Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 24 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Senin pon, 10 September 2018

Kontribusi Pertanian terhadap PDRB

Terus Menurun Sejak Delapan Tahun Lalu

Sektor pariwisata dan pertanian di Bali tumbuh timpang. Demikian pula ekspor pertanian Bali terus mengalami penurunan. Bahkan, sampai Juli 2018 ini mengalami penurunan negatif 15 persen kalau dibandingkan periode yang sama 2017. Demikian pula sejak tahun 2010 kontribusi pertanian terhadap PDRB terus mengalami penurunan. Kecenderungan ini akan semakin menguat, apabila pemerintah abai dengan sektor pertanian.

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

PETANI Bali akan makmur jika masyarakat Bali menggunakan produk pertanian lokal, baik buah, sayur, daging, dll. Namun sayangnya, tidak semua masyarakat menggunakan produk pertanian lokal. Bahkan kalangan pariwisata pun seolah enggan menggunakan daging lokal dengan alasan kualitasnya tidak sesuai standar. Maka terjadilah impor yang seharusnya kebutuhan akan produk pertanian bisa dipenuhi sendiri. Pemilik UD Sari Buah, Made Sianta, berharap ada aturan yang mengharuskan masyarakat untuk menggunakan buah lokal. Sebab, ia merasa persaingan di bidang pertanian bukan

datang dari luar Bali (Indonesia) tetapi dari luar negeri dengan masuknya buah impor. Petani dari Desa Padangan, Pupuan, Tabanan ini merasakan betul susahnya memasarkan produk. Ia memang sudah biasa menyuplai buah ke hotel dan supermarket. Dari dua pasar modern itu, fee yang didapatkan bisa lebih besar dari penjualan ke pasar tradisional. Hanya, sistem pembayaran di hotel dan supermarket yang agak menyulitkan petani. Setelah dua minggu bahkan dua bulan baru dibayar. Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi

PRODUKSI BERAS DI BALI

Bali I Gede Nyoman Subadri, S.E. mengatakan, sumbangan sektor pertanian terhadap ekspor terus menurun. Secara yoy (Juli 2018 dibandingkan Juli 2017) sektor pertanian mengalami penurunan ekspor -15,09 persen. Sektor pertanian ini tergantikan oleh sektor industri pengolahan. Industri pengolahan mendominasi ekspor asal Bali sebesar 91,223 persen berdasarkan hitungan kumulatif Januari – Juli 2018. Sementara sumbangan pertanian Januari – Juli 2018 hanya 8,759 persen, dengan produk utama yang diekspor ikan dan udang segar. Hal. 15 Alami Penurunan

Ekonomi Bali akan Membaik

Bali Post/dok

DIBIARKAN - Petani di Kintamani membiarkan tanamannya yang sedang berbuah mati, karena harga tomat anjlok.

TRIWULAN II 2018, ekonomi Bali tumbuh 6,09 persen (yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan I 2018 yang mencapai 5,62 persen (yoy). Dengan pertumbuhan ini, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali memproyeksikan triwulan III 2018, ekonomi Bali akan tumbuh lebih tinggi lagi. ‘’Berdasarkan berbagai prompt indicator ekonomi regional terkini dan hasil survei terindikasi perekonomian Provinsi Bali pada triwulan Ill 2018 memiliki tendensi peningkatan,’’ demikian disampaikan Causa Iman Karana, Kepala BI KPw Provinsi Bali, saat Malam Apresiasi dan Temu Responden Bank Indonesia 2018 yang mengambil tema ‘’Digital Tourism’’, Jumat (7/9)

di Rama Sinta, Inna Grand Bali Beach Hotel. Selain ekonomi yang membaik, inflasi Bali bulan Agustus 2018 juga terjaga yaitu sebesar 3,75% (yoy). Dengan demikian, pencapaian inflasi Bali pada triwulan II 2017 masih sejalan dengan sasaran inflasi sebesar 3,5% plus minus 1%. Terjaganya inflasi di Provinsi Bali, didukung dengan semakin solidnya upaya pengendalian inflasi yang dilakukan Bank Indonesia dan pemerintah daerah melalui forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Meski menunjukkan perbaikan yang positif, perekonomian Provinsi Bali masih dihadapkan pada beberapa tantangan. Hal. 15 Makin Ketat

Dovi Juara di Kandang

Dukung Jokowi, Partai Demokrat Beri Dispensasi

Misano – Pembalap Ducati Andrea Dovizioso sukses memenangkan podium pertama MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Minggu (9/9) kemarin. Posisi kedua diraih Marc Marquez, sedangkan Cal Crutchlow finis ketiga. Balapan kali ini diwarnai insiden kecelakaan Jorge Lorenzo di lap-lap akhir saat ia berada di posisi kedua.

Jakarta (Bali Post) Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menegaskan tidak akan memberikan sanksi terhadap kadernya di daerah yang membelot dari pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno ke pasangan Joko Widodo–Ma’ruf Amin. ‘’Tidak ada sanksi. Saya sudah jelaskan barusan, bahwa memang ada daerah yang akan kami berikan dispensasi khusus, mengingat di sana kader kami pun, seperti Papua, 92 persen menginginkan berkoalisi dengan Pak Jokowi,’’ kata Ketua Divisi Advokasi Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahean di kediaman SBY, Minggu (9/9) kemarin. Penegasan itu menyusul pernyataan Ketua DPD Partai Demokrat Papua Lukas Enembe yang berbeda sikap dengan partainya. Lukas yang juga Gubernur Papua dan baru dilantik kembali untuk periode kedua kepemimpinannya menyatakan tetap mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin di pemilihan presiden 2019. Ferdinand mengakui, untuk daerah dan kader tertentu di daerah, pihaknya memberikan dispensasi karena pertimbangan tertentu. Hal. 15 Roy Suryo Tidak Terbit Terkait hari raya Tahun Baru Islam 1440 Hijriah pada Selasa (11/9) besok yang juga merupakan hari libur nasional, Bali Post pada tanggal tersebut tidak terbit. Bali Post terbit kembali seperti biasa mulai Rabu (12/9) lusa. Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

Andrea Dovizioso

Bali Post/afp

Sementara itu MotoGP San Marino tampaknya seperti perkiraan Valentino Rossi, Yamaha tak mampu meraih podium. The Doctor sendiri harus puas berada di posisi ketujuh, sedangkan rekan setimnya, Maverick Vinales, berada di posisi kelima. Memasuki lap ke-12, Dovizioso tampaknya sulit terkejar Lorenzo di belakangnya. Ia berselisih jarak lebih dari satu detik dari pembalap asal Spanyol tersebut Duel seru justru terjadi antara Marquez dan Lorenzo yang memperebutkan posisi kedua dan ketiga pada sisa delapan lap lagi. Nahas bagi Lorenzo, ia mengalami kecelakaan di sisa dua lap lagi. Tak pelak, posisi kedua jadi milik Marquez. Sedangkan Cal Crutchlow yang tadinya di peringkat keempat mampu meraih podium ketiga. Dengan kemenangan ini, Ducati sukses memenangkan dua balapan kandang dalam satu musim kompetisi sejak mengikuti MotoGP pada 2003. Mereka sebelumnya menjuarai MotoGP Italia lewat Jorge Lorenzo. Bagi Andrea Dovizioso sendiri kemenangan di San Marino adalah kemenangan ketiganya musim ini setelah GP Qatar dan GP Ceko. Ia juga melompat ke posisi kedua di kejuaraan, selain melewati Rossi, juga mengungguli sang rekan setim sekaligus rival utamanya, Jorge Lorenzo. (kmb33/afp)

Buka Pesamuan Agung Tegeh Kori

Gubernur Koster Harap Pasemetonan Jadi Pemersatu Krama Bali PASEMETONAN di Bali merupakan perekat masyarakat sekaligus pilar adat, agama dan budaya di Bali. Ini juga sesuai dengan salah satu program prioritas dalam mengembangkan seni, adat dan budaya termasuk kearifan lokal. Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambupatannya sekaligus membuka Pesamuan Agung VIII Tahun 2018 Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori di Pura Dalem Benculuk Tegeh Kori, Tonja, Denpasar, Minggu (9/9) kemarin. Gubernur Koster mengajak seluruh pasemetonan yang ada di Bali untuk bersamasama membangun dan me-

ningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. ‘’Di Bali ini banyak ada pasemetonan karena wangsanya. Kalau tidak salah ada sembilan. Ini merupakan kekuatan untuk diajak bersama-sama dalam mengembangkan semangat gotong royong, peguyuban, kekompakan sebagai krama Bali, semeton Bali,’’ ujarnya. Koster menilai keberadaan pasemetonan sangat positif untuk membangun kebersamaan, solidaritas dan soliditas di kalangan internal. Namun kebersamaan dan soliditas ini selanjutnya harus ditarik untuk kepentingan yang lebih besar yakni untuk kepentingan Bali secara keseluruhan. ‘’Bukan hanya untuk

kepentingan pasemetonan secara internal tapi untuk membangun dengan tujuan kesejahteraan masyarakat Bali,’’ tegasnya. Ketua Umum Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori, Nyoman Gede Suweta, mengatakan pesamuan agung ini merupakan agenda tahunan yang di antaranya membahas evaluasi pelaksanaan program dan penyusunan program satu tahun ke depan. Selain itu akan dibahas rencana aktualisasi sulinggih, pelaksanaan piodalan dan rencana penataan Pura Dalem Benculuk Tegeh Kori. Hal. 15 Tegeh Kori

’’Bukan hanya untuk kepentingan pasemetonan secara internal tapi untuk membangun dengan tujuan kesejahteraan masyarakat Bali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

PRASASTI - Gubernur Bali Wayan Koster menandatangani prasasti dan meresmikan Kantor Sekretariat Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori.


DENPASAR

2

Senin Pon, 10 September 2018

FIGUR Tekan Kecelakaan Pelajar GUNA mengurangi korban kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar, berbagai upaya dilakukan Satlantas Polresta Denpasar. Saat ini sedang gencar dilakukan sosialisasi Transportasi Sehat Merakyat (TSM). TSM ini merupakan bentuk transportasi bertenaga manusia, seperti berjalan kaki, bersepeda, in-line skating/skateboard yang juga diintegrasikan dengan sarana angkutan umum. ‘’Kemarin (Sabtu - red) kami sosialisasikan melalui fun bike di Lapangan Puputan Margarana, Renon, melibatkan pelajar, TNI dan komunitas,’’ ujar Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawaty Ismail, Minggu (9/9) kemarin. Dikatakan, tujuan dan manfaat kegiatan TSM ini adalah meningkatkan keselamatan perjalanan bagi pelajar, mengurangi risiko yang dihadapi dalam perjalanan ke tempat kerja atau sekolah. Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran keselamatan jalan pada anak-anak, mengurangi jumlah korban pejalan kaki dan pengendara sepeda, serta mengurangi pengguna mobil dan sepeda motor. Termasuk mempromosikan transportasi alternatif seperti penggunaan sepeda, berjalan, dan bus. Mantan Kapolsek Kota Tabanan ini menegaskan, pihaknya tengah gencar menyosialisasikan, terutama ke sekolah-sekolah yang ada di Denpasar. Di samping itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan sepeda ke tempat tujuan. Pasalnya, dengan bersepeda mendapat banyak keuntungan, yaitu dari segi kesehatan, ekonomi yang lebih murah dan juga ramah terhadap lingkungan. Selain itu dapat meminimalisasi kemacetan dan kecelakaan. (rah)

Dinas Ketahanan Pangan Bali Dukung Gema Perdamaian

Denpasar (Bali Post) Pada event Gema Perdamaian (GP) 2018 digelar aneka kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya GP diisi dengan Pemilihan Putra-Putri Ambassador Damai. Mulai tahun ini pula GP merangkul organisasi pengusaha Bali sebagai bagian dari Pangayah GP. Beragam sinergi dibangun untuk memperkokoh gerakan ini agar mampu memberikan manfaat positif bagi masyarakat. Puncak acara GP 2018 akan berlangsung tanggal 6 Oktober 2018. Selain berkolaborasi dengan INBIS Unud, juga dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali yang pada saat bersamaan menggelar acara bertajuk ‘’Bali Festival Safety and Healthy Food’’ yang digelar dari tanggal 5 hingga 7 Oktober 2018. Event yang dihelat pertama kali itu bertujuan memperkenalkan makanan-makanan tanpa pengawet produksi para petani di Bali. Kadis Ketahanan Pangan Bali Drh. I Wayan Mardiana, M.M. mengatakan, pihaknya tidak sebatas menggelar pameran makanan, tapi juga menggelar beberapa lomba seperti lomba memasak, makan buah segar, menyajikan buah ala hotel dan berbagai hiburan. Dengan sinergi ini, maka para tamu undangan dan peserta GP 2018 akan dapat melihat pameran produk pertanian ini sebelum mengikuti acara puncak GP. Para tamu undangan dan peserta juga dapat menikmati kuliner sehat tanpa pengawet khas tradisional hasil olah kreativitas kuliner Bali. Ketua Panitia GP 2018 Kadek Adnyana mengatakan, pihaknya akan mengolaborasikan acara kedua belah pihak dalam pengaturan layout tenda dan stan pameran. Event tahunan ini juga akan diatur lebih awal pada tahun-tahun berikutnya. Koordinator Seksi konsumsi GP 2018 Desak Purnamasari menyambut gembira kolaborasi itu. Menurut Purnamasari, kebutuhan logistik untuk tamu undangan dan peserta pada puncak acara GP mencapai lebih dari 10 ribu orang, sehingga kebutuhan konsumsi dapat di-suplay dari kerja sama kuliner Dinas Ketahanan Pangan selain dari tenant INBIS Unud. (win)

Bali Post/ist

GP 2018 - Ketua Panitia GP 2018 Kadek Adnyana (dua dari kiri) saat berkunjung ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Sasar HP WNA, Pengojek Liar Ditembak BERAGAM modus dilakukan pelaku kejahatan untuk memuluskan aksinya. Seperti dilakukan pengojek liar I Komang Punduh (26) ini, dia pura-pura meminjam HP milik Georgia Louise Pitkin (22) asal Inggris dan langsung dibawa kabur. Kejadiannya di Jalan Raya Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Badung. Akibat perbuatannya itu, Punduh ditangkap tim gabungan Polsek Kuta Utara dan Ditreskrimum Polda Bali, Sabtu (25/8) lalu. ‘’Karena pelaku melawan, terpaksa kakinya ditembak. Selain itu, setelah pelaku ditangkap dilakukan pengembangan dan hari ini baru bisa dirilis pengungkapan kasus ini,’’ ujar Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H.W.D Nainggolan, Minggu (9/9) kemarin. Menurut Johannes, modus yang diterapkan pelaku asal Karangasem ini yaitu saat mendapatkan penumpang dia meminjam HP korban dan pura-pura mencari alamat yang dituju di geogle map. Setelah korban turun dari sepeda motor pelaku, HP tersebut langsung dibawa kabur. Setelah menerima laporan kasus tersebut, Tim Opsnal Polsek Kuta Utara di-back up anggota Ditreskrimum Polda Bali melakukan penyelidikan. Hasil olah TKP dan informasi saksi, diperoleh informasi jika pelaku kos di Jalan Mataram, Kuta. ‘’Tempat kos tersebut langsung digerebek dan pelaku ditangkap,’’ ujarnya. Dari kasus tersebut, petugas mengamankan sepeda motor Yamaha N-MAX milik pelaku yang dipakai beraksi. Selain itu, juga disita satu HP Samsung dan uang tunai Rp 1 juta. Hasil pengembangan kasus ini, pelaku mengaku juga beraksi di tiga TKP dan korbannya semua orang asing. ‘’Selain di Jalan Raya Batubolong, pelaku dua kali beraksi di Jalan Raya Seminyak, Kuta,’’ kata Johannes. (rah)

Topik : Bali Kekurangan Wirausahawan

TRANSPORTASI – Secara nasional, Indonesia masih sangat kekeurangan personel yang punya kompetensi di bidang transportasi.

Bali Post/eka

Minim, Jumlah Personel yang Kompeten di Bidang Transportasi Denpasara (Bali Post) Kondisi keselamatan transportasi saat ini sangat memprihatinkan. Sementara kecelakaan tersebut terjadi selain karena faktor manusia, juga ada kontribusi aspek sarana angkutan jalan sehingga perlu pengawasan. Saat ini di Indonesia kekurangan 24.300 personel bidang transportasi. Menurut Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Suharto, secara nasional yang punya kompetensi di bidang transportasi diperlukan 29.632 orang. Saat ini baru terpenuhi 8,58 persen sehingga masih kekurangan 24.300. ‘’Tentunya kita mencoba meningkatkan kapasitas itu. Target kami, maksimal 20 tahun yang akan datang

wajah transportasi Indonesia sudah berubah,’’ ujar Suharto, belum lama ini. Suharto menegaskan, kondisi ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah bersama, meskipun semua sadar bahwa belum semua kendaraan diuji dan hingga saat ini baru komponen untuk angkutan umum saja. Ia berharap ke depan semua kendaraan diuji. ‘’Untuk komponen angkutan umum saja masih banyak kekurangan tenaga penguji, apalagi kalau nanti semua kendaraan diuji. Tentunya masih membutuhkan kuantitas dari pada penguji itu sendiri,’’ kata Suharto yang didampingi Kepala Balai Pendidikan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Bali Firga Ariani.

Suharto menambahkan, pihaknya bisa bekerja sama dengan beberapa institusi dan perguruan tinggi bidang teknik. Pihaknya akan berkolaborasi supaya lulusannya mampu memenuhi kapasitas yang dipersyarakatkan sehingga mampu berkontribusi dalam rangka menimalisasi masalah keselamatan lalu lintas. Di samping itu, pihaknya akan mencoba bekerja sama dengan otoritas resmi, bengkel-bengkel resmi untuk bersama-sama melaksanakan pengujian tersebut. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan suatu kapasitas yang lebih maksimal. ‘’Kami juga akan coba, misalnya tiga bulan dari lulusan STM atau SMA juru-

san IPA disekolahkan untuk menjadi pembantu penguji. Untuk menguji tentunya kita tetap mengandalkan dari lulusan BPPTD,’’ katanya. Adapun kendala yang dihadapi selama ini, katanya, karena kapasitasnya sangat terbatas. Di Bali juga terbatas personelnya, sehingga pihaknya kembali membangun kampus baru di Tabanan. Ini salah satu upaya untuk peningkatan kapasitas. Sedangkan masalah pengujian kendaraan, di samping dari sisi infrastruktur pengujinya dipenuhi, tentu SDM-nya juga harus terpenuhi, sehingga terjadi keseimbangan antara sarana, prasarana dan SDM. ‘’Supaya nantinya kita benarbenar total bagaimana memi-

nimalisasi masalah aspek keselamatan yang terjadi di jalan raya,’’ tegas Suharto. Menyingung fungsi pengawasan, menurut Suharto, saat ini semua menggunakan digitalisasi. Tentunya yang namanya digitalisasi tidak bisa dibohongi. Sistem digitalisasi ini sudah dilaksanakan. Mengacu pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 sudah mengamanatkan bahwa setiap kendaraan yang memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan akan diberikan buku uji dan kartu uji. Pengertian kartu uji, di dalamnya ada semacam digitalisasi karena ada chip dan sebagainya yang merekam riwayat kendaraan itu. (kmb36)

Bali Kekurangan Wirausahawan

Denpasar (Bali Post) -

Bali masih kekurangan wirausahawan. Saat ini rasio wirausahawan di Bali baru tujuh persen dari jumlah penduduk. Jika ingin ekonomi stabil, pengusaha harus ada minimal 15 persen dari jumlah penduduk. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra menegaskan hal itu pada Seminar “Menjadi Pengusaha Milenial Berskala Nasional” di Puri Dalem, Sanur, Sabtu (8/9) lalu. Menurut Alit Wiraputra, ekonomi baru akan berjalan stabil jika pengusaha rasionya minimal 15 persen. Maka dari itu, Kadin bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali, Real Estate Indonesia (REI) Bali, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) dan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) mendorong agar generasi muda mau berwirausaha. “Kami sedang menggalang cara untuk menumbuhkan minat generasi muda mau berwirausaha,” ujarnya. Alit Wiraputra mengatakan, upaya menciptakan wirausaha muda tidak hanya dimulai di tingkat universitas, tapi juga di tingkat SMA/ SMK. Sebelumnya di sejumlah SMK, pihaknya telah memberi pemaparan tentang wirausaha untuk membentuk generasi muda supaya tidak berorientasi lagi pada mencari pekerjaan, terutama di hotel.

“Bagaimana SMK ini mencetak generasi muda yang mau berwirausaha,” katanya dan menambahkan, tugasnya saat ini adalah mencari delapan persen dari jumlah penduduk atau sekitar 320 ribu lagi harus ada wirausaha muda yang baru. Menurut Alit Wiraputra, masih minimnya wirausaha di Bali karena banyak yang belum paham terutama di SMK tentang berwirausaha. “Mereka agak sulit berwirausaha karena memang dari karakter, orangtua dan sebagainya yang belum mendukung,” tegasnya. Hal senada diungkapkan Sandiaga Uno yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut. Seorang mahasiswa yang mengikuti seminar tersebut bertanya tentang peran orangtua dan keluarga dalam pembentukan karakter berwirausaha. Sandiaga Uno menjawab memang keluarga

Bali Post/kmb42

SAMBUTAN - Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra memberikan sambutan pada seminar yang menghadirkan Sandiaga Uno sebagai narasumber. bisa menjadi faktor seseorang menjadi wirausaha. Contohnya, seorang anak yang memiliki orangtua pedagang, tentu anaknya akan lebih mudah untuk menjadi pengusaha karena telah memiliki link dan pengalaman yang akan memudahkan anaknya menjadi

pengusaha. Pada kesempatan tersebut, Sandiaga Uno memberikan motivasi kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali. Ia berbagi tips tentang menjadi pengusaha yang sukses. Di antaranya, dengan menerapkan “4 as”

yaitu mengerjakan pekerjaan dengan kerja keras, tuntas, cerdas, dan ikhlas. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Denpasar Berwawasan Budaya

Merajut Pembangunan Kota Dalam Bingkai ’’Sewaka Dharma’’ SEBAGAI ibu kota Provinsi Bali, Denpasar tumbuh dan terus berkembang menjadi kota yang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakatnya. Bertindak sebagai urat nadi perkembangan di berbagai sektor, membuat penduduk di kota dengan ciri khas Patung Catur Muka ini terus mengalami peningkatan yang hingga kini mencapai 788 ribu jiwa lebih. Melayani masyarakat yang heterogen merupakan tantangan tersendiri bagi sosok pemimpin besar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara senantiasa terus berusaha melakukan inovasi di berbagai bidang dalam upaya memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Dengan berpedoman pada Padmaksara sebagai pengejawantahan program kerja yang di setiap sudut pelaksanaan senantiasa dibingkai dalam pemahaman ‘’Sewaka Dharma’’, di mana melayani adalah kewajiban. Sehingga dalam memaksimalkan pembangunan sebagai upaya memberikan kesejahteraan rakyat, seluruh OPD selalu melayani

dengan maksimal dan berbahagia dalam pengabdian. Hingga saat ini, motto ‘’Sewaka Dharma’’ telah ditanamkan di seluruh lapisan pemerintahan mulai dari instansi tertinggi hingga desa/kelurahan sebagai ujung tombak pembangunan. Sehingga sinergitas antarlini dapat tercipta dalam upaya mempercepat pembangunan kota. ‘’Sewaka Dharma merupakan motto yang fundamental dalam berbagai pelayanan di Kota Denpasar sebagai bentuk reformasi birokrasi dalam memberi kemudahan kepada masyarakat,’’ ujar Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Denpasar, beberapa waktu lalu.

Dengan beragam kemudahan pelayanan yang diberikan tentu dapat memantik kesadaran masyarakat di berbagai bidang. Seperti halnya kesadaran tertib administrasi kependudukan, kemudahan perizinan yang dapat menciptakan trend positif terhadap iklim investasi serta tumbuhnya wirausaha melalui UMKM yang dalam lima tahun terakhir terus bertambah. Sehingga motto Sewaka Dharma ini tidak hanya menjadi retorika semata, melainkan mengandung makna yang meresap dalam setiap denyut nadi pembangunan kota. Hal ini dapat dilihat di Mal Pelayanan Publik Sewaka Dharma sebagai gedung ter-

padu dengan beragam layanan satu pintu, arena bermain, extream park, rumah pintar, bus sekolah, youth park, taman lalu lintas, ekowisata, jogging track, wisata sungai dan masih banyak fasilitas lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat kota. Selain itu, berbagai event juga turut dilaksanakan guna memberikan ruang kreativitas sekaligus hiburan bagi masyarakat. Di awal tahun, gelaran ogoh-ogoh menjadi ciri khas dalam rangka menyambut hari raya Nyepi, Rare Bali Festival yang fokus kepada kreativitas anakanak, D-tik Festival sebagai ajang pameran teknologi in-

formasi, Mahabandana sebagai apresiasi berkesenian dan menjaga kearifan lokal, serta Denpasar Festival yang kini telah masuk dalam kalender event nasional Kementerian Pariwisata RI. ‘’Beragam fasilitas dan kegiatan yang tersedia merupakan buah pengembangan motto Sewaka Dharma yang selalu berupaya dalam memberikan kebahagiaan kepada masyarakat, baik kebahagian lahiriah dan batiniah, sehingga saat mengurus adminitrasi masyarakat berbahagia dan saat berkreasi juga berbahagia karena beragam fasilitas sudah ada di tengah kota,’’ ujar Rai Mantra. Berbagai inovasi ini membawa pengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Kebahagiaan Masyarakat (IKM) Kota Denpasar yang terus meningkat selama lima tahun terakhir. Berbagai pelayanan dan inovasi tersebut dipadukan dengan pengembangan teknologi informasi dalam Denpasar Smart City, namun tetap berakar pada warisan budaya. (ad517)


Senin Pon, 10 September 2018

BADUNG

3

Usaha Mikro Dominasi UMKM di Badung

Kerusakan Patung Dewa Ruci Mulai Diperbaiki Mangupura (Bali Post) Sebanyak 34 titik kerusakan pada patung Dewa Ruci, Kuta mulai diperbaiki, Minggu (9/9) kemarin. Dari keseluruhan kerusakan itu, ada sebanyak 23 retakan kecil, delapan retakan sedang dan tiga retakan keras dan berlubang. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan, untuk perbaikannya pihaknya menurunkan sejumlah seniman patung. Pengerjaannya nanti menggunakan semen putih yang akan dioleskan pada bagian yang retak maupun rusak. ‘’Sebanyak lima pekerja atau seniman yang kami turunkan untuk perbaikan patung ini,’’ kata Merthawan. Dikatakan, meskipun sudah menggunakan steger atau tangga, pengerjaan perbaikan tersebut mengalami kesulitan. Seperti kondisi angin kencang, terik matahari yang sangat panas, dan juga objek patung bagian atas yang tidak bisa diinjak karena tidak mampu menopang beban terlalu berat. ‘’Pengerjaannya harus ekstra hati-hati, karena patungnya licin dan tidak mampu menopang beban terlalu berat. Bila bagian patung diinjak, takutnya akan tambah jebol. Bahkan sebelum pengerjaan kami sudah menggelar ritual upacara matur piuning,’’ pungkasnya. Dana perbaikan patung ini, menurutnya, berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) dari pihak swasta. Meski dananya dari pihak swasta, namun mutu pekerjaannya juga diharapkan bagus. Untuk itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan setiap harinya. ‘’Kami target perbaikan ini rampung dalam waktu dua minggu,’’ yakinnya. Sebelum melakukan perbaikan, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan melalui udara dengan kamera drone. Pengecekan tersebut untuk melakukan pemetaan, bagian mana saja yang mengalami kerusakan. Sehingga akan mempermudah saat perbaikan. Dikatakan, patung yang memiliki tinggi 23 meter ini memang rawan mengalami keretakan. Karena postur patung yang menjulang tinggi. Sehingga sangat berpengaruh terhadap getaran. ‘’Patung ini rawan bila terjadi gempa. Karena postur patung menjulang tinggi,’’ ucapnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Badung tumbuh subur. Bahkan, berdasarkan data terakhir jumlah UMKM mencapai 18.178 unit usaha. Sayangnya, dari ribuah usaha yang bertumbuh 95 persen masih tergolong usaha mikro atau perorangan.

Bali Post/kmb23

PATUNG - Seorang pekerja melakukan perbaikan kerusakan patung Dewa Ruci, Kuta, Minggu (9/9) kemarin.

Kadiskop, UKM dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana membenarkan jika sebagian besar UMKM merupakan usaha mikro. ‘’Sampai dengan bulan Agustus 2018, jumlah UMKM sebanyak 18.178 unit usaha yang sebagian besar usaha mikro,’’ ungkap Ketut Karpiana, belum lama ini. Menurutnya, tingginya angka usaha mikro dipicu oleh beberapa permasalahan yang dihadapi UMKM. Seperti faktor pengetahuan, kendala legalitas usaha, kurangnya jaringan untuk pendistribusian barang, pembukuan masih manual dan ketidakpahaman hukum terkadang menghambat UMKM. ‘’Kami telah memfasilitasi pelaku UMKM dengan pendampingan dari klinik UMKM. Sinergi program antarperangkat daerah, pendidikan dan pelatihan, workshop, pameran, inkubasi ide bisnis, seminar dan kemiteraan usaha serta pemberdayaan UMKM,’’ terangnya. Lebih jauh diterangkan, Badung memiliki banyak jenis usaha UMKM. Di antaranya, agrowisata D’Alas yang berlokasi di Banjar Jempanang, Desa Belok Sidan, Petang, produk asparagus di desa Pelaga, produk kopi di Kecamatan Petang, kerajinan handycraft, furniture serta produk pangan. ‘’Jenis

usaha itu sebagian besar telah difasilitasi untuk dapat menembus pasar pariwisata. Ke depan kami berharap ada peningkatan sinergi antara UMKM dengan sektor pariwisata,’’ katanya. Disebutkan, pihaknya telah melakukan upaya-upaya sinergi dan mendorong usaha dan produk UMKM di Badung untuk bisa memenuhi pasar pariwisata di Badung Selatan. Seperti diketahui, Pemkab Badung ingin memperkuat kehadiran UMKM untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Badung I Wayan Suambara mengatakan upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing UMKM adalah dengan pembinaan, pendampingan dan memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM di Badung. Yang tidak kalah pentingnya adalah akses pemasaran terhadap hasil produksi UMKM tersebut. ‘’Perlu adanya perubahan sikap mental, mindset bagi pelaku UMKM, perlu diperkuat jiwa kewirausahaannya, sehingga UMKM memiliki daya tahan yang tangguh,’’ jelasnya. Terkait persoalan modal, pemerintah daerah akan mempertimbangkan dan mencarikan jalan keluar terkait persoalan pasar. (kmb27)

Bupati Giri Prasta ’’Launching’’ Mangusada Radio

Meriah, Peringatan HUT Ke-16 RSUD Badung Mangusada

Bali Post/ist

EVAKUASI - Proses evakuasi WNA Rusia yang tewas terjepit mobil dalam kecelakaan tunggal, Minggu (9/9) dini hari.

Warga Rusia Tewas Terjepit Mobil

Mangupura (Bali Post) Seorang warga Rusia Elena Evdokimova (48) tewas dalam kecelakaan tunggal di jalan menuju Pantai Melasti, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Minggu (9/9) dini hari. Tewasnya Elena karena terjepit mobil yang ditumpanginya. Pada kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 03.30 Wita ini, satu orang rekan korban ditemukan selamat atas nama Victoria Thikonova (40). Victoria yang mengalami cedera kepala ringan dan kemungkinan patah tulang hidung segera dibawa menuju Rumah Sakit Bali Jimbaran menggunakan ambulans. Menurut keterangan dari salah seorang saksi, pada pukul 03.30 Wita mobil tersebut ditemukan dalam posisi terbalik. Sesaat sebelum kejadian mobil melaju melintasi tanjakan. Saat tikungan tajam, mobil tak terkendali dan terguling terperosok ke jalan menuju Pantai Melasti. Setelah menerima laporan, Basarnas, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menurunkan 14 personel menuju lokasi kecelakaan dengan menggunakan satu unit rescue trail,

satu unit truk angkut personel dan satu unit rescue truk dilengkapi peralatan ekstrikasi dan alat SAR pendukung lainnya. Menurut Ketut Gede Ardana selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, tim rescue melakukan evakuasi dengan hati-hati karena bahan bakar sudah tercecer dan mobil terbalik posisi miring. Proses evakuasi sedikit rumit, karena posisi korban terjepit mobil. Meski demikian, petugas berusaha mengeluarkan korban yang terjepit. Dengan menggunakan lifting bag yang diletakan di celah-celah mobil, serta pengaman tali yang sudah diikatkan pada tiang, mobil bisa sedikit terangkat. Pada pukul 05.00 Wita, akhirnya korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Sanglah menggunakan ambulans milik Pusdalops Provinsi Bali. Saat ditemukan, kondisi mesin mobil masih menyala dan satu korban selamat masih dalam keadaan sadar. Victoria dievakuasi melalui bagasi belakang, karena akses pintu sulit untuk mengeluarkan korban. (kmb23)

DIBONCENG tim Mangusada Raiders yang dikomandoi Direktur RSUD Badung Mangusada dr. Nyoman Gunarta, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta beserta Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menghadiri HUT RSUD Badung Mangusada yang ke-16 di Lapangan Parkir Barat RSUD Badung Mangusada, Minggu (9/9) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung A.A. Agus Ketut Nadhi Putra, Organisasi Kewanitaan di Kabupaten Badung, Kepala BNN Kabupaten Badung AKBP Ni Ketut Masmini, perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung serta civitas RSUD Badung Mangusada. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam kesempatan tersebut mengajak semua civitas hospitalita RSUD Badung Mangusada untuk menjadikan hari jadi ke-16 sebagai momentum untuk meningkatkan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan yang sepenuh hati kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Badung. ‘’Dalam dua setengah tahun ini kami telah melakukan evaluasi menggunakan independen akademisi dari Unud dan astungkara hasilnya penggunaan pelayanan fasilitas kesehatan di semua lini di rumah sakit ini meningkat luar biasa, tetapi keluhan menurun. Mari jadikan usia ke-16 ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian. Selain itu, saya ingin mengajak semua

yang hadir menggerakkan tiga pilar untuk diri sendiri, yakni harus jujur, harus disiplin dan harus kerja. Jika semua dilaksanakan, semua persoalan dapat diselesaikan,’’ ajak Giri Prasta. Lebih lanjut Giri Prasta mengatakan, setiap Puskesmas Induk yang berada di masing-masing kecamatan akan menjadi filter bagi masyarakat yang ada di desa, sehingga semua data pasien akan terdata lengkap di dalam Kartu Badung Sehat di tiap kecamatan. Saat pasien dirujuk ke RSUD Badung Mangusa-

da, perawat, dokter tidak akan menanyakan lagi ada alergi obat dan sebagainya, serta mengurangi antrean karena dokter sudah mengetahui riwayat penyakit si pasien. ‘’Saya tidak ingin di rumah sakit ini ada lagi apotek dalam, rumah sakit ini dapat memberikan pelayan dengan sepenuh hati dengan hati dan berhati-hati, serta semua perangkat di rumah sakit ini dapat selalu senyum setiap saat pada pasien,’’ ungkap Giri Prasta. Sementara itu, Direktur RSUD Badung Mangusada dr. Nyoman Gunarta me-

HUT - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta beserta Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menghadiri HUT RSUD Badung Mangusada yang ke-16 di Lapangan Parkir Barat RSUD Badung Mangusada, Minggu (9/9) kemarin.

nyampaikan, di usia ke-16 RSUD Badung Mangusada memiliki komitmen untuk memberikan layanan prima kepada para lansia sesuai dengan tema HUT ke-16 yaitu ‘’Mangusada Sayang Lansia’’. ‘’Pemerintah Kabupaten Badung memberikan santunan untuk lansia, maka kami di RSUD Badung Mangusada menyiapkan Poliklinik Geriatri untuk para lansia dengan klinik dan loket tersendiri, sehingga para lansia merasa nyaman dalam melakukan pelayanan di rumah sakit ini,’’ kata dokter Gunarta. Dalam kesempatan itu Bupati Badung juga melaunching Mangusada Radio yang merupakan radio berbasis internet sebagai media bagi perangkat daerah

untuk menginformasikan program-program yang ada di masing-masing perangkat daerah. Serangkaian HUT ke16 RSUD Badung Mangusada, juga dilaksanakan yoga massal, kunjungan ke Panti Werdha Wana Seraya Provinsi Bali di Tangtu, bakti sosial di Banjar Sangut Carangsari, seminar ilmiah tentang lansia, pemberian tali kasih kepada pasien lansia, festival kuliner, lomba membuat pejati oleh para lansia, Inovasi Festival, Move on (Mangusada On Video Education Online), lomba antar-ruang berbasis Snars, lomba pegawai teladan dan kegiatan di alam terbuka, seperti Mangusada Raiders dan Mangusada Fun Run. (ad519)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Rayakan HUT Ke-16

RSUD Mangusada Angkat Tema Sayang Lansia

RAYAKAN HUT - Bupati Badung, Wakil Bupati Badung, DPRD Badung, Direktur RSUD Mangusada merayakan puncak HUT RSUD Mangusada. RSUD Mangusada merayakan puncak HUT ke-16, Minggu (9/9) kemarin dengan pemotongan tumpeng. Hadir dalam acara itu Bupati Badung, Wakil Bupati Badung, dan DPRD Badung. HUT RSUD Mangusada yang jatuh pada 4 September ini bertemakan ‘’Mangusada Sayang Lansia’’. Sejak sebulan yang lalu RSUD Mangusada sudah melaksanakan rangkaian acara HUT. Direktur RSUD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta, M.PH. didampingi Ketua Panitia dr. AAA Ari Kayika S, Sp.KK. mengatakan, dengan tema itu fokus kegiatannya adalah menggerakkan kelompok lansia. Tema ini diambil karena berdasarkan data, 10 persen penduduk adalah lansia. ‘’Itu adalah jumlah yang sangat besar,’’ katanya. Pihaknya ingin menyadarkan semua pihak bahwa kelom-

pok ini adalah potensial menjadi daya ungkit jika dikelola dengan baik, sehingga tidak lagi jadi beban. ‘’Bayangkan 10 tahun lagi, kita punya 10 persen penduduk lansia itu sama dengan sekitar 50.000. Maka harus disiapkan dari sekarang sehingga mereka di masa tua nanti bisa bahagia, berdaya, bisa menikmati masa lansianya dengan nyaman,’’ katanya. Kegiatan yang dilakukan adalah mengunjungi Panti Werdha di Tangtu. ‘’Ternyata mereka sangat menikmati kedatangan kita,’’ ungkapnya. Di minggu berikutnya, RSUD Mangusada kembali berbagi lagi di Banjar Sangut, Carangsari. Sekaligus menjenguk lansia yang tidak bisa beraktivitas layaknya manusia normal. Minggu berikutnya dilaksanakan seminar dengan topik Cara Bahagia di Usia Lansia. Pada tanggal 4 September di-

laksanakan kegiatan tali kasih lansia, di mana lansia yang dirawat di RSUD Mangusada diberikan bingkisan. RSUD Mangusada juga membuka layanan klinik geriatri dengan loket dan ruang rawatnya khusus yaitu Ruang Kecak. RSUD Mangusada mempunyai kegiatan rutin berupa festival inovasi yaitu Manifest Mangusada Innovation Festival. ‘’Jadi kita membuat lomba di internal karyawan untuk membuat inovasi–inovasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan tetapi di satu sisi juga mengedepankan efisiensi,’’ jelasnya. Festival lainnya adalah Move On (Mangusada on Video) berupa pembuatan video penyuluhan kesehatan oleh karyawan. Video dikemas menarik, pendek, lucu agar menarik pemirsa. RSUD Mangusada juga melaksanakan lomba kebersihan dan penataan sesuai dengan Senas (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit). Yang paling akbar adalah RSUD Mangusada melaksanakan fun run yang pertama Sabtu (9/9). Diikuti hampir 700 orang peserta. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, RSUD Mangusada perkembangan nya meningkat luar biasa dan keluhan pelayanan terhadap RS ini menurun. Ia berharap prestasi ini bisa diperkuat lagi. Dengan program multiyears, ia bisa memberikan sarana dan prasarana yang memadai dan berlanjut sesuai dengan kebutuhan dari RSUD Mangusada. ‘’Jangan terlalu cepat berpuas diri,’’ ucapnya. (ad521)

500 Sarjana dan Magister Dilepas

Senin Pon, 10 September 2018

Rangkaian Peringatan HUT Ke-3 IIK Medika Persada Bali

Digelar Jalan Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis INSTITUT Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali akan merayakan HUT ke-3 pada 2 Oktober mendatang. Berbagai kegiatan yang dominan bersifat sosial dan membantu masyarakat digelar. Salah satunya jalan sehat, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, yang dilaksanakan Minggu (9/9) kemarin. Puluhan peserta jalan sehat dari keluarga besar IIK Medika Persada Bali dilepas di depan kampus oleh Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. didampingi Rektor IIK Medika Persada Bali Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD. (KHOM) dan finis di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur. WR 1 dr. I Gusti Ngurah Mayun, Sp.Hist. dan WR 3 dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha, MHA. turut hadir dalam acara penuh kekeluargaan tersebut. Kegiatan selanjutnya yaitu pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Masyarakat yang berolahraga di sana sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Di sela-sel kegiatan, Prof. Bakta mengatakan, rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-3 IIK Medika Persada Bali sudah mulai jauh sebelumnya. ‘’Sekarang (kemarin - red) dilaksanakan jalan sehat, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis. Mahasiswa kita akan menyumbangkan darahnya bekerja sama dengan PMI,’’ ujarnya. Prof. Bakta berharap kegiatan tersebut lebih merekatkan persaudaraan seluruh keluarga besar IIK Medika Persada Bali, juga

JALAN SANTAI - Salah satu kegiatan dilakukan memperingati HUT ke-3 IIK Medika Persada Bali yaitu jalan sehat. membantu masyarakat memeriksa kesehatannya. Mantan Rektor Unud ini menyampaikan, menjelang usia 3 tahun, perkembangan IIK Medika Persada Bali sangat baik. Saat ini sedang dibangun kampus baru di Jalan Seroja, Denpasar Timur untuk menunjang kegiatan akademis. Selain itu, perkembangan kurikulum semakin mantap, sehingga jumlah mahasiswa makin bertambah. Yang patut dibanggakan, katanya, animo masyarakat terhadap institut ini sangat bagus. ‘’Tentu kami memerlukan proses, walau baru tiga tahun kelihatan sudah ada peningkatannya,’’ ungkap Prof. Bakta. Ia optimis lulusan lembaga pendidikan kesehatan yang dipimpinnya peluang kerjanya sangat tinggi. ‘’Misalnya Program Studi Administrasi Rumah Sakit, beberapa kadis minta segera diluluskan karena rumah sakit sangat membutuh-

kannya. Begitu juga program studi lainnya,’’ tandasnya. Perlu diketahui, IIK Medika Persada Bali memiliki Program Studi (PS) Teknologi Laboratorium Medik (S-1), PS Administrasi Rumah Sakit (S-1), PS Fisioterapi (S-1), PS Manajemen Informasi Kesehatan (S-1), PS Farmasi Klinis (S1), PS Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S-1), PS Psikologi (S-1) dan PS Teknik Elektromedik (D-4). Prof. Bakta berharap di internal IIK Medika Persada Bali harus memperkuat diri, profesional, memberikan pendidikan terbaik kepada mahasiswa sehingga dengan demikian lulusannya diserap masyarakat. ‘’Akhirnya bagaimana kita ikut memberikan sumbangan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya,’’ ujar Prof. Bakta. (ad523)

Yudisium Ke-58 Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa

UNR Gelar Wisuda Sarjana XXXVI dan Pascasarjana IX Lulusan Fakultas Pertanian Diharapkan Jadi Petani

LEPAS SARJANA - Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si. melepas sarjana pada upacara Wisuda Sarjana XXXVI dan Pascasarjana IX di Agung Room Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Sabtu (8/9). MELEPAS sebanyak 500 orang sarjana dan magister, Universitas Ngurah Rai (UNR) menggelar upacara Wisuda Sarjana XXXVI dan Pascasarjana IX di Agung Room Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Sabtu (8/9). Jumlah ini terdiri dari Fakultas Hukum dengan Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum 76 orang, Fakultas Ekonomi dengan Prodi Manajemen 203 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan Prodi Ilmu Admistrasi Negara 85 orang, Fakultas Teknik dengan Prodi Tekni Sipil sebanyak 19 orang dan Prodi Arsitektur 3 orang. Sementara dari Program Pascasarjana dengan Prodi Magister Ilmu Administrasi sebanyak 71 orang dan Prodi Magister Ilmu Hukum sebanyak 43 orang. Sampai saat ini UNR telah berhasil meluluskan 8.118 sarjana S-1 dan magister.

Rektor UNR Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si. mengatakan kegiatan wisuda kali ini merupakan rangkaian akhir dari keseluruhan proses pendidikan sekaligus momentum strategis dalam rangka pertanggungjawaban ilmiah perguruan tinggi. Dalam rangka menjaga kualitas lulusan, pihaknya mewajibkan setiap prodi meningkatkan akreditasi. ‘’Walau saat ini masih berstatus Akreditasi B untuk semua prodi di UNR, kita harapkan seluruh program studi maupun institusi mampu mempertahankan peringkat akreditasi, bahkan dapat ditingkatkan dalam waktu yang tidak terlalu lama,’’ tandas Sura Adi Tanaya. Mengantisipasi kebutuhan dan minat masyarakat, UNR akan berusaha mulai mengembangkan beberapa prodi dari 7 prodi yang sudah dimiliki. Prodi

Informatika yang diusulkan masih sedang berproses, dan Prodi Kewirausahaan yang masih dalam pengkajian. Menghadapi revolusi industri 4.0, UNR memberlakukan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) disetiap prodi yang ada. UNR juga telah membentuk Lembaga Konsultasi di masing-masing fakultas. Terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi, UNR melakukan kuliah umum di masing-masing fakultas, melakukan berbagai bakti sosial (baksos) dan bidang penelitian. Rektorat memberikan beasiswa, seperti beasiswa Bidikmisi sebanyak 7 orang dan Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BBP-PPA) sebanyak 37 orang. UNR Denpasar memililiki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang keolahragaan dan akademik, serta inkubator wirausaha. Para alumni UNR Denpasar tersebar di berbagai bidang, baik pemerintahan, swasta dan parpol. Kerja sama dengan beberapa instansi pemerintahan di Bali mapun luar Bali, dan pertukaran mahasiswa dari berbagai universitas di Eropa berjumlah 14 orang selama belajar di Pusat Bahasa UNR Denpasar telah dilakukan. Saat ini UNR diampu 80 dosen, 14 doktor dan 21 orang masih menempuh S-3. ‘’Dalam menunjang pelaksanaan perkuliahan di UNR Denpasar juga sudah menyiapkan sarana gedung baru lantai empat dengan nilai mencapai Rp 12,5 miliar yang sudah mulai bisa dipergunaan bulan Oktober 2018,’’ pungkasnya. (ad246)

I Nyoman Abdi Resmi Menjabat Direktur Politeknik Negeri Bali Periode 2018-2022

PELANTIKAN - Menteri Ristekdikti Prof. Mohammad Nasir (kiri) menyaksikan penandatanganan berkas I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. sebagai Direktur Politeknik Negeri Bali periode 2018–2022 saat pelantikan, Jumat (7/9) lalu. MENTERI Ristekdikti Prof. Mohammad Nasir secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. sebagai Direktur Politeknik Negeri Bali periode 2018– 022. Pelantikan digelar di Auditorium Kemenristekdikti, Gedung D Lantai 2, Senayan Jakarta, Jumat (7/9) lalu. Menteri M. Nasir dalam sambutannya saat pelantikan men-

gatakan, tantangan perguruan tinggi di masa yang akan datang antara lain persaingan yang semakin hebat, sehingga kreativitas dan inovasi memegang peran yang penting dan strategis ke depannya. ‘’semua pimpinan perguruan tinggi harus mampu melaksanakan kerja cerdas, kerja keras dan kerja ikhlas,’’ tegasnya. Pada kesempatan tersebut, Menteri M. Nasir juga menyam-

paikan rasa terima kasih kepada Direktur PNB periode sebelumnya, Ir. Made Mudhina, M.T. Selama ini Made Mudhina sudah bekerja keras dalam mengemban tugas untuk membenahi dan memajukan PNB sampai seperti sekarang ini. Sementara itu, Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. pada kesempatan tersebut menyampaikan, sebagai pejabat baru, pihaknya akan melakukan pengembangan sistem organisasi dan tata kelola manajemen PNB yang dilandasi dengan transparansi, kejujuran, akuntabel, dan tanggung jawab. Salah satu pengembangan yang perlu segera dilakukan adalah perubahan sistem pengelolaan keuangan PNB dari satuan kerja (satker) menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Dengan demikian, PNB ke depan mampu melakukan pengelolaan keuangan yang lebih dinamis, fleksibel dan mandiri. ‘’Selain itu, melalui visi dan misi, kami akan bekerja keras menjadikan PNB sebagai lembaga yang lebih maju dan berkembang sebagai lembaga pendidikan vokasi yang siap memasuki era digital (revolusi industri 4.0),’’ ucapnya. (ad525)

FAKULTAS Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan yudisium ke-58 periode II tahun 2018, Jumat (7/9). Yudisium kali ini terdiri dari 34 orang. Terdiri dari 14 orang Prodi Agroteknologi, 3 orang Prodi Ilmu Teknologi Pangan, 12 orang Prodi Peternakan, 5 orang Prodi Sumber Daya Perairan. Para yudisiawan dan yudisiawati ini akan diwisuda pada 17 September mendatang. Dekan Fakultas Pertanian Unwar Dewa Sadguna mengatakan, animo pemuda Indonesia menekuni ilmu bidang pertanian secara nasional masih cukup rendah. Namun, Fakultas Pertanian Unwar terus memotivasi agar para anak muda ini bisa menekuni bidang-bidang pertanian. Ia mengatakan, bertani adalah pekerjaan yang paling mulia dibandingkan pekerjaan lain. Sehingga seharusnya para petani berbangga karena dari pertanianlah, pangan yang merupakan kebutuhan manusia dapat diproduksi dan diolah. ‘’Karena bagaimanapun bidang pertanian ini sangat penting perannya dalam membangun negara ini sebagai negara agraris,’’ ujarnya. Untuk menciptakan lulusan yang berkualitas, Fakultas Pertanian Unwar juga terus meningkatkan diri. Salah satu program studinya telah meraih akreditasi A yaitu Prodi Peternakan. Sedangkan program studi yang lain masih akre-

YUDISIUM - Suasana Yudisium ke-58 Fakultas Pertanian Unwar, Jumat (7/9). ditasi B dan sedang meraih akreditasi A dari BAN-PT. ‘’Ini adalah perjuangan yang sangat keras dan sangat ketat, bersaing dengan perguruan tinggi yang lain. Sehingga para lulusan yang saat ini sudah bisa menggunakan nilai akreditasi A apabila melamar pekerjaan di suatu instansi,’’ imbuhnya. Sadguna meyakini dengan akreditasi yang disandang saat ini, kualitas lulusan dilihat dari IPK ada yang sangat memuaskan dan mendapat pujian. ‘’Ini karena dukungan dari berbagai pihak. Karena kami tidak ingin lulusan kami menjadi beban masyarakat,’’ ungkapnya. Para lulusan ada yang sudah bekerja di bidang pertanian. Banyak di antara mereka yang berupaya menciptakan pekerjaan di bidang pertanian dari peternakan

sapi, babi, ayam di daerah Tabanan dan Kintamani. ‘’Cuma mereka sering merasakan tidak bekerja kalau tidak di suatu instansi. Padahal kalau mereka tekuni itu luar biasa. Mereka sudah mampu berinovasi dan kreatif untuk berproduksi. Saya yakin mereka bisa bersaing menerapkan kompetensinya di masyarakat,’’ ungkap Sadguna optimis. Fakultas Pertanian Unwar, dikatakan Sadguna, mencetak sarjana bukan untuk mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan pekerjaan. Yaitu menjadi seorang entrepreneur, diawali dari start up yang paling kecil kemudian menjadi besar. Banyak contoh dan kisah sukses start up yang memulai dari bawah. Bahkan di Fakultas Pertanian Unwar pun sudah ada yang mengambil langkah di bidang pertanian. (ad527)

BPPTD Bali Wisuda 43 Lulusan Prodi Pengujian Kendaraan Bermotor BALAI Pendidikan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Bali di bawah naungan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Program Studi (Prodi) Diploma 2 Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Angkatan XXVI di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Jumat (7/9) lalu. Tahun ini 43 Taruna-taruni BPPTD menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar Ahli Muda Penguji Kendaraan Bermotor. Dari 43 yang diwisuda, empat orang di antaranya merupakan Taruna Pola Pembibitan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Provinsi Lampung), Kabupaten Pati (Provinsi Jawa Tengah), Kabupaten Parigi Moutang (Provinsi Sulawesi Tengah) dan Kota Palembang (Provinsi Sumatera Selatan). Ketua Senat sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Suharto membuka Sidang Senat Terbuka, dilanjutkan pembacaan laporan pendidikan. Dari laporan pendidikan tersebut dinyatakan 24 orang lulus dengan predikat Dengan Pujian dan 19 orang lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Adapun lulusan terbaik diraih Kadek Lila Wikandari dengan IPK 3,82. ‘’Saat ini kita masih banyak kekurangan yang memang harus dipenuhi. Kalau dari kami STTD, salah satu prodinya yang ada di Bali adalah PKB. Di sisi lain, kami punya lima prodi antara lain Transportasi Darat, LLAJ,

WISUDA - BPPTD Bali menyelenggarakan Wisuda Prodi Diploma 2 PKB Angkatan XXVI di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Jumat (7/9) lalu. Perkeretaapian dan LLASDP. Tentunya akan terus dikembangkan kapasitas dan kualitasnya,’’ ujar Suharto didampingi Kepala BPPTD Bali sekaligus Ketua Program Studi Diploma 2 PKB Firga Ariani, S.E., M.M.Tr. Suharto mengatakan, kondisi keselamatan lalu lintas saat ini cukup memprihatinkan, sehingga peran PPTD Bali mencetak lulusan berkualitas sangat penting. ‘’Bagaimanapun yang namanya kecelakaan itu selain (faktor) manusia, juga ada kontribusi dari aspek sarana itu sendiri,’’ ungkapnya. Wisuda juga diisi orasi ilmiah oleh Dr. Elly A. Sinaga, M.Sc. dengan tema ‘’Seberapa Penting Pengembangan Pendidikan Vokasi Transportasi di Indonesia’’. Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

saat memberikan sambutan menyampaikan tahap penyelesaian pendidikan bukan merupakan akhir dari pembelajaran. ‘’Saya mengajak partisipasi aktif para wisudawan wisudawati dan seluruh mitra kerja, untuk bersamasama memberikan kontribusi nyata dalam upaya mengembangkan kapasitas diri sebagai SDM transportasi demi membangun sistem transportasi darat di Indonesia yang lebih membangun,’’ ujarnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat Popik Montanansyah, Direktur Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Direktur Akademi Perkretaapian (API) Madiun, Direktur Politeknik Trans SDP Palembang dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Mempawah. (ad522)


DAERAH

Senin Pon, 10 September 2018

5

PKKMB Reguler B Unwar Berlangsung Sehari

Mahasiswa Unwar Diharapkan Berwawasan Kebangsaan dan Berkarakter ’’Sapta Bayu’’

PKKMB - Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. menyematkan tanda peserta PKKMB Reguker B kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai tanda dibukanya Kegiatan PKKMB Reguler B Tahun Akademik 2018/2019, Minggu (9/9) kemarin. SETELAH sukses menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Reguler A di tingkat universitas dan fakultas, Universitas Warmadewa (Unwar) kembali menggelar PKKMB khusus mahasiswa baru Reguler B Tahun Akademik 2018/2019, Minggu (9/9) kemarin dan dilangsungkan selama satu hari. Kegiatan dibuka Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. ditandai penyematan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa baru. Hadir Bendahara Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Cok Istri Raka Indrawati, S.E. beserta jajaran, Wakil Rektor II Unwar Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M., Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM., gekan dan seluruh civitas

akademika Unwar. Sementara itu, penutupan ditandai penanggalan tanda peserta dan penyerahan mahasiswa baru ke masing-masing fakultas. Materi ceramah yang diberikan hampir sama dengan kegiatan PKKMB Reguler A. Di antaranya ceramah tentang Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia oleh Wakil Rektor I Unwar, Kewirausahaan oleh Dr. Ni Luh Putu Indiani, S.E., M.M., Pengenalan Sistem Berbasis IT di Unwar oleh Kepala BAPPSIK Unwar I Made Artawan, S.E., M.M. Ketua Panitia PKKMB Drs. I Wayan Sudemen, M.Si. mengatakan pelaksanaan PKKMB Reguler B tidak jauh berbeda dari pelaksanaan PKKMB Reguler A. Tujuannya juga sama yaitu memperkenalkan kehidupan kampus Unwar kepada mahasiswa baru se-

belum mengikuti perkuliahan. ‘’Jumlah mahasiswa Reguler B tahun ini cukup meningkat signifikan. Di mana pada tahun lalu berjumlah 533 orang dan tahun ini 645 orang. Meningkat kurang lebih 20,56 persen,’’ tandas Wayan Sudemen. Nyoman Kaca mengatakan, kegiatan PKKMB merupakan momentum membuka wawasan mahasiswa baru, bahwa nuansa kehidupan di SMA berbeda dengan nuansa kehidupan di perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan PKKMB juga untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mahasiswa baru di era globalisasi seperti saat ini. Di samping itu karakter setiap mahasiswa juga dibangkitkan untuk menghasilkan output dan outcome yang mempunyai karakter positif sesuai konsep Sapta Bayu yang merupakan representasi dari Sri Ksari Warmadewa. ‘’Karakter yang positif adalah orang yang kreatif, inovatif dan berorientasi masa depan. Sehingga menjadi anak bangsa nantinya menjadi pemimpin yang siap membantu masyarakat di mana pun berada untuk bangsa dan negara,’’ tegas Nyoman Kaca. Lebih lanjut dikatakan bahwa Unwar mempunyai nilai luhur yang khas, yaitu Sapta Bayu yang merupakan ajaran Raja Bali pertama, Sri Ksari Warmadewa, yang harus dijadikan pedoman untuk menghasilkan lulusan yang berbeda dengan lulusan universitas lainnya. (ad524)

YUDISIUM – Foto bersama Yayasan Unmar, Wakil Rektor, Dekan Fakultas Hukum dan jajaran dosen bersama para Magister Ilmu Hukum Pemerintahan Angkatan XIX di Kampus A Unmar.

Universitas Mahendradatta Gelar Yudisium S-2 Ilmu Hukum

Kerja Sama Unmar dan Peradi Buka Pendidikan Advokat hingga Dua Gelombang di 2018 SEJALAN dengan visi Universitas Mahendradatta (Unmar) yaitu menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk target Bali Intelektual 2020 dan menyongsong Indonesia Paripurna 2045 sesuai dengan nilai dan konsepsi Tri Sakti Marhaenisme Bung Karno, pada awal September, Unmar melaksanakan Yudisium Program Magister Ilmu Hukum Pemerintahan dengan meluluskan sebanyak 53 mahasiswa angkatan XIX. Pada tahun 2018 ini pula Universitas Mahendradatta Bali kembali meraih kepercayaan dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) untuk menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan VI/Tahun 2018 di Provinsi Bali. Kepercayaan ini datang menyusul suksesnya pelaksanaan PKPA di Kampus Unmar sebelumnya. Kesiapan Fakultas Hukum Unmar menyelenggarakan PKPA tahun 2018 ini disampaikan Dekan Fakultas Hukum Unmar Ni Ketut Wiratny, S.H., M.H. di

sela–sela pembukaan Pendidikan Advokat di Kampus B Universitas Mahendradatta. ‘’Tahun ini kami menargetkan minimal 50 calon peserta PKPA akan mendapatkan pendidikan khusus dari Peradi dengan sistem pendidikan setiap hari Jumat dan Sabtu. Lama pendidikan kurang lebih dua bulan atau 14 kali tatap muka. Syarat bisa mengikuti pendidikan adalah lulusan S-1 Hukum atau S-2 Hukum. Dan dengan ikut PKPA ini maka peserta didik akan bisa mendapatkan sertifikat yang akan dijadikan pintu masuk untuk menjadi calon pengacara (advokat). Dan kita berharap bahwa Bali semakin banyak bisa melahirkan advokat–advokat andal untuk membela masyarakat,’’ ungkap Ni Ketut Wiratny. Ia pun menyatakan pada tes advokat Peradi sebelumnya, lulusan PKPA Unmar terpilih dan mencapai rekor sebagai lulusan terbanyak dibanding lulusan PKPA dari perguruan tinggi lain. ‘’Jadi target kami bahwa di Bali pada masa mendatang, justru lulusan PKPA

Unmar akan memberikan kontribusi positif pada masyarakat. Bali harus menjadi pulau sadar hukum, pulau yang bisa menghasilkan banyak pengacara yang berintegritas. Ini cita–cita Bali Intelektual 2020 dan Bali sebagai Pulau Pengetahuan (Bali The Island Of Science). Kita terus jaga kualitas yang baik ini,’’ ungkap Wiratny. Universitas Mahendradatta telah membuka Pendidikan Advokat pada Angkatan VI dengan dua gelombang yang telah memenuhi kuota 50 peserta. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Program Pascasarjana Dr. Erikson Sihotang, S.H., M.Hum. menyampaikan pembukaan gelombang II Program Pascasarjana Angkatan XXIII dimulai awal September ini, di mana Program Magister Ilmu Hukum Pemerintahan Universitas Mahendradatta Bali telah terakreditasi ‘’BAIK’’ dari BAN-PT. Untuk penerimaan pendaftaran dibuka di Kampus B Gedung Marhaen Pancasila Jalan Pegangsaan Timur, Renon, Denpasar (sebelah Kantor BPJS Kesehatan). (ad530)

Bali Post/nan

RAMAI - Objek wisata baru Pondok Edelweis di Dusun Temukus, Desa Besakih merupakan objek wisata baru di Karangasem. Objek yang baru dibuka sekitar dua bulan lalu itu, menawarkan pemandangan bunga gumitir dan edelweis dengan latar belakang indahnya Gunung Agung ditambah bentangan jurang. Kendati berada di kaki gunung yang jaraknya sekitar 5 km dari puncak ditambah di tengah status Gunung Agung yang masih berada di level III (Siaga), namun tak mengurungkan niat para pengunjung untuk datang menikmati keindahan yang ditawarkan. Bahkan setiap akhir pekan pengunjung yang datang sangat ramai mulai dari kalangan anak muda maupun yang sudah berkeluarga. Seperti yang terlihat pada Minggu (9/9) kemarin, jumlah pengunjung membeludak datang ke objek wisata untuk berswafoto.

Pengerjaan Jembatan Lambat

PUPR Karangasem Desak Rekanan Tambah Alat Berat dan Pekerja Amlapura (Bali Post) -

Pengerjaan proyek pembangunan jembatan penghubung antara Tiying Jangkrik-Seraya Barat dengan Kebon Desa Bukit, Karangasem, dinilai berjalan lambat. Atas kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem mendesak pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut menambah alat berat dan menambah pekerja agar pengerjaan proyek tersebut bisa diselesaikan tepat waktu. Kabid Binamarga Dinas PUPR Karangasem Ketut Prama Budarta, Minggu (9/9) kemarin mengungkapkan, proyek pembuatan jembatan tersebut dianggarkan sebesar Rp 2.044.101.000. Kata dia, pengerjaan proyek itu

diambil oleh PT Dian dengan konsultan Pengawas CV Suarnadinata. “Waktu pengerjaan tertanggal 18 Mei lalu. Dengan waktu pengerjaaan selama 195 hari,” ucapnya. Budarta menambahkan, pengerjaan proyek tersebut

dinilai cukup lambat. Bahkan atas kondisi itu, pihaknya sempat memberikan peringatan kepada rekanan yang mengerjakan agar bisa dipercepat. Kata dia, berdasarkan alasan rekanan kalau lambatnya pengerjaan itu diakibat-

Bali Post/kmb41

LAMBAT - Pengerjaan proyek pembuatan jembatan penghubung antara Tiying Jangkrik-Seraya Barat dengan Kebon Desa Bukit Karangasem dinilai lambat oleh PUPR Karangasem.

kan kekurangan tenaga. “Sekarang prosesnya masih pembuatan fondasi jembatan. Fondasi yang dibuat ada dua unit. Pengerjaan fondasi cukup riskan, karena pembuatannya paling lama dan memakan waktu lumayan panjang. Tapi kita yakin kalau dikerjakan serius bisa di selesaikan tepat waktu. Karena masa kontraknya sampai awal Desember,” tegasnya. Untuk mempercepat proses pengerjaan, tegas Budarta, pihaknya telah mendesak pihak rekanan supaya bisa menambah alat berat dan pekerja. Pasalnya, saat ini pekerja yang mengerjakan proyek tersebut jumlahnya sekitar 15 orang. Menurutnya, untuk mengerjakan proyek tersebut minimal jumlah pekerja sekitar 30-40 orang, sehingga pengerjaan proyek bisa lebih cepat dilakukan. “Kini tinggal keseriusan pemborong saja. Kalau dilihat dengan sisa waktu yang ada, proyek bisa dituntaskan. Jika pengerjaan ingin diselesaikan tepat waktu mereka harus mau menambah alat berat dan pekerja. Jika masih seperti ini, maka pengerjaannya tetap akan lambat. Bahkan bisa saja melewati batas waktu pengerjaan. Jika memang lewat, rekenan bisa kena penalti dan harus bayar denda,” tegasnya. (kmb41)

Kurangi Risiko Bencana

Sekolah di Kaki Gunung Agung Dilatih Siaga Bencana Sejak Gunung Agung menunjukkan peningkatan aktivitas, warga di lereng Gunung Agung selalu dihantui kekhawatiran terhadap ancaman bencana. Kekhawatiran tersebut, karena minimnya pengetahuan soal mitigasi bencana. Melihat persoalan itu, ITB (Institut Teknologi Bandung) turun ke sekolah di kaki Gunung Agung untuk melatih sekolah tersebut menjadi sekolah siaga bencana. ITB memilih SMPN 3 Bebandem sebagai objek penelitian sekolah siaga bencana gunung api selama tiga tahun. Ketua Peneliti Pengabdian Masyarakat ITB Asep Saepuloh, Jumat (7/9) lalu, mengatakan sekolah di kaki Gunung Agung ini dipilih, karena terletak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung. Atas dasar itu, sekolah setempat dipandang perlu menyiapkan kesiapsiagaan terhadap bencana, sebab erupsi bisa terjadi sewaktu-waktu. Saat ini Gunung Agung masih berstatus Siaga atau

level III. ‘’Ini penting, untuk pengurangan risiko bencana,’’ kata Asep Saepuloh bersama anggota Tim Peneliti ITB I Gusti Eddy Sucipta, Kepala SMPN 3 Bebandem I Wayan Jati dan Wakil Kesiswaan (Wakasek) SMPN 3 Bebandem Ida Wayan Gotama Adi Putra. Saat ditemui di sekolah setempat, pihak ITB sedang melakukan simulasi evakuasi terjadinya bahaya erupsi Gunung Agung dan gempa bumi. Proses pelatihan ini dilakukan selama tiga hari, dari 6 sampai 8 September. ITB memilih SMPN 3 Bebandem, karena tempat tersebut sering

dijadikan lokasi pengungsian maupun distribusi logistik pascabencana. Saepuloh mengingatkan bahwa Indonesia memiliki 127 gunung api yang memiliki catatan buruk, karena saat erupsi menelan korban jiwa dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Seperti yang terjadi pada erupsi Gunung Tambora (1815), Gunung Krakatau (1883) termasuk Gunung Agung (1963). Apalagi adanya peningkatan aktivitas Gunung Agung sejak tahun 2017, sempat menimbulkan kepanikan warga masyarakat Karangasem hingga memengaruhi perekonomian daerah dan nasional. Dia yang tergabung dalam Kelompok Keahlian (KK) Petrologi, Volkanologi dan Geokimia Fakuktas Ilmu dan Teknologi Kebumian menjelaskan, tahun pertama penilitian, mengutamakan pada edukasi

kebencanaan, pendataan sumber daya baik infrastruktur, sistem dan jalur evakuasi. Memasuki tahun kedua akan memastikan sistem yang dijalankan lebih paten dilengkapi dengan peringatan dini sebagai early warning. Sedangkan tahun ketiga akan melakukan penelitian yang melibatkan masyarakat, bukan hanya warga sekolah. Lewat proses penelitian ini, nantinya sekolah yang masuk standar siaga bencana, ketika memenuhi lima parameter yakni pengetahuan dan sikap, kebijakan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini dan mobilisasi sumber daya tanpa ada korban. Kepala SMPN 3 Bebandem I Wayan Jati mengatakan, penelitian ini amat penting, sesuai dengan rencana untuk memberikan kepastian mitigasi anak-anak. ‘’Ini memjawab permasalahan sekolah, agar

orangtua murid tidak khawatir apabila terjadi bencana erupsi maupun gempa bumi,’’ ungkapnya. Guna mendukung penelitian ITB, dia juga telah menyiapkan tim siaga bencana untuk mendukung anak-anak dalam edukasi, pelatihan ataupun penanganan ketika bencana. Tim tersebut juga ada pada masing-masing kelas, memudahkan manajemen evakuasi. Untuk itu, pihaknya dapat melengkapi dengan sirine maupun kulkul. Wakasek SMPN 3 Bebandem Ida Wayan Gotama Adi Putra mengaku akan melatih simulasi evakuasi setiap minggu ketika latihan Pramuka. Pihaknya menegaskan akan memantapkan sosialisasi dan pelatihan SMPN 3 Bebandem bersama OSIS dan Pramuka, sehingga tujuan penelitian dapat berjalan sesuai rencana. (gik)

SIMULASI - Siswa saat mengikuti simulasi dampak bencana dari ITB.


OPINI

6

Senin Pon, 10 September 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Merevitalisasi Pariwisata Bali PARIWISATA Bali memang menggiurkan. Tak hanya investor, tenaga kerja luar juga mengalir ke Bali. Tak hanya menumpuk di sektor pariwisata, mereka juga mengincar lahan lain. Properti, perdagangan termasuk bisnis gelap narkoba. Demikian pula di sektor sumber daya manusia. Selain sebagai pekerja pariwisata, mereka juga datang untuk berdagang, termasuk buruh serabutan. Tak disadari kedatangan investor dengan modal yang banyak serta jaringan yang kuat, mengakibatkan investor lokal tergusur. Terbukti banyak home stay telah berubah menjai hotel berbintang. Demikian pula pemiliknya tak lagi lokal, tetapi mereka dari luar. Lalu bagaimana dengan SDM Bali? Mereka mulai ‘’dicampakkan’’ para juragan yang tak bisa menghargai adat dan budaya Bali. Mereka lebih banyak memilih tenaga luar dengan alasan jarang libur. Mereka juga lebih banyak menggunakan produk pertanian dari luar. Alasannya lebih berkualitas. Lalu masihkah Bali memerlukan pariwisata? Masih dan itu tidak bisa dibantah lagi. Sebab, ekonomi Bali digerakkan sektor pariwisata. Namun yang perlu dijawab, apa yang mesti dilakukan Bali sehingga manfaat pariwisata lebih banyak dirasakan oleh masyarakat lokal. Harus diakui, pariwisata telah memberikan kontribusi kesejahteraan ekonomi bagi masyarakatnya. Namun, pariwisata ternyata juga menyumbang pergeseran perilaku yang cenderung konsumtif. Pariwisata telah berkontribusi munculnya pergeseran budaya di kalangan generasi muda. Kenyataannya memang seperti itu. Pariwisata budaya hanya jadi jargon. Sekadar untuk menunjukkan masih ada komitmen kuat merawat warisan nilai tradisional itu. Hal itu berbanding lurus dengan investasi masuk Bali. Investasi yang tidak tahu tata krama justru menonjol dalam realitas potret pariwisata Bali belakangan ini. Praktik alih fungsi lahan pertanian makin merajalela demi investor. Kapital merupakan unsur vital pariwisata yang cara kerjanya selama ini tidak dikendalikan secara benar. Pariwisata mengandung potensi kemakmuran, tetapi pada sisi lainnya mengandung potensi penghancur. Proses kehancuran Bali merupakan efek dari cara kerja kapitalis yang menyusup ke dalam berbagai kemasan konsep dan instrumen ideologi, seperti: pembangunan, pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan konsep pasar. Pembangunan pariwisata menyerap gagasan kapitalisme secara total dan tanpa rem. Gagasan keadilan, demokratisasi ekonomi, pembangunan berbasis komunitas, pembangunan keberlanjutan (sustainability) sebagai rem kapitalisme diserap sekadar sebagai pemanis bibir. Kenyataan itu merisaukan kita semua. Generasi masa kini sedang berada di persimpangan jalan budaya. Di satu sisi, mereka dituntut tetap berperilaku sesuai budaya warisan leluhurnya. Di sisi lain, mereka berhadapan dengan daya tarik budaya baru pariwisata yang mengancam jati dirinya sebagai generasi berbudaya Bali. Bangunan pariwisata Bali seharusnya mulai direvitalisasi agar kembali menimbang kekuatan budaya adiluhung leluhurnya. Pariwisata Bali jangan sampai menimbulkan gegar budaya bagi generasi baru. Ada banyak ide ketika kita membicarakan masalah pariwisata. Pada masa lalu, Bali diperkenalkan sebagai daerah tujuan wisata internasional. Keunikan budaya menjadi daya tariknya. Interaksi sosialnya yang masih mementingkan keselarasan hidup dengan alam menjadi pedomannya. Cara bercocok tanam dan arsitektur tradisionalnya tetap mempunyai kaitan erat dengan keselarasan alam.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

”Yadnya” dan Program Pembangunan Bali Bali memulai babak baru, jika ukurannya adalah regenerasi kepemimpinan di Bali. Gubernur Bali Wayan Koster yang telah menyampaikan beberapa pemikiran dan gagasannya kepada masyarakat Bali, kita juga harapkan membuka babak baru ini dengan agenda yang jelas. Bagi masyarakat Bali, mungkin benar ada tiga hal utama yang harus dijaga, yakni budaya Bali, manusia Bali dan alam Bali itu sendiri. Ketiga dimensi ini mestinya memang kita selamatkan untuk bisa menjadikan Bali tempat hidup yang nyaman dan aman bagi penduduk Bali. Saya sebagai masyarakat Bali, tentu juga berharap Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali lebih membuka mata dan telinga untuk bisa memahami aspirasi orang Bali dan penduduk Bali lainnya. Saya juga sependapat jika banyak kearifan lokal Bali yang bisa dikelola sebagai spirit pembangunan Bali. Namun, satu hal yang saya harapkan, marilah kita tetap melakukan doa dan yadnya yang ikhlas untuk menjaga dan memberkati semua program ini. Hal ini saya sampaikan, karena pada satu hari saya sempat mendengar seorang pemangku mengatakan tak ada manusia hebat yang mampu mengatasi semua permasalahan yang ada. Ada kekuatan lain yang memengaruhi pencapaian tujuan dan target, yakni yadnya atau pengorbanan kita pada alam ini. Mari kita jaga alam ini agar alam Bali juga menjaga kehidupan kita. Untuk itulah dalam era modern dan era baru ini, yadnya bisa menjadi salah satu kekuatan kita untuk bersatu menjaga Bali. I Putu Sudira Gianyar, Bali

Mengembalikan Jati Diri Pariwisata Bali Identitas Bali sebagai destinasi pariwisata budaya nampaknya sudah mendapat sinyal lampu kuning. Tak kurang Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (yang kesehariannya bergelut di sektor pariwisata) tidak menampik lunturnya ciri khas pariwisata Bali yang tergerus dengan pariwisata buatan (Bali Post, 6/9). Pergeseran dari pariwisata budaya ke pariwisata buatan cenderung masif dan tidak terbendung.

Oleh Agung Kresna

A

da hasil survei yang menunjukkan bahwa 60 persen wisatawan yang berkunjung ke Bali saat ini cenderung meminati pariwisata buatan, sementara hanya 40 persen yang memilih wisata alam dan budaya. Jika kondisi ini berkepanjangan, di kemudian hari apa bedanya Pulau Bali dengan destinasi wisata daerah lainnya. Barangkali Bali sebagai sebuah destinasi wisata akan kehilangan daya tarik dari identitas jati dirinya. Orisinalitas pariwisata Bali adalah menawarkan keelokan alam dan pesona kebudayaan Bali. Ketika wisatawan asing mulai berdatangan ke Bali pada dasawarsa 20-an, keindahan alam beserta pesona budaya Bali (yang tercermin dari keseharian kehidupan krama Bali) adalah dua daya tarik utama yang membuat mereka datang berwisata ke Bali hingga berulang kali. Sehingga wisatawan menyematkan julukan Pulau Dewata pada Pulau Bali. Keelokan alam dan kebudayaan Bali yang memesona adalah modal pariwisata yang

dimiliki seluruh krama Bali. Bentang alam nan elok di berbagai sudut pelosok Pulau Bali adalah pusaka saujana yang menjadi harta karun Pulau Bali. Pusaka saujana adalah investasi asli yang kedaulatannya sepenuhnya berada di tangan segenap krama Bali. Tidak dapat diakuisisi oleh investor asing. Sementara kebudayaan Bali tidak semata-mata hanya berupa kesenian Bali, sejak seni tari, gamelan, seni lukis, patung, ukir, serta aneka jenis seni kreatif lainnya. Kebudayaan Bali juga berwujud berbagai upakara yang sudah menjadi tradisi turun temurun krama Bali. Ada berbagai piodalan, yadnya, dan aneka upakara lain dalam keseharian kehidupan masyarakat Bali sebagai implementasi keyakinan agama Hindu Bali yang dianut. Semua dengan tampilan nuansa karakter khas Bali yang tidak dijumpai di daerah lain. Ciri Khas Pariwisata Bali Kenyataan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Bali lebih berminat terhadap destinasi wisata buatan tentu

harus menjadi catatan bagi para pemangku kepentingan pariwisata Bali. Lepas dari permasalahan teknis di bidang pariwisata seperti infrastruktur, kemacetan, maupun kriminal, kondisi tersebut jauh lebih mengkhawatirkan bagi masa depan pariwisata Bali. Utamanya pada sisi jatidiri pariwisata Bali. Jika di seantero Pulau Bali lebih banyak dibangun destinasi wisata buatan (yang semakin menarik bagi wisatawan), niscaya destinasi wisata alam dan budaya Bali akan semakin tersisih. Pariwisata buatan cenderung melakukan pembangunan lingkungan buatan baru pada suatu bentang alam yang sudah ada, dengan nilai investasi cukup besar dan cenderung didanai investor dari luar Bali. Sementara pariwisata alam dan budaya lebih merupakan upaya eksplorasi atas kondisi alam ataupun kehidupan budaya setempat yang sudah ada. Sehingga multiplier effect ekonominya lebih banyak dinikmati krama Bali setempat. Pesona kebudayaan krama Bali dalam keelokan bentang alamnya adalah living culture

yang akan tetap ada, meskipun tidak ada pariwisata Bali. Living culture adalah modal krama Bali dalam membangun pariwisata, tanpa memerlukan nilai investasi yang besar. Hanya diperlukan kepedulian agar semua itu tetap lestari. Peradaban dan kekerabatan yang termanifestasi dalam keseharian kehidupan krama Bali berupa ritual, seni dan komunitas, adalah pusaka budaya (cultural heritage) Bali. Harus menjadi kesadaran kita bersama, bahwa pariwisata Bali hanyalah bonus dari resultan antara pesona kebudayaan krama Bali (dengan tatanan kehidupan agrarisnya dalam balutan agama Hindu Bali) dengan keelokan bentang alam Bali. Pariwisata memang memiliki multiplier effects ekonomi dengan rantai keterkaitan yang cukup panjang. Namun bukan berarti tidak ada efek buruk dan merusak yang ditimbulkannya. Eksplorasi berlebihan atas destinasi wisata alam dan budaya, niscaya dapat berubah menjadi eksploitasi atas objek tersebut. Selanjutnya, pemetaan (mapping) potensi pariwisata budaya seantero Pulau Bali harus disusun untuk disepakati bersama sebagai panduan tunggal semua stakeholder pariwisata Bali. Dengan peta ini seluruh pemangku kepentingan pariwisata Bali dapat menyusun roadmap (peta jalan) guna menyatukan langkah dalam menjaga pariwisata budaya Bali agar tetap menjadi jati diri pariwisata Bali. Pelestarian budaya dan alam Bali harus

menjadi langkah yang seiring dengan hal ini. Pada akhirnya, kesiapan infrastruktur sebagai sarana koneksi antar destinasi pariwisata budaya yang tersebar di seluruh Pulau Bali (sebagai tanggung jawab pemerintah daerah) harus dapat diwujudkan. Keberadaan infrastruktur pariwisata (utamanya transportasi) yang memadai, menjadi jembatan agar terjadi pemerataan kesejahteraan bagi krama Bali dalam menikmati multiplier effects pariwisata budaya Bali. Sinergi antarpelaku pariwisata krama Bali harus terbangun dengan baik. Agar kemitraan bisnis antarpelaku wisata krama Bali tidak menjadi kompetisi yang cenderung akan saling mematikan. Gemerlap pariwisata tidak boleh meninabobokan para insan pelaku pariwisata Bali. Di balik gelimang dolar dari industri pariwisata, ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan para pemangku kepentingan. Pariwisata Bali harus dikembalikan pada marwahnya sebagai pariwisata budaya beserta alam pendukungnya. Harus tetap berlangsung dengan tatanan anatomi tradisi sosial budaya krama Bali, berlandaskan filosofi keseimbangan Tri Hita Karana. Sifat komunal penuh kemitraan masyarakat Bali, tidak boleh berubah menjadi sifat individual yang penuh kompetisi.

Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar

Sastra Bali Modern Membutuhkan Kritikus

SEPERTI sastra yang digarap dalam bahasa lain, Sastra Bali modern juga bagian dari aktivitas budaya. Dan karena budaya pada dasarnya merupakan cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sekelompok orang, serta terbentuk oleh banyak unsur di mana bahasa dan karya seni termasuk di dalamnya, maka interaksi intens di antara pendukung perkembangannya merupakan kebutuhan, bahkan mungkin tuntutan. Ada tiga unsur yang mendukung perkembangan sektor kegiatan budaya yang bernama sastra, yakni: pengarang yang mewakili unsur penciptaan, peresensi buku dan kritikus yang mewakili unsur pemerhati atau pengamat, dan pembaca sebagai sasaran tujuan sastra diciptakan. Jika ketiganya memainkan peran dengan baik, maka dapat diharapkan sastra akan mendapatkan tempatnya yang layak, hadir dan berkembang sebagai bagian dari kebutuhan manusia berbudaya. Kita boleh bangga dengan kenyataan, bahwa semakin hari semakin banyak karya sastra Bali modern diciptakan, baik puisi, cerpen maupun novel. Meskipun rubrik sastra Bali modern tidak ada lagi di halaman sisipan ‘‘Bali Orti’’ Bali Post edisi Minggu, gereget kreativitas sastra Bali modern tidak tampak surut. Masih ada beberapa media yang menampung dan menampilkan karya-karya penulis sastra Bali modern seperti Mediaswari yang memuat puisi dan cerpen pada setiap edisi Minggu. Buratwangi, majalah sastra Bali yang sudah

Oleh Ketut Sugiartha lama mati suri kini menggeliat lagi setelah mendapat dukungan dari Balai Bahasa Provinsi Bali untuk turut mewadahi hasil kreativitas yang sama. Selain itu, ada pula Suara Saking Bali, jurnal sastra Bali modern dalam jaringan yang diasuh pengarang muda berbakat, Putu Supartika. Tak ketinggalan Alit Juliartha, peraih hadiah Sastra Rancage 2014 yang memberi peluang kepada para penulis sastra Bali modern untuk berbagi karya di grup facebook yang dibuatnya Sastra Komala Bangli. Pertanyaannya, sudahkah karya sastra Bali modern yang melimpah itu memasyarakat? Dalam artian sudah menjadi bacaan masyarakat umum secara luas. Apa yang kita gunakan untuk menakar? Jika laku tidaknya buku-buku sastra Bali modern dijadikan patokan, jelas belum bisa dibilang memasyarakat. Coba periksa, bukan saja buku-buku yang diterbitkan beberapa tahun lalu teronggok sampai bulukan di sudut rak toko-toko buku, tetapi buku-buku terbitan baru pun nyaris tak ada yang menyentuh. Saya berasumsi, langkanya penikmat sastra Bali modern dari kalangan umum disebabkan oleh minimnya minat untuk mengapresiasi. Ini bisa disebabkan oleh belum begitu dikenalnya karya sastra Bali modern oleh masyakat luas. Jika asumsi ini benar, solusi yang bisa ditempuh adalah meng-

galakkan aktivitas di wilayah reproduktif atau pemerhati yang diwakili peresensi buku dan kritikus. Lewat resensi buku dan kritik, pembaca bisa memperoleh tuntunan dalam mengapresiasi karya sastra Bali modern. Lewat hal yang sama, pengarang juga dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan karya yang telah mereka hasilkan. Ini dapat memotivasi pengarang untuk menghasilkan karya yang lebih berkualitas di masa datang, yang tentu dapat diharapkan akan membuat pembaca lebih tertarik untuk mengapresiasi. Ketika Esa Bhaskara meresensi antologi cerpen “Surat uli Amsterdam” dan sastrawan IDK Raka Kusuma menulis esai tentang buku yang sama, saya senang. Apalagi kemudian penulis muda berbakat itu juga meresensi buku “Joged lan Bojog Lua ané Setata Ngantiang Ulungan Bulan rikala Bintangé Makacakan di Langité” karya

Putu Supartika. Ini fenomena menarik. Mudah-mudahan merupakan terobosan dari kesungkanan untuk menjadi peresensi atau kritikus. Pengarang, peresensi atau kritikus dan pembaca memiliki peran yang sama pentingnya untuk membuat kegiatan budaya ini lebih hidup dan berkembang dengan baik. Untuk menjadi peresensi atau kritikus tidak ada keharusan untuk menjadi pengarang yang mumpuni terlebih dahulu, sebab kehadiran peresensi atau kritikus bukan untuk menggurui, melainkan memberikan pertimbangan dan masukan. Karena itu tidak ada alasan untuk enggan menjadi peresensi atau kritikus. Kendati HB Jassin hanya menulis satu cerpen seumur hidupnya, toh analisis almarhum terhadap begitu banyak cerpen mendapat sambutan positif, dan kita tahu akhirnya beliau menjadi kritikus sastra Indonesia terbesar yang pernah dimiliki bangsa ini. Ayo, siapa yang mau menyusul? Kehadiran

”Saya berasumsi, langkanya penikmat sastra Bali modern dari kalangan umum disebabkan oleh minimnya minat untuk mengapresiasi. Ini bisa disebabkan oleh belum begitu dikenalnya karya sastra Bali modern oleh masyakat luas.”

peresensi dan kritikus sangat dibutuhkan untuk perkembangan sastra Bali modern ke depan. Penulis, pengamat sastra Bali modern, tinggal di Tabanan

POJOK

Sumbangan pertanian dalam PDRB Bali menurun sejak delapan tahun lalu. - Pertanda buruk ekonomi Bali. *** Puluhan warga Kabupaten Karangasem akhirnya batal transmigrasi. - Keputusan terbaik selamatkan manusia Bali. *** Gubernur Wayan Koster nyatakan segera realisasikan janji kampanye. - Satya wacana.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Pon, 10 September 2018

Kunjungan Wisman Tak Berpengaruh

Bali Post/kmb24

WISATAWAN - Wisatawan tampak berkunjung ke DTW Jatiluwih. Banyak sedikitnya wisatawan tidak terlalu dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sosok Potensi Wisata KABUPATEN Tabanan memiliki potensi wisata yang sangat lengkap, mulai dari laut, danau, gunung dan hamparan sawah. Agar potensi tersebut bisa terus dikembangkan lebih maksimal, dibutuhkan aturan atau regulasi yang berpihak pada masyarakat, sekaligus mampu mendongkrak sumber pendapatan daerah. Berbekal pengalaman yang cukup lama di sektor pariwisata dan saat ini menjabat staf ahli pimpinan DPRD Bali, I Ketut Nuryasa, S.E. mengaku siap ngayah untuk ikut serta memberikan sumbangsih pemikiran bagi pembangunan Kabupaten Tabanan ke depan. Pejabat asal Banjar Gerogak Tengah, Desa Delod Peken, Tabanan ini menyampaikan Tabanan memiliki potensi yang luar biasa, bahkan dijuluki sebagai lumbung beras Bali. Namun, potensi ini rupanya belum dikelola dengan maksimal. Padahal potensi tersebut masih bisa terus dikembangkan, asalkan didukung regulasi atau payung hukum yang kuat dan tentunya disinergikan dengan regulasi baik di provinsi maupun pusat. Karena apa pun project atau terobosan pengembangan potensi yang muncul tanpa didasari dengan hukum yang kuat tidak akan berjalan maksimal. ‘’Semua bermuara dari regulasi, timbul ide ataupun project yang muncul dasar hukumnya sudah ada, jadi tidak terkesan kucing-kucingan, artinya kita sudah mempersiapkan infrastrukturnya,’’ terangnya, Minggu (9/9) kemarin. Dicontohkannya, potensi kuliner Tabanan yang selama ini sudah menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat setempat. Jika pemerintah ingin lebih memaksimalkan pemberdayaan masyarakat mengangkat lokal genius tersebut, harus ada payung hukum yang memang berpihak pada pelaku usaha kuliner tersebut. Misalnya saja tempat berjualan perlu dilindungi dengan aturan. Sehingga lokasi atau tempat berjualan bisa lebih layak dan profesional, baik itu kebersihan dan penyajiannya. Di sisi lain, pariwisata di Tabanan dikatakan Nuryasa masih menjadi objek, artinya wisatawan yang datang berkunjung ke Tanah Lot misalnya rata-rata perhari mencapai angka 7.000 sampai 9.000 kunjungan, disisi lain dampaknya masih kecil. ‘’Sekarang bagaimana menangkap peluang ini agar wisatawan bisa tinggal lama di Tabanan. Investor yang masuk ke Tabanan juga harus bisa menginvestasikan dananya dengan membawa dampak luas bagi masyarakat Tabanan, baik itu sektor pegawai, UMKM, kuliner, dan ini akan seiring berjalan, kalau itu sudah bergulir,’’ ucapnya. (bit)

memenuhi permintaan karena keterbatasan pakan bagi burung hantu. Jonita menjelaskan, menangkar burung hantu memang harus dilakukan sejak kecil. Ini lebih memudahkan untuk memindahkannya ke satu daerah. Meski ditangkar dan dipelihara sejak kecil, tetapi saat pemeliharaan burung hantu ini diusahakan seminimal mungkin kontak dengan manusia sehingga tidak jinak. Untuk mencari makan juga diajarkan memakan mangsanya dalam kondisi hidup. ‘’Kita mengajarkan burung hantu ini seperti hidup di alam liar. Makanannya juga sejak awal diberikan mangsa alaminya yaitu tikus sawah,’’

Agustus biasanya DTW Jatiluwih mendapatkan kunjungan 1.600 per hari. Namun kunjungan ini menurun drastis saat adanya erupsi Gunung Agung pada Agustus 2017. Kunjungan pada waktu itu turun menjadi rata-rata 600 kunjungan per hari. Dengan mulai stabilnya kondisi Gunung Agung membuat kunjungan ke DTW juga mulai mengalami peningtakan. Tahun 2018 ini di bulan Agustus, kunjungan rata-rata mencapai 1.000 kunjungan per hari. Hal serupa juga diungkapkan Manajer DTW Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana. Menurutnya, di tengah tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS, dampaknya tidak signifikan terhadap angka kunjungan wisatawan yang berkunjung ke salah satu objek di Kabupaten Tabanan. Itu terbukti dari angka kunjungan ratarata ke DTW Tanah Lot yang stabil antara 7 ribu-8 ribuan per hari. “Posisi tersebut tidak mengalami perubahan, karena memang naik-turunnya angka kunjungan tidak sepenuhnya mengacu pada kurs, namun lebih berpatokan pada kondisi alam dan musim liburan yang ada,” ujarnya. (kmb24)

Meski pengembalian kreditnya lancar, lanjut Mahendra pihaknya tetap melakukan pendampingan kepada debitur agar NPL selalu terjaga. ‘’Kita melakukan pendampingan agar dalam pemanfaatan kredit modal ini dimanfaatkan murni oleh debitur untuk melakukan pengembangan usaha atau sektor usaha produktif,’’ ujarnya. Sementara itu, pengelola Prabu Kreasi Gede Mahendra Padmanada Dusak mengung-

kapkan, memanfaatkan kredit perbankan menjadi salah satu cara pengembangan usahanya seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen. Terlebih dengan adanya KUR yang berbunga ringan. ‘’Dalam memenuhi permintaan pasar tentu perlu modal. Jadi, kredit perbankan sangat membantu,’’ ujarnya. Ia berharap kredit perbankan berbunga rendah bisa terus ada sehingga meringankan pelaku usaha UMKM. (kmb24)

Ekonomi Lesu, Usaha Mikro Tetap Eksis

Tabanan (Bali Post) -

Ekonomi Indonesia secara umum terlihat lesu. Namun di tengah lesunya ekonomi dan naiknya harga dolar hingga tembus Rp 15 ribu, usaha mikro di Tabanan justru tetap menggeliat. Hal ini bisa dilihat dari masih terkendalinya kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) untuk sektor tersebut. Kepala Bank BRI Cabang Tabanan, Anditya Mahendra Krishna, di Tabanan beberapa waktu lalu mengungkapkan, hingga kini sektor usaha mikro di Kabupaten Tabanan masih tetap eksis dan berdaya saing. Ini bisa dilihat dari kecilnya nilai

NPL, khususnya pada kredit program pemerintah yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk usaha mikro disalurkan KUR Usaha Mikro dengan besaran pinjaman sampai Rp 25 juta. Pengembalian KUR Usaha Mikro ini hingga sekarang masih

berjalan dengan baik. Melihat kemampuan membayar kredit ini, dapat dikatakan sektor usaha mikro di Kabupaten Tabanan tidak begitu terkena imbas dari kenaikan harga dolar, tetapi justru semakin meningkat pendapatannya.

Beri Pelayanan Prima

Polres Gelar SKCK Keliling

Bali Post/ist

SKCK - Layanan SKCK Weekend digelar Sat Intelkam Polres Tabanan.

anya jam ekstra pelayanan ini. ‘’Minimal masyarakat yang tidak memiliki waktu luang untuk membuat SKCK, kini bisa terbantu dengan terobosan layanan keliling semacam ini,’’ jelasnya. Karena ini sifatnya terobosan baru di jajaran Polres Tabanan, kegiatan yang digelar Sabtu malam kemarin paling tidak sebagai ajang mengenalkan dan mesosialisasikan program tersebut ke masyarakat. ‘’Tidak menutup kemungkinan ke depannya akan keliling di pusat keramaian di Kota Tabanan,’’ ucapnya. Layanan ini pun mendapat respons baik dari masyarakat, terbukti sebagai langkah awal, dalam layanan SKCK Weekend tersebut sudah mulai didatangi masyarakat yang membutuhkan layanan. Tidak hanya terobosan layanan SKCK Weekend, dalam waktu dekat layanan juga akan masuk ke sekolah khususnya jenjang SMA, diawali SMAN 1 Tabanan untuk melaksanakan pelayanan jemput bola pembuatan SKCK secara kolektif bagi siswa yang sudah mengikuti probinlat dalam rekrutmen Polri. Seorang warga I Gede Putu Suardiayasa mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan SKCK keliling Weekend. Bahkan pihaknya berharap layanan semacam ini bisa menyasar seluruh wilayah. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Selama ini masyarakat yang mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) harus benar-benar meluangkan waktu yang cukup lama. Bahkan bisa sampai seharian. Hal ini menjadi atensi Polres Tabanan, khususnya Satuan Intelkam dengan berusaha mendekatkan diri pada masyarakat. Salah satunya terobosannya adalah pelayanan pembuatan SKCK Weekend. Seperti yang dilakukan Sabtu (8/9) malam di Jalan Gunung Batur, Tabanan atau depan Pos Pol Kota. Kasat Intelkam Polres Tabanan AKP Ni Luh Komang Sri Subakti, S.H., M.H. didampingi KBO Intelkam Polres Tabanan Ipda I Gst Ngr Ketut Sukarata, S. Sos. dikonfir-

masi Minggu (9/9) kemarin, menjelaskan kegiatan ini untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Mengingat selama ini pelayanan di kantor hanya dibuka sampai pukul 14.00 Wita pada hari Senin sampai Kamis, dan sampai pukuk 13.00 Wita hari Jumat serta pukul 10.00 Wita di hari Sabtu di semua jajaran Polsek. Meski pelayanan telah dilakukan selama sepekan, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan SKCK tetapi terkendala kesibukan tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Bahkan adakalanya masyarakat ketika mendengar ada lowongan pekerjaan dalam waktu singkat sudah harus menyiapkan SKCK akan merasa terbantu dengan ad-

ujar Jonita. Uma Wali sendiri sudah melepas puluhan ekor burung hantu sejak tahun 2015. Beberapa ekor masih terlihat di Desa Senganan dan lainnya menyebar ke daerah lain untuk mencari daerah kekuasaan sekaligus makanan. Mengingat saat ini populasi tikus sawah di Desa Senganan sudah jauh berkurang. Saat ini di penangkaran masih ada enam ekor burung hantu Tyto Alba. Jumlah ini belum bisa ditambah, mengingat belum memasuki musim bertelur burung hantu. Terbatasnya populasi hantu dipenangkaran menyebabkan tidak bisa memenuhi permintaan di daerah lain. (kmb24)

DILEPAS - Burung hantu Tyto Alba yang siap dilepas ke alam liar.

Petani Tingkatkan Populasi Burung Hantu Tyto Alba Tabanan (Bali Post) Saat ini burung hantu Tyto Alba sedang gencar ditingkatkan populasinya oleh para petani di Tabanan. Salah satu penangkar burung hantu ini ada di Penebel. Ketua Konservasi Burung Hantu Tyto Alba Uma Wali, I Made Jonita, Minggu (9/9) kemarin mengatakan keberhasilan meningkatkan populasi burung hantu Tyto Alba telah memberikan hasil signifikan menekan populasi hama tikus yang menyerang tanaman padi, khususnya di Desa Senganan dan Babahan. Keberhasilan ini membuat banyak petani yang tertarik untuk melepaskan burung hantu di daerahnya. Namun, pihak konservasi tidak bisa

Tabanan (Bali Post) Pelemahan rupiah terhadap dolar diasumsikan akan ada peningkatan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, karena biaya berwisata menjadi lebih murah. Namun ternyata pelemahan kurs rupiah terhadap dolar bukan faktor utama yang berpengaruh pada peningkatan jumlah wisman ke Indonesia. Manager DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa, beberapa waktu lalu mengungkapkan, memang banyak kalangan berasumsi ketika rupiah melemah akan mampu menarik wisman untuk datang ke Indonesia. Pada kenyataannya, pemelahan rupiah ternyata tidak signifikan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan. Sebab, naik-turunnya angka kunjungan wisatawan tidak sepenuhnya mengacu pada kurs rupiah, tetapi juga faktor lain seperti low season, high season, dan peak season. ‘’Faktor-faktor ini lebih berpengaruh signifikan dibandingkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS,’’ ujarnya. Faktor lain yang berpengaruh adalah kondisi alam dan keamanan suatu daerah. Menurut Sutirtayasa, bulan

Bali Post/kmb24

Bali Post/kmb28

MASKOT - Wabup Sanjaya saat menyosialisasikan si Banteng alias Siteng sebagai maskot Porprov Bali XIV Tabanan tahun 2019.

’’Siteng’’, Maskot Porprov Bali XIV Tabanan Tabanan (Bali Post) Peringatan Hari Olahraga Nasional dan 365 hari menuju Porprov Bali XIV Tabanan, dirangkai sosialisasi internal logo dan maskot Porprov Bali XIV Tabanan tahun 2019 di Stadion Debes Tabanan, Minggu (9/9) kemarin. ‘‘Siteng’’ menjadi maskot Porprov Bali XIV tahun 2019 Tabanan, dan resmi disosialisasikan W a ki l B up a t i I Ko m a ng Gede Sanjaya. Wabup Sanjaya mengatakan, maskot Porprov Bali XIV di Tabanan yakni Siteng, yang berarti Si Banteng atau bahasa Balinya siteng yang artinya kuat. Sedangkan secara keseluruhan logonya dapat digambarkan sebagai semangat, keceriaan, keberanekaragaman, keramahtamahan, sportivitas, dan profesionalisme menjadi satu untuk perhelatan olahraga yang meriah, berkesan, dan bermartabat, guna mewujudkan budaya olahraga yang unggul sebagai daya dukung pariwisata olahraga. ‘’Hari ini kita sosialisasikan Siteng, si Banteng atau sapi,’’ ucapnya. Wabup Sanjaya juga menekankan, olahraga bukan sebagai warisan, tetapi bagaimana olahraga itu adalah sebuah profesi dan pilihan. ‘’Ini yang dilihat adalah profesionalismenya. Mudah-mudahan ke depan olahraga ini adalah men-

jadi profesi dan pilihan,’’ tegasnya. Dirinya juga mengingatkan, Porprov Bali XIV bisa dijadikan momentum untuk kebersamaan dalam menumbuhkan spirit untuk nindihin gumi, spirit bangga menjadi orang Tabanan. ‘’Ini momentum untuk menumbuhkan spirit nindihin gumi, spirit bangga menjadi orang Tabanan. Dan semangat itu datang benar-benar datang dari hati sanubari yang paling dalam,’’ katanya. Sem e nt a ra it u, Ket ua KONI Tabanan I Dewa Gede Ary Wirawan mengatakan, setelah sosialisasi internal logo dan maskot Porprov Bali XIV Tabanan, rencananya logo dan maskot itu akan di-launching bertepatan dengan HUT Kota Tabanan. ‘’Nantinya akan kita launching, astungkara bertepatan dengan HUT Kota Tabanan,’’ ujarnya. Dikatakan bahwa 365 hari ke depan bukan waktu yang panjang untuk mempersiapkan segala hal, dari persiapan sebagai peserta, demikian juga persiapan sebagai penyelenggara Porprov Bali XIV Tahun 2019. ‘’Jadi saya harapkan semangat kita harus tetap dijaga dan ditingkatkan untuk mensukseskan Proprov XIV Tahun 2019 di Kabupaten Tabanan,’’ tutupnya. (kmb28)


BULELENG

8

Senin Pon, 10 September 2018

Rektor Lantik Pejabat Struktural FK Undiksha Diingatkan Berikan Pelayanan Prima UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja melantik sejumlah pejabat struktural di lingkungan Fakultas Kedokteran (FK). FK ini baru dibuka awal Agustus 2018. Sejumlah pejabat ini sebelumnya dipersiapkan pertengahan bulan lalu. Mereka diharapkan dapat mengemban tugas sesuai misi Undiksha, yang salah satunya menciptakan lulusan dokter berkualitas. Pejabat struktural ini diingatkan agar mampu memberi pelayanan prima dalam setiap tugas utamanya. Pejabat struktural itu di antaranya Prof. Dr. M Ahmad Djojosugito, dr. Sp.OT.(K)., MHA., MBA. yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran, dr. I Putu Suriyasa, PKK., Sp.OK. sebagai Wakil Dekan I, Dr. dr. Ni Luh Kadek Alit Arsani, S.Ked., M.Biomed. seba-

gai Wakil Dekan II, dr. Made Budiawan, S.Ked., M.Kes. sebagai Wakil Dekan III, dr. Ni Nyoman Mestri Agustini, M.Kes., Sp.N. sebagai Ketua Prodi Kedokteran dan Dr. dr. Made Kurnia Widiastuti Giri, S.Ked., M.Kes. sebagai Ketua Prodi Profesi Kedokteran. Selain itu, ada sejumlah kepala bagian (kabag) dan kepala subbagian (kasubag) di lingkungan Fakultas Kedokteran Undiksha ikut dilantik. Rektor Undiksha Singaraja Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan kepada pejabat struktural ini mengejar mimpi bersama menjadi perguruan tinggi unggul di Asia tahun 2045. Untuk menunjang hal tersebut tidak hanya didukung oleh sumber daya manusia (SDM) dosen dan mahasiswa yang berkualitas, tetapi juga

dukungan dari tenaga kependidikan di jajaran Undiksha. Wujud pelayanan prima yang dimaksud adalah soal pelayanan cepat, tepat dan benar. “Pejabat ini bisa menjadi pelayanan prima masyarakat dan civitas. Dosen bekerja maksimal dalam pelaksanan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jangan sampai direcoki lagi dengan masalah adminitrasi yang menjadi tanggung jawab pendidik,” katanya. Dekan FK Undiksha Prof. Dr. M Ahmad Djojosugito, dr. Sp.OT.(K)., MHA., MBA. mengatakan, timnya kini harus bekerja keras. Dia mengaku optimis dapat memenuhi tuntutan rektor dengan tim yang kompak. Menurutnya, FK yang membuka Prodi Kedokteran spesial melayani wisatawan mancanegara harus diangkat sebagai keunggulan. Selama

ini, FK yang sudah ada di sejumlah universitas belum ada yang mengunggulkan keilmuan itu. Kedokteran khusus pariwisata dimaksudkan salah satunya nanti lulusan ini juga disiapkan untuk menjadi tenaga medis wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. Mereka pun dituntut untuk mengetahui penyakit dan potensi penularan serta penanggulangan penyakit yang dibawa wisatawan ke Bali ataupun sebaliknya. “Saya kira ini gabungan dari international healty, travel medicine dan medical torism. Kita padukan dalam satu ilmu kedokteran Undiksha yang tidak sama dengan di universitas lain,” tegasnya. Sementara itu, Undiksha sudah mengumumkan 50 orang mahasiswa kedokterannya dari 263 orang pelamar

yang mengikuti tes akan mulai mengikuti perkuliahan 17 September mendatang. Mahasiswa yang dinyatakan lulus adalah mereka yang berhasil mencapai passing grade yang sudah ditentukan panitia. Bahkan dari ratusan pelamar yag berasal dari luar Bali, seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, NTT, NTB, Riu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Tenggara harus rela mengubur impiannya. “Yang lulus berdasarkan ranking dari passing grade yang ada. Hasil sangat objektif, input betul-betul berkualitas dan menghindari titipan. Untuk bisa jadi dokter itu berat, terakhir harus lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UMKPPD),” jelasnya. (ad528)

PEJABAT – Rektor Undiksha Singaraja Dr. Nyoman Jampel melantik pejabat struktural Fakultas Kedokteran (FK), akhir pekan lalu.


GIANYAR

Senin Pon, 10 September 2018

Diduga Terkena Serangan Jantung

SOSOK Siap Sambut Delegasi IMF PEMKAB Gianyar sudah mempersiapkan sejumlah destinasi yang akan dikunjungi delegasi International Monetary Fund (IMF) - World Bank (WB) Group pada Oktober 2018 mendatang. Hal ini dilakukan karena kawasan seni ini memiliki destinasi dan paket wisata yang lebih banyak dari kabupaten lain di Bali. ‘’Kami memang memiliki kelebihan di bidang pariwisata dibandingkan kabupaten/kota lainnnya di Bali,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Diparda) Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta, Minggu (9/9) kemarin. Dikatakan, Kabupaten Gianyar memiliki banyak paket wisata yang bisa menjadi pilihan para peserta delegasi untuk menikmati liburan. Salah satu kawasan yang menjadi tujuan wisatawan adalah kawasan Ubud. ‘’Di Ubud itu ada pasar, puri dan banyak museum yang bisa dikunjungi wisatawan. Tidak hanya Ubud, wisata rekreasi lainnya juga banyak ditemukan di kawasan lain di Kabupaten Gianyar,’’ katanya. Ia menegaskan, Pemkab Gianyar sudah menggerakkan OPD terkait dalam melakukan persiapan kunjungan ini. Seperti perbaikan infrastruktur yang dikerjakan oleh Dinas Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Gianyar. ‘’Di Ubud, infrastruktur sudah dibenahi. Trotoar dan jalan sudah diperbaiki,’’ tegasnya. Sementara untuk kebersihan juga sudah terus digalakkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar. Khususnya, kebersihan di kawasan pasar dan kebersihan di sepanjang pantai Gianyar. ‘’Kebersihan ini menjadi poin penting dalam menjamu wisatawan,’’ tegasnya. (nik)

Peserta Lomba Lari Maraton Meninggal

Gianyar (Bali Post) Seorang pria asal Jakarta, Denny Handoyo (50), meninggal dunia usai mengikuti event Bali Marathon 2018, Minggu (9/9) kemarin. Korban terjatuh dan mengembuskan napas terakhirnya tepat 100 meter sebelum sampai di garis finis. Menurut informasi, sejumlah peserta juga mengalami luka akibat dikejar anjing saat mengikuti ajang tahunan yang digelar sebuah bank tersebut. Kapolsek Gianyar Kompol S Yoga membenarkan adanya seorang peserta lari maraton asal Jakarta yang meninggal dunia seusai mengikuti ajang tersebut. Dikatakan, korban dengan nomor peserta 90886 terjatuh tepat sekitar 100 meter sebelum garis finis yang berlokasi di By-pass I.B. Mantra. ‘’Korban terjatuh sekitar 100 meter sebelum finis,’’ ujarnya. Usai terjatuh, kata Yoga, korban langsung didekati oleh tim PMI. Proses penyelamatan korban sempat dilakukan dengan memberikan oksigen, namun tidak ada respons. Selanjutnya, korban dilarikan ke RS Kasih Ibu Desa Saba menggunakan mobil ambulans. Di rumah sakit itu, korban juga sempat mendapat perawatan dokter, namun nyawanya tetap tidak tertolong. ‘’Korban meninggal dunia diduga karena terkena serangan jantung,’’ katanya. Dikonfirmasi terpisah, Direktur RS Kasih Ibu Desa Saba dr. Ngurah Buana

mengatakan, korban sempat mendapat penanganan dari tim medis PMI. Karena kondisi korban dinilai tidak membaik, korban langsung dilarikan ke RS Kasih Ibu Desa Saba. ‘’Korban langsung dibawa ke sini, karena rumah sakit kami yang terdekat dengan lokasi jatuhnya korban,’’ jelasnya. Setiba di rumah sakit, korban langsung mendapat penanganan tim medis. Saat baru datang, korban sudah dalam kondisi nadi tidak berdenyut, namun pihak rumah sakit tetap berupaya melakukan pertolongan. ‘’Sampai 30 menit dilakukan pertolongan berupa pompa jantung, dikasi juga masuk obat-obatan, namun tetap tidak ada denyut nadi. Memang sejak tiba di rumah sakit, korban sudah meninggal,’’ ujarnya. Buana mengatakan, pihak rumah sakit juga sudah dihubungi oleh keluarga korban yang saat ini masih berada di Jakarta. ‘’Pihak keluarga meminta jenazah dikirim ke Jakarta. Ini sedang diproses,’’ katanya. Menurut Buana, Denny Handoyo bukan satu-satunya korban yang dilarikan ke RS Kasih Ibu Desa Saba. Ada lima pasien yang dilarikan ke rumah sakit yang berlokasi di Desa Saba itu. Salah satunya pelari asal Malaysia yang kakinya patah karena terkilir usai dikejar anjing saat mengikuti lari maraton. ‘’Infonya, saat lari korban dikejar anjing lalu terkilir. Selain itu, ada juga dua

Kerugian Ratusan Juta Rupiah Pemkab Gianyar juga meluncur ke lokasi. Setelah berjuang keras, api bisa dipadamkan petugas sekitar pukul 04.45 Wita. Kapolsek Ubud Kompol Made Raka Sugita membenarkan insiden kebekaran tersebut. Hasil penyelidikan sementara, diduga sumber api penyebab kebakaran karena adanya korsleting listrik. “Hasil penyelidikan sementara, penyebabnya akibat korsleting listrik,“ katanya. Pada musibah ini, api tidak hanya menghanguskan bangunan lantai dua milik I.B. Oka, namun juga membakar dua unit sepeda motor. Sehingga, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta lebih. Musibah kebakaran juga terjadi di kos-kosan milik Wayan Kantor yang berlokasi di Kelurahan Abianbase, Kecamatan Gianyar. Insiden ini pertama kali diketahui Made Togog, salah seorang warga setempat yang sudah melihat kobaran api dari salah satu kamar kos tersebut pada Minggu pagi sekitar pukul 08.30 Wita. Dua unit armada pemadam Pemkab Gianyar dikerahkan ke lokasi tersebut untuk melakukan pemadaman. Setelah berupaya keras, api bisa dipadamkan sekitar pukul 09.15 Wita. Akibat kejadian ini, pemilik bangunan ditaksir menderita kerugian ratusan juta rupiah. Sementara penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. (kmb35)

EVAKUASI - Proses evakuasi jenazah Denny Handoyo. pasien yang kelelahan sekarang masih opname,’’ ujarnya. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, pihak kepolisian mengerahkan personel Polres Gianyar, Polres Klungkung dan Polda Bali untuk mengamankan

Bali Post/ist

pelaksanaan Bali Marathon 2018. ‘’Jumlah personel gabungan tersebut kurang lebih 1.500 personel. Mereka berjaga di garis start dan finis, kemudian di tempat pemeriksaan peserta lari, hingga pam rute dan pengawalan,’’ katanya memaparkan. (kmb35)

Kasus OTT Pungli di Desa Buahan P21

Sehari, Dua Insiden Kebakaran Gianyar (Bali Post) Insiden kebakaran terjadi di dua tempat, Minggu (9/9) kemarin. Yakni bangunan berlantai dua milik I.B. Oka di Desa Mas, Kecamatan Ubud dan sebuah kos-kosan milik I Wayan Kantor (65) di Kelurahan Abianbase, Kecamatan Gianyar. Akibat kebakaran tersebut, kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran pertama diketahui terjadi pada bangunan berlantai dua milik I.B. Oka pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.40 Wita. Bangunan tersebut dikontrak oleh Bambang untuk berjualan bakso dan lalapan. Pada saat kejadian, Bambang dan istrinya tidak tinggal di bangunan tersebut karena sedang naik haji. Bangunan itu ditempati dua karyawati asal Jember, yakni Kotijah (35) dan Kotimah (25). Minggu dini hari, dua karyawati yang tidur di lantai dua terbangun karena mendengar suara benda terbakar. Setelah dicek, ternyata api sudah besar dari lantai satu yang sehari-hari digunakan untuk berjualan bakso dan lalapan. Terkejud melihat kobaran api, dua perempuan ini hanya bisa berteriak minta tolong. Warga setempat yang mendengar teriakan tersebut langsung mendatangi lokasi. Kulkul bulus pun mengiringi warga yang berupaya melakukan pemadaman. Empat unit mobil kebakaran

9

Gianyar (Bali Post) Usai berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar, berkas kasus operasi tangkap tangan (OTT) dengan tersangka I Nyoman Wirawan, Kepala Dusun Buahan, Desa Buahan, Kecamatan Payangan ini dipastikan sudah lengkap atau P21. Satreskrim Polres Gianyar kini mengagendakan tersangka dan barang bukti atau tahap kedua ke Kejari Gianyar.

Bali Post/ist

KEBAKARAN - Musibah kebakaran yang terjadi pada sebuah bangunan di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Minggu (9/9) dini hari.

Dikonfirmasi Minggu (9/9) kemarin, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, setelah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, berkas kasus OTT pungli dengan tersangka I Nyoman Wirawan dipastikan sudah lengkap. “Berkas sudah P21, semua unsur sudah terpenuhi,” ujarnya. Menurut Deni Septiawan, dalam pendalaman yang dilakukan polisi memang kasus ini hanya menutup satu orang tersangka. Polisi sudah mengecek dugaan keterlibatan oknum lain dalam kasus ini, namun hasilnya nihil. “Sudah kita cek tersangka ini melakukan aksinya seorang diri,” katanya. Kini, jajaran kepolisian mengagendakan tahap kedua untuk kasus ini, yakni pelimpahan tersangka, berkas dan barang bukti ke Kejari Gianyar. “Saya

koordinasikan dulu dengan pimpinan. Secepatnya akan dilakukan tahap kedua, mungkin minggu ini,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, I Nyoman Wirawan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan polisi, Rabu (18/7) lalu. Tersangka yang berusia 33 tahun ini diduga telah menyalahgunakan wewenang dengan meminta pungutan liar (pungli) sebesar Rp 25 juta kepada korban Ni Made Wirani. Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang sebesar Rp 25 juta yang diminta oleh tersangka kepada korban untuk mempermulus pengurusan surat-surat yang dipersyaratkan. Seperti surat pernyataan bahwa tanah yang akan diperjualbelikan tidak berhadapan dengan hukum, tidak sedang dijaminkan, dihutangkan hingga surat silsilah ahli waris. (kmb35)

Gianyar Dijatah 322 Formasi CPNS Gianyar (Bali Post) Tahun ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) menyetujui 322 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Pemkab Gianyar. Jumlah itu disepakati dari 334 formasi yang diusulkan Pemkab Gianyar. Sekda Gianyar Ir. Made Gede Wisnu Wijaya, M.M. mengatakan hal itu, Minggu (9/9) kemarin. Wisnu Wijaya menjabarkan, formasi tersebut terdiri dari 305 guru kelas ahli pertama (S-1 PGSD) yang terbuka untuk pelamar umum, dan 10 tenaga guru yang berasal dari honorer K2 dengan syarat berpendidikan paling rendah S-1 sebelum Made Gede Wisnu Wijaya

November 2017. Sementara untuk tenaga teknis terdapat tujuh formasi yang terdiri dari 1 formasi Pengelola Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (D-3 Informatika), 3 formasi Pengelola Teknologi informasi (D-3 Informatika), 1 formasi Analis Kepegawaian Terampil (D-3 Ilmu Kepegawaian/Ekonomi Manajemen SDM/Manajemen), dan 2 formasi Pengelola Sistem Informasi (D-3 Teknik Informatika). Wisnu Wijaya yang juga Plh. Bupati Gianyar ini mengatakan, keputusan jumlah formasi CPNS untuk Pemkab Gianyar tahun ini sudah disampaikan oleh Kemen PAN-RB pada acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengadaan CPNS di Lingkungan Pemerintahan Daerah Tahun 2018 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (6/9) lalu. Rapat koordinasi

tersebut dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. Selain Menteri Syafruddin, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana juga memberikan pengarahan kepada perwakilan pemerintah daerah se-Indonesia yang hadir saat itu. Berdasarkan jumlah formasi ini, pemerintah berharap berdampak pada peningkatan kinerja Pemkab Gianyar. Dari Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengadaan CPNS di Lingkungan Pemerintahan Daerah Tahun 2018 tersebut, diketahui jumlah kebutuhan PNS secara nasional pada tahun ini mencapai 238.015 orang. Ini terdiri dari 51.271 orang untuk instansi di pusat dan 186.744 orang untuk instansi daerah. Jumlah kebutuhan PNS tersebut dialokasi-

kan pada 76 kementerian/lembaga dan 525 pemda provinsi, kabupaten dan kota. Dikatakan, rekrutmen CPNS 2018 ini akan menggunakan kuota dengan prinsip zero minus growth. Namun, ini tidak berlaku untuk formasi guru dan dosen serta tenaga kesehatan. Tahap pendaftaran dan verifikasi administrasi akan dilaksanakan dari minggu kedua September ini hingga pekan kedua Oktober 2018. Pendaftaran akan dilakukan secara serentak melalui situs sscn.bkn.go.id. Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan. Sedangkan untuk persyaratan umum harus dipenuhi oleh setiap pelamar seperti yang sudah diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. (kmb35)


JEMBRANA

10

Senin Pon, 10 September 2018

SOSOK Target Naik MENGHADAPI tahun politik 2019, sejumlah partai politik (parpol) di Jembrana mulai pasang strategi. Tak terkecuali Partai Demokrat yang saat ini berada di posisi nomor dua dalam perolehan kursi legislatif. “Pemilu 2019 nanti, kami menargetkan bisa naik tujuh kursi. Naik tiga kursi dari perolehan sekarang,” ujar Ketua DPC Demokrat Jembrana I Wayan Wardana. Politikus asal Tuwed ini mengatakan optimis bisa mencapai target tersebut dengan pertimbangan dari berbagai sisi. Salah satunya, calon-calon legislatif (caleg) yang diusung saat ini sangat potensial. “Tidak Bali Post/sos sembarang caleg. Dari loWayan Wardana gistik, kemampuan, finansial semua berkualitas. Saya optimis dapat tujuh, penambahan nanti di dapil (daerah pemilihan) Negara, Mendoyo dan Pekutatan,” tambah Wakil Ketua DPRD Jembrana ini. Bagi Demokrat, seluruh caleg di Jembrana ini tidak ada istilah petahana ataupun caleg baru. “Semua sama kita berikan pembekalan, bagaimana untuk membesarkan partai. Kalau nantinya ada yang tidak lolos, tetap kita rapat di DPC,” terangnya. Wardana mengatakan optimis bisa memenuhi target. Langkah yang telah dilakukan di antaranya pembinaan kader serta pembagian Daftar Pemilih Tetap (DPT) kepada masing-masing caleg, ada penambahan suara dari Mendoyo hingga Pekutatan. Setelah penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) pemilihan legislatif ini, seluruh jajaran kompak akan memasang logistik dan berdampingan dengan Caleg DPRD Provinsi dan DPR RI. (olo)

KPU Sempurnakan dan Verifikasi Faktual DPT Negara (Bali Post) KPU Jembrana, Minggu (9/9) menggelar rapar koordinasi (rakor) terkait penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pileg Tahun 2019. Rakor digelar terkait rekomendasi Bawaslu tentang adanya pemilih ganda. Rakor dipimpin Ketua KPU Jembrana I Gusti Ngurah Agus Dama Sanjaya dan dihadiri komisioner KPU Kabupaten Jembrana, Sekretaris KPU Kabupaten Jembrana, Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana, Komisioner Bawaslu Jembrana, pimpinan/penghubung Partai Politik peserta pemilu dan staf KPU Jembrana. Agus Darma Sanjaya mengatakan, sesuai surat KPU RI, pihaknya diminta untuk melakukan penyempurnaan DPT dan pencermatan bersama KPU, Bawaslu dan parpol. Begitu juga melakukan verifikasi faktual data ganda secara bersama oleh jajaran KPU, Bawaslu dan parpol peserta pemilu, apabila terdapat data ganda yang perlu diverifikasi secara langsung kebenarannya untuk memastikan data tersebut. Pencermatan DPT dilakukan terhadap permasalahan kegandaan K1 (kegandaan pemilih berdasarkan NKK, NIK, Nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, status kawin, alamat dan difabel), K2 (potensi kegandaan pemilih berdasarkan NIK, nama, jenis kelamin, tempat lahir, tanggal lahir, dan alamat), K3 (potensi kegandaan pemilih berdasarkan NIK, nama, jenis kelamin, tempat lahir, dan tanggal lahir) dan K4 (potensi kegandaan pemilih berdasarkan NIK, nama dan tempat lahir) serta memperbaiki elemen data pemilih. (kmb)

Rumah Mantan Ketua DPRD Disatroni Maling Negara (Bali Post) Pencurian kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jembrana. Maling nekat menyatroni rumah mantan Ketua DPRD Jembrana I Wayan Mawa (65) di Banjar Berambang, Desa Berambang, Kecamatan Negara. Kejadian tersebut diketahui dan dilaporkan pada Minggu (9/9) pagi kemarin. Barang yang dicuri di dalam rumah yang biasanya kosong itu selain barang berharga seperti perhiasan, juga hewan ternak (babi). Dari informasi pencurian ini diketahui pertama kali oleh istri korban, Ni Luh Soka (61), sekitar pukul 07.00 Wita. Rumah tersebut setiap harinya memang kosong, lantaran korban tinggal di rumahnya yang lain di Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang. Saat istrinya masuk ke rumah, didapati ada beberapa barang yang hilang. Kebetulan saat itu korban hendak mengganti baju, dan saat masuk kamar terlihat hal yang mencurigakan. Lemari yang biasanya tertutup dilihatnya sudah rusak, bahkan barang-barangnya berantakan. Setelah digeledah, ternyata perhiasan berupa kalung emas lenyap. Mengetahui rumahnya disatroni maling, korban kemudian menyampaikan hal itu ke Wayan Suiantara bersama anggota keluarganya untuk mengecek rumah keseluruhan. Ternyata bukan hanya perhiasan yang hilang, melainkan juga handphone rusak juga raib. Yang mengejutkan dua ekor babi di kandang juga ikut lenyap. Kandang babi itu berada di kebun belakang rumah. Selain itu, empat karung cengkeh kering milik tetangga korban yang disimpan di gudang dekat TKP juga hilang. Anggota polisi yang mendapati laporan tersebut, langsung melakukan olah TKP. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian pencurian di Berangbang itu. Polisi sudah melakukan olah TKP dan sedang melakukan penyelidikan. Di antaranya juga memeriksa saksi-saksi. (kmb26)

Bali Post/olo

PENYU – Sejumlah anggota kelompok penyu dan masyarakat di Perancak mengangkat bangkai penyu lekang yang ditemukan mati terdampar di Perancak, Minggu (9/9) kemarin.

Ungkap Penyebab Penyu Mati, Perlu Ada Penelitian

Negara (Bali Post) -

Selama sepekan terakhir, di pesisir Pantai Jembrana banyak ditemukan penyu dewasa mati terdampar. Belum diketahui pasti penyebab banyaknya penyu tersebut mati. Hal ini mengundang keprihatinan para pelestari penyu di Jembrana. Mereka berharap ada penelitian untuk mencari sebab penyu-penyu itu mati. Koordinator Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Kurma Asih, Wayan Anom Astika Jaya, Minggu (9/9) kemarin mengatakan pihaknya belum mengetahui persis apa penyebab banyaknya penyu dewasa mati hingga terdampar di Pantai Perancak. Dalam sepekan saja, sudah ada empat bangkai penyu dewasa ditemukan di sana. “Kalau dihitung dari Februari 2018, di sepanjang

pantai Jembrana lebih dari 10 penyu dewasa yang mati. Rata-rata umurnya diperkirakan lebih dari 30 tahun. Kami berharap ini (penyu mati - red) tidak terjadi lagi. Bila perlu, ada penelitian untuk mencari sebab matinya penyu-penyu tersebut. Sehingga bisa dilakukan pencegahan,” ujar Anom. Beberapa waktu lalu, sampel penyu mati yang terdampar di Perancak sempat

dibawa ke laboratorium. Namun belum bisa dipastikan penyebab kematian penyu itu karena kondisinya sudah membusuk. Dalam sepekan ini, menurutnya sudah ada empat penyu mati terdampar ditemukan oleh warga. “Tadi (kemarin - red) pagi juga ada. Jenisnya penyu lekang, jantan dengan ukuran panjang kerapas 75 cm,” ujarnya. Penyu mati tersebut diperkirakan berumur lebih dari

45 tahun dan dilihat dari kondisinya diduga akibat terjerat jaring. Di mana di bagian depan flipper (kaki penyu) patah dan di bagian belakang terpotong. Selain di Pantai Perancak, pihaknya juga menerima informasi ditemukan penyu mati di Pantai Yehembang. Namun kondisinya sudah membusuk, hanya tersisa cangkang. Anom bersama para pelestari penyu lainnya berharap tidak ada penyu lagi yang mati karena faktor alam atau faktor disengaja oleh manusia (diburu). Selama puluhan tahun berkecimpung dalam pelestarian penyu di Jem-

brana, fenomena matinya penyu-penyu di laut ini baru kali ini terjadi. Apalagi interval waktu antara penyu yang satu dan lainnya yang ditemukan mati cukup dekat. Selama ini pihaknya dan beberapa KPP lain di Jembrana terus berupaya melestarikan penyu, agar populasi penyu terus bertambah. Saat ini seluruh jenis penyu masuk kategori hewan dilindungi. Dari ratusan ekor tukik (anak penyu) yang dilepasliarkan ke laut, hanya beberapa saja yang mampu hidup. Dan bila bisa hidup, usia penyu bisa mencapai ratusan tahun. (kmb26)

Dies Natalis UT Denpasar Ke-34 Digelar di Jembrana Dirangkai dengan Aksi Peduli Lombok

DIES Natalis ke-34 Universitas Terbuka (UT) Denpasar dipusatkan di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana, Sabtu (8/9) sore. Gebyar Dies Natalis yang dihadiri ratusan mahasiswa UT ini selain diisi fashion show anak-anak (PAUD) juga dirangkai dengan Peduli Lombok bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana. Pembukaan Dies Natalis ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur UT Denpasar Dra. B Esti Pramuki S.K, M.Pd. bersama jajaran. Pihaknya berharap di usia yang menginjak ke-34 ini, UT semakin terdepan. Menuju Cyber-U, di mana semua pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Semua kegiatan terkoneksi dengan TIK, mulai dari pendaftaran hingga ujian. Sistem pembelajaran berbasis TIK ini ikut mendorong revolusi peran perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa.

“Itulah mengapa kita sebut UT Cyber-U, sekarang kita menuju Revolusi Industri ke 4.0. Kami berharap ke depan UT semakin terdepan,” terangnya. Sejak 1984, UT menyelenggarakan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ). 2016, UT secara penuh menyelenggarakan program fully online pada jenjang sarjana. Perayaan Dies Natalis ke-34 ini sengaja digelar di ujung Barat Bali, jauh dari Denpasar agar gaung UT semakin terlihat. Untuk tahun ini, selain perayaan, juga dirangkai dengan gerakan Peduli Lombok yang digelar Pemkab Jembrana. Seluruh mahasiswa UT Pokjar Jembrana ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Memang dipusatkan di sini semua, kelompok belajar di kabupaten lain juga kita undang. Meskipun jauh dari Denpasar, tapi gaung UT tetap terdengar,” ujar Pramuki.

Pengelola UT Pokjar Jembrana I Komang Gede Santika Yasa mengatakan, pada Dies Natalis tahun ini, yang paling utama adalah mahasiswa berperan aktif berdonasi dalam gerakan Peduli Lombok yang digelar Pemkab Jembrana. “Selain perayaan, kita juga ikut berperan aktif berdonasi dalam aksi peduli saudara kita di Lombok. Ke depan kita ingin masyarakat Jembrana lebih familiar dengan UT. Merajut membangun bangsa dengan kemandirian, dari Jembrana,” tandasnya. Saat ini jumlah mahasiswa di bawah Pokjar Jembrana mencapai 860 orang. Bahkan 200 mahasiswa di antaranya baru menamatkan SMA/sederajat. “Artinya kita sudah bisa bersaing dengan universitas lain. Tidak perlu jauh-jauh kuliah, cukup di Jembrana,” tambahnya. Selain fashion show PAUD, kegiatan juga diisi dengan kegiatan donor darah. (ad527)

Bali Post/ist

TUMPENG – Dies Natalis ke-34 UT Denpasar dipusatkan di GKBK Jembrana, Sabtu (8/9) sore, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur UT Denpasar bersama Pengelola UT Pokjar Jembrana.


Senin Pon, 10 September 2018

KARANGASEM

11

Aktivitas Gunung Agung Menurun

Puluhan Warga Batal Transmigrasi Amlapura (Bali Post) Aktivitas vulkanik Gunung Agung sejak beberapa pekan terakhir mulai mengalami penurunan dari fase sebelumnya. Tidak lagi tampak adanya erupsi. Hal itu berdampak positif. Puluhan warga di Karangasem mengurungkan niatnya untuk bertransmigrasi.

Bali Post/kmb41

TENANG - Gunung Agung sejak beberapa pekan terahir terlihat tenang. Namun demikian status Gunung Agung masih Level III (Siaga).

Kepala Tim Tanggap Darurat Gunung Agung di Pos Pemantauan Rendang, Isyak, Minggu (9/9) kemarin mengungkapkan sejak Agustus aktivitas vulkanik Gunung Agung mengalami penurunan yang cukup signifikan. Gunung Agung terlihat sedikit lebih tenang. Hanya saja, hingga saat ini alat seismograf masih merekam adanya gempa-gempa vulkanik yang memicu terjadi hembusan. “Aktivitas Gunung Agung memang mulai sedikit menurun. Hanya pasca-adanya gempa Lombok beberapa waktu lalu, itu sedikit mempengaruhi aktivitas Gunung

Agung. Jumlah hembusan yang terjadi sedikit bertambah. Hembusan yang terjadi dengan ketinggian maksimal 300 meter. Sebulan hembusan mencapai 30 kali,” tandas Isyak. Dia menambahkan, kendati aktivitas Gunung Agung sedikit reda, namun potensi untuk terjadinya erupsi masih tetap ada. Hanya saja erupsi yang terjadi kecil, tidak sebesar fase sebelumnya. Hanya terjadi hedrotermal di kawah. Karena saat ini tekanan magmatik di bawah mulai berkurang. Dan sampai sekarang ini belum ada penambahan suplai magma ke permukaan kawah.

Terkait pembatalan untuk bertrasmigrasi atas kondisi Gunung Agung membaik, dibenarkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem I Nyoman Suradnya, Minggu (9/9) kemarin. Ia mengatakan, pasca-erupsi beberapa waktu lalu warga Karangasem cukup banyak yang menyatakan ingin bertransmigrasi. Namun setelah melihat belakangan kondisi Gunung Agung semakin membaik, warga akhirnya memutuskan untuk membatalkan niatnya bertransmigrasi. “Warga yang membatalkan mengikuti program transmi-

grasi sebagian besar berasal dari Desa Sebudi. Sebelumnya warga yang mendaftar transmigrasi sekitar 37 KK. 34 KK dari Sebudi mengundurkan diri. Sedangkn 3 KK dari Desa Lebu, Kecamatan Sidemen masih diseleksi,” ungkapnya. Dia menjelaskan, untuk tahun 2018 Karangasem mendapatkan kuota 15 KK yang berangkat untuk bertransmigrasi. Hanya saja karena banyak warga yang mengundurkan diri, maka sisa kuota diserahkan kembali ke Provinsi Bali. “Tiga KK yang bertahan akan bertransmigrasi ke Wetangko, Sulawesi Tengah,” katanya. Menurutnya, pihaknya bersyukur mereka mengundurkan diri. Sebab, transmigrasi bukan solusi terbaik untuk menghindari masalah. (kmb41)

Ketua DPRD Karangasem:

Ngaben Massal Arya Kanuruhan Patut Dicontoh PROSESI ngaben massal Pratisentana Sira Arya Kanuruhan se-Bali, di Desa Adat Sibetan, Bebandem, berjalan sukses dan lancar. Setelah puncak acara ngaben pada 21 Juli lalu, tahapannya sudah sampai pada rangkaian ritual atma wedana, natag tiis, hingga matatah, Minggu (9/9) kemarin. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi melihat kemasan cara pelaksanaan ngaben massal seperti ini patut dicontoh masyarakat lainnya. Sebab, selain jauh meringankan beban krama, cara panitia karya setempat mempersiapkan upacara dari awal sampai matatah kemarin dinilai amat baik. Sumardi mengaku bangga dan haru, setelah seruannya terhadap upaya efisiensi dana dalam menjalankan kewajiban sebagai umat melalui ngaben massal ini dapat ditindaklanjuti masyarakat dengan begitu baik. “Cara ini sangat mengurangi beban

masyarakat. Saya tidak mau kewajiban melaksanakan upacara agama dijadikan alasan kemiskinan menjadi tinggi,” kata Sumardi saat ditemui di tempat upacara ngaben massal, ketika hadir dalam upacara ritual atma wedana, natag tiis dan matatah, Minggu kemarin. Menurut Sumardi, cara-cara seperti itu perlu disebarluaskan kepada masyarakat Karangasem. Sebagai pimpinan lembaga, dia juga mengingatkan agar para tokoh masyarakat di masing-masing desa bisa menjadi contoh. Seperti yang dia sendiri lakukan. Meski sebagai pejabat dan pimpinan lembaga, Sumardi justru mengajak serta anaknya, Kadek Ayu Candra Dewi, dalam pelaksanaan ritual matatah tersebut. Satu hal yang ditekankan Sumardi adalah dalam pelaksanaan ritual keagamaan yang penting tahu tujuan dan maknanya. Bukan dilihat siapa yang melaksanakan. Apakah dia

pejabat, tokoh masyarakat atau warga biasa. “Penting bagi kita untuk membangun kebersamaan dan gotong royong,” tegasnya. Ketua Panitia Karya I Komang Kisid menyampaikan terima kasih kepada Ketua Dewan atas dorongan dan dukungannya, sehingga acara ngaben massal sejak awal hingga kemarin dapat berjalan begitu lancar. Selain kepada Ketua Dewan, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada aparat kepolisian dan TNI yang telah membantu melakukan pengamanan. Demikian juga dukungan pihak Desa Adat Sibetan hingga pecalangnya dan seluruh warga, semua pihak yang sudah mendukung. Dalam rangkaian karya kemarin, upacara kapuput delapan sulinggih. Sementara peserta natag tiis dan matatah mencapai 600 orang. Tahapannya, setelah sulinggih mapuja, kemudian murwa daksina, hingga malam hari ritual panglemekan.

Setelah rangkaian upacara Minggu kemarin, selanjutnya pada Senin ini dilanjutkan dengan nganyut ke Pantai Jasri. Setelah itu baru rangkaian acara nuntun pada 18-19 September nanti. Terakhir, digelar ritual sapuh leger pada 23 September. Panglingsir Pratisentana Sira Arya Kanuruhan Pusat I Wayan Geredeg mengaku kaget melihat antusias warga. Tempat sudah disediakan cukup luas, tetapi kedatangan puluhan ribu warga membuat lokasi upacara amat padat. Bupati Karangasem dua periode (2005-2010, 2010-2015) ini menyampaikan rasa syukur, rangkaian acara sejak awal sampai kemarin dapat berjalan lancar. Seluruh kekurangan pun dapat tertangani dengan baik. Terlebih cuaca juga amat mendukung. Dia menyampaikan terima kasih kepada Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan yang telah mampu melaksanakan kegiatan ngaben massal ini dengan lan-

SUMARDI - Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi saat hadir di tengah-tengah warga yang ‘‘matatah’’ di petak ngaben massal, Minggu kemarin. car. Pelaksanaannya yang sampai ke empat kalinya, menunjukkan kematangan seluruh penglingsirnya, sehingga mampu meringankan beban umat dan seluruh pasemetonannya. “Ini

memang cara yang patut dicontoh,” katanya. Untuk diketahui, ngaben massal Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan Bali di Karangasem mengikutkan 184 sawa dan 152 nge-

lungah yang didukung oleh sedikitnya 1.185 KK dan 52 dadia. Ngaben massal ini merupakan yang keempat, setelah tiga pelaksanaan sebelumnya juga telah berjalan sukses. (ad518)


12

KLUNGKUNG

Senin Pon, 10 September 2018

KKP Nusa Penida

Pengalihan Kewenangan Diproses, Penerbitan Izin Ponton Dihentikan Semarapura (Bali Post) Proses pengalihan kewenangan pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida dari tangan Pemkab Klungkung ke Pemrov Bali masih bergulir. Jika hal tersebut sudah tuntas, akan kembali dilakukan kajian zonasi pemanfaatan dan konservasi. Di tengah hal itu, izin penempatan ponton sebagai pendukung wisata bahari tidak akan dikeluarkan. Kepala UPT KKP Nusa Penida I Nyoman Karyawan menjelaskan proses pengalihan kewenangan pengelolaan tinggal menunggu proses mutasi pegawai UPT saja. Sementara untuk prasarana dan sarana, pembiayaan dan dokumen sudah tuntas. “Yang PNS ada enam orang. Semua ditarik ke provinsi. Tetapi untuk mutasinya masih menunggu arahan pusat. Untuk kontrak ada sepuluh. Ini masih menunggu info Badan Kepegawaian provinsi, seperti apa proses pengalihan-

nya. Kalau sekarang masih masuk di kabupaten,” jelasnya, baru-baru ini. Disampaikan lebih lanjut, proses pengalihannya tengah dikebut sehingga pengelolan kawasan pesisir nol sampai 12 mil itu oleh Pemprov Bali melalui Dinas Perikanan dan Kelautan bisa efektif mulai awal 2019. “Sekarang terus berproses,” katanya. Ditegaskan, kebijakan tersebut juga akan diikuti kajian kembali terhadap zonasi KKP, demikian juga soal pemanfaatannya. Ini akan mengacu pada zonasi yang telah dibuat Pemkab Klungkung sebelumnya. “Sekarang pengurusan izin ponton ditunda dulu. Karena masih ada kajian zonasi yang awalnya dibuat kabupaten,” sebutnya. Berdasarkan data terakhir, jumlah ponton mencapai 22 unit yang tersebar di sejumlah titik. Itu dipergunakan untuk mendukung wisata bahari yang cukup diminati

wisatawan. “Jumlah ponton cenderung bertambah mulai tahun lalu. Tetapi sudah semuanya sesuai ketentuan,” imbuh Karyawan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sempat mengatakan cukup lamanya proses pengalihan kewenangan itu menyebabkan pemkab ragu dalam melaksanakan kegiatan. Terlihat dari kecilnya serapan anggaran pada Dinas Perikanan dan Kelautan yang kini menjadi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. “Serapan anggaran di bawah target. Ada kegiatan yang tidak bisa jalan. Salah satunya transplantasi terumbu karang,” ungkapnya usai penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban bupati 2013-2018 di DPRD Klungkung. Ketua Komisi I DPRD Klungkung I Nengah Mudiana juga mendesak pemerintah segera menuntaskan segala proses. “Sesuai aturan, daerah pesisir nol sampai

12 mil menjadi kewenangan provinsi. Kabupaten telah menyerahkan ini lebih dari dua kali. Namun belum mendapat kepastian penerimaan dari provinsi. Sehingga wilayah pesisir itu menjadi abu-abu,” ungkapnya. Politikus partai gerindra ini menyebutkan dengan statusnya demikian, akan mengancam kawasan perairan. Investor bisa saja menempatkan ponton secara semena-mena untuk mendukung wisata bahari, tanpa memperhatikan aspek lingkungan. Tak dimungkiri, hal itu sudah sempat terjadi di beberapa lokasi. “Tetapi dari aturan, sudah jelas yang memiliki kewenangan pengelolaan ada di provinsi. Harusnya ini sudah bisa diselesaikan. Kalau sekarang, maaf saya bilang kasar, KKP ini seperti anak haram. Anak yang tidak ada orang tuanya,” kata wakil rakyat asal Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung ini. (kmb45)

Semarapura (Bali Post) Gedung Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Klungkung belum sepenuhnya mantap. Masih ada yang mengalami kerusakan. Usianya yang cukup tua, ditambah guncangan gempa 7,0 SR beberapa waktu lalu menjadi penyebab makin banyaknya sekolah rusak. Tercatat ada 20 SD yang kondisinya hingga sekarang rusak.

masing-masing di SMPN Satap Batukandik, Satap Pejukutan dan Satap 2 Batukandik, Kecamatan Nusa Penida. “Masingmasing anggarannya (pembangunan lab - red) Rp 320 juta,” jelasnya. Soal kerusakan bangunan sempat diakui Kepala Dinas Pendidikan Klungkung, Dewa

Gde Darmawan. Penanganan tetap menjadi prioritas pemkab dan ditargetkan sudah tuntas pada 2019. “Meskipun ada kerusakan, tetapi sekolah itu sudah menerapkan standar pelayanan minimal untuk pendidikan,” jelasnya. Selain itu, sejumlah sekolah juga masih ada yang belum dileng-

kapi panyengker. Hal ini tentu mempengaruhi keamanan. Ditegaskan, penanganan juga akan dilakukan. “Kami ingin seluruh sarana-prasarana sekolah benar-benar lengkap. Tetapi ini tetap tergantung pada anggaran,” kata mantan Kepala SMPN 1 Semarapura ini. (kmb45)

Bali Post/sos

NUSA PENIDA - Perairan Nusa Penida. Dalam proses pengalihan kewenangan pengelolaan dari pemerintah Kabupaten Klungkung ke Provinsi Bali, izin penempatan ponton untuk sementara ditunda.

Soal Pembuangan Orok di Penasan

Polisi Tangkap Pelaku, Ada Keterlibatan Dukun

Semarapura (Bali Post) Kasus temuan orok di saluran irigasi Subak Penasan, Dusun Penasan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan berhasil diungkap Unit Reskrim Polsek Banjarangkan. Setelah sebelas hari melakukan penyelidikan polisi akhirnya menangkap terduga pelaku pembuangan berinisial KDG (19). Selain itu, polisi juga membekuk kekasihnya, I Wayan DA (18). Pemuda asal Dusun Selat, Desa Banjarangkan ini masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi pariwisata. Pengembangan terus dilakukan pihak kepolisian. Terungkap dalam melancarkan aborsinya, ada juga keterlibatan dukun asal Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Ni Wayan A. Ia pun telah ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan informasi, KDG sempat dua kali diantar ke tempat praktik dukun 70 tahun ini dan perutnya diurut. Kapolsek Banjarangkan AKP Luh Wirati membenarkan soal penetapan dukun itu sebagai tersangka, namun belum ditahan lantaran masih menjalani pemeriksaan. Pihaknya pun belum bisa membeberkan lebih dalam terkait tindakan aborsi itu. “Besok (hari ini - red) akan dirilis. Disampaikan mendetail,” jelasnya, Minggu (9/9) kemarin. Khusus untuk KDG, sebutnya, masih menjalani perawatan di RSUD Klungkung akibat menderita infeksi. Pengungkapan kasus yang mengejutkan warga ini dikatakan tak lepas dari dukungan masyarakat maupun Satuan Reserse Kriminal Polres Klungkung. Seperti berita sebelumnya, orok tersebut ditemukan 27 Agustus lalu, pertama dilihat Kepala Dusun Penasan I Made Parwata sekitar pukul 08.00 Wita. Ketika ia mengantar istrinya, Wayan Srijani, ke sawah hendak memetik bunga. Sesuai hasil pemeriksaan, panjang orok perempuan itu 25,5 sentimeter dan berat 600 gram. Diperkirakan umurnya lima sampai enam bulan. Sempat dilakukan tes DNA untuk mengungkap identitas orangtuanya, sebelum akhirnya dikubur. (kmb45)

20 Gedung Sekolah Dasar Rusak

Kasi Kelembagaan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Klungkung I Nyoman Sukadana, Minggu (9/9) kemarin menjelaskan, dari 139 SD yang tersebar di Kecamatan Klungkung, Dawan, Nusa Penida dan Banjarangkan, tercatat 20 masih mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya SDN 1 Lembongan, SDN 1 Getakan, SDN 2 Bungbungan. Namun demikian, kondisi itu tidak menghambat proses belajar mengajar. “Gempa beberapa waktu lalu juga mempengaruhi kerusakannya,” jelasnya. Usulan perbaikan, sambungnya disampaikan pada tahun anggaran 2019. Seluruhnya berupa rehab. Tidak ada yang harus dilakukan pembangunan ulang. Anggaran yang diperlukan kisaran Rp 285 juta hingga Rp 300 juta untuk setiap sekolah. Itu juga mengacu pada lokasi.

Nusa Penida misalnya, sebagai wilayah kepulauan, biaya angkut material lebih besar jika dibandingkan daratan. “Mudah-mudahan bisa mendapat anggaran,” sebutnya. Khusus tahun ini, dilakukan pembangunan 20 kelas belajar. Yakni, SDN 1 Semarapura Kangin dua ruangan dengan anggaran Rp 540 juta, di SDN 2 Semarapura Tengah empat ruangan beserta bangku belajar dengan total anggaran sekitar Rp 900 juta, SMPN 1 Banjarangkan empat ruang kelas dengan anggaran Rp 850 juta, SMPN 1 Nusa Penida tiga ruangan dengan anggaran Rp 900 juta, SMPN Satap Selat empat ruangan dengan anggaran Rp 1,15 miliar, dan SMPN 6 Nusa Penida tiga ruangan dengan pagu Rp 750 juta. Selain itu ada pula tiga laboratorium IPA menggunakan dana alokasi khusus (DAK),

Bali Post/dok

RUSAK - Salah satu Sekolah Dasar (SD) yang mengalami kerusakan. Terlihat sejumlah siswa melakukan proses belajar.


Senin Pon, 10 September 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Karyawan SMK Admin & MM Hub: PT MPG / 08113800837(WA) Email: infompgvisa@gmail.com

B.BP.001.09.18.0000459

Dcr Sopir Pribadi di Nusa Dua yg Tinggal di Nusadua/Jimbaran Telp.0361 289700/085737168071 B.BP.153.09.18.0000367

Cr PRT Wnt,Tgl dlm + Sopir bs Matik tgl luar 085238127777 B.BP.004.09.18.0000511

Dcr 2 Satpam,3 Tk Kbn, 3 Bersh Villa/Msk Hub Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Krbkn Ph 4731979

B.BP.154.09.18.0000493

3 Sopir SMA Jl.Tunjung Sari Gg Kenanga No.2A Gatsu Barat,Gaji UMR,Serius Kerja,087860886822

B.BP.001.09.18.0000468

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat Line WA.081375409869&087754689692

B.BP.004.09.18.0000489

Dibutuhkan Segera Tukang Jahit Borongan utk Daerah Kerobokan dan Mendapat Tunjangan2 WA 085857064218

B.BP.004.09.18.0000356

Cr Admin/Dgtal Printer Pria bs Comp Min SMA 082139313737

B.BP.004.09.18.0000164

Dbthkn Staff Housekeeping utk Area Jimbaran,Tnggl dlm,Brpglm bs. Bhs Inggris & bs Handle Breakfast.Gj .3-4Jt Telp.(0361) 289742CV:asahrd2018@gmail.com

B.BP.001.09.18.0000478

Dcr Staff Reservation Crew&Kapten Boat Hub Jl.Tirta Ening No.1 Sanur Tlp. 288829

B.BP.001.09.18.0000106

Dcr“ 4 krywn wnt u/toko&tmpt mkn di Gnyr.WA 087849716063

B.BP.004.09.18.0000516

Dcr Sopir, Min SMA, Pglm 2Thn Dcr PRT, TidurDlm,085829145389

B.BP.004.09.18.0000515

Dcr sopir pariwisata Srt Lmr kirim: Jl.Gelogor Carik No.3 Hub.Ibu Pande 0361-767760 B.BP.001.09.18.0000301

Dicari Sopir Pribadi Hub. Komang 085100454671

B.BP.004.09.18.0000433

Looking for Bartender and Server Min 2years Experience must Speak English and Work Night Legian Area. Please Whatapp +61414301036

B.BP.154.09.18.0000443

Dibutuhkan 1 Orang Guru SD. Syarat:S1 PGSD/Sastra Inggris. Denpasar Children Centre, Tlp:(0361) 725725

Rcpt Dcr u/Fitness Sanur Penampilan Menarik Hub.081802987999

B.BP.153.09.18.0000369

Villa Seminyak Teknisi Enginer Listrik Mekanik, 081999882123

B.BP.001.09.18.0000411

B.BP.004.09.18.0000434

Dibutuhkan Waitress untuk Restoran di Ubud.Hub / Wa 085100620505/Bawa Lamaran ke Atman Kafe Jl.Hanoman 38 Ubud

We are Looking for Housekkeping Staff who has Experiences and Hard Working Person.Understanding and able to Speak English Seminyak,Ubud,Sanur&Canggu Area Tlp.(0361) 289742 CV: asahrd2018@gmail.com

B.BP.004.09.18.0000513

Dicari D3/S1 Teknik Elektro Hub.(0361) 221932

B.BP.001.09.18.0000469

Dicari Karyawati Rumah Tangga Legian Kuta.SMS:081239995037

B.BP.001.09.18.0000479

Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar

B.BP.001.09.18.0000270

Dicari SPG Fashion Seminyak Area.Well Spoken English and Very Interactive with Customer Gaji Plus Bonus,WA 08158029981

G.01

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

B.BP.004.09.18.0000355

Dstributor Nas.Bth Adm Piutang Brpnglmn Penempatan Klungkung Hub.PT.Dwiniaga Pratama Sarana Jl.P.Moyo 2 Pedungan T.720882

G.02

Tukang masak ikan bakar khas Jimbaran dan Klungkung. Lamaran ke SMS 0818621818

B.BP.001.09.18.0000467

Job Ausi Jepang Kebun KupasBawang082247012462/081246235608

G.11

B.BP.154.09.18.0000492

Pembantu Wanita Tinggal Dalam, Gaji=1,5 Jt/bln : 082349227530

B.BP.001.09.18.0000402

BIRO JASA

Free

G.03

Tenaga SMTA-SMK punya SIM C untuk tenaga serabutan produksi air RO untuk di Kuta. Lamaran ke SMS 0818621818

G.08

Sopir SIM A untuk distribusi air, Lamaran ke SMS 0818621818 G.09

Satpam/Waker tamat SMP/SMA. Lamaran ke SMS 0818621818 G.10

Cook, Barista, Waiter. Lamaran ke SMS 0818621818 G.12

DIJUAL MOBIL SUZUKI

DIJUAL TANAH For Sale:Tanah Dkt Perum Praja Gading 26,65Are&Padang-Padang Labuansait 42Are,H.08123804558 B.BP.001.09.18.0000410

T10A,LD30m.BonusKost”an Aktif. Hitung Hrg Tnh saja Rp:4.3M Lok.G.Agung Dps.087761724888 B.BP.004.09.18.0000350

Tanah Kvl di Mengwi 135Jt/A & 75Jt/A,Bs Kredit, 087862450004 B.BP.001.09.18.0000134

DIJUAL RUKO Ruko Daerah Sesetan Harga Mulai 1M,Hub.08123983100 B.BP.001.09.18.0000485

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.09.18.0000028

BIRO JASA

Dilelang Suzuki Pick Up Asli Bali. Hubungi:089619874461

ALUMINIUM

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

n

Desig

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

DIJUAL RUMAH ALUMINIUM

DIJUAL RUMAH

Koperasi Wanita Raka Dewi Bali Membthkn:1)Manager:S1, pglm 2th dibdngnya, L/P max.45th; 2)Kasir:S1/sdrjt,wnt,max.30th; 3)Admin:S1/sdrjt,bisa Bhs Inggris/ Mandarin wnt, max.27th; 4)Accounting:S1 brpnglm 2 th dibidngnya, max.35 th.Krm CV: ketua@rakadewibali.com/ WA: 081353976118/Hub. lebih lanjut: www.rakadewibali.com

Siap Bantu Pajak SPT Tahunan & BulananNPWPSIUP 081338344155

Money Back Guarantee �

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Sopir SIM A untuk sopir Canvas air minum domisili Tabanan/Dps. Lam.E:coffeebali18@gmail.com

G.07

BENGKEL LAS

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.09.18.0000319

B.BP.001.08.18.0000894


BANGLI

14

Senin Pon, 10 September 2018

Bangun Danau Buatan di Suter

Pemkab Siapkan Anggaran Rp 15 Miliar Bangli (Bali Post) – Rencana pembangunan danau buatan di wilayah Desa Suter, Kintamani sebagai salah satu upaya untuk menangani masalah meluapnya Danau Batur, akan direalisasikan Pemkab Bangli tahun 2019 mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk membangun danau buatan tersebut cukup besar, mencapai Rp 15 miliar.

Bali Post/kmb40

AIR - Kondisi jalan di Desa Buahan yang terendam luapan air Danau Batur beberapa waktu lalu.

Dapat Kucuran Dana TP Rp 6 Miliar

Pemkab Bangun Pasar Desa Catur Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli berencana membangun sebuah pasar di Desa Catur, Kintamani. Anggaran yang disiapkan mencapai miliaran rupiah, bersumber dari dana tugas pembantuan (TP) yang dikucurkan pemerintah pusat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya mengatakan, pada tahun 2018 Pemkab Bangli mendapat kucuran dana tugas pembantuan dari pemerintah pusat Rp 6 miliar. Bantuan dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun pasar di Desa Catur. Dijelaskan Sudibya, kenapa pasar Desa Catur dipilih, karena keberadaan pasar selama ini menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat sekitar. Jumlah pedagang di Pasar terse-

but cukup banyak mencapai 200 orang lebih. Selama ini pasar yang ada di desa setempat kurang representatif dan masih berupa bangunan semipermanen. “Sekarang masih berupa lapak-lapak. Dengan dana TP ini akan dibangun pasar baru,” jelasnya, Minggu (9/9) kemarin. Lebih lanjut dikat a k a n Sudibya, bahwa

dipilihnya Desa Catur untuk diberi bantuan pembangunan pasar karena luas lahan di pasar setempat cukup luas. Status kepemilikan lahannya juga sudah jelas. Hal itu sesuai dengan persyaratan pembangunan pasar. “Kenapa juga kita pilih Desa Catur

Nengah Sudibya

Bali Post/kmb40

mengingat wilayah Badung yang berbatasan dengan Desa Catur saat ini sedang giat-giatnya membangun. Sehingga kita memandang perlu dibangun Pasar di Desa Catur untuk persiapan dan menunjang perekonomian masyarakat sekitar,” jelasnya. Sejauh ini rencana pembangunan pasar di Desa Catur masih dalam tahap pelelangan. Jika proses lelangnya lancar dan tidak ada halangan, pada bulan September pembangunannya akan mulai dilakukan. Ditargetkan pembangunan pasar tersebut rampung dalam kurun waktu 100 hari. “Nanti setelah selesai akan diutamakan untuk pedagang-pedagang yang memang sudah berjualan di sana yang menjual kebutuhan pokok masyarakat,” kata Sudibya. (kmb40)

Ekspor Kopi, Petani Terkendala Akses Pasar

KOPI Kintamani menjadi salah satu komoditi pertanian unggulan yang banyak dihasilkan petani di Kintamani, selain jeruk. Cita rasanya yang khas membuat kopi Kintamani tak hanya diminati masyarakat di dalam negeri, namun juga luar negeri. Meski sudah dikenal hingga ke luar negeri, tak banyak petani kopi di Kintamani yang mau memasarkan kopinya dengan cara mengekspor langsung keluar negeri. Petani kopi di Kintamani lebih memilih menuai biji kopi hasil panennya dalam bentuk gelondongan merah hingga mengolahnya dalam bentuk HS (berkulit tanduk kering) atau biji hijau (green been).

belum punya mesin untuk sortasi sehingga harus dilakukan manual,” jelasnya, Minggu (9/9) kemarin.

Kenyataan itu diakui salah seorang petani kopi di Desa Catur, Kintamani, Gusti Mangku Rupa. Dia mengatakan kopi arabika Kintamani selama ini telah dikenal dunia. Kopi Kintamani yang sudah bersertifikat sejatinya memiliki banyak peminat di luar negeri. Pasar ekspor kopi kintamani cukup lebar. Akan tetapi, tak banyak petani kopi lokal di Bangli yang mengekspor kopinya langsung ke luar negeri. Menurut Gusti Mangku Rupa, penyebab petani kopi lokal enggan mengekspor langsung kopinya, karena terbatasnya akses pasar ekspor. Pasar ekspor selama ini dikuasai eksportir besar. Di samping itu petani juga masih terkendala surat izin ekspor. Karena itulah, petani selama ini lebih memilih menjual kopinya kepada eksportir. “Kendala lain karena selain pemasaran adalah tenaga kerja untuk sortasi. Menyoroti kopi untuk mencari grade yang diinginkan lumayan berat. Petani juga

KOPI – Seorang petani di Kintamani sedang menjemur biji kopi.

Rupa mengatakan, selama ini sejatinya sempat dibentuk koperasi MPG (Masyarakat Perlindungan Geografis)

Bali Post/ina

yang dikelola pihak provinsi. Tujuan dibentuknya koperasi itu untuk menghimpun seluruh produksi kopi petani menuju pasar ekspor. Akan tetapi, koperasi tersebut tidak bisa berjalan sesuai harapan. Koperasi yang dibentuk 2013 lalu itu hanya sempat melakukan ekspor beberapa kali. Dirinya berharap, keberadaan koperasi tersebut bisa kembali aktif. Di samping itu dia juga berharap ada perhatian dari stakeholder terkait pemasaran kopi di Bangli, sehingga pemasaran bisa maksimal. Sementara itu, disinggung mengenai harga kopi saat ini, Rupa menyebutkan cukup baik dalam beberapa tahun terakhir. Pada musim panen terakhir, harga kopi gelondong merah tembus Rp 9.500 per kilogram. Sementara kopi HS tembus Rp 65 ribu per kilogram dan green bean Rp 90 ribu per kilogram. Pada tahun 2012 hingga 2014 harga kopi sempat anjlok. Untuk yang gelondong merah, hanya laku dijual Rp 6 ribu, HS Rp 30 ribu hingga Rp 31 ribu, dan green bean Rp 40 ribu. (ina)

Sekda Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra, Minggu (9/9) kemarin mengatakan, untuk membangun danau tersebut, Pemkab Bangli melalui Dinas PUTRPerkim telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED). DED yang telah dibuat tahun 2017 lalu itu, saat ini telah dilakukan penyesuaian dengan pola mengikuti inflasi. “Pembuatan DED dibantu dari perwakilan Kementerian PU yang ada di Bali,” kata Giri Putra. Selain menyiapkan DED, untuk mewujudkan pembangunannya Pemkab Bangli juga sudah merancang anggaran. Giri Putra mengatakan, besaran anggaran yang dipasang dalam APBD induk 2019 untuk membangun danau buatan sebesar Rp 15 miliar. Secara umum, dia menjelaskan danau itu dibangun sebagai salah satu solusi mengatasi meluapnya air

Danau Batur. Danau tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk menampung luapan air danau Batur yang akan diangkat menggunakan teknologi mesin. “Mengenai teknisnya nanti bisa minta penjelasan ke Dinas PU,” terangnya. Ditambahkan Giri Putra, sesuai perencanaan, danau buatan akan dibangun di wilayah Suter. Namun mengenai lokasi lahannya masih belum dipastikan. Disebutkan Giri Putra ada dua alternatif lahan yang rencananya akan dipakai, yakni lahan milik desa dan lahan milik kementerian kehutanan. Mengingat dana yang dibutuhkan untuk membangun danau buatan cukup besar, pihaknya tetap mengharapkan ada dukungan dana dari pemerintah pusat. “Mudah-mudahan tahun 2019, ada anggaran yang bisa diberikan oleh pusat untuk kita,” harapnya. Sebagaimana yang dike-

tahui, meluapnya air Danau Batur selama ini telah mengakibatkan puluhan rumah dan lahan pertanian terendam. Tak hanya itu fasilitas jalan di beberapa desa di pinggir danau juga digenangi air. Menyikapi hal itu, Bupati Bangli I Made Gianyar beberapa waktu lalu mewacanakan akan membangun sebuah danau buatan di wilayah Suter. Hal ini sebagai salah satu solusi permanen untuk menangani masalah meluapnya air danau. Nantinya danau buatan itu akan dimanfaatkan untuk menampung luapan air danau yang diangkat menggunakan teknologi otomatis. Sehingga air itu bisa dimanfaatkan oleh wilayah-wilayah yang selama ini mengalami kekurangan air seperti di Suter, Landih, Pengotan dan sekitarnya. Gianyar menargetkan, rencana itu bisa terealisasi pada tahun 2019 mendatang. (kmb40)

KPU Minta Parpol Setor Rekening Khusus Kampanye

Bangli (Bali Post) Jelang masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli, Minggu (9/9) menggelar sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu Tahun 2019. Dalam sosialisasi tersebut, KPU mengingatkan kepada seluruh peserta pemilu untuk menyetorkan rekening khusus dana kampanye. Rekening itu harus sudah disetorkan minimal sehari sebelum dimulainya masa kampanye. Kegiatan sosialisasi tentang kampanye dilaksanakan di aula kantor KPU Bangli. Sosialisasi menghadirkan seluruh pimpinan parpol, Bawaslu, Ketua dan Anggota PPK, perwakilan Polres, Kodim, Dinas Satpol PP dan Damkar, Badan Kesbangpolinmas Kabupaten Bangli dan sejumlah undangan lainnya. Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan untuk mengingatkan bahwa ada banyak tugas yang harus dikerjakan parpol dalam rangka persiapan masa kampanye. Salah satunya yakni menyiapkan rekening khusus dana kampanye. Dikatakannya, rekening khusus yang harus disetorkan ke pihak penyelenggara, berbeda dengan rekening parpol maupun rekening pribadi. “Setelah itu baru kita latih tim kampanye bagaimana mereka membukukan dana kampanye. Karena tidak boleh lagi ada orang per orang di parpol

Bali Post/kmb40

KPU - Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan saat menyosialisasikan PKPU No. 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu Tahun 2019 di KPU Bangli, Minggu (9/9) kemarin. yang menggunakan uangnya sendiri di kantong untuk dibelikan sesuatu seenaknya,” jelasnya. Selain soal rekening khusus dana kampanye, dalam sosialisasi itu, KPU Bangli juga menyampaikan kesiapannya untuk memfasilitasi pembuatan alat peraga kampanye (APK). APK yang akan difasilitasi untuk masing-masing parpol berupa baliho dan spanduk, dengan jumlah yang sudah ditentukan KPU. Sedangkan untuk pembuatan desain APK, diserahkan kepada masing-masing parpol. Mengingat pelaksanaan kampanye sudah akan dimulai dalam waktu dekat, yakni 23 September ini, para parpol diminta untuk membuat desain APK mulai dari sekarang. “Jangan

sampai desainnya muncul bulan November, Desember sehingga kita tidak bisa berbarengan untuk melakukan fasilitasi. Lebih bagus kita buatkan bersamaan,” kata Lidartawan. Dalam sosialisasi kemarin, KPU juga menyampaikan soal ditemukannya daftar pemilih tetap (DPT) yang terindikasi ganda oleh Bawaslu saat rapat pleno penetapan DPT di pusat. Dari 186.870 pemilih yang telah ditetapkan dalam DPT, jumlah DPT ganda yang ditemukan sebanyak 48. Kemudian saat rapat di provinsi, DPT yang ditemukan ganda bertambah menjadi 322. “Hari ini kita mulai kerjakan. Kita akan cek. Kalau betul identik kita akan eksekusi,” katanya. (kmb40)


15

Senin Pon, 10 September 2018

Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.

SMPN 1 Gerokgak SDN 6 Sumerta Ketut Edy Surya Ketut Astawa Rani Ibu Emi Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp 2.510.000 Rp 750.000 Rp 100.000 Rp 100.000 4 dus pakaian layakpakai pakaian layak pakai 3 dus pakaian layak pakai Rp 3.460.000 Rp 474.674.367 Rp 478.134.367

Makin Ketat Dari Hal. 1 Seiring dengan perkembangan dinamika perekonomian global, tingkat persaingan usaha menjadi semakin ketat seiring dengan terus berkembangnya dukungan teknologi digital dalam segala aspek perekonomian. Kondisi tersebut semakin menuntut kebutuhan akan produk yang berkualitas, kreatif, unik, dan memiliki nilai tambah tinggi. ‘’Sebagai bagian dari masyarakat global, kita tidak boleh menutup mata akan perkembangan teknologi, melainkan harus memiliki kewaspadaan yang tinggi dalam memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi digital tersebut. Hendaknya kita terus mengembangkan diri dan organisasi yang kita pimpin, agar dapat bertahan, bahkan menjadi pemimpin di era digitali ini,’’ ungkap Iman yang kerap dipanggil Cik ini. KPw BI Provinsi Bali sebagai strategic advisor bagi pemerintah daerah harus dapat memberikan rekomendasi berkualitas tinggi. Rekomendasi ini tentunya didukung oleh data dan

kajian yang kuat untuk mengoptimalkan pembangunan ekonomi di daerah termasuk dalam pengembangan startup berbasis digital sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam acara temu responden itu, BI menghadirkan seorang pengusaha yang berkiprah di bidang digital, Adhitya Pramono. Anak muda ini merupakan pendiri dan CEO Triponyu. com, sebuah platform bisnis online yang memberikan akses bagi traveler dan local guides untuk saling terhubung. Kiprahnya yang sukses mengembangkan Triponyu.com hingga memberikan dampak yang besar pada industri kreatif, mendapat apresiasi dari UNWTO. Apresia itu berupa Awards for Innovation in Tourism ke-14. ‘’Melalui sharing ini, kami berharap dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta meningkatkan motivasi para pelaku usaha dan stakeholder, sehingga dapat beradaptasi dengan transformasi era konvensional ke era digital dan dapat menjadi leader di bidang usahanya,’’ ungkapnya. (kmb42)

Bali Post/ant

EVAKUASI - Petugas mengevakuasi bus berpenumpang puluhan wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9) kemarin. Kecelakaan tunggal yang terjadi pada Sabtu (8/9) itu mengakibatkan 21 orang meninggal dan 18 orang luka-luka.

Kader Demokrat Jadi Relawan Pemenangan Jokowi

Surabaya (Bali Post) –

Nama Gubernur Jawa Timur Soekarwo masuk sebagai Dewan Pembina Bravo-5 Jatim yang menjadi salah satu relawan pemenangan pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin untuk Pemilihan Presiden RI 2019. ‘’Ya, sebagai dewan pembina dan akan membantu tim ini,’’ ujar Ketua Umum Bravo-5 Jatim Ubaidillah Amin Moechammad, Sabtu (8/9) malam. Menurutnya, masuknya nama Soekarwo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim tersebut sudah melalui komunikasi dan tidak asal mencatat nama untuk dimasukkan. ‘’Beliau adalah tokoh Jatim dan sangat dibutuhkan pemikirannya. Untuk

komunikasi dan koordinasi juga sudah,’’ ucap Gus Ubaid, sapaan akrabnya. Selain nama Pakde Karwo, sapaan akrabnya Soekarwo, terdapat juga di posisi sama Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa, Laksamana TNI (Purn) Mar-

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan, S.E., M.Si. sebelumnya mengatakan, sejak tahun 2010 kontribusi pertanian terhadap PDRB terus mengalami penurunan. Sebelumnya kontribusi pertanian mencapai 17 persen. Namun pada triwulan II 2018 ini kontribusi pertanian 13,95 persen.

Lanjutnya, di sisi lain pariwisata Bali terus mengalami peningkatan. Terlihat dari kontribusi akmamin pada pertumbuhan PDRB 23,19 persen pada triwulan II 2018. Wisatawannya pun tumbuh 22 persen (triwulan II 2018 dibandingkan triwulan I 2018). Dengan data statistik tersebut, terlihat pertumbuhan antara pertanian dan pariwisata tidak seimbang. Padahal pertanian digadanggadang sebagai penopang eko-

nomi Bali selain pariwisata. Namun nyatanya sektor pariwisata lebih menjanjikan dan cepat menghasilkan bagi masyarakat untuk dikerjakan. Tak hanya itu pariwisata juga mampu menyelesaikan masalah-masalah seperti kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dengan cepat. Tak heran kepala daerah mengejar pariwisata sebagai penopang ekonomi karena itulah yang menjadi indikator keberhasilan seorang pemimpin. (kmb42)

Tegeh Kori Dari Hal. 1 Selain membuka pesamuan agung, Gubernur Koster juga melakukan penandatanganan prasasti dan

meresmikan Kantor Sekretariat Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori. Tampak hadir tokoh-tokoh Pasemetonan Agung Nararya Dalem Bencu-

luk Tegeh Kori seperti Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry dan anggota DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III serta tokoh lainnya. (ad529)

PESAMUAN AGUNG - Para peserta Pesamuan Agung VIII Tahun 2018 Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori foto bersama dengan Gubernur Wayan koster, Minggu (9/9) kemarin.

Joko Widodo di pilpres. Dia juga membantah partainya disebut bermain di ‘’dua kaki’’. Dia menjelaskan, tak mungkin bisa memaksakan mendukung daerah yang mayoritas sudah solid mendukung Jokowi. ‘’Sepeti di NTT, Bali atau di Papua di sana juga bukan basis Prabowo. Kalau namanya pengkhianatan dari kami adalah kalau di basis Pak Prabowo kami enggak dukung dia,’’ kata Andi. (ant/kmb)

Roy Suryo

Alami Penurunan Dari Hal. 1

setio, Laksdya TNI (Purn) Fred Lonan, Doris Pandjaitan serta Yoke C Katon. Di tempat sama, Ketua Umum Bravo-5 Pusat Jenderal TNI (Purn) Fachrul Rozi juga membenarkan dalam struktur kepengurusan di dewan pembina

terdapat nama Pakde Karwo bersama sejumlah tokoh lainnya. ‘’Secara pribadi saya belum bertemu beliau, tapi dengan rekan-rekan di sini sudah. Harapan kami beliau memberikan masukan-masukan berarti untuk pemenangan Pak Jokowi,’’ katanya. Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menegaskan partainya bukan memberikan dispensasi pada kadernya yang mendukung

Dari Hal. 1 Seperti di Papua, yang diakuinya hampir semua masyarakat mendukung Jokowi. ‘’Kami juga akan melakukan klarifikasi resmi kepada pihak-pihak yang dianggap, tapi memang ada juga daerah yang mendapat dispensasi khusus ya, karena kami juga sebagai partai tidak ingin partai kami ini jeblok di sana,’’ kata Ferdinand. Dispensasi dimaksud yaitu Demokrat lebih memilih menyelamatkan kader-kadernya untuk suksesi pemilu legislatif. Jangan sampai caleg-caleg Demokrat di Papua tidak dipilih karena Demokrat di Papua tidak mendukung Jokowi di sana. ‘’Kami hormati itu, jadi kami tidak mau juga mengorbankan kader kami di sana yang nantinya jadi tidak dipilih rakyat pada saat pileg karena garis politiknya harus utuh ya. Jadi ada dispensasi, nanti kami

akan pikirkan formulanya seperti apa yang tepat. Tapi jangan meninggalkan dukungan kepada Pak Prabowo sebagai capres yang telah kami dukung secara resmi,’’ ungkapnya. Roy Suryo Terkait Roy Suryo, Demokrat memberikan tenggat waktu (deadline) tujuh hari ke depan kepada Wakil Ketua Umum Demokrat itu guna menyelesaikan kasusnya dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Menpora di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu diketahui belum mengembalikan aset negara milik Kemenpora yaitu sebanyak 3.226 unit barang senilai Rp 9 miliar. ‘’Poin utama, Roy Suryo diberikan waktu tujuh hari atau seminggu untuk menyelesaikan masalah ini,’’ tegas Ferdinand Hutahaean.

Tenggat waktu 7 hari, kepada Roy yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu merupakan keputusan rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (7/9). Selain itu, Roy Suryo juga diminta segera menemui Menpora saat ini Imam Nachrowi dan pimpinan serta auditor BPK untuk

menindaklanjuti surat tertulis bernomor 5.2.3/SET.BIII/2018 perihal permintaan Kemenpora agar dia mengembalikan 3.226 barang milik negara berdasarkan hasil audit lembaga auditor negara tersebut. ‘’Melakukan klarifikasi barang apa saja yang dibawa pulang dan kalau memang benar dibawa pulang, supaya dikembalikan,’’ kata Ferdinand. (kmb4)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Senin Pon, 10 September 2018

TERPANJANG - Mobil VW Combi terpanjang menyita perhatian pengunjung dalam Jamnas VW Indonesia ke-49 di Lapangan Bhuana Patra, Singaraja, Minggu (9/9) kemarin.

Jambore Nasional VW Indonesia Ke-49 Tahun 2018 di Buleleng

VW Combi Terpanjang Jadi Perhatian

LAPANGAN Bhuana Patra, Singaraja dipenuhi berbagai jenis mobil Volkswagen (VW). Sekitar 600 unit mobil VW berbagai jenis ini ‘’mejeng’’ serangkaian Jambore Nasional (Jamnas) VW Indonesia Ke-49 Tahun 2018 yang dipusatkan di Buleleng, 8-10 September. Dari ratusan mobil VW asal 81 klub VW di Tanah Air itu, ada satu mobil yaitu VW Combi menjadi perhatian peserta jamnas dan pengunjung. Mobil VW Combi ini menyita perhatian pengunjung karena bodinya paling panjang di kelasnya. Mobil ini menggunakan roda belakang enam buah dan roda depan dua buah atau total delapan roda. Dengan panjang lebih dari 7 meter, mobil VW Combi tahun perakitan 1977 ini memiliki ruang luas den-

gan kapasitas penumpang mencapai 20 orang. Ruang yang luas membuat mobil ini bisa difungsikan seperti layaknya ruang tamu rumah atau ruang rapat kecil lengkap dengan meja dan kursi. VW Combi ini milik peserta wakil Alumni SLUA 1 Saraswati Denpasar. Sejak dipajang, mobil yang dibuat

khusus itu menarik penggemar mobil antik di dalam negeri hingga wisatawan mancanegara. Pengunjung tampak serius mengamati detail mobil dari dekat. Beberapa pengunjung juga menyempatkan diri menengok sisi interior mobil antik tersebut. Juru Bicara (Jubir) Gung

Ari didampingi salah seorang anggota Alumni SLUA 1 Saraswati Denpasar Ketut Merta Wijaya mengatakan, mobil VW Combi ini hanya ada di Bali. Kendati unik, mobil ini sengaja tidak diekspos ke media massa. Bahkan, pernah akan dinilai oleh Museum Rekor Indonesia (Muri), namun tidak jadi karena alasan tertentu dan kesepakatan pengurus alumni. ‘’VW ini bukan milik perorangan tapi kawankawan alumni. Kami sepakat menjadikan mobil antik ini untuk membangkitkan

keberadaan Alumni SLUA 1 Saraswati yang dari berbagai kalangan untuk tetap mengusung semangat manyamabraya (persaudaran) dalam menjalani kehidupan sehari-hari,’’ ujarnya. Mobil VW ini dirancang berkat keahlian salah seorang alumni tanpa menghilangkan desain asli (originalitas - red). VW Combi ini dibuat dengan memodifikasi tiga unit VW combi milik alumni. Ketiga mobil itu bagian mesinnya dipensiunkan, hanya bodi dan bagian kakikakinya dipadukan. (mud)

Bali Post/mud

DRAG RACE - Drag race mobil VW di lintasan Jalan Ahmad Yani, Singaraja, Minggu (9/9) kemarin.

Puluhan Starter Ikuti ’’Drag Race’’ VW

Bali Post/mud

LEPAS TUKIK – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan penggemar mobil VW melepas tukik hasil konservasi swadaya di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Sabtu (8/9).

Lepas Tukik

SUASANA di Pantai Penimbanan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, mendadak ramai, Sabtu (8/9) sore. Objek wisata di jantung kota Singaraja dibanjiri para pencinta mobil Volkswagen (VW). Penggemar VW di seluruh Indonesia termasuk Bali mendatangi tempat konservasi swadaya penyu ini. Selain menikmati suasana pantai berombak tenang di sore hari, penggemar mobil antik ini juga mengisi acara sosial dengan melepas tukik. Hadir Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana didampingi Ketua DPRD Gede Supriatna, Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa, Ketua Panitia Jambore Nasional VW Indonesia Ke-49 Tahun 2018 Made Rai Ridharta dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng Gede Gunawan. (mud)

SEBANYAK 84 starter mengikuti drag race di lintasan Jalan Ahmad Yani, Singaraja, Minggu (9/9) kemarin. Ajang balap ini digelar serangkaian Jambore Nasional Volkswagen (VW) Indonesia Ke-49 Tahun 2018 yang dipusatkan di Kabupaten Buleleng. Selain diikuti pencinta mobil tua, drag race ini juga melibatkan sejumlah pembalap nasional dengan menempuh lintasan sepanjang 201 meter. Drag race dibuka oleh Bupati Buleleng Putu Agus Su-

radnyana (PAS) didampingi Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan Ketua Volkswagen Indonesia Nanan Soekarna. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, drag race ini tidak sekadar event balapan, namun memiliki misi untuk mengenalkan Kabupaten Buleleng. Kehadiran puluhan peserta dan penonton akan memberikan dampak positif bagi dunia pariwisata di Buleleng. ‘’Pembalap, penggemar VW dan penonton banyak, jadi ini

sangat baik untuk pariwisata di daerah kita,’’ ujarnya. Menurut Nanan Soekarna, drag race ini yang pertama digelar di Buleleng. Ajang ini memberi ruang bagi pembalap dan penggemar mobil VW untuk menunjukkan keahlian dan prestasinya dalam dunia balap mobil tua. Selain itu, untuk mengenalkan potensi wisata Buleleng. Sebab, atraksi drag race ini memberikan dampak positif bagi hotel, pedagang kuliner dan lainnya. (mud)

Bali Post/kmb

WABUP – Wakil Bupati Buleleng dan Nyonya Ayu Wardhani Sutjidra (tengah) berkunjung ke Stan Bali Post dan Bali TV.

Edisi Senin 10 September 2018 | balipost.com  

Headline : Kontribusi Pertanian terhadap PDRB Terus Menurun Sejak Delapan Tahun Lalu

Edisi Senin 10 September 2018 | balipost.com  

Headline : Kontribusi Pertanian terhadap PDRB Terus Menurun Sejak Delapan Tahun Lalu

Advertisement