Skip to main content

edisi-1034

Page 1

16

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

Pelajar adalah pemuda dan calon pemuda yang akan mewarisi estafet kepemimpinan bangsa, maka Pekan Olahraga Pelajar dan Pekan Seni Pelajar Provinsi Bali (Porsenijar) Provinsi Bali diharapkan dapat membentuk pemuda yang berkarakter, kuat, sehat, dan maju, serta percaya diri, berkepribadian yang santun, tegas dan berbudi pekerti luhur.

H

al ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati pada pembukaan Porsenijar Provinsi Bali tahun 2019. Gubernur Koster mengatakan, mencerdaskan kehidupan bangsa melalui instrumen pembangunan nasional di bidang keolahragaan merupakan upaya peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia secara jasmani, rohaniah, dan sosial dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, sejahtera, dan demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang

Buka Porsenijar Provinsi Bali, Gubernur Koster Ingatkan Sportivitas

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. “Di samping itu, melalui pembangunan olahraga kita secara tidak langsung menumbuhkan dan membentuk jiwa sportivitas pada generasi muda,” ujar Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini. Ia menambahkan, pembentukan jiwa seperti ini sangat penting guna membentengi generasi muda dari pengaruh-pengaruh negatif yang saat ini sedang melanda bangsa kita. Pekan Olahraga Pelajar pada tahun ini akan diperlombakan/ mempertan­d ingkan 26 Cabor, 6 Cabor eksebisi dan 17 seni, sehingga secara keseluruhan berjumlah 49. Gubernur berharap, melalui Porsenijar Provinsi Bali Tahun 2019, dapat menjadi wahana meningkatkan keterampilan, kreativitas dan ekspresi bidang olahraga dan seni di tingkat pelajar.

Pembukaan Porsenijar Provinsi Bali

Plt Kadispora Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan, sebanyak 5.600 atlet, official dan wasit/juri akan terlibat

dalam Porjar 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 26-31 Mei 2019 ini. Rinciannya kontingen Kabupaten Badung

sebanyak 864 orang, Kabupaten Bangli 400 orang, Kabupaten Buleleng 500 orang, Kota Denpasar 864 orang, Kabupaten Gianyar 710 orang, Kabupaten Jembrana 447 orang, Kabupaten Karangasem 400 orang, Kabupaten Klungkung 300 orang, Kabupaten Tabanan 500 orang dan wasit/juri sebanyak 670 orang. Adapun cabor yang dipertan­ dingkan antara lain: atletik, pencak silat, sepak takraw, bulu tangkis, tenis lapangan, renang, tenis meja, bola voli, bola voli pasir, sepak bola, bola basket, taekwondo, senam, catur, panjat tebing, judo, karate, kriket, tarung derajat, woodball, gate ball, panahan, petanque, dancesport, balap sepeda dan shorinji kempo. Sedangkan 6 cabor ekspedisi, antara lain wushu, kabaddi, baseball/softball, menembak, rugby dan selam. (ast)

Wagub Cok Ace Sampaikan Alasan Pencabutan Perda Nomor 3 Tahun 2016 Dengan diundangkannya peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara maka Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2006 yang dipakai acuan penyelesaian Ganti Kerugian Negara/Daerah terhadap Bendahara, Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain pada Pemerintah Provinsi Bali sudah tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan, sehingga perlu dicabut. Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati pada Rapat Paripurna ke-7 DPRD Bali dengan agenda Penyampaian penjelasan Dewan terhadap Raperda tentang Penyeleng-

garaan Ketenagakerjaan dan Penjelasan Gubernur terhadap Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 3 tahun 2016 tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Rugi Kerugian Daerah di Gedung DPRD Bali, Denpasar, Rabu (29/5). Tiga peraturan pelaksanaan itu adalah Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara sebagai dasar hukum penyelesaian Ganti Kerugian Negara/Daerah terhadap Bendahara, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2016 tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Negara/ Daerah Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain sebagai dasar hukum penyelesaian Ganti

Kerugian Negara/Daerah terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 133 Tahun 2018 tentang Penyelesaian Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain, dalam Pasal 56 mengatur bahwa Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan penyelesaian Tuntutan Ganti Kerugian Daerah diatur dengan Peraturan Kepala Daerah. Terkait Raperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, Wakil Gubernur Bali yang akrab disapa Cok Ace mengatakan hal ini akan dibicarakan, namun secara prinsip setuju terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. “Saya setuju apapun

Wagub Cok Ace menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bali

yang niatannya untuk kesejahteraan masyarakat, kalau ada hal-hal yang perlu kita benahi bersama kita benahi bersama,” katanya. Sebelumnya juga dilakukan Rapat Paripurna ke-6 DPRD Bali dengan

agenda Penyampaian Tanggapan Dewan Terhadap Pendapat Gubernur atas Raperda tentang Sistem Pertanian Organik dan Raperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah. (ast).

Bali Segera Terbitkan Pergub Atur Zonasi Transportasi Konvensional dan Online

Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui ratusan anggota perhimpunan Bali Transport Bersatu (BTB) di halaman Kantor Gubernur Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan transportasi konvensional di Bali. Bukan tanpa alasan hal ini dilakukan, mengingat transportasi konvensional memiliki sejarah yang panjang dalam mendukung perkembangan dan citra sektor pariwisata yang menjadi pendongkrak utama ekonomi Bali saat ini. “Walaupun sudah ada yang lebih modern seiring perkembangan za-

man, tapi kita jangan sampai melupakan yang sudah ada lebih dulu. Para driver transport konvensional ini sudah ada jauh-jauh sebelumnya, yang direkrut berdasar kriteria-kriteria khusus, bukan asal-asalan,” tegas Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui ratusan anggota perhimpunan Bali Transport Bersatu (BTB) di halaman Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (27/5). Menurut Gubernur Bali, seiring perkembangan pariwisata Bali, driver

transport konvensional ini ikut memba­ ngun Bali. Dengan menjadi para driver yang didukung kemampuan dalam menjelaskan keunggulan Bali yang berbasis pariwisata budaya kepada para tamunya, artinya mereka ikut membangun pariwisata Bali. Untuk itu, para driver ini harus tetap didukung, bila perlu terus ditingkatkan kemampuannya. “Jadi jangan ragukan komitmen saya, akan terus saya dukung keberadaan transportasi konvensional,” kata Koster. Gubernur menjelaskan, walaupun saat ini telah ada Peraturan Menteri yang mengatur keberadaan sarana transportasi di Bali baik konvensional maupun online, namun menurutnya Bali tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Hal ini dikarenakan Bali sebagai daerah wisata harus memiliki penunjang sarana transportasi yang mengedepankan pelayanan. Lebih jauh, Koster pun berjanji akan segera mengambil langkah-langkah yang mendukung keberadaan transport

konvensional, salah satunya yakni segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur zonasi operasi antara konvensional dan taxi online (taxol). “Dalam Pergub akan dimuat pengaturan wilayah, jadi taxol tidak boleh memasuki wilayah transport-transport konvensional yang sudah memiliki pangkalan tetap dan menjalin kerja sama dengan organisasi peguyuban. Jika taxol ingin ikut, ya mereka harus terdaftar sebagai anggota peguyuban. Kita pun akan dukung kualitas para driver konvensional ini, semisal kita bantu fasilitasi peremajaan kendaraan bersama BPD, tentunya dengan bunga paling rendah,” urai Koster yang disambut dukungan para anggota BTB. Sebelum berinisiatif menemui ratusan anggota BTB untuk menyampaikan komitmennya secara langsung, Koster sebelumnya juga berkesempatan menerima audiensi dari perwakilan BTB di ruang kerjanya. Dalam kesempatan

itu, Ketut Suriadi selaku pembicara menyampaikan harapannya agar ada jalan keluar dari pemerintah untuk mengatur keberadaan sarana transportasi konvensional bersama taxol, supaya bisa meredam perselisihan yang sering timbul. Ia pun menjelaskan bagaimana para driver transportasi konvensional tergabung dalam sebuah peguyuban dan hanya bisa menarik penumpang di pangkalan yang dibawahi paguyubannya. “Di luar area itu, kami tidak berhak mengambil penumpang, karena kami juga menghormati mereka yang memiliki pangkalan itu, jadi kami tidak sembarang ambil penumpang. Untuk masuk peguyuban kami juga harus melewati seleksi dengan kriteria tertentu dan membayar kontrak dengan jumlah tertentu, itu yang perlu diketahui, agar bisa saling menghormati antar-driver,” ujarnya. (ast)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Espresso

2

GORO-GORO

Putu Wijaya

“Itu berarti sandyakalaning Jakarta” lanjut Bu Amat di tempat tidur. Amat yang sudah nyaris tergerus mimpi, tertahan. Ia me-

noleh. “Maksudnya?” “Ibukota negara yang sudah menjadikan Jakarta jadi ‘surga’ rezeki dan status sosial bagi seluruh rakyat tempat mengubah nasib yang sudah memelet rakyat berdesak-desakan datang merubung, sampai megapmegap tak bisa bernafas. Akhirnya nanti setelah ibukota pindah, pasti akan ditinggalkan. Kesepian tak dipedulikan lagi. Masibnya pasti tak bedanya seperti bini tua. Amat jadi betul-betul terjaga. “Sandyakalaning Jakarta, Pak. Senja kala Jakarta, sesudah tiga perempat abad jadi kota nomor satu kota. Menara gading kita semua akan runtuh. Padahal termasuk kita sudah sampai jatuh bangun menabung. Kalau toh

Mengikuti era industri 4.0 banyak orang menilai kini telah terjadi krisis spiritual. Melemahnya tingkat spiritualitas mengakibatkan manusia kehilangan potensi rohaninya. Hilangnya pelindung jiwa ketika manusia mengalami tekanan psikologis,. Tidak dimilikinya lagi norma universalabsolut yang menjadi pegangan hidup substansial, dan akhirnya manusia mengalami kegersangan spiritual. “Kegersangan spiritual” ini kemudian menyebabkan banyak perkembangan teknologi kini semakin kehilangan arah, tidak memperhitungkan aspek kemanusiaan dan lingkungan. Tanda tanda lebih nyata terlihat pada banyaknya bertebaran berita- hoaks, ujaran kebencian, dan kasus bullying di media sosial. Konsep penguatan spiritual di dunia pendidikan sebenarnya dapat menjadi jawaban atas permasalahan ini. Sayangnya topik ini sering terlupakan, termasuk sangat jarang diperbincangkan dalam forum seminar maupun simposium. Agar manusia kembali memiliki jati diri dan menemukan sentuhan manusiawi dalam kehidupannya, maka penguatan spiritualitas melalui dunia pendidikan menjadi urgen dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan jiwa secara sistematis dan berkesinambun-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

bukan ikut berebut rezeki, tapi paling tidak pernah mencicip barang satu kali ke Ancol,Taman Mini, Tugu Monas, TIM, HI, MRT. Amat menambah. “Planetarium!” “Dunia Fantasi!” “Keong Mas!” “Puncak!” “Bunga Bangkai...” Bu Amat menoleh. “Apa?” “Bunga Bangkai di Kebon Raya” “Itu Bogor! Kita urus bini tua saja dulu.” “Bini tua? Siapa dia?” “Jakarta sebagai ibukota memiliki banyak tempat bersejarah yang sudah jadi tujuan wajib kunjungan wisata dalam negeri. Bus-bus luar kota dengan pelajar mahasiswa dan umum sudah jadi bagian dari kemacetan Jakarta. Tapi meskipun macat, banjir, panas, nyamuk, biaya hidup selangit dan banyak kejahatan, toh Jakarta terus berebut dibanjiri pengunjung. Belum lengkap hidup kalau belum nyoba MRT! Termasuk kita! Karena Jakarta ibukota, kota nomor satu tempat tinggal presiden, wakil-

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

jakarta

wakil rakyat. Tempat para duta besar negara sahabat. Pusat kantor-kantor medsos....” “Pusat pemancar TV dan sarang para selebriti!” “Pusat semuanya! Segalanya! Tapi kalau ibukota pindah: semua itu akan digoyang. Paling tidak sebagian akan ikut ngintilin pindah.” “Mungkin.” “Pasti! Katanya di BSD, Bumi Serpong Damai, wilayah Tangerang Selatan, yang dulu sebelum pemekaran adalah tetangga sebelah rumah Jakarta ada kloster kompleks perumahan baru yang dulu diperebutkan. Sekarang begitu saja ditinggalkan karena ada kompleks perumahan yang baru lagi. Itu cermin karakter masyarakat kita.” “Jujur saja semua orang memang doyan daun muda.” “Itu artinya?” “Citra kesenian kita tinggi.” “Terbalik! Itu berarti seleranya rendah! Selera pasaran! Selera tukang ijon! Semua tahu, buah-buahan paling enak kalau sudah matang. Yang pinter yang berpengalaman. Istri tua juga begitu! Istri tualah yang akan mera-

wat, nyuapin, nyebokin bapak kalau sakit, karena dia memang ahlinya! Tapi buktinya? Buktinya?” Amat terpaksa menjawab. Ia tak mau bertengkar jauh malam begini, nanti tetangga ngamuk. “Buktinya?” “Buktinya, bini muda dielus-elus, bini tua hanya kebagian mengelus kucing dan kotoran di lantai.” “Masih untung dikasi tugas begitu, berarti masih berguna. Tapi sebagai kota-bini- tua, setelah dipreteli, dilucuti semua aksesoris diberikan pada bini muda, bini tua pasti ditinggal sendirian kesepian merana, kedinginan, bersimbah air mata dan bisa jadi juga kelaparan! Itulah masa depan, nasib, Jakarta, mantan ibukota negara!” Amat terpukau. “Kasihan,” “Tidak akan ada pembangunan lagi, renovasi pun belum tentu jadi. Bapak bisa membayangkan wajah Jakarta nanti, seperti apa wajah Jakarta nanti! Gondrong, kribo, culun, plontos? Atau tanpa kepala?!” Amat tak sadar memegang kapalanya.

Membentuk SDM Spiritual, Multitalenta, dan Berani Beraksi gan, misalnya melalui pasraman. Kegiatan ini merupakan salah satu yang dapat digunakan masyarakat Hindu di Bali dalam memahami prinsip spiritulitas melalui agama Hindu secara praktis. Sebab, di sini oleh umat Hindu terutama generasi muda dapat mengolaborasikan konsep ajaran agama dan aplikasinya.Penyelenggaraan pendidikan agama di pasraman lebih menekankan pada ranah afektif dan psikomotorik agar manfaatnya dapat diimplementasikan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang hidup dengan spiritualitas yang baik, selalu berorientasi menebarkan kebaikan dan menularkan nilai serta semangat positif kepada sesama. Ia akan melihat segala peristiwa dari sudut pandang positif, dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Spiritualitas tidak hanya ada didalam tempat ibadah saja, melainkan merasuk dalam setiap sendi sendi kehidupannya. Tentu hal ini selain bermanfaat bagi diri sendiri, tapi juga orang di sekitarnya. Bayangkan jika aspek spiritualitas menjadi landasan semua perilaku manusia, maka perkembangan teknologi dan industri akan jauh lebih terarah dan kehidupan

AA. Ngr. Eddy Supriadinata Gorda

manusia menjadi lebih baik. Revolusi industri 4.0 diprediksi akan membuat 75 juta hingga 375 juta pekerjaan hilang akibat gugurnya berbagai perusahaan sebagai dampak otomatisasi dan digitalisasi. Meski demikian,Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) memprediksi akan muncul 65.000 pekerjaan baru. Perubahan yang demikian dinamis pergerakannya menuntut penguasaan lebih dari satu talenta agar bisa memenangkan persaingan.

Sosok yang multitalenta akan lebih mudah memasarkan diri mereka. Maka, implikasinya setiap lembaga pendidikan harus mampu membantu peserta didik menemukan talenta mereka. Kemudian memberikan stimulus yang tepat sehingga setiap peserta didik dapat menjadi “ahli” dalam bidangnya. Komponen terakhir yang perlu dikembangkan adalah keberanian untuk melakukan aksi. Untuk siap menghadapi berbagai tantangan di era revolusi industri 4.0. Poin penting yang perlu dimiliki adalah dengan memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada. “Seize the opportunity !” Pendidikan harus mampu membentuk pribadi-pribadi yang positif, optimis dalam bertindak dan mengambil keputusan. Sebagus apapun gagasan yang dimiliki jika tidak diikuti oleh aksi, maka gagasan tersebut tidak lebih dari sebatas ide semata.

“OMG!” “Baru terdengar isu pemindahan saja para pemburu kepentingan akan mengolahnya. Harga tanah, rumah di Jakarta akan hancur. Hotel-hotel bangkrut. PRT akan beterbangan ke ibukota baru, dan Monas akan sepi. Siapa yang mau menghimpun mengumpulkan people power di Monas lagi kalau istana kosong?” “OMG!” “Betapa akan sedihnya Jakarta. Tidak ada lagu sedih dangdut yang akan mampu melukiskan jeritan perih di dalam kucuran air matanya. Jakarta akan perlahan-lahan tetapi pasti tenggelam. Kita hanya akan bisa kasihan. Monas, Taman Mini, Ancol masih ada di Jakarta tapi busbus wisata pasti lebih suka ibukota, karena para selebriti dan semua yang mereka perlukan ada di ibukota baru.” “Wah Jakarta akan jadi kota mati, dong!” “Ya!” “Tak ada lagi orang ngebet ke situ.” “Tak ada. Kecuali kita.” Amat terkejut. Ia kontan menoleh mau mengatakan sesuatu. Tapi tak jadi. Karena Ia melihat teman hidupnya bertahun-tahun itu mengusap air mata.”

Memang untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, dibutuhkan persiapan yang matang. Bagaimana tidak, saat ini kita dituntut untuk menyiapkan peserta didik memasuki dunia kerja Diperlukan pendidikan yang dapat membentuk generasi kreatif, inovatif, serta kompetitif. Optimalisasi ‘edutech’ sebagai alat bantu pendidikan diharapkan mampu menghasilkan output yang bias mengikuti atau mengubah zaman menjadi lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa ada aspek pendidikan yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu ‘Bisma’ (Budaya, Intelektual, Spiritual, Multitalent, Action). Melalui penguatan aspek tersebut, diharapkan terbentuk SDM yang tidak hanya kompetitif tetapi juga berbudaya, intelektual, spiritual, multitalenta,dan berani beraksi sehingga bonus demografi di tahun 2020 – 2030 dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk pembangunan bangsa. AA. Ngr. Eddy Supriadinata Gorda

Kata Hati: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­B udi­a rtha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

SUDUT PANDANG

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Petik Hikmah dari Kesalahan Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, baik kesalahan kecil, sedang bahkan kesalahan fatal. Suatu yang manusiawi. Ada orang yang berani mengakui kesalahannya, ada yang tidak, meski sesungguhnya sadar telah melakukan kesalahan. Semuanya memang berpulang pada pribadi masing-masing orang. Namun sesungguhnya dari setiap kesalahan yang dibuat, ada hikmah yang bisa dipetik, ada proses pembelajaran di sana.

“B

erbuat salah, adalah manusiawi ya. Semua orang rasanya pernah melakukan kesalahan. Akupun pernah, bahkan mungkin banyak. Bagi aku yang terpenting adalah kita sadar akan kesalahan yang kita perbuat dan mau mengakui dan memperbaikinya,” ungkap presenter Agustin Ramli. Dari banyaknya kesalahan yang diperbuat sepanjang hidupnya, Agustin yang kini tengah menempuh pendidikan ‘Business English’ di London, Inggris, mengingat beberapa yang dirasakannya punya kesan mendalam. Salah satunya adalah ketika dia tidak memenuhi ajakan ayahnya untuk pergi makan bersama. Agustin Ramli dibesarkan oleh orangtua tunggal yakni sang ibu. Saat Agustin masih kecil, kedua orangtuanya bercerai. Agustin dan kakaknya tinggal bersama ibunya. “Jadi papa aku pernah mengajak aku pergi untuk makan bersama. Aku nggak dateng karena rumah papa aku kan jauh sekali ya. Tak lama kemudian aku dapat kabar kalau papa meninggal mendadak,” ungkap Agustin yang merasa shock mendengar kabar tersebut. Rasa penyesalan yang luar biasa dialami Agustin. Tapi

apa mau dikata, ibarat ‘nasi sudah menjadi bubur’. Waktu tak dapat diputar mundur. Rasa sedih dan rasa bersalah bercampur aduk. Perlu waktu bagi Agustin untuk ‘move on’ lagi. Salah satu caranya adalah membangun pikiran positif. “Ada hikmah dari setiap kesalahan yang kita buat. Akupun begitu. Aku memang tidak bisa memperbaiki kesalahan pada papa aku karena papa sudah tidak ada. Tapi aku mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.“ “Aku memperbaiki diri. Aku menjadi lebih peduli dan menghargai orang-orang di sekitar aku, khususnya orangtua aku, mama. Juga tante dan keluarga lainnya yang sudah banyak membantu aku. Aku nggak mau lagi hanya karena perkara ego, misalnya karena sibuk bekerja, trus nggak nemuin mereka. Atau nggak ada waktu untuk mereka. Itulah salah satu pelajaran yang aku petik dari kesalahan yang aku buat pada waktu itu,” ungkap mantan finalis Putri Indonesia yang sempat berkiprah di dunia akting seperti FTV dan film. Mengambil hikmah dan pelajaran dari kesalahan yang dibuat memang tak dilakukan oleh semua orang. Karena ada banyak orang juga yang meski tahu dirinya bertindak salah, namun ‘ngotot’ tak mau mengakuinya. Di lingkungan pergaulan misalnya, ada saja di antara teman yang bertipe seperti itu. Hal tersebut juga diakui oleh Agustin yang menyebut di antara temantemanya, bahkan sahabatnya ada juga yang bertipe seperti itu. Teman seperti itu, ujarnya, memang menjengkelkan apalagi kalau sudah terbukti tapi masih ngotot tidak mengaku. Untuk tipe teman seperti itu, jika bukan teman dekat, Agustin lebih memilih membatasi diri. “Toh, tidak semua orang perlu menjadi sahabat kita. Teman boleh banyak tapi kalau sahabat yang deket sama kita kan bisa kita pilih ya. Kita kan punya hikmat juga,” ucapnya.

Agustin Ramli

Disinggung pernahkah dirinya merasa dikecewakan oleh seorang sahabat, Miss Indonesia Tourism 2007 ini mengaku, pernah. Saat itu dia sangat kecewa juga sedih, namun demi persahabatan ia berusaha legawa, sabar. Agustin yang sekarang menjadi corporate ambassador Combiphar menyebut dirinya selain menjalani kegiatan rutin seperti presenter, syuting, dll, juga sibuk mengkampanyekan pola hidup sehat. “Tugas aku sebagai ambassador salah satunya adalah mengkampanyekan gaya hidup sehat. Jadi bagaimana kita bisa hidup sehat melalui olahraga-olahraga yang kita pilih, sesuai yang kita mau. Misalnya olah raga lari. Juga makanan-makanan sehat,” jelasnya. Tapi, ucapnya, sekarang dirinya sedang menikmati libur sekaligus menimba ilmu. “Aku liburan ke London, sekaligus ikut kursus. Aku pikir hidup ini harus balance ya, jangan hanya kerja, kerja terus, tapi harus ada kehidupan sosial. Kali ini aku memilih libur sambil ikut course. Ini kesempatan aku pakai untuk ‘recharge’ sekaligus improvement diri,” ujar Agustin yang lulusan Kaplan College London, Inggris. (Diana Runtu)

15

Mengatur Waktu dengan Baik

Ketika seorang teman curhat mengenai masalah yang dihadapinya akibat sebuah kesalahan, umumnya kita bakal menanggapi dengan mendengarkan dan memberikan kebaikan dan rasa nyaman. Lantas bagaimana perlakuan kita jika kita sendiri yang melakukan kesalahan? Salah seorang desainer di Kota Denpasar , Dewi Suarjani mengatakan bahwa kita sebagai manusia yang jauh dari sempurna dan tak lepas dari yang namanya kesalahan. Baik itu kesalahan yang dilakukannya secara sengaja maupun tidak di sengaja. Salah satunya , menurut Dewi Suarjani adalah seringnya ia mengunakan waktu yang salah. Sebab, katanya kita telah diberikan waktu 24 jam. Apa kita sudah tepat menggunakannya, yakni 8 jam untuk mencari nafkah (bekerja) , 7 jam untuk tidur, 2 jam istirahat, 2 jam bersenang-senang ( misalnya hang out bersama keluarga, kerabat, teman dan sahabat) , dan 5 jam dipakai untuk mengolah rohani (sembahyang). “Kalau belum bisa mengatur sebagaimana jadwal tersebut, sepertinya ada sesuatu yang kurang dalam hidup ini. Dan, saya merasa bersalah. Bahkan bagi saya tidak menggunakan karunia waktu dengan sebaikbaiknya adalah kesalahan besar,” cetus anggota IFC Dewi Suarjani Kota Denpasar ini sembari mengatakan ia wajib berani mengkritik dirinya sendiri. Untuk itu, lanjut Dewi Suarjani, dirinya berupaya untuk melakukan pengaturan waktu yang telah diberikan sama pada setiap insan di dunia ini , yakni 24 jam. Sehingga Dewi Surjani tidak akan merasakan penyesalan yang berlebihan, dan hidupnya pun menjadi lebih berkualitas. Dikatakannya, sebagai manusia pula ia tidak ingin bersembunyi dalam rasa bersalah. Tentunya dengan selalu mendekatkan diri dan merendahkan hatinya di mata ‘Hyang Penguasa’, Tuhan. Apalagi keberadaan Tuhan senantiasa memberi kedamaian bagi setiap umat yang selalu dekat dan memohon petunjuk dalam menjalani hidup dan anugerah-Nya. Ia juga menyadari, tidak ada orang yang terbebas dari rasa bersalah. Dan, memaafkan menjadi suatu kebutuhan bagi setiap orang. Bukan sekadar mengakui kesalahan yang pernah dibuat sengaja maupun tidak , namun meminta maaf dan juga memaafkan menjadikan kita sebagai seseorang yang memiliki kelapangan dan kerendahan hati. Dengan memaafkan orang lain, terlebih diri kita sendiri, bisa menjadikan langkah kita selanjutnya lebih ringan. Begitu juga di hari Raya Idul Fitri ini, kita saling bertemu, berjabat tangan, saling mengakui segala salah, dan ditutup dengan meminta maaf. Sebuah hari yang penuh dengan kebesaran hati. (Sri Ardhini)

Buatkan Jadwal Ulang Jiwa entrepreneur nampaknya sudah melekat dalam diri Luh Mila Trisna Dewi, S.Pd.,M.Pd. Perempuan yang akrab disapa Mila ini sejak lama menggeluti bisnis di bidang fashion. Melihat peluang yang sangat bagus di dunia fashion, Mila memantapkan hati untuk membuka sebuah butik yang menjual berbagai jenis pakaian wanita. Melihat perkembangan mode yang semakin pesat, maka pebisnis lain di bidang ini juga semakin banyak bermunculan. Dihadapkan dengan hal ini, perempuan kelahiran 27 Agustus 1981 tersebut kembali membaca peluang yang diminati pasar. Saat ini, ungkap dosen Bahasa Inggris STKIP AH Singaraja, gaya hidup masyarakat di kotakota yang sedang berkembang selalu mengikuti hal-hal baru yang sedang hits di kota-kota maju. Salah satunya new born photography. Mila mengungkapkan sejak setahun lalu, dirinya telah fokus menggeluti bisnis fotografer. Dunia fotografi memang menjadi hal baru baginya, namun hal tersebut tidak menjadi kendala berarti baginya. Sang suami, Made Suryanta Lila Adnyana rupanya menjadi partner yang baik dalam bisnisnya kali ini. “Saya kolaborasi dengan suami, kebetulan suami senang fotografi dan saya senang dengan bayi,” tutur anggota dari Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) cabang Buleleng ini. Ada hal unik ketika menjadikan bayi sebagai objek dari bidikan kameranya. Menurutnya, menggeluti usaha new born

Luh Mila Trisna Dewi photography lebih susah dibandingkan dengan foto orang dewasa. Selain menentukan tema dan kostum yang pas dan sesuai dengan karakter bayi, dirinya juga mengaku kesulitan untuk mengarahkan pose yang diinginkan. Apalagi, bayi yang memiliki tingkat sensitifitas tinggi akan lebih suliat untuk diambil fotonya. “Butuh kesabaran yang luar biasa, karena untuk mendapatkan ekspresi yang diinginkan tidak mudah. Satu bayi bisa sampai empat jam dan untungnya saya memang menyu-

kai anak-anak,” akunya. Saat ini, pemilik dari SGB Boutiq ini mengaku, jika usaha new born photography memang memiliki peluang potensial untuk terus dikembangkan. Masyarakat mulai memiliki mindset bahwa mengabadikan momen si kecil ke dalam foto-foto lucu nan menggemaskan merupakan hal yang harus dilakukan oleh orangtua. Selain, new born photography pihaknya juga melayani maternity photography. “Dalam sebulan kami bisa melakukan pemotretan 20 hingga 30 bayi baik di Singaraja maupun di luar Singaraja,” imbuhnya. Meskipun menjanjikan, tidak dimungkiri setiap bisnis memiliki sebuah tantangan. Sama halnya dengan bisnis new born photography ini. Menjadi seorang owner, tentu akan dihadapkan dengan berbagai karakter klien. Dirinya tidak memungkiri jika dalam penggunaan jasanya, ada saja klien yang tidak konsisten dengan kesepakatan di awal sehingga membuat tanggal yang telah di-booking dibatalkan. Akan tetapi pihaknya tetap memaklumi dan fleksibel selama diberikan alasan yang jelas dan masuk akal. Dirinya akan memaafkan bahkan bersedia untuk membuatkan jadwal ulang pemotretan untuk klien tersebut. “Ada saja, tanggal sudah disepakati untuk maternity photography, tapi si klien malah sudah lahiran. Akhirnya di ambil untuk new born photography, gak apa apa uangnya juga gak hangus, kami fleksibel saja asalkan ada alasan yang masuk akal,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)


14

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

Sosialita

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

3

Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M.

Meyadnya melalui Busana Adat dan Tata Rias Menekuni bidang busana adat dan tata rias, sudah menjadi pilihan hidup Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M., sejak tahun 1979. Keahliannya dalam urusan yang berbau pelestarian ini digetoktularkan kepada masyarakat luas melalui kursus dan pelatihan dalam wadah LKP ­( Lembaga Kursus dan Pelatihan) Agung.

S

Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M.

etidaknya, sampai saat ini tercatat sebanyak 10.486 ora ng ya n g terd a f ta r mengikut kursus di LKP Agung, yang meliputi Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin. “Bagi masyarakat yang berminat ikut kursus, serangkaian liburan ini kami beri Diskon 50%,” imbuh Bu Agung. Dan, bagi mereka yang sudah memiliki keterampilan tata rias, disarankan untuk mengikuti Uji Kompetensi, agar kompetensi/kemampuannya diakui. “Hal ini juga mendukung Gerakan Indonesia Kompeten,” ujar Bu Agung-demikian sapaan akrab pemilik

TUK (Tempat Uji Kompetensi) Agung ini saat ditemui disela-sela pelaksanaan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Modifikasi, Minggu 26 Mei 2019 di TUK Agung, Jalan WR Supratman 303 Tohpati, Denpasar, yang diikuti 75

peserta, dibuka Kadis Tenaga Kerja Kota Denpasar, Drs. IGA Rai Anom Suradi, M.M. TUK Agung sendiri merupakan satu-satunya Tempat Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Modifikasi dan Tata Kecantikan Kulit, di Bali. TUK Agung akan kembali menggelar Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Modifikasi 23 Juni 2019. Selain untuk mengantongi sertifikat uji kompetensi, diharapkan pula para merias nantinya memiliki persepsi yang sama tentang modifikasi yang telah disepakati tak lebih dari 30%.

Promosikan Budaya Bali hingga ke Muscat, Oman Bu Agung berfoto bersama Dubes RI untuk Oman Musthofa Taufik Abdul Latif dan istri, sebelum mementaskan busana Bali dalam “Wonderful Indonesia Cultural Event 2019”, di Muscat, Oman, disponsori Viva Cosmetics.

Workshop Tata Rias dan Busana Adat Bali “Meningkatkan Peran Perempuan dalam Melestarikan Adat dan Budaya Bali”, di Puri Siangan.

Misi Bu Agung dalam melestarikan adat dan budaya Bali khususnya di bidang tata rias dilakukan melalui roadshow ke daerah-daerah, instansi, organisasi, komunitas, dll, bekerjasama dengan WHDI Provinsi Bali, Kelompok Media Bali Post, dan Viva Cosmetics. “Kami melakukan Roadshow 30 kali dalam setahun. Itu baru di Bali saja, belum di luar daerah. Sepertinya bisa lebih dari 30 kali,” ujar Bu Agung yang dalam kegiatannya tersebut dibantu putrinya Sagung Diva dan beberapa staf. Pensiunan PNS Disdikpora Kota Denpasar ini menyebutkan kegiatannya selama akhir April hingga Mei 2019 begitu padat. Mulai dari berpartisipasi dalam “Wonderful Indonesia Cultural Event 2019”, Pameran Budaya Indo-

nesia di Muscat, Oman, menampilkan busana nusantara (busana Bali) disponsori Viva Cosmetics. Usai mempromosikan budaya Bali di Muscat, Oman, Bu Agung kembali melakukan promosi budaya ke Pemalang, Jawa Tengah dalam rangka kegiatan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali; berlanjut memberikan Workshop Tata Rias Pengantin (TRP), Pusung Tagel dan Tata Rias Penari Bali di Akademi Kesejahteraan Sosial, Jurusan Tata Rias di Semarang 29 April. Ketua DPD Katalia Bali ini mengakhiri perlalannya dengan unjuk kebolehan dalam Festival Busana Daerah Nusantara di Solo 1-2 Mei. Dalam kegiatan ini Bu Agung dan Sagung Diva berkesempatan menari bersama Ibu Wali Kota

Denpasar Ny. Selly Mantra. Bahkan, Duta dari Bali ini juga mendapat Penghargaan sebagai Peserta Terbanyak ketiga, dari pihak penyelenggara DPD Katalia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan RI. Perjuangan yang patut diacungi jempol, karena dengan dana swadaya Bu Agung menampilkan 20 pasang busana adat Bali dari tiap kabupaten/kota yang ada di Bali. Tak berhenti sampai disitu. Sepulangnya ke Bali, sejumlah jadwal roadshow pun sudah menanti. Di antaranya, memberikan Workshop Tata Rias dan Busana Adat Bali “Meningkatkan Peran Perempuan dalam Melestarikan Adat dan Budaya Bali”, kepada Paiketan Pasemetonan Puri Siangan. Tokoh Puri Siangan AA Gede Oka Wisnu

mengatakan, kegiatan tersebut dalam upaya meningkatkan kembali peran Puri sebagai media pelestarian budaya, adat, dan tradisi. Bu Agung juga memberikan pelatihan kepada organisasi wanita KCBI Bali; ibuibu di Desa penatih; IIP BUMN, roadshow ke beberapa desa di Kedonganan bersama Anggota Komisi IV DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, S.E.; mensponsori tata rias “Miss Stikom”, hingga membekali keterampilan Tata Rias sekaligus menggelar Uji Kompetensi

bagi penghuni Lapas Perempuan di Krobokan yang dihadiri Ketua WHDI Bali Ibu Bintang Puspayoga. Kegiatan roadshow di bulan Mei berakhir di Buleleng dalam Sosialisasi Penggunaan Busana Adat Bali bagi ASN lingkup Pemkab Bulelng, 27 Mei 2019. Bu Agung mengatakan, inilah swadarmaning geginan. Rasa cinta dan bangga pada busana adat dan tata tias pengantin Bali membuatnya merasa tidak pernah lelah dan selalu bersemangat dalam berkarya.

Bu Agung menerima penghargaan usai memberikan pelatihan kepada IIP BUMN. Dari kanan ke kiri : Ibu Mutia Rivayanthi selaku perwakilan Koordinator IIP BUMN Prov Bali, Ibu Dr. Dra AA Ayu Ketut Agung, M.M., Bapak I Made Jedrayasa (Jero Bendesa Desa Pekraman Pinge), Ibu Ira Dianawati (Wakil Ketua Wilayah III IIP BUMN Bali), Ibu Ngurah Ardita (Ketua Bidang Organisasi IIP BUMN)


Woman on Top

4

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

Belajar Minta Maaf dan Memaafkan Semua orang pernah melakukan kesalahan atau kekhilafan. Ada yang mau mengakui, tapi ada yang pura-pura lupa. Bagaimana menyikapi kesalahan orang lain atau kesalahan yang kita buat sendiri?

M

enurut Psikolog Nyoman Wiraadi Tria Ariani, S.Psi., M.Psi., memaafkan adalah proses sepanjang hidup. Dalam proses tersebut tentu ada perubahan emosi yakni bagaimana kita ikhlas melepaskan emosi negatif terhadap orang yang bersalah tersebut maupun terhadap diri kita yang melakukan kesalahan. “Meminta maaf maupun memberi maaf memerlukan keikhlasan dan keberanian diri untuk melupakan kenangan buruk yang tercipta

Nyoman Wiraadi Tria Ariani

dari kesalahan orang tersebut,” ujarnya. Jika kita punya kesalahan bagaimana cara memperbaikinya? Yang pertama harus kita sadari adalah kita bukan makhluk sempurna. Sesempurna apapun kita dalam merencanakan suatu hal, tetap ada potensi kesalahan terjadi. Oleh karena itu, kata dia, dengan menyadari bahwa kita bukan makhluk sempurna, maka kesalahan tersebut akan bermakna sebagai bahan pembelajaran untuk kita agar lebih siap dan lebih baik kedepannya. “Tanpa ada kesalahan

maka kita akan mengalami kesusahan memahami hal yang benar,” kata Tria. Ia mengatakan, menerima diri bukan sebagai makhluk yang sempurna, maka memudahkan kita untuk menerima kekurangan kita sehingga termotivasi untuk memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat. Menurut Tria, kesalahan tersebut akan menjadi “ruang berkembang” untuk membentuk pribadi yang lebih baik lagi. Lalu bagaimana memaafkan orang lain yang membuat kesalah-

an? Menurut Tria, walaupun begitu sulit memaafkan orang lain, maka kita harus sadari bahwa emosi negatif seperti marah, dendam, kecewa, sedih yang kita alami menjadi suatu beban yang akan terus kita tahan seumur hidup. “Seperti menyimpan sampah dalam saku baju kita, maka lama kelamaan sampah itu akan membusuk dan menyebabkan penyakit bagi diri kita sendiri. Dengan terus mengingat kesalahan yang telah dilakukan orang lain maka akan membebani pikiran kita,” katanya.

Ia mengajak kita menyadari, orang lain yang berbuat salah, mengapa kita menghukum diri sendiri dengan menyimpan rasa marah, dendam, kecewa, sedih yang begitu lama. “Mengapa diri sendiri yang dihukum? Pahamilah dengan memaafkan, maka akan membantu kita melepaskan emosi negatif, melepaskan beban yang kita bawa. Dengan demikian, memaafkan merupakan proses membebaskan diri kita dari rasa marah, kecewa, dendam, sedih, dan rasa bersalah yang selama ini membebani hati dan pikiran kita,” imbuhnya. Ia menambahkan, dengan memaafkan maka membuka ruang diri untuk berkembang dan bebas menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Memaafkan bukan berarti kita lemah, melainkan memaafkan merupakan tanda bahwa kita pribadi yang kuat yang mampu melepaskan kenangan buruk dan membebaskan emosi negatif. “Jika masih sulit untuk memaafkan maka beri waktu pada diri sendiri. Beri waktu untuk memahami perasaan kita sehingga bisa memahami keadaan yang terjadi dari berbagai sudut pandang. Dengan memberi waktu, kita juga bisa menetralkan gejolak emosi kita. Setelah itu, kita dapat mengambil hikmah dari kesalahan tersebut,” saran Tria. (Wirati Astiti)

“Bahasa Layanan”

Salam Senyum Perusahaan atau instansi yang care terhadap layanan tentu mempunyai ‘bahasa layanan’ yang mereka ciptakan sendiri. Pentingnya bahasa layanan ini sebenarnya untuk memaksimalkan pencapaian target layanan yang diinginkan oleh perusahaan ataupun instansi tersebut. Dan, ini biasanya sejalan dengan visi dan misi perusahaan atau instansi mereka. Apa sebenarnya bahasa layanan tersebut ? Kalau Anda memiliki perusahaan atau pimpinan dalam perusahaan yang mengutamakan layanan, bagaimana cara memulai untuk menyusunnya? Bahasa layanan sebenarnya adalah bahasa bersama dalam sebuah komitmen untuk pencapaian target dalam layanan. Dimana disini juga bertujuan menyelaraskan maksud

dan tujuan semua para pelaku layanan yang terlibat. Bahasa layanan ini biasanya diwujudkan dalam bentuk kalimat-kalimat yang mendukung para pelaku layanan untuk menjadi standar perilaku mereka ketika melayani. Bahasa layanan sering diidentikkan dengan sebuah slogan atau bahasa kerennya tag line, seperti ‘Melayani dengan setulus hati’, ‘Pelayanan terdepan’, ‘Menciptakan layanan seperti di rumah Anda sendiri’, ‘Layanan cepat dan ramah’, ‘One stop service’, ‘Layanan Zero Complaint’, dan lain sebagainya. Menyusun bahasa layanan tidaklah begitu sulit. Kalau dalam istilah marketing kita kenal dengan target, begitu pula di layanan tentu kita akan memasang target. Untuk menuju keberhasilan target layanan, bahasa layanan ini sangat berperan. Maka

seandainya perusahaan Anda belum memiliki bahasa layanan, ayoooo segera untuk menyusunnya. Namun patut diketahui, untuk menyusun bahasa layanan ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Diantaranya adalah bahasa layanan tersebut harus simpel, mudah dimengerti, mudah diucapkan, mudah diaplikasikan atau diterapkan. Bahasa layanan itu juga harus masuk akal atau sesuai logika. Baik untuk pelanggan internal ataupun eksternal. Bahasa layanan juga harus bermakna dan menarik. Pembaca setia Dhani’s Art inService, ketika sudah tercipta bahasa layanan, maka hal ini harus menjadi kebiasaan seluruh para pelaku layanan untuk mengucapkan dan bertindak yang sama terhadap setiap pelanggan. Di sebuah perusahaan, ada yang memakai bahasa layanan ‘Helping People Celebrata Life’, (membantu orang merayakan kehidupan). Jadi bahasa layanan ini akan mencerminkan setiap pelaku layanan. Bagaimana mereka memperlakukan pelanggan dengan bahasa layanan yang mereka ciptakan. Jika Anda sebagai seorang pimpinan, haruslah aktif memakai sekaligus mempromosikan bahasa layanan ini ke seluruh tim layanan di bawahnya.

Dengan sering mendengar, dan diberikan contoh berupa perilaku layanan yang sesuai dengan bahasa layanan, maka para pelaku layanan dengan mudah meniru dan melakukan sesuai role model pimpinan mereka. Coba dulu dengan sususan kata-kata yang sederhana namun tetap selaras dengan visi dan misi perusahaan. Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi kita memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve With Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication for Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu ? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

METROPOLITAN

dijarah perusuh. “Terus terang ya waktu itu kami cemas sekali. Takut Tanah Abang kenapa-kenapa. Apalagi ini kan menjelang Lebaran. Harapan kami untuk dapat berjualan lebih. Makanya saya doa banget agar situasi tenang lagi. Tolonglah kami orang kecil, jangan sampai yang diatas bertikai kami ikut ‘habis’, “ ungkap Mamat yang kini telah berjualan lagi. Pedagang baju muslim ini juga merasa gembira karena situasi sudah normal kembali. Para pengunjung membludak lagi. “Penghasilan saya hari ini lumayan. Banyak yang belanja,” ujar Mamat yang sudah 10 tahun berdagang di kawasan itu. Di hari biasa, omzet atau perputaran uang di pasar ini mencapai Rp 200 miliar per harinya. Jumlah itu biasanya akan naik berlipat-lipat selama bulan Ramadan. Karena umumnya orang akan berbelanja untuk keperluan Lebaran. Mamat sendiri tidak berjualan di dalam gedung, dia hanya PKL biasa. Kalau hari biasa, ka-

Geliat Tanah Abang Jelang Lebaran Sejak lama Pasar Tanah Abang menjadi andalan masyarakat untuk berbelanja barang murah. Bukan hanya orang Jakarta yang datang tapi juga dari luar Jakarta, bahkan pedagang luar negeri hingga wisatawan asing.

P

asar yang telah berdiri sejak tahun 1735 ini menyediakan aneka produk fashion hingga pecah belah, bahkan ada juga elektronik. Mau yang harga murah, menengah, ataupun mahal ada di sana. Mau belanja grosiran ataupun ritel tersedia. Tidak banyak yang tahu kalau pasar yang dibangun oleh Yustinus Vinck, seorang pengusaha Belanda yang kaya raya, dulunya hanya buka pada hari Sabtu. Karenanya dikenal dengan sebutan Pasar Sabtu. Tapi orang Belanda kerap menyebutnya Pasar De Nabang lantaran di sana banyak tanaman nabang. Pasar ini berkembang pesat menyaingi Pasar Senen yang juga dibangun bersamaan. Karena terus berkembang, akhirnya pasar ini pun beroperasi setiap hari, bukan hanya setiap Sabtu. Masyarakat pun mulai menyebut pasar itu dengan nama Tenabang. Seiring waktu, wajah pasar Tanah Abang pun mengalami ‘evolusi’, apalagi pernah dua kali tertimpa bencana kebakaran yakni 1978 dan 1979. Kini pasar yang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi di Jakarta, tampil modern dengan gedung megah dan nyaman karena ber-AC. Sekitar 11 ribu pedagang mengadu untung di sana. Mereka terdiri dari pedagang Blok A, B, Pusat Grosir Metro Tanah Abang juga para pedagang yang berjualan di jembatan. Letaknya pun sangat strategis di tengah kota, dekat dengan kawasan premium di antaranya Sarinah Jl Thamrin juga air mancur bundaran HI, menjadi salah satu daya tarik pengunjung datang ke sana. Ditambah lagi, kemudahan transportasi di kawasan tersebut. Mulai dari stasiun kereta api, halte Transjakarta hingga angkot dan bajaj. Maka tak heran kalau pasar yang kemudian berkembang menjadi pusat perbelanjaan terbesar se-Asia Tenggara ini menjadi salah satu tempat wajib kunjung, khususnya bagi pendatang entah dari daerah ataupun luar negeri. Pasar Tanah Abang ini tidak hanya menyediakan barang lokal, tapi juga produk-produk impor seperti dari Cina, Thailand dan Hongkong, dll. Sejumlah artis maupun desainer top pun tak ketinggalan ikut mengadu peruntungan berjualan produk fashion

Dhini Aminarti

di Tanah Abang. Di antaranya adalah pasangan artis Dhini Aminarti dan Dimas Seto yang membuka kios pakaian muslim di Blok B, lantai 2. Menurut Dhini yang dalam beberapa waktu terakhir ini lebih fokus untuk urusan bisnisnya ketimbang dunia entertainment, mereka sudah mulai menekuni bisnis fashion sejak 2012. Selain buka lapak di Tanah Abang, mereka juga berdagang secara online. Karena terlalu sibuk, juga harus fokus, maka ia pun nyaris tidak tampil lagi di layar kaca. “Meninggalkan (dunia hiburan) sih enggak ya. Tawaran sinetron juga masih ada. Cuma memang belum sempat saja,” ujar Dhini yang bisnis baju muslimnya semakin berkembang. Apalagi di bulan Ramadan ini dimana kesibukan semakin tinggi. PEDAGANG SEMRINGAH DISERBU PENGUNJUNG Jelang Lebaran ini, seperti biasanya, Tanah Abang pun diserbu pengunjung yang umumnya membeli berbagai keperluan Lebaran. Tak nampak kecemasan dari pengunjung untuk datang berbelanja. Padahal beberapa hari sebelumnya pusat perbelanjaan itu sempat tutup menyusul pecahnya kerusuhan 21-22 Mei di kawasan Bawaslu, yang lokasinya tak jauh dari Tanah Abang. Untuk mencegah terjadinya hal tak diinginkan pusat perbelanjaan ini pun tutup dan baru Jumat 24 Mei lalu buka kembali. Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin menyebut, dua hari penutupan tempat belanja Tanah Abang menyebabkan kerugian Rp 200 miliar. Nilai yang tidak sedikit. Karenanya dia berharap situasi semakin kondusif sehingga perekonomian pusat perbelanjaan Tanah Abang bisa bergulir normal kembali. Apalagi sekarang menjelang Lebaran dimana para pedagang sangat berharap omzet penjualan akan meningkat sebagaimana biasanya. Pada hari biasa, rata-rata pengunjung Tanah Abang sekitar 150 ribu per-harinya. Jumlah itu akan meningkat signifikan pada bulan Ramadhan khususnya menjelang Lebaran yang bisa mencapai 250 ribu pengunjung per hari. Para pedagang pun akan ‘panen’ dengan

omzet penjualan perhari antara Rp 5-15 juta untuk pedagang kecil. Sedang pedagang besar bisa mencapai omzet Rp 50 juta per hari. Itu sebabnya ketika pecah kerusuhan yang diikuti tindakan anarki para perusuh, para pedagang pun amat sangat cemas. Apalagi mereka juga mendengar adanya beberapa warung dirusak dan

13 tanya, omzetnya dari berjualan pakaian muslim berkisar antara Rp 1,5 -2 jutaan. Di bulan Ramadan meningkat menjadi Rp 3 jutaan. “Tapi dua hari tidak jualan, saya kehilangan sekurang-kurangnya Rp 6 jutaan,” tambahnya. Sementara Arlita, pembeli dari Depok, Jawa Barat, yang juga berbelanja di kios Mamat mengaku jauh-jauh datang ke Tanah Abang karena menurutnya hanya di Tanah Abang saja yang paling lengkap barang dagangannya. “Sebenarnya sehari sebelumnya saya sempat datang, namun Tanah Abang tutup. Sekarang saya datang lagi karena memang perlu beli oleh-oleh untuk orang di kampung,” tambah Arlita yang datang bersama dua saudaranya. Dia mengaku tahu ada kerusuhan di sekitar Tanah Abang namun tidak takut datang. “Ya nggak takut lah. Kan ada aparat yang berjaga-jaga,” ucap Arlina yang naik kereta api untuk mencapai Tanah Abang. (Diana Runtu)


12

bumi gora

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Gubernur NTB Ajak Masyarakat Bersatu Safari Ramadan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, beberapa hari lalu sampai di Desa Semamung, Moyo Hulu dan di Masjid An-Nur Labuhan Badas, Sumbawa. Selain mengisi kegiatan Ramadan, gubernur juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Sumbawa senilai lebih dari Rp 30 miliar.

B

antuan tersebut dialokasikan bagi pengembangan sejumlah jenis komoditi, seperti hewan ternak, pembangunan kandang ternak, sarana jaringan air bersih, pengembangan padang, dengan total Rp 5,3 M. Bantuan terbesar yang serahkan Gubernur

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Pada kesempatan itu, Gubernur Zul menegaskan bahwa kebahagiaan tidak diukur dengan seberapa banyak materi yang dimiliki. Sebab, banyak terdapat orang yang memiliki harta banyak, namun dilarang makan apa saja kecuali obat. Karena itu, Gubernur mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas seluruh nikmat yang dikaruniakan Allah selama ini.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sumbawa yang telah melaksanakan Pemilu dengan aman. “Berkat kerjasama semua kita bisa melaksanakan pesta demokrasi itu dengan aman. Beda calon waktu pemilu lalu itu biasa. Tapi, setelah pemilu kita kembali bersatu,” ungkap Doktor Zul. Ia mengingatkan bahwa pengguna media sosial di

Pulau Sumbawa termasuk yang terbesar. Maka katanya, masyarakat diimbau menggunakan media sosial dengan bijak dan arif. Sehingga tidak ada lagi berita hoax yang tersebar di masyarakat. “Kalau tidak selektif, maka akan menimbulkan perpecahan. Semoga kita bisa menghindarkan diri kita dari berita hoax,” harapnya. (Naniek I. Taufan)

5

Bahaya Gadget Terhadap Fungsi Mata dan Perilaku Anak

Data Desember 2017, Asia merupakan pengguna internet terbanyak di dunia mencakup 2,023,630,194 pengguna atau 55,1% dari seluruh pengguna internet dunia. American Optometric Association (AOA) menyatakan, rata – rata anak usia 8 - 18 tahun menggunakan gadget rata – rata 7,5 jam sehari sehingga mengakibatkan terjadinya kumpulan gejala yang disebabkan oleh gadget,Computer Vision Syndrome (CVS).

A

adalah bidang pertanian, yaitu Rp 18 M. Tidak hanya itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan Rp 1,8 M bagi konservasi kehutanan, Rp 2,7 M bagi peningkatan lingkungan hidup. Bidang kelautan dan perikanan Rp 1,8 M, bidang kesehatan Rp 400 juta dan bantuan langsung masyarakat Rp 100 juta.

Bunda ananda

kademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada menegaskan, anak umur 0-2 tahun tidak boleh terpapar teknologi sama sekali. Anak umur 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi 1 jam sehari. Anak umur 6-18 tahun dibatasi 2 jam perhari. Menurut dokter spesialis mata dari RS Prima Medika, dr. Harumi Purwa Prahesty, Sp.M., anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibanding orang dewasa karena otak anak dan sistem imun mereka masih berkembang. Hal ini diungkapkan saat memberikan seminar parenting di TK Arunavidya, pekan lalu. Dari data diketahui, 58% anak-anak usia 2-5 tahun tahu cara memainkan komputer. 2/3 anak-anak dapat menggunakan mouse computer. Anak usia 2-3 tahun lebih banyak bisa memainkan komputer dibandingkan mengendarai sepeda. Anak usia 2-5 tahun dapat bermain dengan smartphone daripada mengikat tali sepatunya. Ia mengutip penelitian di Bristol University tahun 2010 menyatakan,

bahaya penggunaan gadget pada anak meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang atensi, autisme, kelainan bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya. Efek gadget juga akan membatasi gerak fisik anak sehingga tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan teknologi sejak dini juga memengaruhi kemampuan akademik anak secara negatif. Bahkan, penggunaan televisi dan video game berkaitan dengan meningkatkatnya kasus obesitas pada anak sebanyak 30%. 75% anak usia 9-10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Disamping itu, kekerasan fisik dan seksual banyak tersebar di internet, dapat memicu timbulnya perilaku agresif dan cenderung menyerang orang lain pada anak jika tanpa pengawasan orang tua. Orangtua terlalu bergantung pada teknologi, akan semakin jauh dari anak. Anak mengalami pikun digital, karena anak yang terpapar teknologi terlalu banyak, tidak bisa memusatkan perhatian, sehingga menjadi kesulitan belajar.

dr. Harumi Purwa Prahesty, Sp.M. memberikan seminar parenting di TK Arunavidya Ia menyebutkan, keluhan yang terjadi pada anak, sering mengucek mata, sering berkedip, kesulitan menjaga kontak mata, mulai ketinggalan pelajaran, mengantu, pusing, sakit kepala, mata merah dll. “Efek gadget mengakibatkan kelelahan mata, mata malas, kebutuhan akan kacamata, mata juling, jika tanpa pengawasan,” ujarnya. Untuk itu, kata dia, perlu diperhatikan untuk melakukan pemeriksaan mata dan memastikan apakah mata dalam keadaan prima atau memerlukan kacamata. Dokter Harumi Purwa menyarankan, mengatur jarak penggunaan gadget, yaitu minimal 30 cm dari mata untuk ebook, komputer pada jarak 60 cm dan televisi pada

jarak 3 meter. “Penggunaan gadget dengan layar kecil mengharuskan kita untuk melihat dari jarak yang lebih dekat. Penglihatan pada jarak yang dekat ini membuat mata perlu bekerja lebih keras untuk memfokuskan cahaya ke retina sehingga mata menjadi lebih cepat lelah,” jelasnya. Sebaiknya, kata dia, perbaiki tinggi meja atau kursi sehingga bagian tengah komputer berada 20 derajat di bawah level mata. Mengatur ukuran huruf pada gadget sehingga nyaman dan tidak memaksakan mata. Atur cahaya sehingga tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup, berkediplah lebih sering, Manusia rata – rata berkedip setiap 15 kali

per menit. Konsentrasi tinggi pada gadget, misalnya ketika bermain game dapat memaksakan mata untuk tidak berkedip. Keadaan ini dapat memicu kekeringan pada mata. Menggunakan kacamata “blue filter” yaitu dengan perlindungan terhadap radiasi agar lebih sedikit yang masuk ke mata. Layar gadget dapat memancarkan gelombang cahaya yang berbahaya bagi mata. Mengurangi silau dengan menjauhkan lampu di atas kepala yang tertuju langsung ke layar komputer. “Ingat untuk melakukan tes penglihatan sedini mungkin untuk memastikan anak memiliki kemampuan penglihatan yang baik yang diperlukan selama di sekolah,” katanya mengingatkan. Ia mengatakan, anak yang tidak mampu untuk melihat papan tulis di sekolah mudah menjadi frustasi dan akan mempengaruhi nilai akademiknya. Beberapa masalah penglihatan seperti mata malas, sebaiknya diterapi sedini mungkin saat perkembangan sistem penglihatan anak sedang berkembang. Disarankan pemeriksaan mata komprehensif pertama usia 6 bulan. Kemudian usia 3 tahun dan sebelum masuk ke kelas 1 (usia 5 atau 6 tahun). Pemeriksaan mata pada anak usia sekolah setidaknya dilakukan 2 tahun sekali jika tidak memakai kacamata. Anak yang menggunakan kacamata secara rutin kontrol 1 tahun sekali atau sesuai rekomendasi dokter. (Wirati Astiti)


6

dara

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Sidney Azkassyah Yusuf

Pilih Aksi Senam Daripada Banyak Bicara Punya ibu artis terkenal, tak selalu membuat si anak mau mengikuti jejak orangtuanya untuk eksis di dunia hiburan. Sidney Azkassyah Yusuf, misalnya, anak artis Cut Tary tidak ingin ikutan terjun ke dunia hiburan seperti mamanya. Dia lebih memilih menekuni hobinya di olah raga senam lantai.

E

mpat tahun berkiprah sebagai atlet senam, Sidney telah mengoleksi puluhan medali dari prestasi di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Demi mengasah kemampuannya, gadis cantik kelahiran 2007 ini, tak lelah mengikuti aneka kompetisi senam di luar negeri. Hasilnya, bocah berambut panjang ini selalu menjadi langganan juara, dia tak pernah pulang dengan ‘tangan kosong’ alias tanpa medali. Tahun lalu saja, ada beberapa kejuaraan tingkat internasional yang diikutinya. Seperti kompetisi senam di Bangkok, dimana dia meraih dua medali emas dan satu perak. Begitu juga ketika dia tampil dalam kejuaraan di Kuala Lumpur, kembali sejumlah medali disapunya. “Aku ingin suatu saat ada kesempatan tampil di Asian Games,” ungkap Sidney malu-malu. Cut Tary, sang ibu, bangga atas prestasi yang ditorehkan anak semata wayangnya ini. Meski diakuinya dia kerap deg-deg –an dengan olahraga yang ditekuni anaknya itu. “Olahraga senam kan salah satu olahraga yang berbahaya, ya. Makanya sebagai orangtua, ya jelas, saya deg deg-an. Cuma kan saya nggak bisa bilang kalau, ‘Jangan olahraga ini ya. Bahaya’. Nggak bisa begitu. Karena Sidney, tuh suka sekali. Ini memang dilema orangtua ya. Tapi passion dia ya di sini. Saya sebagai orangtua memahaminya. Saya hanya bilang ke Sidney, ‘Kamu harus fokus. Hati-hati dan penuh perhitungan. Jangan lupa banyak berdoa,” tutur artis

bernama lengkap Cut Tary Aminah Anasya, ini. Sepanjang kiprah Sidney di olahraga ini, dia telah berkali-kali kena cedera. “Iya waktu itu pernah saat melakukan gerakan di bars (palang), trus jatuh. Jadi ada masalah sedikit di tulang belakang dekat leher,” ungkap Sidney yang mengaku tidak kapok meski berkali-kali kesakitan karena terjatuh. Cut Tary mengaku kerap menemani anaknya berlatih ataupun mendampingi saat kompetisi. Ada rasa khawatir dalam batinnya tapi ditahan. “Aku hanya bisa berdoa agar Sidney diberi kelancaran,” ujarnya. Ada beberapa kejadian dimana Sidney terjatuh. “Cuma aku kan nggak boleh over reactive melihat itu. Nggak boleh panik. Harus tenang. Supaya Sidney pun tenang. Kayak waktu dia jatuh sampai berteriak keras memanggil saya. Dia tuh jarang nangis, tapi kali itu dia teriak keras karena kesakitan. Aku cuma bilang, nggak apa-apa Sidney, its ok. Barulah dia agak tenang,” ucap Tary seraya menambahkan Sidney tetap tidak kapok. Dia masih tetap semangat berlatih. Sebagai atlet senam, Sidney menguasai senam lantai juga artistik. Di dua jenis senam itulah Sidney kerap mendulang medali. Salah satu nomor yang dikuasainya benar adalah vaulting atau lompat meja. Lewat nomor ini, Sidney berkali-kali menyabet medali emas. Selain itu dia juga piawai untuk nomor floor dan uneven bars (palang bertingkat). Padahal uneven bars termasuk nomor yang sulit dan berisiko tinggi. Namun Sidney mampu menembusnya dan meraih medali emas untuk nomor tersebut.

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

buleleng

Dorong Pengembangan Tenun Lokal Buleleng

Sidney memang gadis pemalu. Ketika ibunya berbicara, dia hanya senyum-senyum saja. Kalaupun ditanya, hanya menjawab seperlunya. Kata Tary, anak gadisnya yang sebentar lagi menginjak usia 12 tahun, memang sangat pemalu. Dia lebih baik diminta beraksi senam, ketimbang banyak bicara. “Aku suka senam karena seru. Ada salto-saltonya. Jadi ngga kapok meski pernah beberapa kali jatuh,” tambah Sidney yang sempat cedera saat ‘round off’ . “Aku slep pas ‘round off’, jadi luka,” tambah Sidney yang telah mengoleksi 30 medali ini.

LATIHAN KERAS 3-6 JAM SEHARI Cut Tary bertutur, sampai sekarang dirinya masih tidak habis pikir kenapa Sidney memiliki bakat jadi atlet senam. Seingatnya, tidak ada ‘bakat’ itu dalam dirinya maupun papanya Sidney (Johannes Yusuf Subrata). Dia, katanya, mulai menunjukkan minatnya pada senam saat melihat anak teman Tary yang tengah nge-gym. “Usianya 6 tahun, kala itu. Lalu Dia bilang ke saya, aku juga bisa ma. Aku jawab, apaan sih kamu,” kata Tary mengulang ucapan anaknya. Sejak itu mulailah Sidney ‘jumpalitan’ di kamar. Itu bisa berjam-jam dalam sehari. Dia latihan sendiri. Dia juga suka membuka youtube yang menayangkan olah raga itu. Sampai suatu ketika ada teman Tary yang menyampaikan tentang adanya klub senam, maka di sanalah Sidney mulai berlatih. “Dia bilang, ma, aku mau jadi atlet senam. Ya aku dengerin aja dong, belum menanggapi serius. Tapi seiring waktu, Sidney makin serius berlatih. Aku melihat komitmen dan kefokusannya pada olahraga ini. Barulah aku menanggapi serius. Aku bilang, Sidney kalau suka dan serius mau jadi atlet, harus komit. Jangan main-main. Juga terhadap sekolah karena kan masih sekolah. Nah dia janji untuk melakukan itu semua,” tambah pemeran ‘Rina’ dalam sinetron ‘Cinta Tiada Akhir’, ini. Cut Tary yang rajin menampingi anaknya dalam berlatih maupun bertanding, menyebut, hampir setiap hari Sidney berlatih senam 3-6 jam sehari kecuali weekend. Itu semua dilakukan saat pulang sekolah. “Sidney pulang sekolah rata-rata jam 3 sore, langsung ke tempat latihan. Jam 4 dia mulai latihan hingga jam 7 atau setengah 8 malam. Sampai rumah jam setengah 9 malam,” ungkapnya. Tidak bisa langsung istirahat, ujar Tary, karena

Sidney Azkassyah Yusuf dia harus belajar sekaligus mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Itulah kegiatan rutin yang dilakukannya. Sebagai orangtua, kata Tary, dirinya mendukung penuh keinginan sang anak, antara lain lewat pengaturan waktu. Misalnya mengingatkan Sidney tentang tugastugas sekolahnya, mengatur jadwal les-les-nya, dll. Pihak sekolah juga memberi dukungan sehingga mengizinkan Sidney untuk tidak sekolah karena harus bertanding di luar negeri. Izin itu diberikan karena bisa jadi karena prestasi akademik Sidney cukup baik. “Kalau mendampingi Sidney bertanding tuh ya, aku bukan sebagai ibunya, tapi sebagai asistennya. Jadi kalau aku lihat dia lapar, aku buru-buru menyiapkan pisang. Atau kalau haus, siapkan minumnya,” tambah Tary. Hari-hari bergelut dengan kesibukan yang tinggi, memang membuat waktunya menjadi sangat terbatas dan kurang untuk bermain bersama teman-temannya. Tapi Sidney sepertinya tidak keberatan karena memang sangat menyukai senam. Toh, di tempat latihan dia juga memiliki banyak teman. “Iya aku jarang main sama teman. Waktu aku kebanyakan di lapangan,” ucap Sidney singkat. (Diana Runtu)

11

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Buleleng Ir. I Gusti Ayu Aries Sujati menerima kunjungan KCKB Provinsi Bali. Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terke- menjadi peluang untuk para nal dengan tenunnya. Kain ini kerap kali digunakan sebagai perajin tenun lokal berkreativitas menghasilkan karya-karya sarana upacara adat Bali. Dilihat dari cara pembuatannya, yang mampu memenuhi kebukarya seni ini dibuat dengan menenun kain dari helaian tuhan pasar. Melihat peluang tersebut, benang pakan dan benang lungsin yang sebelumnya diikat Ketua Dewan Kerajinan Nadan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. sional (Dekranasda) Kabueiring perkembangan ke Pura, saat ini kain tenun mulai paten Buleleng Ir. I Gusti Ayu dunia fashion, kain tenun digunakan sebagai seragam dan Aries Sujati terus mendorong kian mendapat tempat pakaian mengikuti mode yang pengembangan produk kerajidi hati masyarakat. tidak hanya sedang berkembang. Makin ting- nan tenun lokal Buleleng, agar digunakan sebagai busana adat ginya peminat kain tenun tentu meningkatkan kreativitas dan

S

RSUD Buleleng Menuju Rumah Sakit Rujukan Regional Peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Buleleng nampaknya menjadi perhatian serius Pemkab Buleleng. Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Buleleng dengan mengajukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng menjadi Rumah Sakit Rujukan Regional Nasional. Langkah ini sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanannya, sehingga dipandang perlu untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien kepada masyarakat luas. Keseriusan itu terlihat saat Wakil Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, bersama Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. didampingi Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes, Kadis Kesehatan Buleleng dr. I Gusti Nyoman Mahapramana, Wadir SDM RSUD Buleleng dr I Nyoman Gunawan Landra,Sp.KJ dan Anggota Dewan Pengawas RSUD Buleleng dr Ida Ayu Wardhany, M.Repro melakukan audensi dan mengajukan RSUD Buleleng menjadi Rumah Sakit Rujukan Regional Nasional kepada Dirjen Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementrian Kesehatan RI dr. Dr. Tri Hesty Widyastuti,Sp.M.MPH di Gedung Dr. M. Adhyatma, MPH Jakarta Selasa (28/5). Usai menyerahkan usulan, Wabup Nyoman Sutjidra mengatakan, tujuan dari audensi ini tidak lain untuk memperjuangkan RSUD Buleleng sebagai rumah sakit rujukan regional nasional Kabupaten Buleleng. Dengan maksud pelayanan kepada masyarakat Buleleng dan sekitarnya bisa terlaksanakan dengan baik. Sehingga ke depannya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat akan makin membaik dan betul-betul dapat dirasakan oleh masyarakat luas. “Dari segi letak topografi dan demografi sudah sangat memenuhi syarat untuk rumah sakit rujukan regional nasional di Buleleng ,” ujarnya. Ditambahkan Nyoman Sutjidra, dalam audensi tersebut juga dibahas terkait pemberdayaan rumah sakit Pratama yang berlokasi di Desa Tangguwisia dan Desa Giri Emas ke depannya akan dijadikan rumah sakit tipe D atau rumah sakit tanpa kelas. Sehingga masyarakat Buleleng di bagian barat dan

timur yang memerlukan pelayanan kesehatan dapat dilayani secara cepat dan maksimal. “Mudah mudahan kami bisa mendapatkan sertifikat itu, sehingga pelayanan kepada masyarakat Buleleng betul-betul optimal,” ungkapnya. Sementara itu Direktur Utama RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes., mengatakan selain meningkatkan kualitas SDM, mutu pelayanan yang sesuai dengan standar operasional terus ditingkatkan. Dengan mengajukan RSUD Buleleng sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional Nasional diharapkan dapat melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Buleleng dan sekitarnya. Wiartana menambahkan untuk dapat menjadi rumah sakit rujukan regional, RSUD telah memenuhi beberapa persyaratan di antaranya terakreditasi Paripurna dua kali berturut, merupakan rumah sakit tipe kelas B, merupakan rumah sakit pendidikan, dan melayani masyarakat dari luar Buleleng. Tidak hanya masyarakat di Buleleng, kami bahkan melayani masyarakat Kabupaten Karangasem utara, Tabanan Utara, Bangli Utara dan Jembrana. Bahkan akses ke rumah sakit rujukan di Sanglah sangat jauh sehingga sangat tepat jika RSUD Buleleng statusnya ditingkatkan menjadi rumah sakit rujukan regional” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

keterampilan serta mengembangkan potensi industri kerajinan yang dapat menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat. Guna peningkatan kemampuan pengrajin dalam bidang produksi, dilakukan berupa pembinaan teknik produksi, mutu, desain produk, dan menajemen usaha. Hal tersebut diungkapkannya saat menerima kunjungan rombongan Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) Provinsi Bali di Lobi Rumah Jabatan Bupati Buleleng, pekan lalu. Aries Sujati menjelaskan, betapa beragamnya kerajinan dan juga perajin yang ada di Kabupaten Buleleng. Beberapa sentra perajin terdapat di kabupaten dengan daerah yang luas dan potensi kerajinan yang sangat banyak. “Terdapat beberapat sentra perajin tenun yang ada di kabupaten Buleleng misalnya di kelurahan Beratan, Menyali, terus di Kalianget, Seririt, Sinabun dan Jinengdalem. Bahkan, di Buleleng terdapat pula perajin bambu seperti yang ada di Desa Tigawasa dan Pedawa,“ jelasnya.

Ia mengungkapkan banyak kerajinan tenun dan juga songket yang ada di Kabupaten Buleleng miliki ciri tersendiri. Hal ini diharapkan usaha kerajinan yang ada di Buleleng mampu berkembang dengan pesat serta memberikan dampak kesejahteraan kepada masyarakat khususnya para perajin. ”Saya pernah pergi keluar daerah melihat sentra-sentra kerajinan tapi di sana hanya ada satu jenis kerajinan saja beda dengan kita. Ke depan jika dikelola dengan baik dan kualitas desain yang bagus, saya yakin kain songket Buleleng akan banyak diminati,” ungkap Aries Sujati. Istri dari Bupati Buleleng ini juga menambahkan kain yang ada di Kabupaten Buleleng menggunakan bahan-bahan alami, serta mengunakan jenis pewarna natural dari alam sebagai bahan dasar pembuaatan kain. Sehingga corak warna dari kain tersebut tetap terlihat bagus. “Contohnya seperti kain bebali dari Desa Pacung yang menggunakan bahan dan pewarna dari alam jenis ini hanya ada di Pacung dan tidak dapat di tempat lain,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)


Style

10

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

M

enurut sang desainer Made Tari, “Kebaya Milenial” persembahannya ini terinspirasi dari ‘payas Bali’ yang beragam. Menariknya lagi, ia menggunakan sisa-sisa kain produksi (sampah produksi) untuk diolah kembali dengan cara menempelkannya ke kebaya dan dibordir sehingga menjadi desain yang spesial. Begitu juga dengan kain lokal yang digunakan ditambahkan diberi lukisan plus prada sehingga tampak eksklusif. Sedangkan kamennya tetap dengan batik tulis kontemporer Sakamade yang juga dilengkapi sentuhan prada gold untuk

kesan berkilau. Secara keseluruhan karya dari Made Tari ini mengeluarkan aura kegembiraan, terlebih dengan sentukan aksesoris berupa ‘gelungan sekar jagad’, seperti yang ditampilkan di Tokoh pekan ini. (Sri Ardhini)

7

Qori Muda NTB Juara MTQ Internasional

foto dari Humas NTB

Kebaya Outfit kebaya dengan ide kebaya dan ­cutting yang tidak biasa. Itulah koleksi dari Sakamade Butik saat Show di Grand City Mall, Surabaya serangkaian Hari Kartini, ­beberapa waktu lalu.

EDUKASI

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

Syamsuri Firdaus mendapat ucapan selamat dari Presiden Turki, Erdogan

Di sela-sela mengunjungi masyarakat dalam Safari Ramadan di Sumbawa ini, Gubernur NTB mendapat kabar bahagia yang tengah viral dan menjadi perbincangan publik tentang Qori muda asal Bima, NTB, Syamsuri Firdaus berhasil meraih juara 1 pada MTQ Internasional ke-7 yang digelar di Istanbul, Turki. Ia pun menyampaikan ­ucapan selamat dan rasa bangganya atas keberhasilan salah satu putra terbaik NTB ini. Made Tari

M

elalui Kepala Biro Humas Protokol Provinsi NTB, Gubernur NTB menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih Syamsuri. “Alhamdulillah diantara 68 negara yang ikut Indonesia terpilih sebagai juara 1, dan hebatnya lagi diraih oleh anak muda NTB. Gubernur sangat bangga dan mengucapkan selamat atas keberhasilan Syamsuri,” ujar Karo Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S. Sos, MM. Najamuddin mengungkapkan bahwa Gubernur NTB senantiasa optimis dan yakin bahwa SDM Generasi NTB bisa bersaing di mana saja. “Gubernur selalu op-

timis dengan generasi muda NTB. Di mana pun Gubernur berada, Beliau selalu memuji anak muda NTB. Karena beliau percaya dan tahu betul kemampuan anak muda NTB,” ujar Najam. Prestasi-prestasi anak muda NTB akhir-akhir ini menjadi viral di kancah Internasional, sepertj sebelumnya Zohri yang tiba-tiba menggebrak lapangan atletik dunia menjadi juara pada eventevent bergengsi dunia. “Kita punya Zohri di bidang olahraga

dan banyak yang lagi yang mampu berbicara banyak di panggung internasional. Kini kita terperangah anak muda dari Bima NTB mengharumkan nama Indonesia di panggung MTQ Internasional,” kata Najam. Qori muda kelahiran 11 April, 20 tahun lalu ini juga merupakan Mahasiswa Program Bidik Misi pada jurusan Bahasa dan Satra Arab Universitas Indonesia yang sarat prestasi. Dalam akun sosial media, Syamsuri disebutkan Qori yang pernah meraih Juara I kategori anak-anak MTQ Tingkat Nasional ini berkesempatan diundang langsung oleh Imam Besar Masjid Sultan Ahmed di Istanbul untuk ngaji di depan para

jamaah setelah salat Ashar. Tak ketinggalan dalam akun Instagram Presiden Turki Erdogan pun mengucapkan selamat kepada remajanya. Sebelumnya, Syamsuri meraih juara 1 Qori Nasional tahun 2012 kategori anak-anak yang dilaksanakan di ambon dan juara I kategori Anak-anak MTQ Internasional di Singapura tahun 2012. Atas prestasinya ini, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiahi Qori muda asal Bima ini dengan perjalanan umroh bersama orangtuanya. Selain itu, Gubernur juga memberinya hadiah tabungan pendidikan senilai Rp 25 juta.

“Where there is a will There is a Way, kita akan mengapresiasi ini. InshaAllah akan kita berikan hadiah Umroh gratis bersama kedua orang tuanya. Kita juga akan memberikan tabungan pendidikan sebesar 25 juta rupiah,” kata Gubernur. “Melalui telepon, orangtua Syamsuri sangat bangga dan mengucapkan terimakasih atas segala perhatian Pemerintah Provinsi NTB, mereka juga berharap dukungan dan doa agar Syamsuri senantiasa istiqamah dan terus berprestasi,” kata Najam saat mendampingi Gubernur bersafari Ramadhan di Kabupaten Sumbawa Barat. (Naniek I. Taufan)


8

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar serta Ketua DWP Kota Denpasar

Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1440 Hijriah

Salah satu momen yang paling dinanti umat Muslim adalah datangnya “Hari Raya Idul Fitri” , atau “Lebaran” setelah sebelumnya menjalani ibadah puasa sebulan penuh di bulan suci Ramadan. Selanjutnya umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Kota Denpasar akan bersuka cita untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, yang merupakan hari kemenangan.

H

ari Raya Idul Fitri tidak semata sebagai ajang perayaan usainya puasa Rama­ dan, namun hari raya adalah momen silaturahmi menjalin hubungan antar keluarga dan masyarakat. Menerima ucapan selamat tidak hanya datang dari sesama Muslim, tapi juga dari saudarasaudara yang non Muslim. Ucapan selamat juga mem­ berikan makna kepada bahwa ketenangan jiwa dan keselamatan menguatkan ikatan kekeluargaan. Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly Rai Mantra, Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua DWP Kota Den­ pasar Ny. Kerti Rai Iswara mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hi­ jriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin, pada seluruh umat Muslim di Kota Denpasar. Semoga melalui tradisi dalam perayaan Lebaran, kita para ibu utamanya menjadikan renungan bersama untuk saling introspeksi diri dan bersilaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan.

Ny. Antari Jaya Negara, Ny. Ida Ayu Selly Rai, Ny. Kerti Rai Iswara

Selly Rai Mantra didampingi Antari Jaya Negara dan Kerti Rai Iswara mengatakan bahwa para perempuan den­ gan keluwesan yang dimilikinya mampu menciptakan rasa damai di keluarga dan lingkungannya, sehingga bisa mem­

bantu terwujudnya masyarakat harmonis, sejuk dan saling menjaga kehormatan khususnya warga di kota Denpasar, ibu kotanya Provinsi Bali. Merajut Kerukunan di Hari yang Fitri Selly Rai Mantra mengajak semua masyrakat dengan perasaan penuh gembira, ceria, bersaha­ bat untuk saling memaafkan. Baik kesalahan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Saling melupakan kesalahan yang pernah diperbuat dan terus menebarkan perdamaian, dan kasih sayang. Sehingga kita semua menjadi rukun, damai, penuh dengan rasa persaudaraan, saling menghormati serta penuh rasa toleransi. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih di Hari Raya Idul Fitri ini, yang na­ manya kerukunan wajib dijaga, mengingat pula Kota Denpasar, masyarakatnya multikultural. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa dalam kebersamaan ini, sebagai mahluk Tuhan Yang maha Esa, nilai-nilai kejujuran, keterbukaaan dan kebaikan yang harus kita implementasikan. Den­ gan begitu kita para perempuan berkontribusi dengan baik turut menjaga Kota Denpasar tetap kondusif untuk hidup berdampingan dalam ke­ beragaman. “Semoga tradisi indah yang diajarkan Idul Fitri bisa memberikan kita semua pelajaran yang utama untuk selalu saling memaafkan. Se­ lanjutnya salat Idul Fitri dapat terlaksana dengan khidmat,” ujar Selly Rai Mantra yang diamini oleh Antari Jaya Negara, dan Kerti Rai Iswara. -ard.

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Sehat dengan Raw Food Jamur Sambal Matah Kita mungkin pernah mendengar tentang istilah raw food. Namun banyak dari kita mungkin belum memahami apa sebenarnya definisi dari raw food tersebut.

Nikki Indrawati

“R

aw food adalah makanan yang dimasak tidak lebih dari suhu 48°C. Jenis makanan raw food yang biasanya dikonsumsi adalah sayur-sayuran, buah, kacang dan biji-bijian yang biasanya diproses dengan cara dipotong, diblender, dikeringkan, dibekukan dan dibuat kecambah,” ujar Nikki Indrawati, Plant Bassed Chef dan Konsultan Nutrisi Berbasis Holistik. Lantas, apa saja manfaat raw food bagi kesehatan? Makanan yang bernama raw food ini, bersifat lebih alkali, memiliki kadar air, oksigen, serat yang tinggi dan juga enzim serta vitamin yang tidak rusak karena suhu tinggi dalam proses memasak. Artinya, bisa membantu kesehatan pencernaan kita,

Rai Mantra dan Jaya Negara

Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara

selama 30 hari, dengan aman, nyaman dan damai serta khusyuk. Wali Kota Rai Mantra berharap usaha berlatih kesabaran dan ibadah di bulan Ramadan dapat diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan usaha dalam keseharian setelah Ramadan berlalu. Idul Fitri, menjadi momentum yang bermakna sebagai titik awal tekad dan usaha untuk mewujud­ kan kehidupan yang sejahtera.

Rai Mantra juga mengharapkan kepada seluruh umat Islam dan masyarakat Kota Denpasar untuk dapat merenung dan ­merefleksikan kembali ajaran-ajaran aga­ ma Islam yang senantiasa mengajarkan ke­ bajikan dan kemuliaan. Sehingga semangat Hari Idul Fitri untuk lebih meningkatkan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta senantiasa mengimplementasikan Tri Kerukunan Umat Beragama.

Rai Mantra juga mengajak selu­ ruh masyarakat kota Denpasar untuk mengedepankan rasa solidaritas dan saling hormat menghormati antar sesama umat beragama. “Dengan rasa persatuan dan kesatuan serta kedama­ ian melalui Hari Suci Idul Fitri akan dapat mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang kreatif, berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan,” ujarnya. Sementara Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara juga mengajak masyar­ akat Denpasar dalam merayakan Hari Suci Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, khidmat dan penuh tenggang rasa. Tingginya rasa tenggang rasa yang selama ini ditunjukan masyarakat sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan berbagai program yang digulirkan Pemkot Denpasar. Selain itu Jaya Negara mengajak masyarakat Denpasar dalam kesucian makna hari raya ���������������������� Idul������������������ Fitri ini melaku­ kan mawas diri, menyatukan pikiran, sehingga dapat merayakan hari raya dengan penuh khidmat. “Kemampuan mengimplementasikan toleransi antar umat beragama memiliki makna menjadi kemenangan dalam ke­ hidupan beragama,” ujar Jaya Negara. (Ags/Hms Dps)

meningkatkan energi dan ketahanan tubuh serta memperlambat proses penuaan. Dan juga, dapat mencegah bahkan mengobati berbagai macam penyakit kronis seperti hipertensi, auto immune, kanker dan yang lainnya. Selain untuk kesehatan tubuh, mengonsumsi raw food juga bermanfaat bagi kesehatan pikiran dan emosional kita karena raw food membantu membersihkan segala macam racun yang ada di dalam tubuh. Nah, ketika tubuh bersih dari racun maka hal ini akan sangat membantu kejernihan pikiran dan keseimbangan emosional. Bagaimana cara mulai mengonsumsi raw food? Kunci dari pola makan ini adalah back to nature atau kembali ke alam. Raw food sesungguhnya bukanlah diet namun lebih merupakan pola hidup yang dekat dengan alam. Jadi cara yang paling sederhana adalah dengan menghindari makanan dalam kemasan dan instan. Kemudian, memperbanyak mengonsumsi buah dan sayuran yang tidak dimasak, seperti minum jus buah dan sayuran atau menambahkan sayuran mentah dalam menu santapan Anda. Berikut dua resep makanan raw food dari Nikki Indrawati dengan cita rasa lokal yang mudah dibuat namun juga kaya akan rasa. Resep ini bisa menambah perbendaharaan baru dalam pola makan sehat Anda dan memberikan gambaran bahwa raw food tidak sekadar hanya lalapan.

9

Bahan-bahan 250 gr : jamur tiram, cuci bersih dan diperas hingga kering lalu disuir 5-7 buah : bawang merah, iris tipis 2 : cabai hijau besar, buang bijinta lalu iris tips 1 ruas : jahe cincang halus Virgin coconut oil secukupnya Garam menurut selera Daun kemangi

Cara membuat Masukkan semua bahan ke dalam mangkok lalu campur hingga rata, tambahkan garam sesuai selera. Terakhir hiasi dengan daun kemangi.

Urap Pakis dan Rumput Laut Bahan-bahan 100 gr : rumput laut kering, cuci bersih direndam semalam lalu tiriskan 5 ikat kecil : pakis ¼ : kelapa yg agak muda tanpa kulit, diparut besar 7-10 butir : bawang merah cincang 1 buah : cabai merah cincang halus 1 ruas : jahe cincang 2 lembar : daun jeruk, iris tipis 1 : jeruk purut Virgin coconut oil secukupnya Garam sesuai selera Cara membuat - Masukkan semua bahan ke dalam mangkok besar lalu campur hingga rata, tambahkan garam sesuai selera dan terakhir tambahkan perasan air jeruk purut.

Cita Rasa

Ucapkan Selamat Hari Suci Idul Fitri 1440 Hijriah Hari Suci Idul Fitri diperingati sebagai hari kemenangan yang dirayakan seluruh umat Islam di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Tak terkecuali di Kota Denpasar, perayaan Hari Suci Idul Fitri juga turut diperingati oleh seluruh umat Muslim yang didahului dengan ibadah puasa yang berlangsung khidmat dalam kebersamaan serta saling memaafkan selama satu bulan penuh di Bulan Suci Ramadhan. Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar pada kesempatan kali ini men­ gucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah. “Selamat Hari Suci Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah kepada seluruh umat Mus­ lim dimanapun berada, semoga momen­ tum Idul Fitri ini dapat menjadi renun­ gan bersama untuk saling introspeksi diri dan mempererat tali silaturahmi, mohon maaf lahir batin,” ujar Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (28/5). Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharma­ wijaya Mantra mengatakan umat Mus­ lim di Denpasar juga telah menyele­ saikan seluruh rangkaian ibadah puasa

Kuliner

Salam hangat dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Berikut ini kami sajikan resep Satai Rembiga dan Satai Singkong Pelangi. Selamat mencoba.

SATAI REMBIGA Chef Komang Aryana Bahan-Bahan: 200 gr : daging sapi potong dadu 100 gr : lemak sapi potong dadu Bumbu: 2 pcs : cabe merah besar 1 pcs : tomat 4 pcs : cabe rawit merah 2 siung : bawang putih 2 sdm : gula merah parut ½ sdt : terasi bakar 2 sdm : kecap manis Garam dan merica secukupnya Cara Membuat: - Haluskan semua bumbu di atas, kemudian aduk dengan potongan sapi dan lemak, kemudian

SATAI SINGKONG PELANGI

simpan di kulkas minimal 3 jam. - Tusuk daging dan lemak menggunakan tusuk satai. - Panggang hingga matang.

- Hidangkan dengan sambal kecap (tomat dadu, bawang merah dadu, cabe rawit merah iris, kecap manis, dan 1 potong perasan jeruk nipis).

Bahan-bahan: 500 gr : singkong parut lalu diperas airnya. 50 gr : gula pasir ½ sachet : agar-agar 100 gr : kelapa parut Garam secukupnya. Pewarna makanan (merah, kuning, dan hijau).

Cara Membuat: - Aduk singkong yang telah diparut, campur dengan gula

pasir, agar-agar, dan garam. - Bagi menjadi 3 bagian, kemudian masing-masing bagian tersebut diberi pewarna makanan. - Bulatkan adonan, lalu kukus selama 10 menit. - Setelah matang, siapkan kelapa parut yang ditambahkan dengan garam dan gula secukupnya, kemudian oleskan di bola-bola singkong. - Kemudian tusuk dengan tusuk satai, sehingga siap dihidangkan.


8

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar serta Ketua DWP Kota Denpasar

Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1440 Hijriah

Salah satu momen yang paling dinanti umat Muslim adalah datangnya “Hari Raya Idul Fitri” , atau “Lebaran” setelah sebelumnya menjalani ibadah puasa sebulan penuh di bulan suci Ramadan. Selanjutnya umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Kota Denpasar akan bersuka cita untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, yang merupakan hari kemenangan.

H

ari Raya Idul Fitri tidak semata sebagai ajang perayaan usainya puasa Rama­ dan, namun hari raya adalah momen silaturahmi menjalin hubungan antar keluarga dan masyarakat. Menerima ucapan selamat tidak hanya datang dari sesama Muslim, tapi juga dari saudarasaudara yang non Muslim. Ucapan selamat juga mem­ berikan makna kepada bahwa ketenangan jiwa dan keselamatan menguatkan ikatan kekeluargaan. Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly Rai Mantra, Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua DWP Kota Den­ pasar Ny. Kerti Rai Iswara mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hi­ jriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin, pada seluruh umat Muslim di Kota Denpasar. Semoga melalui tradisi dalam perayaan Lebaran, kita para ibu utamanya menjadikan renungan bersama untuk saling introspeksi diri dan bersilaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan.

Ny. Antari Jaya Negara, Ny. Ida Ayu Selly Rai, Ny. Kerti Rai Iswara

Selly Rai Mantra didampingi Antari Jaya Negara dan Kerti Rai Iswara mengatakan bahwa para perempuan den­ gan keluwesan yang dimilikinya mampu menciptakan rasa damai di keluarga dan lingkungannya, sehingga bisa mem­

bantu terwujudnya masyarakat harmonis, sejuk dan saling menjaga kehormatan khususnya warga di kota Denpasar, ibu kotanya Provinsi Bali. Merajut Kerukunan di Hari yang Fitri Selly Rai Mantra mengajak semua masyrakat dengan perasaan penuh gembira, ceria, bersaha­ bat untuk saling memaafkan. Baik kesalahan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Saling melupakan kesalahan yang pernah diperbuat dan terus menebarkan perdamaian, dan kasih sayang. Sehingga kita semua menjadi rukun, damai, penuh dengan rasa persaudaraan, saling menghormati serta penuh rasa toleransi. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih di Hari Raya Idul Fitri ini, yang na­ manya kerukunan wajib dijaga, mengingat pula Kota Denpasar, masyarakatnya multikultural. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa dalam kebersamaan ini, sebagai mahluk Tuhan Yang maha Esa, nilai-nilai kejujuran, keterbukaaan dan kebaikan yang harus kita implementasikan. Den­ gan begitu kita para perempuan berkontribusi dengan baik turut menjaga Kota Denpasar tetap kondusif untuk hidup berdampingan dalam ke­ beragaman. “Semoga tradisi indah yang diajarkan Idul Fitri bisa memberikan kita semua pelajaran yang utama untuk selalu saling memaafkan. Se­ lanjutnya salat Idul Fitri dapat terlaksana dengan khidmat,” ujar Selly Rai Mantra yang diamini oleh Antari Jaya Negara, dan Kerti Rai Iswara. -ard.

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Sehat dengan Raw Food Jamur Sambal Matah Kita mungkin pernah mendengar tentang istilah raw food. Namun banyak dari kita mungkin belum memahami apa sebenarnya definisi dari raw food tersebut.

Nikki Indrawati

“R

aw food adalah makanan yang dimasak tidak lebih dari suhu 48°C. Jenis makanan raw food yang biasanya dikonsumsi adalah sayur-sayuran, buah, kacang dan biji-bijian yang biasanya diproses dengan cara dipotong, diblender, dikeringkan, dibekukan dan dibuat kecambah,” ujar Nikki Indrawati, Plant Bassed Chef dan Konsultan Nutrisi Berbasis Holistik. Lantas, apa saja manfaat raw food bagi kesehatan? Makanan yang bernama raw food ini, bersifat lebih alkali, memiliki kadar air, oksigen, serat yang tinggi dan juga enzim serta vitamin yang tidak rusak karena suhu tinggi dalam proses memasak. Artinya, bisa membantu kesehatan pencernaan kita,

Rai Mantra dan Jaya Negara

Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara

selama 30 hari, dengan aman, nyaman dan damai serta khusyuk. Wali Kota Rai Mantra berharap usaha berlatih kesabaran dan ibadah di bulan Ramadan dapat diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan usaha dalam keseharian setelah Ramadan berlalu. Idul Fitri, menjadi momentum yang bermakna sebagai titik awal tekad dan usaha untuk mewujud­ kan kehidupan yang sejahtera.

Rai Mantra juga mengharapkan kepada seluruh umat Islam dan masyarakat Kota Denpasar untuk dapat merenung dan ­merefleksikan kembali ajaran-ajaran aga­ ma Islam yang senantiasa mengajarkan ke­ bajikan dan kemuliaan. Sehingga semangat Hari Idul Fitri untuk lebih meningkatkan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta senantiasa mengimplementasikan Tri Kerukunan Umat Beragama.

Rai Mantra juga mengajak selu­ ruh masyarakat kota Denpasar untuk mengedepankan rasa solidaritas dan saling hormat menghormati antar sesama umat beragama. “Dengan rasa persatuan dan kesatuan serta kedama­ ian melalui Hari Suci Idul Fitri akan dapat mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang kreatif, berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan,” ujarnya. Sementara Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara juga mengajak masyar­ akat Denpasar dalam merayakan Hari Suci Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, khidmat dan penuh tenggang rasa. Tingginya rasa tenggang rasa yang selama ini ditunjukan masyarakat sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan berbagai program yang digulirkan Pemkot Denpasar. Selain itu Jaya Negara mengajak masyarakat Denpasar dalam kesucian makna hari raya ���������������������� Idul������������������ Fitri ini melaku­ kan mawas diri, menyatukan pikiran, sehingga dapat merayakan hari raya dengan penuh khidmat. “Kemampuan mengimplementasikan toleransi antar umat beragama memiliki makna menjadi kemenangan dalam ke­ hidupan beragama,” ujar Jaya Negara. (Ags/Hms Dps)

meningkatkan energi dan ketahanan tubuh serta memperlambat proses penuaan. Dan juga, dapat mencegah bahkan mengobati berbagai macam penyakit kronis seperti hipertensi, auto immune, kanker dan yang lainnya. Selain untuk kesehatan tubuh, mengonsumsi raw food juga bermanfaat bagi kesehatan pikiran dan emosional kita karena raw food membantu membersihkan segala macam racun yang ada di dalam tubuh. Nah, ketika tubuh bersih dari racun maka hal ini akan sangat membantu kejernihan pikiran dan keseimbangan emosional. Bagaimana cara mulai mengonsumsi raw food? Kunci dari pola makan ini adalah back to nature atau kembali ke alam. Raw food sesungguhnya bukanlah diet namun lebih merupakan pola hidup yang dekat dengan alam. Jadi cara yang paling sederhana adalah dengan menghindari makanan dalam kemasan dan instan. Kemudian, memperbanyak mengonsumsi buah dan sayuran yang tidak dimasak, seperti minum jus buah dan sayuran atau menambahkan sayuran mentah dalam menu santapan Anda. Berikut dua resep makanan raw food dari Nikki Indrawati dengan cita rasa lokal yang mudah dibuat namun juga kaya akan rasa. Resep ini bisa menambah perbendaharaan baru dalam pola makan sehat Anda dan memberikan gambaran bahwa raw food tidak sekadar hanya lalapan.

9

Bahan-bahan 250 gr : jamur tiram, cuci bersih dan diperas hingga kering lalu disuir 5-7 buah : bawang merah, iris tipis 2 : cabai hijau besar, buang bijinta lalu iris tips 1 ruas : jahe cincang halus Virgin coconut oil secukupnya Garam menurut selera Daun kemangi

Cara membuat Masukkan semua bahan ke dalam mangkok lalu campur hingga rata, tambahkan garam sesuai selera. Terakhir hiasi dengan daun kemangi.

Urap Pakis dan Rumput Laut Bahan-bahan 100 gr : rumput laut kering, cuci bersih direndam semalam lalu tiriskan 5 ikat kecil : pakis ¼ : kelapa yg agak muda tanpa kulit, diparut besar 7-10 butir : bawang merah cincang 1 buah : cabai merah cincang halus 1 ruas : jahe cincang 2 lembar : daun jeruk, iris tipis 1 : jeruk purut Virgin coconut oil secukupnya Garam sesuai selera Cara membuat - Masukkan semua bahan ke dalam mangkok besar lalu campur hingga rata, tambahkan garam sesuai selera dan terakhir tambahkan perasan air jeruk purut.

Cita Rasa

Ucapkan Selamat Hari Suci Idul Fitri 1440 Hijriah Hari Suci Idul Fitri diperingati sebagai hari kemenangan yang dirayakan seluruh umat Islam di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Tak terkecuali di Kota Denpasar, perayaan Hari Suci Idul Fitri juga turut diperingati oleh seluruh umat Muslim yang didahului dengan ibadah puasa yang berlangsung khidmat dalam kebersamaan serta saling memaafkan selama satu bulan penuh di Bulan Suci Ramadhan. Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar pada kesempatan kali ini men­ gucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah. “Selamat Hari Suci Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah kepada seluruh umat Mus­ lim dimanapun berada, semoga momen­ tum Idul Fitri ini dapat menjadi renun­ gan bersama untuk saling introspeksi diri dan mempererat tali silaturahmi, mohon maaf lahir batin,” ujar Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (28/5). Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharma­ wijaya Mantra mengatakan umat Mus­ lim di Denpasar juga telah menyele­ saikan seluruh rangkaian ibadah puasa

Kuliner

Salam hangat dari Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Berikut ini kami sajikan resep Satai Rembiga dan Satai Singkong Pelangi. Selamat mencoba.

SATAI REMBIGA Chef Komang Aryana Bahan-Bahan: 200 gr : daging sapi potong dadu 100 gr : lemak sapi potong dadu Bumbu: 2 pcs : cabe merah besar 1 pcs : tomat 4 pcs : cabe rawit merah 2 siung : bawang putih 2 sdm : gula merah parut ½ sdt : terasi bakar 2 sdm : kecap manis Garam dan merica secukupnya Cara Membuat: - Haluskan semua bumbu di atas, kemudian aduk dengan potongan sapi dan lemak, kemudian

SATAI SINGKONG PELANGI

simpan di kulkas minimal 3 jam. - Tusuk daging dan lemak menggunakan tusuk satai. - Panggang hingga matang.

- Hidangkan dengan sambal kecap (tomat dadu, bawang merah dadu, cabe rawit merah iris, kecap manis, dan 1 potong perasan jeruk nipis).

Bahan-bahan: 500 gr : singkong parut lalu diperas airnya. 50 gr : gula pasir ½ sachet : agar-agar 100 gr : kelapa parut Garam secukupnya. Pewarna makanan (merah, kuning, dan hijau).

Cara Membuat: - Aduk singkong yang telah diparut, campur dengan gula

pasir, agar-agar, dan garam. - Bagi menjadi 3 bagian, kemudian masing-masing bagian tersebut diberi pewarna makanan. - Bulatkan adonan, lalu kukus selama 10 menit. - Setelah matang, siapkan kelapa parut yang ditambahkan dengan garam dan gula secukupnya, kemudian oleskan di bola-bola singkong. - Kemudian tusuk dengan tusuk satai, sehingga siap dihidangkan.


Style

10

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

M

enurut sang desainer Made Tari, “Kebaya Milenial” persembahannya ini terinspirasi dari ‘payas Bali’ yang beragam. Menariknya lagi, ia menggunakan sisa-sisa kain produksi (sampah produksi) untuk diolah kembali dengan cara menempelkannya ke kebaya dan dibordir sehingga menjadi desain yang spesial. Begitu juga dengan kain lokal yang digunakan ditambahkan diberi lukisan plus prada sehingga tampak eksklusif. Sedangkan kamennya tetap dengan batik tulis kontemporer Sakamade yang juga dilengkapi sentuhan prada gold untuk

kesan berkilau. Secara keseluruhan karya dari Made Tari ini mengeluarkan aura kegembiraan, terlebih dengan sentukan aksesoris berupa ‘gelungan sekar jagad’, seperti yang ditampilkan di Tokoh pekan ini. (Sri Ardhini)

7

Qori Muda NTB Juara MTQ Internasional

foto dari Humas NTB

Kebaya Outfit kebaya dengan ide kebaya dan ­cutting yang tidak biasa. Itulah koleksi dari Sakamade Butik saat Show di Grand City Mall, Surabaya serangkaian Hari Kartini, ­beberapa waktu lalu.

EDUKASI

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

Syamsuri Firdaus mendapat ucapan selamat dari Presiden Turki, Erdogan

Di sela-sela mengunjungi masyarakat dalam Safari Ramadan di Sumbawa ini, Gubernur NTB mendapat kabar bahagia yang tengah viral dan menjadi perbincangan publik tentang Qori muda asal Bima, NTB, Syamsuri Firdaus berhasil meraih juara 1 pada MTQ Internasional ke-7 yang digelar di Istanbul, Turki. Ia pun menyampaikan ­ucapan selamat dan rasa bangganya atas keberhasilan salah satu putra terbaik NTB ini. Made Tari

M

elalui Kepala Biro Humas Protokol Provinsi NTB, Gubernur NTB menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih Syamsuri. “Alhamdulillah diantara 68 negara yang ikut Indonesia terpilih sebagai juara 1, dan hebatnya lagi diraih oleh anak muda NTB. Gubernur sangat bangga dan mengucapkan selamat atas keberhasilan Syamsuri,” ujar Karo Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S. Sos, MM. Najamuddin mengungkapkan bahwa Gubernur NTB senantiasa optimis dan yakin bahwa SDM Generasi NTB bisa bersaing di mana saja. “Gubernur selalu op-

timis dengan generasi muda NTB. Di mana pun Gubernur berada, Beliau selalu memuji anak muda NTB. Karena beliau percaya dan tahu betul kemampuan anak muda NTB,” ujar Najam. Prestasi-prestasi anak muda NTB akhir-akhir ini menjadi viral di kancah Internasional, sepertj sebelumnya Zohri yang tiba-tiba menggebrak lapangan atletik dunia menjadi juara pada eventevent bergengsi dunia. “Kita punya Zohri di bidang olahraga

dan banyak yang lagi yang mampu berbicara banyak di panggung internasional. Kini kita terperangah anak muda dari Bima NTB mengharumkan nama Indonesia di panggung MTQ Internasional,” kata Najam. Qori muda kelahiran 11 April, 20 tahun lalu ini juga merupakan Mahasiswa Program Bidik Misi pada jurusan Bahasa dan Satra Arab Universitas Indonesia yang sarat prestasi. Dalam akun sosial media, Syamsuri disebutkan Qori yang pernah meraih Juara I kategori anak-anak MTQ Tingkat Nasional ini berkesempatan diundang langsung oleh Imam Besar Masjid Sultan Ahmed di Istanbul untuk ngaji di depan para

jamaah setelah salat Ashar. Tak ketinggalan dalam akun Instagram Presiden Turki Erdogan pun mengucapkan selamat kepada remajanya. Sebelumnya, Syamsuri meraih juara 1 Qori Nasional tahun 2012 kategori anak-anak yang dilaksanakan di ambon dan juara I kategori Anak-anak MTQ Internasional di Singapura tahun 2012. Atas prestasinya ini, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiahi Qori muda asal Bima ini dengan perjalanan umroh bersama orangtuanya. Selain itu, Gubernur juga memberinya hadiah tabungan pendidikan senilai Rp 25 juta.

“Where there is a will There is a Way, kita akan mengapresiasi ini. InshaAllah akan kita berikan hadiah Umroh gratis bersama kedua orang tuanya. Kita juga akan memberikan tabungan pendidikan sebesar 25 juta rupiah,” kata Gubernur. “Melalui telepon, orangtua Syamsuri sangat bangga dan mengucapkan terimakasih atas segala perhatian Pemerintah Provinsi NTB, mereka juga berharap dukungan dan doa agar Syamsuri senantiasa istiqamah dan terus berprestasi,” kata Najam saat mendampingi Gubernur bersafari Ramadhan di Kabupaten Sumbawa Barat. (Naniek I. Taufan)


6

dara

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Sidney Azkassyah Yusuf

Pilih Aksi Senam Daripada Banyak Bicara Punya ibu artis terkenal, tak selalu membuat si anak mau mengikuti jejak orangtuanya untuk eksis di dunia hiburan. Sidney Azkassyah Yusuf, misalnya, anak artis Cut Tary tidak ingin ikutan terjun ke dunia hiburan seperti mamanya. Dia lebih memilih menekuni hobinya di olah raga senam lantai.

E

mpat tahun berkiprah sebagai atlet senam, Sidney telah mengoleksi puluhan medali dari prestasi di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Demi mengasah kemampuannya, gadis cantik kelahiran 2007 ini, tak lelah mengikuti aneka kompetisi senam di luar negeri. Hasilnya, bocah berambut panjang ini selalu menjadi langganan juara, dia tak pernah pulang dengan ‘tangan kosong’ alias tanpa medali. Tahun lalu saja, ada beberapa kejuaraan tingkat internasional yang diikutinya. Seperti kompetisi senam di Bangkok, dimana dia meraih dua medali emas dan satu perak. Begitu juga ketika dia tampil dalam kejuaraan di Kuala Lumpur, kembali sejumlah medali disapunya. “Aku ingin suatu saat ada kesempatan tampil di Asian Games,” ungkap Sidney malu-malu. Cut Tary, sang ibu, bangga atas prestasi yang ditorehkan anak semata wayangnya ini. Meski diakuinya dia kerap deg-deg –an dengan olahraga yang ditekuni anaknya itu. “Olahraga senam kan salah satu olahraga yang berbahaya, ya. Makanya sebagai orangtua, ya jelas, saya deg deg-an. Cuma kan saya nggak bisa bilang kalau, ‘Jangan olahraga ini ya. Bahaya’. Nggak bisa begitu. Karena Sidney, tuh suka sekali. Ini memang dilema orangtua ya. Tapi passion dia ya di sini. Saya sebagai orangtua memahaminya. Saya hanya bilang ke Sidney, ‘Kamu harus fokus. Hati-hati dan penuh perhitungan. Jangan lupa banyak berdoa,” tutur artis

bernama lengkap Cut Tary Aminah Anasya, ini. Sepanjang kiprah Sidney di olahraga ini, dia telah berkali-kali kena cedera. “Iya waktu itu pernah saat melakukan gerakan di bars (palang), trus jatuh. Jadi ada masalah sedikit di tulang belakang dekat leher,” ungkap Sidney yang mengaku tidak kapok meski berkali-kali kesakitan karena terjatuh. Cut Tary mengaku kerap menemani anaknya berlatih ataupun mendampingi saat kompetisi. Ada rasa khawatir dalam batinnya tapi ditahan. “Aku hanya bisa berdoa agar Sidney diberi kelancaran,” ujarnya. Ada beberapa kejadian dimana Sidney terjatuh. “Cuma aku kan nggak boleh over reactive melihat itu. Nggak boleh panik. Harus tenang. Supaya Sidney pun tenang. Kayak waktu dia jatuh sampai berteriak keras memanggil saya. Dia tuh jarang nangis, tapi kali itu dia teriak keras karena kesakitan. Aku cuma bilang, nggak apa-apa Sidney, its ok. Barulah dia agak tenang,” ucap Tary seraya menambahkan Sidney tetap tidak kapok. Dia masih tetap semangat berlatih. Sebagai atlet senam, Sidney menguasai senam lantai juga artistik. Di dua jenis senam itulah Sidney kerap mendulang medali. Salah satu nomor yang dikuasainya benar adalah vaulting atau lompat meja. Lewat nomor ini, Sidney berkali-kali menyabet medali emas. Selain itu dia juga piawai untuk nomor floor dan uneven bars (palang bertingkat). Padahal uneven bars termasuk nomor yang sulit dan berisiko tinggi. Namun Sidney mampu menembusnya dan meraih medali emas untuk nomor tersebut.

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

buleleng

Dorong Pengembangan Tenun Lokal Buleleng

Sidney memang gadis pemalu. Ketika ibunya berbicara, dia hanya senyum-senyum saja. Kalaupun ditanya, hanya menjawab seperlunya. Kata Tary, anak gadisnya yang sebentar lagi menginjak usia 12 tahun, memang sangat pemalu. Dia lebih baik diminta beraksi senam, ketimbang banyak bicara. “Aku suka senam karena seru. Ada salto-saltonya. Jadi ngga kapok meski pernah beberapa kali jatuh,” tambah Sidney yang sempat cedera saat ‘round off’ . “Aku slep pas ‘round off’, jadi luka,” tambah Sidney yang telah mengoleksi 30 medali ini.

LATIHAN KERAS 3-6 JAM SEHARI Cut Tary bertutur, sampai sekarang dirinya masih tidak habis pikir kenapa Sidney memiliki bakat jadi atlet senam. Seingatnya, tidak ada ‘bakat’ itu dalam dirinya maupun papanya Sidney (Johannes Yusuf Subrata). Dia, katanya, mulai menunjukkan minatnya pada senam saat melihat anak teman Tary yang tengah nge-gym. “Usianya 6 tahun, kala itu. Lalu Dia bilang ke saya, aku juga bisa ma. Aku jawab, apaan sih kamu,” kata Tary mengulang ucapan anaknya. Sejak itu mulailah Sidney ‘jumpalitan’ di kamar. Itu bisa berjam-jam dalam sehari. Dia latihan sendiri. Dia juga suka membuka youtube yang menayangkan olah raga itu. Sampai suatu ketika ada teman Tary yang menyampaikan tentang adanya klub senam, maka di sanalah Sidney mulai berlatih. “Dia bilang, ma, aku mau jadi atlet senam. Ya aku dengerin aja dong, belum menanggapi serius. Tapi seiring waktu, Sidney makin serius berlatih. Aku melihat komitmen dan kefokusannya pada olahraga ini. Barulah aku menanggapi serius. Aku bilang, Sidney kalau suka dan serius mau jadi atlet, harus komit. Jangan main-main. Juga terhadap sekolah karena kan masih sekolah. Nah dia janji untuk melakukan itu semua,” tambah pemeran ‘Rina’ dalam sinetron ‘Cinta Tiada Akhir’, ini. Cut Tary yang rajin menampingi anaknya dalam berlatih maupun bertanding, menyebut, hampir setiap hari Sidney berlatih senam 3-6 jam sehari kecuali weekend. Itu semua dilakukan saat pulang sekolah. “Sidney pulang sekolah rata-rata jam 3 sore, langsung ke tempat latihan. Jam 4 dia mulai latihan hingga jam 7 atau setengah 8 malam. Sampai rumah jam setengah 9 malam,” ungkapnya. Tidak bisa langsung istirahat, ujar Tary, karena

Sidney Azkassyah Yusuf dia harus belajar sekaligus mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Itulah kegiatan rutin yang dilakukannya. Sebagai orangtua, kata Tary, dirinya mendukung penuh keinginan sang anak, antara lain lewat pengaturan waktu. Misalnya mengingatkan Sidney tentang tugastugas sekolahnya, mengatur jadwal les-les-nya, dll. Pihak sekolah juga memberi dukungan sehingga mengizinkan Sidney untuk tidak sekolah karena harus bertanding di luar negeri. Izin itu diberikan karena bisa jadi karena prestasi akademik Sidney cukup baik. “Kalau mendampingi Sidney bertanding tuh ya, aku bukan sebagai ibunya, tapi sebagai asistennya. Jadi kalau aku lihat dia lapar, aku buru-buru menyiapkan pisang. Atau kalau haus, siapkan minumnya,” tambah Tary. Hari-hari bergelut dengan kesibukan yang tinggi, memang membuat waktunya menjadi sangat terbatas dan kurang untuk bermain bersama teman-temannya. Tapi Sidney sepertinya tidak keberatan karena memang sangat menyukai senam. Toh, di tempat latihan dia juga memiliki banyak teman. “Iya aku jarang main sama teman. Waktu aku kebanyakan di lapangan,” ucap Sidney singkat. (Diana Runtu)

11

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Buleleng Ir. I Gusti Ayu Aries Sujati menerima kunjungan KCKB Provinsi Bali. Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terke- menjadi peluang untuk para nal dengan tenunnya. Kain ini kerap kali digunakan sebagai perajin tenun lokal berkreativitas menghasilkan karya-karya sarana upacara adat Bali. Dilihat dari cara pembuatannya, yang mampu memenuhi kebukarya seni ini dibuat dengan menenun kain dari helaian tuhan pasar. Melihat peluang tersebut, benang pakan dan benang lungsin yang sebelumnya diikat Ketua Dewan Kerajinan Nadan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. sional (Dekranasda) Kabueiring perkembangan ke Pura, saat ini kain tenun mulai paten Buleleng Ir. I Gusti Ayu dunia fashion, kain tenun digunakan sebagai seragam dan Aries Sujati terus mendorong kian mendapat tempat pakaian mengikuti mode yang pengembangan produk kerajidi hati masyarakat. tidak hanya sedang berkembang. Makin ting- nan tenun lokal Buleleng, agar digunakan sebagai busana adat ginya peminat kain tenun tentu meningkatkan kreativitas dan

S

RSUD Buleleng Menuju Rumah Sakit Rujukan Regional Peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Buleleng nampaknya menjadi perhatian serius Pemkab Buleleng. Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Buleleng dengan mengajukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng menjadi Rumah Sakit Rujukan Regional Nasional. Langkah ini sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanannya, sehingga dipandang perlu untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien kepada masyarakat luas. Keseriusan itu terlihat saat Wakil Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, bersama Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. didampingi Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes, Kadis Kesehatan Buleleng dr. I Gusti Nyoman Mahapramana, Wadir SDM RSUD Buleleng dr I Nyoman Gunawan Landra,Sp.KJ dan Anggota Dewan Pengawas RSUD Buleleng dr Ida Ayu Wardhany, M.Repro melakukan audensi dan mengajukan RSUD Buleleng menjadi Rumah Sakit Rujukan Regional Nasional kepada Dirjen Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementrian Kesehatan RI dr. Dr. Tri Hesty Widyastuti,Sp.M.MPH di Gedung Dr. M. Adhyatma, MPH Jakarta Selasa (28/5). Usai menyerahkan usulan, Wabup Nyoman Sutjidra mengatakan, tujuan dari audensi ini tidak lain untuk memperjuangkan RSUD Buleleng sebagai rumah sakit rujukan regional nasional Kabupaten Buleleng. Dengan maksud pelayanan kepada masyarakat Buleleng dan sekitarnya bisa terlaksanakan dengan baik. Sehingga ke depannya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat akan makin membaik dan betul-betul dapat dirasakan oleh masyarakat luas. “Dari segi letak topografi dan demografi sudah sangat memenuhi syarat untuk rumah sakit rujukan regional nasional di Buleleng ,” ujarnya. Ditambahkan Nyoman Sutjidra, dalam audensi tersebut juga dibahas terkait pemberdayaan rumah sakit Pratama yang berlokasi di Desa Tangguwisia dan Desa Giri Emas ke depannya akan dijadikan rumah sakit tipe D atau rumah sakit tanpa kelas. Sehingga masyarakat Buleleng di bagian barat dan

timur yang memerlukan pelayanan kesehatan dapat dilayani secara cepat dan maksimal. “Mudah mudahan kami bisa mendapatkan sertifikat itu, sehingga pelayanan kepada masyarakat Buleleng betul-betul optimal,” ungkapnya. Sementara itu Direktur Utama RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes., mengatakan selain meningkatkan kualitas SDM, mutu pelayanan yang sesuai dengan standar operasional terus ditingkatkan. Dengan mengajukan RSUD Buleleng sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional Nasional diharapkan dapat melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Buleleng dan sekitarnya. Wiartana menambahkan untuk dapat menjadi rumah sakit rujukan regional, RSUD telah memenuhi beberapa persyaratan di antaranya terakreditasi Paripurna dua kali berturut, merupakan rumah sakit tipe kelas B, merupakan rumah sakit pendidikan, dan melayani masyarakat dari luar Buleleng. Tidak hanya masyarakat di Buleleng, kami bahkan melayani masyarakat Kabupaten Karangasem utara, Tabanan Utara, Bangli Utara dan Jembrana. Bahkan akses ke rumah sakit rujukan di Sanglah sangat jauh sehingga sangat tepat jika RSUD Buleleng statusnya ditingkatkan menjadi rumah sakit rujukan regional” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

keterampilan serta mengembangkan potensi industri kerajinan yang dapat menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat. Guna peningkatan kemampuan pengrajin dalam bidang produksi, dilakukan berupa pembinaan teknik produksi, mutu, desain produk, dan menajemen usaha. Hal tersebut diungkapkannya saat menerima kunjungan rombongan Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) Provinsi Bali di Lobi Rumah Jabatan Bupati Buleleng, pekan lalu. Aries Sujati menjelaskan, betapa beragamnya kerajinan dan juga perajin yang ada di Kabupaten Buleleng. Beberapa sentra perajin terdapat di kabupaten dengan daerah yang luas dan potensi kerajinan yang sangat banyak. “Terdapat beberapat sentra perajin tenun yang ada di kabupaten Buleleng misalnya di kelurahan Beratan, Menyali, terus di Kalianget, Seririt, Sinabun dan Jinengdalem. Bahkan, di Buleleng terdapat pula perajin bambu seperti yang ada di Desa Tigawasa dan Pedawa,“ jelasnya.

Ia mengungkapkan banyak kerajinan tenun dan juga songket yang ada di Kabupaten Buleleng miliki ciri tersendiri. Hal ini diharapkan usaha kerajinan yang ada di Buleleng mampu berkembang dengan pesat serta memberikan dampak kesejahteraan kepada masyarakat khususnya para perajin. ”Saya pernah pergi keluar daerah melihat sentra-sentra kerajinan tapi di sana hanya ada satu jenis kerajinan saja beda dengan kita. Ke depan jika dikelola dengan baik dan kualitas desain yang bagus, saya yakin kain songket Buleleng akan banyak diminati,” ungkap Aries Sujati. Istri dari Bupati Buleleng ini juga menambahkan kain yang ada di Kabupaten Buleleng menggunakan bahan-bahan alami, serta mengunakan jenis pewarna natural dari alam sebagai bahan dasar pembuaatan kain. Sehingga corak warna dari kain tersebut tetap terlihat bagus. “Contohnya seperti kain bebali dari Desa Pacung yang menggunakan bahan dan pewarna dari alam jenis ini hanya ada di Pacung dan tidak dapat di tempat lain,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)


12

bumi gora

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Gubernur NTB Ajak Masyarakat Bersatu Safari Ramadan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, beberapa hari lalu sampai di Desa Semamung, Moyo Hulu dan di Masjid An-Nur Labuhan Badas, Sumbawa. Selain mengisi kegiatan Ramadan, gubernur juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Sumbawa senilai lebih dari Rp 30 miliar.

B

antuan tersebut dialokasikan bagi pengembangan sejumlah jenis komoditi, seperti hewan ternak, pembangunan kandang ternak, sarana jaringan air bersih, pengembangan padang, dengan total Rp 5,3 M. Bantuan terbesar yang serahkan Gubernur

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Pada kesempatan itu, Gubernur Zul menegaskan bahwa kebahagiaan tidak diukur dengan seberapa banyak materi yang dimiliki. Sebab, banyak terdapat orang yang memiliki harta banyak, namun dilarang makan apa saja kecuali obat. Karena itu, Gubernur mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas seluruh nikmat yang dikaruniakan Allah selama ini.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sumbawa yang telah melaksanakan Pemilu dengan aman. “Berkat kerjasama semua kita bisa melaksanakan pesta demokrasi itu dengan aman. Beda calon waktu pemilu lalu itu biasa. Tapi, setelah pemilu kita kembali bersatu,” ungkap Doktor Zul. Ia mengingatkan bahwa pengguna media sosial di

Pulau Sumbawa termasuk yang terbesar. Maka katanya, masyarakat diimbau menggunakan media sosial dengan bijak dan arif. Sehingga tidak ada lagi berita hoax yang tersebar di masyarakat. “Kalau tidak selektif, maka akan menimbulkan perpecahan. Semoga kita bisa menghindarkan diri kita dari berita hoax,” harapnya. (Naniek I. Taufan)

5

Bahaya Gadget Terhadap Fungsi Mata dan Perilaku Anak

Data Desember 2017, Asia merupakan pengguna internet terbanyak di dunia mencakup 2,023,630,194 pengguna atau 55,1% dari seluruh pengguna internet dunia. American Optometric Association (AOA) menyatakan, rata – rata anak usia 8 - 18 tahun menggunakan gadget rata – rata 7,5 jam sehari sehingga mengakibatkan terjadinya kumpulan gejala yang disebabkan oleh gadget,Computer Vision Syndrome (CVS).

A

adalah bidang pertanian, yaitu Rp 18 M. Tidak hanya itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan Rp 1,8 M bagi konservasi kehutanan, Rp 2,7 M bagi peningkatan lingkungan hidup. Bidang kelautan dan perikanan Rp 1,8 M, bidang kesehatan Rp 400 juta dan bantuan langsung masyarakat Rp 100 juta.

Bunda ananda

kademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada menegaskan, anak umur 0-2 tahun tidak boleh terpapar teknologi sama sekali. Anak umur 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi 1 jam sehari. Anak umur 6-18 tahun dibatasi 2 jam perhari. Menurut dokter spesialis mata dari RS Prima Medika, dr. Harumi Purwa Prahesty, Sp.M., anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibanding orang dewasa karena otak anak dan sistem imun mereka masih berkembang. Hal ini diungkapkan saat memberikan seminar parenting di TK Arunavidya, pekan lalu. Dari data diketahui, 58% anak-anak usia 2-5 tahun tahu cara memainkan komputer. 2/3 anak-anak dapat menggunakan mouse computer. Anak usia 2-3 tahun lebih banyak bisa memainkan komputer dibandingkan mengendarai sepeda. Anak usia 2-5 tahun dapat bermain dengan smartphone daripada mengikat tali sepatunya. Ia mengutip penelitian di Bristol University tahun 2010 menyatakan,

bahaya penggunaan gadget pada anak meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang atensi, autisme, kelainan bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya. Efek gadget juga akan membatasi gerak fisik anak sehingga tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan teknologi sejak dini juga memengaruhi kemampuan akademik anak secara negatif. Bahkan, penggunaan televisi dan video game berkaitan dengan meningkatkatnya kasus obesitas pada anak sebanyak 30%. 75% anak usia 9-10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Disamping itu, kekerasan fisik dan seksual banyak tersebar di internet, dapat memicu timbulnya perilaku agresif dan cenderung menyerang orang lain pada anak jika tanpa pengawasan orang tua. Orangtua terlalu bergantung pada teknologi, akan semakin jauh dari anak. Anak mengalami pikun digital, karena anak yang terpapar teknologi terlalu banyak, tidak bisa memusatkan perhatian, sehingga menjadi kesulitan belajar.

dr. Harumi Purwa Prahesty, Sp.M. memberikan seminar parenting di TK Arunavidya Ia menyebutkan, keluhan yang terjadi pada anak, sering mengucek mata, sering berkedip, kesulitan menjaga kontak mata, mulai ketinggalan pelajaran, mengantu, pusing, sakit kepala, mata merah dll. “Efek gadget mengakibatkan kelelahan mata, mata malas, kebutuhan akan kacamata, mata juling, jika tanpa pengawasan,” ujarnya. Untuk itu, kata dia, perlu diperhatikan untuk melakukan pemeriksaan mata dan memastikan apakah mata dalam keadaan prima atau memerlukan kacamata. Dokter Harumi Purwa menyarankan, mengatur jarak penggunaan gadget, yaitu minimal 30 cm dari mata untuk ebook, komputer pada jarak 60 cm dan televisi pada

jarak 3 meter. “Penggunaan gadget dengan layar kecil mengharuskan kita untuk melihat dari jarak yang lebih dekat. Penglihatan pada jarak yang dekat ini membuat mata perlu bekerja lebih keras untuk memfokuskan cahaya ke retina sehingga mata menjadi lebih cepat lelah,” jelasnya. Sebaiknya, kata dia, perbaiki tinggi meja atau kursi sehingga bagian tengah komputer berada 20 derajat di bawah level mata. Mengatur ukuran huruf pada gadget sehingga nyaman dan tidak memaksakan mata. Atur cahaya sehingga tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup, berkediplah lebih sering, Manusia rata – rata berkedip setiap 15 kali

per menit. Konsentrasi tinggi pada gadget, misalnya ketika bermain game dapat memaksakan mata untuk tidak berkedip. Keadaan ini dapat memicu kekeringan pada mata. Menggunakan kacamata “blue filter” yaitu dengan perlindungan terhadap radiasi agar lebih sedikit yang masuk ke mata. Layar gadget dapat memancarkan gelombang cahaya yang berbahaya bagi mata. Mengurangi silau dengan menjauhkan lampu di atas kepala yang tertuju langsung ke layar komputer. “Ingat untuk melakukan tes penglihatan sedini mungkin untuk memastikan anak memiliki kemampuan penglihatan yang baik yang diperlukan selama di sekolah,” katanya mengingatkan. Ia mengatakan, anak yang tidak mampu untuk melihat papan tulis di sekolah mudah menjadi frustasi dan akan mempengaruhi nilai akademiknya. Beberapa masalah penglihatan seperti mata malas, sebaiknya diterapi sedini mungkin saat perkembangan sistem penglihatan anak sedang berkembang. Disarankan pemeriksaan mata komprehensif pertama usia 6 bulan. Kemudian usia 3 tahun dan sebelum masuk ke kelas 1 (usia 5 atau 6 tahun). Pemeriksaan mata pada anak usia sekolah setidaknya dilakukan 2 tahun sekali jika tidak memakai kacamata. Anak yang menggunakan kacamata secara rutin kontrol 1 tahun sekali atau sesuai rekomendasi dokter. (Wirati Astiti)


Woman on Top

4

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

Belajar Minta Maaf dan Memaafkan Semua orang pernah melakukan kesalahan atau kekhilafan. Ada yang mau mengakui, tapi ada yang pura-pura lupa. Bagaimana menyikapi kesalahan orang lain atau kesalahan yang kita buat sendiri?

M

enurut Psikolog Nyoman Wiraadi Tria Ariani, S.Psi., M.Psi., memaafkan adalah proses sepanjang hidup. Dalam proses tersebut tentu ada perubahan emosi yakni bagaimana kita ikhlas melepaskan emosi negatif terhadap orang yang bersalah tersebut maupun terhadap diri kita yang melakukan kesalahan. “Meminta maaf maupun memberi maaf memerlukan keikhlasan dan keberanian diri untuk melupakan kenangan buruk yang tercipta

Nyoman Wiraadi Tria Ariani

dari kesalahan orang tersebut,” ujarnya. Jika kita punya kesalahan bagaimana cara memperbaikinya? Yang pertama harus kita sadari adalah kita bukan makhluk sempurna. Sesempurna apapun kita dalam merencanakan suatu hal, tetap ada potensi kesalahan terjadi. Oleh karena itu, kata dia, dengan menyadari bahwa kita bukan makhluk sempurna, maka kesalahan tersebut akan bermakna sebagai bahan pembelajaran untuk kita agar lebih siap dan lebih baik kedepannya. “Tanpa ada kesalahan

maka kita akan mengalami kesusahan memahami hal yang benar,” kata Tria. Ia mengatakan, menerima diri bukan sebagai makhluk yang sempurna, maka memudahkan kita untuk menerima kekurangan kita sehingga termotivasi untuk memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat. Menurut Tria, kesalahan tersebut akan menjadi “ruang berkembang” untuk membentuk pribadi yang lebih baik lagi. Lalu bagaimana memaafkan orang lain yang membuat kesalah-

an? Menurut Tria, walaupun begitu sulit memaafkan orang lain, maka kita harus sadari bahwa emosi negatif seperti marah, dendam, kecewa, sedih yang kita alami menjadi suatu beban yang akan terus kita tahan seumur hidup. “Seperti menyimpan sampah dalam saku baju kita, maka lama kelamaan sampah itu akan membusuk dan menyebabkan penyakit bagi diri kita sendiri. Dengan terus mengingat kesalahan yang telah dilakukan orang lain maka akan membebani pikiran kita,” katanya.

Ia mengajak kita menyadari, orang lain yang berbuat salah, mengapa kita menghukum diri sendiri dengan menyimpan rasa marah, dendam, kecewa, sedih yang begitu lama. “Mengapa diri sendiri yang dihukum? Pahamilah dengan memaafkan, maka akan membantu kita melepaskan emosi negatif, melepaskan beban yang kita bawa. Dengan demikian, memaafkan merupakan proses membebaskan diri kita dari rasa marah, kecewa, dendam, sedih, dan rasa bersalah yang selama ini membebani hati dan pikiran kita,” imbuhnya. Ia menambahkan, dengan memaafkan maka membuka ruang diri untuk berkembang dan bebas menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Memaafkan bukan berarti kita lemah, melainkan memaafkan merupakan tanda bahwa kita pribadi yang kuat yang mampu melepaskan kenangan buruk dan membebaskan emosi negatif. “Jika masih sulit untuk memaafkan maka beri waktu pada diri sendiri. Beri waktu untuk memahami perasaan kita sehingga bisa memahami keadaan yang terjadi dari berbagai sudut pandang. Dengan memberi waktu, kita juga bisa menetralkan gejolak emosi kita. Setelah itu, kita dapat mengambil hikmah dari kesalahan tersebut,” saran Tria. (Wirati Astiti)

“Bahasa Layanan”

Salam Senyum Perusahaan atau instansi yang care terhadap layanan tentu mempunyai ‘bahasa layanan’ yang mereka ciptakan sendiri. Pentingnya bahasa layanan ini sebenarnya untuk memaksimalkan pencapaian target layanan yang diinginkan oleh perusahaan ataupun instansi tersebut. Dan, ini biasanya sejalan dengan visi dan misi perusahaan atau instansi mereka. Apa sebenarnya bahasa layanan tersebut ? Kalau Anda memiliki perusahaan atau pimpinan dalam perusahaan yang mengutamakan layanan, bagaimana cara memulai untuk menyusunnya? Bahasa layanan sebenarnya adalah bahasa bersama dalam sebuah komitmen untuk pencapaian target dalam layanan. Dimana disini juga bertujuan menyelaraskan maksud

dan tujuan semua para pelaku layanan yang terlibat. Bahasa layanan ini biasanya diwujudkan dalam bentuk kalimat-kalimat yang mendukung para pelaku layanan untuk menjadi standar perilaku mereka ketika melayani. Bahasa layanan sering diidentikkan dengan sebuah slogan atau bahasa kerennya tag line, seperti ‘Melayani dengan setulus hati’, ‘Pelayanan terdepan’, ‘Menciptakan layanan seperti di rumah Anda sendiri’, ‘Layanan cepat dan ramah’, ‘One stop service’, ‘Layanan Zero Complaint’, dan lain sebagainya. Menyusun bahasa layanan tidaklah begitu sulit. Kalau dalam istilah marketing kita kenal dengan target, begitu pula di layanan tentu kita akan memasang target. Untuk menuju keberhasilan target layanan, bahasa layanan ini sangat berperan. Maka

seandainya perusahaan Anda belum memiliki bahasa layanan, ayoooo segera untuk menyusunnya. Namun patut diketahui, untuk menyusun bahasa layanan ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Diantaranya adalah bahasa layanan tersebut harus simpel, mudah dimengerti, mudah diucapkan, mudah diaplikasikan atau diterapkan. Bahasa layanan itu juga harus masuk akal atau sesuai logika. Baik untuk pelanggan internal ataupun eksternal. Bahasa layanan juga harus bermakna dan menarik. Pembaca setia Dhani’s Art inService, ketika sudah tercipta bahasa layanan, maka hal ini harus menjadi kebiasaan seluruh para pelaku layanan untuk mengucapkan dan bertindak yang sama terhadap setiap pelanggan. Di sebuah perusahaan, ada yang memakai bahasa layanan ‘Helping People Celebrata Life’, (membantu orang merayakan kehidupan). Jadi bahasa layanan ini akan mencerminkan setiap pelaku layanan. Bagaimana mereka memperlakukan pelanggan dengan bahasa layanan yang mereka ciptakan. Jika Anda sebagai seorang pimpinan, haruslah aktif memakai sekaligus mempromosikan bahasa layanan ini ke seluruh tim layanan di bawahnya.

Dengan sering mendengar, dan diberikan contoh berupa perilaku layanan yang sesuai dengan bahasa layanan, maka para pelaku layanan dengan mudah meniru dan melakukan sesuai role model pimpinan mereka. Coba dulu dengan sususan kata-kata yang sederhana namun tetap selaras dengan visi dan misi perusahaan. Sudahkah para pelaku layanan di perusahaan/instansi kita memahami dan melakukan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘Serve With Love’ atau buku saya dengan judul ‘Service A La Carte’, serta materi-materi pelatihan yang lainnya, seperti ‘Good Communication for Good Perfomance,’ ‘Great Personality,’ ‘Upgrade Your Selling Skill’ dan dua belas materi lainnya. Ingin mengetahui, memahami dan mengaplikasikan layanan ini di perusahaan/instansi Bapak/Ibu ? Silakan hubungi kami, dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com www.srisumahardani.com

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

METROPOLITAN

dijarah perusuh. “Terus terang ya waktu itu kami cemas sekali. Takut Tanah Abang kenapa-kenapa. Apalagi ini kan menjelang Lebaran. Harapan kami untuk dapat berjualan lebih. Makanya saya doa banget agar situasi tenang lagi. Tolonglah kami orang kecil, jangan sampai yang diatas bertikai kami ikut ‘habis’, “ ungkap Mamat yang kini telah berjualan lagi. Pedagang baju muslim ini juga merasa gembira karena situasi sudah normal kembali. Para pengunjung membludak lagi. “Penghasilan saya hari ini lumayan. Banyak yang belanja,” ujar Mamat yang sudah 10 tahun berdagang di kawasan itu. Di hari biasa, omzet atau perputaran uang di pasar ini mencapai Rp 200 miliar per harinya. Jumlah itu biasanya akan naik berlipat-lipat selama bulan Ramadan. Karena umumnya orang akan berbelanja untuk keperluan Lebaran. Mamat sendiri tidak berjualan di dalam gedung, dia hanya PKL biasa. Kalau hari biasa, ka-

Geliat Tanah Abang Jelang Lebaran Sejak lama Pasar Tanah Abang menjadi andalan masyarakat untuk berbelanja barang murah. Bukan hanya orang Jakarta yang datang tapi juga dari luar Jakarta, bahkan pedagang luar negeri hingga wisatawan asing.

P

asar yang telah berdiri sejak tahun 1735 ini menyediakan aneka produk fashion hingga pecah belah, bahkan ada juga elektronik. Mau yang harga murah, menengah, ataupun mahal ada di sana. Mau belanja grosiran ataupun ritel tersedia. Tidak banyak yang tahu kalau pasar yang dibangun oleh Yustinus Vinck, seorang pengusaha Belanda yang kaya raya, dulunya hanya buka pada hari Sabtu. Karenanya dikenal dengan sebutan Pasar Sabtu. Tapi orang Belanda kerap menyebutnya Pasar De Nabang lantaran di sana banyak tanaman nabang. Pasar ini berkembang pesat menyaingi Pasar Senen yang juga dibangun bersamaan. Karena terus berkembang, akhirnya pasar ini pun beroperasi setiap hari, bukan hanya setiap Sabtu. Masyarakat pun mulai menyebut pasar itu dengan nama Tenabang. Seiring waktu, wajah pasar Tanah Abang pun mengalami ‘evolusi’, apalagi pernah dua kali tertimpa bencana kebakaran yakni 1978 dan 1979. Kini pasar yang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi di Jakarta, tampil modern dengan gedung megah dan nyaman karena ber-AC. Sekitar 11 ribu pedagang mengadu untung di sana. Mereka terdiri dari pedagang Blok A, B, Pusat Grosir Metro Tanah Abang juga para pedagang yang berjualan di jembatan. Letaknya pun sangat strategis di tengah kota, dekat dengan kawasan premium di antaranya Sarinah Jl Thamrin juga air mancur bundaran HI, menjadi salah satu daya tarik pengunjung datang ke sana. Ditambah lagi, kemudahan transportasi di kawasan tersebut. Mulai dari stasiun kereta api, halte Transjakarta hingga angkot dan bajaj. Maka tak heran kalau pasar yang kemudian berkembang menjadi pusat perbelanjaan terbesar se-Asia Tenggara ini menjadi salah satu tempat wajib kunjung, khususnya bagi pendatang entah dari daerah ataupun luar negeri. Pasar Tanah Abang ini tidak hanya menyediakan barang lokal, tapi juga produk-produk impor seperti dari Cina, Thailand dan Hongkong, dll. Sejumlah artis maupun desainer top pun tak ketinggalan ikut mengadu peruntungan berjualan produk fashion

Dhini Aminarti

di Tanah Abang. Di antaranya adalah pasangan artis Dhini Aminarti dan Dimas Seto yang membuka kios pakaian muslim di Blok B, lantai 2. Menurut Dhini yang dalam beberapa waktu terakhir ini lebih fokus untuk urusan bisnisnya ketimbang dunia entertainment, mereka sudah mulai menekuni bisnis fashion sejak 2012. Selain buka lapak di Tanah Abang, mereka juga berdagang secara online. Karena terlalu sibuk, juga harus fokus, maka ia pun nyaris tidak tampil lagi di layar kaca. “Meninggalkan (dunia hiburan) sih enggak ya. Tawaran sinetron juga masih ada. Cuma memang belum sempat saja,” ujar Dhini yang bisnis baju muslimnya semakin berkembang. Apalagi di bulan Ramadan ini dimana kesibukan semakin tinggi. PEDAGANG SEMRINGAH DISERBU PENGUNJUNG Jelang Lebaran ini, seperti biasanya, Tanah Abang pun diserbu pengunjung yang umumnya membeli berbagai keperluan Lebaran. Tak nampak kecemasan dari pengunjung untuk datang berbelanja. Padahal beberapa hari sebelumnya pusat perbelanjaan itu sempat tutup menyusul pecahnya kerusuhan 21-22 Mei di kawasan Bawaslu, yang lokasinya tak jauh dari Tanah Abang. Untuk mencegah terjadinya hal tak diinginkan pusat perbelanjaan ini pun tutup dan baru Jumat 24 Mei lalu buka kembali. Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin menyebut, dua hari penutupan tempat belanja Tanah Abang menyebabkan kerugian Rp 200 miliar. Nilai yang tidak sedikit. Karenanya dia berharap situasi semakin kondusif sehingga perekonomian pusat perbelanjaan Tanah Abang bisa bergulir normal kembali. Apalagi sekarang menjelang Lebaran dimana para pedagang sangat berharap omzet penjualan akan meningkat sebagaimana biasanya. Pada hari biasa, rata-rata pengunjung Tanah Abang sekitar 150 ribu per-harinya. Jumlah itu akan meningkat signifikan pada bulan Ramadhan khususnya menjelang Lebaran yang bisa mencapai 250 ribu pengunjung per hari. Para pedagang pun akan ‘panen’ dengan

omzet penjualan perhari antara Rp 5-15 juta untuk pedagang kecil. Sedang pedagang besar bisa mencapai omzet Rp 50 juta per hari. Itu sebabnya ketika pecah kerusuhan yang diikuti tindakan anarki para perusuh, para pedagang pun amat sangat cemas. Apalagi mereka juga mendengar adanya beberapa warung dirusak dan

13 tanya, omzetnya dari berjualan pakaian muslim berkisar antara Rp 1,5 -2 jutaan. Di bulan Ramadan meningkat menjadi Rp 3 jutaan. “Tapi dua hari tidak jualan, saya kehilangan sekurang-kurangnya Rp 6 jutaan,” tambahnya. Sementara Arlita, pembeli dari Depok, Jawa Barat, yang juga berbelanja di kios Mamat mengaku jauh-jauh datang ke Tanah Abang karena menurutnya hanya di Tanah Abang saja yang paling lengkap barang dagangannya. “Sebenarnya sehari sebelumnya saya sempat datang, namun Tanah Abang tutup. Sekarang saya datang lagi karena memang perlu beli oleh-oleh untuk orang di kampung,” tambah Arlita yang datang bersama dua saudaranya. Dia mengaku tahu ada kerusuhan di sekitar Tanah Abang namun tidak takut datang. “Ya nggak takut lah. Kan ada aparat yang berjaga-jaga,” ucap Arlina yang naik kereta api untuk mencapai Tanah Abang. (Diana Runtu)


14

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

Sosialita

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

3

Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M.

Meyadnya melalui Busana Adat dan Tata Rias Menekuni bidang busana adat dan tata rias, sudah menjadi pilihan hidup Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M., sejak tahun 1979. Keahliannya dalam urusan yang berbau pelestarian ini digetoktularkan kepada masyarakat luas melalui kursus dan pelatihan dalam wadah LKP ­( Lembaga Kursus dan Pelatihan) Agung.

S

Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M.

etidaknya, sampai saat ini tercatat sebanyak 10.486 ora ng ya n g terd a f ta r mengikut kursus di LKP Agung, yang meliputi Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin. “Bagi masyarakat yang berminat ikut kursus, serangkaian liburan ini kami beri Diskon 50%,” imbuh Bu Agung. Dan, bagi mereka yang sudah memiliki keterampilan tata rias, disarankan untuk mengikuti Uji Kompetensi, agar kompetensi/kemampuannya diakui. “Hal ini juga mendukung Gerakan Indonesia Kompeten,” ujar Bu Agung-demikian sapaan akrab pemilik

TUK (Tempat Uji Kompetensi) Agung ini saat ditemui disela-sela pelaksanaan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Modifikasi, Minggu 26 Mei 2019 di TUK Agung, Jalan WR Supratman 303 Tohpati, Denpasar, yang diikuti 75

peserta, dibuka Kadis Tenaga Kerja Kota Denpasar, Drs. IGA Rai Anom Suradi, M.M. TUK Agung sendiri merupakan satu-satunya Tempat Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Modifikasi dan Tata Kecantikan Kulit, di Bali. TUK Agung akan kembali menggelar Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Modifikasi 23 Juni 2019. Selain untuk mengantongi sertifikat uji kompetensi, diharapkan pula para merias nantinya memiliki persepsi yang sama tentang modifikasi yang telah disepakati tak lebih dari 30%.

Promosikan Budaya Bali hingga ke Muscat, Oman Bu Agung berfoto bersama Dubes RI untuk Oman Musthofa Taufik Abdul Latif dan istri, sebelum mementaskan busana Bali dalam “Wonderful Indonesia Cultural Event 2019”, di Muscat, Oman, disponsori Viva Cosmetics.

Workshop Tata Rias dan Busana Adat Bali “Meningkatkan Peran Perempuan dalam Melestarikan Adat dan Budaya Bali”, di Puri Siangan.

Misi Bu Agung dalam melestarikan adat dan budaya Bali khususnya di bidang tata rias dilakukan melalui roadshow ke daerah-daerah, instansi, organisasi, komunitas, dll, bekerjasama dengan WHDI Provinsi Bali, Kelompok Media Bali Post, dan Viva Cosmetics. “Kami melakukan Roadshow 30 kali dalam setahun. Itu baru di Bali saja, belum di luar daerah. Sepertinya bisa lebih dari 30 kali,” ujar Bu Agung yang dalam kegiatannya tersebut dibantu putrinya Sagung Diva dan beberapa staf. Pensiunan PNS Disdikpora Kota Denpasar ini menyebutkan kegiatannya selama akhir April hingga Mei 2019 begitu padat. Mulai dari berpartisipasi dalam “Wonderful Indonesia Cultural Event 2019”, Pameran Budaya Indo-

nesia di Muscat, Oman, menampilkan busana nusantara (busana Bali) disponsori Viva Cosmetics. Usai mempromosikan budaya Bali di Muscat, Oman, Bu Agung kembali melakukan promosi budaya ke Pemalang, Jawa Tengah dalam rangka kegiatan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali; berlanjut memberikan Workshop Tata Rias Pengantin (TRP), Pusung Tagel dan Tata Rias Penari Bali di Akademi Kesejahteraan Sosial, Jurusan Tata Rias di Semarang 29 April. Ketua DPD Katalia Bali ini mengakhiri perlalannya dengan unjuk kebolehan dalam Festival Busana Daerah Nusantara di Solo 1-2 Mei. Dalam kegiatan ini Bu Agung dan Sagung Diva berkesempatan menari bersama Ibu Wali Kota

Denpasar Ny. Selly Mantra. Bahkan, Duta dari Bali ini juga mendapat Penghargaan sebagai Peserta Terbanyak ketiga, dari pihak penyelenggara DPD Katalia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan RI. Perjuangan yang patut diacungi jempol, karena dengan dana swadaya Bu Agung menampilkan 20 pasang busana adat Bali dari tiap kabupaten/kota yang ada di Bali. Tak berhenti sampai disitu. Sepulangnya ke Bali, sejumlah jadwal roadshow pun sudah menanti. Di antaranya, memberikan Workshop Tata Rias dan Busana Adat Bali “Meningkatkan Peran Perempuan dalam Melestarikan Adat dan Budaya Bali”, kepada Paiketan Pasemetonan Puri Siangan. Tokoh Puri Siangan AA Gede Oka Wisnu

mengatakan, kegiatan tersebut dalam upaya meningkatkan kembali peran Puri sebagai media pelestarian budaya, adat, dan tradisi. Bu Agung juga memberikan pelatihan kepada organisasi wanita KCBI Bali; ibuibu di Desa penatih; IIP BUMN, roadshow ke beberapa desa di Kedonganan bersama Anggota Komisi IV DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, S.E.; mensponsori tata rias “Miss Stikom”, hingga membekali keterampilan Tata Rias sekaligus menggelar Uji Kompetensi

bagi penghuni Lapas Perempuan di Krobokan yang dihadiri Ketua WHDI Bali Ibu Bintang Puspayoga. Kegiatan roadshow di bulan Mei berakhir di Buleleng dalam Sosialisasi Penggunaan Busana Adat Bali bagi ASN lingkup Pemkab Bulelng, 27 Mei 2019. Bu Agung mengatakan, inilah swadarmaning geginan. Rasa cinta dan bangga pada busana adat dan tata tias pengantin Bali membuatnya merasa tidak pernah lelah dan selalu bersemangat dalam berkarya.

Bu Agung menerima penghargaan usai memberikan pelatihan kepada IIP BUMN. Dari kanan ke kiri : Ibu Mutia Rivayanthi selaku perwakilan Koordinator IIP BUMN Prov Bali, Ibu Dr. Dra AA Ayu Ketut Agung, M.M., Bapak I Made Jedrayasa (Jero Bendesa Desa Pekraman Pinge), Ibu Ira Dianawati (Wakil Ketua Wilayah III IIP BUMN Bali), Ibu Ngurah Ardita (Ketua Bidang Organisasi IIP BUMN)


Espresso

2

GORO-GORO

Putu Wijaya

“Itu berarti sandyakalaning Jakarta” lanjut Bu Amat di tempat tidur. Amat yang sudah nyaris tergerus mimpi, tertahan. Ia me-

noleh. “Maksudnya?” “Ibukota negara yang sudah menjadikan Jakarta jadi ‘surga’ rezeki dan status sosial bagi seluruh rakyat tempat mengubah nasib yang sudah memelet rakyat berdesak-desakan datang merubung, sampai megapmegap tak bisa bernafas. Akhirnya nanti setelah ibukota pindah, pasti akan ditinggalkan. Kesepian tak dipedulikan lagi. Masibnya pasti tak bedanya seperti bini tua. Amat jadi betul-betul terjaga. “Sandyakalaning Jakarta, Pak. Senja kala Jakarta, sesudah tiga perempat abad jadi kota nomor satu kota. Menara gading kita semua akan runtuh. Padahal termasuk kita sudah sampai jatuh bangun menabung. Kalau toh

Mengikuti era industri 4.0 banyak orang menilai kini telah terjadi krisis spiritual. Melemahnya tingkat spiritualitas mengakibatkan manusia kehilangan potensi rohaninya. Hilangnya pelindung jiwa ketika manusia mengalami tekanan psikologis,. Tidak dimilikinya lagi norma universalabsolut yang menjadi pegangan hidup substansial, dan akhirnya manusia mengalami kegersangan spiritual. “Kegersangan spiritual” ini kemudian menyebabkan banyak perkembangan teknologi kini semakin kehilangan arah, tidak memperhitungkan aspek kemanusiaan dan lingkungan. Tanda tanda lebih nyata terlihat pada banyaknya bertebaran berita- hoaks, ujaran kebencian, dan kasus bullying di media sosial. Konsep penguatan spiritual di dunia pendidikan sebenarnya dapat menjadi jawaban atas permasalahan ini. Sayangnya topik ini sering terlupakan, termasuk sangat jarang diperbincangkan dalam forum seminar maupun simposium. Agar manusia kembali memiliki jati diri dan menemukan sentuhan manusiawi dalam kehidupannya, maka penguatan spiritualitas melalui dunia pendidikan menjadi urgen dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan jiwa secara sistematis dan berkesinambun-

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

bukan ikut berebut rezeki, tapi paling tidak pernah mencicip barang satu kali ke Ancol,Taman Mini, Tugu Monas, TIM, HI, MRT. Amat menambah. “Planetarium!” “Dunia Fantasi!” “Keong Mas!” “Puncak!” “Bunga Bangkai...” Bu Amat menoleh. “Apa?” “Bunga Bangkai di Kebon Raya” “Itu Bogor! Kita urus bini tua saja dulu.” “Bini tua? Siapa dia?” “Jakarta sebagai ibukota memiliki banyak tempat bersejarah yang sudah jadi tujuan wajib kunjungan wisata dalam negeri. Bus-bus luar kota dengan pelajar mahasiswa dan umum sudah jadi bagian dari kemacetan Jakarta. Tapi meskipun macat, banjir, panas, nyamuk, biaya hidup selangit dan banyak kejahatan, toh Jakarta terus berebut dibanjiri pengunjung. Belum lengkap hidup kalau belum nyoba MRT! Termasuk kita! Karena Jakarta ibukota, kota nomor satu tempat tinggal presiden, wakil-

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

jakarta

wakil rakyat. Tempat para duta besar negara sahabat. Pusat kantor-kantor medsos....” “Pusat pemancar TV dan sarang para selebriti!” “Pusat semuanya! Segalanya! Tapi kalau ibukota pindah: semua itu akan digoyang. Paling tidak sebagian akan ikut ngintilin pindah.” “Mungkin.” “Pasti! Katanya di BSD, Bumi Serpong Damai, wilayah Tangerang Selatan, yang dulu sebelum pemekaran adalah tetangga sebelah rumah Jakarta ada kloster kompleks perumahan baru yang dulu diperebutkan. Sekarang begitu saja ditinggalkan karena ada kompleks perumahan yang baru lagi. Itu cermin karakter masyarakat kita.” “Jujur saja semua orang memang doyan daun muda.” “Itu artinya?” “Citra kesenian kita tinggi.” “Terbalik! Itu berarti seleranya rendah! Selera pasaran! Selera tukang ijon! Semua tahu, buah-buahan paling enak kalau sudah matang. Yang pinter yang berpengalaman. Istri tua juga begitu! Istri tualah yang akan mera-

wat, nyuapin, nyebokin bapak kalau sakit, karena dia memang ahlinya! Tapi buktinya? Buktinya?” Amat terpaksa menjawab. Ia tak mau bertengkar jauh malam begini, nanti tetangga ngamuk. “Buktinya?” “Buktinya, bini muda dielus-elus, bini tua hanya kebagian mengelus kucing dan kotoran di lantai.” “Masih untung dikasi tugas begitu, berarti masih berguna. Tapi sebagai kota-bini- tua, setelah dipreteli, dilucuti semua aksesoris diberikan pada bini muda, bini tua pasti ditinggal sendirian kesepian merana, kedinginan, bersimbah air mata dan bisa jadi juga kelaparan! Itulah masa depan, nasib, Jakarta, mantan ibukota negara!” Amat terpukau. “Kasihan,” “Tidak akan ada pembangunan lagi, renovasi pun belum tentu jadi. Bapak bisa membayangkan wajah Jakarta nanti, seperti apa wajah Jakarta nanti! Gondrong, kribo, culun, plontos? Atau tanpa kepala?!” Amat tak sadar memegang kapalanya.

Membentuk SDM Spiritual, Multitalenta, dan Berani Beraksi gan, misalnya melalui pasraman. Kegiatan ini merupakan salah satu yang dapat digunakan masyarakat Hindu di Bali dalam memahami prinsip spiritulitas melalui agama Hindu secara praktis. Sebab, di sini oleh umat Hindu terutama generasi muda dapat mengolaborasikan konsep ajaran agama dan aplikasinya.Penyelenggaraan pendidikan agama di pasraman lebih menekankan pada ranah afektif dan psikomotorik agar manfaatnya dapat diimplementasikan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang hidup dengan spiritualitas yang baik, selalu berorientasi menebarkan kebaikan dan menularkan nilai serta semangat positif kepada sesama. Ia akan melihat segala peristiwa dari sudut pandang positif, dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Spiritualitas tidak hanya ada didalam tempat ibadah saja, melainkan merasuk dalam setiap sendi sendi kehidupannya. Tentu hal ini selain bermanfaat bagi diri sendiri, tapi juga orang di sekitarnya. Bayangkan jika aspek spiritualitas menjadi landasan semua perilaku manusia, maka perkembangan teknologi dan industri akan jauh lebih terarah dan kehidupan

AA. Ngr. Eddy Supriadinata Gorda

manusia menjadi lebih baik. Revolusi industri 4.0 diprediksi akan membuat 75 juta hingga 375 juta pekerjaan hilang akibat gugurnya berbagai perusahaan sebagai dampak otomatisasi dan digitalisasi. Meski demikian,Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) memprediksi akan muncul 65.000 pekerjaan baru. Perubahan yang demikian dinamis pergerakannya menuntut penguasaan lebih dari satu talenta agar bisa memenangkan persaingan.

Sosok yang multitalenta akan lebih mudah memasarkan diri mereka. Maka, implikasinya setiap lembaga pendidikan harus mampu membantu peserta didik menemukan talenta mereka. Kemudian memberikan stimulus yang tepat sehingga setiap peserta didik dapat menjadi “ahli” dalam bidangnya. Komponen terakhir yang perlu dikembangkan adalah keberanian untuk melakukan aksi. Untuk siap menghadapi berbagai tantangan di era revolusi industri 4.0. Poin penting yang perlu dimiliki adalah dengan memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada. “Seize the opportunity !” Pendidikan harus mampu membentuk pribadi-pribadi yang positif, optimis dalam bertindak dan mengambil keputusan. Sebagus apapun gagasan yang dimiliki jika tidak diikuti oleh aksi, maka gagasan tersebut tidak lebih dari sebatas ide semata.

“OMG!” “Baru terdengar isu pemindahan saja para pemburu kepentingan akan mengolahnya. Harga tanah, rumah di Jakarta akan hancur. Hotel-hotel bangkrut. PRT akan beterbangan ke ibukota baru, dan Monas akan sepi. Siapa yang mau menghimpun mengumpulkan people power di Monas lagi kalau istana kosong?” “OMG!” “Betapa akan sedihnya Jakarta. Tidak ada lagu sedih dangdut yang akan mampu melukiskan jeritan perih di dalam kucuran air matanya. Jakarta akan perlahan-lahan tetapi pasti tenggelam. Kita hanya akan bisa kasihan. Monas, Taman Mini, Ancol masih ada di Jakarta tapi busbus wisata pasti lebih suka ibukota, karena para selebriti dan semua yang mereka perlukan ada di ibukota baru.” “Wah Jakarta akan jadi kota mati, dong!” “Ya!” “Tak ada lagi orang ngebet ke situ.” “Tak ada. Kecuali kita.” Amat terkejut. Ia kontan menoleh mau mengatakan sesuatu. Tapi tak jadi. Karena Ia melihat teman hidupnya bertahun-tahun itu mengusap air mata.”

Memang untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, dibutuhkan persiapan yang matang. Bagaimana tidak, saat ini kita dituntut untuk menyiapkan peserta didik memasuki dunia kerja Diperlukan pendidikan yang dapat membentuk generasi kreatif, inovatif, serta kompetitif. Optimalisasi ‘edutech’ sebagai alat bantu pendidikan diharapkan mampu menghasilkan output yang bias mengikuti atau mengubah zaman menjadi lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa ada aspek pendidikan yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu ‘Bisma’ (Budaya, Intelektual, Spiritual, Multitalent, Action). Melalui penguatan aspek tersebut, diharapkan terbentuk SDM yang tidak hanya kompetitif tetapi juga berbudaya, intelektual, spiritual, multitalenta,dan berani beraksi sehingga bonus demografi di tahun 2020 – 2030 dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk pembangunan bangsa. AA. Ngr. Eddy Supriadinata Gorda

Kata Hati: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­B udi­a rtha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

SUDUT PANDANG

Edisi 1034/ 3-9 juni 2019

Petik Hikmah dari Kesalahan Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, baik kesalahan kecil, sedang bahkan kesalahan fatal. Suatu yang manusiawi. Ada orang yang berani mengakui kesalahannya, ada yang tidak, meski sesungguhnya sadar telah melakukan kesalahan. Semuanya memang berpulang pada pribadi masing-masing orang. Namun sesungguhnya dari setiap kesalahan yang dibuat, ada hikmah yang bisa dipetik, ada proses pembelajaran di sana.

“B

erbuat salah, adalah manusiawi ya. Semua orang rasanya pernah melakukan kesalahan. Akupun pernah, bahkan mungkin banyak. Bagi aku yang terpenting adalah kita sadar akan kesalahan yang kita perbuat dan mau mengakui dan memperbaikinya,” ungkap presenter Agustin Ramli. Dari banyaknya kesalahan yang diperbuat sepanjang hidupnya, Agustin yang kini tengah menempuh pendidikan ‘Business English’ di London, Inggris, mengingat beberapa yang dirasakannya punya kesan mendalam. Salah satunya adalah ketika dia tidak memenuhi ajakan ayahnya untuk pergi makan bersama. Agustin Ramli dibesarkan oleh orangtua tunggal yakni sang ibu. Saat Agustin masih kecil, kedua orangtuanya bercerai. Agustin dan kakaknya tinggal bersama ibunya. “Jadi papa aku pernah mengajak aku pergi untuk makan bersama. Aku nggak dateng karena rumah papa aku kan jauh sekali ya. Tak lama kemudian aku dapat kabar kalau papa meninggal mendadak,” ungkap Agustin yang merasa shock mendengar kabar tersebut. Rasa penyesalan yang luar biasa dialami Agustin. Tapi

apa mau dikata, ibarat ‘nasi sudah menjadi bubur’. Waktu tak dapat diputar mundur. Rasa sedih dan rasa bersalah bercampur aduk. Perlu waktu bagi Agustin untuk ‘move on’ lagi. Salah satu caranya adalah membangun pikiran positif. “Ada hikmah dari setiap kesalahan yang kita buat. Akupun begitu. Aku memang tidak bisa memperbaiki kesalahan pada papa aku karena papa sudah tidak ada. Tapi aku mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.“ “Aku memperbaiki diri. Aku menjadi lebih peduli dan menghargai orang-orang di sekitar aku, khususnya orangtua aku, mama. Juga tante dan keluarga lainnya yang sudah banyak membantu aku. Aku nggak mau lagi hanya karena perkara ego, misalnya karena sibuk bekerja, trus nggak nemuin mereka. Atau nggak ada waktu untuk mereka. Itulah salah satu pelajaran yang aku petik dari kesalahan yang aku buat pada waktu itu,” ungkap mantan finalis Putri Indonesia yang sempat berkiprah di dunia akting seperti FTV dan film. Mengambil hikmah dan pelajaran dari kesalahan yang dibuat memang tak dilakukan oleh semua orang. Karena ada banyak orang juga yang meski tahu dirinya bertindak salah, namun ‘ngotot’ tak mau mengakuinya. Di lingkungan pergaulan misalnya, ada saja di antara teman yang bertipe seperti itu. Hal tersebut juga diakui oleh Agustin yang menyebut di antara temantemanya, bahkan sahabatnya ada juga yang bertipe seperti itu. Teman seperti itu, ujarnya, memang menjengkelkan apalagi kalau sudah terbukti tapi masih ngotot tidak mengaku. Untuk tipe teman seperti itu, jika bukan teman dekat, Agustin lebih memilih membatasi diri. “Toh, tidak semua orang perlu menjadi sahabat kita. Teman boleh banyak tapi kalau sahabat yang deket sama kita kan bisa kita pilih ya. Kita kan punya hikmat juga,” ucapnya.

Agustin Ramli

Disinggung pernahkah dirinya merasa dikecewakan oleh seorang sahabat, Miss Indonesia Tourism 2007 ini mengaku, pernah. Saat itu dia sangat kecewa juga sedih, namun demi persahabatan ia berusaha legawa, sabar. Agustin yang sekarang menjadi corporate ambassador Combiphar menyebut dirinya selain menjalani kegiatan rutin seperti presenter, syuting, dll, juga sibuk mengkampanyekan pola hidup sehat. “Tugas aku sebagai ambassador salah satunya adalah mengkampanyekan gaya hidup sehat. Jadi bagaimana kita bisa hidup sehat melalui olahraga-olahraga yang kita pilih, sesuai yang kita mau. Misalnya olah raga lari. Juga makanan-makanan sehat,” jelasnya. Tapi, ucapnya, sekarang dirinya sedang menikmati libur sekaligus menimba ilmu. “Aku liburan ke London, sekaligus ikut kursus. Aku pikir hidup ini harus balance ya, jangan hanya kerja, kerja terus, tapi harus ada kehidupan sosial. Kali ini aku memilih libur sambil ikut course. Ini kesempatan aku pakai untuk ‘recharge’ sekaligus improvement diri,” ujar Agustin yang lulusan Kaplan College London, Inggris. (Diana Runtu)

15

Mengatur Waktu dengan Baik

Ketika seorang teman curhat mengenai masalah yang dihadapinya akibat sebuah kesalahan, umumnya kita bakal menanggapi dengan mendengarkan dan memberikan kebaikan dan rasa nyaman. Lantas bagaimana perlakuan kita jika kita sendiri yang melakukan kesalahan? Salah seorang desainer di Kota Denpasar , Dewi Suarjani mengatakan bahwa kita sebagai manusia yang jauh dari sempurna dan tak lepas dari yang namanya kesalahan. Baik itu kesalahan yang dilakukannya secara sengaja maupun tidak di sengaja. Salah satunya , menurut Dewi Suarjani adalah seringnya ia mengunakan waktu yang salah. Sebab, katanya kita telah diberikan waktu 24 jam. Apa kita sudah tepat menggunakannya, yakni 8 jam untuk mencari nafkah (bekerja) , 7 jam untuk tidur, 2 jam istirahat, 2 jam bersenang-senang ( misalnya hang out bersama keluarga, kerabat, teman dan sahabat) , dan 5 jam dipakai untuk mengolah rohani (sembahyang). “Kalau belum bisa mengatur sebagaimana jadwal tersebut, sepertinya ada sesuatu yang kurang dalam hidup ini. Dan, saya merasa bersalah. Bahkan bagi saya tidak menggunakan karunia waktu dengan sebaikbaiknya adalah kesalahan besar,” cetus anggota IFC Dewi Suarjani Kota Denpasar ini sembari mengatakan ia wajib berani mengkritik dirinya sendiri. Untuk itu, lanjut Dewi Suarjani, dirinya berupaya untuk melakukan pengaturan waktu yang telah diberikan sama pada setiap insan di dunia ini , yakni 24 jam. Sehingga Dewi Surjani tidak akan merasakan penyesalan yang berlebihan, dan hidupnya pun menjadi lebih berkualitas. Dikatakannya, sebagai manusia pula ia tidak ingin bersembunyi dalam rasa bersalah. Tentunya dengan selalu mendekatkan diri dan merendahkan hatinya di mata ‘Hyang Penguasa’, Tuhan. Apalagi keberadaan Tuhan senantiasa memberi kedamaian bagi setiap umat yang selalu dekat dan memohon petunjuk dalam menjalani hidup dan anugerah-Nya. Ia juga menyadari, tidak ada orang yang terbebas dari rasa bersalah. Dan, memaafkan menjadi suatu kebutuhan bagi setiap orang. Bukan sekadar mengakui kesalahan yang pernah dibuat sengaja maupun tidak , namun meminta maaf dan juga memaafkan menjadikan kita sebagai seseorang yang memiliki kelapangan dan kerendahan hati. Dengan memaafkan orang lain, terlebih diri kita sendiri, bisa menjadikan langkah kita selanjutnya lebih ringan. Begitu juga di hari Raya Idul Fitri ini, kita saling bertemu, berjabat tangan, saling mengakui segala salah, dan ditutup dengan meminta maaf. Sebuah hari yang penuh dengan kebesaran hati. (Sri Ardhini)

Buatkan Jadwal Ulang Jiwa entrepreneur nampaknya sudah melekat dalam diri Luh Mila Trisna Dewi, S.Pd.,M.Pd. Perempuan yang akrab disapa Mila ini sejak lama menggeluti bisnis di bidang fashion. Melihat peluang yang sangat bagus di dunia fashion, Mila memantapkan hati untuk membuka sebuah butik yang menjual berbagai jenis pakaian wanita. Melihat perkembangan mode yang semakin pesat, maka pebisnis lain di bidang ini juga semakin banyak bermunculan. Dihadapkan dengan hal ini, perempuan kelahiran 27 Agustus 1981 tersebut kembali membaca peluang yang diminati pasar. Saat ini, ungkap dosen Bahasa Inggris STKIP AH Singaraja, gaya hidup masyarakat di kotakota yang sedang berkembang selalu mengikuti hal-hal baru yang sedang hits di kota-kota maju. Salah satunya new born photography. Mila mengungkapkan sejak setahun lalu, dirinya telah fokus menggeluti bisnis fotografer. Dunia fotografi memang menjadi hal baru baginya, namun hal tersebut tidak menjadi kendala berarti baginya. Sang suami, Made Suryanta Lila Adnyana rupanya menjadi partner yang baik dalam bisnisnya kali ini. “Saya kolaborasi dengan suami, kebetulan suami senang fotografi dan saya senang dengan bayi,” tutur anggota dari Komunitas Cinta Kain Bali (KCKB) cabang Buleleng ini. Ada hal unik ketika menjadikan bayi sebagai objek dari bidikan kameranya. Menurutnya, menggeluti usaha new born

Luh Mila Trisna Dewi photography lebih susah dibandingkan dengan foto orang dewasa. Selain menentukan tema dan kostum yang pas dan sesuai dengan karakter bayi, dirinya juga mengaku kesulitan untuk mengarahkan pose yang diinginkan. Apalagi, bayi yang memiliki tingkat sensitifitas tinggi akan lebih suliat untuk diambil fotonya. “Butuh kesabaran yang luar biasa, karena untuk mendapatkan ekspresi yang diinginkan tidak mudah. Satu bayi bisa sampai empat jam dan untungnya saya memang menyu-

kai anak-anak,” akunya. Saat ini, pemilik dari SGB Boutiq ini mengaku, jika usaha new born photography memang memiliki peluang potensial untuk terus dikembangkan. Masyarakat mulai memiliki mindset bahwa mengabadikan momen si kecil ke dalam foto-foto lucu nan menggemaskan merupakan hal yang harus dilakukan oleh orangtua. Selain, new born photography pihaknya juga melayani maternity photography. “Dalam sebulan kami bisa melakukan pemotretan 20 hingga 30 bayi baik di Singaraja maupun di luar Singaraja,” imbuhnya. Meskipun menjanjikan, tidak dimungkiri setiap bisnis memiliki sebuah tantangan. Sama halnya dengan bisnis new born photography ini. Menjadi seorang owner, tentu akan dihadapkan dengan berbagai karakter klien. Dirinya tidak memungkiri jika dalam penggunaan jasanya, ada saja klien yang tidak konsisten dengan kesepakatan di awal sehingga membuat tanggal yang telah di-booking dibatalkan. Akan tetapi pihaknya tetap memaklumi dan fleksibel selama diberikan alasan yang jelas dan masuk akal. Dirinya akan memaafkan bahkan bersedia untuk membuatkan jadwal ulang pemotretan untuk klien tersebut. “Ada saja, tanggal sudah disepakati untuk maternity photography, tapi si klien malah sudah lahiran. Akhirnya di ambil untuk new born photography, gak apa apa uangnya juga gak hangus, kami fleksibel saja asalkan ada alasan yang masuk akal,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)


16

Edisi 1034/ 3 - 9 juni 2019

Pelajar adalah pemuda dan calon pemuda yang akan mewarisi estafet kepemimpinan bangsa, maka Pekan Olahraga Pelajar dan Pekan Seni Pelajar Provinsi Bali (Porsenijar) Provinsi Bali diharapkan dapat membentuk pemuda yang berkarakter, kuat, sehat, dan maju, serta percaya diri, berkepribadian yang santun, tegas dan berbudi pekerti luhur.

H

al ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati pada pembukaan Porsenijar Provinsi Bali tahun 2019. Gubernur Koster mengatakan, mencerdaskan kehidupan bangsa melalui instrumen pembangunan nasional di bidang keolahragaan merupakan upaya peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia secara jasmani, rohaniah, dan sosial dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, sejahtera, dan demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang

Buka Porsenijar Provinsi Bali, Gubernur Koster Ingatkan Sportivitas

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. “Di samping itu, melalui pembangunan olahraga kita secara tidak langsung menumbuhkan dan membentuk jiwa sportivitas pada generasi muda,” ujar Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini. Ia menambahkan, pembentukan jiwa seperti ini sangat penting guna membentengi generasi muda dari pengaruh-pengaruh negatif yang saat ini sedang melanda bangsa kita. Pekan Olahraga Pelajar pada tahun ini akan diperlombakan/ mempertan­d ingkan 26 Cabor, 6 Cabor eksebisi dan 17 seni, sehingga secara keseluruhan berjumlah 49. Gubernur berharap, melalui Porsenijar Provinsi Bali Tahun 2019, dapat menjadi wahana meningkatkan keterampilan, kreativitas dan ekspresi bidang olahraga dan seni di tingkat pelajar.

Pembukaan Porsenijar Provinsi Bali

Plt Kadispora Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan, sebanyak 5.600 atlet, official dan wasit/juri akan terlibat

dalam Porjar 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 26-31 Mei 2019 ini. Rinciannya kontingen Kabupaten Badung

sebanyak 864 orang, Kabupaten Bangli 400 orang, Kabupaten Buleleng 500 orang, Kota Denpasar 864 orang, Kabupaten Gianyar 710 orang, Kabupaten Jembrana 447 orang, Kabupaten Karangasem 400 orang, Kabupaten Klungkung 300 orang, Kabupaten Tabanan 500 orang dan wasit/juri sebanyak 670 orang. Adapun cabor yang dipertan­ dingkan antara lain: atletik, pencak silat, sepak takraw, bulu tangkis, tenis lapangan, renang, tenis meja, bola voli, bola voli pasir, sepak bola, bola basket, taekwondo, senam, catur, panjat tebing, judo, karate, kriket, tarung derajat, woodball, gate ball, panahan, petanque, dancesport, balap sepeda dan shorinji kempo. Sedangkan 6 cabor ekspedisi, antara lain wushu, kabaddi, baseball/softball, menembak, rugby dan selam. (ast)

Wagub Cok Ace Sampaikan Alasan Pencabutan Perda Nomor 3 Tahun 2016 Dengan diundangkannya peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara maka Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2006 yang dipakai acuan penyelesaian Ganti Kerugian Negara/Daerah terhadap Bendahara, Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain pada Pemerintah Provinsi Bali sudah tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan, sehingga perlu dicabut. Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster yang dibacakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati pada Rapat Paripurna ke-7 DPRD Bali dengan agenda Penyampaian penjelasan Dewan terhadap Raperda tentang Penyeleng-

garaan Ketenagakerjaan dan Penjelasan Gubernur terhadap Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 3 tahun 2016 tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Rugi Kerugian Daerah di Gedung DPRD Bali, Denpasar, Rabu (29/5). Tiga peraturan pelaksanaan itu adalah Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara sebagai dasar hukum penyelesaian Ganti Kerugian Negara/Daerah terhadap Bendahara, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2016 tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Negara/ Daerah Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain sebagai dasar hukum penyelesaian Ganti

Kerugian Negara/Daerah terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 133 Tahun 2018 tentang Penyelesaian Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain, dalam Pasal 56 mengatur bahwa Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan penyelesaian Tuntutan Ganti Kerugian Daerah diatur dengan Peraturan Kepala Daerah. Terkait Raperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, Wakil Gubernur Bali yang akrab disapa Cok Ace mengatakan hal ini akan dibicarakan, namun secara prinsip setuju terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. “Saya setuju apapun

Wagub Cok Ace menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bali

yang niatannya untuk kesejahteraan masyarakat, kalau ada hal-hal yang perlu kita benahi bersama kita benahi bersama,” katanya. Sebelumnya juga dilakukan Rapat Paripurna ke-6 DPRD Bali dengan

agenda Penyampaian Tanggapan Dewan Terhadap Pendapat Gubernur atas Raperda tentang Sistem Pertanian Organik dan Raperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah. (ast).

Bali Segera Terbitkan Pergub Atur Zonasi Transportasi Konvensional dan Online

Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui ratusan anggota perhimpunan Bali Transport Bersatu (BTB) di halaman Kantor Gubernur Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan transportasi konvensional di Bali. Bukan tanpa alasan hal ini dilakukan, mengingat transportasi konvensional memiliki sejarah yang panjang dalam mendukung perkembangan dan citra sektor pariwisata yang menjadi pendongkrak utama ekonomi Bali saat ini. “Walaupun sudah ada yang lebih modern seiring perkembangan za-

man, tapi kita jangan sampai melupakan yang sudah ada lebih dulu. Para driver transport konvensional ini sudah ada jauh-jauh sebelumnya, yang direkrut berdasar kriteria-kriteria khusus, bukan asal-asalan,” tegas Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui ratusan anggota perhimpunan Bali Transport Bersatu (BTB) di halaman Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (27/5). Menurut Gubernur Bali, seiring perkembangan pariwisata Bali, driver

transport konvensional ini ikut memba­ ngun Bali. Dengan menjadi para driver yang didukung kemampuan dalam menjelaskan keunggulan Bali yang berbasis pariwisata budaya kepada para tamunya, artinya mereka ikut membangun pariwisata Bali. Untuk itu, para driver ini harus tetap didukung, bila perlu terus ditingkatkan kemampuannya. “Jadi jangan ragukan komitmen saya, akan terus saya dukung keberadaan transportasi konvensional,” kata Koster. Gubernur menjelaskan, walaupun saat ini telah ada Peraturan Menteri yang mengatur keberadaan sarana transportasi di Bali baik konvensional maupun online, namun menurutnya Bali tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Hal ini dikarenakan Bali sebagai daerah wisata harus memiliki penunjang sarana transportasi yang mengedepankan pelayanan. Lebih jauh, Koster pun berjanji akan segera mengambil langkah-langkah yang mendukung keberadaan transport

konvensional, salah satunya yakni segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur zonasi operasi antara konvensional dan taxi online (taxol). “Dalam Pergub akan dimuat pengaturan wilayah, jadi taxol tidak boleh memasuki wilayah transport-transport konvensional yang sudah memiliki pangkalan tetap dan menjalin kerja sama dengan organisasi peguyuban. Jika taxol ingin ikut, ya mereka harus terdaftar sebagai anggota peguyuban. Kita pun akan dukung kualitas para driver konvensional ini, semisal kita bantu fasilitasi peremajaan kendaraan bersama BPD, tentunya dengan bunga paling rendah,” urai Koster yang disambut dukungan para anggota BTB. Sebelum berinisiatif menemui ratusan anggota BTB untuk menyampaikan komitmennya secara langsung, Koster sebelumnya juga berkesempatan menerima audiensi dari perwakilan BTB di ruang kerjanya. Dalam kesempatan

itu, Ketut Suriadi selaku pembicara menyampaikan harapannya agar ada jalan keluar dari pemerintah untuk mengatur keberadaan sarana transportasi konvensional bersama taxol, supaya bisa meredam perselisihan yang sering timbul. Ia pun menjelaskan bagaimana para driver transportasi konvensional tergabung dalam sebuah peguyuban dan hanya bisa menarik penumpang di pangkalan yang dibawahi paguyubannya. “Di luar area itu, kami tidak berhak mengambil penumpang, karena kami juga menghormati mereka yang memiliki pangkalan itu, jadi kami tidak sembarang ambil penumpang. Untuk masuk peguyuban kami juga harus melewati seleksi dengan kriteria tertentu dan membayar kontrak dengan jumlah tertentu, itu yang perlu diketahui, agar bisa saling menghormati antar-driver,” ujarnya. (ast)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
edisi-1034 by e-Paper KMB - Issuu