampanye

PASTI banyak janji yang terucap saat kampanye calon pemimpin. Tidak sedikit janji yang sekadar lewat. Artinya hanya terucap saat kampanye, setelah itu dilupakan. Dilupakan oleh pemilihnya maupun oleh yang mengucapkan. Ke depan, tentu itu tak boleh terjadi. Generasi muda akan mencatat dan akan menagih apabila janji itu tak terbukti.

Ketua KPU Kabupaten Buleleng Gede Suardana, S.Pd., M.Si. mengatakan, generasi muda, khususnya pemilih pemula, mempunyai peran strategis dalam menentukan pemimpin. Selain mempunyai kecerdasan secara intelektual, pemilih pemula juga mampu memilah dan mimilih pemimpin dari segi rekam jejak, visi-misi dan program kerja yang ditawarkan. Apalagi, suara pemilih pemula persentasenya sangat tinggi. Oleh karena itu, pemilih pemula sangat diharapkan berperan aktifnya. Ia mengatakan perhelatan pemilihan, baik pilkada maupun pemilu, secara umum membutuhkan tenaga dan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, peran aktif generasi muda harus berkontribusi optimal. Sehingga pemimpin yang dihasilkan berkualitas dan sesuai dengan harapan rakyat. Peran aktif yang dimaksud adalah tidak hanya menjadi pemilih, juga terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan. Seperti ikut menjadi relawan demokrasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) di

daerah dan juga ikut aktif menjadi penyelenggara pemilihan di TPS ataupun di PPS daerah setempat. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pemungutan suara yang berkualitas, akurat, dan akuntabel. Apalagi, anak muda lebih peka di dalam penghitungan suara dan peng-input-an data. Sebab, anak muda sekarang lebih melek dan paham akan teknologi informasi (TI). ‘’Kami di Buleleng sengaja merekrut relawan dari anak muda, bahkan dari pemilih pemula. Kami hanya menyampaikan materi kepada relawan muda tersebut. Selanjutnya mereka yang menyosialisasikannya ke masyarakat, khususnya kepada pemuda lainnya untuk ikut memilih pemimpin. Sehingga cara ini dapat meningkatkan peran serta pemilih pemula,’’ tandas mantan jurnalis ini pada diskusi ‘’Memilih Pemimpin Bali’’, Selasa (8/5). Selain aktif sebagai penyelenggara pemilihan di TPS maupun di PPS, pemilih pemula juga harus aktif di dalam mengawal suara hasil pemilihan. Sehingga suara yang telah dihitung

di daerah benar-benar sampai pada penghitungan terakhir. Setelah ditentukan pemenang dari hasil penghitungan, pemilih pemula juga harus berperan aktif di dalam mengawasi dan mengontrol program kerja dan janji-janji yang diucapkan oleh pemimpin terpilih, serta harus bisa mengkritik apabila janji yang dikampanyekan terdahulu tidak dilaksanakan. ‘’Semakin banyak pemilih pemula terlibat langsung dalam pemilu, maka hasil pemilu yang dihasilkan juga semakin bagus. Apabila janji yang dibuat oleh pemenang tidak ditepati. Anak muda berhak membuat petisi atau aspirasi berupa kritikan terhadap pemimpin tersebut,’’ tandasnya. Perwakilan KMHDI Bali Putu Bagus Asdianta Jaya Winangun berharap pemimpin Bali ke depan harus menjalin sinergi dengan pemuda Bali. Sebab, pemuda merupakan sosok yang kuat, sehingga perlu diberikan kesempatan untuk mendampingi pemimpin Bali di dalam menjalankan pemerintahannya, sekaligus menjadi fasilitator di dalam pemerintahan. (win)

Gede Suardana, S.Pd., M.Si.

Asdianta Jaya Winangun


ah

denpasar

2

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

figur Jujur dan Berilmu

SISWA di Dwijendra dua kali dilepas oleh lembaganya. Pertama di acara pelepasan formal dan kedua pelepasan atau wisuda secara niskala melalui upacara Samawartana. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. mengungkapkan, upacara ini tetap dipertahankan karena Dwijendra adalah perguruan bernuansa agama Hindu dan seni budaya Bali. Segala tatwa, susila dan upacara yang berkaitan dengan tradisi aguron-guron seperti Samawartana diayomi dan dilaksanakan. Lewat Samawartana, guru melepas siswanya atau diwisuda untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Saat itu, giliran gurunya memberikan doa restu kepada siswanya dengan pawintenan Saraswati, simbol penyucian diri, kayika, wacika, dan manacika. Dia mengingatkan, jika tubuh dibersihkan dengan air, maka pikiran hanya bisa disucikan dengan kejujuran jiwa. Terkait dengan hal itu, dia meminta insan Dwijendra menyebarkan kejujuran dan ajaran manyamabraya rahayu kapanggih. Konsep ini menekankan SDM Dwijendra yang jujur dan berilmu. Mereka yang jujur dan berilmu niscaya menjadi insan penyebar perdamaian. Ditegaskan, siapa yang menjalankan kejujuran dan manyamabraya dipastikan menemukan jalan dharma. Dia pun membuka tatwa raksiti raksitah artinya siapa yang membela dharma akan dibela oleh dharma itu sendiri. (sue)

Tradisi ’’Pindapatta’’

Wujud Bakti kepada Bhikkhu Sangha Bali Post/eka

ADA pemandangan yang berbeda di sepanjang Jalan Gunung Agung, Denpasar, Kamis (10/5) kemarin. Puluhan warga berada di pinggir jalan dengan membawa berbagai makanan dan minuman. Bahkan, ada pula yang membawa obat-obatan. Mereka berdiri berjejer tanpa alas kaki di pinggir jalan ke arah Vihara Buddha Sakyamuni (VBSM) mulai pukul 06.00 Wita. Vito Dhammaguna Wijaya menerangkan, warga berjejer di pinggir jalan tersebut bermaksud untuk mempersembahkan makanan pada bhikkhu, yang biasa disebut Pindapatta. Tradisi ini tiap tahun dilaksanakan menjelang perayaan Tri Suci Waisak. Pindapatta itu sendiri merupakan

Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba di Bali Ditargetkan Menurun Denpasar (Bali Post) Survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba oleh Puslitdatin BNN RI tahun 2016 dan 2017, terjadi penurunan prevalensi di tahun 2017 sebesar 0,4 persen. Tahun ini, penyalahgunaan narkoba di Bali ditargetkan terus menurun. Tantangan berat dihadapi BNNP Bali beserta jajarannya karena kualitas SDM mulai dari lingkungan pendidikan baik formal maupun nonformal, tingginya tingkat intelektual dan jenjang pendidikan seseorang, belum menjamin akan terbebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba. ‘’Kejahatan narkoba sudah menembus semua lini, tidak terbatas. Bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan terhadap siapa saja atau burderless. Oleh karena itu, BNNP Bali terus-menerus merangkul dan mengajak semua komponen masyarakat di semua lini untuk bersama-sama memerangi narkoba,’’ kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa saat membuka Workshop ‘’Pengembangan Kapasitas Lingkungan Pendidikan dalam Pelaksanaan Program P4GN’’ yang dilaksanakan Bidang P2M BNNP di Denpasar Timur, Selasa (8/5) lalu. Suastawa mengungkapkan, penggiat antinarkoba di lingkungan pendidikan merupakan output dari pemberdayaan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi pelopor, motivator dan fasilitator dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. ‘’Kami berharap para penggiat antinarkoba ini dapat menurunkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Pulau Bali. Terutama, peserta

tradisi para bhikkhu untuk menerima dana makan dari umat sekitar. Kali ini, kegiatan diikuti empat bhikkhu yakni Bhikkhu Citagutto Mahathera, Bhikkhu Jayadhammo Thera, Bhikkhu Indadharo, Bhikkhu Gunajayo dan seorang samanera. Tanpa alas kaki, para bhikkhu berjalan sekitar 3,3 kilometer menuju vihara. ‘’Selain memberikan kesempatan yang lebih luas kepada umat atau siapa saja yang ingin berdana makan kepada bhikkhu, hal ini juga untuk lebih memperkenalkan tradisi Pindapatta kepada masyarakat luas,’’ jelas Vito Dhammaguna Wijaya yang juga sebagai ketua panitia kegiatan tersebut. Dana makan, minuman dan lainnya yang telah terkumpul,

kata Vito Dhammaguna Wijaya, selain untuk kebutuhan bhikkhu, juga nantinya akan disumbangkan ke tempattempat yang membutuhkan. Seperti panti asuhan maupun warga yang kurang mampu. Menurut Ketua Dayaka Sabha Vihara Buddha Sakyamuni, Oscar NW, kesempatan untuk turut dalam Pindapatta seperti ini menjadi berkah bagi yang melakukannya. ‘’Selain menunjukkan bakti kepada Bhikkhu Sangha, juga berlatih untuk melepas, berdana sesuai kemampuan,’’ ujarnya. Oscar NW menambahkan, Pindapatta merupakan tradisi Buddhis yang telah dilaksanakan sejak zaman kehidupan Buddha Gotama. Saat ini, tradisi tersebut terus

sekarang, tradisi ini menjadi langkah untuk gerak badan dan olahraga karena olahraga khusus seperti orang awam tidak ada. Pindapatta juga merupakan salah satu bentuk meditasi. Sedangkan bagi umat, tradisi Pindapatta merupakan kewajiban yang harus diemban untuk mendukung kehidupan para bhikkhu. Kemudian membiasakan diri untuk berbuat baik dan menjalankan kewajiban atau tugas. ‘’Hal yang paling penting dari kegiatan Pindapatta tersebut tidak semata-mata memberi maupun berdana saja, namun bertujuan untuk mengikis, mengurangi atau memberikan pengertian bahwa sifat kemelekatan itu berbahaya,’’ tegasnya. (eka)

Dugaan Korupsi di Terminal Manuver Gilimanuk

Bendahara Bongkar-bongkaran, Mantan Kadis Berkelit

Denpasar (Bali Post) -

Dua terdakwa kasus dugaan korupsi di Terminal Manuver Gilimanuk, Gusti Ngurah Bagus Putra Riyadi (mantan Kadis Komunikasi dan Informatika) dan Koordinator Terminal Manuver Gilimanuk sekaligus ditunjuk sebagai Pembantu Bendahara Penerima I Nengah Darna, Rabu (9/5) lalu, kembali dihadirkan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Mereka saling bersaksi sekaligus diperiksa sebagai terdakwa.

Bali Post/ist

WORKSHOP - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat bersama peserta workshop yang diselenggarakan Bidang P2M BNNP. workshop di lingkungan pendidikan ini,’’ ujarnya. Selain itu, kata Suastawa, semua stakeholder dari unsur-unsur penentu kebijakan sampai pengajar, dosen, guru dan siswa mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya P4GN sehingga tidak parsial. Itu artinya, masalah narkotika menjadi masalah bangsa, tidak hanya BNN saja. Untuk di BNNP Bali telah diluncurkan kurikulum terintegrasi 26 Juni 2016. Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Bali AKBP I Ketut Suandika

mengatakan, program pencegahan, kewaspadaan diri dan lingkungan agar mampu ditumbuhkan. Caranya dengan membuat regulasi yang mengikat ke dalam lingkungan pendidikan masingmasing, melakukan kegiatan sosialisasi dan kampanye antinarkoba. Selain itu, membentuk satuan tugas antinarkoba dan tidak lupa selalu waspada. ‘’Jangan pernah mencoba narkoba. Saya berharap kepada peserta workshop membuat rencana aksinya ke depan terkait realisasi program P4GN,’’ tegasnya. (bns1)

Ada hal menarik yang dibongkar dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim I Made Sukereni itu. Yakni, Darna selaku bendahara membongkar semua pejabat yang menerima dana retribusi di luar upah pungut (UP). Sebagaimana rincian yang didapat jaksa dan telah dikonfirmasi langsung di dalam persidangan, para penerima duit yang disebut sebagai uang makan itu dari pejabat setingkat kepala dinas dengan rincian Rp 1 juta, Polsek Rp 500 ribu, sekretaris dinas, kepala bidang dan kepala seksi rata-rata mendapatkan bagian Rp 300 ribu. Selain itu, juga ada penerima dari Dinas Pendapatan. Yang menarik, masuknya nama Polsek sebagai daftar penerima duit di sana. Kontan saja hal itu mencengangkan karena saat ini petugas di Satuan Lantas Polresta Denpasar sedang heboh dugaan kasus OTT oleh Divisi Propam Mabes Polri. Kuasa hukum Gusti Bagus Riyadi yang pensiunan polisi berpangkat AKBP, I Made Parwata mengkonfirmasi langsung di persidangan, siapa nama penerima

dana Rp 500 ribu dari Polsek yang disebut dalam daftar penerima itu. Koordinator terminal, Darna, kemudian mengatakan memang dianggarkan Rp 500 ribu untuk Polsek. ‘’Namun, pihak Polsek menolak menerima dana bantuan itu,’’ tandas Darna. Selain itu, walau berkalikali disebut Kadis Kominfo terdakwa Gusti Riyadi menerima Rp 1 juta setiap bulannya, namun dalam persidangan dia membantahnya. Dia mengaku tidak menerima. Tetapi saat disodorkan rincian penerima lengkap dengan paraf, terdakwa Gusti Riyadi berkelit bahwa dia dipaksa anak buahnya. ‘’Beri jawaban yang logis dong. Masa ada kadis dipaksa oleh anak buah. Anda eselon berapa? Pak Darna eselon berapa? Masa mau dipaksa bawahan Saudara,’’ cerca JPU I Made Pasek, saat Gusti Riyadi berkelit soal penerimaan dana Rp 1 juta. Dan, sambung jaksa dalam persidangan, bahwa tercatat Riyadi berkali-kali menerima. Namun, lagi-lagi Riyadi membantahnya dan mengatakan bahwa bagian Rp 1 juta itu tidak dia terima

Andalkan Pemasaran Kipas via ”Online” Kekuatan Desain Jadi Ciri Khas

Bali Post/may

ADA saja yang membeli kipas setiap harinya. Padahal, kipas bukan barang kebutuhan pokok. Namun, fashion yang semakin berkembang juga menuntut wanita semakin bergaya dengan kipas. Tak heran, penjualan kipas Bee

Handycraft mencapai ribuan pieces per bulan. Sore hari di awal Mei, Bali Post sempat berkunjung ke Galeri Bee Handycraft yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Utara, Denpasar. Selain galeri, di sana juga tempat

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Perkecil Ruang Gerak Teroris Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

berlanjut. Di Indonesia, tradisi ini sudah jarang dilaksanakan, hal itu disebabkan banyak faktor yang tidak mendukung pelaksanaan kebiasaan ini. Seperti jumlah bhikkhu yang tidak banyak, juga jumlah umat Bhuddha yang sedikit, dan banyak pula di antaranya yang belum mengerti dan tidak mengenal tata cara tradisi Pindapatta. Sementara itu, Bhikkhu Citagutto Mahathera menjelaskan, pelaksanaan Pindapatta di zaman sekarang bertujuan untuk mengenang dan mengingat kembali bahwa tradisi ini telah ada sejak zaman Sang Buddha. Jadi, bukan merupakan tradisi baru. Bagi para bhikkhu dari zaman dulu hingga

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

menghias stick kipas, packaging serta pembuatan aksesorisnya. Tampak satu orang admin sedang sibuk meng-input data orderan. Satu karyawan lain bertugas membuat desain kipas. Namun, Bee Handycraft sebenarnya memiliki dua tenaga desain dan tiga admin. Desain kipas selalu di-upgrade sesuai perkembangan zaman. Sementara dua karyawan lain tampak sibuk menempel kain perca pada stick kipas. Salah seorang di antaranya tampak sambil menggendong bayinya. Begitulah kondisi industri rumah tangga tersebut. Industri ini selain untuk mencari profit, juga untuk memberdayakan perempuan-perempuan Bali dalam menopang perekonomian keluarga. “Jadi, mereka tidak hanya berdiam diri saja di rumah. Tapi, mereka bisa sambil ngempu (mengasuh bayi-red) juga sekaligus bekerja,” tutur A.A. Ayu Mas Utari Noviyanti, S.H., pemilik Bee Handycraft. Menurut Utari Noviyanti, ada 15 karyawan yang bekerja di tempatnya. Ada yang berstatus karyawan tetap, ada pula karyawan borongan. Karyawan borongan dihitung borongan, sesuai berapa produk yang dihasilkan dalam sehari. Di lokasi berbeda, pemotongan stick dilakukan. Karena membutuhkan mesin untuk memotong, maka dilakukan di tempat yang

jauh dari pemukiman. Kipasnya ada yang terbuat dari kayu, bambu dan kawat. Kipas dari kayu harganya memang lebih tinggi dari kipas lipat yang terbuat dari kawat. Harga kipas kayu mulai dari Rp 50 ribu ke atas bahkan sampai jutaan. Kipas bambu mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu. Sedangkan kipas lipat mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 35 ribu. Tak hanya kipasnya yang unik, kemasannya pun apik dan mewah. Terbuat dari kertas karton dibentuk kotak lengkap dengan cover endeknya. Sedangkan kipas kayu dikemas dengan sarung. Utari Noviyanti menuturkan, setiap hari ada saja pesanan kipas. Orderan bisa datang dari hotel, acara pernikahan, orderan pribadi hingga orderan dadakan. Kipas kayu bisa terjual 600 pcs. per bulan, kipas lipat bahkan bisa tembus 2.500 pcs. “Kalau pesanan dari hotel, biasanya digunakan untuk suvenir bagi tamu hotel,” ungkapnya. Menurut Utari Noviyanti, penjualan yang selalu ramai itu tidak lepas dari pemasaran online yang dilakukannya selama ini. Selain pemasaran melalui website, instagram (IG), facebook (FB), pihaknya juga melakukan pemasaran offline melalui pameran, membuka booth di tempat-tempat tertentu dan melalui reseller-nya yaitu anak-anak kampus. (may)

Bali Post/kmb37

melainkan diberikan orang lain. Beberapa kali terpojok dari ‘’serangan’’ JPU, jaksa di akhir persidangan kembali mengeluarkan jurus jitunya pada terdakwa Riyadi. Yakni, jika tidak menerima dana dari Terminal Manuver, mengapa istrinya mengembalikkan Rp 26 juta dan dititipkan di kejaksaan? Riyadi mengatakan bahwa itu untuk antisipasi jika kasus ini terbukti di persidangan. ‘’Cukup yang mulia,’’ tutup jaksa. Pada kesempatan itu, pihak jaksa juga menyinggung soal UP. Darna selaku Pembantu Kordinator dan Bendahara Terminal Manuver mengaku menerima UP sebesar Rp 25 juta dari Kadis Riyadi. Darna dapat bagian Rp 3 juta, sisanya 1 juta rupiah dibagikan kepada 22 petugas pungut lainnya. Jaksa kembali kaget, karena yang ditandatangani UP itu Rp 28 juta sekian. ‘’Mengapa

mau nerima Rp 25 juta, padahal yang saudara Darna tanda tangani Rp 28 juta sekian,’’ tanya jaksa. Darna mengatakan tidak berani menanyakan ke kadisnya. Darna juga mengaku bahwa UP Rp 1 juta yang diberikan ke anak buahnya tidak semuanya diserahkan. Namun, dipotong Rp 100 ribu dan sisanya Rp 900 ribu diserahkan ke 22 petugas pungut. Alasannya, pemotongan itu untuk dana operasional seperti upacara di pura setempat. Dia juga sudah mengembalikan Rp 42 juta dan dititipkan di kejaksaan. Darna sempat menangis di persidangan saat diberikan kesempatan menyampaikan sesuatu oleh majelis hakim. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Evaluasi Operasi Patuh

Pelanggaran Didominasi Pelajar Denpasar (Bali Post)Operasi Patuh Agung 2018 berakhir, Kamis (10/5) kemarin. Penutupan kegiatan tersebut oleh Ditlantas Polda Bali ditandai dengan menggelar Gebyar Operasi Patuh di Lapangan Lumintang, Denpasar Barat. Evaluasi selama operasi ini berlangsung, angka kecelakaan lalu lintas menurun. Namun, pelanggaran masih didominasi kalangan pelajar. “Evaluasi Operasi Patuh, yang jelas data lakalantas menurun dibandingkan tahun lalu. Kebetulan memang dari awal kami dipanggil ke Mabes Polri menyampaikan data signifikan, bukan hanya terkait Operasi Patuh saja tapi juga kesiapan kita operasi-operasi ke depannya. Misalnya, Operasi Ketupat,” tegas Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana. Masih tingginya pelanggaran lalu lintas, kata mantan Kapolresta Denpasar ini, karena anggotanya intens melakukan penindakan sehingga angkanya meningkat. Tidak semua harus ditindak, pihaknya juga melakukan

upaya persuasif ke sekolah-sekolah karena pelanggarnya dominan pelajar. “Kalau lakalantas jauh sekali menurun. Dampaknya, fatalitas laka berkurang. Ini disebabkan karena anggota kami sudah intens antisipasi, patroli gencar, ada pos pantau di Jalan By-Pass Suwung dan intens menindak kendaraan (truk-red) yang melintas di lajur kanan,” ungkapnya. Mantan Kabid Propam Polda Bali ini berharap, dengan seringnya menggelar kegiatan seperti ini dan melibatkan komunitas pecinta mobil kuno yang tergabung dalam Perkumpulan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Bali serta club sepeda motor, ketertiban dan kesadaran berlalu lintas terus meningkat. “Kami melibatkan komunitas mobil kuno biar bisa jadi cermin. Yang tua saja bisa disiplin, maka yang muda seharusnya lebih disiplin lagi. Kendaraan bersih, menunjukkan dedikasi berlalu lintas sopan. Itu yang kami harapkan ke depan, terutama terhadap generasi muda kita,” pintanya. (kmb36)

MOBIL KUNO Gebyar Operasi Patuh 2018 Ditlantas Polda Bali dimeriahkan kehadiran mobil kuno dari PPMKI Bali. Bali Post/kmb36


BADUNG

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

3

Barang Inventaris Rusak Dilelang Mangupura (Bali Post) -

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung mulai melelang sejumlah barang inventaris yang tidak dapat digunakan kembali alias rusak. Lelang telah dibuka sejak 15 April lalu dengan jenis barang, yakni meja, kursi dan komputer. Kepala BPKAD Badung I Gede Suyasa mengatakan, pihaknya sudah mengajukan lelang ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). ‘’Jadwal KPKNL padat, jadi kami masih menunggu. Namun, tanggal 15 April sudah mulai untuk barang-barang inventaris,’’ kata Suyasa, belum lama ini. Menurut Suyasa, lelang

kali ini diutamakan adalah barang inventaris peralatan kantor. Sedangkan untuk lelang kendaraan akan dijadwalkan kembali. ‘’Untuk kendaraan, nanti akan dijadwalkan ulang,’’ ujarnya. Suyasa menambahkan, masyarakat yang berkeinginan ikut dalam lelang tersebut dapat mendaftarkan diri langsung ke KPKNL. ‘’Punya NPWP dan punya rekening.

Itu persyaratannya secara umum,’’ terangnya. Sebelumnya, BPKAD sempat berencana melelang kendaraan dinas yang sudah tak terpakai pada Desember 2017 lalu. Dari data BPKAD Badung saat itu, ada 210 kendaraan roda dua dan empat yang bakal dilelang. Setelah proses lelang tuntas, hasil dari lelang akan masuk ke kas daerah. (kmb27)

SOSOK Ancaman Makin Nyata EKSES negatif dari globalisasi, maka perang yang tidak nyata berupa proxy war sedang dihadapi Bangsa Indonesia. Ancaman proxy war yang makin nyata ini dapat melunturkan identitas dan jati diri bangsa yang nantinya akan mengakibatkan kehancuran bangsa dan negara ini. Dengan strategi ini, bangsa dilemahkan dari dalam seperti maraknya peredaran narkoba belakangan ini sehingga oleh pemerintah Indonesia dinyatakan dalam kondisi darurat narkoba. Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri mewakili Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto menegaskan hal itu pada acara komunikasi sosial (komsos) antara Kodam dengan pemerintah daerah di Aula Makodam, Denpasar, Rabu (9/5) lalu. Pada kesempatan tersebut, Kasdam menyampaikan materi bertajuk peneguhan jati diri bangsa dalam perspektif kewaspadaan nasional dapat mencegah disintegrasi bangsa. Di samping itu, Kasdam juga menyampaikan tentang pentingnya penanaman rasa nasionalisme dan harus dilaksanakan sejak dini. Dengan demikian, generasi mendatang akan memiliki ketahanan dan rasa bangga sebagai Bangsa Indonesia. Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan komsos ini, di antaranya terjalinnya kerja sama yang semakin erat antara TNI-AD dengan aparat pemerintah dalam mendukung kebijakan pimpinan TNI-AD di bidang teritorial. Selain itu, tercapainya pemahaman aparat pemerintah tentang empat Konsensus Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam menjaga kedaulatan NKRI. Tercapainya pemahaman tentang wawasan kebangsaan guna menyukseskan program pemerintah di daerah dan terwujudnya jalinan kerja sama dengan Kodam IX/Udayana. Mengatasi kesulitan rakyat serta mencegah segala kemungkinan ancaman, hambatan dan gangguan yang dapat menghalangi pelaksanaan pembangunan nasional. ‘’Bapak Pangdam selalu mengajak aparat pemerintah dan masyarakat untuk senantiasa bersatu padu dalam menyelesaikan setiap permasalahan,’’ ungkapnya. (rah)

Usung Tema ’’Persembahan kepada Laut’’

Festival Budaya Bahari, Tingkatkan Sektor Pariwisata Bersinergi dengan Kelautan LAYAKNYA raja dengan jubah kebesarannya dan diarak menggunakan kereta kencana, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersama Wabup Ketut Suiasa dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI Prof. Gde Pitana menjadi pimpinan dalam parade pembukaan Festival Budaya Bahari Kabupaten Badung (Badung Budaya Bahari) di Pantai Pandawa, Kutuh, Rabu (9/5). Kemudian diikuti di belakang rombongan, Bendesa Adat Kutuh Made Wena dan Kadis Pariwisata Badung Made Badra. Ikut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Badung yang diwakili I Gusti Anom Gumanti, Nyonya Seniasih Giri Prasta, Nyonya Kristiani Suiasa, kadis OPD di Kabupaten Badung, Ketua Gatriwara Kabupaten Badung, Ketua BPPD dan PHRI Kabupaten Badung, Muspika Kecamatan Kuta Selatan, Asosiasi Pariwisata, tokoh adat dan agama di Badung dan mitra stakeholder. Bupati Giri Prasta menerangkan, Festival Budaya Bahari Kabupaten Badung yang bertema ‘’Persembahan kepada Laut’’ adalah bentuk komitmen pihaknya dalam upaya pemberdayaan masyarakat pesisir yang dikemas dalam bentuk pertunjukan, seni dan budaya. Melalui event tersebut, pihaknya akan mempertontonkan konsep blue ekonomi, yang mana keberadaan laut harus dijaga, dilestarikan dengan baik dan biota laut harus tetap dilestarikan. Selain itu, untuk melindungi masyarakat petani pesisir yang notabane bersentuhan langsung dengan laut. Pihaknya saat ini sedang merancang perda perlindungan agar eksistensi nelayan tidak punah dan laut akan terjaga. ‘’Kita ingin pelaksanaan event ini berjalan sempurna. Ini akan terus kita evaluasi. Sehingga ke depan benar-benar bisa berkelas internasional dengan event yang dihelat berkelas internasional. Ini akan menjadi event tahunan sehingga atlet-atlet dari luar negeri dan pecinta sport tourism akan berkunjung ke Bali dan menikmati Bali,’’ terangnya. Berbagai inovasi dalam upaya menjaga laut dan mem-

MEMBUKA - Bupati Nyoman Giri Prasta bersama Wabup Ketut Suiasa dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar Prof. Gde Pitana dan para undangan saat membuka Festival Budaya Bahari Kabupaten Badung di Pantai Pandawa, Kutuh, Rabu (9/5). berdayakan nelayan diungkapkannya dalam kesempatan tersebut, seperti pasar ikan higienis, modernisasi penangkapan ikan oleh nelayan dengan mengadopsi IT dan tentu ramah lingkungan. Selain itu, menyinergikan sektor bahari dengan pariwisata adalah konsep yang sedang digenjot pihaknya, dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Badung dan meningkatkan lenght of stay. ‘’Pariwisata kita ini perlu sentuhan dan terus ditingkatkan. Karena itulah inovasi dan promosi ini sangat diperlukan,’’ tegasnya sembari berharap dukungan semua pihak dalam merealisasikan hal tersebut sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Apresiasi setinggi-tingginya diberikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar Prof. Gde Pitana atas terselenggaranya Festival Budaya Bahari Kabupaten Badung untuk yang kedua kalinya. Festival tersebut dinilai memiliki peran yang sangat strategis di bidang pariwisata dan memiliki potensi yang sangat luar biasa. Namun sayangnya, marine base toursism seperti itu relatif terlupakan karena selama ini lebih berkonsentrasi pada land base tourism. ‘’Festival adalah salah satu cara untuk mempromosikan pariwisata dan daerahnya. Kendati Bali sudah terkenal seantero dunia, tapi upaya promosi harus tetap dilakukan seiring persaingan destinasi di era

globalisasi. Apalagi, berbagai negara menjadikan pariwisata sebagai sektor ungggulannya. Kita harapkan festival ini bisa menjadi salah satu event yang ada dalam calendar of event,’’ terangnya. Dipaparkannya, pariwisata mempunyai karakteristik pelestarian alam, budaya dan seni. Jika semakin dilestarikan, maka akan menyejahterakan. Adanya festival diakuinya memiliki berbagai peranan strategis, yaitu secara langsung akan mempromosikan destinasi tempat festival diadakan, festival bisa menjadi sebuah ikon untuk mengundang wisatawan, festival bisa memotivasi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan secara langsung terlibat dalam kepariwisataan. Festival akan membangkitkan dan menggairahkan kesenian lokal yang merupakan modal dasar kepariwisataan. Festival bisa menumbuhkan kesadaran mayarakat akan kesadaran menjaga dan melestarikan lingkungan. Karena itulah, sebuah festival yang memiliki nilai pelestarian budaya itu perlu ditransformasikan menjadi ekonomic values yang nantinya mampu menyejahterkaan masyarakatnya. ‘’Festival Budaya Bahari ini menunjukkan keberpihakan sektor pariwisata kepada lingkungan. Karena pariwisata telah mendorong kegairahan masyarakat dalam berkebudayaan dan mencintai lingkungannya,’’ pungkasnya. (ad565)

Bali Post/rah

KESIAPSIAGAAN - Apel kesiapsiagaan pasukan BNPT, TNI dan Polri dalam rangka menghadapi pilkada, pilpres, annual meeting IMF dan WB.

Perkecil Ruang Gerak Teroris Rangkaian perhelatan akbar tahun ini, tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan oleh kelompok radikal atau teroris untuk melancarkan aksinya. Apalagi menjelang akhir tahun ini, di Bali akan digelar Annual Meeting IMF dan Word Bank (WB) yang menyedot perhatian dunia ke Pulau Dewata ini. Oleh karena itu, Rabu (9/5) lalu digelar apel kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bersama TNI dan Pol-

ri di Lapangan Mako Brimob Tohpati, Denpasar Timur. Sekretaris Utama (Sestama) BNPT yang baru, Marsma TNI Dr. Asep Adang Supriyadi S.T., M.M., saat membacakan sambutan Kepala BNPT mengatakan, kegiatan IMF dan WB akan mendapat sorotan dan pemberitaan yang luas di dunia. Kesempatan seperti inilah berpotensi dimanfaatkan kelompok radikal melakukan teror sehingga mendapat perhatian dunia.

Oleh karena itu, BNPT berharap agar mampu bersinergi, bahu-membahu untuk memperkecil ruang gerak bagi kelompok radikal untuk melakukan aksinya di Indonesia, terutama di Bali karena Bali menjadi etalase Indonesia di kancah dunia. ‘’Kita di sini memiliki keinginan sama, yaitu Indonesia damai. Jangan ada ego sektoral. Dalam menghadapi teroris, kita menjadi satu. BNPT memiliki kebijakan, strategi dan

program. Salah satu programnya kesiapsiagaan dilakukan setahun lima kali. Ini semua dalam rangka Indonesia damai,’’ ujarnya. Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dan pejabat lainnya. Selain IMF dan Word Bank, apel tersebut juga dalam rangka persiapan pengamanan Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019. (rah)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L

Dies Natalis Ke-18 Tahun 2018

STPBI Gelar Seminar National Tourism Student Championship ”Creative Digital Tourism’’ DALAM rangka Dies Natalis ke18 tahun 2018, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) menggelar Seminar National Tourism Student Championship dengan tema ‘’Creative Digital Tourism’’ di Aula Kampus STPBI, Denpasar, Rabu (9/5). Seminar ini menghadirkan dua narasumber yaitu Gede Gunawan yang merupakan Country Director of Agoda Indonesia dan Paulus Herry Arianto, M.A. selaku Managing Director AVB Media Asia. Acara dibuka oleh Wakil Ketua IV STPBI Dr. I Nyoman Urbanus, M.Si. Seminar dirangkaikan dengan dua jenis lomba yakni call for paper competition dan guiding competition yang diikuti beberapa universitas di Bali dan luar Bali seperti UGM, STP Ampta Yogyakarta, Politeknik Negeri Bali, UPH, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Hindu Negeri Mataram, PIB, Undiksha dan Stipar Triatmajaya. ‘’Tujuan kami menyelenggarakan acara ini untuk meningkatkan kreativitas dalam bidang pariwisata, baik untuk mahasiswa maupun masyarakat dalam menghadapi perkembangan di era digital saat ini,’’ ujar Ketua Panitia Rara yang merupakan mahasiswi D-4 Manajemen Pariwisata STPBI angkatan 2016/2017. Kaprodi D-4 Manajemen Pariwisata STPBI Komang Trisna Pratiwi Arcana, S.ST.Par., M.Par., M.Rech. mengatakan, kegiatan pariwisata saat ini telah berubah dari konvensional ke digital. Hal ini disebabkan pengaruh teknologi

SEMINAR - Wakil Ketua IV STPBI Dr. I Nyoman Urbanus, M.Si. (baju batik cokelat) bersama narasumber, panitia, dan peserta lainnya foto bersama seusai pembukaan seminar. informasi (TI) yang berkembang begitu pesat, sehingga digitalisasi sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari. ‘’Sebagai pendukung salah satu dalam tourism system seperti objek wisata, penyedia akomadasi dan tumbuhnya biro-biro perjalanan saat ini sudah beralih ke sistem online. Kegiatan promosi tidak lagi bersifat mengiklankan di sebuah majalan, koran atau pembuatan baliho di jalan, namun sekarang juga berfokus pada pemanfaatan medis sosial, website dan berbagai media digital yang digunakan untuk mendongkrak dan mendatangkan costumer,’’ tandasnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV STPBI Dr. I Nyoman Urbanus, M.Si. mengharapkan di tengah berkembangnya dunia digitalisasi

saat ini, mahasiswa bisa memanfaatkannya untuk hal-hal yang lebih kreatif. Apalagi, kehidupan sekarang tidak bisa dilepaskan dengan teknologi dan setiap orang diharuskan menguasai teknologi, sehingga tidak tergilas oleh zaman dan ketinggalan dari luar negeri. ‘’Merupakan kewajiban perguruan tinggi terutama para mahasiswa dan dosennya untuk lebih paham dan mengerti akan teknologi. Tentu saja penggunaan teknologi harus benar-benar seaktif mungkin. Bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi bagaimana bisa menciptakan inovasi-inovasi teknologi baru untuk menjadikan pariwisata Indonesia lebih baik dengan harapan Indonesia menjadi penyumbang devisa terbesar di dunia dari pariwisatanya,’’ tegasnya. (ad574)

Dies Natalis Ke-13 Stikes Bali

P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Berkomitmen Jadi Kampus Kesehatan Terbaik Dunia RABU (9/5) lalu, keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali merayakan Dies Natalis ke-13. Puncak acara ditandai penandatanganan MoU dengan Jepang dan Thailand oleh Ketua Stikes Bali I G.P. Darma Suyasa S.Kp., M.Ng., Ph.D. disaksikan Koordinator Kopertis VIII Prof. Nengah Dasi Astawa dan Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka. Ketua Stikes Bali I G.P. Darma Suyasa mempertegas komitmennya membawa Stikes Bali menjadi kampus terbaik bidang kesehatan di Bali, tingkat nasional hingga dunia. ‘’Mutu merupakan suatu bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dari pelaksanaan pendidikan tinggi. Tanpa mutu kita tidak akan bisa bersaing di zaman globalisasi ini,’’ katanya. Menurutnya, Stikes Bali sedang mengusulkan pembukaan prodi baru S-2 Keperawatan, Prodi Akupuntur dan Remedies Herbal, Farmasi dan Teknologi Laboratorium Medis serta Profesi Bidan. Dosennya sudah dikuliahkan di Sanghai dan Stikes Bali diubah bentuknya menjadi Institut Teknologi dan Kesehatan Bali. Stikes Bali saat ini memiliki mahasiswa aktif 1.652 orang, hampir 100 persen dosen berkualifikasi S-2 serta 20 persen S-3 di dalam dan luar negeri. Soal prestasi, Stikes Bali menjadi kampus terbaik bidang keperawatan dan kebidanan. Tahun ini Stikes Bali menduduki ranking 310 dari 3.244 universitas di Indonesia. Mahasiswanya juara I debat Nursing Debate Competition, meraih

KERJA SAMA - Ketua Stikes Bali I G.P. Darma Suyasa menunjukkan naskah kerja sama dengan Jepang disaksikan Ida Bagus Arka dan Prof. Dasi Astawa. the best speaker, juara III Lomba Ketiga, saat ini Stikes Bali sedang Debat Bahasa Inggris bidang keper- menerima mahasiswa SLC dalam awatan tingkat nasional 2018 di pertukaran mahasiswa dan kerja Makassar serta juara III mahasiswa sama penelitian. berprestasi di Kopertis Wilayah VIII. Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida BaYang membanggakan, 85 persen pro- gus Arka mengajak civitas akademigram Ners-nya lulus uji kompetensi ka Stikes Bali terus berinovasi dan nasional bidang Ners, 92 persen D-3 menerapkan budaya mutu. Salah Keperawatan dan 78 persen D-3 satunya mulai tahun ini mahasiswa Kibidanan. Ke depannya Stikes Bali Stikes Bali tak hanya PKL di Bali akan fokus pada peningkatan SDM namun juga di Jepang. dan fasilitas. Sementara itu, Koordinator KopDarma Suyasa menyatakan Dies ertis VIII Prof. I Nengah Dasi Astawa Natalis kali ini istimewa karena 10 menilai Stikes Bali memiliki potensi tahun Stikes Bali berkolaborasi den- besar menjadi kampus kesehatan gan PBRI dan CC Network 1. Stikes terbaik di Indonesia. Ia setuju langBali memiliki partner baru dengan kah kampus ini untuk menjadi Social Welfare Happnines Fukusikae institut atau universitas karena dalam pembelajaran bahasa Jepang dikenal banyak memiliki program dan pengiriman naker ke Jepang. kerja sama internasional. (ad569)

IHGMA Gelar Rakernas Pertama

Budaya untuk Pariwisata dan Pariwisata untuk Budaya

INDONESIAN Hotel General Manager Association (IHGMA) sebagai asosiasi para general manager hotel seluruh Indonesia menyelenggarakan Rakernas Pertama pada 4-6 Mei di Hotel Grand Mercure Yogyakarta. Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Rakernas ini mengusung tema ‘’Budaya untuk Pariwisata dan Pariwisata untuk Budaya’’. Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah acara rakernas karena sebagai pusat budaya Jawa yang terlihat dari banyaknya potensi budaya yang bisa dikunjungi seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Yogya. Wakil Ketua Umum 1 DPP IHGMA dan Wakil Ketua 1 DPD IHGMA Bali I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA. mengatakan, IHGMA ingin menjadikan aspek budaya sumber inspirasi/inovasi dalam melaksanakan kegiatan atau program kerja di Industri Hospitaliti. Selain itu, mengaktualisasikan dan mengedepankan kearifan kegiatan budaya lokal menjadi berkelas dan mendunia. IHGMA ingin berkontribusi nyata dalam menyukseskan program pemerintah dalam bidang kepariwisataan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Jangka pendek seperti mendatangkan wisatawan mancanegara dan memberikan pelayanan terbaik, sedangkan dalam jangka panjang menjaga pariwisata yang berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan Hamengkubuwono mengatakan, di era penuh kejutan ini,

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

Perayaan Dies Natalis Ke-18 STPBI Ditutup dengan ”Gala Dinner’’ PERAYAAN Dies Natalis ke18 Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) yang telah berlangsung selama tiga hari ditutup dengan acara Gala Dinner, Rabu (9/5) malam. Acara Gala Dinner dirangkaikan dengan pengumuman dan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. Gala Dinner ini mengundang dan dihadiri seluruh stakeholder terkait, khususnya praktisi-praktisi industri pariwisata di Bali. Berbagai hidangan disajikan pada acara ini yang merupakan hasil masakan mahasiswa/mahasiswi jurusan food and baverage dan food service STPBI. Hasil karya berupa menu dan setting acara pada Gala Dinner merupakan proyek akhir mahasiswa sebagai aplikasi manajemen dalam suatu program, baik dalam tingkat nasional maupun internasional. Acara Gala Dinner dikemas dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Berbagai hiburan menarik ditampilkan untuk menghibur para tamu undangan. Diawali tari Puspanjali, selanjutnya musik, atraksi bartender mahasiswa STPBI hingga berbagai jenis hiburan dan atraksi lainnya. Wakil Ketua IV STPBI Dr. I Nyoman Urbanus, M.Si. mengatakan, rangkaian Dies Natalis ke-18 STPBI diisi berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Semua kegiatan, baik seminar, perlombaan maupun karya ilmiah dikerjakan oleh mahasiswa. Ini sebagai salah satu tugas pokok perguruan tinggi (PT) dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bermutu. Oleh karena itu, pada Dies Natalis

GALA DINNER - Wakil Ketua IV STPBI Dr. I Nyoman Urbanus, M.Si. berfoto bersama para pemenang lomba call for paper competition pada acara Gala Dinner Perayaan Dies Natalis ke-18 STPBI. ke-18 ini pihaknya bersama Ketua STPBI dan seluruh civitas akademika STPBI melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilaksanakan sebelumnya serta meng-update sistem dan tata kelola ke depannya. Ini untuk lebih memfungsikan STPBI menjadi salah satu PT yang mampu menyiapkan dan menghasilkan tenaga kerja (SDM) muda berkualitas dan berdaya saing internasional. ‘’Kami mempunyai tanggung jawab untuk itu. STPBI sangat berkomitmen bisa berperan dalam memajukan bangsa ini,’’ tandas Urbanus di sela-sela Gala Dinner. Menurutnya, pariwisata telah menjadi penghasil devisa nomor satu secara nasional. Oleh karenanya, bagi STPBI sebagai PT yang berfokus pada pariwisata, khususnya bidang vokasional, ini tentu

menjadi tantangan. Namun, dengan sinergi yang telah dijalin dengan stakeholder terkait, pihaknya yakin STPBI mampu menjawab tantangan pemerintah tersebut. Urbanus berharap perayaan Dies Natalis ke-18 bisa menjadi momen bagi STPBI untuk bisa lebih maju dan meningkatkan diri terutama di dalam menciptakan kualitas SDM. Apalagi, secara nasional STPBI telah terakreditasi dan secara internasional sudah mendapat pengakuan dari ISO dan industri pariwisata. ‘’Kami telah melakukan kerja sama dengan institusi di luar negeri. Saat ini 400 mahasiswa kami training di seluruh institusi pendidikan pariwisata di AS. Kami bekerja sama dengan ITN (International Trainner Networking),’’ pungkasnya. (ad573)

Upacara Samawartana Diikuti 1.304 Lulusan Dwijendra

Sebarkan ”Manyamabraya Rahayu Kapanggih’’

SUDAH menjadi tradisi siswa Hindu yang menamatkan studi di Dwijendra mengikuti upacara Samawartana. Upacara pawintenan ini di-sanggra siswa SMP Dwijendra mulai dari penabuh dan tari Rejang Dewa hingga petugas memercikkan tirta. Upacara Samawartana, Rabu (9/5) lalu di-putut Ida Pedanda Putra Sidemen dari Geria Sidemen, Desa Taman, Abiansemal, Badung. Upacara diikuti 1.304 lulusan masingmasing 26 lulusan TK, 35 tamatan SD, 472 lulusan SMP, 130 tamatan SMK dan 641 lulusan SMA. Acara diawali persembahyangan bersama dan majaya-jaya yang diisi sosialisasi Universitas Dwijendra oleh Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S. Chandra Jaya saat memberikan dharma wacana menjelaskan, upacara Samawartana adalah kelanjutan dari upacara Sisya Upanayana saat semua siswa memasuki hari pertama di perguruan Dwijendra. Ketika itu siswa diajak memohon tuntunan dan penyucian diri menerima ilmu pengetahuan serta memohon kemudahan dan ingatan tajam. Dikatakannya, upacara Samawartana untuk mengakhiri pendidikan sebagai tanda kelulusan. Samawartana berasal dari wartana yang berarti mewartakan atau memberitakan bahwa mereka sudah selesai menyelesaikan satu tahap pendidikan. Makanya Samawartana dilanjutkan dengan wisuda yang di Hindu diartikan amat bersih dan suci. Makanya siswa yang dididik

SAMAWARTANA - Ketua Yayasan Dwijendra Pusat M.S. Chandra Jaya memberikan dharma wecana pada acara Samawartana. di Dwijendra menjadi SDM yang memiliki masa depan cemerlang. Ia minta lulusan Dwijendra menyebarkan sikap sopan dan berkarakter baik sebagai ciri khas Dwijendra ke semua orang. ‘’Jagalah nama baik almamater, tetapkan hati dan pikiran dalam kejujuran untuk menjadi orang sukses di masa depan. Jangan lupa menyebarkan konsep manyamabraya rahayu kapanggih,’’ ujarnya. Terhadap banyaknya peminat yang mendaftar ke sekolah Dwjendra, M.S. Chandra Jaya menekankan tetap menerima sesuai kapasitas kelas dan rasio guru. Jika masyarakat mendesak ketika kuota sudah terpenuhi, pihaknya akan mengarahkan calon siswa bersangkutan ke SMK Dwijendra atau sekolah swasta lainnya. Chandra Jaya yang juga Ketua BPMS Bali ingin semua sekolah

swasta menerima siswa baru. Dengan demikian sekolah swasta makin berdaya dan sudah terbukti sejak lama ikut mencerdaskan anak bangsa. Pemerintah perlu memberikan toleransi bagi sekolah swasta dalam menerima jumlah siswa per kelas dan jumlah rombongan belajar. Hal ini dilakukan karena sekolah swasta sangat tergantung pada jumlah siswa. Menurutnya, Dwijendra sudah teruji dan berpengalaman mengelola dan memanajemen sekolah secara baik, profesional dan transparan. Sarana dan prasarananya melebihi sekolah negeri. Semua kelas ber-AC dan LCD, serta internet disiapkan 24 jam. Khusus lulusan SMA/SMK Dwijendra yang ingin melanjutkan studi ke Prodi Bahasa dan Sastra Daerah Bali diberikan beasiswa sampai tamat dan dua beasiswa untuk pustakawan. (ad571)

Lulusan SMK PGRI 2 Denpasar Laris di Dunia Kerja

Diperkuat Kompetensi Perpajakan dan Marketing

BERSAMA – Pengurus dan anggota IHGMA dari seluruh Indonesia foto bersama pada Rakernas I di Yogyakarta, 4-6 Mei lalu. harus selalu siap bergerak maju. ‘’Kalau tidak mau tertinggal landasan, karena sesungguhnya pariwisata untuk pengembangan budaya yaitu budaya unggul, baik yang memiliki daya ungkit nasional maupun daya saing global,’’ ujarnya. Sri Sultan juga berharap setelah rakernas para general manager hotel dapat meningkatkan profesionalisme agar siap menjawab tantangan yang lebih berat dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. Ketua Umum DPP IHGMA Wishnu HS Al Bataafi menargetkan dapat membina atau mengajar 700 SMK Pariwisata di seluruh Indonesia. IHGMA juga mengajar di Politeknik Pariwisata. Siswa-siswa SMK dan Politeknik Pariwisata akan disiapkan masuk kerja di bidang perhotelan. Ditambahkannya, saat ini IHGMA sudah terbentuk di 25 DPD (De-

wan Pengurus Daerah) di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota 800 orang. DPD tersebut sudah berhasil membina 140 SMK Pariwisata dan melakukan pembinaan atau mengajar di Politeknik Pariwisata. DPD yang sudah melakukan pembinaan atau mengajar di SMK antara lain Yogyakarta, Jateng, Jabar, Sumbar dan Sumut, sedangkan general manager (GM) sudah mengajar 300 GM. ‘’Anggota IGHMA yang memberikan pembinaan atau mengajar di indutri pendidikan semuanya sudah bersertifikasi ahli perhotelan. Sertifikasinya setara S-2,’’ ungkap GM Ahzima Hotel Solo ini. Dari 800 anggota IHGMA, 200 anggota sudah bersertifikasi ahli perhotelan. Hingga akhir tahun ini ditargetkan ada tambahan 300-400 anggota yang memiliki sertifikat. (ad572)

LULUSAN SMK PGRI 2 Denpasar dikenal laris di dunia kerja. Makanya sekolah ini diakui sebagai pencetak human capital berkualitas tanpa menambah angka pengangguran di Bali. Hal ini diungkapkan Kepala SMK PGRI 2 Denpasar Drs. I Wayan Ginastra, M.M. saat melepas 246 siswa kelas XII, Kamis (10/5) kemarin. Dari jumlah itu, Administrasi Perkantoran sebanyak empat kelas, Pemasaran dua kelas dan program Akuntansi empat kelas. Acara pelepasan ditandai penyerahan siswa kepada Ketua Komite I Made Marta, S.E. Acara dihadiri Pengurus YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Komang Artha Saputra, M.Pd., Pembina SMK PGRI 2 Dr. I Nyoman Jigeh, M.M. dan Ka. UPT Disdik Provinsi Bali di Kota Denpasar Dwa Ayu Putri Karini, S.E., M.M. Kasek I Wayan Ginastra didampingi Waka Kurikulum Drs. I Nyoman Wirajaya, Waka Kesiswaan Drs. I Made Sudarsana, Waka Sarana Drs. I Ketut Kariana, M.Pd. dan Waka Humas Dra. Ni Made Sulatri juga menyerahkan penghargaan bagi siswa berprestasi di UNBK. Peringkat I diraih Ni Komang Trisna Dewi (299,5), peringkat II A.A. Ayu Tisna Surya Dewi (295) dan peringkat III Dyah Ika Wahyuni (280,5). Selain itu, siswanya merebut juara I kata beregu karate Wali Kota Cup, juara II kumite 76 kg, juara III putra junior Kejurda Inkanas atas nama Ade Ramadhan dan Luh Putu Octaviarini

TERBAIK - Kasek I Wayan Ginastra didampingi Komang Artha Saputra dan I Made Marta menyerahkan penghargaan bagi siswa berprestasi saat acara pelepasan siswa kelas XII. menyabet juara I kata beregu putru dengan KK Denpasar dan lulusan junior Kejurda Inkanas. SMP PGRI diberikan keringanan Kasek Wayan Ginastra men- uang gedung Rp 250 ribu. gungkapkan rasa bangganya karena Lulusannya laris di dunia kerja siswanya meraih double sukses. karena memiliki program unggulan. Pertama, lulus 100 persen dengan Jurusan Akuntansi diperkuat dennilai terbaik. Kedua, hampir 90 gan ilmu perpajakan dan akuntansi persen lulusannya sudah bekerja. berbasis TI, sedangkan Pemasaran Untuk program keahlian Pemasa- dan Administrasi Perkantoran yang ran, pihaknya sampai kehabisan diperlukan di semua sektor kehidustok lulusan guna memenuhi per- pan. Apalagi hanya SMK PGRI 2 mintaan stakeholder. Makanya pada Denpasar yang membuka program PPDB 2018, SMK PGRI 2 Denpasar keahlian bisnis dan ekonomi di Dendi Jalan Gunung Lempuyang, Gang bar dan Densel. Bromo, Monang-maning dan di Ketua YPLP Kota PGRI DenpasJalan Tukad Kresek, Batankendal, ar diwakili Komang Artha Saputra akan menerima dua kelas Pemasa- memberi acungan jempol atas ide ran serta empat kelas Administrasi cerdas jajaran SMK PGRI 2 DenPerkantoran dan Akuntansi. Warga pasar. (ad570)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Jumat Umanis, 11 Mei 2018

INFO SEREMONIAL

Fakultas Brahma Widya IHDN Lepas 31 Calon Wisudawan

FAKULTAS Brahma Widya Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Rabu (9/5) lalu melepas 31 orang calon wisudawan dan wisudawati. Sebanyak 18 orang dari Jurusan Teologi dan 13 orang dari Jurusan Filsafat Timur Fakultas Brahma Widya. Calon wisudawan yang meraih IPK paling tinggi dari Jurusan Teologi ada-

lah Wasudewa Bhattacarya dengan IPK 4,00 dan predikat dengan pujian atau cumlaude. Sementara dari Jurusan Filsafat Timur, peraih IPK tertinggi tercatat I Gusti Ayu Widayanti dengan nilai IPK 3,82 dan predikat dengan pujian atau cumlaude. Tema yang diambil dalam pelepasan mahasiswa Fakultas Brahma Widya

ke-22 kali ini adalah ‘’Sadhu Sajjana Widya Dharma’’ yang artinya menjadikan sarjana lulusan yang baik berlandaskan pada pengetahuan kebenaran. Dekan Fakultas Brahma Widya IHDN Denpasar Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag. berharap pada mereka yang bakal diwisuda mampu mengaplikasikan ajaran yang diraih saat menuntut ilmu

di IHDN Denpasar. Dekan yang ahli dalam ilmu acara agama Hindu yang membidangi ritual, sarana, upacara, tempat suci dan orang suci ini berharap sesuai pendidikan nasional, bagaimana ke depannya bisa mengembangkan pengetahuan tentang keagamaan. Termasuk di antaranya pendalaman terhadap teologi, filsafat dan kesehatan spiritual. Teologi penekanannya nanti bisa menghasilkan alumni-alumni yang mampu mengkaji tentang aspekaspek ketuhanan seperti kewajiban dalam tata cara berkeagamaan. ‘’Contohnya bisa mengidentifikasi siapa yang berstana di sini (pura). Itu terkait bentuk-bentuk palinggih yang ada. Tidak seperti kebiasaan yang diwarisi, sembahyang dengan menyebut ratu yang malinggih di sini, tapi kita harus tahu pura yang kita sembahyangi di sana berstana siapa,’’ tandas Made Girinata. Selain itu, Dekan Girinata mengharapkan lulusan Brahma Widya yang segera diwisuda saat di masyarakat nanti memiliki kepribadian yang baik, takwa kepada Tuhan, inovatif, cakap berilmu dan demokratis, sehinggga berguna bagi pembangunan bangsa dan negara ini. Para alumni juga diminta tetap merasa memiliki kampus IHDN dan mensosialisasikan ke masyarakat, bahwa masyarakat mempunyai kampus atau tempat belajar yang baik di IHDN. (ad568)

Jaga Kerukunan Umat

Pengurus Kongco Caow Eng Bio Tanjung Benoa Dilantik

PENGURUS Kongco Caow Eng Bio Tanjung Benoa masa bakti 2018-2023 resmi dilantik, Selasa (8/5) lalu. Sebelum dilantik, seluruh pengurus terlebih dahulu melakukan persembahyangan bersama. Pelantikan kali ini dilakukan oleh Camat Kuta Selatan Made Widiana bertempat di Konco setempat. Camat Kuta Selatan Made Widiana dalam sambutannya menyampaikan, pergantian pengurus merupakan sesuatu yang alami dan berkesinambungan. Hal ini merupakan bagian dari evaluasi untuk lebih baik ke depannya. Diharapkan pengurus

baru bisa menyusun program kerja keumatan terutama umat Tionghoa sehingga bisa bermanfaat bagi internal dan semua umat. Menurutnya, dibentuknya pengurus juga bertujuan mengantarkan umatnya menuju ke arah yang lebih baik dan maju, sehingga tatanan peribadatan akan berjalan lebih lancar. ‘’Di Desa Adat Tanjung Benoa dengan heterogenitasnya selama ini kerukunan antarumat beragama sudah berjalan dengan baik. Ke depan, kerukunan antarumat beragama yang sudah terjalin dengan baik ini harus bisa dijaga dan

dipertahankan,’’ pungkas Widiana. Dewan Pertimbangan Pengurus Konco Caow Eng Bio Mayor Jenderal (Pur) I G.K. Manila berpesan agar pengurus yang baru ini terus menjaga kedamaian, keharmonisan, baik internal maupun antarumat beragama di Desa Tanjung Benoa. Berpegang teguhlah pada ideologi dan palsafah Pancasila serta menjunjung tinggi kebinekaan bangsa dan negara. Menurut Ketua Pengurus Kongco Caow Eng Bio Made Juanda Aditya, setelah dilantik pihaknya berjanji terus menjaga hubungan

antara Kongco dan umat lain. Kepengurusan sekarang akan lebih banyak melakukan kerja nyata, baik untuk kesejahteraan umat maupun bagi warga sekitar. Untuk pariwisata, keberadaan Kongco ini memang menjadi daya tarik tersendiri, baik untuk berwisata maupun untuk peribadatan. Seperti diketahui, selama ini sebagian besar wisatawan yang datang ke Tanjung Benoa selalu melakukan kunjungan ke Kongco Caow Eng Bio. ‘’Pengurus yang baru ini akan terus melakukan kerja nyata, baik untuk internal maupun umat lain,’’ ujarnya. Dewan Pertimbangan Pengurus Kongco Caow Eng Bio Nyoman Suharsana Hardika menambahkan, selama ratusan tahun, hubungan antarumat Tionghoa dengan umat lain di Tanjung Benoa terjalin dengan baik. ‘’Selain terjadinya akulturasi budaya dengan perkawinan campuran, banyak umat Hindu di Desa Tanjung Benoa melakukan persembahyangan di salah satu Kongco tertua di Bali ini,’’ katanya. Selain prosesi pelantikan, pada kegiatan ini juga ditampilkan pementasan Barong Sai dan tari Pendet yang dibawakan oleh anak-anak dan muda-mudi Kongco Caow Eng Bio. (ad561)

Di Desa Adat Abiansemal

Tawur Agung Tabuh Gentuh di Pura Dalem Gede dan Tawur Balik Sumpah di Pura Prajapati SERANGKAIAN Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung Menawa Ratna, Mapedanan Mapeselang Dasar Tawur Agung lan Ngusaba Dalem di Pura Dalem Gede dan Pura Prajapati Desa Adat Abiansemal dilaksanakan Tawur Agung Tabuh Gentuh di Pura Dalem Gede dan Tawur Balik Sumpah di Pura Prajapati, Desa Adat Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Kamis (10/5) kemarin. I Made Sudarma Bagiada selaku Ketua Panitia Karya menyampaikan bahwa ribuan warga dari 13 banjar adat se-Desa Adat Abiansemal telah hadir pukul 07.30 Wita mengikuti prosesi Tawur Balik Sumpah di jaba sisi Pura Prajapati yang menggunakan wewalungan seperti angsa, sapi, anjing bang bungkem, kambing, babi serta bebek belang kalung. Upacara di-

puput oleh tujuh sulinggih yaitu Ida Pedanda Gede Isana Manuaba, Ida Pedanda Mas Dwija Putra, Ida Pedanda Gede Jelantik Giri, Jero Gede Sengguhu Temburu Wasa dan Ida Pandita Mpu Nabe Putra Swadyaya Parama Santika. Sementara Tawur Agung Tabuh Gentuh di Jaba Madya Pura Dalem Gede dilaksanakan pukul 10.00 menggunakan wewalungan seperti sapi, luwak, menjangan, anjing, kijang, petu, babi, kambing, kerbau dan angsa. Upacara di-puput oleh tujuh sulinggih yakni Ida Pedanda Istri Ketut Kania Mas Kajeng, Ida Pedanda Gede Giri Dwija Kemenuh, Ida Pedanda Gede Diksa Singarsa, Ida Pedanda Gede Putra Dalem Sigaran, Ida Pedanda Gede Mas Prathama, Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santa Cita dan Jero Gede Sengguhu Temburu Wasa. Setelah tawur dilaksanakan upacara Pedanan

yang di-puput dua sulinggih yaitu Ida Pedanda Gede Buruan dan Ida Pedanda Gede Jelantik Giri. I Putu Drana selaku Bendesa Adat Abiansemal menjelaskan, tawur ini dilaksanakan setelah rampungnya semua palinggih

di Pura Dalem Gede, Desa Adat Abiansemal, pascakebakaran hebat yang menghanguskan sebagian besar bangunan palinggih pada 18 Juni 2016. Hadir pada saat tawur keluarga Puri Ubud serta undangan lainnya. (k250)

5

Digelar, Pemilihan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali 2018 TEENAGERS Project Indonesia (Tee–Proind) kembali menyelenggarakan Pemilihan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali (PPKAB) ke-14 Tahun 2018. Diadakannya Pemilihan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali kali ini untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada Mei 2018. Ajang bergengsi ini juga akan dirangkaikan dengan peringatan Bali, Pulau Pengetahuan (Bali The Island Of Science), yang akan mencari duta–duta pendidikan tinggi sekaligus menjadi wakil Bali untuk menyukseskan program Pendidikan Karakter Pancasila. PPKAB ditargetkan diikuti oleh sejumlah duta kampus dari sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta unggulan di seluruh Bali. Pemilihan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali merupakan program rutin dari Teenagers Project Indonesia, sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di Jakarta, yang berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Bali. Seperti diketahui, Bali telah mempunyai tagline baru yakni Bali, The Island Of Science, yang bertujuan menegaskan kedudukan Pulau Bali sebagai basisnya pendidikan. Dengan disematkannya tagline baru tersebut,

kini Bali mulai sejajar dengan Kota Malang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, khususnya di bidang pendidikannya. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun 2018 ini PPKAB mengambil tema ‘’Melalui Putra-Putri Kampus Ajeg Bali Kita Tingkatkan Pendidikan Karakter Pancasila’’. Adapun manfaat dari acara ini adalah memberikan wadah bagi generasi muda, khususnya mahasiswa di Bali untuk mengembangkan dan mengapresiasikan bakat yang ada dalam dirinya, di samping sebagai wadah untuk mendulang prestasi. Pemilihan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali ke–14 ini ditujukan untuk seluruh mahasiswa di Bali, baik D-1, D-2, D-3 maupun S-1. Jumlah peserta yang mengikuti ajang

ini ditargetkan 140 orang dari 60 perguruan tinggi yang ada di Bali. Pendaftaran dilaksanakan 26 Maret - 13 Mei 2018. Peserta yang dinyatakan lulus berhak mengikuti seleksi yang diadakan pada 13 Mei 2018 di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD)RI Provinsi Bali, Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar. Untuk menjadi finalis, peserta harus menempuh beberapa tes yang telah ditentukan, yaitu tes tulis, photoshoot dan technical meeting. Photoshoot dilaksanakan di Taman Proklamasi Renon. Kemudian peserta menempuh karantina selama tiga hari pada 24-26 Mei 2018 di Nirmala Hotel. Malam grandfinal diselenggarakan di Bhumiku Convention Center, Jalan Gunung Soputan, Denpasar. (ad560)

Jelang HUT Ke-25

FE Unhi Gelar Jalan Santai, Perkuat Soliditas Menuju Universitas Unggul BERBAGAI kegiatan dilakukan Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia (FE Unhi) dalam rangka memperingati HUT ke-25. Pada 14 Februari lalu dilaksanakan kegiatan menyambung tali kasih dengan warga panti disabilitas di Gianyar, dan Rabu (9/5) lalu dilakukan jalan santai, senam aerobik dan beragam perlombaan. Pada puncak HUT yaitu 19 Mei akan diselenggarakan kegiatan seremonial dan gebyar musik. Tema HUT yang diusung tahun ini adalah ‘’Soul of Solidarity’’. Di sela-sela kegiatan, Wakil Rektor III Dr. I Wayan Muka, S.T., M.T. menyampaikan, tema tersebut diharapkan mampu menjaga soliditas antarcivitas akademika, terutama FE dan secara umum Unhi. Lewat jalan santai diharapkan mampu mewujudkan tujuan bersama yaitu olahraga meningkatkan jiwa yang sehat dan menjadikan pikiran sehat. Dengan pikiran sehat yakinlah mampu bekerja dengan lebih baik dan meningkatkan kinerja. Selain itu, momen ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan soliditas, kerja sama dan persatuan untuk meningkatkan kinerja, membangun Unhi ke depan yang lebih maju menuju universitas yang unggul sebagaimana visi dan misinya. ‘’Fakultas Ekonomi komunitasnya cukup besar, tentu ini bagian dari gaung Unhi yang lebih meningkat, terutama promosi. Menggaungkan Unhi dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat. Bagaimana

agar masyarakat di Bali dan Indonesia umumnya, khususnya lagi umat Hindu, mengajak putra-putrinya kuliah ke Unhi,’’ tegasnya. Wakil Rektor III Wayan Muka berharap empat tahun ke depan Unhi lebih unggul dengan akreditasi terbaik. FE sebagai pioner mesti mampu mendongkrak secara umum peringkat Unhi sebagai universitas unggul di Indonesia. Dekan FE Unhi Dr. Dra. I Gusti Ayu Wimba, M.M. mengungkapkan, pihaknya sengaja membuat acara lebih berbau penumbuhkan kasih sayang kepada masyarakat, terutama civitas akademika Unhi. ‘’Saya belum 100 hari menjabat dekan, tapi diwarisi sesuatu sangat bagus dari pengurus lama. Jadi, kami ingin paling tidak melanjutkan sesuatu yang sudah ada. Dalam usianya ke-25, Fakultas Ekonomi

sudah dewasa. Kami tidak ingin hanya mantap dalam hal event organizer semacam ini, tetapi juga mantap dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi,’’ ujarnya. Ia minta mahasiswa bisa secara intelektual menyelesaikan tugas dengan baik dan melakukan penelitian, sehingga mampu melahirkan tenaga kerja yang siap terjun dan bersaing. Upaya yang dilakukan agar mampu berkompetisi yaitu melakukan promosi, baik sosialisasi yang dikelola oleh rektorat maupun FE. Yang paling penting dilakukan adalah promosi dari mulut ke mulut. ‘’Mahasiswa kami saat ini 2.985 orang. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik, sehingga kualitasnya sesuai dengan harapan masyarakat. Di Unhi, Fakultas Ekonomi paling dicari,’’ ungkap Ayu Wimba. (ad567)


OPINI

6

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Perlindungan dan Keberpihakan Tetap Penting NAKER asing sedang diperdebatkan. Senator di Senayan bahkan menggalang dukungan untuk membuat pansus naker asing. Yang pasti, peluang kerja yang terbuka lebar bagi naker asing di negeri ini sedang memancing polemik. Suara penolakan terdengar lantang. Pihak-pihak yang menerima pun melakukan pembelaan dengan logikanya. Namun, sebagai bangsa yang kini menghadapi masalah ekonomi dan penumpukan pengangguran, maka pelung kerja haruslah menjadi hal pertama yang dinikmati warga negeri ini. Logikanya, setidaknya kesempatan bekerja bagi penduduk negeri ini harus lebih terbuka dibandingkan naker asing. Keberpihakan dan pengayoman terhadap tenaga kerja nasional tentu tetap diperlukan, jika kita sepaham bahwa naker nasional haruslah tetap mendapat kesempatan pertama untuk mendapatkan kesempatan kerja. Kita tentu juga sepaham, bahwa keberdaan pekerja asing di Indonesia memang dilematis. Dalam banyak kesempatan kerja, kita memang memerlukan keahlian mereka. Dengan mempekerjakan mereka yang kita harapkan ada alih teknologi dan budaya kerja yang profesional. Namun, itu bukanlah alasan yang bisa merusak semua sistem pengayoman kita terhadap naker nasional. Negeri ini tentu bisa memilah dan membatasi pada sektor mana saja mereka boleh hadir, dan pada sektor mana kesempatan itu mestinya dikuasai pekerja nasional. Tentu sangat tidak elok jika membuka pintu rumah sementara penghuninya malah terdesak di rumahnya sendiri. Kembali pada alih teknologi, pada awalnya hal itu memang tidak terelakkan karena kita memang belum siap untuk melakukan hal-hal yang dianggap berbau teknologi. Alhasil, pada saat itu, wacana yang berkembang adalah upaya alih teknologi. Dengan harapan, tenaga kerja asing itu mau mentransfer teknologi serta kemampuan teknisnya kepada naker Indonesia. Di sisi lalin, pemerintah juga gencar melakukan pengiriman tenaga ahli serta pelajar serta mahasiswa belajar ke luar negeri. Cara yang kedua ini tentu lebih elegan, ketimbang kita hanya menunggu transformasi kecakapan kerja dari naker asing. Yang jelas, naker asing bukanlah dalam konteks pekerja saja. Dalam dunia pendidikan atau akademis, kehadiran naker asing patut kita deteksi secara dini dan kita cermati. Kita harus sadari bahwa sektor pendidikan menjadi hal yang sangat strategis dalam membangun jati diri bangsa dan etos kerja bangsa ini. Jika nantinya, banyak pendidik datang dari negeri seberang tentu, budaya dan pola pikir mereka akan diadopsi juga. Ini juga harus dicermati setidaknya dari sisi mengawal jati diri bangsa. Dunia pendidikan negeri ini haruslah mengarah pada pengembangan keilmuan dan profesi termasuk membangun mentalitas nasionalis. Penguatan paham NKRI tentunya juga harus menjadi sasaran dunia pendidikan. Sementara dari sisi persaingan bisnis dan ekonomi, kehadiran tenaga pendidik asing atau dosen asing juga akan membuat kepincangan dalam hal pendapatan termasuk fasilitas. Ini jelas karena mengundang kecemburuan. Oleh karena itu, kalaupun program keterbukaan bagi naker asing di semua sektor harus dilaksanakan, maka jadikanlah program ini sebagai pintu masuk untuk memperbaiki kualitas sistem birokrasi kampus, tentu dengan perlakuan yang tidak diskriminatif antara dosen asing dengan dosen lokal. Jangan hanya karena sifat pengetahuan Barat yang hegemonik dan dominatif tersebut kita lalu berasumsi bahwa semua yang datang dari Barat itu lebih unggul (lebih baik) dari apa yang telah kita miliki. Demikian halnya dengan kedatangan tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia, jika tidak diimbangi dengan perbaikan sistem secara internal juga tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Keluhan buat PT Telkom Kepada PT Telkom Denpasar. Dengan hormat, melalui surat pembaca ini, saya pelanggan Telkom dengan nomor (0361) 467 213, ingin menyampaikan keluhan atau pengaduan saya sebagai berikut. Apakah wajar gangguan seperti gajian datangnya, dan aduan saya yang terakhir sampai saat ini belum ada penanganan. Apakah cukup hanya mohon maaf atas ketidaknyamanan, sedangkan kalau telat membayar sangat gampang menyegel dan mengenakan denda. I Gusti Ngurah Arya Putra, S.E. Jl. Padma Gg. Betengsari I/6 Denpasar

Menakar Potensi Diskriminatif terhadap Naker Indonesia Ditandatanganinya Prepres No.20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing oleh Presiden Joko Widodo pada 26 Maret 2018, ternyata menjadi viral di media sosial, bahkan menjadi isu panas yang diusung ribuan buruh saat memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di Indonesia, 1 Mei lalu. Perpres ini mendapat kritikan dan penolakan dari sejumlah organisasi buruh di Jakarta, karena dinilai dapat menganaktirikan tenaga kerja Indonesia dan membuka pintu lebar-lebar bagi tenaga kerja asing untuk masuk ke Indonesia. Sejumlah kalangan yang kontra terhadap perpres ini menilai bahwa pasal 8 Perpres ini memiliki potensi diskriminatif terhadap tenaga kerja Indonesia.

H

Oleh Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si.

al ini terkait dengan pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang menurut pasal tersebut paling lama dua hari. Pembatasan waktu dua hari untuk penerbitan sebuah RPTKA, menurut kalangan yang kontra terhadap kebijakan ini, merupakan sikap pengistimewaan terhadap tenaga kerja asing, sementara pelayanan terhadap tenaga kerja Indonesia tidak seprima itu. Potensi diskriminatif lainnya, adalah berkaitan dengan wacana akan direkrutnya tenaga dosen asing untuk dipekerjakan di perguruan tinggi Indonesia yang konon gajinya mencapai kisaran Rp 60.000.000 (enam puluh juta rupiah per bulan). Jika wacana ini menjadi kenyataan, sementara gaji dosen lokal dengan jabatan akademik guru besar (profesor) dengan pangkat/golongan Pembina Utama IV/e sekali pun tidak lebih dari Rp 23 juta per bulan, maka hal ini dapat mengundang kecemberuan sosial di kalangan dosen lokal karena pemerintah dinilai bersikap diskriminatif. Hal ini tentu dapat menguatkan te-

sis yang dikembangkan Mansour Fakih (2004:29-30) yang mengatakan bahwa pengetahuan dan Teknologi Barat bersifat dominatif dan hegemonik. Oleh karena itu, menurut hemat penulis, kalaupun program ini harus dilaksanakan, maka jadikanlah program ini sebagai pintu masuk untuk memperbaiki kualitas sistem birokrasi kampus, tentu dengan perlakuan yang tidak diskriminatif antara dosen asing dengan dosen lokal. Jangan hanya karena sifat pengetahuan Barat yang hegemonik dan dominatif tersebut kita lalu berasumsi bahwa semua yang datang dari Barat itu lebih unggul (lebih baik) dari apa yang telah kita miliki. Demikian halnya dengan kedatangan tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia, jika tidak diimbangi dengan perabaikan sistem secara internal juga tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Ambilkan saja contoh dalam dunia persepakbolaan di tanah air, walaupun klub sepak bola di Tanah Air mendatangkan pemain top dunia sekaliber Messi dan Ronaldo, misalnya, akan tetapi jika tidak diimbangi dengan perbaikan sistem persepakbolaan

internal, maka bisa jadi kedua pemain top dunia itu bisa mandul dalam mencetak gol. Bahkan bisa jadi kedua pemain sepak bola itu akan patah tulang, karena sistem bermainnya tidak imbang dengan sistem permainan yang dilakukan oleh pemain sepak bola Indonesia. Berangkat dari ilustrasi tersebut, sebenarnya persoalan yang melilit dunia pendidikan tinggi di tanah air saat ini, tidak sesederhana yang tampak di permukaan. Persoalan yang meliputi dunia pendidikan kita, khususnya dunia pendidikan tinggi saat ini bagaikan gunung es. Di permukaan tampak kecil dan sempit, akan tetapi jika diselami sesungguhnya sangat luas dan complecated. Misalnya, iklim akdemik di perguruan tinggi di Indonesia yang acap kali harus melalui birokrasi yang sangat panjang, sehingga membuat tenaga dan pikiran para dosen di Tanah Air sebagian besar terkuras untuk berkutat pada urusan administratif. Seperti, urusan akreditasi, penyusunan kurikulum, silabus, dan RPS yang setiap saat berganti-ganti, belum lagi urusan kenaikan jabatan fungsional dosen yang sangat menjelimet.

Terkait dengan rencana kedatangan tenaga kerja asing, khususnya untuk tenaga dosen di Indonesia, pertanyaannya adalah apakah sistem administrasi dosen yang sangat menjelimet saat ini juga dikenakan pada tenaga dosen asing? Pertanyaan selanjutnya, apakah dengan sistem birokrasi yang ada saat ini para dosen asing yang akan menjadi dosen di Indonesia mau mengikuti aturan tersebut? Jika mereka (baca: tenaga dosen asing), dibebaskan dari aturan yang jelimet itu, sementara gaji yang diterimanya sangat fantastis, maka lagi-lagi kondisi ini berpotensi menimbulkan sikap pemerintah yang diskriminanatif terhadap tenaga dosen lokal. Tulisan ini tidak berpretensi untuk menentang kebijkan pemerintah, akan tetapi untuk dijadikan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan lebih lanjut terkait dengan Perpres No.20 Tahun 2018 tentang TKA. Lebih-lebih kebijakan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air, khususnya pada level pendidikan tinggi. Hal ini penting, sebab pendidikan dalam berbagai bentuknya sampai saat ini masih dipercaya sebagai satusatunya alternatif untuk mengembangkan diri, berkompetisi secara

adil, membuka cakrawala berpikir untuk menghindari cara berpikir sempit dan ortodok, mencerdaskan hati nurani, mengajari kehidupan yang jujur, termasuk semangat membela yang lemah. Bukan hanya itu, pendidikan sampai saat ini juga masih sering dijadikan parameter untuk mengukur sejauh mana transformasi sosial telah berhasil dalam sebuah negara, bahkan juga menunjukkan sejauh mana kridibiltas dan akuntabelitas kepemimpinan seorang penguasa. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pendidikan memiliki dampak yang luar biasa bagi proses tumbuh kembangnya kesadaran umat dalam suatu bangsa. Oleh karenya, maka perlu sikap arif dan bijaksana dalam pengambilan keputusan lebih-lebih berkaitan dengan kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yakni menyangkut sumber kehidupan masyarakat, khususnya kalangan buruh dan pegawai. Penulis, Guru Besar Bidang Sosiologi Pendidikan, Pascasarjana Unhi

’’Terkait dengan rencana kedatangan tenaga kerja asing, khususnya untuk tenaga dosen di Indonesia, pertanyaannya adalah apakah sistem administrasi dosen yang sangat menjelimet saat ini juga dikenakan pada tenaga dosen asing?’’

Momentum Pendidikan dan Pemilihan Pemimpin Daerah Dengan segala macam problematikanya, pendidikan masih dan akan terus menjadi isu yang seksi nan penting untuk diperbincangkan, apalagi di sekitar bulan Mei yang pada tanggal 2 pada bulan ini diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk mendiskusikan berbagai problematika pendidikan, lalu mencari alternatif solusi untuk menyelesaikannya. Persoalan seputar biaya operasional pendidikan, angka putus sekolah, infrastruktur, hingga tenaga pengajar, masih menyisakan lubang yang harus ditambal.Bagaimana tidak? setelah hampir tiga perempat abad merdeka, angka putus sekolah masihlah ada. Bahkan tergolong tinggi. Dari segi biaya operasional, Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi siswa tidak mampu dan tunjangan profesi demi meningkatkan mutu dan kesejahteraan guru, jelas belumlah cukup. atau setidaknya, masih perlu ada evaluasi dan pemerataan keadilan. Sudah Rp 9,6 triliun dana yang dikucurkan pemerintah untuk KIP. Walau biaya bukanlah menjadi faktor satu-satunya yang membuat anak putus sekolah, namun pemerataan keadilan

Oleh Ridwan Nanda Mulyana dalam distribusi KIP pasti akan bisa meminimalisasi angka putus sekolah. Sisanya, ada PR terbesar berupa penyadaran masyarakat, bahwa pendidikan itu sangat penting, karenanya jangan sampai urusan ekonomi, pekerjaan, apalagi pernikahan, mengganggu pendidikan putra/ putrinya. Di sejumlah daerah, alasan putus sekolah karena “harus” merantau kerja di kota, masihlah ada. Terkadang, bukan karena keluarganya tidak mampu untuk melanjutkan sekolah, tapi lebih karena tidak mau. Artinya, edukasi dari stakeholder pendidikan, pemerintah dan masyarakat setempat mesti lebih giat lagi dalam mensosialisasikan pendidikan sebagai kebutuhan bagi anak. Memang, dalam hal kepedulian terhadap pendidikan, masyarakat masih “terbelah”. Ibaratnya, ada yang rela menjual motor agar anaknya bisa jadi sarjana, namun ada juga yang berpikir lebih baik anak bekerja agar bisa cepat membeli motor, ketimbang harus kehilangan motor, bahkan lebih dari itu. Secara mendasar, pandangan

di atas sangat dipengaruhi oleh pola pikir terhadap “hak anak” dalam menempuh pendidikan. Idealnya, orang tua sadar bahwa pendidikan adalah hak anak, dan kewajiban yang harus dipenuhi orang tua. Tak sekadar bisa baca, tulis, dan hitung (calistung), namun lebih dari itu! Sebab, di dalam pendidikan lanjutan, ada sejuta peluang dan kemungkinan bagi anak untuk mengembangkan potensi, mimpi, dan tentunya pergaulan mereka. Dari sana, kematangan intelektual, moral dan juga sosial, akan lebih terbentuk. Sebab, biasanya, orang kaya di desa akan menjadi role model. Banyak di antaranya memang hanya berpendidikan dasar, bahkan itu pun tak lengkap. Meski sayangnya, yang lebih dikedepankan bukan urusan mental dan etos kerjanya yang kuat, melainkan dari sisi keterputusan sekolah, yang tentu saja, kemudahan, sarana dan kebutuhan pendidikan pada era dulu dan sekarang, sangatlah berbeda. Tentu, harus ada upaya serius lintas sektoral (khususnya di daerah-daerah yang angka ran-

tau atau pekerja anaknya tinggi) untuk bisa memastikan, hak anak dalam menempuh pendidikan harus terpenuhi. Apalagi, di sejumlah daerah tengah dalam tahun politik, pemilihan kepada daerah. Tentu, komitmen atau visi-misinya dalam memajukan pendidikan, mesti diuji dan ditagih ketika mereka jadi nanti. Karenanya, tahun politik atau momentum pergantian kepemimpinan, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif, baik di level nasional maupun lokal pada tahun 2018 dan 2019, harus dimanfaatkan. Tulisan singkat ini tentu tak akan mampu untuk merangkum semua data dan realita yang menjadi problematika pendidikan kita. Namun, melalui tulisan (sejenis) ini, harus terus disuarakan bahwa meskipun diklaim terus ada perbaikan dan peningkatan, namun pendidikan adalah bidang yang tak boleh luput untuk terus diperbincangkan. Komitmen dari para (calon) pemimpin harus diuji dan bahkan harus ditagih sebagai janji saat ia terpilih nanti. Sebab, pendidikan bukanlah hanya soal ketenagakerjaan. Lebih mendesar, pendidikan ialah soal bagaimana membangun peradaban bangsa.

POJOK Tahanan teroris yang ngamuk di Mako Brimob dipindah ke Nusakambangan. - Demi keamanan. *** Lima polisi gugur saat kerusuhan napi teroris di Mako Brimob. - Demi NKRI. *** Generasi muda Bali bisa tagih janji pasangan calon ketika berkuasa. - Demi Bali.

Penulis, alumnus FIB Undip

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

Perubahan Budaya, Tantangan Pelestarian Jatiluwih

SEJAK kawasan Jatiluwih ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tahun 2012 oleh UNESCO, tentu telah membawa dampak positif bagi masyarakat. Namun di balik itu, ada dampak negatif yang dialami. Ini menjadi tantangan dalam pelestarian kawasan tersebut. Salah satunya diakibatkan perubahan budaya masyarakat. Manajer DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa mengatakan, konsep warisan budaya dunia dengan filosofi Tri Hita Karana saat ini memiliki tantangan dalam upaya pelestariannya. Misalnya saja pengolahan sawah yang awalnya menggunakan sapi, tetapi realitasnya saat ini banyak yang menggunakan traktor. Begitu pun tantangan akan adanya alih fungsi lahan, di mana jumlah penduduk di wilayah tersebut ke depan diyakini akan meningkat dan berkembang. “Sudah pasti permukiman penduduk berkembang ke lahan milik mereka seperti sawah dan tegalan. Ini tantangan kami sebagai penduduk di wilayah tersebut,” ucapnya, Kamis (10/5) kemarin. Terkait hal itu, pihaknya juga mendesak para pemangku kebijakan dan dinas terkait menerapkan aturan jelas dalam upaya pelestarian kawasan tersebut, di mana Jatiluwih sebagai daya tarik wisata sudah tentu selalu berinovasi memberikan pelayanan kepada wisatawan. Di samping memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan serta petani dalam aktivitas mengolah sawahnya. Lanjut

Sutirtayasa, sejak ditetapkan sebagai warisan budaya dunia dan salah satu objek wisata ternama di Kabupaten Tabanan, kawasan ini sudah memberikan dampak positif kepada para pihak seperti subak, desa dinas, desa adat, dan juga pemerintah dalam pengelolaan pendapatan DTW Jatiluwih. Mengingat DTW Jatiluwih termasuk DTW yang masih berkembang, pihak manajemen berencana mengadakan festival pada bulan September 2018 mendatang. Dalam festival itu tak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi mengutamakan proses edukasi ke masyarakat dan berkolaborasi dengan seniman musik modern. “Kita di Jatiluwih penghasil bambu. Perlu ada kolaborasi dengan seniman bambu yang hasil karyanya sudah menasional dan bahkan internasional. Kita punya kuliner menggunakan bahan lokal seperti beras merah, keladi dan lainnya. Dalam festival itu juga perlu ditampilkan produk-produk hasil pertanian Jatiluwih,” terangnya. Seperti diketahui, UNESCO memiliki penilaian yang sangat ketat sebelum menjadikan suatu tempat sebagai situs warisan dunia. Mulai dari nilai sejarah, lingkungan hingga manfaat suatu tempat bagi ekosistem dan masyarakat yang tinggal di situ. Satu yang pasti, sistem pengairan Subak Desa Jatiluwih telah memenuhi semua persyaratan dari UNESCO. Hal itu pun menambah daftar kekayaan Indonesia yang diakui oleh dunia. (bit)

Media Promosi Minim

SOSOK Hidup Bersih dan Sehat PERILAKU hidup bersih dan sehat (PHBS) terus-menerus digalakkan Dinas Kesehatan Tabanan, baik melalui kegiatan puskesmas maupun program kegiatan di Dinkes. Sosialisasi mengenai PHBS ini, menurut Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, memberikan pengaruh yang positif bagi kesehatan masyarakat. Hal yang paling terlihat saat ini adalah mulai menurunnya penyakit infeksi seperti DBD dan diare. Penurunan kasus DBD ini bisa dilihat dari jumlah kasus yang diterima baik di puskesmas maupun rumah sakit yang mengalami penurunan. Bahkan saat ini, DBD tidak lagi masuk menjadi sepuluh penyakit terbanyak yang ditangani, baik di puskesmas maupun BRSU Tabanan. Hingga April 2018, tidak ada lonjakan berarti untuk kasus DBD dibandingkan dua tahun lalu. Kata Suratmika, penerapan PHBS saat ini sudah mulai disadari masyarakat terutama dalam hal mencegah terjadinya DBD. “Masyarakat sudah mulai sadar dalam menerapkan PHBS serta langkah-langkah dalam mencegah penularan DBD seperti rutin melakukan PSN serta membersihkan lingkungan rumah,” papar Suratmika. Namun, sosialisasi PHBS terus digencarkan baik lewat kegiatan posyandu, sekolah melalui Kader Kesehatan Remaja, PKK maupun kegiatan desa. Saat ini, pihaknya sedang menggalakkan kebiasaan makan sayur dan buah-buahn yang dipandang mulai menurun di masyarakat. Ini bisa dilihat dari meningkatnya penyakit non-infeksi seperti hipertensi dan diabetes. “Penerapan PHBS masih terus digalakkan karena target bukan hanya menurunkan penyakit infeksi tetapi juga non-infeksi. Saat ini, sedang diadakan sosialisasi meningkatkan kebiasaan makan sayur dan buah,” paparnya. (san)

TIC Belum Maksimal Beri Informasi Objek Wisata

Tabanan (Bali Post) Tourism Information Center (TIC) di areal DTW Tanah Lot, Kediri sudah mulai difungsikan. Namun, TIC bantuan pemerintah pusat ini belum maksimal memberikan informasi menyeluruh kepada wisatawan atau pihak yang berkepentingan, lantaran minimnya media promosi yang dimiliki. Dari hasil pantauan, gedung TIC memang dibangun representatif dan didesain layaknya ruang pameran dan informasi guna mempromosikan semua destinasi wisata yang ada. Tidak hanya yang sudah dikenal oleh wisatawan mancanegara, melainkan juga destinasi baru seperti keberadaan sejumlah desa wisata dengan potensinya masing-masing. Dilengkapi dengan satu unit televisi yang menayangkan video sejumlah objek wisata dari program sapta pesona Dinas Pariwisata serta brosur objek wisata. “Sudah banyak yang memanfaatkan informasi tentang objek wisata di Tabanan termasuk desa wisata, dan sementara kita pakai brosur,” ucap Kadiv Humas DTW Tanah Lot I Putu Erawan, Kamis (10/5) kemarin. Sementara ini, pihaknya

baru bisa menginformasikan Bedugul, Jatiluwih, Alas Kedaton, dan Desa Wisata Nyambu. Diakui Erawan, media promosi untuk objek wisata lain belum semuanya lengkap. Karena banyak wisatawan yang juga menanyakan keberadaan desa wisata lain termasuk sentra usaha produksi rumahan seperti pembuatan krupuk belut, kerajinan dan sebagainya. “Data itu yang belum ada, sehingga informasi memang belum sepenuhnya lengkap,” ucapnya. Di sisi lain, Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Wayan Budi Artana membenarkan jika memang sarana media promosi di TIC belum lengkap, sehingga informasi yang diberikan belum maksimal. “Karena masih baru tentunya masih banyak yang

Jelang Galungan

SMAN 2 Menggelar Bazar Budaya, Dirangkaikan dengan ’’Bali Post Goes To School’’

Tabanan (Bali Post) SMAN 2 Tabanan (Bisma) rutin menggelar bazar budaya setiap menjelang hari raya Galungan. Pada pelaksanannya yang ke-5 kali ini, bazar budaya akan dirangkaikan dengan Bali Post Goes To School (BPGTS). Kepala SMAN 2 Tabanan I Gede Wayan Samba, Kamis (10/5) kemarin, mengatakan bazar budaya ini bertujuan untuk membentuk karakter anak yang mandiri serta memiliki jiwa kewirausahaan. ‘’Kegiatan bazar budaya pada dasarnya mengaktualisasi mata pelajaran agama, seni budaya dan keagamaan yang bertujuan untuk menciptakan karakter anak yang mandiri serta memiliki jiwa kewirausahaan,’’ ujarnya. Pelaksanaan bazar budaya yang akan digelar Jumat (25/5) mendatang, menjadi lebih spesial karena dirangkai dengan kegiatan Bali Post Goes To School (BPGTS). Dalam acara BPGTS nanti akan diadakan lomba dari TK hingga SMA/SMK. Mata acara yang dilombakan meliputi lomba gerak dan tari untuk siswa tingkat SD dan TK. Untuk tingkat SMP diadakan lomba mading, lomba baca puisi bahasa Bali dan lomba nyurat lontar. Untuk tingkat SMA/SMK akan diadakan pelatihan jurnalistik serta lomba dan pelatihan fotografi. Pendaftaran peserta sudah dibuka baik di SMAN 2 Tabanan maupun di Dinas Pendidikan Tabanan. Lanjut Samba, selain lomba,

Bali Post/san

BAZAR BUDAYA - Kegiatan bazar budaya di SMAN 2 Tabanan yang rutin digelar setiap menjelang Galungan. Bazar budaya kali ini akan dirangkaikan dengan ‘‘Bali Post Goes To School’’. para peserta juga bisa melihat kegiatan bazar budaya. Di situ akan tersedia berbagai perlengkapan upakara untuk Galungan. ‘’Dalam bazar budaya, para siswa membuat upakara perlengkapan penjor dan sanggah. Sementara untuk siswi membuat tamas dan perlengkapan lainnya. Harganya pun lebih murah dibandingkan dengan di pasaran,’’ ujar Samba. Tujuan utama bazar budaya, kata Samba, bukanlah mencari

keuntungan tetapi membentuk karakter siswa sehingga mandiri. ‘’Kami ingin mereka mandiri. Jadi, pada saat Galungan tidak hanya bermain HP dan bermalas-malasan tetapi mau membantu orang tua baik itu dalam membuat penjor atau membuat upakara lainnya,’’ ujarnya. Selain bazar budaya, kegiatan aktualisasi lain yang diterapkan SMAN 2 Tabanan adalah bahasa Inggris. Siswa

kelas XII menerapkan bahasa Inggris dengan menjadi guide di Tanah Lot. Juga kegiatan lain berupa perkemahan Persami untuk kelas X serta aktualisasi sejarah untuk kelas XI mengenai sejarah Puri Agung Tabanan. Mereka juga diajak untuk berempati terhadap lingkungan sekitar. SMAN 2 Tabanan rutin memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan. (kmb24)

harus dikembangkan lagi. Untuk brosur akan kita lengkapi di samping sarana media promosi lain,” ucapnya. Pihaknya menambahkan, pelaku wisata yang hendak menggelar event atau kegiatan festival juga bisa meletakkan banner atau pamflet terkait kegiatan tersebut di TIC agar bisa dipantau oleh wisatawan. “Misalnya saja akan ada festival Ulundanu ataupun festival Jatiluwih, bisa pasang informasi di TIC sehingga banyak wisatawan yang tahu event tersebut. Kita jadikan TIC ini ajang media informasi pariwisata di Kabupaten Tabanan,” terangnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata I Made Yasa mengatakan dipilihnya DTW Tanah Lot sebagai lokasi TIC atau pusat informasi pariwi-

Bali Post/bit

INFORMASI - Petugas di TIC tengah memberikan informasi kepada pemandu wisata terkait keberadaan wisata di Kabupaten Tabanan yang bisa jadi referensi kunjungan berikutnya. sata karena melihat tingginya angka kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara tiap harinya. Diharapkan dengan keberadaan TIC, wisatawan maupun agen yang berkunjung ke Tanah Lot juga mendapatkan informasi tentang keberadaan objek

wisata lainnya yang tentunya bisa menjadi tujuan kunjungan selanjutnya. “Banyak potensi wisata di Tabanan yang memang belum banyak diketahui oleh para wisatawan. Jadi, kita bantu dengan pusat informasi pariwisata ini,” tegasnya. (kmb28)


KARANGASEM

8

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

Turis Rusia Kibarkan Bendera Palu Arit

Polisi Simpulkan Bukan Kelompok Radikal Amlapura (Bali Post) Warga Desa Pertima dan Desa Bugbug, Karangasem, digegerkan dengan pengibaran bendera bergambar palu arit, di Pantai Bias Putih, Rabu (9/5) sore. Warga setempat bergegas melaporkan peristiwa yang disaksikan itu ke Polsek Kota Karangasem, agar petugas menelusuri asal-usulnya. Bendera itu dikibarkan oleh dua orang turis Rusia. Keduanya langsung diamankan dan diinterogasi lebih lanjut di Mapolsek Kota Karangasem. Kapolsek Kota Karangasem AKP Nengah Berata didampingi Kanit Reskrim Iptu I Wayan Gede Wirya mengatakan, kedua turis Rusia itu adalah Denis Nazarenko, wisatawan laki-laki kelahiran tahun 1981 dan juga Katerina Evelokimova, wisatawan perempuan kelahiran tahun 1988. Keduanya diketahui

asal Rusia dan bermalam di Vila Bali Vidi, Jalan Vasekan, Ubud, Gianyar. Kejadian pengibaran bendera palu arit itu tidak pelak membuat warga setempat geger. Kronologisnya, kedua pelaku sekitar pukul 14.00 Wita tiba di Warung Baruna milik Hildergati Teti (48). Kemudian, pelaku meminta izin

Bali Post/gik

DIMINTAI KETERANGAN - Kedua pelaku turis Rusia saat dimintai keterangan di Mapolsek Kota Karangasem.

mengibarkan bendera. Tujuannya, merayakan Victory Day. Pelaku meminta satu buah bambu sepanjang 3,5 meter. Bambu itu untuk mengibarkan bendera tersebut. Bendera berwarna merah itu dipasang tepat di depan Warung Baruna. Selang beberapa jam, bendera yang berkibar itu mendadak viral di media sosial. Pasalnya, bendera yang dikibarkan itu bergambar palu arit, yang kerap dikaitkan kelompok radikal ekstremis kiri. Personel Polsek Kota Karangasem langsung merapat ke TKP untuk menginterogasi pelaku berikut saksi-saksi di lokasi. “Kami sempat kesulitan menginterogasi pelaku. Alasannya, mereka hanya menguasai

bahasa Rusia. Sedikit sekali mengerti bahasa inggris,” kata Kapolsek. Setelah dinterogasi lebih lanjut di Mapolsek, kedua pelaku menolak dikaitkan kelompok radikal ekstremis kiri. Mereka mengaku datang dari Rusia ke Bali hanya untuk berlibur. Tiba di Bali 19 Maret lalu via penerbangan selama 36 jam melalui BelarussiaTurki-Jakarta (penerbangan transit). Keberadaan di Indonesia menggunakan visa dengan masa berlaku satu bulan dan telah habis 19 April lalu. Namun, sudah diperpanjang kembali pada 17 April lalu sampai 17 Mei. “Saya ke Bali hanya berlibur. Di Rusia, saya pemilik restoran di Moskow, Rusia,” kata Denis Nazarenko dalam bahasa Inggris, seperti disampaikan Kanit Reskrim dalam bahasa Indonesia. Di negara mereka, Rusia, tanggal 9 Mei itu biasa diperingati setiap tahun sebagai

‘’Pelaku meminta izin mengibarkan bendera. Tujuannya, merayakan Victory Day. Pelaku meminta satu buah bambu sepanjang 3,5 meter. Bambu itu untuk mengibarkan bendera tersebut. Bendera berwarna merah itu dipasang tepat di depan Warung Baruna. Selang beberapa jam, bendera yang berkibar itu mendadak viral di media sosial. Pasalnya, bendera yang dikibarkan itu bergambar palu arit, yang kerap dikaitkan kelompok radikal ekstremis kiri,’’ Kapolsek Kota Karangasem AKP Nengah Berata

Hari Kemenangan (Victory Day). Hari Kemenangan ini, untuk merayakan kedatangan pasukan Rusia di Berlin yang menandai berakhirnya perang dunia II. Mereka membawa bendera itu langsung dari Rusia. Bendera itu dibuat dengan kain warna merah, ukuran 1 x 1 meter. Pada bagian kiri terdapat lambang palu arit serta tulisan dalam Bahasa Rusia. Makanya, kata mereka, ketika itu Pasukan Rusia berhasil mengibarkan bendera pertama kalinya di Berlin saat Perang Dunia II. “Kami setiap tahun merayakan Hari Kemenangan ini, karena kakek kami adalah veteran. Kami tidak tahu, lambang bendera ini dilarang di Indonesia,” cerita Denis Nazarenko. Mendengar keterangan kedua tuiris ini, Polsek Kota Karangasem berkesimpulan pelaku itu memang tidak ada niat jahat mengibarkan bendera dengan simbol kelompok radikal itu. Ini murni karena ketidaktahuan mereka. Niat pelaku itu semata untuk ikut merayakan Hari Kemenangan di Rusia. Kapolsek AKP Nengah Berata menegaskan, keduanya sudah menyesali perbuatannya. Mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Meski demikian, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, kedua turis ini langsung digiring ke Polda Bali. (kmb31)

Bali Post/gik

BENDERA - Bendera bergambar palu arit yang dikibarkan di Pantai Bias Putih.

Pelepasan Siswa Smanda Pemkab Diminta Siapkan Infrastruktur Pajak ’’Online’’ Pertunjukan Sendratari dan Joged Gandrung Amlapura (Bali Post) Guna meningkatkan capaian target pajak daerah, Pemkab Karangasem berancang-ancang menerapkan sistem pembayaran pajak online. DPRD setempat mendukung rencana tersebut. Namun, agar program tidak sekadar menjadi wacana, eksekutif diminta segera menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarananya dengan baik. Dukungan dewan atas modernisasi sistem pembayaran pajak itu ditungkan pada pandangan umum fraksi-fraksi menyikapi rancangan pajak online yang diajukan pemerintah kabupaten. Dalam sidang paripurna Rabu (9/5) lalu, keenam fraksi menilai sudah sepatutnya dalam meningkatkan pelayanan perpajakan itu disesuaikan dengan perkembangan tekonologi informatika. Wabup Wayan Artha Dipa mengatakan, pemerintah kabupaten segera menyiapkan sarana dan prasarana termasuk sumber daya manusia dan regulasi teknis secara bertahap. Semua akan dipersiapkan secara saksama setelah berlakunya rancangan perda tersebut. Dengan diberlakukannya sistem online pajak daerah itu,

kata Artha Dipa, maka pembayaran pajak dapat dilakukan di seluruh bank, di mana pun dan kapan pun. Melalui kerja sama dengan dunia perbankan, pembayaran pajak nantinya bisa semakin mudah, simpel yang mengusung model pembayaran berbasis ATM, mobile banking, internet banking dan fasilitas yang dikembangkan pihak bank persepsi. Penerapan sistem pajak online, menurut Wabup, bukan hanya untuk memudahkan wajib pajak. Sistem online itu juga diarahkan untuk mengurangi tunggakan pajak. Pasalnya, dengan cara itu pihak wajib pajak dipermudah melakukan pembayaran. ‘’Terkait sarana prasarana, regulasi dan sumber daya manusia akan disiapkan secara bertahap. Kami secepatnya akan melakukan sosialisasi setelah diundangkannya Ranperda ini,’’ jelasnya. Sementara itu, data dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengisyaratkan belakangan ini kondisi perekonomian Karangasem mulai membaik setelah sempat drop akibat dampak aktivitas vulkanik Gunung Agung. Di sektor pajak daerah,

pada triwulan pertama 2018, realisasinya bahkan melampaui target hingga lebih dari Rp 5 miliar. Kepala BPKAD, I Nengah Mindra, sebelumnya mengatakan, pada triwulan pertama target pendapatan dari sektor pajak daerah Rp 11,5 miliar. Realisasinya melonjak Rp 16,69 miliar. Terlampauinya target tersebut disokong mulai membaiknya sektor pariwisata yang menjadi sektor unggulan Pemkab Karangasem. Pajak hotel yang ditarget Rp 1,46 miliar terealiasi Rp 3,2 miliar, pajak restoran Rp 2,075 miliar dari target Rp 675 juta. Dari 10 jenis pajak daerah yang menjadi sumber pendapatan Karangasem, pada triwulan pertama ini nyaris semua melampaui target kecuali pajak parkir. Pajak BPHTB yang juga diharapkan menjadi pendongkrak PAD tercapai Rp 2 miliar dari target 1,2 miliar. Pihaknya mengakui aktivitas vulkanik Gunung Agung berdampak signifikan terhadap penumpukan PAD Karangasem. Sektor galian C kondisinya paling parah sehingga BPKAD akhirnya memberikan kemudahan membayar tunggakan pajak dengan cara mencicil. (kmb)

Amlapura (Bali Post) Harapan masyarakat Kecamatan Kubu agar bisa menikmati air Telaga Waja, nampaknya semakin jauh. Sebab, jaringan pipanya masih bermasalah di sejumlah titik. Seperti jaringan pipa yang melintang di lokasi galian C Butus, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem. PDAM Karangasem menyebut, kalau mempertahankan jaringan tersebut untuk mengalirkan air ke Kubu, nampaknya sangat berisiko. Sehingga, PDAM meminta bersama-sama mencari jalan lain untuk mengalirkan air ke Kubu. Kendala tersebut disampaikan Direktur PDAM Karangasem I Gusti Made Singarsi saat rapat kerja dengan Komisi III dan IV DPRD Karangasem, di gedung dewan, belum lama ini. Dia mengatakan, kondisi pipa yang melintang seperti itu di lokasi galian C, sangat mengkhawatirkan. “Jangan dulu lakukan uji coba air Telaga Waja yang mengalir ke Kubu. Sebaiknya cek dulu kondisi jaringannya. Kami sudah merapatkan ini dengan

pemerintah daerah. Apakah pipanya itu tak bisa dialihkan ke Budakeling,” kata Singarsi. Anggota DPRD Karangasem, dari dapil Kubu, Komang Deni Suryawan, sangat menyayangkan situasi ini. Padahal, masyarakat Kubu, khususnya di Desa Dukuh, sejak awal sangat menunggu realisasi megaproyek ini. Deni mengatakan masyarakat setempat sampai sekarang masih tergantung dengan air hujan. Kalau tidak ada hujan, maka masyarakat setempat harus membeli air dengan harga mahal, mencapai Rp 250 ribu per tangki. Apalagi, masyarakat Dukuh bagian atas, harus membeli air Rp 300 ribu per tangki. “Saya sendiri sampai Rp 2 juta beli air per bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya. Direktur PDAM Karangasem Gusti Singarsi mengatakan tahun ini Karangasem memperoleh lima bantuan sumur bor dari pusat. Dua diarahkan ke Kecamatan Selat dan tiga lainnya di Kecamatan Kubu. Satu di antaranya di

Kecamatan Kubu, memang sudah diarahkan akan dibangun di Desa Dukuh. Dia berharap masyarakat setempat agar bersabar, karena pemerintah daerah dan BUMD seperti PDAM Karangasem sedang berupaya memenuhi hak warga atas air bersih di seluruh Karangasem. Terkait kendala pipa Telaga Waja yang disebut melintang di lokasi galia C Butus, Sekda Karangasem I Gede Adnya Muliyadi juga membenarkan situasi tersebut. Sangat riskan memanfaatkan jaringan tersebut, untuk distribusi air ke daerah Kubu. Dia mengakui sudah membahas ini dengan pihak terkait di pemerintah daerah, sebelum melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat. (kmb31)

Air Telaga Waja Kian Sulit Mengalir ke Kubu

Bali Post/kmb31

RAPAT KERJA - Direktur PDAM saat rapat kerja dengan Komisi III dan IV di ruang rapat DPRD Karangasem.

Momen pelepasan siswa lazimnya diisi hiburan. Bentuk hiburannya beragam, mulai lawak hingga band, biar terkesan kekinian. Akan tetapi, berbeda dengan SMAN 2 Amlapura (Smanda), salah satu sekolah unggulan di bumi lahar Karangasem itu menampilkan hiburan sendratari hingga joged gandrung (penarinya laki-laki semua). Hal itu ditampilkan saat menggelar momen pelepasan siswa di wantilan sekolah setempat, Sabtu (5/5) lalu. Meski dipersiapkan mendadak, pementasan sendratari nampak sangat apik. Bagaimanakah penampilan joged gandrung yang dipersiapkan secara singkat, apakah pertunjukan itu mampu membuat anak-anak di sekolah itu terhibur?

SENDATARI ini diberi judul “Godogan Sang Pangeran Kodok”. Sendratari garapan pembina I Dewa Gede Putu Supania, S.Sn., Luh Gede Kartini, S.Pd. dan Dra. Desak Made Sukerthi, M.Pd. itu dipentaskan dalam durasi 60 menit. Mengambil cerita sang anak raja Prabu Jenggalapura. Pementasan sendratari itu benar-benar dikemas apik oleh penata dan pembina tabuh Dewa Putu Arianata. Usai pentas, Wakasek Kesiswaan Drs. Nyoman Sutama, mengatakan cerita sendratari ini sejalan dengan tema pelepasan siswa yang mengangkat tema “Unity In Diversity” (Bersatu dalam Perbedaan). Sendratari itu menceritakan sang anak raja yang tibatiba menjadi kodok. Setelah anak raja itu meminum air di sebuah telaga yang ada di tengah hutan. Namun, sang kodok tetap bisa berbicara manusia, hingga dipungut sebagai anak oleh penghuni hutan, Men Bekung. Ceritanya menjadi semakin menarik, saat sang Pangeran Kodok itu telah dewasa meminta

Men Bekung yang dianggap ibunya, untuk melamar anak Raja Daha-Pura. Selain kuat dengan alur ceritanya, pementasan sendratari ini juga sarat skenario komedinya, guyonan-guyonan. Hal itulah yang membuat penonton yang berasal dari ribuan siswa SMAN 2 Amlapura dan undangan lainnya itu sangat terhibur. “Kami sengaja mengemasnya sedikit lucu, agar sendratari ini terkesan tak kaku,” kata Sutama. Sendratari yang relatif banyak adegan jenaka itu, mampu menutupi kekurangan persiapan yang terkesan mendadak. Sebab, mempersiapkan seluruh jalan cerita, menata tabuh, kostum dan lainnya, sangat singkat hanya waktu seminggu. Beruntung, siswa yang terlibat di dalamnya mampu menyerap semua arahan pembina dan penata tabuh dengan cepat. Ini juga berkat bantuan para alumni yang juga ambil bagian dalam beberapa tokoh di dalam cerita sendratari ini. Tidak ketinggalan, beberapa guru juga ikut di dalamnya. “Ini semua karya keroyokan. Ada siswa, guru, alumni juga ikut. Ada beberapa alumni kami yang memang khusus bergerak di bidang seni. Mereka selalu siap bila dibutuhkan. Termasuk dekorasi panggung, kami sendiri tak menyangka siswa bisa membuat sebagus ini. Padahal, kami cuma kasi dana Rp 3 juta,” terang pembina OSIS Smanda ini. Dekorasi panggungnya memang terkesan cukup megah. Nampak padu dengan jalan

cerita sendratarinya. Desain panggung di dalam wantilan itu dibuat seperti tebingtebing di taman, menggunakan teknik ulatan bambu, kertas Koran, dan finishing berupa cat warna cokelat dan hitam. Suasana nampak semakin hidup dengan adanya air yang mengalir dari atas dan dukungan dekorasi panggung lainnya. Setelah cerita sendratari sampai pada keberhasilan Pangeran Kodok mempersunting anak raja akibat kawisesaan-nya. Kemudian, keluarlah joged gandrung dari siswa kelas X sekolah setempat. Penari joged ini disambut meriah bak seorang artis panggung besar. Sambutan yang begitu meriah itu bukanlah tanpa alasan. Sebab, ini momen langka. Memang jarang dijumpai penari joged gandrung tampil lemah gemulai di atas panggung seperti ini. Siswa setempat pun berebut minta ditunjuk menjadi pangib- ing. Kemeriahan

semakin memuncak, kala Kepala SMAN 2 Amlapura, Drs. I Nengah Miyasa, M.Pd., ditunjuk menjadi pangibing. Penari joged gandrung ini mampu tampil sangat baik, memainkan situasi dan menjaga kemeriahan acara di atas panggung selama sekitar 30 menit. Tampilan joged gandrung, itu ada tujuannya. Pihak sekolah ingin menghapus kesan tari joged sebagai tari yang penuh muatan porno dan tak layak pentas. Maraknya beredar tari joged porno itu yang kemudian merusak citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Garapan ini sekaligus mensosialisasikan tari pergaulan ini sebagai warisan kebudayaan Bali yang harus tetap dilestarikan. (gik)

Bali Post/gik

PANGERAN KODOK - Anak Raja Daha-Pura akhirnya berhasil dipersunting Pangeran Kodok.


GIANYAR

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

9 Perbaiki Lima Objek Bencana, Pemkab Minta Bantuan Pusat

Bali Post/wan

JEBOL - Ruas jalan Desa Sukawati menuju Desa Kemenuh yang jebol dan belum diperbaiki.

SOSOK Cegah Dini Radikalisme BADAN Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gianyar terus berupaya menggaungkan kecintaan akan tanah air dan Pancasila di masyarakat. Melalui hal tersebut diharapkan penyebaran paham radikal dapat dicegah sedini mungkin. Kepala Badan Kesbangpol Gianyar Dewa Alit Mudiarta, Kamis (10/5) kemarin, mengungkapkan upaya membumikan nilai-nilai Pancasila baik itu sebagai dasar negara, sumber hukum, dan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia sangatlah penting. Reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dapat dijadikan acuan masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini maupun yang akan datang. Ia juga menekankan, nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan kepada generasi muda sebagai bagian dari pembentukan karakter. ‘’Dengan berpegang teguh kepada Pancasila, generasi ke depan tidak kehilangan jati diri di tengah era globalisasi,’’ terangnya. Diakuinya, saat ini ada kecenderungan degradasi moral dan rendahnya rasa kebangsaan di antara masyarakat. Kondisi ini merupakan salah satu dampak negatif dari era globalisasi. (nik)

Dewa Alit Mudiarta

Mencuri Jagung, Petani Divonis Satu Bulan Percobaan

Gianyar (Bali Post) Nekat mencuri jagung, Wayan Yasa harus berurusan dengan hukum. Atas perbuatannya mencuri satu kampil jagung, petani 36 tahun ini sudah divonis satu bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Gianyar, Rabu (9/5) lalu. Kanitreskrim Polsek Blahbatuh AKP Ida Bagus Dana, Kamis (10/5) kemarin menjelaskan, pelaku yang merupakan warga Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh ini dijerat dengan tindak pidana ringan (tipiring). ‘’Pelaku sudah disidang tipiring Rabu kemarin. Pelaku kena hukuman satu bulan percobaan dan bayar denda sidang Rp 5.000,’’ ujarnya. Kasus itu berawal ketika pemilik ladang jagung, I Made Pinggir asal Banjar Perangsada, Desa Pering, Blahbatuh yang kesal akibat beberapa

kali jagung miliknya raib. Dia pun kemudian melakukan pengawasan ketat terhadap ladang jagungnya. Pinggir pada Minggu (6/5), pukul 04.00 Wita, bahkan sengaja bersembunyi di semak-semak untuk mengawasi ladang jagung. Tak lama kemudian, datang pelaku masuk tanpa izin ke ladang jagung. Yasa memetik satu per satu jagung lalu memasukkannya ke dalam kampil. ‘’Sebelumnya, pelaku sudah pernah dilihat mengambil, tapi berhasil kabur. Makanya pemiliknya ingin memergoki lalu menangkap pelakunya,’’ ujar Dana. Pinggir keluar dari persembunyiannya dan memergoki pelaku. Pinggir juga sempat mengejar pelaku hingga akhirnya berhasil ditangkap dan diserahkan ke polisi. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar belum bisa mengalokasikan anggaran perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana. Hal ini lantaran dana yang diperlukan cukup besar. Penjabat Bupati Gianyar I Ketut Rochineng, Kamis (10/5) kemarin, menyampaikan ada delapan objek bencana di Kabupaten Gianyar yang menjadi prioritas. Salah satunya yakni ruas jalan Desa Sukawati menuju Tegenungan, Desa Kemenuh, yang beberapa bulan lalu jebol. Akses jalan ini sangat penting bagi masyarakat sehingga harus diprioritaskan. Menurutnya, dari delapan objek bencana, tiga di antaranya sudah dilakukan perbaikan dengan dibiayai APBD. Sementara sisanya yakni lima objek bencana, belum bisa dibiayai APBD karena nilainya tergolong tinggi yakni lebih dari Rp 13 miliar. Untuk itulah pihaknya berupaya agar pemerintah pusat turun tangan. ‘’Saya sudah perintahkan ke SKPD terkait untuk mengajukan proposal ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana - red) untuk kelima objek bencana tersebut. Minggu ini sudah mulai dikerjakan,’’ tegas Rochineng. (kmb35)

2019, Pembangunan Blok A Pasar Ubud

Gianyar (Bali Post) -

Penjabat Bupati Gianyar Ketut Rochineng melakukan pengecekan bangunan Blok A Pasar Ubud yang terbakar 2016 lalu. Kawasan yang kini menjadi tempat parkir itu rencananya difungsikan kembali sebagai pasar dengan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat senilai Rp 40 miliar. Saat kunjungan ke Pasar Ubud, Kamis (10/5) kemarin, Rochineng yang didampingi Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar menyempatkan diri mendengarkan aspirasi sejumlah pedagang. Sejumlah pedagang sempat mempertanyakan tak kunjung diperbaikinya bangunan di Pasar Ubud itu. Rochineng menjelaskan, sejatinya pada 2017 perbaikan bangunan tersebut sudah dianggarkan Rp 10 miliar. Namun, kajian kelayakan gedung yang diterima pada pertengahan tahun itu menyatakan bahwa sisa bangunan tersebut tidak layak digunakan sehingga harus dibangun ulang. Otomatis, proses perbaikan pun tidak bisa dilaksanakan. ‘’2018 ini, proses perencanaan dan pembongkaran sudah dilakukan. Pembangunan pasar akan dikerjakan pada 2019 mendatang,’’ katanya. Rencananya di Blok A Pasar Ubud akan didirikan bangunan dengan dua lantai dengan perkiraan dana sebesar Rp 40 miliar. Dana yang rencananya bersumber dari pemerintah pusat ini pun sudah dikoordinasikan oleh Rochineng. Di lokasi itu akan dibangun basement untuk parkir kendaraan roda dua. Lantai satu akan dikhususkan untuk parkir roda empat dan beberapa pedagang. Sementara untuk 43 pedagang akan diberikan tempat di lantai dua. ‘’Konsep pembangunannya memerhatikan masukan dan saran para pedagang. Semua kita akan tata dengan baik sehingga pedagang dan pengunjung sama-sama nyaman beraktivitas,’’ tambah Rochineng. Selain Pasar Ubud, Rochineng dan jajarannya memantau kondisi pasar lainnya. Di Pasar Desa Keramas, Rochineng

menyebutkan, proyek pembangunan pasar ini sedang ditenderkan. Dana pembangunan pasar yang ditargetkan rampung tahun ini, bersumber dari APBD dan DAK Rp 4,1 miliar. ‘’Di sini, semuanya berjalan sesuai perencanaan. Pedagang juga bisa beraktivitas seperti biasa. Beberapa bulan ini proses pembangunan pasar akan mulai dikerjakan. Diperkirakan, pasar baru tersebut bisa menampung 203 pedagang, melebihi jumlah pedagang yang ada di pasar sementara saat ini,’’ terang Rochineng. Pelantun lagu ‘’Bali Shanti’’ itu juga meninjau lokasi pembangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Celuk. Sentra kerajinan tersebut ditargetkan rampung tahun ini. Proyek ini merupakan bantuan dari Kementerian Perindustrian yang nilainya Rp 5,2 miliar. Pembangunan sentra IKM tersebut merupakan upaya Pemkab Gianyar dalam mengembalikan citra Desa Celuk sebagai sentra kerajinan perak. Sentra IKM tersebut juga akan digunakan sebagai pusat pelestarian dan peningkatan keterampilan perajin perak di Desa Celuk dan sekitarnya yang dikelola oleh Pemkab Gianyar. Di Pasar Desa Silakarang, Rochineng menegaskan, pembangunan pasar ini merupakan kerja sama Pemkab Gianyar dengan Desa Pakraman Silakarang. Pemkab Gianyar dalam hal ini mengerjakan bangunan pasar, sementara Desa Pakraman Silakarang sebagai penyedia lahan. Anggaran pembangunannya Rp 9,8 miliar yang bersumber dari DAK Rp 4 miliar serta bantuan Kementerian Perdagangan Rp 5,8 miliar. Proyek ditargetkan rampung tahun ini. (kmb35)

Bali Post/ist

PASAR - Pj. Bupati Ketut Rochineng mengunjungi Pasar Ubud.

Pelimpahan Kasus Guru Cabul Ditunda Gianyar (Bali Post) Penanganan kasus dugaan pencabulan dengan tersangka seorang oknum guru, Wayan Sug, dipastikan sudah P21 oleh jajaran Polres Gianyar. Upaya pelimpahan ke Kejaksaan pun diagendakan pada Rabu (9/5) lalu. Namun karena oknum guru di salah satu SD di Kecamatan Payangan itu belum mengajak penasihat hukum, proses tahap II kasus ini pun ditunda. ‘’Ya, pelimpahannya memang ditunda. Karena kemarin, tersangka belum mengajak penasihat hukum,’’ ucap

Kasi Intel Kejari Gianyar Gusti Agung Puger yang dihubungi Kamis (10/5) kemarin. Gusti Agung Puger menyatakan, pada saat pelimpahan berlangsung, Kejari sudah menawarkan penasihat hukum. Namun, tersangka justru tidak bersedia. ‘’Tersangka mengaku mau pakai penasihat hukum sendiri. Tetapi saat itu tidak diajak. Nah, karena tidak ada penasihat hukum, makanya pelimpahan ditunda,’’ ujarnya. Pihaknya pun kembali mengagendakan pelimpa-

han pada Senin (14/5) mendatang. Sementara, hingga kini oknum guru yang diketahui melakukan aksi pencabulan terhadap siswinya itu, tidak ditahan. ‘’Di polisi, dia tidak ditahan. Kenapa demikian, tentu saya tidak bisa komentar,’’ katanya. Apakah setelah tahap II, pihak Kejaksaan Gianyar akan melakukan penahanan, Gusti Agung Puger belum bisa mengutarakannya. Ia mengaku akan menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak terkait. ‘’Nanti lihat saja sikap jaksanya dan Kasi Pidum. Setelah di kejaksaan

baru kita bisa ambil sikap,’’ tegasnya. Secara terpisah, Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan tidak banyak menanggapi mengenai kasus pencabulan oknum guru terhadap siswi SD itu. ‘’Sudah tahap II,’’ ujarnya. Di bagian lain, kasus guru cabul yang tidak ditahan dan pelimpahannya tertunda ini mendapat sorotan dari Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali, Kadek Ariyasa. Dia meminta instansi terkait bekerja profesional

dalam menangani kasus ini. ‘’KPPAD mengingatkan agar semua pihak taat pada aturan hukum yang berlaku,’’ ujar Ariyasa. Dikatakannya, apabila dalam peraturan, pelaku pencabulan harus ditahan, semestinya harus dijalankan. ‘’Kalau si pelaku tidak ditahan, hal tersebut harus jelas alasannya dan dasar hukum yang dijadikan acuan,’’ tegasnya. KPPAD berharap, kasus itu jangan sampai dipelintir. Pelaku yang kini bebas jangan sampai menyebar isu atau opini yang tidak seharusnya. (kmb35)


JEMBRANA

10 SOSOK Interaksi Positif

BERBAGAI upaya dilakukan untuk mengenalkan potensi keanekaragaman hayati yang tersimpan di Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Sebagai kawasan konservasi taman nasional di Bali yang memiliki berbagai jenis hutan, daratan hingga lautan, TNBB memiliki 204 jenis burung, 11 jenis mamalia, berbagai jenis kupu-kupu, reptil herpetofauna, terumbu karang dan biota laut lainnya. Potensi ini tidak bisa dieksploitasi secara langsung tetapi dengan pemanfaatan berkelanjutan melalui ekowisata untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian sumber plasma nutfah dan pemanfaatan jasa lingkungan lainnya. Upaya tersebut di antaranya melalui fotografi kehidupan liar dalam Jambore Nasional Wildlife Photography (JNWP) dan pekan Menjangan. JNWP yang digelar di Cekik, Gilimanuk selama tiga hari dengan seratus peserta berkaitan dengan potensi keanekaragaman hayati TNBB. Sementara Pekan Menjangan digelar di Labuan Lalang yang merupakan pintu masuk menuju Pulau Menjangan. “Lewat dua even itu, kami harapkan terjadinya interaksi positif antara Balai TNBB dengan stakeholder,” ujar Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna. Dengan terjalinya interaksi positif itu, akan mempromosikan potensi keanekaragaman hayati di kawasan konservasi yang selanjutnya dapat meningkatkan dukungan masyarakat dan para pihak terhadap upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. “Preserve The Beauty of Menjangan” dalam Pekan Menjangan diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Bumi dengan mengajak masyarakat untuk lebih mengenal potensi dan keindahan ekosistem terumbu karang Pulau Menjangan. Selain itu juga mengenalkan berbagai upaya untuk menjaga kelestariannya. Sejumlah aksi nyata kepedulian masyarakat di antaranya Mitra Menjangan Expo, Menjangan Clean-up, Trash Walk, School Camp dan workshop pengolahan sampah. (olo)

Perbaikan Jalan Jangan Hanya Jelang Arus Mudik Negara (Bali Post) Perbaikan atau pemeliharaan jalan nasional jalur DenpasarGilimanuk selama ini selalu dikebut menjelang arus mudik Lebaran. Padahal sejatinya jalur itu setiap waktu selalu padat. Tidak hanya saat momen menjelang arus mudik, tetapi juga di hari-hari raya lainnya seperti Galungan, Kuningan serta Natal dan Tahun Baru juga padat kendaraan. Mestinya perbaikan dilakukan secara rutin, tidak hanya menjelang mudik. “Kita di sini (Bali) ada hari raya Galungan yang juga ramai. Sebab, banyak warga yang pulang ke kampung halaman. Jadi tidak harus menjelang arus mudik saja dilakukan perbaikan,” kata Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba, Kamis (10/5) kemarin. Dewan asal Peh, Desa Kaliakah ini mengungkapkan jalan nasional sering mengalami kerusakan parah disebabkan karena dilalui kendaraan dengan tonase yang berat. Kendaraan barang yang melebihi tonase itu didominasi dari Jawa. Selain itu salah satu pemicunya juga klasifikasi jalan nasional yang berbeda antara di Pulau Bali dan Pulau Jawa. Di Bali kualitasnya lebih rendah dibandingkan di Jawa. Satu-satunya solusi, bagaimana meningkatkan kualitas jalan nasional di Bali agar setidaknya sama dengan di Jawa. “Kerusakan jalan mayoritas di sebelah utara atau arah dari Gilimanuk. Di Melaya, Selemadeg hingga di Samsam,” pungkasnya. Sementara itu, kondisi jalan nasional ini masih sering mendapat keluhkan dari sejumlah pengendara. Selain berlubang juga ada jalan yang bergelombang. Hal ini sangat membahayakan pengendara, apalagi di malam hari. Dari pengamatan pada Rabu (9/5) lalu, kondisi jalan berlumbang itu ada di sejumlah titik. Seperti di wilayah Klatakan, Melaya. Lubang jalan cukup dalam dan sering membuat sejumlah pengendara motor kepeleset dan hilang keseimbangan. Dari 70 kilometer (perbatasan Tabanan-Gilimanuk), lebih dari 5 km kondisinya rusak parah. Kondisi rusak ini tersebar di beberapa titik. “Lubang jalannya tidak kelihatan, sehingga sering pengendara kepeleset dan jatuh,” kata salah satu warga, Putri. (kmb26/kmb)

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

Pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk Diperketat

Negara (Bali Post) Pengamanan dan pemeriksaan di pintu masuk Bali, terutama di Pelabuhan Gilimanuk, diperketat. Hal ini dilakukan dalam rangka peringatan hari raya Kenaikan Isa Al-masih. Begitu juga terkait adanya kerusuhan di Mako Brimob, Depok yang melibatkan petugas kepolisian dengan narapidana teroris dan menimbulkan enam korban jiwa. Tak hanya itu, peningkatan pengamanan juga dilakukan di sejumlah gereja di Jembrana. Dalam pengamanan ini melibatkan ratusan personel. Sementara guna memaksimalkan pemeriksaan di pintu masuk, jumlah

personel di Pos II ditambah. Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko mengatakan untuk pengamanan, Polres mengerahkan 114 personel yang disebar di 18 gereja. Sejak pagi, petugas su-

Negara (Bali Post) Ratusan ayam ilegal yang diamankan petugas selama sepekan belakangan akhirnya dimusnahkan di kandang Karantina Gilimanuk, Kamis (10/5) kemarin. Pemusnahan dilakukan dengan cara menyembelih ayam dan menaruhnya dalam lubang yang sudah disiapkan petugas. Selanjutnya ayam-ayam tersebut dibakar sebelum akhirnya dikubur. Ayam hidup yang merupakan salah satu jenis unggas yang masih dilarang keluar-masuk Bali. Dalam pemusnahan yang turut disaksikan jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dan instansi terkait lainnya itu, ayamayam tersebut disinyalir mengidap penyakit. Apalagi selama diamankan, ada puluhan ayam yang mati. Penanggung jawab Karantina Pertanian Kelas I Denpasar Wilayah Kerja (wilker) Gilimanuk, Ida Bagus Eka Ludra, mengatakan sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 44 tahun 2005 tentang penutupan sementara pemasukan unggas dewasa ke Provinsi Bali, semua unggas yang hidup dilarang keluar-masuk Bali. Kendati dilarang, penyelundupan masih saja terus terjadi. Terbukti dalam sepekan ini ada ratusan ayam

yang diamankan Polsek Kawasan Laut Gilimanuk maupun Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk. “Sebenarnya kalau karkas (daging) boleh, karena sudah melalui proses dan virusnya mati. Tetapi tetap harus melengkapi dokumen,” kata Eka Ludra. Tindakan pemusnahan barang bukti ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menghindari penyebaran penyakit. Sebelumnya pemilik ayam dipersilakan mengurus dokumen karantina yang diperlukan dari daerah asal pengiriman. “Kita juga bisa langsung tolak (masuk Bali), karena ini (pengiriman unggas hidup) memang dilarang. Di samping juga Hewan Penular Rabies (HPR),” tandasnya. Salah satu pemicu masih adanya pengiriman ayam hidup masuk ke Bali adalah faktor ekonomi. Dimana ada keuntungan ketika ayam dari Jawa itu dijual di Bali. Disinyalir mendekati hari raya upaya penyelundupan kemungkinan akan terus terjadi. Karenanya, pihaknya bersama dengan kepolisian akan terus melakukan pengawasan komoditi ini masuk ke Bali. Proses pemusnahan dilakukan sesuai dengan protap yang ditentukan untuk

dah diterjunkan dan melakukan pengamanan di beberapa gereja seperti di Gumbrih hingga Pekutatan. Menurutnya, jadwal pelaksanaan peribadatan beberapa gereja waktunya berbeda. Untuk itu, pengamanan

disesuaikan. Secara umum pelaksanaan peringatan ini berlangsung aman. Selain di gereja, pengamanan di pintu masuk Bali melalui jalur darat di Gilimanuk juga diperketat. Pemeriksaan melibatkan personel Polres Jembrana dan Batalyon C Pelopor Brimob Gilimanuk. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi barangbarang atau bahan terlarang masuk Bali. Kapolsek Kawasan Laut

Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa mengatakan untuk memaksimalkan pemeriksaan di Pos II atau pintu masuk dilakukan penebalan personel. “Secara umum tidak ada penambahan personel. Yang ada kami lebih tebalkan ke sini (Pos II-red),” terangnya. Dari pengamatan, sejumlah petugas nampak melakukan pemeriksaan terhadap orang, barang dan kendaraan yang masuk Bali. (kmb26)

Ratusan Ayam Ilegal Dimusnahkan

Bali Post/olo

PEMUSNAHAN - Proses pemusnahan unggas selundupan di kandang Karantina Gilimanuk, Kamis (10/5) kemarin. menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Sejumlah petugas yang memotong dan bersentuhan langsung dengan unggas mati menggunakan pakaian khusus. Perlu diketahui, ayam yang dimusnahkan merupakan hasil tiga kali tangkapan selama sepekan terakhir. Total ayam yang

diamankan selama sepekan ini mencapai 160 ekor. Di antaranya, 12 ekor ayam jenis cemani kiriman dari Probolinggo, Jawa Timur yang diamankan pada Rabu (2/5) lalu. Ayam tersebut dikirim menggunakan bus nomor polisi AA 1551 BY. Kemudian disusul pada Sabtu (5/5) lalu, 30 ekor

ayam jago diamankan petugas Karantina di terminal lama Gilimanuk. Ayam itu dikirim tanpa Surat Kesehatan Karantina (SKK) dari pelabuhan asal. Terakhir, pada Minggu (6/5) lalu sebanyak 120 ekor ayam jago diamankan polisi di Pos II Pelabuhan Gilimanuk. (kmb26)

Kembangkan Konsep Ekowisata Libatkan Masyarakat Lokal

TAK bisa dihindari, konservasi binatang liar dan dilindungi bukan hanya membutuhkan tekad dan komitmen, melainkan juga memerlukan dukungan finansial. Para kelompok pelestari binatang dan organisasi-organisasi serupa pasti mengalami kendala itu. Sejatinya kendala finansial itu bisa ditutupi dengan donasi dan usaha mandiri. Salah satunya adalah dengan mengembangkan konsep ekowisata (ecotourism) dengan melibatkan masyarakat sekitar lokasi penangkaran.

I Nengah Tamba

Bali Post/olo

Konsep ini memanfaatkan para guide yang mengantar para tamu dan peneliti burung dari warga sekitar. Masyarakat sekitar diberdayakan dengan menyediakan homestay bagi para peneliti atau pengunjung. Penyu merupakan salah satu hewan

Bali Post/olo

LEPAS TUKIK - Sejumlah pengunjung melepas anak penyu (tukik) di Pantai Perancak, Jembrana. yang dilindungi dan muncul sejumlah kelompok pelestari. Kelompok pelestari penyu Kurma Asih di Desa Perancak, Jembrana, Bali merupakan salah satu yang mencoba konsep ekowisata itu. Dibanding dengan kelompok pelestari sejenis di ka-

bupaten lain, lokasinya lebih jauh dari pusat pariwisata. Padahal, sejatinya di Perancak merupakan lokasi sarang (nest) penyu terbesar di Bali. Guna mendukung konsep konservasi ini perlu adanya sinergi dengan masyarakat. Ekowisata yang dikembang-

kan di Desa Perancak ini mencoba mengembangkan konservasi dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Yakni dengan ecotourism berbasis konservasi dan masyarakat. Masyarakat lokal dilibatkan sehingga memperoleh keuntungan ekonomi. Dengan

demikian dapat mereduksi atau mengurangi eksploitasi penyu di wilayah ini. Aktivis pelestari penyu di Perancak I Wayan Anom Astika Jaya mengatakan, upaya konservasi ini agar bisa bersanding dengan ecotourism dan meningkatkan ekonomi masyarakat. “Sehingga bisa memberikan alternatif income bagi para nelayan dengan membuat homestay bagi para peneliti maupun volunteer (relawan) dari berbagai negara, bukan hanya dari hasil mencari ikan saja. Sehingga bukan Kurma Asih yang diberdayakan, tetapi masyarakat Desa Perancak pada umumnya,” terangnya. Kelompok yang meraih Kalpataru kategori penyelamat lingkungan tahun 2017 ini mulai eksis melestarikan penyu sejak 11 Juni 1997. Kelompok ini dirintis dan dimulai dengan penangkaran serta memberikan edukasi terhadap masyarakat. Hingga dapat merangkul nelayan yang sebelumnya memburu penyu, kini menyelamatkan penyu. Sampai saat ini, kelompok tersebut sudah mengumpulkan 17.000 telur penyu lekang. (olo)


BULELENG

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

11

Atap ’’Palinggih’’ Kemulan Terbakar TERBAKAR - Tidak sengaja membakar sisa potongan dahan bambu, atap palinggih kemulan milik Putu Bagiasa warga Dusun Celuk Buluh, terbakar Kamis (10/5) kemarin. Singaraja (Bali Post) – Tidak sengaja membakar dahan bambu di dekat rumah, palinggih Kemulan milik Putu Bagiasa, warga Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Lovina, terbakar Kamis (10/5) kemarin. Sebagian atap palinggih yang terbuat dari ijuk itu terbakar sekitar pukul 15.00 wita. Beruntung, api cepat dipadamkan setelah satu unit mobil Dinas Pemadam

Kebakaran (Damkar) Buleleng tiba di lokasi kejadian. Anak kandung pemilik rumah, Ayu Dwi Mahardani, menyampaikan, sebelum kejadian dirinya membakar sampah bekas potongan bambu di sebelah timur rumahnya. Celakanya, angin kencang menerbangkan sampah yang terbakar kemudian mengenai atap palinggih Kemulan. Percikan api itu kemudian

Dibangun Tugu Pahlawan

Dipindah, Pasar di Simpang Penarukan-Jinangdalem

Singaraja (Bali Post) – Pasar tradisional di simpang antara Kelurahan Penarukan dengan Desa Jinangdalem, Kecamatan Buleleng dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif. Selanjutnya, bekas lokasi pasar itu ditata oleh Desa Pakraman Penarukan dengan membangun tugu pahlawan. Areal pasar tradisional ini dikosongkan sekitar tiga minggu lalu. Seluruh pedagang telah direlokasi ke pasar yang dibangun oleh Desa Pakraman di Banjar Sidayu, sekitar 200 meter ke barat. Klian Desa Pakraman Penarukan, Jero Dalang Paneca, belum lama ini mengatakan, belakangan ini keberadaan pasar yang lama itu posisinya sangat membahayakan, karena berada tepat di tengahtengah persimpangan jalan. Pada hari-hari tertentu arus lalu lintas terganggu, sehingga banyak warga mengeluhkan situasi tersebut. Mengatasi persoalan ini, pihaknya kemudian memindahkan pasar lama tersebut ke lokasi yang lebih nyaman. Selanjutnya, bekas lokasi pasar itu untuk sementara dikosongkan. Ke depan, desa pakraman memprogramkan untuk membangun tugu pahlawan di atas lahan itu. Rencana pembangunan tugu pahlawan di sana sudah ada sejak lama. Pihaknya masih berusaha mengumpulkan dana untuk mewujudkan pemban-

gunannya. Rencananya, pohon asam yang masih berada di persimpangan itu, juga akan ditebang. “Kami baru bisa memindahkan pasar dan langkah selanjutnya kami bangun tugu pahlawan di areal itu,” katanya. Kelurahan Penarukan memiliki tiga pejuang yang gugur di medan perang pada tahun 1945. Tiga pejuang yang dianugerahi sebagai pahlawan 45 itu yakni Ida Kade Samba, Ida Putu Tantri, dan Bagus Putu Astra. Saat ini, ketiga pejuang itu telah diabadikan dengan tugu sebelah timur pasar. Namun karena lokasinya tersembuyi, tugu pahlawan itu tidak banyak yang mengetahui. Sementara itu, anggota DPRD Buleleng Fraksi PDI Perjuangan Dewa Gede Sugiarto mengatakan, pemindahan pedagang dari pasar simpang Penarukan-Jinangdalem, karena lokasi tersebut sempit. Selain itu, lokasinya juga berbatasan dengan ruas jalan nasional dan merupakan jalur truk pengangkut material dari Karangasem, sehingga lingkungan pasar kurang nyaman. “Demi keselamatan bersama, pasar itu dipindahkan dan perencanaan pemanfaatan lahan bekas pasar itu desa adat akan membagun tugu pahlawan, sehingga menambah estetika wilayah kami dan penghormatan kepada pejuang,” tegasnya. (kmb38)

Eksekutif Angkat Bicara Soal Ranperda Perlindungan Mata Air

Singaraja (Bali Post) – Pembatalan pembahasan Rancangan Perda (Ranperda) tentang Perlindungan Mata Air oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Buleleng membuat pihak eksekutif angkat bicara. Pembatalan pembahasan draf ranperda yang terkesan kurang cermatnya kajian dibantah oleh eksekutif. Sebaliknya, eksekutif menyebut dalam pembahasan awal, sudah menemukan kelemahan sampai pembahasan ranperda yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah batal di tengah jalan. Asisten Bidang Pemerintahan Sekkab Buleleng, Made Arya Sukerta, S.H., Kamis (10/5) kemarin, mengatakan pembahasan setiap perda berawal dari ranperda yang ditetapkan menjadi salah satu program legislasi daerah (prolegda). Saat masuk dalam prolegda itu, ranperda hanya garis besarnya. Eksekutif dan legislatif kemudian membuat kajian dan disampaikan melalui rapat-rapat formal, seperti rapat dengan panitia khusus (pansus), gabungan komisi dan dalam sidang paripurna. Dalam pembahasan ranperda perlindungan mata air itu, pihaknya dari sisi yuridis lemah. Namun, eksekutif baru bisa menyampaikan itu ketika pembahasan formal baik di tingkat panitia khusus (pansus),

gabungan komisi dan sidang paripurna. Agar pembatalan pembahasan Ranperda Perlindungan Mata Air tidak terulang, semestinya draf rancangan itu digodok lebih matang sebelum masuk menjadi prolegda. “Ranperda inisiatif dewan dan sejak awal sudah tahu dari sisi yuridis lemah. Sesuai mekanisme, menyampaikan kajian dari eksekutif ketika rancangannya sudah mulai dibahas dalam agenda lebih tinggi,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pansus DPRD membatalkan pembahasan Ranperda Perlindungan Mata Air. Pembatalan itu karena UU No. 7 Tahun 2014 sebagai dasar hukum penyusunan ranperda ini telah dicabut lewat keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Regulasi itu dikembalikan ke UU No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan di mana kewenangan diserahkan ke provinsi. Sekarang ini Peraturan Pemerintah sebagai turunan dari UU Nomor 11 Tahun 1974 itu belum terbit. Pembatalan pembahasan ranperda ini adalah yang kali kedua setelah sebelumnya pansus batal membahas tentang ranperda parkir berlangganan. Tak heran, pembatalan ini terkesan membuang-buang anggaran pemerintah daerah. (kmb38)

membesar. Mahardani terkejut melihat api berkobar di atas atap palinggih tersebut. Saat itu, dia bersama kerabatnya langsung menyiram kobaran api tersebut. Khawatir api tidak bisa dipadamkan, dia kemudian meminta bantuan ke Dinas Damkar Buleleng. “Awalnya, saya kira kabel listrik yang melintasi di atas palinggih terbakar. Setelah didekati, api dari pembakaran sam-

pah itu merembet ke atap palinggih. Saudara membantu menyiram dan sambil minta pertolongan ke pemadam dan syukur api sudah bisa padam dan tidak semua atap palinggih terbakar,” katanya. Anggota pemadam Ketut Putra Armawan mengatakan, sekitar satu jam kemudian, api dapat dipadamkan dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam. Selain

itu, pihaknya juga memadamkan titik api yang membakar dahan bambu yang sebelumnya dibakar oleh korban. “Kami dapat laporan dari pemilik rumah dan pertama kami padamkan api yang membakar palinggih. Setelah itu, api yang membakar bambu itu kami padamkan menghabiskan satu unit mobil pemadam dari Pos Singaraja,” tegasnya.

Bali Post/kmb38

Selama proses pemadaman, arus lalu lintas Singaraja-Seririt sempat terganggu. Ini karena tepat di atas jembatan petugas memarkir kendaraan untuk menyemprot api dari atas jembatan. Kendaraan dari dua arah pun harus melintas bergiliran, sehingga arus lalu lintas sempat terganggu. Setelah pemadaman berakhir, arus lalu lintas kembali normal. (kmb38)

Izin Prodi Pendidikan Dokter Undiksha Tunggu Penilaian Enam Lembaga Teknis

Singaraja (Bali Post) –

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) nampaknya masih harus berjuang keras untuk mendapatkan izin Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter. Ini karena izin membuka prodi ini tidak saja dikeluarkan Kemenristekdikti, tetapi enam lembaga teknis dan organisasi profesi independen. Lembaga teknis ini wajib menilai layak atau tidak Undiksha membuka Prodi Pendidikan Dokter. Itu diungkapkan Menristekdikti Mohamad Nasir saat memantau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kampus Undiksha, beberapa waktu lalu. Lebih jauh, Mohamad Nasir mengatakan, pembukaan Prodi Pendidikan Dokter Undiksha adalah usulan di luar prodi dokter. Kalau yang diusulkan prodi dokter, maka izinnya akan dikeluarkan Kemenristekdikti setelah ada rekomendasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sedangkan Undiksha sejak awal memohon izin Prodi Pendidikan Dokter, sehingga sebelum Kemenristekdikti menyetujui usulan itu wajib ada penilaian dari sejumlah lembaga dan organisasi profesi di antaranya Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), Asosiasi Pengelola Pendidikan Kedokteran Indonesia (APPI), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). ‘’Kalau saya, maunya lebih cepat lebih baik. Tetapi yang terlibat dalam pembukaan Prodi Pendidikan Dokter Undiksha wajib memberi penilaian secara independen. Usulan yang masuk itu masih berproses,’’ katanya. Kendati izin belum bisa dipastikan kapan akan diterbitkan, Menristekdikti Mohamad Nasir mengapresiasi

positif upaya jajaran Undiksha yang telah mengusulkan pembukaan Prodi Pendidikan Dokter. Upaya ini seperti persiapan sarana prasarana perkuliahan dan penyiapan dosen dengan sangat baik. Tidak ketinggalan, Menristek Momahad Nasir memuji Pemkab Buleleng yang menyiapkan rumah sakit pendidikan guna mendukung pembukaan Prodi Pendidikan Dokter tersebut. Sesuai persyaratan, rumah sakit yang disiapkan adalah minimal tipe B dan sudah terakreditasi paripurna. Sejak usulan ini diajukan, pemkab sudah membenahi RSUD Buleleng, sehingga sekarang sudah menyandang predikat rumah sakit pendidkan terakreditasi paripurna. ‘’Secara persyaratan penyediaan laboratorium, infrastruktur, dan SDM sudah sangat baik. Termasuk rumah sakit pendidikan layak dipakai dan terakreditasi peripurna. Saya berterima kasih pemkab di sini sudah mendukung, tinggal menunggu proses lanjutannya saja,’’ jelasnya. Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. mengatakan, sejak mengusulkan proposal, proses penilaian sudah dilalui. Saat ini, KKI belum melakukan visitasi ke Undiksha, namun dari proses penilaian sebelumnya lembaga tersebut sudah ikut menilai.

Bali Post/kmb38

KETERANGAN - Menristekdikti Mohamad Nasir (tengah) memberikan keterangan pers terkait usulan izin Prodi Pendidikan Dokter di Undiksha, Singaraja. Selain itu, Undiksha menyiapkan dua orang dokter untuk disekolahkan melengkapi syarat sebagai dosen. ‘’Sarana dan SDM sudah kita siapkan dan itu sudah dilihat langsung Pak Menristekdikti, kami belum tahu apakah akan ada visitasi lagi atau langsung diberikan izinnya,’’ tegasnya. Sementara itu, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, kendati usulan izin sampai sekarang belum ada kepastian, pihaknya tetap optimis Prodi Pendidikan Dokter bisa dibuka di perguruan tinggi berjuluk ‘’Kampus Seribu

Jendela’’ ini. Upaya lanjutan yang akan kembali ditempuh adalah koordinasi ke lembaga dan organisasi profesi agar segera mengirimkan tim untuk melakukan visitasi ke Undiksha. ‘’Kami dorong terus dan memang apa yang disampaikan Pak Menristekdikti itu memang begitu adanya. Kami akan koordinasi lagi ke pusat agar segera ada tim dari organisasi profesi atau instansi terkait melakukan visitasi, sehingga kita bisa melengkapi syarat mendapatkan izin Prodi Pendidikan Dokter,’’ jelasnya. (kmb38)

Tingkatkan Wawasan Pengamanan

46 Anggota ’’Security’’ PT GEB Ikuti Pelatihan Gada Pratama PT General Energy Bali (GEB) yang kini mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak tidak bisa dipisahkan dari tingkat pengamanan kawasan pembangkit. Apalagi, PLTU yang masuk objek vital nasional, pengamanan menjadi kunci penting untuk terus ditingkatkan. Untuk memberi pemahaman dan meningkatkan kinerja sumber daya manusia (SDM) security yang dipekerjakan oleh GEB, 46 security mengikuti pelatihan kualifikasi Gada Pratama Kamis (10/5) kemarin. Pelatihan ini digelar oleh PT Pesona Cipta Security bekerja sama dengan Satbinmas Polda Bali. Pembukaan pelatihan ini dihadiri Pimpinan PT GEB Jakarta H. Abdul Djalil didampingi perwakilan instruktur yang juga Kasubdit Binsatpam Polsus Polda Bali AKBP Hereni, dan Koordinator Keamanan PLTU Celukan Bawang Wayan Budika. AKBP Hereni mengatakan, pelatihan oleh perusahaan penyedia security pertama kali digelar di Buleleng. Hal ini tidak lepas karena puluhan ang-

PELATIHAN - Pimpinan PT GEB Jakarta H. Abdul Djalil (tengah) menghadiri pelatihan security kualifikasi Gada Pratama, Kamis (10/5) kemarin. gota security yang mengikuti pelatihan ini ditugaskan untuk menjaga keamanan PLTU sebagai objek vital nasional yang membutuhkan standar operasional prosedur (SOP) ketat. Di samping itu, sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 24 Tahun 2007 mewajibkan setiap anggota security memiliki ijazah dari tingkatan Gada Pratama, Madya, dan Gada Utama. Untuk pelatihan oleh PT Pesona Cipta Security baru tingkat Gada Pratama. Setelah pelatihan ini, ke depan wajib ditingatkan kembali untuk

Gada Madya sampai Gada Utama di mana anggota security sudah memangku jabatan khusus dalam bidang tugasnya di perusahaan. ‘’Ini permintaan PT Pesona Cipta Security sebagai Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) untuk melakukan pelatihan. Kami apresiasi BUJP yang meningkatkan wawasan anggota security, sehingga keahlian mereka legal sesuai amanat Perda No. 24 Tahun 2007,’’ katanya. Menurut perwira asal Kediri, Tabanan ini selama menjadi instruktur pelatihan,

materi utama yang diberikan dibagi dalam pemaparan materi di kelas dan praktik lapangan. Materi ini menitikberatkan pada pengetahuan anggota security dalam melaksanakan tugas-tugas pengamanan terbatas di luar dari SOP yang sudah ditetapkan di perusahaan tempat mereka dipekerjakan. Peserta pelatihan ini akan mendapatkan ijazah setelah menyelesaikan pelatihan yang dihitung selama 232 jam. ‘’Materi di kelas dan praktik seperti pengamanan kejadian terbatas, Pasukan Baris Berbaris (PBB) itu semuanya berlangsung 232 jam dan mereka ini akan mendapatkan ijazah sesuai tingatan pelatihan yang diikuti,’’ tegasnya. Sementara itu, Pimpinan PT GEB Jakarta H. Abdul Djalil didampingi Koordinator Pengamanan PLTU Celukan Bawang Wayan Budika menyambut positif pelatihan bagi anggota security yang sudah dipekerjakan. Pelatihan ini tidak sekadar mencari ijazah yang diamanatkan oleh regulasi, namun pihaknya ingin meningatkan kinerja SDM security di luar dari SOP pengamanan di perusahaan. Hal

ini penting karena PLTU yang sudah beroperasi ini merupakan objek vital nasional yang memerlukan kinerja security yang andal untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal negatif di perusahaan. ‘’Kami mendukung karena PT Pesona Cipta Security sebagai mitra GEB bertanggung jawab meningatkan kinerja anggota security, sehingga di luar SOP mereka memiliki skill pengamanan andal,’’ katanya. Di sisi lain, Djalil mengatakan, sesuai komitmen perusahaan untuk anggota security direkrut dari warga empat desa penyanding PLTU yakni Desa Tukad Sumaga, Pengulon, Tinga-Tinga, dan Desa Celukan Bawang. Sampai saat ini, tercatat 75 orang anggota security dari empat desa itu telah direkrut. Puluhan anggota security itu beberapa di antaranya adalah perempuan atau biasa disebut security wanita. Ke depan jika ada penambahan, perusahaan akan tetap mengutamakan dari desa penyanding itu dan jika syaratnya tidak dipenuhi, baru perusahaan merekrut anggota security dari luar desa penyanding tersebut. (ad562)


KLUNGKUNG

12 SOSOK Manfaatkan Kesempatan

BANYAK orang mengungkapkan kesempatan emas yang menghampiri jangan disia-siakan. Sebab hal itu belum tentu datang untuk kedua kalinya. Terlebih untuk bisa ikut dalam kompetisi. Pemikiran demikian salah satunya dimiliki perempuan asal Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Made Mutiara Sanjiwani Rajendra, saat mendapat peluang untuk ikut pemilihan Jegeg Klungkung 2017. “Saat itu banyak yang mendukung untuk ikut. Tidak ada salahnya memanfaatkan kesempatan,” ucapnya, Kamis (10/5) kemarin. Berkat kegigihannya, perempuan 23 tahun ini berhasil menjadi Jegeg Klungkung. Sebuah impian yang ingin diwujudkan peserta lain. Mencapai prestasi membanggakan itu tentu bukan perkara mudah. Perlu persiapan matang, mulai dari memahami hal-hal berkaitan dengan Klungkung, seperti seni dan budaya, public speaking, hingga mental tampil di depan banyak orang. “Banyak hal yang harus dipersiapkan. Kebetulan saat itu sekali maju langsung terpilih,” tuturnya. Kompetisi semacam itu sudah sempat dijalaninya saat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Udayana. Pada 2016, ia dinobatkan sebagai jegeg dan masuk lima besar tingkat universitas. Ia harus bersaing dengan perwakilan fakultas lain. “Sempat juga ikut Jegeg Bagus Bali. Dapat penampilan terbaik,” katanya. Tak dimungkiri, tampil pada ajang itu tak selamanya mendapat pujian. Tetapi juga kritikan. Ini pun tak sepenuhnya disampaikan secara langsung, melainkan melalui media sosial. Hal demikian tidak membuatnya lesu darah. Justru dijadikan cambuk membangkitkan semangat diri menjadi semakin baik. “Kritikan cukup sering. Tetapi tidak terlalu ditanggapi. Jadikan motivasi saja,” ungkap perempuan yang sebentar lagi wisuda ini. Meski gelar Jegeg Klungkung tahun ini sudah pindah ke orang lain, keinginannya untuk mengikuti kompetisi serupa tak padam. Masih haus akan prestasi, terlebih untuk jenjang yang lebih tinggi. “Ya semoga bisa lebih baik lagi,” tandasnya. (sos)

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

Pembangunan Pelabuhan Gunaksa

Dipastikan Dikaji Ulang, Kemenhub Segera Terjunkan Tim Semarapura (Bali Post) Pelabuhan Gunaksa, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung yang kondisinya sangat memprihatinkkan ditinjau Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan, Kamis (10/5) kemarin. Dipastikan, pelabuhan yang mulai terbangun tahun 2006 itu dikaji ulang sebagai dasar untuk pembangunan selanjutnya. Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Wahju S. Utomo mengungkapkan, pada pemantauannya itu, ditemukan kerusakan di sejumlah titik, termasuk jalan yang menjadi akses satu-satunya dari By-pass Ida Bagus Mantra yang melewati eks Galian C Desa Gunaksa. Selain itu, pintu masuk pelabuhan juga langsung berhadapan dengan laut terbuka. “Jelas ini akan dikaji ulang. Terutama pintu masuk pelabuhan karena tidak begitu layak. Nanti ada tim teknis yang turun ke sini untuk menilai lebih jauh. Idealnya seperti apa pelabuhan dengan kontur alam seperti ini. Kami tidak mau lagi yang seperti ini,” ungkapnya didampingi jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Klungkung.

Hasil pemantauannya akan disampaikan ke Menteri Perhubungan dan selanjutnya dibicarakan dengan kementerian terkait, salah satunya Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), pemerintah provinsi maupun kabupaten. “Ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Kementerian Perhubungan. Contohnya akses jalan dengan PU-PR. Percuma kita selesaikan pelabuhan tapi aksesnya tidak ada. Tidak ada gunanya,” tegasnya. “Kedua, kami juga minta jaminan dari pemerintah daerah bahwa pelabuhan ini setelah dengan investasi cukup besar dalam penyelesaiannya itu harus jelas pemanfaatannya. Jangan sampai kita bangun selesai tapi tidak dimanfaatkan dengan optimal. Nanti muba-

zir sekali anggaran APBN,” jelasnya. Disampaikan lebih lanjut, kedatangannya itu juga sebagai tindak lanjut arahan presiden bahwa di tengah keterbatasan anggaran, seluruh aset harus bisa dioptimalisasi. “Terkait hasil yang didapatkan, saya akan berbicara dengan kementerian PU-PR. Target secepatnya harus diputuskan ini (pembangunanred),” ucap Utomo. Ditambahkan, jika pelabuhan seluas 12,33 hektar itu dapat difungsikan, kementerian sangat mendukung untuk menunjang akses transportasi ke Kepulauan Nusa Penida yang perkembangan pariwisatanya semakin pesat maupun antarprovinsi. “Kalau dimanfaatkan untuk itu, kami sangat mendukung,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana mengatakan, penyerahan pengelolaan pelabuhan ke pemerintah pusat belum jelas. Hal tersebut masih menunggu pembangunan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan provinsi tuntas. “Nanti sekalian diserahkan. Provinsi menyerahkan ke pusat, kabupaten juga ke pusat,” ungkapnya. Kepala Dinas Perhubungan Klungkung I Nyoman Sucitra mengatakan dalam pembangunannya, pemerintah kabupaten hanya memiliki kewenangan pada jalan eksisting, tempat tunggu penumpang sementara, padmasana dan gardu listrik. Selebihnya oleh pemerintah provinsi dan pusat. “Kalau dari pemkab, sudah tentu menginginkan pelabuhan ini bisa berfungsi,” ucapnya. Dorongan adanya kepastian soal pembangunan juga muncul dari Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru yang juga turut turun ke lokasi. “Tentu kami

sangat mendukung untuk pengkajian ulang itu. Kalau pun misalnya bangunan itu nantinya dinyatakan tidak layak di tempat sekarang, dan harus dipindahkan, kami tetap ingin lokasinya di wilayah Klungkung,” tegasnya. Kondisi pelabuhan sudah sangat memprihatinkan. Senderan di sisi timur yang panjangnya mencapai ratusan meter telah habis tergerus gelombang laut. Tak hanya itu, bangunan Padmasana yang terbuat dari batu hitam sudah hilang sampai ke pondasinya. Demikian pula bangunan tempat gardu listrik yang berada di sisi utara, pondasinya juga tergerus dan nyaris roboh. Bahkan, baru-baru ini, kabelnya digasak maling. Sesuai berita sebelumnya, pembangunannya sudah menelan anggaran mencapai Rp 300 miliar lebih yang berasal dari daerah, provinsi dan pusat. Sempat dilakukan tiga kali uji coba, namun seluruhnya gagal. (kmb45)

Rekomendasi LKPJ Bupati 2017

Dewan Minta Pemkab Optimalisasi Serapan Anggaran

Bali Post/sos

LUKISAN - Salah satu lukisan karya seniman I Nyoman Gunarsa (alm). Tergambar Presiden Indonesia sedang berkumpul.

Melirik Koleksi Lukisan NGM

Ditinggal sang Maestro, Tetap Memiliki Magnet DELAPAN bulan sudah maestro seni lukis I Nyoman Gunarsa berpulang. Ribuan karya yang menjadi koleksinya tetap memiliki magnet. Banyak yang tertarik membeli. Terpikat keindahan di dalamnya. Kepergian seniman kelahiran 1944 itu pada September 2017 telah membuat dunia seni, khususnya di Bali, berduka. Tak salah, sebab putra Klungkung ini memiliki peran yang sangat besar dalam kesenian, khususnya lukisan kontemporer. Namanya pun telah mampu mendunia. Sudah sangat terkenal, bersaing dengan sejumlah seniman ternama. Fisiknya boleh saja telah tiada. Namun, tidak pada karya maupun koleksinya yang mencapai ribuan. Yang sudah berwarna maupun sebatas skets masih tersimpan rapi di Nyoman Gunarsa Museum (NGM) Dusun Banda, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Tak jauh dari pusat Kota Semarapura. Hanya bisa dijangkau beberapa menit dengan kendaraan. Koleksi itu masih ada menumpuk pada salah satu ruangan. Ada pula yang terpasang pada galerinya yang sangat besar. Kesan seninya sangat kental. Tak sebatas memperlihatkan warna yang serasi. Tetapi goresannya juga sangat tajam. Terlihat hidup, sangat indah jika dipandang. Koleksinya itu bukan semua karyanya. Beberapa juga ada dari orang lain, yang dikumpulkan sejak masih mengenyam pendidikan seni maupun saat menjadi dosen di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Meski sang tuan telah tiada, koleksi itu tetap memiliki magnet. Membuat orang “tergila-gila”. Tak sebatas untuk melihat, namun memiliki. Banyak orang yang ingin membeli. Harganya juga menggiurkan. Itu diakui putra almarhum, I Gde Artison Andarawata, belum lama ini. “Banyak yang tertarik untuk membeli. Tetapi kita tahan dulu. Kecuali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau untuk pengelolaan museum. Kalau hanya sekadar untuk senang, kami tidak,” ungkapnya. Mengingat lukisan itu sangat berarti, tempat penyimpanannya pun direnovasi. Ini sudah berjalan, namun secara bertahap. Sebab, dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Perawatan juga tak dilupakan. Dijauhkan dari debu, supaya tak rusak. “Tempat penyimpanan yang benar-benar memadai belum memiliki. Suhunya harus terjaga, steril. Kita sudah mengarah ke itu,” ucap pria yang duduk di kursi DPRD Klungkung ini. Tak hanya itu, lukisan juga dikumpulkan sesuai jenis maupun periodenya. Seluruhnya dicatat, menjadi sebuah referensi. Melalui langkah-langkah itu, ia sangat berkeinginan museumnya bisa menjadi wahana edukasi untuk masyarakat, terutama Klungkung. Sebab, di dalamnya tersimpan banyak dokumen kebudayaan. “Kehadiran museum bagi masyarakat belum menjadi suatu kebutuhan. Padahal di dalamnya banyak tersimpan dokumentasi kebudayaan,” tuturnya. (sos)

LAPORAN Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Klungkung tahun 2017 telah dicermati kalangan legislatif. Beberapa rekomendasi pun dikeluarkan. Salah satunya berkaitan dengan serapan anggaran yang untuk sejumlah program yang harus dioptimalkan. Hal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna, Rabu (9/5). Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru mengungkapkan secara keseluruhan LKPJ Bupati ini telah memenuhi ketentutan sebagaimana diamanatkan dalam PP Nomor 3 Tahun 2007 dan secara substansional telah berpedoman pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan. Selain itu, juga dinilai secara umum kinerja bupati dalam penyelenggaran segara urusan pemerintahan telah berjalan cukup baik. Namun demikian, perlu ada beberapa hal yang harus di-

evaluasi dengan harapan ke depannya lebih baik. “Tentu sebagai pengawas pemerintahan, kami telah memperhatikan hal-hal yang sudah dilakukan. Ada beberapa rekomendasi yang kami berikan,” sebutnya. Rekomendasi itu tak terbatas pada kinerja pengelolaan keuangan daerah yang capaiannya masih terlihat belum sesuai target rencana, baik dari sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan. Tetapi juga capaian urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar belum optimal. Besarannya masih di bawah 80 persen. Rinciannya, bidang pendidikan ada 6 kegiatan yang realisasi keuangannya di bawah 75 persen, bidang urusan kesehatan ada 16 kegiatan yang realisasi serapan anggarannya 50 sampai 70 persen. Hal serupa juga terjadi pada bidang urusan pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permu-

kiman, bidang urusan ketentraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat maupun bidang urusan sosial. Pada tahun anggaran 2018, hal tersebut diharapkan ada perbaikan. Sementara itu, untuk rekomendasi lainnya, lebih pada sistematika dan substansi LKPJ. “Apa yang kami sampaikan ini, tentu diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh pemkab. Ke depan harus lebih baik,” tegasnya. Penjabat Sementara Bupati Klungkung I Wayan Sugiada mengatakan rekomendasi itu akan dicermati dan segera ditindaklanjuti. Menurutnya apa yang disampaikan dewan sebagai bentuk keseimbangan dalam membangun lembaga pemerintahan yang baik, demikian juga dengan pelaksanaan kegiatan. “Tentu ini akan dicermati bersama Sekda maupun OPD terkait dengan tetap mengacu pada kewenangan,” tandasnya. (ad563)

Bali Post/ist

SERAHKAN - Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru (kanan) menyerahkan rekomendasi LKPJ Bupati tahun 2017 kepada Penjabat Sementara Bupati Klungkung I Wayan Sugiada, Rabu (9/5).

Di Nusa Penida

Layanan PDAM Baru Menyentuh 43 Persen

Semarapura (Bali Post) Cakupan layanan air bersih dari PDAM Klungkung di kepulauan Nusa Penida baru menyentuh 43 persen. Masih di bawah target pemerintah pusat yang pada 2019 harus sudah seratus persen. Mengatasi hal itu, berbagai upaya pun dilakukan. Salah satunya memaksimalkan serapan water meter hibah APBN. Direktur PDAM Klungkung, I Nyoman Renin Suyasa, Kamis (10/5) kemarin, menjelaskan peningkatan layanan air bersih di kepulauan yang sektor pariwisatanya semakin berkembang itu sangat bergantung pada sumber air. Sampai saat ini, hal itu masih tergolong minim dan lokasinya juga sangat menantang. “Untuk layanan sekarang, air yang dimanfaatkan dari sumber Penida. Ini menggunakan tenaga pompa. Untuk sumber lain, seperti di Guyangan, jaringan induk sudah ada. Tapi belum masuk ke rumah warga,” jelasnya. Sesuai hasil pemetaan, sampai saat ini wilayah yang mengalami krisis air bersih masih pada Tanglad, Sekartaji dan Pejukutan. Tak dipungkiri itu membebani masyarakat. Namun demikian, penanganan tengah diupayakan dengan mengusulkan pembangunan sumur bor. “Itu sudah diusulkan ke pusat. Kami berharap ini bisa berjalan,” sebutnya. Pria asal Nusa Penida ini menyatakan untuk memperluas cakupan layanan, juga dimaksimalkan serapan water meter hibah dari APBN, yang tahun ini mencapai 1.600 sambungan rumah. Penerimanya dipilih secara selektif, yakni

masyarakat berpenghasilan rendah. “Listriknya 450 sampai 1.300 KWh. Rumahnya tidak bertingkat. Mereka diberikan

subsidi. Bayar lebih murah dari regular. Ini juga menyesuaikan dengan potensi sumber air wilayah,” jelasnya.

Program hibah, juga telah berjalan tahun sebelumnya. Serapannya diklaim sudah maksimal. Bahkan, dinyatakan

telah mendapat penghargaan dari Majalah Bussiness News dan Asia Bussiness Research Center. (kmb45)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Umanis , 11 Mei 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Sardine Restaurant Looking For Cook, Pastry Cook Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com

B.BP.141.05.18.0000541

Kuta Townhouses Apartment Looking for Engineering Staff must have experience. Pls Call 082144450099 for Interview

Dcr Sgr Cook Helper,Waiter/ss u/ResKorea.Krm Lam ke bimbimpa bali574@gmail.com/085847561412

B.BP.154.05.18.0000537

Dcr.Drafter(Tkng Gambar)Tmt SMK baru lulus pengalaman tdk diutamakanHub.08995648652(WA) 087862501825

B.BP.001.05.18.0000384

Sales Marketing,Telemarketing, Tkang Las Listrik:085103167222

B.BP.001.05.18.0000515

Dicari Driver,Cleaning Service Front Office Hub.085238311111 B.BP.001.05.18.0000514

Dicari Sopir SIM B1 Lam ke Jl. Danau Tamblingan No.22 Sanur B.BP.001.05.18.0000506

B.BP.004.05.18.0000530

*Dicari Tukang Cutting utk Garmen.Lamaran Kirim ke Jl.Gn. Guntur 882 Dps,Tlp.8450511 lostinparadise639@yahoo.com

B.BP.164.05.18.0000546

!Bth Admin wnt Pglm min SMK Acc Krj Team English Pasif,CV:Rese rvation.kampungcanggu@gmai.com

B.BP.001.04.18.0001538

Dicr Staf u/Kitchen & Waiter/s Max.30Th.Japanese Restoran “Ramen 7 Tori Samurai” Jl.Sunset Road Kav.8 sebelah Kantor Pos (0361) 8475933 Pengalaman tidak diutamakan!

B.BP.166.05.18.0000556

BVC Kerja LuarNegri ResmiBiaya Koperasi LPD Unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan Resto Pasti Brangkat.Line WA:081375409869&087754689692

B.BP.004.05.18.0000529

Indigo Japanese Restaurant Canggu is looking for Waitress Good English,Good Salary. Call:08123840242

B.BP.004.05.18.0000399

Dcr 5Supir Pariwisata bs Inggris Merrys Travel 0361-238041 B.BP.004.05.18.0000535

Dcr Bbrp PRT bs Masak Srbt Tgl Dlm,087861361079/082236366999

B.BP.001.05.18.0000231

B.BP.164.05.18.0000545

Dcr Cook Pengalaman Western & Asia Max.28Th T:0811398825

B.BP.001.05.18.0000526

Dcr PRT tdr dlm gaji+bonus Jl.Keboiwa Hub.0811380786

Dcr Tk.Jarit+Potong berpenglmn Gj .Bulanan,0818566106 (P.Ketut) B.BP.001.05.18.0000536

Dicari PRT,Baik,Jujur,Wnt,Tdur Dlm,Gaji 1,3Jt,HP:082145530990 B.BP.001.05.18.0000427

B.BP.001.05.18.0000552

Dcr Tng utk Tkg Potong Ayam + sopir serius Hub.081916196888

Dibthkn Marketing,Fas.GP, Bonus Syrt:Wanita,Blm Menikah,Umur20 -25th,Ramah,Penampilan Menarik Punya SIM C.Bawa CV lsg ke Jl. Pratama 88 (Samping Hotel Nest Nusa Dua) Hub.081238388127

Dicari:Therapist Sebanyak2nya, P,Min SMU(2,5Jt+16Rb/Jam Instv Cleaning Servis,L/P(2,5Jt+500 Rb Instv)Pengalaman Min 1Th. Lamaran Ke Bodyworks Spa. Jl .Kayu Jati No.2 Petitenget.735058

B.BP.001.05.18.0000548

KaryawatiToko parfum&dupa wnt, Hub.0818563596/085100967935

G.01

B.BP.001.05.18.0000505

Butuh PRT Tinggal dalam Hub.081 805 506 564

B.BP.004.05.18.0000531

Dicari Marketing,wanita/pria, maks 25th, penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id

Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar Hub.081999458298 B.BP.001.05.18.0000510

B.BP.001.05.18.0000525

BIRO JASA

Shop Keeper(SPG-Wanted) Girls,Young,Honest,Realible Speaking Fluenly English(Must) Canggu,Call/WA:08174716179 B.BP.004.05.18.0000395

Paul Ropp Looking for SPG English Fluently,Seilling skills, computer skills, motivated Send your CV to Paul Ropp Jl.Pengubengan 1X Opposite LP Kerobokan Tlp. 0361 730023 B.BP.001.05.18.0000438

DIJUAL MOBIL

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

B.BP.004.05.18.0000431

DIJUAL HOTEL Hotel Lt 3 Jl.Melasti Legian Kuta.085100888379/081999843755

Djl Cpt & Murah Ruko 2 Unit Jl. Tegal Wangi II/34 Sesetan Densel Hrg 2M Hub.087864154888 TP

B.BP.001.05.18.0000554

B.BP.030.05.18.0000454

TOYOTA

ARSITEKTUR

Agya TRD S’14 Manual Silver As Bali Beli Dr Baru, 081353981060

CV.YogaDesign&Arsitek:jasaUrus IMB,SIUP,SITU/HO,081338146376

B.BP.001.05.18.0000553

Avanza G’2016 Putih Full Orgnl Low KM.Cokro 377-085100462764

B.BP.001.05.18.0000555

RUPA-RUPA

B.BP.164.05.18.0000547

Avanza G18 DP 22,5Jt Kredit 5 Th Langsung A/N T.087762984309

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.085337370228 / 412815

Toyota Fortuner VRZ Th’2016 Putih Low KM Hub.081999315168

Djl 1 Barung Gong Kebyar Antik /Lama,Murah Hub:08123948476

DICARI MOBIL

Jual Pralatn Eks Spa Lngkp,Cek Langsung ke Lokasi 08127770447

B.BP.159.05.18.0000507

B.BP.001.04.18.0001588

B.BP.141.05.18.0000550

B.BP.001.05.18.0000051

Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349

B.BP.004.05.18.0000397

KEHILANGAN

B.BP.164.05.18.0000465

Rmh Lt2, Ls2.10Are,LB230m2 Jln. Ken Arok DpsUtara,087860606147

Hlg BPKB Honda white/red No BPKB.MO1517343-ONokaMH1KC411 7EK287745 NoSin KC41E1285849 Hub:082144013385

Rumah 2Lt 2unit 3KT 2KM Perum NuansaSandatDentim089652974339

Hlg BPKB No.06767735 O DK 728 WG AN Lamtid Ellen Valentina

DIJUAL RUMAH B.BP.001.05.18.0000441

B.BP.001.05.18.0000237

DISEWAKAN RUMAH Rmh Lt2&S.Pool,Seaview,Furnish Kori Nuansa Jmbrn,085935208386 B.BP.001.05.18.0000340

B.BP.031.05.18.0000518

75m2 Lbr dpn 5,45mtr Jln.Tkd Pakerisan Induk H.087860156001 B.BP.001.05.18.0000543

Kav 1-2A 50M drJl Utama Temesi Gianyar.235 Jtaan.081246086199

B.BP.004.05.18.0000544

DIJUAL RUMAH

n

SUZUKI

Arena GX’12 M/T Silver AsBali Gress Skli S.Pakai 08124682119

B.BP.001.05.18.0000523

SERVICE

B.BP.001.05.18.0000440

Djl Kbn Kopi 1,7Ha Hub: 087861114415

DIJUAL RUKO

B.BP.154.05.18.0000538

DIJUAL MOBIL

Tnh Dkt PantaiCanggu 12A.3,25A 1,25A&Tbn 16A.HP:087861693357

B.BP.004.05.18.0000532

B.BP.001.05.18.0000521

B.BP.154.05.18.0000539

BIRO JASA

Desig

B.BP.001.05.18.0000508

T.10A SHM Pgr Jl dkt Pantai(Aspek) Lks Tbn.85Jt/A 085257539923

ALUMINIUM

Free

Kuda’00 GLS Biru Velg 17R Gatsu I TamanWira B7/081238505167

DISEWAKAN RUKO

BIRO JASA

BENGKEL LAS

MITSUBISHI

B.BP.001.05.18.0000082

Tanah 2,60Are Lok.Taman Mumbul (Perum Giri Puspa) Harga 750Jt/ Are.Hub:081999068805,Maaf TP

Disewakan Ruko 5x12 m2 Jl.Pura Demak Malboro Hub.081238735174

SERVICE

BENGKEL LAS

B.BP.141.05.18.0000551

Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitraPmogan08123871809

BMW

RUPA-RUPA

FOTOCOPY

Hnd Accord 2.4 VTiL’07 Hitam 138Jt Nego Mls H.081238116467

DIJUAL TANAH

BMW 320i Hitam Thn’2006 istimewa Jl.LegianKuta/08123907997

PELUANG BISNIS

RUPA-RUPA

B.BP.001.05.18.0000540

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dcr Driver Bujangan Pariwisata Diutmkn KTP Bali Siap Tnggl Dlm Bhs Tdk Dutmkn,081338650660

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

HONDA

City’2004 VTec Silver Manual Hub.082339634559

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.05.18.0000522

B.BP.159.05.18.0000542

BIRO JASA Bntu Lap Pajak SPT Tahunan PKP NPWPSIUPPasport081338344155

B.BP.001.05.18.0000058

MESIN Dijual Mesin PABX Nec + Telp Hubungi:087861693357

B.BP.001.05.18.0000442


BANGLI

14

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

Awasi Pelaksanaan Perda

Tari Sanghyang Jaran Pukau Ratusan Penonton

Dewan Desak Eksekutif Bentuk PPNS

TARI Sanghyang Jaran merupakan tarian yang sakral. Tarian ini tidak ditampilkan di sembarang tempat dan biasanya ditarikan di tempat tertentu seperti di pura ketika ada upacara keagamaan. Pada Rabu (9/5) lalu, tarian ini ditampilkan di depan Monumen Perjuangan Kapten A.A. Mudita Bangli, serangkaian HUT ke-814 Kota Bangli. Tari yang dipentaskan Sanggar Geni Astu, Banjar Siladan, Desa Tamanbali ini pun mampu membuat decak kagum penonton mulai dari dewasa hingga anak-anak. Berdasarkan pantauan di lapangan, tari Sanghyang Jaran ini sepintas mirip tari kuda lumping. Para penari menarikannya dalam keadaan trance sehingga banyak melakukan hal-hal di luar logika. Salah satunya, penari bermain bahkan mandi dengan bara api tanpa sedikit pun mengalami luka bakar. Tari sakral ini dikemas dengan fragmentari barong dan rangda, dengan lakon ‘’Perebutan Kecupu Manik oleh Subali, Sugriwa dan Dewi Anjani’’. Dengan diiringi gamelan khas Bali, suasana malam itu pun kian mencekam. Para penari melakukan gerakan-gerakan, Mereka tak segan-segan memakan dan menjilati besi yang terbakar. Suasana bertambah mistis, ketika giliran para penari bergerak seirama dengan kidung dan gamelan yang mengiringinya. Keseruan terjadi ketika nada gamelan meninggi, para penari ini langsung bermain dan bahkan tak segan-segan mandi dengan bara api yang telah disiapkan sebelumnya. Bahkan salah satu penari, tanpa ragu memasukkan bara api ke mulut dan memuntahkannya kembali layaknya kembang api. Pembina Sanggar Ida Bagus Oka Munadi mengungkapkan, biasanya Sanghyang Jaran dimainkan oleh dua sampai tiga orang penari. ‘’Kita punya tiga Sanghyang Jaran. Dari tiga tersebut, satu asli dan dua duplikat,’’ jelasnya. Menurutnya, yang lebih sering ditarikan adalah duplikatnya meskipun yang asli tetap dibawa ke tempat pementasan. ‘’Sanghyang Jaran yang asli kita tidak tarikan di sembarang tempat. Bisanya kita tarikan saat ada upacara tertentu atau hari tertentu. Seperti piodalan di pura,’’ jelasnya. Tari ini digelar dengan tujuan untuk menetralisir alam semesta beserta isinya dari aura negatif. Pementasan tari sakral ini dimaksudkan pula untuk memohon keselamatan dan kemakmuran. (nan) Bali Post/ist

Tangani Dampak Luapan Danau Batur

Bupati Setujui Penggunaan Anggaran Mendahului Bangli (Bali Post) -

Bupati Bangli I Made Gianyar merespons positif usulan kalangan legislatif terkait penggunaan mekanisme anggaran mendahului dalam penanganan dampak meluapnya air Danau Batur. Made Gianyar, Kamis (10/5) kemarin, menyampaikan pihaknya akan mengikuti masukan dewan tersebut lantaran pos Dana Tak Terduga tidak bisa dipergunakan untuk hal tersebut.

Bali Post/nan

TERENDAM - Rumah warga Terunyan yang terendam air Danau Batur.

Menurutnya, penggunaan anggaran mendahului merupakan salah satu solusi untuk meninggikan sejumlah titik jalan menuju Desa Terunyan. Hal ini lantaran Dana Tak Terduga di APBD hanya bisa dipakai untuk kondisi darurat dan tidak bisa dipergunakan untuk kegiatan permanen. ‘’Agar bisa memakai anggaran mendahului sesuai yang disarankan dewan, maka nantinya kita lebih dulu bakal mengusulkan ke dewan. Jika itu disetujui dewan, nantinya bisa dimasukkan ke Laporan Realisasi Anggaran di laporan tahunan,’’ ucap Made Gianyar. Untuk diketahui, meluapnya air Danau Batur yang mengakibatkan lahan pertanian, rumah warga serta akses jalan di Desa Terunyan,

tidak hanya mengganggu aktivitas warga setempat. Aktivitas pariwisata di kawasan itupun terhambat. Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata mengatakan, bencana ini sangat mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata di Terunyan. Pasalnya, akses jalan menuju Terunyan tidak bisa dilintasi kendaraan akibat tingginya air yang merendam badan jalan. ‘’Bagi wisatawan yang melewati jalur darat untuk berkunjung ke Terunyan, terpaksa tidak bisa karena jalan terendam air yang cukup tinggi. Informasi yang diperoleh, banyak pengunjung yang batal ke Terunyan dan memutar balik akibat jalur terendam air,’’ ucapnya. (kmb41)

HUT Ke-814 Kota Bangli

Momentum Evaluasi Program Pembangunan dan Penyelenggaraan Pemerintahan

PUNCAK peringatan HUT ke-814 Kota Bangli, Kamis (10/5) kemarin, diperingati Pemkab Bangli dengan menggelar apel di Lapangan Kapten Mudita. Apel yang dipimpin Bupati Bangli I Made Gianyar tersebut berlangsung khidmat. HUT Bangli kali ini dijadikan momentum bagi Pemkab Bangli untuk mengevaluasi diri guna menatap masa depan lebih baik. Apel peringatan HUT Kota Bangli kemarin dihadiri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua dan anggota DPRD Bangli, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Bangli, pemuka agama, pemuka adat dan undangan lainnya. Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan, peringatan HUT ke-814 Kota Bangli yang mengambil tema ‘’Melalui Gerakan Persatuan Nusantara dalam Kebhinekaan Budaya, Kita Mantapkan Iklim Demokrasi Pancasila Menuju Bangli yang Gita Santi’’ diharapkan tidak semata-mata sebagai kegiatan seremonial belaka, tetapi menjadi mo-

mentum untuk mengevaluasi sejauh mana penyelenggaran pemerintahan dan pelaksanaan program pembangunan. Gubernur Mangku Pastika menyatakan sangat mendukung visi dan misi Pemkab Bangli yang memprioritaskan pada sektor pertanian dalam arti luas, pariwisata, perdagangan dan jasa, serta industri kecil sebagai sektor unggulan dalam membangkitkan perekonomian lokal namun di sisi lain, tetap berupaya mendorong pengembangan sektor dasar, pengembangan dan pemberdayaan ekonomi lokal, dengan pembenahan kelembagaan secara menyeluruh melalui sistem ekonomi kerakyatan. Dengan potensi yang dimiliki, hendaknya Pemkab Bangli dan masyarakat tetap berkreasi mengembangkan potensi tersebut secara optimal. Bupati Made Gianyar didampingi Wabup Sang Nyoman Sedana Arta dalam kesempatan kemarin juga menegaskan, momentum HUT Bangli ini harus dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi diri untuk menatap masa depan lebih baik. Dikatakan Gianyar, perbaikan infrastruktur terutama

jalan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat kini menjadi prioritas utama yang akan dituntaskan ke depan. ‘’Kepada seluruh masyarakat Bangli, saya mengucapkan selamat hari ulang tahun Kota Bangli ke-814. Mari jadikan HUT kali ini momen untuk mengevaluasi diri untuk menatap masa depan lebih baik. Bangli milik bersama, mari majukan Bangli bersama-sama,’’ kata Gianyar. Apel tersebut juga diisi penandatanganan MoU antara Pemkab Bangli dengan Kejaksaan Negeri Bangli terkait Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan tentang kerja sama bidang hukum perdata dan tata usaha negara. MoU juga ditandatangani bersama Polres Bangli, tentang pengawasan bersama pemerintah dan pembangunan daerah terkait kerja sama dalam pengawasan dan ketatalaksanaan Pemkab Bangli. Dalam apel tersebut Bupati juga menyerahkan penghargaan kepada juara lomba drumband se-Bali. Apel ditutup dengan pementasan marching band. (ad558)

APEL - Bupati Bangli I Made Gianyar dalam apel peringatan HUT ke-814 Kota Bangli.

Bangli (Bali Post) Belum adanya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk mengawal pelaksanaan Peraturan Daerah (perda), terus menjadi sorotan kalangan legislatif. Dalam rapat paripurna yang mengagendakan pemandangan umum fraksi terhadap delapan ranperda belum lama ini, sejumlah fraksi kembali mempertanyakan keberadaan PPNS di Bangli. Fraksi-fraksi di DPRD Bangli berharap eksekutif secepatnya membentuk PPNS guna melakukan pengawasan pelaksanaan Perda termasuk melaksanakan penindakan bila terjadi pelanggaran. Fraksi Demokrat melalui pembicaranya, I Dewa Anom Suta, mengatakan Pemkab Bangli selama ini telah memiliki ratusan perda. Namun, fakta di lapangan sangat ironis. Untuk melakukan pengawasan terhadap perda, Kabupaten Bangli belum memiliki PPNS. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2012 dan Permendagri Nomor 31 Tahun 2009 tentang PPNS, salah satu tugas PPNS adalah melakukan pengawasan pelaksanaan Perda, Perbup maupun SK Bupati serta melaksanakan penindakan, penuntutan maupun penyidikan bekerja sama dengan kepolisian ketika ada pelanggaran perda. ‘’Untuk itu, kami Fraksi Demokrat berharap kepada eksekutif untuk secepatnya membentuk PPNS. Kapan bulan dan

tahun berapa Pemerintah Daerah akan melaksanakan pembentukan PPNS? Mohon penjelasan,’’ kata Anom Suta. Tak hanya Demokrat, Fraksi PKPI melalui pembicaranya, I Wayan Wedana, juga mempertanyakan hal tersebut. Disampaikan Wedana, dalam penertiban terhadap pelanggaran ketertiban umum, dapat dilakukan berdasarkan temuan langsung di lapangan atau berupa laporan dari masyarakat. Dalam pelaksanaan penertiban dimaksud, Bupati dapat meminta bantuan pihak kepolisian dan juga dilakukan oleh PPNS di lingkungan Pemkab Bangli. Menanggapi pertanyaan tersebut, Bupati Bangli I Made Gianyar dalam jawabannya menyampaikan, keberadaan PPNS memang sangat diperlukan dalam rangka penegakan Perda dan peraturan lainnya. Akan tetapi, dengan kerja sama yang nyata dengan penyidik dari Polri, semua hal yang termasuk dalam pelaksanaan penindakan sampai dengan penuntutan selama ini tetap dapat dilaksanakan. Mengenai pertanyaan kapan Pemkab Bangli akan melaksanakan pembentukan PPNS di Bangli, Gianyar menjelaskan, pembentukan PPNS tersebut melalui seleksi dan tahapan penyelenggaraan pendidikan dan latihan. ‘’Kewenangan untuk penyelenggaraan pembentukan PPNS tersebut berada di Badan Kepegawaian Daerah,’’ tegas Made Gianyar. (kmb40)

Manfaatkan Lahan Kosong BANYAK cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mengisi waktu luang. Salah satunya dengan berkebun. Seperti yang sering dilakukan Camat Tembuku Dewa Agung Purnama. Pria 41 tahun ini mengaku sudah memiliki hobi berkebun sejak kecil. Berkebun baginya adalah sarana untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. ‘’Orangtua yang dulu sering ngajak saya ke kebun. Setiap pulang sekolah, istirahat sebentar lalu diajak ke kebun membersihkan bambu dan diajari cara nyangkul. Lama-lama jadi hobi,’’ tutur Agung Purnama, Kamis (10/5) kemarin. Hobi berkebun yang dimilikinya, membuat dirinya tak bisa melihat lahan nganggur. Setiap ada lahan kosong di rumahnya, tangannya selalu gatal untuk menanami berbagai tanaman

yang berguna. Sejak setahun terakhir, pria asal Desa Kayubihi ini mengisi lahan kosong miliknya dengan tanaman kelapa gading dan jambu. Alasannya, kelapa gading buahnya sangat berguna dan banyak dibutuhkan masyarakat. ‘’Sekarang sudah tanam 100 pohon. Rencana nambah 125 pohon,’’ ujar pria lulusan STPDN ini. Hobi berkebun sudah menular ke saudaranya. Agar tak ada lahan nganggur, dia berharap pemerinah bisa mengeluarkan regulasi pemanfaatan lahan kosong. Dengan adanya kebijakan itu, diyakini akan berimbas pada meningkatnya perekonomian masyarakat. (ina)


15

Jumat Umanis, 11 Mei 2018

Lab Bahasa Pusat PNB

Uji Kompetensi Bahasa Inggris Calon Karyawan Hotel Bintang Lima UPT Lab Bahasa Politeknik Negeri Bali (PNB) saat ini terus menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan dan industri. Salah satunya menjalin kerja sama dengan pihak hotel bintang lima yaitu The Apurva Kempinski Hotel. Kerja sama yang dilakukan dalam bentuk melakukan uji kompetensi bahasa Inggris untuk calon karyawan Kempinski Hotel yang akan mulai beroperasi September mendatang. Menurut Ketua Lab Bahasa Pusat PNB I Wayan Dana Ardika, S.S., M.Pd., kegiatan ini sebagai penguat bahwa lab bahasa mampu melakukan kegiatan-kegiatan besar yang berkaitan dengan tes kebahasaan dan pelatihan kebahasaan di Bali. Untuk tahap pertama PNB dipercaya melakukan seleksi bahasa Inggris untuk karyawan Kempinski Hotel sebanyak 472 orang. ‘’Ini merupakan prestasi luar biasa bagi Lab Bahasa Pusat Politeknik Negeri Bali karena semakin banyak lembaga dan industri yang mempercayai dan bekerja sama dengan kami. Oleh karena itu, harapan kami menjadi pusat pelatihan dan tes kebahasaan terbesar di Bali bisa dikatakan sudah terealisasi. Terlebih lagi kami baru

UJI - Wayan Dana Ardika, S.S., M.Pd. (dua dari kanan) bersama Drs. I Made Ardana Putra, M.Si. di sela uji kompetensi bahasa Inggris untuk calon karyawan Kempinski Hotel. mengukuhkan sebagai satusatunya lembaga di Bali yang memiliki izin pelaksanaan tes Komunikasi International TOEIC dari International Test Center,’’ pungkasnya saat ditemui di sela kegiatan tes kompetensi di kampus setempat, Kamis (10/5) kemarin. Dijelaskannya, Kempinski Hotel secara keseluruhan akan merekrut 1.800 karyawan untuk semua divisi. Namun, operasionalnya nanti dilakukan bertahap karena masih dalam proses pembangungan. Sebagai pendidik, pihaknya merasa senang mampu berkontribusi dalam

bidang pendidikan yang dapat mengurangi pengangguran di Bali dengan ikut terlibat dalam perekrutan karyawan. ‘’Hasil tes ini kemungkinan juga sebagai salah satu faktor penempatan posisi mereka,’’ tambahnya. Ke depan pihaknya akan terus melakukan kerja sama serupa. Kegiatan atau kerja sama dengan pihak industri atau pihak hotel tidak terbatas pada tes atau seleksi bahasa Inggris saja, namun juga melayani dalam bidang pelatihan. Misalnya dalam hal meng-upgrade kemampuan bahasa, baik itu berupa kursus baha-

sa Inggris, Jepang, Rusia, Mandarin maupun bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Ketua Panitia Tes Drs. I Made Ardana Putra, M.Si. menambahkan, bahasa merupakan salah satu faktor penentu dalam kesuksesan seseorang. Jadi, diharapkan dengan kegiatan ini menjadi bukti bahwa setiap orang harus menyiapkan diri dengan kemampuan berbahasa asing yang baik agar menjadi orang yang profesional dan berdaya saing internasional. Hal ini sesuai moto lab bahasa PNB yaitu ‘’Master the Language, Conquer the World’’ atau ‘’dengan menguasai bahasa maka kita akan mampu menguasai dunia’’. Sementara itu, Pembantu Direktur II PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. selaku Ketua Badan Layanan Umum (BLU) menyampaikan apresiasi. Apa yang dilakukan oleh Lab Bahasa PNB sebagai langkah cerdas, kreatif dan strategis dalam mendukung upaya PNB menuju Satker BLU. Ia berharap jurusan/ bagian/unit lain yang ada di PNB terinspirasi untuk turut serta berkontribusi membangun PNB menjadi institusi pendidikan vokasi terdepan dan berdaya saing internasional. (ad566)

Lee Jeans Store Hadir di Beachwalk Shooping Center

DELAMIBRANDS sebagai pemegang lisensi brand Lee di Indonesia membuka Showroom Lee Store di Beachwalk Shooping Center, Kuta, lantai dua. Ini merupakan showroom kedua di Bali dengan konsep workshop dan atelier yang mewakili gaya craftsmanship ala Lee, namun didominasi interior yang lebih modern dan menarik. Menurut Brand Manager Lee Jeans Indonesia Indah Sariva di sela opening Lee Store, Bali merupakan target kehidupan yang menarik. Hal itu yang mendasari Lee untuk kembali hadir di lokasi berbeda. Seiring kebutuhan sosial yang berkembang setiap saat, inspirasi hidup dengan penuh gerakan atau motion dan gaya menjadi sumber inspirasi Lee. Gaya hidup urban yang semakin kekinian membawa Lee untuk menghadirkan sebuah filosofi baru ‘’Move Your Lee’’. ‘’Gaya hidup dinamis inilah yang menginspirasi Lee untuk menghadirkan koleksi

PEMBUKAAN - Suasana pembukaan Lee Store di Beachwalk Shooping Center, Kuta, lantai dua, Rabu (9/5) lalu. multifunction yang dipengaruhi gaya urba tersebut dan dipersembahkan untuk para target market,’’ katanya, Rabu (9/5) lalu. Dengan inspirasi tersebut, kini koleksi spring/summer 2018 siap hadir dengan segala kejutan feature di setiap produknya yang dapat dikenal di berbagai kesempatan. Jeans Jade Fusion+ meru-

pakan salah satu koleksi terbaiknya yang bukan hanya modis, namun dapat membuat terasa sejuk dan bebas bergerak alias nyaman bahkan di bawah terik matahari, sehingga koleksi ini cocok dikenakan di musim panas. Pada koleksi itu terdapat unsur giok alami dalam benang yang digunakan pada setiap jahitan yang juga melalui

proses pewarnaan. ‘’Unsur inilah yang mampu mengurangi rasa panas lebih cepat dan membuat koleksi denim ini semakin unik dengan kualitasnya yang premium,’’ pungkas Indah Sariva. Yang lebih menarik, Jade Fusion+ menambah feature dengan lapisan aktif pendingin di bagian lutut dan pinggul. Keunggulannya menahan panas sangat aktif delam mengoptimalkan suhu kulit dan mengurangi keringat. Saat suhu meningkat, bahan ini bersifat proaktif dan menyalurkan efek dan penyegaran secara seketika saat dikenakan. Khusus showroom Kuta Beachwalk ini, pihaknya memiliki program khusus untuk produk Jade Fusion+. ‘’Pastinya akan ada potongan Rp 200 ribu. Caranya dengan foto dan mem-follow instagram @leejeansid dan mension #MoveYourLee dan #leejeansid,’’ tambah Indah Sariva. (ad559)

Aspek Legalitas Dari Hal. 1

Sebagaimana telah diberitakan, saat ditemui di kediamannya sebelum bertolak berkampanye ke berbagai wilayah di Kabupaten Klungkung, Selasa (8/5), Rai Mantra menyatakan bahwa dirinya menolak rencana reklamasi Teluk Benoa berdasar berbagai pertimbangan antara lain legalitas, teknis, lingkungan, dan sosial-ekonomi. Dari aspek legalitas, melanggar undang-undang dan Perda RTRW. Dari aspek teknis dan lingkungan, berpotensi membahayakan sebagian wilayah Denpasar dan daerah sekitarnya. Dari aspek sosial ekonomi, peman-

faatan ruang teluk akan mengakibatkan pertambahan penduduk yang mengakibatkan carrying capacity (daya dukung) kawasan tidak stabil serta bertentangan dengan konsep ekonomi kerakyatan karena secara mikro akan berdampak pada penurunan daya saing masyarakat dan sulitnya pemerataan pembangunan. ‘’Keyakinan masyarakat adalah hak asasi yang harus dilindungi. Apalagi (penolakan berdasar) keyakinan tersebut dikuatkan oleh kajian-kajian yang bersifat teknis, lingkungan, dan hukum,’’ tegas Rai Mantra. Penegasan Sikap Isu reklamasi Teluk Benoa

ini ramai dibicarakan lagi berkait sikap Rai Mantra sebagai calon Gubernur Bali yang dalam sejumlah kampanye dan debat secara tegas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Oleh sebagian kalangan, hal itu ditengarai sebagai trik politik untuk mendulang suara. Meluruskan dugaan itu, Rai Mantra memaparkan bagaimana sikapnya sejak 2014 berkait rencana proyek raksasa tersebut. Selanjutnya, dalam kapasitasnya sebagai calon gubernur bersama I Ketut Sudikerta selaku calon wakil gubernur, pada Sabtu (5/5) Rai Mantra menegaskan sikap dengan menandatangani dua kontrak politik. Kontrak

politik pertama menyatakan akan bersurat secara resmi kepada Presiden RI untuk mencabut Perpres 51/2014 begitu mereka dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023. Sebagai bentuk kesungguhan, pada hari itu juga dalam kapasitas sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, mereka bersurat kepada Presiden RI dengan permintaan serupa. Kontrak politik kedua, mencanangkan bantuan Rp 500 juta per tahun kepada setiap desa pekraman sebagai bentuk kesungguhan menjadikan desa pekraman sebagai poros utama pelestarian dan pengembangan budaya Bali. (kmb)

Kepentingan Adat Dari Hal. 1

Nantinya, Koster menjelaskan, desain wantilan akan dibuatkan agar memiliki standardisasi. ‘’Tujuannya agar segala kebutuhan dan kepentingan adat ini bisa dilayani di wanilan. Makanya harus bagus,’’ katanya. Nantinya, di desa adat segala hal yang berkaitan dengan penempaan karakter, jati diri dan integritas moral dijalakan secara baik. ‘’Seperti baca lontar, puisi, megambel, menari dan pelestarian seni budaya lainnya. Akan diangkat tenaga kontrak nantinya dari desa setempat dengan kualifikasi yang lengkap menjadi tenaga pengajar di desa tersebut,’’ katanya. Jika dipercaya memipin

Bali, Koster-Ace juga akan meningkatkan anggaran bantuan untuk desa adat, dari yang sekarang Rp 225 juta per desa adat menjadi Rp 300 juta. Angka ini, menurut Koster, sangat realistis dengan jumlah desa adat yang sebanyak 1.493, dengan kemampuan keuangan daerah. ‘’Angka Rp 300 juta paling realistis, agar tidak mengganggu struktur anggaran lainnya, seperti untuk pendidikan, kesehatan, anggaran rutin seperti gaji, serta pos anggaran lainnya,’’ terang Koster. Kegiatan simakrama yang berlangsung selama sekitar 1 jam itu, selain dihadiri Wayan Koster berserta Calon Bupati-Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Bagus Oka–I Ketut Mandia (BAGIA), turut

pula mendampingi Sekretaris Tim Pemenangan Koster-Ace Provinsi Bali IGN Alit Kusuma Kelakan, Ketua DPC PDIP Klungkung Anak Agung Anom dan Fungsionaris DPD PDI-P Bali Wayan Sutena. Pada kesempatan itu, Koster memaparkan sejumlah program unggulan yang akan dilaksanakan dalam kepemimpinannya lima tahun ke depan. Di antaranya pendidikan gratis 12 tahun, pelayan kesehatan gratis Krama Bali Sehat (KBS), revitalisasi pasar, beasiswa dari S-1 sampai S-3, bedah rumah layak huni Rp 50 juta. ‘’Astungkara setelah terpilih, tiang langsung kerja sekeras mungkin untuk mewujudkan harapan masyarakat untuk membangun Bali dan menin-

gkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Biar tiang cenik kene tapi besar khasiatnya,’’ tegasnya sambil berseloroh dan disambut gelak tawa ratusan warga. Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Adat Tusan Made Dresta berharap setelah Koster-Ace dan BAGIA terpilih agar memberikan prioritas terhadap pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Klungkung. ‘’Sebagai masyarakat, kami berharap kepada Pak Koster nantinya agar memberi perhatian kepada pembangunan di Klungkung agar kami bisa sejajar dengan saudarasaudara kami di kabupaten lain seperti Badung,’’ pintanya mewakili harapan warga. (kmb)

Pengobatan Tradisional Jro Sutiawati

Berikan Solusi Terbaik untuk Segala Jenis Penyakit DARI masa ke masa pengobatan tradisional tidak pernah ditinggal oleh masyarakat, termasuk di tengah kecanggihan teknologi saat ini. Seperti halnya pengobatan tradisional yang dilakoni oleh Jro Sutiawati, hingga saat ini kian menjadi pilihan masyarakat. Pengobatan tradisional yang dijalankan Jro Suatiawati melalui pawisik (suara batin - red) mampu menuntaskan penyakit dari dalam diri seseorang. Bahkan, penyakit yang belum mampu terdeteksi oleh dunia kedokteran pun mampu ditanganinya dan terbukti banyak yang disembuhkan. Demikian juga penyakit yang sudah terdeteksi oleh dunia kedokteran seperti kanker dan sebagainya kerap disembuhkan olehnya dengan bantuan pawisik. Pengobatan yang dilakukannya juga didukung oleh obat-obat herbal yang telah diraciknya dalam bentuk minyak. Jenis tanaman obat yang digunakannya pun langka dan sangat sulit dicari, sehingga tidak banyak orang yang bisa mendapatkannya. ‘’Kami pun di sini menggunakan hari baik dalam mencarinya. Demikian juga penemuan jenis tanaman herbal yang kami gunakan didapat berdasarkan pawisik,’’ jelasnya. Hal tersebutlah yang mampu menambah nilai plus dalam pengobatan tradisional yang dijalaninya, sehingga tidak sedikit masyarakat yang datang ke tempatnya, mulai dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat. Selain itu, dalam metode pengobatan, ia memberikan sugesti terlebih dahulu kepada pasien agar memiliki keyakinan untuk sembuh. ‘’Di sini terjadi kontak yang lebih mendalam dari kami sebagai pelaku pengobatan dengan pasien. Adanya kedekatan dari kami dengan pasien membuat pasien nyaman serta termotivasi untuk sembuh,’’ katanya. Jro Sutiawati menyatakan, dengan menanamkan terlebih dahulu keyakinan kepada pasien, maka pengobatan ini akan berlangsung dengan baik. Hal tersebut terbukti banyak yang telah disembuhkan dengan pengobatan ini, bahkan penyakit kronis pun. ‘’Saya juga bertindak sebagai psikolog yang mengajak pasien menceritakan lebih mendalam tentang keluhannya, mencari titik kelemahannya, apa yang sebenarnya yang membuat pasien sakit, apakah pikirannya atau benar-benar memang

SLANKOPI - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga didampingi Founder Markplus Hermawan Kertajaya minum kopi produk grup Band Slank dengan merek Slankopi pada acara penutupan The 6th Annual Jakarta Marketing Week 2018 (JMW 2018), Selasa (8/5). Menteri Puspayoga mengatakan akan mengusulkan Slankopi sebagai bagian dari produk minuman pada penyelenggaraan Asian Games 2018.

Jro Sutiawati nonmedis. Ini saya lakukan dengan menggunakan indra keenam yang telah terbuka di diri saya,’’ ujarnya. Bilamana penyakit yang diderita pasien murni penyakit medis (terdeteksi ilmu kedokteran), pihaknya juga akan menanamkan keyakinan untuk sembuh kepada pasien. Hal ini, menurutnya, sangat penting, karena saat pasien yakin dan termotivasi untuk sembuh, segala jenis pengobatan yang diberikan akan mudah dicerna. Di samping itu, pengolahan pikiran dengan baik dapat memudahkan kesembuhan pasien. Dijelaskannya, pengobatan dengan bantuan pawisik ini sangat dipercaya, bahkan sampai orang asing pun meyakini. ‘’Orang asing ini mempercayai adanya sinyal elektromagnetik pada handphone yang bisa terdengar oleh orang yang jauh. Demikian juga keyakinan akan pengobatan yang ditanamkan terlebih dahulu melalui transfer ilmu,’’ ungkap Jro Sutiawati. Diinfokan bagi pasien yang ingin berkonsultasi bisa menghubungi langsung Jro Sutiawati di nomor 081 337 306 812. (ad557)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Jumat Umanis, 11 mei 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Tanpa Tiga Pilar, BU Ladeni Mitra Kukar Tenggarong (Bali Post) Minus tiga pesepak bola andalannya yakni Ahn Byungkeon, Nick van der Velden, dan Irfan Bachdim, Bali United (BU) harus meladeni tim tuan rumah Mitra Kukar, dalam lanjutan Kompetisi Liga 1, di Stadion Madya Aji Imbut, di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, Jumat (11/5) malam ini. Pelatih BU Widodo Cahyono Putro, di Tenggarong, Kamis (10/5) kemarin menegaskan, trio asuhannya terpaksa absen merumput karena didera cedera. Widodo mengakui tim berjuluk Naga Mekes baru saja ditundukkan PSM Makassar 1-3, namun tetap perlu diwaspadai, sebab musim kompetisi tahun ini timnya makin solid. ‘’Kami datang dari jauh-jauh, dan sudah melakukan evaluasi, dan semangat juang pemain tetap dijaga. Kami berharap Tim Serdadu Tridatu ke depan tampil makin gemilang,’’ jelas Widodo. Sementara itu, pemain Bali United Ricky Fajrin menegaskan, dirinya bersama rekan setim tidak mau lagi memetik

kekalahan ketika ditundukkan PS Tira 1-2, dan dipermalukan Sriwijaya FC 3-4. ‘’Kami dituntut bekerja lebih keras lagi guna memenangkan laga,’’ tutur pemain timnas U-23 ini. Di sisi lain, pelatih Mitra Kukar Rafael Berges mengakui sosok tim Serdadu Tridatu merupakan tim tangguh dan patut diwaspadai. Caranya, dirinya menginstruksikan kepada asuhannya untuk tampil dengan semangat juang tinggi, ditopang konsentrasi. ‘’Saya minta pemain harus fokus saat menjamu Bali United,’’ saran Rafael Berges. Sementara itu, pemain Mitra Kukar Dedi Gusmawan mengakui dirinya ber-

Gabung Timnas, Atlet Kabaddi Klungkung Berlaga di Malaysia

Semarapura (Bali Post) Lima atlet cabang olahraga kabaddi asal Kabupaten Klungkung akan berlaga di tingkat Asia tergabung dengan tim nasional Indonesia. Yakni Ni Komang Isna Pratiwi Widyaningsih, Ni Putu Dewi Laraswati, Desak Gede indah Vinka D, A.A. Mega Kartika Dewi dan Ni Made Putri Ayuni Pratiwi pada ajang 1st Asian Woman Circle Style Kabaddi Championship 2018 di Malaysia yang berlangsung 11 sampai 13 Mei. Pelepasannya berlangsung di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung, Kamis (10/5) kemarin. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klungkung Wayan Subamia mengatakan, melenggang ke ajang bergengsi membutuhkan persiapan yang cukup matang maupun kekompakan antaratlet. Diharapkan para kontingen ini bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya dan berhasil mempersembahkan prestasi. ‘’Tentu kami sangat menginginkan adanya prestasi dari atlet ini,’’ ungkapnya. Ditegaskan, KONI siap mensuport atlet yang ingin melakukan latih tanding ke luar daerah di seluruh Indonesia. Bahkan jika sudah mumpuni akan didukung sampai ke luar negeri. Tidak hanya atlet, para pelatih yang ingin menimba ilmu melalui pelatihanpelatihan juga demikian. ‘’Ini salah satu bagian dari peningkatan kualitas atlet,’’ sebutnya. Sementara itu, pelatih Kabaddi Timnas Indonesia Rizky Adinata Zulfani menyatakan seluruh jagoannya itu sudah sangat siap bertarung. Ini juga sebagai bentuk persiapan menghadapi Asian Games 2018. ‘’Keberangkatan besok (hari ini - red). Atlet sudah siap. Kompetisi ini untuk mengetahui fisik atlet, sebagai ajang seleksi,’’ ujarnya. Pascabertanding, mereka bersama tiga atlet lainnya yakni Dicki Candra, Kadek Putra Wiguna, I Komang Dandy Darmawan akan mengikuti traning center di India. (kmb45)

Porjar Denpasar

Smansa dan Spentwo Memimpin

Denpasar (Bali Post) Kontingen SMAN 1 (Smansa) dan SMPN 2 (Spentwo) memimpin perolehan medali sampai dengan Kamis (10/5) kemarin dalam Porjar Kota Denpasar 2018. Cabor panjat tebing, yang digelar di halaman Lapangan Kompyang Sujana, tim Smansa yang menurunkan Made Bagus Arya Surya Ananta, Made Amara dan Lora Anjani menyabet emas di nomor boulder campuran. Cabor tenis meja yang diselenggarakan di Puri Satria, ganda putri Smansa yang menurunkan Komang Anik Sudarnita/Ni Made Yunika Intan Lestari juga merebut emas, setelah di final mengalahkan Kadek Ayu Ariartini/Ameilia Anadariga (SMA PGRI 2). Nomor ganda putra Deva Prasetia/Gede Pasek Darma Santika (SMAN 2) merebut emas, pasca di final menaklukkan Komang Andika Putra/Putu Yuda Asmara Putra (SMKN 2). Untuk tunggal putra, juaranya Deva Prasetia yang mengalahkan rekan setimnya, Pasek Darma Santika. Tingkat SMP, ganda putra juaranya SMPN 1, disusul SMPN 2, SMP Muhammadiyah 2, serta SMPN 4. Ganda putri, juaranya SMPN 3, kemudian SMPN 5, SMPN 8, dan SMP Raj Yamuna. Tunggal putri juaranya Galuh Prasasti (SMPN 1), disusul Putu Dhea Yasriani (SMPN 30, Ni Ketut Prastayani (SMPN 2), serta Ni Made Adelia Putri Maharani (SMPN 3). Juara Perolehan Medal I Sementara SMAN 13 7 7 6 5 SMP SMPN 2 10 SMPN 3 8 SMP PGRI 5 7 SMPN 10 6 SMPN 6 5 SD Denbar 17 Dentim 10 Denut 5 Densel 3 SMAN 1 SMAN 5 SMAN 2 SMAN 4 SMAN 8

6 12 6 4 6

7 7 6 7 4

8 6 4 2 3

14 5 5 5 7

12 6 10 8

12 19 16 18

tunggal putra Bayu Santika (SMPN 1), kemudian Suprasta Wibawa (SMPN 2), Putu Yudi Pradnyana (SMPN 1), serta Komang Agus Wira Dangin (SMP Dharma Praja). (022)

sama rekan-rekannya tak boleh mengulangi kesalahan serupa ketika bentrok kontra Bali United. ‘’Intinya, kami bekerja lebih fight lagi, dalam upaya memetik kemenangan,’’ ucapnya. Perjalanan Jauh Rombongan Bali United melakukan perjalanan jauh dan cukup melelahkan menuju Tenggarong, kandang Mitra Kukar. Menempuh perjalanan udara dari Bali, Surabaya, Balikpapan, rombongan tim Bali United kemudian melanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih empat jam ke Tenggarong. Widodo sudah melatih asuhannya Kamis (10/5) pagi kemarin di sekitar areal hotel. Widodo Cahyono Putro mengatakan, sesi latihan pagi yang diberikan bertujuan untuk mengembalikan kebugaran pemain yang satu hari sebelumnya menjalani perjalanan darat dan udara. (022)

Playoff NBA

Celtics Tantang Cavs di Final Wilayah Timur Boston – Boston Celtics menantang Cleveland Cavaliers di final Wilayah Timur. Ini setelah Celtics menyingkirkan Philadelphia 76ers di semifinal. Pada game kelima yang dihelat di TD Garden, Kamis (10/5) kemarin, Celtics yang unggul 3-1 dalam sistem best of seven mendapat perlawanan di kuarter pertama. Mereka cuma unggul tipis 25-24. Masuk di kuarter kedua, Celtics masih dominan dengan mengungguli Sixers di segala lini dan menutup paruh pertama gim dengan skor 61-52. Di awal kuarter ketiga, Celtics tancap gas lagi untuk meninggalkan lawannya dengan selisih 12 poin di sisa enam menit waktu. Tapi, Sixers lantas bangkit untuk membuat 19 poin berbanding delapan di sisa kuarter ini dan menipiskan ketertinggalan jadi 82-83. Masuk di kuarter akhir, Sixers coba memburu Celtics dan mereka bahkan sempat memimpin 90-88 lewat tiga poin Robert Covington di sisa sembilan menit. Ini jadi kali pertama Sixers memimpin sejak di babak pertama. Tetapi, Celtics membalas dengan enam poin beruntun untuk berbalik unggul 100-94 sebelum menutup game ini dengan kemenangan tipis 114-112 lewat tembakan Jayson Tatum di sisa 22,5 detik. Tampil sebagai pemain terbaik Celtics adalah Tatum yang bikin 25 poin disusul Jaylen Brown dengan 24 poin, Terry Rozier dengan 17 poin, dan Al Horford dengan 15 poin. Di kubu Sixers, Dario Saric membuat 27 poin dan 10 rebound disusul Embiid dengan 27 poin dan 12 rebound. Celtics pun menang 4-1 dan akan menantang Cavaliers di final Wilayah Timur. Ini adalah ulangan final tahun lalu ketika Celtics kalah dalam lima game. Ini jadi penampilan beruntun pertama Celtics di final setelah 1987 dan 1988. (kmb33/afp)

Bali Post/wan

DAYA GEDOR - Gelandang serang atau second stricker Bali United Stefano Lilipaly diharapkan memiliki daya gedor guna membongkar benteng pertahanan Mitra Kukar dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim, Jumat (11/5) malam ini.

Kalahkan Brighton, City Panen Rekor

Manchester – Manchester City tidak tampil santai kendati sudah sejak jauh hari mengklaim trofi juara Liga Primer Inggris 2017/18. Sang kampiun tetap termotivasi memetik hasil positif dan sukses mengalahkan Brighton & Hove Albion 3-1 di Etihad. Kemenangan pada Kamis (10/5) dini hari kemarin, melahirkan sekurangnya tiga rekor baru untuk armada pimpinan Pep Guardiola. Pertama, tambahan tiga angka membuat The Citizens membukukan jumlah poin terbanyak dalam semusim kompetisi EPL. 97 poin yang mereka kumpulkan melewati catatan Chelsea pada 2004/05 (95). Sepanjang sejarah kasta teratas Inggris, pencapaian City sama dengan Liverpool pada First Division 1978/79. Di zaman itu sejatinya kemenangan masih dihargai dua angka, namun jika dikonversi ke aturan terkini The Reds mengoleksi 97 poin. Patut dicatat pula bahwa saat itu liga berisi 22 klub sehingga setiap kontestan memainkan total 42 laga. Kedua, City juga melewati rekor kemenangan terbanyak Chelsea di Premier League musim lalu (30). Hasil kontra Brighton menandai kali ke-31 The Eastlands tampil sebagai pemenang musim ini. Ini setara dengan perolehan terbaik sepanjang masa di level utama Inggris milik Tottenham Hotspur pada 1960/61. Ketiga, lagi-lagi dengan melampaui Chelsea, Manchester Biru resmi menjadi klub terproduktif dalam satu edisi EPL. Tambahan tiga gol dari Danilo, Bernardo Silva, plus Fernandinho menjadikan akumulasi gol City musim ini mencapai 105 gol, unggul dua atas

hasil The Blues di 2009/10. Di tingkat personal, Leroy Sane tercatat sebagai pemain keempat yang mengkreasi hattrick assist dalam satu pertandingan Liga Primer, menyusul dua rekannya di City yaitu Raheem Sterling dan Kevin De Bruyne serta Henrikh Mkhitaryan untuk Arsenal. Tidak hanya itu, dengan kontribusi sepuluh gol disertai 15 assist, Sane menjadi pesepakbola Jerman yang paling banyak terlibat dalam kreasi gol di lima liga top Eropa. Jangan lupa, rekor-rekor di atas tentunya masih berpeluang dipertajam mengingat City masih akan melakoni satu pertandingan lagi saat bertamu ke Southampton pada Minggu (13/5) nanti. Guardiola mengaku sangat bangga dengan rekorrekor tersebut. ‘’Kami tidak bisa membantah, kami sangat bangga pada rekor-rekor ini,’’ ujarnya. ‘’Di Inggris, era 80-an men-

jadi milik Liverpool bersama Kenny Dalglish, Graeme Souness, Ian Rush. Era 90-an milik tim Sir Alex Ferguson dengan para pemain seperti Paul Scholes, Roy Keane, David Beckham dan Peter Schmeichel. Setelah itu ada Jose Mourinho dengan tim luar biasanya di Chelsea, yang terdapat John Terry, Frank Lampard, Didier Drogba, Michael Essien dan Claude Makelele, semuanya pemain luar biasa. Dan sebelum itu ada era invincibles dari Arsene Wenger bersama Arsenal. Saya tidak bilang bahwa kami lebih baik dari mereka, namun kami mendapatkan musim terbaik. Tidak ada yang mencetak lebih banyak gol, lebih banyak poin. Sekarang kami meraih 97 angka jadi, jika seseorang ingin mengalahkan rekor tersebut, mereka harus sangat bagus dan memenangkan banyak pertandingan,’’ imbuhnya. (kmb33/ap)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 11 mei 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu