20 HALAMAN
NOMOR 312 TAHUN KE 68
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
minggu umanis, 10 juli 2016
balipost (144 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Bisa Geser Budaya
Bali Perlu Batasi Duktang
Denpasar (Bali Post) Bali dipastikan kembali diserbu penduduk pendatang pada arus balik Lebaran kali ini. Keberadaan penduduk pendatang dari luar Bali membawa konsekuensi tersendiri bagi Pulau Dewata. Salah satunya, terjadinya pergeseran budaya akibat jumlah pendatang yang lebih banyak daripada penduduk lokal. Sementara melarang penduduk pendatang juga tidak bisa dilakukan, karena Bali masih menjadi bagian dari NKRI. “Kalau menurut saya duktang itu perlu dibatasi. Jadi paling tidak, itu diawasi kemudian katakanlah setiap wilayah yang akan dimasuki, di sana ada pecalang, klian banjar, klian adat menanyakan keterampilan yang dipunyai pendatang itu,” ujar anggota Komisi IV DPRD Bali, I Gede Suamba, kepada Bali Post, Sabtu (9/7) kemarin. Suamba menjelaskan, para pejabat adat atau banjar itu mesti melakukan klarifikasi terhadap keberadaan pendatang. Dalam hal ini harus jelas apa tujuan mereka datang ke Bali. Kalau memang untuk mencari
Pemerintah Harus Tegas Tindak Duktang
Antoine Griezmann
JIKA diperhatikan perkembangan Kota Denpasar sebagai kota metro, niscaya tiap tahun mengalami pertumbuhan yang tidak dibarengi dengan skill dari penduduknya. Kebanyakan setengah dari penduduk kota metro ini (Kota Denpasar -red) dihuni oleh kaum pendatang. Saat ini, penduduk Kota Denpasar sudah mencapai 800 ribu jiwa dan sebagian berasal dari Kabupaten Tabanan, Gianyar, dan Klungkung. “Melihat fenomena seperti itu, mestinya kaum pendatang jangan mengajak sanak saudara ke Kota Denpasar yang hanya berjualan atau menjadi buruh kasar. Demikian pula para pengembang proyek untuk menggunakan buruh lokal dan tidak mencari
Final Euro 2016
lagi buruh luar walaupun murah, tetapi berdampak lanjutan,” tegas Dr. Gde Made Swardhana, S.H., M.H. Sabtu (9/7) kemarin. Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan penduduk datang (duktang), semua pihak termasuk pemerintah harus bertindak tegas.
Salah satunya adalah pemerintah harus berani mengembalikan warga atau duktang yang tidak memiliki KTP atau tanda pengenal dan memperketat pemberian kipem, khususnya di kelurahan/desa. Hal. 19 Memiliki “Skill”
40 Ribu Menyeberang ke Bali Banyuwangi (Bali Post) Arus balik pemudik ke Bali makin padat di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (9/7) kemarin. Antrean roda empat dan roda dua terus memadati areal parkir pelabuhan. Bahkan, pengen-
dara roda empat harus menunggu hingga dua jam untuk bisa masuk kapal. Diprediksi, puncak arus balik ke Bali akan terjadi Minggu (10/7) ini. Hal. 19 Mulai Padat
Beban Berat Prancis
Paris – Perhelatan Euro 2016 telah mencapai laga puncak. Final akan mempertemukan tuan rumah Prancis kontra Portugal di Stade de France, Senin (11/7) dini hari nanti. Meski diunggulkan, namun tuan rumah tak ingin remehkan lawannya. Prancis berhasil melaju ke pinal setelah sukses menghentikan kutukan 58 tahun, dan meraih kemenangan 2-0 atas Jerman di semifinal melalui 2 gol yang diciptakan oleh Antoine Griezmann. Der Panzer dinilai lawan paling tangguh bagi Prancis, sehingga banyak yang mengunggulkannya di final nanti. Hal. 19 Harapan Publik
Rebut Sektor Informal di Kuta SEKTOR informal memiliki peran yang besar di negara-negara sedang berkembang (NSB) termasuk Indonesia. Sebab, sektor ini memiliki karakteristik seperti teknologi yang sederhana dan padat tenaga kerja dan tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah. Misalnya, pedagang keliling yang menjadi incaran para penduduk pedatang (duktang) yang bermukim di Bali. Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen(YLPK) Bali, Putu Armaya, mengatakan krama Bali mengalami kesulitan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhannya saat libur hari raya, terutama urusan perut. Sebab, sektor ini umumnya diambil para pendatang. Misalnya, dagang gorengan, bakso, sate dan sebagainya, bahkan layanan cuci motor dan laundry juga banyak yang tutup karena para pelaku usahanya mudik. Hal. 19 Sektor Informal
pekerjaan, apakah benar pendatang tersebut sudah memiliki skill atau keterampilan yang memadai. “Biar tidak istilahnya ngapung, tidak ada tujuan akhirnya merugikan diri sendiri. Di satu sisi merugikan diri sendiri, karena tidak ada keterampilan akhirnya tidak dapat pekerjaan. Kemudian yang sangat dikhawatirkan, justru nanti hal-hal negatif yang akan muncul,” jelas Politisi PDI Perjuangan asal Tabanan ini. Menurut Suamba, bila pendatang tidak diawasi demikian, maka Bali ini akan cepat penuh. Dari segi daya tampung dan daya dukung, tidak akan mencukupi lagi. Hal. 19 Tak Bisa Melarang
Wirausaha Bali dalam Kondisi Sulit Oleh: A.A. Ngurah Wiraputra
P E R G E R A K AN ekonomi pascalibur panjang Lebaran belum menjanjikan bagi pelaku usaha. Berbagai terobosan yang digulirkan pemerintah yang terakomodasi dalam berbagai paket kebijakan ekonomi belum mmenunjukkan tandatanda sinyal positif. Dalam kondisi begini, wirausaha Bali akan berhadapan dengan kondisi sulit dan berpotensi menjadi penonton, bahkan kolaps. Pascalibur Lebaran ini, Bali juga akan makin sarat beban. Pelaku usaha dan urban akan menjadikan Bali sebagai daerah target mengingat secara ekonomi Bali masih memiliki daya tahan. Hal. 19 Mengelola Ekonomi
BPM/udi
KE BALI - Petugas kapal mengarahkan pemudik yang akan kembali ke Bali masuk ke pelabuhan LCM Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (9/7) kemarin.
Arus Balik Lebaran dan Ketergantungan Bali DI Indonesia, fenomena mudik dan arus balik Lebaran memang unik. Sekitar satu minggu sebelum Lebaran, para perantau berbondong-bondong meninggalkan kota-kota besar, termasuk kota-kota di Bali. Kota Denpasar ‘‘kehilangan’’ sekitar 20-30 persen penduduknya. Selama sekitar seminggu, penduduk asli menikmati sedikit kelengangan, jalanjalan di kota tidak begitu mengalami kemacetan atau krodit seperti hari-hari biasa, meski di tempat-tempat wisata tetap sesak dijejali oleh kedatangan wisatawan nusantara yang memanfaatkan liburan panjang.
Oleh: Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M. Kini arus balik tiba. Bali dikejar oleh penduduk pendatang dari luar Bali. Ada terasa yang ‘‘hilang’’ ketika para pendatang pulang kampung, yakni tidak ditemuinya para pedagang informal yang menyediakan pecel lele, martabak, pisang goreng, dan yang lainnya. Termasuk juga kehilangan para pekerja kasar, loper koran, tukang bangunan, tukang cukur, asisten rumah tangga (PRT), buruh tani dan profesi yang lainnya. Di bidang pekerjaan,
pekerja krama Bali sudah jarang digunakan lagi dikarenakan ‘harga’-nya mahal, seperti tukang bangunan, buruh bangunan, buruh tani, tukang gali, dan yang sejenisnya, di mana ongkosnya bisa dua kali lipat dari para pendatang. Selain mahal, pekerja krama Bali lebih sering minta izin atau libur dengan berbagai alasan adat dan agama, yang berakibat pekerjaan proyek menjadi lambat penyelesaiannya. Lihat saja pada proyek-proyek pembangunan, hampir 90 persen menggunakan pekerja dari kaum pendatang. Di antara semua problem itu, hal yang paling mengkhawat-
irkan adalah nilai-nilai sosial yang menjadi pengintegrasi masyarakat Bali perlahanlahan mulai redup dan tergantikan oleh nilai-nilai sosial yang bersifat hedonis dan materialistis. Masuknya nilai-nilai baru tersebut ke masyarakat Bali, secara perlahan mengakibatkan perubahan karakter orang Bali dalam memandang suatu permasalahan. Dewasa ini orang Bali menjadi seseorang yang dipersepsikan sebagai seorang yang egoistik, sensitif, cenderung materialis, dan yang paling menakutkan adalah munculnya sifat temperamental. Hal. 19 Ubah Temperamental
DAERAH
2
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
FIGUR
Lestarikan Permainan Tradisional
BUPATI Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. menilai keberadaan permainan tradisional di wilayahnya perlu dikembangkan dan dilestarikan. Banyak ruang disediakan untuk mengembangkan permainan tersebut. Misalnya permainan magasing, mangoak-goakan dan lainnya. “Ruang untuk melestarikan adat dan budaya kan sudah saya buka, baik itu di Twin Lake Festival, Bulfest, HUT Kota Singaraja dan lainnya. Nah, di sana perlu dimasukkan permainan tradisionalnya. Permainan tradisional ini akan terus kami kembangkan,” katanya belum lama ini. Ia mengatakan permainan tersebut juga ampuh memikat daya tarik wisatawan. Bentuk permainan tradisional dapat dikemas secara menarik. “Jika pariwisata di Buleleng berkembang, maka nanti akan ada atraksi yang kita kembangkan. Itu bukan saja kegiatan seni budaya, tapi atraksi juga ikut di dalamnya. Sebab, bagaimanapun juga pariwisata harus didukung dengan aktraksi,” ucapnya. Ia mengaku sangat mendukung pelaksanaan permainan tradisional yang dilakukan secara turun-temurun. Ke depan, ia berharap pengemasan permainan lebih digali. “Pelestarian permainan di Desa Panji misalnya. Saya rasa upaya pelestarian sudah disampaikan. Gali lagi potensi detailnya,” imbuhnya. (dgk)
Antisipasi Duktang Pasca-Lebaran
Pemkot Intensifkan Pemeriksaan KTP
Denpasar (Bali Post) Pemerintah Kota Denpasar melalui tim yang dibentuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) akan melakukan razia dan penjagaan di pintu-pintu masuk Kota Denpasar sebagai upaya mengantisipasi meningkatkan penduduk pendatang (duktang) tanpa identias pasca-Lebaran. “Tim ini mulai Senin (11/7) melakukan razia dan pemeriksaaan KTP untuk menekan adanya penduduk liar atau tanpa identitas ke wilayah Kota Denpasar,” kata Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar Nyoman Gede Narendra, Sabtu (9/7) kemarin di Denpasar. Narendra mengatakan, razia akan dilakukan secara serentak di pintu-pintu masuk Kota Denpasar seperti Terminal Ubung dan dilanjutkan di Pelabuhan Benoa. “Mulai Senin sampai Rabu, kami akan gelar pemeriksaan administrasi kependudukan di Terminal Ubung selanjutnya di Pelabuhan Benoa. Untuk Pelabuhan Benoa, kami masih koordinasi dengan pihak Syahbandar Benoa terkait dengan jadwal kedatangan kapal dari daerah lain, sehingga pemeriksaaan bisa berjalan efektif,” kata Narendra. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan camat serta seluruh kepala desa/ kelurahan agar juga melakukan pengawasan dan penertiban penduduk di masing-masing wilayah. Jika lolos di Terminal Ubung atau Pelabuhan Benoa penertiban bisa dilakukan di desa/kelurahan setempat. Ia mengaku, jika Denpasar terbuka dengan penduduk pendatang. Hanya, pihaknya tidak ingin menerima penduduk liar yang tidak melengkapi diri dengan identitas kependudukan. “Kami tidak menghalangi, hanya silakan lengkapi identitas diri demi tertib administrasi, apalagi jika dikaitkan dengan keamanan wilayah dan isu terorisme, masalah identitas diri sangat penting,” ucap Narendra. Sebelumnya, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra juga telah merapatkan semua perangkatnya agar mengantisipasi membeludaknya arus penduduk pendatang pasca-Lebaran. Bahkan, Rai Mantra meminta agar seluruh perangkat desa/kelurahan serius menciptakan tertib administrasi kependudukan. Pengelola tempat tinggal, seperti rumah kos atau rumah kontrakan diminta lebih selektif dan memastikan para penyewa memiliki identitas lengkap. Rai mantra berharap, ada pengawasan partisipatif dari masyarakat atas hadirnya penduduk pendatang. ‘’Semua ini untuk mengantisipasi kehadiran pendatang yang tidak jelas yang pada akhirnya akan menjadi beban daerah, terutama menyangkut keamanan dan kenyamanan serta ketertiban umum,” katanya. Kesiapan aparat di Denpasar dalam mengantisipasi penduduk pendatang juga sudah dipersiapkan dengan baik. Camat Denpasar Barat I.B. Joni Ariwibawa juga sudah merapatkan kades/lurah serta kaling/kadus di wilayahnya. “Mulai Senin ini, kami akan lebih gencar melakukan penertiban dan sidak administrasi kependudukan dengan melibatkan perangkat desa pakraman dan pecalang. Apalagi wilayah kami yang merupakan penduduk yang sangat heterogen harus lebih gencar melakukan pengawasan,” kata Ariwibawa. Hal serupa juga dikatakan oleh Lurah Sesetan Agus Mahardika. Di wilayahnya banyak memiliki kantong permukiman penduduk pendatang. (kmb12)
PEMERIKSAAN - Suasana pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu (9/7) kemarin. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap penduduk yang masuk ke Bali secara berlapis.
Arus Balik Lebaran
Terapkan Pemeriksaan Berlapis di Pelabuhan Gilimanuk
Negara (Bali Post) Arus balik Lebaran mulai terlihat meningkat di Pelabuhan Gilimanuk, pada Sabtu (9/7) kemarin. Para pemudik yang sebelumnya meninggalkan Bali, kini tampak sudah kembali. Petugas yang berjaga di Pelabuhan Gilimanuk pun meningkatkan pengamanan dengan menerapkan pemeriksaan berlapis. Diprediksi, arus balik akan membeludak pada Sabtu malam dan Minggu (10/7) ini. Begitu juga bongkar muat di dermaga Pelabuhan Gilimanuk. Di Pos II Gilimanuk, aparat kepoli-
sian memeriksa surat-surat kendaraan para penduduk pendatang (duktang). Jika tidak lengkap, maka sanksinya akan ditilang. Petugas juga memeriksa barang-barang yang
dibawa dalam kendaraan. Dalam pemeriksaan itu, polisi menggunakan metal detector dan dua anjing pelacak dari unit K-9 Polda Bali. Selain itu, mobil X-Ray juga sudah disiagakan jika ada hal-hal yang mencurigakan. Setelah itu, para penumpang bus akan melewati Pos III, di mana tas dan barang bawaan pendatang juga diperiksa dengan teliti. Penumpang juga harus melewati security gate. Kapolres Jembrana AKBP
Djoni Widodo mengatakan semua penduduk yang datang ke Bali diperiksa dengan ketat dan berlapis. Baik itu yang berlibur ataupun yang sebelumnya mudik (keluar dari Bali -red). Sementara, Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa menegaskan para petugas di Gilimanuk, khususnya di Pos KTP Gilimanuk agar lebih tegas dan teliti dalam melakukan pemeriksaan. “Jika memang tidak bawa identitas lengkap,
pulangkan saja. Begitu juga identitasnya yang meragukan, apalagi KTP mati, jangan mau diajak kompromi atau kongkalikong hanya karena uang. Kami tidak mau lagi dengar ada pungli. Itu benar-benar sudah mencoreng citra Pemkab Jembrana,” kata Sugiasa. Keamanan Bali, katanya, lebih utama dibandingkan dengan hanya uang sogokan. “Jangan pertaruhkan Bali dengan berbagai kepentingan,” tandasnya. (kmb)
Empat Tahun Sakit, Dolar Berpulang Dikenal Lugu dan Sederhana Bangli (Bali Post) Nama Dolar sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Bali. Ia merupakan salah satu seniman drama gong yang sangat terkenal sejak era 1980-an. Hampir seluruh panggung hiburan di tanah Pulau Dewata ini sudah pernah disambangi. Tujuannya, hanya untuk menghibur masyarakat dengan lawakannya yang sangat lucu dan natural. Namun, bertepatan dengan Tumpek Landep, Sabtu (9/7) kemarin, yang tersisa darinya hanya kenangan. Sebab, pria yang bernama asli I Wayan Tarma ini telah berpulang ke sisi Yang Mahakuasa pukul 05.30 wita di RSU Bangli setelah mengalami muntah darah. Berpulangnya seniman terkenal ini membuat banyak kalangan merasa kehilangan. Di kediamanya di Banjar Siladan Desa Tamanbali, Bangli, tampak raut wajah sedih dari sejumlah keluarga, terutama dari istri, anak, dan sang cucu. Tak banyak aktivitas yang dilakukan, sebab jenazah pria yang berperan sebagai Punakawan “Raja Buduh” itu masih disemayamkan di Instalisi Kedokteran Forensik RSU Bangli. Jenazahnya baru bisa dibawa pulang pada 15 Juli mendatang, usai pelaksanaan piodalan di sejumlah pura di lingkungan Banjar Siladan. “Jenazahnya masih dititipkan di RSU Bangli. Nanti setelah upacara piodalan selesai, baru dibawa pulang,” ujar keponakannya, I Ketut Miasa kemarin. Seniman ini masuk ke UGD RSU Bangli pukul 04.30 wita, yang diawali dengan muntah darah kehitaman. Setelah mendapatkan perawatan selama satu jam, nyawanya tak berhasil ditolong. “Sebelum muntah darah ini, bapak sudah sakit kencing manis, jantung, dan stroke. Itu dimulai sejak empat tahun lalu,” jelas putra bungsunya, I Komang Adi Suandana. Upacara pengabenan untuk seniman yang selalu pentas bareng bersama Petruk ini, kata Suandana, diperkirakan pada 15 Juli atau 16 Juli. Jadwal ini masih dikonsultasikan dengan tokoh agama dan ke-
I Wayan Tarma alias Dolar (alm.)
BPM/sos
DUKA mendalam atas kepergian Dolar tak hanya dirasakan keluarganya. Namun juga oleh teman duetnya I Nyoman Subrata alis Petruk. Baginya, Dolar merupakan seseorang yang telah menjadi pelengkap utama dalam kariernya di dunia Drama Gong. “Saya cukup terkejut mendengar kabar itu (Dolar meninggal -red) dari teman,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Banjar/Kelurahan Kawan, Bangli, Sabtu (9/7) kemarin. Petruk menceritakan, dalam kesehariannya Dolar memiliki karakter yang cukup sederhana dan tak pernah puas tentang apa yang sudah diraihnya. Saat latihan drama, Dolar dikenal sebagai orang yang lugu, sangat sulit untuk memahami materi baru yang akan dipentaskan. Namun, berkat sifatnya itu, ia justru mampu mengocok perut penonton saat di panggung. “Kalau latihan dengan dia, seperti jalan ke Nusa Dua, simpang siur. Susah sekali
memahami materi baru. Tapi justru itu yang bisa membuat orang tertawa. Saya heran dengan dia,” ucapnya. Seniman berusia 68 tahun ini juga menceritakan pentas bersama Dolar tak hanya di Bali. Namun sudah merambah daerah lain di Indonesia, seperti Sumatera, Jakarta, dan Sulawesi. Ada kisah menarik yang diceritakan, yakni pada saat pentas di Jakarta. Dolar dikatakan sangat sulit berakting dengan bahasa Indonesia. “Saat itu pentas menggunakan bahasa orang Jakarta, isi lho, gue. Dia tidak mengerti itu apa. Malah dijawab pakai bahasa Bali yang tak jelas. Tapi penonton jadi tertawa,” sebutnya. Karakter Dolar, menurutnya sangat spesial. Tak ada orang yang bisa menyamai. Bakat aktingnya tumbuh secara natural dan ucapannya lebih banyak spontan. “Tak ada yang bisa seperti dia. Dia punya identitas sendiri. Karakter khas,” imbuhnya. (sos)
luarga. “Untuk upacara tetap sekitar tanggal itu saja. Nanti akan dipastikan lagi,” imbuhnya. Meninggalnya Dolar, dibenarkan pihak RSUD Bangli akibat muntah darah. Demikian juga dengan penyakit lain yang dideritanya. Hal ini tak hanya menimbulkan kesedihan dari keluarga dekat, namun juga sebagian kerabat lainnya. Dolar meninggalkan dua orang istri, tiga orang anak, dan empat cucu. (kmb45)
Bisa Menghambat Pertumbuhan Ekonomi
Tabanan (Bali Post) Sudah menjadi hal biasa setiap libur Lebaran usai, Bali akan diserbu penduduk pendatang (duktang). Bali merupakan daerah yang dianggap berpotensi dan menjanjikan lapangan pekerjaan untuk mengadu nasib. Sayangnya sebagian besar duktang yang ke Bali tidak memiliki pengalaman maupun keterampilan kerja, sehingga bisa menghambat pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampikan pengamat ekonomi yang juga anggota DPRD Tabanan, I Gusti Ngurah Sanjaya,
Sabtu (9/7) kemarin. Ia menilai dari sisi ekonomi, adanya duktang ke Bali bisa dipandang menguntungkan dan juga bisa membebani. Apabila duktang yang ke Bali merupakan orang profesional atau memiliki keterampilan serta mengerti adat dan budaya Bali, maka itu bisa menguntungkan. Sebaliknya, jika duktang tanpa memiliki keterampilan tentu menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. ‘’Di Tabanan khususnya, sebagian duktang tidak memiliki keterampilan,’’ katanya. Untuk itu, dalam menangani duktang
harus ada koordinasi maksimal dengan seluruh lembaga yang ada di Bali. Penyaringan harus dilakukan di pintu masuk Bali. Jika lolos, tameng selanjutnya adalah kerja sama dengan pemerintah dan desa adat. ‘’Desa adat saat ini sudah memiliki pararem. Penduduk pendatang yang datang ke daerahnya wajib lapor mengenai identitas dan tujuannya datang,’’ terangnya. Dengan adanya data dari desa adat ini, menjadi tugas dan kewajiban pemerintah untuk menindaklanjutinya. (kmb24)
I Nyoman Subrata (Petruk)
BPM/sos
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
seremonial
3
70 TAHUN BNI SINERGI KEMBANGKAN NEGERI GELARAN KISAH SUKSES MITRA BINAAN BNI Ketut Sudisma
Wirausaha Muda Kerap Ikut Pameran ke Luar Negeri
KETUT Sudisma merupakan anggota aktif wirausaha muda Singaraja. Ia kerap mengikuti pameran ke luar negeri mewakili pengusaha muda Kabupaten Buleleng. Pengusaha kopi muda itu mengatakan, BNI memberikan permodalan. Tak hanya membantu dalam permodalan, tak tanggung-tanggung BNI juga memberikan pendampingan untuk pengembangan usaha. “Selain itu, BNI juga memberikan tambahan pengetahuan melalui sharing usaha,” ujarnya. Sharing usaha tersebut juga diberikan kepada mitra binaan lainnya. Menurutnya, proses pengambilan kredit di BNI cepat dan fleksibel. Ia berharap BNI dapat membantu pengembangan usahanya ke depan, karena sesuai dengan tujuannya yang selalu membuatnya termotivasi adalah usahanya dapat tumbuh berkembang.
Sunar Wijaya
Pedagang Bibit Nener Geluti Usaha Ayam Goreng Rendy’s
KINI penjual makanan sudah mulai menjamur, namun kebutuhan makanan tidak akan pernah habis sehingga bisnis makanan akan tetap eksis. Kisah usaha Sunar Wijaya, pedagang makanan juga meraup kesuksesan di bidang kuliner. Hal itu lantaran outlet makanannya tidak hanya berada di Kabupaten Singaraja, tapi juga sudah merambah wilayah Denpasar. Ia lebih senang mempekerjakan anak muda, karena ia ingin menularkan anak-anak muda agar dapat berwirausaha seperti dirinya. Sehingga tak jarang ia kerap
Dapatkan Hadiah Langsung ’’Handphone Android”
EMAS - Felice Jewellery menghadirkan anting dan liontin emas berlian seharga Rp 1,499 juta dengan hadiah langsung handphone android.
memperbesar atau memperkecil ukuran cincin, memasang permata yang lepas, dan renew seperti baru lagi,” imbuhnya. Menurut Kadek, Felice lebih banyak mengeluarkan desain klasik atau abadi yang selalu cocok dipakai kapan saja dan tidak membosankan. Felice juga ingin menghilangkan kesan
bahwa berlian itu mahal. Tapi bukan berarti harga murah yang ditawarkan ini murahan. Tunggu apa lagi, segera kunjungi pameran perhiasan emas dan berlian Felice Jewellery. Harga relatif terjangkau, ditambah desain yang unik menjadikan berlianberlian Felice layak menjadi bagian dari koleksi anda. (ad179)
BEM IKIP PGRI Bali Gelar Seminar Internasional
BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP PGRI Bali berkolaborasi dengan Bhaktivedanta Institute menyelenggarakan International Seminar on Education “For the Ethical Development on Multitalented Teachers in an Age of Globalization,” Sabtu (9/7) di Ballroom Nikki Hotel. Dalam seminar yang diikuti 400an mahasiswa itu mendatangkan pembicara, yaitu Emily Tessel, M.A. in education, The University of Florida, USA. Selain itu juga diisi oleh Anbarasu Balrasam, Senior Consultant and Trainer of Heartwork Academy, Singapore, Sripad Caitanya Candra Das, Spiritual Education Practitioner, Odisha, India. Ketua BEM IKIP PGRI Bali Ida Ayu Nyoman Maye Denia Ari mengatakan, sesuai dengan tema yang diusung, membentuk guru yang bermulti talenta yang memiliki etika yang baik, maka tujuan dari seminar tersebut adalah untuk membekali mahasiswa untuk menjadi seseorang yang tidak hanya bermulti talenta pada profesi guru, tapi juga profesi lain. “Karena kami ingin tamatan
guru-guru, khususnya dari IKIP PGRI Bali jika memang tidak menjadi guru dapat memilih profesi yang sesuai dengan bakat yang dimiliki,” terangnya. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, M.Hum., mengatakan selain seminar tingkat fakultas, juga dilakukan seminar tingkat institut. Seminar berskala internasional itu wajib dilakukan setahun sekali. Maka dari itu ia berharap peserta yang terdiri dari mahasiswa IKIP PGRI Bali dapat mengikuti seminar dengan sungguhsungguh. Selain itu, seminar internasional ini diselenggarakan juga dalam upaya dapat bersaing di era MEA. “Dalam MEA ini mahasiswa harus tahu apa yang harus dilakukan mahasiswa,” ujarnya. Dengan seminar ini, mahasiswa diharapkan terbiasa dengan hal-hal yang bersifat global, mahasiswa dapat mengisi diri dengan wawasan dan pengetahuan, mengingat pengetahuan tidak mengenal tempat dan ruang. Dalam menghadapi MEA tersebut, menurutnya mahasiswa harus memiliki dedikasi, loyalitas yang
memberikan pengarahan kepada karyawannya yang notabene masih muda. Ia juga memberikan pilihan lain kepada karyawannya untuk membeli franchise ayam goreng Rendy’s agar karyawannya dapat mandiri dan lebih maju lagi. Hingga saat ini ia telah memiliki 40 outlet yang tersebar di Buleleng dan Denpasar. Peran BNI memberikan kemudahan akses permodalan dan pendampingan membuat usahanya semakin berkembang. Ke depan ia berharap BNI dapat membantunya untuk penambahan outlet lebih banyak lagi.
BALI memiliki potensi usaha yang luar biasa, asalkan masyarakat jeli terhadap peluang usaha yang ada. Peluang itu ditangkap juga oleh Nyoman Lastra yang membangun usaha perdagangan bibit ikan nener (bandeng). Usaha tersebut dimulai tahun 2011, hingga sekarang masih tetap eksis, bahkan telah menembus pasar di sejumlah daerah di Indonesia. Pasar lokal yang rutin Nyoman supply adalah Jawa Tengah, seperti Brebes, dll. Selain Jawa Tengah, kota besar seperti Jakarta juga menjadi tempatnya menyuplai bibit nener. Peran serta BNI dalam memberikan permodalan membuat usahanya semakin lancar. Selain proses pengambilan kredit yang cepat juga fleksibel. “Motivasi saya ke depan ingin menembus pasar luar negeri, karena yang selama ini menguasai pasar ekspor hanyalah perusahaan yang besar saja,” ujarnya. Menurutnya, kerja sama dengan BNI dapat membantu membuka akses ke luar negeri.
’’Karya Mamungkah” di Pura Taman Sari
Beli Anting dan Liontin Felice Rp 1,499 Juta
FELICE Jewellery hadir lagi dalam pameran perhiasan emas dan berlian selama tiga hari. Terhitung mulai, Minggu (10/7) ini sampai dengan, Selasa (12/7) di Business Center Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini Felice menyediakan hadiah istimewa bagi pelanggan setianya. Tidak tanggung-tanggung berupa sebuah handphone yang tentu sayang untuk dilewatkan. “Kami menawarkan emas berlian berupa anting dan liontin seharga Rp 1,499 juta, mendapatkan hadiah langsung handphone android,” ujar sales Felice Jewellery Ni Kadek Widnyani dikonfirmasi, Sabtu (9/7) kemarin. Selain hadiah istimewa tersebut, kata Kadek Felice juga menghadirkan perhiasan emas berlian fashion model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition, sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. “Setiap pembelian perhiasan akan mendapatkan sertifikat. Kalau nanti customer ingin mereparasi perhiasannya, tinggal menunjukkan sertifikat ini. Reparasi bisa dalam bentuk
Nyoman Lastra
UPACARA mamungkah, ngenteg linggih, malaspas dan pasupati akan diselenggarakan di Pura Taman Sari, yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol Br. Tegal Gede, Pemecutan Klod, Denpasar. Puncak karya bertepatan pada Rahina Puranama Kasa, Anggara Kasih Kulantir, Selasa (19/7) mendatang. Upacara diawali dengan matur piuning dan nancep tetaring, dan diakhiri dengan nyegara gunung di segara Petitenget. Upacara dalam skala besar ini untuk pertama kalinya dapat dilaksanakan oleh generasi sekarang dari warga Geriya Jro Agung, sebagai pangempon Pura Taman Sari. Pura Taman Sari dalam bentuknya sekarang ini terdiri dari delapan palinggih, yaitu Padmasana, Meru Tumpang 3 diapit oleh gedong Brahmana dan Gedong Ksatrya, Gedong Maospahit, Penyawangan Gunung Agung, Linggih Bhatara Pregina, Gedong Pererepan, dan Palinggih Ratu Sakti Pangadangngadang. Juga terdapat Bale Pepelik dan Bale Piasan, Bale Kulkul, Bale Gong, Jineng, dan Bale Pemereman Ida Pedanda. Palinggih Gedong Maospahit menjadi penanda pura ini dibangun pada masa pengaruh Majapahit. Palinggih Meru sebagai sthana dari Ida Danghyang yang pernah melakukan yoga di pura ini. Semua palinggih berdiri di atas areal kurang lebih 800 meter persegi.
PURA - Kondisi Pura Taman Sari yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Br. Tegal Gede, Pemecutan Klod, Denpasar. Di Pura ini terdapat benda-ben- Denpasar Ida Bagus Rai Mantra, da sakral kuna, seperti batu lingga, semeton Geriya Tegal, warga Puri pratima, dan pusaka keris. Pratima Jero Agung Tegal Badung, warga berupa Auban Arca Ardanareswari, Puri Jero Agung Tegal Tamu, arca Naga Taksaka, Singa Garbha warga Munang-Maning, Samping Rambut Agni, dan arca Rambut Boni, Jematang, Pengiasan, Abian Sedana. Bentuk-bentuk pratima ini Tegal, Tatag Seminyak, Jimbaran menjadi ciri pura ini sebagai pura dan sebagainya. Melalui beberapa taman, yang selanjutnya disebut kali paruman terlihat semangat Pura Taman Sari. para warga untuk ngayah. MerSeperti pelaksanaan pujawali eka telah mendapat tugas masingtahun sebelumnya, pujawali tahun masing dalam ngerembo karya ini akan dihadiri oleh Wali Kota ageng ini. (r)
Galang Hendra dan Imanuel ke VR46 Riders Academy
tinggi pada profesinya karena hal tersebut tentu saja dapat menguntungkan dirinya karena dengan loyalitas yang tinggi seperti datang mengikuti seminar tersebut dapat mengisi dirinya, tidak hanya melalui pendidikan formal tapi juga informal. “Dengan mengikuti kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas untuk bersaing dengan competitor, baik kompetitor dari dalam dan dari luar, oleh karena itu dedikasi merupakan bagian untuk peningkatan kualitas diri. Selain itu juga diperlukan kejujuran, inovatif dan kreatif, tekun dan tidak mudah putus asa. Ketua Yayasan I Gusti Bagus Arta Negara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya IKIP PGRI Bali lebih mengembangkan dan meningkatkan diri mengingat saat ini IKIP PGRI Bali telah menduduki peringkat ke100 dari 3.320 PT negeri dan swasta. “Ini merupakan tanggung jawab kita untuk mempertahankan dan syukur-syukur bisa meningkatkan,” imbuhnya. (kmb42/k150)
BPM/wan
PUKUL GONG - Perwakilan Kopertis Wilayah VIII didampingi Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., serta sejumlah pembicara melakukan pemukulan gong, menandai secara resmi membuka seminar internasional.
Bukti Sukses Didikan Yamaha Indonesia
MERAH Putih akan segera berkibar di negeri Italia, menjelang keberangkatan Galang Hendra dan Imanuel Pratna. Kedua rider itu direkomendasikan oleh Yamaha Indonesia dan diundang langsung oleh Lin Jarvis selaku Managing Director Yamaha Motor Racing (YMR) yang menaungi tim Movistar Yamaha MotoGP, untuk mengikuti program Yamaha|VR46 Riders Academy “The Master Camp” yang dilatih langsung oleh top rider Yamaha MotoGP, “The Doctor” Valentino Rossi. Bagaimana Galang dan Imanuel mewujudkan mimpi di sana, dibahas saat press conference di booth Yamaha di Jakarta Fair, Minggu 26 Juni 2016. Yamaha Indonesia dengan bangga menghadirkan dua pebalap muda bertalenta besar itu ke depan media, menyambung kabar gembira yang diumumkan Yamaha Motor Company (YMC) Jepang dua pekan lalu mengenai 5 rider yang berkesempatan menjalani training Yamaha |VR46 Riders Academy “The Master Camp”. Indonesia mengirimkan dua orang, sedangkan tiga negara lainnya masing-masing satu perwakilan, Peerapong Loiboonpeng dari Thailand, Soichiro Minamimoto (Jepang), dan Kasma Daniel Bin Kasmayudin (Malaysia). Kelimanya memenuhi persyaratan untuk dipilih, usia di bawah 21 tahun, full race Asia Road Racing Championship (ARRC) 2016, dan top 5 pebalap Yamaha di ARRC 2016 sampai seri 3. Mereka akan berlatih di Motor Ranch Tavullia menggunakan YZ250F dan YZF-R3 di San Misano Circuit, 4–8 Juli 2016. Merupakan kebanggaan tersendiri, karena YZF-R3 adalah global model yang diproduksi oleh Yamaha Indonesia, dan memang sudah menjadi motor resmi yang digunakan oleh para pebalap yang berlatih di Yamaha |VR46 Riders Academy. Kontribusi Yamaha Indonesia sendiri jelas berperan penting da-
lam mengantarkan pebalapnya ke Tavullia. ”Dari Yamaha Indonesia merekomendasikan Galang dan Imanuel untuk berlatih di VR46 Riders Academy, Tavullia. Dengan persyaratan dari Yamaha Jepang yang bisa dipenuhi, akhirnya keduanya terpilih. Yamaha Indonesia sendiri memang merupakan official partner Apparel 46|ASIA dan motorcycle supplier dengan digunakannya YZF-R3. Kami bangga Galang dan Imanuel bisa menjadi duta bangsa Indonesia di “sekolah” Valentino Rossi. Mereka menjadi contoh perjuangan anak bangsa yang dapat merealisasikan impian tinggi menjadi murid Valentino Rossi di akademinya. Ini adalah mimpi semua pebalap, namun tidak semua bisa memperoleh kesempatan emas itu, sehingga yang bisa berguru di sana pebalap istimewa,” papar M.Abidin, GM After Sales & Motor Sport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Galang dan Imanuelakan bertolak ke Italia pada Kamis 30 Juni 2016. Dari Jakarta mendarat di Milan, lalu berkunjung ke Kantor Pusat Yamaha Motor Racing (YMR) di kotaLesmo, Milan. Setelah itu ke Tavullia, lokasi
berdirinya VR46 Riders Academy. Di Tavullia mereka menjalani latihan di sirkuit Flate Track Motor Ranch menunggangi YZ250F, dan di sirkuit San Misano menggeber YZF-R3. Latihan di Motor Ranch dan sirkuit San Misano didampingi langsung Valentino Rossi dan instruktur VR46 Riders Academy lainnya. Keduanya juga akan berlatih fisik lewat gym training. ”Ada banyak ilmu yang akan didapat Galang dan Imanuel, baik itu teknik balap, maupun pembelajaran teknis dan non teknis di dunia balap. Kami harapkan mereka dapat menyerap semaksimal mungkin. Dan pulang membawa pengalaman yang akan bermanfaat untuk karier balap mereka, serta motivasi bagi pebalap-pebalap Indonesia lainnya. Latihan di Tavullia ini pun menjadi bukti Yamaha Indonesia sukses mencetak rider berkualitas internasional yang dididik dalam rangkaian tahap membalap di kejuaraan local, lalu naik ke kompetisi internasional yang turut mengantarkan mereka sampai ke VR46 Riders Academy,” tutur Supriyanto, Manager Motor Sport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). (bns1)
YAMAHA - Suasana press conference di booth Yamaha di Jakarta Fair, Minggu (26/6) lalu.
4
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
Tarian Persembahan untuk Tuhan dan Bumi di Bali
BPM/ist
Bagaimana pandangan manusia Bali terhadap alam? Sebuah pertanyaan yang penting karena manusia Bali dikenal dalam lelaku agama yang kaya akan sistem nilai yang menghendaki sebuah keharmonisan. Salah satu sifat manusia Bali adalah bersifat kosmologi. Dengan konsep kosmologi orang Bali memberikan penghargaan terhadap manusia, Tuhan dan unsur–unsur alam. Alam bukan hanya untuk diekspolitasi, alam merupakan sebuah wujud dari kebesaran Tuhan yang wajib diciptakan harmonisasi dengan memberikan persembahan ke pada alam. Dalam konsep Tri Hita Karana manusia Bali diajarkan menjalin hubungan yang harmonis dengan alam. Alam yang dimaksud bukan hanya alam lingkungan kasat mata melainkan alam yang tak terlihat oleh mata. Adanya konsep seperti itu membuat manusia Bali mengupayakan hubungan yang harmonis dengan alam. Manusia Bali adalah manusia yang kreatif, arif dan estetis. Hal ini mendorong banyak jalan yang diciptakan manusia Bali ketika menginginkan terwujudnya harmonisasi dengan alam. Upacara merupakan salah satu media, banyak wujud upacara yang bertujuan untuk harmonisasi alam. Tumpek wariga, tumpek uye merupakan contoh upacara yang bertujuan harmonisasi dengan alam yang kasat mata. Sementara untuk alam bawah maka macaru, masegeh merupakan salah satu contoh harmonisasi alam dengan menetralisir kekuatan-kekuatan negatif untuk menjadi positif di bumi. Apakah manusia Bali hanya menghormati alam dengan upacara? Tidakkah ada simbol-simbol lain yang diciptakan manusia Bali sebagai rasa bhakti pada Tuhan untuk harmonisasi alam dan kesuburan bumi? Di luar upacara ternyata terdapat simbol-simbol penghormatan sebagai persembahan ke Tuhan untuk kesuburan bumi. Salah satu simbol tersebut adalah sebuah tarian dengan gerakan yang sederhana, magis dan estetis sarat akan makna,
penghambaan, permohonan kepada Sang Pencipta. Tarian tersebut menjadi bagian dari pelengkap dan syarat mutlak suatu ritual di Bali. Tarian seperti itu disebut dengan tarian wali dan bebali. Memotret Tarian Bumi di Bali Memotret tarian bumi di Bali maka kita akan menyaksikan banyak tarian yang mesti kita terjemahkan simbol-simbolnya. Memotret tarian bumi di Bali tidak boleh lepas dengan masyarakat Bali yang agraris. Memotret tarian bumi di Bali tidak boleh lepas bahwa di Bali merupakan pengikut ajaran Siwa Sidanta dengan konsep purusa pradana yang apabila bertemu maka akan melahirkan sebuah kehidupan atau kesuburan. Di Bali kita akan banyak melihat tarian bumi yang masih dipakai sebagai persembahan dan diyakini kekuatan magisnya oleh masyarakat. Beberapa tari Sanghyang adalah contoh yang paling mudah diamati. Tari Sanghyang diperkirakan sebagai peninggalan dari budaya zaman pra Hindu, dimana unsur kerauhan (trance) menjadi nafas magis dari tarian ini. Kata Sanghyang terdiri dari bentuk dua kata ‘sang’ dan ‘hyang’ yang berarti penyebutan personal atau subjek yang dihormati atau memiliki status lebih tinggi bahkan pada tingkat tataran kedewataan (Catra, 2009). Dalam tarian Sanghyang mengindikasikan adanya kekuatan magis yang merasuki penari sanghyang dan mentransformasikan dirinya menjadi wujud, figur tertentu, dengan peniruan perangai dan sifat-sifat dasar dari roh yang merasuki jasad penari. Tari Sanghyang dipentaskan memiliki beberapa tujuan untuk melindungi suatu daerah dari mara bahaya, sebagai wujud syukur atas
hasil panen dan juga sebagai permohonan hasil panen yang melimpah ketika suatu wilayah yang mengalami paceklik. Beberapa jenis tarian Sanghyang di antaranya Sanghyang Dedari, Sanghyang Memedi, Sanghyang Celeng, Sanghyang Jaran, Sanghyang Deling, Sanghyang Putrajaya, Sanghyang Bojog, Sanghyang Bumbung, Sanghyang Penyalin, dan Sanghyang Kidang. Hampir beberapa daearah di Bali terdapat Tarian Sanghyang terutama desa-desa tua dengan kebudayaan agrarisnya. Di samping keberadaan Tarian Sanghyang masih ada beberapa contoh tarian persembahan untuk harmonis bumi yang masih difungsikan oleh masyarakat lainnya di Bali. Di Desa Trunyan, sebuah desa tua yang terletak di tepi Danau Batur terdapat sebuah tarian sakral yang disebut dengan tarian barong brutuk. Tari barong brutuk satu-satunya pertunjukan barong merupakan peninggalan budaya zaman megalitikum, kini masih disimpan dan sangat dikeramatkan oleh masyarakat Trunyan di pinggir danau Batur Bangli. Topeng-topeng dari barong ini sangat disakralkan dan hanya dipentaskan pada peristiwa tertentu yang intensitas pentasnya sangat jarang dalam hitungan tahunan. Tarian ini memiliki fungsi sebagai proteksi masyarakatnya dan dipercaya membawa berkah kesuburan untuk kesejahteraan warga desanya. Persembahan Sementara di bagian timur Bali terdapat beberapa contoh tarian persembahan kepada Tuhan untuk kesuburan bumi. Mageret Pandan di Desa Tenganan, Gebug Ende di Desa Seraya merupakan tari persembah-
ann yang masih hidup dan diyakini oleh masyarakat. Darah yang menetas pada tarian Gebug Ende di Seraya merupakan sebuah persembahan kepada bumi dan permohonan kepada Sang Pencipta agar hujan segera turun ke bumi. Sebuah tarian sakral yang lain juga terdapat di Desa Ngis, sebuah desa tua yang berdampingan dengan Desa Tenganan. Tarian tersebut dinamakan Daha Malom. Tarian sakral ini ditarikan oleh dua orang perempuan yang masih suci dengan syarat-syarat lainnya. Selonding yang sakral menjadi pengiring tarian ini yang melambangkan konsep purusa dan pradana. Tarian ini merupakan persembahan masyarakat agar wilayahnya selalu subur. Di samping beberapa contoh tarian di atas niscaya masih banyak tarian-tarian seperti itu di wilayah Bali lainnya Dilihat dari gerakan tentu saja tarian-taraian tersebut tidak menonjolkan keindahan gerak, demikian juga dengan aksesorisnya. Tarian–tarain tersebut menggunakan aksesoris sederhana yang bersumber dari alam. Demikian juga dengan suara gong yang mengiringinya. Beberapa tarian seperti tarian Sanghyang hanya diiringi oleh nyanyian. Tidak semua tarian tersebut memiliki unsur kerauhan namun unsur taksu jelas terlihat pada tarian tersebut. Karena ada kekuatan dari dalam yang dimunculkan oleh sang penari. Sebagai penumbuh kekuatan semua itu dilandasi oleh konsep tiga wisesa yakni satyam, siwam, dan sundaram sebuah keindahan yang suci (penghayatan kepada yang Maha Pencipta) dan secara etika benar atau mengandung kebenaran (pesan). Ketiga konsep ini merupakan totalitas estetik yang tidak
dapat menyentuh aspek estetika ragawai (fisik) namun juga estetika metafisik. Di situlah seni sebagai sarana pemujaan kepada Dewa Keindahan yang abadi (Tuhan) untuk mencapai hubungan yang seimbang secara kosmologis. Seni Tarian persembahan tersebut dapat dikatakan sebagai sebuah seni yang sakral karena memiliki kandungan nilai suci, tenget, duwen Ida Batara, sesuwunan, yang diyakini oleh masyarakat pangemong memiliki kekuatan magis sebagai proteksi keselamatan umatnya, penolak bala, di samping sebagai ekspresi kegembiraan (maledang-ledang) saat Ida Batara disuguhi persembahan (katuran piodalan). Persembahan seni dalam hal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ritual yang dilaksanakan masyarakat Bali. Manusia Bali yang mencintai alam tempatnya lahir, hidup, bertumbuh, serta kembali kepada asal muasalnya. Dalam niat yang sederhana tanpa keinginan dapat penghargaan tanpa target posisi dalam surga mereka melakukan komunikasi pada alam. Alam merupakan kepanjangan tanganNya. Untuk harmonisasi dengan alam, manusia Bali tidak cukup hanya mempersembahkan lewat tarian. Yang penting dilakukan adalah menerjemahkan simbolsimbol dalam tarian tersebut ke dalam wujud perilaku nyata manusia Bali. Sebagai wujud persembahan manusia Bali kepada Sang Pencipta untuk bumi, tarian-tarian persembahan tersebut wajib untuk kita jaga, jangan sampai tarian tersebut hanya ada dalam sebuah potret kertas. lI Ketut Sandiyasa
Mengenal ”Bell’s Palsy” Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami kelumpuhan wajah secara tiba-tiba, karena bisa saja yang terjadi adalah bell’s palsy.
Bell’s palsy adalah penyakit saraf yang mengenai saraf fasialis (wajah), menyebabkan kelumpuhan otot-otot salah satu sisi wajah, sehingga wajah menjadi asimetris, karena salah satu sisi wajah tampak mencong. Hanya salah satu sisi wajah penderita yang dapat tersenyum, dan satu mata saja yang dapat menutup dengan sempurna. Penyebab dari bell’s palsy belum diketahui secara pasti, namun beberapa sumber menyebutkan bahwa penyebab bell’s palsy adalah proses peradangan saraf yang mengontrol otot-otot salah satu sisi wajah. Ada pula yang mengatakan bahwa kerusakan saraf ini merupakan akibat dari infeksi virus.
Bell’s palsy dapat terjadi pada semua golongan usia, baik pria maupun wanita. Pada kebanyakan orang, kelumpuhan saraf tersebut bersifat sementara, yakni selama beberapa hari hingga beberapa minggu, serta dapat kembali pulih setelah kurang lebih 6 bulan. Walaupun demikian, ada juga beberapa kasus dimana kelumpuhan saraf wajah tersebut terjadi secara permanen seumur hidup. Gejala Bell’s Palsy Secara Umum * Terjadi secara tiba-tiba, berupa kelumpuhan ringan sampai total pada salah satu sisi wajah, menyebabkan pasien sulit tersenyum atau menutup salah satu kelopak mata. * Dapat terjadi rasa nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga pada salah satu sisi wajah yang terpengaruh. * Sensitivitas terhadap suara akan meningkat pada sisi wajah yang terpengaruh. * Kadang timbul nyeri kepala.
DARI mana sesungguhnya membangun sebuah kepercayaan? Di tengah lunturnya kehidupan sosial. Rasa hormat pada orang tua juga mulai menurun, bahkan di zaman yang serba instan ini, semua hal dituntut untuk cepat. Segera. Dengan hasil yang “menguntungkan”. Begitulah fenomena dunia modern saat ini. Makanya, jangan sesekali menyalahkan orang lain, kalau sebagai ortu (orang tua) kita belum mampu “membangun” mental keluarga yang sehat. Sehat dalam arti – membangun generasi yang sehat lahir dan batin. Anak-anak tumbuh dengan sehat, sehat tidak berarti cukup sandang pangan saja, tetapi sehat juga batin mereka. Karena kelak di tangan merekalah seluruh denyut kehidupan dan kelanjutan negeri ini diserahkan. Kutipan di atas jelas menunjukkan, hal yang paling dasar dari kehidupan sosial kita telah dicabut. Kepercayaan. Ya, kepercayaan orang tua pada guru belakangan ini agak berkurang. Banyak orang sudah tidak percaya pada lembaga pendidikan formal. Mau bukti? Menjelang UN (ujian nasional) orang tua akan sibuk mencari brosur dan mendatangi tempat-tempat kursus karena orang tua tidak yakin materi yang diajarkan di bangku sekolah tuntas diserap siswa. Les Jangan salah, banyak juga siswa yang merasa tidak mendapatkan pelajaran yang maksimal dari guru-guru di kelas. Para siswa juga kebanyakan merasa, kurikulum dan buku-buku teks rumit dan tidak simpel. Dengan ikut kursus bimbingan belajar di luar sekolah siswa merasa lebih percaya diri. Juga lebih merasa tenang untuk mengikuti UN di sekolah. Hal ini juga diperparah dengan maraknya guru dan wali kelas yang membuka “privat” -- les di rumah sang guru. Sungguh sebuah solusi yang sangat tidak efektif. Karena, biasanya siswa yang ikut les mendapat bocoran soal, otomatis nilai siswa pun terdongkrak. Dan yang lebih mencengangkan pihak sekolah membiarkan praktik ini berjalan, seolah pura-pura tidak tahu. Padahal, kejujuran yang paling dasar biasanya diperoleh seorang anak dari sekolah. Kalau hal kecil ini bisa ditertibkan tentu kita bisa berharap banyak pada sekolah. Minimal anak diajarkan untuk tida berpikir “korupsi” Di Bali sendiri sistem Penerimaan Peserta Didik Baru Online (PPDB) sudah berlangsung cukup “fair”, terutama di Kota Denpasar, orang tua bisa mengikuti informasi via online kedudukan anaknya tiap hari. Terutama yang masuk melalui jalur reguler (jalur urutan NUN – Nilai Ujian Akhir). Pendidikan Hal paling dasar yang harus dibangun adalah mengembalikan fungsi guru yang sesungguhnya. Guru benar-benar “harus” mampu mengajar siswa secara maksimal, sehingga tidak perlu lagi mencari “ceperan” dengan memberi les di rumah. Hal ini sangat mengganggu, karena murid pun sudah jenuh seharian di sekolah. Eh, pulang sekolah masih harus les dengan guru yang sama. Siswa perlu “udara segar” untuk mengembalikan minat belajarnya. Ini yang harus disadari pihak sekolah. Menegur keras guru-guru yang memberi les untuk siswanya apa pun alasannya. Di sini sebetulnya kunci untuk membangun mental siswa. Jujur
* Penurunan kemampuan indera pengecap pada sisi yang lumpuh. * Penurunan jumlah air mata dan liur yang diproduksi pada sisi yang terkena. * Pada beberapa kasus, bell’s palsy dapat mempengaruhi saraf kedua sisi wajah, walaupun hal tersebut jarang terjadi. Komplikasi Akibat Bell’s Palsy * Kerusakan saraf wajah yang tidak dapat pulih kembali seperti semula. * Pertumbuhan saraf yang tidak sesuai dengan yang seharusnya sehingga menyebabkan pergerakan yang tidak terkontrol pada wajah. * Buta sebagian atau total akibat kekeringan pada mata yang tidak bisa menutup dan terjadinya kerusakan pada kornea mata yang kering. Pemeriksaan Umumnya dokter akan memeriksa wajah dan meminta pasien untuk melaku-
Guru Vs Ortu
kan gerakan seperti menutup mata, mengangkat alis, memperlihatkan gigi, dan mengerutkan wajah. Selain itu sebaiknya dilakukan pemeriksaan EMG untuk menentukan kerusakan saraf dan melihat seberapa parah saraf tersebut rusak, sekaligus menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang juga dapat menyebabkan kelemahan pada wajah, seperti stroke, infeksi, tumor, dll. Pasien juga disarankan melakukan pemeriksaan radiologi, seperti CT Scan atau MRI kepala untuk menyingkirkan penyebab kelumpuhan yang mungkin terjadi. Penanganan yang biasa dilakukan adalah melalui obat-obatan dan fisioterapi. Meskipun bisa sembuh dalam kurun waktu tertentu, dengan bantuan obat dan fisioterapi diharapkan proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat. ldr. I Gst Ayu Agung Aria Tristayanthi
bertarung. Kalau ini bisa diperbaiki pihak sekolah, juga adanya kesadaran dari guru-guru yang mencari “ceperan” untuk menghentikan aksinya. Dijamin, kelak bisa lahir generasi yang tidak korupsi. Berani bertarung. Berani menerima kenyataan. Tetapi memang tidak adil bila menyalahkan guru sebagai “pencetak” manusia-manusia masa depan di Indonesia. Kita paham, guru juga manusia biasa, yang tentu memiliki beragam problem layaknya seorang manusia biasa. Kekerasan Kasus yang lagi ramai dibicarakan adalah kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswa. Bahkan ada status di media sosial seperti ini: “Demi melindungi guru, sebaiknya pihak sekolah membuat kebijakan, bahwa setiap orangtua yang menitipkan anaknya, wajib membuat surat pernyataan di atas materai, tidak akan melakukan tuntutan terhadap pihak sekolah atau guru ketika mengingatkan siswa bandel/nakal dalam rangka perbaikan akhlaknya, jangan sampai kriminalisasi guru terjadi terus.” Sebagai orang tua tentu kita miris, kaget, prihatin, dan malu. Dengan maraknya kasus-kasus orang tua (ortu) vs guru yang belakangan ini begitu marak. Dari urusan moral, sampai hal-hal yang tidak masuk akal. Dan tidak bisa diterima pikiran sehat kita, bagaimana seorang guru bisa memperlakukan siswanya dengan sewenang-wenang? Kita juga prihatin dengan para orang tua yang tidak lagi memiliki rasa hormat pada guru. Sering kali juga orang tua memaksakan kehendak pada guru untuk melancarkan keinginan mereka melakukan hal-hal tidak masuk akal agar nilai anaknya di sekolah bisa dikatrol. Ini juga kekerasan yang perlu diluruskan. Makanya hal-hal kecil harus diluruskan, peraturan agaknya juga telah dibuat. Misalnya, mengajarkan kejujuran dengan sistem penerimaan siswa baru yang gamblang dan mudah diakses. Guru juga harus mulai sportif dengan tidak memberi les pada siswa, terlebih jabatan guru tersebut wali kelas. Ortu juga harus lebih sabar untuk belajar membangun dialog yang sehat dengan sekolah. Sebetulnya sistem pendidikan di Indonesia telah dibuat sedemikian rapi dan baik. Di semua sekolah tentu ada guru BK (Bimbingan Konseling), harusnya guru ini dimaksimalkan untuk menjaga “keharmonisan” hubungan siswa, ortu dan guru. Karena selama ini kita hanya mengetahui fungsi guru BK hanya untuk mengatasi dan mendata siswa yang bermasalah. Ada baiknya pengertian itu mulai dikikis. BK bisa jadi tempat “komunikasi” Ortu vs guru dibangun. Adanya Ombudsman, lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. Juga bisa membuat hubungan guru vs ortu juga semakin lancar, jadi Ombudsman tidak hanya mengintip siswa yang sedang ujian untuk mencari data kecurangan, tetapi benar-benar bisa mengawasi sekolah sejak awal tanpa harus menunggu laporan. Kalau semua ini bisa berjalan dengan baik, tentu tidak perlu lagi adanya surat pernyataan dari ortu yang cemas anaknya mengalami kekerasan di sekolah. Atau guru yang cemas akan mendapat ancaman di sekolah dari ortu. Padahal yang bermasalah belum tentu gurunya. Komunikasi yang baik. Keterbukaan, kejujuran bisa dibangun oleh semua pihak. Memang bolong-bolong pasti ada. Bukankah, tidak ada yang sempurna dalam hidup. Tugas kitalah “belajar” untuk berusaha keras dengan niat baik untuk mewujudkannya. l Oka Rusmini
5
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
Resensi Buku
Menelan Pisau
CERPEN
Oleh Yuditeha
Memahami Perjuangan Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: : : : :
Bergerilya Bersama Ngurah Rai I Gusti Bagus Meraku Tirtayasa Pustaka Bali Post 2011 182 halaman
MEMBACA sejarah saat ini, sudah tidak lagi menjadi perhatian dari para generasi penerus. Permasalahan pokoknya, karena buku-buku sejarah yang ditulis tentang sosok tertentu kadang-kadang terlalu kabur, juga disusun dengan teknik penceritaan yang tidak menarik. Buku ini ditulis dengan detail, tentang pejuang Bali Ngurah Rai. Secara detail, karena buku ini ditulis oleh orang yang terlibat langsung dalam sejarah tersebut, maka keakuratan data, kesahihan, tidak perlu diragukan. Buku ini sejarah terpenting dan wajib dicermati bila orang Bali, terutama generasi mudanya ingin mengetahui dan mengenal lebih jauh kisah suka duka perjuangan rakyat Bali di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai. Ditulis apa adanya, sehingga tetap menarik untuk dijadikan bahan, mengenal salah satu sosok pahlawan yang ada di Bali. (osi)
Memahami Peran Ibu Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Ibu Mendulang Anak Berlari : Gyntha Hariadi : Gramedia Pustaka Utama : 2016 : 89 halaman
BANYAK karya sastra masa lalu yang berbicara tentang perempuan, biasanya ditulis oleh lelaki. Belakangan ini, banyak perempuan mulai berani menyuarakan apa saja tentang dirinya, tubuhnya, persoalannya, status sosial, bahkan seksualitasnya. Perempuan dalam kancah sastra modern Indonesia, bisa menulis apa saja yang mengganggu pikiran, juga yang melukai hatinya. Termasuk peran tradisional, menjadi ibu, dan istri. Cyhtha Hariadi, dengan bahasa yang sederhana memotret peran kekomplekan sebuah pengalaman menjadi ibu dengan baik, detail, menggugah, dan membuat pembaca dalam buku ini seperti berhadapan langsung dengan remahremah problem yang ditumpahkan dalam buku puisi ini. Chyntha mampu menyulap detail-detail banal kehidupan domestik menjadi sesuatu yang menakjubkan dan hampir sureal. Begitu detail, sederhana, dengan kata-kata biasa, tetapi menyentuh dan membuat kita berpikir ulang. Apakah sesungguhnya nikmatnya menjadi ibu di zaman modern dan serba cepat ini? (osi)
Dulu, aku tidak percaya jika ada seorang perempuan tetap melajang karena dia mencintai seorang pria yang sudah lebih dulu jadi milik orang lain. Menurutku, itu hanya alasan mengadaada. Menurutku, perempuan itu menyembunyikan alasan sebenarnya, yang tidak ingin diungkapkan. Mungkin dia memang benar-benar tidak mau direpotkan permasalahan hidup berbagi dengan orang lain. Mungkin juga perempuan itu ingin menikmati asyiknya sebuah kesendirian. Pendapatku itu berubah sejak aku berjumpa seorang pria bernama Radhar, yang pada akhirnya hatiku tertambat padanya. Belakangan baru aku tahu, ternyata Radhar telah beristri dan berputra satu. Dan aku, gadis berusia 23 tahun ini siap menempuh segala resiko romantika cinta. Kini aku seperti terkena karma. Tidak segera punya pasangan, bukan karena asyik dengan kesendirianku, tapi karena aku ingin mempertahankan rasa cintaku pada seorang pria yang kebetulan telah jadi milik orang lain. Jujur kukatakan, aku menunggu dia. Lebih tepatnya aku menunggu dia menduda. Menduda bukan karena dia akan menceraikan istrinya tetapi aku menunggu istrinya mati. Tapi jangan salah, aku tidak mendoakan istrinya cepat mati. Sulit diterangkan memang, namun aku bisa menjelaskan ketulusanku ini dengan sebuah cerita tentang penjual batu nisan. Meskipun dia menjual batu nisan, tapi dalam proses penjualan dagangannya, dia tidak lantas berdoa atau berharap semoga dalam kurun waktu tertentu akan banyak orang yang mati. Sang penjual batu nisan sekedar menyediakan batu nisan. Itu saja, tanpa adanya muatan niat buruk bagi nasib seseorang. Menunggu di sini hanya menunggu orang yang mati tanpa adanya tuntutan kepada Tuhan terhadap nasib jiwa seseorang. Satu-satunya kepastian yang dia tahu, karena semua orang pada akhirnya akan mati. Demikian pula tentang keyakinanku untuk masalah ini, tentu saja pada akhirnya semua orang akan mati dan aku hanya menunggu waktu kematian itu tiba. Hanya saja, aku sadar benar kalau esensi tentang kematian ini berlaku bagi siapa pun tanpa terkecuali, termasuk Radhar dan aku sendiri. Itu artinya, dalam hal ini yang lebih dulu akan mati, bisa saja pria yang kucintai atau malah aku sendiri yang akan lebih dulu raib dari bumi ini. Bukti ketulusanku ini tidak adanya ketentuan pemaksaan terhadap siapa yang akan lebih dulu mati. Karena aku menyadari, inilah kuasa mutlak dariNya. Ini murni semata karena aku hanya ingin memastikan siapa yang akan lebih dulu meninggalkan dunia ini. Apakah aku berdosa karena aku telah mencintai pria yang telah menjadi milik orang lain? Dengan mantap aku mengatakan tidak. Karena senyatanya, tidak ada sedikitpun di dalam hatiku untuk merebut Radhar dari istrinya. Memang aku ingin hidup bersamanya tetapi ini tidak berarti aku akan merebut dia. Bahkan aku selalu berharap dan berdoa, semoga Radhar tetap setia kepada istri dan anaknya. “Kuharap kau tetap tegar dan setia. Kuibaratkan kau bisa seperti sebuah pohon kelapa itu,” kataku padanya suatu hari. “Pohon kelapa? Ada apa dengan
pohon itu,” tanya Radhar. “Bagiku dialah lambang kesetiaan sejati. Setia sampai maut menjemput.” “Kok bisa?” “Bisa. Mana ada ceritanya pohon kelapa roboh? Kalau toh ada, pasti karena bencana yang sangat hebat. Dan aku, tentu saja bukan sebuah bencana. Aku hanya menunggu kamu, itu saja.” “Bagaimana cinta menjadi nafas tanpa oksigen ikhlas memberi hidupnya? Tentu akan lebih baik jika kamu mencari orang lain.” “Lebih baik bagi siapa?” “Kamu.” “Kamu salah. Tidakkah kamu tahu apa yang kurasakan?” “Apakah itu?” “Kenikmatan adalah kesakitan yang ditekan dan dikerat atau disembunyikan.” “Kalau begitu, lebih baik bagiku.” “Kurasa itu juga salah.” “Maksudmu?” “Kalau boleh aku tanya dulu, di mana letak lebih baiknya bagimu?” “Keluargaku tidak akan terganggu.” “Bukankah sudah berulangkali kukatakan, aku tidak akan merebutmu dari dia. Aku tidak ingin kamu memikirkanku. Justru aku selalu berharap semoga kamu bisa menjadi suami dan ayah yang setia.” “Kamu aneh.” “Detik ini juga, dengan senang hati aku akan pergi dari kehidupanmu tapi sebelumnya, kumohon jawablah dengan jujur. Dan jawaban ini kujamin tidak akan mengurangi kesucian cintamu terhadap keluargamu. Ada rasa cintakah kamu terhadapku?” “Ada, tapi entah rasa apa itu. Namun yang pasti aku tidak bisa bersamamu.”
“Aku tahu, sangat tahu.” Itulah percakapanku yang terakhir dengannya, sebelum aku akhirnya sengaja menghilang dari kehidupannya. Setelah itu aku tidak bertemu lagi dengannya, tetapi aku tetap bisa mengetahui kabar-kabarnya. Dia menjalani kehidupan keluarganya dengan bahagia. Bahkan sekarang dia telah dikaruniai tambahan dua buah hati, putri semua. Sepuluh tahun telah berlalu, dan aku tetap menikmati kesendirianku. Aku masih tetap setia menunggunya. Dia tidak pernah tahu, kalau selama ini aku tetap memantau kehidupannya dengan cara yang aman. Maksudnya kusebut dengan cara yang aman karena dia tidak tahu menahu apa yang kulakukan. Karena jika sampai dia tahu aku memperhatikannya dapat membuat dia salah paham. Aku hanya ingin mengamati dia, agar aku tidak kehilangan kabar tentangnya. Ada hal penting yang kukatakan padanya sebelum aku menghilang. Aku akan menunggu dia, selamanya, begitu kataku waktu itu. Kalau toh harus dijelaskan secara gamblang, aku hanya ingin memastikan kematian siapa yang lebih dulu datang. Ah, kelihatan lucu, memang, tapi dengan yakin kukatakan, kini aku sedang menunggu giliran, meskipun kesempatan giliran itu belum tentu pas. Dan aku siap akan menanggung segala resikonya. *** Di malam yang dingin, selepas aku menyelesaikan lembur kerja, aku bersantai di teras rumah, memandangi bulan purnama dan kerlip bintang di langit, tiba-tiba handponeku berdering. Kubaca nama penelpon, Triyanto. Seorang teman lama. “Halo.” “Apa ini Pingkan?”
“Ya, ini aku. Ada apa, Tri?” “Pingkan, aku membawa berita duka. Istri Radhar meninggal jam lima sore tadi.” “Innalillahi Wainnailaihi Roji’un..” Istri Radhar meninggal dunia? Apakah aku bermimpi? Aku belum percaya dengan peristiwa ini. Setelah aku bertanya pada teman lainnya, aku baru yakin kalau berita itu benar. Jana, istri Radhar meninggal dunia karena sakit. Ah, benarkah ini berita duka untukku? Aku bingung, harus berbuat apa. Satu-satunya jalan aku harus menjaga sikap dan berusaha menjaga perasaannya. Biar menjadi sempurna, aku akan muncul di kehidupan Radhar setelah lewat seribu harinya kematian Jana. Kupikir, itulah waktu yang aman untuk mewujudkan romantika cintaku kepadanya yang selama ini kusimpan saja. *** Di pagi hari yang cerah, matahari muncul sempurna dari arah timur dan kicau burungburung bersautan di dahan, aku bertandang ke rumah Radhar. Harapan besar kini telah berada di depan mataku. “Pingkan, kamu tidak berubah, masih cantik seperti dulu. Kalau dibilang beda, itu mungkin karena keriput kecil yang kini telah tergaris di dekat matamu.” “Ah, kamu bisa saja.” “Ternyata kamu sungguhsungguh dengan ucapanmu dulu.” “Ucapanku yang mana, ya?” “Kamu benar-benar menghilang.” “Aku juga sungguh-sungguh dengan janjiku.” “Apa itu?” “Aku menunggumu selamanya.” “Hmm.” “Ada apa?” “Apa yang menjadi harapan dan doamu dulu, terkabul.” “Apa itu?” “Aku bisa menjadi pohon kelapa yang setia bagi Jana dan anakanak.” “Syukurlah.” “Tapi,” “Tapi apa?” “Aku tidak bisa menjadi pohon kelapa yang baik bagimu.” “Maksudmu?” “Aku mencintai perempuan lain.” “Berarti, janji yang kukatakan sepuluh tahun lalu, tidak berarti apa-apa bagimu? Kamu sungguh tega. Terlebih tega bagi Jana. Kamu tidak hanya gagal jadi pohon kelapa bagiku tapi kamu juga gagal jadi pohon yang setia bagi Jana dan anak-anakmu.” “Tidak begitu. Aku hanya gagal jadi pohon kelapa yang baik bagimu karena perempuan itu hadir setahun setelah sepeninggal Jana.” “Jadi kau akan menikah dengannya?” “Tidak.” “Lalu?” “Juga tidak denganmu, karena aku tidak mau menyakiti salah satu dari kalian.” “Ini tidak adil.” “Cinta sesungguhnya siksaan, entah kenapa kau seperti baru menyadarinya,” katanya, mengingatkanku pada kalimat sejenis yang pernah kuucapkan kepadanya “Ini namanya korban atas diriku sendiri. Aku menggigit pisau dan menelannya,” ucapku lunglai. ***
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Darsono W.G. Sumarta
Wied. N
K. Ngurah
Achmad Cholid
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Inilah saatnya untuk bangkit dan melupakan pengalaman pahit di masa lalu yang timbul akibat kesalahan sendiri. Tataplah masa depan dengan optimis dengan bermodalkan ketegaran dari semua permasalahan dan cobaan yang cukup berat dan selama ini menerpa Anda. Karier: Tak perlu berputar-putar dalam berbicara, ada baiknya Anda berbicara langsung to the point agar orang lain lebih segan pada Anda. Kesehatan: Badan Anda minggu ini tampak lemah dan terasa kurang bergairah, jika sudah begitu Anda harus lebih bisa pasang strategi agar di awal bulan ini prestasi kerja Anda tetap terlihat bagus dan kesehatan tetap terjamin. Keuangan: Jangan beri pinjaman kepada siapa saja jika tidak ingin pusing di lain minggu. Asmara: Hanya dengan pengertian maka hubungan asmara akan tetap bisa terjaga dengan menyenangkan Aquarius Peruntungan: Ingatlah bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi, maka dari itu tak perlu terus meratapi kegagalan yang pasti pernah dialami oleh semua orang. Yakinlah bahwa hanya dengan kegagalanlah maka pintu kesuksesan akan semakin terbuka. Karier: Jangan takut untuk terus bergerak dan berspekulasi di minggu ini. Kesehatan: Kondisi badan lagi loyo sehingga tak heran jika gairah kerja juga menurun. Jika ada waktu senggang sebaiknya tak perlu segan untuk beristirahat saja. Keuangan: Hasil yang diharapkan masih jauh dari harapan, walau begitu income di minggu ini sudah cukup membikin tenang. Asmara: Jangan terlalu percaya dengan ucapan orang luar agar hubungan dengannya bisa tetap tenang dan terjaga. Pisces Peruntungan: Hilangkan semua perasaan ragu dan bimbang dalam menyikapi setiap kesempatan yang muncul di awal bulan ini. Teruslah lakukan gerak dan pikir cepat agar kesempatan yang lewat di depan mata itu tidak terbuang percuma. Karier: Tidak ada pantangan untuk melakukan manuver-manuver yang berbahaya sekalipun, karena bintang Anda lagi mujur-mujurnya. Kesehatan: Rongrongan dari saudara Anda sendiri cukup membuat sakit hati Anda, tak perlu dimasukkan hati karena hanya akan bikin penyakit saja. Keuangan: Tetap saja sulit untuk lepas dari pemborosan karena selalu ada saja pengeluaran yang harus dilakukan. Asmara: Lebih hangat dan mesra, sehingga terasa enggan untuk berpisah dengannya walau sekejap mata. Aries Peruntungan: Kekecewaan akan semakin dekat dengan diri Anda, jika tidak bisa menjaga sikap dalam menyikapi suatu harapan yang tampaknya tinggal di depan mata. Karier: Bisa saja yakin dan berambisi, akan tetapi sebaiknya jangan sampai takabur, karena jika sampai meleset maka dampaknya akan terasa lebih menyakitkan. Kesehatan: Biar pekerjaan setumpuk jika sudah waktunya istirahat lebih baik istirahat saja, daripada dipaksakan malah membikin badan menjadi sakit. Keuangan: Terima saja apa adanya, tak perlu punya pikiran yang macam-macam apalagi sampai ingin jual barang. Asmara: Coba pandangi diri Anda, dan cobalah untuk bersyukur. Taurus Peruntungan: Selagi ada kans besar sebaiknya jangan ragu untuk maju demi hasil yang lebih besar dan berarti. Janganlah Anda terlalu asyik dengan kesenangan sesaat tanpa memikirkan apa yang akan diraih di minggu mendatang. Karier: Tak perlu ragu untuk mengemukakan ide yang muncul, walaupun tak sedikit yang menentangnya. Kesehatan: Kesulitan yang menerpa diri Anda sedikit banyak telah mepengaruhi kestabilan kesehatan Anda, untuk itu berusahalah berpikiran rileks dan hindari ketegangan. Keuangan: Berhatihatilah dalam membuat surat perjanjian jangan sampai sembrono. Asmara: Tetap saja sulit untuk menerobos pintu hatinya, kalau Anda terus bersikap egois dan mau menangnya sendiri. Gemini Peruntungan: Suasana perbintangan Anda masih terasa menyenangkan, apalagi ditambah rezeki yang terus mengalir, bersyukurlah karena dengan begitu maka beban menjadi berkurang karena segala tanggungan menjadi tercukupi. Karier: Tetaplah jaga jarak dengan atasan sekalipun sikap atasan tampak lebih akrab dan dekat dengan Anda akhir-akhir ini. Kesehatan: Jika tidak terpaksa sebaiknya jangan keluar malam, karena angin malam kurang begitu bagus bagi tubuh Anda saat ini. Keuangan: Masih perlu di-manage betul-betul jangan sampai dengan cash in yang tinggi akan menimbulkan masalah baru bagi Anda. Asmara: Tidak ada salahnya Anda mengetahui problem yang lagi menimpanya, siapa tahu bisa memberikan bantuan yang sangat berharga bagi dirinya. Cancer Peruntungan: Perhatikan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa Anda alami dari keputusan yang telah Anda ambil, tak perlu mundur cobalah konsisten dan konsekuen serta tidak melupakan kewaspadaan selalu. Karier: Tak perlu digubris omongan yang menyakitkan hati tersebut, biarkan semua itu berlalu dengan sendirinya. Kesehatan: Hindari begadang sampai larut malam, ingatlah bahwa kondisi badan lagi belum sehat benar sehingga harus dijaga terutama terhadap angin malam. Keuangan: Berhati-hatilah dalam membelanjakan uang Anda jangan sampai terkesan boros. Asmara: Jangan semuanya dimasukkan hati, itu tidak akan membikin suasana tenang justru akan membuat gelisah saja. Leo Peruntungan: Banyak jebakan-jebakan yang kadang bisa berupa pujian, maka dari itu janganlah cepat bangga bila dipuji. Begitu juga dengan kritikan yang datang, sebaiknya bisa menerima dengan hati lapang dan jadikan itu sebagai konsultan untuk mengoreksi langkah-langkah yang telah ditempuh selama ini. Karier: Ujian baru terpampang di hadapan Anda untuk itu cobalah lebih sabar dan bijaksana dalam menyikapi setiap kejadian yang muncul. Kesehatan: Jika memang dirasa badan kurang begitu fit sebaiknya tak perlu memaksakan diri untuk mengerjakan aktivitas yang terlampau berat. Apalagi bila mata sudah mengantuk lebih baik Anda pergunakan untuk tidur saja. Keuangan: Pemasukan masih tampak seret sehingga mau tidak mau harus lebih berhemat lagi. Asmara: Bagaimanapun juga ketenangan bisa tercipta jika kedua belah pihak bisa saling menjaga dan mengisi, jangan sama-sama keras kepala dan tidak ada yang mau mengalah. Virgo Peruntungan: Usahakan untuk lebih konsentrasi dengan pekerjaan dan tugas-tugas Anda, tanpa mendengarkan dan memperhatikan perkataan orang lain. Di minggu ini dari segi usaha tampak lancar bahkan cukup bagus prospeknya, sehingga tak heran jika timbul kecemburuan di sekitar Anda. Karier: Jangan terpancing provokasi yang sengaja disebarkan rekan Anda untuk menjatuhkan Karier dan masa depan Anda, berhati-hatilah. Kesehatan: Tak ada salahnya rajin mengkonsumsi jus wortel karena akan berdampak sangat bagus bagi penglihatan Anda. Untuk kebiasaan berolahraga di pagi minggu sebaiknya tetap dilestarikan agar kondisi badan tetap terjaga selalu. Keuangan: Ada saja pengeluaran yang harus dikeluarkan di minggu ini. Asmara: Bersabarlah dan serahkan semuanya itu pada yang di atas, pasti semua itu akan menemukan jalan keluarnya, yang penting Anda tetap berusaha dan tidak lupa untuk selalu berdoa. Libra Peruntungan: Tidak perlu ragu bila ingin merealisasikan rencana penting di minggu ini, sebab semua faktor dan elemen tampak mendukung. Yang penting keseriusan harus tetap dipertahankan, jangan sampai Anda bertindak setengah hati. Karier: Partner kerja yang kurang serius sebaiknya dijauhi saja dan tak perlu didekati karena hanya akan mendatangkan masalah saja. Kesehatan: Masih perlu kesabaran untuk terus menjaga kondisi badan Anda agar penyakit lama Anda tidak sampai kambuh kembali hanya karena makanan yang seharusnya bisa dihindari. Keuangan: Sulit untuk bisa lepas dari pemborosan sekalipun Anda terus melakukan penghematan. Asmara: Tidak perlu ragu dengan kesungguhan hatinya, yakinlah dengan kelebihan yang ada dalam diri sendiri, itu akan menolong dari rasa minder yang berlebihan. Scorpio Peruntungan: Semua masalah jika dihadapi dengan serius pasti lain hasilnya, lain jika hanya setengah hati, pasti hasilnya sulit untuk bisa maksimal. Apalagi order sudah mulai mengalami penurunan, maka dari itu prestasi kerjanya harus ditingkatkan, agar tidak sampai mengalami kemunduran yang terlalu berlebihan. Karier: Dengarkan perintah atasan dan laksanakan sesuai keinginannya agar Karier Anda tetap bertahan dan tak sampai mengalami gradasi. Kesehatan: Makanan goreng-gorengan ada baiknya dihindari untuk sementara waktu, lain bila Anda menggoreng sendiri karena faktor higienis lebih terjamin daripada Anda beli di luaran. Keuangan: Semuanya cukup stabil dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan di minggu ini. Asmara: Jangan hanya bikin hatinya jengkel, alangkah baiknya jika sekali-sekali memberinya surprise kepadanya, supaya hatinya tidak selalu jengkel. Sagitarius Peruntungan: Usaha Anda di minggu ini tampak tidak mengalami masalah, begitu juga perbintangan Anda tampak mujur dan beruntung sehingga jika ingin melakukan spekulasi tidak ada masalah, yang penting harus dilandasi dengan keyakinan dan rasa percaya diri yang tinggi. Karier: Tataplah masa depan dengan pAndangan penuh optimis, jauhi perasaan ragu apalagi takut untuk melangkah maju. Kesehatan: Batuk pilek tampak mulai menyerang diri Anda, untuk itu hindari minuman dingin atau makan goreng-gorengan. Keuangan: Income masih Diasuh Oleh cukup tinggi hanya saja pemborosan tetap harus Putri Wong Kam Fu diwaspadai. Asmara: Kesempatan untuk menjalin Berlaku asmara kasih dengannya masih belum tertutup, 10-16 Juli 2016 berusahalah.
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
Weda Wakya
Berkah Datang Ketika Kita Berpikir Positif yasya sneho bhayam tasya sneho duhkhasya bhajanam sneha-mulani duhkhani tani tyaktva vaset-sukham (Canakya Niti Sastra 13.6)
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
“DI mana ada cinta di sana ada ketakutan, cinta adalah tempat bagi kedukaan, dan cinta juga yang merupakan permulaan dari segala kedukaan. Oleh karena itu, tinggalkan segala kecintaan itu dan mantaplah dalam kesukaan.” Kebanyakan orang mempraktikkan sepenggal cinta, bukan cinta yang sebenarnya dan seutuhnya. Cinta yang sepenggal itu hanyalah sebuah ketertarikan dan keterikatan duniawi biasa. Kalau anak muda bertemu lawan jenisnya, bergaul beberapa waktu, maka mereka akan mengatakan “I love you...” Kalau sesama jenis bertemu, lalu berteman baik, mereka juga mengatakan “I love you..” Orang tua bila bertemu dengan anaknya yang jarang dijumpai juga akan mengatakan “I love you...”. Hubungan persaudaraan yang dekat dengan kerabat maupun teman juga tak dipungkiri akan terlontar ungkapan , “I love you...” Mereka semua bergaul akrab dan lengket satu sama lain ‘di dalam cinta’ sesuai dengan apa yang mereka artikan. Sering terdengar bila pasangan atau teman kita berkata atau berbuat sesuatu yang tidak memuaskan diri kita atau melakukan sesuatu yang tidak kita setujui lantas dengan mudahnya kita mengatakan “You didn’t love me...!!” atau akhirnya menjadi “I hate you ...!!” Ketika batas ketidaksetujuan atau ketidaksinambungan satu sama lain semakin melebar dan membengkak, akhirnya semua bisa berubah menjadi permusuhan dan tidak jarang diakhiri dengan “pesta darah”. Mereka siap mengakhiri “cinta”-nya dalam pembantaian. Saling bunuh satu sama lain. Inilah cinta di mata dunia. Sebuah ketertarikan yang dibesar-besarkan menjadi cinta. Karena awal dari cinta tersebut hanya pada ketertarikan duniawi semata yang akhirnya terjadilah keterikatan yang semakin ketat..., semakin ketat.., dan semakin erat mengikat yang bersangkutan sehingga ia tidak lagi mampu mengenali diri sejatinya dan tidak bisa bergerak sama sekali untuk mau mengarahkan dirinya ke jalan spiritual. Keterikatan menimbulkan amarah. Kemarahan muncul
diawali perenungan pada objek-objek indria, lalu secara perlahan-lahan ikatan terhadap objek-objek indria menjadi berkembang. Dari keterikatan pada objek-objek indria berkembanglah hawa nafsu, dan dari nafsu kemudian timbullah amarah. Selanjutnya dari amarah, timbullah khayalan, dan akhirnya khayalan menyebabkan ingatan bingung. Bila ingatan bingung, kecerdasan akan menjadi hilang lenyap, dan sesudah kecerdasan hilang lenyap maka dengan pasti seseorang akan jatuh ke dalam lautan kesengsaraan material (krodhad ... pranasyati). Keterikatan kita pada hal-hal duniawi, khususnya cinta duniawi yang kita bicarakan di sini, menyebabkan timbulnya nafsu untuk memiliki yang kita cintai itu, ia bisa lawan jenis, bisa uang dan benda-benda duniawi lainnya, atau bahkan nama dan jabatan. Ketika keinginan untuk memiliki tidak tercapai maka timbullah amarah, kebencian, dan dendam. Dari sini muncullah keinginan-keinginan yang tidak wajar. Orang kehilangan akal dan logikanya. Perilakunya tidak terkontrol. Ia tidak akan melihat dan tidak akan mau melihat dirinya bersalah dan/atau ambil bagian bahkan barangkali “pelaku” utama dari sebuah kejadian yang tidak menyenangkan dalam pergaulannya. Inilah yang kemudian menbawanya jatuh, menjauh dari kehidupan spiritual. Sebab, hal-hal spiritual tidak bisa dibeli dengan “aku benar kau salah”. Orang yang mampu membebaskan dirinya dari segala ikatan duniawi, termasuk rasa tidak suka, dan memiliki kesanggupan untuk mengendalikan indria-indria untuk tidak terikat pada hal-hal duniawi maka ia dapat memperoleh karunia sepenuhnya dari Tuhan. Kewajiban orang adalah menjaga kesadaran yang seimbang terhadap datang-perginya orang, datang-perginya uang, jabatan, dan lain-lain. Ketika uang, jabatan, atau orang datang, kita cakupkan tangan disertai senyum dan hati yang tulus. Ketika orang pergi, kita juga cakupkan tangan dengan senyum dan hati yang tulus pula. Barangkali hati kita ter-
ganggu, karena kita sudah lama dalam pergaulan cinta kasih dengan mereka namun ketika mereka pergi meninggalkan kita, maka sewajarnya hati merasa sedikit teriris. Akan tetapi, keterikatan berlebihan tidak akan ada karena sudah diisi oleh keterikatan akan kasih Tuhan yang Maha Esa. Yang lain selain Tuhan tidak bisa lagi mengambil keterikatan tersebut. Maharesi Canakya menekankan bahwa cinta duniawi yang tidak terkontrol bisa mendatangkan kedukaan. Di mana ada cinta di sana ada ketakutan, cinta adalah tempat bagi kedukaan, dan cinta juga yang merupakan permulaan dari segala kedukaan. Oleh karena itu, tinggalkanlah segala kecintaan itu dan mantaplah dalam kesukaan. Disebutkan, bandhaya ... karanam bandha-moksayoh, pikiran yang amat terikat pada objek kepuasan menyebabkan ikatan, dan pikiran yang tidak begitu terikat pada objek kepuasan menyebabkan pembebasan. Artinya, pikiranlah yang menyebabkan manusia terikat dan pikiran pula yang menyebabkan manusia mencapai pembebasan. Pikiranlah yang menyebabkan keterikatan dan pembebasan, maka pengendalian pikiran memang harus dilakukan oleh semua yang menginginkan kebahagiaan. Orang tidak perlu mengatakan atau berpikir negatif terhadap diri sendiri maupun pada orang lain. Negatif tetap negatif. Lebih baik mengatakan hal yang positif baik untuk diri sendiri apalagi pada orang lain. Godaan berpikir negatif sering muncul ketika uang, jabatan, atau seseorang yang dicintai pergi meninggalkan kita. Segala hal-hal buruk, bahkan doa-doa buruk kepada orang itu berlompatan di kepala kita. Seketika kita melupakan segala kebaikan yang pernah ia lakukan pada diri kita. Dalam kekecewaan dan kebencian seperti itu, kita hanya mengingat sisi negatifnya dan sama sekali tidak mau menyentuh sisi positifnya. Bagaikan orang memakan pisang, mereka akan mengupas pisang dengan baik dengan cara yang indah menarik tetapi ia akan memberikan isinya kepada orang lain sementara dia sendiri berbangga memakan kulitnya. Pikiran adalah “musuh maparo...”, musuh yang sangat dekat dengan diri kita. “Tan madoh maring awak...”, ia berada tidak jauh dari badan kita dari diri kita karena “ri ati ya tonggwanya...” karena ia berada dan tinggal lengket di dalam hati kita.
Pikiran sukar untuk dikendalikan dan tidak pernah tenang diam di satu tempat. Yoga (jalan hidup spiritual) sangat sukar tercapai oleh seseorang yang tidak dapat mengendalikan dirinya. Akan tetapi, seseorang yang berjuang dengan jalan yang benar dan penuh kendali diri akan mencapainya. Mengenali musuh di dalam diri dalam bentuk pikiran seperti itu akan sangat membantu untuk mengenali jati diri. Itulah maknanya Arjuna meminta Krishna membawa keretanya ke tengah-tengah kedua belah pasukan. Ia ingin melihat musuhmusuhnya agar ia bisa melihat kekuatan dirinya. Dengan mengenali musuh yang ada di dalam diri maka dengan mudah orang akan dapat mengenali sang diri sejati yang siap memberikan segalanya kepada dirinya. Sang diri sejati memenuhi segala kebutuhan dirinya dengan sendirinya karena sesungguhnya segala ada di dalam diri. Jika ada masalah lalu kita menyentuh sisi positifnya maka seluruh hal negatif akan diubah menjadi positif. Jika segalanya dipenuhi kebaikan tetapi orang melihat sisi negatifnya saja, maka seluruh keindahan akan berubah menjadi problem maha berat. Lama berada dalam pergaulan spiritual tidak menjamin orang bebas dari pikiran-pikiran negatif. Sebaliknya, ia akan selalu mengintip, mengintai setiap celah yang ia bisa dapatkan untuk masuk dan kemudian mengobrak-abrik segalanya. Berhati-hati dan selalu waspada dalam hal ini, setiap saat, akan banyak menyelamatkan diri dari kejatuhan jalan indah spiritual yang sedang ditekuni. Kewaspadaan bisa dimiliki dengan melatih pengendalian diri dari waktu ke waktu tanpa mengenal lelah apalagi menyerah. Melalui usaha yang terus-menerus (abhyasa) dan dengan menjauhi godaan-godaan (vairagya) maka pikiran lebih mudah dapat dikendalikan. Maharesi Canakya mengatakan, “Srutva dharmam tyajati durmatim”, dengan membaca dan mendengar Veda orang bisa mengerti dharma dan pikiran-pikiran buruk bisa dihilangkan. Pikiran yang terkendali dengan baik menyebabkan orang bisa mengarahkan diri untuk selalu berpikir positif dan menghindari berpikir yang serba negatif. Selalu berpikir tentang kebaikan dan menghindari berpikir hal-hal yang buruk akan membukakan pintu rezeki dan kebahagiaan. Kalau tidak, barangkali orang bisa mendapatkan uang dan jabatan, tetapi kebahagiaan akan menjauh dari diri orang tersebut.
MIMBAR AGAMA
Menjadi Surat Kristus Redaktur Khusus
KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” (2 Korintus 3:3) Masih dalam suasana hari raya Idul Fitri, melalui ruang mimbar agama ini perkenankan saya pertama-tama mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1473 Hijriyah bagi mereka yang merayakannya, mohon maaf lahir dan batin. Dalam menjalankan profesi, setiap harinya kita berhubungan dengan banyak orang lewat surat elektronik alias email. Sebuah email bisa menghubungkan kita dengan siapapun di berbagai belahan dunia dengan cepat dan mudah. Klik send atau kirim, maka seketika itu juga surat itu sampai ke yang dituju. Bandingkan dengan surat via pos yang bisa makan waktu berhari-hari untuk bisa diterima oleh orang yang kita tuju. Saya masih sempat merasakan lamanya menanti balasan dengan surat via pos, dan sekarang menikmati betul adanya fasilitas email. Selain kedua bentuk surat ini menghubungkan kita dengan orang lain yang tinggal di tempat berbeda, satu hal yang sama dari keduanya menurut pengamatan saya adalah bahwa keduanya bisa menggambarkan sifat dari penulisnya. Orang
yang ramah akan terlihat dari balasannya, orang yang terbiasa formil akan sangat formil dalam membalas. Orang yang suka bercerita emailnya bisa panjang, sebaliknya orang yang efektif emailnya singkat, padat dan jelas. Orang yang cermat biasanya membalas dengan meng-quote email kita sebelum membalas agar tidak ada yang terlewat, orang yang intim akan bercerita lebih jauh dari yang kita tanyakan. Orang yang emosian akan terasa dari caranya membalas surat atau email, orang yang sabar tentu berbeda gayanya. Sebuah surat bisa menunjukkan atau menggambarkan pribadi penulisnya. Dalam hal menjadi pengikut Kristus, sudahkah kita sadar bahwa kita pun sesungguhnya merupakan tulisan atau surat tersendiri akan Kristus? Bukan tulisan di atas kertas atau lewat mengetik di keyboard komputer/laptop/ netbook/tablet dan gadget atau smart phone yang kita miliki melainkan dari cerminan kehidupan kita, menjadi surat Kristus bagi orang-orang di sekitar kita. Mereka seharusnya bisa mengenal Tuhan yang kita sembah lewat cara hidup kita ditengah masyarakat. Kalau cara hidup kita benar, maka kebenaran Tuhan akan terpancar di sana. Tapi sebaliknya jika kita mengaku orang percaya tapi kehidupan kita buruk, maka orang pun akan mencemooh dan mendapat pengenalan yang keliru dari Kristus. Kita seharusnya sadar bahwa kita merupakan surat yang bukan sembarang surat tetapi menjadi surat Kristus yang bisa dibaca orang lain. Dengan kata lain, kita seharusnya bisa menjadi sebuah kesaksian tersendiri mencerminkan figur Kristus yang bisa dilihat oleh orang lain yang bertemu kita dengan jelas. We are an open letter of Christ to the world.
Mari kita lihat ayatnya, yang ditulis oleh Paulus dalam surat yang ditujukan kepada jemaat Korintus. “Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” (2 Korintus 3:3). Dikatakan bahwa kita ditulis bukan dengan tinta yang biasa dipakai orang untuk menulis melainkan langsung dengan Roh Allah. Bukan pada loh batu atau kertas tetapi langsung ke dalam hati kita. Jika kita jelek, maka jeleklah yang dibaca orang. Sebaliknya jika yang tertulis adalah gambaran Kristus yang benar, maka orang pun akan mampu melihat atau membaca siapa sebenarnya Kristus lewat apa yang tampil dari kita. Kita perlu merenungkan dan memeriksa apa yang tertulis dalam hati kita hari ini. Seperti apa pribadi Kristus yang dibaca orang lewat diri kita? Agar suratnya tidak keliru, kita harus menjaga hati kita agar yang tercermin tidak bertentangan dengan pribadi Kristus yang telah ditulis oleh Roh Kudus secara langsung. Menjaga hati menjadi sesuatu yang mutlak bagi kita. Firman Tuhan berkata: “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Ayat ini dengan tegas dan nyata menggambarkan bahwa apapun kehidupan yang terpancar dari diri kita hari ini, semua itu berasal dari hati. Dan apa yang tertulis dalam hati kita akan sangat menentukan apa yang dibaca orang lewat diri kita. Sebagai anak Tuhan kita telah dianugerahkan Roh Kudus, dan dalam hati kitalah Dia berdiam. “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh
Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” (Galatia 4:6). Sebagai surat Kristus, surat seperti apa yang kita tunjukkan lewat kehidupan kita saat ini? Apakah kita sudah mencerminkan pengenalan yang benar akan Kristus, atau kita bersikap munafik, mengaku sebagai pengikut Kristus tetapi terus menerus menunjukkan perilaku yang jelek? Apakah kita sudah memperkenalkan bagaimana Yesus yang sebenarnya atau malah kita membuat Yesus menjadi bahan ejekan dan tertawaan orang? Apakah orang menjadi tertarik untuk mengenal Kristus lebih jauh atau malah tambah anti pati? Kita harus menyadari bahwa orang bisa mengenal Yesus lewat diri pengikutNya. Ini adalah hal yang sangat penting untuk kita renungkan, karena orang akan terus mengamati siapa diri kita, dan seperti apa sebenarnya pribadi Yesus yang tertulis lewat kita.
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Redité Umanis, 10 Juli 2016
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah
I Wayan Yasa
Tetamian Panglingsir SANGKANING panglimbak masa taler kahanan jagat aor tan pawates, majanten kahuripan kramané sayan magentos. Sekancan parindikan kaptiang mangda prasida gelis mamargi, asapunika taler pangaptin krama setata meled prasida gelis kadagingin. Yadiastun akéh pikolih beciknyané, sakéwanten kahanan punika wénten taler kaonnyané napi malih tatkala kadungang sareng kawénten jati mula krama Bali sané akéh naminin ilén-ilén tetamian panglingsir. Kahanan sakadi punika prasida ngingsirang kawéntenan tetamian budaya yéning nénten becik kaupapira tur kalestariang. Sakadi sané kabaosang I Wayan Yasa. Bandesa Adat Désa Pakraman Jatiluwih puniki maosang, yéning nandur pantun baas barak ring wewidangan Jatiluwih sampun kamargiang saking nguni. Punika wantah ilén-ilén tetamian panglingsir irika, dadosné kirang patut manawita wénten krama dura désa sané maosang yéning ipun sané nincapang tur ngawitin malih parikrama nandur pantun baas barak ring Jatiluwih. Sangkaning punika dané sané sampun ngranjing limolas warsa dados Bandesa Adat nugesang yéning patut pisan ngamargiang makudangkudang parikrama mangda tetamian dresta miwah ilén-ilén punika nénten prasida punah yadiastun nyantos mangkin kantun becik kahananipun. “Yéning ring manah tiangé, tetamian dresta nandur pantun baas barak puniki nénten jagi ical ring pakraman Jatiluwih. Duaning kramané sampun éling yéning punika wantah tetamian panglingsir sané patut kalestariang, nénten dados kalempasin,” baos Wayan Yasa. Dané sané embas ring Jatiluwih, 31 Desember 1962 puniki malih maosang, krama ring désanyané sampun éling indik kawigunan taler kautaman baas barak mawinan patut kalestariang. Duaning sios saking kanggén aturan ri kala upacara ngaturang sarin taun, taler sangkaning carik ring Jatiluwih sampun kajantenang pinaka sinalih tunggil WBD utawi Warisan Budaya Dunia olih UNESCO. Sangkaning punika tatkala masan manyi tur nyemuh pantun ring carik, pecalangé jagi majaga mangda nénten wénten pantun krama sané kamalingan nyabran wengi kantos jam kalih ngedaslemahang. Indiké punika kamargiang nénten sangkaning wénten pangaptin krama sajaba sangkaning pikayunan para pecalang sané kasarengin olih sang sané madué pantun. Manggalaning Pangempon Pura Luhur Pucak Petali puniki malih maosang, sané dados pikobet wantah kahanan “alih fungsi lahan” utawi carik sané kadol kanggén makarya wewangunan wisata olih tamiu saking dura désa utawi dura negara. Punika naen kapanggih tatkala akéh tamiu invéstor sané rauh tur meled numbas tanah irika, sakéwanten sangkaning désa adat taler krama kantun kukuh sinah nénten wénten tanah sané prasida kadol kantos mangkin mawinan carik kantun prasida kalestariang. “Kramané nguningayang yéning tanah ring Jatiluwih wantah duén para panglingsir, nénten dados kadol. Sangkaning punika kramané kantun kukuh mangda kasuén-suén pianak miwah cucunnyané nénten manggihin pikobet,” dané sané meneng ring Br. Kesambahan Kaja, Jatiluwih, Penebel, Tabanan puniki negesang. (wan)
(35)
BPM/wan
MASIGIHAN - Sangkaning pantun barak sané sampun kaanyi kantun tekek ring bantang, punika mawinan pantun inucap masigihan utawi kategul dados asiki sadurung jagi kajemuh taler kagenahang ring jineng
Tetanduran ring Carik Jatiluwih
Padi Taun miwah Tebek Gegadon PINAKA panegara Agraris, majanten krama ring Indonesia akéhan sané ngamargiang parikrama utawi pakaryan ring widang pertanian. Pakaryan sané akéh pisan kamargiang olih krama utamanipun ring Bali saking nguni punika dadosné ngawinang akéhan krama seneng pisan meajengan nasi miwah asil matani siosan kantos mangkin. Nénten wantah amunika, pangaptin krama Bali antuk beras taler pantun akéh pisan, sios saking kanggén ajengan, wénten taler sané kaptiang kanggén sarana upacara. Soroh sané kaptiang makéh pisan kawéntenanipun, genah ngamolihangnyané minakadi sané wénten ring wewidangan Jatiluwih, Tabanan. Désa sané wénten ring kabu-
paten sané kasengguh “lumbung beras” puniki wantah désa sané sampun kasub antuk pantun tradisional, minakadi pantun baas barak. Pantun sané taler kasengguh padi taun puniki katandur nyabran warsa apisan duaning akéh galah sané katelasang saking nandur kantos manyi. I Wayan Yasa (54), Bandésa Adat Désa Pakraman Jatiluwih maosang, nyabran warsa nandur pantun kagilir, inggih punika padi taun sareng tebek gegadon. Nandur pantun baas barak setata kakawitin ring bulan Januari antuk kahanan sampun wénten bulih tur kaanyi ring bulan Juni. Ngranjing bulan Juli sampun ngranjing ring masan tebek gegadon, tatkala punika krama dados nandur pantun 64 utawi maabian. Risampuné
ngranjing bulan November wawu manyi, bulan Desember sampun makarya bulih pantun baas barak mangda prasida katandur ring bulan Januari. “Nandur pantun baas barak wantah tetamian pakaryan saking para panglingsir sané katami kantos mangkin. Sané sampun magentos wantah soroh tetanduran tatkala ngranjing masan tebek gegadon. Yéning dumun akéhan nandur palawija minakadi bawang miwah kesuna, nanging mangkin sampun kagentosin antuk pantun sakadi 64, santukan yéning madolan bawang ring masané mangkin kabaosang akidik numbas,” baos dané. Kabaosang malih, nandur pantun baas barak ring bulan Januari wantah parikrama sané
nénten dados katungkasin duaning jagi ngamedalang kahanan sané kirang becik. Sakadi sané sampun naen kapanggih, wénten krama sané nandur pantun 64 tatkala ngranjing masan padi taun. Dadosné pantunipun mentik akidik tur kagulgul walang sangit kantos tan polih manyi. Sangkaning naen manggihin kahanan kadi asapunika, krama adésa Jatiluwih nénten wénten sané wani nandur pantun lémpas saking kaketékan galah padi taun miwah tebek gegadon punika. Katakénin indik soroh pantun sios sané taler katandur irika, dané maosang soroh pantun sios sané katandur ring masan tebek gegadon wantah pantun Mangsur. Pantun punika wantah pantun tradisional sakéwanten ngasilang
baas putih, bulihnyané kidikan saking pantun 64. Parindikan sané pateh taler kabaosang I Wayan Tulus (41), krama Br. Gunung Sari, Jatiluwih. Dané maosang ring genah utawi carik sané dayuh, prasida katandurin pantun Mangsur punika. Yéning soroh pantun Gaga, akéhan katandur ring carik sané tuh utawi arangan polih toya. “Nénten wantah amunika, ageng bulihan pantun baas barak taler masiosan. Yéning sané katandur ring carik apekaséhan Jatiluwih, majanten bulihan baasné lantang miwah agengan katimbang saking sané katandur ring genah siosan minakadi wewidangan Wangaya Gedé taler Soka Désa Sengana,” Wayan Tulus nartayang. (wan)
Ngaturang Sarin Taun
Patut Ngawigunayang Pantun Baas Barak SAKADI sané sampun kauningin pantun miwah baas wantah parindikan sané mabuat tur mautama pisan ring pakraman utamanipun ring sajeroning krama Hindu-Bali. Punika kasinahang saking akéh parindikan sané muatang taler ngawigunayang pantun taler beras pinaka sarana upacara. Sangkaning pabuatnyané sakadi punika, krama nyantenang yéning pantun patut kaaturin upacara sadurung prasida kawigunayang. Ring wewidangan Désa Jatiluwih, padi taun utawi pantun baas barak kawigunayang ring upacara yadnya sané setata kamargiang irika, inggih punika upacara Ngaturang Sarin Taun. I Wayan Tulus maosang, ngaturang sarin taun inggih punika upacara ngaturang pantun baas barak sané mategulan utawi sané kabaos masigihan. Parindikan pateh taler kabaosang I Wayan Yasa, upacara punika taler kamargiang nganinin pujawali utawi upacara
piodalan jelih ring Pura Luhur Pucak Petali. Tatkala punika, Déwa Nini sané kakaryanin tur kaotonin ri kala ngenahang pantun ring jineng kapunut olih soang-soang krama ka Pura Luhur Pucak Petali. Ida kairing sinambi kramané maturan pantun baas barak asigih kantos petang sigih sané jagi kanggén ring pura, risampuné pujawali wusan kamargiang majanten Déwa Nini inucap kapunut mantuk tur kalinggihang ring jineng soang-soang krama. “Indik parikrama ngaturang sarin taun punika kamargiang ring raina Buda Kliwon Ugu. Yéning kramané durung manyi, ipun prasida ngaturang sarin taun nganggén pantun sané kantun kadruénang saking panen sané dumunan,” baos Wayan Yasa. Dané malih maosang, sadurungé manyi majanten krama ngamargiang ngusaba ring Dugul. Indiké punika taler madaging antuk awig-awig, manawita wénten krama sané sampun
manyi sadurungé ngusaba, sinah ipun nénten dados ngeseng utawi nunjel suminnyané. Manawita wénten sané sampun nunjel sadurungé ngusaba, ipun keni pamidanda marupa ngamargiang upacara pacaruan Panca Sanak ring Dugul. Asapunika awig-awig indik ngusaba sané kantun kamargiang ring Désa Jatiluwih kantos mangkin. Katakénin indik parikrama nyemuh pantun taun punika, kabaosang kamargiang ring carik duaning akéhan polih sunaran ai bandingang nyemuh ring jero soang-soang. Wénten kalih parikramanipun, pertama ngetuhang katiknyané malarapan antuk nglepas tetegulannyané, kaping kalih néngdéng bulihnyané antuk parikrama nungkayakang sigihan i wawu. Risampuné sami tuh kirang langkung antuk galah petang raina yéning sunaran ainé becik, wawu pantun prasida kabakta budal tur kagenahang ring jineng. “Sadurung pantun punika ka-
“WIYAKTI Tungurah, tiang nunas ampura sajan-sajan marasa cemburu kén Sudiari. Tiang bas loba, momo, égois pingin ngwengku ragan Tungurahé padidi. Ten inget yén Tungurah mula akéh ané merluang, di sekolah, di masyarakat, di pasemetonan. Sujatinné tiang masih bagia ngelah Tungurah setata dadi tetuladan. Nanging... tiang takut, pasti wénten masih anak iri ati, drengki tur mamanah mencanén ragan Tungurahé. Oh Hyang Widi icén titiang kaselametan sekala niskala,” sesambatné Luh Suwarni sigsigan gregetan nagih ngelut gélanné, yén tan éling genahé di galangé. Madé Sudiari busan-busan nyledétin Ngurah Jelada lan Arniek saking rasa gemes lan iri maadukan. “Nah,apang Arniek masih tatas nawang ané madan Gusti Ayu Citra Andini, tuara lén tuah misan tiangé di Selat. Jani mara kelas telu SMP di Selat. Yén goba saja jegég, pinter, lan manja. Yéning alih ulian pakayunan anak lingsir, miribang sanget
kahyunné apang raganné tetep jumah, sawiréh raganné anak tunggal. Tekén tiang raganné mula ngalem, rasayang tiang cara manyama. Apa buin dugasé labuh lan paanné matatu kéweh ngalih darah golongan O. Terpaksa tiang dadi donor matransfusi langsung. Raganné ngeling meluk tiang marasa suba nyelametang raganné. Yén pradé ada anak usil ngorahang tiang pacaran ajak adin tiangé, yaah terserah,” baos Ngurah Jelada. “Banggayang anaké ngomong Tungurah, tiang ngerti. Ampura tiang kapok cemburu buta.” “Sing kénkén sayang, cinta ajak cemburu cara dua sisi mata uang. Tetuekné abesik apang dadi rabuk ané ngetisin taneman, saling asah saling asih saling asuh sesai tan kenéng pasahang.” “Néh néh néh.... Tungurah jag dueg dogén, munyin tiangé sing baanga labuh ka tanah. Néh jemak dong mangkin déréng maan ngumbah katungkulan ngobrol.” Lantas ngobag gélanné.
“Naah, sambilang anaké ngumbah. Tingalin timpalé suba lakar suud. Nto Lanag Geria nyiramin Ayu Swandéwi cara anak malukat. Sudiari suud ngumbah nyebeng ningalin iraga. Ayu Jeladi malah suba suud masiram,” baosné Ngurah Jelada milu ngambil toya anggéna ngobagin, durus saling gobag sareng pasanganné soang-soang. Usan ngumbah sami daané ngojog pancoran masiram. Trunatrunané ngaduluang masiram di tibuané. Usan masiram jam sia wau pada mantuk sareng pasanganné soang-soang. Ngurah Jelada suir-suir nulak sepédanné alon-alon ngaduluang. “Tungurah, tiang dumunan nggih. Lakar sambilang ngebél timpalé sira ané sampun mulih ajak ngrujak nyanan,” raosné Luh Suwarni numunin Ngurah Jelada macuet ngandéng Ayu Jeladi. Rauh jumahné dapetanga Madé Budiana sampun ngantosang ring téras umahné. “Oo ada Madé Budi ja teka. Tuni suba Dé? Ampura kadung
BPM/wan
BANTANG - Sadurung nyemuh bulin pantun, pantun sané sampun kaanyi patut kadulurin antuk nyemuh bantangnyané. Mawinan pantun sané sampun masigihan kalepas dumun tetegulannyané kantos bantangnyané tuh. turin upacara ri kala ngenahang ring jineng, majanten kramané nénten wénten sané wani ngadolg padi taunnyané. Yéning pantun biasa utawi 64 majanten nénten
katengetang kadi asapunika mawinan wénten krama sané majegang pantunipun ring sawah, nénten malih kabakta budal,” Wayan Yasa maosang. (wan)
ngumbah di tukadé sambilang mememan. Negak malu, tiang nu nyemuhang pakéan,” Luh Suwarni maklieng ka dori nyemuh. Sagét pesu uli kamarné sampun magentos pakaian. Madé Budiana nlektekang masemu manis. “Arniek pidan mulih uli Denpasar? Malah ja sing ngebél mai. Yén tawang kayeh ngumbah sing jag milu besik. Tapi.... jelék masi rasanné ngaduk-aduk anak makangenan?” raosné Budiana. “Saja Dé, sirahé kebus. Suba kangen puk, sangkal semengan ka tukadé mememan sambil ngumbah. Lén Madé suba ngelah gélan anyar, kadung mani mulih sing kénkén,” pasaurné Arniek nylémpér timpalné sané sering ngirim SMS mabo pisuna ngortaang Ngurah Jelada pacaran. “Bééh, tawang kéto sing abaang és batu anggon ngomprés pang dinginan.” Budi nyelag. “Yén és batu bes katos Dé. Kanggoang yéh klebutan salembut salju, asli uli gunungé.” “Oo...kéto? Nyén dogén bareng
ngumbah, pasti Gusti Ngurah ada milu ngucek-ngucekang? Biasanné kadén raganné ka tukadé makena bubu, ngulukuluk udang, bé julit apang nyak bakat?” “Terang dong. Tungurah mula tukang kucek kayang mresihang polon udangé ané nyuun tainné. Madé Sudiari, Lanang Geria, lan Madé Galang masih bareng pada ngajak pasanganné soang-soang. Kadung nutur makejang pada marencana lakar ngrujak nyanan jumahné Madé Sudiari jam telu. Kénkén Madé milu?” Luh Suwarni alon ngajakin mangda nénten iwang tampi. “Ooh kéto? Madak nyanan ada galah milu ngrujak sawiréh jani tiang lakar ka Menanga malu nyemak pipis di Bank BRI anggon meli rabuk cengkéhé sing nyak mabuah,” pasaurné Madé Budiana saha nyetarter motorné. “Kalahin malu Dék Arniek,” sebengné suntru matadah kabilbil. (Masambung)
8 Bebantenan Tetuek Tumpek Landep
Metuéling Krama Najepang Idep KRAMA Bali rumasa patut nyelehin sekancan nilai filsafat sané wénten ring sajeroning rainan sané kapakélingin. Rumasa kirang jangkep rasannyané yéning krama wantah prasida nglaksanayang kémanten tan pamautsaha nguningin nilai filosofi-nyané. Duaning sajeroning sumber sastra miwah sajeroning piteket-piteket para panglingsir sané mawicara ring TV, nilai-nilai upacara inucap sané patut kautamayang sajabaning upakarannyané. Tumpek Landep rauhnyané nganem bulan apisan nyabran Saniscara Kliwon wuku Landep. Tumpek Landep puniki wénten, napi ké kawéntenannyané wantah sawates kapakélingin antuk upakara kémanten? Yéning krama kayun nyelehin suksmannyané, boya sawates amunika kémanten. Kruna tumpek mawit saking kruna “metu” sané mateges matemu utawi panguntat. Mawinan tumpek wantah raina patemon Panca Wara miwah Sapta Wara. Panca Wara sané kaping untat wantah Kliwon, Sapta Wara sané kaping untat wantah Saniscara. Kruna landep mateges tajep, lanying. Mawinan Tumpek Landep kategesin rainan pakéling krama mangda setata najepang idep, mapikayun ening tur suci. Sangkaning paminehé sané ening miwah suci mawinan para krama prasida ngametuang parilaksana sané becik. Ring raina puniki taler krama metuéling mangda sayan najepang idep sakadi kawéntenan senjatané sané pacang mangan yéning setata kasangih. Sajeroning raina Tumpek Landep, Ida Bhatara sané kaastawa wantah Sang Hyang Pasupati sané ngicén kaweruhan miwah katajepan pikayunan taler kawagedan makarya piranti taler perabotan sané kabuatang krama. Manusa prasida makarya prabot minakadi sanjata, montor, mobil, taler piranti tiosan duaning madué pamineh. Sajeroning agama Hindu kaweruhan kapolihang ri kala rainan Saraswati sané sampun lintang, punika awinan Tumpek Landep rauh sesampun Saraswati. Napi awinan panglingsiré milihin kruna “landep” sajeroning ngwastanin tumpek puniki? Naen ké ida dané nyelehin kantos drika? Minab majeng atenga langkungan krama durung polih ngamanahin kantos irika. Sakadi katlatarang wawu sajeroning sumbersumber sastra “landep” tegesipun “tajam”, napi sané “tajam”? Peprabotan dados kabaosang “tajam”, nanging ring sajeroning sastra, “tajam” puniki nénten sawatas mangan sakadi rain prabot, sakéwanten “landep” lewih katujuang ring bikas, kaweruhan, mucukin citta, budhi miwah manah manusa mangda sayan “tajep”. Éling ring kualitas urip, antuk kaweruhan budhi, citta miwah manah, i manusa prasida tetep makarya ngawi piranti téknologi/prabot kanggén nincapang kasukertan nyujuh sané kabaos harmonis. Landep utawi tajep tegesnyané najepang idep. Najepang idep mangdané kakawitin saking budhi, citta, manah. Yéning kayuné sampun tajep majanten pacang nyalantara ka limané ngasilang asil pakaryan sané becik, becik majeng déwék, maguna majeng anak tios. Tios punika, Tumpek Landep kanggéhang istimewa majeng warga pandé, majeng treh pandé pinaka jalaran ngajiang para leluhur pandé sané sampun namiang kabisan mandé. Wantah antuk kaweruhan citta, manah, miwah budhi manusa Bali prasida sayan limbak mapikayun sajeroning ngarepin sesaih masa riwekasan. Saking ilmu pengetahuan manusa molihang kaweruhan, “ketajaman” lokika, tur pinih untat nyujuh kawicaksanaan urip. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Wijaya Kusuma Sebali)
Upacara
Redité Umanis, 10 Juli 2016
Umat Nglinggihang Patung Déwa Ganesha Manut Tetujon miwah Kawigunan YÉNING kakantenang pungkuran puniki ring sakatah paumahan krama Hindu ring Bali madaging patung Ganesha. Ngenahang patung Ganesha puniki ngawit ramia ring krama Hindu Bali. Indiké punika minab taler nénten lempas saking panglimbak gatra ring pakraman miwah gatra elektronik indik Déwa Ganesha. Molihang patung Déwa Ganesha taler dangan, sakatah dagang patung ring sisin jalan taler makanten ramia ngadol patung Ganesha jangkep antuk sakatah ukurannyané, patung antuk sakatah lakaran ngawit patung malakaran batu, beton, plastik, miwah lakaran sané tiosan. Nanging durung wénten kajantenang ring dija beciknyané patung punika kalinggihang. Ngeninin indiké punika, Prof. Dr. IB Gunadha, M.Si., sané taler pecak dosen agama sané sampun pensiun ring Universitas Hindu Indonesia (Unhi) nguningayang, Déwa Ganesha kapertama kaloktah utawi popular ring India. Pangawitnyané wénten kelompok utawi sékte sané nyembah Déwa Ganesha. Salanturnyané sawatara warsa 70-an nglimbak ring Indonesia pamekasnyané Bali. Ring Bali pangawitnyané Déwa Ganesha kaloktah pinaka déwa sané prasida nepasin tenget, punika awinan kagenahang ring genah sané tenget-tenget. Nanging
lepas saking Déwa Ganesha, manut dané ring Hindu Bali ngawit riin taler sampun nguningin Déwa Gana utawi Ganapati. Déwa Ganapati sané kaloktah ring Bali banget mapaiketan sareng makarya tirtha pangelukatan. “Ketah yéning sulinggih sesampun makarya tirtha pamiyakalan raris kauntatin antuk puja Ganapati, nanging indik palinggih Déwa Ganapati tiang durung naen ngatonang,” lantur dané nguningayang sakéwanten mangkin kahanannyané umat sané rauh saking India ngaksi yéning ring India, filosofi Déwa Ganapati kapuja tetujonnyané ngicén kaselamatan taler prasida nambakin wasana kaon, ngicalang pikobet. Ngawit punika sayan ramia krama Hindu Bali sané masang patung Déwa Ganesha. Manut Gunadha, indik genah patung Dewa Ganesha inucap kaselehin ring Bali, umat Hindu ngicén genah patung Ganesha manut tetujon miwah gunannyané. Trend umat nglinggihang patung puniki wénten sané kalinggihang ring aling-aling sané tetujonnyané nambakin wasana kaon ngranjing palemahan paumahan. Wénten sané nglinggihang patung Dewa Ganesha ring tengah natah umah, sané tetujonnyané ngabih pakarangan miwah kulawarga. Wénten
sané ngicén genah patung Dewa Ganesha ring lawangan merajan. Wénten sané nglinggihang ring kamar. Dané ngwewehin durung wénten kapastikayang saking para tokoh agama miwah saking para pendéta ring dija patutnyané patung Déwa Ganesha punika kalinggihang tur kaastawa. Punika negesang Déwa Ganesha kapuja manut tetujon miwah guna. “Pungkuran, patung Ganesha olih umat Hindu makanten wénten kaicén iasan kalung bunga mitir, katurin aturan woh-wohan, jaja. Santukan puniki ring Bali pangastawannyané kaanutang taler sareng pakem Bali katurin canang raka,” baosnyané. Gunadha sané taler pecak Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) ngwewehin, umat Hindu Bali taler nguningin Déwa Ganesha utawi Sanghyang Gana pinaka niyasa kawikanan, kecerdasan miwah ketekunan. Déwa Ganesha pinaka putran Déwa Siwa miwah Déwi Uma sané kaicén panugrahan pangweruhan. Gadingnyané kepuk asiki manut cerita kawigunayang memunah wasana kaon. “Yéning umpaminnyané patung inucap pacang kaastawa, manut pakem Hindu, patut kagenahang ring genah sané becik, kalaksanayang panyucian miwah pamlaspasan,” baosnyané.
LINGGIH-Umat Hindu sedeng ramia nglinggihang Patung Ganesha ring pakarangan umahnyané, nanging sadurung nglinggihang beciknyané umat nelebin tetujon miwah filosofi-nyané.
PERANG Pandan wantah tradisi tawah saking Désa Tenganan Pegringsingan, Karangasem. Tradisi inucap kantun pageh kamargiang kantos mangkin. Nénten wantah krama irika kémanten sané ngamiletin, krama dura désa taler dados ngamiletin yéning kayun, nanging mangda madasar ngayah taler nglestariang tradisi inucap. Akéh taler pamilet sané ketah nyarengin Perang Pandan puniki. Minakadi Hare Yasuananda (21). Dané sampun ketah ngamiletin acara puniki, “Memodal wanén taler sareng ngraménin, yadiastun titiang nénten truna Tengangan, nanging titiang nyadia ngayah,” baosnyané. Manut Haré, pamargin tradisi puniki
setata kajantosang. Satios tawah taler pinaka jalaran nglestariang tradisi sané kadruénang. “Nénten wantah maperang, iriki para truna sané sareng Perang Pandan taler ngaturang pangubhakti majeng Bhatara Indra.” Perang Pandan kamargiang pinaka cihna bhakti majeng Bhatara Indra. Tradisi inucap kamargiang nyabran warsa ring bulan kalima manut Kalénder Désa Tenganan. Ring warsané puniki, pamargin tradisi Perang Pandan kamargiang duk tanggal 24-25 Juni sané wawu lintang taler nepet ring rainan Saraswati. Para daha truna irika samian mataki-taki nyayagayang sekancan piranti sané kabuatang. “Para daha iriki taler nyaya-
gayang angga, minakadi mabusana wastra khas Tenganan. Samian pinaka cihna daha truna iriki nglestraiang tetamian panglingsir. Tios punika, para daha taler nyayagayang boga samatra pinaka panyangga majeng uleman saking dura désa,” baos Yuyun, manggala Sekaa Daha Désa Tenganan. Indik yusa pamilet sané pacang sareng maperang nénten kawatesin. Samian truna inggian saking Désa Tenganan taler dura désa dados ngamiletin. Sapunika taler majeng para tetua sané kayun, dados ngamiletin. Parindikan inucap kangkenin olih sinalih tunggil prajuru Désa Adat Tenganan, Wayan Arsana. “Pamilet nénten
kawatesin saking yusa, sira kémanten dados sareng. Sané mautama mangda sayaga, fisik taler mental mangda becik taler makayunan ngayah,” baos Arsana. Arsana ngwewehin, ring Perang Pandan puniki majanten ngawigunayang daun pandan madui pinaka senjata. Para panglingsir irika taler setata mautsaha mangda tradisi puniki kukuh, rajeg kantos kawekas. Ida dané sané ngayah taler percaya, rah sané medal pinaka cihna bhakti majeng Bhatara Indra. “Majanten, pamilet nyabran warsa sayan akéh, warsané mangkin langkungan ring 160 diri pamilet sané nyarengin. Puniki macih-
BPM/wan
Perang Pandan Kantun Pageh Kamargiang
na pisan Perang Pandan katun molihang uratian sané becik saking krama sajebag Jagat Bali kantos ka dura negara,” Arsana ngwewehin. Pamargin Perang Pandan kakawitin saking truna asli Désa Tenganan. Wus punika kalanturang saking désa sandingan, wawu pamiarsa sané kayun ngayah pinaka pamilet Perang Pandan. Dané sané kaon sajeroning perang nénten wénten sané brangti, sami pakedék pakenyung. Wus pamargin perang, samian pamilet masalaman, saling ubadin antuk kunyit sané sampun kasayagayang. Samian mapikayun ngayah madasar lascarya ngrajengang tradisi sané kadruénang. (Wulan)
Satua
BPM/ist
PANDAN - Perang Pandan sané kamargiang ring Désa Tenganan wantah tradisi sané setata kamargiang ring désa inucap pinaka cihna krama irika bhakti majeng Bhatara Indra. Olih : Madé Taro
Pan Cubling Ngubuh Nyawan
RING iding gunungé ada petani ngubu madan Pan Cubling. Ia jemet pesan magaé. Di tanah ané tuh lan mabatu-batu ia nanem entik-entikan. Sabilang wai ia numbeg kanti tanahé landuh. Lénan tekén demen mamula-mulaan, ia masih demen ngubuh nyawan. Nyabran entik-entikan ané ada di umahné gantungina umah nyawan. Umah nyawané ento gaéna baan séséh matugeltugel. Isin séséhé bersihanga laut bungkusa baan duk. Bolongan séséhé empetina baan kekau ané suba mabolongin. Uli bolongé ento nyawan-nyawané pesu lan macelep ka umahné. Digantiné masan bungané nedeng kembang, nyawan-nyawané marebut umah. Umah-umah ané magantung di entik-entikané totonan pastika kuangan. Apang ada umah nyawan anyar, Pan Cubling masang umah nyawan di dinding kubunné. Yén suba kéto, Pan Cubling nyabran panén, liu pesan maan madu. Yén masan panes, kahanané malénan pesan. Entik-entikan marupa jagung lan ketimun liunan ané mati krana kuangan yéh, tuh keping. Ditu suba gantiné bojogé pada tuun ka gunung ngalih amah-amahan. Bojogé ento tusing ngelah rasa takut ngusak-asik tegalné Pan Cubling. Ada ané ngamah asil tegalané Pan Cubling di tongosé ento. Disubané betek, sisan amah-amahané pondonga abana ka gunung bakal baanga panak-panakné. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU UMANIS, 10 JULI 2016
9
Wimbledon Murray ke Final HAL 12
Final EURO 2016
Menanti “Tangan Dingin” Santos Paris –
Fernando Santos me-Yunani-kan Portugal, tetapi berhasil membawa mereka di ambang sejarah baru. Jika Portugal memenangi final dan menjuarai Euro 2016, maka akan menjadi hadiah terbesar bagi negara itu. Fernando Santos menjadi pria yang paling bertanggung jawab atas penampilan lemah lesu Portugal sepanjang turnamen ini. Sejak awal kedatangannya di timnas Portugal, September 2014 lalu, Santos tak ubahnya seperti orangtua yang tak diperhitungkan. Padahal pelatih 61 tahun itu mengantungi resume sebagai salah satu di antara sangat sedikit pelatih yang pernah menangani tiga besar Portugal, FC Porto, Benfica, dan Sporting Lisbon. Pada musim debutnya di Porto, Santos memberikan gelar juara liga musim 1998/1999 sekaligus melengkapi lima titel beruntun yang diraih dua pelatih sebelumnya, Bobby Robson dan Antonio Oliveira. Di luar Portugal, Santos populer di kalangan publik sepak bola Yunani. Pengalaman panjang selama dasawarsa 2000-an melatih AEK Athena, Panathinaikos, dan PAOK Thessaloniki mengantarkannya pada tugas melatih timnas Yunani usai Piala Dunia 2010. Santos menggantikan Otto Rehhagel yang pernah memberikan gelar juara Euro 2004 untuk Hellas. Prestasi Santos bersama Yunani termasuk positif. Yunani bermain lebih agresif
dengan serangan balik yang tertata. Hasilnya dengan status underdog, mereka berhasil lolos ke babak 16 besar Euro 2012, dan Piala Dunia 2014. Santos pantas percaya diri. Di bawah kepelatihan Santos, Portugal berhasil melalui 13 pertandingan kompetitif tanpa terkalahkan. Setelah kekalahan mengejutkan dari Albania, Portugal meraih tujuh kemenangan beruntun di babak kualifikasi. Semua kemenangan itu diraih dengan selisih satu gol, kecuali laga terakhir melawan Luksemburg yang berakhir 2-0. Benar Portugal tampil menjemukan. Tapi ini tergantung perspektif. Di sisi lain, Por-
Perkiraan Susunan Pemain Portugal (4-3-1-2): Patricio; Guerreiro, Fonte, Pepe, Soares; Mario, Carvalho, Sanches; Silva; Ronaldo, Nani Prancis (4-3-3): Lloris; Evra, Koscielny, Rami, Sagna; Matuidi, Pogba, Sissoko; Payet, Griezmann, Giroud Statistik Kedua Tim Head to Head 05/09/15 Portugal 0 - 1 Prancis (Uji Coba) 12/10/14 Prancis 2 - 1 Portugal (Uji Coba) 06/07/06 Portugal 0 - 1 Prancis (Piala Dunia) 26/04/01 Prancis 4 - 0 Portugal (Uji Coba) 29/06/00 Prancis E 2 - 1 Portugal (Euro 2000) Lima Pertandingan Terakhir Portugal (S-S-M-M-M) 19/06/16 Portugal 0 - 0 Austria (Euro 2016) 22/06/16 Hungaria 3 - 3 Portugal (Euro 2016) 26/06/16 Kroasia 0 - 1 Portugal (Euro 2016) 01/07/16 Polandia 1 - 1 Portugal (Euro 2016) 07/07/16 Portugal 2 - 0 Wales (Euro 2016) Lima Pertandingan Terakhir Prancis (M-S-M-M-M) 16/06/16 Prancis 2 - 0 Albania (Euro 2016) 20/06/16 Swiss 0 - 0 Prancis (Euro 2016) 26/06/16 Prancis 2 - 1 Republik Irlandia (Euro 2016) 04/07/16 Prancis 5 - 2 Islandia (Euro 2016) 08/07/16 Jerman 0 - 2 Prancis (Euro 2016)
tugal menyuguhkan penampilan fit bahkan sepanjang 120 menit pertandingan. Portugal juga mampu menunjukkan kegigihan yang tiada tara di turnamen ini. Melawan Kroasia di babak 16 besar, Santos menempuh langkah realistis. Apalagi masa istirahat Portugal lebih pendek. Mereka pun bermain bertahan, bertahan, dan lebih baik bertahan. Setelah 117 menit berlalu, tanpa sekali pun melepaskan tembakan tepat sasaran Portugal mendapatkan momentum serangan balik. Ricardo Quaresma menyarangkan gol untuk melangkah ke perempat-final. Meski tampil kurang meyakinkan, Selecao berhasil lolos ke partai puncak. Kini bersama sang insinyur yang pragmatis itu, Portugal menantang tuan rumah Prancis di laga pamungkas. Bagi Portugal, Prancis adalah sang hantu maut. Mereka tak pernah mampu mengalahkan Prancis dalam tiga pertemuan di turnamen besar, yaitu di Euro 1984, Euro 2000, dan Piala Dunia 2006. Semua terjadi di babak semifinal. “Saya merasa sangat senang. Senang untuk para pemain, untuk setiap orang Portugal,” ungkapnya, Sabtu (9/7) kemarin. “Laga pertama saya sebagai kepala tim adalah dua tahun lalu, dan tujuan kami adalah sampai ke sini. Syukurlah segalanya berjalan baik bagi kami. Kami semakin kuat, semakin solid, semakin bersatu,” imbuhnya. “Saat final pertama yang saya lakoni dalam karier saya, seseorang mengatakan pada saya: ‘Final bukan soal bermain, mereka
hanya ada untuk dimenangkan,” tambah sang pelatih. Pencapaian terbaik Portugal adalah menjadi finalis Euro saat menjadi tuan rumah. Santos berpeluang mengukir sejarah baru di SaintDenis. Tantangan terakhirnya adalah menumpas sang hantu. Membuat kecewa para pendukung tuan rumah, seperti halnya saat Yunani merusak pesta yang sudah disiapkan Portugal 12 tahun lalu. Kini kesempatan baginya untuk membuktikan tangan dingin miliknya. (kmb33/rtr)
Moussa Sissoko
BPM/rtr
Sissoko Siap Hadapi Final Paris – Gelandang timnas Prancis Moussa Sissoko mengaku senang setelah membawa timnya melaju ke final Euro 2016, usai menang 2-0 atas Jerman. Dengan sanksi yang dijalani N’Golo Kante, Sissoko mendapat kesem-
patan tampil memperkuat Les Bleus di pertandingan perempat final lawan Islandia dan gelandang Newcastle United itu kembali mendapat kepercayaan untuk bermain di laga semifinal lawan Jerman. Sissoko menyatakan timnya sudah siap menghadapi Portugal di partai final, meski ia mengakui pertandingan akan berlangsung sulit. “Kami senang malam ini memastikan diri ke final. Ini adalah sangat besar dan luar
biasa buat saya juga. Di level klub saya tidak memiliki peluang untuk bermain di pertandingan-pertandingan besar,” kata Sissoko, Sabtu (9/7) kemarin. “Sekarang saya berharap, kami bisa mengakhiri misi pada laga nanti. Ini akan menjadi pertandingan sulit lawan tim Portugal yang bagus, tapi kami berharap kalau kami bisa mengumpulkan semua kekuatan kami dan menang,” imbuhnya. (kmb33/rtr)
Nani Inspirator Portugal Lyonnais – Kiprah Timnas Portugal di gelaran Piala Eropa 2016, memang sempat dipandang sebelah mata. Terlebih mereka bisa menembus babak 16 besar, hanya dengan status sebagai peringkat tiga terbaik di Grup F di Piala Eropa 2016. Akan tetapi, pandangan beberapa kalangan tersebut mampu dibayar tuntas Cristiano Ronaldo dan kolega. Dalam pertandingan yang berlangsung di Parc Olympique Lyonnais, Portugal mampu menembus babak final usai menaklukkan Wales di fase empat besar.
BPM/rtr
Melihat kondisi tersebut, lantas mendapatkan komentar langsung dari salah satu pahlawan kemenangan Portugal, Luis Nani. Ia mengaku sangat bangga bisa memberikan andil besar terhadap kesuksesan Portugal bertahan hingga babak final di Piala Eropa 2016. “Saya sangat senang bisa memainkan peran saya dalam tim ini, dan membantu negara kami lolos ke final. Bisa mewakili negara kami merupakan sebuah kehormatan bagi saya,” ucap Nani, Sabtu (9/7) kemarin. Nani menjadi penjawab kebuntuan bagi Selecao saat sang mega bintang Crsitiano Ronaldo gagal menunjukkan perfoma terbaiknya. Nani memang bermain konsisten. Jumlah gol Nani sama dengan yang sudah dicetak Ronaldo
(tiga gol), lebih banyak dari Harry Kane, Wayne Rooney, Lewandowksi, Thomas Mueller, bahkan Zlatan Ibrahimovic. Tiga gol itu sudah menjadi pencapaian terbaik Nani bersama tim nasional. Di turnamen besar seperti Piala Eropa atau Piala Dunia sebelumnya, Nani hanya pernah mencetak satu gol (Piala Dunia 2014 kala menghadapi Amerika Serikat). Kombinasi Ronaldo-Nani telah menghasilkan 6 gol dari total 8 gol yang sudah dicetak Portugal. Artinya, 75 persen gol Portugal datang dari Ronaldo dan Nani. Belum menghitung 3 assist yang dihasilkan keduanya (2 assist Ronaldo, 1 assist Nani). Barangkali justru Nani yang lebih tepat menjadi inspirasi Portugal saat ini, bukan Ronaldo. (kmb33/ap)
10
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
Conte Berpeluang Sukses di London Turin –
Chelsea akan dilatih oleh Antonio Conte di musim 2016-2017. Conte diharapkan membangkitkan The Blues, setelah tampil buruk musim lalu. Optimisme pun mengiringi kedatangan Conte ke Stamford Bridge, terutama setelah penampilan Conte bersama timnas Italia di Euro 2016, yang mendapatkan banyak apresiasi meskipun Azzurri tersingkir di perempat final. “Dia sosok yang baik, dia menyukai kerja keras dan bila dia memiliki kans untuk berbicara dengan pemain dengan cara yang tepat dan pemain memahami apa yang dia inginkan, maka Chelsea bisa memiliki musim yang bagus dan mungkin memenangkan gelar,” ujar legenda Juventus Alessandro Del Piero, Sabtu (9/7) kemarin. “Ini tak mudah, karena tahun ini Premier League begitu luar biasa dalam hal pemain dan staf pelatih, tapi dia memiliki kesempatan,” imbuhnya. Del Piero pun mempunyai keyakinan tinggi, bahwa Conte akan mampu membawa Chelsea tampil bagus. Tapi dia harus diberi kesempatan menuangkan ide-idenya, sama seperti saat mengantarkan Juve meraih gelar juara Liga Italia tiga kali berurutan. “Dia merupakan orang yang baik, dia senang untuk bekerja keras. Jika dia mempunyai kesempatan untuk berbincang pada para pemain dengan cara yang tepat, dan jika mereka mengerti apa yang dia mau, maka Chelsea akan mempunyai musim yang sangat bagus dan mungkin memenangi gelar juara,” katanya lagi. Gaya Bermain Bos Azzurri ini telah tampil mengesankan sejauh musim panas ini, tapi bagaimana ia bisa meniru pendekatannya di Euro 2016, saat melatih di Stamford Bridge? Seorang pengamat asal Inggris John Robertson memberikan analisisnya. Mempekerjakan setiap manajer baru sarat dengan ketidak pastian. Tidak peduli bagaimana latar belakang mereka, tidak ada jaminan si orang baru akan membawa kesuksesan untuk klub. Ada banyak contoh kegagalan ketika seorang manajer dengan banyak prestasi datang mengambil pekerjaan di liga yang belum pernah mereka kunjungi.
Namun penggemar Chelsea telah diberikan gambaran yang lebih dekat mengenai kualitas manajer baru mereka musim panas ini. Mantan pemain tim nasional Italia ini baru saja selesai memimpin negaranya di Euro 2016, di mana ia mendapatkan banyak pujian karena memimpin skuat yang tak terlalu menonjol secara individu untuk lolos hingga perempat final, dan hanya kalah adu penalti dari Jerman sang juara dunia. Lantas, bagaimana cara Conte menerapkan metodenya yang telah terbukti berhasil sejauh ini di Prancis di Stamford Bridge musim depan? Ada beberapa hal yang kemungkinan akan dilakukan. Pertama, mendatangkan bek tengah. Bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar keberhasilan Italia musim panas ini adalah berkat pertahanan tangguh mereka yang hanya kebobolan dua gol di sepanjang turnamen. Conte memilih menggunakan tiga pemain untuk lini belakang timnya, yang diapit oleh dua bek sayap yang bertugas naik turun di sisi lapangan selama 90 menit.“ Dengan lima pemain di lini tengah biasanya menekan di wilayah lawan ketika menguasai bola, adalah penting memiliki bek tengah yang dapat mengirimkan bola kembali ke daerah lawan. Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli dan Leonardo Bonucci pernah bermain di bawah Conte di Juventus dan berpengalaman bermain dalam sistem pilihannya, sehingga menggunakan formasi 3-5-2 adalah hal yang masuk akal. Akan menarik untuk melihat, apakah Conte akan menggunakan formasi yang sama di Chelsea. Keberhasilan Italia dengan sistem ini bergantung dengan kehadiran bek tengah yang bisa mengoper bola ke depan. Dengan lima pemain di lini tengah (dua bek sayap dan tiga gelandang sentral) biasanya menekan di wilayah lawan ketika menguasai bola,
adalah hal yang penting memiliki bek tengah yang dapat mengirimkan bola kembali ke daerah lawan jika lini pertahanan lawan berhasil membuang bola keluar dari lini tengah. Gol pertama Italia di turnamen ini. Misalnya berasal dari umpan jauh Bonucci untuk sang pencetak gol, Emanuele Giaccherini. Tapi Chelsea tampaknya tidak memiliki personel yang pas untuk menerapkan gaya ini. Conte bisa membawa beberapa bek baru ke klub, mendatangkan para pemain yang bisa mengoper bola keluar dari lini belakang. Atau pria Italia ini mungkin akan memilih untuk merekrut pemain baru untuk area lainnya. Selain itu, masih harus dilihat apakah pendukung setia The Blues akan menerima gaya bermain ini dalam jangka panjang, terutama bagi mereka yang menggambarkan gaya ini sebagai sepak bola bertahan. Conte adalah tipe manajer yang lebih memprioritaskan sistem ketimbang pemain. Bukan hanya posisi bek tengah yang akan memusingkan kepala jika Chelsea ingin memanfaatkan sistem yang mirip dengan Italia; jika Conte memilih untuk menerapkan formasi 3-5-2 di Premier League, tidak akan ada tempat yang jelas di tim untuk Eden Hazard atau Willian. Meminta Hazard untuk bertahan dan membatasi Willian untuk menyerang mungkin tampak seperti ide yang ditakdirkan untuk gagal. Bahkan jika dua pemain itu tetap harus dimainkan, mereka pasti membutuhkan beberapa bulan untuk menyesuaikan diri dengan peran yang belum pernah mereka jalankan di sepanjang karier mereka sampai sekarang. Tidak hanya semangat tim bisa terpengaruh, namun hasil yang tidak memuaskan juga akan menjadi pukulan bagi sang pelatih. Conte harus memilih. Jika ingin tetap menggunakan gayanya, maka tidak ada peran untuk dua pemain bintang tersebut. Namun, jika ingin mengakomodir salah satu atau kedua pemain itu, maka gaya atau formasi pakemnya harus dirubah. Layak ditunggu, apa yang akan menjadi pilihan Conte. (kmb33/rtr/ap)
Juve Tawar Sanchez
Jerman Dapatkan Pujian Meski Kandas di Semifinal
Berlin – Timnas Jerman gagal mengukuhkan gelar juara Piala Eropa 2016, usai dikandaskan Prancis 0-2 di babak semifinal Piala Eropa 2016. Kendati demikian, penampilan Der Panzer berhasil menuai pujian. Presiden Federasi Sepak bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel, mengaku terpukau dengan performa pasukan Joachim Low di Piala Eropa 2016. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Timnas Jerman karena telah berhasil membawa timnya melaju hingga ke semifinal Piala Eropa 2016. “Setelah laga melawan Prancis, saya mengucapkan terima kasih kepada para pemain, staf pelatih, dan pendukung untuk performa yang luar biasa di Piala Eropa 2016. Kami harus dapat berjuang melawan cedera di turnamen ini, tetapi kami tetap dapat bermain dengan maksimal dan menunjukkan taktik yang luar biasa,” tutur Grindel, Sabtu (9/7) kemarin. Kendati telah kandas di semifinal Piala Eropa 2016, Grindel menambahkan, beberapa pihak menilai bahwa Timnas Jerman merupakan tim terbaik di turnamen sepak bola antarnegara Eropa ini. Ia menganggap bahwa Der Panzer hanyalah kurang beruntung di semifinal Piala Eropa 2016. “Beberapa rekan di Asosiasi Sepak bola yang berasal dari negara lain menyatakan kepada saya bahwa mereka menilai kami adalah tim terbaik di turnamen ini. Kami merasa sebagai tim yang lebih baik saat berhadapan dengan Prancis. Kami hampir saja menapaki babak final, namun kami kurang beruntung,” imbuhnya. Pelatih Jerman Joachim Low menyesalkan terlalu banyaknya kesalahan sendiri yang dibuat pemainnya. Low menilai Jerman hanya sedang sial saja di laga kali ini, sehingga tidak mau menyalahkan para pemainnya terutama Schweinsteiger. “Pemain tidak bisa berpikir mengenai itu, itu nasib buruk. Anda bisa mengatakan tangan tersebut seharusnya tidak berada di sana, tapi ada pergerakan ketika Anda melompat dan Anda tidak dapat mengontrolnya. Saya tidak dapat menyalahkan pemain manapun untuk itu,” katanya. Meski gagal lolos ke final, Low tetap bangga dengan perjuangan Toni Kroos cs, karena menurutnya penampilan Jerman jauh lebih baik ketimbang Prancis. Di mata Low Jerman hanya tidak dinaungi keberuntungan saja. “Terlalu banyak hal yang salah, tapi saya harus memberi pujian besar kepada tim, kami tim yang lebih baik. Kami telah memberikan segalanya. Disayangkan kami kebobolan, itu nasib buruk. Bola menyentuh tangan semenit sebelum jeda,” lanjut Low. Sepanjang pertandingan, Jerman memang menguasai jalannya laga. Der Panzer juga memiliki cukup banyak peluang. Namun ketangguhan kiper Hugo Lloris membuat Jerman tak mampu mencetak satu gol pun. (kmb33/rtr)
Antonio Conte
BPM/ap
Alexis Sanchez
Turin – Klub Serie A, Juventus telah membuat tawaran resmi untuk pemain sayap Arsenal Alexis Sanchez. Pemain berkebangsaan Chile tersebut menjadi salah satu pemain yang diburu Bianconeri dalam bursa transfer musim panas ini. Keputusan juara Serie A ini menggaet Sanchez, karena kurangnya pasokan pemain depan yang mereka miliki. Sebelumnya Alvaro Morata memilih kembali menuju
Victor Valdez
Real Madrid. Sebagaimana diberitakan sebuah harian setempat, Sabtu (9/7) kemarin Juventus secara resmi membuka penawaran sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp 435 miliar ditambah bonus. Meski demikian pihak Arsenal menolak, karena menganggap nilai Sanchez lebih tinggi dari tawaran Juventus. Hal ini membuat Juventus kesal. Arsenal ngotot dan hanya bersedia menjual penyerang
BPM/rtr
Valdes Pilih The Boro
Middlesbrough – Mantan kiper Manchester United Victor Valdes, resmi meninggalkan Setan Merah. Ia beralih menuju klub Middlesbrough yang baru saja dipromosilkan menuju klub Premier League. Kiper yang telah membela Barcelona sejak 2002 hingga 2014, sepakat menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan klub asal liga Inggris tersebut. Valdes merupakan pemain kelima yang berhasil direkrut Middlesbrough. “Anda tidak bisa membayangkan betapa senangnya saya ketika bisa mendapatkan pemain seperti dirinya untuk tim yang baru dipromosikan,” tutur pelatih Middlesbrough Aitor Karanka, Sabtu (9/7) kemarin. “Saya benar-benar senang karena dia sangat berkomitmen. Ia telah mengetahui seluruh percakapan kami, sehingga ia memutuskan bergabung bersama kami. Suatu kehormatan
asal Cile itu dengan harga minimal 42,5 juta euro atau sekitar Rp 600 miliar. Juventus menilai harga yang dipatok manajemen Arsenal ini berlebihan untuk seorang penyerang yang hanya mencetak 29 gol dalam dua musim. Pesepakbola berusia 27 tahun tersebut juga telah menandatangani kontrak dengan klub hingga musim 2018. (kmb33/rtr)
bagi kami dapat membawa pemain sepertinya,” imbuhnya. Kiper kelahiran L’Hospitalet de Llobregat, Barcelona, 14 Januari 1982 itu sempat dipinjamkan MU ke klub Belgia Standard Liege pada 23 Januari 2016, dan melakoni delapan laga sebelum bergabung dengan Middlesbrough dengan status bebas transfer. “Sangat bangga menjadi bagian dari Middlesbrough. Ini Sebuah tantangan baru bagi saya mulai hari ini!” kicau Valdes dalam akun resmi Twitter (1victorvaldes) miliknya. Valdes absen di laga Liga Primer bersamam tim senior MU sejak Mei 2015, setelah dia terdepak dari Old Trafford di bawah arahan Pelatih Louis van Gaal. Pelatih asal Belanda itu menuduh Valdes menolak bermain untuk tim cadangan klub, namun Valdes membantah hal tersebut.
Valdes menjadi pemain kelima yang didatangkan Middlesbrough di musim panas ini, setelah sebelumnya merekrut pemain sayap Viktor Fischer, bek Bernardo Espinosa, gelandang bertahan Marten De Roon Marten de Roon, dan bek Jordan McGhee. Pelatih Middlesbrough Aitor Karanka kepada laman resmi klub menyatakan kegembiraanya bisa merekrut Valdes. Valdes bermain lebih dari 500 penampilan untuk Barcelona, dengan memenangi tiga trofi Liga Champions dan enam gelar La Liga Spanyol. (kmb33/ap)
BPM/rtr
Klub Tiongkok Tertarik Kante
Leicester – Pesona bintang Leicester City, N’Golo Kante ternyata tidak hanya dirasakan oleh Arsenal, Real Madrid, Paris Saint-Germain (PSG), dan Juventus. Klub dari Chinese Super League baru-baru ini dikabarkan juga ingin memboyong Kante. Diberitakan harian setempat, Sabtu (9/7) kemarin klub Tiongkok yang tertarik membeli Kante adalah Shanghai SIPG. Tidak hanya sekadar menunjukkan ketertarikan, klub yang dilatih oleh Sven-Göran Eriksson tersebut juga telah menyiapkan dana besar. Shanghai SIPG disebutsebut telah menyiapkan dana sebesar 35 juta pounds atau sekitar Rp 595 miliar. Dana tersebut rumornya akan ditawarkan kepada manajamen Leicester City dalam waktu dekat ini. Jika benar-benar menawarkan nilai sebesar itu, bukan tidak mungkin Leicester akan melepas Kante ke Shanghai SIPG. Sebab, pesepakbola berusia 25 tahun tersebut kabarnya memiliki klausul pelepasan yang bernilai 20 juta pounds (sekitar Rp 340 miliar). Sebelum Shanghai SIPG, Arsenal, Madrid, PSG, dan Juve diketahui sudah lebih dulu menunjukkan ketertarikan kepada Kante. Meski demikian, sejauh ini Leicester dirumorkan masih belum berniat melepas sang pemain ke klub mana pun. (kmb33/rtr) INCAR - Performa menawan N’Golo Kante membuatnya diincar banyak klub-klub besar.
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
GELANGGANG
11
Kejuaraan Junior Asia
Pebulu Tangkis Indonesia Tundukkan Mongolia 5-0 Jakarta (Bali Post)-
Tim bulu tangkis junior Indonesia sukses menaklukkan tim junior Mongolia 5-0, dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2016, yang digelar di Bangkok, Thailand, Sabtu (9/7) kemarin.
BPM/kmb41
ANDALAN - Taekwondoin Bali Muhammad Wahyu menjadi andalan Pulau Dewata di kejuaraan Dunia Poomsae.
Batal, Kejuaraan Dunia Poomsae di Pantai Seminyak
“Mongolia merupakan tim yang kurang kuat. Pertandingan tadi bagi kami sebagai penyesuaian lapangan saja. Kami juga tidak dapat mengukur standar penampilan berdasarkan lawan Mongolia,” kata Manajer Tim Junior Indonesia Fung Permadi di Jakarta, kemarin. Atlet-atlet junior Indonesia menyabet kemenangan pada seluruh nomor
pertandingan atas lima wakil Mongolia, yaitu pada nomor ganda campuran, tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri. Pasangan Rinov Rivaldy/ Vania Arianti Sukoco yang turun pada ganda campuran, menundukkan pasangan Batchimeg Batnairamdal-Temuulen Gombodorj 21-3, 21-3. Kemenangan itu diikuti
Denpasar (Bali Post)Gara-gara cuaca buruk dan tidak menentu yang diperkirakan sampai September mendatang, akhirnya kejuaraan Dunia Poomsae yang bertajuk “1st World Taekwondo Beach Championship”, yang sedianya digelar 23-24 Juli mendatang di Pantai Seminyak, Kuta Badung, dipastikan batal. Event tersebut urung digelar, sehingga membuat Ketum Umum TI Bali Lan Ananda kecewa berat. ‘’Kejuaraan itu memang sudah tidak mungkin dilaksanakan di Bali, karena cuaca di Bali saat ini tidak menentu. Karena tidak adanya lampu hijau dari BMKG. Dengan batalnya ajang itu memang sedikit membuat kami kecewa,” ungkap Lan Ananda, saat dikonfirmasi, Sabtu (9/7) kemarin. Lan Ananda mengatakan meski batal digelar di Bali, namun ajang itu tetap dilaksanakan. Hanya waktu dan tempatnya bakal di pindah ke negara lain. Akan tetapi, sampai saat ini hasil keputusan belum diterima di mana bakal dilaksanakan ajang itu. “Jika kejuaraan itu jadi digelar di Bali, bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Mengingat kejuaraan ini memiliki konsep sport tourism. Namun apa boleh buat, keputusannya memang sudah seperti itu. Ya harus diterima,” terang Lan Ananda. Disinggung apakah Bali bakal mengirimkan atletnya, jika ajang itu di pindah ke negara lain, Lan ananda menegaskan, meski dipindah pelaksanaan kejuaraanya, Bali tetap bakal mengirim satu atlet poomsae andalannya, Muhammad Wahyu ke ajang tersebut. “Dia (Wahyu-red) memang menjadi andalan kami untuk meraih medali emas di ajang tersebut. Karena sebelumnya pernah mewakili Indonesia di Meksiko, dan di kejuaraan Asia lalu. Wahyu sukses menyabet medali emas di nomor beregu. (kmb41)
Manajer Wanita
Pedansa Bali Dipatok 4 Emas
Linus dan Soeratin di Stadion Dipta
Denpasar (Bali Post)Hajatan Liga Nusantara (Linus) dan Piala Soeratin kemungkinan besar dihelat di Stadion Wayan Dipta Gianyar. Pasalnya, pihak Bali United siap menjadi donatur dua event tersebut. Itu dilontarkan Direktur Kompetisi Asprov PSSI Bali, Putu Sugi Darmawan, Sabtu (9/7) kemarin menerangkan, pihak Bali United menegaskan Linus dan Soeratin digelar di Stadion Dipta, hanya jika tim Bali United senior maupun U-21 berlaga, maka event Linus dan Soeratin bakal dipindahkan ke Stadion Ngurah Rai Denpasar. Dijelaskannya, pihak Bali United bersedia menjadi penyelenggara, bahkan siap memberikan kostum kepada tiap kontestan. ‘’Kami akui memang belum resmi kerja sama, terutama dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tetapi pihak Bali United mengagendakan pasca-Lebaran nanti,’’ ucap Sugi. Bahkan, lanjut Sugi, pihaknya mengusulkan agar tiap tim mendapatkan dua seragam kostum. Menurut dia, sejauh ini timtim yang menyatakan ambil bagian di ajang Linus antara lain Perseden Denpasar, Perst Tabanan, PS Gianyar, Tunas Muda Ubud, Putra Tresna, Pro Kundalini, Undiksha Singaraja, Putra Pemenang, serta Putra Dewata. Sedangkan tim yang mengikuti Piala Soeratin seperti Perseden Denpasar, Perst Tabanan, PS Gianyar, Persada Jembrana, dan Persibu Buleleng. ‘’Kami gulirkan Linus 31 Juli,’’ tutur Sugi. (022)
akan menghadapi dua tim lain pada Minggu (10/7) ini pukul 11.00 Wita. Tim junior Garuda akan melawan wakil Taiwan dan pada pukul 18.00 Wita Indonesia akan menghadapi wakil Malaysia. “Kami tetap punya peluang untuk mengalahkan kedua tim itu, jika atlet-atlet junior kami dapat mengeluarkan seluruh kemampuan mereka,” kata Fung. Indonesia menempati Grup C dalam kejuaraan junior itu bersama tim Mongolia, tim Malaysia, dan tim Taiwan. (ant)
I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardhani
Kejuaraan di Lombok
Denpasar (Bali Post)Ketua Umum Ikatan Olahraga Dansasports Indonesia (IODI) Bali Ni Made Suparmi, berharap asuhannya bisa meraih empat medali emas saat mengikuti kejuaraan dansa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) 16-17 Juli mendatang. “Kami harap anak-anak mampu meraih hasil maksimal di Lombok nanti. Terutama bagi pedansa PON diharapkan bisa mengulang kesuksesan di Malaysia dan Singapura, agar mampu mempertahankan prestasi tersebut,” harap Suparmi saat dikonfirmasi, Sabtu (9/7) kemarin. Ia berharap pedansa yang bakal dipersiapkan ke PON mampu menunjukkan grafik peningkatan. Jangan sampai sebaliknya, karena setiap kejuaraan yang diikuti harus ada peningkatan prestasi. Terutama bagi pedansa PON, mengingat PON Jabar tinggal 2 bulan lagi. Dikatakannya, persaingan bakal sengit karena ajang nanti merupakan ajang Internasional. Sehingga bisa dipastikan seluruh daerah yang meloloskan atlet ke PON, akan mengirimkan utusannya untuk mengikuti kejuaraan tersebut. “Selain mengirim atlet PON, kami juga bakal mengirim seluruh atlet terbaiknya mulai dari pemula hingga senior, sebagai ajang untuk menambah jam terbang,” jelas Suparmi. (kmb41)
Chico Aura Dwi Wardoyo pada nomor tunggal putra. Chico mengalahkan Tuguldur Boldbaatar 21-5, 21-6. Pada nomor tunggal putri, Gregoria Mariska juga memetik kemenangan atas wakil Negara Padang Rumput itu. Grego sukses mengalahkan Tegshzaya Choinkhor 21-1, 21-1. Pasangan ganda putra Calvin Kristanto/Bagas
Maulana bahkan hanya butuh 11 menit untuk menaklukkan wakil ganda putra Mongolia, Tuguldur Boldbaatar-Temuulen Gombodorj dengan skor 21-0, 21-0. Terakhir pasangan ganda putri Mychelle Crhystine Bandaso/Serena Kani menyempurnakan keunggulan Merah-Putih dengan skor 21-3, 21-2, atas pasangan Batchimeg BatnairamdalTegshzaya Choinkhor. Pada laga kedua Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia itu, tim Indonesia
I Gusti Agung Ngurah Susrama
BPM/ist
150 Petenis Marakkan Bima Sakti Cup Denpasar (Bali Post)Sekitar 150 petenis dipastikan ambil bagian dalam turnamen terbuka Bima Sakti Cup IV, di Lapangan KONI Bali, Kantor Gubernur, dan Dharma Praja Lumintang mulai 11-16 Juli mendatang. Sekum Pengprov Pelti Bali I Gusti Agung Ngurah Susrama di Denpasar, Sabtu (9/7) kemarin menerangkan, turnamen terbuka dibagi dalam kategori U-10, U-12, U-14, dan U-16 putra dan putri, mempertandingkan tunggal dan ganda. Dijelaskannya, petenis tuan rumah Bali banyak yang ikut berpartisipasi di ajang ini, misalnya Aditya Sambu, Wisnu, Odik di U-16, Anggi dan Mahaputri di U-14, Rama, Krisna, Budi Artama di U-10. Selain itu, kata dia petenis luar daerah dipastikan ikut menyemarakkan event ini, seperti petenis DKI, Kaltim, Kalsel, Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Jambi, Papua, Sulsel, dan Sulut. Ngurah Susrama bangga dengan hajatan Bima Sakti Cup, sebab setidaknya Bali memiliki agenda turnamen rutin ditambah Piala Bupati Bangli Cup, Jimbarwana Cup dan Armada Cup. ‘’Melalui empat kejuaraan rutin ini dan konsisten digelar, kami di Pelti Bali mengharapkan tetap geliat melakukan pembinaan, hingga muncul bibitbibit petenis bertalenta yang
mampu mengukir prestasi,’’ sebut Ngurah Susrama. Di samping itu, menurut dia Bali juga memerlukan petenis pelapis di bawah Agus Satria Winaya Putra alias Bombom. (022)
KESEBELASAN Putra Tresna Denpasar memastikan mengikuti Liga Nusantara (Linus) Provinsi Bali. Tidak seperti biasanya, manajer tim dipegang seorang wanita I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardhani. ‘’Saya siap menjadi manajer, sebab mayoritas skuad Putra Tresna adalah binaan klub yang lama saya kenal dan sudah mengetahui kepribadian tiap pemain,’’ tutur wanita asal Jero Kukuh, Tabanan ini. Dia menyebutkan, sederet pemain Putra Tresna seperti Gerry, Ifky, Esha, Indra, Yoga, serta Yogi. ‘’Mereka ini rata-rata mantan pemain PON Remaja dan usianya di bawah 18 tahun,’’ terang wanita kelahiran Tabanan, 10 Februari 1971 ini. Selain mereka, kombinasi pemain Putra Tresna juga ada yang senior seperti Dewa Wiraguna, Kadek Sujana, Doni, Dewa Kembar, serta Nyoman Edu Sastrawan. Agung Kusuma Wardhani sama sekali tak mematok target di ajang Linus. ‘’Yang penting anak-anak bisa enjoy bermain membela Putra Tresna,’’ kata dia. Alasannya, jika Putra Tresna absen di ajang Linus, dipastikan pemainnya banyak yang diambil klub lain kontestan Linus. ‘’Saya tak mau pemain saya tercerai-berai, lebih tetap bersatu di Putra Tresna,’’ kilah dia. Apalagi sejak dulu keberadaan Putra Tresna berkomitmen membina dan mencetak pesepak bola handal. Persiapan Putra Tresna pada event Linus cukup lama, ditangani duet pelatih Dede Mahatma Darma dan Made Juliana. (nel)
I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardhani
BPM/nel
LAGA
12 Wimbledon
Murray ke Final London – Andy Murray sukses melaju ke babak final Wimbledon 2016. Petenis kelahiran Glasgow, Skotlandia itu menang tiga set langsung atas Tomas Berdych di semifinal.
BPM/rtr
MENANG - Petenis Britania Raya Andy Murray merayakan kemenangannya atas Tomas Berdych di semifinal Wimbledon, Sabtu (9/7) kemarin.
Pada pertandingan di All England Lawn Tennis & Croquet Club, Sabtu (9/7) kemarin Murray menang dengan skor 6-3, 6-3, dan 6-3. Ia pun melaju ke final untuk menghadapi petenis asal Kanada, Milos Raonic. Murray tampil relatif dominan sepanjang pertandingan, sementara Berdych sendiri tidak banyak membantu dirinya dengan banyak melakukan error. Murray pun berkesempatan untuk meraih gelar juara Wimbledon-nya yang kedua, setelah terakhir kali mendapatkannya pada tahun 2013. “Saya jelas amat senang. Pertengahan set kedua menjadi kunci, Berdych punya beberapa kesempatan untuk break. Se-
makin tua Anda, Anda tidak pernah tahu berapa banyak kesempatan yang Anda dapatkan untuk bisa bermain di final grand slam. Jadi tiap kesempatan harus Anda manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Murray seusai pertandingan. “Saya belajar banyak dari pengalaman di masa lalu, bertanding melawan banyak petenis hebat. Saya harus tampil luar biasa untuk bisa menjadi juara,” imbuhnya. Murray mengakui bahwa Raonic adalah lawan tangguh. Kendati begitu, bukan berarti petenis berusia 29 tahun itu pesimistis. “Dia bermain dengan baik melawan Roger; sebuah pertandingan yang berat, tapi menghibur,” kata Murray. (kmb33/ap)
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
Ducati Ingin Tetap Gunakan ”Winglet” Bologna – Tim Ducati masih belum bisa terima keputusan otoritas balap MotoGP Dorna Sport, yang melarang penggunaan winglet pada motor. Sebab menurut Manajer Tim Ducati Devide Tardozzi, performa pada motor lebih penting dari pada aspek keselamatan. Musim ini regulasi balapan MotoGP memperbolehkan tim menggunakan winglet untuk meningkatkan performa motor di atas lintasan. Namun ternyata penggunaannya bagai pisau bermata dua. Selain bisa mempercepat laju motor, ternyata penggunaan winglet juga berisiko tinggi terhadap keselamatan para pembalap. Seperti pada GP Argentina, saat itu winglet motor pembalap Ducati Andrea Iannone mengenai
motor Marc Marquez. Oleh karena itu, selepas GP Belanda Dorna memutuskan menghentikan penggunaan winglet untuk musim depan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi insiden tabrakan antar pembalap di atas lintasan. “Pada akhirnya pekerjaan kami tampak sia-sia. Karena pada akhirnya semua orang akan melihat pada performa motor, bukan keselamatan. Lalu tidak ada lagi yang berbicara mengeni keselamatan, tapi yang lebih penting adalah membahas mengenai performa. Itu sesuatu yang tidak bisa kami terima,” jelas Tardozzi, Sabtu (9/7) kemarin. Hal serupa juga diungkapkan oleh Bos Tim Ducati Corse Gigi Dall’lgna. Dia yakin bahwa penggunaan sayap pada motor pembal-
ap tidak akan mengurangi keamanan. Menurutnya yang menjadi masalah utama adalah saat pembalap kehilangan kendali pada roda motornya. “Tidak ada hal yang berbahaya dari penggunaan sayap pada motor. Kehilangan kendali pada roda bagian depan adalah masalahnya,” tutur Dall’lgna. Dall’lgna mengaku kecewa dengan keputusan pihak otoritas balap MotoGP yang melarang penggunaan sayap. Sebab teknologi baru itu dirasa cocok dengan karakteristik motor Ducati. “Saya kecewa dengan pelarang ini. Pihak MotoGP melarang penggunaan teknologi yang berdampak baik bagi kami. Bagi saya ini adalah keputusan yang tidak mendukung,” jelasnya. (kmb33/rtr)
Sastra
Redité Umanis, 10 Juli 2016
I Kaki Dengkil
Atma Lengit
“EDA ngadén awak bisa, depang anaké ngadanin, geginané buka nyampat, anak sai tumbuh luhu, ilang luhu buké katah, yadin ririh, enu liu paplajahan....” Asapunika piragina Bagus Gedé marerambangan antuk I Kaki Dengkil wenginé puniki. I Kaki Dengkil kelangen miragi rerambangan Bagus Gedéné punika. Éling Ipun dawegé ngiring Bagus Gedé dawegé kantun nyeneng sering pisan mamligbagang indik pakibeh kalisangarané puniki. Kocap manut ajah-ajah Nitisastrané, duk pakibeh warsaning Kali Sangharané jagatrayané punika sujatiné peteng ibut kakaput antuk dur durjana. Sang Angawarat, Sang Danéswara, sliwah tingkahnyané, nerima upeti saking jatma sugih, ngamargiang uger-uger sané tan manut majalaran antuk pikenoh Sang Durjana. Kocap, duk masa Kalisangharané, para bujanggané sané pascat daging sastra kanistaang antuk Sang Angawaraté. Jagatraya kaicalan kasucian. Para Brahmana, Ksatria, Waisya, tur Sudrané tan kanten pabinaannyané. Manusapada, wacana punika gegana. Kocap punika baos sloka Wéda. Pitananga sloka Wéda manggé ring Jagatpatiné puniki. Sujatiné, punika maha wakya manut pikamkam atma raksa. Sané banget manahanga antuk I Kaki Dengkil, inggih punika baos Nitisastrané sané maosang Sang Duratmaka dirgha-jihwita, sirang sujana dumadak alpakamreta. “Dong nah té, Sang Duratmaka dirghayusa? Lamun kéto déwéké duratmaka mapan nu idup? Sang Sujana cutet tuuhné? Apa Bagus Gedé ané yusané cendet sujana sujati?” I Kaki Dengkil marerasan asapunika santukan marasa déwékipuné jatmna duratmaka “Sing... sing kéto Kaki! Sing saja kéto. Benehang tegarang mamaca Nitisastra. Tiang ngrambang gegendingané ento ulian nepukin Atma Lengit papah-plikesa tekén I Bhuta Abang, raksasa ané awakné ngendih maukud. I Atma Lengit ngrudeg jerit-jerit nagih tulungin mapan cemplunganga ka Kawah Candradimukané. Kangen baana nepukin!” Bagus Gedé nuturin I Kaki Dengkil asapunika sakadi uning sané manahanga. Kocap lengité punika ngawanang belog. Sesampuné belog raris madaya corah. Sesampuné corah makasami pikolihang antuk nayain timpal. Irika raris I Atma Lengit dados Sang Duratmaka. Wantah duegan malih asetrip, dados Sang Duradnyana. Jabat dados buruh, dados Sang Sujana, Dados Sang Danéswara dawegé kantun urip makasami midep dados Duratmaka. Masruét manah I Kaki Dengkilé, ngélingang makéh Danéswarané sané macirén lengit. Jabat ring kantor pameréntahan kantos ring pasraman. Jabat masemu sadu tur masemu alep. “Sajan misibné cara suratanga di Lontar Purba Sominé. Ada wiku kakéné ada wiku kakéto. Ah... nyanan ajyawéra bakat ento bahbahang!” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika. Wantah sampun ngrémon, sinah ipun luget mamanah. “Béh Kaki, da makejang ojaha, nyanan dadi Atma Ugig! Kéné dogén pabesen tiangé. Melahang pesan nitenin awak saenuné maan galah urip di mrecapada. Sawiréh nyanan disubané luas ka Jagatkarana, tusing lakar nyidaang ngwaliang jaya winunguné. Jani sekenang pesan nyobyahang di masa Kalisangharané jani, makejang apang sajan maan ajah-ajah uling sané sinanggah guru utama. Tuah ento ané lakar nyidaang selamet seger oger sadya rahayu di kahuripané kalantas. Melahang pesan nitenin cerik-ceriké apang sekenanga malajahang raga”. Bagus Gedé mituturin asapunika sambilanga ngupin-upinin kuping I Kaki Dengkilé. Ngemasin I Kaki Dengkil uyuk-uyuk kupingné marasa nyem wenginé sané sampun nyansan peteng ibut. I Kaki Dengkil minab lali, Bagus Gedé dawegé kantun nyeneng ngrahina maosang indik pangajah-ajahan. Sampun makéh alit-alité saking désa ranjinganga. Makasami kawarahin mangda sampunang lengit malajah, mangda nénten nyanan dados Atma Lengit. Sareng I Kaki Dengkil, kija ja lunga, sareng sira ja kacunduk sang kalihé punika nuturang indik mabuatné masekolah. Sesampuné ngadaslemahang, I Kaki Dengkil enten. Suaran Bagus Gedéné ical nénten malih piragina. Raris ipun ngadébras sambilanga marerambangan sakadi Bagus Gedé. “Eda ngadén awak bisa... selegang ibané malajah... da pesan lengit magaé... cara danéswarané jani... makejang lakar dadi Atma Lengit.... Ah... dadi kéto dadiné?” I Kaki Dengkil ingkel-ingkel ngedékin déwék santukan mailehan gagendingané baktana. “Dija ngalih guru cara baos Nitisastrané jani? Waluya suba maan gajih nikel sawiréh ma-sertifikasi, nu dogén kéweh nepukin guru ané sinanggah guru sujati. Kéto masé sisyané cara jani, makejang iteh maplalian. Baanga internét di sekolahan beber anggona maplalian... kéweh... kéweh... lakar ngaliunang dogén Atma Lengité di kadituan....” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan sambilanga nyirup wédang semengané puniki.
(Jelantik)
Parekan Raka Suari SUJATINÉ tiang tuah parekan, kéwala tiang tuah parekan ané buin ngelah parekan liu pesan. Ento awinan liu anak ané magusti kapining tiang. Tiang kakaukin bos. Parekan tiangé ada milehan, ané paling paek ajak tiang ada adasa, konyangan dueg, wanén, lan sakti. Dueg ngorta, marebat, majaguran, madaya, kanti dueg maceki. Parekan tiangé ané adasa ento wanénné suba sing bisa ngoraang baan saktiné. Minab tusing ada ané nandingin saktiné. Eda pesan matakon kénkén dadalanné tiang ngelah dasa diri parekan ané sakti lan cager buka kéto. Lénan tekén kabisan
tiangé padidi, ané penting krana tiang ngaba pis tur tiang masé bares magerés. Pis dua, lima kanti dasa juta aluh baan tiang mesuang. Maan ngamaang tugas jeg pasti maluin tiang baan ngerésang pipis. Di kénkéné ada masih parekan tiang ané nyilih pis malu satondéné magaé, ngranayang ia sing taen bani tungkas tekén perintah tiangé. Yén bandingang tekén gubernur ané ngelah bawahan sia bupati lan walikota, saja gedénang mirib ius tiangé baan ngelah dasa parekan kanggo ané siap nampa pangidih tiangé, di duri di malu sing bani tungkas kapining papineh tiangé. Apa ja orahin tiang, jeg magerés ia
13
majalan, tusing buin nyényé matakon kéné kéto. Parekan tiang ané dasa diri totonan, asing diri ngelah masih parekan cager, ada ané nelah parekan lalima diri, ada ané nenem diri, turui parekan, parekan tiangé ngelah kanti satusan parekan. Dadiné man ketékin, parekan tiangé konyangan lebih kuang ada nem tali. Sing bek to. Amonto suba tiang nudusin payuk jakan kulawarga krama Baline ané mamaRekan kapining tiang. Abulan, satusan juta tiang nelahang pipis, kéwala tergantung masih tekén bek bedik gae ané trima tiang. Masan jani, masan gumi gering buka kéné, jeg ngancan bek gaé ané trima tiang. Saja buka soleh asané. Dadiné bek pipis ané macelep lan pesu uli kantong tiangé. Di kénkéné sebet masih tiang mesuang pipis bek, kéwala inget tiang tekéning déwék sing bisa magaé padidi, awanan atenga pipis uli bos dum tiang. Ada baang somah lan parekanparekan tiangé. “Méméh Beli Gedé, aget sajan anak buah Beliné, gumi gerit malah bek maan proyék, sing dadi tiang milu besik, dadi tukang catet apa, ato dadi bagian konsumsi, pang maan masih tiang krépés-krépésan, tiang dot masih mabisnis, apang bisa masekaya padidi.” Tumbén Luh Ratnawati, kurenan tiangé maekin tur kisi-kisi mamunyi buka kéto. “Apa buin kuangan, mendep Luh da milu-milu!” Matan tiangé nelik, gedeg tekén bikas kuranan tiangé ané mamata gadang man ngiwasin pipis. Asal suba pipis, prajani kedat. Sasukat delikin tiang, sing buin ia bani milu-milu ngurusang gegaén tiangé. Yapi tui tepuk tiang ia sesai mamaling-maling ngintip yéning tiang nyacarang pipis kapin parekan-parekan tiangé. Bek suba gegaén ané bakat jemak tiang. Gegaén ento bakatang tiang uli bos tiangé ané tusing ngenah. Ané maraga api, ané bisa nunjel tur muunang yadiastun uli joh. Marasa bangga tiang maan kepercayaan gedé. Dadi parekan bos ané tusing ngenah aget sajan rasayang tiang. Krana konyangan anaké ngadén tiang gustinné, tiang bos-né, siang ada ané nawang tiang masih tuah parekan, me-
puun ané pangelingina krana suba biasa makan jaen di restoran. Tuni buin kurenan tiangé Luh Ratnawati ngeling, peken encén kadén ané buin pangelingina, konyangan ané puun joh tekén umah lan désan tiangé nongos. “Suud ké ngeling monto Luh jegég, man Luh sing nyak malebeng-lebengan, da anaké répot, meli dogén ajeng-ajengan di warung. Man Luh dot ka restoran, kemu suba ka restoran ajak panak-panak lan nyamané dini apang pada liang. Beli ngidih olas da Beli baanga élingan buka kéto sabilang wai, Beli tusing bisa nepukin yéh matan Luh-é. Lamun kuangan pipis, to tabungan lan depositoné jemak malu,” kéto tiang nglemesin. Kéwala tusing masih Luh Ratnawati suud ngeling. Elingné ngancan ngedénang, misi sleguk-sleguk sigsigan. Prajani jelek masih baana bayun tiangé ningehang elingan buka kéto. Mara tiang pesu, tepuk tiang Madé Kantun suba nyempot di natahé. “Ratu, dadong tiangé sampun ngalahin, ampura titiang wusan mamarekan. Niki jinah I Ratuné waliang titiang, titiang tan pacang nuntut, titiang tan pacang nglapor, titiang pacang mendep, ampura....” Made Kantun ngejang pis maamplop coklat di mejan tiangé lantas magedi. Tiang bengong. Elingan kurenan tiangé ngancan keras. Dot sajan tiang nekep kuping tiangé. Kéwala, pangakun kurenan tiangé, Luh Ratnawati ngebekang kuping tiangé, kanti ka polo, ka tangkah, nyusup ka sekancan awak tiangé. “Pis-e panakan tiang di peken ané puun totonan, tiang sing nyidaang nudukin jani, pis-é telah Beli, pis-é puun Beli….” Tiang nylémpoh. Inget tekén déwék tuah dadi parekan. Inget-ingetang tiang buin prerain bos tiangé, prerain gustin tiangé, ané marasa ragané dadi Bhatara Siwa ané mralina sekancan urip ekonominé di Bali. Awak tiangé kebus cara kaobor api gedé, sayan gedé sayan panés. Goban bos tiangé ané ngorahin tiang morbor peken-peken sayan samur, dadi andus selem tegeh tur ngancan ilang. Elingan kurenan tiangé ngancan keras, ngancan jangih.
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Kasujatian Karma Phala Olih : I K. Satria, S.Ag MANGKIN kalanturang malih piteketpitekeu Ida Sang Brahmana majeng para sisyanidané sané taler maraga brahmana. “Samian parilaksana ring kahuripané puniki wantah jiwatmané sané ngamargiang sané nénten pisan prasida kacedain ring jagaté. Risampuné mamargi ring kahuripan antuk sarira sané matiosan, sami atmané punika molihang karma phala nganutin karma sané becik miwah kaon. Sakadi woh-wohané sané pacang mawoh nganutin ring kawigunan miwah rasannyané. Tios punika, woh-wohané pacang mawoh ri kala sampun panumaya, utawi sampun kabaosang patut mawoh. Wantah taru sané becik sané pacang mawoh becik, punika mawinan karma sané becik sinah ngamolihang asil sané kabosang becik. Sapunika taler yéning parilaksanané kaon, asilnyané taler kaon. Antuk senjata pikayunan sané kaicén, irika raris atmané sida ngamargiang kapatutan miwah parilaksana nénten patut. Jiwatmané punika sané kaliputin olih sekancan karma phalané menawi patut miwah nénten patut, sami pacang matunggalan ring kahuripané tur nyusup ring sajeroning garbha. Patemon kama bang miwah kama petak ring garbha kadadosang pinaka genah becik atmané sané kantun kaliput olih karma phala. Punika mawinan, sangkaning jiwatman pinaka sarira sané suksma nénten pacang sida nunggalang angga ring makasami sané wénten, mawinan atmané setata prasida kaliput olih karma sané patut utawi nénten patut. Kasuksmané punika sané nénten ngiket sekancan suka kalawan dukané mawinan atmané taler kabaosang brahman. Atma punika sané taler kabaosang brahman sané ngupapira miwah nyusup ring angga sariran sarwa mauripé. Atma punika sané ngicén kahuripan majeng patemon kama bang miwah kama petaké sané sida ngwetuang kahuripan. Atmané taler pinaka pangurip kadasarin antuk prana sané membah ring angga sarirané. Sesampuné polih prana, wawu kahuripané prasida mamargi ring saluiring angga sarirané maurip, minakadi ring ati, peparu, miwah angga sané tiosan. Yéning rerehang pretiwimba ring kahuripané puniki wantah sakadi pandéné sané ngaryanin prabot, besiné pacang kaborbor ngantos éncéh, raris kawentuk antuk sarana panyangkaan sakadi sané kapikayunin. Asapunika taler kawéntenan atmané, yéning sampun nyusup ring sarira, atmané pacang sakadi sarirané. Indik kawisésan miwah sané lianan nénten malih pateh sakadi sadurungnyané. Imba sané minakadi sundih ri kala peteng, sundihé pacang nyunarin sekancan sané wénten ring wewidangan punika. Sapunika taler atmané pacang dados sinar ring angga sarirané. Napi saluiring sané kamargiang olih atma sakantun nyeneng ring angga sarira, punika sané pacang kapolihang sesampuné angga sarirané punika mawali budal nuju Panca Maha Bhutané. Sekancan suka kalawan duka pacang kacicipin, nénten pisan sida kapalasang. Yéning pradé atmané punika durung panumaya dauh ring kahuripané, sakémaon sampun polih pamulih, atma punika taler pacang prasida nemu kautaman. Sané mangkin pacang katurang asing-asing atma sané setata manresti utawi munarbhawa sakémaon setata nemu kautaman saha kerahayuan ring kahuripané.” Asapunika Sang Brahmana sané mautama nyatua dahat sumeken kawéntenannyané. Para sisyanidané taler teleb miragiang, da-
marek tekén anak ané tusing ngenah. Jani tiang ngelah proyek ané seken-seken gedé. Proyék ané masaih cara swadarman Ida Bhatara Siwa ané mamralina sekancan ané maurip apang prasida numbuhang kahuripan baru, apang prasida nganti kasengsaran guminé baan kaluihan. Proyék totonan suba majalan luung, turin parekparekan tiangé masih suba kadaut kenehné nyalanang tugas cara Bhatara Siwa, mralina ané kaucap jelek. Sing ada ané tungkas cara ané suba-suba. Kéwala ibi sanja, tiang nrima laporan jelek. Ada parekan tiang ané kuang beneh nyalanang tugas, mawanan peken ané katunjel tusing konyangan puun, cara pangaptin tiangé. “Ampura Ratuu, tiang ten nyidang, nika dedagangan Dodong tiangé,” Made Kantun nyelasang. “Sing kénkén, kuda ajin dedagangané, beliang buin ané baru, ané anyar, ané bekan, baanga ja pipis, da ané cenik kéto gaé Cai sing teguh nyalanang tugas,” kéto tiang mamedih. “Boya ja sangkaning jinah Ratu, wantah sangkaning dedagangan punika urip dadong tiangé. Dadong tiangé kantun maurip wantah sangkaning kantun madagang, yén Ipun tan madagang tan madué semangat idup, pramangkin gelem Ipun Ratu, yéning dados sampunang ja peken nika tunjela,” Madé Kantun sebet, nunas-nunas ica. Kéwala, boya ja tiang sing ngerti kasebetan parekan tiangé, boya ja tiang sing ngerti pitresnan Madé Kantun-né kapin dadongné, boya ja ento. Tiang sing bisa ngisinin pangidih parekan tiangé krana tiang masih tuah parekan, patuh cara I Madé Kantun lan parekan-parekan tiangé ané lénan. Kéto masih dugas abulan ané suba liwat, kurenan tiangé ngeling sig-singan di pasarénan, nyebetang peken ané puun. Tiang masih sing bisa ngorahang apa-apa. Buin maniné, kurenan tiangé Luh Ratnawati sing nyakan lan ngaé ajeng-ajengan baan pekené puun, tiang masih sing kénkén. Apang sing ia sebet makelo, ajak tiang kurenan lan panak tiangé ngajeng di restoran sambil masliahan. Mirib kurenan tiangé engsap tekén peken
hat wirang pisan kawéntenannyané. Ida Sang Brahmana putus malih nglanturang. “Saluiring karma sané becik ngawinang suka atmané ring sajeroning sarira inggih punika sekancan dana utawi sang sané setata ngutamayang wang tiosan, sané setata ngamel dharma saha ngamargiang paradharma sangkaning éling ring padéwékan maraga pateh mawiwit saking atman. Teleb ring pamargin kabrahmacaryan, ngrastiti Ida Sang Brahman sané kamargiang antuk pamargi sané lascarya, degdeg ring pikayunan, welas asih ring sarwa maurip, setata mulat sarira saha ngamargiang tapa brata, nénten pisan obah, nénten mundur ring pamargin dharmané, nénten himsa karma utawi ngawinang sungsut sekancan sané maurip, setata bhakti majeng ring para lélingsir utawi guru rupaka yadiastun ring sajeroning manah, laksana miwah bebaosan, bhakti majeng ring paradewatané atiti, bhakti majeng ring para guru pangajian, sareng rumasa ring kadukan anak tiosan, setata ngupapira kasucian, setata ngupapira sarira mangda becik, saluiring parilaksana sané marupa kapatutan. Punika wantah pamargi sané becik sané ngawinang atmané ring sarira rumasa bagia. Antuk pamarginé punika pacang ngwetuang kautaman ring sarira saha kawicaksanan ring sajeroning jagat. Parilaksanané punika wantah sané setata kamargiang olih jiwatman sané kabaosang patut ngamargiang pamargin agama. Kadi asapunika taler saluiring karma sané kamargiang antuk budi sané mautama. Sekancan parilaksana sané kamargiang i manusa sané mabudi becik saha manut ring Sang Hyang Dharma wantah nyihnayang kapatutan miwah kawicaksanan. Samian punika setata éning ring pikayunan ngawiang sekancan sané kamargiang wantah sané kabaosang patut. Sang sapa sira ugi manusa ring jagaté sakadi asapunika kawéntenannyané wantah nénten pacang nemu kasangsaran. Sané kabaosang patut pacang prasida ajeg tatkala akéh sané ngawinang obah. Wantah asapunika sané kabaosang yogi sané sampun agung kawéntenannyané. Punika sané ngawinang para yoginé setata molihang kautaman ring kahuripané. Pamargi nuju utama, ngrajegang dharma ring sarira wantah pamargi sané patut margiang mangda prasida ngamolihang kautaman ring sarira miwah ring kawéntenan atmané. Sajeroning maurip wantah kadasarin antuk karma, karmané punika sané pacang ngawinang panrestian mawali ring jagaté. Sané mangkin, asapunapi kautaman sarira sané pacang katampi olih atma sané prasida kauripin? Kawéntenan Brahmané kapertama ngutpati angga sané kalanturang olih sami kahuripané ring jagaté. Wénten sarwaning mentik miwah sarwaning sané maurip. Sesampuné punika wawu nguripang sané kabaosang jadma. Punika sané mawinan kapertama Ida ngutpati sekancan pradhana sané ngawinang nguripin sarwaning sané wénten ring jagaté puniki. Sakémaon sami sané wénten ring sekala wantah ngayunin kabiutan utawi pawalian. Sané maraga niskala nénten pacang kabiutain miwah kakasorang, mawinan langgeng ring niskala. Punika mawinan ring kahuripané wénten sané kabaosang purusa sané minayang kawéntenan mauripe.” Sakadi punika bebaosan Ida Sang Guru mautama. (Masambung)
Warna ring dija wates warnané ri kala putihé masawang kuning kuningé marawat barak baraké mamuncuk selem ring tengah warnané mapalu kajané marep kelod kauhé mapas kangin ring catus pata ratu malingga mambu sekarura
Nilarwati
Tresna Tegul tekekang tresnané ané tumbuh Rasa saling sayangang sayan mimbuh Eda pesan kanti ngelah keneh selingkuh Saling isinin suka duka tetep mapunduh Nuju idup bagia di guminé salantang tuuh Astungkara tuah kapalasang Sang Hyang Tuduh Madé Suar-Timuhun
Kruna
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;gind, Pupuh Ginada 31.s)somæuenpieyodln/,
Sesampuné piodalan,
mturnuæhur;hri;, maturan saurah arih,
puput*hnÓ¡káibu\n/, puputang antuk gibungan,
mzÇw(nÂmr&2bu;,, manca warna maring lebuh,
s)gh ) næitl u k i r u n/, segehan pitu likuran, z;z;gÉ&s&, nyahnyah gringsing, mkpmupt u æieyodln/. maka pamuput piodalan.
32.\ud u b)lp i t);pisn/, Nguda Beli pateh pisan, hiirikit2(mdg&, iriki taler madaging,
t)psuæenmer*orÙ tepas sané marong rwa,
mhulukel(puniku, maulu kalér puniku,
jbn&p\ij%kr*, jabaning pangijeng karang, muluk\in/,
mulu kangin, li\ái;s*hê*siwerk. linggih Sang Hyang Siwa Réka.
Sang Putu Puja
Ngamargiang Swadarma Madasar Lascarya SIA warsa kajudi dados Kabid Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kota Dénpasar kadadosang pinaka selah ngamargiang swadharma sané kadasarin manah lascarya olih Sang Putu Puja. Lanang sané embas ring Karangjung, Mengwi, Badung 31 Desember 1959 puniki seneng pisan ngamargiang swadharmanyané punika. Kacunduk tatkala kamargiang acara kemah budaya ring wewidangan Ekowisata Subak Sembung, Kelurahan Peguyangan, Dénpasar Utara wawu puniki, Sang Putu Puja maosang sekancan swadharma wantah ayah-ayah sané patut becik kamargiang. Napi malih sané ngeninin indik siswa sané patut katelebin kahanan soang-soang psikologisipun. Sapunapi parikrama sané patut kamargiang mangda napi sané kaaptiang prasida kapolihang. “Tiang setata nyuksmayang sekancan paswécan Ida Hyang Paramakawi sapunapi ja kawéntenané,” baos dané. Dados PNS ring warsa 1985, Sang Putu Puja sané tamat ring APDN 1988 puniki ngawitin manados staf ring Bagian Ekonomi Kota-Madya Dénpasar. Kasuén-suén karir dané sayan nincap, dané manados Kasubag Tata Pemerintahan Desa. Kantun ring posisi punika, dané malih manados Kasubag Kesejahteraan Bagian Kesra. Tatkala Dinas Kebudayaan kawentuk duk tanggal 2 Oktober 2007, irika lantas dané “dipindahtugaskan” ka Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Minab durung makasami krama uning yéning Pemkot Dénpasar madué kader pelestari budaya sané kadabdabang olih Dinas Kebudayaan Kota Dénpasar. Sangkaning jagi dados kader pelestari budaya, majanten sané nyarengin makasami punika patut kapupulang ring organisasi. Kemah budaya sané kakawitin olih Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra wantah acara nyabran warsa sané kaping sia. Sané nyarengin acara i wawuminakadi panyledii siswa SMA sané wénten ring Kota Denpasar. Ring kemah inucap para pamilet akéh kaicén paplajahan malarapan antuk parikrama sosialisasi taler pabligbagan ngeninin indik budaya. Budaya sané kabaosang olih Sang Putu Puja boya ja budaya sané madaging antuk kasenian kémanten, taler marupa parisolah ring pakraman sané patut taler kauningin. Trepti taler ngajiang sekancan tetamian budaya sané nénten prasida kalémpasin. “Tiang bangga sangkaning Pemkot Dénpasar madué kader pelestari budaya, sané manados pamucuk ring sajeroning utsaha nglestariang budaya iriki,” baos dané. Puja taler nguningayang rasa suksmaning manahnyané majeng ring makudang-kudang krama sané sampun nyarengin kawéntenan kader pelestari budaya, sané akéh pisan sampun ngamargiang utsaha taler acara mangda budaya Bali ring Kota Dénpasar prasida kalestariang. Sang Putu Puja taler nyuksmayang pisan
antuk pangrauh angga DPRD Kota Dénpasar saking Komisi IV, I Wayan Sutama sané tan pawénten uleman kayun rauh tur macecingak ring parikrama kémah budaya inucap. Dané sané konsisten ring swadharmanyané punika madué pangapti sané ageng majeng ring para kader pelestari budaya i wawu. Tatkala akéhan yowanané kaliput antuk teknologi informasi komunikasi, makudangkudang yowana ring Kota Dénpasar ngamargiang parikrama kémah budaya. Akéh pisan parikrama ngeninin indik budaya sané kamargiang, minakadi malomba nglawar, magibung, makarya gebogan, ngamargiang “simulasi” pasangkepan miwah parikrama budaya sané siosan. Sané nyarengin mawit saking SMA sané sadurungnyané durung uning. Malarapan antuk parikrama punika para alit-alit inucap prasida nyantenang tur ngwangun pasawitran sinambi nyiagayang raga dados kader pelestari budaya Kota Denpasar. (ast/wan)
Isin Gumi
Ius Lebaran, Krama Bali Méweh Matumbasan TRADISI mudik ring Hari Raya Idul Fitri utawi ring Lebaran sané wawu pisan kamargiang yukti maius majeng kahuripan krama Bali. Kangkenin utawi nénten, ius Lebaran karasayang pisan olih krama Bali. Sangkaning akéhnyané krama dura Bali sané mawali ka désannyané soang-soang, ngawinang akéh warung-warung sané madolan ajengan minakadi lalapan, bakso, goréngan, taler ajengan tiosan matutup. Indiké punika ngawinang krama
Bali sané mepes matubasan ring warung inucap utawi matumbasan ajengan sareng krama dura Bali marasa méweh nguruh ajengan. Mawinan kaaptiang pisan, krama Bali malih mapikayun indik kahanané puniki. Napiké mungkah utsaha anyar utawi kayun matumbasan sareng sameton Bali. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 05 Juli 2016 lintang.
Kaki Dukuh, Tangguwisia Manut tiang, tiang nénten banget marasa méweh sangkaning akéh krama dura Bali sané mudik. Santukan salami puniki titiang nénten bas tergantung sareng ipun ri kala matumbasan ajengan. Aptiang titiang, krama Bali prasida jengah antuk setata metumbasan sareng sesamén sameton Bali sané genahnyané madolan kacihnayang antuk madaging pe-
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
soméh
1. esoem;,
1. ramah
2.
soroh
2.
esoero;,
2. golongan
3.
sudha
3.
sudÒ,
3. bersih
4.
sujana
4.
sujn,
4. baik
5.
sukserah
5.
sukuæ)r;,
5. pasrah
6.
sungsut
6.
su\uæut/,
6. sedih
7.
sungsang
7.
su*s*,
7. terbalik
8.
surup
8.
surup/,
8. terbenam
9.
tandang
9.
tnÑ*,
9. gaya
10. tandruh
Redité Umanis, 10 Juli 2016
10. tnÑ˱;,
Bahasa Indonésia
10. pura-pura tidak tahu
langkiran. Gung Surya, Lovina Ring Hari Raya Lebaran puniki janten akéh krama ngrasayang méweh ngrereh utawi numbas ajengan sakadi ajengan lalapan, goréngan, taler ajengan tiosan. Sapatutné kawéntenen puniki kapikayunin sareng sami pinaka krama lokal mangda sida nulad napi sané sampun kamargiang sameton dura Bali. Tanaya, Kampung Tinggi Akéhnyané wang Islam sané mudik ngawinang pamekas krama Bali méweh ngruruh ajengan utawi kaperluan saraina. Sapatutné, galahé puniki becik kawigunayang olih krama Bali mungkah utsaha mapaiketan ring kaperluan sané kabuatang krama. Mangda iraga nénten banget tergantung sareng krama dura Bali. Aji Bima, Banjar Tradisi Lebaran utawi mudik sujatiné kanggén galah ngrincikang upaya nincapang kahanan ekonomi taler kualitas urip iraga pinaka krama Bali. Napi malih sajeroning ngarepin persaingan sané sayan abot sareng penduduk pendatang. Majanten iraga pinaka krama Bali patut mautsaha, nénten gelis nyerah taler tetep ngemit adat miwah budaya Bali. (ama)
I Wayan Sadar
Bangga Antuk Aran Sadar NYELEHIN aran-aran sané kaicén rerama majeng pianaknyané pungkuran warsa puniki, Wayan Sadar ketah makenyung sinambi kitak-kituk. Fenomena sosial inucap nénten wantah wénten ring kota, taler sampun matitis ring désa. Manut Pak Guru–sapunika dané ketah kasambat, wasanan media audio visual marupa TV, sinunggilnyané banget mawasana ageng ngicén rerama inspirasi sajeroning ngicén aran pinih becik majeng pianaknyané. Rumasa pantes yéning aran alit-alité mangkin matiosan, dawa-dawa tur sukil kasemertiang. Yéning kaélingin, aran majeng anak alit nénten sawates aran kémanten, nanging wénten pangapti ageng saking i rerama mapaiketan sareng ngicén aran inucap. Samaliha ngicén aran majeng umat Hindu ring sakatah wewidangan ring Bali setata kadulurin antuk upacara otonan. Tetujonnyané mangda aran sané kaicén prasida taler mawasana ngiringang anaké alit nuju parindikan sané becik. Nénten akedik wénten rerama sané ngentos aran pianaknyané santukan pianaknyané sakit-sakitan tur sesampun katakénang majeng anak wikan, kauningayang ngentos aran. Agetnyané sesampun ngentos aran, pianaknyané mawali waras manut pangaptin rerama. “Soang-soang rerama madué tetujon sané becik ngicén aran. Sakémaon akéh sané nénten anut, ngawinang akéh alit-alit bingung sareng arannyané. Santukan arannyané dawa pisan akéh anak alit sané lali sareng arannyané padidi,” baos Sadar sinambi makenyung. Parindikan punika kapanggihin lanang sané embas ring Bangli, 31 Desember 1962, ri kala ring lapangan dané iseng matakén aran jangkep sakatah alit-alit sané kacunduk sareng dané. Utamannyané alitalit sané embas ngawit warsa 90-an. Akéhan alit-alité éling aran biasa saihang sareng aran panjangnyané. Pengalaman lianan, mapaiketan sareng ujian nasional antuk komputerisasi, sané penulisan arannyané nganutin kolom sané wénten. Sangkaning alit-alit madué aran panjang, rumasuk akéh siswannyané sané kantos peluh dingin ri kala nyurat arannyané. Siswa bingung nyingkat aran nganutin kolom sané wénten sangkaning madué aran panjang. Katakénin teges aran Sadar, alumnus Sekolah Guru Olah Raga (SGO) Negeri Dénpasar puniki makenyung. Minakadi alit-alit lianan, aran bapak utawi arannyané padidi sering kadadosang kakedékan olih sawitrannyané. Parindikan punika ngawit saking SD, SMP miwah SMA. Sangkaning arannyané kadadosang kakedékan, mantan atlet senam lantai taler nakénang majeng bapaknyané. Dané taler nénten narka, reramannyané meled pisan mangda putra sané kasayangang prasida setata sadar majeng kewajiban miwah tanggungjawabnyané. Tanggungjawab raga, majeng kulawarga, krama, agama miwah negara. Teges aran sadar punika taler kasemertiang, sané ngawinang Sadar sayan sadar majeng aran sederhana sané kaicén olih reramannyané punika. “Ngawit punika titiang nénten kimud malih sareng aran Sadar. Rumasa bangga santukan aran titiangé nénten sawates aran, wénten pangapti sané ageng,” baosnyané. (ast/yan)
Déwan Titiangé Jinah SIRAKÉ sané ngamel jagaté mangkin? Raja? Présidén? Gubernur? Nénten! Boja raja utawi présiden utawi gubernur, nanging sané ngamel jagaté mangkin wantah jinah. Siraké jinah punika? Napiké ipun mawibawa utawi waged ring widang politik lan pemerintahan sané ngawinang ipun mrasidayang ngamel jagat puniki? Nénten! Ipun nénten madué pepineh, nénten waged ilmu politik, nanging ipun sakadi candu. Samian ngepungin ipun, ngruruh ipun, kantos ring genah pingit singid anaké ngepungin ipun. Raja, présiden, utawi gubernur taler ngepungin ipun, napimalih jatma biasa sané tiwas nékték. Yéning asapunika kawéntenané, siraké ipun? Aryawan Kenceng ring sinalih tunggil puisi cutetné sané mamurda “Pis” nguningayang jinah punika sakadi puniki: luung/ngelung. Luung utawi baan ngambekang, jinah punika pacang mapikenoh becik. Ngawinang iraga bagia, ngraketang panyamabrayaan, ngawinang sayan bakti ring Sang Hyang Widhi. Nanging yéning pelih baan ngambekang, jinah punika pacang ngundang baya, ngawinang sengsara, ngelung. Yéning selehin ring kawéntenané mangkin, akéhan sané nénten prasida ngambekang jinah. Ri kala madué jinah akéh, ipun pacang lali. Lali ring Widhi, lali ring nyama braya, lali ring samian. Ipun pacang ka genah malingliangan, irika ipun nagingin indriané. Sakita arepipuné. Ngambekang indria ngulurin
momo. Ring tivi, radio, koran, utawi internét akéh kapanggihin gatra sané nénten becik nganénin indik jinah. Wénten anak kantos mamati-mati mangda polih jinah, wénten sané mapuikan kantos nuntut rerama mangda polih jinah. Sané ngawinang iraga sebet wantah wénten anak sané kantos ngadol gelahné sané paling pingit mangda polih jinah. Jinah déwan titiangé, minab asapunika kawéntenané. Jinah mangkin rumasa déwa sané nylametang i manusa saking kasengsaran ring jagaté. Tan pa jinah, i manusa nénten mrasidayang urip, krana samian muatang jinah. Napimalih mangkin nénten wénten sané gratis, kadirasa [ampura] “ngenceh” merluang jinah anggén naur séwan WC. Lian ring punika, kebutuhan idup i manusa rumasa samian katumbas nganggén jinah, saking kebutuhan pokok kantos kebutuhan térsiér. Saking beras ngantos palinggihan, punika samian katumbas nganggén jinah. Sangkaning unduké punika, jinah mangkin sanget-sanget kaperluang. Rajané raja wantah jinah. Présidéné présidén wantah jinah. Gubernurné gubernur
wantah jinah. Gegéndongné gegéndong wantah jinah. Jinah lan jinah. Napimalih mangkin, akéh wénten kasus korupsi, suap, penggelapan, samian punika nénten tios sangkaning jinah. Anak sané sampun sugih lan madué jabatan tegeh, kantun korupsi punika sangkaning ipun nénten puas sareng jinah sané kadruénang, marasa perlu ngruruh mangda sayan akéh. Pateh taler ring anaké sané nerima suap, punika sangkaning ipun perlu jinah. Kadirasa jinah punika ngawinang manusané buduh. Jinah taler ngawi manusa kicalan rasa tresna, kicalan wibawa, kantos kicalan atma. Manut sastra agama, ri kala ngaruruh jinah mangda setata madasar dharma, sangkaning dharma pacang mapikenoh becik. Yadiastun polih akidik, sakéwanten sampun madasar dharma pastika jinah punika madué seh. Sakéwanten yéning madasar antuk pamargi sané kaon pastika sampun nénten wénten kawigunané, iraga pacang setata marasa nénten puas, sakadi kantun wénten kirang. Sangkaning pamargi sané nénten becik ngawinang iraga madué papineh: déwan titiangé jinah. (I Putu Supartika)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
Ngidupang Idep, Ngidepang Idup (2)
Ngidupang Idep, Ngidepang Idup (1)
lLapis demi Lapis Merenungkan Hidup secara Mendalam.
lbagaimana cara Menghidupkan Pikiran agar Terang Cemerlang
BAHASA BALI punya dua kata puitis dengan musikalitas elok manakala dipadupadankan: idup dan idep. Kata idup punya dua makna utama: ‘hidup’ dan ‘menyala’. Adapun kata idep berarti ‘pikiran’. Apa hubungan idup dan idep, atau sebaliknya, idep dengan idup? Sederhananya begini kira-kira dalam bahasa Indonesia: apa hubungan hidup, menyala, dan pikiran? Semasa hidupnya di kampung, kakek kami kerap kali mengingatkan para cucunya hanya dengan dua kalimat pendek dan bersahaja pula. Pertama, “Idupang idepe,” Kakek berpesan berulang-ulang. Kedua, pesan lainnya dari Kakek kami, “Idepang idupe.” Dalam bahasa Bali, kedua kalimat itu terdengar bolak-balik, tiada ubahnya puisi indah, elok, menawan. Diksinya padat, “berdaging” pula. Tapi, bila dialihbahasan ke bahasa Indonesia, maknanya bisa menjadi kehilangan puitikanya. Kalimat “Idupang idepe,” kurang lebih bermakna bersahaja, “Hidupkanlah pikiranmu.” Adapun kalimat “Idepang idupe,” secara konotatif bisa bermakna, “Renungkanlah hidupmu.” Bagaimana idep yang idup, atau pikiran yang hidup, itu? “Ngendih,” jawab
Kakek, singkat, padat. Ngendih artinya ‘menyala cemerlang’. Dengan begitu, ngidupang idep bisa dimaknai “menghidupkan pikiran supaya menyala terang cemerlang”. Pertanyaannya kini, bagaimana cara menghidupkan pikiran supaya menyala terang cemerlang? Sebagai kanak-kanak dari generasi sekolahan formal, saya tentu saja kerap membangga-banggakan kepada Kakek bahwa sekolah itulah cara tunggal paling manjur dan mudah buat ngidupang idep supaya ngendih. Membaca buku sebanyakbanyaknya, memburu tulisan-tulisan dengan pemikiran cemerlang seluas-luasnya, hingga punya perpustakaan pribadi, ditambah lagi dengan rajin berdiskusi, mendengarkan ceramah, ikut seminar, dan segala resep lengkap nan manjur sejenisnya. Cukup? Sampai tamat bersekolah di perguruan tinggi hingga bepergian belajar ke luar negeri pun Kakek tetap saja menggeleng, “Tidak!” saat kami tanya, “Sudah cukupkah semua itu buat ngidupang idep, Pekak?” lnirta ks
Berguru kepada Mahaguru Mahasempurna lApakah yang Paling Terang di Jagatraya Ini?
REDITE (Minggu) Umanis, wuku Ukir hari ini dalam sistem kewaktuan pawukon Bali Tradisi dinamakan Hari Batara Guru. Urip neptu Redite Umanis ini 5 + 5 = 10. Tanggal kalender Gregorian juga pas tepat menunjuk angka: 10 Juli. Angka 10 dalam kebanyakan sistem numerologi bangsa-bangsa besar di Dunia lazim diasosiasikan dengan kesempurnaan. Begitu pula dengan angka 100 sebagai hasil kelipatan 10 x 10 dikaitkan dengan kesempurnaan. Guru-guru kerap kali membubuhkan angka 10 atau 100 pada kertas lembaran kerja siswanya guna mewakili penilaian yang sempurna atau jawaban yang tepat benar. Bali Tradisi memilih Redite Umanis yang total berdaya energi hidup (urip, neptu) 10 ini sebagai Hari Batara Guru. Selain HENK NGANTUNG niscaya sebuah nama yang gemilang dalam jagad seni rupa Indonesia, namun gemanya sekarang nyaris hilang. Di tengah maraknya pasar seni lukis kontemporer, dengan kuasa pasar dan modal yang dominan, boleh jadi sisi kesenimanan Henk Ngantung bukan lagi rujukan yang ideal. Ia tak ubahnya sosok pelukis Nashar, yang berani tidur melengkung dengan berpeluk tempurung lutut di Balai Budaya demi pertaruhan idealisme. Atau semacam sosok I Gusti Made Poleng, seniman Pengosekan, Ubud, menolak pasar yang tuna acuan. APA YANG membuat Henk Ngantung mendekati kedua sosok di atas, tidak lain berdasarkan buah kreativitasnya berupa sketsa dan drawing -- dua ‘’genre’’ seni rupa yang tak terlalu dilirik orang. Di luar kekaryaan, terus-terang saya tidak tahu banayk kehidupan henk Ngantung, terutama yang berhubungan dengan idealisasi jagad seni rupa. Tapi kita bisa melihat catatan Baharuddin MS di dalam buku Sketsa-sketsa Henk Ngantung dari Masa Ke Masa (Sinar Harapan, 1981) yang menunjukkan perannya dalam masa ‘’berjoang’’. Ia, sebagai mana dicatat Baharuddin, lahir di Bogor, I Maret 1921 dari kelaurga asal Minahasa. Di Minahasa pula ia pertama kali berpameran tunggal, ketika baru berumur 15 tahun. Pergaulannya cukup luas, di mana ia bersinggungan dengan
Penikmat Waktu... BAGAIMANA dapat kulupakan dingin angin petang yang datang bersusulan ketika kita sama-sama mencoba menikmati waktu yang sejenak riang. Ketika langit terlalu enggan menampakkan biru cerah yang menggoda, dan matahari masih saja menyusup di celah hari yang sama. Bagaimana dapat ku lupakan cerita tentang hujan yang seakan menarikan bayang-bayang masa silam. Untuk kedua tangan kita yang terbuka dan wajah kita tengadah penuh harap entah pada apa. Sebab kaulah gerimis tipis yang tiba-tiba menderas di ujung pasrah. Dan akulah jalanan yang tak kenal ujung pangkal. HARI-hari datang seolah dari masa yang jauh. Meninggalkan bekas tipis yang kadang begitu manis tapi begegas pula berubah pahit. Barangkali bibir kita yang kelu sudah demikian akrab padanya hingga tak begitu kita nantikan rasa manis yang itu, rasa yang datang pelan seperti nada-nada ritmis pemain seruling yang ditinggalkan ibunya, atau begitu pelan seperti permainan musik terakhir pianis tua yang telah kehilangan satu-satu muridnya. KAU dan aku bukan seorang yang piawai mengubah dera rasa jadi kata-kara indah penghilang resah. Kita hanyalah kupu-kupu, yang terbang hingga batas
Stasiun Tugu
kepada si termangu sepetak sajak mengajakmu meniru kertas-kerta koran yang ruah jadi hujan di tepi stasiun ini si termangu, apa kabar ibumu yang masih merajut setiap biru di baju kan kita dulu tidakkah ia rindu pada mei yang menyalami pagi di seduhan kopi, renungan sunyi hari-hari masihkah kita mangu ragu menanti musim salju singgah di topi dan whiski saling menggenggam diri usai kereta akhir jangan lagi temui jalan ini sebab si mangu, tiket-tiket baru masih akan menunggumu di tepi sajak ini
saat Pa-agor-rsi (lidah kebanyakan orang menyebut Pagerwesi, saat Buda Kliwon Sinta dilakukan pengagungan sang Maha Penghidup sebagai Paramesti Guru, inilah “Hari Guru” khas Bali Pulina Nusantararaya. Ritusnya dipusatkan di arcanam palinggih yang dinamakan Kamulan Hyang Guru yang ada di sanggah atau pamrajan masingmasing keluarga. Bali Tradisi memang memberi tuntunan hidup supaya orang dalam menjalani dan menjalankan kehidupan senantiasa ber-Guru Sejati kepada Hyang Guru. Dia-lah sang Mahaguru Sejati Mahasempurna. Dalam relasi ini, manusia berposisi sebagai sisya, dia yang membaktikan segenap hidupnya kepada Hyang Guru sebagai sang Mahaguru Sejati Mahasempurna. Bakti artinya “ber-
MENGAPA justru pintu Bali itu Segara Rupat, Perancak, Gilimanuk kembali ditimang Putu Fajar Arcana (51, hari ini, Red) via Jurusan Sastra Indonesia Kampus Kuning FAKSAS Udayana? Dum-duman paran, begitu Sastra Bali menjawab. Setiap orang lahir di tempat dan situasi berbeda, berdasarkan perbedaan dum-duman paran (investasi karma, Red) Maka bagi CAN (drasa, Red) kini terbentanglah alangka-alangkah magending sambilang melajah jelajahan bersama Almamater Kontemporernya. Dengan Prof Dr Budi Darma bisalah oleng kemoleng Orang orang Jembrana...
Ngampung Seni Juli
Selasa PAING 26 Juli 2016 Malam Pukul 19.00 Wita JATIJAGAT Kampung PUISI JKP – 109… JIKA DADA RASA HAMPA... Maka Datanglah Hari Puisi... serah sepenuhnya”—tapi bukan menyerah atau terserah. Realisasi senyata-nyatanya insan yang “berserah sepenuhnya” kepada Hyang Guru sebagai sang Mahaguru Sejati Mahasempurna adalah dapat mewujudnyatakan sifat atau karakter sang Mahaguru dalam kehidupan sehari-hari, hingga akhirnya menjadi guru kehidupan. Apa itu Guru? Guru adalah dia yang mengubah gelap (gu) dengan terangnya (ru) sendiri. Gelap tidak perlu ditolak, apalagi ditakuti. Gelap
BILA BELAJAR, belajar, dan belajar terus di jenjang pendidikan sekolah formal hingga perguruan tinggi pun tiada cukup buat menjadikan idep idup, pikiran hidup menyala terang cemerlang, lantas bagaimana lagi caranya? Dalam alur penalaran Kakek kami yang buta huruf Latin dan tidak pernah mengenyam bangku sekolahan formal itu, belajar di sekolah hingga perguruan tinggi tentu saja bagus. Itu bahkan harus. Dalam era kehidupan serba formalistik kini, tidak memiliki sertifikat lulusan sekolah formal bisa jadi tidak kebagian pekerjaan di sektor formal, meskipun itu tidak berarti secara otomatis hidup pun berakhir. Tapi, dengan sertifikat pendidikan formal setinggi-tingginya pun, dalam kenyataannya, tidak cukup membuat idep seseorang idup, tidak membuat pikiran seseorang menyala terang cemerlang. Lalu, bagaimana cara itu? “Idepang idupe,” tutur Kakek, tetap dengan bahasanya yang sahaja, pendek, dan padat “berdaging” itu. Dalam pemahaman dan mengalaman langsung Kakek kami yang sanggup menjalani dan menjalankan kehidupannya hingga berusia 95 tahun itu, idep menjadi idup justru dengan ngidepang idup: merenung-renungkan Hidup secara mendalam,
lapis demi lapis, langkah demi langkah, tahap demi tahap. Ngidepang idup, dengan demikian, bukanlah proses instan dengan sekadar membacanya di buku, di tulisantulisan, atau kini dengan klak-klik klakklik berselancar di internet. Ngidepang idup adalah perjalanan panjang dan mendalam penuh Kesadaran Diri hingga sampai di pusat-inti-dasar-akar kedalaman idup itu sendiri. Dia-lah sang Maha Penghidup Segenap Yang Berkehidupan. Manakala pikiran ini telah sampai mengakui, menyadari, dan menerima kenyataan senyata-nyatanya ke-NYATAan bahwa tiada lain selain sang Maha Penghidup Segenap Yang Berkehidupan yang menghidupi kehidupan ini, di setiap titik tempat di setiap detik saat, barulah idep itu dapat benar-benar dikategorikan Idup: Hidup sekaligus Menyala Terang Cemerlang. Dalam bahasa Kakek, ngidepang idup itu tiada lain adalah ngidupang idep sehingga bisa dijadikan sumber pangidupan (penghidupan). Dengan idep yang idup sebagai pangidupan dalam kaidupan (kehidupan) ini, maka seseorang pun menjadi nawang pajalan idup: paham perjalanan Hidup yang sesungguh-sungguhnya Hidup. lnirta ks
juga tidak bisa diusir, apalagi dilenyapkan. Cara termudah, alamiah, sekaligus paling memungkinkan adalah menghadirkan terang, sehingga gelap pun niscaya menghilang dengan sendirinya. Selama dan seberapa dapat menghadirkan terang, selama dan sebesar itu pulalah gelap tiada hadir. Namun, begitu terang tiada, seketika itu pulalah gelap hadir menggantikan. Apakah yang paling terang di jagatraya ini, yang dapat dilihat oleh mata manusia? Dia yang tidak gelap. Apakah yang tidak gelap itu? A-ditya. Ditya itu gelap maknanya. A-ditya itu berarti tidak gelap. Nama lainnya: Surya, Rawi, Bhaga, Mitra, dll. Di manakah A-ditya itu muncul paling awal saban hari, menerangi Bumi menggantikan gelap? Manusia sedunia mengakui hingga kini: Di Timur. Bali Tradisi menyebut
timur sebagai arah paling awal sang Mahaterang itu muncul dengan istilah Purwa. Artinya: awal terang, atau timur. Dalam Bali Tradisi, Redite merupakan hari terang pertama atau Awal dalam siklus tujuh harian. Begitu pula Umanis merupakan hari pertama/ Awal dalam siklus lima harian. Momentum pertemuan Awal dengan Awal itu dijadikan sebagai Hari Hyang Guru. Hari, Guru, A-ditya, Purwa itu merujuk satu makna: Mahaterang. Mahaterang itulah Mahaguru Mahasempurna. Dia-lah Kamulan Hyang Guru, Mahaawal Mahaterang. Kepada Hyang Mahaterang itulah manusia dituntun berguru terus-menerus, supaya hidupnya senantiasa terang benderang, sehingga dapat membawa dan menjadi terang dalam setiap kehadirannya. ldeprabas
Minahasa dalam Sketsa Henk Ngantung, Bali dalam Sketsa Siapa?... lLingkungan Sejarah, Rekam Jejak Rasa Sayang...
nama-nama penting dalam sejarah seni rupa Indonesia seperti Affandi, Basuki Abdullah dan grup Persagi. Ia lalu berkeliling Indonesia merekam kedupan rakyat dalam gelora revolusi dan mengikuti sejumlah perundingan diplomasi. Semua itu ‘’dicatietnya’’ dalam seni sketsa yang runut dan rapi. Henk Ngantung kemudian memasuki fase dunia kekuasaan dengan menjadi wakil gubernur DKI Raya (1960-1964) dan Gubernur (1964 - 1965). Tapi saya juga tidak tahu banyak tindak-tanduknya pada fase ini. SEBENARNYA saya hanya ingin menekankan sosok Henk Ngantung dari sisi yang berbeda dalam dunia seni rupa, yakni konsistensinya mengangkat sketsa dan drawing sebagai karya final dan ekspresi yang menjadi. Jamak kita ketahui, seni sketsa dan drawing dianggap sebagai karya yang tak selesai, bukan karya jadi, atau sekadar selingan dari kanvas dan cat. Lebih dari itu, saya merasa berkunjung ke Minahasa, saya merasakan sebuah deja vu: rasa-rasanya saya pernah bertemu Minahasa sebelumnya.. Di mana? Tidak lain di buku yang memuat coretan tangan Henk Ngantung tentang daerah asalnya itu. Ia terlelah sayap-sayap rapuh ini, hingga di tanah setengah basah dan membiarkan waktu meluluhkan tiap jengkal jejak yang tak sengaja kita tinggalakn di seluruh taman masa silam itu. Bagaimana dapat kulupakan lambai panjang di depan rumahku. Seakan waktu berhenti di situ dan membenamkan kita dalam genang kenangan yang selalu saja menggoda untuk kembali ke yang lampau. Lalu bagaimana kita artikan perjumpaan, jika kau dan aku sama-sama tau, yang ada kemudian hanyalah sapaan riang selamat pagi yang jemu, dan kuinginkan lebih dari itu. Tapi kau tahu, perjumpaan telah melampaui masa, keriangannya telah beku di sudut waktu yang entah di mana, dan kau hanya akan menjawab sapaan selamat pagi dengan kalimat yang itu-itu saja. YA, pada akhirnya ada sekian jarak yang belum juga usai ditempuh, ada sekian waktu yang kian tak tentu. Ada kau dan aku, sama-sama mencoba menjadi nikmat waktu. Sebab kita berdua tahu, hanya dengan itu segala hampa mendapati dirinya. lNPS Rainia Rastiti
Sebelum Sunyi sebelum aku benar-benar sunyi lepaskan saja setiap melodi mengalir jauh ke dalam diri membentuk sungai’ yang lebih dari sekadar hari sebelum dini pagi, izinkan atau menyepi di bawah tetes cahaya matahari yang akhir dalam tanganmu, sebentuk rindu atau sebatas kecup pilu burung-burung itu
memang merekam Minahasa dengan cukup baik lewat tinta dan pensilnya. Tidak sebagai puisi atau narasi, namun sebagai sketsa dan drawing, yang mandiri dan menyuguhkan narasi tersendiri. BAGIAN AWAL buku Sketsa-sketsa Henk Ngantung dari Masa ke Masa, diisi suasana Tomohon dengan tema-tema kecil seperti orang lewat, perempuan pulang dari pasar, perempuan ke kebun, petani membawa cangkul dan pemandangan di belakang rumah orang tuanya. Tematema itulah yang merekam suasana alam dan kehidupan masyarakat Tomohon dan sekitarnya, dan dalam beberapa hal masih dapat dirasakan sampai saat ini. SELEPAS periode masa remaja it, Tomohon dan Minahasa tetap hadir dengan suasana yang bersahaja dalam sketsa Henk Ngantung, seperti potret pedati dan kuda, masakan tradisional, dan pasar rakyat. Semua itu terselip di antara peristiwa besar seperti Perjanjian Renville, Linggarjati, pertemuan Komite Tida Negara di Kaliurang dan seterusnya. Ia memang banyak mengikuti periode perundingan, dan itu menjadi dokumentasi sejarah yang tak
ternilai harganya. Nilai dokumentatif itu pula yang diperoleh Minahasa dan Tomohon khususnya, sehingga kehadiran sketsa Henk Ngantung jadi tambah berarti. SEKARANG, cobalah kita melihat Bali yang memiliki banyak pelukis kenamaan, adalah di antaranya yang mencoba mendokumentasikan sebuah tempat secara utuh? Taroklah Ubud, sorga bagi seniman rupa sejak dulu kala. Mulai zaman Walter Spies, Arie Smith, sampai generasi AS Kurnia. Semua berkarya dan menimba ilham di sini. Tapi ketika kita ingin melihat potret Ubud dari dekat dengan cara bersahaja tapi lengkap, dari mana kita mendapatkannya? DI KANVAS lukisan, galery atua musem? Atau di studio para pelukis yang banyak terdapat di pelosok Ubud? Tidak segampang itu. Wajah Ubud memang terpampang di dinding museum, tapi dalam lukisan besar berfigura mahal yang tak mudah diakses. Atau di potret dan lukisan romantis ada kartu pos, yang didramatisi ‘’lebih indah daripada warna aslinya’’. Ia tidak lagi hadir sebagaimana adanya, namun dibumbui pretensi eksotisme turistik.
Dan Waktu, Batu...
SUNGGUH, tanganmu mengepal serupa waktu. Menghapus segala kenangan dari sebuah gunung batu, barangkali telah benar kau lupakan semua cerita yang kau tulis sendiri di dinding batu halaman rumahku? tidakkah semua itu rekaman dari cerita percintaan kita yang tak dikekalkan angin, apakah ini sekadar retak pada sebuah cangkir yang disuguhkan pada perjamuan malam minggu. Kalimatmu tersimpan dalam sebuah buku harian, tersebab cinta maka kuendapkan saja biar jadi puisi. Tentang semua rindu, tentang semua kasih, tentang semua pelarian dalam diri kita. CUKUP LAMA, waktu yang kubu-
Nenek Penjual Roti di bawah atap daun-daun tua seorang nenek bercerita tentang remah-remah roti di tangannya sepotong roti pergi berbagi untuk pagi dan anak-anak yang bernyanyi kembali melintas untuk jalan lain bagi seorang pengemis buta yang mengayunkan tongkatnya untuk meniru sapa saja dan sebuah kaleng tempat ia mengenang cintanya dalam sebuah kisah hujan
di tanganmulah, tiada lebih sebutir pasrah dari kata-kata indah mengalir jadi sungai yang lain di antara lamun daun-daun perlahan tumbuh melampaui hari-hari
di sebuah taman aroma mentega singgah bersama sebutir kismis menemani sejelas teh kepada dua gadis muda yang saling mengirim cerita dan sebuah remah jatuh perlahan untuk seekor ikan dan kolam yang sendirian
dan sebelum lewat cahaya matahari aku masih meragi sebelum sunyi, lekaslah kita jadi segala pagi
daun-daun semakin menua dan nenek itu beranjak mengemas sisa roti bersama tidurnya di lekas hari-hari
Enam (6) Sajak lZinda Ruud Purnama Denpasar - Gianyar PP
Ulang Tahun
: andri dan areel
‘kue-kue kecil itu, kakakku meniru nama-nama bulan di tanganku’’ begitulah bibirmu meniru perahu nuh yang rindu ibu atau barangkali itu cuma segumpal gulali yang tak ingin lekat dalam suatu musim dan gugur bunga di bulan mei ‘’bisakah kau sentuh itu kakak, krim mereh jambu menyamar mawar mama hampa di suatu masa’’ sebab kelak bukan lagi setangkup roti, krim warna pelangi, atau mainan-mainan sunyi senantiasa menanti hujan yang enggan henti mengiringimu menari bila pada suatu masa kau lengang dan rindu wangi rambut bunda kembalilah jadi percakapan bunga di setiap musim yang sederhana
PADA AKHIRNYA, bukan hanya Ubud yang tidak mendapat tempat proporsional di mata pelukis-juga di mata seniman lain -- melainkan nyaris semua objek yang menjadi simbol Bali: Tanah Lot, Uluwatu Besakih, kecak dan legong, pun penari. Semua hadir dalam pretensinya sendiri. Bagi saya, mengenang sosok Henk Ngantung setidaknya membuat kita tahu bahwa untuk melakoni ‘’karya-karya kecil’’ dari genre yang terlupa membutuhkan ketelatenan, proses dan komitmen. Di dalam seni rupa, genre itu bisa jadi sketsa, drawing, dan grafis, yang beseberangan jauh dari segi pasar dengan karya lukis. Di dalam sastra, puisi, prosa liris, bahkan surat dan buku harian. bukankah juga kian terpinggirkan di tengah eforia novel-novel bestseller. maraknya perangkat teknologi seperti hp dan internet? Begitu pun naskah drama dan naskah monolog, kian jarang dilirik, sebab tidak sepopuler skenario film atau sinetron. Ada pun persinggungan Henk Ngantung dengan ‘’objek-objek kecil’’ seperti Tomohon sebagai tanah asal, harus diapresiasi bahwa seorang seniman tidak bisa mengabaikan lingkungan terdekatnya. Sebab semua itu bernilai sejarah, rekam jejak, dan menunjukkan kecintaan pada tanah yang menerbitkan rasa sayangnya! lRaudal Tanjung Benua
tuhkan untuk benar melupakanmu. Angin yang setiap senja mengirim bau tubuhmu dan membawa setitik kabar dari sekadar pasir atau buku harian yang tanpa sengaja terbuka. Sungguh, aku membutuhkan waktu yang begitu keras menghantam gunung baru. Sebab semua cerita di tubuh batu telah terkikis oleh rintik gerimis yang tak mampu memberi apapun. Lihatlah pada bibir laut, ketika ombak menghempas balik perahu nelayan, juga mengoyak kapal penyeberangan di tanjung barat. SUNGGUH, tanganmu mengepal sekeras waktu Melebihi batu. ldwi s. wibowo
Dari Diri ke Diri dari diri ke diri kita semakin jauh dari hari entah bayang musim apa yang gugur menerbangkan daun-daun di ujung tanjung tempat seorang pemurung menjatuhkan batu terakhir jadi hening yang sendiri sementara belum usai arakan akhir tetesan hujan di tepi topi warna pelangi dua bocah penyuka puisi berbagi kata tentang samudera dan kisah lahirnya hawa menjelma ibu penghapus dosa ‘’maka jadilah kita semata kata!’’
Dalam Cintaku dalam cintaku kubayangkan sehelai kertas biru dipenuhi sejuk embun dan sajakmu dalam cintaku, cinta ialah langkah indah bocah-bocah di antara bulir-bulir hujan berguguran hening seperti bibirmu yang ingin dalam cintaku menjelmalah, cinta di setiap subuh dalam setiap kataku yang rindu
NASIONAL
16
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
Panah Bhima Tembus Jantung Anak-anak Dhristharasrtha
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Delapan)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara
dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
PANGERAN Karna mampu melepas panah dengan kecepatan yang tidak bisa ditahan. Panah-panah hebat itu menghujani tubuh Bhima. Meski, mendapat serangan beruntun, Vrikodara yang dilengkapi keberanian sangat besar, sama sekali tidak gemetar apalagi ketakutan. Putra Pandu itu setelah menetralkan hujan panah dari putra Adhiratha itu, kemudian menyerang Karna sendiri dengan 20 batang panah tajam lainnya. Malah sebelumnya Putra Pritha itu menyelubungi tubuh putra Suta itu. Setelah menyaksikan Bhimasena diserang sengit pada pertempuran itu, para prajurit paduka seperti orang-orang Gharana, dipenuhi kesenangan dan selanjutnya memuji-muji Karna. Bhurisrava, Kripa, putra Drona, dan penguasa Madra, Uttamauja, Yudhamanyu, Kesava, dan Arjuna, --para pra-
jurit kereta hebat ini -- Oh raja, keduanya, baik dari keturunan Kuru maupun para Pandava, --menyoraki Bhima dengan kerasnya, ‘’Sangat bagus, Sangat bagus, dan sambil mengeluarkan raungan singa.’’ Ketika hiruk pikuk dahsyat itu muncul, hal itu membuat rambut berdiri tegak. Putra paduka, Duryodhana, Oh raja, berkata kepada semua raja dan pangeran, khususnya saudara-saudara kandungnya. ‘’Terberkatilah Kalian. Teruskan menuju Karna untuk menyelamatkannya dari tekanan Vrikodara. Panah-panah yang ditembakkan dari busurnya Bhima itu bisa membantai putra Radha itu. Kalian para pemanah yang hebat, usahakan oleh Kalian melindungi putra Suta itu. Demikian diperintah Duryodhana, maka tujuh saudara-saudara kandungnya itu Oh tuan dengan kemara-
hannya kemudian menyerbu Bhimasena. Mereka mengurung Vrikodara dari segala sisi. Setelah mendekati putra Kunti itu, mereka menutupinya dengan hujan-hujan anak-anak panah tajam. Seranganya seperti awan-awan menuangkan aliran air hujan di lereng gunung pada musim hujan. Digairahkan kemarahannya, ke tujuh prajurit kereta hebat itu mulai menyengsarakan Bhimasena. Oh raja. Penampilan mereka seperti tujuh buah planet, hal itu membuat menderita seperti pada pemusnahan alam semesta. Putra Kunti itu kemudian, Oh baginda menarik busurnya yang indah. Dia menarik dengan kekuatan besar. Bhima juga memegang dengan kencang busurnya. Setelah mengetahui musuh-musuhnya tidak lain manusia kurang baik, Vrikodara kemudian membidikkan tujuh batang panah kepada mereka.
Bhima sangat geram, karena itu melepaskan kepada mereka panah-panah dengan kemegahan seperti sinar-sinar matahari. Sungguh, itu dilakukan Bhimasena, karena mengingat kembali penghinaan-penghinaan para Kurava terdahulu. Lalu Vrikodara menembakkan panahpanah itu seolah-olah mencabut keluar nyawa dari tubuh-tubuh putra-putra paduka itu. Anak-anak panah itu, Oh
Bharata diasah di atas batu dan sangat tajam. Panah itu juga dilengkapi sayap-sayap emas. Serangan Bhimasena mampu menembus melalui tubuh-tubuh para pangeran keturunan Bharata itu. Tubuh-tubuh mereka itu lalu terbang ke angkasa. Sungguh, anak-anak panah bersayap emas itu tidak bisa dibendung kemudian menembus bagian jantung putra-putra paduka. (bersambung)
Sloka 8.22 Purushah sa parah partha Bhaktya labhyas tv ananyaya Yasyantah sthani bhutani Yena sarvam idam tatam. Purusha yang tertinggi –jiwa--, oh Arjuna, hanya dapat dicapai dengan dedikasi yang tak tergoyahkan. Di dalam-Nya semua makhluk ini berdiam dan oleh-Nya, semua ini –alam semesta beserta isianya –terpelihara.
Kian Banyak Tikus Gemuk Berdasi!
BUKAN lautan hanya kolam susah Indonesia selalu banyak masalah Dari kasus KKN sampai narkoba Dari maluku sampai malu semua
Orang bilang tanah kita tanah surga Kok korupsi dan kolusi membudaya Orang bilang negeri ini reformasi Kian banyak tikus-tikus yang berdasi. “Potongan tembang berlirik sarkastik, kritis, serta menggigit tersebut kutonton di youtube. Mengadopsi irama lagu ‘Kolam Susu’ punya Koes Plus, dilantunkan seorang pengamen cilik usia 12 tahun, bernama Farizal Gustiawan, diberi judul ‘Kolam Susah‘. Setelah kutelusuri lebih lanjut, terlihat juga bocah bersebutan Izal itu, menyanyikan lagu ‘Ibu‘ ciptaan Sakha di panggung megah ‘Indonesia Idol Junior‘ saat dia masih berusia 10 tahun. Petikan gitar berbentuk ukulele yang lincah tanpa beban disertai nyanyian yang keluar dari hati membuat empat juri, Titi DJ, V. J. Daniel, Regina Idol, dan Om Botak berurai air mata. Titi dan Regina sampai naik ke panggung untuk mengusap kepala dan pipi Izal yang juga tak kuasa menahan tangis. Kisah hidup yang dirundung kemalangan dan kemiskinan menyebabkan dia dengan adiknya Ayu jadi yatim piatu meski sempat punya ayah tiri. Karena sering diperas dan dibentak kasar ayah tiri saat pulang ngamen, Izal dan Ayu minggat dari rumah dan menjadi anak jalanan. Permainan gitar diajarkan sang ayah, yang juga seniman jalanan. Semangat hidup dipompa ibunya, agar tercapai citacitanya jadi penyanyi. ‘Baik ibu maupun bapak berpesan agar Izal menurut pada nasihat orang, jangan melawan dan songong. Bapak juga pesan agar Izal menjaga ibu dan adik bila dia meninggal,‘ tutur bocah itu menjawab pertanyaan juri Indonesia Idol Junior, Daniel. Setelah tereliminasi, Izal kembali mengamen di belantara kekerasan hidup ibu kota,” ujar Rubag. “Sebagai pendorong dan pemotivasi kreativitas serta inovasi anak untuk mengembangkan bakat serta keterampilan dalam berkesenian, aku juga kagum menonton
youtube itu. Di samping piawai main gitar, lagu yang dilantunkan pun mengalir seperti tanpa hambatan, padahal dia menyanyi secara medley. Itu menandakan sebagian besar lagu yang ditampilkan saat ngamen adalah karangannya sendiri, meski iramanya milik orang lain. Benar, dia bernyanyi dari hati, seperti kata dua juri, Regina dan Titi, meski teknik bernyanyi dan vokalnya masih mentah, namun apa yang dilontar Izal saat bernyanyi, dipahami makna kalimatnya dan dijiwainya. Itulah hikmah kemelaratan dan kesusahan yang menjadi bumbu hidupnya di Jakarta. Memang seperti ungkapan, sekejam-kejamnya ibu tiri, jauh lebih kejam ibu kota! Kupikir, lirik ‘orang bilang tanah kita tanah surga, kok korupsi dan kolusi membudaya. Orang bilang negeri ini reformasi, kian banyak tikustikus yang berdasi’, bukan sekadar hafalan atau kalimat yang tidak dipahami Izal. Penderitaan teramat sangat membuatnya paham atas segala masalah di sekitarnya. Jangan-jangan dia beranggapan kalau kemelaratannya sekeluarga, juga masyarakat miskin lainnya akibat sepak terjang para koruptor, yang dianalogikan dengan tikus-tikus berdasi. Kemewahan berlimpah segelintir orang yang berstatus elite dan terhormat, ditopang hasil pemerasan terhadap mayoritas kaum melarat. Izal dan kawankawan seusia yang hidup jadi anak jalanan, dikarbit kemelaratan dan dirampok masa anak-anaknya, dipaksa berpikir dan bertindak seperti orang tua. Dia memelihara adik dan menyekolahkannya dari hasil mengamen,” komentar Kadek Wahyudita. “Persis! Struktur kemewahan dan kekuasaan seperti gambar piramida, yang paling bawah menopang eksistensi yang di atasnya! Apalagi ada ungkapan Tut Wuri Han-
dayani yang dalam praktik menjadi Tut Wuri Menadahi! Itulah sebabnya Izal menulis lirik, korupsi dan kolusi membudaya. Korupsi seperti berjemaah, di mana yang di atas pura-pura tidak tahu kalau bawahannya menggerogoti apa saja yang bisa dilahap, namun hasilnya paling banyak dinikmati oleh yang duduk di puncak. Bila terungkap KPK, kambing hitam yakni para anak buah diserahkan untuk disembelih. Dulu, ada budayawan berpikiran sangat ortodok, yang marah saat mendengar ungkapan, korupsi telah jadi budaya. Karena definisi kebudayaan baginya harus tetap mengacu pada keindahan dan keluhuran budi. Namun kini, budayawan tersebut seperti terkena tetanus alias mulutnya bungkam, menyaksikan korupsi meraja lela. Satu tertangkap tangan oleh KPK, lima koruptor muncul lagi dan saat yang lima ini kena OTT, puluhan lain muncul lagi, tanpa malu atas status mereka sebagai orang-orang terhormat. Apa yang ditulis Prof. Dr. Teuku Jacob dalam bukunya, ‘Negara Kesatuan Kleptokratis‘ buat menyindir kondisi di Indonesia, tidak jauh meleset. Hebatnya, para koruptor yang sudah mengenakan rompi KPK, tidak ada yang menunjukkan wajah malu. Rupanya muka mereka lebih tebal daripada tembok Cina, hahaha,” gelak sinis Kadek Rimanta mengakhiri argumennya. “Istilah kemiskinan struktural bukan mengada-ada, karena negeri yang berlimpah kekayaan perut buminya, ternyata dihuni jutaan orang miskin. Seandainya dikelola seturut bunyi konstitusi dan kekuasaan dipegang orangorang bermoral dan berbudi luhur, seharusnya menjadi negeri gemah ripah loh jinawi, tata-titi tenteram kerta raharja. Malah subur kang sarwa
tinandur, murah kang sarwa tinuku! Ternyata, bukan hanya mata dan gigi palsu, bahkan dari ijazah sampai vaksin palsu pun ada. Menandakan moralitas sudah lebih ringan dari debu, sehingga gaya hidup yang hedonis dan konsumtif menerbangkannya dari cantelan hati. Izal mungkin iri melihat putri seorang penggede di parlemen yang buat mengasah ilmunya di bidang teater harus pergi ke New York selama sebulan. Satu hal yang mungkin membuat Izal geleng-geleng, katebelece tokoh terhormat tersebut yang minta Konsul Jenderal Republik Indonesia memfasilitasi putrinya selama berada di negeri Paman Sam. Karena keterbatasan dana, KJRI tidak bisa memenuhi permintaan VVVIP itu dan jawabannya juga dilayangkan dengan surat elektronik dan masalah terendus para jurnalis, sehingga viral di media sosial. Berbeda dengan Gibran, anaknya Jokowi, tidak mau memakai fasilitas ayahnya sebagai pengusaha katering. Alasannya, yang presiden adalah ayahnya dan dia hanya rakyat biasa,“ ulas Anom Wijaya. “Kekuasaan sudah dianggap mesin uang, karenanya jadi rebutan! Bahkan, orang yang sudah kaya raya pun, guna mempertahankan kekayaan bahkan untuk menambahnya, terjun ke kekuasaan di eksekutif maupun legislatif. Aku sempat geli membaca alibi seorang ipar politisi yang kena OTT baru-baru ini. Iparnya konon sudah kaya sebelum terjun ke politik dan menjadi politisi bukan cari kekayaan namun untuk mengabdi pada masyarakat. Dia tidak tahu kalau ipar yang dibelanya sudah jadi tikus gemuk berdasi, yang melalap apa saja tanpa pikir panjang. Terpilih di daerah pemilihan Bali, namun terima suap proyek jalan di Sumatera Barat. Ini bukan pengabdian, justru pengkhianatan terhadap masyarakat Bali, yang citranya ikut tercoreng dua tikus berdasi dan mungkin akan nambah lagi. Izal seharusnya merevisi sedikit syairnya, ’kian banyak tikus gemuk berdasi’! Karena semakin banyak orang berduit terjun ke politik buat menambah kekayaan lewat kekuasaan,“ ujar Adi Saputra. (aridus)
Korban Helikopter Jatuh Sempat Minta Dibuatkan Rumah
Banyuwangi (Bali Post) Duka mendalam menyelimuti rumah Letda Cpn Angga Juang Prastama, korban meninggal jatuhnya helikopter TNI AD di Yogyakarta. Jenazah korban tiba di rumah duka di Perum Gurit Permai RT 3/I, Desa Pengantigan Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Sabtu (9/7) kemarin. Dari Yogyakarta, jenazah korban diangkut pesawat CN 235 milik TNI AU dan mendarat di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, sekitar pukul 11.00 WIB. Tiba di rumah duka, sejumlah kerabat korban langsung histeris, terutama ibu korban, Tutuk Sulastri. Perempuan paruh baya ini terus memeluk peti jenazah anaknya yang dibalut bendera Merah Putih. Istri korban, Ratna Ayu Kurnia
Putri (27), juga terus menangis. Jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum perumahan setempat dengan upacara militer dipimpin Dandim 0825/ Banyuwangi, Letkol Inf. Robby Bulan. Sementara, ayah korban, Pelda (Purn.) Imam Supriyadi tetap terlihat tegar. Mantan anggota Kodim 0825/Banyuwangi ini mengaku tak ada firasat apa pun sebelum kejadian. Hanya, beberapa pekan sebelumnya, korban sempat meminta dibuatkan rumah di Banyuwangi. “Katanya, ingin punya rumah di Banyuwangi, tinggal di tempat kelahiran,” kata Imam usai pemakaman anaknya. Terakhir, kata dia, korban berpamitan ke istrinya sesaat ketika akan terbang, Jumat (8/7) pagi. Setelah itu, nomor
ponsel korban tak aktif lagi. Imam mengaku, pihak keluarga mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah. Menurutnya, anaknya adalah sosok yang periang. Setiap akan bertugas, terutama menerbangkan helikopter, selalu berpamitan ke istrinya. Korban meninggalkan seorang putri, Naila Fairus Supriyadi (4). Paman korban, Sirno Sapii, mengaku, korban sudah janjian akan menjemput istrinya ke Semarang, Sabtu (9/7) siang, setelah bertugas ke Yogyakarta. Bahkan, istri korban sudah bersiap akan menumpang kereta api dari Stasiun Rogojampi, Banyuwangi. Namun, beberapa jam sebelum berangkat, keluarga mendapat kabar pesawat TNI AD jatuh di Yogyakarta. “Ternyata, salah satu korban adalah Angga, sehingga is-
trinya batal berangkat,” tegas Sirno. Sebelum menjadi penerbang, Letda Cpn Angga Juang berdinas sebagai bintara di Kodam Cendrawasih, Papua. Setelah itu, dia menempuh pendidikan penerbang TNI AD dan berdinas di Skuadron 11/Serbu Penerbad, Semarang Jawa Tengah sebagi co-pilot helikopter HA-5073. Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol Inf. Robby Bulan menegaskan almarhum mendapatkan penghormatan khusus dari Pangab, KSAD dan satuan tempatnya berdinas. Bahkan, jenazah almarhum langsung diterbangkan dari Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta ke Banyuwangi. “Jenazah datang tepat waktu dan langsung dimakamkan secara militer,” tegas perwira asal Aceh ini. (kmb30)
BPM/ant
SILATURAHMI - Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla saat silaturahmi dengan warga Yogyakarta.
Jokowi Bagikan Sembako Lebaran
Yogyakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Jakarta setelah merampungkan sejumlah agenda acara kunjungan kerja ke Yogyakarta. Presiden Jokowi dan rombongan bertolak ke Jakarta dari Pangkalan Utama TNI AU Adi Sucipto, Yogyakarta, Sabtu (9/7) kemarin. Mantan Wali Kota Solo itu baru saja merampungkan sejumlah agenda sejak pagi hingga sore hari di Kota Gudeg.
Jokowi sebelum bertolak ke Jakarta, menyempatkan diri membagikan paket sembako kepada masyarakat Yogyakarta di dua lokasi, yaitu di Jalan Abubakar Ali, Kelurahan Suryatmadjan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta. Selanjutnya pada pukul 14.00 WIB, Jokowi melanjutkan pembagian paket sembako di Kampung Badran, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Sebelumnya, pada pagi harinya,
Jokowi membagikan sembako di Legoksari RT04/07 Dusun Kranggan, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Setelah itu mulai pukul 10.00 WIB hingga siang hari, Presiden menggelar silaturahmi Lebaran, di Istana Kepresidenan Yogyakarta atau yang lebih dikenal Gedung Agung, dan menerima sekitar 2.000 warga Yogyakarta yang ingin bersilaturahmi dengan Jokowi. (ant)
Kecil, Dampak Langsung PKB bagi Pariwisata
Denpasar (Bali Post) Gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 yang berlangsung selama satu bulan penuh resmi ditutup Sabtu (9/7) malam kemarin. PKB yang sudah digelar sejak 1979 ini dinilai memberikan dampak yang sangat baik untuk pariwisata Indonesia. Namun, dampak langsungnya masih lebih kecil ketimbang dampak tidak langsung bagi pariwisata. “Setiap event terutama yang sifatnya festival seperti PKB ini selalu mempunyai direct dan indirect impact (dampak langsung dan tidak langsung, red). Biasanya direct impact lebih kecil daripada indirect impact-nya. Dilihat dari penonton, mungkin kurang lebih hanya 5% penonton asing dari keseluruhan penonton,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata RI, I Gde Pitana, di sela-sela penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba foto PKB 2016 melalui instagram di Wantilan, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu kemarin. Secara tidak langsung, lanjut Pitana, ajang PKB memiliki media values yang luar biasa. Dalam hal ini, berita-berita tentang PKB kini sangat mendunia. Selain itu, keikutsertaan negara lain seperti Jepang,
India, atau Prancis juga dapat membawa dampak tidak langsung yang luar biasa. Khususnya bagi pariwisata Bali dan pariwisata Indonesia umumnya. “Ketika mereka kembali ke negaranya, pasti akan bercerita tentang PKB, begitu juga Bali,” jelasnya. Terkait PKB, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan dalam bentuk promosi dan publikasi melalui media cetak dan online, media sosial, dan media ruang lainnya. Kementerian juga memberikan bantuan kepada 8 grup kesenian dan grup musik, bantuan penghargaan kepada 9 seniman yang berjasa, serta mengadakan lomba foto melalui instagram dengan tema PKB 2016. Lomba foto khususnya direspons luar biasa oleh masyarakat. Total ada 2.283 foto yang di-upload dan ada 337 pemilik akun instagram yang
me-repost. Dari jumlah itu, dipilih tiga pemenang utama yakni I Nyoman Mahayasa, A.A. Ngr. Anom Manik Agung, dan I Wayan Sumardika, serta 10 juara harapan dan 25 pemenang hadiah hiburan. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali, A.A. Gede Yuniartha Putra, mengatakan, Bali memang sudah sangat terkenal di dunia. Pulau Dewata tetap menjadi pionir pariwisata di Indonesia bahkan turut membantu mengangkat daerah lain yang belum terekspos. Aakan tetapi, bukan berarti pemerintah lantas diam tidak melakukan apa-apa. Upaya promosi tetap dilakukan, termasuk hingga ke luar negeri. “Jadi ini nanti efeknya kita lihat bahwa promosi-promosi yang dilakukan di luar negeri, tentu akan sangat berdampak pada wisatawan yang datang ke Bali,” ujarnya. (kmb32)
Minggu, 10 Juli 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat Bugar 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It 08.45 Bali Channel Taurist TV 09.05 Taman Sari TK Widya Santhi Bhuana 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV
10.30 Pelangi Kehidupan 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 Bali Channel Tourst TV 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti S.S. Himasaba Undiksha (2)
18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Ajeg Bali 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.00 Lila Cita Drama Gong Aji Pengeret Semara (4) 23.05 Solusi Alternatif Herbal Putih 24.00 Lejel Home Shopping
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris
Sardine Restaurant Looking for Cook, Waitress,FemaleBartendres, Pastry Cook,Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com B.BP.141.07.16.0000176
Reception Dcr untuk di Tempat Fitness Hub.0361-289700 / 081802987999
Dcr Karyawan/Karyawati Serabutan & RRT Gj 1,5Jt-2Jt Jl.Gelogor Carik Perum Royal Orchid No 43 082145548444 B.BP.004.07.16.0000134
Dcr: Security,HK,Waiter, Personalia, operator dll. Diutamakan yg berpengalaman. H:087761444440/0361-757201-207 A.BP.001.07.16.0000179
Compani in Ubud Need IT Support Dcr profesional Chef u/ Dimsum Min D3 Impormatika, Know E:dimsumhousecanggu@gmail.com Photoshop,Illustrator,Good in Telp.735593 English,CP:info@gayagelato.com A.BP.153.07.16.0000257
A.BP.001.06.16.0001781
B.BP.120.07.16.0000172
Bth SPG Penempatan Kuta Usia 18-35Th,Pnpmln Menarik,Jujur, Rajin Hub.Sandy 085264666166 A.BP.001.07.16.0000228
Aqua MarineDivingBali is hiring Indonesian Senior Office Admin with excellent English.Attention to detail&highly organised,can-do attitude a must. Mature,self-motivated.MSOffice user.5,5days/week,8hrs/day,min 12mths.Resume&Cover letter in English+exp.salary&start date to:HRD@AquaMarineDiving.com B.BP.004.07.16.0000157
Sgr Guru PKN SMP Lmrn ke SMP Anugrah Dps Jl.Diponegoro 170 A.BP.001.07.16.0000252
!Sopir Mbl Box SIM B&Serabutan (L).Max35Th Hub.081916107576
A.BP.001.07.16.0000206
Bth Perawat Medis,Wanita,Llsn Sekolah Keperawatan,utk Klinik Kecantikan di Kuta Hub.Jl. Poppies 1 Gg.Sorga (Hotel Rita) Kuta,Bali Tlp:0811859226 (Bp.Zainal)
A.BP.001.07.16.0000229
Cr Cook & Waitress Resto Area Renon Hub: Hp:087862281748
A.BP.001.07.16.0000028
Cook,Helper,Waitress,House Keeping, Suami/Istri New Resto di Pantai Berawa 0818368846 A.BP.001.07.16.0000260
Cr Staf Notaris pglmn Bdg Notaris Jl.ByPasMahndradata55B Dps A.BP.001.07.16.0000279
Urgently Needed Cook,Waiter/s GoodEnglish CommunicationSkill Exp.Please SendCV to:cafe.bali @yahoo.co.id,or 0361-735147 A.BP.001.07.16.0000283
Dbthkn sgr Gr Calistung+B.Ing u/ Radhika Bimbel.081236054760 A.BP.001.07.16.0000188
Dcr Maintenance yg Ahli Bidang Listrik Plumbing & AC Kirim CV Jln. Petitenget 501 Seminyak Hub:08164726538/4737597 A.BP.001.07.16.0000281
Dcr Waitress Hub.Oka’s Bakery& Cafe Tlp.8445357/08123906132 A.BP.001.07.16.0000261
Dcr Web Designer CV Krm ke satvika.consulting@yahoo.com Hub.0361-723982 A.BP.001.06.16.0002260
Dcr sgr karywn/ti u/RM.Babi Guling,Gj menarik,H.087861157778 A.BP.001.07.16.0000273
Dcr!Spa Ast Manager Pengalaman E:manager@aromasparetreat.com H:087861219163 A.BP.001.07.16.0000264
Dcr:Spa Therapist u/Prasana Pecatu H:087861219163 A.BP.001.07.16.0000263
Dibutuhkan Manager Loundry utk di Marboro Dps.Melayani Htl Bintang Lmrn E:yubisena@gmail.com A.BP.001.07.16.0000280
Dibutuhkan:Accounting Wanita FreshGraduate untuk Online Shop Email:sri@balishopping.co.id
Dibutuhkan,Waiter/s,Kasir,Admin Dcr sgr Tnga Gudang, Supir, Satpam Hub.087860537373 Warung Kzu Syarat:SMU/SMK,pria,blmmenikah. B.BP.004.07.16.0000133 Lam ke KKB, Jl Kepundung No. 61A Dps / email: Dicari Guru u/SD (English,PGSD, kkb_jobvacancy@yahoo.com Science) Hub:081396360963 G.01 A.BP.001.07.16.0000262
La Monde Resto need,cook, cook helper,Dw Waitress, Barista, send CV direct to Jl.Padma Utara No.2 Legian
Dicari Pegawai Rental PS (Playstation) Hub:085737300777
A.BP.001.07.16.0000278
Prima Jaya Mobilindo Membutuhkan Marketing Psarepart Mobil. B.BP.154.07.16.0000182 Laki-laki,MemilikiSIMC. Dicari Sales Toko, Drum Factory Gaji Tinggi.Lamaran ke Raya Andong,Ubud prnah menjaga primajayabersama@yahoo.com toko. Hub.Robert 085279791379 Atau 082125000217
A.BP.001.07.16.0000238
B.BP.004.06.16.0001200
B.BP.004.07.16.0000152
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU
Terios Adventure’2015 KM 9Rb Pth asBali Bs Tkr,085100856999 B.BP.164.07.16.0000181
Espas P.Up’96 putih, kond Sip nawar 25jt kbl!!! 085739044777 A.BP.001.07.16.0000277
Karimun’2002 Kuning Cat Orisinil 58Jt H.087860002341 B.BP.141.07.16.0000178 ISUZU
Dijual Panther Hi-Grade’95 Biru Muda Metalik,081338176905 A.BP.001.07.16.000024
SUZUKI
TOYOTA X-Over’2008 Tgn Prtama Asli Inova Diesel G AT’11 pth as DK Bali Hrg 110Jt, Jl.Permata Gatsu No.8 Cargo.081337314095 Tg1 Jl.Serma Repot4, 08179785354 A.BP.001.07.16.0000268
A.BP.001.07.16.0000208
TOYOTA
Kijang Pickup Kotak’86 Hub.081338866123 A.BP.001.07.16.0000226 HONDA
Jazz RS’11 Matic,MMC, putih Tng 1,T.081353156600 A.BP.001.07.16.0000271
Jazz’2007 VTec Sporty asli Bali Matic Istw Bs Tkr,087860856999 B.BP.164.07.16.0000180
DIJUAL MOTOR HARLEY DAVIDSON
Harrley XR’1200 Oranye lkp Th’2009 Hub.082236929394 A.BP.001.06.16.0002250
DIJUAL RUMAH SINGARAJA
Rmh T.45/1,4Are Prm Tmn Wira Bakti Samb 275Jt 085100499758 A.BP.001.07.16.0000182
DISEWAKAN RUMAH Dikont Rmh 4 KT L.3500 PAM Garase Jl.Batas Dukuh Sari Gg. Beo 5A Sesetan,H:081337021550
A.BP.001.07.16.0000225
DISEWAKAN TANAH 14,45Are LD50mt Jl8mt Asp,50m dr ByPas Mantra H.082147026666
A.BP.001.06.16.0002218
Kont Tnh 4A Tk.Balian Hub.081338318351 TP
A.BP.001.07.16.0000282
BUC 1-2Are Sempidi Br.Tegeha DISEWAKAN TOKO Jln5m Paving 385,081338460110 Over kontrak/Kjsm Angkringan A.BP.001.07.16.0000064 Wr.CS Renon,sms 081236800070 Tnh 1Are Pnggr Jl.Raya Sibang A.BP.001.07.16.0000272 dkt Jembatan 081237070478 BUC A.BP.001.07.16.0000251 DIJUAL TANAH !!!Tnh 1Ha Sinaran Surga Karma G.Kakak Tua Jln 4m Apl C/K Kandara view Laut 087770077777 Hub.087862060359 A.BP.001.07.16.0000025
A.BP.001.06.16.0001785
!Djl Tnh 1,93Are Prm Wahana Graha Dalung JlDpn6m,08123930344
B.BP.166.07.16.0000177
12A (23jt/a)spr mrh,10Km drKota A.BP.004.07.16.0000247 Djl Tnh 32 Are 1,5A 6&2 Are di Tbn SHM, Jln 4M cck inves/vila /kebun,bs TT mbl,085333326633 Jntng Kota Hub HP.085737555684 A.BP.001.07.16.0000276
BIROJASA
A.BP.001.07.16.0000266
BIROJASA
A.BP.001.07.16.0000285
2A;4A;6A&14A@By Pass Ketewel & Jual Tnh Tegalan 5200m2 SHM di 081236390000 35A@Pantai Kramas,082147026666 Pantai Soka TbnA.BP.001.07.16.0000155
Djl Tnh 49 & 50Are di Bedugul Djl Tnh Luas 8A&5A Lok.Terminal A.BP.001.06.16.0002217 Bali View Cantik Hrg Bagus,Hub. 6,8A/2A Jl.Sulatri Gatsu Timur Mengwitani H150-250Jt/A Nego Hub.087860476195/081338030596 Pemilik,WA/HP 082191905090 TP @500Jt(jl.8m&6m)081239999747 A.BP.169.07.16.0000198
BU.Djl tnh 1 Are, LD=9,5m jln 5mtr Pengilian Dalung 397Jt. H:081246283597 / 081805597242
A.BP.001.07.16.0000181
BIROJASA
KONTRAKTOR Swimming Pool Specialist Contractor,Pny Mslh.082144464070
A.BP.001.07.16.0000199
KOST TERIMA KOST Rp. 6
00.00
0
Anda Bingung Cari Kos Murah Tapi Nyaman Dan Aman Jauh Dari Kebisingan,???????????????? Kini Hadir Di Tengah Pusat Kota Denpasar
Fasilitas : Kos - Kosan : * Nyaman Tempatnya * BERSIH & AMAN * Strategis Lokasinya * KMR LUAS + KM & DPR * TEMPAT SANTAI + KANTIN AREA * Murah Harganya FREE GO BOX ( ANTAR JEMPUT BARANG PINDAHAN AREA DENPASAR) UNTUK 4 PEMESAN PERTAMA BURUAN.....DI TUNGGU YA ...?? Alamat : Jl. Dewi Supraba, Gg Dewi Sri No. 14 Denpasar Utara ( Antasura) Hub putu : 0817566499, 085100865149, 0361426457
C.0001195-kost
DIJUAL MOBIL
18
REKREASI
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan Mendatar
1
2
CAMPING - Suasana Pulak Camping Ground.
4
5
8 9 10
11
12
13
14
15
16
17
19 21 22
23 24
25
26
28
27
29
30
31
32 33
34
35 36
KUPON TTS No.254 Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 254 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 16 Juli 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 24 Juli 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 252 Mendatar 1. Auntie 2. Sokoguru 8. RIP 9. Albino 11. Pura Pulaki 13. Neraka 15. Itsasarp (Prasasti) 18. Edukatif 20. Sar 21. OKI 23. Gnitirek (Keriting) 25. Nominasi
27. Adinda 28. Stonemason 29. Tattwa 31. Nur 32. Gutentag 33. Empati Menurun 1. Alain Delon 2. TNI 3. Eropa 4. Sportif 5. Komposisi 6. Gnales
bpm/ina
(Selang) 7. Usai 10. Bermukim 12. Kara 14. Kia 16. Astronot 17. Proklamasi 19. Treatment 22. Koit 23. Ginseng 24. TCD 26. Innate 27. Antre 28. Sing 30. Tip
Pemenang TTS No. 252 1. Ni Nengah Wardani Br. Dinas Darma Winangun, Desa Tianyar, Kec. Kubu, Karangasem 2. I Gede Buja Jl. Segara Madu Gg. Ratna 1B No. 4, Kedonganan 3. I Made Suadnyana Gang Melati V No. 8 Perumnas, Kel. Padangkerta, Karangasem 80812 081024601250449 4. Ananta Virya Putra Jl. Padma, Penatih 5. I Putu Ardana Tempek Darmakerti, Utara LP Negara 82212. 081236233080 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama Alamat
Lokasi ”Camping” Baru di Pinggiran Danau Batur sosial facebook. Banyak pecinta alam yang men-share foto dan pengalaman mereka bermalam di Pulak Camping Ground yang dikelola Pokdarwis Bali Tracking Caldera Batur. Untuk bisa menuju langsung lokasi camping ini, pengunjung harus menyeberangi danau Batur dengan menggunakan boat. Ini karena Pulak Camping Ground berada di tepian timur danau Batur dan tidak ada akses jalan yang bisa dilalui ke sana. Namun, jika ingin sekaligus menikmati ativitas tracking, Pulak Camping Ground bisa juga dituju dengan melintasi jalan setapak dengan start
dari areal depan Pura Hulundanu Batur kemudian naik ke Dusun Alengkong Desa Songan. Menariknya, jika trakcing dilakukan sebelum matahari terbit, maka di pertengahan jalan pengunjung akan bisa menyaksikan indahnya fajar menyingsing dari sunrise point Bumbung Gede. Dari Bumbung Gede perjalanan ke Pulak Camping Ground bisa dilanjutkan dengan menuruni jalan setapak. Pengelola Pokdarwis Bali Tracking Caldera Batur Komang Pendi Arianto mengatakan meski tergolong tempat camping baru, namun Pulak
Camping Ground selama ini sudah banyak “dicicipi” pengunjung. Tak hanya orang lokal, pengunjungnya juga ada dari wisatawan asing. “Biasanya yang camping di sini sambil tracking,” terangnya. Menurutnya, keunggulan yang bisa dinikmati dengan berkemah di Pulak Camping Ground yakni pengunjung bisa berinteraksi dengan alam yang masih natural secara langsung sambil menikmati pemandangan alam danau Batur yang indah. Di Pulak Camping Ground, pengunjung bisa menikmati istirahat dengan tenang dan
aman tanpa diganggu suara bising kendaraan. Hal ini karena lokasinya yang jauh dari pemukiman penduduk. Dikatakan Pendi, untuk bisa camping di Pulak Camping Ground, pengunjung tak perlu lagi repot-repot membawa tenda. Karena di Pulak Camping Ground, pihak pengelola sudah menyediakan beberapa tenda yang bisa dipakai untuk bermalam. “Sudah ada lima tenda yang kami sediakan,” ujarnya. Tak hanya fasilitas tenda, untuk kenyamanan pihak pengelola juga sudah menyiapkan fasilitas toilet di Pulak Camping Ground. (ina)
Bukit Padang-padang
Keindahan Wisata Alam Nusa Penida
SECARA geografis wilayah kecamatan Nusa Penida berbukit dan berbatu. Namun, wisata alam yang dimiliki Nusa Penida tidak kalah dengan daerah lainnya. Pantai maupun bukit yang memesona bagi pengunjung yang ingin “mengencani” kemolekannya, seperti Crystalbay, Suwehan, Dreambeach. Sekarang mencuat menjadi perbincangan, seperti Pasih Uug, Angel’s Billabong, Temeling, Pulau Seribu, Atuh Beach. Tempat wisata ini makin hari makin banyak yang kepincut ingin lebih tahu keberadaannya. Seperti diketahui wisata alam di Nusa Penida tidak hanya keeksotisan pantainya, namun masih banyak lagi tempat wisata alam yang memberikan suasana yang lebih bagi para pengunjungnya. Salah satunya adalah Bukit Padang-padang. Berlokasi di Dusun Watas, Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, wisata alam ini menawarkan pemandangan Samudra Indonesia yang luas. Sekitar lokasi dikelilingi oleh rumput ilalang yang tinggi, orang lokal menyebutkan ambengan. Lokasi sebelah tenggara Nusa Penida, dari kejauhan tampak Pulau Lombok yang menyapa pengunjung dan sebelahnya berdiri menara mercusuar.
Berdiri di atas tebing yang tinggi, kira-kira 150 meter di atas permukaan air laut akan terasa membawa pengunjung menembus cakrawala. Bukit Padang-padang dengan luas 45 hektar itu dimiliki oleh seluruh warga Dusun Watas dan sekitarnya. Jarak dari ibu kota kecamatan sekitar 25 kilometer. Dan jika dari arah kantor Perbekel Tanglad lebih kurang 4 kilometer. Desa Sekartaji lokasi tempat wisata Bukit Padang-padang ini berada. Menurut warga setempat, I Wayan Sudana, mengatakan, Bukit Padangpadang hampir setiap hari ada yang datang berkunjung, baik masyarakat Nusa Penida, maupun dari luar Nusa Penida, bahkan turis mancanegara. Pihaknya mengakui, sebelum dikenal lewat sosmed (sosial media) wisata alam ini hanya dikenal oleh orang lokal saja. Namun, karena pengaruh sosmed tidak bisa dipungkiri semakin penasaran orang untuk berwisata ke Bukit Padang-padang. “Ada saja orang yang berkunjung setiap harinya ke sini,” singkatnya saat ditemui di lokasi, Senin (4/7) lalu. Salah satu pengunjung, Wayan Hendi, saat ditemui di lokasi mengatakan, wisata alam Bukit Padang-padang sangat memesona. (win)
18
20
Pulak Camping Ground
Bagi para pecinta alam yang hobi berkemah atau camping, tak ada salahnya untuk mencoba sebuah lokasi camping baru di wilayah Bangli. Namanya Pulak Camping Ground. Lokasi camping yang ada di tepian danau Batur ini menawarkan suasana berbeda dari lokasi camping lainnya. Di Pulak Camping Ground, pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan alam sambil menikmati pemandangan alam Danau Batur yang indah, sejuk dan jauh dari kebisingan. Seperti apa? Pulak Camping Ground akhir-akhir ini kian tenar di media
6
7
Menurun 1. Topi dengan penutup pada bagian depannya 2. Jenjang usia remaja: akil balig 3. Berhala 4. menentang 5. Minuman para Dewa yunani 6. Sudah lampau 10. Urus; kendalikan 11. Waspada 12. Dibalik: sejenis binatang melata: Varanus 13. Tuna susila/ Asusila (Inggris) 16. Unit fungsional ginjal yang berekspresi 17. Merek obat anti mabuk perjalanan 18. Yang pertama atau tertua 25. Dibalik: Mengecoh; memperdayakan 26. Istana olah raga 28. Damai (Bali) 30. Dibalik; udara murni (Inggris) 31. Film legendarisnya Sylverstel Stallone 34. Save Our Soul
3
SPT2016
1. Gedung atau ruang untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku-buku 7. Sunting naskah 8. Tali besar 9. Aman, damai 11. Beli dan bayar makanan untuk orang lain 14. Lafal huruf satu demi satu 15. Ucapan yang memiliki kekuatan gaib 19. Dibalik: memperingatkan (Inggris) 20. Dibalik: daun enau (Bali) 21. Tidak berbentuk 22. Betina (Bali) 23. Kerja paksa 24. Palem rawa yang daunnya dapat dipakai atap 27. Sudi 29. Nama laras gamelan jawa 32. Anjuran yang baik 33. Nama gunung tempat olimpiade diciptakan 35. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 36. Perubahan bentuk
BPM/win
BUKIT - Suasana Bukit Padangpadang yang mulai ramai dikunjungi wisatawan. Berlokasi di Dusun Watas, Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, wisata alam ini menawarkan pemandangan Samudra Indonesia yang luas
: Aries Putra Thermayu : Jl. Letda Ida Bagus Puja (Belakang Koramil, Banjarangkan), Klungkung 085792474906
19
Minggu Umanis, 10 Juli 2016
Tak Bisa Melarang Dari Hal. 1
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bali, Tjok Asmara Putra Sukawati mengatakan, Bali memang tidak bisa melarang penduduk pendatang. Namun, pemerintah dapat mengimbau masyarakat khususnya di tingkat desa untuk memproteksi wilayahnya terkait penerimaan penduduk pendatang secara permanen. Mengingat, selama ini terjadi suatu kesenjangan antara penduduk lokal dan pendatang dalam hal mencari pekerjaan. Kesenjangan salah satunya akibat penduduk lokal yang terikat dengan kerja adat. “Untuk itu, di semua aktivitas kegiatan yang ada, pendatang harus dilibatkan sehingga tidak ada perbedaan antara masyarakat lokal dan pendatang dalam hal kerja adat. Kalau mereka merasa tidak kuat, mereka akan balik lagi,” ujarnya. Selain proteksi wilayah, lanjut Asmara, desa adat khususnya juga perlu melakukan penguatan ke dalam. Pasalnya, keberadaan pendatang sudah pasti akan menyebabkan terjadinya pergeseran budaya kalau orang Bali tidak kuat. Oleh karena itu, pemahaman
terhadap adat, budaya dan tradisi Bali yang bernapaskan Agama Hindu menjadi sangat penting dilakukan. “Mempertahankan tradisi, melakukan suatu upacara merupakan salah satu daya tarik dan pertahanan adat dan budaya Bali yang satusatunya ada di dunia ini. Proteksi wilayah saja tidak cukup tanpa ada pemahaman idealis dari masyarakat,” jelas politisi Partai Demokrat ini. Asmara menambahkan, penguatan tersebut salah satunya bisa dilakukan dengan membuka dan menghidupkan pasraman. Di sana, generasi muda khususnya diberi pemahaman agar lebih mengenal lagi adat dan budayanya. Kalau sudah mengenal dengan baik, niscaya mereka akan menjadi cinta sehingga tidak gampang terpengaruh budaya dari luar. “Kalau dia tidak tahu apaapa lalu dia mendapatkan budaya luar dan dilihat lebih bagus, pasti akan berpaling. Tapi kalau ditanami bagaimana baiknya budaya kita, baiknya adat istiadat kita, itu akan membuat suatu idealisme yang kuat dalam diri generasi penerus, anak-anak muda Bali,” tandasnya. (kmb32)
Mulai Padat
Dari Hal. 1
Pantauan di Ketapang, arus kendaraan mulai memadati pelabuhan sejak pagi. Menjelang sore, jumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Bali bertambah padat, terutama roda empat. Dua kantong parkir Pelabuhan Ketapang terlihat dipenuhi kendaraan roda empat. “Saya sudah hampir dua jam antre, ini juga belum masuk kapal,” kata Budi, penumpang asal Surabaya. Pria ini mengaku, sengaja kembali ke Bali, Sabtu kemarin, untuk menghindari macet. Ternyata, antrean sudah padat di Ketapang. Hal senada diungkapkan, Joni, pengendara asal Jember. Dia mengaku, saat masuk pelabuhan, antrean sudah padat di areal parkir. “Saya sudah hampir satu jam antre, tapi masih terjebak di tengah mobilnya,” jelasnya. Dia memilih kembali lebih awal lantaran harus menyiapkan pekerjaan. Sementara, pengendara roda dua tak perlu waktu lama mengantre. Ratarata hanya menunggu sekitar 10-15 menit untuk bisa masuk
kapal. Mereka ditampng di tenda raksasa yang disiapkan pengelola pelabuhan. Manajer Operasional PT Indonesia Ferry Ketapang, Wahyudi Susianto, memprediksi, hari ini adalah puncak arus balik ke Bali. Namun, para pemudik tidak akan bersamaan kembali ke Bali. Sebab, biasanya masih ada yang menunggu kembali setelah Lebaran Ketupat berakhir. “Besok (hari ini -red), kita prediksi puncak arus balik. Tapi, kemungkinan akhir pekan depan juga akan membeludak lagi,” jelasnya. Meski padat, jadwal bongkar muat kapal masih relatif normal. Data dari posko Pelabuhan Ketapang, hingga Sabtu pagi, jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 28 unit. Jumlah penumpang yang sudah menyeberang ke Bali 39.936 orang, roda dua 5.175 unit dan roda empat 4.908 unit. Dari arah Gilimanuk penumpang yang menyeberang ke Jawa juga padat. Mereka kebanyakan wisatawan domestik yang akan kembali setelah berlibur ke Bali. Jumlah penumpang mencapai 28.345 orang, roda dua 2.277 unit dan roda empat 4.186 unit. (kmb30)
Harapan Publik
Dari Hal. 1
Harapan publik yang begitu tinggi dapat menjadi beban bagi para pemain. Didier Deschamps sadar dengan ekspektasi tinggi mengulang prestasi itu. Saat menjadi tuan rumah Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998, Prancis mengakhiri kompetisi sebagai kampiun. Pelatih Prancis, Deschamps, merupakan kapten tim saat menjadi juara dunia di kandang. Prancis kini sudah berjarak satu laga lagi dari gelar juara. Deschamps tak merasakan tekanan di laga pemungkas, tapi sadar dengan ekspektasi besar dari publik Prancis. “Saya tak tahu mengenai tekanan, ada ekspektasi yang tinggi selama dua tahun terakhir,” kata Deschamps, Sabtu (9/7) kemarin. “Portugal mempunyai kemampuan, tapi mereka tak berada di sana karena kesempatan. Mereka juga mampunyai beberapa masalah di awal, tapi mereka bisa melewatinya selangkah demi selangkah,” tambah pelatih yang pernah menangani Juventus itu. Jalan Prancis menuju final sejatinya lebih mulus. Tim Ayam Jantan keluar sebagai juara grup A, dan mereka tampil perkasa di babak knockout dengan mengalahkan Republik Irlandia, Membantai Islandia, dan terakhir mengalahkan un-
ggulan juara Jerman di babak semifinal. Deschamps tidak punya masalah dengan cedera sedikit pun. Semua pasukan Les Bleus berada dalam kondisi prima dan siap untuk memenangkan partai akbar ini. Sementara itu, Portugal sukses melenggang ke final Euro 2016, setelah dilaga semifinal berhasil mengandaskan Wales dengan skor 2-0. Gol yang diciptakan oleh Cristiano Ronaldo di menit ke-50 dan Luis Nani 3 menit berselang membawa Selecao lolos ke partai puncak. Sepertinya Fernando Santos sudah menemukan formula yang tepat untuk pertama kalinya di turnamen ini dengan kemenangan perdana Ronaldo cs di turnamen ini di waktu normal. Sebelumnya selalu bermain seri di grup, menang di extra time atas Kroasia di babak 16 besar dan menang adu penalti atas Polandia di babak 8 besar. Portugal belum pernah memenangi turnamen besar dalam sejarah sepak bola mereka. Saat pertama kali Ronaldo bermain di turnamen besar, dia hanya bisa mengantar negaranya sebagai runner up pada tahun 2004, setelah kalah dari Yunani di kandangnya sendiri dengan skor tipis 1-0. Portugal menjadi semifinalis pada tiga kesempatan lainnya, yakni di edisi 1984, 2000, 2012. (kmb33/rtr)
Mengelola Ekonomi Dari Hal. 1
Kondisi ini tentu akan mempersulit wirausaha Bali mengelola ruang ekonomi yang ada. Modal, jaringan, dan koneksi akan sangat menentukan strategi menjaga daya tahan ekonomi. Untuk itulah, Bali harus bergerak seara kolektif dengan membangun kekuatan ekonomi. Egoisme harus dilebur dalam gerakan terpadu agar wirausaha Bali bisa bersaing. Kadin Bali berpandangan ke depannya ekonomi harus ditata sesuai dengan desa kala patra Bali. Pemetaan yang tepat dan sesuai dengan kondisi masyarakat dan kultur budaya serta keadaan ekonomi dan geografi setempat sangat diperlukan dalam penataan ruang ekonomi Bali. Dengan cara ini, Bali akan bisa dikembangkan secara menyeluruh dan holistik. Dampaknya ekonomi Bali akan bisa tumbuh merata kalau ditata dengan ruang lingkup sesuai keadaan dan situasi setempat. Wirausaha Bali juga harus cerdas membaca setiap peluang yang ada dengan bercermin pada kondisi Bali ketika ditinggal mudik oleh pendatang. Selama ini, peluang usaha di Bali di sektor informal nyata-nyata dikendalikan oleh pendatang dan kita hanya sebagai konsumennya. Realita ini harus dijadikan
salah satu catatan penting bahwa Bali memiliki ruang gerak ekonomi yang sangat terbuka, namun krama Bali gagal mengelolanya. Momen Lebaran harus dimanfaatkan oleh wirausaha dan pengambil kebijakan karena ke depanya, hal seperti ini akan makin berat. Untuk mengurai masalah ini diperlukan kerja sama yang erat antara pelaku usaha dan pemerintah. Kadin Bali meyakini pascaLebaran ini akan masuk para pengusaha luar Bali yang akan membidik peluang pasar di Bali. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Bali. Tantangan ini akan bisa dimenangkan kalau kita memetakan kebutuhan peluang pasar tersebut sesuai dengan keberadaan kultur dan geografis setempat. Krama Bali harus cerdas mengelola peluang ini jika ingin tetap menjadi pengendali di Bali. Pada intinya tantangan ke depan akan sangat sulit bagi wirausaha Bali apabila mereka tidak siap dan mau berkolaborasi serta bekerja sama. Wirausaha Bali harus bersatu dan bersama-sama untuk memenangkan persaingan ini. Ini mutlak dilakukan agar ke depan tidak menjadi penonton di tanah Bali. Peran pemerintah dalam konteks ini adalah memberikan dorongan dengan memberikan kemudahan bagi pelaku
usaha lokal untuk tumbuh. Dalam konteks inilah, penguasa di Bali harus berpihak pada pengusaha local. Pengusaha lokal jangan diposisikan sebagai anak tiri. Selama ini, banyak lahan strategis justru dikelola pengusaha luar Bali tanpa sedikit pun mengakomodasi wirausaha Bali. Kebijakan-kebijakan investasi yang memungkinkan wirausaha Bali terlibat di dalamnya belum dibuatkan payung hukum. Ini harus menjadi kajian bersama bahwa sinergi lintas komponen mutlak harus dilakukan. Pengusaha Bali yang cenderung kalah dalam permodalan dan daya dukung teknis juga banyak terisisih dalam perebutan proyek-proyek infrastruktur di Bali. Kondisi ini mestinya dicatat sebagai tantangan Bali, oleh semua pelaku usaha termasuk pengambil kebijakan untuk memfasilitasi pengusaha lokal dalam membangun daya saing. Tanpa kepedulian dan keberpihakan kepada wirausaha Bali, maka peluang ekonomi Bali akan ‘’dimangsa’’ wirausaha luar Bali. Kondisi ini akan makin menyuburkan prediksi bahwa generasi Bali berpotensi menjadi ‘’kaum pinggiran’’ ketika semua peluang usaha dikuasai pendatang. Penulis Ketua Umum Kadin Bali
Memiliki ’’Skill’’ Dari Hal. 1
“Dengan demikian, saya yakin Kota Denpasar tidak akan sepadat seperti sekarang ini,” lanjutnya. Pihaknya juga mengimbau agar duktang saat mudik Lebaran tidak mengajak sanak saudaranya yang tidak mempunyai skill dan kemampuan ke Denpasar saat arus balik Lebaran. Sebab, itu hanya akan merepotkan warga asli maupun warga yang sudah tinggal di Denpasar. Lebih lagi akan menimbulkan gesekan, karena pada umumnya duktang belum semua bisa memahami budaya dan adat Bali. Dengan penduduk yang semakin padat, Kriminolog Unud ini mengatakan, risiko kota metro ini munculnya gesekangesekan yang mengakibatkan peningkatan kriminalitas. Oleh karena itu, semua pihak termasuk aparat desa, pecalang, Polri, dan TNI harus siaga menghadapi membeludaknya duktang ke Denpasar. “Karena, untuk menciptakan agar
tidak semakin banyak urban yang tidak jelas datang ke Denpasar, maka Tim Yustisia harus tegas dan segera memulangkan penduduk yang tidak ber-KTP,” ujarnya. Hal senada juga dikatakan oleh pengamat tata ruang Kota Denpasar, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si. IAI. Dikatakannya, urbanisasi merupakan perpindahan penduduk yang tidak pernah diketahui secara pasti. Namun, secara ilmu perpindahan penduduk dapat diketahui, sebab perpindahan penduduk terjadi karena adanya kepincangan fasilitas, seperti pendidikan, kesehatan, dan yang paling dominan penyebabnya adalah faktor ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya menyarankan agar pemerintah mampu menciptakan perimbangan ekonomi di semua sektor. Sehingga pemerintah mampu menghidupi dan mampu memberikan penghidupan yang layak untuk masyarakatnya. “Mestinya pemerintah mampu menjawab keperluan dan
kebutuhan masyarakatnya. Sehingga, urbanisasi dapat ditekan,” tegasnya. Kendati demikian, pihaknya juga tidak menampik, bahwa di sisi lain urbanisasi merupakan berkah bagi perkembangan perekonomian, apalagi Bali merupakan destinasi pariwisata. Namun, dampak yang ditimbulkan harus dipikirkan, seperti macet, kriminalitas dan lain sebagainya. Pemerintah diharapkan mampu menciptakan sumber-sumber lapangan pekerjaan yang dimulai dari desa. Bahkan, pemerintah juga harus mampu menciptakan “satelit perkotaan” di desa, sehingga penyebaran pembangunan pariwisata tersebar di seluruh pelosok pedesaan di Bali. “Kalau pariwisata sebagai lokomotif pembangunan dan perekonomian, maka pemerintah harus cerdas dan menciptakan pembangunan yang tersebar luas ke pedesaan. Program kota di desa yang dicanangkaan harus diimplementasikan, agar tidak menjadi slogan semata,” ujarnya. (win)
Ubah Temperamental Dari Hal. 1
Dalam hal sifat temperamental orang Bali, kata dia, ditunjukkan dengan meningkatnya kekerasan antarkelompok (baca: ormas) di Bali, bahkan di beberapa tempat antarmasyarakat adat. Kalau kita telisik lebih dalam lagi, terbentuknya kelompok ormas dalam lingkungan masyarakat Bali, sebenarnya menjadi bukti pula bahwa telah terjadi perubahan karakter orang Bali. Meskipun pada era tahun 70-an ada kelompok atau geng-geng anak muda, tapi jumlahnya tidak sebesar seperti saat ini yang menjangkau seluruh Bali. Masuknya nilai-nilai baru yang saat ini menggejala di masyarakat perkotaan di Bali adalah berdampak pada terjadinya pelonggaran hubungan kekerabatan antarkrama Bali. Hubungan sosial yang terjalin antara orang Bali dengan sesama orang Bali dalam satu banjar atapun desa adat misalnya, kalau boleh dikatakan, mereka diikat atas dasar keterpaksaan dan formalitas, bukan atas kebutuhan akan kegotongroyongan. Ketakutan untuk mendapat sanksi sosial menjadi perekat antara orang
Bali dengan sesama orang Bali. Namun, hal sebaliknya tidak berlaku untuk penduduk pendatang. Tidak ada nilai sosial yang mengikat antara kelompok pendatang dengan kelompok penduduk asli, kecuali motif ekonomi. Para pendatang diklasifikasikan krama tamiu (warga tamu), yang kewajibanannya di desa adat tidak sama dengan penduduk asli. Kehadiran penduduk pendatang dikarenakan adanya motivasi ekonomi yang kuat tanpa disadari telah mengakibatkan sejumlah sumber daya alam dan manusia banyak telah dikuasai oleh para pendatang. Kondisi tersebut menciptakan terbentuknya pola hubungan yang tidak seimbang antara kelompok pendatang dengan kelompok penduduk asli. Banyak yang merasakan, hal itu menyebabkan orang Bali merasa terpinggirkan di tanahnya sendiri. Keberhasilan penduduk pendatang dan ‘‘kalahnya’’ orang Bali dalam bidang ekonomi ditengarai akibat orang Bali sendiri yang kurang reaktif dan cenderung malas serta ‘’berharga mahal’’ dibandingkan pendatang. Selain itu, penduduk asli merasa memegang status quo dan
memiliki hak istimewa atas beragam hal, khususnya privilege adat, sehingga berakibat orang Bali menjadi penonton di daerahnya sendiri, yang lamakelamaan terpaksa bergantung dengan para pendatang. Perubahan karakter orang Bali dan semakin banyaknya para pendatang merupakan masalah di masa mendatang. Kecemburuan sosial yang ditimbulkan karena penduduk lokal menjadi orang yang termarginalkan di daerahnya sendiri dapat menjadi pemicu lahirnya konflik komunal. Modal sosial yang berganti dari menjunjung tinggi etika dan tata krama, menjadi materialisme dan individualisme, yang semuanya bisa menciptakan kondisi rawan konflik. Kalau boleh jujur, kondisi Bali kekinian diibaratkan seperti bergantung di akar yang lapuk, yang sewaktu-waktu akar tersebut dapat putus dan menjadi pemicu lahirnya konflik sosial. Kapankah hal itu terjadi? Tinggal tunggu waktu saja, jika tidak diantisipasi sejak dini oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas dan tentunya diantisipasi oleh masyarakat Bali sendiri, maka bisa saja meletus. (***)
Sektor Informal Dari Hal. 1
“Mengisi sektor informal yang kosong ini, krama Bali seharusnya bisa mengisinya dengan menawarkan aneka makanan khas Bali,” katanya. Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung, I Nyoman Soka, mengatakan, masyarakat pendatang yang hadir tak lagi antarkabupaten di Bali melainkan di luar Bali, seperti Jawa. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung mencatat, jumlah penduduk yang teregistrasi di Gumi Keris mencapai 462.036 jiwa, dengan jumlah penduduk pendatang 4.131 jiwa. Mereka dominan bermukim di Kuta dan Kuta Selatan. “Pertumbuhan penduduk di Badung sesungguhnya sudah jauh menurun dibadingkan
tahun-tahun sebelumnya. Mereka memang lebih banyak berdomisili di kawasan pariwisata, seperti Kuta, Kuta Selatan dan Mengwi,” ungkapnya. Menurutnya, masalah yang dihadapi dalam menekan jumlah penduduk pendatang di Badung adalah persoalan migrasi dari luar, karena laju dari kelahiran justru sangat kecil. Hal ini membuktikan program penanggulangan pertumbuhan penduduk melalui Program Keluarga Berencana cukup berhasil terutama dengan menunda usia perkawinan. “Namun, kami terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Satpol PP untuk menertibkan penduduk pendatang. Bahkan, kami kerap melakukan tipiring (tindak pidana ringan), di masing-masing desa juga ada petugas khusus,” katanya. (kmb27)
20
Minggu Umanis, 10 Juli 2016